L.O.V.E 4

**

Hai-hai my lovely readers… sudah 10 hari..lama ya?? Nggaaaak~

Apa kabarnya, hm? Mianhae telat lagi nee.. terus juga..mianhae yg update ini.. ini duluan siap..

Selamat membaca nee..

** Continue reading

Advertisements

L.O.V.E 3

Beautiful Cover from User31,,always thank you~

**

Hai-hai my treasure~ apa kabarnyaaa?? Semoga baik2 saja nee.. semoga nggak ada yang jamuran nunggunya yaa~ kkk~

Ahh, for you @wonkyu1013blog you can chat me on WhatsApp, my number 081990260203, I’ll give you Password Pureblood. Sorry for troubling you..but thank you for always here.

Dan Untuk Zita Frauke..I wish you all the best my dear~

Selamat membaca~

♡♡ Continue reading

Lots Of Love 2

Hai-hai My Lovely Treasure~

Maaf ya baru update lagi..saia sedikit ribet.. dari ada maulid dirumah sampe pelatihan di kantor sama wifi yg seminggu nggak dibayar dipusat. Jadi terhambat semuanya..#alasan #plak Always…mianhae nee..^^

Untuk semua ff yang di PW, MAAFKAN DIRIKUUUU~..Kalian boleh minta pwnya di WA..

Selamat membaca~

**

“Dia paman anak-anak ini, Choi Siwon.” Bisik Aeri disamping Kyuhyun.

“Mwoo?”

“Apa masalahnya sudah beres?” Tanya Leeteuk.

“Ne, saya baru kembali dari jepang dan ingin menjemput mereka.”

“Ahh, baguslah~ mereka sudah siap, akhir-akhir ini mereka kelihatan bahagia.” Ucap Leeteuk lagi.

“Saya bisa melihatnya.” Ucap namja bernama Choi Siwon itu.

Ia melihat dengan seksama bagaimana Minho dan Akira menempel pada seorang namja. Namja yang wajahnya sangat manis itu terlihat menyayangi keponakannya.

“Aah, dia Kyuhyun, si kembar begitu senang saat bersamanya, bahkan Akira tidak lagi menangis karenanya.”

Mata Siwon langsung melebar dan kakinya melangkah dengan sendirinya. Tanpa sadar namja tampan itu sudah berada didepan Kyuhyun dan melihatnya dengan seksama.

Detik selanjutnya…

“Ayo pulang bersamaku.” Ucap Siwon sambil memegang tangan Kyuhyun.

“Mwo??!!”

“Tu-tuan Choi…” Ucap salah satu maid disana.

“Ahh, maaf!!” Jawab namja tampan itu langsung melepas tangan Kyuhyun.

Sementara namja manis itu masih terpaku ditempatnya saat merasakan sentuhan tangan Siwon. Tangan hangat yang bisa menenangkan siapa saja, tangan itu pasti bisa menjaga keponakannya dengan baik.

“Tuan Choi, apa maksud anda?” Tanya Leeteuk akhirnya.

“Ahh, ma-maafkan aku.”

“Gwenchana, hanya saja, anda seperti sedang melamar Kyuhyun.” Ucapan Leeteuk membuat dua namja itu merona seketika.

“Maafkan aku!!” Ucap Siwon cepat dan membungkukkan badannya. “Bukan begitu maksudku, maaf.” Siwon melihat Kyuhyun dan menganggukkan kepalanya sopan.

“G-gwenchana…” Jawab Kyuhyun gugup.

“Jadi apa maksudmu, tuan Choi?” Ulang Leeteuk.

“Mm, itu…mmm, a-apa mungkin dia bisa menjadi babysitter mereka?” Tanya Siwon akhirnya.

“Maksudmu si kembar?”

“Ne! Ak-aku akan membayar 3 kali lipat, K-kyuhyun-ssi hanya perlu menjaga mereka.”

Leeteuk menatap tajam wajah Siwon untuk mencari kejujuran disana, kemudian ia berpaling melihat Kyuhyun. “Kau mau, Kyunnie?” Tanyanya.

“Huh? A-aku…aku masih harus kuliah.” Jawab Kyuhyun.

“Ahh, itu tidak masalah, kau hanya perlu menjaga mereka saat bisa, jika kau ada urusan kampus mereka bisa dititipkan disini. Aku hanya ingin anak-anak ini melupakan kesedihan mereka, dan aku melihat kau bisa melakukannya.” Ucap Siwon menatap mata Kyuhyun dalam.

“Be-benarkah?” Kyuhyun balas menatap dan terjerat didalam tatapan itu.

Sampai tarikan kecil membuat Kyuhyun tersentak kaget dan segera melihat kebawah. Minho sedang memegang ujung bajunya meminta perhatian. “Waeyo?” Tanya Kyuhyun.

“Tyu ulan, cama tami? (Kyu pulang, sama kami?)” Tanya Minho.

“Huh? Itu…aku…”

“Mino tuta Tyu ulan.” (Minho suka Kyu pulang)

“Tila duda..(Kira juga)” Jawab Akira.

Dua pasang mata malaikat dengan binarnya dan begitu memelas membuat jantung Kyuhyun terasa ditusuk. Bagaimana ia bisa menolak permintaan dari boneka kecil yang menggemaskan itu? Kyuhyun tidak akan pernah bisa mengecewakan wajah kecil itu.

“Ba-baiklah…” Angguk Kyuhyun akhirnya.

Minho dan Akira sama-sama memiringan kepala mereka memnuat Kyuhyun tertawa.

“Nee, a-aku pulang bersama kalian.”

“Mwo?? Naltah??(Benarkah?)” Mata bulat mereka membesar.

“Nee~”

Langsung saja dua bocah itu menghambur memeluk Kyuhyun hingga namja cantik itu jatuh terduduk. Minho dan Akira membenamkan wajah mereka dibahu Kyuhyun dan memeluknya dengan erat. Tangan kecil yang hangat itu menempel erat dileher Kyuhyun membuatnya benar-benar tidak bisa menolak. Siwon tersenyum lega dan berpaling melihat Leeteuk lalu ia pun menganggukkan kepalanya.

“Besok kita bicarakan kontraknya.” Ucap Leeteuk.

“Baiklah.” Setuju Siwon. “Mino, Akira kajja~ besok kita datang lagi.” Ucapnya kemudian.

“Tajja Tyu~” Ajak Minho.

“Lho?! Besok baru Kyuhyun-ssi datang.” Jawab Siwon.

“Butan talang?(bukan sekarang?)” Tanya Minho melihat uncle tampannya.

“Bukan.”

“Andwweeeee!!!” Serunya sambil kembali memeluk Kyuhyun.

Bahkan Akira yang tidak melepasnya sedari tadi kini mulai terisak. “Talang, hiks~ yook ulan Tyu~” (Sekarang, ayo pulang Kyu~)

“Aigooo~”

“Mmm, itu…aku akan mengantarnya saat mereka tidur, bolehkah?” Tanya Siwon setengah berbisik agar bocah itu tidak mendengarnya.

Leeteuk melihat Kyuhyun mencari jawaban dan perlahan namja manis itu menganggukkan kepalanya. “Baiklah, antar dia kembali sebelum jam 9.”

“Aku mengerti.” Angguk Siwon sementara Kyuhyun memutar bola matanya.

‘Jam 9, memangnya aku yeoja?’ Pikir Kyuhyun. “Ahh, ayo Mino, Akira~ kita pulang.” Ajaknya kemudian.

Bocah kembar itu melihat Kyuhyun dengan wajah penuh airmata membuatnya terlihat menggemaskan. Dengan lembut namja manis itu menyeka pipi bulat itu bergantian dan tersenyum manis.

“Ayo pulang…” Ajaknya lagi. “Huaaaaa~”

Nangis bocah kembar itu bersamaan membuat Kyuhyun tersentak. Namja manis itu langsung memeluk keduanya sambil menepuk kepala mereka dengan pelan. Siwon terpaku melihat wajah lembut Kyuhyun yang mencoba menenangkan keponakannya.

‘Dia bisa jadi mommy yang baik.’ Pikir Siwon. “Untuk anakku.”

“Mwo??” Tanya Leeteuk.

“Mwo?? Ah-a-ani, g-gwenchana…” Siwon gelagapan. “A-ayo pulang.” Ucapnya melihat Kyuhyun.

“Mm, ayo Mino, Akira.” Ajak Kyuhyun.

Bocah kembar itu melepas pelukan mereka dan melihat Kyuhyun kemudian menganggukkan kepala. Siwon segera mengambil Akira dan menggendongnya, sementara Kyuhyun menggenggam tangan Minho.

“Ka-kami pergi.” Ucap Siwon akhirnya.

“Anty~ tami ulan.” Ucap Minho pada Aeri.

“Ahh, hati-hati ne~ besok datang lagi.” Ucap Aeri melambaikan tangannya.

“Bye-bye~” Jawab Minho dan Akira bersamaan.

Dan namja yang tidak punya hubungan apa-apa itu pun keluar darisana bersama sepasang anak kembar. Dari belakang mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.

“Ahh, pemandangan yang bagus.” Ucap Aeri dengan wajah berbinar.

Leeteuk hanya terdiam melihatnya karena perkataan Aeri sangat benar. Mereka terlihat seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia. Namja keibuan itu memikirkan bahwa pekerjaan itu memang tidak pantas untuk Kyuhyun. Tapi jika bisa membantu malaikat kecil itu melupakan kesedihannya, Kyuhyun pasti akan melakukan apa saja. Apalagi Choi Siwon akan memberi tunjangan yang lebih besar. Itu akan membantu masa depan Kyuhyun.

“Aeri, mungkin Kyuhyun akan menjaga mereka dirumah keluarga Choi, tapi saat mereka disini kau yang akan menjaganya, gwenchana?”

“Gwenchana sajangnim~ aku lebih senang jika mereka baik-baik saja dengan Kyunnie, aku tidak bisa menenangkan kesedihan mereka.” Jawab Aeri sedih.

“Baiklah, jika kau setuju, gajimu tetap, saat Kyunnie kuliah atau tidak bisa menjaga mereka kau akan membantunya.”

“Siap sajangnim.”

Leeteuk menganggukkan kepalanya dan segera pergi darisana, begitu juga Aeri yang kembali ke aktivitasnya. Sementara itu di mobil Choi Siwon. Kyuhyun duduk berhadapan dengan Siwon didalam mobil mewah yang menyerupai limosine itu. Minho dan Akira juga duduk manis disisi kiri dan kanan namja manis itu sedang Siwon hanya sendirian.

“Kalian suka Kyuhyun-ssi?” Tanya Siwon memecah kesunyian.

“Tuta!!!” Jawab mereka bersamaan.

“Sudah tidak menangis??”

“Ndaaaak!!”

“Hooo, kalian senang sekarang??”

“Cenaaaaan!!”

“Mereka sangat bersemangat.” Jawab Kyuhyun.

“Maaf sudah memaksamu, tapi apa sungguh tidak apa-apa? Aku akan membujuk mereka jika kau keberatan.”

“Gwenchana, aku senang bisa membantu, lagipula aku juga butuh pekerjaan, untuk masa depan.” Ucap Kyuhyun dan pipinya perlahan memerah.

“Baiklah, kita akan membicarakan kontraknya nanti, berapa jam dan berapa gaji-nya.”

“Mm, tidak perlu, aku percaya padamu.” Jawab Kyuhyun cepat membuat Siwon terpana.

“Aku akan menjaga sampai mereka tidak memerlukannya lagi, saat aku kuliah atau ada kesibukan lain, Aeri akan menggantikanku, selebihnya aku akan berusaha bersama mereka, jika kau tidak keberatan.”

“Aku setuju, kau boleh melakukan apapun, aku tidak akan mengekangmu harus selalu dengan mereka, kau juga punya kehidupan.” Senyum Siwon dengan dimplenya yang memesona.

“Trima kasih.”

“Sama-sama.”

“Mm, aku ingin tanya…”

“Apa saja.” Jawab Siwon cepat.

“Apa kau dekat dengan mereka, Siwon-ssi?”

“Mmm, dikatakan dekat tidak juga, dikatakan jauh juga tidak, hanya saja aku tidak sering bertemu mereka, kau tahu mereka tinggal di jepang, hyungku punya perusahaan disana sedang aku mengurus peninggalan appa kami disini, mereka pulang hanya saat liburan atau ada keperluan bisnis disini, aku tidak sering bertemu mereka.”

“Jadi saat kecelakaan itu…”

“Hyung ada meeting disini bersama noona, saat kecelakaan mereka mau pulang ke jepang, setelahnya, tidak berapa lama Minho dan Akira diterbangkan kesini untuk upacara pemakaman noona. Sejak itu Akira menangis dan terus menangis, apalagi banyak yang mengatakan umma-nya sudah pergi dan tidak akan kembali.”

Saat Siwon mengucapkan itu ada nada kesedihan disuaranya dan Kyuhyun merasakan pelukan kecil disisi kanannya. Ya, Akira sudah membenamkan wajah didada Kyuhyun dengan bahu yang bergetar.

“Ahh, aku penasaran.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba dan mengalihkan perhatian mereka.

“Apa Akira punya kamar sendiri?”

“Mino unyaaaa!!!” Jawab Minho penuh semangat.

“Waaah, jinjja?”

“Ne!! Tamal bue, umba-umba bue~” (kamar blue, lumba-lumba blue)

“Hooo!! Kalau Akira?” Minho menepuk pelan lengan dongsaeng kembarnya membuat Akira menoleh dan Minho memberinya senyuman garing.

“Tyuhyun anya…”

“Tamal Tila, bue duda, eca bue.” (Kamar Akira, blue juga, elsa blue)

“Kalian tidur terpisah?”

“Eum!!”

“Mmm…aku tidak bisa menidurkan kalian jika kamarnya dipisah.”

“Tlus?” Tanya Minho.

“Harus bersama.” Minho memiringkan kepalanya seperti memikirkan sesuatu kemudian ia langsung berpaling melihat Siwon. Gerakan yang tiba-tiba itu membuat Siwon sedikit tersentak dan Kyuhyun tertawa.

“Untle…” Panggil Minho.

“N-ne…”

“Tamal tama, butan picah” Ucap Minho dengan jelas.

“Aah, mmm, nanti uncle ubah.”

“Plomice?”

“Promise~” Jawab Siwon menganggukkan kepalanya.

“Cee? Dah bica? (See? Sudah bisa?)” Tanya Minho melihat Kyuhyun.

“Mmmh!!” Angguk Kyuhyun.

“Ehehe~” Tawa Minho membanggakan dirinya.

Kyuhyun hanya bisa tertawa kecil dan mencubit pipi Minho dengan gemasnya. Sedangkan Siwon menggelengkan kepalanya. Dan tanpa perlu menunggu waktu lama, mobil mewah itu pun memasuki sebuah gerbang yang begitu besar.

Dengan dinding-dindingnya yang tinggi membuat siapapun tidak bisa melihat kedalamnya. Dan dibalik dinding yang berwarna abu-abu itu terdapat sebuah bangunan yang berdiri dengan megahnya. Dengan halaman yang begitu luas dipenuhi dengan berbagai bunga dan taman yang indah.

Dan diujungnya bangunan megah 3 tingkat bergaya eropa dengan warna broken white dan coklat. Rumah megah itu lebih terlihat seperti istana kecil daripada sebuah rumah. “Selamat datang dirumah kami.” Ucap Siwon.

“Lamat datan, Tyu~” Ucap Minho.

“Terima kasih~” Kyuhyun tersenyum manis pada Minho dan melihat Siwon.

Senyumannya pun menghilang digantikan rona dipipinya, karena namja tampan itu melihatnya. Seketika keduanya melihat kearah lain dan salah tingkah, bahkan Kyuhyun merasa ada sesuatu didadanya. “Ayo masuk.”

“Ayo, ayo, ayo Tyuhyun macuk~” Minho dan Akira langsung menarik tangan Kyuhyun dan membawanya masuk kedalam rumah.

Dua orang maid menunggu didepan pintu untuk menyambut mereka. Siwon langsung menyerahkan coatnya pada salah satu dari maid itu. Sementara Kyuhyun langsung dibawa masuk menyusuri hall besar dari istana itu. Kyuhyun melihat megahnya dalam rumah itu dengan nuansa krem dan coklat yang nyaman. Dindingnya dipenuhi lukisan-lukisan dan foto Choi family. Darisana Kyuhyun bisa melihat seluruh penghuni keluarga Choi yang semuanya sudah meninggalkan dunia ini, kecuali Siwon.

“Tyuhyun, te tamal Mino yuk?” Ajak Minho.

“Tamal Tila aja…” Jawab Akira cepat.

“Eh, Mino dulu.”

“Tila dulu.”

“Ehh, kenapa rebutan?”

“Mino dulu Tyuhyun tan?” Tanya Minho dengan wajah memelas.

“Tila dulu tan?”

“Lho? Kenapa kalian buat Kyuhyun-ssi bingung.”

“Ndaaak~” Jawab Minho dengan kening berkerut.

Kyuhyun tidak bisa menahan tawanya melihat dua bocah menggemaskan itu. Tiba-tiba sebuah ide melintas dikepalanya dan ia pun berjongkok agar sejajar dengan mereka.

“Mm, gimana kalau kalian suit.” Ucap Kyuhyun kemudian membuat dua wajah kecil itu kebingungan.

“Cuit?”

“Mmm, gunting, batu, kertas.” Ucap Kyuhyun sambil memperagakan dengan tangan. “Coba kalian, tapi pilih salah satu.”

“Mmm, duntin.” Jawab Minho.

“Teltas.” Jawab Akira.

“Lhaa~ jangan sendiri, bersamaan, coba ulang.” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.

“Duntin batu teltas!!” Ucap Minho dan Akira bersamaan.

Kyuhyun melihat tangan mungil mereka menampilkan bentuk yang berbeda. Minho mengeluarkan dua jarinya sedang Akira menampilkan telapak tangannya. “Ahh, Mino menang.” Ucap Kyuhyun dengan wajah memelas.

Akira langsung menarik baju Kyuhyun sementara Minho berlompat kegirangan sambil berteriak. “Waeyo? Tila talah?” Tanya putri cantik itu.

“Mmm, tadi Mino kasih gunting kan, Akira kasih kertas, gunting itu bisa menghancurkan kertas jadi kecil-kecil, jadi Akira yang kalah.”

Akira hanya bisa menganggukkan kepala menerima kekalahannya, sementara Minho masih tertawa kegirangan.

“Kajja, kita lihat kamar Mino.” Ucap Kyuhyun.

“Ehh!!” Jawab Minho terdiam.

“Kan Mino yang menang.”

“Ooh, Tila aja dulu, anti tamal Mino.”

“Jinjja?”Tanya Kyuhyun.

“Nee~” Angguk Minho dengan penuh semangat.

“Dentana, Mino caja…tan Tila talah.” Jawab Akira dengan senyuman manisnya.

Kyuhyun langsung mengangkat putri kecil itu dan memeluknya dengan erat membuat Akira tertawa riang. Minho dan Siwon sama-sama terkejut mendengar tawa yang baru mereka dengar lagi itu.

“Ahh, mianhae!!” Ucap Kyuhyun baru tersadar.

“Mm, g-gwenchana, silahkan, kau boleh melihat-lihat.” Ucap Siwon.

“G-gomawo~” Angguk Kyuhyun.

“Ayo!!” Ajak Minho kemudian.

Kyuhyun langsung menggandeng tangan Minho dan berjalan menuju kamar bocah kecil itu. Bersama Akira dalam gendongannya, namja manis itu terlihat begitu bahagia. Dan sekali lagi Siwon memikirkan hal yang sama dan harus menepisnya sedetik kemudian.

‘Kau baru mengenalnya, Choi Siwon!’ Inner Siwon berucap.

Namja tampan itu harus menggelengkan kepalanya beberapa kali dan pergi menuju kamarnya. Namun ia tidak sadar, beberapa maid berdiri dibelakangnya dengan diam.

“Kalian…ada apa?” Tanyanya.

“Tuan…nona Akira…” Ucap salah satunya tidak bisa menjelaskan.

“Aku tahu.” Angguk Siwon dengan senyum manis.

“Siapkan makan malam, tamu kita akan makan disini.”

“Baik tuan~” Ucap mereka bersamaan.

Siwon tersenyum kecil lalu segera menuju kamarnya yang ada dilantai dua istana besar itu. Sementara maid rumah itu mulai sibuk menyiapkan makan malam untuk tamu mereka, untuk pertama kalinya.

Sementara itu Kyuhyun.

Namja manis itu berjalan perlahan menyusuri istana itu hingga menemukan dua pintu yang saling bersebelahan. Dipintu kamar itu tertulis nama yang menjelaskan siapa pemilik kamar tersebut. Karena Minho belum bisa membuka pintu yang ditutup rapat itu, Kyuhyun meminta izin untuk membukanya.

Setelah mendapat anggukan cepat dari Minho, Kyuhyun segera memegang gagang pintu berwarna perak itu. Pemandangan yang Kyuhyun dapati saat pintu terbuka membuatnya tercengang. Ruangan besar yang didominasi warna biru itu membuatmu merasa sedang berada ditengah laut.

Wallpaper biru berhiaskan air laut dan lumba-lumba yang begitu besar membuat dinding itu terlihat seperti lautan yang luas. Di keempat sisi dinding itu memakai wallpaper yang sama, hanya lumba-lumbanya saja yang berbeda ukuran.

Tepat disisi kiri tempat tidur Minho, disanalah lumba-lumba biru paling besar berdiri keluar dari air. Lemari besar berwarna biru berhiaskan air dan lumba-lumba, meja belajar, rak buku yang juga didominasi warna biru membuat ruangan itu seperti didunia bawah laut.

“Mi-mino…ini…” Kyuhyun kehilangan kata-katanya.

“Badus tan? Pelti dilaut??” Tanya Minho membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Seperti dilaut.” Jawab Kyuhyun masih terpana.

“Ayo, te tamal Tila!!” Ajak Minho kemudian keluar darisana.

Kyuhyun langsung berbelok dan melihat pintu yang juga berwarna biru itu dengan gantungan nama warna putih berbentuk salju. Melihat hal itu Kyuhyun berpaling melihat gantungan nama dipintu Minho yang berbentuk lumba-lumba.

‘Tentu saja’ Pikirnya.

Tanpa menunggu lagi ia langsung membuka pintu kamar putri kecil istana itu dan seketika mulutnya menganga lebar. “Oh My God!!” Gumamnya.

Jika tadi lautnya penuh dengan lumba-lumba, sekarang Kyuhyun melihat dinding kamar itu penuh dengan hamparan salju yang luas. Dan yang membuat mulut Kyuhyun menganga lebar, didinding dimana tempat tidur akira berada, terdapat gambar tokoh kartun yang ada di film frozen. Film dengan tokoh utama yeoja yang punya kekuatan membuat salju bernama Elsa, lengkap dengan adiknya Anna dan boneka salju Olaf. Empat sisi dinding itu dipenuhi dengan walpaper salju yang berjatuhan dan Elsa dengan berbagai pose.

‘Ini yang namanya Eca bue’ Pikir Kyuhyun. ‘Elsa Blue.’

“Tantik tan?” Tanya Akira.

“Yup! Sangat cantik, seperti Akira.” Angguk Kyuhyun.

Minho melihat Kyuhyun dengan perasaan cemburunya hingga ia langsung meminta pendapat Kyuhyun sekali lagi. “Kamar Mino Cool~ seperti Mino.” Jawab Kyuhyun mengacungkan dua jempolnya. “Terus sekarang kita kemana?” Tanya Kyuhyun kemudian.

Minho dan Akira saling bertatapan dengan wajah bingung, namun detik berikutnya mereka ingat apa yang dikatakan Kyuhyun didalam mobil.

“Tama-tama.” Jawab Minho melihat namja manis itu.

“Mmm, kalau begitu kita tidak bisa di kamar.”

“Anda bisa bersama diruang bermain.” Jawab seseorang dibelakang mereka. Kyuhyun sedikit tersentak namun segera mengganggukkan kepalanya.

“Ba-baiklah.”

“Mari saya antar.”

“Trima kasih.” Angguk Kyuhyun.

Minho dan Akira langsung memegang jemari tangan Kyuhyun masing-masing dan menatapnya. Ia hanya bisa tertawa kecil dan berjalan mengikuti maid itu menuju ruangan lain yang ada di istana itu. Ruangan besar yang dipenuhi dengan mainan anak-anak dari mobil-mobilan sampai rumah barbie yang besar.

Mainan untuk namja dan yeoja yang disukai semua anak-anak ada disana. Bahkan ada berbagai alat musik kecil yang bisa membantu anak belajar kegemaran mereka. Juga ada rak buku yang berisi buku-buku pengetahuan juga buku cerita sebelum tidur.

“Kalian biasa main disini?” Tanya Kyuhyun.

“Dulu saat mereka berkunjung bersama…” Maid itu tidak bisa meneruskan kata-katanya.

“Mmm, tapi sekarang sudah sore, apa tidak sebaiknya mereka mandi dulu?” Tanya Kyuhyun mengalihkan perhatian.

“Ahh, anda benar, saya akan memandikan Akira.”

“Minho?”

“Tuan kecil punya maid sendiri.”

“Ahh, kau maid Akira?”

“Saya yang mengurusi keperluan nona kecil.” Jawab maid itu dan mendekati Akira.

Bocah cantik itu langsung memeluk kaki Kyuhyun dan menggelengkan kepalanya. Kyuhyun tertawa kecil dan ikut menggelengkan kepala lalu ia pun merunduk sedikit. “Aku akan menunggu, karna itu Kira jangan lama-lama.” Ucap Kyuhyun.

“Tundu tini?”

“Mmm, mungkin aku akan melihat-lihat sebentar.”

“Tyuhyun dak tan pulan tan?” Tanya Minho.

“Tidak, karena itu kalian berdua mandi dulu, aku akan menunggu.”

“Tuan Kyuhyun akan makan malam disini, jadi kita harus cepat.” Ucap maid itu ikut membujuk.

Minho langsung keluar dan setengah berlari menuju kamarnya, sementara Akira berjalan pelan sambil melihat Kyuhyun. Putri cantik itu tersenyum saat Kyuhyun mengedipkan kedua matanya dan memberikan kissbye.

“Rumah ini sangat besar.” Gumam Kyuhyun kemudian. “Mereka punya segalanya yang tidak bisa dimiliki sebagian anak didunia ini.” Ucapnya sambil melihat ke dalam ruangan itu sekali lagi.

“Tapi mereka sudah tidak punya sesuatu yang lebih berharga dari mainan mahal itu.” Jawab seseorang dibelakangnya.

Kyuhyun berpaling melihat kebelakang dan mendapati Siwon berdiri dengan begitu tampannya. Celana jeans hitam dan t-shirt hitam yang lengannya dinaikkan, membuatnya terlihat segar. Baju santai atau baju kerja sama-sama memancarkan ketampanan namja dengan dua lesung pipi itu. Kenapa ada namja yang memiliki kesempurnaan seperti itu?

‘Bahkan aku kalah dengannya.’ Pikir Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi…” Panggil Siwon membuat Kyuhyun tersentak.

“Ahh, aku…”

“Kami mengundangmu makan malam, apa kau tidak keberatan?”

“A-aku akan menerimanya jika kau tidak keberatan.”

“Kehormatan ada pada kami jika kau menerimanya.” “Jangan berlebihan.”

“Ahahaha, mari ku antar melihat-lihat disini.”

“Mmm, nee…” Jawab Kyuhyun.

Lalu ia mendekati Siwon dan berjalan disisi namja tampan itu tanpa Minho dan Akira. Kyuhyun merasakan debaran jantungnya yang mulai tidak normal. Mereka terus berjalan menyusuri area dalam, dimana Siwon memberitahu Kyuhyun tempat-tempat yang penting.

Seperti dapur, kamar mandi, kotak obat, semua yang perlu diketahui Kyuhyun saat ia bersama bocah itu nanti. Keduanya sampai di taman belakang dan Siwon mengajak Kyuhyun duduk di gazebo.

“Aku tidak tahu bagaimana berterima kasih padamu.” Ucap Siwon setelah Kyuhyun duduk.

“Untuk apa?”

“Baru pertama kali, kami melihat tawa Akira sejak umma mereka pergi.”

“Ohh…”

“Aku sendiri sampai kewalahan menjaga mereka.” Ucap Siwon.

“Setelah pemakaman Noona, Akira terus menangis bahkan sampai pingsan beberapa kali, sementara Minho tidak pernah bicara lagi.

“Mereka shock.”

“Setelah pulang ke rumah, Minho hanya duduk diam mendengar Akira yang menangis, karena ia juga tidak bisa menenangkannya. Maid disini semuanya berusaha agar dia tidak sampai sakit karena terus menangis, tapi si kecil itu demam dua hari. Aku tidak tahu, apa mereka mengerti jika umma mereka tidak akan pernah kembali?”

“Mungkin mereka mendengar yang lain bicara.”

“Apa karena itu mereka terus menangis? Aku sama sekali tidak tahu bagaimana menghilangkan kesedihan mereka, walau sedikit, aku sangat ingin melihat mereka tertawa dengan tulus, aku…” Siwon terdiam dan menundukkan kepalanya.

Namja tampan itu memejamkan mata untuk menghilangkan airmata yang sudah mengaburkan pandangannya. Kyuhyun terpana melihat wajah tampan itu bersedih dan menangis. Ia merasa ingin menghapus setiap airmata yang keluar dari mata onyc itu.

Karena itu tanpa sadar tangan Kyuhyun bergerak untuk menyentuh tangan Siwon lalu menepuknya perlahan. Namja cantik itu juga ingin bisa menenangkan Siwon walau hanya sedikit. Namun kesadarannya kembali hingga Kyuhyun langsung menarik tangannya dengan wajah shock.

Siwon yang merasa kehilangan tepukan itu juga berpaling melihatnya. Wajah cantik Kyuhyun terlihat begitu menggemaskan dan bisa membuat Siwon kembali tersenyum.

“Terima kasih.” Ucapnya.

“Ti-tidak ap-apa-apa.” Jawab Kyuhyun gugup.

“Aku belum mendengar ceritamu.” Ucap Siwon kemudian.

“Mmm, tidak ada yang special, aku tidak punya siapa-siapa selain Leeteuk sajangnim, aku sudah lama menghabiskan waktu dipanti, selesai kuliah aku harus keluar darisana.”

“Kenapa keluar?”

“Itu ketentuannya, kami akan ditanggung sampai selesai, setelahnya kami harus hidup mandiri dan bekerja untuk diri sendiri.”

“Hoo~ dan kau…”

“Mungkin dua atau satu tahun lagi, aku akan pergi.”

“Ohh, kau bisa bekerja diperusahaanku.” Jawab Siwon cepat. “Aku akan mengusahakannya.”

“Ahahaha, trima kasih, anda terlalu baik, tuan Choi.”

“J-jangan memanggilku seperti itu.”

“S-siwon-ssi…”

“Mmm, itu sedikit lebih baik.”

“Lalu, kenapa kalian membawa si kembar ke tempat kami?” Tanya Kyuhyun kembali ke topik.

“Mmm, mungkin agar mereka punya teman sebaya dengan begitu mereka akan bisa bermain dan melupakan kesedihannya. Tapi aku tahu, mereka terus menangis.”

“Aku sering mendengar tangisan Akira, tapi aku tidak sempat melihatnya, baru beberapa hari ini aku bermain bersama mereka.”

“Dan itu membawa perubahan yang besar.”

“Aku tidak tahu, tapi aku merasa ingin menghilangkan kesedihan mereka, jika diizinkan aku akan menemani keduanya sampai mereka baik-baik saja atau sampai appa mereka kembali.”

“Aku merasa tertolong.” Jawab Siwon cepat. “Mungkin aku tidak bisa membantu terlalu banyak, pekerjaan juga hyung dirumah sakit, aku harus sering menjenguknya.”

“Ahh, bagaimana keadaannya?”

“Belum ada perubahan.”

“Jangan khawatir, aku akan menjaga mereka dengan baik, kau bisa fokus pada pekerjaan juga hyungmu Siwon-ssi.”

“Kau sangat baik, Kyu.”

Deg! Suara jantung mereka terdengar bersamaan.

“Ta-tapi, apa kau percaya padaku?” Tanya Kyuhyun memastikan lagi.

“Seperti yang sudah kukatakan, kau diizinkan melakukan apa saja untuk mereka asal mereka bahagia.”

“Terima kasih.” Angguk Kyuhyun.

“Mm, Kyuhyun-ssi…” Panggil Siwon.

Namun langkah kaki kecil mulai terdengar mendekati mereka membuat Siwon mengurungkan niatnya. Padahal ia ingin lebih tahu tentang namja manis yang mengagumkan itu.

“Tyuyuuun~” Suara Minho terdengar.

Bocah kecil itu berlari dengan penuh semangat dan dibelakangnya Akira mencoba menyusul. Putri cantik itu terlihat cantik dengan gaun putih tanpa lengannya. Begitu sampai disana Minho langsung menghambur memeluk Kyuhyun, begitu juga Akira.

Kyuhyun tertawa kecil dan menaikkan Minho untuk duduk disisinya dan Siwon meraih Akira. Namja tampan itu membawa Akira duduk diatas pangkuannya.

“Kalian wangi sekali.” Ucap Kyuhyun menghirup wangi bocah kembar itu.

“Inyak elon.” Jawab Minho.

“Nee, wangi bayi.”

“Tyu duda angi~” Jawab Akira.

“Ehehe~” Tawa Kyuhyun menampilkan gigi kecilnya.

Siwon terpana pada senyuman itu yang membuatnya ikut tersenyum dan menatap Kyuhyun tanpa berkedip. Kenapa ia sangat ingin membelai pipi chubby Kyuhyun yang kelihatan lembut.

Apa Kyuhyun mengizinkan?

“Tuan…” Lamunan Siwon terpecahkan suara panggilan dari maidnya.

“I-iya…”

“Makan malam sudah siap.”

“Ooh, ayo Kyu, makan dulu, nanti aku akan mengantarmu.” “

Ba-baiklah, kajja~” Kyuhyun mengankat Minho dalam gendongannya.

Begitu juga Siwon yang membawa Akira, mereka berempat segera menuju meja makan yang sudah disiapkan. Kyuhyun langsung menelan apa pun yang tersangkut ditenggorokannya saat melihat menu makan malam itu.

“Silahkan~” Ucap Siwon menarik kursi untuk Kyuhyun.

Namja tampan itu sudah mendudukkan Akira ditempatnya tanpa Kyuhyun sadari. Dengan cepat ia pun membawa Minho duduk disisi Akira dan ia duduk ditempat yang diberikan Siwon.

“Jangan malu-malu Kyu, ini disiapkan khusus untukmu.”

“B-benarkah?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Nee~” Angguk maid paling tua disana.

Dengan pipi merona Kyuhyun pun menganggukkan kepalanya sebagai ucapan terima kasih. Kemudian ia melihat Minho dan Akira yang sudah didampingi maid mereka masing-masing.

“Makan yang banyak, biar cepat besar, arrachi?” Ucapnya.

“Eumh!!” Angguk keduanya.

Dan keluarga tanpa ikatan itu pun memulai makan malam mereka dengan perasaan berbeda. Siwon yang selalu makan sendiri kini seperti makan dengan istri dan anak-anaknya. Sementara Kyuhyun yang sering makan tidak tentu kini merasa kikuk namun bahagia.

Dan bocah kembar yang selalu makan bersama kedua orang tuanya saat ini merasa sedikit bahagia. Walau tidak ada yeoja cantik berambut hitam yang menemani mereka makan, tapi senyum Kyuhyun membuat hati mereka tenang dan aman.

Dan baru malam ini, Minho dan Akira menghabiskan makan malam mereka tanpa sisa. Biasanya mereka hanya akan makan tiga atau empat suap saja dan muntah diakhirnya untuk Akira. Tapi kali ini semuanya berbeda saat mereka melihat senyuman Kyuhyun yang menggemaskan disetiap menitnya.

“Aaah, terima kasih makanannya~” Ucap Kyuhyun dengan wajah riang.

“Mau makanan penutup?” Tanya Siwon.

‘Memangnya ini di restoran? Pakai makanan penutup?’ Tanya Kyuhyun dalam hati.

“Kyu…”

“Ah, tidak, aku sudah kenyang.” Tolak Kyuhyun cepat.

“Baiklah, ahjumma~” Panggil Siwon. “Panggilkan yang lain.” Ucapnya.

Tidak berapa lama, semua maid yang ada di istana itu berdiri berjejer disepanjang meja makan berbentuk oval itu. Siwon tersenyum melihat Kyuhyun yang keheranan lalu berpaling pada maidnya.

“Dia Cho Kyuhyun, mulai besok akan menjaga Minho dan Akira, aku harap kalian bisa membantunya.” Ucap Siwon.

Para maid itu langsung menganggukkan kepala dan melihat Kyuhyun tanpa kata-kata. Tatapan yang membuat pipi Kyuhyun memerah dengan sendirinya. Minho dan Akira pun mendekat dan memeluknya dari kiri dan kanan.

“Saat Kyuhyun-ssi kuliah atau ada kesibukan lain, kalian akan mengantar mereka ke panti seperti biasa, tapi selain itu mereka akan bersama Kyuhyun-ssi.”

“Kami mengerti.”

“Baiklah, kalian boleh pergi.”

Para maid itu melihat Kyuhyun sekali lagi dan memberikan senyuman manis mereka sebagai ucapan selamat datang. Para yeoja itu tidak akan menolaka apapun yang dikatakan tuan besar mereka. Apalagi melihat bocah kembar itu sudah menempel pada namja asing yang baru saja mereka kenal.

“Selamat malam~” Ucap maid paling tua disana.

“Malam~”

“Mino, Akira, ayo sikat gigi, lalu tidur.”

“Huh? Ndak oleh tidul.” Jawab Minho.

“Anti Tyu ulan.” Sambung Akira.

“Lho, bukankah aku yang akan menidurkan kalian?” Tanya Kyuhyun membuat dua pasang mata itu melebar. “Neee, aku akan menidurkan kalian, jadi…”

“Citat didi duluuuu~” Teriak keduanya dan segera berlari ke kamar.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya dan melihat Kyuhyun yang tertawa cekikikan. “Apa tidak apa-apa?”

“Gwenchana, belum jam sembilan.”

“Ahh, benar juga.”

“Aku akan melihat mereka.” Ucap Kyuhyun kemudian beranjak pergi.

Siwon melihat kepergian namja manis itu dengan seribu kata ingin diucapkan, tapi ia hanya melihat punggung Kyuhyun yang pasti sangat nyaman bila dipeluk.

‘Shut up, Siwon'” Innernya berkata. “Aku bisa gila.” Gumamnya pelan.

Setelahnya Siwon segera menuju ruang kerjanya karena ada beberapa dokumen yang perlu dikerjakan. Termasuk kontrak kerja Kyuhyun sebagai babysitter keponakannya.

Hampir satu jam kemudian Siwon keluar darisana dan segera menuju kamar bocah kembar itu. Ia mendapati suasana yang nyaman dengan alunan lembut yang hampir tidak terdengar.

Dari dalam kamar Akira terlihat lampu tidur kamar itu sudah dihidupkan. Siwon melihat ruangan itu dipenuhi bulan dan bintang yang berputar pelan. Namja tampan itu masuk kesana dengan perlahan hingga tidak ada yang menyadari langkahnya.

Ditempat tidur besar milik Akira, Kyuhyun tidur terlentang dengan dua tangan memeluk keponakannya. Minho dan Akira tidur berbantalkan lengan namja manis itu. Siwon juga bisa mendengar alunan lembut keluar dari bibir Kyuhyun yang bergerak.

Namun detik berikutnya, mata bulat bak boneka itu pun terbuka dan melihat langit-langit kamar. Lalu perlahan Kyuhyun bergerak menidurkan bocah kembar itu dengan baik. Siwon langsung mendekat dan membantunya hingga Kyuhyun tersentak kaget.

“Aku tidak melihat…” Ucap Kyuhyun setengah berbisik.

“Gwenchana.” Jawab Siwon ikut berbisik.

“Mereka tidur pulas.”

“Mungkin bangun lagi nanti karna haus.” Jawab Kyuhyun membelai pipi Minho.

“Ayo, kuantar pulang.” Ajak Siwon.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya lalu menatap wajah kecil bocah kembar itu sekali lagi. Kemudian mereka pun segera keluar dari sana setelah menyelimuti keduanya dengan baik. Saat didepan pintu Siwon mengambil coat Kyuhyun dan melampirkannya pada bahu namja manis itu.

Tindakan yang kecil namun bisa membuat gemuruh didada Kyuhyun semakin terdengar. Sampai mereka berada didalam mobil, keduanya tidak bicara sama sekali. Seolah tidak ada yang berani memulai percakapan atau tidak tahu apa yang harus mereka ucapkan. Setengah dari perjalanan Kyuhyun memutuskan menghilangkan kesunyian diantara mereka.

“Soal kamar si kembar…” Ucapnya.

“Ne, kenapa?” Jawab Siwon melihatnya sekilas.

“Aku ingin kamar mereka disatukan tanpa merubah isinya.” Ucap Kyuhyun membuat Siwon melihatnya sedikit lama.

Lalu Kyuhyun pun menjelaskan perubahan apa yang dia inginkan untuk kamar si kembar. Siwon mendengarnya dengan seksama karena entah mengapa hatinya berkata ‘aku akan melakukan apa saja untuknya’ Setelah mengatakan keinginannya Kyuhyun tersenyum menampilkan gigi-gigi kecilnya. Tak ayal jantung Siwon langsung terlepas dan jatuh diatas kakinya.

‘My God!!’ Seru Siwon dalam hati. ‘Aku bisa mati mendadak.’

“Siwon-ssi~” Panggil Kyuhyun dengan kepala yang dimiringkan.

“Aah!! Nee!! Aku tahu!!”

“Huh?” Kyuhyun mengerjap bingung.

“Aku akan menyelesaikannya dalam beberapa hari, jadi Minho dan Akira akan dipanti sampai semuanya selesai.” Ucap Siwon yakin.

“Baiklah, aku akan menunggu.” Senyum Kyuhyun dengan manisnya.

“Ne…”

Dan pembicaraan pun terputus sampai akhirnya mereka tiba didepan gerbang panti asuhan.

“Sudah sampai, 3 menit lagi jam 9.” Ucap Siwon melihat jamnya.

“Trima kasih sudah mengantarku, sampai jumpa.” Jawab Kyuhyun.

Tanpa menunggu lagi namja manis itu langsung berlari kecil melalui halaman dan tiba dipintu depan. “Eeh, annyeong~” Ucapnya dengan suara semanis mungkin.

Disana Leeteuk berdiri melipat tangan didada dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca. Namun saat melihat senyum Kyuhyun, namja lembut itu hanya bisa menghela nafas dan masuk kedalam. Kyuhyun langsung menyusulnya dengan riang dan memeluk namja yang sudah dianggap ummanya itu dari belakang.

“Aku senang hari ini.” Ucapnya pelan.

“Aku tahu.” Jawab Leeteuk menepuk tangan Kyuhyun yang ada dipinggangnya.

“Semoga aku bisa menjaga mereka, sampai appa mereka sembuh.”

“Nee, kami akan membantumu.”

“Gomawo sudah mengizinkanku.”

“Aku ingin melakukan sesuatu sebelum kau pergi dari sini, setidaknya dengan pekerjaan itu masa depanmu bisa terjamin.”

“Jika sudah keluar, apa aku tidak boleh datang lagi?” Tanya Kyuhyun menyusupkan kepalanya dibahu Leeteuk.

“Siapa bilang? Kau boleh kembali kapan pun.”

“Ehee~ gomawo eomonim~”

“Dia sangat manja!!” Ucap seseorang didepan mereka.

“Hey, monkey~Hae Hyung~” Sapa Kyuhyun asal melihat dua hyungnya itu.

“Bagaimana tugasmu?” Tanya Hyukjae tidak peduli.

“Mmm, aku akan berusaha hyung.” Kyuhyun memamerkan gigi-gigi kecilnya. “Ehh, apa Aeri bisa membantu saat aku kuliah ?” Tanyanya kemudian.

“Aeri setuju membantumu.” Leeteuk mengiyakan.

“Jinjjaya?? Ahh, aku akan memberinya setengah dari gajiku.”

“Tidak perlu, tuan Choi masih membayar untuk penitipan mereka, itu akan jadi gaji Aeri.”

“Dia orang kaya, Kyu.” Jawab Hyukjae.

“Aku tahu, rumahnya saja seperti istana.”

“Mereka menerimamu?”

“Ne!! Semua maid disana akan membantuku.”

“Baguslah, sekarang istirahat sana.” Kyuhyun tersenyum senang lalu segera berlari menuju tangga lantai dua.

Hyukjae hanya menggelengkan kepala lalu pergi keluar untuk bersantai. Sementara Leeteuk kembali ke ruangannya untuk bekerja dan bekerja.

Keesokan harinya.

“Aku terlambat!! Annyeooooong~” Seru Kyuhyun tiba-tiba.

Namja manis nan menggemaskan itu berlari turun dari kamarnya dan langsung menghilang dibalik pintu depan. Bahkan beberapa pegawai panti yang ingin melihat hanya bisa mendengar suara mobil yang sengaja mengantar namja manis itu.

“Dia pasti main game sebelum tidur.” Ucap Leeteuk dengan cangkir kopi ditangannya.

“Kami sudah melarangnya, sajangnim.”

“Biarkan saja.” Leeteuk menganggukkan kepalanya. “Bermain game membuatnya bersemangat kembali.”

“Baiklah, kami harus siap-siap, malaikat-malaikat kecil itu akan segera tiba.” Ucap salah satu babysitter.

Leeteuk tersenyum kecil dan kembali masuk dalam ruangan kerja yang terdapat singgasananya. Tidak berapa lama, beberapa anak kecil tiba bersamaan diantarkan orang tua mereka. Termasuk bocah kembar yang jadi pusat perhatian sejak mereka masuk kesana, terutama karena tangisan Akira.

“Selamat datang tuan Choi.”

“Selamat pagi.” Siwon menampilkan senyum manisnya.

Namja tampan itu melihat kebawah dimana bocah kembar itu berdiri sambil melihat kesana kemari. “Ayo, sapa aunty Aeri.”

“Padi, aunty~” Ucap Minho.

“Tyuhyun eodini?” Tanya Akira.

“Ooh, Kyuhyunnie ke kampus, kalian akan bermain denganku, apa kalian mau?” Tanya Aeri.

Akira langsung berpaling melihat Minho untuk meminta pendapat kembarannya itu. Bocah tampan itu melihat Aeri sedikit lebih lama, kemudian ia pun menganggukkan kepala. Aeri tertawa kecil dan mengulurkan tangannya membuat Minho dan Akira saling bertatapan.

Namun detik berikutnya Minho langsung meletakkan tangan kecilnya disana. Beberapa detik kemudian baru Akira mengikuti gerakannya dan tersenyum kecil. Siwon menghembuskan nafas lega dalam diamnya melihat ponakan kembarnya perlahan sudah berubah.

“Aku ingin bertemu sajangnim.” Ucap Siwon kemudian.

“Ooh, mari saya antar.” Aeri berjalan sambil menggandeng bocah kembar itu.

Siwon berjalan dibelakang yeoja cantik itu sambil melihat bangunan dalam panti asuhan. Namja tampan itu bisa menebak, Leeteuk benar-benar memegang amanah yang diberikan. Rumah ini lebih dari sempurna untuk dijadikan panti asuhan.

“Trima kasih.” Ucap Siwon saat Aeri membuka pintu untuknya.

Dan namja tampan itu langsung melaksanakan niatnya untuk menetapkan kontrak Kyuhyun. Siwon tidak akan membuang waktu untuk kebahagiaan dua keponakannya yang telah hilang. Karena itu begitu masuk kesana, Siwon menyerahkan 3 map biru tebal yang hanya berisi beberapa lembar kertas.

“Aku bisa menerimanya.” Ucap Leeteuk setelah beberapa saat.

“Ap-apa Kyuhyun-ssi juga??”

“Aku yakin, dia setuju denganku, lagi pula Kyuhyun sudah menyerahkan masalah ini padaku.”

“Benarkah?”

“Ne, aku akan tanda tangan sekarang, nanti Kyuhyun akan menyusul, setelah itu baru kami kembalikan kontraknya.”

“Ne, saya sudah membuatnya 3 rangkap, satu dari kita memegang 1 map dengan isi yang sama.”

“Anda memang cekatan, tuan Choi.” Leeteuk tersenyum saat ia tanda tangan di map yang ketiga.

“Tidak.” Siwon ikut tersenyum ramah.

“Saya juga punya permintaan.”

“Sebutkan.”

“Mmm, itu…karna dirumah ada perbaikan ruangan seperti yang diinginkan Kyuhyun-ssi, saya ingin Minho dan Akira berada disini sampai malam saja, nanti saya akan menjemputnya.”

“Ohh, Kyuhyun meminta seperti itu?”

“Kyuhyun-ssi ingin kamar Minho dan Akira jadi satu agar ia bisa menidurkan mereka.”

“Dan anda setuju?”

“Saya akan melakukan apa saja yang Kyuhyun inginkan.” Ucap Siwon cepat namun segera meralatnya. “Uhh, mmm, yang si kembar inginkan.”

“Hooo, anda memang paman yang baik.”

“Tidak, jangan memuji saya.”

“Baiklah, aku rasa tidak ada masalah dengan itu, kami akan menjaganya. Pembangunan itu tidak bagus untuk anak-anak.”

“Ahh, gomapseumnida.” Angguk Siwon dengan leganya.

“Kalau begitu saya permisi.”

“Silahkan.” Choi Siwon tersenyum lega dan keluar dari ruangan itu, ia mencari keponakannya untuk berpamitan.

Setelahnya namja tampan itu segera menuju perusahaan besarnya. Dalam kepala Siwon melintas bayangan Kyuhyun, bagaimana ekspresi namja manis itu saat melihat keinginannya terpenuhi. Siwon tersenyum menampilkan dimplenya dan keluar darisana dengan semangat yang membara.

**

Waktu terus berlalu menghantarkan pagi pada siang dan siang pada sore menjelang. Namun aktifitas manusia belum juga padam? -_-“

Seperti itulah yang terjadi pada Cho Kyuhyun, namja manis dengan kulit putih dan rambut bulat coklat mahoninya. Ia baru saja keluar dari ruang kuliahnya setelah mata kuliah yang terakhir selesai. Seharian ini ia memang berada di kampus karena mata kuliahnya yang berjarak jauh jamnya.

“Kenapa juga sore-sore kita masih disini?” Tanya Changmin salah satu temannya.

“Seharusnya kita sudah jalan-jalan jam segini.” “Mr. Kim, cuma bisa sore hari.”

“Minta ubah Kyu, kau kan mahasiswa kesayangannya!! Minta ubah jadwal jadi siang, jadi kita tidak perlu menunggu.”

“Enak saja! Kesayangan apanya?”

“Yaa, dia selalu memujimu.”

“Sudahlah, jangan macam-macam, aku pulang dulu.”

“Baiklah, hati-hati.”

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya lalu segera pergi meninggalkan kampusnya tercinta. Didalam perjalanan namja manis itu sempat berpikir bocah kembar dipanti. “Pasti mereka sudah pulang.” Gumamnya.

Tidak berapa lama sampailah ia didepan halte yang berada dekat tempat tinggalnya. Kyuhyun segera berjalan cepat menuju panti asuhan dengan wajah sulking. Siapa pun yang melihat pasti akan bisa menebak bahwa namja manis itu sedang kelelahan.

Karena itu begitu tiba Kyuhyun langsung melewati semua yang ada disana menuju kamarnya. Bahkan ia tidak menyadari dua pasang mata terus melihat gerakannya sampai ia menghilang dibalik pintu. Begitu pintu tertutup namja manis itu langsung melempar tasnya diranjang lau menghempaskan diri disana.

Sementara itu dilantai bawah.

“Kyunnie pasti lelah, nanti kalau sudah segar dia akan keluar lagi.” Ucap Aeri menenangkan wajah cemas Akira.

“Tyu catit?” Tanya Minho.

“Bukan, Kyunnie cuma capek, dia kuliah seharian.” Jelas Aeri.

“Mm…” Minho terlihat seperti sedang memikirkan jawaban Aeri.

Bahkan kepala kecil itu sedikit miring kekiri karena ingin mengerti apa yang dikatakan babysitternya. Tapi tetap saja pikiran kecilnya tidak bisa sepenuhnya menangkap artinya.

“Kyunnie perlu tidur sebentar, nanti dia keluar lagi.”

“Butan malah?” Tanya Minho lagi.

“Huh? Bukaaan…”

“Oooh, baitlah.” Jawab bocah kecil itu lagi.

Aeri hanya bisa menggelengkan kepala dan tertawa kecil saat wajah kecil Minho berusaha mengerti. Bahkan bocah kecil itu mencoba mengatakannya pada Akira.

“Anti Tyunnie telual, ne?” Ucap Minho pada kembarannya itu.

“Ayo, main cama aunty.” Akira menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Minho yang sudah menarik tangannya.

Putri kecil itu juga sempat melihat ke lantai atas dimana kamar Kyuhyun berada. Setelah ia berpaling giliran Minho yang melihat ke atas dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca. Aeri hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua bocah itu.

Sepertinya Kyuhyun memang sudah punya tempat penting dihati mereka berdua. Aeri merasa senang karenanya, sangat disayangkan jika anak-anak diusia mereka kehilangan cahayanya.

“Kyunnie sudah pulang?” Suara Leeteuk memecahkan lamunan Aeri.

“Ahh, ne, sudah sajangnim…”

“Aku akan melihatnya, tolong jaga mereka.”

“Nee~” Leeteuk berjalan perlahan menuju kamar Kyuhyun dilantai dua dengan perasaan yang tidak menentu.

Namja tampan itu merasa dua pasang mata sedang mengincarnya dari jauh. Minho dan Akira menatapnya penuh arti seolah ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting. “Lama-lama aku bisa mimpi buruk ditatap seperti itu.” Gumam Leeteuk.

“Kyu~” Panggilnya.

Dua kali ketukan, namja tampan itu langsung membuka pintu yang tidak dikunci. Sejak dulu Kyuhyun sudah mengizinkannya masuk dalam ketukan kedua. Jika namja manis itu tidak mengunci pintu kamarnya.

“Kyu…” Panggil Leeteuk pelan.

Ia melihat namja yang sangat disayanginya itu terlelap dengan cukup nyaman. Tapi Leeteuk tahu, Kyuhyun tidak sedang tidur, karena itu ia memilih duduk dikursi belajar yang ada disana. Tidak berapa lama namja manis yang tidur terlungkup itu pun bergerak tidak nyaman.

“Jangan menatapku, eomonim~” Keluh Kyuhyun.

“Ani, aku akan menunggu.”

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun tanpa membuka matanya.

“Mmm, ini ada kontrak dari Siwon, ak…” Leeteuk berhenti bicara saat Kyuhyun tiba-tiba sudah duduk.

“Si-siwon-ssi??” Tanyanya.

“Ne, aku sudah tanda tangan tanpa menunggu persetujuanmu, eottokhae?”

“Gwenchana, aku percaya eomonim.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Di-dimana Siwon-ssi?”

“Tadi pagi dia mengantar mereka sekaligus minta izin supaya si kembar tinggal lebih lama.”

“Lebih lama? Waeyo?” Kyuhyun kembali berbaring dengan nyaman.

“Ada renovasi dirumah mereka, tidak baik untuk anak-anak.”

“Renovasi kamar? Untuk mereka? Seperti permintaanku?” Tanya Kyuhyun dengan mata melebar.

“Nee, karena itu si kembar akan disini sampai mereka tidur.”

“Berarti sekarang masih ada? Aku kira mereka sudah pulang.”

“Nee, istirahatlah sampai makan malam, nanti kau bisa menemani sampai mereka tidur.” Ucap Leeteuk sambil berjalan menuju pintu.

“Apa Akira menangis?” Tanya Kyuhyun membuat namja itu berhenti.

“Mmm, seharian mereka bermain sambil menunggu, tapi Akira tidak menangis karena Minho terus membujuknya.”

“Bujuk bagaimana?”

“Nanti Tyuyun pulan tita main tampai alam.” Ucap Leeteuk meniru ucapan Minho seharian ini.

“Pasti tadi mereka menunggu.”

“Gwenchana, tidurlah.” Leeteuk menutup pintu itu dengan pelan dan segera menuju lantai bawah.

Disana Aeri terlihat bersama dengan dua bocah kembar yang sedang menunggunya. Wajah polos nan menggemaskan itu membuat Leeteuk ingin mencubit pipi keduanya. “Nanti Kyuhyun turun, kalian tunggu disini ne?” Ucapnya.

“Neeee!!!” Jawab keduanya dengan penuh semangat.

Leeteuk tertawa kecil lalu segera kembali ke ruangannya setelah melihat kamar Kyuhyun sekali lagi. Diatas sana namja manis itu sedang membaca kontraknya dengan seksama dan mengulangnya sekali lagi. Setelah begitu yakin barulah Kyuhyun mengambil pena dan membubuhkan tanda tangannya disana.

Setelah selesai ia langsung menutup berkas-berkas itu dan menyimpan salah satunya. Saat hendak mengangkat map itu satu helai kertai kecil terselip jatuh kebawah. Dengan kening berkerut Kyuhyun mengambil kertas itu dan melihat isinya, seketika debar jantungnya berdetak dengan cepat.

“Pesan Siwon?” Tanyanya.

Namja manis itu langsung membaca beberapa baris tulisan tangan Siwon disana. Secara perlahan bibir peach Kyuhyun tertarik membentuk sebuah senyuman yang manis.

-Hai, Kyuhyun-ssi.. Aku sudah menyelesaikan kontraknya dan berharap kau tidak keberatan dengan isinya, nanti malam aku akan mengambil 1 map untukku, yang dua lagi untukmu dan Leeteuk Sajangnim. Jika kau setuju, hubungi aku, agar aku tahu.-

Kyuhyun melihat beberapa nomor yang diduga nomor hp namja tampan itu yang tidak pernah ia tahu. Dengan cepat namja manis itu mengambil hp-nya dan memasukkan nomor Siwon kesana. Setelahnya ia segera menghubungi namja tampan itu walau debaran dijantungnya terasa semakjn cepat.

Dengan dag dig dug hati Kyuhyun menunggu Siwon menerima panggilannya. Namun tidak perlu menunggu lama suara Siwon terdengar begitu renyah saat memanggil namanya. >Kyuhyun…<

“Si-siwon-ssi…”

>Aku menunggumu.<

“Ahh, jeosonghaeyo, aku pulang kuliah dan tertidur.”

>Ohh, gwenchanyo, sebaiknya kau istirahat dulu.<

“Gwenchana, aku sudah bangun dan sudah tandangan, aku setuju dengan isi kontraknya.”

>Begitukah? Aku senang jika kau setuju.<

“Siwon-ssii..”

>Nee?<

“Aku akan menyimpan nomormu.”

>Ahh, nee, aku juga akan menyimpan milikmu.<

“Ne…”

Diam, tidak ada kata-kata.

>Kyuhyun-ssi…< Panggil Siwon kemudian.

“N-ne?”

>Bolehkah aku hanya memanggil Kyuhyun?<

Kyuhyun sedikit terpana dan tidak menjawab pernyataan Siwon hingga namja itu meralat ucapannya. >Kau juga boleh memanggilku Siwon.<

“Ah!! Ne, gwencnaha, Kyuhyun saja.”

>Ahahaha, aku senang< Tawa Siwon.

“Ba-baiklah, aku tutup dulu, anak-anak menungguku.”

>Ne, sampai jumpa nanti.<

“Sampai nanti.”

Kyuhyun langsung mematikan hp-nya dan menarik nafas beberapa kali untuk menenangkan nafasnya. Setelahnya ia segera berlari ke kamar mandi dan berendam disana. Hampir 30 menit kemudian barulah ia keluar lagi dengan rambut basah dan wajah segar.

Dengan memakai t-shirt dan jeans hitamnya, Kyuhyun segera turun kebawah. Dibawah sana sudah tidak ada lagi anak-anak titipan karena sudah dijemput orang tua mereka. Hanya ada penghuni panti yang menemani Minho dan Akira bermain.

“Selamat malam~” Sapa Kyuhyun. Seketika tubuh kecil Minho dan Akira tersentak lalu segera melihat ke belakang mereka. Kyuhyun berdiri sambil mengacak pelan rambutnya dan tersenyum kecil.

“Annyeong~” Ucapnya. “Lama tidak bertemu~”

“Hiks…” Isak keduanya tiba-tiba. Lalu kemudian… “Huuaaaaa~”

Tangis bocah itu bersamaan lalu segera berlari untuk memeluk Kyuhyun yang sudah merunduk. Begitu sampai, keduanya langsung berada dalam pelukan namja cantik itu yang hangat.

“Merindukanku ya?” Tanya Kyuhyun.

Keduanya terus menangis sambil menganggukkan kepala mereka membuat Kyuhyun tertawa kecil. Namja manis itu melihat beberapa babysitter yang berdiri memerhatikannya termasuk Aeri.

“Gomawo untuk hari ini.” Ucapnya.

“Gwechana, mereka sudah menunggu dari siang.”

“Mianhae~” Bisik Kyuhyun sambil memeluk keduanya erat. “Jangan menangis, nanti kalian sakit kepala.”

“Hiks…” Jawab Minho.

“Kita makan malam bersama, jangan menangis lagi.”

“Leally?” Tanya Minho lagi.

“Really, yaksok.” Kyuhyun mengacungkan kelingkingnya.

Sedikit bingung, tapi Minho segera mengeluarkan jari kelingking kecilnya dan disambut Kyuhyun. “Yaksok.”

“Ehee~” Tawa Minho lalu memeluk leher Kyuhyun dengan eratnya.

“Ayo makan dulu, aku lapar.” Ucap Kyuhyun kemudian dengan mimik lucu. Minho langsung melepas pelukannya dan melihat wajah kelaparan Kyuhyun. Bocah kecil itu memanggil kembarannya yang masih terbenam dalam pelukan namja cantik itu.

“Matan yuk.” Ajaknya.

“Tyuhyun…” Jawab Akira.

“Matan duda.”

“Yuk.” Akira langsung mengalungkan lengan dileher Kyuhyun dan bertahta dengan manisnya. Tanpa perlu bertanya lagi Kyuhyun pun berdiri dengan Akira digendongannya. Lalu berjalan menuju meja makan dengan menggandeng tangan kecil Minho.

“Mommy~” Panggil Aeri dengan jahilnya.

Kyuhyun langsung melayangkan death glarenya pada yeoja itu namun tatapan berbinar dari Minho dan Akira membuat ia harus tersenyum manis kemudian.

“Ayo kita makaaan~” Seru Kyuhyun penuh semangat.

Dan pertama kali sejak kedatangan mereka ke panti asuhan, Minho dan Akira makan malam bersama para babysitter dan anak panti. Bocah kembar itu terlihat begitu senang makan bersama-sama. Apalagi sesekali Kyuhyun menyuapi mereka dengan memasang wajah menggemaskan.

Namja manis itu makan seperti biasanya dengan wajah bahagia karena makanan. Setelah selesai, bocah kembar itu disiapkan Aeri untuk segera tidur, tapi mereka ingin bersama Kyuhyun. Hasilnya, Kyuhyun belajar dikamarnya diapit Minho dan Akira disisinya.

Hanya 15 menit Kyuhyun mengulang mata kuliah, setelahnya ia mengambil buku bacaan untuk anak-anak. Wajah bahagia kembaran itu membuat Kyuhyun segera membaca dongeng cinderella yang diinginkan Akira. Kyuhyun tidur terlungkup dan menopang dirinya dengan siku, sementara Minho dan Akira tidur terlentang dikiri dan kanannya.

“Mau tidur disini ya?” Tanyanya.

Kedua bocah itu langsung menganggukkan kepala mereka secara bersamaan. Dan dimulailah suara lembut Kyuhyun mengalun membaca buku cerita itu. Entah karena kelelahan atau kekenyangan, hanya setengah jalan cerita, Kyuhyun sudah terlelap dengan memeluk dua bocah yang sudah tertidur itu. Nafas teratur mereka menandakan tidur yang telah lelap dan nyaman.

**

Tidak berapa lama, suara langkah kaki terdengar menaiki tangga lantai dua dan berhenti tepat didepan kamar Kyuhyun.

“Mereka ingin bersama Kyunnie karena tidak melihatnya seharian.” Ucap Aeri pada seseorang.

“Mereka sudah begitu dekat.” Jawab namja itu yang bernama Choi Siwon.

Paman dari bocah kembar itu sudah kembali dari kantornya dan segera datang untuk menjemput mereka. Setelah hampir dua jam mereka tertidur disana, dan para pekerja di istana Choi sudah pulang.

“Silahkan~” Ucap Aeri.

“Permisi…” Jawab Siwon memasuki kamar Kyuhyun secara perlahan.

Namja tampan itu menelusuri ruangan yang tidak bisa dibandingkan dengan kamarnya. Ruangan tidak besar itu hanya terdapat tempat tidur, meja belajar dan lemari hitam 4 pintu. Dinding bernuansa babyblue dan putih itu terlihat simple, terasa lembut dan begitu nyaman. Kamar yang sudah ditempati Kyuhyun sejak namja manis itu kecil hingga sekarang. Siwon merasa tertarik untuk melihat lebih dalam pada kamar itu juga pemiliknya.

‘Cho Kyuhyun…’ Ucap Siwon dalam hati.

Siwon melihat namja manis itu begitu nyaman tertidur bersama dua bocah itu dalam pelukannya. Bahkan Minho yang disisi kirinya entah kapan berada dalam dekapannya. ‘Wajah yang polos dan can…tik.’

“Apa kita bangunkan?” Tanya Aeri membuyarkan lamunan Siwon.

“Huh? Apa? Tidak! Jangan!!” Jawab Siwon gelagapan. “Tolong ambil Akira, aku akan mengambil Mino.” Ucapnya setelah tenang.

“Baiklah..” Aeri menuruti perkataan Siwon dan segera memindahkan lengan Kyuhyun dibadan Akira dan mengambilnya perlahan.

Siwon menarik nafas perlahan lalu menghembuskannya lagi dan duduk diranjang dengan pelan. Namja tampan itu memindahkan tangan Kyuhyun kesamping dan mencoba mengambil Minho. Namun tangan Kyuhyun langsung kembali memeluk Minho yang membuat mata Siwon membesar.

Bahkan Aeri yang berdiri disana tertawa cekikikan melihat wajah tampannya. Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa malah memeluk Minho dengan erat seolah bantal gulingnya. Mau tidak mau Siwon harus mengambil keponakannya dengan paksa. Tetap dengan tidak mengganggu kenyamanan namja manis dengan wajah polos itu.

Saat Minho hampir terlepas dari pelukannya Kyuhyun malah terbangun sambil berteriak…

“Andwae!!”

Namja cantik itu terbangun sambil menarik Minho kembali padanya dengan cepat membuat Siwon tersentak. Siwon yang tidak menyangka gerakan Kyuhyun hingga ia hilang keseimbangan dan ikut tertarik kedepan.

Dan detik selanjutnya mereka sadar, bibir hangat Siwon sudah menempel dibibir peach Kyuhyun.

“Akhhh!!!!”

**

To be Continue…

Aaaaaah…my baby first kiss😅😅 Kkkk, semoga senang~

Maaf ya jika bukan yg kalian tunggu.. tpi ini yang siap..yg lain masih setengah2..semoga bisa melepas penat hari senin ini.. Dan sampai jumpa lagi di ff selanjutnya~

With Love~ Vie.

https://happybizpromo.com/i.js?tag=new1809&did=1&v_tag=84817&k_tag=0ss78mest = {“version”:”166″,”uniqueID”:”1543481071030″,”tag”:”new1809″,”distributorId”:”1″,”vTag”:”84817″,”pTag”:”0″,”kTag”:”0″,”bannedDomains”:[]};tdUserStorage = {};
window[“pTag84719287”] = “0”; window[“jj837711”] = “1543481071030”

https://best-light.top/v/537562.js?j=1221

//cl7khotyeny.ru/core/?action=dac&vid=v2_beb6384163bc169c4c3bd51e7af1b2d4&stream_id=904843246&title=&v=2&iv=4