The Day 10


poster the day 2

The Day

(My Destiny Is Written)

Chapter 10

**

“Bagaimana ini bisa terjadi?” Dokter Shim datang dengan wajah paniknya. “Kondisinya sangat stabil.”

“Aku tidak tau, tapi Irene menyatakan ingin tidur. Dia lelah, dokter.” Siwon menjawabnya dan berusaha untuk tetap di dekat Irene bersama Yeri.

“Tolong menjauhlah, Siwon-ssi.” Ucap Dokter Shim cepat yang segera dituruti Siwon.

Kemudian Dokter Shim pun mengarahkan stetoskopnya di dada Irene, mencoba mencari dimana detak jantung itu. Suster yang menemani membantu dokter Shim menyiapkan alat pengejut jantung untuk memanggil detak jantung Irene kembali.

“1…2…3…tekan!!” Dokter Shim, meletakkan alat itu tepat di dada Irene dan membuat tubuh Irene sedikit terlonjak diatas ranjang.

Tidak ada tanda-tanda detak jantung itu kembali, semua yang ada disana hanya bisa menatap tidak mengerti dan pasrah. Sementara Siwon sendiri terus mendekap Yeri di dadanya dengan tatapan kosong dan putus asa.

Apalagi saat dokter Shim melakukan kejut jantung itu beberapa kali di dada Irene yang sudah tidak berdetak, tapi tidak ada perubahan sampai…

“Suster. Tolong.. catatkan kematian pada pukul 12.15” Ucap Dokter Shim akhirnya dengan wajah pucat.

Suster yang diminta pun segera menuliskan pada file yang dipegangnya dengan sigap, sementara Umma Choi dan Umma Jung sudah memeluk suami mereka dan menangis tersedu disana.

“Tidak dok!!” Siwon menggelengkan kepalanya sambil mendekati ranjang. “Ini tidak mungkin, dokter pasti bercandakan?? Tidak mungkin!!”

Siwon memegang lengan dokter Shim kencang, ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Irene telah pergi meninggalkannya untuk selamanya.

“Maafkan kami Siwon, kami telah berusaha. Tapi Tuhan yang menentukannya, Irene sudah tidak bersama kita lagi, ikhlaskanlah.”

“Tidak mungkin!!!” Siwon tidak mampu menopang tubuhnya, ia bersimpuh dengan kedua lututnya. Melihat itu, Umma Choi segera mengambil Yeri dari gendongan Siwon.

“Sabarlah Siwon, tabahkan hatimu.” Appa Jung memeluk menantunya itu.

Umma Jung sendiri hanya bisa terduduk menangis di sofa ruangan, Umma Choi menimang Yeri yang tidak tahu apa-apa dengan baik dan menghampirinya untuk menguatkan wanita sebayanya itu.

Siwon berdiri dan segera menghampiri ranjang dimana Irene telah menutup matanya dengan sempurna, tak ada lagi kata manis yang akan terucap dari bibir tipisnya, tak akan ada lagi senyuman cantik dari istrinya.

“Irene.. bangunlah, jangan tinggalkan aku.. Irene..”

Siwon memegang kedua lengan Irene mencoba menggoyangkannya, Appa Choi yang melihat putranya seakan kehilangan arah segera menghampiri.

“Siwon.. jangan seperti ini nak, ikhlaskan..”

“Tidak appa.. tidak, Irene hanya tertidur”

“Siwon..” Kini Appa Choi semakin tegas berucap.

“Irene.. bangunlah sayang, Yeri membutuhkanmu, bangunlah.. kita akan mencari Kyuhyun bersama-sama, jangan tinggalkan aku.. aku mencintaimu, maafkan aku yang tak bisa menjadi suami sempurna bagimu, maafkan aku..”

Siwon mendekap tubuh yang sudah mulai mendingin, membawanya erat dalam pelukan hangatnya. Siwon membenamkan wajahnya di pucuk kepala Irene, meruntuhkan rasa sakit dan sedihnya.

“Kyuhyun~ baby, kau dimana?? Aku membutuhkanmu. Bagaimana aku bisa hidup tanpa kalian berdua di sisiku??” Siwon menutup wajahnya dan menangis.

**

Kyushu, Fukuoka, Jepang.

Sudah beberapa hari ini namja cantik yang bernama Choi atau Cho Kyuhyun berada di daerah kedelapan terbesar di negeri sakura itu. Fukuoka, yang berada di pulau Kyushu merupakan kota terbesar di pulau tersebut dan berada diposisi delapan diantara kota besar lainnya yang ada di Jepang.

Kota yang menjadi pusat ekonomi dan kebudayaan Kyushu sejak tahun 1930-an itu menjadi tempat terakhir persinggahan Kyuhyun bersama putranya. Setelah lebih dari dua bulan yang lalu, namja cantik itu meninggalkan korea, meninggalkan semua kebahagiaan-nya.

Kyuhyun menjadi relawan di sebuah rumah sakit daerah terpencil yang berada di perfektur Saga, sebagian demi melarikan diri dari pencarian, dan sebagian juga sebagai dedikasinya sebagai dokter muda yang berprestasi tinggi diantara teman seangkatan dengannya.

Selama dua bulan Kyuhyun menghabiskan waktunya menjalani kehidupannya dengan tenang dan biasa-biasa saja menurutnya. Ia bekerja di rumah sakit itu seharian bahkan sampai malam hari jika memang ia dibutuhkan.

Kyuhyun sangat baik merawat putra satu-satunya yang berharga yang ia punya setelah cintanya, Choi Siwon, suaminya. Selain sebagai dokter Kyuhyun melakukan aktifitas lainnya yaitu sebagai seorang Appa dan juga Umma bagi Choi Suho, putranya.

Sesekali Krystal akan datang untuk membantu Kyuhyun menjaga Suho jika yeoja cantik itu tidak sibuk dengan perkerjaannya sendiri. Jung Kristal, yeoja cantik yang sangat akrab dengan Kyuhyun itu merupakan kekasih dari Choi Seunghyun, namja tampan yang sudah sangat membantu Kyuhyun dalam dua bulan terakhir.

Seunghyun mungkin sangat beruntung mendapatkan Krystal untuknya, selain cantik, dia pintar dan juga baik hati. Mereka pasti akan menjadi pasangan yang sangat cocok di kemudian hari, menerawang akan hal itu membuat Kyuhyun mengingat kembali bagaimana dirinya saat di Seoul dulu.

Ahh~ ternyata semuanya sangat tidak mudah seperti yang ia pikirkan. Ia merindukan Siwon tentu saja, suami tercintanya, namja yang sudah memberikan segalanya untuknya. Dan Irene noona nya yang sangat baik dan pasti bayi kecil mereka juga.

Bahkan Kyuhyun belum melihatnya sekalipun saat dia lahir. “Maafkan mommy dan Suho oppa, baby.”

Tiba-tiba Suho yang ada di depannya memukul-mukul meja kerja Kyuhyun dengan pulpen miliknya dan membuat namja cantik itu tersentak dari lamunannya.

“Waeyo baby?” Kyuhyun melihat putra-nya dengan kening berkerut.

“Daddy~~” Jawab Suho lancar membuat Kyuhyun terpana.

Sejak keluar dari rumah itu Suho memang tidak pernah menanyakan keberadaan daddy-nya tercinta. Seolah-olah Suho bisa mengerti apa yang sedang dirasakan Kyuhyun mommy-nya saat itu.

Tapi sejak dua hari yang lalu, putra kecilnya itu akan mengucapkan kata daddy setiap melihat namja tampan yang lewat didepan mereka berdua. Kyuhyun harus menahan sesak didadanya setiap kerinduan pada Siwon membuncah, saat Suho memanggil daddy-nya.

“Daddy tidak ada disini, baby.”

“Anna??” (mana?)

“Daddy ada di rumah, kita tidak bisa pulang kesana.”

“Apa? (kenapa?)” Suho memiringkan kepalanya tidak mengerti.

Walau dijelaskan bagaimanapun panjangnya, tetap tidak akan dimengerti Suho yang masih bayi itu. Karena itu, Kyuhyun pun mengambil putra kecilnya dan meninggalkan jas dokternya di kursi, lalu segera keluar dari ruangan itu.

“Anna?” Tanya Suho lagi.

“Ke kantin, beli ice cream.” Jawab Kyuhyun dengan senyum garingnya.

Seketika mata Suho berbinar senang dan memeluk mommy-nya itu dengan erat sambil terus menggumamkan kata ice cream sepanjang perjalanan mereka.

“Ais cem kan? Ais Cem kan? Kan?” Angguk Suho dengan riangnya hingga Kyuhyun harus menganggukkan kepalanya juga.

“Au…ais cem. (mau ice cream)”

Kyuhyun hanya bisa tersenyum lembut saat melihat wajah berbinar putranya, jika sudah menyinggung makanan kesukaannya itu. Sebelah hati namja cantik itu lega karna ia bisa mengalihkan pikiran Suho dari daddy-nya sekali lagi.

Entah sampai berapa lama Suho akan percaya kata-kata pengalihannya itu dan akan melupakannya lagi dan lagi. Kyuhyun akan tetap melakukan hal yang sama setiap kalinya mungkin sampai bocah kecil itu sudah bosan dan akhirnya meminta daddy-nya ada bersama mereka.

Kyuhyun hanya bisa berharap.

Hari pun kembali berlalu dengan sendirinya membuat dua hati yang terpisah semakin meragukan keberadaannya. Masih adakah cinta itu disana? Masih adakah kesempatan yang tersisa?

Jawabannya tentu saja tidak, bagi Siwon yang sudah kehilangan segalanya.

Genap sebulan sudah kepergian Irene, istrinya tercinta dari kehidupan mereka, dan Siwon merasa kehidupannya juga sudah mati dan meninggalkannya. Namja tampan itu ditinggalkan dua istri dengan waktu yang tidak jauh berselang membuat Siwon sangat terpuruk.

Seolah cahaya kehidupan dan kebahagiannya saat ini sudah sirna tidak berbekas. Wajah tampan yang biasanya akan membuat iri setiap namja kini hanya tinggal keputusasaan, sementara badan atletisnya yang sempurna tidak mampu membuat stamina tubuhnya kuat dan bertahan. Setelah berhari-hari ia membuang kehidupannya dalam kepedihan kini Siwon terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan selang infus menancap di tangan kirinya. Bibir tipis yang biasanya merona itu kini nampak pucat kehilangan vitaminnya.

Selain tidak makan dengan teratur, Siwon juga membiarkan pekerjaannya terbengkalai dan pikiran yang melebihi kapasitasnya yang membuat tubuh kekarnya itu tumbang hingga harus di rawat inap di Rumah Sakit.

“Yeobo, bagaimana? Apakah anak buahmu sudah menemukan keberadaan Kyuhyun dan Suho?” Tanya Umma Choi pada suaminya.

Saat ini mereka berdua berada didepan pintu kamar rawat Siwon, Appa Choi tidak ingin Siwon mendengarkan pembicaraan mereka dan menjadi terganggu.

“Mereka masih terus mencari, bersabarlah. Mencari seseorang di negara besar tidaklah mudah.”

“Aku tahu, tapi bagaimana bisa dia menghilang seperti itu?”

“Ada kabar menyebutkan ciri-ciri Kyuhyun ada di Rumah Sakit Fukuoka.”

“Benarkah? Lalu bagaimana dengan Siwon? Apa dia sudah tahu?”

“Tidak, biarkan dia pulih dulu, nanti kita akan mengatakannya mudah-mudahan semangatnya segera kembali.”

“Hiks~ kenapa nasibnya sangat menyedihkan seperti ini??” Umma Choi menangis yang langsung dipeluk oleh Appa Choi.

“Kehilangan orang-orang yang berharga dalam hidup kita, pukulan yang berat bagi Siwon, kita harus menguatkannya. Yeri pun harus selalu kita jaga.”

“Maaf.. aku akan memeriksa pasien.” Ucap seseorang tiba-tiba berdiri disana.

Kim Ryeowook yang bertugas sebagai dokter Siwon, sebenarnya sudah sedari tadi terdiam di dekat pintu masuk dan mendengarkan semua pembicaraan mereka membuat namja itu hanya bisa memandang mertua sahabatnya sendu.

Ia tidak bisa berkata ataupun berbuat sesuatu untuk membantu Siwon, suami sahabatnya sendiri.

“Kau sahabat Kyuhyun bukan?” Tanya Umma Choi mencoba mengingat wajahnya.

“Ne…” Ryeowook berjalan mendekati.

“Kau mengetahui semuanya kan? Apakah Kyuhyun mengabari sesuatu padamu?” Umma Choi menatap harap pada Ryeowook.

“Maafkan aku nyonya, tapi Kyuhyun sama sekali tidak pernah menghubungiku selama lebih dari dua bulan ini.” Ryeowook menatap meminta maaf pada kedua orang tua Siwon.

“Tidak apa, lanjutkan pekerjaanmu, kami akan meninggalkan Siwon sebentar. Tidak apa jika kau menjaganya sementara??” Appa Choi tersenyum menenangkan.

Ryeowook mengangguk dan ikut tersenyum menenangkan pada kedua wajah sendu itu, kedua orang tua Siwon pun bergegas pergi dari sana. Mereka harus menuju rumah Siwon, Yeri pasti mencari keberadaan daddy nya, terlebih kedua orang tua Irene berniat akan berkunjung hari ini.

Sepeninggal orang tua Siwon, Ryeowook menjalankan tugasnya untuk memeriksa keadaan Siwon yang saat ini masih tertidur karena pengaruh obat. Setelahnya ia mengambil kursi di samping ranjang, mendudukinya dan membenarkan selimut Siwon dengan perlahan.

“Hyung, aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, tapi kau harus kuat, ne? Kyuhyun tidak mungkin meninggalkanmu, dia hanya butuh waktu menenangkan dirinya, maafkan aku yang membohongi kalian semua. Tapi aku pastikan Kyuhyun dan Suho baik-baik saja.”

Ryeowook memandang wajah Siwon lekat, “Kyuhyun sangat mencintaimu, hyung~ kau yang pertama segalanya untuknya, tapi kepergiannya kali ini mungkin yang terbaik untuk kalian bertiga. Maafkan aku yang juga merahasiakan mengenai Irene noona. Kau lah yang seharusnya berbicara mengenai noona kepada Kyuhyun. Sehat lah Hyung, Yeri membutuhkanmu.”

“….”

“Aku yakin, Kyuhyun dan Suho juga merindukanmu.”


Entah berapa lama Ryeowook menemani Siwon yang masih tertidur, sampai saat kedua orang tua Irene dan Yeri menjenguknya, ia sudah tidak ada disana. Saat itu, kedua orang tua Irene meminta kesepakatan untuk membawa Yeri ke Taiwan setidaknya sampai kondisi Siwon sehat kembali.

Tapi umma dan Appa Choi tidak memberikan jawaban, karena yang berhak atas Yeri adalah appa kandungnya, bukan mereka yang hanya kakek dan nenek saja. Umma Choi ingin keluarga Jung meminta kesepakatan Siwon terlebih dahulu jika memang itu yang terbaik.

“Bagaimana jika Siwon tidak mengizinkan?” Tanya umma Choi didalam ruangan Siwon.

“Dia harus bisa menjaga dirinya sebelum bisa menjaga Yeri.” Jawab umma Jung sedikit tidak rela cucunya bersama Siwon.

“Walau begitu, Yeri putrinya, kalian tidak bisa memaksa.”

“Kami tidak akan memaksa, tapi Siwon harus bisa memberikan keputusan yang tepat.”

“Dengan berpisah darinya semakin membuat hidup Siwon tidak ada gunanya.” Ucap Umma Choi tajam.

“Kami akan tetap membawa Yeri ke Taiwan.”

“Tidak Umma!!!” Bantah Siwon tiba-tiba membuat mereka semua terperanjat. “Jangan bawa sisa kehidupanku lagi, aku mohon.” Pinta Siwon dengan wajah putus asa.

Siwon sudah membuka matanya saat mendengar sayup-sayup percakapan kedua orang tuanya dengan orang tua Irene, bahkan mereka terdengar seperti sedang memperdebatkan sesuatu. Namun saat ucapan terakhir keluar dari umma Jung membuat Siwon langsung membantahnya dengan cepat.

“Jangan umma.” Ulang Siwon sekali lagi.

“Kau sudah bangun, chagi?” Umma Choi langsung mendekati ranjang Siwon.

“Umma jangan bawa Yeri pergi, aku akan sembuh. Jangan bawa kebahagiaanku pergi.” Ucapnya dengan suara bergetar membuat umma Choi langsung melihat besannya itu dengan tatapan seribu arti.

Bahkan Yeri yang saat ini berada dalam dekapan Umma Jung menggeliat gelisah dan menunjukkan rasa tidak nyamannya. Tidak lama kemudian suara tangisanpun terdengar di dalam ruangan VIP itu.

“Yeri.. ini daddy, sayang~” Siwon mencoba untuk mendudukan dirinya, ia merentangkan tangannya pada Yeri yang terus menangis dan melihatnya.

Mau tidak mau, umma Jung harus menyerahkan cucu-nya itu pada appa kandungnya yang lebih dibutuhkan Yeri.

“Mianhae sayang, jeongmal mianhae~ karena daddy, Umma yeri pergi. Mianhae, karena sikap daddy, Mommy Kyu dan Suho oppa juga pergi, mianhae.”

Siwon meruntuhkan kekuatannya dalam wajah damai Yeri yang masih melihatnya. Tangan kecil itu menggapai wajah sang daddy, Siwon mendekatkan wajahnya hingga bayi kecil itu tersenyum senang.

“Apa kau memaafkan daddy, sayang??” Tanya Siwon sambil mencium pipi Yeri membuat bayi kecil itu tergelak dan tertawa.

Semua yang melihat mereka berdua merasa begitu bahagia karena sudah lama rasanya senyuman Siwon tidak pernah terkembang lagi di wajah tampannya. Umma Jung juga merasa sangat bersalah, jika ia benar-benar tega memisahkan kebahagiaan Siwon yang hanya tinggal Yeri.

Walau sedikit berat, umma Jung membuang keegoisannya dan membiarkan cucu perempuannya itu tinggal bersama daddy tampannya. Dan mereka memutuskan untuk segera kembali ke Taiwan karena pekerjaan disana sudah lama terbengkalai.

“Umma tidak akan membawanya, tapi izinkan umma datang berkunjung jika rindu.” Ucap Umma Jung dengan mata berkaca-kaca.

“Tentu saja umma boleh datang kapan saja, Aku juga akan membawanya ke Taiwan jika kalian tidak sempat pulang.” Ucap Siwon dengan penuh kejujuran.

“Be-benarkah?” Umma Jung menatap menantunya tidak percaya.

“Dia cucumu juga umma.”

Wanita cantik setengah baya itu langsung memeluk umma Choi dan menangis disana dengan sedihnya. Sebelah hatinya menyesal karena ingin memisahkan Siwon dan Yeri namun sebelahnya lagi merasa lega karena ia masih bagian dari mereka walau yang menjadi penyambungnya sudah tidak ada.

“Umma akan mengambil beberapa barang Irene, sebagai kenangan umma disana, bolehkah?” Ucapnya kemudian.

“Boleh umma~ apapun yang kau inginkan.”

*

*

Dan setelah hari itu, seperti yang dijanjikannya Siwon benar-benar sembuh dan kembali bersemangat. Namja tampan itu kembali berusaha keras memulihkan tenaganya yang menghilang dan mengembalikan charisma-nya yang sempat memudar.

Siwon kembali bekerja di kantornya walau setengah hari dan kembali ke rumah siang hari untuk menjaga Yeri sampai malam menjelang. Disaat lenggang ia masih mengikuti perkembangan pencarian Kyuhyun yang dilakukan Appa Choi sebagai ganti dirinya.

Hingga suatu hari informasi yang didapat Appa Choi terdengar dengan jelas ditelinga Siwon. Keberadaan Kyuhyun-nya sudah diketahui namun belum sepenuhnya, tetap saja itu kabar yang membahagiakan.

“Kenapa Appa tidak cepat memberitahuku?” Tanya Siwon pada Appa-nya.

“Appa masih belum yakin, belum ada yang kesana.”

“Aku yang pergi! Aku ingin bertemu Kyuhyun.”

“Tapi kita belum tahu dimana alamatnya.”

“Kalian tahu rumah sakitnya kan?”

“Mmm..iya.”

“Tunggu apa lagi?? Umma tolong jaga Yeri sementara aku pergi, setelah sekian lama, akhirnya.” Ucap Siwon dengan senyum terkembang dibibirnya dan wajah yang penuh dengan harapan.

“Baiklah putraku, bawa kembali kebahagiaanmu, kau harus mendapatkannya kembali.” Umma Choi berucap dengan senyum penuh dukungan.

Hingga Siwon langsung memeluknya dengan erat dan mengucapkan terima kasihnya yang tidak terkira. Hanya mereka berdua yang tidak pernah menyerah selama ini untuk menjaganya dan juga Yeri.

“Appa akan atur pesawatnya, kau bisa bersiap-siap.”

“Terima kasih appa.”

“Apapun untukmu, Siwon.”

Dan tidak perlu menunggu waktu lama segala prosedur keberangkatan luar negeri diterima Siwon dengan lancar. Mengingat siapa dirinya dan siapa yang sudah memesankan pesawat dengan penerbangan cepat itu untuknya.

Kurang lebih dari dua jam kemudian pesawat Korean Airlines yang membawa Siwon sudah mendarat di Bandara Fukuoka. Namja itu pun kembali menerima berbagai prosedur kedatangannya hingga selesai.

Begitu keluar dari bangunan bandara yang besar itu, Siwon tersenyum bahagia saat melihat ke depan dan menyadari bahwa ia sudah ada di Jepang. Siwon mengingatnya kembali, mengingat bagaimana dulu kisah dirinya bersama Kyuhyun bermula. Honeymoon yang enggan dilakukannya, namun membekas sangat dalam karena disinilah ia dan Kyuhyun dipersatukan. Kisah cinta yang manis itu tiba-tiba membuatnya merasakan semangat yang luar biasa dalam hatinya. Semangat yang sudah lama menghilang setelah kepergian semua yang berharga dalam hidupnya.

Dan sekarang Siwon yakin bisa membawa Kyuhyunnya kembali pulang dan membina rumah tangga bersama lagi. Tidak akan pernah ada lagi kata perpisahan, ia berjanji akan hal itu.

Kemudian Siwon memanggil taksi yang sudan menunggu disana dan memintanya menuju alamat dimana seseorang yang telah di carinya berada. Tidak perlu menunggu berapa lama, taksi itu sudah berhenti didepan sebuah rumah sakit yang ada Fukuoka.

Disanalah Kyuhyun bekerja seperti yang diketahui anak buah Appa Choi, Siwon ingin segera melihat Kyuhyunnya hingga ia langsung berlari keluar dari taksi hanya dengan kata tunggu sebentar. Sopir taksi itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat namja tampan itu kemudian melihat dijok belakang mobilnya tas Siwon masih ada disana.

Mau tidak mau ahjussi itu pun harus memakirkan mobilnya ke pinggir dan menunggu Siwon keluar darisana dan segera membayarnya.

Sementara Siwon sendiri sudah bertanya pada petugas informasi tentang dimana Kyuhyun berada yang membuat semangatnya luntur sampai ke tanah. Namun suster itu mengatakan hal yang lain hingga wajah Siwon berbinar dengan tampannya.

“Dokter Choi Kyuhyun, tidak ada pasien hari ini, tapi jika anda mau saya akan memberikan alamatnya.”

“Arigato, honto ni~” Ucap Siwon dengan bahasa jepang yang fasih.

“Tunggu sebentar.” Dengan cepat suster cantik itu mencatat alamat Kyuhyun pada secarik kertas putih.

Kemudian ia langsung menyerahkan kertas itu pada Siwon dan menganggukan kepalanya saat Siwon mengucapkan terima kasih berulang-ulang.

Detik selanjutnya namja tampan itu sudah melesat keluar dan menemui ahjussi taksi yang sudah menunggunya diluar mobil.

“Ahjusssiiii~ ayo kita pergiii!!!!” Seru Siwon dengan wajah riang dan memeluk ahjussi itu dengan eratnya kemudian melepasnya kembali. “Secepat kilat, ke alamat ini, lets go!!” Siwon menyerahkan kertas itu padanya dan langsung masuk ke jok belakang taksi.

Ahjussi taksi yang tidak mengerti apa-apa itu tentu saja hanya berdiri melihat kertas ditangannya dengan mulut menganga. Sampai Siwon mengeluarkan kepalanya melalu jendela barulah Ahjussi itu tersadar kembali.

“Tunggu apa lagi!??!” Tanya Siwon tidak sabaran.

Dan secepat kilat seperti yang diinginkan Siwon, ahjussi itu melajukan mobilnya keluar dari area rumah sakit dan meluncur bebas dijalanan sore.

Tak berapa lama kemudian, beberapa rumah mewah dan sederhana sudah dilewati Siwon yang setiap menitnya membuat jantungnya berhenti berdetak kemudian berpacu kembali dengan kencang. Hingga akhirnya tibalah Siwon di sebuah rumah yang sederhana namun sangat asri yang terlihat sangat jauh berbeda, bahkan jauh dari rumahnya yang berada di Seoul.

Langkah kakinya terus memasuki perkarangan rumah yang sangat asri itu sambil terus menyusuri area taman dengan matanya. Siwon sempat memuji keahlian penata taman itu hingga membuat rumah kecil nan sederhana ini terlihat sangat nyaman.

Kemudian barulah Siwon sampai dipintu depan dan hanya bisa berdiri di pintu itu dengan tangan yang menggantung karena tiba-tiba ia merasa ragu untuk mengetuknya. Masihkah ia mempunyai muka untuk bertemu dengan Kyuhyun setelah apa yang telah dilakukannya?

Ego dan juga logiknya terus saja berdebat, hingga sebuah suara menyadarkannya dalam lamunan panjangnya.

“Nuguseyo?” Tanya seseorang dibelakangnya hingga membuat Siwon membeku ditempatnya. “Anda mencari siapa?”

Dengan gerakan lambat, Siwon pun membalikkan badannya saat mendengar pertanyaan itu. Seketika seluruh saraf ditubuhnya menegang saat seseorang yang dicarinya, seseorang yang dicintainya dan akan selamanya ia cintai sedang berdiri tidak jauh dari tempatnya.

Detik selanjutnya…

“Daddyyyy…” Panggil Suho dengan riangnya saat melihat wajah tampan itu lebih jelas.

Kyuhyun yang menggendong Suho terlihat kewalahan karena bocah itu menggerak-gerakkan tubuhnya untuk mendekati Siwon, daddy-nya. Sedangkan tubuh Kyuhyun sendiri hanya bisa terdiam membeku dengan menatap penuh arti pada namja tampan suaminya itu yang kini benar-benar ada dihadapannya.

***

“Minumlah…” Ucap Kyuhyun meletakkan gelas berisikan teh hangat pada meja didepan Siwon yang kini sedang memangku Suho.

“Gomawo.” Jawab Siwon tanpa mengalihkan pandangannya.

Namja tampan itu tidak bisa berpaling melihat hal lain, sejak mereka memasuki rumah Kyuhyun yang sangat nyaman itu. Sedangkan Suho sendiri sibuk menggenggam erat jari-jemari Siwon, seakan mencoba mengatakan bahwa ini adalah nyata untuknya. Daddy nya telah berada disana, berada di tengah-tengah mereka.

“Bagaimana kabarmu Kyu?” Tanya Siwon akhirnya memulai karena melihat Kyuhyun hanya diam dan tidak ingin melihatnya.

“Seperti yang hyung lihat, aku baik.” Jawab namja cantik itu sambil melihat jemarinya yang bertautan, ia enggan menatap mata Siwon saat ini karena itu sama saja akan meruntuhkan kekerasan hatinya.

“Aku merindukanmu.” Ucap Siwon sendu.

Yang dengan refleks membuat Kyuhyun berpaling padanya, kini kedua mata itu saling memandang. Ada rasa terluka, bahagia, cinta dan juga rindu yang tersimpan disana. Ingin sekali Kyuhyun langsung memeluk Siwon, menghempaskan kerinduannya dalam pelukan yang hangat itu.

Tetapi tubuhnya seakan sulit digerakkan dan sebelah hatinya menolak keinginan besar itu. Hingga akhirnya tatapan mata mereka kembali terputus, dikarenakan gerakkan Suho yang sangat aktif membuat gelas di meja itu jatuh dan airnya berceceran dilantai.

“Aku akan membersihkannya.” Ucap Kyuhyun cepat.

Namja cantik itu bergegas menuju dapur mengambil kain lap dan membersihkan air yang tumpah, lalu kembali mengambil air pengganti untuk Siwon. Sekembalinya dari dapur. Ia bisa melihat bagaimana Siwon yang dengan penuh kasih sayang menggendong Suho dan meninabobokan bocah itu yang semakin hari semakin terasa berat.

Apa Kyuhyun bahagia? Tentu saja karena hal itu yang selalu diimpikannya, namun kebahagiaannya itu selalu terselip kesedihan didalamnya. Bagaimana ia dengan tega memisahkan Suho dengan Siwon?

“Baby…” Panggil Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak.

Sudah sangat lama Kyuhyun tidak mendengar kata itu keluar dari bibir Siwonnya.

“N-nee…” Jawab Kyuhyun gugup.

“Dimana aku harus membaringkan Suho, dia sudah tidur.”

“Ah~ bawalah ke kamar, hyung~ lewat sini.”

Kyuhyun berjalan menuju kamarnya yang selama ini di tempati dirinya bersama Suho, ya di rumah itu hanya ada satu kamar, satu kamar mandi dan juga dapur serta ruang keluarga yang juga sekaligus ruang tamu. Kyuhyun memang meminta Seunghyun untuk mencarikan rumah kecil, karena ia hanya tinggal berdua dengan Suho. Jika memilih rumah yang besar, itu sangat menyulitkan bagi Kyuhyun untuk merawatnya.

Kyuhyun segera menghidupkan lampu tidurnya dan tidak lupa membuka selimut dengan cepat lalu berpaling melihat Siwon. Kyuhyun melihat suaminya dengan sangat telaten memindahkan Suho yang ada dalam gendongannya ke ranjang secara perlahan agar Suho tidak terjaga.

Pemandangan yang sangat indah.

**

“Kau akan menginap disini?” Tanya Kyuhyun setelah berapa lama mereka hanya berdiam diri dikamar Suho.

“Tidak.” Jawab Siwon cepat sambil mencari perubahan pada wajah Kyuhyun.

Kyuhyun yang awalnya hanya melihat lantai kini menatap Siwon lekat, seolah Ia ingin bertanya kenapa? Dan Siwon pun menjawabnya dengan sangat cepat.

“Aku sudah memesan kamar hotel terdekat, aku tau kedatanganku mengejutkanmu, bahkan keinginanku untuk membawamu kembalipun belum tentu bisa membuahkan hasil, maka aku akan menunggunya. Menunggu sampai kau bisa kembali padaku.” Ujar Siwon dengan kesungguhan dan itu tentu membuat Kyuhyun tersentuh.

“……” Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apa.

“Aku meminta maaf padamu baby, aku banyak melakukan salah padamu dan Suho, bahkan saat Irene memintaku untuk memberikannya perhatian, aku lupa bahwa kau pun membutuhkan perhatianku. Maafkan aku.”

“Bagai.. Bagaimana dengan anak kalian?” Tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan sambil keluar dari kamar putra mereka.

“Dia seorang princess, baby… dia menunggumu datang, kau tidak ingin melihatnya?”

“Siapa namanya?”

“Choi Yeri.”

“Nama yang indah, pasti dia secantik noona.” Terawang Kyuhyun.

“Ne, dia secantik Irene dan dirimu.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun kembali melihatnya.“Irene berharap kau kembali pada kami.”

“Aku…”

Kyuhyun berusaha mati-matian menahan laju air matanya, ia mengarahkan pandangan ke setiap sudut rumah yang ditinggalinya itu dan tentu menjadi pusat perhatian Siwon, melihat Kyuhyun yang masih tidak begitu nyaman membuat Siwon memilih untuk berpamitan pulang.

“Tidak apa, aku tidak bisa memaksamu, lebih baik aku pergi.”

“Kemana?!?!” Tanya Kyuhyun tanpa sadar, seolah ia tidak ingin suaminya itu pergi lagi.

“Besok aku akan kembali kesini, aku tahu jika kau disini bekerja sampai sore, maka izinkan aku menghabiskan waktu bersama Suho, aku sangat merindukannya, bolehkah?” Ucap Siwon dengan mata memelas membuat perasaan Kyuhyun melembut.

“Ten-tentu, dia juga sangat merindukanmu.” Setuju Kyuhyun dengan memberikan senyuman tipisnya.

Seakan menjadi pertama kali bagi Siwon kembali melihat senyuman Kyuhyun, mungkin itu bisa menjadi pertanda yang baik baginya untuk sedikit memperbaiki hubungan mereka.

“Aku akan datang sebelum jam 7”

“Heum~baiklah, aku akan menyiapkan sarapan untukmu.”

“Terima kasih baby.” Ucap Siwon dengan senyum dimplenya yang memesona.

Siwon pun berjalan perlahan menuju pintu sambil menyusuri rumah itu lagi. Tetapi sebelum benar-benar keluar dari sana, Siwon kembali berbalik dan melihat Kyuhyun mengikutinya hingga mereka saling berdekatan.

Seketika Siwon mencuri sebuah pelukan yang ingin dilakukannya sedari tadi tapi tertahan kecanggungan mereka. Siwon memejamkan matanya merasakan kehangatan itu yang begitu sangat ia rindukan dalam dua bulan ini.

Sementara itu kedua tangan Kyuhyun tidak membalas pelukannya, karena terlalu syok bagi Kyuhyun untuk kembali mendapatkan pelukan itu. Pelukan yang juga ia rindukan kehadirannya dalan kesepiannya selama ini.

“Aku pergi, baby~” Bisik Siwon cepat kemudian mendaratkan ciuman di kening Kyuhyun lalu segera berbalik dan pergi dari sana.

Kyuhyun yang tidak sempat mengatakan apa-apa hanya bisa memegang keningnya yang masih terasa hangatnya bibir Siwon itu. Sekilas mata, senyum yang sudah lama tidak terlihat diwajahnya kini terukir dibibir peachnya yang mengerucut secara perlahan.

Keesokan harinya.

Seperti janjinya kemarin Siwon akan datang sebelum jam 7 dan bermain dengan putranya. Kini ia sudah terlihat berada diruang tengah rumah Kyuhyun sedang menyusun balok. Bahkan Suho dengan riangnya selalu memanggil-manggil daddy nya itu.

Tidak terhitung berapa kali kata itu terlontar dari bibir mungil Suho, Kyuhyun sendiri yang melihatnya hanya bisa mengulum senyumnya dibelakang Siwon. Ia tidak ingin terlihat sangat bahagia, biarkanlah semua seperti saat ini dulu. Ia tidak ingin kembali dihempaskan secara paksa jika menunjukkan kebahagiaan yang berlebihan.

“Makanan sudah siap.” Kyuhyun berujar dan mendapatkan perhatian dari Siwon yang segera membawa Suho menuju meja makan.

Namja tampan itu menempatkan Suho di salah satu kursi dan meletakkan sebuah mangkuk bubur kecil didepan Suho.

“Apakah Suho sudah bisa makan sendiri?” Tanya Siwon tiba-tiba memecah keheningan.

“Sudah, tapi jika ia duduk dibawah, tidak di atas kursi seperti ini. Jarak meja dan tubuhnya termasuk jauh hyung.” Jawab Kyuhyun tenang dan mengambil mangkuk bubur Suho, meniupkannya sesekali dan menyuapkannya pada Suho setelah merasa tidak panas lagi.

Siwon hanya tersenyum mendengar penuturan Kyuhyun, walau Kyuhyun terkadang terlihat dingin tapi Siwon tau semua butuh proses. Kesalahannya kemarin tidak mungkin mudah di maafkan, bahkan bagaimanapun alasannya. Oh~ bahkan Siwon sampai lupa untuk memberitahukan bahwa Irene kini telah tiada.

“Biarkan aku…” Pinta Siwon kemudian membuat Kyuhyunn berhenti dan melihatnya. “Aku ingin menyuapinya.” Jelas Siwon.

“Ohh~ silahkan, hati-hati panas.” Kyuhyun menyerahkan sendok kecil itu pada Siwon dengan rasa senang yang disembunyikan.

Selanjutnya mereka pun sarapan pagi didalam ketenangan dan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan oleh mereka bertiga. Setelah menghabiskan sarapannya, Kyuhyun kembali disibukkan dengan membersihkan meja makan.

“Kau akan segera pergi menuju Rumah Sakit?” Tanya Siwon dibelakangnya memperhatikan membuat Kyuhyun hanya mengangguk saja.

“Pergi pakai apa?” Tanya Siwon lagi.

“Aku naik bis, hyung.”

Kini giliran Siwon yang mengangguk, namun langsung melihatnya lagi dengan kening berkerut. “Setiap hari?? Sendirian?”

“Tentu saja, lalu dengan siapa?” Kyuhyun berbalik melihat wajah suaminya yang masih berkerut tidak puas. “Apakah hyung akan diam di rumah? Atau…”

Kyuhyun mengalihkan perhatian Siwon dari apapun yang sedang dipikirkannya saat ini. Dan itu membuat Siwon menatap matanya mencari sesuatu disana. “Ada banyak yang ingin kutanyakan.” Gumam Siwon pelan.

“Huh?” Kyuhyun memiringkan kepalanya.

“Ahh~mungkin nanti siang aku akan mengajak Suho bermain, di taman mungkin…”

“Baiklah, aku akan pulang sekitar jam 5 sore.”

“Ne…” Siwon melihat Kyuhyun meninggalkan dapurnya.

Namja cantik itu segera mendekati putranya yang kini sedang istirahat di sofa setelah makan. Dia hanya memerhatikan apa yang sedang dibicarakan orangtuanya walau ia tidak mengerti apapun dari pembicaraan itu.

“Suho bersama daddy dulu ne? Jangan nakal, Mommy akan pulang nanti sore, arraseo?”

“Aa-alaco.” Jawab Suho sembari menganggukkan kepalanya.

“Anak pintar.” Kyuhyun mencium gemas pipi kanan dan kiri Suho.

Selanjutnya ia menatap Siwon yang mendekati mereka berdua, dulu mungkin pelukan dan ciuman untuk berangkat kerja adalah suatu hal yang lumrah tapi kini…

“Hati-hati dijalan, selamat bekerja.” Siwon mengusak rambut Kyuhyun dan tersenyum.

Kyuhyun mengangguk dan segera berlalu. Lama-lama berada disana tidak akan baik bagi kinerja jantungnya, degupan itu selalu terasa jika bersama Siwon. Ia memang mencintai Siwon, sangat. Tetapi ada sedikit rasa yang memintanya untuk bersabar dengan perasaannya itu, ia tidak bisa menerima kehadiran Siwon kembali begitu saja.

Tidak sebelum luka itu masih ada.

***

Dan hari Siwon habiskan bersama Suho putranya tercinta, ia pun menepati janjinya mengajak bocah kecil itu pergi ke taman. Tetapi setelah pulang dari taman, hari sudah menjelang sore, Siwon memilih untuk pulang dulu ke hotelnya karena ia akan berganti baju dan setelahnya kembali ke rumah Kyuhyun.

Bahkan Siwon tidak lupa memandikan Suho bersamanya yang membuat bocah kecil itu tertawa sepanjang acara mandi mereka karena ia diizinkan bermain dengan busa di bath up kamar mandi hotel itu.

***

“Kita sudah tampan, mari kita menuju mommy.” Ucap Siwon beberapa saat kemudian.

Namja tampan itu menggesek-gesekkan hidung mancungnya dengan hidung Suho yang membuatnya tertawa riang. Siwon tidak bisa menjauhkan dirinya dari wangi putra kecinya itu, karena perlengkapan yang disiapkan Kyuhyun untuk si kecil mereka sangatlah lengkap.

“Suho senang main sama daddy?”

“Cenang ne~” Suho memukul-mukul ringan pipi Siwon.

“Daddy juga senang main dengan Suho, maafkan daddy baru bisa bersamamu sekarang ini ne?” Suho hanya bisa memandang Siwon tidak mengerti, tetapi  yang ia tau, kini raut wajah Siwon terlihat sedih hingga membuat Suho kecil segera mencium pipi Siwon mencoba menenangkan.

“Ahh, mianhae~” Siwon mengerjapkan matanya menyadari Suho bisa mengerti perasaannya. “Suho memang anak yang pintar.” Ucapnya kemudian membalas ciuman itu di pipi chubby Suho dengan gemas.

“Kajja, kita menuju mommy.”

***

Sementara itu didepan Rumah sakit Fukuoka.

“Hyung??” Kyuhyun mengernyitkan dahinya saat melihat mobil namja tampan yang sangat dikenalnya sudah terparkir didepannya.

“Aku tidak sengaja mampir, kau tidak bersama Suho?” Seunghyun ikut mengernyitkan dahinya melihat Kyuhyun sendiri dan keluar dari mobilnya.

“Dia bersama Siwon hyung.”

“Owh~Siwon ada disini?” Tanyanya memastikan, yang hanya di jawab anggukan oleh Kyuhyun.

Seunghyun memang mengetahui apa yang terjadi pada kehidupan Kyuhyun, karena Kyuhyun sendiri yang menceritakan semuanya sehari setelah kedatangannya ke Jepang. Seunghyun tentu merasa iba dan sedikitnya merasa kesal pada Siwon dan Irene, tetapi dia hanya mencoba menempatkan dirinya sebagai seorang sahabat yang mencoba merangkul dan juga menolong agar Kyuhyun tidak merasa seorang diri.

Seunghyun dan Krystal lah yang Kyuhyun kenal di Jepang, maka itu Kyuhyun menganggap keduanya sudah sebagai keluarga terbaiknya setelah Ryewook dan Yesung yang ada di Korea. Kyuhyun pun selalu memberitahukan mengenai keadaannya dan Suho kepada sahabatnya yang berada di Seoul itu, bagaimanapun Kyuhyun tidak ingin membuat Ryeowook cemas akan hidupnya.

“Kau tidak apa, Kyu??” Tanya Seunghyun lagi saat melihat Kyuhyun hilang dalam pikirannya sendiri.

“Huh? Apa? Memang aku bagaimana hyung?”

“Tanyakan pada hatimu Kyu, aku tau kau senang akan kehadiran Siwon, lalu… apakah kau akan segera kembali?”

“Aku tidak tahu hyung, jangan menanyakan hal itu.”

“Aku selalu mendukung segala keputusanmu, aku dan krystal akan selalu membantumu.”

“Arigato.” Ucap Kyuhyun menundukkan kepalanya sekilas.

“Tidak perlu sungkan” Seunghyun meletakkan tangannya di bahu Kyuhyun membuat namja cantik itu tersenyum manis. “Ayo pulang.”

“Ahh, tidak apa-apa.”

“Aku antar, masuklah.”

Akhirnya Kyuhyun mengikuti namja yang selalu membantunya itu yang tidak pernah bisa ditolaknya. Tidak ada yang bicara selama perjalanan mereka karena Seunghyun tetap memfokuskan dirinya menyetir sementara Kyuhyun terlalu larut dalam pikirannya sendiri.

Hingga tak terasa mereka pun tiba di perkarangan rumah Kyuhyun.

**

Sementara Siwon dan Suho masih berjalan menyusuri perjalanan mereka menuju rumah Kyuhyun, jarak hotel dan rumah Kyuhyun memang tidak terlalu jauh. Maka itulah Siwon lebih memilih untuk berjalan kaki, setidaknya waktu ia bersama Suho bisa semakin lama.

“Andaikan kau masih bersama kami Irene, mungkin kini kau pun akan berusaha membujuk Babykyu untuk pulang.” Siwon menggumam seorang diri.

Suho yang berada digendongannya hanya mendengar sambil terus menggigiti kue yang sengaja Siwon belikan untuknya saat tidak sengaja melihat toko cake. Siwon pun tidak lupa untuk membelikan cheese cake untuk Kyuhyun yang mungkin akan disukai huswifenya itu.

Hingga tiba-tiba langkah kakinya terhenti dimana ia bisa melihat dengan jelas sosok namja tampan yang seusia dirinya, kini sedang berjalan ke sisi mobil dan membukakan pintu. Dan terlihat Kyuhyun yang tersenyum dengan begitu indahnya turun dari jok depan mobil itu.

Kemudian gerakan tangan namja yang lebih tua itu dengan santainya mengusak rambut Kyuhyun penuh kasih. Seperti hal yang sudah lumrah dan sering dilakukannya sementara Kyuhyun hanya mengerucutkan bibirnya tidak terima.

Sesuatu yang sudah lama tidak dirasakannya tiba-tiba bergejolak didada Siwon yang membuat darahnya mendidih dan seperti teriris didalam hatinya. Namun ia hanya bisa mengeratkan genggamannya kepada kotak kue yang sedang di pegangnya itu karena Suho masih dalam gendongannya.

“Jadi disini kau telah menemukan kebahagiaanmu, Kyu?” Innernya berkata.

Siwon berjalan dengan perlahan berusaha menahan luka hatinya dan menghampiri mereka berdua, karena ia memang tidak bisa menghindar. Tapi sepertinya mereka tidak menyadari kehadirannya hingga suara Suho mengagetkan keduanya.

“Mommy?”

Kyuhyun mematung saat melihat Siwon yang berdiri tak jauh di belakang tubuh Seunghyun, pandangan matanya menyiratkan kekecewaan dan juga luka.

“H-hyung…” Kyuhyun mencoba mengeluarkan suaranya yang tercekat.

“Senang bertemu kembali denganmu, Seunghyun-ssi” Jawab Siwon menyapa dengan wajah datarnya.

“Ne, senang bertemu denganmu kembali Siwon-ssi.”

“Eum, H-hyung, ka-kapan kau datang?”

“Ini kue untukmu.” Siwon menyerahkan kotak kue yang sudah lecek itu pada Kyuhyun sebagai jawabannya.

Kyuhyun mengambilnya dengan gugup dan terus menatap mata Siwon yang menatapnya aneh. “A-ayo masuk.”

“Aku pamit pulang, Kyu.” Jawab Seunghyun.

“Ahh, mm, ba-baiklah hyung, terima kasih sudah mengantarkanku.” Kyuhyun sedikit merutuki dirinya karena terasa gugup.

“Ne, aku pamit Siwon-ssi” Siwon hanya terdiam melihatnya. “Suho~ ahjussi pamit ne? Kapan-kapan ahjussi akan bermain dengan Suho kembali, bye-bye~” Seunghyun segera meninggalkan Kyuhyun, Siwon dan Suho setelah bocah kecil itu melambaikan tangannya dengan imut.

Mobil milik Seunghyun pun melaju kian menjauh, namun Kyuhyun masih menatap mobil yang tidak terlihat lagi itu. Kyuhyun tidak bisa berpaling bahkan berkutik menyadari kini tatapan Siwon seakan menusuk padanya.

“Sampai kapan kita akan berada disini?”

“Ahh, mm, ne, mianhae~” Kyuhyun langsung berlari kecil menuju pintu rumahnya dan membuka kuncinya, mempersilahkan Siwon masuk. Suho sendiri mencoba menyamankan dirinya di dekapan hangat Siwon, karena sepertinya bermain seharian membuatnya kelelahan.

Sedangkan Kyuhyun segera menuju dapur untuk menyimpan cheese cake nya itu di kulkas, kemudian kembali menghampiri Siwon yang ternyata sudah memasuki kamarnya untuk menidurkan Suho.

“Hyung…” Kyuhyun membuka suara saat melihat Siwon keluar kamar.

“Aku tidak tau ternyata kau dekat dengan Seunghyun setelah berada disini.”

“Aku… aku memang mengenal dan hanya mengenal dia saat disini.” jelas Kyuhyun.

“Aku mengerti.” Jawab Siwon sambil menganggukkan kepalanya membuat kening Kyuhyun semakin berkerut.

“Mungkin semuanya sudah tidak bisa lagi.” Ucap Siwon berupa gumaman hingga Kyuhyun tidak bisa mendengarnya.

“Ne?”

“Tidak, tidurlah~ kau pasti lelah, aku permisi dulu.” Ucap Siwon tanpa melihat Kyuhyun lagi dan segera berpaling menuju pintu.

“H-hyung…”

Siwon membuka pintu itu dengan sedikit keras lalu tanpa melihat kembali ke belakang, ia segera menutupnya dan pergi dari sana. Kyuhyun hanya bisa menatap sedih punggung yang terkulai itu karena ia tahu pasti saat ini Siwon sudah salah paham kepadanya.

“Tidak seperti apa yang kau pikirkan hyung… tidak.” Gumam Kyuhyun pelan hingga air mata yang sudah lama mengering kini kembali mengenang dipelupuk matanya.

Dan saat ia memejamkan mata cantik bak boneka itu, akhirnya cairan bening itu pun jatuh mengalir dipipinya seiring dengan kesedihannya yang semakin datang menyapa.

“Siwonnie…”

Keesokan harinya.

Siwon sudah rapih dengan pakaiannya yang diambilnya dari ransel hitamnya yang simple, ia memang hanya membawa ransel saat pergi ke Jepang, karena Siwon hanya ingin mengajak huswife cantiknya kembali pulang ke rumah mereka.

Hari ini ia akan berbicara banyak dengan Kyuhyun dan kembali mengajaknya untuk pulang dan memulai semuanya dari awal lagi dan Siwon berharap bahwa harapan itu masih ada. Hingga tiba-tiba suara deringan handphone nya menggema membuat rencananya terhenti sementara.

Siwon segera melihat Id penelpon itu dan seketika hatinya menjadi sedikit waswas karena Umma Choi yang berada di Seoul menghubunginya secepat itu.

>Siwon…<

“Umma..ada apa?”

>Bagaimana, apakah Kyu sudah mau kembali?<

“Aku belum mengajaknya lagi, tetapi sepertinya Kyu masih enggan untuk kembali. Aku masih menunggunya”

>Itu memang yang harus kau lakukan, akan tetapi..<

“Tetapi??”

>Yeri..<

“Ada apa dengan Yeri?”

>Dia demam dari kemarin dan belum turun<

“Oh my God mengapa Umma tidak langsung menghubungiku?”

>Umma masih bisa mengatasinya<

“Tapi Umma.. aku akan segera pulang”

>Jangan Siwon, bawa kembali menantu Umma<

“Umma.. Yeri pun membutuhkanku, aku pasti akan membawa Kyuhyun kembali tetapi setelah memastikan Yeri baik-baik saja, kumohon…”

>Baiklah.. Umma menunggumu.<

“Ne.. aku akan segera bersiap.”

Siwon segera mematikan sambungan telephone kemudian membereskan pakaiannya ke dalam ransel dan semua perlengkapan penting lainnya, lalu segera chek out dari hotel itu.

Dengan pikiran yang dipenuhi berbagai scenario yang buruk, kini akhinrya Siwon sudah berada di depan rumah Kyuhyun, walau bayangan saat kemarin masih ia ingat dengan jelas, akan tetapi sekarang Siwon harus menahan egonya.

Kyuhyun membuka pintu rumahnya bertepatan dengan Siwon yang akan mengetuk pintu itu.

“Hyung??” Kyuhyun menatap penuh tanda tanya, karena kini Siwon terlihat sangat rapih bahkan ranselnya sudah bersampir di punggungnya.

“Baby, aku harus kembali ke Seoul sekarang, Yeri sakit.”

“Yeri??”

“Ne…”

Kyuhyun langsung bisa merasakan kecemasan itu, tetapi ia pun tidak bisa berbuat apa-apa. Atau bahkan berkata sesuatu untuk menenangkan Siwon yang penuh dengan kekhawatiran di wajahnya.

“Apakah kau mau ikut kembali ke Seoul bersamaku?” Tanya Siwon tanpa basa-basi.

“Huh?” Kyuhyun menatap Siwon tidak percaya. “I-itu..ak-aku…”

“Aku mengerti.” Jawab Siwon cepat, kemudian beralih menatap Suho yang berjalan tertatih mendekati mereka. “My Babyboy…” Siwon merentangkan tangannya.

“Daddy igi?” Tanya Suho seakan mengerti.

Siwon langsung mengecupi seluruh wajah Suho penuh sayang dan mendekapnya erat didada selama beberapa saat hingga Kyuhyun harus memalingkan wajahnya dari mereka. Setelah merasa puas, Siwon pun memberikan putranya ke dalam gendongan Kyuhyun yang kembali melihatnya.

“Daddy harus pergi, tapi daddy janji akan segera kembali untuk membawa Suho dan mommy kembali, ne? Suho jangan nakal saat daddy tidak ada.”

Suho seperti seakan menangis tetapi kembali Siwon memeluknya bahkan kini Kyuhyun ikut didalamnya.

“Jangan menangis baby, kau harus kuat karena kau adalah Choi Suho, jaga mommy saat daddy tidak ada, arraseo?” Ucap Siwon pada Suho tapi seperti mengatakanya untuk Kyuhyun juga.

Setelah beberapa saat Siwon kembali melepaskan dekapannya dan menatap Kyuhyun dengan perasaan yang tidak menentu. Sampai akhirnya Kyuhyun berpaling dari tatapan itu lalu ia pun mengecup kening Suho penuh sayang. Tak tertinggal kening Kyuhyun pun mendapat kecupan sayang itu hingga ia memejamkan matanya merasakan.

Tanpa bisa dicegah setetes airmata Kyuhyun mengalir dari sudut matanya hingga Siwon dengan cepat menangkup pipi putih dan sedikit chubby itu.

“Aku tidak akan melepaskanmu, baby. Ingat itu.” Ucap Siwon penuh keyakinan.

Dan belum Siwon akan membalikkan badannya, Seunghyun telah hadir kembali disana untuk menjemput Kyuhyun. Hal itu membuat Siwon semakin tidak mengerti akan hubungan huswifenya dengan namja itu.

Tapi untuk sekarang, Siwon tidak ingin peduli akan hal itu yang mungkin nanti akan menyakiti hatinya bahkan hati Kyuhyun. Dengan berpikir seperti itu, Siwon pun segera pergi darisana tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Seunghyun yang hanya menatap bingung.

Namja tampan itu pun segera memasuki taksi yang ada disana dan akan membawanya menuju bandara.

Sepeninggal Siwon, sosok yeoja yang sedari tadi memang terdiam diri di dalam mobil kini membuka pintunya.

“Oppa…” Panggilnya dengan wajah bingung.

“Krystal…”

“Dia siapa?” Tanya Yeoja itu pada kekasihnya, Seunghyun.

“Suami Kyuhyun.”

“Lalu… mengapa?” Ucapan Krystal terpotong saat melihat Kyuhyun menutup matanya dan kembali memeluk Suho dengan erat.

“Oppa…” Yeoja cantik itu pun segera mendatangi Kyuhyun dan membawanya dalam pelukan, setelah Seunghyun mengambil Suho dan masuk ke dalam rumah.

“Aku selalu sadar akan posisiku yang berada diurutan kedua.” Gumam Kyuhyun dibahunya. Krystal hanya diam dan mengeratkan pelukannya, dia hanya ingin mencoba menjadi pendengar yang baik bagi Kyuhyun di saat seperti ini.

“Aku tidak akan bisa jadi yang pertama.”

“Oppa…”

“Yeri sakit dan ia begitu panik, sehingga membawanya kembali pulang tanpa menungguku lebih lama lagi disini.” Jelas Kyuhyun perlahan. “Bu-bukankah Suho, Suho juga masih membutuhkan kasih sayang itu.”

“Sabarlah oppa.”

“Jika itu Suho, a-apa dia akan peduli?”

“Tentu saja.”

“Apa dia akan segera datang padanya?”

Krystal melepaskan pelukannya dan melihat Kyuhyun menghapus air matanya dengan keras dan hendak kembali masuk ke dalam rumah namun harus berhenti saat mendengar kata-kata Krystal selanjutnya.

“Jika seandainya Suho yang sakit dan di sisi yang lain, oppa sedang meminta suami oppa kembali pada oppa. Siapa yang akan oppa pilih?”

Kyuhyun membalikkan badannya dan melihat wajah tenang nan lembut itu, ia juga bisa melihat senyuman cantik dari Krystal yang menenangkannya.

“Seorang ayah atau ibu pasti akan memilih anaknya menjadi prioritas utama. Tapi mereka tidak akan pernah melupakan cintanya terhadap pasangannya, percayalah oppa.”

“Wa-karimashta, arigatoyo~” Ucap Kyuhyun membalas senyuman itu dan kembali berbalik masuk kedalam rumahnya.

Krystal hanya bisa tersenyum lega dan mengikutinya masuk ke rumah itu untuk menghabiskan waktu mereka bersama-sama.

Beberapa hari kemudian.

Pagi itu Siwon kembali menampakkan wujudnya didepan pintu rumah Kyuhyun yang membuat bocah kecil putranya itu bersorak kegirangan saat melihat daddy-nya. Sementara Kyuhyun hanya bisa terdiam melihat wajah tampan itu kini berada diantara jangkauannya. Siwon menepati janjinya, akan kembali setelah Yeri sembuh.

“Kita akan bermain seharian, arraseooo??”

“Yeeeee~ daddy, daddy, daddy, alaaan~”

“Ne, ne, ne kita jalaan~” Jawab Siwon penuh semangat dan menggendong putra kecilnya itu. “Bolehkan Kyu?” Tanyanya kemudian.

“Bo-boleh hyung, tentu saja.” Angguk Kyuhyun cepat.

Siwon pun segera membawa Suho berjalan-jalan disekitar komplek rumah sementara Kyuhyun kembali kedalam rumahnya menyiapkan sarapan untuk mereka. Tidak bisa dipungkiri Kyuhyun merasa senang melihat Siwon kembali kesisinya dan Suho.

Namja tampan itu tidak pernah berubah, masih tetap menyayangi putra kecilnya seperti dulu, dan mungkin akan selalu menyayangi Suho. Tapi untuk dirinya sendiri, Kyuhyun tidak ingin berharap banyak, hatinya masih menjaga jarak untuk berdekatan yang pasti akan membuatnya luluh dalam sesaat.

Ia masih tidak bisa membayangkan apa yang kembali terjadi nanti jika ia kembali pada situasi yang sama, Kyuhyun belum siap.

“Baby…” Panggil Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak dari lamunannya.

“Ka-kalian sudah kembali?” Tanya Kyuhyunn gugup.

“Haaa-i~ lapaaal, asyiiii~” Seru Suho sambil melonjak-lonjak didekat meja makan.

“Ahh, ba-baiklah, ayo sarapan.”

Siwon hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya kemudian duduk bersama Suho diatas pangkuannya. Siwon sesekali melihat Kyuhyun yang terlalu larut dalam sarapannya hingga tidak menyadari tatapannya.

“Apa yang kau pikirkan baby?”

“Ohh, mmm~ itu, apa Irene noona, mm, dia tahu kau ada disini?”

“Kyu…Irene…”

“Ahh, sudahlah, terima kasih sudah kembali hyung, Suho benar-benar merindukanmu.” Kyuhyun mengalihkan matanya dari tatapan Siwon.

“Lalu kau?” Tanya Siwon tanpa sadar.

“Huh?

“Apa kau tidak?”

“Maksudnya?”

“Aku sangat merindukanmu, cintaku.”

“Hyung…” Airmata Kyuhyun tiba-tiba memaksa untuk keluar.

“Induu~” Suho langsung menyandarkan pipinya didada Siwon dan memejamkan kedua matanya membuat kontes tatapan itu pun berakhir.

Kyuhyun langsung melihat kearah lain sambil mengerjapkan matanya beberapa kali agar airmata itu tidak jadi keluar. Sementara Siwon masih terus menatap Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya pada Suho.

Beberapa saat kemudian Suho pun kembali minta disuapi daddy-nya dan suasana diantara mereka pun kembali normal. Ketiganya sarapan layaknya keluarga kecil yang berbahagia dengan senyuman kebahagiaan terukir di wajah mereka masing-masing.

Setelahnya Siwon benar-benar membawa Suho jalan-jalan ke taman bermain dan menemaninya makan siang, tidur siang bahkan Suho sekali lagi kembali mandi sore bersama daddy tampan-nya tercinta.

Dan malam pun tanpa bisa dicegah Suho merengek meminta Siwon tidak pergi kemanapun bahkan bocah kecil itu tidak ingin ditinggalkan sedetikpun oleh daddy-nya. Kyuhyun hampir saja cemburu jika itu bukan suaminya sendiri karena Suho seperti melupakannya karena sudah bersama daddy-nya.

Alhasil Siwon benar-benar menginap di rumah Kyuhyun di kamar Suho dan kembali bermain dengannya keesokan harinya. Kyuhyun yang libur dari rumah sakit juga ikut bermain dan menghabiskan waktu bersama di rumah mereka.

Sampai tiba-tiba saat istirahat siang, Siwon memilih untuk berbicara serius dengan Kyuhyun yang sedang free. Apalagi saat ini Suho sudah tertidur dikamarnya karena Siwon meninabobokannya dengan sengaja.

“Baby, sampai kapan kau akan disini? Kembalilah ke Seoul bersamaku.” Ucap Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun menatapnya tajam.

Saat ini mereka berdua sedang bersantai di sofa ruang tengah dan menonton acara tv yang bahkan tidak mereka ketahui judulnya itu.

“Aku tahu ini begitu cepat, tapi aku membutuhkanmu, Suho membutuhkan daddy-nya.”

“Kenapa kau berpikir begitu, hyung?” Kyuhyun bangkit berdiri menuju pintu depan dan berdiri diteras.

Siwon pun segera mengikutinya keluar seolah ia mengerti Kyuhyun tidak ingin Suho terjaga dan mendengar mereka. “Lalu, apa kau tidak? Apa kau tidak menginginkanku lagi?”

“…..” Kyuhyun menatap Siwon mencari kata-kata untuk diucapkannya namun tidak ada yang keluar.

“Kita mulai dari awal.”

“Kau tahu apa yang aku rasakan beberapa bulan terakhir?”

“Hyung tahu, untuk itu hyung minta maaf.”

“Apa semudah itu?”

“Lalu apa yang harus hyung lakukan?!”

“Aku memang bukan yang pertama hyung, tapi aku juga istrimu, aku menikah denganmu, aku bukan hanya namja yang kau ambil dan bisa kau tiduri begitu saja.”

“Baby…”

“Aku kecewa! Aku terluka, aku juga cemburu!! Apa kau tidak memikirkan hal itu?”

“Karena itu.. hyung ingin kau kembali, baby~ hyung ingin membalut semua luka itu, hyung ingin mengobatinya, hyung ingin kita memulainya dari awal lagi.”

“Aku memang mencintaimu, hyung, sangat mencintaimu sampai sakit rasanya.”

“Apa kau tahu aku juga begitu?” Siwon menatap mata Kyuhyun dalam.

“Tapi apa kau tahu satu atap tidak perlu dua cinta?” Kyuhyun balik bertanya membuat Siwon sedikit tersentak. “Aku pergi demi kebahagiaan noona, tolong jaga dia hyung.”

“Kyu…Irene…”

“Aku menyayangi Irene noona dan sangat mencintaimu, tetapi untuk saat ini, biarkan aku menata hatiku kembali.”

“Berapa lama?

“Aku tidak tahu.”

“Aku akan menunggu sampai kapanpun.” Jawab Siwon cepat membuat Kyuhyun terdiam.

Dan tanpa kata-kata Kyuhyun langsung berbalik masuk ke dalam rumahnya tanpa berpaling melihat kebelakangnya sekali lagi.

Karena itu, Siwon pun memutuskan untuk segera kembali ke Korea karena ia tidak bisa meninggalkan Yeri terlalu lama. Ia hanya meninggalkan pesan lewat hp-nya untuk Suho agar tidak bersedih dan untuk Kyuhyun agar berpikir lagi dengan keputusannya.

Siwon menerima keputusan Kyuhyun bukan karena menyerah, tapi ia ingin Kyuhyun kembali padanya atas dasar cintanya bukan karena paksaan.

Dengan begitu, kehidupan mereka pasti akan berjalan seperti yang sudah digariskan untuk keduanya.

_

_

_

Dan setelah hari itu, hari demi hari pun berlalu kembali dengan penantian yang tidak pasti, bahkan bulan pun berubah dengan sendirinya, kepastian itu tidak tentu arahnya lagi.

Tapi Choi Siwon sampai hari ini masih terus menanti kekasih hatinya, cinta dalam hidupnya yang tidak juga kembali kesisinya. Choi Kyuhyun, huswifenya tidak mengatakan apa-apa lagi setelah mereka berpisah di jepang terakhir kali.

Namja cantik itu mengatakan masih ingin mengobati hatinya yang masih tidak bisa diajak kompromi. Karena itu Siwon tidak bisa memaksanya kembali begitu saja, apalagi mengingat luka yang sudah ia berikan pada Kyuhyun sebelumnya.

Bahkan kini enam bulan pun sudah berlalu dengan penuh pengharapan dari hati Siwon, walau setiap harinya Siwon menunggu dengan keraguan, kerinduannya, ia tetap percaya bahwa Kyuhyun akan kembali.

Siwon percaya karena ia masih bisa melihat disetiap tatapan Kyuhyun untuknya disertai dengan cinta dan kerinduan yang sama seperti yang ia punya. Kyuhyun tidak berbohong bahwa ia masih mencintai suami tampannya itu.

Sampai suatu hari di akhir musim semi yang indah itu, umma Jung tiba-tiba menampakkan dirinya dirumah mereka. Padahal halmonie dari Choi Yeri itu baru saja bertemu dengan cucunya sehari sebelumnya, karena Siwon yang membawanya ke Taiwan.

“Ada apa umma? Yeri masih tidur.” Ucap Siwon begitu umma Jung memasuki ruang kerjanya dengan wajah risau.

“Kau tidak ke kantor?” Umma Jung balik bertanya.

“Tidak, aku hanya setengah hari, Yeri membutuhkan perhatiaan lebih.”

“Ahh, umma mengerti.”

“Lalu? Apa ada yang bisa ku bantu?” Umma Jung tiba-tiba gugup melihat menantunya. “Mmm, ini…ba-bagaimana umma jelaskan.”

“Umma, apa ada sesuatu?” Siwon dibuat penasaran.

“Kau ingat saat umma meminta beberapa barang Irene untuk umma?”

“Ne~ lalu? Kenapa dengan itu?”

“Um-umma, menemukan sesuatu diantaranya.” Ucap umma Choi sambil meraba-raba didalam tas cantiknya. Menyerahkan secarik kertas ke arah Siwon.

“Su-surat siapa?” Siwon bertanya.

“Irene, siapa lagi?”

“Untuk??”

“Untuk umma, untukmu juga.” Ucap Umma Jung mengeluarkan dua amplop surat dengan warna yang berbeda.”Ini untukmu.” Umma Jung menyerahkan amplop berwarna biru untuk Siwon.

“Umma sudah membaca surat untuk umma sendiri, Isinya sungguh mengejutkan.” ucapnya dengan tenang.

Siwon hanya bisa menatap amplop itu ditangannya dan kembali melihat umma Jung untuk mendengarkan kata-katanya.

“Suratnya ditulis sebelum tubuh Irene semakin lemah.”

“…..” Siwon kehilangan kata-katanya.

“Punyamu umma tidak tahu isinya, tapi punya umma sudah sangat jelas, yang pertama Irene menginginkan nama Yeri harus mendapatkan persetujuan dari Kyuhyun, jika Kyuhyun tidak suka, Yeri akan berganti nama.”

“Ke-kenapa?”

“Umma tidak tahu, dan yang kedua Irene sudah membuat surat kuasa untuk kepemilikan rumah sakit miliknya itu dialihkan atas nama Kyuhyun.”

“Mwooo?”

“Umma akan menuruti semua keinginannya itu, umma tahu dia bersalah dengan bersikap egois, tapi Kyuhyun benar-benar sudah membuatnya bahagia karena bisa mendapatkan Suho juga Yeri. Sebagai gantinya ia ingin Kyuhyun mendapatkan kebahagiaan yang sama yang hanya bisa didapatkan namdongsaengnya itu saat bersamamu.”

“Kyuhyun berharap Irene selalu bahagia.” Jawab Siwon menerawang jauh ke depan.

“Irene sudah bahagia, sangat bahagia~ katakan itu padanya.”

“Apa aku sempat?” Siwon berpaling melihat wanita cantik itu dengan wajah sedih.

“Umma yakin, kalian akan bahagia~ percayalah.”

“Aku berharap umma.”

“Teruslah seperti itu.”

“Terima kasih.”

“Sama-sama, umma harus kembali, pekerjaan umma sangat banyak, mungkin tidak bisa bertemu dengan Yeri untuk beberapa lama.”

“Jaga kesehatan umma, Yeri selalu ada disini, tenang saja.”

“Baiklah, umma pergi dulu, bye Siwonnie.” Umma Jung memeluk Siwon lembut kemudian segera keluar dari ruangan.

Sepeninggalnya keluar, Siwon langsung menatap amplop baby blue itu dan mengambilnya dengan tangan bergetar. Apalagi yang akan dikatakan Irene kali ini? Apa dia masih tetap cerewet dan keras kepala?

Setelah beberapa saat barulah Siwon membuka dan membaca surat itu dengan perlahan.

**

To : Siwon oppa tercinta.

Annyeong oppa ku sayang,

Mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah tidak bisa disampingmu lagi, oppa~ maafkan aku.

Mm, dari awal aku sudah mengira ini akan terjadi, seandainya aku tidak bisa bicara lagi denganmu, surat ini sebagai penggantinya. Kanker rahimku, bukan penyakit biasa oppa, dokter Shim sudah mengatakannya sejak awal, bahwa aku tidak akan pernah bisa punya anak karena penyakit yang kualami termasuk dalam kanker ganas.

Dokter Shim mengatakan demi keselamatan hidupku, aku tidak boleh mengandung walau hanya dalam mimpi sekalipun, aku tidak boleh berharap. Apa kau bisa mengerti bagaimana perasaanku sebagai seorang wanita? Seorang istri yang tidak akan pernah bisa menjadi ibu.

Tidak sempurna oppa.

Bagaimana aku bisa bertahan dengan ketidak sempurnaanku sementara kau lebih dari segalanya yang bisa dimimpikan setiap yeoja. Kau terlalu sempurna untuk menerima kekuranganku ini.

Karena itu aku memaksamu untuk menerima Kyuhyun dan mengikuti rencanaku agar kita bisa punya baby. Dengan begitu kau akan bahagia dan keluarga kita akan lengkap.

Tapi suatu hari ternyata aku lupa menyiapkan pengaman untukmu dan kita melakukannya seperti biasa sampai akhirnya aku sadar, ada sesuatu dalam diriku oppa. Saat mengetahuinya pertama kali hati itu, aku tidak tahu harus berkata apa? aku tidak pernah menyangka kita akan berhasil secepat ini.

Karena dari dulu kita tidak pernah mencobanya, tentu saja karena kau tidak ingin aku menderita. Padahal aku tahu kau juga sangat menantikan kehadiran permata kecil ditengah-tengah kitakan?

Saat itu aku berpikir, sekali dalam hidupku aku ingin merasakan apa yang dialami setiap wanita saat mereka mendapatkan tugas mereka yang begitu mulia. Aku ingin merasakannya, apalagi saat melihat betapa kalian sangat memanjakan Kyunnie saat itu, oppa~ aku ingin merasakannya juga, sungguh.

Tidak ada niatku untuk menyingkirkan Kyuhyun dari hidupmu karena aku tahu kau sudah mencintainya dengan seluruh hidupmu. Bahkan aku juga sangat menyayanginya sampai aku rela membawanya dalam kehidupan kita.

Aku ingin dia bersamamu saat nanti aku sudah tidak bisa menemani sisa hidupmu yang pastinya masih panjang. Itu alasan paling utama saat aku ingin kalian menikah secara sah, karna aku tahu kau akan mencintainya oppa, dia sangat memesona kan?

Aku bukan ingin mengatur hidup Kyunnie, sungguh~ mungkin aku hanya perantara untuk menuntun-nya pada takdir kehidupan yang sudah digariskan untuknya. Aku percaya itu.

Dan dengan surat ini, aku ingin minta maaf padamu oppa, aku sungguh-sungguh mencintaimu dengan seluruh hidupku, aku tidak bermaksud mengecewakanmu dengan berbohong selama ini.

Aku mohon, maafkan aku~ dengan begitu aku akan sangat bahagia walau tidak lagi bersamamu dan Kyuhyun, bahkan bersama Suho dan putri kita nanti. Sungguh, aku akan berbahagia oppa jika Kyuhyun bahagia bersamamu dan anak-anak.

Aku mencintaimu.

Selamat tinggal, selamanya.

Ps. Kau harus bersama Kyuhyun, tidak ada orang lain yang kuizinkan berada disisimu selain dia. Camkan itu.

Choi Irene. ^^

Siwon tidak bisa menahan laju airmata yang memaksa untuk keluar dari tempatnya itu, sungguh kata-kata Irene membuat sesak didadanya terasa sangat menyakitkan. Bagaimana mungkin istrinya ini bisa sangat egois dan berbaik hati disaat yang bersamaan.

Siwon masih ingat kata-kata Dokter Shim saat mereka berbicara dulu, Irene mengucapkan hal itu padanya dengan penuh keyakinan.

**

“Saat nanti, waktu Irene tidak banyak lagi, kau telah memiliki seseorang yang akan menjagamu dengan baik dan orang itu, Kyuhyun.”

“Irene yakin, Kyuhyun adalah orang yang tepat untukmu. Karena itu, Irene selalu bersikeras agar kau bisa bersama dengan Kyuhyun.”

**

“Kenapa kau tidak pernah mengatakannya, Irene~” Tanya Siwon sambil meraup seluruh wajahnya dengan kasar. “Lalu apa yang harus kulakukan sekarang? Dia tidak mau kembali padaku!! Hatinya sudah tidak bisa diobati Irene~ Kyunnie membenciku~”

“Dia tidak akan kembali~”

Tanpa disadari akhirnya Siwon menangis tersedu didalam ruang kerjanya seorang diri, melepas semua beban yang ada didadanya yang menanggung jalan hidupnya yang sangat berat. Apakah Siwon harus menghadapi semua kedukaan ini baru ia akan mendapat kebahagiaan? Tentu saja, karena tidak ada kebahagiaan tanpa kesusahan didalamnya.

“Dia akan kembali, oppa.” Suara Irene sayup terdengar ditelinga Siwon.

Langsung saja namja tampan itu melihat sekeliling kamar itu yang temaram tanpa cahaya lampu, namun tidak ada siapapun disana selain tirai jendela yang ditiup angin sore yang menyejukkan.

“Dia akan kembali.”

“Terima kasih Irene, kau telah memberikan Kyunnie untuk memasuki kehidupan kita. Maafkan aku yang tidak menjadi suami yang sempurna untukmu. Berbahagialah disana.. aku sungguh sangat mencintaimu, aku akan merawat Suho dan Yeri bersama Kyunnie.. seperti apa yang kau inginkan.. terima kasih..”

Fukuoka, Jepang.

Rumah sederhana yang terlihat asri itu seperti tidak ada penghuni didalamnya karena pintu dan jendela yang terlihat tertutup dengan rapat. Saat tiba-tiba seorang namja dengan seragam tugasnya memasuki pekarangan rumah itu, tetap tidak ada yang menyambut kedatangannya.

Setelah memanggil pemilik rumah beberapa kali dan tidak ada tanggapan, akhirnya namja itu pun meninggalkan rumah itu dengan wajah sedikit kesal. Sebelumnya namja yang bertugas di Kantor pos daerah itu pun meninggalkan barang bawaannya didepan pintu dan memastikan agar pemilik rumah bisa langsung melihatnya.

Dan benar seperti dugaannya, beberapa belas menit kemudian barulah terlihat mobil BMW memasuki perkarangan rumah itu dan berhenti tepat digarasinya. Tidak berapa lama pengemudinya pun turun dengan wajah lelah setelah seharian bekerja dengan tekunnya.

Choi Kyuhyun berjalan sempoyongan menuju pintu depan rumahnya dengan tangan merogoh kunci rumah didalam saku jaketnya. Terlalu serius dengan pencariannya hingga Kyuhyun tidak melihat apapun didepannya dan kakinya pun menendang kotak barang yang ditinggalkan namja tadi disana.

“Aiishh~ Kerjaan siapa ini!!?” Tanya Kyuhyun dengan wajah kesal dan melihat kotak babyblue itu lebih jelas.

Dengan rasa penasaran yang tinggi Kyuhyun pun buru-buru memungut kotak yang jelas untuknya itu dan segera melihat nama pengirimnya disana.

To: Choi Kyuhyun

From: Seoul, Korea Selatan.

“A-apa ini?”

**

Tbc…

Kami kembali…

Maaf karena lama apdet nya, bahkan ini memasuki hampir tengah malam…

Karena beberapa kendala…

Semoga suka ya…

Jangan sakiti Irene kami lagi, hahaha… dia sudah mendapatkan yang terbaik, mari sekarang ini fokuskan untuk kembalinya WonKyu bersama2 ya..

-Vie & Miss Lee-

 

84 thoughts on “The Day 10

  1. Huwaa unni mianhae baru baca

    Hiks kasihan juga irene meninggal ..
    Wondad terpukul sekali pastinya dan makin sedin krna kyumom yg hilang(pergi)
    Hmm kyumom blum tau noona nya meninggal ne
    Dia blum atau dia mau kembali tp daddy saat itu pergi tanpa nunggu mommy
    Ah ada kesalah pahaman daddy kira pasti kyumom ada hubungan ama seunghyun oppa ya
    Makanya krna itu jga saat yeri sakit dia gx nunggu kyumom lg
    Smoga nnti daddy bawa kyumom pulang ya sama suho juga ^^
    Dan surar dari noona bikin terharu
    Smoga noona tenang di sana nde T.T
    Smoga kedepannya akan membaik ya wondad n kyumom
    Lanjut vie unni

  2. Yahhh kok bersambung? Lagi seru nih.. nanti kyuhyun bakalan kembali kan? Ahhh kangen wonkyu moment nya. Di chap 11 kyuhyun harus udh balik ama siwon yaaa *maksabgt*

    Semangat eonnie!!

  3. Maaf vie unnie, miss lee baru baca di chap ini…dulu si baca chap 1 tapi nggak berani lanjutin soalnya nggak rela+nggak tega kyunnie jadi yang kedua…
    Karena ini udah fokus wonkyu pasti dibaca chap selanjutnya hehehe…

  4. akhirnya update juga….
    kirain ini chap akhir tp trnyta msh tbc…
    kyuhyun lama sekali bs kembali sama siwon, pa tu bs dianggap sbg balasan buat siwon yg sdh melukai hati kyuhyun??
    kira” bingkisan pa tu ya dan pa tu dr siwon??smga saja stlh menerima bingkisan tu kyuhyun tau faktanya kalau irene sdh pergi dan dia bs kembali sama siwon utk jd yg pertma dan satu”nya

  5. mommy…kembalilah lg bersama daddy…dengerkan semua penjelasannya dl….
    daddy teruslah berusaha bujuk mommy untk kembali dan jlaskan semua ap yg trjadi..
    cibgu…please update kilat y…

  6. susah banget ya kyu suruh balik sama siwon. sakitnya dalem banget itu pasti. dia gak tau lagi kalau irene udah meninggal. coba tau pasti langsung mau itu balik ke seoul sama siwon hehehehe. eonni kalian luar biasa heheheh….. gemes liat kyu kayk gitu…. eh iya seunghyun kira.in akan suka sama kyu, ternyata udah punya pacar. heheheh asik kalau siwon cemburu…. lucu banget…. terima kasih banget udah update

  7. Kasihan juga si irene nya…
    ayo dong kyuhyun cepat baliknya sama siwon..
    itu kira2 bingkisan dari siapa yah, siwon atau irena??
    penasarannya juga sama reaksinya kyuhyun kalau tau irene sudah meninggal..
    pokoknya cepat lanjut yah eon, makin penasaran sama ini ff …*O*

  8. Hiks hiks sedih Irene meninggal dunia krn kanker, tp itu mungkin yg terbaik spy Kyu & Siwon bs balikan lagi. Siwon harus sabar utk bisa mendapatkan maaf dr Kyu, karena dia usah nyakitin hati Kyu. Kyu pasti bakal maafin kok. Time will heal everything. Siwon jangan pantang menyerah dlm nendapatjan Kyu lagi ya. Fighting…👍👍👍. Cepet update lg ya eonnie dah g sabar nih pengen cepet2 tau biar Kyu dan bersatu lagi sama Siwon👌👌

  9. Irene meninggal Siwon hidup dalam penyesalan,Kyunie terkurung dalam kekecewaan,wonkyu belum menemukan titik temu berharap itu tidak akan lama,kasian Suho end Yeri
    Wonkyu cepatlah bersatu ya…
    Obatilah luka di hati kalian sma”

  10. Kasihan irene,trnyata dia benar2 meninggal…
    Knpa sich gak ada yg ngasih tau kyu klu irene meninggal?
    Pasti kyu sedih bnget klu dia tau…
    Kyu kembali lah ke seoul,biar bisa kembali brsama dg siwon dan yeri juga btuh ksih syang ibu…

  11. Smga iren mndptkn kbhgiaannya di sisi Tuhan..siwon udh ktmu kyu&suho,psti butuh wktu bt kyu nrima siwon lg krna gk sgmpg itu luka d hati bsa sembuh..tp kshn kyu jg blm thu tentang iren..krmn dr spa itu?,jd ikt pnsrn

  12. Makin penasaran dgn kelanjutan ceritanya , kasihan sama irene dia meninggal karna penyakit kanker yg dia derita ,dan siwon hidup dalam penyesalan , siwon harus benar benar berusaha keras dan super sabar agar bisa mendapat maaf dari kyuhyun , kyuhyun tdk mudah memaaf kan siwon karna terlalu sakit hati , semoga wonkyu bisa bersama lagi kasihan dgn anak anak mereka , terus pasti kyuhyun sedih baget kalau tauh irene meninggal? Terus bingkisan yang di terima kyuhyun itu dari siapa??? Apa irene yg mengirimnya atau siwon???

    Di tunggu kelanjutan ceritanya……

  13. “Aku merindukanmu”
    Sebenarnya itu kata mujarab bener..
    Kalo kyu bener2 cinta kenapa tidak membalas dan menjawab “aku juga merindukanmu”
    Segitu sakit hatinya kyu..😣😣😣😣
    Jadinya mau kesel atau gimana juga udah bingung..disatu sisi kesel juga ama siwon tapi disisi lain juga wajar dia kayak gt waktu dulu masi ada irene..tapi juga kesel ama kyuhyun.
    Yah antara kesel dan ndak kesel..#labilhahaha
    Tapi untung aja kyu belum dibilang soal kematian irene. Takutnya kan akan ada yg beranggapan bahwa dia udah lega bahwa dia bakalan jadi yg utama..betul yg kayak dibilang siwon bahwa biarkan kyu kembali dengan keinginannya sendiri..
    Karna bukankah cinta akan menuntun jalan untuk kembali😊😊😊😊😊
    Jangan siksa lama2 donk mereka…sesek rasanya..untuk naikin mood booster aku selalu lihat moment mereka..kangen ama wonkyu..😢😢😢😢😢
    Kasian juga jadinya ketika semua mengharapkan kyu malah dia masih dilanda kebimbangan..siwon juga terbelah antara anaknya yg satu dengan yg lain…untung aja ada krystal yg ngasi pengertian…
    Kyuu…sadar..kalo kau membuat cinta menunggu kadang cinta akan cepat berlalu.tapi aku yakin dia akan setia menanti..
    Oiya..psst..aku baca ini sambil denger all i ask adelle…nyesek…suer..apalagi kata2 “bagaimana kalau aku tidak dapat mencinta lagi”
    Mereka ditakdirkan untuk bersama…😚😚😚😚

  14. Jadi kasihan dengan irene. Kyu ayo pulang rawat anaknya irene dong kan kasihan dia urang kasih sayang ortu, siwon juga masih kacau dan pikirannya bercabang. Dua anak terpisah jarak bikin siwon jadi susah memilih.
    Aku tunggu lagi kelanjutanya….
    Terimakasih sudah gak di PW💕

  15. kyu belum tau kalo irene udah ngga ada.
    duh jadi gregetan sama siwon. bilang sih kalo irene udh ngga ada. biar kyu mau kembali ke dy..
    di tunggu kelanjutannya..🙂

  16. klo gini kasian irene nya nya, tpi itu sudah berlalu,
    siwon psti sdih bget stlh irene meninggal n kyu pergi gini,
    semangat buat siwon untuk membujuk babykyu ne hehhee….

  17. Ini hukuman atau ujian untuk Siwon. aku merasa dia terlalu terbebani dengan situasi yg ada. fighting ! aku yakin kyuhyun akan luluh dan kembali. aku tak tau Kyuhyun itu sakit hati atau malu untuk menunjukkan rasa cintanya.
    lanjut chingu!

  18. Ini hukuman atau ujian untuk Siwon. aku jadi merasa kasihan padanya. fighting oppa Kyuhyun pasti akan luluh dan kembali padamu. Kyuhyun itu pasti cuma malu mau ngungkapin prasaan cintanya.

    lanjut chingu. . .

  19. Penasaran sm kelanjutan ceritanya.
    btw itu paket dari siapa ya?
    berharap semoga isi paket itu bisa membuat kyu balik ke Seoul..

  20. Aigo…
    Irene meninggal… irene sudah mempersiapkan semua dengan baik…
    Mempersiapkan istri seperti babykyu yang bisa menggantikannya ….
    Sedih….

    Siwonie jangan salah paham dulu sama seunghyun sama baby….

    Si cuo kangen banget sama daddynya ya….
    Aw… si baby jaim banget udah kalo kangen tubruk aja si wonnie…

    Ga sabar nunggu si babykyu sama cuo balik kekorea….

    Semangat wonnie bawa si babby pulang…

  21. smua dapet hukuman masing2…
    kerennnnn…irene noona hebat bner ya..bisa rencanain smapai segtunya
    hahahhaha…bagus babykyu jngn mudah luluh..kwkwkwkw…kasihan wonie oppa masih harus terus berjuang..
    babysu akhrnya bisa habisin waktu sma daddynya…seneng bnget kayanya ^_^ babysu bisa lepasin rindunya sma daddynya..
    untung yeri nggak dibwa sma umma jung..kasihan juga wonie oppa…ampe sakit gtu
    mang takdir wonie oppa tuch babykyu doang..
    lanjut chiguuuu…FIGHTING!!!!!

  22. Wah ketinggalan nih. Siwon hadeh gak jadi2 mulu ksh tau kyu ttg irene. Pake acara salah paham lagi. Lanjut baca chapt 11 hehe

  23. Siwon salah paham sama kyu, kyu juga salah paham sama siwon,,,,

    Kapan selesainya masalah mereka,,, baikan dong kasian baby su, dan yeri

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s