Secret Love (End)


“SECRET LOVE”

Part 02

**

Selamat malam MY Lovely Readers~

Anggap aja Vie baru bangun tidur, update-nya tiba-tiba n nggak jelas.

Tapi baca saja neee~ daripada bosan malam minggu, ahahaha, ato nnton hantu yuuk~

kkk~ Selamat membaca…

*WONKYU*

Lebih dari 30 menit kemudian mobil itu pun berhenti dipinggir jalan tepat didepan sebuah pagar besi yang menjulang tinggi dengan jerjak kecil yang memanjang keatas. Siwon tidak mematikan mobilnya itu namun dengan cepat turun dari depan dan berjalan melingkar ke pintu yang lain.

Dengan lembut namja tampan itu menarik pintu mobilnya dan Kyuhyun yang duduk tenang disampingnya itu pun menurunkan sebelah kakinya lalu keluar darisana dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca.

“Baby…” Ucap Siwon pelan.

“Sampai bertemu lagi, hyung.” Jawab namja itu tanpa melihat wajah Siwon.

“Pikirkan apa yang kukatakan tadi.”

“…..”

“Good nite, baby~ I love you.” Ucap Siwon dengan tulus lalu melihat kesekelilingnya dengan cepat kemudian ia pun sedikit menunduk sampai berdekatan dengan kekasihnya.

Siwon mengecup kening namja cantik itu dengan lembutnya sambil memejamkan mata dan Kyuhyun yang diam saja itu pun ikut memejamkan mata merasakan sentuhan hangat itu. Saat bibir Siwon menjauh, namja tinggi dan putih itu hanya menghela nafas pasrah dan mendengar suara halus dari mobil namja tampan itu yang sudah menjauh.

Dan namja tinggi dan putih itu pun melangkahkan kakinya masuk kedalam halaman rumahnya yang sangat besar. Tidak ada yang tahu selain dirinya, saat setetes cairan bening mengalir kembali dari sudut mata dan membasahi pipinya.

“Why can’t we?” Tanya Kyuhyun dengan wajah sedih.

Karena merasa begitu kelelahan akhirnya Kyuhyun menghempaskan dirinya diatas tempat tidurnya yang empuk itu dan memejamkan mata. Tidak perlu menunggu waktu lama, namja cantik itu pun terbang ke alam mimpi indahnya bersama Siwon.

Keesokan paginya…

Matahari sudah menampakkan sinarnya untuk menerangi pagi yang akan memulai kembali segala aktifitas yang dijalani semua manusia di muka bumi ini.

Salah satunya para pengantar berita yang menyebar surat kabar ke seluruh wilayah dalam jangkauan mereka. Beberapa rumah di perumahan elit korea menerima surat kabar dari langganan mereka, diantaranya termasuk rumah pengusaha di negara tersebut, Cho Younghwan.

Namja paruh baya yang memakai kursi roda itu terlihat sudah bersiap-siap menikmati hari dengan secangkir kopi panas dan beberapa cemilan yang sudah disiapkan maid di rumahnya. Seperti setiap paginya ia akan selalu membaca surat kabar yang sudah diletakkan di meja kecil khusus untuknya di ruang tamu.

“Pers memang tidak bisa menutup mulut mereka.” Ucap Appa Cho setelah melihat berita di halaman pertama itu.

“Lagi-lagi, CEO Choi berdansa dengan pewaris Hwang Corp di sebuah pesta dan mereka terlihat begitu serasi, dipastikan pesta pertunangan akan segera dilaksanakan.”

Judul pertama di surat kabar hari ini membuat Appa Cho mendadak kehilangan minat untuk membaca lebih banyak lagi. Namja paruh baya itu langsung menghempaskan koran itu diatas meja kaca yang ada disana.

Dan saat itu pula Kyuhyun tiba disana dengan pakaian kantornya dan tidak perlu dikatakan lagi, namja cantik itu sudah melihat apa yang tertera diatas kertas bertulisan itu.

“Kyunnie…” Appa Cho tidak menyangka ia sudah ada disana.

“Aku pergi appa.” Jawab Kyuhyun lalu memeluk appa-nya sekilas.

Kemudian namja cantik itu langsung keluar dari rumahnya dengan wajah datarnya yang tidak bisa dibaca. Di saat seperti itu bahkan appa Cho saja tidak bisa membuat wajah polos nan cantik itu untuk tersenyum.

Kyuhyun mengemudikan mobilnya diatas kecepatan rata-rata agar bisa segera tiba di kantornya. Dalam keheningannya itu ia kembali teringat percakapannya semalam dengan Siwon melalui sms.

“Siwon, jangan lakukan apapun.” Kyuhyun mengirimkan pesan singkat itu setelah bisa menenangkan dirinya dengan berendam dikamar mandi.

“Tapi baby, kita akan menghadapinya bersama.”

“Aku belum siap hyung.”

“Kenapa baby, Aku tidak ingin melihatmu terluka karna masalah ini.”

“Daripada itu, aku masih tidak siap dengan tatapan kecewa mereka nanti.”

“Lalu, apa yang harus hyung lakukan?”

“Biarlah seperti ini sampai mereka bisa menerimanya, tiga tahun ini kita sanggup bertahan, kenapa tidak mencobanya lagi.”

“Sampai kapan baby??”

“Entahlah.”

Kyuhyun menggenggam erat stir mobil sambil menggigit bibir bawahnya menahan perasaan. Tanpa pikir panjang ia langsung melajukan mobilnya lagi diatas kecepatan rata-rata menembus jalanan Seoul di pagi hari. Namja cantik itu ingin segera menuju ke tempat yang bisa membuatnya tenang selain bersama namja tampan kekasihnya.

Karena itu begitu tiba di kantor dengan baik Kyuhyun memasang wajah bisnisnya dan berjalan dengan cepat menuju lift agar tidak ada yang menghambatnya. Bahkan saat masuk keruangannya sendiri Kyuhyun langsung menuju pintu ruang atap khususnya dan masuk kesana.

Setelah mengunci pintu itu Kyuhyun mencari minuman dingin yang ada di kulkas kecil lalu segera menuju sofa yang ada di bawah tenda di pinggir atap dan duduk disana. Namja cantik itu menghela nafas lelahnya kemudian kembali menghirup udara pagi yang menyegarkan itu.

Sambil memejamkan mata Kyuhyun menenangkan dirinya dari berita yang sudah menghancurkan mood-nya untuk seharian ini. Tapi harapan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan saat suara dering telefon membuat ketenangannya itu langsung terganggu.

“Siwonnie…” Gumamnya sambil melihat layar tipis itu.

Setelah beberapa saat Kyuhyun matikan suara di hpnya dan kembali meletakkannya di meja kecil itu. Namun tidak menunggu waktu lama hp itu kembali berkelap kelip menandakan telepon masuk dari orang yang sama.

“Aku tidak ingin bicara dulu, hyung.” Ucapnya kemudian berbalik membelakangi benda itu sampai ia tidak melihatnya lagi.

Setelah hampir 13 kali panggilan tak terjawab Kyuhyun melihat hpnya lagi dan beberapa sms sudah masuk kesana dan masih tetap dari orang yang sama.

“Baby, jangan percaya berita itu.” Sms Siwon berisi to the point masalah mereka.

“Mereka selalu ingin menjodohkanku, seperti yang kau katakan.”

“Baby, angkat telfonnya.”

“Aku ingin bicara, jangan begini, My love~”

Tanpa bisa dicegah Kyuhyun tersenyum lembut melihat isi pesan kekasihnya itu. Namun tidak ada niat untuknya membalas pesan itu satu pun karena ia masih ingin menata hatinya yang sedang kacau.

“Yo, kau disini!?!” Ucap seseorang tiba-tiba di belakang membuat Kyuhyun tersentak kaget.

“Hyung!! Kau sembarangan!!”

“Aku punya kuncinya.” Jawab Leeteuk dengan wajah santainya.

“Aku ingin sendiri, hyung.”

“Semua orang punya masalah, tapi hidup tetaplah berjalan, begitu juga pekerjaan, wake up!! Wake up!!” Ucap Leeteuk tidak peduli.

“Aku sedih hyung!!”

“Karena berita koran?”

“Neee~” Jawab Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Memangnya siapa yang peduli? Apa berita itu benar?”

“Tentu saja tidak!!”

“Lalu??” Tanya Leeteuk tenang.

“Dia milikku hyung, kekasihku, hidupku, bukan tunangan dia!!” Jawab Kyuhyun tampan sadar namun merona kemudian.

“Hoo, arraseo~” Wajah tenang itu membuat Kyuhyun ingin mengacaknya.

“Hyung!!”

“Kau sadar dia milikmu, lalu apa yang kau ragukan?”

“Itu…dunia tahu dia hanya sendiri.” Jawab Kyuhyun sambil menundukkan wajahnya. “Aku ingin teriak darisini mengatakannya, tapi kenapa tidak bisa?” Tanyanya melihat hyungnya itu dengan wajah memelas.

Namun begitu sadar, bukan wajah lembut keibuan yang ia dapatkan, melainkan wajah tampan dengan dua dimple yang memesona.

“Siwonnie…”

“Kau menghidar, baby?” Tanya Siwon.

“…..”

“Bukankah kita sudah membahasnya, hm?” Tanya Siwon lagi dan berjalan mendekat lalu duduk dengan menumpu lututnya pada lantai agar sejajar dengan kekasihnya.

“Tetap saja aku tidak bisa menerimanya.” Jawab Kyuhyun menatap mata Siwon dalam.

“Apa pikiranmu berubah? Hyung akan melakukannya.”

“Ani…tidak…aku belum siap.”

Walau sudah tiga tahun, Kyuhyun masih takut untuk menghadapi tatapan mereka pada cintanya bersama Siwon, apalagi tatapan Appa dan Harabeoji Choi.

Siwon hanya bisa menghela nafas berat kemudian bergerak perlahan untuk duduk di sofa itu dan menarik Kyuhyun dalam pelukannya. Namja cantik itu pun langsung menyamankan dirinya didalam pelukan hangat itu dengan memejamkan mata.

Mereka menghabiskan waktu bersama disana sampai Kyuhyun teringat sesuatu.

“Kau tidak kerja, hyung?” Tanyanya.

“Bagaimana hyung bisa tenang bekerja jika kekasih hyung yang cantik ini gelisah?” Siwon balik bertanya dengan senyum manisnya yang memesona.

“Ahh, aku baik-baik saja hyung, pergilah.”

“Jinjja?”

“Tidak baik meninggalkan perusahaan untuk masalah pribadi.”

“Masalah pribadi yang paling penting, tidak ada yang bisa menghentikan hyung.”

“Arraseo, arraseo, pergilah.”

“Kau yakin sudah baik-baik saja?”

“Nee~”

“Jangan hiraukan berita itu, lama-lama juga akan mereda seperti yang sudah-sudah.”

“Nee, aku tahu.”

“Baiklah, hyung pergi, I love you, my love~”

“I love you too.”

Namja tampan itu segera keluar darisana dan bertemu dengan Leeteuk yang sengaja menunggu di ruangan Kyuhyun lalu mengantarnya keluar dari gedung itu. Jika dilihat semua karyawan disana mereka akan berpikir Siwon datang untuk urusan perusahaannya, apalagi namja tampan itu selalu tidak lupa membawa file-file kantor ditangannya.

Dan hari kembali berlalu dengan sendirinya, namun apa yang dianggap masalah sepele itu malah menjadi semakin buruk. Pertemuan CEO Hwang dengan President utama Choi semakin menguatkan berita utama dikoran bahwa Choi Siwon dan Tiffany Hwang akan segera bertunangan.

Bahkan tempat acara itu akan berlangsung, para pers sudah mengetahuinya lebih dulu. Berita itu semua dikeluarkan secara resmi oleh pihak keluarga Tiffany, yeoja cantik yang memang sudah beberapa kali dipasangkan dengan Siwon namun namja tampan itu selalu menolaknya dengan baik.

“Appa, apa semua itu benar?” Tanya Siwon setelah membaca berita itu.

“Seperti yang kau lihat.” Jawab Appa Choi dengan tenangnya.

“Tapi aku tidak pernah menjawab iya tentang hal ini.” Bantah Siwon lagi.

“CEO Hwang terlalu mendesak harabeoji-mu, lagipula kau tidak punya calon bukan, kenapa tidak mencoba saja.”

“Appa…”

“Harabeoji sudah tidak bisa menolak lagi.” Ucap Appa Choi terlihat tidak bisa berbuat banyak dengan masalah itu.

“Tapi…”

“Apa kau sudah punya pilihan?”

“Ahh, i-itu…mmm…”

“Tidak? Lalu apa masalahnya?” Tanya Appa Choi.

“Aku tidak ingin menikah, appa.”

“Apa lagi yang kau tunggu? Kau sudah punya segalanya.”

“Dimana Harabeoji, appa?” Tanya Siwon tidak peduli ucapan appanya.

“Di busan, ada rapat disana, pagi ini.”

“Harabeoji sudah disana?”

“Ne, mungkin sekarang sudah tiba.”

“Mwoo??” Wajah Siwon berubah pucat. “Appa aku tidak bisa bertunangan.” Ucap Siwon cepat.

“Kenapa? Appa lihat tidak ada halangan untuk kalian.”

“Ada!! Appa tidak tahu.”

“Mwoo?”

“Aku harus menemui harabeoji.”

“Mwoo?? Siwonnie…”

Siwon langsung berjalan keluar dari rumahnya tanpa peduli Appa Choi memanggilnya beberapa kali. Ia harus segera memastikan bahwa berita itu tidak akan menjadi kenyataan. Atau kalau tidak seseorang yang ia cintai akan sangat terluka.

“Kyuhyunnie…”

Tiba-tiba saja bunyi sms dari hp-nya membuat Siwon sedikit tersentak dan segera mengambil benda itu di sakunya. Sekretaris di kantornya mengatakan meeting penting mereka akan dimulai jam 8 tepat dan pemilik perusahaan yang mereka terima kerja sama itu sudah ada dikantornya.

“Shit!! Bagaimana ini?” Tanya Siwon entah pada siapa.

Detik selanjutnya ia langsung mengetikkan sesuatu di hp-nya dan segera mengirimkannya pada seseorang yang saat ini bertahta dipikirannya.

“Baby, bisa temui aku dikantor, please~ aku ada meeting.”

Begitu pesan itu terkirim, suara pesan lain masuk ke dalam hp-nya dan saat melihat nama pengirimnya tertera disana, dada Siwon langsung berdegup dengan kencang. Setelah menarik nafas perlahan barulah namja tampan itu membuka dan membacanya dengan perlahan.

“Hyung, aku akan ke kantormu.” Bunyi sms Kyuhyun.

“My baby, kita memang harus bertemu.” Gumam Siwon lalu segera masuk ke dalam mobilnya.

Dan mobil blue metalik itu pun melaju dengan kencang keluar dari Istana Choi.

**

Tidak berapa lama Siwon sampai di kantor dan langsung menuju ruang meeting yang sudah dipersiapkan sekretarisnya. Mereka memang akan mengadakan meeting di pagi hari, supaya jika nanti mereka menemukan kendala bisa diperbaiki dengan cepat.

Dengan kepala yang penuh dengan pikiran pribadinya, Siwon membuka meeting itu dengan mulus dan profesional seperti biasanya. Semua pembahasan berjalan dengan baik dan cermat. Walau sesekali konsentrasi namja tampan itu terpecahkan dengan lirikannya pada jam, tapi semua berjalan dengan lancar seperti seharusnya.

Sampai pada akhirnya lebih dari dua jam kemudian semua selesai tanpa kendala. Siwon langsung keluar dari ruangan itu meninggalkan sekretarisnya menyelesaikan sisanya dengan para pemilik perusahaan itu.

Namja tampan itu berjalan dengan cepat menuju ruangannya berharap kekasihnya tercinta sudah tiba disana. Karena saat ini yang paling dibutuhkan Siwon adalah memeluk namja cantik cintanya itu yang selalu bisa memberikannya kenyamanan.

Namun harapan hanya tinggal harapan karena saat ia membuka pintu ruangan itu, yang terdapat disana bukanlah rambut bulat coklat nan lembut yang sangat disukainya melainkan rambut coklat ikal panjang dan sangat indah.

Iya, sama-sama coklat, tapi bukan itu yang Siwon inginkan.

Begitu mendengar suara pintu terbuka, pemilik rambut coklat itu langsung berpaling dengan senyum manisnya yang memesona. Tiffany Hwang, yeoja cantik yang dikabarkan akan bertunangan dengannya kini berdiri didepannya dengan wajah tidak bersalah.

“Oppa~” Sapanya langsung mendekati Siwon dan mengecup pipinya.

“Tiffany, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon dengan wajah datarnya.

“Aku hanya ingin melihatmu, oppa.” Jawab Tiffany langsung memeluk lengan Siwon dan bergelayut disana.

“Aku sibuk, barusan saja ada meeting.”

“Aku tahu, karena itu biar appa yang mengurus semuanya.”

“Mwo??” Tanya Siwon dengan mata melebar.

“Harabeoji bilang tidak ada masalah, jadi acaranya akan segera dilaksanakan.”

“Mwo?? Tu-tunggu…tidak bisa seperti itu.” Bantah Siwon cepat.

“Oppa tenang saja.”

“Bukan itu maksudnya, Tiffany dengar du….” Ucapan Siwon terhenti suara pintu diketuk dari luar.

Dan dibalik pintu itu menampakkan sekretaris Siwon dengan wajah ramahnya membawa seseorang yang ingin bertemu dengan sajangnimnya.

“Sajangnim, ada yang ingin bertemu.” Ucap yeoja cantik itu lalu berpaling melihat kesampingnya. “Silahkan…” Ucapnya.

Dan seseorang itu langsung melangkah masuk kedalam setelah menganggukkan kepalanya sekilas pada sekretaris itu.

“Kyuhyun-ssi…” Ucap Siwon dengan wajah tidak percaya.

“S-siwon….” Kata-kata Kyuhyun terhenti melihat yeoja cantik yang sangat dikenalnya berdiri begitu dekat dengan Siwon.

“Aku rasa kalian ada pekerjaan, aku akan pergi.” Ucap Tiffany tiba-tiba. “Sampai jumpa, oppa.” Lanjutnya lagi kemudian mengecup kedua pipi Siwon dengan wajah bahagianya.

Tanpa tahu tindakannya itu membuat ribuan jarus tertusuk dihati orang lain yang kini menatap mereka dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.

“Selamat siang, Kyuhyun-ssi.” Sapa Tiffany sambil melewati Kyuhyun yang masih terpaku.

Yeoja cantik itu langsung melenggang keluar dengan santainya namun kembali berhenti di pintu dan memanggil Siwon. “Siwonnie oppa, nanti malam temani aku melihat cincinnya ne.” Ucap Tiffany dengan jelas kemudian menghilang dibalik pintu bersama sekretaris Siwon.

Sementara itu dua namja yang masih bertatapan itu tidak berbicara sepatah katapun apalagi bergerak dari tempatnya. Siwon menatap mata Kyuhyun mencari sesuatu didalam mata bulat nan cantik itu namun tidak ada apa-apa, bahkan kesedihan sekalipun.

Sedang Kyuhyun menatap mata onyc kekasihnya itu untuk memastikan apa yang baru saja ia lihat dan dengarkan itu benar adanya. Saat sudah menemukan jawabannya Kyuhyun langsung meraba sandaran sofa agar tetap bisa berdiri dengan tegak.

“Baby…” Panggil Siwon ikut bergerak.

“Tunggu…” Jawab Kyuhyun sambil mengangkat tangannya menahan Siwon untuk mendekat.

“Baby…kita harus bicara.” Ucap Siwon lagi.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan, hyung.”

“Mwo??”

“Aku datang ingin mengatakan sesuatu.”

“Apa itu?”

“Aku rasa, salah satu dari kita harus mundur.” Ucap Kyuhyun dengan wajah yang tidak bisa dibaca.

“Mwo?? Mu-mundur, ap-apa maksudnya baby??”

“Aku sudah tidak bisa, hyung. Mianhae.”

“Tu-tunggu, baby?? Apanya yang tidak bisa??! Katakan padaku.”

“Hubungan kita sampai disini saja, mianhae.” Ucap Kyuhyun akhirnya dengan jelas.

Kemudian namja cantik itu melangkah keluar dari ruangan itu dengan cepat bahkan tidak peduli apa yang terjadi pada Siwon dibelakangnya. Namja tampan itu tidak bisa bergerak karena terlalu shock dengan kata-kata yang diucapkan Kyuhyun.

Dalam mimpi pun Siwon tidak pernah membayangkan Kyuhyun akan mengucapkan kata itu, apalagi dirinya, tidak akan pernah. Tapi sekarang…

Baru saja Kyuhyun memutuskan hubungan mereka secara sepihak bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya, bahkan disaat hubungan mereka masih baik-baik saja.

“Kyu…baby…” Panggil Siwon akhirnya.

Namun namja cantik itu tidak terlihat dimanapun, langsung saja Siwon berlari keluar dengan cepatnya mencari keberadaan Kyuhyun. Tapi tetap saja kekasihnya itu sudah lebih dulu menghilang saat ia masih terpaku sendirian didalam.

“Shit!! Kyuhyun!!” Panggil Siwon tanpa sadar.

“Tuan Cho sudah turun ke bawah, sajangnim.” Ucap sekretarisnya dibelakang.

“Batalkan semua jadwalku, terima kasih.” Jawab Siwon.

Kemudian namja tampan itu langsung melesat menuju lift yang ada disana dan dengan tidak sabaran menunggu pengganti tangga itu membawanya turun ke bawah. Begitu sampai dilantai dasar Siwon langsung berlari menuju parkiran dan tidak ada satu mobil pun yang keluar dari area perusahaannya.

Tanpa pikir panjang Siwon mengambil mobilnya dan melajukannya diatas kecepatan rata-rata. Walau apapun yang terjadi, ia harus bertemu dengan Kyuhyun dan menanyakan apa yang terjadi pada kekasihnya itu.

“Apa yang terjadi? Tentu saja karena aku terlalu pengecut!!” Siwon memukul stirnya cukup kuat. “Tapi kau sendiri yang tidak ingin mengatakannya, baby…” Ucapnya kemudian dengan wajah memelas.

Dalam hitungan menit ia pun tiba didepan kantor Kyuhyun dan segera menerobos masuk kesana tanpa basa-basi seperti biasanya. Dilantai dasar ia bertemu dengan manager Kyuhyun yang menatapnya dengan kening berkerut.

“Siwon-ssi, ada apa?” Tanya Leeteuk penasaran.

“A-ahku i-ingin bertemu Ky-kyuhyun.” Jawab Siwon kehabisan nafas.

“Lho? Dia pergi ingin menemuimu.” Jawab Leeteuk semakin bingung.

“Dia sudah pulang, hyung~ aku harus bertemu dengannya.” Ucap Siwon lagi membuat Leeteuk langsung melihat kesana-kemari.

“Tapi sejak tadi aku disini, dia belum kembali Siwonnie.” Jawab Leeteuk setengah berbisik.

“Lalu dia kemana?”

“Aku tidak tahu, tapi sebelumnya apa yang terjadi?”

“Kau baca berita hari ini hyung? Kyunnie datang ke kantor tiba-tiba dan memutuskanku.”

“Mwooo???”

“Aku tidak tahu apa-apa hyung, sungguh~”

“Tapi berita itu sudah keterlaluan, Siwonnie~ kalau kau memang sungguh-sungguh, lakukan sesuatu.”

“Itulah yang ingin kulakukan hyung, aku ingin membahasnya bersama Kyuhyun, kami sudah tidak bisa bersembunyi lagi, dunia harus tahu.” Ucap Siwon sungguh-sungguh.

“Mmm, mungkin dia pulang ke rumah.”

“Kyunnie bilang sudah tidak tahan, aku lebih tidak tahan lagi hyung.” Ucap Siwon lalu melesat keluar lagi dari sana.

Namja tampan itu buru-buru kembali dalam mobilnya kemudian segera melaju menuju rumah Kyuhyun. Dan ia harus mendapat jawaban yang sama saat appa Cho yang memang selalu dirumah tidak melihat Kyuhyun kembali kesana.

“Ada apa Siwon?” Tanya Appa Cho ikut khawatir.

“Ahjussi, aku tidak ingin kehilangannya, permisi.” Jawab Siwon membungkukkan badannya dengan sopan, kemudian segera pergi darisana.

Siwon memutuskan untuk mencari disemua tempat sepi yang ada diseoul karena Kyuhyun kekasihnya sangat menyukai tempat sepi dan tenang. Seperti pinggiran sungai Han dan Pantai atau namja cantik itu melarikan dirinya ke tempat game kesukaannya.

Dengan penuh harap Siwon langsung menuju tempat itu dimulai dari sungai Han.

Tanpa ia tahu, orang yang dicarinya sekarang sedang meringkuk didalam selimutnya didalam kamar yang bernuansa putih dan babyblue.

Kyuhyun menyendiri diruang atap kantornya tanpa siapapun yang tahu bahkan Leeteuk sekalipun. Namja tampan itu tidak melihat saat Kyuhyun kembali dan ruangan dongsaengnya tidak berubah sama sekali sejak ia tinggalkan, juga ruang atap itu masih terkunci seperti sebelumnya.

Bahkan sampai malam menjelang dan semua pegawai kantor sudah meninggalkan pekerjaan mereka, Kyuhyun tidak beranjak dari tempatnya. Sejak beberapa jam yang lalu ia hanya tidur atau memejamkan mata dengan airmata terus mengalir dipipinya.

Keputusan yang tiba-tiba itu tidak bisa ditarik lagi karena Kyuhyun benar-benar sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi. Selama ini ia bertahan karena semuanya berjalan mulus tanpa ada halangan, tapi sekarang keluarga Siwon sudah memutuskan masa depan namja tampan itu.

Dan Kyuhyun menjadi penghalangnya.

“Cinta kita tidak akan berhasil, hyung~” Gumam Kyuhyun perlahan dan airmata itu kembali berlinang. “Cinta kita tidak punya pelabuhan, tidak ada tempat untuk disandarkan, hks~”

“Bahkan kau tidak mencoba untuk menghalangiku, kau juga tidak membantah yeoja itu, bagaimana lagi aku bisa bertahan?” Tanya Kyuhyun sambil mencoba bangkit dari tidurnya.

Dengan kepala pusing ia mencari kulkas kecil yang ada disana dan mengambil air mineral lalu meminumnya. Barulah Kyuhyun sadar jika hari sudah menjelang malam dan ia tidak mengatakan apa-apa pada Appa-nya. Dengan cepat namja cantik itu mengetikkan sesuatu di hp-nya agar orangtua satu-satunya miliknya itu tidak khawatir.

Setelah itu Kyuhyun pun menghidupkan televisi layar datar yang ada disana, namun ternyata itu keputusan yang salah. Saat salah satu televisi swasta menayangkan berita eksklusif mereka dengan begitu jelasnya.

“Pasangan serasi yang paling dinantikan negara ini, pewaris kerajaan Choi akhirnya menemukan pelabuhan hatinya.”

Sekali lagi hati Kyuhyun terasa diiris dengan pisau saat video kecil yang ada didepannya kini menampakkan Siwon sedang berjalan bersama Tiffany Hwang memasuki toko perhiasan terkenal yang ada di Seoul.

“Siwonnie oppa, nanti malam temani aku melihat cincin.” Kata-kata Tiffany kembali terngiang ditelinganya.

“Choi Siwon brengsek!!” Kutuk Kyuhyun langsung melempar remote ditangannya kelantai. “Kenapa semuanya harus disiarkan?!!” Tanya Kyuhyun pada benda datar didepannya.

Tentu saja karena Choi Siwon dan keluarganya salah satu pengusaha yang paling disorot dan diperhatikan oleh negara. Karena sebagaian ekonomi negara berasal dari chaebol seperti mereka. Tentu saja mereka akan menilik setiap liku kehidupan keluarga Choi sampai keakarnya.

Dan itulah salah satu alasan Siwon dan terutama Kyuhyun ingin tetap menyembunyikan hubungan mereka yang dianggap akan menghancurkan reputasi keluarga mereka masing-masing, khususnya keluarga Choi.

“Jika seperti ini, keputusanku terlihat semakin benar Siwonnieee~” Panggil Kyuhyun tanpa sadar.

Namja cantik itu kembali membenamkan dirinya disofa empuk itu dan kembali menangis, bahkan Kyuhyun lupa bahwa ia belum makan malam juga siang kemarin. Entah berapa lama ia menangis, sampai akhirnya Kyuhyun tertidur dengan nyamannya.

Keesokan harinya.

Dengan mata yang sangat berat Kyuhyun mencoba bangun dari tidurnya dan menyadari bahwa hari sudah kembali berganti. Kepalanya mengingat kejadian kemarin dan berharap semua itu hanya mimpi buruknya semata.

Tapi saat merasakan hatinya kembali sakit, Kyuhyun yakin semuanya sudah berakhir. Dengan perlahan namja cantik itu mencoba untuk duduk dan melihat selimutnya bergerak turun sampai kepinggangnya.

Seketika Kyuhyun berpaling melihat sekelilingnya, kenapa ia berada didalam kamar? Bukankah ia tertidur di Sofa?

Dan semua tirai kamar sedang itu sudah tertutup dengan penghangat ruangan yang masih menyala. Secepat kilat Kyuhyun keluar dari kamar dan melihat sekeliling ruangan, kaca dinding ruangan itu sudah tertutup rapat termasuk tirainya yang menutupi pandangan dari luar.

Kyuhyun mencari remote yang biasa ia gunakan yang ada dimeja nakas tempat tidurnya. Kemudian keluar lagi dan menekan beberapa angka yang ada disana, dan semua tirai yang menutupi ruangan itu terbuka bergeser kesisi kiri dan kanan. Kyuhyun menekan beberapa angka lagi dan kaca dinding itu pun bergerak terbuka seperti tirai sebelumnya.

Perlahan Kyuhyun berjalan menuju sofa dan menghirup udara pagi sebanyak-banyaknya untuk menenangkan diri. Setelah yakin seseorang sudah masuk melihatnya semalam, Kyuhyun langsung mencari kunci ruangan itu dan keluar darisana.

Langsung saja Leeteuk yang ada diruangannya terperanjat kaget dan melihatnya dengan wajah tidak percaya. “K-kyunnie?!?!!”

“Morning hyung~” Jawab Kyuhyun langsung melewatinya menuju pintu.

“Morning, kenapa kau ada disana? Sejak kapan kau datang? Kyuhyun?”

Tidak satu pun pertanyaan Leeteuk dijawab Kyuhyun karena namja cantik itu sudah menghilang masuk kedalam lift dan turun ke bawah. Namja cantik itu ingin pulang ke rumah dan melihat appa Cho yang pasti sangat mengkhawatirkannya.

**

Dan begitu tiba dirumah, Kyuhyun bisa melihat appa kesayangannya sudah menunggu didepan pintu dengan kening berkerut.

“Appaaa~” Panggil Kyuhyun langsung menghambur memeluknya dengan erat.

“Gwenchana?” Tanya Appa Cho menepuk-nepuk punggung Kyuhyun menenangkan.

“Mmm~ aku ingin tidur saja hari ini, bolehkah?” Kyuhyun balik bertanya.

“Mm, jika itu bisa membuatmu tenang, pergilah~ biar Teuki yang menangani pekerjaanmu.”

“Gomawo appa, aku sayang appa.”

“Appa juga sangat menyayangimu.”

Dengan jawaban itu Kyuhyun merasakan keputusan mengakhiri hubungannya itu semakin benar. Demi menjaga nama baik mereka semua, ia memilih akan mengubur cintanya untuk Siwon, secepatnya.

**

Sementara itu disebuah hotel mewah yang ada di tengah kota Seoul para pekerja terlihat sudah mulai sibuk menyiapkan sebuah perayaan besar. Di berbagai sudut hall besar yang ada dihotel itu dipenuhi dengan rangkaian bunga mawar putih.

Hall yang biasanya bernuansa emas dan kuning itu kini terlihat seperti kerajaan bunga di sebuah negeri dongeng. Beratus kursi dan meja sudah diatur untuk tamu undangan, juga berbagai macam masakan lezat akan disediakan untuk acara penting itu nanti malam.

“Pertunangan Choi Siwon & Tiffany Hwang”

Tulisan besar dari bunga mawar pink itu terpajang dengan jelas didinding utama Hall, siapapun yang datang kesana pasti akan melihat dan membaca tulisan itu terlebih dahulu.

“Semuanya sesuai dengan keinginanku, appa~” Ucap yeoja cantik itu yang bernama Tiffany.

“Apapun untukmu sayang, lebih baik kau pulang sekarang, nanti malam adalah hari besar untukmu.”

“Appa akan langsung ke kantor?”

“Ne, sampai jumpa dirumah, Siwon tidak bersamamu?”

“Mm, ani~ Siwon oppa ingin langsung ke kantornya tadi, aku pergi~” Ucap Tiffany membuat appa-nya mengerutkan keningnya.

Tapi yeoja cantik itu langsung keluar dari tempat indah itu dengan perasaan bahagianya. Dalam beberapa jam lagi ia akan resmi menjadi tunangan dari seorang Choi Siwon, apa ada yang lebih membahagiakan dari itu?

Tidak ada.

**

Sementara itu ditempat lain.

“Siwon, kau harus bersiap untuk nanti malam.” Ucap Appa Choi pada putranya yang baru saja turun dari kamar.

“Ada yang ingin aku bicarakan, appa…” Jawab Siwon pelan.

“Ohh, apa itu?”

“Bisakah Harabeoji ikut mendengarnya?” Tanya Siwon.

“Tentu saja, kami akan menyusul ke kantor, setelah meeting kita bicara.” Jawab appa Choi dengan wajah tenangnya.

Namja tampan itu hanya menatap appa-nya sedikit lebih lama kemudian segera keluar dari rumahnya dengan helaan nafas yang sangat berat. Pikirannya saat ini hanya dipenuhi dengan Kyuhyun yang tidak membalas pesannya satupun. Bahkan namja cantik itu tidak mau mengangkat telefon dari Siwon sekalipun.

“Baby…kenapa tidak menjawabku?” Tanya Siwon saat sudah berada didalam mobilnya. “Aku ingin bicara, kau memang benar, kita harus mengakhiri ini, tidak ada jalan keluar lain.” Ucapnya kemudian dengan wajah yang tidak bisa dibaca.

Setelahnya Siwon segera meninggalkan rumahnya dan menghabiskan waktu hanya di ruang kantornya seharian, setelah meeting bersama appa dan harabeoji. Bahkan ia menolak saat Tiffany mengajaknya untuk fitting baju pertunangan mereka. Semuanya terlalu tiba-tiba bagi Siwon juga Kyuhyun hingga tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Kyuhyun juga sudah memutuskan untuk mundur dari hubungan mereka dan membiarkan Siwon menata masa depan baru yang seharusnya. Mungkin mereka memang tidak ditakdirkan bersama dan Cinta mereka hanya akan menjadi rahasia bagi mereka berdua, selamanya.

**

Dan hari semakin menjelang malam, acara yang dinantikan pun segera tiba. Semua para tamu undangan yang akan menyaksikan pertunangan yang tidak biasa itu sudah memasuki hall utama hotel tempat acara diadakan. Diatas panggung besar yang ada didepan terdapat beberapa kursi untuk keluarga dan disana sudah terlihat orang tua Tiffany dan orang tua Siwon duduk disisi kiri dan kanan pasangan itu yang duduk berdampingan.

Appa Kyuhyun dan Leeteuk yang mendapat undangan juga terlihat hadir dengan senyum bahagia diwajah mereka, namun Kyuhyun jelas tidak ada disana. Siwon hanya bisa menghela nafas lelah untuk kesekian kalinya dan melihat appa Cho yang tersenyum padanya.

Acara pertunangan itu memang bukan acara orang biasa karena saat ini beberapa televise swasta akan menyiarkan ikatan itu secara live. Berpuluh kamera dan reporter duduk siap siaga didepan panggung besar itu dan menanti acaranya dimulai.

“Ayo dimulai…” Ucap Appa Choi pada appa-nya.

Dan pembukaan itu pun dimulai oleh tetua Choi dan dilanjutkan dengan appa Choi kemudian barulah orang tua Tiffany yang memberikan beberapa kata sambutan mereka. Siwon yang terlihat bosan hanya mengitari tatapannya diseluruh Hall dan mencari wajah cantik yang sang dirindukannya saat ini, bahkan ia tidak sadar saat Tiffany memanggilnya.

“Siwon oppa…” Panggil Tiffany untuk kesekian kali.

“Wae?” Tanya Siwon.

“Apa yang kau pikirkan?” Tiffany balik bertanya.

“Tidak ada.”

“Ayo, sekarang giliran kita.”

Namja tampan itu berdiri dengan perlahan lalu membungkuk sopan pada orangtua mereka juga para tamu yang ada disana. Senyuman manis memesona tidak pernah lekang dari bibir Siwon dan terus berjalan sampai mereka berdua berdiri ditengah-tengah panggung besar nan indah itu.

Sementara itu ditempat lain yang menghabiskan waktunya dikantor bahkan tidak ingin pulang ke rumah hanya bisa menatap televisi didepannya itu dengan wajah datar. Suara sms, panggilan masuk dari Siwon sejak tadi pagi tidak satupun ia baca, ia terlalu sibuk meratapi hatinya yang begitu terluka melihat senyum manis itu diberikan Siwon untuk orang lain.

“Hyung, itu milikku.” Gumamnya dengan wajah memelas.

Tiba-tiba saja suara pesan masuk di hpnya membuat Kyuhyun sedikit tersentak dan langsung melihat siapa pengirimnya, karena sebelah hati ia berharap pesan itu dari Siwon. Tapi saat mengetahui itu milik hyungnya, namja cantik itu langsung menghela nafas lelah dan kembali menghempaskan tubuhnya di Sofa.

“Menangis saja sampai tua, anak bayi.” Bunyi sms Leeteuk membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya tidak terima.

Namun saat ingin menutup kotak masuk di hp-nya Kyuhyun melihat sekilas kata-kata dari pesan Siwon terakhir yang tidak dibacanya. Tanpa pikir panjang namja cantik itu langsung membuka pesan itu dan membacanya.

Detik itu juga benda tipis itu jatuh dari tangan Kyuhyun terpaku ditempatnya dengan mulut menganga.

“Siwonnie.,.”

“Jika aku milikmu, datanglah, hanya ini kesempatan kita baby, buktikan bahwa kau milikku, tapi apa benar kau milikku?”

Detik berikutnya Kyuhyun langsung berdiri dan berlari menuju pintu atap dan keluar darisana. “Andwaee!! Siwonnie!! Aku milikmu, aku milikmu!!” Seru Kyuhyun.

Namja cantik itu terus berlari keluar dari gedung itu secepat ia bisa dan menuju mobilnya yang ada didepan loby. Dengan cepat Kyuhyun melajukan mobil audy itu menuju hotel milik Siwon tempat dimana mereka bertemu untuk pertama kalinya.

Sementara itu di hotel.

“Aku sangat berterima kasih pada semua tamu yang sudah hadir malam ini.” Ucap Siwon dengan wajah tenangnya. “Aku juga sangat senang bisa bertunangan dengan yeoja secantik Tiffany, pasti banyak namja lain diluar sana yang ingin berada diposisiku saat ini.”

“Oppa…” Tiffany tidak bisa menyembunyikan rona pipinya.

“Aku tahu kau wanita yang baik Tiff, sebaik ahjussi Hwang.” Ucap Siwon melihat CEO Hwang dibelakang dan menunduk sekilas. “Tapi, aku ingin mengakui dua hal dihadapan kalian semua.” Ucap Siwon lagi.

Semua tamu yang ada disana langsung bertanya-tanya apa yang akan dikatakan namja tampan itu dengan wajah yang begitu seriusnya.

“Mmm, pertama… Tiffany, sejak dulu aku hanya menganggapmu sebagai teman, tidak lebih dari itu, mianhae.” Ucapnya kemudian membuat semua yang disana mengucapkan kata yang sama.

‘Apa yang terjadi?’

“Oppa…kenapa? Kau tidak menyukaiku?” Tanya Tiffany dengan wajah tidak percaya.

“Maafkan aku, aku memang menyukaimu, tapi hanya sebagai teman saja.” Jawab Siwon merasa tidak enak, tapi itu yang harus dilakukannya.

“Kenapa kau tidak mengatakannya? Kenapa harus disini? Seluruh korea…” Tiffany tidak pernah menyangka akan ditolak seperti ini.

“Agar seluruh Korea tahu, ada wanita cantik yang baik hati sedang menunggu pangerannya.” Ucap Siwon menenangkan. “Jangan khawatir, tidak ada yang memalukan dari ini, kita bisa jadi teman baik Tiff, cinta itu tidak bisa dipaksakan.”

“Aku tahu.” Jawab Tiffany dengan wajah tertunduk.

Siwon langsung menarik yeoja cantik itu dan memeluknya dengan erat sambil membisikkan kata-kata menenangkan. “Namja yang lebih baik dariku pasti sedang menunggumu.”

Tiffany tidak menjawab apa-apa namun hanya menganggukkan kepalanya, tiba-tiba seluruh tamu yang ada disana bertepuk tangan dengan meriahnya untuk memberi dukungan pada pasangan yang tidak ditakdirkan bersama itu.

Dan Tiffany pun segera melepas pelukannya dengan senyuman manis lalu segera berjalan kebelakang panggung bersama ummanya, agar tidak ada yang melihat wajah sedih yang disembunyikannya.

Walau sebenarnya Siwon bisa menolak mentah-mentah pertunangan mereka agar dibatalkan, tapi Siwon tidak ingin menyakiti yeoja cantik itu apalagi kedua keluarga mereka, terlebih lagi itu bukan sifat seorang Choi Siwon. Namja tampan itu juga ingin mengambil kesempatan ini untuk membuktikan pada dunia, bahwa kekasih hatinya ada ditempat lain dan sedang menunggunya.

“Lalu, apa hal yang kedua Choi sajang?” Tanya tamu yang duduk dideretan paling depan.

“Ahh, benar~ yang kedua aku tidak memaksa kalian untuk menerimanya, tapi hargai keputusan dan pilihan hatiku ini, dengan itu aku akan sangat berterima kasih.” Ucap Siwon lalu membungkuk 90 derajat pada hampir sebagian namja yang lebih tua darinya itu.

“Sejak dulu, aku sudah memiliki seseorang yang sangat kuinginkan untuk berbagi kebahagiaan bersama dengannya.” Ucap Siwon akhirnya tetap dengan wajah tenang. “Hanya dia yang ingin kulihat setiap pagi membuka mata dan setiap malam saat menutup mata.”

“Sejak melihatnya pertama kali, mataku hanya bisa mencari keberadaannya, aku sudah mencintainya selama 3 tahun ini, tidak mungkin ada yang bisa menggantikannya sampai nanti. Dan hari ini, aku ingin dunia tahu bahwa dia milikku dan aku miliknya.”

“Aku sudah mengatakan akan meninggalkan segalanya hanya untuk bersamanya.” Ucap Siwon dengan lantang didepan seluruh tamu undangannya. “Jika bukan dia, aku tidak bisa.” Lanjutnya dengan senyum memesona.

“Karena itu, kemarilah, Cho Kyuhyun.” Panggil Siwon tiba-tiba sambil melihat pintu depan ruangan itu yang terbuka lebar.

Dan semua orang secara serentak berpaling melihat pintu itu namun tidak ada siapapun yang masuk darisana. Apalagi namja cantik yang dipanggil Siwon, yang tentu saja semua orang mengenalnya juga karena kepintarannya dalam berbisnis.

Yang mereka tidak tahu hanya hubungan yang terjalin diantara keduanya melebihi seorang rekan bisnis.

Menit berlalu namun tetap tidak ada siapapun yang masuk kesana membuat para tamu dan pers sedikit ricuh dengan bisikan mereka. Bahkan kini Siwon terlihat ragu dengan keyakinannya yang mengatakan Kyuhyun akan datang menemuinya, walau apapun yang terjadi.

“Apa yang terjadi?”

“Dimana dia?”

“Kenapa tidak datang?”

“Apa dia menolak?”

Berbagai pertanyaan itu membuat suasana yang ada disana semakin tegang, baik dari Siwon sendiri maupun para tamu yang ada disana. Tidak ingin membuat kekacauan lebih dari ini, Siwon pun mengalihkan perhatian mereka kembali.

“Mungkin memang sampai disini.” Ucap Siwon dengan wajah sedih. “Mungkin aku terlambat mempertahankan semuanya, mungkin semua ini yang terbaik unt….baby…” Panggil Siwon melihat kearah pintu.

“Ter-terlalu banyak mungkin…” Jawab Kyuhyun dengan nafas terengah.

Namja cantik itu berlari dari parkiran mobil yang begitu banyaknya hingga membuatnya kesulitan karena itu ia baru tiba dengan nafas yang memburu. Semua tamu undangan menatapnya dengan wajah tidak percaya, walau begitu namja cantik itu tetap memesona dengan hanya memaka jeans hitam, t-shirt putih dan sweater yang berwarna hitam bintik-bintik putih yang mencapai lututnya.

“My baby~” Seru Siwon langsung turun dari panggung kecil itu dan berlari menghampiri Kyuhyun.

Tanpa ingin menahannya lagi, Siwon langsung memeluk kekasih hatinya itu dengan eratnya dan mengucapkan kata cinta yang berulang-ulang.

“I love you, I really do, my baby I love you.”

“I love you too, mianhae~” Bisik Kyuhyun membenamkan wajahnya dileher Siwon.

“Aku sangat mencintaimu, aku tidak akan pernah menyerah, baby.”

“Aku tahu, Mianhae…hks~” Jawab Kyuhyun sedikit terisak.

Mereka berpelukan saling menumpahkan kerinduan dan perasaan cinta mereka sampai melupakan dimana mereka berada saat ini. Sampai panggilan seseorang membuat Siwon melepaskan pelukannya.

“Siwon, selesaikan acara ini.” Ucap Appa Choi dengan wajah datarnya.

Dengan cepat Siwon meminta maaf dan segera menarik Kyuhyun menuju panggung yang ada disana. Namja tampan itu langsung memasang wajah senyumnya dengan dua dimple memesona menghadap para tamu didepan mereka.

“Seperti yang kalian lihat, dialah cintaku, hidupku, dan duniaku, aku tidak berarti apa-apa jika tidak ada Kyuhyun disisiku, aku harap kalian mengerti, karna walau apapun yang terjadi, hanya Kyuhyun yang aku inginkan.” Ucap Siwon dengan wajah tenangnya lalu berpaling melihat Kyuhyun.

“Karena itu, secepatnya kau akan menikah denganku.” Ucap Siwon dengan begitu jelas membuat mata Kyuhyun kembali berkaca-kaca.

“Itu bukan lamaran, hyung!!” Protes Kyuhyun cepat dengan bibir yang dipoutkan.

Siwon langsung mengambil cincin yang ada dimeja itu dan menyematkannya dijari manis Kyuhyun lalu mengecupnya dengan penuh cinta. Begitu juga Kyuhyun yang menyematkan cincin dijari manis Siwon dan menatap cincin itu dengan seksama.

“Kau hidupku, jangan meninggalkanku, hyung.” Ucapnya perlahan.

“Never.” Jawab Siwon langsung memeluk Kyuhyun dengan eratnya.

Seketika suara riuh tepuk tangan menggema diruangan itu dengan seruan Chukkae saling bersahutan. Para tamu ikut berbahagia dengan pilihan mereka dan tidak ada yang bisa menolaknya saat melihat cinta yang sesungguhnya dimata keduanya.

Sementara para pers sudah mengabadikan setiap moment berharga yang mereka dapatkan itu secara live. Dan secara serentak seluruh negara itu tahu bahwa Choi Siwon sudah bertunangan dengan kekasihnya Cho Kyuhyun.

Harabeoji dan Appa Choi keduanya hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala saat mendekati mereka. Siwon langsung melepas pelukannya dan berdiri tegak menghadap orangtuanya itu membuat Kyuhyun gugup seketika.

Harabeoji Choi langsung mengambil tangan Kyuhyun dan menepuknya perlahan untuk menenangkannya. “Selamat datang dikeluarga ini.” Ucapnya dengan ramah.

“Salahkan Siwonnie tidak mengatakannya dari awal, harabeoji tidak akan salah langkah.”

“Harabeoji…” Panggil Kyuhyun dengan manjanya.

“Upacaranya sudah disiapkan.” Ucap Harabeoji lalu memeluk Kyuhyun yang kehilangan kata-katanya. Itu yang dimaksud Siwon dengan ‘secepatnya menikah.’

Kemudian Appa Choi juga mendekatinya dan memeluknya dengan hangat sebagai bentuk bahwa ia diterima dikeluarga Choi. “Selamat datang Kyuhyun, maafkan kami.” Ucap Appa Choi.

“Tidak apa-apa, maafkan kami sudah menyembunyikannya.” Jawab Kyuhyun.

“Gwenchana, kami mengerti apa yang kalian pikirkan, saat Siwon mengatakan semuanya kami kira ia hanya bercanda, tapi melihat cinta dimatanya saat membicarakanmu, kami yakin Siwon tidak salah memilih dan sekarang kami melihat matamu…semoga selalu bahagia.” Ucap Appa Choi dengan tulusnya membuat mata Kyuhyun kembali berkabut.

“Gomawo ahjussi.”

“Mwo? Tidak salah?” Tanya Appa Choi.

“Gomawo appa.” Ulang Kyuhyun dengan pipi merona.

“Nee, selamat untuk kalian berdua.”

“Gomawo appa.” Jawab Siwon.

Dibelakang mereka Appa Cho bersama Leeteuk mendekat dengan senyum bahagia. Dari awal keduanya tidak ingin ikut campur urusan mereka dan hanya bisa berharap semuanya akan baik-baik saja.

“Jangan menangis lagi.” Ucap Appa Cho membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya tidak terima. “Jaga dia baik-baik, Siwonnie.” Ucapnya kemudian melihat Siwon.

“Tenang saja appa.”

“Selamat untuk kalian berdua.” Ucap Leeteuk memeluk keduanya.

“Gomawo hyung.” Jawab Siwon.

“Jangan buat bayi ini menangis lagi.”

“Hyung!!!”

“Ahahaha~”

Dan pesta tunangan yang meriah itu pun dilanjutkan dengan makan malam bersama, termasuk Siwon dan Kyuhyun yang memulai acara makan itu dengan mengetikkan gelas wine mereka berdua. Dan setelahnya Siwon langsung menarik Kyuhyun keluar darisana menuju parkiran.

Tanpa menjawab semua pertanyaan Kyuhyun, namja tampan itu terus melajukan mobilnya sampai akhirnya tiba didepan gedung kantor Kyuhyun. Keduanya segera menuju lantai atas dan Siwon dengan santainya membuka pintu ruang atap tanpa mengambil kunci dari Kyuhyun.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun saat mereka sudah berada didalam.

“Ne?”

“Kemarin malam kau datang kesini?” Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

“Ne, waeyo?” Dengan santainya Siwon menekan remote dan membuka dinding kaca itu beserta tirainya.

“Siapa yang memberimu kuncinya?” Kyuhyun kembali bertanya dengan tatapan tajam.

“Leeteuk Hyung memberi kunci dan aku menggandakannya.”

“Mwooo?”

“Jika kau merajuk lagi dan mengurung diri lagi, aku sudah punya kuncinya.” Jawab Siwon dnegan wajah tenang.

“Lalu siapa yang mengatakan aku disini?” Tanya Kyuhyun saat Siwon berjalan menuju pinggiran atap dan berdiri disana.

“Kau lihat gedung disana?” Tanya Siwon sambil menunjuk bangunan yang tidak jauh dari gedung itu membuat Kyuhyun melihat kesana. “Darisana aku melihat tirai disini melambai ditiup angin.”

“Mianhae~”

“Setelah membeli cincin bersama Tiff, aku segera kesini dan melihatmu tertidur dengan nyaman.”

“Kenapa tidak membangunkanku?”

“Aku takut kau tidak akan mendengarkanku, baby.” Jawab Siwon berpaling menatapnya. “Aku takut kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu.”

“Hyung…”

“Aku ingin melakukan semuanya secepatnya, aku tidak bisa menahannya lagi, semua orang harus tahu, dunia harus mengetahuinya, bahwa aku jatuh cinta, bahwa aku mencintaimu.”

“Hyung…”

“Karna itu aku akan mengatakannya dengan lantang…” Ucap Siwon lalu menghirup udara dengan perlahan.

Kemudian….

“I LOVE YOU, CHO KYUHYUUUUUUUUN!!!!”

Dan dengan alat yang dibawanya sekali lagi, seluruh negeri itu mendengarnya kata cinta itu yang selalu ingin ia teriakkan pada dunia. Tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung berlari dan memeluk Siwon sekilas dari belakang dengan senyum manisnya lalu namja cantik itu pun berdiri tegak dan melakukan hal yang sama.

“I LOVE YOU, CHOI SIWOOOOOOOOON!!!!”

Dan setelah ini, bisa dipastikan Kyuhyun bisa melakukan semua hal yang pernah ia tanya dalam lagu yang dinyanyikannya untuk Siwon.

“Kau sudah bisa menggenggam tanganku saat dijalan, juga sudah bisa menciumku dilantai dansa.”

“Dan aku sudah bisa meneriakkan pada dunia bahwa aku jatuh cinta, cinta padamu, Siwon hyung.”

Aku bisa melakukan semuanya, seperti itu…

Karena aku, milikmu.

***

EPILOG…

Seminggu berlalu sejak pesta pertunangan yang meriah itu, setiap hari itu pula Siwon tidak pernah menjauh lagi dari kekasihnya Cho Kyuhyun. Setiap ada kesempatan namja tampan itu akan datang ke kantor namja cantik itu dan menghabiskan waktu di atap bersama tanpa peduli pekerjaannya bahkan pekerjaan Kyuhyun.

Setiap hari itu juga Leeteuk, manager sekaligus hyung mereka, akan mengusir Siwon dengan teriakannya yang selalu membahana.

“Aku jadi ingat Tiffany, cincinnya hanya satu.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

Saat ini mereka sedang duduk disofa dengan Siwon memeluk Kyuhyun dengan eratnya dan wajah namja tampan itu bertahta dileher Kyuhyun yang sangat wangi menurutnya.

“Kenapa?”

“Kalian membeli cincin bersama, tapi kau membeli cincin untuk kita.” Kyuhyun melihat cincin perak dijari manisnya.

“Tidak.” Jawab Siwon cepat dan duduk dengan tegak. “Aku membelinya dua pasang, satu untuknya dan satu untuk kita.”

“Mwoo?? kenapa??” Mata Kyuhyun melebar sempurna.

“Hadiah karena sudah mengecewakannya, suatu hari dia bisa memberikannya pada seseorang.”

“Orang itu bisa beli sendiri, kenapa kau sibuk membuang uangmu pabooya!!” Protes Kyuhyun dengan death glarenya sambil meninju perut Siwon beberapa kali.

“Aiih, aigoo~” Siwon meraba perutnya dan menarik tangan Kyuhyun lalu mengecupnya dengan lembut membuat pipi tunangannya itu langsung merona.

“Lebih dari itu sebentar lagi kau akan jadi Samonim Choi, baby.” Gumam Siwon sambil menyusupkan wajahnya dileher jenjang Kyuhyun.

“Jangan panggil aku seperti itu, hyung.” Kyuhyun menengadahkan kepalanya.

“Tentu saja itu panggilanmu nanti.” Jawab Siwon memberi kecupan kecil disana.

“Cukup Kyuhyun saja, atau mereka kupecat.

“Mwoo??”

“Mere…”

“Kembali kekantormu SIWON CHOOOOI~”

Teriakan Leeteuk tiba-tiba mengejutkan keduanya namun membuat Kyuhyun langsung tertawa dengan keras, sementara Siwon yang tidak peduli, kembali menarik kekasihnya itu dan menyatukan bibir mereka dengan lembut membuat Kyuhyun tersenyum dalam ciuman mereka yang penuh dengan cinta dan kebahagiaan.

Tentu saja lebih membahagiakan saat bersama orang yang kita cintai dan seluruh dunia mengakuinya daripada hanya bersembunyi didalam sebuah cinta rahasia.

**The End**

Ahahahahha, semoga memuaskaaaaaan.lelah bener sama ff yg satu ini..tpi harus selesai karena udah jadi setengahnya, sayang ditinggalkan…kkk~

Sampai jumpa di ff lain nee..

Sengaja dibuat dua part, pasti kalian lelah bacanya jika 1 chap ada 14 ribu words, bahkan ada yang bilang nggak selesai dalam sekali duduk..

Jadi Vie potong saja, ahahaha..

Lagipula jika 1 chap hanya 7ribu, jadi gampang dalam pengeditan..ahahahaha. #authormalas.

Sampai jumpa di ff laaain~

With Love,

Vie.

Advertisements

68 thoughts on “Secret Love (End)

  1. Wee aku pikir ada berapa episode gtu sampai mereka menikah dan punya anak,ga taunya cuma dua… ta apalah yg penting wonkyu bersama

  2. Unnie emang keren deh kalo bikin ff wonkyu !!? paling nyess tu pas siwon menyatakan perasaan sama kyu …. makin makin makin cinta sama wonkyu sama unnie juga….. ^3^

  3. Ahh wonkyu,, selamat atas pertunangannya… 💕💕
    Bakal kangen moment mereka deh,, jangan pernah bosen bikin ff wonkyu ya please🙏🙏

  4. Kapan wonkyu GO PUBLICK ttg hubgn mereka yg real hee jd smkin ngarep heeee onnie jgn pernh bosen buat ff wonkyu ne, krn pst byk org yg akn khlgn,,,,,hwaithing ne

  5. Aduhhh~ siwonie yang terlalu romantis hahaha 😀
    untungnya hanya badai kecil yang mengganggu mereka
    hmmmm tetiba jadi kangen moment wonkyu yaa… Harus sabar nunggu 2019 nih TT

  6. akhirnya wonkyu bersatu lagi…
    untung appa & kakek siwon restuin mereka.
    unnie semangat ya buat lanjut ff yang lainnya

  7. Yeyyyyyyy…!!!!So sweet…!!! asalkan kita berusaha..aku rasa.. hasil akan tetap didapatkan.WonKyu… benar-benar bikin deg-degan.Untungnya semua berjalan begitu damai.
    SarangHae WonKyu…

    Gumawo eonni…😂😂

  8. Akhirnya wonkyu bersama dg bebas tanpa harus menyembunyikan pd dunia atas hubungan yg sedang mrk jalani sekarang. Dan bahkan semua telah menerima hubungan mrk termasuk keluarga choi yg menerima kyuhyun dg sngat hangat…

  9. I LOVE YOU VIEEEEEEEEEEEE
    yaayyyyyyy happy ending

    coba dehhh wonkyu mau terbuka soal hubungannya, gak bakalan ada pertunangan dgn tiffany, tuh nyatanya haraboji sm appa choi mau nrima kok, wonkyu sihhh parno duluan hahahaha

    leeteuk cucok dehhh beralih profesi jd satpam kkkkkk

    thanks vieeee
    fighting ^^

  10. Kyaaaa… Setelah berkaca2 ria, akhirnya disuguhi cerita yg manis disini.. Hihihii.. Siwon baik banget ya mau beliin cincin juga buat tiffany. Kyu kyu, sifat perhitungannya gak bisa ilang bentarkah..? Inikan beda cerita ttp aja masih kebawa..
    P.s: yg diatas sie salah yg nulis yg gak bisa move on dari my baby,,…. #digamparKakvie

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s