Jealousy

My Baby Another Story

**

Selamat malam~ my treasure~

Apa kabar semuanya?? Semoga baik-baik saja ne? Ahh, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin semuanya. Maaf jika selama ini Vie buat salah ne? Mau sengaja atau tidak, dari hati paling dalam,jeongmal mianhae.

Oh ya, Vie dah blg kan? My Baby side story ini update krna ada yg request.. Jdi kalo masih ingin kelanjutannya, silahkan sumbang ide-nya, biar Vie buatkan..ehehee.

Tanpa banyak omong, silahkan membaca~

**

Suasana pagi di kota Seoul terlihat begitu bersemangat, dengan laju kendaraan yang tidak berhenti disetiap sudutnya. Semua manusia mulai mengerjakan aktifitas mereka dipagi hari yang baru.

Begitu juga yang terjadi dengan istana Choi kebanggaan semua orang. Penghuninya sudah memulai kesibukan mereka dengan membersihkan istana indah itu juga membuatkan sarapan.

Namun tentu tidak dengan pemilik istana yang saat ini sedang berkutat dengan laptop dimeja kerjanya. Choi Siwon, namja tampan itu harus menghadiri pertemuan penting yang akan diadakan diluar negeri.

Karena itu ia mengecek semua persiapan yang sudah dilakukan oleh general manager perusahaannya. Lee Hyukjae sudah mengurus keberangkatan dan tempatnya menginap disana hanya untuk 1 atau 2 hari.

Siwon tidak bisa pergi lebih dari 3 hari atau ia akan menderita rasa rindu yang begitu berat. Atau bahkan huswife cantiknya akan mengamuk dan segera menyusul ketempatnya.

“Hyung, semua sudah siap disini.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Ahh, gomawo my love~” Siwon tersenyum dengan manisnya.

“Awas ya, jangan macam-macam disana, aku tidak bisa menemanimu, pasti Sulli minta ikut.”

“Aku lebih suka bersamamu, baby~”

“Ajari anak kita mandiri lebih dulu.”

“Ahahaha, dia hanya tidak ingin kehilangan waktu shopingnya.” Jawab Siwon menutup laptopnya.

“Iya, itu benar~ ayo turun.” Ajak Kyuhyun.

Siwon langsung mendekati huswifenya itu dan memeluk pinggang Kyuhyun dengan erat lalu mengecup pipinya. “Kajja~”

Saat berada ditengah-tengah tangga lantai 3 kamarnya, permata kembar istana itu juga baru menuruni tangga kamar mereka. Sulli langsung menatap heran orang tuanya saat melihat koper kecil yang dijinjing oleh daddy-nya.

“Daddy mau kemana?” Tanya Suho tiba-tiba.

“Ahh, daddy ada meeting di Hongkong.”

“Haa, mommy ikut?” Tanya Sulli cepat.

“Aniii~” Jawab Kyuhyun memutar bola matanya.

“Daddy sendirian?” Tanya Suho lagi.

“Ne, mommy tidak ikut.”

“Culli juga tidak!!”

“Siapa yang mengajakmu, princess?” Tanya Kyuhyun.

“Molla, Culli pasti ikut kalau mommy pergi.” Jawab Sulli cuek lalu mendekati mereka dan mengecup pipi kedua orang tuanya itu.

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya namun menerima kecupan itu dengan senang hati, bahkan Suho juga melakukan hal yang sama. Remaja tampan itu terus melihat daddy-nya dengan kening berkerut, seperti ada yang dipikirkannya.

“Waeyo, babyboy?” Tanya Minho tiba-tiba.

Putra pertama istana itu terlihat keluar dari ruang makan bersama pasangannya, Taemin. Suho semakin mengerutkan keningnya melihat pasangan yang cukup serasi itu.

“Apa yang Suho pikirkan?” Tanya Kyuhyun.

“Apa begitu jelas?” Suho balik bertanya.

“Paboo~” Jawab Sulli langsung berlalu darisana. “Daddy~ jangan lupa oleh-oleh Culli.” Lanjutnya.

“Waeyo babyboy?” Tanya Siwonsetelah tersenyum pada putrinya.

“Suho ikut daddy.”

“Mwooooo?” Suara koor terdengar diseluruh ruangan itu.

“Suho ikut daddy, ikut ke hongkong.” Ulang Suho dengan wajah polosnya.

“Apa Culli tidak salah dengar?” Tanya Sulli dengan wajah tidak percaya.

Suho langsung memberi kembarannya itu death glare yang mematikan membuat putri cantik itu mendecak. Sementara yang lain masih terdiam menunggu penjelasan remaja tampan itu. Merasa semua mata tertuju padanya membuat Suho langsung salah tingkah.

Kyuhyun yang jahil harus menahan tawanya dan segera merangkul bahu putra imut nan menggemaskan itu. “Cuo kan masih ada latihan basket?” Ucapnya.

“Ta-tapi…”

“Suho tidak mau absen karna itu kan?” Sambung Minho.

“Bukankah pertandingannya sebentar lagi?” Taemin juga ikut menimpali.

“Daddy akan jaga diri, babyboy~ jangan khawatir.” Sahut Siwon dengan wajah tenangnya.

Tidak ada lagi yang bisa dilakukan Suho, semua membantah keinginan kecilnya. Bahkan ia sendiri tidak tahu kenapa ia ingin berada bersama daddy-nya.

“Sudah-sudah, ayo sarapan dulu~” Ajak Minho cepat.

Taemin langsung menarik adik ipar cantiknya menuju ruang makan, sementara Minho menarik Suho dan Siwon melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun lalu mengecup ujung hidung huswife cantiknya itu.

Dan keluarga bahagia itu pun menikmati sarapan mereka dalam tawa dan canda bersama. Sampai semuanya merasa cukup, mereka segera menuju pintu depan dan saling mengucapkan selamat tinggal.

Siwon pergi dengan audy Kyuhyun menuju bandara sementara Sulli dan Suho segera menuju sekolah mereka diantar Minho dan Taemin.

Saat mereka tiba di bandara Kyuhyun terus menatap wajah tampan suaminya itu. Siwon yang tidak menyangka hanya bisa tersenyum menampilkan dimple kebanggaannya. “Waeyo baby?”

“Jangan lama-lama.” Jawab Kyuhyun.

“Mwo?”

“Jangan pergi lama-lama.”

“Aaah, arraseo~ hyung akan segera pulang saat selesai.”

“Kalau tidak aku akan menyusul.”

“Mm, boleh juga.”

“Tidak baik meninggalkan anak-anak.”

“Oh, ayolah baby~ mereka sudah besar, saatnya kau habiskan waktumu untukku.”

Kyuhyun langsung mengukir smirk kebanggaannya melihat Siwon. “Apa selama ini kau menahan diri?” Tanyanya.

“Tentu saja, dulu mereka selalu membutuhkanmu, tapi sekarang…kau milikku sepenuhnya.”

“Ahahahaha, pergi sana~ dan cepat kembali.”

“Kau tidak mengantar ke dalam?” Tanya Siwon dan dibalas gelengan dari Kyuhyun. “Baiklah, see you soon, my love.”

Siwon menyusupkan tangannya dibelakang leher Kyuhyun lalu mendekatkan bibir mereka dan bertemu dalam ciuman. Ciuman selamat jalan yang manis yang tidak ingin diakhiri Kyuhyun.

“I love you~” Bisik namja cantik itu.

“I love you more~”

“I love you most~”

Siwon tersenyum senang mendengar jawaban itu lalu kembali mengecup bibir Kyuhyun sekilas. Kemudian barulah ia keluar dari mobilnya memasuki bandara besar itu. Setelah Siwon menghilang ke dalam, Kyuhyun segera memacu mobilnya menuju kantor.

Banyak pekerjaan yang harus ia handle sendiri di kantor sementara Siwon pergi. Karena itu, begitu tiba digedung besar perusahaannya, Kyuhyun langsung masuk ke ruangan suaminya.

Belum pun ia mencapai kursi kebesaran Siwon, suara pesan masuk kedalam hp-nya. Tanpa perlu melihat ia tahu siapa pengirim pesan yang tidak cukup satu itu.

-Jangan terlalu capek, baby~ biar Hyukkie hyung membantu.-

“Aku baru sampai Siwonnie paboo~” Jawab Kyuhyun dan mengetikkan balasannya dengan cepat.

-Aku sudah merindukanmu, Siwonnie-

Kyuhyun tersenyum melihat pesannya sendiri, tapi ia benar-benar merindukan wajah tampan itu. Wajah yang selalu tersenyum dan menatapnya dengan segala cinta yang ia punya. Pasti saat ini Siwon ingin berteriak dengan keras saat membaca pesan itu.

-Baby~ kau ingin hyung kembali sekarang juga?-

Kyuhyun langsung tertawa dengan keras melihat balasan itu lalu segera membalasnya lagi. Ia mengatakan akan segera meeting, Siwon tidak akan mendapat balasan lagi.

Tapi tidak apa-apa bagi Siwon yang pesawatnya sudah take off, dia tidak akan bisa menggunakan ponselnya lagi.

**

Jam terus berlalu mengitari waktu yang terus berjalan dan Kyuhyun menghabiskan waktunya dengan bekerja. Hampir sore menjelang namja cantik itu mendapatkan panggilan dari princess cantik-nya.

“Waeyo, princess?”

>Sudah sore, kapan mommy pulang?<

Kyuhyun memutar bola matanya malas namun tersenyum tipis kemudian. Namja cantik itu langsung menutup laptop didepannya dan beranjak darisana.

“Mommy sudah mau pulang.”

>Uhuuuy~ hati-hati mommy, love you~<

“Love you too.” Jawab Kyuhyun dan memutuskan sambungannya.

Namja cantik itu memang tidak berniat pulang malam, karena anak-anaknya pasti merasa kesepian saat mereka berdua tidak berada dirumah. Apalagi Sulli, putri cantik itu tidak akan senang jika mommy kesayangannya tidak ada.

Begitu sampai dirumah, namja cantik itu langsung menuju ruang tamu dan tidak menemukan keluarganya disana.

“Anak-anak dimana?” Tanya Kyuhyun.

“Di kamar, Kyunnie.”

“Minho sudah pulang??” Tanyanya lagi.

“Belum, kalian tidak bersama?”

“Mino ikut Yesung hyung meeting diluar, setelah itu dia menjemput Minnie makan siang.”

“Hoo, mungkin mereka mas…”

“Kami pulang~” Suara Minho menghentikan pembicaraan mereka.

“Selamat datang~” Jawab maid ahjumma.

“Kami pulang mommy.” Ucap Taemin.

“Selamat datang, Minnie~ mandi dulu.” Ucap Kyuhyun.

“Bagaimana mom?” Tanya Minho mendekati mommy cantiknya itu lalu memeluknya.

“Bagaimana apanya?” Kyuhyun balik bertanya dan membalas pelukan itu lalu memeluk Taemin, menantunya.

“Ditinggal daddy, apa yang mommy rasakan?” Tanya Minho dengan smirknya sementara Taemin memilih menuju kamar mereka.

“Jiaaah!! Memangnya mommy marmut cerewet itu?” Tanya Kyuhyun.

“Siapa yang marmut?” Tanya seseorang.

Kyuhyun dan yang lainnya langsung berpaling melihat putri cantik istana mereka berdiri ditangga. Dengan death glare cantiknya dan tangan yang terlipat didada.

“Oh, annyeong~ mommy pulang~” Jawab Kyuhyun dengan wajah polos.

Sulli langsung memutar bola matanya dan turun darisana untuk menyambut mommy-nya seperti biasa. Putri cantik itu mengecup pipi kiri dan kanan Kyuhyun lalu berdiri disana dengan wajah sulkingnya.

“Waeyo?” Tanya Kyuhyun cepat.

“Daddy sudah tiba ditempat acara.” Jawab Sulli cuek.

“Lalu?”

“Daddy dijemput Heli mommy, a frea….” Death glare Kyuhyun menghentikan umpatan gadis cantik itu. “Mmm, heli.” Ucap Sulli pelan.

“Sulli lihat dimana? Daddy yang bilang?” Tanya Minho.

“Daddy jadi sorotan media berita di Hongkong, oppa~”

“Aah, of course~ He is Choi Siwon afterall.” Ucap Minho santai lalu segera berjalan menuju tangga. “Ahh, Suho dimana?” Tanyanya kemudian.

“Di kamar, baru siap mandi.”

“Sulli sudah mandi?”

“Tentu saja mommy, kan Culli sudah cantik.” Senyum Sulli dengan manisnya.

“Baiklah, mommy mandi dulu.” Jawab Kyuhyun lalu segera menaiki tangga lantai dua.

Sulli hanya bisa memutar bola matanya melihat mommy cantiknya bukan ke lantai 3, tapi ingin melihat kembarannya terlebih dahulu. Setelahnya ia segera menuju ruang tamu dan kembali berselancar di dunia maya.

Putri cantik itu hanya ingin melihat apa yang dilakukan daddy-nya selama ada di negeri orang. Media sana pasti tidak akan melewatkan sedikitpun tentang pengusaha besar nan tampan itu.

Setelah hampir 30 menit berikutnya…

“APA-APAAN INI????!” Teriak Sulli tiba-tiba.

Beberapa maid yang sedang menyiapkan makan malam tersentak kaget dan segera mendekatinya. Mereka saling berpandangan melihat wajah cantik Sulli dipenuhi amarah. Bahkan iphone miliknya sudah ia lempar ke sofa.

“Waeyo nona?” Tanya salah satu maid.

Sulli hanya menatap mereka dengan wajah sulking lalu segera berlari menuju kamarnya. Para maid disana hanya bisa menggelengkan kepala mereka dengan bingung. Namun melihat hp nona muda mereka ada disana, membuat rasa penasaran pun semakin timbul.

Dengan cepat mereka mengambil iphone Sulli yang terlungkup lalu melihatnya, dan seketika mata mereka melebar sempurna. Saat semua foto yang ada disana terlihat satu orang yang mereka kenal dikelilingi beberapa wanita yang berbeda.

“Aigooo~ sajangnim~” Gumam Ahjumma maid.

Serentak maid-maid yang memegang hp Sulli berpaling melihat wanita tua itu. Ternyata ia sedang melihat berita yang ada di tv dan menampakkan semuanya dengan begitu jelas.

“What the hell!!” Umpat seseorang tiba-tiba.

Kali ini mereka semua serentak berpaling melihat tangga lantai tiga, dimana Kyuhyun berdiri berkacak pinggang. Wajah datar namja cantik itu mengatakan bahwa ia tidak terlihat senang.

“S-samonim….” Panggil maidnya.

Tapi Kyuhyun terus melihat apa yang terpapar di layar kaca itu, dimana suami tampannya yang disukai banyak orang sedang dikelilingi wanita cantik dari berbagai usia. Siwon berfoto dengan semua orang yang mengajaknya dan itu semua wanita yang sangat cantik.

Rasanya semua wanita yang ada disana mengincar untuk sekedar berfoto bersama. Dan wajah tampan yang terlihat bahagia itu membuat sesuatu yang lain muncul didada Kyuhyun.

“Choi Siwon!!” Seru Kyuhyun dengan kesalnya. “Shit!! Yeoja sialaan~”

“Sa-samonim tenang dulu.” Ucap maid ahjumma.

“Ahjumma, suamiku!! Mereka mengoda suamiku!!” Ucap Kyuhyun murka.

“Bu-bukan begitu, mereka hanya ingin berfoto, sa-sajangnim sangat tampan.”

“Tapi dia suamiku!!!”

“Ka-kami tahu.”

“Mereka akan memamerkannya kemanapun dan namja pabo itu terlihat begitu senang!! Choi Siwon pabooo~ bo~bo~bo~bo~”

Gema suara itu tentu saja membuat seluruh penghuni istana itu mendengarnya. Bahkan mereka sudah menuruni tangga dengan tergesa-gesa dan terlihat khawatir.

“Mommy?” Panggil Minho.

“Mommy pergi sebentar.” Jawab Kyuhyun langsung melesat keluar rumah.

“Mwo? Mommy?” Minho langsung mengikuti dari belakang.

Namun ia kalah cepat dengan mommy-nya yang sudah masuk ke mobil dan segera pergi dari istana mereka. Minho hanya bisa menghela nafas lelah lalu segera kembali ke dalam dan melihat maidnya satu persatu.

“Nona muda terlihat tidak senang.” Ucap Maid kesayangan Sulli.

“Aku tau noona, tapi mommy lebih tidak senang.” Minho berjalan menuju dapur dengan pikiran kacau.

“Apa yang Mino cari?” Tanya maid ahjumma.

“Ahh, Minnie sakit kepala, aku turun mau ambil obat dan air.” Jawab Minho membuka lemari obat yang ada didapur cantiknya.

“Biar umma yang siapkan, sebaiknya Mino lihat Sulli, please~” Pinta Ryeowook langsung mengambil alih.

“Hhhaaahhh~ dia emang over protektif umma, daddy itu cuma punya dia dan mommy.”

“Umma percaya itu hanya tamu diacara itu.” Ryeowook tersenyum menenangkan melihat putra tampannya itu.

Minho juga ikut tersenyum dengan manisnya, namun terlihat kesedihan diwajahnya. “Mino juga umma, daddy bukan sembarangan. “

Maid yang lain langsung tersenyum melihat permata hati keluarga itu lalu kembali melanjutkan tugas mereka. Sementara Minho segera menuju tangga lantai dua kamar Sulli. Didalam sana, putri kecil itu membenamkan dirinya diranjang pink miliknya yang empuk.

“Princess~” Panggil Minho pelan.

Namja tampan itu mendekati ranjang dan duduk dipinggir-nya, lalu membelai rambut coklat milik dongsaengnya itu. Minho menunggu Sulli yang memulai pembicaraan, apapun yang ingin dikatakannya.

Dan seperti bisa ditebak, Sulli langsung berbalik dan melihat Minho dengan pout yang dalam dibibirnya. Minho tertawa kecil sambil menggelengkan kepala lalu mencubit pipi putri cantik itu dengan gemas.

“Waeyo?” Tanyanya.

“Siapa mereka oppa? Kenapa dekat-dekat daddy? Kenapa daddy mau dekat mereka, bahkan memeluk mereka semua!!!”

“Wo, wo, woo~ sabar babygirl~”

“Daddy itu milik mommy dan Culli!! Mereka tidak boleh dekat sembarangan!! Apa kata mommy nanti??”

‘Mommy sudah melihatnya, baby’ Ucap Minho dalam hati.

“Dengarkan oppa…” Ucap Minho akhirnya. “Pertama, mereka semua pasti tamu undangan disana, kedua, siapa yang tidak ingin dekat daddy kita?”

“It…” Protes Sulli terhenti tangan Minho yang terangkat.

“Ketiga, iya..daddy milik mommy dan Culli, tapi…”

“Tapii…?”

“Tapi…daddy itu namja paling sempurna yang pernah ada didunia ini, siapapun ingin mendekatinya dan semua orang ingin berteman dengannya, karena itu daddy tidak akan pernah bisa menolak apa yang dilakukan untuknya, apalagi jika itu yeoja yang meminta, daddy tidak akan bisa menolak, hati daddy terlalu baik untuk membuat orang lain kecewa.”

“Tapi…” Ucap Sulli lagi.

“Walau tindakannya sering membuat mommy kecewa, tapi daddy tidak pernah bermaksud seperti itu, tindakannya sering disalah artikan, bahkan oleh mommy sendiri, tapi itulah daddy, namja sempurna yang baik hati yang ingin dimiliki semua orang, tapi…”

“Tapi daddy hanya milik mommy dan Culli.” Sambung Sulli.

“Majayo~(itu benar)” Angguk Minho dengan cepatnya. “Sekarang turun, kita makan malam.”

“Arraseo.” Sulli segera bangkit dari tidurnya dan melihat oppa kesayangannya itu dengan senyuman.

Namja tampan itu memang replika daddy-nya tercinta, bagaimana Sulli sanggup jika harus kehilangannya. ‘Karna itulah aku ngamuk dulu.’ Ucap Sulli dalam hati.

Smirk menjengkelkan terlihat dibibir manisnya lalu ia pun keluar darisana sambil melihat kamar kembarannya. Pintu yang terbuka sedikit membuat putri cantik itu bisa melihat kedalam ruangan, namun tidak terlihat bayangan.

“Dimana dia?” Tanya Sulli.

Perlahan putri cantik itu berjalan memasuki kamar besar yang didominasi warna ungu itu. Hampir saja ia teriak saat Minho oppa-nya juga sedang berjalan perlahan.

“Oppa!!” Panggil Sulli berbisik.

“Hey, ssssst~” Minho menempelkan jari telunjuk dibibirnya.

“Apa yang oppa lakukan?”

“Ani, oppa hanya penasaran, apa yang dilakukan marmut itu.” Tunjuk Minho pada Suho yang berbaring diranjangnya.

Sulli langsung berjalan cepat dan menghampiri kembarannya dengan tangan terlipat didada. “Apa itu Kris oppa?” Tanyanya.

Suho tersentak kaget melihatnya bahkan hp ditangannya pun jatuh diatas ranjang. “Culli!!!” Serunya.

“Yo, oppa~” Jawab Sulli santai.

Minho hanya bisa menepuk jidat dan segera mendekati mereka seperti niatnya semula. Mata Suho langsung melebar sempurna melihat hyungnya juga ada disana.

“Sedang apa, Cuo?” Tanya Minho.

“A-ani…”

“Pasti itu Kris oppa.” Jawab Sulli.

“Culli, sana lihat mommy, sepertinya mommy pergi setelah lihat berita di tv.”

“Mwooo??” Mata Sulli langsung melebar.

Namun detik berikutnya putri cantik itu langsung berlari keluar menuju lift yang bisa membawanya ke lantai tiga dengan cepat. Suho hanya bisa tertawa cekikikan melihat kembarannya itu mudah sekali dialihkan perhatiannya.

“Lalu?” Tanya Minho lagi.

“Apa hyung?”

“Apa benar itu Kris?” Tanya Minho dan Suho haya bisa menganggukkan kepalanya.

“Kalian masih berhubungan?”

“Ne..” Angguk Suho lagi.

“Dia kuliah sekarang?”

“Ne..”

“Kalian sering bertemu?”

“Sesekali.”

“Dia baik pada Cuo?”

“Ne..”

“Cuo suka padanya?”

“Ne..”

“Kalian akan pacaran?”

“Ne..”

“Hooo~” Mulut Minho membulat dan mata mengerjap.

Mata Suho langsung membesar dan ia berpaling melihat hyung tampannya yang sedang memamerkan smirknya. Seketika pipi Suho terasa terbakar sampai ketelinganya dan ia semakin salah tingkah.

“H-hyung…it-itu…”

“Gwenchana, kalau dia baik dan Cuo suka, hyung sih setuju saja.”

“Bu-bukan itu…”

“La-lalu?” Minho sengaja menggoda dongsaengnya.

“Cuo tidak mau mikirin itu, tapi Cuo tidak bisa abaikan Kris.”

“Hyung tahu, karena itu jalani saja, asal belajar kalian tidak terganggu.”

“Ta-tapi…”

“Waeyo? Mommy?”

“Ani, itu…ta-tadi kami bertemu dan Kris bilang keluarganya akan pindah.”

“Kemana?”

“Ke New York.”

“Lah, kan appa-nya Kris masih di sekolah?”

“Tidak, appa-nya mau istirahat, sekolah itu dijalankan hyungnya.”

“Dan Kris harus ikut orang tuanya?” Tebak Minho tepat.

“Belum hyung, Kris masih memikirkannya.”

“Hooo, jadi karna itu Cuo juga galau?”

“Bukaaaaan!!!!”

“Ahahaha, ya sudah jangan dipikirkan, ayo makan.” Ajak Minho langsung keluar dari kamar itu.

Suho hanya bisa menghela nafas pasrah melihat Minho yang selalu bisa tepat sasaran, namun ia segera mengikuti hyungnya itu keluar dari kamar. Namun belum sampai ditangga mereka sudah bertemu Sulli yang berdiri dengan airmata dipipinya.

“Waeyo?” Tanya Minho walau sudah tahu jawabannya.

Namja tampan itu menghapus perlahan airmata dipipi dongsaengnya dan tersenyum manis. “Mommy hanya pergi sebentar, jangan khawatir.”

“Apa yang terjadi hyung? Kenapa Culli nangis? Kenapa dengan mommy?” Tanya Suho bingung.

“Ini…” Jawab Sulli menyerahkan iphonenya yang masih terbuka dengan berita yang sama.

Suho mengerutkan keningnya namun kemudian ia hanya bisa berdecak kesal melihat kearah lain. “Seperti dugaanku.”

“Karna ini Cuo mau ikut daddy?” Tanya Minho mengerti.

“Ne… pasti ini akan terjadi…”

“Sudahlah, kalian turun dulu, Hyung mau lihat Minnie sudah baikan.”

“Minnie oppa sakit?” Tanya Sulli.

“Tadi kepalanya pusing, turun dulu.” Minho langsung berjalan ke kamarnya.

Dan dua dongsaengnya itu langsung mengikuti menuju kamarnya membuat Minho hanya bisa menghela nafas pasrah. Keduanya memang tidak pernah mendengar apapun jika mereka sudah khawatir.

“Oppa/hyung!!” Panggil keduanya.

Taemin hanya bisa tersenyum manis melihat kedua dongsaengnya itu, sementara Minho menggelengkan kepalanya. Lalu dengan cepat ia mendekati husfiwenya dan memeriksa suhu tubuh namja manis itu.

“Bagaimana?” Tanyanya.

“Apa aku akan terkena flu?” Taemin balik bertanya.

“Mungkin…” Minho menempelkan tangannya dikening Taemin.

“Oppa gwenchana?” Tanya Sulli langsung duduk disisi oppa iparnya itu.

“Oppa baik-baik saja, Sweetheart~” Taemin menepuk pelan kepala Sulli.

“Jangan sakit oppa.” Jawab Sulli lagi lalu merebahkan kepalanya didada Taemin.

Minho dan Suho hanya bisa menaikkan alis mereka melihat putri cantik itu manja pada siapapun. Jika melihat bagaimana dulu Sulli menyebut Taemin musuh bebuyutannya, rasanya tidak mungkin ia bersikap seperti ini sekarang.

Tapi Taemin pintar mengambil hati putri cantik yang manja itu.

“Hyung gwenchana, jangan sakit.” Ucap Suho kemudian.

“Gwenchana, jangan khawatir.” Taemin tersenyum menenangkan sambil terus menepuk pelan bahu Sulli.

“Kau bisa turun, Minnie?” Tanya Minho. “Kita makan dibawah.”

“Bisa hyung? Kepalaku sudah mendingan.”

“Lalu?” Tanya Sulli. “Bagaimana mommy?”

“Kita hubungi dibawah, ayo turun~” Minho langsung menarik Suho karena Taemin sudah ditunggu Sulli turun dari tempat tidurnya.

Selanjutnya permata istana itu pun menuju lantai bawah dimana para maid sudah menunggu mereka. Minho menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menenangkan pada maid ahjumma. Wanita paruh baya itu pun memberi kode pada maid yang lain untuk segera menuju meja makan.

“Kalian duluan, hyung hubungi mommy.” Ucap Minho kemudian.

Namja tampan itu berjalan menjauhi ruang makan sambil melihat yang lain masuk kesana seperti perkataannya. Setelahnya ia pun segera menghubungi mommy cantiknya yang sudah menghilang kemana.

“Mommy…” Panggilnya begitu tersambung.

>Mino jagain mereka sebentar.<

“Mommy ada dimana?”

>Dirumah halmonie.<

“Mwo? Untuk apa disana? Merajuk? Mommy~”

Tanpa Minho bisa melihat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dengan imutnya. Putra pertamanya itu memang sudah sangat dewasa dan begitu mengerti dirinya.

“Mommy, pulang cepat arra? Mino tidak mau marmut itu merajuk.”

>Nanti mommy pulang<

“Mommy tahu itu bukan daddy yang mau.” Ucap Minho tepat sasaran.

>Mommy tahu.<

“Keuronikka, pulang ne~”

>Beri mommy waktu.<

“Aigoo~ baiklah, jangan lama-lama.”

>Ne..<

“Jangan menangis.”

>Hmmm~<

“Cinta daddy hanya untuk mommy.”

>Arra…<

“Sana makan malam.”

>Sudah!! Mommy tutup.<

Kyuhyun langsung memutuskan sambungan itu dan kembali memasang wajah sulkingnya. Namja manis itu hanya tidur malas-malasan di sofa rumah umma-nya. Sedangkan wanita paruh baya itu sedang menyiapkan coklat panas untuk menantu kesayangannya.

“Nyonya besar, biar kami saja.” Pinta salah satu maid disana.

“Gwenchana, Kyunnie cuma mau aku yang membuatnya.” Jawab umma Choi sambil mengaduk minuman itu.

“Kenapa dengan Samonim?” Tanya mereka.

“Biasa, pasti ada hubungannya dengan Siwon.”

“Aah, merajuk lagi?”

“Ne, mereka selalu seperti ini kan.” Umma Choi tersenyum kecil lalu segera menemui menantu manjanya itu.

Kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya dengan tangan terlipat didada membuat umma Choi kembali tertawa. “Umma~”

“Aigooo, Kyunnie~ kau sudah punya menantu, apa kau lupa?”

“Ani!! Siwon paboo!!”

“Kenapa Siwon yang paboo?”

“Kenapa dia suka sekali berpose bersama wanita cantik?!” Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

“Itu kan hanya untuk menyenangkan orang, dia tidak mungkin mematahkan hati yeoja.”

“Tapi dia mematahkan hatiku, umma~”

“Omo!!” Mata Umma Choi membulat sempurna.

Dan pipi Kyuhyun pun langsung terasa panas dengan kata-katanya sendiri. Rona pink itu bahkan menjalar sampai ketelinganya yang seketika memerah.

“Aku sengaja tidak ikut dengannya agar anak-anak tidak kesepian, tapi bukan berarti dia boleh berganti-ganti pasangan seperti itu.”

“Kyunnie…”

“Disini rasanya..’nyuut’ umma~” Ucap Kyuhyun sambil memegang dada kirinya.

“Kau cemburu?”

“Tidak!!!!” Bantah Kyuhyun cepat.

“Aigooo, baby~ sana pulang, anak-anak pasti cemas.”

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun langsung berdiri dari tidurnya.

“Lal….”

Belum sempat umma Choi mengatakan sesuatu, namja cantik itu sudah berjalan dengan cepat menuju lantai dua. Dimana kamarnya dan Siwon yang selalu dibersihkan seolah ada penghuninya.

Umma Choi hanya bisa menggelengkan kepalanya dan saat itu Appa Choi baru saja pulang dari kantornya.

“Ahh, selamat datang yeobo~” Umma Choi langsung mengambil tas kerja suaminya.

Appa Choi tersenyum manis dan menunduk sedikit untuk mengecup kening istrinya itu. “Ada apa? Kau terlihat cemas.” Tanyanya.

“Ahh, begitu jelas kah?” Umma Choi memegang pipinya. “Itu, menantu kita merajuk.”

“Lha, Kyunnie ada disini?”

“Ne, dia merajuk gara-gara Siwon foto bersama para yeoja.”

“Di Hongkong?” Sambung appa Choi.

“Nee~”

“Aigoo~ aku akan menegur Siwonnie.” Ucap Appa Choi cepat membuat istrinya itu langsung memutar bola matanya. “Wae?” Tanyanya.

“Mereka sudah tua, sudah punya menantu, bukan urusan kita lagi.”

“Tapi Siwonnie membuat Kyunnie merasa seperti itu, aku tidak bisa tinggal diam.”

“Aiish!! Jangan memanjakannya!! Mereka akan memperbaiki semuanya, bersama.”

“Aah, arraseo~ jangan ikut merajuk.”

“Mandi dulu, aku siapkan makan malam.”

“Baiklah~ jangan biarkan dia pulang dulu.” Ucap appa Choi lalu segera menuju kamarnya dilantai atas.

Sedang umma Choi langsung menuju dapur setelah menyimpan tas suaminya dilemari tas.

**

Sementara itu di istana Choi.

Minho mencoba menyenangkan suasana dengan bercerita, saat makan malam dimulai mereka saling diam. Menikmati hidangan yang ada didepan mereka dan makan dengan tenang.

Bahkan sampai semuanya selesai, Kyuhyun tidak kembali ke istana mereka. Minho hanya bisa memberi alasan-alasan kecil untuk membuat dongsaengnya masuk ke kamar untuk belajar lalu tidur.

Tapi yang terjadi ia harus menghubungi mommy mereka hanya agar kedua remaja itu bisa mendengar suaranya. Setelah Kyuhyun mengucapkan pesan dan ucapan selamat malam, barulah keduanya masuk kamar dengan patuhnya.

Dengan mendengar suara Kyuhyun yang baik-baik saja, Suho dan Sulli baru percaya bahwa mommy mereka tidak sedang menangis. Entah mengapa mereka berdua tidak bisa memaksa atau bahkan merengek agar Kyuhyun segera pulang.

Mungkin saja karna keduanya sudah belajar dewasa atau mereka sangat mengerti apa yang dirasakan namja cantik mommy mereka. Kyuhyun sangat bersyukur karna itu, pasti Minho sudah menjelaskannya lebih dulu.

Kyuhyun pergi hanya untuk menyembunyikan kecemburuannya itu didepan anak-anaknya. Dia tidak ingin melihat keadaannya yang terus mengutuk Siwon sepanjang hari, seperti yang dilakukannya dirumah umma Choi.

Sampai keesokan harinya.

-Aku tidak mau dalam pelukanmu!!!-

Pesan singkat dari Kyuhyun yang diterima Siwon membuat namja tampan itu terperanjat kaget. Padahal ia baru saja menginjakkan kaki-nya kembali ke istana mereka.

“Apa-apaan ini?” Tanyanya.

“Selamat datang, sajangnim.” Jawab para maid yang sudah berdiri sejajar dipintu.

“Daddy~ selamat datang~” Seru Sulli sambil berlari menuruni tangga kamarnya.

Namun saat melihat daddy-nya itu tersenyum sambil merentangkan tangannya, Sulli langsung berhenti. Putri cantik itu melipat tangan didadanya dengan bibir mengerucut imut.

“Wae?” Tanya Siwon dengan alis terangkat.

“Culli nggak mau dipeluk.” Jawab gadis cantik itu.

“Ohh, ayolah~ jangan seperti mommy.” Siwon melihat putrinya dengan tatapan memelas.

Sementara Sulli masih berdiri mempertimbangkan apa yang akan ia lakukan pada daddy-nya. Tapi melihat wajah tampan memelas seperti anak kucing terbuang itu, Sulli merasa tidak tega.

“Ckk!!! Bogoshipeoso!!!” Serunya langsung menghambur memeluk daddy tampannya itu.

“Nado princess~ nado~” Siwon tersenyum dan membalas pelukan Sulli dengan hangat.

“Selamat datang daddy~” Ucap Suho dibelakang mereka.

“Aah, uri adeul~” Siwon pun memeluk putranya setelah melepas Sulli. “Dimana hyung?”

“Jemput mommy, daddy.”

Siwon melepas pelukannya dengan cepat dan melihat Suho dengan mata menyelidik. “Maksudnya, mommy tidak ada dirumah?”

“Sejak kemarin.”

“Mwoo??”

“Sejaak…” Sulli menggantungkan kalimatnya.

Dan Siwon langsung mengumpat kasar didalam hatinya, ia tidak bisa mengutuk siapapun didepan anak-anaknya. Tentu saja Kyuhyun sudah melihat apapun yang ia lakukan diacara besar itu. Para awak media pasti sudah menyebarkan beberapa foto-nya bersama yeoja yang berbeda-beda.

Dan Kyuhyun…

“Pasti namja cantik itu cemburu, kkkk~” Tawa Siwon dengan senangnya. “Aaah, my baby~” Gumam Siwon sambil melihat ke-segala arah.

“Namja cantik itu istri daddy dan sekarang ia sedang merajuk.” Ucap Sulli.

“Ehehe~ tenang saja, princess~ mommy akan segera kembali.” Jawab Siwon penuh percaya diri menampilkan dimplenya.

“Kalau begitu bawa mommy pulang daddy, danjang!(sekarang)”

“As you wish, princess~”

Dan Siwon segera berbalik keluar dari istananya lagi lalu segera pergi darisana. Meninggalkan dua bocah remaja yang masih terpaku ditempatnya.

“Apa daddy tahu dimana?” Tanya Sulli setelah beberapa saat.

“Daddy selalu tahu dimana mommy, Cul-cul.”

“Daddy bahkan tidak takut mommy marah padanya.” Ucap Sulli dengan wajah tidak percaya.

“Cinta mereka terlalu besar untuk hal itu, Cul-cul jangan dipikirkan.”

“Siapa yang Cul-cul?” Tanya Sulli dengan death glarenya.

“Ahh, kajjaa~ belajar dulu~” Suho segera menarik tangan Sulli dan membawanya ke ruang belajar yang ada dilantai dua.

**

Sementara Siwon segera melajukan audi-nya menuju kediaman umma Choi untuk menjemput huswifenya tercinta. Dalam perjalanannya namja tampan itu sibuk memikirkan cara apa yang dipakai untuk membujuk Kyuhyun.

Namun sampai ia tiba didepan rumah umma-nya, Siwon tidak bisa memikirkan apapun. Apalagi saat melihat Minho keluar bersama Taemin sambil bergandengan tangan tanpa Kyuhyun.

“Minho, Minnie…” Panggil Siwon.

“Lho? Daddy???” Minho tidak menyangka daddy-nya ada disana, ia terlalu fokus dalam pikirannya sendiri. “Kenapa disini?” Tanyanya. “Ahh, bukan! Selamat datang.”

Putra tampan itu langsung mendekati Siwon dengan wajah sumringah dan memeluk daddy-nya. Siwon pun ikut tersenyum kemudian Taemin juga memeluknya sebagai pengganti ucapan selamat datang kembali.

“Bagaimana? Dimana mommy?”

“Mommy di kamar, tidak ingin pulang.” Jawab Taemin.

“Mwo??”

“Sebaiknya daddy yang bujuk, kali ini mommy merajuk.”

“Aigoo~ dia masih saja imut ne~” Siwon menampilkan dimple kebanggaannya. “Daddy ke dalam dulu.” Ucapnya kemudian segera masuk kedalam rumah.

Minho langsung memutar bola matanya, namun tertawa diakhirnya, orang tuanya memang selalu penuh dengan cinta. “Ayo pulang.” Ajaknya pada Taemin.

“Apa tidak apa-apa, hyung?”

“Tidak apa-apa, mommy hanya merindukan daddy.” Minho tersenyum manis sambil membuka telapak tangannya.

Taemin ikut tersenyum dan meletakkan telapak tangannya diatas Minho kemudian mengaitkan jemari mereka. “Kau sangat mengerti mereka hyung.”

“Hmm, tentu saja, mereka segalanya untukku, seperti dirimu.” Jawab Minho mendekatkan tangan mereka didadanya dan tersenyum penuh cinta.

Seribu kupu-kupu langsung berterbangan didalam perut Taemin melihat senyuman itu. Choi Minho, soulmatenya itu memang sangat tampan seperti daddy mereka.

“Kajja~”

**

“Umma~” Panggil Siwon menuju ruang tamu rumahnya.

“Ahh, selamat datang Siwonnie~”

“Mana Kyunnie umma?” Tanya Siwon sambil mengecup pipi ummanya itu.

“Di kamar, bawa pulang saja, dia menggerutu seharian.”

“Dia hanya merindukanku, umma.” Senyum Siwon dengan tenang.

“Umma tahu.”

“Baiklah, aku keatas~” Siwon langsung berlari menuju tangga membuat Umma Choi tertawa kecil melihatnya.

Namja tampan itu menuju kamarnya yang ada disana dengan pintu yang tertutup rapat. Tanpa bersuara ia mengetuk pintu itu beberapa kali.

“Aku tidak mau, umma~” Jawab Kyuhyun.

“Apa Choi Kyuhyun ada?” Tanya Siwon.

Kyuhyun yang mendengar suara itu langsung menutup mulutnya dan berjalan mengendap-endap menuju pintu kamar. “Nae sarang Choi Kyuhyun~” Panggil Siwon kemudian.

“Huh? Siapa kau?” Tanya Kyuhyun dengan wajah datar.

“Ooh, nae sarang Choi Kyuhyun, I miss you.”

“Huh? I dont know you.”

“Ooh, ayolah baby~”

“Pergi sana!!!”

“Cintaku…”

“Shut up!”

“Duniaku…”

“Pergi hyung!”

“Nafasku, bagaimana aku bisa pergi jika hatiku ada didalam.”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya memikirkan kata-kata cheesy itu, Siwon selalu bisa menyenangkan dirinya. Tapi ego yang tinggi membuatnya tidak akan menyerah begitu saja. Walau begitu ia sangat merindukan suami tampannya itu.

“Baby, apa kau tidak merindukanku?” Dua hari kita tidak bertemu, aku ingin memeluk tubuh fluffy-mu, baby~”

“Apa kau bilang? Aku gendut? Choi Siwon?!”

“Aiiih, dia membalikkan kata-kata, umma.” Ucap Siwon dengan alis yang terangkat.

“Pasangan paboo~” Jawab umma Choi. “Pulang sana, Kyunnie~ kau mau Cuo dan Culli sedih?” Tanya wanita paruh baya itu.

“Mereka memintaku membawanya pulang, tapi melihatku saja dia tidak mau umma.”

“Kyunniee!!” Panggil umma Choi. “Kau tidak bi…” Ucapan umma Choi terhenti deringan hp Siwon.

Namja tampan itu langsung melihat siapa yang menghubunginya dan nama Minho tertera disana. Tanpa menunggu lagi ia pun segera menerima panggilan itu.

“Ini daddy~”

>…..<

“Mwo?” Wajah Siwon langsung berubah keruh. “Rumah sakit?”

>…..<

“Ne, daddy segera kesana, Mino tenang dulu, bye.”

“Siwon…” Panggil umma Choi cemas.

“Umma, aku harus pulang, Minnie jatuh dari tangga, jaga babykyu, bye.”

Siwon langsung berlari menuruni tangga dengan cepat bahkan Umma Choi tidak sempat bereaksi atas pernyataannya. Wanita cantik itu masih mencerna apa yang baru saja dikatakan putranya. Cucu menantunya jatuh dari tangga? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi?

“Oh my god!!!” Gumamnya dengan mata membesar.

Saat itu Kyuhyun pun terlihat dipintu kamarnya yang sudah terbuka, tanpa disadari umma Choi. “Dia pulang?” Tanya Kyuhyun kecewa.

“Huh? Ahh, Kyunnie!!” Umma Choi tersenyum senang.

“Dia pulang umma, dia tidak mencintaiku.” Jawab Kyuhyun melihat kearah tangga.

Umma Choi langsung mendecak kesal dan mendekati menantunya itu. Tanpa aba-aba ia langsung menarik telinga Kyuhyun dengan gemasnya. “Apa maksudmu, huh?”

“Umma appooo!!!” Teriak Kyuhyun.

“Dia pulang karna menantumu jatuh dari tangga, apanya yang tidak cinta? Paboya~””

“M-mwo?? Minnie?? Ja-jatuh?”

“Ne, Siwon langsung kerumah sakit, apa ka…Kyunnie?!” Panggil umma Choi saat menantunya sudah berlari menuruni tangga. “Dia tidak mendengarkan orang.”

Wanita cantik itu pun segera mengikuti Kyuhyun keluar namun menantu kesayangannya itu tidak terlihat dimanapun. Bahkan salah satu mobilnya juga tidak ada ditempatnya.

“Ahjumma~” Panggil umma Choi.

“Ne nyonya?” Jawab wanita tua maidnya.

“Katakan pada suamiku aku kembali ke rumah sakit, Minnie jatuh dari tangga.”

“Omo, bagaimana tuan muda?”

“Aku belum tahu, jangan lupa bersihkan kamar Kyunnie, aku pergi.”

“Iya, hati-hati nyonya.”

**

Sementara itu dirumah sakit.

“Oppa~” Panggil Sulli.

“Jangan khawatir.” Suho menepuk-nepuk pelan kepala dongsaengnya.

Sementara Minho terlihat gelisah sambil berjalan mondar mandir didepan ruang ICU. Saat langkah kaki terdengar, ketiganya langsung berpaling melihat kearah yang sama.

Siwon berjalan cepat dengan wajah khawatirnya, ia melihat satu persatu wajah permata dalam hidupnya itu. Begitu dekat, namja itu langsung menarik Minho dalam pelukannya.

“Daddy…” Bisik Minho dibahunya.

“Apa yang terjadi, kenapa bisa jatuh?”

Minho melepas pelukannya dan melihat Siwon dengan wajah sedih dan kecewa. Kecewa pada dirinya sendiri, karena ia tidak bisa menjaga Taemin dengan baik.

“Minnie mau ke kamar daddy, Mino mau ke dapur, tiba-tiba dia sudah berguling ke bawah.”

“Apa kata dokter?”

“Mereka belum keluar.”

“Mino tenang saja, do’akan yang terbaik.” Ucap Siwon membuat Minho menganggukkan kepala. “Babies~” Panggil Siwon kemudian. “Gwenchana?”

“Gwenchanayo~” Jawab Sulli langsung menghambur memeluk daddy-nya.

“Apa hyung akan baik-baik saja, daddy?” Tanya Suho.

“Nee, Minnie hyung pasti baik-baik saja.” Siwon tersenyum menenangkan lalu memeluk kedua anaknya itu.

Saat itulah pintu ICU dibuka dengan perlahan, dokter Kim yang menangani Taemin keluar sambil melepas maskernya. Ia langsung menganggukkan kepala begitu melihat Siwon lalu mendekatinya.

“Tuan Choi…” Dokter Kim mengulurkan tangannya.

Siwon tersenyum dan menerima uluran tangan itu dengan senang. “Bagaimana dok?” Tanyanya.

“Kami sudah menjahit lukanya, syukurlah tidak parah.”

Helaan nafas lega terdengar disana, Siwon menepuk pelan bahu Minho yang berdiri disampingnya. “Lalu? Apa kami boleh melihatnya?”

“Dia masih belum sadar, demamnya sangat tinggi, saya rasa dia jatuh karena itu.”

“Aah, begitukah? Tapi tidak berbahaya kan?”

“Tidak, kami sudah memberinya obat, dia akan dipindahkan keruang rawat, kalian bisa melihatnya disana.”

“Baiklah, trima kasih dok.” Siwon langsung mengulurkan tangannya kembali.

Dan mereka kembali berjabat tangan namun kali ini Minho juga ikut mengulurkan tangannya pada dokter Kim. Namja tampan itu menganggukkan kepalanya sambil mengucapkan terima kasih.

Tidak berapa lama, Taemin pun dipindahkan keruang inapnya, dan mereka pun mengikuti dibelakangnya.

“Daddy…” Panggil Minho tiba-tiba.

“Dimana mommy?”

“Aigooo~” Siwon tersenyum melihat putranya.

Disaat seperti ini ia masih bisa memikirkan masalah orang tuanya, bukankah sangat bahagia memilikinya?

“Rayuan daddy belum selesai, jadi mommy belum keluar.”

“Mianhae, daddy langsung kemari ya?”

“Mm, begitulah, jangan meminta maaf, yang penting sekarang Taemin baik-baik saja.”

“Mino tahu, tapi mommy harus kembali.” Jawab Minho sambil melihat dongsaeng kesayangannya yang tidak mengatakan apa-apa.

Minho tahu dua bocah itu merasa kehilangan, walau tidak mengatakan apa-apa. Walau sudah besar, tapi keduanya masih sangat terikat dengan mommy mereka.

“Daddy akan mencoba lagi.” Jawab Siwon yakin. “Mommy hanya merajuk sebentar, jangan khawatir.”

Senyum tulus Siwon sanggup membuat ketiga permata keluarga itu tersenyum dengan manisnya. Dan saat itu beberapa langkah kaki kembali terdengar mengikuti mereka dari belakang.

Terlihat Hyukjae dan Donghae berjalan tergesa-gesa mendekati mereka dan dibelakang mereka dua orang lain mengikuti dengan cepat, mereka adalah Umma Choi dan menantunya, Choi Kyuhyun.

“Baby~” Gumam Siwon.

“Siwon!!” Panggil Hyukjae.

“Apa yang terjadi?” Tanya Donghae.

“Hyung mianhae, sepertinya Taemin pingsan ditangga dan jatuh kebawah.”

“Omoo!!”

“Mianhae umma, appa.” Ucap Minho. “Aku tidak menjaganya dengan baik.”

“Lalu bagaimana sekarang?” Tanya Donghae.

“Minnie masih belum sadar, demamnya sangat tinggi, tapi dokter bilang sudah tidak apa-apa.”

“Apa dia akan baik-baik saja?” Tanya Hyukjae.

“Ne appa, semoga.”

“Kalau begitu, gwenchana~ boleh kita masuk?” Tanya Donghae dengan tenangnya.

Minho menganggukkan kepalanya dan membawa kedua orang tua Taemin masuk kedalam bersama Suho dan Sulli. Sementara Umma Choi yang mendengar jawaban Minho langsung menghela nafas lega dan mengikuti mereka.

Tinggallah Siwon dan Kyuhyun yang masih berdiri ditempat mereka dengan jarak 5 langkah kaki. Siwon terus menatap huswife cantiknya itu dengan penuh cinta dan kerinduan. Membuat Kyuhyun salah tingkah dan melihat kesana kemari untuk mengalihkan perhatian.

“Baby…” Panggil Siwon akhirnya.

Barulah Kyuhyun berpaling dan melihat wajah tampan itu tepat langsung kematanya. Apa yang didapatnya disana membuat debaran jantungnya semakin kencang dan rasa rindu itu pun ikut membuncah.

Detik selanjutnya, Siwon merasakan sepasang lengan sudah memeluk erat lehernya dan beban berat terasa menghimpitnya. Namun begitu tersadar ia langsung memeluk pinggang Kyuhyun dengan erat dan membenamkan wajah dibahu huswifenya itu.

“Bogoshiposo~” Ucap Siwon mengecup bahu Kyuhyun dan leher kekasihnya itu dengan lembut.

“Nado hyung….”

“Mianhae.” Ucap keduanya bersamaan kemudian sama-sama terdiam.

Senyum manis pun terpatri dibibir keduanya dan kembali mengeratkan pelukan mereka. Tanpa diketahui tiga kepala menyembul dibalik pintu salah satu ruangan menyaksikan moment mereka.

“Tidak ada yang bisa memisahkan mereka.” Ucap Minho dengan senyum manis.

“Bahkan tanpa usaha apapun, mommy kembali ke pelukan daddy.” Sambung Suho.

“Mommy memang tidak bisa jauh dari daddy.” Sulli menganggukkan kepalanya mengerti. “Mommy memang koala.”

“I heard that!!!” Suara Kyuhyun membuat ketiganya terhenyak.

Lalu segera kembali masuk dalam ruangan Taemin membuat Kyuhyun menyunggingkan smirknya. “Bagaimana Taemin, hyung?” Tanyanya kemudian.

“Dia demam tinggi, mungkin saat ke kamarnya dia pingsan hingga jatuh.”

“Lalu sekarang?”

“Dia baik-baik saja, kau mau melihatnya?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya lalu melepas pelukan itu perlahan. Siwon menatap wajah Kyuhyun dengan lekat yang dua hari ini begitu ia rindukan.

“Ahh, I miss you so~” Ucapnya sambil menangkup pipi kiri huswifenya itu.

Kyuhyun tersenyum kecil dan merebahkan kepalanya seolah menginginkan sentuhan Siwon lebih lagi. “Mianhae~” Bisiknya pelan.

“I have known you for years~ (aku sudah mengenalmu bertahun lamanya)” Ucap Siwon dengan senyuman manis. “Dan ini salah satu yang selalu membuat hidupku berwarna.”

“Mwo? Maksudnya?”

“Kecemburuanmu.”

“Maldo andwae!!” Bantah Kyuhyun cepat. “Aku tidak cemburu.”

“Mwoo??” Siwon menatap huswifenya itu tidak percaya. “Apa itu bukan cemburu namanya?”

“Bukan.”

“Lalu?”

“Aku mau lihat Taemin.” Jawab Kyuhyun langsung berjalan meninggalkan Siwon.

Dan Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya lalu segera menyusulnya masuk keruangan Taemin. Siwon tersenyum senang saat tiga pasang menatapnya penuh harap. Sementara Kyuhyun melihat Taemin diranjang rumah sakit lalu berpaling melihat ketiga permata hatinya.

“Mianhae…” Ucapnya.

Seketika ketiganya menghambur memeluk Kyuhyun dengan wajah senang mereka. Bahkan mereka tidak peduli saat mommy cantik mereka itu hampir terjengkal kebelakang.

“Mommy ngambek seperti Culli.” Ucap Minho dibahunya.

“Culli tidak ngambek.” Jawab Sulli dibelakangnya.

“Selamat datang mommy, bogoshipo.” Ucap Suho pelan membuat Kyuhyun tertawa senang.

Ketiganya pun melepas pelukan mereka, Minho dan Sulli langsung berpaling melihat Suho dengan wajah datar mereka. Remaja tampan itu hanya bisa membalas tatapan mereka dengan wajah polosnya.

“Waee?” Tanyanya.

“Mommy’s boy~” Jawab keduanya bersamaan.

“I’m not!!” Jawab Suho cepat.

“Sssst~ jangan bertengkar.” Siwon menegahi.

Kyuhyun hanya tertawa dan mengacak rambut Suho dengan gemasnya lalu namja cantik itu segera berjalan menuju ranjang Taemin. Minho juga mengikutinya dari belakang bersama dua kembar menggemaskan itu.

Begitu dekat dengannya, Kyuhyun membelai lembut kepala Taemin dan namja cantik itu kembali meminta maaf. Seharusnya ia bisa menjaga menantu satu-satunya itu, tapi bahkan Kyuhyun tidak ada saat Taemin sakit dan jatuh.

“Mianhae~” Ucap Kyuhyun lagi sambil melihat Minho.

“Jangan meminta maaf mommy, Minnie sakit karna kelelahan, sebelum mommy pergi dia sudah tidak enak badan.”

“Tapi mommy tidak tau dan tidak bertanya.”

“Jika begitu seharusnya Mino yang salah.” Jawab Minho cepat membuat Kyuhyun terdiam.

Siwon langsung tersenyum dan menepuk-nepuk pelan bahu putranya itu. Minho selalu bisa menenangkan kekhawatiran Kyuhyun dengan caranya sendiri. Ikatan yang dimilikinya, membuat siapapun tidak menyangka jika Minho anak angkat mereka.

“Apa mommy sudah makan? Daddy belum makan sejak kembali karena langsung mencari mommy.” Ucap Minho lagi dengan nada tegas.

Kyuhyun berpaling melihat suaminya yang hanya bisa tersenyum penuh kemenangan. Minho memang anak mommy-nya, tapi ia tidak pernah memisahkan kasih sayang untuk Siwon daddy-nya.

Semakin dewasa, namja tampan itu semakin memperlihatkan sikap adilnya untuk mereka. Jika Kyuhyun salah, ia akan membela daddy-nya begitu juga sebaliknya. Karena itu saat ini, ia hanya bisa memihak daddy-nya yang memang tidak bersalah, hanya mommy-nya saja yang cemburu berlebihan.

“Ayo makan baby~” Ajak Siwon.

Kyuhyun hanya bisa menganggukkan kepala lalu segera berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Siwon. Namja cantik itu melihat tangan suaminya yang terulur dan tanpa berpikir panjang menyambut tangan itu.

“Aah, akhirnya~” Ucap umma Choi tiba-tiba.

“Mwo??” Mata Kyuhyun melebar sempurna.

“Apa yang terjadi? Kalian bertengkar?” Tanya Donghae.

“Sejak tadi aku penasaran.” Jawab Hyukjae.

“Kenapa kalian disini?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Daritadi kau tidak melihat kami?” Tanya Donghae langsung mendekati dongsaengnya itu. “Dasar paboo~” Ucapnya sambil menarik telinga Kyuhyun.

“Aish, appo hyung!!”

“Sudah-sudah, sana makan dulu, jangan merajuk lagi.” Ucap umma Choi melerai.

Siwon tersenyum kecil lalu segera menarik Kyuhyun keluar darisana sementara umma Choi mulai menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Kyuhyun tahu umma mereka pasti akan menceritakan kecemburuannya itu.

“Ck?!”

“Waeyo?”

“Umma pasti cerita.”

“Ahaha, gwenchana~ ayo makan.”

“Tapi, kau pasti sangat lelah hyung, kau juga belum masuk ke kamar.”

“Gwenchana~ aku hanya ingin memelukmu dengan cepat, sejak dipesawat aku membayangkan betapa bahagianya bisa memelukmu kembali.”

“Tapi apa yang kulakukan?”

“Ssst, sudahlah~ jangan dipikirkan.”

“Bagaimana dengan Minnie? Dia pasti baik-baik saja kan?”

“Ne, dokter Kim sudah menjamin.”

“Karena itu pulanglah, mandi dulu dan istirahat sebentar, bawa si kembar juga, aku ingin menemani-mu, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan Mino sendirian.

“Aku mengerti, tapi sekarang kita makan dulu.”

“Nee~”

Dan dua namja pasangan sempurna itu pun menuju kantin rumah sakit yang menyediakan berbagai macam makanan. Siwon mengambil semua makanan yang disukai Kyuhyun dan makan bersamanya.

Wajah bahagia Kyuhyun saat mengunyah kesukaannya membuat Siwon selalu diliputi kebahagiaan. Tapi apa Siwon tahu kehadirannya didepan Kyuhyun saat ini merupakan kebahagiaan terbesar namja cantik itu?

Sejak ia pergi ke Hongkong dan meninggalkan Kyuhyun dengan segala kerinduan mereka, pikiran huswifenya menjadi tidak menentu. Apalagi ditambah kejadian bersama para yeoja itu yang mengelilinginya membuat kecemburuan Kyuhyun meningkat.

Bukan Kyuhyun tidak percaya pada suaminya yang sudah berpuluh tahun hidup bersama. Hanya saja ia tidak ingin apa yang menjadi miliknya disentuh orang lain dengan sengaja. Seluruhnya, Choi Siwon hanya miliknya, cintanya dan hidupnya.

Karena itu, ia bisa bertingkah seperti remaja yang baru jatuh cinta dengan segala kecemburuannya.

“I love you…” Ucap Siwon tiba-tiba.

Kyuhyun langsung menatap wajah tampan itu dengan intens dan tidak perlu menunggu lama, rona pipi-nya pun terlihat perlahan.

“I-I love you more.” Jawabnya gugup.

“I love you most~” Siwon tersenyum dengan manisnya membuat Kyuhyun harus memalingkan wajahnya kearah lain.

Namun senyum kecil terpatri dibibir peach milik namja cantik itu.

“Kenapa kau sangat cantik, baby?” Ucap Siwon lagi.

“Paboya!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Ahahaha~”

Tawa Siwon membuat hati Kyuhyun berbunga namun wajah datar namja cantik itu tidak bisa dihilangkan. Siwon hanya menggelengkan kepalanya melihat pertahanan Kyuhyun.

Setelah selesai, mereka kembali keruangan Taemin dan Siwon segera mengajak dua buah hatinya kembali ke rumah. Walau mendapat penolakan dari keduanya, tapi Kyuhyun bisa membujuknya.

Setelah saling bercerita, Kyuhyun pun meminta Umma dan dua hyungnya kembali. Ia mengatakan biar Minho dan dirinya saja yang menjaga Taemin, apalagi demam tinggi menantunya itu sudah turun.

“Hati-hati ne, umma~” Ucap Kyuhyun memeluk umma Choi.

“Kalau ada apa-apa hubungi kami, Kyu.” Jawab Donghae.

“Arraseo.”

Dan tinggallah ia bersama Minho didalam ruangan yang sunyi itu, hanya suara cairan infus yang menemani mereka berdua. Minho duduk disisi kiri Taemin sementara Kyuhyun duduk disisi kanan menantunya itu.

“Dulu dia sangat manis saat pertama kali ke rumah kita.” Ucap Kyuhyun mengambil tangan Taemin dan menggenggamnya dengan lembut.

“Dia masih manis mommy.” Jawab Minho.

“Dulu dia ingin mommy jadi mommy-nya sampai Mino cemburu.” Ucap Kyuhyun lagi membuat pipi Minho langsung merona. “Mino masih ingat?”

“Ne, mommy bilang uncle Hae bisa jadi mommy untuknya.”

“Ne, Hae hyung merawatnya dengan baik, bahkan mommy masih tidak percaya dia sudah jadi menantu dikeluarga Choi.”

“Tapi dia menantu mommy sekarang.”

“Dan itu membuat mommy jadi semakin tua.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar mengerucutkan bibirnya.

“Ahahaha, mommy masih imut, tenang saja.” Jawab Minho dengan tawa polosnya.

Mata Kyuhyun langsung melebar sempurna, bagaimana bisa Minho mengatakan dirinya imut. Tidak ada yang boleh mengatakan hal itu selain Siwon, suaminya tercinta.

“I know~” Jawab Minho.

“Mwoo??”

“Hanya daddy yang boleh bilang mommy imut.”

“Mwoo??” Mata Kyuhyun semain melebar.

“Aiih~ lupakan!” Minho menatap mommy-nya itu dengan wajah serius. “Mommy sudah baikan, bukan?” Tanyanya kemudian.

“Siapa yang marahan?”

“Mommy merajuk, apa itu namanya cemburu?”

“Tidak!! Mommy tidak cemburu.”

“Aish, whatever, yang pasti mommy sudah baikan?”

“Nee, sudaah~ daddy-nya Mino tidak bisa lama-lama jauh dari mommy.” Ucap Kyuhyun dengan bangganya.

Minho langsung memberi mommy cantiknya itu smirk yang menjengkelkan. “Bukan sebaliknya?” Tanyanya.

“Ck!” Gerutu Kyuhyun. “Sudah! Mommy cari minum.” Namja cantik itu langsung berdiri.

Lalu ia melepas tangan Taemin dengan perlahan kemudian keluar darisana sambil melayangkan death glarenya pada Minho. Putra pertamanya itu hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.

Sementara Kyuhyun keluar bukannya mencari minum, ia malah mencari hp-nya dan melihat layar tipis itu menampakkan wajah tampan suaminya. Detik berikutnya ia sudah menekan panggilan keluar dengan nama penerima ‘My Life’.

>Baby~< Suara Siwon terdengar.

“Hyung, sedang apa?”

>Istirahat, dikamar kita? Waeyo? Ada apa? Minnie?<

“Ani, Minnie masih belum sadar, bagaimana anak-anak?”

>Hoo, mereka sudah tidur, kau juga tidurlah baby.<

“Aku tidak bisa tidur.”

>Kau khawatir?<

“Neee~”

>Dia akan baik-baik saja, baby~<

“Tapi dia belum sadar sampai sekarang, bahkan kami sudah berbicara banyak didepannya tapi dia tidak berkutik, waeyo?”

>Aigoo~ kau dimana? Pergilah ke ruangan umma, tidur disana, aku temani.<

“Aku tidak ngantuk.”

>Baiklah, tunggu sebentar, tutup dulu.<

“Ne…” Kyuhyun memutus sambungan itu dan menatap layar tipis iphonenya dengan bingung.

Namja cantik itu menghembuskan nafas lelahnya sambil menjulurkan kaki dan bersandar didinding rumah sakit yang dingin itu. Mata lelahnya pun terpejam perlahan mencoba memikirkan suaminya untuk membuatnya tenang.

Ya, Kyuhyun khawatir.

Ia sangat khawatir dengan keadaan Taemin, apalagi kejadiannya saat ia tidak berada dirumah. Malah sedang menuruti keegoisannya karena marah pada Siwon. Dokter Kim memang mengatakan menantunya baik-baik saja setelah jatuh dari tangga itu.

Tapi sampai saat ini Taemin belum membuka matanya dan berkata dia baik-baik saja. Hal itu membuat Kyuhyun masih tidak bisa mempercayai perkataan dokter mereka.

“Baby~” Panggil Siwon tiba-tiba.

Sedikit tersentak Kyuhyun langsung duduk tegak dan berpaling mencari asal suara itu. Apa dia sangat menginginkan suaminya disana sampai ia mendengar suaranya dalam keadaan sadar?

Tapi tidak, karena saat ini namja tampan cintanya itu sedang berjalan tergesa-gesa mendekatinya. Wajah yang selalu tampan itu tersenyum menenangkan sampai akhirnya tiba dihadapannya.

“H-hyung?” Tanyanya masih tidak percaya.

“Gwenchana~ hyung disini.” Ucap Siwon lalu meraup tubuh dingin Kyuhyun dalam pelukannya yang hangat.

Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun langsung membenamkan dirinya dalam kehangatan itu. Walau begitu menginginkan Siwon bersamanya, tapi ia tahu namja tampan itu pasti kelelahan. Dan sekarang suaminya itu langsung datang hanya dengan mendengar suara kekhawatirannya.

“Kenapa tidak bilang lebih awal?” Tanya Siwon setelah beberapa menit.

“Apa?” Kyuhyun balik bertanya tanpa merubah posisinya.

“Kau ingin aku disini.”

“…..” Kyuhyun tidak bisa menjawabnya.

“Baby~ jujurlah~”

“Kau sangat lelah hyung, aku ingin kau istirahat dirumah setelah perjalananmu, bagaimana mungkin aku…”

“My baby~” Ucap Siwon memotong ucapan Kyuhyun. “Pengertian sekali.” Lanjutnya sambil memeluk huswifenya itu dengan erat.

“Walau aku merindukanmu, ingin memelukmu, tapi aku tahu karna egoisku kau pasti kelela…”

“Sssst~ sudahlah~ aku disini sekarang.” Siwon menepuk-nepuk pelan bahu Kyuhyun untuk menenangkannya.

Namja cantik itu pun tersenyum dengan manis sambil kembali membenamkan wajahnya dileher suaminya tercinta. Mereka terus berpelukan dengan erat menikmati keheningan dalam kehangatan.

**

Dan malam terus berlalu dengan sendirinya, menemani jiwa-jiwa yang lelah untuk beristirahat dengan nyaman. Namun tidak dengan namja tampan yang ada diruangan rumah sakit yang putih itu.

Choi Minho masih terjaga demi menemani huswife-nya yang masih terbaring tidak bergerak. Namun tiba-tiba saja sedikit getar terasa disaku-nya dan ia segera mengambil iphone miliknya itu.

Satu pesan singkat masuk kesana dari nomor yang sudah bisa dihafalnya diluar kepala. “Culcul”

-Bagaimana oppa?-

Pesan singkat dari dongsaeng cantiknya, Choi Sulli membuat Minho menepuk keningnya, seolah ia melupakan suatu hal. Tanpa menunggu lagi ia langsung berdiri dan menghambur menuju pintu dengan cepat.

Kemudian ia pun membuka pintu itu perlahan dan melihat lorong rumah sakit yang sepi. Namun bayangan hitam tidak jauh dari pintu itu menandakan ada seseorang disana. Dengan pelan Minho keluar dan ingin melihat dengan jelas bayangan tersebut.

Dan seperti yang diperkirakan, bayangan itu merupakan orang tua mereka yang masih berpelukan. Minho hanya tertawa kecil dan menghembuskan nafas lega lalu kembali menutup pintu itu.

Saat ia berpaling kearah Taemin, namja tampan itu kembali menyunggingkan senyuman manisnya. Disana huswife manisnya sudah duduk tegak sambil menatapnya dengan wajah penasaran.

“Hi~” Sapa Minho.

“Bagaimana?” Tanya Taemin.

“Gwenchana~” Minho berjalan perlahan mendekati Taemin dan duduk disisinya. “Akhirnyaaa~” Ucapnya senang.

“Hyung…” Panggil Taemin.

Minho mengambil tangan Taemin dan menggenggamnya dengan lembut lalu menatap wajah manis kekasihnya. “Mereka benar-benar sudah berbaikan.” Ucapnya.

“Jinjja?” Tanya Taemin tidak percaya dan dibalas anggukan kepala Minho. “Aaah, akhirnyaaaaaaaaaaa~~” Seru Taemin ikut senang.

Namja manis itu mengangkat kedua tangan keatas dengan bebas seolah menghilangkan kepenatan ditubuhnya. Minho hanya tertawa menggelengkan kepala lalu kembali mengambil tangan itu untuknya.

“Pasti capek bertahan tidak bergerak selama itu, mianhae.”

“Ahh, gwenchana hyung, demi mereka berbaikan aku akan melakukannya, walau harus berpura-pura sekalipun.”

Minho tersenyum senang menatap wajah penuh kejujuran belahan jiwanya itu. Tangan Minho bergerak perlahan menyusup ke sisi kanan leher Taemin dan mendekatkan wajah mereka hingga ia bisa mengecup kening huswifenya itu dengan lembut.

Taemin memejamkan matanya sambil tersenyum dengan dada yang berdebar. Minho memang sangat romantis dan selalu bisa membuatnya dipenuhi dengan kebahagiaan. Begitu juga dengan keluarganya.

“Sekarang aku percaya, kalian pernah melakukan ini.” Ucap Taemin kemudian.

“Ne, dulu, aku membuat si kembar menangis dan mereka berhasil  berbaikan kembali.”

“Dan kali ini juga berhasil.”

Brak!!! Suara pintu terbuka paksa membuat keduanya tersentak.

“Semua itu pura-pura?” Tanya Kyuhyun.

“M-mommy…” Minho tidak percaya melihatnya.

Kyuhyun dan Siwon berdiri dipintu itu dengan wajah datar mereka. Saat ingin masuk kesana keduanya tidak sengaja mendengar pembicaraan Minho dan Taemin.

Semua yang terjadi hanya pura-pura.

“Jelaskan pada kami.” Ucap Kyuhyun datar.

“Mommy, jebal~ jangan marah dulu, kami hanya ingin kalian berbaikan.” Jelas Minho.

“Dengan cara berbohong??” Tanya Kyuhyun tajam.

“Baby…” Panggil Siwon menenangkan.

“M-mommy, Hyung hanya memberi ide tapi aku yang ingin melakukannya.” Taemin juga ikut menjelaskan. “A-aku tidak ingin kalian bertengkar, kami tidak tega melihat Culli dan Cuo khawatir, ta-tapi tidak sepenuhnya pura-pura mommu, a-aku memang demam tinggi.”

“Tapi dengan cara ini, apa kalian tahu bagaimana khawatirnya mommy?” Tanya Siwon.

“Mianhae~” Minho menundukkan kepalanya. “Kami hanya…”

Ucapan Minho terhenti suara dering hp-nya dan Kyuhyun langsung berpaling hendak keluar darisana. Jantung Minho seketika berdetak kencang melihat raut kekecewaan diwajah mommy-nya.

Namun ia harus segera menerima panggilan itu yang tertera nama Sulli dongsaengnya.

“Ne, princess??”

>Oppa!!! Cuo oppa kejang-kejang!!!<

“MWO???”

**

Tbc…

Euy~ semoga tidak mengecewakan ne~😄😄 ini tbc karna masih ada request yg belum selesai ^o^

Sampai jumpa di ff selanjutnya.

Love you with all of my heart~ My treasure~

Vie.

note : Kalo gak koment disini…gak jdi update yg satu lagi..ohohohoho~

Advertisements