Pureblood 4

Love Of Pureblood

Chapter 4

**

Selamat malam, my lovely readers~

Bagaimana puasanya? Semoga lancar sampai hari kemenangan nanti ne… Ohh, Vie update..tpi Vie PW siang harinya., jdi kalo mau baca malam aja ne?

Mmm, pasti udah lupa chap sebelumnya kan? Vie juga..waktu mau edit..lho? kox disini? bukannya udah mau end? ahaha. padahal Vie yg udah ngetik sampai 3 chap kedepan..kkk~

Ok deh~ selamat membaca Lovelies~ baca chap belakang dulu ya~ohoho

*Typo Mianhae~*

**

Sebelumnya…

“Kenapa kau sembunyi?”

“Mereka ingin membasmi seluruh keturunan, bahkan tidak lama di jepang aku tahu orang tua Hyunji juga mengalami hal yang sama.”

“M-mwo??” Tanya semua namja itu tidak percaya.

“H-hyunji?” Tanya Heechul.

“K-kim Hyunji?” Tanya Hyukjae dengan tangan yang bergerak menunjuk pintu.

“Ne~” Angguk Kyuhyun. “Kim Hyunji, sepupuku.”

“Mwo???” Semua mata namja tampan itu hampir keluar dari sarangnya.

**

“Dia anak Aunty-ku, adik ibuku, yang menjadi vampire karena suaminya.”

“Lalu orang tua Hyunji sekarang?” Tanya Sungmin.

“Orang tua angkat dari pihak ayahnya, mereka vampire asli, Hyunji diangkat menjadi anak mereka setelah orang tuanya meninggal, aku tidak tahu awalnya kenapa Aunty tidak mengunjungiku lagi, uncle park mengatakannya padaku setelah 6 bulan kami di Jepang.”

“Kenapa Mr. Park tidak langsung membawamu kesini?” Tanya Siwon.

“Karna aku manusia.”

“Lalu kenapa akhirnya kau ada disini?”

“Mereka masih mencari Hyunji, tidak ada tempat yang aman selain sarang vampire itu sendiri, uncle park juga punya pekerjaan disini dia tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya, tapi dia lebih tidak ingin meninggalkanku.”

“Karna itu Hyunji masuk sekolah dan asrama malam? Apa dia benar-benar darah murni?” Tanya Hyukjae.

“Aku tidak tahu, yang aku tahu dia akan menjadi seperti kalian.”

“Aah, arraseo.”

“Mmm, terima kasih sudah mengatakan masa lalumu Kyunnie.” Ucap Ryeowook akhirnya.

“Maaf jika kami sempat membuatmu bersedih lagi.” Sambung Donghae.

“Aah, gwenchana, aku senang bisa bercerita, dengan begitu aku tidak asing lagi bagi kalian.”

“Dari awal kami tidak menganggapmu seperti itu.” Jawab Sungmin dengan senyumnya.

“Gomawo.” Angguk Kyuhyun. “Aah, He-heechul hyung, gomawo sudah menjagaku semalaman, aku sudah sembuh sekarang.” Ucap Kyuhyun melihat Heechul dengan senyum manis dan polosnya.

Heechul langsung menelan apapun yang tersangkut ditenggorokannya melihat wajah Kyuhyun. Ia tidak pernah menerima ucapan semanis itu saat bersama dongsaengnya yang lain. Karena itu Heechul hanya bisa menganggukkan kepala setelah melihat kesana kemari.

“Hee-hyung malu.” Celutuk Ryeowook.

“Shut up!!” Death glare Heechul membuat yang lain langsung tertawa.

Namun tawa senang itu terhenti seketika saat suara ketukan dipintu kamar Kyuhyun terdengar. Para namja itu saling berpandangan dengan tatapan bertanya. Namun anggukkan dari Kyuhyun membuat Sungmin yang ada didekat pintu segera membukanya.

“Oppa!!?” Seru seseorang begitu pintu terbuka.

“H-hyunji?” Panggil Kyuhyun langsung berdiri.

Yeoja cantik yang diketahui sebagai sepupu Kyuhyun itu langsung masuk kedalam dengan wajah khawatir. Namun yang membuat mulut para namja itu melebar, saat melihat yeoja cantik lainnya masuk kesana dengan wajah santai mereka.

“What the hell!!” Kutuk Heechul.

“Oppa~” Keluh Jessica.

“Untuk apa kalian disini?” Tanya Siwon sambil berdiri dan menutupi Kyuhyun dengan badannya.

Kyuhyun langsung tersenyum kecil an berdiri dibelakang Siwon seolah ia bersandar pada namja tampan itu. Hyunji yang berada didepan melihat dua namja itu seperti ada lem yang menempel pada mereka.

“Oppa, kami hanya ingin mengantar Hyunji, dia khawatir pada sepupunya.” Jawan Tiffany.

“Kalian tahu?” Tanya Sungmin.

“Hyunji baru mengatakannya.” Jawab Yoona.

“Dan sepertinya kalian juga baru tahu.” Jawab Jessica membuat Heechul memberinya death glare.

Yeoja cantik itu langsung mengerucutkan bibirnya tidak terima membuat yang lain tertawa cekikikan. Sementara Hyunji langsung mendekati sofa Kyuhyun membuat Ryeowook yang ada disana pindah ketempat lain.

“Oppa!! Kenapa tidak mengatakannya?” Tanya Hyunji.

“Mmm, mianhae~” Jawab Kyuhyun lalu berpaling melihat yeoja cantik lainnya. “Ka-kalian boleh duduk.” Ucapnya dan menarik lengan Siwon memintanya duduk kembali.

Dan langsung saja tiga yeoja cantik itu bergerak cepat dan saat yang lainnya tahu, ketiganya sudah berada didekat Kyuhyun. Bahkan Tiffany dan Jessica duduk dimeja didepan Kyuhyun dan Siwon, sementara Yoona berada disisi Hyunji.

Gerakan mereka yang cepat tentu saja membuat Kyuhyun terkejut hingga ia memeluk lengan Siwon tanpa sadar. Dan hal itu hampir saja membuat Heechul mematahkan leher cantik kedua yeoja itu.

“Kalian!! Bertingkah normal didepannya!” Hardiknya cepat.

“Upss~ mianhae~” Jawab Tiffany polos.

“Kenapa dekat sekali Tiff?” Tanya Siwon tidak nyaman.

“Mian oppa, kami hanya penasaran, selama ini kami hanya melihatnya dari jauh.”

“Benar!!” Angguk Yoona cepat. “Unnie lihat kulitnyaa~” Ucapnya kemudian.

“Kalian ini~” Hyukjae menggelengkan kepalanya.

“Gwenchana hyung.” Jawab Kyuhyun sedikit tenang. “Gomawo Hyunji.” Ucapnya kemudian melihat sepupunya.

“Manhi appa?(sakit sekali)” Tanya Hyunji.

“Ani, aku sudah baikan, mereka merawatku dengan baik.” Jawab Kyuhyun melihat hyung-hyungnya.

Serentak namja tampan itu menaikkan wajah dengan bangganya saat Hyunji dan yeoja yang lain melihat mereka. Kyuhyun hampir tertawa dengan keras melihat wajah polos hyung-nya itu.

“Gomawo oppa~” Ucap Hyunji menundukkan kepalanya sekilas.

“Ahh, gwenchana, gwenchana~” Hyukjae mengibaskan tangannya.

“Ahh, annyeong~” Ucap Kyuhyun melihat Tiffany dan Jessica. “A-aku Kyuhyun, sepupu Hyunji, terima kasih sudah menjaganya seperti dongsaeng kalian, gomawo jeongmal.” Lanjutnya dan menunduk seperti yang dilakukan Hyunji.

“Gwenchana, dia sangat manis.” Jawab Jessica.

“Tapi Kyuhyun-ssi…” Ucap Tiffany membuat suasana tegang seketika.

“Ne?”

“Apa kau tahu soal kalung Hyunji?” Tanya yeoja cantik itu.

Langsung saja semua yang disana terkejut mendengarnya, bahkan Donghae yang merasa tidak nyaman langsung menyebar aura positifnya diruangan itu.

“Akhir-akhir ini, Hyunji selalu melepasnya dan karena itu dia sering jatuh sakit.” Jelas Tiffany.

“Benarkah?” Tanya Kyuhyun melihat Hyunji.

Yeoja cantik itu langsung menganggukkan kepalanya. “Tiff unnie sangat cemas karna itu.” Jawab Hyunji.

“Mungkin seperti yang dikatakan tante, kau harus menemukan soulmatemu, Hyunji.” Ucap Kyuhyun.

“Apa tidak ada yang mendekat?” Tanya Siwon sambil memainkan ibu jari Kyuhyun.

Hyunji menggelengkan kepala dengan mata yang tidak lepas dari apa yang dilakukan Siwon. Bahkan tiga yeoja lainnya juga melihat dengan jelas apa yang dilakukan namja tampan itu.

“Lalu apa ada yang kau suka?” Tanya Kyuhyun.

Langsung saja Hyunji melihat Kyuhyun dengan pipi merona dan menggelengkan kepalanya kuat. “Tidak oppa, aku akan baik-baik saja.”

“Tidak bisa seperti itu.” Jawab Kyuhyun.

“Mmm, apa…” Suara Hyukjae membuat yang lain langsung melihat kearahnya. “Apa Hyunji sudah lama memakai kalung itu?” Tanyanya.

Namja yang lain langsung memberi Hyukjae death glare mereka, karena mereka sudah sepakat akan melupakan soal kalung itu atau apapun. Tapi sepertinya Hyukjae semakin penasaran dan ingin memperjelas semuanya.

“Mmm ne, sudah lama, bahkan sebelum Uncle dan Aunty di…” Kyuhyun berpaling melihat Hyunji yang menundukkan kepalanya. “Ahh, mianhae Hyunji-ya.”

“Mm, mianhae aku tidak bermaksud..” Hyukjae pun merasa tidak enak.

“G-gwenchana oppa…”

“Baiklah, silahkan kalian bicara kami harus pergi.” Ucap Siwon akhirnya.

Kyuhyun berpaling melihat Siwon yang tersenyum menenangkan sambil menepuk tangannya pelan. Lalu tanpa segan namja tampan itu menyentuh poni Kyuhyun seolah memperbaikinya.

“Istirahat yang banyak ne.” Bisiknya.

Tidak bisa dipungkiri perut Kyuhyun terasa digelitik kupu-kupu hingga ia pun tersenyum dengan pipi yang merona. Disaat para yeoja disana menahan nafas mereka, para namja tampan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala.

“Kajja~” Ajak Heechul.

Setelah menganggukkan kepalanya Siwon segera keluar dari sana bersama para namja yang lain. Namun tiba-tiba Heechul berhenti dan melihat kebelakangnya. “Tiff, Jess, kajja~” Panggilnya sambil menggertakkan giginya.

Para yeoja cantik itu langsung mengeluh dengan bibir mengerucut namun menuruti namja cantik senior mereka. Kyuhyun tersenyum kecil melihat power Kim Heechul yang tidak bisa dibantah siapapun.

Walau Siwon yang paling tinggi dari mereka menurut kastanya tapi namja tampan itu menyerahkan kekuasaan pada hyungnya. Walau bagaimanapun Heechul yang paling tua diantara mereka dan Siwon menghormatinya.

Yang lain juga tidak bisa membantah death glare namja cantik itu karena seniornya dan tindakannya yang tegas.

“Jika kalian tidak keluar, kami juga tidak bisa keluar.” Ucap Donghae dengan wajah polos.

“Kenapa? Memangnya kami akan memakannya?” Tanya Jessica.

“Siapa tahu, ya kan Yoon?” Tanya Sungmin.

“Ne oppa.” Jawab Yoona patuh dan langsung mendapat death glare dari unnienya.

“Ahahaha, Yoona memang yang paling baik~” Ucap Ryeowook dengan tawa riangnya.

Lalu tiba-tiba Heechul berhenti melihat para yeoja cantik itu dengan wajah seriusnya. Yang lain juga berhenti dan melihat hyung cantik mereka akan berbicara.

“Kalian tahu dia manusia, bukan?” Tanya Heechul to the point.

“Ne oppa.” Jawab Jessica.

“Jadi aku yakin kalian bisa menahan diri, Kyuhyun disini untuk keselamatannya, jadi aku minta…”

“Kami mengerti oppa, lagipula Kyuhyun-ssi sepupu Hyunji.” Ucap Tiffany.

“Ne, kami tidak akan melukainya.” Sambung Yoona.

“Baiklah kalau begitu, sana~ lanjutkan tidur kalian.” Ucap Heechul.

Selanjutnya namja cantik itu sudah menghilang dalam sekejap membuat yang lain sedikit tersentak. Setelahnya para namja tampan itu juga segera kembali ke kamar mereka.

Tinggallah tiga yeoja cantik itu disana dengan pikiran mereka masing-masing.

“Apa kalian sama denganku?” Tanya Tiffany tiba-tiba.

“Siwon oppa menyukai Kyuhyunnie.” Jawab Jessica.

“Aku yakin itu.” Sambung Yoona lalu berpaling melihat Tiffany. “Bagaimana denganmu?”

“Apa hubungannya denganku?”

“Kau menyukai Siwon oppa, bukan begitu?”

“Aaah, geurae~ aku menyukainya.” Jawab Tiffany jujur.

“Tapi?” Tanya Jessica.

“Tapi kau tidak bisa merubah destiny seorang vampire.”

“Maksudmu soulmate?”

“Ne.”

“Apa Kyuhyunnie soulmate Siwon oppa?”

“Mollayo~ kita lihat saja nanti, tapi apa kalian tahu?” Tiffany balik bertanya.

“Apa?”

“Si kecil kita juga menyukainya.”

“Mwooo???”

“Sudah-sudah, ayo pergi~” Tiffany langsung menghilang menuju kamarnya membuat dua yeoja cantik itu mengikutinya.

Dibelakang mereka Lee Hyukjae mendengar semua percakapan itu dengan seksama. Bukan ingin menguping pembicaraan, tapi ia hanya ingin pergi ke kamar Siwon untuk berbicara.

“Apa kalian mendengarnya?” Tanya Sungmin.

“Mwo?” Jawab Hyukjae.

Dan para namja tampan itu pun keluar dari persembunyian mereka membuat Hyukjae langsung memutar bola matanya. Ternyata mereka mempunyai tujuan yang sama untuk menemui Siwon di kamarnya. Tanpa bicara apapun lagi, lima namja tampan itu segera menuju kamar Siwon.

“Ada apa hyung?” Tanya Siwon begitu melihat Heechul.

“Siwon bagaimana kasus yang beredar di luar?” Tanya Donghae langsung menempati jendela kamar Siwon.

Sementara yang lain mencari tempat duduk mereka sendiri dan duduk seperti patung yang melakukan fotoshoot. Siwon langsung mendekati sofa dan duduk disana bersama Ryeowook dan Sungmin.

“Appa sudah menyuruh beberapa orang untuk menghentikan mereka.” Jawab Siwon.

“Waah, berarti itu masalah serius.” Hyukjae menggelengkan kepalanya.

“Ne, mereka pendatang dan tidak tahu peraturan, appa akan memberi peringatan.”

“Hoo, appa Choi memang selalu cepat tanggap.” Sungmin menganggukkan kepalanya.

“Lalu, selain itu apalagi yang kau cari?” Tanya Heechul.

“Aku masih menyusurinya di pustaka bawah tanah, tapi aku belum selesai.”

“Kau pulang karna telepatiku?” Tanya Ryeowook.

“Ne, aku sudah menemukan berkas pembunuhan yang diceritakan Kyunnie, banyak keluarga yang mengalami hal itu karena pencarian darah murni, tapi aku belum menemukan milik Kyuhyun dan Hyunji.”

“Ahh, berarti memang ada disana?”

“Ne.”

“Lalu bagaimana dengan kalung itu?” Tanya Hyukjae.

“Maksud hyung?”

“Apa ada buku tentang hal itu? Apa yang akan terjadi? Bagaimana jika pemilik kalung itu tidak menemukan Soulmatenya? Bagaimana jika soulmatenya menemukan orang lain? Apa yang akan terjadi?” Hyukjae tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya.

“A-aku tidak berpikir untuk mencarinya.” Jawab Siwon melihat kearah lain.

“Kau harus Siwon, ini masalah serius, kau harus mencari tahu.” Desak Hyukjae.

“Untuk apa hyung? Kalian tahu aku…”

“Kami tahu.” Jawab Donghae cepat.

“Tapi kau harus tahu, kalung yang kami kenal ada pada siapa.” Ucap Sungmin.

“Kalian~!!” Heechul memberi mereka semua death glarenya. Padahal mereka sudah sepakat untuk menutup masalah ini, kenapa sekarang mereka membicarakannya lagi.

“Hyung, aku ingin melupakannya, tapi saat tahu kenyataan Kyuhyun sepupu Hyunji, aku tidak bisa.” Jelas Hyukjae.

“Ne, hyung~ Siwon harus tahu.” Jawab Ryeowook.

“Tunggu!! Apa maksud kalian?” Tanya Siwon tidak mengerti.

Para namja itu saling berpandangan sampai akhirnya Heechul menghembuskan nafas lelahnya. Dan mereka pun menganggukkan kepala tanda setuju.

“Siwon, kami sudah melihatnya.” Ucap Donghae.

“Lihat apa?”

“Kalung itu.”

“Jinjja? Apa benar itu kalungnya?”

“Ne, kalung itu sama seperti yang dipakai umma Choi dalam pigura yang kami lihat dirumahmu.” Ucap Heechul.

“Lalu siapa? Siapa yang memakainya?”

“Kau tahu siapa.” Donghae menjawab dengan wajah serius.

“Siapa? Hyunji?” Tanya Siwon membuat mereka terdiam. “Tsk~ aku tidak percaya.”

“Siwon…”

“Hyung…aku menyukai Kyuhyun, aku sudah memilihnya, bagaimana bisa aku…maldo andwae!!”

“Karna itu, cari buku apapun itu yang membahas tentang kalung destiny, kau bisa melakukan apapun saat jawabannya kau temukan.” Ucap Hyukjae.

“Ne, Hyukkie benar, seperti yang mereka bilang, jika Hyunji tidak menemukan soulmatenya….” Ucap Donghae.

“Dia akan mati.” Lanjut Ryeowook.

Siwon melihat wajah para hyung-nya yang datar namun ia tahu raut kegelisahan ada disana. Namja tampan itu tahu bahwa mereka semua memikirkan kebahagiaannya. Tapi…

“Apa aku harus hyung?” Tanya Siwon akhirnya.

“Lebih baik seperti itu Siwon, kau harus tahu.” Jawab Heechul.

“Baiklah, aku akan mencari tahu tapi tidak sekarang, aku tidak bisa meninggalkannya, dia baru sembuh, hyung.”

“Baiklah, kami mengerti.” Angguk Hyukjae.

“Hari ini dia absen, kau bisa menemaninya.” Ucap Ryeowook.

“Nee~” Senyum dimple Siwon akhirnya terlihat.

Para namja tampan itu pun keluar darisana dengan berbagai pikiran didalam benak mereka. Salah satunya tentang kalung milik keluarga Choi yang dipakai Hyunji dan jika kutukan kalung itu benar, maka Hyunjilah soulmate Siwon.

Lalu bagaimana dengan Kyuhyun?

Namja cantik itu sudah masuk terlalu jauh dalam hati dan kepala Siwon, hingga namja tampan itu sudah memutuskan untuk bersamanya. Ada atau tidak adanya kalung itu. Siwon sangat menginginkan Kyuhyun menjadi soulmatenya.

Lalu bagaimana jika soulmatenya itu Hyunji dan ia memilih Kyuhyun, apa Siwon akan membiarkan yeoja cantik itu menghilang? Lalu apa yang terjadi dengan Kyuhyun jika Siwon memilih soulmatenya?

Tidak ada yang bisa menjawab semua pertanyaan itu bahkan Siwon sendiri. Yang ia tahu, saat ini ia hanya ingin selalu bersama Kyuhyun. Karena itu begitu tahu Hyunji sudah kembali ke kamarnya, namja tampan itu segera kembali ke kamar Kyuhyun.

“Kyunnie…” Panggil Siwon langsung masuk kedalam.

“Hyung~” Kyuhyun melihatnya dengan pout dibibirnya.

Siwon tertawa kecil dan mendekati namja cantik itu lalu seketika menyentuhkan kening mereka berdua. Kyuhyun tersentak kaget seiring dengan degup jantungnya yang berdetak kencang.

“H-hyung…”

“Masih hangat.” Jawab Siwon sambil memejamkan mata.

Detik selanjutnya ia sadar, Siwon langsung menjauhkan dirinya dan melihat Kyuhyun dengan bibir yang dirapatkan.

“Mianhae.” Ucapnya cepat.

Kyuhyun hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah manis itu, padahal ia baru saja mendengar hal menakjubkan tentang Siwon. Ya, Kyuhyun menanyakan tentang tamja tampan itu dan namja yang lainnya pada Hyunji, sepupunya.

Hyunji yang lebih lama bersama mereka tentu tahu sifat vampire tampan yang selalu mengelilinginya itu. Dan salah satunya Siwon, namja tampan itu tidak pernah memberikan perhatian yang lebih pada orang lain.

Siwon hanya ramah pada hyung-hyungnya dan akan bersifat datar atau lebih cool didepan siswa yang lain. Bahkan didepan mereka para yeoja, Siwon tidak pernah berbicara banyak.

Dan kenyataannya didepan Kyuhyun.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun dengan kupu-kupu berterbangan diperutnya.

“N-ne?”

“Mmm, itu…aku…”

“Apa? Masih sakit? Hyung ambilkan obat?”

“Ani!! Aku hanya rindu.”

“Mwo???” Mata Siwon melebar sempurna.

“Aku rindu kamarmu, hyung.” Ulang Kyuhyun.

“Ahh, nee~ ohh, kajja~” Siwon langsung menarik tangan Kyuhyun dan membawanya keluar.

Sekejap saja mereka sudah berada didalam kamar Siwon dan Kyuhyun langsung menghirup udara nyaman yang ada disana. Lalu menghembuskannya dengan lega seolah ia baru kembali kerumahnya setelah sekian lama.

“Ayo, istirahat disini~” Ucap Siwon membuka selimut ranjangnya.

Tanpa segan Kyuhyun langsung berlari kesana dan menghempaskan dirinya disana. Mata Siwon melebar tidak percaya melihat namja cantik yang baru sembuh itu. Kenapa ia bisa berlari seperti itu padahal kemarin demamnya begitu tinggi.

“Hyung, kenapa kau pulang kerumah?” Tanya Kyuhyun setelah nyaman berbaring ditengah ranjang itu.

“Ahh, ada sesuatu yang ingin kuurus.”

“Masalah apa?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Siwon menatap wajah polos yang ingin tahu itu sambil mempertimbangkan jawabannya. Namun mata Kyuhyun mengerjap penuh harapan seperti anak kecil, Siwon hanya bisa mengalah.

Namja tampan itu pun memilih untuk mengatakan hal yang sejujurnya pada Kyuhyun. Agar namja cantik itu tahu dunia ini tidak senyaman yang ia bayangkan. Perlahan ia pun duduk dan bersandar ditempat tidurnya.

“Ada kejadian diluar yang mengancam manusia, aku ingin tahu apa appa sudah mengambil tindakan.” Jelasnya.

“Lalu?”

“Appa akan mengurus segalanya.”

“Hyung…” Panggil Kyuhyun lagi.

“Ne?”

“Apa kau keturunan darah murni?”

“Mm, ne, kau tahu darimana?”

“Hyunji mengatakannya padaku.”

“Hoo, darah murni memiliki kekuatan fisik yang lebih kuat, karena itu kami juga bisa berjalan-jalan disiang hari seperti manusia.”

Kyuhyun langsung terduduk dengan penuh semangat. “Jinjja??”

“Heey~ jangan begitu.” Siwon mengerutkan keningnya dan meminta Kyuhyun tidur kembali.

“Benarkah hyung? Kau bisa keluar siang hari, jinjjayo??” Tanya Kyuhyun ingin kejelasan.

“Ne, kami bisa, hanya saja kekuatan kami sedikit melemah, tapi bisa diatasi.”

“Ahh, aku…aku ingin keluar bersama….mu” Suara Kyuhyun terdengar lebih kecil diujung kata-katanya.

Sepertinya ia menyadari sudah salah bicara dan terlalu bersemangat hingga rona pipinya pun terlihat. Siwon tertawa kecil dan mengacak lembut rambut namja cantik itu.

“Kau ingin keluar?” Tanya Siwon.

“Ne!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Baiklah, nanti kalau sudah sembuh.”

“Aku sudah sembuh hyung!! Aku sudah sehat.” Kyuhyun langsung duduk dan mengangkat kedua tangannya.

“Aigoo~ arraseo~ ambil coatmu.”

“Sekarang?” Mata Kyuhyun melebar.

“Kau mau besok?!”

“Anindwe!!” Kyuhyun langsung berdiri dan melompat dari tempat tidur lalu keluar darisana.

Gerakan yang cepat itu membuat Siwon menganga lebar dan hampir saja menghentikan namja cantik itu. Jika itu terjadi Kyuhyun pasti akan sangat terkejut dengan gerakan cepatnya.

“Kau harus mendengarku lain kali.” Geram Siwon lalu segera mengambil coatnya.

**

Tidak berapa lama mereka sudah berada diluar asrama dan Siwon membawa Kyuhyun berjalan menyusuri taman yang ada disana. Tidak jauh dari asrama mereka terdapat garasi mobil yang menampung 6 mobil mewah didalamnya.

Tidak perlu bertanya, Kyuhyun tahu siapa pemilik mobil mewah itu karena salah satunya sudah berbunyi saat Siwon mendekat. Namja tampan itu langsung menuju Audy biru metalik yang berada dibaris depan.

Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya saat namja tampan itu membuka pintu depan untuknya. Namun senyuman manis dan bola mata yang berputar tidak bisa dipisahkan dari dirinya.

“Kau ingin kemana Kyunnie?” Tanya Siwon saat ia sudah didalam.

“Kemana saja asal itu bersamamu.” Jawab Kyuhyun dengan senyumnya.

Seandainya bisa degup jantung Siwon sudah pasti terdengar keluar melihat wajah cantik didepannya itu. Bahkan ia hampir saja menarik tengkuk Kyuhyun dan mengecup bibir peach itu sampai puas. Tapi itu tidak mungkin, Kyuhyun akan mengutuknya.

“Bisa tidak kau tidak manis seperti itu Kyu?” Tanya Siwon tanpa sadar.

“Mwo??”

“Ah, gwenchana, kau mau makan sesuatu?”

“Mau!! Ryeowookie memberiku bubur tadi.” Jawab Kyuhyun dengan nada kesal.

“Ahahaha, baiklah~ kajja~”

Dan untuk pertama kalinya Siwon membawa seseorang didalam mobilnya berjalan-jalan. Namja tampan itu hanya memakai mobilnya untuk pulang kerumah disiang hari, selebihnya ia selalu keluar saat malam telah lewat dan tentu saja dengan kekuatannya.

Tapi kali ini berbeda, Siwon sangat ingin membawa Kyuhyun jalan-jalan bersamanya. Apalagi setelah Kyuhyun demam, Siwon merasa tidak bisa meninggalkan namja cantik itu lagi.

“Hyung!!” Panggil Kyuhyun untuk kesekian kalinya.

Siwon tidak sadar ia sudah melamun dan tidak mendengarkan Kyuhyun sudah memanggilnya beberapa kali. Bahkan sekarang namja cantik itu sudah melipat tangannya didepan dada dengan wajah kesal.

“Mianhae, waeyo?” Tanya Siwon akhirnya.

“Mmm, itu..apa kau tahu?” Tanya Kyuhyun tidak jelas membuat Siwon menaikkan alisnya. “Soal kalung Hyunji.”

“Aah, ne~ aku tahu sedikit, tapi dipustaka rumahku pasti punya bukunya, aku akan mencari tahu lebih jauh.”

“Nee~” Angguk Kyuhyun.

Namja cantik itu seperti memikirkan sesuatu, tapi Siwon tidak ingin menanyakannya lebih lanjut. Apalagi jika ia harus mengetahui dari Kyuhyun bahwa kalung itu memang milik Hyunji.

“Sudah sampai…” Ucap Siwon.

“Ahh, ne~”

Kyuhyun langsung keluar sendiri karena tidak ingin Siwon membukakan pintu untuknya. Bahkan Siwon pun terpana karena seharusnya namja cantik itu menunggunya. Tapi untuk apa? Kyuhyun itu bukan lady.

“Kita makan apa disini hyung~” Tanya Kyuhyun penuh semangat.

Siwon hanya tertawa kecil dan mengikuti namja cantik itu masuk kedalam sebuah Cafe yang ada ditengah kota Seoul. Karena belum waktunya makan siang, tempat itu terlihat lebih sepi dari biasanya. Hanya ada beberapa orang yang menghabiskan waktu sambil membaca buku dan bermain hp mereka.

Manager Cafe itu langsung menganggukkan kepala melihat Siwon masuk dibelakang Kyuhyun. Namja tampan itu merupakan pelanggan tetap disana saat Siwon ingin merenung sendirian.

“Tempat biasa Mr.Choi?” Tanya namja itu.

Siwon menganggukkan kepalanya sambil menyusupkan lengannya dipinggang Kyuhyun. Lalu mereka berjalan bersama menuju lantai dua bangunan tersebut. Ruangan temaram yag dihiasi lilin yang menyala itu membuat hati terasa ringan.

Begitu melangkah kesana Kyuhyun menghela nafas leganya dan merasa begitu nyaman. Air yang mengalir didinding kaca bangunan itu membuat mata kita terpesona dengan alirannya.

“Karna ini Cafe ini diberi nama Healing Cafe.” Ucap Siwon.

“Hooo~ benar, aku merasa sangat nyaman.”

“Kajja~” Siwon membawanya ke sudut ruangan dimana meja yang dikhususkan untuknya.

Setelahnya kedua namja itu pun menghabiskan waktu bersama sambil Kyuhyun menikmati hidangan. Sementara Siwon hanya menatap namja cantik itu yang terus makan dengan lahapnya.

“Kyunnie…” Panggil Siwon saat mereka sudah selesai.

“Ne?”

“Kenapa kau demam? Dokter bilang karna kelelahan, ada yang mengganggu pikiranmu?”

“Ahh, aniyo~ aku juga tidak tahu, belakangan aku sering demam karna itu. Malahan aku bisa demam 3x dalam sebulan.”

“Mwo?? Lalu siapa yang merawatmu?”

“Di jepang aku tinggal dirumah oba-san, sahabat uncle park, keluarga mereka merawatku.”

“Apa karna cuaca? Sebelumnya kau tinggal dimana?”

“Keluargaku di Rumania, setelah kejadian itu uncle membawaku ke jepang dan akhirnya aku disini.”

“Mungkin karna pergantian cuaca dan tempat, tubuhmu ingin beradaptasi.”

“Mm, mungkin saja hyung.”

“Lain kali kalau sudah tidak enak badan langsung beritahu padaku, atau mereka akan mencarimu ke sekolah seperti kemarin.”

“Mereka terlalu khawatir, tapi aku senang, selama ini aku sendirian sekarang kalian selalu bersamaku.”

“Mmm, apa kau ingat pertanyaanku?” Tanya Siwon tiba-tiba.

“Ahh, itu…aku…”

“Kau sudah memikirkannya?”

“Su-sudah…” Jawab Kyuhyun salah tingkah.

“Lalu? Jawabanmu?”

“Hyung…apa mungkin…”

“Kyu, aku tahu dunia kita sangat berbeda, tapi aku ingin selalu bersamamu, setelah dekat aku merasa tidak bisa menjauh lagi darimu, hatiku mengatakan aku harus memilikimu.”

“Hyung…aku…” Kyuhyun melihat tangannya yang digenggam Siwon.

Tangan keras itu menyalurkan dingin yang akan membuat Kyuhyun menggigil jika terus seperti itu. Tapi saat ini Ia justru merasa kehangatan mengalir keseluruh tubuhnya. Kyuhyun benar-benar sudah gila.

“Sejujurnya…aku juga ingin bersamamu, hyung.” Jawab Kyuhyun melihat tangan mereka.

“Jinjja?”

“A-aku ingin selalu melihatmu, bahkan aku tidak mau melihatmu bersama yeoja-yeoja itu.” Kyuhyun mengakui perasaannya. “Tapi apa yang kurasakan ini salah.”

“Mwo? Kenapa? Apanya yang salah?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Aku manusia hyung dan kau…darah murni.” Jawab Kyuhyun menatap mata Siwon dalam. “Semua juga tahu, darah murni pasangannya darah murni juga, bukan manusia.”

“Aturan siapa? Siapa yang mengatakannya?”

“Aku membaca buku tentang hal itu.”

“Tidak ada buku yang bisa merubah perasaan seseorang, jika aku bisa dikatakan seseorang, maka perasaanku lebih dalam dari sebuah petunjuk buku.”

“Te-tentu saja kau seseorang hyung, bahkan lebih dari itu.”

“Karna itu, jangan pikirkan hal lainnya, Kyunnie~” Ucap Siwon sungguh-sungguh. “Pikirkan saja aku, lihat saja aku, hanya aku.”

“Hyung…”

“Kau mau?” Tanya Siwon lagi dengan wajah tampan dan mata birunya yang bersinar.

Kyuhyun melihat kedalam mata itu mencari kejujuran, namun yang terjadi ia malah semakin terjerat karenanya. Dan entah kekuatan apa yang ada disana hingga membuat kepala Kyuhyun mengangguk perlahan.

Melihat hal itu Siwon langsung berdiri lalu mendekati Kyuhyun dan memeluknya erat, bahkan ia tidak peduli namja cantik itu meringis karena dinginnya.

“Gomawo, Kyunnie gomawo~” Ucap Siwon senang.

“Ehehe, untuk apa berterima kasih hyung.” Kyuhyun menepuk pelan bahu Siwon.

“Kau tidak tahu sudah berapa lama aku menungu hal ini, tidak ada satu pun yang bisa menggerakkan hatiku selain senyummu.”

“Hyung~” Kyuhyun tidak tahan kata romantis Siwon membanjirinya. “Kata-katamu…”

“Kenapa? Apa aku salah?”

“Ani, kata-katamu itu….” Kyuhyun tidak bisa meneruskan kata-katanya tapi pipinya semakin bersemu merah.

Siwon tidak bisa menyangkal kebahagiaannya melihat wajah Kyuhyun yang begitu memesona. Ia sudah tidak bisa memikirkan apapun lagi selain bisa bersama Kyuhyun. Bahkan kalung destiny milik keluarganya sudah jauh terlupakan didalam kepalanya.

Semuanya hanya dipenuhi dengan Kyuhyun dan Kyuhyun.

**

Setelah menghabiskan sarapan yang terlambat mereka, Siwon mengajak Kyuhyun keliling kota Seoul dengan mobilnya. Bahkan mereka sempat singgah dipantai dan menikmati suasana nyaman dengan suara ombak yang menghempas pantai.

Hampir setengah hari diluar Siwon mengajak Kyuhyun pulang karena ia harus masuk sekolah malam harinya. Sementara Kyuhyun, begitu pulang ke asrama ia segera ke kamar untuk membersihkan dirinya. Wajah polos dan menggemaskan miliknya memnpancarkan kebahagiaan yang begitu besar.

Siapapun yang melihatnya pasti akan tersenyum karena senyum manis nan polos miliknya. Sedangkan Siwon harus mengumpat kesal saat melihat hyungnya sudah menunggu didalam kamarnya dengan posisi yang berpencar.

“Kenapa kalian disini?” Tanyanya dengan kening berkerut.

“Kau mengajaknya jalan?” Heechul balik bertanya.

Tidak bisa dipungkiri Siwon bahwa ia juga bahagia dan kelakuan hyungnya tidak bisa menghancurkan moodnya. Momentnya bersama Kyuhyun terlalu berharga untuk dilupakan dalam sekejap. Karena itu saat ini wajah tampannya menyunggingkan senyuman manis menampilkan dua dimplenya.

“Pasti ada yang terjadi.” Gumam Hyukjae.

“Apa kalian jadian?” Tanya Donghae to the point.

Siwon terlihat terkejut namun senyum bahagia tidak hilang dibibirnya membuat yang lain mendecak kesal. Tidak ada yang bisa mereka katakan jika Siwon sudah mengambil keputusan. Tapi tetap saja, ada yang harus dilakukan namja tampan itu terlebih dahulu.

Sebelum semuanya terlanjur.

“Ini sudah terlanjur, Wookie-ah~” Gumam Sungmin.

“Ne?” Tanya Siwon.

“Siwon, dengar…” Panggil Heechul. “Kami tidak melarangnya jika kau bersama Kyuhyun, tapi…kalung itu, kau harus menyelesaikan masalah itu.”

“Aku tahu, hyung~” Jawab Siwon. “Aku akan mencari tahu semuanya.”

“Baiklah, itu harus.” Angguk Heechul.

“Lalu, bagaimana? Kalian jadian?” Tanya Hyukjae penasaran.

“Eheee~ dia mau bersamaku hyung.” Jawab Siwon dengan senyum terkembang. “Dia tidak mau melihatku bersama yeoja itu.”

“Hoo, posesif cutie~” Jawab Sungmin.

“Aku sangat bahagia hyung, dia menerimaku.”

“Aigoo~ apa dia tidak takut?”

“Kyuhyun bilang dia ingin selalu melihatku dan bersamaku, dan itu jawaban yang aku inginkan, hyung.” Siwon menampilkan senyuman paling bahagianya dengan dua dimple yang semakin dalam.

Para namja tampan itu hanya bisa melihatnya tanpa kata-kata, tentu saja mereka tidak akan pernah bisa menghancurkan kebahagiaan itu, untuk pertama kalinya.

Dan saat itulah ketukan dipintu Siwon terdengar membuat mereka semua melihat kearah yang sama. Sementara namja tampan itu langsung melesat membukakan pintu itu untuk siapapun yang datang. Dan ternyata disana berdiri dengan manisnya Kyuhyunnya tercinta.

“Baby? Come in~” Ucap Siwon senang.

Seketika para namja tampan dibelakangnya menatap dengan mata melebar tidak percaya, bahkan Kyuhyun sendiri merona mendengar panggilan baru itu untuknya. Namun saat menyadari hyungnya ada didalam, Kyuhyun langsung berbalik keluar darisana.

Gerakan cepat tangan Siwon langsung menarik lengannya dan membawanya masuk kembali kedalam. “Gwenchana, Kyunnie~” Ucapnya.

“Jinjja? Aku mengganggu kalian.”

“Aniyo, mereka sudah mau pergi.” Jawab Siwon.

Tanpa perlu diulang dua kali para namja tampan itu sangat mengerti bahasa isyarat. Heechul yang pertama menghilang lewat jendela setelah menyungginkan smirknya pada Kyuhyun. Sementara namja yang lain keluar dari pintu setelah mengacak rambut Kyuhyun dengan sengaja.

Saat hanya tinggal mereka berdua, Kyuhyun langsung mengembalikan rambutnya rapi seperti semula. Siwon tertawa kecil lalu menarik Kyuhyun menuju sofa dan duduk disana.

“Kau sudah mandi, baby?” Tanya Siwon menghirup aroma vanila yang menenangkan.

“Nee,” Angguk Kyuhyun pelan.

“Saat kami sekolah nanti, kau disini saja, arra?”

“Arraseo hyung.”

Setelahnya mereka berdua sama-sama terdiam dan suasana canggung pun terasa disana. Sebelumnya mereka sudah saling mengakui perasaan masing-masing, kenapa sekarang menjadi berjarak seperti ini?

“Apa kau tidak nyaman?” Tanya Siwon.

“A-ani…”

“Apa kita terlalu cepat?”

“A-ani..aku hanya….” Kyuhyun tidak tahu harus menjelaskannya.

Namun detik selanjutnya ia melihat tangan Siwon yang ada disisinya, tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung mengambilnya. Kemudian ia dekatkan kedada dan diletakkannya disana. Siwon yang tidak mengerti hanya mengerutkan keningnya, namun saat sesuatu terasa ditangannya, ia langsung duduk dengan tegak.

“Ba-baby…”

“A-aku malu hyung.” Ucap Kyuhyun akhirnya. “Ini pertama kali untukku.”

Siwon tersenyum kecil lalu menempelkan jemarinya disana sampai ia bisa merasakan debaran itu lebih jelas. Dengan itu ia semakin yakin bahwa Kyuhyun juga merasakan hal yang sama. Siwon juga ingin menunjukkan hal yang sama pada namja cantik itu, tapi sedikitpun detak jantung itu tidak ada padanya.

Tanpa sadar Siwon menundukkan kepala melihat kedada kirinya dan raut wajahnya pun berubah perlahan. Melihat hal itu tangan Kyuhyun bergerak dan menangkup sebelah pipi Siwon untuk melihatnya.

Kyuhyun menyunggingkan senyuman manis yang menenangkan dengan mata yang berbinar terang. Jika seandainya bisa Siwon akan menangis terharu melihat tulusnya senyum itu. Tapi ia hanya bisa membalas senyum itu dengan wajah sedih.

Tanpa aba-aba Kyuhyun langsung beringsut perlahan dan membenamkan wajahnya dileher Siwon. Sepertinya namja cantik itu berusaha untuk membuat Siwon tidak bersedih dengan keadaan mereka yang sangat berbeda.

“Ini juga pertama kalinya untukku.” Ucap Siwon pelan. “Tapi aku tidak bisa membuktikannya.”

Mendengar hal itu Kyuhyun langsung melepas pelukannya dan menatap wajah tampan itu begitu dekat. Entah kekuatan darimana, namja cantik itu membelai pipi Siwon lalu perlahan bibirnya pun bersentuhan dengan dinginnya bibir namja yang disukainya itu.

Kyuhyun hanya menempelkan bibirnya disana sekejap saja lalu melepasnya lagi dengan pipi yang merona. Namja cantik itu menundukkan kepalanya malu karena Siwon tidak memberi responnya.

Tanpa ia tahu namja tampan itu masih shock ditempatnya karena tindakan yang tiba-tiba itu. Namun detik berikutnya lengan Siwon langsung melingkar dipinggang Kyuhyun dan mendekatkan mereka lalu namja tampan itu pun kembali menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang sebenarnya.

Jika Kyuhyun hanya menempelkan, Siwon menggerakkan bibirnya perlahan dengan lembut hingga ciuman itu terasa begitu manis dan penuh perasaan.

Kyuhyun hanya bisa melenguh pelan saat dingin tubuh Siwon menyelimutinya tapi tentu saja ia tidak merasakan kedinginan. Saat nafas Kyuhyun hampir terputus barulah Siwon melepas bibirnya namun tidak menjauhkan wajah mereka.

Ia bisa melihat dada Kyuhyun naik turun menghirup udara sebanyak-banyaknya. Namun yang lebih menarik perhatian Siwon, wajah cantik Kyuhyun dengan matanya yang terpejam dan bibir peachnya yang kini merah merona karena ciuman mereka.

“Beautiful.” Guman Siwon tanpa sadar.

Kyuhyun tersenyum menampilkan smirknya yang memesona membuat Siwon terbelalak. Detik selanjutnya namja tampan itu sudah merebahkan Kyuhyun ke sofa dan menindihnya. Sedikit tersentak namja cantik itu langsung menutup matanya dengan erat.

Namun yang terjadi, Siwon malah merebahkan kepala diatas dada kiri Kyuhyun dan mendengarkan detak jantung namja cantik itu. Siwon tersenyum mendengar debaran itu tidak teratur karena suasana hati Kyuhyun dan itu karena dirinya.

“Biarkan aku seperti ini.” Ucap Siwon lalu memejamkan matanya.

Kyuhyun tidak bisa menjawab apa-apa selain menyusupkan jemari tangannya didalam rambut hitam Siwon yang lembut.

Keduanya menikmati kebersamaan mereka dalam ketenangan sampai akhirnya Siwon harus mengikuti pelajaran seperti biasanya.

Hari berlalu dengan sendirinya, Siwon dan Kyuhyun semakin dekat satu sama lain. Pasangan kekasih beda dunia itu menikmati kebersamaan mereka dalam kebahagiaan yang tidak pernah habisnya.

Keduanya menjalani hari seperti biasanya namun perbedaannya kini Kyuhyun selalu berada dimana para namja tampan itu berkumpul, kecuali hari sekolah mereka. Bahkan sudah seminggu berlalu setelah berdiskusi dengan hyungnya, Siwon belum juga pulang kerumah.

Ia terlalu takut atau terlalu rindu untuk meninggalkan namja cantik itu dikamarnya, sendirian. Tapi walau bagaimanapun Siwon harus melakukan penelitiannya di ruang pustaka keluarga Choi. Karena itu ia pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya.

“Berapa lama hyung?” Tanya Kyuhyun saat Siwon mengatakan hal itu.

“Paling lama 2 hari baby.” Siwon memainkan rambut Kyuhyun dengan pelan.

Saat ini mereka sedang berada dikamar Siwon dengan Kyuhyun berbaring di sofa dan pangkuan Siwon menjadi bantalnya.

“Kapan kau pergi?”

“Saat kau sekolah.”

“Besok pagi?”

“Nee, sekarang ayo tidur sudah larut malam.”

“Aku menunggumu tadi.”

“Nee, kajja~”

Siwon segera membawa namja cantik yang mulai merengut itu ke kamar lalu membuka selimut tempat tidurnya. Tanpa segan Kyuhyun masuk kesana dan berbaring dengan nyaman. Setelah menyelimutinya dengan baik Siwon duduk disisi kepala Kyuhyun dan bersandar dikepala tempat tidur itu.

Namja tampan itu kembali memainkan jemarinya dirambut Kyuhyun seperti meninabobokannya. Dan tidak perlu menunggu waktu lama, namja cantik kekasihnya itu sudah terlelap dengan nyaman.

Siwon hanya bisa tersenyum pasrah dan menatap wajah polos dan menggemaskan itu sepanjang malam.

Sampai keesokan harinya.

“Kau memanggilku?” Suara Ryeowook terdengar dipintu ruangannya.

“Ne, aku akan pulang, tolong jaga dia lagi.” Ucap Siwon sambil mengatur sarapan pagi untuk Kyuhyun dimeja ruang tamunya.

“Kau akan melihat hal itu?”

“Ne, bila perlu aku akan menanyakan pada appa.”

“Sebaiknya seperti itu, semalam aku dengar Hyunji demam tinggi, mereka sampai harus memberinya….” Ryeowook tidak bisa meneruskannya.

“Hyunji minum darah siapa, jika soulmate-nya tidak ada?”

“Mereka memberinya darah Tiffany yang lebih kuat, kau tahu dia dibawahmu. Tapi itu hanya menurunkan demamnya, bukan menyembuhkan, karna Hyunji memerlukan soulmatenya.”

“Ahh, molla, aku tidak mau memikirkannya hyung, saat ini Kyuhyun…”

“Aku mengerti, karna itu carilah petunjuk apapun, setidaknya kita bisa membantu Hyunji.”

“Baiklah, aku pergi.”

“Kau tidak menunggu-nya bangun dulu?”

“Aku takut tidak bisa meninggalkannya.”

“Aigooo, Dia sangat melekat dihatimu, ya?”

“Aku tidak tahu, tapi saat melihat wajah Kyuhyun aku tidak bisa menjauh darinya, sedikit pun.”

“Kau benar-benar sudah jatuh terlalu dalam Siwon.”

“Aku tahu, aku mencintainya, ajumanhi(sangat)”

“Arraseo.”

“Baiklah, see you soon.” Ucap Siwon.

Lalu secepat kilat namja tampan itu sudah berdiri di balkon dan detik selanjutnya ia mengepakkan jubahnya dan asap putih pun terlihat melayang diudara lalu menghilang ditiup angin pagi.

Tinggallah Ryeowook sendirian dengan segala pikiran berkelebat dikepalanya. Namja imut itu berjalan perlahan menuju kamar Siwon dan melihat Kyuhyun sudah terbangun dari tidur nyamannya.

“Selamat pagi~” Sapa Ryeowook.

“Dia sudah pergi?” Tanya Kyuhyun.

“Mm, nee, baru saja.”

“….” Kyuhyun menundukkan kepala dan melihat tangannya yang semalaman digenggam namja tampan itu.

Ryeowook hanya bisa menghela nafas pasrah sambil memikirkan cara untuk membuat mood Kyuhyun membaik. Sedetik kemudian ia langsung tersenyum dan masuk lebih dalam mendekati ranjang Siwon.

“Ayo bangun, Siwon sudah membuatkanmu sarapan.” Ucapnya.

Dan itu sukses membuat Kyuhyun mengangkat kepala dan melihatnya tidak percaya. “D-dia yang buat?” Tanyanya tidak yakin.

“Ne, sebagai permintaan maaf karena harus meninggalkanmu.” Ucap Ryeowook dan seketika senyum manis pun terukir dibibir Kuuhyun. “Oh, ayolah~ kalau Siwon tahu aku disini dia ak…”

Ucapan Ryeowook terhenti saat Kyuhyun tiba-tiba sudah menariknya keluar darisana. “Jangan masuk lagi.” Ucapnya dengan death glare mengerikan.

“Cih, baru saja kau sulking sudah begini.” Cibir Ryeowook.

“I’m not!” Bantah Kyuhyun.

Kemudian namja cantik itu segera menuju ruang tengah Siwon dimana ada meja kecil disana. Diatasnya terdapat piring sandwich dengan warna yang begitu menggugah selera. Satu gelas susu putih juga sudah disiapkan Siwon disisi piring itu.

Tanpa bisa dicegah rasa lapar Kyuhyun langsung datang bahkan mengalahkan rasa kecewanya pada Siwon. Tapi, kenapa ia harus kecewa jika namja tampan itu hanya pergi sebentar dan akan kembali lagi.

“Aku tidak ingin jauh darinya.” Gumam Kyuhyun tanpa sadar.

“Mwo??” Tanya Ryeowook.

“Aniyo!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Ya sudah, habiskan sarapanmu lalu siap-siap ke sekolah, pulang nanti kau ingin disini, atau cari kami diatas, arrachi?”

“Arraseo~” Angguk Kyuhyun kembali sulking.

Entah kenapa ia merasa, tidak ada Siwon dunianya terasa hampa dan berkabut. Padahal sebelumnya ia baik-baik saja tanpa namja tampan itu. Kenapa sekarang, aku seperti tertarik padanya?

Apa ini yang dinamakan cinta?

“Aku mencintainya.” Gumam Kyuhyun dengan wajah blank.

Namun detik selanjutnya pipi putihnya langsung merona dan terasa terbakar dari dalam. Kyuhyun menangkup kedua pipinya dengan mata berkejap begitu menggemaskan.

Ryeowook yang masih berada didepan pintu hanya bisa menggigit bibirnya geram. Ia sangat ingin memeluk dan mengacak rambut namja cantik itu. Tapi apa daya jika yang dilakukannya nanti bisa dilihat Siwon dengan mudah.

Ya, Siwon bisa melihat kejadian lampau atau kejadian yang sudah berlalu saat dia tidak ada disana. Setelah menghela nafas lelahnya Ryeowook langsung keluar dari kamar itu.

Sementara Kyuhyun kembali melakukan kegiatan sarapan dengan nyaman sambil melihat hp-nya. Benda itu seperti tidak memiliki kehidupannya padahal namja tampan kekasihnya sedang berada jauh disana.

Bukankah seharusnya benda itu berbahagia? Tidak, karna Siwon tidak mengirimkan pesan apapun sebagai ucapan selamat pagi. Tapi bila dipikir lagi, Siwon tidak pernah mengirimi Kyuhyun pesan sekalipun, karna namja tampan itu selalu berada disisinya.

Dan hari ini pun masih tetap sama.

Seharian Kyuhyun mengikuti semua pelajaran dikelasnya dengan mencoba bersemangat. Tapi yang terjadi, semakin sore menjelang ia pun merasa semakin hampa. Bahkan badannya ikut kehilangan tenaga dan terasa lemas.

“Kenapa seperti ini lagi?” Gumam Kyuhyun sambil meraba keningnya. “Apa kemarin uncle tidak memberi obat?”

“Kyu?” Panggil Changmin.

“Chang, aku pulang dulu.” Jawab Kyuhyun cepat lalu melihat temannya yang lain. “Sampai jumpa besok!!”

“Yo, sampai jumpa besok~” Jawab temannya penuh semangat.

Setelahnya Kyuhyun langsung bergegas keluar darisana menuju asramanya. Tanpa berlama-lama ia yang berganti pakaian sekolah dengan t-shirt dan sengaja memakai coat tebalnya. Kemudian ia segera berlari menuju lantai atap dengan wajah bingungnya.

Para namja yang sedang beristirahat disana tersentak kaget dengan pintu atap yang dibuka paksa. Mereka semua terkejut menatap Kyuhyun berdiri dipintu atap dengan nafas terengah-engah.

“Kyu?” Panggil Ryeowook.

Tapi Kyuhyun hanya mengedarkan pandangannya lalu melihat seseorang yang dicarinya. Tanpa mengatakan apa-apa namja cantik itu langsung mendekat dan bersimpuh dilantai didekat kursi kebesaran Heechul.

“Wae?” Tanya Heechul dengan mata melebar.

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun dengan nafas tercekat.

“W-wae-wae???” Tanya Heechul semakin gugup.

Tapi Kyuhyun hanya menjawab dengan mengambil tangan namja cantik itu lalu ia letakkan dikeningnya. Saat Heechul ingin membantah dan protes, rasa hangat dikening Kyuhyun membuatnya terdiam.

Detik selanjutnya. “Kau demam?!!” Tanyanya.

“Lagi?” Tanya yang lain sambil mendekat.

Kyuhyun hanya memejamkan mata dan menerima dingin tangan Heechul yang menenangkan deru nafasnya. Namja tampan yang lain hanya bisa terdiam melihat namja cantik itu mencoba menarik nafas dengan benar.

“Hyung, biarkan dia tiduran.” Ucap Sungmin.

Heechul melihat sofa besar mereka yang selalu dibuat untuk tidur Donghae disana. Lalu kembali melihat dongsaeng yang membuatnya merasa ingin selalu menjaganya itu.

“Kyu, jangan disini, ayo berbaring.” Ajaknya.

“Atau kau ingin ke kamar?” Tanya Ryeowook.

“T-tidak, disini saja, hyung.”

“Baiklah, ayo berbaring di sofa.” Heechul membantu Kyuhyun berdiri sementara yang lain menyiapkan sofa.

Heechul langsung duduk terlebih dulu dan meletakkan bantal sofa disisi kirinya. Tanpa kata-kata Kyuhyun merebahkan dirinya disana dan tangan Heechul langsung meraba keningnya. Perlahan Kyuhyun semakin meringkuk bahkan memeluk dirinya sendiri.

“Dia butuh selimut.” Ucap Hyukjae.

Dalam sekejap Donghae sudah menghilang dan kembali lagi dengan selimut tebal ditangannya, dan itu milik Siwon. Setelahnya mereka kembali duduk ditempat semula dan menatap wajah Kyuhyun yang meringis kesakitan.

“Apa demamnya naik?” Tanya Ryeowook.

“Entahlah, tapi sepertinya dia harus minum obat.” Donghae memerhatikan.

“Aku akan membuat bubur.”

“Ti-tidak hyung.” Jawab Kyuhyun. “Aku tidak apa-apa, Heechul hyung bisa menurunkan demamnya.”

“Kau yakin?” Tanya Heechul tidak percaya.

“Ne, hyung~ aku masih bisa tahan, jadi tidak apa-apa.”

“Kau baru demam tapi demam lagi, apa sering seperti ini, Kyu?”

“Uncle bilang sejak ibuku meninggal aku selalu demam, dia mengatakan mungkin karna aku melihat kejadian itu, dan membekas, karna itu tidak apa-apa.”

“Lalu bagaimana kau sembuh?”

“Panasnya akan turun dengan dingin tangan aunty, tapi setelah aunty meninggal, sejak di jepang uncle membawa obat dari korea, apa kemarin uncle tidak memberi apa-apa?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak, mungkin karna demam-mu sudah turun dengan tangan Heechul hyung.” Jawab Ryeowook.

“Hmm, mungkin saja, lalu bolehkah aku tidur? Disini? Mungkin bangun nanti aku akan lebih baik.”

“Tentu saja, istirahatlah.”

“Mianhae Heechul hyung~ gomawo.” Ucap Kyuhyun dengan senyum lemahnya lalu kembali memejamkan mata.

Heechul yang ingin kembali protes hanya bisa menutup mulutnya rapat-rapat. Bagaimana ia bisa memarahi wajah imut dan menggemaskan itu, apalagi disaat dia sakit seperti ini? Namja cantik itu hanya bisa menggunakan tangan kanannya, karena sedikitpun tangan kirinya tidak beranjak dari kening Kyuhyun.

Para namja yang lain masih memerhatikan wajah Kyuhyun yang semakin lama semakin nyaman. Nafas beratnya sebelum itu sudah lebih teratur dan sepertinya ia sudah jauh terlelap dalam mimpinya.

“Aku sangat berharap…” Ucapan Ryeowook menggantung.

“Berharap apa?”

“Bahwa Kyunnie soulmate-nya Siwon.” Jawab Donghae.

“Iya kan hyung?!” Ryeowook melihat hyungnya penuh semangat.

“Aku juga berharap seperti itu, tapi lihat kenyataannya, kalung itu ada dimana? Siapa yang mengenakannya.” Ucap Hyukjae.

“Tidak bisakah kalung itu milik Kyunnie dan dipinjamkan pada Hyunji?” Tanya Ryeowook penuh harap.

“Jangan mengada-ada, apa kau juga ingin bertanya seperti itu? Pada Hyunji?” Tanya Sungmin.

“Tidak mungkin.” Ryeowook mengerucutkan mulutnya.

“Sekarang ini masalahnya, Siwon harus menemukan tentang kalung itu, jika ada cara lain Siwon bisa bersama Kyuhyun tapi jika kutukan itu benar, maka mau tidak mau Siwon harus mengklaim Hyunji sebagai mate-nya atau jika tidak…” Jelas Hyukjae panjang lebar.

“Hyunji akan meninggal.” Sambung Donghae.

“La-lalu bagaimana dengan Kyuhyun?” Tanya Heechul yang sedari tadi mendengarkan.

“Aku tidak tahu hyung.” Jawab Hyukjae pasrah.

“Kita hanya bisa berharap, ikatan dikalung itu tidak bersifat selamanya.” Ucap Sungmin.

“Maksud hyung?”

“Jika kalung itu benar milik Hyunji, tapi Siwon memilih Kyuhyun, Hyunji akan tetap baik-baik saja saat bertemu orang lain yang akan menjadi soulmatenya, bukan Siwon.”

“Hm, dengan kata lain dia tidak akan meninggal dan Siwon bisa bersama Kyuhyun?” Tanya Ryeowook lebih singkat.

“Ne, itu harapan kita.”

“Sudah, jangan banyak bicara, kau yakin dia tidak mendengarnya?” Ucap Heechul memberi mereka death glarenya.

“Aku sudah menenangkannya hyung.” Jawab Donghae santai.

Setelahnya para namja tampan itu pun kembali diam mematung ditempat mereka. Walau sebenarnya mereka hidup dan menghirup udara seperti yang dilakukan manusia. Tapi tetap saja mereka seperti patung yang dipahat dengan begitu indahnya.

**

Sampai sore menjelang, Kyuhyun masih terlelap dan panas badannya sudah sedikit berkurang. Para namja tampan itu sudah bergantian menjadi kompres dongsaeng mereka, tapi Kyuhyun tidur dengan nyamannya.

Mungkin karna Donghae menyebarkan virus ketenangan disana, khususnya untuk namja cantik itu sendiri.

Keesokan harinya.

Kyuhyun masih menggigil kedinginan di kamarnya, walau obat demam apapun sudah diberikan, panas badannya masih tetap sama. Tidak tinggi tidak juga rendah, namja cantik itu hanya harus berbaring dengan tubuh yang menggigil.

“Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Ryeowook.

“Hubungi Mr. Park, kita tidak bisa membiarkannya seperti ini.” Sungmin menyarankan.

“Aku saja.” Donghae segera keluar dari kamar itu dengan hp ditangannya.

Sementara Heechul dan Hyukjae menemani namja cantik itu dikamarnya tetap dengan kompres tangan mereka. Keduanya terus bergantian memegang kening Kyuhyun sampai pagi menjelang. Bahkan mereka memutuskan untuk berbagi jam sekola dan memilih berada di kamar Kyuhyun.

Walau Hyunji sudah menwarkan diri, tapi mereka ingin menjaga namja cantik itu sepenuhnya.

Tidak berapa lama, mobil Mr. Park sudah terparkir didepan asrama mereka. Karena itu Heechul dan namja itu langsung memapah Kyuhyun turun dan membawanya ke mobil.

“Apa dia harus pergi?” Tanya Ryeowook tidak rela.

“Ne, aku harus membawanya, kalian juga tidak bisa menjaganya selalu jika demamnya tidak turun.

“Tapi kami bisa bergantian.” Donghae ikut mencegah.

“Kalian, lebih baik dia sembuh dulu daripada seperti ini, bukan kita yang merana karena menjaganya, tapi dia sendiri yang akan terus kesakitan.” Heechul berucap dengan wajah garang.

Para namja tampan itu hanya bisa diam dan menundukkan kepala mereka. Karena semua yang dikatakan Heechul benar adanya.

“Ayo Mr. Park.” Ajak Heechul kemudian.

“Oh? Kau ikut?”

“Aku harus tahu dia ada dimana.” Jawab namja cantik itu seketika membuat wajah dongsaengnya berubah cerah.

“Arraseo~ kajja~” Leeteuk langsung masuk ke mobilnya diikuti Heechul.

Selanjutnya mobil itu pun meninggalkan para namja tampan yang kembali berwajah muram.

“Saat Hyunji kembali, katakan padanya keman Kyuhyun, kalian memaksanya sekolah tadi.” Ucap Sungmin.

“Nee, arraseo, hyung.” Angguk Ryeowook pelan.

**

Hari menjelang malam, para namja tampan itu kembali mengikuti pelajaran seperti biasanya. Tapi Heechul yang pergi mengantarkan Kyuhyun belum juga kembali. Begitu juga Hyunji yang ingin menjenguk sepupunya tidak bisa pergi jika Heechul belum mengatakan tempatnya.

Hasilnya mereka hanya bisa menunggu namja cantik itu kembali, karena  Ryeowook juga tidak bisa meraih hyungnya dengan telepati jika tempat itu tidak diketahui.

Sampai malam menjelang barulah Heechul kembali dengan wajah penuh dengan guratan kegelisahan. Saat para namja tampan lainnya menghampiri namja cantik itu menampilkan senyum lelahnya.

“Bagaimana hyung? Kenapa kau terlambat?” Tanya Donghae.

“Ah, aku? Aku menunggu sampai dokter memeriksanya.”

“Dia dibawa kerumah sakit? Tapi aku tidak bisa meraihmu.” Jawab Ryeowook.

“Rumah sakitnya jauh dari sini, bahkan bukan juga dipusat kota Seoul.”

“Ahh, arraseo, lalu? Apa dia baik-baik saja?”

“Ne, dia akan kembali kalau sudah baikan, katakan pada Hyunji atau telepati Tiffany jika kau tidak ingin bertemu mereka.” Ucap Heechul.

Namja cantik itu langsung menghilang ke kamarnya bahkan sebelum yang lain bertanya lagi. Sedikit bingung Ryeowook menuruti apa yang dikatakan hyungnya itu, tapi ia memilih untuk mengatakannya sendiri pada Hyunji.

Setelahnya mereka kembali ke kamar masing-masing untuk menghabiskan waktu yang tidak akan pernah berhenti. Sampai pagi menjelang kembali dan matahari menyinari indahnya bulan September.

Musim gugur yang indah terlihat diberbagai sudut kota Seoul, termasuk pinggiran kota yang ditutupi pohon pinus. Namun hanya sebagian pohon yang menggugurkan daunnya disana. Salah satunya pohon maple, daun segi lima yang indah itu jatuh berguguran ditanah.

Bahkan hampir seluruh halaman sekolah mereka ditutupi daun kemerah-merahan itu. Begitu juga dengan asrama dibelakang bangunan bergaya eropa itu, suasana musim damai itu begitu terasa.

Pohon sakura yang berbunga disana hanya tinggal ranting berganti dengan guguran pohon maple yang menutupi tanah. Saat angin berhembus, daun itu pun bermain dengan senangnya. Begitu juga saat angin berhembus kencang dalam sekejap, daun itu terangkat dan terjatuh kembali ke tanah.

Dan angin itu jugalah yang membawa makhluk tak kasat mata melewati halaman itu masuk kedalam asrama.

“Siwon?!” Panggil Ryeowook.

“Aku kembali.” Jawab Siwon dengan wajah lelah.

“Ada apa? Kau menemukannya?” Tanya namja imut itu.

Siwon hanya menganggukkan kepala dan melihat apa yang sedang dilakukan Ryeowook. “Bubur? Untuk siapa?” Tanyanya.

“Ahh, aku membantu Tiffany, Hyunji demam tinggi.” Jawab Ryeowook tersenyum kecil.

“Ap-apa semakin parah?” Tanya Siwon penasaran.

“Aku tidak tahu, tadi Tiff datang, yang lain disuruhnya sekolah, tinggal dia sendiri.”

“Ahh, nee…”

“Kau ikut?” Tanya Ryeowook membuat Siwon gelagapan. “Lihat Hyunji.” Lanjutnya.

“A-aku…itu…” Siwon melihat kelantai atas dimana kamar Kyuhyun berada.

“Ahh, itu!! Dia…” Ryeowook terdiam dan melihat Siwon tanpa berkedip.

Seketika Siwon melihat apa yang terjadi selama ia meninggalkan asrama, bahkan saat pertama kali ia keluar dari balkonnya. Dan seketika wajah tampan itu berubah keruh dan ia menatap Ryeowook seperti akan membunuhnya.

“Mianhae Siwonnie, aku tidak mengirimkan kabar.”

“Seharusnya kau langsung memberitahukannya padaku.”

“Dan membiarkan masalah itu berlanjut?” Tanya Heechul.

“Tapi hyung…dia benar-benar sakit.”

“Tidak ada yang bisa kau lakukan, sekarang yang terpenting masalah itu clear, apa ada yang kau temukan?” Tanya Heechul dan Siwon hanya bisa menganggukkan kepalanya.

“Aku ingin mendengarnya, sekarang.” Ucap namja cantik yang paling tua disana.

“Tapi aku harus mengantar ini hyung.” Protes Ryeowook.

“Kau bisa cepat, ikut aku Siwon!” Ucap Heechul lagi lalu menghilang ke atap.

Siwon hanya bisa menghela nafas pasrah lalu ikut menghilang menuju atap. Disana namja tampan yang lain sudah menunggu kedatangannya dengan wajah cemas. Mau tidak mau namja tampan itu harus mengatakan semua yang ia ketahui tentang kalung destiny.

“Kau menemukan sesuatu Siwonnie?” Tanya Donghae.

“Ne…”

“Lalu apa yang dikatakan buku itu?” Tanya Heechul tidak sabaran.

“Seperti yang kalian kira…”

“Maksudnya?”

“Kalung itu dipakai Hyunji, ne, dialah soulmateku.”

**

Tbc…

Uhuuuy…hayoolooh..Hyunji yg menang~ kajjaa nimpuk yang nulis..

ahahaha, Love you always my Lovely Readers..ohh, akhir2 ini Vie nemu hidden treasure lho..mereka seperti permata yang tersembunyi..kkkk~

Gomawo nee..jeongmal gomawo~

Advertisements

Love Of Pureblood 3

Chapter III

**

Selamat malam Lovely Readers~ apa kabar semuanya??

Pasti lagi sibuk scroll Fb, IG sama twitter ya? Lihat ucapan untuk Siwonnie kan? Kkk~

Ahh,menantuku yg tampan seluruh dunia..semoga selalu sehat ne? Dan selalu dilimpahi kebahagiaan yang berlipat disetiap harinya..hati baik-mu itu tidak bisa ditukar dengan kata-kata menyakitkan diluar sana. Teruslah tersenyum, karena masih banyak yg mencintaimu sepenuh hati. Contohnya anak-nya Vie, babykyu.. Jadi tersenyumlah, selalu ne~ Happy Birthday Siwonnie. Jaga dirimu, jaga hatimu dan jaga babykyu~ ^^

Untuk kalian, selamat membaca nee~

** Continue reading

Love Of Pureblood

 

Love Of Pureblood

Thanks to User31, covernya kereeeeen~

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Lee EunHae, Kim Heechul. Kim Ryeowook, Lee Sungmin, Tiffany Hwang, Jung Jessica, Im Yoona, Kim Hyunji(OC)

Pairing : Wonkyu

Genre : Romance, Flufly, Dark? nggak yakin..kkkkk~

Length : 3 or 5? dont know deh..

Warning : Boys Love, Vampire,

Disclaimer : Babykyu anak-nya Vie dan Siwonnie menantunya Vie, yg lain? Milik orangtuanya. ahaha.

Summary : Ide cerita dari komik Vampire Knight, keren kaliii ceritanya, tapi malas baca lagi..chapternya nggak abis-abis. udah abis, main leadnya malah Dead…malas banget kan?

*Cast* Credit Picts to the Owner Continue reading