When The Love Is Growing 6


SPG COVER

Seven Princes Garden

Sequel 6

**

Selamat malam My Lovely Readers~

Apa kabar, hm? Semoga malam ini menyenangkan ne?

Ohh, isi didalamnya Vie memang nggak begitu ngerti, tapi udah Vie cari di google tentang kehamilan dan penolakannya, jadi begitulah~ jika ada yang kurang atau tidak benar…maklum saja neee~

Selamat membaca.

**
“Kyuhyun hamil?”

“Tidak mungkin!!” Suara Siwon akhirnya terdengar.

“Tapi itu yang kami dapatkan setelah memeriksa keadaannya.” Jawab Dokter Lee yakin.

“Ta-tapi…ba-bagaimana mungkin dok?”

“Saya juga tidak bisa menjawab jika keajaiban sudah terjadi.”

“….” Siwon kehilangan kata-katanya.

Namja tampan itu mengingat kembali kapan mereka terakhir kali berhubungan dan itu 2 malam yang lalu. Namun jika janin itu sudah berusia 3 minggu maka itu sejak bulan madu kedua mereka di hawai.

“Siwonnie…” Panggil Donghae membuyarkan lamunan Siwon.

“H-hyung…bagaimana mungkin?”

“Didunia ini tidak ada yang tidak mungkin.”

“Ta-tapi ini…ba-bagaimana dia akan menerimanya?”

“Bukankah sangat membahagiakan? Kalian akan punya baby.” Ucap Ryeowook dengan tenangnya.

“Ayo, lihat Kyuhyun dulu.” Ucap Yesung kemudian.

Dan namja tampan itu pun melangkah perlahan menuju ruang ICU tempat Kyunyun masih dirawat sementara. Karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dokter mengizinkan Kyuhyun pulang setelah tenaganya pulih kembali.

Dengan perlahan Siwon membuka ruangan itu dan melihat Kyunyun masih terlelap dengan jarum infus menancap dipergelangan tangannya. Siwon mencoba berjalan tidak menimbulkan suara agar Kyuhyun tidak terjaga karena sejujurnya ia belum bisa membayangkan reaksi Kyuhyun atas berita ini.

Namun sayang begitu ia mendekati ranjang saat itu pula Kyuhyun berpaling melihatnya.

“Baby…” Panggilnya pelan.

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun dengan wajah memelas.

Seketika Siwon mendekat dan membelai pipi pucat itu dengan lembut membuat Kyuhyun menyandarkan pipinya dalam telapak tangan suaminya itu.

“Gwenchana, baby?” Tanya Siwon membuat Kyuhyun menatapnya.

“Aku pusing, mual-mual.” Keluh namja imut itu dengan kening berkerut. “Mianhae.”

“Mwoo?? Kenapa?”

“Aku tidak mendengarkanmu tadi pagi.”

“Hohh~ gwenchana, dokter bilang kau baik-baik saja, jangan khawatir.”

“Tapi aku masih pusing, badanku tidak enak, aku juga mau pulang.”

Siwon hanya bisa tertawa kecil mendengar keluhan itu namun ada hal yang lebih penting yang harus diketahui Kyuhyun. Karena itu harus menyiapkan hati atas apa yang mungkin saja terjadi setelah ini.

“Baby…” Panggilnya kemudian.

“Hm?”

“Dokter sudah memeriksa keadaanmu dan dia bilang…”

“Aku baik-baik saja.”

“Ne, dia bilang begitu, dan saat ini…” Siwon ragu untuk menyebutkannya.

“Apa hyung?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Siwon mengambil tangan Kyuhyun dan menggenggamnya dengan erat dan karena kegugupannya tanpa sadar wajah Siwon berubah gelisah dan Kyuhyun melihat semuanya.

“Hyung…”

“Dokter mengatakan saat ini, kau sedang hamil 3 minggu.” Akhirnya Siwon mengatakan dengan jelas.

Dengan seksama ia menyusuri wajah putih Kyuhyun yang pucat namun saat kata-kata Siwon masuk dalam kepalanya wajah manis itu berubah jadi kelam dan terlihat syok. Detik selanjutnya Kyuhyun langsung menarik tangannya dari genggaman Siwon dan menatap suami tampannya itu dengan horor.

“Baby…” Panggil Siwon bingung.

“Ha-hamil?” Kyuhyun bersuara dengan nafas tercekat.

“Nee, usianya jalan 3 minggu.”

“Ba-bagaimana mungkin?” Tanya Kyuhyun hampir menjadi bisikan.

“Ne??”

“Ani!! Andwae!!!” Seru Kyuhyun cepat. “Andwae Siwonnie!! Aku tidak mau!! Aku tidak hamil!!”

“Ba-baby…”

“Aku tidak mau!! Aku tidak mau hamil!! Aku bukan yeoja!! Andwaaae!!!” Ucap Kyuhyun sambil menarik jarum infus ditangannya.

Kemudian namja imut itu langsung berlari keluar dari ruangan membuat Siwon terpaku melihatnya tidak percaya. Siwon benar-benar tidak menyangka Kyuhyun tidak menerima keadaan itu, walau sebenarnya ia sangat yakin akan reaksi huswifenya sekarang.

Tapi…

“Baby!!” Panggil Siwon langsung berlari menyusulnya.

Siwon keluar dari kamar Kyuhyun dan melihat hyung-hyungnya masih terpaku dan melihat kearah huswifenya menghilang. Tanpa mengatakan apa-apa ia pun melewati hyungnya dan menyusul Kyuhyun yang ternyata berlari menuju atap rumah sakit. Dibelakangnya barulah Donghae dan Hyukjae berlari mengikutinya sementara Ryeowook berjalan sambil menghubungi orangtua Kyuhyun.

“Siwon ada apa?” Tanya Donghae dibelakangnya.

“Hyung…”

“Kenapa Kyuhyun lari? Apa yang terjadi?”

“Aku tidak tahu hyung~” Jawab Siwon sambil membuka pintu keluar atap itu.

Tempat yang luas itu terlihat sepi karena memang tidak ada orang lain disana selain Kyuhyun yang kini sudah berada dipinggiran atap.

“Mwoo?? Baby apa yang kau lakukan?!?!” Siwon tidak percaya melihat huswifenya berdiri disana.

“Hyung, aku tidak mungkin hamil aku ini namja!!” Ucap Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya.

“Baby…” Siwon berjalan mendekat.

“Berhenti!! Jangan mendekat!!” Ucap Kyuhyun tajam membuat Siwon menatapnya tidak percaya.

“Mwoo?? Baby…waeyo?”

“Jangan mendekat!! Aku tidak mau kau mendekat!! Pergilah!!”

Siwon tidak percaya apa yang didengarnya itu sampai ia berpaling melihat hyungnya yang lain sudah ada disana. Mereka juga tidak percaya Kyuhyun bisa berkata seperti itu pada Siwon, namja yang sangat dicintainya.

“Siwon apa yang terjadi?” Tanya Donghae masih penasaran.

“Aku tidak tahu hyung, aku bahkan tidak mengerti.”

“Panggilkan dokter, cepat!!” Ucap Yesung pada Hyukjae dan Ryeowook.

Dua namja tampan itu langsung melesat turun kebawah untuk memanggil dokter yang sudah merawat Kyuhyun. Sementara Siwon, Yesung dan Donghae terus memerhatikan gerakan Kyuhyun yang terus menggelengkan kepalanya. Sepertinya namja imut itu benar-benar tidak terima bahwa dirinya bisa mengandung layaknya seorang yeoja.

“Aku bukan yeoja!!” Bantah Kyuhyun lagi.

“Memang bukan baby, kau namja tampan cinta dan hidupku.”

“Tapi aku hamil hyung!! Kenapa? Kenapa aku bisa hamil, padahal aku namja!?! Jelaskan padaku!!”

“Hyung juga tidak mengerti, dokter akan menjelaskannya padamu, tapi hyung mohon, kemarilah~” Ucap Siwon mengulurkan tangannya.

“Aku tidak mau!! Jangan mendekatiku!!” Tolak Kyuhyun tajam membuat wajah Siwon sedikit terluka.

“Hyung…” Panggil Siwon pada namja tampan dibelakangnya.

“Kami tidak menyangka akan seperti ini Siwon.” Jawab Donghae dengan kening berkerut.

Saat itu suara beberapa langkah kaki terdengar menaiki tangga atap rumah sakit itu, hingga tak berapa lama orang tua Kyuhyun dan juga dokter yang merawatnya tiba disana. KangIn yang begitu khawatir langsung mendekati Siwon dan bertanya padanya.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa seperti ini?”

“Aku tidak tahu appa, saat tahu dia hamil, reaksinya jadi begini.”

“A-apa? H-hamil?” Tanya Leeteuk tidak percaya.

“Ne umma, dokter bilang janinnya sudah memasuki 3 minggu.”

“Omooo!!” Leeteuk langsung menutup mulutnya dan melihat putra kesayangannya dengan wajah takjub sekaligus tidak percaya. “Aku tidak tahu dia punya kelebihan ini.” Gumamnya sendirian.

“Tolong umma, dia tidak ingin aku mendekat.” Ucap Siwon kemudian.

“Mwo? Kenapa?”

“Aku tidak tahu.”

“Baby…” Panggil Leeteuk langsung berjalan mendekati Kyuhyun.

Namun Kyuhyun hanya melihat langkah namja berwajah lembut itu semakin mendekatinya.

“Umma…” Panggil Kyuhyun pasrah.

“Ne~ uri chagi~ umma disini.” Leeteuk terus berjalan dengan wajah tenangnya.

Wajah penuh kasih itu membuat Kyuhyun menatapnya dengan kerinduan hingga begitu berada didepannya, Kyuhyun langsung memeluk ummanya dengan erat.

“Ssst~ anak umma, kesayangan umma.” Ucap Leeteuk pelan sambil membelai kepala Kyuhyun.

KangIn dan Dokter yang merawat Kyuhyun pun segera mendekati mereka berdua. Kemudian dokter itu langsung menampakkan jarum suntiknya pada Leeteuk yang menganggukkan kepalanya. Dengan pelan dan sangat cekatan dokter itu menyuntikkan obat penenang itu dilengan Kyuhyun.

“Sudah…”

“Umma…” Panggil Kyuhyun pelan.

“Nee~ tidurlah, umma disini.”

“J-jangan tinggalkan a-ku.”

Kata Kyuhyun sebelum namja imut itu menutup mata dan kepalanya terkulai dibahu ummanya itu. Dengan wajah panik Siwon berlari menghampiri mereka dan memanggil Kyuhyun berkali-kali, namun saat dokter mengatakan dia dibawah obat penenang Siwon menghembuskan nafas lelahnya.

“Mianhae umma.” Ucap Siwon menundukkan kepalanya.

“Apa yang kau katakan, ayo bawa dia ke kamar.

“Oh, ne~ arraseo!!”

Dengan perlahan Siwon menyambut tubuh huswifenya itu hingga ia bisa mengangkatnya bridal style. Bahkan Leeteuk membenarkan letak kepala Kyuhyun hingga terkulai dengan manisnya dileher Siwon seolah namja imut itu sedang bersembunyi seperti biasanya.

“Ayo semua kembali.” Ucap Leeteuk pada namja yang lain. “Yeobo, sebaiknya kau kembali ke sekolah.” Lanjutnya kemudian pada suaminya.

“Tidak mungkin aku meninggalkan putraku!” Bantah KangIn.

“Kau lupa dia punya suami? Aku juga ada disni, khaa~”

“Ta-tapi…”

“Kau bisa kembali dan membatalkan meeting atau apa, yang penting salah satu dari kita ada disana, tidak baik mengabaikan tanggung jawab.”

“Arraseo.” Jawab KangIn dengan wajah cemberut.

Namun Leeteuk hanya tersenyum kecil dan melihat saat suaminya mengecup kening putra mereka penuh sayang. Kemudian KangIn pun segera pergi darisana sementara mereka berbelok kembali ke ruangan Kyuhyun.

Siwon menidurkan huswife imutnya itu diranjang putih milik Kyuhyun kemudian menyelimutinya dengan baik. Setelah itu dokter kembali memeriksa vital Kyuhyun yang kembali normal.

“Aku tidak tahu kenapa Kyuhyun-ssi bereaksi seperti itu, tapi aku sudah menghubungi dokter psikolog kami, jadi tenang saja.” Ucap Dokter itu kemudian.

“Terima kasih dokter.” Ucap Leeteuk.

“Jika saat bangun nanti dia masih menolaknya, sebaiknya jangan memaksa, Siwon-ssi cobalah untuk menenangkannya secara perlahan.” Ucap dokter itu lagi mengingat penolakan Kyuhyun pada suaminya itu.

“Ne dok, saya mengerti.” Ucap Siwon lemah.

“Kalau begitu saya permisi.”

“Nee, silahkan~” Leeteuk mengantarkan dokter itu keluar, kemudian kembali masuk kedalam.

Namja tampan itu melihat bagaimana Siwon sangat mencintai anak mereka, jadi tidak mungkin Siwon akan menolak apa yang mereka dapatkan secara tiba-tiba ini. Walau begitu, Leeteuk ingin memastikan semuanya.

“Siwonnie…” Panggilnya kemudian.

“Ne umma.” Siwon meletakkan tangan Kyuhyun dirajang perlahan kemudian beranjak menuju sofa bersama ummanya.

“Aku tahu semua ini sangat tidak mungkin terjadi, tapi inilah kenyataannya, jadi aku sungguh ingin tahu, apa yang kau rasakan?” Tanya Leeteuk tanpa basa-basi.

“Maksud umma?”

“Mmm, itu…apa kau bisa menerimanya?” Tanya Leeteuk lagi.

“Menerima siapa? Kyunnie? Dia hidupku umma.”

“Itu umma tahu, tapi sekarang… Umma tahu kau juga tidak menyangka ini bisa terjadi, jika kau menolak seperti Kyunnie umma sangat mengerti, biar keadaan lebih baik dan kembali seperti semula kita bisa menggug…”

“Tunggu umma!!!!” Sanggah Siwon dengan cepat.

Kepalanya yang masih bingung dengan semua yang terjadi itu sedikit lambat mengerti maksud dari kata-kata umma mertuanya itu. Namja berwajah keibuan itu bermaksud untuk menggugurkan kandungan Kyuhyun jika ia juga tidak bisa menerimanya.

Begitukah?

Siwon langsung menatap ummanya dengan beribu kata yang ingin diucapkan. Bahkan ia sangat ingin memarahi namja yang sudah merawat huswifenya itu, tapi tentu saja itu tidak mungkin.

“Apa yang umma pikirkan?” Tanya Siwon dengan wajah terluka. “Umma ingin menghentikan hidupnya jika aku tidak menginginkannya? Kenapa umma tega?”

“Bu-bukan begitu, umma hanya tidak ingin kau terbebani, kalian masih muda, dan hal ini bukan yang biasanya terjadi di masyarakat kita.”

“Bagaimana aku bisa menolaknya hanya karena pandangan orang? Umma~ dia berhak untuk hidup, bayi itu darah dagingku.” Mata Siwon berkaca-kaca membayangkan hal buruk terjadi pada bayinya.

“Jadi kau menerimanya?”

“Kyuhyun hidupku dan bayi itu akan menjadi nafasku, jangan pernah berpikir seperti itu lagi, jika Kyuhyun dianggap aneh karena bisa mengandung bayi kami, dengan senang hati aku akan hidup selamanya dalam keanehan itu.” Ucap Siwon dengan yakinnya.

“Siwonnie…” Leeteuk menatap menantunya itu dengan airmata sudah mengalir dipipinya. “Sebenarnya umma hanya takut.” Ucapnya kemudian.

“Takut apa umma?” Siwon mendekati ummanya itu.

“Umma tidak tahu hal ini bisa terjadi, umma bahkan tidak pernah membayangkannya seperti yang ummamu lakukan, setiap dia berkata ingin punya cucu umma hanya menganggapnya sebagai candaan, tapi kali ini, saat mendengarnya pertama kali ketakutan terbesar yang ada padaku adalah bagaimana…bagaimana jika kalian tidak bisa menerimanya?”

“Ummaa~” Siwon langsung memeluk ummanya itu untuk menenangkannya dan Leeteuk pun menumpahkan kekhawatirannya itu pada menantu kesayangannya.

“Seharusnya umma menangis pada suami umma, kenapa malah padamu?”

“Bukankah lebih tepat padaku? Aku bisa menjawab kekhawatiran itu dengan lebih jelas.”

“Kau benar.” Jawab Leeteuk menganggukkan kepalanya.

“Umma tenang saja, keluargaku akan menerimanya seperti yang kulakukan karna apa?”

“……” Leeteuk melepas pelukannya dan melihat wajah tampan yang sedang tersenyum itu walau bekas airmata juga ada dipipinya.

“Aku menikah dengan Kyuhyun karena aku ingin bersamanya, bahkan jika kami tidak memiliki keturunan aku hanya ingin bersamanya, bukan yang lain.”

“Umma tahu…”

“Dan semua keluarga Choi menerima hal itu karena mereka juga menyayangi Kyuhyun. Tapi sekarang ternyata namja yang kucintai bisa memberikan kebahagiaan yang luar biasa ini, bagaimana aku bisa menolaknya umma? Bukankah itu sebagai hadiah kedua yang aku dapatkan karena sudah mencintai Kyuhyun?”

“Seberapa dalam cintamu untuk Kyuhyun?” Tanya Leeteuk dengan wajah tidak percaya.

“Tidak bisa dibandingkan dengan yang ada didunia ini umma.”

“Jika seperti itu, umma tidak perlu khawatir?”

“Tidak…bukankah ummaku yang paling mengharapkan ini terjadi? Bahkan saat aku tidak percaya dan selalu menghentikan hayalannya itu.”

“Nee, umma pernah mendengarnya.”

“Dan sekarang, bagaimana cara menjelaskannya pada Kyuhyun, agar dia bisa menerimanya juga.” Tanya Siwon.

“Saat dia bangun nanti, biar umma yang bicara, tunggulah diluar ne~”

“Arraseo umma.”

Dan selanjutnya mereka hanya menunggu Kyuhyun bangun dari pengaruh obat penenang itu. Sementara Siwon keluar dari ruangan untuk melihat hyung-hyungnya yang tidak berani masuk lagi saat mendengar pembicaraan serius Siwon bersama ummanya.

“Hyung, kalian pulanglah~ nanti kalau ada waktu datanglah kembali, beritahukan pada Heechul hyung juga Han hyung.”

“Baiklah, jika perlu sesuatu hubungi kami.” Ucap Yesung yang paling tua disana.

“Kajja~” Hyukjae mengajak Donghae dan Ryeowook sambil menggandeng mereka.

Namun baru beberapa langkah suara Siwon kembali menghentikan mereka berempat dan serentak berpaling melihat ke belakang tempat Siwon berdiri dengan gugupnya.

“Waeyo?” Tanya Hyukjae.

“Mmm, i-itu…aku belum bertanya…” Ucap Siwon semakin gugup.

“Huh? Tanya apa?” Kali ini Donghae menatap dongsaengnya itu dengan wajah penasaran.

“Ap-apa kalian bi-bisa menerima K-kyunnie??” Tanya Siwon akhirnya.

“Maksudnya?” Yesung balik bertanya.

“Aku menginginkan bayi itu, bahkan jika dunia menganggap kami aneh, aku tidak akan menggugurkan kandungan Kyunnie.” Jawab Siwon tegas.

“Jadi, maksudmu?” Ryeowook menaikkan sebelah alisnya. “Apa kami menerima Kyunnie dan bayinya?” Tanyanya kemudian memperjelas.

Siwon menganggukkan kepalanya dan terus menunduk tanpa melihat para hyungnya sedang bertatapan dengan wajah kesal. Dan detik selanjutnya tanpa kata-kata Ryeowook berjalan mendekati namja tampan itu dan langsung menyentil dahinya.

Kemudian ia kembali berdiri ditempat semula membuat Siwon menatapnya dengan mulut terbuka. Dan selanjutnya Hyukjae berjalan dengan cepat diikuti Donghae dibelakangnya kemudian Yesung, ketiganya berurutan menyentil dahi Siwon tanpa kata-kata dan kembali berdiri ditempat mereka.

“Waeyo??” Tanya Siwon dengan wajah bingung.

“Kuda paboo!!” Ucap Hyukjae tajam.

“Kau kira kami siapa?” Tanya Donghae menatap Siwon tajam. “Sejak dulu aku menjaganya, dia kesayanganku.”

“Walau apapun yang terjadi, dia magnae kita.”

“Mungkin bayi itu yang akan shock menerima ahjussi-nya seperti kami.” Ucap Yesung dengan wajah polos membuat yang lain langsung menatapnya.

“Memangnya kita seperti apa?” Tanya Ryeowook bingung.

“Ahh!! Sudahlah, yang jelas kami tidak sabar untuk menjaga malaikat kecil yang pasti menggemaskan itu.”

“Gomawo hyung~ kalian yang terbaik.” Ucap Siwon dengan wajah bahagia.

“Ne, kami pulang.” Jawb Hyukjae.

Lalu namja tampan itu pun segera berbalik dan kembali berjalan bersama sambil membicarakan calon ponakan mereka dan siapa yang akan menjaganya dan siapa namanya, bahkan Ryeowook berencana akan mengajari bayi itu memasak dan Donghae akan menghadiahinya dengan ikan yang banyak.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian segera kembali pada Kyuhyunnya yang ternyata sudah terbangun. Namja tampan itu mendengar suara Leeteuk yang menanyakan keadaan huswife cantiknya.

“Ayo pulang umma.” Ajak Kyuhyun sebagai jawabannya.

“Pulang? Tapi kau masih harus dirawat.”

“Aku mau pulang, aku tidak mau disini.”

“Tapi baby…”

“Ummaaa~” Wajah memelas itu tidak pernah bisa ditolak Leeteuk.

“Baiklah, umma panggilkan Siwonnie.

“Andwae!!!” Bantah Kyuhyun cepat.

“Mwoo? Kenapa? Kau mau pulang kan? Tentu saja Siwon akan membawamu ke rumah kalian.”

“Ani, aku mau pulang ke rumah umma.”

“Mwoo??”

“Ayo umma~”

Leeteuk hanya bisa menatap wajah putranya yang pucat itu kemudian berpaling melihat ke pintu yang ternyata Siwon sudah berdiri disana dalam diam. Namja tampan itu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban membuat Leeteuk menghela nafas lelahnya.

“Baiklah, dokter bilang kau memang baik-baik saja, kajja.” Ucapnya kemudian melepas selang infus yang menancap di pergelangan tangan Kyuhyun.

Kemudian namja tampan itu membantu putranya bangkit dari tempat tidur dengan perlahan. Melihat hal itu Siwon langsung masuk kedalam dan mencoba memapah Kyuhyun agar lebih cepat.

Namun tanpa disangka Kyuhyun menarik tangannya dan bergeser menjauh dari suami tampannya itu. Siwon dan Leeteuk langsung membeku ditempat mereka melihat tindakan yang tidak biasa itu namun Kyuhyun tidak merasa.

“Umma…” Panggil Kyuhyun kemudian membuat Leeteuk tersentak.

“Ahh, kajja~” Leeteuk membawa Kyuhyun berjalan keluar kamar sambil berpaling kebelakang melihat Siwon dengan wajah bingungnya.

Namun namja tampan yang hatinya terbuat dari berlian itu hanya tersenyum lembut dan berjalan perlahan mengikuti keduanya. Bahkan sampai keluar loby rumah sakit Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa pada Siwon apalagi melihat wajah tampan suaminya itu.

Saat menunggu mobil mereka dibawa kedepan oleh sopir pribadi Leeteuk, Kyuhyun hanya bersandar didinding sambil memeluk perutnya. Siwon begitu ingin memeluk dan menenangkan namja imut huswifenya itu, namun ia tidak ingin membuat suasana menjadi lebih berat.

“Siwonnie…” Panggil Leeteuk membuatnya berpaling dari Kyuhyun.

“Ne, umma?”

“Katakan pada dokter Lee, Kyuhyun meminta pulang dan jadwalkan kunjungan psikolog itu ke rumah umma, secepatnya.”

“Ne umma.”

“Kita harus tahu apa yang terjadi, tidak mungkin dia menjadi seperti ini.”

“Jangan khawatir umma, yang penting Kyunnie baik-baik saja.”

“Tapi kau tidak akan baik, pergilah~ kami akan segera pulang.”

“Ne~ jaga Kyunnie umma.” Ucap Siwon tulus membuat Leeteuk menganggukkan kepalanya. Kemudian namja tampan itu segera kembali masuk ke dalam setelah sekali lagi melihat Kyuhyun yang tetap tidak melihatnya.

Saat itu mobil mereka pun sudah tiba disana dan Leeteuk segera memapah Kyuhyun masuk kedalam mobil dan duduk bersamanya dibelakang. Namja imut itu tidak mengatakan apa-apa saat mereka pergi dari rumah sakit itu dan terutama pergi dari suami tampannya.

Leeteuk bahkan tidak bisa bertanya ada apa karena putranya itu terus menatap keluar jendela seperti menghindar untuk berbicara dengannya. Bahkan sampai di resident rumah mereka, namja imut itu hanya diam seribu bahasa dan langsung menuju kamarnya setelah turun dari mobil.

Leeteuk hanya bisa menghela nafas pasrah dan mengikuti Kyuhyun dari belakang sampai ke kamarnya. Didalam kamar Kyuhyun sudah meringkuk bulat didalam selimutnya sambil memejamkan mata.

Namja tampan itu mencoba mendekat dan duduk ditepi ranjangnya kemudian membelai rambut lembut Kyuhyun penuh sayang.

“Waeyo chagi?” Tanyanya kemudian. “Kenapa kau menghindari Siwonnie?”

Tidak ada jawaban, Kyuhyun hanya memejamkan matanya dengan tarikan nafas yang teratur. Namun Leeteuk tahu namja imut putranya itu tidak tertidur.

“Kyunnie…”

Tetap tidak ada jawaban.

Akhirnya Leeteuk pun segera keluar darisana tanpa ingin memaksa anak kesayangannya itu. Toh nanti, Kyuhyun juga akan berbicara kepadanya karena tidak ada orang lain disana. Sementara itu setelah ummanya keluar Kyuhyun bergerak-gerak dalam selimutnya hingga akhirnya ia tidur terlentang.

Dengan perlahan tangannya bergerak menuju perutnya yang rata itu kemudian tanpa sadar airmatanya pun mengalir dari sudut matanya.

“Naega wae??” Tanya Kyuhyun entah pada siapa. “Aku ini namja, brengsek!!” Umpat Kyuhyun sambil memukul perutnya.

Namun detik selanjutnya ia merasakan nyeri yang luar biasa karena pukulan itu. Dengan nafas tersendat Kyuhyun mencoba menghilangkan nyeri itu.

Karena itu juga ia pun kembali meringkuk sambil memeluk perutnya yang terasa sakit. Saat itu Siwon yang sudah selesai di rumah sakit langsung kembali ke rumah Kyuhyun dan tanpa bertanya pada Leeteuk ia langsung menuju kamar mereka yang ada disana.

“Baby…” Panggil Siwon langsung membuka pintu kamar itu.

Kyuhyun yang masih meringis kesakitan hanya bisa menatap suaminya itu dengan tatapan horor. Tapi Siwon yang sangat mengenalnya langsung tahu ada yang tidak baik dengan huswifenya itu.

“Gwenchanayo? Dimana yang sakit? Katakan baby~”

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun. “Jangan mendekat, keluar!! Siwon hyung keluar!!”

“Ba-baby…bagaimana bisa? Hyung tidak bisa meninggalkanmu.”

“Keluar!! Aku tidak mau melihatmu!!”

Kyuhyun meringis kesakitan sambil memejamkan matanya dan tidak melihat wajah Siwon yang kembali terluka. Namja tampan itu tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, disatu sisi ia tidak mungkin meninggalkan Kyuhyun.

Tapi disisi lain, Siwon tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk jika ia menuruti keinginannya untuk mendekati namja imut huswifenya itu. Dan akhirnya Siwon pun memilih keluar dari ruangan itu dengan kepala tertunduk dan bahu terkulai.

Kyuhyun mendengar langkah suaminya itu perlahan dan membuka mata untuk melihatnya. Bahkan dari belakangnya saja Kyuhyun bisa melihat betapa sedihnya Siwon akan sikapnya itu. Tanpa bisa dicegah airmatanya kembali mengalir dari pipi kirinya.

“Siwonnie…” Panggil Kyuhyun berupa bisikan.

Dalam tangisnya akhirnya Kyuhyun tertidur sendirian saat perlahan nyeri diperutnya pun menghilang.

**

Sementara itu dibawah Siwon menghempaskan tubuhnya dengan keras diatas sofa ruang tengah rumah itu. Leeteuk yang baru selesai menyiapkan cemilan untuk mereka langsung mendekatinya.

“Kenapa Siwonnie? Kau sudah sampai?”

“Nee~ tapi dia menolakku umma, eotteokhae?” Tanya Siwon sambil meraup wajahnya dengan kasar.

“Sabar sebentar ne, kapan psikolog-nya datang?”

“Dokter itu punya waktu besok, dia akan datang kesini.”

“Ohh, baiklah~ kau mau makan?”

“Ani, aku tidak lapar umma.”

“Kalau begitu mandi saja dulu, pakaianmu ada disini kan? Nanti umma bersihkan kamar tamu, kau bisa tidur disana.”

“Apa aku tidak bisa tidur dikamar Kyunnie?” Tanya Siwon penuh harap.

“Itu..mmm, umma tidak tahu.”

“Aku akan keluar sebelum dia bangun, please umma.”

“Baiklah, terserah padamu, sana mandi dulu.”

Siwon tersenyum senang lalu segera menuju kamarnya untuk mengambil pakaiannya yang ada disana, namun sebelum itu ia melihat Kyuhyun yang sudah tertidur. Setelah menyelimutinya dengan baik Siwon segera keluar dari kamar itu dan menuju kamar tamu.

Namja tampan itu mengambil beberapa pakaian yang diperlukannya dan diletakkan dilemari kamar tamu, agar ia bisa dengan mudah mengambilnya jika Kyuhyun tidak ingin melihatnya.

Mengingat kata itu membuat senyum manis dibibir Siwon menghilang dengan cepat. Setelah menghela nafas lelah namja tampan itu langsung membersihkan dirinya disana dan menghilangkan segala kelelahannya seharian ini.

Setelahnya ia hanya menghabiskan waktunya di kamar Kyuhyun dan menjaganya sambil membaca buku yang ada disana.

Bahkan sampai malam menjelang Siwon masih berada disana jika bukan Leeteuk yang memanggil keluar untuk makan malam. Namja tampan itu menyelimuti Kyuhyun dengan baik lalu segera keluar dari sana.

Dan begitu keluar, ternyata diruang tamu rumah sudah berkumpul semua hyung-hyung mereka membawa berbagai hadiah berwarna pink dan biru sebagai ucapan selamat untuk Kyuhyun. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kebahagiaan juga ada pada mereka.

“Gomawo hyung~” Siwon langsung berlari menghambur dalam kerumunan hyungnya itu.

“Dimana Kyunnie?” Tanya Donghae.

“Aku kira kalian masih dirumah sakit.” Hyukjae melihat dengan kening berkerut.

“Kyunnie minta pulang, dia tidak suka rumah sakit.”

“Kami ingin melihatnya.” Ucap Heechul langsung berjalan menuju kamar Kyuhyun.

Hyung yang lain pun ikut menyusul dibelakangnya membuat Siwon tidak bisa mencegah mereka. Para namja tampan itu langsung membuka pintu kamar Kyuhyun dan melihat dongsaeng mereka meringkuk didalam selimut.

“Kyunnie…” Panggil Donghae.

Kyuhyun langsung bergerak perlahan mendengar suara hyung kesayangannya itu. Perlahan namja imut itu melihat siapa yang menjenguknya karena langkah kaki mereka terdengar yang sangat banyak.

Para hyungnya langsung menyunggingkan senyuman garing mereka melihatnya namun Kyuhyun membalasnya dengan tatapan tajam yang tidak biasa.

“Kami datang magnae.” Ucap Heechul berjalan mendekati ranjang.

“Keluar!!” Jawab Kyuhyun tajam membuat mereka tersentak.

“M-mwo?? Waeyo??” Mata Heechul melebar.

“Keluar!! Jangan mendekat!!” Teriak Kyuhyun kasar.

“Baby…” Panggil Siwon.

“Keluaaar!!!”

“Hyung…” Panggil Siwon membuat hyungnya yang terpaku langsung berpaling melihatnya. “Kajja…” Ucapnya kemudian.

Para namja tampan itu keluar dari kamar namja imut itu dengan wajah shock mereka. Sementara Kyuhyun langsung meringkuk dalam selimutnya sambil menggenggam erat ujung selimutnya itu.

“Katakan padaku apa yang terjadi!?!” Tanya Heechul dengan wajah blank.

“Itulah yang terjadi hyung, Kyunnie hanya mau dekat umma.”

“Maksudnya?”

“Dia tidak mau aku mendekat, bahkan melihat saja tidak hyung.” Jelas Siwon dengan wajah sedih.

“Ke-kenapa begitu? Apa yang terjadi?” Tanya Ryeowook tidak percaya.

“Dokter menyarankan Kyunnie bertemu psikolog.”

“Mwoo??”

“Aku juga tidak mengerti hyung.”

“Sudahlah, ayo semuanya, makan dulu.” Suara leeteuk membuat mereka menghela nafas lelah bersamaan.

Dan para namja tampan itu pun makan malam dengan sedikit tidak nyaman, apalagi pembicaraan mereka kembali mengenai Kyuhyun yang tiba-tiba berubah.

Dan karena itu juga mereka langsung permisi pulang setelah menghabiskan makan malam yang sudah disediakan. Sementara Siwon sendiri memilih ke kamar tamu karena Kyuhyun masih terjaga dan umma mereka sedang membawakannya makan malam.

Namja imut itu tidak banyak bicara walau ia ingin didekati appa dan ummanya, namun tidak ada yang dikatakan bibir yang semakin pucat itu.

Saat malam semakin menjelang dan namja imut itu ketiduran barulah Siwon masuk ke kamar itu dan berbaring dengan pelan disampingnya. Sambil menatap wajah pucat dan kelelahan itu Siwon juga ikut terlelap dengan pikiran yang begitu kelam.

Keesokan harinya.

Pagi-pagi menjelang Siwon sudah keluar dari kamar Kyuhyun tanpa namja imut itu sadari. Saat Kyuhyun terjaga, namja imut itu hanya berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya kemudian kembali masuk kedalam selimut dan meringkuk disana.

Saat sarapan Leeteuk datang membawanya sarapan namun beberapa suap Kyuhyun langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Leeteuk hanya bisa menghela nafas lelah saat Kyuhyun menangis tertahan di sudut dikamarnya.

Gejala morning sicknessnya sudah dimulai dan Kyuhyun merasa seluruh tubuhnya kehilangan tenaga hingga ia tidak bisa bergerak darisana.

“Umma~” Panggilnya pelan.

Dengan cepat namja tampan berlesung bibir itu masuk kekamar mandi dan mendapati Kyuhyun meringkuk disudutnya.

“Waeyo? Baby?” Tanyanya panik.

“U-umma…” Panggil Kyuhyun.

“N-ne..umma disini.”

“A-aku t-tidak b-bisa bangun.”

“Ohh, omoo~ biar umma bantu.” Dengan cepat Leeteuk mendekat dan membangunkan Kyuhyun dari duduknya.

Kemudian dengan perlahan mereka keluar darisana dan Leeteuk kembali mendudukkan namja imut putranya itu diranjang. Wajah sedih Kyuhyun begitu terlihat dengan jelas namun tidak ada kata yang diucapkan namja yang sedang kalut dalam pikirannya itu.

“Siwonnie ada dipintu.” Ucap Leeteuk tiba-tiba.

Kyuhyun langsung membenamkan wajahnya dibantal dan menangis tertahan namun bahunya terlihat bergetar. Leeteuk tidak tahu apa yang harus ia lakukan, apalagi saat ini putranya itu sedang mengandung yang pasti emosinya sedang tidak stabil. Dan tentu saja kasusnya sangat berbeda dengan yang dialami yeoja pada umumnya, karena Kyuhyun seorang namja.

Namja tampan itu hanya bisa menunggu kedatangan psikolog yang bisa menjelaskan semuanya. Dengan begitu mereka akan tahu apa yang akan mereka lakukan untuk membuat Kyuhyun merasa lebih baik.

“Kau mau dia masuk?” Tanya Leeteuk sambil menyelimuti sampai pinggang namja imut itu.

“A-aku rindu umma.” Ucap Kyuhyun diantara bantalnya.

“Dia selalu disini, kenapa tidak katakan padanya,hm?”

“A-aku…me-menjijikkan.”

“MWOO!!! Si-siapa yang mengatakan itu?” Tanya Leeteuk dengan mata melebar.

“Aku tidak normal!! Aku aneh umma!! Dia tidak mau melihatku!! Dia…” Ucapannya terhenti saat pintu kamarnya dibuka dengan kasar.

Leeteuk langsung berpaling melihat Siwon berdiri disana dengan wajah horor dan matanya menatap Kyuhyun tajam.

“Apa yang kau katakan?” Tanya Siwon.

“Siwonnie…” Panggil Leeteuk dengan cemas.

“Siapa yang tidak mau melihatmu?” Tanya Siwon lagi.

“J-jangan mendekat.” Jawab Kyuhyun.

Seketika langkah Siwon terhenti lagi, entah kenapa ia tidak memaksakan kehendaknya saat melihat wajah putih pucat itu sedih dan terluka.

“Baby…naega manhi, ajumanhi bogoshipeoso.” Ucap Siwon dengan sejujurnya.

Namun Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya dengan airmata yang terus berlinang dipipi pucatnya itu. Tangannya menggenggam erat selimutnya dan bergerak perlahan sampai ia tertuup selimut itu dan meringkuk disana.

Melihat hal itu Siwon kembali menyerah dan mundur beberapa langkah sampai Kyuhyun berpaling melihat kearah lain. Namja tampan itu benar-benar tidak bisa mendekat jika karna itu Kyuhyun akan menangis lagi.

“Tidur saja Kyunnie.” Ucap Leeteuk akhirnya.

Leeteuk membantu Kyuhyun menyelimutinya dengan baik, putranya itu pun langsung meringkuk memeluk lututnya dan menyembunyikan dirinya disana. Kemudian namja tampan ummanya itu segera keluar sambil membawa nampan berisi makanan yang tidak disentuh Kyuhyun lagi.

Diluar sana Siwon sedang sarapan bersama Appanya dan tersenyum sedih saat melihat ummanya kembali dengan nampan yang masih utuh isinya.

“Yeobo, aku tidak ke sekolah, psikolog Kyuhyun akan datang.” Ucap Leeteuk pada suaminya.

“Gwenchana, aku pergi dulu.” KangIn beranjak dari meja makan sambil menepuk pelan bahu Siwon.

Kemudian namja tampan itu segera menuju kamar putranya untuk berpamitan setelahnya segera pergi ke sekolah karena kepala sekolah tidak pernah absen dari sekolah.

***

Beberapa saat kemudian..

Yeoja cantik dengan penampilan mengagumkan tiba didepan rumah mereka, Goo Hye Sun. Psikolog cantik dengan usia paling muda namun tidak bisa diragukan lagi kemampuannya, karena itu juga ia bisa berada di rumah sakit terbesar yang ada di Seoul.

“Selamat siang~” Sapa yeoja itu.

“Ahh, silahkan masuk, kami sudah menunggu anda.” Ucap Leeteuk membawa yeoja cantik itu masuk.

Sebelum melakukan tugasnya Leeteuk menjamu Hye Sun dengan minuman dan beberapa cemilan. Sembari berbincang-bincang hal ringan sampai hal pentingnya yang menyangkut pada Kyuhyun. Leeteuk dan Siwon memberi gambaran sekilas apa yang terjadi pada namja imut itu.

Setelahnya Hye Sun langsung diantar ke kamar Kyuhyun dan meninggalkan mereka berdua disana. Saat Yeoja cantik itu masuk Kyuhyun hanya melihatnya dengan wajah bingung namun mendengar setiap ucapan yeoja cantik itu yang begitu menenangkan.

Melihat Kyuhyun menerimanya dengan tenang, Hye Sun pun memulai tugasnya dengan berkenalan dan terus berbicara sendirian karena Kyuhyun tidak menjawab. Setelah berusaha dengan keras akhirnya Kyuhyun membuka diri dan mulai menjawab apa yang dikatakannya.

Sementara diluar kamar Siwon dan Leeteuk menunggu dengan wajah cemas, bahkan Siwon hanya bisa duduk mematung ditempatnya.

Dan setelah lebih dari dua jam kemudian barulah Hye Sun keluar dengan senyum yang menenangkan membuat Leeteuk tanpa sadar menghela nafas lega.

“Apa yang terjadi dok?” Tanya Leeteuk tidak sabaran.

“Dari pertemuan ini saya bisa melihat Kyuhyun-ssi masih normal-normal saja, hal ini memang sering terjadi pada wanita hamil.” Ucap yeoja cantik iu dengan wajah tenangnya.

“Be-benarkah? Lalu kenapa dia menghidar dari semuanya? Bahkan suaminya sendiri.” Tanya Leeteuk begitu penasaran.

“Dalam kasus Kyuhyun-ssi memang sedikit berbeda karena ia seorang namja, tapi selebihnya semuanya sama.”

“Apa itu akan bersifat lama?”

“Tidak, pada umumnya diawal-awal kehamilan wanita akan mengalami perubahan yang sangat drastis, sifat sensitif yang tidak mereka miliki akan lebih besar saat mereka diketahui sedang mengandung.”

“Maksudnya?”

“Mereka akan mudah terluka, mudah kecewa, emosi yang tidak labil, bahkan rasa takut yang berlebihan dan yang paling besar adalah rasa takut ditingalkan.”

“Mwoo? Karena itu dia hanya ingin bersamaku? Itulah yang diucapkannya sebelum tertidur diatap rumah sakit.” Ucap Leeteuk melihat Siwon.

“Saya melihat ketakutan itu lebih besar dari rasa kecewa dan ketidaksiapannya menjadi ibu. Kyuhyun-ssi merasa takut ditinggalkan suaminya, juga hyung-hyungnya karena merasa ia berbeda atau tidak normal, karena menurut yang ia tekankan ‘hanya yeoja yang bisa mengandung dan namja tidak, tapi dia bisa.”

“Lalu apa yang harus kami lakukan?”

“Tidak ada hal khusus, hanya cobalah untuk saling terbuka, mengatakan semua yang dirasakan biar bisa saling mengerti. Buat dia percaya bahwa dia tetap berharga walau ia bisa mengandung seperti yeoja, tidak ada yang berubah karena dia tetaplah Kyuhyun-ssi yang kalian sayangi.”

“Hanya itu saja?”

“Nee~ lebih cepat lebih baik, atau hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.”

“Hal tidak diinginkan? Seperti apa itu dok?”

“Jika ketakutan itu berubah menjadi depresi berat, bukan tidak mungkin Kyuhyun-ssi akan mencelakakan dirinya sendiri bahkan lebih parah, ia juga akan mencelakai bayi yang ada dikandungannya.”

“Andwaee!!” Bantah Siwon cepat yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.

“Saya harap kalian bisa melakukannya dengan benar, maka ia akan baik-baik saja.”

“Terima kasih dok, kami akan berusaha.”

“Saya akan datang seminggu sekali untuk melihat perkembangannya, semoga minggu berikutnya dia sudah lebih baik.”

“Ne, terima kasih.” Ucap Leeteuk sambil mengantar dokter cantik itu keluar dari rumahnya.

Sementara itu Siwon langsung kembali ke kamar Kyuhyun dan melihat namja imut itu tertidur dengan nyaman dibawah selimutnya. Siwon mendekati huswifenya itu lalu duduk ditepi ranjang dan menatap wajah damai Kyuhyun disana.

“Kenapa baby?” Tanyanya dengan pelan. “Kenapa kau harus berpikir sejauh itu? Apa karna aku yang menekankan bahwa namja tidak bisa hamil?”

“…..” Tidak ada jawaban karena Kyuhyun benar-benar terlelap.

“Sekarang yang terjadi malah sebaliknya, apa kau membenciku? Apa aku seperti berbohong padamu?” Tanya Siwon lagi sambil menggenggam dengan lembut tangan Kyuhyun.

“Mianhae~ jeongmal~” Bisik Siwon mengecup punggung tangan Kyuhyun. “Jangan membenciku, aku tidak bisa, baby~”

“Siwonnie…” Panggil Leeteuk dibelakangnya.

“Ne umma~”

“Dia tidur?”

“Nee.. Apa yang harus aku lakukan umma?” Tanya Siwon melihat ummanya itu dengan wajah memelas.

“Sabar Siwonnie, kau harus bisa membuat Kyuhyun yakin bahwa dirinya berharga juga bayinya.”

“Bagaimana caranya jika melihatku saja dia sudah menangis.”

“Pelan-pelan saja, dia tidak boleh terbebani.” Jawab Leeteuk mengamati wajah lelah Kyuhyun.

“Apa tidak akan berpengaruh pada janinnya jika kita memaksa?”

“Kita tidak akan memaksa, kau akan tetap menemaninya walau apapun yang terjadi.”

“Ne umma,.”

“Umma percaya padamu.”

Leeteuk tersenyum dengan lembut lalu segera keluar darisana setelah mengecup kening Kyuhyun penuh sayang. Sementara Siwon tetap disana menemani huswifenya itu dalam diam.

Sampai waktu berlalu dengan sendirinya dan Kyuhyun kembali terjaga dan merasakan kepalanya yang terasa berat. Siwon yang ada disana tidak tahu harus melakukan apa saat Kyuhyun tidak mengizinkan dia untuk menyentuhnya.

“Baby…jangan seperti ini.” Pinta Siwon sungguh-sungguh.

“Jangan mendekat, aku menjijikkan.”

“Siapa yang bilang? Kau tetap cintaku baby~ percayalah.”

“Siapa yang akan suka melihat namja bisa mengandung dan punya anak?! Tidak ada hyung!!”

“Kau tidak tahu apa-apa, baby”

“Apa yang tidak kutahu?!” Tanya Kyuhyun dengan wajah datar. “Kau sendiri yang bilang namja tidak akan bisa mengandung seperti yeoja, mereka tidak punya kelebihan itu!!”

“Ada sebagian baby, mereka diberi keajaiban itu.”

“Jangan membohongiku!! Keluarlah.” Kyuhyun beringsut perlahan diranjangnya.

“Baby…”

“Aku bilang keluar, Aku tidak mau melihatmu!!”

“Tapi aku merindukanmu.”

“Keluar hyung, jebal~” Suara memohon itu sekali lagi membuat jantung Siwon terasa remuk didalamnya.

Dengan wajah sedih Siwon keluar dari kamar itu dan memanggil ummanya untuk melihat apa yang diperlukan Kyuhyun. Leeteuk hanya bisa menepuk pelan bahu namja tampan menantunya itu untuk membesarkan hatinya.

Setelah itu hal yang sama terus berlanjut seharian penuh dengan Kyuhyun yang tidak mau melihat Siwon dan Siwon yang tidak mau jauh dari Kyuhyun. Namja tampan itu akan selalu mendekat saat Kyuhyun terlelap dan diusir keluar saat namja imut itu terjaga.

Namun satu hal yang pasti, setiap Kyuhyun membuka matanya, hanya wajah Siwon yang pertama kali ia lihat, bahkan ketika pagi menjelang kembali.

Para hyung yang tidak tega melihat Siwon selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan menemani namja tampan itu. Setiap waktu Siwon tidak pernah menjauh dari Kyuhyun walau itu hanya bisa melihatnya dari balik pintu kamar.

Bahkan namja tampan itu sudah meminta libur kuliahnya untuk tiga hari kedepan, begitu juga dengan Kyuhyun yang menerima surat dari dokter untuk cutinya dari kuliah sampai kesehatannya membaik.

Hari kembali berlalu dengan sendirinya dan Kyuhyun masih mengurung dirinya dikamar tanpa ingin siapapun mendekatinya. Dan Siwon yang selalu menjaganya dibalik pintu sudah mulai terbiasa dengan penolakan itu namun tetap tidak bisa menerimanya dengan ikhlas.

Karena itu ia sering terlihat bersama Leeteuk didalam kamar dan membantu apa yang dibutuhkan namja imut itu. Karena sudah 3 hari ini Kyuhyun hanya makan sedikit dan selalu berbaring karena badannya yang tidak bertenaga.

Namja imut itu selalu mual-mual di pagi hari dan tidak ingin makan apapun lagi setelahnya karena tidak ingin memuntahkannya kembali. Bahkan Kyuhyun sering menangis saat mual itu datang setiap kali ia memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.

“Siwonnie, bagaimana ini?” Tanya Leeteuk dihari ketiga ia libur dari sekolahnya.

“Ada apa umma?”

“Hari ini ada pertemuan penting dengan orang tua murid, umma harus ada disana.”

“Ohh, pergilah umma, biar aku yang menjaga Kyuhyun.”

“Tidak apa-apa?” Tanya Leeteuk tidak yakin. “Bagaimana kalau dia menolak?”

“Gwenchana umma, dia akan baik-baik saja.”

“Tapi umma tetap khawatir.”

“Tenang saja umma, aku suaminya~ dia akan baik-baik saja.”

“Baiklah kalau begitu, kalau tidak bisa segera hubungi umma, umma akan pulang secepatnya.”

“Arraseo~” Senyum menenangkan Siwon membuat Leeteuk menghela nafas pasrah.

Kemudian namja yang bertugas sebagai seonsaengnim di sekolahnya sendiri itu pun segera bersiap-siap untuk ke sekolah. Karena ada yang tidak bisa dihindarinya, maka ia harus rela meninggalkan putra kesayangannya yang sedang tidak baik-baik saja.

Setelah kepergiannya Siwon langsung kembali ke kamar Kyuhyun dan menemani namja imut huswifenya itu yang masih tertidur. Namja tampan itu duduk menghabiskan waktunya dengan membaca buku di kaki tempat tidur Kyuhyun.

Sampai lebih dari dua jam kemudian Kyuhyun bergerak tidak nyaman dengan suara isakan kecil terdengar dimulutnya. Langsung saja buku ditangan Siwon jatuh kebawah dan ia sendiri sudah berdiri disamping Kyuhyun.

“Baby…gwenchanayo?” Tanya Siwon dengan wajah khawatir.

“Sakit~ tubuhku sakit semuanya.” Jawab Kyuhyun tanpa membuka matanya.

“Omo, apa yang harus hyung lakukan?”

“Keluarlah~”

“Baby!! Jangan begitu, hyung disini untuk membantumu, katakan apa yang harus hyung lakukan?”

“Ke-keluarlah, a-aku tidak mau kau mendekat.”

“Kenapa? Apa aku kotoran? Apa aku mengotorimu?” Tanya Siwon dengan wajah terluka.

“A-aku…aku yang menjijikkan, a-aku tidak normal, jangan mendekatiku!!”

“Baby, aku mencintaimu, kau hidupku, kau tau kan? Aku tidak bisa tanpamu.”

“Tapi aku…” Kyuhyun menutup mulutnya dengan cepat karena mualnya.

Siwon yang melihatnya tanpa kata-kata langsung mengangkat huswifenya itu menuju kamar mandi dan mendudukkannya disatu kursi yang sudah disiapkan disana. Karena kondisi tubuh yang semakin lemah Kyuhyun tidak bisa berdiri sendiri. Setelah mendudukkannya disana Siwon langsung keluar karena Kyuhyun tidak ingin ia melihatnya seperti itu. Tapi tentu saja namja tampan itu berdiri dipintu dengan wajah khawatirnya.

Setelah beberapa saat terdengar suara Kyuhyun melenguh dan seketika Siwon kembali ke dalam melihat Kyuhyun sudah terduduk dilantai.

“Kenapa tidak memanggilku??”

“A-aku bisa sendiri.”

“Jangan keras kepala baby, kau bisa terluka.”

“……” Kyuhyun tidak menjawab lagi saat Siwon membawanya keluar darisana.

“Aku mau mandi”

“Ohh, tunggu sebentar, ayo duduk lagi.”

Siwon kembali mendudukkan Kyuhyun di kursi itu dan segera menyiapkan air hangat didalam bath up. Saat dirasa sudah cukup ia melihat Kyuhyun yang sedang membuka bajunya dengan sangat perlahan.

“Keluarlah.” Ucap Kyuhyun kemudian.

Tanpa menjawab apa-apa Siwon langsung mendekat dan menangkup pipi pucat Kyuhyun dan menatap matanya dalam. Kyuhyun tidak bisa menolak tatapan itu karena sesungguhnya ia sangat merindukan suami tampannya.

Tanpa kata-kata Siwon langsung mengecup bibir Kyuhyun dengan lembut kemudian melepasnya dan keluar darisana tanpa berpaling lagi. Kyuhyun yang tidak menyangka hanya bisa terpaku dengan mata melebar melihat namja tampan itu.

Setelah beberapa saat barulah ia bergerak dengan susah payah menuju bak mandi dan berendam disana. Kyuhyun tidak menyangka jika tubuhnya begitu lemah sampai terasa seperti tidak punya tulang.

“Apa memang seperti ini?” Tanya Kyuhyun entah pada siapa. “Kenapa aku harus mengalami ini?”

Namja imut itu memeluk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya disana. Sungguh, namja imut yang polos dan hampir tidak tahu apa-apa itu belum bisa menerima keadaannya sekarang, jika begitu bagaimana ia bisa percaya bahwa orang lain juga akan menerimanya?

Entah berapa lama Kyuhyun berendam sambil berpikir sampai kepalanya sakit, jawabannya tetap masih belum bisa ia terima. Kenapa namja bisa hamil dan kenapa harus ia yang mengalami hal itu disaat ia sudah bahagia bersama suaminya, Siwon.

Hampir satu jam kemudian Siwon langsung mengetuk pintu kamar mandi itu karena sudah tidak sabar lagi. Sejak tadi ia hanya jalan bolak-balik kesana kemari dengan wajah cemas karena Kyuhyun tidak kunjung keluar.

Namun saat ia hendak membuka pintu kamar mandi itu Kyuhyun sudah berdiri disana sambil bersandar untuk menahan tubuhnya yang tidak bertenaga.

“Ayo kembali.” Ucap Siwon cepat namun Kyuhyun bergerak menjauh.

Melihat hal itu Siwon langsung melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan membawanya jalan bersama. Tidak peduli tubuh namja cantik itu yang kaku karena merasakan sentuhannya, ia terus membawa huswifenya itu ke tempat tidur.

Kemudian tanpa kata-kata Siwon mencari baju, celana, sampai celana dalam Kyuhyun dan meletakkannya disamping namja imut itu. Setelah itu ia pun keluar dari kamar untuk mengambil buah dan susu kehamilan untuk huswifenya tercinta.

Kyuhyun yang tidak bisa menolak dan tidak mau bicara itu hanya menuruti apapun yang dilakukan Siwon selanjutnya. Karena tidak bisa dipungkiri namja imut itu, ia begitu merindukan suami tampannya.

Namun saat pikiran shocknya kembali datang ia akan meminta Siwon untuk menjauhinya dan kembali menangis sendirian. Hal itu tentu saja membuat Siwon dan ummanya tidak bisa melakukan apa-apa selain meninggalkannya sendirian.

Bahkan psikiater yang dijadwalkan seminggu sekali untuk konsultasi harus segera datang untuk melihat perubahan namja imut itu. Namun tidak ada yang terjadi karna Kyuhyun menolak untuk bertemu yeoja cantik itu.

“Seandainya umma-nya ada disini.” Gumam Leeteuk tanpa sadar.

Siwon dan para hyung yang datang berkunjung langsung melihat namja tampan itu yang terlihat lelah. Mereka semua memang datang berkunjung namun tidak ada yang bisa bertemu dengan namja imut itu jika ia masih terjaga.

“Kenapa umma? Umma kan ada disini.” Ucap Donghae.

“Bukan begitu Hae-ah, umma merasa tidak bisa melakukan apa-apa, karna umma tidak bisa mengerti apa yang dirasakan Kyuhyunnie.”

“Apa karna kita namja?” Tanya Heechul.

“Mmm, mungkin seperti itu, karna perasaan yeoja, apalagi seorang ibu mempunyai ikatan yang begitu kuat.”

“Apa boleh buat jika dia hanya punya kita, umma.” Ucap Ryeowook dengan wajah sedihnya.

“Geurae~.”

“Tapi, apa memang separah itu? Maksudku, dia hanya tinggal menerima keadaannya kan?” Tanya Hyukjae masih tidak habis pikir melihat Kyuhyun.

“Pabooo~ kau lupa dia siapa?” Tanya Yesung.

“Dia bayi kecil yang tidak tahu apa-apa karena kita selalu menjaganya, terutama Siwon.”

“Hyung~ kenapa salahku?”

“Lalu bayangkan, apa yang bisa terjadi jika kau benar-benar tidak mengerti apa-apa tentang hal itu, ditambah lagi dengan pengetahuan yang lebih dulu ia terima bahwa namja tidak bisa hamil, tapi dia tiba-tiba sudah mengandung 3 minggu, apa yang kau rasakan?” Tanya Heechul panjang lebar.

“Tapi, dia tidak ingin dekat dengan siapapun karena takut kita tidak menerimanya?” Tanya Hankyung.

“Ne, hyung~ psikiater Kyunnie bilang ketakutan akan kehilangannya lebih besar dari ketakutan kesiapannya menjadi seorang ibu.”

“Padahal setiap yeoja yang hamil mereka hanya takut akan menjadi lebar dan tidak cantik lagi.” Jawab Donghae dengan wajah polos.

“Tapi dia namja hyung~” Jawab Ryeowook.

“Aku lebih senang dia takut seperti itu hyung, daripada takut akan kutinggalkan.” Jawab Siwon dengan wajah sendu.

“Apa kau bisa tahan, Siwonnie?” Tanya Ryeowook ikut merasakan kehilangan Siwon.

“Siwonnie sudah pengalaman banyak tentang hal itu.” Jawab Hyukjae dengan senyum garingnya.

“Bayangkan saat dia menunggu untuk Kyuhyun menerimanya, menunggu untuk mencintainya, bahkan ia dengan sabar menunggu untuk malam pertama mereka, jika sekarang menunggu untuk kebahagiaan lainnya, Siwon akan bertahan sampai selamanya.” Ucap Heechul dengan nada bangga.

Siwon langsung menunduk dan tersenyum malu sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal. Para namja tampan itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka, termasuk Leeteuk yang untuk kesekian kalinya bersyukur mendapatkan Siwon untuk Kyuhyunnya.

“Ohh, apa umma choi sudah tau?” Tanya Hankyung tiba-tiba membuat yang lain langsung berpaling melihat Siwon dengan mata melebar.

“Mmm, belum hyung, aku tidak mau Kyunnie semakin tertekan.”

“Bukankah umma choi lebih mengerti segalanya? Dia ibu juga, Siwonnie.” Ucap Donghae cepat mengerti.

“Benar, mungkin ummamu bisa membantu.” Leeteuk mengiyakan saran Donghae.

“Apa mungkin?”

“Semua harus dicoba, cepat hubungi beliau.” Yesung ikut-ikutan.

“Ta-tapi…” Siwon melihat ragu namun wajah-wajah didepannya penuh dengan keyakinan membuat Siwon mengalah. “Ba-baiklah.”

Namja tampan itu langsung menuju balkon untuk menghubungi umma Choi yang entah dimana saat ini keberadaannya. Perjalanan bisnis nyonya besar itu selalu membuatnya tidak bisa menentukan dengan jelas keberadaan ummanya sendiri.

“Umma…” Panggil Siwon begitu terhubung.

>Ne, sayang~ apa kabar? Menantu umma bagaimana?<

“Kami baik-baik saja, mmm~ apa umma sibuk?”

>Umma selalu sibuk chagi, kenapa, hmm?<

“Mmm, a-aku…aku ingin umma pulang.”

>Mwoo?? Kenapa? Apa kau sakit? Apa kau rindu umma, hmm??<

“Bukan aku…bukan aku yang sakit.”

>La-lalu siapa? Apa itu Kyunnie? Omo!! Apa yang terjadi? Kyunnie kenapa? Sakit apa?<

“Kyunnie hamil umma, janinnya 3 minggu, keadaannya sekarang mengkhawatirkan, aku butuh umma dis….”

Tutututututut…

Suara hubungan terputus membuat Siwon melihat hpnya dengan mata melebar dan ia pun hanya bisa menghela nafas pasrah. Kemudian ia segera kembali ke ruang tamu dimana hyung-hyungnya masih bercerita dan bercanda bersama.

“Aku lihat Kyunnie dulu.” Ucap Siwon pada mereka.

Namja tampan itu menuju kamarnya yang ada dilantai dua dan buru-buru membuka pintunya karena mungkin saja Kyuhyun membutuhkan sesuatu. Tapi nyatanya namja imut itu masih terlelap didalam selimutnya yang hangat.

Siwon duduk dikaki tempat tidur dan menatap wajah bayi itu terlihat menenangkan namun keningnya berkerut perlahan. Tanpa suara Siwon pun mendekat dan membelai kening Kyuhyun dengan lembut sampai ia kembali tenang.

Dalam hatinya sudah bertekad akan selalu menemani Kyuhyun walau namja imut itu menolaknya. Siwon akan melakukan apapun untuk meringankan beban huswifenya itu tanpa menekan atau memaksakan kehendaknya.

Siwon ingin Kyuhyun kembali percaya padanya seperti sebelumnya. Dengan begitu namja imut itu akan kembali padanya dan yakin bahwa Siwon tidak akan meninggalkannya.

“Lihat saja baby~” Gumam Siwon lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

Dan hari kembali berlalu dengan keadaan Kyuhyun yang tidak berubah sama sekali. Namja imut itu masih tidak ingin bertemu dengan Siwon bahkan ia semakin tidak bisa menerima keadaannya yang sekarang.

Badannya benar-benar tidak bisa diajak kompromi bahkan hanya untuk bangun, duduk dan bermain game. Hal itu tentu saja semakin membuat Kyuhyun semakin gerah dan kesal pada dirinya sendiri.

“I hate this!!” Gerutu Kyuhyun sambil memukul ranjangnya. “Aku tidak tahaan~” Rengeknya entah pada siapa.

Siwon dan ummanya ada dilantai bawah sedang membicarakan apa yang harus mereka lakukan. Psikiaternya mengatakan hal itu normal-normal saja bagi Kyuhyun yang biasanya aktif dan banyak melakukan kegiatan lainnya.

Dan daripada hanya berbaring diranjang setiap saat yang membuatnya semakin uring-uringan Kyuhyun lebih memilih untuk keluar dari kamar dan melihat matahari. Walau badannya terasa sangat berat tapi Kyuhyun berusaha untuk tidak membiasakan dirinya tidur seperti itu.

“Aku tidak bisa seperti ini terus, aku tidak tahan dan aku tidak peduli padamu!!” Ucap Kyuhyun tanpa sadar.

Kemudian namja imut itu berjalan keluar dari kamar dan menuruni tangga kamarnya sambil memegang sisi tangga sebagai pegangannya. Di lantai dasar rumahnya tidak terlihat siapapun ada disana namun tidak jauh terdengar suara orang yang sedang berbicara dengan serius.

Ummanya dan Siwon ada di balkon taman belakang sedang membicarakan tentang umma Choi yang akan segera tiba di Seoul. Setelah mendengar kabar dari Siwon, nyonya besar itu langsung memesan tiket pesawat bersama Appa Choi dan Minho.

Dan Kyuhyun yang mendengar hal itu mendadak pusing dan merasakan dunia berputar didepan matanya. Tiga anak tangga terakhir didepannya terlihat bergoyang hingga Kyuhyun tidak tahu harus melangkah kemana.

Saat kakinya bergerak menuruni tangga itu, langsung saja tubuh Kyuhyun merosot ketangga dan terjatuh kebawah. Kepala yang berat dan keseimbangan yang tidak baik membuat Kyuhyun harus merasakan sakitnya jatuh dari tangga.

“S-siwonnie~” Panggil Kyuhyun pelan.

Balkon yang memang tidak jauh dari tangga itu membuat Siwon bisa melihat ke dalam dan menyadari ada bayangan ditangga kamarnya. Begitu ia berpaling, mata Siwon hampir saja keluar dari sarangnya melihat Kyuhyun ada dilantai.

“Ba-baby!!! Oh my baby?!!” Namja tampan itu langsung menghambur mendekati huswifenya tercinta. “Baby waeyo?”

“Kyunnie!!” Panggil Leeteuk dengan wajah panik. “Siwonnie kenapa!?!” Tanyanya.

“Aku tidak tahu, umma.”

Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun dari lantai dan bersandar dipangkuannya. Namja tampan itu benar tidak tahu apa yang sudah terjadi, Kyuhyun hanya meringis dan menggenggam erat baju depannya.

“Baby.. Ada apa? Ayo bangun!! Dimana yang sakit?!”

“H-hyung…”

“Nde!! Ini hyung,.”

“Pe-perutku, sakit~”

“Mwo? Dimana? Dimana yang sakit?!”

Kyuhyun hanya meringis sambil membenamkan wajahnya didada Siwon namun tangannya perlahan bergerak menuju bagian bawah perutnya. Siwon dan umma-nya mengikuti gerakan itu dengan seksama sampai ditempatnya barulah mereka tahu apa yang sudah terjadi.”

“Ohmy..SIWON!! KYUHYUN BERDARAH!!” Seru Leeteuk tidak percaya.

“D-darah? Darimana? Apa yang luka?” Tanya Siwon dengan wajah blank, namun detik berikutnya. “No!!! No, no, no, no baby~ no~ bertahanlah.”

“Cepat bawa dia ke mobil!! Kita ke rumah sakit!!”

Leeteuk langsung berlari keluar menghidupkan mobilnya sementara Siwon berusaha mengangkat Kyuhyun perlahan hingga wajah namja imut itu terbenam dilehernya. Dengan segenap kekuatannya Siwon membawa Kyuhyun kedalam mobil lalu segera pergi darisana

“Ya Tuhan..selamatkan selamatkan Kyunnie dan bayiku.” Pinta Siwon dengan tulus.

Dan Kyuhyun hanya bisa menatap wajah tampan yang begitu khawatir itu dan jelas sekali terlihat kelelahan suaminya nampak disana. Tanpa sadar perlahan tangan Kyuhyun bergerak menggapai pipi Siwon dan menangkupnya. Barulah ia tahu bahwa namja tampan suaminya itu sedang menangis. Kyuhyun bisa merasakan cairan hangat itu jatuh mengenai tangannya namun Siwon langsung mengambil tangan itu dan mengecupnya perlahan.

“Please~ jangan seperti ini.” Pinta Siwon menatap wajah pucat itu dengan serius. “Aku tidak bisa tanpamu, aku juga tidak mau kehilangan bayi kita, bertahanlah baby, jebal.”

Kyuhyun menatap wajah tampan itu dengan sendu namun perasaan bahagia datang menyelimutinya. Hingga tanpa sadar ia tersenyum dengan lembut kemudian matanya pun tertutup seutuhnya.

“Mwo?? Baby!!?!!?”

**

Tbc…

Setelah di goda dengan drama-drama oleh Ms. Moli..akhirnya selesai juga chap ini…Fiiuuuhhh~
Sampai jumpa beberapa hari lagi..kkk~

Mianhae nee, My Babynya nggak di share kemarin..nggak ada paket.

With love,

Vie.

Advertisements

57 thoughts on “When The Love Is Growing 6

  1. Omo.. Omo kyuniee wae..waeyoo??? Andweee…😭😭😭😭.. Moga kyunnie gk keguguran.. Siwonie yang kuat ne.. Di tunggu next nya unn😢

  2. hadehhhhh..babykyu jd slah persepsi gtu :(.. kasihan wonie oppa…bingung mw ngapain..
    ini itu serba slah…harus hati2 ngomong sma babykyu
    jngn smape ke guguran..bisa2 wonie oppa brntem ama babykyu kl smpe keguguran.
    ssh sieh kl dipaksa dewasa sblm wktunya…slah paham mulu..
    FIGHTING wonie oppa…babykyu pasti tar lama2 ngerti kok..
    padahl dah ngebayangin babykyu ngidam yg aneh2… 😀
    lnjut vieee~~ FIGHTINGGGGG…..

  3. Uwaaaa terharu sm perjuangan wondad buat ngryakinin kyumom klo wondad g akan ninggalin kyumom, sifat sabar nya wondad brp hektar y bsa sesabar tu buat nggu kyumom heee

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s