When The Love Is Growing


SPG COVER

“When The Love Is Growing”

Sequel Seven Princes Garden

Chapter 01

**

Hai-Hai Selamat malam~ apa kabar, hm? sudah lama tidak update ne? 15 hari…ahahahha

Oh, ini sequelnya, chap pertamanya, semoga berkenan ne^^

Here you go~

**

SJ highschool, tempat para namja dan yeoja pintar berkumpul menjadi satu dengan kecerdasan mereka masing-masing. Karena itu pula sekolah itu terkenal sampai keseluruh korea bahkan luar negara sekalipun.

Bangunannya yang megah membuktikan sekolah itu mendapatkan pengelolaan terbaik dibidang pembangunannya. Berbagai piagam dan penghargaan yang diraih siswa dan sekolah itu sendiri tersusun rapi dalam sebuah ruang khusus untuk itu.

Namun yang lebih menarik perhatian dari itu semua ialah yang paling dikenal dari sekolah tersebut, 7 pangeran tampan yang menduduki peringkat paling atas dari semua murid yang ada disana.

Peringkat 1 sampai peringkat 7 sekolah itu tidak pernah diberikan pada murid lain karena 7 namja tampan itu tidak pernah menurunkan standar belajarnya. Karena standar mereka juga seleksi murid baru setiap tahun ajaran baru selalu dinilai dari prestasi murid itu dari sekolah sebelumnya.

Tujuh namja yang selalu mengharumkan nama sekolah itu mendapatkan tempat khusus untuk mereka disebuah rumah kaca yang dipenuhi dengan bunga, hingga mereka pun dikenal dengan 7 pangeran yang tinggal di taman.

Seven Princes Garden.

Namun seiring berjalannya waktu, hanya beberapa pangeran yang masih ada disana karena kenaikan kelas dan kelulusan. Setelah sekian lama mereka bersama di rumah kaca itu, hari kelulusan menjadi hari berpisahnya para pangeran itu dari sana.

“Aku masih tidak rela pangeran Choi harus lulus dari sini.” Ucap salah satu yeoja saat istirahat siang di kantin mereka.

“Kenapa kau yang tidak rela, sementara belahan jiwa pangeran Choi terlihat baik-baik saja.” Jawab Yeoja satu lagi saat melihat seorang namja berjalan memasuki kantin mereka.

“Hush~ kalian ini, kalau didengar bagaimana?”

“Tidak apa-apa, aku akan menemani pangeran cute kita agar tidak bersedih.”

“Aigooo~”

Saat itu pangeran cute yang mereka bicarakan sedang memesan bubble tea untuknya dan untuk namja yang menunggunya diluar. Setelah selesai pangeran Cute atau Cho-I Kyuhyun itu pun segera keluar dari sana tanpa peduli semua mata sedang menatapnya.

“Uri Cutie Prince~” Panggil salah satunya tiba-tiba membuat Kyuhyun berhenti.

“Siapa yang kalian panggil Cutie?” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya.

“Apa Uri pangeran baik-baik saja? Pangeran Choi tidak ada disini~” Ucap yeoja itu tanpa peduli tatapan tajam dari Kyuhyun.

“Kenapa denganku? Aku tidak apa-apa.”

“Jinjja?”

“Geurom~ kenapa aku harus tidak baik?”

“Mmm, itu…mmm…”

“Waeee??”

“Mungkin uri pangeran rindu padanya.” Seketika pipi Kyuhyun merona dengan indahnya dan kembali menatap tajam pada yeoja itu yang hanya bisa cekikikan melihatnya.

“Shut up!” Ucap Kyuhyun tajam kemudian segera keluar dari sana.

Namja imut yang menunggunya diluar hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Kyuhyun masih tidak berubah. Selalu merona jika mereka menyinggung belahan jiwanya yang sudah tidak ada bersama mereka.

“Kyu, jangan judes begitu.” Ucap namja imut yang menunggunya itu bernama Kim Ryeowook.

“Mereka yang mulai.”

“Aigoo~ kita ke rumah kaca?”

“Andwae, rumah kaca terlalu besar untuk kita berdua, aku mau ke atap.”

“Arra, aku ada di kelas.”

Dan mereka pun berpisah dipersimpangan koridor dengan Ryeowook menuju kelas mereka sementara Kyuhyun segera menuju atap bangunan kelas III itu.

Semenjak beberapa pangeran lulus dari sana mereka berdua memang lebih sering meninggalkan rumah kaca yang kelewat besar itu. Jika hanya berdua akan sangat terasa sepinya hingga Kyuhyun tidak ingin selalu berada disana.

“Untuk apa disana jika hanya berdua?” Tanya Kyuhyun entah pada siapa.

Namja imut itu terus berjalan menyusuri atap yang luas itu hingga tiba diperbatasan pinggir bangunan. Disana angin bertiup pelan dan menerpa wajahnya dengan bebas membuat Kyuhyun merasa lebih lega dan nyaman.

Tiba-tiba suara iphonenya terdengar menandakan beberapa sms masuk kesana. Kyuhyun melihatnya dengan malas saat nama Heechul muncul dipermukaan iphonenya.

From : Hyung jelek
“Hey Jelek, kau kesepian kan?”

“Bukan urusanmu hyung ahjumma!!” Jawab Kyuhyun sambil menutup pesannya dan melihat pesan yang lain.

From : Ikan Hyung
“Sedang apa Kyu? Nanti sore kita ketemu ya?”

“Pergi saja sama monkey-mu hyung!!” Gerutu Kyuhyun dengan bibir mengerucut imut.

Kyuhyun kembali menutup sms itu tidak ada niat darinya untuk membalasnya. Kyuhyun lebih tertarik pada dua sms lain yang belum dibukanya.

From : My love
“Baby…”

Dugh~ degup jantugnya seketika terdengar.

From : My Love
“Sudah istirahat kan? Makan siang dulu ne?
Nanti hyung jemput.”

Sebaris senyum manis pun terukir dibibir cantik Kyuhyun melihat kata terakhir dari suaminya itu. Ya, Choi Siwon, suami sah Cho-i Kyuhyun, mereka sudah menikah sejak ia berada di kelas dua, kurang lebih satu tahun yang lalu.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun sambil mengetikkan balasan dengan kata yang sama.

Detik selanjutnya nada dering hp-nya pun terdengar nyaring tanda panggilan masuk dan mata Kyuhyun langsung melebar begitu melihat siapa yang menghubunginya.

My love calling…

“H-hyung…” Ucap Kyuhyun setelah mengangkat panggilan itu.

>Baby, bogoshipoo~<

Kyuhyun menahan tawanya mendengar rengekan suaminya yang sangat tidak pantas itu. Tapi tetap saja membuat Kyuhyun sangat senang dengan pernyataan itu hingga perasaannya membuncah didada.

“Hyung tidak masuk kuliah?”

>Istirahat baby, nanti masuk lagi, setengah 3 hyung sudah disana<

“Mmm, arraseo~”

>Kau lagi diatap kan? Sendirian? Kenapa Wookie tidak menemanimu?<

“Gwenchana hyung, aku hanya ingin sendiri.”

>Masih tidak terima kami lulus, eoh?<

“Ne..” Jawab Kyuhyun cepat.

>Aigoo~ kita masih bertemu dirumah, kan? Hyung-hyung juga masih bisa berkumpul bersama.<

“Itu beda hyung!! Beda!!”

>Aa-araseo~ sabarlah setahun lagi.<

“Ck.”

>Hey~ jangan merajuk.<

“Tidak, aku harus pergi, hyung.”

>Ohh, istirahatnya selesai? Nanti hyung kabari lagi, See you my baby~<

“See you hyung~”

>I Love you.<

“……”

>Babyy~<

Kyuhyun langsung melihat kesana kemari untuk memastikan tidak ada orang lain disekitarnya. Dan jika ia bisa melihat, Siwon sedang tersenyum puas pada dirinya sendiri sambil menunggu balasan ucapan cinta itu.

>Tidak ada orang disana baby~<

“Shut up!!”

>I love you.<

“I hate you.”

>I love you too.<

“I miss you”

>Ba…

Tutututututut….

Kyuhyun langsung memasukkan iphone ke saku blazernya kemudian segera beranjak dari sana menuju tangga turun ke bawah. Sambil berjalan Kyuhyun mencoba menurunkan kadar kegugupannya agar pipi-nya yang dipastikan merona juga memudar secepatnya.

Begitu sampai didepan kelas, Kyuhyun menarik nafas perlahan kemudian masuk kesana dengan wajah datarnya. Seosaengnim yang mengajar dikelasnya juga sudah ada disana dan hanya bisa melihat dengan smirknya yang menjengkelkan.

“Umma tahu segalanya.” Gumam Leeteuk pelan di mejanya sebelum memulai pelajaran mereka.

_

Sore hari menjelang…

Kyuhyun dan Ryeowook terlihat keluar dari kelas mereka bersama beberapa murid lainnya, juga kelas-kelas lain yang pelajarannya tidak dilanjutkan untuk kelas sore mereka. Kedua namja imut itu langsung menuju gerbang sekolah tempat dimana dua mobil mewah berwarna hitam dan putih sudah menunggu kedatangan mereka berdua.

Siwon dan Yesung berdiri di kap mobil mereka masing-masing dengan tangan yang sama-sama terlipat di dada. Beberapa murid yang lewat disana tentu tidak membuang kesempatan itu bertemu kembali dengan 2 dari 5 pangeran mereka yang sudah lulus.

“Prince Siwon, pasti menjemput kekasih hatinya.” Ucap salah satu dari mereka.

“Tentu saja Yesung juga, kau tidak lihat itu mereka.” Jawab yang lainnya lagi.

Dan disana Kyuhyun dan Ryeowook berjalan santai dengan tatapan masing-masing pada belahan jiwa mereka yang ada di gerbang itu. Begitu sampai keduanya berpisah menuju pasangan mereka masing-masing dan saling menyapa.

“Sampai jumpa di rumah, Kyu~” Ucap Ryeowook kemudian masuk ke mobil bersama Yesung yang menganggukkan kepalanya.

“Kau mau langsung pulang, baby?” Tanya Siwon sambil membelai pipi Kyuhyun dengan lembut.

“Kita pulang saja, kau pasti capek hyung.”

“Hhmmm~ huswifeku yang paling pengertian.”

“Ayo pulang.”

“Silahkan~” Siwon membuka pintu depan mobilnya untuk Kyuhyun.

Kemudian mereka pun segera menyusul Ryeowook pergi darisana tanpa peduli teriakan yeoja-yeoja disana mengiringi apapun yang mereka lakukan.

“Bagaimana sekolahmu?” Tanya Siwon saat mereka sudah menjauh dari sekolah.

“Tidak ada yang penting hyung, kami hanya harus belajar ekstra karena sudah kelas tiga.”

“Ohh, nee~ kalian pasti dapat nilai yang baik.”

“Tentu saja, hyung pikir aku bodoh?”

“Mana mungkin huswife hyung paling cantik ini bodoh, hm?”

Kyuhyun langsung memberi suaminya itu death glare yang mematikan namun selalu tidak berpengaruh apa-apa untuk Siwon.

“Lalu bagaimana di kampus hyung, eoh? Banyak yeoja cantik disana?”

“Tentu saja banyak, baby~ bahkan ada yang dari luar negeri.”

“Jangan macam-macam.” Desis Kyuhyun tajam.

“Apa kau cemburu?”

“Untuk apa? Kau sudah menikah, mereka tidak akan tertarik.”

“Ahahahaha~ itu senjatamu?”

“Karna itu juga aku melamarmu lebih dulu.”

“Mwooo???” Siwon menatap Kyuhyun tidak percaya dan seketika pipi namja imut huswifenya itu pun merona dengan indahnya.

“Shut up!” Ucap Kyuhyun cepat sebelum Siwon sempat berkomentar lagi.

Siwon hanya bisa menelan apapun yang ingin diucapkannya dan melihat wajah imut dan menggemaskan Kyuhyun yang tersenyum bangga pada dirinya sendiri.

Tanpa mereka sadari perjalanan mereka sudah memasuki resident Valemorint yang berarti mereka sudah tiba ditempat tujuan. Dengan cepat Siwon menurunkan kecepatan mobilnya dan melewati berbagai rumah mewah yang sudah ia kenal.

Dan rumahnya yang paling besar berada dipaling ujung resident dengan satu jalan utama terputus didepan pagar Istana Choi itu. Begitu mobilnya tiba, pagar besi itu pun terbuka sendiri dan tertutup kembali begitu mobilnya sudah masuk ke dalam.

Rumah keluarga Choi itu hanya ditempati oleh dirinya dan Kyuhyun karena appa dan umma Choi menjadikannya sebagai hadiah pernikahan. Tinggallah mereka berdua di rumah yang besar itu hanya ditemani beberapa maid yang bekerja disana.

“Selamat datang tuan dan…”

“Kyunnie.” Sambung Kyuhyun cepat.

Siwon hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala pada maidnya dan kembali melihat Kyuhyunnya. “Mandilah dulu, hyung buatkan coklat panas.”

“Hyung juga capek kan?”

“Hyung buat dua~” Ucap Siwon sambil membentuk jemarinya V sign.

“Mm~ arraseo.” Jawab Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya pada maid yang paling tua disana.

Lalu ia pun segera ke kamar mereka yang ada dilantai dua sementara Siwon menuju dapur untuk membuatkan coklat panas untuk mereka berdua. Musim dingin seperti ini memang pantas untuk memanjakan diri dengan segelas coklat panas.

Dan Kyuhyun sangat suka itu sejak Siwon membuatkannya musim dingin lalu, bahkan namja cantik itu sering memintanya walau sedang tidak dingin sekalipun.

“Tuan muda Choi~ biar saya.” Pinta maid ahjumma pada Siwon.

“Ahjumma tahu Kyunnie kan? Dia tidak mau jika bukan aku yang buat.”

“Ahh, nee~ arraseo~”

“Bisa tolong gelasnya.”

“Oh silahkan~”

“Ahjumma bisa siapkan tiramisu buat kami, itu lebih baik.”

“Te-tentu saja, sebentar.”

Maid itu langsung mengerjakan permintaan tuan mudanya itu dengan cepat membuat Siwon tertawa kecil melihatnya.

Dan beberapa menit kemudian Siwon sudah memegang nampan berisi dua gelas coklat panas dan satu piring tiramisu.

Dengan perlahan Siwon memasuki kamarnya yang besar itu dan mendapati Kyuhyun sudah memakai baju santainya, jeans hitam dan t-shirt abu-abu. Namja imut itu sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil sampai kepalanya tertutup dan tidak bisa melihat Siwon sudah ada disana.

“Sini baby…” Ucap Siwon sambil melewati Kyuhyun yang tidak sadar.

“Huh? Waee??” Tanya Kyuhyun sambil mengikuti suaminya itu.

“Hyung bantu.”

“Huh?”

Siwon langsung mengambil handuk dari tangan Kyuhyun dan mendudukkan namja cantik itu dibangku balkon kamar mereka. Kemudian ia pun duduk diatas pinggiran bangku hingga kepala Kyuhyun lebih rendah dari posisi tangannya.

Dan dengan gerakan lembut namja tampan itu pun mengeringkan rambut belahan jiwa dalam hidupnya itu tanpa kata-kata. Kyuhyun yang menerima hanya bisa terdiam dan menikmati gerakan tangan Siwon diatas kepalanya.

Dengan senyum manis melingkar dibibirnya, namja cantik itu pun mengambil coklat panas itu dan menyeruputnya dengan perlahan.

Rasa coklat manis dan hangat masuk kedalam tubuhnya dan bersatu dengan perlakuan Siwon yang sama manisnya membuat Kyuhyun merasa menjadi orang yang paling beruntung didunia ini.

“I love you.” Gumamnya tanpa sadar dengan mata terpejam.

“Mwo? Ulangi baby?”

“Shireo!!”

“Aigooo~ apa coklatnya manis?”

“Sangat~” Kyuhyun berpaling kebelakang dan memamerkan giginya dengan senang membuat Siwon ikut tersenyum senang.

Secepat kilat Siwon mengecup ujung hidung Kyuhyun hingga mata cantik itu melebar dan bibirnya mengatup rapat. Dan sekali lagi kecupan singkat didaratkan Siwon dibibir yang tertutup itu dengan cepat.

“Hyung!!”

“Waeee??”

“Aiishh~”

“Minum lagi, baby.” Ucap Siwon yang dipatuhi Kyuhyun tanpa bantahan.

Namja cantik itu menyeruput sekali lagi coklat panas itu kemudian menyamankan dirinya dengan bersandar didalam pelukan Siwon. Walau namja tampan itu masih mengeringkan dan bermain dengan rambutnya, Kyuhyun tidak peduli.

Perasaannya saat ini sungguh damai dan nyaman.

Hingga beberapa menit kemudian Siwon merasakan beban yang semakin berat menimpa paha kirinya. Begitu sadar kepala Kyuhyun sudah lama terkulai disana dengan menjadikan lengannya sebagai bantal, namja cantik itu tertidur dengan sangat nyaman.

“Aigooo~ bukannya bilang kalau ngantuk, baby.” Ucap Siwon kemudian.

Namja tampan itu segera memindahkan tangannya dikepala Kyuhyun yang ia tahu sebelumnya bisa menjadi belaian pengantar tidur untuk huswifenya itu.

“Ayo tidur diranjang, my baby~” Ajak Siwon akhirnya sambil mengangkat tubuh kecil itu ala pengantin.

Siwon menidurkan Kyuhyun diranjang mereka dan menyelimutinya dengan benar. Setelah mengecup keningnya penuh sayang Siwon segera turun ke bawah sambil membawa nampan yang ada di balkon kamar mereka.

**

Di lantai bawah beberapa suara terdengar sedang bercengkrama dengan riangnya di ruang makan rumahnya. Tanpa perlu melihat, Siwon sudah bisa menebak suara siapa yang ada disana. Para hyung tampannya.

Ya, mereka sudah berjanji akan bertemu jika ada waktu karena mereka tidak ingin kebersamaan mereka menjadi terhalangi dengan kesibukan masing-masing.

“Hyung~” Panggil Siwon begitu masuk kesana.

“Heey~ maaf kami masuk tanpa izin.” Ucap Hankyung dengan sopannya.

“Bukan lagi masuk Yeobo, ini sudah makan sembarangan.” Jawab Heechul dengan senyum nakalnya.

“Tidak apa hyung, cafe kalian bagaimana?”

“Kami tinggalkan sebentar, kita kan harus berjumpa.” Jawab Hankyung dengan senyum-nya yang menenangkan.

Sejak lulus sekolah, Hankyung memang langsung terjun dalam dunia bisnis seperti janji Heechul yang akan bersamanya mengembangkan cita-cita Hankyung, mempunyai sebuah café atau restorant. Mereka juga sering menghabiskan waktu bersama di tempat itu sesuai keinginan Heechul, agar para yeoja sekolah mereka lebih banyak yang datang kesana.

“Gomawo hyung sudah datang~” Ucap Siwon sangat bersyukur.

“Gwenchana, kami juga tidak ingin berpisah seperti babykyu.”

“Ahh, kalian saja yang beda rumah.” Ucap Yesung yang baru tiba disana bersama Ryeowook.

“Iya, kami masih sering bertemu karna satu kawasan.” Sambung Donghae.

“Lalu dimana magnae kami?” Ryeowook melihat dibelakang Siwon tidak ada siapa-siapa.

“Dia tidur.”

“Mwooo??”

“Kami datang untuknya dan dia tidur??” Tanya Heechul tidak percaya.

“Ahh, tapi ada yang ingin kami bicarakan…” Ucap Hyukjae tiba-tiba dengan senyum jahilnya.

“Denganmu…” Sambung Heechul dengan smirknya.

“Ada apa hyung? Ada masalah?” Siwon langsung khawatir melihat mereka.

Hyukjae hanya tersenyum jahil sambil mendekatinya dan mengambil piring tiramisu yang masih utuh itu untuknya. “Ayo duduk dulu, tidak ada masalah yang berat.”

“Kami hanya ingin tahu…” Ucap Yesung tanpa melihat Siwon.

“Tahu apa hyung?”

“Sudah berapa kali kau mencintai istrimu, Siwonnie??” Tanya Heechul tiba-tiba dan semua mata tertuju pada Siwon.

“Hyung!! Bahasamu halus sekali.” Ujar Donghae dan mendapat death glare dari Heechul.

“Apa kalian mau aku vulgar?”

“Nooo~”

“Lalu, ayo Siwonnie, katakan.”

“Setiap hari hyung…” Jawab Siwon dengan wajah polosnya.

“Mwoooo?!?!” Semua mata hyungnya melebar sempurna.

“Setiap hari aku mencintainya dengan seluruh hidupku.”

“Pabooooo~”

“Bukan itu maksudnya kuda paboo!!” Gertak Heechul langsung kesal seketika.

“Sabar hyung~”

“Ahahaha, aku tahu maksud kalian hyung~ tapi…”

“Tapi??” Semua hyung mendekati Siwon dengan wajah penuh harap.

“Itu rahasia perusahaan.”

“Mwoooo???”

“Ahahahaha, kalian tidak boleh tau.”

“Aiish!! Kami hanya ingin tahu si baby itu sudah besar.”

“Dia memang sudah besar hyung.”

“Aku serius Siwon.” Kali ini Heechul mendekati dongsaengnya dengan tangan di leher namja tampan itu.

“Mungkin kami bisa membantu.”

“Katakan saja.”

“Aigoo~kalian ini, apa aku harus jujur?”

“Tentu saja!!!!”

“Baiklah…”

“Ne…?”

“Belum satu kali pun.”

“Ohh, belu~ MWOOOOOO?” Heechul, Donghae dan Hyukjae menatap Siwon tidak percaya.

“Iya hyung, aku sudah bilang sejak awal kan?”

“Kau akan menunggu.” Sambung Ryeowook cepat yang sedari tadi diam saja.

“Nah, Ryeowookie masih ingat.” Siwon menganggukkan kepalanya.

“Tapi, tapi ini sudah setahun Siwonniee~” Hyukjae masih tidak percaya dengan itu.

“Kalau kau tanya aku, entah sud…” Ucap Heechul yang langsung di sela Donghae.

“Sudah hyung!! Kami tidak mau dengar tentangmu.”

“Chuneunda?” Heechul memberi death glare-nya yang mematikan untuk Donghae.

“Siwonnie…” Panggil Donghae tidak peduli pada Hyung cantiknya itu. “Apa kau bisa tahan?”

“Buktinya sampai sekarang aku baik-baik saja.” Jawab Siwon dengan tenangnya.

“Lalu apa yang kalian lakukan setiap malam?” Tanya Yesung akhirnya.

Siwon memutar bola matanya dengan malas. “Kami tidur hyung, apalagi??”

“Se-selain itu…” Yesung benar-benar penasaran.

“Tidak ada, aku tidur memeluknya dan bercerita sampai kami ketiduran.”

“Begitu setiap malam?”

“Ada malam-malam aku ingin dia bernyanyi untukku, ada juga kami bermain game sampai larut malam dan akhirnya tertidur.”

“Membosankan~ sangat membosankan~” Hyukjae dan Heechul menggelengkan kepala mereka.

“Tapi bagiku tidak hyung, bersama dengannya saja sudah menjadi kebahagiaan yang besar untukku.” Ucap Siwon dengan senyum dua dimplenya yang memesona.

“Tapi, apa kau tidak pernah meminta?” Hankyung akhirnya menyela dan Siwon menggelengkan kepalanya.

“Apa dia pernah membahasnya?” Tanya Donghae kemudian.

“Mmm~ tidak juga.”

“……” Mereka semua kehilangan kata-kata.

“Kami bahagia hyung.” Ucap Siwon sejujurnya.

Dan semua hyungnya pun langsung mendekat dan memeluknya secara bersamaan sambil memberikan pujian hebat untuknya.

“Terima kasih sudah menjaganya sebaik itu Siwonnie.” Ucap Ryeowook tulus.

“Dia sangat berharga.”

“Gomawo, jeongmal gomawo.” Ucap Donghae memeluknya sekali lagi.

“Tapi…” Siwon melihat mereka semua dengan ragu.

“Tapi…?”

“Jangan bicarakan ini dengan Kyunnie, aku tidak mau ini mengganggu pikirannya nanti.”

“Hooo~ arraseo~” Jawab mereka serempak.

Namun hanya Donghae yang menjawab tanpa suara saat ia merasa sebuah gerakan melintas dibalik tirai pintu ruang makan itu yang berada tepat dibelakang Siwon.

‘Kyunnie?’ Tanya Donghae dalam hati. Tanpa sadar kakinya pun melangkah dan ia beranjak dari kursinya.

Tanpa mengatakan apa-apa Donghae langsung menuju pintu ruang makan itu dan melihat tidak ada siapa-siapa disana. Namun kain tirai yang masih bergerak perlahan walau tidak ada angin yang berhembus membuat Donghae yakin ada seseorang disana.

“Hae-ah? Kita pulang?” Tanya Hyukjae tiba-tiba membuat Donghae tersentak.

Dengan gugup Donghae melihat jamnya dan bergumam sendirian. “Ohh, mmm~ itu, ayo~”

“Sudah malaaaam~ kami juga mau pulang, salam kami untuk si baby ne? Katakan Bogoshipo~”

“Akan aku sampaikan.”

“Nee, bye-bye~ annyeong~”

Siwon mengantar mereka sampai ke pintu depan dan melihat keluar yang ternyata hari sudah menjadi gelap pertanda malam sudah menjelang.

“Annyeong~ bye-bye hyung~”

Mereka benar-benar terlarut dalam pembicaraan yang serius itu hingga tidak menyadari waktu yang berlalu. Seharusnya mereka tinggal lebih lama lagi agar bisa menikmati makan malam bersama di rumah yang pasti selalu banyak makanan itu.

“Mereka tidak makan dulu, tuan?” Tanya Maid ahjumma tiba-tiba dibelakang Siwon.

“Ahh, aku lupa menawarkannya.” Siwon menepuk dahinya sendiri karena lupa.

“Ahahaha, mungkin lain kali, ayo masuk tuan, makan malam sudah siap.”

“Aku panggilkan Kyunnie dulu.”

“Ne~”

Siwon bergegas menuju kamarnya di lantai dua dan mendapati Kyuhyunnya sudah tidak ada lagi diranjang mereka. Setelah menyusuri ruangan besar kamarnya itu ia mendapati jendela menuju balkon terbuka hingga membuat tirai-tirainya bergerak ditiup angin.

Tanpa perlu memanggil ia tahu pasti Kyuhyun, huswife cantiknya berada disana, tapi kenapa namja cantik itu tidak turun ke bawah menemuinya dan hyung mereka?

“Baby…” Panggil Siwon saat melihat Kyuhyun duduk bersandar sambil menjulurkan kakinya ke depan.

Namun sepertinya Kyuhyun tidak mendengar panggilan Siwon atau tidak ingin menjawabnya karena saat Siwon mendekat dan berdiri didepannya, Kyuhyun memejamkan matanya seperti sedang tertidur.

“My baby~” Panggil Siwon sekali lagi membuat Kyuhyun membuka matanya. “Masih ngantuk? Kenapa tidur disini?” Tanya Siwon kemudian.

“…….”

“Baby, apa yang terjadi?” Tangan Siwon langsung terulur membelai pipi chubby Kyuhyun. “Ayo masuk, pipimu sudah dingin.”

“Kenapa?” Suara Kyuhyun akhirnya terdengar.

“Kenapa? Apanya?”

“Kenapa kau tidak pernah memintanya?”

“Mwoo? Meminta apa?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Jangan pura-pura.”

“Baby, apa maksu…kau mendengarnya? Kau mendengar pembicaraan kami? Semuanya?” Akhirnya Siwon mengerti maksud dari pertanyaan Kyuhyun itu.

Namja cantik itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian berpaling melihat kearah lain agar tidak melihat wajah bersalah suaminya.

“Kenapa kau tidak pernah memintanya?” Ulang Kyuhyun tanpa melihat Siwon.

“Baby…”

“Seharusnya kau katakan padaku hyung, seharusnya kau menyadarkanku, seharusnya kau mengajariku.”

“Hyung tidak mau memaksamu baby.”

“Jika kau bilang sebelumnya itu tidak akan menjadi paksaan!! Kenapa kau harus menahan diri??”

“Hyung tidak ingin terburu-buru.”

“Kita menikah sudah setahun.”

“Hyung ingin menunggu sampai kau lulus dulu.”

“Itu masih lama.”

“Tidak, jika hyung bersabar.”

“Sampai kapan kesabaranmu itu? Bukankah menikah juga untuk mendapatkan itu!??!”

“Kyunnie…”

“Selain untuk mendapatkan pasangan, bukankah menikah juga untuk memberikan kebahagiaan kepada pasangannya?” Tanya Kyuhyun melihat mata Siwon dalam.

“Tidak Kyu, hyung bahagia hanya bersama denganmu.”

“Tapi kau tidak bisa menahan diri selamanya.”

“Cukup!! Hyung tidak ingin berdebat, masalah ini selesai sampai disini.” Siwon langsung berdiri dari duduknya.

“Hyung…”

“Ingat ini, baby~ hyung tidak akan melakukan apa-apa sampai kau lulus nanti.”

“Bagaimana jika aku yang ingin?” Tanya Kyuhyun penuh harap.

“Hyung akan menolaknya.”

“Mwoo?? Kau akan menolakku?”

“Bu-bukan itu baby~ “Siwon langsung duduk kembali didepan Kyuhyun. “Tolonglah~ jaga janji hyung ini, baby.” Ucap Siwon dengan wajah memelas sambil menggenggam kedua tangan huswifenya itu.

“Tapi…”

“Pleasee~ lupakan masalah ini.”

“Kenapa kau menjaga ku seperti itu, hyung?”

“Karna kau yang paling berharga untuk hyung.”

“……” Kyuhyun hanya menatap mata Siwon yang berbinar seperti membenarkan ucapannya.

“Ayo, kita makan malam.” Ucap Siwon akhirnya mengalihkan pembicaraan.

“Aku tidak lapar.”

“Tidak, jangan begitu.”

“Aku tidak mau makan.”

“Kau masih memikirkan itu?”

“Tidak, aku ingin tidur saja, please~” Kali ini Kyuhyun yang memasang wajah memelasnya hingga Siwon tidak bisa berkutik.

“Baiklah, ayo masuk.”

Akhirnya Siwon membawa kembali Kyuhyun ke dalam kamar dan menuju ranjang mereka lalu melihat Kyuhyun naik kesana dan masuk dalam selimutnya. Walau tidak mengatakannya, Siwon tahu namja cantik huswifenya itu masih memikirkan masalah malam pertama mereka yang tidak pernah terjadi walau kurang lebih setahun sudah mereka menikah.

“Hyung ke bawah sebentar, ne?”

“Jangan pergi.”

“Baby…”

“Jangan pergi, aku tidak mau sendiri.”

“Aa~arraseo, hyung disini, ayo tidur.”

Siwon langsung berbaring disebelah Kyuhyun dan menarik namja cantik itu kepelukannya hingga kepala Kyuhyun berbantalkan bahunya yang kekar. Dan tangannya melingkar dipinggang ramping huswifenya itu sambil menepuk-nepuknya dengan pelan.

“Jangan khawatir baby, hyung sangat mencintaimu.” Ucap Siwon menenangkan.

“Aku juga mencinta…”

“Hyung tahu, karena itu jangan seperti ini~” Jawab Siwon cepat.

“……”

“Hyung menikah bukan hanya untuk mendapatkan malam pertama, tapi untuk hidup bersama denganmu selamanya.”

“Tapi semua orang menginginkan hal itu kan?”

“Siapa bilang hyung tidak ingin, hm? Hyung menginginkan semua yang ada pada dirimu baby, kau tidak tahu seberapa besar keinginan itu.”

“Lalu kenapa kau menahannya?”

“Bukahkah sudah hyung katakan?”

“Apa kau bodoh hyung?”

“Mungkin ia, tapi demi dirimu, jadi orang terbodoh didunia pun hyung rela.”

“Paboo~” Gumam Kyuhyun setengah kesal sambil menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Siwon.

“Jangan pikirkan hal ini lagi, kita jalani seperti biasanya, jika kau sudah siap, hyung akan sangat senang menerima dirimu seutuhnya.”

Langsung saja pipi Kyuhyun merona mendengar penyataan Siwon yang penuh keyakinan itu. Sungguh, Kyuhyun sangat beruntung memiliki Siwon dalam hidupnya yang menjaganya seperti itu, tanpa terasa airmata Kyuhyun pun merebak dipelupuk matanya yang terpejam.

Dan detik selanjutnya isakan kecil pun terdengar dibahu Siwon seiring dengan tetesan bening itu jatuh diantara leher dan bahu namja tampan suaminya itu.

“Heeey~ my baby~ waeyo? Jangan menangis?”

“Hks~ hyung…”

“Ne~ waeyo,hm?”

“Ke-kenapa k-kau tau, a-aku belum si-siap?” Tanya Kyuhyun ditengah isakannya.

Seketika Siwon tersenyum senang dan mengecup pipi Kyuhyun sekilas lalu memeluknya dengan sangat erat.

“Hyung sudah mengenalmu sejak lama, hyung tahu segalanya.”

“I love you, Siwonnie~ I really love you~” Kyuhyun berucap sambil membalas pelukan Siwon dengan sama eratnya bahkan terlalu erat.

Pelukan itu membuktikan apa yang dirasakan Kyuhyun untuk suami tampannya itu dan sepertinya namja tampan itu mengerti dan menerima perasaan itu dengan senang hati karena dimplenya yang sempurna itu terlihat semakin dalam bersama senyum kebahagiaannya.

Kyuhyun yang polos yang tidak pernah mengenal cinta sekarang sanggup mengungkapkan perasaannya dengan tulus seperti itu membuat semua penantian Siwon tidaklah sia-sia. Cinta di hati Kyuhyun yang tidak pernah ia tahu adanya, kini terus tumbuh dan berkembang menyelimuti Siwon seutuhnya.

“I love you too, baby~ I really do~”

Dan malam pun semakin larut mengantarkan mereka ke dalam mimpi mereka masing-masing yang selalu dipenuhi dengan cinta dan kebahagiaan.

Hari pun terus berlalu dengan kebahagiaan yang tidak pernah lekang dari mereka semua. Para pangeran tampan itu menjalani kehidupan mereka yang sudah berubah seiring dengan waktu itu dengan penuh cinta dan kebersamaan.

Walau sudah tidak lagi bersama disatu tempat, mereka selalu mencari waktu untuk bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama agar tali kebersamaan yang sudah mereka punya tetap selalu terjaga dan tidak terlepaskan.

Begitu juga dengan Kyuhyun yang tetap menjaga janji Siwon bersamanya dengan caranya sendiri tanpa bantuan hyung-hyungnya lain. Mulai dari mencari tahu apa arti malam pertama untuk pengantin baru sampai bagaimana cara melakukannya.

Karena selama perjalanan cinta mereka secara perlahan ia mengerti bahwa mereka berbeda dari pasangan yang seharusnya yang ada didunia ini. Dan hal itu tidak membuat keraguan dihatinya untuk terus bersama dengan Siwon hyung suaminya yang tampan.

Di dunia ini, hanya Siwon hyung yang dia inginkan untuk menghabiskan waktu dan sisa hidup yang digariskan untuknya. Tidak ada yang lain. Dengan keyakian itu, Kyuhyun akan melakukan segala cara untuk memberikan semua kebahagiaannya untuk Siwon.

Termasuk belajar tentang cinta dan segala yang berkaitan dengannya.

“Aku akan menjadi yang terbaik yang pernah kau miliki, hyung!!” Gumam Kyuhyun penuh semangat.

Detik selanjutnya pipinya pun kembali merona saat menyadari apa yang sedang ia baca sekarang ditengah ruangan besar yang menyediakan beberapa Komputer untuk searching dan browsing. Warnet. Kyuhyun pergi seorang diri tanpa diketahui Siwon dan yang lainnya, kecuali Donghae.

Hyung tampannya itu pernah melihatnya mendengarkan pembicaraan mereka dan memutuskan untuk berbicara dan menenangkan dirinya seperti yang dilakukan Siwon. Tapi Kyuhyun percaya Donghae seperti ia percaya Siwon hingga namja cantik itu membujuk hyung tampannya untuk mengajarinya segalanya.

“Aku tidak akan menceritakan malamku padamu.” Protes donghae suatu hari.

Saat ini mereka sedang menghabiskan waktu di taman dekat rumah Kyuhyun dan Siwon. Namja cantik dan menggemaskan itu ingin berbicara dengan Donghae hyungnya saja.

“Aku juga tidak ingin mendengarnya.” Jawab Kyuhyun cuek.

“Lalu, apa kau benar-benar ingin melakukannya?”

“Memangnya aku bercanda? Aku sudah menikah hyung.”

“Tapi Siwon tidak akan melakukan apa-apa sebelum kau lulus.”

“Dalam waktu yang panjang itu, aku akan membuatnya semakin mencintaiku.”

“Wooow~”

“Dan hyung akan mengajariku dengan benar.” Ucap Kyuhyun memberi Donghae death glarenya.

“Arraseo~ nyonya Choi.”

“Chuneunda!!”

“Tapi, apa kau tidak ingin Siwon tahu?”

“Tidaaaak!! Aku tidak mau!!!”

“Hooo waeyo?”

“Nanti dia pasti akan memintaku berhenti dan menyuruhku menunggu sampai aku mengerti.”

“Mmm, itu pasti.”

“Dia tidak tahu betapa aku ingin membuatnya bahagia.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar membuat Donghae terpaku.

“Aku akan cepat mengerti jika aku belajar, bukan menunggu, iya kan hyung? kan??”

“Ohh~ mm~ nee~” Angguk Donghae akhirnya dan Kyuhyun juga menganggukkan kepalanya penuh semangat. “Apa kau mau hyung ajarkan?” Tanya Donghae dengan wajah polosnya.

“Kau mau hyung?”

“Tentu saja, untukmu apapun babykyu!!”

“Tapi…”

“Tapi??”

“Itu artinya kita akan ci-ciuman dan pe-pelukan…?”

“Ya iyalah, malah lebih dari itu, kan kau mau belajar.”

Kyuhyun menatap Donghae dengan seribu kata didalam kepalanya serta mencerna perkataan hyungnya yang terdengar polos dan menenangkan itu. Sesuatu dalam pikirannya berkata itu tidak benar, itu tidak mungkin terjadi, ia tidak mungkin melakukan semua itu dengan orang lain selain Siwon.

“Tidak… ANDWAEEEEEEE~~~” Teriak Kyuhyun langsung berlari dari taman rumahnya dan masuk kedalam.

Bahkan Siwon yang baru akan keluar menyusul mereka hanya bisa menganga melihat Kyuhyun yang tidak melihatnya. Namja tampan itu langsung menuju taman yang dipenuhi dengan berbagai bunga itu dan melihat hyungnya yang duduk dengan santai.

“Hyung, apa yang terjadi?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Dia ingin belajar semuanya.”

“Belajar apa?”

“Menjadi milikmu seutuhnya.” Ucap Donghae terlalu santai membuat mata Siwon melebar sempurna.

“Mwooooo?”

“Dan aku ingin membantunya belajar, tapi dia malah teriak, bukankah dia paboo??”

“Hyung!! yang benar saja, kau menawarkan dirimu untuk hal seperti itu, apa kau ingin menyentuh babykyu??” Siwon bertanya dengan wajah horror.

Donghae hanya melihat dongsaeng tampannya itu dengan wajah datar dan menganggukkan kepalanya dua kali.

“Hyung!!!”

“Kenapa? Dia dongsaengku, aku tidak masalah.”

“TIDAK BOLEH!!!” Siwon menatap hyungnya dengan tajam. “Kau tidak mungkin menyentuh babykyu ku hyung, tidak mungkin dan tidak akan pernah aku izinkan.”

“Kalau begitu, ajari dia~ bimbing dia untuk mengetahui semuanya, kau tidak akan dapat apa-apa jika hanya menunggu. Apa kau lupa dia itu jenius? Dia akan mengerti dengan cepat.”

“…..”

“Jangan takut melukainya, karena dengan terluka dia akan cepat belajar.”

“Hyung, ka-kata-katamu.”

“Waeee??”

“Ani~ apa sudah waktunya?” Tanya Siwon masih tidak yakin.

“Apa kau ingin dia belajar dari orang lain?”

“TIDAK!!!”

“Jaa~ silahkan~ hanya kau yang pertama, satu-satunya untuk segalanya.”

“Begitukah?”

“Tentu sajaa!! Sana~ aku mau pulang, hyukkie sudah menunggu ku.” Ucap Donghae langsung beranjak dari taman itu.

“Cepat menikahlah hyung~” Ucap Siwon dengan senyum playfull-nya membuat Donghae berhenti.

Namja tampan itu berpaling melihat dongsaengnya dengan wajah datar kemudian berucap yang membuat pipi Siwon merona seketika dan tawa Donghae pun menggema di jalanan resident mereka yang terlihat sepi.

“Sampai ponakanku lahir, baru aku akan menikah.”

“……” Pipi Siwon tiba-tiba merona mendengar jawaban itu.

“Bye, kuda pabo~”

Setelah nasehat demi nasehat Siwon dapatkan, ia masih tetap dengan pendiriannya untuk menunggu sampai Kyuhyun lulus Senior High School dulu. Siwon ingin menjaga Kyuhyun sampai umurnya pantas untuk Siwon apa-apakan? Walau mereka sudah menikah, saat ini memang belum saatnya.

Kyuhyun juga tidak mempermasalahkan lagi tentang hal itu karena ia juga ingin menjaga janji Siwon bersamanya. Setiap malam mereka memang hanya tetap berpelukan sampai akhirnya tertidur dengan nyamannya dalam kehangatan.

Hari terus berlalu dengan kehidupan mereka yang tidak pernah berubah dengan segala kebahagiaan yang mereka punya. Walau diselingi dengan pertengkaran kecil dan kesalahpahaman, tapi karena cinta semua bisa teratasi dengan mudah.

Kehidupan Siwon dan Kyuhyun yang sudah berbeda tempat sekolah membuat mereka saling merindukan satu sama lain disetiap harinya. Kyuhyun yang ada di Senior High School selalu berada di atap untuk bersms-an bersama Siwon suaminya sebelum namja tampan itu disibukkan dengan jadwal kuliahnya.

Walau begitu setiap hari Siwon menyempatkan diri untuk menjemput huswife cantiknya itu dan membawanya jalan-jalan jika Kyuhyun tidak lelah. Seminggu sekali mereka akan bertemu dan makan bersama dengan 7 pangeran lainnya yang juga memiliki kesibukan mereka masing-masing.

Begitu seterusnya sampai bulan pun kembali berganti dengan sendirinya dan musim pun mengikuti perubahan disekitarnya.

Dan di musim semi beberapa bulan kemudian, Kyuhyun dan Ryeowook akhirnya mendapatkan apa yang mereka tunggu selama ini.

Kelulusan.

Siswa kelas tiga SJ High School akhirnya mengakhiri masa remaja mereka di 3 tahun sekolah itu, masa depan yang baru akan menjumpai mereka di bangku kuliah. Hari kelulusan yang ditunggu-tunggu sejak mereka menduduki kelas III akhirnya sampai juga didepan mata.

Sekolah megah itu merayakan kelulusan setiap tahun dengan meriah sesuai dengan nama sekolah yang sudah dikenal di kota itu. Berbagai kegiatan sudah disiapkan untuk hari itu, dari mulai menerima penghargaan untuk yang terbaik sampai hiburan untuk perpisahan setelahnya.

Semua undangan yang menghadari acara itu sudah memenuhi pekarangan sekolah dan aula tempat berlangsung acara. Siswa-siswa yang lulus hari itu juga sudah siap dengan pakaian wisuda mereka yang memakai jas untuk namja dan gaun untuk yeoja.

Mereka sudah berkumpul dengan orang tua mereka masing-masing sebelum acara di mulai, seperti yang terlihat dengan Ryeowook dan Kyuhyun. Dua namja imut dan menggemaskan itu terlihat sedang bersama para orang tua pangeran yang lain yang juga ikut datang untuk menemani putra mereka.

“Umma bahkan tidak sempat pulang untuk wisudaku.” Ucap Minho tidak terima saat melihat umma cantiknya tiba bersama appa-nya.

“Kau tahu umma-mu itu wanita super sibuk.” Jawab Leeteuk sambil mengacak rambutnya yang berwarna kecoklatan itu.

“Aiihh~ berantakan ahjumma!!”

“Siapa yang kau panggil ahjumma!?!”

“Selamat pagi~” Sapa Umma Choi langsung memeluk Leeteuk dengan wajah riangnya.

“Selamat pagi Mrs. Choi.”

“Selamat pagi Mr. Kim~” Sapa Appa Choi menjabat tangan KangIn yang baru saja tiba disana.

“Silahkan Mr. Choi~ acaranya akan segera dimulai.” Ajak KangIn pada Appa Choi dan Umma Choi untuk memasuki aula besar disana.

“Chakkaman~ kami belum melihat mereka.”

“Hoo~ apa anda baru saja tiba?”

“Ne~ kami baru mendarat sejam yang lalu dan segera kesini.” Ucap Umma Choi malu.

“Ahh~ arraseo, mereka ada di…” KangIn mengedarkan pandangannya mencari dimana keberadaan Kyuhyun dan Siwon.

Dan dua namja memesona itu terlihat sedang duduk dikursi taman dibawah pohon sakura yang sedang berbunga. Siwon duduk dikursinya dan Kyuhyun berdiri didepannya dengan tangan digenggam Siwon dengan erat, mereka terlihat sedang berbicara.

“Mereka ada disana.” Ucap Leeteuk ikut melihat arah pandangan KangIn.

“Oh, kami kesana sebentar.”

“Silahkan.”

KangIn tersenyum senang dan kembali melihat putra kecilnya yang sudah tumbuh dewasa dengan begitu cepat, bahkan ia sudah menikah dan menjadi milik orang lain.

“Dia harusnya lebih sering pulang ke rumah.”

“Mwoo??” Leeteuk berpaling melihat suaminya itu dengan tatapan bertanya.

“Dia tidak sering ke rumah.”

“Dia sibuk yeobo~ kelas 3 membuatnya harus belajar lebih keras untuk selalu menjadi yang pertama.”

“Aku tahu, selain itu, dia lebih betah bersama suaminya.” Ucap KangIn dengan wajah Sulking.

“Aigoo~ kau lupa mereka pengantin baru? Tidak bisa dipisahkan.”

“……”

“Bukahkah kita juga seperti itu dulu?” Tanya Leeteuk dengan senyum lembutnya.

“Ehehe~ aku ingat, sampai sekarang aku tidak ingin dipisahkan.” Jawab KangIn menarik tangan Leeteuk dan menggenggamnya.

“Siapa yang akan memisahkan kita? No one.”

“Ada!! Aku!! Apa yang kalian lakukan??!” Minho melihat mereka dengan kesal dan tatapan tajamnya.

“Omo~ kami lupa, ahaha~ ayo masuk.” Leeteuk langsung menarik adik dari menantunya itu masuk ke dalam dan mencari bangku yang sudah disiapkan untuk mereka.

Sementara para orang tua yang lain juga mengikuti dibelakang mereka termasuk para pangeran yang semuanya hadir disana untuk melihat kelulusan 2 dongsaeng kesayangan mereka.

Sedangkan Kyuhyun dan Siwon masih berbicara dengan orang tua Siwon yang begitu senang bisa bertemu dengan Kyuhyun lagi. Kyuhyun yang tidak bisa bersikap manis langsung membungkuk hormat begitu melihat mereka berdua.

Sementara Appa dan Umma Choi langsung memeluknya bergantian sambill menepuk-nepuk kepalanya penuh sayang. Mereka berjalan bersama menuju aula dengan Appa Choi bersama Kyuhyun didepan dan Umma Choi bersama Siwon di belakang.

“Ini sudah kelulusan, Siwonnie~ jangan menundanya lagi.” Bisik Umma Choi tiba-tiba membuat Siwon menatapnya tajam.

“Umma~”

“Ohohoho~ kau hebat bisa menahannya selama itu, bahkan dengan angel se~memesona Kyunnie.”

“Aiishh~ umma jangan begitu.” Siwon langsung melihat ke depan mungkin Kyuhyun dapat mendengar mereka.

“Umma ingin punya cucu, jadi cepatlah.” Ucap Umma Choi kemudian langsung membuat Siwon terpaku dan berhenti. “Wae?” Tanya Umma Choi berpaling melihatnya.

“Umma…i-itu tidak mungkin, um-umma…umma tau…”  Siwon tidak bisa mengatakan maksudnya.

“Tahu apa?”

“Umma tahu dia namja, tidak mungkin kami punya baby.”

“Mungkin saja, Siwonnie.”

“Ja-jangan mengatakan itu didepan Kyuhyun!!” Ucap Siwon dengan wajah datarnya. “Please umma~” Pintanya kemudian.

“Miracle itu ada Siwonnie, percayalah.”

“Mwoooo??”

“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.”

“Umma~”

“Ahahaha~ umma hanya berandai saja, ayo~”

Siwon hanya bisa menatap wajah riang ummanya dan memikirkan perkataannya itu yang membuat dadanya berdegup tidak tenang. Namja tampan itu langsung mencari wajah cantik huswifenya untuk mencari ketenangan.

Namja tampan itu tidak pernah memikirkan hal itu akan terjadi karna mereka sama-sama namja, tapi jika umma-nya menginginkan cucu ia akan berbicara dengan Kyuhyun untuk mengadopsi bayi yang tidak punya orang tua lagi. Dengan begitu kebahagiaan mereka akan semakin lengkap menjadi sebuah keluarga kecil, tapi itu jika Kyuhyun menginginkannya.

Begitu larut dalam pikirannya sendiri Siwon tidak menyadari Kyuhyun sudah duduk disampingnya dan menggenggam tangannya dengan erat.

“Waeyo? Siwonnie?” Tanya Kyuhyun namun Siwon tidak menjawabnya. “Siwonnie??” Panggilnya lagi.

“Huh? Apa? aku…”

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun lagi dengan wajah khawatir.

“Ti-tidak apa-apa, bagaimana perasaanmu? Gugup?” Siwon balik bertanya.

“Tidak, aku baik-baik saja, tapi ada apa denganmu?”

“Huh? Kenapa denganku?”

“Apa yang umma katakan? Kenapa wajahmu berubah seperti mayat hidup?”

“Huh? Tidak ada, baby~ umma hanya cerita hidupnya disana.”

“Mmm, jangan bohong padaku.”

“Mwooo? Tidak baby, itu sudah mau mulai, ayo duduk yang bagus.”

“Aku bukan anak TK, hyung!!”

“Ahahaha~ nee~ sini~” Siwon langsung mengambil tangan Kyuhyun yang lain dan menggenggamnya dengan lembut.

Dan acara kelulusan itu pun dimulai dengan pemberian penghargaan untuk nilai tertinggi di sekolah itu yang tentu saja akan diterima Kyuhyun dengan hati senang. Saat namanya di sebut sebagai peringkat pertama sekolah Siwon langsung memeluknya dengan erat membuat yang ada disana tertawa kecil melihatnya.

Setelah itu peringkat kedua sekolah diberikan kepada Ryeowook yang mendapatkan kecupan di pipi dari Yesung. Selanjutnya peringkat 3 diambil siswa kelas lain yang dikenal mereka dengan nama Shim Changmin.

Kemudian pemberian penghargaan untuk peringkat kelas yang kembali diambil Kyuhyun untuk yang pertama dan Ryeowook yang kedua. Setelahnya peringkat kelas untuk beberapa anak kelas 3 lainnya pun dipanggil berurutan sampai semuanya selesai.

Setelah semuanya selesai acara kelulusan pun dimulai untuk acara perpisahannya yang tentu saja hanya siswa-siswa yang ikut berpartisipasi sementara para orang tua langsung menuju tempat makanan yang sudah disiapkan.

“Chukae baby~ kau tetap jadi yang pertama.” Ucap Siwon penuh kebanggaan di wajahnya.

“Tentu saja, memangnya siapa lagi?” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya membuat Siwon menggelengkan kepalanya.

“Aigoo~ dia besar kepala sekarang~” Hyukjae mendekati mereka bersama Donghae.

“Chukae babykyu~” Donghae langsung memeluk Kyuhyun yang masih memegang karangan bunga selamatnya.

“Nee~” Jawab Kyuhyun saat Donghae melepasnya.

“Chukae Ryeowookie~” Ucap Donghae lagi memeluk Ryeowook.

“Gomawo hyung.”

“Kalian akan kami tunggu di kampus kami.”

“Hoo~ jinjja??”

“Memangnya kalian ingin kampus yang berbeda?”

“Tidak! Tentu saja!!”

“Benar baby? Kau ingin ke Inha?” Tanya Siwon.

“Apa tidak boleh?” Kyuhyun balik bertanya dengan death glarenya.

“Itu kehormatan untuk hyung bisa bersamamu lagi, my baby~” Seketika pipi Kyuhyun merona dengan indahnya mendengar pernyataan itu.

“Aigooo~ kalian pulang saja!!” Usir Hyukjae tiba-tiba membuat Kyuhyun memberinya death glare mematikan.

“Hey jelek, Chukae sudah lulus, kau tahu kau sudah besar.” Ucap Heechul tiba-tiba muncul diantara mereka.

“Aku memang sudah besar hyung!!” Protes Kyuhyun namun Heechul tidak peduli dan memeluk Ryeowook sebagai ucapan selamat kemudian tetap memeluk Kyuhyun sambil tersenyum senang.

Begitu juga hankyung yang ikut bergabung bersama mereka juga mengucapkan selamat bergantian, karena saat itu para orang tua sudah mendekat untuk memberikan ucapan yang sama pada putra kesayangan mereka masing-masing.

Setelah semua acara selesai, Siwon dan Kyuhyun langsung pulang ke rumah disusul semua anggota keluarga lainnya untuk memulai pesta kelulusan mereka yang diadakan di rumah Siwon sekali lagi. Semua orang tua juga ikut pulang ke rumah besar itu.

Mereka menghabiskan kebersamaan dengan saling bercerita kehidupan satu sama lain seolah mereka baru saja bertemu kembali. Walau sebenarnya rumah mereka berdampingan tapi karna kesibukan masing-masing membuat semuanya terabaikan.

Kyuhyun dan Siwon memilih untuk menghabiskan waktu bersama di gazebo taman karena yang lain memang berkumpul di balkon menuju taman belakang itu. Disana berbagai makanan dan minuman tersedia untuk kebersamaan mereka yang bercerita entah siapa yang tahu.

“Hyung~ sebelum masuk kuliah aku ingin liburan.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Mmm, liburan kemana?” Siwon menarik pinggang ramping itu dan memeluknya dengan erat.

Mereka duduk bersama dengan Kyuhyun bersandar didadanya dengan nyaman dan tangannya diletakkan diatas tangan Siwon yang memeluk pinggangnya.

“Kemana saja asal kau ikut juga.”

“Hoo~ hyung harus lihat jadwal dulu, kalau bisa hyung pasti usahakan.”

“Hmm~ gomawo, kau akan mengurus segalanya bukan?” Kyuhyun berpaling melihat Siwon dengan wajah berbinar.

“Ne~tentu saja.” Siwon menampilkan dimplenya yang memesona.

“Liburannya juga daftar kuliahnya.”

“Nee~ My queen~ mau liburan kemana, hmm?” Siwon menangkupkan kedua tangannya di pipi chubby Kyuhyun.

“Hawai?” Tanya Kyuhyun dengan mata mengerjap membuat Siwon langsung mengecup ujung hidungnya.

“Mmm~ bisa diatur.”

“Aku juga ingin satu jurusan denganmu, dan itu tidak bisa diganggu gugat.”

“Ahahaha~ walau begitu tingkat kita berbeda.”

“I don’t care.”

“Arraseo~ lalu…”

“Lalu…?”

“Kenapa tiba-tiba ingin liburan? Bukannya sangat sibuk mengurus kuliahmu?”

“Mmm, aku ingin…”

“Hmm?”

“Aku ingin memberikanmu sesuatu yang berharga.” Ucap Kyuhyun dengan wajah serius.

“Mwoo? Kenapa harus di hawai? Disini juga bisa.”

“Aku ingin jadi yang special, karena…”

“Karena…”

“Karena sesuatu itu hanya aku yang bisa memberikannya.”

“Mwooo??”

Tbc…

Ahahahaha~ selamat berjumpa kembali di cerita ini, kepolosan Babykyu akan berakhir disini dan kehidupan mereka selanjutnya baru akan dimulai.

Apa kalian mau menemani Vie disini?

Silahkan pendapatnya, agar cerita ini bisa Vie lanjutkan sampai ending nanti. Ehehehehe.

Gomawo untuk readers yang sudah membaca SEVEN PRINCES GARDEN sebelumnya.

Jeongmal Gomawo.

With Love.

Vie.

**

60 thoughts on “When The Love Is Growing

  1. ok jadi babykyu sekarang udah ga polos lagi yaa, jadi penasaran pas di liburan mereka bakal ngapain ehehehe.
    ditunggu chap selanjutnya

  2. wah akhirnya sequel SPG updet nih…suka bangat sama ceritanya…kyuhyun makin cutee aja….
    dan daebak siwonnie kau bisa tahan??
    padahal setiap hari kamu selalu bersama kyuhyun dan tdk tergoda sama sekali dgn pesona baby kyu…
    duuh kyukyu lucu baget pas minta bantuan donghae dasar paboo….bakalan seru nihh wonkyu mau pergi liburan….

    Di tunggu kelanjutanya vie

  3. akhirnya kyuwook sdh lulus dan sbntar lagi masuk kuliah di fakultas yg sama agar bs brkumpul kembali.
    siwon bner” menjaga babykyu, sampai” dia terus berusaha utk menahan keinginannya sesuai dg janjinya.
    kira” pa yg akan diberikan babykyu??

  4. Babykyu polos bgt end siwon sabar skali menunggu biasanya siwon slalu mesum, padahal para hyungnya mesum smua kayaknya. Hah…. Kyunie baby benar2 imut.

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s