Loving You 6


LOVING YOU IN THE DAKRNESS

Loving You In The Darkness

Chapter 06

**

Selamat malam My Lovely Readers~ Mian di pw lagi ya~

Isinya sedikit meragukan? jadi ya…kkkk~

Mungkin ada adegan yang tidak kalian suka, tapi beginilah isi ff ini yang sebenarnya. Ehehehe.

Vie belajar ekstra buat thiller, kkkk~ selamat membaca, semoga memuaskan~

Note : TULISAN MIRING ITU MASA LALU

**

Seoul, Korea Selatan

Pagi hari menjelang di Negara yang sering disebut sebagai negeri Gingseng itu dengan berbagai aktifitas mulai dilakukan oleh jutaan orang yang tinggal disana. Negara yang dikenal dengan ke-uletan rakyatnya dalam bekerja mencari nafkah diberbagai tempat dan di berbagai bidang.

Semua orang disana lebih memilih tidak makan daripada tidak bekerja, walau makanan dibutuhkan untuk semua yang ingin bekerja dengan baik. Tapi ada juga yang lebih memilih untuk bermalas-malasan ditempat tidurnya terlebih dahulu sebelum memulai aktifitasnya seharian nanti.

Seperti yang dilakukan namja tampan yang bernama Choi Siwon, walau matahari sudah menampakkan kilaunya tapi ia masih enggan untuk membuka matanya yang masih saja tertutup sempurna. Setelah mengalami malam yang melelahkan bersama kekasih hatinya, Siwon masih tidak ingin mengakhiri moment kebersamaan mereka.

Namun kehangatan yang menyelimutinya semalam sudah tidak dirasakannya lagi hingga matanya pun terbuka perlahan dengan tangan yang bergerak-gerak kesana kemari. Siwon mencari kehangatan kekasihnya didalam tempat tidurnya namun tidak ada siapapun disana.

“Kyunnie??” Panggil Siwon dengan kening berkerut. “Baby…” Panggilnya sekali lagi.

Tidak ada jawaban satu pun dari panggilannya itu membuat Siwon seketika berdiri dari tempat tidur itu dan menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya. Namja tampan itu langsung mencari keberadaan Kyuhyun didalam kamarnya yang luas, dari kamar mandi sampai balkon disana namun namja cantik itu tidak terlihat dimanapun.

“Baby~” Panggil Siwon lagi sambil mencari baju dan celananya yang berantakan akibat semalam.

Setelahnya ia segera mengambil hp dan mencari nomor Kyuhyun dideretan pertama lalu segera menghubunginya. Namun sayang setelah menunggu hanya suara operator yang menjawab dan menyuruhnya menunggu dan mencobanya lain kali.

Karena Siwon tidak percaya pada operator itu, ia pun kembali menghubungi kekasih hatinya yang hilang entah kemana. Namun sekali lagi operator kurang kerjaan itu yang menjawabnya membuat Siwon melempar benda tipis itu sembarangan.

“Apa yang terjadi baby!!!” Tanya Siwon sambil meraup wajahnya dengan kasar. “Apa aku salah?”

Siwon melihat sekeliling ruangannya yang masih temaram itu sebentar lalu segera berlari ke bawah sambil memanggil semua maid yang bekerja di rumahnya. Para yeoja-yeoja itu langsung mendekati tangga dan melihat majikan mereka dengan wajah cemas.

“Dimana Kyuhyun?” Tanya Siwon tajam.

“Mwo?? Tuan~ kami belum melihat siapapun turun dari kamar anda.” Jawab maid Ahjumma yang paling tua disana.

“Kyuhyun tidak ada dikamar, pasti dia sudah turun, kalian tidak melihatnya?”

“Tidak tuan, dia tidak bersama kami bahkan sejak tadi saya disini.”

“Ohmygod!!!” Siwon kembali meraup wajahnya dengan kasar.

“Tuan…” Panggil maid ahjumma.

“Gwenchana, kembali bekerja.” Siwon langsung berbalik dan naik ke kamarnya dengan bahu terkulai dan kepala yang ditundukkan membuat maid-nya menatap kasihan.

“Dimana kau Kyuhyun? Apa aku terburu-buru?” Tanya Siwon kembali ke kamarnya dan membanting pintu-nya dengan cukup keras.

Namja tampan itu melihat ranjangnya yang masih berantakan dengan bantal yang tidak beraturan membuatnya mengingat Kyuhyun tidak tidur dibantal melainkan diatas lengannya. “Apa kau menyesalinya?? Katakan Kyuhyun!!! Shit!!!”

Kutukan Siwon tetap tidak mengubah keadaan yang sudah terjadi, mereka sudah melakukannya dan Kyuhyun sudah pergi meninggalkannya, tanpa kata. Siwon tidak tahu apa yang terjadi pada namja cantik kekasihnya itu, atau dimana dia sekarang dan kenapa ia pergi diam-diam.

Beribu pertanyaan yang diterima kepalanya sekaligus membuat rasa denyut itu bertambah dan nyeri didadanya menyatakan ia sedikit terluka. Siwon memilih untuk memikirkan segalanya didalam kamarnya sendirian sampai hari itu kembali berlalu dan ia terus berada disana dengan kepala yang dipenuhi dengan Kyuhyunnya tercinta.

Sampai hari berlalu dengan sendirinya.

“Siwon-ssi, ini minumanmu.” Ucap salah satu pegawai kantin kampus mereka.

“Gomawo.” Jawab Siwon tanpa melihat namja tinggi yang melayaninya itu.

Namja tampan itu terlalu sibuk membaca buku dan membaca sms lama dari kekasihnya yang saat ini belum diketahui dimana keberadaannya. Sejak kencan pertama mereka yang dalam itu berakhir, Kyuhyun menghilang dari rumahnya, bahkan dari kampusnya tercinta.

Sudah seminggu berlalu sejak hari itu, Siwon tidak tahu apa yang terjadi pada namja cantik itu hingga ia menghilang tanpa kabar, no hp yang biasa dihubunginya sudah tidak aktif sejak pagi itu. Siwon sudah menanyakan pada pemilik apartement tapi Kyuhyun belum kembali setelah ia menjemputnya seminggu yang lalu.

“Dimana Kyuhyun-ssi?” Tanya pelayan kantin itu tiba-tiba.

“Dia tidak akan datang, tolong bawakan aku waffle.” Jawab Siwon dengan wajah datar dan tidak bertenaga.

“Tentu saja, chakkaman~”

Siwon hanya menganggukkan kepalanya kemudian kembali sibuk melihat buku kuliah ditangannya, tentu saja sambil meminum caramel macchiato-nya secara perlahan. Siwon tidak menyadari sekelilingnya yang tidak terlalu banyak pengunjung karena sebagian dari mahasiswa masih ada kuliahnya masing-masing.

Sampai tiba-tiba seseorang berjalan mendekati mejanya dan perlahan duduk didepannya tanpa kata-kata. Setelah beberapa detik barulah Siwon mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang sudah mengambil tempat yang biasanya diduduki Kyuhyun.

“N-nugu?” Tanya Siwon melihat wajah asing yang tidak dikenalnya.

“Senang bertemu denganmu, Choi Siwon-ssi.”

“Bagaimana kau tahu namaku? Aku tidak pernah melihatmu.” Siwon menutup bukunya dan melihat namja itu dengan seksama.

“Kenalkan, namaku Choi Seunghyun.”

“Choi Seunghyun?” Ucap Siwon bingung.

“Ne, aku teman Kyuhyun.” Ucap Seunghyun dengan senyum liciknya yang tersembunyi.

“Apa?? K-kyuhyun?” Siwon tidak percaya mendengar nama kekasihnya yang sudah menghilang.

“Ne…”

Sementara itu di lain tempat.

Bandara Internasional Incheon Airport.

Kyuhyun terlihat sedang berjalan keluar dari loby kedatangan luar negeri dengan coat dan ransel hitamnya yang sama seperti saat ia pergi darisana. Namja cantik itu memakai kacamata hitam untuk menyembunyikan wajah datarnya yang penuh amarah dan dendam pada seseorang.

Setelah mengurus segala keperluan dan pemakaman bagi Akio-san barulah Kyuhyun memutuskan untuk kembali lagi ke Korea. Walau butuh waktu satu minggu karena ia masih ingin menenangkan pikirannya yang benar-benar kalut.

Namun tiba-tiba saja deg! Bunyi jantungnya terasa lebih kuat dari yang biasanya sampai membuatnya terpaku dan meraba dadanya yang terasa sesak. Seketika Kyuhyun berpaling kebelakang melihat sekelilingnya yang penuh dengan orang yang berlalu lalang dibandara.

Detik selanjutnya debaran jantung Kyuhyun pun berpacu dengan cepat seiring dengan perasaannya yang mendadak tidak menentu. Tanpa berkata apa-apa namja cantik itu langsung berlari keluar dari bandara membuat semua yang disana menatapnya tidak percaya.

“Siwon hyung…” Gumam Kyuhyun.

Dengan cepat Kyuhyun berlari memanggil taksi yang berada sedikit jauh darinya itu dan langsung masuk kesana dengan nafas memburu. Ia yakin Siwon berada dikampus mereka karena hari ini memang jadwal kuliah mereka lebih dari 3 jam.

Walau sudah meninggalkannya begitu saja tanpa kata-kata yang pasti membuat namja tampan itu akan membencinya. Namun perasaan tidak menentu yang datang tiba-tiba itu mengatakan saat ini ada yang tidak baik mungkin akan terjadi pada kekasih hatinya.

Laju taksi yang cepat itu tidak bisa dibandingkan dengan detak jantung Kyuhyun yang berpacu dengan cepat sampai terasa sesak. Karena kampusnya yang besar dan dikenal siapapun dinegeri itu, tidak perlu waktu lama untuk mereka tiba disana.

Belum sepenuhnya taksi itu berhenti didepan gerbang, Kyuhyun langsung keluar dan berlari masuk kedalam tanpa peduli tatapan setiap orang yang dilewatinya. Kyuhyun tahu jam istirahat Siwon karena mereka satu ruangan dan ia juga tahu dimana namja tampan itu berada saat jam istirahat tiba.

Dengan cepat kaki Kyuhyun berlari menuju kantin mereka dan mencari disetiap sudutnya keberadaan Siwon. Tapi sayang, begitu sadar yang Kyuhyun temukan hanya meja kosong dengan gelas berisi minuman kesukaan Siwon yang sudah berkurang isi setengahnya.

Sedang pemiliknya Siwon, kekasih tampannya tidak ada disana, ia tidak ada disana. Bahkan namja tampan kekasihnya itu tidak terlihat dimanapun didalam kantin yang luas dan penuh dengan manusia itu.

“Siwon Hyung~” Panggil Kyuhyun tanpa sadar. “Hyung~” Panggilnya lagi sambil melihat sisi kiri dan kanan kantin.

Beberapa mahasiswa yang ada disana langsung menatap dengan tatapan heran, karena siapa yang tidak mengenalnya dan Siwon. Tapi Kyuhyun tidak peduli, karena yang ada dikepalanya saat ini hanyalah Siwon, entah bagaimana hatinya berkata Siwon tidak baik-baik saja.

“Kyuhyun-ssi, kau ada disini??” Tanya salah satu pelayan yang tadi melayani Siwon dan temannya.

“N-ne…Si-siwon dimana?” Tanya Kyuhyun.

“Ohh, tadi dia memang disini lalu pergi bersama temannya.”

“Te-teman? Siapa? Eunhae?”

“Hmm, bukan, hanya seorang, mereka sudah pergi keluar.”

“Mwooo? Siapa dia??” Tanya Kyuhyun sedikit lebih keras membuat pelayan itu tergagap.

“A-aku tidak tahu.”

“Shit!! SIWOON!!!”

Kyuhyun langsung berlari keluar meninggalkan namja yang masih terpaku itu tanpa mengucapkan terima kasih, ia harus segera mencari dimanapun Siwon berada sekarang ini. Sambil berlari Kyuhyun menggunakan akal sehatnya dengan menghubungi namja tampan kekasihnya itu.

Namun panggilannya hanya dijawab suara operator yang menyuruhnya menunggu sesaat lagi. Bagaimana Kyuhyun menunggu jika hatinya sendiri tidak ingin terlihat tenang. Namja cantik itu langsung bergegas mencari dua hyung Siwon yang diketahui Kyuhyun juga ada dikampus.

Dua namja itu masih berada didalam ruang kuliahnya karena jam belum berakhir, sementara Kyuhyun tidak bisa menunggu lagi hingga ia langsung berdiri dipintu ruangan itu dan menatap mereka dengan wajah panik.

Hyukjae dan Donghae yang tidak tahu apa-apa harus dipanggil teman mereka untuk melihat namja cantik itu didepan pintu. Kedua mata namja itu langsung melebar melihat Kyuhyun yang polos itu berdiri tanpa mengucapkan apa-apa bahkan sepatah kata permisi pada dosen mereka yang masih ada disana.

“K-kyuhyun…” Donghae langsung berdiri dan menuju dosennya.

Setelah permisi keluar Donghae segera menarik Kyuhyun menjauh dari sana dan menanyakan maksud namja cantik itu.

“Siwon dimana?” Tanya Kyuhyun cepat dengan wajah horror.

“Mwo? Apa maksudnya? Dia ada dikantin, lalu apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau menghilang?” Cecar Donghae dengan wajah penasaran.

“Tidak! Dia tidak ada dikantin, itu~ aku ada urusan.”

“Mungkin dia kembali ke kelas, sudah telfon dia?” Tanya Hyukjae juga ikut keluar.

“Tidak diangkat.”

“Mungkin dia ke mobil jangan khawatir.” Ucap Donghae ikut khawatir melihat wajah pucat Kyuhyun.

“Pergilah dulu, nanti kami menyusul.” Ucap Hyukjae kemudian.

“Aaa-rraseo.” Kyuhyun langsung berpaling dan kembali meninggalkan mereka berdua.

“Dia benar-benar pucat.”Gumam Hyukjae setelah Kyuhyun menghilang.

“Ayo masuk, kita harus tahu kabarnya nanti.” Jawab Donghae menarik Hyukjae kembali masuk kedalam ruangan mereka.

“Kenapa sekarang Siwon yang menghilang.” Gumam Hyukjae dengan wajah bingung.

Sementara itu Kyuhyun sudah berlari ke halaman kampus dan menuju parkiran mobil mahasiswa yang ternyata masih ada mobil Siwon disana. Namja cantik itu langsung melesat mendekati mobil itu dan melihat sekelilingnya yang tampak sepi tidak ada mahasiswa.

“Kau dimana, hyung?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Kyuhyun melihat mobil putih Siwon yang mulus tidak tersentuh, bahkan mesinnya pun tidak dihidupkan pertanda namja tampan kekasihnya tidak pernah kesana. Kyuhyun menghela nafas berat dan bersandar dipintu mobil itu sambil kembali melihat hp-nya dan menghubungi Siwon lagi.

Namun lagi-lagi operator wanita yang menjawabnya membuat Kyuhyun ingin menghabisi wanita itu dalam sekejap. Namun tiba-tiba saja suara dering iphonenya menandakan satu pesan diterima membuat namja cantik itu sedikit tersentak.

From : 0xxxx

Aku meminjam kekasihmu,

Sampai kau datang menemuiku.

CSH.

“What the hell!??!”

Suara pesan masuk yang lain menjawab kutukan Kyuhyun.

From ; 0xxx

Karena tidak bisa menemuimu,

Aku mengambil milikmu.

Seketika jantung Kyuhyun terasa berhenti dan kakinya pun menolak untuk menopang tubuhnya yang kehilangan tenaga hingga ia merosot ketanah. Tangan kanan Kyuhyun tergerak perlahan meraba dadanya yang terasa berdenyut hingga menyebabkan ia kesakitan.

“Choi Seunghyun brengsek!!” Geram Kyuhyun dengan mata nanar.

“Kyunnie!?!” Suara Donghae membuat Kyuhyun tersentak dan langsung berdiri melihat hyungnya. “Ada apa?” Tanya namja tampan itu.

“Ti-tidak ada, Siwonnie tidak ada.” Jawab Kyuhyun gagap.

“Kau sudah menghubunginya? Mungkin dia masih ada disekitas sini.” Donghae melihat kesana kemari dan mengambil hp-nya.

“Mobilnya ada disini, aku tidak tahu dia dimana, hyung.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar membuat Donghae langsung melihatnya.

“Baru pertama kali kau memanggilku hyung.” Ucap Donghae dengan wajah riang.

“A-aku harus pergi.” Kyuhyun langsung berlari meninggalkannya membuat Donghae gelagapan.

“Ehh, heey, dengar dulu, Kyu~”

Namun namja cantik itu tidak menghiraukan suara Donghae karena dikepalanya saat ini hanya kata-kata dari sms Seunghyun yang terus berulang-ulang. Hyukjae yang baru tiba disana hanya bisa menatap kepergian Kyuhyun dengan kening berkerut dan kepala yang dimiringkan.

“Waeyo?” Tanyanya.

“Siwonnie tidak bisa dihubungi.”

“Heol~ jinjja?? Kyuhyun kembali dan dia menghilang?”

“Sudahlah, mobilnya ada disini, aku akan memeriksa rekaman cctv, setelahnya kita hubungi Yunho hyung.”

“Kau memang hebat, kajja~”

Dua namja tampan itu langsung menuju gedung keamanan kampus untuk memeriksa kejadian sebelumnya yang mungkin bisa memberi petunjuk kemana Siwon pergi.

Sementara Kyuhyun langsung pulang ke rumahnya dengan cepat dan mengunci dirinya disana selama beberapa saat. Kyuhyun tidak menyangka Seunghyun, sahabat sekaligus hyungnya selama di jepang dulu kini menculik satu-satunya namja yang sangat berarti dalam hidupnya saat ini.

“Jadi selama ini yang ingin menculikku…” Gumam Kyuhyun menyadari kejadian aneh itu. “Seunghyun? Kenapa?” Tanyanya entah pada siapa.

Tidak habis pikir dengan kenyataan yang tiba-tiba itu Kyuhyun langsung mengubur dirinya dalam selimut dan memikirkan beberapa kemungkinan yang akan Seunghyun lakukan pada Siwon. Disiksa atau dibunuh atau keduanya?

“Andwaee!!” Bantah Kyuhyun cepat dan kembali duduk dengan selimut tetap menutup kepalanya. “Dia tidak mungkin membunuhnya, Seunghyun menginginkanku.”

Wajah putih Kyuhyun terlihat berpikir sejenak….

“Itu artinya dia ingin aku datang!! Namja paboo!!” Seru Kyuhyun langsung turun dari tempat tidur dan membuka laptopnya.

Dengan cepat Kyuhyun membuka system tracking dilaptopnya menggunakan nomor hp yang digunakan Seunghyun untuk mencari mereka. Kepintaran otaknya yang berlebihan bisa membuat Kyuhyun menjadi hacker paling berbahaya yang ada didunia, tapi bukan itu tujuan hidupnya.

“Kau ingin bermain denganku, eoh?” Ujar Kyuhyun sinis.

Hanya dalam beberapa menit Kyuhyun sudah menemukan alamat saat Seunghyun mengirimkan sms untuknya beberapa saat yang lalu. Namja cantik itu memutuskan untuk mengunjungi hyung-nya itu jika malam sudah tiba dan tidak akan menimbulkan kecurigaan orang banyak.

Bunyi hp-nya yang bersahutan menampilkan nama Donghae dilayar tipis itu membuat Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apa. Ia tidak ingin ada orang lain yang terlibat dalam masalah yang sangat berat ini, karena Kyuhyun ingin mereka mengenalnya tetap seperti yang selama ini terlihat.

“Hyung..” Ucap Kyuhyun menerima panggilan itu.

>Kyu, aku akan menghubungimu jika ada kabar, begitu juga dirimu, arraseo?< Ucap Donghae tanpa basa-basi.

Tanpa sadar senyum tipis terpatri dibibir pucatnya dan lupa menjawab perkataan Donghae hingga namja tampan diseberang sana memanggilnya sekali lagi.

>Kyunnie!!<

“Ahh, ne~ arraseo!”

>Baiklah, aku tutup, jangan khawatir ne? Annyeong~<

“Ne, aku khawatir, hyung~” Jawab Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Namja cantik itu langsung merebahkan dirinya dan menutup mata melepaskan penat yang dirasanya sejak tadi. Dalam hatinya berharap Siwon akan bertahan sampai ia datang nanti dan menyelamatkannya dari Seunghyun.

“Mianhae Siwon, bertahanlah.” Gumam Kyuhyun pelan.

Setelah beberapa saat Kyuhyun kembali bangkit dan berdiri dengan cepat lalu segera keluar dari kamarnya menuju dapur. Namja cantik itu baru ingat bahwa ia belum makan apapun sejak kembali dari jepang. Setelah turun pesawat ia terus berlari menemui Siwon yang menurutnya sedang tidak baik.

Dan sekarang saat semuanya terlihat jelas, perut Kyuhyun melakukan protesnya karena tidak diberi makanan selama berjam-jam. Kyuhyun hanya punya persedian mie instant yang masih tersimpan didalam lemarinya dan itulah yang akan menjadi makanan untuk hari ini.

Sambil menyantap ramen pedas itu Kyuhyun memikirkan namja tampan kekasihnya sudah makan atau tidak diberikan oleh Seunghyun.

**

Sementara itu di lain tempat.

Sebuah gudang bambu terlihat kumuh dengan berbagai kayu ukuran tidak sama berserakan disana. Tempat yang sudah tidak dipakai lagi itu terletak jauh dari pusat kota Seoul dan dikelilingi hutan dan rumput ilalang.

Gudang tua itu sudah lama dipilih Seunghyun untuk membawa Siwon kesana dan memberinya sedikit pelajaran. Gudang yang luas itu tidak memiliki apapun selain beberapa balok kayu yang berserakan dan rak-rak dengan senjata diatasnya dan tanah yang dingin menjadi lantai gudang itu yang bila dilihat hampir saja roboh.

Disanalah Siwon terduduk diatas kursi kayu dengan tangan dan kakinya diikat agar namja tampan itu tidak bergerak. Setelah Seunghyun mengajaknya pergi bersama, namja tampan itu hanya terlelap sesaat dan begitu sadar ia sudah terikat dikursi. Dan setelah itu, Seunghyun pun melampiaskan kemarahannya pada Siwon yang tidak tahu apa-apa.

“Apa kau tahu kesalahanmu Siwon-ssi?” Tanya Seunghyun dengan wajah ramah namun kelicikannya jelas terlihat.

“A-aku t-tidak salah.” Jawab Siwon cepat sambil menahan sakit diperutnya.

Sejak dibawa kesana Siwon hanya dipukuli Seunghyun terus menerus tanpa dijelaskan apa yang sudah ia lakukan hingga mendapat perlakuan yang tidak pantas seperti ini. Seunghyun hanya terlalu senang memukuli perut dan wajah tampannya hingga luka-luka kecil terbentuk dalam mulutnya.

“Jelas sekali kau salah, tuan Choi.” Layangan tinjunya kembali mengenai wajah tampan Siwon.

Jika saja tangan dan kakinya tidak di ikat, Siwon sudah pasti menghancurkan tangan Seunghyun sejak pertama kali ia menyentuh wajah tampannya. Tapi sejak mereka minum teh ditempat Seunghyun, Siwon sudah tidak ingat apa-apa lagi.

“Kau salah karena mencintai namja cantik itu.” Ucap Seunghyun tiba-tiba membuat Siwon langsung melihatnya.

“K-kau…”

“Aku yang lebih dulu mengenalnya, aku yang selalu bersamanya, aku yang berhak atas dirinya.”

“D-dia ti-tidak…”

“Dia milikku, kau tahu? Cho Kyuhyun milikku.”

“Ti-tidak!”

“Diam!!

Bhugh!!!

“Dia milikku, beraninya kau mengambilnya!!”

“D-dia m-mencintaiku.”

“Tidak!!”

“Aku tahu apa yang sudah kalian lakukan, aku bersumpah akan membunuhmu sudah menyentuh milikku.”

“Wa-walau begitu dia su-sudah jadi m-milikku.” Jawab Siwon keras kepala.

“Aku akan mengambilnya kembali dan aku akan membunuhmu.”

“Wa-walau a-aku mati, dia tetap milikku.”

“Brengsek!! Namja sialan!! Rasakan ini!!” Seunghyun memukul Siwon dengan membabi buta bahkan sampai kursi yang diduduki namja tampan itu jatuh seiring dengan tubuhnya.

Namun Seunghyun yang sudah kehilangan akalnya hanya menyeringai kejam dan kembali menendang tubuh Siwon sekuat tenaganya. Tidak ada yang bisa dilakukan Siwon selain menerima kesakitan itu, dalam hatinya hanya berharap ada harapan untuknya bertemu sekali lagi dengan namja cantik kekasihnya.

Siwon ingin tahu apa yang dirasakan Kyuhyun tentang mereka berdua setelah malam itu, kenapa ia menghilang? Apa Kyuhyun menyesalinya? Siwon hanya ingin tahu kepastian itu, hanya itu.

“Dia milikku!!” Bentak Seunghyun sekali lagi.

“Dia…milikku.” Ucap seseorang tiba-tiba dibelakang Seunghyun.

“Ba-b-baby…” Ucap Siwon samar-samar dan kehilangan kesadarannya.

“Huh! Akhirnya kau datang.” Ucap Seunghyun mengenali suara orang itu walau dalam kegelapan sekalipun.

“Pengecut!!” Desis Kyuhyun tajam.

Seunghyun terdiam beberapa saat menatap wajah putih pucat namun tetap terlihat memesona itu hingga membuatnya terpaku. Ingatan masa kecil saat pertama kali Kyuhyun dibawa ke rumah mereka di jepang kembali melintas di kepalanya.

“Seunghyun, ini Kyu-chan~ kau harus menjaganya baik-baik.” Ucap Akio Akiyama, ayah angkat dari Seunghyun yang juga kepala pelayan di rumah Kyuhyun.

“Kyu-chan~ aku akan bermain denganmu.” Ucap Seunghyun dengan ramahnya.

“Onii-chaaan~” Kyuhyun kecil yang berumur 7 tahun itu langsung menghambur memeluk teman yang baru ditemuinya itu.

“Dulu, kau sangat manis Kyu~”

“Shut up!!!”

“Tapi masih tetap pemarah, eoh?”

“Diamlah, sekarang jawab pertanyaanku!!”

“Silahkan, kau mau tanya apa?” Ucap Seunghyun dengan wajah tenang.

“Kenapa kau menculiknya?” Tanya Kyuhyun to the point.

Seunghyun hanya tersenyum sinis sambil menunggu pemilik suara itu menampakkan wujudnya hingga lebih jelas. “Tentu saja agar bisa mendekatimu.” Ucap Seunghyun memasang wajah bahagianya.

“Untuk apa mendekatiku jika majikan yang menyuruhmu sudah mati!?”

“Ahhh, aku tahu, yang membunuh Park Hyo Jin itu pasti dirimu, Cho Kyuhyun-ku.”

“Cih!! Sekalian, bukankah aku membantumu? Dia pasti akan membunuhmu juga nantinya.”

“Aku tahu, untuk itu aku berterima kasih.”

“Tapi…” Namja cantik berwajah pucat itu menunduk melihat lantai, kemudian…

“BUKAN DENGAN CARA INI, BRENGSEK!!!” Balok kayu seukuran talapak kaki melayang tepat ke arah Seunghyun.

Jika namja tampan itu tidak mempunyai reflek yang cukup tinggi, kepalanya sudah pasti robek kena hantaman balok itu yang sangat cepat. Kyuhyun menatap namja tampan itu dengan wajah memerah karena usaha pertamanya gagal.

“Kau masih pemarah seperti dulu, Kyunnie.”

“Jangan mengungkit masa lalu.” Desis Kyuhyun tajam.

“Bagaimana tidak jika dengan itu aku bisa hidup sampai hari ini.”

“Cih~apa peduliku.”

“Kau memang tidak pernah peduli, Kyu.”

“Cukup basa-basinya?”

“Aigoo~ kau sangat tidak sabar, lihatlah~ diakah namja yang kau cintai?” Ucap Seunghyun dengan senyum liciknya.

Kyuhyun langsung berpaling melihat Siwon tergeletak ditanah dengan luka babak belur dan noda darah hampir penuh dibajunya. Seketika api kemarahan terpancar dimata Kyuhyun hingga dalam sekejap mata ia sudah menerjang Senghyun dengan tendangannya.

Tanpa sempat menghindar tendangan itu mendarat telak diperut Seunghyun membuat namja tampan itu mundur beberapa langkah. “Kau masih hebat juga, Kyu.” Ucap Seunghyun.

Anak kecil berkulit putih itu berlatih siang malam untuk menguatkan staminanya agar bisa bertanding dengannya. “Aku akan mengalahkanmu, Onii-san!!”

Bayangan masa kecil mereka kembali melintas diingatan Seunghyun hingga tanpa sadar wajah tampannya ikut melembut sesaat. Namun saat gerakan Kyuhyun kembali menerjangnya Seunghyun langsung menghindar dan melancarkan serangan balasan.

“Onii-san akan mengajarimu beladiri sampai kau jadi yang terhebat yang ada di jepang.”

“Benarkah?”

“Iya, Oba-san memintaku untuk mengajarimu semua dasarnya.”

“Akio-san memang hebat.”

“Tentu saja, dia samurai sejati~”

“Seunghyun~” Panggil Akio memberi peringatan pada putranya.

“Ehee~ gomenasai~”

Seunghyun memukul perut Kyuhyun dengan tinjunya dan Kyuhyun menghantamkan lutut kaki kanannya ke perut namja itu dan gerakannya itu disusul tinju ke wajah Seunghyun hingga membuatnya terjengkal ke belakang.

“Kecepatanmu semakin bertambah, huh?”

“Jika ingin mengajariku, jangan menahannya!!” Bentak Kyuhyun kecil dengan wajah bengis.

“Aku tidak bisa melukaimu, Kyu!!” Seunghyun kembali menghidar tendangan Kyuhyun.

“Aku akan menolak ajaranmu jika kau tidak serius!” Ucap Kyuhyun dengan wajah datarnya membuat Seunghyun menghela nafas lelah.

Bagaimana mungkin ia akan membalas semua serangan Kyuhyun jika wajah cantik anak kecil itu terlihat semakin jelas seiring dengan pertumbuhannya. Seunghyun yang lebih tua 8 tahun dari Kyuhyun tentu sudah bisa mengerti apa yang dirasakannya terhadap adik angkatnya itu.

“Trima kasih untukmu yang sudah mengajariku.” Jawab Kyuhyun sinis membuat lamunan Seunghyun terhenti.

“Aku pernah mengatakan padamu, jika aku berhasil mengalahkan Oba-san(ayah) aku akan menjagamu selamanya.”

“Kau membunuhnya, brengsek!! Jangan bawa namaku untuk menghabisinya!!”

Seunghyun mengusap bibirnya yang terasa asin dari dalam menandakan kulit itu robek karena pukulan Kyuhyun. “Aku tidak bermaksud seperti itu.”

“Lalu apa??”

“Dia ingin menghentikanku mendapatkanmu.”

“Kau gila!!”

“Yah!! Aku gila, aku gila sejak kau pergi tanpa kata-kata, aku gila sejak cintaku bertepuk sebelah tangan dan di tolak mentah-mentah, aku gila karenamu Kyuhyun.”

“…..”

“Kyu~ aku mencintaimu.”

“Onii-san, aku tidak menganggapmu lebih dari seorang kakak.”

“Tapi aku mencintaimu, bertahun-tahun bersamamu membuatku tidak bisa mencegah perasaan ini.”

“Gomenasai, Onii-san~ aku tidak mencintaimu.”

“Aku sungguh-sungguh Kyu.” Ucap Seunghyun berubah melembut dan berusaha mendekati Kyuhyun, namun namja cantik itu mundur beberapa langkah.

“Kau benar-benar gila, aku sudah memutuskan jalan hidupku sejak pergi dari Akio-san, dan darimu.”

Sejak kematian orang tuanya Kyuhyun memang dijaga Akio dan Seunghyun, ia lebih banyak menghabiskan waktunya berlatih ilmu beladiri yang diajarkan namja tampan itu atas instruksi Akio-san. Semua ilmu beladiri yang ada dijepang Kyuhyun pelajari dengan mudah karena otaknya yang pintar mengingat setiap gerakan.

Bahkan saat umurnya menginjak 10 tahun, Kyuhyun sudah bisa bermain pedang layaknya ahli pedang samurai yang terkenal di jepang. Seunghyun yang terpesona dengan kepintaran Kyuhyun meminta Akio agar ia mengajari Kyuhyun sampai semua ilmu mereka Kyuhyun kuasai.

Mungkin karena kebersamaan yang sangat lama itu membuat benih-benih cinta dihati Seunghyun tumbuh dengan sendirinya. Tapi bagi Kyuhyun, ia hanya menganggap Seunghyun tidak lebih dari seorang kakak laki-laki karena selama ini ia hanya sendirian sebagai anak tunggal.

“Aku tidak memikirkan tentang itu Onii, hanya satu tujuan hidupku.”

“Lupakan semua itu dan hiduplah bersamaku.”

“Tidak bisa, kau tidak akan mengerti.”

“Kyuhyun…”

“Sayonara, Onii-san.”

“Aku menemukan semua surat yang kau kirimkan untuk oto-san.” Ucap Seunghyun kemudian.

“Apa!?!?” Mata Kyuhyun melebar tidak percaya.

Beberapa bulan terakhir ia memang mengirimkan surat untuk Akio-san untuk memberitahukan ayah angkatnya itu kabar. Dengan polosnya ia juga mengatakan tentang seseorang yang menjaganya tanpa syarat seperti yang Akio lakukan untuknya.

“Kau bilang, kau tidak memikirkan hal itu, tapi apa? Kau malah sudah tidur dengannya!!”

“Shut up!!”

“Apa dia begitu hebat??”

“Diamlah brengsek!!!” Kyuhyun langsung maju menerjang Seunghyun kembali namun kali ini namja tampan itu lebih siap.

Seunghyun menghindar tendangan Kyuhyun dan membuang tubuhnya ke kiri namun Kyuhyun lebih cepat dan melayangkan tinjunya pada wajah tampan Seunghyun. Selanjutnya pukulan Kyuhyun pun bertubi-tubi mengenai wajah dan tubuh namja itu.

Seunghyun juga tidak menahan pukulannya yang mengenai perut dan wajah Kyuhyun beberapa kali. Ia tahu saat ini Kyuhyun tidak berniat untuk berdamai dan mengampuni apa yang sudah ia lakukan. Hawa pembunuh dari Kyuhyun terpancar begitu jelas saat nama Akio dan Siwon disebut Seunghyun sebagai pancingan.

Sebuah pukulan telak mengenai dada Seunghyun hingga membuatnya susah bernafas namun dengan cepat ia menguasai diri dan kembali menerjang Kyuhyun yang tidak gentar. Beberapa gerakan cepat Seunghyun membuat Kyuhyun terdesak dan harus mundur kebelakang.

Namja cantik itu bersalto kebelakang untuk menghidar tendangan memutar dari Seunghyun kemudian ia kembali menyerang dengan sikut membuat Seunghyun jatuh tersungkur.

“Untuk Akio-san.”

“Kau ingin membunuhku?” Tanya Seunghyun dan meludah dengan mulut yang penuh darah.

Kyuhyun mengusap bibirnya yang terluka dengan talapak tangan hingga tangannya menyisakan warna merah yang kental. Walau bisa dibilang cepat dan hebat, Kyuhyun juga manusia yang punya kelemahan, karena itu saat ini deru nafas Kyuhyun terlihat berat dan putus-putus.

Sejak memulai pertarungan Kyuhyun memang tidak menahan pukulannya karena amarahnya yang sudah memuncak dikepalanya. Ingin secepatnya Ia menghabisi Seunghyun atas apa yang sudah dilakukan namja itu pada Akio-san dan pada, Siwon…

Mengingat nama itu, Kyuhyun langsung berpaling melihat kekasihnya yang tidak berdaya dilantai yang dingin itu. Dengan wajah memerah Kyuhyun kembali berpaling melihat Seunghyun yang sedang mencoba berdiri. “Aku tidak…akan pernah…memaafkanmu!!”

“A-aku tahu…Ayo selesaikan ini.” Ucap Seunghyun sambil berjalan menuju rak kayu yang ada didinding ruangan itu.

Namja tampan itu tanpa segan mengambil katana panjang yang ujungnya begitu mengkilat karena tajamnya dan ia menghunuskannya dengan keras hingga menimbulkan bunyi yang sangat khas. Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun pun mengeluarkan senjata yang sudah dibawanya sejak ia kembali ke korea.

Seunghyun melihat benda yang sangat dikenalnya itu dan tanpa sadar senyum tipis terukir dibibirnya mengingat itu adalah katana special kesayangan ayah angkatnya. Dan katana itu menjadi senjata bertahan akio-san saat ia membabi-buta menyerangnya.

“Kau tidak boleh melukai Kyuhyun.” Ucap Akio pada Seunghyun.

“Aku tidak akan melukainya, oba-san~ hanya majikanku menginginkannya.”

“Berhentilah Seunghyun, biarkan Kyuhyun bahagia.” Akio-san masih terlihat tenang.

“Bertahun-tahun aku mencarinya tapi oba-san menyembunyikannya dariku.” Ucap Seunghyun merasa dikhianati.

“Kau tidak boleh mencampuri kehidupannya, dia sudah bisa mandiri.”

“Aku tidak bisa tanpanya, walau dia tidak mau aku akan menjadikannya milikku.”

“Jangan bodoh!!”

“Majikanku tahu dimana Kyuhyun, aku akan sangat senang berkerja sama dengannya.” Ucap Seunghyun dengan wajah bahagianya.

“Jangan ganggu Kyuhyun, biarkan dia menjalani kehidupannya sekarang.”

“Aku tidak meminta izinmu, oto-san~ aku hanya ingin kau tahu, Kyuhyun akan jadi milikku.” Ucap Seunghyun dengan wajah polos membuat amarah akio-san memuncak.

“Jangan sentuh Kyuhyun, dia sudah bahagia!”

“Dia akan bahagia bersamaku.”

“Choi Seunghyun!!!” Panggilan namja asing itu membuat Seunghyun menatap ayah angkatnya itu nanar.

“Jangan memanggilku seperti itu.”

“Jangan sentuh Kyuhyun dengan tangan kotormu itu.”

“Walau kau sudah merawatku, tapi kau tidak bisa menahanku, akio-san.” Ucap Seunghyun sinis membuat Akio tersentak.

Sejak awal ia tahu, Seunghyun memiliki sifat buruk dalam dirinya sejak ia menemukannya dijalan saat usianya masih 3 tahun. Kekecewaan karena ditinggalkan orang tuanya dulu membuat namja tampan itu menutup dirinya dengan sikap dingin dan angkuh dan penuh dendam.

“Langkahi dulu mayatku jika kau ingin mengganggu kehidupan Kyuhyun.” Ucap Akio-san sambil mengangkat pedangnya.

“Dengan senang hati.”

Tanpa segan dan memikirkan cinta untuk ayah angkatnya itu Seunghyun langsung menyerangnya dengan kekuatan penuh hingga kekuatan terakhir pria tua itu. Namja tampan itu dibutakan dendam, obsesi dan kekecewaannya pada Kyuhyun hingga membuatnya tega menebas leher lelaki tua itu yang sudah merawatnya sejak kecil dengan penuh cinta.

“Kyuhyun milikku.”

“Kau sakit Seunghyun, sadarlah.”

“Semuanya kesalahanmu, Kyuhyunnie~” Ucap Seunghyun dengan wajah sedih. “Jika kau tidak pergi, jika kau tidak mengenalnya dan jatuh cinta padanya, semua ini tidak akan terjadi.”

“Kau tidak berhak melarangku.”

“Aku akan membunuh mereka semua dan menghapus dendammu, jadi hiduplah bersamaku.

“Tidak akan pernah.” Jawab Kyuhyun cepat. “Bukankah dulu kau yang meracuni pikiranku dengan semua itu?”

“Aku hanya ingin kau bertahan hidup dari semua mimpi burukmu.”

Seunghyun mengingat saat mereka masih kecil, dialah yang memberi semangat untuk Kyuhyun mempelajari segala macam ilmu beladiri bahkan memegang senjata. “Percayalah Kyu, dia tidak pantas untukmu.”

“Itu bukan urusanmu, Seunghyun-ssi.”

“Aku yang lebih dulu mencintaimu.”

“Cintamu itu salah.”

“Tidak ada yang salah dengan cintaku, karena cinta itu hanya untukmu.”

“Itu bukan cinta!!”

“Lalu? Seperti apa cinta? Seperti cintamu untuknya?” Tanya Seunghyun melihat Siwon.

Kyuhyun langsung berpaling melihat namja tampan yang sudah mengisi harinya dengan penuh kebahagiaan dan cinta itu. Tanpa sadar wajah Kyuhyun melembut dan ia menghela nafas lega saat dada Siwon masih terlihat naik turun dengan perlahan.

Melihat hal itu, amarah Seunghyun kian memuncak hingga ia menebas lemari kayu itu dengan cepat. Beberapa barang yang ada disana jatuh berserakan dilantai menimbulkan bunyi yang cukup gaduh.

“Sudah cukup, Kyuhyun, aku akan membunuhmu setelah itu aku akan membunuhnya.” Ucap Seunghyun dengan wajah datar.

“Aku yang akan membunuhmu setelah itu aku akan bunuh diri.”

“Dan kita akan bertemu disana.”

“Your wish!!” Secepat kilat Kyuhyun menerjang dengan pedangnya hingga Seunghyun tersentak namun bisa menahan serangan Kyuhyun.

Dan pertarungan katana itu pun tidak dapat dihindari lagi, keduanya sama-sama cepat dan ahli dalam menggunakan pedang dari jepang itu. Kyuhyun yang diajari langsung Akio-san tentu memiliki keahlian yang sama tingkatnya dengan Seunghyun yang sengaja tidak ingin lagi mengajari Kyuhyun karena rasa cintanya.

Bunyi dentingan pedang beradu menjadi music tersendiri didalam ruangan yang sepi itu dan deruan nafas yang berat dari keduanya membuktikan mereka sudah kehilangan banyak tenaga. Terutama Kyuhyun yang sejak awal memakai tenaga penuh membuatnya kewalahan menerima serangan Seunghyun.

Tebasan Seunghyun pun tak pelak mengenai perutnya hingga bajunya terbelah dua dan irisan diperutnya langsung mengeluarkan darah segar. Menyadari hal itu Seunghyun pun berhenti dan melihat Kyuhyun menutupi luka melintang itu dengan tangannya.

Walau tidak dalam tapi rasa perih dari goresan itu tetap membuat Kyuhyun kalah satu langkah, namun ia tidak boleh berakhir disini bersama Seunghyun. Kyuhyun tidak ingin mengabulkan keinginan Seunghyun untuk bertemu lagi dialam lain.

Jika Kyuhyun memilih untuk mati, ia berharap itu akan terjadi saat ia bersama Siwon dan berada dalam pelukan namja tampan yang baru ia sadar sangat ia cintai itu.

“Kau sudah menyerah?” Tanya Seunghyun dengan nafas memburu.

“Aku tidak ingin mati bersamamu, rasakan ini!!” Kyuhyun kembali menerjang dan menyabet lengan Seunghyun cukup kuat hingga darah segar mengucur deras dari luka itu.

Tidak berhenti sampai disana Kyuhyun menyerang namja itu dengan tendangan memutarnya tepat mengenai wajah Seunghyun hingga namja tampan itu tersungkur ke belakang.

“A-aku akan membawamu be-bersamaku!!” Ucap Seunghyun dengan gigih.

Namja tampan yang kini babak belur itu kembali berdiri dengan susah payah kemudian segera menerjang Kyuhyun yang sudah menunggunya. Dan pertarungan itu pun kembali sengit dengan sabetan pedang yang tergores dimana-mana.

Tidak hanya badan mereka yang terkena benda tajam itu, tapi seluruh ruangan itu menjadi porak-poranda saat mereka menghindari serangan masing-masing. Sampai sabetan terakhir dan tendangan lutut Kyuhyun diperut Seunghyun membuat namja itu terjerembab dilantai dan membentur dinding dengan keras.

“Ka-kau memang hebat.” Akui Seunghyun dengan mulut penuh darah.

“Ke-kehebatanku bu-kan tandinganmu.” Jawab Kyuhyun mengatur nafasnya dengan susah payah.

“A-apa ka-kau ba-bahagia?” Tanya Seunghyun tiba-tiba membuat Kyuhyun menatapnya tajam. “Di-dia me-membuatmu ba-bahagia?”

“Ne, a-aku be-benar-benar bahagia.” Jawab Kyuhyun setelah mengatur nafasnya.

“A-aku ti-tidak akan m-minta m-maaf.”

“Aku tidak perlu itu.”

“Ka-karena ji-jika a-aku h-hidup, Ka-kalian…ti-tidak aa-akan be-bersama.” Ucap Seunghyun disisa terakhirnya dengan mulut yang kembali mengeluarkan darah.

“B-bukan kau yang memutuskan segalanya.” Jawab Kyuhyun sinis.

“Ka-kalian ti-tidak bi-bisa bersa…”

“Just shut up!!”

Tebasan terakhir Kyuhyun membuat Seunghyun terdiam dengan kepala terkulai dan darah segar mengalir dari leher keseluruh badannya. Sementara Kyuhyun duduk berlutut menopang dirinya sendiri pada pedang yang tertancap dilantai.

“Kau kalah…” Ucap Kyuhyun dengan wajah datar dan berpaling dari Seunghyun.

“A-aku ti-tidak kalah!!” Jawab Seunghyun menahan sakit disekujur tubuhnya.

“Sadarlah, perbuatanmu ini tidak benar, Brengsek!!!” Ucap Kyuhyun setengah berteriak.

“Ap-apa hidupmu su-sudah benar?”

“Aku yang menentukannya.”

“Ak-ku juga yang m-mnentukan hidupkuhh!”

“Tapi hatimu tidak tenan!!.”

“Kyu…”

“Hiduplah dengan baik, Onii-chan.” Ucap Kyuhyun akhirnya dengan wajah melembut.

Walau bagaimanapun Seunghyun adalah hyung yang sudah menjaganya sejak ia kecil. Seunghyun yang selalu ada bersamanya menghadapi mimpi buruk yang menyakitkan yang selalu datang setiap malam.

Saat Seunghyun tidak menjawab, Kyuhyun segera berdiri dan berjalan pelan mendekati tubuh Siwon yang masih tergeletak di tanah yang dingin itu. Namja cantik itu melihat kekasih hatinya dengan wajah sedih karena semua yang terjadi adalah kesalahannya.

“Mianhae Siwonnie.” Ucap Kyuhyun membelai pipi lebam Siwon akibat perbuatan Seunghyun. “Seharusnya kita tidak bertemu.”

“Tapi aku…” Ucapan Kyuhyun terhenti karena merasakan gerakan dibelakangnya.

Seunghyun sudah berdiri dibelakangnya dengan pedang yang mengacung keatas siap menebas kepala Kyuhyun. “Aa-ku tidak akan kalah!!”

Srebh~ suara pedang yang menembus kulit.

Pedang Kyuhyun lebih dulu masuk menembus tubuh Seunghyun hingga kebelakang dengan wajah namja cantik itu yang tidak bisa digambarkan dan pedang Seunghyun jatuh ke tanah. Kemudian Kyuhyun menarik kembali pedangnya dengan cepat dan melihat Siwon dengan wajah datarnya.

Tubuh Seunghyun jatuh ke tanah yang dingin itu dengan darah segar mengalir dari luka barunya yang menganga, namun bisa terlihat dengan jelas dibibir Seunghyun terukir senyuman kebahagiaan.

Seunghyun merasa Kyuhyun sudah membebaskannya dari dosa, dendam dan kekecawaannya pada dirinya sendiri. Dan Kyuhyun tahu saat pertarungan mereka tadi, Seunghyun menyerahkan seluruh hidup ditangannya.

Namja tampan hyungnya itu ingin mengakhiri penderitaan yang ditanggungnya seorang diri selama ini. Dendam, kekecewaan dan cintanya sudah menarik Seunghyun ke dalam jurang kehancuran.

“Ughh!!” Erang Kyuhyun menahan sakitnya.

Namja cantik itu kembali menancapkan pedangnya ditanah dan bertumpu pada gagangnya dengan sebelah tangan. Sebelah tangan lagi bergerak perlahan mengambil tangan Siwon dan menggenggamnya dengan lembut. Sambil menarik nafas panjang dan berat Kyuhyun menumpu kepala pada pedangnya dan kembali memejamkan mata.

“Go-gomenasai~ Akio-san.” Gumamnya pelan.

Entah berapa lama Kyuhyun menenangkan dirinya sendiri dalam keheningan dan kekacauan ruangan itu setelah pertempuran mereka sampai suara seseorang tiba-tiba menghentaknya dari lamunan.

“K-kyu~ba-baby…” Panggil Siwon tiba-tiba membuat aliran darah Kyuhyun berhenti.

Perlahan tapi pasti Kyuhyun mengangkat kepala dan melihat namja tampan kekasihnya yang kini terbalut biru-biru lebam diwajahnya. Semua itu disebabkan oleh Seunghyun yang memukulnya sebelah pihak dengan alasan yang sudah bisa ditebak Kyuhyun.

Kyuhyun bergerak mendekatkan dirinya semakin dekat pada Siwon yang terbaring dan sedang mencoba untuk duduk dengan baik untuk melihatnya. Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Siwon yang mencoba menyentuh wajahnya kemudian ia mengecup kening namja tampan itu dengan perlahan.

“Ke-kena…” Tanya Siwon terbata.

Namja cantik itu hanya menatap kekasihnya dengan seribu kata yang ingin diucapkan namun hanya mata bulat cantiknya yang memancarkan kesedihan sebagai gantinya. Belum sempat Siwon mengeluarkan suaranya dan bertanya sekali lagi, tangan Kyuhyun bergerak cepat dan mendarat ditengkuknya.

Siwon tersentak kaget dan hanya bisa menatap Kyuhyun dengan seribu pertanyaan saat tiba-tiba pandangannya memudar dan kedua matanya pun tertutup perlahan.

“M-mianhae, Saranghae…” Gumam Kyuhyun pelan.

Setelah 15 menit kemudian, akhirnya namja cantik itu bangkit dari duduknya dan merasakan ototnya yang seolah membeku. Darah yang ada ditubuhnya sudah lama mengering dan meninggalkan kain bajunya yang mengeras.

Namja cantik itu melihat kesana kemari dan menyadari bahwa ia harus segera pergi darisana sebelum yang lain datang. Dengan cepat ia menyarungkan kembali katana milik Akio-san lalu berpaling melihat Siwon kemudian mencoba membantu namja tampan itu untuk berdiri.

Dengan susah payah Kyuhyun membawa Siwon keluar dari sana dan membersihkan sisa-sisa keberadaannya disana. Namun sebelum itu, Kyuhyun tidak lupa mengirimkan sebaris sms untuk polisi setempat yang akan membawa Seunghyun ke tempat yang lebih pantas.

“Jib-e kajja(ayo kita pulang), Siwonnie.” Ucap Kyuhyun pelan.

Dan namja cantik itu pun segera membawa kekasihnya pergi dari sana sebelum namja tampan itu siuman dan menanyakan apa yang sudah terjadi. Saat ini, Kyuhyun tidak tahu harus memulai dari mana jika mendadak Siwon bertanya siapa Seunghyun dan apa yang sudah ia lakukan.

Setelah beberapa saat dalam kesusahan akhirnya Kyuhyun berhasil membawa Siwon ke apartemen miliknya. Namja cantik itu tidak ingin membawa namja tampan itu kerumahnya sendiri karena tidak ingin maid-maid dirumah itu bertanya padanya.

Kyuhyun membawa Siwon ke dalam kamar dan membaringkannya disana lalu ia pun mencari perlengkapan obat-obatan yang selalu tersedia dilemari dapurnya. Kemudian ia kembali ke kamar dan melepas semua pakaian lusuh Siwon lalu menyelimutinya dengan baik.

Kemudian Ia pun membasuh badan Siwon yang penuh lebam itu dengan handuk hangat. Gerakannya yang perlahan membuat Siwon tidak terganggu dan merasakan sakit disekujur tubuhnya.

“Kenapa kau ikut dia, hyung?” Tanya Kyuhyun tanpa sadar.

Setelah membasuh semua luka itu Kyuhyun memberikan obat antiseptik pada luka Siwon yang jelas terlihat seperti yang ada dibibirnya yang masih berdarah. Begitu selesai namja cantik itu langsung menyelimuti Siwon dengan baik agar namja tampan itu merasa hangat dan nyaman.

Merasa matanya sangat berat, Kyuhyun pun merebahkan kepalanya diranjang itu tepat disamping tangan Siwon. Namja cantik itu memejamkan matanya dan menghela nafas lelah berulang kali untuk melepas beban dibahunya yang terasa sangat berat.

Sampai keesokan harinya.

Siwon terlihat bergerak gelisah dalam tidurnya dan beberapa kali kepalanya menggeleng dengan kuat. Sampai akhirnya Siwon tersentak dan terduduk dari tidurnya dengan nama seseorang terucap dari bibirnya.

“Kyuhyun!!”

Namja tampan itu masih mengingat rasanya semalam ia membelai lembut rambut Kyuhyun yang berbaring didekat tangannya. Dengan cepat Siwon berpaling melihat tangannya yang ternyata ada didalam selimut dan mati rasa.

“Aku masih bisa merasakannya.” Ucap Siwon melihat tangannya sendiri. “Apa itu mimpi??” Tanya kemudian.

“Tu-tunggu dulu!! In-ini dimana?” Tanya Siwon baru sepenuhnya sadar tempat ia berada. “Kyuhyun? Apartemen Kyuhyun!!”

Dengan cepat Siwon turun dari ranjang ingin mencari keberadaan namja cantik yang menemaninya semalaman. Namun karena gerakan yang tiba-tiba membuat sakit yang diterimanya kembali menghujam tubuhnya.

“Auh!!” Rintih Siwon meraba perutnya.

Barulah ia sadar setengah badannya sudah terbalut rapi dengan perban. Saat itu pula ingatannya kembali pada saat ia mengikuti Seunghyun dengan mudah karena namja itu berkata Kyuhyun ada ditempatnya sedang kesakitan.

“Kyuhyun!! Baby~” Panggil Siwon akhirnya.

Tidak ada yang menjawab selain kesunyian yang menerpa apartemen kecil milik Kyuhyun. Dengan susah payah akhirnya Siwon berdiri dan berjalan keluar dari kamar yang kecil itu dan melihat sekelilingnya.

“Baby…” Gumam Siwon saat menyadari disana sudah tidak ada penghuninya sejak lama.

Tidak ada Kyuhyun dimanapun ditempat yang kecil itu membuat Siwon tidak yakin ingatannya itu kenyataan atau…

Hanya mimpi semata.

Tbc.

Aaaaaaaaaaaa~ benar-benar stress sama chap ini, siapnya udah hampir sebulan, tapi nggak bisa update2 ahahahha. Antara malas edit dan tidak yakin..kkkk~

Semoga kalian tidak shock neee~

Karna hampir selesai, ff ini juga akan menemui akhirnya, jadi sabar aja neee~

Sa mpai jumpa di ff yang lain.

With love,

Vie.

Advertisements

67 thoughts on “Loving You 6

  1. Ga nyangka Kyuhyun sehebat itu tp ngeri juga sih , knp Kyuhyun menghilang lagi knp g langsung aja jelasin keSiwon biar semuanya cepet beres jgn sampai mrk terpisahkan pokoknya ditunggu bgt lanjutannya…!!!!!

  2. Sempet lupa sm ff ini unni,sm sekali ga ada gambaran sm ceritanya smpe harus buka chap 5 dlu dan baru ngeh pas liat covernya,hehehe maaf ya unni soalnya udah lama bgt.
    kyuhyun yg bunuh park hyo jin?apa kyu jg yg bunuh kim haneul ?aku baru liat karakter kyu yg kaya gini di ff unni biasanya kan dia yg selalu dapet perlindungan.trus kemana lg tuh kyu siwon bangun dia ga ada,di tunggu kelanjutannya unni

  3. Nunggu ff ini bgt thor..
    dan gila jadi cerita bunuh2an gini..
    keren dan gak nyangka bgt..
    dan apakah td itu hanya ada di mimpi siwon atau beneran terjadi? Lanjut ne sampe selesai…

  4. unni ini nyaris full duel Seunghyun-Kyu..
    ngeri sih bacanya.. tp hebat kyumom ya? salut.. biar sukurin tuh si Seunghyun.. hahaha tp ini mimpi apa gimana? -__- pasti nyata lah ya …

    commen apalagi ini … bingung eeuy .. KEREN .baca ch 7 dulu nde ^^

  5. Perasaan udah baca yg ini tp kok muncul lg yaaa…cuma gak bosen tuh, masih aja seru biar berkali” baca…lanjut terus ya vie…

  6. akhirnya! Ada waktu buat baca lol ><
    Ooo jd yg ngejar2 kyu selama ini tuh seunghyun ya……ntp pls atuhlah si siwon udh gede masi weh gampang percaya org asing tp wk orgnya juga bawa2 nama kyu sih jd ya gt weh -_-
    Tp itu nyata kan? Bukan mimpi….

  7. Wow.. ternyata kyuhyun jagoan jga hebat.
    Kasian seunghyun dia sngt mencintai kyuhyun dan itu membuatnya kesepian serta sakit, tpi mau gimana lg cinta gk bisa di paksakan, kyu cuma bwt won.
    End skarang kyu pergi lg, yg sabar y siwon…

  8. Wah ternyata kyu jago kelahi yah…
    Seunghyun aja dibunuh sama kyu.
    Skrg kyu nya kemana lagi nich,siwon sampai ngerasa klu cuma bermimpi tuch?

  9. Wah ternyata Bener toh kalo kyu yg ngebunuh. Dan itu kyu ngebunuh seunghyun juga.. 😱
    Pasti berat banget deh kyu harus ngelakuin itu. Dy ngelakuin pembunuhan karena demam orang tua nya dibunuh kan..
    Dan akhirnya dy pergi lagi dr Siwon. 😔

  10. Jadi ternyata selama ini seunghyun teman kesil kyuhyun dan dia memendam peasaan cinta untuk kyuhyun…seunghyun kejam banget membuat siwon babak belur seperti itu

    Woowww debakkk ternyata diam kyuhyun seorang samurai handal,, agak ngeri sih sebener’a ngebayangin
    momkyu berdarah-darah gitu dan ternyata beneran kyuhyun yg membunuh bos seunghyun
    apa sekaran beneran kyuhyun ninggalin siwon sendirian ??? Semoga wonkyu bisa bersama lembali …

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s