Love Thread 3


Love Thread 3

**

“Haii…. semuanya, sebelumnya miannae.. karena sudah menunggu chap ini lama, karena ide tetiba hilang dan pergi.. kebetulan minggu2 kemarin amat berat bagi saya.. sebagai elf dan tentunya menjadi siwonest, di satu sisi bahagia mereka comeback tapi saya pun tidak bisa menahan kekecewaan dimana Siwon tidak bisa ikut dalam comeback ini, sosok yang selalu ditampilkan sempurna hanya karena kesalahan yang bahkan bukan Siwon yang membuatnya menjadi seakan terdakwa, bahkan miris melihat komentar jahat yang memintanya out.. *jadi curcol deh hahaha… intinya selamat menikmati aja bacaannya karena saya masih sedih akan Siwon tetapi bahagia karena comeback mereka dan juga dedek w1 nya noona, selamat comeback juga”

Ahh, Soal Siwonnie ya? Mmm, Vie bahkan nggak ke Twitter beberapa hari yang lalu.. Vie nggak mau ikut galau, Vie sayang lihat wajah Siwonnie, jadi iingin nangis..jadi lebih baik diam saja dan menunggu perkembangan selanjutnya.

My Loveis~ selamat membaca ne~

***

“Ada apa hyung? Kau juga ingin?” Tanya Jaehwan.

“Mm, boleh dicoba, tapi kami masih baik-baik saja.”

“Lalu kau berharap kalian bertengkar?” Jaehwan hanya menatap terkejut pada Kyuhyun yang memasang tampang imutnya.

“Aniyeo!!!” Ujarnya tegas.

“Ahahaha, sudah~ ayo~” Jaehwan langsung mengambil nampan disana dan menyajikan beberapa minuman segar untuk mereka.

“Lalu, acara apa yang harus kami datangi.” Tanya Minhyun pada Siwon.

“Mm, kami pindah ke rumah baru, jadi umma ingin mengadakan perayaan kecil.” Jawab namja tampan hyungnya itu.

“Hooo~ aku sudah lihat, rumah kalian sangat indah hyung.” Jawab Jaehwan.

“Hoo~ kau suka yang seperti itu?” Tanya Minhyun mencolek dagu kekasihnya itu.

“Ck! Kau tidak bisa membelinya hyung.”

“Mwoo!! Aku juga bisa!!”

“Seperti Siwon hyung, jangan pakai uang samchon!!” Jaehwan mencibir.

“Aku punya uang sendiri!!” Minhyun tak mau kalah.

“Tapi ka…”

“Shut up!!” Seru Kyuhyun dengan death glarenya membuat mereka langsung terdiam. “Kenapa kalian malah bertengkar?”

“Ehehe, begitulah hyung~ karena itu bibi memarahi kami.” Jawab Jaehwan dengan senyum garingnya.

“Sudah-sudah, dengarkan…mmm~ sembilan bulan kedepan, kalian harus bersiap-siap jadi uncle.” Ucap Siwon kemudian.

“Huh? Tentu saja kami siap, uncle itu…” Minhyun terdiam memikirkan kata-kata Siwon lagi.

Dan detik selanjutnya.

“Mwoo??” Kedua namja itu terbelalak tidak percaya.

“Uncle? Paman? Samcheon? Ahjussi?” Tanya Minhyun.

“Paboo!!” Gerutu Jaehwan memukul kekasihnya itu.

“Nee, Kyuhyun akan mengandung bayiku, jadi tidak lama lagi kalian akan jadi uncle.” Jelas Siwon lagi.

Jaehwan langsung berpaling melihat Kyuhyun yang menganggukkan kepalanya. Tanpa sadar namja imut itu mendekat dan meraba perut Kyuhyun dengan pelan. Namja cantik hyungnya itu langsung menepis tangannya dengan death glare yang mematikan.

“Jangan pegang-pegang.”

“Aiish, hyung~ chukaeee~” Jaehwan langsung memeluk hyungnya itu dengan wajah bahagia.

Minhyun juga mengucapkan selamat dan memeluk Siwon dengan tawa renyahnya. “Hyung akan jadi daddy~”

“Tentu saja~”

“Ahahaha, chukae~” Seru Minhyun sambil mengangkat gelasnya untuk bersulang.

Walau bukan wine atau bir, mereka melakukan cheers itu dengan gelas mereka masing-masing. Tawa canda bahagia pun terdengar disana sampai waktu terus berjalan dengan sendirinya.

Sampai hari berikutnya pesta kecil-kecilan itu pun diadakan dirumah baru Siwon dan Kyuhyun. Umma Choi dan Cho benar hanya mengundang family dekat saja bahkan ibu Minhyun dan Leeteuk bersama istrinya juga ada.

Kyuhyun sangat senang menerima ucapan selamat dari keluarganya itu karena mereka mengharapkan yang terbaik untuknya dan bayi mereka. Suho dan Kai yang masih berada di Korea terlihat asik mengobrol dengan Jaehwan yang baru dikenalnya sebagai calon dari Minhyun, maklum saat pertemuan di pernikahan Siwon dan Kyuhyun, mereka tidak saling banyak berbicara.

Sampai tiba-tiba, tamu yang tidak merasa ia undang juga tiba disana dengan kado kecil ditangannya. Stella, yeoja cantik yang pernah dekat dengan keluarga Choi itu melenggang masuk dengan senyum terbaiknya.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun.

Siwon yang memang tidak pernah menjauh dari sisinya langsung bergerak tidak nyaman. “Aku tidak mengundangnya, baby.” Bisik Siwon.

“Jinjja?”

“Nee, aku sungguh-sungguh.”

“Lalu…”

“Entahlah, mungkin umma.”

Umma Choi ternyata tidak pernah merasa mengundang mantan calon menantunya itu. Sedikit tidak senang ia berpaling melihat Siwon yang langsung mengangkat bahunya tidak mengerti.

“Selamat datang~” Sapa umma Cho.

“Trima kasih aunty, aku mendengar kabar, walau tidak diundang aku menyempatkan hadir untuk melihat.” Ucap Stella basa-basi.

Suho dan Minhyun hanya memutar matanya dengan malas, dulu mereka terlalu tau bagaimana Stella yang selalu berusaha bersikap baik didepan kedua orang tua Siwon, walau itu adalah palsu belaka.

“Ahh, terima kasih sudah datang.”

“Ne, rumahnya sangat indah, kau sangat beruntung Kyuhyun.” Ucap Stella dengan memamerkan wajah cantik penuh aura gelapnya.

“Ne, gomawo.” Jawab Kyuhyun sekenanya.

Siwon membelai punggung Kyuhyun perlahan untuk menenangkan namja cantik itu. Ia tahu huswifenya tidak pernah suka dengan Stella karena yeoja cantik itu pernah memandang remeh dirinya.

“Aku ingin ke kamar, hyung.” Ucap Kyuhyun pelan.

“Ahh, baiklah~ kau pasti lelah, kajja~” Siwon langsung melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan membawanya pergi darisana.

Stella hanya bisa melihat mereka dengan tatapan iri karena apapun yang akan dilakukannya, Kyuhyun pemilik hati Siwon. Bahkan umma Choi tidak menyukainya lagi karena ia sudah menyakiti hati putranya.

Minhyun menyikut bahu Suho, Suho yang mengerti akhirnya beranjak berdiri dan mendekati Stella.

“Noona, mari hidangannya disini.” Ucap Suho tiba-tiba.

“Ahh, ne, gomawo.” Stella mengikuti Suho sambil melihat rumah megah itu.

Sementara itu didalam kamar, Kyuhyun yang berwajah sulking memilih untuk duduk dibalkon. Siwon pun memilih untuk menemaninya dan meninggalkan tamu mereka diluar sana.

“Baby…” Panggil Siwon sambil memeluk Kyuhyun dari belakang. “Jangan dipikirkan, hm?”

“Dia datang tiba-tiba seperti itu, apa maksudnya hyung?”

“Jangan pikirkan dia, sekarang yang penting bagi kita adalah ini~” Ucap Siwon menurunkan tangan dibahu Kyuhyun sampai perut namja cantik itu.

Dan ia memeluk posesive perut rata Kyuhyun yang didalamnya sudah bertahta benih cinta mereka. “Pikiran yang jernih dan tubuh yang sehat membantunya tumbuh dengan sempurna.”

Kyuhyun langsung memutar tubuhnya dan membenamkan wajahnya dileher namja tampan suaminya itu. Siwon tersenyum senang dan memeluk huswifenya itu dengan erat. Gerakan Kyuhyun menandakan namja cantik itu akan baik-baik saja dan itu membuatnya lega.

“Apa warna kamar bayi kita, baby?” Tanya Siwon mengalihkan perhatian.

“Mmm, biru? Babyblue?”

“Bagaimana kalau dia yeoja?”

“Dia namja hyung~”

“Lho?! Kenapa kau yakin?”

“Hatiku mengatakan, dia namja dan akan sempurna sepertimu.”

“My baby~” Begitu senangnya, Siwon memeluk namja cantik itu semakin erat. “Apa aku harus merubahnya sekarang?”

“Lebih cepat lebih baik, aku ingin segera melihatnya.”

“Mm, baiklah~ besok kita hubungi design interior khusus.”

“Gomawo~” Senyum Kyuhyun begitu manis.

“Apapun untukmu.”

“Kita juga harus belanja, hyung~ perlengkapannya yang banyak.”

“Mwo?? Lagi?? Ta-tapi..ki-kita bahkan belum bulan madu, baby~” Keluh Siwon akhirnya.

Mata Kyuhyun langsung melebar menatap suaminya itu, kemudian ia pun memberinya death glare mematikan. “Itu yang kau pikirkan?”

“Aku sudah menunggu terlalu lama, baby~”

“Hyung~”

“Kau tahu, aku sudah tidak sabar memilikimu seutuhnya.”

“Aku memang milikmu.”

“Belum semuanya, jiwamu, ragamu, hatimu dan tubuhmu…”

“Paboo!!!” Protes Kyuhyun dengan pipi yang memerah.

Siwon langsung tertawa dengan senangnya dan Kyuhyun meninju bahunya dengan kesal. Dengan cepat Siwon mengngkat tubuh huswifenya itu menuju tempat tidur dan merebahkannya disana.

“Hyung, tamu kita.” Ucap Kyuhyun.

“Biarkan saja, kau akan jadi milikku, detik ini juga.” Jawab Siwon langsung menindih Kyuhyun dan mengecup bibirnya.

Tidak bisa menolak lagi, Kyuhyun pun memberikan hak suaminya itu untuk pertama kalinya. Benar yang dikatakan Siwon, bahwa ia sudah terlalu lama menunggu. Kini mereka sudah resmi menikah, apalagi yang bisa menghalanginya.

“Kau akan jadi milikku.” Bisik Siwon.

Keduanya pun memainkan melodi cinta mereka dengan penuh kelembutan dan perasaan, karna Siwon ingin menikmati indahnya cinta mereka.

Kyuhyun menerima semuanya yang diberikan Siwon dan ia menatap mata suaminya itu dalam saat akhirnya tubuh mereka bersatu dalam cinta dan kebahagiaan. Siwon tersenyum puas dan mengecup kening Kyuhyun sebagai rasa terima kasihnya.

Dengan wajah memerah Kyuhyun memeluk tubuh Siwon dengan erat dan dalam hatinya berharap mereka akan selalu bahagia selamanya.

Menit selanjutnya Siwon langsung meminta mereka untuk mengulangnya membuat mata Kyuhyun tersentak kaget. Walau terdengar konyol, tapi Kyuhyun tidak bisa menolak keinginan suaminya itu hingga ia pun pasrah menyerahkan segalanya.

Tanpa ingin keluar lagi Siwon menghubungi Minhyun dan mengatakan mereka akan terus dikamar. Namja tampan itu berharap tidak ada siapapun yang datang untuk memanggil mereka turun. Dan acara itu ia serahkan pada sepupunya itu, karena ia akan terus bersama Kyuhyun sampai ia merasa puas.

“Siwon hyung memang gila~” Gumam Minhyun setelah menerima pesannya.

Namja itu menampakkan isi pesan itu pada Suho yang membuatnya langsung menutup mulutnya. Tanpa mengatakan apa-apa, keduanya pun menemani tamu mereka sampai acara itu selesai.

“Siwon hyung memang sudah menjadi gila jika menyangkut Kyuhyun hyung, bukan?” Ujar Suho, Minhyun mengangguk mengiyakan.

“Hyung ada apa?” Tanya Jaehwan.

“Anieyo, sekarang kita harus menemani para tamu.”

“Mwo? Lalu dimana Kyuhyun hyung dan Siwon hyung?”

“Mereka sedang ada project.” Ujar Suho asal.

“Huh??” Minhyun menutup telinga Jaehwan dan segera membawanya pergi, sebelum Suho melanjutkan ucapannya.

Stella yang tidak jauh berada disana mengepalkan tangannya dengan kesal, Kai yang sedari tadi berada di sisinya hanya tersenyum misterius.

“Sepertinya sudah semakin larut, bukankah seorang yeoja terhormat tidak akan terlalu lama diluar rumah pada malam hari?” Ucap Kai dengan nada sinis.

“Ah.. ya kau benar.. kalau begitu aku akan pamit.” Stella sangat mengerti keadaan yang tidak menerimanya.

“Eum.. begitu lebih baik” Ujarnya santai dan segera mendekati kekasihnya yang masih tertawa melihat kepergian Minhyun dan Jaehwan.

Stella pun mendekati mantan calon mertuanya itu, ia berusaha selalu menampilkan senyuman cantiknya yang sama sekali tidak mempan bagi Umma Choi.

“Hati-hati dijalan…”

“Ne.. gomawo..”

Setelah kepergian Stella, Umma Choi kembali menemani tamu lainnya. Bahkan Umma Cho terlihat sibuk di dapur dengan piring kotor, salahkan si tuan rumah yang malah asik berduaan dikamar menelantarkan para tamu. Dan Minhyun yang dimintai tolong untuk menemani tamu, malah asik berduaan dengan kekasihnya di lain tempat. Jadilah Suho bersama Kai yang harus menggantikan tugas Minhyun.

Hingga keesokan harinya.

Siwon terjaga dalam tidurnya dengan sedikit tersentak, seolah ia sudah lama sekali terlelap. Namun saat mengingat kejadian kemarin, memang benar ia menghabiskan waktu dikamarnya setelah siang kemarin.

Bahkan ia meninggalkan semua tamu yang datang ke acara perayaan rumah baru mereka. Merasa bodoh sendiri Siwon menggelengkan kepala mengingat kembali permintaan haknya pada Kyuhyun.

Bicara soal Kyuhyun, saat ini namja cantik itu masih tertidur pulas dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Siwon tersenyum bahagia melihat wajah damai itu, wajah cantik yang selalu dilihatnya saat membuka mata.

“Gomawo nae sarang~” Bisik Siwon mengecup kepala Kyuhyun penuh sayang. “Kau milikku sekarang.”

“Nnnhh~ shut uuup~” Keluh Kyuhyun menutup mulut Siwon.

Namja tampan itu bisa melihat pipi Kyuhyun yang semakin memerah membuatnya tertawa kecil. Siwon mengambil tangan Kyuhyun dan menggenggamnya dengan lembut.

“Gomawo baby, mianhae.” Ucapnya kemudian mengecup punggung tangan huswifenya itu.

Kyuhyun langsung membenamkan wajahnya dalam bantal bahkan ia menarik selimut untuk menutupi seluruh kepalanya.

“Ahahaha, ayo bangun baby~ katanya kau ingin belanja.” Ajak Siwon.

“Mmm, aku capek hyung, badanku patah-patah, kau terlalu bersemangat.” Protes Kyuhyun dengan wajah sulking.

“Ahaha, mianhae~ aku tidak bisa menahannya.”

“Aku mau disini saja, pergilah hyung.”

“Tapi kau akan sendirian.”

“Gwenchana~ kau harus bekerja.”

“Baiklah, tapi hyung akan cepat pulang.”

“Mmm, neee~” Gumam Kyuhyun lalu memejamkan matanya kembali.

Dengan cepat Siwon mengecup kening Kyuhyun lalu turun dari tempat tidur mereka. Namja tampan itu segera bersiap-siap menuju perusahaannya yang hanya ditinggalkan dua hari. Setelah selesai ia kembali mengecup bibir Kyuhyun dan segera pergi darisana.

Sementara Kyuhyun menghabiskan waktunya ditempat tidur dengan bermalas-malasan. Sampai umma Cho datang membawanya makanan barulah ia bangun untuk sarapan pagi.

Setelahnya ia kembali berbaring dan bermain game seharian penuh ditempat tidurnya.

Dan karena hal itu, Kyuhyun pun menunda bulan madu mereka sampai keduanya bisa bebas dari pekerjaan. Menurutnya Siwon sudah mendapat jatah bulan madunya dalam sehari, maka mereka tidak perlu pergi ke tempat lain.

Namja cantik itu pun kembali melakukan rutinitasnya di cafe sebagai pemilik juga sebagai penyanyi disana. Ia juga disibukkan dengan mencari perlengkapan bayi yang sesuai dengan selera dan keinginannya.

Siwon yang ingin membantu hanya bisa mengeluh karena Kyuhyun tidak mengizinkannya bolos dari pekerjaan. Padahal seorang direktur bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan, walau masih dalam jam kerja-nya.

“Baby, kau tidak boleh lelah apalagi stres, kau tahu?” Ucap Siwon suatu hari.

“Arrayo~ gomapseumnida~” Jawab Kyuhyun tidak peduli.

Selama seminggu ini, namja cantik itu begitu bersemangat mencari perlengkapan bayinya nanti. Apalagi kamar babyblue yang mereka pesan sudah hampir siap. Itu membuat Kyuhyun tidak sabar untuk mendapatkan segala keperluan babynya.

“Ajak Jaehwan menemanimu.” Pinta Siwon kemudian.

“Jaehwan sibuk di Cafe, aku menyerahkan tanggung jawab itu padanya.”

“Aigoo~”

“Hari ini, aku akan membeli baju, kau mau ikut hyung?” Tanya Kyuhyun.

Seketika wajah Siwon berbinar dengan mata melebar, ingin rasanya Kyuhyun tertawa. Tapi ia hanya berdehem sekali dan melanjutkan melihat daftar barang yang harus dibelinya.

“Aku akan minta managerku mengurus masalah dikantor.”

“Berarti kau harus menemaniku seharian.”

“Dengan senang hati, Nae sarang Choi Kyuhyun~” Ucap Siwon dengan senangnya.

Sementara namja cantik huswifenya itu mengangkat wajahnya dengan bangga membuat Siwon langsung meraup kepalanya dan mengecup bibirnya berulang kali. Mau tidak mau Kyuhyun langsung tertawa dan bahkan menghindar dari kecupan beruntun itu.

“Ck!! Hyung!!”

“Saranghae, my baby saranghae~” Jawab Siwon kembali mengecup bibirnya.

Dan Kyuhyun melingkarkan lengan dileher suaminya itu lalu membenamkan wajah bahagianya disana. Pasangan pengantin baru itu sungguh menjalani kehidupan baru mereka dengan penuh cinta dan kebahagiaan.

Sampai hari kembali berlalu dengan sendirinya, mereka selalu menghabiskan waktu bersama menyiapkan kamar bayi yang mengisi kehidupan mereka.

Dan seperti yang dikatakan dokter Kyuhyun sebelumnya, bahwa mereka harus kembali setelah dua minggu untuk melihat perkembangan kandungannya. Dan hari ini tepat dua minggu setelah benih Siwon ditanam dalam rahim Kyuhyun.

Jika cara itu berhasil, sembilan bulan kedepan mereka pasti akan mendapatkan buah cinta mereka dalam pelukan.

Dengan degup jantung yang tidak beraturan Kyuhyun melangkahkan kakinya memasuki loby rumah sakit besar itu. Sementara Siwon sendiri, sejak dari rumah mereka ia terus berusaha untuk menenangkan huswifenya itu.

“Kita akan berhasil.” Ucap Siwon penuh keyakinan.

“Apa kau yakin?”

“Cha~ kajja~” Siwon menarik Kyuhyun masuk dalam ruangan dokter Kim.

Disana yeoja cantik itu sudah menunggu kedatangan mereka dengan senyum manisnya. Siwon langsung membawa Kyuhyun duduk didepan dokter Kim yang tertawa geli melihat wajahnya.

“Kenapa?” Tanyanya.

“Kyuhyun takut dok.” Jawab Siwon cepat.

“Hyung!!”

“Ahaha, tidak apa-apa, ini pertama kalinya jadi wajar saja.”

“Kyuhyun takut tidak akan berhasil.” Jelas Siwon.

“Ahh, kalau itu memang banyak yang tidak berhasil.” Ujat dokter Kim membuat tubuh Kyuhyun langsung menegang. “Tapi tidak apa-apa, jika tidak berhasil bisa mencobanya lagi.” Ucapnya kemudian.

Namun tetap tidak bisa menenangkan wajah Kyuhyun yang kini berkerut dengan kegelisahannya. Entah kenapa Kyuhyun merasa ragu jika ada sesuatu dirahimnya, karena selama dua minggu ini ia tidak merasakan apa-apa.

“Apa kau siap?” Tanya Dokter Kim.

Kyuhyun langsung berpaling melihat Siwon yang tersenyum menenangkan dan menganggukkan kepalanya. Mau tidak mau namja cantik itu pun ikut menganggukkan kepalanya.

“Ah, mari berbaring disini.” Ajak Dokter itu menuju tempat tidur pasien dengan monitor disampingnya.

Dengan kening berkerut Kyuhyun langsung berbaring disana dan Siwon mendekat menggenggam tangan huswifenya itu. Dan selanjutnya dokter Kim pun melakukan tugasnya memakai gel pada perut Kyuhyun.

Jelly Ultrasonic itu dipakai pada perut yang akan di USG guna untuk melihat perkembangan janin didalam rahim. Setelah selesai ia pun menempelkan alat USG itu diatas perut Kyuhyun dan menggerakkannya secara perlahan.

Yeoja cantik itu melihat dengan teliti dalam rahim Kyuhyun dan terdiam beberapa saat. Kemudian ia kembali menggerakkan alat itu seperti mencari-cari tempat yang tepat. Dengan kening berkerut ia berpaling menatap Siwon yang terlihat sangat penasaran.

Sementara Kyuhyun tidak berani memalingkan wajahnya untuk melihat kenyataan, ia hanya melihatnya dari perubahan raut wajah Siwon. Melihat hal itu Dokter Kim menghembuskan nafasnya perlahan dan kembali melihat ke layar monitor.

Sekali lagi ia harus kecewa karena yang terlihat didalam sana hanya dinding rahim Kyuhyun. Tidak ada benih yang berhasil untuk bertahan hidup selama dua minggu ini.

Dan itu artinya tidak ada kehidupan kecil didalam sana.

Dengan sangat menyesal Dokter Kim menggelengkan kepala dan melihat Siwon dengan wajah menyesal. Siwon yang mengerti langsung tersenyum menenangkan lalu berpaling melihat Kyuhyun.

Namja tampan itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lembut namun ternyata tetap tidak bisa menyenangkan Kyuhyun. Namja cantik itu memejamkan matanya dan setetes kristal bening mengalir dari sudut matanya.

“Baby…” Panggil Siwon pelan.

Kyuhyun berbalik menghadap dinding dan memeluk dirinya sendiri hingga tubuhnya melengkung. Dari belakangnya Siwon bisa melihat tubuh Kyuhyun bergetar menahan tangis membuatnya ikut bersedih.

“Mianhae Siwon-ssi, tapi memang banyak kasus yang seperti ini, ada yang pertama kali langsung berhasil ada juga yang beberapa kali mencoba baru berhasil bahkan ada yang tidak bisa dengan cara ini.”

“Gwenchana dok, saya mengerti.” Jawab Siwon lalu kembali melihat Kyuhyun. “Baby, kita akan mencobanya lagi, jangan bersedih.”

“Ba-bagaimana kalau kita termasuk yang terakhir?” Tanya Kyuhyun tanpa melihat mereka.

“Jangan patah semangat baby, aku akan terus berusaha dan tidak akan menyerah.” Jawab Siwon.

“Tapi…”

“Sayang~” Panggil Siwon membalikkan badan Kyuhyun. “Kau akan berusaha bersamaku, geuchi? Kita akan terus mencobanya sampai berhasil, walau membutuhkan waktu yang lama, aku tidak akan menyerah dan akan terus menunggu, kau juga begitu kan?”

“Hyung…”

“Hal yang paling berharga didunia tidak akan kita dapatkan dengan mudah baby, tapi kita harus berusaha lebih dulu dan terus berusaha. Keureonikka, ini bukan akhir segalanya.” Ucap Siwon dengan senyum manis dan menenangkan.

Kyuhyun langsung beranjak duduk dan memeluk suaminya itu dengan erat. Tangisan yang ditahanya tadi langsung tumpah saat pelukan Siwon yang hangat menyelimutinya.

Siwon hanya bisa menenangkannya sampai tangisannya berhenti, bahkan dokter Kim sudah meninggalkan mereka disana. Namja tampan itu tahu, Kyuhyun yang paling kecewa dalam hal ini, karna ia sangat tidak sabar menantikan calon bayi mereka.

Karena sebenarnya namja cantik itu ingin memberikan kabar baik untuk kedua ummanya, untuk melihat senyum bahagia mereka, karena itu juga ia menangis dengan sedihnya.

Dan setelah beberapa saat Siwon pun membawa Kyuhyun keluar dan mengajak huswifenya itu pulang kerumah. Setelah melihat dokter Kim sekali lagi mereka berdua segera menuju istana mereka untuk beristirahat.

Sampai dirumah, Kyuhyun langsung menuju ke kamar mereka dan naik ketempat tidur lalu menutupi dirinya dengan selimut. Walau tidak melihatnya Siwon tahu huswifenya itu menangis kembali.

Saat umma Choi menghubunginya Siwon langsung mengatakan apa yang terjadi, ia juga menghubungi umma Cho untuk mengabari hal yang sama. Dan tidak perlu menunggu lama kedua umma tiba dirumahnya hampir bersamaan.

“Dimana Kyunnie?” Tanya Umma Cho.

“Dikamar umma.”

“Dia sedih karna tidak bisa membuat kalian bahagia.”

“Mwo? Maksudnya?”

“Kyunnie ingin memberikan kalian cucu, karena itu dia ingin segera mengandung.”

“Omoo~”

“Anak itu memang paboo!”

“Kami memang menginginkan cucu, tapi tidak juga buru-buru seperti ini.” Jelas umma Choi dan umma Cho menganggukkan kepalanya.

“Dia ingin kalian bahagia umma.” Ucap Siwon dengan senyumnya.

“Umma harus melihatnya.” Umma Choi langsung berjalan menaiki tangga kamar mereka.

Umma Cho dibelakangnya bersama Siwon yang menggandeng lengannya. Yeoja anggun itu menepuk-nepuk pelan lengan Siwon seolah ingin menenangkan menantunya itu. Siwon hanya tersenyum manis dan terus menaiki tangga kamarnya dan Kyuhyun.

Dan ternyata umma Choi yang lebih dulu tiba disana tidak bisa masuk kesana karena pintu terkunci dari dalam. Siwon tidak percaya langsung mengetuk beberapa kali namun Kyuhyun tidak menjawab.

“Apa yang terjadi?” Tanya umma Cho.

“Tadi aku masih bisa masuk, umma.” Jawab Siwon mencoba memanggil lagi. “Baby~ buka pintunya.”

“Sepertinya dia tidak ingin bertemu kami.” Ucap umma Choi.

“Umma…” Siwon merasa tidak enak.

“Gwenchana Siwonnie, mungkin dia tidak tahu bagaimana mengatakannya pada kami.”

“Mianhae…”

“Gwenchana, kami mengerti, karna itu kami akan pergi, tapi hubungi secepatnya jika ada apa-apa, arrachi?” Umma Cho mengingatkan.

“Mianhae.” Ucap Siwon lagi.

“Tidak apa-apa, katakan padanya, kami ingin dia sehat-sehat saja, itu yang penting.” Umma Choi menenangkannya.

“Baiklah umma, aku akan membujuknya.”

“Hati-hati, hubungi kami.”

“Ne~”

“Ayo Hana~” Umma Choi menarik tangan sahabatnya pergi darisana setelah melihat pintu kamar Kyuhyun sekali lagi.

Siwon hanya bisa mendesah pasrah dan segera mengikuti dua wanita yang sangat disayanginya itu. Ia mengantar keduanya sampai ke pintu depan dan mereka masuk ke mobil masing-masing bersama sopir pribadi mereka.

Setelahnya ia segera kembali ke atas dan memanggil Kyuhyun untuk kesekian kalinya. Namun namja cantik itu tidak menjawab apalagi membukankan pintu itu untuknya.

Tanpa ingin memaksa lagi, namja tampan itu langsung mengambil kuci duplikat kamar itu dan segera masuk kesana. Didalam Kyuhyun masih menyembunyikan dirinya dibawah selimut dengan nafas yang teratur.

Seolah ia sedang terlelap, tapi Siwon tahu namja cantik huswifenya itu tidak tidur. Saat ia mendekat dan melihat mata itu terpejam namun dengan airmata yang mengalir dipipinya.

Siwon langsung duduk disisi Kyuhyun dan membelai kepalanya dengan lembut. “Baby…” Panggilnya.

“Eo-otteokhae hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak apa-apa baby, mereka mengerti.”

“A-aku tidak menjaganya dengan baik.”

“Bukan begitu.”

“Lalu apa?”

“Kita belum diberikan izin oleh Tuhan untuk mendapatkannya…”

Kyuhyun kembali menangis untuk kesekian kalinya, ia merasa telah gagal membahagiakan kedua Umma nya itu, bahkan ia merasa gagal menjadi seorang istri. Siwon segera membawanya ke dalam pelukan.

Namja tampan itu mengusap rambut Kyuhyun lembut, “Jangan memikirkan apapun, pada akhirnya pasti kita akan mendapatkannya. Walau tidak sekarang, tapi pasti nanti…”

“Benarkah?”

“Hyung yakin.. kita akan berusaha bersama-sama”

Kyuhyun kembali membenamkan wajahnya di dada bidang Siwon dan kembali menangis. Tidak mengerti tetapi rasanya ia sangat sensitive saat ini.

Suho, Kai, Minhyun, Siwon sedang berkumpul di sebuah kafe bandara. Hari ini Suho akan kembali ke luar negeri, perusahaannya tidak bisa ditinggal terlalu lama, terlebih Kai pun harus kembali bekerja.

“Lalu kapan kau akan memberikan undangan pernikahanmu?”

Minhyun yang baru saja meminum kopinya hanya bisa terbatuk mendengar pertanyaan mendadak sepupu nya itu.

“Yak!! kau mau membuatku tersedak?”

Siwon hanya tersenyum geli, sudah lama rasanya ia tak merasakan kebersamaan mereka. Semenjak Suho pindah ke luar negeri, ia hanya bisa bermain dengan Minhyun. Rasanya menjahili Minhyun bersama Suho adalah hal yang mengasikkan baginya.

“Jika kau terlalu lama menunggu, Jaehwan pasti akan segera pergi dan memilih namja lainnya yang bahkan lebih darimu”

“Jaehwan tidak seperti itu…”

“Bahkan mengatakan cinta saja, kau terlalu lambat.”

“Benarkah??” Suho menggelengkan kepala dengan mimic muka yang menyepelekan kepada Minhyun.

“Haissshhh kalian berdua memang benar- benar…”

Siwon dan Suho hanya tertawa melihat Minhyun yang sudah terlihat marah, tapi semuanya sirna saat hal yang tak diinginkan datang. Ntah datang darimana tapi mengapa Stella selalu mengetahui dimana keberadaan Siwon.

“Hai.. aku tidak menyangka jika kita bisa bertemu disini.” Ujarnya dengan senyum merekah, bahkan sebelum diminta untuk duduk Stella sudah mengisi kursi kosong disamping Siwon.

“Ini bukanlah hal yang baik sepertinya.” Bisik Kai.

Suho dan Minhyun saling melempar pandangan.

“Bukankah seharusnya kau sudah masuk, Suho hyung?”

“Ah ya benar… kajja~”

Semuanya pun ikut berdiri tak terkecuali Stella.

“Kami harus segera pamit, dan melihat dimana kau baru saja datang. Lebih baik menikmati makananmu.” Suho menepuk pundak Siwon dan segera membawanya pergi.

Disusul Kai dan Minhyun dibelakangnya, Stella hanya mendengus kesal. Ternyata ia kembali gagal untuk mendekati Siwon.

“Sial…” Ucapnya dengan mengeratkan genggaman di gelasnya.

“Hati-hati dijalan hyung.”

“Kau juga.”

Siwon memeluk Suho dan Kai bergantian, Minhyun pun melakukan hal yang sama tapi saat Minhyun akan melepaskan pelukannya Suho masih tetap mendekapnya. Ia membisikkan sesuatu.

“Stella sepertinya mempunyai suatu rencana, kau harus mengawasinya. Jika keadaannya memburuk dan aku tidak mengharapkannya. Kau jangan lupa menghubungiku.”

“Tenanglah aku akan mengawasinya dengan baik.”

“Apa yang kalian bicarakan?” Siwon menatap penasaran.

“Ini hanyalah obrolan kedua namja yang belum menikah.” Ejek Suho.

“Menyebalkan, sudahlah sana masuk, nanti kau ketinggalan pesawat.”

“Baiklah… selalu jaga kesehatan kalian dan semoga keinginanmu untuk mempunyai bayi segera terkabul, hyung..”

“Kami pamit Siwon hyung, Minhyunnie..” Kai yang memang jarang berbicarapun akhirnya mengucapkan kata perpisahan.

“Ya.. jaga baik-baik Suho hyung untukku, Kai hyung..” Kai hanya menjawabnya dengan senyuman.

“Sampai berjumpa kembali nanti hyungdeul.”

Setelah menatap kepergian Suho dan Kai yang semakin menjauh memasuki ke dalam bandara, Minhyun pun mengajak Siwon untuk pulang. Tapi lagi-lagi ntah mengapa Stella malah kini sedang berdiri di samping mobil Siwon.

“Untuk apa dia ada disana?”

“Akupun tidak tau.”

Minhyun merasa Stella sudah mulai merencanakan sesuatu untuk mendekati Siwon, jika saja dia bukan yeoja mungkin sudah ia tarik dari sisi mobil dan melemparnya ke suatu tempat.

“Hai.. ah maaf jika aku kembali bertemu kalian disini, hanya saja bolehkah jika aku ikut bersama kalian?”

“Bukankah banyak taksi disini, bahkan kita tidak bisa dibayar jika kau ingin menumpang secara gratis.” jawab Minhyun sarkas.

Siwon menyikut Minhyun, walau ia risih tapi ia tetaplah merasa tak enak hati menolaknya.

“Masuklah, tapi kita tidak bisa mengantarkanmu ke tempat karena kita harus kembali ke kantor.”

“Ah gwenchana, gomawo karena sudah mau memberikan tumpangan padaku.”

Saat Siwon sudah memasuki tempat kemudi dan Stella akan duduk didepan, Minhyun dengan lebih gesit langsung memasuki tempat disamping Siwon.

“Sepertinya lebih baik jika kau duduk dibelakang, noona.” Minhyun membanting pintunya bahkan Siwon sempat terlonjak.

“Yak! kau tidak bisa menutupnya dengan pelan?”

“Ah mian hyung, tadi sepertinya ada lalat yang akan masuk, jadi aku menutup cepat jika tidak mungkin lalat itu akan segera masuk. Mana mungkin mobil sebagus ini ada lalat, kan?”

Siwon hanya menggelengkan kepalanya tak mengerti. Stella mendengus kesal mendengar ucapan Minhyun yang jelas-jelas itu menyindirnya.

Sepanjang jalan Siwon hanya sesekali menimpali pertanyaan Stella, Minhyun sendiri lebih asik dengan smartphone nya dibanding harus mendengar obrolan Stella yang sepertinya tidak ada faedahnya.

“Kita sudah sampai, mian jika aku tidak bisa mengantarkanmu sampai tempat Stella-ssi.”

“Ah tidak apa, aku yang seharusnya meminta maaf karena meminta tumpangan kepadamu.”

“Sepertinya pekerjaan kita masih banyak hyung” Sela Minhyun.

“Kalau begitu aku pamit, sekali lagi terima kasih Siwonnie, Minhyunnie.”

“Ya… hati-hati dijalan Stella-ssi.”

Stella membuka pintunya dan segera memanjat keluar. Siwon pun segera pergi tanpa perlu melambaikan tangan seolah mereka akrab.

“Mungkin untuk kali ini, kita masih terhalang. Tapi nanti.. ya.. kita lihat nanti Siwon chagi.” Stella tersenyum senang dan segera melangkah menjauh.

Sepulang kerja, Siwon dan Minhyun berkunjung ke kafe milik Kyuhyun. Minhyun segera menuju panggung dimana Jaehwan sedang merapihkan partitur kertas musiknya.

“Sayang..” Minhyun mencuri kecupan di pipi chubby kekasihnya itu.

“Hyung.. aku tidak melihatmu dating.”

“Kau terlalu sibuk dengan kertas itu.”

Jaehwan hanya tersenyum dan menyimpan kertas lagunya di tas. Ia melirik dimana Siwon yang melangkah masuk ke dalam ruangan Kyuhyun.

“Mau kubuatkan sesuatu?”

Minhyun melingkarkan kedua lengannya di kedua sisi pinggang Jaehwan, beruntunglah kafe sudah tutup bahkan pegawai kafe tidak terlalu banyak yang berlalu lalang.

“Aku menginginkannya dirimu..”

“Terlalu gombal hyung.”

Minhyun semakin mengeratkan pelukannya. Jaehwan pun menikmati hal itu, tetapi sepertinya memang lebih baik melakukan hal romantic itu saat sedang berduaan karena jika ditempat umum, akan terlalu banyak pengganggunya seperti saat ini dimana Jihoon teman Jaehwan di kafe yang memukul punggung Minhyun tanpa bersalah.

“Yak.. jangan bermesraan disini, dan lepaskan hyung ku.. ia masih harus membereskan pekerjaannya. Jika sudah selesai silahkan kembali bermesraan di apartemen kalian.” Ucapnya sembari pergi begitu saja.

“Bukankah dia lebih muda dariku??” Tanya Minhyun yang hanya dijawab anggukan Jaehwan. “Kenapa dia berani memukulku, dasar pinkeu menyebalkan.”

“Aku mendengarnya~” Teriak Jihoon di dalam dapur.

“Dia benar-benar mengerikan.”

Jaehwan hanya tertawa melihat Minhyun yang menekuk mukanya dan terduduk di salah satu kursi yang dekat dengan panggung.

Sementara itu didalam ruangan Kyuhyun…

“Baby…” Panggil Siwon.

“Hyung kau sudah datang, sendirian?”

“Anieyo.. Minhyun sedang bersama Jaehwan.”

Kyuhyun kembali memasukkan file ke dalam map dan menyusun rapih di rak dekat dengan meja kerjanya.

“Aku merindukanmu, baby.”

“Kita tidak bertemu hanya beberapa jam saja, hyung.”

Siwon melingkarkan lengannya untuk memerangkap tubuh gembul sang istri. Menariknya untuk semakin merapat dengan tubuhnya yang hanya dibalas dengan senang hati oleh Kyuhyun.

“Aku menginginkanmu.”

Kyuhyun membalik tubuhnya dan memukul kening Siwon.

“Jangan mengucapkan hal itu, terlebih kita diruang publik.”

“Kita hanya berdua, baby.”

“Yak!!” Kyuhyun menghindari Siwon dan mengipasi wajahnya yang memerah mendengar ucapan intim suaminya itu.

“Baby…”

“Mengucapkannya lagi, aku tidak akan memberikanmu jatah, hyung..”

Siwon pun segera membungkam bibirnya, lebih baik seperti itu dibandingkan ucapan Kyuhyun menjadi kenyataan. Ah Siwon tidak bisa membayangkannya. Dasar terlalu mesum.

“Bagaimana Suho?”

“Dia baru saja tiba di rumahnya sekitar tiga jam yang lalu.”

“Aku sedih karena tidak bisa mengantarkannya pergi, kafe terlalu menyibukanku.”

“Gwenchana, Suho mengerti. Nanti kita yang akan mengunjunginya jika kau sudah tidak sibuk, arraseo..”

“Jinjjayo?”

“Heum.. jika kau sudah free nanti kita akan atur kepergian kesana.”

Hari dan Minggu pun bergulir dengan sendirinya…

Saat ini Kyuhyun dan Jaehwan sedang memilih-memilih barang yang akan disimpan di kafe. Namja cantik itu memikirkan untuk mengganti beberapa furniture kafe dan untuk itu ia kini sedang berbelanja dengan Jaehwan untuk mengisi dengan yang baru.

“Apa teko ini bagus?” Tanya Kyuhyun.

“Menurutku, lebih baik teko yang itu.” Tunjuk Jaehwan pada salah satu teko yang berukuran sedang dengan design yang unik. Seperti sebuah teko dalam cerita aladin.

“Hahaha.. kau terlalu menyukai dongeng?”

“Ck.. katanya memilih yang unik.” Jaehwan mencebilkan bibirnya.

“Begitu saja marah.. baiklah ambilkan itu, kita beli dua-duanya.”

“Benarkah?”

“Heum.. lagi pula itu kafeku, mengapa kau yang marah dengan pilihanku?”

“Tadi kan hyung menanyaiku?” Sergah Jaehwan.

“Ya.. ya.. miannae, apakah kau lapar?”

“Aku tidak mau memilihkan tempatnya, nanti kau akan mengataiku lagi.”

“Dasar anak kecil, begitu saja marah.” Kyuhyun menarik Jaehwan untuk membayar barang-barang yang sudah dibelinya.

“Jangan marah lagi ya.. nanti ku belikan es krim?”

“Tidak mau.”

“Eum.. es krim dengan topping rainbow jelly?”

“Tidak mau.”

“Ditambah dengan ramyeon?”

“Bulgogi kalau bias.” Jawab Jaewhan denga wajah polos.

“Hahaha… baiklah.. kajja~”

Kyuhyun baru saja menerima pesan Siwon yang mengatakan akan menyusulnya untuk makan siang bersama, Kyuhyun pun meminta Siwon untuk membawa Minhyun bersamanya agar Jaehwan tidak perlu terabaikan. Bisa-bisa Jaehwan kembali marah jika mengetahui Siwon datang dan nantinya ia hanya seorang diri.

“Sudah selesai memesannya?”

“Heum.. dari siapa, hyung?”

“Siwon hyung.”

Jaehwan mengangguk mengerti, ia sempat memperhatikan bagaimana Kyuhyun yang mengusap perutnya saat tak sengaja melihat sepasang suami istri yang dimana sang istri sedang mengandung. Jaehwan menggemgam tangan Kyuhyun.

“Kau pasti akan bisa mendapatkannya, hyung.. jangan menyerah.”

“Aku tidak akan menyerah.”

“Bagus.. itulah Kyuhyun hyung yang sebenarnya.”

“Memangnya selama ini aku seperti apa?”

Jaehwan menggaruk philthrumnya, “Hyung adalah orang yang baik walau manja dan juga suka marah-marah.”

“Yak!!”

“Bukankah aku mengatakan yang sebenarnya?”

Tak lama pertengkaran merekapun akhirnya usai disaat pelayan datang membawa pesanan. Selagi menata makanan di meja, Siwon dan Minhyun pun datang dan duduk disamping istri dan kekasihnya masing-masing.

“Menunggu lama?” Tanya Siwon.

“Makanan baru saja datang, jadi tidak terlalu lama.” Jawab Kyuhyun.

“Kau mengacuhkanku hanya karena makanan, sayang?” Minhyun merajuk karena kini Jaehwan malah sibuk dengan bulgogi yang dipanggangnya dibanding bermanjaan seperti Kyuhyun kepada Siwon dihadapan mereka.

“Kau tak bisa menggombal dengan baik, Minhyun-ah.” Ejek Siwon.

“Aku memang tidak pernah menggombal, hyung. Seluruh ucapanku kepada Jaehwan adalah suatu ketulusan.”

Siwon dan Kyuhyun hanya mengangkat bahunya acuh dan memilih untuk menikmati waktu makan siang mereka. Jaehwan yang tidak tega pun kini menuangkan segelas teh di cangkir Minhyun.

“Sudahlah jangan merajuk, minum dulu selagi menunggu dagingnya matang.”

“Nanti suapkan aku ne…”

Tidak ingin banyak berdebat Jaehwan mengangguk mengerti. Berbeda dengan pasangan Minhyun dan Jaehwan, Kyuhyun kini asik disuapi oleh Siwon.

“Kapan kalian akan meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan?” Tanya Kyuhyun mendadak sehingga Minhyun harus rela tersedak.

“Hyung.. gwenchana?” Jaehwan menyodorkan segelas air putih kepada Minhyun yang segera diambil Minhyun dan ditandaskan dengan segera.

“Adakah pertanyaan yang lebih bisa membunuhku?” Ujar Minhyun sarkas.

“Aku hanya tidak ingin melihat dongsaengku menunggu dirimu terlalu lama.” Kyuhyun menjawab dengan mempertahankan wajah datarnya.

Siwon sendiri enggan untuk ikut terlibat pembicaraan. Ia terlalu tahu bagaimana Minhyun yang banyak perhitungan untuk kehidupan pribadinya.

“Nanti juga kami akan menikah.”

“Kapan?”

“Setelah kami mempunyai keponakan.” Ujarnya final dan membuat gerakkan suapan Kyuhyun pada Siwon terhenti.

Jaehwan yang melihat bagaimana raut wajah Kyuhyun yang berubah menjadi tidak enak hati. Ia tau bagaimana Kyuhyun yang sedari kemarin mendamba bahwa mereka akan segera mendapatkan buah hati.

“Maafkan Minhyung hyung.”

“Ah gwenchana…”

“Aku mengharapkan yang terbaik untuk kalian.” Ucap Minhyun tulus.

“Aku tahu, tapi ini sudah yang ketiga kalinya.” Jawab Kyuhyun dengan wajah sedih yang tidak bisa disembunyikan.

“Mianhae hyung…”

Ya, mereka sudah mencoba hal yang sama untuk ketiga kalinya, namun benih itu tidak bisa bertahan lama dirahim Kyuhyun. Hingga mereka harus mencoba-nya lagi dan lagi. Siwon menggenggam tangan huswifenya dengan lembut untuk menenangkannya namun Kyuhyun membalasnya dengan senyuman.

“Gwenchana Jaehwannie… Siwonnie.. benar juga ucapan Minhyun, jika kalian segera menikah dan nanti kau akan sibuk mengurus Minhyun, aku akan kesepian. Tapi jika kalian menikah setelah aku mempunyai anak, aku akan mendapatkan teman saat kalian nanti sibuk dengan bulan madu.”

Ucapan Kyuhyun membuat rona wajah Jaehwan berubah merah padam, Minhyun tau Kyuhyun hanya menghibur dirinya. Ia pun berusaha untuk mencairkan suasananya kembali.

“Bagaimana jika akhir pekan nanti kita berlibur bersama? Mungkin pantai, atau eum kemanapun.. bukankah kalian terlalu sibuk dengan pekerjaan? Hei… kalian baru saja menikah nikmati waktu bersama, jangan hanya didalam kamar saja.”

“Aku sudah menduga ucapanmu selalu saja mengarah pada kamar Minhyun-ah.. sama saja seperti Siwon hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Kami kan bersaudara.” Minhyun tersenyum hingga menyipitkan matanya membentuk sebuah garis.

Seperti yang sudah direncanakan bahwa pasangan WonKyu dan MinHwan akan berlibur dan mereka mengambil pilihan Jeju untuk menikmati liburan. Segala persiapan sudah diatur dengan baik oleh Kyuhyun dan Jaehwan dari mulai tiket, hotel bahkan rencana yang akan dilakukan selama disana.

“Semuanya sudah dimasukkan dalam koper?”

“Heum.. sudah.. dari semalam aku sudah mengecek persiapan.”

“Calon istri idaman.” Minhyun mengecup pipi Jaehwan yang dibalas dengan tepukan keras di lengan Minhyun.

“Jangan membuatku malu”

“Aw… sayangku…” Minhyun kini memeluk Jaehwan memberikan sedikit kehangatan dikala pagi menyapa dengan kedinginannya.

Keduanya masih menikmati momennya sebelum akhirnya Kyuhyun memaksa keduanya untuk berpisah dan menarik lengan Jaehwan untuk mengikutinya masuk ke dalam bandara.

“Ck… baru saja menikmati kebersamaanku.”

“Kalian belum resmi.” Siwon menjawab cuek dengan menyeret dua koper yang sudah dipastikan milik dirinya dan sang istri.

“Bahkan hyung lebih sering bermesraan dengan Kyuhyun hyung dulu, itu belum resmi juga.” Ucapnya dengan menghentakkan kakinya kesal.

Siwon hanya menggelengkan kepalanya saat melihat childishnya Minhyun. Keempatnya berjalan memasuki pesawat dan segera mengambil tempat duduk yang sudah disediakan. Kyuhyun sendiri memilih untuk duduk didekat jendela, berbeda dengan Jaehwan yang enggan untuk duduk di sebelah jendela dikarenakan ini adalah penerbangan pertamanya.

Seumur hidupnya Jaehwan hanya sering menaiki kendaraan darat bukan kendaraan udara seperti saat ini. Minhyun membawa kepala Jaehwan untuk menyandar pada bahunya.

“Pejamkan mata jika takut dan jangan lupa untuk menggenggam terus tanganku, araseo?” Jaehwan mengangguk dan mengikuti keinginan Minhyun yang tentu menjadi keuntungan bagi dirinya.

Berbeda dengan pasangan Minhwan, Siwon mencoba untuk mengikuti kegiatan Minhyun tetapi Kyuhyun sudah memberikan death glarenya.

“Kenapa? Bukankah itu hal romantis?”

“Bahkan pesawat belum juga berangkat, untuk apa aku memejamkan mata.”

Siwon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Kyuhyun memang selalu mempunyai hal yang menggemaskan untuknya. Hingga Siwon pun mengalihkan perhatiannya dimana ada sebuah tas jatuh didekat kakinya.

“Ah mian…” Ucap si pemilik tas. Dan suara itu, ia seakan mengenalnya.

Merasa terusik Kyuhyun pun mengalihkan pandangannya dari jendela untuk melihat apa yang terjadi, sama seperti Siwon. Kyuhyun pun terkejut saat Stella mengambil tas yang terjatuh itu tepat di kaki Siwon.

“Kalian?” Ucap Stella.

Siwon memalingkan wajahnya pada Kyuhyun.

“Ke Jeju juga?” Tanyanya kemudian

Kyuhyun lebih memilih tersenyum dan langsung memalingkan mukanya kembali melihat keluar jendela, Siwon yang tidak enak hati hanya menjawab seadanya.

“Ya.. dan kau?”

“Ah.. sepertinya liburan ini akan menyenangkan, akupun akan kesana.”

Sepertinya Stella akan kembali berbicara sebelum seorang pramugari yang memintanya untuk segera duduk di kursinya. Siwon tidak bisa melihat bagaimana senyuman kepuasan yang Stella berikan sembari mencari tempat duduknya.

Siwon langsung menolehkan kepalanya ke seberang tempat duduk dimana Minhyun juga melihat semuanya.

“Aku tidak tau jika dia akan kesana.” Ujar Minhyun tanpa suara.

Siwon mendesah malas, ia pun mencoba menarik perhatian Kyuhyun, tetapi Siwon dibuat terkejut dengan Kyuhyun yang memilih untuk melingkarkan lengan pada lehernya dan menyandarkan kepala dibahu kokoh Siwon lalu memejamkan matanya.

“Kau hanya milikku, arraseo.” Ujar Kyuhyun pelan sebelum pergi kedunia mimpinya.

Dan Siwon pun hanya bisa tersenyum tenang.

**

TBC…

Apa yang akan terjadi di Jeju?

Kkk~

Sabar ya? Setelah ini pasti MY BABY!!

With love,

Vie & Ms. Lee

Advertisements

35 thoughts on “Love Thread 3

  1. Kyaaaa,yg sabar kyu ,psti.ntr bakal hamil,, ck psti stella mw merencana kn sesuatu tu , moga aja wonkyu gk bertengkr ad nya stellla ummmma next jgn lma2 hehe fighting ummmma😁😁😁😁😁😁😁😁😁

  2. Sedihh viee,,comeback sj kali ini tanpa siwon,,huhuhu

    Duhh..itu stella mau ngapain tuh,,bikin rusak pemandangan nya kyu
    Are we meant to be kpn apdet viee,,nungguin ituu..moga g ilang idenya yakk buat nerusinnya,,hehehe

  3. Yeehh akhirnya unnie update juga. Yuki kangen banget sama Siwonnie.
    ahh kita samaan unnie,sampai sekarang Yuki masih nyesek banget apa lagi kalau lihat Super junior yg lagi pada promo 😥 😥 😥
    Semangat buat mommy sama daddy bikin baby’a semoga cepet jadi yah.
    Vie unnie bisa ga, si nenek lampir di tendang jauh-jauh??? Sebel banget ,kenapa gangguin Wonkyu mulu sih???
    Gomawo sudah update unnie di tunggu chap selanjutnya. Terus MY BABY -nya mana??? 😀 😀 😀
    Yuki kangen banget sama My Baby, di tunggu updatetannya fughting unnie… …. fighting… sama sequel SPG juga 😉 😉 ❤ ❤ ❤ :-* :-*

  4. Ya ampun itu stella mau ngapain sih… nyebelin pisan. Jangan sampai siwon kemakan rayuannya…kan kasian kyu. Untuk typo awal…kayaknya ga ada,tapi pas pertengahan ada beberapa typo hehe. Di tunggu kelanjutannya dan sehat selalu ya

  5. Hmm stella eperiwer..
    gak ada cowok lain apa ganggu2 siwon mulu..
    kyu tabahkan hatimu.. siwon gak akan berpaling kok..
    untung ada minhwan biar bisa ngehindarin wonkyu dr stella..

  6. Aduh tuh Stella kok bertebaran dimana-mana ya….dia kok tau aja dimana Siwon berada tau2 dia nongol tiba2 kyk jelangkung aja😁😁😀.
    Kyu yg sabar ya, nikmatin waktu berduaan aja dulu sm Siwon puas2in momen berduaannya biar ntar kalo dah punya baby Siwon g ngerasa diduain sm si baby krn alamat waktu berduaannya berkurang kalo dah ada si baby😊😊😊

  7. Stella kok ngintilin mulu yach…
    Rencana apa lgi yg dibuatx….
    Baby kyu yg sabar yach pasti bkalan hamil kok…..
    Eonni jgn lama2 dupdate lanjutannya yach….😊😊😊

  8. Wah wah asyik unnie update lagi..
    Gomawo vie unni ne 🙂

    Hah konfliknya makin runyam aja ini kayanya..
    Belum lagi si pengganggu si kim stella trus blum lg ketidakberhasilan kyuhyun mengandung..
    Kasihan sih baby galau banget pasti dia hah tp untung keluarga dan suaminya itu seorang choi siwon..
    Seorang choi yg begitu mengerti dan menyayangi seorang kyuhyun..

    Ahhhh uda ketebak banget ni si stella pasti ada maksud jahat ini ke wonkyu.. Huh semoga tidak ada masalah yg serius yg menimpa kehidupan rumah tangga pasangan fenomenal sejagat raya ini kkkkk
    Semoga jeju bukan menjadi tempat yg menyeramkan untuk kyuhyun.. Bahaya banget soalnya seorang stella ini..
    Hehe lanjut ya unni ditunggu jugag my baby nya..

  9. kasian kyuhyun semoga bisa cepat hamil ya🙏..knpa stella liburan ke jeju juga sih ,apa dia mau merencanakan sesuatu ?? …semoga hubungan wonkyu slalu baik2 aja ..

    ditunggu chap selanjutnya eonni^^

  10. WAH bener2 dah nih mak lampir stella ada dimana222 heuuu pergi gih balik ke asalnya jan ganggu kebahagiaan orang. Buat siwon sama kyuhyun semangattt bikin debaynya!! Jangan putus asa, selalu berdoa dan berusaha~ kalo rejeki ga kemana kok yihiiw

  11. vie…makasih udah update.. u really know what i’m feel.. #bighug
    haaah..stellaaaa..please stop to make a mess wonkyu..
    semoga di jeju..wonkyu ga tergoda ama stella..dan semoga juga kyu sebenernya lagi hamil (coz sensian)..
    gpp deh siwon ga ikut comeback n sushow kali ini..tapi selesai kyu wamil..sebarkan momen wonkyu di comeback n sushow berikutnya..ha ha haaa… #nyesek sambil #berbesarhati

  12. Adooooh greget….itu si pengharum ruangan koq ada dimana-mana ya, bikes..bikes..bikes😠😠😠 pengen gw gragotin deh mukanya, ngintiiiiiil mulu sama siwonnie😑😑😑awas aja kl dia bikin ulah pas di jeju ntar, gw sumpahin dia jadi pengharum WC sekalian biar dicentelin seharian deket kloset😒😒😒dududu…sedih banget kalo liat momkyu nangis gitu, tenang mom…sebentar lagi pasti akan berhasil dapet debay, anakmu yang tak diakui ini akan selalu mendoakan yg terbaik untukmu dan daddy, yang penting harus sabar dan hati2 sama yg suka ngintil itu☺☺☺, dan unnie…untuk masalah siwonnie itu gak ada yg lebih ngeselin dibanding liat bacotan knetz yg kek orang suci, sekarang siwonnie pun tak ikut promo, kurang sedih apa ELF ini😭😭😭😭, aku cuma berharap masalah cepet selesai dan siwonnie bisa aktif lagi bareng SJ, Fighting buat siwonnie dan SJ✊✊✊

  13. Iiiiihhhhh Syetellla ga tau malu bgt sih bisa2 ngintilin Siwon kmn2 dasar ulet bulu , ternyata babykyu blm di kasih kepercayaan buat pny baby , kalo secara buatan ga berhasil pake cara alamo aja sm Siwon hihihi mudah2an bisa berhasil

  14. udah up ya….
    nggak tau nih…… tu stella di ilangin ngapa ????? pake bim salabim stela anyutin ke papua sana….
    kkkkkk…
    fighting kyuuuuuu

  15. Sebel banget iih ma yeoja gila itu, siwon lagi harusnya tegas donk langsung tolak klo yeoja gila itu ngajak ngomong abaikan aja iiihhh sebeelll pisan

    Gomawo eon udah update, jadi pengen cpt” tau kelajuntannya, penasaran banget, kasian babykyu udah mencoba 3 kali, jadiin donk eon~~

    Yosh ganbatte eon~~

  16. Stella koq sll ada sih… Kesel ih vie..
    Semoga cpt dpt bayi babykyu..
    Dan smoga ceritanya siwon ga hrs pny bayi dri stella yah.. Jgn smpee yah vie..
    Ga mau klo babyukyu dan siwonie pisah..
    Siwon jgn trlalu baik sm stella.. Kasian nti kyu pst cemburu..
    Dtggu Nextnya vie dan jg My Baby.. 😊

  17. Stella selalu mengikuti kemanapun siwon pergi utk merusak hubungan wonkyu. Semoga ksli ini yg dia dpt bukan kepuasan skan rencananya yg berhasil melainkan sebaliknya karna kyuhyun yg tdk akan membiarkan siwon lepas drnya dan wonkyu selalu bs bermesraan didepannya.

  18. Babykyu sabar yaaa teruslah berusaha dengan siwoniemu, yang semangat yaaaa…ahaha benar siwon memang hanya milikmu babykyu…biar stella sama kakek buyutmu aja kkkk…boleh nunggu lanjutannya??? Makasih☺

  19. Duhhh stella beneran pelakor yahh, gatel banget jadi cewe sihh .. minta banget digarukin pake garukan taneman yah wkwk/esmosi/😁😁
    Please semoga rencana buruk stella di jeju buat misahin wonkyu gak akan kejadian.. kasian kan ntar kyu nya sedih 😢~ next chapnya ditnggu yah umma, jangan lama2 😆😆

  20. Wkwkwk…aku salpok. Ikut gemes jg abis baca comment nya chingudeul. Ya harapanku sama lah ama yg lain…buang stela jauh2 ke laut, babykyu cpt hamil n wonkyu hepi ever after. Thank u vie dah update. Btw yg when love is growing jg ditunggu update nya ya 😁😁😁

  21. Waduh…itu knp si panipani…ikut jg…dia jd tukang kuntit ya???!smg ga terjd apa2 sm wonkyu…fan jg akan ada hasil dr lbran mereka di jeju….eonii deul…figthing!!^^v

  22. Stella benar” tidak tahu malu sekali mendekati siwon walau tidak perna di gubris sama siwon dia tetap gencar dekat dengan siwon…. Sepertinya stella menggiti siwon terus makanya dia selalu muncul di manapun siwon ber ada …
    Semoga wonlyu tetap bersama walau banyak rintanggan yang datan dan semoga mereka segera dapat baby 🙂 🙂

    Di tunggu kelanjutan ceritanya vie

  23. Semangat buat Wonkyu, jangan menyerah arra ? 😇😇😇
    Hahaha kpn tu minhyun, jaehwan sdh menunggu itu… Jng lama lama 😆😆😆
    Knp itu stella ikut ke jeju.? Wah bahaya ini… Sdh tau siwon tdk mau, masih aja ngejer trs…. 😯

    —–1315—–

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s