The Day 12 (Ending)


poster the day 2

The Day

(My Destiny Is Written)

Chapter 12

**

Akhirnya kita telah memasuki chap ending ini, terima kasih yang sudah setia dari awal sampe akhir berada disini. Terima kasih akan respon yang luar biasa dari kalian semua… bahagia kolaborasi pertama saya dengan Umma, bisa sukses seperti ini, sampai berjumpa di ff lainnya, di lain kesempatan -Miss Lee-

Akhirnya yang dinanti-nanti pun tibaaa…The Ending~ ohohoho. Setelah menempuh berbagai rintangan dan cobaan, #hadeeeuh. Akhirnya ff ini sampai juga di chapter paling akhir. Ada terselip rasa sedih didalamnya~ colab kita berakhir chagi.. T_T -Vie-

Terima kasih untuk Sucii Cho untuk dua cover nya yang memesona…you’re The best dear. thank you so much.^^

Here you go~

.

.

Setelah kejutan kemarin yang sangat tidak diduga itu tetap tidak membuat Siwon memberikan jeda bagi Kyuhyun untuk mengekspresikan kebahagiaannya, karena kini namja tampan itu memberikan kejutan lainnya dengan membawa Kyuhyun ke sebuah kantor notaris.

“Hyung…”

“Baby, ada apa lagi?”

“Aku…” Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa.

“Kau masih ragu? Bukankah tadi di rumah, kita sudah membicarakannya?”

“Heum~ tapi…”

“Baby, ini untukmu.” Ucap Siwon meyakinkannya lagi.

Kyuhyun masih enggan untuk turun dari mobil mereka, karena menurutnya hal ini terlalu mendadak. Lagi pula Kyuhyun masih memikirkan, apakah ia pantas mendapatkan semua ini? Terlebih harus meninggalkan kenangan Irene di rumah lama, apa Kyuhyun tega?

“Hyung, menurutku ini…”

“Kita hanya datang saja baby, bukan berarti kita akan segera pindah rumah. Untuk tinggal disana semua keputusan ada padamu, hyung hanya akan selalu mendukung segala keputusan yang akan kau ambil.” Sela Siwon.

Mendengar apa yang dikatakan Siwon, membuat Kyuhyun terdiam dan akhirnya menuruti permintaan Suaminya itu. Toh ini hanya sebuah penandatanganan bahwa rumah itu akan menjadi milik Kyuhyun, tidak aka nada yang terluka.

Mereka berjalan bersisian menuju pintu loby kantor itu, dengan Siwon yang menggemgam erat tangan dingin Kyuhyun, menyalurkan kekuatan bahwa setelah ini semua akan baik-baik saja.

“Kita sudah sampai.” Ucap Siwon setelah beberapa saat.

Kyuhyun menolehkan wajahnya pada Siwon dan bergantian melihat ke depannya, dimana kini ia sudah berdiri di depan sebuah pintu. Bertuliskan Lee room’s. Sedari tadi, Kyuhyun memang hanya memandang langkah kakinya. Pikirannya jauh melanglang buana pada Irene noonanya.

Kyuhyun merasa ia tidak pantas mendapatkan apa yang telah Irene berikan padanya, cukup dengan membagi cinta Siwon pun. Sudah membuat Kyuhyun bahagia, terlebih hadirnya Suho. Itu adalah bukti cinta tulusnya pada Siwon dan juga bukti bahwa ia menyayangi Irene dan mau membantunya.

Apa lagi ini??

Bahkan saat terakhirnya Irene, Kyuhyun tidak ada disana. Apa dia berani mengambil yang seharusnya bukan menjadi hak nya?

Siwon masih memperhatikan Kyuhyun yang berdiam diri.

“Baby…”

“Ah~ ya…” Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

“Kita masuk?”

Kyuhyun mengangguk ragu dan pintu didepannya itu pun terbukan menampilkan sosok namja paruh baya yang masih terlihat gagah bahkan sangat bersahaja. Membuat Kyuhyun setidaknya ada rasa tenang. Kyuhyun seakan melihat sosok Appa di hadapannya saat ini.

“Silahkan masuk Tuan dan Nyonya Choi” ujarnya ramah.

Ia mempersilahkan Kyuhyun dan Siwon duduk di sofa yang telah di sediakan, Kyuhyun dapat melihat beberapa file yang tersimpan rapih di atas meja. Ia meyakini bahwa file itu adalah surat kepemilikan rumah.

“Apa kabar, Kyunnie?” Tanya seseorang tiba-tiba membuat Kyuhyun membeku ditempatnya.

Siwon langsung berpaling kebelakang dan melihat appa dan umma Jung berjalan mendekati mereka dengan senyumnya yang menenangkan.

Kyuhyun yang penasaran juga ikut berpaling dan semakin membeku saat melihat orangtua noonanya ada disana juga. Apa Kyuhyun terlalu gugup sampai tidak melihat mereka? Memikirkan hal itu Kyuhyun langsung membungkuk hormat dan menyapa orang tua Irene yang sudah lama tidak dilihatnya itu.

“Ba-baik um,ah~ ahjumma.”

“Hm~ bukan berarti Irene pergi dan aku bukan umma-mu lagi, Chagi.” Umma Jung langsung memeluk Kyuhyun dengan hangatnya hingga Kyuhyun tidak bisa menahan perasaannya.

Siwon hanya bisa mengelus lembut punggung Kyuhyun untuk menenangkan huswife cantiknya dari airmatanya yang ingin mengalir turun.

“Maafkan noonamu, Kyunnie~” Ucap Umma Jung pelan dibahunya membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan cepat.

“Sekarang tenanglah, semua akan baik-baik saja, berbahagialah untuknya disana.”

“Ne, umma~pasti.”

“Haahh~ umma merindukannya.”

“Aku juga umma, aku juga.”

“Ah, yeobo~ kau membuatnya menangis.” Appa Jung langsung mengelus lengan istrinya itu dengn cepat.

“Ahh, mianhae~ aku…” Umma Jung melepas pelukannya dan melihat wajah Kyuhyun yang basah. “Mianhae~” Ucapnya sekali lagi sambil menghapus wajah chubby itu.

“Apa bisa kita mulai sekarang?” Tanya notaris mereka tiba-tiba dengan wajah datarnya.

“Ahh, mianhae, silahkan.” Umma Jung pun menjauh dan menduduki kursi untuknya disamping appa Jung.

Baik Siwon maupun Kyuhyun hanya mengangguk saja kemudian menduduki kursi yang berhadapan dengan orangtua Irene.

“Baiklah, sebelum penandatanganan ini ada surat yang harus saya bacakan dihadapan kalian berdua.”

Mr. Lee, mengambil amplop yang ada di dalam map biru itu yang berisikan sebuah wasiat yang ditulis diatas kertas pink lembut, seperti surat cinta.

“Ini adalah surat wasiat dari Irene, sebelum ia meninggalkan kita semua. Surat ini adalah asli tulisan tangan Irene sendiri.”

Mr. Lee membuka surat itu perlahan, Siwon dan Kyuhyun tergugup walau mereka sendiri belum mendengar apa isi surat itu.

Seoul..

Saya istri pertama Choi Siwon, memberikan hak penuh bagi rumah yang selama ini kami tinggali untuk kedua anak saya. Choi Suho dan Choi Yeri. Adapun selama ini, rumah yang kami tinggali adalah hak milik saya yang diberikan Siwon, suami saya sebagai hadiah pernikahan.

Poin kedua adalah saya memberikan sebuah rumah dikawasan Gangnam, sebagai hadiah pernikahan suami saya dengan Choi Kyuhyun. Maka untuk itu, setelah saya pergi nanti. Hak rumah akan langsung jatuh pada Choi Kyuhyun.

Untuk hak tinggal, saya menyerahkan sepenuhnya kepada Choi Siwon maupun kepada Choi Kyuhyun.

Poin ketiga adalah saya dengan sadar menyerahkan hak asuh kepada suami dan Choi Kyuhyun, sebagai ibu pengganti bagi Yeri.

Setelah membaca surat ini, saya harap Kyuhyun bersedia untuk menandatangani akta rumah serta meninggali rumah yang telah saya berikan kepadanya. Adapun mengenai semua kenangan tentang saya. Saya, Irene, hanya berharap bahwa Kyunnie maupun Siwon oppa bersedia menempatkan foto keluarga kami bersama disana.

Tertanda Irene Choi.

Mr. Lee selesai membacakan surat wasiat Irene dengan tepat, yang menjadikan Kyuhyun tidak bisa membendung lagi tangisannya, Ia terisak diceruk leher Siwon yang memeluknya dengan erat. Sungguh Kyuhyun tidak menyangka bahwa Irene benar-benar telah mempersiapkan segalanya.

“Apakah kita akan bisa lanjut dalam penandatangan akta?”

“Baby…” Siwon mengelus punggung Kyuhyun dengan lembut.

Namja cantik itu menarik nafasnya pelan dan menghembuskannya kembali dengan perlahan dan menjawabnya dengan cepat. “Ya, aku siap.”

Kyuhyun menghapus air matanya, ia memberikan senyuman ketenangan bagi Siwon dan umma, appa Jung yang melihatnya khawatir. Kemudian Mr. Lee pun mempersiapkan file yang akan di tanda-tangani oleh Kyuhyun dan menjadikan Siwon dan Appa Jung sebagai saksi bahwa akta itu telah sah menjadi milik Kyuhyun.

‘Untukmu noona, terima kasih untuk segalanya’ Ucap Kyuhyun dalam hatinya dan tangannya pun bergerak dengan lihai mengesahkan kepemilikannya itu.

Setelah semuanya selesai, Mr. Lee memeriksanya sekali lagi kemudian menyerahkan map berisikan surat Irene dan juga akta yang telah sah menjadi milik Kyuhyun pada mereka berdua.

Kemudian notaris keluarga itu pun mengambil map lain yang berwarna hijau di depannya sambil melihat kearah appa dan umma Jung yang menganggukkan kepalanya.

“Ini berkas yang kedua, saya harap anda akan menerimanya seperti yang pertama.” Ucap Mr. Lee melihat Kyuhyun.

“Ap-apa lagi ini?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Umma hanya ingin menepati janji dan permintaan putri umma, Chagi.” Jawab Umma Choi dengan senyumnya yang menenangkan.

“Ap-apa itu umma?”

“Umma tau, masing-masing dari kita mendapatkan surat dari Irene yang pastinya dengan isi yang berbeda.”

“Ne…”

“Surat umma, Irene mengatakan permintaannya, hari ini umma akan mengabulkannya, umma harap kau tidak menolaknya Kyunnie.”

“Dia tidak bisa menolaknya.” Ucap Appa Jung penuh keyakinannya. “Ini amanat.”

“Apa maksud kalian?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

Sementara Siwon hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan karena memang iya tidak mengatakan apa-pun pada Kyuhyun tentang wasiat Irene.

“Silahkan Mr. Lee.” Ucap Umma Jung kemudian.

“Baiklah, Kyuhyun Choi, tertanda mulai hari ini kepemilikan Rumah sakit Irene dialihkan dengan sepenuhnya atas namamu, secara sadar dan tanpa paksaan, Irene Choi mengalihkan kepemilikan Rumah sakit itu untuk Kyuhyun Choi, dongsaengnya.”

“Ti-tidak mungkin!! Aku tidak bisa menerimanya.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“Ini amanat untukmu Kyunnie, seperti Yeri yang ditinggalkan untukmu yang harus kau jaga, begitu pula rumah sakit ini akan menjadi milikmu, tanpa bisa kau menolaknya.”

“Ta-tapi ini terlalu berlebihan.”

“Bukankah Irene memang selalu berlebihan?” Umma Jung hanya tersenyum menenangkan.

“Kami hanya ingin mengabulkan permintaannya yang terakhir.” Ucap Appa Jung meyakinkan.

“Silahkan, tanda tangan disini, semuanya sudah ditentukan.”

“Baby, Irene menyayangimu.” Ucap Siwon dengan lembut dan Kyuhyun berpaling padanya dengan wajah memelas.

“Hyung…”

“Ayo…” Siwon menganggukkan kepalanya meyakinkan dan Kyuhyun kembali berpaling melihat map hijau yang sudah terbuka itu.

“Silahkan, disini dan disini.” Ucap notaris mereka menunjukkan dimana Kyuhyun harus membubuhkan tanda tangannya.

Akhirnya dengan tangan gemetar Kyuhyun melakukan apa yang mereka inginkan sementara umma Jung hanya tersenyum puas pada suaminya dan mengangukkan kepalanya.

Setelah tanda tangan kedua saksi yang ada disana, semua berkas itu pun lengkap dan sah menjadi milik Kyuhyun seutuhnya.

“Selamat, kini rumah itu dan rumah sakit Irene telah sah menjadi milikmu, Nyonya Choi.” Mr. Lee mengulurkan tangannya yang di sambut langsung oleh Kyuhyun.

“Te-terima kasih Mr. Lee.”

“Sama-sama”

Kyuhyun hanya bisa menghembuskan nafas beratnya dan menatap Umma dan Appa Jung yang melihatnya dengan perasaan lega. Lega karena apa yang diinginkan Irene semuanya terkabulkan dan dilaksanakan mereka sesuai amanatnya.

Sekarang tinggallah Kyuhyun untuk menikmati semua kebahagiaannya setelah apapun derita dan luka yang sudah diterimanya beberapa waktu lalu.

Semoga akan menjadi kebahagiaan yang sempurna.

Siwon semakin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun yang berbaring setengah badannya diatasnya, sedangkan namja cantik itu semakin menyusupkan wajahnya di ceruk leher Siwon. Pagi ini mereka sedang menikmati waktu berduaan di kamar tanpa gangguan Suho maupun Yeri sebelum bocah-bocah itu terbangun.

Kyuhyun sudah menempatkan Suho maupun Yeri dalam satu kamar yang sama dengan dua kasur yang berbeda, baginya Suho maupun Yeri harus semakin mempunyai rasa dekat dan sayang satu sama lainnya. Walau Kyuhyun tidak perlu meragukan hal itu, dikarenakan Suho sudah mempunyai jiwa seorang kakak sejak pertama kali bertemu dengan Yeri.

Sedangkan Yeri, sudah terlihat merasa nyaman dilindungi oleh Suho, putri kecil itu terlihat semakin bergantung pada oppa-nya yang selalu berada disampingnya itu.

Beruntunglah Kyuhyun yang dikaruniai anak-anak yang sangat baik, bahkan cantik dan tampan. Walaupun Yeri maupun Suho lahir dari rahim yang berbeda. Tetapi Kyuhyun tidak akan pernah membedakan kasih sayangnya terhadap Suho maupun kepada Yeri.

Mereka berdua hadiah terindah untuknya.

“Masih belum puas untuk tidur. Hm?” Siwon bertanya dengan nada menggoda karena sejak tadi tidak ada tanda-tanda dari Kyuhyun untuk tidur atau pun yang lainnya.

“Masih belum puas memelukmu, hyung.” Gumam Kyuhyun sambil menyerusuk semakin dekat.

“Oh~ my chessybaby~” Goda Siwon dengan bahagianya.

Kyuhyun langsung merona dengan kata-katanya sendiri dan mendengar ucapan Siwon untuknya itu, terlebih kini suami tampannya itu sedang menciumi kulitnya yang tidak tertutupi piyama tidurnya dengan penuh perasaan.

“Hyuuungghh…”

“Ada apa baby?”

“Sudah terlambat, aku harus kembali pada Suho dan Yeri sebelum mereka bangun.”

“Tapi hyung membutuhkanmu, baby~”

“Mwoo? Sekarang?”

“Neee~”

“Ta-tapii…”

“Tidak bisa ditunda lagi baby…” Bisik Siwon mendekatkan wajahnya.

“Aa-arraseeooo~ owh…hyu~”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, saat Siwon mempermainkan lehernya dengan kecupan hangat dan seakan menjadikan dirinya seperti vampire. Kyuhyun hanya bisa meremas baju Siwon menyalurkan perasaan bahagia yang membuncahnya.

“Kau milikku…”

“A-aku me-memang milikmu.”

Siwon tersenyum penuh kebanggaan kemudian mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun yang menutup matanya dengan perlahan saat bibir Siwon menekan bibirnya. Melumatnya dalam sebuah perasaan cinta yang mendalam, melumat bibir bawah dan atasnya bergantian, mengecap rasa manis dari bibir Kyuhyun yang akan selalu menjadi candu baginya.

Siwon sengaja menggigit bibir bawah Kyuhyun, membuat bibir itu semakin terbuka. Mengajak lidah mereka bertarung yang tentu dimenangkan oleh Siwon, Kyuhyun hanya bisa melenguh penuh kenikmatan. Hingga Kyuhyun harus rela menunda beberapa waktu untuk menghirup oksigen bagi dirinya.

Siwon mengecup-ngecup bibir Kyuhyun hingga akhirnya bibir itu terlepas, menampilkan Kyuhyun yang masih memejamkan matanya, dengan bibir yang terbuka mengais oksigen. Sungguh pemandangan yang indah bagi Siwon.

“Kau sangat cantik, baby~”

Kyuhyun membuka matanya, mengerjap imut.

“Dan kau sangat tampan, suamiku.” Kyuhyun mengecup kedua kelopak mata Siwon bergantian.

“Aku mencintaimu.”

“Dan kau tau jawabanku.”

“Aiish~”

“Aku akan menyiapkan sarapan untuk kita.”

“Aaa~ Baiklah, walau sebenarnya aku ingin kau yang menjadi sarapanku.”

“Yak!!”

Siwon tertawa dengan senangnya melihat wajah cantik itu merona dengan indahnya, “Baiklah~baiklah, hyung mengalah~”

“Aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi, jadi bangunlah tuan Choi. Jangan bermalasan, karena kau sudah dua hari mengambil cuti, kajja…”

**

Kyuhyun saat ini memang belum kembali dinas ke Rumah Sakit. Kyuhyun mendapatkan sanksi, dimana ia mengingkari waktu tugasnya di Jepang. Beruntung kepala Rumah Sakit hanya memberikan hukuman sanksi untuk tidak bertugas di Rumah Sakit selama 10 bulan. Dipotong dengan masa beberapa bulan di Jepang, Kyuhyun hanya perlu menunggu sekitar 4-5 bulan lagi untuk bisa kembali bertugas di Rumah Sakit.

Siwon sempat mengajukan protes pada pihak rumah sakit karena Kyuhyun sudah menjadi pemilik rumah sakit itu, kenapa harus mendapatkan sanksi. Tapi Kyuhyun berkilah dia bukan dokter senior dan masih perlu belajar lebih banyak hal dan ia akan menerima ajaran apapun untuk meningkatkan kemampuannya, tidak peduli dia direktur rumah sakit itu, karena dia adalah seorang dokter.

Tapi mendapatkan sanksi itu adalah hal yang menguntungkan baginya saat ini, karena ia bisa menjaga Yeri maupun Suho selama 24 jam penuh. Bahkan dia pun bisa mencurahkan segala kasih sayangnya tanpa perlu terbebani juga dengan beban tugas pekerjaan di Rumah Sakit.

Seperti yang kini dilakukan Kyuhyun untuk menjaga kedua buah hatinya, mengajak Yeri dan Suho bermain adalah pilihannya. Hingga suara telephone menganggu konsentrasi dirinya yang sedang asik bermain dengan Yeri dan Suho.

“Nyonya, ada telephone dari tuan Seunghyun.” Ucap maid mereka sembari menyerahkan telephone rumah yang berbentuk seperti handphone padanya.

“Ah terima kasih, kau jaga dulu mereka saat aku berbicara.”

“Baik nyonya”

Kyuhyun segera mengambil jarak dari Yeri maupun Suho saat menerima panggilan Seunghyun, karena agar mereka bisa berbicara lebih leluasa.

“Yeboseyo~”

>Hallo~ Kyunnie, apa kabar?<

“Aku baik, hyung, kau sendiri apa kabar?”

>Tentu aku sangat baik.<

“Terima kasih atas pertolongan hyung selama aku berada di Jepang”

>Tak perlu sungkan, aku senang bisa membantumu. Dan aku sangat senang saat kau mengatakan telah bersama dengan suamimu kembali.<

“Ya.. aku pun sangat senang dengan kehidupan ku saat ini.”

>Syukurlah, ah aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu<

“Sesuatu?”

>Ya.. aku akan segera menikah dengan Krystal<

“Aku sangat senang mendengarnya, kapan? Aku pasti akan berusaha menghadirinya”

>Bulan depan, ingat kau harus datang, ajak suamimu serta Suho dan Yeri<

“Pasti, aku akan bersama mereka datang ke pernikahan kalian.”

>Ya sudah jika begitu, aku harus kembali bekerja dan selamat siang Kyu..<

“Dasar gila kerja, hahaha.. ya.. selamat siang hyung”

Kyuhyun baru saja meletakkan telephone nya kembali dan dirasakannya sebuah tangan melingkari pinggannya, posesif.

“Siapa tadi?”

“Seunghyun hyung.”

“Mau apa dia?” Ada nada tak suka didalam sana.

Kyuhyun membalikkan badannya, mengusap dua sisi wajah Siwon dengan lembut dan menatap suaminya itu dengan tajam.

“Ia hanya mengabarkan jika bulan depan, dirinya akan segera menikah.”

“Menikah?”

“Ne.”

“Aku tidak tau dia sudah memiliki…”

“Kau terlalu berprasangka buruk padanya hyung, dia adalah penolongku saat disana, tunangannya lah yang selalu membantu merawat Suho jika aku sedang dinas.”

“Begitukah?” Siwon menerawang.

Kyuhyun tersenyum, mengecup ujung bibir Siwon. “Ya, begitu tuan Choi Siwon, kau tak perlu mencemburuinya. Dia sudah punya tunangan yang akan menjadi istrinya, sedangkan aku… aku adalah namja cantik yang sudah punya dua anak, dan istrimu sekarang hingga akhir nanti.”

“So sweet~” Siwon tersenyum bahagia dan kepuasan diwajahnya itu sambil membawa Kyuhyun dalam dekapannya yang hangat.

Mereka terus berpelukan merasakan kehangatan dari masing-masing hingga suara Suho menginterupsinya.

“Daddy…”

Siwon melepaskan pelukannya dan tersenyum saat Suho merentangkan kedua tangannya, untuk segera di gendong.

“Hi baby boy~ rindu pada daddy,eoh?”

“Heumm~”

“Kita bermain, ne~”

“Hyung, chakaman~”

Langkah Siwon terhenti saat Kyuhyun memanggilnya.

“Ini masih siang dan kau sudah pulang?” Kyuhyun melirik jam yang terpasang di dinding rumah mereka, ia baru sadar Siwon pulang cepat.

“Aku merindukan kalian.” Jawab Siwon dengan wajah polosnya.

“Tapi hyung… kau mengabaikan tugasmu.” Kyuhyun mengingatkan.

“Tidak baby, lagi pula tidak ada meeting hari ini. Pekerjaanku sudah selesai.”

“Daddy…” Suho kembali memanggil Siwon, yang mau tidak mau membuat Siwon lebih memfokuskan diri pada Suho.

“Kita bermain, ne?”

“Nee….” Teriak Suho senang.

“Mmh!! Mm~ mm~” Suara tepukan-tepukan tangan Yeri ditempat duduknya sendiri.

“Baik baby boy mari kita bermain bersama, ah, bersama Yeri juga ne?”

Siwon dan Suho mendekati Yeri yang sedang duduk di kursi bayinya, dia sedang asik menggoyang-goyangkan mainan yang bisa menimbulkan suara kericik musik.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya, menyadari bahwa Siwon memang bersikap keras kepala. Tapi karena keras kepalanya itu, Kyuhyun mencintainya.

Hari pun kembali berganti, tapi Kyuhyun masih belum memikirkan bahwa dirinya akan pindah dari rumah itu. Terlalu banyak kenangan indah disini, Irene memang tidak mengusirnya secara halus, rumah ini adalah milik Suho dan Yeri. Jadi dia dan Siwon pun berhak tinggal disini. Tetapi memikirkan mengenai rumah lainnya, membuat Kyuhyun sedikitnya terbebani.

Siang menyambut. Tetapi Kyuhyun merasa kelelahan karena menghabiskan waktu dengan bermain bersama kedua buah hatinya. Menyebabkan ia lebih memilih bermalas-malasan dikamar, selagi Suho dan Yeri kini yang tengah tidur siang.

Mata Kyuhyun terasa berat, hingga mata itu tertutup rapat dan pikiran Kyuhyun pergi melanglang buana dalam mimpi.

Rasanya baru saja ia terlelap, seseorang sudah memanggilnya.

“Kyunnie…”

Suara itu… suara yang sangat dirindukan oleh Kyuhyun. Andai Kyuhyun diperbolehkan untuk bertemu dengan sang pemilik suara, Kyuhyun pasti akan senang.

“Kyunnie…” Kembali Kyuhyun mendengarnya.

Hingga tiba-tiba sentuhan lembut dibahunya membuat Kyuhyun membuka mata dan mendapati sosok yeoja cantik itu didepannya dengan senyum terkembang di wajahnya.

“Noona…” Kyuhyun langsung terduduk menatap tidak percaya.

“Ne Kyunnie… bogosipoyoo~”

“Nado noona, nado bogoshipoyo~”

Keduanya pun saling berpelukan melepas kerinduan yang ada, Kyuhyun pun tak henti-hentinya mengucapkan kata maaf pada sosok noona-nya itu. Karena Kyuhyun tidak bisa menemani Irene saat dimana Yeri lahir ke dunia ini.

“Sudahlah Kyunnie tidak apa-apa, noona sudah memaafkanmu.” Irene melepaskan pelukannya lalu duduk disamping Kyuhyun.

“Seharusnya aku yang meminta maaf padamu, Kyunnie.”

“Tidak noona, aku yang salah, seharusnya aku mengerti posisiku. Aku terlalu cepat mengambil keputusan.”

Irene menggelengkan kepalanya, “Dengar Kyunnie, jangan memotong ucapanku. Aku disini yang salah, aku yang telah membawamu dalam sebuah kehidupan yang penuh dramatis. Kehidupan sebuah rumah tangga dimana dua cinta dalam satu atap memanglah tidak mudah”

“Aku menyangka bahwa keputusanku sempat salah, tapi aku kembali berpikir. Aku yang egois, menarikmu dalam hal ini. Memintamu mendapatkan Suho, tetapi perhatian Siwon oppa padamu, membuatku sedikitnya cemburu… aku minta maaf, saat itu aku merasa hanya ingin meminta hak ku saja. Aku tidak menyangka akan berdampak sangat besar.”

“Noona…”

“Aku sangat meminta maaf padamu, Kyunnie… terlebih kini aku membebankan tanggung jawabku padamu, Yeri, aku tahu segalanya tidak mungkin untukku dapatkan, tapi aku ingin meninggalkan jejak cintaku itu untuk kalian, tolong Kyunnie, Aku serahkan Yeri sepenuhnya kepadamu.”

“Noona, Yeri adalah anakmu, maka dia adalah anakku juga.”

Irene tersenyum, “Apakah kau menyukai nama Yeri?”

Kyuhyun mengangguk semangat, “Ne~ Yeri nama yang cantik, terlebih kau yang sudah memberikannya. Kau adalah ibunya, walaupun kau menyerahkan namanya padaku, aku tetap akan memberikan nama Yeri untuknya.”

Irene kembali menarik Kyuhyun dalam pelukannya. “Gomawo Kyunnie, aku memang tidak pernah salah pilih.”

“Noona…” Kyuhyun melepaskan pelukannya, ia memegang kedua lengan Irene.

“Mengapa memberikanku rumah, ru-mah sakit?” Kyuhyun mempoutkan bibirnya imut.

“Itu hak mu sayang” Irene membelai wajah Kyuhyun.

“Aku hanya memberikan kado untukmu, rumah ini bisa saja aku berikan padamu. Tetapi bagiku, memberikannya kepada Suho dan Yeri adalah suatu pembenaran, maka aku memberikan sebuah rumah lagi untukmu.”

“Tapi…”

“Kau, Siwon oppa, Yeri dan Suho harus mempunyai jalan yang baik untuk masa depan, aku sangat berterima kasih. Karena kalian masih mengingatku, tetapi aku sudah tidak bisa bersama kalian dan rumah ini…” Irene melihat dengan seksama sekeliling rumah mereka.

“Banyak kenangan manis maupun pahit ada disini, tetapi hidup adalah pilihan dan harus tetap berjalan, maka jalanilah semuanya dengan sebaik mungkin. Meninggalkan kenangan bukan berarti melupakan, tetapi itu adalah proses bagi kalian yang hidup agar bisa terus mengingatnya dalam hati kalian.”

Irene menaruh tangannya di atas dada Kyuhyun, “Aku masih hidup disini Kyunnie, sekalipun kau meninggalkan rumah ini, aku tetap bersama kalian.” Irene mengakhiri kalimatnya dengan tersenyum menenangkan.

“Noona…hiks~ aku menyayangimu.” Bayangan Irene pun sedikit demi sedikit mengabur dan menjadi cahaya, angin berhembus kencang.

“Noona juga menyayangimu~sayang.”

Kyuhyun menutup matanya dan bayangan itu telah hilang meninggalkan suara noonanya yang perlahan juga ikut menghilang.

“Hiks, noona~” Gumam Kyuhyun dalam tidurnya dengan airmata yang berlinang.

“Baby~ ireona!! Kenapa menangis?” Siwon langsung dilanda kepanikan saat melihat wajah cantik itu menangis.

Namja tampan itu menepuk pundak Kyuhyun pelan yang terlihat menegang, tetapi Kyuhyun masih enggan membuka kedua matanya.

“Baby…” Panggil Siwon sekali lagi.

Kyuhyun langsung terduduk dan melihat ke sekelilingnya, membuat Siwon terkejut.

“Baby, gwenchana?”

“Hyung…”

“Kenapa,hm? Mimpi buruk?”

Kyuhyun tidak menjawabnya dan langsung menelusupkan wajahnya di dada Siwon dan seketika itu pula namja cantik itu menangis membuat Siwon kehilangan kata-kata dan hanya bisa mengusap punggung Kyuhyun dengan lembut. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan Kyuhyun, hanya saja ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakannya.

Siwon yang baru saja pulang kerja, menemukan Suho maupun Yeri yang sudah terlihat wangi dengan mandi sorenya, maid mengatakan jika Kyuhyun belum keluar kamar dari siang setelah bermain dengan Suho dan Yeri.

Maka Siwon pun segera menyusul ke kamar mereka dan menemukan Kyuhyun yang tengah tertidur dengan isakan kecil yang terdengar. Tetapi tiba-tiba bibirnya menggumamkan sesuatu dan wajahnya yang terlihat ketakutan, hingga membuat Siwon membangunkannya.

Setelah beberapa saat Kyuhyun pun melepaskan pelukannya.

“Ada apa, baby?” Tanya Siwon dengan kening berkerut khawatir dan Kyuhyun menyusuri wajah tampan itu.

“Aku… aku memimpikan Irene noona.”

“Huh? Irene?” Siwon memastikan.

“Ne~ Irene noona banyak berbicara denganku, termasuk mengenai rumah yang diberikannya.”

Siwon masih mendengarkan segala penjelasan Kyuhyun.

“Aku tidak tau, apakah ini beban bagi Irene noona, sehingga dia datang menemuiku? Tetapi aku sungguh bahagia, setidaknya aku bisa kembali bertemu dengannya walau hanya dalam mimpi.”

“Mimpi hanya bunga tidur, baby~”

“Tapi ini seakan terasa nyata, hyung~”

Siwon mengusap rambut Kyuhyun, membenarkan letak poninya. Mencium kepala Kyuhyun yang menghantarkan wangi shampoo apple itu.

“Mungkin Irene benar-benar ingin bertemu denganmu sebelumnya hingga ia datang dalam mimpi dan kalian bisa bertemu kembali, Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hm?” Siwon membelai pipi chubby dan putih itu dengan lembut.

“Neee~” Senyum tulus Kyuhyun terkembang diwajahnya.

“Lalu?”

“Lalu?” Ulang Kyuhyun.

“Mengenai mimpimu. Apa yang kau putuskan mengenai rumah yang diberikan Irene?”

Kyuhyun terdiam lama, hingga kini ia memandang lekat pada Siwon kemudian kembali tersenyum manis.

“Lusa kita pindah kesana.”

“Mwoo? Benarkah?”

“Ne hyung~ meninggalkan rumah ini bukan berarti melupakan, karena kenangan Irene noona akan selalu terekam disini (menunjuk kepalanya) dan disini (dadanya)”

Siwon kembali membawa Kyuhyun dalam pelukannya, “Ya baby.. Irene akan selalu ada dihati dan pikiran kita.”

“Mmm~ mm~ mm~” Gumam mulut kecil tiba-tiba dibelakang mereka.

“Yeri~”

“Dia tidak mau diam, nyonya~ sepertinya mencari anda.” Ucap maid yang membawa Yeri dengan kewalahan karena putri kecil itu sudha menggeliat tidak karuan.

Apalagi saat ia bisa melihat dengan jelas mommy-nya ada disana, bahkan tangan kecilnya langsung terentang pada Kyuhyun seakan memanggilnya. Kyuhyun hanya bisa tertawa kecil dan merentangkan tangannya mengambil Yeri dalam pelukannya.

“Selalu merindukan mommy, eoh?” Tanya Kyuhyun begitu Yeri sudah membenamkan wajah didadanya.

“Nee~ dia selalu menginginkanmu baby, apa pelukanku tidak sehangat dirimu?” Tanya Siwon dengan wajah tidak terima.

“Aku ini siapa, hyung?” Kyuhyun balik bertanya dengan smirk jahilnya.

“Mommynya.”

“Tentu saja pelukanku lebih hangat dari yang lain.”

“Ne, ne, ne Arraseoo~”

“Bukankah kau juga tidak ingin memeluk yang lain?” Goda Kyuhyun tanpa sengaja.

Dan rona pipinya seketika keluar saat ia menyadari bahwa maid mereka masih berada disana dengan Suho digandengan tangannya.

“Ahahaha~ hanya dirimu~ selamanya untukku.”

“Paboo~”

Dua hari kemudian…

Kyuhyun tengah menjelaskan apa yang harus dilakukan para maid yang tengah membantunya berkemas, ada juga yang sedang memasuki barang-barang mereka ke dalam truk. Hingga ia melihat foto pernikahannya dengan Siwon serta foto pernikahan Siwon dengan Irene yang masih terpajang disana.

“Kau…” Tunjuk Kyuhyun pada salah seorang maid yang ada didekatnya..

“Ya…”

“Tolong turunkan foto ini, bawa ke dalam mobil. Jangan sampai pecah ataupun rusak bingkainya.”

“Baik nyonya.”

Siwon yang berada tidak jauh darinya langsung mendekat dan melingkarkan salah satu tangannya di pinggangnya yang ramping.

“Sudah beres semuanya, Baby?”

“Sedikit lagi, aku hanya meninggalkan beberapa barang disini. Barang-barang kenangan noona… Sebagian lagi, aku membawanya ke rumah baru kita dan akan aku tempatkan di kamar kita dan juga kamar Yeri serta Suho.”

Siwon mencuri sebuah ciuman di bibir Kyuhyun yang mengerjapkan matanya dengan imut.

“Ya apapun itu, asal kau bahagia~”

Kyuhyun tersenyum tipis dan menyandarkan kepalanya di bahu Siwon sambil memejamkan kedua matanya.

“Apa pilihan ku sudah tepat?”

“Tentu saja, kita akan memulai semuanya disana, setelah Suho dan Yeri besar maka kita akan langsung menyerahkan rumah ini kepada mereka berdua.”

“Ya hyung…”

“Aku memikirkan sesuatu.”

“Memikirkan apa?”

“Membeli sebuah rumah lagi”

“Mwo? Untuk apa?”

Siwon mendekatkan bibirnya di telinga Kyuhyun, “Untuk anak ketiga kita nantinya” dan memainkan lidahnya di sekitaran telinga Kyuhyun.

Membuat Kyuhyun membulatkan matanya tidak percaya, ia memandang marah pada Siwon dan langsung mencubit pinggangnya dengan kuat.

“Yak!! Choi Pervert WON!!!!”

Siwon hanya merintih sakit dan tertawa dengan keras saat Kyuhyun bergegas pergi meninggalkannya, ia tahu jika Kyuhyun hanya malu saja.

Tidak terlihat oleh semua mata manusia, jika sosok yeoja cantik tengah berdiri di salah satu anak tangga dengan senyuman yang terus terkembang di wajahnya. Yeri yang sedang di gendong salah satu maid langsung tersenyum pada sosok itu.

Bahkan putri kecil itu melambaikan tangannya dengan riang, seolah mengucapkan selamat tinggal pada yeoja cantik itu hingga sesaat kemudian sosok itu pun mengabur dalam angin yang tak kasat mata.

Kyuhyun yang merasa sesuatu menyapu kuduknya langsung berpaling melihat kembali kedalam rumah yang hampir kosong itu. Sesaat kemudian ia pun berbalik menuju suami dan kedua anaknya yang sudah menuju mobil mereka.

Kepergian mereka mendapat restu dari Irene sendiri.

Perjalanan menuju Istana mereka memang tidak jauh dari istana lama mereka, namun pekerjaan yang mereka lakukan sebelumnya membuat tenaga-tenaga mereka terkuras hingga yang Kyuhyun lakukan hanya bersandar dijok mobilnya sambil memejamkan mata.

Sementara Siwon harus konsentrasi pada jalan didepannya dan sesekali melihat kebelakang karena Suho memanggilnya dengan aktif untuk melihat apa yang ada diluar jendela mobil mereka.

Hingga tak berapa lama sampailah mereka disana, didepan gerbang rumah baru yang indah itu. Siwon memasukkan mobil mereka ke dalam garasi sementara mobil barang mereka mulai mengeluarkan isinya dan memasukkannya ke dalam.

Tanpa menunggu lebih lama Kyuhyun langsung memasuki rumah baru mereka yang sangat indah itu, bernuansakan coklat keemasan yang memancarkan kemewahannya. Pertama kali Kyuhyun disambut dengan hall yang sangat luas yang dikelilingi dengan beberapa pintu dan berbagai vas bunga yang berdiri berjauhan satu sama lain.

Hall besar itu seperti ballroom dansa disebuah pesta dengan lampu hias diatasnya yang akan membuat siapapun tamat jika tertimpa dengannya, karena begitu banyaknya kaca-kaca kecil yang berbentuk bunga lili yang tertunduk ke bawah dengan lampu didalamnya.

Hall itu dihadapkan pada dua tangga yang terpisah dan menyatu diatasnya yang menghubungkan lantai dua dengan lantai bawah tempatnya berdiri. Namun bukan itu yang menarik mata Kyuhyun, tapi ditengah tangga itu terdapat Vas bunga besar yang berwarna putih dan didinding didepannya terdapat sebuah pigura yang sangat besar terpajang disana.

Perlahan tapi pasti Kyuhyun mendekati piano itu tanpa mengalihkan pandangannya dari gambar yang terpajang itu. Foto besar yang menampakkan dirinya memakai baju putih yang mewah berdiri dengan tangan digandengan Siwon yang juga memakai pakaian putihnya, hari itu saat mereka mengikat janji untuk bersama selamanya.

Kyuhyun tersenyum penuh arti melihat foto besar itu dan berterima kasih pada siapapun yang sudah punya ide meletakkan gambar paling penting itu disana. Dan yang pasti Irenelah pelakunya.

“Gomawo noona, terima kasih untuk segalanya.”

“Terima kasih untukmu juga, my love.” Ucap seseorang dibelakang sambil melingkarkan lengan dipinggangnya dengan erat.

“H-hyung…”

“Terima kasih sudah kembali baby~” Siwon menyusupkan kepalanya dileher jenjang Kyuhyun dan menghirup aroma vanilla yang memabukkan disana. “Aku mencintaimu.”

“Na-nado…”

“Nado apa?” Tanya Siwon sambil membalikkan badan Kyuhyun hingga menghadapnya.

“Nado saranghae.” Ucap Kyuhyun sambil menyusupkan kepalanya diceruk leher Siwon yang langsung mengangkat wajahnya.

“Aigooo~ masih malu-malu saja, eoh?”

“Ck!!”

“Ahahaha~ apa kau bahagia baby?” Tanya Siwon tiba-tiba serius.

Kyuhyun terdiam beberapa saat baru kemudian melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan suaminya yang sangat dekat itu. Mereka saling bertatapan menyalurkan kata-kata yang tidak bisa diucapkan hingga Kyuhyun mengalihkan tatapan dengan menundukkan kepalanya.

Tangannya bermain dengan kerah Siwon sambil memikirkan jawaban apa yang harus diberikannya untuk namja tampan suaminya itu.

“Walau tidak berapa lama kita kembali bersama, aku bahagia hyung.” Ucap Kyuhyun tanpa melihat Siwon.

“Jinjjayo?”

“Bahkan sejak aku memutuskan kembali padamu, aku tahu, aku akan bahagia.” Kali ini Kyuhyun menjawab sambil menatap mata suaminya itu dengan dalam.

Tanpa menunggu lebih lama lagi Siwon langsung menempelkan bibir tipisnya pada bibir Kyuhyun dan membawanya dala ciuman cinta yang sangat dalam. Kyuhyun tersenyum dalam ciumannya sambil melingkarkan lengan dileher Siwon dan melupakan dimana mereka berada sekarang.

Ciuman intens itu membuat keduanya saling menginginkan satu sama lain dengan degup jantung yang saling bersahutan. Bahkan sekarang kedekatan tubuh mereka tidak menyisakan sedikit pun celah diantaranya.

Siwon bersumpah jika ia tidak bisa memiliki Kyuhyun seutuhnya ia bisa saja gila, namun sayang…keadaan yang tidak memungkinkan membuat mereka berdua harus menahan diri masing-masing saat satu suara kecil memanggil Kyuhyun dari belakang.

“Mommy…” Suho berdiri dengan kepala yang dimiringkan dan kening yang berkerut.

Langsung saja Kyuhyun melepaskan dirinya dan melihat kearah lain dengan pipi yang merona dan bibir yang merah merekah. Sementara Siwon berpaling kebelakang melihat Suho dengan senyum manisnya yang menawan.

“Waeyo Babyboy?” Tanya Siwon kemudian.

“Ucu~ daddy~ ucuuu~” Suho langsung menghambur memeluk kaki daddy-nya dengan mulut yang masih mengerucut imut.

Siwon hanya bisa tertawa dan mengambil putra kecilnya itu kepangkuan dan memeluknya dengan erat kemudian melepasnya lagi. “My precious~”

“Ucuuu~” Protes Suho dengan wajah sulkingnya.

“Ahahaha~ arraseo~ kajja~ daddy yang buatkan.” Siwon beranjak dari sana setelah melihat Kyuhyun yang masih menenangkan dirinya sendiri.

Saat itu salah satu maid yang menjaga Yeri datang membawa putri kecil itu melihat mommy-nya yang masih terdiam disana.

“Nyonya…”

“Huh? Ehh, waeyo??” Tanya Kyuhyun gugup.

“Nona muda menangis.” Jawab maid itu sambil melihat Yeri.

“Ohh~mm~ ne…” Kyuhyun berjalan mendekati mereka.

Ya, putri kecil itu akan menangis jika sudah lama tidak dipelukan mommy-nya tercinta hingga Kyuhyun harus selalu berada didekatnya walau Yeri dijaga maid khusus untuknya.

“Yoo~ uri princess~ waeyo?”

“Mm~mm~ mimimimi~”

“Hooo~ ini mommy, kenapa? Rindukah?” Tanya Kyuhyun dengan wajah playfull-nya.

Sebagai jawaban Yeri malah menepuk-nepuk wajah cantik mommy-nya dengan wajah sulking dan mulut yang mengerucut.

“Ahahaha~ dia maraah~” Kyuhyun mengangkat Yeri tinggi-tinggi sambil tertawa dan menurunkannya kembali kemudian menggesekkan hidungnya pada hidung kecil putri cantiknya itu. “Nanti cantik-nya hilang princess, jangan marah-marah.”

Namja cantik itu melihat putri kecilnya dengan mata berbinar dan senyum yang menampakkan semua giginya. Mau tidak mau wajah sulking Yeri berubah perlahan sambil menyusuri wajah cantik yang sangat bahagia itu.

“Mmmi, mimimi~” Panggil Yeri akhirnya dengan riang menampilkan gusinya.

“Ahahahaha~ dia tidak mau cantiknya hilang. Memangnya Yeri ngerti, eoh? Tidak kan? Dasaaar~” Kyuhyun memberi putrinya death glare dan smirknya yang mengerikan.

Para maid yang disana hanya bisa menyaksikan interaksi ibu dan anak itu dengan gelengan kepala mereka. Choi Kyuhyun memang berbicara dengan putri kecilnya itu seperti bicara dengan temannya.

Namun putri kecil itu selalu bereaksi atas apa yang dilakukan mommy cantiknya itu, mungkin karena ekspresi yang sangat menggemaskan ada diwajahnya.

“Baby…” Panggil Siwon sudah kembali dari dapur.

“Susu Yeri ada?” Tanya Kyuhyun begitu melihat Suho berjalan dengan botol susu dimulutnya. “Babyboy~ kenapa minum susu jalan-jalan?” Lanjutnya kemudian.

Dengan patuh Choi Suho segera mencari sofa dan berbaring disana dan meminum susu-nya dengan tenang. Sementara Siwon hanya bisa tersenyum manis dan memberikan botol susu berwarna pink untuk Yeri yang menerimanya dengan senang.

Kemudian mereka berdua pun berjalan menyusul Suho dan duduk disampingnya dengan kepala bocah kecil itu diangkat Siwon diatas pahanya. Dan keluarga kecil itu pun menghabiskan sore dengan penuh kebahagiaan disana.

Tak banyak perubahan yang terjadi dalam pernikahan mereka di rumah baru itu. Hanya saja mungkin kini Siwon lebih banyak mencurahkan kasih sayangnya kepada istri dan anak-anaknya. Tidak perlu ada rasa berbagi kembali dan iri hati lagi karena rasa ketidak-adilan.

Begitu juga Kyuhyun yang merasa lega sekaligus berterima kasih sebanyak-banyaknya karena mendapatkan kebahagiaan itu sepenuhnya tanpa harus menahannya seperti dulu. Terima kasih untuk Irene noona yang sudah menjadi perantara untuk kebahagiaannya ini.

Kyuhyun menjalani hari-harinya sebagai dokter muda dengan dua anak yang sangat menggemaskan dan suami yang sangat memesona. Jika melihatnya mungkin sebagian orang akan merasa iri dengan kebahagiaan yang didapatkan Kyuhyun yang bahkan tidak dikenal siapapun sebelumnya.

Kini ia dikenal dengan dokter terbaik dan memiliki kemampuan dan kesempurnaan dalam hidupnya bersama suami dan anak-anaknya.

Walau begitu, ia tetaplah seorang istri yang akan menjaga keluarga kecilnya jika ia sudah ada dirumah. Karena itu juga saat ini ia sedang sibuk menata buah-buahan segar yang sangat disukai Suho dan Yeri dalam keranjang.

Terlalu focus pada pekerjaan yang dilakukannya, Kyuhyun tidak mengetahui jika sedari tadi suaminya memandang dengan penuh cinta kepadanya. Siwon tidak perlu merasa malu untuk menunjukkan cintanya secara terang-terangan pada Kyuhyun walau didepan maid-maid mereka sekalipun.

Tapi bagi Kyuhyun yang tidak bisa seperti itu, setelah pindah ke rumah baru namja cantik itu tidak banyak membawa maid untuk tinggal bersama, kecuali untuk membantunya mengurus rumah dan anak-anak mereka.

Siwon berjalan mengendap dibelakang Kyuhyun tanpa namja cantik itu sadari, hingga kini badannya telah sangat dekat dengannya. Saat Kyuhyun hendak berbalik…

“Omo…!!!”

Hampir saja kepala mereka berbenturan dengan kerasnya, dan Kyuhyun hanya bisa mengusap dadanya karena terkejut. Kyuhyun langsung memberi suaminya itu tatapan yang mematikan saat melihat Siwon yang tersenyum dengan cengiran di hadapannya itu.

“Hyung, kenapa tidak bersuara, eoh??”

“Surprise baby~ aku merindukanmu.”

Siwon merentangkan tangannya hendak memeluk Kyuhyun, tetapi langsung di cegah namja cantik itu.

“Tidak disini hyung” Kyuhyun melihat ke lantai atas maupun kanan dan kirinya.

“Kau malu, baby?”

Pipi Kyuhyun langsung merona merah mendengar itu namun tatapan tajam mata cantiknya itu tidak bisa dihentikan Siwon.

“Sudah sana!!mandi dulu, aku akan menyiapkan makan malam untuk kita.” Kyuhyun mengusir Siwon dengan mendorongnya menjauh.

“Baiklah,baiklah, cium dulu.”

“Memangnya kau anak kecil hyung?!?!”

“Popo dulu baby~”

“Hyung!!!” Death glare Kyuhyun semakin tajam membuat Siwon menyerah.

“Ba-baiklah, sebagai gantinya, setelah makan malam maka giliranku untuk memakanmu, deal!!”

“Yak!! Siwon!!!”

Siwon langsung berlari menuju kamarnya dengan tawa riang menyertainya, jangan sampai amukan Kyuhyun merusak rencana malam indahnya nanti. ^^

**

Malam pun menjelang dan waktu makan malam mereka pun berjalan dengan tenang, sesekali Siwon akan menyuapi Kyuhyun dengan makanan dipiringnya, begitu juga sebaliknya. Suho tidak ikut makan karena sudah tertidur lebih dulu setelah Kyuhyun memberi mereka makan, begitu juga dengan Yeri.

Jam malam mereka biasanya sampai jam 7, tetapi hari ini mereka sangat kelelahan karena bermain di taman dan juga ikut menemani Kyuhyun berbelanja. Setelah makan keduanya langsung tewas karena kelelahan dan kekenyangan.

“Hari ini kau membawa Suho dan Yeri berbelanja, hm??”

Kyuhyun mengangguk.

“Mereka tidak merepotkanmu?”

“Tidak hyung, lagi pula Suho seperti sangat membantuku untuk menjaga adiknya”

“Suho memang Choi sejati.”

“Yeri pun Choi, hyung~”

“Ne~ Yeri adalah princess istana ini dan menurunimu.”

“Maksudmu??”

“Selalu harus dilindungi dan dijaga sepenuh hati.”

“Mwooo??”

“Karena kalian permata hatiku baby~”

“Ck.. cheesy”

“Hanya untukmu.”

“Mmm~ bagus!”

Kyuhyun kembali menyuapkan makanan ke dalam mulut Siwon, jika tidak didiamkan maka Siwon akan terus melancarkan gombalan-gombalan yang menggelitik perutnya. Bukan Kyuhyun tidak menyukainya, hanya saja Kyuhyun tidak pernah bisa menahan rona merah di pipinya jika Siwon mengatakan kata-kata manis itu untuknya.

Makan malam mereka pun selesai tanpa ada hambatan dengan Kyuhyun yang benar-benar kekenyangan karena Siwon terus menyuapinya dengan makanan dipiringnya walau Kyuhyun masih punya miliknya sendiri.

Dan setelah itu mereka berdua pun memutuskan untuk menghabiskan waktu mereka di dalam kamar saja sebelum buah hati keduanya terusik dalam tidur mereka.

Hingga akhirnya malam pun semakin berjalan, kedua insan itu kini tertidur dengan saling berpelukan diranjang mereka membuat malam yang terasa dingin kini berganti menjadi hangat. Baik Kyuhyun maupun Siwon masih tidak ingin memejamkan mata mereka, karena saat ini menikmati waktu berdua dikala mempunyai anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan bukanlah hal yang mudah.

Terkadang Yeri ataupun Suho selalu memonopoli Kyuhyun atau pula Siwon dikala mereka memang menginginkannya. Hal itu membuat Kyuhyun ataupun dirinya tidak bisa saling menikmati kehangatan mereka masing-masing.

Tapi, tentu saja itu tidak menjadi halangan yang berarti karena kedua permata mereka lebih berharga dari diri mereka sendiri. Waktu untuk bersama bisa mereka pikirkan caranya saat bocah-bocah kecil itu terlelap seperti sekarang ini.

Siwon yang tidur menyamping masih setia mengusap setiap jengkal kulit Kyuhyun yang terabanya. Baju piyama Kyuhyun yang berbentuk kimono memudahkan Siwon untuk sedikit meringsek bagian bahunya. Menampilkan kulit yang bersih dan putih.

Siwon mendekatkan hidungnya hingga bisa mencium wangi bunga yang menguar di tubuh huswife nya itu. Awalnya hanya sekedar mencium wangi, hingga kini digantikan menjadi kecupan-kecupan kecil yang sangat banyak.

Kyuhyun tentu saja senang mendapatkan perlakuan lembut dan penuh cinta itu hingga ia pun menengadahkan kepalanya menampilkan leher jenjangnya yang putih agar bisa terjangkau semua oleh Siwon.

Kehangatan yang sebelumnya terasa kini menciptakan hawa panas didalam kamar mereka karena sentuhan dan kecupan cinta itu.

Siwon semakin leluasa menelusuri leher Kyuhyun dan dengan cekatan memberikan tanda-tanda cinta di leher itu maupun bahu putih Kyuhyun. Setelah beberapa saat ia kembali melihat hasil perbuatannya, dan secarik senyum jahil terpatri dibibirnya.

Ia melihat bagaimana Kyuhyun menutup matanya menikmati apa yang dilakukannya dengan bebas. Pemandangan yang sungguh menggoda jiwa hingga perlahan tangan Siwon tergerak untuk mengusap sisi wajah Kyuhyun yang memang saling berhadapan dengannya membuat Kyuhyun membuka mata melihatnya.

“Kau sangat cantik, baby~ sungguh cantik.”

Kyuhyun kembali harus menutup matanya, saat Siwon mempertemukan bibir tipisnya di atas bibir tebal Kyuhyun. Menyatakan diri bahwa ialah pemilik Kyuhyun, tidak akan ada siapapun yang berhak atas diri Kyuhyun selain dirinya.

Siwon menyalurkan rasa cintanya yang dalam lewat ciuman mereka, ia melumat bibir atas dan bawah Kyuhyun dengan perlahan. Melenguh tertahan adalah hal tepat yang dilakukan oleh Kyuhyun. Suara itu semakin meningkatkan gairah rasa yang terpendam, seiring dengan tangan Siwon yang bergerak aktif dalam piyama Kyuhyun.

Tidak ingin melewatkan sejengkalpun kulit dari huswifenya itu. Suara desahan, rasa yang bersatu membuat suasana kamar yang sengaja di beri kedap suara menjadi semakin panas. Bahkan selimut mereka sudah terjatuh di bawah ranjang tanpa mereka sadari.

“Baby, izinkan aku…”

“Miliki aku, hyung… miliki aku~ seperti pertama kalinya…”

Jawaban Kyuhyun membuat debaran jantung Siwon semakin membuncah rasanya membuatnya kembali mempertemukan bibir mereka membawa Kyuhyun dalam asa yang penuh akan kasih sayang. Tidak pernah berniat untuk melepaskannya dengan mudah, ia ingin merengguk segala rasa manis yang ada pada Kyuhyun, cintanya.

“Hyyuungghh…”

Siwon menatap penuh gairah saat melihat Kyuhyun yang menghirup nafasnya dalam-dalam, menciptakan dada yang naik turun dan siap untuk di terkamnya. Piyama yang telah terbuka menampilkan seluruh badan putih yang selalu tertutup itu.

Siwon hanya menempelkan dengan telapak tangannya didada Kyuhyun mencoba membiasakan diri. Hingga tangan itu dengan terampil memberikan treatment pada salah satu pucuk yang meminta untuk di rasakan kenyamanan, bibirnya dengan terampil meraup salah satunya lagi, melingkupinya dengan kehangatan dan memberikan kenikmatan yang semakin memberikan efek kenikmatan bagi Kyuhyun.

“Ohh~ Hyunghh~”

Siwon kembali memberikan treatment pada dada satunya lagi, memberikan keadilan yang membuat Kyuhyun semakin pusing dibuatnya.

Bibirnya dengan lihai menuruni perut yang tidak sepenuhnya rata itu, apapun keadaan Kyuhyun. Siwon sangat mencintainya, tidak seramping dulu tidak menjadikan dirinya berpaling. Kyuhyun adalah hidupnya, memberikan kebahagiaan dengan melahirkan Suho, dan jika boleh ia berharap Siwon menginginkan satu baby kembali untuk memenuhi kebahagiaan mereka di istana Choi.

Siwon telah berhenti di depan pusat kenikmatan Kyuhyun, meniupkan hawa panas yang menjadikan Kyuhyun melengkungkan tubuhnya. Meminta lebih itulah yang diinginkannya, melupakan segalanya.

Biarkan malam ini Kyuhyun menjadikan pelampiasan atas gairah Siwon, biarkan Kyuhyun memenuhi kewajibannya kembali untuk menjadi huswife seutuhnya bagi Siwon. Ini bukanlah pertama kalinya tetapi semua selalu terasa lembut dan penuh cinta. Seperti saat pertama kalinya Kyuhyun merasakan keindahan itu.

Hari demi hari pun berlalu dengan kebahagiaan yang tidak bisa ditukar dengan apapun didunia ini. Kehidupan keluarga mereka selalu memberikan pengalaman baru saat mereka menjalaninya setiap hari.

Dengan Siwon yang selalu berusaha membantu Kyuhyun menjaga buah hati mereka walau kesibukan dikantornya tidak bisa ditunda. Begitu pula dengan Kyuhyun yang selalu bisa memenuhi kewajibannya sebagai dokter dan sebagai mommy bagi dua buah hatinya di rumah.

Bahkan Kyuhyun tidak pernah melalaikan tugasnya sebagai istri yang baik dengan menyenangkan suaminya di setiap waktu. Apalagi mengingat permintaan Siwon untuk menjaga kesehatannya dengan baik karena namja tampan itu menginginkan penghuni baru Istana mereka.

Ya…Siwon menginginkan bayi.

Karena hal itu, setiap malam Siwon melaksanakan keinginannya itu agar Kyuhyun bisa memberikannya pangeran lagi.

Namun seiring dengan berjalannya waktu Kyuhyun tidak merasakan perubahan apa-apa pada dirinya. Bahkan hingga bulan demi bulan pun berganti dengan sendirinya namun Siwon tidak pernah menyerah, sementara Kyuhyun hanya bisa berbahagia dengan semua cinta yang diberikan Siwon untuknya itu.

Setiap harinya Kyuhyun menjalani rutinitasnya seperti biasa, tidak ada yang aneh dari dirinya walau akhir-akhir ini selalu mengalami pusing dan juga mual. Tetapi menurutnya itu akan menghilang jika ia banyak istirahat dan mengurangi kerjanya. Kyuhyun berpikir jika dirinya mengalami hal itu, dikarenakan kelelahan.

Siwon telah pergi beberapa jam yang lalu, tetapi Kyuhyun masih enggan untuk melakukan aktifitasnya. Apalagi Siwon sudah mengancamnya jika ia turun dari ranjang hari ini, karena namja tampan itu ingin ia beristirahat.

Karena Kyuhyun memang penurut jadilah ia tinggal diranjang dengan dua buah hatinya yang dibawa Siwon sebelum pergi. Sampai satu jam kemudian Kyuhyun masih terlalu betah diam didalam selimutnya, bermain dengan Suho dan juga Yeri yang bahkan telah tertidur lagi disampingnya.

Tiba-tiba saja perut Kyuhyun bergejolak dengan hebat hingga ia tidak bisa menahan sakitnya, secepatnya Kyuhyun bergegas menuju kekamar mandi dan mengeluarkan isi perut yang hanya berupa air karena memang belum dimasukkan hal lain.

“Waeyo?” Tanya Kyuhyun pada dirinya pada cermin disana. “Kenapa semakin parah?”

Kyuhyun berdiam diri sejenak memikirkan apa yang sedang dialaminya beberapa hari itu. saat kepingan ingatan itu menyatu dalam benaknya, mata cantik Kyuhyun pun melebar dengan sempurna. “Tidak mungkin!!” Sangkal Kyuhyun cepat.

“Tidak mungkin aku…benarkah? Siwon hyung…”

Kyuhyun menimbang-nimbang lagi, apakah… ia kembali mengingat terakhir kali mereka melakukan itu adalah lusa malam. Karena semalam Yeri rewel dan tidak mau lepas darinya. Tapi, beberapa minggu belakangan mereka memang sangat aktif melakukan itu setiap malam seperti keinginan Siwon.

Apakah…

Tiba-tiba bunyi ketukan dari pintu kamarnya membuat lamunan Kyuhyun terhenti dan ia segera keluar dari sana. Namja cantik itu berjalan menuju pintu kamarnya dan menemukan salah satu maid berdiri disana dengan wajah riangnya.

“Apa nyonya Choi mau sarapan?” Tanyanya tenang.

“Kau…”

“Ya nyonya…”

“Bisakah aku menitipkan Suho dan Yeri? Aku hanya akan keluar sebentar.”

“Ah ya, baik nyonya~” Angguk maid itu dengan cepat. “Ta-tapi nyonya belum sarapan.”

“Aku tidak mau. Tolong jaga mereka sebentar.”

“N-ne…”

Kyuhyun mendekati Suho dan mencium keningnya, “Mommy pergi dulu sebentar ya sayang, jangan nakal, jika Yeri bangun.. jangan membuatnya menangis, arraseo?”

“Alaceo mommy.”

“Anak pintar.” Ucap Kyuhyun sambil menurunkan bocah kecil itu dari ranjang.

Maid itu pun mengambil Yeri setelah Kyuhyun mengecup kening putri kecilnya itu, kemudian menggandeng tangan Suho untuk berpindah kamar, meninggalkan Kyuhyun yang bahkan kini terlihat bingung.

“Ah… Eotteokhaeyo???”

Kyuhyun mengusak rambutnya kasar, melihat ke cermin menelusuri wajahnya dengan perlahan hingga tatapannya turun kebagian bawah dan ia terpaku memperhatikan bagian perutnya yang masih rata.

“A-aku harus memastikannya terlebih dahulu.” Gumamnya cepat dan bergegas kembali ke kamar mandi.

**

Sementara itu di salah satu gedung pencakar langit milik pengusaha ternama Choi Siwon.

Namja tampan itu baru saja selesai menghadiri meeting penting untuk penanam saham-saham baru diperusahaannya itu. Begitu sampai kembali diruang direkturnya, ia hanya dibuat heran dengan sebuah kotak yang terduduk rapi diatas mejanya.

Sejak kapan kotak itu ada disana dan siapa yang mengirimnya? Kenapa tidak ada yang memberitahukan apa-apa padanya.

“Presdir, ada yang perlu anda tanda-tangani” Ucap sekretarisnya tiba-tiba.

“Ohh, mmm~ kemarilah.” Siwon pun sedikit menyimpan kotak itu kesamping lalu mengambil file dari sekretarisnya kemudian menandatanganinya tanpa perlu mengecek kembali, karena ia mempercayai pegawainya itu dengan pasti.

“Ah, apa kau tahu siapa yang menaruh kotak ini??”

“Resepsionis… katanya dari Mrs. Choi.” Ucap yeoja cantik itu dengan senyumnya.

“Ah begitu, baiklah, terima kasih.” Siwon menyerahkan kembali filenya tanpa melihat sekretarisnya lagi karena ia terpaku pada kotak milik huswifenya itu.

“Ya sama-sama presdir.”

Setelah yeoja cantik itu keluar, Siwon memperhatikan kotak itu dengan lekat, lama ia hanya memandang dengan pikiran apa yang dilakukan Kyuhyun? Membuat surprise? Atau apa? karena biasanya namja cantik itu tidak pernah melakukan ini untuknya.

Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Siwon pun mencoba untuk membuka kotak itu dan melihat isinya. Rasa penasaran-nya mengalahkan keinginannya untuk menghubungi Kyuhyun dan menanyakan kebenaran kotak itu.

“Ini…” Siwon kehilangan kata-kata melihat isi dari kotak kecil itu.

Ada sebuah surat dan juga dua buah barang… Siwon memilih untuk membaca surat itu terlebih dulu karena ia ingin mendapatkan penjelasan secepatnya.

**

Kau senang kan, Siwonnielu??

Keinginanmu bisa kembali terwujud…

Aku pun sangat bersyukur… pulanglah setelah membaca ini, aku menunggumu di rumah…

From.. Kyuhyun Choi

**

Flashback
Kyuhyun berganti baju dan bergegas menuju apotik munggunakan mobilnya sendiri. Begitu sampai disana, membeli test pack adalah hal utama yang dilakukan Kyuhyun. Kemudian ia pun segera pergi darisana sebelum penjaga apotik sempat melihat pipi cantiknya yang ingin merona merah.

Kyuhyun memutuskan untuk tidak langsung pulang kerumah dulu tetapi lebih memilih menuju mall terdekat. Entahlah… jika apa yang dirasakannya bukan kenyataan, Kyuhyun akan menghibur dirinya disana, begitulah pikirnya.

Jika pemikirannya benar, maka ia akan melihat wajah bahagia suaminya begitu tahu yang dinantikannya menjadi kenyataan. Sudah berbulan-bulan Kyuhyun mengharap untuk bisa mewujudkan keinginan Siwon itu, tapi selalu tidak ada tanda-tanda apapun.

Setelah memasuki mall besar yang ada ditengah kota itu, tempat selanjutnya yang di tuju Kyuhyun adalah toilet. Toilet di mall itu adalah tempat yang past untuk mencoba test pack yang sudah dibelinya.

Dengan tangan gemetaran Kyuhyun membuka salah satunya dan mencobanya, tapi karena tidak puas Kyuhyun pun mencoba dengan test pack lainnya. Setelah menunggu hingga 3 menit Kyuhyun pun menutup matanya tidak yakin.

Tiga menit selanjutnya akhirnya Kyuhyun membuka mata perlahan dan melihat dua benda itu dengan dada yang berdegup kencang.

Disana didalam benda putih pipih itu tercetak dua garis merah yang terlihat sangat jelas dimatanya. Kyuhyun melihat benda itu sekali lagi dan 4 garis merah kini terpampang jelas dimatanya.

“Ap-apa.. apa ini benar?? Apakah ini benar??” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

Tapi detik selanjutnya…

“Yuhuuuuuu!!!!Siwonniekuuu!!!!”

Teriak Kyuhyun dengan bahagianya tanpa sadar bahwa ia sedang berada ditempat umum. Hingga ketukan dipintu toiletnya membuat mata Kyuhyun melebar tidak percaya.

“Hoooohh~” Kyuhyun mengelus dadanya untuk menurunkan kadar kebahagiaannya yang diluar batas itu.

Namun setelah itu namja cantik itu pun tersenyum-senyum dengan senangnya memikirkan apa yang akan terjadi pada Siwon nanti. Kyuhyun akan kembali merasakan kehamilan, Ia akan kembali memberikan keturunan untuk suami tercintanya.

Apalagi yang lebih membahagiakan dari ini?

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun akhirnya keluar toilet dan menuju sebuah toko kado. Ia membeli sebuah kotak dan meminta penjaga toko untuk meletakkan kedua test pack ke dalamnya.
Kemudian meminta yeoja cantik itu untuk membungkusnya dengan rapi.

Setelahnya Kyuhyun bergegas pergi dari sana dan memanggil taksi untuk membawanya ke tempat tujuannya yang terakhir.

Sesampainya disana, Kyuhyun hanya menyerahkan kotak itu kepada resepsionis yang ada di loby perusahaan itu.

“Berikan pada presdir, aku tidak bisa berlama-lama disini.”

“Nyonya tidak akan bertemu dengan presdir?”

Kyuhyun menggeleng, “Terima kasih sebelumnya, permisi.” Dan Kyuhyun pun pergi berlalu begitu saja.

Flashback end

**

Setelah membaca surat kecil itu, tanpa banyak berpikir Siwon pun segera melesat meninggalkan kantornya. Beruntunglah jika hari ini ia tak mempunyai meeting lain lagi, karena hal yang paling ingin dilakukannya saat ini adalah memeluk istrinya.

Namja tampan itu mengendarai mobil dengan kecepatan penuh dengan isi kepala wajah Kyuhyunnya yang tersenyum simpul.

Betapa Siwon ingin segera memeluknya hingga begitu sampainya di pelataran parkir. Siwon segera berlari memasuki rumahnya, mencari-cari keberadaan sang istri tercinta.

“Selamat datang tuan…” Sapa maidnya diruang tengah.

“Dimana istriku?”

“Dikamar anak-anak.”

Siwon pun segera berlari menuju kamar anaknya dilantai dua dan menghembuskan nafasnya begitu tiba didepan pintu Suho dan Yeri.

Kemudian dibukanya secara perlahan pintu kamar itu dan terlihatlah Kyuhyun yang sedang bercengkrama dengan Suho dan Yeri, oh.. pemandangan yang sangat menyejukkan hati. Siwon melangkah masuk dengan perlahan, mendekati ketiganya tanpa suara.

Hingga Suho mampu mengetahuinya dan berteriak riang saat melihat daddynya dibelakang mommy-nya.

“Daddyyy….” Suho beranjak dari duduknya dan segera berlari menuju Siwon.

“Hay baby boy, miss me, heum??”

Kyuhyun membalikkan badannya untuk melihat Siwon yang kini juga sedang menatapnya dalam. Namja cantik itu tersenyum simpul sambil mencoba menggendong Yeri.

Kemudian Kyuhyun pun mendekati suaminya perlahan dengan tatapan yang berbinar penuh cinta. Jika Suho tidak memeluknya, Siwon sudah menghambur memeluk cinta dalam hidupnya itu dengan erat.

Begitu Kyuhyun sampai di sampingnya, Siwon tidak ragu untuk mengecup bibir istrinya itu dengan segenap cintanya.

“Baby…”

“Apa?” Tanya Kyuhyun memasang wajah datarnya.

“Aku sudah melihat dan membacanya.”

“Lalu?”

“Gomawo, jeongmal gomawo my baby.” Siwon mengecup kening Kyuhyun dalam.

“Apa kau bahagia, Siwonnie?”

“Kata bahagia saja tidak cukup untuk menggambarkan perasaanku saat ini.”

Kyuhyun memutar bola matanya pada kata cheesy itu namun tidak bisa dipungkirinya bahwa ia merasa bangga pada dirinya sendiri karena bisa memberikan kebahagiaan itu untuk suaminya tercinta.

“Tapi…”

“Tapi??”

“Aku masih ragu, hasil test pack belum tentu akurat”

“Besok kita akan segera memeriksanya, aku akan mengantarmu”

“Lalu dimana benda itu?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Huh?”

“Test packnya…”

“Mwoo? Tinggal di kantor!!”

“Mwoooo????”

“Ahahahaha~ kita akan mengambilnya besok.” Ucap Siwon tenang sambil menarik Kyuhyun dalam pelukannya.

“Hyung yakin, dia my prince.” Ucap Siwon tiba-tiba.

“Mwooo?”

“Karna itu hyung sudah punya nama untuknya.”

“H-hyung…ka-kau…” Kyuhyun melihat suaminya tidak percaya.

“Uri Choi Minho.”

“Choi Minho?”

“Ne~ dia akan jadi pelengkap keluarga kita, sekali lagi jeongmal gomawoyo, baby.” Ucap Siwon menatap Kyuhyun lekat.

“Nado hyung~ terima kasih sudah membawaku dalam hidupmu.”

“Kau takdirku.”

“Selamanya.”

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya dalam dekapan Siwon. Mereka berpelukan erat dengan Suho dan Yeri yang berada di tengah-tengah.

Keluarga bahagia itulah yang pasti akan dilihat semua orang, karena kini kebahagiaan mereka akan semakin lengkap dengan kehadiran anak ketiga, hanya berharap bahwa segala kebahagiaan tak pernah sirna dengan cepat dalam keluarga kecil mereka.

‘Sampai bertemu nanti, Choi Minho.’

**
“Hari dimana aku menjawab iya untuk menikah denganmu, hari itu kutahu takdirku telah dituliskan oleh-Nya.”

The Day My Destiny Is Written.

-THE END-

Note :

Akhirnyaaa… kini kita telah bertemu di penghujung ff the day.. terima kasih banyak akan banyaknya dukungan dan cinta untuk ff ini dari awal sampe akhir.. bolehkah saya menyebutkan jika ff ini sukses?

Semoga di lain kesempatan bisa kembali berduet dengan Umma, sampai bertemu kembali di lain kesempatan dan sekali lagi terima kasih ya semuanya… love u phulll…

-Miss Lee-

Sekali lagi terima kasih semuanya, tanpa kalian kami bukan apa2, teruslah disisi kami sampai kalian bosan dan berpaling..karna kami akan ada sampai saat itu..ehehe.
Jeongmal gomawo..*bow. Love you Always Lovely Readers.

Untukmu Vira, jeongmal gomawo sudah mau bekerja sama dgn umma, umma nggak nyangka Vira mau, krna umma nggak pernah kepikiran untuk memintanya, takutnya tidak bisa..ehehe.
But, akhirnyaaa..gomawooooo. -Vie

Thanks to :

ENPKyu, Studangmonkey, Miss Eima, Wk_elfa, Liana Cho, Yong do jin, Diah Kurnia, Shill, Adethakyu, Kyumine, Choixcho, Mulianasiwon, Cheche, Little13, Mycho_i, Marsya Widtaswari, Puput, Kyurin, Asya gyu, Nanidhani, Jakyu, Angelawonkyu, Desviana Dewi, Ratnasparkyu, Kyuvil, Maykyu, Rossy Sparnest, Joom ah, Ahra Yessica, Chooo, Rie, Choineetha, Reni Seodiyo, Merchy,

Honey, Hyunmiikim, Sifhukyu, Nanapanda, Xena, Nidit, Suciibabycho, Yunnie, Retno1990, Tyawonkyu, Ruri Masruroh, Yolyol, Nunuwahab, Henhen99, Ciput, Zita Frauke, Sofa1013, Riniasih, Siti Nurazizah, Andinganiskatrina, Hanna Shijiseok, Anisah Sparkyu, Novia/Kyuviana, Anabel Wonkyu, Anna, Anbar, Faditahelyasokaelf, Gaemkyuji, Nae13elf, Jessica.e, Syifa Nurul, Vietakyu,

NanyKyu, Wonkyu Taoris, Dienna_choi, YunheeWKS, Fitri MY, Aida Hatsuki, Cho KyuNa, Nuraya98, Leehyesun13, Xppl0112, Yulianasuka, Wonkyuluv, Kiki, Kyuian Cho, Maya, Rina, Mayya Maria, Wonkyubaby, Ayoora, Kim Isa, Dewi2306, Sabrina, 1013wk, Hindun Shin Ri Hyun, Selma, Kimyesung323, Deacy, Mayhaelf96, Riafitria, Isna Mawad, Angel Sparkyu, Ryupyo, Santilov, Fauziah Ika, Dini Yuniarti, Jeng Devy, Rulli Manasari, Nmonika57, Dianandria, Sikidal27, Kaiaz,

Kyunmiechan, Ika, Lieakei, Alfireindra, Dubuchoi, Lestari0411, Vivifitria407, Anggun Aiibhy, Eka Elf, Kyupii, Fafanisa, Cynthiagraces, Dhea, Fikamhrn17, Windy Cenoll, Anin Arlunerz, Damskee, Efrida Yani, Sitkhomariah, Choihyohee, Kyuhyunmommy, Dee, Yongmi, Junny Elf Sparkyu Cho Kyuhyun, Arsyoung10, Sari, Noni, Mutiarainsani, Fefaah1013, Firdhalove, Kyukyu, Wahyu Kyu, Puspita, Eka Augestleni, RafizaPNF, Annaamyati21, Mira Haryanti, Rhyerii, Nosa, Demikyu, Kyuzi, Gaem, Rizkyuwon, Hae_tsa, Yuki Wonbabykyu,.

Untuk nama yang ada di FACEBOOK, TERIMA KASIH CHAGIYAA^^

Untuk yang tidak diketahui namanya..Jeongmal gomawo sudah membacanya ne^^

 TERIMA KASIH UNTUK SEMUANYAAAA.

SAMPAI JUMPA DI FF YANG LAIN.

With Love.

Vie & Miss Lee

74 thoughts on “The Day 12 (Ending)

  1. Chukae…akhirnya wonkyu dah happy ending. Chukae juga buat author-nim yang dah sukses bikin the day. Thank you dah bikin story yang selalu dinanti. Hehehe…maap ni bacanya rada telat. Ditunggu next ff nya yg keren2….. sekali lagi Chukae… 😊😊😊

  2. –Senangnya…happy ending.
    Kyunie hamil lagi??cie yg mau dpt dedeq baru suho…semoga irene bahagia juga di sana.
    Wondad senang banget tuh bs pnya anak lagi
    Gk sia sia usahanya.hahhaha..
    Makasih y..eonnie buat Ceritanya..I’m so very happy..ditunggu epilognya..maksa banget aq y…

  3. Ini beneran udh end yah? Huhu seneng bgt bacaanya… Ngikutin dri awal rasanya ikut ada jg dalam critanya…
    Siwon mank udh dtakdirin buat kyuhyun yah… Smoga mrk bahagia selalu… Dtggu khadiran choi minho…🙂 jongmal gomawo vie dan miss lee.. Dtunggu next ff projectnya…

  4. Yeay…..
    Akhirnya ff ini brakhir dg happy ending.
    Suka bnget sama endingnya onnie…
    Kyu hamil lagi tuch.
    Kluarga mreka bkal dpat tambahan anggota baru lagi…

  5. yuhuuuuu… akhirnya happy ending!!!!
    yah kkkk cepatlah lahir babymin. yeri imut banget eoh? siwon daddy pervert bagt udh punya 2 bayi mau buat lagi? ahahaha aigoo aigooo aku suka ini. irene bahagialah di sana. semua bahagia.

  6. Akhirnya happy end jgaaa
    Ada sequel dong unnyTT, saat babykyu mengandung anak ketiganya. Cuo sma yeri dewasa gtu ya yaya haha maksa

  7. Akhir yang bahagiaaaaa,ahh mommy kebanyakan gombal di sini,sejak kapan kau jadi cessy mom,di tunggu my babynya eonni’

  8. siwon,,, berhasil menghamili kyu untuk yang kedua kalinya hahaha. wonnie suami idaman bgt belum.tau jenis kelamin baby ke tiga cwo/cwe tapi udah sangat optimis dapat cwo sekaligus siapin nama. i like it the day happy ending. di tunggu ff selanjutnya unnie.

  9. Akhirnya end dg happy ending…
    Stlh pejuangan mrk akhirnya wonkyu mendapatkan kehidupannya yg sngat bahagia,ditambah lagi mrk akan mendapatkan choi minho sbg penghuni baru dikeluarga mrk

    ditunggu ff barunya ya eonni 😁😁😁😁

  10. Yeayyyyy akhirnyaa happy ending…
    Tpi mommy,eonniee babymin nyaa blom lahir..jdi harus ad sequelnya ya ya ya ya…ahahahahahaha maksa #dgetok mommy n eonnie

    Heddeeeehhhh wondad mahh sllu pervert dmna pun brada klo dah sama babykyu,n babykyu hanya bisa pasrahh..kkkkk😁😁
    Eehhmm untuk umma irene semoga bahagia dsana..aminn

    Mommy n eonniee dtunggu yaa ff klian brdua lg..semangaaaaaattttt
    Tpi yg sequel dlu mom eon..harus
    Ahahahaha #kaburrrrrr
    Jngn cape” yaa mom..

  11. Akhirnya ceritanya happy ending , Setelah melalui berbagai rintanggan akhirnya mereka bisa bersama dan menjadi keluarga yang bahagia , dan sekaran kyuhyun hamil lagi choi siwon eman hebat pervert abis , semoga dengan kehadiran anak ke tiga mereka nanti keluarga wonkyu semakin bahagia

    Di Tunggu ff lainya

  12. sayang bnget udah end aja…
    finally happy ending….smuanya bahagia..
    irene noona bner2 udah nyiapin smuanya..bahkn buat suho sma yeri …she is awesome. ..
    semua orng mang nggak bisa nggak sayang sma babykyu..pesona+keimutannya mang bikin smua sayang sma dia.
    liat wonkyu family mang selalu bikin iri…manisnya kebesamaan..
    hahhaha..minho nggak nongol baru proses dibikin…xiixiziiz
    sayang bnget cepet tmat chigu…
    buat another story chiguuu…. ^_^
    FIGHTING chiguuuuu….!!!

  13. Akhrya the day dah ending
    Sng akhrhya wonkyu bhgia brsma babysnya
    Saeng buatin seqnya dnk wktu baby min dah lhr dtggu ya. Tku

  14. yaaah udah tamat padahal masih pengen ada kelanjutannya..
    akhirnya semua bahagia dan semoga irene juga bahagia disana
    wonkyu memang ditakdirkan bersama apapun yg terjadi mereka pasti akan kembali lagi. semoga wonkyu suho dan yeri selalu diberikan kebahagian
    ciiieee yg keinginan terwujud tambah lengkap lah kebahagian mereka
    terima kasih udah bikin ff keren ini, ditunggu ff lain nya dari kalian berdua

  15. Irene disini penuh dng kejutan….
    Dri sikapnya, kehamilannya, penyakitnya, pernikahannya bahkan kematiannya….
    Walaupun irene salah, tapi tetep salut dng irene..

    Yg penting WonKyu bersama & Happy End🙂 :-):-)🙂

    —–1315—-

  16. kyyyaaaaa dah ending!!!
    so cheesy
    so romantic
    so fluffy
    so so so
    Hihihihihi
    Choi minho is on the way kkkkkk terima aj nasibnya yee cuma nama aj yg nyempil drpd kagak sama sekali hahaha
    I give applause to both of u for this collab, hopefully there’ll be again in the future ~
    arigatou vieeeee
    arigatou miss lee
    Fighting ^^

  17. Baru baca The day lagi….

    Wahh senang nya, akhir nya mereka bisa hidup bahagia. Gk salah irene memilih kyu untuk menjadi istri kedua..
    Irene juga sdh menyiapkan semua nya untuk kyu. Benar² cerita nya bisa bikin pembaca nya jdi ikut terbawa suasana…

    Cerita nya yg bunda bikin memang selalu yg terbaik..

  18. siwon so sweet bgt sama kyu
    kyu hamil lagi yeeee saya senang bgt bacanya ya walaupun masa lalunya mereka sangat pahit dan berliku” tp sekarang mereka udh bahagia malahan lebih nih cinta siwon sama kyu pokoknya saya senang bgt wonkyu bisa bersama lagi

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s