Family Love


9

We Love You

**

Cast : Choi Siwon (38), Cho(i)Kyuhyun (36), Choi Minho(17), Choi Suho(16), Lee Taemin(17), Kris(16)

Pairing : Wonkyu

Genre : Family, Hurt/Comfort, Fluffy.

Warning : Boyslove, Alur cepat, ide nyasar.

Summary : Baca aja sendiri, ahahahaha~

Ahh~ maaf soal status di fb ne? Vie nggak perlu bilang  kalo mau hiatus, karena setiap lama update itu udah jadi hiatus, ahahaha~ status itu karena lihat keadaan sekarang. tapi Vie akan tetap bersama wonkyu sampai waktunya harus berhenti, coz I love them to damn much~

And here we go~

I Proudly Present…

**

Seoul, Korea Selatan.

Pagi hari di kota Seoul terlihat begitu menenangkan dengan kendaraan yang masih belum terlalu banyak yang berlalu lalang di jalanan. Selain karena aktifitas yang belum dimulai, juga karena keadaan diluar sana masih sangat dingin dan sedikit gelap.

Tapi itu tidak berlaku pada salah satu rumah bergaya eropa yang terletak dikawasan distrik gangnam. Rumah dengan 2 lantai itu terlihat sangat mewah dari luar dengan semua dinding dilapisi dengan kaca tembus pandang. Berbagai lampu hias yang terpajang didalam setiap ruangan itu masih belum dimatikan karena memang hari masih sangat pagi.

Hanya beberapa maid-maid yang terlihat mondar-mandir di berbagai ruangan melakukan tugas mereka setiap harinya di rumah itu. Mulai dari membersihkan lantai dari kotoran dan debu yang hinggap di berbagai perabotan sampai memasakkan sarapan pagi untuk tuan mereka atau pemilik istana itu.

Suara langkah kaki menuruni tangga terdengar saling bersahutan diruang tengah itu, begitu melihat pemilik langkah itu, beberapa maid yang ada diruangan itu langsung menganggukkan kepala mereka sekilas. Seorang namja tampan dengan lesung pipi yang menawan menuruni tangga dengan santainya, dialah pemilik istana kaca tersebut. Choi Siwon.

Namja tampan yang dikenal sebagai CEO salah satu agency terbesar yang ada di Korea Selatan, bahkan berbagai Negara lain juga mengenal Agenci-nya itu, dengan nama WK Entertaiment. 18 tahun yang lalu Choi Kiho sang Appa mewariskan sebuah Agenci kecil untuknya berkarya dalam dunia bisnis walau saat itu ia masih berada dibangku kuliahan.

Namun kegigihan dan kepintarannya dalam mengelola bisnis agency itu membuat perusahaannya menjadi salah satu agency yang patut diperhitungkan dikancah hiburan internasional. Sejak pertama bisnisnya dibuka dengan audisi kecil-kecilan yang diadakan diberbagai tempat, Siwon hanya mendapat 1 trainee dengan bakat yang luar biasa.

Seorang namja berkulit putih susu dengan suara yang mengagumkan tersesat diruang audisi-nya suatu hari yang membuatnya tidak bisa berpaling. Siwon berusaha dengan sekuat tenaga membimbing namja itu hingga ia menjadi penyanyi yang sukses hanya dalam kurun waktu 3 bulan.

Dengan modal yang diberikan appa-nya Siwon membuat impian namja itu menjadi kenyataan dan dengan itu pula impiannya terwujudkan. Karena tidak lama setelah itu agency Siwon mulai dilirik manusia-manusia berbakat lainnya yang mempunyai kelebihan dibidang tarik suara, akting bahkan presenter.

Sebulan setelah album namja itu selesai, Siwon mengesahkan agency-nya memiliki nama resmi yang bisa diingat masyarakat luas. WK Entertaiment, yang merupakan singkatan dari namanya dan nama namja yang membawa keberuntungan dalam hidupnya itu. SiWon dan Kyuhyun.

Namja yang bernama lengkap Cho Kyuhyun itu memiliki paras cantik melebihi yeoja yang pernah ditemui Siwon dan memiliki kulit putih susu yang bersinar. Bentuh tubuh-nya yang tinggi dan ramping itu membuatnya sungguh-sungguh seperti model yeoja yang ada di Runway.

Dan namja cantik itu saat ini sedang berada ditempat terindahnya yang terasa sangat hangat dan nyaman dari gangguan apapun. Diatas ranjang baby-blue besar yang ada di kamar utama rumah besar itu Kyuhyun terlihat masih terbungkus selimut dengan nyamannya.

Ya, dia adalah keberuntungan Siwon yang diubah marga-nya menjadi Choi setelah genap setahun sejak mereka bertemu. Walau di usia Kyuhyun yang masih terbilang sangat muda 18 tahun, Siwon meyakinkan Appa-nya untuk melamar Kyuhyun dan menikahinya karena namja tampan itu tidak ingin Kyuhyun melihat orang lain lagi selain dirinya.

Dan sejak hari itu sampai 18 tahun sekarang ini, sekalipun mereka tidak pernah terpisahkan dengan kebahagiaan yang mereka punya. Apalagi setelah setahun menikah Kyuhyun dinyatakan bisa mengandung layaknya seorang yeoja, membuat Siwon tidak hentinya bersyukur atas pilihannya pada namja cantik itu.

“Tuan Choi~ selamat pagi.” Sapa salah satu maid tiba-tiba membuat Siwon tersentak dari lamunannya.

“Ohh~ mm~ selamat pagi~” Senyum dimple yang memesona selalu membalas sapaan mereka setiap pagi.

“Sarapan sudah siap, saya bangunkan nyonya?” Tanya maid itu kemudian.

“Mm~ gwenchana ahjumma, bangunkan mereka saja.”

“Ohh, baiklah, permisi.”

Dan maid itu pun segera menuju tangga lantai dua tempat semua kamar rumah itu berada, kecuali kamar mereka para maid. Maid itu berjalan mencari salah satu pintu yang bertuliskan nama putra kesayangan mereka semua. Choi Minho.

“Tuan muda~ sudah pagi ayo bangun ke sekolah~” Ucap maid itu sambil mengetuk beberapa kali.

Sementara itu Siwon hanya mendengar suara maid itu membangunkan putra-putranya sambil berjalan menuju kamarnya sendiri yang ada dibagian yang lain lantai itu. Siwon memasuki kamarnya yang luas itu dan segera menuju ranjang tempat dimana soulmatenya masih tertidur lelap.

Namja tampan itu menyusuri bungkusan selimut itu dari ujung kaki hingga kepala dan menampakkan wajah cantik yang tertutup dengan rambut dan setengah selimutnya. Siwon tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat deru nafas Kyuhyun yang masih teratur pertanda bahwa ia masih terlalu lelap dalam tidurnya.

“Bagaimana kau bisa tidur nyenyak di jam segini baby?” Tanya Siwon sambil menyibak rambut poni Kyuhyun kesamping.

Kemudian ia pun mengecup kening namja cantik itu penuh sayang sebagai ucapan selamat pagi untuk huswifenya tercinta dan kecupan itu adalah senjata yang paling ampuh untuk membangunkan namja cantik itu karena kini Kyuhyun sudah menggeliat tidak nyaman dalam tidurnya.

“Hyuuuung~” Protesnya kemudian.

“Sudah pagi, baby~ nanti terlambat, ayoo~”

“Mmmm~ jam berapa ini?” Tanya Kyuhyun masih dengan mata terpejam.

“Jam 5.30.”

“MWOOO!??!?” Kyuhyun langsung terduduk dengan death glarenya yang mematikan pada Siwon. ”Kenapa tidak membangunkanku?”

“Sudah untuk kesekian kalinya.”

“Li~ar~” Ucap Kyuhyun dengan bibir mengerucut dan segera turun dari tempat tidurnya dengan buru-buru.

Namun begitu berdiri dengan utuhnya Kyuhyun langsung menyadari bahwa dirinya tidak memakai apa-apa saat ini hingga hawa dingin dari air conditioner di kamar mereka langsung menerpa kulitnya.

“Ooo~ooo~” Siwon melihat pemandangan itu dengan wajah berbinar.

“Choi Siwon paboo!!!!” Teriak Kyuhyun melempar bantal pada suaminya itu lalu berlari secepatnya menuju kamar mandinya.

“Adorable baby~” Gumam Siwon dengan senyumnya.

Kemudian ia pun segera bergegas memakai pakaian-nya karena ia juga harus menuju perusahaannya seperti setiap harinya selama 18 tahun ini. Setelahnya ia pun keluar dari kamar menuju meja makan sambil menunggu yang lain untuk sarapan bersama.

“Selamat pagi babyboy~” Sapa Siwon begitu melihat putranya sudah duduk di kursi jatahnya sendiri.

“Daddy, I’m seventeen, not Babyboy.”

“Ohh~ good morning seventeen~”

“Daddy!!!!”

“Ahahahaha~ Pulang cepat hari ini?” Tanya Siwon kemudian untuk menghilangkan sulking diwajah putra tampannya.

“Ani~ ada ekskul basket nanti.” Jawab putra tampan itu yang bernama Choi Minho.

Putra pertama Choi Siwon dan Choi Kyuhyun yang berparas tampan lebih menuruni wajah daddy-nya dari pada mommy-nya tercinta. Remaja tinggi dengan rambut hitam dan alis tebal membuat Minho selalu disebut sebagai ciplakan dari daddy-nya. Namun mata bulat dan kulit putih itu asli turunan dari mommy-nya si putri salju.

“Dimana adikmu, hmm?” Tanya seseorang tiba-tiba dibelakang mereka sambil mengacak rambut Minho.

“Mommy!! Aissh~~” Minho langsung menyisir kembali rambutnya dengan jari sambil mengerucutkan bibirnya melihat mommy-nya tercinta.

Namja cantik itu memakai kaos hitam bergaris dibagian dada atas dengan rambut bulatnya yang menggemaskan.

“Tumben mommy bangun pagi?” Tanya Minho dengan smirk-nya yang menjengkelkan membuat Kyuhyun memberinya death glare mematikan.

“Kan daddy sudah bilang, mommy ada jadwal.” Jawab Siwon dengan senyumnya. “Dimana dongsaeng Mino?” Tanyanya kemudian.

“Masih diatas, dia kan lambat, seperti mommy.”

“Mino!!” Kyuhyun protes tidak terima.

“Pagi daddy, pagi mommy, pagi hyung~” Sapa seseorang lagi dibelakang mereka.

“Pagi babyboy~” Jawab Siwon dan Kyuhyun bersamaan melihat putra keduanya.

“Hyung…” Panggil namja kecil itu lagi karena hyungnya Minho tidak berpaling melihatnya.

“Mmm~ pagi Cuo~” Jawab Minho akhirnya dan berpaling melihatnya sekilas.

“Sini, ayo sarapan dulu.” Ajak Kyuhyun kemudian.

“Ehee~ nee~” Cuo atau Suho langsung menempati tempat duduknya disamping Minho hyungnya.

Choi Suho, remaja tampan berusia 16 tahun, hanya beda satu tahun dari hyungnya Choi Minho merupakan putra kedua dari pasangan perfect itu. Memiliki wajah yang sama tampan seperti hyungnya namun terlihat lembut membuatnya lebih sering disebut cute daripada tampan.

Suho merupakan siswa kelas 1 Senior High School yang dikenal disekolahnya dengan sebutan pangeran manis. Sangat bertolak belakang dengan Minho yang berada dikelas dua yang lebih dikenal dengan pangeran cool dan tampan. Mereka berdua berada disekolah yang sama dengan tingkat kepintaran berada dilevel yang sama pula.

“Kalian tahu mommy harus pergi kan?” Tanya Kyuhyun setelah beberapa saat.

“Nee~” Jawab MinSu bersamaan sambil memakan sarapan mereka.

“Belajar yang rajin, dengerin kata Ahjumma dan Mino…” Kyuhyun berucap membuat Minho langsung melihatnya. “Jagain Suho, Arrachi?”

“Aaa~ Arraseo.”

“Daddy ikut?” Tanya Suho kemudian.

“Mommy 3 hari ke jepang, haruskah daddy ikut?” Siwon balik bertanya.

“Biasanya daddy tidak mau ditinggal.” Jawab Minho asal.

“Hooo~ Mino sangat mengerti, tapi tidak…”

“Mwooo??” Kedua pasang mata bulat itu melihat Siwon tidak percaya.

“Hey~ memangnya daddy anak kecil yang harus nempel mommy terus?”

“Selama ini Mino lihat itu yang terjadi.” Gumam Minho pelan.

“Karna itu juga daddy sering tinggalin kami.” Suho menimpali dengan wajah polosnya membuat Siwon merasa bersalah.

“Sudah-sudah, ayo makan~ daddy tidak ikut ada meeting.” Jawab Kyuhyun menegahi membuat Siwon tersenyum senang.

Dan namja tampan itu langsung mengambil nasi goreng dari piringnya lalu menyuapi Kyuhyun dengan wajah riangnya seperti biasa. Sementara Minho hanya bisa memutar bola mata dengan malas sedangkan Suho tersenyum cekikikan melihatnya.

Namun orang tua mereka tidak peduli apapun karena hal itu sudah sering menjadi pembicaraan mereka sejak bertahun-tahun yang lalu. Putra kebanggaan mereka tahu betapa orang tua mereka saling terikat satu sama lain hingga tidak bisa terpisahkan.

Pekerjaan mommy-nya sebagai artis papan atas mengharuskan mereka untuk selalu bepergian ke lain tempat bahkan negara jika schedule untuk konser masuk bersamaan. Seperti sekarang ini Kyuhyun mommy mereka harus ke Jepang untuk menggelar konser solo-nya selama 3 hari.

“Mau dibawa oleh-oleh apa, hm?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Mommy pulang dengan selamat…” Ucap Minho dengan wajah seriusnya.

“Itu sudah cukup.” Sambung Suho dengan senyum manisnya dan Kyuhyun terdiam melihat mereka.

“Kalian memang kebanggaan kami, ayo daddy antar.” Ucap Siwon kemudian saat sarapan mereka sudah selesai.

“Sudah besar masih diantar?” Tanya Minho tidak rela.

“Sekalian daddy antar mommy, no comment, come~” Siwon langsung menarik tangan huswife cantiknya menuju pintu depan.

Suho dan Minho hanya bisa menghela nafas dan mengikuti kedua orang tua mereka bersama beberapa maid dibelakang.

“Ahjumma~ jaga mereka baik-baik, awas kalau ada kesalahan.” Ucap Kyuhyun dengan death glarenya.

“Mommy, kenapa nakutin begitu?”

“Aiish~”

“Geogjeonghajima, nyonya Choi.”

“Mmm~ bagus, ayoo~”

Dan mobil BMW hitam mengkilat itu pun keluar dari bawah teras menyusuri halaman luas yang penuh bunga itu dan keluar pintu gerbang yang sudah terbuka dengan sendirinya. Didalam mobil Minho dan Suho hanya bisa melihat kaitan tangan kedua orangtuanya yang tidak bisa dilepaskan, bahkan sampai tiba didepan gerbang sekolah mereka.

“Mommy hati-hati~” Ucap Suho saat Kyuhyun memeluknya.

“Ne, Cuo juga jangan terlalu capek, ne?”

“Nee~”

“Mino jaga dongsaengmu, arrachi?” Ucap Kyuhyun memeluk Minho dengan erat.

“Arraseo~” Jawab Minho sambil membalas pelukan mommynya tercinta.

Kemudian Kyuhyun pun segera kembali masuk ke dalam mobil sebelum banyak yang melihatnya disana. “Belajar yang rajin, kami pergi.” Ucap Siwon.

“Nee~jalga~” Minho dan Suho melambai sekilas pada mereka.

Kemudian dua remaja tampan itu pun memasuki gerbang sekolahnya dengan santai sambil mencari teman sekelas mereka mungkin ada yang tersesat disana. Dan benar saja ada yang menunggu salah satunya, Minho langsung tersenyum melihat namja manis itu menghampirinya.

“Hei Minnie~” Sapa Minho langsung memeluk sahabat sekelasnya itu.

“Pagi Mino, pagi Cuo~” Taemin melihat Suho dengan wajah riangnya membuat Suho tersenyum senang.

“Nanti ke rumahku ok?” Minho bertanya penuh harap.

“Mommy kalian pergi lagi?”

“Hmm~”

Taemin langsung mendeakti Suho dan mencubit kedua pipinya dengan gemas. “Hooo~ anak bayi kesepian donk~ kasiaaaan~”

“Hhheuuung~” Rintih Suho kesakitan. “Hyuung~”

“Ahahahaha~ tenang saja, hyung akan temani Cuo, arrachi??” Ucap Taemin dengan wajah seirus membuat Suho menganggukkan kepalanya.

Minho hanya melihat sahabatnya itu mengganggu dongsaeng kecilnya yang memang sudah akrab dengan Taemin. Sejak kelas satu namja imut sahabatnya itu sudah sering main ke rumahnya dan mengenal seluruh anggota keluarga mereka.

“Chaa~ ayo pergi~ sampai nanti Cuby~”

“Sampai nanti hyung~” Jawab Suho melambai pada dua hyungnya itu dengan perlahan.

Suho bisa mendengar Minho yang bertanya apa itu Cuby dan dijawab Cuo Baby oleh taemin yang membuat Minho menyentil kepala Taemin sedikit keras. Suho hanya bisa melihat mereka dengan berbagai kata-kata ada dalam benaknya, sampai seseorang membuatnya terkejut dari belakang.

“Yoo~ Choi Suho!!!”

“Yak!! Kris!!! Dasaar!!!” Suho langsung menyentil kepala namja yang lebih tinggi dari-nya itu karena kesal.

“Kenapa kau melihat begitu? Apa kau suka Taemin?” Tanya namja tampan yang bernama Kris itu membuat Suho langsung melihatnya.

“Ck!! Paboya!” Decak Suho sebagai jawaban sambil berlalu darisana.

Kris yang tidak menyangka akan ditingal langsung berlari mengejar namja pintar dikelasnya itu dengan penuh semangat. Begitu sampai Kris langsung melingkarkan lengannya di bahu Suho dan bersama masuk ke dalam kelas yang sudah dipenuhi murid yang lain.

Sementara itu di Bandara Incheon.

“Hyung~ jaga anak-anak kita ne?” Ucap Kyuhyun di ceruk leher suaminya itu.

Saat ini mereka berada didalam ruang tunggu bandara yang memang tidak terdapat orang lain disana karena Siwon sudah mengatur semuanya. Ia tahu kepergian Kyuhyun selalu membuat namja cantik huswifenya itu terbawa suasana melow seperti ini, dan ia tidak ingin orang lain melihatnya.

“Mereka aman bersamaku, baby~ tenang saja.”

“Jangan biarkan Mino main game sampai tengah malam, jangan biarkan Suho sendirian tanpa pengawasan.”

“Hyung mengerti.”

“Lalu~ jangan merindukanku, ne?”

“Mwooo?? Bagaimana tidak?”

“Cuma 3 hari, kalau terlalu rindu nanti kau pasti akan menyusul.”

“Ahahahaha~ jangan juga merindukan hyung, hm?”

“Tentu saja tidak akan!!”

“Ahh~ liar~ yang ada konser-nya kau tinggal dan kembali ke pelukanku, baby~”

Langsung saja pipi Kyuhyun merona mendengar kenangan memalukan itu diingatkan kembali. Tahun lalu memang Kyuhyun meninggalkan konsernya hanya karena ingin melihat suaminya secepat mungkin. Setelahnya Kyuhyun harus mengganti hari yang sudah ditetapkan pihak promotor agar penonton yang sudah membeli tiket tidak kecewa.

“Ahh~ seharusnya hyung ikut~”

“Tidak usah, meetingmu jangan sering-sering ditinggalkan, apa kau mau tutup buku?”

“Ahahaha~ itu tidak mungkin.”

“Jangan sok begitu tuan Choi~”

“Tentu saja tidak Nyonya Choi~”

“Ahh~ aku merindukanmu, hyung~” Ucap Kyuhyun sambil menyusupkan kepalanya dalam leher Siwon.

“Mwoooo~”

“Sudah, aku mau pergi.” Kyuhyun langsung berdiri dengan wajah sulking yang merona.

”Managermu belum datang, duduklah dulu.” Siwon kembali menarik tangan Kyuhyun hingga namja cantik itu terduduk kembali.

“Bukannya manager yang harus menunggu? Kenapa harus aku?”

“Jangan begitu.”

“Aku pecat saja ne?”

“Mwoo??”

“Huh? Mau memecatku? Sembarangan!!!” Ucap seseorang tiba-tiba sudah berdiri disamping kursi tunggu mereka.

“Ohh~ hai Ryeowookie~” Sapa Siwon ramah sementara Kyuhyun memasang wajah sulkingnya.

“Siapa suruh terlambat dan memintaku menunggu?” Tanya Kyuhyun tajam.

“Kau saja yang kecepatan Kyunnie~”

“Ck!!”

“Ini bekalmu, masukkan kedalam ransel-nya Siwonnie.”

“Kau yang terbaik Wookie~” Siwon langsung membuka tas Kyuhyun dan memasukkan kotak bekal itu dengan cepat.

Ryeowook hanya tertawa kecil melihat wajah sulking menggemaskan itu berubah perlahan menjadi berbinar dan cerah. Kim Ryeowook memang sangat mengerti keinginan artisnya yang satu ini, sejak menjadi manager-nya 15 tahun yang lalu, dan ia sudah mengenal Kyuhyun luar dalam.

Ryeowook mendapatkan pekerjaan itu setelah melewatkan berbagai seleksi sulit yang diadakan oleh bawahan Siwon hanya untuk mendapatkan yang terbaik untuk artis nomor satu mereka, Choi Kyuhyun.

“Kita harus pergi, sudah waktunya.”

“Ohh~ ayo cepat.” Siwon langsung menarik koper kecil Kyuhyun dan membawanya sambil melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun kemudian berjalan bersama.

Ryeowook juga ikut berjalan disisi Kyuhyun yang lain sambil bercengkrama dengan pasangan perfect itu sampai mereka tiba di area masuk yang terakhir.

“Take care my baby~” Ucap Siwon mengecup kening Kyuhyun penuh sayang kemudian berpaling melihat Ryeowook. “Jaga dia Wookie-ah.”

“Aku bukan anak kecil hyung.”

“Arraseo~ cepatlah kembali. Aku mencintaimu.”

“Selalu hyung~ nado saranghae.”

“Sampai jumpa Siwonnie~ kami pergi dulu.”

“Ne~ hati-hati.”

Dan dua namja beda tinggi itu pun masuk ke dalam sambil melambai pada Siwon yang berwajah sedih namun tetap dengan senyumnya yang menawan. Setelah mereka menghilang diantara para penumpang lainnya Siwon pun segera pergi dari sana.

Namja tampan itu segera menuju perusahaannya yang berada ditengah kota seoul dengan tinggi gedung 203 lantai. Tempat artist-artis besar di korea bernaung seperti penyanyi, pemain drama, dan juga presenter ialah perusahaannya, WK Entertaiment.

Begitu sampai disana Siwon langsung menuju lantai 37 tempat meeting kali ini berlangsung bersama beberapa pemegang saham. Namun sebelum masuk ke dalam ruang meeting, namja tampan itu melihat hp-nya yang berbunyi tanda sms masuk dan langsung tersenyum begitu membaca isi pesannya.

From : My love.

“Semoga lancar, fighting!! My love.”

Dan Siwon pun memulai meeting itu tanpa kendala suatu apapun hingga semua-nya selesai dengan baik. Namja tampan itu melanjutkan kerjanya di ruangannya sendiri yang ada dilantai terakhir gedung itu, ruang kerja sekaligus ruangnya beristirahat bersama Kyuhyun jika namja cantik itu sedang melakukan recording untuk lagu-lagunya.

*

*

Hari itu pun berlalu dengan sendirinya dengan setiap orang yang memiliki kesibukan mereka masing-masing. Mulai dari pekerja kantoran hingga anak sekolahan, mereka memiliki kesibukan yang sudah ditetapkan peraturan pekerjaan ataupun peraturan sekolah.

Seperti Choi Minho yang dikenal diseluruh sekolah dengan kepintarannya dan memiliki ketertarikan disegala bidang olah raga. Dan hampir semua ekskul olahraga yang ada di sekolah Minho mengikutinya dengan senang hati.

Karena itu pula saat ini ia masih berada dilapangan basket sekolahnya bertanding dengan kelas yang lain bersama teman-temannya. Sementara Suho yang lebih suka belajar dan dilarang ikut kegiatan Ekskul apapun masih duduk dipinggir lapangan sambil membaca buku dan menunggu hyungnya untuk pulang bersama.

Ditengah permainannya Minho mendengar Taemin memanggil karena iphonenya berbunyi panggilan masuk. Dengan enggan Minho segera keluar lapangan dan menerima panggilan telepon itu tanpa melihat siapa yang menghubunginya.

“Yeoboseyo!?” Ucap Minho sedikit kesal.

“Begitu cara menjawab telpon Choi Minho?” Suara mommy-nya diseberang sana bernada peringatan membuat Minho gelagapan.

“Mom-mommy, mianhae~ waeyo?”

“Mino masih disekolah? Bagaimana belajarnya? Bagaimana Suho?”

“Kenapa mommy tidak tanya Suho sendiri?”

“Adikmu tidak bawa hp ke sekolah.”

“Ck!!”

“Minoo~”

“Iya Mino di sekolah, belajarnya biasa saja, itu Suho sedang membaca.”

“Kalian belum pulang?”

“Belum, Mino ada pertandingan antar kelas.”

“Ohh~ arraseo~ fighting!!”

“Gomawo mommy~”

“Nee~ setelah itu lekaslah pulang, jagain Suho.”

“Arraseo~”

“Bye-bye.”

“Bye~ mom~”

Minho langsung memasukkan hp-nya ke dalam tas dan berpaling melihat Suho yang berada tidak jauh dari lapangan yang lebih sejuk. Saat itu Suho juga melihatnya dengan wajah yang tidak bisa dibaca, ataukah merasa bersalah karena ia tahu siapa yang menghubungi hyungnya itu dan apa yang dikatakan orang itu.

“Cuo sudah besar, kenapa selalu minta dijagain?” Pertanyaan Minho suatu hari membuat Suho tidak berani bertanya atau melarang hyungnya itu.

“Ayo pulang,” Ucap Minho tiba-tiba sudah ada didepannya.

“Ba-basketnya?”

“Sudah selesai.” Jawab Minho langsung berlalu meninggalkan Suho.

Namja tampan itu langsung berjalan menuju mobil jemputan mereka dimana Taemin sudah menunggu disana dan Suho langsung bergegas mengejarnya sampai tiba disana ia melihat Taemin tersenyum cerah pada mereka berdua dan Minho juga ikut tersenyum melihatnya.

Suho hanya bisa memandang Taemin dan hyungnya itu dalam diam lalu segera masuk ke jok depan mobil sementara mereka berdua dibelakang. Dan keduanya pun bercanda selama perjalanan tanpa peduli Suho juga ada disana.

Sesekali Suho berpaling untuk melihat Taemin yang tertawa dengan riangnya membuatnya juga ikut tersenyum namun langsung berpaling saat Minho melihatnya. Begitu seterusnya sampai mereka tiba dikediaman Choi yang membuat Taemin bersorak kegirangan karena rumah itu selalu penuh dengan makanan lezat.

Begitu masuk kedalam rumah besar itu Taemin langsung berteriak memberitahukan kedatangan mereka pada para maid yang sudah sangat mengenalnya. Sementara Minho hanya menggelengkan kepalanya sambil menarik namja manis itu mengikutinya ke kamar.

Sementara Suho masih berdiri disana menatap kepergian mereka berdua dengan berbagai kata sampai panggilan Minho mengagetkannya.

“Wae-waeyo?” Tanyanya dengan wajah polos.

“Ganti baju, cuci muka, kita makan siang, arraseo~” Ucap Minho cepat membuat Suho langsung mengangguk patuh.

“Dia sangat penurut Mino~ jangan kasar padanya.” Ucap Taemin memasang wajah seriusnya.

“Aku tidak, dia memang harus penurut.”

“Sudah-sudah, ayo Cuo~ kita makan siang bersama.”

“N-ne~” Suho langsung mengikuti mereka menuju tangga dengan wajah berbinar saat Taemin mengedipkan mata padanya.

Beberapa saat kemudian mereka bertiga makan siang dengan senangnya dengan Minho dan Taemin lebih banyak bicara. Sementara Suho yang memang pendiam hanya menimpali sesekali kemudian serius dengan makanannya sampai semua-nya selesai.

“Minum obatmu, gosok gigi, belajar sebentar lalu tidur siang, Suho dengar?”

“Ne~ hyung.”

“Bagus, ayo Minnie~” Minho langsung menarik tangan Taemin.

“Kenapa tidak ajak Suho ikut juga?” Tanya Taemin tiba-tiba membuat Suho berbinar melihatnya.

“Tidak boleh, dia itu masih bayi, harus tidur siang, harus belajar juga.”

“Hyung~~” Protes Suho tidak terima.

“Mommy bilang seperti itu, sana ke kamar.”

“Aigooo~ Mino lebih cerewet dari ahjumma itu ne?” Ucap Taemin dengan sengaja membuat Minho memberi death glarenya yang mematikan.

Suho hanya bisa tertawa cekikikan kemudian segera menuju kamarnya untuk melakukan seperti apa yang sudah diucapkan hyungnya itu. Jika tidak, Suho tidak ingin mendengar complain yang diajukan Minho pada mommy dan daddy mereka karena dia tidak mendengarkan perkataan hyungnya itu.

Seperti itulah kegiatan mereka sehari-hari dengan orang tua dan kesempurnaan yang mereka miliki, Minho yang selalu bisa diandalkan orang tuanya yang sibuk dengan pekerjaan mereka. Dan Suho yang selalu dijaga ketat dan diperlakukan seperti bayi sampai membuatnya gerah sendiri.

Tapi tidak ada yang bisa ia lakukan jika mommy dan daddy mereka sudah bicara, tidak ada yang berani membantah apalagi melawan, karena keduanya memang anak-anak kebanggaan dan penurut pada orang tua mereka.

“Mino, mau kemana?” Tanya Kyuhyun pada anaknya suatu sore.

“Mino mau latihan basket. Mom.”

“Dimana tempatnya?”

“Hanya beberapa blok dari rumah kita.”

“Kalau begitu, ajak Suho sekalian, mommy harus ke kantor daddy.”

Minho terdiam melihat mommy-nya yang sedang membaca pesan dilayar iphone-nya, sebelah hati Minho sudah bisa menebak apa yang diinginkan mommy-nya sejak pertanyaan pertama tadi. “Kenapa Suho tidak dirumah saja?” Tanyanya.

“Tidak, kalau ada apa-apa, dia ada bersama Mino.”

“Apa-nya yang apa-apa? Suho baik-baik saja mom.” Ucap Minho terdengar kesal membuat Kyuhyun langsung melihatnya.

“Mino tahu kekebalan tubuh Suho tidak seperti Mino, Dia sering lupa hal itu karena itu Mommy minta Mino untuk selalu menjaganya.”

“Tapi dia sudah besar, sudah bisa menjaga diri.”

“Jika ada Mino, akan lebih baik lagi.”

“Ck!!!”

“Mommy harus pergi, Suho ada diatas, annyeong~” Kyuhyun langsung mengecup kening putranya itu dan segera keluar dari sana.

Minho hanya bisa menggerutu kesal dan segera menuju kamarnya untuk bersiap-siap dengan pakaian olah raga sekaligus memanggil dongsaengnya untuk ikut bersamanya. Tanpa mengatakan apapun Suho mengikuti apa yang dikatakan Minho dan pergi bersama untuk melihat latihan basket di lapangan yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka.

Setelah berjalan kaki lebih dari 5 menit, Minho dan Suho sudah tiba dilapangan besar yang dipenuhi dengan namja dan yeoja yang ingin latihan kegiatan ekstra mereka masing-masing.

“Hey~ Minho-ah, Dia selalu mengikutimu seperti anak bebek.” Celetuk salah satu teman latihan Minho.

“Shut up~” Jawab Minho dengan death glarenya yang mematikan.

Suho hanya menganggukkan kepala sekilas menyapa mereka yang dibalas dengan senyuman dan lambaian tangan dari yeoja dan namja yang ia tahu sebagai teman sekelas hyungnya.

Beberapa menit kemudian latihan mereka pun dimulai dan Suho memilih untuk duduk dipinggir lapangan seperti yang selalu dilakukannya. Ia memang lebih suka melihat hyungnya berlatih basket daripada menghabiskan waktu dirumah dengan pengawasan maid-maid mereka.

Walau bagi Minho sangat menjengkelkan harus membawanya kemanapun, tapi bagi Suho merupakan suatu kebahagiaan bisa selalu bersama hyungnya tercinta.

Lebih dari 30 menit kemudian iphone Minho yang ada ditas ranselnya berbunyi dan terdengar sampai ke tengah lapangan. Tanpa perlu melihatnya Minho tahu siapa yang menghubunginya sekarang, walau begitu ia tetap mengangkatnya.

“Yes, mom~”

“Mino masih latihan?”

“Masih.”

“Dimana Suho? Dia baik-baik saja?”

“Tentu saja dia baik, Suho hanya duduk disisi lapangan.”

“Hoo~ arraseo~ cepatlah pulang, Mino Fighting~”

“Nee~ sebentar lagi kami pulang.”

“Bye, mom~”

“Bye baby~”

Minho langsung memutar bola matanya mendengar panggilan yang tidak bisa diubah itu sejak dulu. Mommy-nya memang tidak pernah bisa dibantah dengan semua keinginannya itu, walau sering Minho mengeluh, tapi kelembutan mommy-nya selalu bisa mengalahkan keegoisan dirinya.

“Apa Suho capek?” Tanya Minho kemudian.

“Ani~ hyung latihan saja.”

Tanpa menjawab apa-apa Minho segera kembali ke lapangan dan kembali bermain basket dengan penuh semangat. Beberapa kali Minho berhasil mencetak angka yang membuat Suho langsung bersorak dengan riangnya.

Minho tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat melihat wajah bahagia Suho atas keberhasilan yang dilakukannya, bahkan sejak dulu. Walau terlihat dingin pada dongsaeng satu-satunya itu, Minho sangat menyayangi Suho sampai benar-benar menjaganya dari segala yang bisa melukai dongsaeng kesayangannya itu.

Tapi sikap daddy dan mommy-nya yang selalu mengutamakan Suho diatas segalanya membuatnya tidak bisa bersikap manis dan tidak peduli. Karena selama yang ia lihat, mereka benar-benar memberi semua perhatian mereka hanya untuk Suho, hingga sering kali mengabaikannya walau tanpa disengaja.

Setiap mereka tidak ada dirumah, mommy mereka akan menghubunginya dan menanyakan keadaaan Suho. Setiap Minho ingin pergi dan Suho ada dirumah, Minho akan selalu diminta untuk membawanya kemanapun ia pergi, agar Minho bisa menjaganya.

Sejak kapan perhatian itu teralihkan sepenuhnya? Bahkan Minho tidak menyadarinya.

Sampai suatu hari Minho mendapatkan kemenangan dari semua pertandingan basket yang ia ikuti di sekolahnya yang ditandingkan antar kelas. Timnya mendapatkan juara pertama setelah mengalahkan semua tim yang ada di sekolah itu.

Karena itu, timnya mendapat penghargaan dan kesempatan untuk mengikuti pertandingan basket nasional mewakili sekolah. Tentu saja Minho sangat menginginkan hal itu dan ia sudah tidak sabar melihat reaksi orang tuanya saat mendengar kabar baik yang akan jadi kejutan itu.

“Mino menang juara pertama?” Tanya Kyuhyun masih tidak percaya.

“Yes, momm~ I got the first place!!”

“Hoooo~ my precious, you’re the best!!” Kyuhyun langsung memeluk Minho dan menepuk-nepuk pundaknya dengan bangga.

“We proud of you, handsome~” Ucap Siwon juga ikut memeluk keduanya dengan senang.

Suho yang baru turun dari kamarnya hanya melihat dengan kening berkerut karena ia tidak tahu apa yang sudah terjadi disana hingga mereka berpelukan seperti itu dan tanpa dirinya.

“Mommy??” Panggilnya penasaran.

“Oh~ Sini Cuo~ hyung juara pertama basket sekolah, bukankah Suho sudah tahu?”

“Hoo~ nee~ Suho lihat tadi di sekolah.” Jawab remaja tampan itu sambil menuruni tangga menghampiri mereka. “Chukae hyung~” Ucapnya dengan senyum riang.

“Gomawo Cuo~” Jawab Minho membalas senyuman manis itu.

“Baiklah~ kita akan makan malam diluar untuk merayakan kemenangan pertama ini.” Ucap Siwon tiba-tiba membuat Minho langsung melihatnya tidak percaya.

“Ji-jinjja?? Da-daddy??” Tanya Minho memastikan.

“Tentu saja, kita harus merayakannya, Mino sangat suka basket kan?” Kyuhyun balik bertanya.

“Ne-ne mommy.”

“Ok! Besok kita akan makan malam diluar.”

‘Yes~’ Ucap Minho dalam hati. “Gomawo, mommy!! Daddy!!” Serunya kemudian langsung memeluk kedua orang tuanya yang masih berdiri disampingnya itu membuat Suho tersenyum senang melihatnya.

Dan mereka pun menghabiskan waktu dengan bercerita bagaimana kemenangan Minho ia dapatkan saat pertandingan. Siwon dan Kyuhyun bertanya dan berkomentar tentang semuanya sementara Suho hanya menjadi pendengar yang hebat sambil menstabislkan deru nafasnya yang terasa berat.

Setelah lebih dari dua jam kemudian Siwon segera meminta kedua putranya untuk kembali ke kamar dan mengakhiri hari ini sampai disini. Mereka harus sekolah besok pagi dan tidak pernah diizinkan untuk bergadang dan menghabiskan waktu dengan sia-sia.

Minho dan Suho yang patuh hanya mengangguk dan memeluk kedua orang tuanya sebagai ucapan selamat malam. Kemudian dua remaja tampan itu pun segera menuju kamar mereka masing-masing yang ada dilantai dua istana itu.

Sementara Siwon dan Kyuhyun juga segera menuju kamar mereka untuk mengistirahatkan tubuh mereka setelah seharian bekerja dimasing-masing bidang yang berbeda. Siwon melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan membawanya menaiki tangga lantai dua itu secara perlahan sambil terus bercerita tentang hari mereka.

Sampai malam semakin larut dan dan kegelapan menyelimuti kelelahan mereka untuk kembali terang keesokan harinya.

Seperti biasanya kegiatan pagi mereka dimulai dengan acara membangunkan siapapun yang tidak pernah bisa bangun pagi. Dimulai dari Choi Kyuhyun sang mommy, sampai Choi Minho putra pertamanya.

Choi Siwon, daddy-nya dan Choi Suho sudah lebih dulu terlihat rapi dengan pakaian mereka ke kantor untuk Siwon dan seragam sekolah untuk Suho. Mereka berdua sama-sama sudah terlihat dilantai bawah dan menunggu Minho dan Kyuhyun agar bisa sarapan bersama seperti biasanya.

“Hari ini Cuo cepat ne? Kelihatannya penuh dengan semangat.” Ucap Siwon beralih dari korannya.

“Suho senang hari ini, daddy.”

“Hoo~ senang kenapa? Suho dapat apa?”

“Aniyo~ tidak boleh tahu.”

“Mwooo??”

“Ahahaha~ daddy matanya mau keluar.” Ucap Suho dengan bercanda dan Siwon langsung menutup matanya.

“Tuan muda, bekalnya mau dibawa?”

“Boleh ahjumma, Cuo tidak pulang hari ini.”

“Mwooo?” Sekali lagi mata Siwon membesar dan hampir keluar dari kelopaknya.

“Daddy, Cuo mau pergi bersama Kris sepulang sekolah.” Jelas Suho cepat-cepat.

“Suho mau kemana? Siapa itu Kris? Kenapa dia ajak Suho?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba terlihat ditangga.

“Dia teman satu kelas dan satu bangku mommy.”

“Hoo~ si jangkung itu? apa dia baik?”

“Tentu saja!! Cuo mau pergi main, bolehkan~” Pinta Suho dengan wajah memelas.

“Mmm~ boleh sih, tapi Mino hyung harus iku…”

“Andwaeee!!” Bantah Suho cepat membuat Kyuhyun terdiam. “Mi-mino hyung pergi bersama Taeminie.”

“Ho~ jinjja?”

“Nee~”

“Mmm~ arraseo.”

“Boleh?”

“Boleh, asal kalau sudah tidak sanggup, telepon hyung atau daddy.”

“Suho kuat, mommy!!” Remaja tampan itu langsung mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Baiklah~ ayo sarapan, itu Mino.” Ucap Siwon kemudian saat melihat Minho menuruni tangga.

Dan keluarga kecil itu pun mulai sarapan bersama sebelum akhirnya kembali pada aktifitas mereka masing-masing. Karena begitu selesai Minho dan Suho langsung berangkat sekolah diantar sopir ahjussi sementara orangtua mereka segera menuju ke kantor bersama-sama karena Kyuhyun memiliki jadwal disalah satu studio.

**

Waktu pun berlalu dengan kesibukan mereka masing-masing dan hingga akhirnya siang hari menjelang dan sekolah Minho dan Suho pun segera berakhir. Semua siswa akan bersiap-siap untuk segera pulang ke rumah mereka, yang tinggal hanya yang memiliki kegiatan ekstra kurikuler sampai sore nanti.

Salah satunya Choi Minho yang masih harus berlatih basket bersama teman-temannya dan Choi Suho yang selalu tinggal menunggu hyungnya disana agar mereka bisa pulang bersama. Tapi tidak untuk hari ini karena Suho langsung mencari kris untuk pergi bersamanya membuat Minho melihatnya dengan kening berkerut.

“Yo~ mommy’s boy~ where do you think you’re going?” Tanya Minho langsung mencegat dongsaengnya.

“Huh? Mmm, itu…Suho mau pergi bersama Kris.” Jawab Suho gugup membuat Minho menatapnya curiga.

“Kemana? Untuk apa? berapa lama?”

“Nanti aku yang antar hyung, geogjongmal.” Sahut Kris yang ada dibelakang Suho.

Minho hanya menatap Kris tanpa kata-kata kemudian kembali berpaling melihat Suho yang masih tidak bisa memberikan jawabannya pada hyungnya tercinta. Minho yang tidak mendengar pernyataan Suho tadi pagi pada orang tua mereka tentu saja tidak mengerti dengan sikap dongsaengnya itu.

“Mau kemana Suho? Untuk apa?” Ulang Minho dengan nada tegas.

“Suho mau jalan-jalan hyung, Kris mau antarin Suho ke toko buku.”

“Kenapa harus dia? Kenapa tidak minta hyung?”

“Suho tahu hyung ada latihan, jadi…”

“Apa mommy, daddy tahu? Suho diizinkan? Bagaimana kalau sesak nafas Suho kambuh?” Tanya Minho masih tidak melepasnya.

“Suho sudah bilang tadi pagi.”

“Kenapa hyung tidak dengar?”

“Mommy, daddy izinkan, cuma sebentar, Suho kuat hyung.”

“Geurae~ just go~”

Suho langsung berbalik dan meninggalkan hyungnya itu dengan degupan jantung yang berpacu dengan keras. Namun sebelum ia sempat menjauh suara Minho menghentikannya sekali lagi, “Choi Suho…”

“N-ne??”

“Be good, Arra?”

“Aa-arraseo!!” Jawab Suho penuh semangat kemudian segera berlari mengikuti Kris yang sudah lebih dulu berjalan menuju halaman parkir mobil namja tinggi dan sedikit tampan itu.

Remaja 16 tahun itu benar-benar menghabiskan waktunya dengan bersenang-senang di toko buku yang penuh dengan buku yang ingin dimilikinya. Selanjutnya Kris menemani Suho keliling ke beberapa toko sampai mereka lupa waktu.

Ketika sore hari menjelang, barulah sedan mewah milik Kris terlihat memasuki halaman rumah keluarga Choi yang asri. Di pintu depan sudah berdiri dua maid yang diminta Kyuhyun untuk menunggu Suho yang seharusnya sudah pulang sejak tadi.

“Tuan muda? Kenapa lama sekali?” Tanya salah satu maid begitu Suho turun dari mobil.

“Suho terlalu senang, ahjumma~ mianhae~”

“Gwenchana, Ayo cepatlah masuk.”

“Ne~ ayo Kris~ masuk dulu.” Ajak Suho melihat Kris yang hanya berdiri dipintu mobilnya yang terbuka sedikit.

“Tidak, aku langsung pulang saja, sampai jumpa di sekolah.”

“Ok, bye!”

Mobil itu pun segera pergi dari sana dan Suho langsung berlari kecil memasuki rumahnya dengan beberapa bungkusan ada ditangannya. Begitu melewati ruang tamu, hanya Minho yang ada disana berdiri dengan tangan terlipat didadanya.

“Kenapa baru pulang?” Tanya Minho dengan wajah datarnya.

“Suho jalan-jalan dulu, hyung.”

“Apa Suho tidak capek? Bukankah mommy bilang jangan terlalu lama?”

“Suho baik-baik saja!! Kenapa selalu mengatakan itu!??!”

“Hyung tidak mau disalahkan karena tidak menjagamu.”

“Suho bisa jaga diri sendiri!!”

“Begitukah?”

“Lalu kenapa mommy…” Ucapan Minho terhenti saat mendengar langkah kaki menuruni tangga.

Mommy dan daddy mereka baru selesai berganti pakaian setelah pulang dari pekerjaan mereka yang menyita waktu seharian. Kyuhyun yang melihat Suho langsung menghampirinya dan melihat wajah putra-nya itu dengan seksama.

“Gwenchana?” Tanya Kyuhyun dengan nada khawatir.

“Gwenchana mommy.”

“Kenapa lama sekali? Mommy sudah bilang suho tidak boleh capek, jangan pergi lama-lama.”

“Mianhae~”

“Ck~” Decak Minho dengan sinis kemudian segera berlalu menaiki tangga kamarnya tanpa melihat Suho menatapnya dengan wajah sedih.

“Hyung marah mommy…” Ucap Suho tanpa sadar.

“Tidak mungkin, hyung hanya khawatir.” Jawab Siwon berpaling dari melihat kepergian Minho.

“Ne, hyung tidak marah, Sana mandi dulu terus istirahat, Suho tidak boleh ikut.” Ucap Kyuhyun dengan wajah serius.

“Suho tidak boleh ikut makan malam? Rayain kemenangan hyung?”

“Ne, Suho pasti capek kan?”

“Tidak!!!” Bantah Suho dengan cepat membuat Siwon dan Kyuhyun menatapnya tidak percaya. “Suho ikut!!” Ucapnya lagi lalu berjalan meninggalkan orang tuanya.

Jika sudah begitu, tidak ada yang bisa menolak keinginan putra tampan itu karena ia akan melakukan apapun untuk hyungnya tercinta. Bahkan Suho sangat mendukung keinginan Minho untuk menjadi atlet basket dunia.

“Bagaimana hyung?” Tanya Kyuhyun setelah beberapa saat.

“Biarkan saja, dia tidak mungkin melewatkan acara ini.”

“Aku tahu.”

“Come~” Ucap Siwon menarik tangan Kyuhyun dan menggenggamnya untuk menenangkan kemudian membawanya ke sofa yang ada disana.

Dan mereka pun menghabiskan waktu sementara di ruang tamu, sementara Minho dan Suho berada dikamar mereka masing-masing, sebelum keempatnya bersiap-siap untuk makan malam yang sudah dirancang Siwon di sebuah restorant ternama yang ada di Seoul.

Lebih dari setengah jam kemudian, Siwon dan Kyuhyun terlihat sangat mengagumkan dengan tuxedo hitam mereka yang serasi karena Siwon sengaja memesannya sepasang sebelumnya. Beberapa menit kemudian Minho turun dengan baju formalnya yang memakai blazer hitam dan kaos putih didalamnya.

Setelah menunggu lebih dari sepuluh menit barulah Suho terlihat menuruni tangga kamarnya dengan penampilan yang mengagumkan seperti ketiga namja yang ada dibawah sedang menunggu itu. Minho yang berada lebih dekat dengan tangga hanya melihat dongsaengnya itu dengan wajah datar, tidak bisa dipungkirinya wajah Suho cerminan mommy-nya yang imut dan menggemaskan.

Sementara Siwon dan Kyuhyun segera menuju pintu depan begitu tahu Suho sudah turun dari kamarnya, dua namja itu berjalan dengan santainya sambil bergandengan tangan. Melihat mereka Minho pun ikut berjalan mengikuti dibelakang tanpa melihat lagi pada dongsaengnya yang masih menuruni tangga.

Suho turun dengan pelan sambil mencoba mengatur nafasnya karena setiap tarikannya membuat dada-nya terasa menyakitkan. Karena itu juga sebelah tangannya memegang dadanya sendiri dan sebelah tangannya menggenggam bungkusan plastic yang dibawanya.

“H-hyungg~” Panggil Suho tertahan.

Dengan usaha keras Suho menuruni satu anak tangga karena kakinya tiba-tiba saja menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan. Sakit didadanya kini semakin bertambah hingga membuatnya sulit untuk bernafas atau hanya memanggil seseorang.

“M-mino…h-hyungg…” Panggil Suho sekali lagi.

Dan genggamannya pada bungkusan plastik ditangannya pun terlepas hingga barang itu menggelinding jatuh menuruni tangga terlebih dahulu. Dan suara itu pun sukses membuat Minho berpaling untuk melihat apa yang sudah terjadi dibelakangnya.

“Su-ho?” Ucap Minho melihat keatas, disana Suho masih berdiri mencengkram pegangan tangga itu dengan kuat.

Namun detik selanjutnya…

“SUHO!!!” Secepat Kilat Minho berlari menaiki tangga itu dan langsung menyambut tubuh kecil Suho agar tidak jatuh kebawah, saat tangan putih itu terlepas perlahan dan membuat tubuh Suho yang sudah tidak bertenaga jatuh terduduk disana.

“Suho!! Gwenchanayo?? Waeyo?? Choi Suho?!?!” Panggil Minho dengan panik namun Suho tidak menjawabnya.

“Suho jawab hyung!! MOMMY!! DADDY!!!!”

“Minho!??!” Tanya Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Baby Suho!!!” Siwon langsung berbalik masuk kedalam dan diikuti Kyuhyun.

Suara langkah saling bersahutan terdengar setelah teriakan Minho memanggil orang tuanya itu dan sesaat kemudian Siwon dan Kyuhyun sudah berada disampingnya bersama beberapa maid yang mendengar panggilan Minho.

“H-hyung…”

“Mwo? Waeyo?” Minho semakin bingung saat mendengar suara Suho yang terbata.

“Minho, apa yang terjadi??” Tanya Siwon tiba-tiba membuat Minho tersentak.

“Daddy, tolong Suho.”

“Baby~ waeyo? Suho kenapa?” Tanya Kyuhyun begitu melihat keadaan putranya.

Siwon langsung mengangkat putra bungsunya itu dengan gampang kemudian setengah berlari menuruni tangga dan menuju mobilnya. Sementara Kyuhyun mengikutinya dari belakang bersama maid-maid mereka.

Sedangkan Minho, ia masih terpaku ditempatnya memikirkan apa yang terjadi pada dongsaengnya begitu tiba-tiba, padahal sebelumnya ia baik-baik saja. Bahkan Suho sempat bermain diluar rumah bersama kris dalam waktu yang lama.

Sesak nafasnya tidak pernah kambuh karena mereka selalu bisa menjaganya dengan baik, tapi kali ini, untuk pertama kalinya Suho tumbang sampai kehabisan nafas seperti itu. Apa karena ini mommy selalu memintanya menjaga Suho?

Tanpa sempat memikirkan yang lain, suara mommy-nya membuyarkan lamunan Minho yang melalang entah kemana. Dengan cepat Minho langsung berlari menyusul orang tuanya menuju rumah sakit Seoul.

Begitu sampai disana Siwon kembali mengangkat Suho dengan gampang dan membawanya ke dalam rumah sakit itu dengan cepat. Sementara Kyuhyun dan Minho mengikuti dari belakang dengan wajah cemas.

Beberapa perawat yang melihat Siwon langsung memberikan pertolongan pertama mereka yaitu tempat tidur dorong, sedangkan dokter yang sudah dihubungi Siwon juga sudah menunggu disana.

“Dok, t-tolong~ ti-tiba-tiba…” Siwon berucap sambil mengatur nafasnya.

“Apa yang terjadi? Suho jatuh?” Tanya Dokter itu yang sudah menjadi dokter keluarga mereka.

“Tidak dok, dia tiba-tiba sulit bernafas dan pingsan.”

“Baiklah tunggu disini.”

Dokter itu langsung meninggalkan Siwon disana dan masuk ke dalam ruang ICU untuk memeriksa rmaja tampan keturunan Choi itu. Sementara Siwon langsung bersandar dipintu ICU sambil menghela nafas dan meraup mukanya dengan kasar.

“Si-siwonnie…” Panggil Kyuhyun tiba-tiba berdiri didepannya.

“Ohh~ my baby~ geogjeongmal~ dia akan baik-baik saja.” Ucap Siwon cepat dan memeluk Kyuhyun dengan erat.

Minho yang melihat mereka begitu khawatir sampai melupakan rencana mereka semula, bahkan melupakannya ada disana hanya bisa menghela nafas lelahnya. Dari dulu kedua orang tuanya memang menaruh perhatian yang lebih pada Suho yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Dongsaengnya itu mudah terserang penyakit dan tidak boleh sampai kelelahan karena akan berakibat fatal pada paru-parunya. Minho mengerti semua itu, namun terkadang perhatian mereka terlalu berlebihan untuk Suho sampai melupakannya.

Pikiran Minho kembali ketempatnya saat dokter yang masuk tadi keluar dari sana dengan wajah tenang, dan orang tuanya langsung berdiri tegak dan menanyakan keadaan Suho.

“Dia hanya kelelahan.”

“Mwoo?”

“Nee, sepertinya paru-paru Suho bekerja lebih banyak hari ini hingga mengalami penyempitan dan membuatnya sulit bernafas.”

“Dia pergi bersama Kris sampai sore.” Ucap Kyuhyun mengingat kegiatan Suho sepulang sekolah.

“Naah~ karna itu, jangan biarkan dia kelelahan lebih dari itu, bisa fatal untuk kesehatannya.”

“Baik dok, kami mengerti.”

“Dia akan dipindahkan ke ruangan biasa, setelah dua hari kalian boleh membawanya pulang dan melakukan bedrest dirumah.” Dokter itu berkata.

Saat itu beberapa perawat sudah mendorong tempat tidur Suho menuju ruangannya yang ada dipaling ujung lorong. Minho meremas secarik kertas ditangannya hingga benda tipis itu tidak terbentuk lagi dan membuangnya disana, kemudian dengan cepat ia mengikuti perawat yang membawa Suho keruangannya.

Didalam ruangan yang serba putih itu, Minho mengamati setiap gerakan mereka saat memindahkan Suho ke tempat tidurnya.

Setelah mereka keluar tinggallah Minho melihat wajah polos yang terlelap obat bius itu, kekhawatiran Minho sudah menghilang saat dokter mengatakan Suho hanya kelelahan ekstra karena kegiatannya sendiri.

Entah dari mana datangnya, kekesalan Minho pun memuncak seketika saat kepalanya dipenuhi dengan semua rencana mereka batal hari ini. Kemenangannya, kejutannya untuk orangtua mereka, kebanggaan yang ingin dilihat Minho dari mereka semuanya hilang seketika.

“Choi Suho…” Geram Minho menahan amarahnya.

Dan panggilan itu ternyata membuat tangan Suho bergerak perlahan hingga akhirnya mata bulatnya pun terbuka melihat sekeliling ruangannya. Sesaat kemudian Suho baru sadar bahwa ia ada dirumah sakit.

Dan saat ini hyungnya berdiri melihatnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikannya. Dengan kening berkerut Suho mencoba untuk melihat hyungnya lebih jelas dan memanggilnya.

“H-hyung…”

“Apa kau puas?” Jawab Minho membuat wajah polos Suho semakin bingung.

“Mmm, hyung…wae-waeyo?”

“Apa kau puas Choi Suho?!?” Tanya Minho lagi dengan geraman yang kasar.

“Ap-apa maksudnya? Hyung, ada apa?”

“Jangan pura-pura tidak tahu!! Apa kau puas sudah membatalkan acaraku? Apa kau puas sudah menggagalkannya?!?!”

“…..” Suho kehilangan kata-katanya, kenapa hyungnya marah tiba-tiba.

“Selama ini aku selalu bersabar saat mommy, daddy selalu mendahulukanmu, mereka selalu mencemaskanmu, selalu menjagamu!! Aku juga tidak pernah mengeluh, saat yang pertama mereka tanyakan itu keadaanmu, selalu hanya kau, kau dan kau!!”

“H-hyung…” Airmata Suho mengenang dipelupuk matanya.

“Mereka tidak pernah mengingatku!! Mereka juga tidak pernah menanyakan kabarku, apalagi khawatir padaku, apa kau tau?? Yang mereka tau hanya tentangmu, karna itu Aku benci padamu!!!!”

Plak!!!

Suara tamparan keras tiba-tiba terdengar diruangan itu dan Minho terdiam seketika. Sedetik kemudian Suho melihat orang tua mereka sudah ada disana. Dan detik selanjutnya, Minho merasakan pipi kirinya terasa perih dan kaku karna tamparan itu.

“Mo-mommy…” Panggil Suho tidak percaya melihat mommy-nya.

“Apa kau sadar?” Tanya Kyuhyun pada Minho. “Apa kau sadar yang kau katakan, Choi Minho!?!”

Kyuhyun menatap wajah putra tampannya itu yang kini tertutup sebelah tangan karena Minho memegang pipinya yang terkena tangan Kyuhyun. Kyuhyun bisa melihat mata bening Minho kini penuh dengan airmata yang ditahannya.

Kata ‘kau’ yang keluar dari mulut mommy-nya jelas mengatakan bahwa namja cantik itu tidak sedang bercanda. Seumur hidupnya Minho tidak pernah mendengar Mommy cantiknya berkata seperti itu untuknya ataupun Suho.

Mommy-nya kini benar-benar sedang marah.

“Baby…” Panggil Siwon melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan perlahan emosi namja cantik itu surut kembali.

“Jangan berkata sembarangan jika Minho tidak tahu apa-apa.” Ucap Kyuhyun sedikit lebih lembut.

“Tapi itu yang aku lihat, kalian hanya melihat Suho dan mengabaikanku, walau secara tidak sengaja, tapi itu yang aku rasakan, mommy~” Ucap Minho sejujurnya.

“Bu-bukan begitu…” Kyuhyun mencoba menjelaskan.

“Kalian tidak pernah menanyakan kabarku, kalian hanya khawatir pada Suho, kalian hanya melihat Suho, karna dia sakit? Ok~ tapi semua nya sudah berlebihan, aku sudah muak!!!”

“Choi Minho~” Panggil Siwon dengan suara tegas.

“Kalian tidak sayang padaku!!”

“Minho baby…” Panggil Kyuhyun.

“Kalian hanya ingin Suho!!”

“Dengarkan daddy!!”

“Apa yang perlu didengar? Kalau aku anak angkat?!!!”

“CHOI MINHO SHUT UP!!!” Kyuhyun menatap putranya itu dengan garang.

“Mo…mmy…” Suho sudah tidak nyaman dengan keadaan mereka.

Siwon hanya mengangukkan kepalanya untuk menenangkan putra bungsunya itu yang membuat Suho menatapnya penuh harap.

“Ja-jangan marahin hyung, mommy.” Ucapnya kemudian membuat Kyuhyun langsung berpaling melihatnya, ia tahu Suho tidak suka hyungnya terluka.

Namja cantik itu menarik nafas dalam-dalam setelah itu menghembuskannya secara perlahan. “Minho, dengarkan mommy…” Ucapnya kemudian melihat kebanggaan pertamanya itu.

Flashback~

Musim panas 10 Tahun yang lalu.

Dua bocah kecil terlihat sedang bermain pasir dipantai resort pribadi milik kedua orangtua mereka,

Keduanya sedang menikmati liburan musim panas bersama kedua orang tua mereka yang sedang berteduh dibawah payung di pinggir pantai.

Bocah tinggi dengan rambut coklat kehitaman berumur sekitar 7 tahunan sedang yang satu lagi lebih muda setahun darinya. Keduanya terlihat sedang serius membangun istana pasir disana tanpa peduli panasnya matahari menerpa tubuh mereka yang hanya memakai celana selutut. Tentu saja karena mommy-nya yang pintar sudah mengoleskan sunblock diseluruh badan kecil mereka.

“Hyung, Cuo haus…” Ucap bocah yang berusia 6 tahun itu pada hyungnya.

“Hyung ambilkan minum ne? Cuo tunggu disini.” Jawab bocah yang lebih tua darinya yang merupakan hyungnya sendiri.

“Maksud Cuo, kita belenang yuk, dah lama kena panas, Cuo haus.”

“Ooooo~ arraseo~ kita berenang.”

“Ehehe~tapi, istananya nanti loboh.” Ucap Suho melihat riak yang mencapai istana mereka.

“Gwenchana, nanti kita buat lagi.”

“Jinjja?”

“Neee~”

“Lets gooo~” Suho langsung berlari mencapai air dan berjalan kedalam.

“Jangan jauh-jauh Cuo.” Ucap Minho sabar.

“Sini hyung, Mommy bilang boleh sampai dada.”

“Kalau Suho pintar, boleh.”

“Suho memang pintar!!”

“Ahahaha~ nee~ sini hyung pegangin.” Ucap Minho memegang tangan Suho agar bocah itu melayang diatas air yang setinggi dadanya.

Keduanya berenang dengan perlahan sesuai dengan ajaran daddy mereka yang tampan. Karena hal itu juga kedua orang tua mereka membiarkan keduanya dan tidak terlalu memerhatikan apa yang mereka lakukan disana.

Minho mencoba berjalan sambil menarik Suho dengan tangannya, sementara Suho menghempaskan kakinya seperti ekor ikan dengan senangnya. Tawa kecilnya yang nyaring membuat Minho ikut tertawa bahagia melihat dongsaeng kesayangannya itu.

Mereka berdua benar-benar menikmati apa yang mereka lakukan sampai tidak peduli saat mommy mereka memanggil untuk berhenti.

“Sebental lagi, mommy~” Jawab Suho dengan riangnya.

“Hati-hati Mino~” Jawab mommy mereka dengan kening berkerut.

Minho hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban membuat namja cantik yang dikenal dengan nama Choi Kyuhyun itu kembali duduk di kursi pantainya bersama daddy mereka.

Dua bocah kecil itu kembali bermain-main didalam air dengan riangnya. Beberapa ombak besar berhasil mereka lewati dengan aman, karena keduanya memang lihai dalam berenang.

Tapi, tiba-tiba saja Minho merasakan ada sesuatu di kakinya dan ia tidak peduli karena terlalu senang bersama dongsaengnya, tapi ternyata bocah kecil itu merasakan ada yang tidak beres didalam sana. Dengan perlahan ia mencoba berjalan mundur agar mereka bisa cepat sampai ke darat. Namun sayang, semakin lama Minho bisa merasakan kakinya yang terasa aneh.

Sampai akhirnya kedua kakinya kram dan berhenti bergerak.

“Cuo…” Panggil Minho dengan wajah khawatir.

“Ne?”

“Kaki hyung kram.”

“Mwoo??”

“Cepat keluar dari air, baby~ atau kita akan tenggelam.” Ucap Minho seolah tahu apa yang akan terjadi.

“Ta-tapi, hyung..tu-tunggu..jangan dulu…”

Suho langsung panik melihat Minho sudah mulai tenggelam dan timbul lagi. Perbedaan yang tinggi antara dirinya dan Minho membuat ia sedikit susah mencapai permukaan. Sedang Minho sudah tidak bisa menggunakan kakinya untuk bertahan hingga Suho harus memegangnya.

“Hyung…pegang Cuo, jangan lepas.”

“Ugh..hy-hyuppp!!” Minho menutup mulutnya saat kepalanya kembali tenggelam.

“Hyung!!! Ugh!! Tunggu…”

Suho terus berusaha mengayuhkan kakinya sambil menarik tangan Minho yang tidak timbul lagi karena kaki hyungnya sudah tidak bisa digerakkan. Walau hanya sebatas dada atau dagu Minho tapi bagi Suho tempat mereka berada termasuk dalam karena tinggi badannya.

“H-hyupp!!” Suho ikut tenggelam dan air asin itu masuk ke mulutnya, namun ia masih bisa bangun lagi. “Ja-jangahhp!!” Suho terus berusaha walau tidak ada hasilnya. “J-jangan l-lepasin Cuo~”

Apapun yang diucapkan Suho entah didengar atau tidak oleh hyungnya yang diam saja dengan mata terpejam didalam air. Walau begitu, Suho terus berusaha berenang sebisanya dengan menanggung beban hyungnya yang tidak ingin ia lepaskan.

Bagaimanapun Suho harus bisa membawa hyungnya kedarat, tidak mungkin ia akan melepas dan membiarkan lautan itu mengambil hyung kesayangannya. Namun sayang, kelelahan dan air laut yang terus masuk kemulutnya, membuat Suho tidak bisa bertahan lebih lama.

“Mo-mommyyy~” Panggil bocah itu akhirnya. “Mommmyyyyy~~” Panggil Suho dengan sekuat tenaganya. “Mommyyyyyy~~”

“Mwoo? Apa yang terjadi??” Kyuhyun langsung berdiri melihat asal suara.

Dan saat itu Suho tidak tahu, ombak yang lebih besar menghampiri dibelakangnya dan menghantam tubuh kecilnya yang tidak siap.

“Oh shit!!! SUHO!!!” Kyuhyun langsung berlari mendekati bibir pantai bersama Siwon dibelakangnya.

“Suho bertahanlah~” Siwon berseru saat hanya sejengkal lagi wajah Suho yang terlihat.

“Momm….” Panggilan Suho terpotong air laut yang masuk ke mulutnya dan akhirnya ia juga menghilang didalam air.

“Andwaeeee!!! Hyung cepat!!!” Seru Kyuhyun saat Siwon berlari lebih mendahuluinya.

Dan kedua namja itu pun sama-sama memasuki air dan berenang sampai ke tempat Suho terlihat terakhir kali. Air yang hanya sepinggang mereka tentu memudahkan keduanya untuk menemukan kedua bocah itu.

Namun tidak jika keduanya sudah tidak terlihat dipermukaan laut, Siwon pun langsung menyelam untuk melihat didalam air, sementara Kyuhyun melihat kesana kemari yang mungkin saja ada kepala mereka yang terlihat lagi.

Beberapa menit berlalu mereka tidak juga menemukan dimana kedua bocah yang tenggelam itu. Sampai akhirnya Siwon berenang lebih kedalam lagi dan mencari didalam air, begitu juga Kyuhyun yang tidak bisa diam saja.

“H-hyung, di-dimana mereka?!?!” Tanya Kyuhyun tidak sabar saat Siwon terlihat lagi.

“Tunggu baby…” Jawab Siwon langsung menyelam kembali.

“Bagaimana bisa? Mereka tenggelam, bagaimana aku bisa menunggu!??” Tanya Kyuhyun setengah kesal.

Saat itu, beberapa penjaga pantai mereka sudah tiba dengan pelampung dan segera melakukan pencarian disekitar area itu. Kyuhyun yang tidak diizinkan berada disana langsung diminta kembali ke pantai dan menunggu disana.

Namun namja cantik itu tidak peduli dan hanya berdiri didalam air dengan kaki gemetar menanti kedua bocah kesayangannya itu ditemukan.

“H-hyung, temukan anakku~” Pinta Kyuhyun dengan wajah memelas, sambil melihat suaminya yang timbul tenggelam didalam air.

“Tuan Choi!!” Panggil salah satu petugas membuat Kyuhyun langsung berpaling melihatnya.

Namja paruh baya itu berada pada ketinggian yang hampir mencapai dagunya dan dilengannya kepala kecil menyembul yang diyakini Kyuhyun sebagai putranya. Secepat kilat Kyuhyun menghempaskan tubuhnya kedalam air dan berenang mencapai petugas pantai itu.

Begitu sampai Kyuhyun langsung mengambil siapapun yang ada didekapan namja itu dan memeluknya dengan erat. Sedetik kemudian baru ia tahu bahwa yang dipeluknya itu putra pertama kesayangannya. Choi Minho.

“B-baby~ apa yang terjadi?” Tanya Kyuhyun sambil menggigit bibir bawahnya menahan tangis.

“Silahkan kembali lebih dulu, kami akan membantu tuan Choi.” Ucap Petugas itu saat melihat Kyuhyun tidak beranjak juga.

Namun kemudian ia pun menganggukkan kepalanya sekilas lalu segera berenang kembali sambil mendekap Minho dengan sebelah tangannya bersama salah satu petugas yang mengikuti dan menjaganya sampai ke bibir pantai.

Begitu sampai disana Kyuhyun langsung menghempaskan dirinya diatas pasir dan membaringkan Minho disana kemudian memberikan putranya itu nafas buatan sebagai pertolongan pertama. Kyuhyun juga menekan dada Minho agar air laut yang masuk kedalam tubuhnya segera keluar.

Setelah beberapa kali, tidak ada perubahan dari Minho, petugas pantai itu langsung menghubungi ambulans sementara Kyuhyun langsung berlari mengangkat Minho kembali ke resort. Sebelumnya namja cantik itu sempat melihat suaminya yang masih menyelam bersama petugas yang lain untuk mencari Suho.

Tidak berapa lama, ambulans rumah sakit terdekat pun tiba disana dan segera mengambil Minho untuk mereka sementara Kyuhyun kembali lagi ke pantai untuk melihat perkembangan putranya yang kedua.

Namja cantik itu langsung berlari memasuki air laut agar bisa melihat suaminya lebih jelas.

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun putus asa.

“Baby, pergilah bersama Mino, hyung akan disini dan segera menyusul…”

“Ta-tapi…” Wajah pucat Kyuhyun mengeras menahan tangisnya.

“Bersama Suho, I promise~” Ucap Siwon dengan suara yang meyakinkan.

Kyuhyun melihat Siwon dengan wajah memelasnya yang menyakitkan namun dibalas Siwon dengan senyum menenangkan sampai akhirnya Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan berbalik dengan cepat kemudian berlari kembali ke dalam resort.

Ambulans yang membawa Minho masih menunggu-nya disana dan langsung pergi setelah Kyuhyun masuk kedalam dan duduk disamping putranya tercinta. Kyuhyun meraih tangan Minho yang pucat dan dingin itu dan menggenggamnya dengan erat.

Beberapa kali mengecupnya penuh sayang sampai tiba-tiba matanya melirik pergelangan tangan Minho yang semerah membentuk lingkaran. Bahkan ada bekas kuku-kuku kecil ditengahnya yang membiru seperti dicengkram seseorang dengan kuat.

“Su-ho?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Mengingat hanya Suho yang terlihat saat Kyuhyun mendengar suara panggilan itu sudah menjelaskan bahwa Minho lebih dulu tenggelam daripada putra kecilnya yang masih belum ditemukan. Kyuhyun langsung mengecup tangan itu sekali lagi dan menutup wajahnya dengan itu dan jelas terlihat bahunya bergetar menahan tangisnya yang tidak bisa keluar.

“My babies~” Bisik Kyuhyun perlahan.

Sesaat terasa jemari tangan Minho bergerak dalam genggamannya hingga Kyuhyun tersentak dan menurunkan tangan mereka. Kyuhyun melihat perlahan mata Minho terbuka dan melihat kearahnya, bocah kecil menggerakkan bibirnya seperti ingin mengatakan sesuatu.

Karna mulutnya sudah dipasang alat bantu pernafasan suara Minho tidak terdengar dengan jelas hingga Kyuhyun menundukkan kepalanya mendekat. “Ini mommy, baby~” Ucap Kyuhyun menjaga ekspresinya tetap tenang.

“Mo-mmy…C-cu-o…” Ucap Minho perlahan namun Kyuhyun bisa mendengarnya dan membuat apa yang ditahan akhirnya jatuh juga.

“C-cuo baik-baik saja, geogjeongmal~” Ucap Kyuhyun cepat sambil menghapus airmatanya.

Minho berusaha tersenyum dan menutup matanya kembali seperti beristirahat dari kelelahannya beberapa saat lalu.

Sesaat kemudian ambulans mereka pun memasuki area rumah sakit dan berhenti tepat didepan pintu loby yang sudah ditunggu beberapa perawat dengan tempat tidur dorongnya. Kyuhyun langsung turun darisana dan melihat Minho dibawa mereka ke dalam dengan cepat.

Sementara dokter yang mengenal Kyuhyun langsung menjabat tangan namja cantik itu kemudian segera berjalan lebih dulu menyusul perawatnya dalam ruang ICU. Kyuhyun langsung berbalik melihat petugas pantainya dan pegawai rumah sakit yang membawa mobil itu.

“Cepat kembali kesana.” Ucapnya cepat.

“Kami mengerti, anda tenang saja.”

“Gomawo~” Kyuhyun menganggukkan kepalanya lalu segera berlari memasuki rumah sakit besar itu dan menuju ruang Minho dibawa.

Namja cantik itu hanya bisa menunggu didepan pintu ICU yang tertutup rapat dengan lampu merah menyala diatasnya. Kyuhyun berjalan kesana-kemari didepan pintu itu tanpa berniat untuk duduk atau berhenti, ia sedang mencoba untuk menenangkan hatinya dan menanti apa yang akan terjadi pada putra kesayangannya.

Entah sudah berapa lama ia berputar kesana kemari disana, yang seperti sudah seabad rasanya walau sebenarnya baru setengah jam lebih berlalu.

Sambil berjalan berputar kembali ketempatnya Kyuhyun melihat dari jauh gerakan seseorang berjalan di lorong rumah sakit itu. Semakin lama semakin mendekat hingga ia bisa melihat lebih jelas siapa yang datang menghampirinya.

Siwon, dengan baju yang basah keseluruhannya, namja tampan itu berjalan dengan mendekap seseorang yang tidak bergerak didadanya. Seketika kaki Kyuhyun menolak untuk menopang tubuhnya berdiri tegak hingga ia pun merosot jatuh kelantai.

Helaan nafas lega keluar dari bibirnya bersamaan dengan hilangnya beban yang menghimpit kepalanya sejak ia tiba dirumah sakit. Walau dalam keadaan tidak baik, kedua putranya berhasil ditemukan dari dalam air laut yang dalam itu.

“Su-ho…” Panggil Kyuhyun pelan.

Siwon langsung menyerahkan putra keduanya itu pada perawat yang sudah menghampirinya dengan tempat tidur dorong mereka. Kemudian segera meraup Kyuhyun dalam pelukannya sesaat setelah Suho dimasukkan kedalam ruang yang sama seperti hyungnya.

“S-siwonnie~” Panggil Kyuhyun memeluk lengan Siwon yang ada didepannya dengan erat.

“Sssst~ dia masih bersama kita.”

“J-jinjjaa??Huhuhuhuhuhu~” Tangis Kyuhyun akhirnya membenamkan wajahnya didada suaminya yang hangat.

Siwon hanya bisa memeluk huswifenya itu dengan erat dan membiarkan ia menangis mengeluarkan segala kegelisahan yang sudah dipendamnya dengan sangat baik. Sampai menit kembali berlalu dan akhirnya pintu ICU itu terbuka menampilkan dokter Kim berdiri disana mencari mereka.

Siwon langsung menggerakkan tubuh Kyuhyun pelan dan mengatakan apa yang dilihatnya membuat Kyuhyun lnagsung berdiri dan menghampiri dokter itu.

“Ba-bagaimana? Apa yang terjadi? Apa mereka baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun tidak sabaran.

“Tenanglah Kyuhyun-ssi.”

“Katakan dok!!”

“Syukurlah tidak ada yang serius pada Minho, dia hanya perlu perawatan disini beberapa hari.” Ucap Dokter Kim menjelaskan dan helaan nafas lega terdengar dari kedua namja didepannya itu.

“La-lalu…bagaimana Suho?” Tanya Siwon kemudian.

“Mmm, kalau dia…”

“Dokter…” Panggil Kyuhyun tajam.

“Suho terlalu lama didalam air dan air itu merendam paru-parunya yang masih kecil.”

“Lalu??” Tanya Siwon cepat.

“Suho baik-baik saja, hanya saja…”

“Hanya saja?”

“Dia akan kesulitan bernafas jika kelelahan melebihi batasnya.”

“Maksudnya?”

“Apapun yang ingin dilakukannya yang membutuhkan kekuatan fisik, Suho tidak akan sanggup lagi.

“Oh God~” Siwon meraup kedua wajahnya tidak percaya. “Apa tidak ada cara lain?” Tanyanya penuh harap.

“Secara keseluruhan dia baik-baik saja, hanya kekebalan tubuhnya yang sudah terbatas.”

“Apa dia akan cacat?”

“Tentu saja tidak, kita juga tidak bisa mengganti paru-parunya, tenang saja, kalian hanya harus menjaganya lebih ekstra.”

“Kami mengerti.”

“Sepertinya Suho sudah berusaha dengan keras.”

“Maksud dokter?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Saya melihat pergelangan tangan Minho yang memerah dan bekas kuku-kuku menancap ditengahnya, selain itu Minho tenggelam karena kaki-nya kram tiba-tiba.”

“Maksud dokter Suho memegang Minho saat hyungnya tenggelam?”

“Itu perkiraan kami, karena melihat seberapa parah yang dialami Suho.”

“Su-suho kecil kami…” Siwon masih tidak bisa percaya.

“Dia sudah berusaha dengan keras walau tubuh kecilnya tidak mendukung keinginannya untuk membawa hyungnya kedarat, jagalah mereka dengan baik.”

“Terima kasih dok, kami mengerti.”

“Mereka sudah dipindahkan keruangan lain, silahkan jika ingin melihatnya.”

“Sekali lagi, terima kasih.”

Dokter itu menganggukkan kepalanya meninggalkan mereka berdua, sementara Siwon berpaling melihat Kyuhyun yang hanya diam saja mendengar pembicaraan mereka sedari tadi. Tanpa mengatakan apa-apa Siwon menarik tubuh Kyuhyun kesampingnya dan berjalan menuju ruang rawat kedua putra mereka.

Karena tidak ada kamar untuk dua orang akhirnya mereka dipisahkan hanya dengan dinding yang bersebelahan. Siwon dan Kyuhyun memilih untuk melihat Minho lebih dulu yang masih tertidur karena obat penenang yang diberikan padanya.

Setelah dari sana mereka menjenguk Suho yang ada disebelahnya kemudian berbagi menjaga mereka satu seorang sampai keduanya terjaga dan menanyakan apa yang terjadi pada mereka. Seperti Minho yang menanyakan Suho, begitu pula Suho yang menanyakan Minho begitu matanya terbuka.

“Hyung baik-baik saja, ada disebelah ruangan ini.” Ucap Siwon saat kelima kalinya Suho bertanya dalam beberapa jam mereka disana.

Begitu juga Minho yang harus membuat Kyuhyun berbohong berkali-kali karena bocah kecil itu selalu ingin melihat Suho dimana dan ingin bertemu dengannya.

“Cuo ada dikamar sebelah, dia juga harus istirahat.” Ucap Kyuhyun kesekian kalinya.

“Kenapa kami harus istirahat kalau kami baik-baik saja?” Tanya Minho kemudian.

‘Dasar anak pintar’ Gerutu Kyuhyun dalam hati. “Kalian harus dirawat beberapa hari karena meminum air laut yang banyak.”

“Jinjja?”

“Jinjjayo~”

“Tapi Mino tidak mau beberapa hari jika Cuo tidak disini.”

“Aiissh~ anak ini!!!”

“Cuo tolongin Mino, mommy~ dia pegang Mino sangat kuat biar Mino tidak tenggelam, Mino mau lihat Cuo, Mino mau bilang, gomawo~”

“Nanti juga bisa, kalau Mino sudah sembuh.”

“Mino mau sekarang, mommy.” Bocah kecil itu melihat mommy-nya dalam. “A-apa mommy bohong Cuo baik-baik saja?”

“Mwoo? Aniyo, tidak!!”

“Apa Cuo terluka? Apa yang terjadi mommy!??!” Tanya Minho dengan wajah memerah tidak tahan lagi.

“Aigooo~ kenapa hyung jadi keras kepala, hm?” Tanya seseorang dibalik pintu kamar mereka.

“DADDY!!!”Seru Minho dengan wajah senang dan seseorang digendongan daddy-nya tersenyum dengan manisnya. “Babyyyy~~~” Panggil Minho langsung merentangkan tangannya.

Mau tidak mau Siwon harus mendudukkan Suho diranjang Minho dan bocah kecil itu langsung memeluk dongsaengnya dengan erat. Suho hanya tertawa kecil dan membalas pelukan hyungnya itu sama eratnya, bahkan bocah kecil itu semakin membenamkan wajahnya dileher Minho yang sedikit jenjang.

“Cuo baik-baik saja? tidak luka?” Tanya Minho tanpa melepas pelukannya.

“Ne~ hyung.”

“Jeongmal?”

“Jeongmal!!”

“Mmm~ gomawo baby hyung sayang~” Ucap Minho mengeratkan pelukannya sambil memejamkan matanya.

Keduanya tidak melihat bagaimana orang tua mereka saling bertatapan dengan perasaan bersalah. Mereka tahu betapa putra mereka saling menyayangi satu sama lain, bahkan sampai tidak bisa dipisahkan. Mereka juga tahu pasti apa yang akan terjadi jika Minho tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Suho, dongsaengnya tercinta.

Biarlah kejadian ini menjadi pelajaran bagi mereka dan segera dilupakan kedua bocah itu tanpa meninggalkan bekasnya.

Dan sejak hari itu Suho selalu dijaga dengan sangat baik bahkan terlihat berlebihan, termasuk Minho yang memang sangat over protektif pada dongsaeng kesayangannya itu. Penjagaan ketat itu pun terbawa seiring pertumbuhan Suho yang memang memerlukan banyak kekuatan fisik dalam hidupnya itu.

END OF FLASHBACK

“Sejak hari itu kami memang menjaganya dengan berlebihan, mianhae.” Ucap Siwon melihat mata Minho dalam.

“Bukan maksud mommy membedakan sayang kami padamu dan Suho, Sungguh~ kalian berdua sama berharganya dalam hidup mommy.” Ucap Kyuhyun dengan kesungguhan terpancar dari wajah dan kata-katanya.

“H-hyung…” Panggil Suho saat Minho masih diam tidak bergerak. “Suho say…”

Perkataan Suho terputus saat seketika Minho berlari menghambur keluar dari ruangan itu dengan wajah yang tidak bisa dibaca. Melihat hal itu Kyuhyun langsung bergerak ingin menyusul putra pertama kebanggaannya itu, namun tangannya ditarik Siwon dengan cepat.

“Biarkan dia sendiri dulu.”

“Tapi…”

“Mianhae…” Ucap Suho kemudian membuat keduanya berpaling melihatnya. “Hyung marah, mommy~ hyung tidak sayang Suho lagi, sudah lama sekali hyung tidak sayang pada Suho.”

“Heey~ bukan begitu.” Kyuhyun langsung mendekat dan memeluk putranya itu penuh sayang. “Bukankah Suho sangat menyayanginya?”

“Saaangat sayaang~”

“Berarti hyung juga sayang Suho, saaangat sayang.”

“Jinjja??”

“Tentu saja, jadi tenang ne? Tunggu saja hyung kembali.”

Suho tersenyum senang mendengar perkataan kedua orang tuanya yang sangat menjanjikan itu. Namun sampai dua hari Suho dirawat dirumah sakit, sekalipun Minho tidak menampakkan dirinya lagi di tempat yang dipenuhi dengan ruang yang serba putih itu.

Sejak berlari meninggalkan mereka, Minho memang tidak pernah kembali lagi, apalagi saat ia kembali ke rumah dan melihat benda yang dijatuhkan Suho sebelum dongsaengnya itu pingsan. Rasa bersalah yang dimiliki Minho lebih besar dari rasa egoisnya yang sudah berprasangka buruk pada orangtuanya.

Minho hanya mengurung diri dikamarnya tanpa mengatakan apa-apa bahkan pada maid yang kebingungan melihatnya pulang dalam keadaan kusut. Siwon yang diminta Kyuhyun pulang melihatnya hanya diterima dengan kediaman putra tampan itu didalam kamarnya.

Sampai dua hari kemudian…

Suho yang sudah diizinkan pulang dari rumah sakit sudah tidak sabar ingin bertemu hyungnya dan memperbaiki apapun yang telah rusak diantara mereka. Namun sayang, begitu sampai di rumah yang menyambut kedatangannya hanya maid-maid mereka didepan pintu, sementara Minho tidak terlihat dimana pun.

Kyuhyun mengatakan Minho ada kelas tambahan di sekolahnya membuat Suho mendengarnya dengan baik dan memilih untuk menunggu hyungnya itu kembali. Wajah sedih Suho tidak bisa disembunyikan sejak ia tahu hyungnya tidak ada dirumah menunggu kepulangannya.

“Mommy…” Panggil Suho.

“Ne, baby?”

“Mommy tidak kerja?”

“Sampai Suho sehat kembali, mommy akan di rumah.”

“Tapi…”

“Apa Suho kira pekerjaan lebih penting dari kalian?”

“Ehehee, tapi daddy harus tetap bekerja ne?”

“Tentu saja, kalau tidak kita makan apa?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“Aiish~” Suho mengerucutkan bibirnya lalu melihat sekeliling ruang tamu besarnya. “Hyung belum pulang?”

“Belum.”

“Kenapa hyung tidak mau bertemu dengan Suho, mommy?”

“Hyung juga tidak mau bertemu dengan mommy, baby~ daddy juga.” Jawab Kyuhyun dengan wajah sedihnya.

“Mwooo??”

“Nee~ hyung pulang saat kita tidak ada dan langsung ke kamar lalu mengunci pintunya dari dalam.”

“Hyung jahat.”

“Biarkan saja hyung berpikir, apa yang sudah dilakukannya.”

“Hyung tidak salah mommy!!”

“Aaaa-arasseo~” Kyuhyun memutar bola matanya. “Hyung akan kembali, Suho jangan pikirkan itu atau Suho akan libur seminggu ke depan karena belum sehat.”

“Andwaeee~ Suho mau sekolah!!”

“Mmm~ so do what I say~”

“Yes, mommy~” Angguk Suho dengan patuhnya membuat Kyuhyun tersenyum bangga.

Dan sejak hari itu bocah sudah remaja itu selalu menunggu kedatangan hyungnya dimana saja, dan tidak berusaha mencari atau memaksanya seperti yang dikatakan mommy mereka. Hyungnya akan kembali dan Suho akan menunggu.

Mereka sama-sama sudah besar dan sudah bisa memilih dan memikirkan apa yang benar dan apa yang tidak benar. Seperti Kyuhyun dan Siwon yang memberikan keluasan agar Minho bisa berpikir dengan jernih, begitu pula yang akan dilakukan Suho, ia akan menunggu sampai waktu yang tepat itu tiba.

Sampai hari keenam Suho dirawat dirumah.

Tiba-tiba suara ketukan pelan terdengar dibalik pintu kamarnya, Suho terlihat sedang duduk bersandar ditempat tidurnya sambil memainkan game di PSP. Ketukan kedua terdengar barulah Suho meminta siapapun yang ada disana untuk masuk kedalam.

Tanpa diduga, orang yang paling ditunggunya kini berdiri dengan wajah polos dihadapannya.

“H-hyung…” Suho melihat tidak percaya.

“Ne.”

“Mino hyung~” Panggil Suho lagi dengan mata berkaca-kaca.

“Mmm~ itu…hari itu…mi…”

“Mianhae.” Ucap Suho mendahuluinya.

“Mwo?? Ani-aniyo~ itu hyung yang salah.” Jawab Minho salah tingkah.

“Bukan, seharusnya Suho bisa jaga diri, mommy, daddy dan hyung selalu ingatin Suho, tapi…”

“Diamlah!! Kalau sudah tahu kenapa Suho tidak mau dengar??” Tanya Minho dengan wajah keruh.

“I-itu…Suho…mau cari ini.” Ucap Suho menunjukkan miniature Ring dengan bola basket-nya pada Minho.

Itu adalah hadiah yang dicari Suho bersama Kris hari itu karena ia ingin memberikan kejutan, seperti yang dilakukan mommy daddy mereka merayakan keberhasilan Minho dengan makan malam. Suho juga ingin memberikan sesuatu yang bisa membuat hyungnya penuh semangat dengan cita-citanya itu.

Dan Minho sudah melihatnya hari itu sebelum ia letakkan barang itu kembali di kamar Suho.

“Suho cari ini, untuk hyung…”

“Cuma karna ini?”

“Mianhae, gara-gara ini kita batal makan malam, mianhae hyung~ Suho tidak bermaksud untuk mengacaukan segalanya, Suho juga tidak pernah mengambil mommy dan daddy untuk Suho, Suho sayang Mino hyung, sayang banget, mommy, daddy juga sayang Mino hyung, mereka tidak salah hyung, mereka tidak pilih kasih, hyung jangan salah sangka.”

Perkataan Suho yang panjang itu membuat Minho kehilangan kata-katanya dan hanya bisa menatap wajah polos dongsaengnya yang terlihat sedih dan menyesal.

“Suho sayang padamu, hyung.” Ucap Suho lagi dengan setetes kristal bening itu mengalir dari sudut matanya. “Mia…”

“Shut up!!” Seru Minho cepat menghentikan ucapan Suho dengan memeluknya sampai wajah Suho terbenam didadanya. “Hyung salah, hyung yang salah, mianhae, hyung juga sayang Suho, sungguh, tidak, bukan itu maksud hyung sebenarnya, hanya saja, hyung terlalu khawatir padamu.”

“Hiks~ mianhae~ Suho sayang hyung, hiks, sungguh sayang…huhuhu~” Tangis Suho akhirnya pecah didada hyungnya tersayang.

“Ssst~ mianhae, nanti mommy dengar, hyung bisa dibunuh.”

“Aniyo~ nanti Suho yang pukul mommy~ huhuhu~”

“Aigoo~ sudah besar, masih seperti bayi ne?” Tanya Minho setengah bercanda.

Suho tidak menjawab apa-apa selain membenamkan wajahnya dibahu hyung kesayangannya itu. Dan Minho merasakan pelukan dongsaengnya itu semakin erat hingga ia pun membenamkan wajahnya dibahu Suho dan ikut terisak.

“Mianhae~ jeongmal mianhae~” Bisik Minho pelan.

Mereka saling berpelukan dan menumpahkan semua yang mereka rasakan selama ini, agar semuanya menjadi lebih baik. Tanpa mereka sadari dibalik pintu kamar itu berdiri dua namja tampan dengan senyum bahagia melingkar di bibir mereka.

Bahkan salah satunya sudah memendam perasaannya sendiri agar airmata yang sudah lama mengenang dipelupuknya tidak jatuh begitu saja. Kyuhyun menengadahkan kepalanya beberapa kali agar ia tidak menangis dan isakannya bisa didengar dua putra kesayangannya itu.

Namun tarikan Siwon dengan gerakan lembut yang membawanya dalam pelukan hangat itu membuat airmata Kyuhyun akhirnya tumpah dan membasahi kemeja depan Siwon yang berwarna putih.

“H-hyung~”

“Sssst~ baby, mereka akan baik-baik saja.” Ucap Siwon menenangkan.

“A-aku tahu.” Kyuhyun berusaha untuk tenang kembali.

Namun suara Siwon sepertinya masih belum cukup kecil hingga dua remaja tampan kesayangan mereka kini berpaling dan melihat keberadaan mereka di pintu itu. Minho langsung berdiri dengan gugupnya melihat mereka berdua membuat Suho menarik tangannya dan menggenggamnya dengan lembut.

“Mo-mommy…” Panggil putra tampan itu sedikit ragu.

Kyuhyun langsung berpaling melihat putranya setelah menghapus airmata dipipinya dan menarik nafas sedikit lebih tenang. Namja cantik memesona itu menatap putranya dengan penuh cinta dimatanya hingga tidak ada yang bisa dikatakan Minho selain berlari ke pelukannya yang hangat dan menangis disana.

“Mi-mianhae, mommy~ hiks~ bu-bukan maksud Mino…” Ucap Minho terbata.

“Arra~ Mino hanya sedang kesal, kami juga salah menyembunyikan semuanya.” Ucap Siwon sambil membelai rambut Minho penuh sayang.

“Mi-mianhae, jeongmal mianhae~ Mino sayang dia mommy, Minho sungguh sangat menyayanginya.”

“Mommy percaya.” Gumam Kyuhyun pelan.

“Mianhae~ mommy, mianhae~ daddy, jeongmal mianhae~”

“Kami menyayangimu, tampan, seluruh dunia dan isinya tidak bisa dibandingkan dengan cinta kami untukmu dan Suho.” Ucap Siwon dengan nada serius membuat Minho melihatnya. “Percayalah.”

“Mianhae~” Minho kembali menangis melihat daddy-nya yang tersenyum menenangkan.

Melihat wajah penuh penyesalan itu, Siwon langsung memeluk keduanya dalam pelukannya dengan erat. Suho hanya tersenyum melihat hyungnya menangis pada mommy mereka seperti waktu Mino masih kecil dulu.

Kyuhyun yang melihat akhirnya mengulurkan sebelah tangannya hingga Suho langsung berdiri dan mendekati mereka yang masih berpelukan. Dan Minho merasakan kehadiran Suho langsung melepas pelukannya dan menarik dongsaengnya itu masuk diantara pelukan mereka hingga kesayangan itu pun berada didalam kehangatan orang yang dicintainya.

“Mommy~” Panggil Suho kemudian.

“Jangan marahi hyung Cuo.”

“Mwooo???” Death glare Kyuhyun langsung melayang pada mereka berdua saat smirk jahil Minho terlihat menyeringai.

Dan selanjutnya hanya tawa kebahagiaan yang terdengar didalam istana kaca itu yang penuh dengan cerita dan cinta. Semoga kebahagiaan itu akan terus ada bersama mereka, selamanya sampai akhir dari dunia.

THE END.

EPILOG.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun pada suaminya diruang kerja namja tampan itu.

“Waeyo baby? Hyung sedikit sibuk.” Jawab Siwon tanpa melihat kepadanya.

“Kapan kau tidak sibuk tuan Choi? Kenapa mengabaikanku?” Tanya Kyuhyun kemudian memasang wajah sulkingnya.

“Aigooo~ my baby~”

“Aku hanya punya 3 hari libur, kenapa tidak menghabiskannya denganku? Buang saja kertas bodoh itu!!?”

“Ahahahaha~ baiklah, baiklah~” Siwon langsung beranjak dari kursi kebesarannya menuju sofa tempat Kyuhyun duduk bersandar sambil melipat tangannya didada. “Kenapa, hm? Jangan merajuk.”

Siwon duduk disana sambil melingkarkan lengannya di bahu Kyuhyun dan mengecup pipi pucat yang menggemaskan itu. Tanpa aba-aba Kyuhyun langsung merebahkan badannya hingga setengah berbaring diatas pangkuan suami tampannya itu.

Siwon langsung tersenyum senang dan menundukkan wajahnya agar bisa menyentuh bibir peach Kyuhyun yang sedikit terbuka itu. Ciuman cinta yang lembut itu pun terjadi dengan sendirinya bahkan sampai tidak ada yang ingin melepaskannya karena rasanya yang terlalu manis.

Tapi Siwon yang ingin mendengar penjelasan Kyuhyun akhirnya mengalah dan perlahan menjauhkan diri hingga bibir mereka pun terlepas perlahan dan ia memberikan kecupan kecil dibibir Kyuhyun berkali-kali.

“Waeyo?” Tanya Siwon lagi sambil membelai lembut rambut kecoklatan milik Kyuhyun.

Namja cantik itu tersenyum manis dan memeluk lengan Siwon yang melingkar diatas perutnya yang sedikit rata itu. Siwon langsung tersenyum dengan dimplenya yang memesona melihat wajah cantik yang menggemaskan itu didepannya.

“Aku ingin perayaan untuk Minho diatur ulang.” Ucapnya kemudian.

“Maksudnya?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Makan malam kita yang batal, aku ingin kau atur ulang hyung, untuk Minho.” Ucap Kyuhyun sekali lagi sambil meraba sesuatu disaku celana jeansnya.

Secarik kertas yang sudah lecek itu terlipat dengan rapi dan Kyuhyun menyerahkannya pada Siwon. Namja tampan itu langsung mengambilnya dan membacanya secara perlahan kemudian melihat Kyuhyun dengan tatapan mengerti.

Kertas lecek itu milik Minho yang ingin ditujukannya pada mereka namun sudah lebih dulu dibuang putra tampan mereka di rumah sakit dan Kyuhyun tidak sengaja menemukannya.

“Dia memang hebat.” Ucap Siwon dengan bangga.

“Anakmu.”

“Anak kita.”

“Baiklah, itu bisa diatur, sebaiknya kita buat perayaan kecil dirumah saja, lebih special.”

“Kejutan untuknya?”

“Tentu saja.”

“Kau yang terbaik.”

“Tidak salah lagi.” Jawab Siwon penuh percaya diri.

Langsung saja death glare dan senyuman sinis Kyuhyun keluar dari wajah cantiknya membuat Siwon tidak tahan untuk tidak mengecup lagi bibir cantik yang sangat menggoda didepannya itu. Dan smirk Kyuhyun yang menjengkelkan pun semakin keluar saat suaminya semakin mendekatkan wajah tampan itu padanya.

“Mine~” Bisik Kyuhyun sebelum ciuman penuh cinta itu pun kembali terjalin.

Sementara itu disebuah sekolah terkenal di kota Seoul,

Dua remaja yang sama-sama berwajah tampan itu berjalan sambil berbicara dan tertawa yang entah apa itu sampai orang lain iri melihatnya. Choi Minho, namja yang lebih tinggi sedikit merangkul dongsaengnya itu dengan erat dan berjalan melewati semua orang yang melihat mereka dengan takjub.

“Hey, Choi Suho…” Panggil Minho pada dongsaengnya.

“Hm?” Jawab Suho dengan kepala yang dimiringkan.

“Apa kau…” Minho tampak ragu saat melihat wajah polos didepannya itu. “Apa kau menyukai Taemin?”

“Mwooo??” Mata Suho seketika membulat sempurna.

“Selama ini kau selalu melihatnya, saat kami bersama, kau selalu melihatnya, aku katakan, dia itu milikku, kau tidak bisa mengambilnya.” Ucap Minho kembali ke sifat dasarnya yang cuek.

“Hyung!!!” Suho langsung protes dan berdiri dengan wajah sulking.

“Wae?”

“Aku tidak suka Taeminnie!!”

“Lalu?” Tanya Minho penasaran. “Kenapa?”

“Mmm~ i-itu…aku…” Suho menyatukan dua jari telunjuknya dengan perasaan gugup, Ia tidak menyangka hyungnya akan bertanya seperti itu.

“Apa? kau menyukainya?”

“Tidak~!!!”

“Tapi…” Minho masih ingin tahu.

“Itu karna di-dia…”

“Dia…?”

“Dia bisa dekat denganmu sedangkan aku tidak!!” Akhirnya Suho mengakui.

“Mwooooo??” Minho tidak percaya pengakuan dongsaengnya itu. “Kau cemburu padanya?”

“Neeee~ sikap hyung berbeda saat dengannya, selama ini kau selalu dingin denganku, seperti ada dinding yang hyung buat agar aku tidak mendekat.”

“Omooo~” Minho menutup mulutnya sambil melihat kesana kemari. “Baby Cuo~ kau cemburu?”

“Hyung!!!”

“Aigooo~~ itu namanya brother complex, kau tahu?”

“Bukaaan!!!”

“Ahahahaha~” Tawa Minho dengan senangnya. “Sebenarnya itu bukan dinding, mungkin karena cemburu padamu yang terlalu diperhatikan, hyung jadi berubah dingin tanpa hyung sadari, mianhae.”

“Gwenchana hyung, Kami semua menyayangimu, jangan berpikir yang tidak-tidak dan jangan…”

“Jangan apa?”

“Jangan tinggalin Suho, Suho ingin kita seperti dulu, Suho sayang Mino hyung.”

“……” Minho menatap wajah polos dongsaengnya dengan seksama. Dia memang tidak bersalah. “Geogjonghajima…” Ucap Minho tiba-tiba serius. “Walau Taemin itu milikku, kau tetap kesayangan hyung, baby.”

“Mwoo??”

“Kajja~ kita masuk~” Minho langsung berjalan meninggalkan Suho agar dongsaengnya itu tidak bertanya lagi.

Sementara Suho masih terdiam dengan pipi merona mendengarkan kata-kata itu untuk pertama kali selama ia tumbuh besar dan sangat menyayangi hyung satu-satunya itu. Saat ia melihat ke depan, Minho berjalan mundur melihatnya sambil tersenyum cerah menampakkan semua giginya.

Mau tidak mau, senyum cerah pun terukir dibibir Suho yang terlihat sangat bahagia karena mendapatkan hyungnya kembali.

Bisa dipastikan mereka akan saling melengkapi dan menyayangi untuk selamanya, walau akan ada batu-batu kecil yang membuat mereka bertengkar lagi, semua itu akan teratasi dengan baik karena mereka satu ikatan darah yang tidak bisa dipisahkan.

Karena mereka…Keluarga.

**

Ahahahhahahhaha~ APA INIIIII???

Yang penting sudah selesai, ahahaha, semoga memuaskan My Lovelies~

Untuk Sucii, walau dirimu tidak baca lagi ff unnie, tidak apa-apa~ yang penting janji unnie terpenuhi dan mianhae jika  isinya tidak sesuai dengan cover, tapi semoga tidak mengecewakan^^

Sampai jumpa di ff yang lain.

Dan untuk yang requestnya belum terpenuhi, jebaal~ tunggulah sebentar lagi.

Walau lama, pasti akan Vie penuhi~

Tapi, selain Yumi ada siapa lagi ya? Vie nggak nulis plotnya, ahahaha. Mianhae~

With Love

Vie.

43 thoughts on “Family Love

  1. ohh,,ternyata cuo lemah gegara tenggelam???
    tp untunglah mino sgra sadar yaa,,jd akur lagi dehh
    tp msh pnsrn,,kertas lecek yg d tulis mino isinya apa yaa,,hmmm
    yg pnting happy terus yaa wonkyu fams

  2. Woaaah update .. new ff ne

    Aigoo aku sedih pas mino gitu.. hmm namanya remaja ya masih kecil msih labil wajar klo mino merasa begitu atau sikapnya begitu
    Bagus mino sadar ^^
    Sesungguhnya dia sayang n cinta bgt ama saengnya ne hehe

    Ooh itu ya penyebab cuo sakit dan jd sesak terus ..kasihan cuo ..

    Keke ampe kaget loh td pas mommy tampar mino hehe ..abis mommy yg lembut gitu walau evil haha ampe tampar mino saking marah atau kecewa karna mino kya gitu

    Tp syukurlah happy ending
    Minsu seperti biasa lg

    Ngomong2 minsu nih dah punya ekhem calon masing2 haha

  3. Vie…eonni selalu support kok
    Pokoknye i am always beside you
    Loving you and will always faith
    So dont be afraid dear
    Selama cintamu masih seluas samudra selama itu pula kita akan bahagia berenang didalamnya

  4. Vie sayang..eonni selalu support kamu kok
    Pokoknya will always stay beside you..loving you and will faith to you
    Jadi jangan berkecil hati dear
    Selama cintamu masih seluas dan sedalam samudra selama itu pula kita akan selalu bahagia dan sukacita berenang didalamnya
    Selalu menunggu wonkyu family yang penuh cinta dan kasih sayang

  5. Waaawww panjang unnie,puas bacanya.minho salah paham nih ga mungkin mommy and daddy cm sayang sm cuo.
    semangat terus unni di tunggu ff lain nya

  6. Kasihan mino yang merasa diabaikan…tapi bukan salah mino juga, momy dan dady nya terlalu khawatir sama cuo sampai2 yang ditanyakan selalu keadaan cuo…
    Untunglah semua kembali bersama dan bahagia ☺

  7. Yeyyyyyy unnie update jga…. Fighting….

    Minho suho terlihat sangat sayang.. walaupun minho terlihat cuek…..

    Wajarlah jika minho punya perasaan seperti itu walaupun cara minta kejelasan knp wonkyu terlalu protek ke suho yg salah….
    Untung saja suho cuma kelelahan… Dan kelelahannya pun krna nyari hadiah utk minho….

    Benar itu, minho hrs dibiarkan tenang dulu dan berpikir dng positif ttg semuanya…
    Dan akhirnya kesalahpahaman itu terlesaikan…..
    Minho suho hrs akur terus..

    Oh ternyata suho cemburu krn minho terlihat lebih dekat dng taemin drpd dng suho…. Hahahaha ada” saja suho…..

    Unnie tetap fighting ne… Ditunggu cerita yg lain….🙂🙂

    —–1315—–

  8. Alkhirnya udah gak ada kesalahpahaman lagi di keluarga wonkyu. Mantap oneshoot nya! Semoga bisa ada series berikutnya hehe

  9. Maafkan diriku yang jarang nongol umma~ tapii belive , I’m always beside youuu *hugumma* kita akan tetap bersama wonkyu sampai waktunya harus berhenti, coz we love them to damn much hihihihi~ so stay with me my lovely umma kkkkk …

  10. Maafkan diriku yang jarang nongol umma~ tapii belive , I’m always beside youuu *hugumma* kita akan tetap bersama wonkyu sampai waktunya harus berhenti, coz we love them to damn much hihihihi~ so stay with me my lovely umma kkkkk …

  11. Bagus bagus~
    biarpun ada nyesek nyeseknya dikit tapi suka bangetttt!!!!! ><
    sering sering bikin ff oneshoot kyk begini eonni hehe

    dan tetap semangat biarpun skrng para reader lagi mode ilang timbul.. Jangan berhenti berkarya eaaaaa😀

  12. We are family….yeyyyy!!!!full love 💕💞
    Huft…terkadang…kejujuran itu mmng sangat diperlukan walau mungkin berakibat tidak begitu menyenangkan.Pasti semua akan lbh baik.
    Saranghai Cho-i Family….

    Gumawo eonni..#big hug

  13. Aigoo unni bikin aku nangis bombayyyy.. terharu, sedih, bangga, takjub, dll campur aduk jadi satu baca imi cerita.
    Minho yg salah paham jd ingat cerita my baby kkk trus sayagnya suho yg besar sampai berkorban kek gitu..
    Anak anak yg membanggakan. Keren ceritanya
    Really good job eonni, never be bored to read all your story more than one times. So dont give up and write everytime you can. Briefly, you are incredible eonni :*
    Saranghaeee 😘😘😘😘💜💜💜💜💜

  14. Yeee…. Akhirnya update lagi,,,,aigooo baby min salah paham ni….pas baby cou masuk rumah sakit sempet deg”an takut kenapa” ,,,,,, tapi syukur deh semuanya berakhir bahagia. Seneng lihat minsu akrab lagi bisa saling mengungkapkan perasaan masing”
    gomawo unniee tetep semangat…. Di tunggu ff yg lainnya juga.. # big hug

  15. Nah….dari pada berenti nulis,mending nulis ff yg baru kaya gini hehe. Ternyata ada kejadian yg mengerikan semasa suho dan minho masih kecil, makanya wonkyu sangat hati2 dalam menjaga suho karena yg dialami suho lebih parah dari minho…meski judulnya sama2 tenggelam,sempat mikir juga pas minho marah dan bilang dia anak angkat,dia anak kandung kan ya,bukan anak angkat hehe…apalagi pas suho juga liat taemin ku pikir suho suka sama taemin eh ternyata nggak…tapi syukurlah semuanya jelas dan bahagia…. di tunggu untuk ff yg lainnya

  16. unnieeee!! annyeong!!! hehe mian yaa skrg udh ga mampir lg ke ‘rumah’ nya unnie u,u
    bkn krna cerita ff unnie ga seru lg,cma yaa krna udh ketinggalan deadline (?) bgt jdi yaa aku jdi jarang mampir 😢
    duh kebetulan bgt saya baca nih ff krna liat cover nya,nd whoaa crita nya bkin saya nangis beneran .
    ini serius lho..mngkin krna efek sakit jdi mudah nangis /plakk
    tiap liat ortu kita lbh peduli sma adek atau kakak kita dripada kita sndiri,emg sakit bgt sih :3 *pukpukmino
    tpi trnyata itu cma salah paham krna mino trlalu egois hoho
    suka deh sma crita nya,jdi kangen minsu iihh 😆
    well ~ semangat trs ya unnie!! jgn prnh brhenti utk membuat ff,krna ff unnie bnyk yg ditunggu ❤
    saranghae!!! 🙆

  17. Sudah kuduga Minho salah paham sm keprotektifan Wonkyu sm Suho untung semua terselesaikan dgn saling membuka hati bikin mewek deh huweee…😥😥😥😥 .Wonkyu pasti bangga sm anak”nya krn bisa saling menjaga sedari mrk msh kecil so cute deh mrk berdua

  18. Sudah kuduga Minho salah paham sm keprotektifan Wonkyu sm Suho untung semua terselesaikan dgn saling membuka hati bikin mewek deh huweee…😥😥😥😥 .Wonkyu pasti bangga sm anak”nya krn bisa saling menjaga sedari mrk msh kecil so cute deh mrk berdua.
    Btw Vie jgn hiatus dong soalnya ffnya Vie bgs” aku sll nunggu” loh updateannya

  19. Akhirnya ada yg baru hehee
    Selalu support kak vie kok, ini panjang dan bikin baper.. aku sukaaaa 😁
    Ternyata mino cuma salah paham hemm, cuo kasian u,u
    Ditungguin ff” nya yg lain okeee^^

  20. Ternyata cuo dan mino sama2 cemburu hahaha. Segala sesuatu mmg lbh enak kalo diungkapkan dari pada dipendam biar ga salah paham hihi. Love wonkyu couple.
    Love you vie eomma

  21. Ini puannnjang za…. ??!! Bikin nangis di beberapa bagian . untung saja salah pahamnya minho nggak lama2 . jadi minho bukan anak angkatnya wonkyu kan unnie ??

  22. Jadi minho dan suho pernah mengalami ke jadian yang seperti itu waktu kecil???? Pantas wonkyu sangat menjaga suho dan mereka menyembunyikan penyakit suho dari minho demi kebaikan hidup minho sendiri…tapi semua itu malah membuat minho jadi salah paham….tapi syukurlah semuanya berakhir bahagia

    Di tunggu ff berikunya vie

  23. thu bnget tuch rasanya jd minho…pengalaman pribadi soalny :p
    sebenernya sayang cm gara cuek+jutek jd keliatan benci..
    padahal aslinya sayang bnerrr.
    slah paham juga tuch mino oppa dikira uri suho suka sma taiminie ^_^
    wonkyu fam selalu bisa kasih crta seru..bikin iri aja nieh family..
    babykyu masih aja imut pdhal udah pnya 2ank..
    ternyata dibalik overprotective wonkyu ada crta sedihnya…untung mino sma suho selamat..babysu hebat masih kecil tp nggak mw nyerah…
    lanjut chiguuuuu….My babynya ttp dutunggu ^_^

  24. Horee…Muncul lg nih Wonkyu family yg dah lama ditunggu2👏👏👏. Minho cemburu berat sm Suho, dikiranya Daddy & Mommy-nya cuma sayang sm Suho aja. Untung itu cuma salah paham aja, karena sebenarnya Daddy Won & Mommy Kyu sayang sm mereka berdua. Sweet banger ceritanya Viee, Good job, can wait for your next story about Wonkyu couple and family. Fighting👍👍👍😘😘

  25. waeyooo di fb nya umma??
    hehehe…
    heum… emang nyesek banget pas mino salah paham itu…
    dramatisirnya diriku disangka mino kabur hahahaha *plak
    akhirnya semua masalah selesai, jangan brlarut2 lah namanya kan satu keluarga
    adem ayem aja deh lebih enak
    disangka kyu mau buatin ade baru taunya mau mengulang perayaan hahahaha

  26. mian oen baru bisa baca dan comment, soalnya paket limit😦

    wonkyu family oeh? senengnya ^_^ ternyata bisa bikin cerita yg bener2 nyesek juga ne oen?🙂 kirain yg romance2 doank hihihi. bagus ceritanya walau mino salah paham, ya No What What lah🙂 namanya juga saudara pasti selalu ada konflik.

    Tenang oen, WKS gk akan pernah surut. kami disini selalu menunggu karya2 mu. mungkin yg gk keliatan pada kehabisan paket atau wi-fi ngilang *seperti oenni*😀
    yadah oen, gomawo untuk ff ini *bighug* teruskan lah berkarya jangan ngilang juga donk😦 keep fight ^_^9

  27. minho udh salah paham, pdhl cuo sakit krn menyelamatkan mino…
    trbwa suasana ampe nangis..
    babykyu udh pny anak 2 msh merajuk sm siwonnie ne? hahaha
    gomawo vie, ffnya baguus..
    jgn hiatus dunk vie, kgn ff wonkyu..

  28. minho jahat bgt sama suho padahal kan suho yg udh menyelamatkan minho
    saya nangis pas minho marah sama suho pokoknya wonkyu dan minsu bahagia
    eonni jgn menghilangnya

  29. Aigooo ini minsuuu minggu besok minsul ne eonnie ? ;;;;;;

    Gaboleh iri sama suho sayang biar gimanapun suho dongsaengnya mino yg harus mino jaga dan mino sayang {{}} lucu nee eonnie liat minoku iri gitu hihihihi ><

    Btwww keep writingggg eonniekuuu sayangggg muanchhhh;*;*;*{{{{{}}}}}

  30. Rupanya karna kejadian itu tubuhnya jd gampang sakit,kasian suho.
    Minho kau harus percaya bahwa mommy daddy jga sayang sama kamu,wonkyu emang keluarga yang bisa bikin iri.

  31. aaaaaa telat sekali aku bacanyaaaaaa jeongmal mianhae eonnieeeeeeee *bow*
    aigoooo baca ff ini jd terharuuuuu aaaaa betapa sweetnya keluarga choi iniiiii uhhhh alwayssss kkkk
    semoga mino sm cuo gak smp perang dingin yahhh kkk

  32. Akhirnyaa misteri kenapa suho selalu harus diawasi dan ga boleh capek2 terpecahkan dan hal yang membuat mino selalu salah paham akhirnya ketauan kan. Semoga setelah ini mereka ga berantem2 lagii harus selalu saling menyayangii 😙😙 kkkkk

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s