Are We Meant To Be 4

Chapter 04

**

Selama malam Nae Unnie, Nae Dongsaeng, Nae Chingu, Nae Adeul, Nae Lovely Readers,  apa kabar kalian semuanya? Semoga selalu baik-baik saja ne..

Maaf ya, baru update lgi..Vie nggak bisa update kalo nggak ketik cadangannya dulu, Vie takut jadi malas ngetik. #alasan #plak sekarang udah ada cadangannya dua..ntah yang mana siap duluan, karena Vie jdi galau sambil ngetik..hahaha.

Jadi, inilah..selamat membaca ne~

** Continue reading

Advertisements

Drunk Over

Drunk Over

A Wonkyu story

By. Arjiobriant

 

At apartemen

 

Rasanya akhir-akhir ini tugasnya makin menggila sebagai salah satu vice persident di perusahaan ayahnya. Pria bermarga choi sesekali mendesah lelah memijit tengkuknya, tubuh kekarnya bukan jaminan dia dapat terus bertahan dalam situasi tidak menyenangkan ini.

Beberapa bir dingin mungkin dapat menetralkan penatnya, meskipun hari ini merupakan akhir pekan baginya sama saja dia pasti akan dikejar sekretarisnya untuk memenuhi jadwal yang dia buat.

Bahkan hari ini adalah hari special untuknya, tapi ia tidak bisa menikmatinya bersama kekasihnya tercinta. Walaupun demikian namja itu tetap tersenyum kecil, dadanya sedikit ada rasa meletup senang mengingat mereka akan menghabiskan waktu bersama.

Hanya bertemu beberapa jam, jalan-jalan menghabiskan waktu bersama, mengenggam jemari lentik pucat yang selalu nampak rapuh dimatanya. Sesekali melihat ekspresinya yang berubah-ubah, atau kata-kata kurang ajarnya dari bibir cherry yang selalu menggodanya untuk segera dicicipnya.

Ya, itu akhir pekan yang normal baginya yang memiliki kekasih, namun akhir pekan ini berbeda. Pria manis kekasihnya itu sedikit lebih sibuk dan namja tampan itu tidak dapat berbuat banyak akan hal tersebut.

Tapi pikiran senang akan menghabiskan sisa ulang tahunnya bersama namja manis kekasihnya membuat namja berlesung pipi itu kembali bersemangat. Beberapa kaleng bir tetap menemaninya bersama kue ulang tahun kecil yang sudah disiapkan.

Namun entah berapa lama ia menunggu, sampai akhirnya terlelap sendirian di sofa ruang tamunya.

**

Matanya yang terlelap beberapa jam usai menegak bir tersadar, ia terbangun dari tidur sambil duduknya dengan kepala pusing. Suara dering hp membuatnya sadar bahwa ia tertidur cukup lama. Dengan malas ia menjulurkan tangannya meraih smartphone yang ada di coffee table.

‘bisakah kau membuka pintunya?’

-ChangminShim-

Matanya menyirit melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 2 dini hari, dan what the hell namja jangkung itu ke apartemennya pada jam segini? Apa yang diinginkannya?

Oke, mata kantuknya terpaksa membuka dengan malas, tapi dia tetap berjalan menemui namja yang sudah lama menjadi sahabat kekasihnya itu. Dan ternyata dia tidak sendiri, Shim Changmin bersama seseorang yang sangat dia kenal sedang bergelayut dilengannya.

Cho Kyuhyun, kekasihnya.

Dalam keadaan hangover namja manis itu dengan susah payah dipapah Changmin memasuki apartemen mereka. Oh, jangan lupakan bau alkohol yang sangat menyengat itu yang bisa membuatmu mual.

Belum sempat si pemilik apartemen bertanya Changmin sudah menjelaskan lebih dulu. “Orang tuanya tidak suka dia hangover seperti ini, jadi aku membawanya kemari.”

Alasan klise yang membuat namja tampan pemilik apartemen itu memutar bola matanya.

“Kau tidak mencegahnya?”Tanyanya dengan nada suara yang ditekan dan dengan perasaan sebal ia meraih tubuh Kyuhyun yang masih meracau dalam tidurnya itu.

Changmin mengangkat bahunya.“Kau tahu sendiri bagaimana watak kekasihmu ini, dan bukan wine lagi yang dia jamah, dia menegak whisky dan rum.” Ujarnya santai setelah melepaskan namja manis itu.

Namja tampan itu menatap sendu kekasih manisnya, kemudian menatap Changmin kasihan. Mungkin saja kekasihnya sudah berbuat macam-macam dan merepotkan pria jangkung itu.

“Kau tidak menyetirkan? Mau menginap disini?”

Changmin sedikit melirik isi apartemen, mungkin dia berharap ada beberapa camilan namun nihil.

“Sepertinya lain kali, aku menyewa supir dan supirnya masih dibawah menungguku.” Well, Changmin tidak ingin terkena skandal meski pamornya tidak sehebat dulu tapi dia tetaplah idol senior yang harus menjaga image.

“Ah, aku minta maaf merepotkanmu.”Namja tampan itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Akulah yang berterima kasih padamu hyung, tolong jaga sahabatku.”Changmin sedikit melirik Kyuhyun yang sudah terbaring disofa usai memakai kembali sepatunya.

Pria bermarga choi itu hanya tersenyum mengantar Changmin hingga foyer.Lalu dia segera kembali ke dapur mengambil air es dan mencari aspirin dikotak obat.

“Wonniee~~”

Lenguh Kyuhyun dengan mata sayunya mencoba untuk duduk namun pusing hebat menghalanginya.

“Iya sayang, aku disini.”Jawabnya cepat sambil meletakkan air es di coffee tabble lalu menghampiri sang kekasih dan membantunya duduk dengan benar.

“Khhap-pan kita ke paris.. eumm.. eumm…?!” Tanya Kyuhyun tidak jelas.

Kini tangan lentik nya menusuk-nusuk dimples dipipinya tak menghiraukan tangan kekasihnya yang membawakannya aspirin dan air es.

Sebernarnya namja tampan itu bahagia jika Kyuhyun manja padanya, hanya saja ini pada saat dia mabuk dia tidak tahu jika Kyuhyun mempunyai sifat lain seperti ini.

Ini hal baru baginya.

“Saat kau tidak sibuk sayang, kita akan pergi kesana.” Oke setidaknya dia cukup harus berusaha memberi pengertian kepada kekasih manisnya meski dalam keadaan mabuk.

“Tapi kau berjanji jiiiiika sekarang mengajakku melihat kembang aaaapi di bawah menara eifell.” Kyuhyun merentangkan tangannya seakan sedang menatap kembang api hingga tubuhnya terhuyung dan lengan kekar itu langsung mendekapnya.

Namja choi itu menyirit mendesah lelah, ternyata ini akan menjadi lebih sulit dari yang dia kira.

Kyuhyun hanya terkekeh dalam pelukan lengannya, menatap onix tajam itu lalu menciumnya sekilas sambil tersenyum.

“Aku mencintaimu Siwon.”

Tiga kata yang selalu dia ingat dalam memori otaknya,

Hanya dengan tiga kata itu membuatnya bergetar, dadanya sedikit sesak, pandangannya menjadi sedikit buram seakan akan cairan itu akan terjun bebas kapanpun.

Tiga kata yang selalu dia harapkan.

“Eoh, kau tidak menjawab?! Apa kau tidak mencintaiku?” Tanya Kyuhyun.

Merasa didiamkan bibir Kyuhyun mencebik kesal dan ia membuang muka. Namja choi itu tersenyum geli tersadar dari lamunannya,

Namja tampan itu menarik dagu Kyuhyun perlahan dan mengecup sudut bibirnya dengan lembut, lalu berbisik pelan selagi hidung mereka bersentuhan dengan nafas memburu. Ia pun berujar kata magis baginya.

“Saranghae, nae sarang.”

Wajah pucat Kyuhyun yang memerah, kini semakin memerah, hampir saja namja manis itu mimisan menahan gejolak tekanan darah yang tiba-tiba diotaknya. Dengan cepat dia menepis jemari kekar namja tampan itu dari wajahnya.

Kyuhyun berpaling melihat kearah lain, ia tidak sanggup menatap mata yang penuh cinta itu.

Karena malu

Walau begitu jemari mereka masih bertautan. Namja tampan itu tersenyum lembut lalu menangkup sebelah pipi kekasihnya. Mungkin ini salah satu hal yang selalu membuat dia semakin tenggelam dalam pesonanya. Namun sejenak dia sadar jika Kyuhyun sedang mabuk membuatnya sedikit sedih.

“Chiiincin siiiiaaa-pa i-iiini?”

Tanya Kyuhyun melihat sebuah logam putih yang melingkar dijemari namja tampan itu.

“Cincin tunangan kita sayang.”

“Wah!!! Aku sudah tunangan dengan Choi Siwon! Yeaaaahh~” Jeritnya seperti gadis abg sambil menangkup kedua pipi tembamnya lalu bergoyang dengan lucunya.

“Nee~, kita sudah bertunangan. Apa kau senang?”Oke, namja tampan itu juga mabuk. Walau dirinya mulai lelah namun ia menikmati menuruti sisi lain kekasihnya saat mabuk.

“Tentu saja! Lalu kapan kita akan menikaaah?” Kyuhyun bergelanjut manja dilengan namja tampan itu lalu mendekatkan wajahnya.

Walau sedang mabuk, tapi Kyuhyun menatap kekasihnya intens, tetap dengan bau alkohol yang kuat menyeruak.

‘Sebenarnya berapa botol yang dia habiskan malam ini?’ Pikir namja tampan itu.

Kyuhyun adalah peminum yang kuat seperti yang diketahui banyak orang, namun hangover bukanlah hal yang mudah dijumpai dari seorang Cho Kyuhyun.

Pertanyaan aneh apa yang dia tanyakan lagi? Padahal minggu kemarin Kyuhyun sudah setuju pada minggu kedua musim semi mereka akan menikah.

Pertanyaan sederhananya sedikit membuat hati namja Choi itu senang, dan sakit bersamaan.

‘Bagaimana kau lupa hmmm? Padahal kau sendiri yang meminta waktu pelaksanaannya.’

“Saat sakura bermekaran, kita mengucap janji.” Ucap namja itu akhirnya.

“Lalu kita akan berdansa dibawah huuuujaaaan~”

Dengan langkah terseok Kyuhyun berjalan, menggapai sebuah tiang untuk penyangga, lalu ia berputar-putar disana mengadahkan tangan seakan hujan turun dalam apartemen mereka.

Dengan panik namja tampan itu menghampiri kekasihnya, takut terjadi hal berbahaya padanya. Well, dia mabuk tentu dia tidak sadar apa yang dilakukannya.

Namiun tiba-tiba Kyuhyun terdiam, namja yang dipanggil Siwon itujuga ikut terdiam dan berhenti. Namun detik selanjutnya matanya membelak melihat jemari lentik Kyuhyun mulai melepas kancing kemejanya.

“K-kyu…apa yang…”

“Akk-ku ingin pole dance~”Ucap Kyuhyun penuh gairah membuat namja tampan itu meneguk ludahnya kasar.

“Sayang, itu berbahaya. Kita bisa melakukannya lain kali okay?!” Cegah namja itu memegang jemari lentik Kyuhyun di tiga kancing teratasnya. Matanya sedikit berkilat melirik kulit susu dibalik kemeja yang tersingkap itu seolah meminta lidahnya untuk menjilat setiap jengkalnya.

Dia cukup tergoda namun tidak mabuk, namja sadar manapun diluar sana yang melihatnya pasti juga ikut drolling melihatnya.

“Shirreo!! Apa kau tidak suka dengan dance ku?” Tanya Kyuhyun membuat namja itu tersadar dan melihatnya.

Oh tidak~ mata cantik itu berkaca-kaca dengan tatapan kecewa, namja tampan itu tidak suka dengan situasi ini.

“Bu-bukan seperti itu, aku hanya tidak ingin kau terluka sayang.”

“Lalu kenapa kau tidak menghadiri musikalku? Tapi kau selalu memintaku melihat dramamu?! Kau jahat Choi Siwon!”Kyuhyun mulai berteriak meninggikan suaranya, ia terus memukul dada kekar itu dengan susah payah.

Bahkan ia selalu kembali mengungkit masa yang telah lewat. Dengan air matanya mulai menjadi anak sungai, emosinya menjadi meledak-ledak membuat namja tampan itu terdiam.

Perasaan bersalah yang tidak seharusnya, membuat namja itu terpaku tidak dapat berbuat apapun. Kyuhyun yang dia tahu Kyuhyun yang kuat, dia tidak pernah melihatnya menangis setelah kejadian setahun yang lalu.

Bahkan disaat dia berhenti menjadi idol grup dia tetap mengadahkan kepalanya tersenyum kepada peggemar.

Siapa yang tahu sosok yang penuh senyuman manis dipipi chuby nya menyimpan seribu rahasia miris yang selalu dia pendam. Wajah polos dan manis yang selalu tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa, walau ternyata didalamnya penuh luka.

Namja tampan itu tahu jika hari ini adalah batas kemampuan Kyuhyun bertahan, sampai akhirnya ia membiarkan dirinya terpengaruh pada efek alkohol sebagai pelampiasannya.

“Kau selalu meninggalkanku sendirian!!! Kau egois Siwon!!Bagaimana kau bisa selalu berbuat seperti itu? Bagaimana kau selalu membuatku menghadapinya sendirian? Kau selalu menutup mata seolah semua baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun dengan wajah terluka.

Lututnya terasa lemas, namja manis itu pun jatuh terduduk usai merancau mengeluarkan segala rasa kecewanya. Namja tampan itu menatap nyeri kekasihnya yang begitu rapuh, lalu perlahan merengkuh bahu kecil yang masih bergetar itu dalam pelukan.

Kyuhyun tidak bisa menolaknya, dan namja tampan itu hanya bisa merapalkan kata maaf berulang, seolah itu adalah kata ajaib yang dapat menghapus segala kesedihan.

Bisakah? Sesekali dia berharap kepada Tuhan agar beban kekasihnya dia saja yang menanggunya, jangan Kyuhyun.

“Apa kau tahu betapa brengseknya dirimu?”Ujar Kyuhyun lirih bergetar penuh kekecewaan.

“Arra, tapi kau mencintai namja brengsek itu dan kau akan selalu mencintainya, sayang.”

Sekali lagi namja tampan tertohok oleh realita yang selalu ia ketahui, dadanya sakit namun dia tetap memberikan seluruh cinta untuk kekasihnya.

Bibir tipisnya bergerak perlahan mencium lembut kening dengan sedikit surai kecoklatan yang berantakan itu. Kyuhyun menerimanya dengan mata terpejam, walau masih terisak namun ia sudah lebih tenang, menikmati harum maskulin kekasihnya yang menguar bercampur aroma alkohol dari dirinya.

Selanjutnya tangan kekar namja tampan itu mengangkat tubuh Kyuhyun kekamar, itu bukan hal yang sulit, berat badan kekasihnya banyak mengalami penurunan setahun terakhir. Pipinya yang dulu chubby berisi sekarang sedikit tirus bahkan jakunnya terlihat dengan jelas saat dia menengadah.

Banyak hal berat yang selalu Kyuhyun simpan sendiri membuat tubuhnya ikut menjadi rapuh.

Kelopak indahnya yang sedikit tertutup memandang kosong dengan jejak air mata pada sudut matanya. Banyak yang berkata jika mata indahnya selalu bersinar ceria namun yang dia lihat pandangan kosong yang kehilangan cahayanya.

Perlahan dia membaringkan Kyuhyun ditempat tidur, lalu sedikit merapikan kemejanya yang terlepas sana sini menggoda matanya. Namja tampan itu membenarkan anak-anak rambut namja manis itu dan menyelipkan kebelakang telinganya.

Setelahnya ia memberikan kecupan lembut pada dahi Kyuhyun sebagai ucapan selamat tidur.

“Siwon-”Panggil Kyuhyun.

Seketika tangannya terasa dicekal erat, membuatnya urung beranjak dari pinggiran kasur.

“Jangan tinggalkan aku.” Ujar Kyuhyun lirih isyarat memohon.

“Aku akan disini hingga kau tertidur.”Ujarnya duduk disamping ranjang memandang Kyuhyun sendu dan penuh kasih sayang.

“Bukan, bukan itu yang aku mau. Bisakah kau menciumku?”

“Sekarang? Tidak mungkin.”

Kyuhyun langsung menggeleng kuat, memajukan bibirnya dan memejamkan mata berharap mendapat sambutan dari kekasihnya itu.Bibir jokernya tersenyum manis saat namja tampan itu tidak menghindar.

Jemari Kyuhyun meraih tengkuknya dan mengecup bibir kekasihnya penuh perasaan sayang dengan sedikit lama,. Tanpa lumatan, tanpa paksaan, hanya menempel satu sama lain hingga dia melepas tautan mereka.

Namja tampan itu tersentak saat menyadari Kyuhyun terisak kembali.

“Ba-baby…”

“I want more, do me! Please~ ”

Kyuhyun mulai menangis namun tidak melepaskan tengkuk namja tampan itu yang menatapnya tidak percaya.

Bagaimana kau sanggup mencium orang yang sedang menangis karena kesalahanmu? Namja tampan itu tidak sanggup melakukannya, dia tidak se-brengsek itu untuk melakukannya disaat kekasihnya sedang mabuk.

Namun Kyuhyun tidak mengerti hingga ia kembali mengambil inisiatif dengan menabrakkan bibirnya dengan cepat. Tanpa bisa menghindar bibir namja tampan itu membentur giginya. Namun ia langsung mengigit bibir pria yang enggan menciumnya itu hingga dia mengerang.

Lumatannya beringas dan menuntut seakan tidak ada hari untuk esok.Ciuman yang terburu-buru menyalurkan segala perasaan kecewa yang dirasakannya.

“Kyuhyun?” Panggilnya dan melepas ciuman sepihak itu. “Waeyo?” Tanyanya lirih.

Namja tampan itu sedikit kecewa dengan apa yang dilakukan kekasihnya. Sedikit rasa anyir dari darah dibibirnya, namun bukan itu sakit yang dia rasakan.

Merasa diabaikan, Kyuhyun beralih ke dagu dan lehernya membuat tanda kemerahan yang lebih nampak bagai sebuah bekas gigitan. Kemudian ia terisak dan kembali memohon.

Kyuhyun yang selalu menjunjung tinggi harga diri, tapi bisa memohon seperti ini disaat rapuhnya. Bagaimana ia bisa menolak dan mengabaikannya?

Ah tidak, dia tidak bisa melakukannya meski sebagian dirinya ingin memberikan apapun untuknya. Tapi kali ini meski kekasihnya menangis meraung kepadanya, ia akan bertahan.

“Maafkan aku sayang, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi, sekarang tenanglah, saat ini bukan waktu yang tepat.”

“Siwonnie, I need you~” Pinta Kyuhyun.

“Baby, bukankah aku sudah berjanji heum? Aku sangat mencintaimu, aku berjanji tidak akan pernah membuatmu terluka, mianhae~ jeonmal mianhae.” Tangannya mendekap erat tubuh Kyuhyun yang masih bergetar dalam tangisan tanpa suara.

Melihat kesedihan mereka, airmata namja tampan itu pun tumpah, dadanya ikut ngilu merasakan sesak yang tidak berujung hingga membuatnya semakin pusing.

Dan malam itu mereka menangis dalam diam hingga akhirnya lelah dan tertidur dalam hangatnya pelukan.

.

.

.

Keespkan harinya.

Mata bulat Kyuhyun mengerjap cepat hingga akhirnya terbuka perlahan melawan rasa berat pada kelopaknya. Namja manis itu menerawang cahaya yang masuk pada sela-sela jendela kamar yang tidak asing baginya.

Beberapa detik kemudian Kyuhyun kembali mengingat kenapa ia bisa sampai ditempat tidur yang nyaman itu. Detik selanjutnya ia tersenyum bodoh menepuk dahinya sendiri lalu memandangsisi lain tempat tidur berharap menemukan namja itu.

Tubuhnya terasa remuk, lengannya seakan ingin lepas dari tubuhnya, kepala seolah ada beban berton-ton menghantamnya. Dengan susah payah Kyuhyun duduk lalu memijat pelipisnya, matanya masih perih karena terlalu banyak menangis semalam. Tentu saja dia ingat apa yang terjadi semalam meski sebenarnya dirinya tidak ingin mengingat apa yang sudah ia lakukan.

Tiba-tiba saja bau aroma spagetti menyeruak mendominasi, mengalahkan aroma lily diruangan itu. Kyuhyun langsung tersenyum dengan apa yang dilakukan namja tampan itu pada bagi buta begini hingga membuatnya penasaran dan ingin segera melihatnya.

Sesaat setelah berdiri, Kyuhyun baru menyadari jika dia menggunakan baju milik kekasihnya, bahkan dia menggunakan boxernya juga. Karena pantatnya tidak sakit, namja manis itu tidak berpikiran buruk akan kekasihnya. Malah seharusnya dia yang mengkhawatirkan namja itu karena ulahnya semalam.

Dengan susah payah Kyuhyun meraih gagang pintu dan berdiri sejenak bersandar pada kusen pintu untuk menetralkan pusingnya. Namun sebuah suara mengejutkannya.

“Hey, aku baru saja akan kekamar, kenapa bangun?”Tanya namja tampan itu melihat Kyuhyun disana.

Kekasih manisnya itu berdiri seperti menggelayut sepenuhnya pada daun pintu itu.

“Aku tidak menemukanmu.”Jawab Kyuhyun lemah sedikit menyirit, pusing menghampirinya ketika dia berusaha berbicara.

“Bisa berjalan?” Tanya namja tampan itu.

Dengan cepat langkah- langkah panjangnya menghampiri Kyuhyun yang kesusahan untuk menyeimbangkan dirinya. Namja itu memegangi tubuhnya sigap agar tidak terjatuh, membuat Kyuhyun tersenyum simpul dengan segala gesture perhatian yang diberikan kepadanya.

“May I?” Namja tampan itu menatap Kyuhyun lembut meminta izin untuk menggendongnya, dan ia pun mengangguk lemah. Dan…

Hap, Namja tampan itu menggendongnya Bridal Style.

Seringkali Kyuhyun heran bagaimana bisa kekasihnya itu mengangkatnya dengan mudah. Namun detik berikutnya wajahnya langsung memerah karena ia merasa seperti seorang yeoja dimalam pertama mereka.

Kepala Kyuhyun bersandar pada dada kekasihnya itu yang tertutup oleh kemeja berwarna putih dan ia bisa mencium wangi shampoo disana.

“Maafkan aku semalam, aku begitu merindukannya.” Ujarnya pelan.

“It’s okay beib, tapi lain kali jika kau ingin hangover lagi kita lakukan bersama. Jangan hanya mengajak Changmin aku kasihan padanya sering kau tampar saat hangover.” Pria itu tersenyum jahil menunjukkan giginya usai mendudukan Kyuhyun di kursi dapur.

“Paboya!!”Gerutu Kyuhyun kesal, namun tetap menerima mug dan aspirin dari kekasihnya itu.

Mata Kyuhyun menyirit menyadari ada yang salah dengan bibir kekasihnya, “Apakah kau habis terbentur sesuatu, dan dilehermu oh noo~”

“Apa? Ini? Aku digigit kucing.” Jawab namja itu asal.

Mata Kyuhyun mengerjap tidak percaya.”M-mwo??”

“Cih kau tidak ingat ya?”Ujarnya berakting kesal sambil membuka kancing kemejanya memamerkan bercak merah di dagu, leher bahkan dadanya.” Kucingnya ganas.”

“Astaga?! Aku seliar itu?”

Tangan lentik Kyuhyun menutupi mulutnya namun perlahan menurunkannya dan nampaklah bibir mengerucutnya yang mirip gesture ikan koi. Namja manis itu menatap horor kissmark dileher kekasihnya.

“Aku yang tidak hangover pun sampai harus meminum aspirin menghadapimu, baby.”

Ucap namja tampan itu melebihkan, padahal sebelumnya dia meminum cukup banyak kaleng bir. Hanya saja dia menyukai ekspresi lucu kekasihnya itu. Memerah, merona dengan imutnya seperti seorang…hemmm, marmut?

Mungkin Kyuhyun akan marah jika dia mengetahui apa yang dipikirkannya. Tapi ucapan Kyuhyun selanjutnya membuat mulutnya terbuka dengan mata mengerjap.

“Saengil chukhae Andrew.”

“Kau ingat?” Tanya namja tampan yang bernama lengkap Choi Andrew itu.

“Mana mungkin aku lupa.”Lirih Kyuhyun usai menegak aspirin itu dan meletakkan mug-nya dengan perlahan.

“Just it?”Tanya Andrew. “Tidak ada hadiah?” Alisnya terangkat sebelah membuat Kyuhyun mendecak kesal melihat alis tebal itu.

“Heol, tadi malam aku merayumu sebagai hadiah, kenapa kau tidak memanfaatkan kesempatan emas itu?”Ucap Kyuhyun dengan mata membesar.

Oh, Kyuhyun mulai berani menantangnya saat ini. Lihatlah evil smirk khas miliknya itu. Dan Andrew bisa merasakan mood kekasihnya itu kembali membaik. Karena itu ia juga akan bersikap seperti biasanya.

“Hei, calon menantu choi dengar. Aku Choi Andrew tidak sebrengsek Choi Siwon yang meninggalkanmu. Bukankah aku sudah berjanji padamu?”Ia membuat jemari mereka bertautan dan mengenggam lembut jemari Kyuhyun untuk menyakinkan janjinya.

Ya, Choi Siwon dan Choi Andrew, saudara kembar Choi yang lahir ditanggal yang sama dengan kemiripan yang luar biasa. Dan Andrew yang lebih dulu lahir menjadi hyung dari Choi Siwon,yang merupakan kekasih Kyuhyun setahun yang lalu.

Mungkin ini sedikit kasar menyebut adiknya sendiri sebagai seorang brengsek, namun dia cukup brengsek hingga membuat namja manisyang pernah menjadi kekasihnya menangis sendirian.

Setidaknya Andrew sudah berjanji agar tidak membuat namja indah itu terpuruk sendirian, dia akan menjaganya mengisi harinya namun bukan sebagai pengganti Choi Siwon.

“Maafkan aku, semalam aku bicara kasar ya?”Ujar Kyuhyun merasa bersalah, sedang Andrew hanya mengangguk sambil memberikan sepiring pasta untuknya.

“Tidak, aku sudah mendengar semuanya.” Sahut Andrew santai menuangkan jeruk hangat pada mugnya.

“Kau tidak membenciku?”

“Untuk apa? Kau tahu aku sudah berjanji tentu aku sudah menyerahkan semuanya padamu?” Andrew tersenyum manis menampilkan dimplenya.

Kyuhyun tersenyum lembut lalu bibirnya mendekati telinga Andrew dan berbisik pelan.

“Aku mencintaimu, Andrew.”

Andrew sedikit tercekat, ia sangat berharap tidak ada yang salah dengan pendengarannya. Bahkan namja tampan itu meyakinkan pandangan Kyuhyun yang tidak lagi mabuk seperti semalam.

Tiga kata yang selalu dia harapkan akhirnya keluar dari bibir itu membuatnya tidak kuasa menahan haru. Namja tampan itu langsung meraih Kyuhyun dan memeluknya dengan erat meski namja manis itu sedikit menggerutu karena badannya yang masih sakit.

Andrew tidak peduli, ia masih tidak percaya dan tidak dapat membendung perasaannya yang meluap-luap.

“Terima kasih selama ini terus berada disisiku.” Ucap Kyuhyun tulus. “Kau terus bertahan dalam duka kehilanganku dan tetap mencintaiku.”

“Baby…”

“Sudah membuatmu menunggu lama, jeongmal mianhae.” Kyuhyun tersenyum manis melihatnya membuat Andrew memeluknya kembali.

Namja tampan itu begitu terharu akhirnya Kyuhyun sudah menerimanya sebagai dirinya, bukan sebagi pengganti Siwon. Selama setahun ini ia terus menemani Kyuhyun setelah Siwon pergi. Dan selama itu pula namja manis itu menderita kehilangan kekasih yang sangat dicintainya.

Andrew bertahan disisinya dan selalu menjadi pelampiasan saat Kyuhyun kembali mengingat Siwon. Tapi sekarang, namja manis itu menerimanya. Walau kesedihan itu akan kembali datang, tapi Andrew akan tetap setia.

Tiga kata indah itu hadiah luar biasa yang lebih dari cukup baginya,

Karena jauh dari dalam sana… Choi Andrew tahu Choi Siwon tidak akan pernah terjamah oleh siapapun didalam relung hati Kyuhyun.

**

One year ago.

Gangwando Gangnam kami melaporkan telah terjadi insiden kecelakaan beruntun pada dini hari pukul 23:12 waktu setempat. Sebuah mini bus, sepeda motor, bus dan sebuah mobil pribadi dinyatakan mengalami tabrakan setelah minibus menghantam mobil pribadi itu keluar dari jalur.

Masih belum diketahui berapa korban jiwa semuanya, namun dikabarkan pemilik mobil pribadi itu dikenal sebagai seorang idol dari sebuah grup band super junior, dan ia telah menjadi korban dalam insiden kali ini.

Keesokan harinya pemakaman dilakukan secara tertutup yang hanya dihadir oleh keluarga terdekat dengan teman dan rekan kerja yang telah masuk dalam daftar list keluarga mereka. Andrew choi kakak dari Choi Siwon menghadiri pemakaman adiknya, dan menjadi wakil untuk meminta maaf kepada seluruh crew super junior dan agencynya.

Dan hari itu,

Andrew Choi bertemu kekasih adiknya didepan peti jasad Siwon, dengan wajah yang basah oleh airmata. Siapapun yang melihatnya pasti ikut merasakan sakit yang diterima Cho Kyuhyun. Namun tiba-tiba namja manis itu menatap lekat dirinya dan memohon dengan kalimat.

“Ja-jangan tinggalkan aku.”

Fin.

Special thanks for Ms. Vie and Happy Birthday!!!

Note : Hai My Lovely Readers~ pertama2..do’akan Siwonnie selalu sehat dan bahagia nee.. daaan ini ff salah satu author Wonkyu yang masih suka ngumpet, namanya ada diatas sana kan, rencananya mau dijadiin ff untuk Ultah Siwonnie, tapi malah dikirim ke Vie, anggap aja ‘Hadiah Ultah’ katanya..

Ya udin, Vie ijin share disini.. Baca ne~ jangan lupa koment..

Vie masih nyelesaian Are We, Another Story, sequel Spg

Ps. Udah Vie edit, kalo masih Typo..salahkan mata 4 Vie.

Sampai jumpa lagi.

Love Of Pureblood 3

Chapter III

**

Selamat malam Lovely Readers~ apa kabar semuanya??

Pasti lagi sibuk scroll Fb, IG sama twitter ya? Lihat ucapan untuk Siwonnie kan? Kkk~

Ahh,menantuku yg tampan seluruh dunia..semoga selalu sehat ne? Dan selalu dilimpahi kebahagiaan yang berlipat disetiap harinya..hati baik-mu itu tidak bisa ditukar dengan kata-kata menyakitkan diluar sana. Teruslah tersenyum, karena masih banyak yg mencintaimu sepenuh hati. Contohnya anak-nya Vie, babykyu.. Jadi tersenyumlah, selalu ne~ Happy Birthday Siwonnie. Jaga dirimu, jaga hatimu dan jaga babykyu~ ^^

Untuk kalian, selamat membaca nee~

** Continue reading