When The Love Is Growing 7


SPG COVER

Sequel Seven Princes Garden

Chapter 7

**

Yang udah lupa, baca lagi chap 6 gih~ kkkk~

Mianhae nee~ selamat malam My Lovely Readers~

Semoga selalu sehat dan bahagia neee~

Buat yang ulang tahun, beberapa hari kebelakang, mianhae ucapannya datang telat nee~ biasa lagi marahan sama Kuota.

Waktu 4rbu words, mikir keras dapat darimana 2rbu lagi..biar bisa update..ehh ternyata pas selesai udah 7 rbu.. dasaaar~ ternyata tulisan saia memang lebay nee~ ahahahahahaha.. maafkan saja~

Ok deh~ Selamat membaca, karena ini hanya kekonyolan saia~

**

“Baby bertahanlah~” Pinta Siwon benar-benar mengharap.

Leeteuk hanya bisa melihat namja tampan itu bergetar menahan tangis sambil memeluk huswifenya dan ia hanya bisa terdiam dan berdo’a dalam hati agar putranya baik-baik saja.

Sampai akhirnya mereka ada didepan rumah sakit dan Siwon segera keluar dari mobil lalu setengah berlari masuk kedalam rumah sakit itu. Beberapa suster yang melihatnya langsung memberikan bantuan mereka dengan membawa Kyuhyun masuk keruang ICU. (bener gak, au-ah gelap)

Siwon meminta dokter kandungan untuk memeriksa huswifenya itu dengan secepatnya, namun dengan syarat ia harus keluar darisana. Jika tidak bisa berpikir dengan benar Siwon sudah pasti tidak akan meninggalkan huswifenya tercinta didalam sana.

“Umma…” Panggil Siwon dengan wajah kelam.

“Tenanglah, dokter sudah memeriksanya.” Leeteuk tetap terlihat begitu tenang walau dalam hati ia merasa was-was.

“Kenapa Kyuhyun turun dari kamar, dia masih lemah, umma.”

“Ssst~ mungkin dia bosan, tenanglah.”

“Ba-bagaimana jika…baby kami….”

“Berdo’a yang terbaik Siwon, tarik nafas lalu hembuskan, kau terlihat kacau sekali.”

“Aku tidak bisa tenang.”

Tiba-tiba saja hp Siwon berdering tanda panggilan masuk namun namja tampan itu tidak menyadari jika bukan Leeteuk yang mengatakan padanya. Dengan cepat Siwon melihat nama penelpon-nya yang tertera dilayar tipis itu.

“Heechul hyung.”

“Hyung…” Ucap Siwon.

>Kuda paboo!! Kau dimana? Aku dirumah Kyuhyun, kenapa tidak ada orang?”<

“Kami dirumah sakit hyung, Kyunnie pendarahan.”

>Mwo?? Bagaimana bisa?<

“Dia jatuh dari tangga.”

>Mwoo?? Kenapa? Kenapa kau tidak menjaganya?? Lalu bagaimana? Apa yang terjadi? Apa dia luka? Baby, babynya bagaimana?<

“Belum hyung, Kyunnie masih diperiksa.”

>Aku segera kesana.<

Heechul langsung memutuskan sambungannya membuat Siwon terpaku dan melihat hp-nya dengan wajah blank. Leeteuk hanya bisa menepuk-nepuk pelan bahu menantunya itu untuk menenangkannya.

“Mereka selesai.” Ucap Leeteuk kemudian.

Langsung saja Siwon berpaling dan mendekati pintu ICU itu menunggu seseorang atau siapapun keluar darisana. Dan dokter kandungan yang memeriksa Kyuhyun langsung berhadapan dengan wajah khawatir Siwon.

“Bagaimana dok? Bagaimana Kyuhyun dan bayinya?” Tanya Siwon tidak sabaran.

“Anda suaminya?” Tanya yeoja cantik itu yang baru pertama kali melihat mereka.

“Ne…saya suaminya, apa yang terjadi?”

“Syukurlah mereka berdua baik-baik saja, jika terlambat sedikit saja, anda bisa kehilangan salah satunya.”

“Oh Tuhaaan~” Siwon meraup wajahnya dengan kasar.

“Anda tahu ini kehamilan yang tidak biasa, resikonya sangat besar jika anda tidak menjaganya dengan baik.” Ucap dokter itu seperti menegur Siwon.

“Mianhae.” Jawab Siwon sungguh-sungguh.

“Sebaiknya Kyuhyun-ssi dirawat disini sampai dia merasa baikan.”

“Baik dok, apa saya boleh melihatnya?”

“Dia akan dipindahkan, tunggulah sebentar.”

“Ne, terima kasih.”

“Saya permisi.” Dokter cantik itu langsung meninggalkan Siwon dan Leeteuk disana.

Sikap tegasnya itu terlihat seperti dia juga mengkhawatirkan keadaan Kyuhyun dan bayinya. Dan hal itu membuat Leeteuk tidak bisa membantah saat yeoja cantik itu menegur Siwon, karena memang mereka tidak menjaga Kyuhyun dengan baik.

“Siwon, umma hubungi appa dulu.”

“Baik umma.”

Saat itu tempat tidur Kyuhyun didorong keluar menuju ruangannya yang ada di ujung lorong dan Siwon segera mengikutinya. Sementara itu diloby rumah sakit terlihat beberapa namja tampan memasuki loby dengan bawaan mereka yang banyak.

Heechul berjalan paling didepan membawa sekeranjang buah-buahan khusus untuk menjenguk orang sakit, sementara hyung-hyung yang lain membawa bunga dan boneka berwarna pink dan biru untuk menjenguk Kyuhyun disana.

“Dimana ruangannya?” Tanya Ryeowook melihat kesana kemari.

“Siwon bilang diujung lorong.” Jawab Heechul membuka kacamata hitamnya.

“Ahh, itu Teukie umma.” Donghae melihat Leeteuk sedang berbicara ditelepon.

“Kajja~” Hyukjae langsung berjalan menghampiri umma dongsaeng mereka itu dengan cepat.

Leeteuk hanya tersenyum manis saat melihat mereka dan menunjukkan tangannya kearah kiri tanpa suara dan para namja tampan itu pun langsung berjalan kesana setelah menganggukkan kepala mereka.

Begitu sampai disana para namja itu langsung membuka pintu ruangan yang ada diujung lorong itu dengan cepat. Beruntunglah ruangan itu memang milik Kyuhyun karena jika tidak, mereka pasti akan dianggap para namja berwajah tampan tapi terlihat aneh.

“Siwon…” Panggil Donghae setengah berbisik.

“Hyung~ masuklah~” Ucap Siwon dengan senyum sedihnya.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya Hankyung yang juga ikut kesana.

“Aku tidak tahu hyung, aku dan umma sedang berbicara di balkon, tiba-tiba Kyunnie sudah ada dilantai.”

“Mungkin dia terpeleset.”

“Kepalanya pusing dan tidak bisa melihat langkahnya dengan benar.” Ucap Ryeowook menebak kejadian yang benar.

“Bisa jadi, tapi dia tidak apa-apa kan?” Tanya Heechul mendekati ranjang.

“Ne hyung, aku harus menjaganya dengan baik, male pregnant sangat beresiko bagi bayi juga ibunya.”

“Kau pasti bisa.” Jawab Yesung.

“Gomawo hyung.”

“Siwon hp-mu berbunyi.” Ucap Hyukjae saat Siwon tidak menyadari lagi suara hp didalam sakunya.

“Ah, mianhae~” Namja tampan itu langsung keluar darisana untuk berbicara dengan penelponnya.

Para hyung langsung mengelilingi ranjang Kyuhyun dan menatap wajah polos nan pucat itu dengan seksama. Mereka tidak menyangka dongsaeng kesayangan mereka bisa seperti ini karena kepolosannya yang terlalu berat.

“Aku merindukannya.” Ucap Donghae.

“Rasanya kita sudah lama tidak melihatnya.” Jawab Ryeowook.

“Dia paboo karna meninggalkan kita.” Jawab Heechul dengan cueknya.

“Hyung…”

“Benarkan? Setelah menempel pada kita sebelumnya tiba-tiba dia menghindar, takut kita melihatnya, takut kita tidak suka padanya, apa-apaan itu?!!” Heechul langsung mencubit pipi Kyuhyun dengan gemasnya.

Hyung yang lain hanya bisa memekik tertahan melihat kelakuan hyung mereka dan langsung was-was melihat reaksi Kyuhyun. Namun namja imut itu masih terlelap dengan nyaman karena obat penenangya.

“Hyung, kalau dia bangun dan melihat kita, bisa kacau.” Ucap Hyukjae dengan kening berkerut.

“Tidak apa-apa, aku akan mencubitnya lagi jika dia bangun.”

“Hyung!!”

“Wae??” Tanya Heechul cuek.

“Kalian~ jangan ribut disini.” Hankyung menegahi pembicaraan yang akan jadi perdebatan panjang itu.

“Ayo umma, dia masih tidur.” Suara Siwon tiba-tiba masuk kesana bersama ummanya.

“Ahh, kalian disini?” Sapa Umma Choi dengan ramahnya.

Para namja tampan itu langsung beranjak memeluk umma Siwon yang sangat jarang mereka temui karena wanita anggun itu tidak tinggal di Korea. Umma Choi benar-benar tiba secepatnya untuk melihat keadaan menantu kesayangannya itu.

“Selamat datang umma~” Sapa Ryeowook dengan senyum manisnya.

“Gomawo, kalian baik-baik saja kan?” Tanya Umma Choi.

“Cuma menantu umma saja yang tidak baik.” Jawab Heechul asal membuat yang lain menghela nafas mereka.

“Umma tahu, Siwon sudah mengatakan semuanya, karena itu umma pulang.”

“Bagaimana pekerjaan umma?” Tanya Donghae.

“GM disana bisa menghandle-nya, ini yang lebih penting.”

“Umma memang hebat, kami akan menunggu diluar.” Ucap Hankyung cepat dan menggiring para namja tampan itu untuk keluar darisana.

Umma Choi hanya menganggukkan kepala dengan senyum manisnya lalu berjalan menuju ranjang Kyuhyun sementara hyung yang lain melihat mereka sekilas kemudian langsung keluar darisana meninggalkan wanita cantik itu bersama Siwon dan menantunya.

“Umma memang sangat berharap keajaiban ini ada padamu, Chagiya.” Ucap Umma Choi membelai perut Kyuhyun dengan lembut. “Tapi jika itu menyakitimu, apa yang bisa kami lakukan?”

Wanita cantik itu duduk dikursi dan mengambil tangan Kyuhyun lalu menggenggamnya dengan lembut. Saat itu appa Choi, Minho, Leeteuk dan KangIn pun masuk kesana untuk melihat Kyuhyun yang masih tertidur.

“Aku berharap dia akan mendengarkanmu, Mrs.Choi.” Ucap Leeteuk pada besannya.

“Aku tidak bisa menjamin, tapi aku akan melakukan yang terbaik.”

“Mungkin penjelasan dari seorang ibu akan lebih membuatnya yakin dan percaya diri.” Ucap KangIn dengan wajah sedihnya.

“Mungkin kami tidak sepenuhnya mengerti apa yang kalian rasakan karena kami namja, jadi kumohon…tolonglah Kyunnie.”

“Jangan begitu, aku akan bicara dengannya secara perlahan, karena itu aku sudah mengambil cuti selama seminggu. Kalian bisa tenang saja.”

“Gomawo…”

“Yeobo~ kau bisa kembali bersama Minho, anak ini tidak boleh libur lama-lama.” Ucap umma Choi pada suaminya.

“Aku akan menunggu sampai besok.” Jawab Appa Choi dengan yakinnya. “Setelah itu aku akan kembali bersama Mino.”

“Ne, sekarang pulanglah kerumah Siwon dan istirahat.”

“Kalian juga bisa kerumah kami.” Jawab Leeteuk cepat.

“Baiklah, kajja Mino.” Ajak Appa Choi.

Dan mereka pun segera pulang kerumah Siwon karena begitu sampai di Korea, dari bandara mereka langsung menuju ke rumah sakit. Umma Choi langsung berbenah diri di kamar mandi agar terlihat lebih santai kemudian beranjak keluar dari ruangan itu.

“Siwonnie antar Appa kerumah-mu.” Ucap nyonya besar itu.

“Aku tidak bisa meninggalkan Kyunnie, umma.”

“Umma salah meminta Siwonnie sekarang.” Ucap Hyukjae dengan senyum gummy smilenya.

“Umma bunuh sekalipun, Siwon tidak akan beranjak.” Jawab Donghae.

“Tapi…”

“Biar kami yang antarkan umma, nanti kalau Kyuhyun sudah sadar segera kabari kami.”

“Baiklah, hati-hati ne?”

“Neee~”

Para namja tampan itu segera pergi bersama Appa Choi, Minho juga Leeteuk dan KangIn yang akan pulang untuk sementara. Tinggallah disana Siwon dan ummanya yang saling bertatapan tanpa kata-kata.

“Tenanglah~” Ucap umma Choi akhirnya.

“Aku tidak bisa hidup jika terjadi apa-apa padanya umma, bahkan sekarang hidupku begitu hampa karena dia menjauhiku.”

“Ayo masuk, jangan berdiri disini.” Ajak umma Choi masuk kembali keruangan Kyuhyun.

“Apa dia tidak tahu aku bisa mati tanpanya?” Tanya Siwon dengan kening berkerut.

“Sssst~”

“Dia menjauhi kami karna merasa dirinya menjijikkan, kenapa dia sampai berpikir seperti itu?? Dalam hidupku dia begitu berharga walau apapun yang terjadi padanya.”

Siwon menumpahkan segala isi hati yang dipendamnya selama ini pada ummanya. Sebelumnya tidak ada yang bisa ia lakukan karena ia harus terlihat kuat menghadapi semuanya.

Walau sebenarnya yang paling hancur adalah dirinya sendiri.

Cinta dalam hidupnya selama bertahun-tahun ia jaga dan cintai sepenuh hati, tiba-tiba tidak ingin melihat wajahnya lagi. Apa yang bisa Siwon lakukan?

“Bertahun-tahun aku menjaganya dengan sepenuh hatiku, lalu sekarang dia meragukan perasaanku?” Tanya Siwon pada dirinya sendiri.

“Siwonnie…”

“Aku tidak bisa umma~” Siwon menutup wajah dengan kedua tangannya. “Apa yang harus kulakukan? Terlalu sakit jika aku tidak bisa membantunya merasa lebih baik.”

“Tenanglah, umma ada disini, Kyunnie tahu kau sangat mencintainya.”

“Lebih dari hidupku umma.”

“Kyunnie akan mengerti hal itu, umma yakin.”

“Umma tolonglah, yakinkan Kyunnie kalau kita semua mencintainya, walau apapun yang terjadi padanya.” Ucap Siwon menggenggam tangan ummanya dengan erat.

“Kau yakin dia akan mendengarkan umma?” Tanya umma Choi merasa ragu. “Dia paling dekat denganmu, tapi tidak mau didekati, apalagi umma…”

“Dari kami semua, umma yang paling mengerti tentang hal ini, butakhanda~”

“Ne, akan umma usahakan.” Umma Choi menepuk-nepuk pelan tangan putranya itu dengan senyum menenangkan.

“Gomawo umma, jeongmal gomawo.”

Suara lenguhan Kyuhyun terdengar tiba-tiba membuat keduanya terdiam dan langsung melihat tempat tidur namja imut itu. “Nnnnh~ Si-siwonniie~”

“Kau lihat? Dia hanya memanggilmu.”

“Umma, tolonglah, mungkin dia masih tidak mau melihatku.” Bisik Siwon dengan cepat.

Dan umma Choi langsung beranjak menuju ranjang Kyuhyun dan melihat wajah pucat itu berkerut dengan gelisahnya. Sementara Siwon segera bersembunyi dibalik pintu yang terbuka sedikit namun tetap bisa melihat kedalam melalui celahnya.

“Kyunnie~” Panggil umma Choi.

“U-umma~” Panggil Kyuhyun tanpa membuka mata, ia merasa suara wanita itu milik ummanya sendiri. “U-ummaa~”

“Nee~ umma disini sayang, jangan khawatir.” Ucap umma Choi sambil menggenggam dengan lembut tangan menantunya itu.

Dan perlahan Kyuhyun pun membuka matanya untuk melihat dimana ia sekarang lalu berpaling menyadari seseorang sedang menggenggam tangannya dengan lembut. Begitu menyadari itu adalah ummanya Siwon, wajah pucat itu langsung berubah kelam dengan mata yang penuh ketakutan.

“Sssst~ jangan takut, umma disini.” Bisik umma Choi pelan sambil membelai punggung tangannya.

“U-umma…”

“Nee~ umma akan menjagamu.”

“U-mma…”

“Jangan khawatir, terima kasih untuk semuanya chagi, kau memberikan kami kebahagiaan yang tidak ternilai, kami sangat bahagia.” Ucap Umma Choi to the point.

Kyuhyun hanya bisa diam menatap wajah cantik yang penuh kejujuran itu dan mata umma Choi yang berkaca-kaca. Tanpa sadar ia menghembuskan nafas lega dan memejamkan matanya sambil berucap. “Siwonnie…”

Airmata Kyuhyun langsung keluar disudut matanya dan jatuh membasahi wajahnya membuat Umma Choi dengan cepat membelai pipi chubby nan pucat miliknya itu dengan penuh sayang.

“Siwonnie sangat mencintaimu, sayang.”

“Aku juga umma, hks~” Jawab Kyuhyun dengan isakannya.

“Lalu kenapa kau menghindarinya, hm? Apa kau tahu bagaimana sakitnya berjauhan denganmu?”

“Aku tidak pantas untuknya, umma~”

“Jika memang tidak pantas, sudah dari dulu umma membawanya ke luar negeri, apa kau mau dia pergi?”

“Ani, andwae?!!”

“Keuronnika, jangan membencinya.” Ucap umma Choi membuat Kyuhyun langsung membuka matanya.

“Aku tidak, sungguh aku tidak membencinya umma.”

“Mungkin saja kau benci karena dia yang membuatmu seperti ini chagi.”

“Tidaaak~ umma jangan seperti itu.” Wajah Kyuhyun nampak terluka karena kata-kata itu.

Hampir saja Siwon masuk kedalam dan mencegah ummanya, namun saat senyum manis melingkar dibibir wanita cantik itu Siwon pun tetap berdiri ditempatnya.

“Umma hanya tidak ingin kalian seperti ini, Siwonnie sangat terluka dengan penolakanmu, baby.” Ucap umma Choi tanpa segan. “Dia akan melakukan apa saja untuk kebahagiaanmu, walau harus terluka dan dibenci sekalipun.”

“Umma…”

“Tapi kali ini, Umma yakin Siwonnie rela mati demi buah cinta kalian yang ada dirahimmu ini.” Umma Choi mengulurkan tangannya dan menyentuh perut Kyuhyun secara perlahan.

Langsung saja tubuh Kyuhyun menegang seketika namun saat sentuhan itu menghangatkan hatinya, airmata Kyuhyun langsung berlinang lagi tanpa bisa dihentikan.

Entah kenapa, berbicara dengan umma choi membuatnya merasa sedang bersama umma kandungnya yang telah lama pergi. Kata-kata umma Choi seolah menjadi kekuatan baru bagi Kyuhyun yang kehilangan kepercayaan diri dan pegangan hidup.

Bahkan saat bersama psikiater cantiknya Kyuhyun tidak bisa menjawab atau bahkan mengeluarkan isi hati yang sebenarnya, karena yeoja itu adalah orang lain. Bagaimana ia bisa leluasa dengan orang lain sedang yang paling dekat dengannya ia jauhi, tapi sekarang…umma-nya… umma yang tentu saja paling menyayanginya.

“Siwon hyung~” Tangis namja imut itu.

“Ini buah cinta kalian, jangan membencinya, karena dia akan menjadi pengikat kalian selamanya.” Ucap Umma Choi dengan yakinnya.

“Sungguh?? Siwonnie menginginkannya?” Tanya Kyuhyun dengan wajah penuh harap.

“Sejak awal Siwonnie yang paling bahagia dengan ini, tapi harus dipendamnya karena tidak ingin membuatmu menderita.”

“Siwon hyung yang bilang namja tidak akan bisa seperti ini umma, lalu bagaimana aku bisa bahagia menerima semuanya, aku tidak pernah menyangka aku bisa…”

‘Siwonnie pabo!!’ Ucap Umma Choi dalam hati. “Memang tidak semua namja bisa sepertimu baby, hanya beberapa yang istimewa saja diberikan keajaiban ini.” Jelasnya dengan ringan.

“Umma…”

“Kau sangat istimewa, jadi, percayalah~ kami semua mencintaimu apa adanya, bahkan hyung-hyungmu sudah berebut ingin menamai bayi ini, keponakan mereka.”

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Cintailah dia seperti Siwonnie mencintaimu baby, sayangilah dia seperti kau menyayangi Siwonnie, dengan begitu kau akan merasa sangat menginginkannya karena dia begitu berharga.”

“Umma…” Tanpa bisa dicegah mata Kyuhyun kembali berkabut dan mengaburkan pandangannya.

“Umma sangat menyayangimu, chagiya.” Umma Choi tidak bisa lagi menahan airmatanya.

Tanpa merasakan sakit ditubuhnya Kyuhyun langsung bergerak dan duduk perlahan lalu mendekat untuk memeluk umma-nya itu dengan erat. Dan seperti anak kecil lagi namja manis dan menggemaskan itu pun menangis dalam pelukan umma yang selalu dirindukannya itu.

“M-mianhae, jeongmal mianhae.”

“Sssst~” Bisik umma Choi dan memeluknya erat.

Namun tiba-tiba ingatan Kyuhyun kembali beberapa menit sebelum ia berada disini seketika ia pun melepas pelukannya. “Andwae!!” Ucapnya cepat.

“Waeyo??”

“A-aku jatuh umma, aku jatuh ditangga, sakitku…sakitku…” Kyuhyun langsung meraba perutnya dan melihat umma Choi dengan wajah horor.

“Tenang dulu, baby~”

“I-itu…ba-ba-bayi Siwonnie.” Ucap Kyuhyun ragu.

“Bayi kalian baik-baik saja, kan umma sudah bilang tadi.” Ucap Umma Choi tidak bisa menyembunyikan senyumnya.

“Be-benarkah?” Tanya Kyuhyun masih tidak percaya.

“Dokter bilang Siwonnie membawamu kesini dengan berlari, syukurlah kalian berdua baik-baik saja, kehamilan ini sangat rentan, kami harus menjaga kalian berdua dengan sangat baik.” Jelas umma Choi membuat wajah Kyuhyun berubah sendu.

“Mianhae umma, mianhae~”

“Ssst~ Jangan terlalu dipikirkan, kau tidak boleh terbebani chagiya~”

“Si-siwonnie, dimana? Dimana Siwonnie umma?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Siwonnie ada diluar.” Jawab umma Choi membuat Kyuhyun langsung bergerak mencoba untuk turun dari tempat tidur.

“Aku harus melihatnya, aku harus minta maaf, Siwonnie.”

“Chakkaman!!” Cegah umma choi.

“Andwae!! Umma aku harus melihatnya, Siwonnie sangat terluka karenaku, aku harus minta maaf, bawa aku umma!!”

“Siwonnie~” Panggil Umma Choi sambil memegang Kyuhyun agar tidak turun, namun sepertinya namja tampan itu tidak ada lagi disana membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Tadi dia ada disini, tunggu sebentar, biar umma panggilkan.” Ucap umma Choi lalu berjalan menuju pintu.

“Andwae!!” Bantah Kyuhyun.

Dan dibelakang umma-nya itu Kyuhyun langsung berjalan tertatih menyusulnya keluar, namun baru sampai didepan pintu namja cantik itu harus berpegangan dengan kuat pada dinding didekatnya.

“Umma…” Panggilnya dengan suara bergetar.

“Mwo?? Kyunnie, sudah umma katakan…” Umma Choi langsung berbalik dan memapahnya dengan baik. “Dimana Siwon?” Tanyanya melihat kesekelilingnya.

Tidak jauh disana namja tampan itu ternyata sedang berbicara dengan Umma Kyuhyun dan Appa-nya yang baru kembali lagi. Umma Choi langsung memanggil putranya begitu melihat punggung namja tampan itu dari jauh.

“Siwonnie…” Ucap Kyuhyun pelan.

“Dia ada disana, sedang bicara dengan umma dan appa-mu.” Ucap umma Choi membuat Kyuhyun mengangkat kepalanya dan mencari suami tampannya itu.

“Siwonnie…” Panggil Kyuhyun.

“Tunggu disini saja, dia akan kemari.”

“Andwae!! Siwonnie!! Panggil Kyuhyun tidak sabaran.

Namja imut nan menggemaskan itu langsung melepaskan diri dari pelukan ummanya dan mencoba berjalan sendiri. Umma Choi tidak bisa menahannya lagi karena Kyuhyun begitu berusaha untuk lebih dulu sampai pada Siwon yang tidak mendengarkan panggilan mereka.

“Siwonnie!!!” Panggil umma Choi sedikit keras.

Barulah Siwon mendengar dan berpaling melihat ummanya, namun saat Kyuhyun yang lebih dulu terlihat mata namja tampan itu hampir saja keluar dari sarangnya.

“B-baby?!”

“S-siwonnie….” Panggil Kyuhyun lagi.

Langsung saja Siwon berlari dengan cepat dan menghampiri huswife imutnya itu, dan Kyuhyun pun mencoba untuk berlari agar segera tiba didepan namja tampan itu, namun kekuatan mereka jelas berbeda apalagi saat ia sedang tidak baik.

Karena itu begitu Siwon mendekat padanya ia langsung jatuh merosot kelantai dengan kaki yang bergetar. Tapi gerakan relfek Siwon lebih cepat dan menyambut Kyuhyun dalam pelukannya.

“Ani, baby!! Andwae!!” Ucap Siwon saat Kyuhyun tidak membuka matanya.

“Mianhae, Siwonnie, mianhae~” Ucap Kyuhyun setelah beberapa saat sambil menyusupkan wajahnya dileher Siwon.

“Hooo~ Baby!! Waeyo?? Kenapa keluar?!” Tanya Siwon dengan wajah lega.

“A-aku ingin melihatmu, hyung.”

“Ke-kenapa? Hyung bisa kembali, tadi appa dan umma-mu kembali karna umma sedang bicara denganmu mereka tidak jadi masuk.”

Kyuhyun melepas pelukannya dan melihat wajah tampan yang sangat khawatir itu. “Mianhae Siwonnie.”

“Mwo? Waeyo?”

“Mi-mianhae, aku menghidar darimu, mianhae, jeongmal mianhae.”

“Hoo~” Siwon menghembuskan namfas lega dan melihat umma-nya yang sedang tersenyum. “Gwenchana, sekarang kau disini kan? Dalam pelukanku.” Ucap Siwon kemudian dengan senyum bahagianya yang tidak bisa dipendam.

“Siwonnie~” Tangis Kyuhyun dengan sedihnya.

“Tidak apa-apa, jangan menghindar lagi, kita hadapi bersama, hyung mencintaimu, sangat mencintaimu.”

“I-ini…” Ucap Kyuhyun sambil meraba perutnya.

“Baby kita, cinta kita, hidup baru kita, jangan membencinya.”

“Tidak!! Aku tidak.”  Kyuhyun menggelengkan kepalanya cepat.

“Benarkah? Kau mencintainya?” Tanya Siwon dengan wajah berbinar. “Aku sangat menginginkannya, baby.”

“Sungguh? Kau menginginkannya? Kita akan menjaganya?” Kyuhyun kembali bertanya.

“Dengan seluruh hidupku, hyung akan mencintainya.” Jawab Siwon serius.

Langsung saja Kyuhyun memeluk Siwon dengan erat hingga namja tampan itu kehilangan kata-katanya, namun kemudian ia membalas pelukan itu dengan sama eratnya. Betapa hidupnya akan kembali bahagia bersama kehangatan ini dalam pelukannya.

“Hyung…”

“Ne baby?”

“Aku mencintaimu.” Ucap Kyuhyun yakin.

Seketika senyum bahagia tertera dibibir Siwon dan ia memeluk huswifenya itu semakin erat dan membenamkan wajahnya dileher namja imut itu. Leeteuk, KangIn dan umma Choi hanya bisa tersenyum bahagia melihat mereka dan berharap semoga setelah ini Kyuhyun akan baik-baik saja.

Setelah beberapa menit, Siwon bergerak perlahan dan akhirnya berdiri dengan Kyuhyun dalam gendongannya. Langsung saja pipi namja imut itu merona dengan hebat, apalagi disana umma Choi berdiri dengan senyum diwajahnya.

“Ayo bawa kembali ke kamar.” Ucap Leeteuk.

“Umma~”

“Kami tidak akan meninggalkanmu, baby.” Ucap KangIn dengan senyum manisnya.

“Appa…”

“Jangan khawatir, kami semua selalu disampingmu.”

Kyuhyun hanya bisa tersenyum manis dan kembali membenamkan wajahnya dileher Siwon membuat para orangtua itu menggelengkan kepala mereka. Kemudian Siwon segera membawa huswife imutnya itu kembali kedalam ruangan dan membaringkannya disana.

“Istirahat dulu ne?”

“Mmm.”

“Hyung-hyung pasti senang melihatmu seperti ini.”

“Mereka datang?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Selalu, mereka sangat merindukanmu.”

“Mianhae~”

“Ssst~ sudahlah.” Siwon mengecup bibir Kyuhyun dengan cepat. “Istirahat baby.”

“Nee.”

Siwon pun melepas tangan huswifenya itu agar umma dan appa Kyuhyun bisa mendekati putra mereka, namun ternyata namja cantik itu menggenggam tangannya dengan erat.

“Baby…”

“Khajima~” Pinta Kyuhyun dengan wajah memelas.

Siwon hanya bisa menuruti perkataan Kyuhyun karena ia tidak pernah bisa menang dari tatapan memelas nan menggemaskan itu. Kedua orang tua Kyuhyun juga hanya bisa menggelengkan kepala mereka dan mendekati ranjang disisi yang lain untuk melihatnya.

“Gwenchana, baby?” Tanya Leeteuk dengan senyum senang.

“Ne, mianhae umma, appa~” Jawab Kyuhyun sambil menarik tangan Leeteuk dan menggengamnya.

“Gwenchana, kami mengerti, memang jika umma sebenarnya yang menjelaskan akan lebih terasa.” Ucap Leeteuk dengan tenang namun membuat wajah Kyuhyun mengeruh.

“Bu-bukan begitu~ Umma…”

“Jangan khawatir baby, walau bagaimanapun kami orangtua-mu, tidak ada yang lain.” Jawab KangIn.

Kyuhyun langsung menganggukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca karena memang bukan maksudnya untuk tidak mendengarkan mereka, tapi disaat seperti ini memang hanya perasaan seorang yeoja dan seorang ibu yang bisa lebih mengerti.

“Sekarang kau tahu kami mencintaimu?” Tanya Leeteuk dan Kyuhyun kembali menganggukkan kepalanya.

“Jangan bersedih lagi, kami semua mendukungmu.” Ucap KangIn sambil membelai kepala Kyuhyun penuh sayang.

“Gomawo umma, appa~ mianhae.”

“Sekarang istirahatlah, umma yakin kau sudah baik-baik saja.” Ucap Leeteuk dengan yakinnya.

“Ne, umma, aku akan menjaganya disini setiap detik.” Jawab Siwon penuh semangat.

Wajah bahagia tidak bisa disembunyikan namja tampan itu hingga umma Choi dan orang tua Kyuhyun tidak bisa menahan tawa kecil mereka. Kemudian KangIn dan Leeteuk mendekati umma Choi dan mengucapkan terima kasih sekali lagi pada wanita cantik itu.

“Jangan sungkan, dia anakku juga.” Jawab umma Choi.

“Hal seperti ini memang hanya wanita yang bisa memahaminya, karena itu aku sangat bersyukur Kyunnie memiliki dirimu, Mrs.Choi.”

“Aku akan menjaganya seperti kalian.”

“Maksudnya umma?” Tanya Siwon.

“Sudah Umma katakan, umma akan tinggal beberapa hari sampai kondisi Kyunnie membaik.”

“Ta-tapi pekerjaanmu…”

“Appa akan segera kembali setelah melihat Kyunnie sadar, jangan khawatir.” Umma Choi menatap Kyuhyun yang menatapnya tidak percaya.

“Gomawo umma.”

“Mmm~ kha~ kajja kita cari makan, biarkan mereka berdua.” Ucap umma Choi kemudian pada Leeteuk dan KangIn.

Ketiganya pun segera pergi darisana dengan senyum bahagia diwajah mereka dan Siwon langsung mendekati Kyuhyun lalu mengecup bibirnya penuh sayang. Kyuhyun yang tidak menyangka sedikit tersentak namun detik berikutnya mata cantiknya itu pun tertutup sempurna.

“Bogoshipoyo~” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

Kyuhyun langsung menggerakkan tangan dan melingkarkannya dileher Siwon lalu kembali menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang penuh cinta dan kerinduan. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan kebahagiaan mereka saat ini karena kembali mendapatkan belahan jiwa mereka dalam pelukan yang hangat.

Jika ia tahu dari awal, Siwon sudah meminta umma Choi untuk segera menemui Kyuhyun dan menjelaskan semua hal itu secara perlahan namun jelas dan namja cantik itu akan bisa menerimanya. Walau begitu, kedatangan umma-nya dari jauh memberikan hasil yang luar biasa dan sekejap saja Kyuhyun sudah kembali padanya.

“Jangan menghindar lagi baby~ hyung tidak sanggup.” Ucap Siwon setelah beberapa saat.

“Ani, mianhae~”

“Mmm, apa yang kau rasakan sekarang?”

“Tidak ada.”

“Tapi perasaanmu baik-baik saja?” Siwon mengamati wajah putih nan pucat Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Aku merasa sedikit lebih lega dan akan menerima semua ini.”

“Jinjja?? Hyung akan selalu bersamamu.”

“Aku tahu.” Jawab Kyuhyun membuat Siwon mengecup bibir merahnya sekali lagi.

Namun dengan cepat melepaskannya saat kegaduhan terdengar dipintu ruangan mereka dan begitu melihat para hyung tampan nan aneh itu sudah masuk berjejal kedalam. Siwon hanya bisa tertawa kecil dan ingin beranjak untuk menyambut mereka, tapi Kyuhyun masih menggenggam tangannya dengan erat.

“Baby….”

“Jangan pergi kemanapun.” Ucap Kyuhyun dengan wajah memohon.

“Baiklah~” Jawab Siwon kemudian berjalan melingkari tempat tidur lalu menaiki ranjang itu dan berbaring menyamping disisinya.

Kyuhyun langsung membenamkan wajahnya yang tersenyum senang didada suaminya itu membuat Siwon melihatnya dengan mata berbinar gemas, namun para namja tampan yang baru masuk kesana langsung mendecak kesal melihat dua merpati yang sudah kembali bersama itu.

“Beginilah kalau sudah baikan, pasti tidak mau lepas.” Ucap Heechul dengan smirknya yang menjengkelkan.

Kyuhyun hanya berpaling melihat mereka sekilas lalu kembali memeluk Siwonnya dengan wajah tidak peduli, langsung saja mereka semua menyerbu tempat tidur dan menjitak kepala Kyuhyun penuh sayang. Walau tidak sakit namun dilakukan berkali-kali membuat namja imut itu melakukan protesnya.

“Aku lagi sakit hyung!!!”

“Kami tahu, baby tapi itu balasan sudah membuat kami khawatir.” Jawab Donghae.

“Kami sangat merindukanmu, Kyunnie.” Ucap Ryeowook.

“Mianhae~” Jawab Kyuhyun cepat membuat mereka terpaku.

“Kau sudah baik-baik saja, magnae?” Tanya Hyukjae.

“Ne, aku baik-baik saja.”

“Berarti kami sudah bisa menamai calon keponakan kami kan!??!”

“Andwae!!” Bantah Kyuhyun dengan cepat.

“Waeyo!??!”

“Dia milik Siwon hyung, hanya Siwon hyung yang boleh.” Jawab Kyuhyun dengan wajah polosnya membuat para hyung menganga.

“Mwoooo?” Koor mereka bersamaan.

“Tidak bisa!!” Jawab Heechul cepat.

“Mwoo??”

“Dia keponakan kami, jadi dia harus memakai setiap nama yang akan kami berikan.” Ucap Heechul penuh percaya diri.

“Maksud hyung, dia akan punya 8 kata hanya untuk namanya??” Tanya Siwon tidak percaya.

“Nee~” Jawab mereka bersamaan samil menganggukkan kepala membuat mata Kyuhyun melebar.

“Maldo andwae!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Baby…”

“Bagaimana mungkin dia punya 8 kata nama, hyung?” Tanya Kyuhyun dengan wajah horror-nya.

Siwon langsung berpaling menatap para hyungnya dengan tatapan tajam membuat mereka hanya tertawa kecil sambil cengengesan. Namja tampan itu hanya bisa menghembuskan nafas lega dan harus menenangkan huswife imutnya itu.

“Mereka hanya bercanda, dia cuma akan punya dua kata.” Ucap Siwon dengan tenangnya.

“Mwoo? Kau sudah punya nama?” Tanya Hyukjae tidak percaya.

“Sudah, kalian jangan khawatir.”

“Jiaaaah~” Nada kecewa terdengar dari para namja tampan itu namun mereka berdua tidak peduli.

Kyuhyun langsung berpaling kembali dalam pelukan Siwon dan menghembuskan nafas leganya, ternyata benar bahwa semua hyung yang sangat disayanginya itu benar-benar menerima apapun keadaannya.

“Hyung, bisakah kita pulang?” Tanyanya kemudian.

“Tapi kau masih harus dirawat baby.”

“Dirawat dirumah saja, andwaeka?” Tanya Kyuhyun lagi dengan mata mengerjap.

“Hyung akan konsultasi dulu, bagaimana baiknya.”

“Aku mau pulang, hyung.”

“Neee~” Jawab Siwon menyerah.

Kemudian segera turun dari tempat tidur untuk menemui dokter yang merawat Kyuhyun untuk menanyakan perkembangan huswifenya itu. Karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan dokter itu pun mengizinkan mereka pulang setelah menghabiskan cairan infus yang masih ada didalam botol yang tergantung dikamar Kyuhyun.

Setelah menunggu hampir dua jam kemudian Kyuhyun benar-benar sudah tidak tahan lagi berbaring didalam ruangan putih yang penuh dengan bau obat itu. Akhirnya karena namja cantik itu terus mendesak untuk pulang dan berjanji akan dirawat dirumah saja, Siwon pun mengalah dan menuruti kemauan huswife cantiknya itu.

Orang tau Kyuhyun dan Siwon hanya bisa menggelengkan kepala mereka dan memilih pulang lebih dulu bersama barang-barang namja cantik itu. Beberapa suster sudah masuk ke ruangannya membawa kursi roda untuk membantu namja cantik itu lepas dari botol infusnya.

Namun saat ingin turun dari tempat tidur Kyuhyun mencoba sekuat tenaga namun badannya benar-benar terasa lemas, padahal cairan infus sudah banyak yang masuk kedalam tubuhnya. Siwon yang melihat gerakan lambat itu langsung mendekatinya dengan wajah khawatir.

“Waeyo baby?”

“Aku tidak kuat, hyung~ tubuhku lemas seperti tidak ada tulangnya.” Jawab Kyuhyun dengan wajah polos.

“Apa yang terjadi? Kenapa? Sejak kapan?”

“Dari awal aku memang tidak punya tenaga, tapi sepertinya ini semakin berat.”

“Aigoo~ tunggu disini, hyung panggilkan dokter saja.”

Akhirnya Siwon kembali menidurkan huswife-nya itu lalu segera berlari mencari dokter yang merawat Kyuhyun sebelumnya. Dokter kandungan yang sudah ditujukan untuk Kyuhyun langsung mengambil alih tugasnya akan merawat dan menjadi dokter namja cantik itu sampai ia punya baby nanti.

“Dok, tubuhnya lemas semua seperti tidak ada tulang, apa yang harus kulakukan?” Tanya Siwon dalam perjalanan mereka.

“Mungkin hanya disaat awal kehamilan saja.”

“Mwo?”

“Sebagian orang akan mengalami berbagai gejala baru karena kehamilan mereka, jangan khawatir.” Ucap Dokter cantik itu dengan senyum menenangkan.

Saat itu mereka sudah tiba didalam ruangan Kyuhyun dan namja imut itu sedang meringkuk seperti bola diranjangnya sambil memeluk perutnya protektif.

“Baby…” Panggil Siwon.

“Hyung…”

“Kyuhyun-ssi, saya doktermu sampai 9 bulan ke depan, mari berusaha bersama.” Ucap Dokter itu sambil mengulurkan tangannya.

Kyuhyun hanya melihat sebentar kemudian menyambut uluran tangan itu sambil tersenyum malu dengan pipi yang merona. Kemudian yeoja cantik itu pun segera melakukan tugasnya memeriksa Kyuhyun dengan seksama, setelah selesai ia hanya tersenyum simpul sambil menepuk tangan namja imut itu.

“Jaga diri baik-baik ne? Kalian baik-baik saja.” Ucapnya pelan.

“Mwo?? Benarkah” Tanya Siwon tidak percaya.

“Mmm, mungkin Kyuhyun-ssi akan mengalami kelemahan yang luar biasa karena ini kehamilan pertamanya, mungkin juga ia harus selalu berada ditempat tidur, karena itu saya harap Siwon-ssi bisa menemani dengan sepenuh hati.”

“Pasti dok.”

“Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Ucap dokter itu dengan senyum manisnya.

“Jinjja?”

“Ne, kalian boleh pulang, saya akan selalu datang untuk melihat perkembangannya nanti.”

“Gomawo dok, jeongmal gomawo.”

“Ini hadiah kalian, semoga akan menjadi kebahagiaan yang besar.” Ucap dokter itu melihat mereka berdua dengan senyum menenangkan.

“Nee, gomawo~” Siwon tidak bisa menyembunyikan senyuman bahagianya apalagi saat pipi Kyuhyun merona mendengar pernyataan dokter itu.

Dan setelah dokter itu pergi, Siwon langsung memakaikan coat pada Kyuhyun dan membalutnya agar tetap mereasa hangat. Selanjutnya, daripada meletakkan Kyuhyun diatas kursi roda dan mendorongnya ke bawah, Siwon memilih mengangkat huswifenya itu bridel style membuat Kyuhyun memekik terkejut karena tidak menyangka.

Namja tampan itu langsung tertawa senang lalu segera keluar dari kamar Kyuhyun dengan langkah ringan menuju lift yang ada disana. Bahkan saat mereka tiba dilantai dasar, para yeoja yang ada disana langsung berbinar dan berseru senang melihat namja tampan itu begitu hebatnya.

“Bahagianya bila menjadi Kyuhyun-ssi.” Ucap salah satu perawat yang mengenal Kyuhyun.

“Kau lihat wajahnya, itu terbenam dileher Siwon-ssi karena sudah sangat merah merona.” Sahut yang lainnya.

“Mereka sangat serasi, aku iriii~”

Siwon hanya memasang wajah tampan dengan senyum tidak pedulinya sementara Kyuhyun bersembunyi dilehernya dengan pipi merona dan jantung yang berdegup kencang. Bahkan sampai didalam mobil Siwon tidak menurunkannya untuk duduk di jok mobil, tapi Kyuhyun bertahta dengan nyaman diatas pangkuannya.

“Hyung, apa-apaan ini?” Tanya Kyuhyun dengan dagu dibahu Siwon.

“Kau tidak akan turun sampai ketempat tidur rumah kita.” Jawab Siwon dengan senyum bangganya. “Ohh, kita pulang kemana?” Tanyanya kemudian.

“Ke rumah kita.” Jawab Kyuhyun tanpa perlu berpikir lagi.

“I love you~” Bisik Siwon senang.

“Mm, I love you too.”

“Hyung akan menjagamu dengan baik baby~”

“Aku tahu.”

Akhirnya namja imut itu hanya bisa menyamankan diri diatas pangkuan suaminya itu karena tubuhnya benar-benar tidak bisa digerakkan dengan leluasa.

Siwon yang paling bahagia hanya bisa memainkan jemari Kyuhyun sambil bersandar di jok mobil dan memejamkan matanya. Dengan begitu Kyuhyun juga bisa ikut bersandar didadanya dan memejamkan matanya menikmati pelukan hangat itu lagi.

“Aku sangat merindukan ini.” Ucap Siwon tiba-tiba.

“….”

“Kehangatanmu, memelukmu seperti ini.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun membuka matanya dan menengadahkan kepala untuk melihat wajah tampan itu namun hanya lehernya yang terlihat.

Karena merasa Kyuhyun sedang menatapnya, Siwon pun membuka mata dan meliha t wajah cantik itu begitu dekat dengannya. “Aku selalu merindukannya.” Ucapnya lagi.

Tanpa sadar tangan Kyuhyun tergerak untuk menyentuh pipi namja tampan suami yang sangat dirindukannya. Perlahan namun pasti Kyuhyun meraba pipi Siwon dan kembali menatap wajah yang sungguh tampan itu.

“Aku…” Ucap Kyuhyun pelan. “Bogoshiposoo~”

“Nado baby~ hyung sangat merindukanmu~” Jawab Siwon sambil membelai pipi Kyuhyun dengan lembutnya.

Tanpa bisa dicegah wajah mereka pun semakin lama semakin mendekat hingga kedua bibir mereka menyatu dengan lembutnya. Siwon sangat ingin melakukan ciuman itu lebih dalam lagi, tapi karena tubuh Kyuhyun sedang tidak baik, namja tampan itu hanya membiarkan huswifenya menikmati ciuman lembut penuh cinta itu.

Namun tiba-tiba setetas air hangat terasa menyentuh pipinya membuat Siwon langsung membuka mata. Dan air hangat itu merupakan airmata Kyuhyun yang keluar saat namja imut itu memejamkan matanya.

“Sssst~ jangan menangis.” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

“Mianhae~”

“Hyung akan selalu bersamamu.” Ucap Siwon sambil menangkup kedua pipi Kyuhyun dengan lembutnya.

“Mmm~” Gumam Kyuhyun sambil menyusupkan wajahnya dileher Siwon karena pipinya yang merona.

Siwon hanya bisa tertawa kecil dan memeluk huswifenya itu dengan erat dan menikmati kebersamaan mereka dalam kesunyian.

Tidak berapa lama setelah itu akhirnya mobil mewah mereka memasuki resident Valemorint dan tiba didepan rumah Siwon. Namja tampan itu berusaha dengan perlahan mengangkat Kyuhyun keluar dari mobil karena sejak beberapa menit yang lalu huswifenya itu sudah terlelap.

Didepan pintu rumah Appa dan Umma Choi, Leeteuk dan KangIn sudah berdiri menunggu mereka bersama maid-maid yang bekerja disana. Begitu melihat Siwon masuk, maid ahjumma langsung mendekati namja tampan itu untuk melihat Kyuhyun.

“Kami sangat merindukannya, tuan muda.” Ucap maid itu.

“Gomawo ahjumma, Kyunnie juga pastinya.”

“Ayo, kamarnya sudah kami rapikan.” Ucap maid itu kemudian.

Siwon langsung berjalan menaiki tangga kamarnya sementara para orang tua beranjak menuju ruang tamu untuk berbincang-bincang.

Di kamar mereka Siwon membaringkan Kyuhyun diranjang dan menyelimutinya dengan baik. Maid ahjumma melihat dengan wajah bahagia saat Siwon mengecup kening huswifenya itu penuh sayang.

“Aku harus menjaganya dengan baik.” Ucap Siwon dengan senyum manisnya.

“Kami akan membantu, tuan muda.”

“Gomawo, ahh~ nanti jika Kyunnie bangun tolong buatkan makanan untuknya.”

“Arraseo~”

“Mmm, bisakah ahjumma disini sebentar, aku ingin ke kamar mandi, aku takut jika… mmm, Kyunnie bangun tidak ad…”

“Saya akan disini, tuan.” Jawab Ahjumma maid dengan cepat.

“Hanya sebentar, gomawo.” Ucap Siwon cepat lalu berlari menuju kamar mandi.

Ahjumma maid langsung mencari kursi santai yang ada dikamar itu dan mendekatkannya pada tempat tidur Kyuhyun lalu duduk disana dengan nyamannya. Ia tidak bisa berpaling dari wajah tidur yang damai seperti bayi itu sampai seseorang masuk kesana ahjumma maid tidak menyadarinya.

“Ahjumma…” Panggil Umma Choi pelan.

“Ah, nyonya besar.”

“Turunlah, biar aku disini, kami akan makan malam bersama.” Ucap Umma Choi pelan.

“Baiklah, apa orangtua nyonya muda juga ikut?”

“Ne, mereka juga ikut, bersama hyung-hyung yang lain.”

“Ahh, arraseo, saya akan siapkan.”

Ahjumma maid langsung keluar dari kamar itu dengan wajah berbinar, sepertinya secara tidak sengaja mereka akan merayakan kembalinya nyonya muda mereka ke rumah itu.

Umma Choi hanya menggelengkan kepalanya lalu segera duduk ditempat ahjumma tadi, ia juga terus menyusuri wajah cantik Kyuhyun dengan seksama. Namun saat kening namja imut itu terlihat sedikit berkerut, Umma Choi langsung mendekati Kyuhyun dan membelai keningnya secara perlahan.

“Tidurlah~” Bisiknya pelan.

Dan Kyuhyun benar-benar kembali tidur dengan belaian lembut dikepalanya yang terasa sangat nyaman.

Sampai akhirnya Siwon keluar dari kamar mandi terlihat begitu segar dan cemerlang. Umma Choi hanya bisa tersenyum bangga melihat ketampanan yang dimiliki putranya itu.

“Umma?” Tanya Siwon begitu melihatnya.

“Ahjumma harus menyiapkan makan malam, kita semua akan makan malam disini.”

“Ohh, arraseo~ Kyunnie?”

“Sepertinya tidurnya sangat nyaman.” Ucap umma Choi santai dan Siwon melihat tangannya masih bermain-main dirambut huswifenya itu.

“Dia tidak akan bangun dalam waktu yang dekat.”

“Ahahaha, dia manja ne?”

“Sangat, tapi dia sendiri tidak sadar.”

“Ahahaha, dia memang sangat menggemaskan, ohh~umma juga mau mandi.”

“Minho eoddiseo?”

“Ada dirumah hyung kalian, entah dirumah siapa.”

“Ahahaha, dia akan pulang?”

“Ne, appa sudah memesan tiketnya, ya sudah, jaga dia ne?”

“Nee~”

Umma Choi segera turun darisana dan meninggalkan Siwon untuk menemani huswife imutnya yang sangat nyama dalam tidurnya. Namja tampan itu langsung duduk dikursi yang sudah diambil maidnya tadi dan memilih untuk membaca buku sambil menunggu Kyuhyun bangun.

Dan ternyata sampai acara makan malam pun namja imut itu masih terlelap dengan nyamannya. Sepertinya tidur panjang itu pengaruh dari kehamilan Kyuhyun yang hampir memasuki bulan kedua.

“Sehat terus baby, hyung akan menjagamu.” Ucap Siwon dengan sungguh-sungguh.

Saat itu suara pintu yang terbuka menandakan seseorang memasuki kamarnya yang begitu sepi. Siwon tidak perlu berpaling melihat orang itu karena suara panggilannya yang ia dengarkan.

“Ada apa ahjumma?”

“Semua sudah berkumpul, tuan muda turunlah untuk makan.” Ucap maid ahjumma.

“Tapi Kyunnie belum makan, ahjumma.”

“Tuan muda makanlah sedikit, nanti jika Kyunnie bangun tuan bisa makan lagi menemaninya.” Ucap Ahjumma maid dengan cerdas.

Siwon terlihat tampak berpikir sebentar kemudian menganggukkan kepalanya. “Baiklah, ahjumma tunggu disini?”

“Ne, turunlah.”

Dengan cepat Siwon turun ke bawah dan mendapati ruang makannya dipenuhi dengan banyaknya manusia. Hyung-hyung yang diundang umma-nya sudah tiba dan mengerubungi meja.

“Hai~ Siwon~ mana Kyunnie?” Tanya Donghae begitu melihatnya.

“Masih tidur, hyung~ sepertinya dia kelelahan.”

“Nee, ayo makan.”

Siwon langsung mendekati dongsaeng satu-satunya Minho dan mengacak rambutnya penuh sayang. Walau mulutnya mendecak kesal, tapi Minho tahu hyungnya itu sangat menyayanginya.

“Selamat makan semuanya~” Ucap Siwon dengan senyum memesonanya.

Dan tanpa menunggu lagi, mereka semua menyantap hidangan ala hotel bintang lima itu dengan lahapnya. Siwon hanya memakan beberapa suap dan mengakhirinya dengan cemilan, sementara yang lain memakan semua yang ada disana dengan wajah bahagia mereka.

“Bagaimana perkembangannya, Siwon?” Tanya Hankyung saat mereka selesai.

“Belum tahu hyung, Kyunnie mengatakan akan menerima keadaannya, dan kami akan membesarkan bayi kami bersama.” Ucap Siwon dengan senyum merekah memamerkan dimplenya.

“Kau sangat bahagia, huh?” Tanya Donghae meninju bahunya.

“Tentu saja Hae-ah, dia akan menjadi daddy~” Jawab Hyukjae ikutan menggoda Siwon.

Namja tampan itu langsung tersenyum malu sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal. Walau samar tapi pipinya pun terlihat merona mengatakan kebahagiaannya bukan pura-pura.

“Kami ikut bahagia untuk kalian, semoga Kyunnie dan baby-nya sehat selalu.” Ucap Hankyung mengangkat gelas wine-nya.

“Gomawo hyung.”

“Cheers~” Ucap mereka bersamaan sambil mengangkat gelas mereka masing-masing.

Para orang-tua yang ikut bergabung bersama mereka juga ikut bersulang dengan wajah penuh kebahagiaan. Seperti badai kabut sudah pergi berlalu dihadapan mereka.

“Tuan muda~” Panggil maid ahjumma tiba-tiba membuat mereka semua terdiam.

“My baby~” Ucap Siwon langsung beranjak dari sofa menuju kamar mereka dengan cepat.

Namja tampan itu membuka pintu kamarnya dengan lantang dan melihat Kyuhyun masih berbaring dan melihatnya. “Gwenchana, baby?”

“Kau kemana, hyung?” Kyuhyun balik bertanya.

“Ahh, dibawah ada hyung.” Jawab Siwon mendekati tempat tidur mereka. “Mereka makan malam disini, dimana yang sakit, hm?”

“Ani, kenapa aku tidak ikut?” Bibir Kyuhyun mengerucut imut.

“Hoo, bukankah tadi kau tidur?”

“Seharusnya bangunkan.”

“Ahaha, mereka masih ada, kau mau turun?” Tanya Siwon kemudian.

“Mmmh!!” Angguk Kyuhyun cepat.

“Kajja, hyung angkat lagi.”

“Kau tidak capek?”

“Untukmu tidak akan pernah.” Jawab Siwon.

Dan sekali gerakan namja tampan itu sudah mengangkat Kyuhyun lalu membawanya keluar darisana. Saat menuruni tangga Kyuhyun langsung menyembunyikan wajahnya dileher Siwon karena semua mata yang ada dibawah sedang menatapnya.

“Selamat malam, Kyunnie~” Sapa Ryeowook saat mereka sudah tiba disana.

Siwon langsung mendudukkan Kyuhyun di sofa secara perlahan kemudian duduk disampingnya. Tanpa perlu dikatakan namja imut itu langsung bersandar dibahu namja tampan suaminya itu.

“Auuuh~ so sweeet~” Ryeowook tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Malam hyung~” Ucap Kyuhyun setelah merasa nyaman.

“Malam baby~” Jawab mereka hampir bersamaan lalu beranjak mengerubunginya.

“Bagaimana? Apa yang kau rasakan?”

“Apa perutmu sakit?”

“Apa dia bergerak?”

“Menendang?”

“Berbalik?”

“Menangis?”

Semua pertanyaan itu membuat mata Kyuhyun melebar sempurna dengan kening yang berkerut bingung karena ia tidak tahu apa-apa. Sementara Hankyung yang tidak ikutan hanya bisa menghela nafas lelah dan pasrah melihat mereka.

“Kalian ini, mana Kyunnie tahu~” Umma Choi tidak habis pikir. “Lagipula, janin itu baru satu bulan, kalian tidak bisa merasakan apa-apa atau melihat perubahan lain pada Kyunnie.”

“Hoooo~” Mulut para hyung semua membentuk huruf o dan menganggukkan kepalanya.

“Janin itu akan terus tumbuh seiring berjalannya hari, karena itu Kyunnie harus makan makanan bergizi untuk pertumbuhan bayinya.”

Siwon menganggukkan kepalanya mengerti dan mencatat dalam hati apa yang harus dilakukannya nanti.

“Diawal-awal ini Kyunnie akan merasakan mual-mual dipagi hari yang dinamakan morning sickness, dia juga akan merasa pusing, lemas dan mungkin juga sering mengantuk, karena itu ia banyak tidur.”

“Hooo, kami mengerti.”

“Lain orang lain gejalanya, jadi kalian nikmati saja apa yang akan terjadi nanti, pasti penuh dengan kejutan dan kebahagiaan.” Ucap umma Choi melihat Kyuhyun dengan senyum menenangkan.

“Dia juga akan mengidam umma?” Tanya Ryeowook ingin tahu.

“Nee, terkadang ibu hamil akan merasa menginginkan sesuatu seolah itu bayinya yang menginginkannya, walau sebenarnya mereka hanya ingin diperhatikan.”

Pipi Kyuhyun langsung merona mendengar penjelasan itu, apalagi memikirkan apa yang akan ia lakukan nanti pada Siwon saat keinginan itu datang.

“Minta saja yang paling aneh, Kyu~ biar Siwonnie kapok.” Ucap Heechul asal.

“Tapi jika itu Siwon pasti semua akan diturutinya.”

“Tentu sajaaa~”

“Ahahaha, kalian bisa saja.” Siwon tidak bisa mengelak.

“Lalu, apa ada yang kau inginkan babykyu?” Tanya umma Choi.

“Ani, aku hanya sedikit lelah, umma.”

“Tapi kau belum makan, chagi.” Ucap Leeteuk disamping umma Choi.

“Baiklah, sekarang kita makan dulu ne?”

Siwon dengan cepat berdiri lalu menuju dapur setelah menyandarkan Kyuhyun dengan baik pada Sofa. Tidak berapa lama ia kembali bersama nampan berisi piring makanan, air dan susu putih. Dibelakangnya maid ahjumma membawa nampan lain berisi beberapa makanan yang diinginkan namja imut itu.

Siwon menyuapi huswifenya itu dengan baik sampai semua yang disana melihatnya dengan tatapan iri. Namun selanjutnya mereka hanya menghabiskan waktu disana dengan bercanda dan menonton TV bersama.

*

*

Sampai malam menjelang akhirnya para hyung pun meninggalkan rumah itu termasuk Leeteuk dan KangIn. Mereka tenang meninggalkan Kyuhyun disana karena ada umma Choi yang paling mengerti keadaan saat ini. Lagipula Kyuhyun sudah terlihat lebih baik kecuali badannya yang terasa begitu lemah.

Tapi kerana itu hanya efek kehamilan, mereka semua tidak terlalu memusingkannya dan akan mengatasinya dengan baik.

“Umma tidur dulu ne, appa akan berangkat besok pagi.” Ucap umma Choi saat hanya mereka yang ada disana.

“Jaga dia Siwonnie, Kyunnie juga jaga diri ne~ appa akan menunggu kehadirannya dengan sabar.” Ucap Appa Choi terlihat begitu senang.

“Nee, appa~ gomawo.” Kyuhyun menganggukkan kepala dengan wajah berbinar.

“Mino, katakan sesuatu.” Ucap Siwon membuat Minho gelagapan.

“Ak-aku akan mengajarinya ma-main bola” Jawab Minho dengan wajah bingung.

“Aigoo~ itu masih lama, ayo ke kamar.” Umma Choi langsung menarik putra keduanya itu lalu berjalan menuju kamar tamu yang ada dilantai dua.

Setelah mereka pergi Siwon dan Kyuhyun masih berada disana untuk menonton drama yang ada di Tv. Karena Kyuhyun tidak ingin kembali ke kamar lagi, akhirnya mereka menghabiskan waktu sambil menonton.

“Bagaimana kuliah kita hyung?” Tanya Kyuhyun setelah beberapa saat.

“Masa cuti hyung sudah habis, mungkin besok hyung akan ke kampus untuk mengurus cuti lagi.”

“Ani, kau harus masuk kuliah, aku juga akan datang jika bisa.” Bantah Kyuhyun.

“Ani, untuk sekarang jika badanmu tidak kuat, tinggallah lebih lama hyung akan mengurusnya, nanti jika sudah sehat kau boleh kembali.”

“Mmm, asal kau tidak cuti lagi.”

“Arraseo, arraseo~” Angguk Siwon dengan cepat.

Kyuhyun hanya tersenyum manis dan kembali menyandarkan kepalanya dibahu namja tampan itu. Dan mereka kembali berdiam diri menyimak suguhan drama-drama korea yang selalu ada disetiap malamnya itu.

Setelah beberapa saat…

Drama itu pun selesai dan akhirnya pasangan perfect itu segera kembali ke kamar untuk mengakhiri malam mereka dalam mimpi yang indah. Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa karena Siwon terlihat begitu lelah dan mengantuk, karena itu begitu mereka berada didalam selimut, ia pun memejamkan matanya dengan cepat.

Namun sampai beberapa menit selanjutnya ia tetap tidak bisa kembali tidur dengan pulas, mungkin karena sudah tidur terlalu banyak sebelumnya. Kyuhyun mendengar deru nafas Siwon yang menyatakan namja tampan itu sudah hampir terlelap dalam mimpinya.

“Hyung…” Panggilnya dengan pelan.

“Ne~” Jawab Siwon tidak kalah pelan.

“Kau tidur?”

“Ani~ waeyo?” Tanya Siwon sambil memeluknya dengan erat.

“Apa dia namja?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Kita belum tahu karena dia masih sangat kecil.” Jawab Siwon ditengah-tengah perjalanannya menuju alam mimpi.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun lagi.

“Mmm?”

“Kau suka yeoja?”

“Mmm~ namja atau yeoja tidak ma~salah.”

“Tapi aku suka namja.”

“Baiklah, namja saja.”

Kyuhyun pun terdiam sambil tersenyum manis karena Siwon menurutinya, dan jika benar bayi mereka namja, tentunya wajahnya akan sangat tampan seperti Siwon, suaminya tercinta.

“Hyung…”

“Neee~”

“Kapan kita bisa melihatnya?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Mm, itu masih sangat lama.”

“Tidak bisakah secepatnya?”

“Tidak.”

“Kenapa?”

“Karena dia perlu tumbuh dan sehat.”

“Didalam perutku?”

“Nee~”

“…..” Kyuhyun tampak berpikir sesaat, namun… “ANDWAE!!!” Teriaknya tiba-tiba membuat Siwon terperajat.

“Wae-waeyo baby??”

“Ba-bagaimana bisa hyung? Disini…” Kyuhyun memegang perutnya perlahan. “Bukankah itu sangat sempit?”

“Aigooo~ bisa baby, dinding rahim itu elastis, bisa mengecil dan membesar.” Jelas Siwon dengan mata setengah terpejam.

“Jinja??”

“Ne~ sekarang tidurlah, jangan berpikir terlalu banyak.” Ucap Siwon menarik selimut mereka hingga menutupi setengah wajah Kyuhyun.

Namja imut itu pun tidak bisa berkutik lagi dan menuruti perkataan Siwon yang sudah terlelap, namun tentu saja Kyuhyun masih tidak bisa memejamkan matanya seperti suaminya itu karena ia sudah tidur terlalu lama sebelumnya.

“Hyung…” Panggilnya lagi namun tidak ada jawaban dari Siwon.

“….” Namja tampan itu sudah benar-benar terlelap.

“Hyung…”

“…..”

“Hyung~ aku tidak bisa tidur.” Rengek Kyuhyun akhirnya.

“Mmm~” Gumam Siwon sambil menepuk-nepuk paha Kyuhyun.

“Hyung~”

“Mmm, nee~” Jawab Siwon akhirnya.

Dan begitulah seterusnya acara tidur mereka, dengan Kyuhyun yang akan terus memanggil Siwon sampai sepertiga malam mereka yang membuat namja tampan itu setengah terjaga dan setengah tidur saat menjawab berbagai pertanyaan yang keluar dari mulut huswife imutnya itu.

Sampai akhirnya…

“Hyung~”

“Tidurlah baby~”

“Aku lapar~”

“Kau sudah makan tadi bukan?”

“Tapi aku lapar lagi~”

“Aigoo~ baiklah.” Ucap Siwon sambil berusaha bangun dari tidurnya. “Hyung buatkan.”

“Aku tidak mau.”

“Lha? Terus bagaimana?”

“Tiramisu.”

“Mwoo?”

“Aku mau tiramisu.”

“Malam-malam begini?”

“Eumh!!” Angguk Kyuhyun dengan wajah polosnya. “Tiramisu, di café Heechul hyung.”

“Mwoooo??”

**

Tbc…

Ahahahahahah~ capek sekali saiaa~

Semoga memuaskan ne?

Sampai jumpa di ff selanjutnya.

Ada yang bilang, MY BABY selalu update ditanggal 13 setiap bulannya, setelah di cek ternyata benar kemarin2 pas tanggal 13…padahal Vie nggak sadar…ahahha.

Nanti cek lagi apa benar tanggal 13 update chap depan~ will see~ kkkk~

With Love,

Vie.

Advertisements

65 thoughts on “When The Love Is Growing 7

  1. akhirnya kyu nerima juga keadaannya.. seneng deh,, tp kayaknya masa2 penyiksaan siwon akan dimulai.. hehehe..
    oy, kok hurufnya italic semua? kirain itu flashback gitu…

  2. saran aja, sebaiknya jangan dibikin italic gitu hurufnya. Bener kata salah satu komen, jadi seperti flashback atau inner thoughts. Selain itu jadi kurang nyaman juga dibacanya kalau semuanya huruf miring. Mohon dipertimbangkan ya 😉

  3. setelah aksi menghindar dr siwon dn gk nerima bayi ny
    akhir nya wonkyu lengket lg dn kyu jg skrang mulai sayang ma bayi ny…
    mulai deh aksi ngidam ny
    poor siwon…
    next chap

  4. Telaaaat bgt baca nya unni,mianhae.
    Akhirnya siwonie bisa tersenyum bahagia krn kyu mau nerima calon babynya,jd ga sabar nunggu lahir.ga bisa kah para hyung nya wonkyu bersikap normal sehari aja?masa janin umur 1 bulan udah bisa nendang .tp klo ga ada mereka ga akan seru

  5. Ayo Vie unnie lanjut. Ga sabar nunggu penderitaan siwonnie saat memenuhi permintaan Babykyu’a kkkkk #plak fighting unnie ^_^

  6. Selalu menanti chap ini.. Syukur keadaan jnin kyu gpp. Ternyata hanya umma choi yg bisa menenangkan kyuhyun hehehhe ^^
    Aigooo manjanya, udh baby satu satunya pasti dimanja banget..
    Hahhaha hyung”nya kyuhyun pada somplak semua apalagi heechul.nahloohhh ngidamnya mulai kambuhhhh 🙂 heechuk yg pertama direcokin wkkwkwk. Emng pda dasarNya kyu ga bisa lepas dri heechul…

    Kyuuuu gimana bs km sepolos itu, dia bisa tumbuh di dalam perut unyukmu. Jangan khawatirrrr… Percayalahhh hihihihi gemesin. Pengen gigit, cubit, dll

  7. huhhfftf leganya si embul dah ngerti, thanks bt eomma choi deh hihihihi

    hyungdel rempong abiissss hahaha terlalu sayang sm babykyu…

    gomawo vieeee
    hwaiting ^^

  8. Hhaha kyu udah mulai ngidam tuh..
    Dan masa malam” minta tiramisu di cafe nya Heechul..
    Tapi apa sih yg ga bisa buat babykyu nya.
    Di tunggu kelanjutannya.. 😁😁

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s