Love Of Pureblood 11

“FINAL CHAPTER”

Hai-hai My Lovely Readers~ ketemu lagi setelah 10 hari..kkkk~ Vie sengaja siapin yang ini, karna ini yaa..terakhir.

Terima kasih untuk yang selalu ada disini, yg selalu bisa buat Vie bahagia, tertawa. Terima kasih, selalu setia sama ff ini dari awal sampai terakhir. Hanya terima kasih yg bisa vie ucapkan.

Jika ada kekurangan atau kelebihan, ini sudah komplit isinya tidak bisa ditambah apalagi dikurang. Ff ini hanya seperti ini. Vie takut jika diteruskan akan menyerupai ff lain, atau bahkan bisa mirip dengan salah sat film vampire favorite Vie.

Jika lama2, Vie takut akan belok kesana, jadi pas momentnya, Vie akhiri disini saja. Semoga kalian berkenan.

Selamat membaca.

**

Dan tiba-tiba seseorang lewat dengan tidak sengaja menabrak bahunya membuat Kyuhyun tersentak. Namun saat ia berpaling melihat orang itu, suara teriakan memenuhi telinganya.

“Waeyo?” Tanyanya.

“Baby…” Suara Siwon terdengar dan Kyuhyun langsung melihatnya.

Wajah namja tampan itu seperti melihat hantu yang mengerikan sedang memegang Kyuhyun. Bahkan beberapa kembang gula yang ada ditangannya jatuh ke tanah.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun.

Namja manis itu merasa sesuatu membasahi bajunya dan ia pun menunduk untuk melihat. Baju peachnya terkena cairan darah merah dan sedang mengalir keluar. Barulah Kyuhyun sadar bahwa ia sedang terluka.

“Akhh, hyunng..” Rintihnya.

Tangan Kyuhyun perlahan meraba perutnya tempat darah itu keluar dan luka sebesar pisau terdapat disana. “A-aa-aandwae!!” Ucapnya. “My baby…”

Tiba-tiba saja ia merasa dunianya gelap seketika dan tubuhnya pun merosot jatuh ketanah. Namun sebelum itu terjadi, Siwon sudah melesat dan memanggilnya dengan suara lantang.

“CHOI KYUHYUN!!!!”

Siwon menahan tubuh Kyuhyun dengan cepat sampai ia juga terduduk ditanah dan Kyuhyun dipangkuannya. “Aa-andwae, baby…my baby~” Panggil Siwon.

“H-hhyung…nnn,s-sakit~” Rintih Kyuhyun.

“Apa yang terjadi, baby? Siapa? Siapa dia? Brengsek!! Hyuuuuuung!!!” Panggil Siwon dengan wajah mengeras.

Dalam sekejap semua namja tampan hyungnya merapat kesana dan menutupi Kyuhyun dari tatapan yang lain. Sementara anak buah appa Choi sudah melesat mengejar namja yang menabrak Kyuhyun tadi.

“Si-siwon…” Donghae mendekat dengan tangan gemetar.

“Hyung, my baby…” Siwon tidak peduli jika dia terlihat seperti menangis. “Ba-baby bertahanlah.”

“H-hhyung…ak-aku tidak kuat.”

“Andwae!! Andwae baby, bertahanlah..”

“Siwon, kita tidak bisa menghilang, bawa Kyuhyun cepat.” Ucap Sungmin yang masih sadar.

Sementara namja yang lain hanya mematung tanpa suara dengan wajah blank. Bahkan Heechul langsung terpuruk ditanah sejak pertama kali ia melihat Kyuhyun tadi.

“Baby, kita pergi.”

“Si-wonnie…sa-sa-ranghae…”

Setelah mengucapkan itu Kyuhuun menutup mata dan tangannya yang ada dipipi Siwon terkulai ke tanah. Mata Siwon melebar melihat soulmatenya tidak bergerak lagi.

“ANDWAE!!! KYUHYUUUUUN!!!”

**

Suara ambulans terdengar membelah kota Seoul disiang hari, sampai disebuah rumah sakit dipusat kota. Korban penusukan yang terjadi di taman bermain itu segera dilarikan ke ruang ICU. Darah segar terus keluar dari sisi perutnya dan membasahi kain penutup.

Karena harus melakukan operasi pada bayi yang ada dirahimnya, namja itu segera dibawa ke ruangan khusus. Dimana hanya beberapa perawat dan dokter yang menanganinya. Namja manis itu terlihat pucat karena kehilangan banyak darah.

Choi Kyuhyun tidak melihat bagaimana para namja tampan hyungnya sekarang. Mereka terlihat seperti mayat hidup yang berdiri berserakan di dinding lorong rumah sakit itu. Sementara Siwon berjalan kesana kemari untuk menenangkan hatinya sendiri.

Dokter yang menangani Kyuhyun memang dokter pribadi mereka dan sudah tahu keadaan. Tapi namja tampan itu tetap saja khawatir terjadi apa-apa. Walau belum cukup umurnya, bayi mereka harus segera dikeluarkan. Jika tidak, mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Kyuhyun.

“Dia kehilangan banyak darah.” Ucap salah satu perawat.

“Ambil bayinya.”

“Siapkan alat kejut!!”

“Baik dok.”

“Kalian jahit lukanya dulu.”

“Yang lain bersihkan bayinya.” Dokter Kim yang menjadi kepercayaan keluarga Choi terlihat pucat.

“Bagaimana kalau dia…” Ucap dokter lain.

“Usahakan yang terbaik!”

Para dokter itu pun berlomba dengan waktu antara menjahit luka Kyuhyun dan menjahit bawah perutnya. Namja manis itu sudah lama tak sadarkan diri dan tidak tahu apa yang terjadi.

Sementara itu diluar.

Siwon masih duduk termenung dilantai dengan mata yang kehilangan cahayanya. Jika manusia biasa sudah menangis namun ia hanya bisa merasakan sakit itu dengan hatinya.

Para namja tampan yang lain juga tidak jauh berbeda, mereka hanya duduk termenung menyesali waktu. Jika saja waktu bisa diulang kembali, mereka akan mengikuti Siwon dan Kyuhyun.

Saat ingin membeli kembang kapas itu mereka kira hanya sebentar dan tidak perlu ditemani. Seandainya saja mereka ikut dan berdiri disisi namja itu tidak ada yang bisa melukainya. Seandainya saja..

“SHIT!!!” Umpat Heechul menghantam dinding didepannya.

Dinding itu hancur membentuk kepalan tangan, namja yang lain hanya melihatnya.

“Kenapa kita tidak ikut mereka?” Tanya Ryeowook entah pada siapa. “Kita kan penjaganya.”

“DIAMLAH!!!” Hardik Heechul kesal.

“Hyung…” Panggil Donghae menenangkan.

“Bukan saatnya menyesal, kita harus mendapatkannya.”

“Aku akan mematahkan lehernya.”

“Leher siapa hyung?” Tanya Ryeowook polos.

“Jung Yunho! Keparat!!” Heechul langsung melesat pergi.

Namun gerakan cepat Siwon menghentikannya tepat saat ia keluar dari loby rumah sakit itu. “Jangan hyung.”

“Biarkan aku.”

“Tidak, tetua akan menyalahkanmu.”

“Aku tidak peduli!! Biar harus musnah sekalipun, aku harus membunuhnya.”

“Hyung…jebal…” Pinta Siwon memelas.

“Siwon!!! Apa kau baik-baik saja?” Tanya Heechul kesal. “Dia bisa mati, kau tahu? Apa kau mau kehilangannya?”

“Tidak, bukan begitu hyung.”

“Lalu?”

“Aku harus tahu keadaannya lebih dulu, setelah itu…”

“Setelah itu??”

“Bantu aku membunuhnya.” Ucap Siwon dengan aura hitam dibelakangnya.

Heechul tersentak melihat perubahan namja tampan itu namun ia hanya menganggukkan kepala. Dan Siwon memintanya untuk kembali menunggu didepan ruangan Kyuhyun. Namun salah satu anak buah appa Choi datang menghampiri mereka.

“Tuan…” Panggilnya.

“Ada apa? Siapa dia?” Tanya Siwon cepat.

“Mari ikut kami.”

Siwon dan Heechul saling bertatapan lalu segera berbalik mengikuti namja yang sudah pergi itu. Dalam kepala Siwon meminta Ryeowook memberitahukan umma dan appa Choi. Tapi ia tidak mengatakan akan pergi kemana saat Kyuhyun sedang meregang nyawa.

“Apa kau tidak ingin menemaninya?” Tanya Heechul dalam perjalanan.

“Aku harus membunuhnya.” Jawab Siwon datar.

“Kita lewat hutan, tuan.” Ucap namja di jok belakang.

Dan mobil mewah itu pun berhenti dipinggir jalan yang dikelilingi hutan pinus. Setelah memastikan tidak ada orang yang melintas, 3 namja itu langsung melesat kedalamnya. Hutan itu begitu lebat dan membuat udara disekitarnya ikut lembab.

Heechul dan Siwon melesat cepat tanpa gangguan apapun sampai akhirnya mereka tiba di depan sebuah kastil. Heechul langsung menggeram penuh amarah begitu melihat siapa pemilik kastil itu. Siwon tidak mengatakan apa-apa, saat mereka masuk kesana melalui jendela yang terbuka.

Namja yang menjadi penunjuk jalan sudah berjalan dengan cepat menaiki tangga kastil itu. Heechul sempat heran melihat kastil yang sepi tidak ada penghuninya itu. Biasanya anak buah Yunho akan segera mengiringi jika ada tamu yang datang.

“Aku merasa aneh.” Bisik Heechul.

“Memang ada yang aneh hyung.” Jawab Siwon.

Sampai akhirnya mereka di hall lantai dua yang sama kelamnya dengan lantai pertama. Ditengah-tengah ruangan itu terdapat dua namja yang duduk bersimpuh dilantai dan menundukkan kepala mereka.

Sementara seseorang yang mereka kenal sebagai Jung Yunho duduk di kursi sambil menyilangkan kakinya. Melihat hal itu Siwon langsung menerjang namja tampan itu hingga mereka rapat ke dinding.

“Kau datang?” Tanya Yunho sinis.

Siwon tersenyum meremehkan sambil mencekik Yunho semakin erat. “Katakan kau yang menusuk Kyuhyun.” Geramnya.

“Ani…” Jawab Yunho santai.

“Brengsek!! Ku bunuh kau!!!” Siwon melempar Yunho mengenai dinding sebelah kirinya.

Walau dindingnya hancur tapi ia masih bisa berdiri dan menerjang Siwon dengan kekuatannya. Dan keduanya pun saling beradu kekuatan dari tubuh granit yang mereka punya. Siwon terus memukul Yunho dengan tinjunya sampai mulut namja tampan itu robek.

Tapi Yunho juga tidak diam saja dan menerima semua pukulan, ia membalas Siwon saat punya kesempatan. Bahkan beberapa kali namja lesung pipi itu terkena pukulannya. Saat Yunho ingin meninju perutnya Siwon melakukan putaran dan berbalik menghantam perut Yunho dengan kakinya.

Dan namja itu tersungkur ke tanah.

“Uhkhh..” Suara Yunho terdengar.

“Katakan!!!” Hardik Siwon lagi.

“B-bukan aku.” Jawab Yunho sambil mencoba berdiri.

“Pembohong!!!” Siwon langsung menerjang dan menghantam tubuh Yunho ke dinding. “Katakan, atau aku akan membunuhmu.”

“Dari awal kau ingin membunuhku.” Jawab Yunho.

“Kau yang memintanya.” Jawab Siwon datar. “Menyentuh Kyuhyun, mati untukmu, apa kau tidak tahu?”

“Sejak awal dia mangsaku, kau lupa?”

“Mworago?” Tanya Siwon tidak mengerti

“Malam itu kau mengganggu kesenanganku bersama Jae.”

Siwon langsung mencengkram kerah Yunho dan menekan lehernya dengan lengan. “Dia soulmateku, brengsek!” Desis Siwon.

“Bahkan sejak kecil, ditubuhnya mengalir darahku, jika mereka tahu, seluruh klanmu akan binasa.”

Yunho menatap mata Siwon untuk membuktikan kata-kata namja tampan itu. Ia tidak pernah tahu jika benang merah Kyuhyun sudah diikat pada Siwon sejak kecil.

Peraturan pertama dan paling ditegaskan dalam klan mereka, jika seseorang diantara mereka menyentuh soulmate orang lain, maka seluruh klan dan keturunannya akan binasa.

“Tapi kenapa, sampai sekarang tetua diam saja?”

“Karna kau cukup pintar dengan menggunakan orang lain.” Jawab Heechul.

Yunho tersenyum licik.

“Aku yakin, yang menabrak Kyuhyun sudah mati.” Kali ini Yunho tersentak mendengar ucapan namja cantik itu.

“Para tetua memang bodoh.”

“Shut up!!” Siwon meninju wajah Yunho dengan keras.

“T-tapi kali ini, aku serius.” Ucap Yunho akhirnya. “Nan aniya~” Gelengnya.

“Apa maksudmu?” Siwon melepas cengkramannya.

“Jaejong akan meninggalkanku jika aku terus mengejar Kyuhyun.” Jelas Yunho. “Kecelakaan itu aku mengakui, keduanya ulahku, tapi kali ini tidak.”

Langsung saja Siwon menendang perut Yunho dengan kekuatan penuh, hingga namja tampan itu melesat jauh dan menghantam dinding. Dinding beton itu hancur berantakan terkena tubuh Yunho yang keras.

“Itu untuk pengakuanmu.” Ucap Siwon sinis. “Jika kau mendekat lagi, hidupmu akan berakhir.”

“Apa kau memaafkanku?” Tanya Yunho.

“Apa kau perlu dimaafkan?” Siwon balik bertanya.

“Klan dibawah kita menginginkan kematian Kyuhyun, terutama bayinya.” Ucap Yunho melihat pada dua namja yang masih duduk bersimpuh didepan kursi Yunho.

Sejak tadi namja itu hanya bisa melihat tanpa bisa menjauh apalagi melarikan diri. Karena Yunho sudah membuat kaki mereka kesemutan.

“Kau bilang tidak ikut campur, kenapa mereka datang padamu?” Tanya Heechul geram.

“Ooh, aku hanya ingin mendengar penjelasan, apa mereka berhasil.”

Mendengar itu Heechul langsung mendekat dan meninju wajah tampan Yunho dengan keras. “Masih mau?” Tanya Heechul dengan death glarenya.

“Tidak.” Yunho menampilkan senyum jahilnya.

Ingin sekali Heechul mematahkan leher namja tampan itu, tapi Siwon sudah cukup meremukkannya tadi. Mereka juga tidak ingin disalahkan karena main hakim sendiri. Karena itu tanpa mengatakan apa-apa namja cantik itu langsung menarik salah satu namja.

“Kau harus tanggung jawab.” Ucapnya pelan. “Keluargamu pasti menyesal memilikimu.”

Selanjutnya ia langsung pergi keluar bersama anak buah appa Choi yang membawa namja yang lain. Sedangkan Siwon masih berdiri disana menatap Yunho yang terbaring dilantai. Siwon tahu beberapa tulang namja tampan itu patah, tapi ia tidak menyesal.

“Mianhaeyo.” Ucap Yunho cepat.

“Tetua tetap akan menghukummu.” Jawab Siwon.

Setelahnya namja tampan itu segera keluar darisana dengan cepat dan kembali menuju rumah sakit. Ia tidak ingin mengikuti peradilan namja yang menusuk Kyuhyun. Tapi setelah selesai, Siwon ingin dia sendiri yang mematahkan leher namja itu.

‘Siwonnie~” Suara panggilan terdengar.

“Baby?” Siwon berpaling melihat kesekililingnya.

‘Siwonnie…’

“Aaa-andwaeyo!! My baby~”

Dengan cepat namja tampan itu keluar dari hutan pinus sampai akhirnya tiba didepan mobilnya. Kemudian ia pun segera melajukan mobil itu menuju rumah sakit.

Saat Siwon tiba, Ryeowook sedang mondar-mandir didepan ruang operasi dengan wajah cemas. Begitu melihat Siwon ia langsung menghampiri dan menanyakan keadaan namja itu.

“Kemana saja? Kyunnie tidak bisa bertahan.”

“Mwo?”

“Bayinya sudah lahir, tapi dia tidak bisa bertahan, dokter sedang berus…” Ucapan Ryeowook terhenti karena Siwon sudah menerobos masuk ruang ICU didepan mereka.

Ruang yang tidak boleh dimasuki siapapun saat operasi berlangsung, Siwon tidak peduli. Yang Siwon tahu Kyuhyun sedang mempertaruhkan nyawanya dan ia tidak bisa diam saja.

“Baby!!” Panggilnya.

“Tuan Choi.

“Apa yang terjadi??”

“Kami sudah berusaha, tapi…”

“Apa yang kalian lakukan?” Siwon menggeram marah

“Mianhaeyo, kami…”

“Keluarlah…

“Tuan Choi…”

“SEMUANYA KELUAR!!” Teriak Siwon sambil membalikkan meja kecil disana.

Mau tidak mau dokter dan perawat disana langsung keluar dengan wajah ketakutan. Ryeowook hanya bisa melongo menatap mereka keluar dengan buru-buru.

Sementara Siwon tidak peduli apapun lagi selain soulmatenya yang tidak bergerak itu. Namja manis yang punya senyuman begitu menggemaskan kini terbaring dengan wajah pucat. Siwon melihat bekas operasi dibawah perutnya sudah dijahit sempurna juga bekas tusukan pisau disisi kirinya.

“My baby…” Panggil Siwon pelan.

Ia mendekat perlahan lalu membelai pipi pucat Kyuhyun dengan lembutnya. ‘Aku akan membalasnya, baby’ Pikir Siwon.

“Siapapun yang membuatmu seperti akan menerima akibatnya, mereka tidak akan hidup lagi sampai 9 turunan.” Kutuk Siwon dengan amarahnya.

Kemudian dengan cepat ia menyibak kain penutup badan Kyuhyun hingga pinggangnya. “Bertahanlah baby, kau pasti bisa, aku tidak ingin kehilanganmu.”

Setelah mengucapkan itu Siwon langsung menggigit pergelangan tangan Kyuhyun lalu lipatan lengannya. Kemudian beralih pada pergelangan belakang kaki keduanya dan terakhir Siwon menatap wajah cantik Kyuhyun sekejap.

Lalu ia pun membenamkan wajahnya dileher namja manis itu dan menggigitnya. Setelahnya ia kembali menutup semua luka itu dengan racun vampir miliknya. Gigitan tadi usaha pertamanya untuk membuat Kyuhyun menjadi seperti dirinya.

Jika tidak mempan, ia harus menyuntikkan racun yang lebih banyak dijantung soulmatenya itu. Tapi Siwon berharap dengan gigitannya saja sudah cukup. Kyuhyun akan merasa lebih sakit jika racun itu langsung menyentuh jantungnya.

Gigitannya hanya akan membuat Kyuhyun meringis sedikit karena racun itu menyebar perlahan. Siwon tidak ingin melihat namja manis itu kesakitan dalam tidurnya.

‘Siwon…’ Panggil Ryeowook.

‘Siapkan mobil, kita pulang’ Jawab Siwon.

‘Apa boleh?’

‘Bagi mereka Kyunnie sudah meninggal.’

‘Baiklah, umma akan pulang bersama si baby.’

‘Ne, terima kasih.’

‘No problem’

Dan tidak berapa lama, Siwon sudah mengangkat Kyuhyun bridal style dan membawanya ke mobil. Jika orang yang melihat pasti mengira Kyuhyun tertidur nyaman dileher Siwon. Namun beberapa perawat dan salah satu dokter diruangan tadi menganggap Kyuhyun sudah meninggal.

“Hanya dokter yang tahu segalanya, saya rasa anda bisa menyimpannya.” Ucap Siwon pada dokter Kim, kepercayaan keluarga Choi.

“Tenang saja, saya tidak akan mengkhianati keluarga Choi.”

“Terima kasih dok, kami akan segera pergi.”

“Ne, kirimkan salam saya untuk Kyuhyun-ssi.”

“Akan saya sampaikan.”

**

Siwon mengingat pembicaraan terakhirnya dengan dokter itu dan tersenyum kecil. Ryeowook yang menyetir mobil melihatnya melalui spion depan dan penasaran.

“Aku rasa, kita harus pindah.” Ucap Siwon akhirnya.

“Kau yakin dia akan bangun?”

“Harus.” Jawab Siwon yakin.

Ia menatap penuh cinta wajah cantik dipangkuannya dan membelainya dengan perlahan. “Jangan berani meninggalkanku, baby.” Ucapnya.

“Tenanglah, Siwonnie.

“Aku bahkan tidak sempat berkata apa-apa, Ryeowookie.” Ucap Siwon. “Jika terjadi sebaliknya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi.”

“Heechul hyung dimana?”

“Peradilan, ada yang lain, bukan Yunho.”

“Pantas saja, Eunhae hyung buru-buru.”

“Mereka juga ikut.”

“Aku juga ingin melihat tubuhnya tercerai.” Ucap Ryeowook dengan senyum manis.

Siwon hanya menggelengkan kepala melihat ekspresi dongsaengnya itu. “Mereka akan menungguku.”

“Benarkah?”

“Ne~”

“Ok, kita sudah sampai dirumah.”

Namja imut itu langsung keluar dari mobil dan membuka pintu belakang untuk Siwon. Dan sekejap saja namja tampan itu keluar dan melesat menuju kamar mereka. Siwon menidurkan Kyuhyun diranjang lalu menyelimutinya dengan baik.

Saat itu umma Choi masuk kesana dengan buntelan selimut dalam dekapannya. Wajah sumringah ummanya itu membuat Siwon kembali berterima kasih pada Kyuhyun untuk hadiahnya. Malaikat kecil penerus keluarga kini ada dalam dekapan mereka. Walau sempat membuat jantung berhenti berdetak, tapi bayi kecil itu lahir dengan selamat.

“Siwonnie…” Panggil umma Choi sambil berjalan mendekat.

“Umma…”

“Lihatlah, bayi kalian…”

Siwon tersenyum manis dan mendekati umma Choi dengan cepat hingga mereka bertemu ditengah ruangan. Didalam buntelan selimut itu terdapat bayi kecil dengan wajah sempurna. Berkulit putih, rambut hitam, mata bulat, pipi yang chubby dan bibir merah merekah.

Bahkan lesung pipi kecil miliknya pun sudah terlihat.

“My baby~” Ucap Siwon dengan suara yang penuh cinta dan kebahagiaan.

Semua yang ada diwajahnya mencerminkan Kyuhyun dan dirinya. Siapa yang akan meragukan keberadaannya didunia ini, jika ia memang darah daging orang tuanya. Daddy seorang vampir dan mommy manusia, siapa yang tidak akan percaya?

“Dia sempurna Siwonnie.”

“Choi Suho.” Jawab Siwon mantap.

“Itu namanya?” Tanya Umma Choi tidak percaya.

“Ne, Choi Suho.” Angguk Siwon dengan yakinnya. “May I?” Tanyanya mengulurkan tangan.

“Tentu saja~” Umma Choi langsung menyerahkan cucunya itu pada daddynya.

Untuk pertama kali Siwon mendekap buah hatinya bersama Kyuhyun. Rasa tidak percaya hinggap dikepalanya, bahwa ia sudah menjadi ayah. Tapi rasa hangat dari tubuh kecil Suho menghapus rasa itu berganti dengan kebanggaan.

“My baby…uri babyboy…” Ucap Siwon takjub.

Bayi kecil itu bergerak-gerak dan membuka matanya. Tatapannya tepat langsung dalam mata Siwon. “Haai, ini daddy, selamat datang dipelukan kami, little love~”

“Dia punya detak jantung.” Ucap umma Choi membuat mata Siwon melebar. “Ne, dia bisa bernafas, makan dan tidur.”

“Berarti dia setengah…”

“Vampir dan manusia.”

“Oh my god…”

“Setelah Kyuhyun sembuh, kita akan pindah darisini.”

Siwon tidak mengatakan apa-apa saat umma Choi tersenyum menenangkan dan keluar darisana. Ia segera membawa bayi kecil itu menuju tempat tidur dan membaringkannya disisi Kyuhyun.

“Ini mommy, bukankah dia sangat cantik?” Tanya Siwon.

Bayi kecil yang bernama Suho itu langsung menjawab dengan gumaman kecil. Siwon tertawa senang dan mengecup kening buah hatinya itu penuh sayang.

“I love you, little love.” Bisiknya.

Kemudian beralih melihat Kyuhyun, soulmate yang sangat dicintainya itu. Siwon juga mengecup keningnya begitu lama lalu turun perlahan ke hidung juga bibirnya. “I love you more~ my love.”

“Thank you for this wonderful gift.”

“Mmm,mmm.” Jawab Suho.

‘Siwonnie…’ Suara Ryeowook masuk kepalanya.

‘Masuk saja Wookie-ah~’ Jawab Siwon.

‘Mereka akan dihukum, apa kau ikut?’

‘Ohh, hyung yang disana? Tidak ada yang jaga mereka.’

“Aku yang tinggal.” Jawab Ryeowook sudah ada didalam kamar.

“Gomawo~ Suho tidak tidur, semoga dia tidak nangis.”

“Suho?” Tanya Ryeowook. “Waaaah, baby cuo~”

“Nee, aku pergi.”

“Ne..”

Dan Siwon langsung melesat menuju gedung para vampir tetua  mengadakan rapat, yang tidak jauh dari kastil Choi.

**

Sebuah bangunan besar bergaya eropa dan berwarna kelam namun dikelilingi lilin yang terus menyala.

Beberapa bayangan langsung mendekat begitu melihat kedatangan Siwon dan mereka mengangguk sopan. Namja tampan itu membalas sapaan mereka lalu segera menuju aula utama.

Di ruangan besar itu terdapat meja panjang dengan 7 kursi milik tetua klan mereka dan Appa Choi salah satunya. Siwon melihat satu keluarga yang jarang ia temui sedang bersimpuh ditengah aula didepan para tetua.

Sementara disekeliling mereka terdapat puluhan kursi yang sebagian besar sudah diisi oleh semua klan mereka. Dari yang paling tinggi sampai klan terendah. Mereka ingin kejadian ini menjadi pelajaran bagi siapapun yang bertindak gegabah.

Bertindak sesuai keinginan tanpa mementigkan kehidupan atau kebahagiaan orang lain.

Siwon langsung menuju salah satu kursi yang diisi hyung-hyungnya yang berwajah marah.

“Selamat datang Siwon.” Ucap salah satu namja paling tua diantara 7 tetua klan.

“Ahjussi…” Sapa Siwon.

“Mereka yang sudah melukai Kyuhyun, dan berencana membunuhnya, apa kau tau?” Tanya tetua yang lain.

 “Apa kau punya masalah dengan mereka?”

“Aku rasa tidak.”

“Jadi kenapa kau ingin membunuh Kyuhyun?” Tanya Appa Choi pada salah satu namja.

Namja pendek yang dikenal dengan nama Kim Junhyun, menabrak Kyuhyun di taman bermain itu terlihat bergetar ketakutan. Semua keluarganya juga terlihat shock dan tidak menyangka akan jadi seperti ini.

“Ap..appa bilang, sa-saat bayinya la-lahir, S-siwon akan jadi pe-pemimpin kami.”

“Mworago?”

“Itu memang benar, lalu apa urusannya denganmu?” Tanya Tetua Choi.

“Klan Kim yang harus jadi pemimpin.” Jawab namja paruh baya yang setara dengan appa Choi. Kim Taejoon akhirnya berbicara.

“Kau ingin anakmu, jadi pemimpin? Atas dasar apa?”

“Kami lebih lama menetap disini dari keluarga Choi, kenapa mereka yang harus jadi pemimpin?”

“Kau lupa, tetua kalian berdarah Choi, dan Siwon keturunan terakhir, bahkan kini ada Choi Suho, kalian tidak berhak.”

“Kami tahu.”

“LALU KENAPA??” Teriak salah satu tetua.

“Yunho-ssi juga ingin dia mati.” Jawab Junhyun enteng.

“BRENGSEK!!!” Seru Siwon langsung berdiri.

“Jangan salahkan Yunho.” Ucap Appa Yunho tiba-tiba. “Dia sudah berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tetua.”

“Kau bisa menjamin?”

“Jika Kyuhyun mati, seluruh keturunanku juga akan mati, dia tidak akan berani, aku yang akan membunuhnya.”

“Baiklah, aku sudah muak dengan keserakahan.” Ucap tetua klan akhirnya. “Kau tahu hukum klan kita, bukan? Sidang selesai, bunuh mereka.” Lanjutnya lalu beranjak pergi.

Para tetua langsung beranjak darisana meninggalkan sidang itu, sementara yang lain tetap tinggal. Mereka ingin menyaksikan eksekusi massal itu yang akan dilakukan algojo disana. Namun Siwon lebih dulu berdiri dan mendekati mereka yang terpaku disana.

“Apa kalian sadar?” Tanya Siwon.

Namja yang menusuk Kyuhyun menatap Siwon tajam sementara keluarganya terlihat menyesal. Siwon sendiri sedang membaca ekspresi namja itu agar ia tidak salah mengambil keputusan.

“Kyuhyun soulmateku, aku yang akan membunuh kalian.” Ucapnya.

“Si-siwon-ssi…” Panggil namja yang lebih tua itu. “To-tolong lepaskan keluargaku.”

“Apa ahjussi tidak ingat Kyuhyun juga keluargaku? Yang kalian tusuk bayiku, apa kalian tidak tahu?”

“Maafkan kami, aku yang salah.”

“Aku sudah memikirkannya, Kyuhyun dan bayiku baik-baik saja, aku akan mengampuni kalian.” Ucap Siwon membuat hyungnya langsung menggeram kesal.

“Go-gomawo, jeongmal gomawo.”

“Tapi ingat…” Siwon mendekati namja itu dan berbisik pelan ditelinganya membuat namja itu tersentak.

“Jika kau mencoba lagi, aku yang akan membunuhmu.”

Setelahnya Siwon pun berbalik arah hendak meninggalkan mereka, namun ada sesuatu yang membuat langkahnya berhenti. Siwon langsung berpaling dan melayangkan tendangannya ke arah namja itu hingga ia tersungkur beberapa meter.

“Brengsek!!” Desisnya marah. “Kau kira aku bercanda?” Tanya Siwon dan melesat kedepannya.

‘Aku akan membunuhnya’ Ucapan namja itu membuat amarah Siwon memuncak.

“Kau akan mati sekarang” Ucapnya langsung menarik kerah namja itu hingga ia berdiri.

“Aku akan terus mengejarnya.”

“YAH!! SEKI-YA!!” Seru Heechul langsung menghambur ke arah mereka.

Dan detik selanjutnya, kepala namja itu sudah jatuh kelantai dengan mata terbuka. Siwon langsung melempar tubuh namja itu dimana kepalanya berada. Donghae mendekat dan melayangkan korek api yang sudah menyala.

Dalam sekejap tubuh namja itu dilahap api merah yang berkobar itu. Tidak ada yang bersuara atau bahkan memberontak. Karena memang sudah seharusnya mereka mati. Tapi Siwon mengampuninya, tapi namja itu tidak tahu diri.

“Kalian boleh marah atau dendam, tapi dia memang tidak tahu aturan.” Ucap Heechul.

“Maafkan kami.” Appa namja itu hanya bisa menyesali perbuatannya.

“Pergilah, jika mereka melihat kalian tetua akan turun tangan.” Ucap Heechul kemudian.

Dan sidang itu pun selesai dengan kobaran api yang semakin mengecil saat Siwon dan para hyungnya pergi darisana. Para namja tampan itu kembali dengan perasaan lega dan bahagia. Karena setelah ini tidak ada yang berani menyentuh keluarga mereka.

Jika suatu hari nanti akan ada Yunho atau namja-namja itu yang lain, mereka akan siap sedia menjaga Kyuhyun. Terutama bayi kecil calon penerus klan mereka yang akan memperkuat Klan Choi family.

Mereka akan menjaga Choi Suho bersama-sama dan memberikannya kasih sayang berlimpah. Karena itu saat ini mereka akan melupakan semua kejadian buruk dan memulai hidup baru.

Yang penuh dengan kebahagiaan dan tawa dari orang-orang tercinta, selamanya.

**

The End

Ehehehe, terima kasih yang sudah bertahan sampai hari ini.. dan di chaptr teakhir ini.

Gomawo, jeongmal gomawo.

^^

Epilog…

**

Malam terasa begitu dingin dengan angin yang bertiup kencang, daun-daun dan ranting terlihat bergerak tak beraturan. Namun udara dingin itu tidak membuat manusia mendekam dirumah mereka, banyak yang menghabiskan waktu diluar.

Venice-Italy

Kota dengan bangunannya yang mewah dan unik itu dikenal dengan sarana transportasi air. Hingga banyak yang menyebutnya sebagai kota air yang romantis.

Disegala sudut bangunan terdapat kanal yang memiliki gondola sebagai kendaraannya. Bahkan ada juga pasar air yang memakai gondola sebagai tempat jajanannya.

Saat malam menjelang berbagai bangunan kecil atau besar dan juga tinggi dipenuhi dengan banyaknya cahaya lampu. Yang kilauannya sangat indah jika dilihat melalui kanal tersebut. Apalagi jika melihatnya dari menara tertinggi yang ada disana, pemandangan itu akan seperti taburan bintang dilangit malam.

Menara St. Mark’s Campanile, tempat tertinggi yang ada di Venesia terdapat di Piazza San Marco, pusat kota Venice.

Di puncak tertinggi menara lonceng tersebut terlihat bayangan hitam yang bergerak ditiup angin. Jika beberapa orang menikmati malam ditaman, diatas gondola atau di jembatan Rialto, lain halnya dengan mereka.

Bayangan hitam itu menyerupai kain yang dipermainkan angin dengan sesukanya. Bila dilihat lebih dekat itu merupakan coat yang dipakai dua namja yang ada disana. Salah satunya, namja tampan dengan lesung pipi dikeduanya yang dikenal dengan nama Choi Siwon.

Saat ini ia sedang bersama belahan jiwanya yang memiliki kulit putih bersinar dengan rambur coklat bergelombang. Mata yang bulat seperti boneka dengan warna biru dan bibir peach yang ranum serta hidung yang mancung.

Satu kata untuk menggambarkan namja itu, beautiful.

Choi Kyuhyun, namja cantik itu saat ini berdiri dipagar pembatas menara dan melihat ke bawah. Sejak tadi ia hanya menikmati indahnya suasana malam di kota Venice.

“Kita pulang baby?” Tanya Siwon memeluknya dari belakang.

“Kenapa? Aku masih ingin disini.” Kyuhyun menepuk lengan Siwon diperutnya.

“Tapi disini sangat dingin, aku tidak mau kau kedinginan, love.” Siwon merasakan kulit Kyuhyun yang begitu dingin.

“Hyung, kau ini…”

“Ini pakai…” Siwon langsung melepas coatnya dan memakaikannya pada Kyuhyun lalu memeluk namja cantik itu lagi.

“Hyuuung~” Protes Kyuhyun.

“Hangatkan?” Tanya Siwon tidak peduli.

“Ne, gomawo~” Senyum manis Kyuhyun begitu memesona. “Ohh, Suho dimana?”

“Bersama hyung, mereka mengajaknya naik gondola.”

“Dia sangat dimanjakan.”

“Suho punya 5 uncle yang bisa memberikannya segalanya.” Jawab Siwon bangga.

“Tapi aku hanya punya 1 orang.”

“Dan bisa memberikanmu lebih dari segalanya.”

“Cih, cheesy~”

“Your love.”

“My only love.” Jawab Kyuhyun dengan senyum ditahan.

Siwon sangat menyukai wajah menggemaskan itu hingga ia tidak bisa menahan diri. Sekejap saja ia langsung mengecup leher jenjang namja manis itu dan membenamkan giginya disana.

Kyuhyun tersenyum kecil dan menengadahkan kepalanya sambil memejamkan mata. Sekarang darahnya sudah sama dengan Siwon hingga namja itu bisa meminumnya kapan saja.

Begitu juga Kyuhyun yang sudah bisa meminum darah belahan jiwanya itu kapanpun. Jika dulu gigi putihnya tidak pernah bisa melukai kulit Siwon, sekarang semuanya terasa mudah.

Semua sejak hari itu…

**

Flashback..

Angin malam berhembus dengan dinginnya menemani jiwa-jiwa yang sepi di kastil Choi. Sudah lebih dari 10 jam mereka menunggu kepastian yang tidak berujung. Kyuhyun yang masih tidak sadarkan diri setelah kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya, juga nyawa bayinya.

Saat Siwon menanamkan racunnya di tubuh Kyuhyun, nadi namja manis itu masih terasa. Walau sedikit tapi itu cukup untuk membuatnya bertahan dan menerima racun vampir soulmatenya.

Tapi walau sudah ditunggu, belum ada tanda namja manis itu bangun dengan wajah barunya. Siwon sudah tidak sabar sekaligus khawatir pada belahan jiwanya itu. Bagaimana jika ia salah gigit, atau bahkan lebih parah, tubuh Kyuhyun tidak bisa menerimanya.

“Jika begitu dia tidak bangun lagi.”

“Andwae!!!” Seru Siwon.

“Tenanglah Siwonnie, Suho terkejut mendengarmu.” Ucap umma Choi.

Bayi kecil itu sedang berada dalam pangkuannya dan tidur dengan nyaman. Setelah selalu menangis dan lelah menunggu dekapan mommy-nya.

“Aku tidak bisa umma.”

“Suho juga menunggunya, kenapa dia belum bangun juga?” Tanya Heechul.

“Kau sudah lihat, Siwonnie?” Tanya Ryeowook.

“Lihat apa?”

“Bekas luka Kyunnie, apa masih ada?” Lanjut Sungmin.

“Ohh, aku lupa.”

Namja tampan itu langsung menghambur mendekati Kyuhyun yang masih tertidur dengan nyaman. Perlahan ia menyibak selimut dan membuka bajunya dibagian perut. Luka tusukan yang membuat Siwon mengertakkan gigi bila mengingatnya.

Juga luka bekas operasi yang dilakukan untuk mengeluarkan Suho secepatnya. Jika manusia biasa mungkin bayi itu masih harus berada didalam incubator.

“Baby…” Panggil Siwon.

Namja tampan itu takjub melihat perut mulus Kyuhyun yang seperti kulit bayi. Tidak ada goresan apapun diatas kulit berwarna pink itu. Karena begitu putihnya, kulit Kyuhyun terlihat seperti berwarna merah jambu pudar.

Dan benar perkiraan mereka, tidak ada lagi bekas luka apapun yang pernah tertera disana. Kulit itu bersih, putih, mulus dan juga lembut saat Siwon menyentuhnya.

“Seperti kulit bayi.”

‘Aku namja.’ Jawab suara seseorang.

Siwon langsung melihat kesana kemari mencari asal suara itu namun tidak ada yang berbicara. Ia bahkan melihat Kyuhyun masih sama seperti sebelumnya, sedikitpun tidak bergerak.

“Baby…”

‘Siwonnie…’ Suara Kyuhyun terdengar.

“My baby!!!” Seru Siwon langsung mendekap soulmatenya.

Namja tampan itu menyusuri wajah Kyuhyun yang semakin berseri dengan bibir peach-nya yang mengagumkan. Wajah cantik itu bak persolen yang berkilau dengan bulu mata yang teduh.

“Bangunlah baby, sudah terlalu lama, aku tidak tahan.” Pinta Siwon. “Jeongmal bogoshipoyo~”

‘I…I love you!’ Ucap Kyuhyun dalam kepalanya dan matanya pun terbuka.

Tatapannya langsung bertemu mata Siwon yang sedang menatapnya dengan penuh cinta dan kerinduan. Siwon menyusuri wajah cantik yang sudah berbeda itu, terutama dibagian mata. Mata bulat soulmatenya kini berubah warna menjadi sewarna darah.

“Mengagumkan…” Gumamnya.

“I love you.” Jawab Kyuhyun.

“I love you too~” Jawab Siwon langsung mengecup bibir Kyuhyun.

Dan memberikannya ciuman yang dalam dan penuh perasaan sebagai ucapan selamat kembali pulang. Pulang dalam pelukannya yang abadi sampai selamanya.

“Waaaah~ Chukaeee~” Ucap Ryeowook dengan penuh semangat sementara yang lain bertepuk tangan.

Tapi ciuman Siwon tidak ingin terlepas sampai suara tangisan Suho membuat keduanya tersentak. Namja tampan itu langsung berhenti dan sedikit menjauh dengan kening mereka masih bersentuhan.

“Thank you, for coming back to me.” Ucap Siwon diantara bibir mereka.

“Always will, my love.” Bisik Kyuhyun.

“Suho juga merindukanmu.”

“Suho?”

“Uri baby, Choi Suho.”

“Hooh, nama yang bagus, ap-apa dia baik-baik saja?”

“Ne, dia sempurna.”

“Hhaaah, aku sangat takut hyung!!” Ucap Kyuhyun dengan wajah horor. “Aku takut dia tidak bertahan, bayiku..cintaku…”

“Dia baik-baik saja dan menunggumu.”

“Aku merindukannya.”

“Kau sudah siap?”

“Tunggu dulu!!” Cegah Kyuhyun cepat.

“Waeyo?”

“Dimana namja itu?” Tanya Kyuhyun dengan wajah mengeras.

“Oh, please~ jangan pikirkan itu, kumohon baby, lupakan, lupakan semua kenangan pahit itu.” Pinta Siwon dengan suara memelas.

“Tapi hyung, dia hampir melukai bayiku.”

“Aku sudah membalasnya, sekarang tidak ada lagi yang bisa mengusik keluarga kita.”

“Promise?”

“I promise~”

“Kajja, dia sudah tidak sabar.”

“Tentu saja, aku juga~”

“Kajja~”

Siwon langsung berdiri dan mengulurkan tangannya, Kyuhyun melihat tangan itu sekilas lalu menyambutnya. Dengan gerakan cepat ia sudah berdiri didepan Siwon membuat namja itu tersentak.

“Slow baby…” Ucapnya.

“Aku sudah pelan.”

“Ahaha, kau masih harus belajar, gerakanmu akan lebih cepat 2x lipat.”

“Ohh, baiklah.”

“Kajja~” Siwon melingkarkan lengan dipinggang Kyuhyun lalu berjalan bersama.

Kamar mereka yang besar dan memiliki banyak sofa membuat keluarga yang lain bisa menunggunya disana. Saat Kyuhyun mendekat semua yang ada disana berdiri untuk menyambutnya dalam pelukan.

Dimulai dari Ryeowook yang begitu senang sekaligus sedih saat tidak ada lagi kehangatan dari tubuh Kyuhyun. Donghae dan Hyukjae juga memeluknya dengan begitu erat mengucapkan selamat datang. Begitu juga Sungmin yang mengacak rambutnya penuh sayang.

Sampai didepan Heechul, namja manis itu berdiri tegak dan hyung cantiknya itu menatapnya. “Ternyata kau jadi cantik.” Ucap Heechul.

“Hyung!!”

“Ahahaha, selamat datang Kyunnie.” Heechul memeluknya dengan erat. “Sekarang, kita satu keluarga.”

“Gomawo hyung.”

“Tapi tetap aku yang paling cantik.”

“Jinjjaya?!” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Ahahaa, sana~”

Kyuhyun tertawa kecil lalu segera mendekati appa Choi dan memeluknya penuh sayang. “Selamat datang, Kyunnie~”

“Gomawo appa~”

“Kami sudah menunggumu lama.” Umma Choi berucap.

Kyuhyun langsung memeluk wanita pengganti ummanya itu dengan erat dan memberinya kecupan manis. Umma Choi tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan melihat menantunya. Kyuhyun sudah memberikan semua kebahagiaan yang ada didunia mereka yang tidak pernah berakhir itu.

“Gomawo untuk segalanya, Kyunnie.”

“Choi Suho harta berharga untuk kami.” Sambung appa Choi.

“Kalian semua, juga harta berharga untukku.” Ucap Kyuhyun tersenyum manis.

Ia melihat appa dan umma Choi dan berpaling pada semua hyungnya, lalu beralih menatap Siwon dan bayi mereka dipelukannya. Dengan perlahan Kyuhyun berjalan mendekat dan melihat wajah suami tampannya.

Siwon tersenyum dan beralih menatap Suho membuat Kyuhyun melakukan hal yang sama. Seketika tatapan mata mereka bertemu dan Kyuhyun merasa seluruh indranya ditarik oleh mata kecil nan bulat itu.

“My baby…” Bisiknya pelan.

“Uri baby…” Ucap Siwon.

Ingin menangis karena terharu, tapi airmatanya sudah membeku sejak ia menjadi seperti Siwon. Akhirnya Kyuhyun hanya bisa tersenyum kecil dan menyusupkan wajah dileher suaminya itu.

“Aawww~” Seru yang lain melihatnya.

“Coba gendong, Kyu~” Ucap Ryeowook kemudian.

Kyuhyun langsung berdiri tegak dan melihat buah hatinya itu dengan penuh cinta. Siwon pun menyerahkannya perlahan sampai Kyuhyun mendekap bayi mereka dengan benar.

“Siwonnie…” Mata Kyuhyun membesar.

“Hangat kan?” Ryeowook bertanya.

“N-ne…” Jawab Kyuhyun tidak yakin.

Ia beralih melihat bayi tampan dalam dekapannya itu sedang menatapnya. Mata bulatnya yang bercahaya seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi hanya gumaman yang keluar.

“Ayo duduk dulu.” Siwon menarik Kyuhyun menuju sofa.

Dan mereka duduk bertiga seperti sebuah keluarga kecil yang sempurna. Untuk pertama kalinya, membuat Ryeowook tidak tahan dan segera mengabadikannya.

“Choi Suho…” Panggil Kyuhyun pelan membuat bayi kecil itu mengerjapkan matanya.

“Kami berfikir Suho pure vampir, tapi setelah diperiksa, 20 persen ia masih manusia.”

“Maksudnya masih?” Tanya Kyuhyun.

“Dia akan jadi pureblood saat dewasa nanti.” Jawab Appa choi.

“Mwo?” Kyuhyun menatap appanya tidak percaya. “Memang ada seperti itu?”

“Dulu sekali, pernah ada.”

“Tapi dia baik-baik saja, bukan?”

“Tentu saja, dia sehat sempurna, dia butuh darah, butuh makanan juga butuh tidur.”

“Hooo, syukurlah.”

“Lalu, bagaimana denganmu?” Tanya Hyukjae.

“Kenapa denganku?” Kyuhyun balik bertanya membuat hyungnya itu memutar bola matanya.

“Apa yang kau rasakan? Perubahanmu? Apa kau senang?”

“Ooh, tentu saja hyung!!” Kyuhyun mengangguk cepat. “Sekarang aku bahkan bisa melihat semut yang ada diatas disana.” Ucapnya penuh semangat.

“Hal pertama yang kau inginkan?” Tanya Hyukjae lagi.

“Menggigit Siwon hyung!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Mwooo??” Semua mata melebar menatapnya.

“Ahahaha, dia sudah mencoba berulang kali, tidak pernah berhasil hyung.” Jawab Siwon.

Ia tertawa senang melihat wajah shock dari hyung-hyungnya itu. Sekaligus senang karena Kyuhyun tidak fokus pada darahnya walau sudah jadi bagian dari mereka. Biasanya vampir baru akan memuaskan dahaga mereka terlebih dulu.

Tapi Kyuhyun malah ingin menggigitnya sampai berhasil.

“Sekarang kau bisa menggigitnya kapan saja, Kyu.” Ucap umma Choi menenangkan.

“Apa aku hanya akan minum darah?”

“Jika itu yang kau inginkan.” Jawab Appa Choi

“Tapi…” Kyuhyun melihat Ryeowook lalu melihat bayinya dan Ryeowook lagi. “Saat memasak untuknya, masak juga untukku.”

“Mwooo???”

“Aku tidak akan kenyang hanya dengan itu!!” Protesnya. “Aku ingin makan seperti biasanya.”

“Dia memang unik.” Gumam Heechul.

“Kau mau kan?” Tanya Kyuhyun pada Ryeowook.

Namja imut itu langsung mengangguk senang dan berterima kasih karena hobbynya akan terus berjalan. “Aku akan senang sekali.”

“Lalu…mmm, bagaimana pendapat kalian jika pindah dari sini?” Tanya Appa Choi kemudian.

“Pindah? Kenapa uncle?” Tanya Hyukjae.

“Kami ingin mereka berada ditempat yang nyaman.” Jawab umma Choi. “Kyunnie dan Suho.”

“Tapi kalian?” Tanya Siwon.

“Kami tetap tinggal, pekerjaan appa disini.”

“Kalau hyung…” Siwon melihat hyungnya.

Para namja itu saling berpandangan seperti memikirkan jawaban mereka. Meninggalkan kota Seoul yang sudah lama mereka tinggali membuat para namja itu memang harus berpikir lebih dulu.

“Aku tidak keberatan jika harus pindah, bagaimana denganmu, baby?” Tanya Siwon.

“Aku ikut kemana kau pergi, hyung.” Jawab Kyuhyun dengan yakinnya.

“Di Venice, rumah kita tidak ada yang menempati.” Ucap Appa Choi.

“Ne, kami akan ke Venice.” Siwon tersenyum senang. “Kalian bisa pergi kemanapun hyung, kalian tidak terikat dengan kami.” Ucapnya melihat semua namja tampan itu.

“Kami…” Ryeowook melihat Heechul.

“Ikutlah hyung~” Pinta Kyuhyun tiba-tiba. “Aku sangat senang jika ada kalian, Suho juga pasti ingin bersama kalian.”

“Rumah Venice cukup luas untuk kalian semua.” Ucap Umma Choi.

“Tuh kan?? Hyung ikut saja~ kita bisa bersama-sama.”

“Bukankah kau hanya ingin Siwon?” Tanya Heechul.

“Aku ingin selalu bersama Siwonnie, juga bersama hyung.” Ucap Kyuhyun dengan penuh kejujuran dan senyum polosnya. “Apa kalian tidak ingin bersamaku?” Tanyanya dengan mata mengerjap.

“Baiklah!!” Jawab Heechul cepat. “Kami ikut.”

“Horeeee!!!” Seru Ryeowook dan Kyuhyun penuh semangat.

“Tidak apa-apa hyung?” Tanya Siwon.

“Aku sudah mendengar aunty mengatakannya padamu, dan bertanya pada mereka.” Jelas Heechul.

“Berarti kalian sudah memikirkannya?”

“Ne!!”

“Kami ingin tahu pendapat kalian lebih dulu.” Jawab Hyukjae.

“Berarti sudah diputuskan…”

“Kita tunggu sampai Suho sedikit lebih besar.”

“Dia akan cepat tumbuh.”

“Neee, setelahnya kita ke Venice.

Kyuhyun tersenyum senang dan berpaling melihat Siwon yang wajahnya seribu kali lipat lebih tampan. Mata vampirnya bisa melihat dengan begitu jelas dan wajah tampan Siwon sangat tidak bisa dipercaya.

Kyuhyun langsung berpaling melihat para namja tampan lainnya dan mereka semua bisa dikatakan lebih dari sekedar tampan. Para vampir itu terlihat begitu memesona.

Namja manis itu kembali berpaling melihat appa dan umma Choi, wajah mereka juga tidak jauh beda. Walau sudah berumur appa Choi terlihat begitu tampan dan umma Choi begitu anggunnya.

Lalu bagaimana denganku?

‘Apa aku juga begitu?’ Tanya Kyuhyun sendirian.

‘Tentu saja!!’ Jawab Siwon dengan cepat.

‘Paboo~’ Suara yang lain terdengar membuat Kyuhyun langsung berpaling.

Heechul terlihat sedang melihatnya dan memamerkan smirknya yang menjengkelkan. Sedang yang lain tertawa cekikikan melihat wajah polos Kyuhyun yang masih tetap sama.

Setelahnya mereka pun saling berpencar di kastil itu meninggalkan keluarga kecil Siwon di kamarnya. Umma Choi pergi keluar membawa Suho karena ia tahu, Siwon ingin bersama Kyuhyun.

“My baby my love~” Ucap Siwon mengulurkan tangannya saat yang lain menghilang.

Kyuhyun tersenyum merapatkan kedua bibirnya dan menyambut tangan itu lalu menggenggamnya. Ia merasakan kulit tangan Siwon yang tidak dingin lagi seperti sebelumnya. Kini suhu tubuh mereka sama-sama dingin dan keras bagai batu.

“Aku sudah menunggu dalam waktu yang sangat lama.” Siwon menarik Kyuhyun hingga berdiri bersamanya. “Bersamamu, anak kita, didunia ini…”

Ucapan Siwon terhenti karena namja tampan itu sudah membenamkan giginya dileher Kyuhyun. Dan untuk beberapa saat namja tampan itu meminum darah soulmatenya sendiri. Begitu selesai ia kembali menutup luka dileher Kyuhyun seperti semula dan menatap wajah cantiknya.

“I love you.” Ucapnya.

“I love you too.” Jawab Kyuhyun.

Dan Siwon menengadahkan kepala menampakkan lehernya pada namja manis soulmatenya itu. Kyuhyun sedikit bingung, namun saat melihat leher Siwon yang putih itu ia langsugn mengerti. Tanpa perlu dikatakan lebih jelas lagi, namja manis itu langsung mendekatkan wajahnya.

Pertama kali Kyuhyun mengecup leher itu dengan lembut, lalu ia beralih melihat Siwon. “Silahkan…” Ucap namja tampan itu.

Barulah Kyuhyun mendekat lagi lalu membuka mulut perlahan dan bibirnya menyentuh kulit Siwon. Saat giginya mendekati kulit namja tampan itu, nampaklah gigi taring miliknya. Detik berikutnya, Kyuhyun pun membenamkan taringnya disana dengan perlahan.

Siwon tersenyum merasakan gigi Kyuhyun dan isapannya yang semakin kuat. Akhirnya mereka bisa saling berbagi kehidupan dan membuat mereka berdua terikat selamanya.

“Akhirnya baby…” Ucap Siwon.

“Mmmm~” Gumam Kyuhyun masih tidak mau lepas.

“Aigooo, nanti kehabisan, kau tidak bisa minum lagi.”

“Mwo??” Kyuhyun langsung melepaskan diri dan menatap Siwon horor.

“Lho!!! Baby tutup dulu!!” Ucap Siwon.

Mata Kyuhyun langsung membesar melihat luka bekas gigitannya masih terlihat disana. Dengan cepat ia membersihkan sisa darahnya lalu menjilat luka itu perlahan. Siwon tidak tahan lagi dan segera menarik soulmatenya itu menuju tempat tidur.

Dan kalian bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya.

Tidak ada lagi yang bisa memisahkan mereka satu sama lain. Ikatan keduanya sudah terlalu kuat dan tidak ada penghalang bagi mereka hidup bersama, selamanya.

Hari berikutnya, Kyuhyun terlihat menghabiskan waktu bersama bayi kecilnya di taman belakang. Walau matahari bersinar terang, tapi namja manis itu merasa sejuk dibawah gazebo taman. Sementara baby Suho berada dibawah sinar matahari pagi yang baik untuk kulitnya.

Walau sudah punya baby atau menjadi seorang ‘mommy’ tapi Kyuhyun merasa tidak ada perubahan didirinya. Hanya saja ia harus selalu berada didekat Suho setiap menit, setiap detik, di kereta bayi atau didekapannya.

Dan Suho kecil terlihat menikmati kehidupannya dengan terus bersama namja cantik mommy-nya itu. Siwon juga selalu berusaha bersama mereka jika appa Choi tidak memanggilnya. Para hyung juga selalu menemani sambil belajar menggendong bayi kecil itu bergiliran.

Suho sudah bisa mengenal mereka dari suara, jika menangis suara Donghae akan membuatnya terdiam. Jika berada diluar, awan-awan kecil Sungmin menutupi sinar matahari untuknya. Dan Ryeowook yang selalu menyuapinya sarapan dan makan malam.

Kyuhyun merasa pekerjaannya sedikit lebih mudah karena namja tampan itu selalu membantunya. Heechul bahkan ikut menjaga Suho saat Kyuhyun sudah mulai belajar lagi. Sementara Hyukjae selalu bisa membuat Suho tersenyum saat namja dengan gummy smile itu tersenyum.

“Apa kau perlu babysitter, baby?” Tanya Siwon suatu hari.

“Tidak, aku bisa menjaganya, hyung selalu membantuku.”

“Aku tidak ingin kau capek.”

“Hyung, kau lupa?”

“Ne?”

“Aku sudah tidak punya rasa itu.”

“Ahh, benar, aku lupa.” Siwon tertawa kecil.

“Cihh..paboya~”

Begitulah Kyuhyun menikmati hari-harinya menjadi vampir baru dan seorang ‘mommy’. Siwon selalu ada disisinya menemani dan membantu menjaga Suho yang semakin hari semakin tumbuh sehat.

Karena frekuensi tumbuhnya tidak seperti manusia biasa, mereka harus segera pergi dari Seoul. Saat usia Suho menginjak 7 bulan, para namja tampan itu langsung meninggalkan Venice.

Siwon ingin cepat-cepat pergi darisana karena tidak ingin keberadaan Suho menjadi ancaman. Atau menjadi keributan, memperebutkan status klan tertinggi seperti yang sudah terjadi. Ia tidak ingin Kyuhyun atau Suho jadi sasaran kebencian orang lain.

Karena itu dalam dua hari, mereka sudah berada di Venice bersama yang lainnya. Bahkan appa dan umma Choi ikut mengantar mereka ke villa yang ada disana.

**

Sebuah Villa yang sangat besar berada dipinggiran pantai dan hutan. Satu-satunya bangunan yang jauh dari keramaian kota dan tidak ada yang pernah datang kesana. Appa Choi sengaja membuat rumah ditempat seperti itu karena status mereka.

Siwon dan Kyuhyun bisa menikmati kehidupan mereka dengan bahagia bersama Suho. Tidak ada yang akan mempertanyakan keberadaan mereka semua. Jika ingin menikmati kota venice mereka bisa bermain ke kota tidak ada yang akan curiga.

Mereka akan dianggap sebagai pengunjung atau turis yang menghabiskan liburan. Suho juga tidak akan dilihat aneh karena  pertumbuhannya yang cepat.

Mereka bisa bebas menikmati kehidupan baru mereka disana.

“Yang disayangkan, mungkin Suho akan sendirian.” Ucap Kyuhyun saat menyusuri kamar besar milik putranya.

“Maksudnya baby?”

“Dia tidak punya teman bermain.”

“Lalu kami apa?” Tanya Heechul.

Dan satu persatu hyung yang lain masuk keruangan itu, mereka sudah menemukan kamar masing-masing. Lantai dua vila itu bernuansa klasik modern dengan warna coklat kehitaman. Lantai itu dipenuhi dengan beberapa kamar termasuk kamar Suho dan kamar lainnya sudah dipilih namja tampan itu.

“Kami akan menemani dan bermain bersamanya.” Ucap Hyukjae.

“Disini, kita bisa mulai hidup baru dan melupakan kejadian buruk dimasa lalu.” Ucap Siwon.

Ia memeluk pinggang Kyuhyun dan menyandarkan dagunya dibahu namja manis itu. “Kita akan menjaga dan mendidiknya bersama-sama.” Bisiknya.

“Dia akan jadi anak pintar dan tampan seperti daddy-nya.” Ucap umma Choi mengangkat Suho tinggi-tinggi.

“Mi..” Jawab Suho.

“Ohh, seperti mommy?” Tanya Siwon.

“Tentu sajaa, seperti mommy.”

Bayi kecil yang tidak tahu apa-apa itu langsung tertawa dengan senangnya. Bahkan ia menggerak-gerakkan tangannya pada Kyuhyun agar diambil. Namja manis itu tersenyum kecil dan mengambil anaknya dalam pelukan.

“My baby~” Ucapnya. “Ajumanhi saranghaettago~” Lanjutnya sambil menatap mata kecil itu dalam. “Kau tahu kan?”

“Mmm, mmm~” Gumam Suho penuh semangat.

“Anggap saja dia mengerti.” Sahut Heechul.

Yang lain langsung tertawa dengan senangnya melihat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya kesal.

Setelahnya Appa dan umma Choi segera kembali ke Seoul dan tinggal disana. Seminggu sekali mereka akan terbang ke Venice untuk menjenguk Kyuhyun dan cucu kesayangan mereka.

Dan waktu pun kembali berlalu dengan sendirinya, hari berganti dengan begitu cepat. Bahkan musim yang baru pun telah tiba. Dedaunan mulai menguning disemua dahan, sebagiannya sudah berguguran jatuh ke tanah.

Musim gugur telah tiba.

Tidak terasa pertumbuhan Suho yang berjarak dua hari sama dengan dua minggu sudah semakin terlihat. Bayi kecil itu kini sudah bisa berjalan bahkan bicara yang tidak jelas membuatnya terlihat begitu menggemaskan.

Setiap harinya Suho bersama daddy dan mommy-nya, atau bersama uncle tampannya. Yang punya seribu cara untuk membuatnya tertawa dan merasa nyaman. Bayi kecil itu sudah bisa memanggil nama mereka walau tidak jelas.

“Dia sudah besar.” Ucap Hyukjae saat Suho berlari-larian ditaman.

“Kenapa aku merasa semakin tua?” Tanya Heechul melihat cermin ditangannya.

“Kau masih sama saja hyung, masih sama.” Sungmin menepuk pelan bahu hyungnya itu.

“Uncle Choi mengatakan setelah 5 tahun pertumbuhannya akan normal seperti manusia biasa.” Donghae menjelaskan.

“Berarti dia bisa masuk sekolah?” Tanya Ryeowook.

“Ne, dia bisa bersosialisasi dengan manusia.”

“Waaah, aku senang untuknya.”

“Yang ditakutkan Kyunnie tidak terjadi, putranya bisa bermain dengan teman seusianya.”

“Ne, hidup mereka akan lebih sempurna.”

“Itu benar.”

“Lalu dimana mereka?”

“Biasa, Siwon tidak mau melepasnya.”

“Dasar kuda pabo!”

**

Sementara itu dilantai tiga Villa megah milik Choi family, pasangan paling sempurna sedang berada. Namja tampan Choi Siwon terlihat sedang berbaring ditempat tidur dengan soulmatenya dalam pelukan.

Kyuhyun tampak seperti tertidur nyaman dengan wajah tersembunyi didada suaminya itu. Setelah kegiatan cinta mereka namja manis itu memejamkan mata sambil mengatur nafasnya.

“I love you, the love of my life.” Ucap Siwon.

“I love you too, the love of my heart.” Jawab Kyuhyun sambil tersenyum. “Aku cheesy hyung.”

“Ahahaha, aku sangat bahagia dengan kehidupanku sekarang, baby.”

“Aku juga, walau banyak kejadian dimasa lalu yang menyakitkan, tapi sekarang aku bahagia, semoga Hyunji dan yang lainnya juga menemukan kebahagiaan mereka.”

“Dia sudah punya soulmate, aunty yang mengatakannya, suatu hari kita kembali ke Seoul, kita akan bertemu dengan mereka semua, kau mau?”

“Asal selalu bersamamu, aku tidak keberatan.”

Siwon langsung mengangkat dagu soulmatenya itu dan mengecup bibirnya dengan lembut. Kyuhyun memejamkan mata sambil tersenyum dalam ciuman mereka.

Saat sedang menikmati manisnya ciuman itu, Kyuhyun merasakan sesuatu akan terjadi. Siwon juga merasa perubahan Kyuhyun hingga ia bertanya dalam kepalanya.

‘Waeyo?’

‘Suho sudah bosan bermain.’

‘Dia akan kesini?’ Tanya Siwon dan ciumannya berhenti.

‘Ne.’

“Aigoo, baby~ aku masih rindu~” Rengek Siwon sedkkit menjauh.

Kyuhyun memicingkan mata menatap wajah tampan suaminya itu lalu tertawa keras. “Chakkaman!!” Ucapnya.

Namja manis itu terlihat sedang menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong membuat Siwon bingung. Detik berikutnya ia berpaling melihat Siwon dan tersenyum manis lalu kembali mengecupnya.

‘Apa yang kau lakukan?’

‘Membuat Suho berubah pikiran.’

‘Mwoo??’

‘Aku sudah mencobanya beberapa kali dan berhasil.’

“Mwooo???”

“Ahahahaa, hyuuuungg~” Rengek Kyuhyun. “Kau bilang rindu…”

“Oh my god!! I love you, baby!!!”

Siwon langsung mengecup kembali bibir manis Kyuhyun dan membawanya dalam ciuman yang penuh perasaan. Tidak perlu menunggu lama, mereka kembali merajut kasih yang tidak pernah berakhir.

**

Setelah beberapa jam kemudian Suho terlihat baru bangun tidur dan mencari mommy-nya. Sebelum tidur tadi sore ia ingin mencari mommy dan daddy-nya tapi rasa kantuknya datang tiba-tiba.

“Mommyyyy~” Panggilnya dengan wajah sulking.

Dalam sekejap Kyuhyun sudah ada di kamar itu dan mendekatinya ditempat tidur. Namja manis itu membelai kepala Suho dengan pelan dan tersenyum menenangkan.

“Waeyo, baby?” Tanya Kyuhyun.

“Mommy, ana? Tuo tali.”

“Ohh, mommy sama daddy, daddy rindu katanya.”

“Tuo lindu duda.”

“Ahahaha, nee~ mianhae.” Kyuhyun langsung memeluk putra kesayangannya itu dengan erat. “Tidurnya nyenyak?” Tanyanya.

“Ne~” Angguk Suho sambil membenamkan wajah didada Kyuhyun.

Saat itu Siwon masuk kesana dan menanyakan apa yang terjadi, Suho langsung sulking melihatnya. Bibir mungilnya maju beberapa senti membuat Siwon tertawa kecil.

“Jagoan daddy, waeyo?”

“Mommy unya Cuo.” Jawab Suho memeluk Kuhyun erat.

“Mwoo?? Andwae!” Jawab Siwon cepat.

“Daddyyy~”

“Tapi mommy juga punya daddy.”

“Mommy ilih tapa?”

“Mwoo?”

“Tapaaaa?”

“Hmmm, siapa ya? Kalau Suho, bayi kecil yang sangat kami cintai, sementara daddy, namja tampan yang mommy cintai.”

“Lalu?”

“Tanpa daddy, mommy tidak bisa hidup lagi, tanpa Cuo mommy juga tidak bisa hidup lagi, eotteokhae?”

“Tayangnya tama?”

“Ne! Cinta mommy sama, walau lebih sedikit untuk daddy.”

“Mommyyy!!!”

 “Ahahaa, jelasnya kalian berdua kehidupan mommy.”

Siwon tidak bisa berkata-kata lagi mendengar ucapan itu, ia langsung mendekat dan memeluk soulmatenya itu. Ucapan cinta yang tidak pernah habisnya ia berikan semuanya untuk Kyuhyun.

Melihat hal itu Suho pun hanya bisa memeluk mommy kesayangannya dengan senang. Ia juga memeluk Siwon dan memamerkan gigi kecilnya yang belum penuh semua.

“Cuo tayang daddy, tayang mommy.”

“Daddy tahu.” Siwon menepuk pelan kepala putranya.

Mereka menghabiskan waktu bersama ditempat tidur Suho sampai bocah kecil itu terlelap lagi. Wajah bahagia Suho saat tidur dalam pelukan orang tuanya tidak bisa disembunyikan. Siwon tidak tahan untuk tidak mengecup keningnya penuh sayang dan diikuti Kyuhyun.

Ya, mereka akan selalu bahagia bersama.

End of Flashback.

**

Angin masih terus berhembus menemani malam yang semakin larut, namun bagi Kyuhyun, malamnya tidak akan pernah berakhir. Siang dan malam kini sama saja akan dilaluinya dengan mata terbuka. Tapi yang lebih penting dari semua itu, ia bersama Siwon, belahan jiwanya.

Juga Suho, buah cinta mereka.

Dan para hyung yang tampan, guardian mereka.

“Cantik cetali dicinii~” Suara kecil terdenga mendekati mereka.

“Baby…” Panggil Kyuhyun.

Choi Suho, bocah tampan berusia 4 tahun itu langsung menghabur dalam pelukan mommy-nya. Para uncle tampannya juga mendekat dan bertengger dipagar pembatas disana.

“Cuo senang naik gondola?” Tanya Siwon.

“Mmh!! Tami naik cemua, ahjuci gondola bilang tak muat.”

“Akhirnya kami bagi dua.” Ucap Donghae.

“Bayarnya mahal untuk orang dewasa.” Jawab Hyukjae tidak rela.

“Ahaha, untle pelit.”

“Bukan, dia hemat.” Jawab Heechul.

Kyuhyun melihat hyung cantiknya itu memakai sesuatu dikepalanya membuat Heechul mendecak kesal. “Ulah anakmu!” Gerutunya.

“Cantik hyung.” Ucap Siwon.

“Ck! Hyung!!” Protes Kyuhyun.

Heechul langsung memberinya smirk yang menjengkelkan dan terlihat begitu memesona. Dengan tiara bunga yang dibeli Suho diatas kepalanya, namja itu terlihat semakin cantik.

“Mmh, kau juga cantik, baby.” Ucap Siwon menghilangkan pout dibibir soulmatenya.

“Berikan Cuo…” Heechul melihat ponakannya.

“Ooh, Cuo unya tuk mommy…” Ucap bocah kecil itu.

“Mwo??”

“Ini…” Bocah tampan itu mengeluarkan sesuatu dari dalam coat kecilnya.

Tiara bunga bell of paradise terlihat cantik sama seperti yang dipakai Heechul. Mata bulat Kyuhyun semakin besar melihat hyungnya yang tertawa cekikikan.

“Bukan ide kami.” Jawab Sungmin cepat.

“Cuo ingat kau juga cantik, Kyunnie.” Ryeowook menimpali.

“Ada-ada saja!!” Jawab Kyuhyun.

“Pakai mommy…” Pinta Suho.

Tanpa perlu menunggu Kyuhyun langsung menundukkan kepalanya agar sejajar dengan Suho. Dan tiara bunga itu pun bertahta dengan cantik diatas kepalanya. Seperti yang sudah mereka kira, namja manis dengan kulit putih itu terlihat sangat cantik.

‘Memesona’ Puji Siwon dalam kepalanya.

‘Jangan pikirkan terlalu dalam.’ Jawab Heechul.

‘Kita bukan dirumah.’ Hyukjae menimpali.

‘Anakmu ada disini.’ Donghae juga ikutan.

‘Sadarlah Siwonnie…’ Ryeowook juga mengikuti hyungnya.

‘Kaliaaan~’ Suara Sungmin membuat mereka saling bertatapan.

“Ahahaha, hyung paboo~” Jawab Kyuhyun dengan senangnya.

“Waeyo mommy?” Tanya Suho.

“Aniya, mommy loves you too much~” Kyuhyun menunduk lagi dan mengecup ujung hidung Suho.

“Ahh, Cuo love you tooo much~”

“Mmm, daddy eotte?” Tanya Siwon.

Kyuhyun dan Suho saling bertatapan lalu senyum jahil terukir dibibir keduanya. Kemudian mereka langsung memeluk Siwon dengan eratnya sambil berseru…

“We love you tooo much~

Setelahnya para namja tampan itu segera membawa Suho turun menuju mobil mereka dan pulang ke rumah. Sementara Siwon dan Kyuhyun akan kembali ke istana mereka dengan cara yang berbeda.

Seketika Kyuhyun sudah terbang dari menara itu dan mendarat diatas bangunan didekatnya. Siwon tertawa senang dan segera menyusulnya najun Kyuhyun sudah melompat ke bangunan lainnya.

Dan mereka pun saling berkejaran dengan melompati bangunan bangun tinggi itu. Dengan tawa senang Kyuhyun yang terdengar begitu menggemaskan.

**

‘Sejauh manapun jiwaku dapat merengkuh, sedalam apapun itu aku hanya mencintaimu.’ Ucap Kyuhyun dalam kepalanya. ‘Suatu saat, sekalipun aku telah mati, meskipun aku mati, aku akan tetap mencintaimu.’

‘Perasaanku tidak akan pernah berubah, karena itu habiskan seluruh hidupmu bersamaku, aku akan mencintaimu, selamanya.’

Love Of Pureblood.

*The End*

^^

Akhirnyaaaaa~ habis dah ini ff..terima kasih untuk yang setia dari chapter pertama sampai terakhir neee…jeongmal gomawooo..

Semoga kalian masiha da di ff lainnya~

Dan, selamat menyambut bulan ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya..semoga amal ibadah kita diterima disisiNYA.. Amiiiin~

Nggak janji bisa update bulan ini.. (kalo dapat merah ya, kkkk~)

Sampai jumpa lagii~

Dilgomapgo saranghanda~

With Love.

Vie.

Advertisements