Loving You 7


LOVING YOU IN THE DAKRNESS

Loving You In The Darkness

Chapter 07

**

Selamat malam~ my lovely readers~ maaf ya sudah lama, apalagi ff ini pasti udah lupa kan?

Baca dulu sana Chapter 6..ahahaha.

Ff ini udah mau end jadi sabar aja nee~

Selamat membaca~

**

Siwon kembali berjalan perlahan menuju dapur Kyuhyun beserta kamar mandinya untuk mencari namja cantik itu. Pikirannya masih tetap yakin bahwa ia sudah bertemu dengan Kyuhyun dalam keadaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Sambil memegang perutnya yang terasa pecah Siwon terus menyusuri keberadaan kekasihnya itu. Namun tidak ada seorang pun disana selain dirinya, tapi tiba-tiba saja matanya menangkap perlengkapan obat dan kain perban diatas meja makan.

“Kau benar ada disini, baby!!” Ucap Siwon dengan wajah penuh harap. “Tapi, kemana kau pergi lagi??” Tanyanya sambil melihat kearah pintu.

Namja tampan itu berharap kekasihnya hanya pergi sementara dan akan segera kembali. Karena itu ia pun memutuskan untuk menunggunya saja disini, lagipula badannya yang hancur lebur membuat tenaganya masih belum pulih seperti sebelumnya.

Dengan langkah gontai Siwon berjalan menuju sofa dan akhirnya duduk disana sambil merebahkan kepalanya diatas sandaran. Sambil memejamkan matanya namja tampan itu berusaha mengingat apa yang sudah terjadi dan dilihatnya beberapa jam lalu.

Tapi saat keheningan membawanya hampir tertidur, tiba-tiba saja ketukan dipintu kayu itu membuatnya langsung tersentak. “Baby!!”

“Siwon~” Panggil Donghae dari luar.

“Hae hyung?” Alis Siwon hampir bertautan namun ia segera bangkit untuk membukakan pintu untuk hyungnya itu.

“Kemana saja kau? Apa yang terjadi? Dimana Ky….OHMYGOD!!!!” Seru Donghae tanpa sadar.

Ia baru melihat wajah yang selalu tampan milik dongsaengnya kini biru lebam itu membuat Siwon terlihat seperti bukan dirinya sendiri. Namun namja tampan itu tidak peduli dan langsung kembali ke dalam mencari tempat duduk untuk tubuhnya yang kesakitan.

“Hyung? Kenapa tahu aku disini?” Tanya Siwon saat Donghae masuk kedalam.

“Tadi pagi Kyunnie menghubungiku.”

“Mwo? Kyuhyun?? Dimana dia? Kenapa menghubungimu??” Siwon harus menahan sakitnya saat berbicara terlalu bersemangat.

“Aku tidak tahu, dia hanya mengatakan kau ada disini, karena itu aku juga mencarinya untuk bertanya.”

Dengan wajah putus asa Siwon kembali merosot ke sofa dan duduk sambil menghembuskan nafas lelah. “Berarti dia pergi lagi?”

“Siwon, katakan padaku semua yang terjadi? Kalian menjadi aneh, dia menghilang dan kau terluka, sekarang dia menghilang lagi, apa kalian main hide and seek??” Tanya Donghae tidak tahan lagi.

Siwon melihat wajah hyungnya yang begitu penasaran membuatnya tidak bisa menyembunyikan apa yang sudah dialaminya. Lagipula selama ini hanya pada Donghae dan Hyukjae ia bisa menceritakan segala yang terjadi dalam hidupnya.

“Kemarin, aku bertemu dengan seorang namja.”

“Mwoo? Namja? Nugu?”

“Namanya Choi Seunghyun, tiba-tiba dia mendekatiku dan mengatakan bahwa dia mengenal Kyuhyun dan tahu dimana Kyuhyun berada.”

“Dan kau percaya begitu saja?”

“Bagaimana tidak hyung? Cintaku menghilang sejak lama tanpa kabar, saat ada yang bilang pernah melihatnya, lalu apa yang akan kau lakukan?” Tanya Siwon begitu memelas.

“T-tentu saja mengejarnya.” Jawab Donghae jujur.

“Dia mengatakan Kyunnie sakit dan tidak bisa menemuiku, detik itu juga aku mengikutinya berharap bertemu dengan cintaku, hyung.”

“Lalu? Apa yang terjadi?”

“Aku tidak tahu apa yang terjadi, namun begitu sadar aku sudah diikat dikursi dan dipukul terus menerus.”

“APAAA?!?!?!” Donghae langsung berdiri dengan wajah marah. “INI TIDAK BISA DIBIARKAN!??!”

“Dengar dulu hyung~”

“Ouh~ sorry, aku kelewatan.” Ucap Donghae langsung duduk kembali. “Tapi aku tidak terima, kenapa dia memukulmu??”

“Pertama aku juga tidak mengerti hyung, tapi kata-katanya semakin jelas saat ia mengatakan aku sudah mengambil miliknya.”

“Mwoo? Miliknya? Apa itu? Apa kau mengambilnya?”

“Tidak hyung! Dia sudah jadi milikku.”

“Mwoo??” Wajah Donghae semakin bingung.

“Dia mengatakan Kyuhyun adalah miliknya dan aku sudah mengambilnya.”

“Mwo? Kyuhyun? Miliknya?” Tanya Donghae tidak percaya namun saat kata-kata itu semakin meresap dalam otaknya, Donghae langsung berdiri dengan cepat dan berseru dengan wajah kesal.

“Sejak kapan Kyuhyun jadi milikmu dan miliknya!??!!”

“Hyung~”

“Jelaskan padaku!?!?”

“Aku tidak mengenal Seunghyun, tapi dia mengatakan Kyuhyun miliknya sejak dulu, tapi aku sudah mengambilnya dan dia semakin marah karena tahu aku sudah…mm~ itu…mm~ sudah…”

“Sudah apa??” Donghae semakin penasaran.

“Itu…sudah membuktikan cintak…”

“Omoooooo~” Seru Donghae menghentikan penjelasan Siwon.

“Hyung!! Kenapa aku seperti bercerita pada yeoja!??!” Tanya Siwon dengan wajah kesal.

“Ahahaha, mianhae, aku terlalu bersemangat, lalu benarkah?”

“Ne??”

“Kau sudah~mmm, mmm~??”

“Nee~ dan paginya dia menghilang.”

“Mwooo??”

“Karena itu Seunghyun menculikku dan seperti yang kutahu dia ingin membunuhku dan membunuh Kyuhyun, karna Kyuhyun sudah bersamaku.”

“Namja gila.”

“Aku tahu.”

“Kita harus melapor pada Yunho hyung.”

“Ani!! Andwae!!”

“Mwoo? Ini tindakan kriminal, dia harus dipenjara atau kalian tidak selamat.”

“Tidak, aku tidak mau Yunho hyung tahu.”

“Waeyoo??” Tanya Donghae dengan kening berkerut dan saat itu suara Iphone Donghae mengagetkan keduanya.

Namja tampan itu langsung melihat layar hpnya dan mendapati nomor Yunho memanggilnya membuat Donghae menatap Siwon dengan mata bertanya. Siwon hanya bisa menganggukkan kepalanya karena ia memang sangat membutuhkan bantuan Yunho untuk mencari Kyuhyun.

“Yeoboseyo~” Sapa Donghae.

>Hae-ah~ Siwon dimana? Hp-nya tidak bisa dihubungi<

“Mwo? Ahh, benar, aku juga sudah menghubungi, tapi tidak aktif.”

>Kau tahu kenapa? Aku ingin bertemu, ini penting<

“Apa aku boleh tahu?” Tanya Donghae was-was.

>Tidak bisa disini, aku harus bertemu dengan Siwon<

Donghae langsung menatap Siwon yang kembali menganggukkan kepalanya.

“Hyung, kami ada dirumah Kyuhyun, kau tahu kan?”

>Ohh, arraseo~ aku segera kesana.<

“Jangan hyung~ Siwon bilang dia akan pulang, kita bertemu dirumahnya.”

>Mm, baiklah, sampai jumpa.<

Donghae kembali menatap Siwon penuh tanda tanya besar dikepalanya, karena ia masih saja tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Namun melihat wajah Siwon yang lelah, ia tidak bisa terlalu memaksakan namja tampan itu untuk mengingat semuanya.

“Kita pulang sekarang?” Tanyanya kemudian.

“Ne, hyung~ bantu aku keluar.”

“Dengan senang hati.”

Donghae langsung berlari kesana-kemari untuk menutup pintu dan jendela apartement itu dan mematikan lampunya secepat mungkin. Kemudian ia mencari coat Siwon namun hanya menemukan coat hitam yang ia tahu milik Kyuhyun yang ia lihat saat namja cantik itu mencari Siwon di kampus mereka.

Tidak ada yang lain, Donghae langsung mengambil pakaian hangat itu dan melampirkannya pada Siwon hanya untuk menutupi badan namja tampan itu yang hanya memakai kaos putih yang sangat tipis.

“Punya Kyuhyun, tidak muat.” Ucap Donghae saat Siwon melihat coat itu.

Tanpa menjawab apa-apa Siwon hanya memeluk dirinya sendiri hingga ia terbalut kehangatan baju kekasihnya itu dan menghirup nafasnya dalam-dalam. “Bogoshipoyo~ baby.” Gumamnya pelan.

Donghae hanya bisa menghela nafas lelah dan segera memapahnya keluar darisana dan tidak lupa mengunci kembali pintu Apartement Kyuhyun yang mungkin saja tidak akan dihuni lagi. Dua namja tampan itu berjalan keluar perlahan karena Donghae harus mensejajarkan langkahnya dengan Siwon.

Sampai diujung gang terdapat mobilnya, Donghae langsung memasukkan Siwon dikursi depan lalu segera pergi darisana menuju rumah namja tampan itu. Tanpa mereka tahu, seseorang menatap kepergian mereka dengan wajah sendu dan kesedihan terpancar jelas dimatanya.

Kenapa takdir harus mempermainkan manusia disaat mereka sudah menemukan kebahagiaan? Tapi karena takdir juga manusia bisa menghargai indahnya kehidupan dan sebuah hubungan.

**

Tak berapa lama, mobil Donghae pun terlihat memasuki pekarangan rumah Siwon dan berhenti di depan pintunya. Begitu mereka keluar, sebuah mobil yang lain sudah terpakir disana dengan pemiliknya berdiri bak seorang model dikap mesinnya.

Donghae langsung tersenyum melihat polisi tampan, hyungnya itu tidak memakai seragam tapi turtle neck hitam dipadu dengan jaket hitam khas penyidik yang terlihat begitu memesona. Sementara Siwon hanya menganggukkan kepala melihat hyungnya itu kemudian segera masuk kedalam sambil dipapah kembali oleh Donghae.

Saat maid-maid melihatnya dengan wajah panik Siwon hanya bisa menyunggingkan senyuman manisnya dan Donghae menggelengkan kepalanya. Dengan patuh maid-maid itu pun mundur beberapa langkah kemudian segera kembali ke dapur untuk menyiapkan keperluan tuan muda dan tamu mereka.

Siwon mengajak dua hyungnya untuk langsung ke kamarnya dan memilih untuk berbicara disana agar lebih aman. Yunho langsung berjalan dengan santainya sambil melihat isi rumah mewah itu beserta foto-foto keluarga Siwon yang terpajang didinding.

Begitu sampai disana Donghae mendudukkan Siwon diranjangnya sementara mereka langsung mencari kursi yang ada dikamar itu kemudian duduk didekat ranjang namja tampan itu.

“Ada apa hyung?” Tanya Siwon tanpa menunggu lagi.

“Sebelum itu ada apa denganmu?” Yunho balik bertanya.

“Ada sesuatu, nanti kuceritakan, sekarang katakan ceritamu lebih dulu.” Ucap Siwon keras kepala.

“Baiklah~” Yunho menganggukkan kepalanya.

Namja tampan itu segera mengambil tas plastik untuk menyimpan berkas yang sudah ditentengnya sejak tadi. Dengan cepat ia membukanya dan mencari file-file yang diperlukan.

“Mianhae jika aku mengganggu ditengah kondisimu ini…”

“Gwenchana hyung, kita sudah berjanji untuk menuntaskan kasus itu kan?” Ucap Siwon dengan senyum manisnya yang memesona.

“Baiklah, seperti yang kita tahu, pembunuhan itu semua ada hubungannya dan sudah jelas ia adalah pembunuh yang sama.”

“Nee~ sakura merah itu jadi buktinya.” Jawab Siwon.

“Ne~ dari pembunuhan kedua kami menemukan file-file penting yang tersembunyi dalam lemari besi milik Park Hyo Jin.”

“Apa itu petunjuk?”

“Mungkin saja ada hubungannya.” Jawab Yunho sambil mengeluarkan berkas yang sedikit tebal dengan nama disampulnya “Proyek Six Gold”

“Enam emas?” Tanya Donghae tidak mengerti.

“Ne~ proyek Six Gold ini merupakan proyek pembangunan di Jepang yang memiliki begitu banyak kontroversi karena sebagian pemilik tanah untuk membangun proyek ini tidak setuju menjual tanah mereka, tapi entah kenapa tiba-tiba saja mereka berhasil mendapatkan tanah tersebut.”

“Dan proyeknya berhasil?”

“Nee, proyek itu merupakan tempat wisata terkenal yang sekarang ada di Jepang, “Takao Montain, tempat itu menyediakan pemandangan yang luar bisa indahnya bagi pendaki-pendaki yang haus mencari harta karun, seperti Fuji Diamond. Karena hal inilah Takao Mountain menjadi salah satu tempat wisata terkenal.”

“Lalu apa hubungannya dengan pembunuhan itu?” Tanya Siwon kemudian.

“Saat akan membangun tempat wisata itu, mereka melakukan segala cara untuk mengusir warga kecil yang tinggal disekitar pegunungan, bukankah tidak lucu diantara keindahan tempat itu terdapat tempat tinggal yang bisa dikatakan, ya~ tidak layak.”

“Ahh, aku mengerti~ lalu?”

“Kim Haneul bersama rekannya, Park Hyo Jin, Choi Kiho, appa-mu dan 3 orang lagi yang terlibat dalam proyek ini memindahkan mereka secara paksa dengan biaya yang tidak pantas. Karena tempat wisata itu memberi keuntungan yang besar bagi Negara, tidak ada yang bisa menghentikan mereka.”

“Dan inti ceritanya, kalian tahu?”

“Hyung!! Jangan buat penasaran.” Jawab Donghae.

“Karena mereka berenam merupakan Chaebol di Negara kita, bukan tidak mungkin untuk membangun sebuah tempat wisata bukan, tapi ternyata, 3 dari mereka menolak untuk mengambil paksa tanah warga disekitarnya dan memilih untuk tidak melanjutkan proyek six gold tersebut.”

“Lalu? Proyeknya batal?”

“Tidak, tapi seminggu kemudian 2 dari mereka ditemukan meninggal karena kebakaran dan tiga hari berselang seorang lagi yang diketahui bernama Sung Hye Jin meninggal karena kecelakan dan proyek itu tetap berjalan lancar tanpa mereka bertiga.”

“Something fishy hyung…” Ucap Siwon membuat Donghae melihat dirinya sendiri yang menyukai ikan.

“Kau bisa menebak akhir cerita ini, Siwonnie?” Tanya Yunho dengan smirknya yang mengerikan.

“Ne~ kebakaran dan kecelakaan itu bukan tanpa disengaja.” Ucap Siwon dengan yakinnya.

“Yup~ that’s right, seperti yang aku katakan, mereka akan melakukan segala cara untuk mewujudkan keinginan tersebut. Kecelakaan yang dialami Mrs. Sung diketahui telah direkayasa karena nyonya besar itu sudah meninggal lebih dulu baru kemudian mobilnya menghantam pembatas jalan dan masuk ke sungai.”

“Benarkah?” Tanya Donghae dengan mata mengerjap tidak percaya.

“Hasil Outopsi rumah sakit di Shinjuku mengetahui hal itu namun ketua tim forensik rumah sakit itu sudah lebih dulu dibungkam mulutnya dengan uang.”

“Kejaaaam~” Protes Donghae tidak terima.

“Lalu, kebakaran itu?” Tanya Siwon.

“Mmm, aku harap setelah mendengar ini, kau bisa menerimanya Siwon, karena ini sungguh bukti yang kami terima dari kepolisian jepang.”

“Apa maksudmu hyung?”

“Dua orang lagi yang merupakan suami istri itu dibunuh dan untuk menghilangkan semua jejak, rumah mereka dibakar tanpa sisa.”

“Oh Tuhan~”

“Pasangan suami istri itu bernama Cho Younghwan dan Cho Hanna diketahui memiliki seorang anak laki-laki berusia 7 tahun. Pihak polisi jepang menyebutkan anak itu juga sudah meninggal dalam kebakaran, tapi saat penyelamatan hanya dua mayat yang ditemukan dalam keadaan hangus terbakar, sedang anak itu dan kepala pelayan mereka tidak ada disana.”

“Lalu dimana anak itu?” Tanya Donghae tidak sabar.

“Pihak polisi sudah mencari mereka keseluruh jepang tapi tidak menemukannya hingga mereka menyatakan keduanya sudah meninggal dalam kebakaran itu, tapi ternyata file-file dari Park Hyo Jin menjelaskan semuanya.”

“Apa itu?”

“Dalam lemari besi namja tua itu terdapat file keluarga Cho dengan seluruh asset yang mereka miliki dan sudah diwariskan pada anak mereka satu-satunya yang bernama Cho Kyuhyun.”

“MWOOOO??”

“Anak kecil yang dinyatakan sudah meninggal itu adalah Kyuhyun, Siwon~ Cho Kyuhyun.”

“K-kyuhyun???” Tanya Siwon tidak percaya.

“Kami juga tidak menyangka, Siwon.” Ucap Yunho lagi.

“Tidak mungkin!!” Jawab Siwon cepat. “Hyung…”

“Orang tuanya yang termasuk tidak setuju dengan proyek yang menindas rakyat kecil itu, dan mereka dibunuh karena menjadi penghalang lalu sekarang setelah 13 tahun mereka yang membunuh pun dibunuh, sebagai bentuk pembalasan dendam.”

“Kenapa langsung menuduhnya?? Kyuhyun tidak mungkin seperti itu.”

“Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, 13 tahun yang lalu kedua orangtuanya direnggut secara paksa didepan matanya, kau pikir apa yang akan ia lakukan untuk dapat bertahan hidup?”

“Memupuk kebencian itu sampai suatu saat kau bisa membalasnya.” Jawab Donghae dengan wajah blank.

“Hyung…” Siwon melihat Donghae tidak percaya.

“Kami sudah mengaitkan semua bukti yang ada dan sakura merah menjadi bukti yang paling kuat karena saat orangtuanya dibunuh saat itu di jepang memang sedang musim semi, musim helai sakura berjatuhan, bisa kau bayangkan? Aku seperti melihat drama.” Ucap Yunho dengan mata menerawang.

“Tidak mungkin, hyung!! dia tidak mungkin melakukannya.” Siwon tetap mengelak.

“Tapi semua bukti mengarah padanya.”

“Kyuhyunku bukan pembunuh!!!!” Teriak Siwon langsung berdiri dari duduknya.

“Siwon…”

“Kyuhyunku bukan pembunuh!!!”

“Siwon bukan itu yang harus kau pikirkan, kami sudah punya clue target dia selanjutnya.” Ucap Yunho mengerti apa yang dirasakan sepupunya itu.

“Tidak!! Itu bukan Kyuhyun!!!” Siwon masih tidak percaya dengan semua yang baru saja didengarnya.

Namja tampan itu langsung keluar dari kamar secepatnya membuat Yunho dan Donghae tersentak melihatnya dengan mulut terbuka. Siwon berlari menuruni tangga kamarnya, tidak peduli rasa sakit yang didera tubuhnya, ia segera masuk kedalam mobilnya dan melesat darisana.

Namja tampan itu mengemudi dalam kecepatan penuh hingga melewati batas karena saat ini Siwon tidak bisa memikirkan apapun lagi selain penjelasan Yunho dan semua kepingan bukti dari investigasi yang dilakukannya sendiri menyatu dalam kepalanya.

Siwon sengaja mempelajari kasus-kasus itu lebih dalam lagi daripada yang dilakukan sepupunya bersama polisi lain. Dan kejadian kemarin yang tidak sengaja menyeretnya dalam masalah ini membuat Siwon semakin yakin.

Walau tidak sepenuhnya mengerti, Siwon sangat tahu siapa lagi orang yang juga bertanggung jawab atas peristiwa sadis 13 tahun yang lalu itu.

“Appa~” Gumam Siwon sambil menggigit bibirnya sampai terasa asin.

Entah berapa lama ia mengemudi dengan kecepatan diatas rata-rata sampai akhirnya ia tiba kembali didepan gang apartement Kyuhyun. Namja tampan itu langsung membelokkan mobilnya kesana dan keluar dengan buru-buru sampai akhirnya ia berdiri tepat didepan pintu apartement kekasih hatinya.

“Baby…” Panggilnya sedih.

Dengan cepat Siwon menerobos masuk kesana dan menuju kamar Kyuhyun, ia ingin mencari sesuatu yang bisa menguatkan prasangka buruk dihatinya. Walau sangat berat hatinya ingin menyangkal semua yang terjadi dan Kyuhyun tidak melakukan apapun yang dituduhkan padanya.

Siwon tetap berharap bahwa namja cantik kekasihnya itu benarlah namja polos yang baik hati yang bahkan tidak tahu apapun tentang dendam dan pembunuhan. Namun siapa yang ia bohongi? Semua yang dikatakan Yunho sudah tidak dapat ditolak lagi.

Dan sekarang, kotak hitam beledru yang ia temukan didalam lemari Kyuhyun mengatakan segalanya sudah terjadi dan tidak bisa diubah lagi. Begitu Siwon membuka kotak itu, selembar foto keluarga dan helaian bunga sakura berwarna merah berjatuhan darisana.

“Kyuhyunnie~ baby…” Gumam Siwon sambil merosot ke lantai karena kakinya tidak bisa lagi menahan tubuhnya yang terasa semakin berat. “Tidak mungkin!” Bantah Siwon cepat.

“Kenapa? Kenapa seperti ini baby?” Tanya Siwon entah pada siapa.

Tiba-tiba saja secarik kertas diatas meja belajar Kyuhyun tersingkap dan menimbulkan bunyi yang terdengar begitu jelas diruangan yang sepi itu. Siwon yang masih berjalan dalam pikirannya sedikit tersentak dan segera mencari asal suara.

Dan tidak diragukan lagi, kertas babyblue itu menampilkan tulisan tangan Kyuhyun dengan tinta emas yang membuatnya begitu jelas.

“Dari semua Choi yang ada didunia ini, kenapa harus kamu, Siwonnie? Aku sudah mencintaimu.”

Siwon hanya bisa membaca kata-kata itu berulang-ulang untuk memastikan makna yang ada didalamnya. Apa Kyuhyun menyesal sudah mengenalnya? Terlebih apa namja cantik itu menyesal sudah memberikan hatinya untuk Siwon.

Pertanyaan itu kembali menggelayuti pikiran Siwon sampai ia tidak bisa bergerak darisana bahkan sampai beberapa menit kemudian.

“Apa maksudnya baby?” Tanya Siwon sambil menggenggam kertas itu dengan geramnya. “Aku juga mencintaimu, apa yang salah dengan itu?”

Siwon hanya bisa bertanya tanpa bisa menemukan jawabannya karena tidak ada siapapun disana yang bisa menjawab kebingungan hatinya saat ini.

Sampai akhirnya namja tampan itu pun terduduk disudut lemari Kyuhyun sambil menundukkan wajah dan tersembunyi diantara lututnya. Siwon terus berada disana dengan pikiran kosong dan harapan yang hampa.

Tidak ada niatnya untuk bangkit atau sekedar mencari minuman pelepas dahaga atau hanya untuk membasahkan tenggerokannya yang kering sejak tadi. Bahkan namja tampan itu sudah tidak peduli sakit yang masih terasa disekujur tubuhnya.

Suara ketukan dipintu depan apartemen Kyuhyun sudah lama menghilang karena ia tidak kunjung beranjak untuk membukanya. Donghae yang tidak bisa melakukan apapun hanya menghela nafas pasrah dan meninggalkan tempat itu.

Hingga keesokan harinya.

Siwon, namja paling dikenal dengan ketampanannya saat ini terlihat masih meringkuk disudut lemari dengan wajah tersembunyi. Suara ketukan seperti kemarin juga kembali terdengar dengan suara Donghae yang memanggilnya berkali-kali.

Tapi Siwon seperti tidak mendengarnya, atau memang tidak ingin mendengar suara hyungnya itu. Padahal hari ini mereka ada jadwal kuliah yang sama, karena itu Donghae ingin melihatnya, mungkin Siwon ingin ke kampus untuk menyegarkan pikirannya.

Tapi lebih dari satu jam kemudian Donghae pun merasa kelelahan dan akhirnya kembali meninggalkan tempat itu seperti yang ia lakukan kemarin. Namja tampan itu benar-benar khawatir apa yang terjadi didalam pada dongsaeng yang selalu bersamanya itu.

“Apa yang harus kulakukan, Hyukkie?” Tanya  Donghae pada namjachingu-nya yang menunggu di mobil.

“Untuk sekarang, kita harus ke kampus, karna sebentar lagi kuliah dimulai.” Jawab Hyukjae dengan tenangnya.

“Kajja~”

Dan dua namja tampan itu pun segera meninggalkan apartemen itu setelah melihat sekali lagi jendela kamar Kyuhyun yang tertutup rapat.

Dan begitulah yang terjadi selama beberapa hari ke depan, Siwon tidak menampakkan pergerakan apapun seolah ia sudah tidak bernyawa. Selama berhari-hari Siwon tidak menyentuh makanan atau minuman, bahkan dia tidak bergerak sama sekali disudut lemari itu.

Donghae yang datang setiap hari membawakan makanan dan obat harus kembali pulang dengan rasa kecewa. Padahal ia sudah meminta pada pemilik apartemen untuk mendobrak pintu itu namun namja tua itu tidak mengizinkannya apalagi memberikan kunci duplikatnya.

Bahkan lebih dari seminggu kemudian namja tampan itu benar-benar menghilang dari dunia nyata dan masuk dalam dunianya sendiri yang kosong.

Melihat hal itu, Donghae, Hyukjae dan Yunho sudah tidak bisa menunggu lagi, hingga akhirnya mereka meminta atau memohon untuk yang terakhir kali pada pemilik apartemen untuk mendobrak pintu rumah kecil Kyuhyun bahkan memakai jabatan Yunho sebagai polisi.

Begitu terbuka ketiganya langsung berpencar mencari keberadaan Siwon didalam ruang yang gelap dan berbau itu. Donghae langsung menerobos ke kamar Kyuhyun dan mencari Siwon disana. Dan matanya langsung terbelalak melihat namja tampan itu masih meringkuk tidak bergerak di sudut lemari.

“SIWON!!!” Teriaknya tidak percaya. “Ohmygod! Siwon, kenapa? Kenapa kau seperti ini??”

Donghae langsung berlutut memegang lengan Siwon yang dingin dan memangil nama namja tampan itu berkali-kali. “Hyung~” Panggilnya pada dua orang diluar.

Dan saat itu pula tangan Siwon terkulai dan jatuh ke lantai. “Mwoo?? Siwon!! Bertahanlah!!” Panggil Donghae lagi sambil menarik namja itu keluar, namun yang terjadi tubuh Siwon terkulai dan jatuh menimpanya.

“Hae-ah!?!” Panggil Hyukjae.

“Hyukkie bantu aku, Siwon mati, dia sudah mati!!”

“Hush!! Jangan sembarangan!!” Jawab Yunho.

Dan mereka bertiga mencoba membaringkan namja tampan yang sudah berjamur itu dengan benar. Hyukjae menempatkan kepala Siwon dengan baik dipangkuannya sementara Yunho memeriksa nadi namja tampan itu dengan seksama.

“Dia masih hidup.” Ucap Yunho.

“Jinjja hyung?? Jinjjayo??!?!” Tanya Donghae tidak percaya.

“Benar, tapi nadinya sangat lemah, kita harus membawanya kerumah sakit.”

“Ahh, Kajja!! Ayo cepat!! Hyukkie!!” Donghae langsung berdiri.

Kemudian mereka bertiga kembali mengangkat tubuh Siwon secara perlahan menuruni apartemen itu lalu keluar darisana. Pemilik apartemen itu langsung meminta maaf saat melihat keadaan Siwon yang berada didalam rumahnya.

“Gwenchana, kami akan mengganti rugi pintunya.”

“Aniyo, gwenchana, selamatkan dia saja, aku minta maaf.” Ucap yeoja itu sungguh-sungguh.

“Terima kasih, kami pergi dulu.” Ucap Yunho ramah.

Dan mereka bertiga langsung melesat menuju rumah sakit terbesar di Seoul dengan mobil Yunho yang kecepatannya diatas rata-rata.

Hingga tak berapa lama mereka sampai, ia langsung mencari perawat dan meminta tempat tidur dorong dengan segera. Kemudian Siwon pun dilarikan secepatnya dalam ruang ICU untuk diperiksa lebih lanjut.

Ketiga namja tampan itu menunggu diluar ruang itu dengan wajah cemas. Mereka masih tidak percaya pengaruh yang disebabkan Kyuhyun pada namja tampan yang selalu kuat itu.

Tapi sekali lagi, mereka tidak bisa menyalahkan siapapun dalam hal ini, karena semua yang terjadi sudah dituliskan dalam takdir mereka berdua. Siwon yang baru pertama kali jatuh cinta dan mencintai ternyata mendapatkan akhir yang begitu menyakitkan, sementara Kyuhyun yang tidak pernah mereka tahu mengalami kehidupan yang lebih menyakitkan lagi.

“Aku masih mencari keberadaan Kyuhyun.” Ucap Yunho tiba-tiba.

“Dia masih tidak bisa dilacak?”

“Ne, terakhir dia terlihat disekitar apartemen-nya namun sekarang jejaknya benar-benar menghilang.”

“Aku tidak pernah menyangka wajah polos seperti bayi itu memiliki masa lalu yang sangat kelam.”

“Jangan menganggapnya remeh, sekarang dia sudah jadi target pencarian FBI, Interpol dan polisi Korea-jepang.”

“Je-jepang juga?” Tanya Donghae tidak percaya.

“Akio Akiyama, dia yang bisa dimintai keterangan atas kematiannya, namun pembunuh yang sebenarnya sudah dibunuh Kyuhyun sendiri.”

Donghae langsung menutup mulutnya tidak percaya mendengar berita yang sangat besar itu. Bahkan Siwon yang sudah mengetahui kebenarannya tidak mengatakan apa-apa. Dan ia juga baru tahu jika Yunho sudah menyelidiki semuanya lebih dalam.

“Ka-kapan kau tahu hyung?”

“Saat pertama kali bertemu aku melihat ada sesuatu dibalik wajah tenang-nya yang menggemaskan itu. Dan sejak Siwon meminta anak buahku untuk menjaganya, kami melihat ada kejanggalan pada Kyuhyun yang sering menghilang dari apartemen-nya tanpa kami ketahui.”

“Begitukah?” Donghae masih tidak bisa percaya semuanya.

“Saat ini pihak kami masih merahasiakan semua detailnya, karena kami tidak ingin semakin kehilangan dia jika dia tahu kami sudah menemukannya.”

“Kalian berencana menangkapnya diam-diam?” Tanya Hyukjae membuat Yunho menganggukkan kepalanya.

“Tidak bisakah itu dilupakan saja?” Tanya Donghae penuh harap.

“Ini kejahatan Hae-ah, pembunuhan, hukumannya tidak ringan.”

“Karena itu, tidak bisakah kalian melepasnya hyung? Anggap saja dia sudah membantu menumpas penjahat yang sebenarnya.” Pinta Donghae lagi.

“Tetap saja Kyuhyun sudah membunuh lebih dari 1 orang.”

“A-aku tahu, ta-tapi Ky-kyuhyunnie…” Donghae benar-benar tidak bisa membayangkan.

Namja polos nan menggemaskan itu, yang sudah mengisi hari-hari mereka dengan kepolosannya memilik masa lalu yang begitu kelam, menyimpan dendam sepanjang hidupnya dan sekarang akan dihukum karena kejahatannya yang menuntut keadilan.

“Tenang saja, aku akan mengurusnya.” Ucap Yunho menenangkan.

“Ta-tapi hyung…”

Pintu ruang ICU yang terbuka menghentikan pembicaraan mereka dan ketiganya langsung mendekati dokter yang keluar darisana.

“Bagaimana dok?” Tanya Donghae.

“Dia tidak makan dan minum lebih dari seminggu, tenaganya habis dan dehidrasi, kondisinya sangat lemah, syukurlah kalian membawanya dengan cepat, jika tidak…”

“Jika tidak dok?”

“Nyawanya bisa melayang.”

“Mwooo???”

“Akibat dari itu ginjalnya sekarang rusak parah, namun kami sudah mengatasinya dan kondisi pasien sudah lebih stabil.”

“Gomapseumnida dokter.”

“Siwon harus dirawat intensif untuk mengembalikan semua yang sudah hilang dalam tubuhnya.”

“Kami akan menjaganya dok.”

“Saat ini dia masih belum sadar, tapi kami akan memindahkan keruangan yang bisa kami pantau, anda bisa menjenguknya disana.

“Kami mengerti, sekali lagi terima kasih.”

“Sama-sama.”

Dan dokter itu pun meninggalkan mereka dan diikuti para suster dibelakangnya sambil mendorong tempat tidur Siwon menuju ruangannya yang ada diujung lorong koridor rumah sakit itu.

Sampai disana para suster itu pun mulai memasang cairan infus, cairan vitamin dan penambah tenaga untuk Siwon. Karena berhari-hari tidak makan dan minum tentu saja membuatnya tumbang seperti ini.

Sementara para namja tampan itu menunggu diluar sampai semuanya selesai, seperti mengingat sesuatu Donghae langsung menjauh dari mereka dan mencoba menghubungi seseorang. Orang yang paling dekat dengan Siwon selain mereka harus tahu apa yang terjadi dengan namja tampan itu.

“Ahjussi~”

>Ohh, Donghae-ya?<

“Siwon masuk rumah sakit dan belum sadarkan diri.”

>Mwoo?? Apa yang terjadi? Ahjussi segera kesana.<

“Nanti aku ceritakan, hati-hati ahjussi.”

>Ne, annyeong~<

“Annyeong~”

Donghae melihat iphonenya dengan mata menerawang membayangkan berapa hari yang dibutuhkan Appa Choi untuk segera tiba di Korea. Bisnisnya yang tersebar diberbagai negara membuatnya harus berkeliling dunia untuk mengurusnya dan meninggalkan putra semata wayangnya.

Itu dikarenakan Siwon tidak ingin mengambil alih perusahaan terlalu cepat sebelum kuliahnya selesai. Dan sekarang saat putra kesayangannya sekarat, ia tidak ada disampingnya.

“Hae-ah, kita masuk?” Tanya Yunho membuyarkan lamunan Donghae.

“Ahh, ne hyung~”

Dan tiga namja tampan itu pun masuk kesana setelah semua suster itu meninggalkan ruangan Siwon. Mereka kehilangan kata-kata melihat tubuh atletis milik Siwon yang menjadi idaman itu sudah menghilang sepenuhnya. Walau begitu, wajah tampan sejak lahir itu tidak bisa dihilangkan begitu saja.

Walau terlihat begitu kurus dan tidak terurus, tapi namja tampan itu masih tetap tampan seperti biasanya.

“Harus ada yang menungguinya disini sampai appa Choi datang.” Ucap Yunho setelah menyusuri Siwon dari ujung rambut sampai ujung kakinya.

“Kami akan menjaganya bergantian, tenang saja, aku juga akan meminta ahjumma dirumahnya untuk kemari.”

“Baiklah, aku harus kembali, banyak yang harus kukerjakan.”

“Jika ada kabar hubungi kami, hyung.”

“Nee, sampai jumpa.” Ucap Yunho kemudian berpaling melihat Siwon lalu segera keluar darisana.

Dengan itu dimulailah pekerjaan baru untuk Donghae dan Hyukjae menjaga Siwon bergantian dirumah sakit jika tidak ada kuliah. Jika mereka kuliah, Maid ahjumma dirumah Siwon akan bergantian menjaga namja tampan itu.

Sampai hari berikutnya pun tiba, barulah Siwon menunjukkan perkembangan yang bagus. Dimulai dari nafasnya yang sudah lebih tenang juga aliran darahnya yang perlahan kembali normal. Bahkan namja tampan itu sudah bisa menggerakkan tangannya hingga akhirnya ia pun membuka matanya.

“Ohmygod~ aku kira tidak bisa melihatmu lagi.” Ucap Donghae begitu mata Siwon menatapnya.

“Apa yang kau pikirkan, paboo!!” Tanya Hyukjae dengan wajah kesal.

“H-hyunghh~” Panggil Siwon lemah.

“Kalau mau mati jangan begini, potong saja lehermu, atau tidur dijalanan biar tubuhmu digilas, kalau begini namanya penyiksaan!!”

“H-hyunggh~ m-mianh…” Ucap Siwon berusaha mengutarakan penyesalannya.

“Hae-ah~” Panggil Hyukjae.

“Cepatlah sembuh, kau harus disini lebih lama!” Ucap Donghae kemudian sambil meninju lengan Siwon pelan.

Walau begitu Siwon tetap meringis sakit sambil tersenyum lemah namun bisa dilihat matanya penuh dengan kesedihan.

“Hhyung…k-kyuh…”

“Jangan pikirkan itu dulu, kau harus istirahat.” Jawab Donghae cepat.

“T-tapi d-dia p-pergi…”

“Karena itu cepatlah sembuh, kita akan mencarinya bersama-sama.” Jawab Hyukjae kemudian.

Siwon hanya bisa diam dan menuruti perkataan dua hyungnya itu karna untuk sekarang tidak ada yang bisa dia lakukan. Bergerak saja sangat sulit dan membuatnya kesakitan, apalagi berdiri dan pergi mencari Kyuhyun, namja tampan itu masih tidak sanggup.

“Aku sudah menghubungi appa-mu, dia akan segera kembali.”

Raut wajah Siwon langsung berubah mendengar appa-nya disebut, padahal sebenarnya ia sangat tidak ingin bertemu dengan namja yang sangat dihormatinya itu.

“Ap-appa di Denmark.” Ucap Siwon.

“Mmm, aku tidak tahu jelasnya, tapi dia akan pulang.”

“Gomawo hyung.”

“Gwenchana, sekarang istirahatlah, ahjumma akan kesini, kami ada kuliah.”

“Ku-kuliahku…”

“Hyukkie sudah mengurus semuanya.”

“Tenang saja.” Jawab Hyukjae membuat Siwon menganggukkan kepalanya.

Dan kedua namja tampan itu pun segera keluar dari ruangan itu dan bertemu dengan maid ahjumma Siwon yang sudah tiba disana. Wanita paruh baya itu langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya melihat mereka.

Kemudian segera masuk dalam ruangan Siwon untuk memberikannya sarapan yang penuh gizi. Seperti yang dianjurkan dokter Siwon karena namja tampan itu tidak mau makanan rumah sakit.

Namja tampan itu makan dengan patuh saat ahjumma maid itu menyuapinya penuh semangat. Padahal makanan itu juga bubur seperti yang ada dirumah sakit, namun ini bedanya dibuat oleh wanita paruh baya yang sudah manjaganya sejak kecil.

Dengan senyum lembut ahjumma itu terus menyuapi Siwon yang sudah seperti anaknya itu. Begitu inginnya ia bertanya apa yang sudah terjadi hingga ia menjadi lemah dan hancur seperti ini. Dan yang terlebih penting, dimana Kyuhyun? Namja imut menggemaskan yang sudah membuat tuan mudanya itu selalu tersenyum bahagia.

Dimana dia?

Jawabannya, ada pada pintu ruangan itu yang memiliki kaca persegi panjang hingga orang diluar bisa melihat kedalam dengan jelas. Disanalah saat ini Kyuhyun berdiri dan menatap wajah tampan kekasihnya yang tersenyum lemah namun raut kesedihan tetap terlihat disana.

Setelah melihatnya makan sampai selesai barulah Kyuhyun pergi darisana tanpa siapapun yang menyadari kehadirannya.

Begitulah yang terjadi selanjutnya, Kyuhyun akan datang keruangan Siwon saat tidak ada orang yang menunggui namja tampan itu dan Siwon sudah terlelap karena pengaruh obat. Tapi itu dilakukannya hanya sebentar karena setelahnya ahjumma maid akan datang dan menemani Siwon sampai pagi.

Hari berikutnya…

Seorang namja paruh baya terlihat sedang berjalan terburu-buru keluar dari bandara internasional Seoul, Incheon Airport. Begitu diluar banyak taksi yang memanggilnya untuk mereka namun BMW mewah berwarna hitam sudah menunggunya disana.

“Selamat datang tuan Choi.” Ucap sopir yang sudah membuka pintu mobil itu untuknya.

“Ke rumah sakit, cepatlah.” Jawab tuan Choi langsung masuk ke jok belakang.

Dan mobil itu pun melaju kencang menuju rumah sakit terbesar di Seoul tempat putra satu-satunya kesayangannya dirawat. Saat seperti inilah betapa beruntungnya memiliki jet pribadi yang bisa membawa kita kemana saja dalam sekejap.

Dan tuan Choi memakai jet-nya sendiri agar bisa secepatnya tiba di Seoul dan melihat putra semata-wayangnya. Walau terlalu sering meninggalkannya hanya bersama maid dirumah besar mereka, tapi ia begitu perhatian dan menyayangi pewaris-nya itu.

Karena itu, begitu mendengar Siwon masuk rumah sakit secepatnya Appa Choi membatalkan semua meetingnya dan segera kembali ke Korea.

Dan begitu sampai disana appa Choi langsung keluar dari mobil dan setengah berlari menuju resepsionis untuk menanyakan dimana keberadaan Siwon. Kamar 203 dilantai dua membuat Appa Choi kembali berlari menuju lift rumah sakit menuju lantai dua.

Tiba disana ia kembali mencari nomor kamar yang ada dibarisan sebelah kanan kamar ketiga. Tanpa mengetuk pintu itu Appa Choi langsung membukanya dengan cepat membuat Siwon dan dua hyungnya yang berada didalam ruangan tersentak kaget.

“A-appa?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Ahjussi, selamat datang~” Sapa Donghae menganggukkan kepalanya diikuti Hyukjae.

“Gomawo Hae-ah, Hyukkie-ah, bagaimana Siwon?”

“Sudah lebih baik Ahjussi~” Jawab Donghae sambil memberi ruang untuk appa Choi mendekati ranjang Siwon.

“My son~” Ucap appa Choi sambil menggenggam tangan Siwon dengan lembut.

“Appa…”

“Apa yang terjadi? Kenapa kau seperti ini? Ini kedua kalinya dalam hidup kau masuk rumah sakit.”

“M-mianhae appa.”

“Ah, gwenchana, istirahatlah, appa akan disini sampai kau sembuh.” Ucap Appa Choi.

Donghae dan Hyukjae langsung tersenyum senang sambil bertatapan dan mereka tidak melihat betapa keruhnya wajah Siwon mendengar pernyataan appa yang sudah lama tidak dilihatnya itu.

“Kami permisi dulu.” Ucap Donghae kemudian.

“Mwo? Kalian mau kemana?”

“Ke kampus, Ahjussi~ nanti kami datang lagi.”

“Ah, baiklah~”

“Bye Siwon, annyeong~” Hyukjae memasang senyum cerahnya dan segera keluar darisana bersama Donghae.

Tinggallah Appa Choi dan Siwon dalam keheningan karena tidak ada yang bisa mereka katakan saat ini. Apalagi Siwon, walau banyak hal yang ingin ditanyakannya tapi sekarang rasanya bukanlah saat yang tepat.

“A-appa baik-baik saja?” Tanya Siwon akhirnya.

“Ne~ appa bekerja dengan baik.”

“Ja-jangan terlalu memaksakan diri, a-appa harus jaga ke-kesehatan.”

“Arraseo~ siapa yang bicara?” Ucap appa Choi dengan wajah jahilnya.

“Mian…”

“Kenapa minta maaf? Uang appa banyak untuk bayar rumah sakit.” Ucap appa Choi dengan senyumnya yang menenangkan. “Lagipula kau tidak terlalu suka tempat ini kan? Karena itu selama hidupmu baru dua kali kita kesini.”

Siwon tidak bisa menahan senyumnya melihat senyum appa-nya itu yang ternyata begitu ia rindukan. “Bogoshiposeo, appa~”

“Appa juga.”

“Gomawo~”

“Untuk apa?”

“Karna sudah kembali.”

“Tentu saja appa kembali, kau satu-satunya harta appa paling berharga.”

Mata Siwon langsung berkaca-kaca mendengar pernyataan itu, betapa beruntungnya ia masih memiliki appa walau umma-nya sudah tidak ada. Tapi bagaimana dengan Kyuhyun?

Namja cantik itu tidak memiliki siapapun didunia ini untuk ia dengarkan kata-kata yang sangat menenangkan dan hangat itu. Bahkan sudah sejak lama Kyuhyun tidak pernah bisa merasakan lagi kasih sayang dari appa dan umma.

Mengingat hal itu tanpa sadar airmata Siwon mengalir bebas dipipinya dan jatuh ke bantal. Appa Choi yang melihatnya langsung menyapukan ibu jarinya diwajah Siwon sambil tersenyum.

“Appa menyayangimu.”

“Aku juga, appa~”

Reuni appa dan anak itu terlihat hangat karena rasa sayang yang besar yang mereka miliki, walau begitu Siwon masih tetap tidak bisa mengutarakan isi hatinya. Siwon ingin mengetahui semua kebenarannya dari sisi Appa Choi, tapi sepatah katapun tentang hal itu tidak bisa keluar dari mulutnya.

Dan sejak itu pun appa Choi selalu ada untuk menjaga Siwon bersama maid ahjumma mereka, sementara Donghae hanya datang menjenguk bersama Hyukjae dan berbincang-bincang bersama.

Sampai hari keempat Siwon dirawat, namja tampan itu sudah menunjukkan perubahan yang baik. Walau masih terlihat perbedaannya dengan yang dulu, tapi Siwon sudah bisa dikatakan sehat kembali.

Malam dimusim semi tetap saja terasa dingin jika berada di negara yang termasuk daerah yang memiliki salju jika musim dingin tiba. Namun hal itu tidak membuat Siwon menutup jendela diruangannya hingga tirai putih disana melambai perlahan digerakkan angin.

Sedang namja tampan itu terlihat sedang tidur dengan lelapnya mengingat bahwa saat ini hari sudah menjelang lewat tengah malam. Appa Choi yang menjaganya sudah keluar sebentar untuk mencari penguat mata berjaga semalaman untuk putranya.

Lorong rumah sakit yang panjang itu pun terlihat gelap temaram dan terasa dingin. Hanya beberapa OB yang membersihkan lantai terlihat tersebar dibeberapa tempat, termasuk dikoridor lantai dua ruangan Siwon berada.

Namun namja yang sibuk sendiri itu tidak melihat sebuah bayangan hitam memasuki ruangan Siwon dengan perlahan hingga tidak menimbulkan suara. Sesosok tubuh berpostur tinggi itu memakai pakaian serba hitam termasuk topinya yang hampir menutup sebagian wajahnya.

Sosok itu adalah namja yang sangat dirindukan Siwon selama beberapa hari ini dan diketahui sudah lama menghilang dari pandangannya.

Cho Kyuhyun.

Namja tinggi berkulit putih itu berdiri mematung menatap wajah tampan kekasihnya yang tertidur dengan nyaman. Rasa rindu yang dipendamnya membuat Kyuhyun ingin langsung memeluk Siwon dengan erat.

Tapi tentu saja itu akan menyakiti tubuh Siwon yang masih perlu perawatan karena kecerobohannya sendiri. “Namja paboo~” Bisik Kyuhyun pelan.

“Baby…bogoshiposeo~” Suara Siwon terdengar tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak.

Kyuhyun mengira Siwon terjaga dan melihatnya disana tapi yang terjadi namja tampan itu mengigau karena ia bermimpi bertemu dengan Kyuhyun. Dengan perlahan namja cantik itu pun mendekat dan mengambil tangan Siwon untuknya.

“Nado bogoshipoyo~ aju-manhi…” Jawab Kyuhyun setengah berbisik. “Untuk yang kedua kalinya kau berada disini, hyung~” Ucapnya dengan wajah sedih melihat namja tampan itu terbaring disana. “Dan semuanya karena diriku.”

Kyuhyun meraup wajahnya dengan perlahan sambil menghela nafas lelah dan kembali menatap wajah tampan itu yang tertidur pulas. Walau begitu kening itu tampak berkerut seolah ada hal buruk yang terjadi dalam tidurnya. Dengan perlahan tangan Kyuhyun terulur memegang kening Siwon dan memijatnya dengan lembut.

Kyuhyun membisikkan kata menenangkan untuk menjaga tidur namja tampan itu tetap nyaman hingga alis Siwon tidak lagi bertautan dan wajahnya tampak tenang. Senyum manis terukir dibibir Kyuhyun dan kembali menarik tangannya namun tiba-tiba seseorang mencengkram lengannya.

“B-baby~” Panggil Siwon dalam tidurnya.

Jantung Kyuhyun langsung berhenti berdetak dan melihat Siwon dengan wajah horror-nya namun namja tampan itu tidak melihatnya. Dengan perlahan Siwon membawa tangan Kyuhyun tepat dijantungnya, saat itulah ia baru membuka mata dan menatap wajah cantik kekasihnya setelah sekian lama.

“Baby…” Panggil Siwon sekali lagi namun Kyuhyun tetap membisu. “Gwenchanayo?” Tanyanya kemudian dengan wajah penuh harap.

Dengan cepat Kyuhyun menggigit bibirnya menahan perasaan yang bergejolak untuk memeluk namja yang dicintainya itu dengan erat. Kenapa disaat seperti ini ia masih bisa menanyakan kabarnya sementara dirinya sendiri menderita.

“Nappeun namja!” Gerutu Kyuhyun kesal.

“Ja-jangan pergi lagi.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun berpaling melihat kearah lain dan mengerjapkan matanya. “A-aku mencintaimu, baby.”

“Diamlah~” Ucap Kyuhyun tajam.

“J-jangan tinggalkan aku, k-kita pergi bersama, ja-jauh dari tempat ini.”

Kyuhyun menatap Siwon dengan wajah datar sambil menggertakkan gigirnya. “Siwon diamlah.”

“Baby, a-aku akan bersamamu.”

“Kau tidak akan mengerti.” Wajah Kyuhyun pun berubah keruh.

“A-aku akan mencoba, a-aku bersamamu, se-selalu bersamamu, percayalah.” Siwon menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat walau terasa lemah bagi Kyuhyun.

“Hyung…” Akhirnya Kyuhyun pun melembut. “Tidurlah~”

Namja cantik itu langsung mendekatkan dirinya pada Siwon hingga wajah mereka hampir bersentuhan membuat Siwon memejamkan matanya. Dan detik selanjutnya bibir mereka pun bertemu dalam ciuman manis namun terasa menyakitkan bagi Kyuhyun. Karena ciuman lembut dan penuh perasaan itu seolah menjadi ciuman perpisahan bagi mereka berdua.

Walau degup jantung mereka sama-sama berpacu lebih cepat karena rasa cinta yang sama besarnya masih ada disana, namun tidak membuat Kyuhyun bahagia. Tangan Siwon yang bebas secara perlahan melingkar dipinggang Kyuhyun hingga tanpa sadar namja cantik itu sudah berbaring disamping kekasihnya itu.

“I love you~” Bisik Siwon diantara ciuman mereka.

Kyuhyun hanya kembali mengecup bibir Siwon dengan lembut dan merasakan semua cinta yang ingin diucapkan Siwon padanya. Hingga tanpa sadar airmata yang semula ditahan akhirnya jatuh juga dan mengejutkan Siwon hingga ia membuka matanya.

Dengan jelas Siwon bisa melihat wajah cantik itu dengan mata yang tertutup dan Kristal bening itu mengalir darisana. Dengan cepat ia menyapukan ibu jarinya disana dan menatap Kyuhyun dengan wajah khawatir. Merasakan hal itu Kyuhyun pun menatap namja tampan kekasihnya dengan berbagai kata-kata yang ingin diucapkan.

“Istirahatlah.” Namun itu saja yang terucap.

“A-aku tidak mau kehilanganmu lagi.”

“Tenagamu harus kembali.”

“Aku tidur kau akan pergi.”

“Jika kau tidak tidur aku akan pergi.”

“Ani, andwae!!”

“Tidurlah hyung, aku akan disini.” Ucap Kyuhyun sambil menyusupkan wajahnya pada leher Siwon. “Jaljayo~” Bisiknya kemudian.

Mau tidak mau Siwon pun memejamkan matanya sambil membenamkan wajahnya dalam rambut lembut Kyuhyun dan menghirup aroma manis dari kekasihnya itu. Dengan senyum manis yang bahagia Siwon pun kembali dalam mimpinya, mungkin karena pengaruh obat yang kuat membuatnya terlelap dalam sekejap.

Kyuhyun pun menghembuskan nafas lega dan menyamankan dirinya dalam pelukan yang hangat itu dan memejamkan matanya.

Sementara itu diluar ruangan.

Didepan ruangan Siwon terdapat OB yang sedang membersihkan lantai dan tidak jauh dari ruangan itu terlihat appa Choi sedang berjalan perlahan di koridor rumah sakit itu menuju ruangan Siwon. Namja paruh baya itu baru kembali dari kantin untuk mengambil kopi agar ia bisa terjaga semalaman untuk melihat putranya.

Terlalu serius memajukan kain pel-nya namja itu tidak melihat hingga kaki appa Choi langsung tertimpa kain itu membuat keduanya tersentak.

“Joseonghamnida, tuan!!” Ucap namja itu cepat sambil membungkuk dalam-dalam.

“Gwenchana.” Jawab Appa Choi tenang.

Dengan cepat namja itu bersimpuh dan membersihkan sepatu Appa Choi dengan kain yang dibawanya sambil terus meminta maaf. Appa Choi yang tidak menyangka juga ikut membungkuk dan menyuruh namja itu berdiri, namun tidak didengarkan.

Setelah beberapa detik barulah namja itu selesai dan melihat sepatu Appa Choi kembali mengkilap membuatnya tersenyum bangga. Appa Choi hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengambil sesuatu dalam sakunya dan memasukkannya kedalam saku namja itu.

“Tuan~” Mata namja itu melotot tidak percaya.

“Terima atau kutuntut?” Jawab Appa Choi.

“Andwaeee!!!” Namja itu langsung berlari dengan wajah shock sambil membawa kain pel-nya.

Appa Choi tertawa kecil dan kembali berjalan menuju ruangan Siwon yang hanya 5 langkah dari tempatnya berdiri dan masuk kesana. Ia melihat putra tampannya sedang tidur dengan nyaman membuatnya tersenyum lega kemudian segera berbaring di sofa ruangan itu sambil membaca file kerja yang ada dilaptop-nya.

Sementara dilantai bawah rumah sakit itu.

Seorang namja tinggi mengenakan coat hitam dan turtle neck warna senada terlihat sedang berjalan keluar dari loby rumah sakit. Namja yang memakai sepatu kets hitam itu terus berjalan menuju mobilnya yang terdapat seseorang yang menjadi OB di rumah sakit itu sedang menunggu-nya.

“Gwenchana?” Tanya namja paruh baya itu.

“Kerja bagus, ahjussi~ gomapseumnida~” Jawab namja tinggi itu. “Aku harus pergi, Ahjussi awasi namja tampan itu dan berikan kabar padaku sampai ia keluar dari sini, aku mengandalkanmu.”

“Tenang saja, ahjussi akan membantumu.”

“Terimalah ini, mungkin kita tidak akan bertemu lagi.”

“Mwoo?” Ahjussi itu melihat amplop kecil tebal ditangannya. “Apa ini?”

“Gunakan untuk keperluanmu, aku tidak akan datang lagi.”

“Ta-tapi…”

“Sayonara~ ahjussi.” Ucap namja itu.

Kemudian ia pun segera masuk ke mobil Audy biru metalik miliknya dan segera pergi darisana meninggalkan ahjussi itu yang masih terpaku melihat mobil mewahnya. Namja itu hanya mengenalnya 4 hari yang lalu sejak namja tampan diruangan itu dirawat disana dan meminta bantuannya setiap kali ia datang menjenguk pasien itu.

“Dia namjachingu-mu ya?” Tanya Ahjussi itu entah pada siapa.

Keesokan harinya.

Keadaan Siwon sudah bisa dikatakan kembali normal dengan aliran darah dan pencernaan yang kembali berfungsi dengan baik. Namun dokter yang bertugas merawatnya meminta namja tampan itu untuk tinggal lebih lama disana sampai keadaannya benar-benar pulih atau bahkan lebih sehat.

Tapi rasa bosan yang dirasakan Siwon mengalahkan anjuran dokter itu hingga ia pun ingin keluar dari rumah sakit itu secepatnya. Mau tidak mau appa Choi pun menuruti kemauan putra semata wayangnya itu, apalagi mengingat sejak kemarin entah kenapa mood-nya yang baik tiba-tiba berubah drastis.

“Tunggu disana, appa urus administrasinya.” Ucap Appa Choi menunjuk kursi tunggu diloby saat mereka sudah didepan meja resepsionis.

Tanpa menjawab apapun Siwon menuruti perkataan Appa Choi dan mencari kursi yang kosong dan tidak ada orang yang duduk disekitarnya. Namja tampan itu benar-benar ingin segera keluar darisana karena ada yang sangat ingin ia lakukan.

Dengan kening berkerut Siwon melihat kekiri dan kekanan lalu mencari disegala sudut dan semua wajah orang yang melewatinya. Seolah dengan begitu ia bisa menemukan seseorang yang sangat ingin ia temui untuk saat ini.

“Mencari seseorang tuan?” Tanya seseorang tiba-tiba.

“Oh, mm~ tidak!” Jawab Siwon cepat melihat orang itu.

Namja paruh baya yang mengenakan pakaian OB itu menatapnya dengan senyuman menenangkan dan seperti menyusuri setiap lekuk wajah tampan itu dengan seksama. “Anda sudah sehat?”

“Huh? Ne~ gomawo.” Jawab Siwon menampilkan senyum manisnya.

“Ahh, syukurlah, dia sangat khawatir.”

“Ne? Di-dia? Nugu?”

“Ohh, ani~ semoga sehat selalu.” Ucap Ahjussi itu membalikkan pertanyaan Siwon.

“Gomawo.”

“Gwenchana~ walau jauh, dia tetap menjagamu, dia sangat manis.”

“A-ahjussi?”

“Saya harus pergi.” Ahjussi itu langsung melesat kabur begitu melihat appa Choi sudah selesai dan mendekati mereka berdua.

“Tu-tunggu~” Panggil Siwon lagi membuat Appa Choi ikut melihat kearah ahjussi yang sudah menghilang itu.

“Siapa?” Tanya Appa Choi.

“Ani…”

“Ayo, sudah selesai, mulai sekarang kau harus menjaga diri.”

“Nee~”

Siwon tidak ingin menjawab apapun lagi karena isi kepalanya saat ini sudah penuh dengan perkataan ahjussi yang baru saja ia temui itu. Dari perkataannya tadi tersirat jelas bahwa ahjussi itu tahu seseorang yang sedang dicari-nya. Seseorang yang datang dan berbicara dengannya semalam, seseorang yang tidur dalam pelukannya.

Dengan begitu, keberadaan Kyuhyun yang dirasakan Siwon semalam bukanlah mimpi melainkan kenyataan, namja cantik itu benar-benar datang. Kyuhyun benar-benar menjenguk dan berbicara banyak dengannya bahkan mereka tidur bersama dalam pelukan yang hangat.

‘Wae?’ Siwon bertanya dalam hati.

Saat ingin masuk dalam mobil appa-nya ia masih mengedarkan pandangan mencari seseorang atau mencari Kyuhyun lebih tepatnya. Tapi tentu saja lapangan luas yang dipenuhi berbagai mobil itu tidak bisa menampakkan namja tinggi kekasihnya itu.

Dengan perlahan mobil mewah appa Choi pun keluar dari area tempat parkir dan segera meninggalkan rumah sakit itu. Tidak ada yang tahu, dibelakang mereka sepasang mata menatap dengan penuh harap dibalik kaca mata hitamnya.

Ya, Cho Kyuhyun duduk didalam BMW mewahnya dengan pakaian serba hitam dan menatap kepergian Siwon dengan wajah sedih. Ingin rasanya ia kembali dan bertemu namja tampan itu seperti semalam dan berlama-lama dalam pelukannya. Tapi kedatangan Appa Choi membuatnya harus segera menghilang dari ruangan itu dengan bantuan OB ahjussi yang sudah dibayarnya.

Beruntung bagi Kyuhyun masih bisa berkeliaran padahal polisi sudah mengetahui semua kejahatannya, karena Yunho yang meminta untuk tidak menyebarkan berita apapun pada media massa sebelum semuanya terungkap.

“Kita akan bertemu untuk terakhir kali, hyung.” Gumam Kyuhyun pelan.

Kemudian ia pun segera pergi darisana menghindar dari kecurigaan yang tidak diperlukan karena rencana terakhirnya belum terlaksana. Kyuhyun harus bersembunyi untuk meredam kecurigaan polisi setelah penemuan mayat Seunghyun di gudang itu.

Walau ia sangat ingin bertemu dan kembali pada Siwon setelah kejadian itu, tapi tujuan hidupnya sejak awal adalah menebus luka hatinya yang tidak pernah bisa diobati. Kehidupannya yang gelap sejak kecil akan tetap seperti ini sampai nanti kematian yang akan menghapus kegelapan itu.

Pertemuannya dengan Siwon hanyalah sebuah kebahagiaan sesaat yang telah digariskan untuknya, karena itu sekarang saat-nya ia bangun dari semua mimpi indah yang dirasakannya bersama namja tampan kekasihnya itu.

Dalam perjalanannya yang tidak menentu selama beberapa hari ini, Kyuhyun memikirkan lagi dan lagi, apa yang akan dilakukannya nanti tentu saja akan menyakiti orang yang sangat dicintainya. Tapi, inilah akhirnya~

“Takdir kita bukan untuk bersama.” Gumam Kyuhyun pelan.

Dan BMW itu pun meluncur membelah kota Seoul dipagi hari dengan kecepatan diatas rata-rata dan entah dimana mobil itu akan berhenti Kyuhyun tidak pernah tahu. Karena yang ia tahu saat ini dirinya tidak boleh menetap disuatu tempat, polisi sudah pasti melacaknya dalam diam.

Sementara itu dilain tempat.

Pihak polisi Seoul dipimpin Yunho sudah menemukan sebuah rumah mewah yang dimiliki Cho Younghwan dan Istrinya dan kini tertulis atas nama Cho Kyuhyun. Rumah besar yang berada dipinggiran kota Seoul mendekati pantai itu sudah lama tidak ditempati keluarga chaebol itu sejak peristiwa yang terjadi di jepang.

Menurut keterangan pengurus rumah itu Tuan Cho hanya menetap di jepang sampai proyek baru yang mereka kerjakan selesai, setelahnya mereka bertiga akan kembali ke Seoul. Tapi yang terjadi keduanya tidak kembali kerumah itu melainkan ketempat asal mereka.

“Tuan muda Cho juga tidak pernah kembali, polisi jepang mengatakan ia menghilang.” Ucap kepala pelayan yang masih setia menjaga rumah itu.

“Apa dia tidak kesini dalam beberapa hari ini?”

“Tidak, kami belum bertemu dengannya.” Ucap salah satu maid dengan yakinnya.

“Baiklah, jika ia kembali hubungi kami secepatnya.”

“Untuk apa?” Tanya kepala pelayan itu tajam.

“Ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan.”

“Ahh, arraseo~”

“Terima kasih, Annyeong hagesaeyo~”

“Annyeong~”

Setelah kepergian mereka maid dan kepala pelayan itu langsung masuk kembali kedalam rumah sambil melewati mobil Audy Biru Metalik yang terparkir nyaman digarasi rumah itu. Sementara itu Yunho hanya bisa menyunggingkan smirknya yang menakutkan melihat pasangan tua yang tidak pandai berbohong itu.

“Bagaimana mereka bersikap dengan tenangnya saat tahu Kyuhyun ada disini.” Gumam Yunho masih dengan senyuman liciknya. “Bukankah dia dinyatakan hilang atau bahkan meninggal?”

“Ahh, Cho Kyuhyunnie~ kau ingin bermain hide and seek ya? Baiklah~ aku ikut.”

Yunho langsung memacu mobilnya pergi darisana setelah memastikan anak buahnya menetap disana sebagai mata-mata untuk melihat pergerakan Kyuhyun. Bukan hanya itu, ia juga sudah menjaga apartemen namja cantik itu jika suatu hari ia kembali kesana karena Siwon mengatakan Kyuhyun memang kembali kesana sebelum ia datang.

Dengan begitu tidak ada tempat yang bisa disinggahi Kyuhyun selain rumah Siwon, yang tentu saja namja cantik itu belum benar-benar gila untuk kembali ke rumah kekasihnya itu. Tanpa sepengetahuan Siwon, Yunho sudah menugaskan puluhan polisi menjaga rumahnya yang besar itu karena Appa Choi akan menginap disana sebelum ia kembali ke Denmark.

“Berhentilah Kyu, Siwon akan selalu bersamamu.” Tulis Yunho di kotak pesannya dan segera ia kirimkan untuk Kyuhyun.

‘Maafkan aku, hyung.’ Balasan Kyuhyun sampai dengan cepat.

“MWOO!??!” Teriak Yunho sampai hp-nya jatuh kebawah membuat dua polisi yang bersamanya tersentak kaget. “Dia balas!! Dia membalasnya!! Cepat lacak!!”

Polisi yang ada disampingnya langsung menggunakan otak cerdasnya untuk melacak keberadaan Kyuhyun dari nomor hp-nya yang sudah aktif. Dalam beberapa menit mereka sudah menemukan keberadaan namja cantik itu yang dilayar laptop polisi menunjukkan tanda merah yang terus berjalan.

“Gangnam City.” Ucap polisi itu.

Dengan cepat Yunho melajukan mobilnya tanpa sadar membuat dua polisi itu tersentak dan langsung mencari pegangan. Namja tampan itu begitu ingin bertemu dengan Kyuhyun bukan untuk menangkapnya, tapi Yunho ingin berbicara panjang lebar dengan namja cantik itu.

Karena itu ia akan mengikuti kemana pun Kyuhyun mengajak-nya pergi bahkan bermain kejar-kejaran seperti ini, Yunho tidak keberatan. Tapi ternyata Kyuhyun benar-benar hanya ingin membawa-nya jalan-jalan tanpa berniat untuk berhenti dan bertemu dengannya.

Gangnam City mereka lewati dengan mulus dengan tanda merah hp Kyuhyun masih menyala dan terus berjalan tak tentu arah dan tidak berhenti. Bahkan setelah menit demi menit berlalu dan jam mereka lewati Kyuhyun terus mengajak mereka untuk mengikutinya.

Tanpa terasa mereka sudah berada dipinggiran kota Seoul yang otomatis sudah sangat jauh dari markas mereka dan mobil Kyuhyun akhirnya berhenti. Dengan sabarnya Yunho melajukan mobilnya menghampiri mobil BMW hitam Kyuhyun yang sudah berhenti dibibir pantai.

Begitu sadar ternyata mereka sudah mengikuti Kyuhyun berjam-jam lamanya bahkan hari sudah menjelang malam, terlihat dari matahari sudah ditelan ujung pantai itu. Yunho menghembuskan nafas lega dan segera keluar dari mobilnya sambil merenggangkan otot-otot-nya yang kaku.

Dua polisi yang bersamanya dan 5 orang lagi yang berada didalam mobil yang mengikutinya setengah perjalanan tadi langsung bersiaga disamping mobil mereka. Dengan perlahan Yunho mendekati mobil yang mesin-nya masih menyala itu dan berusaha melihat pengemudinya yang sedang bersandar di jok mobilnya.

“Oraemanida, Kyuhyunnie~” Sapa Yunho langsung berdiri disisi pengemudi mobil itu.

“Annyeong…” Jawab pemilik mobil itu dan melihat Yunho.

“MWOOYA??”

Seketika kaki Yunho terasa lemas dan hampir saja ia merosot ketanah jika tangannya tidak sigap menahan diri di kap Mobil Kyuhyun. Namja tinggi nan putih yang menjawabnya itu bukanlah namja tinggi putih yang sedang dicarinya.

“Shit!!”

“Nu-nugu-ya?” Tanya namja itu dengan wajah bingung.

“Kau yang siapa? Kenapa mobil ini ada padamu dan hp itu…” Yunho menatap namja itu penuh selidik dan kembali mengumpat dengan kesal.

“Seseorang memberikan mobil dan hp ini padaku.”

“Mwoo?? Katakan yang sebenarnya atau kau ditahan.” Ucap Yunho setengah kesal.

“Sungguh, aku hanya diminta untuk membawanya sejauh mungkin dari kota.”

“Mwooo??”

“Siapa dia? Siapa namanya?”

“A-aku tidak tahu.”

“Apa dia putih? Imut? Cantik?”

“Mmm, dia namja, tapi bisa dibilang imut dan cantik.”

“Shut up!! Boys~ get that car!!!” Ucap Yunho dengan kesalnya dan segera kembali ke mobilnya.

Dan dua anak buahnya langsung mengambil alih mobil Kyuhyun bersama namja itu lalu mereka pun bersama-sama kembali ke markas polisi yang ada ditengah kota. Butuh 3 jam lagi perjalanan barulah mereka bisa sampai kembali ke markas mereka, walau setengah kesal pada Kyuhyun, Yunho menyadari ada sesuatu yang ingin dikatakan namja misterius itu.

“Apa yang akan kau lakukan Kyuhyun?” Tanya Yunho tanpa sadar, namun seperti batu menghantam kepalanya dengan keras saat pertanyaan itu bisa dijawabnya sendirian.

Tanpa pikir panjang Yunho langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang luar biasa, ingin rasanya ia bisa terbang dan secepatnya berada dipusat kota, lebih tepatnya dirumah Siwon. Tidak bisa diragukan lagi, Kyuhyun membawanya sejauh mungkin untuk melaksanakan tugasnya.

“Tunggu dulu, Kyuhyun.” Gumam Yunho penuh harap.

**

Deru angin terus berhembus di malam itu membuat helai-helai sakura yang sudah layu pun jatuh berguguran. Helai-helainya yang banyak akan terlihat seperti permadani yang menutupi seluruh permukaan rumput yang hijau.

Seperti yang terlihat dihalaman rumah mewah milik pengusaha ternama yang ada di Negara itu, helai-helai sakura terlihat berserakan dijalan setapak yang ada dihalaman indah mereka. Lampu-lampu taman yang dinyalakan sebagian membuat halaman yang penuh dengan bunga itu terlihat temaram.

Tapi ternyata, bukan hanya dihalaman lampunya tidak dinyalakan semuanya, tapi hampir sebagian lampu didalam rumah besar itu sudah dimatikan. Walau baru beberapa menit melewati jam makan malam, tapi suasana didalam sana terlihat seperti sudah lewat tengah malam.

Choi Kiho pemilik rumah itu lebih memilih untuk berada didalam suasana temaram yang hangat itu karena memang tidak ada yang lain didalam rumah besar itu selain Siwon putranya dan beberapa maid mereka. Dan para maid itu sudah diistirahatkan lebih dulu setelah makan malam usai sementara Siwon harus istirahat yang banyak dan tidak diizinkan turun dari kamarnya.

“Tuan~ saya buatkan sesuatu?” Tanya Maid paling tua disana sebelum meninggalkan majikannya itu.

“Tidak Ahjumma, aku hanya ingin membaca sebentar sebelum menemani Siwon.” Jawab Appa Choi.

“Baiklah~ saya permisi, selamat malam.”

“Selamat malam.” Appa Choi menganggukkan kepalanya kemudian segera mencari kursi bacanya yang nyaman.

Di samping balkon dengan jendela yang terbuka dan hembusan angin sejuk membuatnya merasa begitu tenang dan damai. Sudah lama sejak ia kembali ke rumah karena bisnisnya yang terus berkembang diluar Negara.

“Aku merindukanmu~” Gumam Appa Choi sambil menatap foto istrinya yang tersampir didinding batu rumah itu.

Tanpa ia tahu sepasang mata menatapnya teduh diatas tangga lantai dua rumah mereka, Siwon tersenyum lembut melihat appa-nya dan memutuskan kembali ke kamar untuk berbaring saja. ia tahu appa-nya akan menghabiskan waktu-nya disini dengan membaca dan membaca.

Dan benar seperti perkataannya, kini appa Choi sudah larut dalam bukunya yang ukurannya setebal ibu jari orang dewasa. Bahkan ia tidak sadar saat tiba-tiba sesosok bayangan hitam menyelinap perlahan dihalamannya yang temaram.

Tanpa menimbulkan suara bayangan itu berjalan perlahan hingga akhirnya ia tiba didepan balkon dimana Appa Choi berada. Walau tidak sepenuhnya yakin tapi ada bayangan lain disekitarnya membuat Appa Choi menghentikan kegiatannya lalu melihat bayangan itu.

“Selamat malam tuan~” Sapa seseorang tiba-tiba membuat Appa Choi tersentak dan berpaling melihat kebelakang.

Ternyata didalam ruamhnya ada tamu yang tidak diundang berpakaian serba hitam dan masuk entah darimana.

“Mau apa kau disini?” Tanya Appa Choi dengan kening berkerut.

“Bukan itu pertanyaannya.” Jawab namja yang memakai penutup wajah itu dengan sinis.

“Nu-nuguya?” Tanya Appa Choi akhirnya.

“Anda tidak perlu tahu, tuan.”

“M-mwugh!!!”

Tiba-tiba saja tengkuknya dihantam seseorang memakai balok kayu dengan sedikit keras dari arah balkon namun bukan untuk membuatnya tewas, tapi hanya untuk membuat namja paruh baya itu tidur sementara. Seketika pandangan tuan Choi pun terasa gelap dan hanya bisa menatap samar saat 3 orang lagi dengan pakaian yang sama itu mendekatinya.

Sementara itu Siwon yang berada dikamarnya tiba-tiba merasa tidak nyaman dengan perasaan yang tidak menentu. Secepat kilat namja tampan itu keluar dari kamar dan setengah berlari menuruni tangga dan mencari keberadaan Appa-nya.

Begitu sampai didepan balkon utama matanya langsung tertuju pada buku yang sering dibaca appa-choi kini tergeletak begitu saja diruang tengah mereka.

“Ap-appa??”

**

TBC…

Kkkkkkk~ akhirnya cerita ini akan menemukan pelabuhan terakhirnya, sabar aja neee~

Terima kasih untuk selalu ada disini..

sampai jumpa di ff yang lain~

With Love

Vie.

Advertisements

53 thoughts on “Loving You 7

  1. Kenapa hubunggan wonkyu jadi ribet begini, kasihan siwonnya yang harus masuk rumah sakit karna di tinggal kyuhyun….
    Sepertinya banyak rahasia yang di sembunyikan kyuhyun… Tapi sepertinya bukan kyuhyun yang memukul dan menculik appa choi ??? Siapa sebenarnya merka ??? Sepertinya appa choi tauh cerita sebenarnya soal kejadian di masalalu….
    Semoga wonkyu bisa bersatu kembali dan menyelesaikan semia masalah yang ada….

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s