HeartString

*Vie Zurly Proudly Present*

“HEARTSTRING”

Sequel Heatbeat

**

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Kim Jaejong, Yonghwa, Jonghyun CNBLUE, Choi Minho.

Pairing : Wonkyu, Yunjae,

Genre : Romance, Flufly

Warning : BL, Alur dikejar singa.

Length : 1 Shoot

Summary : Ini cerita gara2 Ms. Moly(nae unnie) baca komik yakuza lagi, ada part kekasihnya hamil dan ayah si cowok yakuza reaksinya menggemaskan, makanya jadilah ff ini lagi. Saia memang sedikit stres..kkk.

** Continue reading

My Baby 98 B

My Baby 98

Part II

**

Selamat malam My Lovely Readers~ apa kabar? Semoga selalu baik2 saja nee..

Selamat lebaran, minal aidin walfaidzin..maafkan segala kesalahan dan kesilapan Vie selama ini ne..

Mianhae baru update neee.. Chap ini ada sedikit yg buat malu, jdi ragu untuk update bulan puasa..ahahahaa. Mian.

Dan untuk yang ULANG TAHUN…HAPPY BIRTHDAY LOVELIES~ I wish all the best for you all~

Part terakhir, idenya gara2 sebuah iklan, lanjutannya ada dichap depan..ahahhaa..

Ini sudah edit sekali, jdi pasti typonya masih ada.. Mianhae nee..

**

“Culli mau menikah sama JongIn oppa!!” Ucap Sulli cepat untuk menyembunyikan pipi meronanya.

“Mwoo??” Mata semua yang ada disana langsung melebar.

“Culli, itu tidak boleh!!” Jawab Suho cepat.

“Kenapa? JongIn oppa selalu jagain Culli.”

“Princess~ seperti Culli tidak boleh menikah dengan Cuo seperti itu juga dengan JongIn oppa.” Jelas Siwon dengan caranya sendiri.

“Aaa, arraseo~ Berarti Culli akan menikah dengan Sunbae saja.”

“Andwae!!!” Bantah mereka semua dengan cepat membuat Sulli langsung tertawa cekikikan.

“Kalian semua paboo~” Ucap seseorang dibelakang mereka. “Mau dikerjain seperti itu, aigoo~” Ryeowook menggelengkan kepalanya tidak habis pikir.

“Umma~” Panggil Sulli dengan senyum polos membuat yang lain memberinya death glare yang mematikan.

“Dia berani mengerjai kami?” Tanya Kyuhyun dengan tatapan tajam.

“Aniyo mommy~” Sulli memelas saat Ryeowook mengecup keningnya.

“Bagaimana keadaanmu princess??” Tanya Ryeowook.

“Badan Culli masih sakit, umma~”

“Dia masih sakit, tapi cerewetnya sama saja, mau masuk rumah sakit lagi, princess??” Tanya Kyuhyun dengan smirk jahilnya.

“Mommy~” Panggil Sulli merengek. “Culli memang masih sakit mommy, tapi Culli tidak mau dirumah sakit karna itu…Culli mencoba untuk melupakan sakit ini dengan ceria seperti biasanya.” Ucapnya kemudian dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

“Baby…” Gumam Kyuhyun.

“Jangan ke rumah sakit lagi, jebal~” Airmata itu pun tidak bisa dibendung lagi.

“Aiihh~ dia jadi cengeng sekarang~” Ucap Ryeowook cepat. “Ani, kita tidak akan ke rumah sakit.” Namja imut itu menghapus airmata putrinya dengan perlahan.

“Mommy tidak akan membawamu kerumah sakit asal Culli istirahat.”

“Culli memang istirahat mommyyy~”

“Ne, ne, ne, arraseo~” Jawab Kyuhyun akhirnya.

Namja cantik itu memang ingin mengembalikan Sulli ke rumah sakit karena melihat putri cantik itu terlalu aktif padahal ia baru saja kembali dari koma. Tapi melihat air matanya tadi Kyuhyun menjadi serba salah.

“Dia lebih bahagia dirumah, baby.” Ucap Siwon mengusap lengan Kyuhyun dengan lembut.

“Aku khawatir kesembuhannya tidak berjalan lancar.”

“Sulli cuma aktif berbicara bukan? Yang lainnya dia memakai kursi roda dan Minho yang selalu mengangkatnya.”

“Aku tahu.”

“Jangan khawatir.”

“Mmmm~” Gumam Kyuhyun sambil berpaling memeluk suaminya itu.

Tiba-tiba maid ahjumma datang kembali keruangan itu dengan wajah yang tidak bisa digambarkan. Melihat hal itu Minho langsung mendekatinya sementara Kyuhyun masih berdiri dalam dekapan Siwon namun melihat wanita paruh baya itu dengan khawatir.

“Apa yang terjadi?” Tanya Minho ikut khawatir.

“Itu…tuan muda…ada…” Ahjumma maid tidak tahu harus menjawab apa.

Namun beberapa gerakan dibelakangnya membuat semua yang ada disana melihat kesana. Nampaklah umma Choi dengan wajah cantiknya yang menahan tawa, namun dibelakangnya lagi terlihat dua namja paruh baya memakai coat hitam dan navy blue berjalan dengan cepat.

Wajah keduanya tidak bisa dirangkai dengan kata-kata apalagi saat masuk ke kamar itu dan melihat semuanya ada disana.

“Appa!!!” Seru Siwon, Kyuhyun dan Ryeowook secara bersamaan.

“Iya, kami, kalian pikir siapa?” Tanya Appa Choi dengan wajah datar.

“Apa yang kalian pikirkan? Menyembunyikan semuanya dari kami? Memangnya kami tidak dianggap? Kami kakeknya!” Ucap Appa Cho to the point.

“Kami berhak tahu apapun yang terjadi disini! Kenapa kalian seperti itu?!?” Sambung Appa Choi dengan wajah marah.

Semua yang ada disana hanya bisa menatap keduanya dengan mulut menganga dan kehilangan kata-kata. Sementara Umma Choi hanya menghela nafas lelahnya dan segera mendekati Sulli, lalu mengecup kening cucunya itu penuh sayang.

“Kyu?? Kenapa appa kau lupakan?” Tanya Appa Cho pada Kyuhyun.

“Kenapa appa tidak harus tahu, Siwonnie?” Tanya Appa Choi pada putranya.

Keduanya sama-sama diam membisu dan tidak tahu harus mengatakan apa, sementara umma Choi kembali menghela nafasnya dan berkata.

“Jangan cerewet begitu, ini Sulli, kalian tidak ingin melihatnya?”

“Ahh, geurae~ Sulli-ya~” Appa Cho langsung mendekati tempat tidur Sulli bersama Appa Choi.

“Little princess~” Panggil Appa Cho membelai kepala Sulli lalu mengecupnya.

“Kami tidak tahu apa-apa Sweetheart.” Ucap Appa Choi melakukan hal yang sama.

“Harabeoji tidak tahu apa-apa?” Tanya Sulli dengan wajah bingung. Ia juga tidak tahu apa-apa.

“Kami langsung kembali setelah halmonie beritahu.” Ucap Appa Choi.

“Waaah~ mereka tega, harabeojii~ Culli kan tidak jadi dapat hadiah.”Seru Sulli dengan wajah tidak rela.

“Ahh, itu tenang saja, kalau Sulli sembuh harabeoji belikan apa yang Sulli mau.” Ucap Appa Cho.

“Jinjja??” Tanya putri cantik mereka dan kedua harabojie kayanya itu langsung mengangguk cepat. “Ehehehe, gomawo harabeoji, tapi jangan khawatir Culli baik-baik saja, mianhae sudah buat khawatir.”

“Gwenchana, gwenchana.” Appa Choi mengangguk senang.

“Lalu kalian…” Appa Cho kembali melihat anak dan menantunya.

“Appa mianhae~” Kyuhyun langsung mendekati appa-nya dan memeluk namja itu dengan erat. “Bogoshipoyoo~ gomawo sudah datang.”

“Tentu saja appa datang, nado bogoshipoyo.” Jawab Appa Cho dan Kyuhyun melepas pelukannya lalu beralih memeluk Appa Choi.

“Mianhae appa~” Ucap Kyuhyun lagi pada appa mertuanya itu. “Kami hanya tidak ingin appa khawatir.”

“Gwenchana, kami mengerti.” Jawab Appa Choi.

Kemudian Siwon juga melakukan hal yang sama meminta maaf pada kedua appa-nya. “Jangan ulangi lagi, Siwonnie.” Ucap appa Cho.

“Tidak appa, mianhae.”

“Gwenchana.”

Namja tampan itu tersenyum senang lalu memeluk appanya sendiri yang menepuk-nepuk bahunya sedikit keras membuatnya tertawa dan kembali meminta maaf. Setelahnya kedua appa itu pun memeluk Ryeowook dan kedua cucunya yang lain.

“Appa menginap disini?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, kami ingin bersama Sulli.”

“Kalau begitu kami pulang dulu, nanti saat makan malam kami kembali.” Ucap Umma Choi.

Lalu mereka pun berpisah disana, Sulli kembali berbaring dan Kyuhyun menyelimutinya. Sementara yang lain segera keluar darisana untuk berbincang lebih lama diruang tamu.

“Mommy…” Panggil Sulli tiba-tiba.

Kyuhyun yang sudah berjalan ke pintu kembali berhenti dan berpaling melihat putrinya. “Waeyo?”

“Culli tidak mau sendiri.” Jawabnya dengan wajah memelas.

“Kami tidak kemana-mana, Sweetheart~ tapi Culli sudah terlalu lama berbicara, sebaiknya istirahat dulu.” Ucap Kyuhyun.

“Tapi…”

“Tidurlah sebentar, nanti kita makan malam bersama.”

“Culli boleh turun?”

“Ne, sekarang tidurlah.”

Mau tida mau Sulli pun memejamkan matanya membuat Kyuhyun kembali duduk disisinya lalu memainkan rambut putri cantiknya itu dengan perlahan. Lebih dari 10 menit kemudian Sulli terlihat sudah terlelap dengan nafasnya yang berat.

Kyuhyun segera turun darisana dan bergabung bersama yang lain diruang tamu besar mereka. Bahkan Appa dan Umma Choi masih ada disana karna Minho mengundang mereka untuk pembukaan sekolah yang sudah dibangun namja tampan itu.

“Mino memang hebat!!” Ucap Appa Choi memeluk cucu pertamanya itu dengan erat.

“Dia benar-benar anak kalian, Siwonnie.” Ucap Appa Cho juga ikut memeluknya membuat Minho tertawa bahagia.

“Lalu kapan acaranya?”

“Kalau tidak ada halangan, Lusa harabeoji.”

“Baiklah, harabeoji akan menunggu.”

“Gomawoyo~”

“Ahahaha, terasa baru kemarin dia ada disini, tapi sekarang…” Appa Choi menatap cucunya itu dengan bangga.

“Semoga Mino selalu bahagia.” Sambung Appa Cho.

“Mino selalu bahagia Harabeoji.” Jawab Minho menatap dua kakeknya itu. “Memiliki keluarga seperti kalian, benar-benar harta yang tidak ternilai.”

“Aigooo~ kalian semua sangat berharga. ” Umma Choi yang ada disamping Minho langsung memeluknya penuh sayang lalu melepasnya. “Baiklah, kami pulang dulu.”

“Nee..”

**

Saat makan malam, Umma dan Appa Choi kembali dan Kyuhyun benar-benar menepati janji-nya pada Sulli untuk makan malam bersama. Minho yang dengan senang hati membawa dongsaengnya itu turun ke bawah memakai lift.

Setelahnya, mereka menghabiskan waktu dengan berbincang bersama diruang tamu sampai waktu istirahat tiba dan mereka kembali ke kamar masing-masing. Para orang tua menempati kamar tamu khusus yang memang sudah dipersiapkan dirumah besar itu.

Sementara Ryeowook dan Yesung kembali ke kamarnya begitu juga dengan Siwon dan Kyuhyun. Pasangan perfect itu berbenah diri sebelum menutup hari dengan beristirahat dengan nyaman diranjang mereka.

“Apa yang kau pikirkan, hm?” Tanya Siwon.

“Sulli ingin ikut acara pembukaan itu, bagaimana hyung?” Kyuhyun balik bertanya sambil merebahkan dirinya didada Siwon.

“Kalau dia sanggup tidak apa-apa.” Jawab Siwon sambil melingkarkan lengannya dipinggang huswifenya itu.

“Apa tidak akan terlalu capek?” Tanya Kyuhyun. “Disana kita akan duduk lama, dirumah saja dia minta tidur jika sudah lama duduk.”

“Mmm, kita akan mencari cara nanti, kau tahu dia tidak akan mundur jika sudah menginginkan sesuatu kan?”

“Nee, Culli tidak akan mau jika disuruh tinggal.”

“Hmm~” Siwon mengecup kepala Kyuhyun penuh sayang.

“Akhirnya semua masalah kita selesai, hyung.” Ucap Kyuhyun kemudian.

“Kita akan bahagia lagi, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.”

“Asal kau bersamaku, masalah apapun akan kuhadapi, hyung.” Ucap Kyuhyun dengan seriusnya membuat Siwon terdiam.

Namun detik selanjutnya, “Auuwww~ my baby so sweeet~” Seru Siwon kegirangan membuat Kyuhyun langsung mendecak kesal.

“Ck!! Paboo!!”

“Asal kita selau bersama, kita akan semakin kuat.” Ucap Siwon kemudian. “Hyung akan selalu bertahan asal ada kalian.” Ucapnya dengan senyum memamerkan dua dimple kebanggaannya.

Tanpa bisa berkata-kata Kyuhyun langsung membenamkan wajahnya didada bidang suami tampannya itu membuat Siwon tersenyum kecil dan memeluk huswifenya itu dengan erat.

Dan mereka pun mengakhiri hari itu dengan memejamkan mata menuju mimpi yang indah dan kembali bahagia.

Keesokan harinya.

“Morning My prince~” Sapa Umma Choi begitu melihat Suho turun dengan wajah sulkingnya. “Ahh, nightmare, sweetheart?” Tanyanya kemudian.

“Nee, halmonie~” Jawab Suho dengan bibi mengerucut.

Umma Choi hanya bisa tertawa kecil melihat remaja tampan itu masih saja seperti saat ia masih kecil. Jika badmood dipagi hari wajah sulking Suho dan selimut lusuh warna ungunya akan turun dari kamar mencari mommy-nya.

“Morning, halmonie~” Sapa seseorang dibalik pintu kamar.

“Ahh, JongIn sayang~ selamat pagi~” Umma Choi tersenyum melihat cucunya yang tampan itu lalu beralih melihat Suho lagi.

Tanpa perlu bertanya JongIn tahu maksud halmonie kesayangannya itu, hingga ia pun langsung mendekati Suho dan mengajaknya bicara.

“Sekolah hari ini?” Tanya JongIn.

“Ne.” Jawab Suho singkat.

“Hyung antar? Pakai mobil hyung~” Ucap JongIn lagi dengan senyum bangga.

“Hyung nggak kuliah?” Suho balik bertanya.

“Nggak pagi, nanti siang.”

“Jinjja?”

“Nee~”

“Yeaaaah~” Seru Suho langsung memeluk hyung keduanya itu.

Umma Choi dan Minho yang baru turun sama-sama menggelengkan kepala mereka lalu kembali pada pekerjaan mereka masing-masing. Minho yang akan segera ke kantor terlihat sudah rapi dengan kemeja putih dan jas ditangannya.

“JongIn, kalau hyung tidak sempat datang, tolong ajak Minnie, ne?” Ucap Minho pada dongsaengnya.

“Beres bos kecil.”

“Mwoo??”

“Kkkk~ JongIn dengar di rumah sakit.”

“Aiiish~”

“Selamat pagi~” Ucap Siwon dianak tangga terakhir.

“Pagi daddy~” Jawab anak-anak itu dengan senyum mereka.

“Kyunnie dimana?” Tanya Umma Choi.

“Masih tidur umma.”

“Kau buat dia capek, eoh?!”

“Ahh, umma~” Siwon langsung menggaruk lehernya yang tidak gatal membuat yang lain tertawa cekikikan.

“Umma, mereka saling merindukan, tidak apa-apa.” Jawab Ryeowook baru keluar dari dapur.

“Aaa~arraseo~” Smirk umma Choi membuat pipi Siwon semakin merona dan namja tampan itu menjadi salah tingkah.

“Dimana appa?” Tanyanya.

“Ditaman, mencari udara segar.”

Siwon menganggukkan kepalanya lalu segera menuju taman setelah mengacak rambut ketiga putranya yang menyebabkan suara decakan beriringan.

“Rambut Mino rusak daddy~” Ucap Minho langsung menuju cermin diruangan itu.

Sementara JongIn hanya tertawa senang lalu mengajak Suho ke kamarnya agar bocah itu segera bersiap-siap dan ia menuju kamarnya sendiri. Jika ada masalah atau acara besar mereka pasti kembali ke rumah utama, jadi tidak ada bedanya rumah sendiri atau pun istana itu.

Sementara dilantai bawah, semua tetua sudah berkumpul diruang utama sambil berbincang-bincang bahkan Sulli yang sudah rapi disiapkan maid-nya terlihat bersama umma Choi tidur berselonjoran di Sofa dengan kepala diatas dada halmonienya itu.

“Nanti aunty Soo akan datang, kita lihat apa Culli boleh pergi jauh.” Ucap Umma Choi sambil membelai kepala cucunya itu penuh sayang.

“Culli mau ikut, halmonie, apapun kata aunty.” Jawab Sulli melihat halmonienya itu dengan wajah memelas.

“Kalau Culli tidak kuat, kami tidak bisa apa-apa sayang.” Ucap halmoni Choi.

“Atau acaranya akan kita undurkan sampai Sulli sembuh?” Ucap Minho membuat semua yang disana melihatnya.

“Andwae!! Tidak boleh.” Jawab Sulli cepat.

“Lho? Waeyo?”

“Tidak apa-apa, jangan diundur, kalau Culli tidak kuat, Culli pasti bilangin mommy, Culli janji.”

“Benar?” Tanya Minho memastikan.

“Ne, Culli janji.”

“Mmm, baiklah~ kalau benar, oppa akan beri Culli hadiah.” Ucap Minho.

“Ehee~ Culli suka hadiah.”

“Ya sudah, ayo sarapan, nanti kalian terlambat.” Ucap Ryeowook saat melihat Kyuhyun, JongIn dan Suho turun dari kamar mereka.

Dan keluarga besar itu pun sarapan bersama setelah sekian lamanya. Canda dan tawa terdengar mengiringi sarapan pagi itu seperti hanya kebahagiaan yang selalu menyertai mereka.

Setelahnya, Siwon dan Minho segera berangkat ke kantor mereka sementara JongIn mengantar Suho seperti yang dijanjikan namja tampan itu pada dongsaengnya dengan mobil barunya.

Kyuhyun dan Ryeowook tinggal dirumah menemani putri cantik mereka yang masih harus beristirahat total. Sementara Umma Choi ke rumah sakit dan kedua Appa langsung menuju perusahaan Appa Choi, karena tidak mungkin orang tua itu akan berdiam diri dirumah saja.

“Culli, kita ke kamar saja, ne?” Tanya Ryeowook saat melihat putri cantik itu meringis.

“Ne, Culli sudah terlalu lama duduk, ayo berbaring dikamar.” Jawab Kyuhyun.

“Tapi dikamar bosan mommy.”

“Lebih baik istirahat sekarang agar punya kekuatan esok hari.” Jawab Kyuhyun dengan wajah serius.

“Agar Culli sehat saat pembukaan nanti.” Jawab Ryeowook menjabarkan kata-kata Kyuhyun.

“Mmm, mommy memang penuh perhitungan.” Ucap Sulli dengan wajah sumringah.

“Mm, baru tahu? Beli baju saja diperhitungkan.” Jawab Ryeowook cepat.

“Jinjja?”

“Nee, tidak boleh banyak-banyak, yang ada masih belum rusak, kita bisa hemat untuk kedepan.”

“Wanjon ddaebak!!” Jawab Sulli dengan mata berbinar.

“Mmh~ kajja~” Ajak Ryeowook saat tatapan tajam Kyuhyun hampir membunuhnya.

Namja cantik itu hanya mendelik tajam lalu segera berjalan menuju lift dan membukanya untuk Ryeowook yang mendorong Sulli. Keduanya segera menuju kamar pink milik putri cantik itu dan membaringkannya diranjang begitu sampai disana.

Setelahnya Kyuhyun mengambil PSP-nya dan Ryeowook mengambil buku memasaknya, sementara Sulli hanya bisa mendesah pasrah dan mengambil buku belajarnya. Begitulah kegiatan mereka sebelum ketiganya sama-sama bosan sampai Sooyoung datang untuk memeriksa Sulli.

**

Sementara itu di sebuah gedung tinggi pencakar langit yang ada di pusat kota Seoul, WK Interprise. Namja tampan pemilik perusahaan besar itu terlihat sedang terlibat pembicaraan yang serius bersama putranya.

Choi Minho yang kini sudah bergabung bersamanya belajar dengan penuh semangat agar bisa menjadi calon direktur penerusnya nanti. Minho sedang melihat lagi file acara pembukaan sekolah yang sudah dibangunnya.

“Pembukaan sekolah kita akan diadakan lusa, menurut daddy. Siapa yang akan kita undang?” Tanyanya.

“Kenapa harus pilihan daddy?” Siwon daddy-nya balik bertanya.

“Karena daddy lebih berpengalaman, uncle sudah menyusun semuanya dengan baik.”

Siwon mengacak rambut Minho, lalu meletakkan berkas yang dibacanya dan juga kacamatanya di atas meja.

“Carilah orang yang berprestasi serta bereputasi yang sangat baik.”

“Eum.. Baiklah, sebenarnya Mino sudah pilihan.” Jawab putranya itu penuh semangat.

“Eum! Jinjja? Siapa?” Tanyanya.

“Yang Mino tau, dia orang yang baik, pintar, mempunyai jiwa sosial yang tinggi, yang jelas dia cantik luar dalam daddy.”

“Aktriskah?”

“Bukan.. Eum mungkin selebriti, dia baru saja kembali dari Amerika setelah 17 tahun menetap disana, bukankah ini kesempatan yang baik, daddy?”

Siwon menatap putranya itu penasaran sementara Minho tersenyum kecil lalu mengambil cangkir teh didepannya dan meminumnya dengan perlahan.

“Dia memang sudah tidak aktif di dunia hiburan, tapi dia masih mempunyai hati di masyarakat.” Ucap Minho setelah meneguk tehnya.

“Jika begitu, Mino hubungi manajemennya, agar jadwalnya bisa disesuaikan, pasti dia akan mau membantu kita.” Jawab Siwon juga mengambil kopinya.

“Tapi mungkin daddy yang bisa membantu Mino.” Pinta Minho dengan wajah memelas.

“Mwo?”

“Dia Kim Crystal.”

Siwon tidak sengaja hampir memuntahkan minumannya, saat nama itu keluar dari mulut putranya. Nama yang sudah lama tidak didengarnya bahkan sejak mereka lulus Senoir High School.

“C-crystal??”

“Heum… Mino tau daddy, Kim Crystal itu teman daddy.”

“Si-siapa yang mengatakannya?”

“Uncle.”

“Hyukkie?”

“Ne??” Jawab namja dengan gummy smile-nya didepan pintu.

“Hyung~” Panggil Siwon memelas.

“Kenapa? Kan tidak ada masalah.” Jawab Eunhyuk tidak bersalah.

“Mommy belum tentu akan menyetujuinya, Mino.”

“Kenapa? Dia kan bukan mantan pacar, daddy.” Jawab Minho dengan wajah polos.

“Daddy tidak punya mantan.”

“Yup! Karna daddy hanya menunggu mommy seorang, walau tidak bisa dipungkiri begitu banyak hati yang patah dibelakang daddy.”

“Mino~” Panggil Siwon sambil melihat Hyukjae.

“Termasuk Aunty Soo.”

“Mwoo???” Mata Siwon semakin melebar pada hyungnya.

“Dia ingin tahu, jadi aku mengatakannya, tidak ada yang salah kan?” Ucap Hyukjae dengan wajah polosnya.

“Tapi jangan menceritakan hal yang tidak penting, hyung~”

“Mino ingin tahu masa mudamu dihabiskan seperti apa, aku bilang masa mudamu dihabiskan menunggu mommy-nya kembali, aku benar kan?”

“Mino, baby~ mommy tidak tahu daddy sudah membuat banyak yeoja patah hati, jadi jangan katakan apapun, jika mommy tahu dia salah satunya, mommy tidak akan setuju.”

“Mommy pasti akan setuju, bukankah ini proyek pertama Mino yang membuat kalian bangga? Bantu Mino sampai akhir, daddy~” Rengek Minho tanpa sadar.

Siwon hanya bisa memandang putranya itu sembari berpikir, apa yang harus dilakukannya. Lalu ia berpaling melihat hyungnya yang hanya menaikkan bahu tidak peduli. Namja tampan itu tahu huswifenya pasti akan mendebat dirinya terus menerus jika mengetahui siapa Crystal sebenarnya.

Sejak mereka bertemu, Siwon memang pernah mengatakan tidak ada seorang pun yeoja yang menghinggapinya. Karena pikirannya sudah dipenuhi dengan penantian untuk Kyuhyunnya tercinta. Hanya Sooyoung yang dengan bijaksana melepas cintanya itu, dan sampai sekarang yeoja cantik itu masih betah dengan kesendiriannya.

“Daddy~” Panggl Minho memecah lamunan Siwon.

“Baiklah, dimana kita menghubunginya?” Jawab Siwon akhirnya.

“Aku sudah membuat janji dengan managernya, siang ini.” Jawab Hyukjae.

“Mwo??”

“Kenapa? Kau tidak punya meeting tuan Choi.”

“Aku janji meeting dengan istriku, tuan Lee.” Ucap Siwon mendelik pada hyungnya itu.

“Hoo, jinjja?”

“Mmm, biar Mino yang hubungi mommy, tenang saja daddy.”

“Ta-tapi…”

“Kita tidak punya waktu lagi.” Ucap Minho membuat daddy-nya itu berpaling melihat Hyukjae yang menganggukkan kepala setuju.

“Ahh, ba-baiklah…”

“Gomawoyo daddy~ Mino siapkan berkasnya.” Jawab Minho penuh semangat lalu segera keluar dari ruangan itu bersama uncle-nya.

“So sorry~” Bisik Hyukjae tanpa merasa bersalah.

Siwon hanya bisa menatap kepergian mereka berdua dengan helaan nafas berat. Cobaan apalagi yang akan diterimanya saat Kyuhyun mendengar rencana mereka itu. Dengan perlahan Siwon mengambil hp-nya dan menghubungi nama yang ada dideretan paling atas didaftar panggilnya.

“Baby~” Panggil Siwon begitu terhubung.

>Hyung? Waeyo?<

“Mmm, itu, hyung tidak jadi pulang, kita tidak bisa makan siang bersama.”

>Mwo?? Kenapa? Kau mau kemana? Apa ada meeting?< Tanya Kyuhyun tidak sabaran.

“N-ne, kami ada meeting dengan pengisi acara di acara Mino nanti.”

>Ohh, nuguchi? Namja? Yeoja?<

“Mmm, y-yeoja…”

>Mwoo?? Siapa? Namanya? Aku kenal? Cantikkah?<

“Babyyy~ apa maksudnya itu?”

>Ahh, mmm, aku hanya memastikan.<

“Memastikan apa?”

>Tidak ada yang mengambil posisiku.<

“Selama 40 tahun ini, kau yang pertama dan yang terakhir Tidak ada yang bisa menggantikannya.” Bisa dipastikan pipi chubby Kyuhyun merona walau Siwon tidak bisa melihatnya.

>Mmm, jangan dekat-dekat, jangan pegang-pegang, jangan lihat-lihat.<

“Lalu hyung harus bagaimana?”

>Pokoknya jangan!!<

“As your wish~ your highness~”

>Hmmm~< Senyum Kyuhyun sampai kedua matanya terpejam.

“Nanti Mino juga akan mengabarimu, jadi bilang saja kau setuju baby, dia bilang bantu Mino sampai akhir.”

>Arraseo~<

“Baiklah, sampai jumpa dirumah, sweetheart, I love you.”

>Love you more~<

“Love you most~”

Siwon hanya bisa tersenyum senang melihat hp-nya dan membayangkan wajah cantik nan menggemaskan itu pasti mengeluarkan seribu ekspresi saat memikirkan pertemuan mereka nanti. Walau tidak mengatakannya, Siwon tahu apa yang dipikirkan huswife imutnya itu.

Berpuluh tahun bersama bukan tidak mungkin bagi mereka mengenal satu sama lain walau dalam keadaan terpisah.

“I love you to the moon and back, baby~” Gumam Siwon dengan senyum dimplenya yang memesona.

Dan namja tampan itu pun kembali bekerja sambil menunggu siang pada pertemuannya dengan alumni di sekolah yang sama.

Sementara itu di Istana Choi.

“Ada apa Kyu??” Tanya Ryeowook saat melihat namja cantik dongsaengnya itu berjalan kesana kemari.

Setelah menerima telepon dari Siwon tadi, Kyuhyun memang terlihat tidak tenang dengan wajah cantik nan menggemaskannya itu berubah sulking.

“Siwonnie mau meeting sama yeoja…cantik.” Ucap Kyuhyun menekankan kata-kata diujungnya.

“Kan sudah biasa, baby~” Jawab Ryeowook membuat Kyuhyun memberinya death glare.

“Mommy…” Panggil Sulli yang masih berbaring.

“Ne?” Kyuhyun berpaling melihatnya.

“Apa mommy takut kalah??” Tanyanya kemudian.

“Kalah apa?”

“Kalah cantik.”

“Mwoo??”

“Mommy itu yang paling cantik dari yang tercantik, untuk apa takut?” Ucap Sulli dengan wajah seriusnya.

“Mommy bukan takut, princess~ kekasih mommy itu tidak akan berpaling pada siapapun, hanya ada mommy dimata dan hatinya.” Jawab Kyuhyun mantap. “Tapi…yeoja itu, pasti dia yang tidak bisa berpaling darinya.” Ucapnya kemudian tanpa sadar bahwa ia sudah curhat pada putrinya.

Begitu sadar, Sulli dan Ryeowook hanya bisa menahan tawa mereka yang ingin keluar. Melihat wajah putih, chubby dan menggemaskan itu berkata dengan seriusnya, siapapun yang melihat pasti merasa ingin mencakarnya.

“Kyu, ini putrimu, kau sadar?” Tanya Ryeowook akhirnya.

“Gwenchana umma, Culli sudah besar, sudah sangat mengerti bagaimana daddy begitu mencintai mommy, begitupula mommy yang begitu mencintai daddy, kekasihnya. Menurut Culli kalian pasangan paling sempurna, mommy~ teruslah mencinta sampai kalian tua nanti, dengan begitu kami akan selalu hidup dalam kebahagiaan dan penuh dengan cinta.”

Kyuhyun dan Ryeowook hanya bisa mengerjapkan mata mereka dengan mulut terbuka melihat putri cantik itu berkata panjang lebar dengan kata-kata yang begitu manis dan menyentuh hati. Bagaimana putri kecil yang manja dan mereka jaga dengan kepolosannya kini berubah dewasa dan penuh cinta.

“Cu-culli sudah besar?” Tanya Ryeowook setelah beberapa saat.

“Umma!! Culli memang sudah besar.” Protes Sulli dengan pipi memerah sampai ketelinganya.

“Kyu…”

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Mwoo?? Kenapa? Kyunnie?”

“Andwae!! Jangan besar dulu.”

“Mwoo??” Mata Ryeowook langsung melebar.

“Kalau dia besar, nanti dia akan menikah terus punya anak dan aku jadi…andwaaaaeeeeee!!!!” Teriak Kyuhyun dengan wajah horornya.

Bahkan namja cantik itu memegang kedua pipinya memikirkan masa depan yang masih sangat jauh itu. Ryeowook dan putri cantiknya hanya bisa menggelengkan kepala mereka dan menghela nafas lelah.

“Itu yang mommy pikirkan?” Tanya Sulli akhirnya.

“Kalau kalian besar terlalu cepat, mommy jadi kesepian.” Ucap Kyuhyun kini dengan wajah serius. “Mommy merindukan saat kalian masih kecil dulu, berlari kesana kemari karena tidak mau pakai baju, mommy bahkan merindukan bahasa planet kalian yang sangat aneh itu.”

“Tapi kami tidak mungkin kecil selalu kan mommy~” Ucap Sulli.

“Mommy tahu, karena itu mommy tidak mengira sudah membesarkan kalian sampai sekarang, permata kesayangan mommy dan daddy.”

“Mommy yang terbaik yang Culli punya, mommy yang paling berharga dalam hidup kami.” Ucap Sulli kini dengan airmata mengalir disudut matanya. “Teruslah sehat agar kami bisa membuat mommy bangga dan bahagia.”

“Aarraseo~” Jawab Kyuhyun sambil melihat kesana kemari untuk menghilangkan airmata yang sudah mengenang dipelupuk matanya.

“Kalian kenapa jadi sedih begini, sih?” Tanya Ryeowook menghapus airmatanya sendiri.

“Aiiish umma~ suasananya hancur.” Keluh Sulli tidak terima.

“Sudah-sudah, mommy harus pergi.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba berjalan menuju pintu kamar.

“Mommy mau kemana?” Tanya Sulli.

“Mm, itu…mommy harus melihat…”

“Kekasih mommy??” Sambung putri cantik itu.

“Nee~” Jawab Kyuhyun langsung berlari keluar darisana.

“Mommy kalian memang….”

“Jealous much!!”

“That’s right!!”

**

“Daddddyyyyy~” Panggil Minho menerobos masuk dalam ruangan daddy-nya.

Siwon yang sedang serius membaca file kerjanya sedikit tersentak dan melihat putranya itu dengan kening berkerut. Kacamata baca yang dipakai Siwon sedikit merosot sampai ke hidung namja tampan itu.

“Ada apa, Mino?” Tanyanya.

“Mommy…daddy…mommy…”

“Kenapa mommy?? Mommy ada dirumah.”

“Aniyo!! Mommy ada disini.”

“Mwoo??”

“Mino hubungi mommy sebelumnya, tapi sekarang mommy ad…”

“Annyeong~” Sapa Kyuhyun dengan cantiknya didepan pintu Siwon.

“Baby?” Panggil Siwon tidak percaya.

“Mmm, karna ini mengenai proyek Mino, aku juga akan ikut meeting.” Jawab Kyuhyun santai.

Saat itu juga bunyi pesan di hp Siwon membuat namja tampan itu langsung melihat siapa pengirimnya. “Uri Princess.”

“Alasan daddy, mommy cuma mau melihat yeoja itu.” Bunyi pesan Sulli membuat Siwon tidak bisa menahan senyum gelinya.

“Daddy…” Panggil Minho dengan wajah khawatir.

“Sst, tenang saja.” Bisik Siwon lalu beranjak menuju Sofa dimana Kyuhyun sudah bertahta sambil menyilangkan kakinya.

“Suatu kehormatan samonim ada disini~” Ucap Siwon sengaja menggoda huswifenya itu yang terlihat sangat elegan dengan turtle neck hitam dan coat abu-abu gelapnya.

“Hyung!! Jangan bercanda, dimana yeoja itu?” Tanya Kyuhyun to the point.

“Dia tidak ada disini, kami akan bertemu saat makan siang di cafe J-Holic.”

“Mwoo??”

“Mommy juga ikut? Hmm~ berarti mommy akan lihat sendiri teman sekolah daddy dulu.” Ucap Minho dengan wajah polosnya membuat Kyuhyun terkejut.

“Apaaa??” Mata namja cantik itu melebar sempurna. “Te-teman sekolah?” Tanyanya lagi.

“Oo~oo~” Gumam Minho pelan lalu dengan cepat keluar dari ruangan itu.

Meninggalkan Siwon yang hanya bisa menggaruk lehernya yang tidak gatal sementara Kyuhyun menatapnya dengan tatapan membunuh.

“Baby…” Panggil Siwon.

“Siapa dia?” Tanya Kyuhyun dengan mata menyelidik.

“Hyung baru tahu dia teman di Senior High, baby.” Jelas Siwon.

“Siapa namanya?”

“Kim Crystal.”

“Mmm, pasti orangnya cantik, atau jangan-jangan…”

“Jangan-jangan apa?”

“Dia mantan pacarmu, hyung!?!” Mata bulat itu melihat Siwon dengan begitu menggemaskan membuat namja tampan itu tidak bisa marah namun tetap terkejut dengan tingkahnya.

“Mwooo? Ma-mantan?” Mata Siwon ikut melebar.

“Mantan pacarmu dulu, hyung.”

“Ba-baby, hyung tidak punya mantan, 1 pun tidak ada.”

“Itu aku tahu.” Wajah cantik itu kembali datar.

“Lalu?”

“Dia pasti yeoja dengan cinta bertepuk sebelah tangan.” Ucap Kyuhyun, ada nada bangga didalam suaranya.

“Mungkin, hyung tidak tahu.”

“Kenapa?”

“Sudah hyung katakan, saat itu hyung hanya berniat menunggu, setiap hari setiap waktu, tidak ada waktu bagi hyung untuk melihat mereka.” Jawab Siwon jujur.

Kyuhyun yang melunak hanya bisa menatap suaminya dengan wajah sumringah namun dengan senyum yang disembunyikan.

“Menungguku?”

“Neee~ menunggumu, setiap hari, setiap waktu hanya berharap agar segera bertemu, karena setelah sekian lama kau tidak juga kembali.”

“Mianhae~” Ucap Kyuhyun menundukkan wajahnya.

Siwon langsung tersenyum dan mengangkat dagu Kyuhyun dengan jemarinya, lalu menatap wajah cantik yang begitu memesona itu. Wajah yang sanggup membuat dunianya terbalik dalam sekejap hanya dengan tawanya, sedihnya dan bahagianya.

 “Jangan, jangan meminta maaf, semuanya terbayarkan.” Ucap Siwon. “Kau tidak akan pernah lepas lagi dariku, baby.” Lanjutnya lagi kemudian mendekatkan bibir mereka berdua.

“Aku tidak berharap.” Jawab Kyuhyun pelan sebelum bibir mereka saling bertautan dalam ciuman manis yang penuh cinta.

Siwon membelai pipi Kyuhyun perlahan sampai tangannya turun ke pinggang namja cantik itu. Sementara Kyuhyun yang terbawa perasaan semakin memperdalam ciumannya bahkan ia ingin memimpin ciuman lembut itu.

Sampai suara lenguhan Siwon terdengar membuat Kyuhyun tersenyum dalam ciumannya, kali ini ia sukses membuat Siwon terbuai dengan ciuman mereka. Biasanya dirinya yang harus menerima dan selalu kalah dalam ciuman itu.

Tapi kali ini…

“Omoo!!!” Seru Kyuhyun tertahan.

“Waeyo?” Tanya Siwon dengan senyum manisnya.

“Aiishh~ eotteokhae?? Aku kelepasan! Hyung!! Tutup bibirmu!! Cepat pakai plaster!! Palliwa!!” Panik Kyuhyun dengan sendirinya.

Sementara Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya karena ia sudah tahu maksud Kyuhyun dengan kelepasan. Namja cantik itu pasti sudah melukai bibirnya seperti yang biasa ia lakukan jika terlalu bersemangat.

“My baby is so passionate” Ucap Siwon dengan wajah tenangnya.

“Hyung!!”

“Ahahaha, I miss you sooo~” Siwon langsung menarik pinggang Kyuhyun dan kembali mengecup bibirnya dengan lembut dan membawanya dalam ciuman yang sama, penuh cinta dan perasaan.

Setelah beberapa detik Siwon melepasnya lagi namun tidak menjauhkan bibirnya dari wajah cantik kekasih dalam hidupnya itu. Siwon menyusuri tulang pipi Kyuhyun dengan bibir dan hidungnya dan perlahan menurun hingga keleher jenjang itu.

“Boleh kuberi tanda?”

“Dont!! Not here~” Jawab Kyuhyun dengan mata terpejam.

“Agar dia tahu, kau juga milikku.”

“H-hyung~”

Tanpa mendengarkan Kyuhyun, Siwon menyibak turtle neck huswifenya itu lalu mengecup leher putih itu dengan lembutnya. Namun perlahan semakin ia tekankan hingga Kyuhyun melenguh pelan dan Siwon melepaskannya.

“Tidak ada yang melihat.” Ucapnya kemudian.

“Pabboo!!” Protes Kyuhyun membuka matanya.

“Ahahaha~ kau ingin melanjutkan?”

“Choi Sajangnim!!”

“Hyung baru sadar, sudah lama tidak menyentuhmu.” Ucap Siwon tidak mendengarkan.

“Apa maksudmu?! Semalam bukan?!”

“Saat ada masalah, hyung tidak bisa mendekatimu.”

“Kita tidak mungkin bermanis-manis ria saat kesusahan.”

“Karna itu hyung merindukanmu, apa kau tidak baby?”

“Tidak!”

“Jinjja?”

“Nee~”

“Jinjja jeongmalyo??”

“Hyung!!”

“Nan neoreul bogoshiposo~ nae sarang.” Ucap Siwon dengan sungguh-sungguh membuat Kyuhyun kehilangan kata-kata.

Akhirnya namja cantik itu beringsut mendekat dan menyusupkan wajahnya dileher suaminya itu sambil menghela nafas panjangnya. Seolah semua beban lepas saat ia menyandarkan dirinya didada bidang yang selalu bisa menopangnya itu.

“Apa aku harus mengucapkannya?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Tentu saja, baby.”

“Tapi kau bisa merasakannya, bukan?”

“Mmm, bisa.” Angguk Siwon cepat.

“Keureonikka, jangan tanyakan hal seperti itu, aku tidak bisa menjawabnya.”

“Aaah~ sesekali perasaan memang harus diungkapkan, baby~ agar lebih terasa.”

“Arraseo~” Kyuhyun semakin menyusupkan dirinya dalam dekapan hangat Siwon sambil melingkari lengannya dipinggang namja tampan itu.

Mereka berpelukan sambil menikmati kehangatan mereka masing-masing tanpa tahu dibalik pintu ruangan itu dua orang sedang memperhatikan mereka dengan takjub.

“Apa uncle bilang~” Hyukjae berkata dengan bangganya. “Cinta mereka terlalu kuat untuk dipatahkan.”

“Mino tahu.” Jawab Minho dengan wajah bahagianya.

“Kita lihat saja apa yang terjadi nanti, jangan merasa tertekan karena orang tua Mino itu ditakdirkan untuk bersama. Seperti uncle dan Uncle Hae.” Ucap Hyukjae dengan mata menerawang.

“Gomawo Appa.”

“Mwoo??” Mata Hyukjae mengerjap sempurna.

“Ahahaha, Minnie itu istriku appa.” Jawab Minho sambil berjalan menjauh dari Hyukjae. “Jangan memberinya pada orang lain.”

“Mwooo?? I-is-istrimu?? J-j-jinjja??”

“Kami akan menikah~” Seru Minho dengan riangnya.

“Yuhuuu, Hae-ah~ kita kayaaa~” Teriak Hyukjae sambil melompat kegirangan dan kembali ke ruangannya.

**

Siang hari pun menjelang.

Dua mobil mewah milik keluarga Choi terlihat memasuki sebuah Coffee Shop yang terletak di Myeondong dengan nama J-Holic. Cafe itu diketahui sebagai milik seorang namja yang dikenal dengan nama Kim Jaejong, personil Boyband Korea yang berpusat di Jepang, JYJ.

Selanjutnya empat namja tampan pun turun darisana dengan penampilan yang begitu memesona walau hanya memakai jas kerja mereka. Siwon salah satunya, langsung melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan memasuki bangunan tersebut.

Dibelakangnya Hyukjae juga merangkul bahu keponakannya lalu masuk kesana dengan senyum gummy smilenya. Karena cafe itu berpusat dilantai 3 dan 4 bangunan, mereka pun segera menaiki lift yang ada disana.

“Dimana dia?” Tanya Siwon begitu mereka tiba didepan pintu kaca yang bertuliskan Holic Soul.

“Lho? Kau tidak kenal lagi, hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak, hyung tidak ingat yang mana.” Jawab Siwon dengan wajah polos membuat smirk Kyuhyun terukir.

“Mmm, aku sudah reservasi, tempat kita diatas.” Ucap Hyukjae.

“Selamat datang~” Sapa salah satu waiter disana. “Atas nama tuan Choi?”

“Ne!!”

“Silahkan, tamu anda sudah menunggu.”

“Ah, terima kasih.” Siwon tersenyum ramah lalu mengikuti yeoja itu menuju lantai 4.

Dilantai 4 suasananya terlihat lebih lengang dan lebih nyaman, tidak banyak yang duduk disana. Sangat pas untuk mengadakan pertemuan atau meeting bersama rekan kerja. Disudut ruangan terdapat meja dengan 5 kursi yang sudah diatur khusus untuk pertemuan mereka.

Dan disana seorang yeoja cantik terlihat sedang duduk dengan menyilangkan kakinya sambil melihat-lihat majalah kecantikan. Begitu seriusnya sampai ia tidak menyadari empat namja tampan itu mendekatinya.

Atau karena ia terlalu asyik mendengar suara emas milik Kim Jajeong yang lagunya diputar memenuhi dua lantai Cafe tersebut.

“Mm, selamat siang~” Sapa Hyukjae pertama kali.

Yeoja cantik itu langsung berpaling dan melihat mereka dengan seksama, sesaat kemudian ia langsung berdiri dan membalas sapaan mereka dengan sopannya. “Ahh, selamat siang.” Ucapnya menundukkan kepala beberapa kali.

“Aku Hyukjae, Kau ingat? Aku GM dari WK interprise.” Ucap Hyukjae mengulurkan tangannya. “Dan ini Choi Minho, yang mengundangmu untuk acara besok.”

“Ahh, selamat siang, aku Crystal, Kim Crystal.” Jawab Yeoja cantik itu menyalami Minho.

Kemudian ia pun berpaling melihat dua namja dibelakang mereka dan langsung tersipu begitu ia mengenali wajah tampan Siwon.

“S-siwon-ssi…” Ucap Crystal cepat.

“Ahh, Ne, kau pasti ingat Siwon.” Hyukjae memulai basa-basinya.

“Apa kabar, Si-siwon-ssi?” Tanya Crystal gugup sambil mengulurkan tangannya yang segera disambut Siwon.

“Baik, tidak disangka bertemu kembali, ahh, kenalkan~” Siwon berpaling melihat Kyuhyun.

“Choi Kyuhyun.” Jawab Kyuhyun cepat dan menyambut uluran tangan Crystal.

“C-crystal.” Jawabnya. “C-c-choi…ma-maksudnya??” Tanya Crystal dengan wajah bingung.

“Ahh, maaf~ ini istriku, dan Minho anak pertama kami.” Jawab Siwon dengan bangganya.

Namja tampan itu tersenyum pada huswifenya namun tidak melihat wajah shock yeoja cantik itu didepannya. Hyukjae yang mencium gelagat tidak baik langsung mencairkan suasana dengan mengajak mereka untuk duduk.

Dengan sangat sopannya Siwon menarik kursi untuk Kyuhyun hingga namja cantik itu duduk dengan manisnya. Lalu ia pun duduk disampingnya setelah memberi huswifenya itu senyuman manis yang memesona.

“Mmm, apa bisa kita mulai?” Tanya Minho ikut mencairkan suasana disana.

“Ahh, baik, aku sudah membaca email-mu dan akan mempertimbangkannya, boleh aku lihat susunan acaranya?” Tanya Crystal langsung kembali bersikap profesional.

“Ini, silahkan.” Minho menyerahkan File acara itu.

“Crystal, apa yang kau geluti sekarang?” Tanya Hyukjae.

“Ahh, ani~ tidak banyak, aku hanya masih menjadi host pada acara-acara penting.”

“Prestasimu sangat membanggakan, Miss Korea.”

“Mantan, Hyukjae-ssi.” Jawab Crystal dengan pipi merona.

“Walau begitu, kau sudah dikenal seluruh dunia.”

“Lalu bagaimana dengan kalian? Siwon-ssi?” Tanya Crystal tidak peduli pada Hyukjae karena sedari tadi namja tampan itu sibuk bersama istrinya.

“Aku? Mmm, aku hanya bermalas-malasan di kantor, karna ada Hyukjae hyung yang melakukan semuanya.” Jawab Siwon dengan senyum dimplenya.

“Itu benar.” Jawab Hyukjae.

“Aku baru kembali dari luar negeri, tapi namamu selalu disebut-sebut dalam dunia bisnis bahkan hiburan, apalagi sekarang saat putramu ikut bergabung dalam perusahaan, kau sangat hebat, Siwon-ssi.”

“Ah, itu karna aku punya mereka yang sangat berharga.” Jawab Siwon melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan menatap Minho dengan bangga.

“Aku terima kerja sama ini, managerku sudah mengatur jadwalku.”

“Sungguh?”

“Nee, aku ingin membantu, semoga acara ini sukses.” Ucap Crystal melihat Minho yang tersenyum sumringah.

“Gomawo Crystal-ssi, gamsahamnida.” Jawab Minho.

“Soo~ sejak kapan kau menikah, Siwon-ssi?” Tanya Crystal tiba-tiba melenceng dari pekerjaan.

Siwon dan Kyuhyun saling bertatapan sekilas lalu berpaling melihat yeoja cantik yang terlihat penasaran itu.

“Kami menikah setelah aku lulus Senior High.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Jinjja? Dimana kalian bertemu?”

“Sejak umurku 5 tahun, aku bertemu dengannya ditaman.” Jawab Kyuhyun lagi.

“……” Crystal kehilangan kata-kata. “Se-selama itu?”

“Ne~”

“Jadi…dia namja yang seluruh sekolah tahu kau menunggunya?” Tanya Crystal memastikan.

“Ne, Kyuhyun pergi ke New York saat 5 tahun dan kembali lagi saat sudah lulus, tidak lama setelah itu kami menikah, dan sudah memiliki 3 permata berharga.” Jelas Siwon dengan senangnya.

“Permata? Maksudnya anak-anak?”

“Ne, Minho yang pertama, yang kedua kembar dan sekarang berada di Senior High School tahun pertama.”

“Berapa lama aku menghilang?” Gumam Crystal tanpa sadar.

“Ne?” Tanya Hyukjae yang mendengarnya.

“Aku meninggalkan korea setelah lulus dan tidak ingin mendengar apapun tentangmu, karena hatiku patah.”

“Maksudmu?” Tanya Kyuhyun.

“Ahh, lupakan, itu masa lalu.” Jawab Crystal cepat. “Baiklah, aku akan melihat lokasinya besok, untuk sekarang senang bekerja sama dengan kalian.”

“Ahh, kami juga, sampai ketemu besok, gamsahamnida.” Minho menjabat tangan Crystal dengan cepat lalu diikuti Hyukjae, Siwon dan Kyuhyun.

Dengan cepat yeoja cantik itu pun pergi meninggalkan para namja tampan itu membuat mereka melihatnya dengan kening berkerut.

“Ahh, dia ingin mengingat masa lalu, tapi kenapa menyuruhku melupakannya?” Tanya Kyuhyun.

“Baby~”

“Waeyo?”

“Gomawo sudah ada disini daddy, mommy.” Ucap Minho cepat.

“Kami tidak melakukan apa-apa.” Jawab Siwon dan Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Semuanya beres? Tidak ada ganjalan?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak mommy, kita tinggal gladi bersih untuk lusa, sekarang Mino harus pergi.”

“Pergi kemana?”

“Mm, ada yang harus Mino beli, bye~” Minho mengecup pipi mommy-nya dengan cepat lalu segera pergi darisana.

“Siwon, Crystal berusaha mendekatimu, kau tidak sadar?” Tanya Hyukjae tiba-tiba membuat kedua namja itu langsung menatapnya tajam.

“Mati kau hyung.” Ucap Kyuhyun.

“Kyunnie, tunggu dulu, kau lihat sendiri, aku yang bertanya dia beralih pada Siwon, sepertinya dia hanya ingin bertemu dengan Siwon.”

“Hyung…” Panggil Siwon dengan wajah memelas.

“Baiklah, aku pulang dulu ne? Hae-ah menungguku.” Hyukjae langsung berlari kecil keluar dari cafe itu dan turun kebawah mengikuti Minho.

“Kita pulang baby?”

“Ne, aku meninggalkan Sulli terlalu lama.”

“Kajja~”

“Besok juga aku ikut ke kantor.”

“Mwooo???”

Keesokan harinya.

Pagi hari di mansion keluarga Choi terlihat ceria seperti biasa dengan maid yang tersebar diseluruh penjuru ruangan megah itu. Sementara anggota keluarga yang sudah berkumpul diruang tengah.

“Mino tidak sarapan?” Tanya Ryeowook saat melihat putranya akan pergi.

“Mino sarapan disana, umma.”

“Andwae!! Chakkaman!!” Jawab Kyuhyun. “Ahjumma, bekal untuk Mino.” Ucapnya.

“Sudah siap, Samonim.”

“Ahh, ahjumma is everything~” Seru Minho langsung menghambur memeluk wanita tua itu.

“Ahahhaha, tuan muda~ sampai disana langsung sarapan, arrachi?”

“Ne, gomawo~” Jawab Minho lalu beralih memeluk mommy dan daddy-nya, kemudian ummanya.

Baru kemudian ia berlari menuju pintu depan dan masuk ke dalam mobilnya yang sudah dihidupkan. Tidak berapa lama ia pun segera keluar dari halaman istana megahnya.

“Kyu, kau pergi juga?” Tanya Ryeowook pada dongsaengnya itu.

“Eumh!! Aku ingin melihat prosesnya.”

“Proses atau ‘proses’ mommy??” Tanya Sulli terlihat mendekati mereka bersama maidnya.

Kyuhyun langsung melayangkan death glarenya pada putri cantik itu sementara Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Culli tidak apa-apa mommy pergi?” Tanya Suho.

“Ani, gwenchana, mommy cuma sebentar~ lagipula hari ini lebih baik mommy bersama daddy daripada sulking seharian dirumah.”

“Princess~” Kyuhyun semakin memicingkan matanya.

“Ahahaha, arraseo~” Jawab Suho lalu bocah itu melihat sekelilingnya. “JongIn hyung, eoddiseo?” Tanyanya.

Ryeowook langsung berpaling melihat Suho dengan seribu kata diwajahnya, seperti ada sesuatu yang dipikirkan namja imut itu. “Untuk apa, babyboy?” Tanyanya kemudian.

“Mm, Cuo mau diantar hyung, umma.”

“Hoo, Kris tidak menjemput?” Tanya Kyuhyun kali ini dengan wajah riang.

“Kris hyung sibuk mommy.”

“Ahh, geuraeso~ JongIn chagi~ antarkan Cuo~” Seru Kyuhyun dengan nada yang begitu bahagia.

Ryeowook hanya bisa terdiam melihat putra tampannya turun dari lantai dua rumah besar itu. Sudah beberapa hari ini mereka memang menginap dirumah besar karena kejadian Sulli. Dan ditengah-tengah kesibukannya disana ia masih sempat berbagi cerita dengan putranya.

“Apa kau serius, nak?” Gumam Ryeowook pada dirinya sendiri.

“Kajja~ kita pergi~” Ajak JongIn begitu tiba dibawah.

Namja tampan itu sempat melihat umma-nya dan menyunggingkan senyum terbaiknya kemudian segera merangkul Suho dan pergi darisana.

“Kenapa Wookie?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Huh? Wae? Aku?”

“Ada yang kau pikirkan?”

“Tidak, aku siapkan cemilan.” Jawab namja imut itu langsung berbalik menuju dapur.

Kyuhyun yang curiga terus menatap hyung kecilnya itu sampai menghilang dibalik pintu. Kemudian ia pun kembali duduk disisi Siwon dan merebahkan badannya disisi namja tampan itu yang sedang membaca koran.

“Ada apa, hm?” Tanya Siwon melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun.

“Ada sesuatu dengan Ryeowookie.” Jawab Kyuhyun sambil menggenggam tangan suaminya itu diatas perutnya.

“Sesuatu? Wookie ada masalah?” Tanya Siwon lagi.

“Aku harus menyelidikinya.”

“Ahahaha, baiklah~ hati-hati.”

“Memangnya aku mau kemana? Perang?” Tanya Kyuhyun memutar bola matanya.

“Ahahaha, bukan begitu~” Siwon menyimpan korannya dan beralih melihat huswifenya itu. “Ada masalah yang bisa diceritakan pada orang lain, ada juga masalah yang tidak bisa dikatakan pada siapapun.”

“Tapi kita kan keluarga hyung, mungkin saja kita bisa membantu.”

“Seberapa pun dekat seseorang hingga bisa mengatakan segalanya tapi tetap ada sedikit yang ingin disimpan untuk sendiri.”

“…..”

“Karna itu kita tidak bisa memaksakan keinginan kita jika ia memang tidak ingin. Lagipula Ryeowookie akan selalu berbagi dengan kita, tunggu saja saatnya, jika saat ini ia masih ingin menyimpannya, mungkin ia ingin menyelesaikannya sendiri.”

“Hyung…” Panggil Kyuhyun setelah lama terdiam.

“Ne?”

Secepat kilat Kyuhyun mengecup bibir namja tampan suaminya itu lalu beralih melihat hp-nya. Namun tidak lupa dengan pipi yang merona dan senyum yang disembunyikan. Sementara Siwon yang tidak menyangka ciuman itu hanya bisa menganga dengan mata mengerjap.

Keduanya tidak tahu ada seseorang dibalik pintu ruang makan sedang mendengarkan mereka. Ryeowook tersenyum manis sambil menggelengkan kepalanya lalu segera keluar darisana membawa piring berisi cemilan untuk mereka.

**

Dan jam pun berlalu hingga waktu siang tiba, Siwon dan Kyuhyun juga sudah tiba ditempat kerja Minho. Kesibukan terlihat disana-sini didepan halaman sekolah itu karena panggung utama hampir selesai dibangun.

“Siwon-ssi…” Sapa Crystal begitu melihat Siwon.

“Hai, selamat siang~” Jawab Siwon mengulurkan tangannya.

“Kau datang? Sendirian?” Tanya Crystal lagi.

“Ani, aku bersama istriku.” Jawab Siwon sambil menunjuk Kyuhyun yang sedang bersama putra mereka.

“Ahh, ada yang ingin kudiskusikan.”

“Oh, boleh, tentang apa?” Tanya Siwon dengan wajah seriusnya.

Namja tampan itu berdiri dengan dua tangan yang tersampir disakunya, hanya begitu saja ia terlihat begitu memesona. Crystal tidak pernah bisa memalingkan wajahnya dari wajah tampan yang berada didekatnya itu.

Tiga tahun memendam cinta sepihaknya tanpa diketahui namja tampan itu sendiri. Kemudian bertahun-tahun mencoba melupakan dan melanjutkan hidup sampai akhirnya mereka dipertemukan kembali.

Apa ini takdir?

“Tidak, takdirnya ada disana.” Gumam Crystal sambil berpaling melihat Kyuhyun. “Tapi aku hanya…”

“Ada yang salah?” Tanya Siwon tiba-tiba membuyarkan lamunannya. “Apa kau baik-baik saja?”

“Ahh, ne~ gwenchana, ini…” Crystal langsung menyerahkan file ditangannya pada Siwon.

Dan mereka pun membahas apa yang dirasa kurang untuk acara pembukaan besok. Sebagai MC acara, ia harus benar-benar memahami setiap detail dalam acara tersebut.

Minho sangat senang melihat kedua orang tuanya ada didekatnya, bahkan Kyuhyun terlihat sedang membahas sesuatu dengan pekerja disana. Mereka semua terlihat sibuk dan benar-benar fokus pada persiapan acara pembukaan itu.

Namun satu hal yang terlihat aneh dan juga lucu bagi Minho yang menyaksikan semuanya. Siwon daddy-nya terlihat senang membantu siapa saja, bahkan ia selalu memberikan senyum terbaiknya saat Crystal selalu meminta bantuannya.

Saat Siwon menjauh dan kembali pada Kyuhyun, yeoja cantik itu kembali memanggilnya. Hal itu terus berulang sampai beberapa kali dan jelas terlihat bahwa yeoja cantik itu ingin Siwon melihat dan memperhatikannya secara lebih.

Tapi hal itu tentu saja tidak menyenangkan, sangat tidak menyenangkan bagi seseorang yang sifat cemburunya diatas normal. Dan orang itu adalah Kyuhyun, tentu saja namja cantik itu tidak pernah senang melihat Siwon berada didekat mantan Miss Korea itu atau yeoja manapun.

“Yaaah!! Itu suamiku!!” Ucap Kyuhyun akhirnya kesal.

Minho langsung berpaling melihat kearah yang sama dan ia tidak bisa menyembunyikan tawa kecilnya. “Aku tahu pasti akan seperti ini.” Gumamnya pelan.

“Mom…” Panggil Minho kemudian.

“Ne?”

“Your love, right?” Tanyanya sambil melihat Siwon daddy-nya.

“Absolutely.” Jawab Kyuhyun tidak bisa terbantahkan.

Dengan itu Minho langsung berjalan mendekati daddy-nya dan Crystal, detik selanjutnya Siwon berpaling melihat arah Kyuhyun. Tidak perlu menunggu lama, namja tampan itu langsung berbalik dan berjalan dengan santainya menuju cinta dalam hidupnya itu.

Kyuhyun yang memasang wajah coolnya itu tidak bisa menyembunyikan senyuman manis atau bahkan terlihat seperti smirk kemenangan terpatri dibibirnya.

“My baby~” Sapa Siwon dengan senyum dimplenya.

“Kau senang, hyung?”

“Tentu saja.” Jawab namja tampan itu dengan wajah senang membuat Kyuhyun memberinya deatyh glare mematikan. “Hyung senang melihatmu, Sweetheart~”

Namja tampan itu langsung melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan mendekatkan mereka. Hingga wajah mereka saling berdekatan dan saling bertatapan dengan senyum Kyuhyun yang disembunyikan.

Semua mata yang ada disana tentu saja melihat dan tidak bisa untuk tidak tersenyum, bahkan banyak yang berpaling melihat kearah yang lain karena malunya. Dan orang itu termasuk Crystal namun ia tidak bisa berpaling melihat pasangan paling sempurna itu.

“Mianhae, mommy-ku tidak pernah bisa jauh dari daddy.”

“Oh? Ne? Aaa-aarraseo.” Crystal melihat Minho dengan senyum yang dipaksakan.

Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa selain melanjutkan diskusi mereka dan meninggalkan pasangan itu yang kini terlihat sibuk bercanda dan tertawa dengan bahagianya. Ia memilih untuk fokus pada pekerjaannya.

Dan jam berlalu dengan sendirinya hingga tiba waktu makan siang, Siwon memesan makanan untuk mereka semua dan makan siang bersama disana.

Disaat seperti ini, kebiasaan namja tampan itu yang sangat memperhatikan huswife cantiknya tidak bisa diubah. Siwon dengan senangnya memilih makanan dan memberinya pada Kyuhyun bahkan tanpa segan menyuapi namja cantik itu.

Sementara Minho duduk bersama Crystal karena Hyukjae tidak ada disana untuk menemani tamu mereka. Sesekali tatapan Crystal tetap tertuju pada pasangan didepannya. Minho harus dengan cermat mengalihkan perhatian yeoja cantik itu dari kedua orangtuanya.

Dengan ramahnya Minho mengajak Crystal berbicara bahkan dengan baik hati mengambil makanan untuk tamunya itu. Sedikit banyak usaha Minho berhasil dan yeoja cantik itu lebih bisa menikmati suasana diantara mereka.

Namun tiba-tiba suara seseorang membuat Minho terdiam dan tangannya pun ikut terhenti.

“Hyung?” Panggil Taemin tidak jauh dari mereka.

“Mi-minnie?” Tanya Minho tidak percaya.

Dibelakang namja manis yang akan menjadi kekasihnya itu berdiri JongIn yang hanya bisa menaikkan bahunya. Dengan cepat Minho berdiri dan menghampiri teman sepermainannya itu.

“Kalian datang?” Tanyanya.

“Taemin ingin melihatmu, hyung.” Jawab JongIn cepat.

“J-jinjja??” Tanya Minho lagi.

Namun Taemin hanya melihat namja yang sangat dicintainya itu tanpa berkedip. Kemudian berpaling melihat Crystal dengan ekspresi yang tidak dapat dibaca.

“Minnie…” Panggil Minho.

“Dia siapa?” Tanya Taemin.

“Ahh, Kim Crystal, dia bintang tamu acara besok sekaligus akan jadi MC-nya.” Jelas Minho dengan senyum terbaiknya.

“Hmm~” Gumam Taemin lalu berpaling melihat Siwon dan Kyuhyun.

Namja manis itu langsung berjalan melewati Minho untuk menyapa orangtua kekasih hatinya itu. “Annyeong mommy, daddy~” Sapa Taemin sambil mengangukkan kepalanya sekilas.

“Ayo makan Minnie~” Jawab Kyuhyun.

“Ne, mom.” Taemin mengganggukkan kepalanya lalu segera duduk ditempat Minho sebelumnya.

Namja manis itu berpaling melihat Crystal dan menyunggingkan senyum ramahnya sambil mengulurkan tangan. “Annyeong~ Aku namjachingunya Minho.”

Ucapan Taemin itu langsung membuat mata Minho membesar sementara JongIn tidak bisa menahan tawa kecilnya. Sedangkan Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya saat Kyuhyun menganggukkan kepala tanda setuju.

“Kalian akan jadi mommy dan menantu yang serasi.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun langsung menatapnya.

“Mwoga?” Tanya Kyuhyun tidak peduli.

“Ani, ayo makan.” Jawab Siwon langsung menyuapinya lagi.

Kemudian Minho dan JongIn pun bergabung bersama mereka dan makan siang dengan suasana canggung dan sangat aneh menurut JongIn. Kedua pasangan didepannya itu saling menunjukkan kemesraan sekaligus kepemilikan.

Iya, Kyuhyun dan Taemin sama-sama menunjukkan kepemilikan mereka atas Siwon dan Minho, pasangan mereka. Crystal yang tidak mengerti hanya bisa menatap iri namun tidak bisa mengatakan apa-apa.

Bahkan saat acara makan selesai mereka kembali bekerja dan ia kembali berusaha mendekati Siwon. Tapi sayang Kyuhyun lebih dulu mengajak suami tampannya itu pulang dengan segera.

Apa yang tidak dilakukan Siwon untuk Kyuhyun? Namja tampan itu akan meninggalkan segalanya untuk namja cantik huswifenya.

“Hyung, kenapa kau dekat-dekat dia?” Tanya Taemin setelah orangtua mereka pulang dan Crystal menjauh.

“Huh? Siapa?” Tanya Minho pura-pura bodoh.

“Yeoja itu, aku tahu dia cantik tapi kau tidak bisa tebar pesona begitu hyung!!” Protes Taemin dengan kening berkerut.

“Ehei~ ada yang cemburu!!” JongIn berseru senang.

“C-cemburu?” Tanya Minho lagi dengan wajah tidak percaya.

“Ani!! Aku tidak cemburu!!” Bantah Taemin cepat namun pipi putihnya merona.

“Cemburu? Pada Crystal? Omooo~” Minho memasang wajah jenaka sambil memnyembunyikan senyumnya.

Sementara Taemin hanya bisa memberi kekasihnya itu death glare yang mematikan. Namun langkah namja imut itu berikutnya seketika membuat mata Minho dan JongIn hampir keluar dari sarangnya.

Taemin mendekati Minho dan menarik kerah namja tampan itu hingga wajah mereka saling berdekatan. Bahkan Minho menahan nafasnya karena mengira namja imut itu akan memukulnya, tapi yang terjadi Taemin hanya menatapnya tajam.

“Untuk bersamamu hyung, aku sudah cukup bersaing mendapatkan hati Sulli lebih dulu, jangan menambah sainganku yang lain bahkan sebelum kita resmi menjadi pasangan kekasih.”

Minho hanya bisa menatap wajah imut didepannya itu dengan takjub, kata-kata yang belum pernah didengar Minho sebelumnya. Taemin tidak pernah mengatakan apa yang dirasa dan dipikirkannya. Tapi ini…

“Aku sudah pernah mengatakannya bukan?” Tanya Minho mengambil tangan Taemin dikerahnya. “Setelah proyek ini selesai aku ingin mengatakan sesuatu.”

“Huh, aku lupa.” Jawab Taemin sinis.

“Aku menemani Crystal karena tidak ingin mommy yang cemburu.” Ucap Minho akhirnya.

“Maksudnya??”

“Kau pikir untuk apa mommy disini, disaat Sulli ada dirumah?” Tanya Minho membuat pikiran Taemin berputar dan Minho melihatnya dengan senyum nakal.

“Karna yeoja itu?”

“Ehhm.” Angguk Minho cepat.

“Mommy tidak mau yeoja itu dekatin daddy.” Ucap Taemin setelah mengerti maksud Minho. “Seharusnya aku tahu!!” Lanjutnya kemudian. “Mommy memang sesuatu.”

“Mommy?” Tanya Minho dengan mata menyelidik.

“Huh?” Taemin mengerjap bingung.

“Kau memanggilnya mommy Minnie bukan momkyu.” Jawab JongIn.

“Memangnya kenapa?” Tanya Taemin masih tidak mengerti.

“Kau ingin cepat-cepat masuk Istana Choi, geuchi?”

“Mwooo??” Pipi Taemin langsung merona dengan indahnya membuat dua namja didepannya tertawa senang.

“Ahahaha, ayo pulang~ besok hari yang melelahkan.”

“Aku akan menjemput Suho.” Ucap JongIn tiba-tiba.

“Lho!! Dia belum pulang jam segini, masih latihan basket.”

“Aku akan menunggunya.”

“Ahh, baiklah.”

“Sampai jumpa dirumah.” Jawab Minho lalu menarik Taemin menuju mobilnya.

Dan mereka pun berpisah ditempat itu dengan Minho menuju rumah Taemin mengantar namja imut itu sementara JongIn menuju sekolah Suho.

Senior High School terkenal itu tidak pernah sepi dari muridnya yang berlalu lalang melakukan kegiatan ekstra mereka. Salah satunya namja imut nan menggemaskan keturunan Choi, saat ini ia terlihat sedang latihan basket.

Namun saat melihat JongIn masuk ke lapangan basket, namja imut itu langsung berhenti dan mendekati hyungnya.

“Hyung? Waeyo?” Tanyanya.

“Ani, hyung datang menjemputmu.” Jawab JongIn sambil mengacak rambut dongsaeng kesayangannya itu.

“Tapi ini belum waktunya pulang.”

“Hyung akan menunggu.”

“Ahh, jinjjayo? Gomawo!! Aku latihan lagi.”

“Ne, hyung tunggu disini.” Jawab JongIn lalu duduk di kursi penonton yang ada dilapangan luas itu.

Dan dua jam berlalu dengan sendirinya, JongIn tidak pernah mengeluh menunggu Suho disana karena akhirnya ia juga diajak bermain basket bersama teman-teman Suho yang lain.

Menjelang sore barulah keduanya pulang kerumah dan mendapati semua keluarga sudah berkumpul diruang keluarga. Ryeowook yang pertama melihat mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya dan meminta keduanya untuk segera membersihkan diri.

Setelahnya keluarga besar itu pun menghabiskan waktu mereka dalam kebahagiaan.

Hingga Keesokan harinya.

“Hyung, nanti siapa yang jemput Suho?” Tanya putra kedua istana Choi pada hyungnya.

Saat ini mereka sedang menikmati sarapan pagi dengan nikmatnya., karena Suho harus sekolah, ia tidak bisa menghadiri acara pembukaan itu sejak awal.

“Hyung akan menjemputmu, tenang saja.” Jawab JongIn.

“Jinjja? JongInnie?” Tanya Minho.

“Iya hyung, aku ada kuliah jadi sekalian.”

“Minnie juga?”

“Ne~”

“Baiklah, Suho kuserahkan padamu.” Ucap Minho dengan tenang membuat Suho langsung memutar bola matanya. “Tapi aku sudah lama tidak melihat Kris.”

“Kris hyung sibuk, dia kan sudah kelas 3.” Jawab Suho cepat.

“Jadi Suho tidak mau ganggu dia dengan menjadi sopirmu?”

“Hyung~” Mata bulat Suho mendelik tajam pada hyung kesayangannya itu membuat yang lain tertawa dengan riangnya.

“Kalian sudah mau pergi?” Tanya seseorang dibelakang mereka.

“Daddy~” Sapa mereka bersamaan.

“Semangatnya pagi-pagi~” Ucap Kyuhyun dibelakang Siwon yang tentu saja menggandeng tangannya.

“Mommy saja yang nggak bisa bangun pagi~” Ucap Sulli membuat tatapan tajam Kyuhyun melayang padanya.

“Cerewet!”

“Kami pergi dulu, daddy, mommy.” Ucap JongIn langsung menarik tangan Suho lalu memeluk kedua orang tuanya itu sekilas.

“Hati-hati JongIn, babyboy mommy.” Ucap Kyuhyun membuat Suho kembali mendelik tajam.

“Kapan Cuo dewasa hyung?” Tanya Suho dengan kening berkerut.

“Sampai Cuo jadi Suho.” Jawab JongIn mengacak rambut bulat kecoklatannya itu.

Jika saja rambut itu tidak lembut dan wangi tentu saja Suho akan mengacak wajah hyungnya itu karena membuat rambutnya berantakan. Tapi karena lembutnya, apapun yang mereka lakukan rambut itu akan kembali ke bentuk semula.

“Cuo, baby…” Panggil JongIn tiba-tiba berhenti dipintu mobilnya.

“Ne?” Suho juga ikut berhenti padahal ia sudah membuka pintu depan. “Hyung, baby nama kecil mommy.” Ucapnya dengan kening berkerut.

“Ahh, arra~ mmm, hyung mau tanya apa Cuo serius sama Kris?” Tanya JongIn yang membuat Suho sedikit tersentak.

“Ma-maksudnya, hyung?”

“Apa Cuo serius mau sama Kris? Ma-maksudnya se-sebagai namjachingunya.”

“Mwoo?? Hyung!!” Pipi Suho yang langsung merona tidak bisa disembunyikan. “Ke-kenapa…i-itu…”

“Hyung hanya ingin tahu.” JongIn menggaruk lehernya yang tidak gatal saat melihat wajah imut dongsaengnya menjadi gugup.

“Ahh, itu…seperti mommy bilang, Cuo masih kecil jadi…” Suho berhenti sesaat untuk melihat wajah hyungnya yang berseri. “Cuo belum memikirkan kearah sana, tapi iya, Cuo suka Kris hyung, tapi lagi Cuo tidak akan memikirkan hal itu sampai Suho benar-benar dewasa.”

“Ji-jinjja?”

“Nee, seperti Mino hyung, sampai sekarang Minnie hyung belum dapat kejelasan hubungan mereka, padahal bertahun-tahun mereka terlihat jelas bersama.” Ucap Suho jelas.

JongIn tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya mendengar pernyataan itu, selama ini diam bukan berarti Suho tidak tahu apa-apa. Namja imut yang selalu polos dan menggemaskan itu selalu tahu apa yang terjadi disekitarnya.

“Mino hyung pasti memikirkan waktu yang tepat untuk menjelaskan dan menetapkan hubungan mereka, karena Mino hyung ingin jadi yang terbaik untuk mommy dan daddy terlebih dulu, setelah itu barulah ia akan jadi yang terbaik untuk namjachingu-nya.”

“Dan sekarang semuanya terwujudkan, pasti Minnie hyung akan sangat bahagia.” Ucap Suho dengan senyum riangnya. “Begitu juga Cuo, Cuo akan jadi yang terbaik untuk mommy dan daddy setelah itu barulah Cuo memikirkan namjachingu yang terbaik.”

“…….”

Mulut JongIn menganga lebar mendengarkan penjelasan panjang dan detail itu dari seseorang yang tidak pernah berbicara banyak. Mereka selalu menganggap Suho polos dan tidak lebih dewasa dari Sulli, tapi sebenarnya Suholah yang paling dewasa.

“Cuo sudah besar.”  Ucap JongIn setelah beberapa saat.

“Suho memang besar, hyung!!”

“Baiklah, hyung akan menunggu.”

“Mwoo??”

“Dasar brother complex!”

“Yee??” Mata Suho membesar sempurna.

JongIn hanya tertawa senang kemudian masuk ke mobilnya diikuti Suho, lalu mereka pun segera pergi darisana. Seseorang yang terus memerhatikan mereka dari dalam hanya bisa mendesah pasrah kemudian ia pun kembali ke dalam rumah.

“Mereka sudah pergi, Wookie-ah?” Tanya Kyuhyun melihat Ryeowook masuk.

“Ne, baru saja, kita pergi jam berapa?” Ryeowook balik bertanya.

“Jam 10 acaranya umma.” Jawab Minho.

“Ohh, nee~ umma pulang dulu, Kyu..” Ryeowook menganggukkan kepalanya sekilas lalu segera keluar dari rumah itu.

Kyuhyun hanya bisa diam melihatnya dengan seribu kata yang ingin diucap, namun perkataan Siwon sebelumnya membuat namja cantik itu menggelengkan kepalanya.

“Awas saja kalau dia diam.” Gumam Kyuhyun dengan bibir yang mengerucut tidak jelas.

“Waeyo mommy?” Tanya Minho.

“Ahh, ani, gwenchana~” Jawab Kyuhyun memberi senyum terbaiknya pada Minho lalu berpaling melihat Sulli. “Sana siap-siap, mommy tahu Culli yang paling lama.”

“Mwooo?? Tidak mungkin!!” Bantah Sulli cepat

“Ahahhaha, mommy benar, Sana~ hadiah oppa sudah ada di kamar.” Jawab Minho.

“Mwoo?? Jinjjaaa?? Unnieeee~” Panggil Sulli pada dua maid kesayangannya.

Langkah kaki langsung terdengar dari belakang dan menampilkan dua yeoja cantik dengan gaun maid mereka terlihat terengah-engah. “W-waeyo princess? Dimana? S-sakitnya?” Tanya mereka.

“Aiihhh, Culli tidak boleh begitu.” Jawab Minho. “Dia hanya ingin ke kamar.”

“Ahh, geurayo~ kajja~”

“Mommy, daddy eoddini?” Minho melihat sekeliling ruangan.

“Itu~” Jawab Kyuhyun menunjuk kearah tangga.

Diatas tangga lantai 3 daddynya sedang turun dengan santainya memakai pakaian kantornya. Dengan kening berkerut Minho melihat langkah kaki daddy-nya itu, lalu berpaling melihat Mommy-nya.

“Kenapa?” Tanyanya tanpa sadar.

“Apanya?” Kyuhyun balik bertanya.

“Kenapa mommy tahu, padahal mommy tidak melihat.” Tanya Minho tidak percaya.

“Ohh, Mommy dengar langkahnya tadi.”

“Tapi Minho tidak dengar.”

“Huh? Tidak?” Tanya Kyuhyun dengan mata bulatnya.

“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Siwon sudah tiba disana.

“Ahh, ani…” Jawab Kyuhyun.

“Mommy tahu daddy sudah turun padahal langkah daddy tidak terdengar.” Jawab Minho dengan kening berkerut.

“Ahh, itu karna kami sudah sehati, babyboy~” Jawab Siwon cheesy seperti biasa membuat Kyuhyun memutar bola matanya. “Kami akan selalu tahu dimana soulmate kami berada, karna kami begitu mencintai satu sama lain, yang lebih penting kami ini destiny.”

“Hyung!!” Kyuhyun melemparkan death glarenya. “Jangan berlebihan.”

“Tapi itu benar, my love life~” Ucap Siwon mengambil tangan Kyuhyun dan mengecupnya.

Tidak bisa dipungkiri pipi Kyuhyun langsung merona dengan indahnya saat bibir Siwon menyentuh punggung tangannya dengan lembut. Dan tatapan mata suaminya itu begitu dalam seolah bisa menariknya tenggelam didalam sana.

“Apa Mino akan seperti itu?” Tanya Minho membuat keduanya langsung berpaling melihatnya.

“Ye??”

“Apa Mino dan Minnie akan seperti itu?” Tanya Minho ulang.

“Mmm, soal itu…” Siwon melihat Kyuhyun seolah mereka berbicara dengan mata lalu berpaling melihat Minho lagi. “Apa Mino yakin ingin bersama dengan Minnie?”

“Eumh!! Mino hanya ingin Minnie.”

“Selamanya?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Mmm, itu Mino tidak tahu, tapi untuk saat ini Mino hanya memilih Minnie untuk menjalani kehidupan ini.”

“Anak kita benar-benar sudah dewasa, baby.” Ucap Siwon dengan senyumnya.

“Jika itu yang Mino inginkan, kami akan selalu berada dibelakangmu, lakukan yang menurutmu baik, sesuai apa yang dikatakan hatimu.” Jawab Kyuhyun.

“Gomawo mommy, daddy, Mino ingin seperti kalian, selalu bersama dalam suka dan duka.”

“Tapi…mmm, apa kalian akan segera menikah?” Tanya Kyuhyun penasaran.

“Mwoo??” Pipi Minho langsung merona melihat mommy-nya. “Mommy, cinta saja belum Mino ucapkan!!” Jawabnya kemudian.

“Mwooo??” Kedua namja tampan itu terbelalak menatap putranya.

“Mino tidak ingin buru-buru dan lalai dengan hal itu jika kami menjalin hubungan dari awal.”

“Mmm, maksudnya?”

“Mino ingin jadi yang terbaik untuk kalian lebih dulu, agar kalian tidak menyesal memiliki Mino didunia ini, agar daddy dan mommy bangga saat menyebut Mino sebagai anak kalian, setelah itu baru Mino akan memikirkan yang lainnya, termasuk menjalin hubungan dengan Minnie.”

“Dan sampai detik ini…a-apa Mino sudah membuat kalian bangga??” Tanya Minho dengan wajah gugup.

Kyuhyun dan Siwon hanya terdiam menatap putra tampan milik mereka itu, keduanya sama-sama tidak bisa berkata apa-apa dengan pengakuan yang tiba-tiba itu. Namun kediaman mereka semakin membuat kegugupan Minho sampai diubun-ubunnya hingga ia memanggil keduanya.

“Mommy, daddy~”

“Ahh, mianhae…itu…” Siwon menundukkan kepalanya sekilas sementara Kyuhyun langsung berpaling kearah lain dengan mata terpejam.

Tanpa bisa dicegah airmata yang mengenang dipelupuk mata nama cantik itu pun jatuh disudut pipinya. Sedang Siwon bisa menyembunyikannya dengan baik saat ia melihat Minho dengan senyum terbaiknya.

“Sejak kecil, tidak sekalipun kami kecewa padamu, Sweetheart~” Jawab Siwon dengan suara bergetar.

Kyuhyun berpaling melihat putranya itu dengan mata yang basah karna airmata. “Sejak kecil, Mino selalu jadi kebanggaan kami dan akan selamanya seperti itu.”

“Sampai kapanpun kami akan selalu bangga menyebut Choi Minho sebagai putra sulung Choi Siwon dan Choi Kyuhyun.”

Seketika Minho menghambur memeluk kedua orang tuanya dengan bahu yang bergetar menahan tangis. “Gomawo, jeongmal gomawo daddy, mommy~” Bisiknya pelan.

Siwon dan Kyuhyun hanya bisa membalas pelukan itu dengan melingkarkan tangan mereka dipunggung Minho. Dan memeluk kesayangan itu dalam kehangatan kasih sayang mereka.

“Sekarang lakukan apa yang Mino inginkan, jangan merasa terbebani dengan hal seperti itu, jangan pernah lagi.”

“N-nee, a-arraseo~” Minho menganggukkan kepalanya dibahu mereka berdua.

Siwon tersenyum kecil dan melihat Kyuhyun yang juga sedang melihatnya. Namja tampan itu mengulurkan tangan yang memeluk Minho untuk menggapai pipi huswifenya yang basah. Dengan perlahan ia menghapus jejak airmata yang ada disana membuat Kyuhyun memejamkan matanya.

“Our everything~” Bisik Siwon.

“We love you to much, Choi Minho.” Ucap Kyuhyun memeluk Minho semakin erat.

“I love you more, mommy, daddy~” Jawab Minho.

“We love you most~” Jawab Siwon membuat senyum mengembang dibibir Minho.

“Kenapa Culli nggak diajak?” Tanya Sulli tiba-tiba dibelakang mereka.

Ketiga namja tampan itu langsung menghapus jejak airmata mereka lalu menatap putri cantik itu dengan kening berkerut.

“Ajak kemana?” Tanya Minho tidak mengerti.

“Itu~ nangis bersama, Culli nggak diajak.”

Kyuhyun langsung memutar bola matanya lalu melihat putri kesayangannya itu dengan mata membesar.

“So pretty, baby girl~” Ucap Siwon cepat.

“Ehee, hadiah Mino oppa~” Jawab Sulli memegang gaun pink putihnya dengan perlahan.

“Mino?” Tanya Kyuhyun.

“Ehee, kemarin Mino pergi mengambilnya.”

“Maksudnya Mino pesan dulu?”

“Ne, hadiah Mino untuk kesayangan Mino dan istana ini.” Ucap Minho dengan senyum merekah.

“Oppaa~” Mata Sulli langsung berkabut mendengarnya.

“Oppa sayang padamu, princess~ jangan ragukan itu.” Ucap Minho tegas menatap dongsaengnya dalam.

“Mianhae, gomawo~” Jawab Sulli dengan airmata yang tidak bisa dibendung lagi.

“Heey, nanti make upnya luntur, jangan menangis~” Minho langsung menghambur mendekati dongaengnya itu lalu memeluknya dengan erat. “Uljimara~”

“Mom, dad, Mino pergi bersama Culli ne?” Ucap Minho kemudian.

“Ne, kami akan menyusul dibelakang.” Jawab Siwon.

“Kalian juga ikut!” Ucap Kyuhyun pada dua maid Sulli membuat dua yeoja itu menganggukkan kepalanya.

“Baby, ayo siap-siap dulu.” Ucap Siwon pada Kyuhyun.

Dan namja cantik itu langsung mendekati Minho dan Sulli lalu mengecup kening buah hatinya itu satu persatu. Kemudian ia segera berlari kecil menaiki tangga kamarnya yang ada dilantai 3.

Sementara Siwon berjalan ke pintu mengantar Minho dan Sulli pergi lalu kembali ke dalam dan menunggu disofa bersama secangkir kopi dan wafel juga koran pagi hari.

Lebih dari satu jam kemudian barulah Kyuhyun turun dengan cantiknya, memakai kemeja putih dengan dua kancing terbuka diatas dipadu celana hitam dan sraf hitam kecil melingkari lehernya yang putih.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepala melihat penampilan yang sangat memuaskan itu, tidak sia-sia menunggu satu jam yang begitu lama.

“Nyonya Choi memang lama saat berias.” Ucapnya menggoda dan langsung mendapat death glare dari Kyuhyun.

“Aku tidak tahu harus memakai apa, hyung.”

“Aigooo, lemari besar itu setengahnya milikmu tapi kau tidak tahu memakai yang mana?”

“Keureonika…”

“Tapi ini sangat memuaskan, jangan lupa memakai coat baby, hyung tidak mau nanti…”

“Nanti apa?” Death glare Kyuhyun kembali tertuju padanya.

Namun Siwon sudah mengambil coat yang ada ditangan Kyuhyun dan memakaikannya pada namja cantik itu dengan perlahan. “Aku tidak mau ada yang mengagumi kecantikanmu.”

“Mwoo??”

“Kajja~” Siwon langsung melingkarkan lengan dipinggang Kyuhyun dan membawa namja cantik itu keluar dari istana mereka.

Dalam perjalanan Kyuhyun menghubungi Ryeowook dan mengatakan mereka akan pergi lebih dulu. Dan balasan namja imut itu mengatakan ia akan pergi bersama Yesung, suaminya.

**

Tidak berapa lama mereka pun tiba di tempat acara dengan para tamu lain yang juga berdatangan. Kyuhyun langsung menuju tempat putra dan putrinya di meja barisan paling depan. Sementara Siwon bertemu dengan pejabat-pejabat penting daerah itu yang ikut hadir.

Setelah semua tamu datang acara itu pun dimulai oleh MC cantik yang sudah dipilihkan Minho. Kemudian beberapa patah kata dari CEO Choi, barulah kemudian Minho yang mengutarakan kegembiraannya.

Saat Minho berbicara Siwon dan Kyuhyun menatapnya penuh cinta dan kebanggaan membuat Minho tersenyum melihat mereka. Saat itu tiba-tiba Siwon berpaling melihat yeoja cantik MC mereka yang  berada satu meja disana.

Siwon melihat ketidaknyamanan yeoja cantik itu duduk dengan rok diatas lututnya. Tanpa pikir panjang namja tampan itu membuka jas hitamnya dan memberinya pada Crystal yang duduk disebelah Kyuhyun, huswifenya. Kyuhyun yang melihatnya langsung menutup setengah wajahnya dengan tangan dan tersipu malu.

Sementara Crystal menganggukkan kepalanya sebagai ucapan terima kasih lalu meletakkan jas Siwon itu diatas pahanya. Yeoja cantik itu merona dengan cantiknya sambil menundukkan kepala. Sekilas ia melirik kearah Siwon yang sedang berbisik dengan Kyuhyun dan Crystal ingin tahu apa itu.

“Kau sangat baik, Siwon-ssi.” Ucap Crystal penuh kekaguman dan menatap wajah tampan itu penuh harap.

Sementara itu Siwon sibuk memerhatikan wajah putih huswifenya untuk melihat reaksi namja cantik itu. “Mianhae…” Bisik Siwon pelan.

“Mwoga?” Tanya Kyuhyun pura-pura bodoh.

“Hyung…” Ucap Siwon melihat Crystal sekilas.

“Hhhe~” Tawa sinis Kyuhyun membuat kening Siwon berkerut. “Dimana lagi kutemukan namja seperti dirimu, hyung?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Ma-maksudnya??”

“So gentle, so kind, so perfect!! And mine only.” Ucap Kyuhyun setengah berbisik dan perlahan mendekatkan wajahnya pada telinga Siwon. “Nanti, aku akan memberimu reward, hyung~” Ucapnya menggoda.

“Mwooo???”

Mata Siwon hampir keluar dari sarangnya mendengar bisikan huswifenya itu, namun tidak berapa lama smirk jahil pun terukir dibibirnya. “Jinjja?” Tanyanya tidak yakin.

“Ehheum~” Angguk Kyuhyun dengan imutnya.

“Heee~ jangan menyesal nanti~ hyung akan menagihnya.”

“Try me!!”

“Baby…” Siwon tidak habis pikir melihatnya.

Seandainya suara Crystal tidak terdengar mungkin mereka berdua masih berbisik-bisik dalam dunia mereka sendiri. Yeoja cantik itu melakukan tugasnya lagi dan meninggalkan jas Siwon dikursinya. Kyuhyun langsung mengambilnya kembali dan melihat yeoja cantik itu berbicara sambil melihat suaminya.

Tanpa sadar Kyuhyun berpaling melihat Siwon dan namja tampan itu sedang melihatnya dengan mata berbinar dan senyum memesona.

“Chh~ pabboya~” Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan senyumnya tipisnya.

“Muach~” Suara kecupan Siwon tiba-tiba mendarat dipipinya

Mau tidak mau mata bulat Kyuhyun semakin melebar karena tidak mengira Siwon akan melakukan hal itu. Saat tepuk tangan menggema ditempat itu pipi Kyuhyun langsung merona sampai ketelinganya.

Padahal tepuk tangan itu karena Crystal sudah memanggil nama-nama yang terlibat dalam pembangunan sekolah itu untuk melakukan pemotongan pita sebagai simbol sekolah resmi dibuka.

Siwon langsung berdiri diikuti Minho dan beberapa pemegang saham lainnya, Kyuhyun juga ikut berdiri dan namja cantik itu dengan cekatan memakaikan jas Siwon kembali yang membuat semua tamu disana melihat mereka.

Namun sepertinya namja cantik itu tidak sadar hingga dengan lihainya ia memperbaiki dasi Siwon kemudian menyapu dengan pelan kedua bahu suaminya itu seolah mengagumi apa yang sudah dilakukannya.

“Thank you.” Ucap Siwon lagi lalu mengecup ujung hidung huswifenya itu.

“Kalian pikir ini dirumah?” Tanya Hyukjae sambil memutar bola matanya.

Siwon hanya tersenyum dengan manisnya kemudian melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun kemudian membawa namja cantik itu keatas panggung. Hyukjae juga ikut dibelakang mereka sambil menggelengkan kepalanya.

Dan pemotongan pita itu dimulai dengan Siwon dan Minho berada ditengah-tengah pemegang saham lainnya. Suara tepuk tangan bergema di halaman itu setelah pita biru dan putih itu terpotong menjadi beberapa bagian.

Setelah itu acara pun kembali berjalan sukses dan meriah seperti yang diharapkan. Semua pemegang saham yang memilih bekerja sama dengan Minho memuji hasil kerja keras namja tampan itu. Mereka tidak henti-hentinya membanggakan rekan kerja baru yang jauh lebih muda dari mereka.

“Kepercayaan kami digenggamnya dengan kuat.” Ucap salah satu pemegang saham sekolah tersebut.

“Terima kasih sudah memberinya kesempatan.” Jawab Siwon menganggukkan kepala.

Namja paruh baya itu langsung mengambil tangan Siwon dan menggenggamnya dengan erat. “Anda berhasil mendidiknya menjadi seperti ini, anda harus bangga padanya, tuan Choi.”

“Tentu saja, sejak awal dia berusaha dan bekerja keras untuk membuktikan kemampuannya, dan hari ini aku melihatnya.”

“Untuk kedepannya, ikutkan dia dalam setiap rapat dewan direksi, Choi Minho akan belajar lebih banyak lagi.” Ucap namja yang lain.

“Terima kasih, kami akan memikirkannya, terima kasih.”

“Sama-sama sajangnim.”

“Ayo~ nikmati hidangannya.” Siwon membawa mereka pada meja yang penuh makanan.

Kemudian meninggalkan mereka disana untuk melihat dimana kekasih hatinya berada. Kyuhyun, namja cantik itu sejak tadi berdiri di sudut tenda dan mendengar semua pembicaraan mereka.

“Baby~” Panggil Siwon.

“Minho berhasil?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, untuk selanjutnya mereka ingin Mino ikut rapat dewan.”

“Aahh~ tentu saja.”

“Mmm, kita pulang?”

“Acaranya selesai?”

“Mm, sepertinya belum, tapi hyung tidak ingin kau lelah disini.” Ucap Siwon sambil menyusupkan tangannya dipinggang Kyuhyun.

“Kau pikir aku ibu hamil hyung?” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya membuat Siwon tertawa kecil.

Namja tampan itu mendekatkan wajahnya hingga dahi mereka bersentuhan lalu mengecup ujung hidung Kyuhyun sekilas. Namja cantik huswifenya itu tidak bisa untuk tidak tersenyum dan memejamkan matanya.

Namun saat menyadari dimana mereka saat ini Kyuhyun langsung membuka mata dan melirik ke kiri dan kanannya. Saat tatapannya bertemu dengan Crystal, tanpa sadar Kyuhyun menyunggingkan senyum kemenangan. Tangan tirusnya bergerak menuju dada Siwon dan menggenggam kerah coat suaminya itu dengan perlahan.

Seolah mengatakan dengan jelas, bahwa namja tampan didepannya itu adalah miliknya. Miliknya seutuhnya.

“Sebentar lagi kita pulang, tamu kita masih ada disini.” Ucap Kyuhyun dengan pelan.

“Baiklah, ayo kita istirahat.” Jawab Siwon menatap wajah cantiknya lekat.

Kemudian namja tampan itu langsung menarik pinggang Kyuhyun lalu berjalan dengan saling berdekatan. Mereka menuju salah satu tenda dimana semua keluarga sedang berkumpul.

“Ahh, Kyunnie…ada yang ingin appa bicarakan.” Ucap Appa Cho begitu melihatnya.

“Ada apa appa?” Tanya Kyuhyun duduk didekat Appanya itu.

“Appa sudah memikirkannya lebih dulu, Appa-mu disini juga sudah tahu, appa sudah mendiskusikannya.” Ucap Appa Cho membuat Kyuhyun dan Siwon melihat appa Choi.

“Diskusi apa? Tentang apa?”

“Appa ingin kau mengambil alih perusahaan di New York.”

“Mwoo??” Mata Kyuhyun dan Siwon sama-sama melebar. “Maksudnya, appa?” Tanya Kyuhyun.

“Appa ingin istirahat, dan perusahaan itu harus dialihkan.”

“Ta-tapi disana ada Teuki hyung.”

“Dia hanya ingin jadi Wakilnya, appa sudah mengusulkan.”

“Tapi bagaimana, aku ada disini, tidak mungkin aku pindah ke New York, appa.”

“Hanya sementara Kyunnie.” Ucap Appa Choi. “Hanya sampai keadaan stabil setelah pergantian direktur.”

“Ta-tapi…” Kyuhyun berpaling melihat Siwon yang hanya bisa diam saja.

“Kau bisa pulang seminggu sekali, sampai semuanya selesai kau bisa terus ada disini, biar Teuki yang mengurus sisanya.” Ucap Appa Cho lagi.

“Appa…aku tidak bisa meninggalkan mereka.”

“Hanya sementara, karna kau bisa pulang, pasti tidak akan terasa.”

“Kenapa mendadak begini appa?” Tanya Siwon akhirnya.

“Appa sudah memikirkannya lebih dulu Siwonnie, Mino sudah masuk ke perusahaan, tidak lama Suho juga akan seperti itu, appa sudah menyiapkan bagian untuk mereka karena itu Kyuhyun akan menerimanya lebih dulu.”

“Tapi appa…apa yang akan appa lakukan jika tidak bekerja?”

“Appa akan menghabiskan waktu dirumah saja menemani umma-mu.”

“Appa…”

“Pikirkan dulu Kyunnie, jika sudah siap kita akan sama-sama pulang ke New York.”

“Ba-baiklah, aku akan memikirkannya.”

“Andwae!!” Bantah dua orang tiba-tiba didepan mereka. “Mommy tidak boleh pergi!!” Ucap Suho.

“Babies…”

“Mommy mau tinggalin kami?” Tanya Sulli membuat mereka semua menatap putri cantik itu tidak percaya.

“Bu-bukan begitu, kalian terlalu sensitif, sweetheart~” Ucap Ryeowook lebih cepat.

“Umma!!” Sulli melayang death glarenya pada namja imut itu.

“Bagaimana mommy tinggalin kalian? Ada-ada saja.” Jawab Kyuhyun akhirnya.

“Jinjja?”

“Nee..mommy hanya pergi sebentar.”

“Tapi…” Suho melihat mommynya tidak yakin.

“Jangan dipikirkan, sana temani hyung.” Jawab Kyuhyun melihat putranya dengan senyum menenangkan.

Mau tidak mau Suho menganggukkan kepalanya dan membawa Sulli pergi dari pembicaraan para orang tua itu. Setelahnya semua pun terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing. Siwon membelai lembut punggung tangan Kyuhyun untuk menenangkan namja cantik itu.

Walau tidak mengatakannya, Siwon tahu Kyuhyun menjadi sedikit tidak tenang dengan permintaan appanya itu. Bagaimana ia bisa meninggalkan buah hati mereka, apalagi Siwon suaminya.

“Kita pulang lebih dulu.” Ucap Siwon kemudian.

“Ne?” Tanya Kyuhyun.

“Acara sudah hampir siap, Mino juga akan pulang.”

“Aa, arraseo.”

“Ayo appa, appa, umma~” Ajak Siwon dan mendapat anggukan dari orang tua mereka.

Dan mereka pun kembali ke mobil masing-masing dan segera pergi darisana. Siwon dan Kyuhyun sudah mengatakan pada Minho untuk pulang bersama Suho dan Sulli.

Begitu sampai dirumah Kyuhyun langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri, sementara Siwon masih dibawah menunggu kedatangan buah hati mereka.

Tidak berapa lama mereka sampai, Siwon meminta ketiganya untuk beristirahat, saat appa Cho terlihat memasuki rumah mereka namja tampan itu langsung menyambut lelaki tua itu dan membawanya masuk kedalam.

“Mianhae untuk keputusan appa, Siwonnie.”

“Gwenchana appa, aku mengerti.” Senyum Siwon dapat membuat appa cho terlihat tenang. “Appa menginap disini?”

“Ne, sudah lama appa dirumah umma-mu.”

“Tidak apa-apa, disana appa bisa berbincang dengan Appa Choi.”

“Nee, kami selalu main catur sebelum tidur.”

“Appa mau main bersamaku?”

“Mungkin lain kali, sekarang lihat saja Kyunnie, appa tahu dia sedang memikirkan masalah ini.”

“Mmm, baiklah.”

“Daddy…” Panggil Sulli dibelakang mereka.

“Ne?”

“Mommy eoddiseo?”

“Dikamar princess, waeyo?”

“Hhhhhh~” Sulli menghembuskan nafas lega. “Syukurlah.”

“Waeyo, hm?”

“Nona muda ingin melihat samonim, bahkan kami tidak sempat mengikat rambutnya.” Jawab maid yang mendorong kursi roda Sulli.

“Aigoo~ babygirl~” Siwon mendekati putri kesayangannya itu lalu bersimpuh dihadapannya. “Mommy hanya pergi sebentar menggantikan harabeoji.”

“Memangnya harabeoji mau kemana?”

“Harabeoji hanya ingin istirahat, tidak akan bekerja lagi, mommy kesana hanya untuk menghadiri acara pergantian direktur.” Jelas Siwon.

“Jinjja?”

“Nee, tidak akan lama.”

“Mmm~ arraseo.”

“Sekarang daddy lihat mommy dulu, boleh?”

“Nee, Culli temani harabeoji.”

Siwon tersenyum senang lalu segera masuk kedalam lift yang ada dibelakang Sulli, namja tampan itu ingin segera tiba didalam kamarnya dan melihat huswife cantiknya.

“Baby…” Panggil Siwon begitu disana.

“Siwonnie~” Jawab Kyuhyun ada dibalkon kamar.

Namja cantik itu sedang berdiri memeluk tangannya dan melihat ke depan namun dengan pikiran menerawang. Bahkan ia tidak berpaling saat Siwon sudah ada dibelakangnya hingga namja tampan itu langsung memeluknya dari belakang.

“Apa yang kau pikirkan, hmm?” Tanya Siwon menyusupkan wajahnya dibahu Kyuhyun.

“Segalanya.”

“Jangan terlalu dipikirkan, lakukan apa yang terbaik munurutmu baby, hyung akan selalu mendukungmu.”

“Arrayo~” Jawab Kyuhyun memeluk tangan Siwon yang melingkar diperutnya.

“Katakan saja, baby~”

“Aku memikirkan appa, mungkin appa lelah dan ingin istirahat.” Ucap Kyuhyun sambil menengadahkan kepalanya.

Karena saat ini namja tampan suaminya sedang memberi beberapa kecupan kecil dilehernya yang putih. Mau tidak mau Kyuhyun tersenyum manis dan memejamkan matanya merasakan kecupan lembut itu.

“Hyung tahu, itu juga yang hyung pikirkan.” Jawab Siwon kemudian.

“Jadi??” Tanya Kyuhyun.

“Semua keputusan ada padamu, baby.”

“Aku tahu, jika aku pergi, bagaimana Sulli yang masih sakit, bagaimana Suho yang sepertinya tidak ingin, bagaimana Mino yang akan kena imbasnya dan bagaimana denganmu hyung?” Tanya Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya dan menangkup pipi Siwon.

Siwon tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya hingga senyum manis pun terukir dibibirnya. Namja tampan itu mengambil tangan Kyuhyun dipipinya dan mengecupnya dengan lembut.

“Pergilah baby.” Ucapnya pelan kemudian menyusupkan wajahnya dileher Kyuhyun.

“M-mwo?? Hyung?”

“Pergilah, hyung akan menjaga mereka.” Ulang Siwon sekali lagi membuat Kyuhyun terdiam.

Mendengar tidak ada jawaban dari huswifenya itu, Siwon pun melepaskan pelukannya dan membalikkan badan Kyuhyunagar melihatnya. “Waeyo?”

“Apa kau yakin, hyung?” Kyuhyun balik bertanya.

“Appa sudah memikirkan semuanya, biarkan appa menikmati masa tuanya dengan beristirahat, kau hanya perlu menghadiri rapat pergantian direktur, selanjutnya biar Teuki hyung yang mengurusnya, kau tidak akan tinggal disana baby.”

“Gomawo, Siwonnie~ jeongmal gomawo.” Kyuhyun langsung melingkarkan lengannya dileher Siwon dan membenamkan wajahnya disana. “Aku hanya butuh ijin darimu.”

“Mwoo??” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Apapun keputusanku kau akan mendukungnya, namun semua keputusanku harus mendapat izin darimu. Seandainya kau ragu, sedikit saja, aku akan menolak permintaan appa.”

“Aigoooo, jadi…”

“Nee, aku sangat senang bisa membantu appa, tapi jika kau mengatakan tidak, aku harus menolaknya.”

“My baby, my love~”

“Aku sangat mencintaimu, hyung~” Ucap Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya.

Siwon yang terdiam beberapa saat langsung membalas pelukan itu sama eratnya. “Aku lebih mencintaimu, my love.”

“Aku akan sangat merindukanmu, Siwonnie.”

“Tentu saja hyung juga, baby.”

“Lalu sekarang, kita hanya perlu mengatakannya pada kurcaci itu.” Ucap Kyuhyun kemudian.

“Anak-anak akan mengerti, jangan khawatir.”

“Mmmm~” Gumam Kyuhyun semakin menyusupkan wajahnya dileher Siwon dan memejamkan matanya.

Mereka saling menikmati pelukan dan kehangatan mereka dengan wajah tenang dan penuh kebahagiaan. Entah berapa lama keduanya hanya berdiri disana sampai akhirnya Siwon mendengar deru nafas Kyuhyun yang lembut dan teratur.

“Jangan bilang kau tidur, baby…” Ucap Siwon.

Namun kepala Kyuhyun yang terkulai dibahunya membuat peryataan Siwon mendapatkan jawabannya. Namja tampan itu hanya bisa menghela nafas pasrah kemudian berusaha mengangkat namja cantik itu dengan perlahan.

Kyuhyun yang benar-benar terlelap tidak tahu apa yang dilakukan Siwon, ia hanya semakin menyamankan dirinya didada suaminya itu dengan tarikan nafas yang berat. Bahkan saat Siwon membawanya kembali ke kamar dan menidurkannya diatas ranjang mereka.

“Mimpi indah baby~” Bisik Siwon pelan lalu mengecup keningnya.

Setelahnya namja tampan itu keluar dari kamar mereka untuk memberitahukan keputusan Kyuhyun pada appa-nya. Namun ternyata ketiga anak-anak mereka juga ada disana bersama appa Cho.

“Kalau mommy pergi, Culli ikut.” Jawab Sulli tiba-tiba.

“Babygirl~” Panggil Minho.

“Pasti mommy akan lama disana.” Jawab Suho.

“Kalian ini umur berapa, huh?” Tanya Minho tidak habis pikir. “Anak kecil yang selalu mengikuti kemana mommy-nya pergi, tapi kalian sudah besar bukan?”

“Kami sudah besar oppa, tapi…” Ucap Sulli.

“Untuk jauh dari mommy walau sebentar, kami belum siap.” Jawab Suho.

“Aiihh!! Jangan berlebihan dan jangan buat mommy harus memilih antara kalian dan harabeoji, arraseo?” Ucap Minho tegas membuat Siwon melihatnya tidak percaya.

“Aarraaa~” Jawab keduanya sambil menganggukkan kepalanya.

Siwon tersenyum bangga melihat Minho yang kembali disibukkan dengan file kerjanya. ‘Aku tidak perlu bersusah payah, baby.’ Ucap Siwon dalam hati.

“Tapi daddy…” Ucap Suho kemudian.

“Ne? Waeyo?”

“Benar mommy tidak akan lama?” Tanya remaja tampan itu dengan kening berkerut.

“Tidak, hanya dua atau tiga hari.” Jawab Siwon.

“Seperti daddy pergi ke paris?” Tanya Sulli.

“Ne, tidak lama bukan?”

“Mmm, baiklah~ mommy boleh pergi.” Ucap Suho akhirnya.

Semua yang ada disana hanya bisa menghela nafas lega dan menggelengkan kepala mereka. Setelahnya keluarga itu pun menikmati kebersamaan mereka disana sambil menunggu makan malam.

Kyuhyun yang masih terlelap harus dibangunkan agar mereka bisa makan bersama-sama. Setelah itu mereka pun menghabiskan waktu diruang tamu dengan berbincang-bincang, khususnya Appa Cho yang membicarakan masalah pekerjaan di New York.

Sementara putra-putri istana itu sudah lebih dulu ke kamar mereka untuk belajar dan beristirahat. Namun lebih dari 30 menit sekali akan ada salah satu diantara mereka yang turun untuk melihat keadaan dibawah.

Lebih tepatnya untuk melihat Kyuhyun, mommy mereka. Diawali dengan Minho dan diakhiri dengan Sulli yang terlihat di lift bersama maidnya. Begitu seterusnya sampai beberapa jam kemudian membuat Kyuhyun semakin gerah melihatnya.

“Apa yang kalian lakukan?” Tanya Kyuhyun pada Minho yang sudah turun lagi.

“Mmm, ani, waeyo mommy?” Minho balik bertanya dengan wajah polos.

Kyuhyun langsung memutar bola matanya dan mengulangi pertanyaan yang sama. Minho yang merasa ketahuan hanya bisa nyengir kuda dan menggaruk lehernya yang tidak gatal.

“Mianhae mommy, geunyang…”

“Geunyang mwo??(hanya apa?)”

“Kami tidak tahu kapan mommy pergi, karna itu…”

“Aiiishh~ mommy pergi besok pagi sekarang tidurlah, tolong tenangkan mereka juga, Mino bisa?”

“Tentu saja, serahkan pada Mino!!” Jawab Minho sambil memukul dadanya pelan.

Mau tidak mau Kyuhyun langsung tertawa kecil dan berterima kasih pada putra pertamanya itu. “Mino memang hebat.” Ucapnya.

“Anak siapa?”

“Anak mommy~”

“Daddy juga.” Jawab Minho dengan senyum mengembang. “Jaljayo, daddy, mommy, harabeoji~”

“Jaljayo Sweetheart.” Jawab mereka bersamaan.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas pasrah kemudian berpaling melihat appa Cho yang melihatnya dengan wajah bersalah. “Appa~” Panggilnya.

“Mianhae, appa tidak ingin memisahkan kalian.” Ucap appa Cho.

Kyuhyun langsung berpindah dari sisi Siwon ke sisi appa Cho dan duduk disampingnya. “Bukan seperti itu.” Ucap Kyuhyun langsung memeluk appa kesayangannya itu. “Kami memang tidak sering terpisahkan, karena itu mereka sedikit tidak rela.”

“Appa seperti akan mengambil mommy mereka selamanya.” Appa Cho memeluk Kyuhyun dan menepuk-nepuk bahunya.

“Ahahaha~ bisa dikatakan seperti itu, tapi appa jangan khawatir.”

“Aku akan menjaga mereka disini appa, jangan khawatir.” Jawab Siwon.

“Baiklah, sekarang kalian istirahat.”

“Appa juga.” Kyuhyun melepas pelukannya dengan senyum menenangkan.

Dan mereka pun menuju kamar masing-masing untuk beristirahat, namun sebelum itu Kyuhyun segera menuju lantai dua kamar anaknya. Namja cantik itu memasuki kamar Minho yang ternyata masih terjaga didepan meja kerjanya.

“Mino?” Panggil Kyuhyun.

“Mommy~” Senyum senang tidak bisa disembunyikan.

“Kenapa belum tidur?”

“Sebentar lagi.”

“Mereka sudah tidur?”

“Sudah, Mino yakin besok mereka akan bangun pagi buta.”

“Ahahha, Mino benar.” Jawab Kyuhyun duduk ditempat tidur putranya. “Mmm, mommy mau minta tolong.” Ucapnya kemudian.

“Apa itu? Semuanya akan Mino lakukan.” Jawab Minho cepat.

Kyuhyun kembali memutar bola matanya namun tidak bisa untuk tidak tersenyum. Putranya itu memang jiplakan suaminya walau mereka tidak memiliki hubungan darah.

“Selama mommy pergi bantu daddy jaga mereka.”

“Ahh, itu sudah pasti mommy, Mino tidak ada kerjaan untuk dua hari kedepan, jadi Mino bisa jagain Sulli dirumah.”

“Jinjja?”

“Nee~ mommy tenang saja.”

“Gomawo~ Mino yang terbaik~”

“Mommy hati-hati disana ne? Apa mommy akan rindu kami?”

“Tentu saja mommy akan rindu.” Kyuhyun langsung memeluk putra pertamanya itu dengan erat. “Sekarang Mino tidur, jangan terlalu lelah.”

“Ne, mommy juga istirahat.” Jawab Minho tegas.

“Ahh, soal Taeminnie… Jangan buat dia menunggu lebih lama lagi.”

“Mommyyy!!!” Mata bulat Minho semakin membesar.

“Katakan secepatnya.”

“Sebelum mommy pulang, Minnie sudah jadi kekasih Mino.” Ucap Minho dengan nada bangga dan terlihat sangat senang.

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya kemudian segera keluar dari kamar itu menuju kamar anaknya yang lain. Namja cantik itu memperbaiki selimut Suho dan Sulli juga tidak lupa mengecup kening mereka penuh sayang.

“Mereka sudah terlelap.” Ucap Siwon dibelakangnya saat ia baru keluar dari kamar Sulli.

“Kita juga harus istirahat hyung.” Jawab Kyuhyun berjalan menuju lift.

Namja cantik itu tidak ingin menghabiskan waktu dengan memakai tangga, karena ia ingin secepatnya berada dikamar mereka. Siwon harus tertawa kecil dan mengikutinya sambil memasukkan tangan kedalam saku celananya.

Begitu sampai di pintu kamar, Kyuhyun langsung membukanya dengan cepat namun suara Siwon menghentikan langkahnya.

“Waeyo?” Tanyanya.

“Kau masih ingat janjimu, baby?” Tanya Siwon.

“Janji apa?” Kyuhyun balik bertanya dengan wajah polosnya.

“Babyy~” Kening Siwon berkerut tidak terima Kyuhyun melupakan janjinya.

Kyuhyun langsung menyunggingkan smirk jahilnya dan melangkah mundur masuk kedalam. “Tentu saja aku ingat, Siwonnie~”

“Ehee~”

“Aku tidak yakin semuanya akan selesai dalam 3 hari hyung.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba serius.

“Mm, hyung tahu…”

“Keuronikka, malam ini aku akan memberimu untuk seminggu kedepan.” Ucap namja cantik itu dengan smirknya yang memesona.

Mata Siwon melebar sempurna. “M-mwoo??”

“Kau menolaknya?”

“Tidak mungkin?!” Jawab Siwon cepat.

“Tara wa~” Panggil Kyuhyun dengan jari telunjuknya.

Secepat kilat Siwon menghambur masuk kedalam untuk menangkup pipi Kyuhyun dan membawanya dalam ciuman yang penuh cinta. Dan Kyuhyun hanya bisa tersenyum licik dalam ciuman mereka.

Detik selanjutnya tangan namja cantik itu tergerak dan mendorong pintu kaca itu tertutup rapat sebelum Siwon membawanya menuju ranjang mereka.

Biarkan mereka menikmati malam berdua sampai nanti keduanya akan terpisah sementara.

Keesokan harinya.

“Mommyyyyyyyy~” Suara Sulli menggema diseluruh ruangan yang ada di Istana besar itu.

Pagi-pagi buta, bahkan saat sebagian lampu masih belum dimatikan, Sulli sudah terlihat dilantai bawah dengan kursi rodanya.

“Nona muda? Cepat sekali~” Ucap salah satu maid yang melihatnya.

“Kami masih bersih-bersih agassi~” Ucap yang lainnya.

“Culli mau lihat mommy.”

“Waeyo princess?” Tanya mommy-nya tiba-tiba.

Mata Sulli langsung melebar melihat mommy-nya sudah ada dibawah dengan baju santai dan terlihat segar. Kyuhyun hanya mengerjapkan matanya dan terus melakukan sesuatu dengan buku kecil ditangannya.

“Apa yang mommy lakukan?” Tanya Sulli.

“Apa yang Sulli lakukan?” Kyuhyun balik bertanya. “Sudah mandi?”

“Belum, Culli baru bangun.” Jawab putri cantik itu dengan pout dibibirnya.

“Aiishh, kembali ke kamar, tidak boleh turun lagi jika Sulli belum mandi.” Ucap Kyuhyun tegas membuat pout dibibir Sulli semakin dalam.

“Arraseo~” Jawab Sulli akhirnya berbalik menuju lift.

Maid kesayangannya langsung mengikuti dari belakang setelah menganggukkan kepala mereka pada Kyuhyun. Namja cantik itu juga kembali pada pekerjaannya yaitu menulis dibuku note.

“Apa itu tentang pekerjaan, Samonim?” Tanya salah satu maid.

“Nee, ini pekerjaan penting.” Jawab Kyuhyun terlihat sangat serius.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, para maid itu pun kembali mengerjakan tugas mereka. Tugas yang biasanya selalu mereka kerjakan setiap pagi saat semua anggota keluarga itu belum bangun.

Beberapa jam kemudian barulah yang lainnya terlihat turun dari kamar mereka masing-masing. Siwon yang terlihat segar turun dengan senyum manis melingkar dibibirnya. Namun saat melihat tumpukan selimut di sofa, namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Dia tertidur disini.”

“Ne, sajangnim~ samonim sudah bangun sejak tadi.”

“Aku akan membawanya ke kamar.” Jawab Siwon langsung mengangkat huswife cantiknya itu dengan gampangnya.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Kyuhyun demngan mata terpejam.

“Kau tidur dulu baby.”

“Aku harus mandi, kami akan berangkat sebentar lagi.”

“Baiklah, hyung akan membawamu ke kamar mandi.” Ucap Siwon saat mereka masuk kedalam lift.

Dan Kyuhyun langsung membenamkan wajahnya di leher suaminya itu dengan tarikan nafas lega. Suho dan Minho yang melihat mereka juga ikut menghela nafas lelah dan segera menuju meja makan.

Mereka akan sarapan bersama-sama setelah itu mengantarkan Kyuhyun dan appa Choi ke bandara Incheon.

Suho, Sulli dan Minho terlihat selalu berada disisi mommy mereka dan selalu melihat wajah cantik itu dengan ekspresi yang sama. Entah apa yang mereka pikirkan, tapi yang jelasnya Kyuhyun, mommy mereka tidak pernah pergi jauh sejak mereka besar.

Dulu saat si kembar kecil, Kyuhyun harus dirawat dirumah sakit karena kelelahan ekstra dan istana itu berantakan setelah dua hari. Saat Kyuhyun pergi ke paris menyusul Siwon, Minho harus menenangkan wajah sulking mereka yang tidak pernah hilang.

Lalu apa yang akan terjadi sekarang?

Melihat bagaimana Suho dan Sulli lebih banyak diam dari biasanya, membuat Minho berpikir apa yang akan terjadi nanti. Bahkan keduanya tidak banyak bicara saat mereka tiba dibandara, hanya berdiri diam disisi mommy kesayangan mereka.

Saat Kyuhyun akan pergi barulah mereka berbicara.

“Cepat kembali mommy~” Ucap Suho.

“Jaga diri mommy nee~” Sambung Sulli.

“Selalu rindukan kami, mommy.” Jawab Minho dengan mata berkaca-kaca.

Kyuhyun harus menggertakkan giginya untuk menahan airmata yang akan segera mengalir dipipinya. Anak-anak mereka memang masih sangat manja walau sudah beranjak dewasa.

“Jaga daddy kalian ne? Sekarang pulanglah, Suho harus sekolah, Sulli, dengarkan oppa, hmm?” Ucap Kyuhyun pada mereka.

“Mommy…” Panggil Sulli bergerak dari duduknya.

“Nee~ kami pulang dulu, jalgara mommy~” Ucap Minho lalu menarik Suho dan mendorong kursi roda Sulli untuk pulang lebih dulu.

Kyuhyun hanya bisa melihat kepergian mereka dengan helaan nafas. Dibelakangnya Appa Cho dan Siwon sudah mengurus segala keperluan dan mereka siap berangkat.

“Baby…” Panggil Siwon.

“Siwonnie…”

“Geogjonghajima, sudah waktunya.”

“Mereka sudah pulang…”

“Hati-hati dan cepatlah kembali.” Jawab Siwon dengan senyum tenangnya.

Kyuhyun langsung memeluk suaminya itu dengan erat dan menghembuskan nafas lega dibahu namja tampan itu. Siwon juga memeluknya dengan erat seolah menyimpan kerinduannya nanti dalam pelukan itu.

“I love you and take care.”

“Ne I love you too, takhanda~”

“Hmm~” Jawab Siwon dan Kyuhyun melepas pelukannya.

Dan pasangan yang selalu bersama itu pun dipisahkan untuk sementara namun tidak ada dari mereka yang terlihat senang.

Apa yang akan terjadi selama 3 hari kedepan, tanpa belahan jiwa mereka?

To be Continue~

**

Ahahahha, selamat lebaraaaaaan~ mohon maaf lahir batin nee~

Mian baru bisa update..saia sedikit stress~ kkkk~

Ini hanya kegilaan keluarga itu, jadi nggak ada yang special..

Semoga tidak membosankan ne?

Sampai jumpa di ff lain😘

With love

Vie

My Baby 97

My Baby 97

**

Selamat sore menjelang malam~ apa kabar Lovelies~? Ehehe~

Mian baru timbul lagi nee~ ini pun tiba-tiba lagi ya? Kkk~ rencana mau tengah malam kemarin, tapi malah ketiduran, padahal udah hotspot ke lappy…kkk~

Ohh, karna lead-nya disini Nyonya Choi jadi semua masalah pasti berputar kembali padanya, so~ begitulah…ohohohoho~

Mm, pwnya singkat kan? namanya ketinggalan seharusnya dia ada di pw chapter2 awal..ehehe, mian Kaiaz~

Ohh, HAPPY BIRTHDAY untuk yang ulang tahun nee~ semoga sehat dan bahagia selalu, all ur dream come true~ happy birthday~

Selamat membaca~

**

“Kajja princess~ kita bicara ne.” Ucap Minho langsung menarik dongsaengnya menjauh darisana.

Sambil berjalan Minho berpaling melihat mommy mereka dan menggelengkan kepalanya dengan kening berkerut. Sementara Sulli berjalan perlahan mengikuti oppa-nya sambil menahan perih diperutnya yang semakin terasa. Hingga tiba-tiba ia mendengar suara dari atas mereka yang terdapat besi-besi yang akan diturunkan.

Putri cantik itu menolehkan kepalanya ke atas dan melihat dengan jelas tali yang mengikat besi itu mengendur dan perlahan terlepas. Dan saat ia melihat kebawah dan besi itu tentu saja akan langsung menimpa tubuh Minho yang ada didepannya.

Dan dalam sekejap mata besi-besi itu pun berjatuhan dengan cepat, reflek Sulli menabrak tubuh Minho sekuat tenaga dan mendorongnya menjauh darisana. Namun saat itulah besi-besi itu tertimpa diatas bangunan kecil yang dibuat seadanya untuk Minho bekerja dan meruntuhkannya.

Kyuhyun yang tidak menyangka kejadian itu hanya bisa terpaku melihat mereka dengan nafas yang berhenti.

“Bos kecil, nona muda!!” Panggil para pekerja disana dan langsung menghampiri keduanya.

Saat itulah Kyuhyun tersadar dan jantungnya kembali berdetak dengan sangat cepat membuat namja cantik itu langsung berlari mendekati mereka.

“Andwae!! Minho?!” Panggil Kyuhyun melihat putranya tergeletak ditanah. “Minho, gwenchana? Irona, my baby!!” Panggil Kyuhyun menepuk-nepuk pipi Minho.

“Nnnh, Su-sulli…mo-mommy…” Jawab Minho terbata.

“Mwo? Waeyo? Minho?!” Tanya Kyuhyun tidak mendengar dengan jelas.

“Su-sulli, su-lli…” Minho terus menggumamkan nama dongsaengnya tercinta.

Barulah Kyuhyun sadar bahwa putrinya tidak terlihat disana, walau tadi mereka jalan bersama. Dengan perlahan Kyuhyun berpaling melihat reruntuhan bangunan disampingnya dan disana hanya jemari lentik nan cantik milik Sulli yang terlihat.

“OH MY GOD!! CHOI SULLI!!” Teriak Kyuhyun langsung mendekati Sulli. “Sw-sweetheart…ba-babygirl…” Panggil Kyuhyun sambil mencoba memegang tangan Sulli.

Tangan putih itu terasa lembut dan perlahan semakin dingin dalam genggamannya yang hangat. “An-andwae…” Gumam Kyuhyun perlahan.

“Andwae!!! Babygirl!! Ireona, ini mommy, jebal!! My baby!!!”

Dengan cepat Kyuhyun memindahkan bebatuan yang menutupi lengan Sulli hingga kepalanya, begitu juga para pekerja yang ada disana dengan sigap membantu namja cantik itu untuk mengambil putrinya yang tertimbun reruntuhan itu.

“Sulli!! Jebal!! Jangan tinggakan mommy!! Buka matamu, princess!!” Panggil Kyuhyun sambil menarik bongkahan semen itu. “Tolong jangan menyakitinya, pindahkan semuanya, selamatkan putriku!!”

“Mianhae, my baby~ mianhae~ bertahanlah my baby~” Pinta Kyuhyun sambil terus memindahkan reruntuhan itu dengan perlahan.

Semua pekerja yang ada disana berusaha mengangkat pecahan bangunan itu, sementara diantara mereka ada yang memindahkan Minho yang tidak sadarkan diri menjauh darisana. Bahkan ada yang sudah menghubungi ambulan dan juga Choi Siwon, sajangnim mereka.

“Samonim, biar kami saja.” Ucap salah satu pekerja saat melihat tangan Kyuhyun yang sudah memerah bahkan terluka.

“Cepat pindahkan.” Jawab Kyuhyun sambil menekan dadanya.

Kemudian namja cantik itu kembali memindahkan reruntuhan itu sampai kepala Sulli akhirnya terlihat. Sambil menekan sesak didada melihat keadaan putrinya itu Kyuhyun terus berusaha memindahkan bebatuan itu yang menutupi wajah Sulli, sesekali namja cantik itu berhenti untuk menarik nafas karena dadanya yang semakin terasa sakit dan sesak.

“Jebal…”

“Samonim!! Gwenchana??” Tanya pekerja itu semakin khawatir melihat Kyuhyun yang lagi-lagi menekan dadanya.

Tapi Kyuhyun tidak menjawabnya karena namja cantik itu sibuk memindahkan reruntuhan diatas Sulli itu. Namja cantik itu ingin segera melihat keadaan putrinya karena itu ia tidak mendengar siapapun yang melarangnya membantu.

“Babygirl~ ayo bangun…ini mommy!!” Panggil Kyuhyun sambil menarik reruntuhan itu perlahan. “Sulli, Sweetheart!! Jawab mommy, jebal~” Pinta Kyuhyun dengan airmata dipipinya.

“Samonim, biar kami saja.”

“Just shut up!! Panggil ambulans!! Putriku!! Dia tidak bergerak!!” Jawab Kyuhyun tanpa melihat mereka.

“Sudah samonim, mungkin dala….”

Perkataan namja itu terhenti saat suara mobil ambulans memasuki area kerja mereka. Dengan cepat beberapa suster dan perawat turun darisana dan membantu Minho terlebih dahulu. Sementara yang lain masih tetap memindahkan reruntuhan yang masih menutupi sebagian tubuh Sulli.

“Tolong bawa Minho lebih dulu, setelah itu segera kembali.” Ucap Kyuhyun dengan wajah datar walau pipinya basah membuat yang lain menatapnya takjub.

Setelah itu Kyuhyun langsung kembali mengangkat bebatuan itu sampai akhirnya tubuh Sulli terlihat setengah badan. Putri cantik itu tidak bergerak sedikit pun dengan kepala dan wajah yang berlumuran darah. Melihat hal itu Kyuhyun langsung mencengkram dadanya dengan kuat karena begitu sesaknya, bahkan namja cantik itu tidak bisa mengeluarkan suaranya.

“Nnnnh~ my baby~” Ucap Kyuhyun menahan sakit didadanya. “T-tolong c-cepat angkat semuanya, j-jebal~ dia pasti sangat kesakitan.”

“Baby!!” Panggil Siwon dibelakangnya sudah tiba.

Kyuhyun berpaling melihat suaminya yang berdiri dengan nafas terengah-engah, seketika airmata Kyuhyun kembali tumpah dan Siwon langsung menghambur memeluknya.

“Ssst, jangan menangis.”

“Sa-sakit hyung, sakit sekali~ Su-sulli…a-aku…oh Tuhan~ hyung~~” Kyuhyun menggigit bibir bawahnya agar tangisannya tidak pecah.

“Tenang dulu, biar hyung yang membantu mereka.” Ucap Siwon tidak tega melihat telapak tangan Kyuhyun sudah memerah dan terluka.

Mendengar hal itu Kyuhyun pun melepas pelukannya dan membiarkan Siwon menolong putri mereka. Berapa banyak reruntuhan itu menimpa putri mereka, sejak tadi hanya bisa dipindahkan dengan menggunakan tangan saja. Mereka tidak bisa menggunakan alat berat karena bisa melukai tubuh putri cantik itu.

Bahkan sampai ambulans tiba mereka belum bisa mengeluarkan Sulli dari reruntuhan itu membuat beberapa perawat yang datang bersama ambulans ikut membantu mereka.

Setelah beberapa menit barulah tubuh Sulli terlihat seutuhnya dan Kyuhyun langsung menghambur pada putrinya yang terbaring menghadap tanah itu.

“Oh Tuhan!! Babygirl, eotteokhe? Choi Sulli!! Otteokhajyo??” Tanya Kyuhyun dengan tangan terangkat namun tidak berani menyentuhnya.

Mungkin saja sentuhan tangannya akan menyakiti tubuh Sulli yang sudah tertimpa bangunan itu. “Hyung~ my baby~ eotteokhe?? Culli ireona, jebal~”

“Baby, kita harus mengangkatnya.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun menatapnya.

Barulah Kyuhyun mencoba menyentuh putrinya itu dan perlahan membalikkan badan Sulli menghadapnya. Namja cantik itu memangku kepala Sulli dan memindahkan rambut yang menutupi wajah cantik putrinya itu. Seketika tangis Kyuhyun tidak bisa dibendung lagi saat melihat mata Sulli tertutup rapat dan sebagian wajah cantik itu tertutup darah.

“Andwaeeee!!! My babyyyyy!!” Panggil Kyuhyun mendekap Sulli kedadanya dengan lembut. “Jangan tinggalkan mommy!! Jebal!! Ireona my baby?!! Mianhae, jeongmal Mianhae!!” Ucapnya sambil memeluk Sulli dengan erat.

Tidak peduli darah Sulli sudah mengotori wajah dan bajunya, yang ia inginkan hanya Sulli membuka mata dan menatapnya. “Buka matamu, baby!! Kau tidak mau mommy sakit, bukan? Ayo buka matamu!!!”

“Baby…ayo bangunlah~” Ucap Siwon akhirnya. “Lepaskan Sulli, biar mereka membawanya.”

“Ani, aku harus melihatnya, dia akan bangun hyung, dia tidak mau aku sakit kalau dia terluka, dia pasti bangun.” Ucap Kyuhyun sungguh-sungguh.

Semua yang ada disana hanya bisa meringis sedih melihat namja cantik itu, bahkan suster wanita disana sudah menangis sejak tadi. Siwon tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, tapi ia harus tegas, karena Sulli butuh perawatan secepatnya.

“Lepas baby, Culli harus diobati, ayo lepaskan.” Siwon mencoba melepas dekapan Kyuhyun yang semakin mengerat.

Kyuhyun sungguh tidak ingin menjauh dari putrinya itu, namun tatapan Siwon yang dalam membuat tangannya perlahan melonggar. Saat itulah Siwon menarik tangannya perlahan hingga Sulli terlepas dari pelukannya.

Beberapa perawat itu pun langsung mengambil Sulli dan membawanya ke mobil ambulans. Sementara Kyuhyun dengan tangan bergetar ia langsung berpaling membenamkan wajahnya didada Siwon.

Namja cantik itu menggengam erat kemeja putih Siwon untuk menguatkan dirinya sendiri. Siwon memeluknya dengan erat dan membelai punggung Kyuhyun dengan cepat. Kemudian namja tampan itu membantu huswife cantiknya berdiri dengan baik dan tetap dengan memeluknya.

“Kita kerumah sakit, kajja.” Ucapnya cepat.

“Sajangnim…” Panggil salah satu pekerja membuat Siwon berpaling kebelakang.

“Ada apa?”

“Ini tas nona muda.” Jawab namja itu menyerahkan tas baby pink milik Sulli.

Kyuhyun yang membuka matanya untuk melihat langsung mengambil tas itu dan memeluknya dengan erat. Siwon hanya menganggukkan kepalanya pada namja itu lalu segera membawa Kyuhyun menuju mobilnya.

Mereka segera pergi darisana mengikuti ambulans yang sudah lebih dulu membawa Sulli ke rumah sakit umma Choi. Didalam mobil Kyuhyun hanya terdiam dengan menutup mata sambil terus memeluk tas Sulli dengan erat.

Secara tiba-tiba semua sikap dingin Kyuhyun pada putri cantik itu sebelumnya melintas dengan jelas dikepalanya. Tanpa bisa dicegah airmata Kyuhyun pun turun kembali dengan derasnya. Bagaimana ia bisa mengacuhkan putri kesayangannya itu, padahal ia satu-satunya?

Iya, Sulli bersalah karna sikapnya pada Minho, tapi tidak seharusnya Kyuhyun mengabaikannya. Sebagai orang tua, mommy-nya sudah sepatutnya ia meluruskan kesalahpahaman itu. Bukan membiarkannya berlarut-larut dan malah memihak salah satu anaknya.

Jika dipikir sekali lagi, Kyuhyun yang salah dan sudah gagal menjadi orang tua.

“Orangtua juga bisa salah dalam melangkah, baby.” Ucap Siwon seolah bisa membaca isi hatinya.

“Aku mengabaikannya hyung…” Jawab Kyuhyun tanpa berpaling melihatnya.

“Mereka tidak bisa selalu benar, karena orangtua juga manusia bukan malaikat, tapi manusia sangat pintar untuk belajar dari kesalahannya.”

“Aku yang salah!! Seharusnya aku mendengarnya, bahkan sampai tadi aku mengabaikannya hyung, padahal Sulli… Dia ingin…Shit!!” Kyuhyun tidak bisa menahan kesedihan dan penyesalannya.

“Tenanglah baby…”

“Ta-tadi Sulli datang ingin bertemu Minho, a-aku tahu dia ingin minta maaf, tapi keegoisanku menyakitinya, oh tuhan, putriku… Mianhae, jeongmal mianhae~”

“Baby…”

“Ba-bagaimana?? Bagaimana kalau Sulli kenapa-napa? Bagaimana kalau Sulli tidak ingin melihatku lagi?? Bagaimana kalau… Andwae!! Cepatlah hyung!! Putriku…”

Dengan cepat Siwon mengambil tangan Kyuhyun dan mengecupnya, namja tampan itu mencoba menenangkan huswifenya itu sampai mereka tiba dirumah sakit. Namun saat ini tidak ada yang bisa menenangkan Kyuhyun sepenuhnya, karena perasaan bersalahnya yang sangat besar.

Namja cantik itu terus menghapus airmatanya yang turun tanpa henti, walau mencoba berhenti tapi cairan hangat itu memaksa keluar dari mata bulatnya yang semakin sembab. Bahkan sampai mereka tiba didepan rumah sakit Kyuhyun menghapus airmatanya dengan cepat kemudian segera turun dari mobil itu tanpa menunggu Siwon.

Didepan loby rumah sakit, umma Choi sudah menungu dengan wajah cemasnya, begitu Kyuhyun masuk wanita paruh baya itu langsung mencegatnya disana.

“Apa yang terjadi, Kyunnie? Kenapa mereka berdua??” Tanya Umma Choi.

“Umma, dimana mereka?” Kyuhyun balik bertanya.

“ICU, keduanya sudah masuk kesana.”

“Aku harus kesana.” Jawab Kyuhyun langsung menghindar dari ummanya dan setengah berlari memasuki rumah sakit besar itu.

“Siwonnie…” Panggil umma Choi begitu melihat putranya.

“Aku juga tidak mengerti umma, pekerja di proyek Minho yang menghubungiku, mereka bilang Sulli dan Minho tertimpa bangunan.” Jawab Siwon sambil berjalan menuju ICU.

“Oh Tuhan, apalagi ini?”

“Aku tidak tahu umma, masalah dirumah saja belum selesai, sekarang malah bertambah lagi.”

“Jadi kalian belum membahasnya?” Tanya umma Choi tidak percaya.

“Belum umma, aku ingin memberi Sulli waktu berpikir dan sepertinya tadi Sulli ingin bertemu Minho dan Kyunnie…”

“Tenanglah, Suho dimana? Apa dia tahu?”

“Belum umma.”

“Tuan, hp ini terus berbunyi…” Ucap salah satu perawat begitu melihat Siwon.

“Ahh, milik Minho.” Jawab Siwon melihat benda tipis itu.

Siwon melihat siapa yang menghubungi Minho dan langsung menerimanya begitu nama Suho yang terlihat disana.

“Babyboy…”

>Daddy? Kenapa Hp Minho hyung…<

“Kami semua di rumah sakit, sebaiknya Cuo kesini.” Jawab Siwon to the point.

>Mmm, baiklah.<

Siwon memutus sambungan itu dan melihat umma Choi dengan wajah sedihnya lalu berpaling melihat Kyuhyun yang berjalan kesana kemari didepan ruang ICU yang tertutup. Siwon hanya bisa menghela nafas lelah dan menggelengkan kepalanya dengan cepat. Seolah beban didalam sana akan menghilang seiring gelengan kepalanya.

Tapi yang ada semuanya malah semakin bertambah seiring gerakan Kyuhyun yang melambat dan namja cantik itu berdiri sambil memegang dadanya.

“Umma tahu kau juga sedih Siwonnie.” Ucap umma Choi tiba-tiba. “Tapi saat ini yang mereka butuhkan adalah kekuatanmu, bertahanlah chagiya, dengan begitu kalian bisa saling menopang satu sama lain.”

“Tapi umma…” Mata Siwon langsung berkabut mendengar ucapan ummanya itu yang seratus persen benar adanya. Tapi bagaimana Siwon bisa bertahan sendirian seperti ini? Semua yang membuatnya kuat hanya keluarganya tercinta dan sekarang mereka semua menderita.

“Mereka semua membutuhkanmu, bertahanlah.” Ucap umma Choi dengan senyum menenangkan. “Memang hanya ini yang bisa umma katakan, tapi percayalah kita semua ada disini, bersamamu.”

“Gomawo umma.” Jawab Siwon akhirnya tersenyum dengan lembut.

Kemudian namja tampan itu langsung mendekati Kyuhyun yang kini bersandar dipintu itu untuk menenangkan dirinya. Siwon tidak mengatakan apa-apa tapi tangannya langsung terulur untuk merengkuh tubuh lelah Kyuhyun dalam pelukannya.

“Hyung ada disini.” Bisiknya pelan.

Kyuhyun langsung memejamkan mata dan menyusupkan wajahnya dileher Siwon berusaha untuk tetap tenang walau apapun yang akan mereka terima nanti.

Dari jauh terdengar langkah kaki yang setengah berlari menghampiri mereka membuat ketiganya berpaling melihat lorong rumah sakit yang sepi itu. Disana terlihat Suho dan maid ahjumma dan dua maid yang lain menghampiri mereka dengan cepat.

“Daddy!!” Panggil Suho begitu tiba disana.

“Cuo…” Siwon melepas pelukannya dan mengulurkan tangan agar putra tampannya itu mendekat.

Suho memejamkan mata saat Siwon mengecup keningnya dan Kyuhyun memegang pipi kanannya. Tapi hanya sesaat ia bisa merasakan kehangatan itu karena rasa penasaran yang tidak bisa disembunyikannya.

“Ada apa daddy? Kenapa kalian disini?” Tanya Suho.

“Suho dari rumah?”

“Bukan, Cuo masih dijalan tadi, Cuo janji akan mengantar Culli ke rumah sakit, tapi si cerewet itu menghilang, Cuo hubungi Mino hyung tapi daddy yang angkat, apa yang terjadi?”

“Tunggu!! Ru-rumah sakit? Ke-kenapa?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Culli mengeluh sakit perut, katanya maag-nya kambuh, Cuo janji mau antar kesini bertemu halmonie.” Jawab Suho melihat umma Choi.

“Mmm, sajangnim…” Panggil Ahjumma maid. “Maaf saya ingin bicara.”

“Ne, ahjumma, ada apa?” Jawab Siwon dan mereka semua melihat yeoja paruh baya itu yang berwajah keruh sejak ia tiba.

Bahkan dua maid kesayangan Sulli yang ikut bersamanya sejak tadi hanya menundukkan wajah mereka dengan isakan yang sesekali terdengar.

“Mereka yang selalu bersama Nona muda…” Ucap maid itu melihat dua yeoja yang lebih tua dua tahun dari Sulli itu. “Tidak sengaja menemukan ini dibelakang lemari nona muda.” Lanjutnya kemudian sambil menyodorkan beberapa kain dan tissue.

“Apa ini ahjumma?” Tanya Siwon dan mengambil barang itu dengan cepat lalu membukanya.

Jantung Siwon langsung berdetak dengan cepat saat melihat kain dan tisu itu penuh dengan bercak noda darah. Dibeberapa tempat kain itu terdapat noda darah yang berbentuk bulat dan tak beraturan, semuanya terlihat sudah mengering.

“A-apa ini hyung?” Akhirnya Kyuhyun bisa mengeluarkan suaranya.

“Itukah yang dimaksud dengan sakit diperutnya?” Tanya Suho tidak percaya.

“Kami minta maaf Samonim, kami tidak tahu nona muda menyembunyikan ini.” Ucap salah satu maid Sulli dengan wajah menyesal. “Kami tidak tahu nona muda tidak makan, karena kotak bekalnya selalu kosong, saat dirumah ia selalu mengatakan sudah makan, padahal tidak, maafkan kami, samonim.”

“Oh Tuhan, apalagi ini~ dia sudah banyak menderita.” Ucap Siwon dengan wajah sedihnya.

Kyuhyun tidak menjawab apa-apa, suaranya seperti tercekat ditenggerokannya, sekarang penyesalan itu sudah menutupi seluruh tubuhnya. Putri cantiknya menderita sendirian, kenapa ia harus mengutamakan keegoisannya dan mengabaikan Sulli.

“Waee??” Tanya Kyuhyun dengan wajah keruh. “Mianhae, princess~ jeongmal mianhae~” Ucap Kyuhyun menggenggam erat kain itu sampai buku jarinya memutih.

Siwon langsung menggenggam tangan Kyuhyun untuk menenangkan namja cantik itu, namun Kyuhyun hanya bisa menggigit bibir bawahnya untuk menahan perasaannya yang bergejolak dan ingin meledak.

“Daddy, mommy!! Katakan apa yang terjadi?” Tanya Suho akhirnya sudah tidak tahan.

“Babyboy…” Panggil Siwon kembali memegang lengan Suho dengan lembut.

“Culli menghilang karena ia pergi menemui Mino hyung, saat mereka berjalan menjauhi mommy, tiba-tiba besi-besi yang masih ada digantungan lepas dan tertimpa bangunan dibawahnya, Sulli mendorong Mino hyung menjauh tapi dirinya tidak sempat menghindar sampai…” Siwon tidak sanggup meneruskan ucapannya.

“Daddy…” Panggil Suho semakin penasaran.

“Tubuh Culli tertimpa reruntuhan bangunan itu.” Ucap Siwon setelah menelan ganjalan yang ada ditenggerokannya.

“Tidak mungkin!!!” Suho menggelengkan kepalanya tidak percaya.

“C-culli ingin minta maaf, ta-tapi mommy menyuruhnya pulang, m-mommy tidak ingin mereka bertengkar, ta-tapi yang t-terjadi…” Kyuhyun tidak bisa mengulang lagi yang sudah terjadi.

Sementara Suho yang mendengar itu hanya semakin menggelengkan kepalanya tidak percaya, perlahan langkah remaja tampan itu bergerak mundur dari orangtuanya. Wajah sedihnya memancarkan kekecewaan yang sangat besar membuat Siwon dan Kyuhyun menatapnya tidak mengerti.

“Kalian…” Ucap Suho pelan sambil mundur perlahan. “Kalian mengabaikan Sulli! Kalian tidak peduli padanya!!” Teriak suho dengan airmata jatuh dipipinya.

“Suho…”

“Mommy mengacuhkannya!! Karna bagi mommy hanya Mino hyung yang penting!! Mommy tidak sayang Sulli!! Mommy hanya tidak ingin dia menyakiti hyung!! Sekarang lihat!! Ini yang mommy inginkan? Ini yang mommy mau? Apa mommy senang? Apa dia harus seperti ini agar mommy peduli? Apa Suho juga harus seperti ini agar mommy lihat?? Apa harus begitu? Kenapa mommy?? Kenapa???” Tanya Suho mencurahkan semua kesakitannya.

“Kalian jahat~ Su-sulli…dia memang salah, tapi dia menyesal mommy, dia ingin minta maaf, bahkan dia juga sedang sakit, tapi apa yang mommy lakukan?!? Mengabaikannya seolah dia tidak ada!! Apa dia benar putri mommy!?”

“CHOI SUHO!!” Suara Siwon mengejutkan semua yang ada disana.

Sementara Kyuhyun tidak bisa membantah apapun karena apa yang dikatakan Suho sepenuhnya benar. Semua itu kesalahannya, tidak seharusnya ia menghindar, tidak seharusnya ia mengabaikan. Sebagai orang tua sudah seharusnya ia memperbaiki kesalahan anaknya dan membimbing mereka untuk meminta maaf, bukan mengabaikannya dan melupakan semuanya.

“Mi-mianhae baby, jeongmal mianhae~” Ucap Kyuhyun dengan nafas tercekat.

Suho tidak menjawab apa-apa lagi karena hatinya sudah terlalu sedih, remaja tampan itu hanya duduk dilantai dan menangis sekerasnya. Bahkan ia sendiri tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat mereka mengabaikan semua yang terjadi sebelumnya.

Dan sekarang… siapa yang harus disalahkan?

“Kalian hanya memikirkan diri sendiri~ hiks, kenapa?” Tanya Suho disela isak tangisnya.

“Maafkan mommy~” Jawab Kyuhyun yang sudah duduk dilantai tidak jauh dari tempat Suho.

“Ka-kami sangat menyayangi mommy, ba-bahkan mommy tahu S-sulli tidak bisa m-makan jika mommy tidak baik, s-saat di-culik pun dia hanya ingin mommy tetap baik-baik saja. Tapi kenapa? Kenapa hanya Mino hyung yang mommy lihat? Kenapa hanya Mino hyung yang mommy sayang? Kenapa mommy?”

“Tidak~ bu-bukan seperti itu…”

“Tapi seperti itu yang terlihat~ bahkan terasa semakin jelas, seolah kami tidak pernah ada dalam hidup mommy.”

“Aniyo!! Tidak baby!! Bukan seperti itu, sungguh…” Kyuhyun memegang dadanya dengan tangan kiri sementara tangan kanannya menopang tubuhnya dilantai.

“Suho sedih mommy, tidak ada yang bisa Suho lakukan, sedang kalian sama-sama saling menghindar, kenapa mommy?”

“Jeongmal mianhae~”

“Suho sudah tidak tahan lagi, semakin hari Suho semakin takut pulang ke rumah, tidak ada lagi kehangatan mommy disana, mommy lebih memilih bersama hyung daripada memperbaiki semuanya, dengan itu membuat semuanya semakin jelas, mommy lebih sayang hyung daripada kami.”

“Aniyo!! Bukan begitu, baby~ dengarkan mommy~” Pinta Kyuhyun sungguh-sungguh. “Saat itu mommy bertemu Mino hyung ditaman dengan tubuh kecilnya yang begitu dingin, setelahnya mommy tahu bahwa Mino hyung dibuang ummanya, baby. Dan saat dia keluar dari rumah kemarin mommy tidak bisa berpikir dengan baik, kemana ia harus pergi jika di rumah tidak ada tempat untuknya? Mommy tidak ingin Mino hyung berpikir dia dibuang untuk kedua kalinya, karena itu sangat menyakitkan.” Kyuhyun menarik nafasnya dengan susahnya namun kemudian melanjutkan.

“Iya, mino hyung punya umma, tapi sekalipun… sekalipun Mino tidak ingin kesana baby, dia tidak akan meninggalkan kita, karena itu mommy pergi menemaninya, tapi ternyata sikap mommy yang egois malah membuat kalian terlupakan, mianhae~ jeongmal mianhae.”

“Mommy…” Panggil Suho dengan airmata yang tidak berhenti mengalir.

“Sekali pun mommy tidak pernah berpikir untuk membedakan kalian, sungguh, kalian bertiga adalah hidup mommy, jika salah satunya tiada bagaimana mommy bisa hidup? Sekian lama mommy menunggu untuk memeluk buah hati kami, kenapa mommy harus memilih salah satunya? Tidak mungkin baby, maldo andwae~” Kyuhyun menggelengkan kepalanya perlahan.

“Mommy tahu mommy salah, apa yang harus mommy lakukan agar Suho tidak berpikir seperti itu? Mommy menyayangi kalian sama besarnya, tidak ada yang mommy lebihkan, sungguh~ jangan berpikir seperti itu lagi, jebal~” Pinta Kyuhyun melihat mata Suho dengan tatapannya yang sungguh-sungguh.

“Mommy~ hiks~”

Detik itu juga bocah kecil yang sudah remaja itu merangkak dengan cepat dan menghambur dalam pelukan mommynya itu dan menangis dengan kerasnya. Suho menangis didada mommy-nya selayaknya anak kecil yang merasa bersalah atas apa yang dilakukannya. Seperti saat ia masih kecil yang selalu bisa bermanja pada orang yang paling dicintainya didunia ini.

“M-mianhae mommy~ mianhaeee~”

Kyuhyun hanya bisa memeluk putranya itu dengan erat dan menggigit bibirnya agar tangisannya tidak terdengar. Tidak ada yang ia inginkan saat ini selain memeluk ketiga buah hatinya dan mereka saling memaafkan.

“Bogoshipoyo mommy~” Bisik Suho pelan didadanya.

“Nado bogoshipoyo, my baby~ jeongmal mianhae.” Jawab Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.

Siwon yang sedari tadi diam saja langsung tersenyum melihat umma Choi dan menghela nafas lelahnya, dengan cepat namja tampan itu menghapus airmata dan mendekati keduanya. Siwon memeluk mereka penuh sayang dan berharap kelegaan juga menghampiri hati mereka berdua setelah saling mengatakan perasaan.

Namun suara kaki yang setengah berlari membuat mereka semua melihat kearah yang sama. Dokter dan beberapa perawat berjalan mendekat dengan tergesa-gesa, yeoja cantik yang mereka kenal sebagai dokter pribadi anak-anak mereka, Choi Sooyoung.

“Apa yang terjadi, oppa???” Tanya Sooyoung dengan wajah panik.

Yeoja cantik itu baru saja selesai menjalankan sebuah operasi dan segera dipanggil saat Minho dan Sulli dibawa kesana. Sementara tiga dokter yang lain sudah lebih dulu menangani mereka berdua.

“Soo, tolong mereka.” Siwon hanya bisa berucap pasrah.

“Kami akan berusaha, ayo masuk.” Ucap Sooyoung lalu segera masuk keruang ICU didepannya yang terdapat dua kesayangan Choi.

Tak berapa lama Ryeowook, JongIn dan Yesung datang, mereka terlihat panik dan cemas. Setelah dihubungi Siwon sebelumnya, Ryeowook langsung memanggil Yesung pulang untuk melihat mereka.

“Bagaimana ceritanya, Siwonnie??” Tanya Ryeowook begitu sampai disana.

“Sulli datang ke proyek sepertinya ingin bertemu dengan Minho, selanjutnya aku tidak mengerti semua kejadiannya terasa cepat.” Jawab Siwon sambil melihat Kyuhyun yang sudah berada dalam pelukan umma Choi.

Tak lama pintu ICU pun terbuka menampilkan tempat tidur dorong dengan Minho yang masih tidak sadarkan diri diatasnya. Lengan, kepala dan kaki putra tampan itu terlihat diperban dan ada beberapa luka kecil di wajahnya. Kepala Minho memang terbentur saat Sulli mendorongnya dan kaki namja tampan itu ikut tertimpa reruntuhan, walau hanya sedikit.

“Babyboy…” Siwon segera menghampir ranjang Minho begitu pula Kyuhyun dan Suho.

“Minho hanya mengalami luka ringan dan akan sembuh dalam beberapa hari, mungkin sebentar lagi ia akan siuman, sekarang masih dalam pengaruh obat, tapi Sulli…” Wajah Sooyoung berubah muram.

“Apa… Apa yang terjadi??” Tanya Kyuhyun dengan wajah pucat.

“Apa yang terjadi? Kalian tidak menjaga pola makannya? Bukankah dia pernah operasi dulu?” Sooyoung balik bertanya.

“A-apa maksudnya Soo?”

“Lambungnya berdarah oppa!! Dia tidak makan dengan benar, apa yang kalian lakukan?!” Tanya Sooyoung dengan wajah tidak percaya, bahkan ia sedikit marah pada mereka.

Kyuhyun melihat yeoja cantik itu tidak percaya. “A-apa?? A-aku tidak tahu… Ba-bagaimana mungkin…” Airmata Kyuhyun kembali turun tanpa bisa dicegah.

Namja cantik itu melihat bungkusan yang dibawa maid ahjumma yang menjadi bukti bahwa putrinya benar-benar. Bahkan dua maid kesayangan Sulli sudah menangis lagi dan meminta maaf karena tidak memperhatikan nona muda mereka.

“Sooyoung…” Panggil Siwon dengan kening berkerut. “Jebal…”

“Ahh, mianhae!!” Ucap Sooyoung tersadar. “Sekarang dia banyak kehabisan darah, kita harus segera transfusi darah…” Ucapnya kemudian.

“Ambil darahku Soo.” Jawab Siwon cepat.

“Baiklah oppa ikut denganku, dan suster bawa Minho keruang rawat inap, kalian bisa menjaga disana. Ucap Yeoja cantik itu lalu segera masuk kembali.

Siwon hanya bisa memeluk Kyuhyun sekilas dan menyerahkannya lagi pada umma Choi lalu segera mengikuti Sooyoung. Namja tampan itu hanya bisa memanjatkan doa untuk keselamatan Sulli, ia benar-benar tidak mengerti mengapa kesedihan masih menghampiri keluarga kecilnya.

Ruangan operasinya berada didalam ruangan tempat ia berada membuat Siwon tidak bisa melihat dimana dan bagaimana keadaan putrinya saat ini. Dua suster yang bertugas mengambil darahnya langsung memintanya untuk berbaring diranjang yang ada disana dan mereka melakukan tugasnya.

Setelah beberapa saat…

“Kami sudah membawa satu kantong darah untuk Sulli, oppa beristirahatlah disini sejenak. Aku harus kembali ke dalam.”

“Soo… Ba-bagaimana…”

“Aku belum bisa memastikannya oppa, yang aku tahu keadaan Sulli sangat parah, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin, oppa hanya perlu menjaga Kyunnie tetap stabil.”

“Aku mengerti, kami percaya padamu.”

“Terima kasih oppa, istirahatlah.”

Sooyoung ditemani salah satu suster disana segera pergi meninggalkan Siwon yang kembali berbaring diranjangnya. Siwon merasa dunia seakan berputar dengan begitu cepat, bagaimana ia bisa mengatakannya pada Kyuhyun tentang Sulli.

Tapi ia tidak bisa diam saja disini saat huswife dan anaknya yang lain juga sedang tidak dalam keadaan baik. Siwon segera turun dari tempat tidurnya dan memilih keluar darisana untuk melihat Kyuhyun. Dan benar saja, namja cantik huswifenya itu masih berada disana bukannya menemani Minho di kamar inapnya, seperti yang lain.

Namja cantik itu duduk dilantai bersandar pada pintu ruang ICU dengan wajah yang terbenam diantara kedua lututnya. Siwon hanya bisa menghela nafas lelah dan ikut duduk didepannya sambil membelai kepalanya dengan lembut.

“Baby…” Panggilnya.

“Hyung…” Jawab Kyuhyun mengangkat kepalanya dan wajah cantik itu penuh kesedihan, namja cantik itu meraba lengan Siwon dimana bekas jarum suntik yang mengambil darahnya untuk putri mereka dan mengamatinya. “Bagaimana Sulli?” Tanyanya kemudian.

“Sooyoung belum bisa memastikan, mereka masih melakukan operasi.”

“Aku bahkan tidak tahu dia tidak makan dengan teratur, ibu macan apa aku hyung?! Putriku…dia tidak bisa makan jika hatinya tidak tenang, itu juga yang terjadi saat aku koma dulu sampai dia harus dioperasi, aku melupakannya, hyung… aku melupakannya, eotteokhe?? Apa yang akan terjadi padanya?? Katakan padaku hyung? Katakan??” Kyuhyun menarik baju depan Siwon dengan arimata yang terus mengalir dipipinya.

“Baby~ tenang dulu.”

“Bagaimana ka-kalau.. Bagaimana…ka-kalau dia… Dia… Andwae hyung~ andwae!!” Kyuhyun langsung mengatupkan kedua tangannya seperti berdo’a. “T-tolong selamatkan dia, jangan ambil dia dariku!! To-tolong…putriku…” Ucapnya sambil memejamkan mata.

“Baby…” Panggil Siwon tidak tahan melihatnya.

“Dia tidak akan meninggalkanku, bukan?” Tanya Kyuhyun cepat. “Hyung…dia tidak akan meninggalkanku kan? Tidak akan, hyung!! Tidak boleh!!”

Namja tampan itu langsung menarik huswife cantiknya itu dan memeluknya dengan erat. Kyuhyun hanya bisa menggenggam erat kemeja Siwon sambil berusaha bernafas dengan baik. Namun semakin lama tarikan nafasnya semakin sakit, sesak didadanya semakin jelas seiring hatinya yang begitu sakit menerima kenyataan dihadapan mereka.

“Sakit hyung…” Bisiknya pelan.

“Tenanglah baby… Tenangkan dirimu.”

“Sakit sekali hyung, a-aku…hhhhk.” Tangan Kyuhyun langsung jatuh terkulai ke lantai dan tubuhnya pun terasa merosot dalam pelukan Siwon.

Barulah namja tampan itu sadar dan menatap huswifenya itu tidak percaya, walau Siwon memanggilnya beberapa kali tapi Kyuhyun tidak menjawab. Dengan cepat namja tampan itu mengangkat huswifenya itu dan membawanya ke ruang IGD agar diperiksa lebih lanjut.

Hal inilah yang paling ditakutkan Siwon terjadi pada Kyuhyun jika mendengar tentang Sulli nanti. Namja tampan itu tidak bisa membiarkan huswifenya menderita lebih dari yang sudah terjadi.

“Siwon…” Panggil Donghae dibelakangnya bersama Hyukjae dan Taemin.

“Hyung…” Jawab Siwon.

“Apa yang terjadi? Bagaimana Sulli? Minho? Kyuhyun dimana?” Tanya Donghae tidak sabaran.

“Hyung, Minho diruang rawat diujung sana.” Jawab Siwon sambil melihat Taemin. “Sulli ada di ICU dan Kyunnie baru saja pingsan.”

“Omoo~ semoga tidak terjadi apa-apa dengan mereka.” Jawab Hyukjae.

“Hyung, mian aku meninggalkanmu tadi.” Ucap Siwon pada hyungnya yang di kantor.

“Gwenchana, serahkan padaku.”

“Pergilah, mungkin Mino sudah siuman, aku harus melihat Kyunnie.”

“Baiklah, kajja.” Eunhyuk menarik Donghae melewati lorong rumah sakit itu menuju kamar Minho yang ada diujung koridor.

Sementara Siwon langsung berpaling melihat pintu ruangan yang ada Kyuhyun didalamnya. Dokter yang memeriksa huswifenya juga ikut keluar dan tersenyum begitu melihatnya.

“Dia hanya kelelahan, bersabarlah tuan Choi, Semua akan baik-baik saja.”

“Gomawo dok, boleh aku melihatnya?”

“Ne, silahkan, dia masih dalam pengaruh obat.”

“Gomawo.” Jawab Siwon lalu segera masuk kedalam.

Namja tampan itu menyusuri ruangan putih itu dengan kening berkerut, jika Kyuhyun harus tinggal lama disini tentu namja cantik itu akan menolak dengan cepat. Mereka ada dilantai satu rumah sakit yang tentu saja semua ruangan masih berwarna putih.

Hanya ruangan khusus untuk mereka berwarna babyblue yang ada dilantai dua.

“My baby~” Gumam Siwon saat mendekati ranjang tempat tidur Kyuhyun.

Wajah pucat cantik itu terlihat begitu lelahnya dengan airmata yang masih tersisa membuat pipi itu semakin sembab. Siwon mengecup kening Kyuhyun yang hangat dan mengusap rambut coklat namja cantik itu dengan lembut. Ia mencoba untuk tidak membuat gerakan yang bisa membangunkan Kyuhyun tapi ternyata efek obat yang sudah menghilang dan kegelisahan yang masih terasa membuat Kyuhyun membuka matanya perlahan.

Namja cantik itu mengerjap beberapa kali untuk membiasakan diri dengan cahaya yang masuk dalam retina matanya. Setelah melihat lebih jelas, wajah tampan dan senyum menenangkan milik suaminya yang terlihat.

“H-hyung…”

“Baby.. Kau sudah sadar?” Tanya Siwon.

“I-ini di…” Kyuhyun menutup matanya dan mengingat semua kejadian yang menimpa mereka. “Andwae!! Putriku!! Sulli…” Panggil Kyuhyun langsung bangun dari tidurnya.

“Baby, hyung mau kau tenang dulu.” Ucap Siwon dengan wajah serius.

“Ba-bagaimana bisa hyung… Sulli…Di-dia…aku harus melihatnya.”

“Tenanglah, kau harus istirahat baby, Sulli masih ada di ICU.” Jawab Siwon memegang kedua lengan Kyuhyun agar namja cantik itu tidak bergerak turun.

“Ma-masih disana?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Nee, belum ada yang keluar darisana.”

“Ba-bagaimana aku bisa istirahat jika Sulli…”

“Sulli masih di ICU, kita belum tahu bagaimana keadaannya.”

“Hyung bawa aku kesana sekarang juga.” Pinta Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Tapi baby…”

“Hyung…”

“Berjanjilah…” Ucap Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun menatapnya bingung. “Berjanjilah untuk tetap tenang.” Lanjutnya kemudian.

“Hyung…”

Siwon meletakkan tangannya didada Kyuhyun yang berdetak dengan normal dan merasakannya. “Aku ingin ini tetap berdetak sampai batas yang diizinkan, aku ingin tetap mendengar debaran ini sampai aku tua nanti.” Ucap Siwon dengan mata berkabut.

“H-hyung…”

“Apapun yang terjadi nanti, tenangkan dirimu, aku tidak ingin kehilanganmu baby, sudah cukup penderitaan dulu aku alami, aku tidak bisa lagi, saat ini keberadaanmu disini membuat hyung tetap kuat, keuronika, tetaplah seperti ini, jebal~” Setetes airmata Siwon mengalir dari sudut matanya.

Kyuhyun tidak bisa menjawab apa-apa selain memeluk tangan Siwon dan menangis tertahan hingga bahunya bergetar dengan hebat. Siwon langsung memeluknya dengan erat dan kembali menenangkannya.

“Kita akan menghadapi ini bersama-sama dengan begitu kita akan semakin kuat, karena itu apapun yang terjadi, tenangkan dirimu, hyung ada disini.” Ucap Siwon setelah menghapus airmatanya membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“A-aku ingin disana.” Ucap Kyuhyun.

“Ne, kita akan kesana, juga melihat Minho.” Siwon melepas pelukannya dan melihat wajah cantik itu basah kembali.

Dengan lembut ia menghapus airmata huswifenya itu yang masih mengalir lalu menangkup pipi kirinya. Kyuhyun langsung memiringkan kepalanya hingga pipi kirinya terbenam dalam telapak tangan Siwon yang hangat.

Namja cantik itu mengulurkan tangannya dan menghapus airmata Siwon dengan perlahan. “M-mianhae…” Bisiknya.

“Ssst~ gwenchana, kajja~”

Siwon membantu Kyuhyun turun dari tempat tidurnya lalu segera keluar darisana. Mereka berjalan perlahan menuju ruang ICU yang tidak jauh dari ruangan Kyuhyun dirawat tadi. Terlihat wajah cemas Ryeowook, Yesung, Eunhyuk dan Donghae menunggu mereka disana.

“Kalian ada disini?” Tanya Siwon. “Bagaimana Minho?”

“Bagaimana keadaanmu Kyu??” Donghae balik bertanya.

“Aku baik saja, Minho dan Sulli bagaimana hyung??”

“Minho belum sadar umma Choi ada disana, kalau Sooyoung belum keluar saat kami disini.”

Beberapa suster terlihat berlari menuju ruang ICU menambah rasa panik mereka yang melihatnya. Hingga seorang dokter asing masuk ke dalam diiringi dengan beberapa dokter rumah sakit itu yang Siwon kenal.

“Ada apa ini hyung? Ada apa??” Tanya Kyuhyun kembali panik, ia tidak bisa tenang sebelum tahu bagaimana keadaan Sulli yang sebenarnya.

“Baby tenanglah~”

Siwon mencoba menggenggam tangan Kyuhyun untuk membantu menghilangkan kekhawatiran huswife cantiknya itu. Tidak ada yang bisa menjawab kekhawatiran mereka, bahkan semua keluarga sudah berkumpul disana.

“Da-daddy…” Panggil seseorang tiba-tiba.

“Minho? Omo!! Minho sudah sadar?” Tanya Siwon langsung mendekati putranya.

Putra pertamanya itu berdiri dipapah Taemin, Suho, JongIn dan umma Choi dengan kepala dan kaki yang masih terbalut perban. Siwon mengambil alih pegangan Taemin dan membawa Minho menuju kursi tunggu dimana Kyuhyun duduk dan menopang kepalanya.

“Mommy…” Panggil Minho pelan.

Barulah Kyuhyun sadar dan berpaling melihat putra pertamanya itu, tanpa bisa dicegah airmata kembali keluar dan mengenang dipelupuk matanya. Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya mengatakan jangan menangis, tapi airmata Kyuhyun tetap mengalir dipipinya yang masih sembab.

“Mianhae…” Bisik Minho dengan sedihnya membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“Jangan…mommy yang salah, tidak seharusnya mommy bersikap seperti itu, Mino benar, mommy salah.”

“Jangan menangis lagi, setelah Sulli sembuh, kita akan mengatakan semuanya, tidak ada kata terlambat, Culli harus tahu Mommy sangat menyayangi dia, Culli juga harus tahu Mino tidak akan pergi kemanapun, Mino tidak akan meninggalkan kalian.”

“N-ne… semoga dia baik-baik saja, Mommy tidak bisa menunggu seperti ini.” Ucap Kyuhyun dengan wajah frustasi.

Suho berjalan perlahan dan duduk disamping mommy-nya itu tanpa mengatakan apa-apa. Remaja tampan itu juga tidak tenang sebelum mengetahui bagaimana keadaan kembarannya.

“Mommy…” Panggilnya pelan.

“Ne, baby…”

“Mianhae, jeongmal mianhae.” Ucap Suho dengan airmata berlinang dipipinya membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Kesayangan mommy, jangan menangis lagi.”

“Bagaimana jika Culli, bagaimana jika dia…”

Kyuhyun langsung memeluk putra keduanya itu dengan erat dan Suho pun seketika menangis kembali menumpahkan kekhawatirannya dipelukan hangat mommy-nya tercinta. “Ssst~ berdo’a untuk yang terbaik baby, jangan menangis.”

Namja cantik itu membelai lembut kepala Suho untuk menenangkan putranya itu, sementara Minho ikut merebahkan kepala dibahu mommy-nya itu dan memeluk lengannya. Kyuhyun hanya bisa tersenyum manis dan menyadari semua mata kini sedang menatapnya dengan senyum dibibir mereka.

Apalagi Siwon, namja tampan itu terlihat sangat bahagia dengan melihat secercah senyuman Kyuhyun dan berharap ketenangan itu akan terus berlanjut sampai nanti.

**

Dua jam berlalu hingga beberapa dokter akhirnya keluar dari ruangan itu dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Bahkan Sooyoung juga terlihat disana dan menjabat tangan semua dokter yang sudah membantunya itu dengan hormat, mengatakan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih sudah bekerja sama dok, saya sangat terbantu.” Ucap Sooyoung sungguh-sungguh.

“Gwenchana, sekarang tugasmu.” Ucap salah satu dokter sambil melihat keluarga Choi dengan senyum sedihnya.

“Arrayeo…” Sooyoung menghela nafas beratnya lalu berpisah dengan para dokter ahli itu.

Siwon langsung mendekati yeoja cantik itu dengan wajah khawatir sementara Kyuhyun berjalan perlahan dibelakangnya dengan wajah datar. “Soo, bagaimana?” Tanyanya.

“Bagaimana Sulli, Sooyoung?!” Kyuhyun ikut bertanya dengan wajah penasaran.

Sementara itu Minho yang sudah memakai kursi roda langsung meminta Suho untuk membawanya mendekati mereka. Sedang keluarga yang lain berdiri disana dengan wajah keruh menunggu kabar yang sebenarnya sangat tidak ingin mereka dengar.

“Aku harap kalian bisa menerimanya.” Jawab Sooyoung akhirnya dengan wajah sedih yang tidak bisa disembunyikan.

“Katakan Soo, kami akan berusaha.” Ucap Siwon lagi sambil memeluk pinggang Kyuhyun.

“Karena reruntuhan itu Sulli mengalami patah dikakinya.” Ucap Sooyoung pelan dan penjelasan kecil itu pun membuat nafas semua yang ada disana tercekat tapi Sooyoung tau ia harus memberitahukan semuanya secara jelas. “Sulli mengalami beberapa keretakan di bagian pinggul serta kerusakan tulang rusuk, dan memar pada bagian wajah.”

“Andwae…” Bisikan Kyuhyun terdengar tertahan, tangan namja cantik itu dengan kuat mencengkram kemeja Siwon.

“Sulli juga sudah mendapatkan operasi pada bagian tenggorokan untuk memperbaiki pernafasannya, Kami harus membuat 1 atau 2 cm irisan di dadanya dan memasukkan pipa kedalamnya agar ia dapat bernafas dengan baik.”

“Omona…” Umma Choi tidak bisa menahan airmatanya, sementara yang lain sudah menangis dipelukan pasangan mereka masing-masing.

“La-lalu…ba-bagaimana keadaannya?” Kyuhyun tetap ingin tahu semuanya.

“Pendarahan dilambungnya juga sudah teratasi dengan baik, kami berhasil mengobati bagian itu, dengan kata lain kami berhasil sepenuhnya dalam operasi ini…”

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun.

Siwon memeluk Kyuhyun dengan erat menunggu kata-kata Sooyoung yang masih berlanjut, yang mungkin saja kabar yang benar-benar tidak ingin mereka dengarkan.

“Tapi kami juga meminta maaf karena…”

“Karena apa Soo??” Potong Siwon cepat.

“Setelah semuanya selesai…” Sooyoung menghembuskan nafasnya perlahan. “Sulli dinyatakan koma.”

“Andwae!!!” Seru semua yang ada disana dengan wajah tidak percaya.

Sementara Kyuhyun yang shock mendengarnya kembali pingsan tanpa satu kata pun membuat Siwon tersentak kaget. Namja cantik itu tidak kuat mendengar bahwa kondisi putri satu-satunya itu sedang dalam kondisi yang sangat buruk.

“Mommy!!” Panggil Suho dan Minho dengan wajah khawatir.

“Oppa, bawa keruangan tadi saja, aku akan memanggil dokter.” Ucap Sooyoung cepat lalu bergegas mencari dokter yang merawat Kyuhyun.

“Baby…” Siwon hanya bisa menggumamkan kata itu sambil membawa Kyuhyun setengah berlari menuju ruangan ia diobati sebelumnya.

“Mommy baik-baik saja hyung kan?” Tanya Suho yang mengikuti mereka dari belakang.

“Ne, Cuo tenang saja.” Minho tidak bisa menjamin kata-katanya sendiri.

“Lalu bagaimana Culli, hyung? Dia koma? Bukankah itu artinya dia tidak bangun lagi.”

Minho langsung menggenggam tangan Suho yang mendorong kursi rodanya, tidak ada yang bisa ia katakan. Bahkan hatinya sendiri terlalu sakit menerima kenyataan itu, putri kesayangan mereka begitu menderita.

“Mianhae, princess~” Gumam Minho pada dirinya. “Seharusnya oppa menjagamu bukan meninggalkanmu seperti itu.”

“Hyung…” Panggil Suho saat mereka sudah didalam ruangan Kyuhyun sementara Siwon langsung keluar lagi karena ingin menemui dokter Sulli.

“Cuo, jangan marah pada mommy, hyung tidak ingin Cuo berpikir mommy lebih sayang hyung daripada kalian.” Ucap Minho cepat.

“Mianhae.” Suho langsung menundukkan kepalanya.

“Gwenchana.” Minho mengambil tangan dongsaengnya itu lalu menggenggamnya. “Kita akan memperbaiki apa yang rusak dan kita akan saling menjaga jangan sampai terluka lagi, ne? Hyung sayang kalian, sungguh sayang, jika kalian tidak mau hyung, hyung tidak tahu harus kemana lagi, karena di dunia ini hyung hanya ingin bersama kalian.”

“Hyungg~” Suho langsung menghempaskan tubuhnya memeluk Minho hingga membuat kursi roda Minho terdorong kebelakang. “Mianhae, jeongmal mianhae.”

“Ssst~ jangan menangis, nanti mommy dengar.” Ucap Minho dengan wajah tenangnya.

“Mianhae~”

“Nee~ hyung juga minta maaf meninggalkan kalian disaat seperti itu.”

“Cuo mengerti, hyung juga pasti mengerti Culli kan?”

“Jika tidak hyung tidak akan kembali babyboy~” Jawab Minho menyentil kepala Suho yang dengan nyaman duduk dipangkuannya. “Culli hanya kecewa dan takut, karena itu ia tidak berani menanyakan semuanya dengan jelas.”

“Nee, apalagi dia sangat manja, khususnya hyung yang sangat memanjakannya.”

“Apa boleh buat, dia satu-satunya.” Minho tersenyum dengan manisnya seperti tidak pernah ada kesedihan yang menimpa mereka.

“Berarti Cuo juga satu-satunya kan?”

“Mwo?”

“Culli satu-satunya yeoja, naah Cuo juga satu-satunya namja dongsaeng hyung.” Ucap Suho dengan senyum polos terbaiknya.

“Aaa~ arraseo~”

“Iya kan? Kan?”

“Nee~ my only one~”

Suho langsung tertawa kecil dan berdiri dari pangkuan hyungnya itu kemudian berjalan kesisi yang lain untuk duduk dikursi yang ada disamping tenpat tidur mommy mereka. Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya dan melakukan hal yang sama hanya ia masih tetap diatas kursi rodanya.

Mereka berdua hanya bisa menunggu disisi kiri dan kanan mommy mereka yang belum siuman. Sementara Siwon berada diluar ruangan berbicara dengan para dokter yang sudah mengoperasi Sulli sampai dinyatakan koma, tadi ia tidak bisa konsentrasi karena memikirkan Kyuhyun.

“Kapan dia akan sadar, dok?” Tanya Siwon setelah mendengar penjelasan mereka sekali lagi.

“Kami tidak bisa memutuskannya tuan Choi, saat ini yang paling penting adalah tekad dan semangat hidup dari Sulli. Kita hanya bisa berdo’a dan berharap yang terbaik.”

“Itu benar oppa, aku yakin Sulli akan segera bangun, dia tidak akan meninggalkan kalian.” Ucap Sooyoung memberi semangat.

Siwon tersenyum pahit mendengar ucapan sepupunya itu, walau ucapannya berisi semangat untuknya tapi tetap bukan jaminan putri kecilnya akan segera kembali.

“Kami sedang menyiapkan ruangan Sulli ditempat biasanya, semua alat akan dibawa kesana, jika Kyunnie oppa sadar kalian bisa menjaganya disana.” Ucap Sooyoung lagi.

“Gomawo Soo, dokter juga~ jeongmal gomawo.”

“Gwenchana, oppa harus bertahan.”

“Yang terbaik untuk keluargamu tuan Choi.” Ucap dokter yang lain.

Dan mereka pun berjabat tangan lalu meninggalkan Siwon disana yang hanya bisa menghembuskan nafas lelahnya. Kemudian namja tampan itu segera kembali keruangan Kyuhyun dan melihat kedua putranya sudah jatuh tertidur dengan kepala disisi mommy mereka.

“Mino…” Panggi Siwon pelan.

“Daddy…” Minho membuka matanya dengan perlahan.

“Mino kembali ke kamar istirahat disana, Culli akan dipindahkan kelantai atas.”

“Mino mau disini.”

“Mino mau satu kamar dengan Culli?” Tanya Siwon kemudian.

“Ne…”

“Baiklah, ayo~ daddy akan bicara dengan halmonie.”

Dan dua namja tampan itu pun segera keluar darisana meninggalkan Suho yang masih tertidur dengan nyamannya.

Siwon mendorong kursi roda Minho keluar dari ruangan itu, sampai setengah perjalanan tidak ada yang berbicara karena mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Namun akhirnya Minho tidak tahan lagi dan memulai pembicaraan dengan sedikit ragu.

“Mmm, daddy…” Panggilnya pelan.

“Ne? Waeyo?”

“Bagaimana Sulli sebenarnya?”

“Hhhhh~” Siwon menghela nafasnya. “Bahkan dokter pun tidak tahu kapan dia akan sadar.” Jawabnya kemudian.

“Mianhae…” Ucap Minho cepat namun Siwon bisa mendengarnya.

“Apa maksudnya, Mino?” Tanya Siwon dan berhenti berjalan.

“Jika Mino lebih cepat, Culli tidak akan seperti ini.”

“Hey, hey~ darimana pikiran itu datang huh?” Tanya Siwon sambil berdiri didepan putranya itu kemudian bertumpu dengan lututnya pada tempat kaki di kursi roda itu agar ia sejajar dengan Minho.

“Tidak ada yang boleh menyalahkan diri sendiri, lagi!” Ucap Siwon tegas.

“Ta-tapi…”

“Sudah cukup mommy menyalahkan dirinya, jangan Mino juga, jika kalian seperti itu bukankah yang paling salah itu daddy? Daddy yang tidak tegas karena membiarkan kalian mengabaikan masalah ini.”

“Tidak daddy.”

“Karena itu jangan…”

“Tapi, Mino sendiri yang bilang akan menyelesaikannya, padahal sebenarnya Minho takut daddy, takut Sulli benar-benar benci oppa angkatnya, Mino takut Sulli tidak ingin melihat Mino lagi, karena itu Mino lari, tapi sekarang…bagaimana? Apa yang akan terjadi padanya?” Tanya Minho dengan wajah sedihnya.

Didepan Suho dia memang hyung yang terbaik yang bisa menenangkannya dan Sulli, namun didepan daddy dan mommy-nya, Minho tetaplah anak manja yang masih selalu ingin ditenangkan.

“Minho tidak bisa daddy~”

“Sssst~ kita berdo’a yang terbaik ne.” Jawab Siwon sambil merengkuh Minho dalam pelukannya. “Saat ini kita hanya bisa selalu bersama dan saling menguatkan, saat Sulli bangun nanti kita akan meluruskan semuanya agar tidak ada rahasia dan tidak ada lagi yang terluka, arrachi?”

“Ne~”

“Mino segalanya untuk kami, jadi tetaplah seperti ini, Suho dan Sulli sangat menyayangi Mino.”

“Mino tahu.” Senyum Minho sambil menghapus airmata dipipinya.

“Sekarang Mino bersama umma dan uncle ne? Daddy harus kembali.” Ucap Siwon kemudian dan melihat Donghae dan Ryeowook yang mendekati mereka.

**

Tidak berapa lama, Siwon kembali ke ruangan Kyuhyun dan mendapati Suho duduk dengan tangan terlipat didada dan wajah sulking seperti biasanya.

“Waeyo, hm?” Tanya Siwon mengacak rambutnya.

“Daddy tinggalin Cuo, hyung juga.” Protes remaja tampan itu.

“Ahaha, bukan begitu~ daddy bantuin hyung pindah ke ruangan Culli dilantai dua, sebaiknya Cuo kesana, karena mommy juga akan dirawat disana.”

“Jinjja?”

“Nee, Cuo bisa tidur dengan baik disana, kha~”

“Mmm, kalau mommy bangun, segera kesana nee, Cuo tunggu.”

“Ne~ mommy boy~” Suho langsung memberi daddynya itu death glare yang mematikan lalu segera pergi darisana.

Setelah kepergiannya giliran Siwon yang duduk dikirsi itu dan menunggu Kyuhyun untuk siuman, agar mereka segera bisa berkumpul disatu ruangan dan bisa saling menjaga disana. Namja tampan itu mengamati cairan infus yang diturunkan dengan cepat hingga hampir setengahnya sudah masuk kedalam tubuh Kyuhyun.

Siwon sengaja meminta suster untuk memasang infus pada huswifenya itu karena ini yang kedua kalinya Kyuhyun pingsan dalam beberapa jam. Ia tidak ingin bermani-main dengan kesehatan Kyuhyun yang jika dibiarkan akan semakin memburuk.

Sudah cukup Sulli menderita karena kelalaian mereka yang tidak memberi perhatian pada putri cantik itu.

“Nnn~ Siwonnie~” Panggil Kyuhyun dengan mata masih terpejam.

“Ne, baby~ hyung disini.” Jawab Siwon cepat.

“Bawa aku melihat Sulli.” Kyuhyun mencoba melihat wajah tampan suaminya itu yang berkerut khawatir.

“Kau menangis lagi, hm?” Tanya Siwon melihat mata Kyuhyun sembab.

“Aku mendengar Mino bicara pada Suho, aku merasa tidak berdaya, bahkan putra kita lebih dewasa dariku, hyung.”

“Sssst~ seperti yang hyung bilang, semua orang bisa melakukan kesalahan, bahkan manusia paling sempurna pun bisa, tapi didunia ini tidak ada yang sempurna baby, jangan menyalahkan diri lagi, dengan melakukan kesalahan kita akan belajar dari kesalahan itu dengan begitu kita akan menjadi lebih baik lagi.”

“Hyung~” Panggil Kyuhyun cepat.

“Nee~”

“Boleh aku menciummu?”

Mata Siwon langsung melebar mendengar permintaan itu namun detik selanjutnya ia sudah menangkup pipi Kyuhyun dan mengecup bibirnya penuh cinta. Ciuman manis dan penuh perasaan membuat Siwon merasa sudah sangat lama ia tidak mengecup manisnya bibir huswife cantiknya itu.

“I love you, baby~” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

“I love you more, Siwonnie.”

“I love you most~ karena itu tetaplah bersamaku.” Ucap Siwon sungguh-sungguh.

“I promise~”

“Mmm~gomawo~” Ucap Siwon membenamkan wajahnya dipipi chubby Kyuhyun sambil memejamkan matanya.

“Bawa aku melihat Sulli, aku harus melihatnya.”

“Setidaknya habiskan infus dulu, karena kita akan bersama disatu ruangan.”

“Sekarang juga, hyung~” Pinta Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Baiklah, asal kau mau dengan kursi roda.”

“Andwae!!” Bantah Kyuhyun cepat.

“Mwoo?”

“Aku tidak mau!! Itu membutku seperti orang penyakitan.”

“Aigoo~”

“Hyungg~”

“Lalu bagaimana?”

“Gendong…” Kyuhyun mengulurkan sebelah tangannya.

“Mwoo? Infusnya?”

Kyuhyun mengerjap polos melihat infusnya masih berjalan dengan cepat dan raut muka sulking pun langsung terpatri di wajah cantik itu. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu menarik kursi roda yang sudah disiapkan disana dan mendekatkannya pada ranjang.

“Mau tidak mau anda harus duduk disini, nyonya Choi.” Ucap Siwon dengan senyum tersembunyi.

“Terserah padamu tuan Choi.” Jawab Kyuhyun cuek.

Dengan begitu Siwon langsung mengangkat namja cantik itu hingga membuatnya terkesiap lalu mendudukkannya secara perlahan diatas kursi roda. Dengan sigap Siwon memindahkan botol infus itu pada tiang gantung yang melekat dikursi itu lalu segera membawa Kyuhyun keluar darisana.

Mereka langsung menuju lantai dua dimana ruangan khusus untuk keluarga mereka sudah disiapkan. Begitu sampai disana semua sudah menunggu dengan kecemasan terlihat diwajah mereka.

Ruangan besar berwarna babyblue itu terlihat sempit dengan semua anggota keluarga berada disana. Siwon langsung menyunggingkan senyum kecil begitu melihat mereka namun langsung menghilang saat suara mesin yang menyatakan jantung Sulli masih berdetak yang terdengar disana.

Putri cantik itu terbaring tidak bergerak diatas tempat tidurnya yang berada ditengah ruangan karena sisi kiri dan kanannya terdapat dua ranjang lagi yang bisa dipastikan itu milik Kyuhyun dan Minho. Kenangan saat Kyuhyun koma dan mereka harus tinggal disini dulu kembali terlintas dalam benak Siwon.

“Putriku…” Bisik Kyuhyun membuat Siwon tersadar.

Namja tampan itu langsung mendorong kursi roda Kyuhyun mendekati ranjang Sulli dimana Suho dan Minho bertahta disisi kiri dan kanan putri cantik itu.

“Mommy~” Panggil Suho membuat Kyuhyun tersenyum padanya lalu berpaling melihat Minho.

Tidak ada yang bisa ia ungkapkan saat melihat wajah sedih putra pertamanya itu, namun Minho langsung tersenyum lembut untuk menenangkannya.

“Hyung, kalian boleh pulang dan datanglah lagi jika tidak keberatan.” Ucap Siwon melihat Donghae dan Hyukjae.

“Bagaimana kami bisa keberatan?” Tanya Donghae meninju lengan Siwon dengan wajah kesal.

“Aku tahu, tapi kalian selalu menjadi pengganti kami diperusahaan, karena itu aku tidak ingin kalian lelah disini.”

“Kami juga tahu, karena itu besok kami datang lagi.” Ucap Hyukjae.

“Minnie ayo pulang~” Ajak Donghae melihat putranya yang masih setia disisi Minho.

“Aniyo~” Jawab namja manis itu cepat.

“Baiklah~ jaga Mino baik-baik.” Ucap Donghae lagi membuat Taemin tersenyum garing dengan bahagianya.

“Kami juga pulang dulu, Siwonnie~ kami akan kembali membawa makan malam, tenang saja.” Jawab Ryeowook.

Siwon langsung menganggukkan kepalanya lalu ikut mengantar mereka keluar ruangan dan meninggalkan Kyuhyun bersama semua anak-anak mereka disana. Tidak ada tanda-tanda Sulli akan bangun dalam waktu yang cepat. Karena didepan mereka saat ini yang terdengar hanya suara mesin yang menjadi penunjang hidup putri itu.

Segala alat yang membantu kehidupan Sulli terpasang dengan rapi membuat Kyuhyun meringis membayangkan betapa menderitanya putri cantiknya itu. Karena lebih kurang ia juga sudah merasakan saat-saat berada dalam tidur yang tidak kunjung berakhir itu.

Sampai malam menjelang.

Ryeowook benar kembali membawa baju ganti dan makan malam untuk mereka dan berbagai keperluan lainnya. Karena bisa dipastikan mereka akan menginap lama dirumah kedua itu sejak hari ini.

Setelah makan malam JongIn mengantarkan Taemin pulang kerumahnya dan kembali ke rumah sakit untuk menemani Minho. Sementara Yesung juga kembali kerumah karena ia harus ke kantor membantu Hyukjae dengan pekerjaan yang ditinggalkan Siwon.

Tinggallah Siwon dan Kyuhyun beserta anak-anak mereka bersama Ryeowook dan umma Choi. Hanya ada Minho, Kyuhyun, Sulli dan seorang yang menjaga mereka, sedangkan yang lain akan tidur didalam ruangan umma Choi yang tidak jauh darisana. Mereka akan berjaga bergantian sepanjang malam karena tidak ingin putri cantik itu terganggu dengan banyaknya orang didalam satu ruangan.

Keesokan harinya.

Ryeowook yang terakhir menjaga terlihat sudah rapi dipagi hari dan bersiap-siap untuk mencarikan keluarga mereka sarapan pagi yang normal. Ia langsung keluar darisana meninggalkan Kyuhyun dan Minho masih terlelap dengan nyamannya.

Namun begitu diluar namja imut itu bertemu dengan maid ahjumma dan maid yang lain sudah tiba membawa sarapan dan beberapa keperluan mereka yang lain.

“Hee~ kalian memang sudah berpengalaman~” Ucap Ryeowook dengan wajah riang.

“Aiiih, bagaimana Sulli Wookie-ah?” Tanya maid ahjumma masih khawatir.

“Tidak ada perubahan ahjumma, masuklah~ sendiri.” Ucap Ryeowook.

Maid ahjumma langsung bergegas masuk kesana dan melihat tiga kesayangannya terbaring diranjang rumah sakit membuatnya tidak bisa bernafas dengan lega. Setelah melihat wajah mereka beberapa saat, ia langsung keluar lagi dan melihat keluarga yang lain sudah kembali kesana.

“Sajangnim~”

“Pagi ahjumma, gomawo sudah datang.”

“Kami akan mengantar apapun yang kalian perlukan, tenang saja.”

“Ahjumma memang selalu bisa diandalkan.”

Maid ahjumma hanya bisa tersenyum tipis kemudian segera menyiapkan sarapan mereka di kantin rumah sakit bersama Ryeowook dan maid yang lain. Sementara Siwon langsung membangunkan Kyuhyun dan kedua putranya untuk segera sarapan. Namun Kyuhyun yang tidak punya selera hanya pergi ke kamar mandi di ruangan umma Choi dan berganti pakaian disana.

Setelahnya namja cantik itu segera kembali keruangan mereka untuk menemani Sulli yang masih tidak ada tanda-tanda akan segera sadar. Kyuhyun menyusuri wajah pucat Sulli dan mencoba untuk membelai pipinya dengan perlahan.

“Babygirl~” Panggil Kyuhyun pelan. “Kapan kau kembali ke pelukan mommy, hm? Mommy rindu~” Ucapnya sambil menahan perasaannya. “Cepatlah bangun, mommy akan jelaskan apapun yang ingin Culli tahu, jebal~”

“Baby~” Panggil Siwon dibelakangnya.

“Hyung~ dia bisa mendengarku kan?” Tanya Kyuhyun.

“Bisa baby, kita memang harus sering memanggil dan mengajaknya bicara.” Jawab Siwon.

“Culli, baby~ kesayangan mommy~ cepatlah bangun~ mommy akan jelaskan semuanya, asal Culli bangun~ mommy juga ingin minta maaf, mommy tidak sengaja menampar pipimu, sweetheart~ sungguh, mommy terlalu shock, jebal~”

Siwon tidak bisa mengatakan apa-apa, ia hanya bisa berdiri disamping Kyuhyun dan memeluk bahunya untuk menenangkan namja cantik huswifenya itu. Mereka tidak bisa melakukan hal lainnya untuk membuat putri cantik itu terbangun selain do’a dan harapan yang kuat.

Dan hari pun kembali berganti hingga memasuki hari yang kedua mereka berada dirumah sakit, namun tidak ada perkembangan yang terjadi pada putri cantik kesayangan istana Choi. Tidak ada perubahan signifikan yang bisa membuat Siwon, Kyuhyun dan keluarga yang lain bernafas lega apalagi tersenyum dengan bahagianya.

Mereka hanya bisa menunggu dan menunggu diluar ruangan disetiap harinya, karena hanya saat malam saja Kyuhyun dan Minho berada didalam ruangan. Seperti hari ini, Kyuhyun yang tidak ingin memakai kursi roda terlihat duduk di salah satu kursi tunggu bersama Suho untuk mencari udara segar.

“Mino dimana, baby?” Tanya Siwon.

“Dia bersama Sulli, kau tahu dia tidak pernah meninggalkannya hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Nee, Mino ingin jadi yang pertama dilihat Sulli.” Siwon tersenyum manis melihat Kyuhyun yang mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Kapan dia bangun, hyung? Aku merindukannya.” Ucap Kyuhyun dengan wajah muram.

“Hyung juga, baby~ kita akan terus menunggu.” Siwon membelai lembut pipi Kyuhyun yang masih tetap chubby itu.

“Sampai kapan? Aku…” Ucapan Kyuhyun terhenti saat melihat seseorang yang lain di koridor rumah sakit itu. “Kau…” Namja cantik itu langsung berdiri dari duduknya.

Semua perhatian pun tertuju pada sosok namja tampan yang berdiri tidak jauh dari mereka dan didampingi beberapa orang penjaga. “Untuk apa kau disini?” Tanya Kyuhyun menggertakkan giginya.

“Sa-saya ingin menjenguk Sulli.” Ucap Joo Won, namja tampan yang dikenal seluruh korea karena pernah menculik putri keluarga Choi itu.

“Andwae!! Tidak bisa.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan kuat.

“Sa-saya mohon, sekali ini saja…” Pinta Joo Won.

Siwon berdiri untuk menenangkan Kyuhyun membuat namja cantik itu berdecak kesal pada suaminya.

“Masuklah, waktumu tidak lebih dari 15 menit.” Ucap Siwon tegas.

“Daddy… Hyung!!” Panggil Suho dan Kyuhyun bersamaan.

Dan semua yang ada disana tidak percaya jika Siwon mengizinkan Joo Won untuk menjenguk kesayangan mereka begitu saja.

“Apa salahnya jika dia ingin menjenguk? Sudah dua hari Sulli koma, apalagi yang bisa kita lakukan? Hanya menunggu sebuah keajaiban.” Ucap Siwon dengan wajah putus asa.

“Tapi tidak dengan mengizinkannya untuk bertemu Sulli hyung, kau ingat dia yang…”

“Baby dengar, dia hanya ingin menjenguk bukan menyakiti.” Ucap Siwon menenangkan namun Kyuhyun masih tidak rela.

“Hyung cukup!! Aku tidak ingin mengingat kejadian itu.”Ucap Kyuhyun menatap Joo Won tidak senang.

Joo Won hanya bisa mendengar sembari menundukkan kepala, ia tau kesalahan yang lalu pasti masih selalu teringat dalam pikiran keluarga Choi.

“Masuklah Joo Won.” Ucap Siwon lagi.

“Terima kasih.” Joo Won langsung memasuki ruangan itu dimana kini sosok Sulli terbaring lemah dengan segala peralatan penunjang kehidupan terpasang pada tubuh kecilnya.

“Daddy…” Suho mendekati Siwon pelan.

“Apa Suho akan marah pada daddy juga?”

“Tidak, yang daddy lakukan itu benar.” Ucap Suho dengan senyum manisnya membuat semua yang ada disana memandang aneh padanya.

“Sulli sudah berteman dengan Joo Won sunbae.”

“Mwo??” Ucap Kyuhyun bersamaan dengan Minho yang baru keluar.

“Cuo tahu mommy, kita kembar bukan? Walau Sulli tidak mengatakan apa-apa, tapi Cuo tahu. Sulli sudah memaafkan Joo Won sunbae dan sekarang mereka berteman bahkan Sulli sudah datang ke panti rehab untuk bertemu dengan sunbae.” Jawab Suho tenang.

Kyuhyun langsung berpegangan pada dinding, ia tidak salah mendengar bukan? Jika Sulli malah berteman baik dengan penculiknya itu. Apa yang dipikirkan putrinya.

“Walau pintar, kepolosan Sulli buat dia donkdonk mommy.” Ucap Suho membuat semua mata yang ada disana melebar. “Sulli tidak pernah merasa diculik mommy, dia menganggap kejadian itu hanya kesilapan sunbae saja karena sunbae benar-benar tidak pernah berniat menyakitinya.”

“Tapi tetap saja…”

“Dia tidak ingin sunbae merasa bersalah dan semakin tertekan, Sulli juga sudah berjanji akan menjadi temannya, dia dondonk kan? Hyung kan?” Tanya Suho dengan wajah polos.

Minho sangat ingin mengacak wajah menggemaskan itu sementara yang lain hanya bisa terdiam kehilangan kata-kata. Kenapa berita penculikan itu besar diluar sementara yang diculik malah menganggapnya sebagai jalan-jalan.

“Anak kalian memang sedikit aneh.” Celutuk Hyukjae membuat yang lain menatapnya tajam.

Sementara itu didalam ruangan.

“Princess, sunbae datang.” Ucap Joo Won begitu melihat Sulli. “Bukalah matamu, apa kau tidak lelah menutup mata terus?” Tanyanya kemudian namun hanya suara elektro jantung yang menjawabnya.

“Saat mendengar kau kecelakaan, aku sangat takut. Sama seperti dulu, princess… Apa kau tidak ingin melihat kedua orang tuamu dan kedua oppa mu?? Mereka berada diluar setia menjagamu.” Joo Won menggenggam tangan Sulli yang tidak di infus.

“Kau tau princess?? Minho oppa mu tidak pergi, lihatlah dia setia menunggumu, Mommy cantik-mu juga tidak marah lagi, karna itu bukalah matamu.”

Joo Won menitikkan air matanya, kali kedua ia terlihat rapuh dihadapan Sulli, tapi untuk kali ini mata indah itu tidak melihatnya, apalagi tersenyum menenangkan seperti saat itu.

“Princess, aku menyayangimu… semua orang menyayangimu~ bangunlah.” Pinta Joo Won.

“Seperti yang kau inginkan, Sunbae akan mencoba untuk selalu waras dan berencana akan meninggalkan korea, semoga suatu hari kita bertemu lagi dan bisa memiliki hubungan yang baik.”

“Jha~ jalga princess~ take care.”

Joo Won tidak bisa berlama-lama lagi berdiam diri di ruang itu dan memilih untuk segera pergi. Ia berharap Sulli akan segera bangun dari komanya. Joo Won sudah meniatkan diri untuk kembali menata hidup dan juga berbaikan dengan appa nya. Orang tua satu-satunya yang ia miliki.

“Saya sudah melihatnya. Terima kasih.” Joo Won menganggukkan kepalanya sekilas lalu berpaling melihat Minho. “Hyung…aku ingin bicara denganmu.” Ucapnya kemudian.

Tanpa menjawab apa-apa Minho langsung mendekatinya lalu berjalan menjauh darisana dengan beberapa orang yang membawa Joo Won dibelakang mereka.

**

Tak berapa lama Sooyoung datang untuk memeriksa keadaan Sulli.

“Apa belum ada tanda-tanda ia akan bangun, Soo?” Tanya Siwon sebelum yeoja cantik itu masuk kedalam.

“Maafkan aku oppa, Sulli belum memberikan pergerakan yang signifikan.”

Kyuhyun hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan berusaha agar penyakitnya tidak kambuh kembali. Minho yang sudah kembali langsung duduk disisi kanan mommy-nya itu karena disisi kiri Suho merebahkan kepala dibahu mommy mereka.

“Sulli pasti sakit mommy, Sulli sendirian disana, dia…” Suho sudah tidak bisa bertahan.

“Sssttt… Mommy tau, kita hanya bisa berdo’a semoga Culli cepat kembali.” Jawab Kyuhyun menepuk pelan bahu kedua putranya itu.

Siwon hanya bisa menghela nafas lelah melihat wajah-wajah penuh kesedihan itu selama dua hari ini. Tidak ada yang bisa ia lakukan untuk mengobati kesedihan mereka.

Namja tampan itu hanya bisa mendesah pasrah, keluarga kecilnya masih tertimpa musibah yang bahkan lebih besar dibanding saat ia mengetahui Sulli dan Suho diculik lawan bisnisnya. Saat ini putri cantiknya diambang hidup dan matinya, bahkan ia tidak tau kapan Sulli akan kembali ke sisi mereka lagi.

Pintu ruangan Sulli terbuka menampilkan sosok nyonya choi yang masih nampak cantik di usia nya yang tak lagi muda.

“Umma…” Siwon segera menumpahkan rasa sedihnya dalam pelukan ibu kandungnya itu. “Sudah dua hari, apa yang harus aku lakukan?”

“Kau harus kuat Siwon, demi Kyunnie dan anak-anakmu.”

“Aku gagal menjaga mereka umma.”

“Semua sudah terjadi berdoalah agar Sulli bisa segera melewati masa kritisnya.”

“Aku menyayangi mereka semua, aku rapuh jika salah satunya kini tidak ada.”

“Dia ada Siwon, dia akan segera kembali.” Umma Choi membelai lembut kepala putranya itu. “Ahh, Jiwon akan segera tiba, tapi kedua appa masih tidak tahu apa-apa.”

“Jangan umma, biarkan appa menyelesaikan pekerjaan disana bersama Appa Cho, jika Sulli bangun kita akan menghubungi mereka.”

Umma Choi membelai lembut pipi Siwon untuk menenangkan putranya itu, karena sejak dulu namja tampan itu selalu bisa menumpahkan kesedihan dihati padanya, apalagi saat ini ia tahu Kyuhyun dan anak-anak mereka sedang terlelap dan tidak mendengarkannya.

Yang tidak ia tahu semua keluh kesah itu sebenarnya di dengar oleh Kyuhyun yang merasa terusik saat nyonya choi membuka pintu. Kyuhyun kembali menangis tertahan dan kini lebih memilih memeluk Minho dan Suho untuk membantunya bertahan.

**

Hari itu kembali mereka lewati dengan raut wajah yang penuh kesedihan dan masih dengan harapan yang sama. Mereka terus menjaga dan berharap Sulli bangun dari tidur panjangnya itu dan segera kembali kesisi mereka.

Ketiganya selalu bergantian dalam menjaga putri cantik itu sementara yang lain hanya datang sesekali disaat mereka bisa. Seperti yang diinginkan Siwon karena yang lain bisa membantu mereka diluar rumah sakit sementara mereka tertahan disana.

“Sulli~ bangunlah princess, mommy merindukanmu.” Pinta Kyuhyun.

“Lihatlah babygirl, kita kini kembali bahagia, mommy dan hyung tidak marah pada Culli, Bangunlah…” Kata-kata Suho setiap menjaga kembaran cantiknya itu.

“Culli, cantik~ maafkan oppa, oppa sangat menyayangi kalian, Oppa tidak akan pernah meninggalkanmu.” Janji Minho dengan sungguh-sungguh.

“Sulli~ My little princess, bangunlah sayang, daddy merindukanmu.” Pinta Siwon tidak ada bedanya.

Mereka terus mengharapkan hal yang sama untuk tubuh kecil yang terbaring tidak bergerak itu. Namun yang terjadi harapan itu semakin hari semakin membuat perasaan mereka tertekan karena do’a dan harapan itu belum juga terwujudkan.

Sulli seperti tidak ingin bangun lagi.

Dalam penantian itu, 4 hari pun berlalu tidak terasa namun Sulli tidak menunjukkan perubahan apapun, bahkan kondisi tubuh Kyuhyun yang selalu ikut menjaganya pun menurun drastis karena semakin tertekan. Namja cantik itu bahkan sudah dirawat sejak dua hari yang lalu diruangan yang berbeda dengan putrinya.

“Aku sudah tidak tahan hyung!!” Protesnya dipagi hari saat dua orang suster membawa botol cairan infus yang baru untuknya.

“Untuk kebaikan, tetaplah disini my baby~” Jawab Siwon dengan wajah tenangnya.

“Tapi Sulli masih disana!! Bagaimana aku bisa tidur enakan disini, hyung!?”

“Kau bukan tidur enak nyonya Choi, hanya sedang beristirahat.” Siwon menganggukkan kepalanya.

“Hyung!!”

“Kau juga harus memikirkan kesehatanmu baby, sudah 3 hari kau makan tidak teratur, hanya sedikit yang masuk ke perutmu.”

“Aku tidak akan bisa makan jika putriku masih menderita.” Ucap Kyuhyun keras kepala.

“Listen to me!” Ucap Siwon tiba-tiba serius. “Istirahat yang benar atau tidak ada Sulli untuk seminggu ke depan.”

“W-what?!”

“Hyung akan mengikatmu disini sampai satu minggu kedepan, bahkan kau tidak boleh beranjak walau Sulli sudah siuman.”

“Mwoo? H-hyung!!”

“Hyung hanya ingin yang terbaik untukmu, baby~ dan itu istirahat dan tenangkan dirimu, agar kau bisa menjaga putri cantik kita nanti.”

“…..” Kyuhyun tidak menjawab apa-apa selain menatap wajah tampan itu dengan tajam.

Saat Siwon ingin mengatakan hal yang lain, namja cantik itu langsung berpaling dengan wajah sulkingnya membuat namja tampan itu menghela nafas lelah. “Baby~” Panggil Siwon namun Kyuhyun tidak mendengarnya.

“Sweetheart~” Panggilnya lagi namun Kyuhyun tidak berbalik melihatnya.

“My baby my love~”

“Hiks~”

“Mwoo? Aniyo! Andwae~ baby~ mianhae~” Siwon langsung berjalan melingkari ranjang tidur Kyuhyun.

Siwon melihat wajah cantik huswifenya itu tersembunyi dibantal dan perlahan membuat Kyuhyun untuk menatapnya. Wajah cantik itu sembab dan penuh airmata membuat hati Siwon ikut sakit melihatnya. “Jangan seperti ini, baby~”

“Aku ingin putriku, hyung.”

“Baiklah, kita kesana.” Ucap Siwon cepat.

“Jinjja?” Tanya Kyuhyun dengan mata langsung berbinar.

Selama Sulli dirawat Kyuhyun harus bolak-balik menerima asupan vitamin dalam tubuhnya seperti cairan infus dan obat-obatan. Walau selalu protes pada Siwon, tapi Kyuhyun tetap menerima karena itu semua untuk menjaga jantungnya agar tetap stabil. Siwon yang sangat posesif tidak pernah melewatkan namja cantik itu berjalan dan terlepas dari infusnya.

Siwon akan melakukan cara apapun agar Kyuhyun harus selalu memakai kursi roda bersama infusnya, kali ini juga.

“Tapi dengan syarat yang sama, arrachi?”

“Arraa~” Jawab Kyuhyun gerah.

“Ne~ kajja~” Ajak Siwon dengan senyum menawannya.

Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun langsung membenamkan wajahnya didada Siwon dan memeluk suaminya itu dengan erat. Siwon hanya bisa menggelengkan kepala memikirkan bahwa ia tidak akan pernah bisa menolak keinginan huswifenya itu.

“Sepertinya aku rela memberikan hidupku untukmu, baby.” Ucap Siwon sambil mengecup kepala Kyuhyun penuh sayang.

“Bukahkah memang begitu? Sejak dulu.” Jawab Kyuhyun bangga.

“Ahahaha, ne~ kajja~ yang lain mungkin ada diluar.” Ucap Siwon akhirnya.

Kemudian mereka pun segera keluar darisana dengan Kyuhyun yang duduk dikursi roda bersama tiang infusnya.

Di depan ruangan Sulli dirawat mereka berkumpul seperti yang dikatakan Siwon dan namja tampan itu langsung membawa Kyuhyun berada diantara Minho dan Suho. Kedua putra tampan itu memeluk Kyuhyun disisi kiri dan kanannya membuat namja cantik itu tersenyum menenangkan.

“Mommy gwenchana?” Tanya Minho.

“Gwencahana~”

“Mommy, hyung bilang Cuo harus sekolah, tapi Cuo ingin disini.” Ucap Suho kemudian.

“Lho~ hyung benar babyboy~ sudah 4 hari Cuo libur, nanti pelajarannya tinggal. Setidaknya saat Sulli tidak ada, Cuo bisa mengajarkan ketinggalan itu pada Culli.” Ucap Siwon setuju membuat Suho tidak bisa membantah lagi.

“Arraseo~” Gumamnya dengan bibir yang dipoutkan.

“Kita tidak boleh terlalu sering ada didalam mommy ne?.” Ucap Minho lagi dibahu mommy-nya.

“Itu kebijakan dokter, chagi~ seharusnya Sulli masih di ICU, tapi dipindahkan kesini agar kalian bisa menemaninya saat malam, karena itu kalian bisa bersama tapi dengan syarat hanya ada satu orang yang menjaganya.” Jelas Umma Choi.

“Halmonie memang yang terbaik.” Jawab Suho mengacungkan jempolnya.

“Lalu sekarang siapa yang didalam?” Tanya Siwon.

“Tidak ada, suster sedang mengganti perban.”

“Mm~ arraseo~”

Dan mereka pun hanya bisa menunggu dan menunggu lagi sambil tetap saling menguatkan. Tidak banyak yang ada disana karena sebagian anggota keluarga sudah kembali ke rumah mereka.

Namun tiba-tiba suara alarm peringatan tanda bahaya pun menggema, membuat Suho, Minho dan Kyuhyun yang sedang berpelukan tersentak kaget.

“Choi Sulli…”

Beberapa suster tampak berlarian menuju ruang Sulli dirawat, begitu juga Sooyoung dan dokter lainnya ikut berlari mengikuti langkah para suster.

“Soo ada apa ini??” Kyuhyun memilih bangkit dari kursi rodanya dan mencoba menghalau Sooyoung yang hendak masuk.

“Soo katakan apa yang terjadi pada putriku?” Tanya Kyuhyun lagi saat Sooyoung terlihat semakin panik.

“Oppa, tenanglah.”

“Bagaimana aku bisa tenang? Sudah 4 hari Soo.”

“Oppa!!” Sooyoung melihat Siwon dengan cepat.

“Baby~ kau menghalangi kinerja mereka.” Siwon mencegah Kyuhyun untuk ikut masuk kesana.

“Tapi anak kita hyung.”

“Mommy tenanglah.” Minho mencoba menenangkan mommy-nya juga.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas tercekat kemudian langsung menenggelamkan wajahnya dileher Siwon. Namja cantik itu takut, takut jikalau keadaan Sulli semakin memburuk. Sudah 4 hari ini tidak ada perubahan apa-apa pada putri cantik itu.

Bagaimana kalau sekarang keadaannya bertambah parah dan tidak ada harapan? Apa yang harus Ia lakukan?

“Hyung~” Panggil Kyuhyun sambil menggigit bibir bawahnya.

“Ssst baby~” Bisik Siwon memeluknya semakin erat.

Mereka terus saja berdoa agar tidak terjadi apapun pada Sulli, karena alarm itu masih terus berbunyi walau sudah setengah jam lamanya mereka menunggu diluar.

Sementara itu didalam ruang ICU

Garis hijau yang ada dimonitor deteksi jantung elektro yang tersambung pada jantung Sulli berirama tidak stabil, bahkan sesekali terlihat memuncak dan nafas putri cantik itu beberapa kali terlihat memutus.

Tubuh Sulli tersentak beberapa kali dengan irama detak jantungnya yang semakin cepat, seolah ada yang memompanya dengan kuat. Wajah cantik Sulli yang putih nampak kesakitan dan tangannya mengepal dengan kuat. Sampai akhirnya tubuh itu kembali tersentak kuat dengan suara yang keluar dari mulutnya.

“M-mommyyy!!!”

**TBC….

Ahahahahha~ sudah lama ya?? Mianhae~

Kemarin nggak lanjut ini dulu karena siapin 2shot yang itu, sudah lama dipending jadi biar selesai mending diabisin kan? Kan?

Ya sudah, semoga menyenangkan ne?

Sampai jumap di ff yang lain.

With all the love in the world~

Love u,

Vie.