Are We 5

Chapter 5

**

Selamat Sore My Lovely Readers~ apa kabar? lama ya?

Mianhae~ pasti sudah bosan denger permintaan maaf terus..ehehe.

yang udah lupa chap awal, baca lagi gih~ biar gak bingung di chap ini.

Ok deh, selamat membaca~

**

Namja tampan itu langsung kembali menuju pintu apartemennya dan membuka pintu itu untuk siapapun tamu yang datang. Dengan perlahan Siwon melihat orang yang berdiri didepannya, dari ujung kaki hingga kepala, dan tubuhnya pun kaku seketika.

“Selamat malam…” Sapa orang itu.

“Sela….”

“Siapa Hyung?” Tanya Kyuhyun membuat Siwon terkejut dan berpaling melihatnya.

Namja cantik itu segera mendekati kekasihnya yang terlihat tidak baik-baik saja melihat tamu mereka. Namun saat ia juga melihat siapa tamu itu, jantung Kyuhyun terasa jatuh diatas kakinya.

SeSeunghyun…”

“Selamat malam, baby~” Sapa Seunghyun dengan wajah datarnya.

Tanpa sadar Kyuhyun berdiri merapat dibelakang Siwon dan Namja cantik itu menggenggam lengan kekasihnya. Jika Siwon bisa merasakan gerakan Kyuhyun, Seunghyun bisa melihatnya dengan jelas.

Tanpa bisa dicegah api kemarahan kembali membara didalam kepala Namja tampan nan tinggi itu. Langsung saja Seunghyun menarik tangan Kyuhyun dengan kasar hingga berada didekatnya.

Gerak reflek Siwon tidak kalah cepat hingga ia bisa menangkap tangan Kyuhyun dan memegangnya. Seunghyun dan Kyuhyun sama-sama melihat tangan Siwon dengan pikiran yang berbeda.

“Mr. Choi bisa lepaskan tanganmu?” Tanya Seunghyun dengan senyum manis dibibirnya, namun tidak dengan matanya.

“Kau tidak boleh kasar seperti itu.” Jawab Siwon dengan wajah tenang.

“Dia tunanganku, tidak ada urusannya denganmu.” Jawab Seunghyun memamerkan smirknya.

“Yang aku tahu, tunangan itu seorang manusia, bukan barang.” Siwon menggengam tangan Kyuhyun dengan lembut.

Lalu menariknya perlahan kembali mendekatinya, Kyuhyun masih terdiam tanpa kata. Ia tidak menyangka situasinya akan seperti ini, tapi tetap saja ia tidak boleh diam saja.

“H-Hyung…” Panggil Kyuhyun pada Seunghyun.

“Apa? Aku memaafkanmu dan kau pergi padanya? Dimana pikiranmu?!” Tanya Seunghyun.

“Aku…Hyung…”

“Kau tidak punya hati Kyuhyun, apa kau tahu ini menyakitiku?”

“Aku tahu.”

“Dan kau tetap melakukannya?”

“Aku mencintainya.” Jawan Kyuhyun cepat.

“Lalu aku?! Bagaimana denganku?”

“Aaa…it..”

“Sekarang juga kau pulang ke rumah.” Ucap Seunghyun tegas dan kembali menarik tangan Kyuhyun.

Kuatnya tarikan membuat Namja cantik itu langsung kembali kesisi tunangannya dengan sedikit meringis. Namun Seunghyun tidak peduli karena ia masih menatap Siwon dengan tatapan membunuhnya.

“Dan anda, kerja sama kita sudah lama berakhir dan itu untuk selamanya.”

Seunghyun…” Panggil Siwon.

“Dan kau…” Seunghyun berpaling melihat Kyuhyun. “Pulang denganku atau Appa-mu yang akan menjemput.”

Setelah mengucapkan itu Seunghyun langsung menarik Kyuhyun berjalan meninggalkan Siwon yang mematung ditempatnya. Bahkan ia tidak sempat melihat wajah shock Kyuhyun saat ancaman itu terdengar.

Sementara Siwon, kepalanya berteriak lantang untuk mengambil kekasihnya itu. Tapi sayang kakinya tidak bisa bergerak seperti terpaku ditempatnya berdiri.

Hyung…” Panggil Kyuhyun pelan.

Setelah beberapa menit barulah Siwon tersentak dari shocknya, dan detik itu juga ia berlari menuju lift disana. Namja tampan itu ingin segera menyusul Kyuhyun dan membawanya kembali dalam pelukannya.

Andwae!!” Gumam Siwon. “My baby~” Panggilnya.

Siwon terus berlari begitu ia sampai dilantai bawah menuju pintu loby, bahkan ia tidak peduli pada siapapun. Beberapa penghuni apartement itu melihatnya dengan wajah bingung. Tapi Siwon terus berlari keluar dan mengejar bmw mewah yang baru saja meninggalkan tempat itu.

“Kyunnie!!!” Panggilnya sekali lagi namun mobil itu terus menjauh. “Shit!!!” Umpatnya kesal dan memukul tembok pagar dengan tinjunya.

Sejak awal mereka memang salah sudah berhubungan dibelakang Seunghyun, padahal ia tahu Kyuhyun adalah tunangan Namja tampan itu.

“Tapi dia milikku.” Gumamnya sambil melihat ke arah mobil Seunghyun menghilang.

“Bahkan sebelum dia jadi kekasihmu.” Geram Siwon kemudian memukul tembok itu sekali lagi.

Untuk saat ini tidak ada yang bisa dilakukan Siwon.

**

Sementara itu mobil Seunghyun terus melaju membelah kota Seoul dan tidak berhenti walau apartement mereka sudah terlewati. Kyuhyun menatap tunangannya itu dengan wajah takut dan bingung. Seunghyun tidak pulang kesana, lalu kemana ia akan membawanya? Ingin bertanya, Kyuhyun takut melihat reaksi Namja tampan itu.

Bertahun bersamanya, Kyuhyun tidak pernah melihat Hyung-nya itu benar-benar marah seperti saat ini. Seunghyun bahkan tidak pernah membentaknya walau sekalipun.

‘Jeosonghamnida.’ Ucap Kyuhyun dalam hati. ‘Aku sudah sangat menyakitimu, Hyung.’

‘Seandainya aku tidak mencintainya, dengan apa yang sudah kulakukan, aku tidak bisa kembali padamu…lagi.’

‘Tapi, aku sungguh-sungguh mencintai Siwon.’ Hati kecil Kyuhyun berkata. ‘Aku ingin bersamanya.’

Tanpa sadar ia pun berpaling kebelakang melihat yang tidak pasti, dan tentu saja Seunghyun menyadari gerakannya itu.

“Apa yang kau lihat?” Tanyanya tajam.

“Tidak ada.”

“Apa yang kau harapkan? Apa sedikitpun kau tidak menyesal?” Tanya Seunghyun lagi.

Hyung…”

“Aku baru tahu kau tidak punya hati, Kyu.”

Seketika Kyuhyun berpaling melihat Namja tampan itu dengan mata berkilat. Sampai kapan ia akan menerima kemarahan Seunghyun dengan segala kata-kata kasarnya?

Oh ayolah Kyuhyun, bukankah itu yang pantas kau dapatkan?

“Aku akan segera menyiapkan pernikahan kita.”

“Mwo??”

“Kau terkejut?” Tanya Seunghyun sinis. “Bukankah itu yang akan kita lakukan?”

“Tidak, aku tidak bisa.” Jawab Kyuhyun.

“Tentu saja kau bisa, Kyu.”

Hyung!! Aku tidak bisa menikah dengan perasaan seperti ini.”

“Apa peduliku? Kau tidak pernah peduli perasaanku.”

Hyung, jebal~”

“Shut up!” Suara Seunghyun sedikit meninggi. “Kita akan menikah.” Ucapnya terakhir kali lalu keluar dari mobilnya.

Barulah Kyuhyun sadar bahwa mereka sudah tiba ditempat yang Seunghyun inginkan, yaitu rumah orang tuanya. Dengan cepat Kyuhyun turun dari mobil dan melihat Seunghyun berjalan menuju pintu rumahnya.

Hyung!!!” Panggil Kyuhyun cepat. “Untuk apa kita kesini?” Tanyanya dengan suara tertahan.

Tapi Seunghyun tidak menjawab dan terus menuju pintu depan kediaman keluarga Cho. Tanpa basa-basi Namja tampan itu langsung membuka pintu rumah itu lalu berpaling melihat Kyuhyun.

“Mulai hari ini kau tinggal disini.” Ucap Seunghyun.

“Apa maksudmu?” Kyuhyun balik bertanya dan saat itu Umma Cho datang mendekati mereka.

“Kalian…”

Kyuhyun akan tinggal disini, Umma.” Jawab Seunghyun. “Aku akan menyiapkan segalanya.”

“Mwo? Maksudnya?”

“Kami akan menikah.” Ucap Seunghyun lalu segera pergi dari sana.

Umma Cho bahkan tidak sempat bertanya apa maksud calon menantunya, kenapa tiba-tiba seperti itu. Bahkan ia sangat tahu, Seunghyun tidak pernah bersikap dingin kepadanya.Iya, Namja itu selalu sibuk dengan pekerjaan, tapi ia tidak pernah berbuat kasar pada Kyuhyun, apalagi padanya.

“Waeyo, chagi?” Tanya Umma Cho pada anaknya.

“Mollayo Umma, aku ingin istirahat.” Kyuhyun memasang wajah memelas.

Umma Cho langsung mengerti dan segera membawa putra kesayangannya itu masuk kedalam. Kyuhyun merasa lega berjalan menuju kamar tidurnya karena Appa Cho tidak ada dirumah.

Jika tidak ia harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada orang tuanya itu. Bagaimana bisa Kyuhyun berkata bahwa dia selingkuh dibelakang Seunghyun hingga Namja tampan itu marah.

Tidak mungkin!

Siwonnie…”

Kyuhyun merebahkan dirinya diatas ranjang sambil memikirkan apa yang akan ia lakukan. Seunghyun pasti tidak main-main saat mengatakan mereka akan segera menikah. Namja tampan itu sudah cukup bersabar menghadapi kenyataan pahit cinta mereka.

“Maafkan aku Hyung.” Gumam Kyuhyun.

Saat matanya sudah menyerah untuk terjaga, suara ketukan pelan dipintunya membuat Kyuhyun sedikit tersentak. Dengan ragu Namja cantik itu berjalan menuju pintu kamar dan membukanya.

Umma…”

Umma tidak ingin mengganggumu, tapi Umma butuh penjelasan, chagi.”

“Tapi ini sudah larut malam Umma.”

“Karena itulah Umma bertanya, tidak mungkin Seunghyun seperti itu jika tidak ada sebabnya.”

Umma…” Panggil Kyuhyun cepat.

“Ne?”

“Aku ingin memutuskan pertunanganku.”

“Mwo?? Apa maksudmu? Bagaimana bisa? Bahkan tadi Seunghyun mengatakan kalian akan menikah, jangan bercanda!!” Ucap Umma Cho panjang lebar.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas lelahnya dan berbalik masuk kembali ke dalam. Umma Cho semakin dibuat bingung oleh putra semata-wayangnya itu. Hingga ia pun masuk mengikutinya sambil meminta penjelasan.

“Aku tidak pernah mencintai Seunghyun, Umma.” Ucap Kyuhyun menghempaskan tubuhnya dikasur.

“Mwo?? Coba ulangi? Apa yang kau katakan?”

“Aku tidak pernah mencintai Seunghyun.” Ulang Kyuhyun sambil duduk tegak.

“Apa maksudmu?? Kalian sudah bersama selama hidupmu!!”

“Selalu bersama bukan berarti cinta, Umma.”

Kyuhyun…”

“Aku tidak bisa Umma, aku sudah tidak bisa bersama Hyung.”

“Ta-tapi kalian akan menikah.”

“Belum Umma, aku sudah tidak bisa bertahan dalam hubungan ini.” Ucap Kyuhyun dengan yakinnya membuat Umma Cho kehilangan kata-kata.

“A-apa Seunghyun menyakitimu?” Tanya Umma Cho akhirnya.

“Mwo? Aniyo!!”

“Dia jadi jahat dan memukulmu?”

“Tidak Umma, bukan itu!!”

“Lalu apa? Jika dia melukaimu, Umma orang pertama yang akan memutuskan.”

“Bukan, aku malah berharap seperti itu, tapi tidak…” Kyuhyun melihat Ummanya dengan wajah terluka. “Hyung sangat baik Umma, sejak dulu dia sangat baik.”

“Lalu apa?? Jangan buat Umma bingung.”

Umma…”

“Seolma….” Mulut Umma Cho terbuka.

Dan Kyuhyun menatap Umma-nya dengan berbagai perasaan yang saat ini ia rasakan. Seolah ia ingin Umma Cho tahu hanya dari tatapannya saja tanpa perlu penjelasan.

“Jangan bilang kau…”

“Ya, aku yang menyakitinya.”

“Mwo??”

“Aku mengkhianatinya, Umma.”

“M-ma-maksudnya?”

Umma, aku mencintai orang lain.”

“Tidak mungkin!!!” Umma Cho langsung berdiri dari duduknya. “Ky-kyunnie…kau selingkuh?”

“Aku belum menikah, kenapa Umma mengatakan itu?”

“Tapi itulah kata-katanya!!!” Suara Umma Cho sedikit meninggi.

Umma~” Panggil Kyuhyun memelas.

“Apa kau sudah gila baby? Kau sudah punya tunangan dan akan menikah, bagaimana kau bisa mencintai orang lain?”

“Aku tidak bisa menahannya, rasa itu tumbuh begitu besar Umma, dalam 3 bulan ini, aku selalu ingin bersamanya.”

“Tiga bulan?” Mulut Umma Cho menganga lebar. “Apa yang kau pikirkan?”

Umma, jangan menghalangiku, aku hanya bisa bersandar pada Umma.”

“Tapi ini salah, bagaimana kalau Appa-mu tahu?! Kalian sudah bertunangan lama, bagaimana kau tidak bisa mencintainya??”

Umma, selama hidup ini aku selalu bersama Seunghyun Hyung, sudah menjadi kebiasaan jika aku selalu bersamanya, tidak ada yang istimewa, semuanya terasa biasa saja.” Jelas Kyuhyun dengan penuh kejujuran.

“Tapi saat bertemu Siwon…”

“Namanya Siwon?”

“Ne, Siwon Hyung.” Jawab Kyuhyun cepat dengan wajah berbinar. “Saat bertemu dengannya, aku merasakan sesuatu yang luar biasa, disini.” Ucapnya lagi sambil memegang dadanya.

“Oh Tuhan~”

“Bahkan disini juga terasa aneh Umma.” Lanjutnya sambil memegang perutnya. “Setiap aku bertemu dan melihat senyumnya, aku kembali merasakannya, dan itu membuatku bahagia Umma.”

“Kau benar-benar….” Umma Cho langsung meraba kening Kyuhyun untuk memastikan putranya itu baik-baik saja.

“Ckk!” Kesal Kyuhyun.

“Tidurlah baby, dan pikirkan semua kesalahanmu, kau tidak bisa mengakhiri pertunangan ini, Appa tidak akan mengizinkannya.” Ucap Umma Cho kemudian.

“Tapi aku mencintai Siwon, Umma.”

“Baru 3 bulan, kau bisa melupakannya.” Umma Cho berjalan menuju pintu.

Umma tidak tahu hatiku.”

“Kali ini Umma tidak bisa membantumu.”

“Dia kebahagiaanku.”

Ucapan Kyuhyun membuat Umma Cho berhenti dan melihat wajah memelas putranya yang penuh harap. Tapi wanita paruh baya itu tidak mengatakan apa-apa dan segera keluar darisana.

Sekali lagi Kyuhyun menghela nafas lelah dan menghempaskan diri diranjangnya. Mau tidak mau Namja cantik itu harus memejamkan mata karena malam sudah terlalu larut untuk ia terjaga dengan segala kekhawatirannya.

Matahari semakin menampakkan wujudnya di ufuk barat, pertanda hari sudah kembali berganti. Semua makhluk hidup akan memulai aktifitas mereka bila waktunya tiba. Namun tidak dengan Kyuhyun yang masih bergelung dalam selimut.

Namja cantik itu masih terlalu nyaman dalam tidurnya yang sedikit telat. Semalam ia tidak bisa memejamkan matanya karena begitu menutup mata, Kyuhyun melihat mimpi yang sangat mengerikan.

Selamanya ia tidak bisa bersama Siwon.

ANDWAEE!!!” Teriak Kyuhyun tiba-tiba.

Kyuhyun bangun dengan bulir-bulir keringat terlihat dikeningnya dan jantung yang berdetak cepat. Namja cantik itu harus menguasai dirinya sendiri agar jantungnya kembali normal.

Siwonnie…” Panggilnya kemudian.

Dengan cepat Kyuhyun turun dari tempat tidur dan mencari hp miliknya, namun benda tipis itu tidak ada dimanapun. Bahkan di semua saku celananya tidak ada benda yang sangat ia perlukan itu.

“Shit!!” Umpatnya seketika.

Akhirnya ia pun memilih menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan. Setelah selesai barulah Kyuhyun mendekati benda lama namun masih tetap dibutuhkan di beberapa tempat.

Telepon rumah.

Di luar kepala Kyuhyun sudah menghafal semua nomor Siwon, kekasihnya, hingga ia bisa menghubungi Namja tampan itu dengan mudah. Setelah sekali deringan Siwon mengangkatnya dan Kyuhyun langsung memanggil nama Namja tampan itu.

>Baby?? Benarkah?< Suara Siwon terdengar tidak percaya.

“Ne, ini aku Hyung, hp-ku hilang.”

>Ada di apartement, sebelum itu katakan, apa kau baik-baik saja?<

“Tidak Hyung.”

>Mwo? Wae? Kau terluka? Kenapa? Apa yang dia lakukan?<

“Maeumi Appa (hatiku sakit), Hyung~”

>Baby….<

Seunghyun ingin kami menikah, dia akan menyiapkan pernikahan itu, Hyung~ etteokhae?”

>Kau ingin menikah?<

“Tidak!!”

>Katakan kau mencintaiku.<

Hyung, Kau ada dimana? Aku ingin melihatmu.”

>Aku diluar, baby.<

“Mwo?? Diluar mana? Rumahku?”

>Ne, aku diluar rumahmu, ditempat malam itu.<

“Oh my…Siwonnie!!!!”

Seru Kyuhyun langsung berlari keluar dari kamar menuruni tangga dan menuju pintu depan. Ia tidak peduli siapapun yang ada dibawah melihatnya keluar dari rumah seperti itu.

Dengan hati bergetar Kyuhyun berlari keluar menuju gerbang rumahnya. Dan tidak jauh darisana bmw Siwon terparkir dengan Namja tampan itu bersandar dipintu-nya.

Hyung!!!” Panggil Kyuhyun.

“Baby…” Senyum manis Siwon membuat airmata Kyuhyun merebak.

Tanpa menunggu lagi Kyuhyun berlari secepat ia bisa untuk memeluk cinta pertama dalam hidupnya itu. Siwon tersenyum senang dan berjalan tiga langkah menyambut Kyuhyun, namun Namja cantik itu sudah lebih dulu menubruknya.

“Bogoshiposo, my baby~”

“Ajumanhi bogoshipoyo~” Jawab Kyuhyun memeluk erat leher Namja tampan kekasihnya itu.

“Gwenchana, baby?” Tanya Siwon dan dijawab gelengan kepala Kyuhyun.

“Bawa aku pergi Hyung, kita harus pergi, aku tidak mau menikah.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Apa kau sungguh-sungguh?” Siwon melepas pelukannya dan menatap wajah lelah kekasihnya.

“Tentu saja!! Aku akan melarikan diri jika pernikahan itu terjadi.”

“Kau mau bersamaku? Apa kau mencintaku?” Tanya Siwon membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Apa kau masih perlu bertanya?”

“Jika begitu aku akan melakukan segalanya, baby.”

Kyuhyun tersenyum senang dan kembali memeluk Namja tampan yang sangat dirindukannya itu. Kemudian mereka berdua sama-sama masuk kedalam mobil Siwon di jok belakang. Pasangan yang sedang gelisah itu duduk saling berpelukan.

Dengan Kyuhyun yang bersandar didada Siwon dan wajahnya yang tersembunyi dileher Namja tampan itu. Tangan Siwon melingkar didepan dan belakang Kyuhyun seoah tidak ingin kehilangan kekasihnya.

“Mianhae…” Ucap Siwon tiba-tiba.

“Untuk apa?”

“Sudah membuatmu seperti ini, mianhae.”

“Aku tidak apa-apa.”

“Seandainya malam itu aku tidak datang menyapamu, kau pasti akan baik-baik saja, menikah dan bahagia bersama Seunghyun.”

“Apa kau menyesal??” Tanya Kyuhyun.

“Sedetikpun sejak malam itu, aku tidak pernah menyesal, baby.” Jawab Siwon cepat.

“Lalu? Kenapa mengatakan hal seperti itu? Aku sangat bahagia bertemu denganmu, sekarang aku rela jadi orang yang paling jahat asal bisa bersamamu.”

“Aku hanya tidak ingin melihatmu bersedih.”

“Tidak, bersama Seunghyun Hyung, iya aku bahagia, tapi itu berbeda, sangat berbeda, dan saat bersamamu sedikitpun aku tidak menyesal.”

“Tapi semuanya jadi seperti ini.”

“Itu resiko Hyung, aku hanya menyesalkan waktu, kenapa kita tidak bertemu dulu, sebelum aku bersamanya.”

“Aku yang datang terlambat, mianhae.”

“Mwo??”

“Lalu, apa yang harus kita lakukan?” Tanya Siwon cepat.

“Ayo lari Hyung~”

“Apa kau sanggup meninggalkan semuanya?” Tanya Siwon lagi. “Demi aku?”

“Aku sayang Umma dan Appa, tapi mereka pasti ingin aku bahagia, karena itu aku akan meninggalkan semuanya.” Jawab Kyuhyun sambil memainkan kancing kemeja Siwon.

Siwon tersenyum senang dan semakin memeluk tubuh Kyuhyun yang begitu hangat dalam pelukannya.

“Apa kau sanggup?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Apa kau perlu bertanya lagi, baby?” Siwon balik bertanya sambil mencoba melihat wajah Kyuhyun, namun bibir cantiknya saja yang terlihat.

Sementara Kyuhyun sendiri tersenyum dengan manisnya dan melingkarkan lengannya dipinggang Siwon dan memeluknya erat. Mereka berdua begitu bahagia berada dalam pelukan masing-masing, tidak peduli masalah apa yang akan mereka hadapi nanti.

Tapi ternyata kata ‘nanti’ itu tidak bermakna esok hari atau bahkan beberapa jam kemudian. Karena detik itu juga semuanya berantakan saat tiba-tiba seseorang melewati mobil mereka dengan wajah datarnya.

Setelah orang itu menjauh, tiba-tiba ia berhenti dan berpaling melihat BMW Siwon berdiam disana. Namun detik selanjutnya ia pun berbalik dan mendekati mobil tersebut, sekali lihat, ia sudah mengetahui siapa pemiliknya.

“Kalian!!!” Geram Namja itu dengan gertakan giginya. “Keluar!!!!” Serunya kemudian sambil memukul kaca mobil dengan keras.

Seunghyun?” Ucap Siwon.

“Iya!! Aku!! Keluar!!!” Jawab Seunghyun penuh amarah.

Mau tidak mau Siwon segera keluar darisana dan diikuti Kyuhyun yang langsung berdiri dibelakangnya. Siwon berdiri menjadi tameng, karena ia takut Seunghyun akan berlaku kasar pada Kyuhyun.

“Aku bisa jelaskan.” Ucap Siwon pelan.

“Jelaskan apa? Kalian memang brengsek??” Cecar Seunghyun.

“Jaga mulutmu.” Siwon maju sedikit ke depan dengan wajah garang, ia tidak terima perkataan itu apalagi itu untuk Kyuhyun.

“Huh!! Kau yang jaga…. Bhuak!!!” Tiba-tiba Siwon sudah terhuyung kebelakang karena Seunghyun meninju wajahnya.

“Sikapmu, tuan Choi!!” Lanjut Seunghyun.

Kemudian Namja tampan itu langsung menarik tangan Kyuhyun dan membawanya pergi. Bahkan Kyuhyun tidak sempat melihat apa Siwon baik-baik saja, karena tangan Seunghyun mencengkramnya dengan kuat.

Hyung!! Lepaskan!!!” Pinta Kyuhyun sambil meringis.

“Tidak akan pernah.” Jawab Seunghyun dengan gertakan giginya.

Bahkan ia semakin mengeratkan tanganna dipergelangan Kyuhyun dan terus menariknya masuk ke rumah. Alhasil Kyuhyun hanya bisa meringis dan melihat kebelakang dimana Siwon berdiri dengan punggung tangan dimulutnya.

Ya, Namja itu menyapu darah yang keluar sedikit dipipi dalamnya, cepatnya gerakan Seunghyun membuat Siwon tidak menyangka Namja tampan itu akan memukulnya. Kuatnya tinju Seunghyun membuat pipinya sedikit robek dan mengeluarkan cairan merah itu.

“Kau boleh memukulku sesukamu, tapi jika Kyuhyun terluka, aku akan menghancurkanmu, Choi Seunghyun.” Ucap Siwon dengan geram.

**

“Lepaskan aku!! Choi Seunghyun!!” Teriak Kyuhyun saat mereka tiba didepan pintu.

Seunghyun langsung melepas cengkramannya dan melihat Kyuhyun dengan wajah terkejut. Saat itu juga UmmaCho datang menghampiri mereka dengan wajah bingung. Ia mendengar suara Kyuhyun yang berteriak tadi.

“Ada apa ini?” Tanyanya.

Umma kurung dia sampai hari pernikahan.” Jawab Seunghyun.

“Dia bukan anak kecil Seunghyun.” Jawab Umma Cho.

Umma tidak tahu apa yang dia lakukan, baru saja dia bersama kekasih selingkuhannya.”

Hyung!!” Kyuhyun menatap tunangannya itu tajam.

“Baby…” Umma Cho menatap putranya tidak percaya.

“Aku akan mempercepat segalanya, selama itu jangan biarkan dia keluar dari kamarnya.”

Seunghyun, kita bisa bicarakan masalah ini baik-baik.”

“Sepertinya Umma sudah mendengar masalahnya, tapi aku tidak mau mendengar apapun, aku akan membuatnya menjadi milikku, secepatnya.”

“Kita harus merencanakannya dengan baik.”

“Tidak perlu Umma, aku akan menyiapkan segalanya.”

Umma Cho tidak bisa berkata apa-apa melihat calon menantunya itu. Seunghyun benar-benar sudah tidak ingin berkompromi dengan apapun. Ia akan segera mengikat Kyuhyun menjadi miliknya, selamanya.

Tidak peduli jika Kyuhyun tidak bisa memberikan hatinya, tapi dengan begitu Siwon tidak akan pernah memiliki Namja cantik itu. Mereka tidak akan pernah bisa bersama, selamanya.

‘Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.’ Inner Seunghyun berkata.

“Aku pergi Umma.” Ucap Seunghyun kemudian.

Namja tampan itu berjalan keluar dari gerbang rumah itu dengan perasaan yang tidak bisa ditebak. Bahkan untuk berkata ia sedang kecewa atau terluka, tapi itu tidak terlihat diwajahnya.

Umma, Appa dimana?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Kenapa? Kau ingin Appa membantumu?” Tanya Umma Cho.

“Mungkin Appa mengerti.” Ucap Kyuhyun putus asa. “Aku tidak bisa menikah.

“Kau akan menikah.” Jawab Appa Cho dibelakang mereka.

Namja paruh baya itu melihat Kyuhyun dengan berbagai perasaan berkecamuk dikepalanya. Umma Cho sudah mengatakan semua yang dialami Kyuhyun. Walau ia sayang, namun ia tidak bisa mengatakan apa-apa untuk membela putra kesayangannya itu.

“Bahkan seluruh Seoul mengetahui pertunangan kalian.”

Appa!!”

“Pernikahan itu akan berlangsung dengan atau tanpa persetujuanmu.” Ucap Appa Cho datar kemudian kembali masuk kedalam rumah.

Kyuhyun berpaling melihat Ummanya dengan muka memelas, tapi Umma Cho hanya bisa menepuk pelan bahunya. Kemudian mengajaknya masuk kedalam untuk sarapan bersama. Tapi Kyuhyun merasa tidak ingin melakukan apa-apa lagi bahkan hanya untuk sarapan.

Namja cantik itu langsung menuju kamarnya, saat Appa Cho hanya menatapnya sekilas kemudian lanjut sarapan. Kyuhyun yakin, Appa Cho tidak akan melakukan apapun dan menuruti semua yang dikatakan Seunghyun.

Dan itu berarti tidak ada harapan bagi Kyuhyun untuk lari dari masalahnya, karena semuanya akan terjadi sesuai keinginan Seunghyun.

“Eotteokhae?” Tanya Kyuhyun sambil menghempaskan dirinya dikasur. “Aku seperti yeoja-yeoja yang disuruh menikah dengan paksa oleh Appanya.” Gumamnya kemudian.

“Aagghh!!! Apapun itu!! Aku harus membatalkannya.”

“Kyu~” Suara Umma Cho menjawabnya. “Ayo sarapan dulu.”

“Aku tidak lapar Umma.”

“Tapi kau harus makan.”

“Aku tidak bisa menelannya.”

Umma Cho hanya bisa menghela nafas dan kembali kedapur menyimpan nampan berisi sarapan Kyuhyun. Ia berpikir dan berharap putra kesayangannya itu akan keluar dengan sendirinya saat ia merasa lapar.

Tapi sampai malam menjelang, Namja cantik itu tidak keluar dari kamarnya lebih lama dari sekedar mengambil air. Ya, Kyuhyun hanya minum air putih dan buah-buahan di dapur, agar ia bisa berpikir dengan jernih.

Untuk makan nasi atau apapun yang lain, Kyuhyun tidak bisa membayangkannya, karena perasaannya masih tidak menentu.

**

Sementara itu Siwon.

Namja tampan itu sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper seolah ingin bepergian. Tapi sepertinya hal itulah yang akan dilakukan presiden direktur itu malam ini.

“Apa tidak buru-buru?” Tanya Hyukjae.

“Aku tidak bisa menunggu lagi, Seunghyun akan mempercepat pernikahan mereka.”

“Dari awal aku sudah bilang kalian sal…” Ucapan Hyukjae terhenti tatapan Siwon.

“Apa kau juga ingin menentangku Hyung?” Tanya Siwon dengan wajah memelas.

“Aku akan mendukung apapun keputusanmu.” Jawab Hyukjae cepat. “Tapi apa kau yakin?”

“Sangat Hyung, aku sangat yakin dia takdirku.”

“Baiklah, apa yang bisa kulakukan?” Tanya Hyukjae akhirnya.

Sejak awal dia memang tidak pernah benar-benar menghalangi Siwon, karena ia tahu dongsaeng sekaligus bos-nya itu benar-benar jatuh cinta. Kyuhyun membawa kebahagiaan yang sangat besar dalam hidup Siwon yang kesepian.

Hyung bisa memberikan hp Kyuhyun padanya.”

Mwo? Kau sudah bertemu tapi tidak mengembalikannya?” Protes Hyukjae.

“Agar aku punya alasan untuk melihatnya lagi, ini…” Ucap Siwon menyerahkan benda tipis itu. “Aku akan menunggu di mobil, setelahnya kita ke bandara.”

“Mmm, baiklah, tapi aku harus bilang apa?”

“Katakan Hyung klien-nya dan minta Kyuhyun bertemu denganmu.”

Arraseo.”

Kajja~” Ucap Siwon kemudian.

Dan dua Namja tampan itu pun segera menuju kediaman Kyuhyun untuk menyerahkan hp-nya. Karena Siwon tidak mungkin menyimpannya jika ia tetap bisa komunikasi dengan kekasihnya itu.

Tidak berapa lama, Siwon kembali memarkirkan mobilnya ditempat yang sama. Lalu Hyukjae pun keluar menuju rumah Kyuhyun yang disambut Umma Cho dengan ramah.

“Ayo masuk dulu.” Ucap UmmaCho.

“Tidak apa-apa, saya hanya ingin bertemu sebentar.”

“Baiklah, tunggu dulu.”

Umma Cho langsung memanggil Kyuhyun yang masih betah mendekam disana. Saat mendengar panggilannya Kyuhyun bersikeras tidak mau keluar. Tapi saat Umma Cho mengatakan klien dikantornya, Namja cantik itu tidak bisa menolak lagi.

Dengan wajah sulking Kyuhyun langsung menuju pintu depan dan sedikit tersentak melihat orang yang dikenalnya. Hyukjae pun tersenyum menenangkan melihat wajah imut Kyuhyun yang merengut.

“Kau…” Ucap Kyuhyun.

“Panggil aku Hyung.” Jawab Hyukjae cepat.

“Dimana Siwon?” Tanya Kyuhyun tidak peduli.

“Hey!! Dengarkan aku…”

“Ahh, Hyung dimana Siwon?” Ulang Kyuhyun dengan wajah khawatir.

Siwon ingin aku mengembalikan ini.” Hyukjae meletakkan hp itu ditangan Kyuhyun. “Kami akan pergi, dia ingin bisa menghubungimu.”

“Tidak!! Tunggu dulu!! Pergi kemana?” Tanya Kyuhyun benar-benar khawatir.

“Tenanglah Kyuhyun.” Ucap Hyukjae pelan.

Hyung!! Katakan dimana Siwon? Kalian mau kemana?”

“Kami akan kembali, untuk saat ini aku hanya bisa berpesan, jika kau percaya padanya jangan menikah, Kyuhyun.

Hyung…”

“Aku pergi dulu.”

Andwae!!” Kyuhyun langsung menarik tangan Hyukjae. “Dimana Siwon?”

“Dia tidak bisa bertemu denganmu, karna ia takut tidak bisa meninggalkanmu, tapi hanya ini satu-satunya cara Kyunnie.”

“Ca-cara apa? Kenapa harus pergi? Kenapa dia tidak membawaku?”

“Tenanglah dan percaya padaku.” Hyukjae tersenyum lembut membuat Kyuhyun tidak bisa berkutik.

Sekretaris tampan itu pun segera pergi darisana setelah melepas cengkraman Kyuhyun dilengannya. Hyukjae setengah berlari keluar dari halaman rumah itu dan kembali ke mobilnya. Sebelum Kyuhyun sempat keluar dari gerbang rumahnya, mobil Siwon sudah menghilang dalam kegelapan malam.

Namja cantik itu hanya bisa menghela nafas lelah melihat mobil Siwon semakin menjauh. Kyuhyun tidak tahu apa yang dipikirkan kekasihnya saat ini. Mereka akan kembali, bukankah itu ke New York? Untuk apa kesana disaat pernikahan Kyuhyun bisa saja terjadi besok pagi.

“Apa yang kau lakukan, Hyung?” Tanya Kyuhyun entah pada siapa.

Tiba-tiba bunyi pesan masuk kedalam hp-nya membuat Namja cantik itu sedikit tersentak. Namun dengan cepat ia membuka dan membacanya.

-Masuklah baby, istirahat, satu yang kuinginkan, percaya padaku-

Isi pesan Siwon membuat degup jantung Kyuhyun kembali berdetak dengan cepat. Tidak ada yang bisa Kyuhyun lakukan selain menuruti permintaan kekasihnya untuk masuk kedalam.

Tanpa ia tahu, setelah ia menghilang dibalik pintu gerbang, barulah mobil Siwon pergi darisana. Mobil itu sedari tadi berada ditempat gelap dengan Siwon mengamati Namja cantik kekasihnya itu dari jauh.

Setelahnya sepasang kekasih itu pun terpisah jarak, jarak yang siapapun tidak tahu kapan akan bertemu kembali. Baik Siwon maupun Kyuhyun keduanya sama-sama berada didalam kegelisahan yang tidak berujung.

Entah sampai kapan.

Hari berlalu dengan sendirinya, Kyuhyun terus menunggu kabar dari Siwon yang tiba-tiba menghilang. Sementara Seunghyun terus melanjutkan rencananya untuk pernikahan mereka. Bahkan persiapannya sudah mencapai 50% dari semuanya.

Namja tampan itu sudah menyewa gedung dan meminta tempat itu menjadi indah saat hari sakral baginya. Dalam waktu satu minggu kedepan, Kyuhyun akan resmi menjadi miliknya. Saat itu Siwon tidak akan bisa mengambilnya lagi dan mengubah keadaan.

Siwonnie…” Panggil Kyuhyun dalam tidurnya.

Dan sudah tiga hari ini Namja cantik itu hanya terbaring dikasurnya dengan mata terpejam. Bukan sakit atau apa tapi ia hanya tidak punya tenaga atau semangat untuk melakukan apapun. Sejak Siwon pergi, Kyuhyun menghabiskan waktu dikasur dan balkon jendela kamarnya.

Bahkan saat Seunghyun datang membawa pakaian pengantin untuknya, Kyuhyun tidak keluar selangkah pun. Apapun yang terjadi ia akan membatalkan pernikahan itu, dengan atau tanpa Siwon disisinya.

Seunghyun sudah cukup baik menerimanya kembali, namun perasaan Kyuhyun tidak sama lagi. Jika diteruskan hanya akan menyakiti mereka berdua kedepannya. Karena Kyuhyun sudah tidak bisa lagi bersikap seperti biasanya apalagi memaksakan cintanya untuk Seunghyun.

“Mianhae Hyung~” Ucap Kyuhyun membuka mata.

Sinar matahari masuk menyinari kamarnya melalui celah-celah diatas jendela. Kyuhyun melihat atap kamarnya dengan tatapan kosong namun pikirannya berkelana ketempat lain.

Namja cantik itu memikirkan apa yang sudah dilakukan Seunghyun diluar sana. Mereka tidak bertemulagi setelah Seunghyun memukul Siwon malam itu.

Tapi tentu saja tidak perlu menebaknya, karna Namja tampan itu begitu serius menyiapkan semuanya sendirian. Bahkan orangtua mereka tidak diijinkan ikut campur dalam urusan itu. Appa Cho yang sangat mendukung keputusan calon menantunya, hanya bisa menemani disetiap waktu.

Appa lebih sayang padanya.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar.

“Bukan begitu~” Ucap Umma Cho tiba-tiba.

Umma~”

“Apa kau mau seperti ini terus?” Tanya Umma Cho. “Teuki menanyakan kapan kau ke kantor, baby?”

“Aku tidak akan bangun bahkan sampai hari pernikahan.” Jawab Kyuhyun keras kepala.

“Aigoo~ kau tidak bisa menolak lagi jika Appa sudah berbicara nanti.”

Kyuhyun terdiam memikirkan perkataan Umma-nya, selama ini ia memang tidak pernah menolak keinginan Appa Cho. Termasuk menjadi direktur perusahaan walau dia sangat tidak menyukai pekerjaan membosankan itu.

Tapi kali ini, apa Appa Cho juga akan memaksanya? Bahkan untuk hidup bersama orang yang tidak ia cintai. Apa Appa Cho akan membiarkannya tidak bahagia?

Hanya waktu yang bisa menjawab.

Umma, katakan pada Appa, Siwon Namja yang baik, dia yang bisa membuatku bahagia, bukan Seunghyun.”

“Tapi Seunghyun yang selama ini bersamamu.”

“Aku tidak mencintainya, aku tidak akan bahagia, Umma.”

Umma sudah bertemu Siwon.” Ucap Umma Cho tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak kaget.

“Ap-apa?? Ji-jinjja? Dimana Umma? Kapan?” Tanya Kyuhyun tidak sabaran.

Umma ke apartemen-nya.” Jawaban Umma Cho kembali membuat Kyuhyun menatapnya bingung.

Mwo?? Bagaimana bisa? Kenapa Umma tahu?”

“Dia baru kembali dari New York, Umma bertemu dia didepan pintu, alamatnya Umma tanyakan pada Teuki.

“Oh my god!!”

Teuki berpihak padamu, apa yang kau lakukan padanya?”

“Ani, hanya dia yang sayang padaku.”

Umma Cho langsung menarik kedua pipi putranya itu dengan gemas, wajah imut itu selalu membuatnya terlihat seperti anak kecil. “Ayo mandi sana.”

“Shireo!”

“Apa kau tidak mau bertemu Siwon?”

“Sangat Umma, bahkan sekarang juga.” Jawab Kyuhyun langsung melesat keluar.

Namja cantik itu langsung berlari keluar kamarnya dan menuruni tangga dengan cepat. Padahal kepalanya terasa berat sekali karena emosi dan tenaga yang terkuras dalam pikirannya. Tapi demi bertemu kekasih yang sangat dirindukannya, Kyuhyun berusaha lari menuju pintu depan.

Namun begitu keluar dari pintu Kyuhyun merasakan dunianya berputar dan menjadi gelap gulita. Jika tidak ada tangan kekar yang tiba-tiba menangkap tubuhnya, ia sudah tersungkur diteras.

Sebelum hilang kesadarannya Kyuhyun melepas tangan yang memeluknya itu karena ia yakin Namja itu Choi Seunghyun. Namun saat matanya terbuka kembali, dua lesung pipi yang dalam terlihat jelas didepannya.

Siwonnie!!!” Seru Kyuhyun langsung terduduk.

“Tidak bisakah kau tenang sedikit, baby?” Tanya Siwon dengan lembutnya.

Bukannya mendengarkan, tapi Kyuhyun langsung menghempaskan tubuhnya memeluk namja tampan itu. “Kau disini? Kau kembali? Aku merindukanmu.” Ujarnya cepat.

Nado bogoshipo.” Siwon tersenyum pelan dan membalas pelukan itu dengan erat. “Aku kembali, sekarang istirahat dulu, aku harus bertemu Appa.” Ucap Siwon dengan tenangnya dan membawa Kyuhyun kembali ke kamar.

Jantung Kyuhyun langsung berdetak kencang, untuk apa Siwon bertemu dengan Appa? Bukankah akan semakin membuat masalah mereka semakin rumit? Appa sangat tidak setuju dengan hubungan mereka yang salah, menurutnya itu.

“Tenanglah, baby~” Ucap Siwon seolah mengerti kekhawatiran Kyuhyun. “Apa yang kau lakukan selama ini, huh?? Menyiksa diri?? Umma sudah mengatakan semuanya, apa kau tidak percaya padaku?”

Kyuhyun hanya bisa diam mendengar pernyataan tegas itu, tidak ada yang bisa dia lakukan untuk membela diri. Karena ia sudah bertekad akan membuang semuanya bahkan dirinya sendiri, jika Siwon tidak kembali.

“Turunla, Umma sudah bicara pada Appa.” Ucap Umma Cho masuk kesana.

Kyuhyun semakin bingung dengan suasana akrab yang ada didepannya itu. Sejak kapan dan kenapa Umma bisa bicara begitu santai dengan Siwon. Namja yang akan menghancurkan segala rencana indah masa depan putra mereka.

“Jangan pikir macam-macam, tidurlah.” Jawab Siwon.

Lalu Namja tampan itu berjalan menuju pintu setelah memganggukkan kepalanya pada Umma Cho.

“Aku ikut!!” Jawab Kyuhyun cepat dan ingin turun dari ranjang.

Kyuhyun, duduk disana.” Ucap Siwon tegas. “Duduk disana dan dengarkan Umma.”

“Ta-tapi…”

“Bayi besar, percayalah pada kekasihmu.” Ucap Umma Cho.

Seketika mata bulat Kyuhyun membesar membuat Siwon terkekeh pelan lalu segera keluar darisana. Umma Cho hanya menggelengkan kepala lalu memaksa Kyuhyun untuk sarapan dan minum vitamin.

Ingin menolak, tapi Siwon ada disana, Choi Siwon kekasihnya benar-benar ada disana, didalam rumahnya. Apa ada yang lebih membahagiakan dari ini saat kau akan menikah beberapa hari lagi? Dengan orang lain.

**

Entah berapa lama Siwon berbicara dengan Appa Cho yang membuat Kyuhyun semakin tidak sabar. Namun hampir satu jam kemudian Appa Cho masuk kekamarnya dengan kata-kata yang membuat Kyuhyun terpana.

“Ganti bajumu, Siwon menunggu dibawah.”

Mwo? Maksudnya? Appa?”

Siwon ingin kalian keluar untuk jalan-jalan.” Jawab Appa Cho membuat Kyuhyun semakin bingung.

“Kalian ingin aku gila??? Apa yang sebenarnya terjadi??”

Siwon tahu kau mengurung diri dikamar, dia ingin kau menghirup udara segar, Kyu.”

“Itu bukan penjelasan Appa!!!” Jawab Kyuhyun hampir kesal.

“Apa kau tidak mau? Appa akan memintanya pulang.”

ANDWAE!!!!” Jawab Kyuhyun cepat.

Umma Cho hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu mengajak suaminya keluar darisana. Mereka berdua menemani Siwon mengobrol dengan santai. Bahkan sampai Kyuhyun turun beberapa menit kemudian mereka terlihat sangat akrab.

“Itu dia.” Ucap Appa Cho.

“Ahh, baiklah, ahjussi, aku akan menjaganya.” Ucap Siwon membungkuk sekilas.

Appa percaya.” Jawab Appa Cho tenang.

Kyuhyun semakin mengerutkan keningnya melihat mereka namun tidak mengatakan apa-apa. Keduanya keluar dari rumah diantar Appa dan Umma Cho, bahkan menunggu sampai mobil Siwon keluar dari gerbang.

Namun tidak lama, mobil mewah yang lainnya masuk kesana membuat Umma dan Appa Cho yang hendak masuk berdiri dan melihatnya. Mobil itu milik Seunghyun calon menantu mereka dalam beberapa hari lagi.

Appa!!” Panggil Seunghyun begitu keluar dari mobil.

Seunghyun…ayo masuk.” Jawab Appa Cho.

“Apa yang Appa lakukan? Kenapa Kyuhyun pergi? Dengan Siwon?? What the hell!!!”

Seunghyunie…” Panggil Umma Cho.

Umma, dia tunanganku, sekarang pergi dengan selingkuhannya, dan kalian mengizinkan?? Apa-apaan ini?!”

Appa tidak bisa menolak Siwon, dia bisa membuat Kyuhyun bahagia.”

Appa!!! Aku tunangannya, bertahun-tahun.” Jawab Seunghyun tidak percaya.

Seunghyun tenang dulu, kita bicarakan maslaah ini baik-baik, mungkin lebih baik begini, kalau diteruskan akan menyakiti kalian berdua.”

“Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian membela Namja brengsek itu?”

“Kami tidak membela, tapi Kyuhyun putra kami satu-satunya, kami hanya ingin dia bahagia.” Umma Cho menenangkan Seunghyun.

“Dia akan bahagia denganku.” Jawab Seunghyun cepat.

Seunghyun, Appa tidak bisa memutuskan sebelah pihak, Kyuhyun sudah mengatakan tidak ingin menikah, semua ini tergantung kalian, pikirkanlah baik-baik, kalian sudah dewasa, tau mana yang benar dan salah.”

“Jangan memaksa kehendakmu, chagi, kalau tidak kau akan semakin terluka.” Ucap Umma Cho lagi.

“Terserah!! Aku akan melakukan segala cara! Kalian tidak bisa melarangku.” Jawab Seunghyun.

Namja tampan itu langsung masuk dalam mobil dan membanting pintunya dengan keras. Sampai Appa dan Umma Cho tersentak kaget, namun Seunghyun tidak peduli. Ia keluar dari rumah itu dengan kecepatan yang luar biasa membuat Umma Cho memegang dadanya.

“Aku takut.” Gumamnya. “Apa kita benar? Aku tetap menyayanginya.”

“Mereka harus bisa memutuskan sendiri, kita hanya bisa mendukung apapun itu.” Ucap Appa Cho mencoba tenang. “Ayo masuk.”

**

Sementara itu pasangan kekasih yang dilanda kebahagiaan itu terlihat sedang memasuki apartemen mereka dengan tangan yang saling tautan. Kyuhyun terus menatap wajah Siwon mencari bekas luka malam itu namun ia tidak menemukannya.

“Hanya luka kecil, baby.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun tersentak.

“Sakitkah?”

“Hatiku lebih sakit.” Jawab Siwon.

Kyuhyun mendekatkan dirinya pada Siwon dan berjalan sambil memeluk lengan kekasihnya itu dengan erat membuat namja tampan itu tersenyum bangga.

“Kau bilang mau jalan-jalan, Hyung.” Ucap Kyuhyun saat mereka masuk ke dalam.

“Menghabiskan waktu bersamamu disini lebih membahagiakan.” Jawab Siwon membuka jaketnya. “Mau kubuatkan sesuatu?” Tanyanya kemudian.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya cepat, ia begitu merindukan suasana nyaman mereka. Walau belum sebulan keduanya dipisahkan dengan tiba-tiba.

Hyung…kenapa kau bisa meyakinkan Appa?” Tanya Kyuhyun setelah beberapa saat.

“Tidak ada, aku hanya bicara apa adanya, aku mencintaimu, kau juga begitu, aku yakin kau akan bahagia bersamaku.”

Kyuhyun menatap kekasihnya dengan tajam karena ia tidak percaya pada perkataan Namja tampan itu. Siwon langsung tertawa dengan senangnya dan berlari kecil mendekati Kyuhyun.

My babyyy~” Seru Siwon sambil memeluknya.

“Aiishh!!! Minggiiiir~” Keluh Kyuhyun sambil mendorong tubuh Siwon.

Tapi Namja tampan itu malah semakin mengeratkan pelukan dipinggangnya sampai hidungnya menempel dileher depan kekasihnya itu. Mau tidak mau Kyuhyun hanya bisa tersenyum dan menerima kecupan kecil yang diberikan Siwon.

Hyung~”

“Ayo makan.” Ajak Siwon kemudian. “Aku membuat pancake.”

“Nee~”

Siwon berjalan dengan tangan dipinggang Kyuhyun dan memberi kekasihnya itu beberapa kecupan kecil dipipi. Kyuhyun yang gemas sampai menutup mulut Namja tampan itu dengan tangannya.

“Hhmmm~” Gumam Siwon.

“Shut up!”

“One kiss!!” Jawab Siwon.

Mwo??” Mata bulat Kyuhyun membesar dengan imutnya.

Tidak tahan lagi, Siwon langsung menarik tengkuk Kyuhyun dan mendekatkan wajah mereka. Hingga bibir mereka pun bersentuhan dengan lembutnya. Walau sedikit terkejut diawalnya, Kyuhyun merasa senang saat Siwonmembawanya dalam ciuman yang lembut dan penuh cinta.

Tidak perlu diminta, Namja cantik itu mengalungkan lengannya dileher Siwon dan memperdalam? Ciuman mereka. Tangan Siwon pun semakin melingkar dipinggang kekasihnya itu hingga tidak ada jarak diantara mereka.

Setelah beberapa detik barulah Siwon melepasnya dan Kyuhyun harus menghirup nafasnya dalam-dalam. Wajah cantik dengan mata terpejam dan bibir merah mengkilap itu membuat Siwon ingin menikmati bibir itu sampai ia puas.

Kenapa kecantikan kekasihnya itu bisa melebihi para yeoja diluar sana. Dia seorang Namja yang tampan, tapi sisi feminim-nya itu membuat kecantikannya keluar. Apa Siwon terlalu cinta hingga ia bisa berpikir seperti itu?

Tidak, semua orang yang melihat perawakan Kyuhyun pasti akan berkata hal sama.

“Dan aku sangat beruntung memilikimu.” Gumam Siwon tanpa sadar.

“Mwo?”Kyuhyun membuka matanya dengan cepat.

“Ani, ayo makan.” Jawab Siwon dengan senyum manisnya.

Dan mereka pun menikmati pancake itu dengan bahagia seolah tidak ada beban yang menghantui keduanya. Walau sebenarnya Kyuhyun memendam seribu pertanyaan dikepalanya, tapi ia tidak ingin menghancurkan moment kebersamaan mereka.

Siapa yang tahu, ini kali terakhirnya ia mendapatkan kesempatan bersama Namja tampan itu. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, karena itu nikmatilah apa yang ada didepan mata.

“Aku mencintaimu Hyung.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

Tangan Siwon yang sedang menyuapinya terhenti ditengah jalan, wajah tampan itu terlihat tidak senang. “Wae?” Tanyanya.

“Ani, aku hanya ingin mengatakannya.”

“Katakan…” Ucap Siwon cepat. “Katakan apapun yang kau rasakan.” Siwon menatap mata bulat cantik Kyuhyunsangat dalam.

Dan ia bisa melihat kekhawatiran Kyuhyun terpancar jelas disana, walau terlihat berbinar, tapi aura sendu meyelimutinya. Siwon tahu kekasih cantiknya itu masih memikirkan masalah yang mereka hadapi.

“Apa kita ditakdirkan bersama?” Tanya Kyuhyun.

“Mwo? Kenapa? Apa kau ragu?”

“Makin kesini, aku seperti berada dalam mimpi.”

“Baby…”

“Aku sudah siap.” Ucapnya lalu berdiri sambil membawa piring kotornya.

Namja cantik itu seolah menyibukkan diri untuk menghilangkan kegalauan dihatinya. Siwon hanya bisa menghela nafas lalu mengikuti apa yang dilakukan Kyuhyun.

Setelah selesai keduanya berjalan menuju ruang santai dan sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing. Benar apa yang dikatakan Kyuhyun, mereka memang berada didunia mimpi.

Karena sampai hari ini Siwon belum menemukan cara untuk menghentikan pernikahan Kyuhyun. Yang ternyata akan dilangsungkan di salah satu hotel mewah yang dimiliki Siwon sendiri.

Namja tampan itu sudah menghubungi sekretaris Seunghyun untuk merencanakan pertemuan. Tapi Namja tampan itu menolaknya, Siwon juga sudah mengunjungi kantornya, tapi Seunghyun tidak mau menemuinya.

Siwon akan mengulang tindakannya lagi, sampai Seunghyun mau bertemu dengannya, tapi apa yang akan ia lakukan jika hari itu tiba dan Seunghyun terus menghindarinya.

“Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Seunghyun, sampai hari ini aku tidak mau bertemu dengannya, dia juga tidak menemuiku, Hyung.” Ucap Kyuhyun setelah beberapa menit.

“Kau takut pernikahan itu terjadi?” Tanya Siwon.

“Dan kau tidak?” Kyuhyun balik bertanya.

“Tentu saja, tapi aku percaya kau takdirku baby.”

Hyung…”

“Aku hanya takut dia akan mengambilmu, walau kau memang takdirku.” Ucap Siwon serius.

Tanpa kata-kata Kyuhyun langsung mendekati Siwon dan meringkuk dalam pelukannya. Dia tidak bisa membayangkan jika apa yang dikatakan Siwon itu benar adanya. Karna mereka memang tidak tahu apa yang ada dipikiran Seunghyun.

“Aku takut kita tidak bisa bersama.”

“Untuk itu, aku akan melakukan segalanya.” Jawab Siwon yakin.

Namja tampan itu memeluk Kyuhyun dengan lembut untuk menenangkan kekasihnya. Hanya itu yang bisa dilakukan Siwon karena saat ini Kyuhyun butuh keyakinan kuat dalam hubungan mereka.

“Tempatnya sudah siap 100%” Ucap Siwon tiba-tiba.

“Jangan katakan itu.” Bantah Kyuhyun. “Apa yang akan kau lakukan Hyung?” Tanyanya kemudian.

“Aku ingin berbicara dengannya, aku ingin menjelaskan bahwa perasaan kita bukan nafsu semalam saja.”

“Kau pikir dia akan mendengarnya?”

“Walau begitu aku akan mencoba, AppaCho ingin mendengarnya.”

Appa…?”

“Ne, aku akan bertemu dengan Appa dan UmmaCho secara resmi.”

“Apa maksudmu?”

Appa dan harabeoji akan datang menemui mereka.”

“Mwooo??” Mata Kyuhyun melebar sempurna.

Namja cantik itu langsung duduk tegak dengan mulut yang menganga. Bahkan ia seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tidak ada kata yang keluar.

“Keuronikka, aku percaya mereka akan mendengarkan kita.”

H-Hyung…”

“Tersenyumlah baby, itu bisa menjadi kekuatan bagiku.” Pinta Siwon.

“Tapi…”

“Aku akan membuatmu bahagia…” Ucap Siwon dengan smirk jahil dibibirnya.

“Dengan apa?” Tanya Kyuhyun.

“Dikasur kita…”

Mwoooo???” Mata Kyuhyun kembali melebar.

“Baby, sudah lama lho!!” Ucap Siwon dengan mata membesar. “Sejak kapan? Malam itu? Aku sangat merindukannya, kulitmu yang mulus, tubuhmu yang ramping diat….”

CHOISIWON!!!” Seru Kyuhyun dengan wajah blank.

“Ahahahaha, kau sangat menggemaskan baby~”  Tawa Siwon dengan senangnya.

“Kau masih bisa tertawa, aku khawatir setengah mati.”

“Tenanglah, aku ada disini~” Siwon meraup Kyuhyun dalam pelukannya dan memeluk Namja cantik itu dengan kehangatannya.

Mereka berdua menghabiskan waktu dalam kehangatan sampai beberapa jam kedepan. Kyuhyun mendengar dengan senang suara Siwon yang menggambarkan masa depan mereka. Masa depan yang seperti mimpi baginya, karena Seunghyun pasti akan menghancurkan semuanya.

**

Sampai menjelang siang Siwon mengajak Kyuhyun memasak dan mereka makan bersama diatap apartemen itu. Setelah makan keduanya menikmati angin sepoi-sepoi disana yang bersih dari polusi kendaraan dibawah.

Sampai suara Kyuhyun membuat Siwon tersentak.

“Aku akan bertemu Seunghyun hyung.”

Andwae!!!”

Hyung, walau bagaimanapun aku sudah menganggapnya Hyungku, bertahun-tahun dia menjagaku, aku tidak bisa membencinya.”

“Tidak sebelum kalian menikah.”

“Inilah waktu yang tepat, Hyung…aku ingin dia sendiri membatalkannya sebelum semuanya terlambat.”

“Apa kau kira dia akan mendengarmu?” Tanya Siwon tidak senang.

“Aku akan mencoba, aku dongsaengnya.”

“Iya, sebelum kau patahkan hatinya.” Jawab Siwon kukuh.

Kyuhyun menghela nafas pasrah kemudian mendekati kekasihnya itu. Tangannya terulur menyentuh pipi Siwon dengan lembut untuk mengendurkan raut wajahnya yang mengeras.

“Aku baik-baik saja.” Ucap Kyuhyun pelan. “Dia tidak akan menyakitiku.”

“Aku takut, baby.” Siwon memeluk pinggang Kyuhyun posesif.

“Aku akan kembali.” Ucap Kyuhyun. “Secepatnya.”

“As soon as possible.” Jawab Siwon membenamkan wajahnya didada Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum dan memeluk leher Siwon dengan lembut. “I promise.”

“Aku akan menunggu, baby.” Bisiknya. “Sekelip mataku kau harus sudah kembali.”

“Itu tidak mungkin.” Kening Kyuhyun langsung berkerut.

“Pffft~”Siwon menertawakan dirinya sendiri.

Kyuhyun pun ikut tertawa kecil dan Siwon mendengar debaran jantung kekasihnya itu berdetak dengan cepat. Saat tawa Siwon terdengar degupnya menjadi jelas ditelinga namja tampan  itu dan ia sangat senang mendengarnya.

Bahkan Siwon sampai menutup matanya dan berharap akan selalu bisa mendengar debaran itu disetiap detik dalam hidupnya. Namun sepertinya harapan tinggallah angan-angan saja, saat suara pesan masuk terdengar di hp mereka berdua.

Mau tidak mau pelukan itu pun terlepas dan mereka berdua sama-sama melihat isi pesan tersebut. Dan seketika keduanya sama-sama terkejut setelah membaca sebaris kalimat yang dikirim Appa Cho dengan isi yang sama.

-Pernikahan Kyuhyun dibatalkan.-

“Jinjjja??”

Namun belum ada yang menjawab pertanyaan itu, hp Kyuhyun kembali berbunyi tanda sebuah pesan yang lain masuk kesana. Dengan cepat namja cantik itu membuka dan membaca pesan tersebut, dan detik itu juga terdengar suara terkesiap keluar dari bibirnya.

-Kalian tidak akan bisa bersama-

**

Tbc…

Aahahahaha~ maafkaaaaaaan…

pengen gorok saia kan?? kan? kan?

Jangan, nanti chap depan gak siap..ohh, dua chap lagi kayaknya end deh..

jadi siap-siap blg goodbye yaa~

Love you dearest~

Vie.

Advertisements

Pureblood 5

Chapter 5

**

Selamat malaaam~

Eh, update terakhir tanggal mei 23, berarti udah sebulan ya? Uhuuuy, pasti udah lupa kan? Baca lagi sana gih~ ehehe.. Vie aja baca lagi waktu mau edit.. Saking lupanya dimana tbc @_@

Ya udin.. Met baca aja nee..

** Continue reading