Loving You 02


LOVING YOU IN THE DAKRNESS

LOVING YOU IN THE DARKNESS

Chapter 02

**

Mianhae datang terlambat ne? Apa kabar My Lovelies?

**

Keesokan harinya.

Siwon menghadapi malam yang sangat kelam bahkan sangat melelahkan saat ia memikirkan apa yang terjadi dengan Kyuhyun kemarin. Ia tidak menyangka akan ada yang ingin menculik namja tinggi itu yang bahkan tidak tahu tentang betapa indahnya dunia ini.

“Ada apa sebenarnya!?!?” Tanya Siwon sambil menjambak rambutnya dengan kedua tangan.

Semalaman Siwon memikirkan jawabannya, tidak ada yang dia temukan sampai matanya dihiasi dengan kantung hitam yang sangat jelas karena tidak bisa tidur. Terlebih lagi Siwon sangat mengkhawatirkan keadaan Kyuhyun yang tidak diketahui dimana tempat tinggalnya.

“Apa dia baik-baik saja?” Tanyanya lagi. “Apa mereka kembali lagi? Kenapa dia diculik?!”

“Hanya ada satu cara untuk mengetahui jawabannya, Choi Siwon, lets go!!”

Namja tampan itu langsung bergegas untuk bersiap-siap menuju kampusnya dan mengikuti mata kuliah paginya di hari itu. Namun yang lebih penting ia ingin segera bertemu dengan Kyuhyun dan memastikan namja itu dalam keadaan baik-baik saja.

Tapi…tentu saja harapan tidak selalu indah sesuai kenyataan.

Karena begitu Siwon tiba dikampusnya tercinta, tidak terlihat dimanapun namja tinggi berkulit putih yang sudah mencuri perhatiannya dalam beberapa minggu ini. Kyuhyun tidak ada di kelas maupun diperpustakaan, padahal Siwon sudah mencari diseluk beluk gedung yang penuh dengan buku itu.

Bahkan sampai kelas dimulai Siwon baru kembali ke ruangannya dan mengikuti kuliah seperti biasa, walau tetap dengan pikiran yang dipenuhi dengan namja kurus yang tidak diketahui keberadaannya itu.

Setelah mata kuliah pertama selesai Siwon segera keluar dari kelasnya menuju kantin dengan wajah tidak bersemangat. Dia benar-benar tidak habis pikir kenapa ia begitu memikirkan Kyuhyun yang baru beberapa hari dikenalnya lebih dekat.

Dengan wajah lesu Siwon memesan cappuccino latte kesukaannya dan duduk disalah satu kursi yang ada disudut ruangan. Sepertinya Siwon ingin menyendiri siang itu sebelum mata kuliah yang kedua memanggilnya setengah jam lagi.

Siwon menyeruput cappuccino panasnya dengan perasaan lega saat cafein itu mengalir lembut ditenggorokannya yang kering. Namun saat ingin meletakkan cangkir putih polos itu pada piring alasnya tiba-tiba seseorang berdiri tegak tanpa kata didepannya.

“K-kyuhyun?” Tanya Siwon tidak percaya.

Seketika Kyuhyun terlihat tidak nyaman dan semakin gugup. “Se-selamat si-siang.” Ucapnya kemudian membuat Siwon terpana.

“……” Tatapannya semakin membuat Kyuhyun salah tingkah.

“Ohh, itu, mm~ kemana saja Kyuhyun? Kau bolos yang pertama?” Tanya Siwon dengan wajah khawatir tiba-tiba membuat Kyuhyun hanya bisa menganggukkan kepalanya.

“…….” Suasana canggung tiba-tiba menyelimuti disekitar mereka.

“Mmm~Ada yang bisa ku bantu?” Tanya Siwon kemudian memasang wajah sumringahnya karena benar-benar tidak menyangka Kyuhyun akan mendatanginya sendiri dan hal itu membuatnya sangat senang.

“Aku ingin berterima kasih.”

“Mwoo??”

“Ka-karna sudah me-menolongku ke-kemarin.” Jawab Kyuhyun kembali gugup ditatap dengan begitu lekat seperti itu.

“Terima kasih?” Tanya Siwon lagi dan Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan cepat. “Ahh~ gwenchana, aku tidak bisa membiarkannya. Tapi, apa kau baik-baik saja? Mereka datang lagi?”

“Oh, mm~ it-itu…ti-tidak.” Jawab Kyuhyun terdengar ambigu hingga Siwon bertanya lagi.

“Tidak apa?”

“Huh?” Kyuhyun tidak mengerti.

“Tidak datang lagi atau tidak baik-baik saja?” Tanya Siwon dengan senyum menggodanya membuat Kyuhyun langsung menatapnya tajam.

“Sekali lagi terima kasih, permisi.”

“Hey, Kyu, tunggu~”

Siwon hanya bisa melihat kepergian namja tinggi kurus itu tanpa bisa mencegahnya karena tatapan Kyuhyun sesaat seperti belum pernah ia lihat sebelumnya. Tatapan yang bisa mengartikan berbagai kata namun tidak satu pun ada yang bisa diungkapkan Siwon.

“Kau memang tidak bisa serius Siwon.”

“Mwoo??” Siwon berpaling melihat dua hyungnya mendekat dengan smirk mereka yang menjengkelkan.

“Kenapa kalian selalu ada dibelakangku?” Tanya Siwon dengan kening berkerut.

“Tidak penting! Coba jelaskan apa yang terjadi?” Tanya Donghae dengan wajah penasarannya.

“Kalian menguping pembicaraan, bukankah itu tidak baik?”

“Jangan mengalihkan kami, coba jelaskan? Kenapa dengan mayat kurus it…auuwwh?!!” Hyukjae meringis kesakitan karena tangannya ditepis Donghae.

“Dia masih hidup dan jalan-jalan.” Protes Donghae tidak terima.

“Ok~ dia mayat hidup yang berjalan, apa yang terjadi?”

“Paboo!?!?!”

“Aiish~ bukan urusan kalian!!” Siwon langsung berdiri meninggalkan dua hyungnya yang sangat ingin tahu itu.

Namja tampan itu segera menuju gedung perkuliahannya yang ada disebelah barat karena memang jam masuknya sudah lewat 5 menit karena dua hyungnya itu. Begitu sampai di ruangannya Siwon langsung menyusuri seluruh pojok ruangan dan ternyata tidak menemukan Kyuhyun disalah satu sudutnya.

Padahal dalam perjalanannya tadi Siwon berharap dapat melihat Kyuhyun ditempat biasanya dan melihat wajah putih sulking itu disana. Tapi harapannya selalu tidak sesuai dengan kenyataan karena sudah beberapa kali ia kecewa karena namja tinggi itu walau tidak disadari namja itu sendiri.

Dan Siwon akhirnya menjalani kuliahnya dengan harapan waktu cepatlah berjalan agar ia bisa segera mencari dimana Kyuhyun berada.

Setelah lama menghitung menit demi menit akhirnya dosen didepan mereka menyudahi penjelasannya dan segera keluar dari ruangan itu Secepat kilat juga Siwon mengikutinya dan menghilang menuju perpustakaan yang sangat besar milik kampus mereka.

Namun lagi-lagi Siwon harus menelan kekecewaannya yang sangat dalam saat melihat Kyuhyun tidak ada disana. Bahkan ia sudah mencari ke seluruh lantai satu ruangan yang dipenuhi rak buku itu, sebelum akhirnya bertanya pada yeoja cantik yang menjadi penunggu disana.

“Kyuhyun-sii tidak kesini, Siwon.” Ucpa Yeoja itu ramah.

“Benarkah? Dia benar-benar tidak kesini?”

“Tidak~ hanya singgah sebentar mengembalikan buku kemudian segera pergi lagi.”

“Mwo?? Kenapa tidak bilang daritadi, gomawo~ annyeong~” Siwon berlari dengan senangnya sambil bersorak pada yeoja itu.

Tentu saja hal itu membuat yeoja cantik itu penasaran karena selama ini Siwon tidak pernah mencari seseorang sebegitu pentingnya. Tapi, apa yang bisa dilakukannya jika Siwon hanya mendekat seperlunya saja dan tidak mengizinkannya berpikir berlebihan.

“Apa dia tidak suka yeoja?” Tanya Yeoja cantik itu sambil melihat cermin dan menghembuskan nafas lelahnya.

**

Semenara itu Siwon sudah berlari menuju parkiran mengambil mobilnya lalu segera keluar dari perkarangan kampus itu. Namja tampan itu menyusuri rute busway yang melewati kampusnya dengan berharap dia akan melihat Kyuhyun disalah satu halte.

Setelah melewati halte pertama Siwon hanya bisa menghela nafas lelahnya kemudian hampir tiba di halte kedua dan disana Siwon bisa melihat dengan jelas namja tinggi kurus dengan sweater coklat-nya yang kedodoran sedang duduk menyendiri.

“Kenapa dia memilih halte yang jauh?” Tanya Siwon pada dirinya sendiri.

Perlahan Siwon mendekatkan mobilnya pada halte dan berniat untuk mengantar namja tinggi kurus itu pulang bersamanya. Namun sayang, belum sampai ia disana, Busway yang biasa menjemput mahasiswa yang ada disana melewatinya dengan santai.

Tanpa bisa dicegah Kyuhyun langsung menaiki busway itu tanpa tahu Siwon sudah hampir tiba disana. Siwon hanya bisa memukul stirnya dengan kesal saat busway itu meninggalkan halte dengan asapnya yang mengepul diudara.

Dan saat itu Siwon melihat minibus berwarna hitam yang memang berdiri didepan halte ikut berjalan dan mengikuti busway yang dinaiki Kyuhyun. Seketika perasaan Siwon dilanda kecemamasan dan pikirannya berputar pada kejadian kemarin sore, saat Kyuhyun ingin diculik beberapa orang tak dikenal.

“Apa ini kebetulan?” Tanya Siwon tidak yakin. “Apa itu mereka? Oh Tuhan~” Siwon semakin khawatir.

Tanpa pikir panjang namja tampan itu segera melajukan mobilnya diatas kecepatan rata-rata untuk mengejar busway itu dan menjaga jaraknya dari mobil itu ataupun Kyuhyun. Sebelah hati Siwon berharap pemikirannya kali ini salah besar karena tiba-tiba saja ia merasa tidak ingin terjadi apa-apa pada Kyuhyun.

“Jangan mereka, please~”

Dan saat itu busway yang dinaiki Kyuhyun pun berhenti di halte terakhir dan tidak banyak manusia yang berlalu lalang ada disana. Suasana sepi itu tentu saja membuat Siwon semakin khawatir dan tidak bisa tenang, apalagi saat minibus hitam itu berhenti tepat sebelum halte tempat Kyuhyun baru saja turun.

Melihat itu langsung saja Siwon menyalip mobil minibus itu dan berhenti tepat dihadapan Kyuhyun yang masih berdiri untuk menyebrang jalan. Belum sempat Kyuhyun bereaksi apa-apa, Siwon sudah keluar dari mobil dan menghampirinya.

Siwon langsung berdiri menghadap Kyuhyun sekaligus menghadap minibus yang ada disebelah kanan Kyuhyun. Dan namja tinggi itu pun berbalik menghadap kearahnya seperti yang dinginkan Siwon hingga Kyuhyun tidak perlu melihat minibus yang pemiliknya sudah keluar dari dalam.

‘3 orang, para namja itu.’ Pikir Siwon.

“Kau!!” Ucap Kyuhyun ketus.

Barulah Siwon benar-benar menatap Kyuhyun yang kini berada sangat dekat dengannya, apa yang harus dikatakan Siwon? Tidak mungkin Siwon akan jujur akan pengikut Kyuhyun yang akan membuat namja tinggi itu ketakutan.

“K-kyu…”

“Apa yang kau lakukan disini?”

“I-itu…a-aku…mmm~” Entah kenapa Siwon menjadi gugup didekatnya.

“Kau mengikutiku? Diam-diam?” Kyuhyun menatap Siwon tajam.

“Bu-bukan seperti itu,.a-aku ha..”

“Apa??”

“I-itu…”

“Cepat katakan!!”

“I-itu, o-orang yang menculikmu…”

“Kenapa mereka?!!?”

“Ada dibelakangmu.”

“Mwoo??”

“Ssst~aku memang mengikutimu, karna aku mencarimu dikampus.”

“….”

“Saat busway-mu pergi, mobil itu pun pergi dan aku mengikutinya dari belakang.

“Si-siapa me-mereka?” Akhirnya suara bergetar Kyuhyun keluar juga.

“Ka-kau tidak tahu?”

“Tidak, memangnya aku tahu?” Tanya Kyuhyun tajam melihat ke dalam mata Siwon.

Bukannya mundur ataupun takut, Siwon malah tenggelam dalam tatapan Kyuhyun yang sangat berbeda dan baru disadari Siwon bahwa namja tinggi kurus itu ternyata tidak memakai kaca mata-nya. Tentu saja Siwon langsung tenggelam dalam tatapan mata bulat yang sangat cantik itu.

“K-kyu…” Panggil Siwon terpesona.

“Aku harus pergi.” Ucap Kyuhyun cepat dan menghindar dari Siwon.

“Tu-tunggu!!” Siwon kembali menarik Kyuhyun mendekat dan melihat sekilas namja-namja di minibus itu.

Mereka bertiga sudah berdiri diluar mobil dan sepertinya menunggu waktu yang tepat untuk mengambil Kyuhyun untuk mereka. ‘Dunia runtuh pun tidak akan kuizinkan!!!’ Inner Siwon berkata.

“Tunggulah sebentar lagi, sampai mereka yakin kau bersamaku, atau mereka tidak akan menyerah.”

“Menyerah hari ini, masih ada hari esok, sama saja, lepaskan.” Ucap Kyuhyun melihat tangannya dicengkraman Siwon.

“Tidak akan kubiarkan!!!” Ucap Siwon cepat. “Tidak akan kubiarkan, besok pagi aku akan menunggu disini, jangan kemana-mana sebelum aku datang.”

“Kau…”

“Dengarkan saja, Kyuhyun!!”

“……”

Dan keduanya pun sama-sama terdiam dan melihat kearah lain karena tidak tahu harus mengatakan apa lagi, sampai Kyuhyun bersuara memecah keheningan diantara mereka.

“Aku mau pulang.”

“Aku antar.”

Kyuhyun melihat Siwon dengan wajah datarnya sekilas kemudian segera berpaling dan berjalan menyebrangi jalan itu. Siwon langsung mengunci mobilnya dari tempatnya berdiri kemudian segera mengikuti Kyuhyun sampai mereka berdua menyebrangi jalan itu dan menjauh dari minibus yang masih menunggu itu.

Kyuhyun terus berjalan menyusuri lorong disamping bangunan-bangunan besar itu menuju apartementnya yang memang berada dibelakang bangunan itu. Siwon pun mengikutinya dari belakang dengan patuh dan tanpa protes, karena ia sibuk menghafal daerah itu agar bisa kembali kesini lagi suatu hari.

Sampai tiba-tiba Kyuhyun berhenti dan melihat ke belakang dengan wajah datar tak berekspresi, Siwon hanya bisa menganggukkan kepalanya patuh.

“Cukup disini saja, rumahku sudah dekat.”

“Apa tidak apa-apa?”

“Tidak.”

“Kau tinggal dengan siapa Kyuhyun?”

“Aku sendiri.”

“Ti-tidak apa-apa? Bagaimana kalau mereka kembali?”

“Tidak akan, disini banyak perumahan, mereka tidak akan mendekat.”

“Kau yakin?”

“Mm~”

“Ingat, besok pagi.”

“…….”

“Aku akan menjemputmu di halte, ingat itu~”

“Tidak perlu.”

“Kau tidak bisa menolak.”

“Atas dasar apa?”

“Anggap saja terima kasihmu yang kemarin.”

“……”

“Sampai jumpa besok, Kyu~” Siwon pun segera berjalan mundur dan melambaikan tangannya agar Kyuhyun tidak bisa membantahnya lagi.

Namja dengan mata cantik itu pun segera berbalik dan kembali berjalan tanpa sekalipun berpaling untuk melihat Siwon yang masih berjalan mundur dengan senyum cerah menghiasi wajahnya yang tampan. Sampai Siwon akhirnya berbalik berjalan lurus karena sudah tiba dijalan besar, barulah Kyuhyun berpaling dan melihat namja tampan itu menyebrangi jalan.

Ada sesuatu yang dirasakan Kyuhyun hingga ia tidak bisa menolak apapun yang dilakukan Siwon untuknya, walau sebenarnya namja tampan itu punya sifat yang buruk menurut Kyuhyun.

“Pemaksa!!” Gerutu Kyuhyun kesal kemudian segera memasuki perkarangan apartementnya yang kumuh. “Kenapa aku harus menurut padanya?”

Kyuhyun melempar tasnya sembarangan begitu ia masuk ke dalam rumahnya yang tidak besar itu, kemudian segera mencari makanan ringannya yang selalu tersedia didalam lemari dapurnya, Ramen. Dengan wajah sulking Kyuhyun membuat ramennya dan memakannya sendiri sampai perutnya terasa kenyang.

Setelah itu Kyuhyun kembali masuk kekamarnya dan merebahkan tubuh lelahnya diranjang yang sedikit tipis itu. Pikirannya kembali berputar pada kejadian tadi siang, saat ia menjumpai Siwon untuk mengucapkan terima kasihnya.

Apa yang terjadi dengannya? Hari ini ia hanya pergi ke kampus untuk mengatakan itu pada namja yang bahkan tidak pernah ia kenal atau ingin tahu tentangnya. Bahkan dua mata kuliah hari ini ia abaikan keduanya dan hanya mengembalikan buku ke pustaka saja.

“Namja tampan sialan!!” Gerutu Kyuhyun kesal membuang bukunya yang ada diranjang.

Karena itu juga ia mengingat minibus yang dikatakan Siwon mengikutinya dari kampus tadi, secepat kilat Kyuhyun beranjak dari kasur dan berlari menuju pintu depan lalu menguncinya dengan buru-buru. Ketakutan itu kembali padanya seiring dengan sunyi-nya apartementnya yang tidak pernah ada penghuni lain.

Kyuhyun memang hidup sendiri sejak kematian kedua orangtuanya beberapa tahun silam, ia hidup berbekal dengan harta peninggalan orangtuanya yang digunakan untuk membayar kuliah dan kehidupannya sehari-hari.

Karena itu juga Kyuhyun tidak terlihat menghambur-hamburkan uangnya dengan makan bersama teman atau sekedar mentraktir mereka di kantin. Mungkin karena itu juga ia lebih memilih menyendiri daripada harus bergabung bersama anak-anak orang kaya itu.

Sendiri itu memang menyenangkan^^

**

Keesokan paginya

Kembali Kyuhyun harus bertarung dengan rasa kantuknya yang sangat mendera karena ia harus bangun pagi untuk mata kuliah yang dijadwalkan jam 8 tepat, tidak boleh kurang apalagi lebih. Jika bukan hal penting untuk masa depannya, mungkin Kyuhyun sudah mengutuk dosennya yang hanya bisa jika jam pagi karena ada pekerjaannya yang lain.

Dengan mata menyipit dan bibir mengerucut akhirnya Kyuhyun berhasil berperang hingga ia siap dengan t-shirt dan jaket tebal birunya. Setelah melahap roti isi yang sudah dibuat sekedarnya akhirnya Kyuhyun keluar dari apartementnya dan menuju jalan besar menunggu busway kesayangannya.

Namun sayang busway kesayangannya sudah melewatinya hanya beberapa detik lagi ia sampai di penghujung lorongnya. Busway itu tidak berhenti disana karena sejak tadi mobil hitam mewah yang dinamakan dengan Audy itu sudah berhenti disana.

Masih dengan mata menyipit dan tidak ingin terbuka Kyuhyun bisa melihat mobil hitam itu dengan pemiliknya berdiri di kap depan sambil melipat kedua tangannya didada. Jika bukan dipinggir jalan, Siwon persis seperti sedang melakukan photoshoot untuk sebuah majalah.

“Neo…”

“Kau lupa aku yang jemput, hm?” Tanya Siwon dengan senyum menawannya dipagi hari.

“……”

Siwon langsung membuka pintu depan mobilnya dengan senyum cerah. “Silahkan~”

Tanpa bisa membantah atau menolak Kyuhyun berjalan menuju mobil itu dengan mata terpejam dan bibir mengerucut tidak terima. Akhirnya ia berada dalam satu mobil dengan namja tampan yang sangat mengganggu hidupnya itu dalam beberapa minggu terakhir.

Sementara Siwon segera menjalankan mobilnya dengan kebahagiaan yang tidak pernah dikiranya, padahal ia hanya berhasil mengajak Kyuhyun untuk pergi bersama. Tapi rasanya ada ribuan kupu-kupu melintas didalam perutnya hingga terasa menggelitik.

“Kau sudah sarapan Kyu?” Tanya Siown tiba-tiba membuat Kyuhyun langsung berpaling melihatnya.

“Sudah.”

“Tapi kau masih ngantuk, pasti telat bangun kan?”

“Apa maksudmu?”

“Kau harus banyak makan, Kyu~ tubuhmu kurus sekali.”

“Apa pedulimu?”

“Tidak ada, ini~” Siwon mengulurkan sebelah tangannya yang bebas yang terdapat I kotak bekal disana.

Kyuhyun hanya melihat kotak bekal berwarna putih itu dan kembali melihat Siwon dengan tatapan tajamnya membuat ia kehilangan kesabaran. Dengan perlahan namja tampan itu pun meletakkan kotak bekal itu dipangkuan Kyuhyun kemudian kembali menyetir dengan wajah riang tanpa peduli Kyuhyun masih melihatnya dengan tatapan yang bisa membuat ayam tetangga mati mendadak.

Dan keduanya pun sama-sama terdiam dalam perjalanan sampai akhirnya mobil Siwon memasuki perkarangan kampus dan menuju tempat parkir. Tanpa aba-aba atau ucapan trima kasih Kyuhyun langsung melesat turun dari sana membuat Siwon terdiam.

Namun wajah tampannya langsung tersenyum saat menyadari kotak bekal itu ikut turun bersama Kyuhyun yang artinya namja tinggi itu menerimanya. Apa itu bisa dijadikan penemuan baru? Kyuhyun, namja kelam itu tidak bisa menolak makanan.

“Ahahaha~ aku punya kelemahanmu, Kyukyu~” Siwon berucap sambil mengitari mobilnya keluar dari tempat parkir itu.

Setelahnya mata kuliah pagi itu pun berlangsung dengan lancarnya sampai dua jam kemudian semuanya selesai dan Dosen mereka bergegas keluar dari sana. Saat itu juga para namja dan yeoja-yeoja itu langsung berhamburan keluar untuk mencari mangsa, hanya beberapa saja yang tinggal diruangan termasuk Siwon dan Kyuhyun.

“Kyuu~ nanti sore kita jalan-jalan ne?” Ucap Siwon tiba-tiba membuat dunia terasa berhenti berputar.

Sebagian mahasiswa yang ada disana terpaku ditempat mereka mendengar penuturan Siwon dan berpaling melihat Kyuhyun yang kini melayangkan death glarenya yang mengerikan pada namja tampan itu.

“Anggap saja sebagai terima kasih.” Lanjut Siwon lagi pantang mundur.

Saat itu tiba-tiba iphone-nya pun berbunyi tanda panggilan masuk membuat Siwon harus mengalihkan tatapannya dari makhluk cantik dibelakangnya itu. Panggilan itu dari Yunho hyungnya yang berada dikantor polisi hingga wajah Siwon perlahan berubah serius dan ia pun bangkit berdiri dari kursinya lalu berjalan keluar.

Kyuhyun hanya melihat gerak –gerik Siwon sampai namja itu menghilang dibalik pintu dan memberi death glare mematikan pada teman-temannya yang masih menatapnya. Saat mereka berpaling dan tidak peduli lagi, barulah Kyuhyun mengeluarkan kotak bekal pemberian Siwon dan membukanya secara perlahan.

Begitu melihat isinya yang begitu menggiurkan, tanpa bisa dicegah wajah Kyuhyun berbinar kekanakan dan senyum cerah terkembang dibibirnya. Bekal rapi nan cantik itu seperti buatan tangan umma yang penuh cinta dan kelezatan pastinya.

Kyuhyun terlaru larut dalam pemandangan itu hingga ia tidak menyadari beberapa pasang mata sedang menatapnya dengan wajah takjub tidak percaya. Bahkan Siwon sendiri berdiri dipintu dan menyembulkan kepalanya sedikit ke dalam untuk melihat apa yang dilakukan Kyuhyun.

“Aku tidak pernah salah!! Dia memesona!!” Seru Siwon tertahan dan penuh kebanggaan.

Dan namja yang sedang mereka perhatikan itu sudah lupa dimana ia berpijak saat satu gigitan sandwich yang ada dikotak masuk dalam mulutnya. Kyuhyun tidak peduli pada apapun lagi selain makanan yang ada didepannya itu saat ini.

Ingin rasanya Siwon mendekat dan mengajaknya berbicara dan menanyakan apalagi yang disukai Kyuhyun selain yang sudah dibawakannya. Tapi hal itu tentu akan langsung membuat Kyuhyun menjaga jarak dan ekspresinya kembali berubah karena diperhatikan.

Akhirnya Siwon memilih pergi dan meninggalkan namja tinggi kurus itu tenggelam dalam lautan sandwich dengan berbagai rasa didalam kotak itu. Teman-teman Siwon yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya saat menyadari bahwa semua itu hasil campur tangan Siwon, karena selama ini Kyuhyun tidak pernah makan di kampus atau bersama mereka.

**

“Ada apa hyung? Aku baru selesai kuliah?” Tanya Siwon saat ia sudah berada didalam mobil.

“Ohh~ mianhae~ hyung lupa, ada sedikit perkembangan tentang kasus itu, mungkin kau ingin melihatnya.”

“Ouh~ aku kesana sekarang.”

Siwon langsung melajukan mobilnya menuju Kantor polisi dan meninggalkan Kyuhyun dengan makan siangnya di kampus. Namja tampan itu masih menyelidiki kasus pembunuhan di Incheon, disamping menyelidiki namja tinggi kurus yang sudah menjadi penyemangat harinya kini.

Begitu tiba didepan Kantor polisi Seoul Siwon langsung masuk kesana setengah berlari dengan wajah yang penuh semangat. Dia masih sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi dibalik pembunuhan yang melibatkan pejabat Negara yang dikenal bersih itu.

Suasana kantor polisi di siang hari itu tampak lengang, tidak banyak opsir polisi atau tahanan yang berlalu larang disekitarnya. Mungkin tingkat kejahatan sedikitnya berkurang beberapa hari ini, namun Siwon melihat Jung Yunho baru saja menutup pintu ruangan atasan mereka, ada apa gerangan?

“Hai Siwonnie~” Sapa Yunho begitu melihatnya.

Siwon hanya tersenyum melihat hyung sepupunya yang baru keluar dari ruang kepala polisi itu, raut wajahnya pun berubah penasaran apa yang sedang dilakukan sepupunya. Yunho tersenyum menenangkan melihat kening Siwon yang berkerut hingga kedua alisnya menyatu.

“Annyeong hyung~”

“Ayo masuk…”

Kedua namja tampan itu pun masuk kedalam ruangan dan kembali bertahta dimeja penyelidikan yang sudah berserakan berkas-berkas Kim Haneul. Yunho langsung meletakkan file yang dibawanya dari ruang kepala polisi dimeja itu.

Kemudian namja tampan itu pun menyerahkan satu kantong plastik putih bening yang punya penutupnya pada Siwon, ia ingin sepupunya melihat apa yang ia katakan di telepon sebelumnya.

“Apa ini hyung?” Tanya Siwon melihat benda itu dengan kening berkerut. “Sa-sakura? Me-merah?” Tanyanya kemudian.

“Ne~ di mayat Kim Haneul ditemukan beberapa helai bunga sakura berwarna merah seperti darah.”

“Mwooo? Kenapa baru sekarang??”

“Polisi Incheon mengira itu tidak perlu.”

“Mwoo? Kenapa tidak perlu? Mungkin saja itu barang bukti.”

“Apa kau berpikiran yang sama denganku??” Tanya Yunho menatap wajah Siwon serius.

“Ya…”

“Pembunuh itu yeoja!” Ucap keduanya bersamaan.

“Oh my god!!!” Seru Siwon tidak menyangka.

“Jangan yakin dulu, kita harus memeriksa segala kemungkinan.”

“Aku tahu hyung.”

“Kami akan berangkat ke Incheon nanti malam, kau ikut?”

“Ti-tidak mungkin.”

“Segalanya bisa jadi mungkin, ini.” Yunho menyerahkan file yang tadi dibawanya pada Siwon.

Namja tampan itu langsung meneliti apa yang dimaksudkan hyungnya itu hingga bisa memungkinkan ia mengikuti penyelidikan sampai ke Incheon.

Surat Izin Penyelidikan.

Atas nama Choi Siwon.

“Hyung…” Siwon tidak tahu harus berkata apa.

“Kepala polisi menyetujui permintaan hyung, kami berbicara banyak sebelum kau datang.”

“Hyung!! Gomawoooo!!!!!” Siwon langsung memeluk sepupunya itu penuh semangat.

Iya, Yunho meminta izin penyelidikan untuk Siwon pada kepala polisi yang memang sangat mengenal sepupunya itu. Apalagi Yunho salah satu inspektur kesayangannya yang memiliki kemampuan yang selalu bisa membanggakan dirinya dan kantor polisi Seoul.

“Tapi hyung, kau menyalahkan kekuasaan.” Ucap Siwon kemudian.

“Untuk kebaikan, tidak apa.”

“Ada-ada saja, tapi gomawoo~”

“Tapi bagaimana kuliahmu?”

“Ada satu mata kuliah pagi, aku akan meminta izin.”

“Bisakah?”

“Tenang saja.”

“Baiklah, sekarang kau boleh pulang, nanti sebelum jam 7 harus sudah ada disini.”

“Ok, sampai jumpa nanti hyung”

“Sampai jumpa, titip salam untuk namja itu.”

“Mwoooo??”

“Ahahaha~ bye~”

Siwon hanya bisa memasang wajah bodoh nan polosnya sambil keluar dari sana karena kepalanya dipenuhi pertanyaan kenapa Yunho tahu keberadaan Kyuhyun. Tapi saat memikirkan nama itu, Siwon langsung tersenyum dan bergegas kembali ke rumahnya saja karena memang tidak ada lagi mata kuliah hari itu.

**

Dirumahnya Siwon mengatakan kepergiannya pada maid ahjumma yang langsung bergegas menyiapkan keperluannya, sementara ia sendiri bergegas menuju dapur. Namja tampan itu melihat bahan makanan yang akan dibuatkan ahjumma maidnya untuk makan malam nanti dan harus menghela nafas karena ia harus makan sendiri lagi.

Tapi akhirnya Siwon memilih untuk membantu masakan makan malam itu untuknya sendiri karena ia ingin membawanya ke Apartement saja dan maid-maidnya bisa makan bersama disini. Setelah semuanya selesai, Siwon mengambil tas ransel yang sudah diisi baju baru yang masih dalam plastik itu dan mengambil bekal makannya yang ditaruh ditempat yang sedikit lebih besar dari tadi pagi.

“Aku pergi, besok pagi tidak usah mengantar makanan kesana, karna aku punya tugas untuk kalian, arra~” Ucap Siwon mengingatkan.

“Arraseo~”

“Bye~”

Dan namja itu pun segera kembali ke apartementnya dengan cepat lalu mengeluarkan kembali apa yang sudah dimasukkan maid ke dalam ranselnya. Memang tidak perlu meminta bantuan mereka sebenarnya, karena Siwon bisa melakukannya sendiri.

Tapi maid-maid yang patuh pada perintah tuan Choi untuk selalu menjaga kesehatan Siwon itu akan dengan senang hati mengunjungi apartementnya dengan membawa berbagai makanan disetiap pagi, siang dan malam.

Dengan mengatakan ia pergi, tentu mereka tidak akan mengunjunginya selama beberapa hari itu.

“Sekarang, bagaimana aku bisa memanggilmu, Kyu~” Tanya Siwon sambil melihat kotak bekalnya.

Ya…makanan itu disiapkannya untuk Kyuhyun.

**

Tidak berapa lama kemudian, Siwon sudah terlihat rapi dengan pakaian santainya di sore hari dibalkon apartement-nya. Ia memutuskan untuk mencari Kyuhyun atau menunggu namja tinggi itu keluar dari persembunyian dan bertemu dengannya.

Dengan harapan yang tinggi itu pun Siwon segera bergegas keluar dari sana membawa kotak bekal berwarna ungu-nya ditangan. Namja tampan itu tidak akan bertemu dengan Kyuhyun untuk besok pagi karena ia harus pergi, dan dengan cara ini ia sempat melihat Kyuhyun sebelum ia berangkat ke Incheon lebih kurang 2 jam lagi.

Andai Kyuhyun berbaik hati memberikannya nomor telepon, mungkin Siwon tidak perlu mempertaruhkan waktunya dengan berdiri diujung gang apartement Kyuhyun dan menunggu disana. Karena hingga satu jam kedepan Kyuhyun tidak terlihat pulang, atau bahkan keluar dari apartementnya yang berada didalam gang yang penuh rumah itu.

“Bagaimana ini?” Gumam sambil melihat kotak bekalnya yang ada di jok mobil depan.

“Kenapa kau disini?!?” Tanya seseorang tiba-tiba hingga Siwon terperanjat kaget. “Kenapa?” Ulang orang itu.

“Ky-kyuhyun…”

“Ada apa?”

“Kau tahu aku disini?” Tanya Siwon dnegan raut bahagianya.

“Tidak sulit melihat yang mencolok seperti ini.” Ucap Kyuhyun melihat mobil dan penampilan Siwon.

“A-ani, aku hanya…” Siwon langsung membuka pintu mobilnya dan mengambil kotak bekal itu secepatnya. “Ini…”

“Mwoo?” Wajah sinis Kyuhyun tidak berubah.

“Makan malam, makan yang banyak ne?” Ucap Siwon tidak peduli.

“Kau…”

“Ambillah Kyu~ berat ini~ “ Ucap Siwon memasang wajah memelasnya membuat mata Kyuhyun membulat.

“Kenapa?”

“Kau harus makan yang banyak, tubuhmu kurus sekali.”

“Aku bisa menjaga diri!! Bukan urusanmu!!”

“Bu-bukan itu, tapi kau harus makan banyak.” Ucap Siwon bersikeras.

“Apa pedulimu.” Keras kepala Kyuhyun.

Siwon menghela nafasnya dengan berat kemudian berdiri dengan benar dan melihat Kyuhyun dengan wajah seriusnya.

“Dengar…ini, ahjumma dirumahku membuatnya dengan penuh cinta, aku bilang padanya kau suka makanan handmade.”

“……” Kyuhyun melihat Siwon dengan tatapan tidak percaya.

“Dia bilang, dia membuatnya untuk putranya sendiri, semoga dia makan dengan baik, seperti itu. apa kau mau menolaknya??”

Keteguhan hati Kyuhyun terlihat goyah saat ia melihat kotak bekal itu yang sudah disodorkan lagi padanya. Siwon memasang wajah menenangkannya dan mengangukkan kepala penuh keyakinan agar Kyuhyun mempercayai ceritanya itu.

“Be-benarkah?” Tanya Kyuhyun meyakinkan.

“Benar.”

Dengan gerakan perlahan akhirnya tangan Kyuhyun yang tersembunyi dibelakangnya pun terulur untuk mengambil bekal ungu itu hingga membuat wajah Siwon berbinar. Saat Kyuhyun melihatnya secepat kilat wajah Siwon berubah memelas dan meyakinkannya kembali.

Akhirnya bekal itu pun berada ditangan Kyuhyun dan ia merasakannya benar-benar kotak yang sudah diisi penuh karena beratnya.

“Baiklah, aku pulang dulu, maaf sudah mengganggumu ne~ selamat makan Kyu~” Ucap Siwon dengan ramahnya kemudian berbalik menuju kemudi mobilnya.

Namun tiba-tiba berhenti karena sesuatu terasa menarik bajunya dari belakang hingga membuatnya berpaling dan melihat. Ternyata tangan Kyuhyun menggenggam erat ujung jaketnya yang membuat Siwon menatap namja tinggi itu dengan wajah penasaran.

Kotak bekal yang tadi diberikannya kini dipeluk Kyuhyun bersamaan dengan satu kotak bekal yang lainnya. Sedari tadi tangan Kyuhyun tersembunyi dibelakang badannya karena kotak bekal yang lebih kecil itu.

“Ada apa Kyu?” Tanya Siwon akhirnya dan tangan itu pun terlepas.

Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun menyerahkan kembali kotak bekal Siwon yang pernah diberikan padanya yang berisi sandwich untuk sarapannya tadi pagi. Siwon mengambil kotak itu setelah menghela nafas leganya karena mengira Kyuhyun akan mengembalikan kotak besar itu keduanya.

“Ak….”

Belum sempat Siwon berucap Kyuhyun sudah berbalik dan berjalan meninggalkannya tanpa sepatah katapun lagi. Sekali lagi helaan nafas Siwon mengiringinya memasuki mobil dan segera pergi darisana. Namun sebelumnya ia meletakkan kotak itu sembarangan dijok mobil disampingnya hingga terdengar bunyi bergerak didalam kotak itu.

“Mwoo?? Ada isinya?” Langsung saja Siwon mengambil kembali dan membukanya.

Entah kecewa atau tidak saat ia melihat hanya ada secarik kertas yang dirobek sembarangan disana dengan tulisan diatasnya. Namun detik selanjutnya Siwon langsung bersorak dengan riang setelah melihat tulisan tinta hitam itu dengan jelas.

Tidak ada kata-kata, hanya beberapa angka random yang tertera disana. Dan bisa ditebak angka apa itu.

“Kau mendengar isi hatiku, bab…” Siwon langsung terdiam pada kata-katanya sendiri.

Detik selanjutnya Siwon kembali tertawa dengan keras dan menciumi kertas kecil itu beberapa kali kemudian segera mengambil iphonenya sendiri. Siwon mengetikkan nomor itu pada iphonenya dan memberi nama sesuai dengan pemiliknya.

Tanpa pikir panjang Siwon langsung mengirimkan sms pada Kyuhyun dengan nomor yang sudah diberikan namja tinggi itu padanya, bahkan sebelum Siown berani untuk memintanya.

“Gomawo, selamat makan.”

Send.

Dan namja tampan itu pun segera menuju kantor polisi Seoul dengan wajah riang dan memesonanya itu tanpa menyadari tidak ada balasan yang didapatkannya dari Kyuhyun. Tapi, Siwon sadar~ Kyuhyun pasti tidak akan membalasnya.

**

Kyuhyun sampai kembali di kamarnya dan mengucapkan terima kasih pada ahjumma yang sudah mengatakan ada seseorang diujung gang mereka dengan dandanan dan mobil-nya yang mencolok. Ahjumma itu bercerita pada ahjumma yang lain dan mereka mengetahui Siwon sudah berada disana lebih dari sejam yang lalu.

Saat Kyuhyun mendengarnya, ia langsung menebak siapa namja itu dan memutuskan untuk mengembalikan kotak bekalnya dan memberikan namja tampan yang bodoh itu nomor hp-nya. Kyuhyun bahkan tidak tahu alasan apa yang membuatnya menarik kertas sembarangan dan menuliskan nomor hp itu untuk Siwon.

Karena sekarang ia hanya melihat isi pesan Siwon dengan smirk jahil tanpa berniat untuk membalasnya, kemudian segera membuka kotak bekal itu dengan wajah berbinar senang. Beberapa detik kemudian Kyuhyun sudah tenggelam dalam makan malamnya yang didapatkannya itu dengan mudah, tanpa peduli pada mengirimnya yang sudah meninggalkan kota itu.

Keesokan harinya.

Seperti hari biasanya Kyuhyun menjalaninya dengan datar-datar saja seperti masuk kuliah, kunjungi perpustakaan dan pulang ke rumah. Seperti hari ini ia mempunyai mata kuliah pagi hingga membuatnya tidak punya waktu untuk tidur lebih banyak.

Sebelumnya, keinginan Kyuhyun pergi ke kampus hanya sebatas keinginan mahasiswa sewajarnya yang harus memenuhi kewajibannya sebagai seorang mahasiswa. Tapi kali ini, entah kenapa Kyuhyun merasa ia harus segera tiba di kampusnya dan melihat wajah namja tampan yang menurutnya sangat bodoh itu.

Choi Siwon, Kyuhyun ingin melihatnya.

Apa ada perubahan pada Kyuhyun? Tentu saja tidak, Kyuhyun ingin melihat namja tampan itu dan mengembalikan kotak bekal yang diambilnya kemarin. Bahkan sebenarnya Kyuhyun tidak sabar untuk melihat bekal apalagi yang akan diberikan Siwon untuknya hari ini. Ya itu…bekal, hanya bekalnya.

Dengan harapan melihat namja tampan itu, akhirnya Kyuhyun sampai di kampusnya dengan wajah sedikit terlihat lebih cerah. Bahkan beberapa temannya melihat dengan takjub wajah yang selalu sulking itu kini berubah cerah dan menarik mata untuk dilihat.

Namun Kyuhyun tidak terlalu peduli pada yang lain selain bangku tiga barisan dari belakang tempat Siwon bertahta. Kyuhyun melihat kursi itu masih kosong padahal selama ia tahu Siwon selalu datang sebelum dirinya tiba.

Beberapa menit kemudian, mata kuliah mereka pun di mulai saat dosen cantik mereka memasuki ruang kelas yang terasa sepi itu. Yeoja cantik itu langsung memulai pelajaran yang dipegangnya tentang sastra korea, bagaimana mereka harus mengenal sejarah dan seluk beluk korea.

Dan baru sekali ini, Kyuhyun yang dikenal dengan nilainya yang selalu tinggi disetiap mata kuliah tidak bisa mencerna apapun perkataan dosen cantiknya didepan. Pikiran Kyuhyun melalang buana entah kemana sementara matanya terpaku pada kursi Siwon yang masih kosong.

Sampai 1 jam lebih 45 menit mata kuliah itu pun selesai, Siwon tidak menampakkan wujudnya sedikitpun. Jika bisa dilihat lebih dekat, wajah datar Kyuhyun sudah berubah sejak tadi dengan kerutan dikeningnya dan rasa penasaran menyelimutinya.

Tanpa sadar Kyuhyun pun melihat iphonenya yang tidak berbunyi apapun hingga meninggalkan rasa kecewa dihatinya. Namun begitu tersadar, namja tinggi itu langsung menghela nafas dan menggelengkan kepalanya dengan kuat kemudian ekspresinya pun kembali datar.

Para mahasiswa yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka tidak mengerti sampai tiba-tiba seseorang masuk kesana membuat mereka berbalik melihat namja asing dengan pakaian rapinya itu.

“Ada perlu apa ahjussi??” Tanya salah satu dari mereka.

“Saya sopir pribadi tuan Choi.” Jawab Ahjussi itu membuat semua mulut yang ada disana pun terbuka lebar.

Setelah beberapa detik. “A-ada apa dengan Siwon? Kenapa dia mengirim anda?”

“Mmm~ saya dikirim untuk menemui Tuan Cho Kyuhyun~”

“Mwooooo??” Jika tadi mulut mereka menganga, sekarang giliran mata mereka yang melebar.

“Oh~ tuan Choi meminta saya untuk membawakan ini untuk tuan Cho? Dimana dia?” Ucap Ahjussi itu sambil mengulurkan tangan yang memegang sebuah tas plastik.

Bukannya menjawab, para namja dan yeoja disana secara bersamaan memalingkan wajah mereka melihat kearah Cho Kyuhyun yang dimaksud itu ada dipojok ruangan. Seketika ahjussi itu pun melihat kearah yang sama dan mengerti tatapan mahasiswa itu.

Tanpa banyak bicara lagi ahjussi itu pun segera membawakan bungkusan itu untuk Kyuhyun yang masih menatapnya tanpa mengerjapkan mata cantiknya itu.

“Ini untukmu tuan Cho~ silahkan dinikmati, selamat makan siang.” Ucap ahjussi itu dengan ramahnya sambil meletakkan bungkusan itu dimeja Kyuhyun.

“…..”

“Saya permisi, mian sudah mengganggu kalian.”

Dan Ahjussi itu pun beranjak pergi meninggalkan ruangan yang sepi layaknya kuburan itu karena tidak ada yang berbicara sedikitpun dengan situasi didepan mereka. Namun belum sampai dipintu ruangan ahjussi itu kembali berpaling melihat Kyuhyun dengan senyum ramahnya.

“Mmm~ ahjumma dirumah meminta kotak kemarin, tuan~ jika ada.”

“Ohh~ itu…” Dengan cepat Kyuhyun mengambil kotak kosong yang dibawanya dan memberikannya pada ahjussi itu. “Mm, i-itu..di-di…”

“Ne?”

“A-aniyo..” Kyuhyun langsung berbalik kembali ke tempat duduknya membuat ahjussi itu bingung.

Tapi kemudian namja paruh baya itu keluar dari ruangan mereka tanpa berkata apapun lagi dan sedetik kemudian…

“Yuhuuuuu~ ada gossip terbaruuu~~”

“Ciyee~ ciye~”

“Sejak kapan mereka dekat?”

“Apa sudah jadian?

“Sudah ciuman?”

“Tinggal bersama?”

Berbagai pertanyaan lainnya keluar dari mulut mereka tidak peduli Kyuhyun memberi mereka death glarenya yang mematikan sampai…

“Just shut up!!”

“Upss~” Semuanya terdiam melihat Kyuhyun dengan wajah playfull mereka.

Entah kenapa rasanya sekarang aura Kyuhyun terlihat tidak segelap yang selama ini mereka kira hingga semuanya berani menggodanya tanpa segan atau takut sedikitpun. Atau mungkin karena melihat tingkah lucu Kyuhyun tadi saat ingin menanyakan dimana Siwon berada tapi mengurungkan niatnya.

Melihat mereka seperti itu membuat wajah Kyuhyun semakin memanas dan rona pipinya tidak bisa dihentikan langsung menghiasi pipinya yang putih itu. Mau tidak mau Kyuhyun langsung keluar dari sana membawa bungkusan makan siangnya di pelukan dan teriakan penuh kebahagiaan pun kembali terdengar dari ruangan itu.

Kyuhyun pergi mencari tempat ternyaman-nya selain perpustakaan, yaitu atap. Disanalah Kyuhyun menyendiri dan membuka bekal yang sangat sempurna itu untuk jatah makan siang 3 orang. Mau tidak mau Kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya tidak terima karna secara tidak sengaja Siwon mengatakan Kyuhyun banyak makan.

Tapi tidak berapa lama kemudian namja tinggi kurus itu langsung larut dalam makanan lezat itu sampai lupa waktu. Benar seperti yang dikatakan Siwon, kelemahan Kyuhyun salah satunya pada makanan, namja kurus itu sangat suka makanan apalagi buatan tangan seperti tangan umma.

“Namja pabbo sialan!!” Gerutu Kyuhyun sambil mengunyah makanannya dengan wajah penuh kebahagiaan.

Kyuhyun menghabiskan semua makan siangnya dan kembali menghabiska waktu kesendiriannya di atap gedung sambil memikirkan kenapa Siwon tidak masuk kuliah dan mengirimkan makan siang utnuknya.

Karena tidak menjawab jawaban apa-apa akhirnya Kyuhyun tertidur disana dengan perut kekenyangan walau kepala dipenuhi dengan namja tampan yang bodoh itu. Dan sampai beberapa jam ke depan Kyuhyun tertidur disana dan suasana gelap pun menyelimutinya.

Sore hari menjelang, seluruh mahasiswa sudah pulang ke rumah mereka masing-masing meninggalkan bangunan sepi tak berpenghuni itu untuk besok pagi. Begitu tersadar Kyuhyun langsung berlari menuruni tangga dan kembali lagi berlari menuju gerbang kampus dengan jantung yang berdegup keras.

Kyuhyun kembali mengingat kejadian sore itu yang hampir membuatnya diculik orang tak dikenal, namun namja tampan yang bodoh itu sudah menyelamatkannya. Lalu sekarang, apa yang harus Kyuhyun lakukan jika hal itu terulang lagi dan Siwon tidak ada disana untuk membantunya.

Secepat kilat Kyuhyun berlari menuju gerbang dan berjalan dengan cepat menuju halte kampusnya. Beruntung begitu dia sampai disana bus kesayangannya muncul dan langsung mengambilnya pergi darisana.

**

Dalam busway yang membawanya ke apartementnya tercinta, Kyuhyun berusaha menenangkan debaran jantungnya yang berdetak lebih cepat. Sesekali mata bulatnya menyusuri jalanan yang lengang itu untuk melihat mobil yang patut dicurigai olehnya.

Seperti yang dikatakan Siwon, minibus yang pernah ingin menculiknya memang selalu terlihat berada tidak jauh darinya. Tapi mereka belum sempat mendekatinya karena tidak ada kesempatan karena secara tidak sengaja banyak orang yang berkeliaran disekitar Kyuhyun.

“Kyuhyun paboo!!” Gerutunya kesal.

Tiba-tiba saja iphone didalam tasnya berbunyi menandakan satu buah pesan masuk kesana. Dengan cepat Kyuhyun langsung membuka pesan itu tanpa melihat siapa yang mengirimnya, karena hanya nomor yang tertera.

From : 08××××
“Apa kau sudah pulang? Tidak terjadi apa-apa kan?”

Kyuhyun membaca pesan itu berulang-ulang dan menyadari siapa yang mengirimnya. Dengan cepat Kyuhyun melihat pesan kemarin dan benar, nomor itu milik Siwon yang tidak disimpannya.

Deg! Degup jantung Kyuhyun terasa.

“Apa dia khawatir?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. “Paboo!!”

Dengan cepat ia pun mengetik balasannya dan smirk jahilnya tertera dibibir peachnya yang terasa lembut.

“Apa pedulimu? Paboo!!”

From : 08xx
“Tentu saja aku peduli, Kyuuu~”

“Tidak perlu repot-repot.” Balasan Kyuhyun.

From : 08xx

“Serius Kyuhyun, kau baik-baik saja kan?”

“Tidak.”

From : 08xx
“Mwooo???”

Kyuhyun hanya melihat balasan terakhir Siwon tanpa berniat untuk membalasnya lagi, karena dari awal ia hanya ingin mengerjai namja tampan yang bodoh itu.

Namun detik selanjutnya nada dering iphonenya terdengar sangat nyaring didalam busway yang padat itu. Seketika itu pula debaran jantung Kyuhyun yang sudah tenang kembali berdetak lebih cepat, nomor hp Siwon tertera dipanggilan masuk.

“Eo-eotteokhajyo?” Gumam Kyuhyun cepat.

Bahkan kini jemari tangannya ikut bergetar karena panik atau gugup, ia tidak tahu harus mengatakan apa jika menerima panggilan Siwon. Tapi jika tidak, pasti namja tampan itu akan kembali menghubunginya.

Dan benar seperti yang diperkirakannya, Siwon tidak akan menyerah hanya dengan sekali panggilan. Hampir semua penumpang busway itu melirik Kyuhyun karna bunyi hpnya yang sedikit mengganggu itu.

“Shit!! Paboya namja!!”

Dengan cepat Kyuhyun menolak panggilan itu dan mengetikkan sesuatu dipesan masuknya. Namun sms dari Siwon lebih dulu masuk kesana, membuatnya mengurungkan niatnya semula.

“Kyu, katakan kau baik-baik saja.”

Sekilas senyuman manis pun terpatri di bibir Kyuhyun dan memutuskan untuk mengakhiri kejahilannya karena sepertinya namja tampan itu benar-benar serius. Dengan cepat Kyuhyun mengetikkan balasannya dan kembali memasukkan hp kedalam tasnya karena halte tempat persinggahannya sudah tiba.

Begitu turun dari Busway, sekali lagi rasa cemas menyelimuti Kyuhyun saat ia melihat sekitarnya yang terasa sepi. Entah kenapa kali ini percobaan penculikan itu merasuk jiwanya hingga ia merasakan ketakutan itu. Apa mungkin karna sebelum hari ini Kyuhyun merasa Siwon ada disekitarnya?

Tidak.

Sebelumnya Kyuhyun sendirian sepanjang hidupnya, tidak pernah ia mengalami ketakutan kecil seperti ini. Kenapa sekarang?

“Aku tidak apa-apa.” Gumam Kyuhyun pelan.

Kemudian ia pun segera berlari menyebrangi jalan dan menuju apartementnya dengan pikiran was-was. Bahkan saat iphonenya kembali berbunyi Kyuhyun sedikit terperajat karena terkejut dan mengumpat kesal.

Dengan cepat ia meraba iphone canggih miliknya itu dan melihat sms yang masuk kesana dan bisa dipastikan siapa pengirimnya. Begitu melihat isi sms itu, rasa tenang dan nyaman menyelimutinya hingga ia merasa sangat lega.

“Apa-apaan ini?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri dan kembali melihat isi sms Siwon.

From : 08xxxx
“Syukurlah☺ take care Kyu, aku segera kembali.”

“Memangnya kau kemana?” Tanya Kyuhyun tanpa sengaja dengan bibir yang dipoutkan.

Dalam perjalanannya itu Kyuhyun mengubah nomor Siwon menjadi sebuah nama dan tertawa kecil saat melihat nama itu kembali.

“Paboya namja”

Kemudian Kyuhyun pun mempercepat langkahnya menuju apartement setelah berpaling melihat ke belakang dan seseorang menghindari penglihatannya. Tidak peduli, Kyuhyun terus berjalan sampai ia menghilang ke dalam apartement dan ia yakin pekerjaan namja penculiknya pun kembali gagal.

Dengan langkah senang Kyuhyun memasuki perkarangan apartementnya yang sedikit berumput, Ia masih terlalu asik membaca isi sms Siwon berulang-ulang dengan senyum manis melingkar dibibirnya. Namun sekilas mata-nya menangkap sesuatu diatas rumput yang berada tidak jauh dari kakinya.

Sehelai kelopak bunga sakura yang diyakini Kyuhyun berwarna merah membuatnya menunduk untuk mengambilnya dan mengamati helaian sakura itu.

“Merah…”

Sekilas angin bertiup menggerakkan kelopak ditangannya itu dan sekilas mata Kyuhyun terlihat darah bergerak mengalir menyelimuti tangannya. Seketika Kyuhyun menghempaskan tangannya dengan keras hingga sakura itu jatuh kembali ke tanah.

Dan Kyuhyun langsung pergi dari sana dengan setengah berlari memasuki lift gedung itu menuju ruang apartementnya, sebelumnya ia sempat berpaling melihat kelopak merah itu masih terlihat terang diatas rumput yang kehijauan.

Kyuhyun kembali menjalani harinya seperti biasa dengan menghadiri mata kuliahnya dan juga pergi ke perpustakaan. Namun hari ini entah kenapa Kyuhyun merasakan kesal yang amat sangat saat melihat tidak ada penampakan Siwon di kelas mereka tadi pagi.

Namja tampan itu bolos lagi dan hal itu membuat Kyuhyun menjadi kesal, karena walau namja tampan itu menghubunginya lewat sms, sekalipun Siwon tidak pernah menyebutkan dimana dia berada atau apa yang sudah terjadi padanya.

Terlebih lagi, Kyuhyun mengingatkan dirinya tidak mungkin untuk menanyakannya lebih dulu.

Dengan kekesalan itu pun Kyuhyun menjalani harinya sampai ia kembali ke apartementnya di sore hari dengan perasaan yang tidak nyaman. Walau Kyuhyun merasa tidak ada minibus hitam yang mengikuti gerakannya hari ini, tapi Kyuhyun merasa sangat tidak nyaman.

Angin yang bertiup kencang seperti akan mendatangkan hujan di musim semi ini, hingga helai demi helai bunga sakura yang ada dikelopaknya pun jatuh berguguran.

Kyuhyun berjalan memasuki gedung apartementnya dengan wajah sulking dan umpatan-umpatan kecil pun terdengar dari bibirnya. Namun suara tanda pesan masuk dari iphonenya langsung menghentikan umpatan kecil itu. Begitu melihat siapa yang mengirimnya sms, kekesalan Kyuhyun pun semakin memuncak.

From : Paboya namja

“Kyu, aku ada di halte, ayo ketemuan.”

“I don’t care!!” Teriak Kyuhyun detik itu juga.

Kyuhyun hanya melihat pesan Siwon itu yang mengajaknya keluar untuk makan malam, dan ia mengacuhkannya karena namja itu masih sulking dengan ketidak-hadiran Siwon kemarin.

“Datang seenaknya, pergi tanpa kabar, I dont care, I dont know you.”

Kyuhyun membuang hp-nya keatas tempat tidur kemudian segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah itu ia pun merebahkan dirinya diatas ranjang sambil memejamkan mata.


Entah kelelahan yang mendera tubuh dan pikirannya hingga ia tidak terjaga sedikit pun sampai keesokan harinya.

“WHAT!!!” Seru Kyuhyun langsung terduduk diatas ranjangnya.

“Aku tidur cukup lama? Bahkan tanpa makanan?” Namja tinggi kurus itu menggelengkan kepalanya tidak percaya.

Kyuhyun pun mengerang pelan. “Ugh!!kepalaku~”

Namja tinggi itu mengitari ruang tidurnya yang kecil itu dan mendapati suasana kemrin sore belum terganti. Dengan cepat Kyuhyun meraba dimana Iphonenya berada. Namun sayang benda tipis itu ada dibawah tempat tidur karna Kyuhyun membuangnya dalam tidur kemarin.

Setelah mencarinya beberapa saat barulah Kyuhyun menemukan iphonenya dan melihat berpuluh panggilan tidak terjawab ada disana. Bahkan beberapa pesan masuk yang tidak ingin di hitung Kyuhyun dengan 1 nama pengirimnya.

Paboya namja.

Kyuhyun mulai membaca sms itu satu persatu dimulai dengan ajakan keluar kemarin sore yang tidak digubrisnya sampai kekhawatiran Siwon tertera di beberapa sms itu.

“Dia tidak bisa menyerah.”

Perlahan Kyuhyun pun bangkit dari ranjangnya menuju jendela dan melihat keluar. Udara sejuk pagi hari menyeruak masuk lewat jendelanya yang terbuka sedikit.

“Ohh~ Hujan? Kemarin?” Kyuhyun mengernyitkan alisnya dan memutar ingatan dalam tidurnya.

Setelahnya Kyuhyun melihat hp-nya di meja nakas dan mengumpat kesal saat menyadari bahwa ia sudah terlambat. Secepat kilat namja kurus itu menuju kamar mandi dan bersiap-siap ke kampusnya.

Dalam sekejap ia sudah keluar mencari busnya, setelah menyambar kotak bekal milik Siwon yang ada dimeja ruang tamu.

Tak berapa lama, sampailah ia didepan ruangannya dengan wajah lelah dan nafas yang tidak beraturan. Namun sebelum masuk kesana Kyuhyun kembali memasang wajah coolnya lalu segera masuk kesana.

Sekilas Kyuhyun mendengar pembicaraan serius para namja dan yeoja satu ruangnya itu. Apalagi saat nama Siwon disebut-sebut mereka, Kyuhyun semakin menajamkan pendengarannya.

“Apa kau tahu?” Tanya salah satu namja di ruangan itu.

“Apa? Choi Siwon oppa dimana?” Tanya Yoona, Yeoja tercantik di ruang mereka.

“Dia diizinkan menjadi penyidik untuk kasus pembunuhan di Incheon.”

“Karena itu dia absen?” Tanya yang lain lagi.

“Eumm~”

“Wooo~ DAEBBAK!!!!” Seru beberapa namja lain penuh kekaguman.

“Dia pergi kesana  sehari dan buru-buru pulang ke Seoul kemarin sore, tapi dia juga absen hari ini.”

“Mwoo? Dia sudah pulang kenapa?”

“Dia kehujanan dan sekarang ada dirumah sakit.”

“MWOOOO??” Seru mereka bersamaan seiring dengan suara benda yang jatuh ke lantai.

Seketika pandangan mereka teralihkan melihat benda apa yang terjatuh itu dan menemukan kotak bekal milik Kyuhyun tergeletak terbalik dilantai. Didepannya Kyuhyun berdiri tidak bergerak dengan wajah datar dan tatapan kosong, walau sebenarnya ia melihat mereka semua.

“Si-si-won…” Ucapnya terbata membuat mereka bingung.

“Ne?”

“Di-dima-na Si-siwon?”

“Huh? Waeyo?” Tanya mereka tidak mengerti.

“DIMANA SIWON?!!?!?”

“Mwoooo???”

TBC….

Ahahahahahhahahaahahahaha.. -_-

Kakak lelah, dex~

57 thoughts on “Loving You 02

  1. Q sk bgt ama ffx yg ini…tpi blm d lnjt….unni lanjut y…q tiap hri bk wp ini tpi lum d lanjut….:(…
    Fighting unni…

  2. Karna usaha siqon yg kekeh utk mendekati kyuhyun akhirnya sekarang kyuhyun sdh sedikit punya rasa sama siwon, dr dia yg datar dan tak prduli dg orng lain skrg dia malah selalu memikirkan siwon bahkan sdh sedikit bergantung sama siwon…
    Siapa sbnernya pembunuh tu, pa kyuhyun yg akan menjadi target selanjutnya??knpa??

  3. sebenarnya siapa orang yang mau menculik kyuhyun? dan apa motifnya? Penasaran baget degan latar belakan kyuhyun yang sebenarnya dan kenapa kyu mau di culik?
    kyuhyun nya so jual mahal padahal seneng kan dapet perhatian dari siwon dan siwon udah bener2 terpesona sama kyuhyun sampe nyuruh supir buat nganterin makanan segala dan siwon udah tauh salah satu kelemahan kyuhyun yaitu makanan…..siwon sakit pasti kerena nungguin kyuhyun semalaman…..
    Makin penasaran dgn ceritanya….

  4. Sakura Merah Kenapa Perasaan Ku Gak Enaknya. Pas Ada Sakura Merah Di Halaman Rumah Kyu Itu? Mudah Mudahan Tidak Terjadi Apa Apa.

    Mwo? Si Won Masuk Rumah Sakit Karena Kehujanan? Pasti Karena Nungguin Kyu Hyun Di Halte Itu… Kyu Malah Tertidur…

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s