The Day 11


poster the day 2

The Day

(My Destiny Is Written)

Chapter 11

**

Selamat malam Our lovely Reader..

Hampir tiba di ujung cerita, masih setia disini kan? Sabar sedikit lagi ne? terima kasih untuk semuanya ne? -Vie

Terima Kasih yang masih membaca cerita ini dan selamat datang untuk yang baru membacanya.. tunggu sebentar lagi, mungkin satu chap lagi? hehehehe… -Ms. Lee

**

Kyuhyun membawa kotak kecil itu kedalam rumahnya dan meletakkannya sembarangan di atas meja, ia segera mencari kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Kemudian namja cantik itu pun kembali keluar dari rumahnya menuju halte untuk menjemput putranya yang ada di rumah Krystal.

Tidak berapa lama ia kembali kerumah bersama Suho yang sudah tertidur dipelukannya. Begitu sampai di rumah, Kyuhyun langsung menidurkan putra kecilnya di kamar dan ia pun beristirahat disana bersama Suho.

Sepertinya kelelahan benar-benar menghilangkan kesadarannya hingga ia kembali terjaga keesokan harinya.

“Haaaahhhh~ aku bosaaaan~” Gerutu Kyuhyun seorang diri.

Kyuhyun melihat keluar jendela yang hanya tertutup tirai tipisnya karena ia ketiduran kemarin sore, ternyata hari masih gelap. Dengan wajah sulkingnya Kyuhyun mencari hp-nya yang ada disaku jaketnya dan melihat layarnya dengan mata menyipit.

Beberapa panggilan tidak terjawab dari Ryeowook, Seunghyun dan Krystal yang pasti menanyakan keadaannya. Sekilas Kyuhyun melihat jam yang ada di hp-nya sendiri yang menampakkan angka 04.07 waktu setempat.

“Aku terlalu cepat, siaal~”

Namja cantik itu sudah terlalu lama tidur dan ia tahu tidak akan bisa tidur lagi untuk selanjutnya hingga ia harus segera bangkit dan memulai hari dengan lebih awal.

Karena tidak ada yang bisa dikerjakan akhirnya Kyuhyun memilih kembali ke kamarnya sendiri dan bermalas-malasan disana. Dalam perjalanannya namja cantik itu mendapatkan ide yang cemerlang untuk menghabiskan waktunya sebelum berangkat ke Rumah sakit.

Kyuhyun segera masuk dalam selimutnya dan membuka hp-nya kembali lalu mencari nomor Seunghyun dan mengiriminya pesan balasan tadi malam. Kemudian ia kembali mencari nomor krystal dan membalas pesan yang isinya hampir sama karena keduanya menanyakan hal yang sama.

Selanjutnya Kyuhyun mencari nomor Ryeowook dan menghubunginya, setelah menunggu beberapa saat Ryeowook tidak mengangkatnya. Tidak menyerah Kyuhyun pun mencoba lagi dengan smirk jahil terpatri dibibirnya.

Setelah beberapa nada sambung terdengar akhirnya namja imut itu pun menerima panggilannya namun sayang Kyuhyun langsung memutuskannya dan tertawa kecil dan puas. Saat Ryeowook menghubunginya lagi namja cantik itu tidak menerimanya malah tertawa kecil dengan jahil.

Detik selanjutnya, hp Kyuhyun berbunyi kembali menandakan sebuah pesan masuk kesana, ia pun segera membacanya namun kemudian mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Jangan main-main, baby~ Suho disampingmu, kan?”

Namja imut itu menebak Kyuhyun tidak mengangkat hp-nya walau sedang kumat jahilnya, itu karena Suho ada disampingnya dan tidur. Apalagi pada jam segini, tidak ada perbedaan waktu antara Jepang dan Korea.

“Kau salah, tidak ada Suho disini. Aku tidak bisa tidur lagi, tapi sekarang aku mau mandi, kkkk~”

Kyuhyun mengirimkan balasan pada hyung imutnya itu kemudian segera keluar dari kamarnya menuju dapur untuk minum kemudian segera kembali menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

***

Kyuhyun memutuskan untuk berangkat lebih telat ke Rumah Sakit karena jadwal pasiennya hari ini tidak dimulai dari pagi, melainkan setelah siang. Dan sebelum waktunya tiba, ia ingin menghabiskan waktunya bersama Suho dirumah saja.

Beberapa jam kemudian barulah Suho terlihat keluar dari kamarnya dengan celana dan baju dalam saja. Dengan rambut berantakan dan bibir yang dipoutkan bocah kecil itu terlihat sangat menggemaskan.

“Mommy~”

“Nee~ selamat pagi, babyboy~” Kyuhyun melihat sekilas putranya dan kembali bermain game.

Suho kecil langsung berlari menuju sofa dan menghempaskan tubuh kecilnya pada mommy-nya dan kembali bermalas-malasan disana. Kyuhyun hanya memutar bola matanya malas dan seketika Suho sudah digendongannya. Namja cantik itu langsung membawa Suho ke kamar mandi walau tatapan tajam dan pout terpatri diwajah bocah itu sebagai protesnya.

“Mommy elek~”

“Mommy paling tampan seluruh dunia.”

“Daddy!!”

“Ohh, bukan!! Itu mommy.”

“Daddy.”

“Mommy Suho.”

“Daddy.”

“Mommy tidak beri makan ne?”

“…….” Suho terdiam dan melihat smirk penuh kemenangan dari mommy-nya. ”Daddy.”

“Mwoooo??” Kyuhyun langsung menggelitiki badan kecil itu sampai Suho tertawa dengan kerasnya, bahkan sampai perutnya kesakitan baru Kyuhyun berhenti.

Setelahnya Kyuhyun benar-benar menghabiskan waktu dengan bersantai di rumahnya dan menemani Suho menonton acara televisi atau bermain game dengannya. Sebelum ia kembali ke rumah sakit dan membawa putranya pada Krystal untuk dijaga sementara sampai ia menjemputnya kembali sore hari.

Bahkan Kyuhyun sempat berbicara banyak dengan Ryeowook yang benar-benar menghubunginya kembali setelah dijahilin tadi pagi.

_

_

Keesokan harinya.

Seperti biasa disetiap paginya Kyuhyun terlihat sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan putra kecilnya, sementara Suho sibuk sendirian diruang tengah bermain-main dengan sebuah kotak.

Hingga tiba-tiba suara Suho membuat sendok yang ada ditangan Kyuhyun jatuh membentur lantai dan menimbulkan bunyi yang keras hingga Suho tersentak kaget.

“Mommy!!” Protes Suho dengan bibir yang dipoutkan.

“Su-suho bilang apa?”

“Huh? Yeli?” Jawab Suho sambil melihat kotak ditangannya yang sudah tidak berbentuk.

Langsung saja Kyuhyun menghambur pada kotak itu dan melihat isi didalamnya yang sudah sedikit lecek. Namja cantik itu melihat sebuah amplop baby blue yang sudah terlipat ujung-ujungnya. Sementara ditangan Suho foto berukuran postcard menampakkan bayi mungil memakai bandana putih.

“Ye-yeri?” Tanya Kyuhyun melihat bayi kecil cantik yang tersenyum itu.

Seketika suara jatung namja cantik itu berdetak tidak karuan saat melihat lebih jelas apa yang sudah dikirimkan kepadanya. Dan dengan tangan gemetar Kyuhyun pun membuka amplop surat yang sudah diabaikannya selama dua hari itu.

Begitu melihat siapa pengirimnya, jantung Kyuhyun terasa jatuh ketanah dengan sekali sentak.

“No-noona…”

**

To : My dear Kyunnie.

Annyeong~

Apa kabar, Kyunnie? Semoga kau baik-baik saja ne? Suho baby juga selalu sehat dan bahagia. Walau noona tau kau tidak baik-baik saja, tapi noona harap kalian benar baik-baik saja.

Apa kau makan dengan baik? Jadilah dokter yang hebat?

Kenapa kau pergi Kyunnie? Bahkan tanpa melihat putrimu yang sangat cantik itu, bahkan lebih cantik dari noona. Tapi tenang saja, tetap lebih cantik dirimu.

Tanpa sadar Kyuhyun memutar bola matanya dan percaya Yeri lebih cantik darinya karena tidak akan ada yang bisa menandingi seorang malaikat kecil, karena mereka benar-benar sangat cantik.

Ohh~ namanya Choi Yeri, sebenarnya noona ingin mengatakannya padamu dan meminta kau yang menamainya, tapi kau sudah terlanjur pergi. Jadi kalau kau tidak suka dengan nama Yeri, kau boleh menggantinya. Aku ingin kau yang memberinya nama, karna dulu Suho mengikuti nama yang kuinginkan.

Apa kau mengerti?

“Aku akan memikirkannya noona.” Jawab Kyuhyun penuh semangat dan kembali melanjutkan membaca surat yang sedikit panjang itu.

Aku ingin mengatakan satu hal padamu, tapi kau harus percaya ne? Noona-mu ini tidak berbohong.

Mmm~ apa kau tahu? Siwon oppa sangat mencintaimu, bahkan lebih dari yang kau tahu. Dulu memang dia menolak keinginanku bahkan sampai tidak peduli padamu, tapi entah kapan cinta itu tumbuh dengan sendirinya tanpa ia sendiri sadar akan cinta itu.

Noona melihat semuanya didalam mata Siwon oppa, dia begitu mencintaimu sampai cinta untuk noona hampir tidak ada lagi disana.

Apa kau percaya?

Mungkin saja tidak, tapi sungguh Kyunnie, itulah yang noona rasakan. Perlahan yang noona rasakan dari Siwon oppa hanya sayang begitu tulus, karena dia memang namja yang sangat baik.

Tapi cinta, itu sudah lama menghilang, cinta untukmu terlalu besar sampai tidak ada sisanya untuk noona, walau noona yang pertama untuknya. Tapi kehadiranmu membawa pengaruh besar dalam hidup Siwon oppa.

“Ti-tidak mungkin.” Gumam Kyuhyun tidak percaya.

Jangan merasa bersalah chagi, noona sendiri yang menginginkannya, noona sendiri yang sudah membawamu kedalam hubungan kami dan noona sendiri juga yang akhirnya menyakitimu.

Sungguh maafkan noona, Kyunnie~ tidak ada niat noona untuk menyingkirkanmu dari kami, dari Siwon oppa, tidak. Sungguh… Bahkan sedikitpun noona tidak menyesal sudah membuatmu dan Siwon oppa bersama, tidak sedikitpun.

Noona tahu jika suatu hari akan seperti ini, jangan salahkan Siwon oppa karna dia tidak adil, tapi salahkan noona yang mengambilnya darimu, sekali saja noona hanya ingin merasakan apa yang dirasakan wanita lain saat mengandung anaknya, noona ingin merasakan apa yang dirimu rasakan Kyunnie, noona ingin Siwon oppa bersama noona saat noona tidak punya kesempatan lagi bersamanya dilain waktu.

Kau tahu noona sakit kan?

Sakit noona ini yang membuat pikiran noona bercabang dengan sendirinya hingga mengatakan ide memiliki bayi darimu pada Siwon oppa, ide gila noona juga yang ingin kalian menikah secara sah karena jika seandainya…

Seandainya tiba-tiba noona harus pergi, noona percaya kau bisa menjaga Siwon oppa dengan baik dan Siwon oppa pasti akan bahagia bersamamu. Walau noona yang memaksakan keinginan noona pada kalian berdua, tapi cinta diantara kalian bukanlah paksaan.

Noona mohon Kyunnie, kembalilah~

Kembalilah pada Siwon oppa, kembalikan Suho pada daddy-nya, dan kembalilah pada putri yang tidak pernah kau jumpai sebelumnya. Kembalilah chagi, noona mohon.

Noona tahu kau sangat mencintainya, Kyunnie~ dia yang pertama segalanya untukmu, kau tidak bisa membohongi hatimu sendiri. Kembalilah…

Siwon oppa membutuhkanmu, Yeri putri kecil kita pun sangat membutuhkanmu dalam hidupnya kini. Kumohon jaga dia, cintai dia seperti kau mencintai Suho, Kyunnie, tolong penuhi permintaan noona yang terakhir.

Bahagialah bersama Siwon oppa, atau noona tidak akan pernah memaafkan diri noona.

Cepatlah kembali dan mengunjungi noona, noona sungguh merindukanmu, bahkan noona sangat ingin memelukmu walau hanya sekejap saja.

Noona akui, jika noona egois kepadamu, Kyunnie.. noona hanya berharap bahwa setelah kepergian noona.. ada seseorang yang akan menjadi pendamping Siwon oppa seumur hidupnya, pilihan noona jatuh kepadamu.. ntah apa yang membuat noona mengambil keputusan itu…

Hanya saja.. Noona merasa bahwa kau memang yang sangat pantas bersama Siwon oppa…

Berjanjilah Kyunnie,

Berjanjilah kau akan kembali, karena mungkin setelah kau menerima surat ini, noona sudah tidak bisa melihatmu lagi, apalagi memelukmu sayang.

Berjanjilah.

Untuk selamanya, noona menyayangimu,

Mianhae, Kyunnie…mianhae.

Jeongmal saranghae.

**

“Apa maksudnya ini??”

“Ti-tidak mungkin!” Gumam Kyuhyun dengan seluruh tubuh yang bergetar.

Dengan susah payah akhirnya Kyuhyun selesai membaca surat yang cukup panjang itu dan cukup untuk membuat sesak didadanya semakin bertambah. Kyuhyun menyadari bahwa ia juga sudah bersikap egois dengan meninggalkan mereka tanpa tahu apa yang dirasakan keduanya.

“N-noona…” Ucap Kyuhyun disela isak tangisnya yang tertahan.

Namja cantik itu menutup matanya dengan permulaan tangannya hingga airmata yang ada disana langsung mengalir tertimpa tangannya itu. Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apa setelah mengetahui semua yang dipikirkan Irene selama ini.

Bahkan yang terlebih sakit, Irene noonanya, ternyata sudah pergi, dia sudah tidak ada dimana pun didunia ini, tanpa sempat mereka bertemu sekali lagi untuk menyelesaikan masalah yang sudah terjadi. Bukankah itu bisa menjadi penyesalan yang tidak terkira?

“Maafkan aku noona, kenapa kau diam saja? Kenapa kau tidak bilang saja padaku? Kenapa?!!”

“Sekarang apa yang harus kulakukan? Kemana aku harus mencarimu? Bagaimana jika aku ingin melihatmu?? Jawab aku noona!?!?!”

Kyuhyun melempar kotak kecil itu dengan kasar sampai Suho yang masih ada disana tersentak dari duduknya dan langsung melihatnya.

“Mo-mommy?”

“Oh-oh my god!! Mianhae baby, mianhae~”

Kyuhyun segera menarik Suho dan memeluknya dengan erat didadanya sambil terus meminta maaf untuk menenangkannya. Perlahan tangan Suho terangkat dan menyerahkan foto close up yang ada ditangannya pada Kyuhyun.

“Yeli…” Ucap Suho pelan.

Kyuhyun kembali melepas pelukannya dan melihat foto itu dan sangat yakin mendengar Suho mengucapkan nama adik perempuan yang tidak pernah diketahuinya.

“Si-siapa?” Tanya Kyuhyun memastikan.

“Yeli, ilik Cuo. (milik suho)”

“Da-dari mana Suho tahu?”

“Daddy~” Tawa Suho memperlihatkan giginya yang belum tumbuh sepenuhnya.

“Ahh~ Siwonnie…” Panggil Kyuhyun dengan wajah memelas.

Kyuhyun hanya bisa duduk bersandar di sofanya sambil terus memejamkan mata karena kata-kata dari surat noonanya itu terus berseliweran didalam kepalanya. Sampai akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk tidak ke rumah sakit karena kakinya yang lemas tidak bisa digerakkan.

Apa yang harus Kyuhyun lakukan?

***

Beberapa jam kemudian.

Kyuhyun memandang wajah damai Suho yang tertidur disampingnya dengan nyaman, ia mengelus pipi chubby bocah kecil itu dengan lembut dan tidak lupa mendaratkan ciuman penuh kasih sayang dikening kecil putra kecil kesayangannya itu.

Kemudian Kyuhyun kembali menyandarkan tubuhnya di kursi, mencoba duduk dengan tenang sembari menutup matanya. Pikirannya kini dipenuhi dengan scenario yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya.

Apalagi setelah membaca surat Irene membuat keinginan Kyuhyun untuk kembali pulang ke Seoul timbul dengan begitu kuatnya. Walau hanya beberapa jam, Kyuhyun bisa mengambil keputusan itu namun ia telah memikirkan semuanya dengan sangat baik.

Dengan buru-buru Kyuhyun mengatakan keputusannya pada Seunghyun dan Krystal membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya mendukung apapun yang terbaik untuknya dan Suho.

“Terima kasih untuk kalian berdua.” Gumam Kyuhyun tanpa membuka kedua matanya.

Ia bahkan kembali teringat akan percakapannya dengan Ryeowook sehari sebelumnya hingga akhirnya ia semakin bisa memantapkan hati untuk pulang pada kebahagiaannya.

Flashback

Kyuhyun sedang menikmati waktu kebersamaannya dengan Suho, ia sesekali memandang gemas kearah Suho yang kini menatap layar kaca televisi dengan mata berbinar. Saat ini salah satu salurannya menayangkan film kartun kesukaan Suho setelah tadi bermain tebak-tebakan dengan beberapa gambar hewan.

Kyuhyun memang bukan tipe orang yang menyukai jika seorang anak berlama-lama menatap layar televisi, tetapi baginya memberikan sedikit waktu bermain sambil belajar untuk Suho dengan mengenalkan benda-benda bergerak salah satunya bisa dengan tayangan televise, itu tidaklah menjadi masalah.

Larut dalam lamunannya sampai Kyuhyun tidak menyadari bahwa iphone canggihnya berbunyi nyaring hingga Suho terganggu. Kyuhyun melihat pada layar Iphone nya, yang menandakan panggilan masuk itu. Melihat nama Ryeong di dalam layar, membuat Kyuhyun segera menggeser panah berwarna hijau disana.

“Yeboseyo”

>Kyunnie… bogoshipeo~<

“Nado, bagaimana kabarmu, Ryeong?”

>Aku baik, bagaimana dengan kalian?<

“Tentu kami baik…” Kyuhyun menghela nafas dan menghembuskannya kasar, tentu ia tidak bisa berbohong kepada sahabatnya itu.

>Kau tidak baik kan?<

“Haaahh~aku tidak tau…”

>Kembalilah Kyu…<

“Tidak semudah itu”

>Lalu sampai kapan kalian ada disana? Meninggalkan kewajibanmu sebagai seorang istri?<

“Tapi, aku terlanjur terluka, walau akupun mencintainya dan mengerti keadaan ini.”

>Tidak Kyu… kau tidak mengerti<

“Apa maksudmu?”

>Jika kau mengerti dan memahaminya. Kau tidak akan pergi semudah itu, Kyu… kau sendiri yang memilih untuk menjadi istri kedua Siwon hyung dan kau sungguh mengetahui segala resikonya, lalu jika seperti ini? Apa menurutmu kau tidak egois?<

“Ryeong…”

>Dengarkan apa yang aku katakan dan jangan membantahnya. Aku memang tidak mengalami apa yang kau alami, tapi aku tau yang kau lakukan ini salah. Meninggalkan suamimu, bukanlah tindakan yang baik. Apa yang kau dapatkan saat ini? Ketenangan? Kebahagiaan? Dimana pemikiranmu melihat Suho kini?<

Kyuhyun terdiam mendengarkan segala ucapan Ryeowook dan tanpa sadar kepalanya berpaling melihat Suho yang masih larut dalam tontonannya itu.

>Kau sudah mengalami sakitnya ditinggalkan kedua orang tuamu, jangan kau rampas kebahagiaan Suho dengan egoismu itu Kyu, Suho berhak mendapatkan kebahagiaannya bersama Siwon, daddy nya.<

Kyuhyun kembali menghembuskan nafasnya kasar.

>Sampai kapan kau akan mempertahankan egomu? Sampai Siwon hyung melepasmu?<

“Ryeowookie!!”

>Lalu apa ini? Apa yang kau lakukan? Tidak tau kah bagaimana Siwon hyung harus rela dirinya ambruk di Rumah Sakit karena ia kelelahan? Kau tidak tau kan?<

“A-apa, apa maksudmu? Siwon hyung…”

>Ya… Siwon hyung sempat di rawat di Rumah Sakit beberapa hari, ia sangat terbebani dengan semua yang terjadi. Kau yang seharusnya ada disana menemani Siwon hyung melewati segala harinya, tapi apa? kau menuruti egomu sendiri Kyu.”

“Aku ingin memikirkannya kembali, Ryeong~ apa aku pantas berada disana? Cintaku untuk Siwon hyung membuatku lupa pada kenyataan, tidak ada hati dengan dua cinta. Tidak akan pernah bisa.”

“Kau mengatakan seolah jika hanya kau yang terluka Kyu.. tidak.. bukan hanya kau yang terluka Kyu.. bahkan Siwon hyung dan Irene noona pun sama terlukanya sepertimu. Yeri membutuhkanmu, kembalilah Kyu, jangan sampai kau menyesal.<

“A-aku… aku akan memikirkannya.”

>Teruslah berpikir dan kau akan menyesali semuanya.”

“Tidak…”

“Atau kau masih ingin menunggu enam bulan lagi?< Ejek Ryeowook.

“Jika itu harus.”

>Sampai saat itu, kau sudah kehilangan segalanya.”

“Jika begitu apa boleh buat.” Kyuhyun menghela nafasnya lelah.

“Jangan keras kepala Kyuhyun!!! Siwon hyung juga manusia, Dia punya batas sabar yang tidak kau tahu kapan berakhirnya. Apa kau sudah merasa menjadi istri yang baik saat ini? Sikap Siwon hyung memang menyakitimu, tetapi apa dengan kau pergi dari Siwon hyung adalah suatu pembenaran? Tetap tidak Kyu!!”

“…..”

“Aku tidak mengerti dirimu, aku harap kau memang tak pernah menyesal. Aku harus kembali bekerja<

“Ryeowookie…”

“Pikirkan semuanya dengan baik, apa kau tidak mencintainya?”

“Aku sangat mencintainya.”

“Lalu? Tidak ada kesempatan ketiga, Kyunnie. Salam untuk Suho.”

Sambungan telephone pun terputus.

Kyuhyun menggigit bibirnya dalam, apa yang dikatakan Ryeowook benar adanya. Ia memang tersakiti akan sikap Irene dan Siwon yang memang tidak disengaja, tetapi ia juga seakan menjadi diri yang egois dimana rasa kesal dan sakitnya, harus dilimpahkan kepada Suho.

Menyesalkah ia kini?

Flashback end

***

Kyuhyun kembali membuka matanya, ia membuka tirai jendela pesawat. Awan putih menerpa pandangan matanya, sungguh indah dan menenangkan. Saat ini dirinya dan Suho berada didalam pesawat yang berada beratus-ratus mil dari atas tanah.

Perjalanan menuju tempat seharusnya ia berada masih terasa jauh, hingga Kyuhyun memutuskan untuk ikut tertidur dengan tangan yang tidak melepaskan genggaman di tangan Suho yang masih tertidur dengan nyamannya.

Dalam tidurnya Kyuhyun mendengar sayup-sayup suara seseorang memanggilnya, semakin lama semakin jelas suara yang sudah melekat ditelinganya sejak kecil.

“Kyunnie…”

Kyuhyun mencari asal suara itu hingga pandangannya melihat sosok yeoja paruh baya yang sangat ia kenal berdiri tidak jauh darinya. Begitu melihat wajah wanita itu dengan jelas, Kyuhyun pun melangkah pasti mendekatinya.

“Umma…”

“Umma merindukanmu sayang.”

“Kyunnie juga Umma~”

Kyuhyun memeluk Umma nya itu dengan erat sambil memejamkan matanya merasakan kehangatan yang selalu dirindukannya itu. Saat ia merasa dadanya terasa basah, Kyuhyun langsung melepaskan pelukannya dan ia bisa melihat bagaimana Umma nya yang berderai air mata.

“Umma uljimayo~ wae?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Umma kecewa padamu.”

“Mwo?”

Mata Kyuhyun membesar tidak mengerti mengapa sang Umma menangis dan mengatakan bahwa ia kecewa padanya. Apa yang sudah ia lakukan?

“Umma pernah mengatakan padamu berkali-kali untuk bertahan, mengapa kini kau mengambil keputusan yang salah, sayang?”

“Maksud Umma?”

“Siwon… dia adalah jodohmu. Mengapa karena keegoisan hatimu, kau pergi meninggalkannya bahkan kau membawa Suho. Itu tidak benar sayang, apa yang kau lakukan itu salah.”

“Tapi Umma…”

“Kembalilah pada Siwon, jangan pernah meninggalkannya. Apapun yang terjadi kau harus kuat sayang, mengambil keputusan saat emosi itu adalah tindakan gegabah. Jangan pernah melakukannya lagi”

“Aku minta maaf Umma…”

“Sudahlah tidak apa-apa, sekarang kau sudah mengerti kan? Umma tau kau sangat mencintai Siwon, maka kembalilah sayang, jangan pernah meninggalkannya lagi, kalian sudah memiliki Suho. Berpikirlah dewasa sebelum bertindak.”

Setelah ucapan nasehat itu, sosok yang sangat dicintainya itu pun menghilang terbawa angin kencang yang membuat Kyuhyun harus menutupkan matanya. Sesaat matanya terbuka, sosok Umma nya telah benar-benar menghilang dari pelukannya.

“Umma…”Panggil Kyuhyun bingung melihat kesana kemari. “Umma, jangan tinggalkan aku!! Umma!!”

“UMMA!!!” Kyuhyun terbangun dari mimpinya.

“Tuan, anda baik-baik saja?” Tanya seorang pramugari di depannya.

“Ahh~ya…mmm.”

Kyuhyun menghapus keringatnya, ia melihat ke arah Suho yang terlihat gelisah dalam tidurnya. Tangannya dengan segera menepuk-nepuk paha kecil itu, menenangkan agar Suho kembali tertidur.

“Apakah tuan ingin minum?” Tanya yeoja cantik itu lagi.

“Eum, teh hangat saja, terima kasih.”

Pramugari itu dengan sigap memberikan teh hangat kepada Kyuhyun dengan senyum ramahnya kemudian ia pun kembali berjalan dan melayani penumpang lainnya.

“Maafkan aku Umma, Ryeong, aku sudah mengecewakan kalian.” Gumam Kyuhyun kembali menghembuskan nafas lelahnya.

Kyuhyun menutup matanya dengan perlahan dan setitik air bening itu pun jatuh dari sudut matanya.

“Maafkan aku hyung… aku mencintaimu.”

***

Beberapa jam kemudian.

Pesawat yang berangkat dari Fukuoka jepang beberapa jam yang lalu akhirnya menghentikan perjalanannya di bandara internasional Seoul, Incheon Airport, Korea Selatan. Pesawat yang sama besarnya dengan Korean Airlines itu membawa beratus penumpang ke tempat tujuan mereka masing-masing.

Salah satu diantaranya seorang namja cantik berkulit putih dengan rambut kecoklatan berjalan dengan santainya menarik 1 koper di satu tangan sedang tangan yang lain menggandeng bocah kecil berusia sekitar 2 tahun lebih 1 bulan.

Namja cantik yang bernama Choi Kyuhyun itu kembali ke tempat kelahirannya dan tempat kebahagiaannya dimulai. Karena tidak ada yang menjemputnya diarea kedatangan, Kyuhyun langsung keluar dari bandara itu untuk mencari taksi.

Namun sebelum itu Kyuhyun mengetikan beberapa kata di hp-nya dan segera mengirimnya pada seseorang yang sangat dikenalnya dengan baik. Detik berikutnya suara balasan pun terdengar yang segera dibuka dan dibaca namja cantik itu.

“Gomawo Ryeowookie,”

“Mommy…” Panggil bocah kecil putranya itu tiba-tiba.

“Ne, baby?”

“Ana? Aus?” Choi Suho meminta minuman pada mommy-nya.

“Ouwh, ayo kita masuk dulu.” Ucap Kyuhyun cepat.

Lalu ia pun menganggukkan kepalanya pada sopir taksi yang sudah siap menunggu aba-aba-nya dan Ahjussi itu langsung mengambil koper Kyuhyun dan memasukkannya ke dalam bagasi.

Kemudian mereka pun segera pergi dari sana ke alamat yang sudah dikatakan Kyuhyun sebelum ia memberi Suho botol minumannya.

Namja cantik itu menyusuri kembali jalanan kota Seoul sore itu dengan berbagai rencana baru keluar dalam pikirannya. Sementara Suho kecilnya sudah merebahkan kepala didadanya dan memejamkan mata karena kelelahan.

Tidak berapa lama sampailah Kyuhyun ditempat yang dia inginkan sampai membuat sopir taksi itu mengernyitkan keningnya dengan bingung. Namun namja paruh baya itu segera ikut turun begitu Kyuhyun turun dari mobilnya dengan cepat.

“A-apa perlu saya tunggu?” Tanya Ahjussi itu akhirnya.

“Tentu saja, kita hanya sebentar.”

“Owh, baiklah.”

Kyuhyun pun langsung berjalan meninggalkan ahjussi taksi sambil menggandeng Suho dan memasuki area lapangan yang tidak begitu luas, area yang dipenuhi dengan bunga-bunga khas dan rumput-rumput yang menghijau.

Pemakaman Choi Family

Kyuhyun memutuskan untuk segera menemui noonanya begitu tiba di Korea dengan menanyakan dimana alamat pemakamannya pada Ryeowook.

Setelah menelusuri setiap nama lelulur dari keluarga Suaminya itu akhirnya Kyuhyun melihat nama Irene disalah satu papan batu berwarna abu-abu yang diukir dengan indahnya.

Disanalah noonanya beristirahat dengan penuh kedamaian dan tidak akan ada kesakitan lagi. Kyuhyun langsung berlutut dipinggirnya dan menatap nisan itu dengan rahang yang mengeras menahan perasaannya.

“Mi-mianhae no-noona…” Ucap Kyuhyun sambil meletakkan setangkai mawar putih yang didapatnya didepan pemakaman itu.

“Ke-kenapa tidak ada yang mengatakannya padaku lebih cepat?”

“Aku rela jadi yang kedua demi memberikanmu Suho, lalu sekarang…” Kyuhyun melihat putra kecilnya yang berwajah bingung. “Apa aku pantas berada disisi Siwon hyung?”

“Aku tidak ingin merebut posisimu, noona~ terlebih lagi, aku tidak ingin jadi penggantimu.”

“Maafkan aku noona~”

“Tidak ada yang pertama atau yang kedua apalagi menjadi pengganti.” Ucap seseorang tiba-tiba dibelakangnya.

Kyuhyun langsung berpaling dan berdiri, begitu melihat siapa yang datang kesana disaat tidak ada yang tahu ia sudah kembali ke Seoul. Tiba-tiba saja Kyuhyun merasa gugup melihat Choi Siwon suaminya kini berdiri tepat didepannya.

“H-hyung…”

“Yang aku tahu, Choi Kyuhyun yang ingin kuhabiskan sisa hidupku, bersamanya. Tidak ada yang lain.” Ucap Siwon dengan wajah serius.

“Kenapa kau tidak bilang apa-apa?” Tanya Kyuhyun dengan wajah terluka.

“Aku tidak ingin kau menyesal.”

“Lalu, apa sekarang aku tidak?”

“Tidak ada yang perlu disesalkan, baby~ semua sudah digariskan untuk Irene dan untuk kita.”

“Apa kau tidak apa-apa hyung?”

“Aku sudah cukup menderita beberapa bulan yang lalu, aku juga ikut bersalah, tapi semua itu sudah terbayarkan dengan kehilangan kalian berdua.”

“Hyung…”

“Jangan menyesalinya baby, apa kau ingin menepati janji?”

“Aku sudah, noona ingin aku kembali menjenguknya.”

“Hanya itu saja?”

“Aku, mmm…” Kyuhyun tidak bisa mengungkapkan isi hatinya.

Siwon hanya bisa menatap wajah cantik itu dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkannya. Bagaimana lagi caranya agar Kyuhyun bisa melupakan semua dan memulai hubungan mereka dari awal lagi.

Apa yang harus Siwon lakukan?”

“Yeli~” Ucap Suho tiba-tiba membuat Kyuhyun melihat putra kecilnya. “Yeli, mommy.” Ulang Suho sambil melihat kearah daddy-nya.

Begitu gugupnya Kyuhyun sampai tidak menyadari bahwa suaminya tidak datang sendiri, ada bayi kecil nan cantik didalam dekapannya. Sepertinya Kyuhyun hanya melihat wajah tampan Siwon saja sedari tadi.

“Nee~ Yeri, senang bertemu denganmu oppa~” Ucap Siwon sambil menunduk sampai Suho bisa melihat Yeri.

Dengan wajah berbinar Suho menyikap bulu jaket tebal yang dipakai Yeri, walau baru berumur 6 bulan lebih, Yeri termasuk bayi dengan badan yang sehat. Karena itu juga ia bisa memakai baju layaknya bayi 12 bulan.

“Calam tenal, Yeli~” Suho mengambil tangan Yeri dan memeluknya ke dada.

Kyuhyun hanya bisa melihat pemandangan itu dengan mata yang berkaca-kaca, karena ia tidak tahu harus berkata apa. Yeri terlihat sangat cantik dan menggemaskan, mata bulatnya mengingatkannya pada matanya sendiri.

Dan mata itu kini menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan karena mata itu hanyalah mata seorang bayi. Tapi yang Kyuhyun tahu, ia ingin mengambil bayi cantik itu dan mendekapnya erat penuh kasih sayang.

“Babygirl…” Gumam Kyuhyun pelan namun Siwon bisa mendengarnya.

“Yeri sayang~ itu mommy, mommy yang selalu diceritakan umma-mu selama ini.” Ucap Siwon pada Yeri dengan lembutnya seolah memberi pengertian pada bayi kecil itu.

Dan tanpa di duga, Yeri langsung menangis dengan keras membuat Siwon dan Kyuhyun tersentak kaget dan panik melihatnya. Siwon berusaha menenangkan putri kecilnya dengan menggerakkannya ke kiri dan ke kanan.

Sementara Kyuhyun tidak tahu harus melakukan apa namun tangannya bergerak seperti ingin mengambil Yeri untuknya, tapi ia tidak berani mengeluarkan suaranya.

Namun sebelah mata Siwon melihat gerakan itu hingga ia pun beralih melihat mata Kyuhyun mencari kata-kata yang tidak bisa diucapkan namja cantik itu. Dengan senyum menawannya Siwon menyerahkan putri kecil itu pada Kyuhyun yang kehilangan kata-kata.

“Your babygirl…” Ucap Siwon kemudian karna Kyuhyun masih tidak bergerak.

“Jj-jinjjayo?” Tanya Kyuhyun dengan wajah blank.

Siwon menganggukkan kepalanya dan melihat Yeri yang masih menangis diantara mereka, bahkan muka bayi kecil itu sudah hampir memerah. Melihat hal itu Kyuhyun langsung mengulurkan tangannya dan mengambil Yeri ke dalam pelukannya.

Seketika perasaan hangat yang sangat besar mengalir dari tubuh Kyuhyun hingga ia memeluk Yeri dengan penuh sayang dan kelembutan. Bayi kecil itu juga langsung menyusupkan wajahnya dileher Kyuhyun dengan tangan menempel dilehernya.

Kyuhyun memejamkan matanya merasakan hangatnya badan kecil Yeri didadanya hingga tanpa sadar airmata kebahagiaannya pun jatuh berlinang dipipinya. Perlahan tangisan Yeri pun hanya tinggal isakan dan Siwon mendekati mereka berdua dengan mata berkaca-kaca.

“Boleh aku memelukmu?” Tanya Siwon tanpa sadar membuat Kyuhyun langsung menatapnya.

Begitu melihat mata cantik yang basah, Siwon langsung memeluk Kyuhyun dengan eratnya tanpa menghimpit Yeri yang masih dipeluk huswifenya. Dan begitu kehangatan Siwon menyelimutinya sepenuhnya, tanpa bisa dicegah Kyuhyun langsung menangis tertahan dileher suami yang sangat dirindukannya itu.

“Siwonnie…”

“Aku mencintaimu, baby.” Jawab Siwon mengeratkan pelukannya dan tangisan Kyuhyun pun tidak bisa dihentikan.

Bahkan Suho yang tidak mengerti apa-apa hanya memeluk kaki daddy-nya dan melihat ke atas pada kedua orang tuanya dengan kening berkerut. Dan tanpa melepas pelukannya pada Kyuhyun, sebelah tangan Siwon pun membelai kepala Suho penuh sayang.

Pemandangan yang indah bagi semua yang bisa melihatnya, sebuah keluarga kecil yang kembali bersatu walau sudah pernah berpisah. Bahkan tidak perlu melihatnya Irene yang tidak bersama mereka pun sudah pasti tersenyum melihat mereka sekarang.

Cinta sejati hanya ada satu cinta dan satu hati, walau bagaimana sakitnya nanti tetaplah cinta itu ada dihati.

Kyuhyun menatap kosong layar televisi di hadapannya, ia memang tidak terlalu menanggapi apa yang saat ini terpampang di layar. Yang ada dalam pikirannya adalah apa yang harus dilakukannya?

Setelah kejadian di makam, ia dan Siwon kembali berbicara dari hati ke hati dan Siwon mempersilahkan dirinya untuk tinggal sementara waktu di apartemen Ryeowook. Seperti keinginan Kyuhyun, maka Siwon akan membiarkan huswife nya itu untuk memilihnya kembali saat hatinya telah kembali pulih dan Siwon akan menunggunya.

“Mommyyyy…”

Kyuhyun tersentak melihat Suho yang menepuk-nepuk mangkuk di hadapannya yang telah habis.

“Anak mommy memang yang terhebat..” puji Kyuhyun.

“Ana Daddy eoh, oppa Yeli…” Suho tersenyum sembari mengacung-acungkan jari telunjuknya bangga.

Kyuhyun ikut tersenyum dan mengacak surai Suho gemas, lalu membersihkan makanan yang tersisa di bibir Suho setelahnya tak lupa mencium pipinya yang gembul dengan penuh cinta.

“Mommy cuci dulu ne, jangan nakal”

“Heeum..” Suho pun kembali bermain dengan mainan yang dibelikan daddy nya kemarin.

Di dapur. Dimana saat ia mencuci bekas makan Suho, kembali Kyuhyun melamun, ntahlah sepanjang hari ini ia memang hanya isi dengan melamunkan bagaimana nasib pernikahannya dengan Siwon, di satu sisi Kyuhyun ingin sesegeranya kembali tetapi di sisi lain ada perasaan takut.

Takut pandangan orang mengatakan bahwa ia merebut posisi utama Irene di keluarga Choi.

Dan itu tidaklah mungkin, walau posisi nya kini tak akan menjadi pertama ataupun kedua, Kyuhyun tetaplah istri bagi Siwon dan tetaplah adik bagi Irene, serta mommy bagi Yeri.

***

“Kyu..”

“Ryeong kau sudah pulang?”

Kyuhyun tersenyum sembari masih menepuk-nepuk paha Suho, agar tidurnya semakin tenang. Ryeowook hanya membalas dengan anggukan, ia tak ingin Suho menjadi terganggu mendengar suaranya.

Melihat Suho sudah tertidur pulas, Kyuhyun pun menyusul Ryeowook keluar kamar. Didapatinya Ryeowook yang tengah memasukkan bahan makanan yang di belinya tadi di supermarket.

“Ada yang bisa aku bantu?”

“Tidak perlu Kyu.. apa Suho sudah tertidur?”

“Ne.. maka aku segera kesini”

Ryeowook mengangguk paham, lalu mengambilkan sekaleng minuman soda kepada Kyuhyun. Menarik pergelangan tangannya untuk mengikuti dirinya.

“Bagaimana harimu?”

“Baik” jawab Kyuhyun singkat sembari meminum minumannya.

“Lalu bagaimana dengan hatimu?”

Pergerakan Kyuhyun sempat terhenti, lalu ia menyimpan kaleng minuman itu di meja. Melihat ke arah Ryeowook yang sedang menunggu jawabannya.

“Apa yang harus aku jawab?”

“Ntahlah.. aku pun tak bisa menjawabnya, karena yang mengetahui semuanya adalah dirimu sendiri, Kyu..”

“Aku tak tau harus bagaimana? Aku ingin kembali.. tetapi keraguan itu selalu muncul. Aku takut..”

“Apa yang kau takutkan, Kyu??”

Kyuhyun mengusap wajahnya, “Aku telah menyakiti Siwon hyung, Yeri bahkan kedua orang tua Siwon hyung dan noona.. apa aku masih mempunyai muka untuk kembali dan seolah semua tak pernah terjadi?”

“Apa gunanya menyesal saat ini? Semua telah terjadi Kyu..”

Kyuhyun kembali menunduk, lebih memilih menikmati jari jemarinya terkait satu sama lain. Baginya pandangan itu lebih layak di pandang dibanding melihat tatapan menyalahkan dari sahabatnya itu.

“Pergilah ke alamat ini, Kyu..”

Ryeowook menyerahkan secarik kertas ke hadapan Kyuhyun.

“Restoran Jepang?”

“Heum.. datanglah jam 10 pagi”

“Ada apa?”

“Jangan menyia-nyiakan waktumu terlalu lama, Kyu.. aku tak mempermasalahkan kau berada disini bersamaku.. hanya saja, kau saat ini adalah seorang ibu, ada seseorang yang membutuhkanmu selain Suho dan Siwon”

“Ye-Yeri kah??”

Ryeowook menggemgam tangan Kyuhyun.

“Ya.. kau tak kasihan padanya? Kau tak menyayanginya? Ia membutuhkan sosok ibu untuk tumbuh kembangnya. Dia sangat membutuhkanmu, Kyu.. berilah kasih sayangmu juga kepadanya.”

Kyuhyun menangis dalam diam, ia menyadari kebodohannya yang masih terus bergelung dengan egonya. Ia tak memikirkan bagaimana tentang Yeri?

Kyuhyun menerawang, bagaimana jika posisinya kini dibalik? Apa yang akan terjadi pada Suho nya? Apa dia sebegitu teganya?

“Sudahlah.. ini sudah larut, tidurlah..”

“Ryeong…”

“Ne..”

“Gomawo..”

“Kau adikku, kau sahabatku, kau keluargaku.. maka aku pasti akan selalu berusaha untuk mendukung segala keputusanmu. Jika itu adalah hal baik, tapi aku pun wajib memberikan nasehat dan memperingatkanmu, jika apa yang kau lakukan itu salah”

Kyuhyun mendekatkan tubuhnya agar bisa semakin dekat dengan Ryeowook, Kyuhyun merengkuh tubuh mungil itu. Mendekapnya erat dan mengucapkan kata terima kasih yang berulang-ulang.

Kyuhyun telah duduk dengan tenang bersama Suho yang ada di pangkuannya, ia kini berada di sebuah restoran Jepang yang bermodelkan modern. Duduk di sebuah kursi dengan deretan tak terlalu jauh dari pintu, serta menyandar pada dinding kaca. Hingga dirinya dan Suho bisa leluasa menikmati pemandangan yang tersaji diluaran sana.

“Sudah lama menunggu, Kyu?”

Kyuhyun memalingkan mukanya saat mendengar suara lembut yang ia sangat kenal, suara mertuanya.

“Uu-Umma..”

“Apa kabarnya, Kyu?”

“Eum.. ba-baik Umma..”

Yeoja paruh baya yang tetap cantik walau sudah memasuki kepala 5, ia terduduk dengan anggun dan menatap penuh rindu pada Kyuhyun maupun Suho.

“Suho.. tak rindukah pada halmeoni?”

“Linduuu…” Suho merentangkan tangannya untuk di gendong.

Umma Choi dengan sigap mengambil Suho dari gendongan Kyuhyun dan mendudukannya di pangkuan. Memeluknya, mencium pucuk kepala Suho dan bergantian dengan pipinya, memegang jari jemarinya. Seolah – olah itu adalah mimpi.

Melihat pemandangan itu, Kyuhyun merasakan kesedihan. Betapa jahatnya ia, mengapa dengan penuh rasa marah. Membuatnya lupa jika Suho sangat dicintai banyak orang. Seharusnya kemarin, Kyuhyun tak mengambil keputusan gegabah.

Bahkan ia tak sempat melihat Irene untuk terakhir kalinya. Mengingat hal itu, mimik muka Kyuhyun berubah mendung kembali.

“Ada apa Kyu?”

“Ah.. oh.. aniyo Umma” Kyuhyun berusaha untuk menutupi suasana hatinya dengan memberikan senyuman palsu kepada mertuanya itu.

“Kita makan dulu..”

Kyuhyun mengangguk.

***

Setelah acara makan usai, Umma Choi tidak terlalu banyak berbicara kepadanya, ia lebih banyak berinteraksi dengan Suho. Terlihat dengan jelas bahwa mertuanya itu sangat merindukan cucu pertamanya.

Suho sedang bermain di rerumputan yang indah, sesekali ia akan berlari-lari kecil dan Kyuhyun harus selalu awas terhadap segala pergerakan Suho, karena takut-takut Suho bisa lari menjauh dari jangkauannya.

Suho terlihat senang bermain bola dengan anak seusianya yang ia jumpai di taman pula, Kyuhyun pun bisa terlihat agak tenang saat sopir keluarga Choi yang membantu Kyuhyun untuk menjaga Suho saat kini Kyuhyun sedang berbicara serius kepada Umma Choi.

“Bagaimana hari-harimu di Jepang, Kyu?”

“Semuanya indah Umma.. walau tak seindah disini”

“Umma tak menyalahkanmu atas kepergianmu, Umma mengerti walau Umma pun merasakan kecewa itu..”

Kyuhyun hanya menundukkan wajahnya.

“Kyu..” Umma Choi menggemgam tangan Kyuhyun, hingga membuat Kyuhyun menatapnya. “Kembalilah ke rumah, Siwon dan Yeri sangat membutuhkanmu..”

“U-umma..”

“Lupakan atas segala yang terjadi, anggap saat itu kau sedang berlibur dan kembalilah seakan tidak pernah terjadi permasalahan itu, bisakah?”

“Aku.. aku..”

“Apa yang kau ragukan lagi, Kyu?”

“Bukan ragu Umma.. aku hanya takut..”

“Siwon tak mungkin menyakitimu”

“Aku tau..”

“Lalu?”

“Aku takut.. jika aku kembali menyakiti Siwon hyung..”

Umma Choi menarik bahu Kyuhyun dan membawanya dalam pelukan.

“Tidak akan sayang… semua akan selalu mengalami segala frase yang ada, kadang ada di atas dan kadang ada dibawah, jikapun Siwon kecewa padamu. Tetapi rasa cinta Siwon terlalu besar padamu..”

“Umma..”

Kyuhyun melepaskan pelukannya.

“Gomawo..”

“Ne.. kau adalah ibu dari cucu Umma.. jadi kau adalah anak Umma, kembalilah sayang, bukan karena kewajiban tetapi karena kau memang mencintai Siwon”

Kyuhyun tersenyum, “Ne Umma..”

“Kalian saling mencintai, jadi lewati semuanya dengan kuat”

“Pasti..”

Mereka berdua kembali berpaling melihat Suho yang masih bermain riang dengan teman barunya. Sesekali Umma Choi akan menyoraki Suho untuk menyemangati cucunya itu bermain bola, Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya saat Umma Choi bersorak senang jika Suho berhasil menendang bola cukup jauh.

“Kyu..”

Ryeowook yang baru saja masuk ke dalam kamar Kyuhyun terkejut saat melihat Kyuhyun yang tengah merapihkan baju-bajunya ke dalam koper.

“Kau akan kemana?”

“Sesuai dengan permintaanmu”

“Kau kembali?”

Kyuhyun tersenyum dan membuat Ryeowook memeluknya penuh haru.

“Oh akhirnya kekerasan hatimu telah runtuh jua, terima kasih Tuhan…”

“Yak.. kau berlebihan Ryeong”

“Tak masalah, yang penting kau kembali dengan kebahagiaanmu” sembari mengencangkan pelukannya.

Kyuhyun tertawa dan ikut memeluk Ryeowook, Suho yang awalnya ada di luar kamar sedang bermain dan kini berjalan menuju kamarnya. Melihat mommy dan ahjussi nya sedang berpelukan, seakan tak mau kalah. Suho pun ikut memeluk kaki-kaki Kyuhyun dan Ryeowook.

Keduanya tertawa, “Kau mau ikut bahagia bersama kami, ne?” tanya Ryeowook yang hanya dibalas dengan cengiran Suho dengan menampilkan deretan gigi putih yang rapih.

“Anak pintar..” Ryeowook mengusap rambut Suho.

“Karena itu anakku, Ryeong..” ucap Kyuhyun acuh dan melepaskan pelukannya, memilih kembali menyimpan baju-bajunya di koper.

“Ya.. ya.. anakmu, puas?”

“Tentu..” Kyuhyun membalas dengan mengeluarkan smirknya.

Ryeowok menggelengkan kepalanya, malas berdebat dengan Kyuhyun. Maka ia memlih untuk meninggalkan Kyuhyun dan Suho dikamar, memasakkan untuk terakhir kalinya bagi Kyuhyun dan Suho adalah hal utama yang ada di pikirannya saat ini.

Ryeowook tentulah salah satu orang yang berbahagia saat mengetahui jika Kyuhyun akan kembali ke rumah dimana Siwon dan Yeri telah lama menunggunya.

***

“Ryeong…”

“Heum..”

“Gomawo..”

Ryeowook yang sedang berkonsentrasi untuk menyiapkan makan siang hanya tersenyum.

“Ya.. aku bahagia kau mengambil keputusan yang benar, berbahagialah selalu..”

“Ya..”

“Sudahlah kita makan ya..”

Ryeowook membantu Suho untuk memakan makanannya, karena kini Suho sedang asik melihat-lihat foto dirinya di Iphone milik Kyuhyun. Foto saat Suho bermain kemarin, foto itu dikirimkan Umma Choi yang sangat senang melihat Suho bermain bola.

***

Dengan gugup Kyuhyun membuka pintu taksi. Penjaga rumah yang mengetahui kedatangannya, dengan bahagia langsung membukakan garasi.

“Ini” sembari menyerakan beberapa lembar won. “Kembaliannya ambillah..”

“Terima kasih”

Ahjussi taksi yang mengantarnya pun dengan sigap membuka bagasi, mengambil koper milik Kyuhyun dan menurunkannya.

“Terima kasih” Kyuhyun menyeret kopernya menuju anak tangga, sedikit kesusahan memang dimana kini tangan satunya juga sedang menuntun Suho.

Sampailah ia di depan pintu, kenangan-kenangan seakan menyapanya. Kenangan indah, kenangan buruk semuanya bercampur menjadi satu. Hingga pintu terbuka lebar, dimana sosok namja tampan yang di cintainya telah berada di hadapannya dengan senyuman terkembang di wajah.

“Selamat datang kembali, sayang..”

Kyuhyun mencoba menutupi rasa harunya, akan tetapi laju air mata itu tetap tak bisa di cegah. Siwon mengarahkan ibu jarinya untuk menyeka air mata Kyuhyun.

“Tak ada lagi air mata mulai hari ini”

“Ini air mata kebahagiaanku”

“Begitukah??”

Kyuhyun menubrukkan tubuhnya dalam dekapan hangat Siwon, menempatkan wajahnya di tempat favorit. Ceruk leher Siwon, mencium wangi maskulin yang selalu menguar dari tubuh atletisnya.

“I miss You, hyung..”

“I miss You too, Baby..”

Mereka terus berpelukan, melupakan sosok Suho yang masih menikmati pemandangan tak di mengertinya. Tubuh kecil itu segera memasuki rumah, melihat seorang maid yang sedang menggendong bayi wanita bertubuh sedikit gemuk.

“Yelliii..”

Maid yang menggendong Yeri pun segera mensejajarkan tubuhnya, Suho kini bisa menjangkau Yeri dan mencium pipinya gemas.

Pelukan Siwon dan Kyuhyun terlepas saat mendengar gelak tawa Yeri, Siwon menempatkan tangannya di bahu Kyuhyun dan Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di dada Siwon, mereka menatap bahagia dimana kini Suho tengah menciumi wajah Yeri dengan gemas.

Pagi hari menyapa, hal yang selalu Siwon harapkan selama beberapa bulan belakangan ini. Akhirnya semua menjadi kenyataan. Dimana kini Kyuhyun dalam dekapannya, tengah tertidur pulas. Wajah damai dan juga bibir merah itu sungguh menjadi pemandangan yang indah bagi Siwon.

Jari telunjuknya menelusuri garis alis, hidung, bibir, philitrum berakhir di dagu. Jari telunjuk bekerjasama dengan ibu jari mengangkat dagu namja cantik yang sedang tertidur. Bagai cerita anak, kini seorang putri tidur sedang di cium oleh seorang pangeran.

Bibir Siwon yang awalnya hanya menempel, kini bergerak mengecap rasa manis. Rasa yang selalu membuat Siwon lupa diri, kembali ia merasakan manis itu setelah berbulan lamanya menunggu hal ini tiba.

Kecupan demi kecupan berubah menjadi lumatan penuh gairah, Kyuhyun yang merasa terusik tidurnya kini membuka mata. Terkejut saat wajah Siwon sangat dekat dengan wajahnya, bahkan ia seakan baru sadar bahwa bibirnya kini tengah di permainkan oleh Siwon.

Tetapi bukannya memutuskan ciuman itu, kini kedua tangan Kyuhyun melingkar manis di leher Siwon untuk memperdalam lumatan demi lumatan yang terjadi. Bahkan tangan Siwon sudah menelusup di balik baju longgar milik Kyuhyun.

Menyentuh apapun yang ingin ia sentuh, hingga tak sengaja. Sentuhan itu telah naik di atas dadanya. Kyuhyun memukul – mukul dada Siwon untuk menghirup oksigen. Seakan tak ingin melewatkan segalanya, Siwon memilih memindahkan ciumannya di leher Kyuhyun.

Bermula dari mencium wanginya hingga meninggalkan jejak cinta disana. Tangannya pun tak pernah kuasa untuk mengklaim bahwa Kyuhyun adalah milik Siwon selamanya.

Kyuhyun meredam suaranya dengan tangan kanan yang ia kepalkan di atas bibirnya, tidak lucu baginya jika ia menjerit kenikmatan disaat pagi telah menyapa. Dan ah.. Kyuhyun mengingat jika pasti Suho maupun Yeri mencari keberadaan mereka berdua, tetapi hal ini sungguh tak ingin Kyuhyun lewatkan.

“Hhhyuunngg..”

“Heum..”

“Ba-bagai-bagaimana dengan Suho dan Yeri” ucap Kyuhyun dengan sekali tarikan nafas.

“Mereka akan mengerti jika kedua orang tuanya butuh privacy, aku sungguh merindukanmu, Baby…”

Siwon menatap dalam mata Kyuhyun, melihat itu seolah terhipnotis. Kyuhyun menangkup wajah Siwon dan kembali membawanya dalam ciuman hangat, panjang dan… biarkan jika kali ini Kyuhyun mengalahkan kewajibannya sebagai seorang ibu, karena kini ia harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Kyuhyun pun tau jika maid-maid nya pasti bisa menjaga kedua buah hatinya selama hal ini terjadi.

***

Kyuhyun keluar dari kamar setelah membersihkan dirinya. Ia sungguh tak menyangka jika Siwon sebegitunya semangat saat mengklaim dirinya. Ntah berapa kali mereka melakukannya, Kyuhyun tak mau memikirkannya dan membuat kedua pipinya merah merona.

“Apa kalian sedang melakukan program adik untuk Suho dan Yeri?” tanya Umma Choi yang saat ini sedang menggendong Yeri dan menggemgam tangan Suho.

“Umma… omo…” Kyuhyun menatap malu kepada mertuanya itu.

“Tak perlu malu, apa Siwon masih tidur?”

Kyuhyun hanya mengangguk dan berusaha mengalihkan rasa malunya dengan menggendong Yeri.

Saat pertama kali Kyuhyun menginjakkan kakinya kembali di rumah, Yeri memang langsung menempel padanya. Dan Kyuhyun baru bisa masuk kamar pada jam 2 pagi, maka jangan salahkan Siwon jika saat pagi tadi meminta jatahnya.

“Makanlah sarapan telatmu itu..”

Umma Choi mendorong Kyuhyun menuju ruang makan, masih dengan Yeri dalam gendongannya. Kyuhyun hanya bisa pasrah saat mertuanya meminta untuk sarapan telat dirinya, Umma Choi sendiri lebih memilih untuk pergi membawa Suho bermain di taman samping rumah.

“Pagi baby..” Siwon mencium pipi Kyuhyun sekilas dan bergantian dengan Yeri yang ada di pangkuan Kyuhyun.

“Ini siang hyung..”

“Oh begitukah?” Siwon tersenyum menggoda dan Kyuhyun hanya berusaha memalingkan wajahnya dengan memainkan jari-jari kecil Yeri.

“Makanlah..”

“Baik.. karena memang aku butuh banyak tenaga untuk segera memakannya lagi” ucap Siwon ambigu.

“Yak!! Jangan berbicara yang aneh saat ada anak kecil, hyung..”

Siwon tertawa, “Baiklah.. baiklah…”

***

Siang hingga sore, keluarga kecil yang kembali memulai kisahnya itu menjalaninya dengan penuh kebahagiaan. Kyuhyun tak pernah mau melepaskan kebahagiaan ini, walau nanti akan ada rintangan kembali, ia tak akan menyerah. Karena Siwon adalah takdirnya dan Suho maupun Yeri adalah anugerah yang Tuhan titipkan kepada mereka.

Siwon berjalan menjauh saat ada panggilan masuk, Kyuhyun hanya menatap sekilas. Ia tidak terlalu memperhatikan hanya terdengar di telinganya bahwa Siwon seakan puas dengan ucapan seseorang di seberang sana.

Siwon kembali mendekati Kyuhyun, Yeri dan Suho yang sedang duduk di karpet bulu.

“Dari siapa hyung?”

“Sangat ingin tau?”

“Ck..”

Siwon melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun, menempatkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

“Besok kita pergi ne?”

“Kau tidak kerja lagi hyung?”

“Ani.. ada hal yang ingin aku perlihatkan kepadamu”

“Apa?”

“Besok kau akan tau”

“Bermain rahasia denganku?”

“Hanya kepadamu.. dan sesuatu yang pasti kau suka”

“Benarkah?”

“Heum..” Siwon mencuri satu kecupan di bibir Kyuhyun dan segera mendekati kedua anaknya yang sedang bermain.

Kyuhyun sendiri masih memegang bibirnya, oh padahal itu bukanlah ciuman pertamanya. Tetapi apapun yang terjadi pada hari pertama dirinya kembali, seakan bahwa perlakuan manis Siwon adalah hal yang pertama kembali baginya.

Dan itu membuat Kyuhyun merona malu.

Sepanjang perjalanan Kyuhyun tak hentinya bersenandung, karena Yeri yang ada di pangkuannya terlihat menginginkan tidur. Sedangkan Suho yang duduk di belakang terlihat asik dengan mainan mobil-mobilan hadiah dari kake Choi.

Foto-Desain-Rumah-Mewah-Gaya-Eropa-Bagus

Mobil tepat berhenti di sebuah rumah yang nampak indah, megah, asri dan tentunya besar. Bangunan dua lantai itu bernuansa eropa modern.

“Kita akan ke siapa, hyung?”

“Turunlah dulu..”

Siwon dengan sigap membukakkan pintu mobil Kyuhyun, tak lupa juga membukakan pintu untuk Suho. Keempatnya kini berdiri di depan gerbang sebuah rumah.

Terlihat seorang penjaga yang dengan ramah membukakan pintu gerbang otomatis itu. Siwon menggendong Suho dan tak lupa selalu menempatkan tangan lainnya di pinggang Kyuhyun. Membawanya berjalan beriringan dengannya.

“Hyung..” Kyuhyun masih tak mengerti.

“Kau suka?”

“Mwo?”

“Kita akan memulai semuanya disini. Kau, aku, Suho dan Yeri”

“Tapi…”

“Tak suka kah?”

“Aniyo… tapi rumah lama bukankah banyak kenangan Irene noona?”

“Irene menghadiahkan ini untuk kita, baby”

“Mwo??”

“Heum.. dia sudah menyiapkan semuanya…”

“Noona…”

“Maukah kau menjalani sehari-hari kita disini baby? Berempat.. kita memulai semuanya disini…”

Kyuhyun merebahkan kepalanya di bahu Siwon, ia mencium Yeri penuh kasih.

“Ya hyung.. kita akan memulai semuanya disini”

“Aku mencintaimu, Choi Kyuhyun.”

“Aku juga mencintaimu.” Jawab Kyuhyun menatap Siwon penuh cinta dan pipi yang merona.

“Jangan pergi lagi dariku.”

“Selamanya aku ada disisimu.”

“Selamanya, benarkah??”

-tbc-

Advertisements

83 thoughts on “The Day 11

  1. Horre, akhirnya mereka balikan lg. So sweet bgt sih…. Moga2 mereka langgeng srterusnya dan Yeri bisa segera punya adik baru nih. Biar keluarga mereka makin rame😀😀😄. Ditunggu chapter selanjutnya ya thor👌👌

  2. Akhirnya update juga,,, itu Yeri langsung nemel ya sama mommy kyu ya….
    Si daddy mentang” udah puasa selama beberapa bulan begitu di kasih jatah langsung jadi kuda liar ehehehe
    Suho baby makin ngegemesin, jadi oppa yg baik ya???
    Lanjut unnie di tunggu,,,, jangan lupa My Baby juga selalu di tunggu…… semangat unnie sukses selalu gomawo.

  3. haah….knp harua menunggu lama kyuhyun buat memutuskan kembali, pdhl smua sdh menunggunya trutama siwon
    dan untung saja akhirnya dia mngambil keputusan yg tepat utk kembali
    smga stlh ini keluarga mrk dipenuhi dg kebahagiaan dan mrk tdk akan terpisahkan lagi

  4. aigooo….knp kyuhyun htus menunggu lama utk memutuskan kembali, pdhl sdh banyak yg menunggu terutama siwon
    tp untung saja dia ambil keputusan tepat

  5. smoga awal kebahagian baru buat wonkyu dan suho, yeri
    hhihihi baru ketemu dah begituan… oh my wonkyu wonkyu… bner kata umma choi, wonkyu lgi program baby tuch, adik suho yeri kkkk

  6. Aaahhhh .. Ending chap ini bikin melted karena pernyataan cintaaaaa…..
    Akhirnya mommy kyu kembali sama siwon daddy. Hoaaaaaaaa…
    Pokonya aku seneeeeennnggggggggg banget. Hihihihi 😁😁

  7. hwaaaa akhirnya. aku bahagia kyu dikelilingi orang yg menyayanginya. aku harap mereka selalu bahagia. kyu tdk.egois lg. yeri sangat menyayangi kyu berkat irene. like mom like daughter kkkk. aigo aigoooo selalu bahagia eoh kkkk

  8. wuahhh udah chp 11 aja aku telat, sorry baru komen skrng 🙂 seneng mereka bisa balikan lg semoga setalah ini mereka bahagia selamanya. ayoooo beri adik untuk baby yeri hahahaaha #plakk …. kumat 😀

  9. duh sweet banget, bikin senyum senyum gaje kan. tapi ko endingnya agak ganjil ya? pliss jangan sampe mereka kenapa napa lagi, happy ending yaaaa
    ditunggu untuk kelanjutannya~

  10. Senang dan terharu jadi ikut nangis hehe….seru2 thor dan maaf chapter sebelumnya blm sempat koment dan di tunggu ff yg lainnya juga semangat semangatttt

  11. Badai pasti berlalu,senengnya akhirnya wonkyu bisa bersatu end saling memahami,moment kyuwook manis manis….skali lg wonkyu slamaatt..

  12. Ikut seneng kyu udah balik lagi.tapi nangis pas kyu ke tempt irene….wonkyu selalu bahagia ya harus itu.suho jg syang bgt sama yeri smpe posesif bilak milik cuo lagi gemes ih

  13. hallo umma , teh vira
    ih seneng deh akhirnya kyu sadar dan dan kembali ketempat seharusnya
    duh engga tau mau komen apa yang pasti seneng banget ini yang ditunggu tunggu kyu sama suho kembali kekorea dan kyu bisa ketemu sama yeri , dan suhoooo kayanya sayang banget sama yeri kalo gitu buatkan dongsaeng untuk yeri biar yeri sayang sama dongsaengnya hahahahaha

  14. Waaah akhirnya Kyu pulang dan akan memulai hidup baru.

    aku kira ini chapter terakhir. daebak chingu sampai baper bacanya. lanjut chingu!

  15. Keren author-sii..
    Rasanya bercampur aduk. Seneng, baper dll-lah..
    ff anda makin keren..
    Lanjut author-sii..
    D tnggu tulisannya yg lain juga.. 😄😊👍

  16. Akhirnya kyu tau juga klu irene udh mninggal…
    Dan skrg kyu juga udh kmbali sama siwon dan yeri…
    Irene juga udh mmpersiapkan rumah baru untuk mreka.
    Smoga mreka bisa brsama slamanya…

  17. Fiuuhhh..syukurlah Kyu mw balik lg ke Siwon dan emang seharusnya begitu..lega rasanya..
    Kirain dah end ternyata msh tbc y unn..waaah g nolak kl msh tbc mah..hehe..
    Ditunggu next chapnua y unn..fighting!!

  18. waaaaaa aku telat sekali bacanyaaaaaaaa maafkan saengmu ini eonnieeeeeeeee kkkk kesibukan kampus membuat lupa dgn segala hal/? heuuuu
    aaaaaa akhirnya baby kyu kembali ke pelukan pangerannya kkkk
    uhhhh semoga stlh ini kebahagiaan selalu menyertai merekaaaaa
    di tunggu lanjutannya eonnieeeeee

  19. Yeeey akhirnya mereka bersatu kembali jadi terharu deh hehe
    Selamat datang dirumah baru nih ya semoga selalu bersama tdk terpisahkan pokoknya 🙂
    Next chap ditunggu^^

  20. Akhirnya bersatu juga, akhirnya bahagia juga,,, so sweettttt

    Tapi tetep kelakuannya siwon hebat, baru kyuhyun pulang udah langsung program lagi buat adik, buat baby su dan yeri hehheheh
    Mengenang masa lalu ya kyu,,, moment pertama ketemu siwon

    Lanjutt

  21. Akhirnya… Bs mampir lg kesini kkkkkk
    untunglah smua kesalahpahaman sdh jls smua ooppsss kecuali soal seunghyun *evil smirk ala kyukyu*
    busyeettt dahhh br reunian si kuda dah bt program anak ke 3, poor my baby hahahaha
    Thanks vieeeee ^^
    Thanks miss lee ^^
    fighting nee ~

  22. Ah Manisnya…. Kyu Karena Egois Kau Meninggalkan Suami Yang Kau Cintai Dan Anak Yang Masih Membutuhkan Seorang Mommy. Tapi Kau Menyadarinya Dan Segera Pergi Menuju Istana Demi Bersama Dengan Suami Dan Anak Anak…

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s