Love Of Pureblood

Love Of Pureblood

*covernya ilang~memory rusak*

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Lee EunHae, Kim Heechul. Kim Ryeowook, Lee Sungmin, Tiffany Hwang, Jung Jessica, Im Yoona, Kim Hyunji(OC)

Pairing : Wonkyu

Genre : Romance, Flufly, Dark? nggak yakin..kkkkk~

Length : 3 or 5? dont know deh..

Warning : Boys Love, Vampire,

Disclaimer : Babykyu anak-nya Vie dan Siwonnie menantunya Vie, yg lain? Milik orangtuanya. ahaha.

Summary : Ide cerita dari komik Vampire Knight, keren kaliii ceritanya, tapi malas baca lagi..chapternya nggak abis-abis. udah abis, main leadnya malah Dead…malas banget kan?

*Cast* Credit Picts to the Owner Continue reading

Advertisements

Love Thread 3

Love Thread 3

**

“Haii…. semuanya, sebelumnya miannae.. karena sudah menunggu chap ini lama, karena ide tetiba hilang dan pergi.. kebetulan minggu2 kemarin amat berat bagi saya.. sebagai elf dan tentunya menjadi siwonest, di satu sisi bahagia mereka comeback tapi saya pun tidak bisa menahan kekecewaan dimana Siwon tidak bisa ikut dalam comeback ini, sosok yang selalu ditampilkan sempurna hanya karena kesalahan yang bahkan bukan Siwon yang membuatnya menjadi seakan terdakwa, bahkan miris melihat komentar jahat yang memintanya out.. *jadi curcol deh hahaha… intinya selamat menikmati aja bacaannya karena saya masih sedih akan Siwon tetapi bahagia karena comeback mereka dan juga dedek w1 nya noona, selamat comeback juga” Continue reading

Love Thread 2

Love Thread 2

**

Selamat malam, selamat pagi, selamat siang~ Apa kabar semuanya? Semoga baik-baik saja nee~ Chap ini banyak wonkyu-nya, jadi sabar aja nee..kkk

Ok deh, selamat membaca.

**

“Kita pulang sekarang” Ucap Kyuhyun langsung berbalik pulang.

“Tapi hyung…” Jaehwan melihat Siwon dan berpaling melihat Kyuhyun.

“Aku ingin pulang.”

“Ta-tapi…” Jaehwan sendiri tidak mengetahui apa yang sedang Siwon lakukan, tapi saat ini yang harus dilakukannya adalah menenangkan Kyuhyun.

Dengan cepat ia mengetikkan sesuatu di hpnya lalu kembali memasukkan benda itu kesakunya. Saat Kyuhyun sudah membuka pintu kemudi mobil.

“Aku saja yang menyetir hyung.” Ucap Jaehwan memegang pundak hyungnya itu.

Namja cantik itu melihat tangan dongsaengnya sekilas kemudian menganggukkan kepalanya pelan. Jaehwan menghembuskan nafas lega dan langsung masuk ke mobil setelah berpaling melihat sekelilingnya seolah mencari seseorang.

“Hyung, kau baik-baik saja?” Tanyanya.

Jaehwan begitu cemas melihat Kyuhyun yang mencengkram kantong belanjanya dengan kuat. Bahkan hyungnya itu masih mencoba menghentikan deru nafasnya yang tak beraturan.

Dengan cepat Jaehwan membuka tas-nya, berharap bahwa ia tak lupa membawa air mineral. Dan ya.. Dia beruntung, membawa air mineral kemanapun ternyata bisa bermanfaat saat dalam situasi seperti ini.

Namja imut itu membuka tutup botolnya dan langsung mengarahkan botol mineral itu ke depan wajah hyungnya.

“Minumlah hyung, kau harus tenang.”

Kyuhyun memejamkan matanya dan kilasan kejadian tadi masih menghantuinya. Ia percaya Siwon tapi tidak dengan mantannya, ia sangat mencintai Siwon dan tentu tahu perangai Siwon seperti apa.

Hanya saja, melihat bagaimana mantan Siwon berani memegang tangan namja tampan tunangannya. Itu membuatnya naik darah.

“Hyung..” Kembali Jaehwan menyadarkan lamunannya.

Kyuhyun melirik dongsaengnya itu dan mencoba tersenyum untuk menenangkannya, walau yang terjadi adalah senyum yang dipaksakan.

“Jangan berpikiran apapun, besok kalian akan menikah. Minumlah.” Jaehwan kembali menyodorkan air minum ke hadapan Kyuhyun yang akhirnya diambil namja cantik itu.

Bukannya meminum air itu untuk menenangkan diri, Kyuhyun malah merebahkan punggungnya ke kursi mobil, ia memejamkan matanya. Tiba-tiba dering hp Jaehwan terdengar begitu nyaring didalam mobil yang sunyi itu.

“What’s up, dear?” Suara Minhyun terdengar.

Kyuhyun langsung membuka matanya yang terpejam, ia mencoba meraih tangan Jaehwan. Namja imut itu pun berpaling melihatnya dan Kyuhyun membuat gerakkan seakan meminta Jaehwan tidak mengatakan kejadian sebelumnya pada Minhyun.

“Ppaliwa.. Aku menunggumu.” Jawab Jaehwan.

Namja imut itu sudah lebih dulu mengirim pesan pada kekasihnya agar menemui mereka disana. Ia bersikukuh Minhyun harus datang kesana, karna tidak mungkin membiarkan Kyuhyun menyetir dalam keadaan seperti ini.

Dan sebenarnya, jangan memintanya untuk menyetir jika tidak ingin keesokan harinya mereka berada di ICU. Karena itu selanjutnya yang mereka lakukan adalah menunggu. Jaehwan tidak bisa bertanya lagi saat Kyuhyun kembali memejamkan mata dan mengatur nafasnya.

Namun setelah beberapa saat…

“Sebenarnya hyung… Kau tidak berpikir bahwa…” Tanya Jaehwan tidak sabar.

“Aniyo, aku percaya Siwon hyung.” Akhirnya setelah dua puluh menit berlalu, Kyuhyun mau mengeluarkan suaranya lagi.

“Lalu?”

“Entah kenapa hatiku begitu sakit…” Jawab Kyuhyun memegang dadanya.

Jaehwan memandang wajah putih pucat itu, tangan kanannya terulur menggenggam tangan Kyuhyun yang ada dipangkuan namja cantik hyungnya itu.

“Jika kau percaya padanya, jangan buat rasa marah menguasaimu.” Ucap Jaehwan kemudian.

“Kau tidak mengerti.” Jawab Kyuhyun dengan wajah terluka.

“Aku tau…”

“Dia bisa saja merebut Siwon hyung dariku.”

“Tidak mungkin..”

“Kenapa kau yakin?”

“Besok hari pernikahanmu, yang benar saja?”

“Tapi…”

“Hyung, aku sudah katakan seharusnya hari ini kau tidak pergi kemanapun.”

“Lalu tidak mengetahui tentang Siwon hyung yang berselingkuh?” Tanya Kyuhyun sedikit kesal.

“Tadi kau percaya pada Siwon hyung, lalu apa itu? Selingkuh? Itu yang kau pikirkan?”

“Aku…”Tiba-tiba Kyuhyun merasa menyesal setelah mengucapkan itu. “Aku hanya takut.”

Jaehwan ikut menyesal sudah memojokkan hyungnya itu hingga tangannya terulur untuk memeluk Kyuhyun. Namun baru saja tangannya terangkat, suara ketukan di kaca mobil membuatnya tersentak.

“Hyung!!” Panggil Jaehwan begitu melihat siapa yang datang.

Namja imut itu langsung menurunkan kaca mobil dan tersenyum saat Minhyun menyapanya. “Hi love~”

“Hyung~ gomawo sudah datang.” Ucap Jaehwan dengan senyum manisnya.

“Jangan saling bersikap manis dihadapanku.” Ketus Kyuhyun menatap mereka dengan wajah sulkingnya.

Minhyun hanya melirik Kyuhyun sekilas lalu melihat kelangit dan menaikkan bahunya heran. “Apa disini ada petir?” Tanyanya.

“Hyung!!” Protes Jaehwan.

“Gwenchana?” Tanya Minhyun serius membuat Jaehwan melirik Kyuhyun.

“Heum~ gwenchana, masuklah dan antarkan kami ke rumah Umma Cho.” Ucap Jaehwan segera keluar dari mobil itu.

“Mwo??” Mata Minhyun membulat.

Kyuhyun tersenyum puas melihat mereka berdua lebih akur dari yang ia perkirakan, tapi senyuman itu tidak bertahan lama saat Jaehwan juga memintanya segera berpindah duduk di jok belakang.

“Ini mobilku…” Protesnya.

“Kau tidak akan suka duduk disamping Minhyun hyung, dibelakang hyung bisa istirahat.”

“Bilang saja jika kalian ingin bermesraan di mobilku.”

Jaehwan hanya tertawa kecil dan mengedikan bahunya acuh, tapi Kyuhyun tetap mengikuti permintaannya.

Setelah itu mereka pun segera pergi darisana dengan suasana sunyi mencekap mengiringi mobil mewah itu. Kyuhyun yang duduk dibelakang sendirian lebih leluasa memikirkan apa yang sudah terjadi padanya, pada tunangannya.

“Jangan pikirkan apapun Kyu, kau mempercayainya.” Inner Kyuhyun menegaskan.

Tapi tanpa bosa dicegah cairan kristal itu pun meluncur indah disudut pipinya. Kyuhyun tidak tahu alasan apa membuat Siwon bertemu Stella di Cafe itu, Siwon tidak pernah membicarakannya. Setaunya Stella sudah lama menetap di LA dan mereka tidak punya hubungan lagi, lalu sekarang untuk apa dia kembali?

Pikiran Kyuhyun terus bermain sendiri.

**

Sebelumnya..

“Kapan kau kembali dari LA?” Tanya Siwon sesaat setelah ia duduk didepan seorang yeoja cantik yang dikenalnya sebagai mantan kekasihnya.

Kim Stella.

“Kemarin oppa.” Yeoja itu selalu menghiasi wajah cantiknya dengan senyuman.

Sudah lama mereka tidak bertemu, mungkin terakhir kali saat perpisahan. Ah atau? Saat natal tahun lalu, dimana ia tidak sengaja bertemu Siwon di toko bunga, setaunya saat itu. Siwon akan membelikan bunga dihari natal untuk kekasihnya.

“Kau melamun?” Tanya Siwon dengan wajah tenang.

“Tidak..”

“Mau pesan apa?” Siwon membolak-balikan buku menu.

“Apa saja, pilihkan ya.” Ucap Stella.

Siwon hanya menampilkan senyumannya dan melihat buku menu itu sekilas lalu melihat pelayan yang berdiri disamping mereka.

“Dua capuccino, satu fettucini dan satu lagi lasagna.” Ucapnya.

Pelayan menuliskan pesanan Siwon dan memintanya untuk menunggu dalam beberapa menit.

“Kau masih tahu kesukaanku?” Tanya Stella.

“Lasagna?” Siwon balik bertanya.

Yeoja cantik itu mengangguk semangat membuat Siwon tersenyum sinis. “Hanya menebak dan ternyata kau masih menyukainya, baguslah.”

“Apa yang membuatmu memintaku untuk bertemu, oppa? Apa kau sudah sendiri?” Tanya Stella.

Siwon kembali tersenyum mendengar perkataan konyol, wanita yang dulu pernah mengisi hatinya itu. Siwon memainkan cincin di jari manis tangan kanannya, cincin pertunangannya dengan Kyuhyun.

Kemudian namja tampan itu merogoh sesuatu disaku dalam jasnya lalu ia menyodorkannya kehadapan Stella. Undangan mewah berwarna babyblue.

“Aku akan menikah, aku harap kau bisa hadir.” Ucap Siwon membuat Stella membeku ditempatnya.

“M-mwo? O-oppa…?”

“Heum.. Aku hanya ingin membagi kebahagiaanku dengan semua orang.”

Stella, mengambil tangan Siwon untuk digenggamnya membuat namja tampan itu sedikit tersentak.

“Aku bahagia saat dirimu memintaku bertemu, ta-tapi… Ini mengejutkanku, oppa.”

Siwon mengernyit bingung, tanpa sadar ia tidak melepaskan genggaman Stella.

“Apa maksudmu? Kau tahu aku sudah lama bersama Kyuhyun, tentu saja kami akan menikah.”

“A-ku mengerti, ta-tapi oppa, ternyata aku masih mencintaimu.” Ucap Stella tanpa ingin menahannya lagi.

Siwon mulai tersadar apa yang akan dikatakan Stella selanjutnya hingga ia pun menarik tangannya secara perlahan.

“Hubungan kita sudah lama berakhir saat kau memutuskan pergi dengan namja itu. Dan sudah sejak lama aku tidak bisa hidup lagi jika Kyuhyun tidak ada.”

“Ta-tapi oppa…”

“Aku mengundangmu karena sekarang aku sudah menganggapmu sebagai teman. Datang atau tidaknya, itu terserah padamu, jangan dipaksakan.” Ucap Siwon datar.

Namja tampan itu membetulkan jasnya dan saat itu pelayan cafe pun datang membawakan pesanan mereka.

Siwon hanya meminumnya sebentar lalu mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberapa won darisana membuat Stella kebingungan.

“O-oppa…”

“Aku harus segera pergi, esok hari pernikahanku.” Ucap Siwon siap beranjak pergi, tapi Stella mencegahnya lagi.

“Apa tidak bisa menunggu beberapa menit lagi?”

“Maaf, seperti ini saja aku merasa sudah menyakitinya, anyeonghye geseyo.” Ucap Siwon lalu mengangguk sekilas.

Kemudian namja tampan itu pun segera pergi darisana, tanpa ia tau bahwa sebuah mobil dikenalnya terparkir diseberang jalan kafe.

Setelah Siwon pergi.

“Seharusnya posisi itu untukku, bukan untuknya, Siwon.”

Stella menggumam kesal sambil mengepalkan tangannya di atas meja, menahan marah.

Bukan ini yang ia inginkan, tujuan kembalinya ia ke Korea adalah mencari kesempatan untuk kembali dengan Siwon. Stella tahu dulu hubungan mereka putus karena dirinya ketahuan berselingkuh.

Tapi sungguh sebenarnya selama 3 tahun ia menetap di LA perasaan cintanya untuk Siwon masih tetaplah sama besarnya seperti dulu, ia tau bahwa semenjak kepergiannya dulu, Siwon telah memiliki pengganti dirinya.

Tapi yang tidak ia duga, Siwon berani mengambil keputusan untuk segera menikah. Padahal dulu Stella tahu, Siwon selalu menekankan padanya mereka akan menikah jika ia telah memiliki kedudukan pasti di perusahaan, tapi kini?

“Apa syaratnya telah terpenuhi? Tentu saja, Siwon sudah menjadi direktur di perusahaan Appa-nya.” Stella menyeringai, ia akan menemukan cara untuk membawa Siwon kembali padanya.

“Lihat saja, kau akan kembali padaku, oppa.”

**

Kembali pada sedan mewah yang sedang meluncur mulus dijalanan Seoul. Dimana Kyuhyun masih meratapi? Kesedihannya setelah melihat Siwon bersama mantan kekasihnya.

“Apa yang kau lakukan dibelakangku Siwon hyung?” Gumam Kyuhyun tanpa sadar namun ia terlihat lebih tenang.

“Hyung, jangan begitu.” Jaehwan kembali menenangkan.

“Tapi kau lihat Jae, itu mantannya, kenapa yeoja itu memegang tangan Siwon? Dia milikku.” Protes Kyuhyun dengan bibir mengerucut.

Seandainya bisa Jaehwan ingin tertawa melihat wajah Kyuhyun yang begitu menggemaskan. Tapi situasinya sangat tidak mungkin, atau jika ia ingin kepalanya digorok hyungnya itu.

“Kita hampir tiba, hyung~ inilah yang dikatakan umma Cho.” Ulang Jaehwan dengan suara tenangnya.

“Jika aku tidak keluar aku tidak akan tahu apa yang dilakukan Siwon hyung dibelakangku.” Ulang Kyuhyun dengan egoisnya.

“Jangan berprasangka buruk dulu.”

“Tapi itu sudah jelas!!”

“Choi Kyuhyun!!” Panggil Jaehwan tanpa sadar bahkan Minhyun pun ikut tersentak.

“M-mwo?” Tanya Kyuhyun tidak percaya. “Kau memanggilku apa?”

“Choi Kyuhyun, tenangkan dirimu, kalian akan menikah besok.” Ucap Jaehwan sabar.

Dan entah karena panggilan itu, Kyuhyun pun memilih diam dengan wajah sulking dan bibir mengerucut. Jaehwan pun tidak mengajaknya bicara lagi sampai mereka tiba dikediaman Cho.

Kyuhyun langsung masuk kedalam dan buru-buru kekamarnya lalu menghempaskan diri di tempat tidurnya. Jaehwan yang menyusulnya dibelakang hanya bisa menghela nafas lelah dan menutup pintu kamar Kyuhyun perlahan.

Namja imut it segera kembali keluar dan melihat kekasihnya berdiri dipintu mobil Kyuhyun dengan tampannya.

“Antar aku pulang hyung.” Ucap Jaehwan.

Tanpa menjawab apa-apa ia pun kembali masuk dalam mobil Kyuhyun dan mereka meninggalkan rumah mewah itu bersama penghuninya.

Didalam mobil Jaehwan hanya berdiam diri membuat Minhyun semakin penasaran apa yang sudah terjadi.

“Sebenarnya ada masalah apa?” Tanya namja tinggi itu akhirnya.

“Tanyakan saja pada sepupumu itu.” Jawab Jaehwan ketus.

Minhyun semakin mengernyit bingung, ia langsung menepikan mobil Kyuhyun dipinggir jalan dan melihat kekasihnya.

“Apa maksudnya? Siwon hyung? Ada apa dengannya?” Tanya Minhyun semakin ingin tahu.

“Ck!! Tadi kami pergi belanja dan melihat gedung pernikahan lalu aku bilang lapar, Kyuhyun hyung mengajakku mampir ke kafe, tapi ternyata disana…” Jaehwan menghela nafasnya berat.

“Apa sayang? Kenapa kau memotongnya?”

“Kami melihat Siwon hyung.”

“Heum?? Itu bukan masalah besar.” Jawab Minhyun santai.

“Ya, bukan masalah besar jika hanya Siwon hyung sendirian, tapi disana ia bersama rubah betina yang tidak pernah kulihat.”

“Mworago??” Minhyun tidak percaya. “Ru-rubah?”

Jaehwan mencoba mengingat-ingat nama yang tadi Kyuhyun sebutkan. “Namanya Stel.. Eum.. Stel.. Setelan…”

“Stella maksudmu?”

“Ya itu, setelan baju.” Jawab Jaehwan cuek.

Air muka Minhyun langsung berubah keruh, sedikit banyak ia tahu bagaimana perangai Stella, atau lebih tepat rubah betina seperti yang disebut Jaehwan. Yeoja dengan wajah cantik itu memiliki sifat yang tidak baik dalam dirinya.

“Kenapa dia harus kembali?” Tanya Minhyun tanpa sadar.

“Apa? Kenapa?” Jaehwan balik bertanya.

Minhyun langsung mengambil tangan Jaehwan dan membawa tangan itu ke arah dadanya.

“Sweetheart, setahu ingatanku yeoja itu bukanlah seseorang yang bisa ditebak jalan pikirannya, tapi kita harus selalu waspada terhadapnya.”

“Maksudmu?” Jaehwan tidak mengerti perkataan Minhyun.

“Kita berdua harus menjaga Siwon hyung dan cintanya dari rubah itu.”

Jaehwan semakin dibuat bingung oleh kekasihnya, tapi karena menyangkut Kyuhyun hyungnya ia pun langsung menganggukkan kepala setuju. Minhyun segera menarik wajah Jaehwan dan mencium keningnya dengan lembut.

“Besok hari besar mereka berdua, beristirahatlah dengan baik, aku akan menjemputmu.”

Jaehwan kembali mengangguk, namja imut itu masih dalam situasi mengembalikan memorinya yang hilang. Karena sesaat tadi ia menghentikan segala pemikirannya ketika Minhyun mencium keningnya lembut.

Sementara namja tampan itu hanya tersenyum manis sembari mengusak rambut Jaehwan dan kembali fokus mengendarai mobil itu menuju apartemen Jaehwan.

Keesokan harinya.

Pernikahan yang megah dan dinantikan itu pun akhirnya tiba, bahkan sejak tadi tamu undangan silih berganti berdatangan. Minhyun dan Suho sebagai wakil dari keluarga Choi menyambut para tetamu perusahaan Choi.

Sedangkan Jaehwan dan JongIn yang diduga sebagai kekasih Suho menyambut anggota keluarga dan kolega keluarga Cho. Semua tamu yang tidak mereka kenal itu masuk ke gedung acara itu dengan senyum bahagia mereka.

Hingga satu senyum yang dipaksakan terlihat dari sosok orang yang tidak diharapkan kedatangannya. Minhyun menyenggol lengan Suho, membuat namja putih itu memberikan gerakan bertanya dengan mimik mukanya. Minhyun hanya menunjukkan kedatangan Stella dengan bahasa isyarat padanya.

Suho langsung berpaling melihat bagaimana anggunnya, mantan calon iparnya itu. Andai ia tidak berbuat salah, Suho sudah yakin pesta ini dipastikan akan menjadi pestanya. Dia yang akan menjadi ratunya.

Tapi takdir Tuhan siapa yang tau…

“Sekarang semuanya milik Kyuhyun.”

“Siapa yang mengundangnya? Aku kira dia masih berada di LA?” Tanya Suho dengan wajah bingung.

“Siapa lagi jika bukan Siwon hyung.” Jawab Minhyun datar.

“Jinjja??” Tanya Suho tidak percaya dan Minhyun mengangguk memastikan.

“Kita harus mewaspadainya.”

“Tenang saja, aku pasti akan melihat gerak-geriknya.”

“Dia wanita yang licik.”

“Aku tau.” Minhyun menarikkan sebelah bibirnya membentuk smirk.

Saat itu Stella pun tiba didepan Minhyun dan Suho, tersenyum dengan cantik namun berisi racun didalamnya. “Senang bertemu dengan kalian kembali.” Ucapnya.

Suho hanya menyunggingkan senyuman bisnis keluarga Choi, sangat berbeda dengan Minhyun yang langsung memasang wajah datarnya.

“Sebenarnya aku harap tidak pernah bertemu denganmu lagi, Stella-ssi.” Jawab Minhyun.

Stella berusaha menahan keterkejutannya dengan tetap menampilkan senyumannya. Minhyun memang tidak pernah suka padanya sejak ia bersama Siwon dulu. Namja tampan itu bisa dengan mudah mengenali sifat seseorang yang tidak disukainya.

“Kau terlalu sakras Minhyun, tapi aku suka.” Jawab Stella tidak ingin kalah. “Eum… Aku harus segera masuk, bukankah sebentar lagi akan pemberkatan?” Tanyanya.

Suho langsung menganggukkan kepala dan menyilahkan yeoja cantik itu masuk kedalam.

Stella berjalan dengan anggunnya menuju tempat duduk yang disediakan, ia menyempatkan diri melihat kebelakang yang tanpa diduganya Minhyun ternyata masih menatapnya seakan mengatakan.

“I watch you.”

Setelahnya acara yang paling ditunggu-tunggu itu pun akhirnya tiba. Ruangan indah bernuansa babyblue itu dan dipenuhi dengan bunga sakura, kini sudah ramai dengan tamu undangan. Ditengah-tengah ruangan yang megah itu terdapat wedding arch yang tak kalah indahnya.

Dengan bunga sakura, mawar putih dan biru yang dirangkai sedemikian rupa hingga membuatnya begitu indah. Disanalah Siwon dan Kyuhyun akan mengucapkan janji sumpah setia mereka selamanya.

Permadani babyblue yang ditaburi helaian bunga mawar putih diatasnya membuat ruangan itu dikelilingi dengan semerbak wanginya. Dan dalam beberapa menit kedepan Kyuhyun akan berjalan melewati jalan itu hingga sampai dibawah wedding arh dimana Siwon sudah menunggunya.

Tepat jam 10 lebih lima menit Siwon langsung berdiri dibawah wedding arch bersama dengan penghulu mereka. Namja tampan itu sangat memesona dengan tuxedo broken white-nya yang begitu elegan.

Wajah tampan dan senyum yang menawan itu membuat para tamu tidak ada habisnya mengangumi kesempurnaannya. Dan saat music wedding march bergema diseluruh ruangan, terlihat beberapa namja tampan memasuki gedung itu dengan tuxedo putih mereka.

Minhyun, Jaehwan berjalan sejajar paling depan dengan membawa buket bunga kecil cantik. Dibelakangnya Suho dan JongIn juga membawa buket bunga putih yang sama. Dan dibelakang mereka terlihat Ryeowook dengan membawa bantal kecil yang diatasnya terdapat cincin pernikahan.

Barulah dibelakang namja itu terlihat Kyuhyun yang berjalan perlahan dengan lengan melingkar dilengan appa Choi. Karena appa Cho sudah tidak ada lagi didunia ini, Appa Siwon bersedia mengantarkan calon menantunya itu menuju hidup barunya.

Semua tamu bertepuk tangan sangat Kyuhyun terlihat memasuki ruangan itu, dengan tuxedo yang sama seperti Siwon. Wajah putih meronanya terlihat begitu memesona dengan bibir peach yang mengkilap.

Satu kata untuknya…. Beautiful.

Umma Cho tidak bisa menahan dirinya melihat putra satu-satunya itu akhirnya akan menikah. Umma Choi yang ada disisinya langsung membelai punggungnya untuk menenangkan.

“Siwon akan menjaganya.” Bisik umma Choi.

“Arrayo~” Jawab umma Cho melihat wajah bahagia Siwon.

Sementara Kyuhyun yang awalnya merunduk kini melihat tamu undangan disana dengan senyum menawan yang dipaksakan. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan hatinya, tapi Siwon bisa merasakan ada keganjilan dari senyuman cantik cintanya itu.

Sampai akhirnya Kyuhyun melihatnya dan tatapan mereka beradu, namja cantik itu juga tersenyum kepadanya tapi sorotan matanya menandakan ada kekecewaan disana. Walau berusaha untuk tetap tenang tapi Siwon tidak bisa menahan kekhawatirannya.

Saat Appa Choi menyerahkan tangan Kyuhyun padanya, Siwon langsung menggenggam tangan itu dengan erat.

“Kau sakit baby?” Bisik Siwon pelan namun hanya dibalas dengan gelengan kepala.

Siwon mencoba mengecek suhu tubuh Kyuhyun dengan menempelkan punggung tangannya dileher Kyuhyun, tapi betapa terkejutnya ia saat Kyuhyun seakan menghindar untuk menolaknya.

Jaehwan yang melihat itu hanya bisa bermain mata pada Minhyun, mereka berdua yang tau ada apa sebenarnya dibalik sikap Kyuhyun. Tapi semuanya tidak bisa dijelaskan sekarang sebelum ikrar itu diucapkan.

Dan tepat pukul 10 lewat 13 menit, ikrar janji mereka pun diucapkan dengan sangat jelas. Kyuhyun yang terus melihat wajah Siwon merasakan degup jantungnya berdetak dengan keras. Ia ingin mendengar Siwon mengucapkan kata sacral itu dengan jelas agar seluruh dunia tahu bahwa mereka sudah terikat.

“Apa kau bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai pasanganmu menjalani hidup ini dalam suka dan duka, sehat maupun sakit, sampai selamanya selalu bersama dalam kebahagiaan?” Tanya penghulu itu dengan jelas.

Siwon tersenyum manis lalu berpaling dan berdiri menghadap Kyuhyun dan menatap mata cantik itu dalam. “Saya bersedia.” Ucapnya lantang membuat Jaehwan langsung menghembuskan nafas lega.

Kemudian Siwon mengambil tangan Kyuhyun dan kembali menatap wajah cantik itu dengan intens. Dan kali ini pertanyaan untuk Kyuhyun akan terucap dari dirinya sendiri.

“Maukah kau bersama denganku menjalani hidup ini, dalam kaya dan miskinku sampai maut memisahkan, dalam sakit dan sehat kau akan selalu dihatiku, bahkan sampai kita tua dan renta nanti aku akan memuja dan mencintaimu dengan segala cinta yang ada didunia ini, Cho Kyuhyun, aku mencintaimu.” Ucap Siwon dengan sejujurnya perkataan.

Bahkan Kyuhyun tidak bisa melihat keraguan didalam setiap kata-kata itu hingga kesedihan dihatinya menghilang seketika. Tanpa menjawab apapun namja cantik itu langsung menghempaskan tubuhnya dalam pelukan Siwon.

Siwon tersentak kaget namun membalas pelukan itu dengan eratnya sampai ia mendengar isakan kecil dilehernya.

“Ba-baby…” Panggilnya khawatir.

“Dia belum menjawab.” Ucap penghulu itu cepat, karena melihat para tamu mulai gelisah.

Siwon melihat penghulu itu kemudian melirik para tamu undangan. Ingin rasanya ia menenangkan kekasih hatinya itu dengan cepat. Tapi acara mereka belum selesai, Kyuhyun harus menjawab ikrar itu agar semuanya sempurna.

“Baby, kau belum menjawabnya, apa kau mau?” Tanya Siwon demngan wajah khawatir.

Kyuhyun langsung menarik nafas pelan dan melepaskan pelukan Siwon, namja cantik itu menundukkan kepalanya sambil menarik lagi nafasnya dengan pelan.

“Aku bersedia.” Ucapnya cepat membuat para tamu menghembuskan nafas lega mereka.

“Dengan begitu kalian sudah menjadi pasangan, silahkan memberi kecupan pada pengantinmu.” Ucap penghulu itu pada Siwon.

Tanpa menunggu lagi Siwon langsung melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan menarik namja cantik itu mendekat padanya. Sampai akhirnya bibir mereka bertemu dalam ciuman manis penuh cinta dan tepuk tangan meriah terdengar diruangan itu.

Perlahan pipi Kyuhyun memerah dengan hebatnya karena ia sadar semua mata yang ada disana terpaku pada mereka. Ditambah Siwon yang tidak ingin melepaskan ciuman mereka hingga beberapa menit kedepan.

Namja tampan itu memainkan bibir Kyuhyun dalam kecupan-kecupan kecilnya hingga namja cantik itu tersenyum dan akhirnya tertawa kecil. Barulah Siwon menjauhkan wajahnya dan melihat senyuman cantik Kyuhyun yang dirindukannya.

“I love you, Choi Kyuhyun.” Ucapnya.

Kyuhyun ingin menyambut ungkapan cinta itu dengan sangat bahagia namun bayangan seseorang membuatnya terdiam. Ia beralih melihat pada seseorang yang berjalan mendekati mereka dibelakang Siwon.

Mau tidak mau Siwon pun berpaling dan melihat yeoja cantik mantan kekasihnya ada disana.

“Selamat oppa, selamat Kyuhyun-ssi, semoga bahagia selalu.” Ucap Stella menyalami mereka berdua.

“Gomapseumnida.” Jawab Kyuhyun datar.

“Terima kasih sudah datang, nikmati hidangannya.” Jawab Siwon sekenanya.

“Ne, I will.” Stella menganggukkan kepalanya dan meninggalkan mereka.

Minhyun yang melihat pemandangan itu langsung menarik lengan Jaehwan menuju Kyuhyun dan Siwon.

“Sekali lagi selamat Hyungdeul, tersenyumlah, seharusnya kalian berbahagia bukan?” Ucap Jaehwan.

“Seharusnya iya, andai saja…” Kyuhyun akhirnya membuka suara dan menggantung ucapannya yang membuat Siwon semakin tidak mengerti.

“Apapun yang terjadi, hari ini adalah hari bahagia kalian, jangan membuat seseorang melihat celah untuk memisahkan kalian.” Ujar Minhyun sengaja.

“Apa maksudmu??” Siwon kini bertanya.

“Gwenchana hyung.”

Jaehwan mendekati Kyuhyun dan mengelus bahunya dengan lembut.

“Kau pernah mengatakan bahwa jika aku bahagia, maka kau akan bahagia juga kan hyung?” Tanya Jaehwan membuat Kyuhyun langsung menatapnya. “Hari ini aku sangat bahagia karena kau telah menemukan kebahagiaan sejatimu, hyung.” Ucap namja imut itu dengan tulus.

Kyuhyun menatap wajah dongsaengnya itu seperkian detik sebelum ia membawa Jaehwan dalam pelukan dan memeluknya erat.

“Gomawo~ jeongmal gomawo Jaehwanie~” Ucap Kyuhyun.

“Apapun yang terjadi, kau bisa bertanya pada Siwon hyung, aku yakin dia tidak akan pernah menyakitimu, Hyung.”

Kyubhyun tidak menjawab apapun tapi Jaehwan dapat merasakan kepala hyungnya itu yang mengangguk dibahunya.

“Kaulah pemilik hatinya bukan dia atau siapapun, hanya kau.. Hyung, dia milikmu.”

“Aku tahu.” Jawab Kyuhyun akhirnya.

Barulah Jaehwan melepas pelukan mereka dan menatap wajah cantik itu kembali tenang. Minhyun langsung mendekati mereka dan ia juga memeluk iparnya itu dengan erat.

“Gomawo sudah membantuku, hyung~” Ucap Minhyun. “Bahagialah bersamanya, karna kau kebahagiaannya.”

“Gomawo, jeongmal.” Jawab Kyuhyun membalas pelukan iparnya itu.

Namun tidak lama karena Siwon sudah memisahkan mereka dengan wajah sulkingnya. Minhyun hanya bisa menggelengkan kepala melihat hyungnya yang begitu posesif. Tapi karena itu juga ia yakin, Siwon tidak akan pernah menyakiti Kyuhyun.

Walau apapun yang akan dilakukan Stella, rubah betina itu.

“Baby gwenchana?” Tanya Siwon, ia masih tetap khawatir.

“Gwenchana hyung~ jangan khawatir.”

“Mmm, aku sangat bahagia, akhirnya kau jadi milikku, seutuhnya.” Ucap Siwon langsung meraup Kyuhyun dalam pelukannya.

Namun sial ia harus melepasnya lagi karena ribuan tamu undangan sudah menunggu untuk mengucapkan selamat pada mereka. Siwon hanya bisa menghela nafasnya dan memasang senyum terbaiknya lagi.

Kedua namja itu menerima ribuan ucapan selamat dan do’a untuk kebahagiaan mereka. Karena itu Kyuhyun pun tidak akan menghancurkan moment indah ini dengan kegalauan hatinya. Biarlah masalah itu ia simpan sendiri sampai mereka punya waktu untuk berdua saja.

Tapi yang terjadi sampai beberapa jam kedepan, Kyuhyun diarak menyusuri gedung yang luas itu. Umma Choi dan ummanya tidak melepaskannya sedikit pun saat semua relasi-nya ingin melihat pengantin atau menantu cantiknya lebih dekat.

Sementara Siwon harus menemani tamu appa Choi dari berbagai perusahaan besar yang ada dikota Seoul. Bahkan pemegang saham dari luar kota seoul juga menghadiri undangan itu sekaligus ingin bisnis mereka lancar dengan Choi Corp.

Sampai hari menjelang malam, Kyuhyun dan Siwon masih menjadi raja dan ratunya dipesta mereka. Seluruh anggota keluarga Cho dan Choi menikmati makan malam bersama digedung yang sama. Bersama undangan yang tidak datang siang hari tadi.

Karena itu begitu semuanya selesai Kyuhyun langsung terlelap dikamar rumahnya yang sudah ditata dengan indah. Kamar pengantin dengan dominasi warna biru dan putih dari bunga-bunga mawar yang ada disana.

Namja cantik itu bahkan tidak sempat membuka pakaian pengantinnya dan tidur dengan masih memakai sepatu. Saat Siwon masuk ke dalam, ia hanya bisa menggelengkan kepala dan membuka semua baju Kyuhyun lalu menggantinya dengan piyama.

Namja tampan itu membersihkan dirinya sendiri kemudian mengikuti jejak Kyuhyun yang sudah terbang ke alam mimpi yang indah.

Sampai keesokan harinya.

Siwon yang bangun lebih awal hanya bermalas-malasan ditempat tidurya melihat wajah cantik huswifenya. Sesekali tangannya tergerak menyentuh rambut lembut cinta dalam hidupnya itu.

Bukannya membuat Kyuhyun terjaga, namja cantik itu malah semakin membenamkan wajah dileher suaminya. Bahkan deruan nafasnya masih terlihat stabil khas orang yang masih terlelap.

“Bangun baby~” Panggil Siwon.

“Mmm, aniyooo~” Jawab Kyuhyun semakin memeluknya.

“Ahh, pagi pertama aku bangun melihat wajah istriku.”

“Ck!! Setiap hari juga seperti ini.”

“Tapi kali ini beda, statusmu sudah berubah.”

“Mmm~”

“Hari ini kita akan pergi melihat rumah baru, appa menanyakan apa kau ingin bulan madu? Mereka akan menyiapkan semuanya, sebagai hadiah pernikahan.”

“Aku tidak bisa meninggalkan kafe.” Gumam Kyuhyun dilehernya.

“Mm, baiklah~ kita akan pergi lain kali.” Ucap Siwon kemudian terdiam.

Kyuhyun tidak mengajaknya bicara lagi, padahal banyak yang ingin didengar namja tampan itu. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk bertanya.

“Apa yang terjadi baby?” Tanya Siwon seketika membuat tubuh Kyuhyun kaku. “Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu.” Lanjutnya.

Kyuhyun langsung beranjak keluar dari pelukan hangat Siwon dan menjauh dari suaminya itu. Melihat hal itu kening Siwon berkerut tidak senang dan semakin yakin jika Kyuhyun menyembunyikan sesuatu.

“Katakan baby, aku tidak ingin melihat wajahmu bersedih.”

“Apa yang kau lakukan di cafe itu?” Tanya Kyuhyun to the point.

“Cafe? Dimana? Aku?”

“Nee, kemarin aku melihatmu di Cafe bersama seseorang.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Hoo? Seseorang?” Siwon terlihat berpikir sejenak namun detik selanjutnya ia langsung menutup mulut dengan mata melebar. “Kau lihat?” Tanyanya.

“N-ne.”

“Kau melihatnya? Omo baby…” Siwon tidak tahu harus menjelaskan bagaimana.

Sementara Kyuhyun semakin dibuat kesal dengan sikap suaminya itu seolah memang terjadi apa-apa disana. Tidak tahan lagi, akhirnya namja cantik itu pun turun dari tempat tidurnya dengan wajah sulking.

“Ba-baby…”

“Aku tahu hyung, aku melihatnya.” Ucap Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Ba-baby, itu tidak seperti yang kau kira.”

“Itu Stella hyung, aku tahu.”

“Baby…”

Suara ketukan pintu kamar tiba-tiba terdengar membuat Kyuhyun tidak bisa menjawab lagi. Namja cantik itu langsung berjalan menuju pintu dan membukanya. Umma Cho terlihat disana dengan wajah bahagia-nya.

“Umma…” Panggil Kyuhyun.

“Selamat pagi, chagi~ ayo sarapan bersama.” Ucap yeoja paruh baya itu.

“Ne, kami segera turun.” Ucap Kyuhyun tersenyum manis.

Selanjutnya namja cantik itu masuk kedalam dan menuju kamar mandi membuat Siwon terpaku. Detik selanjutnya ia langsung mengacak rambutnya frustasi, bagaimana niat baiknya menjadi boomerang untuk dirinya.

Ia hanya bermaksud mengundang Stella karena merasa sudah lepas dari masa lalunya dan Stella hanya sebatas yeoja saja. Yeoja yang ia kenal sebatas warga negara Seoul yang baik.

Ahahaha, siapa yang kau bodohi, Siwon.

Terkadang kebaikan hatimu memang tidak diperlukan, tapi apa daya, sifat yang sudah mendarah daging itu tidak akan bisa diubah.

“Siwon paboo!” Gumam Siwon sendirian.

Tak berapa lama Kyuhyun keluar sudah memakai pakaiannya walau hanya t-shirt dan jeans hitam. Dia memang selalu menggemaskan bagaimana pun pakaiannya.

“Cepatlah, umma menunggu.” Ucap namja cantik itu sekilas.

Kemudian segera keluar dari kamar mereka tanpa berpaling melihat suaminya yang kini terpaku.

‘Kyuhyun marah padaku?’ Inner Siwon bertanya.

Andwae!!

Namja tampan itu langsung bergegas menuju kamar mandi dan ketika selesai ia langsung menuju ruang makan rumah keluarga Cho. Disana umma Cho dan Kyuhyun sudah menunggu untuk sarapan bersama.

“Kemarilah, anja~” Ucap umma Cho menunjuk kursi yang ada diujung meja oval itu.

Bisa ditebak Siwon kursi itu milik appa Cho sebelumnya, namun kini ia yang menjadi kepala keluarga tentu saja posisi itu untuknya.

‘Baby…’ Panggil Siwon dalam hati.

Entah mendengarnya atau tidak, tapi Kyuhyun kini menatapnya dengan tanda tanya besar diwajahnya.

“Bolehkah?” Tanya Siwon.

“Disana tempatmu, hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Gomapseumnida.” Ucap Siwon sambil duduk disana.

Umma Cho hanya tertawa kecil dan segera melayani menantunya itu untuk pertama kali. Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya melihat kebahagiaan umma cho yang begitu jelas.

“Apa kalian sudah..ehm, ehm?” Tanya Umma Cho tiba-tiba.

Langsung saja Siwon tersedak dan Kyuhyun menjatuhkan sendoknya kelantai. Detik selanjutnya namja cantik itu langsung memberi umma-nya death glare yang mematikan.

“Umma!! Apa-apaan itu?” Protes Kyuhyun.

“Lha, benar kan? Itu namanya malam pertama.”

“Umma!!”

“Ahh, Siwonnie~ baik-baik padanya ne? Sebelumnya kalian belum pernah melakukannya kan?”

“Be-belum umma.” Jawab Siwon dengan wajah yang memerah.

“Keuronikka~ hati-hati ne~ dia special.”

“Umma!!” Protes Kyuhyun langsung berdiri dari duduknya.

“Aiiish!! Duduk lagi, jangan sulking!! Umma cuma menegaskan, kami mengharapkan cucu secepatnya.”

“Mwooo??” Mata Kyuhyun melebar sempurna, bahkan Siwon melihat mertuanya itu tidak percaya.

“Mertuamu sudah tidak sabar menimang cucu, sejak menerimamu itulah yang diharapkannya, angeurae?”

“Umma, tapi kami baru saja menikah.” Siwon menimpali.

Kyuhyun sudah tidak bisa menjawab apa-apa lagi, umma-nya mengatakan hal yang sebenarnya. Salah satu alasan keluarga Choi merestui hubungan mereka, karena ia memiliki rahim.

Layaknya wanita yang bisa mengandung dan melahirkan, Kyuhyun juga memiliki keajaiban itu. Umma Choi mengetahui rahasia itu saat mereka melakukan pertemuan kedua keluarga untuk meresmikan hubungan keduanya.

Sejak itu umma Choi memaksa Siwon untuk menikahi Kyuhyun dengan segera karena ia ingin menimang cucu. Darah daging keluarga Choi yang sebelumnya akan diteruskan oleh Stella, tapi takdir mengatakan Kyuhyunlah yang seharusnya disana.

Karena itu umma Choi tidak perlu repot-repot mencari pengganti atau bahkan mengadopsi bayi. Kyuhyun bisa memberikan penerus keluarga padanya.

“Umma kami akan berusaha, kalian tenang saja.” Ucap Siwon kemudian.

“Menantuku yang baik, cha~ makan yang banyak.” Umma Cho kembali menambahkan irisan daging dipiring Siwon.

Kyuhyun hanya mengerucutkan bibirnya kesal, namun perlahan dibawah meja, tangannya bergerak meraba perutnya. Gerakan itu tidak luput dari tatapan Siwon hingga ia meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya.

“Gwenchana…” Bisiknya pelan.

Selanjutnya mereka pun sarapan dengan nikmat sampai semuanya selesai dan keduanya pun pergi darisana. Siwon mengajak Kyuhyun melihat rumah baru mereka sebelum keduanya kembali bekerja.

Dalam perjalanan Kyuhyun hanya diam melihat keluar jendela dan Siwon ikut terdiam melihat wajah kusutnya. Namja tampan itu tidak tahu harus memulai darimana, padahal sebenarnya ia tidak melakukan kesalahan.

“Baby, kita sampai…” Panggil Siwon.

“Apa semuanya sudah siap?” Tanya Kyuhyun.

“Ne?”

“Apa rumahnya sudah siap?”

“Ohh, ne~ semuanya sudah diatur dengan rapi, barang-barang kita sudah dipindahkan kesini.”

Kyuhyun segera keluar dari mobilnya dan melihat bangunan megah didepannya dengan takjub. Mau tidak mau ia harus berpaling melihat Siwon yang baru menutup pintu mobilnya.

“A-aku tidak tahu kesukaanmu, tapi ini hasil rancanganku.” Ucap Siwon ragu.

“Rumah kita?”

“Ne, rumah masa depan kita bersama anak-anak kita nanti.”

Mendengar hal itu langsung saja Kyuhyun berlari melingkar lalu tiba-tiba menghempaskan tubuhnya dan memeluk Siwon. Namja tampan itu hanya bisa tersentak kaget tanpa membalas pelukan itu. Namun detik berikutnya ia langsung memeluk huswife cantiknya dengan erat.

“Gomawo Siwonnie, ini sangat sempurna.” Ucap Kyuhyun dibahunya.

“Ahh, apapun untukmu, baby.”

“Ohh, chakkaman.” Ucap Kyuhyun kemudian melepas pelukannya.

“Waeyo?” Tanya Siwon bingung.

“Aku masih marah padamu.” Jawab Kyuhyun cuek lalu segera menuju pintu depan rumahnya.

Siwon terdiam sejenak mendengar pernyataan itu. Namun detik selanjutnya. “Marah? Tapi tadi… Babyyyy~” Ia hanya bisa memelas pada kelakuan cintanya itu.

Sementara Kyuhyun sudah melenggang masuk kedalam dan menikmati keindahan istana baru mereka. Nuansa putih dan silver yang dipadu sedemikian rupa membuat rumah itu begitu elegan.

Benar-benar selera dari namja tampan suaminya yang dipadu dengan kelembutan warna babyblue dibeberapa tempat.

“Baby, aku hanya bertemu dengannya sebentar.” Ucap Siwon dibelakangnya.

“Aku tahu.”

“Aku hanya ingin mengundangnya karna dia ada disini, sungguh aku sudah melupakannya, bahkan masa lalu kami berdua, aku sudah membuangnya karena aku ingin jika harus mengingat masa lalu aku hanya ingin dirimu didalamnya.”

Kyuhyun terdiam mendengar pernyataan tegas itu kemudian berpaling melihat wajah suaminya. Wajah tampan yang penuh kejujuran itu memelas dengan kegelisahannya.

Mau tidak mau Kyuhyun pun luluh dan menganggukkan kepalanya beberapa kali lalu menunduk. Siwon langsung mendekat dan meraup tubuh huswifenya itu dalam pelukan hangatnya.

“Mianhae, jeongmal.” Ucapnya pelan.

Kyuhyun mengganggukkan kepala dibahunya dan perlahan tangannya pun membalas pelukan Siwon. “Kau milikku, hyung.”

“Tentu saja.”

“Jangan biarkan dia mendekat.”

“Tidak akan pernah.”

“…..”

“Mianhae.” Ucap Siwon lagi.

Kyuhyun hanya diam menikmati kehangatan pelukan suaminya itu sambil memejamkan mata membuat Siwon juga diam tidak bergerak.

“Kapan kita pindah?” Tanya Kyuhyun setelah beberapa saat.

“Kapanpun kau inginkan.”

“Mmm, hari ini juga.”

“Tidak masalah, kita akan memberitahu umma nanti, ayo lihat kamar kita.” Ajak Siwon menarik Kyuhyun menaiki lantai dua.

Disana ada lebih dari lima kamar dengan kamar utama yang paling besar milik mereka. Lantai atas yang juga luas itu memiliki balkon yang cantik dengan bunga mawar rambat tumbuh di pembatasnya sebagai pagar.

Sebelah kanan balkon merupakan kamar paling besar yang ada dilantai itu, disanalah Siwon dan Kyuhyun akan menghabiskan hari mereka.

“Perkataan umma…” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Jangan dipikirkan baby.”

“Aku akan melakukannya.”

“Ne??”

“Ayo ke rumah sakit.”

“Mwo??” Mata Siwon langsung melebar. “Baby, jangan terburu-buru.”

“Tidak, aku ingin melakukannya, aku ingin umma bahagia.”

“Baby…”

“Ayo kerumah sakit, hyung.”

“Tapi kau belum melihat kamar kita, baby.” Ucap Siwon.

“Aku bisa melihatnya nanti, sekalian buatkan kamar bayi di samping kamar kita, kajja~”

Kyuhyun langsung berjalan keluar dari kamar yang bernuansa silver putih itu meninggalkan Siwon yang terpaku. Namja tampan itu menggelengkan kepalanya sekilas lalu segera menyusul huswifenya kebawah.

Tanpa bisa menolak lagi, mereka segera menuju rumah sakit terbesar di Seoul dan detik itu juga Siwon harus membuat janji dengan dokter kandungan yang ada disana.

Dan begitu sampai Kyuhyun langsung menyerbu meja resepsionis yang ada disana dengan berbagai pertanyaan.

Yeoja yang duduk disana bahkan terkejut melihat namja cantik itu membuat Siwon menghela nafas lelahnya, ia segera menjelaskan bahwa mereka yang menghubunginya tadi.

Tanpa menunggu lagi, keduanya langsung dibawa menuju ruangan khusus milik dokter kandungan. Dan ternyata dokter cantik yang menemui mereka itu merupakan sahabat dari umma Choi.

“Umma kalian sudah mengatakan hal ini jauh-jauh hari.” Ucap Dokter Kim dengan senyum ramahnya.

Sementara Kyuhyun dan Siwon hanya bisa menganga lebar, nyonya itu benar-benar sudah menyiapkan segalanya. Bahkan mereka tidak pernah berpikir sampai sejauh itu.

“Apa kalian tidak terburu-buru? Mmm, maksudnya, kalian baru menikah kemarin.”

“Saya tahu dok, tapi Kyuhyun…”

“Aku ingin secepatnya.” Jawab Kyuhyun mantap.

“Ahh, saya mengerti, apa ini keputusan akhir?” Tanyanya sekali lagi.

Siwon melihat Kyuhyun sekali lagi dan namja cantik itu langsung menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, kalian sudah mengerti caranya kan? Mari kita periksa dan sterilkan rahim Kyuhyun, dan Siwon, silahkan siapkan benih yang dibutuhkan.”

“Mwoo??” Mata Siwon melebar sempurna. “Ap-apa itu dok?”

“Kau tahu, mmm, mmm, bibit unggul yang akan menjadi penerusmu nanti.”

Seketika pipi Kyuhyun merona mendengarnya sementara Siwon hanya berdiri tegap dengan wajah shock. Namja tampan itu seperti kehilangan arwahnya karena sedikit banyak ia sudah mengerti apa yang harus dilakukannya.

“Se-sekarang?” Tanyanya kemudian.

“Hyung, fighting!!” Jawab Kyuhyun sambil mengepal tangannya.

Melihat wajah Kyuhyun yang polos dengan matanya yang berbinar, Siwon tidak bisa membantah apalagi mundur. Tanpa mengatakan apapun akhirnya ia berjalan menuju kamar mandi sambil membawa wadah kecil.

Sepertinya dokter itu memang ahlinya dalam urusan seperti ini, bagi mereka yang ingin menyuntikkan benih calon bayi mereka dalam rahim ibu. Karena itu umma Choi sudah menunjuk sahabatnya itu untuk menantu cantiknya.

Setelah menunggu beberapa menit Siwon tidak keluar juga dari kamar mandi sampai Kyuhyun khawatir. Tapi saat ditanya namja tampan itu mengatakan baik-baik saja membuat mereka harus menunggunya kembali.

Namun setelah hampir tiga puluh menit kemudian barulah Siwon keluar dengan wajah keruh dan keringat dikeningnya. Setelah memberikan wadah kecil itu pada dokter Kim, Siwon langsung berlari keluar dengan wajah memerah.

Kyuhyun hanya bisa tertawa kecil melihatnya namun meminta maaf dalam hatinya. Dokter itu pun segera menyiapkan semua yang dibutuhkan Kyuhyun untuk menerima benih Siwon dalam rahimnya.

Tidak perlu menunggu lama, karena begitu Siwon masuk kembali Kyuhyun sudah duduk dengan tangan yang melingkar diperutnya.

“Baby…”

“Semoga dia baby namja.” Jawab Kyuhyun dengan mata yang berkaca-kaca.

Siwon langsung mendekat dan meraup namja cantik itu dalam pelukannya. “My baby~” Gumamnya. “Apapun itu, dia babyku.”

“Gomawo hyung~” Bisik Kyuhyun dibahunya.

Dokter Kim hanya tersenyum kecil lalu menyiapkan beberapa vitamin yang diperlukan Kyuhyun. Dan menunggu moment manis mereka berakhir barulah ia bersuara kembali.

“Kembalilah dua minggu lagi, kita lihat perkembangannya.”

“Ahh, kami mengerti.” Jawab Siwon.

“Gomawo dok, aku akan menjaganya baik-baik.” Ucap Kyuhyun.

“Nee, saya percaya.” Jawab dokter cantik itu. “Ini beberapa Vitamin, kalian bisa mengambilnya di tempat obat.”

“Ne, gomawo, kami permisi.”

“Ne, sampai bertemu dua minggu kedepan.”

“Kajja, baby~” Siwon memegang tangan dan pinggang Kyuhyun seolah namja cantik itu hamil sembilan bulan.

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya namun tersenyum dengan manisnya melihat wajah tampan itu terlalu fokus. Ia yakin Siwon akan jadi daddy yang paling sempurna yang pernah ada, dan dia akan jadi mommy paling cantik satu-satunya.

Tanpa sadar pipi Kyuhyun memerah dengan sendirinya sampai ia harus memegang pipinya itu yang terasa panah. Siwon hanya mengerutkan keningnya lalu segera mengambil Vitamin untuk Kyuhyun setelah mendudukkan huswifenya itu dikursi tunggu.

Setelahnya mereka segera kembali kerumah dan memberitahukan kabar itu pada kedua umma. Dalam beberapa menit berikutnya dua nyonya itu sudah tiba dirumah baru mereka dan bergembira karna hal itu.

“Kita harus mengadakan pesta.” Ucap Umma Choi.

“Tidak umma, jangan berlebihan.” Jawab Kyubyun.

“Tapi…” Wajah bahagia umma Choi sedikit keruh membuat Kyuhyun tidak tega.

“Baiklah, hanya kecil-kecilan, seperti acara pindahan rumah baru.”

“Nee, itu juga boleh!! Yang penting ada.” Jawab umma Cho ikutan semangat.

“Baiklah, biar semua yang kami urus, Kyunnie, harap duduk saja dan melihat.”

Kyuhyun langsung memasang wajah sulkingnya membuat Siwon tertawa kecil.

“Kajja baby, kita beritahu Jaehwan dan Minhyun.” Ajak Siwon.

“Jinjja?”

“Bukankah mereka juga keluarga?”

“Tentu saja.”

“Kajja~” Siwon mengulurkan tangannya.

Namja cantik itu langsung menyambut uluran tangan itu dan segera pergi darisana. Mereka meninggalkan dua nyonya yang sudah mulai sibuk mengurus pesta kecil itu untuk sekedar syukuran bagi mereka berdua.

Mobil Siwon membelah kota Seoul di siang hari membawanya menuju apartemen Minhyun. Namja tampan itu tahu Jaehwan sering menginap disana karena Minhyun tidak ingin sendirian.

Kyuhyun yang semula menolak akhirnya setuju karena ia juga bersama Siwon bahkan sebelum mereka menikah. Apartemen mewah itu memang tidak jauh dari apartemen milik Siwon karena itu Kyuhyun semakin tidak keberatan.

Begitu sampai disana Jaehwan yang membukan pintu untuk mereka dengan senyum manisnya.

“Hyung~ Aku senang kalian datang, tapi bukan masalah kafe kan?”

“Aiish!! Kafe kan masih libur.” Gerutu Kyuhyun.

“Hahaha hyung, masuklah~”

Jaehwan jalan perlahan menuju sofa dimana Minhyun duduk dengan santainya sambil menonton tv. Siwon dan Kyuhyun mengikutinya dengan wajah bingung, namun sesaat duduk, Kyuhyun langsung menanyakan keganjalan dihatinya.

“Itu apa?” Tanyanya.

“Ada apa hyung?” Jaehwan melihat wajah penasaran hyungnya.

“Ada apa dengan tali panjang itu?”

Semua mata tertuju pada apa yang ditunjuk oleh Kyuhyun, terlihat malu-malu Minhyun hanya bisa menggaruk tengkuknya. Sementara Jaehwan hanya melihat tali merah panjang itu yang tergeletak dilantai dengan ujungnya dikaitkan pada gelang yang dipakai mereka berdua.

“Kalian sedang melakukan games?” Tebak Siwon.

Jaehwan mengigigit bibir bawahnya, mukanya kini terasa hangat, bagaimana ia bisa menjelaskan keanehan mereka.

“Mm, bukan begitu hyung, ini hanya suatu hukuman saja.” Jawab Minhyun akhirnya.

“Mwo??” Siwon maupun Kyuhyun sama-sama terkejut.

“Eum.. Agak panjang ceritanya, tapi intinya. Eomma memintaku untuk memakai gelang pengikat ini dengan Jaehwan selama satu minggu penuh.”

“Jinjjayo??” Siwon tidak menyangka bahwa bibinya itu mempunyai ide yang sedikit agak membingungkan. “Ma-maksudnya setiap waktu?”

“Ne, kami tidak boleh melepasnya.”

“Ta-tapi tali itu tidak terlalu panjang, lalu bagaimana kalian melakukan aktifitas?” Tanya Kyuhyun.

“Kami melakukan semuanya bersama-sama.”

“Ta-tapi termasuk ke-kekamar mandi??” Tanya Siwon takjub yang membuat keduanya langsung salah tingkah.

Kyuhyun memukul bahu Siwon. “Hyung, kau ini…”

“Tak apa Kyu Hyung, itu benar.” Ujar Jaehwan.

“Bukankah kalian bisa saja tidak melakukannya?”  Tanya Kyuhyun.

“Itu pernah ku lakukan hyung, hasilnya eomma tau dan hukuman ini diperpanjang menjadi seminggu.”

“Berarti…ini bukan pertama kali?” Tanya Siwon, Minhyun dan Jaehwan menggelengkan kepala mereka. “Woow!!Daebak”

“Hyung!!” Protes Kyuhyun.

Siwon tersenyum geli dan kembali bertanya karena penasarannya. “Bagaimana bibi mengetahuinya?”

“Hyung tidak menyadarinya?” Tanya Jaehwan dan Siwon menggelengkan kepalanya dengan wajah polos.

Minhyun langsung menggerakkan wajahnya seakan memberikan kode pada Siwon dengan matanya dan menunjukkan beberapa CCTV yang terpasang di apartemen itu.

“Mworago??” Kyuhyun terlihat tidak percaya. “Jinjja daebak!!”

“Eomma semua yang melakukannya.” Jawab Minhyun.

“Bibi memang sedikit aneh.”

Minhyun langsung memajukkan sedikit bibirnya karena ejekan Siwon. “Bibimu juga hyung!”

“Aku tahu.”

“Maafkan aku tidak menawarkan minuman pada Hyungdeul.” Ucap Jaehwan tiba-tiba.

Kyuhyun melirik dongsaengnya itu yang menampilkan wajah tak enaknya. “Gwenchana, kami hanya ingin mengundang kalian.”

“Undangan apa?” Tanya Jaehwan.

“Ahh, chakkaman, lebih baik kita membuatnya bersama, kajja~”

Kyuhyun menarik tangan Jaehwan yang tidak memakai gelang lalu berjalan menuju dapur. Tapi baru tiga langkah mereka berjalan salah satu tangan Minhyun yang terpasang gelang pengikat itu langsung merasa tertarik.

“Ups~ Aku lupa..” Kyuhyun tersenyum sembari memukul jidatnya.

“Minhyun, kita duduk disana saja.” Tawar Siwon, dimana ada sebuah mini bar yang terdapat di satu sisi dapur.

Menganggukkan kepalanya Minhyun langsung berjalan mengikuti Siwon dan duduk dimeja Bar. Namja tampan itu sedikit mengulurkan tangannya kesamping agar Jaehwan bisa leluasa bergerak membantu Kyuhyun menyiapkan minuman.

“Hyung pasti penasaran kenapa kami harus memakai gelang ini pertama kalinya.” Tebak Jaehwan.

“Eum.. sedikit tapi ya, itu terserah kalian.” Kyuhyun hanya tersenyum.

“Biasa hyung kami masih sering bertengkar walau sudah jadian, aku yang masih egois terkadang tidak bisa menahan luapan emosi jika bertengkar.” Jaehwan mulai bercerita dan Kyuhyun hanya berusaha menjadi pendengar yang baik.

“Hingga aku memutuskan untuk menghilang dari Minhyun hyung selama tiga hari, tapi selama itupula aku menyesal melakukannya.”

“Separah itu kah pertengkaran kalian?”

Jaehwan mengangguk, “Masalah sepele hanya karena masakan, tapi berujung pertengkaran besar. Aku meninggalkan Minhyun hyung dikala aku sendiri tidak tau jika hari itu Minhyun hyung sedang sakit.”

Kyuhyun terdiam, bukankah sikap Jaehwan sama sepertinya yang terkadang egois dan inginnya selalu dimengerti.

“Lalu??”

“Aku pergi menghilang ke rumah temanku, selama pelarianku Minhyun Hyung semakin drop. Beruntungnya tidak sampai masuk rumah sakit, aku mengetahui keadaannya dari bibi.”

“Tapi bibi tidak cerita jika…”

“Menurutnya ini masalah kami berdua, jadi biar kami yang menyelesaikannya. Pada akhirnya aku meminta maaf pada Minhyun hyung dan kami dihukum bibi untuk memakai gelang ini.”

“Untuk apa?”

“Bibi bilang, ia tidak mau kehilangan calon menantu.”

“Ck!!” Kyuhyun berdecak kesal.

“Ahahaha, itu salah satunya hyung, tapi yang pastinya jika semua dikerjakan berdua maka akan membuat kita semakin mengerti akan keinginan masing-masing, semakin pendek gelangnya semakin dekat pula kita dan semakin susah untuk melakukan semuanya, tapi saat itulah kita akan saling membantu dan saling mengerti.”

“Berhasilkah?”

“Heum, sepertinya iya, walau kami masih sering bertengkar, ini contohnya.” Jaehwan mengangkat tangannya. “Tapi kami akan semakin dekat saat gelang ini semakin pendek.”

“Hooo, arraseo~”

“Ada apa hyung? Kau juga ingin?” Tanya Jaehwan.

“Mm, boleh dicoba, tapi kami masih baik-baik saja.”

“Lalu kau berharap kalian bertengkar?”

“Mm, boleh juga.”

“MWO??”

Tbc..

Sampai jumpa di chap depan~ Typo mianhae nee.. nggak sempat edit lagi..kkk~

Soal My Baby, Vie lagi ngetik itu..jadi baca ini dulu nee~

With love.

Vie & Ms. Lee

Love Thread

Vie and Ms. Lee Present

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Hwang Minhyuk, Kim Jaehwan, Suju Members.

Pairing : Wonkyu, Minhwan

Genre : Romance, Fluffly

Warning : Bl yoiyolah~

Summary : Walau apapun yang terjadi, cinta yang sudah disatukan oleh benang takdir tidak akan mudah putus begitu saja. Tapi, jika salah satu dari mereka yang memilih memutuskan benangnya, apa takdir juga akan berubah??

Hai-hai~ #lambaitangan Continue reading

Are We Meant To Be?

Vie Zurly Proudly Present

Thanks to : User31, Covernya Beautiful!!

**

Are We Meant To Be?

Starring : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Choi Seunghyun, Leeteuk, Lee Hyukjae.

Pairing : Wonkyu, TopKyu

Genre : Romance,  Fluffy, Hurt/Comfort

Length : 2 or 3 shot, galau saia.

Warning : Always BL, DLDR, Bahaasa lebay, alur berantakan, imajinasi suka-suka saya.

Summary : Yang baca tahan aja, ahahaha~ Ide Ms.Moly yang sudah karatan+lumutan.

Here we go~

** Continue reading