HeartString

*Vie Zurly Proudly Present*

“HEARTSTRING”

Sequel Heatbeat

**

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Kim Jaejong, Yonghwa, Jonghyun CNBLUE, Choi Minho.

Pairing : Wonkyu, Yunjae,

Genre : Romance, Flufly

Warning : BL, Alur dikejar singa.

Length : 1 Shoot

Summary : Ini cerita gara2 Ms. Moly(nae unnie) baca komik yakuza lagi, ada part kekasihnya hamil dan ayah si cowok yakuza reaksinya menggemaskan, makanya jadilah ff ini lagi. Saia memang sedikit stres..kkk.

** Continue reading

My Baby 97

My Baby 97

**

Selamat sore menjelang malam~ apa kabar Lovelies~? Ehehe~

Mian baru timbul lagi nee~ ini pun tiba-tiba lagi ya? Kkk~ rencana mau tengah malam kemarin, tapi malah ketiduran, padahal udah hotspot ke lappy…kkk~

Ohh, karna lead-nya disini Nyonya Choi jadi semua masalah pasti berputar kembali padanya, so~ begitulah…ohohohoho~

Mm, pwnya singkat kan? namanya ketinggalan seharusnya dia ada di pw chapter2 awal..ehehe, mian Kaiaz~

Ohh, HAPPY BIRTHDAY untuk yang ulang tahun nee~ semoga sehat dan bahagia selalu, all ur dream come true~ happy birthday~

Selamat membaca~

**

“Kajja princess~ kita bicara ne.” Ucap Minho langsung menarik dongsaengnya menjauh darisana.

Sambil berjalan Minho berpaling melihat mommy mereka dan menggelengkan kepalanya dengan kening berkerut. Sementara Sulli berjalan perlahan mengikuti oppa-nya sambil menahan perih diperutnya yang semakin terasa. Hingga tiba-tiba ia mendengar suara dari atas mereka yang terdapat besi-besi yang akan diturunkan.

Putri cantik itu menolehkan kepalanya ke atas dan melihat dengan jelas tali yang mengikat besi itu mengendur dan perlahan terlepas. Dan saat ia melihat kebawah dan besi itu tentu saja akan langsung menimpa tubuh Minho yang ada didepannya.

Dan dalam sekejap mata besi-besi itu pun berjatuhan dengan cepat, reflek Sulli menabrak tubuh Minho sekuat tenaga dan mendorongnya menjauh darisana. Namun saat itulah besi-besi itu tertimpa diatas bangunan kecil yang dibuat seadanya untuk Minho bekerja dan meruntuhkannya.

Kyuhyun yang tidak menyangka kejadian itu hanya bisa terpaku melihat mereka dengan nafas yang berhenti.

“Bos kecil, nona muda!!” Panggil para pekerja disana dan langsung menghampiri keduanya.

Saat itulah Kyuhyun tersadar dan jantungnya kembali berdetak dengan sangat cepat membuat namja cantik itu langsung berlari mendekati mereka.

“Andwae!! Minho?!” Panggil Kyuhyun melihat putranya tergeletak ditanah. “Minho, gwenchana? Irona, my baby!!” Panggil Kyuhyun menepuk-nepuk pipi Minho.

“Nnnh, Su-sulli…mo-mommy…” Jawab Minho terbata.

“Mwo? Waeyo? Minho?!” Tanya Kyuhyun tidak mendengar dengan jelas.

“Su-sulli, su-lli…” Minho terus menggumamkan nama dongsaengnya tercinta.

Barulah Kyuhyun sadar bahwa putrinya tidak terlihat disana, walau tadi mereka jalan bersama. Dengan perlahan Kyuhyun berpaling melihat reruntuhan bangunan disampingnya dan disana hanya jemari lentik nan cantik milik Sulli yang terlihat.

“OH MY GOD!! CHOI SULLI!!” Teriak Kyuhyun langsung mendekati Sulli. “Sw-sweetheart…ba-babygirl…” Panggil Kyuhyun sambil mencoba memegang tangan Sulli.

Tangan putih itu terasa lembut dan perlahan semakin dingin dalam genggamannya yang hangat. “An-andwae…” Gumam Kyuhyun perlahan.

“Andwae!!! Babygirl!! Ireona, ini mommy, jebal!! My baby!!!”

Dengan cepat Kyuhyun memindahkan bebatuan yang menutupi lengan Sulli hingga kepalanya, begitu juga para pekerja yang ada disana dengan sigap membantu namja cantik itu untuk mengambil putrinya yang tertimbun reruntuhan itu.

“Sulli!! Jebal!! Jangan tinggakan mommy!! Buka matamu, princess!!” Panggil Kyuhyun sambil menarik bongkahan semen itu. “Tolong jangan menyakitinya, pindahkan semuanya, selamatkan putriku!!”

“Mianhae, my baby~ mianhae~ bertahanlah my baby~” Pinta Kyuhyun sambil terus memindahkan reruntuhan itu dengan perlahan.

Semua pekerja yang ada disana berusaha mengangkat pecahan bangunan itu, sementara diantara mereka ada yang memindahkan Minho yang tidak sadarkan diri menjauh darisana. Bahkan ada yang sudah menghubungi ambulan dan juga Choi Siwon, sajangnim mereka.

“Samonim, biar kami saja.” Ucap salah satu pekerja saat melihat tangan Kyuhyun yang sudah memerah bahkan terluka.

“Cepat pindahkan.” Jawab Kyuhyun sambil menekan dadanya.

Kemudian namja cantik itu kembali memindahkan reruntuhan itu sampai kepala Sulli akhirnya terlihat. Sambil menekan sesak didada melihat keadaan putrinya itu Kyuhyun terus berusaha memindahkan bebatuan itu yang menutupi wajah Sulli, sesekali namja cantik itu berhenti untuk menarik nafas karena dadanya yang semakin terasa sakit dan sesak.

“Jebal…”

“Samonim!! Gwenchana??” Tanya pekerja itu semakin khawatir melihat Kyuhyun yang lagi-lagi menekan dadanya.

Tapi Kyuhyun tidak menjawabnya karena namja cantik itu sibuk memindahkan reruntuhan diatas Sulli itu. Namja cantik itu ingin segera melihat keadaan putrinya karena itu ia tidak mendengar siapapun yang melarangnya membantu.

“Babygirl~ ayo bangun…ini mommy!!” Panggil Kyuhyun sambil menarik reruntuhan itu perlahan. “Sulli, Sweetheart!! Jawab mommy, jebal~” Pinta Kyuhyun dengan airmata dipipinya.

“Samonim, biar kami saja.”

“Just shut up!! Panggil ambulans!! Putriku!! Dia tidak bergerak!!” Jawab Kyuhyun tanpa melihat mereka.

“Sudah samonim, mungkin dala….”

Perkataan namja itu terhenti saat suara mobil ambulans memasuki area kerja mereka. Dengan cepat beberapa suster dan perawat turun darisana dan membantu Minho terlebih dahulu. Sementara yang lain masih tetap memindahkan reruntuhan yang masih menutupi sebagian tubuh Sulli.

“Tolong bawa Minho lebih dulu, setelah itu segera kembali.” Ucap Kyuhyun dengan wajah datar walau pipinya basah membuat yang lain menatapnya takjub.

Setelah itu Kyuhyun langsung kembali mengangkat bebatuan itu sampai akhirnya tubuh Sulli terlihat setengah badan. Putri cantik itu tidak bergerak sedikit pun dengan kepala dan wajah yang berlumuran darah. Melihat hal itu Kyuhyun langsung mencengkram dadanya dengan kuat karena begitu sesaknya, bahkan namja cantik itu tidak bisa mengeluarkan suaranya.

“Nnnnh~ my baby~” Ucap Kyuhyun menahan sakit didadanya. “T-tolong c-cepat angkat semuanya, j-jebal~ dia pasti sangat kesakitan.”

“Baby!!” Panggil Siwon dibelakangnya sudah tiba.

Kyuhyun berpaling melihat suaminya yang berdiri dengan nafas terengah-engah, seketika airmata Kyuhyun kembali tumpah dan Siwon langsung menghambur memeluknya.

“Ssst, jangan menangis.”

“Sa-sakit hyung, sakit sekali~ Su-sulli…a-aku…oh Tuhan~ hyung~~” Kyuhyun menggigit bibir bawahnya agar tangisannya tidak pecah.

“Tenang dulu, biar hyung yang membantu mereka.” Ucap Siwon tidak tega melihat telapak tangan Kyuhyun sudah memerah dan terluka.

Mendengar hal itu Kyuhyun pun melepas pelukannya dan membiarkan Siwon menolong putri mereka. Berapa banyak reruntuhan itu menimpa putri mereka, sejak tadi hanya bisa dipindahkan dengan menggunakan tangan saja. Mereka tidak bisa menggunakan alat berat karena bisa melukai tubuh putri cantik itu.

Bahkan sampai ambulans tiba mereka belum bisa mengeluarkan Sulli dari reruntuhan itu membuat beberapa perawat yang datang bersama ambulans ikut membantu mereka.

Setelah beberapa menit barulah tubuh Sulli terlihat seutuhnya dan Kyuhyun langsung menghambur pada putrinya yang terbaring menghadap tanah itu.

“Oh Tuhan!! Babygirl, eotteokhe? Choi Sulli!! Otteokhajyo??” Tanya Kyuhyun dengan tangan terangkat namun tidak berani menyentuhnya.

Mungkin saja sentuhan tangannya akan menyakiti tubuh Sulli yang sudah tertimpa bangunan itu. “Hyung~ my baby~ eotteokhe?? Culli ireona, jebal~”

“Baby, kita harus mengangkatnya.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun menatapnya.

Barulah Kyuhyun mencoba menyentuh putrinya itu dan perlahan membalikkan badan Sulli menghadapnya. Namja cantik itu memangku kepala Sulli dan memindahkan rambut yang menutupi wajah cantik putrinya itu. Seketika tangis Kyuhyun tidak bisa dibendung lagi saat melihat mata Sulli tertutup rapat dan sebagian wajah cantik itu tertutup darah.

“Andwaeeee!!! My babyyyyy!!” Panggil Kyuhyun mendekap Sulli kedadanya dengan lembut. “Jangan tinggalkan mommy!! Jebal!! Ireona my baby?!! Mianhae, jeongmal Mianhae!!” Ucapnya sambil memeluk Sulli dengan erat.

Tidak peduli darah Sulli sudah mengotori wajah dan bajunya, yang ia inginkan hanya Sulli membuka mata dan menatapnya. “Buka matamu, baby!! Kau tidak mau mommy sakit, bukan? Ayo buka matamu!!!”

“Baby…ayo bangunlah~” Ucap Siwon akhirnya. “Lepaskan Sulli, biar mereka membawanya.”

“Ani, aku harus melihatnya, dia akan bangun hyung, dia tidak mau aku sakit kalau dia terluka, dia pasti bangun.” Ucap Kyuhyun sungguh-sungguh.

Semua yang ada disana hanya bisa meringis sedih melihat namja cantik itu, bahkan suster wanita disana sudah menangis sejak tadi. Siwon tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, tapi ia harus tegas, karena Sulli butuh perawatan secepatnya.

“Lepas baby, Culli harus diobati, ayo lepaskan.” Siwon mencoba melepas dekapan Kyuhyun yang semakin mengerat.

Kyuhyun sungguh tidak ingin menjauh dari putrinya itu, namun tatapan Siwon yang dalam membuat tangannya perlahan melonggar. Saat itulah Siwon menarik tangannya perlahan hingga Sulli terlepas dari pelukannya.

Beberapa perawat itu pun langsung mengambil Sulli dan membawanya ke mobil ambulans. Sementara Kyuhyun dengan tangan bergetar ia langsung berpaling membenamkan wajahnya didada Siwon.

Namja cantik itu menggengam erat kemeja putih Siwon untuk menguatkan dirinya sendiri. Siwon memeluknya dengan erat dan membelai punggung Kyuhyun dengan cepat. Kemudian namja tampan itu membantu huswife cantiknya berdiri dengan baik dan tetap dengan memeluknya.

“Kita kerumah sakit, kajja.” Ucapnya cepat.

“Sajangnim…” Panggil salah satu pekerja membuat Siwon berpaling kebelakang.

“Ada apa?”

“Ini tas nona muda.” Jawab namja itu menyerahkan tas baby pink milik Sulli.

Kyuhyun yang membuka matanya untuk melihat langsung mengambil tas itu dan memeluknya dengan erat. Siwon hanya menganggukkan kepalanya pada namja itu lalu segera membawa Kyuhyun menuju mobilnya.

Mereka segera pergi darisana mengikuti ambulans yang sudah lebih dulu membawa Sulli ke rumah sakit umma Choi. Didalam mobil Kyuhyun hanya terdiam dengan menutup mata sambil terus memeluk tas Sulli dengan erat.

Secara tiba-tiba semua sikap dingin Kyuhyun pada putri cantik itu sebelumnya melintas dengan jelas dikepalanya. Tanpa bisa dicegah airmata Kyuhyun pun turun kembali dengan derasnya. Bagaimana ia bisa mengacuhkan putri kesayangannya itu, padahal ia satu-satunya?

Iya, Sulli bersalah karna sikapnya pada Minho, tapi tidak seharusnya Kyuhyun mengabaikannya. Sebagai orang tua, mommy-nya sudah sepatutnya ia meluruskan kesalahpahaman itu. Bukan membiarkannya berlarut-larut dan malah memihak salah satu anaknya.

Jika dipikir sekali lagi, Kyuhyun yang salah dan sudah gagal menjadi orang tua.

“Orangtua juga bisa salah dalam melangkah, baby.” Ucap Siwon seolah bisa membaca isi hatinya.

“Aku mengabaikannya hyung…” Jawab Kyuhyun tanpa berpaling melihatnya.

“Mereka tidak bisa selalu benar, karena orangtua juga manusia bukan malaikat, tapi manusia sangat pintar untuk belajar dari kesalahannya.”

“Aku yang salah!! Seharusnya aku mendengarnya, bahkan sampai tadi aku mengabaikannya hyung, padahal Sulli… Dia ingin…Shit!!” Kyuhyun tidak bisa menahan kesedihan dan penyesalannya.

“Tenanglah baby…”

“Ta-tadi Sulli datang ingin bertemu Minho, a-aku tahu dia ingin minta maaf, tapi keegoisanku menyakitinya, oh tuhan, putriku… Mianhae, jeongmal mianhae~”

“Baby…”

“Ba-bagaimana?? Bagaimana kalau Sulli kenapa-napa? Bagaimana kalau Sulli tidak ingin melihatku lagi?? Bagaimana kalau… Andwae!! Cepatlah hyung!! Putriku…”

Dengan cepat Siwon mengambil tangan Kyuhyun dan mengecupnya, namja tampan itu mencoba menenangkan huswifenya itu sampai mereka tiba dirumah sakit. Namun saat ini tidak ada yang bisa menenangkan Kyuhyun sepenuhnya, karena perasaan bersalahnya yang sangat besar.

Namja cantik itu terus menghapus airmatanya yang turun tanpa henti, walau mencoba berhenti tapi cairan hangat itu memaksa keluar dari mata bulatnya yang semakin sembab. Bahkan sampai mereka tiba didepan rumah sakit Kyuhyun menghapus airmatanya dengan cepat kemudian segera turun dari mobil itu tanpa menunggu Siwon.

Didepan loby rumah sakit, umma Choi sudah menungu dengan wajah cemasnya, begitu Kyuhyun masuk wanita paruh baya itu langsung mencegatnya disana.

“Apa yang terjadi, Kyunnie? Kenapa mereka berdua??” Tanya Umma Choi.

“Umma, dimana mereka?” Kyuhyun balik bertanya.

“ICU, keduanya sudah masuk kesana.”

“Aku harus kesana.” Jawab Kyuhyun langsung menghindar dari ummanya dan setengah berlari memasuki rumah sakit besar itu.

“Siwonnie…” Panggil umma Choi begitu melihat putranya.

“Aku juga tidak mengerti umma, pekerja di proyek Minho yang menghubungiku, mereka bilang Sulli dan Minho tertimpa bangunan.” Jawab Siwon sambil berjalan menuju ICU.

“Oh Tuhan, apalagi ini?”

“Aku tidak tahu umma, masalah dirumah saja belum selesai, sekarang malah bertambah lagi.”

“Jadi kalian belum membahasnya?” Tanya umma Choi tidak percaya.

“Belum umma, aku ingin memberi Sulli waktu berpikir dan sepertinya tadi Sulli ingin bertemu Minho dan Kyunnie…”

“Tenanglah, Suho dimana? Apa dia tahu?”

“Belum umma.”

“Tuan, hp ini terus berbunyi…” Ucap salah satu perawat begitu melihat Siwon.

“Ahh, milik Minho.” Jawab Siwon melihat benda tipis itu.

Siwon melihat siapa yang menghubungi Minho dan langsung menerimanya begitu nama Suho yang terlihat disana.

“Babyboy…”

>Daddy? Kenapa Hp Minho hyung…<

“Kami semua di rumah sakit, sebaiknya Cuo kesini.” Jawab Siwon to the point.

>Mmm, baiklah.<

Siwon memutus sambungan itu dan melihat umma Choi dengan wajah sedihnya lalu berpaling melihat Kyuhyun yang berjalan kesana kemari didepan ruang ICU yang tertutup. Siwon hanya bisa menghela nafas lelah dan menggelengkan kepalanya dengan cepat. Seolah beban didalam sana akan menghilang seiring gelengan kepalanya.

Tapi yang ada semuanya malah semakin bertambah seiring gerakan Kyuhyun yang melambat dan namja cantik itu berdiri sambil memegang dadanya.

“Umma tahu kau juga sedih Siwonnie.” Ucap umma Choi tiba-tiba. “Tapi saat ini yang mereka butuhkan adalah kekuatanmu, bertahanlah chagiya, dengan begitu kalian bisa saling menopang satu sama lain.”

“Tapi umma…” Mata Siwon langsung berkabut mendengar ucapan ummanya itu yang seratus persen benar adanya. Tapi bagaimana Siwon bisa bertahan sendirian seperti ini? Semua yang membuatnya kuat hanya keluarganya tercinta dan sekarang mereka semua menderita.

“Mereka semua membutuhkanmu, bertahanlah.” Ucap umma Choi dengan senyum menenangkan. “Memang hanya ini yang bisa umma katakan, tapi percayalah kita semua ada disini, bersamamu.”

“Gomawo umma.” Jawab Siwon akhirnya tersenyum dengan lembut.

Kemudian namja tampan itu langsung mendekati Kyuhyun yang kini bersandar dipintu itu untuk menenangkan dirinya. Siwon tidak mengatakan apa-apa tapi tangannya langsung terulur untuk merengkuh tubuh lelah Kyuhyun dalam pelukannya.

“Hyung ada disini.” Bisiknya pelan.

Kyuhyun langsung memejamkan mata dan menyusupkan wajahnya dileher Siwon berusaha untuk tetap tenang walau apapun yang akan mereka terima nanti.

Dari jauh terdengar langkah kaki yang setengah berlari menghampiri mereka membuat ketiganya berpaling melihat lorong rumah sakit yang sepi itu. Disana terlihat Suho dan maid ahjumma dan dua maid yang lain menghampiri mereka dengan cepat.

“Daddy!!” Panggil Suho begitu tiba disana.

“Cuo…” Siwon melepas pelukannya dan mengulurkan tangan agar putra tampannya itu mendekat.

Suho memejamkan mata saat Siwon mengecup keningnya dan Kyuhyun memegang pipi kanannya. Tapi hanya sesaat ia bisa merasakan kehangatan itu karena rasa penasaran yang tidak bisa disembunyikannya.

“Ada apa daddy? Kenapa kalian disini?” Tanya Suho.

“Suho dari rumah?”

“Bukan, Cuo masih dijalan tadi, Cuo janji akan mengantar Culli ke rumah sakit, tapi si cerewet itu menghilang, Cuo hubungi Mino hyung tapi daddy yang angkat, apa yang terjadi?”

“Tunggu!! Ru-rumah sakit? Ke-kenapa?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Culli mengeluh sakit perut, katanya maag-nya kambuh, Cuo janji mau antar kesini bertemu halmonie.” Jawab Suho melihat umma Choi.

“Mmm, sajangnim…” Panggil Ahjumma maid. “Maaf saya ingin bicara.”

“Ne, ahjumma, ada apa?” Jawab Siwon dan mereka semua melihat yeoja paruh baya itu yang berwajah keruh sejak ia tiba.

Bahkan dua maid kesayangan Sulli yang ikut bersamanya sejak tadi hanya menundukkan wajah mereka dengan isakan yang sesekali terdengar.

“Mereka yang selalu bersama Nona muda…” Ucap maid itu melihat dua yeoja yang lebih tua dua tahun dari Sulli itu. “Tidak sengaja menemukan ini dibelakang lemari nona muda.” Lanjutnya kemudian sambil menyodorkan beberapa kain dan tissue.

“Apa ini ahjumma?” Tanya Siwon dan mengambil barang itu dengan cepat lalu membukanya.

Jantung Siwon langsung berdetak dengan cepat saat melihat kain dan tisu itu penuh dengan bercak noda darah. Dibeberapa tempat kain itu terdapat noda darah yang berbentuk bulat dan tak beraturan, semuanya terlihat sudah mengering.

“A-apa ini hyung?” Akhirnya Kyuhyun bisa mengeluarkan suaranya.

“Itukah yang dimaksud dengan sakit diperutnya?” Tanya Suho tidak percaya.

“Kami minta maaf Samonim, kami tidak tahu nona muda menyembunyikan ini.” Ucap salah satu maid Sulli dengan wajah menyesal. “Kami tidak tahu nona muda tidak makan, karena kotak bekalnya selalu kosong, saat dirumah ia selalu mengatakan sudah makan, padahal tidak, maafkan kami, samonim.”

“Oh Tuhan, apalagi ini~ dia sudah banyak menderita.” Ucap Siwon dengan wajah sedihnya.

Kyuhyun tidak menjawab apa-apa, suaranya seperti tercekat ditenggerokannya, sekarang penyesalan itu sudah menutupi seluruh tubuhnya. Putri cantiknya menderita sendirian, kenapa ia harus mengutamakan keegoisannya dan mengabaikan Sulli.

“Waee??” Tanya Kyuhyun dengan wajah keruh. “Mianhae, princess~ jeongmal mianhae~” Ucap Kyuhyun menggenggam erat kain itu sampai buku jarinya memutih.

Siwon langsung menggenggam tangan Kyuhyun untuk menenangkan namja cantik itu, namun Kyuhyun hanya bisa menggigit bibir bawahnya untuk menahan perasaannya yang bergejolak dan ingin meledak.

“Daddy, mommy!! Katakan apa yang terjadi?” Tanya Suho akhirnya sudah tidak tahan.

“Babyboy…” Panggil Siwon kembali memegang lengan Suho dengan lembut.

“Culli menghilang karena ia pergi menemui Mino hyung, saat mereka berjalan menjauhi mommy, tiba-tiba besi-besi yang masih ada digantungan lepas dan tertimpa bangunan dibawahnya, Sulli mendorong Mino hyung menjauh tapi dirinya tidak sempat menghindar sampai…” Siwon tidak sanggup meneruskan ucapannya.

“Daddy…” Panggil Suho semakin penasaran.

“Tubuh Culli tertimpa reruntuhan bangunan itu.” Ucap Siwon setelah menelan ganjalan yang ada ditenggerokannya.

“Tidak mungkin!!!” Suho menggelengkan kepalanya tidak percaya.

“C-culli ingin minta maaf, ta-tapi mommy menyuruhnya pulang, m-mommy tidak ingin mereka bertengkar, ta-tapi yang t-terjadi…” Kyuhyun tidak bisa mengulang lagi yang sudah terjadi.

Sementara Suho yang mendengar itu hanya semakin menggelengkan kepalanya tidak percaya, perlahan langkah remaja tampan itu bergerak mundur dari orangtuanya. Wajah sedihnya memancarkan kekecewaan yang sangat besar membuat Siwon dan Kyuhyun menatapnya tidak mengerti.

“Kalian…” Ucap Suho pelan sambil mundur perlahan. “Kalian mengabaikan Sulli! Kalian tidak peduli padanya!!” Teriak suho dengan airmata jatuh dipipinya.

“Suho…”

“Mommy mengacuhkannya!! Karna bagi mommy hanya Mino hyung yang penting!! Mommy tidak sayang Sulli!! Mommy hanya tidak ingin dia menyakiti hyung!! Sekarang lihat!! Ini yang mommy inginkan? Ini yang mommy mau? Apa mommy senang? Apa dia harus seperti ini agar mommy peduli? Apa Suho juga harus seperti ini agar mommy lihat?? Apa harus begitu? Kenapa mommy?? Kenapa???” Tanya Suho mencurahkan semua kesakitannya.

“Kalian jahat~ Su-sulli…dia memang salah, tapi dia menyesal mommy, dia ingin minta maaf, bahkan dia juga sedang sakit, tapi apa yang mommy lakukan?!? Mengabaikannya seolah dia tidak ada!! Apa dia benar putri mommy!?”

“CHOI SUHO!!” Suara Siwon mengejutkan semua yang ada disana.

Sementara Kyuhyun tidak bisa membantah apapun karena apa yang dikatakan Suho sepenuhnya benar. Semua itu kesalahannya, tidak seharusnya ia menghindar, tidak seharusnya ia mengabaikan. Sebagai orang tua sudah seharusnya ia memperbaiki kesalahan anaknya dan membimbing mereka untuk meminta maaf, bukan mengabaikannya dan melupakan semuanya.

“Mi-mianhae baby, jeongmal mianhae~” Ucap Kyuhyun dengan nafas tercekat.

Suho tidak menjawab apa-apa lagi karena hatinya sudah terlalu sedih, remaja tampan itu hanya duduk dilantai dan menangis sekerasnya. Bahkan ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat mereka mengabaikan semua yang terjadi sebelumnya.

Dan sekarang… siapa yang harus disalahkan?

“Kalian hanya memikirkan diri sendiri~ hiks, kenapa?” Tanya Suho disela isak tangisnya.

“Maafkan mommy~” Jawab Kyuhyun yang sudah duduk dilantai tidak jauh dari tempat Suho.

“Ka-kami sangat menyayangi mommy, ba-bahkan mommy tahu S-sulli tidak bisa m-makan jika mommy tidak baik, s-saat di-culik pun dia hanya ingin mommy tetap baik-baik saja. Tapi kenapa? Kenapa hanya Mino hyung yang mommy lihat? Kenapa hanya Mino hyung yang mommy sayang? Kenapa mommy?”

“Tidak~ bu-bukan seperti itu…”

“Tapi seperti itu yang terlihat~ bahkan terasa semakin jelas, seolah kami tidak pernah ada dalam hidup mommy.”

“Aniyo!! Tidak baby!! Bukan seperti itu, sungguh…” Kyuhyun memegang dadanya dengan tangan kiri sementara tangan kanannya menopang tubuhnya dilantai.

“Suho sedih mommy, tidak ada yang bisa Suho lakukan, sedang kalian sama-sama saling menghindar, kenapa mommy?”

“Jeongmal mianhae~”

“Suho sudah tidak tahan lagi, semakin hari Suho semakin takut pulang ke rumah, tidak ada lagi kehangatan mommy disana, mommy lebih memilih bersama hyung daripada memperbaiki semuanya, dengan itu membuat semuanya semakin jelas, mommy lebih sayang hyung daripada kami.”

“Aniyo!! Bukan begitu, baby~ dengarkan mommy~” Pinta Kyuhyun sungguh-sungguh. “Saat itu mommy bertemu Mino hyung ditaman dengan tubuh kecilnya yang begitu dingin, setelahnya mommy tahu bahwa Mino hyung dibuang ummanya, baby. Dan saat dia keluar dari rumah kemarin mommy tidak bisa berpikir dengan baik, kemana ia harus pergi jika di rumah tidak ada tempat untuknya? Mommy tidak ingin Mino hyung berpikir dia dibuang untuk kedua kalinya, karena itu sangat menyakitkan.” Kyuhyun menarik nafasnya dengan susahnya namun kemudian melanjutkan.

“Iya, mino hyung punya umma, tapi sekalipun… sekalipun Mino tidak ingin kesana baby, dia tidak akan meninggalkan kita, karena itu mommy pergi menemaninya, tapi ternyata sikap mommy yang egois malah membuat kalian terlupakan, mianhae~ jeongmal mianhae.”

“Mommy…” Panggil Suho dengan airmata yang tidak berhenti mengalir.

“Sekali pun mommy tidak pernah berpikir untuk membedakan kalian, sungguh, kalian bertiga adalah hidup mommy, jika salah satunya tiada bagaimana mommy bisa hidup? Sekian lama mommy menunggu untuk memeluk buah hati kami, kenapa mommy harus memilih salah satunya? Tidak mungkin baby, maldo andwae~” Kyuhyun menggelengkan kepalanya perlahan.

“Mommy tahu mommy salah, apa yang harus mommy lakukan agar Suho tidak berpikir seperti itu? Mommy menyayangi kalian sama besarnya, tidak ada yang mommy lebihkan, sungguh~ jangan berpikir seperti itu lagi, jebal~” Pinta Kyuhyun melihat mata Suho dengan tatapannya yang sungguh-sungguh.

“Mommy~ hiks~”

Detik itu juga bocah kecil yang sudah remaja itu merangkak dengan cepat dan menghambur dalam pelukan mommynya itu dan menangis dengan kerasnya. Suho menangis didada mommy-nya selayaknya anak kecil yang merasa bersalah atas apa yang dilakukannya. Seperti saat ia masih kecil yang selalu bisa bermanja pada orang yang paling dicintainya didunia ini.

“M-mianhae mommy~ mianhaeee~”

Kyuhyun hanya bisa memeluk putranya itu dengan erat dan menggigit bibirnya agar tangisannya tidak terdengar. Tidak ada yang ia inginkan saat ini selain memeluk ketiga buah hatinya dan mereka saling memaafkan.

“Bogoshipoyo mommy~” Bisik Suho pelan didadanya.

“Nado bogoshipoyo, my baby~ jeongmal mianhae.” Jawab Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.

Siwon yang sedari tadi diam saja langsung tersenyum melihat umma Choi dan menghela nafas lelahnya, dengan cepat namja tampan itu menghapus airmata dan mendekati keduanya. Siwon memeluk mereka penuh sayang dan berharap kelegaan juga menghampiri hati mereka berdua setelah saling mengatakan perasaan.

Namun suara kaki yang setengah berlari membuat mereka semua melihat kearah yang sama. Dokter dan beberapa perawat berjalan mendekat dengan tergesa-gesa, yeoja cantik yang mereka kenal sebagai dokter pribadi anak-anak mereka, Choi Sooyoung.

“Apa yang terjadi, oppa???” Tanya Sooyoung dengan wajah panik.

Yeoja cantik itu baru saja selesai menjalankan sebuah operasi dan segera dipanggil saat Minho dan Sulli dibawa kesana. Sementara tiga dokter yang lain sudah lebih dulu menangani mereka berdua.

“Soo, tolong mereka.” Siwon hanya bisa berucap pasrah.

“Kami akan berusaha, ayo masuk.” Ucap Sooyoung lalu segera masuk keruang ICU didepannya yang terdapat dua kesayangan Choi.

Tak berapa lama Ryeowook, JongIn dan Yesung datang, mereka terlihat panik dan cemas. Setelah dihubungi Siwon sebelumnya, Ryeowook langsung memanggil Yesung pulang untuk melihat mereka.

“Bagaimana ceritanya, Siwonnie??” Tanya Ryeowook begitu sampai disana.

“Sulli datang ke proyek sepertinya ingin bertemu dengan Minho, selanjutnya aku tidak mengerti semua kejadiannya terasa cepat.” Jawab Siwon sambil melihat Kyuhyun yang sudah berada dalam pelukan umma Choi.

Tak lama pintu ICU pun terbuka menampilkan tempat tidur dorong dengan Minho yang masih tidak sadarkan diri diatasnya. Lengan, kepala dan kaki putra tampan itu terlihat diperban dan ada beberapa luka kecil di wajahnya. Kepala Minho memang terbentur saat Sulli mendorongnya dan kaki namja tampan itu ikut tertimpa reruntuhan, walau hanya sedikit.

“Babyboy…” Siwon segera menghampir ranjang Minho begitu pula Kyuhyun dan Suho.

“Minho hanya mengalami luka ringan dan akan sembuh dalam beberapa hari, mungkin sebentar lagi ia akan siuman, sekarang masih dalam pengaruh obat, tapi Sulli…” Wajah Sooyoung berubah muram.

“Apa… Apa yang terjadi??” Tanya Kyuhyun dengan wajah pucat.

“Apa yang terjadi? Kalian tidak menjaga pola makannya? Bukankah dia pernah operasi dulu?” Sooyoung balik bertanya.

“A-apa maksudnya Soo?”

“Lambungnya berdarah oppa!! Dia tidak makan dengan benar, apa yang kalian lakukan?!” Tanya Sooyoung dengan wajah tidak percaya, bahkan ia sedikit marah pada mereka.

Kyuhyun melihat yeoja cantik itu tidak percaya. “A-apa?? A-aku tidak tahu… Ba-bagaimana mungkin…” Airmata Kyuhyun kembali turun tanpa bisa dicegah.

Namja cantik itu melihat bungkusan yang dibawa maid ahjumma yang menjadi bukti bahwa putrinya benar-benar. Bahkan dua maid kesayangan Sulli sudah menangis lagi dan meminta maaf karena tidak memperhatikan nona muda mereka.

“Sooyoung…” Panggil Siwon dengan kening berkerut. “Jebal…”

“Ahh, mianhae!!” Ucap Sooyoung tersadar. “Sekarang dia banyak kehabisan darah, kita harus segera transfusi darah…” Ucapnya kemudian.

“Ambil darahku Soo.” Jawab Siwon cepat.

“Baiklah oppa ikut denganku, dan suster bawa Minho keruang rawat inap, kalian bisa menjaga disana. Ucap Yeoja cantik itu lalu segera masuk kembali.

Siwon hanya bisa memeluk Kyuhyun sekilas dan menyerahkannya lagi pada umma Choi lalu segera mengikuti Sooyoung. Namja tampan itu hanya bisa memanjatkan doa untuk keselamatan Sulli, ia benar-benar tidak mengerti mengapa kesedihan masih menghampiri keluarga kecilnya.

Ruangan operasinya berada didalam ruangan tempat ia berada membuat Siwon tidak bisa melihat dimana dan bagaimana keadaan putrinya saat ini. Dua suster yang bertugas mengambil darahnya langsung memintanya untuk berbaring diranjang yang ada disana dan mereka melakukan tugasnya.

Setelah beberapa saat…

“Kami sudah membawa satu kantong darah untuk Sulli, oppa beristirahatlah disini sejenak. Aku harus kembali ke dalam.”

“Soo… Ba-bagaimana…”

“Aku belum bisa memastikannya oppa, yang aku tahu keadaan Sulli sangat parah, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin, oppa hanya perlu menjaga Kyunnie tetap stabil.”

“Aku mengerti, kami percaya padamu.”

“Terima kasih oppa, istirahatlah.”

Sooyoung ditemani salah satu suster disana segera pergi meninggalkan Siwon yang kembali berbaring diranjangnya. Siwon merasa dunia seakan berputar dengan begitu cepat, bagaimana ia bisa mengatakannya pada Kyuhyun tentang Sulli.

Tapi ia tidak bisa diam saja disini saat huswife dan anaknya yang lain juga sedang tidak dalam keadaan baik. Siwon segera turun dari tempat tidurnya dan memilih keluar darisana untuk melihat Kyuhyun. Dan benar saja, namja cantik huswifenya itu masih berada disana bukannya menemani Minho di kamar inapnya, seperti yang lain.

Namja cantik itu duduk dilantai bersandar pada pintu ruang ICU dengan wajah yang terbenam diantara kedua lututnya. Siwon hanya bisa menghela nafas lelah dan ikut duduk didepannya sambil membelai kepalanya dengan lembut.

“Baby…” Panggilnya.

“Hyung…” Jawab Kyuhyun mengangkat kepalanya dan wajah cantik itu penuh kesedihan, namja cantik itu meraba lengan Siwon dimana bekas jarum suntik yang mengambil darahnya untuk putri mereka dan mengamatinya. “Bagaimana Sulli?” Tanyanya kemudian.

“Sooyoung belum bisa memastikan, mereka masih melakukan operasi.”

“Aku bahkan tidak tahu dia tidak makan dengan teratur, ibu macan apa aku hyung?! Putriku…dia tidak bisa makan jika hatinya tidak tenang, itu juga yang terjadi saat aku koma dulu sampai dia harus dioperasi, aku melupakannya, hyung… aku melupakannya, eotteokhe?? Apa yang akan terjadi padanya?? Katakan padaku hyung? Katakan??” Kyuhyun menarik baju depan Siwon dengan arimata yang terus mengalir dipipinya.

“Baby~ tenang dulu.”

“Bagaimana ka-kalau.. Bagaimana…ka-kalau dia… Dia… Andwae hyung~ andwae!!” Kyuhyun langsung mengatupkan kedua tangannya seperti berdo’a. “T-tolong selamatkan dia, jangan ambil dia dariku!! To-tolong…putriku…” Ucapnya sambil memejamkan mata.

“Baby…” Panggil Siwon tidak tahan melihatnya.

“Dia tidak akan meninggalkanku, bukan?” Tanya Kyuhyun cepat. “Hyung…dia tidak akan meninggalkanku kan? Tidak akan, hyung!! Tidak boleh!!”

Namja tampan itu langsung menarik huswife cantiknya itu dan memeluknya dengan erat. Kyuhyun hanya bisa menggenggam erat kemeja Siwon sambil berusaha bernafas dengan baik. Namun semakin lama tarikan nafasnya semakin sakit, sesak didadanya semakin jelas seiring hatinya yang begitu sakit menerima kenyataan dihadapan mereka.

“Sakit hyung…” Bisiknya pelan.

“Tenanglah baby… Tenangkan dirimu.”

“Sakit sekali hyung, a-aku…hhhhk.” Tangan Kyuhyun langsung jatuh terkulai ke lantai dan tubuhnya pun terasa merosot dalam pelukan Siwon.

Barulah namja tampan itu sadar dan menatap huswifenya itu tidak percaya, walau Siwon memanggilnya beberapa kali tapi Kyuhyun tidak menjawab. Dengan cepat namja tampan itu mengangkat huswifenya itu dan membawanya ke ruang IGD agar diperiksa lebih lanjut.

Hal inilah yang paling ditakutkan Siwon terjadi pada Kyuhyun jika mendengar tentang Sulli nanti. Namja tampan itu tidak bisa membiarkan huswifenya menderita lebih dari yang sudah terjadi.

“Siwon…” Panggil Donghae dibelakangnya bersama Hyukjae dan Taemin.

“Hyung…” Jawab Siwon.

“Apa yang terjadi? Bagaimana Sulli? Minho? Kyuhyun dimana?” Tanya Donghae tidak sabaran.

“Hyung, Minho diruang rawat diujung sana.” Jawab Siwon sambil melihat Taemin. “Sulli ada di ICU dan Kyunnie baru saja pingsan.”

“Omoo~ semoga tidak terjadi apa-apa dengan mereka.” Jawab Hyukjae.

“Hyung, mian aku meninggalkanmu tadi.” Ucap Siwon pada hyungnya yang di kantor.

“Gwenchana, serahkan padaku.”

“Pergilah, mungkin Mino sudah siuman, aku harus melihat Kyunnie.”

“Baiklah, kajja.” Eunhyuk menarik Donghae melewati lorong rumah sakit itu menuju kamar Minho yang ada diujung koridor.

Sementara Siwon langsung berpaling melihat pintu ruangan yang ada Kyuhyun didalamnya. Dokter yang memeriksa huswifenya juga ikut keluar dan tersenyum begitu melihatnya.

“Dia hanya kelelahan, bersabarlah tuan Choi, Semua akan baik-baik saja.”

“Gomawo dok, boleh aku melihatnya?”

“Ne, silahkan, dia masih dalam pengaruh obat.”

“Gomawo.” Jawab Siwon lalu segera masuk kedalam.

Namja tampan itu menyusuri ruangan putih itu dengan kening berkerut, jika Kyuhyun harus tinggal lama disini tentu namja cantik itu akan menolak dengan cepat. Mereka ada dilantai satu rumah sakit yang tentu saja semua ruangan masih berwarna putih.

Hanya ruangan khusus untuk mereka berwarna babyblue yang ada dilantai dua.

“My baby~” Gumam Siwon saat mendekati ranjang tempat tidur Kyuhyun.

Wajah pucat cantik itu terlihat begitu lelahnya dengan airmata yang masih tersisa membuat pipi itu semakin sembab. Siwon mengecup kening Kyuhyun yang hangat dan mengusap rambut coklat namja cantik itu dengan lembut. Ia mencoba untuk tidak membuat gerakan yang bisa membangunkan Kyuhyun tapi ternyata efek obat yang sudah menghilang dan kegelisahan yang masih terasa membuat Kyuhyun membuka matanya perlahan.

Namja cantik itu mengerjap beberapa kali untuk membiasakan diri dengan cahaya yang masuk dalam retina matanya. Setelah melihat lebih jelas, wajah tampan dan senyum menenangkan milik suaminya yang terlihat.

“H-hyung…”

“Baby.. Kau sudah sadar?” Tanya Siwon.

“I-ini di…” Kyuhyun menutup matanya dan mengingat semua kejadian yang menimpa mereka. “Andwae!! Putriku!! Sulli…” Panggil Kyuhyun langsung bangun dari tidurnya.

“Baby, hyung mau kau tenang dulu.” Ucap Siwon dengan wajah serius.

“Ba-bagaimana bisa hyung… Sulli…Di-dia…aku harus melihatnya.”

“Tenanglah, kau harus istirahat baby, Sulli masih ada di ICU.” Jawab Siwon memegang kedua lengan Kyuhyun agar namja cantik itu tidak bergerak turun.

“Ma-masih disana?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Nee, belum ada yang keluar darisana.”

“Ba-bagaimana aku bisa istirahat jika Sulli…”

“Sulli masih di ICU, kita belum tahu bagaimana keadaannya.”

“Hyung bawa aku kesana sekarang juga.” Pinta Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Tapi baby…”

“Hyung…”

“Berjanjilah…” Ucap Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun menatapnya bingung. “Berjanjilah untuk tetap tenang.” Lanjutnya kemudian.

“Hyung…”

Siwon meletakkan tangannya didada Kyuhyun yang berdetak dengan normal dan merasakannya. “Aku ingin ini tetap berdetak sampai batas yang diizinkan, aku ingin tetap mendengar debaran ini sampai aku tua nanti.” Ucap Siwon dengan mata berkabut.

“H-hyung…”

“Apapun yang terjadi nanti, tenangkan dirimu, aku tidak ingin kehilanganmu baby, sudah cukup penderitaan dulu aku alami, aku tidak bisa lagi, saat ini keberadaanmu disini membuat hyung tetap kuat, keuronika, tetaplah seperti ini, jebal~” Setetes airmata Siwon mengalir dari sudut matanya.

Kyuhyun tidak bisa menjawab apa-apa selain memeluk tangan Siwon dan menangis tertahan hingga bahunya bergetar dengan hebat. Siwon langsung memeluknya dengan erat dan kembali menenangkannya.

“Kita akan menghadapi ini bersama-sama dengan begitu kita akan semakin kuat, karena itu apapun yang terjadi, tenangkan dirimu, hyung ada disini.” Ucap Siwon setelah menghapus airmatanya membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“A-aku ingin disana.” Ucap Kyuhyun.

“Ne, kita akan kesana, juga melihat Minho.” Siwon melepas pelukannya dan melihat wajah cantik itu basah kembali.

Dengan lembut ia menghapus airmata huswifenya itu yang masih mengalir lalu menangkup pipi kirinya. Kyuhyun langsung memiringkan kepalanya hingga pipi kirinya terbenam dalam telapak tangan Siwon yang hangat.

Namja cantik itu mengulurkan tangannya dan menghapus airmata Siwon dengan perlahan. “M-mianhae…” Bisiknya.

“Ssst~ gwenchana, kajja~”

Siwon membantu Kyuhyun turun dari tempat tidurnya lalu segera keluar darisana. Mereka berjalan perlahan menuju ruang ICU yang tidak jauh dari ruangan Kyuhyun dirawat tadi. Terlihat wajah cemas Ryeowook, Yesung, Eunhyuk dan Donghae menunggu mereka disana.

“Kalian ada disini?” Tanya Siwon. “Bagaimana Minho?”

“Bagaimana keadaanmu Kyu??” Donghae balik bertanya.

“Aku baik saja, Minho dan Sulli bagaimana hyung??”

“Minho belum sadar umma Choi ada disana, kalau Sooyoung belum keluar saat kami disini.”

Beberapa suster terlihat berlari menuju ruang ICU menambah rasa panik mereka yang melihatnya. Hingga seorang dokter asing masuk ke dalam diiringi dengan beberapa dokter rumah sakit itu yang Siwon kenal.

“Ada apa ini hyung? Ada apa??” Tanya Kyuhyun kembali panik, ia tidak bisa tenang sebelum tahu bagaimana keadaan Sulli yang sebenarnya.

“Baby tenanglah~”

Siwon mencoba menggenggam tangan Kyuhyun untuk membantu menghilangkan kekhawatiran huswife cantiknya itu. Tidak ada yang bisa menjawab kekhawatiran mereka, bahkan semua keluarga sudah berkumpul disana.

“Da-daddy…” Panggil seseorang tiba-tiba.

“Minho? Omo!! Minho sudah sadar?” Tanya Siwon langsung mendekati putranya.

Putra pertamanya itu berdiri dipapah Taemin, Suho, JongIn dan umma Choi dengan kepala dan kaki yang masih terbalut perban. Siwon mengambil alih pegangan Taemin dan membawa Minho menuju kursi tunggu dimana Kyuhyun duduk dan menopang kepalanya.

“Mommy…” Panggil Minho pelan.

Barulah Kyuhyun sadar dan berpaling melihat putra pertamanya itu, tanpa bisa dicegah airmata kembali keluar dan mengenang dipelupuk matanya. Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya mengatakan jangan menangis, tapi airmata Kyuhyun tetap mengalir dipipinya yang masih sembab.

“Mianhae…” Bisik Minho dengan sedihnya membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“Jangan…mommy yang salah, tidak seharusnya mommy bersikap seperti itu, Mino benar, mommy salah.”

“Jangan menangis lagi, setelah Sulli sembuh, kita akan mengatakan semuanya, tidak ada kata terlambat, Culli harus tahu Mommy sangat menyayangi dia, Culli juga harus tahu Mino tidak akan pergi kemanapun, Mino tidak akan meninggalkan kalian.”

“N-ne… semoga dia baik-baik saja, Mommy tidak bisa menunggu seperti ini.” Ucap Kyuhyun dengan wajah frustasi.

Suho berjalan perlahan dan duduk disamping mommy-nya itu tanpa mengatakan apa-apa. Remaja tampan itu juga tidak tenang sebelum mengetahui bagaimana keadaan kembarannya.

“Mommy…” Panggilnya pelan.

“Ne, baby…”

“Mianhae, jeongmal mianhae.” Ucap Suho dengan airmata berlinang dipipinya membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Kesayangan mommy, jangan menangis lagi.”

“Bagaimana jika Culli, bagaimana jika dia…”

Kyuhyun langsung memeluk putra keduanya itu dengan erat dan Suho pun seketika menangis kembali menumpahkan kekhawatirannya dipelukan hangat mommy-nya tercinta. “Ssst~ berdo’a untuk yang terbaik baby, jangan menangis.”

Namja cantik itu membelai lembut kepala Suho untuk menenangkan putranya itu, sementara Minho ikut merebahkan kepala dibahu mommy-nya itu dan memeluk lengannya. Kyuhyun hanya bisa tersenyum manis dan menyadari semua mata kini sedang menatapnya dengan senyum dibibir mereka.

Apalagi Siwon, namja tampan itu terlihat sangat bahagia dengan melihat secercah senyuman Kyuhyun dan berharap ketenangan itu akan terus berlanjut sampai nanti.

**

Dua jam berlalu hingga beberapa dokter akhirnya keluar dari ruangan itu dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Bahkan Sooyoung juga terlihat disana dan menjabat tangan semua dokter yang sudah membantunya itu dengan hormat, mengatakan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih sudah bekerja sama dok, saya sangat terbantu.” Ucap Sooyoung sungguh-sungguh.

“Gwenchana, sekarang tugasmu.” Ucap salah satu dokter sambil melihat keluarga Choi dengan senyum sedihnya.

“Arrayeo…” Sooyoung menghela nafas beratnya lalu berpisah dengan para dokter ahli itu.

Siwon langsung mendekati yeoja cantik itu dengan wajah khawatir sementara Kyuhyun berjalan perlahan dibelakangnya dengan wajah datar. “Soo, bagaimana?” Tanyanya.

“Bagaimana Sulli, Sooyoung?!” Kyuhyun ikut bertanya dengan wajah penasaran.

Sementara itu Minho yang sudah memakai kursi roda langsung meminta Suho untuk membawanya mendekati mereka. Sedang keluarga yang lain berdiri disana dengan wajah keruh menunggu kabar yang sebenarnya sangat tidak ingin mereka dengar.

“Aku harap kalian bisa menerimanya.” Jawab Sooyoung akhirnya dengan wajah sedih yang tidak bisa disembunyikan.

“Katakan Soo, kami akan berusaha.” Ucap Siwon lagi sambil memeluk pinggang Kyuhyun.

“Karena reruntuhan itu Sulli mengalami patah dikakinya.” Ucap Sooyoung pelan dan penjelasan kecil itu pun membuat nafas semua yang ada disana tercekat tapi Sooyoung tau ia harus memberitahukan semuanya secara jelas. “Sulli mengalami beberapa keretakan di bagian pinggul serta kerusakan tulang rusuk, dan memar pada bagian wajah.”

“Andwae…” Bisikan Kyuhyun terdengar tertahan, tangan namja cantik itu dengan kuat mencengkram kemeja Siwon.

“Sulli juga sudah mendapatkan operasi pada bagian tenggorokan untuk memperbaiki pernafasannya, Kami harus membuat 1 atau 2 cm irisan di dadanya dan memasukkan pipa kedalamnya agar ia dapat bernafas dengan baik.”

“Omona…” Umma Choi tidak bisa menahan airmatanya, sementara yang lain sudah menangis dipelukan pasangan mereka masing-masing.

“La-lalu…ba-bagaimana keadaannya?” Kyuhyun tetap ingin tahu semuanya.

“Pendarahan dilambungnya juga sudah teratasi dengan baik, kami berhasil mengobati bagian itu, dengan kata lain kami berhasil sepenuhnya dalam operasi ini…”

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun.

Siwon memeluk Kyuhyun dengan erat menunggu kata-kata Sooyoung yang masih berlanjut, yang mungkin saja kabar yang benar-benar tidak ingin mereka dengarkan.

“Tapi kami juga meminta maaf karena…”

“Karena apa Soo??” Potong Siwon cepat.

“Setelah semuanya selesai…” Sooyoung menghembuskan nafasnya perlahan. “Sulli dinyatakan koma.”

“Andwae!!!” Seru semua yang ada disana dengan wajah tidak percaya.

Sementara Kyuhyun yang shock mendengarnya kembali pingsan tanpa satu kata pun membuat Siwon tersentak kaget. Namja cantik itu tidak kuat mendengar bahwa kondisi putri satu-satunya itu sedang dalam kondisi yang sangat buruk.

“Mommy!!” Panggil Suho dan Minho dengan wajah khawatir.

“Oppa, bawa keruangan tadi saja, aku akan memanggil dokter.” Ucap Sooyoung cepat lalu bergegas mencari dokter yang merawat Kyuhyun.

“Baby…” Siwon hanya bisa menggumamkan kata itu sambil membawa Kyuhyun setengah berlari menuju ruangan ia diobati sebelumnya.

“Mommy baik-baik saja hyung kan?” Tanya Suho yang mengikuti mereka dari belakang.

“Ne, Cuo tenang saja.” Minho tidak bisa menjamin kata-katanya sendiri.

“Lalu bagaimana Culli, hyung? Dia koma? Bukankah itu artinya dia tidak bangun lagi.”

Minho langsung menggenggam tangan Suho yang mendorong kursi rodanya, tidak ada yang bisa ia katakan. Bahkan hatinya sendiri terlalu sakit menerima kenyataan itu, putri kesayangan mereka begitu menderita.

“Mianhae, princess~” Gumam Minho pada dirinya. “Seharusnya oppa menjagamu bukan meninggalkanmu seperti itu.”

“Hyung…” Panggil Suho saat mereka sudah didalam ruangan Kyuhyun sementara Siwon langsung keluar lagi karena ingin menemui dokter Sulli.

“Cuo, jangan marah pada mommy, hyung tidak ingin Cuo berpikir mommy lebih sayang hyung daripada kalian.” Ucap Minho cepat.

“Mianhae.” Suho langsung menundukkan kepalanya.

“Gwenchana.” Minho mengambil tangan dongsaengnya itu lalu menggenggamnya. “Kita akan memperbaiki apa yang rusak dan kita akan saling menjaga jangan sampai terluka lagi, ne? Hyung sayang kalian, sungguh sayang, jika kalian tidak mau hyung, hyung tidak tahu harus kemana lagi, karena di dunia ini hyung hanya ingin bersama kalian.”

“Hyungg~” Suho langsung menghempaskan tubuhnya memeluk Minho hingga membuat kursi roda Minho terdorong kebelakang. “Mianhae, jeongmal mianhae.”

“Ssst~ jangan menangis, nanti mommy dengar.” Ucap Minho dengan wajah tenangnya.

“Mianhae~”

“Nee~ hyung juga minta maaf meninggalkan kalian disaat seperti itu.”

“Cuo mengerti, hyung juga pasti mengerti Culli kan?”

“Jika tidak hyung tidak akan kembali babyboy~” Jawab Minho menyentil kepala Suho yang dengan nyaman duduk dipangkuannya. “Culli hanya kecewa dan takut, karena itu ia tidak berani menanyakan semuanya dengan jelas.”

“Nee, apalagi dia sangat manja, khususnya hyung yang sangat memanjakannya.”

“Apa boleh buat, dia satu-satunya.” Minho tersenyum dengan manisnya seperti tidak pernah ada kesedihan yang menimpa mereka.

“Berarti Cuo juga satu-satunya kan?”

“Mwo?”

“Culli satu-satunya yeoja, naah Cuo juga satu-satunya namja dongsaeng hyung.” Ucap Suho dengan senyum polos terbaiknya.

“Aaa~ arraseo~”

“Iya kan? Kan?”

“Nee~ my only one~”

Suho langsung tertawa kecil dan berdiri dari pangkuan hyungnya itu kemudian berjalan kesisi yang lain untuk duduk dikursi yang ada disamping tenpat tidur mommy mereka. Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya dan melakukan hal yang sama hanya ia masih tetap diatas kursi rodanya.

Mereka berdua hanya bisa menunggu disisi kiri dan kanan mommy mereka yang belum siuman. Sementara Siwon berada diluar ruangan berbicara dengan para dokter yang sudah mengoperasi Sulli sampai dinyatakan koma, tadi ia tidak bisa konsentrasi karena memikirkan Kyuhyun.

“Kapan dia akan sadar, dok?” Tanya Siwon setelah mendengar penjelasan mereka sekali lagi.

“Kami tidak bisa memutuskannya tuan Choi, saat ini yang paling penting adalah tekad dan semangat hidup dari Sulli. Kita hanya bisa berdo’a dan berharap yang terbaik.”

“Itu benar oppa, aku yakin Sulli akan segera bangun, dia tidak akan meninggalkan kalian.” Ucap Sooyoung memberi semangat.

Siwon tersenyum pahit mendengar ucapan sepupunya itu, walau ucapannya berisi semangat untuknya tapi tetap bukan jaminan putri kecilnya akan segera kembali.

“Kami sedang menyiapkan ruangan Sulli ditempat biasanya, semua alat akan dibawa kesana, jika Kyunnie oppa sadar kalian bisa menjaganya disana.” Ucap Sooyoung lagi.

“Gomawo Soo, dokter juga~ jeongmal gomawo.”

“Gwenchana, oppa harus bertahan.”

“Yang terbaik untuk keluargamu tuan Choi.” Ucap dokter yang lain.

Dan mereka pun berjabat tangan lalu meninggalkan Siwon disana yang hanya bisa menghembuskan nafas lelahnya. Kemudian namja tampan itu segera kembali keruangan Kyuhyun dan melihat kedua putranya sudah jatuh tertidur dengan kepala disisi mommy mereka.

“Mino…” Panggi Siwon pelan.

“Daddy…” Minho membuka matanya dengan perlahan.

“Mino kembali ke kamar istirahat disana, Culli akan dipindahkan kelantai atas.”

“Mino mau disini.”

“Mino mau satu kamar dengan Culli?” Tanya Siwon kemudian.

“Ne…”

“Baiklah, ayo~ daddy akan bicara dengan halmonie.”

Dan dua namja tampan itu pun segera keluar darisana meninggalkan Suho yang masih tertidur dengan nyamannya.

Siwon mendorong kursi roda Minho keluar dari ruangan itu, sampai setengah perjalanan tidak ada yang berbicara karena mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Namun akhirnya Minho tidak tahan lagi dan memulai pembicaraan dengan sedikit ragu.

“Mmm, daddy…” Panggilnya pelan.

“Ne? Waeyo?”

“Bagaimana Sulli sebenarnya?”

“Hhhhh~” Siwon menghela nafasnya. “Bahkan dokter pun tidak tahu kapan dia akan sadar.” Jawabnya kemudian.

“Mianhae…” Ucap Minho cepat namun Siwon bisa mendengarnya.

“Apa maksudnya, Mino?” Tanya Siwon dan berhenti berjalan.

“Jika Mino lebih cepat, Culli tidak akan seperti ini.”

“Hey, hey~ darimana pikiran itu datang huh?” Tanya Siwon sambil berdiri didepan putranya itu kemudian bertumpu dengan lututnya pada tempat kaki di kursi roda itu agar ia sejajar dengan Minho.

“Tidak ada yang boleh menyalahkan diri sendiri, lagi!” Ucap Siwon tegas.

“Ta-tapi…”

“Sudah cukup mommy menyalahkan dirinya, jangan Mino juga, jika kalian seperti itu bukankah yang paling salah itu daddy? Daddy yang tidak tegas karena membiarkan kalian mengabaikan masalah ini.”

“Tidak daddy.”

“Karena itu jangan…”

“Tapi, Mino sendiri yang bilang akan menyelesaikannya, padahal sebenarnya Minho takut daddy, takut Sulli benar-benar benci oppa angkatnya, Mino takut Sulli tidak ingin melihat Mino lagi, karena itu Mino lari, tapi sekarang…bagaimana? Apa yang akan terjadi padanya?” Tanya Minho dengan wajah sedihnya.

Didepan Suho dia memang hyung yang terbaik yang bisa menenangkannya dan Sulli, namun didepan daddy dan mommy-nya, Minho tetaplah anak manja yang masih selalu ingin ditenangkan.

“Minho tidak bisa daddy~”

“Sssst~ kita berdo’a yang terbaik ne.” Jawab Siwon sambil merengkuh Minho dalam pelukannya. “Saat ini kita hanya bisa selalu bersama dan saling menguatkan, saat Sulli bangun nanti kita akan meluruskan semuanya agar tidak ada rahasia dan tidak ada lagi yang terluka, arrachi?”

“Ne~”

“Mino segalanya untuk kami, jadi tetaplah seperti ini, Suho dan Sulli sangat menyayangi Mino.”

“Mino tahu.” Senyum Minho sambil menghapus airmata dipipinya.

“Sekarang Mino bersama umma dan uncle ne? Daddy harus kembali.” Ucap Siwon kemudian dan melihat Donghae dan Ryeowook yang mendekati mereka.

**

Tidak berapa lama, Siwon kembali ke ruangan Kyuhyun dan mendapati Suho duduk dengan tangan terlipat didada dan wajah sulking seperti biasanya.

“Waeyo, hm?” Tanya Siwon mengacak rambutnya.

“Daddy tinggalin Cuo, hyung juga.” Protes remaja tampan itu.

“Ahaha, bukan begitu~ daddy bantuin hyung pindah ke ruangan Culli dilantai dua, sebaiknya Cuo kesana, karena mommy juga akan dirawat disana.”

“Jinjja?”

“Nee, Cuo bisa tidur dengan baik disana, kha~”

“Mmm, kalau mommy bangun, segera kesana nee, Cuo tunggu.”

“Ne~ mommy boy~” Suho langsung memberi daddynya itu death glare yang mematikan lalu segera pergi darisana.

Setelah kepergiannya giliran Siwon yang duduk dikirsi itu dan menunggu Kyuhyun untuk siuman, agar mereka segera bisa berkumpul disatu ruangan dan bisa saling menjaga disana. Namja tampan itu mengamati cairan infus yang diturunkan dengan cepat hingga hampir setengahnya sudah masuk kedalam tubuh Kyuhyun.

Siwon sengaja meminta suster untuk memasang infus pada huswifenya itu karena ini yang kedua kalinya Kyuhyun pingsan dalam beberapa jam. Ia tidak ingin bermani-main dengan kesehatan Kyuhyun yang jika dibiarkan akan semakin memburuk.

Sudah cukup Sulli menderita karena kelalaian mereka yang tidak memberi perhatian pada putri cantik itu.

“Nnn~ Siwonnie~” Panggil Kyuhyun dengan mata masih terpejam.

“Ne, baby~ hyung disini.” Jawab Siwon cepat.

“Bawa aku melihat Sulli.” Kyuhyun mencoba melihat wajah tampan suaminya itu yang berkerut khawatir.

“Kau menangis lagi, hm?” Tanya Siwon melihat mata Kyuhyun sembab.

“Aku mendengar Mino bicara pada Suho, aku merasa tidak berdaya, bahkan putra kita lebih dewasa dariku, hyung.”

“Sssst~ seperti yang hyung bilang, semua orang bisa melakukan kesalahan, bahkan manusia paling sempurna pun bisa, tapi didunia ini tidak ada yang sempurna baby, jangan menyalahkan diri lagi, dengan melakukan kesalahan kita akan belajar dari kesalahan itu dengan begitu kita akan menjadi lebih baik lagi.”

“Hyung~” Panggil Kyuhyun cepat.

“Nee~”

“Boleh aku menciummu?”

Mata Siwon langsung melebar mendengar permintaan itu namun detik selanjutnya ia sudah menangkup pipi Kyuhyun dan mengecup bibirnya penuh cinta. Ciuman manis dan penuh perasaan membuat Siwon merasa sudah sangat lama ia tidak mengecup manisnya bibir huswife cantiknya itu.

“I love you, baby~” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

“I love you more, Siwonnie.”

“I love you most~ karena itu tetaplah bersamaku.” Ucap Siwon sungguh-sungguh.

“I promise~”

“Mmm~gomawo~” Ucap Siwon membenamkan wajahnya dipipi chubby Kyuhyun sambil memejamkan matanya.

“Bawa aku melihat Sulli, aku harus melihatnya.”

“Setidaknya habiskan infus dulu, karena kita akan bersama disatu ruangan.”

“Sekarang juga, hyung~” Pinta Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Baiklah, asal kau mau dengan kursi roda.”

“Andwae!!” Bantah Kyuhyun cepat.

“Mwoo?”

“Aku tidak mau!! Itu membutku seperti orang penyakitan.”

“Aigoo~”

“Hyungg~”

“Lalu bagaimana?”

“Gendong…” Kyuhyun mengulurkan sebelah tangannya.

“Mwoo? Infusnya?”

Kyuhyun mengerjap polos melihat infusnya masih berjalan dengan cepat dan raut muka sulking pun langsung terpatri di wajah cantik itu. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu menarik kursi roda yang sudah disiapkan disana dan mendekatkannya pada ranjang.

“Mau tidak mau anda harus duduk disini, nyonya Choi.” Ucap Siwon dengan senyum tersembunyi.

“Terserah padamu tuan Choi.” Jawab Kyuhyun cuek.

Dengan begitu Siwon langsung mengangkat namja cantik itu hingga membuatnya terkesiap lalu mendudukkannya secara perlahan diatas kursi roda. Dengan sigap Siwon memindahkan botol infus itu pada tiang gantung yang melekat dikursi itu lalu segera membawa Kyuhyun keluar darisana.

Mereka langsung menuju lantai dua dimana ruangan khusus untuk keluarga mereka sudah disiapkan. Begitu sampai disana semua sudah menunggu dengan kecemasan terlihat diwajah mereka.

Ruangan besar berwarna babyblue itu terlihat sempit dengan semua anggota keluarga berada disana. Siwon langsung menyunggingkan senyum kecil begitu melihat mereka namun langsung menghilang saat suara mesin yang menyatakan jantung Sulli masih berdetak yang terdengar disana.

Putri cantik itu terbaring tidak bergerak diatas tempat tidurnya yang berada ditengah ruangan karena sisi kiri dan kanannya terdapat dua ranjang lagi yang bisa dipastikan itu milik Kyuhyun dan Minho. Kenangan saat Kyuhyun koma dan mereka harus tinggal disini dulu kembali terlintas dalam benak Siwon.

“Putriku…” Bisik Kyuhyun membuat Siwon tersadar.

Namja tampan itu langsung mendorong kursi roda Kyuhyun mendekati ranjang Sulli dimana Suho dan Minho bertahta disisi kiri dan kanan putri cantik itu.

“Mommy~” Panggil Suho membuat Kyuhyun tersenyum padanya lalu berpaling melihat Minho.

Tidak ada yang bisa ia ungkapkan saat melihat wajah sedih putra pertamanya itu, namun Minho langsung tersenyum lembut untuk menenangkannya.

“Hyung, kalian boleh pulang dan datanglah lagi jika tidak keberatan.” Ucap Siwon melihat Donghae dan Hyukjae.

“Bagaimana kami bisa keberatan?” Tanya Donghae meninju lengan Siwon dengan wajah kesal.

“Aku tahu, tapi kalian selalu menjadi pengganti kami diperusahaan, karena itu aku tidak ingin kalian lelah disini.”

“Kami juga tahu, karena itu besok kami datang lagi.” Ucap Hyukjae.

“Minnie ayo pulang~” Ajak Donghae melihat putranya yang masih setia disisi Minho.

“Aniyo~” Jawab namja manis itu cepat.

“Baiklah~ jaga Mino baik-baik.” Ucap Donghae lagi membuat Taemin tersenyum garing dengan bahagianya.

“Kami juga pulang dulu, Siwonnie~ kami akan kembali membawa makan malam, tenang saja.” Jawab Ryeowook.

Siwon langsung menganggukkan kepalanya lalu ikut mengantar mereka keluar ruangan dan meninggalkan Kyuhyun bersama semua anak-anak mereka disana. Tidak ada tanda-tanda Sulli akan bangun dalam waktu yang cepat. Karena didepan mereka saat ini yang terdengar hanya suara mesin yang menjadi penunjang hidup putri itu.

Segala alat yang membantu kehidupan Sulli terpasang dengan rapi membuat Kyuhyun meringis membayangkan betapa menderitanya putri cantiknya itu. Karena lebih kurang ia juga sudah merasakan saat-saat berada dalam tidur yang tidak kunjung berakhir itu.

Sampai malam menjelang.

Ryeowook benar kembali membawa baju ganti dan makan malam untuk mereka dan berbagai keperluan lainnya. Karena bisa dipastikan mereka akan menginap lama dirumah kedua itu sejak hari ini.

Setelah makan malam JongIn mengantarkan Taemin pulang kerumahnya dan kembali ke rumah sakit untuk menemani Minho. Sementara Yesung juga kembali kerumah karena ia harus ke kantor membantu Hyukjae dengan pekerjaan yang ditinggalkan Siwon.

Tinggallah Siwon dan Kyuhyun beserta anak-anak mereka bersama Ryeowook dan umma Choi. Hanya ada Minho, Kyuhyun, Sulli dan seorang yang menjaga mereka, sedangkan yang lain akan tidur didalam ruangan umma Choi yang tidak jauh darisana. Mereka akan berjaga bergantian sepanjang malam karena tidak ingin putri cantik itu terganggu dengan banyaknya orang didalam satu ruangan.

Keesokan harinya.

Ryeowook yang terakhir menjaga terlihat sudah rapi dipagi hari dan bersiap-siap untuk mencarikan keluarga mereka sarapan pagi yang normal. Ia langsung keluar darisana meninggalkan Kyuhyun dan Minho masih terlelap dengan nyamannya.

Namun begitu diluar namja imut itu bertemu dengan maid ahjumma dan maid yang lain sudah tiba membawa sarapan dan beberapa keperluan mereka yang lain.

“Hee~ kalian memang sudah berpengalaman~” Ucap Ryeowook dengan wajah riang.

“Aiiih, bagaimana Sulli Wookie-ah?” Tanya maid ahjumma masih khawatir.

“Tidak ada perubahan ahjumma, masuklah~ sendiri.” Ucap Ryeowook.

Maid ahjumma langsung bergegas masuk kesana dan melihat tiga kesayangannya terbaring diranjang rumah sakit membuatnya tidak bisa bernafas dengan lega. Setelah melihat wajah mereka beberapa saat, ia langsung keluar lagi dan melihat keluarga yang lain sudah kembali kesana.

“Sajangnim~”

“Pagi ahjumma, gomawo sudah datang.”

“Kami akan mengantar apapun yang kalian perlukan, tenang saja.”

“Ahjumma memang selalu bisa diandalkan.”

Maid ahjumma hanya bisa tersenyum tipis kemudian segera menyiapkan sarapan mereka di kantin rumah sakit bersama Ryeowook dan maid yang lain. Sementara Siwon langsung membangunkan Kyuhyun dan kedua putranya untuk segera sarapan. Namun Kyuhyun yang tidak punya selera hanya pergi ke kamar mandi di ruangan umma Choi dan berganti pakaian disana.

Setelahnya namja cantik itu segera kembali keruangan mereka untuk menemani Sulli yang masih tidak ada tanda-tanda akan segera sadar. Kyuhyun menyusuri wajah pucat Sulli dan mencoba untuk membelai pipinya dengan perlahan.

“Babygirl~” Panggil Kyuhyun pelan. “Kapan kau kembali ke pelukan mommy, hm? Mommy rindu~” Ucapnya sambil menahan perasaannya. “Cepatlah bangun, mommy akan jelaskan apapun yang ingin Culli tahu, jebal~”

“Baby~” Panggil Siwon dibelakangnya.

“Hyung~ dia bisa mendengarku kan?” Tanya Kyuhyun.

“Bisa baby, kita memang harus sering memanggil dan mengajaknya bicara.” Jawab Siwon.

“Culli, baby~ kesayangan mommy~ cepatlah bangun~ mommy akan jelaskan semuanya, asal Culli bangun~ mommy juga ingin minta maaf, mommy tidak sengaja menampar pipimu, sweetheart~ sungguh, mommy terlalu shock, jebal~”

Siwon tidak bisa mengatakan apa-apa, ia hanya bisa berdiri disamping Kyuhyun dan memeluk bahunya untuk menenangkan namja cantik huswifenya itu. Mereka tidak bisa melakukan hal lainnya untuk membuat putri cantik itu terbangun selain do’a dan harapan yang kuat.

Dan hari pun kembali berganti hingga memasuki hari yang kedua mereka berada dirumah sakit, namun tidak ada perkembangan yang terjadi pada putri cantik kesayangan istana Choi. Tidak ada perubahan signifikan yang bisa membuat Siwon, Kyuhyun dan keluarga yang lain bernafas lega apalagi tersenyum dengan bahagianya.

Mereka hanya bisa menunggu dan menunggu diluar ruangan disetiap harinya, karena hanya saat malam saja Kyuhyun dan Minho berada didalam ruangan. Seperti hari ini, Kyuhyun yang tidak ingin memakai kursi roda terlihat duduk di salah satu kursi tunggu bersama Suho untuk mencari udara segar.

“Mino dimana, baby?” Tanya Siwon.

“Dia bersama Sulli, kau tahu dia tidak pernah meninggalkannya hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Nee, Mino ingin jadi yang pertama dilihat Sulli.” Siwon tersenyum manis melihat Kyuhyun yang mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Kapan dia bangun, hyung? Aku merindukannya.” Ucap Kyuhyun dengan wajah muram.

“Hyung juga, baby~ kita akan terus menunggu.” Siwon membelai lembut pipi Kyuhyun yang masih tetap chubby itu.

“Sampai kapan? Aku…” Ucapan Kyuhyun terhenti saat melihat seseorang yang lain di koridor rumah sakit itu. “Kau…” Namja cantik itu langsung berdiri dari duduknya.

Semua perhatian pun tertuju pada sosok namja tampan yang berdiri tidak jauh dari mereka dan didampingi beberapa orang penjaga. “Untuk apa kau disini?” Tanya Kyuhyun menggertakkan giginya.

“Sa-saya ingin menjenguk Sulli.” Ucap Joo Won, namja tampan yang dikenal seluruh korea karena pernah menculik putri keluarga Choi itu.

“Andwae!! Tidak bisa.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan kuat.

“Sa-saya mohon, sekali ini saja…” Pinta Joo Won.

Siwon berdiri untuk menenangkan Kyuhyun membuat namja cantik itu berdecak kesal pada suaminya.

“Masuklah, waktumu tidak lebih dari 15 menit.” Ucap Siwon tegas.

“Daddy… Hyung!!” Panggil Suho dan Kyuhyun bersamaan.

Dan semua yang ada disana tidak percaya jika Siwon mengizinkan Joo Won untuk menjenguk kesayangan mereka begitu saja.

“Apa salahnya jika dia ingin menjenguk? Sudah dua hari Sulli koma, apalagi yang bisa kita lakukan? Hanya menunggu sebuah keajaiban.” Ucap Siwon dengan wajah putus asa.

“Tapi tidak dengan mengizinkannya untuk bertemu Sulli hyung, kau ingat dia yang…”

“Baby dengar, dia hanya ingin menjenguk bukan menyakiti.” Ucap Siwon menenangkan namun Kyuhyun masih tidak rela.

“Hyung cukup!! Aku tidak ingin mengingat kejadian itu.”Ucap Kyuhyun menatap Joo Won tidak senang.

Joo Won hanya bisa mendengar sembari menundukkan kepala, ia tau kesalahan yang lalu pasti masih selalu teringat dalam pikiran keluarga Choi.

“Masuklah Joo Won.” Ucap Siwon lagi.

“Terima kasih.” Joo Won langsung memasuki ruangan itu dimana kini sosok Sulli terbaring lemah dengan segala peralatan penunjang kehidupan terpasang pada tubuh kecilnya.

“Daddy…” Suho mendekati Siwon pelan.

“Apa Suho akan marah pada daddy juga?”

“Tidak, yang daddy lakukan itu benar.” Ucap Suho dengan senyum manisnya membuat semua yang ada disana memandang aneh padanya.

“Sulli sudah berteman dengan Joo Won sunbae.”

“Mwo??” Ucap Kyuhyun bersamaan dengan Minho yang baru keluar.

“Cuo tahu mommy, kita kembar bukan? Walau Sulli tidak mengatakan apa-apa, tapi Cuo tahu. Sulli sudah memaafkan Joo Won sunbae dan sekarang mereka berteman bahkan Sulli sudah datang ke panti rehab untuk bertemu dengan sunbae.” Jawab Suho tenang.

Kyuhyun langsung berpegangan pada dinding, ia tidak salah mendengar bukan? Jika Sulli malah berteman baik dengan penculiknya itu. Apa yang dipikirkan putrinya.

“Walau pintar, kepolosan Sulli buat dia donkdonk mommy.” Ucap Suho membuat semua mata yang ada disana melebar. “Sulli tidak pernah merasa diculik mommy, dia menganggap kejadian itu hanya kesilapan sunbae saja karena sunbae benar-benar tidak pernah berniat menyakitinya.”

“Tapi tetap saja…”

“Dia tidak ingin sunbae merasa bersalah dan semakin tertekan, Sulli juga sudah berjanji akan menjadi temannya, dia dondonk kan? Hyung kan?” Tanya Suho dengan wajah polos.

Minho sangat ingin mengacak wajah menggemaskan itu sementara yang lain hanya bisa terdiam kehilangan kata-kata. Kenapa berita penculikan itu besar diluar sementara yang diculik malah menganggapnya sebagai jalan-jalan.

“Anak kalian memang sedikit aneh.” Celutuk Hyukjae membuat yang lain menatapnya tajam.

Sementara itu didalam ruangan.

“Princess, sunbae datang.” Ucap Joo Won begitu melihat Sulli. “Bukalah matamu, apa kau tidak lelah menutup mata terus?” Tanyanya kemudian namun hanya suara elektro jantung yang menjawabnya.

“Saat mendengar kau kecelakaan, aku sangat takut. Sama seperti dulu, princess… Apa kau tidak ingin melihat kedua orang tuamu dan kedua oppa mu?? Mereka berada diluar setia menjagamu.” Joo Won menggenggam tangan Sulli yang tidak di infus.

“Kau tau princess?? Minho oppa mu tidak pergi, lihatlah dia setia menunggumu, Mommy cantik-mu juga tidak marah lagi, karna itu bukalah matamu.”

Joo Won menitikkan air matanya, kali kedua ia terlihat rapuh dihadapan Sulli, tapi untuk kali ini mata indah itu tidak melihatnya, apalagi tersenyum menenangkan seperti saat itu.

“Princess, aku menyayangimu… semua orang menyayangimu~ bangunlah.” Pinta Joo Won.

“Seperti yang kau inginkan, Sunbae akan mencoba untuk selalu waras dan berencana akan meninggalkan korea, semoga suatu hari kita bertemu lagi dan bisa memiliki hubungan yang baik.”

“Jha~ jalga princess~ take care.”

Joo Won tidak bisa berlama-lama lagi berdiam diri di ruang itu dan memilih untuk segera pergi. Ia berharap Sulli akan segera bangun dari komanya. Joo Won sudah meniatkan diri untuk kembali menata hidup dan juga berbaikan dengan appa nya. Orang tua satu-satunya yang ia miliki.

“Saya sudah melihatnya. Terima kasih.” Joo Won menganggukkan kepalanya sekilas lalu berpaling melihat Minho. “Hyung…aku ingin bicara denganmu.” Ucapnya kemudian.

Tanpa menjawab apa-apa Minho langsung mendekatinya lalu berjalan menjauh darisana dengan beberapa orang yang membawa Joo Won dibelakang mereka.

**

Tak berapa lama Sooyoung datang untuk memeriksa keadaan Sulli.

“Apa belum ada tanda-tanda ia akan bangun, Soo?” Tanya Siwon sebelum yeoja cantik itu masuk kedalam.

“Maafkan aku oppa, Sulli belum memberikan pergerakan yang signifikan.”

Kyuhyun hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan berusaha agar penyakitnya tidak kambuh kembali. Minho yang sudah kembali langsung duduk disisi kanan mommy-nya itu karena disisi kiri Suho merebahkan kepala dibahu mommy mereka.

“Sulli pasti sakit mommy, Sulli sendirian disana, dia…” Suho sudah tidak bisa bertahan.

“Sssttt… Mommy tau, kita hanya bisa berdo’a semoga Culli cepat kembali.” Jawab Kyuhyun menepuk pelan bahu kedua putranya itu.

Siwon hanya bisa menghela nafas lelah melihat wajah-wajah penuh kesedihan itu selama dua hari ini. Tidak ada yang bisa ia lakukan untuk mengobati kesedihan mereka.

Namja tampan itu hanya bisa mendesah pasrah, keluarga kecilnya masih tertimpa musibah yang bahkan lebih besar dibanding saat ia mengetahui Sulli dan Suho diculik lawan bisnisnya. Saat ini putri cantiknya diambang hidup dan matinya, bahkan ia tidak tau kapan Sulli akan kembali ke sisi mereka lagi.

Pintu ruangan Sulli terbuka menampilkan sosok nyonya choi yang masih nampak cantik di usia nya yang tak lagi muda.

“Umma…” Siwon segera menumpahkan rasa sedihnya dalam pelukan ibu kandungnya itu. “Sudah dua hari, apa yang harus aku lakukan?”

“Kau harus kuat Siwon, demi Kyunnie dan anak-anakmu.”

“Aku gagal menjaga mereka umma.”

“Semua sudah terjadi berdoalah agar Sulli bisa segera melewati masa kritisnya.”

“Aku menyayangi mereka semua, aku rapuh jika salah satunya kini tidak ada.”

“Dia ada Siwon, dia akan segera kembali.” Umma Choi membelai lembut kepala putranya itu. “Ahh, Jiwon akan segera tiba, tapi kedua appa masih tidak tahu apa-apa.”

“Jangan umma, biarkan appa menyelesaikan pekerjaan disana bersama Appa Cho, jika Sulli bangun kita akan menghubungi mereka.”

Umma Choi membelai lembut pipi Siwon untuk menenangkan putranya itu, karena sejak dulu namja tampan itu selalu bisa menumpahkan kesedihan dihati padanya, apalagi saat ini ia tahu Kyuhyun dan anak-anak mereka sedang terlelap dan tidak mendengarkannya.

Yang tidak ia tahu semua keluh kesah itu sebenarnya di dengar oleh Kyuhyun yang merasa terusik saat nyonya choi membuka pintu. Kyuhyun kembali menangis tertahan dan kini lebih memilih memeluk Minho dan Suho untuk membantunya bertahan.

**

Hari itu kembali mereka lewati dengan raut wajah yang penuh kesedihan dan masih dengan harapan yang sama. Mereka terus menjaga dan berharap Sulli bangun dari tidur panjangnya itu dan segera kembali kesisi mereka.

Ketiganya selalu bergantian dalam menjaga putri cantik itu sementara yang lain hanya datang sesekali disaat mereka bisa. Seperti yang diinginkan Siwon karena yang lain bisa membantu mereka diluar rumah sakit sementara mereka tertahan disana.

“Sulli~ bangunlah princess, mommy merindukanmu.” Pinta Kyuhyun.

“Lihatlah babygirl, kita kini kembali bahagia, mommy dan hyung tidak marah pada Culli, Bangunlah…” Kata-kata Suho setiap menjaga kembaran cantiknya itu.

“Culli, cantik~ maafkan oppa, oppa sangat menyayangi kalian, Oppa tidak akan pernah meninggalkanmu.” Janji Minho dengan sungguh-sungguh.

“Sulli~ My little princess, bangunlah sayang, daddy merindukanmu.” Pinta Siwon tidak ada bedanya.

Mereka terus mengharapkan hal yang sama untuk tubuh kecil yang terbaring tidak bergerak itu. Namun yang terjadi harapan itu semakin hari semakin membuat perasaan mereka tertekan karena do’a dan harapan itu belum juga terwujudkan.

Sulli seperti tidak ingin bangun lagi.

Dalam penantian itu, 4 hari pun berlalu tidak terasa namun Sulli tidak menunjukkan perubahan apapun, bahkan kondisi tubuh Kyuhyun yang selalu ikut menjaganya pun menurun drastis karena semakin tertekan. Namja cantik itu bahkan sudah dirawat sejak dua hari yang lalu diruangan yang berbeda dengan putrinya.

“Aku sudah tidak tahan hyung!!” Protesnya dipagi hari saat dua orang suster membawa botol cairan infus yang baru untuknya.

“Untuk kebaikan, tetaplah disini my baby~” Jawab Siwon dengan wajah tenangnya.

“Tapi Sulli masih disana!! Bagaimana aku bisa tidur enakan disini, hyung!?”

“Kau bukan tidur enak nyonya Choi, hanya sedang beristirahat.” Siwon menganggukkan kepalanya.

“Hyung!!”

“Kau juga harus memikirkan kesehatanmu baby, sudah 3 hari kau makan tidak teratur, hanya sedikit yang masuk ke perutmu.”

“Aku tidak akan bisa makan jika putriku masih menderita.” Ucap Kyuhyun keras kepala.

“Listen to me!” Ucap Siwon tiba-tiba serius. “Istirahat yang benar atau tidak ada Sulli untuk seminggu ke depan.”

“W-what?!”

“Hyung akan mengikatmu disini sampai satu minggu kedepan, bahkan kau tidak boleh beranjak walau Sulli sudah siuman.”

“Mwoo? H-hyung!!”

“Hyung hanya ingin yang terbaik untukmu, baby~ dan itu istirahat dan tenangkan dirimu, agar kau bisa menjaga putri cantik kita nanti.”

“…..” Kyuhyun tidak menjawab apa-apa selain menatap wajah tampan itu dengan tajam.

Saat Siwon ingin mengatakan hal yang lain, namja cantik itu langsung berpaling dengan wajah sulkingnya membuat namja tampan itu menghela nafas lelah. “Baby~” Panggil Siwon namun Kyuhyun tidak mendengarnya.

“Sweetheart~” Panggilnya lagi namun Kyuhyun tidak berbalik melihatnya.

“My baby my love~”

“Hiks~”

“Mwoo? Aniyo! Andwae~ baby~ mianhae~” Siwon langsung berjalan melingkari ranjang tidur Kyuhyun.

Siwon melihat wajah cantik huswifenya itu tersembunyi dibantal dan perlahan membuat Kyuhyun untuk menatapnya. Wajah cantik itu sembab dan penuh airmata membuat hati Siwon ikut sakit melihatnya. “Jangan seperti ini, baby~”

“Aku ingin putriku, hyung.”

“Baiklah, kita kesana.” Ucap Siwon cepat.

“Jinjja?” Tanya Kyuhyun dengan mata langsung berbinar.

Selama Sulli dirawat Kyuhyun harus bolak-balik menerima asupan vitamin dalam tubuhnya seperti cairan infus dan obat-obatan. Walau selalu protes pada Siwon, tapi Kyuhyun tetap menerima karena itu semua untuk menjaga jantungnya agar tetap stabil. Siwon yang sangat posesif tidak pernah melewatkan namja cantik itu berjalan dan terlepas dari infusnya.

Siwon akan melakukan cara apapun agar Kyuhyun harus selalu memakai kursi roda bersama infusnya, kali ini juga.

“Tapi dengan syarat yang sama, arrachi?”

“Arraa~” Jawab Kyuhyun gerah.

“Ne~ kajja~” Ajak Siwon dengan senyum menawannya.

Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun langsung membenamkan wajahnya didada Siwon dan memeluk suaminya itu dengan erat. Siwon hanya bisa menggelengkan kepala memikirkan bahwa ia tidak akan pernah bisa menolak keinginan huswifenya itu.

“Sepertinya aku rela memberikan hidupku untukmu, baby.” Ucap Siwon sambil mengecup kepala Kyuhyun penuh sayang.

“Bukahkah memang begitu? Sejak dulu.” Jawab Kyuhyun bangga.

“Ahahaha, ne~ kajja~ yang lain mungkin ada diluar.” Ucap Siwon akhirnya.

Kemudian mereka pun segera keluar darisana dengan Kyuhyun yang duduk dikursi roda bersama tiang infusnya.

Di depan ruangan Sulli dirawat mereka berkumpul seperti yang dikatakan Siwon dan namja tampan itu langsung membawa Kyuhyun berada diantara Minho dan Suho. Kedua putra tampan itu memeluk Kyuhyun disisi kiri dan kanannya membuat namja cantik itu tersenyum menenangkan.

“Mommy gwenchana?” Tanya Minho.

“Gwencahana~”

“Mommy, hyung bilang Cuo harus sekolah, tapi Cuo ingin disini.” Ucap Suho kemudian.

“Lho~ hyung benar babyboy~ sudah 4 hari Cuo libur, nanti pelajarannya tinggal. Setidaknya saat Sulli tidak ada, Cuo bisa mengajarkan ketinggalan itu pada Culli.” Ucap Siwon setuju membuat Suho tidak bisa membantah lagi.

“Arraseo~” Gumamnya dengan bibir yang dipoutkan.

“Kita tidak boleh terlalu sering ada didalam mommy ne?.” Ucap Minho lagi dibahu mommy-nya.

“Itu kebijakan dokter, chagi~ seharusnya Sulli masih di ICU, tapi dipindahkan kesini agar kalian bisa menemaninya saat malam, karena itu kalian bisa bersama tapi dengan syarat hanya ada satu orang yang menjaganya.” Jelas Umma Choi.

“Halmonie memang yang terbaik.” Jawab Suho mengacungkan jempolnya.

“Lalu sekarang siapa yang didalam?” Tanya Siwon.

“Tidak ada, suster sedang mengganti perban.”

“Mm~ arraseo~”

Dan mereka pun hanya bisa menunggu dan menunggu lagi sambil tetap saling menguatkan. Tidak banyak yang ada disana karena sebagian anggota keluarga sudah kembali ke rumah mereka.

Namun tiba-tiba suara alarm peringatan tanda bahaya pun menggema, membuat Suho, Minho dan Kyuhyun yang sedang berpelukan tersentak kaget.

“Choi Sulli…”

Beberapa suster tampak berlarian menuju ruang Sulli dirawat, begitu juga Sooyoung dan dokter lainnya ikut berlari mengikuti langkah para suster.

“Soo ada apa ini??” Kyuhyun memilih bangkit dari kursi rodanya dan mencoba menghalau Sooyoung yang hendak masuk.

“Soo katakan apa yang terjadi pada putriku?” Tanya Kyuhyun lagi saat Sooyoung terlihat semakin panik.

“Oppa, tenanglah.”

“Bagaimana aku bisa tenang? Sudah 4 hari Soo.”

“Oppa!!” Sooyoung melihat Siwon dengan cepat.

“Baby~ kau menghalangi kinerja mereka.” Siwon mencegah Kyuhyun untuk ikut masuk kesana.

“Tapi anak kita hyung.”

“Mommy tenanglah.” Minho mencoba menenangkan mommy-nya juga.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas tercekat kemudian langsung menenggelamkan wajahnya dileher Siwon. Namja cantik itu takut, takut jikalau keadaan Sulli semakin memburuk. Sudah 4 hari ini tidak ada perubahan apa-apa pada putri cantik itu.

Bagaimana kalau sekarang keadaannya bertambah parah dan tidak ada harapan? Apa yang harus Ia lakukan?

“Hyung~” Panggil Kyuhyun sambil menggigit bibir bawahnya.

“Ssst baby~” Bisik Siwon memeluknya semakin erat.

Mereka terus saja berdoa agar tidak terjadi apapun pada Sulli, karena alarm itu masih terus berbunyi walau sudah setengah jam lamanya mereka menunggu diluar.

Sementara itu didalam ruang ICU

Garis hijau yang ada dimonitor deteksi jantung elektro yang tersambung pada jantung Sulli berirama tidak stabil, bahkan sesekali terlihat memuncak dan nafas putri cantik itu beberapa kali terlihat memutus.

Tubuh Sulli tersentak beberapa kali dengan irama detak jantungnya yang semakin cepat, seolah ada yang memompanya dengan kuat. Wajah cantik Sulli yang putih nampak kesakitan dan tangannya mengepal dengan kuat. Sampai akhirnya tubuh itu kembali tersentak kuat dengan suara yang keluar dari mulutnya.

“M-mommyyy!!!”

**TBC….

Ahahahahha~ sudah lama ya?? Mianhae~

Kemarin nggak lanjut ini dulu karena siapin 2shot yang itu, sudah lama dipending jadi biar selesai mending diabisin kan? Kan?

Ya sudah, semoga menyenangkan ne?

Sampai jumap di ff yang lain.

With all the love in the world~

Love u,

Vie.

Secret Love

“SECRET LOVE”

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun and other.

Pairing : Wonkyu

Genre : Romance, Songfic, Fluffy.

Length : 2shot

Warning : Boys Love, Alur tidak jelas, semua suka2 saya, ahahahaha.

Summary : From the Song title “Secret Love Song” by Little Mix Arti dari lagu ini, bener-bener-bener-bener Wonkyu, sampai nangis lihat Video sama lyricnya..kkkk~

**

Sebenarnya Vie mau buat timeline wonkyu di super junior, tapi takutnya ada moment2 yang tinggal jadi nggak lengkap dan kereal-annya jadi hilang, akhirnya milih AU lagi. Ahahaha.

Lagian timeline Wonkyu, WKS mana yang nggak tau, pasangan fenomenal sejagat raya itu, ahahaha.

Semoga tidak mengecewakan ne~

Selamat membaca.

**

Seoul, Korea Selatan.

Sebuah mobil berwarna biru metalik terlihat melintasi jalanan Kota Seoul yang sudah lebih lengang dari pada di siang hari yang penuh dengan berbagai mobil yang berlalu lalang. Mobil mewah keluaran terbaru 2016 yang dikenal nama BMW M2 Cope, membelah kota Seoul dengan kecepatan yang bisa dibilang sangat lambat.

Walau sebenarnya mobil itu memiliki kecepatan yang bisa dikatakan seperti bisa menghilang dalam kegelapan malam. Tapi sia-sia saja jika pemiliknya tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri perjalanan mereka secepatnya.

Pemilik mobil itu tidak lain merupakan seorang CEO dari sebuah perusahan ternama di Seoul yang dikenal sebagai perusahaan nomor 1 di negeri gingseng tersebut. Choi Siwon, namja tinggi dengan wajah rupawan dan tingkah laku yang mencerminkan seorang pangeran.

Rambut hitam yang tertata rapi dan dua dimple menggemaskan bertahta dikedua pipinya membuat ia sangat dikagumi oleh siapa saja. Apalagi dengan pembawaan yang penuh kewibawaan membuatnya sangat disegani didalam dunia bisnis yang sudah dijalaninya selama 10 tahun terakhir.

Jam 11 malam waktu Korea Selatan, namja tampan yang punya seribu kesibukan itu meninggalkan acara yang diadakan diperusahaannya. Dan kini sedang dalam perjalanan pulang ke rumah yang ada dikawasan perumahan elit dipinggiran kota Seoul.

Lebih dari 30 menit kemudian mobil itupun berhenti dipinggir jalan tepat didepan sebuah pagar besi yang menjulang tinggi dengan jerjak kecil yang memanjang keatas. Siwon tidak mematikan mobilnya itu namun dengan cepat turun dari depan dan berjalan melingkar ke pintu yang lain.

Dengan lembut namja tampan itu menarik pintu mobilnya dan seorang namja yang duduk bersamanya itu pun menurunkan sebelah kakinya lalu keluar darisana dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca.

“Baby…” Ucap Siwon pelan.

“Sampai bertemu lagi, hyung.” Jawab namja itu tanpa melihat wajah Siwon.

“Pikirkan apa yang hyung katakan tadi.”

“…..”

“Good nite, baby~ I love you.” Ucap Siwon dengan tulus lalu melihat kesekelilingnya dengan cepat kemudian ia pun sedikit menunduk sampai berdekatan dengan namja itu.

Siwon mengecup kening namja itu dengan lembutnya sambil memejamkan mata dan namja yang diam saja itu pun ikut memejamkan mata merasakan sentuhan hangat itu. Saat bibir Siwon menjauh, namja tinggi dan putih itu hanya menghela nafas pasrah dan mendengar suara halus dari mobil namja tampan itu yang menjauh.

Dan namja tinggi dan putih itu pun melangkahkan kaki masuk kedalam halaman rumahnya yang sangat besar. Tidak ada yang tahu selain dirinya, saat setetes cairan bening mengalir dari ujung mata dan membasahi pipinya.

“Why can’t we?”

**

FLASHBACK.

Choi Interprise merupakan sebuah perusahan ternama di Korea selatan yang diketahui masuk dalam kategori 10 perusahaan yang berkapitalisasi besar untuk perekonomian negeri gingseng tersebut dan juga dunia. Perusahaan yang bergerak diberbagai bidang industri itu dibangun oleh Ayah dari seorang Choi Kiho yang menjadi direktur utamanya.

Namun sejak tujuh tahun yang lalu gelar direktur tersebut sudah diwariskan pada satu-satu-nya pewaris terakhir dari keluarga konglomerat itu.

Seperti diketahui setiap 3 tahun sekali perusahaan yang dimiliki Choi Sajang itu menyelenggarakan ajang penghargaan bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki kemajuan pesat pada perkembangannya. Secara detail setiap perusahaan besar di Seoul yang memenuhi kriteria akan dijadikan nominasi dalam ajang tersebut.

Ajang penghargaan sekaligus pertemuan relasi-relasi itu sudah berlangsung sejak dulu sebelum presiden direktur yang baru mengambil alih perusahaan itu sebagai penerus.

Choi Siwon, pewaris terakhir dari keluarga Choi mengambil alih perusahaan kakek dan ayahnya sejak tujuh tahun terakhir namun tidak membuat kerajaan bisnis yang dibangun dengan susah payah itu mengalami kemunduran.

Justru jiwa mudanya yang memang bisa dipercaya dan berguna itu membuatnya dikenal bukan karena ayah ataupun kakeknya, tapi karena itu Choi Siwon. Karena itu semua relasi dan pemegang saham diperusahaan itu begitu menghormati Siwon sebagai direktur maupun sebagai jiwa muda yang membanggakan.

Dan di tahun ketujuhnya ini dan untuk kedua kalinya Siwon memulai ajang yang sudah dikenal diseluruh korea itu dengan semangat yang membara. Bukan karena hal lain, tapi karena nominasi yang masuk seleksi kali ini merupakan pemilik perusahaan yang berjiwa muda sama seperti dirinya.

Bahkan ada yang memperoleh prestasi yang membanggakan dan melebihi dirinya karena kepintaran mereka dalam mengelola bisnis. Acara besar itu akan diadakan disebuah hotel terkenal yang ada di Seoul yang merupakan salah satu hotel yang terdaftar atas nama Choi Siwon sendiri.

Di Aula besar hotel itu, berpuluh-puluh meja dan kursi yang sudah diatur dengan rapi beralas kain berwarna broken white. Beberapa reporter saluran televisi juga sudah menyiapkan kamera mereka tepat didepan panggung yang akan menjadi tempat pemberian penghargaan nanti.

Satu tiang penyangga microfon ada diatas panggung sudah diberikan hiasan bunga dan pita untuk menambah elegannya tempat yang bernuansa kuning keemasan itu.

Bahkan beberapa tamu sudah mulai berdatangan dan menduduki tempat mereka sendiri yang sudah diatur sedemikian rupa. Sedang meja Siwon sendiri ada dijajaran paling depan bersama Kakek dan Appa-nya yang memasang wajah bangga pada namja tampan itu.

Setelah menunggu lebih dari satu jam kemudian para tamu undangan yang mencapai 700 orang itu pun memenuhi setiap kursi yang disediakan disana. Dengan begitu acara itu pun dimulai dengan pembukaan lagu kebangsaan korea yang menggema diruangan luas tersebut.

Selanjutnya Direktur kedua dari perusahaan Choi pun memberikan kata sambutannya yang membuat Siwon tersenyum senang sampai dua dimple kebanggaannya terlihat sangat dalam. Setelahnya Choi Kiho pun mempersilahkan putra satu-satunya untuk membuka acara itu secara resmi.

“Selamat malam semuanya.” Ucap Siwon dengan senyum ramahnya. “Terima kasih sudah sempat hadir diacara ini, saya Choi Siwon mengawali acara yang sudah berakar sejak dulu ini untuk kedua kalinya. Jika ada kekurangan dan kesalahannya, tolong bimbing saya terus kedepannya.”

Tepuk tangan yang meriah langsung bergema diseluruh ruangan yang sudah dipenuhi dengan direktur perusahaan yang ada diseluruh Seoul itu. Kerendahan hati yang dimiliki Siwon membuatnya begitu dikenal dan disanjung semua karyawan dan pemegang saham diperusahaannya.

“Kami akan selalu senang membimbing dan belajar dari-mu sajangnim~” Ucap lelaki paruh baya yang setara dengan appa Choi yang juga salah satu pemegang saham terbesar kedua yang ada diperusahaan cabang Choi Interprise.

“Terima kasih~ dan untuk beberapa jam kedepan mari kita mulai acara ini dengan meriah~” Ucap Siwon mengangkat gelas champagne yang panjang dan ramping itu.

Dan semua tamu pun mengangkat gelas mereka masing-masing sambil menyerukan kata Cheers yang sangat nyaring. Siwon hanya tertawa kecil dan segera turun dari panggung itu menuju kursi tamu paling depan tempat Appa dan Kakeknya berada.

“My precious~” Ucap Harabeoji Choi dengan bangganya.

Dan acara itu dimulai dengan memperlihatkan perusahaan-perusahaan yang sudah diseleksi untuk menjadi pemenangnya dilayar besar yang ada dipanggung itu. Seluk-beluk 3 perusahaan yang terpilih diperlihatkan satu persatu mulai dari inovasi, motivasi dan tujuannya agar semua orang yang ada disana menilai dengan mata kepala mereka sendiri.

Walau pemenangnya sudah ditentukan oleh perusahaan Siwon, tapi mereka juga ingin mendengar pendapat yang lain agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau ketidakadilan. Dua dari perusahan baru berkembang itu pun sudah selesai ditampilkan, dengan pemiliknya yang kini berkeringat dingin menunggu hasilnya.

Perusahaan terakhir yang bergerak dibidang teknologi memiliki nilai pasar yang cukup menjanjikan walau baru dua tahun pergantian direktur utamanya dilakukan. Cho Industries merupakan perusahaan IT yang dimiliki Cho Younghwan dan karena sebuah insiden perusahaan itu dialihkan pada putra satu-satu miliknya sejak dua tahun yang lalu, Cho Kyuhyun.

Dan sejak itu perusahaan kecil itu berkembang dengan pesat bahkan mendapat sokongan besar dari perusahaan IT terbesar di dunia, Microsoft. Cho Kyuhyun, namja tinggi yang memiliki wajah putih dan dingin bak butiran salju itu membuat perusahaan milik ayahnya dikenal dunia hanya dalam kurun waktu 2 tahun.

Dan sekarang ia mencoba untuk bekerja sama dengan Choi Interprise untuk memperluas jangkauannya dalam menciptakan teknologi yang baru bagi kepentingan Negara mereka yang dikenal sebagai Negara no. 4 didunia karena kemajuan teknologinya.

Setelah semuanya selesai, para konglomerat yang biasa menanamkan saham mereka diperusahaan yang menjanjikan itu langsung bisa menentukan pilihan mereka. Bahkan Siwon juga sudah menentukan siapa yang akan dipilih perusahaannya untuk memulai kerja sama yang baru.

Setelah menunggu lebih dari 30 menit kemudian yang sanggup membuat pemilik perusahaan yang akan dipilih itu berkeringat dingin, akhirnya pemenangnya sudah ditetapkan dan bisa diumumkan secepatnya. Siwon dan Appa Choi langsung berdiri menuju panggung utama itu dengan Siwon yang membawa kakeknya berjalan perlahan kesana.

Tiga orang staff wanita juga menaiki panggung itu dengan membawa hadiah untuk pemenangnya ditangan mereka masing-masing. Selanjutnya, general manager yang ada diperusahaan Siwon pun mengumumkan perusahan mana yang memiliki peluang terbesar menerima penghargaan tersebut.

Dimulai dari perusahaan kedua yang menempati posisi ke tiga dan mendapat hadiah 1 mobil mewah, dan sejumlah uang yang cukup untuk membantu keuangan perusahaan mereka. Begitu juga perusahaan yang pertama mendapatkan posisi kedua dan mendapatkan hadiah yang sama dari para yeoja itu.

Karangan bunga, kunci mobil dan kotak kecil yang berisi cek yang langsung bisa dicairkan sesuai jumlahnya di Bank manapun yang ada di korea. Dan sudah bisa ditebak siapa pemilik penghargaan pertama yang mendapat pilihan suara terbanyak diantara yang lainnya. Cho Industries.

Perusahaan yang dimiliki Cho Kyuhyun itu sanggup meyakinkan para Chaebol Negara itu hingga mereka semua memilih perusahaannya. Dan seperti diketahui, para konglomerat itu sudah dipastikan akan menanamkan modal dan bekerja sama dengan Cho Industries seperti yang akan dilakukan perusahaan Siwon.

Namja tinggi yang terlihat memesona itu langsung menuju panggung itu dan menerima kunci mobil dari kakek Choi, dan uang dari appa Choi lalu karangan bunga dari Siwon. Jika diperhatikan lebih baik lagi Siwon tidak pernah memalingkan wajahnya dari namja yang baru pertama kali dilihatnya itu.

“Selamat untukmu, Cho Kyuhyun-ssi.” Ucap Siwon dengan ramahnya.

“Gomawo Choi sajangnim.” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya.

Kemudian mereka pun segera melakukan tanda tangan kerja sama dan perjanjian bagi yang ingin menanamkan modalnya. Karena mengikuti peraturan yang ada, menang atau tidak, setiap perusahaan harus menyiapkan semua berkas kerja sama dan sekarang Kyuhyun hanya perlu meminta general manager perusahaannya yang mengurus semuanya.

Sementara ia sendiri langsung menghilang dari keramaian itu menuju taman belakang hotel yang memiliki pemandangan indah seperti dinegeri lain. Taman dengan berbagai bunga dan tanah yang berpasir lalu beberapa langkah kedepannya terdapat pasir putih yang sangat indah dengan lautnya yang sangat biru.

Kyuhyun berjalan perlahan mencari tempat yang sangat pas untuknya melepaskan lelah dalam kesendirian dan salah satu bangku yang paling dekat dengan pantai menjadi pilihannya. Disana ia bisa mendengar suara angin dan ombak yang menghempas pantai.

“Begitu nyamannya disini~” Gumam Kyuhyun sambil bersandar di kursi itu dan memejamkan matanya.

Sejak awal ia memang tidak ingin menghadiri acara besar ini karena bukan sifatnya yang suka menghabiskan waktu bersama orang banyak, Kyuhyun lebih suka suasana damai, tenang dan kesendirian.

Tapi demi appa yang menginginkan kehadirannya disana untuk melihatnya menaiki panggung itu, akhirnya ia pun mengalahkan keegoisannya sendiri. Namun sepertinya keberuntungan belum berpihak padanya karena beberapa menit kemudian terdengar langkah kaki mendekati tempatnya beristirahat.

“Aku lihat kau lebih menyukai keheningan.” Ucap seseorang dibelakangnya.

“Jika kau tahu, kenapa mengikutiku?” Tanya Kyuhyun tanpa melihat siapapun orang itu.

“Ahh, mianhae, aku hanya ingin mengucapkan selamat secara pribadi, kami akan sangat senang bekerja sama dengan Cho Indutries.” Ucap namja itu lagi membuat Kyuhyun langsung duduk tegak dan melihatnya.

“C-choi sa-sajangnim?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Nee~” Jawab Siwon dengan senyum ramahnya. “Bo-boleh aku disini?” Tanyanya kemudian.

“Te-tentu saja, si-silahkan.” Kyuhyun langsung sedikit bergeser memberi namja tampan itu tempat duduk.

Jujur saja, walau sudah lama mendengar nama masing-masing melintang didunia bisnis korea, tapi kedua direktur utama yang dikenal dengan ciri khas mereka itu tidak atau belum pernah bertemu sekalipun. Kyuhyun hanya mengenalnya lewat media televisi atau Koran yang memang selalu membahas namja tampan itu, tapi ia memang tidak peduli yang lain selain pekerjaannya, begitu juga Siwon.

Karena itu saat bertemu seperti ini tanpa sengaja membuat keduanya dilanda kegugupan yang luar biasa. Hampir lima menit kemudian tidak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka karena sama-sama tidak tahu harus memulai darimana.

Kyuhyun hanya menatap jauh kedepan dengan gugupnya sambil terus meremas jemarinya yang perlahan mengeluarkan keringat. Sementara Siwon sendiri terlaru larut dengan pemandangan yang sangat indah didepannya itu hingga ia kehilangan kata-kata.

Ya, namja tampan itu terus menatap wajah Kyuhyun dari sisinya yang ternyata membuat namja asing yang baru ditemuinya itu terlihat begitu mengagumkan. Kyuhyun terlalu cantik untuk seorang namja, kenapa ada namja yang begitu cantik seperti ini bahkan melebihi yeoja yang selalu ditemuinya?

Pertanyaan itu tentu saja tidak ada jawabannya yang membuat Siwon semakin mengagumi keindahan didepannya itu. Wajah cantik sekaligus menggemaskan itu baru pertama kali dilihat dan membuatnya tidak bisa berpaling walau hanya sekejap mata.

Dan lima menit kembali berlalu dengan tidak ada satu kata pun yang keluar dari dua namja yang baru dipertemukan itu. Namun tiba-tiba suara Kyuhyun meringis tertahan karena kedinginan membuat Siwon kembali kedunia nyata dengan mata melebar.

Detik selanjutnya namja tampan itu sudah melepas coatnya dan melampirkannya dibahu Kyuhyun yang membuat namja cantik itu terhenyak dan menatap Siwon tidak percaya.

“A-apa yang anda lakukan?” Tanya Kyuhyun merasa tidak nyaman.

“Kau kedinginan, gwenchana.”

“Tapi anda juga, Sa-sajangnim.” Jawab Kyuhun dengan mata mengerjap.

“Mmm, sebelum itu, bisakah kau tidak bicara formal padaku?”

“Mwoo?? Ba-bagaimana mungkin? Kita baru bertemu dan bertegur sapa.” Mata bulat Kyuhyun semakin melebar melihat namja tampan didepannya itu.

“Kita akan sering bertemu karena kerjasama ini, aku tidak suka dengan batasan-batasan formal yang ada.” Jawab Siwon dengan raut muka tidak peduli.

“Ta-tapi…”

“Aku akan memanggilmu Kyuhyun dan kau memanggilku Siwon, no sajangnim atau apapun itu, just Siwon, ok?”

“Mmm~ i-itu…a-aku…”

“Coba dulu Kyuhyun.” Paksa Siwon dengan senyum manisnya yang menawan.

“S-siwon-ssi??” Tanya Kyuhyun dengan kepala yang dimiringkan.

“Mmm~ boleh juga.” Jawab Siwon menganggukkan kepalanya.

“Siwon-ssi~” Panggil Kyuhyun kemudian.

“Nee~”

“Terima kasih sudah memilih perusahaan kami.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Ohh~ berterima kasihlah pada otakmu yang bekerja sangat hebat, dia yang memberikanmu kesempatan ini.”

“Hoo arraseo~” Jawab Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“Aahahaha~” Siwon langsung tertawa melihat wajah imut nan menggemaskan itu. “Aku juga beruntung bisa bekerja sama dengan perusahaanmu, Kyuhyun.” Ucapnya kemudian.

Mau tidak mau Kyuhyun yang ternyata polos itu langsung tersenyum kecil sambil menundukkan kepalanya dengan pipi yang merona. Melihat hal itu Siwon sekali lagi bersorak senang dalam hatinya bahwa namja didepannya itu benar-benar cantik dan menggemaskan.

“Aku rasa kita akan jadi partner yang hebat.” Ucap Siwon ambigu.

“Aku rasa juga begitu.” Jawab Kyuhyun menganggukkan kepalanya cepat.

……

Tidak ada yang berbicara selanjutnya karena mereka berdua sama-sama menikmati keheningan itu dengan pikiran mereka masing-masing namun dengan inti yang sama :

‘Namja ini menarikku mendekatinya.’

“Sa-sajangnim…” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Heey~”

“Mmm, Si-siwon-ssi.”

“Ne?”

“Ho-hotel ini milikmu?”

“Nee, waeyo?

“Pemandangan disini sangat indah.”

“Kau menyukainya?”

“Mmm, ne…”

“Harabeoji suka pemandangan alam daripada bangunan kota, karena itu dia membangun hotel terbesar yang ada di Seoul ini dekat dengan pantai.”

“Hmm~ arraseo.”

“Kyuhyun…” Panggil Siwon kemudian.

“Ne?”

“Boleh aku tahu nomor hp-mu? M-mungkin ki-kita perlu berdiskusi u-untuk ma-masalah pekerjaan.” Ucap Siwon panjang lebar dengan gugupnya yang jelas terlihat.

Tentu saja Kyuhyun menyadari kegugupan namja tampan itu yang membuatnya ingin tertawa dengan keras namun hanya tawa kecil yang bisa didengar Siwon.

“Kau tertawa?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Huh? Bu-bukan!”

“Aku serius, itu pun kalau kau mau memberinya.”

Tanpa menjawab Kyuhyun sudah mengeluarkan iphone 6-nya dari saku dan mencari nomornya sendiri didaftar kontak sementara Siwon langsung tersenyum dan meraba sakunya dengan buru-buru. Dan mereka pun saling bertukar nomor hp untuk kelanjutan hubungan pekerjaan yang akan mereka jalani nanti.

Tanpa siapapun yang tahu keduanya menyimpan debaran jantung yang saling berlomba namun tidak bisa ditemukan pemenangnya. Karena Siwon atau Kyuhyun sama-sama tidak menyadari debaran itu karena terlalu senang bisa berbicara walau dalam waktu yang singkat.

“Kita harus kembali.” Ucap Siwon kemudian.

“B-baiklah.” Kyuhyun langsung beranjak dari tempatnya.

Sementara Siwon berdiri melihat kepergiannya dengan bibir yang menyunggingkan senyuman merekah hingga menampilkan kedua dimplenya yang dalam. Kemudian ia pun berjalan perlahan dari belakang sampai namja cantik itu keluar dari gedung utama dan meninggalkannya.

Dan sepanjang perjalanan pulangnya Kyuhyun tidak bisa berhenti untuk tersenyum garing memikirkan namja tampan itu. Terlalu sering ia mendengar nama Choi Siwon didunia bisnis mereka namun tidak pernah sekalipun bisa berjumpa dengan sajangnim yang terkenal sibuk itu.

“Dia benar-benar tampan.” Gumam Kyuhyun tanpa sadar.

“Ne?” Tanya Sopir ahjussi didepan yang mendengar suaranya.

“Ah, ani~ aku bertemu Choi Siwon.”

“Aaa~ Sajangnim Choi memang sangat tampan, dia terlalu sempurna tuan muda.”

“Ahjussi!!” Protes Kyuhyun dengan kening berkerut.

“N-ne??”

“Aku juga tampan, kau tahu?!”

“Aaa, arrayo~” Jawab Ahjussi cepat karena tidak ingin membuat tuan mudanya itu merajuk.

Dan mereka kembali terdiam menikmati keindahan malam yang terlihat dibalik kaca jendela mobil itu. Sampai akhirnya bmw mewah berwarna hitam itu pun memasuki gerbang istana Cho dan berhenti tepat didepan pintunya.

Belum sempat Kyuhyun menapakkan kaki diteras rumahnya, suara hpnya berbunyi menandakan sebuah pesan masuk kesana.

“Annyeong~ kau sudah sampai Kyuhyun? Tidak kedinginan kan?”

Bunyi pesan Siwon yang membuat Kyuhyun menatap hpnya tidak percaya dengan mata bulatnya yang semakin melebar. Dengan degup jantung yang entah kenapa begitu terasa Kyuhyun langsung membalas sms itu dengan ketikan cepat.

“Baru didepan pintu, sajangnim, aku merasa hangat.”

Kyuhyun tersenyum senang kemudian segera berlari kecil memasuki rumahnya membuat ahjussi yang sedang menutup pintu mobil itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tuan mudanya terlalu imut untuk namja yang sudah berusia 22 tahun.

“Kyu~” Panggil Appa Cho begitu melihat putranya.

“Ne appa~ selamat malam.”

“Bagaimana acaranya sukses?”

“Tentu saja, aku yang pertama.” Jawab Kyuhyun bangga. “Appa melihat siaran live-nya bukan?”

“Hmm, neee~ anak appa memang hebat.” Ucap Appa Cho memajukan kursi rodanya dan Kyuhyun langsung mendekati appanya itu.

“Dimana Jungsoo?”

“Mwo?? Hyung? Aku sudah mencarinya tapi dia menghilang, jadi aku pulang saja. Appa kenapa belum istirahat?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Umma-mu disana pasti bangga padamu, maafkan appa menyerahkan tanggung jawab padamu terlalu cepat.”

“Appa!! Sudah berapa kali aku mengatakan jangan mengulang perkataan itu lagi, ever!!!”

“Aaa, mianhae, appa lagi sensitif.”

“Appa lagi PMS? … Auchh!!” Kepala Kyuhyun dijitak appanya dengan cepat.

“Macam-macam saja!?!”

“Ahahaaha, ayo aku antar ke kamar.”

Kyuhyun langsung mendorong kursi roda appa-nya itu dan tersenyum dengan manisnya. Karena sungguh ia tidak merasa terbebani menjadi direktur utama begitu cepat, walau bisa dikatakan appa-nya masih bisa memimpin perusahaan.

Tapi setelah kecelakaan yang merenggut ummanya dan mengharuskan appa Cho memakai kursi roda, Kyuhyun tidak segan-segan mengambil alih semua pekerjaan Appa-nya. Dan terbukti dalam waktu singkat ia sudah diakui menjadi direktur dari Cho Industries yang kini sudah dikenal sebagai perusahaan ketiga terbesar di Korea.

“Jangan terlalu lelah, biarkan Teuki membantumu.”

“Neee~” Jawab Kyuhyun.

Namja cantik itu membantu appanya dengan sangat baik sampai namja paruh baya itu berbaring diranjangnya. Setelah menyelimutinya dengan baik ia pun mengecup kening appanya penuh sayang sebagai ucapan selamat malam.

Setelahnya ia langsung keluar darisana menuju kamarnya yang ada dilantai dua rumah besar itu. Dalam perjalanannya Kyuhyun melihat beberapa sms sudah memenuhi kotak masuknya.

“Aku ingin bicara denganmu, apa kau mengantuk?”

“Kyuhyun?”

“Kyuhyun-ssi??”

“Kau dimana?”

“Kenapa tidak dibalas?”

“Mianhae.”

Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sms yang sangat banyak itu hanya milik satu orang. Darisana Kyunyun bisa melihat betapa tidak sabarnya seorang Choi Siwon dan tanpa sadar senyum manis terpatri dibibirnya.

“Kenapa minta maaf?” Balas Kyuhyun.

Lalu namja cantik itu melempar benda itu diranjangnya kemudian membuka coatnya dengan perlahan, namun begitu sadar mata Kyuhyun hampir saja keluar dari sarangnya.

“Milik siapa ini?!?!” Tanya Kyuhyun sambil melihat Coat hitamnya. “Abu-abu milikku?” Tanyanya entah pada siapa.

Mengingat kejadian di hotel sebelumnya, barulah Kyuhyun sadar kenapa Siwon menanyakan dirinya tidak kedinginan. Coat yang dipinjamkan Siwon ia bawa pulang dengan seenaknya, sementara coatnya sendiri tidak ada disana.

“OHMYGOD!!” Seru Kyuhyun.

Kemudian namja cantik itu langsunh berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan memakai piyama babyblue-nya. Kemudian ia segera masuk dalam selimutnya dan meringkuk disana. Tangannya terulur untuk mengambil hp yang diletakkan sembarangan tadi setelah membalas pesan Siwon.

Dan balasan namja tampan itu sudah kembali dengan berbagai pertanyaan yang membuat Kyuhyun tertawa cekikikan.

“Akhirnya kau balas juga, kenapa?” Tanya Siwon penasaran.

“Kyuhyun?”

“Kenapa kau tidak membalas lagi?”

“Apa yang kau lakukan?”

“Sudah tidurkah

“Kyuhyun-ssi??”

“Kyuhyun??”

“Aiissh namja ini…” Gerutu Kyuhyun.

Dengan cepat ia membalas pesan itu dengan mengatakan bahwa dirinya belum tidur, tadi hanya pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.

“Ahh, mianhae, aku mengganggu ne?” Sms Siwon sampai lagi.

“Bukan, tidak apa-apa, apa kau belum tidur, Sajangnim?”

“Kita sudah membahasnya, jangan memanggilku Sajangnim, Siwon saja boleh?”

“Mm, baiklah Siwon-ssi~”

“Yahh, aku belum mau tidur, boleh aku menghubungimu? Mmm, itu pun jika tidak mengganggu.”

“Mmm, boleh.” Balas Kyuhyun terakhir.

Detik berikutnya nama Siwon sudah tertera dilayar Iphone Kyuhyun yang membuat dadanya berdegup tidak jelas. Setelah mengatur deru nafasnya dan menarik nafas dalam-dalam ia pun menerima panggilan itu.

“Yeoboseyo?”

>Belum tidur kan?<

“Siwon-ssi…”

>Nee~ suaramu sangat lembut Kyuhyun.<

Seketika pipi Kyuhyun merona dengan hebatnya sampai ketelinga dan baru namja cantik itu sadar bahwa saat ini ia terlihat seperti yeoja-yeoja yang pertama kali jatuh cinta.

“Siwon-ssi…”

>Nee?<

“Aku ingin mengatakan sesuatu.”

>Apa itu??<

“Mmm, itu…aku…mmm~ coatmu…”

>Ahahaha, gwenchana~ yang pentin gkau tidak kedinginan, aku tahu managermu sudah pulang dan membawa coatmu.< Jawab Siwon membuat mata Kyuhyun melebar.

Namja tampan itu menyelidikinya?

>Kyuhyun…<

“Ahh!! Ne??”

>Aku akan memanggilmu Kyuhyun, aku tidak akan mengubahnya<

“Ohh, mmm~ gwenchana.”

>Mmmm, besok kerja sama kita akan dimulai, kau akan datang kan?<

“Mmm, aku lihat jadwal dulu, mungkin GM-ku yang akan datang.”

>Andwae!!<

“Mwoo?”

>Mm, itu, le-lebih baik, kau yang datang.<

“Mmm, baiklah.”

>Jinjja?<

“Nee~”

>Baiklah, selamat malam Kyuhyun, sampai jumpa besok.<

“Selamat malam, jalja Siwon-ssi.”

Kyuhyun langsung memutus sambungan itu dan tangannya perlahan meraba dadanya untuk merasakan debaran jantung yang berpacu dengan sangat cepat. Setelah menarik nafas perlahan namja cantik itu langsung bersembunyi didalam selimutnya dengan senyum bodoh terpatri dibibirnya.

Dan hal yang sama juga terjadi pada namja tampan yang baru saja berbicara denganya itu. sepertinya benih cinta yang manis sudah mulai berakar diantara mereka.

Keesokan harinya.

Kyuhyun bangun pagi dengan semangat baru dan tujuan yang baru karena itu setelah beberapa detik membuka mata, senyum manis langsung terukir dibibirnya. Dengan cepat namja cantik itu beranjak menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.

Setelahnya ia pun bersiap-siap menuju ke kantor, namun sebelum itu ia menyempatkan dirinya untuk sarapan bersama appanya lebih dulu.

“Hari ini pengesahan kontraknya?” Tanya Appa Cho disela sarapan mereka.

“Ne, dengan yang lain sepertinya sudah semalam.” Jawab Kyuhyun sambil sarapan dengan semangatnya.

“Semoga berhasil ne~”

“Aku sudah berhasil appa.”

“Nee~ appa tahuu~ kirimkan salam appa untuk CEO Choi.”

Hampir saja Kyuhyun tersedak minumannya dan langsung menatap Appa Cho dengan tatapan tajam. Namun namja paruh baya yang sangat disayanginya itu hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.

“Aku pergi appa.”

“Nee, hati-hati.”

Dan Kyuhyun pun segera keluar dari rumahnya itu dan pergi darisana menggunakan audy hitam miliknya. Namja cantik nan menggemaskan itu melajukan mobilnya dengan santai saat tiba-tiba sebuah pesan masuk kedalam hp-nya.

“Siwon-ssi.” Gumam Kyuhyun.

Karena ia sedang mengemudikan mobilnya, Kyuhyun memilih untuk menunggu sampai ia tiba dikantor. Setelah itu barulah ia akan membaca isi sms namja tampan yang tidak sabaran itu.

Dan tidak berapa lama audy hitamnya pun memasuki area perusahaan besarnya dan tepat berhenti didepan loby gedung itu. Dan Kyuhyun langsung masuk kedalam tanpa melihat keselilingnya karena ia sibuk melihat iphone ditangannya untuk membaca pesan dari Choi Siwon.

Walau tidak ingin, tapi bibir Kyuhyun punya pemikirannya sendiri hingga tanpa sadar ia tersenyum dengan manisnya membaca pesan itu.

“Selamat pagi Kyuhyunnie~ aku tidak sabar untuk melihatmu.”

“Paboo~” Gumam Kyuhyun pada dirinya.

“Selamat pagi sajangnim~” Sapa karyawan Kyuhyun yang bertebaran dilantai satu gedung itu.

“Mmm, pagi~” Jawab Kyuhyun dengan senyum manisnya.

Kemudian namja cantik itu segera menuju lantai teratas gedung tinggi itu dimana Singgasananya berada. Ruangan direktur utama yang ada dilantai teratas itu menjadi tempat paling nyaman untuknya menyendiri. Apalagi ruangannya adalah lantai terakhir dan satu pintu diruangan itu langsung menuju ke atap.

Disanalah Kyuhyun menghabiskan waktunya jika sudah berada dikantor dan meeting-meeting itu tidak mengganggunya.

“Selamat pagi Sajangnim~” Sapa General Manager perusahaannya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun begitu melihat wajah lembut penuh keibuan itu.

“Nee, kau sudah sarapan?” Tanya Park Jongsoo, hyung sekaligus kaki tangan appanya diperusahaan itu.

Bersamanya Kyuhyun menjalankan tanggung jawab yang diberikan padanya, Leeteuk sangat membantu semua pekerjaan yang ada hingga Kyuhyun bisa santai dan bernafas lega.

“Sudah, bersama appa, semalam kau meninggalkanku hyung!! Dimana coatku?”

“Ahh!! Hyung lupa~” Jawab Leeteuk tanpa rasa bersalah. “Kau datang sendiri atau hyung yang datang?” Tanyanya kemudian.

“Ahh, aku saja.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Mmm~” Jawab Leeteuk dengan mata menerawang jauh.

“Waaaee??” Tanya Kyuhyun curiga.

“Aniii~ dia memang sangat tampan.”

“Hyung!!”

“Ahahaha, hyung pergi dulu, selamat bekerja sajangnim~”

Kyuhyun hanya memutar bola matanya dan segera mengambil berkas-berkas yang harus disiapkan untuk pengesahan kerja sama antara Cho Industries dan Choi Interprise. Mengingat namja tampan itu Kyuhyun langsung melihat hp-nya dan benar saja beberapa pesan sudah masuk kesana membuatnya tersenyum tanpa sadar.

Setelah semuanya tersiapkan Kyuhyun langsung menuju tempat terindahnya setelah kamar tidur dirumahnya.

Ruangan yang luas itu dilapisi granit mengkilat dan dikelilingi dinding dan atap yang terbuat dari kaca. Akan tertutup saat panas dan hujan menerpa tempat itu dan akan terbuka saat pagi dan sore hari yang sejuk.

Ruangan itu mempunyai beberapa sofa yang menghadap langit luas karena letaknya dipinggiran atap, disampingnya ada grand piano putih dan juga monitor lengkap dengan alat game miliknya.

Disisi kiri dari pintu utama terdapat meja makan dengan dua buah kursi dan lengkap dengan dapur kecil untuk memasak cemilan. Sedangkan disisi kanan ada ruang tempat tidur lengkap dengan kamar mandinya.

Ruangan yang menjadi rumah kedua bagi Kyuhyun.

Dan setelah menyimpan kaset game terbarunya disana Kyuhyun langsung keluar darisana dan mengambil tas kerjanya lalu segera keluar ruangan. Namja cantik itu akan bertemu dengan seorang CEO perusahaan besar sekaligus seorang namja yang sangat tampan.

**
Beberapa menit kemudian…

Dengan perasaan senang Kyuhyun memasuki loby perusahaan itu dan beberapa karyawan yang melihatnya langsung menganggukkan kepala mereka. Dan namja cantik itu segera menuju lantai atas perusahaan itu dimana Choi Siwon sang CEO berada.

Begitu sampai diatas, sekretaris Siwon yang ada didepan pintu direktur utama itu langsung berdiri melihat Kyuhyun.

“Silahkan, Kyuhyun-nim~ sajangnim sudah menunggu.” Ucap yeoja cantik itu dengan senyum ramahnya.

“Terima kasih.” Jawab Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

Setelah menarik nafas dan menghembuskannya perlahan Kyuhyun pun masuk ke dalam ruangan Siwon dan menyusuri setiap lekuk ruangan itu untuk pertama kalinya. Kemudian barulah ia berhenti saat tatapan matanya tertuju pada namja tampan yang duduk disinggasananya.

“Mmm, Siwon-ssi…” Panggil Kyuhyun sedikit ragu namun Siwon mendengar suaranya dengan jelas.

“Kyuhyun, ayo masuk.” Jawab Siwon sambil berdiri dari kursinya. “Silahkan duduk, aku harus menyelasaikan ini dulu.” Ucapnya kemudian.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan segera duduk di sofa yang ada didepan meja kerja Siwon. Namja cantik itu langsung membuka tasnya dan menyiapkan berkas keperluan mereka tanpa sadar sejak tadi sepasang mata menatapnya secara intense.

“Apa yang kau lihat, Siwon-ssi?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba tanpa melihatnya membuat Siwon tersentak kaget.

“Ahh, i-itu…”

“Bisa kita mulai?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Te-tentu saja.” Jawab Siwon langsung beranjak dari kursinya.

Kemudian namja tampan itu mendekati Kyuhyun dan tanpa segan duduk disamping namja cantik itu. Tidak Siwon tahu, dada Kyuhyun langsung berdebar dengan cukup keras saat ia berada begitu dekat seperti itu.

“Kita akan memeriksanya terlebih dulu, jika ada kekurangan dan kelebihan kita perbaiki bersama setelah itu kita akan menandatanganinya sebagai bentuk sah dari kerja sama ini. Ucap Siwon dengan senyum terbaiknya.

“Baiklah, silahkan.” Ucap Kyunyun menyerahkan berkas kontrak kerja mereka.

Dan dua namja itu pun terlihat begitu serius mempelajari berkas itu sampai tidak ada yang bersuara. Hampir 30 menit kemudian Siwon mulai menanyakan apa yang tidak ia mengerti dan Kyuhyun menjelaskan semuanya dengan sabar.

Keduanya pun terlihat semakin lama semakin santai dan terbiasa dengan kehadiran masing-masing yang begitu dekat. Bahkan mereka sempat bercanda ditengah pekerjaan yang membuat Kyuhyun tertawa lepas.

“Kau sangat cantik.” Gumam Siwon tiba-tiba.

Barulah Kyuhyun sadar bahwa mereka duduk saling berdekatan bahkan tidak ada jarak sedikipun diantaranya. Lutut bersama lutut, bahu bersama bahu dan wajah bersama dengan wajah, hingga Kyuhyun bisa melihat betapa namja didepannya itu sangat sempurna.

Sementara Siwon memiliki pendapat lain dalam kepalanya saat tatapan onyc-nya tidak bisa berpaling dari bibir Kyuhyun yang merekah memesona.

Dan entah siapa yang memulainya, tanpa sadar kepala mereka pun semakin berdekatan hingga ujung hidung Siwon menyentuh pipi Kyuhyun dan akhirnya bibir mereka pun bertemu. Saat itu terasa seperti aliran listrik menyengat keduanya saat bibir mereka saling bersentuhan dengan lembutnya.

Ada rasa manis yang dirasakan Siwon saat mengecup bibir Kyuhyun untuk pertama kalinya. Dan hal itu membuat namja tampan itu tidak ingin melepasnya lagi. Tanpa aba-aba, Siwon pun menarik tengkuk Kyuhyun untuk memperdalam ciuman mereka dan tanpa diminta Kyuhyun pun melingkarkan lengannya dileher Siwon.

Hingga akhirnya tubuh mereka saling menempel satu sama lain dengan ciuman yang dalam dan penuh perasaan. Jika ada yang bisa mendengarnya, detak jantung mereka berdua saling berpacu menunjukkan siapa yang lebih hebat dan siapa yang lebih besar perasaannya.

Setelah beberapa saat barulah Siwon melepas tautan mereka namun tidak menjauhkan wajahnya dari Kyuhyun. Dahi mereka saling bersentuhan dan Kyuhyun yang memejamkan mata tidak melihat Siwon sedang menatapnya.

“Aku tidak bisa menahannya.” Bisik Siwon pelan namun Kyuhyun masih menenangkan debaran jantungnya hingga Siwon pun melanjutkan. “Sejak pertama kali, kau menarikku semakin mendekat Kyuhyun, apa yang harus kulakukan dengan debaran hatiku?”

Mendengar hal itu Kyuhyun pun membuka mata dan menatap wajah tampan Siwon didepannya. Tatapan lembut itu memancarkan seribu kejujuran membuat debaran jantungnya kembali melompat seolah ingin keluar.

“Kau sungguh-sungguh?” Tanya Kyuhyun meyakinkan dirinya lagi.

“Boleh aku mengatakannya?” Siwon balik bertanya.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya perlahan dengan mata bulatnya yang mengerjap. Siwon tersenyum manis melihat wajah putih cantik itu kini merona dengan hebatnya.

“Aku mencintaimu.” Ucap Siwon tanpa keraguan membuat mata Kyuhyun semakin melebar. “Jika ini terlalu cepat, maka aku akan mengatakan… Aku menyukaimu Kyuhyun.”

“Jika kau merasakan hal yang sama, berikan aku kesempatan untuk menunjukkan cinta itu, seutuhnya kepadamu.”

Tanpa bisa menjawab apa-apa Kyuhyun langsung mengambil tangan Siwon dan membawanya tepat dimana debaran itu begitu terasa. “Aku…” Jawaban Kyuhyun terputus karna Siwon sudah menariknya kembali.

Namja tampan itu langsung mengecup bibir Kyuhyun sekali lagi dan membawanya dalam ciuman yang lembut. Siwon ingin mengatakan perasaannya melalui tindakan. Dengan tangannya yang masih berada didada Kyuhyun, ia hanya bisa tersenyum dalam ciuman mereka saat debaran jantung Kyuhyun semakin berpacu seiring ciumannya yang semakin dalam.

Saat Kyuhyun merasa kehabisan nafas, Siwon melepas bibirnya dan menatap Kyuhyun dengan senyum dua dimple-nya yang memesona.

“K-kau…” Ucap Kyuhyun sambil mengatur nafasnya. “Tidak mau mendengar jawabanku?”

“Degup jantung itu mengatakan segalanya.” Jawab Siwon dan telinga Kyuhyun semakin memerah. “Aku tidak ingin memaksamu Kyuhyun, tapi perasaanku sungguh-sungguh. Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku ingin memiliki seseorang agar aku bisa selalu bersamanya, menatap wajahnnya dan mengagumi senyumannya dan seandainya bisa… aku ingin berharap bisa menghabiskan sisa hidupku bersamanya, Cho Kyuhyun, aku mencintaimu.”

“Siwon-ssi…”

Langsung saja Kyuhyun menyusup dalam pelukan Siwon dan membenamkan wajahnya dileher namja tampan itu. Ia sungguh tidak menyangka namja tampan itu menyimpan perasaan yang begitu besar untuknya padahal mereka berdua bertemu dalam waktu yang singkat.

“Aku tidak tahu ini cepat atau terburu-buru, tapi aku ingin bersamamu.” Ucap Kyuhyun dileher Siwon dan namja tampan itu langsung memeluknya dengan erat.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“Maksudnya?” Siwon balik bertanya dengan bingung.

“Apa kita kekasih sekarang?” Kyuhyun bertanya lagi.

“Kekasih?” Siwon menatapnya dengan kening yang dinaik-turunkan membuat Kyuhyun langsung memberinya death glare yang mematikan.

“Adorable~” Jawab Siwon tidak peduli.

“Siwon!!!”

“Ahahaha, baby~”

“MWOO??”

“Mmm, kita akan menjalani ini secara perlahan sambil kita mengenal satu sama lain.” Ucap Siwon lagi dengan santainya dengan tangan tidak melepas genggamannya pada Kyuhyun.

“Aku sudah mengenalmu.” Jawab Kyuhyun tanpa sadar.

“Mwoo?? Kau sudah mengenalku? Seberapa banyak?” Tanya Siwon menggoda.

“Sebanyak buih dilautan.”

“Aww~ so sweeet~”

“Kita tidak bisa langsung berjalan didepan semua orang sambil bergandengan tangan.” Ucap Kyuhyun kemudian.

“Mmm, kita akan memikirkan hal itu.” Jawab Siwon santai.

“Kau tahu tidak semua orang mempunyai pikiran yang sama.”

“Setiap orang memang memiliki pemikiran yang berbeda-beda, begitu juga masalah hati, tidak ada yang bisa memaksanya.”

“Aku tidak ingin karena hubungan ini akan menghancurkan segalanya, milikmu juga milikku.”

“Kita akan menjaganya baby, suatu hari mereka juga akan tahu kebenarannya.”

“Jika soal itu, biar waktu yang menjawabnya.” Jawab Kyuhyun dengan senyum manisnya.

“Baiklah, apapun yang terbaik~” Siwon mengangkat tangan Kyuhyun dan mengecupnya. “Mulai hari ini kau akan makan siang, makan malam denganku, aku juga akan mengantar dan menjemputmu ke kantor.”

“Itu sama saja mengatakan pada dunia kita bersama, Siwon-ssi~”

“Aku akan mengatur semua jadwal antar jemput itu, namun untuk makan siang dan malam itu akan selalu ada diluar atau ditempat rahasia kita.”

“Kau benar-benar tidak ingin melepasku ya?”

“Sejak kau menjawab iya, detik itu juga kau milikku, baby~”

“Pabooya”

“Sekarang, ayo kerja~ makan siang menunggu kita.”

“Tentu saja~”

Dan keduanya pun melanjutkan kerja sama mereka sampai semuanya selesai dan Siwon benar-benar membawanya makan siang di restorant mewah yang ada di Seoul. Sebagai covernya, Siwon membawa sekretarisnya juga untuk membawakan file kerja seolah mereka sedang mendiskusikan pekerjaan.

**

Dan setelah hari itu, Kyuhyun dijemput Siwon setiap namja tampan itu ingin mendiskusikan pekerjaan mereka yang terjadi 4 dari 6 hari kerja yang ada. Setiap makan siang keduanya akan menghilang dari kantor dan menghabiskan waktu bersama ditempat rahasia Kyuhyun di atap.

Begitu juga dengan makan malam, Siwon akan menjemput Kyuhyun di kantor dengan alasan ada yang ingin dibicarakan. Tidak ingin membuat terlalu banyak kecurigaan, sesekali Siwon akan datang kekantor Kyuhyun tanpa ada yang melihatnya, bahkan ia rela mengganti mobilnya dua kali sehari hanya untuk tidak dikenali orang saat ingin bertemu dengan kekasihnya itu.

**

Dan sejak itu dimulailah cinta rahasia mereka yang tersembunyi dari semua mata dan dari seluruh dunia. Siwon dan Kyuhyun terlihat selalu tersenyum dengan bahagianya saat sengaja atau tidak sengaja mereka bertemu didalam sebuah rapat, atau acara perusahaan.

Keduanya akan saling berdekatan dan bergandengan tangan saat berjalan dan tidak ada yang melihatnya. Mereka akan saling berbagi cinta saat berada diruangan tertutup dan tidak ada yang mengetahuinya.

Siwon yang selalu dianggap akan bertunangan dengan yeoja-yeoja cantik relasi bisnisnya hanya bisa tertawa kecil saat semua itu hanya isapan jempol belaka, karena ia punya seseorang yang sudah mendapatkan hatinya.

Sementara Kyuhyun, walau sangat tidak rela melihat namja tampan kekasihnya berdekatan dengan yeoja-yeoja itu, tidak ada yang bisa ia lakukan karena hubungan mereka yang masih dirahasiakan.

Dan karena mereka tidak bisa terlihat bersama diluar pekerjaan, Kyuhyun menjadikan ruang atap dikantornya sebagai tempat untuk ia menghabiskan waktu bersama Siwon. Disana juga untuk pertama kalinya Siwon mendengarkan Kyuhyun bernyanyi dengan memainkan piano dan namja tampan itu pun tidak pernah puas untuk meminta namja cantik itu bernyanyi untuknya. Dan sebagai balasan Siwon akan memasakkan makan malam untuk mereka.

Tidak ada yang menghalangi kebahagiaan mereka berdua selama tiga tahun dalam rahasia yang mereka jaga dengan sangat baik. Sampai suatu hari hubungan yang sengaja diikat oleh pihak lain membuat mereka berpikir ulang, apa yang harus dilakukan pada cinta mereka?

End Of Flashback

**

Di akhir tahun ini perusahaan Siwon kembali mengadakan ajang perekrutan kerja sama dengan perusahaan yang baru berkembang, ajang yang mempertemukannya dengan jantung hati kekasihnya tercinta. Seperti biasa para tamu undangan sudah menempati tempat mereka dan menikmati acara itu.

Setelah pengumuman pemenang yang baru para tamu memilih untuk menikmati hidangan yang ada disana daripada pulang ke rumah mereka. Karena itu walau acara inti sudah selesai masih banyak tamu yang berada disana.

Seperti Kyuhyun yang masih berada disamping Siwon dan bersama beberapa kolega mereka berbincang-bincang yang tidak perlu. Kyuhyun yang masih saja tidak menyukai keramaian hanya bia menghela nafas setiap beberapa menit sekali.

“Para hadirin, untuk menambah indahnya malam ini, bagaimana kalau kita mendengarkan beberapa lagu?” Tanya MC malam itu dengan penuh semangat.

Semua orang langsung setuju untuk mendengarkan lagu dari penyanyi lokal yang sudah mereka undang. Namun ternyata salah satu staff disana tahu Kyuhyun dan memintanya untuk menyanyikan sebuah lagu.

“Aku tidak bisa.” Jawab Kyuhyun menolak.

“Ayolah tuan Cho, suaramu tidak boleh disembunyikan.” Ucap MC dengan wajah playfullnya.

“Pergilah, baby~” Bisik Siwon ditelinganya membuat Kyuhyun sedikit tersentak.

Namja cantik itu langsung berpaling melihat kesana kemari, siapa yang bisa mendengar perkataan Siwon. Namun sepertinya mereka terlalu antusias untuk mendengar suaranya hingga tanpa sadar membuat pipi Kyuhyun merona dengan hebatnya.

Tanpa bisa menolak lagi, Kyuhyun pun berjalan perlahan menuju panggung kecil yang ada disana. Pemain piano dan gitar yang akan mengiringinya langsung menganggukkan kepala mereka dengan sopan membuat Kyuhyun sedikit lega.

Setelah mencocokkan nada dan suaranya Kyuhyun pun berdiri didepan microfon yang ada disana sambil menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

Sambil menutup mata Kyuhyun pun memulai nada pertama dari lagu yang berjudul secret love song. Nada yang sangat rendah yang memerlukan teknik menyanyi yang hebat agar setiap kata-kata itu mendapatkan feel yang sesuai.

We keep behind closed doors,

Every time I see you, I die a little more

Stolen moments that we steal as the curtain falls,

It’ll never be enough~

Bait pertama terdengar sangat merdu ditelinga para tamu itu hingga mereka semua terdiam dan terpesona dengan wajah cantik yang begitu mendalami makna dari lagu tersebut. Namun hanya Siwon yang bisa merasakan makna lagu itu lebih dalam, karena ia tahu namja cantik kekasihnya itu sedang berbicara dengannya melalui nyanyian.

As you drive me to my house

I can’t stop these silent tears from rolling down

You and I both have to hide on the outside

Where I can’t be yours and you can’t be mine

But I know this~ we got a love that is homeless~

Why can’t I hold you in the street?

Why can’t I kiss you on the dancefloor?

I wish that it could be like that, why can’t it be like that?

‘Cause I’m yours~

Why can’t I say that I’m in love, I wanna shout it from the rooftop

I wish that it could be like that, why can’t it be like that?

‘Cause I’m yours~

Kyuhyun membuka matanya dan tatapan itu langsung tertuju pada namja tampan kekasihnya yang juga sedang melihatnya dengan tatapan seribu kata. Dan namja cantik melanjutkan lagu itu dengan penuh perasaan dan tatapan mata yang tidak pernah beralih dari Siwon, kekasihnya.

Dan seiring dengan bait kedua lagu itu dimulai, beberapa pasangan mulai bergerak menuju tengah hall dan mereka pun mulai berdansa mengikuti irama lembut yang terus mengalun itu.

It’s obvious you’re meant for me

Every piece of you, it just fits perfectly

Every second, every thought, I’m in so deep

But I’ll never show it on my face

But we know this~ We got a love that is homeless!

Semua pejabat besar disana memaksa Siwon untuk berdansa dengan Tiffany yang membuat namja tampan yang baik hati itu pun tidak bisa menolaknya.

Why can’t you hold me in the street?

Why can’t I kiss you on the dancefloor?

I wish that it could be like that, why can’t we be like that?

‘Cause I’m yours~

Kyuhyun menekan kata I’m yours saat melihat Siwon mulai berdansa dengan salah satu putri direktur perusahaan besar yang dikenal Kyuhyun, Hwang Corp. Tiffany Hwang. Yeoja cantik itu terlihat sangat bahagia saat berada dalam pelukan namja tampan yang dipuja semua orang itu, namun Kyuhyun bisa melihat wajah Siwon yang tidak bisa dibaca dan terus menatapnya.

Why can’t I say that I’m in love, I wanna shout it from the rooftop

I wish that it could be like that, why can’t we be like that?

‘Cause I’m yours~

I don’t wanna live love this way

I don’t wanna hide us away

I wonder if it ever will change

I’m living for that day, someday~

When you hold me on the street and you kiss me on the dancefloor

I wish that we could be like that, why can’t we be like that?

‘Cause I’m yours~ I’m yours~

Why can’t you hold you in the street?

Why can’t I kiss you on the dancefloor?

I wish that it could be like that, why can’t it be like that?

‘Cause I’m yours~

Why can’t I say that I’m in love, I wanna shout it from the rooftops

I wish that it could be like that, why can’t we be like that?

‘Cause I’m yours~

Why can’t we be like that?               

Wish we could be like that~

Semua yang ada disana bertepuk tangan dengan mulut terbuka karena tidak menyangka Kyuhyun memikili suara yang begitu indah. Mereka selalu melihatnya berlalu lalang dimana perusahaan mengadakan sebuah acara, Tapi namja cantik itu tidak pernah menampilkan suaranya pada acara itu sekalipun sebelumnya.

Kyuhyun hanya bisa tersenyum manis lalu membungkukkan badan dengan sopan pada semua tamu yang ada disana kemudian namja cantik itu buru-buru turun dari panggung dan setengah berlari menuju pintu belakang yang tidak banyak orang.

Siwon yang melihatnya sangat ingin mengejar kekasihnya itu namun ia memilih untuk memberikan sedikit jeda agar tidak ada yang curiga dengan kedekatan mereka. Begitu tidak ada lagi yang menaruh perhatian padanya atau pada Kyuhyun, Siwon langsung mengundurkan diri pada Tiffany dan para koleganya itu lalu segera menuju pintu belakang yang terdapat garasi mobil.

Namja tampan itu melihat kesana kemari mencari kyuhyun namun sosok tinggi dan ramping itu tidak terlihat dimanapun diantara mobil-mobil yang ada disana. Detik selanjutnya Siwon langsung berjalan tergesa-gesa menuju mobilnya yang ada disudut bangunan, seketika ia menghela nafas lega.

Kekasih cantik yang dicarinya ternyata sudah bertahta dikursi depan dengan tangan yang menopang kepalanya. Tanpa bersuara Siwon pun segera masuk dalam mobil dan menghidupkannya dengan cepat lalu segera pergi darisana.

Mobil berwarna biru metalik itu terus melintasi jalanan Kota Seoul yang sudah lebih lengang dari sebelumnya karena hari sudah menunjukkan tengah malam. Mobil mewah keluaran terbaru tahun 2016 yang dikenal dengan nama BMW M2 Cope, membelah kota Seoul dengan kecepatan yang bisa dibilang sangat lambat.

Walau sebenarnya mobil itu memiliki kecepatan yang bisa dikatakan seperti bisa menghilang dalam kegelapan malam. Tapi sia-sia saja jika pemiliknya tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri perjalanan mereka secepatnya.

Choi Siwon, namja tinggi dengan wajah rupawan dan tingkah laku yang mencerminkan seorang pangeran.

Jam 11 malam waktu Korea Selatan, namja tampan yang punya seribu kesibukan itu meninggalkan acara yang diadakan perusahaannya. Dan kini sedang dalam perjalanan pulang mengantar kekasihnya yang ada dikawasan perumahan elit dipinggiran kota Seoul.

“Baby…” Panggil Siwon ditengah perjalanan mereka. “Jangan menangis.” Ucapnya kemudian mengambil tangan putih nan tirus itu dan menggenggamnya dengan lembut.

“Why can’t we?” Tanya Kyuhyun dengan wajah sedihnya membuat hati Siwon hancur berantakan.

“Noo~ please~” Bisik Siwon menjalankan mobilnya lebih ke pinggir lalu berhenti disana.

“Aku ingin seluruh dunia tahu, aku milikmu, hyung~” Ucap Kyuhyun lagi dengan mata yang berkabut.

“Baby, hyung ingin melakukannya dari dulu, tapi kau selalu melarangnya.”

“Aku hanya tidak ingin kita menghancurkan segalanya, bahkan sampai sekarang appa dan harabeoji-mu tidak tahu apa-apa, bukan? Tapi sekarang…”

Siwon menggelengkan kepalanya dan menunduk sedih, melihat hal itu Kyuhyun kembali tidak bisa mengatakan apa-apa. Namja cantik itu hanya menghempaskan dirinya dijok mobil dan menutup mata menelan kesedihannya untuk kesekian kali.

Sejak awal hubungan mereka memang tidak akan diterima oranglain apalagi keluarga mereka, bahkan dunia juga tidak akan menyetujuinya. Tapi apa yang harus mereka lakukan saat rasa cinta itu semakin besar disetiap harinya tanpa bisa dicegah.

Dan akhirnya mereka memilih untuk menyembunyikan hubungan itu pada keluarga, didalam kedua perusahaan dan juga pada dunia. Tiga tahun sudah berlalu dan mereka menjalin cinta tanpa siapapun yang mengetahuinya kecuali Appa Cho dan Leeteuk, appa Kyuhyun sendiri yang menyadari perasaan mereka sejak awal.

“Aku sudah tidak tahan hyung, mereka selalu ingin menjodohkanmu dengan oranglain, apalagi yeoja itu.” Ucap Kyuhyun akhirnya setelah lama terdiam.

Siwon memikirkan yeoja yang berdansa dengannya tadi dan mengakui sudah sebulan ini appa Choi selalu mengajaknya dengan sengaja atau tidak agar mereka bisa bertemu dan Kyuhyun melihat semuanya.

Dengan perlahan Siwon menangkup pipi Kyuhyun dan membuat namja cantik itu berpaling melihatnya. “Aku tidak akan menyetujuinya, baby.” Jawab Siwon dengan sungguh-sungguh.

“Aku tahu, tapi mereka…”

“Jika mereka tidak setuju denganku, aku akan meninggalkan segalanya asal bisa bersamamu, kau hidupku.” Ucap Siwon lagi dengan mata yang berkilat penuh kejujuran.

Seketika airmata Kyuhyun turun dipipinya dan berhenti ditelapak tangan Siwon membuat namja tampan itu menggelengkan kepalanya dengan cepat. Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya dan memegang tangan Siwon yang ada dipipinya itu lalu menurunkannya ke dada.

“Aniyo, kau tidak bisa…” Ucapnya pelan.

“Aku akan mengatakan pada seluruh dunia, kau milikku.” Jawab Siwon.

“Hyung…andwae~”

“Aku juga sudah cukup bersabar, baby~ melihat airmata-mu hari ini, aku sudah tidak bisa menunggu lagi.”

“Hyung, don’t…”

“Tunggu saja baby, ayo kita pulang.” Ucap Siwon kemudian menghidupkan kembali mobilnya.

Dan mobil itu pun melaju selayaknya angin yang berhembus dengan kencang hingga menghilang dalam kegelapan. Keduanya sudah tidak tahu harus mengatakan apa lagi, hingga suasana hening pun begitu terasa.

Lebih dari 30 menit kemudian mobil itupun berhenti dipinggir jalan tepat didepan sebuah pagar besi yang menjulang tinggi dengan jerjak kecil yang memanjang keatas. Siwon tidak mematikan mobilnya itu namun dengan cepat turun dari depan dan berjalan melingkar ke pintu yang lain.

Dengan lembut namja tampan itu menarik pintu mobilnya dan Kyuhyun yang duduk tenang disampingnya itu pun menurunkan sebelah kakinya lalu keluar darisana dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca.

“Baby…” Ucap Siwon pelan.

“Sampai bertemu lagi, hyung.” Jawab namja itu tanpa melihat wajah Siwon.

“Pikirkan apa yang kukatakan tadi.”

“…..”

“Good nite, baby~ I love you.” Ucap Siwon dengan tulus lalu melihat kesekelilingnya dengan cepat kemudian ia pun sedikit menunduk sampai berdekatan dengan kekasihnya.

Siwon mengecup kening namja cantik itu dengan lembutnya sambil memejamkan mata dan Kyuhyun yang diam saja itu pun ikut memejamkan mata merasakan sentuhan hangat itu. Saat bibir Siwon menjauh, namja tinggi dan putih itu hanya menghela nafas pasrah dan mendengar suara halus dari mobil namja tampan itu yang sudah menjauh.

Dan namja tinggi dan putih itu pun melangkahkan kakinya masuk kedalam halaman rumahnya yang sangat besar. Tidak ada yang tahu selain dirinya, saat setetes cairan bening mengalir kembali dari sudut mata dan membasahi pipinya.

“Why can’t we?”

** TBC ***

Haiiii..sudah lama ya? kkk~

Ohh, maaf ya, lagunya tidak di artikan, tapi lagu itu benar-benar isi hati Kyuhyun untuk cerita ini.

sampai jumpa di lanjutannya…

Kalo tidak koment disini, lanjutannya tidak jadi update…ahahahahahaaha~ #ketawanista

Love you always my lovely readers~

Vie.