HeartString

*Vie Zurly Proudly Present*

“HEARTSTRING”

Sequel Heatbeat

**

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Kim Jaejong, Yonghwa, Jonghyun CNBLUE, Choi Minho.

Pairing : Wonkyu, Yunjae,

Genre : Romance, Flufly

Warning : BL, Alur dikejar singa.

Length : 1 Shoot

Summary : Ini cerita gara2 Ms. Moly(nae unnie) baca komik yakuza lagi, ada part kekasihnya hamil dan ayah si cowok yakuza reaksinya menggemaskan, makanya jadilah ff ini lagi. Saia memang sedikit stres..kkk.

** Continue reading

When The Love Is Growing 4

SPG COVER

Seven Princes Garden

Sequel 4

**

Ya ampuuuun~semingguan Vie mikir kenapa ff ini jalannya lambaaat, tidak mungkin update cuma 4ribu w, harus bagamana lagiii~tapi entah kenapa akhirnya tanpa diduga 7ribu words sampai jugaaaa.

Jangan tanyakan apa didalamnya, I don’t know n I don’t care, ahahahaha.

Tapi bacalah nee~ sebelum masalah-nya tiba…kkkk~

**

Seoul Hospital.

Terlihat dua namja tampan yang sedang berjalan terburu-buru memasuki loby rumah sakit dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran. Dua namja yang dikenal sebagai pemilik senior high school yang sangat terkenal di Seoul itu, KangIn dan Leeteuk.

Mereka berdua juga diketahui sebagai orangtua dari namja imut nan cantik bernama Choi Kyuhyun yang sudah menikah dan dikabarkan baru saja masuk ke rumah sakit itu karena muntah-muntah setelah memakan beberapa suap makanan di salah satu restorant china milik hyungnya.

“Dimana pasien yang bernama Choi Kyuhyun?” Tanya KangIn pada resepsionis yang ada disana.

“Tunggu sebentar.” Jawab yeoja cantik yang bertugas dimeja itu. “Dilantai dua kamar 203.” Ucapnya kemudian.

Seketika leeteuk berlari menghambur menuju lift rumah sakit bahkan tidak menunggu suaminya yang segera mengejar langkahnya yang begitu cepat itu. Sampai disana mereka segera mencari nomor kamar 203 yang tidaklah sulit karena didepan ruangan itu sudah berdiri beberapa namja yang mereka kenal.

“Siwon…” Panggil Leeteuk.

“Umma…” Siwon melihat mertuanya itu dengan wajah memelas diikuiti hyung Kyuhyun yang lain menganggukkan kepala mereka dengan sopan.

“Apa yang terjadi?”

“Gangguan pencernaan Umma, asam lambungnya kambuh.”

“Mwoo? Kenapa?”

“Mungkin karna makannya sering telat beberapa hari ini, dia belajar buat ujian masuk umma, mianhae.” Jawab Siwon dengan wajah sedih.

“Aigoo~ dia sudah pintar masih belajar seperti itu.”

“Dia tidak mendengarkanmu atau kau tidak menjaganya, Siwon?” Tanya KangIn membuat Siwon kehilangan kata-kata.

“Appa…”

“Yeobo! Kau tahu Kyunnie keras kepala, tidak mungkin Siwon tidak menjaganya.”

“Aku selalu menjaganya, appa~ tapi saat aku tidak bersamanya dia pasti mengabaikan semuanya.”

“Arraseo.” Ucap KangIn akhirnya.

“Siwonnie~ Kyunnie memanggilmu.” Ucap Ryeowook tiba-tiba dan melihat umma dan appa Kyuhyun. “Umma, appa.” Sapa Ryeowook.

“Ayo umma, appa…” Ajak Siwon dengan sopan.

Leeteuk dan KangIn menepuk pelan bahu Ryeowook dengan senyum menenangkan diwajah mereka membuat Ryeowook juga ikut tersenyum senang. Selanjutnya mereka berdua segera masuk dalam ruangan besar bernuansa biru itu dan menemukan ranjang dengan selimut putih disudutnya.

Siwon keluar sebelumnya karena menunggu orangtua Kyuhyun saat namja imut huswifenya itu tertidur dan Ryeowook yang menemaninya. Sejak dibawa kesana Kyuhyun memang sudah tidak sadarkan diri dan tertidur dengan obat yang diberikan dokternya.

“Apa dia sudah baik-baik saja?” Tanya KangIn dengan kening berkerut.

“Sudah appa, dokter bilang biarkan infusnya habis dan tenaganya kembali baru diizinkan pulang.” Ucap Siwon sambil mendekati Kyuhyun yang melihat kearah jendela. “Hey~” Panggil namja tampan itu.

Barulah Kyuhyun berpaling dan mendapati Siwon dengan senyum manisnya dan orangtuanya dengan wajah khawatir mereka. Mau tidak mau Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dan melihat suaminya dengan wajah memelas membuat Siwon tertawa kecil.

“Mereka harus tahu, baby.” Ucap Siwon mengerti tatapan itu.

“Apa? Dia tidak mau kami tahu? Mana boleh begitu!?!? Kenapa kau lakukan ini?” Leeteuk menatap putra kesayangannya itu tajam.

“Umma~” Pout Kyuhyun tidak terima.

“Tidak ada umma.”

“Appa~ jangan salahkan Siwonnie.”

“Mwoo??” KangIn menatap putranya itu tidak percaya.

“Aku tahu appa pasti menyalahkan Siwonnie.”

“Memang benar.” Jawab KangIn dengan wajah datarnya.

“Andwaaee!!” Seru Kyuhyun sambil menarik tangan Siwon dan memeluknya.

“Aigooo~” Leeteuk hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Bagaimana perasaanmu, hm?” Tanyanya kemudian.

“Baik umma, aku tidak apa-apa.”

“Umma kira kau hamil, baby~ begitu cepatnya.”

“MWOOO!??!?!” Mata Kyuhyun hampir keluar dari sarangnya begitu juga Siwon yang kehilangan kata-kata sesaat.

“Umma, jangan begitu.” Ucap Siwon akhirnya.

“Ya sudah, umma kembali ke sekolah, nanti umma kembali lagi.”

“Tidak apa umma, ada Siwonnie.”

“Lihat? Dia tidak perlu orangtuanya lagi.” Ucap KangIn dengan smirk yang tersembunyi.

“Appa~” Kening Kyuhyun berkerut.

“Kalian pasti sibuk disana, jangan khawatir.” Ucap Siwon kemudian.

“Baiklah, kami pergi dulu.” Ucap Leeteuk mengecup kening Kyuhyun dengan lembut.

KangIn juga melakukan hal yang sama membuat kedua pipi Kyuhyun merona dan bibir yang mengerucut karena merasa masih diperlakukan seperti anak kecil. Setelah mereka keluar pout itu masih tetap ada disana sampai membuat kening Siwon berkerut.

“Waeyo?”

“Kenapa keluar?” Tanya Kyuhyun.

“Hyung menunggu mereka, baby~”

“Disini juga bisa kan?”

“Aigoo~” Namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepala dan akhirnya ikut berbaring diranjang itu dan membawa huswife cantiknya itu dalam pelukan yang hangat. “Kenapa kau tidak mendengarkanku, hm?”

“Maksudnya?”

“Hyung menjagamu dengan sangat baik, tapi apa yang terjadi sekarang?”

“Ahh, aku hanya tidak ingin membuang waktu, hyung.”

“Makan itu tidak membuang waktu, tapi untuk kesehatanmu.”

“Tapi aku benar-benar ingin bisa diterima disana, bersamamu.”

“…..” Siwon tidak bisa membantah lagi.

“Aku ingin bersamamu, mianhae.”

“Sssst~ gwenchana, lain kali dengarkan hyung.”

“Mmm~” Gumam Kyuhyun sambil membenamkan wajahnya dalam dada Siwon.

Dan untuk beberapa menit kemudian mereka hanya diam menikmati keheningan dalam kehangatan mereka masing-masing sampai ketukan dipintu membuat Siwon membuka matanya dan menyuruh masuk siapapun yang ingin melihat Kyuhyun.

“Siwon…” Heechul masuk bersama hyung-hyungnya yang lain.

“Kami harus pulang nanti kami akan kembali.” Ucap Yesung dan diiyakan yang lainnya.

“Gwenchana hyung, pulanglah~ aku akan menjaga Kyuhyunnie.”

“Kalau ada apa-apa kabari kami.” Ucap Donghae.

“Ne, hati-hati hyung.”

“Magnae manja kami pulang dulu.” Ucap Heechul membuat Kyuhyun langsung berpaling melihatnya.

“Hyung!!”

“Wae?” Tanya Heechul tajam.

“Aku mau nasi goreng hankyung hyung.”

“Mwo!??! Minta suami-mu pergi kesana.”

“Andwaeyo!! Siwonnie tidak boleh pergi, hankyung hyung tidak datang, jadi…”

“Kau ingin semua hyung menjengukmu, begitu?” Tanya Ryeowook sangat mengerti.

Kyuhyun hanya menyunggingkan senyuman polos nan menggemaskan membuat semua namja tampan itu kehilangan kata-kata. Tanpa bisa membantah lagi akhirnya mereka semua meninggalkan rumah sakit dengan hati lega karena Kyuhyun baik-baik saja.

“Sampai kapan aku disini hyung?” Tanya Kyuhyun kemudian sambil melihat tetesan cairan infus yang masuk kedalam tubuhnya.

“Kalau tenagamu kembali, besok kita pulang.”

“Janji?”

“Yaksokhae~”

“Aku ngantuk, boleh tidur lagi?”

“Tentu saja boleh, my heart~” Ucap Siwon mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“Kau tidak akan pergi?”

“Hyung akan menemanimu disini.”

Dengan ucapan Siwon itu Kyuhyun pun memejamkan matanya dan semakin menyusupkan wajahnya pada leher Siwon dan tertidur disana. Tidak butuh waktu lama untuk namja cantik itu menuju alam mimpi dalam pelukan hangat suaminya itu hingga beberapa menit kemudian nafasnya kembali berhembus dengan tenang membuat Siwon tersenyum senang.

_

_

Keesokan harinya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun baru saja membuka matanya.

“Nee~” Jawab Siwon yang sudah rapi dan terlihat duduk dikursi disamping ranjang.

“Jam berapa?”

“Jam 09.07”

“Mwoo??”

“Tidurmu begitu pulas, semoga tenagamu sudah kembali, hm?”

“Mmm~” Gumam Kyuhyun sambil mencoba untuk duduk.

Dengan cepat Siwon membuatnya bersandar dikepala tempat tidur setelah meletakkan bantal sebagai penyangga punggung-nya.

“Aku merasa baikan.”

“Kau yakin?”

“Ne, aku ingin segera ke kampus.”

“Kalau begitu tinggallah sebentar lagi, setelah itu kita akan segera pulang dan kau kembali sehat baby.”

“Ta-tapi…”

“Jika tidak, hyung akan menahanmu di rumah sehari lagi.”

“Andwae!!”

“Soo~”

“Arraseo~” Kyuhyun tidak bisa membantah jika dia harus bertahan dirumah sehari lagi.

Dengan itu mereka pun menghabiskan waktu ditempat tidur dengan cairan infus Kyuhyun yang sudah diganti sampai kedua orang tua Kyuhyun kembali dan memberi nilai 100 untuk Siwon karena berhasil menahan Kyuhyun menghabiskan infus 1 botol lagi, seperti yang dikatakan dokter sebelumnya.

“Sekarang ayo sarapan dulu.” Ucap Siwon sambil membawa nampan berisi sarapan pagi dirumah sakit itu.

“Tidak ada yang lebih baik?” Tanya Kyuhyun begitu melihat bubur dan susu putih itu.

“Tidak untuk sekarang.”

“Hyung~” Bibir Kyuhyun mengerucut tidak terima.

“Ne~ baby~” Jawab Siwon tidak peduli.

“Ugh!!”

Tanpa bisa membantah Kyuhyun membuka mulutnya dan menerima suapan bubur itu dengan senyum manis Siwon sebagai pemanisnya. Dengan berbagai paksaan yang dilakukan Siwon akhirnya bubur itu pun habis tidak bersisa yang membuat Kyuhyun begitu kekenyangan.

Beberapa jam kemudian umma dan appa Kyuhyun pun tiba untuk menjenguk kesayangan mereka namun Kyuhyun segera mengusir keduanya karena mereka harus berada disekolah. Walau bagaimanapun Leeteuk memaksa untuk tinggal, Kyuhyun tetap mengatakan dia punya Siwon yang akan menjaganya.

“Dia terlalu mencintaimu, Siwonnie.” Ucap Leeteuk dengan wajah datarnya.

“Aku juga begitu, umma.”

“Tapi dia melupakan kami.”

“Tidak mungkin anak melupakan ibunya, umma.” Senyum Siwon menenangkannya.

“Dia benar yeobo~ sejak Kyunnie menikah semuanya menjadi tanggung jawab Siwon, kita hanya bisa mengamati dari dekat saja.”

“Arraseo~ kajja~”

“Jaga dia Siwon.” Ucap KangIn kemudian segera pergi darisana bersama huswifenya.

Tidak berapa lama kepergian mereka, beberapa hyung pun datang menjenguk kembali sesuai janji mereka kemarin. Kyuhyun langsung tersenyum bahagia melihat kedatangan mereka apalagi Heechul yang entah kenapa menjadi lebih dekat padanya.

Sejak ajaran-ajaran sesatnya yang menjadi lurus bagi Kyuhyun, namja imut nan menggemaskan itu seperti mencari-cari hyung-nya itu. Padahal bila dilihat hubungan mereka sejak pertama kali, Heechul hampir saja menjadi penghalang dan mengambil Siwon darinya.

Tapi dasarnya Heechul memang namja cantik yang baik hati dan sedikit banyak usil itu hingga akhirnya mereka menjadi dekat tanpa alasan.

“Hyung~ ayo bertanding denganku.” Ajak Kyuhyun begitu melihat hyung cantiknya masuk kedalam.

“Ini nasi goreng hannie-ku, dia tidak bisa datang.”

“Hankyung hyung pasti sibuk di café.”

“Karena itu aku tidak bisa lama-lama, ayo sekali tanding!!” Ucap Heechul langsung mengambil psp Kyuhyun dan bermain dengannya.

Hyung-hyung yang lain hanya menggelengkan kepala mereka kemudian langsung larut dalam obrolan mereka bersama di Sofa rumah sakit itu.

“Aku kira dia hamil, Siwonnie.” Bisik Donghae yang membuat mata Siwon langsung melebar.

“Jangan begitu hyung, tidak mungkin.” Bantah Siwon.

“Siapa tahu saja kan?” Hyukjae juga tidak mau kalah.

 “Jaman sekarang tidak ada yang tidak mungkin.” Ucap Yesung dengan wajah datarnya membuat mereka semua menatapnya. “Wae?”

“Dia namja hyung, jangan macam-macam, kalau pun iya, apa yang akan terjadi pada Kyunnie?”

“Sudah-sudah~ jangan pikirkan hal itu, sekarang dia baik-baik saja kan?” Ryeowook mencoba menengahi mereka.

“Ne, Wookie~ dia memang sudah boleh pulang.”

“Apa dia bisa ke kampus?”

“Itu yang diinginkannya.”

“Kalau begitu tidak ada yang perlu dikhawatirkan yang penting dia baik-baik saja kan?”

“Dokter mengatakan tidak perlu cemas, setelah istirahat dia boleh pulang.”

“Kalau begitu kami pulang dulu, kita ketemu di rumah, aku akan membantu menyiapkan keperluan Kyunnie.”

“Gomawo Ryeowookie~”

“Nee~ kajja hyung~” Ryeowook langsung menarik namjachingu-nya keluar darisana.

Begitu pula Donghae yang mendekati Kyuhyun lebih dulu dan berpamitan pada namja imut yang larut dalam gamenya bersama Heechul. “Kami pulang dulu, ne~ sampai jumpa di rumah.”

“Hoo~ nee~ gomawo sudah datang hyung~”

“Nee~”

“Aku juga ikut~” Ucap Heechul kemudian. “Kau main sendiri, magnae!!”

“Yah hyung!!”

“Hankyung sendirian, aku harus pulang.”

“Gwenchana hyung, kami juga akan segera pulang.” Ucap Siwon sambil menepuk-nepuk kepala Kyuhyun yang tidak terima ditinggal.

“Annyeong~” Ucap Heechul lalu melesat keluar ruangan itu.

Tinggallah Kyuhyun yang mengerucutkan bibirnya namun Siwon langsung mengecup bibir imut nan menggemaskan itu dengan cepat. Kemudian ikut naik keranjang itu dan berbaring lebih dulu disana membuat Kyuhyun langsung merebahkan dirinya dalam pelukan hangat itu.

Tanpa perlu dikatakan Kyuhyun menyusupkan wajahnya dalam ceruk leher Siwon dan membenamkan wajahnya disana.

“Hyung~” Panggilnya kemudian.

“Nee?”

“Hamil itu apa?”

“Mwooo??” Siwon tidak percaya Kyuhyun akan menanyakan itu padanya.

“Kenapa hyung bilang aku hamil?”

“Mmm, itu~ mmm~” ‘Kalian pabooo~’ Kutuk Siwon dalam hatinya.

“Hyung!!!” Panggil Kyuhyun lagi.

“N-ne?”

“Kenapa? Memangnya aku hamil? Lalu hamil itu apa?”

‘Oh my god~ dia benar-benar tidak tahu apa-apa?’ Tanya Siwon pada dirinya sendiri. ‘Umma~ apa yang kalian ajarkan pada babykyu?” Tanya Siwon lagi.

Sungguh ia tidak mengerti seberapa jauh kepolosan huswife imutnya itu dalam menjalani kehidupan yang tidak polos ini? Bagaimana hari-hari yang dilalui Kyuhyun selama ini sampai tidak mengetahui hal yang seperti itu.

Siwon paboo!!

Bukankah selama ini dia hidup dalam duniamu? Kau sendiri yang menjaganya agar tidak terlibat dan mengetahui apa yang tidak boleh diketahuinya. Bukankah dirinya juga yang menjaga kepolosan itu sampai tiba waktunya nanti?

“Baby…” Panggil Siwon setelah beberapa saat.

“Ne?”

“Namja dan Yeoja menikah lalu berhubungan kemudian si yeoja akan hamil atau mengandung dan akhirnya mereka punya baby.” Jelas Siwon seringkas dan sejelas-jelasnya.

“Hanya yeoja?” Tanya Kyuhyun.

“Ne?”

“Yang hamil yeoja saja?”

“Nee~ setiap yeoja itu istimewa dengan kelebihan itu, mereka bisa mengandung, melahirkan dan menjadi umma.”

“Seperti umma-ku yang di surga?”

“Nee~ seperti umma yang sudah melahirkanmu kedunia ini dan menjadi milikku, gomapseumnida eomma~” Ucap Siwon sungguh-sungguh membuat Kyuhyun langsung menatapnya.

“Terima kasih sudah membawamu ke dunia ini dan menjadi milikku, terima kasih umma.” Ulang Siwon sekali lagi.

Langsung saja Kyuhyun membenamkan wajah didadanya dan memeluknya dengan erat membuat Siwon kehilangan kata-kata karna pelukan yang keras dan tiba-tiba itu. “Saranghae Siwonnie.”

“Nado saranghae, my baby~”

“Berarti hanya yeoja saja ne~ namja tidak akan bisa.”

“Nee~ tidak bisa.”

“Hmm~” Gumam Kyuhyun sambil menyamankan tidurnya didalam pelukan hangat itu.

Siwon hanya bisa terdiam dan mencerna dengan baik penjelasannya tadi apakah benar atau salah agar Kyuhyun tidak keliru dalam menerima pengetahuan yang baru. Dalam kepala Siwon tekankan, mulai saat ini ia akan mengajarkan semua yang perlu diketahui Kyuhyun agar bisa bertahan didunia yang penuh dengan segala macam ini.

Jika tidak, namja imut dan polos itu akan hancur dengan sendirinya.

**

Setelah menghabiskan infusnya yang kedua Kyuhyun benar-benar meminta pulang secepatnya membuat Siwon tidak bisa menahannya lagi lebih lama. Dengan izin dokternya Siwon pun membawa Kyuhyun kembali ke rumah yang sudah ditunggu semua hyung disana dengan berbagai hidangan sudah tersedia dimeja makan rumah Siwon.

Hankyung sengaja membawa makanan dari café-nya karena sebelumnya Kyuhyun tidak sempat memakan semua makanannya karena sakit yang tiba-tiba. Dengan wajah berbinar Kyuhyun langsung menyantap makanan itu bersama para hyungnya yang sangat senang melihatnya sehat kembali.

“Jika dia tidak sakit, kita tidak bisa makan gratis, ne?” Ucap Hyukjae dengan wajah polosnya.

“Heechul hyung akan menyuruhmu untuk membayar semuanya.”

“Begitulah~”

Dan mereka pun menghabiskan waktu bersama disana sambil bercanda ria dan tertawa bersama bahkan sampai malam pun menjelang. Mereka yang rumahnya hanya dengan jalan kaki, langsung keluar dari rumah Siwon sambil terus bercanda membuat namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Baby~ ayo istirahat~ besok hari baru untukmu.”

“Neee~” Kyuhyun menyeret langkahnya menuju kamar mereka sementara Siwon masih memberi aba-aba pada maid mereka.

Setelah selesai barulah ia menyusul Kyuhyun yang sudah menghempaskan tubuhnya diranjang empuk mereka dan langsung terlelap detik itu juga. Tanpa bisa menahannya Siwon hanya tertawa kecil dan membaringkan Kyuhyun dengan benar di tempatnya.

Siwon berusaha membuka sweater Kyuhyun dan meninggalkan t-shirt saja tanpa membuat namja imut huswifenya itu terjaga. Setelah mengganti baju-nya sendiri barulah namja tampan itu ikut berbaring disana sambil menyelimuti Kyuhyun dengan baik.

Dalam beberapa menit ia sudah terlelap dengan Kyuhyun dalam pelukan hangatnya menuju mimpi yang indah.

Sampai keesokan harinya.

Kyuhyun terlihat sudah siap dengan penuh semangat menuju pengalaman baru dalam hidupnya sebagai seorang mahasiswa. Siwon yang melihat wajah polos yang berbinar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tidak bisa mengatakan apa-apa.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun tiba-tiba.

“Ne?”

“Nanti disana, jangan bilang kita sudah menikah ne?”

“Mwoo?? Kenapa?”

“Mereka pasti mengejek kita.”

“Ohh~ tidak mungkin, sebagian teman hyung memang sudah tahu sejak Senior High~”

“Mwoo??”

“Bukankah teman baru-mu nanti juga mereka yang di sekolah kita?”

“Mmm, nee~ tapi kan ada yang beda jurusan dan tidak tahu, jadi…”

“Mmm, ne, ne, ne, arraseo~ apapun untukmu.”

“Mmmm~ kajja~”

“Kajja~”

Dan pasangan perfect itu pun meninggalkan rumah mereka menuju salah satu kampus yang sudah terkenal di Seoul.  Siwon yang sudah lebih dulu menjadi mahasiswa disana akan sangat mudah bagi Kyuhyun mempelajari suasana baru yang ada disana.

“Kau tidak gugup, baby?” Tanya Siwon saat mereka sudah berhenti didepan gerbang kampus.

Perlahan Siwon memutar mobilnya memasuki halaman parkir luas yang ada disana, tidak ada yang tidak melihat mobil mewahnya yang sudah dikenal pemiliknya itu. Dan begitu ia turun semua mata memang sedang menatapnya penuh kekaguman sampai Kyuhyun gerah melihatnya.

“Aku bukan masuk TK, hyung!” Protes Kyuhyun dengan death glare-nya.

“Baiklah~” Siwon hanya tersenyum manis dan melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun.

Kemudian mereka pun sama-sama menuju ruang administrasi kampus tersebut untuk melihat semua yang diperlukan Kyuhyun. Setelah mendapatkan semua jadwal kuliah dan berkas lainnya, keduanya langsung pergi mencari hyung mereka yang lain.

Diluar ruangan Ryeowook terlihat berjalan dengan santai sambil melihat ponselnya dan Kyuhyun yang melihanya langsung tersenyum licik dan berdiri ditempatnya dengan kaki terulur ke depan. Saat namja imut itu tiba disana, langsung saja ia terjengkal kedepan dengan wajah shocknya.

“ashgjsnf@jnsuf#”

“Baby!!” Panggil Siwon dengan mata melebar.

“Ahahahaha~” Tawa Kyuhyun dengan keras melihat ekspresi wajah Ryeowook yang sangat berharga.

Namun yang dilakukan Ryeowook sangat diluar dugaan, namja imut itu langsung mendekati Kyuhyun sambil melompat hingga tangannya sampai dileher jenjang namja yang lebih tinggi darinya itu. Dengan geramnya Ryeowook memiting leher Kyuhyun diketiaknya sambil menjewer telinga dongsaeng jahil kesayangannya itu.

“Kalau jatuh tadi, aku bisa mati, Magnae eviiiil~” Geram Ryeowook sambil menggertakkan giginya.

“Hahaha~ lepaskan aku, Siwon hyung~” Panggil Kyuhyun dengan wajah meringis.

Siwon hanya bisa menghela nafas pasrah melihat keduanya dan beralih melihat tiga namja tampan yang sedang mendekati mereka. Ketiganya sudah melihat apa yang dilakukan Kyuhyun dan hanya bisa menggelengkan kepala saat magnae mereka memasang wajah memelas ingin dilepaskan.

“Kau sudah menikah Kyunnie~ kenapa masih seperti bocah?” Ucap Donghae tidak habis pikir.

“Hyung~” Jawab Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Lepaskan dia Ryeowookie.” Yesung menegahi membuat namja imut itu langsung melepas cekalannya.

Kyuhyun langsung berlari menghampiri Yesung dan memeluk hyungnya itu dari belakang dan memberikan senyum garing-nya pada Ryeowook.

“Dia memang usil hyung, coba tadi aku jatuh, habislah wajah tampanku ini.”

“Dasar evil~”

“Sudah-sudah, sana Wookie, ambil jadwalmu.” Ucap Yesung kemudian.

Namja imut itu hanya mengerucutkan bibirnya tidak terima namun segera berbalik menuju ruang administrasi dan meninggalkan namja-namja itu disana. Para namja itu sudah berjanji untuk bertemu di kantin dan makan siang bersama sebelum kuliah Siwon dan yang lainnya dimulai.

Hampir satu jam kemudian akhirnya mereka berpisah dan Kyuhyun kembali ke rumah bersama Ryeowook karena Siwon ada mata kuliah untuk dua jam ke depan.

Hari berikutnya pun tiba,

Hari baru di kampus pun dimulai bagi Kyuhyun dan Ryeowook, sebagian teman yang ada disana berasal dari Senior High School mereka dan sebagian lagi hanya wajah-wajah asing yang baru mereka lihat. Karena jurusan keduanya tidak sama, hanya beberapa mata kuliah yang bisa diikutinya bersama Ryeowook sedang yang lainnya hanya ada ia sendiri.

Disinilah pelajaran baru mencari teman akan dipelajari Kyuhyun, karena selama hidupnya namja cantik itu hanya dikelilingi oleh hyung dan Siwonnya. Mereka tidak pernah meninggalkannya sedetik pun apalagi bersama orang asing yang bahkan teman mereka satu kelas.

Kali ini, Kyuhyun harus memulai semuanya sendiri, mencari teman dan bergaul bersama teman-temannya yang lain.

“Kyuhyun, aku ada disampingmu~” Ucap salah satu teman high School-nya dulu.

Saat ini mereka akan masuk mata kuliah pertama kali dan Kyuhyun yang rajin selalu memilih bangku deretan paling depan.

“Ryeowookie tidak disini ya?” Tanya namja itu lagi.

“Tidak.” Kyuhyun menyunggingkan senyuman manisnya.

“Mulai sekarang, mohon bantuannya~” Ucap namja itu sambil menundukkan kepalanya dan dibalas Kyuhyun melakukan hal yang sama.

Dan mata kuliah pertama pun dimulai, Kyuhyun mengikutinya tanpa hambatan sampai dua jam pun berlalu tanpa terasa. Dosen yang mengajar mereka langsung keluar dari ruangan itu dan bertemu dengan namja tampan yang sudah sangat ia kenal.

“Siwon-sii..”

“Saem~” Balas Siwon dengan senyum manisnya.

Didalam ruangan, Kyuhyun langsung memicingkan matanya menatap suami tampannya itu sedang berbicara dengan yeoja cantik dosen mereka.

Begitu Siwon melihatnya Kyuhyun langsung berpaling melihat ke-arah lain dengan bibir yang dipoutkan. Namja tampan itu hanya bisa tertawa kecil dan langsung masuk kesana lalu berdiri didepan Kyuhyun dengan kepala yang dimiringkan.

“Baby…” Panggil Siwon dengan senyum manisnya.

“Apa yang kau lakukan hyung?”

“Chaegayo? Waeyo?” Tanya Siwon tidak tahu apa-apa.

“Jangan tersenyum seperti itu padanya.” Ucap Kyuhyun setengah berbisik sambil menggertakkan giginya.

Mata Siwon langsung melebar namun tidak bisa menyembunyikan senyum jenaka-nya melihat wajah sulking Kyuhyun yang menggemaskan. Huswife imutnya itu ternyata bisa cemburu juga, walau dia sendiri yang mengatakan tidak ada yang boleh tahu mereka sudah menikah.

“Dosen kita tersenyum baby, bagaimana mungkin hyung cemberut?”

“Tidak boleh!!”

“Tidak boleh apanya?”

“Tidak boleh senyum, pokoknya tidak boleh!!” Ucap Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Siwon.

Namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian berpaling melihat teman Kyuhyun yang Senior High dulu sedang melihatnya dengan senyum lebar mereka.

“Jangan menggodanya, Siwonnie~”

“Dia sangat menggemaskan nee??” Jawab Siwon langsung keluar mengikuti Kyuhyun.

Temannya yang sudah tahu itu hanya menggelengkan kepala mereka sementara yang tidak tahu hanya melihatnya tidak percaya. Berita yang mereka dengar bahwa senior tampan berlesung pipi itu sudah menikah dengan salah satu mahasiswa baru disana bukan hanya isapan jempol belaka.

Dan hari itu pun berlalu dengan ringannya, karena Kyuhyun berhasil beradaptasi dilingkungan barunya tanpa ada siapapun dari hyung-nya yang menemani disana.

Dan hari berikutnya pun Kyuhyun jalani dengan senyum di wajahnya, karena beberapa dari temannya disana sudah menjadi lebih dekat dan akrab saat bersamanya.

Siwon yang melihat perubahan itu hanya bisa mengawasi semua gerak-gerik huswife imutnya itu dari belakang. Walau sebenarnya Siwon sendiri yang lebih dulu mengenalkan sifat Kyuhyun pada teman kuliah huswifenya itu.

Dan hal itu membuat yang lain dan Kyuhyun sendiri lebih mudah mendekat dan saling mengetahui sifat masing-masing. “Kyu~ Siwon datang…” Ucap salah satu dari mereka begitu melihat ke pintu ruangan.

Disana Siwon baru saja menganggukkan kepalanya pada salah satu yeoja temannya sendiri yang satu ruangan. Tanpa sadar Kyuhyun langsung memicingkan matanya menatap yeoja itu penuh selidik kemudian segera berpaling menatap Siwon yang tersenyum jahil kepadanya.

“Tebar pesona!!” Gerutu Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Kau memang memesona~” Jawab Siwon mengacak rambutnya.

“Hyung!!” Seru Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya agar rambutnya rapi kembali.

“Ayo pergi~”

“Ke rumah?”

“Ke café, kita makan siang dulu, lalu pulang.”

“Mmm, kajja~”

“Kami pergi dulu nee~” Ucap Siwon pada yang lainnya.

Dan secara serentak mahasiswa yang ada disana menjawab sambil mengganggukkan kepala mereka, bahkan ada yang bersiul-siul girang mengiringi kepergian keduanya. Kyuhyun hanya bisa melayangkan death glarenya yang tidak pernah mempan membuat teman-nya itu tertawa dengan jahil.

Kyuhyun menikmati gelar barunya sebagai mahasiswa pertama kali itu dengan senang bersama suaminya yang memang dikenal seluruh kampus. Setiap selesai mengikuti kuliah, Siwon akan menjemputnya keluar dari ruangan dan mereka akan menghabiskan waktu di café bersama hyung yang lain jika tidak ada lagi mata kuliah.

Dan Kyuhyun akan menunggu disana sambil membaca buku atau bermain game jika Siwon, suaminya itu ada jam masuk.

Begitulah yang terjadi setiap harinya.

**

Dan setelah beberapa kali mengikuti mata kuliah umum, Kyuhyun bertemu dengan berbagai macam karakter pengajar mereka. Ada yang muda dan selalu tebar pesona, ada juga yang datar tanpa ekspresi dan hanya memberikan catatan saja.

Dan hari ini Kyuhyun bertemu dengan salah satu dosennya yang bernama Mr. Kim dan dikenal sebagai seonsaengnim Killer diantara yang lain. Karena sifat tegas dan kasarnya membuat namja paruh baya itu dikenal sebagai dosen killer yang selalu membunuh semangat mahasiswa-nya.

Banyak mahasiswa yang tidak berkutik jika sudah bertemu dengan mata kuliah yang dia pegang. Mengetahui hal itu, Kyuhyun pun tidak berniat mencari gara-gara dengan siapapun terlebih dengan namja itu.

“Hari ini kita baru pertama kali bertemu?” Tanya Dosen yang bernama Mr. Kim itu untuk pertama kalinya.

“Nde~” Jawab mereka semua.

“Sebelum kita mulai kuliah-nya ada beberapa peraturan yang harus kalian ikuti.”

“Ndee~” Jawab mereka serentak, namun tetap ada yang berbisik tidak setuju. “Memangnya kita anak kecil?”

“Jika kalian ingin ikut mata kuliah saya pertama-tama, dilarang bawa ponsel atau matikan selama kuliah berlangsung.”

“…….”

“Kedua, selama kuliah berlangsung kalian dilarang meminta izin keluar ruangan.”

“Ndee~”

“Dan yang ketiga, dilarang memakai perhiasan untuk para namja.”

“Mwooo~” Keluhan terdengar dari berbagai sudut, tempat duduk para namja.

Kyuhyun langsung menurunkan tangannya dan melihat wajah Dosennya dengan wajah datar kemudian berpaling ke arah lain. Beberapa teman-nya sudah melepas perhiasan apapun yang mereka pakai, juga mematikan handphone mereka.

Setelah itu, kuliah itu pun dimulai dengan tenang setelah Mr. Kim mengenalkan dirinya dengan singkat, padat dan jelas. Kyuhyun mengikuti-nya dengan hati berdebar karena sejak awal dia tidak berniat untuk melepas cincin putih yang ada dijari manisnya.

Sebisa mungkin namja imut itu ingin menyembunyikan hal itu dari dosennya yang sedang berjalan mengitari lorong-lorong ditengah mereka. Namun saat namja paruh baya itu tiba dibelakang Kyuhyun, suara dering hp yang sangat nyaring terdengar disana.

“Siapa itu? Keluar!” Ucap Mr. Kim tajam membuat mereka tersentak.

Dan perlahan salah satu namja yang iphone-nya berbunyi itu pun melangkah keluar dengan wajah lesu. Bukan maksudnya tidak mendengar, tapi memang ia lupa mematikannya.

“Camkan itu!!” Ucap namja paruh baya itu kemudian berjalan menuju kursinya didepan.

Jantung Kyuhyun yang hampir meledak itu pun mencoba melambat seiring dengan langkah dosen mereka yang menjauhinya. Namun sayang, saat namja paruh baya itu berbalik dan hendak duduk dikursi, tiba-tiba kilatan cahaya kecil menusuk matanya.

“Neo…” Ucapnya cepat.

Dan semua mata langsung beralih melihat Kyuhyun yang kini terpaku diam melihat wajah namja paruh baya itu mengeras. “Apa kau tidak mendengarku?” Tanya Mr. Kim kemudian.

“Mmm, i-itu…”

“Dilepas atau keluar.”

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Mworago? Kau ingin membantah?”

“Sa-saya tidak bisa melepas ini.”

“Apa? Kenapa? Kekecilan? Sudah melekat?”

“Bukan, saya tidak boleh melepas ini.”

“Kenapa? Saya bisa melepasnya sekarang.” Namja paruh baya itu langsung mendekati meja Kyuhyun yang memang ada dibarisan paling depan.

“Andwaee!!!” Kyuhyun langsung memeluk tangannya yang terdapat cincin itu membuat yang lain menatapnya tidak percaya.

Namun sebagian lagi mengetahui cincin apa yang dipakai Kyuhyun dan kenapa ia tidak mau melepasnya sekalipun.

“Jika kau tidak ingin keluar, maka lepaskan.”

“Saya tidak ingin keduanya, seonsaengnim.”

“Apa katamu?” Mr. Kim langsung berdiri disamping Kyuhyun yang menatapnya datar.

“Saeem~” Panggil yang lain tiba-tiba membuat Mr.Kim mengalihakan pandangannya dari Kyuhyun.

“Itu cincin sakral seonsaengnim.” Ucap namja yang lain.

“Sakral, apa maksud kalian?”

“Itu cincin kawinnya Seonsangnim anda tidak bisa melepasnya.”

“MWOOO???” Mata dosen mereka langsung melebar dan menatap Kyuhyun tidak percaya. “A-apa kau sudah menikah?”

Langsung saja pipi Kyuhyun merona dengan hebatnya mendengar pernyataan itu dan sebagian yang belum tahu disana juga ikut melihatnya penasaran.

“N-ne~” Angguk Kyuhyun akhirnya.

“Si-siapa istrimu? Dia ada disini?” Tanya dosen itu sambil melihat sekeliling ruangan pada yeoja-yeoja cantik disana.

“Tidak saem~ dia mahasiswa tingkat 2.” Celutuk salah satu teman Senior High Kyuhyun.

“Mwoo?? Ma-mahasiswa?” Tanya Mr. Kim lagi.

“Neee~ namja itu suaminya, bukan istrinya~”

Tanpa bertanya lagi dosen itu langsung berjalan menuju mejanya dengan wajah blank membuat yang lain tertawa kecil, melihatnya. Sementara Kyuhyun hanya bisa menundukkan kepalanya menahan rasa malu dan menyembunyikan pipinya yang merona sampai ketelinga.

“Selesai kuliah anda keruangan saya, Cho Kyuhyun-ssi.” Ucap namja paruh baya itu akhirnya.

“Choi~ saem~” Ucap sebagian mahasiswa itu dengan senyum simpul mereka.

Sementara Kyuhyun langsung mengangkat kepala dan menatap seonsaengnim-nya itu dengan mata melebar. Sedangkan yang lain kembali menatapnya dengan tawa kecil yang hampir tidak terdengar.

Dan debaran jantung Kyuhyun pun kembali berdetak tidak tenang memikirkan apa yang akan dilakukan dosennya itu. Walau bagaimana pun ia tidak bisa melepas cincin pernikahannya dengan Siwon, bahkan sejak Senior High dulu Kyuhyun tidak pernah melepasnya.

Sibuk memikirkan hal itu, Kyuhyun bahkan tidak sadar jam kuliah mereka sudah berakhir sampai teman disampingnya memanggil.

“Kau ditunggu Mr. Kim, Kyuhyun.” Ucap namja itu melihat ke pintu.

Dengan cepat Kyuhyun merapikan bukunya dimeja dan mengambil tasnya lalu segera keluar darisana mengikuti seonsangnim mereka. Dengan patuh ia mengikuti langkah dosen itu namun sesekali tetap melihat ke belakang mencari seseorang.

Setelah ia menjauh barulah seseorang itu tiba didepan ruang kuliahnya dengan senyum yang memesona.

“Siwon-ssi~” Sapa beberapa namja yang masih tinggal diruangan itu.

“Hai~ annyeong~ Kyuhyun eoddiso?” Tanya Siwon to the point.

“Mmmm kebetulan Seonsaengnim membawanya ke ruang dosen.”

“Mwooo?”

“Mr. Kim dosen killer, dan Kyuhyun-mu tidak mendengarnya, jadi…”

“Mwoo?? Tidak mungkin Kyunnie tidak mendengarnya.”

“Mr. Kim ingin cincin-nya dilepas dan Kyuhyun tid…heeeey~” Namja itu memanggil Siwon yang sudah berlari meninggalkannya padahal ia belum selesai bicara.

Siwon berlari dengan cepat menuju ruang dosen mereka yang ada disudut bangunan tinggi itu, karena Siwon sudah mengenal Mr. Kim lebih dulu membuatnya tidak sulit untuk mencari namja paruh baya yang paling disegani mahasiswa yang ada di kampus mereka.

Sementara itu Kyuhyun.

Sebagai anak baru ia tidak bisa membantah apalagi membangkang pada dosennya itu yang bahkan baru pertama kali ia temui. Dan nanti mereka akan terus bertemu selama satu semester untuk mata kuliah yang sudah diambil Kyuhyun. Tidak mungkin namja imut itu membuat masalah bahkan baru seminggu lebih ia masuk kuliah.

“Kenapa kau tidak mendengar peraturanku?” Tanya Mr. Kim tajam dengan cara bicara yang berbeda.

“Joesonghamnida, seonsaengnim~ bukan maksudnya seperti itu.” Ucap Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya.

“Lalu?”

“Ci-cincin ini tidak pernah saya lepakan.”

“Kenapa? Bukankah hanya dilepas, nanti bisa dipakai kembali.”

“Tapi ini lambang cinta suami saya yang tidak akan bisa dilepas dan dipakai kembali.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar.

“Tapi itu hanya sebuah cincin.”

“Apa bapak punya cincin? Dari istri bapak? Apa bapak mau melepasnya dan memakainya kembali?”

“Jika itu memang diperlukan.”

“Berarti hanya sebatas itu arti dari ikatan bapak dan istri bapak.” Ucap Kyuhyun polos dengan wajah datarnya.

“Aa-anda…”

“Permisi~ Mr. Kim.” Ucap seseorang tiba-tiba menghentikan ucapan Mr. Kim membuat keduanya melihat ke pintu yang sudah terbuka itu.

“Siwon-ssi?” Tanya Mr. Kim heran.

“Saya baru selesai satu mata kuliah dan mendengar anda menculik pengantin saya yang berharga.” Ucap Siwon dengan senyum menawan yang tidak bisa ditolak.

“Pe-pengantin?” Tanya Mr. Kim tidak percaya sambil melihat Siwon lalu berpaling melihat Kyuhyun.

“Nee~ dia pengantinku yang cantik.” Jawab Siwon lagi lalu duduk tepat disamping Kyuhyun yang masih menatapnya dengan mulut terbuka.

“H-hyung…”

“Ada apa baby? Gwenchana?” Tanya Siwon khawatir.

“A-aniyo, g-gwenchana…”

Siwon langsung berpaling melihat Mr. Kim dengan kepala yang dimiringkan dan wajah memelas. “Saaeem~ kenapa? Apa yang Kyuhyun lakukan?”

“A-ani~ di-dia hanya tidak ingin melepas cin-cincinnya.” Ucap Mr.Kim terjerat pesona Siwon.

“Ohh, jinjja?” Tanya Siwon pada Kyuhyun.

Kyuhyun langsung menutup tangannya dengan tangan yang lain untuk menyembunyikan cincin yang ada dijari manisnya. Tanpa sadar matanya pun menerawang pada tangan Siwon dan mendapati pasangan cincin yang terlihat berkilau itu ada dijari manis suaminya.

“Saeeem~” Panggil Siwon kemudian.

“N-ne?”

“Berikan pengecualian untuk kami, dia benar-benar istriku, lihat.” Ucap Siwon langsung menyodorkan tangannya dan menampakkan cincin dijari manisnya. “Anda tidak bisa menyuruh kami membuka ikatan kami kan?”

“I-itu…”

“Walau ini hanya sebuah cincin, tapi usahaku untuk menyematkan ikatan ini dijarinya sangatlah sulit, butuh waktu bertahun-tahun sampai kami bisa seperti sekarang, bisa anda bayangkan perjuangan itu, seonsaengnim?

“Bi-bisa…a-arraseo~” Ucap Mr. Kim cepat.

“Jadi?”

“Pe-pengecualian.”

“Dan kami boleh pergi?”

“Silahkan~”

“Gomapseumnida Seonsaengnim~” Siwon langsung menundukkan badannya sopan dan menggandeng tangan Kyuhyun dengan cepat.

Namja imut yang kehilangan kata-kata itu pun berdiri dengan gugup dan melakukan yang sudah dilakukan Siwon tanpa bisa mengucapkan apa-apa. Lalu keduanya segera keluar dari sana meninggalkan dosen mereka yang harus menyapu keringat dingin yang keluar didahinya.

“Tidak ada yang bisa menolak seorang Choi.” Gumam Mr. Kim dengan kening berkerut.

**

“Hyung~ kau curang~” Ucap Kyuhyun saat mereka berjalan menuju kantin utama.

“Curang kenapa baby?” Tanya Siwon sambil memegang pinggang Kyuhyun saat mereka menuruni tangga.

“Jangan gunakan kekuasaanmu.”

“Ohh, tidak mungkin, Mr. Kim tidak ada hubungannya dengan perusahaan kita, atau appa.”

“Lalu kenapa dia langsung setuju?”

“Mungkin karna dia sudah mengenalku?”

“Narsis!!”

“Ahahaha, benar baby~ tidak ada dosen yang tidak mengenal Choi Siwon, tapi hanya beberapa dosen yang tahu bahwa namja tampan ini sudah memiliki pengantin.”

“Jangan panggil aku pengantin!!”

“Lho kenapa? Kan benar~”

“Itu sudah lama, kita menikah.”

“Sampai berapa lamapun~ kau tetap pengantinku.”

“Hyung!!!”

“Aigooo~ pipi-mu sungguh memesona~” Ucap Siwon mengalihkan pembicaraan.

Dan pipi Kyuhyun yang sudah merona langsung memerah sampai ketelinganya membuat Siwon hanya bisa menikmati keindahan cinta dalam hidupnya itu dengan puas. Bahkan hyung yang mendekati mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat pasangan bodoh yang selalu lengket itu.

“Kalian masih seperti pengantin baru, eoh?” Ucap Hyukjae dengan smirknya yang menjengkelkan Kyuhyun.

“Shut upa, hyung!!” Ucap Kyuhyun tajam.

“Dia memang tidak bisa manis-manisnya dengan kami.” Ucap Heechul tiba-tiba ada disana.

“Hyung!! Untuk apa kau disini?”

“Aku ingin melihatmu masuk kuliah, apa kau diganggu anak lain.” Ucap Heechul polos.

Kyuhyun langsung memutar bola matanya namun tersenyum kemudian saat Heechul melingkarkan lengan di lehernya dengan gemas.

“Kalian masih ada kuliah?” Tanya Donghae.

“Aku masih hyung, jadi tidak bisa ikut kalian.” Jawab Ryeowook.

“Kita bertiga dan Kyuhyun.” Ucap Yesung.

“Aku harus ke kantor, Appa menyuruhku kembali.” Ucap Siwon dengan wajah menyesal.

Memang sejak sebelum Menikah, ia sudah jarang menggantikan appa-nya di kantor karena appa Choi ingin memberikan waktu lebih banyak untuk putra dan menantunya itu. Bahkan sampai masuk kuliah tahun pertama Siwon harus focus pada kuliah-nya saja baru nanti ia bisa kembali bekerja.

“Kami mengerti, pergilah.” Ucap Donghae.

“Hyung, bukan kau yang seharusnya mengucapkan itu.” Jawab Ryeowook dengan wajah polosnya.

“Aku mewakili perasaan si baby.” Ucap Donghae tidak mau kalah.

Kyuhyun yang tidak peduli ucapan mereka hanya melihat tangannya yang digenggam oleh Siwon dengan lembut. Dalam hati ia ingin suaminya ada disana atau kemanapun mereka akan pergi, tapi selama ini Appa Choi sudah memberikan waktu yang sangat banyak untuk mereka berdua.

“Bilang saja kalau kau tidak ingin dia pergi.” Ucap Heechul bahkan tanpa melihat Kyuhyun.

“Baby…”

“Aniyo~ gwenchana~ pergilah.” Ucap Kyuhyun cepat.

“Mianhae~ hyung ada meeting pertama hari ini, tidak mungkin hyung tidak hadir.”

“Arraseo~ aku akan bersama mereka, jangan khawatir.”

“Baiklah, hyung~ jaga pengantinku, ne?”

“Neeee~”

Siwon langsung memeluk Kyuhyun dengan lembut dan terdiam menikmati kehangatan itu sambil memejamkan mata setelah beberapa saat barulah ia melepasnya lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang. Kemudian namja tampan itu langsung melesat keluar dari gedung menuju lapangan parkir dimana audy putihnya sedang menunggu.

Kyuhyun hanya melihat saat mobil itu keluar gerbang kampus lalu mengikuti hyung-hyungnya yang sudah berjalan menuju mobil mereka dalam diam. Heechul yang memang benar datang karena ingin melihatnya sekaligus karena Siwon yang memanggilnya hanya bisa menghela nafas pasrah melihat dongsaengnya itu.

Namja cantik itu sedang bersantai ria di café-nya saat sms Siwon mengatakan untuk menjemput Kyuhyun dari kampus karena ia harus ke kantor secepatnya. Walau menggerutu selama dalam perjalanannya tapi Heechul tidak pernah bisa menolak Siwon untuk menjaga Kyuhyun karena walau tidak disebutkan, tapi campur tangan Siwon pada Appa-nya bisa membuatnya hidup tenang bersama hankyung.

‘Jika balas budi saja, kau tidak akan menurut begitu Chulie~” Suara hankyung terngiang di kepalanya. “Tapi karena kau sangat mencintai magnae kita~’

“Aiiishh!!!” Gerutunya tiba-tiba membuat Kyuhyun yang duduk diam langsung melihatnya. “Waeyo?” Tanya Heechul tajam.

“Ani~” Jawab Kyuhyun kembali menatap keluar jendela.

“Bilang saja terus terang apa yang kau rasakan, agar orang lain tahu dan bisa mengerti dirimu, arraseo~” Ucap Heechul kembali focus pada jalan didepannya.

“Tidak mungkin.”

“Kenapa?”

“Karna itu Siwon hyung.”

“Tanpa berpikir dia akan melakukan apapun yang kau katakan.”

“Nee~”

“Tapi sesekali tetap katakan semuanya arrachi, magnae~”

“Arraseo nenek sihir.”

“Yahh!!!”

“Nanti main game bersamaku.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba serius.

“Kau akan kalah.”

“Your wish~” Smirk Kyuhyun yang menjengkelkan pun terpatri bibir peach yang menawan itu.

Dalam diam-nya Heechul menghela nafas lega menyadari mood magnae-nya itu perlahan membaik sejak kepergian Siwon beberapa menit yang lalu. Dan berharap saja mood itu akan terus membaik sampai Siwon kembali nanti atau jika tidak mereka akan duduk dibawah langit mendung seharian nanti.

Dan benar saja mood it uterus membaik sampai dua jam ke depan karena begitu sampai di café Heechul langsung membawa Kyuhyun ke ruangan mereka berkumpul dan mendapati seperangkat play station lengkap dengan berbagai kaset game terbaru.

Kyuhyun langsung meminta Heechul untuk melawannya selama lima putaran, namun tidak satu pun kemenangan didapatkan hyung cantiknya itu. Setelahnya Kyuhyun meminta semua hyungnya bergiliran bertanding dengannya sementara yang lain menjadi pelayan café tampan disana.

“Hyung~ dia benar-benar tidak hamil kan?” Tanya Hyukjae tiba-tiba saat Donghae masih menemani Kyuhyun bermain.

“Kenapa kau berpikir begitu?”

“Gejalanya sama.”

“Mual-mual?”

“Nee”

“Masuk angin juga mual-mual paboo~” Heechul langsung menjitak dongsaengnya itu. “Lagipula dia itu namja, bagaimana mungkin?”

“Hmm~ benar juga.”

“Sekarang giliranmu kan?” Tanya Heechul saat Donghae sudah keluar dari ruangan mereka.

“Dia off~ dapat pesan dari suaminya.” Jawab Donghae dengan wajah polosnya.

“Syukurlah, kajja~” Hyukjae langsung menarik namjachingu-nya menuju salah satu sudut café.

Mereka akan beristirahat disana, dimana tempat yang begitu nyaman dengan air terjun yang mengalir ke bawah kolam ikan yang ada dilantai dan menimbulkan bunyi gemericik yang sangat khas.

“Inilah syurga kita~” Seru Hyukjae langsung menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang ada disana.

“Tapi kalian harus bayar mahal!!” Ucap Heechul dengan death glarenya.

“Golden card Siwon masih ada hyung~” Jawab Donghae tidak peduli membuat Heechul menggertakkan giginya.

Sementara itu Kyuhyun sudah berbaring dengan kaki yang diluruskan keduanya dan tangan sibuk mengetikkan sesuatu di kotak pesan hp-nya. Wajah imutnya pun berbinar makin menggemaskan saat membaca kata-kata gombal Siwon seperti biasanya.

~Hyung baru selesai meeting makanya baru sms, mianhae my love~

“Mmm, gwenchana~”

~I miss you sooo~

“Miss you too~” Bibir imut Kyuhyun langsung mengerucut mengatakan kesungguhan kata-katanya.

~Jangan merajuk pada hyungs, kasihan mereka.~

“Tentu saja tidak!!”

~Ahahaha, hyung tahu.~

“Kapan kau pulang hyung?”

~Karna tidak ada lagi mata kuliah, hyung akan sampai sore disini~

“……” Kyuhyun tidak membalas lagi, hanya menatap layar hp-nya yang penuh pesan Siwon.

~Baby??~ Pesan Siwon datang lagi.

“Aku tidak mau!” Protes Kyuhyun akhirnya.

~Tidak mau apanya?~

“Pulang sore, itu sangat lama, aku tidak mau, hyung~”

Siwon membaca pesan yang snagat jujur itu seketika hatinya bergejolak senang ingin rasanya langsung memeluk namja imut huswifenya itu, namun apa daya tangan tak sampai karena mereka terpisah jauhnya jarak.

~My baby~

“Hyung~” Panggil Kyuhyun di pesannya berasa Siwon bisa mendengar suara namja cantik itu.

~Jika kesini kau juga akan bosan baby~

“Tidak akan, aku bersamamu~” Wajah memelas Kyuhyun hanya bisa dilihat hyung-hyungnya yang disana karena sejak tadi mereka menyaksikan drama live yang hanya berupa ekspresi saja.

Ya, mereka sangat menikmati wajah imut nan menggemaskan itu berubah-ubah setiap pesan dari Siwon masuk ke hp Kyuhyun.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun lagi.

~Baiklah, kemarilah, kita akan pulang bersama nanti.~

“Yihaaaaa~” Teriak Kyuhyun langsung berdiri dan melesat keluar dari ruangan itu tanpa melihat hyungnya ada disana sedang melihatnya.

“Heeey~ baby~” Panggil Donghae.

“Aku ke kantor Siwon hyung, bye-bye~” Jawab Kyuhyun langsung berlari meninggalkan mereka disana.

Enam namja tampan menatapnya dengan mata melebar dan mulu terbuka termasuk Ryeowook yang baru saja tiba disana bergabung bersama mereka.

“Sejak kapan mereka tidak bisa dipisahkan?” Tanya Yesung setelah beberapa saat.

“Sejak dulu, sebelumnya~ aha-ha-ha-ha.” Jawab Hyukjae dengan tawa garingnya kemudian segera berlari mengejar Kyuhyun. “Apa kata Siwon jika dia pergi sendiri???” Tanya Hyukjae.

“Mwoooo???” Donghae ikut berlari menyusulnya dan buru-buru keluar dari café itu menuju mobil mereka.

Tanpa mengatakan apa-apa Hyukjae langsung menghidupkan mobilnya dan Donghae juga masuk disampingnya. Kemudian mereka segera menyusul Kyuhyun yang sudah keluar gerbang mencari taksi.

Bahkan sebelum taksi berhenti tepat didepannya Kyuhyun sudah lebih dulu masuk dalam mobil yang membuatnya tersentak kaget. Begitu menyadari dua hyung yang menculiknya namja imut itu langsung melayangkan death glarenya melalui spion depan.

“Kami tidak mau dipecat.” Ucap Hyukjae tanpa melihatnya.

“Memangnya kalian apanya??”

“Tentu saja…asistennyaaa~” Jawab Donghae dan Hyukjae bersamaan membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

Selanjutnya mereka sama-sama terdiam menikmati kesunyian sampai mereka tiba didepan gedung perusahaan Siwon yang berdiri megah di tengah kota Seoul.

Begitu sampai Kyuhyun langsung turun dari mobil dan menunggu kedua hyungnya untuk pergi bersama. Tapi Hyukjae hanya menurunkan kaca mobilnya agar bisa melihat Kyuhyun bersama Donghae.

“Sampai disini baby~”

“Mwooo??” Kyuhyun melihatnya tidak mengerti.

“Take care~” Ucap Donghae kemudian.

Lalu mobil itu pun kembali melaju meninggalkannya sendirian disana namun ucapan trima kasih dan senyuman manis terukir dibibir-nya tanpa bisa dilihat kedua hyung tampannya itu.

Setelahnya Kyuhyun segera memasuki loby perusahaan itu dan hanya melihat resepsionis disana sambil terus berjalan menuju lift gedung itu. Walau begitu beberapa yeoja resepsionis itu langsung tersenyum ramah dan menundukkan kepalanya sekilas.

Kyuhyun langsung menundukkan kepalanya cepat dan segera masuk dalam lift dengan pipi yang semakin merona. Walau ia tidak tahu, tapi karyawan disana sedang membicarakannya dengan senyum dikulum mereka.

Tidak berapa lama lift itu pun membawanya pada lantai terakhir dimana direktur perusahaan itu bertahta, dan begitu sampai disana Kyuhyun langsung membuka pintu itu yang bertuliskan direktur utama ditengahnya.

“Baby~” Siwon langsung berdiri dari kursinya menyambut huswife imutnya itu.

Kyuhyun yang melihat senyuman menawan itu langsung berlari menghambur dan menghempaskan tubuhnya dalam pelukan Siwon. Dengan lengan melingkar dibelakang leher namja tampan suaminya itu Kyuhyun membenamkan wajahnya dileher jenjang itu.

“I miss you so much~” Ucap Siwon mengatakan isi hati Kyuhyun yang juga merasakan hal yang sama.

“Miss you too~”

Kyuhyun semakin merasakan perasaannya yang berlimpah untuk Siwon semenjak mereka bersatu dalam cinta di pulau Jeju sebelumnya. Rasa cinta yang tidak pernah ia tahu ada dihatinya kini keluar sepenuhnya hingga tidak bisa diungkapkan.

Karena itu ia hanya bisa mengatakannya lewat perbuatan seperti sekarang ini, Kyuhyun merasa tidak bisa lagi berada jauh dari suami tampannya itu walau hanya sekejap.

“Kau sibuk, hyung?” Ucap Kyuhyun setengah berbisik.

“Ada beberapa dokument yang harus diperiksa.”

“Mmm~ aku akan menemanimu.”

“Baiklah, kajja~”

Siwon langsung membawa namja imut itu menuju kursi kebesarannya dan memintanya duduk disana, sementara ia sendiri menarik kursi untuk tamu didepan meja dan merapatkannya dengan kursi yang diduduki Kyuhyun.

“Kalau bosan bilang saja ne, hyung akan menemanimu.”

“Neee~”

Siwon tersenyum manis dan langsung membuka dokumen penting yang sudah disiapkan managernya. Kyuhyun hanya melihat sebentar lalu segera mengambil PSP-nya dan memainkannya disana. Keduanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing sampai satu jam ke depan.

Kyuhyun yang sudah bosan langsung mendekati Siwon dan menyandarkan wajahnya dilengan namja tampan yang masih setia membaca itu. Siwon yang merasakan kepalanya langsung tersenyum dan mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“Bosan ne~”

“Mmmm~”

“Sebentar lagi ne~”

Siwon kembali membaca dan menandatangani beberapa file tersebut dan membacanya kembali. Sejak kepergiannya memang tidak ada yang mengambil alih apapun yang ada disana. Karena Appa Choi tidak ingin mencampurkan tangannya pada bisnis yang sudah ia serahkan sepenuhnya pada putranya itu.

“Ohh, dengan siapa kesini, baby?” Tanya Siwon memulai pembicaraan.

Kyuhyun yang membalikkan kepalanya kesana kemari seperti anak kucing hanya menjawabnya sekilas. “Eunhae.”

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat rambut coklat keemasan itu bergerak-gerak disampingnya. Namun tidak ada yang bisa ia lakukan karena pekerjaannya kali ini benar-benar harus diselesaikan.

“Bagaimana kuliah hari ini?”

“Mmmm~”

“Aigooo~ kau ngantuk, baby?”

“Mmmm~” Gumam Kyuhyun dengan mata terpejam.

“Sebentar ne~”

Siwon memeriksa file-file itu dengan buru-buru namun tetap menjaga tangannya tidak terangkat karena kepala Kyuhyun masih bertahta disana. Ia hanya bisa menggunakan sebelah tangannya untuk membuka file namun tidak bisa untuk tanda tangan. Saat ia ingin mengatakannya pada Kyuhyun, kepala namja imut itu malah terbenam disana dengan nafas yang teratur.

“Omoo~” Mata Siwon melebar tidak percaya.

Dengan cepat ia menahan kepala Kyuhyun dan mendudukkannya dengan benar, kemudian Siwon pun segera mengangkat tubuh yang ringan itu menuju Sofa lalu membaringkannya disana. “Mianhae, baby~” Bisiknya pelan.

Siwon mengecup kening Kyuhyun dengan lembut lalu beranjak ingin kembali pada pekerjaannya yang masih ada tiba-tiba ia mendengar suara pintu ruangannya diketuk dari luar.

“Masuk.” Ucap Siwon.

Namja tinggi berparas tampan dengan kacamata tipis bertengger diwajahnya masuk dengan beberapa file ditangannya. Ia langsung menundukkan wajahnya sekilas dan berpaling melihat Kyuhyun yang tertidur dengan nyamannya di Sofa.

Namja tampan yang merupakan manager perusahaan Siwon itu lupa memalingkan wajahnya saat melihat wajah Kyuhyun hingga Siwon harus memanggilnya. “Apa yang kau lihat, Min Seok-ssi?” Tanya Siwon datar.

“Ahh, Josonghamnida~” Ucap namja itu buru-buru berpaling melihat Siwon.

“Ada apa?”

“Ohh, ini file calon sekretaris yang anda minta.” Ucap Min Seok menyerahkan 10 file calon sekretaris untuk Siwon.

“Ohh, baiklah, apa ada yang memenuhi syarat?”

“Nomor file 2, 3, 7, 4, 8 sangat memenuhi syarat sajangnim.”

“Saya hanya perlu satu.”

“Kalau begitu nomor 3 sangat cocok dengan anda.”

“Mwo?”

“Cantik, tinggi, langsing, pintar dan bisa segalanya.”

“Mmm, bisa dipertimbangkan, silahkan keluar.”

“Permisi.”

Namja tampan itu langsung keluar dari sana setelah melihat Kyuhyun sekilas yang membuat Siwon hampir memanggilnya kembali namun diurungkannya. Setelah kepergiannya, Siwon mulai melihat-lihat profil calon sekretarisnya yang dikatakan Min Seok.

Tanpa melihat gerakan kecil yang dilakukan Kyuhyun hingga namja imut itu tiba-tiba saja sudah berdiri disamping Siwon tanpa ia sadari.

“Apa kau ingin sekretaris?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, aku per…”

“Mwoo?? Baby!??!” Siwon tersentak dengan mata melebar.

“Yo~” Wajah datar Kyuhyun menampakkan aura yang tidak senang.

“A-apa tidurmu nyenyak?” Tanya Siwon salah tingkah.

Kyuhyun hanya melihat profil sekretaris baru Siwon yang menampakkan foto yeoja cantik itu full badan membuatnya seketika mengerutkan kening tidak terima.

“Kau ingin Yeoja itu?” Tanya-nya tiba-tiba.

“Bukan ingin baby, hyung memang tidak punya sekretaris, yang dulu dibawa appa ke perusahaannya.

“Lalu kau ingin merekrutnya.”

“Jika memenuhi syarat, ne, salah satunya akan diterima.

“Ani, andwaee!!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Ta-tapi baby…hyung perlu untuk meringankan pekerjaan disini.”

“Tidak perlu!!”

“Ke-kenapa?”

“Aku yang jadi sekretarisnya.”

“Mwooo??”

Tbc…

Kkkk~ apa ini~ si baby macam-macam saja ne~ malas edit, ngantuk sangaaaat -_-zzzzzzz

Kita msih bermanis-manis di chap ini, sebelum masuk chap pahitnya dan puncak masalah di sequel ini.

Sampai chap itu tiba~ stay beside me, right?

Love you always My Lovely Readers~

With Love

Vie.