From Fish To Love


*OUR DESTINY BEGIN*

Starring : Lee Donghae, Lee Hyukjae, Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Kim Ryeowook, Yesung.

Pair : Eunhae, Wonkyu, Yewook

Genre : Fluffy, Comedy, Romantic

Warning : Boys Love, Alur ga’jelas,

Disclaimer : Eunhae, sahabat baik Wonkyu sementara Wonkyu milik kita bersama~

Summary : Pertemuan yang tidak diduga namun membawa kebahagiaan.

**

Selamat malam~ Vie tidak tahu ini apaa, ahahaha.

Tapi ada yang request, side story dari Eunhae dalam My baby.

Mianhae jika tidak sesuai imajinasi nee~ hanya ini yang Vie bisa, eheehhe

Silahkan membaca~

^^

Seoul internasional Airport, Incheon.

Seorang anak kecil terlihat berlari-lari mencari orang dewasa yang ingin menjemputnya saat ini, namun tidak ada seorang pun yang menyapanya sebagai yang dicari. Wajah putih dengan rambut hitam dan terbalut syal dilehernya membuat-nya terlihat sangat menggemaskan.

Sepertinya usia namja kecil itu hanya sekitar 8 atau 9 tahun saja, namun wajah-nya yang menggemaskan membuatnya terlihat seperti anak berumur 5 tahun. Ia terus berjalan mengikuti orang-orang yang berjalan ke depan menuju tempat pemeriksaan terakhir.

Tidak berapa lama barulah ia sadar jika ia salah tempat untuk menunggu orang yang menjemputnya karena sekarang ia ada di area keberangkatan. Sepertinya ia sudah berlari begitu jauh sampai tersesat seperti ini, bahkan yang mengantarnya kesana pun tidak terlihat dimanapun.

“Pabooya~” Gumamnya dengan wajah polos.

Kemudian ia pun segera berbalik arah dan berjalan dengan cepat menuju area kedatangan yang ada disebelah area ini. Dalam perjalanannya ia sempat melihat dua orang anak kecil yang berbeda usia berdiri berhadapan seperti orang yang akan berpisah selamanya.

“Ciwon iyung, hiks..” Donghae mendengar suara bocah kecil yang terlihat bulat itu.

“Ne~” Jawab bocah tampan itu yang berumur sekitar 7 tahun.

“Angan lupa tyunnie ne?? Tyunnie mau pelgi.” Ucap bocah bulat yang bernama Tyunnie itu.

“Nne..”

“Angan ain cama anak ain, Ciwon iyung unya Tyunnie (jangan main sama anak lain, siwon hyung punya kyunnie)”

“Kyunnie juga..”

“Andwaee, Tyunnie boleh” Jawabannya membuat kening bocah 7 tahun itu berkerut.

“Baiklah.”

“Ne, angan yupa tyunnie, janji ne, hiks~angan yupa, hiks~tyunnnie cayang iyung, hiks~ tyunnie tembayi cama umma, hiks~” Isak bocah kecil itu lagi.

“Ne~hyung tidak akan lupa, kyunnie harus kembali~hiks~” Akhirnya bocah lebih tua yang bernama Siwon itu pun ikut menangis dan memeluk kembali sahabat kecilnya itu.

“Siwonnie dia harus pergi.” Bisik wanita cantik tiba-tiba sudah ada disamping mereka.

“Hiks~” Jawab Siwon dan melepas pelukannya perlahan. “Jangan nangis, Kyunnie harus pergi, umma sudah menunggu.” Ucapnya lagi sambil menghapus airmata Kyunnie kecilnya.

Tyunnie atau Kyunnie hanya bisa menatap wajah tampan hyungnya itu yang kini beruraian airmata dan akhirnya mengikuti apa yang dilakukan Siwon untuknya. Tangan kecil yang terbalut sarung tangan itu pun menghapus pipi Siwon sebelah kiri dan berhenti seperti melihat sesuatu disana.

Bocah kecil itu pun segera menurunkan tangannya dan berusaha melepas sebelah sarung tangan babyblue itu dengan susah payah. Setelah beberapa detik tanpa dibantu Siwon sarung tangan itu terlepas dan bocah bulat itu menghela nafasnya kerana capek.

“Cimpan iyung, anti ambi agi, awash ayo iyang~ Tyunnie unuh!!(simpan hyung, nanti ambil lagi, awas kalau hilang, Kyunnie bunuh!)” Ucap bocah kecil itu dengan wajah seriusnya sambil menyerahkan sarung tangan itu.

Mata Siwon membulat tidak percaya dengan apa yang dilakukan bocah kecil sekaligus dengan kata-kata yang diucapkannya. Tapi kemudian bocah tampan itu tersenyum lebar dan segera memakai sarung tangan kekecilan tersebut.

“Hyung janji..” Ucap Siwon akhirnya.

“Yakcok (yaksok)” Ucap bocah kecil itu dan mengeluarkan kelingkingnya yang masih memakai sarung tangan.

Siwon pun mengangguk dengan semangat dan mengaitkan kelingking mereka dengan senyum lebar hingga bocah kecil itu pun ikut tersenyum dengan manisnya.

Dan tanpa diduga Mrs. Choi, Siwon melakukan sesuatu hingga membuat mata cantiknya membulat sempurna dan menutup mulutnya. Putra kesayangannya menunduk perlahan mendekati wajah bocah kecil itu dan langsung mengecup bibir mungil kecil itu sekilas dan berucap.

“Yaksok”

Hampir saja wanita cantik itu berteriak sekencangnya saat melihat adegan itu dan menyadari pipi chubby Kyunnie pun berubah warnanya menjadi sedikit pink. Tapi kerana banyak orang yang ada disana akhirnya wanita cantik itu hanya bisa berpaling dan memegang kepala dengan kedua tangannya untuk melepas shocknya.

“Bye, babykyu..” Ucap Siwon akhirnya dan membalikkan badan Kyuhyun untuk segera berjalan ke depan.

Wanita cantik yang merupakan umma dari Siwon itu pun kembali berpaling dan melihat mereka yang sedikit menjauh, Siwon mendorong si kecil itu yang hanya diam berdiri. Umma Siwon merasa seperti ada kupu-kupu yang menggelitik perutnya melihat pipi Siwon yang ikut merona dan tingkah kedua bocah itu, entah apa yang mereka lakukan.

Setelah beberapa menit mendorongnya Siwon pun berhenti dan bocah kecil itu pun berhenti melihat kebelakangnya, Siwon berdiri menunduk menatap lantai. Kyunnie pun kembali mendekat dan ikut menunduk melihat wajah Siwon dan ternyata hyungnya itu kembali menangis.

Dengan wajah datarnya bocah manis itu kembali menghapus airmata hyungnya dan membuat wajah Siwon melihatnya. Kemudian bocah kecil itu pun tersenyum garing menampakkan semua gigi kecilnya.

“I’ll miss you Kyunnie.” Ucap Siwon membuat bocah bulat itu memiringkan kepalanya.

“Tyunnie uga lindu.”

“Sudah, pergilah~” Ucap Siwon kemudian dengan senyumnya.

Dan seketika itu pula bocah kecil itu berjinjit agar sejajar dengan hyungnya kemudian melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Siwon. Dengan bibir mungilnya yang mengerucut imut, bocah kecil itu pun mengecup sekilas bibir hyungnya itu dan langsung berpaling.

“Kyaaaaaaaaaaaa>0<” Akhirnya umma Siwon pun tidak tahan lagi dengan semuanya.

Sementara Siwon yang masih terkejut tidak mengatakan apa-apa saat bocah bulat kini menjauh darinya. Bocah tampan itu terus menatap punggung kecil itu yang menjauh darinya. Namun beberapa menit kemudian.

“Bye-bye kyunnie.” Ucapnya sambil melambaikan tangan.

“Bye-bye~iyung.” Balas bocah itu melihat kebelakang dan ikut melambaikan tangan.

“Hati-hati ne.” Ucap Siwon berjalan ke depan.

“Iyung juga, ne~” Jawab bocah kecil itu lagi.

“Cepat kembali ya??” Ucap Siwon.

“Ne, angan upa Tyunnie, iyung.” Ucap Kyunnie yang masih terus melihat kebelakang.

“Tidak akan, Kyunnie juga.”

“Ne~”

“Bye-bye~”

“Bye-bye~”

“See you~”

“Ci yu~”

Keduanya terus melakukan hal yang sama dengan Kyunnie yang masih melihat kebelakang dan tangan kecilnya melambai-lambai dan Siwon yang berjalan ke depan dengan tangan melambai juga sampai…

“Hyung sayang Kyunnie!!”

“Tyunnie u…”

Bruuk!!

Bocah kecil itu menabrak seseorang didepannya dan membuatnya jatuh terduduk dilantai. Siwon yang melihatnya dari jauh hanya bisa melayangkan death glare mematikan untuk orang yang ditabrak Kyunnie.

Sedangkan bocah kecil bulat itu hanya menatap orang asing itu dengan wajah polosnya dan berusaha untuk bangun sendiri dengan susah payah dan kembali melihat Siwon sambil tersenyum dan kembali berjalan. Donghae yang melihat semua drama pendek itu dari dekat hanya bisa menganga dengan kepala yang sudah miring kekiri.

Lalu…

“Tyunnie cayang iyung, bye-bye..” Ucap Kyuhyun lagi seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Bocah 7 tahun yang tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kemudian melakukan hal yang sama kembali. Donghae sudah tidak bisa menahan tawanya lagi melihat kelakuan bocah kecil nan menggemaskan itu.

“Bye-bye~”

“Mereka seperti main drama.” Ucapnya pelan dengan wajah takjub.

Ia hanya bisa mengelengkan kepalanya mendengar percakapan aneh yang ternyata bisa dilakukan anak kecil seperti mereka. Dan saat adegan terakhir dari mereka berdua membuat Donghae menutup mulutnya dan keduamatanya dengan erat tidak ingin melihat.

“Mereka juga saling popo~ pabooyaa!!!” Ucap Donghae sendirian.

Selanjutnya ia pun terus memerhatikan kelakuan dua bocah cilik itu sampai bocah bulat yang lebih kecil itu berjalan sambil terus melambai dan akhirnya menghilang masuk kesana. Tinggallah bocah tampan itu yang berubah sedih dan menundukkan kepalanya sampai wanita cantik datang merengkuhnya dalam pelukan.

“Ohh, pasti umma-nya.”

“Donghae-ya!!” Panggil seseorang tiba-tiba membuat namja kecil itu melihat kedepannya.

“Oh, aunty~” Ucapnya dengan wajah riang.

“Apa yang kau lakukan disini, aunty mencarimu disana.” Ucap wanita setengah tua yang akan menjemputnya itu.

“Mianhae, aku tersesat dan bertemu dua anak aneh.”

“Huh? Anak aneh? Ahh, sudahlah, ayo pulang.”

Bocah kecil yang bernama lengkap Lee Donghae itu pun segera mengikuti aunty-nya dan berpaling sekali lagi melihat bocah tampan yang ditinggalkan itu memegang sarung tangan kecil ditangannya. Donghae tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka, tapi sepertinya mereka akan berpisah untuk waktu yang cukup lama.

“Waeyo?” Tanya Aunty-nya.

“Ani~ Jibee kajja~” Ucap Donghae penuh semangat. “Ahh, ahjussi eodiseo?” Tanya Donghae baru ingat pada orang yang sudah mengantarnya.

“Dia sudah kembali, aunty sudah membayar uang tiketnya, kajja.”

Donghae hanya menggangguk mengerti, kemudian mereka pun keluar dari bandara itu menggunakan taksi menuju kawasan apartement kecil dicelah-celah kemegahan kota Seoul.

Lee Donghae, yatim piatu berasal dari mokpo yang tinggal sendirian sejak kedua orang tuanya meninggal. Donghae pergi dari mokpo karena tidak ada siapapun disana yang bisa merawatnya, namun kerabat jauh umma-nya yang berada di Seoul mengatakan ia akan merawat Donghae sampai bocah tampan itu bisa mengurus dirinya sendiri.

Wanita paruh baya yang memilih untuk merawat Donghae itu tidak punya siapapun selain dirinya yang sudah tua renta. Lee Ji Eun, mendengar umma Donghae dan suaminya mengalami kecelakaan dan meninggalkan anak mereka satu-satunya.

Mengingat tidak ada yang mengurusnya, ia berpikir Donghae akan aman jika bersamanya daripada berada dipanti asuhan. Karena itu ia membawanya ke Seoul dan tinggal bersamanya disebuah apartemen yang bisa dikatakan mewah karena berada di pusat kota Seoul.

“Kita akan tinggal bersama, besok aunty akan daftar Donghae ke sekolah, Donghae mau sekolah?” Ucap Aunty Ji Eun sambil membuka pintu apartemen-nya.

“A-apa tidak apa?” Tanya Donghae tiba-tiba ragu.

“Apa maksudmu?” Tanya Aunty Ji Eun.

“Apa aku tidak menyusahkan?”

“Mwo?? Tidak mungkin.” Aunty Ji langsung berlutut hingga wajahnya sejajar dengan Donghae. “Mulai sekarang hanya ada kita berdua, Donghae dan Aunty, jangan sungkan, Aunty akan menjagamu seperti umma.”

Ucapan yang tulus keluar dari wanita yang masih terlihat cantik itu walau sudah berumur itu. Donghae yang melihat senyuman manis nan menenangkan seperti umma itu membuatnya langsung memeluk aunty-nya itu sambil menangis sesengukan.

“Aigoo~ ssst~ jangan menangis, Aunty akan menjagamu.”

“Go-gomawo aunty~ gomawo~”

Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya dan membiarkan Donghae menangis sampai ia lega, karena menurut ahjussi tetangga disamping rumah yang mengantarnya, Donghae tidak pernah menangis atau belum, sejak kepergian kedua orang tuanya.

Setelah lebih dari lima belas menit kemudian barulah bocah kecil itu melepas pelukannya dan melihat auntynya yang berkerut menahan kesemutan di kakinya. Karena itu Donghae pun melihatnya dengan kening berkerut dan merasa bersalah.

Langsung saja wanita cantik itu tertawa dengan senang dan kembali berdiri tegak lalu segera masuk ke dalam sambil menarik tangan Donghae masuk bersamanya. Lee Ji Eun sudah menyiapkan segala keperluan Donghae bahkan sebelum ia berangkat untuk menjemput bocah kecil itu dibandara.

Dan sejak hari itu hiduplah Donghae bersama auntynya dengan penuh kebahagiaan, bocah tampan itu bahkan dimasukkan ke sekolah Elementary yang ternama di pusat kota.

Walau nilai yang didapat Donghae tidak tinggi, tapi ia cukup dikenal disekolah karena kebaikan dan kepolosannya. Bahkan guru-gurunya banyak yang menyukai Donghae dan tidak ragu untuk membantu kesulitannya saat berada di sekolah.

Hal itu tentu saja membuat wanita cantik yang merawat Donghae tidak mengalami kesulitan apapun sejak kehadirannya. Dan itulah yang diinginkan Donghae selama ia bersamanya aunty-nya, bocah tampan yang sudah mengerti segalanya itu terus berusaha membuat Aunty-nya bangga dan tidak menyesal sudah merawatnya.

Sampai hari berlalu dan tahun pun berganti, Donghae kecil kini sudah menginjak remaja, yang dulu sekolah Elementary sekarang ia sudah masuk Junior High School. Seperti wajah kecilnya yang polos nan tampan, Donghae remaja juga terlihat sangat tampan dan tetap dengan kepolosannya yang tingkat atas.

Di Junior High School Donghae bertemu teman pertama remajanya, Lee Hyukjae, namja tinggi yang terlihat kurus namun senyumnya bagai mentari pagi.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Donghae tajam pada namja yang baru saja dilihatnya itu.

Namja asing dengan rambut kuning kecoklatan itu melihat Donghae dengan kening berkerut bingung karena ditegur dengan cara yang tidak sopan. “Apa maksudmu?” Namja asing itu balik bertanya.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengurungnya?” Tanya Donghae lagi melihat benda ditangan namja itu.

Namja itu pun menunduk dan melihat benda ditangannya yang merupakan sebuah kantong plastik transparan dengan air didalamnya dan seekor ikan berwarna kuning keemasan yang begitu bersinar. “Ahh, aku menemukannya ditaman belakang sekolah.”

“Lalu mau kau apakan?” Tanya Donghae masih tetap dengan nada tajam.

“Apa lagi? Tentu saja menggorengnya, aku sudah tidak punya lauk dirumah.” Namja itu menjawab dengan santainya membuat mata Donghae hampir keluar dari sarangnya.

“M-mwo?? Andwaeee!! Tidak boleh!! Itu tidak boleh terjadi.” Protes Donghae tidak terima.

“Mwo? Apa urusannya denganmu?” Namja itu melihat Donghae tidak percaya.

“Jangan makan dia!! Ini uangku, berikan dia padaku.” Ucap Donghae cepat sambil menyerahkan dompetnya.

Begitu Hyukjae sadar, kantong plastik berisi ikan itu sudah ditangan Donghae sementara ditangannya dompet namja taman itu yang berwarna hitam.

“Kau bodoh ya?” Tanyanya.

“Mwooo??”

“Tapi, tunggu dulu, siapa namamu?”

“Donghae, Lee Donghae, kau?”

“Ohh, aku Lee Hyukjae, murid baru disini.”

“Aku juga, salam kenal Hyukkie~” Ucap Donghae dengan ramahnya dan membawa ikan itu bersamanya.

Lee hyukjae hanya bisa menganga melihat senyum polos itu dan menyadari namja baru ditemui itu lebih menyukai ikan daripada uangnya. Sambil tersenyum dan menggelengkan kepala namja dengan gummy smile itu langsung mengikuti Donghae masuk ke kelas mereka yang berada disatu ruangan.

Dan sejak hari itu, Lee Hyukjae menjadi teman sebangku Donghae yang tidak pernah jauh darinya sekalipun. Donghae juga langsung menceritakan pengalamannya yang tidak bisa ia lupakan saat ia bertemu dua makhluk aneh, begitu ia menyebutnya, di bandara pertama kali aunty Ji menjemputnya.

Mereka selalu berbagi cerita yang aneh bahkan garing sekalipun hingga keduanya pun dijuluki anak kembar setelah setahun mereka bersama dalam satu kelas. Begitu kelas dua Lee Donghae meminta secara khusus pada gurunya untuk memindahkan Lee Hyukjae ke dalam kelasnya, yang mulanya Hyukjae ada dikelas yang lain.

“Kau memang tidak bisa pisah dariku, Hae-ah.” Ucap Hyukjae suatu hari.

“Aku akan hidup bersamamu.” Jawab Donghae dengan wajah polosnya.

Ia tidak tahu betapa berartinya kata-kata itu bagi Hyukjae yang mulai menyukainya lebih dari seorang sahabat. Bukankah kebahagiaan yang sempurna saat kau memiliki keluarga dan teman dekat yang begitu menyayangimu bahkan setelah kau kehilangan harta berharga seperti orangtuamu.

Sangat sempurna.

Namun bagi Donghae, kesempurnaan itu hanya bersifat sementara saat suatu hari pihak sekolah memanggilnya ke kantor guru karena ada telepon dari rumah sakit. Aunty kesayangannya, satu-satunya keluarganya dilarikan kerumah sakit karena jatuh dari tangga apartemen mereka.

Wanita cantik yang sudah berumur itu sudah tidak bisa diselamatkan lagi karena banyaknya darah yang keluar dan factor usia juga menjadi salah satu penyebabnya. Saat Donghae tiba disana, tidak ada kata yang sempat diucapkan aunty-nya karena ia sudah tidak ada bersamanya lagi.

Bagai diterpa halilintar Donghae menerima kenyataan itu, kebahgaiaannya kembali terenggut tanpa bisa dicegahnya. Saat itu Hyukjae yang bersikeras mengikutinya ke rumah sakit melihat namja tampan itu menangis meraung dipintu ICU aunty-nya berada.

“Kenapa ini terjadi lagi, Hyukkie?” Tanya Donghae ditengah isakannya.

Hyukjae hanya duduk disamping namja tampan itu dan menariknya kepelukan dan membuat Donghae semakin menangisi kesedihannya.

“Aku ditinggal lagi, aunty meninggalkanku, Hyukkie~ eotteokhae?” Tangis Donghae didadanya. “Aku sendirian lagi, tidak ada yang menginginkanku, Hyukkie~ kenapa aunty tidak membawaku bersamanya, aku tidak mau sendiri lagi~”

“Aku disini, paboo!! Aku disini!!” Ucap Hyukjae dengan tegasnya sambil melepas pelukannya agar bisa melihat wajah Donghae. “Kenapa kau mau ikut bersamanya?? Kau mau meninggalkanku, huh? Kau ingin aku sendirian?”

“A-ani, bu-bukan…aku…” Donghae menggeleng dengan kuat.

“Aku disini, kita akan bersama, aku tidak akan meninggalkanmu dan kau tidak akan meninggalkanku, arraseo?!?!”

“A~aa-arraseo~” Jawab Donghae menganggukkan kepalanya.

Hyukjae langsung menarik namja tampan itu kepelukannya dan ia sendiri menengadahkan kepalanya agar airmata yang tergenang dipelupuk matanya tidak jatuh didepan Donghae. Ia ingin menjadi kuat dalam segalanya agar bisa menjaga namja yang terlihat baik-baik saja itu namun begitu rapuh didalamnya.

Setelah kepergian aunty-nya Donghae menderita mimpi buruk setiap malam karena ketakutannya yang ditinggalkan lagi. Sampai akhirnya Hyukjae memutuskan utnuk pindah ke apartemen yang sudah menjadi milik Donghae beserta seluruh asset milik aunty Ji. Wanita itu meninggalkan Donghae dengan hartanya yang sanggup menopang hidup Donghae sampai selesai kuliah nanti.

Dan sejak itulah Hyukjae tinggal bersama Donghae menemaninya menghilangkan mimpi buruk itu sampai Donghae percaya bahwa Hyukjae tidak akan pernah meninggalkannya.

“Aku menyukaimu sejak pertama bertemu, aku menyukaimu seperti namja menyukai yeoja.” Ucap Hyukjae suatu hari dengan yakinnya.

“Ap-apa kau serius?”

“Setelah 3 tahun kau masih bertanya seperti itu?” Hyukjae melihat kesudut ruangan.

“Apa kau melamarku?” Tanya Donghae lagi.

“Apa itu bisa jadi maharnya?” Hyukjae balik bertanya.

Donghae langsung melihat kemana arah pertanyaan Hyukjae yang terdapat aquarium berukuran sedang yang berisi ikan warna emas kecil lebih dari 30 ekor. Ikan itu berasal dari kolam sekolah yang diambil Hyukjae setiap namja penyuka ikan itu merajuk atau mengingat aunty-nya.

“Apa kita menikah sekarang?” Tanya Donghae lagi.

“Paboo!! Kita masih Junior High!! Tunggu aku punya pekerjaan dan jadi membanggakan untukmu, saat itu kita akan menikah.”

“Call!!” Seru Donghae langsung menghambur dalam pelukan sahabat yang baru saja jadi kekasihnya itu dan akan menjadi calon suaminya nanti. “Kau harus berjanji akan menjagaku, selamanya.” Bisik Donghae sambil menyusupkan wajahnya dileher Hyukjae.

“Selamanya.” Jawab Hyukjae tersenyum garing menampilkan semua giginya karena kebahagiaan yang baru didapatkannya.

Setahun kemudian mereka pun menjadi murid Senior High School bersama-sama dengan kepintaran yang mereka punya, keduanya diterima di sekolah Senior High School terbaik yang ada di Seoul.

“Hae-ah~ kita sudah Senioooor~~” Seru Hyukjae penuh semangat begitu menginjakkan kakinya dihalaman sekolah baru mereka.

Donghae hanya menggelengkan kepalanya melihat namjachigu-nya itu saat ia sedang memakirkan mobilnya diparkiran untuk siswa. Setelahnya namja yang terlihat semakin tampan itu menyusul Hyukjae yang sudah masuk duluan.

“Hae-ah, kali ini apa kita bisa sekelas lagi?” Tanya Hyukjae sambil melingkarkan lengannya dibahu Donghae.

“Apa aku minta lagi pada guru?”

“Memangnya kau bisa?”

“Aku gunakan ketampananku ini.” Ucap Donghae memegang dagunya dengan penuh kebanggaan.

“Paboo!!!” Hyukjae langsung memukul belakang kepala namjachingu-nya itu.

“Addoooh!! Sia…” Kutukan Donghae berhenti saat seseorang yang tidak asing lewat didepannya bersama seorang yeoja cantik.

“Waeyo? Kau kenal dia?” Tanya Hyukjae ikut melihat yang sama.

Tapi sebenarnya bukan namja yang ketampanannya luar biasa itu yang dilihat Donghae, melainkan pada benda kecil yang jatuh dari saku namja asing yang juga murid baru disekolah itu. Merasa perlu mengembalikan barang tersebut Donghae langsung mengambilnya dan memanggil namja itu tanpa segan.

“Chogi…”

Namun sebelum itu, benda yang merupakan sarung tangan berwarna biru itu memiliki ukuran lebih kecil dari ukuran tangan pemiliknya membuat kening Donghae berkerut. Seperti dejavu menghampirinya, namja tampan itu merasa pernah melihat sarung tangan kecil itu disuatu tempat.

“I-ini…”

“Waeyo?” Tanya Hyukjae tidak mengerti.

“Hyukkie!! Ini sarung tangan anak kecil itu, ini miliknya, aku yakin.” Langsung saja ingatan Donghae melintas dikepalanya.

“Maksudmu, Si Tyunnie??” Hyukjae sedikit mengerti.

“Ne, ini milik si kecil itu, aku ingat warnanya, Ciwon dan Tyunnie!!” Seru Donghae penuh semangat.

“Ehm~” Suara dehaman seseorang membuat Donghae kembali ke dunia nyata. “Itu milikku, bisa tolong kembalikan?” Ucap namja itu dengan wajah datarnya.

“Kau Ciwon atau Tyunnie?” Tanya Donghae tanpa basa-basi.

“Huh? Mwo? Maksudnya?”

“Kau anak kecil yang berpisah dibandara dengan anak kecil yang memberikan sarung tangannya, lalu kalian popo-an, iya kan? Aku benar kan?”

“Huh? Nuguya?” Tanya namja itu tidak percaya ada yang mengingat masa lalunya.

“Kau Pasti Ciwon kan? Dimana Tyunnie? Apa dia sudah kembali? Kalian sudah bersama?” Tanya Donghae tanpa jeda membuat namja tampan itu semakin bingung.

“Aiish, paboya!!” Gumam Hyukjae sambil menggelengkan kepalanya lalu berdiri didepan Donghae. ”Maafkan dia, setiap hari dia semakin bodoh.”

“Apa!!” Protes Donghae cepat.

“Mianhae, sebelumnya kenalkan aku Lee Hyukjae, dia namjachinguku Lee Donghae.” Ucap Hyukjae dengan wajah seriusnya namun terlihat lucu karena wajahnya.

Bahkan yeoja cantik yang bersama namja tampan itu tidak bisa menahan tawa kecilnya melihat mereka berdua.

“Begini, dulu dia pernah melihat anak kecil yang berpisah dibandara dengan cara yang menggemaskan, dia mengenal sarung tangan kecil itu saat anak kecil yang bernama Tyunnie memberikannya pada anak kecil yang satunya lagi, Ciwon.”

“Jinjja?? Kau melihatnya?” Tanya Yeoja dibelakang namja itu.

“Nee~ mereka sangat lucu, aku berharap mereka sudah bertemu kembali.” Jawab Donghae dengan senyum tulus diwajahnya membuat namja itu melihatnya dengan tatapan yang berbeda.

“Geurae, itu aku.” Ucap namja itu akhirnya.

“Benarkan!! Kau pasti Ciwon, dimana Tyunnie?” Ucap Donghae benar-benar senang bertemu kenangan masa kecilnya.

“Aku Choi Siwon, Ciwon panggilannya karena dia masih cadel.” Ucap namja tampan itu tersenyum tipis dan menampilkan dimplenya. “Nama aslinya Kyuhyun, Cho Kyuhyun.”

“Ohh, Siwon, Kyuhyun!! Dimana dia?”

“Dia belum kembali.” Ucap Siwon tiba-tiba dengan wajah sedih.

Begitu pula Donghae yang hilang semangatnya begitu mendengar suara putus asa Siwon membuat Hyukjae menggelengkan kepalanya.

“Oppa~” Panggil satu-satunya yeoja diantara mereka membuat Donghae dan Hyukjae langsung menatapnya. “Ahh, kenalkan aku Choi Sooyoung, kerabat jauh Siwon oppa.” Ucapnya ramah.

“Salam kenal Sooyoung-ah.”

“Ne~” Jawab Sooyoung lalu berpaling melihat Siwon yang sedang menatap sarung tangan kecilnya. “Dia pasti kembali, oppa~ jangan khawatir.” Ucapnya menenangkan.

“Aku tahu.”

“Nee~ tentu saja dia akan kembali, jangan khawatir!!” Ucap Donghae tiba-tiba menjadi semangat lagi. “Sementara menunggu, ada kami yang akan menemanimu, kajjaaaa!!!”

Donghae yang dikenal ramah itu langsung melingkarkan lengannya di leher namja tampan yang baru dikenalnya itu dan membawanya jalan bersama membuat Siwon menatap Donghae tidak percaya. Namun saat senyum ramah Hyukjae melihatnya, Siwon hanya bisa mengikuti dua sahabat barunya itu masuk ke kelas mereka.

“Sepertinya kau lebih muda.” Ucap Hyukjae tiba-tiba.

“Kami lompat kelas, oppa~” Jawab Sooyoung dengan bangga.

“Baiklah, mulai sekarang panggil aku hyung!! kajja~”

Dan sejak hari itu, mereka berempat tidak pernah bisa dipisahkan lagi, dan kali ini Siwon yang punya kekuatan lebih besar di sekolah itu meminta mereka untuk bersama dalam satu kelas. Hyukjae dan Donghae langsung bersorak gembira mengetahui mereka berdua tidak dipisahkan dinding sekolah itu.

“Siwon benar-benar baik.” Ucap Donghae suatu hari.

“Nee~ setiap hari kita makan dari dompetnya.” Jawab Hyukjae dengan wajah riang.

“Paboo!! Bukan itu maksudnya!”

“Aku tahu, ahahaha.”

Memang sejak berteman dengan Siwon, namja tampan itu selalu membayar apapun yang mereka makan di kantin sekolah atau pergi keluar jalan-jalan untuk mengisi kebosanan. Siwon dengan sigap membayar semua kebutuhan mereka untuk melakukan apapun yang mereka inginkan.

“Aku penasaran bagaimana rupa Kyuhyun sekarang.” Ucap Donghae dengan wajah menghayal.

“Jika kau bilang dia bulat dan putih, berarti sekarang dia seperti boneka salju, bulat dan putih.”

“Paboo!!”

“Aiiishh kenapa memukulku?”

“Sudah berapa tahun ini? Kenapa dia belum kembali? Aku takut Siwonnie melihat yang lain.”

“Siapa?” Tanya Hyukjae penasaran.

“Sooyoung.”

“Mwoo?”

“Aku tahu dia menyukai Siwon.”

“Tapi Siwon tidak.”

“Aku tahu, tapi tidak mungkin hati selamanya tidak akan berpaling.”

“Mungkin saja, buktinya hatiku.” Jawab Hyukjae penuh percaya diri.

“Mwoo? Kau tidak percaya?”

“Tentu samm~” Bibir Donghae tersentuh bibir Hyukjae yang mengecupnya secara tiba-tiba.

Walau sempat terkejut tapi Donghae tersenyum dalam ciuman mereka yang semakin manis dan dalam. Bukan sekali ini Hyukjae menciumnya sejak mereka jadian, namun rasanya tetap saja seperti pertama kali mereka melakukannya. Itu artinya cinta mereka masih tetap sama seperti dulu atau bahkan sudah lebih dalam dari sebelumnya.

“Saranghae.” Ucap Hyukjae diantara bibir mereka.

“Na-nado, saranghae.” Balas Donghae dengan mata terpejam.

Hari terus berlalu dengan kebahagiaan yang berlimpah bagi Donghae yang selalu memiliki Hyukjae disampingnya. Namun sejak mengenal Siwon, ia lebih ingin kebahagiaan yang dirasakannya bisa dirasakan Siwon juga. Karena itu Donghae selalu berharap Kyuhyun segera kembali ke korea dan bertemu dengan Siwon.

Walau selalu menghabiskan waktu bersama tapi Donghae tahu Siwon merasa sangat kesepian. Tidak ada yang bisa dilakukan sahabat jika kekosongan itu hanya bisa diisi oleh orang yang paling special.

Sampai akhirnya tiga tahun berlalu mereka terus bersama menjalani masa Senior High School yang tidak akan pernah bisa diulang lagi. Namun Kyuhyun belum juga kembali menemui Siwon dan mereka yang juga tidak sabar untuk melihat bocah kecil bulat itu.

Bahkan kini mereka sudah mempunyai dua orang lagi dalam persahabatan mereka yang sudah tidak bisa diragukan lagi. Kim Ryeowook, yatim piatu yang ditemukan umma Choi di panti asuhan dan dirawat olehnya, juga namja bermata sipit yang melamar kerja dirumah besar mereka sebagai Sopir kini juga menjadi anak angkat umma Choi dan sahabat mereka.

Mereka berdua mau tidak mau juga ikut tahu tentang sarung tangan kecil yang menjadi penantian Siwon yang tidak pernah berhujung itu.

Musim pun kembali berganti, mereka semua dinyatakan lulus dari sekolah itu dengan nilai terbaik. Lee Donghae dan Hyukjae tidak perlu repot-repot mencari pekerjaan karena Appa Siwon memberikan putranya sebuah perusahaan kecil dan meminta Siwon untuk membesarkan perusahaan itu.

Tanpa ragu lagi Donghae dan Hyukjae langsung setuju dan masuk ke perusahaan kecil itu memegang jabatan paling penting untuk kelangsungan perusahaan.

“Bersama Siwon hidup kita makmur sejahtera.” Ucap Hyukjae saat memasuki perusahaan kecil itu yang ada di pusat kota Seoul.

“Kepalamu hanya ada uang?!” Tanya Donghae mengikutinya dari belakang.

“Lalu?”

“Pikirkan dulu Siwon, dia semakin gila setiap harinya.”

“Aigoo~ apa tidak bisa kita saja yang menjemput boneka saljunya?”

“Diamlah!!” Ucap Donghae sambil membuka pintu ruangan Siwon.

“Yaaaah!! Tunggulah sampai kau lumutan disini sedangkan dia sudah berbahagia disana.” Ucap Donghae begitu memasuki ruangan direktur diperusahaan kecil mereka.

Mendengar hal itu dalam seketika cahaya yang ada diwajah Siwon meredup dengan mata sendu menatap Donghae yang sudah menjadi hyung kesayangannya itu.

“Jangan memelas seperti itu.”

“Hyuung~”

“Iya, iya, iya, dia akan kembali.” Ucap Donghae kemudian dengan kesalnya.

Tapi hal itu kembali membuat wajah tampan Siwon tersenyum dengan manisnya kerana semangatnya kembali hanya dengan kata-kata itu keluar dari orang lain. Kerana itu juga Donghae maupun Hyukjae sebisa mungkin akan mengucapkan kata itu saat Siwon kehilangan semangatnya.

Bahkan tidak jarang keduanya akan mengulang kata yang pertama diucapkan Donghae tadi hanya untuk menggoda Siwon yang biasanya terlalu bersemangat dan berlebihan.

“Ohh, come on~jangan duduk saja, kau tidak ingin membangun pohon kecil ini?” Tanya Hyukjae yang juga tidak ingin melihatnya sellau berduka.

“Ne siwon-ah~kita harus memulainya sekarang, awal tahun nanti, nama kita harus ada dijajaran perusahaan yang besar-besar itu.” Sambung Lee Donghae tidak kalah semangatnya.

“Baiklah~gomawoyo Hyung.” Ucap Siwon bangkit dari duduknya dan segera memeluk kedua sahabatnya itu.

Setelah itu mereka bertiga pun memulai merenovasi perusahaan kecil itu mulai dari dasar hingga berdiri kembali sebagai perusahaan kecil yang patut diperhitungkan. Siwon sengaja mengajak keduanya untuk membangun perusahaan yang sudah sah jadi miliknya itu.

Dengan keahlian mereka masing-masing sanggup membuat perusahaan kecil itu berdiri kokoh dalam beberapa bulan saja dan mendapatkan pujian dan penghargaan dari berbagai perusahaan ternama tanpa campur tangan dari seorang Choi kiho, Appa dari Choi Siwon yang dikenal sebagai rajanya bisnis dinegeri gingseng tersebut.

“Kita akan makan malam di rumah Siwon malam ini.” Ucap Donghae sambil keluar bersama Hyukjae dari ruangannya yang berukuran sedang itu.

Kantor kecil mereka memang hanya sebuah bangungan biasa yang hanya mempunyai 5 ruangan yang bisa digunakan untuk bekerja, 3 diantaranya milik Siwon, Hyukjae dan dirinya sendiri.

“Kita akan merayakan keberhasilan kita dan tidak lama lagi kantor ini akan berdiri mencapai langiiit~” Ucap Hyukjae dengan penuh semangat.

“Ehehehe, iya kan Siwon?” Tanya Donghae melihat namja tampan itu keluar dari ruangannya.

“Tentu saja hyung, ayo pulang.” Ajak Siwon membuat keduanya langsung bersorak dengan riang.

Donghae tertawa dengan senangnya melihat dua orang yang sangat penting itu selalu ada disisi-nya menjalani kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan.

Dan mereka bertiga pun segera menuju Istana dari Choi Kiho yang sudah sering mereka datangi semenjak mengenal Siwon dan keluarganya. Mereka diizinkan keluar masuk rumah besar nan indah itu layaknya rumah sendiri membuat Donghae dan Hyukjae sangat bersyukur bertemu keluarga baru yang sudah lama hilang dalam hidup mereka.

**

“Kau hebat.” Ucap Choi Kiho begitu melihat Siwon, putranya memasuki rumah mereka.

“Appa~itu kerana mereka.” Jawab Siwon dengan senyum terbaiknya.

“Iya, mereka juga hebat.” Ucap Appa Choi tahu siapa yang Siwon maksud.

“Tentu saja kami hebat Appaaaa!!!!” Seru Donghae dan Hyukjae menghambur memasuki istana Choi dan langsung memeluk pemiliknya bersamaan.

“Ahhahaha…ayo masuk, makanannya sudah siap.” Ucap wanita cantik yang berpenampilan sangat elegan keluar dari dapur bersama putri kecilnya.

“Oppaaaaaaa~bogocipoooo.” Teriak gadis kecil itu begitu melihat oppa tampannya menghampiri Umma mereka.

“Ahahaha, little princess~nado bogoshipoo.” Jawab Siwon langsung menggendongnya.

Donghae dan Hyukjae hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat gadis kecil itu memeluk oppa kesayangannya yang tidak pernah pulang ke rumah jika bukan karna ada acara seperti hari ini.

“Oppa~ calju.” Bisik yeoja cilik yang bernama Jiwon itu tiba-tiba.

“Mwo??” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Sudah-sudah, ayo makan dulu.” Ucap Ummanya Siwon membuat Donghae dan Hyukjae langsung menghambur ke meja makan tempat kesukaan mereka diistana itu.

Kerana berbagai makanan lezat ada disana, mereka selalu ada disetiap acara-acara penting keluarga itu bahkan hanya untuk makan malam pun mereka tetap diundang seminggu sekali, Seperti Siwon yang hanya kembali kerumahnya saat hari libur.

Dan hari ini mereka di undang makan malam untuk merayakan keberhasilan mereka mencapai peringkat 5 dalam kategori 5 perusahaan yang paling dicari pemilik saham? di Seoul pada bulan desember ini.

“Wookieeeeeee~bogoshipoo~” Seru Donghae lagi saat melihat kepala maid diistana itu yang sekaligus sangat mengenal mereka semua dengan baik.

“Hyung, kenapa ribut sekali, eoh??” Tanya namja imut yang bernama kim ryeowook itu.

“Ahh, jahatnya~” Donghae mengerucutkan bibirnya tidak terima membuat Hyukjae menepuk-nepuk pelan kepalanya.

“Selamat datang Siwonnie.” Sapa Ryeowook dengan smirk jahilnya untuk Donghae.

“Curaaaaaaang~ kami nggak disambut begituuuu!!!”

“Aiiissshhh~kalian benar-benar ribut, ayo makan saja hyung.”

“Ehehehe, tentu saja kami akan memakan semuanya.” Jawab duo Eunhae langsung mengambil tempatnya.

Suasana ramah dan hangat itu selalu terjadi diistana yang dipenuhi dengan kehangatan itu karena pemiliknya yang rendah hati walau derajat mereka sangatlah tinggi bagi para maid disana. Karena itu juga Donghae sangat betah jika mereka sudah diundang umma Choi untuk makan malam ataupun menginap.

Acara makan malam itu pun selalu berlangsung dengan meriah jika ada Donghae dan Hyukjae yang selalu berisik disemua kesempatan. Sampai menjelang malam pun mereka masih tetap bersenda gurau diruang tengah yang besar itu.

Keduanya merasa selalu ingin kembali ke rumah Siwon jika sudah berkunjung karena kehangatan keluarga Choi selalu bisa membuat mereka nyaman dan bahagia.

**

Sampai akhirnya mereka semua kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat membuat Istana itu sepi selain suara jam dinding besar dilantai dasar yang selalu berdetak. Entah berapa lama Donghae dan Hyukjae baru terlelap, tiba-tiba saja mereka mendengar suara teriakan yang sangat keras diluar kamar.

“Hae-ah~” Panggil Hyukjae sambil membelai kepala Donghae yang bersembunyi dilehernya. “Chagi…” Panggilnya lagi karena Donghae tidak mendengar.

“Ngghh~” Keluh Donghae sambil merapatkan dirinya pada Hyukjae.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi umma Choi berteriak sangat kencang.”

“Ini tengah malam Hyukkie, kenapa umma teriak?” Tanya Donghae seolah dalam mimpinya.

“Itulah aku tidak tahu, ayo bangun.”

“Aigooo~” Tanpa membuka matanya akhirnya Donghae terduduk dan menundukkan kepala.

“Jangan tidur lagi, ayo lihat dulu!!”

“Aiish!!” Gerutu Donghae kemudian segera bangkit dari ranjangnya.

Keduanya langsung bergegas menuju pintu kamar dan Donghae membuka pintunya secara perlahan hingga ia bisa mendengar perkataan umma Choi yang penuh semangat.

“Boneka saljumu, Cho Kyuhyunnie, dia pulang~appanya yang menelepon umma.” Jelas umma Choi cepat-cepat dan langsung saja membuat Siwon tidak berkutik.

“Boneka salju?” Tanya Donghae tidak mengerti.

“Cho Kyuhyunnie?” Hyukjae ikut memiringkan kepalanya bingung.

“Omoo!! Kyuhyun!! Kyunnie!! Dia pulang Hyukkie!!” Donghae langsung bersemangat tidak kalah dengan umma Choi.

“Dia take off beberapa jam yang lalu dan kemungkinan kini dia sudah sampai dibandara, Siwonnie jemput dia, cepatlaaaaah~” Ucap umma Choi lagi sangat berharap segera bertemu dengan boneka salju mereka.

“Tapi, mungkin dia tidak mengenaliku.” Ucap Siwon perlahan.

“Siwon paboo~” Ucap Donghae tanpa sadar.

“Pabboya!! Kalau dia tidak, kau pasti mengenalnya, cepat jemput dia!!!” Ucap umma Choi tiba-tiba kesal dengan tingkah anaknya sendiri membuat Donghae dan Hyukjae cekikikan melihatnya.

“Umma…” Donghae mencoba memanggilnya.

“Cepat jemput menantu umma pulang!!!” Ucap umma choi tidak sengaja dan membuat Siwon kembali terpaku.

“Mwo??” Mulut Donghae dan Hyukjae menganga lebar mendengar itu. “Me-menantu?”

“CHOI PABBOWON!!! JUST GOOO!!!” Teriak umma Choi sekali lagi sambil menarik Siwon keluar dari kamar dan menuruni tangga langsung menuju pintu luar.

“Umma Choi Daebaaak~” Seru Hyukjae dengan tawa polosnya.

Sementara Donghae langsung masuk kekamar Siwon mengambil coat namja tampan itu lalu keluar lagi melihat namjachingunya yang berwajah bingung. “Siwon paboo! Kita harus menemaninya, kajja!!”

Hyukjae langsung kembali ke kamarnya dan mengambil dua coat miliknya dan milik Donghae, kemudian mereka berdua segera berlari menuruni tangga dan menuju pintu depan yang masih terdapat suara umma Choi disana.

“Jangan pulang sebelum dia kau dapatkan!! Ingat itu!! Brakk!!” Ucap umma Choi tegas dan menutup pintu rumahnya.

“Sadis.” Ucap Hyukjae tanpa sadar.

“Hussh, umma choi lagi ngidam.” Jawab Donghae membuat mata Hyukjae membulat sempurna.

“Ahahahaha, Choi siwon apa lagi yang kau tunggu??? Lets gooo!!!!” Seru Donghae terlalu bahagia dengan kabar yang diterimanya tiba-tiba itu.

Boneka salju Siwon kembali dan itu artinya Donghae akan segera bertemu dengan belahan hati dongsaengnya tersebut yang pasti akan membuat Siwon lebih bahagia dan ia juga akan segera melihat boneka salju cantik yang selalu dibicarakan Siwon disetiap ada kesempatan mereka bersama.

“Aku yakin dia masih sama bulatnya seperti dulu!!” Ucap Donghae dengan wajah riang.

Sementara Siwon duduk terpaku didalam mobilnya sendiri layaknya patung indah yang ada di museum lilin di hongkong. Namun detik selanjutanya namja tampan itu langsung mengemudikan mobilnya mengikuti Audy Siwon yang lebih dulu keluar dari istana Choi.

Hingga tak berapa lama mereka pun tiba di bandara internasional yang tidak pernah terlihat sepi itu. Mereka segera keluar dari mobil secara bersamaan, namun Siwon yang lebih dulu berjalan tanpa tujuan, seperti pikiran namja tampan itu tidak ada disana.

“Kedatangan Siwon-ssi, kedatangan luar negeri.” Ucap Hyukjae tanpa melihat namja tampan itu.

Donghae melihat Siwon langsung berlari kearah yang dikatakan Hyukjae sementara mereka berdua hanya menunggu disana sambil merapatkan jaket mereka ditengah udara dingin malam.

“Aku berharap mereka segera berjumpa.” Gumam Donghae seperti sebuah do’a.

Hyukjae langsung mendekat dan merebahkan kepalanya diatas kepala Donghae membuat namja tampan kekasihnya itu ikut merebahkan kepala dibahunya. Mereka berdua berdiri seperti itu dengan berbagai pikiran berputar didalam kepala mereka.

“Bagaimana reaksimu jika bertemu denganku setelah berpisah sekian lama?” Tanya Donghae tiba-tiba.

“Aku akan langsung memelukmu sambil teriak ‘Donghae-ah Saranghaeeeee!!!”

“Dan aku akan langsung memukulmu!!”

“Mwoo?”

“Dan bertanya, “Orang gila darimana ini!!” Ucap Donghae dengan wajah seriusnya membuat Hyukjae menatapnya dengan wajah memelas seperti anak anjing yang baru dibuang.

Langsung saja Donghae tertawa dengan keras sampai memegang perutnya dan airmata keluar dari pelupuknya. Hyukjae yang tidak mengerti hanya melihatnya dengan wajah polos dan tertawa garing sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Aku akan membunuhmu jika kau tidak mengenaliku.” Ucap Donghae kemudian dengan wajah serius.

“Ahh, semoga kita tidak akan berpisah.”

“Mwoo?”

“Aku takut dibunuh olehmu!!”

“Paboyaa!! Ayo lihat Siwon.”

Dan dua namja tampan itu pun memasuki bandara itu untuk melihat dongsaeng mereka yang akhirnya bertemu dengan belahan jiwanya setelah sekian tahun lamanya.

“Is that you?” Tanya Siwon membuat Donghae melihat kesana kemari.

“You??Siapa?? Dimana??” Tanyanya.

“Kyuhyunnie, hyung.” Jawab Siwon.

“MWO?? DIMANA???” Tanya Hyukjae dengan semangat yang berlebihan.

“Dia sudah pergi.” Jawab Siwon dengan wajah lesu.

“Mwo?? Bagaimana bisa?? Kau tidak bisa pulang Choi!!” Jawab Hyukjae mengingat kata-kata umma Choi tadi.

“Aiisshh, bagaimana kau tau itu dia?? Mungkin salah orang.” Tanya Donghae yang masih bisa berpikir normal.

“Tidak hyung, itu dia~dia memakai syalku, itu syal punyaku.”

“Lalu?? Apa yang kau tunggu, ayo kejar diaaaaa~” Ucap Donghae dengan kesalnya menarik tangan Siwon menuju mobilnya diparkiran dan menyuruh Siwon segera menyusul taxi yang bermuka sama diseluruh Seoul itu.

“Kau gila, Hae-ah.” Ucap Hyukjae setelah kepergian Siwon.

“Maksudmu??”

“Bagaimana dia bisa tahu, kalau semua taxi itu sama wujudnya?? Kau mau dia menyuruh semua taxi berhenti??” Tanya Hyukjae yang kini ikutan kesal.

“Pabboya!!!” Ucap Donghae sambil menepuk dahinya sedikit keras. “Appooooo!!!”

“Mwo??? Aiiissshh~kau ini.” Lee Hyukjae hanya bisa membelai lembut dahi namjachingu-nya yang sedang berpikir keras sekali lagi. Tiba-tiba…

“Ayo susul dia!!!” Ucap Donghae langsung menarik tangan Hyukjae dan pergi dari sana menyusul Siwon kembali.

“Siwon harus membayar mahal untuk ini.” Ucap Hyukjae masuk kembali dalam mobil dan pergi darisana.

“Dia sudah membayar dengan keluarganya untuk kita, Hyukkie.”

“Aku tahu.”

Sampai ditengah jalan mereka benar-benar melihat beberapa taxi sedang berhenti dan menyumpahi pelakunya yang tidak mau tahu apa-apa selain apa yang dicarinya. Sebagian memang ada yang bersikap baik namun tetap saja ada yang kesalnya setengah mati.

“Kau lihat??”

“Siwon memang bodoh!!”

“Dasar kau ini, cepat suruh dia pulang!! Ini tengah malam, kau mau dia mati kedinginan diluar lebih lama lagi??” Ucap Hyukjae dengan serius.

Lee Donghae pun dengan patuhnya keluar dari mobil menghampiri Siwon yang sibuk menjelaskan apa yang dicarinya pada pengemudi taksi dan penumpangnya. Terkadang kecepatan Donghae berdampingan dengan lambatnya otak pintarnya berpikir.

“Pak, kau lihat?? Dia tinggi pakai syal biru, rambut fluffy, dia naik taxi tadi.” Jelas Siwon pada salah satu sopir taxi.

“Mmm~maaf tuan, kami tidak melihatnya.” Jawab yang lainnya.

“Tapi…”

“Mereka tidak perlu tahu.” Ucap Donghae tidak tahan lagi dan kembali menyeret Siwon pergi dari sana.

“Hyung!!”

“Kita pulang dulu, besok kita akan mencarinya lagi.”

“Tapi…”

“Ada kami, come~” Ucap Donghae tajam tanpa bisa dibantah Siwon lagi dan mengikuti hyungnya itu dengan langkah gontai.

Donghae hanya bisa menghela nafas dan segera membawa dongsaengnya itu masuk ke mobilnya sendiri sementara ia kembali ke mobil bersama Hyukjae. Mereka bertiga segera menuju istana Choi dan memberitahukan apa yang terjadi pada umma Choi yang membuat Siwon benar-benar diusir dari rumahnya sendiri.

Kembali Donghae hanya mendesah pasrah dan menarik Siwon untuk pulang ke apartemen-nya saja dari pada lebih lama lagi berada diluar dengan cuaca yang dingin ini. Mereka akan memikirkan kemana mencari Kyuhyun keesokan harinya karena malam ini mereka hanya ingin beristriahat.

“Malam Siwonnie~” Ucap Donghae saat namja itu masuk ke kamar diapartemen-nya.

“Malam hyung.” Jawab Siwon lesu.

“Hae-ah, ayo tidur~” Panggil Hyukjae dipintu kamar mereka membuyarkan lamunan Donghae.

“Kita akan tidur?” Tanya Donghae.

“Lalu apa lagi? Ini sudah mau pagi.”

“Yakin kau mau tidur?” Tanya Donghae lagi dengan smirk jahilnya.

“Apa kau tidak mau tidur sampai besok pagi?” Hyukjae balas bertanya dengan smirk jahilnya.

“Ahh, ani, kita tidur, kajjaaa~” Wajah polos Donghae hampir membuat Hyukjae tertawa dengan kerasnya.

Namun namja tampan dan imut kekasihnya itu sudah lebih dulu membenamkan dirinya dalam bantal dan menarik nafas lega. Hyukjae pun ikut melakukan hal yang sama sambil melepaskan penat dibahunya ia pun memejamkan mata.

“Saranghae, Hyukkie-ah~” Ucap Donghae tiba-tiba membuat mata Hyukjae terbuka kembali.

“Kenapa tiba-tiba?” Tanyanya bingung.

“Aku senang kau disini, gomawoyo~ saranghaeyo~”

“Aku juga senang kau bersamaku, saranghaeyo, gomawoyo~”

Donghae langsung beringsut mendekat hingga kepalanya bisa ia rebahkan dibahu namjachingunya itu kemudian ia pun memejamkan mata dengan senyum manis melingkar dibibirnya.

Keesokan harinya.

Siwon memutuskan akan mencari Kyuhyun atas bantuan Appa Choi dan meminta Donghae juga Hyukjae untuk menangani pekerjaan mereka di perusahaan. Dan dua namja tampan itu hanya menuruti keinginan dongsaengnya itu dengan penuh semangat.

Karena mereka juga berharap Kyuhyun segera ditemukan.

Sampai dua hari kemudian sebuah rapat penting yang mengharuskan direkturnya hadir disana membuat Siwon sudah terlihat di kantor mereka pagi-pagi sekali. Bahkan Donghae hanya bisa menggelengkan kepalanya saat ia meminta namja tamapn itu focus pada pencarian Kyuhyun, tapi Siwon menolaknya.

“Ini juga penting, hyung.” Itu jawabannya.

Donghae tidak menyangka perkataan Siwon yang terlihat biasa saja itu mempunyai makna yang begitu dalam karena hari itu Cho Kyuhyun, boneka salju yang mereka cari menampakkan dirinya di ruang meeting mereka dengan begitu saja.

Tidak perlu menunggu waktu lama, Siwon langsung mengenali boneka salju itu dan mendapatkannya kembali hari itu juga. Donghae hanya bisa menghela nafas lega dan melanjutkan meeting yang tertunda itu bersama sekretaris appa Cho sendiri yang dijadikan Kyuhyun alasan untuk mendatangi Siwon secara nyata.

Malam harinya Donghae dan Hyukjae pun diundang kembali menuju istana Choi untuk makan malam menyambut kedatangan boneka salju itu yang sudah lama mereka tunggu. Saat itulah untuk pertama kalinya Donghae dan Hyukjae bertemu dengan Kyuhyun.

Donghae langsung menyukai sifat manis dan jahil namja imut itu bila didepan mereka dan sifat manjanya bila didepan umma dan appa Choi. Bahkan Hyukjae juga ikut menyukai Kyuhyun walau mereka berdua sering terlibat adu mulut yang membuat kehidupan mereka menjadi semakin berisik.

“Kami senang bertemu denganmu, Kyu.” Ucap Donghae.

“Aku juga hyung, gomawo sudah menjaga Siwonnie untukku.”

“Ahh, Siwonnie~” Ejek Hyukjae membuat Kyuhyun memberinya death glare mematikan.

“Shut up, monkey!”

“Dasar kura-kura.”

“Hyung!!”

“Ahahahah~ kau kalah magnae~” Tawa kemenangan Hyukjae membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya sambil menggerutu tidak jelas.

Donghae hanya tertawa lebih keras dan tidak peduli pada namjachingu-nya dan pada namja imut yang akan menjadi dongsaeng kesayangannya itu.

Begitulah mereka menjalani hari selanjutnya dengan kehadiran Kyuhyun membawa suasana baru di kehidupan mereka yang sebelumnya memang sudah bahagia. Sejak kehadiran Kyuhyun mereka juga bekerja dengan penuh semangat karena otak pintar namja imut nan tinggi itu penuh dengan ide-ide menarik untuk kemajuan perusahaan mereka.

Dalam setahun mereka sudah mendapatkan keuntungan yang berlimpah dan membuat mereka harus membangun gedung yang lebih besar dan layak untuk perusahaan yang sudah bisa diperhitungkan dalam dunia bisnis.

Mengingat hal itu, dikepala Donghae terlintas kembali janji namjachingunya dulu saat mereka masih Junior High School. Namja tampan dengan gummy-smile kekasihnya itu akan melamarnya jika sudah mendapatkan pekerjaan yang pantas dan bisa membanggakan dirinya.

Jika dilihat lagi, bukankah sekarang waktunya?

Mereka benar-benar sudah berdiri sendiri dan sudah dikenal diberbagai perusahaan besar lainnya sebagai perusahaan yang patut diajak untuk bekerjasama. Tapi kenapa Lee Hyukjae tidak pernah menyinggungnya atau bahkan mungkin namjachingunya itu sudah tidak mengingatnya lagi.

“Hyukkie, paboo!!” Gerutu Donghae tanpa sadar.

“Kenapa Hyung?” Tanya Kyuhyun yang mendengarnya.

“Hyukkie tidak juga melamarku.”

“Mwoooo??” Pipi Kyuhyun langsung merona mendengar hal itu.

“Mwoo? Kau merona? Paboo~” Donghae langsung tertawa melihat dongsaengnya itu menangkup kedua pipinya dengan tangan.

“Jangan mengatakannya begitu jelas!!” Tegas Kyuhyun dengan death glarenya.

“Lalu? Aku harus berbisik?”

“Aiissh, hyung~ kau mau menikah dengan monyet itu?” Tanya Kyuhyun tidak yakin.

“Lalu, kau mau menikah dengan kuda itu?”

“Mwoo?? Aku?? Itu…an…aku…Aiishh!!!”

“Ahahahahaha, namja pabooya!!” Donghae tertawa dengan kerasnya melihat muka Kyuhyun semakin memerah sampai ketelinganya.

Tanpa ingin melanjutkan pembicaraan mereka Kyuhyun langsung berlari keluar dari ruangan namja tampan hyungnya itu. Saat ini mereka berempat masih ada dikantor karena pembagian tugas baru yang sesuai dengan bidang mereka masing-masing sementara Kyuhyun tentu saja sudah menjadi sekretaris sekaligus wakil direktur Siwon.

Donghae hanya bisa mendesah pasrah sambil menatap namjachingu-nya didalam ruang kaca tidak jauh darinya, sedang membahas proyek baru bersama Siwon yang rencana akan dibangun dalam beberapa bulan ini. Sebuah Mall yang merupakan keinginan dari calon Nyonya yang baru di keluarga Choi, Kyuhyun.

“Hyukjae paboo~ apa kau sudah lupa?” Gerutu Donghae sedikit kesal.

Tanpa ia tahu didalam ruangan kaca yang kedap suara itu Hyukjae sedang membahas hal yang paling penting dalam kehidupannya bersama Donghae.

“Siwon, bagaimana caranya melamar langsung menikah??” Tanya Hyukjae bingung.

“Apa kau ingin melamar Donghae hyung?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Ne, apa kau tidak ingin melamar boneka saljumu?”

“Tentu saja aku ingin.”

“Nah kan~ bagaimana caranya? Aku tidak mau dia menunggu lagi.”

“Kau mau mengikuti caraku hyung??”

“Bolehkah??”

“Boleh saja, ajak Ryeowookie sekalian.”

“MWO???O_o

“Ahahahaha, Wookie sudah bertemu jodohnya.”

“Aku tahu, Yesung hyung baik, walau sedikit aneh. Ahahahahaha.” Ucap Hyukjae dengan puasnya.

“Sudahlah hyung, nanti ikuti saja rencanaku. Umma akan menyiapkan segalanya.” Kata Siwon dengan senyum kebanggaannya.

“Baiklah, ayo kita menjemput masa depaaaaan~” Seru Hyukjae lalu keluar darisana bersama Siwon yang hanya bisa tertawa kecil.

**

Setelah hari itu, Donghae disibukkan dengan pengerjaan Mall baru mereka yang akan diberi nama Carissima. Kyuhyun yang penuh semangat selalu membantunya disetiap kesulitan sementara Hyukjae dan Siwon sering absen karena keperluan yang begitu mendadak.

Tanpa tahu acara besar sudah menantinya, Donghae selalu menghela nafas lelahnya yang membuat Kyuhyun mengutuknya sekali helaan seribu kebahagiaannya akan menghilang. Sejak itu pun Donghae tidak memikirkan Hyukjae dan pernikahan lagi karena pembangunan Mall tersebut benar-benar membutuhkan perhatian lebih.

Siang dan malam namja tampan itu disibukkan dengan pembukuan, pengeluaran, pemasukan barang-barang bangunan untuk mendirikan Mall mereka. Bahkan ia lupa bahwa Hyukjae selalu telat pulang ke rumah selama beberapa hari.

Namja tampan dengan gummy smilenya itu diam-diam membantu umma Choi menyiapkan pesta pernikahan mereka yang akan diadakan diluar Negara. Dengan alasan Siwon mengadakan Meeting diluar negeri, dua namja tampan itu semakin leluasa untuk pulang pergi Korea- Thailand dalam sekejap.

Bahkan Kyuhyun juga tidak merasa namjachingunya sering menghilang ke Thailand karena terlalu sibuk bersama Donghae. Sampai beberapa bulan kemudian mall tersebut hampir sepenuhnya selesai dan membuat mereka bisa beristirahat dengan tenang.

Dan hari yang mereka tunggu pun akhirnya tiba.

Musim dingin kembali menaungi kota Seoul yang indah dengan salju yang bertebaran dimana-mana. Dengan bahagianya mereka semua terbang ke Thailand menggunakan pesawat pribadi milik appa Choi.

Bagi Donghae, perjalanan itu merupakan liburan mereka sekaligus untuk melangsungkan pernikahan dongsaeng kesayangannya disana, Siwon dan Kyuhyun.

“Ryeowookie, apa kau tahu sesuatu?” Tanya Donghae saat mereka masih berada didalam pesawat.

“Tahu apa Hyung?”

“Sepertinya Hyukkie menyembunyikan sesuatu.” Ucap Donghae melihat Hyukjae yang tertidur disampingnya.

“Apa itu? Mungkin dia hanya sibuk membantu menyiapkan pernikahan uri Kyuhyunnie~” Jawab Ryeowook sekenanya.

“Benarkah? Aku rasa bukan hanya itu.” Kening Donghae semakin berkerut bingung.

“Tidak hyung, aku tidak tahu~” Jawab namja imut itu sambil melihat kearah lain dan bertemu mata dengan Kyuhyun.

Namja yang terlihat semakin memesona itu hanya menyunggingkan smirknya yang menjengkelkan kemudian segera berbaring merebahkan kepalanya pada Siwon yang ada disampingnya. Melihat hal itu Donghae hanya bisa menghela nafas lelah dan kembali berbaring seperti yang dilakukan Kyuhyun pada namjachingunya.

Hyukjae yang mendengar semuanya hanya tersenyum lebar dalam diam saat helaan nafas Donghae kembali terdengar didadanya. Dia sudah menyiapkan semua untuk keinginannya membuat namja tampan dalam pelukannya itu menjadi miliknya yang sah, untuk selamanya.

Sampai beberapa jam kemudian mereka pun tiba di Thailand dan menginap di sebuah resort pribadi milik Appa Choi yang terletak sangat dekat dengan pantai pink yang terkenal di Thailand dengan legendanya yang menyedihkan.

“Aku akan jadi bestman tertampan untukmu, babykyu~” Ucap Donghae begitu mereka masuk ke dalam resort yang sudah disulap menjadi pesta kebun.

“Tidak mungkin!!” Bantah umma Choi cepat.

“Umma~” Donghae langsung protes tidak terima.

“Umma yang akan membawa Kyunnie ke altar, iya kan Sooyoungie??” Ucap umma Choi pada satu-satu-nya yeoja yang mereka bawa karena ia merupakan teman dekat Siwon dan Kyuhyun sendiri.

“Ne, kami yang akan bawa babykyu, oppa~” Jawab Sooyoung dengan bangganya.

“Lalu aku? Ryeowookie?” Tanya Donghae tidak mengerti.

“Kita akan jadi pengiring lagu, hyung~ aku akan bermain piano untuk si baby.”

“Mwooo??”

“Sudahlah, sekarang istirahat sebentar karena nanti sore acaranya akan dimulai.” Ucap umma Choi langsung menghidar dari pembicaraan itu.

Dan mereka pun memasuki kamar masing-masing dan benar-benar untuk beristirahat dengan tenang, apalagi Kyuhyun yang sudah dari tadi terlelap dalam pelukan Siwon yang tidak ia izinkan keluar selangkah pun.

Sementara Donghae masih tetap dengan wajah bingung dan penasarannya karena sejak kemarin Hyukjae seperti menghindari bertemu dengannya, bahkan namja dengan gummy smile-nya itu menghindar dari tatapan mata mereka.

“Apa kau punya selingkuh, Hyukkie?” Tanya Donghae sambil masuk dalam selimutnya.

“Paboo~” Bisik Hyukkie yang ternyata sedari tadi berdiri dibalkon kamar mereka.

Setelah memastikan Donghae tertidur, namja tampan itu langsung keluar dari kamar dan menuju tempat pertemuan rahasia mereka. Siwon dan Yesung sudah lebih dulu berada disana bersama umma dan appa Choi.

“Umma, siapa yang akan membawa Kyunnie?” Tanya Siwon pada ummanya.

“Tentu saja appa-nya.” Jawab Hyukjae cepat.

“Tidak, umma yang akan bawa Kyunnie bersama Sooyoungie.”

“Lalu Appa Cho?”

“Aku akan membawa Donghae, hyung kesayangan Kyunnie ke altar.” Ucap Appa Cho tiba-tiba masuk kesana.

“Gamsahamnida~” Hyukjae langsung membungkuk melihat appa Kyuhyun itu dengan mata berkaca-kaca. “Gomawo~ kami berdua memang tidak punya siapa-siapa, gomawo appa.”

“Untuk itu kami semua disini, Hyukkie~” Appa Choi menepuk pelan bahu Hyukjae yang bergetar menahan tangis.

“Appa yang akan membawa Ryeowookie.” Ucap Appa Choi kemudian membuat Yesung langsung memeluk namja paruh baya itu.

Semua yang disana langsung tertawa dengan kerasnya dan kembali membahas apa yang harus mereka lakukan saat acara sacral itu nanti.

Sampai waktunya hampir tiba para namja itu pun menghilang ke dalam ruang mereka yang dijadikan satu tempat saja. Sementara para namja yang menjadi pengantin mereka pun sudah berada disatu ruangan dengan beberapa penata rias yang memperindah wajah mereka yang sudah menawan.

“Umma~ kenapa umma cantik sekali?” Tanya Donghae melihat umma Choi dengan gaunnya yang sangat elegan.

Begitu juga Sooyoung yang memakai gaun putih bercorak baby pink yang sangat lembut membuatnya tampak seperti pengantin yang akan menikah hari itu juga. “Aku seperti pengantin juga.” Gumam Sooyoung melihat dirinya sendiri di cermin.

“Kau cantik Soo~” Ucap Kyuhyun tiba-tiba membuat Sooyoung langsung melihatnya.

“Ahahaha~ dia tidak pernah memuji orang lain, Soo~ selain namja tampan berlesung pipi itu.” Ucap Donghae sengaja menggoda Kyuhyun yang sudah merona.

“Hyung!! Lihat saja wajahmu!!” Protes Kyuhyun dengan death glarenya.

Para stylish mereka hanya bisa menggelengkan kepala saat merias wajah-wajah tampan itu yang semakin terlihat memesona walau hanya sedikit polesan yang mereka berikan. Hanya dalam satu jam ketiganya sudah siap dengan riasan mereka yang menakjubkan karena aslinya mereka memang sangatlah tampan.

Donghae dengan setelan jas berwarna putih dipadu kuning emas dibeberapa tempat membuatnya terlihat sangat sempurna. Begitu juga Ryeowook dan Kyuhyun yang memakai jas yang berwarna sama dengan hiasan yang berbeda terlihat begitu mengagumkan.

“Kalian memang sempurna.” Ucap Umma Choi menggelengkan kepalanya.

“Kami hebat samonim.” Jawab yeoja-yeoja yang membantu mereka membuat umma Choi tertawa.

“Tentu saja kalian yang terbaik.” Umma Choi mengacungkan jempolnya.

“Eheheehe, gomapseumida~”

“Aahaha, ayo, acaranya sudah mau dimulai.” Ucap Umma Choi menarik Kyuhyun segera keluar darisana.

Mereka semua keluar drai resort menuju pantai pink yang nampak sepi karena memang seperti pantai pribadi pemilik resort.

Dipantai yang sepi itu kini telah dipenuhi dengan tiang-tiang kecil dengan buket bunga mawar diatasnya, bersambungan dengan tiang yang lain hingga membentuk sebuah lingkaran yang besar.

Didalam lingkaran tersebut telah disusun dengan rapi kursi berlapis satin yang mengarah kelaut lepas untuk menyambut para tamu yang akan hadir diacara tersebut. Sedangkan dibibir pantai tidak jauh dari kursi-kursi tersebut terdapat wedding Arch yang dirangkai sedemikian indahnya dari bunga dan kain yang berwarna sama.

Beberapa langkah dari sana sebelah kanan juga terdapat wedding arch yang sama indahnya dengan wedding arch yang pertama milik Hyukjae dan Donghae. Begitu juga disebelah kirinya yang menjadi milik Yesung dan Ryeowook sebagai pendamping wedding arch ditengah milik Siwon dan Kyuhyun, ketiganya berdiri disana dengan megahnya.

Sejenak pantai itu terlihat semakin indah dengan adanya tempat bersejarah itu? Tempat dimana dua insan saling mengikrarkan janji setia dan cinta untuk selamanya.

Wedding Arch yang berada di sebelah kanan, diisanalah tempat Hyukjae akan menjadikan Donghae yang tidak tahu apa-apa, sah sebagai miliknya hingga tidak ada yang bisa memisahkan keduanya selain takdir.

Begitu mereka sampai disana, alunan biola yang terdengar membuat para tamu undangan yang berserakan itu pun kembali ke kursi mereka masing-masing yang ada disana. Sementara Ryeowook langsung menuju piano besar yang sudah disediakan disana karena ia memberikan itu sebagai hadiah untuk Kyuhyun.

Donghae yang baru tiba disana melihat dengan jelas bagaimana Siwon melamar Kyuhyun dengan sebuah lagu cinta yang indah membuatnya tiba menginginkan hal yang sama. Namun detik selanjutnya barulah ia sadar ada yang aneh ditempat itu.

Wedding arch-nya ada tiga.

“Hyung~ giliranmu.” Ucap Ryeowook tiba-tiba membuat Donghae melihatnya dengan kening berkerut.

“Itu…” Ucap Ryeowook lagi sambil melihat Hyukjae berdiri disamping sebuah aquarium sedang.

Seolah mengerti maksud mereka semua Donghae langsung menghampiri kekasihnya itu dengan senyum malu-malu dan pipi yang merona. “Paboya!!” Gerutunya.

“Aku menepati janjiku, ikan ini sebagai maharnya, maukah kau menikah denganku?” Tanya Hyukaje tanpa basa-basi melihat mata Donghae dalam.

“Hyukkie paboo!!!” Seru Donghae tertahan dan menghambur memeluk namjachingunya itu dengan erat. “Ini yang kau sembunyikan?”

“Ne, hanya ingin jadi kejutan, apa kau terkejut?”

“Tidak.”

“Mwoo??”

“Aku bahagiaaaa~” Teriak Donghae ditelinganya membuat Hyukjae tersentak kaget.

Ryeowook hanya tertawa lega melihat mereka berdua lalu melihat Siwon dan Kyuhyun juga tertawa melihat pasangan bodoh itu. Saat itu Ryeowook pun menyerahkan posisinya pada orang lain yang akan memainkan irama pernikahan untuk mereka semua.

Namja imut itu langsung menuju tempatnya di sebelah kiri wedding arch yang ditengah bersama Appa Choi yang sudah menunggu disana.

“Wooi~ ada kami disinii~” Seru Hyukjae saat Siwon dan Kyuhyun tidak juga melepas pelukan mereka.

Sementara ia sudah berdiri dibawah wedding archnya sedang Donghae sudah menuju tempatnya dimana appa Cho sudah menunggu dengan senyumnya. “Appa…” Panggil Donghae dengan airmata yang sudah turun dipipinya.

“Jangan menangis, hari ini hari bahagia.” Ucap appa Cho dengan tenang.

“Aku tidak punya appa, aku tidak pernah berpikir bisa berjalan disini bersama orang yang bisa kupanggil appa.” Ucap Donghae langsung memeluk appa dari dongsaengnya itu.

“Kyuhyun dongsaengmu kan?” Tanya Appa Cho membuat Donghae menganggukkan kepalanya dengan cepat. “Karena itu, appa juga appa-mu, tersenyumlah.”

“Gomawo, appa, jeongmal gomawo.”

“Sudah, ayo~ musiknya sudah dimulai.” Ucap Appa Choi dengan senyum menenangkan dan menarik tangan Donghae lalu meletakkannya dilengannya sendiri. “Kajja~”

Teng, teng, teng, teng, teng~ music pernikahan yang selalu terdengar dibelahan dunia itu pun mengalun dnegan indahnya. Dan saat itu matahari sore yang sedang turun itu pun menyinari pasir pantai itu yang secara perlahan berubah warna menjadi pink muda.

Dan secara serentak pula, tujuh orang dengan 3 pengantin itu pun berjalan perlahan menuju wedding arch mereka masing-masing. Ketiganya tidak pernah melepas tatapan mereka pada namja yang akan menjadi pendamping hidup mereka kedepannya nanti.

Dengan segala cinta dan keyakinan langkah mereka menuju masa depan, sampai iramanya berhenti, langkah kaki mereka pun berhenti.

Donghae hanya bisa menatap Hyukjae dengan mata berkaca-kaca begitu sampai didepannya sementara namja dengan gummy smilenya itu menelan apapun yang ada ditenggerokannya karena kegugupannya yang sangat besar.

“Hyukkie~” Panggil Appa Cho membuatnya tersentak. “Jaga Donghae untuk, appa~ arrachi?” Ucap appa Cho kemudian sambil menyerahkan tangan Donghae padanya.

“Arraseo, appa~”

Dengan begitu appa Cho pun mundur untuk berdiri ditempatnya dan menyaksikan ikrar cinta dan sumpah setia selamanya itu diucapkan keduanya.

“Kau, Lee Hyukjae bersedia menerima Lee Donghae sebagai pasanganmu dalam suka dan duka, sakit dan sehat, bahagia selamanya bersama sampai takdir memisahkan.”

“Aku bersedia, akan mencintainya selamanya.” Jawab Hyukjae lantang membuat Donghae terkesima.

“Dan kau Lee Donghae, bersedia menerima Lee Donghae sebagai pasanganmu dalam suka dan duka, sakit dan sehat, bahagia selamanya bersama sampai takdir memisahkan.”

Tanpa ragu sedikit pun Donghae pun mejawab kata-kata yang sama. “Aku bersedia dan akan mencintainya selamanya.”

Dan ikatan itu pun terucap dengan nyata dan keduanya saling memberi kecupan sebagi ciuman ikrar cinta mereka sampai selamanya.

“Saranghae, Lee Donghae.”

“Nado saranghae, Lee Hyukjae.”

Saat itu 2 pengantin lainnya pun selesai mengucapkan sumpah setia mereka dan akan mencintai selamanya sampai takdir memisahkan jasad mereka.

“Umma, Appa, Aunty~ aku sudah menikah.”

**

EPILOG

Setelah menikah Donghae dan Hyukjae langsung berbulan madu ke Venezuela, yang sudah dirancang umma Choi selama dua minggu full. Dan begitu kembali ke Seoul, mereka dihadiahi sebuah rumah mewah yang ada dikawasan perumahan elit di pusat kota.

Appa dan Umma Choi memberi mereka istana itu sebagai hadiah pernikahan dan sebagai terima kasih sudah bersama dengan Siwon dan Kyuhyun sampai hari ini. Tidak hanya itu, Hyukjae diangkat menjadi general manager diperusahaan Pusat, milik Siwon yang gedungnya benar-benar sudah menjulang tinggi seperti perkataannya dulu.

Sementara Donghae menjadi general manager di Mall Carissima yang baru diresmikan pembukaannya oleh Kyuhyun sebagai salah satu cabang dari perusahaan WK. Walau Kyuhyun direktur utamanya, tapi Donghae memiliki kewajiban penuh pada pemasaran dan pemasukan Mall yang dibangun secara besar-besaran itu.

Kebahagiaan apalagi yang mereka inginkan jika semuanya bisa didapatkan dengan begitu mudah? Selain hanya menjaga apa yang sudah mereka miliki sekarang dan semoga bisa kekal sampai selamanya.

Tapi, tentu saja disetiap kesempurnaan selalu akan ada kekurangannya walau tidak kasat mata. Kehidupan yang sempurna adalah menikah dengan orang yang kau cinta dan menjalani sisa hidupmu bersamanya, tapi itu semua akan terasa berkurang jika tidak dilengkapi dengan tawa keceriaan dari seorang buah hati.

Itu adalah hal terakhir yang diinginkan Donghae.

**

Sampai suatu hari tiba-tiba Yesung mengatakan sesuatu yang membuat jantung Donghae berdebar dengan cepatnya sampai terasa sesak. Dengan cepat namja tampan itu menuju rumah Siwon dan Kyuhyun untuk bertemu hal yang special itu yang akan membuat kebahagiaannya semakin sempurna.

Seorang anak kecil yang tidak memiliki siapapun didunia ini mengingatkan Donghae pada dirinya sendiri, juga pada hubby tampannya Lee Hyukjae. Karena itu saat Yesung mengatakan ia bisa mendapatkan anak itu untuk mereka membuat Donghae tidak perlu berpikir terlalu lama.

Taemin, nama anak itu.

Saat pertama kali melihatnya ada sesuatu yang menarik Donghae unutuk mendekatinya namun diurungkan namja tampan itu. Ia tidak ingin menakuti bocah kecil itu yang baru pertama kali melihatnya dan mendadak akan menjadi orangtuanya.

“Dia akan jadi mommy taemin yang paaaaling baik.” Bisik Kyuhyun di telinga bocah kecil itu saat mereka semua berkumpul di ruang tamu rumah Siwon dan Kyuhyun.

“Benalkah??” Tanya Taemin menatap Donghae penuh harap.

Namja penyuka ikan itu hanya mengangguk dengan air mata penuh di pipinya hingga Taemin kecil berjalan perlahan setelah di dorong Kyuhyun dari belakang.

Lee Donghae dengan segala cinta yang ia punya yang muncul secara tiba-tiba segera membuka lengannya sambil tersenyum, membuat taemin yang berharap ini bukanlah mimpi segera berlari menghambur ke pelukan hangat seorang ‘mommy’.

Dan sejak hari itu, Lee Taemin resmi menjadi putra angkat mereka berdua dan kehadirannya menambah kebahagiaan ditengah keluarga kecil mereka yang tidak sempurna menurut orang lain, namun segalanya bagi Donghae, Hyukjae bahkan juga bagi Taemin.

**

The end.

AHAHAHAHAHAHA~ APA INIIIIII~

Mianhae~ saya memang tidak bakat untuk pair lain~

Tapi Unnie sudah berusaha, semoga memuaskan ne?

Sampai Jumpa di FF selanjutnya~

With love,

Vie.

18 thoughts on “From Fish To Love

  1. Hahahhaa pertemuan donghae & euhyuk begitu….
    Baru tahu klu donghae melihat ciwon & tyunnie di bandara….🙂🙂🙂

    Kasihan donghae ditinggal aunty…. Tapi kebahagiaan utk donghae sdh menanti bersama Choi & Cho family….🙂🙂🙂🙂

    —–1315—–

  2. Sepertinya memang ga berbakat bikin pair lain ya unni,wonkyu nya masih lebih banyak ehehehe tp suka ko.ngebayangin kyunie kecil yg cadel kyaaaa imut sekali.
    hae oppa kebahagiaan akan selalu menghampiri orang2 baik sepertimu,ikut sedih waktu auntie ji meninggal.

  3. Jadi donghae lihat ciwon dan tyunie dibandara waktu kecil…
    Pantesan dia jagain siwon, karena hae cuma pengen yang jadi jodohnya siwon itu kyunie, secara waktu kecil aja udah romantis banget pake popo2 segala 😘😚
    Kalau wonkyu ketemu gara2 boneka salju, enhae ketemu gara2 ikan..lalu yewok ketemu gara2 apa ya??
    Mungkin vie unnie berbaik hati buatin side story nya yewook…ohohoho….

  4. ooo..jadi donghae udah liat wonkyu dr kecil???
    maafkan saya viee karena kurang ngefeel bacanya klo first pairingnya selain wonkyu,,hehehe
    nungguin heartbeats nya kapan update?? 😁

  5. Jadi iri sama mereka ( hae, hyuk, wook, yesung )
    walaupun mereka udah gak punya siapa2 lagi… tapi cho & choi family sayang bgt sama mereka…
    btw… aigooo ternyata donghae ngeliat adegan di bandara antara ciwon dan tyunie….
    jadi sekarang aku baru tau kalau mereka nikah nya barengan.

  6. Lucu bgt pas baca bagian Donghae liat Siwon & Kyunnie utk pertama kalinya. Donghae yg emang sensitive perasaannya lsg terpikat sm WonKyu couple sampai berlanjut mereka dewasa. Trus berlanjut sampe hubungan Donghae dg Eunhyuk ke jenjang pernikahan dan mendapatkan Taemin sbg buah hati mereka. Smoga EunHae bisa hidup berbahagia selamanya bersama dg WonKyu & YeWook couple

  7. aku setuju.. emang gx jago bkin pair lain #ditimpukUnni..
    bagus.. tp tetap lah unni kya bkin ff pair utama wk haha.. emang gx bisa ya ..

    jd ya 50-50 lah gitu wkwk..

    tp bagus unn^^

    walau aku bacanya gx masuk ke hati pas bagian Haehyuk.. pas bagian2 WK bkin berbunga bunga haha..
    jangan hajar aku haha

    Daebaak.. lucu iya haru iya ..so sweet jga iya..

    Semangat unni

  8. KYAAAAAA Keren Banget Eonni. Pertemuan Dan Kehidupan Seorang Lee Dong Hae Yang Bertemu Dengan Lee Hyuk Jae Teman Sekaligus Suaminya Tercinta Dan Bertemu Dengan Dongsaeng Yang Begitu Baik Dan Keluarga Yang Hangat

  9. Hihihi ga tahu mau comment apa,, eunhae emang pasangan yg kocak. Baru kali ini Yuki dengar ikan jadi mahar hahaahaaa #plakkk
    Fighting Vie unnie gomawo di tunggu My Baby chap 90 ^_^ ^_^

  10. aku nangkep ny ke wonkyu pdahal tentang eunhae,wonkyu lucu ya,msh kecil tp perpisahan ny kyk udah dewasa,walau smpet pisah tp akhirny bersatu juga..

  11. Oenni Maafkan diriku yg baru bisa baca dan comment sekarang setelah 2 minggu lamanya ff ini di publish, jangan salahkan saya oen, salahkan saja kuota yg tiba2 habis sebelum waktunya hikssss😥 *yaudah deh abaikan yuk*

    Oooo…. jadi begitu to awal pertemuan dua sejoli monkey & ikan itu? Ternyata si bg eunhyuk bisa romantis juga😀 kirain cuman wonkyu doank yg romantis ternyata bg monkey gk mau kalah😀 *peace bang* seru kali ya, kalau di dunia nyata mereka beneran nikah sekaligus bersamaan gitu *ngayal* dunia pen-shipper’an bakal heboh😀

    Yaudah deh oen, joengmal gomawo sudah mau bersusah payah menulis cerita untuk pair lain (eunhae) big thanks untuk ceritamu yg tidak akan pernah bosan untuk kita baca dan kita tunggu. Keep fight ^_^9

  12. Kereeennn so deep cintanya eunhae gag klah sma wonkyu ne~
    Hohoho ternyata hae dibandara jga, jdi bsa liat dramanya chibi wonkyu kkkk

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s