Are We Ending


*Final Chapter *

Ini Epilognya, kalian minta banyak..Vie kasih semuanya…tapi janji..selalu disini nee~ ahahahhaha..

Love You To the Moon and Back, My Lovely Readers..

Here you go~

**

Siwonnie, Are we meant to be?

“Apa maksudmu, baby?!!” Tanya Siwon tidak percaya.

Namja tampan itu langsung melempar benda tipis itu kesisinya namun terkejut kemudian dan segera mengambilnya kembali. Dengan cepat ia mencari aplikasi pencari tempat dihp-nya dan melacak keberadaan Kyuhyun.

Dunia jaman sekarang sangat memudahkan seseorang menemukan yang dicarinya. Kecanggihan benda tipis itu membuat Siwon akan menemukan kekasihnya dalam sekejap. Karena detik berikutnya wajah Siwon berubah cerah saat titik merah di map hp-nya menjelaskan tempat pemilik hp yang digunakan Kyuhyun.

“Tunggu sekejap, baby!!” Ucap Siwon.

Kemudian ia langsung menancap gas dan melaju darisana dengan kecepatan luar biasa. Ia akan segera menemukan kekasih cantiknya dan mengambilnya kembali. Dalam perjalanan ia menghubungi Leeteuk dan mengatakan kemana ia akan pergi.

Namja tampan itu meminta manager Kyuhyun bersiap-siap jika saja ia memerlukannya nanti. Siwon juga meminta Leeteuk untuk tidak mengatakan apa-pun pada orang tua mereka.

“Mereka tidak harus tahu.” Gumam Siwon. “Bahkan polisi juga tidak boleh tahu, atau Seunghyun akan masuk penjara, bertahanlah baby~”

Dan mobil itu pun meluncur dengan bebas membelah jalanan yang sepi dimalam yang begitu dingin.

**

Sudah lebih dari tiga jam, Siwon menyusuri jalan dipinggiran kota Seoul. Mencari keberadaan Kyuhyun berdasarkan map gps yang ada di hpnya. Tanda merah itu tidak bergerak kemanapun, yang menandakan pemilik hp memang berada ditempat yang sama dengan kekasihnya.

Tapi sampai mana Siwon harus melajukan mobilnya, karena ia sudah melewati beberapa Villa yang ada disana. Seunghyun benar-benar membawa Kyuhyun sejauh mungkin agar dia tidak bisa menemukan mereka.

Bahkan namja tampan itu sengaja meninggalkan hp Kyuhyun agar tidak ada yang melacak keberadaannya. Lalu, bagaimana dengan hp Seunghyun? Ya, Siwon sudah mencoba, tapi namja tampan itu sudah lebih dulu mengganti nomornya.

Badan Siwon terasa lelah karena mengemudi terlalu lama tanpa istirahat. Sejak tadi siang ia mencari ke tempat dimana Seunghyun bisa membawa Kyuhyun, termasuk kantor dan apartemennya. Rencana melacak mobil yang membawa Kyuhyun ia batalkan karena ia tidak ingin berurusan dengan polisi.

Siwon merasa begitu lelah dan sangat khawatir dengan keadaan Kyuhyun, tapi namja tampan itu tidak akan menyerah sebelum ia menemukan kekasih hatinya itu.

Namun, walau hatinya mengatakan untuk terus berjalan, tapi pikiran dan tubuhnya memiliki batasnya sendiri. Saat matanya terasa semakin berat dan tidak bisa bertahan, Siwon memilih berhenti dan beristirahat. Belum sempat memikirkan apa-apa, Siwon sudah terlelap begitu ia mematikan mobil dan menguncinya dari dalam.

Keesokan paginya.

Suara hp menggema didalam sebuah mobil yang tergeletak dipinggir jalan didekat pantai. Itulah mobil Siwon yang semalam berhenti disana karena pemiliknya mengantuk dan kelelahan.

Disaat burung-burung bernyanyi terbang ditepi pantai dan matahari pagi sudah menampakkan kilauannya. Siwon masih terlelap dalam tidurnya yang sangat tidak nyaman. Jika tidak karena badannya yang lelah, mungkin Siwon tidak akan tertidur didalam mobilnya.

Saat suara dering hp-nya terdengar seketika ia tersentak kaget dan duduk dengan benar. Matanya terbuka lebar dan langsung melihat sekelilingnya, namun hanya pantai dan vila yang terlihat disana.

Dengan cepat Siwon menerima panggilan dari manager Kyuhyun yang sudah menghubunginya sejak tadi.

“Hyung…” Panggil Siwon.

>Kau dimana Siwon? Kenapa lama sekali?<

“Aku ketiduran hyung, di jalan.”

>Aigoo~ kenapa tidak singgah saja, kami ada di Villa keluarga Cho, didepanmu ada Villa milikku, jalanlah sedikit lagi, istirahat disana.<

“Tidak hyung!! Aku harus segera kesana.”

>Singgah sebentar untuk mandi dan sarapan, ada maid disana mereka menunggumu, aku akan menyusul.<

“Baiklah.”

>Ya sudah, hati-hati.<

Siwon menghembuskan nafas leganya setelah mendengar suara Leeteuk yang menenangkan. Seolah ia memiliki seseorang yang bisa memberinya kekuatan ditengah ketidakpastiannya saat ini.

Selanjutnya ia segera melajukan mobilnya menuju villa yang dikatakan Leeteuk. Sepuluh menit didalam mobilnya, Siwon sudah melihat dua orang berpakaian maid sedang menunggu didepan pintu gerbang sebuah Villa.

Namja tampan itu langsung membelokkan mobilnya kesana dan ia disambut dengan begitu ramah. Siwon menuruti apa yang dikatakan manager perusahaan Kyuhyun dengan patuh. Karena maid disana memang sudah menyiapkan semua keperluannya. Dari sarapan pagi, baju ganti bahkan air hangat untuk ia membersihkan dirinya.

Tanpa menunggu lagi Siwon segera melakukan apa yang harus ia lakukan disana. Dan setelah sarapan, namja tampan itu langsung pergi lagi tidak menungu kedatangan Leeteuk menyusulnya. Ia merasa harus segera tiba di tempat Kyuhyun berada.

“Aku sangat takut, hyung.” Gumam Siwon dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang luar biasa.

Leeteuk yang sudah tiba dibelakangnya hanya bisa menggelengkan kepala dan menghembuskan nafas berat. Namja tampan itu berhenti sebentar dan melihat maid-nya yang masih berdiri dipagar.

“Tuan~” Ucap maid itu dan Leeteuk menganggukkan kepalanya.

“Appa, Siwon sudah pergi lagi, bagaimana?” Tanya Leeteuk pada namja dibelakangnya.

“Susul dia Teuki-ah, appa takut Seunghyun tidak bisa menahan diri.” Ucap namja paruh baya itu. “Apalagi jika dia sampai menyakiti Kyuhyunie.”

“Aku yakin Seunghyun tidak bisa.”

“Sakit hatinya terlalu dalam Teukie-ah, mungkin salah appa juga tidak mengatakan yang sebenarnya, keureonika, appa harus menjelaskan padanya sekarang.”

“Arraseo~” Leeteuk menganggukkan kepala sekilas dan segera melajukan mobilnya menyusul Siwon.

**

Sementara itu di Villa Seunghyun.

Para tamu undangan sudah memasuki area pesta pernikahan tersebut. Walau mereka bertanya-tanya kenapa mereka melangsungkan acara di jam seperti ini, tapi semua undangan tetap menghadirinya.

Selain sebagai relasi kerja, Seunghyun juga berada paling atas diantara mereka. Bahkan beberapa relasi appa Cho juga ada disana karena namja tampan itu mengundangnya.

Seunghyun ingin mengatakan pada dunia bahwa Kyuhyun miliknya dan akan segera menjadi pengantinnya. Karena itu saat ini, ia sudah terlihat rapi dan begitu mengagumkan dengan tuxedo putih.

Rambut tertata rapi dan senyum merekah dibibirnya membuatnya terlihat seperti pengantin laki-laki paling bahagia didunia. Walau sebenarnya senyuman itu hanya palsu belaka, karena saat tamu tidak melihatnya wajah Seunghyun berubah dingin, datar tanpa ekspresi.

“Selamat datang~” Sapanya ramah.

“Anda tampan sekali, dimana Kyuhyun-ssi?”

“Ahh, trima kasih, dia masih bersiap-siap.” Jawab Seunghyun lalu membawa tamunya menuju tempat utama.

Dipinggir pantai.

Sementara itu Kyuhyun didalam kamar masih menatap baju pengantinnya dengan wajah shock. Namja cantik itu tidak percaya Seunghyun tidak mengindahkan surat sekaligus isi hatinya.

Namja tampan itu tidak peduli pada apapun selain menjadikannya pengantin. Apa yang harus Kyuhyun lakukan?

“Kyunnie…” Panggil maid ahjumma.

“Aku tidak mau, ahjumma!! Aku tidak bisa!”

“Tapi…”

“Andwae!! Aku tidak mau menikah, ahjumma.” Ucap Kyuhyun keras kepala.

Namja cantik itu langsung mengambil tuxedo pengantinnya dan berjalan ke kamar mandi. Detik berikutnya ia sudah membuang baju itu dalam bath up lalu menghidupkan airnya. Tidak perlu waktu lama, baju itu langsung terendam didalam sana sampai seluruhnya.

“Kyunnie apa yang kau lakukan…”

“Seunghyun sudah gila! Dia tidak mendengar siapapun!!” Ucap Kyuhyun kesal. “Aku memang salah, tapi dia akan menyakiti dirinya sendiri, ahjumma hentikan dia.”

“Terlambat Kyunnie, semua tamu sudah tiba.” Jawab Ahjumma dengan wajah cemas.

“Andwae!!”

“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya maid ahjumma.

“Aku juga tidak ta…”

“Tentu saja kau tahu.” Jawab Seunghyun dipintu kamarnya.

Kyuhyun langsung menatap tajam namja yang pernah menemani hidupnya itu. Namun Seunghyun tetap memasang wajah datarnya dan masuk kedalam perlahan.

“Kenapa kau belum siap? Dimana bajumu?” Tanya Seunghyun.

“Aku tidak mau menikah.” Jawab Kyuhyun.

“Itu bukan jawaban.” Seunghyun melihat kesana kemari dan tidak menemukan tuxedo putih Kyuhyun.

Namun saat suara air terdengar begitu deras di kamar mandi, Seunghyun langsung berjalan kesana. Dan rahangnya langsung mengeras melihat pasangan baju pengantinnya ada didalam bath up dan sudah basah.

“Brengsek!” Gumamnya sambil mengepalkan tangan.

Detik selanjutnya ia sudah menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat dan menariknya keluar dari kamar. Kyuhyun yang tidak menyangka gerakan itu hampir terjatuh saat harus mengikutinya.

“Hyung!! Lepaskan!!!” Seru Kyuhyun akhirnya.

Selain tangannya yang sakit, Kyuhyun tahu kemana Seunghyun akan membawanya. Dan ia tidak mau.

“Lepaskan aku, brengsek!!” Ucap Kyuhyun lagi namun Seunghyun tidak peduli.

Ia terus menarik Kyuhyun menuruni tangga kamarnya dan melewati beberapa tamu yang ada di hall utama. Walau ia diberi tatapan aneh dari para tamunya tapi itu semua tidak menghentikan Seunghyun untuk membawa pengantinnya ke wedding Arch mereka.

Jantung Kyuhyun hampir jatuh ketanah melihat semua tamu menatapnya dengan bingung. Apalagi saat mereka mendekati wedding arch yang ada ditepi pantai, semua tamu sudah ada ditempat duduk masing-masing.

Bahkan Kyuhyun mengenal sebagian dari mereka, relasinya dan appa Cho.

“Hyung!! Jebal~” Bisik Kyuhyun menggertakkan giginya.

Seunghyun hanya memasang wajah datarnya sampai akhirnya mereka tiba didepan wedding arch.

“Tu-tuan…” Panggil namja tua yang akan membaca ikrar mereka.

“Acaranya sudah bisa dimulai.” Jawab Seunghyun sedikit keras.

Para tamu undangan langsung duduk ditempat mereka dan melihat pengantin itu dengan cemas. Bagaimana mereka bisa menikah dengan perbedaan seperti itu? Seunghyun memakai tuxedo putihnya sementara Kyuhyun dengan jeans dan t-shirt biasa.

Seluruh dunia pun bisa tahu jika pernikahan itu hanya sebelah pihak. Ingin berbisik mereka akan mengganggu acaranya, ingin diam saja, kepala mereka terus berteriak.

Lalu apa yang akan terjadi?”

“Mulai sekarang.” Ucap Seunghyun pada namja didepannya itu.

“Hmm, sebelum itu, aku ingin bertanya, apa ada yang tidak setuju dengan pernikahan ini?” Tanya namja tua itu.

Suasana hening disana dan desiran buih dipantai yang menjadi jawabannya. Namja tua itu pun menganggukkan kepala lalu bersiap-siap membaca ikrar pernikahan untuk pasangan didepannya.

Sampai tiba-tiba…

“A-aku!!” Jawab seseorang.

Semua tamu langsung berpaling melihat kearah belakang mencari suara yang menolak acara sakral itu. Namun tidak ada siapapun disana yang menjawab dengan suara kecil.

Tentu saja tidak ada, karena yang menjawab pertanyaan tadi adalah Kyuhyun sendiri. Karena itu namja tua yang akan menikahkan mereka melihatnya dengan heran.

“Anda tidak setuju?” Tanyanya.

“Ti-tidak!” Jawab Kyuhyun cepat.

“La-lalu ba-bagaimana??”

“Jangan dengarkan dia, mulai sekarang.” Ucap Seunghyun dengan nada mengancam.

Namja tua itu tidak bisa berkutik melihat aura gelap yang dipancarkan namja tampan itu. Hingga ia langsung berdiri tegak dan kembali melihat bacaan ikrar untuk mereka.

“Ba-baiklah.” Jawabnya cepat. “C-choi Seunghyun, apa kau bersedia menikahi Cho Kyuhyun, mencintainya dalam suka dan duka, hidup bersama sampai takdir memisahkan?”

“Aku bersedia.” Jawab Seunghyun lantang.

Kyuhyun langsung menatap wajah datar Seunghyun dengan jantung yang semakin berpacu dengan cepat. Sudah sampai disini, tidak ada jalan untuknya kembali lagi, apa yang harus ia lakukan?

Menyerah? ‘Siwonnie…’ Panggilnya dalam hati.

“Dan kau Cho Kyuhyun…” Suara itu membuat jantung Kyuhyun berhenti.

“Apa kau bersedia menikahi Choi Seunghyun, mencintainya dalam suka dan duka, hidup bersama sampai takdir memisahkan?”

“Tidak!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“K-kau~” Seunghyun menggertakkan giginya.

“Hyung, hentikan jebal~” Bisik Kyuhyun dengan wajah memohon.

“Apapun yang kau katakan disurat itu, aku takdirmu.”

“Maldo Andwae!!!” Jawab seseorang dibelakang mereka.

Semua tamu kembali lagi melihat ke belakang namun kali ini, seseorang berdiri disana dengan gagahnya. Choi Siwon berdiri dengan nafas memburu dan rambut berantakan setelah berlari sekuat tenaganya.

“Heh!! Kau…terlambat.” Jawab Seunghyun sinis.

“A-apapun itu, Cho Kyuhyun milikku dan takdirku.” Jawab Siwon cepat. “Bahkan sebelum kau bertemu dan menjaganya selama ini bersamamu.”

“Jangan bercanda!!” Hardik Seunghyun.

“Dia takdirku, Choi Seunghyun, kau tidak bisa merubahnya, walau kau menikahinya, akan kulakukan segala cara untuk mendapatkannya kembali, walau kau mencoba memisahkan kami, kami akan selalu bertemu kembali, karena sejak dulu, sebelumnya, kami ditaktirkan untuk bersama.”

“Namja brengsek!!!” Umpat Seunghyun lalu berpaling melihat Kyuhyun. “Apapun itu, kau bersedia Choi Kyuhyun!!!”

Tanpa aba-aba Seunghyun langsung menarik tengkuk Kyuhyun untuk mengecup bibirnya sebagai tanda ikatan mereka. Kyuhyun yang tidak menyangka langsung terbelalak namun gerak refleks-nya langsung menampik wajah Seunghyun.

Bahkan Siwon yang sudah berlari mendekati mereka langsung berdiri karena ciuman paksaan itu tidak terjadi.

“Hyungie~ sudah cukup~” Ucap Kyuhyun dengan rahang mengeras dan mata yang berkaca-kaca.

Entah kenapa ia merasa sangat sedih melihat hyung yang sangat disayanginya menjadi seperti itu. Sementara Seunghyun menatap Kyuhyun dengan mata yang penuh amarah dan siap membunuhnya detik itu juga.

“Kau akan menyesal, Kyuhyun.” Geramnya.

“Seunghyungie~” Panggil seseorang tiba-tiba.

Seunghyun berpaling melihat appa Cho namja yang begitu ia hormati seperti appa kandungnya sendiri. Appa Cho sedang menatapnya dengan wajah sedih dan menyesal.

“Appa…”

“Maafkan appa Seunghyungie, seharusnya appa mengatakannya sejak dulu.”

“A-apa maksudnya?” Tanya Seunghyun.

“Hari itu, tiba-tiba umma Cho merasa akan melahirkan Kyuhyun, appa segera membawanya ke rumah sakit tanpa persiapan apa-apa. Namun ditengah jalan mobil kami berhenti dan tidak mau hidup lagi, apapun yang appa lakukan mobil itu sudah mogok, akhirnya appa meminta bantuan siapapun yang lewat tapi tidak ada yang berhenti.

“Bahkan umma Cho sudah pendarahan didalam mobil membuat appa semakin panik, sampai akhirnya sebuah mobil berhenti didepan appa dan mereka membawa kami ke rumah sakit secepatnya. Kalau saja terlambat sedikit lagi, appa akan kehilangan mereka berdua, dan yang sudah menolong kami hari itu, mereka adalah kakek dan appa Siwon.”

Seunghyun dan Kyuhyun langsung menatap Siwon dengan wajah tidak percaya, sementara namja tampan itu hanya tersenyum manis pada kekasihnya.

“Mereka saat itu dalam perjalanan kembali ke korea karena ada meeting penting. Appa sangat berterima kasih pada mereka hingga appa sanggup melakukan apa saja untuk membalasnya.”

**

Flashback

“Tolonglah, saya akan melakukan apapun untuk membalas kebaikan anda.” Ucap Appa Cho saat Kakek dan Appa Choi buru-buru pergi darisana.

“Kami tidak memerlukan balasan apa-apa.”

“Tapi, saya akan mengejar anda untuk membalas kebaikan ini sampai kapanpun.”

“Kau ini…” Appa Choi menepuk bahu appa Cho. “Appa, terima saja, kita harus pergi.” Ucapnya kemudian melihat kakek Choi.

“Baiklah, kalau kau memaksa, yang pertama beri nama bayimu Kyuhyun dan kedua saat dia besar nanti kau harus menjodohkannya dengan cucuku, apa kau mengerti?”

“Appa…” Panggil Appa Choi.

“Hanya itu balasan yang bisa kuterima.” Jawab kakek Choi dengan tenangnya.

Untuk sesaat Appa Cho melihat dua namja didepannya itu dengan wajah gelisah. Ia harus menimbang-nimbang permintaan yang begitu berat itu, tentang masa depan anaknya. Tapi kemudian…

“Saya mengerti.” Jawab Appa Cho menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu kami pergi sekarang, selamat untukmu, jaga mereka berdua.”

Dan tiga namja itu pun saling berjabat tangan lalu berpisah disana dengan janji yang sudah diucapkan. Setelah itu mereka tidak pernah bertemu lagi bertahun-tahun lamanya.

End Of Flashback

**

“Appa bahkan sudah melupakan janji itu.” Ucap Appa Cho dengan wajah menyesal. “Karena tidak ada kabar apapun dari mereka, mungkin saja batal karna mereka sama-sama namja, tapi kemarin Kakek Choi mengatakan ingin Siwon dan Kyuhyun sendiri yang memutuskan jika mereka sudah bertemu.”

“Maafkan aku Seunghyun, aku tahu siapa Kyuhyun setelah kami berpisah di Jeju.” Ucap Siwon kemudian. “Aku tidak tahu dia tunanganmu dan mencari tahu tentangnya di korea, aku tidak pernah bermaksud untuk mengambilnya darimu, sampai appa dan kakek memberitahu tentang janji mereka dulu.” Siwon berpaling melihat Kyuhyun. “Karena itu aku yakin untuk mendapatkanmu, baby.”

“Siwon hyung…” Gumam Kyuhyun pelan.

Lalu secepatnya ia berlari menghambur dalam pelukan kekasihnya, tidak peduli tangan Seunghyun yang ingin menggapainya lagi. Mendengar penjelasan appa-nya itu membuat semangat Kyuhyun kembali lagi, tidak sepenuhnya ia yang bersalah dalam hal ini. Karena sejak awal Kyuhyun sudah menjadi milik Siwon.

“Ja-jadi sejak awal dia memang bukan milikku?” Tanya Seunghyun dengan nada yang begitu menyakitkan. “Sejak awal dia memang bukan takdirku, apa begitu??”

“Seunghyun…”

“Apa benar appa?? Kyuhyun bukan milikku?” Tanya Seunghyun sambil menggenggam dadanya dengan kuat. “Karena itu dia tidak pernah mencintaiku? Benarkah?”

“H-hyung…”

“Kau tidak pernah mencintaiku, Kyu~” Ulang Seunghyun dengan wajah terluka.

“Jeoseonghaeyo, hyunggie~” Air mata Kyuhyun sudah tidak bisa ditahan. “Aku bahagia bersamamu, aku juga sangat menyayangimu, tapi aku tidak tahu apa cinta itu ada. Sedikitpun aku tidak pernah bermaksud melukaimu, hyung. Sungguh, aku sangat menyayangimu, tapi bertemu Siwon aku tidak bisa menahan perasaanku, mianhae hyung, jeongmal mianhae.”

“A-apapun yang kulakukan, kau tidak akan kembali?” Tanya Seunghyun.

“Tidak hyung, jeosonghaeyo~”

“Tapi aku sangat mencintaimu, Kyunnie, eotteokhae??” Kini airmata Seunghyun yang berlinang disudut pipinya.

“Hyunggie~”

“Sekian lama kita bersama, aku menjagamu dan mencintaimu, bagaimana aku bisa melepaskanmu begitu saja? Bagaimana aku bisa melakukannya? Bagaimana Kyu? Katakan padaku?” Seunghyun jatuh terduduk dikarpet putih yang penuh bunga itu sambil terus menggenggam dadanya yang terasa begitu menyesakkan.

Namja tampan itu kini menangis. Menangis untuk cintanya yang tidak pernah bisa tercapai.

“Eotteokhae Kyu? Eotteokhae?”

Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya kuat-kuat sambil menggigit bibir bawahnya. Bahkan kakinya juga tidak sanggup untuk menopang kesedihan yang ia terima. Bahunya bergetar menahan tangis yang tidak ingin terdengar orang banyak.

Siwon sendiri berpaling melihat ke arah lain untuk menghilangkan cairan yang sudah mengaburkan pandangannya. Bahkan ruangan itu juga dipenuhi dengan isakan kecil dari mereka berdua dan dari beberapa tamu yang datang.

Cinta yang diikat benang takdir tidak akan pernah bisa diputuskan siapapun juga. Walau harus berpisah bertahun-tahun lamanya, tetap akan dipertemukan juga. Dengan cara yang membahagiakan atau menyakitkan sekalipun.

Itulah yang dinamakan takdir.

“A-apa yang harus kulakukan hyung?” Tanya Kyuhyun setelah beberapa saat. “Aku sangat menyayangimu, karena itu jangan maafkan aku sudah membuatmu terluka seperti ini.”

Seunghyun mendengar ucapan yang begitu jujur dari dongsaeng sekaligus cintanya itu. Mau tidak mau ia kembali menegakkan kepala dan melihat Kyuhyun dalam matanya.

“Apa kau sangat mencintainya?” Tanyanya.

Walau sedikit terkejut, Kyuhyun langsung menganggukkan kepalanya. “Ajumanhi…”

“Apa aku hyungmu?”

“Ne, hyunggie.” Angguk Kyuhyun lagi.

“Apa cintaku memang tidak ditakdirkan untukmu?” Tanya Seunghyun lagi.

Kali ini Kyuhyun kembali menangis melihat wajah Seunghyun yang begitu hancur dan terluka. Ingin sekali ia memeluk namja tampan itu dan menenangkannya seperti biasa, tapi seluruh tenaganya habis terkuras perasaannya.

“Mianhae, hyunggie…”

“Ci-cintaku tidak ditakdirkan un-untukmu.” Ucap Seunghyun terbata.

Namja tampan itu mencoba berdiri perlahan walau dengan kepala yang berat karena terlalu menahan sakitnya. Ia melihat semua tamu yang datang untuk pernikahannya dengan wajah sedih. Kemudian ia berpaling pada Kyuhyun yang masih bersimpuh dan menatapnya dengan kesedihan yang sama.

‘Ini akhirnya, Seunghyun-ah.’ Innernya berkata.

“Seperti yang kau tulis disuratmu.” Ucapnya pelan. “Walau sudah mengorbankan segalanya, cinta ini tetap bukan untukmu dan aku.”

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun terbata.

“Karena itu pergilah!” Ucap Seunghyun dengan tegas. “Pergilah, selamanya kita tidak akan bertemu lagi.”

“Hyung…andwae…” Kyuhyun langsung berdiri dengan cepat.

“Setelah hari ini, aku tidak akan pernah melihat kalian lagi.”

“Seunghyun…” Panggil Siwon yang juga tidak menerima keputusan itu.

“Sebelum aku berubah pikiran…”

“Hyung…”

“Pergi!!” Ucap Seunghyun lagi dengan nada tegas dan wajah datarnya.

Mau tidak mau Siwon langsung memeluk pinggang Kyuhyun dan membawanya keluar darisana. Namja tampan itu tidak pernah berpaling lagi untuk melihat Seunghyun sekali lagi dan membuat Kyuhyun juga melakukan hal yang sama.

Bahkan ia tidak sadar semua tamu undangan juga keluar bersama appa Cho mengikuti mereka dari belakang. Sementara Seunghyun yang tinggal sendiri masih terpaku ditempatnya. Kepalanya memikirkan semua yang sudah terjadi hingga sampai pada detik ini.

Detik berikutnya, namja tampan itu kembali terpuruk disana dan menangisi cintanya yang tidak akan pernah kembali. Sejak awal cinta itu memang bukan untuknya, memikirkan hal itu bahu Seunghyun semakin bergetar.

Beberapa maid yang ada disana ikut menangis dalam diam melihat tuan muda mereka seperti itu. Selama ini mereka tahu bagaimana kehidupan Seunghyun dan Kyuhyun yang datar-datar saja. Layaknya pasangan biasa yang selalu bersama dan disibukkan dengan pekerjaan mereka.

Namun ternyata, selalu bersama saja tidak cukup untuk menjalin sebuah hubungan.

“Sampai akhir… Ci-cintaku bukan untuknya.”

**

“Baby…” Panggil Siwon untuk kesekian kalinya.

Sejak mereka meninggalkan villa Seunghyun, kekasih cantiknya hanya berdiam diri dan melihat keluar jendela. Walau pemandangan indah yang melewati mereka, tapi bukan itu yang dilihat Kyuhyun.

“Apa kau menyesal?” Tanya Siwon akhirnya.

Barulah Kyuhyun berpaling melihat namja tampan yang sudah dipilihnya itu. Sejak tadi Siwon terus menggenggam tangannya dengan erat untuk menenangkan hati mereka. Karena itulah Kyuhyun merasakan semua yang terjadi bukanlah mimpi semata.

Ia sudah memilih tangan namja yang akan menjadi cinta dalam hidupnya untuk selamanya. Sekarang tidak ada waktu menyesali apapun lagi, semuanya sudah terjadi. Walau sudah memutuskan untuk meninggalkan keduanya, tapi perjanjian appa mereka mereka membuat perasaan Kyuhyun sedikit lebih baik. Bukan maksudnya untuk melukai Seunghyun, tapi jalan takdir mereka yang sudah tertulis seperti itu.

Dan tanpa bisa dicegah Siwon takdirnya.

“A-apa dia akan baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun untuk pertama kali.

Siwon langsung berhenti dipinggir jalan dan melihat Kyuhyun dengan cemas, walau begitu ia tetap menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis dan menenangkan. “Waktu akan menyembuhkannya.”

“Apa kita tidak bisa bertemu lagi dengannya?”

“Tidak baby, melihat kita akan membuat lukanya kembali terbuka, kau tidak ingin itu terjadi kan?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan wajah yang hampir menangis. Siwon langsung memberi isyarat agar ia tidak menangis lagi lalu segera menarik kekasihnya itu dalam pelukan. Kyuhyun menghembuskan nafas yang mengganjal didadanya dengan perlahan.

Ia mendengar detak jantung Siwon yang sepertinya bisa menenangkan kegelisahan dihatinya.

“Sekarang katakan padaku apa yang dilakukan Seunghyun?” Tanya Siwon membuat mata Kyuhyun langsung terbuka.

“Maksudmu?”

Tanpa menjawab apapun Siwon menyentuh sudut bibir Kyuhyun yang tampak memerah, seketika Kyuhyun mengumpat dalam hatinya. ‘Sial~ aku sudah membuatnya agar tidak terlihat’

“Jangan menyembunyikannya dariku, aku bisa melihat kedalam hatimu.”

“Ada kamu didalamnya.” Jawab Kyuhyun asal.

“Baby…”

“Gwenchana, Seunghyun hyung hanya menamparku sedikit saja.”

Wajah Siwon langsung mengeras. “Aku akan membalasnya.”

“Hyung, jebal~ jangan perbesar lagi, aku pantas mendapatkannya, lagipula aku ini namja, luka ini tidak berarti dibanding kesakitan Seunghyun.” Ucap Kyuhyun dengan wajah memelas.

Sedikit tidak rela Siwon pun menghela nafas pelan dan menganggukkan kepalanya dan kembali menarik Kyuhyun dalam pelukannya. “Sekarang katakan apa yang kau rasakan?” Tanya Siwon kemudian.

“Mmm…”

“Bagaimana kau bisa mengirimkan pesan itu padaku? Aku hampir serangan jantung membacanya.”

“Aiishh, jangan begitu, aku hanya ingin semuanya berakhir hyung, mungkin itu cara yang terbaik.”

“Baby, segala sesuatu didunia ini sudah ada yang menentukan, kita hanya berusaha semampunya, berhasil atau tidak, semua sudah digariskan.” Siwon membelai rambut Kyuhyun pelan.

“Aku tahu.”

“Dan aku hanya ingin tahu, apa kau merasa menyesal?” Tanyanya.

Namja cantik itu langsung duduk dengan benar dan melihat wajah tampan yang begitu lelah itu. “Kenapa hyung?”

“Apa kau ingin bersamaku? Apa itu akan membuatmu bahagia? Katakan baby? Aku tidak akan melakukan apapun jika itu membuatmu terluka, apalagi tidak bahagia seperti ini.”

“Hyung…bertemu denganmu hal paling indah dalam hidupku.” Ucap Kyuhyun sambil menggenggam tangan Siwon.”Tapi aku tidak pernah bermaksud membuat Seunghyun hyung terluka.”

“Aku tahu, baby~ aku juga tidak pernah ingin menyakitinya.”

“Tapi sekarang, semuanya sudah terjadi, tidak ada yang bisa kita lakukan selain terus melangkah kedepan. Walau pernah berpikir untuk meninggalkanmu, tapi aku tidak pernah membayangkan bagaimana aku akan hidup, hyung.”

“Itu juga yang kurasakan.

”Siwon membalikkan tangannya hingga tangan Kyuhyun dalam genggemannya. “Tapi sekarang, katakan…jika kau ingin sendiri aku akan membiarkannya, tapi setelah itu tetaplah kembali padaku, aku tidak bisa jika bukan dirimu, cintaku ditakdirkan untukmu, baby.” Ucap Siwon mengutip kata-kata Kyuhyun didalam pesannya.

“Hyung…”

“Cinta kita ditakdirkan untukmu dan aku, itu kebenarannya.” Ucap Siwon penuh keyakinan.

Kyuhyun tidak bisa mengatakan apapun hingga ia langsung memeluk cinta yang sudah dipilihnya itu. Bahkan ia tidak peduli apa yang dilakukan Seunghyun padanya, ia juga tidak peduli apa yang akan dikatakan orang melihat mereka berdua.

Siwon cintanya, takdirnya, ia akan bahagia.

Siwon tersenyum lega dan membalas pelukan itu dengan eratnya. Dalam hatinya berharap duka mereka akan sirna seiring dengan waktu yang terus berjalan.

Karena hanya waktu yang bisa menghapus semua luka.

Keesokan harinya…

Matahari pagi bersinar menyinari kota Seoul dengan sinarnya yang bisa menghangatkan siapa saja. Cahayanya masuk melalui celah-celah jendela dan masuk kedalam ruangan yang gelap. Kamar tidur apartemen milik Choi Siwon terlihat temaram karena pemiliknya masih terlelap.

Atau lebih tepatnya, salah satu dari mereka masih terlelap dalam mimpi panjangnya. Kyuhyun terlihat begitu nyaman tidur dalam selimut juga dalam pelukan kekasihnya tercinta. Siwon masih berbaring disana walau dengan mata yang terbuka lebar.

Ia menatap wajah cantik Kyuhyun yang terlihat begitu lelah dan kehilangan cahayanya. Kekasihnya itu pasti merasa putus asa saat Seunghyun membawanya untuk menikah. Sampai ia bisa mengirimkan pesan yang membuat Siwon kehilangan akal sehatnya.

“Kau cinta dan hidupku, baby.” Ucap Siwon membelai pipi Kyuhyun dengan lembut.

Gerakan itu membuat Kyuhyun bergerak tidak nyaman dalam tidurnya, sampai akhirnya ia pun membuka mata.

“Selamat pagi beautiful~” Sapa Siwon.

“Mmm, hyung…”

“Apa yang kau rasakan?”

“Aku baik-baik saja.”

“Jinjaya?” Tanya Siwon membelai pipi chubby Kyuhyun yang pucat.

“Hmm~” Jawab Kyuhyun memejamkan matanya merasakan kehangatan tangan Siwon. “Aku senang berada disini.”

“Bersamaku?”

“Bersamamu Siwonnie…” Ucap Kyuhyun dengan senyum tipis terpatri dibibirnya.

Siwon langsung menundukkan kepalanya dan mengecup kening Kyuhyun penuh sayang dan namja cantik itu kembali menutup mata dan melingkarkan lengannya dipinggang Siwon. Namja tampan itu tertawa kecil dan menarik Kyuhyun dalam pelukannya yang hangat.

“Kau masih ingin tidur?”

“Nee~” Jawab Kyuhyun menyusupkan wajahnya didada Siwon.

“Baiklah, beberapa menit lagi.” Siwon sambil menepuk pelan lengan Kyuhyun.

“Kenapa hyung? Apa kita akan pergi?”

“Ne, appa menunggu kita di rumah, kau mau pergi?” Tanya Siwon to the point.

“Memangnya kita dimana?” Tanya Kyuhyun baru sadar.

“Mwooo?? Ahahaha, di apartemen, semalam kita tiba tapi kau sudah ketiduran sejak dimobil baby, kau tidak ingat?”

“A-ani…”

“Aku membawamu kesini, bukan ke rumahmu, karena itu appa mengajak kita bertemu dirumah, kau ingin pergi?”

“Mm, ne~”

“Kalau begitu ayo bangun~ aku tunggu dibawah.”

“Sebentar lagii~” Jawab Kyuhyun semakin menindih Siwon hingga setengah tubuhnya ada diatas namja tampan itu.

“Aigooo~ baiklah, sebentar lagi.”

“Aku merindukanmu.” Bisik Kyuhyun hampir tidak terdengar.

Siwon sedikit terpana namun ia langsung memeluk Kyuhyun dengan erat dan berbisik ditelinganya. “Nado bogoshipoyo~”

“Gomawoyo karna tidak menyerah padaku, hyung.”

“Terima kasih untukmu karena kembali padaku, baby.” Jawab Siwon cepat. “Aku tidak bisa membayangkan jika kau benar-benar pergi.”

“Mianhae~” Lirih Kyuhyun membenamkan wajahnya didada Siwon.

“Sssst~ kita akan melupakannya, aku akan membuatmu bahagia, selamanya.”

“Aku percaya.”

“Saranghaeyo my baby.”

“Nado saranghaeyo Siwonnie~”

“Cha~ ayo bangun~”

“Nee~ tunggu dibawah saja, aku segera selesai.” Ucap Kyuhyun akhirnya melepas pelukannya.

“Baiklah~ muaach~” Siwon mengecup kening Kyuhyun penuh sayang lalu segera keluar dari kamar.

Sementara namja cantik itu masih menunggu semua arwahnya kembali barulah ia beranjak menuju kamar mandi. Setelah berapa lama, ia selesai dan keluar dari kamar menyusul Siwon.

Namja tampan itu terlihat sedang berbicara ditelfon dengan wajah seriusnya. Kyuhyun mendekat perlahan mencoba mendengarkan apa yang sedang dibicarakan kekasihnya itu.

“Terima kasih ahjumma, annyeong~”

Siwon memutuskan sambungan itu dan berpaling melihat Kyuhyun yang masih berdiri disana. Namja tampan itu tersenyum dan mendekati Kyuhyun lalu mengambil tangannya untuk digenggam.

“Ahjumma maid Seunghyun.” Ucap Siwon pelan.

Kyuhyun langsung melihatnya dengan wajah penasaran membuat Siwon tersenyum kecil. “Waeyo?” Tanyanya.

“Ahjumma bilang, semalam Seunghyun sudah pergi dari Korea.”

“Ke-kemana?”

“Ahjumma maid tidak tahu, tapi tiket itu sudah disiapkan untuk kalian pergi bersama.”

“Ooh~”

“Itu yang dimaksudkan tidak akan melihat kita lagi.”

“N-ne…”

Siwon melihat wajah cantik Kyuhyun yang terlihat gelisah membuatnya tidak nyaman. “Baby…”

“Aku baik-baik saja, hyung.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Baiklah, kita pergi?”

“Ne, kajja~”

Siwon menganggukkan kepalanya dan segera menarik Kyuhyun keluar dari apartemen mereka.

**

Dalam perjalanan tidak ada siapapun yang berbicara karena mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Kyuhyun memikirkan hyungnya yang pergi entah kemana dan berharap ia akan baik-baik saja. Sementara Siwon memikirkan Kyuhyun yang kembali murung dengan kepergian Seunghyun seperti itu.

“Dia akan baik-baik saja.” Ucap Siwon memecah keheningan diantara mereka. “Walau sebentar tapi aku tahu sifatnya.”

“Nde, dia pasti akan baik-baik saja.” Kyuhyun menganggukkan kepala dan melihat kekasihnya itu. “Mianhae…” Ucapnya kemudian.

“Mwo? Waeyo?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Sudah membuatmu khawatir, mianhae.” Ulang Kyuhyun.

“Huh? A-ani, aku hanya ingin kau bahagia.”

“Aku bahagia hyung.” Ucap Kyuhyun menggenggam tangan Siwon yang bebas dari stir mobil. “Kita akan bahagia.” Lanjutnya dengan senyum manis dan menenangkan.

Seketika Siwon menghembuskan helaan nafas lega melihat senyuman manis itu untuk pertama kali setelah semua yang terjadi. Tidak ada yang diinginkannya selain melihat senyuman Kyuhyun dan matanya yang berbinar.

Begitu sampai di rumah keluarga Cho, keduanya segera masuk kedalam. Disana Appa dan umma Kyuhyun sudah menunggu, bahkan appa dan kakek Siwon juga ada.

Kyuhyun sedikit terkejut melihat mereka untuk pertama kali, namun ia langsung membungkuk sopan dan tersenyum kikuk.

“Ayo kemarilah~” Appa Cho mengajak mereka.

Siwon menarik Kyuhyun membawanya mendekati appa dan kakek Choi. Kedua namja itu langsung tersenyum dan mengulurkan tangannya bergantian. Kyuhyun tidak bisa menahan rona merah dipipinya melihat mereka untuk pertama kalinya.

“Jadi ini calon cucu menantuku?” Tanya kakek Choi pada Appa Cho.

“Ne, dia putra kami satu-satunya, yang kami beri nama ‘Kyuhyun’ seperti yang ahjussi inginkan.”

“Terlambat menjemputmu, joseonghaeyo.” Ucap appa Choi sambil tersenyum.

“Kami hanya ingin kalian bertemu dan merasakan cinta itu, bukan karena janji yang kami buat.” Sambung kakek Choi.

Kyuhyun tersipu malu dan hanya bisa menganggukkan kepala mengiyakan perkataan mereka.

“Tapi karena hal itu, ada orang lain yang terluka, kami juga minta maaf.”

“Tidak ada yang bisa kita lakukan, semua sudah terjadi.” Ucap appa Cho. “Saat Siwon datang hari itu dia mengatakan bahwa dia mencintai Kyuhyun, dia tidak mengatakan apa-apa tentang keluarganya, saat itu aku hanya berharap Kyuhyun bisa bahagia dan Siwon mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa Kyuhyun akan bahagia bersamanya dan aku bisa melihat hal itu dari mata Kyuhyun.”

“Siwon kembali ke New York dan mengatakan semua yang terjadi diantara mereka. Bahkan dia meminta kami tidak boleh ikut campur karena ia tidak ingin membuat Kyuhyun merasa tertekan.” Jelas appa Choi.

“Tapi kami bersikeras datang untuk memenuhi janjimu, Kyuhyun calon cucu menantuku.” Ucap kakek Choi pada appa Cho yang menganggukkan kepalanya.

“Berarti anda setuju kalau mereka menikah?” Tanya umma Cho setelah lama terdiam.

“Tentu saja, setelah menikah kami akan segera membawanya ke new york.”

“Mwoo??” Mata Kyuhyun langsung melebar.

Semua yang disana langsung tertawa melihat wajah lucu dan menggemaskan miliknya. Disaat yang lain sudah berbicara, ia hanya mengeluarkan satu kata.

“Ayo, sarapan dulu.” Ajak umma Cho kemudian.

Dan mereka pun menikmati sarapan dalam keceriaan bersama, appa dan kakek Choi tidak melewatkan kesempatan. Mereka tentu saja ingin mengenal lebih jauh calon anggota baru keluarga mereka.

Sampai telinga Kyuhyun memerah seperti udang rebus mendengar pertanyaan dan pernyataan mereka. Membuat Siwon merasa kasihan pada calon pengantinnya itu.

Karena itu juga setelah selesai, Siwon mengajak Kyuhyun menghabiskan waktu mereka di taman belakang rumah itu. Siwon menjelaskan perkataan appa Cho yang akan membawanya ke New York setelah mereka menikah.

“Aku tidak bisa meninggalkan appa dan umma.”

“Aku mengerti, jangan khawatir baby~” Siwon membelai pipi kekasihnya itu dengan lembut.

Kyuhyun tersenyum lembut dan ikut memegang tangan Siwon dipipinya. “Apa kita akan segera menikah?” Tanyanya kemudian.

“Mwoo??? Apa kau ingin begitu?”

“Aku ingin secepatnya.” Jawab Kyuhyun yakin.

“Apapun yang kau inginkan, my love.” Siwon menarik Kyuhyun mendekat dan mengecup bibirnya dengan lembut.

Kyuhyun memejamkan mata menerima perasaan Siwon lewat ciumannya yang semakin lama semakin dalam dan penuh Cinta. Tanpa menunggu lama tangan Kyuhyun pun melingkar dileher namja tampan itu dan ciuman mereka semakin penuh perasaan. Kyuhyun merasa disinilah tempat yang seharusnya  ia berada, tempat yang sudah disiapkan Siwon sejak sebelumnya.

Dalam hidupnya dalam cintanya dan dalam pelukan Siwon, namja tampan yang ia cintai melebihi hidupnya sendiri. Kyuhyun akan bahagia bersama Siwon dan berharap Seunghyun juga akan bahagia disuatu tempat bersama belahan jiwanya.

“Aku mencintaimu.” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

Kyuhyun masih memejamkan matanya dan menenangkan degup jantung dan deru nafasnya yang memburu, karena tidak menjawab apapun, Siwon membuka matanya dan menatap wajah Kyuhyun yang begitu memesona. ‘Cintaku’ Innernya berkata.

“Kau sungguh indah, baby.” Gumam Siwon penu takjub.

Kyuhyun memamerkan smirk kebanggaannya tanpa membuka mata membuat Siwon tidak tahan dan kembali mengecup bibir yang sudah menjadi candunya itu. Kyuhyun tersenyum dalam ciuman mereka dengan perasaan yang membuncah bahagia.

Setelah beberapa detik Siwon mengakhiri ciumannya namun tetap dengan kecupan-kecup kecil dibibir Kyuhyun membuat namja cantik itu langsung tertawa. “Lihat aku baby~” Ucap Siwon.

Kyuhyun langsung membuka mata dan menatap onyx Siwon yang bercahaya, dan didalam sana ia bisa melihat seberapa besar cinta yang namja tampan itu punya untuknya. Dalam hati Kyuhyun berharap sekaligus bertanya apa Siwon bisa melihat hal yang sama? Kyuhyun tidak bisa mengungkapkannya secara berlebihan, tapi Siwon harus tahu cinta itu sama besarnya.

“Aku melihatnya.” Ucap Siwon pelan. “Cinta ini untuk kita berdua.” Lanjutnya kemudian menarik Kyuhyun dalam pelukannya.

Dan Kyuhyun tersenyum sambil memejamkan mata dibahu namja tampan kekasihnya itu. “Aku mencintaimu, hyung.” Ucap Kyuhyun pelan.

“Aku sangat mencintaimu, baby, ajumanhi saranghamnida.” Balas Siwon memeluknya semakin erat.

Dan cinta kita ditakdirkan untuk kita berdua

**

We are meant to be together~

The End.

Ahahahahahahaha~ fiiiuuuuhhhh!!!!selesai jugaaaa~

EPILOG~

Dua tahun kemudian..

Setelah menunggu selama dua tahun akhirnya Siwon akan membuat Kyuhyun jadi miliknya. Namja tampan itu sengaja mengundur keinginannya menikah dengan Kyuhyun setelah kejadian itu. Ia ingin orang lain tidak berprasangka buruk pada Kyuhyun dan dirinya.

Karena selama ini yang mereka tahu, Kyuhyun merupakan tunangan Seunghyun. Sebagian tamu undangan hari itu sudah mengetahui seluk beluknya, tapi Seunghyun dan appa Cho sudah lebih dulu membuat mereka diam.

Dan hari ini, Siwon akan meneriakkan pada dunia bahwa Kyuhyun benar-benar cintanya, hanya miliknya. Sebuah hotel megah di New York pilihan kakek Choi akan menjadi tempat resepsi pernikahan, namun Siwon memilih tepi pantai yang indah untuk tempat ikrar cinta mereka karena authornya suka pantai. >_<

Disinilah Siwon akan mengikrar janji untuk selamanya bersama Kyuhyun, cinta dalam hidupnya. Dengan tuxedo broken white yang sangat mewah, Siwon terlihat begitu mengagumkan. Wajah tampannya yang berseri selalu dihiasi senyuman manis dengan dua dimplenya.

Saat ini ia sudah berdiri dibawah wedding arch menunggu pengantinnya datang kesana. Semua tamu juga sudah menunggu  di kursi mereka dengan perasaan bahagia sekaligus was-was. Bagaimana jika pengantinnya tidak datang?

Itu mustahil.

Karena saat alunan wedding march terdengar ditempat itu, Kyuhyun terlihat keluar dari pintu balkon  bersama appa Cho yang menggandengnya. Namja cantik itu begitu memesona dengan tuxedo yang sama seperti Siwon.

Tangannya yang dibalut sarung tangan terlihat memegang buket yang terdiri dari mawar putih tujuh tangkai dan tulip putih 3 tangkai. Wajah pucatnya terlihat begitu berseri dengan kilauan pink dibibir peachnya.

Tidak salah jika banyak orang yang mengatakan bahwa ia sangat cantik. Setidaknya, dimata Siwon, pengantinnya itu lebih cantik dari yeoja manapun didunia ini.

Kyuhyun melangkah perlahan seiring dentingan piano yang terdengar, mata bulatnya terus menatap kedepan dimana Siwon berdiri dengan tampannya. Namja tampan itu memberikan senyuman manisnya yang membuat Kyuhyun ingin segera berada dalam pelukan kekasihnya itu.

Namun tidak berapa lama ia sudah berada didepan namja tampan itu dan appa Cho menyerahkan tangannya padanya. Siwon menggenggam tangan Kyuhyun dengan lembut dan menganggukkan kepalanya pada appa Cho.

Selanjutnya, acara sakral bagi mereka pun dimulai dengan ucapan janji sumpah setia selamanya.

“Aku sudah mencintaimu selamanya dalam kehidupan sebelumnya dan aku berjanji tidak ada yang bisa menyakitimu lagi, aku berikan duniaku dan aku memberikan hatiku untukmu, maukah kau menikah denganku? Aku akan selalu menjagamu dalam cinta dan bahagia, dalam sakit dan duka sampai akhir masa.”

Kyuhyun tidak bisa menahan perasaan bahagianya hingga airmata kini mengenang dipelupuk matanya yang indah. Tatapan Siwon menguatkan semua ucapan janjinya untuk masa depan mereka hingga ia pun menganggukkan kepala dengan senyum manis terukir dibibirnya.

“Aku bersedia.” Bisik Kyuhyun pelan.

Senyum manis dibibir Siwon langsung merekah hingga dimplenya terlihat semakin dalam dan ia segera memegang dagu Kyuhyun agar namja cantik itu menatapnya lagi dengan penuh cinta. “Aku mencintaimu, Cintaku.”

Setetes airmata Kyuhyun mengalir dari sudut pipi kirinya dan ia pun berbisik pelan. “Aku mencintaimu, hidupku.”

Siwon langsung mendekatkan wajah mereka hingga ia bisa mengecup bibir Kyuhyun sebagai pengikat sumpah setia mereka selamanya. Ciuman lembut dan penuh cinta terlihat begitu manis dan memabukkan membuat siapapun yang melihatnya tidak bisa menyela.

Namun Siwon tahu aturan saat tepukan para tamu menghancurkan hayalannya untuk membawa Kyuhyun kedalam kamar. Perlahan ia menjauhkan bibirnya dan menatap Kyuhyun yang sudah merona hingga ia kembali mengecup bibir Kyuhyun cepat.

“Memesona.”

“Paboya~”

“Selamat untuk kalian~” Appa Choi berseru.

Lalu pasangan itu pun segera memberi penghormatan pada para orang tua yang duduk disisi kiri dan kanan mereka. Setelahnya para tamu mulai masuk kembali ke aula hotel untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan, sementara Siwon dan Kyuhyun masih berdiri dibawah wedding arch mereka.

“Choi Kyuhyun, cintaku.” Ucap Siwon.

Kyuhyun memamerkan smirknya melihat Siwon dan berpaling untuk masuk kedalam berbaur bersama tamu mereka. Namun tidak jauh terlihat seseorang berjalan mendekati mereka dengan begitu gagahnya.

“H-hyung…??” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

Namja cantik itu terkejut melihat Choi Seunghyun datang dengan santainya menemui mereka dihari yang begitu penting untuknya dan Siwon.
Padahal sudah jelas sebelumnya, namja tampan itu yang mengatakan dengan tegas bahwa mereka tidak akan saling melihat lagi. Tapi hari ini, hyungnya itu datang dengan pakaian yang begitu pantas untuk menghadiri sebuah pernikahan.

Seunghyun memang datang untuk mereka.

“Selamat untuk kalian berdua, semoga selalu bahagia.” Ucap Seunghyun dengan senyum manisnya.

“H-hyung…gomawo.” Jawab Kyuhyun masih terpana.

“Terima kasih, Seunghyun-ah.” Angguk Siwon dengan senyumnya.

“Aku bersembunyi jauh dari kalian mengobati lukaku dan sekarang aku baik-baik saja.” Ucap Seunghyun dengan wajah cerah dan tanpa beban sedikitpun membuat Kyuhyun takjub melihatnya.

“Be-benarkah??”

“Ne, seseorang berusaha sangat keras untuk itu.” Seunghyun berpaling melihat sekelilingnya.

Saat seseorang yang dicari terlihat, ia tersenyum lembut dan mengulurkan tangannya. Seorang namja tinggi dengan wajah manis dan rambut coklat fluffy mendekat dan menerima uluran tangan itu.

“Kenalkan, dia Jiyong.” Ucap Seunghyun.

Siwon dan Kyuhyun tidak bisa mengatakan apa-apa melihat wajah bahagia Seunghyun saat menyebutkan nama namja itu. Namun saat Jiyong mengulurkan tangannya mereka berdua segera menyambutnya bergantian.

“Senang bertemu denganmu, aku Jiyong, kekasihnya Seunghyun hyung.” Ucap namja itu dengan senyum cerahnya.

“Mwo??” Ucap Siwon dan Kyuhyun bersamaan.

“Benar, dia kekasihku.” Jawab Seunghyun.

“Hari itu aku bertemu dengannya di bandara, entah kenapa aku mengikutinya walau dia mengusirku dengan kasarnya, kau tahu..seperti ada magnet yang menarikku padanya, karena itu aku tidak bisa melepaskan diriku.” Jelas Jiyong tanpa malu.

Seunghyun hanya menggelengkan kepalany dengan smirk yang mengagumkan, sementara dua namja didepannya masih kehilangan kata-kata.

“Sekarang aku tahu Kyu, apa yang kau maksud dengan cinta dalam takdirmu, kini aku sudah menemukannya.” Ucap Seunghyun jujur.

“Hyung aku…”

“Karena itu berbahagialah, karna aku juga akan bahagia.” Lanjutnya lagi sambil melingkarkan lengannya dipinggang Jiyong.

Mendengar nada tulus hyungnya, Kyuhyun hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepala walau airmata sudah mengalir disudut matanya. Siwon ikut tersenyum melihat mata Seunghyun yang begitu bercahaya.

“Trima kasih kalian sudah datang.”

“Sekali lagi semoga bahagia.” Seunghyun mengulurkan tangan dan Siwon menyambutnya dengan cepat.

Kemudian Seunghyun berpaling melihat Kyuhyun yang kini menundukkan kepalanya dengan bahu yang bergerak pelan. “Jangan menangis, nanti kau tidak cantik lagi.” Ucapnya.

Langsung saja Kyuhyun menghapus airmatanya dan melihat hyungnya itu dengan death glare yang mematikan “Siapa yang menangis?” Tanyanya tajam.

“Boleh aku memelukmu?” Tanya Seunghyun tiba-tiba membuat mereka tersentak. “Untuk terakhir kalinya.”

Kyuhyun langsung melihat Siwon yang tersenyum padanya, dan perlahan ia pun mendekati hyung yang begitu disayanginya. Namja tampan itu masih tetap tampan dengan wajah yang begitu bersinar, Kyuhyun merasa perasaannya begitu membuncah.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun.

“Maafkan aku, Kyunnie~” Ucap Seunghyun pelan.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan segera memeluk hyungnya itu dengan erat. Seunghyun pun langsung membalas pelukan itu sama eratnya. “Untuk semua yang kulakukan, aku minta maaf.”

“Tidak hyung, aku juga minta maaf untuk semuanya.”

“Mari lupakan semua dan kita mulai lembaran baru.” Ucap Seunghyun kemudian membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan cepat.

“Yah, yah, sudah-sudah~ jangan lama-lama.” Suara Jiyong terdengar lucu.

Kyuhyun langsung melepas pelukannya dan melihat Jiyong dengan smirknya yang menggemaskan. Dengan cepat ia kembali pada Siwon dan melingkarkan lengannya dipinggang suaminya itu.

“Posesif huh?” Tanya Siwon.

“Apa boleh buat, dia sangat berharga.” Jiyong tersenyum sambil memiringkan kepalanya.

Seunghyun kembali hanya bisa menggelengkan kepala dan segera menarik pinggang kekasihnya itu. “Dia sangat cerewet.”

“Itu bagus.” Jawab Siwon.

“Baiklah, aku akan bertemu appa dan umma, kalian ditunggu tamu yang lain.” Seunghyun melihat beberapa tamu yang menunggu dibelakangnya.

“Terima kasih hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Ne, sampai nanti.”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan melihat kepergian Seunghyun dan kekasihnya dengan bahagia. Setelah mereka menghilang ia langsung menyusupkan wajahnya dileher Siwon.

“Apa semuanya sudah lengkap?” Tanya Siwon.

“Ne, aku bahagia hyung~ dia terlihat bahagia.” Jawab Kyuhyun memeluk suaminya itu dengan erat.

Siwon hanya tertawa kecil dan membalas pelukan itu sama eratnya, keduanya menikmati kehangatan mereka sementara sebelum akhirnya para tamu mengajak mereka bicara satu persatu.

Dan itu akan menjadi hari yang panjang dan melelahkan. Tapi setelah semua yang terjadi, hari ini juga akan menjadi hari yang paling membahagiakan dalam hidup mereka bertiga.

Untuk Siwon, Kyuhyun, juga untuk Seunghyun.

**

HAPPILY EVER AFTER.

Semoga tidak mengecewakan ya?

Terima kasih untuk yang sudah mengikuti ff ini dari awal, sampai hari ini, maafkan bila ada kekurangannya.

Trima kasih untuk yg sudah koment disini, selalu terima kasih.

Trima kasih yang sudah mau baca, banyak trima kasih.

Dan terakhir, terima kasih Ms.Moly untuk idenya kali ini (lagi) jgn bosan2 nyeletuk ide-nya lagi nee, dan mari hunting lagu jadul lagi karna ff ini dari dua buah lagu favorit milikku dan miliknya.

Untuk Seunghyun, dia hanya manusia biasa yg tentu saja tidak akan mudah memaafkan setelah hatinya begitu terluka.

Untuk wonkyu : Happily ever after, destiny lover.

Prinsip kami (Vie+Ms.Moli) : Semua orang boleh terluka asal Wonkyu tetap bersama.

Jadi….yaaa, begitulah~

Oke deh..sampai jumpa lagiiii~

With Love,

Vie

 

Advertisements

33 thoughts on “Are We Ending

  1. Akhirnya wonkyu bahagia selamanya…..
    Seunghyun juga akhirnya move on juga soalnya kasian banget sama dia udah diselingkuhin ditinggalin lagi ama kyu tapi setuju banget sama prinsipnya semua orang boleh terluka asal wonkyu bersama hahahaha…😂😂

  2. Cieeeeeee,,seunghyun ktmu jiyong cieeee
    Tp ngmng2 knpa siwon kudu nunggu 2 th sih buat nikahin kyu,,knpa g lgsg tubruk aja,,kkkkk
    Yg pnting,,they’re always together forevahh

  3. disini senang disana senang dimana – mana semuanya senang hehe, ikut senang buat seunghyun yg akhirnya udah bisa move on

    vieeee request dong yg genrenya action atau thriler gitu #banyakmaunihh

  4. Happily Ever After..
    Setuju jika Wonkyu harus selalu bersama dan bahagia hahahaaa..

    Akhirnya menikaahh..
    Thankyu vie sayang buat ff ini 😘😘😘

  5. Akhirnya mereka semua sama-sama bahagia.
    Wonkyu juga udah nikah, lengkap deh kebahagiaan nya.
    Gomawo Vie unnie sudah update.
    Di tunggu ff yg lainnya juga fighting
    ♥️♥️♥️♥️♥️😘😘

  6. Akhirnya mereka semua sama-sama bahagia.
    Wonkyu juga udah nikah, lengkap deh kebahagiaan nya.
    Gomawo Vie unnie sudah update.
    Di tunggu ff yg lainnya juga fighting
    ♥️♥️♥️♥️♥️😘😘

  7. Akhirnya mereka semua sama-sama bahagia.
    Wonkyu juga udah nikah, lengkap deh kebahagiaan nya.
    Gomawo Vie unnie sudah update.
    Di tunggu ff yg lainnya juga fighting
    ♥️♥️♥️♥️♥️

  8. Akhirnya semua orang merasakan kebahagiaan…siwon dan kyuhyun akhirnya menikah, sedangkan seunghyun juga bahagia karna bertemu dengan cintanya dan memperbaiki hubungannya dengan wonkyu….

    Happy ending 😍😍😍😍 😘 😘 😘

  9. Makasih sunbae sudah update lagi, walaupun gak ada adegan bikin dedek bayi tapi makasih ya sunbae udah bikin wonkyu happy ending 😎😘 dan gw gak nyangka loh kalau seunghyun ketemu gebetan baru, kirain bakal terus2an dendam sama wonkyu 😂😂
    P.S. Ditunggu loh ff berikutnya 😎

  10. Syukurlah Seunghyun juga dibuat bahagia dan ketemu sama takdir nya, jadi setidaknya nasibnya gak ngenes2 amat kayak nasibnya si Icha…

  11. Oke, oke.. aku menangis bersama Seunghyun 😁
    sakit sekali ya, ternyata bukan di takdirkan untuknya, bayangkan itu seberapa sakitnya

    emosi ih pake paksa nikah, kan bener, untung gagal, coba kalo maksa terus ampe si baby terpaksa sedia,, gaswat itu aduh

    akhirnya wonkyu benar benar bersatu 😭
    Aku senang sungguh
    ooh bahagianya.. Wonkyu memang sudah di takdirkan bersama ternyata

    ahh akhirnya si seunghyun nemu belahan jiwa yang sesungguhnya 😆
    syukurlah sudah baik saja dia..

    Udah gak sebel lagi deh ama dia wkwkwkw sempat emosi sekali apalagi pas waktu itu dia pukul babykyu wkwkwk

    Ya tp emang harusnya gak se kesel sebenci itu juga sih sama dia, karna dia juga paling tersakiti banget wkek

    Btw 👇

    ” Semua Orang Boleh Terluka Asal WonKyu Tetap Bersama ”

    Assssseeeekkk Mantul sekali kalian ini 😁😁

    psstt maaf baru di baca 😁

  12. Yes seneng banget lihat wonkyu bersama….
    Akhirnya rintangan yang ada bisa terlewati walaupun ada yg terluka…
    Seunghyun pun juga sudah menemukan siapa takdirnya.. 😊
    Happy ending..

    —–1315—–

  13. Seunghyun berperan jagain jodoh orang..karena menjaganya denfan sangat baik akhirnya diberi bonus ketemu jodoh sebenarnya di bandara..he..he..he..

    Emang jodoh, rezeki itu tidak akan tertukar ya…

    Akhirnya semua bisa menerima bahwa kesedihan dan kesusahan berbuah manis ☺☺☺

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s