Love Thread

Vie and Ms. Lee Present

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Hwang Minhyuk, Kim Jaehwan, Suju Members.

Pairing : Wonkyu, Minhwan

Genre : Romance, Fluffly

Warning : Bl yoiyolah~

Summary : Walau apapun yang terjadi, cinta yang sudah disatukan oleh benang takdir tidak akan mudah putus begitu saja. Tapi, jika salah satu dari mereka yang memilih memutuskan benangnya, apa takdir juga akan berubah??

Hai-hai~ #lambaitangan Continue reading

Advertisements

Are We Meant To Be?

Vie Zurly Proudly Present

Thanks to : User31, Covernya Beautiful!!

**

Are We Meant To Be?

Starring : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Choi Seunghyun, Leeteuk, Lee Hyukjae.

Pairing : Wonkyu, TopKyu

Genre : Romance,  Fluffy, Hurt/Comfort

Length : 2 or 3 shot, galau saia.

Warning : Always BL, DLDR, Bahaasa lebay, alur berantakan, imajinasi suka-suka saya.

Summary : Yang baca tahan aja, ahahaha~ Ide Ms.Moly yang sudah karatan+lumutan.

Here we go~

**

Seoul..

“Kyu, honey~ ” Panggil seorang namja tampan di sebuah apartemen mewah yang ada di jalan gangnam.

“Wae?”

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku sedang mengalahkan musuhku, hyung~ jangan berisik!!” Gerutu namja yang lain dengan pout dibibirnya.

Sejak tadi namja dengan wajah cantik itu berada di depan komputernya bermain game. Sementara namja dibelakangnya hanya bisa melihat dengan wajah pasrah.

“Kyu~ ayo pergi~ temani aku.” Ajak namja tampan itu sekali lagi.

“Kemana hyung? Aku belum mengalahkannya.” Jawab namja cantik yang bernama Kyuhyun itu.

“Kau selalu bermain game, bagaimana pekerjaanmu, hm?” Tanya namja itu lagi.

“Aku direkturnya, apanya yang bagaimana?” Kyuhyun melipat tangan di dadanya dengan kesal.

Kyuhyun atau Cho Kyuhyun, namja cantik dengan usianya yang baru 23 tahun itu pewaris satu-satunya Cho Corporation. Ia mulai memimpin perusahaan appanya sehari setelah ia menerima gelar sarjana. Namun karena tidak ingin diikat dengan pekerjaan, Appa Cho memberikan sekretarisnya untuk membantu namja cantik yang masih ingin bermain itu.

Sementara itu Choi Seunghyun, namja tinggi dengan rambut hitam, wajah tampan dan perawakan yang tegas, masih bisa dibilang muda dengan umurnya yang sudah menginjak usia 26 tahun. Ia merupakan pewaris pertama dari Choi Corp yang masih belajar dengan sungguh-sungguh untuk menerima jabatan direktur dari appa-nya.

Namja tampan itu mengabdikan hidupnya bekerja dan bekerja ditemani tunangannya yang selalu bersama.

Namja cantik dengan kulit putih serta rambut coklat kemerahan dan mata bulatnya yang seperti boneka itu memang teman se-permainannya sejak kecil. Dengan rumah yang saling berdekatan membuat orangtua mereka bersahabat dan mereka berdua selalu bermain bersama.

Bahkan sampai Junior dan Senior High, Seunghyun selalu meminta Kyuhyun mengikutinya. Namja tampan itu mengatakan akan menjaga Kyuhyun setiap waktu, karena itu jangan menjauh darinya.

Dan sejak itu hubungan mereka berdua tidak bisa dipisahkan lagi sampai di universitas. Seunghyun meminta Kyuhyun menjadi kekasihnya dan namja cantik itu hanya menjawab iya tanpa mengerti apa itu cinta.

Keduanya pun terus bersama sampai kuliah mereka selesai dan Seunghyun bekerja diperusahaan appa-nya. Sementara tidak lama Kyuhyun pun langsung mengikuti acara pergantian direktur di perusahaan Cho Corp.

Tidak lama setelah itu, Seunghyun kembali meminta namja cantik itu untuk bertunangan dan sekali lagi Kyuhyun menjawab ‘iya’ dengan mudahnya. Namja cantik itu tidak memikirkan hal yang lain karena menurutnya seperti itulah adanya.

Seperti itulah kehidupannya, datar dan sedikit membosankan.

Setahun bertunangan Seunghyun ingin mereka tinggal di apartemen yang sama. Sekali lagi Kyuhyun tidak membantah dan mengikuti arus yang dibuat namja tampan itu. Tapi saat Seunghyun mengajaknya untuk menikah, untuk pertama kalinya barulah Kyuhyun tahu caranya menjawab tidak.

Namja cantik itu mengerti arti dari pernikahan yang mengikat dua manusia dalam takdir mereka. Tidak akan bisa dipisahkan walau apapun yang terjadi karena sebuah pernikahan itu suci dan sangat sakral.

Karena itu Kyuhyun ingin memikirkan hal itu lebih dalam dan ia ingin memastikan, apakah Seunghyun memang namja yang ditakdirkan untuknya?

Jika iya, tentu saja Kyuhyun sekali lagi akan memberi jawaban mudah seperti yang biasanya selama ini. Tapi kenapa saat pertama kali Seunghyun bertanya Kyuhyun menjawab tidak dengan begitu cepat.

Bahkan tanpa perlu berpikir kedua kalinya.

Apa kita ditakdirkan bersama?

“Aku ingin pamit pada Appa.” Ucap Seunghyun kemudian.

“Lho? Pamit? Kau ingin pergi hyung? Kemana?”

“Ohh my~ sayang~ aku sudah bilang akan ke Jeju untuk pertemuan bisnis.”

“Mwo?? Aku lupa? Kapan perginya?”

“Sekarang, sebentar lagi.”

“Aku ikut?! Hyung aku ikut!!” Teriak Kyuhyun langsung berlari menuju kamar mandi.

Namja cantik itu bahkan tidak mendengar perkataan Seunghyun karena ia sudah masuk kedalam. Karena itu tunangan tampannya itu pun dengan baik hati menyiapkan koper untuk Kyuhyun pergi.

Seunghyun memang tidak bisa menolak apapun yang dinginkan Kyuhyun, karena namja cantik itu tidak pernah membantah apapun yang ia katakan, sampai hari ini.

Setelah mengemasi semua barang-barang Kyuhyun, namja cantik itu pun selesai berpakaian.

 “Kyunnie~ sudah semuanya kan?” Tanya Seunghyun sekali lagi.

“Sudah, kajja~” Jawab Kyuhyun.

Dan pasangan yang selalu bersama itu pun segera keluar dari apartement mewah mereka menuju parkiran mobil. Keduanya sudah tidak sabar untuk merasakan musim panas dipulau yang paling terkenal di Korea bahkan didunia.

Pulau Jeju.

Namun sebelum itu keduanya menyempatkan diri berpamitan pada orang tua mereka. Dan Kyuhyun menghubungi sekretaris perusahaan yang pasti akan menggerutu dibelakangnya. Kemudian keduanya pun segera menuju bandara internasional Seoul, Incheon Airport.

Setelah melakukan segala cek untuk penerbangan, pesawat korean Air yang akan membawa mereka ke tempat liburan itu pun lepas landas. Didalam pesawat Kyuhyun memilih untuk makan lebih dulu, baru kemudian beristirahat dengan nyaman.

Bahkan ia masih tertidur saat pesawat itu mendaratkan rodanya dibandara Internasional Jeju. Seunghyun membangunkan Kyuhyun dengan cepat dan membawanya turun darisana.

Dengan mobil yang sudah disewa khusus untuk disana Seunghyun segera menuju hotel yang sudah ia pesan sebelumnya. Kyuhyun sangat senang menikmati udara hangat matahari yang menyinari mereka. Bahkan ia sempat mengeluarkan tangannya melalui jendela.

Seunghyun hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah kekasihnya yang seperti anak kecil mendapat mainan.

“Kau senang, sayang?” Tanya Seunghyun.

“Tayonajii~ (tentu saja) sudah lama kita tidak liburan.” Jawab Kyuhyun dengan wajah senangnya.

“Mianhae, aku sibuk bekerja.”

“Gwenchana, sekarang kita disini.”

“Tapi sebelum santai disini, aku juga harus bekerja, tidak apa-apa?”

“Mmm, tidak apa-apa, aku akan melihat-lihat sendiri, jika tugasmu selesai kita bisa lebih leluasa, iya kan?”

“Benar, gomawo~ kau sangat pengertian, my love.”

“Eheee~” Tawa Kyuhyun lalu kembali melihat keluar jendela dan menikmati pemandangannya.

Tidak berapa lama mereka pun tiba di hotel yang dimaksudkan, Ramada Plaza Hotel, Seunghyun segera melakukan check in dan mengambil kunci kamarnya. Kyuhyun masih sibuk melihat keadaan sekitar yang selalu membuatnya takjub.

Seunghyun hanya menggelengkan kepalanya sambil terus menuju kamar mereka yang ada dilantai dua. Kyuhyun tetap mengikuti dari belakang dengan kamera digital ditangannya.

Begitu sampai dikamar Seunghyun sudah masuk ke kamar mandi membuat Kyuhyun menaikkan sebelas alisnya. Pikirannya berkata bahwa Seunghyun akan segera menemui klien dan sibuk dengan pekerjaannya.

Tapi Kyuhyun tidak bisa mengatakan apa-apa, karena ia sendiri yang meminta agar ikut bersamanya, walau tahu kekasihnya itu ke Jeju hanya untuk bekerja.

“Honey~” Panggil Seunghyun namun Kyuhyun tidak mendengar. “Honey, Kyu~”

“Ahh, ne?”

“Mandilah, aku harus pergi, nanti malam kita makan diluar.”

“Ahh, baiklah.”

Setelah itu Kyuhyun ke kamar mandi sementara Seunghyun memakai pakaiannya tanpa kata-kata. Bahkan saat Kyuhyun keluar darisana kekasih tampannya itu sudah menghilang dari kamar mereka.

“Sepertinya dia lebih mencintai pekerjaannya.” Gumam Kyuhyun.

Detik berikutnya namja cantik itu langsung bergegas mencari pakaian dan segera keluar dari kamar itu. Ia memilih berjalan-jalan sendiri dan melihat-lihat disekitarnya.

Tidak ada yang dikenali Kyuhyun disana, apalagi hampir sebagian orang yang melewatinya semua memakai pakaian kantor mereka. Sepertinya hotel ini tempat incaran para pemegang saham untuk bertemu dengan klien mereka.

Karena itu juga Seunghyun memilih tempat ini, tanpa sadar Kyuhyun menghembuskan nafas lelahnya. Tanpa bisa mengeluh namja cantik itu pun segera keluar dari hotel untuk mencari udara segar.

Beruntung baginya tidak jauh dari hotel itu terlihat pantai dengan ombak kecil yang saling berkejaran. Tanpa pikir panjang Kyuhyun segera menuju kesana dan menikmati angin sore pantai pribadi itu.

Pantai pribadi? Ya karna hanya beberapa orang yang menginap di hotel itu ada disana. Seolah pantai dan hotel tempatnya tinggal itu dimiliki oleh satu orang.

“Hahhhh~ andai seunghyun ada disini.” Gumam Kyuhyun sambil merentangkan tangannya lebar-lebar.

Namun gerakan itu ternyata tanpa sengaja menyentuh orang lain yang sedang lewat didepannya.

“Awh!!” Gumam orang itu membuat Kyuhyun terkesiap.

“M-mianhae!!” Ucap Kyuhyun cepat. “Gwenchana?” Tanyanya.

“Ahh, ani~ gwenchana~” Jawab namja itu.

“Ji-jinjja?” Tanya Kyuhyun khawatir.

“Gwenchana~ selamat menikmati liburanmu.”

“Ah, nee~” Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan melihat namja itu meninggalkannya. “Hmm~ tampan juga, tapi aku tidak kalah.”  Gumam Kyuhyun.

Setelahnya namja cantik itu pun menghabiskan waktu seorang diri ditepi pantai, menikmati indahnya musim panas di pulau itu. Entah berapa lama ia berada disana sampai suara hp menghentikan kedamaiannya.

“Kyunnie, eoddiseo? Kita akan makan malam.”

Isi pesan Seunghyun membuat Kyuhyun menggerutu kesal karena saat ini ia sedang merasa nyaman. Mendengar suara angin dan ombak saling berkejaran membuatnya merasa tenang dan damai.

Tapi pesan Seunghyun menghancurkan segalanya, karena itu Kyuhyun segera berdiri lalu berjalan dengan bahu terkulai. Di pintu hotel itu Seunghyun berdiri sambil melihat jam ditangannya berulang kali.

Sekali lagi Kyuhyun hanya bisa memnghela nafas lelah dan segera menemui kekasih hatinya itu. Begitu melihatnya Seunghyun langsung melingkarkan lengan dibahu Kyuhyun dan membawanya pergi darisana.

Mereka akan menikmati makan malam di restoran terkenal yang ada dikota Jeju. Tapi Kyuhyun menolak karena pakaian santainya tidak akan sesuai jika mereka makan ditempat mewah.

Akhirnya Seunghyun membawa Kyuhyun ke restorant hotel itu yang membuat namja cantik itu lebih nyaman. Mereka berdua makan dalam diam menikmati setiap rasa dari makanan itu, namun saat dessert ditawarkan pada mereka, Seunghyun mulai menceritakan pekerjaannya.

Kyuhyun juga menceritakan kesendiriannya yang membuat bibirnya mengerucut tidak sengaja. Seunghyun langsung tertawa kecil dan meminta maaf sambil menggengam tangan namja cantik itu.

“Gwenchana hyung~ tempat ini cantik, aku merasa sedikit tenang.” Jawab Kyuhyun menenangkan.

“Lain kali kita kembali, untuk liburan yang sesungguhnya.” Ucap Seunghyun.

“Nee~”

“Kau mau jalan-jalan?” Tanya namja tampan itu kemudian.

“Jigeumnyo?”

“Ne, menikmati Jeju.”

“Baiklah~ kajja~” Dengan senang Kyuhyun langsung berdiri dan mengulurkan tangannya.

Seunghyun langsung menyambut tangan cantik itu dan mereka pun segera pergi darisana. Namja tampan itu membawa kekasihnya berkeliling kota menikmati suasana malam di pulau itu.

Sampai akhirnya mereka kembali ke hotel, Kyuhyun merasa kelelahan. Hingga begitu sampai disana namja cantik itu langsung menghempaskan dirinya ditempat tidur. Tanpa kata-kata ia menyusuri alam mimpinya dan meninggalkan Seunghyun sendirian.

Keesokan harinya..

“Kau sudah bangun?”

Suara Seunghyun membuat Kyuhyun membuka matanya dan melihat namja tampan itu sudah rapi dengan jasnya. Tanpa perlu ditanya Kyuhyun tahu apa yang akan dilakukan kekasihnya itu, tapi tetap saja mulut Kyuhyun bersuara.

“Kau mau pergi hyung?”

“Ne~ klienku akan pergi besok pagi, karena itu aku harus menyelesaikan kerjasamanya hari ini.”

“….”

“Mianhae, aku akan membayarnya, Kyunnie~” Ucap Seunghyun namun Kyuhyun tidak menjawab apa-apa. “Jika cepat siap, aku akan menjemputmu, percayalah.”

“Benar? Aku ingin jalan-jalan melihat pulau ini.”

“Baiklah, secepatnya aku akan menghubungimu, kita menjelajah pulau ini.” Ucap Seunghyun sungguh-sungguh.

Mau tidak mau Kyuhyun tersenyum dengan manis dan menganggukkan kepalanya. Seunghyun langsung mendekat dan mengecup kening Kyuhyun penuh sayang. Setelahnya namja tampan itu pun melesat keluar dari kamar mereka.

Untuk kesekian kalinya Kyuhyun menghela nafas beratnya, siapa yang ingin ia salahkan? Seunghyun ke Jeju memang untuk perjalanan bisnisnya, tapi Kyuhyun sendiri yang memaksa untuk ikut bersamanya.

“Aku akan bermain sendiri lagi.” Gumam Kyuhyun.

Namja cantik itu langsung membenamkan dirinya lagi dalam selimut dan menghilang kealam mimpinya sekali lagi. Saat matahari menjulang tinggi di atas langit barulah Kyuhyun terlihat bergerak dalam tidurnya.

Suasana panas membuat kenyamanannya terhentikan hingga ia pun langsung duduk dengan wajah sulking. Sambil mengerjap beberapa kali ia mencari hp-nya dan melihat siapa yang sudah menghubunginya.

Namun tidak ada satupun pesan ataupun panggilan dari Seunghyun,  mengajaknya sekedar untuk makan siang. Dengan menelan kekecewaannya, Kyuhyun pun bergegas membersihkan dirinya kemudian berpakaian dan segera keluar darisana.

**

Namja cantik itu terlebih dulu mencari makan untuk mengisi perutnya yang keroncongan. Setelahnya ia segera pergi darisana menggunakan mobil yang sudah disewa Seunghyun.

Kyuhyun memilih untuk menikmati keindahan pulau itu seorang diri, daripada menunggu Seunghyun yang tidak tahu kapan akan kembali. Bahkan namja tampan itu melupakan janjinya untuk menghubungi dan menjemput Kyuhyun.

Mereka akan menjelajahi pulau cantik itu bersama jika pekerjaan namja tampan itu selesai. Kyuhyun menunggu dan terus menunggu disetiap menitnya sambil melihat layar hp-nya yang tidak berkedip.

Sampai akhirnya ia memilih untuk berhenti didepan sebuah club terkenal yang ada di Jeju. Kyuhyun tahu kekasihnya sudah ingkar janji karena sampai malam seperti ini tidak ada tanda-tanda Seunghyun menjemputnya.

“Aku mau minum!! Aku tidak peduli padamu!!” Gerutu Kyuhyun dengan kesalnya.

Namja cantik itu masuk kedalam Club itu yang terlihat lengang itu dengan pelanggan yang hanya ada beberapa orang. Tentu saja karena ini masih terlalu pagi untuk pergi ke Club.

Tanpa peduli sekitarnya Kyuhyun langsung menuju meja bar itu dan menemui waiter disana sedang membersihkan gelas.

“Selamat malam~” Sapanya.

“Mm, malam~” Jawab Kyuhyun.

“Mau minum apa?”

“Yang dingin…berikan aku yang dingin.” Jawab Kyuhyun asal.

“Apa kepalamu panas?” Tanya namja itu mengambil gelas dan memasukkan beberapa es kecil.

“Ani, hatiku yang panas.” Jawab Kyuhyun.

Namja waiters itu tersenyum dengan manisnya dan menyodorkan gelas yang sudah dituangkan minuman itu. Tanpa aba-aba Kyuhyun langsung meminumnya dalam sekali teguk. Namja itu sedikit tersentak melihatnya namun segera menuangkan minuman itu lagi.

Kyuhyun kembali meneguknya dengan cepat dan meminta namja itu untuk menuangkannya lagi dan lagi. Namja itu bahkan meminta temannya untuk menjamu pelanggan yang lain. Karena ia merasa betah menemani Kyuhyun minum dengan wajah polos nan cantiknya itu.

“Boleh saya tahu, kenapa anda sendiri?” Tanya namja itu.

“Ahh, dia sibuk, selalu sibuk, bahkan dipulau seindah ini.”

“Ohh, ne~ Jeju memang pusat bisnis juga liburan, tapi namja secantik anda sendirian disini, itu sangat disayangkan.”

“Karna itu aku ingin mendinginkan kepalaku.” Jawab Kyuhyun.

“Hmm, silahkan~” Namja itu kembali menuang minuman untuknya.

“Mmm, gomawooo~” Ucap Kyuhyun dengan pipi yang merona.

Bukan karena malu apalagi berdebar, tapi karena yang diminum namja cantik itu sudah berlebihan. Namun tidak ada yang bisa menghentikannya saat ini, karena kekesalannya pada Seunghyun masih belum hilang.

Daripada bertengkar dengan kekasihnya, Kyuhyun memilih untuk menenangkan dirinya sendiri. Selama 6 tahun bersama namja tampan itu, Kyuhyun tidak pernah mengeluh dan bersikap egois. Ia hanya ingin menjaga hubungannya dan hubungan baik kedua keluarga mereka.

Kyuhyun menyesapi setiap tegukan itu bahkan berlama-lama saat meminumnya, merasakan minuman itu masuk ketenggorokannya. Sambil terus memikirkan kisah cintanya bersama sahabat kecilnya itu.

Namun tiba-tiba ia merasakan sepasang mata sedang menatapnya dari kejauhan. Walau ia menyadarinya sejak awal, tapi semakin lama tatapan itu terasa semakin menusuknya.

Dengan perlahan kepala Kyuhyun pun berpaling mencari tatapan tersebut, dan menemukannya disudut ruangan. Sepasang mata onyc itu menatapnya dalam bahkan dari kejauhan. Dan entah kenapa Kyuhyun merasa tatapan itu ikut menariknya semakin dalam.

Saat kesadaran memukulnya, Kyuhyun langsung berpaling dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Dengan cepat namja tampan itu meneguk sisa minumannya, namun tanpa sadar kepalanya kembali berpaling mencari tatapan itu.

Dan saat itu pemilik tatapan tersebut langsung berdiri dan berjalan mendekatinya tanpa sekalipun berpaling. Setiap langkah yang diambil namja itu, semakin cepat jantung Kyuhyun mengepakkan sayapnya.

Apa yang terjadi?

Namja itu semakin mendekat dan akhirnya berdiri didepan Kyuhyun dengan senyum terbaiknya.

‘Oh My God!!’ Inner Kyuhyun berkata. ‘Dia sangat tampaaaan!!!’ Seru innernya yang lain.

“Ehhm!! Aku juga tidak kalah.” Gumamnya tanpa sadar.

“Hai, selamat malam~” Sapa namja tampan itu.

“Ne? Ahh, mmm~ se-selamat malam.” Jawab Kyuhyun terbata.

“Boleh aku disini?” Tanya namja itu lagi.

“Ahh, si-silahkan.” Kyuhyun menganggukkan kepalanya cepat.

“Berikan padaku.” Ucap namja tampan itu tiba-tiba.

Namja waiters itu langsung menyerahkan botol minuman Kyuhyun yang ketiga pada namja asing itu dan menganggukkan kepalanya. Namja itu juga memesan minuman yang sama namun tidak dingin seperti Kyuhyun.

Saat itu Kyuhyun menyempatkan diri untuk melihat namja tampan itu lebih dekat. Rambut hitam yang tertata rapi, kulit putih namun tidak pucat seperti miliknya. Badan tegap dan dada bidang, dengan pakaian kantor yang sangat pas ditubuhnya. Dan saat ia tersenyum tadi, namja tampan itu memiliki lesung pipi dikedua pipinya.

Begitu sempurna!

‘He’s so hot!!!’ Inner Kyuhyun kembali berteriak. ‘Oh my god! Seunghyun! Mianhae.’ Seru inner Kyuhyun yang lain.

“Siapa namamu?” Suara namja itu kembali terdengar.

“Ne? Waeyo?” Tanya Kyuhyun.

“Aku sudah bertanya tiga kali.”

“Mwoo?? Mianhae, ak-aku…”

“Gwenchana, siapa namamu?”

“Ahh, bukankah seharusnya namamu lebih dulu?” Tanya Kyuhyun kembali dengan wajah tenangnya.

“Ne?” Namja itu terlihat bingung.

“Kau harus memberitahukan namamu terlebih dulu, aniya?”

“Ahh, arraseo~ kenalkan, aku Choi Siwon, neoneun?”

“Nae ireumi Cho Kyuhyun.”

“Aaa, Kyuhyun-ssi…” Siwon menganggukkan kepalanya. “Kau sendiri?” Tanyanya kemudian.

“Seperti yang kau lihat.” Jawab Kyuhyun.

“Boleh aku menemanimu?”

“Jika itu yang kau mau.”

Siwon langsung mengangkat gelasnya dan mengajak Kyuhyun melakukan cheers sebagai pertemuan mereka. Dengan senang hati Kyuhyun menerimanya bahkan ia tersenyum saat melihat lesung pipi Siwon yang begitu memesona.

“Aku rasa kau kesini untuk bekerja.” Ucap Kyuhyun kemudian.

“Kenapa begitu?” Tanya Siwon.

“Pakaianmu sangat formal, mirip seseorang yang aku kenal.”

“Ah, benar~ selesai meeting tadi aku ingin menyegarkan pikiran.” Jawab Siwon melihat jas hitamnya. “Seseorang?”

“Nee, seseorang.” Jawab Kyuhyun menyesap minuman lagi.

Dan Siwon tahu namja cantik itu tidak ingin membicarakan hal itu lebih lanjut lagi. Ia pun menghentikan rasa penasarannya sampai disana.

“Lalu bagaimana denganmu?” Tanyanya mengalihkan suasana.

“Sama sepertimu, aku kesini ingin menyegarkan pikiranku.”

“Ahh, cheers~” Ucap Siwon kembali mengangkat gelas dan diikuti Kyuhyun.

“Apa kau tinggal disini?”

“Tidak, aku di Seoul, Siwon-ssi?”

“Aku di New York, kakekku disini, tapi orangtuaku pindah kesana.” Jawab Siwon dengan wajah seriusnya.

“Arraseo.”

“Mmm, apa aku boleh tahu?”

“Tahu apa?”

“Apa kau sudah menikah, Kyuhyun-ssi?”

“Tentu saja belum, mmm~ tolong Kyuhyun saja.” Ralat Kyuhyun.

“Geurae~” Siwon menganggukkan kepalanya. “Lalu Kyuhyun, kau masih kuliah?”

Seketika Kyuhyun merasa pipinya memanas mendengar namja setampan Siwon memanggil namanya saja. Bahkan mereka baru saling mengenal. “A-ani, aku sudah bekerja.”

“Ahh, kerja apa?”

“Mmm, aku satu-satunya penerus appa-ku, jadi yaa~ begitulah.”

“Mmm, aarraseo~ Lalu apa kau suka Jeju?” Tanya Siwon lagi.

“Pulau ini indah, tapi sayang aku hanya menikmatinya seorang diri.”

“Ahh, sayang sekali, tapi aku akan menemanimu disini, silahkan~”

Keduanya pun saling menghabiskan minuman mereka lagi, dan Siwon kembali menuangkannya untuk Kyuhyun dan dirinya sendiri. Bahkan lima botol minuman sudah mereka habiskan tanpa terasa. Siwon begitu ingin tahu segalanya tentang Kyuhyun, padahal mereka hanya orang asing yang saling bertemu.

Begitu juga Kyuhyun yang selalu melempar pertanyaan itu kembali pada Siwon, karena ia juga ingin tahu tentang namja tampan itu.

“Aku harus jujur.” Ucap Siwon setelah menghabiskan botol yang keenam.

“Jujur apa?” Tanya Kyuhyun dengan wajah memerah.

“Untuk seorang namja, kau sangat cantik Kyuhyun.” Ucap Siwon dengan wajah serius.

Memang Kyuhyun tidak sadar, tapi saat ini ia hanya memakai t-shirt hitam dengan kerah V yang menampakkan leher jenjangnya yang begitu putih, dipadu dengan blazer hitam dan jeans yang sangat pas dikakinya.

Dengan kata lain, Kyuhyun terlihat sexy.

Kyuhyun sedikit tersentak mendengar pernyataan itu namun ia bisa melihat kejujuran didalam mata onyc itu. Tanpa sadar pipi Kyuhyun merona sampai ketelinganya, bukan karena minuman tapi karena ia merasa berdebar.

“Dari jauh aku melihatmu begitu memesona.” Ucap Siwon lagi. “Tapi saat didepanmu, kau sangat cantik Kyuhyun, sangat cantik.”

“A-aku na-nammm~” Ucapan Kyuhyun tiba-tiba terhenti oleh benda hangat dan lembut.

Begitu sadar bibir Siwonlah yang sudah menempel dibibirnya dengan wajah mereka yang saling berdekatan. Kyuhyun merasakan Siwon menggerakkan bibirnya perlahan membuatnya membeku ditempat.

Namun beberapa detik kemudian Kyuhyun pun menggerakkan bibirnya hingga ciuman mereka terasa semakin dalam. Siwon segera menyusupkan tangannya dileher Kyuhyun membuat namja cantik itu bergerak seirama dengannya.

Jantung Kyuhyun pun berdetak semakin cepat seiring dalamnya ciuman mereka sampai Kyuhyun menggenggam keras jas Siwon dengan erat. Bahkan tidak ada yang sadar siapa yang bergerak lebih dulu hingga tubuh mereka saling menempel satu sama lain.

Lebih dari 10 menit kemudian barulah Siwon melepaskan ciumannya namun tidak menjauhkan bibir mereka. Dengan kening yang saling bersentuhan keduanya menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.

“C-ciuman pertamamu?” Tanya Siwon.

“A-ani…” Geleng Kyuhyun.

“Iya, bagiku.” Jawab Siwon kemudian.

Seketika Kyuhyun meraba pipi namja tampan itu dan kembali menyatukan bibir mereka. Siwon tersentak kaget namun membalas ciuman itu lebih lembut dari yang pertama. Ia ingin menikmati betapa manisnya namja cantik dalam dekapannya saat ini.

Sementara Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi padanya hingga ia berbuat nekat. Benar, itu bukan ciumannya yang pertama mengingat kekasihnya Seunghyun. Iya, dia sudah punya kekasih, lalu apa yang sedang dilakukannya saat ini?

Kyuhyun tidak bisa menjawabnya.

Yang ia tahu, namja tampan ini menariknya begitu kuat hingga ia tidak bisa melepaskan diri apalagi menjauh dari tatapannya.

“Sse-seperti yang pertama.” Gumam Kyuhyun setelah melepas bibirnya.

Berapa banyak yang Kyuhyun minum sampai ia bisa berkata seperti itu? Tentu saja selama ini hanya Seunghyun yang pertama kali memberikan ciuman pertama untuknya.

Tapi ini…

Belum sempat Kyuhyun mengembalikan kesadarannya, tangannya sudah ditarik dengan cepat hingga ia turun dari tempatnya. Kemudian ia terus berjalan mengikuti nalurinya yang merasakan genggaman hangat tangan Siwon. Namja tampan itu sudah membawanya keluar dari club itu tanpa penolakan darinya.

Bahkan namja cantik itu tersenyum dengan manisnya saat melihat tangannya begitu pas dalam genggaman Siwon. Sepertinya Kyuhyun pasrah kemanapun namja tampan didepannya itu membawanya.

Kyuhyun melupakan segalanya, bahkan ia melupakan dirinya sendiri, yang ada saat ini hanya Siwon, namja tampan yang sedang memeluknya dengan erat.

Namun keesokan harinya.

Kyuhyun terjaga dari tidurnya dan mengerjap beberapa kali karena matanya yang sangat sulit untuk dibuka. Matahari pagi sudah keluar dari persembunyiannya hingga cahaya kecil masuk melalui celah tirai yang bergoyang ditiup angin.

Dengan perlahan Kyuhyun mencoba untuk bangkit dari tidurnya yang nyaman, namun kepalanya terasa berat sekali.

Berapa banyak yang ia minum semalam?

Semalam?

Tanpa sadar namja cantik itu pun menyunggingkan senyuman manis dibibirnya. Kyuhyun mengingat pertemuannya dengan namja tampan yang memilih untuk menemaninya minum sampai mereka mabuk.

Tunggu dulu…mabuk? Siwon?

Nama itu terucap dalam pikirannya dan saat itulah Kyuhyun sadar bahwa saat ini ia sedang bersama seseorang. Saat itu juga Kyuhyun merasa telapak tangannya berada diatas dada seseorang, bukan hanya itu, kepalanya saat ini berbantalkan lengan kekar seseorang.

Yang lebih parah lagi, Kyuhyun bisa merasakan kulit seseorang itu bersentuhan langsung dengan kulitnya. Kehangatan dan detak jantung orang itu begitu terasa ditelapak tangannya.

“Ohmygod!!” Seru Kyuhyun tanpa sadar.

Namja cantik itu langsung duduk dari tidurnya dan melihat seseorang itu bergerak karena suaranya. Detik selanjutnya Kyuhyun tahu bahwa seseorang itu merupakan namja tampan yang bersamanya semalam dan dikenalnya dengan nama Choi Siwon.

Dan saat ini namja tampan itu sedang terlelap dengan nyamannya tanpa memakai sehelai benang pun. Hanya selimut putih nan tebal yang menutupi setengah pinggangnya kebawah.

Dan yang lainnya…

Shiuuuuu~ tiba-tiba angin dingin menerpa tubuh namja cantik itu dan seketika ia pun merunduk dan melihat dirinya.

“Andwae!!!!!” Teriak Kyuhyun sambil memeluk tubuhnya sendiri. ‘Oh Tuhan!! Apa yang terjadi?! Apa yang kulakukan?’ Tanya Kyuhyun dalam pikirannya.

Kyuhyun pabo!! Apa yang kau lakukan?? Dia orang asing!! Bukan kekasihmu!! Tapi…

Kyuhyun melihat wajah tampan yang damai itu dan seketika debaran dihatinya kembali lagi. ‘Tampannya~’

“Oh my god!! Hyung…” Gumam Kyuhyun.

Kemudian dengan cepat namja cantik itu turun dari tempat tidur dan mencari pakaiannya yang berserakan diruangan itu. Melihat hal itu sepertinya semalam mereka berdua datang dengan begitu tergesa-gesa.

Namun saat memikirkannya sekali lagi malah membuat pipi Kyuhyun kembali merona dan dadanya berdegup dengan kencang.

Tidak ingin berpikir lebih lanjut lagi Kyuhyun segera keluar dari kamar hotel itu tanpa suara sedikitpun. Ia tidak ingin menganggu Siwon yang pastinya tidak bisa ia lihat wajahnya untuk saat ini.

“Mianhae, mianhae, mianhae~” Gumam Kyuhyun sambil berjalan keluar dan mencari taksi.

Namja cantik itu segera kembali ke Love Club untuk mengambil mobilnya karena semalam ia pasti pergi dengan mobil Siwon. Setelahnya Kyuhyun segera kembali ke hotel tempatnya menginap bersama Seunghyun.

Begitu sampai disana Kyuhyun langsung menuju kamar hotelnya dan masuk dengan perlahan. Ia tidak ingin mengganggu Seunghyun yang dilihatnya masih berada didalam selimutnya. Dengan itu Kyuhyun langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan semua sabun yang ada disana.

Kyuhyun merasa kotor.

Perbuatannya sudah mengkhianati cinta Seunghyun untuknya, tapi betapa jahatnya ia karena atas apa yang sudah ia lakukan, sedikitpun Kyuhyun tidak menyesalinya.

“Mianhae hyung~” Gumam Kyuhyun sambil merosot kelantai dan memeluk dirinya dibawah guyuran shower. “Jeongmal mianhae.”

Kyuhyun masih mengingat semua yang terjadi semalam hingga ia berakhir dalam pelukan Siwon. Namja cantik itu masih mengingat bagaimana tatapan Siwon, bagaimana senyuman Siwon, bahkan ia masih bisa merasakan bagaimana lembutnya sentuhan namja tampan itu.

“Apa yang kau lakukan padaku, Siwon-ssi?” Tanya Kyuhyun memegang dadanya yang masih berdebar.

“Oh Tuhan~ maafkan aku~” Gumamnya sambil meraup wajahnya dengan kasar.

“Kyunnie?? Honey??” Suara Seunghyun mengagetkan Kyuhyun. “Gwenchana?” Tanya namja tampan itu.

“Ahh, ani~ g-gwenchana.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Kau baru pulang? Darimana? Kau tidak apa-apa? Sendirian?”

“Ani~ aku baik-baik saja, semalam aku mabuk dan tidak bisa menyetir.”

“Ahh, syukurlah kalau begitu.”

“N-ne…”

“Keluarlah, kita sarapan lalu pulang.”

“Mwo?? Pulang?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Nee, aku harus mengurus suatu hal di Seoul, appa memintaku kembali.”

“Aaa, arraseo~ sebentar lagi.” Jawab Kyuhyun.

Seunghyun langsung mundur dari pintu kamar mandi dan menunggu kekasihnya keluar darisana. Detik selanjutnya Kyuhyun keluar memakai bathrobe putih dengan rambut basah dan wajah segar.

Seunghyun melihat dengan teliti kesempurnaan kekasihnya itu dan langsung mendekat sambil melingkarkan lengan dipinggang namja cantik itu hingga Kyuhyun tersentak.

“H-hyung?!”

“Kau sangat cantik, Kyunnie~” Ucap Seunghyun mendekatkan wajahnya keleher jenjang Kyuhyun.

“Chakkaman!!!” Seru Kyuhyun sedikit keras.

Seunghyun langsung berhenti dan menatap heran kekasihnya itu membuat Kyuhyun gugup seketika. Namja tampan itu melihat wajah pucat Kyuhyun dan menghela nafasnya perlahan.

“Jinjja gwenchana?” Tanyanya.

“N-ne, kau belum mandi hyung.” Ucap Kyuhyun menatap kekasihnya.

“Aaah~ arraseo~ aku mandi!!” Jawab Seunghyun langsung masuk ke kamar mandi.

Saat pintu itu tertutup Kyuhyun langsung menghembuskan nafas leganya kemudian segera berlari menuju lemari pakaian. Dengan cepat Kyuhyun mencari bajunya yang bisa menutupi dada dan sebagian lehernya.

Dikamar mandi, ia baru melihat lukisan indah yang dibuat Siwon dengan senang hati didadanya yang putih. Bercak-bercak merah itu terlihat begitu jelas karena kulit pucatnya, jika Seunghyun melihatnya Apa yang bisa Kyuhyun katakan.

Setelah menemukan t-shirt hitam yang menutupi potongan lehernya, Kyuhyun langsung mengemasi koper mereka. Kemudian ia segera keluar mencari udara segar atau lebih tepatnya ia menghindari Seunghyun.

Sampai namja tampan itu menyusulnya mereka pun sarapan pagi di restoran hotel itu kemudian segera check out. Saat dibandara Kyuhyun terus melihat keluar bangunan dengan pikiran yang melayang.

‘Siwon-ssi…’

“Ayo Kyu~” Ajak Seunghyun tiba-tiba membuyarkan lamunan Kyuhyun.

Mereka pun berjalan menyusuri lorong yang menghubungkan mereka dengan pintu pesawat. Saat akan masuk kesana, Kyuhyun berpaling melihat kebelakang mencari seseorang. Tapi siapa yang ia cari? Tidak seorang pun yang ia kenal sedang berlalu lalang disana.

“Annyeonghi-gyeseyo~” Ucapnya pelan.

Seunghyun berpaling melihat kebelakang karena mendengar suara kecil Kyuhyun yang lesu. Namja tampan itu melihat kekasihnya menundukkan kepala dengan bibir yang dipoutkan.

Ia hanya tertawa kecil dan segera mencari tempat duduk mereka dibarisan VIP pesawat itu. Dalam beberapa menit kemudian pesawat itu pun lepas landas menuju Seoul meninggalkan semua kenangan yang pernah ada.

**

Sementara itu jauh diatas tanah didalam sebuah bangunan mewah dikenal sebagai hotel bintang 4 yang ada di Jeju. Namja tampan dengan kedua lesung pipi dipipinya itu baru saja terbangun dari mimpi indahnya.

Choi Siwon baru melihat indahnya pagi setelah menghabiskan malam terindah bersama namja cantik yang baru dikenalnya. Dengan senyum manis dibibirnya Siwon meraba-raba kasur disisinya, namun seketika senyum manis itu berubah masam.

“Kyuhyun?” Panggilnya namun tidak ada jawaban.

Secepatnya Siwon bangun dari tidurnya dan melihat sekeliling kamar besar itu. Namun hanya keheningan yang menyapa dirinya yang ditinggalkan.

“Kyuhyun? Baby??” Panggil Siwon sekali lagi sambil berjalan ke kamar mandi.

Namun tentu saja namja cantik itu tidak ada disana, apalagi tidak ada suara air yang terdengar dari dalam. Sekali lagi Siwon memanggil nama kecil Kyuhyun yang ia berikan semalam saat namja cantik itu memeluknya begitu erat.

Tapi kenyataan harus diterima Siwon bahwa namja cantik yang sudah menggetarkan hatinya itu telah pergi. Kyuhyun meninggalkannya tanpa satu kata-pun, bahkan Ia tidak tahu kemana harus menghubungi namja cantik itu.

Kyuhyun pergi membawa semua kenangan indah mereka dalam satu malam. Tidak ada yang tersisa selain ingatan, ingatan indah itu.

“Babykyu…” Gumam Siwon sambil menyusuri tempat tidur besar itu yang berantakan. “Apa kau akan melupakannya?” Tanya Siwon.

Dengan wajah lesu, namja tampan itu kembali ke tempat tidur dan menghempaskan dirinya disana. Sepertinya pertemuan mereka hanya sampai disini saja, tidak ada kesempatan kedua untuk Siwon melihat wajah cantik Kyuhyun.

Atau tidak seperti yang ia pikirkan?

Saat Siwon berpaling melihat kearah jendela, sebuah benda berwarna biru menangkap indranya. Dengan cepat namja itu meraba benda itu dan seketika senyum kemenangan terpatri dibibirnya.

Benda biru itu merupakan sebuah gelang dengan huruf S ditengahnya, semalam saat mereka mulai serius, Siwon ingat Kyuhyun meminta gelang itu dilepas dan ia letakkan disana.

“Gelang permohonan, aku selalu memakainya sampai keinginanku terkabulkan.”

Penjelasan Kyuhyun saat mereka akan memulai ronde ketiga kegiatan cinta mereka.

“Aku akan mengembalikannya, lihat saja.” Ucap Siwon dengan senyum penuh arti.

“Aku akan mengabulkannya.” Ucapnya sekali lagi.

Seoul, Korea Selatan.

Seunghyun dan Kyuhyun tiba di bandara Incheon dan segera kembali ke apartement mewah mereka. Begitu sampai Kyuhyun memilih untuk mengistirahatkan tubuh ditempat yang seharusnya.

Tempat tidur.

Sementara Seunghyun memilih membersihkan dirinya dan segera menghubungi Appa-nya. Namja tampan itu memang diminta untuk segera menemui orang tuanya begitu tiba dari Jeju. Karena itu setelah mengecup kening Kyuhyun penuh sayang, ia pun segera pergi darisana.

Orang tua Seunghyun selalu menasehati putranya untuk bekerja lebih giat sebelum ia mengambil alih perusahaan mereka. Karena itu Seunghyun selalu berusaha lebih dari yang lain.

Sementara Kyuhyun sendiri lebih memilih bekerja dengan santai dan nyaman. Karena ia tidak ingin dipaksa apalagi menghabiskan kebebasannya saat ini hanya untuk bekerja.

“Segeralah menikah.” Ucap Appa Choi tiba-tiba.

Setelah membahas beberapa bisnis mereka yang berhasil dilakukan Seunghyun, appa-nya pun beralih pada masalah yang selalu dihindari namja tampan itu.

“Appa…kami masih ingin…”

“Ingin apa? Kalian suda lama pacaran.”

“Tapi Kyunnie masih tidak ingin terikat.”

“Apa tunangan itu bukan ikatan?” Tanya Appa Choi.

“……” Seunghyun tidak bisa menjawab apa-apa.

“Appa ingin menyerahkan semuanya padamu, tapi setelah kau menikah Seunghyun.”

“Tunggulah sebentar lagi appa~”

“Kau ingin appa mati lebih dulu?”

“Bukan begitu, aku akan membicarakannya pada Kyunnie, kami harus memutuskannya bersama.”

“Baiklah, appa tunggu~ jangan menunda lagi, dia masih muda.” Ucap Appa Choi melihat Seunghyun. “Dan juga cantik.”

“Arraseo~”

**

Seunghyun terus memikirkan perkataan appa Choi sampai ia kembali ke apartemennya bersama Kyuhyun. Mereka memang tunangan, namun bukan berarti mereka terikat selamanya.

Bisa saja salah satu dari mereka menemukan yang lebih baik dan lebih segalanya, tapi jika menikah mereka berdua akan diikat oleh benang takdir untuk selamanya. Dan itu sepertinya masih belum bisa mereka putuskan dengan mudah.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun membuat Seunghyun sedikit tersentak.

“Waeyo?” Ia balik bertanya.

“Kenapa wajahmu begitu? Apa yang dikatakan appa?” Tanya Kyuhyun langsung menghempaskan tubuhnya disamping Seunghyun.

Namja cantik itu bersandar pada kekasihnya lalu kembali memulai gamenya yang tertunda. Seunghyun hanya mengacak lembut rambut Kyuhyun kemudian menyamankan diri disandaran sofa itu.

“Apa bisnisnya gagal?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Bukan, semuanya lancar, hanya saja…”

“Hanya saja?”

“Bukan itu yang appa bicarakan.”

“Lalu?”

“Appa tanya kapan kita menikah.” Ucap Seunghyun masih memejamkan mata.

Ia tidak melihat tangan Kyuhyun terhenti dan PSP itu pun diletakkan diatas pahanya. Mood namja cantik itu menjadi berubah mendengar pembahasan tentang itu lagi. Sudah beberapa kali appa Choi mendesak mereka berdua untuk menikah.

Sementara Appa dan umma Kyuhyun sendiri menyerahkan semua keputusan itu pada mereka berdua. Orang tuanya tidak ingin ikut campur masalah pribadi Kyuhyun setelah mereka memaksanya untuk duduk dikursi direktur di perusahaan.

“Aku sudah menjelaskannya, tapi Appa tidak ingin kita menundanya lagi.” Ucap Seunghyun setelah Kyuhyun lama terdiam.

“Kau tahu, aku belum siap hyung.” Jawab Kyuhyun akhirnya.

“Aku tahu.” Seunghyun menariknya dalam pelukan. “Aku akan menunggu, appa juga harus sabar menunggu.” Ucap Senghyun sambil membelai kepala Kyuhyun penuh sayang.

Namja cantik itu hanya bisa memejamkan mata didada kekasihnya itu dan mendengar detak jantung Seunghyun yang beraturan. Namun tiba-tiba saja ingatannya kembali pada namja tampan yang menghabiskan malam bersamanya.

Seketika Kyuhyun bangkit berdiri membuat Seunghyun tersentak dan ikut duduk tegak. “Gwenchana?” Tanyanya.

“Kamar mandi.” Jawab Kyuhyun cepat lalu berlari ke kamar mandi.

Seunghyun hanya bisa tertawa kecil dan kembali bersandar, namun kini dengan buku agenda ditangannya. Namja tampan itu memeriksa jadwal meetingnya yang diadakan diluar kantor.

“Kyu~ kita makan malam diluar, eotte?” Tanya Seunghyun kemudian.

“Geurae~” Jawab Kyuhyun dipintu kamar mandi. “Aku akan bersiap-siap.”

“Ne~ aku akan tidur sebentar.”

“Ok~” Kyuhyun langsung turun ke bawah dan keluar dari area apartemen.

Namja cantik itu berencana untuk membeli beberapa t-shirt atau bahkan turtle neck dimusim panas. Karena tanda merah didada dan lehernya belum sepenuhnya hilang, ia tidak ingin Seunghyun melihatnya.

Setelah hampir satu jam ia kembali dan melihat Seunghyun sudah siap dengan t-shirt hitam dan blazer warna yang sama. Kyuhyun langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri.

Tidak berapa lama ia pun terlihat memesona dengan turtle neck hitam dan coat abu-abu yang hampir menyentuh lututnya. Seunghyun tidak habis-habisnya memuji kecantikan tunangannya itu dan menyadari perkataan appa Choi semakin benar.

“Kau sangat cantik, Kyunnie.” Ucap Seunghyun.

“Apa kau sadar?” Tanya Kyuhyun.

“Huh?”

“Aku namja, mana ada didunia ini namja cantik? Jangan pabo hyung~”

“Tentu saja ada, dirimu~” Ucap Senghyun mendekat dan melingkarkan lengannya dipinggang kecil itu.

Lalu tanpa aba-aba ia langsung mengecup pipi Kyuhyun membuat namja cantik itu terkejut. Dan ia tertawa dengan puasnya, kemudian segera membawa Kyuhyun keluar darisana.

Mereka akan menikmati makan malam diluar seperti biasanya, Seunghyun selalu merasa senang saat membawa Kyuhyun keluar dan dunia melihatnya. Mereka melihat keduanya sebagai pasangan yang sangat serasi dengan kesempurnaan yang mereka miliki.

Sementara Kyuhyun, namja cantik itu pikirannya dipenuhi dengan orang lain yang sempat mengisi jiwanya. Bagaimana namja itu? Apa yang sedang dilakukannya? Apa pendapatnya saat mengetahui Kyuhyun pergi begitu saja?

‘Choi Siwon-ssi…’ Panggil Kyuhyun dalam hatinya.

Seunghyun langsung berpaling melihatnya membuat jantung Kyuhyun berdetak keras. Namja cantik itu mengerjapkan mata beberapa kali, berpikir apa panggilannya terdengar keluar?

“Gwenchana?” Tanya Seunghyun.

“Ani, gwenchana.”

“Ahh, nee~ kita sudah sampai.” Ucap Seunghyun kemudian.

Begitu sadar ternyata Seunghyun membawanya makan malam bersama rekan bisnisnya. Dalam sebulan namja tampan itu bisa membawanya berkali-kali bertemu dengan orang asing yang bahkan tidak dikenal Kyuhyun.

Tidak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun selain menghabiskan waktunya mendengar pujian orang asing itu berulang kali. Membosankan?

Sangat, tapi Kyuhyun menerima semuanya dengan senyuman bisnis yang memesona. Namja cantik itu selalu merasa Seunghyun senang memperlihatkannya pada orang lain seperti sebuah tontonan, atau bahkan sebuah mahakarya yang luar biasa.

‘Aku juga manusia, pabo!’ Gerutu Kyuhyun kesal.

Seperti itulah kegiatan namja cantik itu dimalam-malam tertentu, menemani tunangannya berbincang bersama relasinya. Saat kembali ke rumah, Kyuhyun akan langsung tidur dan meninggalkan Seunghyun mengerjakan pekerjaannya yang masih tersisa.

Jika keesokan harinya tiba.

Kyuhyun akan bangun lebih cepat dan bersiap-siap menuju perusahaannya sendiri, walau terlihat lebih santai namja cantik itu juga seorang pewaris.

Pagi-pagi akan tiba dikantor dan memimpin meeting dengan kemampuannya, juga menyelesaikan file-file yang perlu tanggung jawabnya. Jika semua sudah selesai, ia akan duduk santai di ruangannya sambil bermain game.

Seperti hari ini…

Namja cantik itu terlihat santai mengalahkan musuh-musuhnya didalam game, namun bila dilihat lebih dekat, wajah cantik itu tidak bisa berkonsentrasi. Sampai akhirnya psp kesayangan itu pun melayang kepinggiran sofa.

“Choi Siwon brengsek!!” Kutuk Kyuhyun tiba-tiba. “Aku tidak bisa fokus!! Kenapa dimple-mu selalu muncul dikepalaku?!”

“Aiishh!!! Aku tidak tahu harus bagaimana?! Apa yang harus kulakukan?!!”

“Disaat seperti ini…” Ucap seseorang.

“Mwoo??” Mata Kyuhyun langsung melebar. “Hyung~” Panggilnya kemudian.

“Waeee??” Jawab namja tampan hyungnya itu.

“Hyung, bantu aku~”

“Mwo??” Jawab Leeteuk dengan mata melebar. “Aku jadi takut.” Ucapnya kemudian.

“Aiish, aku harus cerita pada seseorang, jika tidak aku bisa gila.”

“Baguslah.”

“Apa?? Hyung?!!” Death glare Kyuhyun melayang pada babysitter sekaligus sekretarisnya itu.

“Ahahahaha, baiklah, aku dengarkan…tapi…” Ucap Leeteuk sambil duduk disisi Kyuhyun.

“Tapi apa?”

“Sambungan ucapanku tadi…disaat seperti ini kau memang perlu teman.”

“Ohh, nee~” Angguk Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“Lalu ada apa?” Tanya Leeteuk.

“A-aku…mmm~ itu…” Kyuhyun malu untuk menjelaskannya.

“Kau selingkuh?” Tanya Leeteuk to the point.

“Mwooo??” Mata Kyuhyun hampir keluar dari sarangnya.

“Yang jelas, jangan begitu.” Ucap namja itu dengan wajah tenang.

“Ahh, ne~ aku bertemu seseorang dan tidak sengaja tidur dengannya.”

“APA????” Leeteuk langsung berdiri dengan wajah shock dan mata melebar.

“Lebay hyung!! Duduklah.”

“Ahh, ne.” Leeteuk duduk kembali dan melihat bosnya itu dengan wajah serius. “Lalu, dimana dia? Kenapa seperti itu? Apa aku kenal?”

“Tidak, dia dari New York, sekarang malah aku tidak tahu dia dimana.”

“Mwoo? Apa kalian mabuk?”

“Ne, aku tidak sadar, tapi aku mengingat semuanya, bagaimana hyung? Aku seperti mengkhianati Seunghyun.”

“Memang itu yang kau lakukan, tapi apa kau suka namja itu?”

“Bagaimana bisa suka bila hanya semalam.” Ucap Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Tapi kau menghabiskan semalaman dengannya, dan kau menyerahkan dirimu padanya, Kyu.”

“Aku tahu.” Wajah polos itu semakin menggemaskan.

“Lalu, bagaimana? Apa kau bisa menghubunginya?”

“Aku tidak tahu apa-apa selain namanya.”

“Hooo~ berarti hanya kenangan satu malam? Hmmm~”

“Hyung…” Wajah memelas Kyuhyun membuat Leeteuk semakin gemas.

“Lupakan Kyu.”

“Ne?”

“Lupakan semuanya, anggap saja tidak pernah terjadi, kembali pada kehidupanmu bersama Seunghyun, kau tidak ingin menyakiti namja itu bukan?”

“Tentu saja tidak.”

“Karena itu, lupakan, anggap saja angin lalu, kalian juga tidak akan bertemu lagi, dia di New York dan kau disini.”

“Apa lebih baik begitu?”

“Nee, demi dirimu, Seunghyun dan semuanya, lupakan.”

“Ba-baiklah…” Ucap Kyuhyun sedikit ragu.

Leeteuk terus melihatnya dengan wajah serius membuat Kyuhyun kembali gugup ditempatnya. “Iya hyung, aku lupakan, itu yang terbaik.”

“Nee, untuk semuanya.”

“Gomawo.”

“Ahh, gwenchana.” Senyum Leeteuk selalu bisa menenangkannya.

Walau pikirannya dipenuhi dengan Siwon, tapi yang terbaik yang bisa dilakukannya adalah melupakan segalanya. Kyuhyun akan menganggap semua itu kenangan kecil dalam hidupnya.

Demi dirinya, Seunghyun dan keluarga mereka.

Kyuhyun sudah bertekad kembali menjalani kehidupannya seperti sebelum Siwon hadir dalam hatinya. Ia akan terus berusaha menjadi kekasih terbaik demi menjaga perasaan Seunghyun yang sudah terlalu baik untuknya.

Jika ditanya tentang cinta, Kyuhyun tidak tahu apakah ia mencintai tunangannya itu atau tidak. Karena yang ia tahu, mereka sudah bersama sejak kecil dan akan selalu bersama selamanya.

**

Hari kembali berlalu dengan perasaan yang baru untuk Kyuhyun karena ia masih saja mencoba menata kembali hatinya. Sementara Seunghyun kembali menanyakan pernikahan mereka dan jawaban yang sama tetap keluar dari bibir Kyuhyun.

Ia masih tidak bisa menjawab iya untuk pernikahan yang hanya tinggal menunjuk hari. Semua akan dipersiapkan dengan sempurna jika saja Kyuhyun menyetujuinya.

Tapi hati Kyuhyun masih menolak dengan tegas ikatan takdir itu.

Bulan dan musim pun terus berganti dengan sendirinya.

Sampai 4 musi pun telah berlalu.

Namun Kyuhyun dan Seunghyun masih tetap berstatus tunangan yang diidamkan setiap orang. Bahkan Appa Choi sudah menyerah dan sudah menyerahkan kepemimpinannya pada Seunghyun. Para orangtua sudah menyerahkan keputusan menikah pada mereka dan tidak akan mendesak apalagi memaksa.

Karena Kyuhyun sudah mengatakan pada mereka, jika terus memaksa menikah ia akan melepaskan pertunangannya. Appa Choi yang pemaksa akhirnya menyerah dengan pendirian calon menantunya itu.

Sampai akhirnya mereka tetaplah pasangan yang sudah tinggal bersama selama dua tahun lebih namun belum juga menikah. Bahkan mereka juga tidur diranjang yang sama namun tidak pernah saling bersentuhan.

Seunghyun sanggup menahan dirinya karena Kyuhyun selalu menolak keinginannya dengan halus. Namja tampan itu juga tidak ingin memaksa apalagi menyakiti kekasih cantiknya itu.

Setiap harinya mereka lalui seperti biasanya, dengan bekerja, bermain dan bercanda bersama.

Membosankan?

Entahlah, seperti sudah menjadi kebiasaan bahkan sebelum mereka bertunangan. Sepertu itu saja.

“Kyu~ nanti malam kita makan diluar.” Ucap Seunghyun saat mereka sedang siap-siap berangkat.

‘Klien lagi.’ Ucap Kyuhyun dalam hati.

Selalu seperti itu, Seunghyun selalu mengajaknya makan malam saat ia melakukan pertemuannya dengan klien baru.

“Aku tunggu dirumah.” Jawab Kyuhyun.

“Ne, sampai nanti.” Ucap namja tampan itu lalu segera berlari keluar.

“Dia bekerja penuh semangat, padahal sudah jadi direktur.” Gumam Kyuhyun.

Lalu namja cantik itu pun segera berangkat menuju kantornya dan menghabiskan waktunya disana. Sampai semua pekerjaannya terselesaikan, Kyuhyun segera kembali ke rumah dan bersiap-siap.

**

Jam 06.45 Wks, Seunghyun sudah menghubunginya dari lantai dasar apartement itu. Kyuhyun yang sudah siap berpakaian langsung turun dari kamar mereka menuju lantai abawah.

Namja cantik itu memakai turtle neck hitam yang hangat dipadu blazer navi blue dan celana hitam. Rambut coklat kemerahannya dibuat sedikit bergelombang dengan bibir peach-nya yang dipolesi lipbalm pink agar tidak mengering.

Dengan mata bulat dan kulit putih saljunya, Kyuhyun terlihat sangat memesona dan bila dikategorikan dalam satu kata untuknya, itu adalah sempurna.

Begitu Seunghyun melihatnya, namja tampan itu langsung mengecup bibirnya sekilas kemudian segera menariknya pergi darisana.

Lebih dari 15 menit kemudian Seunghyun memakirkan mobilnya didepan sebuah restoran mewah yang terlihat romantis dengan berbagai lampu yang dipasang disetiap bunga dan pohon yang ada disana.

Kyuhyun langsung turun dari mobilnya dan menunggu Seunghyun berbicara dengan security tempat itu. Kemudian kedua namja itu pun masuk kedalam dengan manager tempat itu sudah menunggu dipintu masuk.

“Kau mau makan dulu, Kyunnie?” Tanya Seunghyun saat mereka duduk.

Disebuah meja dengan 4 kursi yang letaknya disudur ruangan dengan suasana yang hangat. Kyuhyun tersenyum tipis menikmati area sekitarnya yang sangat tenang. Ia memang lebih menyukai ketenangan dengan tempat yang lebih privasi.

Dan Seunghyun tahu hal itu.

“Kau suka tempatnya?” Tanya namja tampan itu.

“Ne, tempatnya bagus.”

“Kita makan dulu?” Tanya Seunghyun lagi.

“Ani, tidak sopan pada tamumu.”

“Ahahaha, arraseo~” Seunghyun melihat jamnya. “Jam 7.15 janji kami bertemu disini, dia penanam saham yang sejak dulu diincar Appa.”

Tanpa sadar Kyuhyun juga ikut melihat jam hitamnya yang menunjukkan pukul 07.14 wks. Ia tidak berniat untuk mengenal siapapun itu karena mereka tidak ada hubungannya dengan perusahaan Cho Corp.

Saat itu, manager restorant itu terlihat menerima dua pelanggan dengan jas formal mereka. Namja itu langsung tersenyum dengan ramahnya dan segera membawa tamu itu pada meja yang sudah dipesan lebih dulu.

Begitu Seunghyun melihatnya, namja tampan itu langsung berdiri dengan wajah bahagia dan meminta Kyuhyun juga berdiri menyambut mereka, namun namja cantik itu duduk kembali dengan bibir yang dipoutkan.

Kyuhyun bisa melihat dua namja dengan setelan jas hitam terlihat sangat rapi bahkan disaat jam kerja sudah berakhir. Bosan dengan penampilan mereka Kyuhyun pun membuang muka dan memasang wajah sulkingnya yang menggemaskan.

Namja didepan berjalan dengan senyumnya yang menyebar kemana-mana, sementara yang dibelakang terlihat sibuk melihat jamnya seolah ia sudah datang terlambat.

Begitu tiba didepan mereka namja tampan didepan langsung mengulurkan tangannya pada Seunghyun dan meminta maaf.

“Apa kami terlambat? Lee Hyukjae.” Tanya namja itu sambil memperkenalkan dirinya.

“Ahh, Choi Seunghyun, tidak~ hanya semenit tidak terasa.”

“Jalanan yang sangat penuh sesak.” Ucap Hyukjae lagi lalu bergeser kesamping.

“Jam segini memang sangat padat.” Jawab Seunghyun.

“Aku mengerti.”

Saat itulah namja yang sedari tadi merunduk mengangkat kepalanya dan melihat Seunghyun.

“Selamat malam, tuan Choi~” Sapanya.

“Selamat datang disini, kenalkan ini Kyuhyun~” Ucap Seunghyun lalu berpaling melihat Kyuhyun. “Kyunnie, kenalkan dia klien baruku.”

Sedikit enggan Kyuhyun pun berdiri dan mengulurkan tangannya dengan wajah malas.

“Cho Kyuhyun, bangapseumnida.” Ucapnya dan namja itu pun menggenggam tangannya.

Detik itu juga darah Kyuhyun mengalir dengan deras dan jantungnya seakan jatuh ketanah. Sentuhan itu…

Dan tangan itu…

Kyuhyun masih mengingatnya.

“Choi Siwon, senang bertemu denganmu.”

**

Tbc…

Ahahahahahahahahahaha…

Plot tahun 2015, saya dikutuk Ms.Moly karna nggak buat2 ff dia.. Kkkkkk~

Baca aja neee..  Saya deg degan..ohohohoho.

Sampai jumpa di ff yg lain.

Vie.

Secret Love

“SECRET LOVE”

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun and other.

Pairing : Wonkyu

Genre : Romance, Songfic, Fluffy.

Length : 2shot

Warning : Boys Love, Alur tidak jelas, semua suka2 saya, ahahahaha.

Summary : From the Song title “Secret Love Song” by Little Mix Arti dari lagu ini, bener-bener-bener-bener Wonkyu, sampai nangis lihat Video sama lyricnya..kkkk~

**

Sebenarnya Vie mau buat timeline wonkyu di super junior, tapi takutnya ada moment2 yang tinggal jadi nggak lengkap dan kereal-annya jadi hilang, akhirnya milih AU lagi. Ahahaha.

Lagian timeline Wonkyu, WKS mana yang nggak tau, pasangan fenomenal sejagat raya itu, ahahaha.

Semoga tidak mengecewakan ne~

Selamat membaca.

**

Seoul, Korea Selatan.

Sebuah mobil berwarna biru metalik terlihat melintasi jalanan Kota Seoul yang sudah lebih lengang dari pada di siang hari yang penuh dengan berbagai mobil yang berlalu lalang. Mobil mewah keluaran terbaru 2016 yang dikenal nama BMW M2 Cope, membelah kota Seoul dengan kecepatan yang bisa dibilang sangat lambat.

Walau sebenarnya mobil itu memiliki kecepatan yang bisa dikatakan seperti bisa menghilang dalam kegelapan malam. Tapi sia-sia saja jika pemiliknya tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri perjalanan mereka secepatnya.

Pemilik mobil itu tidak lain merupakan seorang CEO dari sebuah perusahan ternama di Seoul yang dikenal sebagai perusahaan nomor 1 di negeri gingseng tersebut. Choi Siwon, namja tinggi dengan wajah rupawan dan tingkah laku yang mencerminkan seorang pangeran.

Rambut hitam yang tertata rapi dan dua dimple menggemaskan bertahta dikedua pipinya membuat ia sangat dikagumi oleh siapa saja. Apalagi dengan pembawaan yang penuh kewibawaan membuatnya sangat disegani didalam dunia bisnis yang sudah dijalaninya selama 10 tahun terakhir.

Jam 11 malam waktu Korea Selatan, namja tampan yang punya seribu kesibukan itu meninggalkan acara yang diadakan diperusahaannya. Dan kini sedang dalam perjalanan pulang ke rumah yang ada dikawasan perumahan elit dipinggiran kota Seoul.

Lebih dari 30 menit kemudian mobil itupun berhenti dipinggir jalan tepat didepan sebuah pagar besi yang menjulang tinggi dengan jerjak kecil yang memanjang keatas. Siwon tidak mematikan mobilnya itu namun dengan cepat turun dari depan dan berjalan melingkar ke pintu yang lain.

Dengan lembut namja tampan itu menarik pintu mobilnya dan seorang namja yang duduk bersamanya itu pun menurunkan sebelah kakinya lalu keluar darisana dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca.

“Baby…” Ucap Siwon pelan.

“Sampai bertemu lagi, hyung.” Jawab namja itu tanpa melihat wajah Siwon.

“Pikirkan apa yang hyung katakan tadi.”

“…..”

“Good nite, baby~ I love you.” Ucap Siwon dengan tulus lalu melihat kesekelilingnya dengan cepat kemudian ia pun sedikit menunduk sampai berdekatan dengan namja itu.

Siwon mengecup kening namja itu dengan lembutnya sambil memejamkan mata dan namja yang diam saja itu pun ikut memejamkan mata merasakan sentuhan hangat itu. Saat bibir Siwon menjauh, namja tinggi dan putih itu hanya menghela nafas pasrah dan mendengar suara halus dari mobil namja tampan itu yang menjauh.

Dan namja tinggi dan putih itu pun melangkahkan kaki masuk kedalam halaman rumahnya yang sangat besar. Tidak ada yang tahu selain dirinya, saat setetes cairan bening mengalir dari ujung mata dan membasahi pipinya.

“Why can’t we?”

**

FLASHBACK.

Choi Interprise merupakan sebuah perusahan ternama di Korea selatan yang diketahui masuk dalam kategori 10 perusahaan yang berkapitalisasi besar untuk perekonomian negeri gingseng tersebut dan juga dunia. Perusahaan yang bergerak diberbagai bidang industri itu dibangun oleh Ayah dari seorang Choi Kiho yang menjadi direktur utamanya.

Namun sejak tujuh tahun yang lalu gelar direktur tersebut sudah diwariskan pada satu-satu-nya pewaris terakhir dari keluarga konglomerat itu.

Seperti diketahui setiap 3 tahun sekali perusahaan yang dimiliki Choi Sajang itu menyelenggarakan ajang penghargaan bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki kemajuan pesat pada perkembangannya. Secara detail setiap perusahaan besar di Seoul yang memenuhi kriteria akan dijadikan nominasi dalam ajang tersebut.

Ajang penghargaan sekaligus pertemuan relasi-relasi itu sudah berlangsung sejak dulu sebelum presiden direktur yang baru mengambil alih perusahaan itu sebagai penerus.

Choi Siwon, pewaris terakhir dari keluarga Choi mengambil alih perusahaan kakek dan ayahnya sejak tujuh tahun terakhir namun tidak membuat kerajaan bisnis yang dibangun dengan susah payah itu mengalami kemunduran.

Justru jiwa mudanya yang memang bisa dipercaya dan berguna itu membuatnya dikenal bukan karena ayah ataupun kakeknya, tapi karena itu Choi Siwon. Karena itu semua relasi dan pemegang saham diperusahaan itu begitu menghormati Siwon sebagai direktur maupun sebagai jiwa muda yang membanggakan.

Dan di tahun ketujuhnya ini dan untuk kedua kalinya Siwon memulai ajang yang sudah dikenal diseluruh korea itu dengan semangat yang membara. Bukan karena hal lain, tapi karena nominasi yang masuk seleksi kali ini merupakan pemilik perusahaan yang berjiwa muda sama seperti dirinya.

Bahkan ada yang memperoleh prestasi yang membanggakan dan melebihi dirinya karena kepintaran mereka dalam mengelola bisnis. Acara besar itu akan diadakan disebuah hotel terkenal yang ada di Seoul yang merupakan salah satu hotel yang terdaftar atas nama Choi Siwon sendiri.

Di Aula besar hotel itu, berpuluh-puluh meja dan kursi yang sudah diatur dengan rapi beralas kain berwarna broken white. Beberapa reporter saluran televisi juga sudah menyiapkan kamera mereka tepat didepan panggung yang akan menjadi tempat pemberian penghargaan nanti.

Satu tiang penyangga microfon ada diatas panggung sudah diberikan hiasan bunga dan pita untuk menambah elegannya tempat yang bernuansa kuning keemasan itu.

Bahkan beberapa tamu sudah mulai berdatangan dan menduduki tempat mereka sendiri yang sudah diatur sedemikian rupa. Sedang meja Siwon sendiri ada dijajaran paling depan bersama Kakek dan Appa-nya yang memasang wajah bangga pada namja tampan itu.

Setelah menunggu lebih dari satu jam kemudian para tamu undangan yang mencapai 700 orang itu pun memenuhi setiap kursi yang disediakan disana. Dengan begitu acara itu pun dimulai dengan pembukaan lagu kebangsaan korea yang menggema diruangan luas tersebut.

Selanjutnya Direktur kedua dari perusahaan Choi pun memberikan kata sambutannya yang membuat Siwon tersenyum senang sampai dua dimple kebanggaannya terlihat sangat dalam. Setelahnya Choi Kiho pun mempersilahkan putra satu-satunya untuk membuka acara itu secara resmi.

“Selamat malam semuanya.” Ucap Siwon dengan senyum ramahnya. “Terima kasih sudah sempat hadir diacara ini, saya Choi Siwon mengawali acara yang sudah berakar sejak dulu ini untuk kedua kalinya. Jika ada kekurangan dan kesalahannya, tolong bimbing saya terus kedepannya.”

Tepuk tangan yang meriah langsung bergema diseluruh ruangan yang sudah dipenuhi dengan direktur perusahaan yang ada diseluruh Seoul itu. Kerendahan hati yang dimiliki Siwon membuatnya begitu dikenal dan disanjung semua karyawan dan pemegang saham diperusahaannya.

“Kami akan selalu senang membimbing dan belajar dari-mu sajangnim~” Ucap lelaki paruh baya yang setara dengan appa Choi yang juga salah satu pemegang saham terbesar kedua yang ada diperusahaan cabang Choi Interprise.

“Terima kasih~ dan untuk beberapa jam kedepan mari kita mulai acara ini dengan meriah~” Ucap Siwon mengangkat gelas champagne yang panjang dan ramping itu.

Dan semua tamu pun mengangkat gelas mereka masing-masing sambil menyerukan kata Cheers yang sangat nyaring. Siwon hanya tertawa kecil dan segera turun dari panggung itu menuju kursi tamu paling depan tempat Appa dan Kakeknya berada.

“My precious~” Ucap Harabeoji Choi dengan bangganya.

Dan acara itu dimulai dengan memperlihatkan perusahaan-perusahaan yang sudah diseleksi untuk menjadi pemenangnya dilayar besar yang ada dipanggung itu. Seluk-beluk 3 perusahaan yang terpilih diperlihatkan satu persatu mulai dari inovasi, motivasi dan tujuannya agar semua orang yang ada disana menilai dengan mata kepala mereka sendiri.

Walau pemenangnya sudah ditentukan oleh perusahaan Siwon, tapi mereka juga ingin mendengar pendapat yang lain agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau ketidakadilan. Dua dari perusahan baru berkembang itu pun sudah selesai ditampilkan, dengan pemiliknya yang kini berkeringat dingin menunggu hasilnya.

Perusahaan terakhir yang bergerak dibidang teknologi memiliki nilai pasar yang cukup menjanjikan walau baru dua tahun pergantian direktur utamanya dilakukan. Cho Industries merupakan perusahaan IT yang dimiliki Cho Younghwan dan karena sebuah insiden perusahaan itu dialihkan pada putra satu-satu miliknya sejak dua tahun yang lalu, Cho Kyuhyun.

Dan sejak itu perusahaan kecil itu berkembang dengan pesat bahkan mendapat sokongan besar dari perusahaan IT terbesar di dunia, Microsoft. Cho Kyuhyun, namja tinggi yang memiliki wajah putih dan dingin bak butiran salju itu membuat perusahaan milik ayahnya dikenal dunia hanya dalam kurun waktu 2 tahun.

Dan sekarang ia mencoba untuk bekerja sama dengan Choi Interprise untuk memperluas jangkauannya dalam menciptakan teknologi yang baru bagi kepentingan Negara mereka yang dikenal sebagai Negara no. 4 didunia karena kemajuan teknologinya.

Setelah semuanya selesai, para konglomerat yang biasa menanamkan saham mereka diperusahaan yang menjanjikan itu langsung bisa menentukan pilihan mereka. Bahkan Siwon juga sudah menentukan siapa yang akan dipilih perusahaannya untuk memulai kerja sama yang baru.

Setelah menunggu lebih dari 30 menit kemudian yang sanggup membuat pemilik perusahaan yang akan dipilih itu berkeringat dingin, akhirnya pemenangnya sudah ditetapkan dan bisa diumumkan secepatnya. Siwon dan Appa Choi langsung berdiri menuju panggung utama itu dengan Siwon yang membawa kakeknya berjalan perlahan kesana.

Tiga orang staff wanita juga menaiki panggung itu dengan membawa hadiah untuk pemenangnya ditangan mereka masing-masing. Selanjutnya, general manager yang ada diperusahaan Siwon pun mengumumkan perusahan mana yang memiliki peluang terbesar menerima penghargaan tersebut.

Dimulai dari perusahaan kedua yang menempati posisi ke tiga dan mendapat hadiah 1 mobil mewah, dan sejumlah uang yang cukup untuk membantu keuangan perusahaan mereka. Begitu juga perusahaan yang pertama mendapatkan posisi kedua dan mendapatkan hadiah yang sama dari para yeoja itu.

Karangan bunga, kunci mobil dan kotak kecil yang berisi cek yang langsung bisa dicairkan sesuai jumlahnya di Bank manapun yang ada di korea. Dan sudah bisa ditebak siapa pemilik penghargaan pertama yang mendapat pilihan suara terbanyak diantara yang lainnya. Cho Industries.

Perusahaan yang dimiliki Cho Kyuhyun itu sanggup meyakinkan para Chaebol Negara itu hingga mereka semua memilih perusahaannya. Dan seperti diketahui, para konglomerat itu sudah dipastikan akan menanamkan modal dan bekerja sama dengan Cho Industries seperti yang akan dilakukan perusahaan Siwon.

Namja tinggi yang terlihat memesona itu langsung menuju panggung itu dan menerima kunci mobil dari kakek Choi, dan uang dari appa Choi lalu karangan bunga dari Siwon. Jika diperhatikan lebih baik lagi Siwon tidak pernah memalingkan wajahnya dari namja yang baru pertama kali dilihatnya itu.

“Selamat untukmu, Cho Kyuhyun-ssi.” Ucap Siwon dengan ramahnya.

“Gomawo Choi sajangnim.” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya.

Kemudian mereka pun segera melakukan tanda tangan kerja sama dan perjanjian bagi yang ingin menanamkan modalnya. Karena mengikuti peraturan yang ada, menang atau tidak, setiap perusahaan harus menyiapkan semua berkas kerja sama dan sekarang Kyuhyun hanya perlu meminta general manager perusahaannya yang mengurus semuanya.

Sementara ia sendiri langsung menghilang dari keramaian itu menuju taman belakang hotel yang memiliki pemandangan indah seperti dinegeri lain. Taman dengan berbagai bunga dan tanah yang berpasir lalu beberapa langkah kedepannya terdapat pasir putih yang sangat indah dengan lautnya yang sangat biru.

Kyuhyun berjalan perlahan mencari tempat yang sangat pas untuknya melepaskan lelah dalam kesendirian dan salah satu bangku yang paling dekat dengan pantai menjadi pilihannya. Disana ia bisa mendengar suara angin dan ombak yang menghempas pantai.

“Begitu nyamannya disini~” Gumam Kyuhyun sambil bersandar di kursi itu dan memejamkan matanya.

Sejak awal ia memang tidak ingin menghadiri acara besar ini karena bukan sifatnya yang suka menghabiskan waktu bersama orang banyak, Kyuhyun lebih suka suasana damai, tenang dan kesendirian.

Tapi demi appa yang menginginkan kehadirannya disana untuk melihatnya menaiki panggung itu, akhirnya ia pun mengalahkan keegoisannya sendiri. Namun sepertinya keberuntungan belum berpihak padanya karena beberapa menit kemudian terdengar langkah kaki mendekati tempatnya beristirahat.

“Aku lihat kau lebih menyukai keheningan.” Ucap seseorang dibelakangnya.

“Jika kau tahu, kenapa mengikutiku?” Tanya Kyuhyun tanpa melihat siapapun orang itu.

“Ahh, mianhae, aku hanya ingin mengucapkan selamat secara pribadi, kami akan sangat senang bekerja sama dengan Cho Indutries.” Ucap namja itu lagi membuat Kyuhyun langsung duduk tegak dan melihatnya.

“C-choi sa-sajangnim?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Nee~” Jawab Siwon dengan senyum ramahnya. “Bo-boleh aku disini?” Tanyanya kemudian.

“Te-tentu saja, si-silahkan.” Kyuhyun langsung sedikit bergeser memberi namja tampan itu tempat duduk.

Jujur saja, walau sudah lama mendengar nama masing-masing melintang didunia bisnis korea, tapi kedua direktur utama yang dikenal dengan ciri khas mereka itu tidak atau belum pernah bertemu sekalipun. Kyuhyun hanya mengenalnya lewat media televisi atau Koran yang memang selalu membahas namja tampan itu, tapi ia memang tidak peduli yang lain selain pekerjaannya, begitu juga Siwon.

Karena itu saat bertemu seperti ini tanpa sengaja membuat keduanya dilanda kegugupan yang luar biasa. Hampir lima menit kemudian tidak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka karena sama-sama tidak tahu harus memulai darimana.

Kyuhyun hanya menatap jauh kedepan dengan gugupnya sambil terus meremas jemarinya yang perlahan mengeluarkan keringat. Sementara Siwon sendiri terlaru larut dengan pemandangan yang sangat indah didepannya itu hingga ia kehilangan kata-kata.

Ya, namja tampan itu terus menatap wajah Kyuhyun dari sisinya yang ternyata membuat namja asing yang baru ditemuinya itu terlihat begitu mengagumkan. Kyuhyun terlalu cantik untuk seorang namja, kenapa ada namja yang begitu cantik seperti ini bahkan melebihi yeoja yang selalu ditemuinya?

Pertanyaan itu tentu saja tidak ada jawabannya yang membuat Siwon semakin mengagumi keindahan didepannya itu. Wajah cantik sekaligus menggemaskan itu baru pertama kali dilihat dan membuatnya tidak bisa berpaling walau hanya sekejap mata.

Dan lima menit kembali berlalu dengan tidak ada satu kata pun yang keluar dari dua namja yang baru dipertemukan itu. Namun tiba-tiba suara Kyuhyun meringis tertahan karena kedinginan membuat Siwon kembali kedunia nyata dengan mata melebar.

Detik selanjutnya namja tampan itu sudah melepas coatnya dan melampirkannya dibahu Kyuhyun yang membuat namja cantik itu terhenyak dan menatap Siwon tidak percaya.

“A-apa yang anda lakukan?” Tanya Kyuhyun merasa tidak nyaman.

“Kau kedinginan, gwenchana.”

“Tapi anda juga, Sa-sajangnim.” Jawab Kyuhun dengan mata mengerjap.

“Mmm, sebelum itu, bisakah kau tidak bicara formal padaku?”

“Mwoo?? Ba-bagaimana mungkin? Kita baru bertemu dan bertegur sapa.” Mata bulat Kyuhyun semakin melebar melihat namja tampan didepannya itu.

“Kita akan sering bertemu karena kerjasama ini, aku tidak suka dengan batasan-batasan formal yang ada.” Jawab Siwon dengan raut muka tidak peduli.

“Ta-tapi…”

“Aku akan memanggilmu Kyuhyun dan kau memanggilku Siwon, no sajangnim atau apapun itu, just Siwon, ok?”

“Mmm~ i-itu…a-aku…”

“Coba dulu Kyuhyun.” Paksa Siwon dengan senyum manisnya yang menawan.

“S-siwon-ssi??” Tanya Kyuhyun dengan kepala yang dimiringkan.

“Mmm~ boleh juga.” Jawab Siwon menganggukkan kepalanya.

“Siwon-ssi~” Panggil Kyuhyun kemudian.

“Nee~”

“Terima kasih sudah memilih perusahaan kami.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Ohh~ berterima kasihlah pada otakmu yang bekerja sangat hebat, dia yang memberikanmu kesempatan ini.”

“Hoo arraseo~” Jawab Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“Aahahaha~” Siwon langsung tertawa melihat wajah imut nan menggemaskan itu. “Aku juga beruntung bisa bekerja sama dengan perusahaanmu, Kyuhyun.” Ucapnya kemudian.

Mau tidak mau Kyuhyun yang ternyata polos itu langsung tersenyum kecil sambil menundukkan kepalanya dengan pipi yang merona. Melihat hal itu Siwon sekali lagi bersorak senang dalam hatinya bahwa namja didepannya itu benar-benar cantik dan menggemaskan.

“Aku rasa kita akan jadi partner yang hebat.” Ucap Siwon ambigu.

“Aku rasa juga begitu.” Jawab Kyuhyun menganggukkan kepalanya cepat.

……

Tidak ada yang berbicara selanjutnya karena mereka berdua sama-sama menikmati keheningan itu dengan pikiran mereka masing-masing namun dengan inti yang sama :

‘Namja ini menarikku mendekatinya.’

“Sa-sajangnim…” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Heey~”

“Mmm, Si-siwon-ssi.”

“Ne?”

“Ho-hotel ini milikmu?”

“Nee, waeyo?

“Pemandangan disini sangat indah.”

“Kau menyukainya?”

“Mmm, ne…”

“Harabeoji suka pemandangan alam daripada bangunan kota, karena itu dia membangun hotel terbesar yang ada di Seoul ini dekat dengan pantai.”

“Hmm~ arraseo.”

“Kyuhyun…” Panggil Siwon kemudian.

“Ne?”

“Boleh aku tahu nomor hp-mu? M-mungkin ki-kita perlu berdiskusi u-untuk ma-masalah pekerjaan.” Ucap Siwon panjang lebar dengan gugupnya yang jelas terlihat.

Tentu saja Kyuhyun menyadari kegugupan namja tampan itu yang membuatnya ingin tertawa dengan keras namun hanya tawa kecil yang bisa didengar Siwon.

“Kau tertawa?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Huh? Bu-bukan!”

“Aku serius, itu pun kalau kau mau memberinya.”

Tanpa menjawab Kyuhyun sudah mengeluarkan iphone 6-nya dari saku dan mencari nomornya sendiri didaftar kontak sementara Siwon langsung tersenyum dan meraba sakunya dengan buru-buru. Dan mereka pun saling bertukar nomor hp untuk kelanjutan hubungan pekerjaan yang akan mereka jalani nanti.

Tanpa siapapun yang tahu keduanya menyimpan debaran jantung yang saling berlomba namun tidak bisa ditemukan pemenangnya. Karena Siwon atau Kyuhyun sama-sama tidak menyadari debaran itu karena terlalu senang bisa berbicara walau dalam waktu yang singkat.

“Kita harus kembali.” Ucap Siwon kemudian.

“B-baiklah.” Kyuhyun langsung beranjak dari tempatnya.

Sementara Siwon berdiri melihat kepergiannya dengan bibir yang menyunggingkan senyuman merekah hingga menampilkan kedua dimplenya yang dalam. Kemudian ia pun berjalan perlahan dari belakang sampai namja cantik itu keluar dari gedung utama dan meninggalkannya.

Dan sepanjang perjalanan pulangnya Kyuhyun tidak bisa berhenti untuk tersenyum garing memikirkan namja tampan itu. Terlalu sering ia mendengar nama Choi Siwon didunia bisnis mereka namun tidak pernah sekalipun bisa berjumpa dengan sajangnim yang terkenal sibuk itu.

“Dia benar-benar tampan.” Gumam Kyuhyun tanpa sadar.

“Ne?” Tanya Sopir ahjussi didepan yang mendengar suaranya.

“Ah, ani~ aku bertemu Choi Siwon.”

“Aaa~ Sajangnim Choi memang sangat tampan, dia terlalu sempurna tuan muda.”

“Ahjussi!!” Protes Kyuhyun dengan kening berkerut.

“N-ne??”

“Aku juga tampan, kau tahu?!”

“Aaa, arrayo~” Jawab Ahjussi cepat karena tidak ingin membuat tuan mudanya itu merajuk.

Dan mereka kembali terdiam menikmati keindahan malam yang terlihat dibalik kaca jendela mobil itu. Sampai akhirnya bmw mewah berwarna hitam itu pun memasuki gerbang istana Cho dan berhenti tepat didepan pintunya.

Belum sempat Kyuhyun menapakkan kaki diteras rumahnya, suara hpnya berbunyi menandakan sebuah pesan masuk kesana.

“Annyeong~ kau sudah sampai Kyuhyun? Tidak kedinginan kan?”

Bunyi pesan Siwon yang membuat Kyuhyun menatap hpnya tidak percaya dengan mata bulatnya yang semakin melebar. Dengan degup jantung yang entah kenapa begitu terasa Kyuhyun langsung membalas sms itu dengan ketikan cepat.

“Baru didepan pintu, sajangnim, aku merasa hangat.”

Kyuhyun tersenyum senang kemudian segera berlari kecil memasuki rumahnya membuat ahjussi yang sedang menutup pintu mobil itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tuan mudanya terlalu imut untuk namja yang sudah berusia 22 tahun.

“Kyu~” Panggil Appa Cho begitu melihat putranya.

“Ne appa~ selamat malam.”

“Bagaimana acaranya sukses?”

“Tentu saja, aku yang pertama.” Jawab Kyuhyun bangga. “Appa melihat siaran live-nya bukan?”

“Hmm, neee~ anak appa memang hebat.” Ucap Appa Cho memajukan kursi rodanya dan Kyuhyun langsung mendekati appanya itu.

“Dimana Jungsoo?”

“Mwo?? Hyung? Aku sudah mencarinya tapi dia menghilang, jadi aku pulang saja. Appa kenapa belum istirahat?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Umma-mu disana pasti bangga padamu, maafkan appa menyerahkan tanggung jawab padamu terlalu cepat.”

“Appa!! Sudah berapa kali aku mengatakan jangan mengulang perkataan itu lagi, ever!!!”

“Aaa, mianhae, appa lagi sensitif.”

“Appa lagi PMS? … Auchh!!” Kepala Kyuhyun dijitak appanya dengan cepat.

“Macam-macam saja!?!”

“Ahahaaha, ayo aku antar ke kamar.”

Kyuhyun langsung mendorong kursi roda appa-nya itu dan tersenyum dengan manisnya. Karena sungguh ia tidak merasa terbebani menjadi direktur utama begitu cepat, walau bisa dikatakan appa-nya masih bisa memimpin perusahaan.

Tapi setelah kecelakaan yang merenggut ummanya dan mengharuskan appa Cho memakai kursi roda, Kyuhyun tidak segan-segan mengambil alih semua pekerjaan Appa-nya. Dan terbukti dalam waktu singkat ia sudah diakui menjadi direktur dari Cho Industries yang kini sudah dikenal sebagai perusahaan ketiga terbesar di Korea.

“Jangan terlalu lelah, biarkan Teuki membantumu.”

“Neee~” Jawab Kyuhyun.

Namja cantik itu membantu appanya dengan sangat baik sampai namja paruh baya itu berbaring diranjangnya. Setelah menyelimutinya dengan baik ia pun mengecup kening appanya penuh sayang sebagai ucapan selamat malam.

Setelahnya ia langsung keluar darisana menuju kamarnya yang ada dilantai dua rumah besar itu. Dalam perjalanannya Kyuhyun melihat beberapa sms sudah memenuhi kotak masuknya.

“Aku ingin bicara denganmu, apa kau mengantuk?”

“Kyuhyun?”

“Kyuhyun-ssi??”

“Kau dimana?”

“Kenapa tidak dibalas?”

“Mianhae.”

Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sms yang sangat banyak itu hanya milik satu orang. Darisana Kyunyun bisa melihat betapa tidak sabarnya seorang Choi Siwon dan tanpa sadar senyum manis terpatri dibibirnya.

“Kenapa minta maaf?” Balas Kyuhyun.

Lalu namja cantik itu melempar benda itu diranjangnya kemudian membuka coatnya dengan perlahan, namun begitu sadar mata Kyuhyun hampir saja keluar dari sarangnya.

“Milik siapa ini?!?!” Tanya Kyuhyun sambil melihat Coat hitamnya. “Abu-abu milikku?” Tanyanya entah pada siapa.

Mengingat kejadian di hotel sebelumnya, barulah Kyuhyun sadar kenapa Siwon menanyakan dirinya tidak kedinginan. Coat yang dipinjamkan Siwon ia bawa pulang dengan seenaknya, sementara coatnya sendiri tidak ada disana.

“OHMYGOD!!” Seru Kyuhyun.

Kemudian namja cantik itu langsunh berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan memakai piyama babyblue-nya. Kemudian ia segera masuk dalam selimutnya dan meringkuk disana. Tangannya terulur untuk mengambil hp yang diletakkan sembarangan tadi setelah membalas pesan Siwon.

Dan balasan namja tampan itu sudah kembali dengan berbagai pertanyaan yang membuat Kyuhyun tertawa cekikikan.

“Akhirnya kau balas juga, kenapa?” Tanya Siwon penasaran.

“Kyuhyun?”

“Kenapa kau tidak membalas lagi?”

“Apa yang kau lakukan?”

“Sudah tidurkah

“Kyuhyun-ssi??”

“Kyuhyun??”

“Aiissh namja ini…” Gerutu Kyuhyun.

Dengan cepat ia membalas pesan itu dengan mengatakan bahwa dirinya belum tidur, tadi hanya pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.

“Ahh, mianhae, aku mengganggu ne?” Sms Siwon sampai lagi.

“Bukan, tidak apa-apa, apa kau belum tidur, Sajangnim?”

“Kita sudah membahasnya, jangan memanggilku Sajangnim, Siwon saja boleh?”

“Mm, baiklah Siwon-ssi~”

“Yahh, aku belum mau tidur, boleh aku menghubungimu? Mmm, itu pun jika tidak mengganggu.”

“Mmm, boleh.” Balas Kyuhyun terakhir.

Detik berikutnya nama Siwon sudah tertera dilayar Iphone Kyuhyun yang membuat dadanya berdegup tidak jelas. Setelah mengatur deru nafasnya dan menarik nafas dalam-dalam ia pun menerima panggilan itu.

“Yeoboseyo?”

>Belum tidur kan?<

“Siwon-ssi…”

>Nee~ suaramu sangat lembut Kyuhyun.<

Seketika pipi Kyuhyun merona dengan hebatnya sampai ketelinga dan baru namja cantik itu sadar bahwa saat ini ia terlihat seperti yeoja-yeoja yang pertama kali jatuh cinta.

“Siwon-ssi…”

>Nee?<

“Aku ingin mengatakan sesuatu.”

>Apa itu??<

“Mmm, itu…aku…mmm~ coatmu…”

>Ahahaha, gwenchana~ yang pentin gkau tidak kedinginan, aku tahu managermu sudah pulang dan membawa coatmu.< Jawab Siwon membuat mata Kyuhyun melebar.

Namja tampan itu menyelidikinya?

>Kyuhyun…<

“Ahh!! Ne??”

>Aku akan memanggilmu Kyuhyun, aku tidak akan mengubahnya<

“Ohh, mmm~ gwenchana.”

>Mmmm, besok kerja sama kita akan dimulai, kau akan datang kan?<

“Mmm, aku lihat jadwal dulu, mungkin GM-ku yang akan datang.”

>Andwae!!<

“Mwoo?”

>Mm, itu, le-lebih baik, kau yang datang.<

“Mmm, baiklah.”

>Jinjja?<

“Nee~”

>Baiklah, selamat malam Kyuhyun, sampai jumpa besok.<

“Selamat malam, jalja Siwon-ssi.”

Kyuhyun langsung memutus sambungan itu dan tangannya perlahan meraba dadanya untuk merasakan debaran jantung yang berpacu dengan sangat cepat. Setelah menarik nafas perlahan namja cantik itu langsung bersembunyi didalam selimutnya dengan senyum bodoh terpatri dibibirnya.

Dan hal yang sama juga terjadi pada namja tampan yang baru saja berbicara denganya itu. sepertinya benih cinta yang manis sudah mulai berakar diantara mereka.

Keesokan harinya.

Kyuhyun bangun pagi dengan semangat baru dan tujuan yang baru karena itu setelah beberapa detik membuka mata, senyum manis langsung terukir dibibirnya. Dengan cepat namja cantik itu beranjak menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.

Setelahnya ia pun bersiap-siap menuju ke kantor, namun sebelum itu ia menyempatkan dirinya untuk sarapan bersama appanya lebih dulu.

“Hari ini pengesahan kontraknya?” Tanya Appa Cho disela sarapan mereka.

“Ne, dengan yang lain sepertinya sudah semalam.” Jawab Kyuhyun sambil sarapan dengan semangatnya.

“Semoga berhasil ne~”

“Aku sudah berhasil appa.”

“Nee~ appa tahuu~ kirimkan salam appa untuk CEO Choi.”

Hampir saja Kyuhyun tersedak minumannya dan langsung menatap Appa Cho dengan tatapan tajam. Namun namja paruh baya yang sangat disayanginya itu hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.

“Aku pergi appa.”

“Nee, hati-hati.”

Dan Kyuhyun pun segera keluar dari rumahnya itu dan pergi darisana menggunakan audy hitam miliknya. Namja cantik nan menggemaskan itu melajukan mobilnya dengan santai saat tiba-tiba sebuah pesan masuk kedalam hp-nya.

“Siwon-ssi.” Gumam Kyuhyun.

Karena ia sedang mengemudikan mobilnya, Kyuhyun memilih untuk menunggu sampai ia tiba dikantor. Setelah itu barulah ia akan membaca isi sms namja tampan yang tidak sabaran itu.

Dan tidak berapa lama audy hitamnya pun memasuki area perusahaan besarnya dan tepat berhenti didepan loby gedung itu. Dan Kyuhyun langsung masuk kedalam tanpa melihat keselilingnya karena ia sibuk melihat iphone ditangannya untuk membaca pesan dari Choi Siwon.

Walau tidak ingin, tapi bibir Kyuhyun punya pemikirannya sendiri hingga tanpa sadar ia tersenyum dengan manisnya membaca pesan itu.

“Selamat pagi Kyuhyunnie~ aku tidak sabar untuk melihatmu.”

“Paboo~” Gumam Kyuhyun pada dirinya.

“Selamat pagi sajangnim~” Sapa karyawan Kyuhyun yang bertebaran dilantai satu gedung itu.

“Mmm, pagi~” Jawab Kyuhyun dengan senyum manisnya.

Kemudian namja cantik itu segera menuju lantai teratas gedung tinggi itu dimana Singgasananya berada. Ruangan direktur utama yang ada dilantai teratas itu menjadi tempat paling nyaman untuknya menyendiri. Apalagi ruangannya adalah lantai terakhir dan satu pintu diruangan itu langsung menuju ke atap.

Disanalah Kyuhyun menghabiskan waktunya jika sudah berada dikantor dan meeting-meeting itu tidak mengganggunya.

“Selamat pagi Sajangnim~” Sapa General Manager perusahaannya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun begitu melihat wajah lembut penuh keibuan itu.

“Nee, kau sudah sarapan?” Tanya Park Jongsoo, hyung sekaligus kaki tangan appanya diperusahaan itu.

Bersamanya Kyuhyun menjalankan tanggung jawab yang diberikan padanya, Leeteuk sangat membantu semua pekerjaan yang ada hingga Kyuhyun bisa santai dan bernafas lega.

“Sudah, bersama appa, semalam kau meninggalkanku hyung!! Dimana coatku?”

“Ahh!! Hyung lupa~” Jawab Leeteuk tanpa rasa bersalah. “Kau datang sendiri atau hyung yang datang?” Tanyanya kemudian.

“Ahh, aku saja.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Mmm~” Jawab Leeteuk dengan mata menerawang jauh.

“Waaaee??” Tanya Kyuhyun curiga.

“Aniii~ dia memang sangat tampan.”

“Hyung!!”

“Ahahaha, hyung pergi dulu, selamat bekerja sajangnim~”

Kyuhyun hanya memutar bola matanya dan segera mengambil berkas-berkas yang harus disiapkan untuk pengesahan kerja sama antara Cho Industries dan Choi Interprise. Mengingat namja tampan itu Kyuhyun langsung melihat hp-nya dan benar saja beberapa pesan sudah masuk kesana membuatnya tersenyum tanpa sadar.

Setelah semuanya tersiapkan Kyuhyun langsung menuju tempat terindahnya setelah kamar tidur dirumahnya.

Ruangan yang luas itu dilapisi granit mengkilat dan dikelilingi dinding dan atap yang terbuat dari kaca. Akan tertutup saat panas dan hujan menerpa tempat itu dan akan terbuka saat pagi dan sore hari yang sejuk.

Ruangan itu mempunyai beberapa sofa yang menghadap langit luas karena letaknya dipinggiran atap, disampingnya ada grand piano putih dan juga monitor lengkap dengan alat game miliknya.

Disisi kiri dari pintu utama terdapat meja makan dengan dua buah kursi dan lengkap dengan dapur kecil untuk memasak cemilan. Sedangkan disisi kanan ada ruang tempat tidur lengkap dengan kamar mandinya.

Ruangan yang menjadi rumah kedua bagi Kyuhyun.

Dan setelah menyimpan kaset game terbarunya disana Kyuhyun langsung keluar darisana dan mengambil tas kerjanya lalu segera keluar ruangan. Namja cantik itu akan bertemu dengan seorang CEO perusahaan besar sekaligus seorang namja yang sangat tampan.

**
Beberapa menit kemudian…

Dengan perasaan senang Kyuhyun memasuki loby perusahaan itu dan beberapa karyawan yang melihatnya langsung menganggukkan kepala mereka. Dan namja cantik itu segera menuju lantai atas perusahaan itu dimana Choi Siwon sang CEO berada.

Begitu sampai diatas, sekretaris Siwon yang ada didepan pintu direktur utama itu langsung berdiri melihat Kyuhyun.

“Silahkan, Kyuhyun-nim~ sajangnim sudah menunggu.” Ucap yeoja cantik itu dengan senyum ramahnya.

“Terima kasih.” Jawab Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

Setelah menarik nafas dan menghembuskannya perlahan Kyuhyun pun masuk ke dalam ruangan Siwon dan menyusuri setiap lekuk ruangan itu untuk pertama kalinya. Kemudian barulah ia berhenti saat tatapan matanya tertuju pada namja tampan yang duduk disinggasananya.

“Mmm, Siwon-ssi…” Panggil Kyuhyun sedikit ragu namun Siwon mendengar suaranya dengan jelas.

“Kyuhyun, ayo masuk.” Jawab Siwon sambil berdiri dari kursinya. “Silahkan duduk, aku harus menyelasaikan ini dulu.” Ucapnya kemudian.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan segera duduk di sofa yang ada didepan meja kerja Siwon. Namja cantik itu langsung membuka tasnya dan menyiapkan berkas keperluan mereka tanpa sadar sejak tadi sepasang mata menatapnya secara intense.

“Apa yang kau lihat, Siwon-ssi?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba tanpa melihatnya membuat Siwon tersentak kaget.

“Ahh, i-itu…”

“Bisa kita mulai?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Te-tentu saja.” Jawab Siwon langsung beranjak dari kursinya.

Kemudian namja tampan itu mendekati Kyuhyun dan tanpa segan duduk disamping namja cantik itu. Tidak Siwon tahu, dada Kyuhyun langsung berdebar dengan cukup keras saat ia berada begitu dekat seperti itu.

“Kita akan memeriksanya terlebih dulu, jika ada kekurangan dan kelebihan kita perbaiki bersama setelah itu kita akan menandatanganinya sebagai bentuk sah dari kerja sama ini. Ucap Siwon dengan senyum terbaiknya.

“Baiklah, silahkan.” Ucap Kyunyun menyerahkan berkas kontrak kerja mereka.

Dan dua namja itu pun terlihat begitu serius mempelajari berkas itu sampai tidak ada yang bersuara. Hampir 30 menit kemudian Siwon mulai menanyakan apa yang tidak ia mengerti dan Kyuhyun menjelaskan semuanya dengan sabar.

Keduanya pun terlihat semakin lama semakin santai dan terbiasa dengan kehadiran masing-masing yang begitu dekat. Bahkan mereka sempat bercanda ditengah pekerjaan yang membuat Kyuhyun tertawa lepas.

“Kau sangat cantik.” Gumam Siwon tiba-tiba.

Barulah Kyuhyun sadar bahwa mereka duduk saling berdekatan bahkan tidak ada jarak sedikipun diantaranya. Lutut bersama lutut, bahu bersama bahu dan wajah bersama dengan wajah, hingga Kyuhyun bisa melihat betapa namja didepannya itu sangat sempurna.

Sementara Siwon memiliki pendapat lain dalam kepalanya saat tatapan onyc-nya tidak bisa berpaling dari bibir Kyuhyun yang merekah memesona.

Dan entah siapa yang memulainya, tanpa sadar kepala mereka pun semakin berdekatan hingga ujung hidung Siwon menyentuh pipi Kyuhyun dan akhirnya bibir mereka pun bertemu. Saat itu terasa seperti aliran listrik menyengat keduanya saat bibir mereka saling bersentuhan dengan lembutnya.

Ada rasa manis yang dirasakan Siwon saat mengecup bibir Kyuhyun untuk pertama kalinya. Dan hal itu membuat namja tampan itu tidak ingin melepasnya lagi. Tanpa aba-aba, Siwon pun menarik tengkuk Kyuhyun untuk memperdalam ciuman mereka dan tanpa diminta Kyuhyun pun melingkarkan lengannya dileher Siwon.

Hingga akhirnya tubuh mereka saling menempel satu sama lain dengan ciuman yang dalam dan penuh perasaan. Jika ada yang bisa mendengarnya, detak jantung mereka berdua saling berpacu menunjukkan siapa yang lebih hebat dan siapa yang lebih besar perasaannya.

Setelah beberapa saat barulah Siwon melepas tautan mereka namun tidak menjauhkan wajahnya dari Kyuhyun. Dahi mereka saling bersentuhan dan Kyuhyun yang memejamkan mata tidak melihat Siwon sedang menatapnya.

“Aku tidak bisa menahannya.” Bisik Siwon pelan namun Kyuhyun masih menenangkan debaran jantungnya hingga Siwon pun melanjutkan. “Sejak pertama kali, kau menarikku semakin mendekat Kyuhyun, apa yang harus kulakukan dengan debaran hatiku?”

Mendengar hal itu Kyuhyun pun membuka mata dan menatap wajah tampan Siwon didepannya. Tatapan lembut itu memancarkan seribu kejujuran membuat debaran jantungnya kembali melompat seolah ingin keluar.

“Kau sungguh-sungguh?” Tanya Kyuhyun meyakinkan dirinya lagi.

“Boleh aku mengatakannya?” Siwon balik bertanya.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya perlahan dengan mata bulatnya yang mengerjap. Siwon tersenyum manis melihat wajah putih cantik itu kini merona dengan hebatnya.

“Aku mencintaimu.” Ucap Siwon tanpa keraguan membuat mata Kyuhyun semakin melebar. “Jika ini terlalu cepat, maka aku akan mengatakan… Aku menyukaimu Kyuhyun.”

“Jika kau merasakan hal yang sama, berikan aku kesempatan untuk menunjukkan cinta itu, seutuhnya kepadamu.”

Tanpa bisa menjawab apa-apa Kyuhyun langsung mengambil tangan Siwon dan membawanya tepat dimana debaran itu begitu terasa. “Aku…” Jawaban Kyuhyun terputus karna Siwon sudah menariknya kembali.

Namja tampan itu langsung mengecup bibir Kyuhyun sekali lagi dan membawanya dalam ciuman yang lembut. Siwon ingin mengatakan perasaannya melalui tindakan. Dengan tangannya yang masih berada didada Kyuhyun, ia hanya bisa tersenyum dalam ciuman mereka saat debaran jantung Kyuhyun semakin berpacu seiring ciumannya yang semakin dalam.

Saat Kyuhyun merasa kehabisan nafas, Siwon melepas bibirnya dan menatap Kyuhyun dengan senyum dua dimple-nya yang memesona.

“K-kau…” Ucap Kyuhyun sambil mengatur nafasnya. “Tidak mau mendengar jawabanku?”

“Degup jantung itu mengatakan segalanya.” Jawab Siwon dan telinga Kyuhyun semakin memerah. “Aku tidak ingin memaksamu Kyuhyun, tapi perasaanku sungguh-sungguh. Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku ingin memiliki seseorang agar aku bisa selalu bersamanya, menatap wajahnnya dan mengagumi senyumannya dan seandainya bisa… aku ingin berharap bisa menghabiskan sisa hidupku bersamanya, Cho Kyuhyun, aku mencintaimu.”

“Siwon-ssi…”

Langsung saja Kyuhyun menyusup dalam pelukan Siwon dan membenamkan wajahnya dileher namja tampan itu. Ia sungguh tidak menyangka namja tampan itu menyimpan perasaan yang begitu besar untuknya padahal mereka berdua bertemu dalam waktu yang singkat.

“Aku tidak tahu ini cepat atau terburu-buru, tapi aku ingin bersamamu.” Ucap Kyuhyun dileher Siwon dan namja tampan itu langsung memeluknya dengan erat.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“Maksudnya?” Siwon balik bertanya dengan bingung.

“Apa kita kekasih sekarang?” Kyuhyun bertanya lagi.

“Kekasih?” Siwon menatapnya dengan kening yang dinaik-turunkan membuat Kyuhyun langsung memberinya death glare yang mematikan.

“Adorable~” Jawab Siwon tidak peduli.

“Siwon!!!”

“Ahahaha, baby~”

“MWOO??”

“Mmm, kita akan menjalani ini secara perlahan sambil kita mengenal satu sama lain.” Ucap Siwon lagi dengan santainya dengan tangan tidak melepas genggamannya pada Kyuhyun.

“Aku sudah mengenalmu.” Jawab Kyuhyun tanpa sadar.

“Mwoo?? Kau sudah mengenalku? Seberapa banyak?” Tanya Siwon menggoda.

“Sebanyak buih dilautan.”

“Aww~ so sweeet~”

“Kita tidak bisa langsung berjalan didepan semua orang sambil bergandengan tangan.” Ucap Kyuhyun kemudian.

“Mmm, kita akan memikirkan hal itu.” Jawab Siwon santai.

“Kau tahu tidak semua orang mempunyai pikiran yang sama.”

“Setiap orang memang memiliki pemikiran yang berbeda-beda, begitu juga masalah hati, tidak ada yang bisa memaksanya.”

“Aku tidak ingin karena hubungan ini akan menghancurkan segalanya, milikmu juga milikku.”

“Kita akan menjaganya baby, suatu hari mereka juga akan tahu kebenarannya.”

“Jika soal itu, biar waktu yang menjawabnya.” Jawab Kyuhyun dengan senyum manisnya.

“Baiklah, apapun yang terbaik~” Siwon mengangkat tangan Kyuhyun dan mengecupnya. “Mulai hari ini kau akan makan siang, makan malam denganku, aku juga akan mengantar dan menjemputmu ke kantor.”

“Itu sama saja mengatakan pada dunia kita bersama, Siwon-ssi~”

“Aku akan mengatur semua jadwal antar jemput itu, namun untuk makan siang dan malam itu akan selalu ada diluar atau ditempat rahasia kita.”

“Kau benar-benar tidak ingin melepasku ya?”

“Sejak kau menjawab iya, detik itu juga kau milikku, baby~”

“Pabooya”

“Sekarang, ayo kerja~ makan siang menunggu kita.”

“Tentu saja~”

Dan keduanya pun melanjutkan kerja sama mereka sampai semuanya selesai dan Siwon benar-benar membawanya makan siang di restorant mewah yang ada di Seoul. Sebagai covernya, Siwon membawa sekretarisnya juga untuk membawakan file kerja seolah mereka sedang mendiskusikan pekerjaan.

**

Dan setelah hari itu, Kyuhyun dijemput Siwon setiap namja tampan itu ingin mendiskusikan pekerjaan mereka yang terjadi 4 dari 6 hari kerja yang ada. Setiap makan siang keduanya akan menghilang dari kantor dan menghabiskan waktu bersama ditempat rahasia Kyuhyun di atap.

Begitu juga dengan makan malam, Siwon akan menjemput Kyuhyun di kantor dengan alasan ada yang ingin dibicarakan. Tidak ingin membuat terlalu banyak kecurigaan, sesekali Siwon akan datang kekantor Kyuhyun tanpa ada yang melihatnya, bahkan ia rela mengganti mobilnya dua kali sehari hanya untuk tidak dikenali orang saat ingin bertemu dengan kekasihnya itu.

**

Dan sejak itu dimulailah cinta rahasia mereka yang tersembunyi dari semua mata dan dari seluruh dunia. Siwon dan Kyuhyun terlihat selalu tersenyum dengan bahagianya saat sengaja atau tidak sengaja mereka bertemu didalam sebuah rapat, atau acara perusahaan.

Keduanya akan saling berdekatan dan bergandengan tangan saat berjalan dan tidak ada yang melihatnya. Mereka akan saling berbagi cinta saat berada diruangan tertutup dan tidak ada yang mengetahuinya.

Siwon yang selalu dianggap akan bertunangan dengan yeoja-yeoja cantik relasi bisnisnya hanya bisa tertawa kecil saat semua itu hanya isapan jempol belaka, karena ia punya seseorang yang sudah mendapatkan hatinya.

Sementara Kyuhyun, walau sangat tidak rela melihat namja tampan kekasihnya berdekatan dengan yeoja-yeoja itu, tidak ada yang bisa ia lakukan karena hubungan mereka yang masih dirahasiakan.

Dan karena mereka tidak bisa terlihat bersama diluar pekerjaan, Kyuhyun menjadikan ruang atap dikantornya sebagai tempat untuk ia menghabiskan waktu bersama Siwon. Disana juga untuk pertama kalinya Siwon mendengarkan Kyuhyun bernyanyi dengan memainkan piano dan namja tampan itu pun tidak pernah puas untuk meminta namja cantik itu bernyanyi untuknya. Dan sebagai balasan Siwon akan memasakkan makan malam untuk mereka.

Tidak ada yang menghalangi kebahagiaan mereka berdua selama tiga tahun dalam rahasia yang mereka jaga dengan sangat baik. Sampai suatu hari hubungan yang sengaja diikat oleh pihak lain membuat mereka berpikir ulang, apa yang harus dilakukan pada cinta mereka?

End Of Flashback

**

Di akhir tahun ini perusahaan Siwon kembali mengadakan ajang perekrutan kerja sama dengan perusahaan yang baru berkembang, ajang yang mempertemukannya dengan jantung hati kekasihnya tercinta. Seperti biasa para tamu undangan sudah menempati tempat mereka dan menikmati acara itu.

Setelah pengumuman pemenang yang baru para tamu memilih untuk menikmati hidangan yang ada disana daripada pulang ke rumah mereka. Karena itu walau acara inti sudah selesai masih banyak tamu yang berada disana.

Seperti Kyuhyun yang masih berada disamping Siwon dan bersama beberapa kolega mereka berbincang-bincang yang tidak perlu. Kyuhyun yang masih saja tidak menyukai keramaian hanya bia menghela nafas setiap beberapa menit sekali.

“Para hadirin, untuk menambah indahnya malam ini, bagaimana kalau kita mendengarkan beberapa lagu?” Tanya MC malam itu dengan penuh semangat.

Semua orang langsung setuju untuk mendengarkan lagu dari penyanyi lokal yang sudah mereka undang. Namun ternyata salah satu staff disana tahu Kyuhyun dan memintanya untuk menyanyikan sebuah lagu.

“Aku tidak bisa.” Jawab Kyuhyun menolak.

“Ayolah tuan Cho, suaramu tidak boleh disembunyikan.” Ucap MC dengan wajah playfullnya.

“Pergilah, baby~” Bisik Siwon ditelinganya membuat Kyuhyun sedikit tersentak.

Namja cantik itu langsung berpaling melihat kesana kemari, siapa yang bisa mendengar perkataan Siwon. Namun sepertinya mereka terlalu antusias untuk mendengar suaranya hingga tanpa sadar membuat pipi Kyuhyun merona dengan hebatnya.

Tanpa bisa menolak lagi, Kyuhyun pun berjalan perlahan menuju panggung kecil yang ada disana. Pemain piano dan gitar yang akan mengiringinya langsung menganggukkan kepala mereka dengan sopan membuat Kyuhyun sedikit lega.

Setelah mencocokkan nada dan suaranya Kyuhyun pun berdiri didepan microfon yang ada disana sambil menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

Sambil menutup mata Kyuhyun pun memulai nada pertama dari lagu yang berjudul secret love song. Nada yang sangat rendah yang memerlukan teknik menyanyi yang hebat agar setiap kata-kata itu mendapatkan feel yang sesuai.

We keep behind closed doors,

Every time I see you, I die a little more

Stolen moments that we steal as the curtain falls,

It’ll never be enough~

Bait pertama terdengar sangat merdu ditelinga para tamu itu hingga mereka semua terdiam dan terpesona dengan wajah cantik yang begitu mendalami makna dari lagu tersebut. Namun hanya Siwon yang bisa merasakan makna lagu itu lebih dalam, karena ia tahu namja cantik kekasihnya itu sedang berbicara dengannya melalui nyanyian.

As you drive me to my house

I can’t stop these silent tears from rolling down

You and I both have to hide on the outside

Where I can’t be yours and you can’t be mine

But I know this~ we got a love that is homeless~

Why can’t I hold you in the street?

Why can’t I kiss you on the dancefloor?

I wish that it could be like that, why can’t it be like that?

‘Cause I’m yours~

Why can’t I say that I’m in love, I wanna shout it from the rooftop

I wish that it could be like that, why can’t it be like that?

‘Cause I’m yours~

Kyuhyun membuka matanya dan tatapan itu langsung tertuju pada namja tampan kekasihnya yang juga sedang melihatnya dengan tatapan seribu kata. Dan namja cantik melanjutkan lagu itu dengan penuh perasaan dan tatapan mata yang tidak pernah beralih dari Siwon, kekasihnya.

Dan seiring dengan bait kedua lagu itu dimulai, beberapa pasangan mulai bergerak menuju tengah hall dan mereka pun mulai berdansa mengikuti irama lembut yang terus mengalun itu.

It’s obvious you’re meant for me

Every piece of you, it just fits perfectly

Every second, every thought, I’m in so deep

But I’ll never show it on my face

But we know this~ We got a love that is homeless!

Semua pejabat besar disana memaksa Siwon untuk berdansa dengan Tiffany yang membuat namja tampan yang baik hati itu pun tidak bisa menolaknya.

Why can’t you hold me in the street?

Why can’t I kiss you on the dancefloor?

I wish that it could be like that, why can’t we be like that?

‘Cause I’m yours~

Kyuhyun menekan kata I’m yours saat melihat Siwon mulai berdansa dengan salah satu putri direktur perusahaan besar yang dikenal Kyuhyun, Hwang Corp. Tiffany Hwang. Yeoja cantik itu terlihat sangat bahagia saat berada dalam pelukan namja tampan yang dipuja semua orang itu, namun Kyuhyun bisa melihat wajah Siwon yang tidak bisa dibaca dan terus menatapnya.

Why can’t I say that I’m in love, I wanna shout it from the rooftop

I wish that it could be like that, why can’t we be like that?

‘Cause I’m yours~

I don’t wanna live love this way

I don’t wanna hide us away

I wonder if it ever will change

I’m living for that day, someday~

When you hold me on the street and you kiss me on the dancefloor

I wish that we could be like that, why can’t we be like that?

‘Cause I’m yours~ I’m yours~

Why can’t you hold you in the street?

Why can’t I kiss you on the dancefloor?

I wish that it could be like that, why can’t it be like that?

‘Cause I’m yours~

Why can’t I say that I’m in love, I wanna shout it from the rooftops

I wish that it could be like that, why can’t we be like that?

‘Cause I’m yours~

Why can’t we be like that?               

Wish we could be like that~

Semua yang ada disana bertepuk tangan dengan mulut terbuka karena tidak menyangka Kyuhyun memikili suara yang begitu indah. Mereka selalu melihatnya berlalu lalang dimana perusahaan mengadakan sebuah acara, Tapi namja cantik itu tidak pernah menampilkan suaranya pada acara itu sekalipun sebelumnya.

Kyuhyun hanya bisa tersenyum manis lalu membungkukkan badan dengan sopan pada semua tamu yang ada disana kemudian namja cantik itu buru-buru turun dari panggung dan setengah berlari menuju pintu belakang yang tidak banyak orang.

Siwon yang melihatnya sangat ingin mengejar kekasihnya itu namun ia memilih untuk memberikan sedikit jeda agar tidak ada yang curiga dengan kedekatan mereka. Begitu tidak ada lagi yang menaruh perhatian padanya atau pada Kyuhyun, Siwon langsung mengundurkan diri pada Tiffany dan para koleganya itu lalu segera menuju pintu belakang yang terdapat garasi mobil.

Namja tampan itu melihat kesana kemari mencari kyuhyun namun sosok tinggi dan ramping itu tidak terlihat dimanapun diantara mobil-mobil yang ada disana. Detik selanjutnya Siwon langsung berjalan tergesa-gesa menuju mobilnya yang ada disudut bangunan, seketika ia menghela nafas lega.

Kekasih cantik yang dicarinya ternyata sudah bertahta dikursi depan dengan tangan yang menopang kepalanya. Tanpa bersuara Siwon pun segera masuk dalam mobil dan menghidupkannya dengan cepat lalu segera pergi darisana.

Mobil berwarna biru metalik itu terus melintasi jalanan Kota Seoul yang sudah lebih lengang dari sebelumnya karena hari sudah menunjukkan tengah malam. Mobil mewah keluaran terbaru tahun 2016 yang dikenal dengan nama BMW M2 Cope, membelah kota Seoul dengan kecepatan yang bisa dibilang sangat lambat.

Walau sebenarnya mobil itu memiliki kecepatan yang bisa dikatakan seperti bisa menghilang dalam kegelapan malam. Tapi sia-sia saja jika pemiliknya tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri perjalanan mereka secepatnya.

Choi Siwon, namja tinggi dengan wajah rupawan dan tingkah laku yang mencerminkan seorang pangeran.

Jam 11 malam waktu Korea Selatan, namja tampan yang punya seribu kesibukan itu meninggalkan acara yang diadakan perusahaannya. Dan kini sedang dalam perjalanan pulang mengantar kekasihnya yang ada dikawasan perumahan elit dipinggiran kota Seoul.

“Baby…” Panggil Siwon ditengah perjalanan mereka. “Jangan menangis.” Ucapnya kemudian mengambil tangan putih nan tirus itu dan menggenggamnya dengan lembut.

“Why can’t we?” Tanya Kyuhyun dengan wajah sedihnya membuat hati Siwon hancur berantakan.

“Noo~ please~” Bisik Siwon menjalankan mobilnya lebih ke pinggir lalu berhenti disana.

“Aku ingin seluruh dunia tahu, aku milikmu, hyung~” Ucap Kyuhyun lagi dengan mata yang berkabut.

“Baby, hyung ingin melakukannya dari dulu, tapi kau selalu melarangnya.”

“Aku hanya tidak ingin kita menghancurkan segalanya, bahkan sampai sekarang appa dan harabeoji-mu tidak tahu apa-apa, bukan? Tapi sekarang…”

Siwon menggelengkan kepalanya dan menunduk sedih, melihat hal itu Kyuhyun kembali tidak bisa mengatakan apa-apa. Namja cantik itu hanya menghempaskan dirinya dijok mobil dan menutup mata menelan kesedihannya untuk kesekian kali.

Sejak awal hubungan mereka memang tidak akan diterima oranglain apalagi keluarga mereka, bahkan dunia juga tidak akan menyetujuinya. Tapi apa yang harus mereka lakukan saat rasa cinta itu semakin besar disetiap harinya tanpa bisa dicegah.

Dan akhirnya mereka memilih untuk menyembunyikan hubungan itu pada keluarga, didalam kedua perusahaan dan juga pada dunia. Tiga tahun sudah berlalu dan mereka menjalin cinta tanpa siapapun yang mengetahuinya kecuali Appa Cho dan Leeteuk, appa Kyuhyun sendiri yang menyadari perasaan mereka sejak awal.

“Aku sudah tidak tahan hyung, mereka selalu ingin menjodohkanmu dengan oranglain, apalagi yeoja itu.” Ucap Kyuhyun akhirnya setelah lama terdiam.

Siwon memikirkan yeoja yang berdansa dengannya tadi dan mengakui sudah sebulan ini appa Choi selalu mengajaknya dengan sengaja atau tidak agar mereka bisa bertemu dan Kyuhyun melihat semuanya.

Dengan perlahan Siwon menangkup pipi Kyuhyun dan membuat namja cantik itu berpaling melihatnya. “Aku tidak akan menyetujuinya, baby.” Jawab Siwon dengan sungguh-sungguh.

“Aku tahu, tapi mereka…”

“Jika mereka tidak setuju denganku, aku akan meninggalkan segalanya asal bisa bersamamu, kau hidupku.” Ucap Siwon lagi dengan mata yang berkilat penuh kejujuran.

Seketika airmata Kyuhyun turun dipipinya dan berhenti ditelapak tangan Siwon membuat namja tampan itu menggelengkan kepalanya dengan cepat. Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya dan memegang tangan Siwon yang ada dipipinya itu lalu menurunkannya ke dada.

“Aniyo, kau tidak bisa…” Ucapnya pelan.

“Aku akan mengatakan pada seluruh dunia, kau milikku.” Jawab Siwon.

“Hyung…andwae~”

“Aku juga sudah cukup bersabar, baby~ melihat airmata-mu hari ini, aku sudah tidak bisa menunggu lagi.”

“Hyung, don’t…”

“Tunggu saja baby, ayo kita pulang.” Ucap Siwon kemudian menghidupkan kembali mobilnya.

Dan mobil itu pun melaju selayaknya angin yang berhembus dengan kencang hingga menghilang dalam kegelapan. Keduanya sudah tidak tahu harus mengatakan apa lagi, hingga suasana hening pun begitu terasa.

Lebih dari 30 menit kemudian mobil itupun berhenti dipinggir jalan tepat didepan sebuah pagar besi yang menjulang tinggi dengan jerjak kecil yang memanjang keatas. Siwon tidak mematikan mobilnya itu namun dengan cepat turun dari depan dan berjalan melingkar ke pintu yang lain.

Dengan lembut namja tampan itu menarik pintu mobilnya dan Kyuhyun yang duduk tenang disampingnya itu pun menurunkan sebelah kakinya lalu keluar darisana dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca.

“Baby…” Ucap Siwon pelan.

“Sampai bertemu lagi, hyung.” Jawab namja itu tanpa melihat wajah Siwon.

“Pikirkan apa yang kukatakan tadi.”

“…..”

“Good nite, baby~ I love you.” Ucap Siwon dengan tulus lalu melihat kesekelilingnya dengan cepat kemudian ia pun sedikit menunduk sampai berdekatan dengan kekasihnya.

Siwon mengecup kening namja cantik itu dengan lembutnya sambil memejamkan mata dan Kyuhyun yang diam saja itu pun ikut memejamkan mata merasakan sentuhan hangat itu. Saat bibir Siwon menjauh, namja tinggi dan putih itu hanya menghela nafas pasrah dan mendengar suara halus dari mobil namja tampan itu yang sudah menjauh.

Dan namja tinggi dan putih itu pun melangkahkan kakinya masuk kedalam halaman rumahnya yang sangat besar. Tidak ada yang tahu selain dirinya, saat setetes cairan bening mengalir kembali dari sudut mata dan membasahi pipinya.

“Why can’t we?”

** TBC ***

Haiiii..sudah lama ya? kkk~

Ohh, maaf ya, lagunya tidak di artikan, tapi lagu itu benar-benar isi hati Kyuhyun untuk cerita ini.

sampai jumpa di lanjutannya…

Kalo tidak koment disini, lanjutannya tidak jadi update…ahahahahahaaha~ #ketawanista

Love you always my lovely readers~

Vie.