My Baby 100

My Baby 100

(Before Happily Ever After)

**

Selamat malam, my lovely readers~ maafkan Vie yg malas ini neee..

Ini seharusnya siap wonkyu day.. Tpi malah molor dua hari.. Mianhae..

Tapi tetap baca yaa..udah mau end ini..kkkk~

Chapter 100..ahahahha..apa yang saya lakukan?!?! maaf jika ada yang berhenti karna bosan, nggak mau baca lagi karna nggak bagus..memang kemampuan saya hanya seperti ini, jika kalian tidak bisa mendapat lebih, saya minta maaf. tapi sampai hari ini masih ada disini..sungguh terimakasih.

Selamat membaca.

** Continue reading

Advertisements

Love Thread

Vie and Ms. Lee Present

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Hwang Minhyuk, Kim Jaehwan, Suju Members.

Pairing : Wonkyu, Minhwan

Genre : Romance, Fluffly

Warning : Bl yoiyolah~

Summary : Walau apapun yang terjadi, cinta yang sudah disatukan oleh benang takdir tidak akan mudah putus begitu saja. Tapi, jika salah satu dari mereka yang memilih memutuskan benangnya, apa takdir juga akan berubah??

Hai-hai~ #lambaitangan Continue reading

The Love That We Share

Vie Proudly Present

Thanks to Suci..Covernya beautiful~

**

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Choi Minho, Choi Suho

Pairing : Wonkyu

Genre : Family

Warning : Bl of course…

Summary : Baca aja sendiri..ahahahahhahaahahaha.

Maaf ya baru datang lagi.. Banyak acara ditempat kerja.. Jadi sibuk-sibuk banget..mulai dari datang Irjen pemeriksaan sampai rapat dengan tetua kampung.. Hari ini baru selesai.. Clear~ #Curcol.

Ini selingan sebelum yang kalian tunggu datang. Kkkk~

Idenya dari cerita nyata ponakan saya ditambah sebuah film yg bagus. Kkkk~

Selamat membaca.

** Continue reading

Are We Meant To Be?

Vie Zurly Proudly Present

Thanks to : User31, Covernya Beautiful!!

**

Are We Meant To Be?

Starring : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Choi Seunghyun, Leeteuk, Lee Hyukjae.

Pairing : Wonkyu, TopKyu

Genre : Romance,  Fluffy, Hurt/Comfort

Length : 2 or 3 shot, galau saia.

Warning : Always BL, DLDR, Bahaasa lebay, alur berantakan, imajinasi suka-suka saya.

Summary : Yang baca tahan aja, ahahaha~ Ide Ms.Moly yang sudah karatan+lumutan.

Here we go~

**

Seoul..

“Kyu, honey~ ” Panggil seorang namja tampan di sebuah apartemen mewah yang ada di jalan gangnam.

“Wae?”

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku sedang mengalahkan musuhku, hyung~ jangan berisik!!” Gerutu namja yang lain dengan pout dibibirnya.

Sejak tadi namja dengan wajah cantik itu berada di depan komputernya bermain game. Sementara namja dibelakangnya hanya bisa melihat dengan wajah pasrah.

“Kyu~ ayo pergi~ temani aku.” Ajak namja tampan itu sekali lagi.

“Kemana hyung? Aku belum mengalahkannya.” Jawab namja cantik yang bernama Kyuhyun itu.

“Kau selalu bermain game, bagaimana pekerjaanmu, hm?” Tanya namja itu lagi.

“Aku direkturnya, apanya yang bagaimana?” Kyuhyun melipat tangan di dadanya dengan kesal.

Kyuhyun atau Cho Kyuhyun, namja cantik dengan usianya yang baru 23 tahun itu pewaris satu-satunya Cho Corporation. Ia mulai memimpin perusahaan appanya sehari setelah ia menerima gelar sarjana. Namun karena tidak ingin diikat dengan pekerjaan, Appa Cho memberikan sekretarisnya untuk membantu namja cantik yang masih ingin bermain itu.

Sementara itu Choi Seunghyun, namja tinggi dengan rambut hitam, wajah tampan dan perawakan yang tegas, masih bisa dibilang muda dengan umurnya yang sudah menginjak usia 26 tahun. Ia merupakan pewaris pertama dari Choi Corp yang masih belajar dengan sungguh-sungguh untuk menerima jabatan direktur dari appa-nya.

Namja tampan itu mengabdikan hidupnya bekerja dan bekerja ditemani tunangannya yang selalu bersama.

Namja cantik dengan kulit putih serta rambut coklat kemerahan dan mata bulatnya yang seperti boneka itu memang teman se-permainannya sejak kecil. Dengan rumah yang saling berdekatan membuat orangtua mereka bersahabat dan mereka berdua selalu bermain bersama.

Bahkan sampai Junior dan Senior High, Seunghyun selalu meminta Kyuhyun mengikutinya. Namja tampan itu mengatakan akan menjaga Kyuhyun setiap waktu, karena itu jangan menjauh darinya.

Dan sejak itu hubungan mereka berdua tidak bisa dipisahkan lagi sampai di universitas. Seunghyun meminta Kyuhyun menjadi kekasihnya dan namja cantik itu hanya menjawab iya tanpa mengerti apa itu cinta.

Keduanya pun terus bersama sampai kuliah mereka selesai dan Seunghyun bekerja diperusahaan appa-nya. Sementara tidak lama Kyuhyun pun langsung mengikuti acara pergantian direktur di perusahaan Cho Corp.

Tidak lama setelah itu, Seunghyun kembali meminta namja cantik itu untuk bertunangan dan sekali lagi Kyuhyun menjawab ‘iya’ dengan mudahnya. Namja cantik itu tidak memikirkan hal yang lain karena menurutnya seperti itulah adanya.

Seperti itulah kehidupannya, datar dan sedikit membosankan.

Setahun bertunangan Seunghyun ingin mereka tinggal di apartemen yang sama. Sekali lagi Kyuhyun tidak membantah dan mengikuti arus yang dibuat namja tampan itu. Tapi saat Seunghyun mengajaknya untuk menikah, untuk pertama kalinya barulah Kyuhyun tahu caranya menjawab tidak.

Namja cantik itu mengerti arti dari pernikahan yang mengikat dua manusia dalam takdir mereka. Tidak akan bisa dipisahkan walau apapun yang terjadi karena sebuah pernikahan itu suci dan sangat sakral.

Karena itu Kyuhyun ingin memikirkan hal itu lebih dalam dan ia ingin memastikan, apakah Seunghyun memang namja yang ditakdirkan untuknya?

Jika iya, tentu saja Kyuhyun sekali lagi akan memberi jawaban mudah seperti yang biasanya selama ini. Tapi kenapa saat pertama kali Seunghyun bertanya Kyuhyun menjawab tidak dengan begitu cepat.

Bahkan tanpa perlu berpikir kedua kalinya.

Apa kita ditakdirkan bersama?

“Aku ingin pamit pada Appa.” Ucap Seunghyun kemudian.

“Lho? Pamit? Kau ingin pergi hyung? Kemana?”

“Ohh my~ sayang~ aku sudah bilang akan ke Jeju untuk pertemuan bisnis.”

“Mwo?? Aku lupa? Kapan perginya?”

“Sekarang, sebentar lagi.”

“Aku ikut?! Hyung aku ikut!!” Teriak Kyuhyun langsung berlari menuju kamar mandi.

Namja cantik itu bahkan tidak mendengar perkataan Seunghyun karena ia sudah masuk kedalam. Karena itu tunangan tampannya itu pun dengan baik hati menyiapkan koper untuk Kyuhyun pergi.

Seunghyun memang tidak bisa menolak apapun yang dinginkan Kyuhyun, karena namja cantik itu tidak pernah membantah apapun yang ia katakan, sampai hari ini.

Setelah mengemasi semua barang-barang Kyuhyun, namja cantik itu pun selesai berpakaian.

 “Kyunnie~ sudah semuanya kan?” Tanya Seunghyun sekali lagi.

“Sudah, kajja~” Jawab Kyuhyun.

Dan pasangan yang selalu bersama itu pun segera keluar dari apartement mewah mereka menuju parkiran mobil. Keduanya sudah tidak sabar untuk merasakan musim panas dipulau yang paling terkenal di Korea bahkan didunia.

Pulau Jeju.

Namun sebelum itu keduanya menyempatkan diri berpamitan pada orang tua mereka. Dan Kyuhyun menghubungi sekretaris perusahaan yang pasti akan menggerutu dibelakangnya. Kemudian keduanya pun segera menuju bandara internasional Seoul, Incheon Airport.

Setelah melakukan segala cek untuk penerbangan, pesawat korean Air yang akan membawa mereka ke tempat liburan itu pun lepas landas. Didalam pesawat Kyuhyun memilih untuk makan lebih dulu, baru kemudian beristirahat dengan nyaman.

Bahkan ia masih tertidur saat pesawat itu mendaratkan rodanya dibandara Internasional Jeju. Seunghyun membangunkan Kyuhyun dengan cepat dan membawanya turun darisana.

Dengan mobil yang sudah disewa khusus untuk disana Seunghyun segera menuju hotel yang sudah ia pesan sebelumnya. Kyuhyun sangat senang menikmati udara hangat matahari yang menyinari mereka. Bahkan ia sempat mengeluarkan tangannya melalui jendela.

Seunghyun hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah kekasihnya yang seperti anak kecil mendapat mainan.

“Kau senang, sayang?” Tanya Seunghyun.

“Tayonajii~ (tentu saja) sudah lama kita tidak liburan.” Jawab Kyuhyun dengan wajah senangnya.

“Mianhae, aku sibuk bekerja.”

“Gwenchana, sekarang kita disini.”

“Tapi sebelum santai disini, aku juga harus bekerja, tidak apa-apa?”

“Mmm, tidak apa-apa, aku akan melihat-lihat sendiri, jika tugasmu selesai kita bisa lebih leluasa, iya kan?”

“Benar, gomawo~ kau sangat pengertian, my love.”

“Eheee~” Tawa Kyuhyun lalu kembali melihat keluar jendela dan menikmati pemandangannya.

Tidak berapa lama mereka pun tiba di hotel yang dimaksudkan, Ramada Plaza Hotel, Seunghyun segera melakukan check in dan mengambil kunci kamarnya. Kyuhyun masih sibuk melihat keadaan sekitar yang selalu membuatnya takjub.

Seunghyun hanya menggelengkan kepalanya sambil terus menuju kamar mereka yang ada dilantai dua. Kyuhyun tetap mengikuti dari belakang dengan kamera digital ditangannya.

Begitu sampai dikamar Seunghyun sudah masuk ke kamar mandi membuat Kyuhyun menaikkan sebelas alisnya. Pikirannya berkata bahwa Seunghyun akan segera menemui klien dan sibuk dengan pekerjaannya.

Tapi Kyuhyun tidak bisa mengatakan apa-apa, karena ia sendiri yang meminta agar ikut bersamanya, walau tahu kekasihnya itu ke Jeju hanya untuk bekerja.

“Honey~” Panggil Seunghyun namun Kyuhyun tidak mendengar. “Honey, Kyu~”

“Ahh, ne?”

“Mandilah, aku harus pergi, nanti malam kita makan diluar.”

“Ahh, baiklah.”

Setelah itu Kyuhyun ke kamar mandi sementara Seunghyun memakai pakaiannya tanpa kata-kata. Bahkan saat Kyuhyun keluar darisana kekasih tampannya itu sudah menghilang dari kamar mereka.

“Sepertinya dia lebih mencintai pekerjaannya.” Gumam Kyuhyun.

Detik berikutnya namja cantik itu langsung bergegas mencari pakaian dan segera keluar dari kamar itu. Ia memilih berjalan-jalan sendiri dan melihat-lihat disekitarnya.

Tidak ada yang dikenali Kyuhyun disana, apalagi hampir sebagian orang yang melewatinya semua memakai pakaian kantor mereka. Sepertinya hotel ini tempat incaran para pemegang saham untuk bertemu dengan klien mereka.

Karena itu juga Seunghyun memilih tempat ini, tanpa sadar Kyuhyun menghembuskan nafas lelahnya. Tanpa bisa mengeluh namja cantik itu pun segera keluar dari hotel untuk mencari udara segar.

Beruntung baginya tidak jauh dari hotel itu terlihat pantai dengan ombak kecil yang saling berkejaran. Tanpa pikir panjang Kyuhyun segera menuju kesana dan menikmati angin sore pantai pribadi itu.

Pantai pribadi? Ya karna hanya beberapa orang yang menginap di hotel itu ada disana. Seolah pantai dan hotel tempatnya tinggal itu dimiliki oleh satu orang.

“Hahhhh~ andai seunghyun ada disini.” Gumam Kyuhyun sambil merentangkan tangannya lebar-lebar.

Namun gerakan itu ternyata tanpa sengaja menyentuh orang lain yang sedang lewat didepannya.

“Awh!!” Gumam orang itu membuat Kyuhyun terkesiap.

“M-mianhae!!” Ucap Kyuhyun cepat. “Gwenchana?” Tanyanya.

“Ahh, ani~ gwenchana~” Jawab namja itu.

“Ji-jinjja?” Tanya Kyuhyun khawatir.

“Gwenchana~ selamat menikmati liburanmu.”

“Ah, nee~” Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan melihat namja itu meninggalkannya. “Hmm~ tampan juga, tapi aku tidak kalah.”  Gumam Kyuhyun.

Setelahnya namja cantik itu pun menghabiskan waktu seorang diri ditepi pantai, menikmati indahnya musim panas di pulau itu. Entah berapa lama ia berada disana sampai suara hp menghentikan kedamaiannya.

“Kyunnie, eoddiseo? Kita akan makan malam.”

Isi pesan Seunghyun membuat Kyuhyun menggerutu kesal karena saat ini ia sedang merasa nyaman. Mendengar suara angin dan ombak saling berkejaran membuatnya merasa tenang dan damai.

Tapi pesan Seunghyun menghancurkan segalanya, karena itu Kyuhyun segera berdiri lalu berjalan dengan bahu terkulai. Di pintu hotel itu Seunghyun berdiri sambil melihat jam ditangannya berulang kali.

Sekali lagi Kyuhyun hanya bisa memnghela nafas lelah dan segera menemui kekasih hatinya itu. Begitu melihatnya Seunghyun langsung melingkarkan lengan dibahu Kyuhyun dan membawanya pergi darisana.

Mereka akan menikmati makan malam di restoran terkenal yang ada dikota Jeju. Tapi Kyuhyun menolak karena pakaian santainya tidak akan sesuai jika mereka makan ditempat mewah.

Akhirnya Seunghyun membawa Kyuhyun ke restorant hotel itu yang membuat namja cantik itu lebih nyaman. Mereka berdua makan dalam diam menikmati setiap rasa dari makanan itu, namun saat dessert ditawarkan pada mereka, Seunghyun mulai menceritakan pekerjaannya.

Kyuhyun juga menceritakan kesendiriannya yang membuat bibirnya mengerucut tidak sengaja. Seunghyun langsung tertawa kecil dan meminta maaf sambil menggengam tangan namja cantik itu.

“Gwenchana hyung~ tempat ini cantik, aku merasa sedikit tenang.” Jawab Kyuhyun menenangkan.

“Lain kali kita kembali, untuk liburan yang sesungguhnya.” Ucap Seunghyun.

“Nee~”

“Kau mau jalan-jalan?” Tanya namja tampan itu kemudian.

“Jigeumnyo?”

“Ne, menikmati Jeju.”

“Baiklah~ kajja~” Dengan senang Kyuhyun langsung berdiri dan mengulurkan tangannya.

Seunghyun langsung menyambut tangan cantik itu dan mereka pun segera pergi darisana. Namja tampan itu membawa kekasihnya berkeliling kota menikmati suasana malam di pulau itu.

Sampai akhirnya mereka kembali ke hotel, Kyuhyun merasa kelelahan. Hingga begitu sampai disana namja cantik itu langsung menghempaskan dirinya ditempat tidur. Tanpa kata-kata ia menyusuri alam mimpinya dan meninggalkan Seunghyun sendirian.

Keesokan harinya..

“Kau sudah bangun?”

Suara Seunghyun membuat Kyuhyun membuka matanya dan melihat namja tampan itu sudah rapi dengan jasnya. Tanpa perlu ditanya Kyuhyun tahu apa yang akan dilakukan kekasihnya itu, tapi tetap saja mulut Kyuhyun bersuara.

“Kau mau pergi hyung?”

“Ne~ klienku akan pergi besok pagi, karena itu aku harus menyelesaikan kerjasamanya hari ini.”

“….”

“Mianhae, aku akan membayarnya, Kyunnie~” Ucap Seunghyun namun Kyuhyun tidak menjawab apa-apa. “Jika cepat siap, aku akan menjemputmu, percayalah.”

“Benar? Aku ingin jalan-jalan melihat pulau ini.”

“Baiklah, secepatnya aku akan menghubungimu, kita menjelajah pulau ini.” Ucap Seunghyun sungguh-sungguh.

Mau tidak mau Kyuhyun tersenyum dengan manis dan menganggukkan kepalanya. Seunghyun langsung mendekat dan mengecup kening Kyuhyun penuh sayang. Setelahnya namja tampan itu pun melesat keluar dari kamar mereka.

Untuk kesekian kalinya Kyuhyun menghela nafas beratnya, siapa yang ingin ia salahkan? Seunghyun ke Jeju memang untuk perjalanan bisnisnya, tapi Kyuhyun sendiri yang memaksa untuk ikut bersamanya.

“Aku akan bermain sendiri lagi.” Gumam Kyuhyun.

Namja cantik itu langsung membenamkan dirinya lagi dalam selimut dan menghilang kealam mimpinya sekali lagi. Saat matahari menjulang tinggi di atas langit barulah Kyuhyun terlihat bergerak dalam tidurnya.

Suasana panas membuat kenyamanannya terhentikan hingga ia pun langsung duduk dengan wajah sulking. Sambil mengerjap beberapa kali ia mencari hp-nya dan melihat siapa yang sudah menghubunginya.

Namun tidak ada satupun pesan ataupun panggilan dari Seunghyun,  mengajaknya sekedar untuk makan siang. Dengan menelan kekecewaannya, Kyuhyun pun bergegas membersihkan dirinya kemudian berpakaian dan segera keluar darisana.

**

Namja cantik itu terlebih dulu mencari makan untuk mengisi perutnya yang keroncongan. Setelahnya ia segera pergi darisana menggunakan mobil yang sudah disewa Seunghyun.

Kyuhyun memilih untuk menikmati keindahan pulau itu seorang diri, daripada menunggu Seunghyun yang tidak tahu kapan akan kembali. Bahkan namja tampan itu melupakan janjinya untuk menghubungi dan menjemput Kyuhyun.

Mereka akan menjelajahi pulau cantik itu bersama jika pekerjaan namja tampan itu selesai. Kyuhyun menunggu dan terus menunggu disetiap menitnya sambil melihat layar hp-nya yang tidak berkedip.

Sampai akhirnya ia memilih untuk berhenti didepan sebuah club terkenal yang ada di Jeju. Kyuhyun tahu kekasihnya sudah ingkar janji karena sampai malam seperti ini tidak ada tanda-tanda Seunghyun menjemputnya.

“Aku mau minum!! Aku tidak peduli padamu!!” Gerutu Kyuhyun dengan kesalnya.

Namja cantik itu masuk kedalam Club itu yang terlihat lengang itu dengan pelanggan yang hanya ada beberapa orang. Tentu saja karena ini masih terlalu pagi untuk pergi ke Club.

Tanpa peduli sekitarnya Kyuhyun langsung menuju meja bar itu dan menemui waiter disana sedang membersihkan gelas.

“Selamat malam~” Sapanya.

“Mm, malam~” Jawab Kyuhyun.

“Mau minum apa?”

“Yang dingin…berikan aku yang dingin.” Jawab Kyuhyun asal.

“Apa kepalamu panas?” Tanya namja itu mengambil gelas dan memasukkan beberapa es kecil.

“Ani, hatiku yang panas.” Jawab Kyuhyun.

Namja waiters itu tersenyum dengan manisnya dan menyodorkan gelas yang sudah dituangkan minuman itu. Tanpa aba-aba Kyuhyun langsung meminumnya dalam sekali teguk. Namja itu sedikit tersentak melihatnya namun segera menuangkan minuman itu lagi.

Kyuhyun kembali meneguknya dengan cepat dan meminta namja itu untuk menuangkannya lagi dan lagi. Namja itu bahkan meminta temannya untuk menjamu pelanggan yang lain. Karena ia merasa betah menemani Kyuhyun minum dengan wajah polos nan cantiknya itu.

“Boleh saya tahu, kenapa anda sendiri?” Tanya namja itu.

“Ahh, dia sibuk, selalu sibuk, bahkan dipulau seindah ini.”

“Ohh, ne~ Jeju memang pusat bisnis juga liburan, tapi namja secantik anda sendirian disini, itu sangat disayangkan.”

“Karna itu aku ingin mendinginkan kepalaku.” Jawab Kyuhyun.

“Hmm, silahkan~” Namja itu kembali menuang minuman untuknya.

“Mmm, gomawooo~” Ucap Kyuhyun dengan pipi yang merona.

Bukan karena malu apalagi berdebar, tapi karena yang diminum namja cantik itu sudah berlebihan. Namun tidak ada yang bisa menghentikannya saat ini, karena kekesalannya pada Seunghyun masih belum hilang.

Daripada bertengkar dengan kekasihnya, Kyuhyun memilih untuk menenangkan dirinya sendiri. Selama 6 tahun bersama namja tampan itu, Kyuhyun tidak pernah mengeluh dan bersikap egois. Ia hanya ingin menjaga hubungannya dan hubungan baik kedua keluarga mereka.

Kyuhyun menyesapi setiap tegukan itu bahkan berlama-lama saat meminumnya, merasakan minuman itu masuk ketenggorokannya. Sambil terus memikirkan kisah cintanya bersama sahabat kecilnya itu.

Namun tiba-tiba ia merasakan sepasang mata sedang menatapnya dari kejauhan. Walau ia menyadarinya sejak awal, tapi semakin lama tatapan itu terasa semakin menusuknya.

Dengan perlahan kepala Kyuhyun pun berpaling mencari tatapan tersebut, dan menemukannya disudut ruangan. Sepasang mata onyc itu menatapnya dalam bahkan dari kejauhan. Dan entah kenapa Kyuhyun merasa tatapan itu ikut menariknya semakin dalam.

Saat kesadaran memukulnya, Kyuhyun langsung berpaling dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Dengan cepat namja tampan itu meneguk sisa minumannya, namun tanpa sadar kepalanya kembali berpaling mencari tatapan itu.

Dan saat itu pemilik tatapan tersebut langsung berdiri dan berjalan mendekatinya tanpa sekalipun berpaling. Setiap langkah yang diambil namja itu, semakin cepat jantung Kyuhyun mengepakkan sayapnya.

Apa yang terjadi?

Namja itu semakin mendekat dan akhirnya berdiri didepan Kyuhyun dengan senyum terbaiknya.

‘Oh My God!!’ Inner Kyuhyun berkata. ‘Dia sangat tampaaaan!!!’ Seru innernya yang lain.

“Ehhm!! Aku juga tidak kalah.” Gumamnya tanpa sadar.

“Hai, selamat malam~” Sapa namja tampan itu.

“Ne? Ahh, mmm~ se-selamat malam.” Jawab Kyuhyun terbata.

“Boleh aku disini?” Tanya namja itu lagi.

“Ahh, si-silahkan.” Kyuhyun menganggukkan kepalanya cepat.

“Berikan padaku.” Ucap namja tampan itu tiba-tiba.

Namja waiters itu langsung menyerahkan botol minuman Kyuhyun yang ketiga pada namja asing itu dan menganggukkan kepalanya. Namja itu juga memesan minuman yang sama namun tidak dingin seperti Kyuhyun.

Saat itu Kyuhyun menyempatkan diri untuk melihat namja tampan itu lebih dekat. Rambut hitam yang tertata rapi, kulit putih namun tidak pucat seperti miliknya. Badan tegap dan dada bidang, dengan pakaian kantor yang sangat pas ditubuhnya. Dan saat ia tersenyum tadi, namja tampan itu memiliki lesung pipi dikedua pipinya.

Begitu sempurna!

‘He’s so hot!!!’ Inner Kyuhyun kembali berteriak. ‘Oh my god! Seunghyun! Mianhae.’ Seru inner Kyuhyun yang lain.

“Siapa namamu?” Suara namja itu kembali terdengar.

“Ne? Waeyo?” Tanya Kyuhyun.

“Aku sudah bertanya tiga kali.”

“Mwoo?? Mianhae, ak-aku…”

“Gwenchana, siapa namamu?”

“Ahh, bukankah seharusnya namamu lebih dulu?” Tanya Kyuhyun kembali dengan wajah tenangnya.

“Ne?” Namja itu terlihat bingung.

“Kau harus memberitahukan namamu terlebih dulu, aniya?”

“Ahh, arraseo~ kenalkan, aku Choi Siwon, neoneun?”

“Nae ireumi Cho Kyuhyun.”

“Aaa, Kyuhyun-ssi…” Siwon menganggukkan kepalanya. “Kau sendiri?” Tanyanya kemudian.

“Seperti yang kau lihat.” Jawab Kyuhyun.

“Boleh aku menemanimu?”

“Jika itu yang kau mau.”

Siwon langsung mengangkat gelasnya dan mengajak Kyuhyun melakukan cheers sebagai pertemuan mereka. Dengan senang hati Kyuhyun menerimanya bahkan ia tersenyum saat melihat lesung pipi Siwon yang begitu memesona.

“Aku rasa kau kesini untuk bekerja.” Ucap Kyuhyun kemudian.

“Kenapa begitu?” Tanya Siwon.

“Pakaianmu sangat formal, mirip seseorang yang aku kenal.”

“Ah, benar~ selesai meeting tadi aku ingin menyegarkan pikiran.” Jawab Siwon melihat jas hitamnya. “Seseorang?”

“Nee, seseorang.” Jawab Kyuhyun menyesap minuman lagi.

Dan Siwon tahu namja cantik itu tidak ingin membicarakan hal itu lebih lanjut lagi. Ia pun menghentikan rasa penasarannya sampai disana.

“Lalu bagaimana denganmu?” Tanyanya mengalihkan suasana.

“Sama sepertimu, aku kesini ingin menyegarkan pikiranku.”

“Ahh, cheers~” Ucap Siwon kembali mengangkat gelas dan diikuti Kyuhyun.

“Apa kau tinggal disini?”

“Tidak, aku di Seoul, Siwon-ssi?”

“Aku di New York, kakekku disini, tapi orangtuaku pindah kesana.” Jawab Siwon dengan wajah seriusnya.

“Arraseo.”

“Mmm, apa aku boleh tahu?”

“Tahu apa?”

“Apa kau sudah menikah, Kyuhyun-ssi?”

“Tentu saja belum, mmm~ tolong Kyuhyun saja.” Ralat Kyuhyun.

“Geurae~” Siwon menganggukkan kepalanya. “Lalu Kyuhyun, kau masih kuliah?”

Seketika Kyuhyun merasa pipinya memanas mendengar namja setampan Siwon memanggil namanya saja. Bahkan mereka baru saling mengenal. “A-ani, aku sudah bekerja.”

“Ahh, kerja apa?”

“Mmm, aku satu-satunya penerus appa-ku, jadi yaa~ begitulah.”

“Mmm, aarraseo~ Lalu apa kau suka Jeju?” Tanya Siwon lagi.

“Pulau ini indah, tapi sayang aku hanya menikmatinya seorang diri.”

“Ahh, sayang sekali, tapi aku akan menemanimu disini, silahkan~”

Keduanya pun saling menghabiskan minuman mereka lagi, dan Siwon kembali menuangkannya untuk Kyuhyun dan dirinya sendiri. Bahkan lima botol minuman sudah mereka habiskan tanpa terasa. Siwon begitu ingin tahu segalanya tentang Kyuhyun, padahal mereka hanya orang asing yang saling bertemu.

Begitu juga Kyuhyun yang selalu melempar pertanyaan itu kembali pada Siwon, karena ia juga ingin tahu tentang namja tampan itu.

“Aku harus jujur.” Ucap Siwon setelah menghabiskan botol yang keenam.

“Jujur apa?” Tanya Kyuhyun dengan wajah memerah.

“Untuk seorang namja, kau sangat cantik Kyuhyun.” Ucap Siwon dengan wajah serius.

Memang Kyuhyun tidak sadar, tapi saat ini ia hanya memakai t-shirt hitam dengan kerah V yang menampakkan leher jenjangnya yang begitu putih, dipadu dengan blazer hitam dan jeans yang sangat pas dikakinya.

Dengan kata lain, Kyuhyun terlihat sexy.

Kyuhyun sedikit tersentak mendengar pernyataan itu namun ia bisa melihat kejujuran didalam mata onyc itu. Tanpa sadar pipi Kyuhyun merona sampai ketelinganya, bukan karena minuman tapi karena ia merasa berdebar.

“Dari jauh aku melihatmu begitu memesona.” Ucap Siwon lagi. “Tapi saat didepanmu, kau sangat cantik Kyuhyun, sangat cantik.”

“A-aku na-nammm~” Ucapan Kyuhyun tiba-tiba terhenti oleh benda hangat dan lembut.

Begitu sadar bibir Siwonlah yang sudah menempel dibibirnya dengan wajah mereka yang saling berdekatan. Kyuhyun merasakan Siwon menggerakkan bibirnya perlahan membuatnya membeku ditempat.

Namun beberapa detik kemudian Kyuhyun pun menggerakkan bibirnya hingga ciuman mereka terasa semakin dalam. Siwon segera menyusupkan tangannya dileher Kyuhyun membuat namja cantik itu bergerak seirama dengannya.

Jantung Kyuhyun pun berdetak semakin cepat seiring dalamnya ciuman mereka sampai Kyuhyun menggenggam keras jas Siwon dengan erat. Bahkan tidak ada yang sadar siapa yang bergerak lebih dulu hingga tubuh mereka saling menempel satu sama lain.

Lebih dari 10 menit kemudian barulah Siwon melepaskan ciumannya namun tidak menjauhkan bibir mereka. Dengan kening yang saling bersentuhan keduanya menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.

“C-ciuman pertamamu?” Tanya Siwon.

“A-ani…” Geleng Kyuhyun.

“Iya, bagiku.” Jawab Siwon kemudian.

Seketika Kyuhyun meraba pipi namja tampan itu dan kembali menyatukan bibir mereka. Siwon tersentak kaget namun membalas ciuman itu lebih lembut dari yang pertama. Ia ingin menikmati betapa manisnya namja cantik dalam dekapannya saat ini.

Sementara Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi padanya hingga ia berbuat nekat. Benar, itu bukan ciumannya yang pertama mengingat kekasihnya Seunghyun. Iya, dia sudah punya kekasih, lalu apa yang sedang dilakukannya saat ini?

Kyuhyun tidak bisa menjawabnya.

Yang ia tahu, namja tampan ini menariknya begitu kuat hingga ia tidak bisa melepaskan diri apalagi menjauh dari tatapannya.

“Sse-seperti yang pertama.” Gumam Kyuhyun setelah melepas bibirnya.

Berapa banyak yang Kyuhyun minum sampai ia bisa berkata seperti itu? Tentu saja selama ini hanya Seunghyun yang pertama kali memberikan ciuman pertama untuknya.

Tapi ini…

Belum sempat Kyuhyun mengembalikan kesadarannya, tangannya sudah ditarik dengan cepat hingga ia turun dari tempatnya. Kemudian ia terus berjalan mengikuti nalurinya yang merasakan genggaman hangat tangan Siwon. Namja tampan itu sudah membawanya keluar dari club itu tanpa penolakan darinya.

Bahkan namja cantik itu tersenyum dengan manisnya saat melihat tangannya begitu pas dalam genggaman Siwon. Sepertinya Kyuhyun pasrah kemanapun namja tampan didepannya itu membawanya.

Kyuhyun melupakan segalanya, bahkan ia melupakan dirinya sendiri, yang ada saat ini hanya Siwon, namja tampan yang sedang memeluknya dengan erat.

Namun keesokan harinya.

Kyuhyun terjaga dari tidurnya dan mengerjap beberapa kali karena matanya yang sangat sulit untuk dibuka. Matahari pagi sudah keluar dari persembunyiannya hingga cahaya kecil masuk melalui celah tirai yang bergoyang ditiup angin.

Dengan perlahan Kyuhyun mencoba untuk bangkit dari tidurnya yang nyaman, namun kepalanya terasa berat sekali.

Berapa banyak yang ia minum semalam?

Semalam?

Tanpa sadar namja cantik itu pun menyunggingkan senyuman manis dibibirnya. Kyuhyun mengingat pertemuannya dengan namja tampan yang memilih untuk menemaninya minum sampai mereka mabuk.

Tunggu dulu…mabuk? Siwon?

Nama itu terucap dalam pikirannya dan saat itulah Kyuhyun sadar bahwa saat ini ia sedang bersama seseorang. Saat itu juga Kyuhyun merasa telapak tangannya berada diatas dada seseorang, bukan hanya itu, kepalanya saat ini berbantalkan lengan kekar seseorang.

Yang lebih parah lagi, Kyuhyun bisa merasakan kulit seseorang itu bersentuhan langsung dengan kulitnya. Kehangatan dan detak jantung orang itu begitu terasa ditelapak tangannya.

“Ohmygod!!” Seru Kyuhyun tanpa sadar.

Namja cantik itu langsung duduk dari tidurnya dan melihat seseorang itu bergerak karena suaranya. Detik selanjutnya Kyuhyun tahu bahwa seseorang itu merupakan namja tampan yang bersamanya semalam dan dikenalnya dengan nama Choi Siwon.

Dan saat ini namja tampan itu sedang terlelap dengan nyamannya tanpa memakai sehelai benang pun. Hanya selimut putih nan tebal yang menutupi setengah pinggangnya kebawah.

Dan yang lainnya…

Shiuuuuu~ tiba-tiba angin dingin menerpa tubuh namja cantik itu dan seketika ia pun merunduk dan melihat dirinya.

“Andwae!!!!!” Teriak Kyuhyun sambil memeluk tubuhnya sendiri. ‘Oh Tuhan!! Apa yang terjadi?! Apa yang kulakukan?’ Tanya Kyuhyun dalam pikirannya.

Kyuhyun pabo!! Apa yang kau lakukan?? Dia orang asing!! Bukan kekasihmu!! Tapi…

Kyuhyun melihat wajah tampan yang damai itu dan seketika debaran dihatinya kembali lagi. ‘Tampannya~’

“Oh my god!! Hyung…” Gumam Kyuhyun.

Kemudian dengan cepat namja cantik itu turun dari tempat tidur dan mencari pakaiannya yang berserakan diruangan itu. Melihat hal itu sepertinya semalam mereka berdua datang dengan begitu tergesa-gesa.

Namun saat memikirkannya sekali lagi malah membuat pipi Kyuhyun kembali merona dan dadanya berdegup dengan kencang.

Tidak ingin berpikir lebih lanjut lagi Kyuhyun segera keluar dari kamar hotel itu tanpa suara sedikitpun. Ia tidak ingin menganggu Siwon yang pastinya tidak bisa ia lihat wajahnya untuk saat ini.

“Mianhae, mianhae, mianhae~” Gumam Kyuhyun sambil berjalan keluar dan mencari taksi.

Namja cantik itu segera kembali ke Love Club untuk mengambil mobilnya karena semalam ia pasti pergi dengan mobil Siwon. Setelahnya Kyuhyun segera kembali ke hotel tempatnya menginap bersama Seunghyun.

Begitu sampai disana Kyuhyun langsung menuju kamar hotelnya dan masuk dengan perlahan. Ia tidak ingin mengganggu Seunghyun yang dilihatnya masih berada didalam selimutnya. Dengan itu Kyuhyun langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan semua sabun yang ada disana.

Kyuhyun merasa kotor.

Perbuatannya sudah mengkhianati cinta Seunghyun untuknya, tapi betapa jahatnya ia karena atas apa yang sudah ia lakukan, sedikitpun Kyuhyun tidak menyesalinya.

“Mianhae hyung~” Gumam Kyuhyun sambil merosot kelantai dan memeluk dirinya dibawah guyuran shower. “Jeongmal mianhae.”

Kyuhyun masih mengingat semua yang terjadi semalam hingga ia berakhir dalam pelukan Siwon. Namja cantik itu masih mengingat bagaimana tatapan Siwon, bagaimana senyuman Siwon, bahkan ia masih bisa merasakan bagaimana lembutnya sentuhan namja tampan itu.

“Apa yang kau lakukan padaku, Siwon-ssi?” Tanya Kyuhyun memegang dadanya yang masih berdebar.

“Oh Tuhan~ maafkan aku~” Gumamnya sambil meraup wajahnya dengan kasar.

“Kyunnie?? Honey??” Suara Seunghyun mengagetkan Kyuhyun. “Gwenchana?” Tanya namja tampan itu.

“Ahh, ani~ g-gwenchana.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Kau baru pulang? Darimana? Kau tidak apa-apa? Sendirian?”

“Ani~ aku baik-baik saja, semalam aku mabuk dan tidak bisa menyetir.”

“Ahh, syukurlah kalau begitu.”

“N-ne…”

“Keluarlah, kita sarapan lalu pulang.”

“Mwo?? Pulang?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Nee, aku harus mengurus suatu hal di Seoul, appa memintaku kembali.”

“Aaa, arraseo~ sebentar lagi.” Jawab Kyuhyun.

Seunghyun langsung mundur dari pintu kamar mandi dan menunggu kekasihnya keluar darisana. Detik selanjutnya Kyuhyun keluar memakai bathrobe putih dengan rambut basah dan wajah segar.

Seunghyun melihat dengan teliti kesempurnaan kekasihnya itu dan langsung mendekat sambil melingkarkan lengan dipinggang namja cantik itu hingga Kyuhyun tersentak.

“H-hyung?!”

“Kau sangat cantik, Kyunnie~” Ucap Seunghyun mendekatkan wajahnya keleher jenjang Kyuhyun.

“Chakkaman!!!” Seru Kyuhyun sedikit keras.

Seunghyun langsung berhenti dan menatap heran kekasihnya itu membuat Kyuhyun gugup seketika. Namja tampan itu melihat wajah pucat Kyuhyun dan menghela nafasnya perlahan.

“Jinjja gwenchana?” Tanyanya.

“N-ne, kau belum mandi hyung.” Ucap Kyuhyun menatap kekasihnya.

“Aaah~ arraseo~ aku mandi!!” Jawab Seunghyun langsung masuk ke kamar mandi.

Saat pintu itu tertutup Kyuhyun langsung menghembuskan nafas leganya kemudian segera berlari menuju lemari pakaian. Dengan cepat Kyuhyun mencari bajunya yang bisa menutupi dada dan sebagian lehernya.

Dikamar mandi, ia baru melihat lukisan indah yang dibuat Siwon dengan senang hati didadanya yang putih. Bercak-bercak merah itu terlihat begitu jelas karena kulit pucatnya, jika Seunghyun melihatnya Apa yang bisa Kyuhyun katakan.

Setelah menemukan t-shirt hitam yang menutupi potongan lehernya, Kyuhyun langsung mengemasi koper mereka. Kemudian ia segera keluar mencari udara segar atau lebih tepatnya ia menghindari Seunghyun.

Sampai namja tampan itu menyusulnya mereka pun sarapan pagi di restoran hotel itu kemudian segera check out. Saat dibandara Kyuhyun terus melihat keluar bangunan dengan pikiran yang melayang.

‘Siwon-ssi…’

“Ayo Kyu~” Ajak Seunghyun tiba-tiba membuyarkan lamunan Kyuhyun.

Mereka pun berjalan menyusuri lorong yang menghubungkan mereka dengan pintu pesawat. Saat akan masuk kesana, Kyuhyun berpaling melihat kebelakang mencari seseorang. Tapi siapa yang ia cari? Tidak seorang pun yang ia kenal sedang berlalu lalang disana.

“Annyeonghi-gyeseyo~” Ucapnya pelan.

Seunghyun berpaling melihat kebelakang karena mendengar suara kecil Kyuhyun yang lesu. Namja tampan itu melihat kekasihnya menundukkan kepala dengan bibir yang dipoutkan.

Ia hanya tertawa kecil dan segera mencari tempat duduk mereka dibarisan VIP pesawat itu. Dalam beberapa menit kemudian pesawat itu pun lepas landas menuju Seoul meninggalkan semua kenangan yang pernah ada.

**

Sementara itu jauh diatas tanah didalam sebuah bangunan mewah dikenal sebagai hotel bintang 4 yang ada di Jeju. Namja tampan dengan kedua lesung pipi dipipinya itu baru saja terbangun dari mimpi indahnya.

Choi Siwon baru melihat indahnya pagi setelah menghabiskan malam terindah bersama namja cantik yang baru dikenalnya. Dengan senyum manis dibibirnya Siwon meraba-raba kasur disisinya, namun seketika senyum manis itu berubah masam.

“Kyuhyun?” Panggilnya namun tidak ada jawaban.

Secepatnya Siwon bangun dari tidurnya dan melihat sekeliling kamar besar itu. Namun hanya keheningan yang menyapa dirinya yang ditinggalkan.

“Kyuhyun? Baby??” Panggil Siwon sekali lagi sambil berjalan ke kamar mandi.

Namun tentu saja namja cantik itu tidak ada disana, apalagi tidak ada suara air yang terdengar dari dalam. Sekali lagi Siwon memanggil nama kecil Kyuhyun yang ia berikan semalam saat namja cantik itu memeluknya begitu erat.

Tapi kenyataan harus diterima Siwon bahwa namja cantik yang sudah menggetarkan hatinya itu telah pergi. Kyuhyun meninggalkannya tanpa satu kata-pun, bahkan Ia tidak tahu kemana harus menghubungi namja cantik itu.

Kyuhyun pergi membawa semua kenangan indah mereka dalam satu malam. Tidak ada yang tersisa selain ingatan, ingatan indah itu.

“Babykyu…” Gumam Siwon sambil menyusuri tempat tidur besar itu yang berantakan. “Apa kau akan melupakannya?” Tanya Siwon.

Dengan wajah lesu, namja tampan itu kembali ke tempat tidur dan menghempaskan dirinya disana. Sepertinya pertemuan mereka hanya sampai disini saja, tidak ada kesempatan kedua untuk Siwon melihat wajah cantik Kyuhyun.

Atau tidak seperti yang ia pikirkan?

Saat Siwon berpaling melihat kearah jendela, sebuah benda berwarna biru menangkap indranya. Dengan cepat namja itu meraba benda itu dan seketika senyum kemenangan terpatri dibibirnya.

Benda biru itu merupakan sebuah gelang dengan huruf S ditengahnya, semalam saat mereka mulai serius, Siwon ingat Kyuhyun meminta gelang itu dilepas dan ia letakkan disana.

“Gelang permohonan, aku selalu memakainya sampai keinginanku terkabulkan.”

Penjelasan Kyuhyun saat mereka akan memulai ronde ketiga kegiatan cinta mereka.

“Aku akan mengembalikannya, lihat saja.” Ucap Siwon dengan senyum penuh arti.

“Aku akan mengabulkannya.” Ucapnya sekali lagi.

Seoul, Korea Selatan.

Seunghyun dan Kyuhyun tiba di bandara Incheon dan segera kembali ke apartement mewah mereka. Begitu sampai Kyuhyun memilih untuk mengistirahatkan tubuh ditempat yang seharusnya.

Tempat tidur.

Sementara Seunghyun memilih membersihkan dirinya dan segera menghubungi Appa-nya. Namja tampan itu memang diminta untuk segera menemui orang tuanya begitu tiba dari Jeju. Karena itu setelah mengecup kening Kyuhyun penuh sayang, ia pun segera pergi darisana.

Orang tua Seunghyun selalu menasehati putranya untuk bekerja lebih giat sebelum ia mengambil alih perusahaan mereka. Karena itu Seunghyun selalu berusaha lebih dari yang lain.

Sementara Kyuhyun sendiri lebih memilih bekerja dengan santai dan nyaman. Karena ia tidak ingin dipaksa apalagi menghabiskan kebebasannya saat ini hanya untuk bekerja.

“Segeralah menikah.” Ucap Appa Choi tiba-tiba.

Setelah membahas beberapa bisnis mereka yang berhasil dilakukan Seunghyun, appa-nya pun beralih pada masalah yang selalu dihindari namja tampan itu.

“Appa…kami masih ingin…”

“Ingin apa? Kalian suda lama pacaran.”

“Tapi Kyunnie masih tidak ingin terikat.”

“Apa tunangan itu bukan ikatan?” Tanya Appa Choi.

“……” Seunghyun tidak bisa menjawab apa-apa.

“Appa ingin menyerahkan semuanya padamu, tapi setelah kau menikah Seunghyun.”

“Tunggulah sebentar lagi appa~”

“Kau ingin appa mati lebih dulu?”

“Bukan begitu, aku akan membicarakannya pada Kyunnie, kami harus memutuskannya bersama.”

“Baiklah, appa tunggu~ jangan menunda lagi, dia masih muda.” Ucap Appa Choi melihat Seunghyun. “Dan juga cantik.”

“Arraseo~”

**

Seunghyun terus memikirkan perkataan appa Choi sampai ia kembali ke apartemennya bersama Kyuhyun. Mereka memang tunangan, namun bukan berarti mereka terikat selamanya.

Bisa saja salah satu dari mereka menemukan yang lebih baik dan lebih segalanya, tapi jika menikah mereka berdua akan diikat oleh benang takdir untuk selamanya. Dan itu sepertinya masih belum bisa mereka putuskan dengan mudah.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun membuat Seunghyun sedikit tersentak.

“Waeyo?” Ia balik bertanya.

“Kenapa wajahmu begitu? Apa yang dikatakan appa?” Tanya Kyuhyun langsung menghempaskan tubuhnya disamping Seunghyun.

Namja cantik itu bersandar pada kekasihnya lalu kembali memulai gamenya yang tertunda. Seunghyun hanya mengacak lembut rambut Kyuhyun kemudian menyamankan diri disandaran sofa itu.

“Apa bisnisnya gagal?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Bukan, semuanya lancar, hanya saja…”

“Hanya saja?”

“Bukan itu yang appa bicarakan.”

“Lalu?”

“Appa tanya kapan kita menikah.” Ucap Seunghyun masih memejamkan mata.

Ia tidak melihat tangan Kyuhyun terhenti dan PSP itu pun diletakkan diatas pahanya. Mood namja cantik itu menjadi berubah mendengar pembahasan tentang itu lagi. Sudah beberapa kali appa Choi mendesak mereka berdua untuk menikah.

Sementara Appa dan umma Kyuhyun sendiri menyerahkan semua keputusan itu pada mereka berdua. Orang tuanya tidak ingin ikut campur masalah pribadi Kyuhyun setelah mereka memaksanya untuk duduk dikursi direktur di perusahaan.

“Aku sudah menjelaskannya, tapi Appa tidak ingin kita menundanya lagi.” Ucap Seunghyun setelah Kyuhyun lama terdiam.

“Kau tahu, aku belum siap hyung.” Jawab Kyuhyun akhirnya.

“Aku tahu.” Seunghyun menariknya dalam pelukan. “Aku akan menunggu, appa juga harus sabar menunggu.” Ucap Senghyun sambil membelai kepala Kyuhyun penuh sayang.

Namja cantik itu hanya bisa memejamkan mata didada kekasihnya itu dan mendengar detak jantung Seunghyun yang beraturan. Namun tiba-tiba saja ingatannya kembali pada namja tampan yang menghabiskan malam bersamanya.

Seketika Kyuhyun bangkit berdiri membuat Seunghyun tersentak dan ikut duduk tegak. “Gwenchana?” Tanyanya.

“Kamar mandi.” Jawab Kyuhyun cepat lalu berlari ke kamar mandi.

Seunghyun hanya bisa tertawa kecil dan kembali bersandar, namun kini dengan buku agenda ditangannya. Namja tampan itu memeriksa jadwal meetingnya yang diadakan diluar kantor.

“Kyu~ kita makan malam diluar, eotte?” Tanya Seunghyun kemudian.

“Geurae~” Jawab Kyuhyun dipintu kamar mandi. “Aku akan bersiap-siap.”

“Ne~ aku akan tidur sebentar.”

“Ok~” Kyuhyun langsung turun ke bawah dan keluar dari area apartemen.

Namja cantik itu berencana untuk membeli beberapa t-shirt atau bahkan turtle neck dimusim panas. Karena tanda merah didada dan lehernya belum sepenuhnya hilang, ia tidak ingin Seunghyun melihatnya.

Setelah hampir satu jam ia kembali dan melihat Seunghyun sudah siap dengan t-shirt hitam dan blazer warna yang sama. Kyuhyun langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri.

Tidak berapa lama ia pun terlihat memesona dengan turtle neck hitam dan coat abu-abu yang hampir menyentuh lututnya. Seunghyun tidak habis-habisnya memuji kecantikan tunangannya itu dan menyadari perkataan appa Choi semakin benar.

“Kau sangat cantik, Kyunnie.” Ucap Seunghyun.

“Apa kau sadar?” Tanya Kyuhyun.

“Huh?”

“Aku namja, mana ada didunia ini namja cantik? Jangan pabo hyung~”

“Tentu saja ada, dirimu~” Ucap Senghyun mendekat dan melingkarkan lengannya dipinggang kecil itu.

Lalu tanpa aba-aba ia langsung mengecup pipi Kyuhyun membuat namja cantik itu terkejut. Dan ia tertawa dengan puasnya, kemudian segera membawa Kyuhyun keluar darisana.

Mereka akan menikmati makan malam diluar seperti biasanya, Seunghyun selalu merasa senang saat membawa Kyuhyun keluar dan dunia melihatnya. Mereka melihat keduanya sebagai pasangan yang sangat serasi dengan kesempurnaan yang mereka miliki.

Sementara Kyuhyun, namja cantik itu pikirannya dipenuhi dengan orang lain yang sempat mengisi jiwanya. Bagaimana namja itu? Apa yang sedang dilakukannya? Apa pendapatnya saat mengetahui Kyuhyun pergi begitu saja?

‘Choi Siwon-ssi…’ Panggil Kyuhyun dalam hatinya.

Seunghyun langsung berpaling melihatnya membuat jantung Kyuhyun berdetak keras. Namja cantik itu mengerjapkan mata beberapa kali, berpikir apa panggilannya terdengar keluar?

“Gwenchana?” Tanya Seunghyun.

“Ani, gwenchana.”

“Ahh, nee~ kita sudah sampai.” Ucap Seunghyun kemudian.

Begitu sadar ternyata Seunghyun membawanya makan malam bersama rekan bisnisnya. Dalam sebulan namja tampan itu bisa membawanya berkali-kali bertemu dengan orang asing yang bahkan tidak dikenal Kyuhyun.

Tidak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun selain menghabiskan waktunya mendengar pujian orang asing itu berulang kali. Membosankan?

Sangat, tapi Kyuhyun menerima semuanya dengan senyuman bisnis yang memesona. Namja cantik itu selalu merasa Seunghyun senang memperlihatkannya pada orang lain seperti sebuah tontonan, atau bahkan sebuah mahakarya yang luar biasa.

‘Aku juga manusia, pabo!’ Gerutu Kyuhyun kesal.

Seperti itulah kegiatan namja cantik itu dimalam-malam tertentu, menemani tunangannya berbincang bersama relasinya. Saat kembali ke rumah, Kyuhyun akan langsung tidur dan meninggalkan Seunghyun mengerjakan pekerjaannya yang masih tersisa.

Jika keesokan harinya tiba.

Kyuhyun akan bangun lebih cepat dan bersiap-siap menuju perusahaannya sendiri, walau terlihat lebih santai namja cantik itu juga seorang pewaris.

Pagi-pagi akan tiba dikantor dan memimpin meeting dengan kemampuannya, juga menyelesaikan file-file yang perlu tanggung jawabnya. Jika semua sudah selesai, ia akan duduk santai di ruangannya sambil bermain game.

Seperti hari ini…

Namja cantik itu terlihat santai mengalahkan musuh-musuhnya didalam game, namun bila dilihat lebih dekat, wajah cantik itu tidak bisa berkonsentrasi. Sampai akhirnya psp kesayangan itu pun melayang kepinggiran sofa.

“Choi Siwon brengsek!!” Kutuk Kyuhyun tiba-tiba. “Aku tidak bisa fokus!! Kenapa dimple-mu selalu muncul dikepalaku?!”

“Aiishh!!! Aku tidak tahu harus bagaimana?! Apa yang harus kulakukan?!!”

“Disaat seperti ini…” Ucap seseorang.

“Mwoo??” Mata Kyuhyun langsung melebar. “Hyung~” Panggilnya kemudian.

“Waeee??” Jawab namja tampan hyungnya itu.

“Hyung, bantu aku~”

“Mwo??” Jawab Leeteuk dengan mata melebar. “Aku jadi takut.” Ucapnya kemudian.

“Aiish, aku harus cerita pada seseorang, jika tidak aku bisa gila.”

“Baguslah.”

“Apa?? Hyung?!!” Death glare Kyuhyun melayang pada babysitter sekaligus sekretarisnya itu.

“Ahahahaha, baiklah, aku dengarkan…tapi…” Ucap Leeteuk sambil duduk disisi Kyuhyun.

“Tapi apa?”

“Sambungan ucapanku tadi…disaat seperti ini kau memang perlu teman.”

“Ohh, nee~” Angguk Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“Lalu ada apa?” Tanya Leeteuk.

“A-aku…mmm~ itu…” Kyuhyun malu untuk menjelaskannya.

“Kau selingkuh?” Tanya Leeteuk to the point.

“Mwooo??” Mata Kyuhyun hampir keluar dari sarangnya.

“Yang jelas, jangan begitu.” Ucap namja itu dengan wajah tenang.

“Ahh, ne~ aku bertemu seseorang dan tidak sengaja tidur dengannya.”

“APA????” Leeteuk langsung berdiri dengan wajah shock dan mata melebar.

“Lebay hyung!! Duduklah.”

“Ahh, ne.” Leeteuk duduk kembali dan melihat bosnya itu dengan wajah serius. “Lalu, dimana dia? Kenapa seperti itu? Apa aku kenal?”

“Tidak, dia dari New York, sekarang malah aku tidak tahu dia dimana.”

“Mwoo? Apa kalian mabuk?”

“Ne, aku tidak sadar, tapi aku mengingat semuanya, bagaimana hyung? Aku seperti mengkhianati Seunghyun.”

“Memang itu yang kau lakukan, tapi apa kau suka namja itu?”

“Bagaimana bisa suka bila hanya semalam.” Ucap Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Tapi kau menghabiskan semalaman dengannya, dan kau menyerahkan dirimu padanya, Kyu.”

“Aku tahu.” Wajah polos itu semakin menggemaskan.

“Lalu, bagaimana? Apa kau bisa menghubunginya?”

“Aku tidak tahu apa-apa selain namanya.”

“Hooo~ berarti hanya kenangan satu malam? Hmmm~”

“Hyung…” Wajah memelas Kyuhyun membuat Leeteuk semakin gemas.

“Lupakan Kyu.”

“Ne?”

“Lupakan semuanya, anggap saja tidak pernah terjadi, kembali pada kehidupanmu bersama Seunghyun, kau tidak ingin menyakiti namja itu bukan?”

“Tentu saja tidak.”

“Karena itu, lupakan, anggap saja angin lalu, kalian juga tidak akan bertemu lagi, dia di New York dan kau disini.”

“Apa lebih baik begitu?”

“Nee, demi dirimu, Seunghyun dan semuanya, lupakan.”

“Ba-baiklah…” Ucap Kyuhyun sedikit ragu.

Leeteuk terus melihatnya dengan wajah serius membuat Kyuhyun kembali gugup ditempatnya. “Iya hyung, aku lupakan, itu yang terbaik.”

“Nee, untuk semuanya.”

“Gomawo.”

“Ahh, gwenchana.” Senyum Leeteuk selalu bisa menenangkannya.

Walau pikirannya dipenuhi dengan Siwon, tapi yang terbaik yang bisa dilakukannya adalah melupakan segalanya. Kyuhyun akan menganggap semua itu kenangan kecil dalam hidupnya.

Demi dirinya, Seunghyun dan keluarga mereka.

Kyuhyun sudah bertekad kembali menjalani kehidupannya seperti sebelum Siwon hadir dalam hatinya. Ia akan terus berusaha menjadi kekasih terbaik demi menjaga perasaan Seunghyun yang sudah terlalu baik untuknya.

Jika ditanya tentang cinta, Kyuhyun tidak tahu apakah ia mencintai tunangannya itu atau tidak. Karena yang ia tahu, mereka sudah bersama sejak kecil dan akan selalu bersama selamanya.

**

Hari kembali berlalu dengan perasaan yang baru untuk Kyuhyun karena ia masih saja mencoba menata kembali hatinya. Sementara Seunghyun kembali menanyakan pernikahan mereka dan jawaban yang sama tetap keluar dari bibir Kyuhyun.

Ia masih tidak bisa menjawab iya untuk pernikahan yang hanya tinggal menunjuk hari. Semua akan dipersiapkan dengan sempurna jika saja Kyuhyun menyetujuinya.

Tapi hati Kyuhyun masih menolak dengan tegas ikatan takdir itu.

Bulan dan musim pun terus berganti dengan sendirinya.

Sampai 4 musi pun telah berlalu.

Namun Kyuhyun dan Seunghyun masih tetap berstatus tunangan yang diidamkan setiap orang. Bahkan Appa Choi sudah menyerah dan sudah menyerahkan kepemimpinannya pada Seunghyun. Para orangtua sudah menyerahkan keputusan menikah pada mereka dan tidak akan mendesak apalagi memaksa.

Karena Kyuhyun sudah mengatakan pada mereka, jika terus memaksa menikah ia akan melepaskan pertunangannya. Appa Choi yang pemaksa akhirnya menyerah dengan pendirian calon menantunya itu.

Sampai akhirnya mereka tetaplah pasangan yang sudah tinggal bersama selama dua tahun lebih namun belum juga menikah. Bahkan mereka juga tidur diranjang yang sama namun tidak pernah saling bersentuhan.

Seunghyun sanggup menahan dirinya karena Kyuhyun selalu menolak keinginannya dengan halus. Namja tampan itu juga tidak ingin memaksa apalagi menyakiti kekasih cantiknya itu.

Setiap harinya mereka lalui seperti biasanya, dengan bekerja, bermain dan bercanda bersama.

Membosankan?

Entahlah, seperti sudah menjadi kebiasaan bahkan sebelum mereka bertunangan. Sepertu itu saja.

“Kyu~ nanti malam kita makan diluar.” Ucap Seunghyun saat mereka sedang siap-siap berangkat.

‘Klien lagi.’ Ucap Kyuhyun dalam hati.

Selalu seperti itu, Seunghyun selalu mengajaknya makan malam saat ia melakukan pertemuannya dengan klien baru.

“Aku tunggu dirumah.” Jawab Kyuhyun.

“Ne, sampai nanti.” Ucap namja tampan itu lalu segera berlari keluar.

“Dia bekerja penuh semangat, padahal sudah jadi direktur.” Gumam Kyuhyun.

Lalu namja cantik itu pun segera berangkat menuju kantornya dan menghabiskan waktunya disana. Sampai semua pekerjaannya terselesaikan, Kyuhyun segera kembali ke rumah dan bersiap-siap.

**

Jam 06.45 Wks, Seunghyun sudah menghubunginya dari lantai dasar apartement itu. Kyuhyun yang sudah siap berpakaian langsung turun dari kamar mereka menuju lantai abawah.

Namja cantik itu memakai turtle neck hitam yang hangat dipadu blazer navi blue dan celana hitam. Rambut coklat kemerahannya dibuat sedikit bergelombang dengan bibir peach-nya yang dipolesi lipbalm pink agar tidak mengering.

Dengan mata bulat dan kulit putih saljunya, Kyuhyun terlihat sangat memesona dan bila dikategorikan dalam satu kata untuknya, itu adalah sempurna.

Begitu Seunghyun melihatnya, namja tampan itu langsung mengecup bibirnya sekilas kemudian segera menariknya pergi darisana.

Lebih dari 15 menit kemudian Seunghyun memakirkan mobilnya didepan sebuah restoran mewah yang terlihat romantis dengan berbagai lampu yang dipasang disetiap bunga dan pohon yang ada disana.

Kyuhyun langsung turun dari mobilnya dan menunggu Seunghyun berbicara dengan security tempat itu. Kemudian kedua namja itu pun masuk kedalam dengan manager tempat itu sudah menunggu dipintu masuk.

“Kau mau makan dulu, Kyunnie?” Tanya Seunghyun saat mereka duduk.

Disebuah meja dengan 4 kursi yang letaknya disudur ruangan dengan suasana yang hangat. Kyuhyun tersenyum tipis menikmati area sekitarnya yang sangat tenang. Ia memang lebih menyukai ketenangan dengan tempat yang lebih privasi.

Dan Seunghyun tahu hal itu.

“Kau suka tempatnya?” Tanya namja tampan itu.

“Ne, tempatnya bagus.”

“Kita makan dulu?” Tanya Seunghyun lagi.

“Ani, tidak sopan pada tamumu.”

“Ahahaha, arraseo~” Seunghyun melihat jamnya. “Jam 7.15 janji kami bertemu disini, dia penanam saham yang sejak dulu diincar Appa.”

Tanpa sadar Kyuhyun juga ikut melihat jam hitamnya yang menunjukkan pukul 07.14 wks. Ia tidak berniat untuk mengenal siapapun itu karena mereka tidak ada hubungannya dengan perusahaan Cho Corp.

Saat itu, manager restorant itu terlihat menerima dua pelanggan dengan jas formal mereka. Namja itu langsung tersenyum dengan ramahnya dan segera membawa tamu itu pada meja yang sudah dipesan lebih dulu.

Begitu Seunghyun melihatnya, namja tampan itu langsung berdiri dengan wajah bahagia dan meminta Kyuhyun juga berdiri menyambut mereka, namun namja cantik itu duduk kembali dengan bibir yang dipoutkan.

Kyuhyun bisa melihat dua namja dengan setelan jas hitam terlihat sangat rapi bahkan disaat jam kerja sudah berakhir. Bosan dengan penampilan mereka Kyuhyun pun membuang muka dan memasang wajah sulkingnya yang menggemaskan.

Namja didepan berjalan dengan senyumnya yang menyebar kemana-mana, sementara yang dibelakang terlihat sibuk melihat jamnya seolah ia sudah datang terlambat.

Begitu tiba didepan mereka namja tampan didepan langsung mengulurkan tangannya pada Seunghyun dan meminta maaf.

“Apa kami terlambat? Lee Hyukjae.” Tanya namja itu sambil memperkenalkan dirinya.

“Ahh, Choi Seunghyun, tidak~ hanya semenit tidak terasa.”

“Jalanan yang sangat penuh sesak.” Ucap Hyukjae lagi lalu bergeser kesamping.

“Jam segini memang sangat padat.” Jawab Seunghyun.

“Aku mengerti.”

Saat itulah namja yang sedari tadi merunduk mengangkat kepalanya dan melihat Seunghyun.

“Selamat malam, tuan Choi~” Sapanya.

“Selamat datang disini, kenalkan ini Kyuhyun~” Ucap Seunghyun lalu berpaling melihat Kyuhyun. “Kyunnie, kenalkan dia klien baruku.”

Sedikit enggan Kyuhyun pun berdiri dan mengulurkan tangannya dengan wajah malas.

“Cho Kyuhyun, bangapseumnida.” Ucapnya dan namja itu pun menggenggam tangannya.

Detik itu juga darah Kyuhyun mengalir dengan deras dan jantungnya seakan jatuh ketanah. Sentuhan itu…

Dan tangan itu…

Kyuhyun masih mengingatnya.

“Choi Siwon, senang bertemu denganmu.”

**

Tbc…

Ahahahahahahahahahaha…

Plot tahun 2015, saya dikutuk Ms.Moly karna nggak buat2 ff dia.. Kkkkkk~

Baca aja neee..  Saya deg degan..ohohohoho.

Sampai jumpa di ff yg lain.

Vie.