Autumn Leaves 2


Final Chapter

**

Selamat malam, my sweet readers~ maaf ya udah lama.. Bayak kerjaan di rl..ehehhe.

Ini endingnya..Kepanjangan, mianhae jika typo bertebaran..ahahaha.

Selamat membaca~

**

“Dia baru saja dibawa pergi.” Ucap seseorang mendekatinya.

Kyuhyun terkesiap melihat satpam kampus mereka mengikutinya. “Ma-maksudnya?”

“Iya, dia pergi dijemput sopirnya.”

“Andwaee!!!” Seru Kyuhyun langsung berdiri tegak.

Wajahnya menampakkan kekhawatiran yang mendalam, jika Siwon dijemput sopirnya, dengan kata lain ada yang terjadi dengan namja tampan itu. Dan itu karena dirinya.

“Oh Tuhan~ maafkan aku, Siwon-ssi~” Gumam Kyuhyun sambil menggigit jemarinya.

“Sebaiknya anda pulang, dingin sekali disini.” Ucap security itu kemudian.

“Ta-tapi…”

“Anda bisa menjenguknya besok pagi.”

“Aah, apa dia akan datang beaok pagi?” Tanya Kyuhyun tanpa sadar.

Namja security itu sedikit terkejut dengan pertanyaan polos itu namun ia langsung menganggukkan kepalanya. Entah kenapa ia tidak bisa menolak wajah memelas itu. “Semoga saja dia baik-baik saja.” Ucapnya tidak yakin.

“Aa-arraseo~” Jawab Kyuhyun akhirnya.

Namja tinggi nan ramping itu beranjak darisana dengan wajah letih dan bahu terkulai. Bagaimana ia bisa pulang dan tidur kembali jika dalam kepalanya dipenuhi Siwon. Apa yang terjadi? Kenapa dia dijemput? Apa dia sakit? Apa? Kenapa?

“Aaghhhg!!!!” Teriak Kyuhyun sambil memukul stir mobilnya.

Kyuhyun menyandarkan kepalanya disana sambil memikirkan kemana ia harus mencari. Mencari alamat Siwon yang ternyata tidak pernah ia ketahui. Bahkan ia baru sadar, bahwa tidak banyak hal yang ia tahu tentang namja tampan pujaannya itu.

Selain, dia hanya anak orang kaya yang pintar sekaligus playboy.

“Shit!” Umpatnya.

Namun detik kemudian ia langsung mengambil hp dan menghubungi Donghae hyungnya. Mungkin saja namja tampan itu tahu dimana alamat Siwon. Tapi kemudian ia baru sadar jam berapa sekarang?

Donghae pasti sedang larut dalam mimpinya.

Tok! Tok! Suara ketukan dipintu mobilnya.

Dengan cepat Kyuhyun melihatnya dan ternyata security tadi kembali menghampirinya. “Pulanglah~” Ucap namja itu dengan bahasa bibirnya.

Kyuhyun hanya bisa menganggukkan kepala lalu menghidupkan mobilnya dan pergi darisana. Seperti yang dikatakan security itu, saat ini tidak ada yang bisa dilakukanya.

Karena itu, begitu tiba di apartemennya, Kyuhyun langsung menghempaskan dirinya diatas ranjang. Walau matanya terpejam, tapi pikirannya berkelana menuju namja tampan pujaan hatinya.

Entah berapa lama ia sibuk memikirkan bagaimana keadaan Siwon sampai akhirnya ia kembali terlelap karena kelelahan.

“M-mianhae~” Gumamnya pelan.

Keesokan harinya

Matahari pagi masuk menyinari kamar Kyuhyun melalui celah-celah tirai jendelanya. Namun pemilik kamar sepertinya masih terlelap karena begitu telatnya ia tidur.

Sampai beberapa jam kedepan Kyuhyun masih bergelung dalam selimut yang nyaman. Sampai badannya merasa cukup beristirahat barulah gerakan kecil darinya terlihat. Kyuhyun menggeliat kesana kemari dengan mata yang masih terpejam erat.

Namun tiba-tiba ia langsung terduduk dengan wajah syok lalu berpaling melihat jam dindingnya. Seketika Kyuhyun beranjak dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi. Walau beberapa kali menabrak pintu dan lemari tapi Kyuhyun tidak peduli.

Ia harus segera menuju ke kampusnya tercinta, bukan karena ada jadwal kuliah tapi Kyuhyun ingin melihat seseorang. Namja cantik itu harus bertemu dengan Siwon dan melihat keadaannya.

Tidak berapa lama ia selesai, dengan t-shirt dan jeans hitam yang pas melekat dibadannya. Kyuhyun menghangatkan dirinya dengan coat putih dengan bulu-bulu dilehernya.

Begitu sampai disana ia segera menuju kantin mencari dua hyungnya yang pasti sedang istirahat. Donghae dan Hyukjae menunggu jadwal kuliah mereka yang akan masuk sebelum siang.

“Hyung!!!” Panggil Kyuhyun.

“Kyu? Kenapa semalam?” Tanya Donghae.

“Hyung, aku…” Kyuhyun melihat kesana kemari.

“Hey, kau mencuri sesuatu?” Tanya Hyukjae.

“Ck! Pabo!” Balas Kyuhyun dengan death glarenya.

“Kau mencari seseorang Kyu?” Tanya Donghae lagi.

“Hyung…” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya tanpa sengaja.

“Dia sudah gila.”

“Monkey shut up~”

“Lalu?? Waeyo?”

“Kemarin…” Kyuhyun tidak berani mengatakannya.

“Saat ini kau seperti yeoja-yeoja diluar sana.”

“Heol~” Jawab Kyuhyun dengan death glarenya.

“Yang jelas!! Singkat dan padat.” Ucap Hyukjae terbalik.

“Ck!! Hyung!!”

“Kenapa kemarin Kyu? Apa kau ada janji?” Donghae masih terlihat sabar.

“Hyung, Si-siwon dimana?”

“Mwoo??” Jawab mereka berdua bersamaan.

“Aiishh!!”

“Ehhm~ Siwon dimana? Mana kami tahu, mungkin dia ada kuliah.” Jawab Donghae menenangkan dirinya.

“Kemarin Siwon mengirim pesan untuk bertemu ditaman, tapi aku tidak membacanya hyung, dan saat tengah malam aku datang untuk melihat, security bilang dia sudah dibawa pulang oleh sopirnya.” Jelas Kyuhyun panjang lebar dengan wajah memelas.

Donghae dan Hyukjae menganga lebar mendengar penjelasan itu, membuat Kyuhyun kembali kesal. Semenit kemudian keduanya langsung menggelengkan kepala untuk menghilangkan shock mereka.

“Dia mengajakmu bertemu?” Tanya Donghae.

“Ne.”

“Di kampus?”

“Euhm!!”

“Sejak kapan?”

“Kemarin siang.”

“Dan kau tidak datang?”

“Aku baca pesannya tengah malam hyung~”

“Heol~” Jawab Donghae. “Dia pasti kedinginan, semalam saljunya lebat sekali.”

“Aku tahu.” Kyuhyun menundukkan kepalanya.

Donghae dan Hyukjae saling bertatapan melihat magnae mereka seperti itu. Ada penyesalan diwajah imut nan menggemaskan milik Kyuhyun yang membuat mereka yakin, namja cantik itu masih menyimpan rasa untuk Siwon.

“Mungkin dia sakit?” Tanya Hyukjae dengan sengaja.

“Atau bahkan hipotermia.” Sambung Donghae membuat Kyuhyun menatap mereka horor.

“A-andwae, hyung~”

“Kalau terlalu dingin kau bisa terkena itu, Kyu.”

“Andwae!! Eoteokhae? Aku harus melihatnya.” Ucap Kyuhyun langsung beranjak darisana hendak keluar kantin.

Tapi suara Donghae menghentikannya. “Cari kemana?”

“Di ruangnya.”

“Kau tahu jadwalnya?”

“Ani…” Bahu Kyuhyun kembali terkulai.

“Lalu??”

“Hyung!!!”

Donghae menghembuskan nafas lelahnya lalu segera berdiri dari kursinya yang nyaman, diikuti Hyukjae dibelakangnya dan mereka berjalan melewati Kyuhyun sambil berkata.

“Dia mahasiswa akhir Kyu, jadwalnya pasti sedikit, jadi tidak setiap hari dia ada dikampus mengikuti kuliah. Namja tampan itu hanya datang untuk melihatmu, every single day.”

Kyuhyun hanya bisa mendengarkan perkataan yang sangat benar itu, karena memang Siwon datang setiap hari hanya untuk bertemu dengannya. Tidak ada yang diragukan.

Dalam perjalanan mereka, Donghae menghubungi seseorang dan Kyuhyun hanya mendengarkannya. Setelah selesai ia tahu hyungnya itu sedang menanyakan tentang jadwal kuliah Siwon.

“Tiffany dirumahnya, mereka tidak ada jadwal.”

“Berarti dia ada dirumah.” Ucap Hyukjae.

“Rumahnya dimana? Aku tidak tahu.” Jawab Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya.

Namja manis nan imut itu bahkan melipat-lipat ujung bajunya dengan bibir yang dipoutkan. Donghae dan Hyukjae sangat ingin menerkam bocah menggemaskan itu, tapi saat ini bukan waktu yang tepat.

Tanpa menjawab apa-apa keduanya segera berbalik dan berjalan menuju gedung akademik. Kyuhyun yang tidak menyangka hyungnya akan pergi langsung gelagapan dan mengejar mereka berdua.

Sampai disana, Donghae menggunakan ketampanannya untuk mendapatkan informasi tentang Siwon. Karena mereka mengaku sebagai teman namja tampan itu, tidak perlu waktu lama bagi pusat informasi untuk memberikan alamat Siwon.

“Ini…” Donghae menyerahkan alamatnya pada Kyuhyun.

Kyuhyun melihat nama jalan dan tempat dimana namja tampan pujaannya tinggal. Dan ia tahu tempat itu sebagai perumahan elit yang ada di kota Seoul.

“Perlu kami antar?” Tanya Hyukjae.

Kyuhyun langsung melihat mereka dengan wajah memelas dan mata yang berkejap membuat keduanya mendecak kesal bersamaan. Namun kemudian para namja tampan itu pun segera menuju tempat parkir dan Donghae yang membawa mobilnya.

Dalam perjalanan mereka, Kyuhyun hanya berdiam diri dibelakang sambil terus melihat kertas ditangannya. Dua hyungnya saling bertatapan dan menggedikkan bahu mereka.

“Dia pasti baik-baik saja, Kyu.” Suara Hyukjae memecah kesunyian.

Kyuhyun mengangkat kepala dan melihat hyungnya itu dengan mata mengharap membuat Hyukjae menganggukkan kepala.

“Dia disana sejak siang hyung, saat aku datang saljunya sudah tebal, tapi ditempat dia duduk hampir tidak ada, itu artinya…”

“Lalu kenapa kau tidak datang?”

“Kemarin pulang kampus aku langsung tidur dan bangun lagi tengah malam, aku baru tahu ada pesan, hyung.”

“Kasihan Siwon.” Hyukjae menggelengkan kepalanya.

“Hyung~”

“Jangan khawatir!” Ucap Donghae cepat. “Sudah sampai, mau kami temani?”

“A-aniya…” Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

Kemudian namja cantik itu segera turun dari mobil itu dan melihat dua hyungnya yang tersenyum menenangkan. Mau tidak mau ia pun ikut tersenyum dan menghembuskan nafas leganya. Dalam hati ia bersyukur punya dua namja tampan itu, mereka tidak membuat lelucon dengan keadaannya sekarang.

Keduanya malah mendukung apapun yang ingin dilakukannya terhadap Siwon. Atau lebih tepatnya mereka sangat mendukung jika Kyuhyun menerima perasaan yang ditunjukkan Siwon padanya.

“Fighting Kyuhyun!”

Setelah kepergian mereka, Kyuhyun berbalik menghadap gerbang besar yang tinggi dibelakangnya. Pintu gerbang rumah Siwon tidak mengizinkan siapapun bisa melihat kedalam halaman.

“Bagaimana aku bisa melihatnya?” Tanya Kyuhyun entah pada siapa.

“Nuguseyo?” Suara seorang wanita tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak kaget.

“A-aamm, mmm, itu…” Gugup Kyuhyun seketika.

“Anda mencari siapa?” Tanya suara itu lagi.

Dan Kyuhyun baru sadar ada kamera yang mengintai gerak geriknya disana, yang membuat wanita itu bertanya. Kyuhyun menarik nafas lalu menghelanya dengan cepat untuk menenangkan dirinya.

“Mm, a-aku mencari Siwon-ssi.” Jawab Kyuhyun cepat. “A-aku temannya.”

“Ahh, teman kuliah? Tunggu sebentar.” Jawab suara itu.

Menit berikutnya pintu kecil yang ada digerbang itu pun terbuka membuat Kyuhyun semakin gelisah. Namun yang terlihat disana hanya ahjumma tua dengan pakaian maidnya.

“Ada perlu apa dengan tuan muda kami?” Tanyanya.

“Aaah…” Mulut Kyuhyun terbuka dengan imutnya, namun langsung ia tutup dan mengerjapkan matanya. “A-aku berjanji akan menemuinya.”

“Hoo, begitukah? Tapi tuan muda tidak ada dirumah.”

“Mwo?? Ta-tapi…”

“Semalam tuan muda dilarikan kerumah sakit karena terlalu lama diluar.”

Wajah putih Kyuhyun langsung pucat setelah mendengarkan penjelasan itu. Bahkan ia tidak bisa mengeluarkan suara hanya untuk bertanya dirumah sakit mana.

“Tuan muda pergi sejak siang dan tengah malam sopir kami menjemputnya.”

“D-didimana ru-rumah sakitnya?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Ahh, Seoul Hospital, tuan bisa kesana saja.”

“Te-terima kasih!!” Jawab Kyuhyun lalu membungkukkan badannya.

Setelah itu Kyuhyun langsung berlari kecil menuju jalan setapak disana, ia keluar dari kawasan komplek itu untuk mencari taksi. Dengan jantung yang berdegup kencang namja cantik itu segera menuju rumah sakit Siwon dirawat.

Dalam perjalanan Kyuhyun memikirkan apa yang akan ia katakan saat melihat Siwon. Bagaimana jika namja tampan itu marah dan tidak ingin bertemu dengannya lagi.

“Andwae!!” Serunya tanpa sadar.

Sopir taksi didepannya sampai tersentak kaget namun ahjussi itu tidak bertanya apapun saat melihat wajah khawatirnya. Taksi itu terus berjalan dengan mulusnya disiang hari yang tidak begitu panas.

Sampai akhirnya mereka tiba didepan loby rumah sakit terbesar yang ada dikota Seoul. Kyuhyun segera keluar darisana setelah membayar taksi sembarangan. Bahkan ahjussi itu tidak sempat menyerahkan kembaliannya.

Dengan tergesa-gesa Kyuhyun memasuki loby rumah sakit itu dan menuju pusat informasi. Kyuhyun bertanya nama pasien yang hanya namanya saja ia ketahui.

“Dia teman saya.” Ucap Kyuhyun.

“Mmm, kamar 407.” Jawab resepcionist itu.

“Mmm, i-itu di…”

“Belok kiri dari sini, tuan~” Senyumnya dengan ramah.

“Kamsahamnida.” Angguk Kyuhyun cepat.

Namja cantik itu segera berjalan dengan cepat menuju kamar Siwon dirawat. Degup jantungnya berdetak seiring dengan langkahnya yang begitu cepat. Sampai akhirnya ia berdiri didepan pintu ruangan dengan angka 407.

Choi Siwon, namja tampan itu ada didalam.

Setelah menghembuskan nafas perlahan, Kyuhyun memegang gagang pintu didepannya itu. Dan dengan sangat pelan ia membukanya agar siapapun yang ada disana tidak terganggu karenanya.

Tapi ternyata tidak ada siapapun didalam ruangan besar yang serba putih itu. Selain seorang namja yang terbaring diranjang dengan nyamannya. Siwon terlihat sedang berada didalam mimpinya dengan nafas yang teratur.

Sekali lagi Kyuhyun menghembuskan nafas lega dan berjalan memasuki ruangan itu sepenuhnya. Tanpa suara langkah kakinya terus mendekati ranjang Siwon yang sedikit besar. Pasien VIP.

“Siwon-ssi…gwenchana?” Tanya Kyuhyun setengah berbisik.

Tapi tidak ada jawaban dari Siwon yang memang sedang tertidur dengan lelapnya. Dengan sedikit ragu Kyuhyun mencoba duduk dikursi yang ada disisi ranjang. Ia menyusuri wajah Siwon yang sedikit pucat namun tetap saja terlihat begitu tampan.

“Mianhae…” Ucapnya pelan. “Aku tidak tahu ada pesan darimu, aku tidak melihatnya.”

Tidak ada yang menjawab perkataan Kyuhyun, hanya suara cairan infus yang menemaninya.

“Maafkan aku Siwon-ssi, aku tidak bermaksud mengabaikanmu.” Ucap Kyuhyun lagi. “Jika saja aku tahu, aku pasti akan datang, aku akan datang.”

“Karna ak…” Kyuhyun terdiam sambil memegang dadanya yang bergemuruh kencang.

Saat itu suara pintu terbuka membuat namja cantik itu duduk dengan tegap. Ia tidak ingin orang lain melihat wajah bersalahnya saat ini.

“Bagaimana orang tuanya?” Tanya salah satu dari mereka.

“Masih dalam perjalanan, mereka sudah kembali semalam.” Jawab yeoja yang lain lagi.

“Mmm, itu…permisi…” Panggil Kyuhyun kemudian.

Dua yeoja cantik yang memakai pakaian suster itu langsung terpaku melihat Kyuhyun. Namja tinggi dan putih dengan rambut fluffy kecoklatan itu terlihat sangat memesona.

“A-ada apa?” Tanya salah satunya.

“Ak-aku temannya, bagaimana keadaan Siwon-ssi??” Tanya Kyuhyun cepat.

“Aah, dia sudah baik-baik saja, semalam dia cepat dibawa kesini, kalau tidak mungkin akan lebih parah.” Jelas yeoja itu.

Kyuhyun sedikit tersentak namun segera menenangkan dirinya sendiri lalu menganggukkan kepalanya. Yeoja cantik itu pun melakukan hal yang sama lalu segera melihat keadaan pasiennya.

“Jangan khawatir, Siwon-ssi hanya sedang tidur karna pengaruh obat.”

“Ahh..nee~” Angguk Kyuhyun cepat.

Setelahnya mereka berdua keluar darisana meninggalkan Kyuhyun dalam kesunyian yang tidak berujung. Namun sebelum itu ia sempat mendengar pertanyaan dari salah satu yeoja.

“Apa dia pacarnya?”

“Sepertinya begitu, kau tidak lihat dia sangat khawatir.”

“Waah, daebak! Mereka serasi sekali.”

Bisikan kecil yang mampu membuat wajah Kyuhyun terasa terbakar dan pipinya mulai merona. Yeoja-yeoja itu memang pintar melihat seseorang, tapi mereka sok tahu.

Karna hal itu tanpa sadar Kyuhyun pun mengerucutkan bibirnya tidak terima. Apa raut wajahnya begitu mudah dibaca sampai mereka bisa menyimpulkan kebenaran itu.

“Ya, aku khawatir, karna itu cepat bangun, Siwon-ssi pabo!!” Ucap Kyuhyun sedikit keras.

Namun ia langsung menutup mulutnya dan melihat wajah tampan Siwon yang tidak berubah. Kemudian Ia mencoba mendekat dan menyusuri wajah tampan itu dengan lekat. Wajah yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kali namun harus mengubur cinta itu keesokan harinya.

“Kenapa kau harus playboy, Siwon-ssi?” Tanya Kyuhyun tanpa sadar. “Tidak bisakah kau dengan satu orang saja?”

“Apa kau tidak mau cuma aku saja? Aku hanya melihatmu sejak pertama kali kita bertemu.”

“Kenapa kau tidak melihatku saja, Siwon-ssi?” Tanya Kyuhyun dengan segala kejujuran dihatinya.

Tatapan Kyuhyun beralih dari wajah dan ke tangan Siwon yang ada disisinya. Perlahan tangannya pun terangkat untuk menyentuh tangan besar Siwon namun cepat ia urungkan.

Tapi hatinya memaksa untuk menyentuh tangan itu hingga ia pun kembali bergerak dan mencoba mengambil tangan Siwon dengan kedua tangan. Seketika degup jantung Kyuhyun berdetak dengan sangat cepat, sampai ia bisa menyentuh tangan itu.

‘Oh my god!!!’ Innernya berseru.

Entah angin apa yang membuat Kyuhyun berani memegang tangan itu lalu dibawanya ke dada. Perlahan tapi pasti, punggung tangan Siwon bersentuhan dengan dadanya itu tepat dimana jantungnya sedang berpacu sangat cepat.

“Apa kau merasakannya?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Bagaimana aku bisa menghilangkan debaran ini, Siwon-ssi?” Tanya Kyuhyun dengan suara tercekat.

Seketika mata Siwon langsung terbuka dengan lebar tapi Kyuhyun tidak melihatnya, karena ia berbicara sambil menundukkan kepala. Namja tampan itu merasa terpanggil dalam mimpinya.

“Jika kau masih bersama mereka, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dengan hatiku.”

“B-baby…” Panggil Siwon tiba-tiba.

Detik itu juga tubuh Kyuhyun membeku ditempat dan tangan Siwon pun jatuh dari genggamannya. Membuat Siwon sedikit meringis karena lengannya jatuh terkena pinggiran tempat tidur.

Namja tampan itu melihat wajah pucat Kyuhyun tidak percaya, kenapa namja cantik itu didepannya. Apakah ia sedang bermimpi? Jika iya, semoga mimpinya tidak pernah berakhir.

“Aku menunggumu, baby~” Ucap Siwon kemudian.

Barulah Kyuhyun mengerjapkan matanya dan ia percaya Siwon sudah sadar sepenuhnya. Namja tampan itu sedang menatapnya dengan…apa itu? Cinta? Rindu? Benarkah?

“S-siwon-ssi…” Panggil Kyuhyun terbata.

“Kau ada disini?” Tanya Siwon.

“N-ne!! A-aku tidak melihat pesanmu, karena itu aku tidak datang, mianhae, tengah malam aku datang tapi kau sudah pulang.”

“M-mwo?? Kau datang kesana?” Tanya Siwon tidak percaya.

“N-ne.” Angguk Kyuhyun cepat.

“Kenapa?”

“M-mollayo~”

Langsung saja Siwon duduk dengan gerakan cepat membuat Kyuhyun tersentak kaget dengan mata yang melebar. Tapi Siwon hanya tersenyum manis menampilkan dua dimplenya yang semakin dalam.

Sementara Kyuhyun menatapnya dengan mata yang mengerjap beberapa kali. “Apa yang kau lakukan?” G-gwenchana?” Tanyanya.

“Melihatmu disini aku sudah sembuh total.” Ucap Siwon yakin.

“Paboya!”

“Tapi, apa benar? Kau datang? Kesana?”

“Ne, pulang kuliah aku tidak melihat hp karena aku membuatnya tidak berbunyi saat kuliah, setelah pulang kerumah aku langsung tidur dan bangun lagi tengah malam. Setelah melihat pesanmu aku langsung menuju kampus dan tempat itu, tapi security bilang kau sudah dijemput sopirmu.”

“Oh my god!!” Seru Siwon sambil memegang kepalanya.

“Ke-kenapa? Kau sakit?” Tanya Kyuhyun semakin khawatir.

“Nan gwenchana.” Jawab Siwon dengan senyum merekah. “Pertama, aku tidak percaya kau datang kesana, padahal aku sudah mengira kau tidak peduli pada pesanku.”

“Tidak!!! Itu karna aku tidak melihatnya.” Bantah Kyuhyun.

“Kedua…” Siwon mencoba mengambil tangan Kyuhyun dan menggenggamnya. “Kau ada disini, menjengukku? Apa kau khawatir?” Tanyanya.

Seketika wajah Kyuhyun memerah sampai ketelinganya ditatap Siwon dengan begitu dalam. Wajah tampan itu memancarkan kebahagiaan yang bisa membuatmu ikut bahagia karenanya.

Tapi yang terjadi…

“Pa-paboya!!” Jawab Kyuhyun sambil menarik tangannya dari Siwon. “Tentu saja aku khawatir.” Ucapnya kemudian sambil melihat kearah lain. “I-itu salahku.” Bisiknya.

“Aaah~ aku kecewa.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun langsung berpaling melihatnya.

“Kenapa?”

“Kau tidak datang melihatku.”

“A-aku datang.”

“Karna rasa bersalah.” Siwon menekuk wajahnya dengan cemberut.

“Bukan!!!” Jawab Kyuhyun cepat.

Seketika wajah Siwon kembali cerah dan dua dimple kebanggaan itu terlihat dipipinya. Kyuhyun hanya bisa menghembuskan nafas lelah dengan bahunya yang terkulai.

“Jangan khawatir, aku baik-baik saja.” Ucap Siwon menenangkan kekhawatiran Kyuhyun. “Yaa, walau aku hampir mati diluar sana.

“J-jeosonghaeyo~”

“Gwenchana, kau ada disini sekarang.” Jawab Siwon cepat. “Dan yang lebih penting, malam itu kau datang.” Senyumnya merekah.

“Tapi apa benar kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun tidak yakin.

“Ne, tapi aku boleh pulang dua hari lagi.”

“Aah..begitukah?? Aku akan datang lagi.”

Mata Siwon langsung berbinar. “Benarkah?”

“N-ne.” Angguk Kyuhyun cepat. “Sebelum itu, aku ingin tahu, kenapa memintaku datang kesana?”

“Aaah~ mmm~ ada yang ingin kukatakan.”

“Benarkah? Apa itu?”

“Mm, aku ingin mengatakan, semua yang kau dengar tentangku tidak sepenuhnya benar.”

“Maksudnya?”

“Aku bukan playboy cap swarovski Kyu.”

“Mwo??”

“Aku dengar mereka menyebutku seperti itu.”

“Tapi yang mereka lihat seperti itu, kenapa kau mengatakan sebaliknya?”

“Karna mereka hanya melihat luarnya saja.”

“……” Kyuhyun terdiam memikirkan perkataan namja tampan itu.

“Ahh, lupakan!! Kau benar akan datang lagi??” Tanya Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun terkejut.

“Huh? N-ne, aku datang.”

“Aku akan menunggu.” Jawab Siwon memamerkan senyuman manis yang begitu tulus.

Melihat itu Kyuhyun hanya bisa ikut tersenyum dan berpaling kearah lain karena tidak sanggup membalas tatapan Siwon. Ia tidak tahu Siwon melihatnya dengan penuh kekaguman saat senyum manisnya merekah.

‘Memesona’ Pikir Siwon.

“Baiklah, aku pulang.” Ucap Kyuhyun kemudian membuat Siwon menganga.

“Begitu cepat?” Tanya Siwon.

“Aku akan datang lagi.”

“Ahh, baiklah, hati-hati~ aku tidak sabar menunggu besok.” Senyum Siwon dengan dimple kebanggaannya.

“Annyeong Siwon-ssi, sampai jumpa.” Ucap Kyuhyun lalu beranjak menuju pintu namun balasan Siwon membuat kakinya berhenti dan berpaling melihatnya.

“Bisa kau ulang?” Pintanya.

“Huh? Yang mana?” Tanya Siwon pura-pura bodoh.

“Yang tadi, coba ulangi.”

“Huh? Mmm, selamat jalan Kyu~”

“No, bukan itu.”

“Lalu?”

“Yang tadi, Siwon-ssi…”

“Ahh, baiklah~ selamat jalan baby~”

Pipi Kyuhyun langsung merona sampai ketelinga hingga tanpa sadar Ia melayangkan death glare gratisnya. Namun kemudian Kyuhyun langsung keluar darisana dengan degup jantung yang berdetak dengan cepatnya.

“Tidak baik!! Tidak baik!” Gumamnya sambil menggelengkan kepala. “Choi Siwon tidak baik buat jantung.” Ucapnya kemudian segera pergi darisana.

Sementara itu Siwon didalam ruangannya sedang tersenyum garing seperti orang bodoh. Bahkan tangannya sedang merasakan debaran yang selalu ia rasakan saat bersama Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun tidak baik buat jantung.” Ucapnya. “Dia sangat menggemaskan, sangat baik untuk hidupku.”

“Tuan Choi…” Jawab suster yang masuk kesana.

“Ahh, suster!! Aku ingin bertanya.” Ucap Siwon cepat.

“Ada apa? Tuan merasa tidak enak?”

“Sangat tidak enak.” Jawab Siwon serius sambil memegang dadanya. “Disini…sangat aneh.”

“Mwo? Kenapa? Apa harus diperiksa?!”

“Ani!! Tidak perlu! Aku hanya perlu istirahat lebih lama disini, apa itu mungkin?” Tanyanya.

“Ta-tapi…i-itu…”

“Mungkin beberapa hari disini aku akan sembuh total, obatku akan datang setiap hari.”

“Huh?”

“Aah, obatku…itu…yang baru saja keluar darisini.”

“Hooo~”

“Anda akan sembuh dalam tiga hari ini, tidak perlu ditambah lagi.”

“Aah, begitukah? Baiklah.” Bahu Siwon terkulai lemah dengan wajah tertekuk.

Tanpa mengatakan apa-apa ia langsung berbaring kembali dan menarik selimutnya. Suster itu hanya bisa menggelengkan kepala dengan senyum kecil dibibirnya. Setelah memeriksa botol infus Siwon, ia pun segera keluar darisana.

Keesokan harinya

Kyuhyun berjanji akan datang menjenguk Siwon dirumah sakit, ia berencana menghabiskan sore disana. Karena jadwal kuliahnya ada disiang hari, begitu selesai Kyuhyun langsung menuju kesana.

“Tidak ingin kami antar?” Tanya Donghae.

“Tidak, aku bawa mobil.”

“Upps~ sejak kapan?” Tanya Hyukjae.

Namja cantik itu memang tidak pernah membawa mobilnya saat pergi ke kampus. Karena apartemennya dekat darisana, juga karna ia tidak ingin ribet. Malam itu Kyuhyun sengaja keluar dengan mobil karena ingin segera melihat Siwon, tapi namja tampan itu sudah pulang.

Dan hari ini, Kyuhyun membawa mobil karena setelah kuliah ia ingin segera pergi ke rumah sakit.

“Apa dia baik-baik saja?”

“Ne, mungkin besok dia sudah pulang.”

“Hmm, syukurlah~”

“Aku pergi hyung~” Ucap Kyuhyun lalu segera pergi darisana.

“Hati-hati~”

Namja cantik itu melajukan mobilnya dengan kecepatan normal, ia ingin memberi waktu untuk jantungnya sendiri. Debaran dadanya akan bertindak diluar normal jika sudah bertemu dengan Siwon.

Kyuhyun akan merasa sesak saat bersama namja tampan itu, namun sesak dalam arti baik. Karena ia menyukai perasaan itu menyelimutinya, untuk membuktikan bahwa Kyuhyun masih menyimpan rasa untuk namja tampan itu.

Sementara itu dirumah sakit.

Siwon berjalan kesana kemari didalam ruangannya membuat suster yang menjaganya ikut kesal. Mereka sudah mengatakan jangan terlalu aktif sebelum ia benar-benar keluar dari ruangan itu.

Tapi Siwon malah gelisah menunggu namja cantik yang akan menjadi kekasihnya datang.

“Tuan Choi, jangan begitu.” Ucap mereka untuk kesekian kalinya.

“Aku ingin melihatnya.” Jawab Siwon dengan wajah memelas.

Tanpa sadar dua suster itu langsung memutar bola mata mereka namun tertawa kemudian saat mata Siwon melebar. Namja tampan itu melihat kebiasaan yang dilakukan kekasihnya dan itu membuatnya semakin tidak sabar.

“Aghhhh!!! Kyuhyuuuuuun~”

“Ne??” Jawab Kyuhyun dipintu ruangan itu.

“Mwo?” Siwon tersentak kaget. “Baby~” Serunya kemudian menghambur mendekatinya.

“Ada apa?”

“Kau terlambat.”

“Ahh, aku dari kampus.”

“Tuan Choi sudah tidak sabar menunggu anda.” Jawab salah satu suster membuat Siwon berpaling melihatnya.

Kyuhyun menampilkan smirknya melihat Siwon dan namja tampan itu langsung memeluknya dengan erat. “Bogoshipda.” Bisik Siwon.

“Kemarin aku ada disini.”

“Sama saja, ayo masuk.” Siwon menarik Kyuhyun mendekati ranjangnya dan melihat dua suster yang ada disana.

Mereka hanya tertawa kecil dan segera keluar meninggalkan pasangan itu. Kyuhyun melihat ruangan itu sudah berbeda dari kemarin, dengan bunga dan buah-buahan yang tersedia.

“Semalam umma membawanya.” Jawab Siwon.

“Ohh, dimana mereka?”

“Aku melarang mereka datang hari ini.”

“Mwoo??”

“Aku tidak mau kau tidak nyaman karena belum kenal.”

“Aah, arraseo~”

“Lagipula aku hanya ingin bersamamu.” Siwon menampilkan dua dimplenya yang dalam.

“Paboo~”

“Mereka akan pulang lagi ke paris, aku baik-baik saja.”

“Kalau begitu besok aku tidak datang.”

“Mwoo? Andwae!!!”

“Kau harus menghabiskan waktu bersama mereka, aku akan datang saat kau pulang, sorenya bukan?”

“Benar.” Jawab Siwon sedikit tidak rela.

Tapi memikirkan perkataan Kyuhyun lagi, ia pun menganggukkan kepalanya. Selanjutnya mereka pun bercerita tentang diri mereka sendiri agar keduanya lebih mengenal lebih dalam.

Siwon mengatakan kedua orang tuanya sudah mengenal Kyuhyun dari semua ceritanya. Begitu juga orang tua Kyuhyun yang mengatakan bahwa ada Siwon dilingkaran hidupnya.

Kyuhyun juga tahu bahwa orang tua Siwon suka berpergian keberbagai negar karena bisnis mereka. Sedang orang tua Kyuhyun hanya ada di Thailand karena perusahaan mereka yang Korea dipegang manager kepercayaan appanya.

Sebelum ia ambil alih.

Keduanya terus bercerita sampai lupa waktu, bahkan saat malam menjelang Kyuhyun masih ada disana. Siwon mengajak namja cantik itu makan malam bersama dan memintanya untuk tidak pulang.

Tapi Kyuhyun tetap bersikeras ia akan kembali besok sore, agar Siwon bisa menghabiskan waktu bersama orang tuanya.

Keesokan harinya.

Kyuhyun benar-benar datang saat namja tampan itu suah siap-siap chek up dari rumah sakit. Begitu masuk kedalam Siwon sudah menunggu diranjangnya dengan begitu tampan.

T-shirt putih dan jaket kulit hitam yang berwarna sama dengan jeans-nya. Rambut rapi dan begitu wangi membuat Kyuhyun tanpa sadar menempel disisinya.

Siwon mengambil tangan Kyuhyun lalu menggenggamnya dengan lembut. Namja tampan itu melihat tautan tangan mereka dan tersenyum bahagia karenanya. Tangan Kyuhyun begitu pas didalam genggamannya itu.

Sementara Kyuhyun hanya bisa berteriak dalam hatinya karena degup jantungnya kian berpacu dengan cepat. Tangan Siwon begitu hangat dan ia sangat menyukai tautan tangan mereka yang pas.

“Kajja~” Ucap Siwon membuyarkan lamunan Kyuhyun.

Namja tampan itu langsung menarik Kyuhyun keluar dari kamarnya selama tiga hari ini. Mereka berjalan bergandengan tangan menyusuri lorong rumah sakit dengan santainya. Semua mata melihat mereka dengan tatapan takjub karena begitu serasi.

Kyuhyun tidak bisa mengangkat kepalanya untuk melihat mereka, ia hanya melihat tangan mereka dengan wajah memerah. Sampai akhirnya mereka pun tiba di pintu loby dan Siwon berdiri melihat keluar.

Dan saat itu Kyuhyun pun ikut melihat diteras rumah sakit, dua yeoja cantik baru keluar dari mobilnya, dibelakang mereka beberapa teman Siwon yang lain juga ikut datang berkunjung. Tiffany dan Jessica langsung sumringah melihat Siwon berjalan keluar, namun berubah masam saat tahu tangan Siwon ada dimana.

Dan detik berikutnya Siwon pun melepas genggaman tangan itu membuat hati Kyuhyun terasa ditusuk ribuan jarum. ‘Apa yang kau harapkan Kyuhyun?’ Innernya bertanya. Seketika mata Kyuhyun terasa panas dengan air mata yang segera ingin mengalir keluar.

Namun gerakan namja tampan itu selanjutnya membuat tubuh Kyuhyun membeku ditempat. Siwon dengan santainya melingkarkan lengan dipinggang Kyuhyun dan tubuh mereka menempel satu sama lain.

“O-oppa…” Suara Jessica terdengar.

“Kalian datang? Aku sudah mau pulang.” Jawab Siwon memamerkan dimplenya.

“Kami baru tahu, oppa~ apa yang terjadi? Kenapa kau masuk rumah sakit?” Tanya Tiffany.

“Hmm, aku hanya flu, sekarang sudah tidak apa-apa, kalian pulanglah~” Siwon berjalan dengan santainya membawa Kyuhyun bersamanya.

Sampai didepan pintu mobil, namja tampan itu membuka pintu belakang untuk Kyuhyun. Lalu ia pun masuk kesana setelah melambaikan tangan pada beberapa temannya disana. Dan mobil itu pun segera pergi darisana meninggalkan mereka dengan mulut terbuka.

“What’s going on here?!” Tanya Tiffany dngan wajah shock.

“Whatever!! Lets go!!”

**

Sementara itu didalam mobil Siwon, tidak ada yang berbicara sedikitpun karena sibuk dengan pikiran mereka sendiri. Siwon terdiam memikirkan tindakannya yang diluar kesadaran. Sementara Kyuhyun masih dengan wajah shocknya melihat namja tampan itu.

“Waeyo?” Tanya Siwon akhirnya.

“Huh? Ap-apa?”

“Apa kau tidak senang? Apa aku salah?”

“Ahh, a-ani, ak-aku hanya…”

“Mulai sekarang aku tidak akan melakukan apa yang tidak kau sukai.”

“Mwo??”

Siwon berpaling menghadap namja cantik itu lalu memegang tangannya.”Percayalah~ Kyuhyun, mulai sekarang aku hanya akan melihatmu.”

“Apa kau sungguh-sungguh?”

“Dalam hidup aku tidak pernah berbohong.” Ucap Siwon sambil membawa tangan Kyuhyun ke dadanya.

Namja tampan itu ingin Kyuhyun mendengarkan debaran yang ia rasakan untuknya. Sebagai bukti bahwa hati Siwon sudah memilih Kyuhyun sebagai pujaannya.

“Hati tidak pernah berbohong.” Ucapnya pelan.

“Jika benar seperti itu, mulai sekarang hanya lihat aku saja, hanya pikirkan aku saja dan hatimu ini hanya berdetak untukku saja.”

“As you wish, my queen~”

Langsung saja Kyuhyun melempar death glarenya yang membuat Siwon tertawa dengan senang. Kyuhyun hanya bisa berpaling kearah lain dengan wajah yang memerah sampai ketelinganya.

Melihat hal itu Siwon langsung menarik namja cantik itu dan memeluknya dengan erat. Apa hubungan mereka sudah bisa diresmikan? Atau Kyuhyun masih perlu waktu untuk memikirkannya.

“Apa sekarang kau kekasihku?” Tanya Siwon ingin memastikan.

“A-apa masih perlu bertanya?” Kyuhyun balik bertanya.

Siwon langsung melepaskan pelukannya dan melihat wajah cantik Kyuhyun yang merona. Mata bulat namja yang berparas cantik itu berbinar dengan indahnya dan senyum tipis terukir dibibirnya yang sewarna peach.

Sekali lagi Siwon langsung memeluk kekasihnya itu dengan perasaan membuncah. Siwon tidak menyangka akhirnya ia mendapatkan Kyuhyun, setelah berbulan-bulan mengejarnya. Akhirnya namja cantik itu berada dalam pelukan sebagai kekasihnya.

“Kau tidak tahu berapa besar kebahagiaanku, baby.”

“Hentikan panggilan itu.”

“Nope!! You are my baby autumn leaves~”

“Apa maksudnya!!” Kening Kyuhyun berkerut.

“Aku jelaskan didalam, kajja~” Siwon membuka pintu mobilnya dan keluar darisana.

Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menganga lebar melihat mereka ada dimana. Mobil yang membawa mereka sudah berhenti dibawah teras sebuah rumah yang begitu indah. Dan itu didepan rumah namja tampan yang saat ini sedang memamerkan senyumannya.

“S-siwon-ssi…”

“Selamat datang dirumahku, kajja~” Siwon mengulurkan tangannya.

Tanpa bisa menolak Kyuhyun meletakkan tangannya diatas tangan Siwon lalu bergerak keluar dari mobil itu. Kemudian mereka berdua memasuki pintu depan rumah Siwon yang sudah berdiri hampir 10 orang maid disana.

“Selamat datang tuan muda~” Ucap mereka serempak dan Siwon menganggukkan kepalanya.

“Kyuhyun akan makan malam disini.” Ucap namja tampan itu dengan kedipan matanya.

Saat Kyuhyun melihat mereka dengan wajah shock, para maid Siwon berbisik-bisik dengan wajah senang.

‘Dia? Itu dia? Dia kan?’ Itu dia? Itu Kyuhyun, ya, itu dia.’

Kata-kata itu begitu jelas didengar Kyuhyun saat ia melewati mereka menuju kamar Siwon. Apa yang dimaksud dengan dia? Apa mereka sudah mengenalnya? Apa yang dilakukan Siwon?

“Appa, umma dimana?” Tanya Siwon saat ditangga.

“Mereka sudah kembali, tuan muda meminta mereka kembali bukan?”

“Aah, benar, mereka tidak perlu khawatir.”

“Mm, neee~” Jawab salah satu maidnya.

“Kajja~” Siwon segera mengajak Kyuhyun masuk ke kamarnya yang ada dilantai 2.

Kyuhyun hanya diam dan mengamati rumah mewah itu dengan takjub. Saat mereka memasuki kamar besar dengan nuansa hitam dan putih itu, 1 pertanyaan keluar dari kepala Kyuhyun.

‘Berapa banyak yeoja yang sudah dibawa kesini?’

“Selamat datang di kamarku, baby~” Ucap Siwon membuyarkan lamunan Kyuhyun. “Kau orang pertama yang kubawa masuk ke kamar ini.” Ucapnya kemudian menjawab pertanyaan namja cantik itu.

“Seolma…” (Tidak mungkin…)

“Jinjjaya~ aku hanya membawa mereka sampai ruang tamu dan taman belakang, tapi tidak kesini.”

“Aaaa…arraseo~”

“Kau tidak percaya?”

“Mmm, molla~”

Detik berikutnya Kyuhyun sudah menempel dalam pelukan Siwon karena namja tampan itu memeluk pinggangnya dengan erat. “Kau tidak percaya baby?” Tanya Siwon.

Ia menatap wajah cantik Kyuhyun yang begitu dekat dengannya, kemudian beralih melihat bibir peach namja cantik itu yang seperti memanggilnya. Begitu memesona…

“My baby…” Panggil Siwon.

Kyuhyun hanya bisa menatap wajah tampan Siwon dengan degup jantung yang berdetak dengan cepat. Bahkan kepalanya tidak bisa berpikir lagi apa yang akan dilakukan Siwon. Apa ia akan menciumnya? Ciuman pertamanya…

“Apa kau percaya jika kukatakan…” Siwon menatap dalam matanya. “Hari itu, pertama kali melihatmu dibawah pohon maple yang berguguran.”

Kyuhyun langsung memutar ingatannya pada hari pertama kali ia jatuh dalam pesona seorang Choi Siwon. Mereka hanya bertemu dan saling berpas-pasan dibawah daun maple yang berguguran.

“Hari itu aku ingin pulang melewati taman dan saat itu kau sedang menutup mata menunggu daun itu jatuh diatas wajahmu, detik itu juga seluruh tubuhku bergetar dan tertarik padamu, seperti ada magnet, setelah hari itu aku mencarimu dengan mataku.”

“I-itu a-artinya?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Aku jatuh cinta pada pandangan pertama.” Jawab Siwon dengan yakinnya.

“Benarkah?!” Mata Kyuhyun mengerjap tidak percaya.

“Ne..for the first time…”

“Tapi aku bukan yang pertama.” Kyuhyun menundukkan kepalanya.

Siwon tersenyum manis melihat wajah Kyuhyun cemberut dengan bibir yang dimajukan. Detik berikutnya, ia pun memegang dagu Kyuhyun dengan dua jari dan membuat namja cantik itu kembali menatapnya.

“Kau yang pertama yang membuat degup jantungku berdetak cepat.” Ucap Siwon. “Dan kau akan menjadi satu-satunya dalam hati dan hidupku.”

“You are the only one.” Setelah mengucapkan itu Siwon pun mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka bersentuhan dengan perlahan.

Sedikit tersentak Kyuhyun mencengkram baju Siwon tepat didadanya. Namun saat ciuman itu terasa manis dan begitu lembut, Kyuhyun memejamkan matanya. Dan membiarkan Siwon memainkan bibir mereka dengan penuh perasaan yang ada.

“My first kiss.” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

Kyuhyun langsung membuka mata dan menatapnya tidak percaya. Siwon langsung tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya. Semua gosip yang beredar sepertinya sudah menghancurkan imagenya.

“Baby, aku memang punya mantan pacar, tapi kau bisa tanya mereka berapa kali aku pernah memberi mereka ciuman atau lebih parah, berapa kali aku sudah tidur dengan mereka.” Ucap Siwon.

“…..” Kyuhyun tidak bisa menjawab.

“Tidak! Satu kalipun.”

“Aku tidak percaya.”

“Aku menciumnya, iya, dipipi, dikening, ditangan tapi tidak dibibir.”

“Bagaimana bisa?”

“Karena bibirku hanya untuk seseorang yang tepat.”

“Cihh~” Sinis Kyuhyun dengan smirknya.

“Baby, aku menerima semua ajakan mereka karena aku tidak ingin menyakiti hati seorang wanita, tapi aku tidak pernah bisa memberikan hatiku kepada salah satunya, karena mereka bukan orang yang tepat. Karena itu aku punya banyak mantan, karena setelah merasa semuanya sia-sia, mereka meninggalkanku.”

Mulut Kyuhyun menganga lebar mendengar penjelasan yang polos dan bodoh itu. Apa benar? Playboy cap swarovski yang ia kenal hanya seorang namja baik hati yang menghormati wanita seperti ibunya?

Mungkin saja.

Sementara Kyuhyun hilang dalam lamunannya, Siwon tergelitik melihat wajah manis namja itu dan ia langsung memberi kecupan singkat di ujung bibirnya. Seketika mata Kyuhyun melebar dan rona merah menjalar dipipi bulat dan pucatnya itu.

“Kau sangat menggemaskan.”

“Bi-bisa lepaskan aku, Siwon-ssi?”

“Kenapa? Kau tidak suka?”

“An-ani…nan-nanti ada yang datang.”

“Mereka tidak akan datang, aku bisa memelukmu selamanya.”

“Paboyaa~” Kyuhyun berpaling melihat kearah lain.

Senyuman Siwon tidak baik untuk jantungnya yang sudah tidak ingin melambat. Lalu, apa sekarang mereka sepasang kekasih? Begitu cepat?

‘Tidak, Siwon sudah mengejarmu bukan sehari.’ Jawab Inner Kyuhyun dngan yakinnya.

“Ayo kutunjukkan isi kamarku.” Ucap Siwon kemudian.

Kyuhyun langsung memutar bola matanya namun mengikuti namja tampan itu yang membawanya melihat-lihat. Kamar besar Siwon terlihat rapi dan sangat nyaman berada disana. Tidak banyak barang disana selain ranjang, lemari dan meja belajar dan pustaka kecil.

Darisana Kyuhyun tahu tanpa harus bertanya bahwa Siwon suka membaca. Namja tampan itu juga memiliki gitar yang dipajang disisi rak buku dengan sofa santai didekatnya. Siwon membawanya menuju balkon yang terdapat sofa santai yang besar dan sebuah meja kecil.

Kyuhyun langsung duduk disana menikmati udara bersih dari lantai dua. Siwon pun duduk disisinya dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari kekasih barunya itu.

“Apa yang kau lihat?” Tanya Kyuhyun tajam.

“Aniyo~ wajahmu sangat memesona.” Jawab Siwon santai. “Aku ingin selalu melihatnya.”

“Paboya~”

“Aighoo~ ahh, tapi Kyu…kenapa kau tidak mengatakan apa-apa?”

“Tentang??”

“Perasaanmu.”

“Aah, itu…aku…” Kyuhyun merasa gugup seketika.

“Ayo katakan…”

“Ak-aku harus pergi!!” Jawab Kyuhyun langsung melepaskan diri.

“Tapi kau mau makan disini.” Protes Siwon.

“Aku tidak bi….”

Suara ketukan dipintu membuat Kyuhyun berhenti dan segera berdiri menjauh dari Siwon. Namja cantik itu semakin salah tingkah saat maid rumah itu tersenyum kecil melihatnya.

“Makan malam sudah siap.” Ucapnya.

“Kami turun sekarang.” Jawab Siwon dengan senyum manisnya.

“Nee~”

“Kajja baby~” Ajak Siwon membuat Kyuhyun memberinya death glare.

Namun Siwon langsung menarik tangannya lalu segera keluar dari kamar bersama maidnya. Mereka berjalan menuju ruang makan dengan Kyuhyun yang terus mengamati rumah mewah itu. Sampai disana semua maid sudah berdiri mengelilingi meja makan oval disana.

“Silahkan~” Ucap mereka bersamaan.

“Ak-aku mau cuci tangan.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Ihihihi, mari saya antar…” Ucap salah satunya.

Kyuhyun menganggukkan kepala dan berjalan mendekati mereka yang sudah berjalan menuju wastafel. Sementara maid yang lain juga langsung mengikutinya membuat Siwon menegur mereka.

“Tuan muda duduk disini.” Jawab maid yang paling tua.

Dan mereka semua mengikuti Kyuhyun dan mengamati gerak-gerik namja manis itu. Mau tidak mau Kyuhyun merasa mereka akan segera membunuhnya hanya dengan tatapan saja.

“Kyuhyun-ssi…” Panggil salah satu maid.

“N-ne?”

“Gomawo ne, akhirya kau datang.”

“Mwo???” Mata Kyuhyun melebar sempurna.

“Tuan muda kami selalu bercerita tentangmu, dalam dua bulan ini hanya namamu yang kami dengar. Selama ini ia membawa yeojachingu yang berbeda tapi kami tidak suka mereka.” Jawab yang lainnya.

Kyuhyun kehilangan kata-katanya.

“Tuan muda kami tidak pernah bercerita apapun tentang cintanya, saat kami tahu, yeoja itu sudah datang kemari, tapi sejak mengenalmu, setiap hari dia ke kampus dan mengatakan ingin melihat wajahmu.”

“Tidak bisa jika tidak melihatmu.”

“Jadi, kami mohon…” Maid paling tua langsung memegang tangan Kyuhyun. “Jagalah hatinya Kyuhyun-ssi, tuan muda kami begitu baik, dia tidak akan mengecewakan hatimu, percayalah.”

“Aa-aarasseo~” Jawab Kyuhyun gugup.

“Gamsahamnida!!” Ucap mereka serentak dan menganggukkan kepala.

“Apa yang kalian lakukan?” Tanya Siwon tiba-tiba membuat mereka semua tersentak kaget.

“Aniya!!” Jawab mereka cepat.

“Kami hanya ingin mengenal calon nyonya rumah ini, iya kan?” Tanya maid ahjumma yang langsung dijawab dengan anggukan kepala.

“Aigoo~ kalian menggodanya.” Siwon melihat wajah Kyuhyun memerah sampai ketelinganya. “Kajja, baby~” Ucapnya sambil mengulurkan tangan.

Mau tidak mau Kyuhyun menyambut tangan itu sambil menundukkan kepalanya. Lalu mereka segera menuju meja makan dan makan malam bersama. Untuk pertama kalinya Kyuhyun makan berdua dengan namja tampan yang merupakan kekasihnya.

Jika orang lain akan merasa gugup saat makan bersama yang disukainya, tapi tidak dengan Kyuhyun. Ia makan dengan lahapnya apalagi Siwon sangat rajin menambahkan makanan itu kepiringnya.

Dan ruang makan itu pun dipenuhi dengan wajah bahagia Siwon saat menatap namja cantik didepannya. Bahkan maid-maidnya pun ikut bahagia melihat tuan muda mereka nampak bahagia dan berseri-seri.

Keesokan harinya

Pagi yang indah bagi seorang Choi Siwon yang akhirnya mendapatkan seseorang yang sangat berharga. Setelah semalam mengantar Kyuhyun pulang ke apartemennya, ia tahu jika pagi ini kekasihnya itu punya jadwal kuliah.

Dan berbeda dari hari biasanya, kali ini Siwon bersiap-siap dikamarnya dengan penuh semangat. Karena sebelum mengikuti mata kuliah, ia bisa melihat wajah cantik kekasihnya.

Begitu ia sampai didepan apartemen Kyuhyun, namja cantik itu sudah menunggu disana. Dengan wajah cerah Siwon turun dan mobil dan membuka pintu yang lainnya untuk Kyuhyun. Tentu saja mahasiswa cantik itu memutar bola matanya melihat perlakuan Siwon.

“Pagi Siwon-ssi~”

“Selamat pagi, Sweetheart~”

“Cihh~” Sinis Kyuhyun lalu masuk di jok depan.

Siwon hanya tersenyum senang dan masuk ke mobilnya lalu segera pergi darisana.

Tidak berapa lama mereka tiba di kampus, semua mata yang ada disana melihat kedatangan mobil Siwon. Apalagi saat mereka turun bersamaan dan Siwon mengulurkan tangannya pada Kyuhyun.

Serentak para mahasiswa disana berbisik-bisik dan menebak apa yang sudah terjadi. Begitu juga yang dilakukan beberapa mantan Siwon termasuk Tiffany dan Jessica.

“Heol~” Gumam Jessica.

“Daebak!” Sahut Tiffany.

“Aku sudah bilang bukan, tinggal menunggu hari saja Siwon akan tertarik pada Kyuhyun.” Ucap yang lain.

“Dua bulan ini Siwon oppa memang tidak berhenti mengejar Kyuhyun.” Ucap Yoona.

“Bukan tidak mungkin sekarang mereka sudah bersama.”

“Mereka sudah bersama.”

**

Siwon dan Kyuhyun tidak peduli tatapan takjub dan iri yang mengiringi mereka. Keduanya terus berjalan menuju kelas kuliah Kyuhyun yang akan dimulai. Namja tampan itu mengantarnya sampai didepan pintu yang membuat penghuni kelas itu terkesiap.

“Sampai jumpa lagi.” Ucap Siwon melepas genggamannya. “I’ll miss you.” Bisiknya sambil membelai pipi Kyuhyun dengan lembutnya.

“Sampai jumpa, Siwon-ssi.” Ucap Kyuhyun dengan senyum kecilnya.

“Sampai kapan kau akan memanggil Siwon-ssin, hm?” Bisik Siwon.

“Khaaa~” Usir Kyuhyun merona.

Namja tampan itu tertawa senang lalu pergi dari sana meninggalkan Kyuhyun dibully teman-temannya. Hampir sebagian mahasiswa bersorak tidak percaya, pasangan baru yang mereka tunggu akhirnya terkabulkan juga.

“Akhirnya~”

“Heol~ aku kira Siwon-ssi akan putus asa.” Jawab yang lain.

“Tidak, mereka pasti bersama.” Jawab Hyukjae. “Iya kan Kyu?”

“Begitulah.” Jawab Kyuhyun cuek lalu segera menuju bangkunya.

Tepuk tangan riuh terdengar didalam kelas itu dengan ucapan selamat untuk Kyuhyun. Mereka tidak berhenti walau namja manis itu sudah memberikan death glarenya yang mengerikan.

Belum habis kejutan yang mereka lihat, setelah selesai kuliahnya Siwon sudah tiba disana dengan tampannya. Kyuhyun hanya bisa menghela nafas lelah namun tersenyum kemudian. Siapa sangka namja tampan pujaannya kini benar-benar bersamanya.

“Makan siang?” Tanya Siwon begitu didepannya.

“Kau sudah selesai?”

“Ne, cuma satu.”

“Aku masih ada setelah siang, kau bisa pulang lebih dulu Siwon-ssi.”

“Aku ada keperluan di akademik, nanti aku akan menjemputmu.”

“Mm, baiklah.”

“Ayo pergi…” Siwon mengulurkan tangannya yang disambut Kyuhyun dengan hati berbunga.

Dan pasangan perfect itu segera keluar darisana tanpa peduli siapapun yang melihat mereka. Seperti saat ini dunia hanya milik mereka berdua yang lain hanya penumpang gelap saja.

“Wanjon daebak!” Gumam salah satu teman Kyuhyun.

Donghae dan Hyukjae hanya bisa tertawa kecil dan ikut bahagia jika Kyuhyun sudah bisa bersama Siwon. Karena mereka tahu bagaimana namja cantik itu menyukai Siwon sejak pertama kalinya.

Walau tidak pernah mengatakan apa-apa, tapi keduanya selalu bisa melihat kekecewaan Kyuhyun saat melihat Siwon bersama yeoja lain.

“Semoga mereka bahagia.” Gumam Donghae.

“Tentu saja, Siwon sangat mencintainya.” Jawab Hyukjae dengan yakinnya.

Hari berikutnya berlalu dengan kebahagiaan yang terpancar diantara dua sejoli itu. Bahkan seluruh kampus ikut berbahagia karena Siwon sangat pantas berada disisi Kyuhyun. Namja tampan mereka berpasangan dengan namja cantik yang diakui seluruh kampus itu.

Siapa yang tidak akan setuju, They are perfect for each other.

Siwon selalu menyempatkan dirinya mengantar dan menjemput kekasihnya dari ruang kuliah. Disela-sela kesibukannya di semester akhir kuliahnya, Siwon selalu bisa membuat Kyuhyun tertawa bahagia.

Namja tampan itu selalu menunjukkan cintanya dengan membawa bunga, coklat, bahkan boneka. Seperti yang ia lakukan sebelum Kyuhyun menerima cintanya. Saat ia mulai disibukkan dengan menulis skripsi, Kyuhyun akan datang menemaninya di rumah.

Namja cantik itu bahkan membantu kekasih tampannya menyusun tugas akhir dari seorang mahasiswa itu. Hari-hari mereka dipenuhi dengan cinta dan kebahagiaan yang tidak bisa dibantahkan. Wajah sulking Kyuhyun berganti dengan senyuman manis saat Siwon didekatnya.

“Akhir-akhir ini kau terlihat…” Hyukjae memikirkan kata-kata yang tepat membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

“Shut up, hyung!”

“Ani, jinjja~ kau terlihat Shine.” Hyukjae mengangkat kedua tangannya.

“Paboo~”

“Bagaimana skripsi Siwon?” Tanya Donghae.

“Sudah siap hyung, tinggal menunggu Acc.”

“Waah, kalau begitu Siwon akan lulus, bagaimana denganmu?” Tanya Hyukjae takjub.

“Bagaimana denganku?” Kyuhyun balik bertanya.

“Kau sanggup ditinggal?”

“Kenapa aku harus ditinggal?”

“Yaa, siapa tahu Siwon akan ke luar negeri.”

“Siapa yang bilang?”

“Baby…” Suara Siwon memecah pembicaraan mereka.

“Hyung?? Bagaimana? Diterima?” Tanya Kyuhyun penuh semangat.

“Ne, aku akan segera sidang dan lulus.” Jawab Siwon dengan yakinnya membuat Kyuhyun melihat hyungnya.

“Wae? Aku salah?” Tanya Siwon mendadak bingung.

“Aah, ani, tadi kami mengatakan andai-andai, apa benar kau akan keluar negeri?”

“Mwo?? Kau tahu darimana Hae-ah?” Tanya Siwon cepat.

“Aku dengar di ruang dosen.”

“Aah, itu…aku….” Siwon melihat Kyuhyun yang sudah beranjak dari sana. “Baby…”

“Aku mau pulang.” Kyuhyun langsung berjalan meninggalkan mereka.

“Aku pergi dulu.” Siwon melihat dua namja itu yang menganggukkan kepalanya.

Donghae menganggukkan kepala dan mengucapkan maaf pada Siwon dengan bahasa bibirnya. Siwon hanya tersenyum kecil lalu segera berlari mengejar Kyuhyun. Namja cantik itu sudah berjalan melewati tempat parkir dimana mobil Siwon berada.

“Baby~” Panggil Siwon dibelakangnya.

Tapi Kyuhyun tidak peduli, ia terus berjalan menuju jalan pintas ke apartemennya. Siwon menghela nafas kasar lalu segera berlari dengan cepat agar bisa menghentikan kekasihnya itu.

“Kyuhyun!!” Panggilnya lagi sambil menarik lengannya.

“Apa!?” Jawab Kyuhyun dengan death glarenya.

“Dengarkan aku..”

“Tidak perlu!!” Kyuhyun kembali berjalan dan Siwon mengikutinya dari belakang.

“Baby~ jebal~ aku akan mengatakan semuanya.”

“Kapan? Saat kau sudah pergi? Untuk apa?”

“My baby, my love~ bukan begitu.”

“Lalu?”

“Aku sendiri baru mendengarnya, appa-ku yang merencanakan semua dan sudah membicarakannya dengan dosen pembimbingku.” Jelas Siwon membuat Kyuhyun berhenti.

“Aku ingin berdiskusi masalah ini denganmu, karna aku akan mendengar apapun pendapatmu, baby.”

“Kenapa?”

“Mwo? Kau masih perlu bertanya?” Wajah Siwon berubah sumringah. “Kau sudah menjadi bagian dari hidupku, apapun yang akan terjadi dan kujalani, kau ada didalamnya, karena itu apapun yang akan kulakukan, semuanya harus dengan izin dan senyumanmu.” Ucap Siwon dengan senyum menenangkan.

Kyuhyun kehilangan kata-kata mendengar perkataan itu, Ia sudah menjadi bagian penting dalam hidup Siwon. Apa itu benar? Melihat wajah tampan dan senyum yang tulus diwajah Siwon, tidak ada yang bisa diragukan.

Karena itu menit berikutnya, Kyuhyun menghembuskan nafas lelahnya dan berjalan perlahan. Tanpa mengatakan apa-apa, namja cantik itu membenamkan diri dalam pelukan kekasihnya itu. Siwon sedikit terpana namun ia langsung memeluk tubuh Kyuhyun dengan begitu eratnya.

“The love of my life~” Gumam Siwon sambil memejamkan matanya.

**

“Tiff, apa-apaan itu?” Tanya Jessic pada sahabatnya.

“Apanya?” Jawab Tiffany bingung sambil melihat kearah yang sama.

Dibawah bangku taman belakang Siwon dan Kyuhyun sedang duduk bersama, saling tertawa dan bercerita. Dan para yeoja cantik itu sedang bersantai disalah satu kantin yang bisa melihat mereka dengan jelas.

“Kau bilang Siwon oppa akan meninggalkannya, atau Kyuhyun yang akan pergi, tapi mana? Kau lihat sekarang?” Ucap Jessica.

“Aku juga tidak mengerti, biasanya mereka akan meninggalkan Siwon oppa seperti yang kita lakukan, tapi Kyuhyun…” Yoona tidak meneruskan kata-katanya.

“Kita meninggalkannya karna Siwon oppa tidak bisa mencintai kita, tapi Kyuhyun….” Ucap Sooyoung.

“Siwon oppa yang mengejarnya dan itu artinya…” Sambung yang lain.

“Siwon oppa mencintainya.” Jawab Stella.

“Andwae!!!” Jawab semua yeoja cantik itu.

“Sudahlah, biarkan saja mereka bahagia, selama ini Siwon oppa sudah begitu baik membiarkan kita disisinya. Padahal dia tahu kita hanya ingin kebanggaan saat menjadi kekasihnya.” Jawab Tiffany membuat Jessica mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Benar, bahkan saat kita minta putus, dia hanya tersenyum dan meminta maaf.”

“Bukan salahnya tidak bisa mencintai kita Jess, tapi cinta itu selalu datang disaat yang tepat.”

“Aku tahu…”

“Dan saat ini memang waktunya.”

“Kalian semua mantannya kan? Jangan ada yang mengusik keberadaan Kyuhyun, arrachi?” Ucap Jessica kemudian dengan wajah garangnya.

Squads Siwon yang dipenuhi yeoja cantik itu pun menganggukkan kepala mereka dengan pasrah.

**

“Jadi, setelah wisuda kau akan pergi ke New York?” Tanya Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Ne, aku akan belajar tentang perusahaan bersama appa.”

“Berapa lama?”

Siwon mengambil tangan Kyuhyun dan menggenggamnya dengan lembut. Namja tampan itu melihat tangan putih Kyuhyun beberapa saat lalu kembali menatap wajahnya.

“Satu atau dua tahun.” Ucapnya pelan.

“Itu sangat lama.”

“Aku tahu, tapi kita bisa komunikasi setiap saat, tanpa peduli perbedaan waktu, aku akan selalu menghubungimu.” Jawab Siwon dengan yakinnya.

“Bagaimana jika aku bilang tidak, jangan pergi.”

“Apa kau serius?”

“Ehm~” Angguk Kyuhyun cepat.

Siwon melihat wajah Kyuhyun dengan serius lalu tersenyum manis kemudian menganggukkan kepalanya “Jika itu yang kau inginkan, aku akan mengikutinya.”

“Mwo?”

“Aku akan mengatakan pada appa jika aku tidak bisa pergi.”

“Kenapa? Kenapa kau menuruti keinginanku Siwon-ssi??”

“Aku sudah bilang bukan? Kau sudah menjadi bagian dari hidupku, apapun yang kulakukan kau turut andil didalamnya, dan ini mengenai masa depanku, aku ingin kau juga memberi pendapatmu untuk jalanku ini, baby.”

Sekali lagi Kyuhyun kehilangan kata-katanya, Siwon selalu bisa membuatnya jatuh semakin dalam.

“Aku ingin langkahku kedepan disertai dengan cinta dan senyummu, jika aku pergi tapi kau menangis disini, semua yang kulakukan disana akan berantakan dan tidak ada gunanya.”

“Siapa yang menangis?” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya.

“Ahahaha, mungkin saja~” Tawa Siwon melihat wajah lucunya. “Keuronikka~ katakan apa yang kau rasakan, baby? Katakan apa yang kau inginkan.”

“Apa aku boleh memikirkannya?”

“Tentu saja!!”

“Dengan satu syarat…”

“Katakan…”

“Mulai detik ini, jangan pernah jauh dariku, kecuali saat kita pulang kerumah.”

“Awww, my sweet baby~

“Shut up!!”

“Selamanya aku akan bersamamu.”

“Paboya!!”

Siwon hanya tertawa riang dan langsung memeluk kekasih pujaan hatinya itu dengan erat. Kyuhyun membalas pelukan itu dengan menyimpan perasaan yang begitu berat. Jika bisa ia ingin berkata dengan tegas bahwa ia tidak mengizinkan Siwon pergi menjauh darinya.

Tapi Siwon terlalu baik, lebih mementingkan pendapat Kyuhyun dari pada keputusannya sendiri. Kyuhyun harus memikirkan jawabannya dengan baik.

Setelahnya, dua namja itu pun terlihat selalu bersama-sama dan tidak bisa dipisahkan lagi. Dimana ada Siwon disana ada Kyuhyun, begitu pula kemana Siwon pergi tangan Kyuhyun selalu dalam genggamannya.

Tapi jawaban Kyuhyun tidak pernah terdengar.

Sampai hari kembali berlalu dengan sendirinya, musim pun sudah berganti dengan begitu cepat. Daun-daun yang berguguran sudah berganti dengan salju putih yang terus menerpa bumi.Β  Bahkan musim dingin pun hampir berlalu dan tergantikan musim semi.

Semua mengalami perubahan yang signifikan, tidak terkecuali dengan para mahasiswa maupun pelajar. Setelah liburan musim dingin, tentu saja mereka akan kembali beraktifitas dikampus dan sekolah mereka.

Begitu juga dengan mahasiswa tingkat 3 Seoul University yang sudah tiba diakhir perjuangan mereka. Setelah menyelesaikan mata kuliah dan mengumpulkan tugas akhir, mereka akan wisuda secara serentak.

Karena itu sebagian kampus itu pun sibuk menyiapkan acara penghargaan terakhir bagi seorang mahasiswa. Para namja dan yeoja mahasiswa akhir itu terlihat begitu tampan dan cantik dengan dandanan mereka.

Seperti itulah Siwon, yang begitu tampan dengan jasnya yang berwarna hitam. Dengan rambut rapi tertata membuatnya terlihat seperti seorang direktur muda. Dan itulah yang akan terjadi setelah ia selesai dari sini, Siwon akan terjun ke perusahaan appa-nya.

“Orang tuamu datang, oppa?” Tanya Jessica saat mereka masih menunggu ascara dimulai.

“Ne, mereka dari paris langsung kesini.” Jawab Siwon dengan mata jelalatan mencari seseorang.

“Kau cari siapa oppa?” Tanya Tiffany.

“Ohh, Kyuhyun, dia belum datang.”

“Sudah, tadi aku melihatnya ke taman.” Jawab Jessica.

“Jinjja? Aiih~ thank you girl~ you are the best~” Ucap Siwon langsung meninggalkan mereka dengan berjalan mundur.

Jessica dan Tiffany hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepala mereka. Namja tampan itu terlalu baik dan tampan untuk dibenci dengan alasan sepele.

**

Siwon berjalan cepat menuju bangku taman kenangannya bersama Kyuhyun. Disana namja cantik itu duduk sambil mengetukkan kakinya dijalan setapak didepannya. Bahkan ia tidak sadar saat Siwon sudah berdiri disampingnya.

“Apa yang kau pikirkan?” Tanyanya.

“Hyung? Kenapa kau disini?” Kyuhyun balik bertanya.

“Acaranya belum dimulai, aku sedang menunggu appa dan mencarimu.”

“Aaah, aku hanya ingin mencari ketenangan.”

“Hmmm, dengan melamun disini?” Tanya Siwon dengan alis terangkat. “Apa yang kau pikirkan?”

“Apa yang terjadi setelah ini?” Tanya Kyuhyun cepat. “Pada kita…”

“Hoo~ jangan bilang kau ingin putus.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun langsung memberinya death glare mematikan.

“Setelah ini kau akan pergi, bagaimana denganku?” Tanya Kyuhyun dengan wajah sedihnya.

“Mwo??” Siwon langsung duduk disisisnya. “Kau setuju?!” Tanyanya tidak percaya.

Sejak menjelaskan tentang rencana kepergiannya ke luar negeri, Kyuhyun tidak pernah mengungkit hal itu lagi, walau namja cantik itu sendiri yang meminta waktu untuk memikirkan pendapatnya.

Tapi hari ini, tiba-tiba ia mengatakan Siwon akan pergi. Apa itu artinya Kyuhyun setuju?

“Aku sudah memikirkannya.” Jawab Kyuhyun pelan.

“Dan jawabannya…”

“Aku akan mendukung apapun yang terbaik untukmu, Siwon hyung.” Ucap Kyuhyun dengan senyum terukir dibibirnya.

“Kau sungguh-sungguh??” Siwon masih tidak percaya.

“Ne, pergilah dan cepat kembali, aku akan menunggu disini.”

Mendengar ucapan itu langsung saja Siwon menarik kekasihnya itu dalam pelukan dan memeluknya dengan erat. “Gomawo, my baby~ jeongmal gomawo~”

Kyuhyun tersenyum senang dan membalas pelukan yang akan dirindukannya itu. Walau merasa sedih akan berpisah dengan kekasihnya, tapi Kyuhyun juga tidak bisa menahan namja tampan itu disisinya.

“Jaga hatimu hyung, itu milikku.” Bisik Kyuhyun dibahunya.

“Selamanya baby, selamanya.” Jawab Siwon dengan senangnya.

“Mmm, ehm~” Suara dehaman seseorang.

Pelukan mereka langsung terlepas dan melihat Donghae yang sedang salah tingkah disana. Kyuhyun hanya bisa menunduk menyembunyikan pipinya yang terasa terbakar dan Siwon tertawa garing menampilkan dimplenya.

“Acaranya mau dimulai, Siwon-ah.”

“Ahh, baiklah, aku kesana, kajja~” Siwon menarik tangan Kyuhyun lalu membawanya pergi darisana.

Namja tampan itu segera memasuki gedung wisuda dengan tamu dan mahasiswa yang sudah memenuhi ruangan itu. Siwon segera membawa Kyuhyun menuju kursi tamu deretan pertama, dimana kedua orang tuanya duduk.

Mata Kyuhyun melebar sempourna melihat appa dan umma Choi untuk pertama kalinya. Namja manis itu langsung membungkuk dengan sopan sebagai salam perjumpaannya. Appa dan umma Choi pun menganggukkan kepala mereka dengan ramah.

“Hallo, Kyuhyun-ah~ senang akhirnya bertemu denganmu.” Ucap Umma Choi dengan senyum manisnya.

“Ha-hallo~ tuan dan nyonya Choi, senang bertemu dengan kalian.” Jawab Kyuhyun sopan.

“Siwon sudah banyak bercerita tentangmu.” Jawab appa Choi. “Jangan panggil kami seperti itu.”

“Ahjussi-ahjumma lebih bagus, atau kau mau memanggil kami appa-umma?”

Pipi Kyuhyun langsung merona sampai ketelinganya membuat umma Choi tertawa kecil. “Benar-benar menggemaskan.”

“Umma jangan menggodanya, aku harus pergi kesana.” Keluh Siwon.

“Arraseo, pergi sana~” Umma Choi mengusir putranya dan berpaling melihat Kyuhyun. “Duduk disini.” Ucapnya sambil menarik lengan Kyuhyun dan duduk disisinya.

Siwon hanya menggelengkan kepalanya lalu segera menempati tempat duduknya diantara mahasiswa lainnya. Dan acara itu pun dimulai dengan pemberitahuan mahasiswa cumlaude dan Siwon masuk diantaranya.

Angin musim semi terus menerpa bunga sakura yang ada diluar bangunan kampus. Helainya beterbangan dipermainkan angin lalu dijatuhkan ke tanah. Musim yang begitu indah diantara musim-musim lainnya.

Musim yang akan membawa babak baru bagi sebagian orang,Β  salah satunya pelajar dan juga mahasiswa. Dan akhirnya, setelah mengikuti serangkaian acara akhirnya Siwon dan mahasiswa yang lainnya resmi keluar dari kampus mereka sebagai seorang sarjana.

Dan babak baru yang lainnya pun dimulai.

“Kyunnie, kau akan makan malam dengan kami, karna Siwon akan berangkat setelahnya.” Ucap Umma Choi saat mereka keluar dari gerbang.

“Be-begitu cepat?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Ne, kami akan pergi bersama.” Appa Choi menambahkan.

“Hmm, baiklah~” Kyuhyun berpaling melihat Siwon yang tersenyum menenangkan. “Kalau begitu aku pulang dulu, sampai jumpa nanti malam.” Ucapnya lagi sambil menganggukkan kepalanya.

**

Dan makan malam pun tiba, yang diadakan dirumah keluarga Choi dan dihadiri anggota keluarga saja. Hal itu membuat Kyuhyun merasa sudah menjadi bagian dari keluarga Siwon.

Orang tua Siwon sangat ramah dan terbuka, mereka menyetujui apapun pilihan Siwon. Bahkan jika namja tampan itu memilih untuk tidak pergi karena tidak ingin Kyuhyun sendiri. Tapi itu semua demi masa depan mereka, dan Siwon harus bertanggung jawab penuh sebagai pewaris ayahnya.

Dan setelah makan malam selesai Siwon mulai mengepak barang-barang yang perlu dibawa. Maid mereka yang melakukannya, sementara namja tampan itu duduk ditaman bersama kekasihnya.

“Jangan mengantarku ke bandara, baby.” Ucap Siwon.

“Mwo?? Waeyo??”

“Nanti kau pulang sendiri, tidak boleh.”

“Tapi…”

“Gwenchana, kau boleh tidur disini malam ini.”

“Ahh, aniyo~ aku bisa pulang.”

“Tidak, tidurlah disini, kau juga boleh kembali jika kangen.” Ucap Siwon dengan senyum dikulum.

Kyuhyun langsung melayangkan death glarenya membuat Siwon tertawa bahagia. “Aku serius baby, disini kau bisa melepas rindu padaku.”

“Lalu apa yang kau lakukan jika merindukanku?” Tanya Kyuhyun cepat.

Namun seketika pipinya terasa terbakar dan ia langsung memegangnya dengan kedua tangan. Menit selanjutnya suara ckrek kamera membuat namja camtik itu tersentak. Siwon memainkan hp-nya dengan mengambil foto kekasihnya dari berbagai arah.

Dan Kyuhyun hanya bisa tertawa, tersipu, berwajah sulking dan tertawa lagi, bahkan smirk evil pun terlihat dibibir naja cantik itu. Siwon dimandikan dengan seribu ekspresi menggemaskan dari kekasihnya itu.

Dan selanjutnya hanya suara camera dan tawa kecil mereka yang terdengar karena Siwon terus melakukan aksinya. Ia juga mengajak Kyuhyun berfoto bersama untuk kenang-kenangan saat jauh darinya.

Hampir satu jam mereka sibuk mengambil gambar yang paling romantis sekalipun, sampai akhirnya tiba waktunya. Siwon melihat wajah Kyuhyun dengan intens seolah mengukir wajah cantik itu dikepalanya.

“Hati-hati disana Siwon hyung, aku akan merindukanmu.” Ucap Kyuhyun.

“Aku akan segera kembali baby, bahkan sebelum kau sempat merindukanku, jaga hatiku baik-baik, aku menitipkannya padamu.” Balas Siwon dengan senyum penuh cinta.

“Siwon hyung…” Panggil Kyuhyun pelan dan mendekatinya.

Tanpa aba-aba, Kyuhyun mendekatkan bibir mereka berdua dan bertemu dalam ciuman yang manis. Siwon yang tidak menyangka gerakan Kyuhyun hanya diam membeku disana.

Namun ucapan Kyuhyun selanjutnya membuat Siwon langsung menarik namja cantik itu. Dan ciuman penuh cinta darinya pun tidak bisa dihindari, Kyuhyun hanya tersenyum dan mengalungkan lengannya dileher Siwon dan mendalami ciuman mereka.

“I Love You.”

Setelah kepergian Siwon, Kyuhyun kembali menjalani hidup-nya seperti biasa. Mengikuti kuliah, bermain game dan menghabiskan waktu dirumah Siwon. Ia merasa sangat bahagia dengan kiriman seribu foto yang mereka ambil ditaman rumah Siwon.

Kepergian kekasihnya itu tidak membuat kebahagiaannya berkurang karena ia yakin, Siwon akan kembali padanya. Hanya satu yang ia sesalkan, malam itu Siwon tidak menjawab ucapan ucapan cintanya.

‘Tapi tidak apa, karna aku mencintainya’

Kyuhyun melewati hari berikutnya dengan jadwal ujian semester yang sudah keluar. Jika yang lain berpikir ia kan bersedih dan mengacaukan segalanya, mereka salah besar. Kyuhyun akan berjuang keras untuk ujiannya seperti Siwon yang berusaha untuk masa depannya.

Dan setelah hari itu pun, Kyuhyun menghabiskan waktu dengan belajar hingga tidak sempat merindukan kekasihnya. Tapi lebih lagi, karena Siwon selalu menghubunginya melalui video call. Namja tampan itu juga tidak pernah lelah mengirimkan pesan singkat untuknya.

Walau hanya ucapan..

-Baby, selamat makan~-

Kyuhyun merasa baik-baik saja karenanya, tapi sampai kapan? Sampai kapan kebahagiaannya bertahan? Berapa lama ia bisa menahan rindunya yang hanya bisa terhapuskan dengan sebuah pelukan.

“Bogoshipda, Siwon hyung.” Gumam Kyuhyun suatu hari.

“Dia juga merindukanmu.” Jawab Donghae disampingnya.

Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan melihat keatas pohon kesayangannya yang ada ditaman kampus. Sudah enam bulan sejak kepergian Siwon. Dan musim silih berganti setiap tiga bulan sekali, dan itu artinya, dua musim sudah terlewati.

Musim gugur akan datang lagi dan menggugurkan semua daun yang akan berwarna kuning. Dan musim itu juga untuk pertama kali rasa cinta Kyuhyun tumbuh untuk Siwon.

Namja tampan itu kebanggaan kampus mereka menjadi kekasihnya dengan tidak terduga. Siapa yang bisa menyangka Siwon juga merasakan hal yang sama untuknya.

Hal yang tidak mungkin dirasakan Kyuhyun menjadi mungkin saat namja tampan itu mengatakan isi hatinya. Dan keduanya menjadi pasangan yang paling disukai seluruh kampus karena kesempurnaan mereka berdua.

Tapi saat ini, dua hati itu sedang terpisah jarak dan waktu yang membentang diantara keduanya. Hanya kepercayaan dan cinta yang bisa mengikat mereka bersama, walau berpisah bertahun lamanya.

**

Bahkan sampai musim semi selanjutnya, namja tampan itu belum juga menampakkan dirinya. Sampai Kyuhyun dan mahasiswa yang lain sedang menyiapkan kelulusan mereka. Walau sering berkomunikasi setiap saat, tapi sangat berbeda dengan kehadirannya.

Kyuhyun sudah menunggu saat ia menghadapi sidang, tapi namja tampan itu belum bisa kembali. Padahal ia sangat ingin kekasihnya itu ada disana bersamanya. Dan kali ini, hari kelulusan yang ditunggu-tunggu semua orang, tidak ada tanda-tanda Siwon akan kembali untuknya.

>Hyung akan mencari waktu, baby.< Ucap Siwon.

“Apa begitu sibuknya?”

>Ne, bulan ini puncaknya kinerja hyung dinilai, setelah ini hyung akan langsung terjun ke lapangan.<

“Maksudmu?”

>Setelah ini berhasil, hyung akan kembali dan siap menjalankan perusahaan di Korea.<

“Mwoo?? Jinjja?? Kau akan kembali? Sepenuhnya?”

>Ne baby, karena itu hyung berusaha sebaiknya.<

“Aku mendukungmu hyung, lakukan yang terbaik!!”

>Hoo, gomawo baby~ I miss you so much~<

“I miss you tooo~”

>Ahahaha, fighting untukmu juga, kau pasti jadi yang terbaik.<

“Tentu saja!!!”

>Tidak bisa menghadiri kelulusanmu, jeongmal mianhae.<

Kyuhyun terdiam sesaat, tapi ia mencoba mengerti. “Jika setelah ini kau akan kembali padaku, itu tidak masalah.”

>Tentu saja hyung akan kembali, secepatnya.<

“Aku harus pergi, hyung.”

>Acaranya dimulai?<

“Ne…”

>Baiklah, fighting!!! Nanti hyung hubungi lagi, bye my baby, muacch~<

“Nee~”

Kyuhyun tersenyum kecil melihat hp-nya lalu segera menuju ruang wisuda mereka. Appa dan umma-nya sudah tiba disana sejak semalam dan kini sudah duduk dibarisan terdepan.

Seperti acara kelulusan lainnya, Kyuhyun dan mahasiswa lainnya mengikuti serangkaian acara itu sampai selesai. Mengikuti jejak kekasihnya, Kyuhyun diumumkan sebagai mahasiswa yang memiliki nilai paling tinggi diseluruh angkatannya.

Setelah menerima bunga dan penghargaan mereka pun mulai menyebar bersama orang tua mereka. Begitu juga Kyuhyun yang menuju halaman depan bersama appa dan umma Cho.

“Dia tidak datang?” Tanya umma Cho.

“Ne, dia akan pulang kesini, karena itu tidak bisa main-main lagi.”

“Hmm, dia kembali dan jadi direktur?” Tanya Appa Cho.

“Ne, appa.”

“Bagaimana denganmu?”

“Aku ingin istirahat dulu, appa masih kuat kan?” Tanya Kyuhyun dengan smirknya.

“Ahahaha, Manager Park masih bisa menghandle perusahaan yang ada disini, tapi datanglah sesekali untuk belajar.”

“Nee, arraseo~”

“Kajja~ umma masakan makanan kesukaanmu.” Umma Cho menggandeng Kyuhyun dan berjalan keluar darisana.

Semua mahasiswa angkatannya terlihat sedang berfoto dengan keluarga mereka. Kyuhyun tidak bisa menemukan dua hyung sekaligus sahabatnya disana. Mereka pasti juga sedang bersama keluarga mereka.

“Kajja~” Angguk Kyuhyun akhirnya.

Kyuhyun berjalan dengan bahu yang terkulai karena begitu lelahnya. Tapi lebih karena orang yang dikasihinya tidak ada disana. Ia ingin berbagi kebahagiaan bersama namja tampan itu.

Setelah mengambil gambar dengan beberapa teman dekatnya dan gambar untuk 1 angkatan, Kyuhyun langsung keluar. Ia segera mengajak appa dan umma-nya untuk pulang ke apartemen mereka.

Melewati berapa banyak mahasiswa beserta keluarga mereka disana, akhirnya Kyuhyun hampir tiba di pintu gerbang. Namun sebelum itu ia sempat melihat Donghae dan Hyukjae sedang asyik berselfie ria. Bahkan orang tua mereka terlihat putus asa dengan kelakuan mereka berdua.

“Itu EunHae hyung, umma~”

“Mereka suka berfoto.” Gumam appa Cho.

“Sangat appa.”

“Ahahaha, nanti hubungi mereka, umma masak banyak.”

“Ne, nanti aku hubungi, ayo pulang.” Kyuhyun menggandeng ummanya dan terus berjalan menuju gerbang.

Donghae dan Hyukjae malah memanggilnya bersamaan membuat Kyuhyun tertawa jahil, dan tidak berhenti.

Hampir seluas halaman kampus itu terdapat mahasiswa yang sedang berfoto ria, apalagi didepan gerbang. Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepala dan menghela nafas pasrahnya.

“Kau tidak mau foto disini?” Tanya umma Cho.

“Tidak usah umma, aku lelah.”

“Mm, baiklah, kajja~”

“Chakkaman!!!” Uap Kyuhyun tiba-tiba.

Namja cantik itu melihat gerbang besar mereka ditutupi mahasiswa yang berbaris memanjang. Entah apa yang dilihat mereka diluar gerbang membuat Kyuhyun mendecak kesal. Namun saat ia melihat sesuatu didepan sana mata Kyuhyun melebar sempurna.

Sepertinya didepan barisan mahasiswa itu terdapat barisan lainnya yang saling berhadapan. Dan Kyuhyun hanya bisa melihat balon sapphire blue yang diangkat keatas dengan suku kata ditiap balonnya.

“Wi-ll-you-ma-rry-me-?” Kyuhyun mengeja perlahan. “Waaah~ jinjja daebak?!!!” Serunya takjub.

“Ada yang dilamar.” Ucap umma Cho.

“Sebagian orang memang gila dan tidak punya kerjaan.” Jawab Kyuhyun asal.

“Baby…” Tegur umma Cho. “Kita tidak bisa lewat.” Ucapnya kemudian.

“Ambil jalan pintas saja, nanti mobil appa yang ambil.” Ucap appa Cho.

Kyuhyun menganggukkan kepala dan berpaling menuju jalan tikus disisi gerbang utama. “Khalke hyung~” Serunya pada Donghae dan Hyukjae.

“Nanti kami datang~”Jawab Donghae menuju pintu gerbang utama.

“Arraseo~” Jawab Kyuhyun melambaikan tangannya.

Namja cantik itu segera mencari celah melewati kerumunan mahasiswa disana. Ia langsung menyusupkan diri dipintu kecil disisi gerbang utama kemudian memberi ruang pada umma dan appa-nya.

Kyuhyun memang hanya manis pada orang tuanya saja dan kekasihnya.

“Cho Kyuhyun!!!” Panggil seseorang tiba-tiba.

“Mwo??”

“Ada yang memanggilmu, baby.”

“Aah!! Aku capek umma, mau pulang aja.”

“Aigoo~” Umma Cho hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Namun tiba-tiba saja Donghae sudah berada disisi mereka dan mencengkram lengan Kyuhyun. “Chakkaman!” Ucapnya.

“Waeyo?” Tanya Kyuhyun tajam.

“Ikut aku.” Donghae menarik tangan Kyuhyun dan keluar darisana. “Ahjumma, sebentar.” Ucapnya kemudian.

Namja tampan itu membawa dongsaengnya menuju gerbang utama yang masih terdapat banyak mahasiswa. Namun mereka sudah membuka jalan untuk siapapun yang lewat kesana.

Saat itulah Kyuhyun bisa melihat siapa yang sedang gila dan melamar kekasihnya dihari kelulusan. Sambil mendecak kesal Kyuhyun terus menuruti hyungnya hingga mereka berada tepat dipintu gerbang.

Barulah Kyuhyun bisa melihat dengan jelas siapa yang berdiri disana dengan setelan tuxedo hitamnya. Siapa lagi kalau bukan, kekasih tampannya yang tercinta, Choi Siwon.

“MWO?!?! Choi Siwon??!” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

Ya, orang gila itu kekasihnya.

“Baby, will you marry me?” Ucap Siwon mengulang kata-kata dibalon itu.

“Ho-how..ba-bagai-mana bisa?”

“Aku sudah menunggu hari ini, baby.”

“Ta-tapi…”

“I love you.” Ucap Siwon.

Dan namja tampan itu langsung menumpu sebelah lututnya dengan pose melamar yang terkenal itu. Mata Kyuhyun melebar sempurna melihat namja tampan itu menyodorkan kotak beledru hitam padanya.

Kyuhyun tidak percaya pada yang dilihatnya itu hingga ia mengedarkan pandangan ke arah lain. Dan tidak jauh darisana terlihat appa dan umma Choi berdiri disisi mobil mereka.

“K-kau serius hyung?”

“Sejak awal aku tidak pernah main-main.”

“Hyung…” Bibir Kyuhyun mengerucut dengan imutnya.

“Bukalah~” Pinta Siwon.

Dan Kyuhyun membuka kotak itu dengan perlahan, didalamnya terdapat cincin perak simple dengan satu berlian diatasnya. Disana juga terdapat satu helai daun maple yang sudah rapuh namun tetap indah.

“I-ini…”

“Daun maple yang pernah jatuh diwajahmu hari itu, aku mengambilnya, sebagai tanda cinta.”

“Siwon hyung~” Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan perasaannya.

“Will you, my baby?” Ulang Siwon sekali lagi.

Kyuhyun berpaling melihat appa dan umma Cho juga Donghae dan Hyukjae yang langsung menganggukkan kepala mereka. Detik berikutnya namja cantik itu bergerak dan menghempaskan dirinya dalam pelukan Siwon.

Dan membuat namja itu terjengkal kebelakang dan mereka terjatuh ke tanah.

“I miss you so~” Bisik Kyuhyun.

“I miss you more~ tapi kau belum menjawab, baby.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun melihatnya.

“Aku harus??” Tanyanya.

“Tentu saja!”

“I do, always I do, for now on forever, i doooo~” Seru Kyuhyun sambil memeluk Siwon kembali dengan eratnya.

Siwon langsung tertawa dan membalas pelukan itu sama eratynya. Semua penonton mereka bertepuk tangan dengan bahagia.

Bertemu di musim gugur dan berakhir dimusim semi. Seberapa lama pun kita berpisah asal tidak ada yang melupakan, semuanya akan kembali lagi, seperti semula.

Kisah cintanya akan sempurna.

**

The End

Ahahahahhahajajahajaa…malaaaam~

Ngantuk bangeeeet!!! editnya cuma sekali..kepanjangan.

Tpi akhirnya..update juga dirimu..ok, yg ini selesai~ Terima kasih untuk semua perhatian dan komentnya nee~

Sampai jumpa di ff lain.

With love

Vie

Advertisements

23 thoughts on “Autumn Leaves 2

  1. xixixiii…vie selalu sukses bikin moment sweet wonkyu..
    gemesh sendiri ngebayangin cheesy nya siwon n malu2 kucing nya kyu..hahahaaaa…πŸ˜πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ
    mana barusan liat ada postingan kyu yg makin kliatan imut2 ngegemesin pengen nyubit pipi gembulnya itu lho..😘

    aaah..mereka emang perfect couple sih..dan tidak tebantahkan..

    gomawo vie..
    ditunggu update next ff laennya.. 😚

  2. Akhirnya Kyu nyerah juga sm Siwon… Krn emang dasarnya Kyu udah cinta sm Siwon. Sampe akhirnya dilamar Siwon dihari kelulusannya. Congrats deh buat WonKyu couple ❀❀❀

  3. Akhirnya kyuhyun dan siwon bisa bersama, setelah mengutarakan isi hati mereka masin” dan Akhirnya siwon melamar kyuhyun di hari kelulusannya….wonkyu benar sweet

    Happy Ending 😍😍😍😍😍😍😍😍😍 😘 😘 😘

  4. Aahh sweet bgt mrk vie😘
    Akhirnya kraguan baby kyu hilang buat siwonnie.. Dan syukurlah siwonnie bukan playboy cap swarovski hahhahaa
    Siwonnie selalu sweet klo untuk kyuhunnie..

    Jadi Miss wonkyu.. 😒

  5. Ahai happy ending,,aku selalu suka😍😍😍
    Vie makasih ceritanya sweeeeeet banget😘 Unnie tunggu cerita lainnya yaaaaπŸ˜‰

  6. Waw…so sweet bgt endingnya 😍😍coba aja berlanjut sampai marriage lifenya wonkyu, sampai mereka punya baby juga, pasti tambah so sweet πŸ˜‚, selalu suka wonkyu marriage life, gumawo unnie sudah bikin wonkyu happy ending 😘😘

  7. Ga tahu mau ngomong apa. Tapi wonkyu sweet banget, akhirnya mereka bersatu. Ada sekuelnya ga unnie πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„
    Gomawo unnie dah update
    Fighting β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️

  8. Emang jodoh g akan lari kemana2 apalagi sm2 cinta , untung Siwon g sampai sakit parah gara2 nungguin Kyuhyun di tengah salju tp ada hikmahnya kan si cantik jd mau jujur sm perasaaanya sendiri habis selain masih galau gara2 kabarnya Siwon playboy ,Kyuhyun kan emang malu2 meong , gemezz bgt deh sm couple ini

  9. Happy banget, seneng banget lihat wonkyu bersatu…
    vie eonni kalau bikin cerita sukses bikin aku berasa jadi mereka, ikutan baper nih..
    dan siwon gercep banget, bukan cuma dijadiin pacar tapi malah mau dijadiin istri, udah dilamar sweet banget lgi.. huhu pengen punya pacar kaya siwonn

  10. Akhirnya aku baca ini setelah tertunda tunda *humpp

    Mianhe baru di baca..

    ini indah sekali 😭 astaga manis nya..
    aku terharu bgt loh bacanya eon, sukaaaa sekali,

    Bagian siwon/kyuhyun tidak baik buat jantung bikin cekikikan πŸ˜‚ mereka sehati ya wkwkwk
    sempat khawatir di awal pas kyu telat datang, syukur deh wonnie nya mah gx apa2

    sepanjang cerita bacanya senyum mulu, apalagi tingkah si baby yg ntah bkin gemes mulu ahahaha

    Terima kasih unnie, happy ending !!!

    Yong

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s