SPG Sequel 11

When The Love Is Growing

Chapter 11

**

Selamat malam, selamat pagi my lovelies~

Berapa lama sudah? Kkk~ pengen nabok saia ya?? Jangaaan.. Nanti nggak ada yg update disini.. padahal janji semalam kan? Apa daya, sinyal melemah dan saya pun tewas..mianhae neee..

Ya udah, baca aja ya?

**

Seoul Hospital

Siwon berjalan tergesa-gesa menyusuri lorong rumah sakit yang terlihat sedikit lengang. Angin malam yang berhembus menerpa tubuhnya yang tidak ditutupi coat selapis pun. Namja tampan itu baru saja kembali dari rumahnya untuk mengambil beberapa keperluan.

Karena Umma mertua yang menghubunginya tiba-tiba ia langsung kembali ke rumah sakit. Padahal ia baru saja tiba dan membersihkan dirinya lalu berganti pakaian. Saat umma-nya mengatakan Kyuhyun mencarinya, ia segera bergegas kembali.

“Umma??” Panggil Siwon begitu melihat Leeteuk.

“Masuklah, dia terus menangis, padahal umma sudah bilang kau hanya pergi sebentar.”

“Ahh, mianhae, aku belum sempat mengambil apa-apa.”

“Tidak apa-apa, nanti umma minta tolong maid kalian.”

“Gomawo umma.” Siwon menganggukkan kepalanya lalu segera masuk ke ruangan Kyuhyun.

Namja manis huswifenya itu berbaring menyamping sambil memeluk tangannya sendiri. Airmata terus berlinang dipipi putihnya itu walau tanpa suara isakan. Siwon mendekatinya dengan perlahan lalu duduk dikursi yang ada disisi tempat tidur.

“Hey, sweetheart~” Panggil Siwon pelan.

Namja tampan itu menghapus airmata dipipi Kyuhyun dengan lembutnya hingga namja manis itu melihatnya. Siwon langsung memberikan senyuman manis yang menampakkan dimple kesukaan Kyuhyun.

“Aku takut.” Bisik Kyuhyun akhirnya.

“Pada siapa? Hyung ada disini.”

“Aku takut kau meninggalkanku se-seperti Haehae.” Jantung Siwon berdetak kencang. “Seperti appa dan umma.”

Dengan cepat Siwon berdiri lalu ikut berbaring diranjang itu dan membawa Kyuhyun dalam pelukannya. Langsung saja Kyuhyun beringsut dan memeluk suaminya itu dengan erat seolah dia akan menghilang.

“Hyung disini, selamanya disini, percayalah.” Bisik Siwon penuh penekanan. “Selama ini hyung tidak pernah meninggalkanmu, apa kau percaya?”

Perlahan Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan semakin menyusupkan wajahnya dileher namja tampan itu. Kehangatan Siwon selalu bisa menenangkan dan menghilangkan ketakutan terbesar dalam dirinya.

Saat ikan kecilnya mati, Kyuhyun merasa semua orang akan meninggalkannya lagi, seperti yang dilakukan umma dan appanya. Dan ia tidak akan pernah bisa membayangkan jika Siwon pergi meninggalkannya.

“Hyung tidak akan pernah meninggalkanmu, jangan berpikir sebaliknya, jika kau tidak tenang dia juga bisa merasakannya.”

Ucapan Siwon merasuk dalam kepala Kyuhyun dan ia menyadari semuanya, apapun yang terjadi padanya akan berpengaruh pada baby mereka. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain menganggukkan kepalanya.

“Mianhae~”

“Ssst~ don’t say that~ istirahatlah.”

Dan keduanya pun saling terdiam menikmati kehangatan pelukan mereka dan mendengarkan suara cairan infus yang menetes ditempatnya. Siwon merasa damai karena Kyuhyun berada dalam pelukannya dan baik-baik saja.

Bahkan hampir saja ia tertidur saat ketukan dipintu kamar membuatnya kembali siaga. Namja tampan itu bergerak perlahan lalu turun dari tempat tidur Kyuhyun. Sementara namja cantik huswifenya itu sudah lama terlelap dengan nyamannya.

“Hyung~” Sapa Siwon saat melihat siapa yang datang.

Semua hyungnya merapat dengan berbagai hadiah ditangan mereka, jika saja Kyuhyun bangun dan melihatnya mereka pasti akan mendapat death glare gratis sebagai balasannya.

“Bagaimana dia?” Tanya Heechul sambil meletakkan coklat dimeja nakas.

“Sudah lebih baik hyung, terima kasih sudah datang.” Siwon tersenyum sambil menerima bunga mawar dari Hankyung.

“Biar aku…” Ryeowook meminta bunga itu untuk dimasukkan ke vas sementara Yesung mendudukkan teddy bear besar yang dibawanya di sofa.

“Hyung, kau bawa apa?” Tanya Siwon melihat Donghae.

“Mmm, aku membawa ini, pengganti Haehae.” Donghae menyodorkan aquarium sedang yang berisi beberapa ekor ikan berwarna emas sedang berenang kesana kemari.

Siwon tersenyum dengan penuh kelegaan dan langsung menyambut hadiah besar itu sambil mengucapkan terima kasihnya. Kyuhyun pasti akan senang melihat ikan itu bersama-sama, semoga saja mood baik akan segera kembali padanya.

“Aku sangat bersyukur memiliki kalian.” Ucap Siwon menampilkan dimplenya.

“Kami juga bersyukur memiliki kalian berdua.” Jawab Hyukjae sambil menggigit apel ditangannya.

“Lalu apa dia akan lama disini?” Tanya Yesung.

“Tidak hyung, jika sudah baik aku akan membawanya pulang.”

“Baguslah, rumah sakit tidak bagus untuknya.” Jawab Hankyung.

“Katakan jika kau butuh sesuatu.”

“Gwenchana hyung, aku ingin Kyunnie cepat sembuh dan pulang kerumah, dia tidak tenang berada disini.”

“Kalau begitu rawat jalan saja, kau bisa menyewa suster pribadi ke rumahmu.”

“Benar itu.”

“Mungkin Kyunnie lebih nyaman dirumah dan pikirannya lebih tenang.”

“Ahh, aku akan mencobanya.” Angguk Siwon penuh semangat. “Aku akan konsultasi dengan dokternya besok.”

“Baiklah, kalau begitu kami pulang dulu, kau istirahatlah saat dia tidur.” Ucap Heechul.

“Ne, gomawo hyung~ gomawo sudah datang.”

“Ne, kajja~ kajja~ nanti dia bangun~” Hyukjae yang pertama keluar dan diikuti yang lain setelah mereka membelai lembut rambut dongsaeng kesayangan mereka.

Dan benar saja, setelah mereka pulang Siwon segera menemui dokter Kyuhyun bersama Leeteuk. Mereka ingin mengusulkan Kyuhyun dirawat dirumah saja dengan membawa suster yang ada dirumah sakit itu.

“Kita lihat perkembangannya, jika besok pagi semakin baik, mungkin dia tidak perlu dirawat lagi.” Ucap Dokter itu.

“Maksud dokter ada kemungkinan Kyuhyun cepat sembuh?” Tanya Leeteuk.

“Lho? Kan saya sudah bilang, dia hanya membutuhkan ketenangan dan dukungan, selebihnya Kyuhyun-ssi baik-baik saja, apalagi bayinya.”

“Ahh, gomawo dok, jika itu benar kami akan membawanya pulang besok.” Ucap Siwon.

“Ne, sama-sama~ jaga mereka berdua dengan baik.”

“Pasti.”

Siwon tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat keluar dari ruangan dokter itu. Bahkan Leeteuk sampai menggelengkan kepala melihat kelakuannya.

“Kau sangat senang.” Ucapnya.

“Tentu saja umma, tidak ada yang lebih membahagiakan bagiku selain Kyuhyun baik-baik saja.”

“Ahahaha, arraseo.”

“Ahh, umma pulanglah, kasihan appa sendirian. Besok pagi aku akan memberi kabar jika kami akan pulang.” Usul Siwon melihat ummanya.

“Appa kalian pasti merajuk, aku tidak mengajaknya.” Jawab Leeteuk mengingat suaminya yang tinggal dirumah. “Baiklah umma pulang dulu, jaga dia ne~”

Leeteuk langsung memeluk menantu kesayangannya itu penuh sayang lalu segera pergi darisana. Dan namja tampan itu pun langsung kembali ke kamar Kyuhyun untuk beristirahat.

Keesokan harinya.

Kyuhyun membuka mata dengan perasaan lebih baik dari hari sebelumnya, ia langsung melihat isi ruangan putih yang begitu sunyi itu. Siwon, namja tampan suaminya tidak terlihat dimana pun dan itu hampir saja membuat rasa panik muncul dibenaknya.

Jika tidak ada bayangan orange-keemasan yang terlihat melalui ekor matanya. Kyuhyun berpaling mencari apa yang menarik perhatiannya itu dan ternyata aquarium berisi ikan kesayangannya dengan jumlah yang lebih banyak ada disana.

“Haehae?” Tanyanya.

Saat itu pula Siwon masuk dengan rantang makanan ditangan. Namja tampan itu terkejut melihat Kyuhyun sudah duduk ditempat tidurnya.

“Baby? Kau sudah bangun? Mianhae aku…” Ucapan Siwon terhenti saat Kyuhyun tidak memberikan respon apapun.

Mata namja manis itu berkejap melihat ikan kesayangannya ada disana, bahkan Siwon bisa melihat kilauan dimata Kyuhyun.

“Baby…” Panggilnya barulah Kyuhyun melihatnya.

“H-hyung!! I-itu!! Haehae hyung…itu Haehae.” Seru Kyuhyun penuh semangat membuat Siwon tersentak kaget.

Namja tampan itu langsung mendekati ranjang dan memegang badan Kyuhyun yang berlonjak kegirangan. Namja manis itu bahkan tidak sadar ia masih dalam masa perawatannya.

“Baby, tenang dulu~ jangan terlalu bersemangat.” Ucap Siwon mengingatkan.

“Tapi itu Haehae hyung.”

“Nee, Donghae hyung membawanya semalam.”

“Ahh, jinjja? Kenapa tidak membangunkanku?”

“Kau tidur nyenyak mereka tidak ingin mngganggu.”

“Ayo pulang hyung, Haehae pasti tidak suka rumah sakit.” Ucap Kyuhyun dengan wajah polos.

Siwon ingin memutar bola matanya tapi ia menahannya demi namja manis yang sedang menatapnya itu. “Baiklah kita pulang.” Ucapnya pasrah.

“Jinjja?? Kajja~ sekarang juga.” Kyuhyun langaung menurukan kakinya dengan cepat.

“Tidak sebelum dokter memeriksamu sekali lagi.”

“Aku sudah sembuh hyung, ayo pulang.”

“Baby, dengarkan hyung.”

“Tapi…”

Bibir mengerucut Kyuhyun yang menggemaskan itu tidak mampu mengalahkan pendirian Siwon. Akhirnya namja manis itu menganggukkan kepalanya dengan pasrah membuat Siwon tertawa.

Namja tampan itu mengacak lembut surai kecoklatan miliknya lalu segera keluar mencari dokter Kim. Tidak berapa lama ia kembali, terlihat huswife imutnya itu sedang menatap ikan miliknya dengan mata berbinar.

“Saya rasa dia baik-baik saja.” Ucap dokter Kim hanya dengan melihatnya.

“Apa benar dok? Dia ingin pulang sekarang juga.”

“Ne, kalian boleh pulang, tapi jangan lupa ambil Vitamin untuknya dan bayi kalian.”

“Baik dok, trima kasih.” Siwon mengulurkan tangannya yang disambut dokter itu dengan cepat.

Setelah mereka bertemu Kyuhyun dan berbicara dengannya beberapa saat, akhirnya mereka segera keluar dari rumah sakit itu. Bahkan Kyuhyun tidak ingin menunggu kedatangan umma, appanya, tapi meminta mereka berkunjung ke rumah.

**

Begitu sampai didepan rumah mereka, Kyuhyun langsung keluar dengan aquarium dalam pelukannya. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu mengikuti namja manis itu masuk kedalam.

Namun baru beberapa langkah berjalan Kyuhyun berhenti dan menoleh kebelakang. “Hyung…” Panggilnya.

“Ne?” Siwon juga ikut berhenti dengan wajah bingung.

“Carikan aku kerang biru.”

“Mwooo??” Mata Siwon hampir keluar dari sarangnya.

“Hyung?!!”

“Ba-baby…i-itu…”

“Aku mau kerang biru, bawakan hyung ne?” Ucap Kyuhyun dengan wajah memelasnya lalu berpaling melihat aquarium itu. “Kajja Haehae.” Ajaknya.

Namja manis itu dengan gampangnya meninggalkan Siwon yang masih terpaku didepan pintu rumah mereka. Sedangkan Siwon hanya bisa mematung mencerna apa yang diinginkan huswifenya kali ini.

“Kerang biru?” Tanya Siwon akhirnya. “Eodiiseo?”

“Tuan muda…” Panggil maid ahjumma.

“Ne?”

“Kerang itu ada dipantai, carilah.” Ucap maid ahjumma dengan wajah riang lalu segera masuk kedalam.

Sekali lagi Siwon hanya bisa menganga lebar mendengar maid itu, bukankah seharusnya wanita yang sudah lama bersamanya itu membantunya.

“Yo~ Siwon yang tampan~” Sapa Hyukjae tiba-tiba.

“Waeyo Siwon?” Tanya Donghae. “Kyuhyun baik-baik saja?”

“Ahh, hyung~ ne, dia baru saja masuk.” Jawab Siwon dengan wajah blank.

“Lalu kenapa kau disini?” Tanya Yesung.

“Itu, babykyu…minta sesuatu.”

“Lagi? Bukankah masa ngidam sudah lewat?” Tanya Ryeowook.

“Aku tidak tahu hyung, tapi tadi dia meminta blue shell.”

“What? Apa-apaan dia? Kerang itu kan putih sama abu-abu.” Tanya Heechul dengan muka kesalnya.

“Mungkin dia hanya ingin perhatianmu, Siwon.” Sambung Hankyung penuh pengertian.

“Mungkin hyung, masuklah~ aku akan mencari kerang itu.” Ucap Siwon dengan senyum manisnya lalu pergi meninggalkan mereka.

“Aku bantu.” Jawab Ryeowook langsung mengikuti namja tampan itu.

Sementara yang lain segera masuk ke dalam mencari keberadaan Kyuhyun. Namja cantik itu terlihat duduk berselonjoran di sofa sambil mengamati ikan-ikannya berenang. Donghae langsung tersenyum menampakkan gigi-nya dengan bangga membuat yang lain menggerutu kesal.

“Kalian tidak punya ide.” Jawab Donghae langsung mendekati Kyuhyun dan mengacak rambut dongsaengnya itu. “Bagaimana kabarmu?” Tanyanya.

“Hae hyung~ gomawo~ Haehae-nya terlihat senang.”

“Tentu saja, dia bersama orang tuanya.” Jawab Donghae.

Yang lain hanya bisa memutar bola mata mereka lalu ikut bergabung disana, hanya Hyukjae saja yang menuju dapur mencari cemilan untuk dirinya.

**

Hampir setengah hari Siwon pergi mencari kerang biru permintaan huswife cantiknya. Bahkan ia tidak menghubungi Kyuhyun untuk sekedar menanyakan apa yang dilakukan namja cantik itu.

Dan karena hal itu, Kyuhyun pun membuat hidup hyung yang menemaninya semakin merana. Dari membuat mereka menjadi pesuruh kilat sampai menjadi lawannya bermain game selama berjam-jam.

Tidak ada yang boleh meninggalkannya sebelum Siwon kembali dengan kerang biru. Karena itu juga, para namja tampan itu terlihat sedang makan siang bersamanya.

“Apa Siwonnie sudah makan?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Molla, mungkin dia masih mencari kerang itu.” Jawab Hyukjae asal.

“Dia tidak makan?”

“Untukmu dia melupakan dirinya.” Jawabnya lagi sambil memakan makanannya dengan lahap.

“Andwae!!”

“Kau tidak ta…” Ucapan Hyukjae terhenti saat menyadari 5 pasang mata sedang menatapnya intens.

Tapi hanya satu pasang yang membuat ia harus mengutuk diri sendiri, sementara tatapan yang lain bisa langsung membunuhnya ditempat. Kyuhyun menatapnya penuh harap dan namja yang lain menatapnya meminta pertanggung-jawaban.

“Aaa, i-itu…dia pasti makan disana, kau tahu bersama Ryeowookie, dia pasti makan.”

“J-jinjja?”

“Ne, Ryeowookie tidak akan membuatnya kelaparan.” Jawab Hyukjae dengan keringat dingin.

“Hey bodoh, mereka pasti makan siang, ayo habiskan makananmu.” Ucap Heechul cepat membuat Kyuhyun langsung melihatnya.

“Telefon hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Huh? Telefon? Siapa?” Tanya Heechul.

“Siwon hyung, telfon dia.”

“Naega wae?!”

“Tanyakan hyung, aku tidak bisa, hp-ku di ruang tamu, kau mau mengambilnya?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polos.

“Aaarraseoo!!! Aku telefon!!!” Jawab Heechul cepat.

Lalu segera mengambil hp-nya dan menghubungi Siwon dengan wajah marah membuat yang lain menahan senyum mereka.

“Choi Siwon!!” Panggil Heechul baru tersambung.

>Ahh, Heechul hyung? Waeyo? Kyunnie baik-baik saja?<

Heechul mengetikkan seseatu di hp-nya dengan cepat lalu mengirimkannya ke Siwon. Kemudian namja itu melihat Kyuhyun yang menatapnya penuh harap.

“Ugh!! Sialan!” Umpatnya kesal. “Kau sudah makan?” Tanya Heechul kemudian.

“Huh? Aku? Mm, itu…”

Siwon terdiam melihat sebuah pesan masuk ke hp-nya dari Heechul yang sedang berbicara dengannya. Dan isi pesan itu membuatnya ingin tertawa dengan keras namun segera ditahannya.

>Mm, ne hyung aku sudah makan.<

“Jinjja?”

>Ne, katakan pada my baby, aku sudah makan dan akan segera pulang.<

“Kau dengar?” Ucap Heechul melihat Kyuhyun yang tersenyum begitu manisnya.

“Baiklah, kami sedang makan, cepatlah kembali, dia merajuk nanti.”

>Ne, hyung~ aku akan segera kembali<

Heechul langsung mematikan hp-nya dan melihat Kyuhyun dengan death glarenya, namun dibalas dengan senyuman polos yang bisa melelehkan siapa saja. Karena itu Heechul pun kembali melanjutkan makan siangnya setelah memberi mereka death glarenya.

Setelahnya acara makan siang itu berlangsung aman sampai semuanya selesai, Kyuhyun meminta mereka menemaninya di balkon kamar. Tapi setelah memikirkannya ia tidak ingin mereka masuk kekamarnya dan Siwon.

Para namja tampan itu hanya bisa memutar bola mata mereka dan menghela nafas pasrah. Dan kemudian menuruti magnae mereka menuju taman belakang rumah dan beristirahat di gazebo.

Tidak berapa lama, Siwon dan Ryeowook pun kembali dengan bungkusan ditangannya. Begitu sampai namja tampan itu langsung berlari kecil mencari huswifenya di taman.

Kyuhyun yang mendengar panggilannya segera berdiri dan setengah berlari menyusuri jalan setapak disana. Para hyung yang melihatnya hanya bisa berseru riuh rendah untuk menghentikannya.

“Jangan seperti itu, Kyu!!” Seru Donghae.

Namun saat Siwon terlihat mereka semua menghembuskan nafas lega dan tersenyum saat Siwon menampilkan dimple-nya. Namja tampan itu langsung memeluk huswife cantiknya dengan begitu erat.

Seolah berapa tahun mereka sudah tidak bertemu, padahal hanya berberapa jam saja yang terlewatkan. Kyuhyun juga merasakan hal yang sama saat ia menyusupkan wajahnya dileher Siwon dan membalas pelukannya dengan erat.

“Bogoshipoyo Siwonnie~” Gumam Kyuhyun dilehernya.

“Ahh, nado babykyu, nado bogoshiposo~” Jawab Siwon sambil tersenyum senang.

Kehamilan itu membawa kebahagiaan yang berlimpah bagi Siwon, saat huswife cantiknya itu secara terang-terangan mengatakan perasaannya.

“Ayo kesana, hyung bawakan kerangnya.” Ucap Siwon kemudian.

Kyuhyun mengangguk lalu melonggarkan lengannya yang ada dileher Siwon dan menatap wajah tampan itu didekatnya. Tanpa kata-kata ia langsung menempelkan ciuman kecil dibibir suaminya itu.

Sedikit terkejut Siwon melihatnya, namun ia langsung menarik leher Kyuhyun dan menempelkan bibir mereka berdua. Namja tampan itu memberikan ciuman lembut penuh perasaan.

Ciuman yang selalu membuat Kyuhyun meleleh karena manisnya. Ciuman yang selalu membuat dada Kyuhyun membuncah karena perasaan yang begitu besar. Ciuman cinta dari suaminya seorang.

“Saranghae~” Bisik Siwon diantara bibir mereka dan kening yang bersentuhan.

“Nado…nado saranghae.” Balas Kyuhyun dengan nafas yang naik turun.

“Kalian kira kami apa?” Tanya Hyukjae tiba-tiba.

Siwon langsung tertawa kecil sementara Kyuhyun mendecak kesal dan mereka pun melepaskan pelukan itu. Lalu keduanya segera menuju gazebo itu dan melihat bungkusan yang sedari tadi dibawa Ryeowook kesana.

Siwon membawa membuka kotak biru itu dengan wajah sumringah sambil melihat wajah Kyuhyun. Namja cantik huswife-nya itu terlihat seperti anak kecil yang menunggu kado mainannya dibuka.

Begitu isinya terlihat, mata coklat cantik itu berbinar dengan senangnya dan senyum manis merekah dibibir peachnya yang merona. Siwon tidak bisa menghilangkan kebanggaan dirinya karena bisa membuat ekspresi itu diwajah Kyuhyun.

“Kau suka baby?” Tanya Siwon.

“Suka? Are you crazy?! I love it!!” Seru Kyuhyun langsung menghambur memeluk suaminya yang tampan itu.

“Ahahaha, tapi jangan begitu baby~” Protes Siwon.

“Kau benar-benar mendapatkannya Siwonnie!! Itu kerang biru!!!” Ucap Kyuhyun dengan penuh semangat.

“Tentu saja, apapun untukmu.”

“Gomawo, jeongmal gomawo.”

“Mmm, Ryeowookie, dia sangat membantu.”

“Ahh, gomawo Ryeowookie~” Ucap Kyuhyun merebahkan kepala dibahu Siwon dan melihat namja imut itu.

“Asal kau suka tidak masalah.” Jawab Ryeowook.

Lalu Kyuhyun pun melepas pelukannya dan kembali melihat isi dari kotak tersebut. Ada begitu banyak kerang dengan berbagai ukuran dan memiliki warna yang berbeda. Bukan hanya biru, bahkan ungu, pink, kuning, jingga dan merah juga ada.

Yang lain hanya bisa menganga lebar melihat kerang-kerang itu sementara Ryeowook hanya tertawa cekikikan. Tanpa mengatakan apa-apa, Kyuhyun langsung mengambil beberapa diantaranya lalu membagikannya pada namja tampan yang ada disana.

Dengan wajah blank mereka menerima kerang itu ditangan mereka membuat Kyuhyun tersenyum senang. Selanjutnya namja cantik itu kembali menghempaskan dirinya dalam pelukan Siwon dan bertahta disana.

“Kau senang?” Tanya Siwon.

“Sangat senang!!”

“Ahahaha, apa dia juga senang?” Tanya Siwon lagi sambil membelai perut Kyuhyun.

“Mmmh!! Dia sangat senang, daddy sayang padanya.”

“Tentu saja daddy-nya sangat sayang.” Angguk Siwon penuh semangat.

“Ne, Kyunnie juga sayang padanya.”

“MWOO??” Suara hyung-nya tiba-tiba terdengar.

“Lho? Kalian masih ada disini?” Tanya Kyuhyun.

“Kurang ajar~ magnae devil~” Gerutu Heechul tidak habis pikir. “Ahh, daripada itu, apaan itu Kyunnie?” Tanya kemudian.

“Bukannya mommy?” Tanya Ryeowook.

“Ani, aku Kyunnie, Siwon hyung daddy.” Jawab Kyuhyun penuh semangat.

“Paboya!!” Jawab Donghae membuat mata Kyuhyun melebar.

“Dimana-mana pasangan daddy itu mommy, pabo~” Jawab Hyukjae juga ikutan kesal.

“Tapi aku maunya Kyunnie, hyung~”

“No-no-no-no~” Heechul menggelengkan kepalanya. “Tidak ada yang namanya dipanggil Kyunnie, it’s just mommy, m-o-m-m-y.”

“Tapi hyung aku namja tidak mungkin dipanggil mommy.” Bantah Kyuhyun keras kepala.

“Baby itu harus pounya mommy dan daddy Kyunnie.” Jelas Hankyung.

“Benar, kura-kura ku saja punya mommy dan daddy.” Jawab Yesung membuat yang lain memutar bola mata mereka.

“Aku tidak mau hyung, mommy itu harus cantik dan berambut panjang, aku..rambut pendek walau ya…mmm, sedikit cantik.” Pipi Kyuhyun merona menyadari ucapannya.

Para hyung yang melihatnya termasuk Siwon ingin sekali memeluk dan mengacak-acak wajah imut itu. Tapi pasti Kyuhyun akan mengutuk mereka tujuh turunan.

“Hey pabo!! Dengar…kalau kau tidak mau jadi mommy lalu siapa lagi?” Tanya Heechul.

“Eobseo, tidak ada.”

“Mm, kalau begitu Siwon harus mencari seseorang dengan rambut panjang dan berwajah cantik untuk baby kalian.”

“Untuk apa?” Mata Kyuhyun hampir keluar dari sarangnya.

“Untuk jadi mommy, karna baby harus punya mommy.”

“Andwae!!!!” Teriak Kyuhyun langsung berdiri. “Babyku kenapa mommy-nya orang lain?!?!” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya.

“Keureonikka(karena itu….)” Heechul menampilkan smirknya.

“Aku mommy-nya!!!” Jawab Kyuhyun lantang.

“Ok kajja!! Kita pulang~” Heechul melenggang santai pergi darisana tanpa beban membuat namja yang lain menganga lebar melihatnya.

Namun detik berikutnya mereka pun mengikuti namja cantik itu setelah mengacak rambut Kyuhyun bergantian. Sementara Siwon hanya bisa tertawa kecil dan menggelengkan kepala. Namun ia bisa melihat Heechul berpaling melihat kearahnya, hingga ia pun mengucapkan terima kasih dengan bahasa bibirnya.

Setelah mereka semua menghilang Kyuhyun hanya bisa memikirkan apa yang baru saja diucapkannya. Setelah menyadari perkataannya sendiri,  pipinya pun terasa terbakar hingga sampai ketelinganya. Tanpa sadar namja imut nan menggemaskan itu langung menangkup kedua pipinya yang merona.

“Aigooo~” Siwon mengagumi keindahan didepannya itu dengan puas.

“Aku mommy-nya hyung.” Ucap Kyuhyun lagi.

“Tentu saja, tidak ada yang lain.” Siwon membelai pipi chubby Kyuhyun dengan punggung tangannya.

Wajah bahagia Kyuhyun begitu terlihat jelas membuat Siwon merasa lega dan berjanji akan terus menjaga apa yang ia punya. Kyuhyun sangat berharga untuknya begitu pun bayi yang ada dikandungan namja cantik itu.

Siwon akan menjaga keduanya dengan segenap cinta dan kekuatannya, agar mereka selalu dipenuhi kebahagiaan dalam kebersamaan.

Sampai bulan ke tujuh kehamilannya, Kyuhyun lebih sering menghabiskan waktu di rumah. Karena Siwon sudah mengambil cuti untuknya saat ia memasuki trimester terakhir. Sementara Siwon masih tetap mengikuti jadwal kuliahnya sambil terus bekerja dikantor.

Karena itu tidak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun selain bersantai ria di sofa, tiduran sambil menonton acara tv kesukaan bersama ikan-ikannya. Bahkan saat malam menjelang namja cantik itu setia menunggu drama yang diputar setiap malamnya.

Korea memang dikenal dengan dramanya yang beratus-ratus judul dengan episode yang sudah ditentukan. Dan Kyuhyun menggemari salah satu diantaranya hingga rela menunggu episodenya setiap minggu.

Namja cantik nan menggemaskan itu selalu menunggu waktu dramanya tiba bahkan ia meminta Siwon untuk membangunkannya jika ia terlelap. Siwon sampai mengalah untuk mengajak namja cantik itu tidur lebih cepat dan membiarkannya nonton sendirian.

Sampai satu bulan lebih drama yang ia tonton pun menemui episode terakhirnya. Dan itu membuat Kyuhyun merasa bersedih dan ditinggalkan. Siwon tidak menyangka kegemaran huswifenya itu sampai berujung dengan kesedihan.

Tapi siapa yang bisa ia salahkan jika perasaan sensitif seorang ibu, ups~ namja hamil yang lebih berada didepan.

“Baby, nanti pasti ada drama baru lagi.” Ucap Siwon menenangkan huswife cantiknya yang sulking.

“Tapi bukan dia lagi yang main hyung~” Rengek Kyuhyun.

“Laa, dia juga istirahat, tidak mungkin main drama banyak-banyak.”

“Aku mau lihat dia hyung.”

“Mwo?? Ba-bagaimana? Dia itu selebriti, bagaimana kita bisa menemuinya sembarangan.”

“I dont care!!! I just wanna see Kim Sohyun!!!” Ucap Kyuhyun penuh penekanan.

Dan Siwon tidak akan bisa menolak permintaan itu jika Kyuhyun sudah memaksa. Tapi, apa yang bisa ia lakukan? Mereka bukan keluarga presiden yang memiliki akses diseluruh negara.

“Dia sangat cantik hyung!! Aktingnya juga bagus!! Aku ingin bertemu dan berjabat tangan.” Ucap Kyuhyun dengan semnagat yang tinggi.

“Ba-baiklah.” Jawab Siwon langsung menyerah.

“Jinjja?” Mata Kyuhyun berbinar penuh harap.

“Nee, hyung akan usahakan melalui perusahaan.”

“Aaa, gomawoyo~” Kyuhyun langsung berjalan cepat mendekati suaminya itu membuat Siwon meringis sendiri.

Namja tampan itu melihat Kyuhyun dengan susah payah menyeimbangkan gerakannya. Dan itu membuatnya semakin khawatir jika huswife cantiknya itu selalu bersemangat.

Kandungannya sudah memasuki bulan kedelapan minggu kedua, Kyuhyun tidak boleh terlalu bersemangat. Tidak lama lagi mereka akan melihat buah cinta mereka lahir kedunia. Karena itu Kyuhyun harus bisa menjaga dirinya sendiri.

“Sekarang kita tidur? Sudah malam.” Siwon memeluk huswifenya itu dengan erat.

Kyuhyun tidak bisa menjawab lagi selain menganggukkan kepalanya. Lalu mengikuti namja tampan itu menuju kamar.

Ia hanya bisa mengikuti semua yang dikatakan Siwon karena memang tidak ada yang bisa ia lakukan. Lagipula namja tampan suaminya itu bisa melakukan segalanya. Itu yang dipikirkan Kyuhyun malam itu.

Tapi yang terjadi…

Dua hari kemudian, Kyuhyun menerima kabar terbaru dari aktris kesukaannya yang akan melakukan fanmeeting di luar kota. Dan jaraknya yang bisa ditempuh dengan mobil saja membuat Kyuhyun sangat bersemangat.

“Siwonniiiiiie~” Panggilnya dipagi hari.

Namja tampan suaminya itu baru saja membawa sarapan pagi untuknya yang duduk dibalkon. Dan segera kembali kesana saat suaranya terdengar memasuki ruangan.

“Waeyo baby?” Tanya Siwon.

“Kau mau ke kantor?”

“Ne, hari ini ada meeting.”

“Mmm, aku tahu kabar terbaru.”

“Mwo? Kabar apa?”

“Itu, Sohyunnie ada fanmeeting di Busan, aku mau kesana.”

“Mwo? Andwae!!!” Jawab Siwon cepat.

“W-waeyo??” Tanya Kyuhyun dengan wajah terpana. “A-aku mau lihat.”

“Busan jauh dari sini baby, nanti kau kelelahan, lagipula kehamilanmu sudah 8 bulan.”

“Tapi aku mau ketemu dia, dia sangat cantik hyung aku mau melihatnya dari dekat.”

“Oh my god! Baby!! Apa kau tidak mengerti?” Tanya Siwon dengan kening berkerut. “Sekali tidak!! Tetap tidak! Kau tidak boleh pergi.”

“Hyung!!!”

“Hyung pergi dulu.” Ucap Siwon langsung pergi darisana.

Kyuhyun hanya bisa menganga lebar melihat kepergian suaminya seperti itu. Kenapa Siwon sampai marah seperti itu? Padahal ia hanya meminta untuk bertemu idolanya saja.

Terdengar mobil Siwon melaju keluar dari halaman rumah mereka, Kyuhyun langsung menuju kamarnya. Namja cantik itu memutuskan untuk menghubungi semua hyungnya secara bersamaan.

>Waeyo?< Suara Heechul terdengar.

>Selamat pagi Kyunnie~< Sapa Ryeowook.

>Waeyo Dongsaeng?< Tanya Yesung.

>Yo?< Sapa Hyukjae.

>Kyunnie? Waeyo?< Donghae terdengar khawatir.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun dengan manjanya.

>Nee??< Jawab mereka serentak.

“Aku mau ke Busan.”

>MWO???< Seruan kompak itu membuat Kyuhyun harus menjauhkan hp-nya.

“Aku ingin ikut Fanmeeting Sohyunnie yang diadakan disana?”

>Siapa Sohyunnie?<

>Kenapa di Busan?<

>Kenapa kau ingin ikut itu?<

>Fanmeeting? Sejak kapan?<

Pertanyaan mereka satu persatu didengar Kyuhyun yang membuat namja cantik itu tertawa cekikikan.

>Kau nonton drama Ruler ya?< Tanya Ryeowook akhirnya.

“Nee, aku suka lihat actingnya Wookie-ah, dia sangat berbakat.”

>Hmmm, tapi Busan itu jauh Kyunnie.<

>Kau akan kelelahan, dengan perut sebesar itu.<

“Perutku tidak besar.” Jawab Kyuhyun sambil melihat perutnya.

Ya, memang tidak terlalu besar karena ia kurus, tinggi dan semampai. Jika ia hanya memakai coat yang tebal, itu sudah bisa menutupi bentuk perutnya.

>Apa baby-nya laki-laki?< Suara Heechul terdengar.

>Apa hubungannya hyung?<

>Sohyunnie itu cantik pabo!!<

>Aaa, aarra, itu bisa jadi.<

>Anaknya yang suka?<

>Mmm!!<

>Lalu bagaimana?<

>Tidak boleh!! Siwonnie pasti melarangnya.<

“Jangan bilang Siwonnie!!” Suara Kyuhyun kembali terdengar.

>Waeyo?< Tanya mereka bersamaan.

“Aku marah padanya!! Dia memarahiku.”

>Pasti dia melarang kan?<

“Mmm~”

>Karna itu jangan, dia melarangnya untukmu dan bayi kalian.<

>Dengarkan dia Kyunnie, jangan membantah.<

“Kalian sama saja!”

>Mwo??<

Kyuhyun memutuskan sambungan secara sepihak lalu melempar hp-nya ke tempat tidur. Namja cantik itu menghembuskan nafas lelah lalu merebahkan dirinya diranjang yang empuk itu. Memikirkan wajah tampan suaminya yang menatapnya tadi pagi membuat mata Kyuhyun sedikit meredup.

Beberapa menit kemudian namja cantik itu pun segera menuju kamar mandi untuk menenangkan dirinya. Ia juga harus memikirkan perkataan Siwon dan hyung mereka.

Ia harus menjaga dirinya, tidak lebih dari sebulan lagi ia akan membawa malaikat kecilnya melihat dunia. Tapi fanmeeting itu juga tidak akan ada lagi dalam waktu dekat. Dengan pikiran bercabang Kyuhyun pun berendam di bath up-nya yang nyaman.

**

Siang hari menjelang, Siwon baru saja menyelesaikan meetingnya yang kedua. Namja tampan itu selalu sukses memimpin rapat bersama kliennya membuat para karyawan selalu bangga dan memujinya.

Wajah bahagia klien-nya saat keluar dari ruang meeting membuat senyum dimple Siwon semakin melebar. Namun saat ia kembali ke ruangan dan memeriksa hp-nya, tidak ada satu pun pesan dari Kyuhyun disana, senyum itu pun langsung menghilang.

“Mianhae baby…” Gumam Siwon.

Namun tiba-tiba suara hp-nya terdengar membuat Siwon sedikit tersentak. Nomor yang sangat dikenalinya menghubungi, namun bukannya senang, tapi perasaan khawatir menyelimutinya seketika.

>Tuan muda…<

“Ne, ahjumma?”

>I-itu…mianhae… Ka-kami…<

“Ahjumma apa yang terjadi?” Siwon langsung berdiri dari duduknya.

>Kyunnie…di-di….<

“Kenapa dengan Kyunnie?”

>D-dia pergi tuan.<

“MWO?? Pergi kemana?” Siwon langsung berlari keluar dari ruangannya. “Shit!! Dia tidak mendengarku!!!”

Namja tampan itu segera menuju lift kantornya dan harus mengumpat kesal saat kotak itu membawanya turun ke bawah dengan sangat lambat. Siwon ingin dalam sekejap sudah berada dibawah bahkan ia ingin seketika berada dirumahnya saat ini.

Dengan wajah panik namja tampan itu mengambil mobilnya dan segera melesat darisana secepatnya. Bahkan ia tidak peduli kecepatannya yang diatas rata-rata disaat siang hari begini.

Dada Siwon berdebar kencang memikirkan seribu kemungkinan atas kepergian huswife cantiknya. Bagaimana jika namja cantik itu pergi ke Busan seorang diri? Atau yang lebih parah huswife cantiknya itu pergi karena Siwon memarahinya tadi pagi.

“Oh Tuhan, baby~” Gumam Siwon frustasi. “Tolong jaga dia.” Siwon memacu mobilnya dengan cepat.

Sampai akhirnya ia memasuki resident Valemorin dan menuju rumahnya. Terlihat beberapa hyung mendekati istananya dengan wajah khawatir mereka. Melihat hal itu Siwon yakin mereka sudah tahu apa yang terjadi padanya.

“Siwonnie!!” Panggil Donghae.

“Hyung, dimana dia?” Tanya Siwon baru turun dari mobilnya.

“Kami tidak tahu, ahjumma juga menghubungi kami semua.” Jawab Hyukjae.

“Apa dia pergi kesana?” Tanya Ryeowook.

“Jinjjaya?” Heechul menatapnya tidak percaya.

“Kemana hyung? Tadi pagi aku sedikit memarahinya, apa karna itu?” Tanya Siwon dengan wajah menyesal.

“Aku tidak yakin tapi dia menghubungi kami secara bersamaan.” Jawab Hankyung.

“Ne, dia ingin pergi ke Fanmeeting Kim Sohyun.” Jawab Yesung.

Mulut Siwon terbuka lebar menatap para hyungnya tidak percaya. Namja manis dan keras kepala itu benar-benar ingin pergi kesana walau ia sudah melarangnya.

“A-apa dia benar-benar pergi?” Tanya Siwon dengan wajah blank.

“Kau tahu jika dia sudah menginginkan sesuatu.” Ucap Heechul.

“Dia akan mendapatkannya.” Sambung Donghae.

“Berarti dia pergi ke Busan?!” Seru Siwon dengan mata melebar.

“Pabo!” Jawab Heechul.

“Andwae!! My baby!! Tunggu disana!!” Siwon langsung kembali ke mobilnya dan masuk kesana.

Tapi tangan Donghae menarik pintu mobil itu dengan cepat hingga Siwon tersentak. “H-hyung…” Panggilnya.

“Tunggu dulu, tenangkan dirimu.”

“Hyung!! Bagaimana aku tenang?? Dia pergi sendirian seperti itu?! Dia tidak bisa duduk lama, kakinya harus selalu diluruskan! Seoul-Busan itu butuh 4 jam HYUNG!! Bagaimana aku tenang?!”

“Siwon?!!” Panggil Yesung sedikit keras membuat Siwon terpaku.

“H-hyung…”

“Kami tahu kau sangat khawatir, tapi kami juga khawatir, jangan seperti itu, tenanglah sedikit.”

Siwon terpana melihat hyung bermata sipitnya itu, namja tampan hyungnya itu memang tidak banyak bicara, tapi saat kata-katanya keluar tidak ada yang bisa membantahnya. Karena itu Siwon pun hanya bisa menghembuskan nafas pasrah dan bersandar di jok mobilnya.

“Mianhae…” Gumamnya pelan.

“Kita akan mengikutimu dari belakang, ahjumma mengatakan Kyunnie pergi dengan mobilnya.” Ucap Donghae kemudian.

“Terima kasih hyung.”

“Pergilah sekarang, mungkin dia belum jauh.” Ucap Heechul.

“Baiklah kajja~” Siwon langsung masuk ke mobilnya diikuti Donghae.

“Kalau sudah bertemu, hubungi kami.” Ucap Hankyung.

Ryeowook menganggukkan kepalanya lalu kembali ke rumah dan mengeluarkan BMW-nya lalu menyerahkan kemudinya pada Hyukjae. Lalu mereka pun segera pergi darisana meninggalkan 3 namja yang lainnya.

Dalam perjalanan Siwon terus bergumam dengan gelisah. Donghae hanya bisa menggelengkan kepala dan menepuk-nepuk bahu namja tampan itu untuk menenangkannya.

Dalam kepala Donghae bertanya, bagaimana mereka bisa menemukan mobil Kyuhyun diantara mobil yang ada di jalanan.

Tentu saja kita harus melihat satu-persatu plat mobil yang bermerk sama dengan namja manis itu.

“Ahh!! Siwon!!” Seru Donghae tiba-tiba.

“Wae-waeyo hyung?” Tanya Siwon dengan hati berdebar.

“Tunggu sebentar.” Donghae langsung mengambil hp-nya dan menghubungi Kyuhyun, dongsaengnya.

Namun sayang, namja cantik nan manis itu tidak mengangkatnya, mungkin ia sedang fokus menyetir. Tapi Donghae langsung menghela nafas lelah, namun segera membuka GPS yang ada di dashboard mobil Siwon.

Mereka bisa melacak keberadaan Kyuhyun dengan alat canggih yang ada disana. Walau tidak pasti, tapi mereka bisa menemukan lokasinya dengan mudah.

“Ahh, dia sudah sedikit jauh.” Ucap Donghae melihat tanda merah yang sedang berjalan dilayar itu.

“Dia membawa mobilnya dengan cepat.” Ucap Siwon sambil menggertakkan giginya.

“Sabar Siwon, kita pasti bisa mengejarnya.” Jawab Donghae.

Dan seketika itu pula mobil Siwon melesat dengan cepat sampai membuat Donghae tersentak kebelakang. Namja tampan itu hanya bisa melihat wajah Siwon yang semakin mengeras. Saat ini Ia tidak bisa mengatakan apa-apa untuk menenangkan dongsaengnya itu.

Kyuhyun satu-satunya yang sejak dulu dijaga Siwon dengan baik, tidak ada apapun yang bisa membuat Kyuhyun terluka. Dan sekarang, cintanya itu pergi dengan kehamilan yang seperti itu, apa yang bisa dilakukan Siwon?

“Dimana dia?! Brengsek!!!” Siwon memukul stir mobil dengan wajah marah.

**

Hampir satu jam kemudian akhirnya mobil Siwon bisa mengejar mobil Kyuhyun dan tepat berada dibelakang namja cantik itu. Siwon semakin mempercepat lajunya sampai mobil mereka sejajar. Dan Donghae langsung membuka kaca jendela sambil memanggil Kyuhyun.

“Kyunnie!! Minggir!!” Seru Donghae.

Tentu saja Kyuhyun tersentak kaget melihat Donghae disampingnya, terlebih lagi mobil yang membawa hyungnya itu. Dengan berat hati ia pun melaju menepikan mobilnya dengan perlahan. Belum pun berhenti sepenuhnya, Siwon sudah menyalip mobil Kyuhyun dan berhenti melintang didepannya.

Donghae langsung turun dan menghampiri Kyuhyun yang menurunkan kaca jendelanya. Saat itu ia juga melihat mobil Ryeowook tiba dan berhenti dibelakang mobil Kyuhyun.

“Hyung…” Panggil namja cantik itu.

“Apa yang kau lakukan, Kyunnie?” Tanya Donghae tidak percaya.

Kyuhyun menghela nafas kasar lalu keluar dari mobilnya saat Siwon berjalan mendekati mereka berdua. “Aku sudah bilang akan pergi, hyung.” Jawab Kyuhyun akhirnya.

“Apa kau tidak mendengarku?” Tanya Siwon.

Kyuhyun langsung menatap wajah tampan suaminya itu yang mengeras membuatnya kesal seketika. “Aku tetap ingin pergi.”

“Choi Kyuhyun!!!” Panggil Siwon sedikit keras.

“M-mwo?” Kyuhyun menatap suaminya tidak percaya.

“Kau sangat keras kepala!! Bagaimana kalau terjadi apa-apa? Kenapa kau pergi sendirian?!” Cerocos Siwon dengan aura gelapnya.

“Aku sudah meminta izin, bahkan aku ingin mengajakmu pergi!! Tapi apa yang kau katakan?” Tanya Kyuhyun dengan emosi yang memuncak.

“Aku tidak ingin kau kelelahan, Busan itu sangat jauh kau tidak akan tahan dengan perut yang besar itu!!! Jangan egois Kyu, jika kau tidak sayang padaku, setidaknya sayangi bayimu!!”

“M-mwo?? Si-siwon…” Kyuhyun tidak sanggup meneruskan kata-katanya saat melihat wajah marah Siwon.

Namja cantik itu langsung berjalan memutar memasuki mobilnya dan duduk di jok penumpang. Namun sebelum itu ia sempat melihat Donghae yang juga terpana pada Siwon. Seperti mengerti apa yang dikatakan Kyuhyun melalui matanya, Donghae pun masuk ke jok kemudi mobil itu dan pergi darisana.

Sepeninggal mereka Siwon masih terpaku mencerna kata-katanya sendiri, namun detik berikutnya ia hanya bisa mengumpat kesal dan mengacak rambutnya dengan kasar.

“Ayo pulang Siwonnie, aku yakin dia sedang bersedih.” Ucap Ryeowook menyadarkan namja tampan itu.

“M-mianhae…” Jawab Siwon putus asa.

“Kajja~” Ajak Hyukjae.

Lalu tiga namja itu pun segera mengikuti Donghae dengan mobil mereka masing-masing. Namun kali ini Hyukjae memilih ikut bersama Siwon hanya untuk menjaga namja tampan itu dari hal terburuk.

Tapi yang terjadi, Siwon hanya bisa terdiam memikirkan kata-katanya tadi yang mungkin saja menyakiti Kyuhyun. Mengingat kembali wajah shock huswifenya itu membuat Siwon menggenggam stir mobil dengan kuat hingga buku jarinya memutih.

Sementara itu di mobil Kyuhyun.

Donghae yang mengemudikan mobil Kyuhyun terlihat begitu khawatir, sesekali ia berpaling melihat dongsaengnya itu. Kyuhyun duduk bersandar sambil memilin ujung bajunya, sesekali tangannya terangkat untuk menghapus jejak airmata dipipinya.

Menangis? Tentu saja, bagaimana ia tidak menangis, saat suami-nya tercinta terlihat begitu marah. Bahkan ia tega mengatakan Kyuhyun tidak menyayanginya. Hati Kyuhyun terasa begitu sedih mendengar Siwon mengatakan itu.

Bukankah dia yang paling tahu seberapa besar cinta Kyuhyun untuk dirinya. Siwon juga mengatakan ia harus memikirkan bayinya, bukan bayi mereka.

“Hiks~” Isakan itu akhirnya keluar.

“Mwo? Kyunnie?” Donghae tidak percaya mendengarnya.

“H-hyung~ Siwonnie ma-marah padaku~” Adu Kyuhyun akhirnya.

Donghae hanya bisa menghela nafas. “Tentu saja dia marah.”

“Dia mengira aku tidak menyayanginya? Padahal dia tahu ak-aku sangat mencintainya, kenapa dia mengatakan itu? Bahkan bayi ini juga milikku, bukan bayi kami~”

Airmata Kyuhyun sudah membasahi pipinya yang chubby, bahkan hidung Kyuhyun ikut memerah karenanya. Donghae tidak bisa mengatakan apa-apa untuk menenangkannya. Karena itu Kyuhyun hanya bisa menangis tertahan sambil melihat keluar jendela.

Semakin dihapus semakin airmata itu turun dengan bebasnya, apalagi kata-kata Siwon terus terngiang dikepalanya. Kesedihan Kyuhyun sudah berada dipuncaknya sampai ia terlihat sesengukan.

Namun detik selanjutnya, tangan lentik itu mencengkram dasboard mobilnya dengan kuat. “H-hhyungnnhh!!!” Panggilnya.

“Mwo?? Kyunnie? Waeyo?

“Sa-sakit!! Hyunggnnh~” Erang Kyuhyun sambil menekan dibawah perutnya.

“Waeyo? Kenapa? Kau sakit? Belum saatnya bukan? Kyuhyun?!!” Panggil Donghae panik.

“H-hhyunnngghhh~” Erang Kyuhyun sekali lagi.

Barulah Donghae sadar, celana jeans Kyuhyun terlihat basah diantara kedua pahanya dan turun kebawah.

“ANDWAE!!! Kyuhyun bertahanlah!!” Seru Donghae. ” BERTAHANLAH!! KITA KE RUMAH SAKIT!!!”

Tapi Kyuhyun jangankan bersuara, untuk bernafas saja ia sudah tidak bisa. Mulutnya hanya terbuka dan tertutup seperti mengatakan sesuatu, sesekali ia menggigit bibirnya saat rasa sakit itu datang.

“S-ssiw-on-niie….” Panggilnya tertahan.

Sampai akhirnya ia menghembuskan nafas panjang dan tubuhnya diam tidak bergerak dengan mata yang tertutup rapat.

“KYUHYUN!!! ANDWAEEE!!!”

Donghae langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit Seoul, karena mereka memang sudah masuk ke ibukota lagi. Mobil Siwon dan Ryeowook dibelakangnya juga mengikuti dengan wajah bingung dan seribu pertanyaan di kepala mereka.

Saat tiba didepan loby, Donghae langsung memanggil perawat untuk membawa tempat tidur dorongnya. Dan dalam sekejap Kyuhyun sudah dibawa lari masuk kedalam, bahkan Siwon tidak sempat melihatnya.

Saat tiba didepan ruang ICU, namja tampan itu langsung menghambur menarik kerah baju Donghae dan menanyakan apa yang terjadi.

“Kyuhyun kenapa, HYUNG?!?!!”

***

Tbc.

Semoga dia baik-baik saja ya? Kkkk~ kesel saia~

Sampai jumpa di ff yg lain..

Ahh, selamat datang Readers baru~ semoga betah disini ne~ unuk readera lama..jgn bosan-bosan nee~ I Love You with all of my heart~

With love~

Vie

Advertisements

When The Love 10

Sequel Seven Princes Garden

Chapter 10

**

Hai-hai~ selamat malam~, pagiii~ mianhae baru datang lagi ne? Vie sedikit sibuk, ehee

Cuma ini yang siap, jadi update ini dulu, yang lain nanti nyusul ne?

Semoga kalian baik-baik saja ne?

Happy Weekend~

Selamat membaca~ ps. Typo? Mianhae~ hanya sekali edit..

** Continue reading

When The Love Is Growing 7

SPG COVER

Sequel Seven Princes Garden

Chapter 7

**

Yang udah lupa, baca lagi chap 6 gih~ kkkk~

Mianhae nee~ selamat malam My Lovely Readers~

Semoga selalu sehat dan bahagia neee~

Buat yang ulang tahun, beberapa hari kebelakang, mianhae ucapannya datang telat nee~ biasa lagi marahan sama Kuota.

Waktu 4rbu words, mikir keras dapat darimana 2rbu lagi..biar bisa update..ehh ternyata pas selesai udah 7 rbu.. dasaaar~ ternyata tulisan saia memang lebay nee~ ahahahahahaha.. maafkan saja~

Ok deh~ Selamat membaca, karena ini hanya kekonyolan saia~

** Continue reading

When The Love Is Growing 6

SPG COVER

Seven Princes Garden

Sequel 6

**

Selamat malam My Lovely Readers~

Apa kabar, hm? Semoga malam ini menyenangkan ne?

Ohh, isi didalamnya Vie memang nggak begitu ngerti, tapi udah Vie cari di google tentang kehamilan dan penolakannya, jadi begitulah~ jika ada yang kurang atau tidak benar…maklum saja neee~

Selamat membaca.

** Continue reading

When The Love Is Growing 5

SPG COVER

Sequel SPG

Chapter 5

**

Selamat malam~ sudah lama yaa? maaf yaa~ belum sempat edit, Vie tenggelam sama laporan bulanan~

Padahal tanggal 27 kemarin tepat 5 tahun Vie cinta sama mereka~ kkkk.

Mianhae nee~ ini dulu yang update, karna ini yang bisa di edit, ahahahaha~

Selamat membaca, semoga bisa ngilangin bosan, ne~

Here you go~

**

“Apa? Kau mau jadi sekretaris?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Ne, geurom~”

“Ani!! Andwae!!!” Bantah Siwon cepat.

“Mwoo?? Waeyo?”

“Nanti kau capek baby, kuliah sambi kerja, tidak boleh.”

“Tapi aku bisa bersamamu, jika tidak ada kuliah~ kita bisa pulang bersama.”

“Tetap tidak boleh, setelah lulus nanti kau memang akan disini baby, tapi sekarang fokus dulu pada kuliahmu.”

“Hyung~”

“Andwae!!”

Kyuhyun langsung mengambil iphone-nya dan memanggil seseorang dengan wajah kesalnya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun begitu hubungan tersambung.

>Wae!!<

“Siwon hyung tidak ingin aku jadi sekretarisnya.”

>Mwooo?? Waeyo?? Mana Siwon??<

Kyuhyun langsung menyerahkan iphonenya pada Siwon yang kini melihatnya dengan kening berkerut. Perlahan namja tampan itu menempelkan hp Kyuhyun ditelinga dan siap-siap mendengar apapun itu.

>CHOI SIWON!!!< Teriak Heechul dengan geram membuat Siwon harus menjauhkan iphone itu dari telinganya.

“Hyung~”

>Apa yang kau lakukan? Kenapa menolaknya? Kau tidak tahu akibatnya nanti<

“Tapi hyung, kau tahu kan dia pasti capek nanti, lebih baik dia fokus dulu pada kuliah, ini baru semester pertama.”

>Ahh, benar~ biar aku saja, ohh, andwae!!<

“Hyung!!”

>Kau benar, mana si baby?<

Siwon kembali menyerahkan hp itu pada pemiliknya dan melihat namja imut itu sedang memasang wajah sulkingnya.

“Hyung~”

>Dengar magnae~ kau tidak boleh kerja dulu karna masih semester pertama, kau tidak bisa jadi sekretaris dan Siwon tidak boleh punya sekretaris.<

“Jinjjayo?”

>Nee~ bilang saja dia tidak boleh punya sekretaris sampai kau bisa menduduki tempat itu.<

“Mmm, arraseo~ annyeong~”

Kyuhyun memutuskan sambungannya dan melihat wajah Siwon yang memelas meminta pertimbangan. Dengan smirk yang menyenangkan namja imut itu langsung menghempaskan tubuhnya dalam pelukan suaminya tercinta.

“Baby?” Tanya Siwon bingung sambil melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun.

“Kau tidak boleh punya sekretaris sampai aku bisa menjadi salah satunya.” Bisik Kyuhyun ditelinganya.

“Mwooo???”

“Tidak boleh ada orang lain disini, hyung~” Ucapnya lagi sambil menjauhkan kepalanya.

“Bagaimana bisa baby, mereka semua karyawan hyung.”

“Tidak boleh, namja itu juga pecat saja dia.”

“Min seok?”

“Nee”

“Aku berencana memecatnya.”

“Kenapa?” Mata bulat Kyuhyun mengerjap polos.

“Dia menatapmu begitu lama.”

“Mwoooo?!?! Jangan sembarangan hyung!!”

“Yang benar saja?? Kau tidak melihatnya.” Wajah berkerut Siwon nampak lucu dimatanya.

“Dia hanya menatapku hyung, tapi sekretarismu…dia akan mengikutimu kemanapun, kalian akan selalu bersama-sama, tidak bisa kuizinkan!!!”

“Aaa-arraseo, arraseo~” Jawab Siwon sambil mengeratkan pelukannya dan menikmati kehangatan itu.

Entah berapa lama mereka saling berpelukan dalam keheningan sampai akhirnya Siwon mengatakan masih ada yang harus ia kerjakan. Barulah ia melepaskan pelukannya dan Kyuhyun pun kembali duduk berselonjoran di sofa.

Namja cantik itu langsung memainkan gamenya yang tertunda sementara Siwon kembali membaca file-filenya yang masih bertumpuk banyaknya. Hampir 30 menit kemudian terlihat Kyuhyun sudah bertahta disamping Siwon dengan kursi yang didekatkan dan namja cantik itu ikut membaca file kerja Siwon.

Bahkan Kyuhyun membantu Siwon menandatangani semua berkas yang diperlukan, juga membuang semua file yeoja-yeoja cantik yang menjadi calon sekretarinya. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berencana meminta Min Seok untuk memeriksa berkas mereka dan menempatkan yeoja-yeoja pintar itu ditempat yang layak di perusahaan-nya.

“Jangan coba-coba untuk menerima mereka, hyung~” Ucap Kyuhyun tiba-tiba seolah bisa mendengar isi hatinya.

“Mereka akan diterima tapi dibidang lain bukan sekretaris.”

“Jauh darimu?”

“Nee~”

“Ehehehe~”

“Kita pulang?”

“Sudah selesai?”

“Nee~ trima kasih untukmu~” Jawab Siwon dengan senyum manisnya.

Karena benar, pekerjaannya menjadi lebih mudah saat Kyuhyun mulai membantunya, melihat semangat dan ide-ide namja cantik itu, ia yakin Kyuhyun akan menjadi partner yang pantas untuk-nya berbisnis nanti.

“Kajja~ aku mau mandi~” Ucap Kyuhyun sambil menggeliat malas.

“Hyung siapkan air hangat, aroma vanilla~ kajja~”

“Kau yang terbaik hyung~”

“Tentu saja~”

Keduanya pun segera keluar darisana dengan menutup ruangan itu sepenuhnya dan meminta Min Seok untuk mengambil berkas calon pegawai baru mereka. Setelahnya mereka berdua segera menuju lift gedung tersebut menuju lantai bawah, sebagian karyawan sudah meninggalkan kantor dan sebagian lagi masih berkutat dengan tugas mereka.

Siwon dan Kyuhyun segera menuju mobil mereka yang sudah dibawa security disana ke depan lalu segera meninggalkan kantor itu menuju peraduan mereka yang nyaman.

Dan setibanya di rumah Siwon benar-benar menyiapkan air hangat dengan lilin aroma vanilla berserakan dilantai dan dipinggir bath up kamar mandi. Kyuhyun hanya bisa tersenyum menampakkan semua gigi-nya karena terlalu bahagia dan tidak tahu harus mengatakan apa.

“Apa kau ingin kita mandi bersama?” Tanya Siwon sengaja menggodanya.

Bham!! Suara pintu ditutup dengan cepat.

Siwon hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepalanya, memikirkan kenapa huswife cantiknya itu harus malu karena jelas-jelas mereka sudah saling terbuka dan melihat satu-sama lain. Dan saat ia beranjak menuju ranjang mereka, pintu kamar mandi pun kembali terbuka menampilkan kepala Kyuhyun yang menyembul keluar.

“Waeyo?” Tanya Siwon.

“A-apa kau capek hyung?” Tanya Kyuhyun membuat kening Siwon berkerut bingung.

“Ne~ tentu saja~ karena itu cepatlah.” Jawabnya dengan senyum menenangkan.

“Ka-kalau begitu, ma-ma-masuklah~” Ucap Kyuhyun lagi sambil menundukkan wajahnya.

“Apa??” Tanya Siwon memastikan dan Kyuhyun kembali melihatnya.

“Kau tidak mau?”

“My dream come true~” Jawab Siwon langsung menghambur menuju pintu kamar mandi dan masuk kesana.

Langsung saja Kyuhyun masuk kedalam bath up dan menenggelamkan setengah badannya disana membuat Siwon tertawa kecil. Dan tanpa menunggu lagi namja tampan itu langsung membuka seluruh pakaiannya lalu masuk kedalam bath up dibelakang namja cantik itu yang masih tidak melihat kearahnya.

“Baby~” Panggil Siwon sambil melingkarkan lengannya di perut Kyuhyun.

Dengan wajah merona sampai ketelinganya Kyuhyun pun mencoba bersandar didada bidang suaminya antara kulit dengan kulit dan tidak ada satu benang pun yang menghalangi mereka. Dada Kyuhyun semakin berdegup dengan kencang sampai terasa sesak membuatnya kehilangan kata-kata.

“Jika malu kenapa ingin hyung disini, hm?” Tanya Siwon sangat mengerti.

“A-aku tahu kau ca-capek juga hyung.”

“My precious baby~” Gumam Siwon dan menyandarkan dagunya dibahu putih Kyuhyun.

“Aku senang kau selalu berusaha seperti ini baby, walau tahu ini sangat tidak biasa untukmu, tapi kau ingin mencobanya, hal itu membuat hyung selalu ingin menjagamu.” Ucap Siwon sejujurnya.

“Aku akan selalu belajar dan berusaha untuk membuatmu bahagia, keuronikka~ ajari aku cara mencintaimu seperti kau mencintaiku hyung, agar aku bisa membalas sama besarnya dengan cintamu.”

“Oh my god~” Siwon langsung memalingkan wajah Kyuhyun padanya dan mengecup bibir peach itu dengan cepat hingga membuat Kyuhyun tersentak.

“Jika seperti ini, aku tidak bisa melepasmu lagi.” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

Dan Kyuhyun tidak menjawab apa-apa lagi selain tangannya perlahan melingkar dileher Siwon dan akhirnya ia berbalik seutuhnya hingga terduduk dipangkuan Siwon. Tidak perlu waktu lama bagi Siwon untuk memberikan seluruh cintanya pada kekasih hatinya itu saat itu juga.

Dan untuk pertama kali-nya kegiatan cinta mereka dilakukan didalam kamar mandi.

Saat Kyuhyun sudah merasa kedinginan barulah Siwon mengeluarkan mereka dari bath up dan membersihkan diri dibawah Shower, selanjutnya namja tampan itu langsung membalut Kyuhyun dalam baju mandi dan membawanya ke ranjang.

Tidak dipungkiri stamina Siwon dan Kyuhyun sangatlah berbeda, karena yang terjadi sekarang, huswife imutnya sudah meringkuk dalam selimutnya dengan nyaman. Sementara Siwon sendiri segera turun ke bawah untuk makan malam dan meminta ahjumma maid mereka untuk memanaskan makanan lagi jika Kyuhyun bangun nanti.

Namun ternyata sampai keesokan harinya namja cantik itu baru menampakkan wujudnya dilantai bawah dan segera mencari makanan. Maid-maid yang sedang menyiapkan sarapan dan membersihkan rumah itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka dan membuat sarapan dalam sekejap siap makan.

Karena wajah memelas Kyuhyun yang mengatakan kelaparan, mereka meninggalkan pekerjaan yang lain dan memasak lebih dulu. Sementara Siwon yang baru keluar dari kamar mandi mendapati ranjang mereka sudah kosong dan sudah bisa mengira Kyuhyun turun ke bawah untuk mencari makan.

Setelah memakai pakaian kantor-nya namja tampan itu segera turun ke bawah dan menemukan Kyuhyun sedang lahap dengan makanannya. Namun begitu melihat Siwon, kunyahan-nya langsung berhenti dan mata bulat itu menatap penuh selidik.

“Waeyo baby?”

“Mau kemana?” Tanya Kyuhyun cepat.

“Ke kantor, hyung tidak ada kuliah.”

“Mwoo?”

“Lho? Hyung belum bilang?” Tanya Siwon dengan wajah bingung dan Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Ahh~ hyung tidak ada kuliah, jadi ke kantor saja.”

“Mmm~” Gumam Kyuhyun dengan wajah tidak rela.

Sambil tersenyum manis Siwon mendekati huswifenya yang menggemaskan itu lalu mengecup keningnya penuh sayang. Kyuhyun hanya diam dan terus melanjutkan sarapannya yang dilipat-gandakan.

“Kuliahmu sampai siang kan? Hyung akan menunggu di café, lalu kita ke kantor, eotte?”

“Jinjjayo?”

“Nee~ kapan hyung pernah bohong?”

“Eobseo~”

“Mmm, give me smile~” Ucap Siwon kemudian membuat Kyuhyun tersenyum kecil. “Give me one kiss”

“No!! till afternoon~”

“Mwooo??”

“Khaa~”

“Ahahaha~ hyung pergi dulu~ muacch~” Ucap Siwon dan mengecup bibir peach itu dengan cepat.

Kyuhyun hanya bisa menganga lebar saat Siwon sudah menghilang dibalik pintu depan membuat maid-maid mereka tertawa kecil melihatnya. Setelah sadar kembali barulah namja imut nan menggemaskan itu melemparkan death glarenya yang mematikan pada maid mereka.

Selanjutnya Kyuhyun pun bersantai ria di kamarnya sampai jam 9 ia bertemu dengan Ryeowook di rumahnya kemudian segera melesat ke kampus mereka bersama-sama. Hari ini mereka memiliki mata kuliah yang sama sampai 4 jam kedepan sampai tiba waktu makan siang.

Siang itu di Cafe milik pasangan HanChul tempat para namja tampan itu berkumpul terlihat begitu ramai, pasalnya Donghae dan Hyukjae saling berebut makanan yang tinggal sedikit lagi. Padahal mereka bisa memesan-nya lagi jika ingin namun Heechul pemilik café itu melarang mereka sebelum semua yang ada disana hadir semuanya.

“Siwon kapan babykyu selesai?” Tanya Donghae.

“Dia bersama Wookie, jadi pasti ini sudah keluar.” Jawab Yesung.

Karena itu, mereka semua yang tidak ada kuliah lagi diminta menunggu di café saja, hanya Siwon saja yang tidak ada jadwal dan datang dari kantornya untuk makan siang bersama Kyuhyun. Dan hal itu juga menjadi kesempatan Siwon yang memang mencari waktu agar bisa bicara bersama hyung-nya saja tanpa huswifenya.

“Ada satu hal yang aku inginkan dari kalian.” Ucap Siwon tiba-tiba.

“WHAT?!?!” Donghae dan Hyukjae menyahut bersamaan.

“Kau bisa membeli semuanya sendiri, apa yang kau inginkan dari kami?” Tanya Yesung menyambung isi hati Eunhae.

“Apa yang bisa kuberikan Siwonnie~” Jawab Heechul dengan pose yang menggoda membuat Hankyung menatapnya tajam.

“Dengarkan, jangan pernah sekalipun menyebut tentang kehamilan didepan Kyunnie.”

“Mwoooo??”

“Dia menanyakan padaku kenapa kalian mengira dia hamil.”

“Ahh, kami hanya menebak saja, jangan khawatir.”

“Tapi dia menanyakan hamil itu apa, hyung~”

“MWOOOO???” Semua mata hyungnya membesar tidak percaya.

“Aku tahu dia polos, ta-tapi itu…” Heechul tidak percaya dongsaengnya begitu bodoh.

“Ssst~ mereka datang.” Ucap Yesung melihat ke pintu kafe.

Benar saja Ryeowook dan Kyuhyun baru saja masuk kesana dengan senyum cerah namja imut yang suka memasak itu, sedang Kyuhyun hanya melihat pengunjung café itu dengan wajah datarnya.

“Selamat datang~” Sapa Siwon sambil berdiri menyambut huswife cantiknya.

Kyuhyun langsung berdiri disamping suaminya itu hingga tangan Siwon melingkar dengan indah dipinggangnya. Namja tampan itu pun langsung mengecup pipi Kyuhyun yang memang begitu dekat dengan wajahnya membuat huswifenya itu seketika merona.

“Selamat datang, baby~” Ucap Siwon lagi.

“Aku haus hyung~” Jawab Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Biar aku buatkan.” Hankyung langsung berdiri menawarkan diri.

“Ajari aku hyung.” Jawab Kyuhyun tiba-tiba semangat. “Meracik minuman.”

“Ohh, arraseo~ kajja~” Ucap Hankyung.

Lalu mereka berdua segera menuju dapur setelah Kyuhyun menyunggingkan senyuman manisnya pada Siwon yang membuat namja tampan ikut tersenyum dengan wajah bahagia.

“Cih~” Donghae melihatnya dengan smirk yang menjengkelkan.

“Kalian iri?” Tanya Siwon bangga.

“Cepat lanjutkan!! Dia tidak ada.” Jawab Heechul masih penasaran.

“Ne, hyung~ dia tidak tahu hamil itu apa dan aku mengatakan hamil itu karunia indah untuk para yeoja di dunia ini untuk menjadi seorang ibu.” Jawab Siwon cepat.

“Aku tidak tahu dia begitu polos atau bodoh.”

“Hyung!!?!?”

“Benarkan? di Senior High, kita sudah diajari semua pelajaran tentang kedewasaan, lalu apa yang dia lakukan jika sampai itu saja dia tidak tahu?” Tanya Hyukjae.

Seketika semua mata tertuju pada Ryeowook yang bahkan tidak tahu apa masalahnya karena ia baru saja tiba. “Waeee??” Tanyanya bingung.

“Dia selalu bersamamu di kelas, kenapa dia tidak ikut pelajaran itu?”

“Ne? Kalian tidak tahu?” Tanya Ryewook semakin bingung.

“Tidak.” Jawab mereka bersamaan.

“Ohh~ jika bukan tidur dia akan ke perpustakaan karena tidak tahan.” Wajah polos Ryeowook membuat mereka kesal tiba-tiba.

“Mwooo??”

“Jika pelajaran itu sudah dimulai dia akan mual-mual.”

“Mwooooo??”

“Aigooo, pelajaran itu kan memperlihatkan organ didalam tubuh manusia, Kyuhyun tidak tahan melihatnya.”

“Astagaaa~”

“Selamat Siwon kau sudah menikah dengan bayi berumur 19 tahun.”

“Hyung~”

“Baiklah, mulai sekarang ajari semua yang tidak diketahuinya dan yang ingin diketahuinya, jika tidak, masa depanmu akan suram.”

“Hyung, aku tidak bisa.”

“Tenang saja, aku bisa!!”

“Heechul hyung, jika kau yang mengajari, si baby akan hancur berantakan.”

“Apa katamuu~” Heechul langsung memiting leher Donghae dengan geramnya.

Saat itu Kyuhyun datang bersama dua buah cangkir berisi minuman yang sudah diraciknya bersama Hankyung. Dengan senyum bangga ia langsung menyerahkan satu cangkir untuk Siwon membuat namja tampan itu kembali tersenyum dengan bahagianya.

“Ini namanya Yin-yang Americano.” Ucap Kyuhyun.

“Mwoo? apa isinya baby?”

“Americano tambah susu ditambah coklat dan punyaku Mint Latte, latte ditambah white cream dan mint garnish.”

“Waaaah, Kyunnie~ kami juga mauuu~” Donghae merasa tergoda namun Kyuhyun hanya menyunggingkan smirknya.

“Racik sendiri.” Jawab Kyuhyun cuek lalu menyeruput latte-nya dengan sengaja.

Donghae langsung berlari menuju dapur café dan meminta hankyung untuk membuatkan mereka minuman sedang yang lain hanya bisa menatap wajah polos Kyuhyun kemudian menggelengkan kepala mereka.

“Apa kau capek baby?” Tanya Siwon kemudian.

“Waeyo?” Kyuhyun balik bertanya.

“Hyung harus ke kantor sekarang.”

“Aku ikut.”

“Baiklah, habiskan minumanmu.”

“Untuk apa?” Tanya Yesung.

“Aku sekretarisnya, hyung.” Jawab Kyuhyun penuh percaya diri.

“Mwooo??”

“Heechul hyung bilang aku tidak boleh punya sekretaris dan Kyunnie tidak boleh jadi sekretaris, jadi Kyunnie akan membantuku saat dia free kuliah.” Jelas Siwon.

“Apa kau yakin?” Tanya Hyukjae.

“Tentu saja!!” Jawab Kyuhyun penuh semangat.

“Hyung…” Donghae dan Ryeowook langsung melihat Heechul.

“Mwoo? Kalian pikir kapan dia menghubungiku? Biar cepat selesai aku mengatakan itu, karena saat itu aku sedang…” Heechul menghentikan ucapannya saat semua mata Dongsaengnya sedang melihat kearahnya dengan wajah penasaran.

“Sedang apa hyung?” Tanya Hyukjae benar-benar penasaran.

“Sedang…”

“Apa hyung??” Tanya yang lain kini dengan smirk mereka.

Heechul langsung melayangkan death glarenya pada mereka semua sementara Kyuhyun hanya bermain dengan jarinya disamping Siwon, tidak peduli pada mereka. “Chuneunda?” Tanya Heechul.

“Ahahaha~ babykyu memang luar biasa.” Ucap Yesung melihat Kyuhyun yang kini sibuk dengan Siwonnya.

“Kajja hyung~” Ajak Kyuhyun tidak sabar.

“Sekarang dia lebih suka bersamamu Siwonnie.” Ejek Hyukjae.

“Sejak dulu dia bersamaku, hyung.”

“Tidak, dulu dia selalu mengikutiku.” Jawab Donghae.

“Itu sebelum dia tahu apa itu cinta…” Ucap Ryeowook ikutan menggodanya.

“Dan untuk siapa cinta itu harus diberikan.” Jawab Heechul sengaja.

“Makin lama kita disini kita akan semakin gila hyung, kajja~” Ucap Kyuhyun dengan santainya.

“Aiiishshh~” Semua hyung berdiri ingin menjitaknya tapi ia sudah lebih dulu menghindar membuat mereka menggerutu dengan kesal.

Sementara Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian segera menyusul Kyuhyun menuju mobil mereka. Namja tampan itu harus kembali ke kantornya karena tadi ia memang hanya keluar untuk memenuhi janjinya menjemput huswife-nya tercinta.

Begitu sampai dikantor lagi namja tampan itu langsung kembali melanjutkan pekerjaannya sementara Kyuhyun beristirahat di Sofa sambil bermain game. Saat sudah bosan dengan game-nya namja imut itu akan membantu Siwon dalam pekerjaannya.

Begitu seterusnya sampai akhirnya mereka pulang kerumah bersama-sama seperti setiap harinya.

Dan kehidupan manis penuh cinta itu pun terus berjalan dengan kebahagiaan mereka setiap harinya. Kyuhyun akan mengikuti jadwal kuliahnya dengan rajin sementara Siwon akan selalu ke kantor disaat jadwal kuliahnya sedang kosong dan Kyuhyun akan membantunya disana jika huswifenya itu tidak lelah.

Setiap harinya mereka saling mencintai dengan sepenuh hati dan selalu menghabiskan waktu dalam kebersamaan disetiap ada kesempatan. Walau ada saat Siwon tidak bisa bersama Kyuhyun karena meeting di kantor atau jadwal kuliah yang padat, Kyuhyun akan memilih menyendiri dirumah dan browsing di internet.

Bahkan hampir sebulan ini, Kyuhyun selalu menyempatkan diri untuk mencari-cari informasi yang tidak diketahui siapapun diantara hyungnya bahkan termasuk Siwon. Namja imut nan menggemaskan itu meninggalkan game kesukaannya sementara demi menjelajah di dunia maya.

Begitu seriusnya Kyuhyun membaca dari laptop-nya sampai ia tidak menyadari beberapa hyung sudah masuk dalam kamarnya dan melihatnya dalam diam.

“Apa yang kau lakukan baby”

“Akh!! Kkamjjagiya!!!” Kyuhyun memegang jantungnya dan melihat kebelakang.

Heechul, Donghae, dan Hyukjae sedang tersenyum garing menampakkan gigi mereka dengan mata yang mengerjap polos. Kyuhyun hanya bisa menganga lebar juga dengan mata mengerjap melihat ketiganya.

“Annyeong~” Sapa Hyukjae.

“Se-sejak ka-kapan?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Sejak bait pertama tentang cara menyenangkan pasangan kau baca.” Jawab Heechul dengan smirk jahilnya.

“Hyung! Kenapa kalian masuk sembarangan!? Ini kamarku!!”

“Sejak kapan kami tidak boleh melihat kamarmu?” Tanya Donghae dengan wajah polos.

“Sejak Siwon juga ada disini, out~ get ouuuut~” Jawab Kyuhyun sambil mendorong ketiganya keluar darisana.

Namja imut itu tidak mau tempat terindahnya bersama Siwon dilihat banyak orang, walau hanya hyung-nya sendiri. Karena Kyuhyun ingin hal paling pribadi seperti itu, hanya dia dan suaminya Siwon saja yang mengetahuinya.

“Apa yang kau baca, Adeul?” Tanya Heechul saat mereka tiba di sofa.

“Rahasia hyung!” Death glare Kyuhyun sebagai jawabannya.

“Kau belajar cara menyenangkan pasangan?” Tanya Donghae tidak mau kalah.

“Hyung!!”

“Demi Siwonnie? How sweeeet~” Seru Hyukjae girang.

“Hyung!! Jangan berisik!!” Wajah Kyuhyun sudah memerah sampai ketelinganya namun hyungnya tidak peduli.

“Ahahaha~ kami mendukungmu, baby~ jika ada keluhan, tanyakan pada kami.” Ucap Heechul dengan senyum kebanggaan-nya.

“Mmm~ baiklah, aku menemukan beberapa artikel yang menyatakan cintaku dan Siwon hyung salah, apa benar??” Tanya Kyuhyun dengan wajah seriusnya.

Donghae dan Hyukjae langsung berpaling pada Heechul dengan death glare mereka karena sudah menyarankan yang tidak bisa mereka tanggung. Tapi namja cantik itu hanya memamerkan smirk cantiknya lalu menarik Kyuhyun hingga terduduk disampingnya.

“Begini baby besar.” Ucap Heechul dengan death glare Kyuhyun. “Bukan cinta yang salah, tapi kita yang membawanya kearah yang salah.”

“Maksudnya? Aku salah karena mencintai Siwon hyung?”

“Kau mencintainya?”

“Sangat!!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Dia juga sangat mencintaimu, apa itu salah?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan berpikir sekali lagi. “Jika mencintai yeoja itu yang benar, apa yang harus aku lakukan hyung?”

“Kenapa?”

“Karna cintaku sudah habis untuk Siwon hyung.”

“Omooooooooo~” Donghae dan Hyukjae langsung memegang kepala mereka sambil berseru dengan keras. “Dia jadi cheesy gara-gara Siwonie.”

“Kalau pun cintamu masih ada, apa kau bisa memberikannya pada yeoja?”

“Aku tidak bisa memberikannya pada yeoja apalagi namja, karna yang kutahu hanya ada Siwon hyung disini.” Ucap Kyuhyun yakin sambil meraba dada-nya tempat jantungnya berdetak.

“Jinjja hyung!! Apa yang dia baca? Kenapa jadi blak-blakan seperti ini??” Hyukjae melihat Kyuhyun tidak percaya.

“Biar saja, aku tahu beberapa minggu ini dia belajar mengetahui segalanya.” Jawab Heechul dengan tenangnya.

“Kau yakin hyung?” Tanya Donghae.

“Dia sudah dewasa, bahkan sudah menikah, apalagi yang dia tunggu? Siwon bukan babysitter yang bisa terus menjaganya, Siwon butuh pendamping yang pantas untuknya berbagi suka dan duka bersama. Menikah itu dua orang yang hidup bersama, bukan hanya Siwon sendiri.” Ucap Heechul dengan wajah serius.

“Hyung kau tahu banyak…” Gumam Kyuhyun dengan mulut menganga.

“Aku lebih dulu hidup darimu.”

“Yaah!! Jangan begitu.”

“Lalu, apalagi yang kau pelajari?”

“Memasak.”

“Mwoo??”

“Kau bilang Siwon harus punya pendamping yang pantas.”

“Geurae~” Angguk Heechul patuh.

“Aku ingin jadi terbaik untuknya.”

“Kau memang yang terbaik baby, selalu.” Jawab seseorang dibelakang mereka.

“Siwonnie!!!”

Namja tampan berlesung pipi itu sudah berdiri didalam rumah tanpa mereka sadari sejak tadi, Kyuhyun langsung berlari menghampiri suaminya itu dan berdiri sangat dekat hingga namja tampan itu bisa mengecup bibirnya sekilas.

“Aku pulang, baby~”

“Selamat datang Siwonnie~” Jawab Kyuhyun langsung memeluk suaminya itu.

“Kalian benar-benar pengantin baru.”

“Itu sudah lama hyung.” Jawab Siwon dengan senyum manisnya lalu menghirup nafasnya dalam-dalam. “Apa kau merindukanku?”

“Naega manhi~aju-manhi bogoshipoyo~” Jawab Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

“Hmm~ lalu apa yang kau pelajari hari ini?”

“Banyak~”

“Jinjja?”

“Nee~ kau mau makan hyung atau mau mandi? Atau mau aku?” Tanya Kyuhyun dengan mata mengerjap polos.

“Mwooooo?!?!?!” Tanya para hyungnya dengan mata melebar.

Sementara Siwon hanya bisa menganga lebar melihat wajah manis dan polos itu begitu menggemaskan, namun ia langsung berpaling melihat hyung-hyungnya disana dengan death glarenya. “A-a-apa yang kalian ajarkan?”

“Kami baru datang, paboo!!” Jawab Heechul tidak terima.

“Ahahaha~ hyung mandi dulu!!” Ucap Kyuhyun tertawa dengan jahilnya lalu menarik Siwon masuk ke dalam.

Namja imut itu menyuruh suaminya untuk segera membersihkan diri di kamar sementara ia kembali pada hyung-hyung mereka yang masih betah ada disana.

“Kau lihat? Dia pasti menyalahkan kami, jadi jangan belajar yang bukan-bukan magnae.” Ucap Heechul dengan wajah datarnya.

“Dia sangat menjagamu, Kyunnie.”

“Ya, karena itu aku jadi paboo!!”

“Oh, kau sadar, paboo!?” Tanya Hyukjae membuat Kyuhyun langsung memberinya death glare.

“Kyu~ kami makan disini, boleh?” Tanya Donghae tiba-tiba.

“Tanya sama ahjumma, apa makanan-nya cukup untuk kalian.”

“Aiissh~ kapan rumah kalian tidak punya makanan!?” Jawab Donghae langsung menuju dapur untuk melihat maid-maid rumah itu memang sedang memasak untuk makan malam.

Tidak berapa lama Siwon pun turun bergabung bersama mereka dan namja tampan itu langsung mendekati Kyuhyun dan memeluknya dari belakang. Kyuhyun hanya tersenyum manis sambil memeluk tangan Siwon yang ada diperutnya lalu berpaling melihat wajah tampan itu sedang menatapnya.

“Kau capek hyung?” Tanyanya.

“Sekarang tidak lagi~” Jawab Siwon menyusupkan wajahnya dileher Kyuhyun membuat huswife-nya itu menengadahkan kepalanya.

“Kalian pikir dunia ini milik kalian?” Tanya Heechul tidak tahan lagi.

“Ahahaha~ aku memeluk kebahagiaanku hyung~” Jawab Siwon tidak merubah posisinya.

Sementara Kyuhyun menatap hyungnya itu dengan kening berkerut dan bibir yang mengerucut seolah tidak ingin diganggu. Sambil mendecak kesal Heechul langsung menuju dapur meninggalkan pasangan yang melepas rindu sesaat itu, begitu juga Hyukjae yang mengikuti dibelakangnya.

Setelah beberapa saat mereka pun makan malam disana seperti yang diinginkan Donghae dan Hyukjae yang paling bahagia tidak bisa mengatakan apa-apa saat makan ala hotel itu tersaji dimeja makan rumah itu.

Heechul hanya tersenyum senang saat salah satu maid melayani-nya dengan baik bahkan ia meminta maid itu untuk makan malam bersama mereka atas persetujuan Siwon. Heechul suka melihat mereka memakai pakaian hitam berenda putih itu seperti maid-maid yang ada dicerita dongeng.

Setelah makan malam mereka bertiga langsung permisi pulang membuat Kyuhyun mengutuk mereka dengan mulut tajamnya namun tidak pernah mempan. Ketiganya tahu bahwa Siwon yang selalu sibuk sekarang menginginkan lebih banyak waktu bersama huswife-nya tercinta.

Karena itu begitu mereka menghilang, Siwon langsung mengajak Kyuhyun ke kamar dan berbaring diranjang mereka. Kyuhyun yang mengerti Siwon hanya menuruti keinginan suaminya itu dan segera meringkuk dalam pelukannya.

Siwon memeluk huswifenya itu sambil bercerita kegiatannya seharian hingga keduanya tertidur tanpa disadari. Hanya sebuah pelukan hangat sanggup mengobati kerinduan dan membawa semua kebahagiaan didalamnya.

Hari pun terus berlalu dengan kehidupan mereka yang sedikit demi sedikit juga mengalami perubahan. Khususnya namja imut yang polos dan tidak peduli pada siapapun kini terlihat lebih ramah dan bergaul dengan siapa saja.

Choi Kyuhyun benar-benar bisa beradaptasi dengan baik bersama teman-teman kuliahnya dan sering menghabiskan waktu bersama mereka jika Siwon, suaminya tidak ke kampus. Namja imut dan menggemaskan itu bisa bertahan walau tidak ada hyung yang menjaganya lagi seperti dulu.

Seperti yang diketahui mereka, namja imut itu pernah memiliki trauma takut kesendirian. Tapi sekarang rasanya semua ketakutan itu sudah menghilang sejak lama, bahkan namja imut itu terlihat benar-benar nyaman bersama teman kuliahnya.

Minggu pun berganti dan bulan pun mengikuti, jadwal kuliah mereka pun semakin bervariasi. Siwon yang menjalankan dua tugasnya terlihat semakin sibuk saja karena perusahaan-nya semakin dilirik para pemegang saham diluar sana.

Karena itu ia meminta Kyuhyun untuk tidak mengikutinya ke kantor setelah pulang kuliah, karena namja tampan itu selalu punya meeting yang harus didatangi. Namun begitu, walau sesibuk apapun dirinya, ia selalu sempat untuk makan siang bersama dan paling utama belajar bersama huswifenya tercinta.

Karena itu juga saat ujian semester pertama tiba, Siwon mendapat nilai paling tinggi diangkatannya dan Kyuhyun paling tinggi diangkatannya sendiri. Keduanya memang sudah dikenal pintar sejak Senior High School, bukan tidak mungkin mereka akan jadi pasangan pintar lagi di kampus mereka.

“Selamat Siwonnie~ IPK-mu paling tinggi.” Ucap Hyukjae saat mereka berkumpul di cafe.

“Kyuhyun sudah mengambil nilainya?” Tanya Donghae.

“Sudah hyung, nilainya tidak usah ditebak.”

“Apa yang kalian lakukan setiap malam? Belajar?” Tanya Heechul heran. “Benar-benar membosankan.”

“Kau saja yang malas hyung~” Ucap Kyuhyun baru kembali dari dapur cafe.

“Apa kalian tidak begituan?” Tanya Hyukjae pada Siwon.

Kyuhyun langsung berdiri didepan Siwon menutupi namja tampan itu dari pandangan hyung usilnya. Tanpa segan ia memberi Hyukjae tatapan tajamnya yang mengerikan. “Apa maksudnya hyung~”

“Ahahaha, kau tau maksudku~ kalian pasti sering itu kan?” Hyukjae semakin menggoda mereka berdua.

“Tentu saja hyung~” Jawab Siwon menarik pinggang Kyuhyun hingga namja imut itu terhempas dalam pangkuannya.

“What the hell!!” Kutuk Kyuhyun terkejut.

“Sssst~” Ucap Siwon langsung menenangkan serapahan Kyuhyun lalu melihat Hyukjae. “Tidak mungkin aku tahan jika dia menggemaskan seperti ini.” Ucapnya dengan senyuman manis.

“Aa~arraseo~ tidak usah dibahas.” Hyukjae memutar bola matanya malas.

Sementara yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka dan Kyuhyun memberi suami tampannya itu death glare yang mengerikan.

“Lalu apa rencana kalian untuk liburan?” Tanya Ryeowook.

“Kami akan liburan.” Jawab Siwon.

“Second honeymoon?” Tanya Donghae.

“Neee~ second honeymoon~”

“Dasar orang kaya!!”

“Ahahaha, bukan begitu hyung, kalian boleh ikut jika mau.”

“Jinjjayooo??”

“Jinjja~”

“Hyukkiiiieeee!! Aku ikut!!” Seru Donghae kegirangan.

“Kami juga mau Siwonnie~” Yesung menatap mereka memelas.

“Tentu saja hyung, kita akan liburan bersama.”

“Horeeeee!!!!”

“Hyung, kau tidak ikut?”  Tanya Kyuhyun yang melihat Heechul diam saja.

“Tidak, kami akan ke China.” Jawab Heechul.

“Tempat Hankyung hyung?” Kyuhyun menatapnya tidak percaya.

“Nee~ kami akan kesana 2 hari, tidak mungkin menutup cafe lama-lama.”

“Ahh, arraseo~ kami akan ke hawai.”

“Jinjja?” Tanya Hyukjae tak percaya.

“Nee, sebelumnya Kyunnie memang rencana ke hawai tapi jadi ke jeju.”

“Yaa, pasti Kyunnie.”

“Tentu saja hyung!!”

Dan liburan mereka pun dimulai dengan persiapan segala keperluan mereka saat berada dinegara panas itu nanti. Siwon sudah merencanakan semuanya dengan matang, bahkan ia akan membayar semua tiket perjalanan mereka nanti. Hyukjae dan Donghae langsung bersorak gembira untuk itu semua.

Setelah para hyungnya meminta pergi bersama, Siwon langsung memesan kamar lagi yang ada di Four Season Resort, Hawai.

Setelah itu mereka semua dengan seketika sudah berangkat ke hawai setelah Siwon meminta izin mereka berlibur pada orangtua Kyuhyun. Keenam namja tampan itu langsung menuju bandara dan menaiki pesawat dengan kelas VIP karena Siwon ada dibelakang semua pembayarannya.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, begitu tiba di resort Siwon dan yang lainnya disambut dengan ramah oleh staff resort tersebut, apalagi mereka tahu Siwon adalah putra salah satu pemilik 4 resort terkenal itu. Para pegawai resort langsung mengambil barang Siwon dan hyung-hyungnya lalu membawanya ke kamar mereka masing-masing.

Kyuhyun yang kelelahan langsung menghempaskan dirinya di ranjang besar kamar VVIP disana begitu pegawai resort membuka pintu kamar itu untuk mereka. Siwon hanya menggelengkan kepalanya dan segera membereskan barang bawaan mereka ke dalam lemari.

Tempat indah yang dikelilingi dengan pantai itu selalu bisa memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjungnya dengan suara ombak yang berkejaran membuat semua beban terasa lepas begitu saja.

Begitu pula yang dirasakan Kyuhyun hingga dalam beberapa detik ia sudah bernafas dengan teratur menuju alam mimpinya. Saat tiba makan malam barulah Siwon membangunkannya untuk makan malam bersama yang tempatnya berada tepat dipinggir pantai.

“Kita akan makan pagi, siang dan malam disini?” Tanya Kyuhyun begitu melihat tempat makan yang luas itu.

“Nee~ semuanya terlalu romantis.” Jawab Ryeowook dengan wajah riangnya.

“Salah satu kelebihan resort ini.” Jawab Siwon.

Kemudian mereka pun menyantap hidangan mewah ala resort itu dengan berbagai menu yang mereka pesan. Tempat indah itu dipercantik dengan lampu-lampu kecil yang bertebaran diatas rumput yang hijau dan suara ombak yang bersahutan membuat suasana yang ada disana semakin romantis.

Saat angin malam berhembus dengan kencang, Siwon langsung berdiri membuka jaketnya dan melampirkannya pada bahu Kyuhyun. Namja imut itu berpaling dengan tersenyum manisnya dan membenarkan letak jaket itu agar tidak jatuh membuat hyung disana memutar bola mata melihat mereka.

Dan setelah makan malam mereka menghabiskan waktu bersama ditepi pantai saling bercanda dan bercerita sampai malam semakin menjelang. Dan mereka segera kembali ke kamar masing-masing untuk menikmati malam pertama di pulau eksotik itu.

“Aku senang hyung bisa ikut.” Ucap Kyuhyun saat Siwon membenarkan selimut mereka.

“Hyung tahu, karena itu hyung mengajak mereka tanpa berpikir dua kali.”

“Tapi mereka keterlaluan, kenapa semua biaya-nya kau yang tanggung hyung~”

“Ahahaha~ gwenchana~ anggap aja hadiah dari kita.”

“Hadiah apa? Ulang tahun bukan, tahun baru juga bukan.” Jawab Kyuhyun pout dibibirnya yang tidak pernah menghilang.

“Ahahaha~ saranghae my baby~” Ucap Siwon langsung menarik namja imut itu dalam pelukannya.

“Mmm~ nado saranghae~”

“Kau ingin bersamaku, baby?” Tanya Siwon tiba-tiba.

“Aku sudah bersamamu, hyung pabbo~”

“Ahahaha~ maksud hyung…”

“Hhhppp~” Bibir Kyuhyun dikecup tiba-tiba membuat namja imut itu terkejut dengan mata membesar.

Tapi Siwon tidak peduli, yang ia tahu bibir peach nan cantik itu begitu menggodanya hingga ia tidak sabar untuk memilikinya. Ciuman manis penuh cinta itu membuat dada Kyuhyun semakin berdetak dengan kencang sampai ia menggenggam kaos putih yang dikenakan Siwon dengan eratnya.

“Malam ini kau akan jadi milikku.” Gumam Siwon diantara bibir mereka.

“Bi-biarkan aa-aku yang mu-mulai.” Ucap Kyuhyun ragu.

Seketika Siwon menjauhkan wajahnya dan melihat wajah putih yang semakin merona itu membuatnya sudah tidak bisa menahan apapun lagi. Namun keinginan dan kebahagiaan Kyuhyun adalah yang utama dalam hidupnya hingga ia pun menyerah.

“Kau ingin memulai?” Tanya Siwon lagi.

“N-ne~ te-terima a-apa yang kulakukan, ji-jika tidak benar, a-ajari a-aku lagi.”

“Oh my baby~” Siwon langsung mengangkat Kyuhyun hingga namja imut itu bertahta diatas pangkuannya.

Kemudian ia kembali mengecup bibir Kyuhyun penuh cinta sampai Kyuhyun kehabisan nafas barulah ia melepasnya kembali. Mau tidak mau Kyuhyun memberinya tatapan tajam karena tidak mendengar permintaannya tadi.

“Ahaha~ mianhae~ terlalu menggemaskan.”

“Hyung~” Panggil Kyuhyun dengan bibir mengerucut.

“Baiklah~ lakukan sesukamu, hyung akan menerimanya dengan hati berdebar.” Ucap Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya.

Dan Kyuhyun pun menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan lalu menatap wajah tampan itu dengan senyum manisnya yang memesona. Gerakan pertama Kyuhyun dimulai dari meletakkan kedua telapak tangannya didada Siwon.

Karena itu juga ia bisa merasakan debaran jantung Siwon yang begitu cepat dibawah telapak tangan kanannya yang ada didada kiri Siwon. Mata bulatnya mengerjap takjub dan melihat Siown yang menatapnya dengan penuh cinta.

“I love you too much~” Bisik Siwon.

“I love you too, Siwonnie~” Ucap Kyuhyun dengan wajah serius dan bisa dilihat Siwon mata bulat itu semakin bersinar karena cairan kristal itu sudah mengenang disana.

“Ssssst~” Ucap Siwon sambil mendekat dan mengecup bibir Kyuhyun kembali dengan begitu lembut.

Namun selanjutnya ia hanya berdiam diri dan membiarkan Kyuhyun melakukan pergerakan bibir mereka seperti yang diinginkan huswifenya itu untuk memulai semuanya. Kyuhyun yang mengerti apa yang dilakukan Siwon pun mulai menggerakkan bibirnya dengan perlahan.

Dan Siwon bisa merasakan gerakan lembut yang penuh keraguan itu bahkan ia bisa merasakan betapa malunya Kyuhyun walau dari gerakan bibirnya saja. Tapi, Siwon akan menerima saja perlakuan huswifenya itu sampai dimana namja imut itu bisa bertahan.

Ini juga bisa dijadikan Kyuhyun pelajaran untuk menyenangkan dirinya. >3<

Dan ternyata semuanya hanya sampai keadaan mereka yang sudah tidak memakai sehelai benang pun. Setelahnya Kyuhyun menyerah karena debaran jantungnya yang hampir membuatnya tidak bisa bernafas.

Untuk selanjutnya, Siwon sangat senang melanjutkan kegiatan cinta mereka sampai mereka berdua merasa puas dalam kebahagiaan cintanya.

Bahkan hingga keesokan harinya, mereka berdua tidak terlihat diluar resort atau bahkan dipantai yang begitu indahnya disana. Siwon memilih untuk menemani Kyuhyun yang masih kelelahan karena kegiatan mereka semalaman.

Saat para hyung mengajak mereka keluar, Hyung-hyung yang lain malah menghabiskan waktu bermalas-malasan dikamar mereka sembari menonton film yang mereka bawa dari korea.

**

Dan untuk beberapa hari ke depan, begitulah mereka menikmati liburan yang singkat itu, dengan berenang, berjemur di pantai yang seperti milik sendiri itu. Bahkan Ryeowook dan Donghae memilih untuk menyelam melihat pemandangan dibawah laut.

Sementara Hyukjae, Siwon dan Yesung memilih untuk berselancar diombak yang besar dan Kyuhyun sendiri, hanya berjemur sambil bermain game dibawah payung pantai dengan beberapa cemilan disampingnya.

Ada saatnya mereka bermain bersama-sama dipantai dan menjajah pulau itu dengan kendaraan, dan ada juga saatnya mereka hanya dengan pasangan masing-masing menghabiskan waktu yang hanya ingin mereka lewatkan berdua saja.

Seperti yang dilakukan Siwon dan Kyuhyun, bahkan mereka seharian tidak keluar dari kamar dan menghabiskan waktu hanya diatas tempat tidur saja. Saat ingin makan barulah Siwon keluar untuk mengambil makanan mereka dan kembali ke kamar tanpa ingin diganggu siapapun termasik hyung-hyungnya.

Jika mereka bertanya apa yang mereka lakukan? Siwon akan menjawab dengan wajah riang yang penuh kebahagiaan bahwa inilah yang dinamakan ‘bulan madu’.

Dan karena itu juga, tidak ada yang mengganggu mereka saat keduanya sudah mengurung diri didalam kamar yang luas itu.

Dari 13 hari mereka disana 5 hari, setiap sehari berselang, Siwon dan Kyuhyun memilih untuk tinggal di kamar mereka saja dan menghabiskan waktu bersama dengan penuh cinta. Para hyung tidak bisa mengatakan apapun lagi karena 6 hari mereka bersama dan 5 hari untuk pribadi membuat mereka juga memiliki waktu yang banyak untuk yang tercinta mereka masing-masing.

Setelah menghabiskan hampir dua minggu di hawai, akhirnya mereka semua kembali ke tanah air tercinta Seoul, Korea Selatan. Secepatnya keenam namja tampan itu sudah berada lagi di Seoul, karena liburan usai berarti rutinitas pun kembali seperti biasanya.

Pekerjaan dan kuliah bagi mahasiswa seperti mereka memang tidak bisa dipisahkan.

Karena itu juga, begitu selesai liburan Siwon langsung kembali bekerja sambil mengurus jadwal kuliah yang akan ia ambil untuk semester yang baru, begitu juga dengan Kyuhyun. Kali ini namja imut itu mengurus jadwalnya sendiri karena ia tidak mau Siwon membantunya lagi seperti semester pertama sebelumnya.

“Aku bisa hyung, jangan buat aku seperti anak kecil.” Protes Kyuhyun saat mereka berada di kantin kampus.

“Hyung hanya ingin membantu.” Jawab Siwon dengan wajah memelas.

“Ssshh, gwenchana~” Kyuhyun melancarkan death glarenya.

“Semuanya beres?” Tanya Siwon kemudian.

“Nee, geokjonghajima.”

“Kalau begitu hyung pergi dulu ne?”

“Ada meeting?” Tanya Donghae.

“Ne hyung, tolong babykyu…”

“Dia tidak akan hilang.” Jawab Hyukjae memutar bola matanya.

“See you soon, baby~” Ucap Siwon sambil mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

Kemudian namja tampan itu langsung beranjak darisana menuju mobilnya yang ada diparkiran. Sementara hyungnya yang lain sibuk melihat jadwal kuliah mereka, Kyuhyun masih menatap kepergian suaminya yang sudah menghilang dibalik bangunan.

Setelahnya ia pun segera pergi darisana setelah mengatakan pada hyungnya ada yang ingin dilakukannya. Namja imut itu berjalan menuju perpustakaan dan akan menghabiskan waktu disana sampai waktu Siwon akan pulang ke rumah.

Didalam ruangan yang penuh buku itu Kyuhyun bisa bersantai sambil membaca dan bermain game. Bahkan ia bisa tidur jika matanya sudah lelah dan mengantuk, penjaga tempat itu pun sudah mengenalnya.

“Kyuhyun?!” Tanya seseorang saat ia hampir terlelap.

“Jae Hyun?” Kyuhyun balik bertanya melihat ketua angkatannya, Anh Jae Hyun. “Kau disini?”

“Aku ingin meminjam buku.” Jawab namja kurus berkulit putih itu.

“Sudah mengurus ulang jadwal kuliah?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Sudah, kita akan sering bertemu lagi.”

“Ahahaha, tentu saja kita akan sering bertemu.”

“Kenapa kau sendiri? Yang lain?” Jaehyun melihat kearah lain mencari mungkin ada yang ia kenal disana.

“Hyung-hyungku ada dikantin.”

“Suamimu?”

“Dia ke kantor.” Jawab Kyuhyun tidak bisa menahan pipinya yang memerah.

“Ahh, dia pasti sangat sibuk, kau tidak kesepian?”

“Ani, aku bisa baca buku seperti sekarang.”

“Ahhm geurae, biar aku yang menemanimu.” Ucap Jae Hyun melihat wajah imut didepannya berbinar senang.

Dan mereka pun menghabiskan waktu bersama tanpa terasa waktu pun berlalu hingga menjelang sore hari. Bahkan hanya ada mereka yang tinggal disana bersama pegawai pustaka yang wajahnya sangat jutek itu. Mau tidak mau Kyuhyun dan Jaehyun harus segera keluar darisana dan memisahkan diri diparkiran.

Keesokan harinya.

Kyuhyun yang memiliki jadwal kuliah pagi langsung pergi ke kampus diantar suaminya dan buru-buru ke ruangannya yang ada di lantai atas kampus mereka. Sementara Siwon langsung kembali ke rumahnya dan bersiap-siap ke kantor karena jadwal kuliahnya tidak ada.

Namja imut nan menggemaskan itu mengikuti mata kuliahnya dengan nyaman, apalagi Ryeowook juga ada disana. Bahkan Jaehyun juga mengikuti mata kuliah yang sama, Kyuhyun langsung menyunggingkan senyuman garingnya begitu melihat namja tampan itu.

“Kyu, kenapa Jae Hyun senang begitu?” Tanya Ryeowook ingin tahu.

“Entahlah, dia menemaniku di perpus kemarin.”

“Mwoooo??”

“Hush!! Jangan berisik.”

“Kenapa? Dia mendekatimu?”

“Aiish, kita satu angkatan pasti dia mengenalku, kemarin cuma kebetulan kita bertemu.”

“Hooo~”

“Kenapa, eoh?” Tanya Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Aku hanya tidak ingin seseorang murka.”

“Siwonnie?” Tanya Kyuhyun mengerti. “Siwon hyung tahu semua teman kita disini.”

“Itu aku juga tahu.”

“Sudahlah, jangan ribut, kau lihat seonsaengnim melihat kita.”

“Dia melihat cincinmu.”

“Mwoo??” Kyuhyun langsung memeluk jemarinya dan menatap dosen mereka dengan wajah polosnya.

“Kkkkkk~” Tawa Ryeowook sambil menutup mulutnya melihat dosen mereka salah tingkah.

“Baiklah, kumpulkan tugas kalian.” Ucap Mr. Kim kemudian sambil melihat kearah lain.

Dan mahasiswa itu pun mengumpulkan tugas mereka dengan tertip karena setiap Mr. Kim berada di ruangan mereka tidak berkutik sedikit pun karena tidak ingin berurusan lebih panjang dengan dosen killer tersebut.

Begitu juga Kyuhyun yang berjalan dengan ragunya mendekati meja dosen mereka dengan kening berkerut dan bibir mengerucut tidak jelas, namja imut itu semakin terlihat menggemaskan. Ryeowook hanya bisa menahan tawanya saat Kyuhyun berusaha agar dosen mereka tidak melihat cincin yang ada di jari manisnya.

Namun tiba-tiba saja Kyuhyun merasa pusing dan badannya terhuyung kesamping hingga gerakan reflek milik dosennya itu langsung menahannya berdiri dengan baik. Begitu sadar Kyuhyun langsung menjauh dan membungkuk dalam-dalam untuk meminta maaf.

“Gwenchana, apa kau baik-baik saja?” Tanya Mr.Kim dengan wajah khawatir.

“Huh? Ahhm, nee~ saya sedikit pusing.” Jawab Kyuhyun gugup.

Dengan cepat namja imut itu meletakkan kertas tugasnya dan segera kembali kebangku miliknya yang ada dibarisan kedua dari depan. Ryeowook menatap wajah putih itu yang jelas sekali terlihat tidak baik-baik saja membuatnya mengerutkan kening penasaran.

“Gwenchana?” Tanya Ryeowook.

“Nee, aku hanya sedikit pusing tadi.”

“Kau tidak sarapan, eoh?”

“Aku telat bangun, Siwon hyung sudah memaksa, tapi aku memaksa diantarkan secepatnya.”

“Dia memang tidak bisa menolakmu, kajja kita makan.” Ucap Ryeowook berdiri dengan cepat.

Begitu juga Kyuhyun yang berdiri dari kursinya, namun ternyata rasa pusing itu datang lagi membuatnya meraba mejanya dengan cepat.

“Kyu…” Panggil Ryeowook cemas. “Kau bisa berjalan?”

Kyuhyun tidak menjawab namun memejamkan mata untuk menenangkan pikiran dan kepalanya yang entah kenapa merasa dunia ini seperti berputar. Setelah beberapa detik barulah iya melihat Ryeowook dengan wajah bingung.

“Aku mual.”

“Masuk angin babykyu, ayo makan.” Jawab Ryeowook langsung menarik namja imut dongsaengnya itu.

Mereka berdua segera menuju kantin kampus yang sedikit jauh namun tidak begitu banyak orang ada disana. Ryeowook memapah Kyuhyun berjalan perlahan walau namja imut itu tidak ingin dipapah. Dua hyung yang ada jadwal kuliah hari ini sudah menunggu mereka disalah satu meja disudut ruangan.

“Waeyo Kyunnie?” Tanya Donghae begitu melihat mereka tiba.

“Dia mual, tadi buru-buru katanya.”

“Tidak sarapan?” Yesung ikut khawatir.

“Ne, Siwonnie tidak bisa menolaknya.”

“Magnae memang keras kepala.” Donghae tidak peduli tatapan tajam yang diberikan Kyuhyun padanya.

“Ayo duduk, biar aku yang pesan.” Ucap Ryeowook kemudian.

Namja imut nan tinggi itu pun tidak membantah lagi dan duduk disana dengan bibir mengerucut karena pusingnya. Saat itu bunyi pesan di hp-nya membuat semua hyung melihatnya.

“Siwon?”

“Ne~” Kyuhyun membuka pesan itu dan memutar bola matanya begitu melihat isi pesan itu.

“Sudah keluar kan? Cepat sarapan dulu.”

“Dia sangat menjagamu, kau harus bersyukur baby.”

“Ne, ne, ne~ jangan berisik.”

“Dasar~”

Kyuhyun tidak peduli, dia hanya membalas pesan Siwon dengan wajah sumringah dan tersenyum senang saat suaminya membalas pesannya lagi. Bahkan saat Ryeowook datang membawa makanan mereka ia tidak sadar sampai namja imut hyungnya itu menarik wajahnya untuk melihat meja.

“Makan dulu.”

“Arraseo~” Jawab Kyuhyun.

Dan ia pun melahap makanan itu dengan senangnya kemudian kembali berchatting ria bersama suaminya sampai semua makanan tidak bersisa Kyuhyun berseru dengan senangnya.

“Waeyo?”

“Siwon hyung tidak ada meeting, aku boleh kesana.”

“Mwoo??”

“Bye-bye hyung~” Ucapnya santai dan segera pergi darisana.

Ketiga hyungnya hanya bisa menganga lebar melihat kepergiannya meninggalkan mereka bahkan tanpa membayar makanan yang sudah ia makan. Donghae dan Yesung hanya bisa menggelengkan kepala dan melanjutkan makan mereka sementara Ryeowook masih menatap dongsaengnya yang menjauh hingga akhirnya langkahnya berhenti ditengah jalan.

“Hyung…” Panggil Ryeowook tiba-tiba membuat keduanya melihatnya.

Karena Ryeowook masih melihat Kyuhyun, kedua namja tampan itu pun melihat kearah yang sama dan terlihat Kyuhyun sedang menunduk seperti melihat hp-nya.

“Waeyo?” Tanya Yesung.

“Mungkin pusingnya datang lagi.”

“Jinj…” Belum habis perkataan Donghae mereka melihat tubuh Kyuhyun merosot perlahan dan akhirnya jatuh ditanah.

“Kyuhyun!!” Panggil ketiganya dan langsung berlari menghampiri dongsaeng mereka.

Namun sayang, begitu sampai disana namja imut itu sudah tidak sadarkan diri dengan hp ditangannya juga jatuh ketanah. Donghae langsung mengangkat kepala Kyuhyun keatas pahanya dan menyapu debu yang menempel dipipi chubby dongsaengnya itu.

“Kyu! Kyunnie!” Panggil Donghae menepuk pipi chubby itu namun Kyuhyun tidak bergeming.

“Ba-bagaimana ini hyung? Kenapa dia??” Tanya Ryeowook panik.

“Ayo bawa kerumah sakit.” Ucap Yesung kemudian.

“Dia sering sakit, mungkin kelelahan, ayo hyung.” Ryeowook mengambil tas dan hp milik Kyuhyun dengan cepat kemudian segera berlari ke parkiran.

Namja imut itu mengambil mobil Yesung dan membawanya pada Kyuhyun agar Donghae dan Yesung tidak kesusahan membawa namja yang sedikit banyak sudah chubby itu. Begitu sampai, dengan perlahan mereka memasukkan Kyuhyun dikursi belakang dan Donghae ikut masuk bersamanya.

Yesung langsung masuk dikursi pengemudi setelah Ryeowook berpindah kesamping dan mereka segera pergi darisana. Dalam perjalanannya Ryeowook melihat beberapa sms Siwon kembali masuk dalam hp Kyuhyun.

“Siwonnie…” Ucapnya pelan.

“Hubungi dia, kita bertemu dirumah sakit.

**

Sementara namja tampan itu sedang menatap hp-nya yang tidak kunjung berbunyi tanda pesan Kyuhyun masuk lagi. Namun begitu layar itu berkedip tanda panggilan masuk Siwon langsung menyambar hp-nya dengan penuh semangat.

“Baby!!” Panggil Siwon dengan wajah senang.

“Siwonnie, kami kerumah sakit.”

“Ryeowookie?” Kening Siwon berkerut bingung.

“Ne, Kyuhyun pingsan dikampus, kami akan tiba dirumah sakit, datanglah.”

“……” Kata-kata Ryeowook masuk dalam kepala Siwon.

Detik selanjutnya namja tampan itu langsung berlari keluar dari ruangannya menuju lift lantai itu. Begitu sampai dibawah Siwon kembali berlari keluar gedung secepatnya bahkan hampir saja ia menabrak pintu kaca yang ada disana membuat pegawai yang melihatnya hampir berteriak kaget.

Namun Siwon tidak peduli karna ia langsung menuju mobilnya yang ada disana lalu segera melaju dengan kecepatan sedang. Begitu memasuki jalan utama, namja tampan itu langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.

Hingga tidak membutuhkan waktu lama ia sudah berada didepan loby rumah sakit besar, Seoul Hospital. Namja tampan itu langsung berlari kedalam bangunan serba putih itu setelah memberi security disana kunci mobilnya.

Didepan ruang ICU utama sudah terlihat Ryeowook dan dua hyungnya yang lain menunggu hingga Siwon langsung berlari kesana.

“H-hyung!!” Panggilnya.

“Siwonnie!!” Donghae langsung menghampiri dongsaengnya itu dengan wajah khawatir.

“A-apa yang terjadi?” Tanya Siwon setelah mengatur nafasnya.

“Dia tiba-tiba pingsan Siwonnie.” Jawab Ryeowook.

“Mwo?? Kenapa?” Kening Siwon berkerut tidak mengerti.

“Aku tidak tahu, di kelas memang Kyunnie merasa pusing dan wajahnya terlihat pucat.”

“Dia memang tidak sarapan tadi pagi, apa karna itu?” Ingat Siwon.

“Mungkin saja, dokter masih memeriksanya.”

“Seharusnya aku memaksanya makan.” Ucap Siwon merasa menyesal.

“Jangan begitu, Kyunnie memang keras kepala.”

“Nee, aku…” Siwon ingin menghubungi orang tua Kyuhyun namun pintu ruangan ICU itu terbuka dan menampilkan dokter yang memeriksa huswifenya.

“Dokter Lee!!” Panggil Siwon cepat.

“Ohh, kau sudah datang?” Sapa Dokter itu langsung menjabat tangan Siwon.

“Ada apa dok? Kenapa dengan Kyuhyun? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Siwon tidak sabaran.

“Tenang dulu, Kyuhyun-ssi tidak apa-apa hanya sedikit kelelahan.”

“Hhhhooohhhh~ syukurlaaaah~” Ucap semua namja itu bersamaan dengan wajah lega.

“Ahahaha, kalian akan lebih lega jika mendengar berita ini.” Ucap Dokter itu lagi dengan wajah senang.

“Ma-maksud dokter?” Tanya Donghae tidak mengerti.

“Kalian tidak tahu?” Dokter Lee balik bertanya.

“Dok, jangan berbelit-belit, katakan ada apa?” Siwon tetap dengan wajah khawatirnya.

“Ahahaha, baiklah~” Ucap Dokter itu mengambil tangan Siwon dan menggenggamnya. “Selamat Siwon-ssi, kau akan segera jadi appa.”

“Mwoo???” Semua mata namja tampan itu melebar tidak percaya.

“M-maksudnya dokter?” Tanya Siwon.

“Nee, usia kandungannya jalan 3 minggu.”

“M-maksudnya K-kyuhyun hamil?” Tanya Yesung masih tidak yakin sementara Siwon sudah membeku ditempatnya.

“Ne, Kyuhyun-ssi hamil.”

“Tidak mungkin!!”

Tbc…

Ahahahahaha.
Apa yg akan terjadi dengan bayi besar ituuuu~

Maaf ya kalau memang hamilnya terlalu cepat, tapi sequel ini memang si baby jadi ibu, setelah itu END!

Sampai jumpa di ff yang lain.

With love,
Vie

When The Love Is Growing 4

SPG COVER

Seven Princes Garden

Sequel 4

**

Ya ampuuuun~semingguan Vie mikir kenapa ff ini jalannya lambaaat, tidak mungkin update cuma 4ribu w, harus bagamana lagiii~tapi entah kenapa akhirnya tanpa diduga 7ribu words sampai jugaaaa.

Jangan tanyakan apa didalamnya, I don’t know n I don’t care, ahahahaha.

Tapi bacalah nee~ sebelum masalah-nya tiba…kkkk~

**

Seoul Hospital.

Terlihat dua namja tampan yang sedang berjalan terburu-buru memasuki loby rumah sakit dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran. Dua namja yang dikenal sebagai pemilik senior high school yang sangat terkenal di Seoul itu, KangIn dan Leeteuk.

Mereka berdua juga diketahui sebagai orangtua dari namja imut nan cantik bernama Choi Kyuhyun yang sudah menikah dan dikabarkan baru saja masuk ke rumah sakit itu karena muntah-muntah setelah memakan beberapa suap makanan di salah satu restorant china milik hyungnya.

“Dimana pasien yang bernama Choi Kyuhyun?” Tanya KangIn pada resepsionis yang ada disana.

“Tunggu sebentar.” Jawab yeoja cantik yang bertugas dimeja itu. “Dilantai dua kamar 203.” Ucapnya kemudian.

Seketika leeteuk berlari menghambur menuju lift rumah sakit bahkan tidak menunggu suaminya yang segera mengejar langkahnya yang begitu cepat itu. Sampai disana mereka segera mencari nomor kamar 203 yang tidaklah sulit karena didepan ruangan itu sudah berdiri beberapa namja yang mereka kenal.

“Siwon…” Panggil Leeteuk.

“Umma…” Siwon melihat mertuanya itu dengan wajah memelas diikuiti hyung Kyuhyun yang lain menganggukkan kepala mereka dengan sopan.

“Apa yang terjadi?”

“Gangguan pencernaan Umma, asam lambungnya kambuh.”

“Mwoo? Kenapa?”

“Mungkin karna makannya sering telat beberapa hari ini, dia belajar buat ujian masuk umma, mianhae.” Jawab Siwon dengan wajah sedih.

“Aigoo~ dia sudah pintar masih belajar seperti itu.”

“Dia tidak mendengarkanmu atau kau tidak menjaganya, Siwon?” Tanya KangIn membuat Siwon kehilangan kata-kata.

“Appa…”

“Yeobo! Kau tahu Kyunnie keras kepala, tidak mungkin Siwon tidak menjaganya.”

“Aku selalu menjaganya, appa~ tapi saat aku tidak bersamanya dia pasti mengabaikan semuanya.”

“Arraseo.” Ucap KangIn akhirnya.

“Siwonnie~ Kyunnie memanggilmu.” Ucap Ryeowook tiba-tiba dan melihat umma dan appa Kyuhyun. “Umma, appa.” Sapa Ryeowook.

“Ayo umma, appa…” Ajak Siwon dengan sopan.

Leeteuk dan KangIn menepuk pelan bahu Ryeowook dengan senyum menenangkan diwajah mereka membuat Ryeowook juga ikut tersenyum senang. Selanjutnya mereka berdua segera masuk dalam ruangan besar bernuansa biru itu dan menemukan ranjang dengan selimut putih disudutnya.

Siwon keluar sebelumnya karena menunggu orangtua Kyuhyun saat namja imut huswifenya itu tertidur dan Ryeowook yang menemaninya. Sejak dibawa kesana Kyuhyun memang sudah tidak sadarkan diri dan tertidur dengan obat yang diberikan dokternya.

“Apa dia sudah baik-baik saja?” Tanya KangIn dengan kening berkerut.

“Sudah appa, dokter bilang biarkan infusnya habis dan tenaganya kembali baru diizinkan pulang.” Ucap Siwon sambil mendekati Kyuhyun yang melihat kearah jendela. “Hey~” Panggil namja tampan itu.

Barulah Kyuhyun berpaling dan mendapati Siwon dengan senyum manisnya dan orangtuanya dengan wajah khawatir mereka. Mau tidak mau Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dan melihat suaminya dengan wajah memelas membuat Siwon tertawa kecil.

“Mereka harus tahu, baby.” Ucap Siwon mengerti tatapan itu.

“Apa? Dia tidak mau kami tahu? Mana boleh begitu!?!? Kenapa kau lakukan ini?” Leeteuk menatap putra kesayangannya itu tajam.

“Umma~” Pout Kyuhyun tidak terima.

“Tidak ada umma.”

“Appa~ jangan salahkan Siwonnie.”

“Mwoo??” KangIn menatap putranya itu tidak percaya.

“Aku tahu appa pasti menyalahkan Siwonnie.”

“Memang benar.” Jawab KangIn dengan wajah datarnya.

“Andwaaee!!” Seru Kyuhyun sambil menarik tangan Siwon dan memeluknya.

“Aigooo~” Leeteuk hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Bagaimana perasaanmu, hm?” Tanyanya kemudian.

“Baik umma, aku tidak apa-apa.”

“Umma kira kau hamil, baby~ begitu cepatnya.”

“MWOOO!??!?!” Mata Kyuhyun hampir keluar dari sarangnya begitu juga Siwon yang kehilangan kata-kata sesaat.

“Umma, jangan begitu.” Ucap Siwon akhirnya.

“Ya sudah, umma kembali ke sekolah, nanti umma kembali lagi.”

“Tidak apa umma, ada Siwonnie.”

“Lihat? Dia tidak perlu orangtuanya lagi.” Ucap KangIn dengan smirk yang tersembunyi.

“Appa~” Kening Kyuhyun berkerut.

“Kalian pasti sibuk disana, jangan khawatir.” Ucap Siwon kemudian.

“Baiklah, kami pergi dulu.” Ucap Leeteuk mengecup kening Kyuhyun dengan lembut.

KangIn juga melakukan hal yang sama membuat kedua pipi Kyuhyun merona dan bibir yang mengerucut karena merasa masih diperlakukan seperti anak kecil. Setelah mereka keluar pout itu masih tetap ada disana sampai membuat kening Siwon berkerut.

“Waeyo?”

“Kenapa keluar?” Tanya Kyuhyun.

“Hyung menunggu mereka, baby~”

“Disini juga bisa kan?”

“Aigoo~” Namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepala dan akhirnya ikut berbaring diranjang itu dan membawa huswife cantiknya itu dalam pelukan yang hangat. “Kenapa kau tidak mendengarkanku, hm?”

“Maksudnya?”

“Hyung menjagamu dengan sangat baik, tapi apa yang terjadi sekarang?”

“Ahh, aku hanya tidak ingin membuang waktu, hyung.”

“Makan itu tidak membuang waktu, tapi untuk kesehatanmu.”

“Tapi aku benar-benar ingin bisa diterima disana, bersamamu.”

“…..” Siwon tidak bisa membantah lagi.

“Aku ingin bersamamu, mianhae.”

“Sssst~ gwenchana, lain kali dengarkan hyung.”

“Mmm~” Gumam Kyuhyun sambil membenamkan wajahnya dalam dada Siwon.

Dan untuk beberapa menit kemudian mereka hanya diam menikmati keheningan dalam kehangatan mereka masing-masing sampai ketukan dipintu membuat Siwon membuka matanya dan menyuruh masuk siapapun yang ingin melihat Kyuhyun.

“Siwon…” Heechul masuk bersama hyung-hyungnya yang lain.

“Kami harus pulang nanti kami akan kembali.” Ucap Yesung dan diiyakan yang lainnya.

“Gwenchana hyung, pulanglah~ aku akan menjaga Kyuhyunnie.”

“Kalau ada apa-apa kabari kami.” Ucap Donghae.

“Ne, hati-hati hyung.”

“Magnae manja kami pulang dulu.” Ucap Heechul membuat Kyuhyun langsung berpaling melihatnya.

“Hyung!!”

“Wae?” Tanya Heechul tajam.

“Aku mau nasi goreng hankyung hyung.”

“Mwo!??! Minta suami-mu pergi kesana.”

“Andwaeyo!! Siwonnie tidak boleh pergi, hankyung hyung tidak datang, jadi…”

“Kau ingin semua hyung menjengukmu, begitu?” Tanya Ryeowook sangat mengerti.

Kyuhyun hanya menyunggingkan senyuman polos nan menggemaskan membuat semua namja tampan itu kehilangan kata-kata. Tanpa bisa membantah lagi akhirnya mereka semua meninggalkan rumah sakit dengan hati lega karena Kyuhyun baik-baik saja.

“Sampai kapan aku disini hyung?” Tanya Kyuhyun kemudian sambil melihat tetesan cairan infus yang masuk kedalam tubuhnya.

“Kalau tenagamu kembali, besok kita pulang.”

“Janji?”

“Yaksokhae~”

“Aku ngantuk, boleh tidur lagi?”

“Tentu saja boleh, my heart~” Ucap Siwon mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“Kau tidak akan pergi?”

“Hyung akan menemanimu disini.”

Dengan ucapan Siwon itu Kyuhyun pun memejamkan matanya dan semakin menyusupkan wajahnya pada leher Siwon dan tertidur disana. Tidak butuh waktu lama untuk namja cantik itu menuju alam mimpi dalam pelukan hangat suaminya itu hingga beberapa menit kemudian nafasnya kembali berhembus dengan tenang membuat Siwon tersenyum senang.

_

_

Keesokan harinya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun baru saja membuka matanya.

“Nee~” Jawab Siwon yang sudah rapi dan terlihat duduk dikursi disamping ranjang.

“Jam berapa?”

“Jam 09.07”

“Mwoo??”

“Tidurmu begitu pulas, semoga tenagamu sudah kembali, hm?”

“Mmm~” Gumam Kyuhyun sambil mencoba untuk duduk.

Dengan cepat Siwon membuatnya bersandar dikepala tempat tidur setelah meletakkan bantal sebagai penyangga punggung-nya.

“Aku merasa baikan.”

“Kau yakin?”

“Ne, aku ingin segera ke kampus.”

“Kalau begitu tinggallah sebentar lagi, setelah itu kita akan segera pulang dan kau kembali sehat baby.”

“Ta-tapi…”

“Jika tidak, hyung akan menahanmu di rumah sehari lagi.”

“Andwae!!”

“Soo~”

“Arraseo~” Kyuhyun tidak bisa membantah jika dia harus bertahan dirumah sehari lagi.

Dengan itu mereka pun menghabiskan waktu ditempat tidur dengan cairan infus Kyuhyun yang sudah diganti sampai kedua orang tua Kyuhyun kembali dan memberi nilai 100 untuk Siwon karena berhasil menahan Kyuhyun menghabiskan infus 1 botol lagi, seperti yang dikatakan dokter sebelumnya.

“Sekarang ayo sarapan dulu.” Ucap Siwon sambil membawa nampan berisi sarapan pagi dirumah sakit itu.

“Tidak ada yang lebih baik?” Tanya Kyuhyun begitu melihat bubur dan susu putih itu.

“Tidak untuk sekarang.”

“Hyung~” Bibir Kyuhyun mengerucut tidak terima.

“Ne~ baby~” Jawab Siwon tidak peduli.

“Ugh!!”

Tanpa bisa membantah Kyuhyun membuka mulutnya dan menerima suapan bubur itu dengan senyum manis Siwon sebagai pemanisnya. Dengan berbagai paksaan yang dilakukan Siwon akhirnya bubur itu pun habis tidak bersisa yang membuat Kyuhyun begitu kekenyangan.

Beberapa jam kemudian umma dan appa Kyuhyun pun tiba untuk menjenguk kesayangan mereka namun Kyuhyun segera mengusir keduanya karena mereka harus berada disekolah. Walau bagaimanapun Leeteuk memaksa untuk tinggal, Kyuhyun tetap mengatakan dia punya Siwon yang akan menjaganya.

“Dia terlalu mencintaimu, Siwonnie.” Ucap Leeteuk dengan wajah datarnya.

“Aku juga begitu, umma.”

“Tapi dia melupakan kami.”

“Tidak mungkin anak melupakan ibunya, umma.” Senyum Siwon menenangkannya.

“Dia benar yeobo~ sejak Kyunnie menikah semuanya menjadi tanggung jawab Siwon, kita hanya bisa mengamati dari dekat saja.”

“Arraseo~ kajja~”

“Jaga dia Siwon.” Ucap KangIn kemudian segera pergi darisana bersama huswifenya.

Tidak berapa lama kepergian mereka, beberapa hyung pun datang menjenguk kembali sesuai janji mereka kemarin. Kyuhyun langsung tersenyum bahagia melihat kedatangan mereka apalagi Heechul yang entah kenapa menjadi lebih dekat padanya.

Sejak ajaran-ajaran sesatnya yang menjadi lurus bagi Kyuhyun, namja imut nan menggemaskan itu seperti mencari-cari hyung-nya itu. Padahal bila dilihat hubungan mereka sejak pertama kali, Heechul hampir saja menjadi penghalang dan mengambil Siwon darinya.

Tapi dasarnya Heechul memang namja cantik yang baik hati dan sedikit banyak usil itu hingga akhirnya mereka menjadi dekat tanpa alasan.

“Hyung~ ayo bertanding denganku.” Ajak Kyuhyun begitu melihat hyung cantiknya masuk kedalam.

“Ini nasi goreng hannie-ku, dia tidak bisa datang.”

“Hankyung hyung pasti sibuk di café.”

“Karena itu aku tidak bisa lama-lama, ayo sekali tanding!!” Ucap Heechul langsung mengambil psp Kyuhyun dan bermain dengannya.

Hyung-hyung yang lain hanya menggelengkan kepala mereka kemudian langsung larut dalam obrolan mereka bersama di Sofa rumah sakit itu.

“Aku kira dia hamil, Siwonnie.” Bisik Donghae yang membuat mata Siwon langsung melebar.

“Jangan begitu hyung, tidak mungkin.” Bantah Siwon.

“Siapa tahu saja kan?” Hyukjae juga tidak mau kalah.

 “Jaman sekarang tidak ada yang tidak mungkin.” Ucap Yesung dengan wajah datarnya membuat mereka semua menatapnya. “Wae?”

“Dia namja hyung, jangan macam-macam, kalau pun iya, apa yang akan terjadi pada Kyunnie?”

“Sudah-sudah~ jangan pikirkan hal itu, sekarang dia baik-baik saja kan?” Ryeowook mencoba menengahi mereka.

“Ne, Wookie~ dia memang sudah boleh pulang.”

“Apa dia bisa ke kampus?”

“Itu yang diinginkannya.”

“Kalau begitu tidak ada yang perlu dikhawatirkan yang penting dia baik-baik saja kan?”

“Dokter mengatakan tidak perlu cemas, setelah istirahat dia boleh pulang.”

“Kalau begitu kami pulang dulu, kita ketemu di rumah, aku akan membantu menyiapkan keperluan Kyunnie.”

“Gomawo Ryeowookie~”

“Nee~ kajja hyung~” Ryeowook langsung menarik namjachingu-nya keluar darisana.

Begitu pula Donghae yang mendekati Kyuhyun lebih dulu dan berpamitan pada namja imut yang larut dalam gamenya bersama Heechul. “Kami pulang dulu, ne~ sampai jumpa di rumah.”

“Hoo~ nee~ gomawo sudah datang hyung~”

“Nee~”

“Aku juga ikut~” Ucap Heechul kemudian. “Kau main sendiri, magnae!!”

“Yah hyung!!”

“Hankyung sendirian, aku harus pulang.”

“Gwenchana hyung, kami juga akan segera pulang.” Ucap Siwon sambil menepuk-nepuk kepala Kyuhyun yang tidak terima ditinggal.

“Annyeong~” Ucap Heechul lalu melesat keluar ruangan itu.

Tinggallah Kyuhyun yang mengerucutkan bibirnya namun Siwon langsung mengecup bibir imut nan menggemaskan itu dengan cepat. Kemudian ikut naik keranjang itu dan berbaring lebih dulu disana membuat Kyuhyun langsung merebahkan dirinya dalam pelukan hangat itu.

Tanpa perlu dikatakan Kyuhyun menyusupkan wajahnya dalam ceruk leher Siwon dan membenamkan wajahnya disana.

“Hyung~” Panggilnya kemudian.

“Nee?”

“Hamil itu apa?”

“Mwooo??” Siwon tidak percaya Kyuhyun akan menanyakan itu padanya.

“Kenapa hyung bilang aku hamil?”

“Mmm, itu~ mmm~” ‘Kalian pabooo~’ Kutuk Siwon dalam hatinya.

“Hyung!!!” Panggil Kyuhyun lagi.

“N-ne?”

“Kenapa? Memangnya aku hamil? Lalu hamil itu apa?”

‘Oh my god~ dia benar-benar tidak tahu apa-apa?’ Tanya Siwon pada dirinya sendiri. ‘Umma~ apa yang kalian ajarkan pada babykyu?” Tanya Siwon lagi.

Sungguh ia tidak mengerti seberapa jauh kepolosan huswife imutnya itu dalam menjalani kehidupan yang tidak polos ini? Bagaimana hari-hari yang dilalui Kyuhyun selama ini sampai tidak mengetahui hal yang seperti itu.

Siwon paboo!!

Bukankah selama ini dia hidup dalam duniamu? Kau sendiri yang menjaganya agar tidak terlibat dan mengetahui apa yang tidak boleh diketahuinya. Bukankah dirinya juga yang menjaga kepolosan itu sampai tiba waktunya nanti?

“Baby…” Panggil Siwon setelah beberapa saat.

“Ne?”

“Namja dan Yeoja menikah lalu berhubungan kemudian si yeoja akan hamil atau mengandung dan akhirnya mereka punya baby.” Jelas Siwon seringkas dan sejelas-jelasnya.

“Hanya yeoja?” Tanya Kyuhyun.

“Ne?”

“Yang hamil yeoja saja?”

“Nee~ setiap yeoja itu istimewa dengan kelebihan itu, mereka bisa mengandung, melahirkan dan menjadi umma.”

“Seperti umma-ku yang di surga?”

“Nee~ seperti umma yang sudah melahirkanmu kedunia ini dan menjadi milikku, gomapseumnida eomma~” Ucap Siwon sungguh-sungguh membuat Kyuhyun langsung menatapnya.

“Terima kasih sudah membawamu ke dunia ini dan menjadi milikku, terima kasih umma.” Ulang Siwon sekali lagi.

Langsung saja Kyuhyun membenamkan wajah didadanya dan memeluknya dengan erat membuat Siwon kehilangan kata-kata karna pelukan yang keras dan tiba-tiba itu. “Saranghae Siwonnie.”

“Nado saranghae, my baby~”

“Berarti hanya yeoja saja ne~ namja tidak akan bisa.”

“Nee~ tidak bisa.”

“Hmm~” Gumam Kyuhyun sambil menyamankan tidurnya didalam pelukan hangat itu.

Siwon hanya bisa terdiam dan mencerna dengan baik penjelasannya tadi apakah benar atau salah agar Kyuhyun tidak keliru dalam menerima pengetahuan yang baru. Dalam kepala Siwon tekankan, mulai saat ini ia akan mengajarkan semua yang perlu diketahui Kyuhyun agar bisa bertahan didunia yang penuh dengan segala macam ini.

Jika tidak, namja imut dan polos itu akan hancur dengan sendirinya.

**

Setelah menghabiskan infusnya yang kedua Kyuhyun benar-benar meminta pulang secepatnya membuat Siwon tidak bisa menahannya lagi lebih lama. Dengan izin dokternya Siwon pun membawa Kyuhyun kembali ke rumah yang sudah ditunggu semua hyung disana dengan berbagai hidangan sudah tersedia dimeja makan rumah Siwon.

Hankyung sengaja membawa makanan dari café-nya karena sebelumnya Kyuhyun tidak sempat memakan semua makanannya karena sakit yang tiba-tiba. Dengan wajah berbinar Kyuhyun langsung menyantap makanan itu bersama para hyungnya yang sangat senang melihatnya sehat kembali.

“Jika dia tidak sakit, kita tidak bisa makan gratis, ne?” Ucap Hyukjae dengan wajah polosnya.

“Heechul hyung akan menyuruhmu untuk membayar semuanya.”

“Begitulah~”

Dan mereka pun menghabiskan waktu bersama disana sambil bercanda ria dan tertawa bersama bahkan sampai malam pun menjelang. Mereka yang rumahnya hanya dengan jalan kaki, langsung keluar dari rumah Siwon sambil terus bercanda membuat namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Baby~ ayo istirahat~ besok hari baru untukmu.”

“Neee~” Kyuhyun menyeret langkahnya menuju kamar mereka sementara Siwon masih memberi aba-aba pada maid mereka.

Setelah selesai barulah ia menyusul Kyuhyun yang sudah menghempaskan tubuhnya diranjang empuk mereka dan langsung terlelap detik itu juga. Tanpa bisa menahannya Siwon hanya tertawa kecil dan membaringkan Kyuhyun dengan benar di tempatnya.

Siwon berusaha membuka sweater Kyuhyun dan meninggalkan t-shirt saja tanpa membuat namja imut huswifenya itu terjaga. Setelah mengganti baju-nya sendiri barulah namja tampan itu ikut berbaring disana sambil menyelimuti Kyuhyun dengan baik.

Dalam beberapa menit ia sudah terlelap dengan Kyuhyun dalam pelukan hangatnya menuju mimpi yang indah.

Sampai keesokan harinya.

Kyuhyun terlihat sudah siap dengan penuh semangat menuju pengalaman baru dalam hidupnya sebagai seorang mahasiswa. Siwon yang melihat wajah polos yang berbinar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tidak bisa mengatakan apa-apa.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun tiba-tiba.

“Ne?”

“Nanti disana, jangan bilang kita sudah menikah ne?”

“Mwoo?? Kenapa?”

“Mereka pasti mengejek kita.”

“Ohh~ tidak mungkin, sebagian teman hyung memang sudah tahu sejak Senior High~”

“Mwoo??”

“Bukankah teman baru-mu nanti juga mereka yang di sekolah kita?”

“Mmm, nee~ tapi kan ada yang beda jurusan dan tidak tahu, jadi…”

“Mmm, ne, ne, ne, arraseo~ apapun untukmu.”

“Mmmm~ kajja~”

“Kajja~”

Dan pasangan perfect itu pun meninggalkan rumah mereka menuju salah satu kampus yang sudah terkenal di Seoul.  Siwon yang sudah lebih dulu menjadi mahasiswa disana akan sangat mudah bagi Kyuhyun mempelajari suasana baru yang ada disana.

“Kau tidak gugup, baby?” Tanya Siwon saat mereka sudah berhenti didepan gerbang kampus.

Perlahan Siwon memutar mobilnya memasuki halaman parkir luas yang ada disana, tidak ada yang tidak melihat mobil mewahnya yang sudah dikenal pemiliknya itu. Dan begitu ia turun semua mata memang sedang menatapnya penuh kekaguman sampai Kyuhyun gerah melihatnya.

“Aku bukan masuk TK, hyung!” Protes Kyuhyun dengan death glare-nya.

“Baiklah~” Siwon hanya tersenyum manis dan melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun.

Kemudian mereka pun sama-sama menuju ruang administrasi kampus tersebut untuk melihat semua yang diperlukan Kyuhyun. Setelah mendapatkan semua jadwal kuliah dan berkas lainnya, keduanya langsung pergi mencari hyung mereka yang lain.

Diluar ruangan Ryeowook terlihat berjalan dengan santai sambil melihat ponselnya dan Kyuhyun yang melihanya langsung tersenyum licik dan berdiri ditempatnya dengan kaki terulur ke depan. Saat namja imut itu tiba disana, langsung saja ia terjengkal kedepan dengan wajah shocknya.

“ashgjsnf@jnsuf#”

“Baby!!” Panggil Siwon dengan mata melebar.

“Ahahahaha~” Tawa Kyuhyun dengan keras melihat ekspresi wajah Ryeowook yang sangat berharga.

Namun yang dilakukan Ryeowook sangat diluar dugaan, namja imut itu langsung mendekati Kyuhyun sambil melompat hingga tangannya sampai dileher jenjang namja yang lebih tinggi darinya itu. Dengan geramnya Ryeowook memiting leher Kyuhyun diketiaknya sambil menjewer telinga dongsaeng jahil kesayangannya itu.

“Kalau jatuh tadi, aku bisa mati, Magnae eviiiil~” Geram Ryeowook sambil menggertakkan giginya.

“Hahaha~ lepaskan aku, Siwon hyung~” Panggil Kyuhyun dengan wajah meringis.

Siwon hanya bisa menghela nafas pasrah melihat keduanya dan beralih melihat tiga namja tampan yang sedang mendekati mereka. Ketiganya sudah melihat apa yang dilakukan Kyuhyun dan hanya bisa menggelengkan kepala saat magnae mereka memasang wajah memelas ingin dilepaskan.

“Kau sudah menikah Kyunnie~ kenapa masih seperti bocah?” Ucap Donghae tidak habis pikir.

“Hyung~” Jawab Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Lepaskan dia Ryeowookie.” Yesung menegahi membuat namja imut itu langsung melepas cekalannya.

Kyuhyun langsung berlari menghampiri Yesung dan memeluk hyungnya itu dari belakang dan memberikan senyum garing-nya pada Ryeowook.

“Dia memang usil hyung, coba tadi aku jatuh, habislah wajah tampanku ini.”

“Dasar evil~”

“Sudah-sudah, sana Wookie, ambil jadwalmu.” Ucap Yesung kemudian.

Namja imut itu hanya mengerucutkan bibirnya tidak terima namun segera berbalik menuju ruang administrasi dan meninggalkan namja-namja itu disana. Para namja itu sudah berjanji untuk bertemu di kantin dan makan siang bersama sebelum kuliah Siwon dan yang lainnya dimulai.

Hampir satu jam kemudian akhirnya mereka berpisah dan Kyuhyun kembali ke rumah bersama Ryeowook karena Siwon ada mata kuliah untuk dua jam ke depan.

Hari berikutnya pun tiba,

Hari baru di kampus pun dimulai bagi Kyuhyun dan Ryeowook, sebagian teman yang ada disana berasal dari Senior High School mereka dan sebagian lagi hanya wajah-wajah asing yang baru mereka lihat. Karena jurusan keduanya tidak sama, hanya beberapa mata kuliah yang bisa diikutinya bersama Ryeowook sedang yang lainnya hanya ada ia sendiri.

Disinilah pelajaran baru mencari teman akan dipelajari Kyuhyun, karena selama hidupnya namja cantik itu hanya dikelilingi oleh hyung dan Siwonnya. Mereka tidak pernah meninggalkannya sedetik pun apalagi bersama orang asing yang bahkan teman mereka satu kelas.

Kali ini, Kyuhyun harus memulai semuanya sendiri, mencari teman dan bergaul bersama teman-temannya yang lain.

“Kyuhyun, aku ada disampingmu~” Ucap salah satu teman high School-nya dulu.

Saat ini mereka akan masuk mata kuliah pertama kali dan Kyuhyun yang rajin selalu memilih bangku deretan paling depan.

“Ryeowookie tidak disini ya?” Tanya namja itu lagi.

“Tidak.” Kyuhyun menyunggingkan senyuman manisnya.

“Mulai sekarang, mohon bantuannya~” Ucap namja itu sambil menundukkan kepalanya dan dibalas Kyuhyun melakukan hal yang sama.

Dan mata kuliah pertama pun dimulai, Kyuhyun mengikutinya tanpa hambatan sampai dua jam pun berlalu tanpa terasa. Dosen yang mengajar mereka langsung keluar dari ruangan itu dan bertemu dengan namja tampan yang sudah sangat ia kenal.

“Siwon-sii..”

“Saem~” Balas Siwon dengan senyum manisnya.

Didalam ruangan, Kyuhyun langsung memicingkan matanya menatap suami tampannya itu sedang berbicara dengan yeoja cantik dosen mereka.

Begitu Siwon melihatnya Kyuhyun langsung berpaling melihat ke-arah lain dengan bibir yang dipoutkan. Namja tampan itu hanya bisa tertawa kecil dan langsung masuk kesana lalu berdiri didepan Kyuhyun dengan kepala yang dimiringkan.

“Baby…” Panggil Siwon dengan senyum manisnya.

“Apa yang kau lakukan hyung?”

“Chaegayo? Waeyo?” Tanya Siwon tidak tahu apa-apa.

“Jangan tersenyum seperti itu padanya.” Ucap Kyuhyun setengah berbisik sambil menggertakkan giginya.

Mata Siwon langsung melebar namun tidak bisa menyembunyikan senyum jenaka-nya melihat wajah sulking Kyuhyun yang menggemaskan. Huswife imutnya itu ternyata bisa cemburu juga, walau dia sendiri yang mengatakan tidak ada yang boleh tahu mereka sudah menikah.

“Dosen kita tersenyum baby, bagaimana mungkin hyung cemberut?”

“Tidak boleh!!”

“Tidak boleh apanya?”

“Tidak boleh senyum, pokoknya tidak boleh!!” Ucap Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Siwon.

Namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian berpaling melihat teman Kyuhyun yang Senior High dulu sedang melihatnya dengan senyum lebar mereka.

“Jangan menggodanya, Siwonnie~”

“Dia sangat menggemaskan nee??” Jawab Siwon langsung keluar mengikuti Kyuhyun.

Temannya yang sudah tahu itu hanya menggelengkan kepala mereka sementara yang tidak tahu hanya melihatnya tidak percaya. Berita yang mereka dengar bahwa senior tampan berlesung pipi itu sudah menikah dengan salah satu mahasiswa baru disana bukan hanya isapan jempol belaka.

Dan hari itu pun berlalu dengan ringannya, karena Kyuhyun berhasil beradaptasi dilingkungan barunya tanpa ada siapapun dari hyung-nya yang menemani disana.

Dan hari berikutnya pun Kyuhyun jalani dengan senyum di wajahnya, karena beberapa dari temannya disana sudah menjadi lebih dekat dan akrab saat bersamanya.

Siwon yang melihat perubahan itu hanya bisa mengawasi semua gerak-gerik huswife imutnya itu dari belakang. Walau sebenarnya Siwon sendiri yang lebih dulu mengenalkan sifat Kyuhyun pada teman kuliah huswifenya itu.

Dan hal itu membuat yang lain dan Kyuhyun sendiri lebih mudah mendekat dan saling mengetahui sifat masing-masing. “Kyu~ Siwon datang…” Ucap salah satu dari mereka begitu melihat ke pintu ruangan.

Disana Siwon baru saja menganggukkan kepalanya pada salah satu yeoja temannya sendiri yang satu ruangan. Tanpa sadar Kyuhyun langsung memicingkan matanya menatap yeoja itu penuh selidik kemudian segera berpaling menatap Siwon yang tersenyum jahil kepadanya.

“Tebar pesona!!” Gerutu Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Kau memang memesona~” Jawab Siwon mengacak rambutnya.

“Hyung!!” Seru Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya agar rambutnya rapi kembali.

“Ayo pergi~”

“Ke rumah?”

“Ke café, kita makan siang dulu, lalu pulang.”

“Mmm, kajja~”

“Kami pergi dulu nee~” Ucap Siwon pada yang lainnya.

Dan secara serentak mahasiswa yang ada disana menjawab sambil mengganggukkan kepala mereka, bahkan ada yang bersiul-siul girang mengiringi kepergian keduanya. Kyuhyun hanya bisa melayangkan death glarenya yang tidak pernah mempan membuat teman-nya itu tertawa dengan jahil.

Kyuhyun menikmati gelar barunya sebagai mahasiswa pertama kali itu dengan senang bersama suaminya yang memang dikenal seluruh kampus. Setiap selesai mengikuti kuliah, Siwon akan menjemputnya keluar dari ruangan dan mereka akan menghabiskan waktu di café bersama hyung yang lain jika tidak ada lagi mata kuliah.

Dan Kyuhyun akan menunggu disana sambil membaca buku atau bermain game jika Siwon, suaminya itu ada jam masuk.

Begitulah yang terjadi setiap harinya.

**

Dan setelah beberapa kali mengikuti mata kuliah umum, Kyuhyun bertemu dengan berbagai macam karakter pengajar mereka. Ada yang muda dan selalu tebar pesona, ada juga yang datar tanpa ekspresi dan hanya memberikan catatan saja.

Dan hari ini Kyuhyun bertemu dengan salah satu dosennya yang bernama Mr. Kim dan dikenal sebagai seonsaengnim Killer diantara yang lain. Karena sifat tegas dan kasarnya membuat namja paruh baya itu dikenal sebagai dosen killer yang selalu membunuh semangat mahasiswa-nya.

Banyak mahasiswa yang tidak berkutik jika sudah bertemu dengan mata kuliah yang dia pegang. Mengetahui hal itu, Kyuhyun pun tidak berniat mencari gara-gara dengan siapapun terlebih dengan namja itu.

“Hari ini kita baru pertama kali bertemu?” Tanya Dosen yang bernama Mr. Kim itu untuk pertama kalinya.

“Nde~” Jawab mereka semua.

“Sebelum kita mulai kuliah-nya ada beberapa peraturan yang harus kalian ikuti.”

“Ndee~” Jawab mereka serentak, namun tetap ada yang berbisik tidak setuju. “Memangnya kita anak kecil?”

“Jika kalian ingin ikut mata kuliah saya pertama-tama, dilarang bawa ponsel atau matikan selama kuliah berlangsung.”

“…….”

“Kedua, selama kuliah berlangsung kalian dilarang meminta izin keluar ruangan.”

“Ndee~”

“Dan yang ketiga, dilarang memakai perhiasan untuk para namja.”

“Mwooo~” Keluhan terdengar dari berbagai sudut, tempat duduk para namja.

Kyuhyun langsung menurunkan tangannya dan melihat wajah Dosennya dengan wajah datar kemudian berpaling ke arah lain. Beberapa teman-nya sudah melepas perhiasan apapun yang mereka pakai, juga mematikan handphone mereka.

Setelah itu, kuliah itu pun dimulai dengan tenang setelah Mr. Kim mengenalkan dirinya dengan singkat, padat dan jelas. Kyuhyun mengikuti-nya dengan hati berdebar karena sejak awal dia tidak berniat untuk melepas cincin putih yang ada dijari manisnya.

Sebisa mungkin namja imut itu ingin menyembunyikan hal itu dari dosennya yang sedang berjalan mengitari lorong-lorong ditengah mereka. Namun saat namja paruh baya itu tiba dibelakang Kyuhyun, suara dering hp yang sangat nyaring terdengar disana.

“Siapa itu? Keluar!” Ucap Mr. Kim tajam membuat mereka tersentak.

Dan perlahan salah satu namja yang iphone-nya berbunyi itu pun melangkah keluar dengan wajah lesu. Bukan maksudnya tidak mendengar, tapi memang ia lupa mematikannya.

“Camkan itu!!” Ucap namja paruh baya itu kemudian berjalan menuju kursinya didepan.

Jantung Kyuhyun yang hampir meledak itu pun mencoba melambat seiring dengan langkah dosen mereka yang menjauhinya. Namun sayang, saat namja paruh baya itu berbalik dan hendak duduk dikursi, tiba-tiba kilatan cahaya kecil menusuk matanya.

“Neo…” Ucapnya cepat.

Dan semua mata langsung beralih melihat Kyuhyun yang kini terpaku diam melihat wajah namja paruh baya itu mengeras. “Apa kau tidak mendengarku?” Tanya Mr. Kim kemudian.

“Mmm, i-itu…”

“Dilepas atau keluar.”

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Mworago? Kau ingin membantah?”

“Sa-saya tidak bisa melepas ini.”

“Apa? Kenapa? Kekecilan? Sudah melekat?”

“Bukan, saya tidak boleh melepas ini.”

“Kenapa? Saya bisa melepasnya sekarang.” Namja paruh baya itu langsung mendekati meja Kyuhyun yang memang ada dibarisan paling depan.

“Andwaee!!!” Kyuhyun langsung memeluk tangannya yang terdapat cincin itu membuat yang lain menatapnya tidak percaya.

Namun sebagian lagi mengetahui cincin apa yang dipakai Kyuhyun dan kenapa ia tidak mau melepasnya sekalipun.

“Jika kau tidak ingin keluar, maka lepaskan.”

“Saya tidak ingin keduanya, seonsaengnim.”

“Apa katamu?” Mr. Kim langsung berdiri disamping Kyuhyun yang menatapnya datar.

“Saeem~” Panggil yang lain tiba-tiba membuat Mr.Kim mengalihakan pandangannya dari Kyuhyun.

“Itu cincin sakral seonsaengnim.” Ucap namja yang lain.

“Sakral, apa maksud kalian?”

“Itu cincin kawinnya Seonsangnim anda tidak bisa melepasnya.”

“MWOOO???” Mata dosen mereka langsung melebar dan menatap Kyuhyun tidak percaya. “A-apa kau sudah menikah?”

Langsung saja pipi Kyuhyun merona dengan hebatnya mendengar pernyataan itu dan sebagian yang belum tahu disana juga ikut melihatnya penasaran.

“N-ne~” Angguk Kyuhyun akhirnya.

“Si-siapa istrimu? Dia ada disini?” Tanya dosen itu sambil melihat sekeliling ruangan pada yeoja-yeoja cantik disana.

“Tidak saem~ dia mahasiswa tingkat 2.” Celutuk salah satu teman Senior High Kyuhyun.

“Mwoo?? Ma-mahasiswa?” Tanya Mr. Kim lagi.

“Neee~ namja itu suaminya, bukan istrinya~”

Tanpa bertanya lagi dosen itu langsung berjalan menuju mejanya dengan wajah blank membuat yang lain tertawa kecil, melihatnya. Sementara Kyuhyun hanya bisa menundukkan kepalanya menahan rasa malu dan menyembunyikan pipinya yang merona sampai ketelinga.

“Selesai kuliah anda keruangan saya, Cho Kyuhyun-ssi.” Ucap namja paruh baya itu akhirnya.

“Choi~ saem~” Ucap sebagian mahasiswa itu dengan senyum simpul mereka.

Sementara Kyuhyun langsung mengangkat kepala dan menatap seonsaengnim-nya itu dengan mata melebar. Sedangkan yang lain kembali menatapnya dengan tawa kecil yang hampir tidak terdengar.

Dan debaran jantung Kyuhyun pun kembali berdetak tidak tenang memikirkan apa yang akan dilakukan dosennya itu. Walau bagaimana pun ia tidak bisa melepas cincin pernikahannya dengan Siwon, bahkan sejak Senior High dulu Kyuhyun tidak pernah melepasnya.

Sibuk memikirkan hal itu, Kyuhyun bahkan tidak sadar jam kuliah mereka sudah berakhir sampai teman disampingnya memanggil.

“Kau ditunggu Mr. Kim, Kyuhyun.” Ucap namja itu melihat ke pintu.

Dengan cepat Kyuhyun merapikan bukunya dimeja dan mengambil tasnya lalu segera keluar darisana mengikuti seonsangnim mereka. Dengan patuh ia mengikuti langkah dosen itu namun sesekali tetap melihat ke belakang mencari seseorang.

Setelah ia menjauh barulah seseorang itu tiba didepan ruang kuliahnya dengan senyum yang memesona.

“Siwon-ssi~” Sapa beberapa namja yang masih tinggal diruangan itu.

“Hai~ annyeong~ Kyuhyun eoddiso?” Tanya Siwon to the point.

“Mmmm kebetulan Seonsaengnim membawanya ke ruang dosen.”

“Mwooo?”

“Mr. Kim dosen killer, dan Kyuhyun-mu tidak mendengarnya, jadi…”

“Mwoo?? Tidak mungkin Kyunnie tidak mendengarnya.”

“Mr. Kim ingin cincin-nya dilepas dan Kyuhyun tid…heeeey~” Namja itu memanggil Siwon yang sudah berlari meninggalkannya padahal ia belum selesai bicara.

Siwon berlari dengan cepat menuju ruang dosen mereka yang ada disudut bangunan tinggi itu, karena Siwon sudah mengenal Mr. Kim lebih dulu membuatnya tidak sulit untuk mencari namja paruh baya yang paling disegani mahasiswa yang ada di kampus mereka.

Sementara itu Kyuhyun.

Sebagai anak baru ia tidak bisa membantah apalagi membangkang pada dosennya itu yang bahkan baru pertama kali ia temui. Dan nanti mereka akan terus bertemu selama satu semester untuk mata kuliah yang sudah diambil Kyuhyun. Tidak mungkin namja imut itu membuat masalah bahkan baru seminggu lebih ia masuk kuliah.

“Kenapa kau tidak mendengar peraturanku?” Tanya Mr. Kim tajam dengan cara bicara yang berbeda.

“Joesonghamnida, seonsaengnim~ bukan maksudnya seperti itu.” Ucap Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya.

“Lalu?”

“Ci-cincin ini tidak pernah saya lepakan.”

“Kenapa? Bukankah hanya dilepas, nanti bisa dipakai kembali.”

“Tapi ini lambang cinta suami saya yang tidak akan bisa dilepas dan dipakai kembali.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar.

“Tapi itu hanya sebuah cincin.”

“Apa bapak punya cincin? Dari istri bapak? Apa bapak mau melepasnya dan memakainya kembali?”

“Jika itu memang diperlukan.”

“Berarti hanya sebatas itu arti dari ikatan bapak dan istri bapak.” Ucap Kyuhyun polos dengan wajah datarnya.

“Aa-anda…”

“Permisi~ Mr. Kim.” Ucap seseorang tiba-tiba menghentikan ucapan Mr. Kim membuat keduanya melihat ke pintu yang sudah terbuka itu.

“Siwon-ssi?” Tanya Mr. Kim heran.

“Saya baru selesai satu mata kuliah dan mendengar anda menculik pengantin saya yang berharga.” Ucap Siwon dengan senyum menawan yang tidak bisa ditolak.

“Pe-pengantin?” Tanya Mr. Kim tidak percaya sambil melihat Siwon lalu berpaling melihat Kyuhyun.

“Nee~ dia pengantinku yang cantik.” Jawab Siwon lagi lalu duduk tepat disamping Kyuhyun yang masih menatapnya dengan mulut terbuka.

“H-hyung…”

“Ada apa baby? Gwenchana?” Tanya Siwon khawatir.

“A-aniyo, g-gwenchana…”

Siwon langsung berpaling melihat Mr. Kim dengan kepala yang dimiringkan dan wajah memelas. “Saaeem~ kenapa? Apa yang Kyuhyun lakukan?”

“A-ani~ di-dia hanya tidak ingin melepas cin-cincinnya.” Ucap Mr.Kim terjerat pesona Siwon.

“Ohh, jinjja?” Tanya Siwon pada Kyuhyun.

Kyuhyun langsung menutup tangannya dengan tangan yang lain untuk menyembunyikan cincin yang ada dijari manisnya. Tanpa sadar matanya pun menerawang pada tangan Siwon dan mendapati pasangan cincin yang terlihat berkilau itu ada dijari manis suaminya.

“Saeeem~” Panggil Siwon kemudian.

“N-ne?”

“Berikan pengecualian untuk kami, dia benar-benar istriku, lihat.” Ucap Siwon langsung menyodorkan tangannya dan menampakkan cincin dijari manisnya. “Anda tidak bisa menyuruh kami membuka ikatan kami kan?”

“I-itu…”

“Walau ini hanya sebuah cincin, tapi usahaku untuk menyematkan ikatan ini dijarinya sangatlah sulit, butuh waktu bertahun-tahun sampai kami bisa seperti sekarang, bisa anda bayangkan perjuangan itu, seonsaengnim?

“Bi-bisa…a-arraseo~” Ucap Mr. Kim cepat.

“Jadi?”

“Pe-pengecualian.”

“Dan kami boleh pergi?”

“Silahkan~”

“Gomapseumnida Seonsaengnim~” Siwon langsung menundukkan badannya sopan dan menggandeng tangan Kyuhyun dengan cepat.

Namja imut yang kehilangan kata-kata itu pun berdiri dengan gugup dan melakukan yang sudah dilakukan Siwon tanpa bisa mengucapkan apa-apa. Lalu keduanya segera keluar dari sana meninggalkan dosen mereka yang harus menyapu keringat dingin yang keluar didahinya.

“Tidak ada yang bisa menolak seorang Choi.” Gumam Mr. Kim dengan kening berkerut.

**

“Hyung~ kau curang~” Ucap Kyuhyun saat mereka berjalan menuju kantin utama.

“Curang kenapa baby?” Tanya Siwon sambil memegang pinggang Kyuhyun saat mereka menuruni tangga.

“Jangan gunakan kekuasaanmu.”

“Ohh, tidak mungkin, Mr. Kim tidak ada hubungannya dengan perusahaan kita, atau appa.”

“Lalu kenapa dia langsung setuju?”

“Mungkin karna dia sudah mengenalku?”

“Narsis!!”

“Ahahaha, benar baby~ tidak ada dosen yang tidak mengenal Choi Siwon, tapi hanya beberapa dosen yang tahu bahwa namja tampan ini sudah memiliki pengantin.”

“Jangan panggil aku pengantin!!”

“Lho kenapa? Kan benar~”

“Itu sudah lama, kita menikah.”

“Sampai berapa lamapun~ kau tetap pengantinku.”

“Hyung!!!”

“Aigooo~ pipi-mu sungguh memesona~” Ucap Siwon mengalihkan pembicaraan.

Dan pipi Kyuhyun yang sudah merona langsung memerah sampai ketelinganya membuat Siwon hanya bisa menikmati keindahan cinta dalam hidupnya itu dengan puas. Bahkan hyung yang mendekati mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat pasangan bodoh yang selalu lengket itu.

“Kalian masih seperti pengantin baru, eoh?” Ucap Hyukjae dengan smirknya yang menjengkelkan Kyuhyun.

“Shut upa, hyung!!” Ucap Kyuhyun tajam.

“Dia memang tidak bisa manis-manisnya dengan kami.” Ucap Heechul tiba-tiba ada disana.

“Hyung!! Untuk apa kau disini?”

“Aku ingin melihatmu masuk kuliah, apa kau diganggu anak lain.” Ucap Heechul polos.

Kyuhyun langsung memutar bola matanya namun tersenyum kemudian saat Heechul melingkarkan lengan di lehernya dengan gemas.

“Kalian masih ada kuliah?” Tanya Donghae.

“Aku masih hyung, jadi tidak bisa ikut kalian.” Jawab Ryeowook.

“Kita bertiga dan Kyuhyun.” Ucap Yesung.

“Aku harus ke kantor, Appa menyuruhku kembali.” Ucap Siwon dengan wajah menyesal.

Memang sejak sebelum Menikah, ia sudah jarang menggantikan appa-nya di kantor karena appa Choi ingin memberikan waktu lebih banyak untuk putra dan menantunya itu. Bahkan sampai masuk kuliah tahun pertama Siwon harus focus pada kuliah-nya saja baru nanti ia bisa kembali bekerja.

“Kami mengerti, pergilah.” Ucap Donghae.

“Hyung, bukan kau yang seharusnya mengucapkan itu.” Jawab Ryeowook dengan wajah polosnya.

“Aku mewakili perasaan si baby.” Ucap Donghae tidak mau kalah.

Kyuhyun yang tidak peduli ucapan mereka hanya melihat tangannya yang digenggam oleh Siwon dengan lembut. Dalam hati ia ingin suaminya ada disana atau kemanapun mereka akan pergi, tapi selama ini Appa Choi sudah memberikan waktu yang sangat banyak untuk mereka berdua.

“Bilang saja kalau kau tidak ingin dia pergi.” Ucap Heechul bahkan tanpa melihat Kyuhyun.

“Baby…”

“Aniyo~ gwenchana~ pergilah.” Ucap Kyuhyun cepat.

“Mianhae~ hyung ada meeting pertama hari ini, tidak mungkin hyung tidak hadir.”

“Arraseo~ aku akan bersama mereka, jangan khawatir.”

“Baiklah, hyung~ jaga pengantinku, ne?”

“Neeee~”

Siwon langsung memeluk Kyuhyun dengan lembut dan terdiam menikmati kehangatan itu sambil memejamkan mata setelah beberapa saat barulah ia melepasnya lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang. Kemudian namja tampan itu langsung melesat keluar dari gedung menuju lapangan parkir dimana audy putihnya sedang menunggu.

Kyuhyun hanya melihat saat mobil itu keluar gerbang kampus lalu mengikuti hyung-hyungnya yang sudah berjalan menuju mobil mereka dalam diam. Heechul yang memang benar datang karena ingin melihatnya sekaligus karena Siwon yang memanggilnya hanya bisa menghela nafas pasrah melihat dongsaengnya itu.

Namja cantik itu sedang bersantai ria di café-nya saat sms Siwon mengatakan untuk menjemput Kyuhyun dari kampus karena ia harus ke kantor secepatnya. Walau menggerutu selama dalam perjalanannya tapi Heechul tidak pernah bisa menolak Siwon untuk menjaga Kyuhyun karena walau tidak disebutkan, tapi campur tangan Siwon pada Appa-nya bisa membuatnya hidup tenang bersama hankyung.

‘Jika balas budi saja, kau tidak akan menurut begitu Chulie~” Suara hankyung terngiang di kepalanya. “Tapi karena kau sangat mencintai magnae kita~’

“Aiiishh!!!” Gerutunya tiba-tiba membuat Kyuhyun yang duduk diam langsung melihatnya. “Waeyo?” Tanya Heechul tajam.

“Ani~” Jawab Kyuhyun kembali menatap keluar jendela.

“Bilang saja terus terang apa yang kau rasakan, agar orang lain tahu dan bisa mengerti dirimu, arraseo~” Ucap Heechul kembali focus pada jalan didepannya.

“Tidak mungkin.”

“Kenapa?”

“Karna itu Siwon hyung.”

“Tanpa berpikir dia akan melakukan apapun yang kau katakan.”

“Nee~”

“Tapi sesekali tetap katakan semuanya arrachi, magnae~”

“Arraseo nenek sihir.”

“Yahh!!!”

“Nanti main game bersamaku.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba serius.

“Kau akan kalah.”

“Your wish~” Smirk Kyuhyun yang menjengkelkan pun terpatri bibir peach yang menawan itu.

Dalam diam-nya Heechul menghela nafas lega menyadari mood magnae-nya itu perlahan membaik sejak kepergian Siwon beberapa menit yang lalu. Dan berharap saja mood itu akan terus membaik sampai Siwon kembali nanti atau jika tidak mereka akan duduk dibawah langit mendung seharian nanti.

Dan benar saja mood it uterus membaik sampai dua jam ke depan karena begitu sampai di café Heechul langsung membawa Kyuhyun ke ruangan mereka berkumpul dan mendapati seperangkat play station lengkap dengan berbagai kaset game terbaru.

Kyuhyun langsung meminta Heechul untuk melawannya selama lima putaran, namun tidak satu pun kemenangan didapatkan hyung cantiknya itu. Setelahnya Kyuhyun meminta semua hyungnya bergiliran bertanding dengannya sementara yang lain menjadi pelayan café tampan disana.

“Hyung~ dia benar-benar tidak hamil kan?” Tanya Hyukjae tiba-tiba saat Donghae masih menemani Kyuhyun bermain.

“Kenapa kau berpikir begitu?”

“Gejalanya sama.”

“Mual-mual?”

“Nee”

“Masuk angin juga mual-mual paboo~” Heechul langsung menjitak dongsaengnya itu. “Lagipula dia itu namja, bagaimana mungkin?”

“Hmm~ benar juga.”

“Sekarang giliranmu kan?” Tanya Heechul saat Donghae sudah keluar dari ruangan mereka.

“Dia off~ dapat pesan dari suaminya.” Jawab Donghae dengan wajah polosnya.

“Syukurlah, kajja~” Hyukjae langsung menarik namjachingu-nya menuju salah satu sudut café.

Mereka akan beristirahat disana, dimana tempat yang begitu nyaman dengan air terjun yang mengalir ke bawah kolam ikan yang ada dilantai dan menimbulkan bunyi gemericik yang sangat khas.

“Inilah syurga kita~” Seru Hyukjae langsung menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang ada disana.

“Tapi kalian harus bayar mahal!!” Ucap Heechul dengan death glarenya.

“Golden card Siwon masih ada hyung~” Jawab Donghae tidak peduli membuat Heechul menggertakkan giginya.

Sementara itu Kyuhyun sudah berbaring dengan kaki yang diluruskan keduanya dan tangan sibuk mengetikkan sesuatu di kotak pesan hp-nya. Wajah imutnya pun berbinar makin menggemaskan saat membaca kata-kata gombal Siwon seperti biasanya.

~Hyung baru selesai meeting makanya baru sms, mianhae my love~

“Mmm, gwenchana~”

~I miss you sooo~

“Miss you too~” Bibir imut Kyuhyun langsung mengerucut mengatakan kesungguhan kata-katanya.

~Jangan merajuk pada hyungs, kasihan mereka.~

“Tentu saja tidak!!”

~Ahahaha, hyung tahu.~

“Kapan kau pulang hyung?”

~Karna tidak ada lagi mata kuliah, hyung akan sampai sore disini~

“……” Kyuhyun tidak membalas lagi, hanya menatap layar hp-nya yang penuh pesan Siwon.

~Baby??~ Pesan Siwon datang lagi.

“Aku tidak mau!” Protes Kyuhyun akhirnya.

~Tidak mau apanya?~

“Pulang sore, itu sangat lama, aku tidak mau, hyung~”

Siwon membaca pesan yang snagat jujur itu seketika hatinya bergejolak senang ingin rasanya langsung memeluk namja imut huswifenya itu, namun apa daya tangan tak sampai karena mereka terpisah jauhnya jarak.

~My baby~

“Hyung~” Panggil Kyuhyun di pesannya berasa Siwon bisa mendengar suara namja cantik itu.

~Jika kesini kau juga akan bosan baby~

“Tidak akan, aku bersamamu~” Wajah memelas Kyuhyun hanya bisa dilihat hyung-hyungnya yang disana karena sejak tadi mereka menyaksikan drama live yang hanya berupa ekspresi saja.

Ya, mereka sangat menikmati wajah imut nan menggemaskan itu berubah-ubah setiap pesan dari Siwon masuk ke hp Kyuhyun.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun lagi.

~Baiklah, kemarilah, kita akan pulang bersama nanti.~

“Yihaaaaa~” Teriak Kyuhyun langsung berdiri dan melesat keluar dari ruangan itu tanpa melihat hyungnya ada disana sedang melihatnya.

“Heeey~ baby~” Panggil Donghae.

“Aku ke kantor Siwon hyung, bye-bye~” Jawab Kyuhyun langsung berlari meninggalkan mereka disana.

Enam namja tampan menatapnya dengan mata melebar dan mulu terbuka termasuk Ryeowook yang baru saja tiba disana bergabung bersama mereka.

“Sejak kapan mereka tidak bisa dipisahkan?” Tanya Yesung setelah beberapa saat.

“Sejak dulu, sebelumnya~ aha-ha-ha-ha.” Jawab Hyukjae dengan tawa garingnya kemudian segera berlari mengejar Kyuhyun. “Apa kata Siwon jika dia pergi sendiri???” Tanya Hyukjae.

“Mwoooo???” Donghae ikut berlari menyusulnya dan buru-buru keluar dari café itu menuju mobil mereka.

Tanpa mengatakan apa-apa Hyukjae langsung menghidupkan mobilnya dan Donghae juga masuk disampingnya. Kemudian mereka segera menyusul Kyuhyun yang sudah keluar gerbang mencari taksi.

Bahkan sebelum taksi berhenti tepat didepannya Kyuhyun sudah lebih dulu masuk dalam mobil yang membuatnya tersentak kaget. Begitu menyadari dua hyung yang menculiknya namja imut itu langsung melayangkan death glarenya melalui spion depan.

“Kami tidak mau dipecat.” Ucap Hyukjae tanpa melihatnya.

“Memangnya kalian apanya??”

“Tentu saja…asistennyaaa~” Jawab Donghae dan Hyukjae bersamaan membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

Selanjutnya mereka sama-sama terdiam menikmati kesunyian sampai mereka tiba didepan gedung perusahaan Siwon yang berdiri megah di tengah kota Seoul.

Begitu sampai Kyuhyun langsung turun dari mobil dan menunggu kedua hyungnya untuk pergi bersama. Tapi Hyukjae hanya menurunkan kaca mobilnya agar bisa melihat Kyuhyun bersama Donghae.

“Sampai disini baby~”

“Mwooo??” Kyuhyun melihatnya tidak mengerti.

“Take care~” Ucap Donghae kemudian.

Lalu mobil itu pun kembali melaju meninggalkannya sendirian disana namun ucapan trima kasih dan senyuman manis terukir dibibir-nya tanpa bisa dilihat kedua hyung tampannya itu.

Setelahnya Kyuhyun segera memasuki loby perusahaan itu dan hanya melihat resepsionis disana sambil terus berjalan menuju lift gedung itu. Walau begitu beberapa yeoja resepsionis itu langsung tersenyum ramah dan menundukkan kepalanya sekilas.

Kyuhyun langsung menundukkan kepalanya cepat dan segera masuk dalam lift dengan pipi yang semakin merona. Walau ia tidak tahu, tapi karyawan disana sedang membicarakannya dengan senyum dikulum mereka.

Tidak berapa lama lift itu pun membawanya pada lantai terakhir dimana direktur perusahaan itu bertahta, dan begitu sampai disana Kyuhyun langsung membuka pintu itu yang bertuliskan direktur utama ditengahnya.

“Baby~” Siwon langsung berdiri dari kursinya menyambut huswife imutnya itu.

Kyuhyun yang melihat senyuman menawan itu langsung berlari menghambur dan menghempaskan tubuhnya dalam pelukan Siwon. Dengan lengan melingkar dibelakang leher namja tampan suaminya itu Kyuhyun membenamkan wajahnya dileher jenjang itu.

“I miss you so much~” Ucap Siwon mengatakan isi hati Kyuhyun yang juga merasakan hal yang sama.

“Miss you too~”

Kyuhyun semakin merasakan perasaannya yang berlimpah untuk Siwon semenjak mereka bersatu dalam cinta di pulau Jeju sebelumnya. Rasa cinta yang tidak pernah ia tahu ada dihatinya kini keluar sepenuhnya hingga tidak bisa diungkapkan.

Karena itu ia hanya bisa mengatakannya lewat perbuatan seperti sekarang ini, Kyuhyun merasa tidak bisa lagi berada jauh dari suami tampannya itu walau hanya sekejap.

“Kau sibuk, hyung?” Ucap Kyuhyun setengah berbisik.

“Ada beberapa dokument yang harus diperiksa.”

“Mmm~ aku akan menemanimu.”

“Baiklah, kajja~”

Siwon langsung membawa namja imut itu menuju kursi kebesarannya dan memintanya duduk disana, sementara ia sendiri menarik kursi untuk tamu didepan meja dan merapatkannya dengan kursi yang diduduki Kyuhyun.

“Kalau bosan bilang saja ne, hyung akan menemanimu.”

“Neee~”

Siwon tersenyum manis dan langsung membuka dokumen penting yang sudah disiapkan managernya. Kyuhyun hanya melihat sebentar lalu segera mengambil PSP-nya dan memainkannya disana. Keduanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing sampai satu jam ke depan.

Kyuhyun yang sudah bosan langsung mendekati Siwon dan menyandarkan wajahnya dilengan namja tampan yang masih setia membaca itu. Siwon yang merasakan kepalanya langsung tersenyum dan mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“Bosan ne~”

“Mmmm~”

“Sebentar lagi ne~”

Siwon kembali membaca dan menandatangani beberapa file tersebut dan membacanya kembali. Sejak kepergiannya memang tidak ada yang mengambil alih apapun yang ada disana. Karena Appa Choi tidak ingin mencampurkan tangannya pada bisnis yang sudah ia serahkan sepenuhnya pada putranya itu.

“Ohh, dengan siapa kesini, baby?” Tanya Siwon memulai pembicaraan.

Kyuhyun yang membalikkan kepalanya kesana kemari seperti anak kucing hanya menjawabnya sekilas. “Eunhae.”

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat rambut coklat keemasan itu bergerak-gerak disampingnya. Namun tidak ada yang bisa ia lakukan karena pekerjaannya kali ini benar-benar harus diselesaikan.

“Bagaimana kuliah hari ini?”

“Mmmm~”

“Aigooo~ kau ngantuk, baby?”

“Mmmm~” Gumam Kyuhyun dengan mata terpejam.

“Sebentar ne~”

Siwon memeriksa file-file itu dengan buru-buru namun tetap menjaga tangannya tidak terangkat karena kepala Kyuhyun masih bertahta disana. Ia hanya bisa menggunakan sebelah tangannya untuk membuka file namun tidak bisa untuk tanda tangan. Saat ia ingin mengatakannya pada Kyuhyun, kepala namja imut itu malah terbenam disana dengan nafas yang teratur.

“Omoo~” Mata Siwon melebar tidak percaya.

Dengan cepat ia menahan kepala Kyuhyun dan mendudukkannya dengan benar, kemudian Siwon pun segera mengangkat tubuh yang ringan itu menuju Sofa lalu membaringkannya disana. “Mianhae, baby~” Bisiknya pelan.

Siwon mengecup kening Kyuhyun dengan lembut lalu beranjak ingin kembali pada pekerjaannya yang masih ada tiba-tiba ia mendengar suara pintu ruangannya diketuk dari luar.

“Masuk.” Ucap Siwon.

Namja tinggi berparas tampan dengan kacamata tipis bertengger diwajahnya masuk dengan beberapa file ditangannya. Ia langsung menundukkan wajahnya sekilas dan berpaling melihat Kyuhyun yang tertidur dengan nyamannya di Sofa.

Namja tampan yang merupakan manager perusahaan Siwon itu lupa memalingkan wajahnya saat melihat wajah Kyuhyun hingga Siwon harus memanggilnya. “Apa yang kau lihat, Min Seok-ssi?” Tanya Siwon datar.

“Ahh, Josonghamnida~” Ucap namja itu buru-buru berpaling melihat Siwon.

“Ada apa?”

“Ohh, ini file calon sekretaris yang anda minta.” Ucap Min Seok menyerahkan 10 file calon sekretaris untuk Siwon.

“Ohh, baiklah, apa ada yang memenuhi syarat?”

“Nomor file 2, 3, 7, 4, 8 sangat memenuhi syarat sajangnim.”

“Saya hanya perlu satu.”

“Kalau begitu nomor 3 sangat cocok dengan anda.”

“Mwo?”

“Cantik, tinggi, langsing, pintar dan bisa segalanya.”

“Mmm, bisa dipertimbangkan, silahkan keluar.”

“Permisi.”

Namja tampan itu langsung keluar dari sana setelah melihat Kyuhyun sekilas yang membuat Siwon hampir memanggilnya kembali namun diurungkannya. Setelah kepergiannya, Siwon mulai melihat-lihat profil calon sekretarisnya yang dikatakan Min Seok.

Tanpa melihat gerakan kecil yang dilakukan Kyuhyun hingga namja imut itu tiba-tiba saja sudah berdiri disamping Siwon tanpa ia sadari.

“Apa kau ingin sekretaris?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, aku per…”

“Mwoo?? Baby!??!” Siwon tersentak dengan mata melebar.

“Yo~” Wajah datar Kyuhyun menampakkan aura yang tidak senang.

“A-apa tidurmu nyenyak?” Tanya Siwon salah tingkah.

Kyuhyun hanya melihat profil sekretaris baru Siwon yang menampakkan foto yeoja cantik itu full badan membuatnya seketika mengerutkan kening tidak terima.

“Kau ingin Yeoja itu?” Tanya-nya tiba-tiba.

“Bukan ingin baby, hyung memang tidak punya sekretaris, yang dulu dibawa appa ke perusahaannya.

“Lalu kau ingin merekrutnya.”

“Jika memenuhi syarat, ne, salah satunya akan diterima.

“Ani, andwaee!!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Ta-tapi baby…hyung perlu untuk meringankan pekerjaan disini.”

“Tidak perlu!!”

“Ke-kenapa?”

“Aku yang jadi sekretarisnya.”

“Mwooo??”

Tbc…

Kkkk~ apa ini~ si baby macam-macam saja ne~ malas edit, ngantuk sangaaaat -_-zzzzzzz

Kita msih bermanis-manis di chap ini, sebelum masuk chap pahitnya dan puncak masalah di sequel ini.

Sampai chap itu tiba~ stay beside me, right?

Love you always My Lovely Readers~

With Love

Vie.