His Eyes

His Eyes

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Pairing: Wonkyu

Length : Oneshot

Genre : Romance, Fluffy

Summary : Ini Punya reader, jadi Vie edit lagi dan publish..ahahahaha.

Selamat Membaca

** Continue reading

Advertisements

Second Spring

Second Spring

**

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Lee EunHae, Kim Heechul and Other cast

Pairing : Wonkyu

Length : Oneshot

Genre : Romance, Fluff, School Life

Sumarry : Ini ff punya seseorang..dia berikan ke Vie, karna tangan Vie usil, ya udin..dengan senang hati Vie edit dan publish~ ehee…

Selamat membaca nee~

** Continue reading

Drunk Over

Drunk Over

A Wonkyu story

By. Arjiobriant

 

At apartemen

 

Rasanya akhir-akhir ini tugasnya makin menggila sebagai salah satu vice persident di perusahaan ayahnya. Pria bermarga choi sesekali mendesah lelah memijit tengkuknya, tubuh kekarnya bukan jaminan dia dapat terus bertahan dalam situasi tidak menyenangkan ini.

Beberapa bir dingin mungkin dapat menetralkan penatnya, meskipun hari ini merupakan akhir pekan baginya sama saja dia pasti akan dikejar sekretarisnya untuk memenuhi jadwal yang dia buat.

Bahkan hari ini adalah hari special untuknya, tapi ia tidak bisa menikmatinya bersama kekasihnya tercinta. Walaupun demikian namja itu tetap tersenyum kecil, dadanya sedikit ada rasa meletup senang mengingat mereka akan menghabiskan waktu bersama.

Hanya bertemu beberapa jam, jalan-jalan menghabiskan waktu bersama, mengenggam jemari lentik pucat yang selalu nampak rapuh dimatanya. Sesekali melihat ekspresinya yang berubah-ubah, atau kata-kata kurang ajarnya dari bibir cherry yang selalu menggodanya untuk segera dicicipnya.

Ya, itu akhir pekan yang normal baginya yang memiliki kekasih, namun akhir pekan ini berbeda. Pria manis kekasihnya itu sedikit lebih sibuk dan namja tampan itu tidak dapat berbuat banyak akan hal tersebut.

Tapi pikiran senang akan menghabiskan sisa ulang tahunnya bersama namja manis kekasihnya membuat namja berlesung pipi itu kembali bersemangat. Beberapa kaleng bir tetap menemaninya bersama kue ulang tahun kecil yang sudah disiapkan.

Namun entah berapa lama ia menunggu, sampai akhirnya terlelap sendirian di sofa ruang tamunya.

**

Matanya yang terlelap beberapa jam usai menegak bir tersadar, ia terbangun dari tidur sambil duduknya dengan kepala pusing. Suara dering hp membuatnya sadar bahwa ia tertidur cukup lama. Dengan malas ia menjulurkan tangannya meraih smartphone yang ada di coffee table.

‘bisakah kau membuka pintunya?’

-ChangminShim-

Matanya menyirit melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 2 dini hari, dan what the hell namja jangkung itu ke apartemennya pada jam segini? Apa yang diinginkannya?

Oke, mata kantuknya terpaksa membuka dengan malas, tapi dia tetap berjalan menemui namja yang sudah lama menjadi sahabat kekasihnya itu. Dan ternyata dia tidak sendiri, Shim Changmin bersama seseorang yang sangat dia kenal sedang bergelayut dilengannya.

Cho Kyuhyun, kekasihnya.

Dalam keadaan hangover namja manis itu dengan susah payah dipapah Changmin memasuki apartemen mereka. Oh, jangan lupakan bau alkohol yang sangat menyengat itu yang bisa membuatmu mual.

Belum sempat si pemilik apartemen bertanya Changmin sudah menjelaskan lebih dulu. “Orang tuanya tidak suka dia hangover seperti ini, jadi aku membawanya kemari.”

Alasan klise yang membuat namja tampan pemilik apartemen itu memutar bola matanya.

“Kau tidak mencegahnya?”Tanyanya dengan nada suara yang ditekan dan dengan perasaan sebal ia meraih tubuh Kyuhyun yang masih meracau dalam tidurnya itu.

Changmin mengangkat bahunya.“Kau tahu sendiri bagaimana watak kekasihmu ini, dan bukan wine lagi yang dia jamah, dia menegak whisky dan rum.” Ujarnya santai setelah melepaskan namja manis itu.

Namja tampan itu menatap sendu kekasih manisnya, kemudian menatap Changmin kasihan. Mungkin saja kekasihnya sudah berbuat macam-macam dan merepotkan pria jangkung itu.

“Kau tidak menyetirkan? Mau menginap disini?”

Changmin sedikit melirik isi apartemen, mungkin dia berharap ada beberapa camilan namun nihil.

“Sepertinya lain kali, aku menyewa supir dan supirnya masih dibawah menungguku.” Well, Changmin tidak ingin terkena skandal meski pamornya tidak sehebat dulu tapi dia tetaplah idol senior yang harus menjaga image.

“Ah, aku minta maaf merepotkanmu.”Namja tampan itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Akulah yang berterima kasih padamu hyung, tolong jaga sahabatku.”Changmin sedikit melirik Kyuhyun yang sudah terbaring disofa usai memakai kembali sepatunya.

Pria bermarga choi itu hanya tersenyum mengantar Changmin hingga foyer.Lalu dia segera kembali ke dapur mengambil air es dan mencari aspirin dikotak obat.

“Wonniee~~”

Lenguh Kyuhyun dengan mata sayunya mencoba untuk duduk namun pusing hebat menghalanginya.

“Iya sayang, aku disini.”Jawabnya cepat sambil meletakkan air es di coffee tabble lalu menghampiri sang kekasih dan membantunya duduk dengan benar.

“Khhap-pan kita ke paris.. eumm.. eumm…?!” Tanya Kyuhyun tidak jelas.

Kini tangan lentik nya menusuk-nusuk dimples dipipinya tak menghiraukan tangan kekasihnya yang membawakannya aspirin dan air es.

Sebernarnya namja tampan itu bahagia jika Kyuhyun manja padanya, hanya saja ini pada saat dia mabuk dia tidak tahu jika Kyuhyun mempunyai sifat lain seperti ini.

Ini hal baru baginya.

“Saat kau tidak sibuk sayang, kita akan pergi kesana.” Oke setidaknya dia cukup harus berusaha memberi pengertian kepada kekasih manisnya meski dalam keadaan mabuk.

“Tapi kau berjanji jiiiiika sekarang mengajakku melihat kembang aaaapi di bawah menara eifell.” Kyuhyun merentangkan tangannya seakan sedang menatap kembang api hingga tubuhnya terhuyung dan lengan kekar itu langsung mendekapnya.

Namja choi itu menyirit mendesah lelah, ternyata ini akan menjadi lebih sulit dari yang dia kira.

Kyuhyun hanya terkekeh dalam pelukan lengannya, menatap onix tajam itu lalu menciumnya sekilas sambil tersenyum.

“Aku mencintaimu Siwon.”

Tiga kata yang selalu dia ingat dalam memori otaknya,

Hanya dengan tiga kata itu membuatnya bergetar, dadanya sedikit sesak, pandangannya menjadi sedikit buram seakan akan cairan itu akan terjun bebas kapanpun.

Tiga kata yang selalu dia harapkan.

“Eoh, kau tidak menjawab?! Apa kau tidak mencintaiku?” Tanya Kyuhyun.

Merasa didiamkan bibir Kyuhyun mencebik kesal dan ia membuang muka. Namja choi itu tersenyum geli tersadar dari lamunannya,

Namja tampan itu menarik dagu Kyuhyun perlahan dan mengecup sudut bibirnya dengan lembut, lalu berbisik pelan selagi hidung mereka bersentuhan dengan nafas memburu. Ia pun berujar kata magis baginya.

“Saranghae, nae sarang.”

Wajah pucat Kyuhyun yang memerah, kini semakin memerah, hampir saja namja manis itu mimisan menahan gejolak tekanan darah yang tiba-tiba diotaknya. Dengan cepat dia menepis jemari kekar namja tampan itu dari wajahnya.

Kyuhyun berpaling melihat kearah lain, ia tidak sanggup menatap mata yang penuh cinta itu.

Karena malu

Walau begitu jemari mereka masih bertautan. Namja tampan itu tersenyum lembut lalu menangkup sebelah pipi kekasihnya. Mungkin ini salah satu hal yang selalu membuat dia semakin tenggelam dalam pesonanya. Namun sejenak dia sadar jika Kyuhyun sedang mabuk membuatnya sedikit sedih.

“Chiiincin siiiiaaa-pa i-iiini?”

Tanya Kyuhyun melihat sebuah logam putih yang melingkar dijemari namja tampan itu.

“Cincin tunangan kita sayang.”

“Wah!!! Aku sudah tunangan dengan Choi Siwon! Yeaaaahh~” Jeritnya seperti gadis abg sambil menangkup kedua pipi tembamnya lalu bergoyang dengan lucunya.

“Nee~, kita sudah bertunangan. Apa kau senang?”Oke, namja tampan itu juga mabuk. Walau dirinya mulai lelah namun ia menikmati menuruti sisi lain kekasihnya saat mabuk.

“Tentu saja! Lalu kapan kita akan menikaaah?” Kyuhyun bergelanjut manja dilengan namja tampan itu lalu mendekatkan wajahnya.

Walau sedang mabuk, tapi Kyuhyun menatap kekasihnya intens, tetap dengan bau alkohol yang kuat menyeruak.

‘Sebenarnya berapa botol yang dia habiskan malam ini?’ Pikir namja tampan itu.

Kyuhyun adalah peminum yang kuat seperti yang diketahui banyak orang, namun hangover bukanlah hal yang mudah dijumpai dari seorang Cho Kyuhyun.

Pertanyaan aneh apa yang dia tanyakan lagi? Padahal minggu kemarin Kyuhyun sudah setuju pada minggu kedua musim semi mereka akan menikah.

Pertanyaan sederhananya sedikit membuat hati namja Choi itu senang, dan sakit bersamaan.

‘Bagaimana kau lupa hmmm? Padahal kau sendiri yang meminta waktu pelaksanaannya.’

“Saat sakura bermekaran, kita mengucap janji.” Ucap namja itu akhirnya.

“Lalu kita akan berdansa dibawah huuuujaaaan~”

Dengan langkah terseok Kyuhyun berjalan, menggapai sebuah tiang untuk penyangga, lalu ia berputar-putar disana mengadahkan tangan seakan hujan turun dalam apartemen mereka.

Dengan panik namja tampan itu menghampiri kekasihnya, takut terjadi hal berbahaya padanya. Well, dia mabuk tentu dia tidak sadar apa yang dilakukannya.

Namiun tiba-tiba Kyuhyun terdiam, namja yang dipanggil Siwon itujuga ikut terdiam dan berhenti. Namun detik selanjutnya matanya membelak melihat jemari lentik Kyuhyun mulai melepas kancing kemejanya.

“K-kyu…apa yang…”

“Akk-ku ingin pole dance~”Ucap Kyuhyun penuh gairah membuat namja tampan itu meneguk ludahnya kasar.

“Sayang, itu berbahaya. Kita bisa melakukannya lain kali okay?!” Cegah namja itu memegang jemari lentik Kyuhyun di tiga kancing teratasnya. Matanya sedikit berkilat melirik kulit susu dibalik kemeja yang tersingkap itu seolah meminta lidahnya untuk menjilat setiap jengkalnya.

Dia cukup tergoda namun tidak mabuk, namja sadar manapun diluar sana yang melihatnya pasti juga ikut drolling melihatnya.

“Shirreo!! Apa kau tidak suka dengan dance ku?” Tanya Kyuhyun membuat namja itu tersadar dan melihatnya.

Oh tidak~ mata cantik itu berkaca-kaca dengan tatapan kecewa, namja tampan itu tidak suka dengan situasi ini.

“Bu-bukan seperti itu, aku hanya tidak ingin kau terluka sayang.”

“Lalu kenapa kau tidak menghadiri musikalku? Tapi kau selalu memintaku melihat dramamu?! Kau jahat Choi Siwon!”Kyuhyun mulai berteriak meninggikan suaranya, ia terus memukul dada kekar itu dengan susah payah.

Bahkan ia selalu kembali mengungkit masa yang telah lewat. Dengan air matanya mulai menjadi anak sungai, emosinya menjadi meledak-ledak membuat namja tampan itu terdiam.

Perasaan bersalah yang tidak seharusnya, membuat namja itu terpaku tidak dapat berbuat apapun. Kyuhyun yang dia tahu Kyuhyun yang kuat, dia tidak pernah melihatnya menangis setelah kejadian setahun yang lalu.

Bahkan disaat dia berhenti menjadi idol grup dia tetap mengadahkan kepalanya tersenyum kepada peggemar.

Siapa yang tahu sosok yang penuh senyuman manis dipipi chuby nya menyimpan seribu rahasia miris yang selalu dia pendam. Wajah polos dan manis yang selalu tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa, walau ternyata didalamnya penuh luka.

Namja tampan itu tahu jika hari ini adalah batas kemampuan Kyuhyun bertahan, sampai akhirnya ia membiarkan dirinya terpengaruh pada efek alkohol sebagai pelampiasannya.

“Kau selalu meninggalkanku sendirian!!! Kau egois Siwon!!Bagaimana kau bisa selalu berbuat seperti itu? Bagaimana kau selalu membuatku menghadapinya sendirian? Kau selalu menutup mata seolah semua baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun dengan wajah terluka.

Lututnya terasa lemas, namja manis itu pun jatuh terduduk usai merancau mengeluarkan segala rasa kecewanya. Namja tampan itu menatap nyeri kekasihnya yang begitu rapuh, lalu perlahan merengkuh bahu kecil yang masih bergetar itu dalam pelukan.

Kyuhyun tidak bisa menolaknya, dan namja tampan itu hanya bisa merapalkan kata maaf berulang, seolah itu adalah kata ajaib yang dapat menghapus segala kesedihan.

Bisakah? Sesekali dia berharap kepada Tuhan agar beban kekasihnya dia saja yang menanggunya, jangan Kyuhyun.

“Apa kau tahu betapa brengseknya dirimu?”Ujar Kyuhyun lirih bergetar penuh kekecewaan.

“Arra, tapi kau mencintai namja brengsek itu dan kau akan selalu mencintainya, sayang.”

Sekali lagi namja tampan tertohok oleh realita yang selalu ia ketahui, dadanya sakit namun dia tetap memberikan seluruh cinta untuk kekasihnya.

Bibir tipisnya bergerak perlahan mencium lembut kening dengan sedikit surai kecoklatan yang berantakan itu. Kyuhyun menerimanya dengan mata terpejam, walau masih terisak namun ia sudah lebih tenang, menikmati harum maskulin kekasihnya yang menguar bercampur aroma alkohol dari dirinya.

Selanjutnya tangan kekar namja tampan itu mengangkat tubuh Kyuhyun kekamar, itu bukan hal yang sulit, berat badan kekasihnya banyak mengalami penurunan setahun terakhir. Pipinya yang dulu chubby berisi sekarang sedikit tirus bahkan jakunnya terlihat dengan jelas saat dia menengadah.

Banyak hal berat yang selalu Kyuhyun simpan sendiri membuat tubuhnya ikut menjadi rapuh.

Kelopak indahnya yang sedikit tertutup memandang kosong dengan jejak air mata pada sudut matanya. Banyak yang berkata jika mata indahnya selalu bersinar ceria namun yang dia lihat pandangan kosong yang kehilangan cahayanya.

Perlahan dia membaringkan Kyuhyun ditempat tidur, lalu sedikit merapikan kemejanya yang terlepas sana sini menggoda matanya. Namja tampan itu membenarkan anak-anak rambut namja manis itu dan menyelipkan kebelakang telinganya.

Setelahnya ia memberikan kecupan lembut pada dahi Kyuhyun sebagai ucapan selamat tidur.

“Siwon-”Panggil Kyuhyun.

Seketika tangannya terasa dicekal erat, membuatnya urung beranjak dari pinggiran kasur.

“Jangan tinggalkan aku.” Ujar Kyuhyun lirih isyarat memohon.

“Aku akan disini hingga kau tertidur.”Ujarnya duduk disamping ranjang memandang Kyuhyun sendu dan penuh kasih sayang.

“Bukan, bukan itu yang aku mau. Bisakah kau menciumku?”

“Sekarang? Tidak mungkin.”

Kyuhyun langsung menggeleng kuat, memajukan bibirnya dan memejamkan mata berharap mendapat sambutan dari kekasihnya itu.Bibir jokernya tersenyum manis saat namja tampan itu tidak menghindar.

Jemari Kyuhyun meraih tengkuknya dan mengecup bibir kekasihnya penuh perasaan sayang dengan sedikit lama,. Tanpa lumatan, tanpa paksaan, hanya menempel satu sama lain hingga dia melepas tautan mereka.

Namja tampan itu tersentak saat menyadari Kyuhyun terisak kembali.

“Ba-baby…”

“I want more, do me! Please~ ”

Kyuhyun mulai menangis namun tidak melepaskan tengkuk namja tampan itu yang menatapnya tidak percaya.

Bagaimana kau sanggup mencium orang yang sedang menangis karena kesalahanmu? Namja tampan itu tidak sanggup melakukannya, dia tidak se-brengsek itu untuk melakukannya disaat kekasihnya sedang mabuk.

Namun Kyuhyun tidak mengerti hingga ia kembali mengambil inisiatif dengan menabrakkan bibirnya dengan cepat. Tanpa bisa menghindar bibir namja tampan itu membentur giginya. Namun ia langsung mengigit bibir pria yang enggan menciumnya itu hingga dia mengerang.

Lumatannya beringas dan menuntut seakan tidak ada hari untuk esok.Ciuman yang terburu-buru menyalurkan segala perasaan kecewa yang dirasakannya.

“Kyuhyun?” Panggilnya dan melepas ciuman sepihak itu. “Waeyo?” Tanyanya lirih.

Namja tampan itu sedikit kecewa dengan apa yang dilakukan kekasihnya. Sedikit rasa anyir dari darah dibibirnya, namun bukan itu sakit yang dia rasakan.

Merasa diabaikan, Kyuhyun beralih ke dagu dan lehernya membuat tanda kemerahan yang lebih nampak bagai sebuah bekas gigitan. Kemudian ia terisak dan kembali memohon.

Kyuhyun yang selalu menjunjung tinggi harga diri, tapi bisa memohon seperti ini disaat rapuhnya. Bagaimana ia bisa menolak dan mengabaikannya?

Ah tidak, dia tidak bisa melakukannya meski sebagian dirinya ingin memberikan apapun untuknya. Tapi kali ini meski kekasihnya menangis meraung kepadanya, ia akan bertahan.

“Maafkan aku sayang, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi, sekarang tenanglah, saat ini bukan waktu yang tepat.”

“Siwonnie, I need you~” Pinta Kyuhyun.

“Baby, bukankah aku sudah berjanji heum? Aku sangat mencintaimu, aku berjanji tidak akan pernah membuatmu terluka, mianhae~ jeonmal mianhae.” Tangannya mendekap erat tubuh Kyuhyun yang masih bergetar dalam tangisan tanpa suara.

Melihat kesedihan mereka, airmata namja tampan itu pun tumpah, dadanya ikut ngilu merasakan sesak yang tidak berujung hingga membuatnya semakin pusing.

Dan malam itu mereka menangis dalam diam hingga akhirnya lelah dan tertidur dalam hangatnya pelukan.

.

.

.

Keespkan harinya.

Mata bulat Kyuhyun mengerjap cepat hingga akhirnya terbuka perlahan melawan rasa berat pada kelopaknya. Namja manis itu menerawang cahaya yang masuk pada sela-sela jendela kamar yang tidak asing baginya.

Beberapa detik kemudian Kyuhyun kembali mengingat kenapa ia bisa sampai ditempat tidur yang nyaman itu. Detik selanjutnya ia tersenyum bodoh menepuk dahinya sendiri lalu memandangsisi lain tempat tidur berharap menemukan namja itu.

Tubuhnya terasa remuk, lengannya seakan ingin lepas dari tubuhnya, kepala seolah ada beban berton-ton menghantamnya. Dengan susah payah Kyuhyun duduk lalu memijat pelipisnya, matanya masih perih karena terlalu banyak menangis semalam. Tentu saja dia ingat apa yang terjadi semalam meski sebenarnya dirinya tidak ingin mengingat apa yang sudah ia lakukan.

Tiba-tiba saja bau aroma spagetti menyeruak mendominasi, mengalahkan aroma lily diruangan itu. Kyuhyun langsung tersenyum dengan apa yang dilakukan namja tampan itu pada bagi buta begini hingga membuatnya penasaran dan ingin segera melihatnya.

Sesaat setelah berdiri, Kyuhyun baru menyadari jika dia menggunakan baju milik kekasihnya, bahkan dia menggunakan boxernya juga. Karena pantatnya tidak sakit, namja manis itu tidak berpikiran buruk akan kekasihnya. Malah seharusnya dia yang mengkhawatirkan namja itu karena ulahnya semalam.

Dengan susah payah Kyuhyun meraih gagang pintu dan berdiri sejenak bersandar pada kusen pintu untuk menetralkan pusingnya. Namun sebuah suara mengejutkannya.

“Hey, aku baru saja akan kekamar, kenapa bangun?”Tanya namja tampan itu melihat Kyuhyun disana.

Kekasih manisnya itu berdiri seperti menggelayut sepenuhnya pada daun pintu itu.

“Aku tidak menemukanmu.”Jawab Kyuhyun lemah sedikit menyirit, pusing menghampirinya ketika dia berusaha berbicara.

“Bisa berjalan?” Tanya namja tampan itu.

Dengan cepat langkah- langkah panjangnya menghampiri Kyuhyun yang kesusahan untuk menyeimbangkan dirinya. Namja itu memegangi tubuhnya sigap agar tidak terjatuh, membuat Kyuhyun tersenyum simpul dengan segala gesture perhatian yang diberikan kepadanya.

“May I?” Namja tampan itu menatap Kyuhyun lembut meminta izin untuk menggendongnya, dan ia pun mengangguk lemah. Dan…

Hap, Namja tampan itu menggendongnya Bridal Style.

Seringkali Kyuhyun heran bagaimana bisa kekasihnya itu mengangkatnya dengan mudah. Namun detik berikutnya wajahnya langsung memerah karena ia merasa seperti seorang yeoja dimalam pertama mereka.

Kepala Kyuhyun bersandar pada dada kekasihnya itu yang tertutup oleh kemeja berwarna putih dan ia bisa mencium wangi shampoo disana.

“Maafkan aku semalam, aku begitu merindukannya.” Ujarnya pelan.

“It’s okay beib, tapi lain kali jika kau ingin hangover lagi kita lakukan bersama. Jangan hanya mengajak Changmin aku kasihan padanya sering kau tampar saat hangover.” Pria itu tersenyum jahil menunjukkan giginya usai mendudukan Kyuhyun di kursi dapur.

“Paboya!!”Gerutu Kyuhyun kesal, namun tetap menerima mug dan aspirin dari kekasihnya itu.

Mata Kyuhyun menyirit menyadari ada yang salah dengan bibir kekasihnya, “Apakah kau habis terbentur sesuatu, dan dilehermu oh noo~”

“Apa? Ini? Aku digigit kucing.” Jawab namja itu asal.

Mata Kyuhyun mengerjap tidak percaya.”M-mwo??”

“Cih kau tidak ingat ya?”Ujarnya berakting kesal sambil membuka kancing kemejanya memamerkan bercak merah di dagu, leher bahkan dadanya.” Kucingnya ganas.”

“Astaga?! Aku seliar itu?”

Tangan lentik Kyuhyun menutupi mulutnya namun perlahan menurunkannya dan nampaklah bibir mengerucutnya yang mirip gesture ikan koi. Namja manis itu menatap horor kissmark dileher kekasihnya.

“Aku yang tidak hangover pun sampai harus meminum aspirin menghadapimu, baby.”

Ucap namja tampan itu melebihkan, padahal sebelumnya dia meminum cukup banyak kaleng bir. Hanya saja dia menyukai ekspresi lucu kekasihnya itu. Memerah, merona dengan imutnya seperti seorang…hemmm, marmut?

Mungkin Kyuhyun akan marah jika dia mengetahui apa yang dipikirkannya. Tapi ucapan Kyuhyun selanjutnya membuat mulutnya terbuka dengan mata mengerjap.

“Saengil chukhae Andrew.”

“Kau ingat?” Tanya namja tampan yang bernama lengkap Choi Andrew itu.

“Mana mungkin aku lupa.”Lirih Kyuhyun usai menegak aspirin itu dan meletakkan mug-nya dengan perlahan.

“Just it?”Tanya Andrew. “Tidak ada hadiah?” Alisnya terangkat sebelah membuat Kyuhyun mendecak kesal melihat alis tebal itu.

“Heol, tadi malam aku merayumu sebagai hadiah, kenapa kau tidak memanfaatkan kesempatan emas itu?”Ucap Kyuhyun dengan mata membesar.

Oh, Kyuhyun mulai berani menantangnya saat ini. Lihatlah evil smirk khas miliknya itu. Dan Andrew bisa merasakan mood kekasihnya itu kembali membaik. Karena itu ia juga akan bersikap seperti biasanya.

“Hei, calon menantu choi dengar. Aku Choi Andrew tidak sebrengsek Choi Siwon yang meninggalkanmu. Bukankah aku sudah berjanji padamu?”Ia membuat jemari mereka bertautan dan mengenggam lembut jemari Kyuhyun untuk menyakinkan janjinya.

Ya, Choi Siwon dan Choi Andrew, saudara kembar Choi yang lahir ditanggal yang sama dengan kemiripan yang luar biasa. Dan Andrew yang lebih dulu lahir menjadi hyung dari Choi Siwon,yang merupakan kekasih Kyuhyun setahun yang lalu.

Mungkin ini sedikit kasar menyebut adiknya sendiri sebagai seorang brengsek, namun dia cukup brengsek hingga membuat namja manisyang pernah menjadi kekasihnya menangis sendirian.

Setidaknya Andrew sudah berjanji agar tidak membuat namja indah itu terpuruk sendirian, dia akan menjaganya mengisi harinya namun bukan sebagai pengganti Choi Siwon.

“Maafkan aku, semalam aku bicara kasar ya?”Ujar Kyuhyun merasa bersalah, sedang Andrew hanya mengangguk sambil memberikan sepiring pasta untuknya.

“Tidak, aku sudah mendengar semuanya.” Sahut Andrew santai menuangkan jeruk hangat pada mugnya.

“Kau tidak membenciku?”

“Untuk apa? Kau tahu aku sudah berjanji tentu aku sudah menyerahkan semuanya padamu?” Andrew tersenyum manis menampilkan dimplenya.

Kyuhyun tersenyum lembut lalu bibirnya mendekati telinga Andrew dan berbisik pelan.

“Aku mencintaimu, Andrew.”

Andrew sedikit tercekat, ia sangat berharap tidak ada yang salah dengan pendengarannya. Bahkan namja tampan itu meyakinkan pandangan Kyuhyun yang tidak lagi mabuk seperti semalam.

Tiga kata yang selalu dia harapkan akhirnya keluar dari bibir itu membuatnya tidak kuasa menahan haru. Namja tampan itu langsung meraih Kyuhyun dan memeluknya dengan erat meski namja manis itu sedikit menggerutu karena badannya yang masih sakit.

Andrew tidak peduli, ia masih tidak percaya dan tidak dapat membendung perasaannya yang meluap-luap.

“Terima kasih selama ini terus berada disisiku.” Ucap Kyuhyun tulus. “Kau terus bertahan dalam duka kehilanganku dan tetap mencintaiku.”

“Baby…”

“Sudah membuatmu menunggu lama, jeongmal mianhae.” Kyuhyun tersenyum manis melihatnya membuat Andrew memeluknya kembali.

Namja tampan itu begitu terharu akhirnya Kyuhyun sudah menerimanya sebagai dirinya, bukan sebagi pengganti Siwon. Selama setahun ini ia terus menemani Kyuhyun setelah Siwon pergi. Dan selama itu pula namja manis itu menderita kehilangan kekasih yang sangat dicintainya.

Andrew bertahan disisinya dan selalu menjadi pelampiasan saat Kyuhyun kembali mengingat Siwon. Tapi sekarang, namja manis itu menerimanya. Walau kesedihan itu akan kembali datang, tapi Andrew akan tetap setia.

Tiga kata indah itu hadiah luar biasa yang lebih dari cukup baginya,

Karena jauh dari dalam sana… Choi Andrew tahu Choi Siwon tidak akan pernah terjamah oleh siapapun didalam relung hati Kyuhyun.

**

One year ago.

Gangwando Gangnam kami melaporkan telah terjadi insiden kecelakaan beruntun pada dini hari pukul 23:12 waktu setempat. Sebuah mini bus, sepeda motor, bus dan sebuah mobil pribadi dinyatakan mengalami tabrakan setelah minibus menghantam mobil pribadi itu keluar dari jalur.

Masih belum diketahui berapa korban jiwa semuanya, namun dikabarkan pemilik mobil pribadi itu dikenal sebagai seorang idol dari sebuah grup band super junior, dan ia telah menjadi korban dalam insiden kali ini.

Keesokan harinya pemakaman dilakukan secara tertutup yang hanya dihadir oleh keluarga terdekat dengan teman dan rekan kerja yang telah masuk dalam daftar list keluarga mereka. Andrew choi kakak dari Choi Siwon menghadiri pemakaman adiknya, dan menjadi wakil untuk meminta maaf kepada seluruh crew super junior dan agencynya.

Dan hari itu,

Andrew Choi bertemu kekasih adiknya didepan peti jasad Siwon, dengan wajah yang basah oleh airmata. Siapapun yang melihatnya pasti ikut merasakan sakit yang diterima Cho Kyuhyun. Namun tiba-tiba namja manis itu menatap lekat dirinya dan memohon dengan kalimat.

“Ja-jangan tinggalkan aku.”

Fin.

Special thanks for Ms. Vie and Happy Birthday!!!

Note : Hai My Lovely Readers~ pertama2..do’akan Siwonnie selalu sehat dan bahagia nee.. daaan ini ff salah satu author Wonkyu yang masih suka ngumpet, namanya ada diatas sana kan, rencananya mau dijadiin ff untuk Ultah Siwonnie, tapi malah dikirim ke Vie, anggap aja ‘Hadiah Ultah’ katanya..

Ya udin, Vie ijin share disini.. Baca ne~ jangan lupa koment..

Vie masih nyelesaian Are We, Another Story, sequel Spg

Ps. Udah Vie edit, kalo masih Typo..salahkan mata 4 Vie.

Sampai jumpa lagi.

You Will Be Mine

Vzurly proudly present~

New FF,

**

YOU WILL BE MINE

Cast     : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Lee Donghae, Lee Hyukjae

Pairing : Wonkyu of course

Genre  : School-life, Dark, Romance, Fluff

Lenght : Oneshoot

Warning: BoysLove, Plot berantakan, Cerita Suka-suka saya. DLDR

Summary: Kehidupan remaja dan sekolah akan sangat menyeramkan bagi seseorang yang pernah mengalami kisah yang menyakitkan didalamnya. Tapi, jika ada seorang, satu orang saja yang bersamamu, semua akan berjalan dengan indahnya sebagaimana indahnya masa remaja.

*From Manga Rouge*

Hai-hai Lovely Reades~

Vie datang lagi bawa ff baru, temanya sekolah..ide dari Ms. Moly yang sangat suka baca komik. Jadi semuanya berdasarkan ide cemerlangnya dan ditambah dengan kelebayan saya..maka beginilah jadinya.

Jangan mual atau muntah apalagi Diare ya? Vie buat ini dengan penuh cinta.

Ahahaha~

Selamat membaca…

**

Seoul Korea Selatan

Musim semi memasuki puncaknya, bunga-bunga bermekaran dengan indahnya diluar bangunan, di taman dan disetiap tempat yang ada di Seoul. Kota besar yang dipenuhi dengan bangunan indah dengan kemegahannya. Salah satunya bangunan Sekolah yang didirikan oleh pengusaha-pengusaha terkaya yang ada di negeri gingseng tersebut.

Haesung Senior High School.

Sekolah Senior High dengan bangunan megah penuh ukiran itu memiliki seragam yang terdiri dari blazer dan celana/rok navy blue dipadu dengan rompi abu-abu dan kemeja putih didalamnya. Sekolah ini juga lain dari sekolah yang ada diseluruh penjuru Seoul, karena ia hanya menerima murid namja saja.

Berbeda dengan sekolah lainnya yang menerima murid campuran. Sepertinya pemilik sekolah itu ingin mengikuti negara jepang yang memiliki sekolah untuk yeoja dan namja yang terpisah.

Tapi apapun itu, sekolah itu hanya dipenuhi dengan namja tampan yang berasal dari keluarga kalangan atas dan bawah. Tidak ada perbedaan status disana karena sekolahnya menganut sistem kebebasan.

Bahkan didalamnya para namja yang menganggap dirinya kuat membuat geng masing-masing untuk menunjukkan diri sendiri. Hanya yang paling kuat yang bisa berdiri diatas dan menjadi ketua dari segala yang kuat. Walau dilarang, semuanya akan sia-sia karena mereka semua namja.

Dan sekolah itu tidak mempermasalahkannya, asal mereka tetap belajar dengan benar dan tenang. Salah satunya, kelompok paling kuat yang disegani seluruh sekolah itu, bahkan para dewan guru memberi mereka wewenang lebih untuk mengatur siswa yang membuat masalah.

**

“Hei, aku dengar anak baru masuk di kelas dua.” Ucap salah satu namja yang saat ini sedang beristirahat diatap bersama kelompoknya.

Namja yang dipanggil itu hanya melihat kebawah dimana beberapa namja lain sedang berkumpul dan bercengkrama dengan senangnya. Ia sibuk memerhatikan murid kelas dua yang menarik perhatian itu, sampai tidak mendengar perkataan temannya.

“Wooi! Kau dengar tidak?” Tanya namja tinggi semampai itu.

“Iya, iya aku dengar, dia kelas dua kan?”

“Ne, banyak siswa kelas dua mengikutinya bahkan kelas satu juga mulai membicarakannya, kau tidak takut?” Jawab namja itu lagi.

“Apa yang kau risaukan Kangta?” Tanya namja itu pada namja yang bernama Kangta.

“Ani, dia pasti akan jadi boss baru.” Jawab Kangta dengan wajah datarnya.

Saat itu, suara langkah kaki mendekati mereka, membuat keduanya berpaling melihat kearah yang sama. Namja tinggi kurus dengan rambut coklatnya berjalan santai kearah mereka dengan berbagai makanan didalam pelukannya. Dibelakangnya namja lainnya mengikuti dengan wajah grumpy dan tidak ada kehidupan sama sekali.

“Darimana Chwang?” Tanya Kangta.

“Aku ke kantin hyung, Yunho hyung kau mau makan?” Tanya namja yang bernama Shin Changmin itu.

Sedang namja tampan yang dipanggilnya hyung itu hanya menggelengkan kepalanya dan melihat kebelakang Changmin. “Ah, Kyu~ anak baru itu setingkat denganmu.” Ucapnya.

Namja yang dipanggil Kyu itu hanya menatap Yunho tanpa kata-kata dan terus mendekati mereka sampai ke pinggiran atap.

“Apa kau ingin menyapanya?”

“Haruskah?” Tanya Kyu, atau yang lebih dikenal dengan Kyuhyun.

“Up to you, boy~” Jawab Yunho mengacak lembut rambut namja tinggi nan putih pucat itu sementara dua namja yang lain hanya menggelengkan kepala mereka.

**

Jung Yunho, namja tampan dengan badan sempurna dan ketua dari kelompok yang paling disegani diseluruh sekolah itu, selain sebagai senior tingkat tiga, dia juga dikenal dengan kekuatannya, kekuasaannya juga ketampanannya.

Kangta, kaki tangannya dalam melakukan perbaikan dan kedisiplinan di sekolah itu. Namja tinggi, juga tampan dengan rambut hitamnya itu selalu berbicara dengan semua informasi yang diketahuinya.

Sedangkan Shim Changmin, anggota kelompok itu yang selalu mencari makanan dimanapun kapanpun ia merasa lapar. Namja tampan dan paling tinggi diantara mereka itu hidup hanya untuk makan.

Dan yang terakhir Cho Kyuhyun, satu-satunya murid kelas dua yang memiliki wajah cantik dengan mata bulat seperti boneka, juga kulit mulus seperti yeoja. Ia selalu berada disisi Yunho dengan wajah datar tanpa ekspresinya.

Keempat namja itu merupakan geng terkuat yang ada disana dengan hampir seluruh senior tingkat tiga mengikutinya. Walau geng kecil lainnya tetap ada disana, tapi tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan seorang Jung Yunho.

“Mereka seolah menjadi pemilik sekolah ini.” Ucap Lee Hyukjae salah satu murid tingkat dua atau kelas 2-1.

“Yunho-ssi memang tidak terkalahkan, kau tidak bisa menyainginya.” Ucap namja lain yang bernama Lee Donghae.

“Mm, aku tidak berniat menyainginya.” Jawab namja tampan yang baru masuk ke kelas mereka.

Choi Siwon, namja tampan dengan dua lesung pipinya menjadi murid pindahan dan langsung menempati kelas dua. Disana ia langsung menemukan teman disampingnya, Hyukjae dan Donghae. Bahkan baru dua hari ia disana, seluruh kelas itu mengikutinya dan menjadikan Siwon pemimpin mereka.

“Aku tidak mau memicu pertengkaran, lagipula mereka tidak menyinggungku.” Ucap Siwon lagi.

“Ya, ya, ya, lebih baik kau tidak usah mengenal mereka, dengan begitu hidupmu akan damai.” Jawab Hyukjae.

“Tapi, apa mereka sering berkelahi? Sesama murid?” Tanya Siwon lagi.

“Ahh, ani~ mereka hanya meluruskan yang belok dan menempatkan semua diatas peraturan, ya~ walau dengan kekerasan tapi semua mematuhinya.”

“Kau tahu kita semua namja, tidak akan mempan jika hanya berbicara.”

“Arraseo~” Jawab Siwon cepat.

Namja tampan itu duduk bersandar dikursinya dengan tangan didalam saku celananya lalu melihat keluar. Hyukjae dan Donghae hanya bisa mengagumi postur Siwon yang seperti melakukan pemotretan di sebuah majalah.

Namun tiba-tiba ia bergerak cepat dan melihat keluar jendela dimana para namja yang mereka bicarakan tadi melewati lapangan. Mereka semua keluar dari gedung belakang sekolah dengan pakaian yang sedikit berantakan.

“Sepertinya mereka baru pulang berperang.” Celutuk Hyukjae.

“Mereka menangkap siswa yang menjual narkoba.” Ucap seseorang tiba-tiba.

“Mwoo?” Mata namja itu langsung beralih pada asal suara.

“Ryeowookie, yang benar saja?” Tanya Donghae.

“Ne, mereka sudah mengadilinya, beberapa luka dibadan dan wajah, masih lebih baik daripada DO.” Ucap namja imut yang bernama Kim Ryeowook itu.

Siwon hanya menganggukkan kepalanya dan kembali melihat kebawah dimana geng Yunho kembali ke kelas mereka. Dibelakangnya terdapat beberapa siswa yang berjalan tidak normal dan terlihat jelas mereka kesakitan.

Tapi, bukan itu yang menjadi perhatian Siwon sejak awal, sedari tadi ia melihat kelompok itu berjalan dengan penuh wibawa. Hanya satu yang begitu menarik perhatiannya, dia adalah namja yang berjalan beriringan disamping Yunho.

“Dia Kyuhyun.” Ucap Donghae tiba-tiba.

“Ne?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Dia Cho Kyuhyun, anak kelas 2-3, satu-satunya junior yang bisa berada dalam kelompok mereka.”

“Kenapa? Bukankah senior dan junior tidak akrab seperti itu.”

“Ne, tapi Kyuhyun pengecualian.” Jawab Hyukjae.

“Kenapa? Apa dia pacarnya Yunho?” Tanya Siwon cepat.

“Mmm, bisa dikatakan seperti itu.” Donghae menganggukkan kepalanya.

“Seluruh sekolah ini tahu, Yunho-ssi sangat menjaga Kyuhyun dan Kyuhyun akan melakukan apa saja untuk namja itu, mereka tidak dapat dipisahkan.”

Siwon kembali berpaling melihat kebawah dan menatap wajah putih Kyuhyun yang terlihat begitu cantik, untuk seorang namja. Wajah pucat itu datar tanpa ekspresi, tapi kecantikannya keluar.

“Mmm, aku rasa kau tidak perlu mendekati mereka, apalagi Kyuhyun.”

“Mwo?” Siwon langsung berpaling melihat temannya yang baru beberapa hari itu. “Memangnya kenapa dengan Kyuhyun?” Tanyanya.

“Kyuhyun hanya ingin bersama Yunho.” Jawab Donghae.

Ia bisa melihat wajah Siwon berubah keruh dan namja tampan itu kembali berpaling melihat Kyuhyun yang sudah menghilang masuk ke kelasnya.

“Dengar…” Ucap Hyukjae cepat langsung duduk didepan Siwon. “Kyuhyun tidak seperti yang kau kira.” Lanjutnya kemudian membuat namja tampan itu langsung melihatnya.

“Gosip yang beredar disini, saat penerimaan murid baru kelas 1, Kyuhyun yang memiliki wajah cantik langsung menjadi incaran senior kelas 3, mereka me….mmm, kau tahu…beramai-ramai.” Hyukjae tidak bisa mengatakannya secara jelas.

Wajah Siwon langsung pucat pasi mendengar cerita kelam yang dialami oleh Kyuhyun, padahal wajah tanpa ekspresi itu menyiratkan dia tidak ingin berurusan dengan siapapun.

“Wajah cantik yang misterius itu membuat mereka selalu mengganggu Kyuhyun, tidak ada yang bisa menentangnya karena mereka senior yang lebih kuat, bahkan mereka mengatakan ada ruangan khusus tempat Kyuhyun memuaskan senior kelas 3.” Lanjut Donghae.

“Sampai kali terakhir, Jung Yunho dengan beraninya mendobrak pintu ruang music lantai 3 dan membasmi para namja sialan itu.” Ryeowook berucap dengan mata yang berapi-api.

“Sejak itu, Kyuhyun selalu disampingnya dan akan membunuh siapapun yang menyentuhnya dan Yunho.”

Siwon terdiam beberapa saat dan menatap temannya itu dengan ekspresi yang tidak dapat dibaca. Setelahnya ia langsung berdiri dan keluar dari kelasnya untuk mencari udara segar. Tiga namja sahabatnya itu hanya bisa saling berpandangan sambil menaikkan bahu mereka.

Namja tampan itu berjalan dengan kedua tangan didalam saku celananya dan pikiran yang dipenuhi  dengan Kyuhyun. Bagaimana bisa namja selemah dan rapuh seperti Kyuhyun mendapatkan perlakuan yang tidak adil seperti itu?

Kenapa tidak ada yang membantunya? Kenapa mereka tega menyentuh kulit yang begitu putih itu? Semakin memikirkannya kepala Siwon semakin mendidih dibuatnya, bahkan kedua tangannya sampai terkepal didalam saku.

“Brengsek!!!” Umpat Siwon langsung meninju tembok yang ada disisinya.

Entah kenapa mendengar cerita itu tidak membuat Siwon ingin menjauhi Kyuhyun tapi, ia sangat ingin mendekati namja cantik itu. Bahkan ia berencana membunuh semua namja yang sudah menyentuh Kyuhyun.

“Siwon!! Kemarilah!!” Panggil seseorang tiba-tiba.

“Hae-ah? Waeyo?” Tanya Siwon begitu melihat teman sekelasnya itu.

“Aku dengar…”

“Dengar apa?”

“Kyuhyun dicegat senior kelas 3, diluar gerbang.”

“Mwo??”

“Mereka bukan pengikut Yunho, tapi yang menaruh dendam padanya.”

“Apa yang harua kita lakukan? Yunho-ssi tidak ta… Siwon tunggu?!!” Seru Hyukjae saat Siwon sudah berlari meninggalkan mereka.

Sambil mendecak lesal, keduanya pun segera berlari menyusul namja tampan itu ke gerbang. Namun begitu tiba disana mereka langsung berhenti saat melihat Siwon berdiri diam tidak bergerak.

Didepan mereka, beberapa namja tergeletak dengan wajah biru lebam dan terlihat babak belur. Sementara namja yang mereka takutkan terjadi apa-apa padanya, sedang berdiri santai sambil menyapu debu ditasnya.

“K-kyuhyun?” Ucap Donghae tanpa sadar.

Seketika Kyuhyun berpaling melihat mereka dengan wajah datarnya. Saat itu Siwon tahu bibir namja cantik itu mengeluarkan darah segar dipinggirnya.

“Kalian temannya?” Tanya Kyuhyun datar.

“B-bukan..ka-kami…” Gugup Hyukjae.

“Ohh, lalu untuk apa disini?” Potong Kyuhyun cepat.

“Kami hanya lewat.” Jawab Siwon tidak kalah cepat.

“Oh~” Gumam Kyuhyun lalu segera berjalan meninggalkan namja-namja pingsan itu tergeletak disana.

Sementara Siwon dan dua temannya hanya bisa menganga lebar menatap kepergian Kyuhyun yang tanpa beban.

“Kyu!!” Panggil Siwon tiba-tiba.

Kyuhyun yang sudah hampir jauh langsung berdiri mendengar nama kecilnya dipanggil orang asing. Selanjutnya ia pun berpaling perlahan melihat Siwon dengan tatapan tajamnya.

“G-gwenchana?” Tanya Siwon tanpa segan.

“Paboya!!” Jawab Kyuhyun.

Lalu namja cantik itu segera pergi berjalan meninggalkan Siwon yang masih terpaku ditempatnya. Sementara Donghae dan Hyukjae hanya bisa menghela nafas kemudian mereka pun menarik Siwon pergi darisana.

Setelahnya Siwon tidak bisa menghilangkan wajah Kyuhyun dikepalanya, setelah melihatnya begitu dekat. Namja tampan itu seperti tertarik untuk melihat namja cantik misterius itu lagi dan lagi.

Sampai hari berikutnya.

“Yo, Siwon mau kemana?” Tanya Hyukjae.

Namja tampan temannya itu ingin pergi lagi padahal ia baru saja tiba dan meletakkan tasnya di meja. Tapi memang kelas mereka belum memulai pelajarannya.

“Aku harus ke suatu tempat.” Jawab Siwon.

“Kemana?” Tanya Donghae penasaran.

“Sebentar…” Siwon langsung melesat keluar dari kelasnya.

“Kenapa dia?” Hyukjae melihat temannya.

“Molla~” Donghae menaikkan bahunya tidak mengerti.

Sementara itu namja yang mereka bicarakan sedang berjalan tergesa-gesa menuju suatu tempat. Tidak lain tidak bukan, itu adalah kelas 2-3 yang tidak jauh dari kelasnya 2-1. Dan disana tentu saja Siwon ingin bertemu dengan seseorang.

Namja yang tidak pernah keluar dari pikirannya sejak kejadian di sekolah kemarin. Tanpa aba-aba, begitu sampai disana Siwon langsung memanggil nama namja cantik itu dengan keras.

“Kyuhyun!!”

“Mwo? Siwon?” Tanya siswa yang lain.

“Ck!” Gumam Kyuhyun berpaling melihat ke luar jendela.

“Cho Kyuhyun!!” Panggil Siwon langsung masuk ke dalam. “Kyuu~”

Seketika Kyuhyun mnendang kaki mejanya hingga menimbulkan bunyi yang keras. Semua siswa yang ada disana tersentak kaget termasuk Siwon sendiri. Namun nanja cantik itu langsung berdiri dan segera keluar dari sana.

Siwon yang masih tidak menyangka hanya bisa terdiam didalam kelas itu dengan tatapan kosong. Namun detik selanjutnya ia langsung berlari mengejar namja cantik yang sudah memikatnya itu.

“Kyuhyun!!” Panggil Siwon lagi. Tapi Kyuhyun pura-pura tidak mendengarnya.

Sampai akhirnya Siwon berhasil mengejar dan menarik tangan Kyuhyun agar ia berhenti. Dan benar saja, namja dengan kulit putih itu langsung terdiam tak bergerak saat tangan Siwon menyentuhnya.

Namun detik selanjutnya, kepalan tangan Kyuhyun langsung menghantam perut Siwon tanpa perlindungan. Siwon yang tersentak kaget hanya bisa diam terpaku dengan mulut terbuka. Dan otomatis genggamannya pun lepas dari pergelangan Kyuhyun.

“Yak!! Saekki-ya!!” Umpat Kyuhyun.

Langsung saja namja cantik itu berjalan meningalkan Siwon yang kini mengaduh perih diperutnya. Walau tidak begitu sakit, tapi tinju Kyuhyun bisa dikatakan hebat dengan tangan lentik nan putih itu.

“Heh~” Gumam Siwon. “Nan chua-yo.”

**

Dan setelahnya, tiada hari tanpa Siwon datang mencari namja berkulit cantik itu. Namja tampan itu mencari keberadaan Kyuhyun di kelas, di kantin, di koridor, bahkan namja tampan itu memasuki ruang Yunho dan gengnya untuk menanyakan Kyuhyun.

“Ahahahahaha~” Tawa Yunho di suatu siang.

“Apa ada yang lucu?” Tanya Kangta.

“Sepertinya Kyunnie sudah dekat dengan anak baru itu.”

“Mwo???” Mata bulat Kyuhyun langsung membesar dan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka.

“Aku akan selau mengikutimu!” Ucap Kyuhyun cepat membuat Yunho tersentak. “Aku akan melakukan apapun untukmu, Yunho-ssi.”

“Ahh, kau memang sangat menggemaskan! Sini~” Panggil Yunho.

Kyuhyun langsung mendekat dan Yunho pun menepuk-nepuk kepalanya penuh sayang. Bahkan ia juga mengacak rambut coklat Kyuhyun dengan gemasnya.

“Dia ingin berteman denganmu, jangan mengabaikannya, Kyu.”

“Ta-tapi…” Kyuhyun berusaha membantah.

“Kami akan lulus sebentar lagi, jadi kau harus punya teman yang sejajar.” Ucap Yunho dengan senyum menenangkan.

Kyuhyun hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya. Kangta dan Changmin melihat Yunho dengan tatapan curiga. Sementara namja tampan itu hanya tersenyum kecil dan kembali membaca beberapa komik yang sudah dibawanya dari rumah.

Keesokan harinya…

“Kyuhyuuuuuuun!!! Panggil Siwon begitu melihat namja cantik itu didepannya.

Saat ini mereka baru saja memasuki halaman sekolah dengan tas yang masih tersampir dibahu masing-masing. Kyuhyun yang berjalan tidak jauh didepan Siwon tentu mendengar panggilan itu. Namun begitu melihat namja tampan itu yang memanggil, Kyuhyun segera mempercepat langkahnya.

Siwon tertawa kecil melihat tingkah namja cantik itu dan memilih untuk mengejarnya sampai mereka masuk ke dalam gedung sekolah. Namja tampan itu langsung menarik tas Kyuhyun hingga namja incarannya itu berhenti berjalan.

Dan death glare yang mengerikan pun Siwon terima dengan suka rela.

“Annyeong Kyuhyun-ah~” Sapa Siwon.

“Lepaskan aku.” Desis Kyuhyun.

“Ah, bukankah seharusnya kau harus minta maaf?”

“Naega wae??” Tanya Kyuhyun tajam.

“Mm, kemarin itu kau memukulku, setidaknya kau harus minta maaf, Kyunnie.”

“Tidak akan pernah.”

“Ayolah Kyu~”

“Yunho-ssi mengatakan aku harus berteman denganmu, tapi apa gunanya? Aku tidak mau siapapun, aku hanya akan bersama Yunho-ssi.”

“Yunho-ssi? Aah, namja itu?” Gumam Siwon sambil menganggukkan kepalanya. “Kenapa harus dia?” Tanya Siwon.

“Mwo?”

“Tidak bisakah kau melihatku?”

“Heh!” Sinis Kyuhyun sambil melihat kearah lain. Lalu kembali berpaling melihat Siwon dan berucap dengan smirknya yang mengerikan.

“Dia…hidupku.”

Seketika tubuh Siwon terpaku ditempatnya, bahkan ia tidak sadar Kyuhyun sudah menarik diri dan menjauh. Lalu dengan smirk penuh kemenangannya, namja cantik itu pergi meninggalkan Siwon yang masih terdiam.

Setelah beberapa menit barulah Siwon mengerjapkan matanya lalu berpaling melihat kesana kemari. Kyuhyun sudah menghilang didepannya, namun senyuman memesona itu terasa masih dilihat Siwon dengan jelas.

“Lihat saja! Kau akan jadi milikku.”

Setelah mengucapkan itu dengan tegas, Siwon segera menuju kelasnya yang hampir memulai jam belajar mereka. Walau mencoba fokus pada pelajarannya, tapi kepala Siwon dipenuhi dengan kata-kata Kyuhyun sebelumnya.

‘Dia hidupku!’

Pikirannya kembali mengingat perkataan teman-temannya yang lain mengenai hubungan Kyuhyun dan Yunho. Berapa besar pengaruh namja tampan itu hingga Kyuhyun dengan gampangnya bisa menjawab seperti itu.

“Apa begitu besar?” Tanya Siwon tanpa sadar.

“Ne?” Tanya Donghae.

“Ah, a-aniya!”

Sampai pelajaran terus berlanjut Siwon tidak bisa konsentrasi, karena ia terus memikirkan cara membuat Kyuhyun mendekat padanya. Karena itu juga, begitu bel istirahat terdengar namja tampan itu langsung berlari keluar dengan cepat.

“Dia sudah gila.” Gerutu Hyukjae.

“Biarkan saja.” Jawab Donghae. “Kajja~”

Dua namja tampan itu segera menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang minta jatahnya. Dalam perjalanan keduanya bisa melihat Siwon mengikuti Kyuhyun yang berjalan menuju atap sekolah.

“Apa kau tidak tahu? Atau pura-pura tidak tahu?” Tanya Kyuhyun dengan wajah datarnya.

Siwon yang tidak mengerti langsung berjalan cepat hingga ia bisa melihat wajah Kyuhyun lebih dekat. “Apa maksudmu?” Tanyanya.

“Semua orang tahu siapa aku, tidak mungkin kau tidak mendengarnya, pasti mereka sudah menceritakan semuanya.”

“Kyu..”

“Aku namja yang dipakai semua senior kelas tiga, mereka pasti sudah mengatakan semuanya padamu. Aku bukan namja baik, seperti yang kau kira.”

“Aku memang mendengarnya, tapi aku tidak peduli.” Jawab Siwon serius.

“Huh!” Sinis Kyuhyun. “Apa kau juga mau melakukannya disini?” Tanyanya kemudian.

Siwon terpaku melihat mata Kyuhyun yang kelam dengan tatapan kosong, ia berbicara, tapi namja cantik itu tidak melihat matanya. Dan kini tangan tirus miliknya sudah bergerak membuka kancing kemeja atasnya.

“Ap-apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Bukankah ini yang kau inginkan?” Kyuhyun balik bertanya dengan sinisnya.

Mata Siwon membulat sempurna. “M-mwo? Ma-maksudnya?”

“Setelah mendengar semuanya, bukankah ini yang kau harapkan saat mendekatiku? Kau dan mereka sama saja…”

Bhuag!! Suara dinding yang dipukul dengan keras membuat perkataan Kyuhyun terhenti. Dan begitu sadar ia melihat Siwon sangat dekat dengannya dengan tangan yang terkepal di dinding.
Ya, Siwon menghantam dinding disisi kepala Kyuhyun dengan kekuatan penuh.

Entah mengapa kata-kata Kyuhyun membuat namja tampan itu terluka dan seketika kekesalannya ikut memuncak. Bahkan Kyuhyun yang melihat wajah dingin Siwon langsung bergetar dengan cemas. Apalagi selama ini ia tidak pernah lagi berada begitu dekat dengan namja lain.

“Ke-kenapa…k-kau…se-se….”

“Aku mendekatimu dengan tulus.” Ucap Siwon datar. “Jangan samakan aku dengan mereka, aku berbeda.”

“…..” Kyuhyun kehilangan kata-katanya.

“Ya, aku ingin melakukannya denganmu.” Ucap Siwon lagi dengan tangan yang menangkup pipi Kyuhyun. “Tapi tidak seperti ini.”

“Ke-ke..kenapa…”

“Aku jatuh cinta, untuk pertama kali, sampai kau jadi milikku, aku tidak akan memintanya.”

Setelah mengatakan itu, Siwon langsung berpaling dan meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku ditempatnya. Namun sayang Siwon tidak melihatnya saat pipi Kyuhyun merona dengan hebat sampai ketelinganya.

“Sialan!!” Kutuk Kyuhyun sambil menggenggam dadanya yang berdebar dengan kuat.

**

Jam pelajaran berikutnya pun dimulai, Kyuhyun yang masih berada diatap segera turun darisana. Ia bergegas menuju kelasnya namun pikirannya berkata lain. Saat tanpa sadar ia terus berjalan melewati kelasnya sendiri dan tiba di kelas Siwon.

Tapi saat melihat kedalam ruangan yang sudah penuh itu, Siwon tidak terlihat dimanapun. Sedikit khawatir Kyuhyun berusaha melihat lebih dekat membuat Donghae langsung menghampirinya.

“Waeyo Kyuhyun?” Tanya Donghae.

“An-animida~” Jawab Kyuhyun langsung berpaling dan meninggalkannya.

“Ahaha~ Dia sangat sopan.” Ucap Donghae. “Ahh, Siwon di UKS!!” Serunya kemudian.

Kyuhyun yang mendengarnya seketika berhenti dan melihat kebelakang. Namja tampan teman Siwon itu hanya menyunggingkan senyuman manis dan melambaikan tangannya. Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun langsung berjalan menuju ruang kesehatan sekolah itu.

Bahkan ia tidak peduli kelasnya sudah memulai pelajaran baru dengan guru mereka didepan kelas. Ia hanya ingin melihat Siwon karena ia tahu tangan namja tampan itu terluka saat tangannya menghantam dinding tadi.

“Paboya!” Gumamnya begitu sampai disana.

Siwon tertidur dengan nyaman diranjang UKS itu dan tangannya benar-benar terluka dan sudah dibalut dengan perban. Perlahan Kyuhyun mendekatinya dan melihat wajah tampan namja itu dengan seksama. Begitu tampan sekaligus polos yang membuat orang ingin menjaganya.

Detik berikutnya, tangan Kyuhyun bergerak dan menyentuh perban tangan Siwon dengan lembut. Tanpa sadar namja cantik itu menyunggingkan senyuman manis mengingat pembicaraan mereka tadi.

Namun saat mendengar suara langkah dari luar, Kyuhyun buru-buru masuk kedalam tirai disebelah Siwon. Disana juga terdapat ranjang single seperti yang ditempati namja tampan itu. Kemudian ia pun ikut berbaring disana dan menarik selimutnya sampai menutup kepala.

Wajah takut ketahuannya itu terlihat begitu menggemaskan, namun sayang Siwon tidak melihatnya. Beberapa saat kemudian, Kyuhyun juga memilih untuk tidur disana dan tidak kembali lagi ke kelas.

Namja dengan kulit putih itu pun terlelap menuju alam mimpinya yang tidak begitu indah.

**

Musim semi, siswa baru mulai berdatangan untuk memasuki kehidupan baru mereka. Kehidupan remaja yang akan salah jalan jika tidak dilalui dengan benar. Bukan rahasia umum lagi, jika remaja sekarang lebih senang bermain daripada belajar.

Bahkan banyak remaja menjadikan sekolah taman bermain mereka dan membuatnya menjadi tempat yang mengerikan. Padahal sekolah salah satu jalan bagi mereka untuk mulai mencari jati diri menuju masa depan yang cerah.

Tapi itu tidak berlaku bagi beberapa namja yang sudah memasuki tahun ketiga mereka disekolah. Para namja itu menjadikan sekolah seperti neraka bagi siswa baru yang masuk kesana. Salah satu siswa baru itu bernama Cho Kyuhyun.

Namja manis dengan kulit putih, badan tinggi semampai dan rambut coklat brown-nya yang hampir sebahu. Sekali lihat kau akan menyangka dia itu seorang yeoja, tapi tentu saja ia hanyalah namja biasa.

Sifat pendiam dan tidak ingin mencampuri urusan orang lain membuatnya terlihat sangat misterius. Sikap cuek dan tidak ingin diganggu membuat beberapa orang mungkin akan kesal karenanya. Dan itu juga menjadi salah satu pemicu senior kelas tiga menargetkannya sebagai korban.

Ya, korban permainan mereka.

Kyuhyun selalu dipaksa menghadap senior kelas tiga yang berkuasa saat itu, Kim Yushin. Namja tampan berbadan tegap dengan wajah idaman para yeoja namun memiliki sifat iblis didalam hatinya.

Diatap bersama namja itu, ia akan ditanyai macam-macam sambil mereka menyentuh wajah manisnya. Namun hari ke hari mendapat perlakuan seperti itu membuat Kyuhyun gerah sendiri dan merasa terhina.

“Kalian sialan!! Berhenti menyentuhku brengsek!!” Protes Kyuhyun suatu hari sambil menampik tangan seniornya dengan kasar.

Bukannya marah, Yushin malah menampilkan smirknya yang menjengkelkan. Namun detik berikutnya beberapa namja yang lain sudah memegang kedua tangannya dengan kuat.

“Apa-apaan ini!! Lepaskan!!”

“Inilah yang kutunggu selama ini Chokyu~” Jawab Yushin dengan senyum penuh kemenangan.

“Ap-apa maksudmu?”

“Bukankah kau menginginkannya juga? Karena itu kau selalu menurut datang kemari.”

“Bangsat!! Lepaskan aku!!”

“Tidak akan~” Yushin pun mendekat dan membelai pipi Kyuhyun.

Tangannya terus bergerak turun keleher namja cantik itu membuat Kyuhyun merasa mual. Walau terus memberontak tidak ada pengaruhnya karena empat namja memegang tangannya. Saat tangan Yushin turun kedada-nya Kyuhyun mengertakkan giginya dengan kuat.

Namja brengsek itu terus menjelajahi tubuh ramping Kyuhyun melalui seragamnya sampai turun kebawah pinggangnya. Kyuhyun memberontak lebih keras. Tapi Yushin hanya tertawa kecil dan dengan senang hati melanjutkan niatnya.

Dengan perlahan ia membuka kancing kemeja Kyuhyun satu persatu. Namun tidak semudah itu karena seragam Kyuhyun terdiri dari kemeja dan sweater abu-abunya. Tanpa sadar Kyuhyun menyunggingkan smirknya pada Yushin.

Melihat hal itu Yushin langsung mengambil sesuatu didalam sakunya dan ternyata pisau lipat. Dengan sekejap mata ia sudah merobek baju depan Kyuhyun dengan benda tajam itu.

Tatapan horor langsung terpancar dimata Kyuhyun membuat Yushin tertawa dengan senangnya.

“Aku menang.” Ucapnya.

Tanpa menunggu lagi namja tampan itu langsung menarik pinggang Kyuhyun dan mendekat padanya. Selanjutnya wajah tampan Yushin mendekati leher jenjangnya sampai ia bisa mengecup kulit putih Kyuhyun.

“Lepaskan!!! Brengsek!!!” Berontak Kyuhyun lagi.

“Kau milikku…”

“Andwaeee!!!” Teriak Kyuhyun sekuat tenaganya.

“Kyuhyun!!” Panggil seseorang.

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun sambil terus bergerak tidak nyaman.

Siwon yang melihatnya hanya bisa membangunkan namja cantik itu dengan cepat, jika tidak dia akan terus berteriak. Saat ia masih tidur tadi tiba-tiba suara Kyuhyun mengejutkannya. Walau sedikit bingung kenapa Kyuhyun ada disana, dengan cepat ia mendekati  namja yang sedang bermimpi buruk itu.

“Kyuhyun!!” Panggilnya lagi.

“Andwae!!”

“Kyuhyun bangun!! Gwenchana!! Ayo bangun!!”

“Lepaskan!!” Teriak Kyuhyun sekali lagi dan matanya langsung terbuka.

“Kyuhyun…” Panggil Siwon memegang tangan namja itu dengan lembut.

“Ja-jangan mendekat!!” Ucap Kyuhyun seketika. “Le-lepaskan aku!! Jangan mendekat brengsek!!”

Dengan cepat Kyuhyun duduk dan menarik selimut putih itu untuk menutup dirinya. Siwon bisa melihat tangan Kyuhyun yang bergetar hebat dan air mata mengalir disudut pipinya.

Tanpa pikir panjang Siwon langsung meraup Kyuhyun dalam pelukannya dan memeluk namja cantik itu dengan erat. Tentu saja Kyuhyun langsung berontak dan memukul bahu Siwon sebisanya. Tapi Siwon malah mengeratkan pelukannya.

“Pergi!! Aku tidak mau!! Jangan menyentuhku!!”

“Kyuhyun!! Ini aku!!”

“Pergi!! Lepaskan!!!”

“Ini aku, Siwon!!”

“Lep…Si….” Mendengar nama itu Kyuhyun langsung berhenti dan terdiam.

“Ne, ini aku Siwon, tenang dulu, itu hanya mimpi, tidak ada yang menyentuhmu, tenang saja.” Ucap Siwon dengan lembut.

Kyuhyun mencerna perlahan perkataan Siwon sampai ia mengerti sepenuhnya, kepalanya pun terkulai dibahu Siwon. Detik berikutnya isakan kecil pun terdengar disana, Siwon yang tidak mengerti hanya bisa memeluk namja cantik itu seterusnya.

Sampai beberapa menit kedepan mereka terus diposisi yang sama hingga isakan Kyuhyun tidak terdengar lagi. Kepala namja cantik itu bergerak-gerak dibahu Siwon seperti anak kucing yang menyusupkan wajah diperut ibunya.

Selanjutnya Siwon pun merasa pelukan itu harus dilepaskan dan dengan perlahan ia pun duduk tegak didepan namja cantik itu. Kyuhyun merasa tidak tahu harus melihat wajah Siwon bagaimana setelah apa yang dilakukannya.

Namun sodoran gelas air putih dari Siwon membuatnya langsung menatap wajah tampan itu tepat kematanya. Tatapan penuh kekhawatiran dan tidak menuntut terlihat disana. Perlahan Kyuhyun pun meminum habis air putih itu dan melihat tangan Siwon yang diperban saat namja itu mengambil gelasnya kembali.

“Gwenchana?” Tanya Siwon kemudian.

Bukannya menjawab Kyuhyun malah mengambil tangan Siwon dan melihatnya dengan seksama. Walau sedikit terkejut tapi Siwon langsung tersenyum menenangkan melihatnya.

“Gwenchana~” Ucapnya.

“Aku bermimpi…” Ucap Kyuhyun.

“Ne…”

“Mimpi terburuk dalam hidupku.”

“Semuanya sudah berlalu bukan? Lupakanlah.”

“Sudah lama aku tidak bermimpi seperti itu, tapi mungkin karena aku mengingat kejadian itu lagi.”

“M-mwo?? Apa itu salahku?? Yang diatap tadi, Omo!!! Ak-aku me-me…mianhae!! Jeongmal mianhae!” Panik Siwon tiba-tiba.

Entah kenapa Kyuhyun merasa hangat melihat namja tampan itu didekatnya, apalagi saat pelukan tadi menyelimutinya dengan penuh.

“Bukan salahmu, Siwon-ssi.”

“Mwo??” Mata dan mulut Siwon terbuka lebar mendengar namanya disebut.

Untuk pertama kali Kyuhyun menyebut namanya dengan begitu jelas. Menyadari hal itu Kyuhyun langsung meninju bahu namja tampan yang sedikit bodoh itu.

“Jangan senang untuk hal-hal kecil!!” Gerutu Kyuhyun.

“Tapi hal kecil akan membawa hal besar.” Jawab Siwon dengan senyum terkembang.

“Aku tidak seperti yang kau kira, Siwon-ssi.”

“Berhenti mengatakan itu padaku, bisakah?” Pinta Siwon.

“Tapi…”

“Aku tidak pernah berpikir apa-apa untukmu, aku hanya ingin dekat denganmu, itu saja.”

“Aku akan bercerita, setelah itu apa kau masih ingin mendekat?”

“Ceritakan? Jika itu tidak apa-apa untukmu, ceritakan, aku ingin mendengarnya dari mulutmu.” Ucap Siwon menggenggam lembut tangan Kyuhyun yang masih memegang tangannya.

“Hari itu, harga diriku dinjak-injak Kim Yushin, senior kelas 3.”

Kyuhyun mengingat lagi kejadian yang membuatnya trauma disentuh oleh orang lain. Saat bajunya terbelah dibagian depan, Yushin menatap lapar kulit putih dan mulus milik Kyuhyun.

Flashback…

Terasa mendapat harta karun, namja tampan itu langsung meraba dan membelai tubuh Kyuhyun langsung dengan tangannya. Kyuhyun merasa ingin memuntahkan semua isi dalam perutnya karena jijik. Pertama kali ia merasakan sentuhan yang membuatnya mual dan pusing.

Tapi tidak dengan Yushin yang begitu puas dengan apa yang didapatkannya. Sampai ia segera bergerak membuka kancing celana Kyuhyun yang semakin meronta. Dan namja cantik itu pun langsung menendang selangkangan Yushin dengan sekuat tenaga.

“Kurang aja!!” Ucap Yushin. “Baringkan dia!!”

Dengan cepat para namja itu membuat Kyuhyun tidur terlentang diatas lantai atap yang kasar itu. Kali ini Kyuhyun bahkan tidak bisa bergerak lagi selain kepalanya karena empat namja itu memegang tangan dan kakinya.

“Lepaskan brengsek!!!” Teriak Kyuhyun.

“Tidak akan pernah, kau harus belajar menerimanya, aku jamin kau akan puas.” Jawab Yushin.

Cuihh~ Kyuhyun meludahi muka seniornya itu dengan tatapan murka. Kekesalan Yushin memuncak dan  langsung melaksanakan niatnya untuk menodai namja cantik itu. Sejak awal melihat Kyuhyun, pikiran kotornya sudah bekerja dan selalu menungu kesempatan ini datang.

Dan kali ini tidak ada yang akan menghalanginya mendapatkan tubuh Kyuhyun yang begitu menggoda. Dengan mata penuh nafsu dan nafas yang memburu Yushin segera melepas satu-satunya milik Kyuhyun yang masih belum terbuka.

Begitu semuanya terlihat Kyuhyun langsung memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya dengan kuat. Setetes airmata keluar dari matanya yang terpejam erat. Walau masih tersisa celana dalam-nya, Kyuhyun merasa dunianya sudah hancur seketika.

Apalagi saat tangan Yushin bergerak meraba celana dalamnya dan ingin menurunkannya, Kyuhyun merasa ingin mati saat itu juga.

“Sangat menggiurkan~” Gumam Yushin dengan suara yang memuakkan.

Dan detik berikutnya tidak ada harapan lagi untuk Kyuhyun selamat, jika tidak ada suara pintu yang didobrak tiba-tiba. Yushin yang baru melihat pinggul Kyuhyun terpaksa menghentikan gerakannya dan melihat siapa yang menganggu.

Jung Yunho datang kesana dengan berlari dan seketika menerjang Kim Yushin bersama anak buahnya yang juga ikut menerjang namja yang memegang Kyuhyun. Dalam gerak cepat namja tampan itu sudah melepas blazer seragamnya dan melempari badan Kyuhyun yang masih terbuka.

Dua namja tampan lainnya juga melakukan hal itu dengan jas mereka lalu memindahkan Kyuhyun darisana. Selanjutnya Yunho langsung menghajar Yushin dan pengikutnya habis-habisan sampai ia merasa puas. Sementara Kyuhyun hanya bisa meringkuk dipinggir atap dengan seluruh tubuh gemetar membuat dua namja itu harus menjaganya.

Setelah itu, Yunho melaporkan kejadian itu kepada komite sekolah dan dengan kekuasaannya ia mengeluarkan semua namja itu dari sekolah. Karna bukan hanya Kyuhyun yang menjadi korban kegilaan Kim Yushin, tapi beberapa murid lainnya juga mendapat perlakuan yang sama, bahkan lebih.

Dan sejak hari itu, Kyuhyun dimasukkan kedalam kelompok mereka karena namja tampan itu ingin menjaganya. Yunho juga sengaja menjadi ketua kelompok yang begitu disegani diseluruh sekolah untuk mencegah hal itu terulang lagi.

*Flashback End*

“Sejak itu, Yunho-ssi hidupku.”  Ucap Kyuhyun mengakhiri ceritanya.

Siwon langsung memeluk Kyuhyun dengan erat seolah ingin melindungi dan menenangkan namja cantik itu. Siwon bersumpah saat ini ia ingin membunuh senior itu jika saja dia dapat menemukannya.

“Seandainya aku ada disana.” Ucap Siwon dengan nada bergetar. “Aku pasti akan membunuhnya.”

Tanpa sadar Kyuhyun tersenyum manis mendengar pernyataan itu dan ia bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Siwon. Ahh, tapi yang datang hari itu, Yunho-ssi.

“Gwenchana~ aku sudah baik-baik saja.” Ucap Kyuhyun menepuk pelan bahu Siwon untuk menurunkan emosi namja tampan itu.

Siwon langsung melepas pelukannya dan menatap mata Kyuhyun dalam. “Jadilah milikku.” Ucapnya.

“Mwo??”

“Yunho-ssi akan lulus sebentar lagi, aku akan melindungimu.”

“Ani, aku…aku akan ikut Yunho-ssi.”

“Itu artinya…kau tidak sekolah lagi?”

“N-ne…ak-aku harus bersamanya, mi-mianhae.”  Ucap Kyuhyun gugup dan segera melepaskan diri.

Selanjutnya namja cantik itu langsung keluar dari ruangan itu meninggalkan Siwon yang putus asa. Atau lebih tepatnya, putus harapan, Kyuhyun menolak dirinya mentah-mentah. Beberapa detik Siwon terdiam disana kemudian ia pun langsung keluar mengejar cintanya.

Namun Kyuhyun tidak terlihat dimanapun, dengan kesal Siwon memutuskan untuk kembali ke kelasnya. Sementara dibelakangnya Kyuhyun berdiri dengan wajah sedih yang tidak bisa diucapkannya.

Kyuhyun sangat ingin menjawab iya atas pernyataan Siwon, tapi hidupnya sudah ia serahkan pada Yunho sejak dulu. Kyuhyun akan melakukan apapun yang dikatakan Yunho, karna namja itu sudah membuat dirinya kembali hidup.

Saat semua orang menjauhinya karena prasangka yang buruk, tapi Yunho selalu berada disisinya. Geng Yunho selalu membawanya kemanapun mereka pergi, namja itu tidak pernah meninggalkannya.

“Mianhae Siwon-ssi, mianhae.”

Setelah itu, sampai jam pulang sekolah Siwon tidak bisa menemukan dimana Kyuhyun. Padahal ada sesuatu yang ingin dikatakan namja tampan itu.

*

*
Keesokan harinya

Hari kelulusan pun tiba.

Para senior kelas tiga sudah bersiap-siap dengan seragam kelulusan yang membuat mereka semakin tampan. Tidak terkecuali Yunho dan kedua anak buahnya yang terlihat begitu tinggi dan gagah.

Mereka sudah siap mengikuti acara ceremony sampai selesai dan menerima piagam masing-masing.

Sementara itu Siwon malah memikirkan Kyuhyun yang tidak terlihat sejak pagi tiba. Setelah ia tahu namja cantik itu belum masuk sekolah atau mungkin saja Kyuhyun absen.

Dengan gelisah Siwon berjalan kesana kemari melihat para senior yang sudah meninggalkan tempat acara. Namun Kyuhyun tetap tidak terlihat diantara mereka atau lebih tepatnya diantara Yunho.

“Apa benar dia tidak sekolah lagi?” Tanya Donghae.

“Aku tidak tahu, kemarin dia bilang akan mengikuti Yunho sunbae.” Jawab Siwon lemas.

“Sayang sekali, padahal masih ada 1 tahun.” Ucap Hyukjae.

“Entahlah…” Jawab Siwon putus asa.

“Hey!! Siwon ada yang mencarimu.” Panggil salah satu temannya.

“Siapa?”

“Senior kelas tiga.”

“Mwo??”

“Cepatlah mereka tunggu diatap.”

Tanpa berkata lagi Siwon langsung melesat menuju atap sekolah membuat Donghae dan Hyukjae melihatnya dengan cemas. Tapi mereka yakin Siwon tidak pernah mencari masalah dengan siapapun, kecuali Kyuhyun.

Dan benar saja, begitu sampai diatap Siwon melihat dua namja tampan yang dikenalnya sebagai kaki tangan Yunho. Changmin dan Kangta berdiri sendiri-sendiri dengan gaya bak model yang sedang memperagakan sebuah baju.

Changmin melihatnya dengan senyumnya yang ramah seperti biasa, sementara Kangta hanya melihatnya datar lalu berpaling melihat kesampingnya.

Tidak jauh dari mereka atau lebih tepatnya dipinggiran atap Yunho sedang berdiri berhadapan dengan Kyuhyun. Ya, Kyuhyun, namja cantik yang seharian ini dicarinya sedang berdiri disana dengan kepala tertunduk.

“Ahh, Siwon-ssi.” Sapa Yunho begitu melihatnya.

Begitu juga Kyuhyun langsung mengangkat kepalanya dan melihat Siwon. Yunho berjalan perlahan mendekati namja tampan itu dengan senyum terkembang. Begitu didepannya tanpa segan Yunho mengulurkan tangannya menyalami Siwon.

Merasa tidak tidak ada alasan untuk menolak, Siwon pun menyambut uluran tangan itu.

“Aku seperti sudah mengenalmu.” Ucap Yunho.

“Benarkah?” Tanya Siwon.

“Ne, aku selalu melihatmu dimata Kyuhyunnie.”

“Mwo?”

“Ahahaha~”

“Sunbae…” Panggil Siwon tiba-tiba.

“Ne?”

“Jangan bawa Kyuhyun.” Ucap Siwon cepat. “Jangan bawa Kyuhyun bersamamu.” Ulangnya tanpa ragu membuat semua menatapnya tidak percaya, termasuk Kyuhyun.

“Kenapa jangan?” Tanya Yunho.

“Tidak bisakah dia terus sekolah? Aku akan menjaganya.” Siwon menjawab dengan penuh keyakinan.

“Kyuhyun namja yang sangat cantik dan berharga, dia sudah mengalami masa-masa yang sangat sulit. Tidak ada seorang pun bisa menyentuhnya selain aku, lalu bagaimana kau bisa menjaganya?” Tanya Yunho tajam.

“I-itu…aku…” Siwon tidak tahu harus menjawab apa, karena semuanya benar.

Kyuhyun masih tidak nyaman saat Siwon menyentuhnya, lalu bagaimana mereka bisa bersama. Lagipula namja cantik itu sudah menolak pernyataan cintanya.

Yunho bisa melihat wajah terluka Siwon yang terus melihat Kyuhyun dibelakang mereka. Tanpa berkata apa-apa Yunho langsung berpaling dan kembali ketempat dimana Kyuhyun masih berdiam diri.

“Apa kau masih mendengarku?” Tanya Yunho.

“Ne!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Apa kau akan melakukan apapun yang aku katakan?”

Kyuhyun menatap dalam mata namja yang menjadi malaikat penolongnya itu. Walau sedikit ragu ia tetap menjawabnya. “N-ne.”

“Kyuhyun!!” Panggil Siwon tidak rela.

“Dia ingin menjagamu, kau tahu…” Ucap Yunho pada Kyuhyun.

“Ak-aku akan mengikutimu, ke-kemanapun.” Jawab Kyuhyun gugup.

Siwon hanya bisa terdiam mendengar pernyataan Kyuhyun sementara Yunho tertawa dengan senangnya.

“Kajja~” Ajaknya.

Kyuhyun langsung mengikuti namja tampan itu bersama Changmin dan Kangta didepannya. Siwon yang tidak percaya hanya bisa melihat Kyuhyun berjalan melewatinya sambil menundukkan kepala. Bahkan sampai mereka menuju pintu atap, Siwon masih tidak bisa menggerakkan kakinya apalagi bersuara.

Padahal ia sangat ingin memanggil Kyuhyun dan meminta namja cantik itu tetap tinggal, tapi suaranya tercekat ditenggorokan dengan pengakuan Kyuhyun sesaat lalu. Namja cantik itu benar-benar tidak ingin sekolah dan bertemu dengannya.

Sementara itu Kyuhyun hanya bisa memejamkan matanya erat dengan tangan yang menggenggam dadanya kuat. Bagaimana ia bisa mengatakan pada Yunho bahwa ia ingin bersama Siwon. Namja tampan itu sudah menyelamatkan hidupnya dan selama ini selalu menjaganya.

Bagaimana ia bisa mengatakan perasaannya?

‘Mianhae, Siwon-ssi.’ Inner Kyuhyun berkata. ‘Walau aku ingin bersamamu, tapi aku tidak bisa.’

Terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, Kyuhyun tidak sadar tiga namja tampan didepannya sudah berhenti dan memanggilnya. Begitu sadar ia langsung gugup seketika dengan muka yang memerah.

“Dia sangat menginginkannya.” Ucap Kangta.

“Kau benar.” Jawab Changmin.

“W-waeyo?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Kyuhyun…” Panggil Yunho kemudian.

“N-ne?”

“Aku…ingin kau tinggal disini.”

“Mwo?” Mata Kyuhyun langsung melebar dan Siwon langsung berpaling melihat mereka.

“Hiduplah yang baik, tidur yang nyenyak, bangun pagi dan sarapan yang banyak, setelah itu pergi sekolah, masih banyak hal menyenangkan didepanmu, jalanilah masa indah itu disini, bersama Siwon, aku yakin kau akan bahagia.”

“H-hyung…” Ucap Kyuhyun tanpa sadar.

“Lupakan masa lalu dan hidup bahagia, kau harus bahagia.”

“Hyung~” Airmata Kyuhyun sudah mengalir dipipinya.

“Kita masih bisa bertemu lagi, kajja~” Yunho tersenyum manis dan segera melewati pintu itu.

Dibelakangnya Changmin dan Kangta tersenyum menenangkan Kyuhyun dan melambaikan tangannya pada Siwon, kemudian segera mengikuti leader mereka. Tinggallah Kyuhyun yang menundukkan kepalanya sambil terisak.

Sementara Siwon tidak tahu harus mengatakan apa, tapi dengan cepat ia mendekati Kyuhyun. Lalu perlahan ia melingkarkan lengannya dibahu namja cantik itu dan memeluknya dari belakang.

“I love you.” Bisiknya pelan.

Kyuhyun langsung membalikkan badannya dan menyusupkan wajah dileher namja tampan yang akan menjaganya itu. Isakan kecilnya pun kembali terdengar disana membuat Siwon semakin memeluknya dengan erat.

Entah berapa lama keduanya terdiam sambil menikmati keheningan diantara mereka. Sampai suara sesuatu membuat Siwon kembali ke dunia nyata.

“Kau lapar?” Tanyanya.

Kyuhyun langsung menganggukkan kepala yang masih tersembunyi dilehernya itu. Siwon tidak tahan untuk tidak tertawa dan kembali memeluk namja cantik itu sekejap.

“Kajja, kita cari makan.” Ajaknya sambil melepas pelukan.

“Aku tidak punya uang.”

“Ke rumahku, aku akan memasak untukmu.” Ucap Siwon yakin.

Seketika wajah Kyuhyun terlihat berseri-seri membuat Siwon seperti bisa melihat setangkai bunga tumbuh diatasnya. Namja tampan itu bisa melihat Kyuhyun menganggukkan kepalanya perlahan. Langsung saja Siwon mengambil tangan namja cantik itu lalu menggenggamnya dengan lembut.

Kemudian ia segera menarik namja cantik itu turun kebawah dengan hati berbunga. Bahkan saat melewati Donghae dan Hyukjae temannya, Siwon memberikan senyuman manisnya pada mereka berdua.

Jelas sekali namja tampan itu sedang bahagia.

Apalagi melihat Kyuhyun yang mengikutinya dengan patuh dibelakang. Karna itu juga, Donghae dan Hyukjae bisa menebak bahwa Siwon sudah mendapatkan apa yang diinginkannya.

**

Dalam perjalanan menuju ke apartemen Siwon, tidak ada yang berbicara sepatah kata pun. Apalagi saat mereka berdua tiba dan masuk kedalam kamar Siwon yang bisa dikatakan mewah untuk anak sekolah.

Keduanya pun menjadi salah tingkah.

“Du-duduklah, aku siapkan ma-makanan.” Ucap Siwon lalu segera melesat kedapur.

Kedua namja itu sama-sama memegang dada mereka yang berdetak tidak karuan namun dalam arti yang menyenangkan. Perasaan yang dirasakan Kyuhyun untuk pertama kalinya, begitu juga dengan Siwon.

Setelah mencoba menenangkan diri, akhirnya Siwon bisa menyiapkan makan siang untuk mereka berdua. Saat makanan sudah didepan Kyuhyun, namja cantik itu seketika lupa pada kegugupannya.

Siwon sangat senang melihat wajah berbinar Kyuhyun saat mengunyah makanan itu. Bahkan sampai semuanya tidak bersisa, wajah namja cantik itu terlihat begitu ranum dan berseri-seri.

“Kau suka?” Tanya Siwon.

“Eum! Kau pintar masak, aku sangat menyukainya.” Jawab Kyuhyun jujur. “Kau tinggal sendiri?”

“Ne, rumahku jauh dari sekolah.”

“Ahh, hanya kita berdua disini?”

“M-mwo, mwo?? Ne-ne, ki-kita berdua sa-saja.” Siwon langsung meneguk airnya sampai habis sementara Kyuhyun hanya menatapnya tanpa ekspresi.

“Mmm, Kyu…”

“Ne?”

“Besok kau sekolah?” Tanya Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun terdiam. “Aku ingin tahun depan kita sekelas.” Lanjutnya kemudian.

Kyuhyun menatap wajah Siwon yang penuh harap dan membuatnya menganggukkan kepala seketika. Langsung saja Siwon mendekat dengan senangnya sampai tangan mereka bersentuhan. Namun detik selanjutnya keduanya sama-sama menjauhkan tangan mereka.

Dan mereka pun sama-sama terdiam.

“Kau ingin melakukannya?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Mwo? Ke-kenapa kau tanya itu?” Siwon merasa gugup dan gerah seketika.

“Kau bilang ‘I love you’ mungkin kau ingin melakukannya.”

“Bu-bukan itu maksudnya!!” Bantah Siwon cepat. “I Love you itu pengakuan dari hatiku, bukan untuk meminta hal itu.”

“Berarti kau tidak mau?”

“Sangat mau!!!” Jawab Siwon cepat namun menyesal kemudian. “Bukan, Kyu, maksudnya, aku sangat ingin melakukannya denganmu, tapi bukan itu tujuanku, aku hanya ingin memilikimu, untukku.”

“……” Kyuhyun menatap wajah tampan itu dengan hati yang berbunga.

“Aku ingin menjagamu, karna aku mencintaimu.”

“Kau boleh melakukannya.” Ucap Kyuhyun sungguh-sungguh.

Tanpa menjawab apa-apa Siwon langsung menyusupkan tangannya dibelakang leher Kyuhyun dan mendekatkan wajah mereka berdua. Dengan perlahan Siwon menyentuh bibir Kyuhyun dengan ciuman yang lembut kemudian melepasnya dan tersenyum manis.

Debaran jantung mereka terdengar saling bersahutan seiring dengan besarnya perasaan yang tumbuh diantara mereka. Kyuhyun menatap mata Siwon dalam mencari kejujuran dan kepercayaan, namun ia melihat cinta yang begitu besar.

“You will be mine.” Ucap Siwon pelan.

“Aku milikmu.” Jawab Kyuhyun.

Seketika Siwon hilang kendali dan merebahkan Kyuhyun di sofa ruang tamunya itu. Namun kata-kata Kyuhyun selanjutnya membuat namja tampan itu kembali duduk dengan wajah shock.

“Tapi pelan-pelan, ini pertama kalinya.”

“A-apa maksudmu?” Tanya Siwon.

“Ya, ini pertama kali untukku.” Ulang Kyuhyun sambil mencoba untuk duduk. “Kau kecewa?” Tanyanya lagi.

“Bu-bukan, itu…sun-sunbae…” Siwon tidak tahu bagaimana mengucapkannya.

“Maksudnya?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Aku kira, sunbae itu, ka-kalian…”

“Paboo!! Dia pelindungku, aku tidak melakukan apa-apa untuknya.”

“Be-benarkah?” Siwon masih tidak menyangka.

“Yang tidak utuh mungkin kulit tubuhku karena pernah di…” Tangan Siwon menutup mulutnya dengan cepat.

“Jangan diulang…” Siwon menggelengkan kepalanya dengan wajah sedih.

“Selain dari itu, aku masih utuh, seperti seharusnya dan aku akan memberikannya untukmu, aku yakin kau bisa membuatku lupa kenangan pahit itu, apa aku benar?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polosnya.

Siwon langsung memeluk namja cantik itu dengan erat sambil terus berucap kata cinta yang membuat Kyuhyun tersenyum dengan manisnya.

“Tentu saja! Aku akan membuatmu jadi milikku, selamanya.”

“Aku berharap itu~” Jawab Kyuhyun.

Siwon pun melepas pelukannya dan menatap wajah cantik Kyuhyun yang sedikit merona. Tanpa menunggu lagi, ia pun memberikan kekasihnya itu ciuman manis pertama yang penuh cinta dan perasaan.

Angin sepoi-sepoi yang masuk lewat jendela Siwon yang terbuka, menjadi saksi dua insan yang merajut kasih dalam kebahagiaan. Sore hari di kota Seoul ikut meneriakkan cinta mereka pada dunia bahwa mereka memiliki satu sama lain.

Masa lalu yang kelam bisa dikubur jauh dengan mencoba meraih masa depan yang penuh warna dan cinta. Semoga masa lalu itu bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita menjalani masa depan yang sudah menunggu didepan mata.

Epilog.

“Kyunnie!! Kau makan makananku lagi!?!” Protes Hyukjae disuatu siang dimarkas mereka.

“Kau tidak memberinya nama.” Jawab Kyuhyun dengan santainya sambil bermain game.

“Kita sudah membuat aturan hyung, milik masing-masing dikasih nama.” Jawab Ryeowook.

“Siwon beli makanan yang banyak untuk marmutmu itu!!” Protes Hyukjae.

“Dia tidak pernah kenyang.” Sambung Donghae sambil tertawa.

Kyuhyun langsung melayangkan death glare-nya pada dua namja tampan yang sudah menjadi teman sekelasnya itu.

Sementara Siwon sendiri hanya duduk nyaman disisi namja cantik itu dan memperhatikan setiap gerak-geriknya. Didepan mereka namja tampan itu memang seperti namja bodoh yang sedang jatuh cinta berulang kali.

Tapi dimata siswa yang lain, Siwon merupakan pemimpin baru mereka setelah Yunho meninggalkan kekuasaan padanya. Karena itu Siwon dan teman-temannya memiliki markas untuk mereka berkumpul saat istirahat tiba.

“Siwon hyung!!!” Panggil seorang namja tiba-tiba masuk kedalam.

“Yo~ Mino-ya~” Sapa para namja tampan itu pada junior mereka.

“Ada anak baru menantang Siwon hyung!” Ucap Minho dengan wajah geram.

“Mwo? Dia tidak mengenal kita?” Tanya Hyukjae.

“Ne hyung!! Mau kubasmi saja? Mereka harus diberi pelajaran.” Tanya Minho penuh semangat.

“Biarkan saja, mereka masih baru kan? Aku tidak tertarik.” Jawab Siwon sambil memainkan jemari Kyuhyun.

“Tapi hyung!! Mereka harus tahu siapa bosnya!”

“Begitukah?!”

“Ne, mereka harus tahu.” Jawab Kyuhyun datar.

“Baiklah, kajja~” Siwon langsung berdiri tegak membuat yang lain tersentak. “Ayo, kita sapa mereka~” Ucapnya kemudian dengan smirk tampannya.

Dan para namja tampan itu pun keluar dari ruangan itu, menyusuri lorong sekolah mereka beriringan. Siwon berjalan ditengah bersama Kyuhyun dengan kedua tangan didalam saku celananya. Sementara satu langkah dibelakang mereka, Donghae, Hyukjae, Ryeowook dan Minho berjalan mendampingi keduanya.

Saat tiba dilorong siswa kelas 1, sebagian namja langsung berpindah tempat membuat jalan untuk mereka. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan beberapa namja yang berdiri menantang dengan wajah tidak bersahabat.

“Itu mereka.” Bisik Minho.

“Halo Siwon sunbae~” Sapa salah satu namja.

“Kau mengenalku?” Tanya Siwon dengan alis yang terangkat.

“Tentu saja sunbae, siapa yang tidak mengenal pemimpin di Haesung, setelah Yunho-ssi lulus, kau menggantikannya.”

“Ahh, begitu?”

“Aku juga tahu si cantik disampingmu, dia yang selalu dijaga Yunho-ssi sunbae, apa sekarang kau yang menjaganya?”

“Mwo??” Bisik anak buah Siwon dengan wajah tidak percaya, tapi Siwon hanya memamerkan smirk jahilnya.

“Ya, aku memang pengganti Yunho sunbae disini, tapi dia…” Siwon berpaling melihat Kyuhyun. “Aku tidak menjaganya.” Siwon kembali melihat namja itu.

Siwon menebar smirk tampan miliknya untuk menekankan setiap perkataannya, diikuti para namja lain yang juga menyunggingkan senyuman yang sama. Bahkan Kyuhyun bergerak perlahan karena tangan Siwon yang menarik pinggangnya mendekat.

“Karna dia…”

“Ne?”

“Milikku.”

**

The End~

Ahahahahahaa~ ada beberapa adegan yg Vie ambil dari komiknya, karena ceritanya sangat menggemaskan, apalagi jika itu WonKyu. Kkkk~

Sampai jumpa di ff lainnya..

With love,
Vie.

The Love That We Share

Vie Proudly Present

Thanks to Suci..Covernya beautiful~

**

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Choi Minho, Choi Suho

Pairing : Wonkyu

Genre : Family

Warning : Bl of course…

Summary : Baca aja sendiri..ahahahahhahaahahaha.

Maaf ya baru datang lagi.. Banyak acara ditempat kerja.. Jadi sibuk-sibuk banget..mulai dari datang Irjen pemeriksaan sampai rapat dengan tetua kampung.. Hari ini baru selesai.. Clear~ #Curcol.

Ini selingan sebelum yang kalian tunggu datang. Kkkk~

Idenya dari cerita nyata ponakan saya ditambah sebuah film yg bagus. Kkkk~

Selamat membaca.

** Continue reading

HeartString

*Vie Zurly Proudly Present*

“HEARTSTRING”

Sequel dari Heartbeat

**

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Kim Jaejong, Yonghwa, Jonghyun CNBLUE, Choi Minho.

Pairing : Wonkyu, Yunjae,

Genre : Romance, Flufly

Warning : BL, Alur dikejar singa.

Length : 1 Shoot

Summary : Ini cerita gara2 Ms. Moly(nae unnie) baca komik yakuza lagi, ada part kekasihnya hamil dan ayah si cowok yakuza reaksinya menggemaskan, makanya jadilah ff ini lagi. Saia memang sedikit stres..kkk.

** Continue reading