Loving You 8


LOVING YOU IN THE DAKRNESS

Loving You In The Darkness

Chapter 08

Final Chapter

**

Hai-hai~ selamat malam My Lovely Readers~ apa kabarnya, hmm? sudah lama ya? Mianhaee~

Akhirnyaaa…ff ini sudah sampai pada akhirnya. karna ff ini angst, jadi beginilah, dan karna saya pecinta happy ending, jadi tenang saja neee~ ALWAYS HAPPY WONKYU ENDING.

And…

HAPPY BIRTHDAY BABYKYUUUU~ ALL MY LOVE IS FOR YOU, I ALWAYS LOVE YOU.

Selamat membaca neee..karna ini cuma satu, Vie usahakan besok update lagi..kkkk~ semoga.

**

“Appa…” Panggil Siwon.

Namja tampan itu melihat sekeliling ruangan yang tampak temaram karena sebagian lampu-lampu besar sudah dimatikan. Kemudian ia berpaling melihat balkonnya yang memang terbuka hingga tirai-tirai dijendelanya bergerak ditiup angin malam.

Siwon menunduk perlahan dan mengambil buku bacaan appa-nya kemudian berjalan mendekati balkon dan melihat halamannya yang penuh bunga itu juga bernuansa yang sama, temaram.

“Kenapa bukunya jatuh?” Tanya Siwon sambil melihat buku ditangannya itu. “Appa~” Panggil namja tampan itu lagi sambil berjalan menuju dapur.

Dapur besar yang sudah tidak ada penghuninya itu terlihat sangat suram dengan lampu yang tidak dihidupkan. Itu menandakan Appa Choi tidak pernah kesana membuat kening Siwon semakin berkerut bingung.

Ahjumma maid yang selalu siaga menjaga penghuni rumah itu bergegas keluar dari kamarnya saat lampu dapur dihidupkan Siwon. Yeoja paruh baya itu melihat Siwon berjalan menuju ruang tengah dan segera menyusulnya.

“Tuan muda, gwenchanayo?” Tanyanya kemudian.

“Hoo, ahjumma, appa eoddiseo??”

“Tuan besar? Tadi saya tinggal beliau membaca disana.” Ucap Ahjumma maid sambil menunjuk kursi yang ada didepan balkon itu.

“Tidak ada, bukunya jatuh tapi Appa tidak ada.”

“Mwoo? Ke-kemana??”

“Aku coba hubungi.” Ucap Siwon kemudian segera mengambil hp-nya.

Dengan cepat ia mencari nomor appa-nya dan menghubungi namja paruh baya itu, namun nada dering yang sangat nyaring terdengar didalam ruangan itu membuat mereka saling berpandangan.

“Hp-nya disini.” Ucap maid itu sambil melihat kelip lampu hp appa Choi yang ada dimeja didekat kursinya.

“Aku cari dikamar.” Siwon langsung berlari menaiki tangga kamarnya dan menuju kamar tamu.

Begitu sampai disana, tanpa mengetuk pintunya Siwon langsung masuk dan melihat kamar yang rapi dan belum disentuh untuk tidur. Yang artinya Appa Choi belum masuk kamar sejak ia tinggalkan disana.

Dengan cepat Siwon berlari turun ke bawah dan mendapati maid ahjumma nya baru kembali dari luar dengan wajah yang sama. Wajah keruh mereka berubah menjadi kepanikan saat menyadari Appa Choi sudah tidak ada lagi dirumah itu.

“Ahjumma, hidupkan semua lampu.” Ucap Siwon kemudian.

Maid ahjumma langsung berlari ke kamar para maid lain dan sopir lalu membangunkan mereka. Dan lampu rumah itu pun dihidupkan semuanya bahkan halaman juga ikut terang benderang.

Para maid langsung berpencar mencari keberadaan Appa Choi yang tiba-tiba menghilang. Tentu saja Siwon tidak bisa melaporkan kejadian ini pada polisi setempat, karna Appa-nya menghilang dirumahnya sendiri dan waktu kehilangannya belum sampai 24 jam.

Setelah beberapa menit.

“Tidak ada tuan muda.” Ucap salah satu sopir yang sudah menyusuri taman luar bersama yang lain.

“Didalam juga tidak ada tuan muda.” Ucap maid ahjumma.

“Lalu kemana? Kenapa appa menghilang dirumahnya sendiri!?!” Tanya Siwon dengan wajah kesal.

Para maid langsung menundukkan kepala mereka merasa bersalah, apalagi saat para sopir dan security rumah tidak ada didepan saat itu. Mereka sedang bersantai ria dibelakang karena Appa Choi meminta mereka untuk beristirahat sejenak.

“Maafkan kami tuan muda.” Ucap salah satu security.

“Ahh, gwenchana, mianhae~ aku hanya panik.” Ucap Siwon cepat membuat mereka tersenyum lega. “Kita tunggu saja dulu, mungkin appa berjalan-jalan diluar.

Mereka langsung berpencar dari ruangan itu sementara Siwon berjalan keluar rumah dan berdiri diteras. Namja tampan itu ingin menunggu appa-nya diluar saja karena ia yakin, namja yang sangat dihormatinya itu hanya sedang mencari udara segar.

Namun yang terjadi, hampir tiga jam ke depan appa Choi tidak menampakkan dirinya didalam rumah itu apalagi ditaman depan.

Sampai akhirnya dua mobil yang sangat dikenal Siwon memasuki area pekarangan rumahnya yang luas itu. Kening Siwon langsung berkerut tidak tenang melihat mobil Yunho dan anak buahnya semakin mendekati tempatnya berdiri.

“Selamat malam, Siwon.” Sapa Yunho begitu keluar dari mobilnya.

“Hyung…ada apa? Kenapa kau kesini?” Tanya Siwon sedikit tidak bersahabat.

“Ada yang ingin kami pastikan.” Ucap Yunho.

“Mwo??”

“Appa-mu dimana Siwon?” Tanya Yunho tanpa basa-basi.

“Ada didalam.” Jawab Siwon cepat.

“Benarkah?” Tanya Yunho lagi dengan tatapan menyelidik.

“Ne, appa baru saja pulang.”

“Boleh kami bertemu?”

“Tidak! Untuk apa?”

“Siwon jangan menjadi musuhku, aku hanya ingin membantu.”

“Membantu siapa? Kau hanya ingin menangkapnya.”

“Berarti sekarang kau percaya?”

“Hyung!?!!”

“Lebih baik kami yang menemukannya daripada polisi jepang, Siwonnie.”

“Aku tidak ingin keduanya, babykyu bukan pembunuh.”

“Siwon sadarlah, kau tau siapa selanjutnya?” Tanya Yunho dengan wajah serius. “Tuan Choi.”

Siwon langsung menerjang Yunho dan menarik kerah baju namja tampan hyungnya itu dengan tatapan marah. “Diamlah brengsek!!!”

“Kau tidak bisa menghindar Siwon, kau sudah tahu apa yang terjadi.”

“Jangan bicara sembarangan!!”

“Appa-mu tidak ada dirumah kan? Karena itu kau disini menunggunya, tapi sayang Siwonnie, appa-mu tidak akan kembali.”

“Shut up!!!” Siwon menghempas tangannya dengan cepat dan menatap Yunho nanar.

“Kyuhyun memancingku menjauhi pusat kota agar ia bisa melaksanakan niatnya menculik Appa Choi.”

“Tidak mungkin!!”

“Kau pasti tidak akan percaya, tapi ini buktinya.” Yunho mengeluarkan hp milik Kyuhyun disakunya.

“I-ini…” Siwon tidak percaya melihat benda milik Kyuhyunnya.

“Dia membalas pesanku dan menjebak kami sampai ke naksan, pertama aku tidak paham maksudnya, tapi setelah berpikir lagi, ada yang ingin dilakukannya hingga memancingku menjauh dan sekarang Appa-mu menghilang.”

“Tidak mungkin!!” Siwon masih tidak percaya.

“Sadarlah paboo!!” Yunho memukul kepala Siwon dengan kesalnya.

“Hyung!!”

“Kau tahu semuanya, jangan menutup mata!!”

“Aku tidak mau dia jadi pembunuh, hyung.” Ucap Siwon dengan wajah memelas.

“Tapi itulah kenyataannya, jangan menghidar.”

“Cintaku, hyung!”

“Sekarang appa-mu.”

“La-lalu…ap-apa yang harus kulakukan?” Tanya Siwon akhirnya.

“Tentu saja mencarinya, apalagi?” Yunho sedikit lega akhirnya Siwon mau mendengarkannya.

“Aku tidak tahu harus kemana?” Siwon menatap wajah hyungnya pasrah.

“Asal kau tahu, sampai detik ini aku masih merahasiakan semuanya karena tidak ingin media mengetahui dan menyebarkannya. Entah sampai kapan, tapi aku ingin semuanya dilakukan secara bersih dan rahasia.” Ucap Yunho jujur membuat Siwon menatapnya tidak percaya.

“Gomawo hyung.” Ucap Siwon senang.

“Walau sebentar, aku sudah mengenalnya terlalu dalam.”

“Aku juga akan mencarinya, jika ada kabar hubungi aku hyung.” Ucap Siwon tiba-tiba penuh semangat.

“Baiklah, jika sudah bertemu jangan gegabah, dia pembunuh profesional.”

“Hyung!! Jangan memanggilnya seperti itu.” Ucap Siwon tajam. “Aku yakin dia tidak akan menyakitiku.”

“Ya, ya, ya arraseo~ tapi Kyuhyun…” Yunho menghentikan kata-katanya saat tatapan Siwon menusuknya. “Benar-benar keren.” Lanjutnya kemudian membuat mata Siwon melebar.

“Hyung…”

“Sungguh…Kyunnie daebbak!!!”

“Hyung!! Pergilah!!”

“Ahahaha, ada banyak yang ingin kutanyakan padanya, semoga kita bisa berkumpul seperti dulu lagi.” Ucap Yunho kemudian langsung masuk ke mobilnya.

Mau tidak mau Siwon tersenyum manis mendengar harapan hyungnya itu sama seperti yang diinginkannya. Namja tampan itu langsung masuk kedalam mencari coatnya kemudian meminta maid-maidnya untuk beristirahat.

“Ahjumma tidurlah, nanti aku hubungi.”

“Hati-hati tuan muda.”

“Ne, baik-baik dirumah ne.” Ucap Siwon kemudian langsung masuk kedalam mobilnya.

Namja tampan itu melajukan mobilnya secara perlahan untuk keluar dari halaman rumahnya. Begitu menuju jalan raya, Siwon langsung menginjak pedal gas dalam-dalam dan mobil itu pun melesat dalam kegelapan. Hatinya mengatakan Siwon harus menemukan Kyuhyun lebih dulu karena ia tidak ingin kekasihnya itu bertemu dengan Yunho.

Siwon tidak ingin Yunho menjelaskan kejahatan Kyuhyun dan apa yang harus diterima namja tinggi putih itu sebagai tebusannya. Sebisa mungkin Siwon ingin menjauhkan Kyuhyun dari polisi dan bila diperlukan ia rela meninggalkan semuanya dan pergi menghilang bersama cintanya itu.

“Kau dimana, baby?” Tanya Siwon entah pada siapa.

Mobil Siwon terus melaju cepat menuju apartemen Kyuhyun yang sudah lama kosong. Namja tampan itu ingin melihat mungkin saja ada sesuatu yang bisa menjelaskan kejadian ini. Hingga begitu ia sampai disana Siwon langsung berlari memasuki lift apartemen tersebut.

Namun apa yang diharapkannya? Kyuhyun tidak pernah kembali lagi kerumah kecilnya itu. Bahkan pintu apartemen yang rusak sebelumnya kini sudah diperbaiki dan ditutup dengan kayu menyilang.

“Kau tidak bisa masuk kesana.” Ucap seseorang dibelakangnya.

“Ke-kenapa?”

“Polisi tampan itu sudah menyegel tempat ini.” Ahjumma pemilik apartemen menjawab pasrah.

“Ini masih milik Kyuhyun kan?”

“Semua barangnya ada disana, karena itu ia menyegelnya sampai Kyuhyun-ssi kembali.”

“……” Siwon tidak tahu harus mengatakan apa lagi.

“Dia belum kembali sejak hari itu.”

“Gomawo ahjumma.”

“Mmm~ nee~ semoga kau bertemu dengannya.”

Tanpa menjawab lagi Siwon segera pergi dari tempat itu dengan kepala yang berputar menebak dimana Kyuhyun sekarang. Tempat apa yang bisa disinggahinya jika memang ia membawa Appa Choi bersamanya.

“Ada yang membantumu baby?” Tanya Siwon pada dirinya sendiri.

Karena sangat tidak mungkin Kyuhyun membawa Appa Choi dalam keadaan sadar, pasti mereka sudah membuatnya pingsan terlebih dulu. Lalu kemana? Dimana?

“Jika memang kau pembunuh mereka semua, kenapa harus menculik Appa? Bukankah kau bisa membunuhnya ditempat?”

“Baby~ apa yang ingin kau katakan?” Siwon langsung berlari menuju mobilnya dan mendapati seseorang berdiri disana sedang menunggunya.

“Hyung…” Panggilnya saat Yunho berbalik menghadapnya.

“Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan, tapi aku yakin kau tahu dimana Kyuhyun berada.” Ucap Yunho dengan wajah tenang.

“Hyung….”

“Nee~ marebwa…”

“Jika aku menemukannya, biar aku saja yang berbicara, hyung jangan mendekat.”

“Mwoo??”

“Aku ingin berbicara dan mengajaknya pulang.”

“Kau tidak takut dia melukaimu?”

“Sudah kukatakan dia tidak akan menyakitiku.”

“Apa kau yakin?”

“Kau bisa melacak hp-ku tapi kumohon, datanglah saat semuanya selesai, aku ingin dia percaya padaku.” Ucap Siwon dengan wajah yakinnya.

Yunho menatap wajah tampan itu untuk beberapa saat kemudian menghela nafas pasrah tanda ia tidak bisa menolak permintaan itu begitu saja.

“Baiklah, kami akan mengikutimu.”

“Jangan bawa pasukan!”

“Hanya beberapa.”

“Jangan terlalu banyak.”

“Aarraseo~ pergi sana.”

Siwon langsung tersenyum dan membuka pintu mobilnya namun tiba-tiba tangan Yunho kembali menghentikannya. Namja tampan itu hanya bisa mendesah pasrah dan kembali berpaling melihat hyung tampannya itu.

“Wae?

“Bawalah ini.” Ucap Yunho menyodorkan tangannya yang terdapat benda hitam bergagang yang dinamakan pistol.

“Hyung ini…” Siwon tidak menyangka melihat pistol milik Yunho itu.

“Untuk berjaga-jaga, gunakan jika kau perlu.”

“Tapi aku tidak pernah menembak sebelumnya.”

“Paboo!! Kau sudah pernah berlatih, dan aku tidak menyuruhmu untuk menembak, hanya jika perlu saja.”

“Aaa~ baiklah, gomawo, jjalga~”

Namja tampan itu langsung masuk kedalam mobilnya dan melesat dari sana. Sementara Yunho segera mengaktifkan GPS dihpnya untuk memberitahukan keberadaannya saat ini pada anak buahnya yang lain.

Udara malam di kota Seoul terasa sangat dingin walau masih dalam cuaca musim semi. Apalagi jam sudah menunjukkan sudah saatnya untuk berisitirahat, tidak banyak lagi orang yang berlalu lalang dijalanan.

Siwon terus melajukan mobilnya keluar dari pusat kota, walau hatinya tidak yakin tapi jalan inilah yang ditempuhnya. Jauh dari pusat kota Seoul, dimana tidak banyak orang yang melintasi jalanan membuat suasana tempat itu terasa sepi mencekam.

“Aku tidak ingat jelas tempat itu, tapi aku harus tetap mencobanya.”

Ya…Siwon menuju gudang tempat yang pernah menjadi mimpi buruk baginya, tempat ia melihat sisi lain dari seorang Cho Kyuhyun, namja imut nan menggemaskan kekasihnya itu. Walau dalam keadaan setengah tidak sadar, Siwon masih mengingat jalan yang membawanya ketempat itu.

Bahkan ingatannya tentang Kyuhyun yang berjuang mempertahankan hidupnya ditangan Seunghyun, Siwon masih mengingatnya dengan jelas. Dan dengan tekad yang sudah tidak bisa diubah lagi, namja tampan itu pun melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Ia ingin segera menemukan Appa-nya sekaligus menemukan cintanya yang telah lama menghilang.

Sementara itu ditempat yang ingin ditujunya.

Jauh dari bisingan kota Seoul yang gemerlap dengan lampu kota yang ada disegala penjuru, gudang tua sebuah pabrik yang sudah lama ditinggalkan. Tempat yang dikelilingi dengan padang ilalang dan hutan yang lebat itu hanya jalan berbatu yang bisa membawamu masuk kesana.

Dan disanalah, saat ini namja imut nan menggemaskan yang dicari Siwon berada, ditempat yang sama saat Siwon disekap dan mengharuskan Kyuhyun bertarung melawan hyung yang menjadi musuhnya dalam sekejap itu.

Namun sekarang, ia merasa tindakannya tidak beda jauh dengan yang sudah dilakukan Seunghyun sebelumnya, hanya saja ia tidak memukul atau menyiksa korban yang diculiknya.

Choi Kiho, salah satu chaebol Korea yang terlibat kasus pembunuhan 13 tahun yang lalu, namun sayang dunia tidak pernah mengetahuinya karena kekuasaan yang mereka miliki. Namja paruh baya itu juga diketahui sebagai appa dari namja tampan kekasihnya, Choi Siwon.

Dan namja paruh baya itu kini duduk diatas kursi kayu dengan tangan dan kaki terikat, persis seperti yang dilakukan Seunghyun pada Siwon beberapa waktu yang lalu. Suasana gudang yang sepi itu hanya dihiasi cahaya dari lampu kecil yang digantung tepat diatas kepala Appa Choi.

Sementara Kyuhyun sendiri berdiri disudut gudang dalam kegelapan membuat Appa Choi belum melihat dengan jelas siapa yang sudah membawanya ketempat itu.

“Berikan satu alasan agar aku tidak membunuhmu.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

Setelah hampir 30 menit menyekapnya disana, akhirnya Appa Choi mendengar suara Kyuhyun, namun ia tidak melihat wajah yang selalu tampak menggemaskan itu kini berubah datar dengan mata yang diliputi kesedihan.

“Si-siapa kau?” Tanya Appa Choi mencoba untuk tetap tenang.

“Kau tidak mengingatku, uncle Choi?” Kyuhyun balik bertanya.

“M-mwoo?? Un-cle? Oh Tuhan~ Kyuhyunnie?? Benarkah? Cho Kyuhyun??” Appa Choi tidak menyangka ditempat ini ia bertemu dengan orang yang sudah lama dicarinya.

“Geurae, ne maja.” Jawab Kyuhyun berjalan perlahan mendekati Appa Choi namun tidak begitu dekat, hanya sampai cahaya lampu menerpa wajahnya yang pucat.

“Hahhhh~ Kyunnie? Jinjja? Jeongmalyo? Ahjussi sudah lama mencarimu.” Desah Appa Choi dengan leganya karena namja didepannya itu benar anak yang sudah lama dicarinya.

“Apa uncle tidak bisa melihat situasi?” Tanya Kyuhyun dengan kening berkerut. “Jangan bersikap baik padaku.”

“Ohh, mmm~ mianhae, ta-tapi apa kabarmu, hmm?” Tanya Appa Choi tidak peduli.

“Aku disini bukan untuk saling bertanya kabar.” Ucap Kyuhyun sinis.

“Kenapa seperti ini, Kyunnie? Apa yang terjadi? Apa yang kau lakukan?” Akhirnya Appa Choi menanggapi dengan serius.

“Seharusnya itu kau tanyakan pada dirimu sendiri dan teman-temanmu.” Jawab Kyuhyun menatap mata Appa Choi tanpa gentar. “Saat…saat dengan tenangnya kalian membunuh orang tuaku.”

“M-mwoo? Ka-karena itukah Hyo Jin dan Haneul…”

“Ya, aku yang melakukan semuanya dan sekarang giliranmu.”

“Apa dengan membunuhku mereka akan tenang disana? Jangan lakukan kesalahan seperti kami, kau masih sangat muda, Kyunnie.”

“Aku membunuh kalian bukan untuk membuat Appa dan umma ku tenang disana, tapi untuk melihat kalian merasakan sakitnya mendapatkan kematian yang dipaksakan.”

“Ini hanya dendam, Kyuhyun.”

“Jangan sebut namaku!! Dendam ini yang membuatku hidup!”

“….”

“Aku tidak akan mengampuni kalian, hanya untuk kepentingan harta yang berlimpah, kalian sanggup mengakhiri hidup orang lain, padahal itu bukan hak kalian!!”

“Kyunnie…”

“Suatu hari umma dan appa juga akan meninggal tapi bukan begitu caranya!!” Kyuhyun menatap appa Choi dengan amarah yang memuncak.

Appa Choi tidak bisa menjawab apapun apalagi membantah perkataan Kyuhyun itu. Karena semua itu benar adanya, bahkan sampai hari ini Appa Choi menyesali apa yang sudah mereka lakukan 13 tahun yang lalu.

“Dua temanmu yang lain mungkin sudah meminta maaf pada Appa ummaku dan Hye Jin Ahjumma, sekarang giliranmu.”

“Ti-tidak, tunggu dulu!” Appa Choi tidak percaya tiba-tiba Kyuhyun mengeluarkan pistol peredam suara dari dalam coat-nya.

“Apa kau menunggu saat membunuh appa-ku?”

“Tidak!! Ma-maafkan aku.”

“Minta maaflah pada orangtuaku!!” Kyuhyun berjalan semakin mendekat.

“A-aku mohon, to-tolong aku!!”

“Minta tolong pada uangmu!!!!”

Syuutt!! Satu peluru dilepaskan Kyuhyun membuat Appa Choi langsung menutup matanya rapat-rapat namun tidak merasakan apa-apa, karena ternyata Kyuhyun hanya melepas pelurunya kearah tanah dibelakang.

“Kau tidak akan mati secepat itu.” Ucap Kyuhyun dengan senyum sinis.

“Kalau aku mati, pu-putraku a-akan sendiri.”

“Huh?? Lalu bagaimana denganku?” Tanya Kyuhyun tajam. “Apa kalian pernah berpikir begitu saat membunuh orangtuaku? Tidak pernah!! Manusia egois!!!”

“Ahjussi minta maaf.” Ucap appa Choi. “Ahjussi tau semua itu tidak akan bisa menebus kesalahan kami, tapi percayalah sampai hari ini Ahjussi tidak pernah tidur tenang sejak peristiwa itu bukan karna kau akan datang membalas dendam pada kami semua tapi karena penyesalan ahjussi tidak pernah ada akhirnya.”

“Saat melihatmu, rasa sakit itu semakin dalam, bagaimana kami sangat tega memisahkanmu dari mereka dan membiarkanmu hidup sendirian didunia ini, selama ini ahjussi selalu mencari keberadaanmu, tapi nihil, saat ahjussi akhirnya menemukan Akio Akiyama-san dia sudah terbunuh lebih dulu, maafkan ahjussi Kyuhyun.” Appa Choi menatap Kyuhyun dengan mata yang penuh kejujuran membuat namja tinggi putih itu pun terdiam.

Kyuhyun memikirkan setiap kata-kata appa Choi dan mencari kejujuran kata-kata itu dalam mata appa dari kekasihnya. Dalam hati kecil Kyuhyun menyadari bahwa namja paruh baya itu punya naluri kebaikan dalam hatinya, jika tidak ia tidak akan bisa merawat anaknya yang mempunyai sifat yang baik.

“Apa yang akan Siwon katakan jika mengetahui appanya…”

“K-kau kenal Siwon?” Tanya Appa Choi membuat Kyuhyun tersentak.

“Dia teman kampusku.”

“Apa kau mendekatinya untuk menemuiku.”

“Aku tidak akan mengkhianati cinta demi dendamku!”

“Jadi kau Kyunnie? Kyunnie yang sudah membuat Siwon selalu tersenyum? Ahh~ aku tidak menyangka orang itu dirimu, Kyunnie~ bahkan kita bertemu seperti ini.”

“Diamlah!!”

“Dia pernah mengatakan punya seseorang yang penting, tidak ada yang tahu orang itu yang selama ini ahjussi cari, dunia memang sangat sempit, akhirnya Ahjussi bertemu denganmu.”

“Aku bukan ingin reuni disini!! Jadi diamlah!! Jangan merasa akrab denganku!!”

“Kyuhyun…”

“Jangan panggil namaku, dammit!!” Kursi kosong yang ada disampingnya jatuh ditendang Kyuhyun karena kesalnya.

Dan saat itu, suara ban mobil berhenti dipasir terdengar dari luar membuat Kyuhyun siaga ditempatnya. Setelah mendengar suara mobil, kini ia mendengar langkah kaki yang mendekati gudang itu hingga tanpa sadar senyuman licik terpatri dibibirnya.

Karna walau tidak melihat, Kyuhyun tahu mobil dan langkah kaki siapa yang terdengar itu. Selalu bersamanya membuat Kyuhyun sudah bisa menghafal semua yang ada pada Siwon bahkan langkah kaki namja tampan itu sekalipun.

“Akhirnya kau datang, Siwonnie~.” Ucap Kyuhyun sinis.

Siwon yang sudah membuka pintu gudang dan masuk kesana langsung membeku ditempat saat melihat pemandangan yang tidak menyenangkan ada didepan matanya.

“B-baby…” Panggil Siwon tidak percaya kemudian berpaling melihat appanya. “Appa…”

“Maafkan appa Siwonnie.” Ucap Appa Choi pasrah.

“A-apa yang terjadi, Baby kenapa? Katakan padaku kenapa kau selalu menghilang?” Tanya Siwon dengan kening berkerut.

“Apa kau sungguh tidak tahu hyung?” Kyuhyun balik bertanya. “Aku yakin Yunho hyung sudah mengatakan semuanya padamu.” Ucapnya lagi sambil berdiri disamping Appa Choi.

“Aku tidak percaya.”

“Kenapa?”

“Kyuhyunku tidak mungkin seperti itu, Kyuhyunku tidak mungkin seorang pembunuh.” Ucap Siwon tegas membuat Kyuhyun menundukkan kepala dengan wajah yang hampir menangis.

Tapi kekerasan hati karena dendam yang dipikulnya membuat namja putih pucat itu kembali mengangkat kepala dan melihat Siwon dengan tatapan nanar. “Kau tidak mengenalku.”

“Baby…”

“Hidupku sudah hancur sejak mereka…” Kyuhyun menempel ujung pistolnya dipelipis appa Choi. “Merenggut orangtuaku.”

“Kyu, jangan lakukan itu.” Ucap Siwon menatap wajah pucat dan dingin milik kekasihnya itu.

Selama ini yang dia tahu Kyuhyun tidak akan bisa menyakiti siapapun atau lalat sekalipun, bahkan namja cantik itu terlihat tidak punya masalah apapun dalam hidupnya yang sepi dan suram itu.

Tapi sekarang namja tinggi putih didepannya memakai pakaian serba hitam serta sarung tangan hitam itu sedang memegang pistol terbaik nomor 1 yang ia kenal dengan nama beretta 92 yang memakai peredam suara. Dan yang lebih parah ujung senjata itu sedang terarah pada seseorang yang duduk terikat dikursi disampingnya.

Orang itu merupakan pemilik perusahaan besar yang ada di Seoul yang dikenal dengan kehebatannya dalam dunia bisnis. Dan orang itu adalah Choi Kiho, Appa-nya sendiri yang menghilang dari rumah sejak beberapa jam yang lalu.

“Baby, letakkan senjata itu!” Pinta Siwon kemudian namun Kyuhyun hanya menatapnya dengan wajah datar. “Apa salah Appa, baby? Apa yang sebenarnya terjadi?”

“Apa yang dilakukannya 13 tahun yang lalu, kau pasti sudah tahu hyung.” Ucap Kyuhyun dengan wajah terluka. “Aku sangat mencintaimu, tapi…”

“Baby…kita bisa bicara dulu, jangan gegabah.”

“Tidak ada yang bisa dibicarakan, perbuatan mereka sudah ditutup setelah 13 tahun, tidak ada yang bisa kulakukan, hyung. Luka dihatiku ini tidak akan sembuh jika mereka masih hidup.”

“Ba-baby…” Panggil Siwon ikut merasakan kesedihan itu, lalu dengan cepat ia berpaling menatap Appanya “Jelaskan padaku, Appa!!??” Namja tampan itu sudah tidak sabar karena ia tidak mengerti dengan jelas kenapa Appa-nya ikut terlibat.

“S-siwonnie…itu…Tiga belas tahun yang lalu.”

Flashback…

13 tahun yang lalu, Tokyo, Japan.

Cho Younghwa seorang pengusaha besar di Korea Selatan namun berdomisili di Negara jepang yang terkenal dengan sebutan negeri sakura. Negara yang memilik populasi penduduk lebih dari 128 juta jiwa yang membuatnya menjadi Negara ke 10 dengan penduduk terbanyak didunia. Dan dengan kemajuan pesat yang mereka raih hingga akhirnya mendapat julukan sebagai Negara berkembang.

Karena itu juga beberapa pengusaha luar daerah dan Negara, salah satunya Korea yang ingin melebarkan sayap perusahaan mereka memilih Negara ini menjadi salah satu jajahan mereka dan membangun usaha baru. Jepang dikenal dengan pusat industri dan hiburannya yang sangat maju, hingga mereka memilih untuk mendirikan mall-mall besar disetiap sudut kota-kota lainnya selain kota besar, Tokyo.

Daerah Shinjuku memang memiliki penduduk yang sedikit padat dan menjadi target para pengusaha besar itu untuk membangun kerajaan uang mereka. Dengan melakukan beberapa pendekatan dan trik-trik tertentu, para pemilik tanah akan memberikan tanah mereka dengan sangat mudah.

Dengan membeli tanah-tanah petani itu mereka akan dapat membangun bangunan yang mereka inginkan disana. Walau ada yang memberikannya dengan mudah, tetap saja ada yang akan bertahan hingga akhir tidak mengizinkannya.

Hal itu tentu saja menjadi kendala yang sangat berat bagi penyalur dana atas pembangunan yang akan dilakukan di daerah tersebut. Dan itu membuat Cho Younghwan yang menjadi perantara dalam bernegosiasi dengan para petani tersebut mengalami keresahan hati dalam dirinya.

Younghwan tidak ingin memaksa jika ada diantara mereka yang tidak mengizinkannya walau sudah ditawari harga yang lebih besar dari harga yang sudah ditentukan. Menurutnya para petani itu memiliki hak untuk tidak menerima dan menerima dan mereka harus menerima keputusan itu.

“Jika kau seperti itu, kita tidak akan pernah berhasil, Younghwan.” Ucap salah satu namja dengan nada sinisnya.

“Tidak cukupkah dengan yang sudah kita dapatkan.” Jawab Younghwan dengan wajah tenangnya membuat namja itu terdiam.

“Kita sudah mendapatkan 95% dari tanah yang sangat luas itu, hanya tinggal 5% lagi.”

“Bukankah itu sudah cukup?” Younghwan masih membela petani itu secara tidak sadar.

Saat ini mereka mengadakan rapat tiba-tiba karena permasalahan petani yang menolak memberikan tanah mereka untuk pembangunan objek wisata yang direncanak para chaebol itu.

“Aku setuju dengan Younghwan-ssi.” Jawab salah satu yeoja yang ada diantara pengusaha besar itu. Sung Hye Jin.

“Hanya 4 rumah kumuh itu, kita akan mendapatkannya.” Sanggah namja yang sedikit lebih tua dari mereka semua yang bernama Kim Haneul.

“Kita tetap akan mendapatkan keuntungan yang sama jika tanah itu tidak kita dapatkan.” Ucap Cho Hana, istri dari Younghwan.

“Kenapa kalian jadi lemah seperti ini?” Tanya Hyo Jin. “Bayangkan keuntungan besar dari Fuji Diamond nanti??”

Younghwan langsung berpaling melihat Choi Kiho, namja yang selalu adil diantara mereka dan tidak berpihak kemanapun saat mereka berselisih paham. Namun saat ini, Kiho hanya bisa menggelengkan kepalanya pertanda ia juga setuju dengan rekan mereka yang lain.

Fuji Diamond, salah satu keindahan alam yang mereka dambakan menjadi objek wisata yang ada didaerah itu nantinya. Dengan mengadakan proyek yang bernama Six Gold atau enam emas, keenam chabeol korea itu akan membangun kerajaan uang mereka yang baru disana dengan nama Takao Mountain.

Namun ternyata karena perbedaan pendapat yang terjadi, akhirnya Cho Younghwan, istrinya Cho Hana dan Sung Hye Jin sepakat untuk tidak ikut dalam proyek jika mereka bersikeras untuk menggusur petani itu. Wajah sumringah Haneul dan Hyo Jin langsung berubah masam dan melihat mereka bertiga dengan ujung matanya. Walau selalu bergabung dalam setiap bisnis, tapi ada saatnya mereka berselisih paham jika ada yang tidak sesuai dengan keinginan hati.

“Kami tidak akan bergabung dan sepakat untuk tidak meneruskan proyek ini.” Ucap Younghwan.

“Kami akan tetap melanjutkannya walau tanpa kalian.” Jawab Kim Haneul lantang.

“Dengan menggusur mereka?” Tanya Sung Hye Jin.

“Tentu saja, pemandangan surga dunia akan tercemar jika mereka ada disana.”

“Aku tidak akan membiarkannya, jika kalian bersikeras, maka bayarlah dengan harga yang pantas.” Cho Hana menimpali.

“Mereka tidak akan protes walau bayarannya tidak pantas, tidak akan bisa.”

“Jika begitu aku akan meminta pihak polisi menangani masalah ini, mungkin dengan begitu akan lebih adil untuk mereka.” Hye Jin langsung beranjak dari kursinya dan keluar dari ruang meeting mereka yang ada dilantai 3 itu.

Dibelakangnya Younghwan dan istrinya juga keluar setelah melihat Choi Kiho yang hanya duduk diam dan mendengarkan. Kim Haneul langsung menggeprak meja dengan kesal melihat kelakuan mereka bertiga dan memicinkan matanya dengan licik.

“Mereka akan terima akibatnya nanti.”

“Bukankah mereka memang benar?” Tanya Choi Kiho akhirnya bersuara.

“Apa kau juga ingin ikut mereka?” Tanya Hye Jin dengan sinis.

“Aku hanya ingin hidup tenang.”

“Kalau begitu duduklah dan lihat saja.”

“….”

++

Selanjutnya proyek six gold itu pun terus berjalan dengan menggusur petani-petani yang sudah bertahan hingga akhir ditempat mereka. Tidak ada yang melakukan tindakan atau menyalahkan para chaebol itu karena mereka lebih kuat dari pemerintahan jepang sendiri yang tentunya akan menerima keuntungan lebih besar nanti.

Melihat hal itu, Younghwan tidak bisa membiarkan hal itu begitu saja, karena pihak kepolisian rela menutup mata mereka untuk keadilan demi sejumlah uang. Mau tidak mau, Younghwan, istrinya dan Hye Jin menggunakan uang mereka untuk menghentikan proyek itu dengan memberikan keterangan bahwa proyek tersebut bisa merugikan orang lain.

Namun sayang, sebelum bukti keterangan itu sampai dikantor polisi, Park Hye Jin dan Kim Haneul lebih dulu mengetahuinya dan tentu saja akan mengagalkan semua usaha mereka.

“Kau pikir aku tidak tahu?” Tanya Haneul pada Younghwan.

Saat ini mereka ada dihalaman belakang rumah besar bergaya jepang modern milik Cho Younghwan, ditaman indah itu dipenuhi dengan bunga sakura yang sedang bermekaran.

“Aku sudah pernah bilang, bahwa aku akan menghentikannya.” Ucap Younghwan tetap tenang.

“Kita masih bisa mendapatkan tempat lain yang tidak merugikan orang lain, kenapa harus tempat itu?” Tanya Cho Hana masih mencoba membujuk mereka.

“Kalian terlalu bersih dalam berbisnis, jika begitu tidak ada yang menguntungkan.”

“Keuntungan seperti apalagi yang kalian inginkan?”

“Kau memang tidak akan mengerti, Younghwan.”

“Iya, memang, aku tidak akan pernah mengerti keserakahan kalian.”

“Terserah kau saja, aku hanya ingin bertanya sekali lagi, untuk yang terakhir.” Ucap Haneul mendekati Younghwan dan berdiri sangat dekat dengannya.

“Aku tidak akan berubah, sampai kapanpun.”

“Kalau begitu, aku yang berubah.”

Ucapan Haneul selesai dan tubuh Younghwan pun mendarat ditanah dengan peluru menembus pelipis kirinya, Kim Haneul berdiri tegak dengan pistol peredam suara ditangannya. Sementara Cho Hana, yeoja cantik itu hanya membisu ditempatnya melihat kejadian yang tidak disangka itu didepan matanya.

Namun detik selanjutnya.

“Y-yeobo, yeoboooo~” Teriak Hana langsung berlari menghambur dan bersimpuh disamping tubuh suaminya yang sudah tidak bergerak. “Yeobo, ireona!!! Jebal!!” Tangisnya penuh harap.

Namun tidak ada jawaban dari suaminya yang memang sudah tiada, bahkan Choi Kiho yang ada disana kehilangan kata-katanya melihat Haneul membunuh sahabat mereka sendiri. Ia bahkan benar-benar tidak tahu rencana apa yang sudah disiapkan kedua sahabatnya itu.

Tapi sekarang ia mengerti, bahwa inilah yang dinamakan dengan ‘duduk dan lihat saja.’

“Aku tidak akan membiarkan semua ini, seumur hidup kalian tidak akan pernah tenang, ingat itu.” Ucap Cho Hana dengan kebencian yang mendalam.

“Kalau begitu, aku akan membuatmu tenang.”

Syut!! Peluru itu tepat mengenai jantung Cho Hana dan seketika tubuhnya terkulai diatas suaminya.

“Andwae!!!!” Suara seseorang membuat mereka semua tersentak. “U-umma…”

Kim Haneul langsung berpaling melihat asal suara, begitu juga Kiho yang berdiri diteras rumah itu. Dibalik pintu kayu itu berdiri bocah kecil 7 tahun dengan airmata sudah memenuhi pipi chubby-nya yang putih, walau dari jauh Haneul bisa menangkap apa yang diucapkan bocah itu sambil menangis.

“U-umma…wa-waeyo??”

“K-kyunnie?” Kiho menatap bocah itu tidak percaya.

Cho Kyuhyun, bocah 7 tahun yang sudah mereka kenal sejak ia dilahirkan kedunia ini, dan Kyuhyun sudah menganggap mereka sebagai pamannya sendiri.

“Wa-waeyo uncle? Umma~”

“Tidak mungkin!!” Haneul menatap Kyuhyun tidak percaya.” Bukankah dia di Seoul??”

Kyuhyun kecil hanya menatap wajah-wajah pamannya itu kemudian berpaling melihat tubuh orang tuanya yang tidak bergerak. Helaian bunga sakura berjatuhan diatas tubuh mereka seperti airmatanya, bahkan angin pun ikut merasakan apa yang dirasakan bocah kecil itu.

“Kiho, tangkap dia!!” Ucap Haneul kemudian membuat Kyuhyun tersentak.

Bocah kecil itu langsung berpaling dan berlari meninggalkan tepat itu dan Choi Kiho juga berlari dibelakang untuk mengejarnya namun tidak ada gunanya. Rumah besar yang dipenuhi dengan ruangan yang banyak itu akan sangat sulit untuk mencari seseorang.

Setelah melewati beberapa ruangan akhirnya Kiho kembali ketaman belakang dan melihat Park Hye Jin sudah kembali dengan berbagai berkas milik Younghwan ditangannya. Haneul yang melihatnya langsung menanyakan keberadaan Kyuhyun yang tentu saja bisa menjadi saksi atas perbuatan kejinya itu.

“Aku tidak bisa menemukannya, rumah ini terlalu luas.”

“Biarkan saja, ayo keluar, anak buahku akan membereskan semuanya.” Ucap Haneul langsung berbaik keluar dari taman itu diikuti Hyo Jin dengan patuh dibelakangnya.

Sementara Kiho masih berdiri disana dan melihat kebelakang tempat Kyuhyun berdiri sebelumnya, kemudian ia berjalan perlahan mendekati kedua mayat itu. Tanpa pikir panjang Choi Kiho langsung melakukan sembah sujudnya seperti yang dilakukan setiap orang korea pada orang yang sudah meninggal.

Berdiri tegak kemudian sujud ketanah dengan kepala beralaskan telapak tangan, Choi Kiho melakukan itu selama 3 kali berturut-turut kemudian segera keluar dari sana setelah mengucapkan satu janji yang ingin ditepatinya sebisa mungkin.

“Aku akan menjaganya.”

Dan diluar sana, lebih dari dua puluh anak buah Kim Haneul sedang menyiram dinding rumah besar itu dengan bensin sampai kesekililing dan didalamnya. Barulah Kiho tahu bahwa membereskan yang dimaksud sahabatnya itu adalah menghilangkan bukti dan jejak kejahatan mereka.

Saat itu ia yakin, janji yang diucapkannya secara sepihak itu akan mengikatnya sampai seumur hidup kerana Kyuhyun tidak akan pernah ditemukannya.

Dan malam itu, api unggun raksasa berkobar dipinggiran kota Tokyo yang membuat masyarakat disekitarnya heboh, namun langsung ditutup dengan kesaksian palsu. Rumah itu terbakar karena kebocoran gas yang lupa dimatikan Mrs.Cho hingga menyebabkan kebakaran hebat saat mereka sedang terlelap.

Kasus selesai.

Tidak ada yang tahu, ditengah api yang berkobar itu, bocah kecil nan tampan dengan kulit putihnya dan sekaligus pemilik rumah itu sedang meraung meratapi nasibnya. Saat api sedang menjalar melahap rumah kayu itu, Kyuhyun menangis dengan sedihnya disamping tubuh kaku kedua orangtuanya.

“Umma~ jangan tinggalin Kyunnie~Appa~ ireonaseyo~ jebal!!!” Pinta Kyuhyun.

“Mereka tidak akan bangun lagi.” Ucap seseorang tiba-tiba dibelakangnya.

“Akio-san~”

“Tuan muda, mereka sudah tiada, ayo pergi.”

“Tidak, kenapa mereka tinggalin Kyunnie?”

“Tanyakan itu pada orang yang sudah membunuhnya.” Ucap kepala pelayan dirumah itu, Akio Akiyama.

“Bu-bunuh?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Tuan dan nyonya dipaksa meninggalkanmu, bukan keinginan mereka sendiri.”

“M-maksudnya?”

“Kau akan mengerti jika sudah dewasa nanti, sekarang ayo pergi.”

“Ta-tapi…”

“Ayo pergi, agar kau bisa menanyakan pada pembunuh itu nanti.” Ucap Akio Akiyama dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Tanpa bisa menolak lagi Kyuhyun langsung meraup gumpalan sakura yang sudah memerah karena darah kedua orang tuanya itu dan mendekapnya didada. Setelah itu ia tidak tahu apa yang terjadi karena Akio-san sudah meraup tubuh kecilnya dan pergi darisana tanpa tersentuh jilatan api sedikitpun.

Tidak lama setelah kebakaran itu masyarakat kembali dihebohkan dengan kematian janda chaebol dari korea yang dikenal dengan Sung Hye Jin. Walau sudah bisa ditebak siapa pelakunya, tapi pihak kepolisian mengatakan nyonya besar itu mabuk dalam perjalanannya hingga menabrak pembatas jalan dan mobilnya jatuh kesungai.

Kejadian sebenarnya, nyonya besar itu ingin menyerahkan bukti yang ada padanya karena setelah kematian dua sahabatnya, Hye Jin sudah tahu apa yang harus ia lakukan. Berkas pernyataan mereka akan diserahkannya pada polisi kemudian dia akan segera keluar negeri untuk menghidar dari Haneul dan yang lainnya.

Tapi sekali lagi, sebelum semuanya terjadi, Haneul sudah lebih dulu mengirimnya ketempat asalnya dan mungkin saja bertemu dengan Younghwan dan Hana disana.

Dan setelah itu, proyek six gold berjalan lancar tanpa ada hambatan dari siapapun lagi dan mereka meraih keuntungan yang begitu besar, baik itu untuk Haneul dan lainnya juga untuk perekonomian Negara jepang sendiri.

Tidak ada yang menyadari keberhasilan itu dilandasi darah dengan tiga nyawa melayang dan kebahagiaan seorang anak dipertaruhkan.

Kecuali, seseorang yang sudah berjanji dengan hatinya sejak hari itu, walau ia menyesal karena tidak menghentikan kejahatan itu. Tapi semua tidak ada artinya jika semua sudah terlanjur dan tidak bisa diperbaiki lagi.

Namun tidak seharipun, Choi Kiho berhenti untuk mencari Cho Kyuhyun, bocah kecil yang sudah melihat semua kekejaman mereka saat merenggut kebahagiaannya. Choi Kiho ingin membayar semua yang sudah diambil dari bocah kecil itu dan menepati janji yang sudah diucapkannya.

Namun sampai hari ini Cho Kyuhyun tidak pernah ditemukan, karna Akio Akiyama membawa Kyuhyun jauh dari kota Tokyo untuk menyembunyikannya dari mereka.

End of Flashback

**

“Ap-appa…” Bahu Siwon jatuh terkulai mendengar cerita yang sangat menyakitkan itu. “Ha-hanya demi uang…ka-kalian…”

“Aku sudah lelah hyung, setelah kejadian itu setiap malam aku bermimpi buruk, setiap hari aku memupuk dendamku agar aku bisa bertahan hidup.”

“Baby…”

“Tidak terhitung banyaknya aku ingin menyusul umma dan appa, tapi Seunghyun selalu membawaku kembali dengan dendamku, sampai akhirnya aku hidup hanya untuk melihat mereka membayar kejahatan mereka padaku.”

“Ta-tapi hidupmu pasti sangat menderita.” Siwon menatap kekasihnya itu dengan wajah iba.

“Sangat, kau hidup didunia ini tapi harus bersembunyi seolah sudah mati, bisa kau bayangkan hyung? Hidupku selalu dalam kegelapan, sampai akhirnya aku bertemu denganmu, bukan…kau yang menarikku keluar hingga membuatku menyadari betapa indahnya dunia ini, tapi…”

“Ta-tapi??”

“Tanpa ada orang yang seperti mereka.” Ucap Kyuhyun sambil menekan ujung pistolnya pada pelipis Mr. Choi.

“Baby, hentikan!” Seru Siwon sedikit keras membuat Kyuhyun menatapnya sendu.

“Tidak ada yang bisa menghentikanku.”

“Kau bisa kembali, kita akan bersama didunia yang indah ini.”

“Aku sudah tidak bisa kembali, hyung, tanganku…tanganku ini penuh darah.”

“Aku akan menghapusnya, aku akan membayarnya, baby~”

“Lukaku akan tertutup dengan 1 kematian lagi.” Kyuhyun menatap Appa Choi lekat.

“Baby, sudah cukup~ aku tahu kau akan menyesalinya, jangan lakukan.”

“Aku tahu, tapi inilah hidupku hyung, aku sudah tidak bisa kembali dan aku sudah tidak bisa berhenti.” Kyuhyun tetap dengan pendiriannya sendiri membuat Siwon tidak punya cara lain.

“Kalau begitu, aku yang akan menghentikanmu.” Ucap Siwon tiba-tiba dengan suara datar.

Kyuhyun berpaling melihat namja tampan kekasihnya itu dan langsung saja mata bulatnya terbelalak tidak percaya. Saat ini Siwon, kekasih yang sangat mencintai-nya sedang berdiri dengan penuh keyakinan sambil mengarahkan pistol kearahnya.

Sungguh?

Kyuhyun masih tidak percaya melihat hal itu, namun yang terjadi Siwon terlihat benar-benar ingin menembaknya. Walau sempat terkejut melihatnya tapi Kyuhyun berusaha tetap terlihat tenang.

“Hmm, kau akan menghentikanku?” Tanya Kyuhyun dengan suara pelan.

“Ne, aku harus menarikmu kembali, jadi jangan pergi terlalu jauh.”

“Kalau begitu, tembak hyung, aku tidak akan lari.” Jawab Kyuhyun yakin.

“B-baby…”

“Tembaklah hyung, itu yang kau inginkan bukan? Pasti Yunho hyung yang menyuruhmu, ayo tembak saja.”

Ucapan Kyuhyun yang begitu santai itu membuat keraguan Siwon kembali dengan cepat, sungguh ia tidak berniat melukai siapapun didunia ini apalagi Kyuhyun, cinta dan kebahagiaannya itu.

“Baby…”

“Tembak aku.”

“A-aku tidak bermaksud…”

“Arrayeo~” Jawab Kyuhyun cepat. “Setelah ini, aku akan membayar perbuatanku di penjara, dan kau akan menjauh dariku, jadi tarik pelatuknya.”

“Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu!!” Bantah Siwon cepat.

“Apa kau tidak kenal situasi? Coba lihat, apa yang sudah terjadi, apa yang sudah kulakukan dan sekarang, aku akan membunuh appa-mu hyung, apa kau tidak sadar?”

“Appa akan menanggung dosanya sendiri, baby kau akan kembali padaku, kita akan bersama.”

“Tidak semudah itu brengsek!!” Umpat Kyuhyun dengan wajah kesal.

“Baby…”

“Cepat lakukan, atau aku menembak lebih dulu.” Ucap Kyuhyun dengan tatapan tajam.

Dan Siwon melihat tangan Kyuhyun semakin menekan pelipis Appa-nya dan telunjuk Kyuhyun bergerak siap menekan pelatuk pistol yang memakai peredam suara itu. Namja tampan itu langsung menggelengkan kepalanya melihat wajah putih pucat Kyuhyun benar-benar tidak berekspresi.

Siwon menyadari kekasih imut-nya yang menggemaskan itu hilang entah kemana, karena saat ini didepannya berdiri namja tampan yang tidak punya sedikitpun perasaan. Seberapa besar penderitaan Kyuhyun sampai bisa membuatnya seperti ini, Siwon tidak akan pernah mengerti.

“Ucapkan selamat tinggal pada anakmu.” Ucap Kyuhyun sinis. “Setidaknya aku memberimu kesempatan itu, tidak seperti kalian.”

“Mereka bahkan tidak sempat mengatakan betapa sayangnya mereka padamu.” Ucap Appa Choi pasrah. Ia sudah tidak mengelak, ia pantas mendapatkan hukuman karena tidak menghentikan perbuatan sahabatnya.

Saat itu dia masih memikirkan dirinya sendiri yang tidak ingin bermasalah dengan dua sahabatnya yang lebih berkuasa. Appa Choi mengaku bersalah karena mementingkan keegoisannya sendiri sampai hati melihat ketidak-adilan terjadi didepan matanya.

“Ahjussi menyesal Kyunnie.” Ucap Appa Choi memanggil nama kecilnya lagi. “Dulu Ahjussi begitu egois sampai tidak peduli pada siapapun, padahal Ahjussi punya Siwonnie di korea. ahjussi tidak pernah berpikir bagaimana kalau hal yang sama terjadi padanya, 13 tahun Ahjussi hidup dalam penyesalan, jeongmal mianhae.”

Kyuhyun mendengar pernyataan tulus dari orang yang sudah sangat dikenalnya itu, orang yang selalu membawakan coklat untuknya jika mereka bertemu. Choi Kiho dan Hye Jin Ahjumma, dua orang yang paling dekat dengan Kyuhyun karena mereka selalu memperlakukannya seperti anak sendiri.

Tapi semua itu tidak berlaku lagi saat ini, saat semua rasa hormat dan cintanya hancur malam itu, Kyuhyun bersumpah akan membalaskan penderitaan yang sudah mereka lakukan terhadap keluarganya. Seperti yang umma Cho ucapkan sesaat setelah appanya dibunuh, “Aku tidak akan membiarkan semua ini, seumur hidup kalian tidak akan pernah tenang, ingat itu.”

“Kata-katamu tidak akan menghentikanku, karena aku tetap akan mengakhiri penderitaanmu selama ini.”

“Jika dengan begitu Ahjussi dimaafkan dan hidupmu tenang, gwenchana.” Senyuman Appa Choi membuat dada Kyuhyun seperti ditekan dengan kuat.

“Kau dengar? Dia ingin membayar dosanya, kau tidak bisa menghentikanku hyung.” Ucap Kyuhyun melihat Siwon.

“Apapun akan kulakukan untuk itu.” Jawab Siwon tidak gentar.

“Termasuk membunuhku?”

“N-ne.”

“Lakukan.”

“Mwoo?”

“Ayo lakukan, bunuh aku!!”

“Baby…”

“Apa lagi yang kau tunggu? Atau Appa-mu yang lebih dulu?”

“Tidak, baby…jangan.”

“Tidak ada harapan.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Andwae!!”

“Ucapkan selamat tinggal.” Telunjuk tangan Kyuhyun semakin menekan pelatuk pistolnya dan siap menembak.

“Baby!!!!” Siwon berseru kencang sambil memejamkan matanya dengan kuat.

Syuuut!! Suara pistol dengan peredam suara itu akhirnya terlepaskan dan salah satu dari mereka pun jatuh ketanah. Siwon masih memejamkan matanya dan tidak melihat apa yang sudah terjadi disana.

“Nnhh~” Suara lenguhan seseorang semakin membuat Siwon takut untuk membuka matanya.

Namun panggilan seseorang lagi membuat namja tampan itu menyerah dan memilih untuk melihat apa yang sudah terjadi didepan matanya.

“Siwonnie…”

“A-appa!??” Siwon tidak percaya melihat appa-nya masih duduk dikursi dan memanggilnya.

Dengan begitu sudah jelas siapa yang menembak dan siapa yang jatuh karna tembakan itu, seolah waktu berjalan sangat lambat Siwon berpaling melihat ke sisi Appa-nya, disana tubuh Kyuhyun terbaring ditanah dan tidak bergerak. Seketika kaki Siwon terasa lemas tidak sanggup untuk menopang tubuhnya lagi hingga ia pun merosot dan bersimpuh ditanah yang dingin itu.

“B-baby…” Panggil Siwon pelan.

Matanya bergerak melihat pistol ditangannya dan dalam sekejap ia melempar pistol itu menjauh kemudian merangkak mendekati tubuh Kyuhyun yang tidak jauh darinya. “Andwaee!!” Ucapnya lantang.

“Andwae!! Baby!! Aniya!!! Jangan begini!! Ireona jebal!!!” Siwon mengangkat kepala Kyuhyun kepangkuan dan kembali memanggil namanya. “Kyuhyun ireona!! Jebal, jangan tinggalkan aku.”

“Siwonnie…” Appa Choi tidak tahu harus mengatakan apa.

“Appa, Kyuhyunku~ dia Kyuhyunku.” Ucap Siwon dengan sedihnya dan memeluk kepala Kyuhyun ke dadanya. “Waeyo, appa? Kenapa seperti ini? Dia anak yang baik~ aku mencintainya.”

“Ma-maafkan appa.”

“Kenapa? Kenapa appa tidak menolongnya? Kenapa appa tidak menjaganya? Appa hanya melihat saja, kenapaaa??!!” Teriak Siwon melepas kekesalan dihatinya.

“Maafkan appa.”

“Ka-kalau terjadi apa-apa padanya, aku tidak akan melihat appa lagi.”

“Siwonnie.”

“Baby!! Ireona, aku, aku tidak bermaksud melakukannya, ireona, baby!!”

“Dia masih bernafas.” Ucap Appa Choi pelan namun Siwon tidak mendengarnya.

“Baby~ bangunlaah~” Panggil Siwon hampir putus asa.

Tiba-tiba tubuh Kyuhyun tersentak dan namja imut itu batuk perlahan, Siwon langsung menyapu airmata dipipinya agar bisa melihat kekasihnya itu dengan jelas. Saat itu Kyuhyun pun mencoba membuka mata sambil menahan sakit didadanya.

Tembakan Siwon tepat kena didada kirinya namun ia tidak tahu apa itu jantungnya? Jika benar, maka ia akan mati dengan cepat. Dan luka itu kini mengeluarkan darah yang tidak sedikit sampai Siwon sudah terkena cairan merah itu, namun namja tampan itu tidak peduli.

“Mianhae baby~” Ucap Siwon menyadarkan Kyuhyun kembali.

“S-siwonnie…”

“N-ne, mianhae.”

“S-siwon h-hyung…”

“Mianhae baby~” Ucap Siwon dengan airmata berlinang dipipinya.

Kyuhyun hanya bisa menghembuskan nafas lega melihat wajah tampan itu didekatnya. Perlahan tangannya pun terangkat untuk menyapu airmata dipipi kekasihnya itu. Siwon langsung menggenggam tangan putih itu dengan erat dan mengecupnya.

“S-siwonnie…” Panggil Kyuhyun pelan.

“N-ne, aku disini baby, mianhae~”

“G-gwencha-na…m-mianhae…a-appa-mu…a-aku…”

“Ssst, jangan bicara, kita harus ke rumah sakit.”

“Ti-tidak p-perlu…a-aku…” Namja putih pucat itu menahan sakit didadanya.

“Aniyo!! Bertahanlah, kau akan baik-saja baby.”

“A-niyo…a-aku s-sudah lelah, h-hyung.” Mata Kyuhyun perlahan hampir tertutup.

“Andwae!! Bertahanlah!!”

“A-aku i-ingin be-berhenti.” Bibir Kyuhyun tersenyum tipis.

“Andwae!! Jangan tinggalkan aku, baby tetaplah bersamaku.” Siwon menggelengkan kepalanya dengan kuat. “Kau memang ingin dihentikan kan? karena itu membiarkanku… baby…”

“H-hyung~k-kita ti-tidak bisa bersama.”

“Jangan putuskan semuanya sendiri!!”

“A-aku ingin b-bersamamu, hyung, aku i-ingin b-bersamamu.”

“Aku tahu, karena itu bertahanlah.” Pinta Siwon dengan wajah memelas tapi Kyuhyun hanya bisa menarik nafas dengan susah payah.

“Ta-tapi aku s-sangat lelah, a-aku ingin berhenti.”

“Ani!!”

“Si-siwonnie hyung…s-saranghae.”

“Nado saranghae.” Jawab Siwon cepat.

Dan saat itu juga tangan Kyuhyun yang ada didadanya dalam genggamannya itu pun jatuh terkulai keatas tanah. Mata Siwon langsung terbelalak dan melihat Kyuhyun sudah menutup matanya.

“Ani, andwae! Baby!!!” Seru Siwon dengan keras dan memeluk tubuh Kyuhyun yang tidak bergerak kedadanya.

Saat itu barulah Yunho dan beberapa anak buahnya langsung menerobos masuk kesana dan melihat apa yang sudah terjadi. Namja tampan itu melihat Siwon memeluk tubuh Kyuhyun yang tidak bergerak sementara Appa Choi melihat mereka dengan wajah sedihnya.

Namja tampan polisi itu langsung meminta anak buahnya untuk menyusuri tempat itu dan membebaskan ikatan Appa Choi. Sementara ia mendekati Siwon dan menyuruh dongsaengnya untuk segera pergi darisana.

“Siwon, cepat pergi~ anak buahku akan mengantarmu kerumah sakit.”

“H-hyung…K-kyuhyun…” Jawab Siwon.

“Cepat!! Aku akan mengantar Appa-mu pulang.” Ucap Yunho lagi.

“Go-gomawo hyung!!”

Siwon segera mengangkat tubuh Kyuhyun sambil terus berbisik pada kekasihnya itu untuk bertahan. Dua anak buah Yunho langsung mengikutinya dari belakang dan membukakan pintu mobil mereka untuk Siwon. Mobil polisi itu sudah dimatikan lampu diatasnya agar tidak menimbulkan kecurigaan orang banyak.

“Bersihkan tempat ini, seolah tidak terjadi apa-apa.” Ucap Yunho pada anak buahnya yang lain lalu berpaling melihat Appa Choi.

“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Appa Choi padanya.

“Aku tidak tahu ahjussi, ini sangat menyulitkanku.”

“Dia tidak bermaksud membunuhku.” Ucap Appa Choi yakin.

“Mwoo??”

“Pistol itu hanya memiliki 1 peluru dan itu sudah dibuangnya untuk menakutiku.”

“Tapi dia sudah menculikmu.”

“Kyunnie anak yang baik, Siwon mencintainya dan cinta Kyunnie membuatnya tidak bisa membunuhku.” Ucap Appa Choi membuat Yunho terdiam.

“Aku tidak bisa menyembunyikan ini lagi pada atasan.”

“Aku akan membuat pernyataan, atasanmu akan mendengarkanku, selanjutnya aku serahkan semuanya padamu, satu hal yang aku inginkan,jika Kyuhyun hidup lepaskan dia, biarkan anak itu menjalani hidupnya yang baru.”

“Aku tidak yakin bisa…”

“Aku percaya padamu, ini sebagai penebusan dosaku, tolong bebaskan dia. Kau tidak bisa menangkapku karna kasus itu sudah berakhir masanya, sedang yang lain sudah terbunuh, itu akan menjadi sangat tidak adil untuk Kyuhyun jika dia yang harus dipenjara.”

“Tapi dia…”

“Aku mengandalkanmu…butakhalge~” Ucap Appa Choi dengan memohon membuat Yunho tidak bisa mengatakan apa-apa.

“Kita pergi dari sini.”

Mereka semua meninggalkan tempat itu dengan segera setelah membersihkan gudang itu seperti semula. Pistol kosong yang dibawa Kyuhyun sudah diamankan anak buah Yunho dan akan ditahan sementara. Anak buahnya yang lain segera kembali ke markas untuk mengurus masalah itu.

Sementara itu Yunho mengantar Appa Choi kembali ke rumahnya dan kembali berbicara disana. Appa Choi benar-benar menuliskan pernyataan tentang kejahatan mereka 13 tahun yang lalu. Maksud dari surat itu agar semua pembunuhan dan kejadian aneh yang terjadi tidak dibesar-besarkan ke media.

Appa Choi ingin Yunho menyelesaikan masalah itu di antara kepolisian saja, apalagi kasus 13 tahun yang lalu itu sudah tidak bisa diganggu gugat. Jika ingin memenjarakan yang lain, mereka sudah lebih dulu mati dan jika ingin memenjarakan appa Choi, tidak akan bisa lagi karena masa kasus sudah berakhir.

Dengan begitu appa Choi akan melakukan segala cara agar Kyuhyun dilepaskan, jika perlu kejahatannya dihapuskan. Appa Choi akan menjamin kekasih putranya itu untuk lepas dari segala tuntutan.

“Apa anda yakin?” Tanya Yunho sekali lagi.

“Kau bisa mengambil semua kekayaanku, jika itu yang harus kaulakukan.” Jawab Appa Choi yakin.

“Aku tidak bisa menjamin ahjussi, Kyunnie bukan hanya target kepolisian korea.”

“Ahjussi yakin kau bisa melakukan sesuatu dengan itu.”

“Ahjussi~”

“Aku serahkan mereka padamu.”

“Mwo??”

“Pergilah, lakukan apapun yang kau bisa, secepatnya sebelum masalah ini menjadi lebih besar.”

Tanpa bisa menjawab apa-apa Yunho pun segera pergi dari sana dengan kepala yang dipenuhi berbagai pikiran yang berputar-putar didalamnya.

**

Sementara itu ditempat lain…

Siwon langsung melarikan Kyuhyun kedalam rumah sakit besar itu tanpa peduli beberapa perawat memanggilnya. Namja tampan itu menerobos pintu ruang operasi dengan kakinya dan memasukkan Kyuhyun kesana lalu membaringkannya diranjang.

Kemudian barulah Siwon berseru memanggil Dokter bedah rumah sakit itu, yang tentu saja sudah mengikutinya sejak daritadi.

“Anda tunggulah diluar.” Ucap salah satu suster ingin menutup pintu itu.

“Ani, andwae!!” Bantah Siwon.

“Kami tidak bisa bekerja jika anda ada didalam.” Ucap suster itu dengan tegas.

“Tapi aku ingin menemaninya!!”

“Kami akan berusaha, dia akan baik-baik saja.”

Siwon tidak bisa membantah lagi saat melihat keteguhan dimata suster itu dan melepas tangannya dipintu operasi. Dan suster pun langsung menutup ruangan itu dengan cepat membuat bahu Siwon semakin terkulai lemah. Namja tampan itu baru merasakan kelelahan yang amat sangat dan kedua tangannya bergetar.

Siwon melihat kedua tangannya yang bergetar dan menyadari jika terjadi apa-apa pada Kyuhyun itu semua karena dirinya. Dengan sangat yakin ia sudah menembak kekasih hatinya itu hingga ia seperti sekarang.

“Mianhae baby~ jeongmal mianhae.” Gumam Siwon sambil merosot kelantai dan bersimpuh disana.

Didepan ruang operasi yang dijaga dua polisi disisi kiri dan kanan pintunya, Siwon akan menunggu apapun yang akan terjadi pada Kyuhyun, cinta dan kebahagiaannya. Mata sayu namja tampan itu terus menatap pintu kaca itu yang entah kapan akan dibuka para suster yang merawat Kyuhyun.

Lebih dari tiga puluh menit kemudian Siwon menunggu dan pintu itu tidak kunjung terbuka. Akhirnya namja tampan itu berdiri dengan susah payah kemudian mendekati pintu dan mencoba melihat ke dalam.

Tidak ada yang bisa dilihat Siwon karena tertutupi badan beberapa suster dan dokter yang sedang mengoperasi kekasihnya itu. Dengan bahu yang masih terkulai, Siwon berjalan meninggalkan tempat itu membuat polisi yang bersamanya kebingungan.

“Si-siwon-ssi…” Panggil salah satunya membuat Siwon berhenti.

“Aku pergi sebentar, tolong jaga dia.” Ucap Siwon dengan nada lemah.

“Baiklah.”

Dan namja tampan itu pun segera pergi dari sana menggunakan mobilnya yang sudah dibawa anak buah Yunho kesana. Siwon melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang biasa. Jika ada polisi yabg melihatnya sudah pasti namja tampan itu akan dikejar mereka.

Namun beruntungnya tidak ada siapapun yang menghalangi jalannya saat ini hingga akhirnya ia sampai ditempat yang ia tuju dengan cepat.

Choi mansion.

Siwon pulang kerumahnya dan langsung masuk ke rumah besar itu mencari seseorang yang sangat ingin ia lihat. Appa Choi.

Namja paruh baya itu begitu disayanginya walau mereka sangat jarang bertemu karena kesibukan appa-nya, tapi Siwon sangat mengenalnya luar dalam, karena mereka adalah ayah dan anak.

Tapi sekali lagi, kejadian yang baru dialami mereka membuat kekecewaan besar timbul dihatinya pada namja yang sangat dihormatinya itu. Siwon tidak menyangka appanya yang begitu penuh kasih dan penyayang itu melakukan kekejaman seperti itu pada orang lain.

“Appaaa!!!!” Panggil Siwon tiba-tiba kesal.

Namja tampan itu berdiri dipintu ruang kerja appanya yang terlihat temaram karena lampu yang dimatikan. Sementara appa-nya duduk dikursi santainya disamping meja nakas dengan buku diary diatasnya.

“Siwonnie…” Panggil Appa Choi penuh harap tapi Siwon tidak mendekat.

“Kenapa??” Tanya namja tampan itu kemudian. “Kenapa Appa melakukan itu? Kenapa appa tega hanya diam saja padahal itu semua salah!!!”

“Appa tidak berdaya, Siwonnie.”

“Tidak berdaya karna uang?!? Apa memang appa sekejam itu?”

“Mereka bisa melakukan apa saja jika ada yang menentang keinginan mereka.”

“Hoo, jadi appa takut?!?!” Tanya Siwon sinis sambil berjalan masuk kedalam.

“Appa takut mereka akan mengganggu kita.”

“Appa egois!! Bukankah appa juga berkuasa seperti mereka, kenapa appa tidak berdiri dan menentang seperti appa Kyuhyun??!!”

Appa Choi tidak tahu harus menjawab apa karena pertanyaan itu memukul telak tepat dijantungnya. Dan tanpa sengaja membuat penyesalan yang ditanggungnya selama ini semakin besar.

“Hah!! Hahahaha.” Tawa Siwon hambar. “Semuanya karena uang!! Hanya uang!!”

“Siwonnie…”

“Aku tidak menyangka appa seperti itu.” Ucap Siwon dengan wajah kecewa. “Appa yang kukagumi dan kuhormati tega merenggut nyawa orang lain hanya demi uang, sungguh menyedihkan.”

“Mianhae Siwonnie.”

“Jangan meminta maaf padaku.”

“Appa minta maaf pada Kyunnie, tolong jaga dia, appa tidak bisa memenuhi janji appa.”

“Aku sudah membunuhnya.”

“Dia mencintaimu, kalian akan bahagia.”

“Aku juga sangat mencintai Kyuhyun, tapi apa yang Appa lakukan dimasa lalu membuat cintaku jadi duri dalam hidupnya.”

“Maafkan appa.” Ucap Appa Choi dengan penuh penyesalan, namun Siwon hanya menggelengkan kepalanya dan berjalan mundur keluar.

“Tuan Choi yang terhormat, aku membencimu.” Ucap Siwon terakhir kali dengan wajah penuh kebencian lalu pergi meninggalkan appa Choi yang terpaku di kursinya.

“Maafkan appa Siwonnie, dosa appa akan appa tanggung sendiri.” Ucap Appa Choi yang masih bisa didengar Siwon.

Detik selanjutnya…

Doorr!! Suara letusan senjata api terdengar sangat bergema diruangan besar istana Choi itu dan kepala tuan Choi pun terkulai ditempatnya. Namun Choi Siwon, terus melangkah tanpa peduli pada apapun yang terjadi dibelakangnya.

Namja tampan itu hanya menutup mata dan segera keluar dari rumah besar itu bersama setetes kristal bening mengalir dari sudut matanya.

Seoul Hospital.

Siwon segera kembali ke rumah sakit setelah bertemu dengan appa-nya untuk terakhir kali. Namja tampan itu langsung menuju ke ruang rawat Kyuhyun setelah operasi mengeluarkan peluru didadanya. Siwon tidak bisa menunggu kekasihnya itu karena ia ingin memperjelas lagi keraguan dihatinya.

Setelah operasi Kyuhyun langsung dipindahkan keruangannya karena melihat tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Siwon segera masuk kesana dan mendapati beberapa monitor menjadi penunjang hidup namja pucat kekasihnya itu.

Dengan perlahan Siwon mengambil tangan Kyuhyun dan mengecup punggung tangannya itu dengan lembut. “Mianhae, baby~” Bisiknya pelan.

Siwon menatap wajah putih pucat itu kemudian melihat perban didadanya dimana timah panah menembus kesana beberapa waktu yang lalu. Berapa kalipun Siwon memikirkannya, dia tetap menyesal sudah menembak namja putih pucat itu begitu saja.

“Jeongmal mianhae…” Ucapnya lagi namun Kyuhyun tidak bisa menjawabnya.

Saat itu dokter yang menangani Kyuhyun tadi masuk kesana dan memanggil Siwon. Namja paruh baya itu ingin berbicara dengan Siwon dan memintanya untuk keluar sebentar. Tanpa membantah apa-apa namja tampan itu segera mengikuti dokter itu setelah mengecup kening Kyuhyun dengan lembut.

Tepat saat itu ujung jemari Kyuhyun bergerak perlahan namun Siwon tidak melihatnya.

“Bagaimana Kyuhyun, dok?” Terdengar suara namja tampan itu saat diluar ruangan.

“Syukurlah~ sekarang tidak apa-apa, walau peluru itu hampir mengenai jantungnya kau beruntung membawanya kemari dengan cepat, kalau tidak…”

“Ka-kalau tidak??”

“Kami tidak menjamin keselamatan Kyuhyun-ssi dan janinnya.”

“Apa?!?” Mata Siwon hampir keluar dari sarangnya. “Ja-janin??” Tanyanya lagi karena tidak percaya pada pendengarannya.

“Huh? Anda tidak tahu?” Dokter itu balik bertanya. “Aigoo~ saya kira sudah, kalau begitu selamat Siwon-ssi, Kyuhyun-ssi sedang mengandung masuk minggu ke 4.”

Bagai diterpa halilintar di siang hari Siwon mengetahui keadaan Kyuhyun yang sebenarnya. Bagaimana mungkin seorang namja bisa memiliki kandungan seperti layaknya seorang yeoja?

Tapi didunia ini tidak ada yang tidak mungkin.

Dan apa yang sudah ia lakukan pada namja yang sedang mengandung bayinya itu? Tapi apa itu bayinya? Tentu saja, Kyuhyun hanya dekat dan hanya berhubungan dengannya.

“Siwon-ssi…” Panggil dokter itu membuyarkan lamunan Siwon.

“La-lalu, apa dia akan baik-baik saja?” Tanya Siwon cepat.

“Siapa?” Tanya Dokter itu bingung.

“Ky-kyuhyun dan ba-bayinya.”

“Keduanya baik-baik saja, tenang saja. Kyuhyun-ssi hanya perlu istirahat dengan baik untuk memulihkan lukanya.”

“Ohh, gomawo, b-boleh aku kembali melihatnya?”

“Ahh, tentu saja, dia sudah baik-baik saja sekarang masih dalam pengaruh obat, Siwon-ssi tenang saja.”

“N-ne, gomawo.” Jawab Siwon ragu.

Setelah Dokter itu menjauh, Siwon langsung berbalik arah dan kembali masuk ke dalam ruangan Kyuhyun sambil mencoba menenangkan debaran jantungnya yang berdetak sangat cepat. Setelah menghembuskan nafas perlahan barulah Siwon melihat ranjang namja cantik kekasihnya itu.

“Kyuhyun?!”

Ranjang putih itu kosong dan Kyuhyun tidak terlihat dimanapun, padahal sebelumnya namja cantik itu masih tidak bergerak sedikitpun. Lalu sekarang bagaimana bisa ia tidak ada diranjangnya?

Beberapa menit yang lalu.

Setelah Siwon keluar jari tangan Kyuhyun bergerak perlahan dan pupil matanya terlihat juga ikut bergerak-gerak. Sampai akhirnya mata bulat nan cantik itu pun terbuka dengan susah payah karena harus menyesuaikan dengan cahaya yang ada diruangan itu.

Kyuhyun mengerjapkan matanya berulang kali sampai akhirnya ia sadar sepenuhnya. Walau tidak sepenuhnya mengerti tapi Kyuhyun bisa menebak dimana saat ini ia berada.

Ingatan beberapa jam yang lalu lembali terlintas dikepalanya dan Kyuhyun mengingat semua yang sudah ia lakukan sampai akhirnya Siwon, namja tampan kekasihnya menembaknya begitu saja.

Perlahan tangan Kyuhyun bergerak menuju dada sebelah kirinya dan meraba dimana luka tembak itu. Dan tanpa sadar airmata-nya langsung keluar mengingat kembali tatapan Siwon saat melepas tembakan itu padanya.

“S-siwon hyung…” Panggil Kyuhyun setengah berbisik. “D-dia pa-pasti m-membenciku.” Ucapnya kemudian.

Dengan susah payah namja imut itu berusaha untuk duduk walau sekujur tubuhnya merasakan sakit akibat luka itu. “Mianhae, hyung~”

“Bagaimana Kyuhyun, dokter?” Suara Siwon terdengar diluar ruangan itu.

Seketika Kyuhyun turun dari ranjang dan menarik jarum infus yang ada dilengannya kemudian berjalan dengan susah payah menuju pintu. Karena tidak tertutup dengan rapat, Kyuhyun bisa melihat namja tampan kekasihnya itu berdiri membelakanginya.

Didepan Siwon pasti berdiri dokter yang sudah merawatnya karena Kyunyun hanya bisa mendengar suaranya sedang tubuhnya tertutup tembok ruangan lain.

Dengan seksama Kyuhyun menyimak pembicaraan mereka yang terdengar sangat serius. Sampai pada pokok permasalahannya Kyuhyun langsung menutup mulutnya menahan suara. Ia tidak bisa percaya pada apa yang baru saja didengarnya, begitu juga Siwon.

Bagaimana bisa?

Perlahan tangan Kyuhyun pun meraba perutnya dan merasakan apa yang sudah dikatakan dokter itu.

“Bagaimana mungkin? Dia namja dok.” Suara Siwon terdengar putus asa.

Entah apa yang dirasakan hati Kyuhyun saat mendengar Siwon menolak kenyataan itu, yang pastinya kaki Kyuhyun perlahan beranjak keluar dari ruangan itu dan berjalan tergesa menuju lift yang ada disana.

Setelah Ia menghilang barulah Siwon kembali ke kamarnya.

**

Tanpa pikir panjang Siwon langsung beranjak ke kamar mandi dan membuka pintunya dengan paksa namun tetap tidak ada orang disana. Dengan cepat namja tampan itu keluar dari sana dan berlari menuju lift, namun karna tidak kunjung terbuka Siwon langsung berlari mencari tangga darurat rumah sakit itu.

Namun begitu ia sampai di loby, Kyuhyun sudah masuk ke dalam taksi yang berdiri didepan pintu gerbang rumah sakit itu dan Siwon tidak melihatnya.

Karena itu, Siwon langsung meminta bantuan security yang ada disana untuk mencari Kyuhyun namun tidak ada. Bahkan namja tampan iu sudah kembali keatas dan menuju atap mungkin saja Kyuhyun kesana, tapi tentu saja namja itu tidak ada disana.

Dan setelah berlari kesana kemari mencari kekasihnya namun tidak menemukannya dimanapun, akhirnya dengan wajah kesal Siwon pun kembali ke ruangan Kyuhyun dirawat.

“Shitt!!!” Umpat Siwon sambil menendang pintu ruangan itu. “Bagaimana kau bisa pergi disaat begini??!”Apa yang kau inginkan Kyuhyun?!!!” Teriak Siwon penuh amarah.

Namja tampan itu masuk kesana sambil membanting pintu itu dengan keras kemudian menendang semua yang dijamah kakinya. Dan tidak berhenti sampai disana Siwon juga menyapu semua benda diatas meja nakas sampai berjatuhan kelantai.

“Apa yang kau inginkan?!?!” Teriak Siwon sekali lagi.

Ia benar-benar tidak membayangkan Kyuhyun akan menghilang untuk yang kesekian kalinya, bahkan disaat keadaan sudah seperti ini dan namja cantik itu ternyata sedang…

“Brengsek!! CHO KYUHYUN!!!” Panggil Siwon sekuat tenaganya.

Kepalanya masih tidak bisa berpikir dengan semua yang terjadi begitu tiba-tiba dan tidak terbayangkan. Siwon hampir membunuh namja yang dicintainya kemudian ia kehilangan appa-nya bahkan sekarang Kyuhyun juga pergi meninggalkannya saat ia tahu kekasihnya itu sedang mengandung baby mereka.

“Tidak akan kubiarkan!” Ucapnya tiba-tiba tanpa sadar.

Siwon langsung berjalan menginjak semua barang yang sudah ia jatuhkan sampai satu benda patah menimbulkan bunyi yang sedikit keras. Begitu melihat kebawah Siwon mendapati sebuah pulpen itu patah menjadi dua membuatnya menunduk untuk mengambilnya.

Saat itulah Siwon melihat secarik kertas putih dengan tulisan diatasnya yang sudah sangat dikenalnya. Tulisan yang merupakan satu kalimat itu adalah milik Kyuhyunnya tercinta.

Dengan cepat Siwon membacanya dan mendalami setiap makna dari tulisan tersebut. Dan detik selanjutnya, namja tampan itu langsung jatuh merosot ke lantai karena merasa kakinya sudah tidak bisa bertahan.

“Baby…” Gumam Siwon sambil terus melihat tulisan itu lebih jelas lagi namun tidak ada yang berubah.

Itu tetaplah tulisan tangan Kyuhyun yang meninggalkan pesan terakhir untuknya.

“Kita tidak ditakdirkan untuk bersama, walau begitu aku tetap mencintaimu dalam kegelapan.”

-Loving You In The Darkness-

5 Tahun kemudian.

Malam hari di kota Seoul dimusim semi terasa sangat dingin karena anginnya yang berhembus lebih kencang dari biasanya. Helai sakura yang terus berguguran membuat pemandangan dimalam hari itu begitu indah.

Namun tetap saja malam indah itu entah mengapa tiba-tiba menjadi kesialan bagi seorang namja yang saat ini sedang berada dipinggir jalan ditengah kota Seoul yang ramai itu.

Namja tampan yang bernama Choi Siwon kini sedang mengutuk mobil mewahnya yang tiba-tiba saja berhenti mendadak dan mesinnya mati tanpa sebab. Beberapa kalipun Siwon coba hidupkan kembali, mobil itu seperti ingin diam dan beristirahat disana.

Tak ayal, Siwon pun keluar dari mobilnya sambil menghembuskan nafas lelah ia menutup pintunya dengan keras. Namja tampan itu melihat kesana kemari untuk mencari bengkel terdekat, namun tentu saja itu hanya hayalannya semata karena saat ini ia berada tepat dipusat kota.

Jalanan Seoul yang selalu ramai dijelajahi pejalan kaki yang ingin bershoping ria atau hanya sekedar jalan-jalan menghabiskan waktu disana. Lalu pada siapa ia harus meminta bantuan disaat yang lain sedang sibuk dengan hidup mereka sendiri.

“Sepertinya aku benar-benar sial.” Gumam Siwon akhirnya.

Sekilas mata namja tampan itu melihat cafe diseberang jalan yang terlihat sedikit sepi itu membuatnya merasa dahaga tiba-tiba. Tanpa pikir panjang lagi Siwon langsung mengunci pintu mobilnya otomatis dan segera menyebrangi jalan didepannya saat lampu pejalan kaki disana berubah warna menjadi hijau.

Ternyata bukan hanya dirinya saja yang ingin menyeberang melainkan beberapa pasangan namja dan yeoja melewatinya dengan cepat membuatnya mendesah pasrah. Namun tiba-tiba saja degup jantungnya berdetak tidak karuan sampai ia tanpa sadar meraba dadanya sendiri yang terasa sesak.

Siwon terus melihat sekeliling untuk mencari sebabnya, dan jauh didepan, tepatnya dipinggir jalan seberang sana. Seorang namja yang sangat mirip dengan orang yang dikenalnya sedang berjalan menyeberang berlawanan arah dengannya.

“K-kyuhyun…” Gumam Siwon tanpa sadar.

Dan debaran jantung Siwon pun kembali berpacu dengan cepat bahkan terasa hampir mau lepas dari tempatnya apalagi saat langkah kaki namja tinggi dan putih itu semakin mendekatinya.
Langkah demi langkah perlahan-lahan jarak mereka semakin dekat dan Siwon sangat yakin bahwa namja itu melihat kearahnya.

Dan sedetik kemudian mata itu pun akhirnya bertemu dengannya dan mereka saling bertatapan. Detik itu juga jantung dan langkah Siwon terhenti saat melihat senyuman manis melingkar dibibir namja tinggi yang cantik itu benar-benar terlihat seperti seseorang yang begitu ia rindukan.

Cho Kyuhyun.

Namun setelah tersenyum manis padanya yang membuat Siwon terpaku ditempat namja tinggi dan putih itu melewatinya dengan langkah ringan dan membaur dalam kerumunan pejalan kaki disana.

Siwon yang baru sadar dari lamunannya langsung berpaling melihat kebelakang mencari namja tinggi itu namun ia tidak terlihat diantara kerumunan jalanan Seoul yang padat itu. Bahkan bayangannya pun tidak terlihat lagi disana.

Cho Kyuhyun tidak terlihat dimanapun.

The End.

**

Ahahahahahahahahahahahahahha~ #ketawanista
Mianhae ne, saya galau, makanya jadi seperti ini😂😂😂
Terima kasih sebesar2nya untuk perhatian kalian pada ff ini, lagi dan lagi, kalian yang terbaik..
Trima kasih masih ada disini sampai hari ini, trima kasih selalu setia bersama Vie.
Terima kasih #bow

Sekali lagi, Happy Birthday nae adeul, my baby Cho Kyukyu. All the best thing in the world, for u. stay healthy n happy always. I love you once, I love you still…I always have and I always will~

Happy Birthdaaaay~

Sampai jumpa di ff lainnya My Lovely Readers~

With Love,
Vie.

Advertisements

56 thoughts on “Loving You 8

  1. Ga tau gimana rasa nya jadi Kyu. Kalo aku sih jujur ga kuat lagi tinggal di dunia kalo jadi dy. Sumpah aku nangis baca chap ini.. 😭😭 sedih banget gitu..
    Dan pada akhir nya appa choi juga milih bunuh diri juga buat nebus dosa nya.
    Siwon tau kyu hamil, dan ekspresi nya dy waktu awal yg buat kyu pergi karena anggap Siwon benci sama dy. Pdhl sih ngga..
    Itu kyu ketemu lagi sama Siwon ya, tapi kyu kok kaya ga kenal itu Siwon karena di lewatin begitu aja..

  2. Sedih banget ceritanya …. Kasihan appa choi karna rasa bersalahnya dia relah bunuh diri….
    Kasihan banget siwonie yang harus kehilangan semuanya…
    Baby kyu juga keras kepala nggak mau terima siwonie..dan salah paham mengira siwon nggak maienerima anak yang di kandungnya ….
    Terus gimana nasib baby nya..??

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s