Loving You 3


LOVING YOU IN THE DAKRNESS

Loving You In The Darkness

Chapter 03

**

Hai-hai selamat malam My Lovelies~ apa kabar, hm??

Mianhae ne, nggak jadi malam kemarin, padahal udah post disini, tinggal publish wifinya mati, sakit banget kan?

Kemarin sibuk seharian, jam dua baru bisa istirahat, lagi edit2 udah jam 4, tinggal post dikit lagi~ tuph! wifinya mati-_- kurang banget dia kan? #Curcol Ehehehe.

Here yo go~

##

Sebelumnya~

“Siwon dimana?!?”

“M-mwo?? Kyuhyun??” Salah satu namja menatapnya tidak percaya.

Sejak kapan seorang Cho Kyuhyun peduli pada orang lain dan dunia luar? Sejak sering diberi makanan? Semua pikiran namja dan yeoja disana sama isinya hingga tidak ada yang menjawab pertanyaan Kyuhyun. Mereka terlalu shock dengan reaksi yang dikeluarkan namja yang selalu hidup kelam di kelas mereka itu.

“Aku tanya, di-ma-na Si-won?” Ulang Kyuhyun kini menggertakkan giginya.

“Owh~ mm~ di-dia di rumah sakit Seoul.” Jawab salah satu temannya dengan cepat.

Kyuhyun hanya bergumam pelan kemudian segera berlalu menuju tempat duduknya yang ada dibarisan paling belakang. Sementara yang lain hanya bisa menatapnya tanpa bisa berkata-kata, hanya pertanyaan yang sama yang ada didalam kepala mereka.

‘Bukankah seharusnya dia berlari keluar menuju rumah sakit?’

Tidak, bukan itu yang dilakukan Cho Kyuhyun. Namja tinggi kurus itu malah duduk manis di kursinya sambil menunggu dosen mereka masuk, ia memainkan game yang ada di ponselnya.

Sampai beberapa jam kemudian Kyuhyun mengikuti kuliahnya dengan wajah datar, sementara temannya yang lain sesekali mencuri pandang ke arahnya. Mereka ingin melihat apa yang dilakukan namja tinggi tidak berekspresi itu, namun hanya wajah datar seperti biasanya yang mereka temukan.

Dan sebenarnya mereka tidak tahu apa yang ada didalam hati dan kepala Kyuhyun yang kini sedang berkecamuk penuh dengan pertanyaan.

Hingga begitu dosen mereka keluar dari ruangan itu Kyuhyun pun langsung melesat keluar membuat beberapa teman-temannya tersentak kaget. Mereka tentu saja bisa menebak apa yang akan dilakukan namja tinggi itu selanjutnya.

Kyuhyun berjalan terburu-buru menuju halte dan menunggu busway untuk segera pulang ke rumahnya. Disana namja tinggi itu berpikir apa yang harus ia lakukan selanjutnya untuk menghilangkan kegelisahannya itu.

“Haruskah?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Salah dia sendiri kenapa menunggu? Aku tidak menyuruhnya.” Jawabnya kemudian.

“Ta-tapi, dia sakit karena dirimu, Kyuhyun.” Inner Kyuhyun berdalih.

“Mwooo??”

Perdebatan batin itu pun terdengar semakin rumit karena Kyuhyun bersikeras dengan dirinya sendiri. Saat sebelah hatinya merasa bersalah sudah mengabaikan namja tampan itu, sebelah hatinya lagi bersikeras itu bukan salahnya.

Dengan wajah bingung dan kening berkerut Kyuhyun berputar-putar didalam kamar kecilnya, ia masih belum bisa memutuskan antara pergi atau tidak. Namun beberapa menit selanjutnya Kyuhyun terlihat sudah berganti pakaian dengan jeans hitam dipadu jaket hitam dan t-shirt dengan warna yang sama didalamnya.

Dengan cepat Kyuhyun segera keluar dari apartementnya setelah menyambar topi hitam yang ada disangkutannya, tidak lupa juga ia memakai kaca mata baca yang menjadi ciri khasnya itu beserta tas ransel yang berwarna hitam.

Kali ini Kyuhyun langsung menaiki busway yang kebetulan lewat saat ia sudah keluar dari gang apartementnya. Bahkan ia sudah lupa tentang orang asing yang tidak dikenalnya dan diketahui ingin segera menculiknya seperti yang sudah pernah terjadi.

Kyuhyun tidak peduli itu, ia hanya ingin cepat tiba di rumah sakit.

Sementara itu di rumah sakit besar Seoul,

“Apa dia baik-baik saja dokter?” Tanya Hyukjae dengan wajah khawatir.

Sejak dibawa kemarin malam Siwon belum menunjukkan tanda kesadarannya hingga membuat mereka berdua khawatir. Bahkan Donghae sudah menghubungi Appa Choi yang berada di Italy untuk segera pulang melihat putra satu-satunya itu.

“Sampai saat ini tidak ada yang membahayakan, biarkan saja dia beristirahat, sepertinya dia benar-benar membutuhkan itu.”

“Lalu kenapa dia tidak bangun-bangun juga, dok?” Tanya Donghae.

“Kami memberinya suntikan penenang, sampai kondisinya membaik dia akan bangun sendiri.”

“Apa tidak apa-apa?”

“Tidak, suntikan itu hanya untuk mengembalikan metabolisme yang sudah hilang.”

“Terima kasih dok.”

“Gwenchana, saya permisi.”

Dokter itu pun segera keluar dari kamar Siwon dirawat meninggalkan Hyukjae dan Donghae yang menatap sahabat mereka dengan wajah sendu. Donghae sendiri masih tidak percaya saat tiba-tiba Siwon menghubunginya dan meminta untuk di jemput.

Donghae bersyukur sebelum namja tampan itu pingsan, dia sempat menyebut dimana keberadaannya, halte dekat dengan rumah Kyuhyun. Tanpa perlu dijelaskan, Donghae tahu namja tampan dongsaengnya itu menunggu Kyuhyun disana.

Mereka berdua langsung menuju halte setelahnya dan menemukan Siwon terkapar dilantai halte yang dingin dengan air tempias hujan menerpa tubuhnya. Mungkin saja Siwon akan disebut orang gila saat ada yang melihat ia tidur disana, tapi tentu saja tidak ada yang bisa menebak perasaan yang ada dihati setiap manusia.

“Aku kira dia bercanda.” Ucap Hyukjae pada dirinya sendiri stelah beberapa saat.

“Siwon tidak pernah bercanda, walau dia sedikit gila, tapi dia selalu serius.” Donghae menyusuri wajah tampan dongsaengnya itu.

“Termasuk mengejar namja pucat itu?”

“Termasuk itu.” Donghae menganggukkan kepalanya cepat.

“Apa dia sudah gila?”

“Karna cinta.”

“Mwoooo??” Mata Hyukjae melebar tidak percaya.

“Hanya orang gila yang akan menunggu orang yang tidak dikenalnya ditengah cuaca seperti itu, jika itu bukan karna cinta.”

“Mungkin dia hanya benar-benar gila.”

Donghae langsung melayangkan kibasan tangannya ke kepala Hyukjae yang hanya bisa meringis kesakitan.

“Lalu, apa yang terjadi dengan namja itu? Kenapa dia tidak menemuinya? Setidaknya kirim sms dan bilang tidak mau, jangan membuat orang menunggu, apa dia tidak tau ada cara seperti itu??”

“Just shut up~” Donghae melihat dengan mata malasnya.

“Ok, ok, ok~” Hyukjae menganggukkan kepalanya berulang kali sambil berjalan menuju pintu keluar.

Namja dengan gummy smilenya itu langsung membuka pintu ruangan Siwon karena gerak-gerik Donghae yang menyelimuti Siwon dengan baik, pertanda mereka akan segera keluar. Dan saat ia melihat keluar ruangan dengan setengah badan, sebuah gerakan dari jauh menarik matanya dan membuat ia keluar dari sana sepenuhnya.

“Huh? Itu…” Hyukjae mencoba melihat lebih jelas dan detik selanjutnya, “NEO~ WAE-GEURAEYOO!!” Teriaknya langsung mengenali bayangan yang tidak jauh darinya itu.

Seketika Hyukjae berjalan cepat dan tiba-tiba sudah berada didepan Kyuhyun dan menekan tubuh namja tinggi itu ke dinding rumah sakit. Lengannya menekan leher Kyuhyun dengan sedikit keras hingga namja kurus itu tidak bisa bergerak dan hanya menatapnya datar.

“Apa yang kau lakukan disini!?” Tanya Hyukjae sinis.

“……”

“Jawab aku, brengsek!! Gara-gara kelakuanmu Siwon seperti ini!!”

“Siapa yang memintanya?” Tanya Kyuhyun dengan nada dingin.

“Mwooo?? Kurang ajar!!”

“Lepaskan aku!” Desis Kyuhyun dengan gertakan giginya.

“Tidak sopan! Setidaknya kau merasa bersalah.”

“Why would I?”

“Cih, Kau…..”

“LEE HYUKJAE!!!” Teriakan Donghae membuat tangan Hyukjae yang terkepal ingin dilayangkan pada wajah Kyuhyun pun terhenti.

“Hae-ah, anak ini tidak punya sopan santun.”

“Lepaskan dia, apa yang kau lakukan? Ini rumah sakit.” Jawab Donghae sambil mendekati mereka berdua dan menarik lengan Hyukjae yang masih menahan leher Kyuhyun.

Begitu terlepas Kyuhyun langsung menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan untuk melepas kesakitan yang Hyukjae sebabkan. Kyuhyun melihat namja yang dikenalnya sebagai teman Siwon itu dengan wajah sinisnya sambil menggosok leher jenjangnya dengan pelan membuat darah Hyukjae semakin mendidih saat melihat wajah datarnya.

“Ugh!! Anak ini!!”

“Hyukjae diamlah!!”

“Hae-ah!!”

“Kyu, apa kau ingin melihat Siwon?” Tanya Donghae tidak peduli pada Hyukjae. “Dia ada diruang 407.”

Kyuhyun langsung berpaling melihat nomor pintu pasien disampingnya yang bertuliskan angka 403, berarti ada 3 pintu lagi ke depan tempat Siwon berada. Namja kurus itu kemudian melihat Donghae dengan wajah datarnya, namun ada sesuatu dimatanya yang ingin diucapkan Kyuhyun, tapi tidak bisa.

‘Gomawo.’ Inner Kyuhyun menggantikannya.

“Pergilah, kami akan keluar sebentar.” Ucap Donghae kemudian.

Kyuhyun langsung berpaling melihat Hyukjae dengan wajah datarnya, namun smirk kecil yang menjengkelkan terlihat jelas disana. Kemudian namja tinggi itu pun segera berlalu meninggalkan Hyukjae yang semakin kesal bersama Donghae yang segera menariknya pergi dari sana.

Dengan langkah yakin Kyuhyun mendekati ruangan Siwon yang semakin dekat dengan langkahnya, namun begitu sampai didepan pintu ruangan itu, keraguan Kyuhyun kembali memuncak hingga ia terpaku disana.

Bahkan sampai beberapa menit kemudian Kyuhyun masih terlihat diluar dan berjalan kesana-kemari sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya. Bahkan sampai Dokter yang memeriksa Siwon datang kembali bersama seorang suster, Kyuhyun hanya melihatnya dengan wajah datar.

Namja cantik itu mendekati pintu perlahan dan mendengarkan apa yang dikatakan dokter Siwon bersama susternya. Sekaligus Kyuhyun ingin mendengar apa mungkin Siwon terjaga dan menyahut pembicaraan mereka, tapi sampai beberapa menit kemudian ia tidak mendengar suara namja tampan itu sedikit pun.

“Apa dia masih tidur?” Tanya Kyuhyun entah pada siapa.

“Suster, tolong periksa lagi darah pasien ini, sepertinya ada gejala penyakit lain didalam tubuhnya, kita harus segera mengetahuinya.” Suara dokter itu terdengar serius berbicara dengan susternya.

“Baik dok, apa perlu kita pindah ruangan?”

“Tidak, ambil sampel-nya saja, sebaiknya lakukan dengan cepat.”

“A-apa maksudnya itu?” Tanya Kyuhyun dengan nada khawatir.

Tidak mungkin Siwon sakit parah hanya karena kehujanan, tapi pembicaraan dokter itu dan susternya tidak bisa diragukan. Seketika jantung Kyuhyun berdegup dengan kencang memikirkan nasib namja tampan didalam ruangan itu dan semua itu terjadi karena ketidakpeduliannya.

“Tidak mungkin!!” Tanpa permisi tiba-tiba Kyuhyun mendobrak pintu ruangan Siwon dan melihat dokter itu dengan tatapan nanarnya. “Katakan padaku itu tidak benar.” Ucapnya tajam.

“M-mwo?? A-apa maksudnya?”

“Katakan padaku itu tidak benar!!” Ulang Kyuhyun sekali lagi.

“Maksud anda? Anda ini siapa?” Tanya Dokter itu dengan kening berkerut melihat Kyuhyun.

“A-aku…” Mata Kyuhyun mengerjap dua kali.

“Apa maksud anda tidak benar.” Tanya Dokter lagi.

“Mm, i-itu…di-dia sa-sakit, ta-tadi…” Salah tingkah Kyuhyun terlihat sangat menggemaskan didepan dokter dan suster itu.

Keduanya harus menahan tawa mereka saat menyadari apa yang dimaksudkan Kyuhyun dengan tidak benar. Namja tinggi kurus itu sepertinya salah paham dengan pembicaraan yang mereka lakukan tadi.

“Apa maksudmu, sakitnya?” Tanya Dokter itu akhirnya melihat Siwon.

Kyuhyun langsung mengangukkan kepala dengan wajah polosnya membuat dokter itu kembali harus menahan senyuman jahilnya.

“Maksud saya tadi, pasien no. 408, dikamar sebelah, Lee Jongsu.”

“……..” Kyuhyun kehilangan kata-kata.

“Sementara dia, no 407, Choi Siwon, hanya demam biasa karena kehujanan dan kelelahan, kau tidak perlu khawatir.”

“Ji-jinjjayo?”

“Geureom~ “

“…..”

“Kalau begitu saya permisi, kajja~” Ucap dokter itu kemudian melihat susternya yang masih tertawa kecil pada Kyuhyun.

Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun melihat kepergian mereka berdua dan kembali menutup pintu dibelakangnya dan masuk sepenuhnya ke ruangan VIP itu. Kyuhyun menatap sendu pada pemilik ranjang putih itu yang masih terbaring lemah dengan wajah pucat dan selang infus menancap ditangannya.

Kyuhyun langsung meringis melihat pemandangan itu karena menyadari semua yang terjadi itu karena sifat keras kepalanya yang tidak peduli pada orang lain. Ingin rasanya Kyuhyun mengucapkan kata maaf sebagai bentuk penyesalannya, namun entah kenapa kata-kata itu sangat sulit keluar dari bibirnya.

Akhirnya Kyuhyun memilih untuk duduk diam disana dan mengamati wajah tampan yang pucat itu lebih seksama. Selama ini ia hanya melihat sekilas dengan enggan karena memang sebenarnya ia tidak ingin didekati oleh Siwon atau yang lainnya.

Semakin diperhatikan, wajah Siwon memang semakin tampan hingga Kyuhyun harus berpaling untuk melihat kearah lain, sekaligus untuk menenangkan detak jantungnya yang ikut berdebar dengan kencang semakin lama ia menatap Siwon.

Dan tiba-tiba saja, jari telunjuk Siwon menampakkan pergerakan yang cepat membuat Kyuhyun tersentak dari duduknya. Dengan jantung yang berdegup kencang Kyuhyun melihat kesana kemari untuk mencari tempat sembunyi karena ia tidak ingin Siwon melihatnya ada disana.

Namun terlambat, karena begitu mata Siwon terbuka sepenuhnya, wajah pucat Kyuhyun yang nampak dari mata namja tampan itu. Secarik senyuman tipis terlihat dibibir Siwon saat wajah pucat itu semakin jelas terlihat dan bukan hanya dalam mimpinya saja.

“Ky-kyuhyun?” Tanya Siwon masih tidak percaya.

“…..”

“K-kau datang…”

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku…?”

“Aku kira kau pura-pura bodoh dengan mengikutiku kemana-mana.” Ucap Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Mwo??”

“Tapi ternyata kau memang benar-benar bodoh.”

“Apa katamu? Kekhawatiranku kau anggap sebagai kebodohan?” Tanya Siwon menatap Kyuhyun tidak percaya.

“Memang seperti itu kan?” Kyuhyun masih memasang keras kepalanya.

“Apa itu saja yang ingin kau katakan?”

“…..” Kyuhyun tidak menjawab pada perubahan sikap Siwon membuat namja tampan itu melanjutkan kata-katanya.

“Jika itu saja, sebaiknya kau pergi.”

“Mwo??” Kyuhyun ingin mendengarnya sekali lagi.

“Pergilah, aku mau istirahat.” Ucap Siwon berbalik dan membelakangi Kyuhyun.

“Ohh…” Hanya itu gumaman Kyuhyun yang terdengar sebelum ia juga berpaling berjalan ke pintu.

“Aku datang karna ingin bertemu dan melihatmu.”

Kyuhyun berdiri membelakangi Siwon dan mendengarkan sejenak kata-katanya lalu segera keluar dari sana tanpa kata-kata. Namun sebelum pintu ruangan itu tertutup sepenuhnya, kembali terdengar kata-kata Siwon selanjutnya yang membuat sesuatu didada Kyuhyun bergejolak tidak menentu.

“Maaf sudah menyusahkan hidupmu.”

**

Kyuhyun kembali ke apartementnya dengan perasaan hampa dan tatapan kosong. Tidak tahu apa yang telah hilang dalam hatinya, namun yang pasti namja tinggi itu merasakan kehilangan sesuatu yang sangat dalam.

Tanpa berniat melakukan apapun, Kyuhyun langsung menuju kamar tidurnya dan berbaring disana dengan pikiran kacau. Mata bulat cantiknya terbuka dan menatap kosong ke depan, kemudian kembali tertutup lagi namun detik selanjutnya terbuka lagi.

Begitu seterusnya.

Sampai akhirnya Kyuhyun berdiri dan berjalan ke kamar mandi dan memilih untuk menjernihkan pikirannya disana. Entah sampai berapa lama ia berendam di bak mandi dengan air hangat, sampai ia bangun lagi dan berbaring di ranjangnya dan tertidur disana.

Hingga keesokan harinya barulah Kyuhyun kembali terjaga dengan suara perut yang tidak biasa. Kyuhyun memang tidak makan apa-apa lagi setelah pulang dari rumah sakit dan melupakan makan malamnya.

“Ummaaa~aku lapaaar~” Rengek Kyuhyun bahkan masih didalam tidurnya.

Tentu saja tidak ada yang akan menjawab rengekannya itu karena ia hanya tinggal seorang diri di Apartementnya yang kecil itu. Umma-nya sudah lama tidak menemani bahkan membuatkan makanan untuknya sejak kejadian 13 tahun yang lalu.

Kejadian yang ingin Kyuhyun lupakan seumur hidupnya saat kedua orangtuanya direnggut darinya hanya karena sebuah kesalahan yang menjadi kebenaran.

“Umma…” Panggil Kyuhyun pelan sambil membuka matanya.

Perlahan namja tinggi kurus itu bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi setelah melihat jam di dindingnya yang menunjukkan pukul 07.04 WKS. Bukankah itu waktu yang sangat cepat untuknya yang tidak memiliki kuliah hari ini?

“Hari libur bangun cepat? What the hell!!” Kutuk Kyuhyun langsung masuk ke kamar mandi.

Setelah beberapa menit kyuhyun keluar dengan handuk terlilit dipinggang dengan rambutnya yang sedikit itu hampir kering semuanya. Ia segera mencari pakaian santainya untuk dipakai dirumah karena tidak ada tempat yang ingin dikunjungi Kyuhyun hari ini.

Ia akan bermalas-malasan seharian dikamarnya dengan bermain game dan memakan apa saja yang ada didalam lemari es dinginnya yang hanya sebesar kotak.

Namun baru beberapa menit larut dalam gamenya, perut laparnya berbunyi kembali mengatakan protesnya yang tidak juga diisi makanan. Dengan malasnya akhirnya Kyuhyun melihat apa yang bisa dimakannya namun ternyata tidak ada apa-apa disana yang membuat wajahnya semakin meringis.

“Ahh, aku harus pergi!!”

Secepat kilat Kyuhyun menyambar sweater abu-abu dan keluar dari apartementnya dengan tergesa-gesa. Namun baru sampai didepan lift menuju ke bawah Kyuhyun kembali berlari masuk ke dalam rumah kecilnya itu.

Namja kurus itu kembali ke kamar dan mengambil ransel yang terletak di tempat kemarin sejak ia membuangnya begitu sampai di dalam kamar. Kemudian ia pun mencari topi hitamnya di tempat biasa, barulah ia kembali berlari keluar darisana dan mengunci pintu apartementnya.

Tidak peduli apapun lagi Kyuhyun langsung menaiki bus yang dijumpainya menuju tempat yang melintas dikepalanya beberapa menit lalu. Begitu sampai Kyuhyun segera berlari untuk mencari keberadaan orang yang sangat ingin ditemuinya saat ini.

Choi Siwon.

Namun sayang begitu sampai didepan pintu kamar 407 Kyuhyun membukanya dan Siwon tidak ada disana. Dengan menghela nafas kecewa Kyuhyun terus berdiri disana sambil melihat kakinya yang terbalut sepatu kets hitam.

“Dia sudah pulang~” Sesalnya kemudian.

“Huh? Siapa?” Tanya seseorang didepannya.

“Huh?” Kyuhyun balik bertanya melihat seorang perawat didepannya itu.

“Siapa yang pulang?” Tanya perawat itu lagi.

“Dia~” Jawab Kyuhyun tanpa sadar dengan suara memelas.

“Hooo~ dia ada dikantin, katanya sudah bosan berbaring.”

“Ji-jinjja??” Mata Kyuhyun langsung berbinar.

“Eumh” Angguk perawat itu sekali.

Dan Kyuhyun langsung bergerak cepat meninggalkannya disana namun berhenti beberapa langkah dan berpaling kemudian menundukkan kepalanya berkali-kali. Sepertinya perawat itu mengerti cara lain untuk berterima kasih hingga ia pun menganggukkan kepalanya dengan senyum menenangkan.

Sementara itu orang yang dicari Kyuhyun.

Siwon yang sudah bosan berada diranjangnya meminta untuk diizinkan mencari makanannya sendiri dikantin. Karena dokter yang merawatnya masih bersikeras tidak mengizinkannya untuk pulang ke rumah.

Dan Appa Choi yang datang berkunjung juga menyetujui pendapat dokter itu hingga membuatnya harus bertahan disana beberapa jam lagi. Sementara Appa Choi tersenyum senang dan kembali meninggalkannya menuju Italy.

“Dasar tidak sayang anak.” Gerutu Siwon mengingat appa-nya kembali.

Saat ini ia sedang duduk di meja yang mempunyai kursi untuk 4 orang, membuatnya semakin merasa kesepian. Bahkan makanan yang ingin dipesan pun masih jauh dari jangkauannya karena ia merasa seleranya ikut menghilang.

Namun tiba-tiba saja sebuah bayangan menutupi pandangannya kearah depan hingga ia harus mendongak untuk melihat bayangan hitam didepannya itu.

Kyuhyun berdiri tegak didepannya dengan wajah datar dan tanpa kata-kata. Entah kenapa ingatan kata-kata Kyuhyun kemarin melintas dikepala Siwon hingga tanpa sadar sikapnya pun berubah dingin.

“Untuk apa kau kembali?” Tanya Siwon sinis menatap tajam dalam mata bulat Kyuhyun.

“Aku ingin melihatmu.” Jawab Kyuhyun datar.

“Untuk apa?”

“I-itu…mmm…” Tiba-tiba Kyuhyun merasakan begitu gugup.

“Bukankah aku mengganggumu dengan kebodohanku??”

“Bukan itu maksudku!!”

“Lalu?”

“Kau sakit karna menungguku disana, bukankah itu sebagian salahku?” Kyuhyun meninggikan suaranya.

“Apa kau merasa begitu?” Tanya Siwon dengan wajah datar.

“Apa kau pikir aku tidak punya hati?”

“Aku tidak tahu itu.”

“Apa kau pikir tidurku nyenyak? Aku memikirkanmu karna aku tidak datang kau jadi seperti ini.”

“Ya itu salahku.”

“Benar, memang salahmu, bukankah seharusnya kau pulang saat tidak ada balasan dariku.”

“Aku tahu, tapi kau memang tidak pernah membalas smsku, jadi, siapa tahu kalau benar kau datang tapi aku sudah pulang? Aku tidak bisa membiarkanmu seperti itu.”

“…..” Kyuhyun kehilangan kata-katanya. “Apa kau bodoh?”

“Mmm, mungkin.”

“Pabooo!!” Gerutu Kyuhyun pelan sambil melihat kearah lain.

Senyum Siwon langsung terlihat saat suara Kyuhyun terdengar melembut walau menggerutu sekalipun. Namun tiba-tiba saja sebuah suara aneh masuk ke telinganya dan membuat keningnya berkerut bingung.

Siwon berpaling kesana kemari mencari asal suara namun anehnya tidak terdengar lagi. Namja tampan itu merasa hanya mendengarnya dalam hayalan saja hingga ia pun mengabaikannya.

“Kyu…” Panggilnya kemudian.

“Kryuuuuk~~” Jawab Kyuhyun, ahh, perut Kyuhyun yang menjawab.

Langsung saja Siwon menurunkan tatapannya dari wajah pucat Kyuhyun pada perut rata yang tidak jauh didepannya itu.

“Suara itukah tadi?” Tanya Siwon dengan mata melebar.

Seketika pipi Kyuhyun merona dan ia melayangkan death glarenya yang mematikan pada Siwon.

“Benarkah?” Wajah jenaka Siwon membuat Kyuhyun semakin kesal namun tidak bisa membantah.

“Apa itu Kyu?” Tanya Siwon lagi. “Kau lapar??”

“Ck!! Ne, aku lapar!!!”

“Aigooo~ berapa hari kau tidak makan? Kenapa suaranya besar sekali?”

“Chuneunda?!”

“Tidak, aku tidak mau mati sebelum memberimu makanan.” Senyum Siwon dengan dua dimplenya yang menawan membuat Kyuhyun terpaku ditempatnya. “Duduk disini.”

Kyuhyun melihat gerakan tangan Siwon pada kursi disampingnya yang memang kosong, karna Siwon hanya duduk sendiri sejak tadi. Keraguan yang tidak pernah hilang dari kepalanya membuat Kyuhyun tidak menuruti permintaan namja tampan itu.

Tapi anggukan kepala pelan dari Siwon selanjutnya membuat Kyuhyun luluh seketika dan langsung duduk disana. Siwon pun kembali tersenyum memamerkan dimplenya yang memesona sebelum memanggil pelayan kantin rumah sakit itu untuk memesan makanan.

“Tolong bawakan kami sarapan.” Ucap Siwon pada pelayan itu.

Setelah namja itu pergi Siwon kembali melihat Kyuhyun yang mengedarkan pandangannya ke segala tempat. Dalam hati Siwon berpikir bahwa namja tinggi nan kurus ini sangat suka beradu mulut.

Tapi jika tidak begitu, tidak ada kata-kata yang keluar darinya karena Kyuhyun memang bukan orang yang suka bicara sembarangan.

“Kyu…”

“Huh? Jangan memanggilku begitu!” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Kenapa? Bukankah itu namamu?”

“Kau bukan temanku, jangan sok akrab dengan panggilan itu.”

“Ohh, bagaimana dengan Kyuhyun-ssi??”

“Apa aku kelihatan sudah tua harus dipanggil ssi?”

Kening Siwon berkerut bingung menatap namja didepannya itu dengan wajah tidak percaya. Bagaimana dia bisa jadi sangat menggemaskan sekaligus menjengkelkan disaat yang bersamaan? Dan hal itu membuat Siwon ingin terus menggodanya.

“Lalu, bagaimana kalau Kyuhyunnie??”

“Mwoo??

“Kyunnie??”

“Chuneunda??” Death glare gratis kembali didapat Siwon.

“Ahahahaha~ aku serius Kyu, dengarkan…” Ucap Siwon akhirnya membuat Kyuhyun melihatnya dengan wajah serius.

“Apa orang itu masih mengikutimu?” Tanya Siwon kemudian.

“Mmm…”

“Serius Kyu, mereka tidak mendekatimu kan?”

“Beberapa hari sebelumnya ia, kalau kemarin dan hari ini aku tidak tahu.”

“Mwo? Kenapa tidak tahu? Mereka tidak ada?”

“Bu-bukan!! Aku buru-buru kesini dan tidak melihat!!”

“Mwo??” Mata Siwon melebar menatapnya.

“Aiishh!! Paboya!!” Gerutu Kyuhyun dengan kesal dan berdiri dengan cepat.

“Hey~ itu makanannya, ayo duduk.” Ucap Siwon lagi saat melihat pelayan membawakan menu makanan untuk dua orang.

Karena jam makan siang belum tiba dan jam sarapan sudah lewat, pelayan itu membawakan apa yang terbaik yang ada di kantin mereka. Melihat hal itu mau tidak mau Kyuhyun kembali duduk disana dan menunggu pelayan itu mengatur makanan mereka.

Setelah selesai Kyuhyun langsung berpaling melihat Siwon saat pelayan itu sudah pergi. Dan namja tampan itu hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum menenangkan sebagai balasan.

Dan tanpa menunggu lagi Kyunyun langsung menyantap makanan itu dengan lahap sampai melupakan bahwa ia sedang bersama Siwon. Sementara Siwon sendiri seperti mendapatkan durian runtuh melihat wajah tanpa ekspresi itu berbinar-binar dengan senang saat berbagai rasa makanan masuk ke dalam mulutnya.

“Kau benar-benar lapar, eoh?” Tanya Siwon yang dibalas anggukan oleh Kyuhyun. “Apa dari kemarin kau tidak makan?”

“Mmmh~mmh” Angguk Kyuhyun sekali lagi dengan mulut yang penuh.

“Apa kau tidak bisa masak?” Kali ini Kyuhyun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tidak.

“Aigooo, karna itu kau kurus begini?” Tanya Siwon lagi dan langsung mendapatkan death glare gratis dari Kyuhyun.

Selanjutnya Siwon hanya diam menikmati Kyuhyun menghabiskan makanan dipiringnya sendiri. Kemudian menyodorkan piringnya untuk dilahap Kyuhyun sekali lagi dan tanpa segan namja kurus itu pun menghabiskan jatah Siwon dengan cepat.

Setelah semuanya habis tak bersisa, Kyuhyun meneguk minuman dingin yang disediakan untuknya itu dengan cepat. Dan begitu sadar, seketika pipi pucatnya berubah warna dengan garis-garis merah jambu yang begitu kentara.

Tanpa Sadar Siwon tersenyum lebar dan puas melihat wajah pucat itu merona dengan cantiknya. Saat Kyuhyun menyadari bahwa Siwon menatapnya, kembali lagi death glarenya yang mematikan mampu membuat Siwon mati sungguhan.

“Kau sudah sembuh kan? Cepatlah pulang!” Ucap Kyuhyun ketus.

“Kenapa? Kau masih merasa bersalah jika aku belum sembuh.”

“Tentu saja!! Memang aku yang salah dan kau yang bodoh.”

“Aku tahu, pulanglah~ aku sudah sembuh.”

“Benarkah?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Benar, nanti sore aku sudah boleh pulang.”

“Hoooo~syukurlah, aku bisa tidur nyenyak.” Kyuhyun berkata dengan penuh semangat. “Kalau begitu aku permisi.”

Namja tinggi kurus itu langsung berdiri dan berjalan keluar dari kantin tanpa rasa bersalah atau ingin mengucapkan sepatah kata. Siwon yang kehilangan kata-katanya langsung berdiri melihat Kyuhyun pergi begitu saja namun kemudian segera menyusulnya keluar dari kantin itu dengan cepat.

“So, Siwon-ssi~ jaga diri baik-baik, sayonara~” Ucap Kyuhyun kemudian segera berpaling meninggalkan Siwon yang masih terdiam melihatnya.

Namun tiba-tiba saja namja tampan itu meringis dengan kuat sampai Kyuhyun bisa mendengarnya dan berpaling melihat kebelakang. Disana Siwon berdiri sambil memegang kepalanya dengan mata terpejam. Bahkan sebelum Kyuhyun sempat bergerak lagi Siwon sudah terduduk dengan lututnya dan meringis kembali.

Tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung berlari kembali mendekatinya dan berusaha menopang namja tampan itu agar tidak jatuh kelantai sepenuhnya.

“Gwenchana? Hey~ kenapa? Apa yang terjadi?” Tanya Kyuhyun panik.

“Ke-kepalaku…” Jawab Siwon terbata.

“Aaa-ayo kembali, kau harus berbaring.” Ucap Kyuhyun lagi.

Kemudian ia segera berdiri sambil memapah Siwon dengan susah payah, karena perbedaan bentuk tubuh yang sangat jauh. Kyuhyun melampirkan lengan Siwon dibahunya dan ia memeluk pinggang Siwon dengan erat.

Walau berat Kyuhyun berusaha dengan baik membawa Siwon berjalan menuju ruangan namja tampan itu. Tanpa tahu namja yang bersangkutan kini sedang menyusuri wajah putihnya yang terlihat sangat serius.

“Kau sangat berat!!” Protes Kyuhyun tiba-tiba membuat Siwon menutup matanya kembali. “Kenapa kau sakit lagi? Tadi kau bilang sudah boleh pulang, apa kau bohong?”

“……”

“Atau karna kau tidak makan apa-apa tadi? Makananmu habis untukku? Benarkah?” Kyuhyun berdiri menatap Siwon dengan wajah shocknya.

Hampir saja Siwon tertawa dengan kerasnya melihat kepolosan dan keimutan namja didepannya itu. Tapi tidak, jika ia ingin kehangatan Kyuhyun yang sangat dekat dengannya kini menghilang begitu saja.

Dari awal Siwon memang hanya berpura-pura sakit dan bertaruh dengan dirinya sendiri jika Kyuhyun akan kembali melihatnya. Dan benar saja, Siwon temukan dibalik sikap dingin seorang Cho Kyuhyun tersimpan sisi lembut dan rasa pedulinya terhadap orang lain.

“Aku tidak akan melepasmu Cho Kyuhyun.”

“Mwoo??” Kyuhyun merasa Siwon mengucapkan sesuatu.

“Aaa-ani…aku hanya pusing.” Ucap Siwon dengan gugup.

Ia tidak menyangka suara dalam pikirannya ternyata terucap begitu jelas lewat bibirnya. Untung saja Kyuhyun tidak mendengar dengan jelas dan percaya kata-katanya, tapi melihat wajah putih itu berkerut bingung membuat Siwon tidak yakin pada dirinya sendiri.

“Sudah Kyu, aku tidak apa-apa.” Ucapnya kemudian saat mereka tiba didepan ruangannya.

“Ayo masuk.” Jawab Kyuhyun datar membuatnya tidak bisa membantah.

Kyuhyun benar-benar membawanya sampai ke ranjang dan merebahkannya dengan perlahan kemudian menyelimutinya dengan baik. Setelah itu Kyuhyun berdiri dengan wajah berkerut bingung atau khawatir sambil melihat keadaan Siwon yang menurutnya semakin parah.

“Aku tidak apa-apa Kyu, jangan seperti itu.”

“Ta-tapi…”

“Mmm, kau ingin aku cepat sembuh?” Tanya Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan cepat.

“Besok pagi aku akan menjemputmu dan siangnya kita makan siang bersama, kau mau?”

Kyuhyun melihat wajah Siwon datar seolah mencari kebohongan namja tampan itu mengerjainya lagi. Namun yang ada kesungguhan Siwon sangat ingin bersamanya terlihat jelas diwajah tampan yang sedikit pucat itu.

‘Anggap saja bayaran penolakanmu kemarin sampai dia sakit.’ Inner Kyuhyun berkata.

“Ba-baiklah.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Jinjja???” Tanya Siwon langsung berbinar senang.

“N-ne~ aku keluar jam 8, awas kalau terlambat.”

“Tidak akan!!”

“Khalge~” Ucap Kyuhyun akhirnya berbalik meninggalkan ruangan itu, namun sebelum keluar ia berpaling kembali melihat Siwon yang masih dengan senyum cerahnya.

“Mi-mianhae…gomawo.” Ucap Kyuhyun cepat dan keluar dari sana.

Siwon yang tidak menyangka akan mendengar kata itu darinya hanya bisa terpaku dengan mulut terbuka lebar. Namun kemudian seruan kemenangan terdengar jelas darinya bahkan sampai keluar ruangan.

Dan Kyuhyun yang masih berdiri dipintunya mendengar dengan sangat jelas hingga membuat senyum tipis terukir dibibirnya. Sementara sebelah tangan Kyuhyun masih bertahta didada kirinya tempat dimana jantungnya berada sedang berdegup dengan kencang.

Getaran yang tidak biasanya yang membuat perut Kyunyun bergejolak dengan hebat. Bahkan otak pintarnya tidak bisa memikirkan apa yang sudah terjadi padanya. Namun satu hal yang pasti sebagai jawabannya, Kyuhyun merasa sangat senang.

Hingga saat ia melangkah meninggalkan ruangan itu senyum manis masih melingkar dibibir peachnya yang lembut. Hingga beberapa perawat terpaksa berpaling melihat keimutan yang tanpa sengaja dikeluarkan namja tinggi yang selalu dingin itu.

Keesokan harinya.

Siwon benar-benar menepati perkataannya yang akan menjemput Kyunyun sebelum jam 8, karena saat ini ia sudah berada didepan gang apartement namja tinggi yang memesona itu. Sejak kemarin ia menantikan hal ini, apalagi saat melihat kesungguhan Kyuhyun ingin pergi bersamanya untuk membalas penolakannya yang lalu.

“Aku benar-benar sembuh jika melihatmu, Kyu.”

“Benarkah?”

“Mwoo??” Siwon tidak menyangka Kyuhyun sudah berada dibelakangnya.

“Waeee??” Tanya Kyuhyun tidak senang.

“Ani, apa aku terlambat?” Siwon balik bertanya membuat Kyuhyun langsung melihat jamnya.

“Mmm~sedikit.”

“Mwoo? Aku sudah disini sejak tadi.”

“Sedikit cepat, ayo pergi!!”

“Ohh, come~” Dengan cepat Siwon membuka pintu depan sebelah kiri untuk Kyuhyun.

Kemudian ia segera kembali ke bagian kanan pengemudi lalu mobil mewahnya pun langsung meluncur dari sana. Sekilas mata Siwon melihat dari spion luarnya ke belakang dan tanpa sadar smirk kemenangan pun terukir dibibirnya.

Didalam perjalanan mereka tidak ada yang ingin memulai pembicaraan karena mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

Siwon memikirkan apa yang harus dilakukannya pada namja-namja berbaju hitam itu yang ingin menculik Kyuhyun. Bukan tidak mungkin kegagalan hari ini akan mereka jadikan keberhasilan dilain hari. Lagi pula Siwon tidak bisa selalu melindungi Kyuhyun dan menghalangi mereka.

Yang lebih sulit lagi, Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa tentang penculikan itu kenapa terjadi pada dirinya. Setidaknya Siwon bisa meminta bantuan Yunho hyungnya jika kasus ini sedikit lebih jelas.

“Kyu…” Panggil Siwon akhirnya.

“Huh??”

“Apa…apa kau tau atau mengenal para namja penculik itu?” Tanya Siwon tidak tahan lagi.

“Tidak, memangnya aku harus kenal?”

“Mungkin ada yang ingin meminta tebusan atau…”

“Orang tuaku sudah meninggal, aku tidak punya banyak warisan, untuk apa mereka menculikku?”

“…….” Siwon tidak tahu harus mengatakan apa.

“Atau kita biarkan saja mereka menculikku agar kita ta…”

“Tidak mungkin!!!” Penolakan keras Siwon membuat Kyuhyun terdiam. “Jangan bicara macam-macam, aku akan menjagamu.”

“Benarkah? Sampai kapan?”

“Mwo??”

“Sampai kapan kau akan menjagaku?”

“Sampai aku berhenti bernafas.”

“Apa kau sedang melamarku?”

“Mwoo? I-itu..bu-bukan…”

“Chhh~” Kyuhyun langsung berpaling melihat keluar jendela.

Sebagian untuk menghentikan degup jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya dan sebagian lagi untuk menghidari Siwon melihat pipinya yang semakin merona.

Sementara Siwon sendiri sudah tidak bisa diungkapkan bagaimana rasa jantung dan perutnya saat ini. Kata-kata Kyuhyun membuat sesuatu dalam kepalanya meledak seketika dan membuat serpihannya menggelitik seluruh tubuhnya.

Siwon sendiri tidak sadar dengan ucapannya yang keluar begitu saja tanpa dipikirkan lebih dulu. Tapi pertanyaan Kyuhyun yang tepat sasaran membuatnya kehilangan kata-kata.

“Kita sudah sampai.” Ucapnya kemudian saat mereka sudah diparkiran kampus.

“Ohh, trima kasih tumpangannya.”

Kyuhyun langsung keluar dari mobil itu tanpa menunggu Siwon membukakan pintu untuknya. Namja tinggi itu tidak ingin orang-orang melihat cara Siwon memperlakukannya secara istimewa.

Selama ini Kyuhyun terkenal dengan kesendiriannya dan tidak ingin didekati orang lain. Karena itu, Ia tidak ingin Siwon yang mendekat padanya dijauhi oleh yang lainnya.

Tapi bukan Siwon namanya jika ia akan peduli pada pemikiran orang lain, karena saat Kyuhyun menjauh Siwon berlari semakin mendekat. Bahkan tanpa segan namja tampan itu melingkarkan lengannya di bahu Kyuhyun dan berjalan bersamanya menuju kelas mereka.

Tentu saja hal itu menjadi pusat perhatian orang-orang dikampus itu yang sudah mengenal mereka berdua. Melihat hal itu Kyuhyun langsung berpaling melihat Siwon dengan death glarenya sementara Siwon berpaling melihat dengan senyum dimplenya yang menawan.

Coba lihatlah dari jauh gerakan mereka berdua, persis seperti saling memandang satu sama lain dengan penuh cinta. Hingga sontak saja seluruh kampus itu berbunyi siulan dan tepuk tangan untuk mereka berdua.

“What the hell?!?!” Kutuk Kyuhyun begitu sadar.

“Lupakan Kyu.” Jawab Siwon membuat Kyuhyun kembali melihatnya. “Bukankah selama ini kau tidak peduli yang lain?”

Perkataan Siwon membuat Kyuhyun kembali ke sifat aslinya yang dingin dan tidak berekspresi membuat Siwon tersenyum kecil melihatnya. Dengan begitu mereka berdua berjalan bersama sampai ke ruangan mereka tanpa ada lagi protes dari Kyuhyun.

“Jangan lupa nanti siang, jangan kabur.” Ucap Siwon begitu sampai di kursinya.

“Siapa yang kabur?!”

Kyuhyun langsung duduk di kursinya paling belakang sementara Siwon kembali ke tempatnya seperti biasa dikeliligi sebagian namja dan yeoja ruangan itu.

Beberapa menit kemudian Dosen mata kuliah Art dan Design langsung memulai kuliahnya begitu masuk kesana. Namja berusia 47 tahun itu tidak pernah berbelit-belit dalam mengajar hingga begitu pas jamnya, kuliahnya pun terselesaikan dengan materi yang sudah disiapkannya.

“Saem~ anda yang terbaik~ ” Celutuk salah satu namja saat dosen itu keluar.

Namja paruh baya itu hanya menyunggingkan smirknya melihat wajah-wajah penat itu dan segera kembali ke ruang staff yang ada dilantai bawah. Dibelakangnya dosen mata kuliah lain lagi memasuki ruangan itu hingga terdengar helaan nafas pasrah mengiringinya.

Dua jam kemudian.

Namja dan yeoja ruangan Siwon dan lainnya hampir serentak menghela nafas lelah mereka sesaat setelah dosen pengajar mereka keluar ruangan. Dua mata kuliah tanpa jeda tentu saja membuat otak mereka hampir membeku apalagi dengan dosen yang begitu serius pada kuliahnya.

“Aku hampir tidak bisa bernafas, ahhhuuuuu~”

“Kau saja yang malas, karna tidak bisa makan.”

“Aku serius, mereka terlalu serius, kita tidak bisa berkutik.

Berbagai alasan terdengar disana, namun Siwon hanya menggelengkan kepalanya sambil berdiri dan mengambil tas ranselnya. Kemudian dengan langkah ringan menuju barisan belakang menunggu Kyuhyun membereskan buku-bukunya.

“Ayoo~” Ajaknya kemudian mengulurkan tangan pada Kyuhyun.

Detik itu juga dunia kembali berhenti berputar dengan semua gerakan dalam ruangan itu juga berhenti. Kyuhyun yang memang tidak peduli apa pun langsung meletakkan tangannya diatas tangan Siwon dan berdiri bersamanya.

Namja tampan itu tersenyum merekah dengan dua dimplenya yang memesona dan menggenggam tangan Kyuhyun dengan perlahan lalu menariknya keluar dari sana. Namun harus berhenti tiba-tiba saat salah satu dari mereka tersadar dari rasa shocknya.

“Si-siwon??” Panggil namja itu.

“Huh?” Siwon berpaling melihat mereka sementara Kyuhyun berdiri dengan melihatnya. “Aku mau makan siang bersama Kyuhyun, annyeong~” Lanjutnya kemudian.

Tidak peduli reaksi mereka, Siwon kembali berjalan dengan langkah ringan membawa Kyuhyun yang berjalan dibelakangnya dengan tatapan yang tidak berpaling sekalipun dari tangan mereka.

“Hangat.” Pikir Kyuhyun.

“Kau mau makan apa?” Tanya Siwon tiba-tiba.

“Huh?” Kyuhyun balik bertanya.

“Kau mau makan dimana, hm?” Ulang Siwon sambil menarik tangannya hingga Kyuhyun berdiri disampingnya.

Tanpa diduga Siwon melepas genggamannya dan entah kenapa membuat Kyuhyun merasa sedikit kecewa. Namun ia harus tersentak kaget sesaat kemudian lengan Siwon melingkar dengan nyaman dipinggang kecilnya itu.

“Kajja~”

Siwon langsung membawa Kyuhyun bersamanya menuju parkiran tanpa peduli semua mata tertuju pada mereka. Bahkan saat ia membuka pintu untuk namja tinggi itu layaknya gentlement sejati, yeoja-yeoja diluar sana harus menyimpan rasa cemburu mereka rapat-rapat.

Didalam mobil tidak ada yang berbicara karena keduanya kembali terlarut dalam pikiran mereka masing-masing. Kyuhyun masih berusaha menenangkan jantungnya yang sudah sedikit bermasalah sejak ia dekat dengan namja tampan disampingnya itu.

Sementara Siwon masih bersorak ria dalam pikirannya karena Kyuhyun tidak menolak apapun yang dilakukannya hari ini. Pertanda Kyuhyun sudah tidak merasa risih berada disampingnya, bahkan sepertinya namja tinggi memesona itu mulai merasa nyaman.

Benarkah?

“Kyu, sudah sampai.” Ucap Siwon kemudian membuat kyuhyun tersentak kaget.

Mereka memang tidak pergi terlalu jauh dari kampus namun termasuk tempat yang menyenangkan. Terlihat dari keasrian tanaman dan pohon-pohonnya, tempat itu termasuk tempat yang sangat nyaman.

Hanya ada beberapa pasangan yang memilih untuk makan disana, karena bisa dikatakan tempat ini sedikit dalam menerima tamunya. Atau bisa dikatakan sebagai restorant pribadi, karena sebelum datang kesini kita harus memesan tempatnya terlebih dahulu.

“Selamat datang Siwon-ssi.” Ucap salah satu pelayan yang berdiri didepan pintu.

“Selamat siang, sudah selesai?” Jawab Siwon dengan ramahnya.

“Sudah, mari saya antar.” Ucap pelayan itu tersenyum pada Siwon dan Kyuhyun.

Kemudian ia berjalan lebih dulu dengan Siwon dan Kyuhyun mengikutinya dari belakang menyusuri jalan setapak yang hiasi dengan kanopi-kanopi bunga rambat yang berjatuhan.

Ditengah tengah ruangan ada 1 set meja makan dikelilingi bunga dan lampu-lampu kecil seperti di taman. Tidak jauh dari sana terdapat 1 set meja dengan hiasan yang berbeda-beda pula. Begitu seterusnya dengan meja-meja yang lainnya.

Sementara meja yang dipesan Siwon terdapat diujung tempat itu yang sudah berada diluar ruangan utama dengan hiasan air terjun dan gemiricik sungai yang mengalir menuruni sungai kecil disampingnya. Beberapa pohon hijau menutup tempat itu dari sinar matahari siang yang menyengat.

Walau begitu, berada disana terasa sangat sejuk dan menenangkan. Dan meja mereka berada tepat diatas rumput hijau yang empuk seperti permadani.

“Karena ini disebut private restorant?” Tanya Kyuhyun pada Siwon.

Pelayan itu yang menjawab dengan anggukan kepalanya sementara Siwon tersenyum menenangkan sambil menarik kursi untuk Kyuhyun duduki.

“Referensi Donghae hyung yang pernah datang bersama Hyukjae.” Ucap Siwon kemudian.

“Dua namja yang ada di rumah sakit itu?”

“Ahh, kau sudah bertemu mereka?”

“Sudah.”

“Mereka senior kita, tapi aku dekat dengan mereka seperti hyungku sendiri.”

“Aaa..arraseo, kalian sama bodohnya.”

“Mwooo??”

“Tidak ada.”

“Jangan begitu Kyunnie~”

Kyuhyun langsung melayangkan death glarenya mendengar panggilan itu. Namun saat itu pelayan mereka sudah tiba dengan meja dorong yang berisi berbagai hidangan lengkap untuk makan siang.

Kyuhyun hanya diam menyaksikan hidangan itu diatur di meja mereka dengan telaten, begitu selesai pelayan itu pun pergi dan menyilahkan mereka untuk menikmati makanannya.

Tanpa menunggu lagi Kyuhyun langsung mengambil sendok dan garpunya menyantap hidangan menggiurkan didepan matanya itu. Benar-benar ia akan melupakan segalanya jika sudah melihat makanan.

“Pelan-pelan Kyu, tidak ada yang mengambil jatahmu.” Siwon benar-benar tidak bisa tidak menggoda namja kurus itu.

Walau tatapan tajam dan kata-kata dingin yang diterima dari Kyuhyun tetap tidak bisa membuat Siwon mundur begitu saja. Ada sesuatu yang menariknya mendekati namja tinggi kurus tidak berekspresi itu.

“Kyu…”

“Berapa kali kau sudah memanggilku?”

“Berapa kali pun akan kuulangi.”

“Chhh!”

“Maaf kalau tindakanku selama ini mengganggumu, tapi aku tidak bermaksud apa-apa.” Ucap Siwon kemudian membuat Kyuhyun langsung melihatnya.

“Kenapa tiba-tiba jadi suram begitu?” Tanya Kyuhyun dengan alis terangkat.

“Aku ingin menjelaskan agar kau tidak salah paham padaku, Kyu~ bukan maksudku untuk mempermainkanmu, tapi ada satu hal yang menarikku untuk mendekatimu.”

“……” Kyuhyun terdiam mendengarkan penjelasan panjang itu, bahkan ia pun menurunkan sendoknya perlahan menatap Siwon.

“Mw-mworago?”

“Aku tidak tahu apa itu, tapi yang jelas aku tidak bisa mengabaikanmu.”

“Kenapa?”

“Aku tidak tahu, Kyu~ semakin dekat denganmu aku semakin tidak bisa menjauhkan diri lagi.”

“…….”

“Terima aku Kyu, terima aku dalam kehidupanmu yang sepi itu, aku akan bersamamu.” Ucap Siwon sambil mengulurkan tangannya diatas meja untuk Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menatap tangan besar dan hangat itu terbuka untuknya. Sepanjang hidupnya baru kali ini ada seseorang yang mengulurkan tangan padanya setelah dulu sekali ia pernah mendapatkannya.

“Kau tidak bisa hidup sendiri Kyu, siapa yang akan menjagamu? Siapa yang akan menolongmu saat sakit? Siapa yang akan bersamamu saat sulit?”

“Aku tidak perlu orang seperti itu?” Jawab Kyuhyun dingin.

“Apa kau ingin hidup dan mati sendiri?”

“…..”

“Manusia butuh teman, kau tidak ingin jadi temanku?” Ucap Siwon terakhir kali, karna ia tidak tahu lagi harus mengatakan apa untuk merubah pendirian Kyuhyun.

“Chingu?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Bukankah semua yang dikelas kita temanmu?” Siwon balik bertanya dengan senyum menenangkan.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan sambil melihat kebawah membuat kening Siwon saling bertautan. Namun gerakan namja putih itu selanjutnya membuat senyum merekah terukir dibibir Siwon yang tipis.

Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya kemudian mengulurkannya perlahan sampai akhirnya ia letakkan diatas telapak tangan Siwon yang masih terbuka. Kata-kata Kyuhyun kemudian membuat mata Siwon keluar dari sarangnya.

“Cukup satu saja.”

“Hanya aku?” Tanya Siwon memastikan.

Namun itu adalah kata yang salah karna tangan Kyuhyun langsung tergerak untuk berpindah, tapi gerakan Siwon lebih cepat untuk menggenggam tangan Kyuhyun dengan jemari yang tirus yang lebih kecil darinya itu.

“Mulai sekarang kau tidak akan sendiri.”

“Yaksok?”

“Yaksok.”

“Berikan aku makanan, pagi, siang dan malam.”

“Mwooo??”

“Kau tidak bisa?”

“Te-tentu saja.”

“Sekarang aku boleh makan lagi?

“Si-silahkan.”

Kyuhyun terdiam melihat tangannya masih ada digenggaman Siwon hingga namja tampan itu ikut melihat ketangan mereka. Namun tidak ada gerakan dari Siwon yang mengatakan ia akan melepas genggaman itu.

Karena merasa tidak keberatan dan tidak terganggu, Kyuhyun pun melanjutkan makannya dengan sebelah tangan. Bahkan sampai makanan didepannya hampir tak bersisa, Siwon masih setia menggenggam tangan Kyuhyun.

“Apa kau menyukai tanganku?” Tanya Kyuhyun akhirnya dengan smirknya.

“Bukankah dia sangat cantik? Tirus seperti ini?” Siwon balik bertanya dan tanpa aba-aba pipi Kyuhyun pun merona.

“Yah!! Lepaskan!! Aku mau ke kamar mandi.”

“Ahahahahaa, arraseo, pergilah.”

Siwon melepas tangan Kyuhyun setelah menggenggamnya lebih erat sekilas yang membuat namja imut itu menatapnya tajam. Kyuhyun langsung berjalan tergesa-gesa menuju kamar mandi dengan pelayan yang membawanya berjalan didepan.

Siwon tidak tahu kepergian Kyuhyun itu adalah untuk melepaskan diri darinya agar namja tinggi menggemaskan itu bisa bernafas dengan benar. Selama Siwon menggengam tangannya Kyuhyun merasa dadanya yang terus berdegup kencang ingin pecah berantakan.

“Huuhft~ namja paboo!” Gerutu Kyuhyun sambil menepuk-nepuk dadanya yang masih terasa sempit.

Entah berapa lama Kyuhyun berdiri didalam sana hingga suara khawatir dari Siwon mengagetkannya. Namja tampan itu sudah memanggilnya berulang kali dari luar namun Kyuhyun terlalu larut dalam lamunan hingga tidak menjawabnya.

“Kyu~ apa kau baik-baik saja??” Tanya Siwon lagi.

Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun membuka pintu tempatnya bersemayam dan melayangkan death glarenya pada Siwon yang hanya bisa menghembuskan nafas leganya.

“Kau pikir aku sudah mati?” Tanya Kyuhyun.

“Siapa yang diam didalam sana hampir satu jam?” Siwon balik bertanya.

“Ayo pulang.” Ucap Kyuhyun tidak peduli dan berlalu meninggalkan Siwon.

Namja tampan itu hanya bisa pasrah dan mengikuti Kyuhyun yang berjalan keluar, apalagi Siwon sudah membayar semua tagihannya hingga mereka bisa segera pergi darisana. Kyuhyun langsung masuk ke mobil Siwon tanpa kata-kata sementara namja tampan itu masih melayangkan senyumnya pada pelayan yang mengantar mereka ke depan.

Beberapa menit kemudian mobil mewah Siwon sudah menyusuri jalanan kota Seoul yang padat di siang menjelang sore hari itu. Karena mata kuliah tidak ada lagi dan tidak ada tempat yang ingin mereka datangi, Kyuhyun meminta Siwon untuk mengantarkannya pulang ke rumah.

Yang diiyakan Siwon dengan cepat, karena ia tidak ingin menguji keberuntungannya lebih lama lagi bersama Kyuhyun. Bukan tidak mungkin Kyuhyun akan kembali menutup dirinya jika ia merasa tidak nyaman jika berlama-lama dengannya.

“Disini saja.” Ucap Kyuhyun saat mereka sudah didepan gang apartementnya.

“Tidak mau sampai ke dalam?” Tanya Siwon penuh harap.

“Tidak, aku tidak ingin ibu-ibu tetangga bergosip.”

“Apa? Bergosip kau diantar namja pulang?”

“…..” Kyuhyun melihat Siwon dengan death glarenya karena ada tawa disetiap kata-kata namja tampan itu.

“Kalau tidak disini kau tidak bol…”

“Baiklah, baiklah, arraseo~ your highness~” Siwon tidak bisa membantah lagi jika ancaman sudah terdengar dari Kyuhyun.

Sekali lagi, kedudukan Siwon masih belum cukup kuat diterima Kyuhyun.

“Silahkan, besok aku jemput.” Ucapnya kemudian melihat namja tinggi itu.

Kyuhyun hanya membalas tatapannya sekilas kemudian segera turun dari mobil Siwon dan menutup pintunya sedikit lebih keras. Siwon hanya bisa tertawa kecil dan kembali melajukan mobilnya perlahan meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri melihat kepergiannya.

Namun sayang, keberuntungan Kyuhyun kali ini berada ditempat lain saat ia berpaling dua pasang tangan sudah memegang lengannya dengan kuat hingga ia tersentak. Begitu sadar Kyuhyun melihat dua namja berpakaian hitam yang dulu kembali mencoba menariknya dengan paksa.

“Lepaskan aku!” Geram Kyuhyun sambil meronta.

Kakinya yang bebas dijadikan Kyuhyun penahan agar mereka tidak bisa menyeretnya masuk ke mobil yang ada disamping gang itu. Disana satu namja lainnya sudah menunggu dipintu mobil minibus yang terbuka.

Kuatnya tarikan mereka berdua membuat Kyuhyun semakin kewalahan hingga kakinya ikut terseret dan mereka hampir mendekati mobil itu. Tapi Kyuhyun tidak ingin penculiknya berhasil dengan mudah, hingga sebelah kakinya pun digunakan untuk menendang lutut namja disebelah kirinya.

“Kalian kira aku anak kecil? Le-paskan!!” Kali ini tendangan Kyuhyun mengenai perut namja satu lagi hingga tarikannya terlepas. “Apa mau kalian? Siapa yang menginginkanku?” Tanya Kyuhyun sambil memesang kuda-kuda.

Kedua namja didepannya tidak berniat untuk menjawab Kyuhyun karena bukan itu tugas mereka, hingga keduanya pun ikut memasang kuda-kuda dan ingin melawan Kyuhyun bagaimanapun caranya mereka harus membawa namja tinggi kurus itu.

“Yang kami tahu, kau harus ikut sekarang.” Ucap salah satunya.

“Atau kami gunakan kekerasan.”

“Persetan dengan kalian, jangan memerintahku!!”

“Kalau begitu, tidak ada cara lain, hajar!!”

Kedua namja itu langsung maju bersamaan melayangkan bogem mentahnya pada Kyuhyun yang hanya bisa dihindari satu. Sedangkan satu tangan lagi mendarat dengan tepat dipipi Kyuhyun yang tirus hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.

“Kurang ajar.” Desis Kyuhyun tajam.

“Jangan keras kepala, cantik.”

“Apa katamu?!?!”

“Sudah cukup, lepaskan dia!! Bhuaghh!!” siwon datang dengan cepat dan menarik salah satu namja dan meninjunya dengan keras.

Namja itu tersungkur ke tanah karena tidak mengira ada yang akan memukulnya, namun belum sempat ia berpikir tentang dirinya, temannya satu lagi udah ikut tersungkur ditanah dengan tangan memegang perutnya yang pasti terkena pukulan.

“Berani menyentuhnya lagi, Chuneunda.” Ucap Siwon tajam sambil berdiri menghadang Kyuhyun dari pandangan mereka. “Bilang pada bos kalian untuk berhadapan denganku karena Kyuhyun tidak akan kulepaskan.”

Setelah mengatakan itu Siwon langsung berpaling dan menarik Kyuhyun yang masih terdiam berjalan menuju apartement namja tinggi itu, meninggalkan namja-namja itu yang masih meringis kesakitan.

Namja-namja penculik itu hanya bisa menggeram dan mengumpat kasar melihat Siwon dan Kyuhyun yang menjauh. Dalam pikiran mereka berkeliaran hukuman apalagi yang akan mereka terima dengan kegagalan yang kedua kali ini.

Dengan wajah tertunduk mereka masuk kedalam mobil bersamaan, sementara salah satunya melihat kearah lain. Tidak jauh dari tempat mereka berdiri sebuah mobil sport mewah berwarna hitam terpakir diantara mobil lainnya.

Didalam mobil itu seorang namja mengambil iphone canggih miliknya dan menekan panggilan didaftar pertama kontak-nya. Setelah menunggu beberapa saat yang dihubungi pun menerima panggilannya.

“Master, target berhasil lolos.”

>Lagi?<

“Aku akan turun tangan.”

>Tidak! Cepat pergi darisana.<

“Wakarimashita.”

Namja berparas tampan itu menurunkan iphone-nya dari telinga kemudian kembali memakai kaca mata hitamnya. Dan perlahan mobil mewahnya pun berlalu dari sana melewati minibus penculik itu dan detik berikutnya minibus itu pun segera mengikutinya pergi darisana.

“Kyu…” Panggil Siwon setelah beberapa lama.

Kyuhyun hanya berdiam diri di sofa rumahnya dengan kedua tangan menopang kepalanya yang memikirkan semua kejadian tadi. Bahkan ia tidak mendengar panggilan Siwon berkali-kali disampingnya, atau ia bahkan tidak merasakan ada namja tampan itu disana.

“Kyuhyun~” Panggil Siwon sekali lagi barulah Kyuhyun sadar.

“Huh??”

“Gwenchana?”

“Oh~ mm~ itu…”

Siwon menyusuri wajah putih yang semakin pucat itu dari dekat, ada sesuatu disana yang tidak bisa diungkapkan Kyuhyun, Ketakutan? Melihat itu lebih lama membuat Siwon memberanikan diri untuk melingkarkan lengannya ditubuh Kyuhyun yang terlihat rapuh itu.

Dan perlahan Siwon membawa namja yang ternyata imut itu ke dalam pelukannya yang hangat dan merasakan tubuh Kyuhyun menegang dengan mata bulatnya membesar. Kyuhyun tidak menyangka Siwon akan memeluknya hingga ia terkejut, namun saat tepukan lembut dibahunya yang berulang-ulang, rasa aman seketika menyelimuti dirinya yang ketakutan.

Siwon tersenyum senang saat ia merasakan Kyuhyun melemaskan tubuhnya dan semakin menyamankan diri dalam pelukannya. Siwon mengira Kyuhyun akan menolaknya atau bahkan melayangkan tinjunya, jika mengingat sifat dingin Kyuhyun yang kasar.

“Tenanglah~ aku tidak akan membiarkan mereka mendekatimu.” Ucap Siwon menenangkan.

Kyuhyun mendengar pernyataan itu dengan jelas dan tanpa sadar senyum manis terpatri dibibir peachnya sembari ia menyeruakkan wajahnya dileher namja tampan itu.

Entah berapa lama mereka berpelukan seperti itu, hingga tiba-tiba Kyuhyun membuka mata dan menyadari dimana posisi dirinya sekarang. Dalam sekejap Kyuhyun melepaskan dirinya dan duduk dengan tegak disana bahkan melihat Siwon dengan death glarenya yang mengerikan.

“Apa yang kau lakukan?” Tanyanya tajam.

“Menenangkanmu, tentu saja.”

“Mwoo~”

“Ohh~ Kyu~ tadi kau memelukku cukup erat.”

“Mwooo??”

“Bolehkah kita ulang lagi?” Siwon menatap Kyuhyun dnegan wajah menggoda.

“Shut up!!” jawab Kyuhyun melempar bantal sofa pada Siwon yang cepat ditangkap namja tampan itu.

Melihat hal itu Kyuhyun langsung berdiri dan pergi ke dapur kecil miliknya meninggalkan Siwon yang hanya bisa menggelengkan kepalanya. Karena ia bisa melihat sekilas pipi pucat nan tirus itu menampilkan warna yang sangat indah.

Apa itu suatu kemajuan?

Sementara itu di sebuah gedung perkantoran yang menjulang tinggi di kawasan jantung kota Seoul, HJ Cooporation.

Tap, tap, tap, tap suara langkah seorang namja menyusuri koridor kantor besar itu untuk menghadap direktur perusahaan ke tiga terbesar yang ada di kota itu, Park Hyo Jin. Langkah pastinya itu sangat didukung dengan perawakan wajah tampannya yang sangat tenang.

Begitu sampai didepan pintu kayu yang bertuliskan direktur dipintunya, namja tampan itu langsung mengetuk beberapa kali dan mendengar jawaban singkat dari pemilik ruangan tersebut.

“Masuklah~” Ucap namja berumur 68 tahun itu pada tamunya.

Park Hyo Jin, salah satu dari pengusaha besar yang mengendalikan perekonomian kota Seoul dengan kekuasaannya. Namja paruh baya itu akan melakukan segala cara untuk melindungi diri dan bisnisnya dari kerugian bahkan kebangkrutan.

Kekuasaan yang dimilikinya mampu menutupi kesalahan yang dilakukannya dalam menjalankan bisnis terang ataupun bisnis gelapnya sekalipun.

“Master…” Sapa namja tampan itu dengan menundukkan kepalanya.

“Hmm~ katakan padaku, apa misi ini begitu sulit?” Tanya Direktur Park sambil mengitari meja kerjanya.

“Tidak, bukan seperti itu.”

“Lalu? Kenapa? Kenapa kau bisa gagal Choi Seunghyun?” Tanyanya dengan nada setenang mungkin.

“Itu…”

“Kau tidak pernah mengecewakanku selama ini.”

“……” Namja tampan yang dipanggil Seunghyun itu hanya menatap lurus ke depan.

“Jangan buat aku menyesal sudah memilihmu untuk tugas ini, aku tidak ingin ada yang menghalangi jalanku.”

“Kenapa anda begitu menginginkannya?”

“Dia satu-satunya saksi hidup kejadian 13 tahun yang lalu.”

“Wakarimashita, saya tidak akan mengecewakan anda.” Jawab namja tampan itu dengan aksen jepangnya yang kental.

“Kalau begitu cepat lakukan semuanya dengan baik.” Namja paruh baya itu kembali duduk dibalik meja kerjanya dan menatap Seunghyun tajam.

“Lenyapkan Cho Kyuhyun.”

TBC…

Ahahahahahahah, hey~ se~la~lu~ ingkar janji nee.. mianhae~

Ini masih pendekatan Siwon dengan Kyuhyun yang sudah memiliki kemajuan, kan? Kan?

Sampai jumpa di episode selanjutnya.

With Love

Vie.

49 thoughts on “Loving You 3

  1. ooohhh pantes kyu mau di culik mulu.. ternyata dia ada hubungannya sama masa lalu yang suram ya?
    berarti kedua orang tuanya meninggal juga karena pembunuhan ya?
    kasian… smeoga benar siwon akan selalu melindunginya..
    jangan sampai kyu di culik…

  2. Aaaaaaa unni akhirnya updated,asik asik chap ini banyak wonkyu moment nya.choi seunghyun,kenapa perannya antagonis unni?dan ada apa dengan kejadian 13 tahun yg lalu sampe kyu jd target pembunuhan,makin penasaran chap selanjutnya jgn lama2 ya unni

  3. Kemajuan buat kyu yg dingin sekarang udah melembut xD siwon sabar bangett. Jadi kyu itu siapa ?? Kenapa harus di lenyapkan :3

  4. aihhhhhh,,,kpn jadiannya coba,,,gemess liat kyu msh agk jual mahal
    jadiann donkkk,,trus kyu tinggal ma siwon ajaaa biar g d culik culik lagii

  5. kyaaaa akhirnya penantian menunggu ff ini update ga sia sia, wonkyu momentnya banyak banget, suka suka.. kyukyu juga udah mulai berubah sedikit sedikit jadi peduli dan perhatian sama siwon kkk..
    oh jadi kyuhyun ada sangkut pautnya dengan kejadian 13 tahun itu, pantesan diincar mulu.. apa orang tuanya meninggal juga karena masalah ini? makin penasaran!! ditunggu chapter selanjutnya eonnie, semangat!!

  6. jadi choi seunghyun yang di mobil itu,.

    semoga siwon bisa melindungi kyuhyun dari seunghyun maupun dari park hyo jin..

  7. Oh seperti itu…..
    Jadi mrk mengincar kyu karna kyu adlh saksi mata seseorang di masa lalu…
    Apa mungkin itu jga yg menyebabkan kyu menjadi dingin.?

    Wah kemajuan yg cukup pesat bagi siwon mendapatkan kyu… Fighting….. !!!!

    Next chap eon…. Jng lama” ne…. Hehehehe

    —–1315—–

  8. O..owww.. Jadi yg mau culik kyuhyun itu pengen nyingkirin kyuhyun. Oh nooooo.. Siwooonnn lindungi uri kyukyu, ne.
    Aaahhhh. Part ini bikin seneng karena akhirmya uri kyukyu udah mau deket dan merasa nyaman sama siwon. Hihihiihi

  9. Full moment wonkyu walau kyu nya masih galak 2 sayang yang mau nyulik kyuhyun apa ada hubungan sama kematian orang tua nya 13 tahun yang lalu

  10. hahaha kyuhyun akhirnya sedikit demi sedikit brubah…
    hahhaa lucu yah tingkahnya.. jd gemes.. siwon yg sabar yah nggu kyuhyun buka diri..
    oohh jd kyu2 itu saksi pembunuhan yah.. kasian hidup dy trancam…
    jgn apa2in kyu yah…

    dtunggu lanjutannya vie ^*^

  11. Yeee 👏akhirnya kyi nrima siwon jd chingu nya, dn saat Kyu bilang cukup satu dan itu siwon , wuuaaa menyenangkn skliii,,,
    Siapa sih yg mau lenyapin Cho kyuhyun ???
    Moga aj siwon sllu bisa mnjga dn melindungi kyu ,,
    Dtunggu next chap …

  12. nungguin lama bgt ff ini thor krn penasaraaaannn…
    kyuhyun udah mulai terbuka ama siwon dan semoga kyu bakal selamat dg lindungan siwon..

  13. Sweet banget ya…apa yg terjadi dengan WonKyu.Utu mmng jadi berita besar untuk mereka yg disekeliling WonKyu.Terutama Kyuhyun hihihi.
    Memang apa yang telah terjadi 13 tahun lalu…kenapa hingga ada orang yang menginkan kematian Kyuhyun.???!

    Gumawo eonni..fighting!!!

  14. Pantesan kyu dikejar2 mulu sm penculik atau orang jahat itu.. Huf smg kyu gapapa dan siwon bisa ngelindungin kyu~ hehe
    Ciye kyu sm siwon makin deket aja si tehehe 😍🤗
    Dan hyukjae galak juga ya pas di rs haha 😆

  15. Cuma ngebayangin pas di kelas siwon nawarin tangan nya ke kyu trus kyu langsung nerima….aaah so sweet. Love this story…pls update soon, kalau konflik jangan sadis2 ya. Kasian wonkyu. Hehehe….gomawo author-nim 😁😁😁

  16. Tambah seru ffnya😁 kyuhyun semoga ga dingin lagi sikapnya ke siwon,kasian siwonnya hahhha
    Lanjutkan ka😂

  17. Vie Unni Mianhae aku baru baca🙂

    Huwee daddy sakit T.T
    aduuh tp Daddy cepat baikkan ..jd semangat karna ada Kyumom ..
    ok jd mommy jgn jauh2 dari daddy ya keke

    Mommy tuh pasti salting mulu tuh gara2 daddy haha.. ampe izin ke toilet lama ..

    Aduuh Unni jd itu ya mengapa mereka mau nyulik Kyumom??
    Huwee jangan sakiti Kyumom Hiks Hiks..
    please Jangan sakiti mommy ..kasihan T.T
    haduuh gara2 mommy saksi kunci masa lalu tersebut nyawa Mommy jd sangat terancam
    Daddy harus ekstra jagain Kyumom

    Lanjut Unni
    Hwaiting

  18. Aigooo suka bngt wonkyu moment.a~~
    Babykyu dasr deh malu” kucing🙂

    Syukurlah wondad langsung nylamatin babykyu🙂

    Jadi itu toh alasan babykyu mau diculik~~

    Wondad aja babykyu tinggal di rumah mu saja, biar selalu romantis 😘

    Yosh cepet di lanjut ya eonni~~ hwaiting~~

  19. wiii wonkyu udh pdkt nih ^^

    hmm siapa yaa yg mau ngincer kyunnie?? moga siwon slalu menjaga dan melindungi kyu ,,

    dan yg jadian 13 tahun itu apa??

    aku suka deh babykyu disiksa oleh vie umma kkkkk abis gemeeesss sama kyukyu :* biar tambah seru umma :*

    lanjuuutt yaa🙂

  20. Akhirnya update juga ini. Yeaaaay wonkyu udah banyak kemajuan.
    Nah itu kenapa org itu dendam sama kyu, berarti kyu nyimpen rahasia besar. Ditunggu kelanjutannya🙂

  21. hubungan wonkyu semakin dekat, smga saja mrk bs jadian secepatnya…
    siapa sbnernya orng yg ingin membunuh kyuhyun tu, pa peristiwa tu ada hubungannya dg meninggalnya kedua orang tua kyuhyun??

  22. Aduh ternyata tuh Kyu merupakan saksi hidup suatu kejadian yg menimpa Park Hyo Jin shg dia berusaha utk melenyapkan Kyu. Ohhh nooo Siwon hrs extra keras utk melindungi Kyu dr org2 yg berusaha utk mencelakakannya. So sweet deh Kyu dah mulai terbuka sm Siwon walaupun msh jaim2 gitu😀😀😃. Ditunggu kelanjutannya ya eonnie✌✌

  23. Aigo aigo betapa kejam dunia ini kkkkk
    padahal kyu gk ngelakuin hal yg merugikan dia tapi knpa dia mau membunuh kyu? Ckckckck ternyata uang memang paling berkuasa. Sehingga akal sehat manusia hilang enth kmana. Tuhan pun di nomor sekian kn. Ckckck manusia manusia. Eh? Masih pantas kah orang itu disebut manusia? Aigo aigo…aku ngemeng apasih? Eh?! Kyu menunjukkan kemajuan tuh atas penyakit “mari menjauh dari choi siwon” eh?! Kkkk siwon fighting!!! Kyu itu emng jodoh mu. Mau diapain jg kyu bakal jd milik mu kecuali kyu berhasil dibunuh sama tu makhluk jepun abal2.

  24. Ohhh ternyata gitu, kenapa kyu mau diculik… Siapa sih penjahatnya penasaran?

    Cieee siwon ngelamar kyu hehehhe,, kyu malu malu tapi mau, kyu udah mulai membuka diri dan pendekatan siwon sudah berhasil nih naik satu tingkat jadi temen ..

  25. yeayyyyy akhirnya pdktnya siwon ada kemajuan kkkk semangat terusssss kkk
    wahhh jd trnyta yg selama ini mau nyulik kyu itu bs di blng saingan bisnis orangtuanya kyu kah??? dan kyu liat apa yg di lakuin org itu gt??? atau kyu dan orangtuanya cm korban tdk langsung???

  26. senyum senyum sendiri baca interaksi wonkyu, kyu malu tapi mau deh hahaha.
    jadi kyu mau diculik terus dibunuh toh, semoga siwon bisa melindungi kyu~

  27. pantes kyuhyun mau di culik terus…. ternyata dia ada hubungannya sama orang yg ingin menculiknya….ternyata kyuhyun satu”nya saksi kejahatan 13thn yang lalu masa lalu yang suram ya?
    berarti kedua orang tuanya meninggal juga karena pembunuhan ya?
    kasian… semoga benar siwon akan
    selalu melindunginya..makin penasaran dgn kelanjutan ceritanya….
    jangan sampai kyu di culik…

  28. semangat lihat hub. kyu sm siwon..
    semoga siwon bisa melindungi kyu dari org2 yg mau menculiknya.. g relaa kl kyu disakiti sm merekaa..

  29. Kyaaaaa seneng’a lihat wonkyu makin deket….. Jadi babykyu satu”nya saksi mata ya???? Lanjuttttt
    Di tunggu ff yg lain’a juga unnie semangat…..

  30. Wonwon yg bodoh kyukyu yg judes benar-benar pasangan yg bikin gemes
    Siwon yg slalu sabar serta romantis end kyunie yg galak2 tpi mau,hadeehh….
    Siapa yg mau melenyapkan kyunie,apa hubungan kyunie dngn orang yg di bunuh waktu itu??

  31. Hehe😀 mian oen baru bisa comment..

    Wahhhh… hubungan mereka sudah ada kemajuan. Baguslah, smoga dengan predikat ‘chingu’ bisa berubah menjadi ‘namjachingu’ ^_^
    penasaran dengan cerita masalalu kyu, semoga ntar di buat flashback sama oenni😀

    gomawo oenni untuk chap ini. Di tunggu next chap nya and ff selanjutnya🙂 keep fight ^_^9

  32. Hehe😀 mian oen baru bisa comment..

    Wahhhh… hubungan mereka sudah ada kemajuan. Baguslah, smoga dengan predikat ‘chingu’ bisa berubah menjadi ‘namjachingu’ ^_^
    penasaran dengan cerita masalalu kyu, semoga ntar di buat flashback sama oenni😀

    gomawo oenni untuk chap ini. Di tunggu next chap nya and ff selanjutnya🙂 keep fight ^_^9

  33. anyeeonggggg~~
    hahahhah…beda tipis antara nekat sma bodoh babykyuuu ^_^
    wonie oppa mang kl nyangkut babykyu apa aja dilakuin…manisss bner momentnya..
    babykyu jutek…galak…angkuh…sombong…tp polos bnget….gampang bner diboongin+dibujuk.. kwkwkwkkw
    akhrnya usaha wonie oppa nggak sia2…makin deket aja mereka..
    wowwww…akhrnya pelan2 keungkap kenpa babykyu diincer…ada kaitanya sma masa kecilnya…kasihan babykyu..pdahal dianya sndiri bner2 nggak th knp diincer…wonie oppa jngn ampe kecolongan lagii..jagain terus babykyunya..
    lanjut vieeee~~ bogoshipoooo :*
    FIGHTINGGGGGG!!!!!!

  34. Tmbh pnsrn aja nih,13 thn lalu ada kjadian apa ya kira2 smp kyu hrs dilenyapn??wlopn sdkt ada kmajuan sma hbgn wonkyu..smgt trs y siwon!!!

  35. kyu ini klu ketemu makanan bisa lupa diri gitu
    kyu mau di culik sama org
    siwon harus cpt” nih pacaran sama kyu jd kyu gak bisa diculik sama org jahat semangat siwon pedekatenya

  36. Jiah Yang Sok Sok An Dingin. Padahal Dia Begitu Menginginkan Hal Itu. Kyu Gwaenchana? Untung Ada Si Won Kalau tidak Entah apa Yang Terjadi Pada Kyu Hyun.

    Kejadian Apa? Sampai Park Hyo Jin Ingin Melenyapkan Kyu Hyun? Jadi Penasaran Saya

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s