Am I The Only One?


Vie Zurly

Proudly Present

**

AM I THE ONLY ONE?

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Pairing : Wonkyu as Always

Genre : Romance, Fluffy

Length : Oneshot

Warning : Boyslove, Typo’s, alur kecepetan, bahasa selalu lebay, yang baca tahan saja.

Summary : Karna Ms. Moly dengar lagu mahadewi, saia jadi korban buat ff-nya, jadi baca aja nee? karena ini hanya kekonyolan Kyuhyun saja, ahahaha.

Ahahaha~

** Tulisan Miring itu FLASHBACK..

Kyuhyun Pov

Namaku Cho Kyuhyun, saat ini umurku 25 tahun dan aku putra dari salah satu pengusaha terkaya di negeri ini, Seoul Korea Selatan. Dan aku sedang berjuang menyelesaikan thesis-ku pada sebuah universitas yang ada dikota ini, Kyunghee University.

Kehidupanku hanya berjalan sebagaimana biasanya seorang anak tunggal yang diharapkan menjadi pewaris perusahaan appa-nya. Aku diajarkan segala macam pengetahuan sebagai seorang tuan muda dan calon pewaris masa depan.

Tidak ada waktuku untuk bermain-main layaknya anak muda jaman sekarang. Anak muda? Ya, tentu saja, walau umurku sudah 25 wajahku masih bisa dibilang anak senior high school. Bahkan teman kuliahku banyak yang mengatakan aku masih 5 tahun.

What the hell!

Tapi mungkin saja, karna keimutanku ini yang membuat mereka mengatakan itu, jika aku tidak mengakui keimutanku mungkin mereka sudah tewas dengan death glare ku.

Mmm, aku belum mendeskripsikan diriku kan?

Baiklah, aku namja berkulit putih pucat dengan pipi chubby, mata bulat dan bibir memesona. Leher dan kaki-ku sama-sama jenjang hingga membuatku seperti model-model korea. Dengan rambut coklat ebony, bahu dan pinggang yang kecil, mereka menyebutku layak untuk menjadi seorang yeoja.

Hanya satu kata yang bisa untuk menggabungkan semuanya tentangku yaitu Beautiful.

Ehhm~ bahkan bisa dikatakan aku lebih cantik dari yeoja manapun didunia ini. Walau begitu aku dikenal dengan namja cantik yang tidak pernah bisa punya yeojachingu.

Karena sebenarnya aku…mmm, itu…karena aku sudah memiliki namjachingu. Ya, kalian tidak salah dengar, aku sudah punya namjachingu.

Namja tampan dengan wajah dan sikap yang sempurna, yang diimpikan semua gadis didunia ini untuk menjadi suami mereka. Choi Siwon, namja tampan pemilik perusahaan terbesar nomor satu yang ada di Korea juga beberapa negara tetangga lainnya.

Dan dengan segala kesempurnaannya itu, dia namjachiguku.

Kenapa aku bisa menjadi kekasihnya?

Itu cerita yang panjang namun akan kujelaskan secara singkat agar kalian tidak bertanya lagi.

Saat itu, perusahaan appaku diundang kesalah satu acara yang khusus diadakan untuk semua perusahaan yang ada di Korea Selatan. Dalam rangka mempererat hubungan bisnis dan merge perusahaan dengan perjodohan.

Setiap pemilik perusahaan diwajibkan membawa pewaris mereka untuk mengenalkan calon penerus masing-masing perusahaan. Jika suatu hari ada pergantian penerus, mereka sudah saling mengenal dan bisa bekerja sama dengan baik.

Karena itu appa-ku memaksakan kehadiranku diacara yang menurutku paling membosankan itu. Lebih baik aku menghabiskan waktu dengan belajar atau bermain game berjam-jam didalam kamar.

“Kyunnie, kali ini kau harus datang.” Ucap Appa dengan wajah seriusnya.

“Appa~ aku tidak suka acara seperti itu.”

“Kau sudah banyak menolak undangan perusahaan, kali ini tidak ada alasan.”

“Appa~”

“Cepatlah bersiap-siap.”

Dengan kata itu aku tidak akan pernah bisa membantah satu-satunya orang yang paling kuhormati didunia ini.

Dan akhirnya aku sudah lebih dulu siap dan harus menunggu appa diruang tengah. Kemeja abu-abu dipadu dengan jas dan celana abu-abu berpasir membuat tubuhku terlihat kecil. Ehehe.

“Kau senang?” Tanya Appa tiba-tiba membuat senyumku hilang.

“Ani~”

“Jangan cemberut, appa jamin kau tidak akan bosan.”

“Memangnya disana tempat hiburan?” Tanyaku dengan wajah sulking.

“Ahahaha, kajja~” Ajak appa.

Dan kami pun keluar dari rumah dan masuk ke mobil BMW-nya yang sudah menunggu didepan pintu lalu segera pergi darisana. Dalam perjalanan tidak ada yang memulai percakapan karena memang tidak ada yang bisa dibicarakan.

“Nanti kita akan bertemu dengan sajangnim penyelenggara acara ini.” Ucap Appa tiba-tiba.

“Choi Kiho?” Tanyaku sudah mengenal nama sajangnim yang sering dibicarakan Appa itu.

“Ne, beliau sudah lama tidak aktif lagi, kecuali dalam acara-acara seperti ini.”

“Appa masih kuat kan?” Tanyaku sengaja.

“Ani, Appa akan berhenti begitu kau selesai S2.”

“Aku baru akan masuk ketingkat dua, appa~”

“Itu tidak akan lama lagi.”

“Tapi aku masih ingin bermain-main.”

“Main apa lagi? Kau sudah bisa memikirkirkan masa depan.”

“Appaa~”

“Itu sudah sampai.”

“Ck~”

“Jangan cemberut, berikan senyum bisnismu.” Ucap appa lalu segera turun dari mobil.

Aku hanya bisa mendecak kesal dan memberi sopir pribadi appa death glareku yang mematikan karna melihatnya menertawakanku. Setelah itu barulah aku turun dari mobil dan melihat tempat yang begitu mewah itu terlihat begitu indah dengan seluruh bangunan ditutupi dengan lampu-lampu kecil.

Appa Langsung menarik lenganku dan mengajakku masuk kedalam yang sudah dipenuhi dengan para-para direktur perusahaan di Seoul. Disamping mereka sudah bisa dilihat dengan jelas, namja dan yeoja-yeoja penurus mereka yang dipaksa datang sepertiku.

“Chwaang!!” Panggilku tanpa sadar saat melihat ada yang kukenal.

“Kyu~” Changmin langsung menghampiriku dan menyapa appa-ku dengan hormat.

Shim Changmin sahabatku saat kuliah dulu namun dia langsung meneruskan perusahaan appa-nya begitu lulus. Setelah dilihat lagi diruangan besar ini ternyata banyak teman kuliahku yang mendampingi appa mereka sebagai pewaris.

“Bagaimana kabarmu, Kyu?” Tanya Changmin.

“Baik, kau benar-benar sibuk, eoh?”

“Nee, appa tidak melepasku.” Ucap Changmin membuat Appa-nya yang sedang berbicara dengan appaku langsung menatapnya.

“Ahjussi~” Sapaku tidak enak.

“Dia tidak mau belajar sepertimu, kyunnie.” Ucap Appa Changmin.

Aku hanya bisa tertawa melihat wajah Changmin cemberut dan melihat appa-nya dengan tatapan tajam. Saat itu tiba-tiba suara seseorang terdengar dari panggung paling depan aula besar itu.

“Para hadirin, silahkan menikmati acara ini dan mari mempererat persahabatan dan bisnis kita.” Ucap namja paruh baya itu yang kukenal sebagai sajangnim yang dibicarakan appa sebelumnya.

Tepuk tangan langsung bergema diruangan yang luas itu termasuk aku yang tidak bisa menolak kharisma orang terkaya yang ada di Seoul itu. Changmin dan Appa-nya langsung berbaur dengan tamu lainnya yang ingin bertemu Choi Kiho.

Dan appa pun tiba-tiba melihat seseorang dari jauh dan mengajakku untuk menyapa mereka dengan cepat. Hal inilah yang paling membosankan bagiku karena harus berbasa-basi mengenal orang yang baru. Aku orang yang tidak mudah berbaur dengan orang baru tapi akan sangat menyenangkan jika sudah mengenal dan dekat denganku.

“Itu Choi Siwon, putra dari Kiho sajangnim, ayo kesana.” Ucap Appa penuh semangat.

Aku hanya bisa menggelengkan kepala dan menghela nafas pasrah melihatnya, kemudian berpaling melihat kearah depan dimana Choi Siwon yang dimaksud Appa berada.

Dan seketika darahku berdesir dan jantungku seolah berhenti berdetak saat melihat seseorang didepan sana sedang tersenyum dengan penuh pesona pada tamu-nya. Dan orang itulah yang dimaksud appa sebagai Choi Siwon.

Saat kami hampir mendekat namja tampan itu berpaling melihat tetap dengan senyumnya yang menampakkan lesung pipi dikedua pipinya. Dan saat itu pula tatapan mata kami bertemu yang membuat jantungku berdetak dengan sangat cepat dan waktu seolah berhenti sesaat.

Aku hanya bisa mendengar bunyi detak jantungku dan melihat senyuman manisnya yang tertuju hanya padaku. Seolah semua orang yang ada disana menghilang dan hanya ada aku dan namja tampan itu.

“Ahjussi~” Suaranya tiba-tiba terdengar.

Ahh, dia hanya mengenal appaku saja padahal aku sudah berharap dia akan menyapaku terlebih dahulu. Tapi, heey~ dia tidak mengenalmu, sadarlah Kyuhyun.

“Siwon, apa kabar?” Tanya Appa-ku.

“Baik ahjussi, terima kasih sudah datang.” Jawab Siwon dengan ramahnya.

Suaranya terdengar begitu renyah dan sangat pas dengan wajahnya yang begitu, oh tuhan~ kenapa dia begitu tampan? Aku tidak pernah berpikir akan bertemu dengan wajah seperti ini yang begitu sempurnanya.

“Kyuhyun!!” Suara appa tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

“Ap-appa??”

“Ada apa? Appa sudah memanggilmu dari tadi?”

“Ahh, aniyo, gwenchana.”

“Hmm, kenalkan ini Choi Siwon, dan Siwon ini putraku, Cho Kyuhyun.”

“Ahh, selamat datang Kyuhyun.” Ucap Siwon sambil mengulurkan tangannya padaku.

“Ahh, gomawo, S-siwon-ssi.”

“Kau ingin minum apa?” Tanya Siwon tanpa ragu membuatku tidak bisa berkutik.

Melihat Siwon menyambutku begitu ramah, appa langsung meminta jalan untuk bertemu dengan Choi Kiho dan meninggalkanku bersamanya. Benar-benar situasi yang tidak menguntungkan disaat aku tidak bisa bergaul dengan baik.

Disaat yang sama, jantungku yang berdetak sangat cepat tidak bisa diajak kerja sama hingga membuatku salah tingkah. Namun saat Siwon sedang mengambil minuman untukku, tiba-tiba seseorang datang menyapanya.

Yeoja cantik itu langsung mengecup kedua pipi Siwon dan tangan Siwon dengan nyaman bertahta dipinggang yeoja cantik itu. Bahkan beberapa yeoja lainnya juga sangat suka untuk berdekatan dengannya dan melakukan hal yang sama seperti yeoja pertama.

What the hell!!

Kenapa mereka begitu gampang menyentuh namja tampan itu sedangkan aku tidak? Mwoo?? Memangnya kau siapa? Sadarlah Kyuhyun.

“Kyuhyun.” Panggil Siwon tiba-tiba.

“Ah, n-ne?” Kegugupanku tidak bisa ditutupi.

“Kau baik-baik saja?” Tanyanya terlihat khawatir.

“N-ne~ G-gwenchana.” Jawabku gugup. ‘Oh Tuhan, tolong aku.’

“Kau terlihat tidak nyaman, mau cari udara segar?” Tanya Siwon lagi membuatku langsung menganggukkan kepala tanpa berpikir dua kali.

Siwon langsung berjalan didepan dan aku mengikutinya dari belakang dengan kepala tertunduk. Aula hotel yang besar itu memiliki beberapa balkon dilantai dua dan kesanalah Siwon membawaku.

Lantai dua yang dikelilingi dengan pagar warna broken white itu terlihat sedikit sepi karena tidak banyak orang yang berlalu lalang seperti dibawah. Siwon tanpa segan berdiri dipinggiran balkon dengan minuman ditangannya dan menungguku tiba disana.

Begitu aku datang ia langsung menyerahkan gelas wine itu padaku dan aku menerimanya tanpa ragu. Dan tiba-tiba wajah gugupku berubah cerah saat melihat pemandangan didepan yang sangat menakjubkan.

Lampu yang sudah dihidupkan dikota seoul terlihat seperti seribu bintang bertaburan dilangit malam. Tanpa terasa kegugupanku hilang dengan sendirinya karena kekaguman itu.

Dan aku tidak sadar sepasang mata sedang menatapku dengan tatapan yang tidak bisa dibaca. Karena aku tidak berani berpaling untuk melihat tatapan itu yang bisa membuat jantungku berhenti berdetak.

“Kyuhyun…”

“N-ne??”

“Untuk seorang namja, kau sangat cantik.” Ucap Siwon tiba-tiba dengan wajah polos.

“M-mwoo? Ap-apa maksudmu?”

“Maaf, tapi aku tidak bisa jika tidak mengatakannya, kau benar-benar terlihat cantik dan menggemaskan.” Ucapnya lagi dengan wajah serius.

Tanpa bisa dicegah pipiku memerah sampai ke telinga karena baru pertama kali namja mengatakan hal itu padaku. Biasanya yeoja-yeoja dikampusku yang selalu mengatakan hal itu untuk memuji atau mengejekku.

“I-itu…teman yeoja di kampusku selalu mengatakan hal yang sama, bahkan katanya aku lebih cantik dari mereka.” Ucapku tanpa sadar.

“Benarkah?”

“Ne, gwenchana, jangan merasa tidak enak.”

“Mm, jadi kau sudah master?”

“Belum, aku baru naik tahun kedua.”

“Ohh, satu tahun lagi kau akan bekerja diperusahaan.”

“Aku tidak yakin.”

“Kenapa?”

“Aku lebih suka belajar dan bermain game daripada menjadi direktur yang pasti akan sangat membosankan karena kau hanya bisa berdiam diri diruanganmu saja.”

“Ahaahahaaha” Tawa Siwon dengan kerasnya membuatku terdiam.

Aku tidak sadar sudah bicara terlalu banyak dan melupakan kegugupanku, padahal sebelumnya aku tidak tahu harus memulai pembicaraan darimana.

“Mi-mianhae.” Ucapku cepat.

“Mwo?? Kenapa?”

“A-aku terlau banyak bicara.”

“Ahh, aku lebih suka yang apa adanya.” Ucapnya dengan senyum memesona membuatku terpana. “Didunia ini jarang yang bicara apa adanya, apalagi jika memikirkan jabatan dan kekuasaan.”

“Mmm, arraseo..”

“Kita baru pertama kali bertemu, tapi bisakah kita bertemu lagi dilain waktu?”

“Mwoo??”

“Aku merasa nyaman bicara denganmu, sepertinya kita sudah kenal sangat lama.”

“Ahh, ba-baiklah…”

“Berikan hp-mu.” Ucapnya cepat.

Aku langsung menyerahkan iphoneku dan melihat tangannya bergerak lincah memasukkan nomor hp-nya kesana dan melakukan panggilan agar nomorku masuk ke hpnya. Setelah itu ia mengembalikan hp-ku dan melihat nomor-ku tertera di hp miliknya dengan senyum manisnya yang menawan.

Tanpa sadar aku langsung memegang jantungku dan merasakan debaran itu semakin jelas. Debaran yang baru pertama kali kurasakan selama hidup,  bahkan pada yeoja manapun yang berdekatan denganku.

A-apa aku jatuh cinta? Omo!! Dia namja!! Ta-tapi apa salahnya? Cinta tidak bisa memilih bukan?

“Kyuhyun?”

“Ne-ne??”

“Kau melamun? Apa kau sakit?” Tangannya ingin menyentuh pipiku.

“Tidak, aku baik-baik saja.”

“Ahh, baiklah, ayo kita kembali.”

“Mm, bolehkah aku disini saja?”

“Kau benar-benar tidak menyukai keramaian, ne?”

Aku hanya bisa menyunggingkan senyuman tipis nan polosku karena dia bisa menebak secara gampang. Dan jika tidak salah, aku melihat kilatan dimatanya saat melihat senyum manisku.

Apa ini??

Dan setelah itu, kami terus berhubungan baik melalui hp atau bertemu secara langsung untuk makan siang atau makan malam dengan ijin yang didapatnya dengan secara gampang dari appa-ku.

“Jika itu Siwon, appa tidak keberatan.” Kata-kata Appa selalu terngiang dikepalaku.

Kami mulai mengenal satu sama lain dan semakin hari semakin dekat, bahkan aku seringkali diantar ke kampus oleh Siwon jika namja tampan itu tidak ada rapat dan keperluan mendadak.

Semakin hari aku semakin mengenal karakter Siwon-ssi yang begitu baik pada siapa saja. Dan ternyata namja tampan yang kupuja itu dikenal sangat dekat dengan banyak wanita, baik relasi bisnisnya atau teman-temannya.

Siwon memperlakukan wanita seperti mereka barang berharga yang tidak boleh tercela sedikitpun. Bahkan banyak wanita yang menyalahgunakan perhatian dan kebaikannya itu sebagai cinta.

Namja tampan itu dikenal sebagai casanova yang paling diidam-idamkan dikalangan yeoja dan juga namja. Walau begitu setelah kedekatan kami selama 3 bulan, aku resmi menjadi namjachingunya.

**

Dan sekarang, sembilan bulan sejak itu, kami atau lebih tepatnya aku masih seperti remaja yang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Apapun yang dilakukan namja tampan itu, bahkan hal sekecil apapun yang ia lakukan bisa membuat jantungku berdebar tidak karuan.

“Ahh, sms~” Dengan cepat aku menyambar hp yang ada dimeja nakas kamarku.

Nama pengirim pesan lebih dulu tertara dibenda tipis itu yang membuatku langsung tersenyum seperti orang bodoh. Tanpa diminta jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya saat dengan perlahan aku membuka pesan itu dan membacanya.

“Baby~ kau dimana?”

Dengan cepat aku mengetikkan balasan mengatakan aku hanya berdiam dirumah seharian ini karena bahan thesisku sudah habis. Sms balasan-nya pun masuk dengan cepat yang membuat senyumku semakin melebar.

“Kajja, ke pustaka, aku akan menemanimu.”

“Siwon-ssi pulaang!!!” Teriakku dengan penuh semangat.

Dengan cepat aku berganti pakaian dan melihat penampilanku dicermin, setelah puas aku langsung turun kebawah menemui maid ahjumma.

“Aku pergi ahjumma, jika appa bertanya…”

“Kyunnie bersama Siwon-ssi.” Jawab Ahjumma dengan senyum jahilnya.

“Mwoo??”

“Hati-hati Kyunnie~” Ucapnya kemudian segera berlalu kembali ke dapur.

Dengan wajah bingung aku melangkah menuju pintu depan dan membukanya lebar-lebar. Dan mataku pun ikut melebar melihat sebuah audi putih sudah terpakir didepan pintu lengkap dengan pemilik didalamnya.

“Si-siwon-ssi??” Tanyaku tidak percaya.

“Hey~ beautiful~” Sapa Siwon dengan memesonanya.

“Ke-kenapa su-sudah disini?”

“Apa tidak boleh?”

“Bi-biasanya…”

“Urusanku sudah selesai, ayo pergi~”

Dengan senyum yang kusembunyikan, aku langsung masuk kedalam mobilnya dan kami pun segera menuju perpustakaan kota yang serba lengkap isinya. Didalam mobil tidak banyak yang bisa kami bicarakan karena Siwon-ssi terlihat sangat serius mengemudi.

Begitu sampai disana, kami segera masuk kedalam ruangan yang penuh buku itu dan bertemu penjaga disana. Aku terus berjalan untuk mencari buku yang sudah kuhafal judulnya.

Siwon-ssi berjalan cepat dibelakang hingga tiba disampingku dan melingkarkan lengannya dipinggangku. Walau sempat terkejut aku hanya bisa berteriak senang dalam hati, karena walau sudah 9 bulan bersama, tidak banyak yang tahu bahwa kami sepasang kekasih.

Aku tidak ingin tiba-tiba menjadi sorotan media jika dunia mengetahui hubungan kami berdua. Begitu juga Siwon-ssi yang seorang CEO perusahaan besar tentu saja akan menjadi incaran saingannya jika diketahui berhubungan dengan namja, apalagi yang lebih muda darinya.

Aku tidak ingin itu terjadi.

Usia kami yang terpaut lima tahun membuat kebersamaan kami terlihat sedikit berbeda. Karena itu aku tidak bisa memanggilnya hyung dengan leluasa.

“Ada?” Tanya Siwon saat aku sudah mengambil satu buku.

“Ada, aku akan mencari beberapa lagi, Siwon-sii, duduk saja disana.”

“Mmm, baiklah.”

Namja tampan itu masih lengkap dengan pakaian kantor yang  membuatnya terlihat sangat tampan. Tidak diragukan lagi, ia pasti akan menjadi pusat tatapan semua mata yang lewat. Aku hanya bisa menghela nafas lelah dan segera mencari buku lagi.

Setelah beberapa menit, aku sudah menemukan 3 dari 5 buku yang kucari, tapi kelaparan membuatku memutuskan untuk menundanya lebih dulu. Dengan cepat aku menemui Siwon yang duduk disalah satu meja baca disudut ruangan.

“Sudah?”

“Aku lapar.”

“Ahahahha, kajja~ kita makan.” Ucapnya cepat.

Aku langsung menuju penjaga pustaka untuk mencatat buku pinjamanku lalu segera pergi darisana. Kami menuju restorant cepat saji terdekat yang diketahui sebagai milik namjachinguku itu. Saat manager restoran menganggukkan kepalanya pada Siwon, aku hanya bisa menghela nafas pasrah.

Jika orang yang dikenal Siwon melihat kami bersama, namja tampan itu akan meminta mereka untuk segera tutup mulut dan hanya mereka saja yang tahu. Mungkin saja hampir semua orang mengetahuinya, tapi semua memilih untuk menjaga karir dan hidup mereka jika menentang Choi Corporation.

“Bawakan menu terbaik disini, secepatnya.” Ucap Siwon pada pelayan saat kami sudah di ruang VIP.

“Baik sajangnim.”

Aku langsung menempati tempatku setelah Siwon menarik kursi itu untukku dan hanya bisa tersenyum dalam hati karena kebahagiaan ini. Saat Siwon duduk ditempatnya, manager dan beberapa pelayan datang dengan berbagai hidangan lezat.

Aku langsung berbinar menatap makanan yang banyak dan lezat itu membuat Siwon tertawa kecil. Tanpa segan ia langsung menyuapiku dengan wajah senang yang membuat pipiku merona karena ada orang lain disana.

Tapi dia tidak peduli, Siwon terus menyuapiku dengan wajah riang dan aku tidak bisa menolak suapan itu sedikitpun. Sampai tiba-tiba suara dering panggilan di hp-nya membuat kunyahanku berhenti.

“Sebentar ne~”

“Mmm…” Jawabku tidak senang sambil meneruskan makanku.

Selalu seperti itu, jabatannya sebagai CEO bukan membuatnya bisa bersantai dan menyerahkan semua pekerjaan pada bawahannya. Siwon terlalu sibuk karena ia ikut turun tangan menyelesaikan semua pekerjaan dan masalah yang ada dikantornya.

“Baby, aku harus pergi, kau sudah selesai?” Tanyanya.

Dengan cepat aku meneguk air putih yang terakhir dan menanggukkan kepalaku, kemudian kami pun segera keluar darisana menuju mobil. Tanpa hambatan Siwon mengemudikan mobilnya kembali kerumahku.

Dalam perjalanan aku tidak mengatakan apa-apa karena terlalu kesal dengan waktu kami yang harus berakhir. Selalu saja seperti ini disaat kami bisa menghabiskan waktu berdua, waktunya hanya sebentar.

Padahal ia baru pulang.

“Mianhae.” Ucapnya tiba-tiba.

“….”

Tangannya dengan cepat menggenggam tanganku lalu mengecypnya dengan lembut. Aku tidak bisa mengatakan kemarahanku karena inilah resiko yang harus aku terima saat menerima seorang CEO menjadi kekasihku.

“Jangan marah baby~ ini keperluan mendadak.”

“Tidak apa-apa, aku mengerti.”

“Benarkah?”

“Nee~ jangan khawatir.” Jawabku dengan senyum merekah.

Seketika mobil Siwon berhenti dipinggir jalan dan begitu sadar bibirku sudah menempel pada bibir kekasihku dalam ciuman yang lembut. Aku hanya bisa tersenyum senang dalam ciuman itu dan membalas perasaan Siwon untukku.

Setelah beberapa saat Siwon melepasnya dan menjauhkan wajahnya membuat jantung berdebar tidak karuan. Pipi pucatku merona dengan hebat dan kurasakan tangannya perlahan menangkup sebelah pipiku.

“Memesona.” Bisiknya.

Dan mataku pun terbuka perlahan melihat wajah tampan itu sedang menatapku dengan kilatan penuh cinta dimatanya. Walau melihatnya begitu jelas, kenapa hatiku masih meragukan cinta namja tampan ini tidak sebesar cinta milikku.

Kenapa?

“Baby…” Panggilnya tiba-tiba.

“Ne??”

“Saranghae, jeongmal saranghae.”

“N-nado saranghae.”

“Kita pulang?”

“N-ne…”

Dan mobilnya pun kembali berjalan menuju rumahku dengan cepat dan aku pun kembali berpisah darinya setelah beberapa hari tidak melihat wajah tampannya. Bahkan kerinduanku belum sepenuhnya terbayarkan, ia sudah harus pergi meninggalkanku lagi.

“Dia baru saja pulang.” Gumamku melihat audy putihnya keluar dari halaman rumahku.

“Dia pasti sangat sibuk.” Ucap seseorang dibelakangku.

“Appa!!”

“Dia baru pulang dari perjalanan bisnis dan langsung menemuimu, jangan cemberut seperti itu.” Ucap Appaku dengan wajah tenangnya.

Perkataan yang memang benar adanya itu membuat diriku hanya bisa kembali menghela nafas lelah dan segera masuk kedalam.

Aku masih ingin menghabiskan waktu bersamanya, melihat wajah tampannya dan menerima semua perhatiannya.

“Siwon-ssi~”

Aku tahu, aku menuntut banyak hal karena aku sungguh-sungguh mencintainya, tapi aku juga ingin dia sepertiku, yang tidak bisa jika tanpa ada aku disisinya.

Iphone-ku tiba-tiba berbunyi menandakan sebuah pesan masuk kesana. Dengan malas aku mengambil dan membuka kotak masuk, begitu melihat siapa pengirimnya, jantungku langsung berdebar dengan cepat.

“Baby, gwenchanayo? Bogoshiposoo~ mianhae.”

Tanpa bisa dicegah senyum mereka terukir dibibirku kemudian dengan cepat membalas pesan itu dengan mengatakan aku juga merindukannya, dan tidak rela harus berpisah secepat itu.

“Mianhae, besok ke kampus kan? Aku jemput.”

“Jinjja?!?!” Tanyaku tanpa sadar.

Namun cepat-cepat aku mengetikkan balasannya menanyakan kesungguhan namjaku itu. Dengan menambahkan bahwa aku masih sangat merindukannya dan ingin melihat wajahnya.

“Ahahaha, kau sangat merindukanku, baby? Jeongmalyo??”

“Nee 😦 “

Aku merengek seperti anak kecil yang tidak mendapatkan permen dihari ulang tahun, oh tuhaaan~ aku benar-benar gila. Dan tidak ada balasan lagi dari namja tampan kekasihku itu.

Apa dia terbebani? Apa dia menganggapku kekanak-kanakan?

“Ahh~ mollaaaa~”

Kalian pasti menganggapku gila, tapi inilah yang kurasakan mempunyai namjachingu seorang Choi Siwon. Setiap hari aku merasa Insecure.

Namja tampan sepertinya bisa mendapatkan yeoja atau namja manapun yang diinginkannya. Tapi kenapa dia memilihku yang tidak punya kelebihan apa-apa kecuali otakku yang terlalu pintar. Aku tidak bisa dibandingkan dengan rekan-rekan bisnisnya yang punya pergaulan luas, karna aku hanya mahasiswa yang maniak belajar dan menghabiskan waktu liburku dengan bermain game.

Apa yang dia lihat dariku? Kenapa dia memintaku menjadi kekasihnya hanya dalam 3 bulan kami saling mengenal.

Aku masih tidak percaya dia mencintaiku.

Tanpa sadar aku tertidur dalam pikiranku yang semakin berat itu, bahkan aku lupa Siwon-ssi sudah tidak membalas apapun lagi setelah sms terakhirku.

Ketika aku bangun lagi, hari sudah semakin gelap pertanda malam sudah menjelang dan aku belum mandi sejak pulang tadi. Tapi karena perutku tiba-tiba merasa sangat lapar, aku langsung keluar kamar dan setengah berlari menuruni tangga.

Dibawah sana aku mendengar appa berbicara dengan seseorang yang pasti maid ahjumma dirumah kami. Karena tidak ada orang lain disini selain mereka yang menjaga rumah besar ini. Tapi ternyata perkiraanku salah saat suara seseorang yang lain menyahut perkataan appaku.

Dan saat kakiku berada dianak tangga terakhir barulah aku tahu bahwa rumah kami kedatangan tamu yang tidak diundang.

Choi Siwon-ssi.

“Selamat malam, baby~” Sapanya dengan senyuman manis yang memesona.

Tanpa kata-kata aku langsung berbalik berlari menaiki tangga dan masuk kekamarku dengan cepat. Aku berdiri dibalik pintu dengan nafas terengah dan jantung berdebar kencang.

“Ke-kenapa dia disinihh?” Tanyaku pada diri sendiri. “W-wajahku…”

Dengan cepat aku berlari menuju cermin dipintu lemariku dan melihat wajah bangun tidurku yang begitu hancur.

“Omo!!”

“Kyunnie~” Panggil Ahjumma maid tiba-tiba.

“Nee??”

“Tuan besar menunggu, kalian akan makan malam bersama.”

“Mwooo??”

“Tuan Choi juga.”

“Mwoo??”

“Nappeun namja, mandilah cepat.”

“Mwooo???” Mataku melebar sempurna mendengar panggilan itu.

Namun hanya tawa kecil yang kudengar dari maid ahjumma dan setelahnya aku mendengar langkahnya segera turun ke bawah. Dengan cepat aku menuju kamar mandi dan membersihkan diriku dengan perasaan yang membuncah.

Aku tidak menyangka namja tampan itu akan datang ke rumah dan makan malam bersama appa. Apa karna aku mengatakan masih merindukannya dan ingin melihat wajahnya?

“Ahhh, mollayooo~”

Bibirku tidak bisa berhenti tersenyum seperti orang gila, dadaku berdebar kencang seperti saat aku mendapatkan ciuman pertama. Aku sangat bahagia sampai ingin rasanya berteriak sekeras mungkin tapi tentu saja tidak mungkin karna Siwon akan pasti mendengarnya.

Bilang saja aku terlihat seperti yeoja, karna kalian tidak mengerti apa yang kurasa.

Dia cintaku, namja tampanku, kekasih hatiku.

“Kyunniee~” Suara ahjumma kembali terdengar dibalik pintu kamarku.

“N-ne ahjumma?”

“Tuan besar bertanya mau berapa lama lagi? Makanannya sudah dingin~”

Dengan cepat aku membuka pintu kamarku dan melihat ahjumma maid menyunggingkan smirknya yang menjengkelkan. “Aku sudah siap.”

“Berapa kali ganti baju?”

“Ahjumma~” Death glareku tidak pernah mempan padanya.

Karena itu ia hanya tertawa kecil dan segera turun lagi kebawah dan aku mengikutinya dari belakang. Dia memang benar, aku bingung harus memakai baju yang seperti apa karena ini hanya makan malam biasa.

Akhirnya aku hanya memakai sweater panjang berwarna hitam dengan leher sedikit lebar dipadu dengan jeans hitam yang melekat pas dikaki jenjangku. Lagipula aku yakin kami tidak akan pergi keluar, tapi aku rasa penampilanku cukup memesona.

Karena begitu tiba dibawah aku melihat Siwon menatapku dengan mata melebar dan senyumnya yang tidak pernah hilang. Sedangkan dirinya hanya dengan memakai turtle neck abu-abu kehitaman dan blazer hitam dipadu celana hitam membuatnya selalu terlihat mengagumkan.

Tatapan kami bertemu dan tidak ada kata yang bisa mengungkapkan segala perasaanku padanya. Sampai suara appa mengejutkan kami berdua dan sama-sama berpaling dengan pipi merona.

“Ayo, kita makan.” Ucap Appa.

Dan kami pun makan malam bersama dengan khidmat karena tidak ada yang berbicara selain Appa yang menanyakan dan membahas tentang perusahaan dengan Siwon. Aku tidak punya kesempatan untuk bertanya apapun, lagipula didepan Appa, aku tidak bisa menunjukkan perasaanku pada Siwon-ssi.

Setelah beberapa saat, acara makan malam pun selesai, Appa mengatakan akan beristirahat sebentar dikamarnya. Seolah memberi kesempatan pada kami untuk menghabiskan waktu bersama.

Aku langsung mengajak Siwon menuju balkon sambil membawa dua gelas wine dan Siwon membawa botol winenya. Sampai disana aku langsung meletakkan gelas itu dimeja dan Siwon menuangkan winenya dalam gelas.

“Kau sangat cantik malam ini.” Ucapnya tiba-tiba membuatku terkesiap.

“K-kenapa tidak bilang kau akan datang?” Tanyaku mengalihkan perhatiannya.

“Siapa yang masih merindukan dan ingin melihat wajahku?” Dia balik bertanya.

Pipiku langsung merona tanpa bisa dicegah dan mulutku langsung menjawab dengan sejujurnya. “Mmm, nee, itu a-aku.”

“Aku sangat senang melihat kejujuranmu, baby.” Ucap Siwon langsung mendekat dan menarik pinggangku.

“Aku tidak bisa berbohong.”

“Karna itu aku menyukaimu.” Ucap Siwon memeluk pinggangku dengan eratnya.

“Benarkah?”

“Apa kau tidak percaya?” Tanyanya dan dengan cepat aku menggelengkan kepalaku.

“Ahahaha, itu jawabannya tidak atau iya?” Tanyanya lagi.

“Aku tidak percaya.”

“Mwoo??” Matanya melebar sempurna. “Baby, aku mencintaimu, sungguh.”

“Sebesar cintaku?”

“Lebih dari cintamu.”

“Tidak mungkin.” Aku memainkan kerah blazernya karena tidak berani melihat matanya.

“Aku memang tidak bisa selalu bersamamu karena kesibukanku, baby~ tapi percayalah, aku selalu memikirkanmu, merindukanmu.”

“Kenapa tidak pernah mengatakannya, setidaknya tunjukkan perasaanmu padaku Siwon-ssi.”

Aku bisa melihat Siwon tersenyum lembut dan tangannya bergerak untuk menyentuh daguku dan membuatku menatap matanya.

“Apa dimataku tidak terlihat dengan jelas?” Tanyanya dengan lembut.

“Aku begitu mencintaimu, tapi aku tidak bisa percaya jika kau mencintai sebesar cinta milikku, karna…”

“Karna??”

“Kau begitu sempurna Siwon-ssi, kau bisa mendapatkan segalanya, yeoja dan namja yang lebih dariku pasti berebut untuk memilikimu, tapi kenapa kau bis….”

Perkataanku terpotong ciumannya yang begitu tiba-tiba namun terasa sangat lembut saat ia mulai menggerakkan bibirnya. Ciuman kami selalu terasa bagai ciuman yang pertama, hatiku selalu bergetar dengan hebatnya.

Tapi kali ini aku merasakan sesuatu yang lain dibawah telapak tanganku yang ada didada kiri Siwon. Degupan jantung yang tidak normal terasa begitu nyata sampai aku ingin menempelkan telingaku disana untuk mendengarnya.

“Sekarang kau percaya?” Tanya Siwon tiba-tiba.

Aku tidak sadar ia sudah melepas ciuman kami, membuat pipiku merona sampai ketelinga. Tangan Siwon perlahan bergerak menyentuh rona pipiku kemudian mengecupnya.

“Kau cinta pertama dan terakhirku baby.” Ucapnya dengan wajah serius. “Jangan meragukan perasaanku.”

“Siwon-ssi…”

“The love of my life~ trust me, I really love you.” Ucap Siwon menatap mataku begitu dalam.

Aku tidak bisa berkata apa-apa selain melingkarkan lenganku dilehernya dan menyembunyikan wajahku disana. Kurasakan lengan Siwon memelukku semakin erat dan mengecup bahuku yang terbuka dengan lembutnya.

“Aku ingin menjadi satu-satunya milikmu, mungkinkah?” Tanyaku tanpa melihatnya.

“Kau memang satu-satunya, milikku, hanya milikku.” Ucap Siwon dengan yakinnya.

“…..”

Kami sama-sama terdiam menikmati kehangatan pelukan ini dan aku bahagia bisa mendengar dengan jelas detak jantung namja tampan ini bersamaku.

“Ahjussi mungkin tidak akan mengizinkan jika aku menginap.” Ucap Siwon setelah beberapa saat.

“Mwoo??”

“Ahahaha, besok aku jemput jam 9.”

“Nee~ ehh, kau tidak ada pekerjaan?”

“Tidak, aku bisa datang sedikit terlambat.”

Tanpa bisa disembunyikan aku tersenyum garing dengan mata berbinar seperti anak kecil. Siwon langsung mengecup bibirku sekilas dengan gemasnya kemudian mengambil gelas wine yang sudah terasa dingin.

“Untuk kita.” Ucap Siwon mengajakku bersulang.

Dan kami menikmati malam itu bersama aku yang duduk bersandar didadanuya dan lengannya melingkar memelukku dengan erat. Kami hanya diam tanpa kata menikmati keheningan malam dengan langit yang berbintang.

Sampai lebih dari satu jam kemudian akhirnya Siwon mengatakan dia harus segera pergi karena tidak mungkin ia akan menginap dirumahku.

“Ayo, kita lihat appa.”

“Appa masih dikamarnya.”

“Mungkin sudah tidur, aku pulang saja, eotte??”

“Mm, ne, gwenchana.”

“Ayo~” Siwon langsung menarikku menuju pintu depan.

Aku mengantarkan kepergiannya dengan berdiri didepan pintu menunggu audy putihnya menghilang dari pandangan. Setelah itu aku langsung berlari ke kamar dengan pipi merona dan jantung yang berdebar bahagia.

Aku yakin tidurku akan nyenyak malam ini.

Keesokan harinya.

Dengan penuh semangat aku bangun tidur dan menyiapkan diri untuk bertemu dengan kekasih hatiku. Dia berjanji akan mengantarkanku ke kampus dan dalam beberapa menit kedepan ia sudah tiba.

“Appaaaa!!” Teriakku sambil menuruni tangga.

“Lihatlah, dia benar-benar sedang jatuh cinta.” Ucap Appa pada maid ahjumma.

“Bukan tuan…Kyunnie sedang mencinta.” Jawab Ahjumma dengan senyum jahilnya.

“Apa yeoja memang seperti itu saat bertemu pacarnya?”

“Ne tuan, bunga-bunga akan mengikuti mereka kemanapun.”

“Jinjjayo??”

“Ne, lihatlah~” Ucap maid ahjumma berpaling melihatku dengan smirknya.

Aku langung memasang wajah tidak rela sambil melipat tangan didada. “Aku ini namja appa, namja ahjumma!!”

“Ahahaha~ namjaa~”

“Kaliaan….”

Titittiti…

Suara klakson mobil membuat rencana seranganku terhenti, langsung saja aku berlari menuju pintu depan dan melihat senyum cerah berlesung pipi itu menyambutku.

“Siwon-ssi…” Panggilku dengan senyum merekah.

“Morning baby~” Jawab Siwon mengedipkan kedua matanya.

“Appa~ aku pergi~” Teriakku tanpa masuk kedalam.

Tapi Siwon malah keluar dari mobil dan melingkarkan lengannya dipinggangku lalu membawaku masuk kembali ke dalam.

“Ahjussi, selamat pagi~” Sapa Siwon dengan sopannya.

“Kau memang yang terbaik Siwon.” Jawab Appaku dengan senyum bangga.

Aku hanya bisa menatap Appaku dengan tatapan tajam lalu berpaling melihatnya. Dan namja tampan disampingku ini hanya tersenyum manis dengan wajah polosnya kemudian segera menarikku keluar dari rumah dan masuk kemobilnya.

“Mau buat appa terkesan, eoh?” Tanyaku cepat.

“Tentu saja harus, dia appa-mu baby~ aku harus melakukan yang terbaik.”

“Mmm~”

“Kajjaa~”

Didalam mobil kami sama-sama terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Tapi tangan Siwon bergerak mengambil tanganku dan menggenggamnya dengan lembut membuat dadaku kembali berdebar dengan kencang.

“Sampai dikampus jangan lupa sarapan, arrachi?” Ucap Siwon tiba-tiba.

“Hoo? Kau tahu?”

“Tentu saja, tadi kau ingin buru-buru pergi baby.”

“Mmm~”

“Jaga dirimu, sampai jumpa lagi.” Ucap Siwon kemudian barulah aku sadar bahwa kita sudah tiba didepan gerbang kampus.

“Mmm, nee~” Jawabku sedikit tidak rela.

Saat tanganku bergerak untuk membuka pintu mobil, Siwon kembali menariknya dengan cepat. Gerakan itu membuatku berpaling melihatnya dan ternyata wajahnya tepat didepan mataku.

“I love you.” Bisiknya pelan kemudian mengecup bibirku dengan cepat.

Tidak ada yang bisa kuucapkan karena terlalu malu dan lidahku kelu, akhirnya aku segera keluar darisana sambil mengumpat kesal. Tapi tetap tidak bisa dipungkiri, hatiku begitu berdebar dan berbunga-bunga.

“What the hell” Gerutuku pada diri sendiri.

Setelahnya aku langsung menuju kantin untuk sarapan kemudian menuju perpustakaan dan ruang dosen untuk segera menyelesaikan keperluan thesisku. Entah berapa lama aku menghabiskan waktu disana sampai makan siang pun aku lupakan.

Namun suara pesan masuk dihp-ku mengatakan aku tidak bisa melupakan makan siang yang begitu aku inginkan.

“Baby, selamat makan, jam berapa pulang? Nanti aku jemput.”

“Ehehe, sekitar dua jam lagi, Siwon-ssii.” Balasku dengan cepat.

“Baiklah, nanti aku hubungi.”

Dengan patuh aku kembali ke kantin dan membeli beberapa roti isi kemudian kembali lagi untuk menyelesaikan pekerjaanku. Aku tidak ingin namja tampan itu datang nanti, aku masih belum selesai.

**

Dua jam kemudian.

Hari sudah menjelang sore, banyak mahasiswa yang sudah pergi meninggalkan kampus, begitu juga denganku. Setelah urusanku selesai, aku langsung berjalan, atau setengah berlari menuju gerbang.

Selang beberapa menit, sebuah mobil datang mendekat yang membuat dadaku berdebar tidak karuan. Namun saat melihat dengan jelas mobil apa itu, wajah berbinarku langsung meredup.

Bukan audy.

“Selamat sore, Kyuhyun-ssi.” Sapa sopir itu keluar dari mobilnya.

“Ne, Siwon-ssi eodiseo?”

“Sajangnim ada keperluan mendadak, saya diminta untuk menjemput anda, silahkan…”

Walau tidak suka aku langsung masuk kedalam mobil mewah itu dan menyadari isi didalamnya benar-benar milik seorang direktur.

Jok mobil yang sudah seperti sofa dan bisa direbahkan, ditengahnya ada meja kecil tempat meletakkan makanan dan juga minuman. Lalu ada monitor seperti Tv kecil yang aku tidak ingin tahu kegunaannya.

“Silahkan dinikmati.” Ucap ahjussi sopir itu kemudian melajukan mobilnya dengan mulus.

Kalian tahu apa yang harus dinikmati? Dimeja kecil itu terdapat kotak sandwich yang menyegarkan mata dan sebotol bubbletea kesukaanku. Aku rasa Siwon-ssi menggunakan kelemahanku agar aku tidak merajuk.

“Sajangnim ingin berbicara pada anda.” Ucap Ahjussi itu lagi.

“Huh? Dimana?”

“Tekan tombol monitor didepan anda.”

“Hoo~ aku pikir di hp.” Jawabku asal dan menuruti perkataannya.

Begitu monitor itu menyala wajah tampan kekasihku langsung nampak disana. “Annyeong baby~” Sapanya dengan santai.

“Eoddiseo?” Jawabku setelah menelan sandwich dimulutku.

“Dalam perjalanan menuju China, mianhae.”

“Pergi bersama siapa?” Tanyaku dengan wajah datar, walau aku begitu penasaran.

“Sekretaris kantor, baby~”

“Dengan mobilmu?”

“Ani, mobil kantor.” Jawab Siwon cepat dengan senyum kebanggaannya.

“Hoo~ nee, hati-hati.”

“Jangan merajuk, sweetheart.”

“Aku tidak merajuk.”

“Wajahmu sulking.”

“Ani…”

“Ahahaa, I love you, nanti aku hubungi lagi, see you soon, baby~”

“Ne~ love u too.”

Dan monitor itu pun mati membuat perasaanku sedikit membaik.

“Sajangnim tidak pernah membawa orang lain dengan audy-nya.” Ucap ahjussi sopir tiba-tiba.

“M-mwoo??” Dia mendengarku? Tentu saja paboo!!

“Orang lain juga tidak diizinkan membawa audynya sekalipun.”

“La-lalu ini mobil siapa?”

“Ini mobil dirumah sajangnim.”

“Mwo?? Itu artinya….” Pikiranku langsung bekerja dan tanpa bisa dicegah senyum penuh kebanggaan terpatri dibibirku.

Audy Siwon-ssi hanya kami berdua yang menaikinya.

“Yeeaah!!!” Seruku tanpa sadar dan bisa kulihat ahjussi itu menahan senyumannya.

Tapi aku tidak peduli, perasaanku sudah terlalu bahagia mengetahui hal kecil itu yang membuat kadar cintaku semakin bertambah.

**

Tapi ternyata kebahagiaan itu berubah menjadi kegelisahan dalam sekejap. Namja tampan kekasihku benar-benar disibukkan dengan pekerjaannya sampai ia tidak sempat menghubungiku.

Saat ia sudah bisa menghubungiku ternyata pekerjaannya sudah berpindah ke Thailand dan dia tidak bisa menghubungiku dari sana.

Tanpa ingin melanjutkan kerinduanku, aku pun memutuskan untuk menghubunginya.

“Yeoboseyo, Siwon-ssi?” Sapaku pertama kali.

“Mm, yeoboseyo??”

“N-nuguya??” Tanyaku langsung karena itu bukan suara namjaku, itu yeoja sekretarisnya?

“Aku sekretaris Siwon sajangnim, ini siapa?”

“Aku Kyuhyun, kenapa hp Siwon ada padamu.”

“Ahh, sajangnim ada dikamar mandi.”

“Mwo??”

“Ada yang ingin kau sampaikan?”

“Tidak, katakan aku menunggunya.”

“Baiklah.”

Aku langsung memutuskan sambungan itu dan berpikir sekali lagi kenapa dia berani menjawab telepon atasannya? Lalu kenapa Siwon ada dikamar mandi? Mereka ada di hotel? Menginap bersama? Satu kamar? Berdua?

Oh!! Shut up Kyuhyun!!

Tiba-tiba iphone canggihku kembali berbunyi dan nama Siwon tertera disana. Dengan wajah sulking aku menerima sambungannya dan mendengar suara namja yang kurindukan.

“My baby?”

“Siwon-ssi~” Panggilku tanpa sadar dengan nada memelas

“Waeyo, hm? Mianhae tadi aku dikamar mandi.”

“Mm, nee~”

“Bogoshipoyo, baby~”

“Kapan kau pulang?”

“Aku belum bisa memastikan, karna setelah ini kami akan berangkat ke Bangkok.”

“Berapa lama di Bangkok?”

“Mungkin sekitar seminggu.”

“Aku merindukanmu~”

“Jika bisa aku akan langsung terbang menemuimu, baby.”

“Aku tahu.”

“Baiklah, aku harus pergi, take care, hm?”

“Nee…”

“See you soon, I love you, my life.”

“I love you too.”

Dan selanjutnya aku menghabiskan waktu dengan menghitung jam dan hari sambil menunggu kabar dari kekasih tampanku yang super sibuk.

Bahkan hari selanjutnya dia tidak menghubungiku lagi karena pekerjaannya tidak bisa ditinggalkan. Perusahaannya sedang melakukan transaksi besar untuk membangun anak cabang lagi dipusat kota Bangkok.

Dan selanjutnya seperti malam-malam biasanya hampir seminggu ini, aku menghabiskan waktu dirumah dengan bermain game. Karena kekasih hatiku yang begitu tampan dan begitu sibuk saat ini sedang tugas diluar negeri dan melupakanku.

Pekerjaannya sebagai seorang CEO selalu membuatnya jauh dari korea dan tentu saja jauh dariku. Tapi, tidak ada yang bisa kulakukan, karena itu memang pekerjaannya, aku tidak bisa melarang kepergiannya dan tidak akan.

Tapi lagi…

“Kenapa kau tidak membalas pesanku, Siwon-ssiii?!?!” Tanyaku dengan kekesalan yang memuncak.

Hampir seminggu ini aku tidak tahu kabar apapun mengenai dirinya, bahkan sekretaris cantiknya pun tidak menghubungiku sebagai penggantinya. “Apa yang kau lakukan Siwon-ssi???”

Suara dering hp memecah keheningan didalam kamarku dan juga menjawab pertanyaanku untuk yang kesekian kalinya.

“Yeoboseyo?

>Kyu? Kau dimana?< Suara Changmin terdengar khawatir.

“Aku dirumah, kenapa? Kau dimana?”

>Aku di klub oricon, ada pertemuan bisnis.<

“Jinjja?? Lalu kenapa kau menghubungiku?”

>Ani, aku hanya ingin memastikan, kenapa Siwon-ssi disini dan kau tidak ada.<

“Mwoo??” Mataku langsung melebar tidak percaya.

>Ne? Kau tidak tahu? Siwon-ssi ada disini.<

“Dimana alamatnya? Aku kesana sekarang.”

>Mwo??<

“Kirimkan alamatnya.”

Aku langsung memutuskan sambungan dan mencari coatku dengan cepat lalu segera turun ke bawah. Ahjussi kim yang ada dipintu langsung menuju mobil begitu melihatku.

Dengan cepat aku masuk kesana dan mengatakan padanya kemana tujuanku. Degup jantungku berdebar dengan sangat cepat memikirkan perkataan Changmin sebelumnya.

Kenapa Siwon ada di klub? Bukan, kenapa dia ada dikorea sedangkan yang aku tahu dia sedang dalam perjalanan bisnis diluar negeri hampir seminggu ini. Sms, panggilan bahkan kabarnya pun aku tidak tahu apa-apa karena namja tampan kekasihku itu tidak sempat membalas semua pesanku.

Lalu kenapa?

Begitu sampai disana aku langsung masuk kedalam klub karena umurku yang sudah diizinkan memasuki tempat itu. Dan tepat dijalan keluar aku bertemu pasangan yang hendak keluar darisana dengan namja yang memapah yeojanya yang sudah mabuk.

Namun saat melihat wajah namja itu lebih jelas, hampir saja jantungku berhenti berdetak ditempat itu juga. Choi Siwon, namja itu kekasihku sedang memapah seorang yeoja yang begitu menempel erat padanya dengan lengan yeoja itu dileher Siwon dan lengan Siwon melingkar erat dipinggangnya.

Apa-apaan ini?

“Si-siwon-ssi??”

“B-baby??” Tanya Siwon tidak percaya melihatku.

“Kau memanggilku baby?” Tanya yeoja yang sedang bergelayut manja padanya itu.

Siwon tidak menjawab tapi ia hanya menatapku tidak percaya kenapa tiba-tiba aku ada disana dan berdiri tepat dihadapannya.

“Karna ini kau sangat sibuk? Setelah hampir seminggu tidak ada kabar? Karna dia?” Tanyaku tidak tahan lagi.

“Baby, bukan begitu…”

“Lalu apa? Aku mencoba selalu mengerti saat kau sibuk Siwon-ssi, tapi apa yang kau lakukan?”

“Ini tidak..”

“Apanya yang tidak? Aku menunggu pesan, panggilan, kabar darimu, tapi kau terlalu sibuk untuk membalasnya, sekarang sudah cukup, aku sudah lelah.” Ucapku dengan nada lemah dan berbalik meninggalkannya.

“Baby, tunggu!!”

“Jangan memanggilku itu!!”

Aku langsung keluar darisana karena airmata yang kutahan sudah tidak bisa dibendung lagi. Dengan cepat aku masuk ke mobil dan meminta ahjussi sopirku segera pergi darisana.

Aku menangis sambil menggigit bibirku menahan suaranya terdengar karena aku tidak mau terlihat seperti seorang yeoja. Tapi rasa sakit itu terlalu besar untuk disimpan hingga isakanku tetap terdengar sampai ke jok depan.

“A-aku mencintainya, ahjussi~ ta-tapi apa yang dia lakukan?” Tanyaku tidak tahan lagi.

“Aku memang bukan yeoja!! Kenapa dia memilihku dari awal? Aku sungguh mencintainya, ahjussi~” Ucapku dengan airmata berlinang lalu membenamkan wajahku di jok mobil dan menangis sekerasnya.

Hatiku terlalu sakit dibohongi seperti itu karena aku begitu percaya pada namja tampan kekasihku yang pertama dan terakhir. Namja pertama yang kucintai membuat hatiku hancur seperti ini.

“Apa yang harus kulakukan?? Sakit sekali Siwon-ssi~”

“Dari awal aku memang bukan satu-satunya untukmu, bukan? Tapi bagaimana? Kau pertama dan segalanya untukku?? Apa yang harus kulakukan Siwon-ssi!?!”

Kyuhyun Pov End.

Namja cantik itu terus menangis dengan sedihnya sampai mobilnya tiba didepan rumahnya sendiri. Ahjussi Kim hanya bisa menunggu sampai Kyuhyun tenang dan keluar dari mobil itu.

Namun lebih dari satu jam kemudian, Kyuhyun masih menangis dan menanyakan hal yang sama pada namja tampan yang begitu dicintainya itu. Bahkan sampai akhirnya ia tertidur di jok mobil dengan isakan yang tidak kunjung berhenti.

Terlalu lelah menangis Kyuhyun sampai tidak sadar siapa yang sudah mengangkatnya menuju kamar tidur.

Sampai keesokan harinya.

Pagi menjelang dan Kyuhyun terlihat bergerak gelisah dalam tidur sampai akhirnya ia membuka matanya yang terasa begitu berat. Sesaat kemudian barulah ia sadar sudah berada ditempat tidur dan dalam selimutnya yang hangat.

Namja cantik itu melihat keatap kamar memikirkan apa yang sudah terjadi sebelumnya, dan saat semua ingatan kembali mengitari dalam kepalanya, airmata kesedihan itu pun kembali berlinang.

Kyuhyun meringkuk seperti bola dalam selimutnya dan kembali menangis memikirkan cintanya sudah berakhir dalam sekejap. Waktu setahun masih saja membuat keraguan itu hadir dalam pikiran namja cantik itu. Hingga akhirnya ia mengambil keputusan sepihak itu.

Selama ini, Kyuhyun sudah bertahan dengan sifat Siwon yang terlalu baik dan tidak pernah bisa menolak wanita. Tapi namja tampan itu tidak menjaga perasaannya saat dengan gampangnya yeoja-yeoja cantik itu bahkan Siwon sendiri menyodorkan pipi untuk dikecup oleh mereka.

Bukan hanya itu, perjalanan bisnis bersama sekretarisnya yang selalu ada dalam rutinitas namja tampan itu membuat keraguan Kyuhyun bertambah besar setiap harinya.

“Kau tidak mencintaiku seperti cintaku, Siwon-ssi~” Ucap Kyuhyun dalam tangisnya.

Appa Cho yang mengetahui segalanya dari ahjussi kim hanya bisa melihat perkembangan hubungan putranya itu dari jauh. Karena ia menganggap mereka sudah dewasa untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk semuanya.

“Bawakan sarapan untuknya ahjumma, paksa dia makan, walau dia menangis.” Ucap Appa Cho pada maid mereka.

Ahjumma maid itu langsung menyiapkan sarapan Kyuhyun dengan cepat kemudian segera membawanya ke kamar bayi besar itu. Wanita paruh baya itu ikut bersedih melihat tuan muda mereka patah hati seperti ini.

“Walau begitu, makan harus tetap jalan.” Ucapnya penuh semangat. “Kyunnie, ayo makan dulu.”

“Ahjummaa~” Tangis Kyuhyun seperti anak kecil begitu melihatnya.

“Nee~”

“Sakit sekali, ahjumma~”

“Nee, ahjumma tahu, tapi ayo makan dulu~”

Tanpa diduga Kyuhyun langsung duduk dengan selimut menutup  kepalanya dan airmata tetap mengalir dipipi chubby-nya itu. Ahjumma maid-nya ingin tertawa dengan keras namun situasi yang tidak memungkinkan membuatnya hanya tertawa kecil sambil melihat kearah lain.

Namja cantik itu langsung mengambil sendoknya dan memakan nasi goreng itu dengan lahap. Walau airmata tetap mengalir dipipinya, tapi Kyuhyun tetap makan dengan sepenuh hati.

“Hiks~ Siwon-ssi~” Panggil Kyuhyun dengan isakannya.

Ahjumma maid hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan namja cantik yang sudah dirawatnya itu sejak kecil. Nyonya Cho meninggalkannya saat ia masih terlalu kecil, karena itu Kyuhyun tidak punya kenangan bersama umma Cho yang bisa diingatnya.

“Kenapa sampai menangis seperti ini, Kyunnie?” Tanya Ahjumma itu sambil membelai kepalanya.

“Aku sangat mencintainya ahjumma, aku tidak mau kehilangan Siwon-ssi~ ta-tapi…”

“Tapi?”

“Aku sudah mengucapkan selamat tinggal, itu artinya kami sudah putus, ahjummaaaa~” Tangis Kyuhyun kembali terdengar.

Ahjumma itu langsung memeluk kepalanya dan Kyuhyun pun kembali menangis dipelukannya. Appa Cho yang berada diluar hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Kemudian ia segera pergi dari sana menuju suatu tempat untuk keperluannya.

Sementara itu Kyuhyun kembali dalam kesedihannya seorang diri bahkan tanpa satu pesan atau panggilan pun dari Siwon. Setidaknya namja tampan itu datang untuk menjelaskan semuanya, tapi tidak ada satu kata pun yang diterima Kyuhyun.

Dengan begitu sudah jelas, cinta Siwon tidak sebesar cinta yang dimiliki Kyuhyun untuknya. Lagipula sejak awal Kyuhyun yang lebih dulu jatuh cinta pada Siwon saat pertama kali melihatnya di acara itu.

Karena itu keraguan akan cinta Siwon untuknya selalu menghantui Kyuhyun.

Walau Changmin sudah menjelaskan Siwon ada disana karena pekerjaannya dan yeoja yang mabuk itu adalah kliennya. Kyuhyun tidak bisa terima karena namja tampan kekasihnya itu tidak mengatakan apa-apa saat kembali ke Korea, bahkan Siwon tidak mencoba untuk menjelaskan secara langsung kesalahpahaman mereka.

“Kenapa kau tidak menghubungiku, Siwon-ssi? Kenapa kau mengabaikanku? Apa kau memang ingin putus? Hiks~”

Sudah empat hari ini Kyuhyun hanya bisa bertanya tanpa ada yang bisa menjawabnya karena Siwon memang tidak pernah datang lagi sejak ia mengucapkan selamat tinggal. Bukankah sudah jelas jika hanya Kyuhyun yang mengharapkan untuk selalu bersamanya dan hanya Kyuhyun yang terlalu mencintainya.

Apa semua pemikiran itu salah?

Karena jelas-jelas namja cantik itu tidak tahu bahwa yang membawanya ke kamar tidur saat ia menangis didalam mobil adalah Siwon. Kekasihnya itu melihat dengan jelas airmata yang terus keluar dari pipi pucat nan chubby miliknya.

Dan saat ini sebuah bmw mewah yang berwarna hitam sudah berdiri didepan rumah Kyuhyun yang terlihat sepi karena penghuninya yang beraura gelap. Appa Cho dan Ahjumma maid tidak berani berkutik untuk mengganggu Kyuhyun yang mengurung diri dikamarnya.

Dan saat sopir BMW itu masuk kedalam rumah, maid ahjumma hanya bisa menghela nafas lelah lalu berjalan menuju kamar Kyuhyun yang ada dilantai dua. Wanita paruh baya itu memanggil Kyuhyun dengan ragu-ragu karena tidak ingin membuat namja cantik itu marah padanya.

“Kyunnie…”

“Ahjumma~” Jawab Kyuhyun tidak disangka.

“Aigoo~ dia menangis lagi?” Gumam Ahjumma maid tidak habis pikir. “Sudahlah, dia tidak akan datang~ sekarang keluarlah.”

“Ahjumma~ Siwon-ssi brengsek!!”

“Aigoo~ cepatlah keluar ada yang mencarimu.”

Langsung saja suara kaki yang berlari terdengar didalam kamar itu sampai akhirnya pintu itu pun terbuka dengan lebar.

“Siwon-sii??” Tanya Kyuhyun dengan penuh harap.

“Apa hanya dia yang ada didunia ini?” Tanya ahjumma maid dengan wajah kesal.

“Nee~” Jawab Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“Ck!! Omoo!! Apa yang kau lakukan di kamar??” Ahjumma maid langsung menarik celemek yang di roknya dan mengusap wajah Kyuhyun dengan lembut. “Masih saja seperti bayi, cepat bersihkan dirimu, kita harus pergi.”

“Aku tidak mau pergi kemanapun, aku cuma mau Siwon-ssi.” Jawab Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Siwon-ssi tidak bisa dimakan.”

“…..”

“Jangan membantah, sana ganti bajumu.” Ucap ahjumma maid dengan wajah serius kemudian segera meninggalkannya disana.

Namun tidak berapa lama Kyuhyun sudah turun dibelakangnya hanya memakai t-shirt dan sweater abu-abunya saja. Wajah lusuh namun terlihat cantik itu melihat ahjumma dengan sulkingnya membuat wanita itu hanya bisa menghela nafas lelahnya.

Tanpa berkata apa-apa ahjumma langsung menariknya menuju pintu keluar dan masuk kedalam BMW yang sudah menunggu mereka disana. Didalam mobil Kyuhyun masih memasang wajah sulkingnya namun ahjumma maid tidak mengatakan apapun kemana mereka akan pergi membuatnya semakin penasaran.

“Kita mau kemana?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Temani ahjumma belanja.”

“Mwoooo??” Mata Kyuhyun melebar tidak percaya.

“Daripada menangis didalam kamar, lebih baik melihat sayuran.”

“Andwaaeee!! Aku mau pulang, putar mobilnya, ahjussi.”

“Diamlah, bayi besar!!”

“Ahjumma!!!”

“Waeee???” Ahjumma menatapnya tajam.

Kyuhyun langsung terdiam dan beringsut dikursinya dengan bibir mengerucut, ia memang tidak pernah bisa membantah wanita yang sudah merawatnya sejak kecil itu. Walau sering keras kepala, tapi untuk ahjumma ia akan selalu mendengarkannya.

Entah berapa lama mereka terdiam tanpa kata-kata sampai akhirnya mobil itu pun berhenti ditempat yang tidak dikenal Kyuhyun. Ingin bertanya lagi, ahjumma maid-nya dengan cepat mengatakan agar ia tidak menanyakan apapun.

Bahkan saat ia dibawa keruangan yang penuh dengan yeoja-yeoja cantik yang berpakaian mewah itu, Kyuhyun harus tetap diam.

“Omoo~ kenapa matanya ahjumma??” Tanya salah satu yeoja yang sedang memegang sisir rambut.

“Jangan cerewet, lakukan yang terbaik, aku tidak mau ada kesalahan.”

“Baiklah, kemari bocah~”

“Siapa yang kau panggil bocah?” Jawab Kyuhyun dnegan wajah garang.

“Diam baby, turuti saja.” Jawab Ahjumma maidnya lalu segera menghilang darisana.

Kyuhyun hanya bisa menuruti apapun yang diinginkan ahjumma-nya dan memberi yeoja-yeoja cantik itu death glarenya yang menggemaskan.

**

Entah berapa lama Kyuhyun mengikuti apapun yang dikatakan yeoja-yeoja cantik itu sampai semuanya selesai dan ia dikeluarkan dari ruangan itu menuju ruangan lainnya. Namun sebelum itu Kyuhyun melihat appa cho dan ahjumma maid juga ada disana seperti sedang menunggu kedatangannya.

“Appa!! Kenapa ada disni? Kenapa berpakaian seperti ini? Kita ke pesta siapa?” Tanya Kyuhyun tanpa babibu.

“Anak ini, sudah tidak menangis lagi?” Appa Cho balik bertanya.

“Ahh, Siwon-ssi.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba mengingat namja tampan itu lagi.

“Aissh, jangan mengingatnya lagi, kemarilah.” Appa Cho mengerutkan kening melihat tingkah putranya itu.

“Jika setelah ini kau masih menangis, Appa akan mengirimmu ke Eropa.”

“Mwoo??”

“Diamlah, ayo masuk~ acara sudah dimulai.” Appa Cho langsung mengambil tangan kiri Kyuhyun dan meletakkannya dilengan kanannya.

Ahjumma maid yang hanya tertawa cekikikan langsung berdiri disampingnya dengan wajah sumringah, barulah Kyuhyun sadar wanita itu terlihat begitu anggun dengan gaun putih yang melewati lututnya.

Pasti ini pernikahan keluarga Cho, sampai ahjumma juga datang.

‘Lalu!! Kenapa appa membawaku kesini dengan perasaanku yang masih kacau ini, Appa~’ Kening Kyuhyun berkerut menyuarakan protesnya namun Appa Cho hanya memasang wajah tidak peduli.

Saat itu pintu ruangan itu pun dibuka dengan lebar menampakkan semua tamu undangan yang sudah menghadiri acara itu langsung melihat mereka bertiga. Kyuhyun yang tidak biasa menjadi pusat perhatian langsung gugup seketika dan tanpa sadar menggenggam lengan appa-nya dengan kuat.

Namun saat pemandangan ruangan itu yang begitu menakjubkan membuat Kyuhyun melupakan semua mata yang sedang melihatnya. Ruangan besar itu dipenuhi dengan bunga mawar putih terangkai bergantungan diatas atap ruangannya. Bahkan disetiap tiang yang ada diruangan itu dililitkan bunga mawar yang sudah dirangkai.

Bila dilihat sekilas tempat itu merupakan istana bunga mawar dengan keharumannya yang luar biasa karena semua bunga yang digunakan itu Bunga mawar hidup.

“Siapa yang menghamburkan uang hanya untuk bunga ini!?” Tanyanya tiba-tiba.

“Mulutmu, Kyunnie~” Ahjumma menggertakkan giginya dengan gemas.

“Iya kan ahjumma?”

“Jangan banyak bicara, kau dengar musiknya? Ayo jalan.”

“Mwoooo?”

Barulah Kyuhyun sadar bahwa ia berdiri diujung permadani berwana putih dengan helaian mawar dibawah kakinya. Dan music yang mengalun diruangan itu dengan megahnya merupakan wedding march yang terkenal diseluruh dunia.

“A-apa-apaan ini, Appa?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Apa kau tidak mau jalan?”

“Tu-tunggu dulu, i-ini…”

“Lihatlah kedepan.”

Langsung saja Kyuhyun berpaling melihat kedepan dan tidak jauh didepan sana sepanjang permadani membentang terdapat wedding arch yang sangat cantik terbuat dari bunga mawar putih. Dan yang paling utama dibawah wedding arch tersebut berdiri dengan tampannya seorang namja yang sangat dikenal Kyuhyun. Dengan berpakaian serba putih seperti yang ia gunakan, Siwon berdiri nyaman dengan senyuman yang begitu memesona.

“S-siwon-ssi…” Gumam Kyuhyun dengan perasaan tidak menentu.

“Masih tidak mau jalan?” Tanya Appa Cho tiba-tiba.

“Aku harus berlari.”

“Tunggu dulu!!” Appa Cho langsung mencengkram lengan Kyuhyun yang sudah melepas gandengannya. “Jangan menyalahi aturan, bersabarlah, kajja~”

Ahjumma maid hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mahasiswa setengah tua itu masih seperti anak kecil yang lincah. “Ini…” Ucapnya menyerahkan buket bunga yang tidak pernah disadari Kyuhyun ada disana.

Tanpa bisa berkata apa-apa Kyuhyun pun berjalan dengan sangat pelan sesuai dengan dentingan piano yang menggema diruangan itu. Jika seandainya bisa Kyuhyun ingin segera berlari dan menerjang namja tampan itu lalu memukulnya sampai puas.

Setelah meninggalkannya tanpa kabar, sekarang ia dihadapkan dengan pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Apa cukup sepadan tangisannya yang hampir seminggu dengan suasana bahagia yang ia dapatkan sekarang?

Sangat sepadan.

Hingga begitu ia sampai didepan Siwon, Kyuhyun tidak bisa menahan airmatanya lagi dan ia kembali menangis tertahan. Siwon yang melihatnya dengan cepat mengusap pipi namja cantik itu dengan ibu jarinya.

“Jangan membuatnya menangis lagi.” Ucap Appa Cho menyerahkan tangan Kyuhyun pada Siwon.

“Dia sudah menangis appa.” Jawab Siwon dengan senyum manisnya.

“Dia memang masih bayi.”

“Appa~” Death glare Kyuhyun langsung melayang pada appanya yang tertawa kecil.

“Mianhae…” Ucap Siwon pelan.

“Apa-apaan ini?”

“Aku hanya ingin menghapus keraguanmu.”

“Dengan meninggalkanku seperti itu?”

“Aku harus menyiapkan semuanya, baby. Karena rencana awal kita menikah setelah kau lulus S2, tapi keraguan dan tangisanmu setiap hari membuatku takut.” Ucap Siwon sungguh-sungguh membuat Kyuhyun melihatnya bingung.

“Takut?”

“Takut benar-benar akan kehilanganmu.” Ucap Siwon jujur membuat Kyuhyun merona dan merasa menyesal.

“Ta-tapi aku merindukanmu.”

“Tentu saja aku lebih merindukanmu.” Siwon tersenyum senang membuat Kyuhyun merasa kesal.

“Lalu, setelah membuatku menangis, apa kau yakin aku menerima ini?” Tanya Kyuhyun dengan tatapan tajamnya.

“Jika tidak kau tidak akan berjalan kemari.”

“Ck!!”

“Bisa kita mulai?” Tanya penghulu yang tidak dianggap didepan mereka.

Siwon hanya tertawa kecil dan melihat namja cantik itu dengan kesungguhannya membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya tanpa berpikir sekali lagi.

Dan ucapan sumpah setia itu pun diucapkan secara lantang agar seluruh dunia tahu ikatan dan kebahagiaan mereka berdua.

Seluruh tamu undangan dari berbagai Negara yang menjalin kerja sama dengan perusahaan Siwon ada disana menyaksikan pernikahan mereka. Bahkan seluruh korea juga menyaksikan peristiwa bahagia itu melalu siaran langsung yang dilakukann salah satu tv swasta korea.

Bagaimana lagi Kyuhyun akan meragukan cinta namja tampan itu?

“Aku mencintaimu.” Ucap Siwon dengan wajah yang begitu dekat dengan Kyuhyun.

“Am I the only one?”

“You are my only one.” Jawab Siwon sungguh-sungguh dan mengecup bibir Kyuhyun dengan lembut dan membawanya dalam ciuman yang penuh cinta.

Ciuman cinta sebagai ikatan sumpah setia mereka untuk selalu bersama selamanya.

**

“Akhirnya, impian istri-istri kita tercapai, Younghwan~”

“Ne~ akhirnya mereka bersama.”

Dua namja paruh baya itu hanya saling tertawa dan bersulang melihat kebahagiaan putra mereka yang sebenarnya sudah diikat sejak dulu saat Kyuhyun lahir kedunia ini.

**

THE END!!

Ahahahahah~ semoga ini bisa mengobati kegalauan kalian gara-gara ff sebelumnya.

Saia cuma mengikuti alur, bukan sengaja menjadi jahat, ahahahaha.

Karna walau saya jahat, Wonkyu itu harus bahagia bersama, jadi tenang saja ne~

Sampai jumpa di ff lain~

With love,

Vie.

ini Kyuhyun waktu Siwon datang dan mereka makan malam..ahahaha.

7

caipjcaumaelac9

Advertisements

60 thoughts on “Am I The Only One?

  1. Sukaaa banget…👏👏👏👏
    Kyu kyu kelakuan mu itu ckckckkc,,,,
    Masih kaya anak kecil aja udh nikah hebatt,, siwon yg sabar ya sama bayi besar yang manja tp ngegemesin itu

  2. Huaaaaaaa… oenni Maafkan diriku yang baru bisa baca dan comment sekarang 😦 salahkan saja para dollar yang tidak mau berpihak kepada saya 😦 joengmal mianhae ne???

    Haha dasar bayi besar tingkahmu tidak sesuai dengan umurmu sayang 😀
    Saya ikutan mewek pas kyu dibohongi, tapi gak sampai seminggu juga..
    Kirain kyu bakalan benci sama siwon, tapi ternyata eh ternyata perkiraan saya salah besar.

    Yadah oenni saya mau lanjut ke ff selanjutnya 😀

  3. bneran ada nggak sieh cow kaya wondad????? jd baperr kl baca cerita mereka…iriii mulu bwaannya..
    babykyu yg mnja nad wondad yg dewasa..pas bnget kayanya..
    kesel tp sayang…manis bnget sieh babykyu..tingkahnya selalu aja bikin gemes…nggak ada duanya dah pokonya..
    lanjut viee~~ semoga makin bnyak karyanya.. FIGHTINGGGGG!!!!

  4. mka nya kyu jgn ragu donk sm siwon
    siwon mh slalu sungguh2 kalo sm kamu mh…
    akhirny wonkyu nikah jg stelah aksi kyu yg slalu mewekkk hehehe

  5. yesssss kyu is the only one for won and won is the only one for kyu kyyaaaaaa

    cieeee si baby tumben ooc, biasanya kan galak2 tp mau hihihihi

    babe… jgn lari donk, bener tuh kata appa cho ikuti aturannya, emang lomba marathon apa hahaha

  6. EONNIII, I MISS YOU SO MUCH HUAAA T.T
    sudah berapa tahun aku nda mampir sini eonn :” maafin siska hiksss :”)
    kangen sama eonni, kangen wonkyu, kangen wks semua TT
    ughh ffnya eonni tetap the best ugh :”)
    aku mau baca baca ya eonni ehehehe
    luph u, tetap semangat eonni 😘

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s