The Day 9


poster The day

The Day

(My Destiny Is Written)

Chapter 09

**

Waaaah,,chapter 8 komentnya hebaat..kalian memang juaaraaa, love you Lovely Readers.. Mungkin Isinya memang seperti yang kalian bayangkan, tapi ini memang kesepakatan kami berdua..ahaha – Vie

-Ms. Lee

Hati-hati bacanya ne? Pahami setiap kata diatasnya, contohnya itu..Flashback. karna ada beberapa kali, terus ada beberapa perubahan tempat..jadi jangan bingung.

**

Flashback…

Terlihat seorang yeoja cantik melangkahkan kakinya dengan ringan memasuki salah satu rumah sakit terbesar yang ada di Seoul.

Yeoja cantik itu segera mencari dokter yang menjadi penanggung jawab atas dirinya jika dia sakit atau kecelakaan selama ini. Begitu sampai diruangan dokter, ia pun segera masuk kesana dan mendapati tatapan yang tidak bisa diartikan dari dokter pribadinya itu.

“Irene-sii…”

“Selamat siang dok.” Jawab Irene dengan senyum manisnya namun tidak dengan dokter didepannya.

“Apa kau yakin?” Tanya dokter to the point.

“Mmm, aku bisa merasakannya dok, tidak salah lagi, aku hamil.”

“Tapi kau tahu penyakitmu tidak mungkin bisa mempertahankan kandunganmu.”

“Aku yakin bisa dok.” Jawab Irene keras kepala.

“Biarkan aku memeriksanya.”

“Silahkan~” Irene tersenyum manis sambil berjalan menuju tempat tidur yang ada diruangan itu.

Dan dokter Shim pun segera melakukan tugasnya untuk memastikan perkataan Irene di telpon tadi. Yeoja yang selalu terlihat cantik walau tak lagi muda, merasa ada hal aneh dengan dirinya dan sangat yakin kalau dia sedang mengandung bayi Siwon, suaminya.

Setelah selesai dokter itu kembali ke tempatnya dan menunggu irene duduk kembali didepannya.

“3 minggu.” Ucap dokter Shim kemudian membuat mata irene berbinar.

“Aku benar kan? Dia ada disini.” Irene meraba perutnya dengan lembut.

“Kau tahu ini berbahaya, Irene.”

“Aku tahu, tapi ini yang paling ku inginkan dalam hidupku, dok.” Ucap Irene dengan raut wajah putus asa.

Dokter Shim hanya bisa menghela nafas berat melihat wajah cantik itu penuh kesedihan dan tidak tega untuk memutuskan harapannya.

“Baiklah, jaga kesehatanmu, rajinlah minum vitamin dan obat mu juga, kalau ada yang tidak beres katakan padaku.”

“Jinjja?? Aku akan berusaha, terima kasih dokter, kau memang yg terbaik.” Irene menjabat tangan dokter Shim penuh semangat.

“Jaga diri baik-baik ne?”

“Iya dok, gomawo…mmm, itu…”

“Apa ada hal lain?”

“Tidak, aku ingin dokter merahasiakan hal ini pada siapapun, kumohon.”

Dokter Shim menatap wajah irene sekilas kemudian menghela nafasnya. “Mereka harus tahu, agar bisa menjagamu.”

“Tidak dok, tidak saat ini, aku ingin mereka tahu di waktu yg tepat.

“…..”

“Pleaseee~”

“Baiklah, sesuai permintaanmu.”

“Terima kasih dok, itu saja~ aku harus pulang sekarang.”

“Terima kasih.” ucapnya sekali lagi.

Irene langsung melesat keluar dengan wajah bahagianya sementara dokter Shim menghela nafas pasrah melihat anak dari pemilik rumah sakit itu.

“Semoga kalian baik-baik saja.”

Flashback End.

**

Disalah satu rumah sakit terbesar di Seoul yang dimiliki keluarga Jung terlihat beberapa suster dan dokter bahkan beberapa pasien berlalu lalang dengan kesibukan rumah sakit.

Disalah satu koridor panjang rumah sakit besar, terlihat dua keluarga sedang dirundung duka dan kecemasan. Dikarenakan putri kesayangan mereka sedang mempertaruhkan nyawanya di meja operasi untuk membawa 1 kehidupan lain ke dunia ini.

Choi Irene akhirnya melahirkan anaknya yang akan menjadi keturunan keluarga Choi yang sudah sangat lama ditunggu kehadirannya ditengah-tengah mereka. Choi Siwon suaminya, berdiri di pintu ruang operasi itu dengan kecemasan yang melebihi dari semua yang ada disana.

Kecemasan akan keselamatan ibu dan anaknya itu dalam prosesnya, karena semua tau semua ibu yang melahirkan anaknya sama saja dengan mempertaruhkan nyawanya di ujung tanduk.

Tapi, seandaianya kalian bisa melihat lebih dekat, tidak hanya 1 kecemasan yang ada diwajah pucat nan tampan seorang Choi Siwon kini. Pikirannya yang kalut terpecah belah memikirkan dua istri yang dimilikinya yang sama-sama memberikannya kebahagiaan yang sempurna.

Namun sayang, salah satunya tanpa sengaja sudah iya kecewakan dan ia lukai hatinya, berkali-kali. Bahkan sebelum menuju ke rumah sakit mereka sempat bertengkar hebat yang membuatnya mengeluarkan kata yang tidak seharusnya.

“My baby…” Gumam Siwon sambil meraup wajahnya dengan kasar.

Umma dan Appa Choi yang melihat keadaan putra kesayangannya itu seolah mengerti gejolak batin yang dirasakannya. Mempunyai dua istri dalam satu rumah bukanlah hal yang mudah untuk semua orang, apalagi Umma Choi tahu bagaimana Siwon tidaklah ahli dalam hal seperti itu.

“Apapun yang terjadi, sabarlah Siwonnie~” Ucap umma Choi pelan disampingnya.

Siwon menatap wajah cantik ummanya dengan wajah memelas membuat wanita bersahaja itu membelai pipi anaknya dengan lembut.

Dan saat itulah suara tangisan bayi yang sangat nyaring terdengar dibalik pintu ruangan dibelakang mereka. Umma Jung dan kedua appa langsung mendekati pintu dimana Siwon dan umma-nya sudah berdiri tegap menunggu pintu terbuka.

“Selamat untuk kalian semua.” Ucap Dokter Shim begitu membuka pintunya dan melihat mereka mengelilingi disana.

“Dok, apa sudah selesai?” Tanya Siwon dengan wajah blank.

“Setelah kurang lebih satu jam, akhirnya semuanya selesai, Irene dan bayi kalian selamat.”

“Hooo~ syukurlaaah~” Seruan nafas kelegaan terdengar disana.

“Sekali lagi selamat Siwon-ssi.” Dokter Shim mengajak Siwon berjabat tangan yang segera disambut namja tampan itu. “Dia cantik seperti ibunya.”

“Huh??” Siwon mengerjap tidak mengerti.

“Dia perempuan?” Tanya Umma Jung cepat tanggap.

“Nee~ dia little princess~”

“Waaaa~ kita punya cucu sepasang, yeobo~” Umma Choi langsung memeluk suaminya dengan wajah riang.

“Bo-boleh kami melihatnya?” Tanya Umma Jung dengan raut wajah yang masih tidak tenang.

“Tunggulah sebentar, kami akan membawanya ke ruang rawat.”

“Baiklah.”

**

Beberapa saat kemudian,

Dua keluarga bahagia itu sudah ada didepan ruangan dengan pintu berwarna pink, yang menandakan bayi yang ada didalam sana perempuan. Mereka memilih untuk Siwon yang pertama kali melihat istri dan putri cantiknya, baru kemudian para appa dan umma juga masuk ke dalam dengan tidak sabarnya.

“Waaah~ dia benar-benar cantik.” Gumam umma Choi pelan begitu melihat bayi kecil terbalut selimut pink itu didalam box-nya.

“Seperti yang diinginkan Irene.” Ucap Umma Jung melihat putrinya masih terbaring diranjang rumah sakit. “Kenapa Siwon?” Tanyanya khawatir.

“Irene belum sadar umma.” Jawab Siwon dengan wajah lusuh.

Dia hanya bisa menatap bayi mungil itu tanpa kata-kata, bahkan sejak ia masuk pertama kali. Siwon hanya berdiam diri melihat istrinya yang terbaring disana dan putrinya yang terlelap dengan nyamannya.

“Apa kalian sudah punya nama?” Tanya Umma Choi kemudian.

“Tidak umma, kami tidak tahu dia princess, Irene tidak mau melihatnya.”

“Ahh, seperti Kyunnie~ dia tidak mau juga dan kita dapat prince!!”  Umma Choi terdengar sangat bahagia.

“Lalu dimana Kyunnie? Dia belum datang?” Tanya Umma Jung melihat mereka bertiga. “Kami sudah lama tidak melihat Suho~ dia pasti sudah besar, ne?”

“Nee~ dia sangat tampan juga lincah, Suho pasti akan menjaga si kecil ini dengan baik.”

“Ohohoho~ itu sudah pasti.”  Umma Jung mengangguk setuju.

Sementara para Appa hanya mendengar dan mengangguk sekilas menyetujui pembicaraan mereka berdua. Sedangkan Siwon hanya senyuman tipis yang terlihat diwajah tampannya yang keruh itu.

Dia bahagia, tentu saja, bagaimana tidak? Ini putrinya bersama Irene, istrinya yang sudah bertahun-tahun menunggu kedatangan malaikat ini. Tapi…sebelah hatinya saat ini tidak membiarkannya tersenyum dengan ikhlas.

Karena jauh didalam sana Siwon merasakan sakit yang tidak bisa diungkapkannya atas apa yang sudah terjadi dalam keluarga kecilnya. Atas apa yang sudah ia dan Irene lakukan pada Kyuhyun dan Suho walau tanpa di sengaja.

Keadilan dalam diri Siwon perlu ditegaskan lebih baik lagi jika ia ingin semuanya berjalan sesuai dengan yang diharapkannya. Jika tidak, selalu akan ada yang terluka didalam bahtera satu atap dua cinta mereka.

Terlalu larut dalam pikirannya, Siwon tidak sadar saat tangan Irene bergerak perlahan dan terulur untuk menyentuhnya yang duduk membelakangi ranjang. Saat tangan itu menyentuhnya barulah Siwon tersentak kaget dan segera berpaling melihat Irene.

“Kau sudah bangun?” Tanya Siwon dengan lembut.

“A-apa…dia baik?” Irene balik bertanya dengan wajah yang penasaran.

“Dia sangat baik, juga cantik, terima kasih.” Ucap Siwon mengecup kening Irene penuh sayang hingga yeoja cantik itu menutup matanya.

“Terima kasih chagiya~ umma punya cucu sepasang.” Ucap Umma Choi mendekati ranjang dan mengecup kening Irene.

Umma Jung juga melakukan hal sama walau diwajahnya masih terselip kekhawatiran yang panjang, tapi ia bisa menutupnya dengan senyum kebahagiaan. Para Appa juga mengecup kening Irene kemudian kembali berdiri berserakan didalam ruangan itu hingga Irene bisa melihat seluruhnya.

Termasuk putri cantiknya yang masih terlelap dengan nyaman didalam box yang berada tidak jauh dari ranjangnya.

“Dimana Kyunnie? Apa dia tidak mau melihat putrinya juga?” Irene bertanya saat melihat kesekelilingnya mencari dongsaengnya tetapi sosok itu tidak ada disana.

Siwon pun hanya bisa terdiam, ia mengingat kembali sebelum membawa Irene ke Rumah Sakit, dirinya sempat bertengkar dengan Kyuhyun. Tetapi Siwon pikir Kyuhyun akan segera menyusulnya kesini, tetapi ternyata Kyuhyun tidak menampakkan dirinya sama sekali.

“Kyuhyun tidak ikut bersama kalian?” Tanya Appa Choi tidak menyangka.

“Eum, tidak, tadi aku begitu panik.”

“Umma kira dia menyenangkan Suho diluar.” Ucap Umma Choi melihat anaknya curiga.

“Baiklah, biar nanti appa yang akan menghubungi rumah untuk meminta supir menjemput Kyuhyun agar datang kesini, pasti Suho senang mendapatkan adik cantiknya.”

“Aku saja yang menghubungi rumah, Appa.”

“Baiklah, lalu kalian akan memanggilnya apa nanti?” Tanya Appa Choi melihat putri cantik itu dalam boxnya.

“Ohh~ aku sudah punya namanya Appa.” Ucap Irene dengan mata berbinar.

“Siapakah?” Appa Jung ikut bersemangat.

“Choi Yeri. Cantik kan?” Ucap Irene melihat Siwon penuh harap.

“Nee~ cantik seperti dirinya, semoga perilakunya juga akan secantik wajah dan namanya kelak.” Harap Umma Choi sungguh-sungguh dan diiyakan para appa dan umma yang lain.

Irene tersenyum senang, ya Siwon mempunyai keturunan yang sempurna ada Choi Suho dan juga Choi Yeri. Bukankah kebahagiaannya sudah lengkap? Tidak…Kyuhyun tidak ada diantaranya.

“Oppa~ lekaslah jemput Kyunnie.” Ucap Irene kemudian.

“Ohh, mm~ baiklah.” Siwon berdiri dan mengecup keningnya sekilas lalu beralih melihat Yeri dengan penuh cinta.

Kemudian Siwon pun bergegas keluar dari kamar itu, agar tidak mengganggu aktifitas para nenek dan kakek yang sedang berbahagia melihat kelahiran cucu perempuan mereka yang cantik.

Namja tampan itu berdiri dikoridor rumah sakit dan mengutak-atik iphone-nya sebentar kemudian ia pun menghubungi seseorang, yang pastinya Kyuhyun huswifenya tercinta.

“Tidak aktif? Kenapa Kyu?” Tanya Siwon pada benda mati itu.

Kemudian ia pun kembali mencoba menghubungi nomor yang sama namun kejadian yang sama terulang kembali. Siwon disuruh menunggu karena nomor yang ia tuju sedang berada diluar jangkuan.

“Dia ada dirumah kenapa diluar jangkauan?” Tanya Siwon lagi kemudian segera mencari nomor telfon yang lain.

Setelah menunggu beberapa saat hubungannya pun tersambung yang memperdengarkan suara maid yang ada dirumahnya.

“Ahjumma, katakan pada ahjussi untuk membawa Kyunnie.” Ucap Siwon tanpa basa-basi.

>Ta-tapi tuan….<

“Mwo? Waeyo? Dimana Kyunnie?”

>Ti-tidak ada tu-tuan<

“Apa maksudnya tidak ada?”

>Tu-tuan Kyuhyun tidak ada disini<

“Mwoo??”

>Mereka sudah per…tu-tuaan?<

Maid itu hanya bisa menatap gagang telepon rumah itu yang tidak ada lagi suara Siwon disana. Ia yakin tuan mudanya kini sudah berlari menuju istana mereka untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

***

Satu jam sebelumnya…

Kyuhyun menutup kembali pintu kamarnya, ia melirik ke arah Suho yang juga memandang dengan tatapan imutnya, khas seorang bayi.

Kemudian Kyuhyun segera menarik tangga kecil yang disimpan di dalam kamarnya untuk berbagai keperluan dan ia dirikan didepan lemarinya yang tinggi itu lalu ia pun menaiki tangga itu perlahan dan mengambil 1 diantara beberapa koper yang disimpan dengan rapi di atas lemari pakaiannya.

Namja cantik itu membuka lemari besar yang berisi pakaian dirinya dan satu pintu pakaian milik Suho. Kyuhyun memasukkan semua baju itu ke dalam koper, walau harus menahan air mata yang bisa saja melaju lancang di pipinya. Setelah merasa cukup, Kyuhyun segera membuka laci kecil yang ada dalam lemari dan mengambil sebuah dokumen.

Dokumen yang akan merubah arah hidupnya setelah ia pergi nanti.

Kyuhyun mengambil baju yang seharusnya ia akan pakai setelah mandi, tetapi kini Kyuhyun melupakan segala kegiatannya. Tidak ada waktu untuk mandi atau ia akan berubah pikiran jika Siwon kembali dalam waktu cepat.

Kyuhyun berjalan menuju Suho, lalu menggantikan pakaian putranya itu dengan baju kaos simple yang berwarna biru, tidak lupa ia memakaikan baju hangat yang tebal pada Suho mengingat perjalanan mereka akan membutuhkan lama dimalam seperti ini.

“Mulai saat ini, hanya ada kita berdua. Mommy dan Suho. Tidak ada ada lainnya, maafkan keegoisan Mommy. Tapi Mommy tidak bisa berada disini selamanya.” Ucap Kyuhyun menatap dalam mata Suho.

“Igi?” Tanya Suho dengan kepala dimiringkan.

Kyuhyun hanya mengecup kening Suho lama sebagai jawaban kemudian segara menggendongnya sambil ia menyeret kopernya keluar kamar. Tanpa ragu kakinya melangkah menuju pintu depan rumahnya itu, tetapi maid yang di tuakan disana sempat melihat dan tentu saja menghalanginya.

“Nyonya Choi”

“Ahjumma…panggil Kyuhyun saja.” Jawab Kyuhyun dengan senyum hambar.

Ahjumma itu tidak peduli karena tatapannya sudah teralihkan pada koper ditangan Kyuhyun dan juga bagaimana penampilan nyonya keduanya dan putranya terlihat rapih.

“Nyonya akan pergi kemana?” Ahjumma itu bertanya.

“Tolong ahjuma panggilkan taksi untukku.” Kyuhyun mengalihkan pertanyaannya.

“Tapi Nyonya…”

“Jika tidak, aku yang akan memanggilnya sendiri.”

Mendengar ucapan Kyuhyun yang tegas, Ahjumma yang sudah bekerja di keluarga Choi puluhan tahun itu pun segera pergi dan mencarikan taksi untuk Nyonya rumah mereka. Tak membutuhkan waktu yang lama, taksi telah tiba dan berhenti tepat di kediaman keluarga Choi.

Kyuhyun segera menyeret kopernya seorang diri lalu meminta supir taksi membantunya memasukkan barang bawaannya di bagasi.

“Nyonya, kau akan kemana? Apa Tuan Choi mengetahuinya?”

Sebelum Kyuhyun memasuki taksi, ia melihat wajah khawatir ahjumma itu yang selalu peduli padanya dan menjaga Suho untuknya, juga beberapa maid yang lain dibelakangnya. Kyuhyun memasukkan Suho kedalam taksi dan berbalik mendekati ahjumma itu lalu memeluknya dengan cepat.

“Terima kasih untuk selama ini, Ahjumma.” Bisiknya pelan.

“Nyo-nyonya…” Suara ahjumma itu bergetar menahan kesedihannya dan Kyuhyun pun melepaskan pelukannya.

“Aku harus pergi sekarang, jika Siwon Hyung atau Irene Noona menanyakan keberadaanku. Katakan saja bahwa aku pergi. Karena mereka tahu tempatku bukanlah disini lagi.”

Setelah mengucapkan itu Kyuhyun melihat mereka semua dan menganggukkan kepalanya sekilas lalu segera berbalik lalu masuk kedalam taksi itu dan meminta ahjussi taksi itu untuk membawanya segera pergi dari sana.

“Selamat tinggal Hyung, Noona, Umma, Appa, terima kasih atas kebahagiaan yang sudah kalian berikan kepadaku selama ini. Terima kasih Siwon Hyung, karena aku kini tidak sendiri, ada Suho yang akan menemaniku selamanya.”

“Terima kasih.”

**

Setelah membawa mobilnya diatas kecepatan rata-rata akhirnya Siwon pun sampai didepan rumahnya yang sudah tertutup rapat. Dengan cepat namja tampan itu menyambar pintu besar itu dan membukanya dnegan kasar hingga menimbulkan bunyi yang keras.

“KYUHYUUUN!!!!” Teriak Siwon melihat suasana rumahnya yang mencekam.

“Tu-tuan…” Maid Ahjumma mendekatinya dengan badan bergetar.

“Dimana Kyuhyun??”

“Su-sudah pergi.”

“Apa? Tidak mungkin!! Pergi kemana? Kenapa??!?”

“Sa-saya ti-tidak ta-tahu tu-tua…”

“Aghh!! Kyuhyun, Baby!!! Suho!! Kalian dimana!??!”

Siwon berjalan menaiki tangga lantai 2 kamar mereka sambil terus memanggil namja dua orang yang sangat berharga baginya itu. Tapi tidak sekalipun panggilannya itu mendapat jawaban.

Begitu sampai didepan kamar mereka Siwon langsung membanting pintu itu dengan kasar dan mendapati kamar itu gelap dan kosong. Dengan wajah blank Siwon menghidupkan lampu kamar itu hingga terang benderang, Kyuhyun dan Suho tidak ada dimanapun.

“Kyu? Baby? Suho?” Tetap tidak ada jawaban.

Perlahan langkah kaki Siwon yang terasa berat pun memasuki ruangan yang sudah lama ditinggalkan itu. Matanya tetap menyusuri seluruh ruangan itu berharap sosok Kyuhyun masih ada disana.

Namun yang terlihat hanya secarik kertas berwana biru yang terselip di bawah bantal tidur mereka. Dengan cepat Siwon mendekati tempat tidurnya dan menarik kertas itu lalu membacanya dengan perlahan.

To : Siwon hyung, nae sarang.

Hyung.. maafkan aku yang tidak bisa menjadi istri terbaikmu.. maafkan aku yang tidak bisa lebih lama lagi memahamimu..

Jangan mencariku.. maafkan jika aku membawa Suho.. karena hanya Suho yang aku miliki di dunia ini..

Terima kasih karena kau pernah memberikan cintamu, kebahagiaanmu kepadaku.. tapi aku tidak bisa selamanya bersamamu.. terlalu sakit bagiku..

Mianhae…

Saranghae, jeongmal saranghae.

By. Only Yours

“Nooo~ baby noo~ pleaseee~” Secarik kertas itu jatuh perlahan seiring dengan kaki Siwon yang tidak bisa menahan lagi beban tubuhnya terduduk dilantai. “Kau tidak bisa melakukan ini padaku, baby.”

“Choi Kyuhyun!! Kembali!!!” Teriak Siwon sambil menarik rambutnya dengan kedua tangan.

Namja tampan itu merapatkan kedua lututnya dan bertumpu disana sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Tidak pernah terpikirkan olehnya, Kyuhyun akan mengambil langkah ini, mengingat cinta mereka datang sungguh-sungguh dari dalam hati bukan karna paksaan Irene.

Tapi mengingat kembali apa yang sudah ia dan Irene lakukan beberapa bulan terakhir, semuanya terasa tidak adil bagi Kyuhyun yang memiliki kedudukan yang sama dirumah ini, bahkan di hati Siwon sendiri.

“Baby mianhae~” Siwon menggelengkan kepalanya tidak percaya. “Jangan pergi, aku mencintaimu.” Ucap Siwon sepenuh hati.

“Tidak bisa!!” Ucap namja itu kemudian langsung berdiri tegak. “Kau tidak bisa lepas dariku, baby~ tidak bisa!!!” Siwon langsung menghambur keluar dari kamarya dan menuruni tangga dengan terburu-buru.

Tidak peduli beberapa maid mengikutinya dengan berbagai pertanyaan mereka, namja tampan itu langsung masuk ke dalam mobilnya dan melesat pergi dari sana. Didalam mobil Siwon menghapus airmata yang tidak ia sadari jatuhnya itu dengan kasar. Sambil mencoba untuk berpikir tenang, Siwon mengambil hp-nya dan mengubungi umma Choi yang masih ada di rumah sakit.

Seperti tahu apa yang sudah terjadi umma Choi mengangkat panggilan itu hanya dalam sekali dering.

>Siwonnie…<

“Umma…”

>Ne, Siwon?<

“Kyuhyun…dia…”

>Kenapa dengan Kyuhyun? Ada apa?<

“Dia pergi umma.”

>Mwo?<

“Dia meninggalkanku.”

>Tidak mungkin!! Siwon!!<

Siwon langsung menutup Iphonenya dan melemparkan benda itu sembarangan kemudian tangannya pun mengepal dan ia memukul setir mobil dengan keras beberapa kali. Namja tampan itu melampiaskan semua beban yang ada didalam pikirannya itu pada benda mati yang tidak bersalah.

Hanya satu tempat yang dituju Kyuhyun untuk pergi jauh darinya yaitu Bandara dan kesanalah sekarang namja tampan itu menuju. Dengan kecepatan penuh Siwon memacu mobilnya mencapai bandara Internasional Seoul.

Begitu sampai disana Siwon langsung menuju pusat informasi dan berusaha mencari nama Kyuhyun didaftar nama keberangkatan. Begitu banyaknya nama membutuhkan Siwon beberapa menit untuk menemukan nama huswifenya diantara ratusan nama lainnya.

Cho Kyuhyun.

Hati Siwon teriris dengan sangat saat melihat nama itu ada didaftar penumpang yang akan keluar dari Negara ginseng tersebut. Dan lagi mengingat nama belakang yang dipakai Kyuhyun semakin membuat Siwon mengingat pertengkaran mereka dan dia sendiri yang memangil Kyuhyun dengan nama itu.

Terlalu larut dalam nama itu Siwon sampai lupa melihat kemana tujuan Kyuhyun dan Suho pergi. Hingga nama Negara dengan lima huruf itu terlihat jelas dimatanya, Siwon sadar Kyuhyun sudah tidak disini lagi, bersamanya.

Japan.

“Untuk apa kau di Jepang, baby? Tidak ada siapapun yang kau kenal disana?” Wajah Siwon sudah sangat berantakan setelah mengetahui apa yang dilakukannya hanya sia-sia belaka.

Kyuhyun sudah tidak ada disini, tapi Siwon percaya segala kemungkinan bisa saja terjadi. Hingga dengan cepat ia berlari menemui petugas bandara dan menanyakan pesawat yang akan berangkat ke Jepang masih ada disana.

“Sayang sekali tuan, pesawat itu sudah lepas landas satu jam yang lalu.”

“Ti-tidak…”

“Benar tuan, anda terlambat.” Ucap petugas itu dengan senyum ramahnya.

Namun bagi Siwon senyum itu terasa bagai pukulan yang sangat berat hingga bisa mematahkan hatinya yang sudah retak. Mau tidak mau Siwon harus berbalik pulang kembali pada keluarga kecil lainnya, yang seharusnya.

Hanya ada Irene dan putri mereka.

Bisakah Siwon melakukan itu? Tidak mungkin!! Setelah sebagian besar hatinya sudah dipenuhi dengan cinta untuk Kyuhyun, tidak mungkin Siwon akan melupakan semuanya begitu saja.

“Tidak semudah itu.”

Siwon langsung keluar dari bandara itu kembali ke rumah sakit dan menjelaskan situasi yang sudah terjadi pada keluarganya, termasuk pada Irene. Setelahnya Siwon akan memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya yang tentu saja akan dimulai dengan percarian dimana tepatnya Kyuhyun berada di Negara sakura itu.

Sementara itu berpuluh-puluh mil jauh diatas tanah sebuah pesawat terbang dengan mulusnya menembus pekatnya malam. Namun tidak sepekat hati salah satu penumpangnya yang sedang dirundung duka yang mendalam.

Seorang namja cantik terlihat sedang memangku kepala putra kecilnya yang sedang tertidur dengan lelapnya disana. Selimut abu-abu yang menjadi fasilitas pesawat itu membuat buah hatinya merasa hangat dan nyaman berada dalam suhu AC yang tinggi itu.

“Kita akan ke rumah baru, baby.” Gumam Kyuhyun, namja cantik itu sambil membelai kepala Suho, putranya dengan lembut. “Ke tempat yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya.”

Atau sudah, Jepang… Kyuhyun sudah pernah singgah di Negara sakura itu untuk berbulan madu bersama Siwon suaminya. Ahh~ jika benar namja tampan itu masih suaminya, mengingat hal itu rasa sakit dihati Kyuhyun kembali secara perlahan.

Walau jepang akan mengingatkannya kembali pada masa-masa indah bulan madu mereka, hanya itu kesempatannya untuk meninggalkan semua yang ada disini, selamanya.

Kesempatan tidak terduga itu datang hanya sehari berselang saat dokter kepala rumah sakit tempat ia bekerja tiba-tiba memanggilnya ke dalam ruangan.

***

Flashback

“Ada apa dokter memanggilku?”

Kyuhyun yang berdiri gugup di hadapan dokter Lee itu pun akhirnya diminta untuk duduk terlebih dahulu.

“To the point saja, Aku melihat kau adalah dokter yang berdedikasi tinggi, Kyuhyun-ssi.”

 “Saya, dok?” Kyuhyun memastikan.

 “Iya, karena itu aku sebagai dokter kepala memintamu untuk menjadi relawan sukarela di Jepang.”

“Benarkah??” Mata Kyuhyun melebar tidak percaya mendengar pernyataan tiba-tiba itu.

“Tentu saja, tapi kau masih bisa memikirkannya terlebih dahulu untuk menerima ataupun tidak.” Dokter Lee yang sudah memasuki umur setengah abad itu pun memberikan senyumannya.

“Berapa lama, dok?”

“Mungkin bisa saja satu bulan.”

“Aku menerimanya.” Jawab Kyuhyun tanpa pikir panjang.

“Benarkah? Kau tidak akan membicarakannya terlebih dahulu dengan suamimu?”

“Tidak, dok. Aku bisa memutuskannya sendiri.”

“Mmm, baiklah.” Dokter Lee mengangguk mencoba mengerti.

“ Tapi bisa kah aku meminta tolong padamu?”

“Ya? Apapun itu.”

“Jika ada yang menanyakan keberadaanku, bisakah dokter tidak memberitahukannya?”

“Mwoo??”

“Saya mohon.” Kyuhyun menatap dokter itu dengan wajah memelas.

“Apa ada masalah?”

“Hanya masalah pribadi, aku ingin mendedikasikan pekerjaanku dengan baik tanpa harus semua orang tau.”

Dokter Lee masih mempertahankan senyumannya namun melihat Kyuhyun penuh arti dibalik kacamata tipisnya. “Mm~Baiklah… aku akan menyembunyikan keberadaanmu di Jepang, semoga kedatanganmu disana bisa sangat membantu mereka.”

“Ya, dok. Terima kasih, jika begitu. Aku harus kembali ke rumah untuk mempersiapkan semuanya.”

“Nee~ aku akan memerintahkan asistenku, memberikan surat tugas untukmu.”

“Ne… sekali lagi, terima kasih dok, aku pamit dulu.” Kyuhyun berdiri dari duduknya lalu membungkuk hormat pada dokter seniornya itu kemudian segera keluar dari ruangan itu.

End of flashback

**

Sebelum menuju bandara Kyuhyun sudah menemui dokter itu sekali lagi untuk mengambil surat tugasnya yang membuat dokter Lee menatapnya tidak percaya. Karena sebenarnya jadwal Kyuhyun pergi kesana masih ada seminggu lagi hingga namja cantik itu masih bisa memikirkannya sekali lagi.

Walau sebelumnya ia pernah memikirkan untuk mendiskusikannya dahulu bersama Siwon, yang pasti tidak dizinkan walau hanya satu bulan. Tapi, kejadian beberapa jam yang lalu meluluh-lantakkan hati Kyuhyun yang sudah beberapa kali terluka karena mereka berdua.

“Mungkin inilah jalan yang terbaik untuk kita bersama, Hyung. Maafkan aku.” Gumam Kyuhyun pelan.

Namja cantik itu menghapus air mata yang tiba-tiba jatuh di pipinya dan kembali menguasai diri dengan memasang wajah datarnya. Sekilas Kyuhyun melihat iphonenya yang tidak berbunyi sekali pun untuk menandakan panggilan masuk atau sms yang masuk kesana.

Tentu saja tidak ada apa-apa karena Kyuhyun sudah membuang kartu perdananya dijalan menuju bandara beberapa jam yang lalu dan menggantinya dengan yang baru. Hanya satu nomor yang ia coba hafal di luar kepalanya karna pemilik nomor itulah yang akan membatu langkahnya di negeri sakura nanti.

Choi Seunghyun.

.

.

Japan, 10.13 waktu jepang.

“Hyung…” Sapa Kyuhyun begitu melihat siapa yang sudah menjemputnya dipintu kedatangan luar negeri.

“Selamat datang di jepang, Kyuhyun~” Namja tinggi yang tampan itu langsung memeluk Kyuhyun dengan hangat dan melepasnya kembali. “Apa ini Suho?” Tanya-nya kemudian saat melihat bocah kecil dalam gendongan Kyuhyun.

“Iya hyung dia putraku, Mm, terima kasih sudah mau membantu.”

“Jangan sungkan, ayo~ mobilku ada disana.”

Choi Seunghyun langsung melingkarkan lengannya dibahu Kyuhyun dan membawanya keluar dari bandara Narita menuju mobil yang sudah terparkir didepan. Kyuhyun hanya tersenyum tipis dan melihat ke depan dalam kegelapan malam yang dipenuhi kerlap kerlip lampu kota sakura itu.

“Selamat tinggal semuanya.”

Seoul, Korea Selatan.

Siwon kembali ke rumah sakit dengan berbagai scenario dikepalanya untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi antara dia dan Kyuhyun. Bahkan ia sempat memikirkan beberapa alasan atas kepergian Kyuhyun yang tiba-tiba itu.

Namun saat melihat semua kecemasan diwajah keluarganya akhirnya Siwon mengatakan semua yang terjadi sebelum pertengkaran mereka dimulai. Seiring dengan ceritanya Siwon tidak pernah mengalihkan tatapan matanya yang tidak bisa diartikan itu pada Irene.

Bahkan umma Choi dan Umma Jung tanpa sadar ikut berpaling melihat Irene yang mereka sadari raut kebahagiaannya kini berubah dengan wajah pucat yang penuh dengan kekhawatiran atau penyesalan.

“Jadi selama ini kau tidak bisa adil?” Tanya Umma Choi berpaling dari Irene dan menatap Siwon tajam.

“Appa kira kalian selalu bahagia bersama, Siwon.” Appa Choi ikut menambahkan.

“Dari awal aku sudah yakin ini akan terjadi.” Umma Choi kembali menatap Irene tajam. “Kalian mengambil anak orang lalu menyakitinya, dimana hati kalian?”

“Umma…”

“Cari dia sampai ketemu, bahkan ke ujung dunia sekalipun.”

“Dia pergi ke jepang.” Jawab Siwon menatap Appa-nya dengan wajah memelas.

“Bawa kembali menantu dan cucu umma Siwonnie, kalian sangat bersalah, bahkan sejak kau tidak datang di hari ulangtahun Suho, putramu sendiri.”

“Yeobo…” Appa Choi mencoba menenangkan istrinya.

“Ayo pulang, lakukan apapun temukan mereka.” Jawab umma Choi melihat suaminya dan menariknya meninggalkan ruangan itu yang senyap bagai kuburan.

Appa Choi hanya bisa menghela nafasnya dengan pelan dan melihat Siwon dengan tatapan yang mengatakan semua akan baik-baik saja. Siwon hanya bisa menatap kepergian orangtuanya yang sepertinya menyalahkan semua ini padanya.

Walau sepenuhnya benar.

“Op-oppa…” Panggil Irene akhirnya dan membuat Siwon berpaling melihatnya. “Mi-mianhae.” Ucapnya pelan.

“Sudahlah, istirahat saja, oppa mau cari kopi sebentar.” Ucap Siwon sambil mendekat dan memperbaiki selimut Irene lalu keluar dari ruangan itu dengan bahu yang terkulai.

Irene hanya bisa menatap punggung suaminya sambil menggigit bibirnya dengan perasaan bersalah. Saat itulah Yeri menangis karena haus dan Umma Jung yang hanya bisa diam langsung mengambil cucu-nya itu dan menyerahkannya pada Irene.

Irene menatap putrinya yang menyusu dengan penuh cinta, walau didalam kepalanya saat ini terasa ingin pecah dan ia berteriak sekencang mungkin untuk menghilangkan rasa sesak didadanya yang membuatnya sulit bernafas.

Kenapa? Apa yang terjadi? Irene menyesal? Tentu saja.

Bagaimana tidak, jika orang yang sudah sangat baik menuruti segala keinginanmu dengan mempertaruhkan hidup dan masa depannya untukmu, tapi kau sakiti hanya demi memenuhi keegoisanmu semata.

Penyesalan apapun yang kau rasakan tidak akan membuatmu tenang, sampai kapanpun. Tidak ada hati manusia yang akan tahan jika dilukai begitu dalam walau ia seorang namja sekalipun.

“Umma…” Panggil Irene setelah beberapa saat.

“Umma tahu, ini salahmu Irene~ Umma sudah menebak apa yang akan kau lakukan saat mengetahui dirimu hamil.” Ucap umma Jung mengambil Yeri untuk ditidurkan kembali.

“Aku tidak sengaja, umma~ aku hanya ingin merasakan apa yang Kyunnie dapatkan.”

“Kau memang egois sejak dulu.” Ucap Umma Jung singkat membuat Irene terdiam. “Apa kau tahu apa yang Kyunnie rasakan?”

“Yeobo~ ssst~” Appa Jung juga menenangkan istrinya.

“Aku menyesal mengizinkan rencana ini dulu, Yeobo.”

“Mungkin ini sudah jalannya.” Ucap Appa Jung tenang membuat istrinya terdiam.

Sementara Irene hanya bisa menatap mereka dengan wajah sedih dan berbagai pikiran melintas di otaknya hingga ia merasakan irisan diperutnya yang terasa sakit.

‘Kalian tidak akan mengerti’ Innernya berkata dengan pedih.

Dan malam itu Irene tertidur tanpa bertatap muka lagi dengan Siwon karena bagaimana pun ditunggu. namja tampan itu tidak kembali ke ruangannya. Tanpa ia tahu Suaminya itu hanya berdiri diluar sejak tadi mendengarkan percakapannya dengan umma Jung.

Hanya saja Siwon kembali ke ruangannya setelah ia tertidur dan menemani putrinya yang sudah terjaga beberapa saat namun kembali tertidur setelah ia meninabobokannya lagi dalam pelukan.

*

*

Dan setelah hari itu, tiada hari tanpa pencarian yang dilakukan Siwon dan Keluarganya, Appa Choi ikut membantu sepenuhnya. Dari menanyakan keberadaan Kyuhyun pada petugas bandara di Jepang sampai memeriksa seluruh hotel yang ada di negeri sakura itu.

Saat mengetahui Kyuhyun sudah pergi, Siwon tidak memikirkan untuk menghubungi namja cantik huswifenya itu dengan hp-nya. Namun setelah beberapa jam barulah Siwon tersadar dan segera menghubungi nomor yang sudah ada diluar kepalanya itu.

Namun sayang, berapa kali pun ia coba hanya suara operator yang menyambutnya dengan mengatakan nomor Kyuhyun sudah tidak dipakai lagi. Seberapa hancur perasaan Siwon saat mengetahui hal itu? Kyuhyun tidak akan pernah mengetahuinya.

Karena itu dengan kekuasaan yang dimiliki Appa Choi, Siwon merasa sangat terbantu dan merasa sedikit lebih tenang. Apalagi Appa Choi memakai seluruh anak buahnya untuk menyebar di jepang dan memberitahukan kabar secepatnya.

Siwon sendiri sudah beberapa kali terbang kesana untuk memastikan sendiri tempat-tempat yang mereka datangi itu memang tidak ada Kyuhyun. Tapi karena Irene dan putrinya masih ada dirumah sakit Siwon tidak bisa leluasa bergerak disana.

Hari demi hari pun berlalu namun tidak ada kabar dari Kyuhyun dan Suho, walau sudah mencari ke berbagai hotel dan Rumah sakit yang ada di jepang. Tapi tidak ada orang yang bernamakan Choi Kyuhyun disana apalagi Cho Kyuhyun.

Namun pencarian itu tidak pernah berhenti sampai disana, Siwon masih terus mencari keberadaan huswife dan putranya itu walau ke-ujung dunia sekalipun seperti yang dikatakan umma Choi.

Sementara Irene yang tidak bisa melakukan apa-apa hanya terbaring diranjang rumah sakit masih dalam keadaan memulihkan kondisi badannya. Walau ia sudah bisa duduk dan berjalan-jalan didalam ruangannya, tapi Dokter Shim belum mengizinkannya untuk pulang.

Alhasil Irene hanya menghabiskan waktunya dengan bercerita bahkan bercengkrama dengan putri kecilnya yang tidak tahu apa-apa. Irene menceritakan seleuruh kehidupannya sebelum mempunyai Yeri dan semuanya tentang dia, daddy-nya dan istri kedua daddy-nya, Kyuhyun.

“Yeri pasti senang jika bertemu dengan mommy kyu.” Ucap Irene pada putri kecilnya. “Dia sangat cantik melebihi umma, sayang.”

Umma jung hanya melihat putrinya berbicara sambil mendekap bayi kecilnya itu didada. Beberapa hari terakhir Irene memang terlihat lebih bahagia apalagi saat ia bisa bebicara dengan putrinya tentang mereka, dia, Siwon dan Kyuhyun.

Walau umma Jung sadari, Irene lebih sering menceritakan tentang Kyuhyun pada putrinya itu. Irene menanamkan ingatan dalam kepala bayi itu tentang Mommynya yang tidak pernah dijumpainya itu.

Setiap hari hanya itu yang Irene lakukan diranjangnya dengan mendekap Yeri dalam pelukannya. Ia ingin yeri mengenal Kyuhyun walau bayi kecil itu tidak tahu apa-apa.

“Kau akan terikat jika melihat matanya, baby. Sungguh indah.” Irene tersenyum mengingat mata boneka Kyuhyun.

Dan Yeri pun ikut tersenyum melihat umma-nya yang terlihat bahagia itu. Melihat hal itu membuat Irene semakin bersemangat mengatakan hal yang lainnya pada putri kecilnya.

Dan hari pun kembali berlalu hingga tanpa sadar usia bayi kecil itu sudah memasuki 4 minggu atau sebulan penuh. Tidak ada perubahan yang lebih pada bayi yang baru berusia satu bulan.

Hanya saja ia sudah dibolehkan pulang bersama ummanya ke rumah dan menempati tempat tidurnya yang sangat cantik dan berwarna pink.

Sementara Siwon daddy-nya masih disibukkan dengan pencarian mommy Kyunya yang menghilang bagai ditelan bumi. Namun tetap tidak sedikit pun kabar yang bisa membuat mereka tersenyum apalagi bahagia.

Kyuhyun tidak diketahui keberadaannya.

Hingga suatu hari, Siwon yang masih dikantornya terlihat tergesa-gesa keluar dari ruangannya dan segera menuju lift turun ke bawah dan pergi darisana.

Namja tampan itu berjalan tergesa-gesa keluar dari kantornya saat mendengar Irene kembali di bawa ke Rumah Sakit. Siwon langsung membatalkan semua meetingnya hari ini, ia sangat tidak mengerti apa yang sudah terjadi karena baru sekitar dua hari yang lalu Irene di bawa pulang dari rumah sakit.

Sekarang harus kembali lagi karena kondisinya yang tiba-tiba memburuk, apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah Irene sendiri yang mengatakan padanya bahwa ia akan baik-baik saja mengandung putri mereka.

Siwon benar-benar tidak mengerti dan ia hanya bisa mengusap wajahnya kasar dengan kasar dan berulang kali menghembuskan nafasnya.

Suasana hati Siwon sungguh tidak bisa ia gambarkan saat ini. Pikirannya dalam sebulan ini ia tidak pernah bisa beristirahat dengan tenang. Di satu sisi Istri pertamanya tiba-tiba kembali dibawa ke ruang ICU rumah sakit dan istri keduanya entah menghilang kemana sudah lebih sebulan.

Kedua orang tua Siwon yang memang saat itu sedang di rumah Siwon, ikut hadir di Rumah Sakit. Mereka mencemaskan keadaan menantunya tersebut, begitu Siwon sampai disana ia hanya bisa memeluk umma-nya yang terlihat sangat cemas.

Saat itu lampu ICU didepan mereka pun telah padam, tidak lama kemudian dokter Shim yang menangani Irene keluar dari ruangan itu, ia melepaskan maskernya dan menatap sendu pada Siwon.

“Ba-bagaimana keadaan Irene, dok?” Tanya Siwon bertambah khawatir melihat ekspresinya.

“Kondisi Irene semakin lemah, kankernya sudah semakin menjalar dan menggrogoti rahimnya.”

“Ap-apa maksudnya??” Siwon menatap tak mengerti.

“Kalian tidak lupa kalau Irene mengidap kanker rahim kan?” Dokter Shim balik bertanya.

“Tentu saja kami tidak lupa, dok. Irene mengatakan pada kami semuanya akan baik-baik saja.” Ucap Umma Choi melihat Siwon yang menganggukkan kepalanya.

“Dan kalian percaya begitu saja?”

“Dokter, jangan seperti itu, tolong jelaskan.” Siwon meminta dengan sopan walau kepalanya sudah hampir pecah.

“Kita keruangan saya dulu, untuk sementara Irene diharuskan tinggal di ICU. Kondisinya masih lemah dan belum bisa di bawa ke ruang rawat.”

Siwon melihat ke arah kedua orang tuanya, mereka hanya bisa menepuk pundak Siwon pertanda ikut prihatin akan kondisi Siwon saat ini dan memberikan dukungan mereka yang tidak pernah putus.

“Kami akan menjaga Irene, pergilah.” Ucap Umma Choi pelan.

Siwon mengangguk dan mengikuti langkah dokter Shim menuju ruangannya dengan berbagai pertanyaan melintas dikepalanya. Apa yang terjadi? Apa yang Siwon tidak tahu? Apa yang disembunyikan Irene selama ini?

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Dan hanya itu yang bisa diungkapkan Siwon saat ia menduduki salah satu sofa yang ada di ruangan dokter Shim.

***

“Sebenarnya aku menginginkan agar Irene tidak pernah melanjutkan kehamilannya.” Ucap dokter Shim langsung berwajah serius, sesaat mereka tiba di ruangan dokter Shim.

“Apa??”

“Dari awal Irene tidak boleh hamil karena akan membahayakan dirinya dan bayinya juga.”

“Tidak mungkin, dia bilang semuanya baik-baik saja.”

“Saya kira juga begitu saat dia datang pertama kali memberitahukan kehamilannya dulu. Wajah yang begitu bahagia dan penuh semangat membuat saya ikut mendukungnya.”

“Ta-tapi…”

“Kau masih ingat saat Irene dibawa ke Rumah Sakit? Dan aku menyatakan bahwa Irene sedang mengandung usia 2 bulan?”

Siwon mengangguk sambil mengingatnya kembali.

“Saat itu, kondisi Irene tidak stabil. Dia tidak bisa meneruskan kehamilannya karena itu bisa membahayakan jiwanya, tapi ia memaksa.”

“Irene sendiri yang mengatakannya jika kanker rahimnya tidak akan berpengaruh pada kehamilannya karena obat-obat yang sudah dokter berikan.”

“Iya… saat itu kanker itu masih berada di stadium satu dan mungkin masih bisa disembuhkan.”

“La-lalu…ke-kenapa se-sekarang?”

“Apa selama ini dia minum obat dengan lancar? Yang aku tahu dia tidak pernah kembali untuk check up, kalian terlalu bahagia setahun belakangan ini dan melupakan semuanya.”

“I-irene ti-tidak ter-terlihat kesakitan dok.”

“Dia menutupi semuanya dengan kebahagiaan saat kalian mendapatkan Suho, dia melupakan semuanya dan saat ia tidak sengaja bisa mendapat kesempatan yang sama, Irene memilih untuk bertahan.”

“A-aku tidak tahu apa-apa.”

Dokter Shim menghela nafasnya, “Irene hanya menginginkan kebahagiaan untukmu, dia berharap jika dirinya meninggalkanmu, ada anak kalian yang akan selalu kau ingat. Irene mempertaruhkan nyawanya demi kebahagiaanmu, Siwon.”

“Tidak mungkin seperti itu!!” Siwon mengacak rambutnya, ia tak menyangka jika Irene banyak menderita karenanya.

“Sebulan yang lalu saya melihat kanker itu semakin memenuhi rahimnya dan mengatakannya pada Irene, tapi ia ingin bayi-nya dilahirkan dengan selamat walau apapun yang akan terjadi padanya nanti.”

“Kankernya sudah memasuki stadium akhir dan tidak ada kesempatan yang lain bagi mereka berdua, jika bukan Irene maka bayinya. Tapi selama bertahun-tahun ia mencegah kehamilan karena untuk menjaga nyawanya dan terus bersamamu. Irene, hanyalah seorang wanita lemah yang sangat mencintaimu sampai akhirnya ia bertemu dengan Kyuhyun dan…”

“Dan??”

“Rencana yang tidak pernah dipikirkan orang lain sudah ada didalam kepalanya, ia bahagia sampai Suho hadir dalam kehidupan kalian. Dan kini ia bisa memberikanmu kebahagiaan yang seharusnya diberikan seorang istri pada suaminya, seorang putri.”

“Irene…” Siwon menggantungkan ucapannya, ia menerawang jauh ke depan.

“Ya… Irene sudah memikirkannya jauh sebelum kanker itu semakin ganas dan menggerogoti tubuhnya. Sebelum melahirkan Yeri saya sudah memberinya pilihan yang sulit diambil oleh siapapun, tapi Irene menjawabnya dengan sangat gampang. Apa kau tahu apa pilihannya?”

“…..” Siwon tidak bisa menjawabnya walau ia tahu apa yang dimaksudkan dokter Shim.

**

“Karena kau bersikeras Irene-ssi, aku tidak bisa berkata apa-apa selain memberikanmu pilihan ini.”

“Aku tahu dok, pilihanku tetaplah sama dari sejak awal, putriku yang akan meneruskan cintaku untuk Siwon oppa, selamanya.”

**

“Setelah itu kami segera melakukan operasi dengan perasaan tidak menentu karena takut Irene tidak akan bertahan sampai akhir, tapi ternyata kekuatannya untuk bertahan melebihi prediksi kami, Irene bisa bertahan bahkan sampai sebulan sekarang ini.”

“Dokter mengetahui segalanya.” Ucap Siwon dengan wajah menyesal sekaligus kecewa.

“Ia hanya bisa bercerita kepadaku, Siwon. Karena ia merasa hidupnya tidak akan lama lagi, setelah kanker itu memasuki stadium 3, tapi tekadnya sudah bulat.”

“Ya Tuhan!! Irene, kenapa kau membohongiku!??!”

“Mungkin dia tidak bermaksud seperti itu, tapi saya harap, kau bisa selalu memberikan semangatmu pada Irene, saya memang bukanlah Tuhan, tapi melihat kondisinya sudah seperti ini, waktu Irene sudah tidak banyak lagi.”

Wajah Siwon langsung berubah seperti orang yang kehilangan arwahnya dan segera keluar dari ruangan itu. Ia tidak bisa menjawab apa-apa lagi setelah sekian banyak kata yang diterimanya dari dokter Shim.

Irene, istrinya… selama ini berjuang sendirian dan membohongi semua orang.

“Dokter, apa bisa aku membawa Yeri untuk menjenguk Irene?” Ucap Siwon sehari setelah Irene dipindahkan keruang rawat dengan berbagai mesin menyangga hidupnya.

“Tidak Siwon, umur yeri masih dibawah setahun bahkan belum genap dua bulan, kondisi Rumah Sakit tidak akan pernah baik bagi seorang bayi.”

Siwon hanya bisa menundukkan kepalanya, ia tidak tau harus bagaimana lagi menjaga putrinya, Yeri. Semenjak Irene dirawat, bayi kecil itu tidak pernah berhenti menangis. Bahkan Umma Jung pun sudah membantu Siwon untuk menjaga Yeri, tapi seorang anak tentu sangat membutuhkan ibunya terlebih disaat seperti ini.

“Siwon, kau bisa memberikan semangatmu pada Irene disaat seperti ini, teruslah bersamanya. Tapi mengizinkan Yeri bertemu Irene sangatlah beresiko, banyak penyakit yang bisa saja menghinggapi Yeri yang masih sangat kecil karena kekebalan tubuhnya tidaklah sama seperti orang dewasa pada umumnya.”

“Aku mengerti dokter, terima kasih” Jawab Siwon dengan wajah lesu dan bahu terkulai hingga Dokter Shim pun menepuk pundak Siwon untuk menyemangatinya.

Siwon menatap lama pintu ruang ICU yang masih ditempati Irene didalamnya, ia melangkahkan kakinya pelan memasuki ruangan intensif. Setelah memakai baju steril, Siwon segera menghampiri Irene yang terbaring lemah di ranjang rawatnya.

“Sayang…” Bisik Siwon sambil mengelus surai Irene.

“O-oppa..” Irene membuka matanya perlahan, masker oksigen saat ini menutupi lubang hidung dan juga mulutnya.

“Bagaimana keadaanmu??” Tanya Siwon memasang senyum terbaiknya.

Irene hanya melihat wajah tampan yang dipenuhi kekhawatiran dan kelelahan itu, bahkan lingkar hitam dibawah matanya terlihat sangat jelas. Namun semua itu tidak bisa mengurangi ketampanan yang dimiliki suaminya itu.

“Oppa…” Tangan Irene yang bebas dari jarum infus bergerak perlahan menuju mulutnya.

Siwon yang tahu maksud Irene langsung membuka masker oksigen itu dengan perlahan sampai Irene bisa bernafas tanpa penghalang. “Oppa…”

“Jangan banyak bicara.”

“Mi-mianhae~” Ucap Irene tiba-tiba.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan Irene.”

“A-aku me-nyembunyikan se-semuanya da-darimu.”

“Sssst~ oppa mengerti tidak perlu dijelaskan lagi.”

“A-aku ingin jujur padamu oppa.”

“Aku hargai itu dan terima kasih.” Siwon memamerkan dua dimplenya yang memesona.

“Se-selama ini, ak-aku yang me-mengecewakan Kyunnie.”

Ucapan Irene langsung membuat Siwon menatapnya dengan mata yang terbuka lebar, sudah lama rasanya Siwon tidak mendengar nama itu. Kesibukannya mengurus Yeri membuatnya tidak leluasa bergerak untuk mencari Kyuhyun, walau pencarian melalui anak buah Appa Choi masih tetap dilakukan.

“Kyunnie akan mengerti.” Ucap Siwon akhirnya.

“Ti-tidak…di-dia terluka oppa~ a-aku tahu da-dari matanya.”

“Kita berdua yang salah.”

“Ti-tidak oppa~ ha-hanya aku saja…”

“Apa maksudmu??”

Irene menarik nafasnya pelan agar ia bisa berbicara dengan baik. “A-aku i-ingin merasakan apa yang Kyunnie da-dapatkan saat hamil du-dulu.”

“Aa-aku membuatmu sibuk bersamaku hingga melupakan Kyunnie dan Suho, a-aku sengaja mengambilmu kembali untukku, oppa~ aku ingin berdua saja denganmu saat aku hamil dulu, aku ingin perhatianmu ha-hanya un-untukku.”

“Ja-jadi be-benar…kau melakukannya dengan sengaja?” Tanya Siwon tidak percaya mendengar pengakuan itu.

“Aku yang salah.”

“Kau egois Irene!!” Ucap Siwon setengah berteriak dengan kesalnya.

Dalam sekejap darah Siwon naik ke ubun-ubun setelah mendengar pengakuan Irene yang tidak pernah ia kira, bahkan ia sampai lupa bahwa saat ini Irene sedang sakit. Siwon menatap Irene dengan mata nanar dan penuh dengan kekecewaan membuat Irene tidak bisa berkutik.

“Aa-aku hanya ti-tidak ingin kehilanganmu, oo-oppa.” Jawab Irene terbata.

“Lalu kenapa kau bawa Kyuhyun diantara kita jika kau ingin menyakitinya?? Dia tidak tahu apa-apa!!”

“Hanya dia yang kuinginkan dalam hal ini.” Ucap Irene dengan keyakinan yang penuh.

“Kau hanya ingat keinginanmu sendiri? tapi apa kau pernah memikirkan perasaanku? Perasaan Kyuhyun?? Kenapa kau bisa egois seperti itu??” Siwon masih tidak habis pikir.

“A-aaku tahu aku salah, aku t-tidak mau me-melihatmu dengan y-yang la-lain ,jika aa-aku tiada, le-lebih ba-baik Kyuhyun ya-yang kusayangi me-mendampingimu.”

“Atas dasar apa?!?! Bagaimana jika aku tidak mencintainya!??!”

“K-kau aa-akan mencintainya, bahkan se-sejak ka-kau belum me-menyadarinya, ka-kau sudah men-cintainya sampai aku ce-cemburu me-melihatnya.”

Siwon tidak peduli kata terakhir Irene, ia masih dipenuhi dengan kekesalan bahkan kemarahannya yang meledak keluar secara tiba-tiba. Mungkin ini akan terjadi sesaat setelah dokter Shim mengatakan semuanya, tapi ternyata Siwon masih bisa mengendalikan diri.

Tapi kali ini, Siwon sudah tidak tahan lagi. “Selama ini kau mengatur hidupnya tanpa bisa dia memilihnya sendiri, apa kau tahu itu sangat egois, Choi Irene yang terhormat!?”

“O-ooppaa~” Airmata Irene akhirnya jatuh berlinangan di pipinya.

“Kyuhyun menyayangimu dengan tulus dan rela memberikan semuanya padamu tapi apa yang kau lakukan?”

“Hiks~ aku juga sangat menyayanginya oppaa~ hingga aku rela…rela memberikanmu yang kucintai untuknya, bagaimana lagi aku tidak menyayanginya, katakan oppa?” Ucap Irene dengan menahan sakit didada bahkan perutnya.

“…..” Siwon tidak tahu harus menjawab apa.

Disatu sisi ia merasa Irene sudah mempermainkan perasaan mereka berdua, namun disisi lain sangat jelas terlihat yeoja cantik itu sangat mencintainya dan sungguh-sungguh menyayangi Kyuhyun.

“Cari Kyuhyun, Oppa~ kumohon~ demi anak kita, hanya dia yang kuinginkan merawat Yeri, bukan yang lain.”

“Kau masih tetap saja egois?? oh my god!!” Siwon tidak habis pikir.

“Aku tahu dia mencintaimu, sangat mencintaimu, bahkan mungkin lebih dariku, kumohon cari dia!!”

“Ba-bagaimana kalau dia tidak ingin kembali?” Tanya Siwon akhirnya dengan suara melembut.

“Jalannya hanya tertuju padamu, tidak ada yang lain.”

“Kenapa kau seyakin itu?”

“Takdirku bersamamu sudah berakhir, sekarang ini takdirmu bersamanya akan dimulai kembali, cari Kyuhyun atau aku tidak akan pernah rela meninggalkanmu.” Ucap Irene dengan kekuatan yang tidak ia tahu darimana datangnya.

“……”

“Cari Kyunnie, oppa~ hanya dia yang kuinginkan bersamamu, bukan yang lain, karena aku akan memburu siapapun yang dekat denganmu selain Kyuhyun.”

Mata Siwon melebar menatap wajah cantik istrinya yang semakin pucat seiring dengan bicaranya yang sudah terlalu banyak. Tidak ada sedikitpun raut wajah bercanda tertera diwajah pucat Irene hingga Siwon yakin bahwa istrinya itu sangat serius.

“Tolong bawa Yeri, bagaimana keadaannya, aku ingin melihat putriku.” Ucap Irene akhirnya.

“Kau sudah selesai?” Tanya Siwon dengan wajah datarnya.

“Sudah, hanya itu yang ingin kukatakan. Izinkan aku melihat Yeri oppa~” Pinta Irene dengan wajah memelas.

Siwon bisa melihat kelelahan diwajah pucat Irene dan ia tahu Irene memaksakan dirinya untuk menceritakan kejujurannya itu. Mau tidak mau Siwon kembali luluh dan kembali menguasai dirinya dengan menarik nafas lelah dan menghembuskannya perlahan.

“Dia baik Irene, kau harus segera sembuh Yeri sangat membutuhkanmu, lusa usia Yeri sudah genap dua bulan. Apa kau tidak ingin bersamanya?” Tanya Siwon pelan dengan wajah lembut menatap Irene dalam.

Irene yang berusaha menahan laju air matanya turun kembali kini ia biarkan cairan hangat itu membasahi pipinya, Siwon dengan sigap menghapusnya. Kata-kata Siwon menyakiti sebelah hatinya karena ia sadar tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

“Uljima..”

“Aku istri yang tidak berguna, Oppa.”

“Ssttt~ kau tidak boleh mengatakan itu, Irene. Kau istriku yang berharga.”

“Begitu juga dengan Kyunnie??” Tanya Irene cepat.

Siwon mengangguk tanpa ragu. “Iya, Kyuhyun juga istriku yang aku cintai, kalian berdua dan juga Suho serta Yeri adalah harta yang paling berharga dalam hidupku, aku beruntung memiliki kalian, sungguh.”

Irene hanya menutup matanya dan kembali ia menangis tersedu, hatinya terasa sangat sakit dengan penyesalan yang sangat dalam. Dan Siwon hanya bisa menenangkan Irene dengan kata-kata indah sampai istrinya terlelap karena kelelahan.

.

.

Hari kembali berlalu dengan sendirinya sampai tiba di hari tepat dua bulan usia Yeri, putri Choi Siwon tercinta. Namja tampan itu sudah berusaha meminta izin kepada dokter Shim agar mengizinkan Yeri datang untuk bertemu dengan Irene.

Walau penuh perdebatan, tapi akhirnya dokter Shim mengizinkannya karena melihat kondisi Irene sedikit membaik tidak lama setelah ia berbicara panjang lebar dengan Siwon, bahkan Irene telah dibawa ke ruang rawat.

Walau selang infus serta peralatan lainnya masih harus menemani Irene di sisi kiri dan kanannya, akan tetapi kondisinya saat ini sudah bisa dijenguk siapapun termasuk Yeri, anaknya.

“Yeri baby, lihatlah~ itu Umma, apa kau merindukannya??” Siwon berucap senang sambil menggendong Yeri mendekati Irene.

Umma, Appa Choi serta Umma dan Appa Jung juga berada disana untuk menjenguk Irene dan juga karena mereka ingin mengadakan syukuran kecil akan usia Yeri yang telah genap dua bulan dan Irene yang membaik kondisinya.

“Bolehkah aku menggendongnya, Oppa? Aku sangat merindukannya.” Ucap Irene dengan tatapan berbinar penuh cinta pada putrinya.

“Tentu saja.” Siwon menyerahkan dengan perlahan tubuh kecil Yeri di pangkuan Irene.

“Anak Umma semakin cantik, apa kabar sayang?” Tanya Irene dengan senyum bahagia. “Umma bahagia masih bisa melihatmu tumbuh dengan baik. Jika Mommy dan Suho ada disini, maka kebahagiaan Umma akan semakin lengkap, tapi.. kita harus menunggu, Mommy dan Suho oppa pasti pulang, ne?”

Irene memandang satu persatu anggota keluarganya yang menatapnya dengan wajah sedih, mulai dari Siwon, Umma-Appa Choi, Umma-Appa Jung dan juga Yeri.

“Umma sangat mencintaimu, baby~ bahkan lebih dari dunia ini~ lebih yang bisa kau ingat nanti, umma sungguh mencintaimu.” Irene berucap dengan airmata mengenang dipelupuknya.

Bayi kecil itu hanya menatap dengan mata bulatnya yang bercahaya, kemudian bibir mungilnya pun menyunggingkan senyuman manis pada umma-nya tercinta. Seketika airmata yang ditahan Irene jatuh juga diatas pipi putih Yeri yang sangat chubby.

“Umma mencintaimu, little princess~ selamanya.” Irene mengecup kening Yeri cukup lama sambil memejamkan matanya hingga airmata yang lain pun ikut turun bersamaan. Irene menangis pilu, tanpa ada yang bisa menghentikan tangisan kepedihan itu.

Setelah cukup lama akhirnya Irene bisa menguasai dirinya kembali dan melepas pelukannya untuk melihat wajah malaikat kecilnya itu. “My baby, umma merasa sedikit lelah, izinkan Umma beristirahat ne?” Ucapnya kemudian.

“Yeri tidak boleh nakal, harus selalu menurut sama Daddy, Halmonie dan Harabojie. Yeri juga harus patuh dan sayang sama Mommy Kyu dan Suho Oppa, ne? Sekarang Yeri juga harus istirahat.” Irene mengelus pipi chubby anaknya itu dan mencium keningnya sekali lagi.

“Oppa…”

“Apa yang kau katakan, sayang??”

Irene tersenyum dengan lembut, lalu meminta Siwon membawa kembali Yeri dalam gendongannya.

“Aku lelah oppa, bisakah aku tidur?” Tanya Irene sambil melihat Siwon dengan wajah lelahnya.

Siwon yang sudah menggendong Yeri kembali hanya mengangguk tidak mengerti. Kemudian Irene, merebahkan dirinya diranjang perlahan dengan bantuan Umma Jung dan saat semuanya sedang dalam pemikiran mereka masing-masing.

Tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan bunyi bip yang panjang dan Siwon langsung mencari asal suara itu dan melihat alat pendeteksi jantung yang dipakai untuk Irene menunjukkan garis lurus berwarna hijau.

Semua yang ada disana menatap Irene dengan wajah tidak percaya hingga kepanikan melanda mereka membuat Appa Choi yang cepat tanggap segera memanggil dokter Shim diruangannya.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” dokter Shim datang dengan wajah paniknya. “Kondisinya sangat stabil.”

“Aku tidak tau, tapi Irene menyatakan ingin tidur. Dia lelah, dokter” Siwon menjawabnya dan berusaha untuk tetap di dekat Irene bersama Yeri.

“Tolong menjauhlah, Siwon-ssi.” Ucap Dokter Shim cepat yang segera dituruti Siwon.

Kemudian Dokter Shim pun mengarahkan stetoskopnya di dada Irene, mencoba mencari dimana detak jantung itu. Suster yang menemani membantu dokter Shim menyiapkan alat pengejut jantung untuk memanggil detak jantung Irene kembali.

“1…2…3…tekan!!” Dokter Shim, menyimpan alat itu tepat di dada Irene dan membuat tubuh Irene sedikit terlonjak diatas ranjang.

**

Disaat yang bersamaan disalah satu kota dari 10 kota yang terbesar yang ada di negara yang dikenal dengan sebutan negeri sakura, Jepang.

Fukuoka, Kyushu.

Seorang namja cantik terlihat sedang duduk disalah satu meja kantin rumah sakit terbesar yang ada didaerah itu. Saat ini ia sedang makan siang bersama putranya yang berusia kurang lebih satu tahun 5 bulan.

“Mommy~ anunum-anunum, mommy~” Oceh bocah kecil itu penuh semangat sambil memukul meja dengan tangan kecilnya.

“Ahh~ sudah makan dengan habis?? Anak pintar, baiklah sekarang suapan selanjutnya, aaa…” Namja cantik itu mengarahkan satu sendok terakhir yan berisi bubur ke dalam mulut putranya itu.

Kemudian ia segera berdiri untuk mengambil gelas minuman mineral yang sudah disediakan dikantin itu. Tapi sayang, saat dirinya ingin meletakkan minuman itu dimeja, tanpa sengaja gelas terkena sudut meja dan lepas dari genggamannya.

Praaangg…

Namja cantik itu terpaku ditempatnya dan melihat pecahan gelas itu berserakan dilantai bahkan sempat mengiris kakinya yang telanjang.

“A-apa ini??” Tanyanya kemudian dengan tangan yang meraba dadanya yang tiba-tiba berdetak dengan kencang.

Entah kenapa, kekhawatiran yang besar merasuki pikirannya saat ia merasa sesuatu yang buruk sudah terjadi, tidak padanya, mungkin pada orang yang jauh disana.

“Semoga tidak terjadi apapun disana Tuhan, jagalah selalu Irene noona~”

“Dan Siwonnie hyung.”

**

Tbc….

Ahahahahaha…hip-hip huraaa!!!

Hai-hai, sepertinya tidak akan selesai di Chap 10.

Akan ada dua ato 3 chap lagi untuk ff ini, bukan begitu Ms. Lee?

Maaf jika merasa menjadi panjang, kami bahagia jika kalian setia bersama kami tetapi tidak masalah tidak melanjutkan jika merasa chap ini terasa masih panjang untuk endingnya.

Sampai jumpa di chap selanjutnya.

With Love.

Vie & Ms. Lee.

92 thoughts on “The Day 9

  1. heuuuu seneng sih kl irene gak ada. secara dia egoisnya itu membunuh perasaan/?
    tp kasian jg sm baby yeri sih heuuuu
    unutng aja mommynya nanti kyu. yg pasti kyu bakalan raat dan jaga layaknya anak sndr, jd gak perlu tkt. cb bkn kyu, pasti yeri udh di suruh bawa kmn tau deh tuh
    uhhhh semoga wonkyu cpt bersatu lagiiii aaaaaaaa

  2. Tisu mana tisuuuu?! hiks chap ini nyeseeek bgt sumpah 😭
    aku ga kuat baca nyaaaaa huks
    sediiiih pas Irene jujur soal kesalahannya smpe bkin Kyu pergi dri rumah,apa lg pas detik2 terakhir Irene pergi utk selama nya 😭😭
    kasian Irene 😣
    Kyu cepat kembali!! kasian Siwon klo ditinggal sndirian,takutnya nnti dia mau nyusul Irene /plakk
    aah msh bbrapa chap lg end nya? ya sudah saya masih bisa nyantai dong ya? 😂
    yuuhuuu ~ slalu ditunggu next nya kakak2 tercintaaaaah 😘

  3. Setelah pergi baru terasa sakitnya d abaikan,kasian wonrenkyu sama” terluka
    Tu irene jngn meninggal dulu knapa,kan nunggu kyunie pulang dulu hehehe
    Moment seungkyu dikit bgt chapter dpan banyakin ya kak..
    Smoga wonrenkyu bisa bersama lg tnpa adanya rasa ingin menang sendiri..
    Berharap sgt gk pakai di PW.

  4. heh *senyum evil*(minjem ne kyu?)..

    akhirnya, apa yang kyuhyun rasakan kalian rasakan juga. gimana sakitnya kehilangan orang yang bener2 tulus mencintaimu bang siwon?? Sakit kah? itulah yg kyu dan gua rasakan pada saat kyu & babysu diabaikan.. *dramatis banget sih guanya*
    wah irene beneran meninggal tu oen? yessss… apa yg gua harapkan terjadi hahaha *ketawa setan*(?) tinggal nunggu moment wonkyu nya aja tanpa ada gangguan..

    vie oenni & lee oenni gomawo sudah mau colaborasi buat ff ini, ni ff yg paling d tunggu2 next chap nya (selain MB pastinya). But, untuk next chap nya jangan di PW ne vie oen -_- and jangan lama2…
    gomawo buat kalian berdua *bighug*

  5. wahhhh….mommy k jepang y?????
    nyusul ah………
    daddy cepat temukan mommy dan bawa kembali mommy sm cuo plg ..kembalilah bersemangat jgn terpuruk trus…
    bawa pulang mommy dan cuo lalu kembali lagi berkumpul bersam dg yeri jg

    umma vie..ms.lee please update kilat lg y…please….thank u

  6. terima kasih umma sama teteh yang udah update hehehee
    duh kyuhyun sama suho pergi ke jepang untung ada seunghyun jadi kyu sama suho akan baik baik aja kan walau hatinya engga baik baik aja
    ayoo siwon cari kyu sampe ketemu jangan sampe kalian berpisah dan irene juga udah menceritakan semuanya kalo irene engga lagi sakit pasti siwon udah marah besar
    kayanya irena bakal meninggalnya dan sebelum meninggal kyuhyun kembali ke korea karena punya firasat yang buruk dan akhirnya kyuhyun sama siwon bersatu dan yeri jadi anak wonkyu
    semangat semangat buat ffnya hahahaa

  7. Irene egois sih tapi ya susah juga kalo di posisi nya dia. Siwon apa bakal lama nemuin kyunya? Hem gak sabar nunggu kelanjutannya

  8. Dan akhirnya inilah yg terjadi,punya feeling si klo Irene akan meninggal dan tebakanku benar,aku kira anak nya Irene akan di kasih nama sulli tp bukan toh,unniedeul jgn langsung di temuin ya kyu nya aku pengen liat siwon tersiksa sedikit lebih lama hehehe

  9. Ya ampun kyu hatimu begitu tulus
    Bahkan ketika kau sudah terlampau jauh disakiti kamu masih bisa memikirkan keadaan orang yg menyakitimu
    Hmm…seharusnya irene kalau sudah tau keadaanya seperti itu tidak menyakiti kyu
    Untuk apa dia menyakiti kyu klo pada akhirnya dia menitipkana anknya hanya pada kyu
    Egoispun tidak menghasilkan apa2
    Rasanya belum ckup menghikum siwon dengan kepergian kyu

  10. EONNIEEE, MIANHAE JEONGMAL MIANHAEEE!!!! Belakangan ini aku sibuk jd ga sempet komen2 di ff eonnie dan akhirnya jd sider. Mianhaeeee 😭😭😭

    Ff ini sumpah, feels nya dapet bgt!! Two thumbs up deh pokoknya buat ff ini. Buat my baby juga ahhh… nge feels bgt. Apalg yg chapter ini, ihh nge feels bgt sumpah!!

    Eonnie maaf ya ga pernah komen di ff sebelum2nya, i’m really sorry. But ini komen terpanjang aku wkwk ✌
    Sukses selalu ya eon, update chap selanjutnya jgn lama ya eon wkwk, penasaran bgt nih.

  11. Aigoo…bikin nangis kan???bagaimna ini eonnideol…semoga akan ada kabar baik.Apa Irine memutuskan untuk benar-benar beristirahat???
    Semoga Kyuhyub segera kembali.

    Fighting!!!! Saranghae…

  12. irene akhirnya meninggal
    aku kira anaknya juga bkal meninggal?!hehehe #jahatbangetloe
    biarin siwon nemui kyu lebih lamaa biar dia ngerasain
    ff ini semakin membuatku penasaran
    d tunggu ya chap selanjutnya..

  13. huhuhu sedih lihat baby kyu pergi sama suho..
    Irene emang egois banget, sebel sama dia tapi kasihan juga dia akhirnya meninggal.
    Pls kyu comeback !!
    Kyu sembunyi dimana sih sampai ga ketemu padahal anak buahnya appa choi pasti banyak kan.. Wuhh daebakk sembunyinya. Pasti ini bantuan seunghyun juga makanya identitas kyu bisa tersembunyi gitu..

    Tragis dan miris lihat siwon ToT

  14. Irenenya meninggal?? entah mau senang atau sedih.. tapi semoga aja iya :v
    tuhhh kan benar kyuhyun ketemu seunghyun.. semoga seunghyun gak mencari kesempatan.. -_-
    siwon..cepat cari kyuhyun, dan bawa pulang kyuhyun..
    surat untuk siwon dari kyuhyun bikin sedih T.T

  15. Stlh lahirnya anak irene,bukan bhagia malah sedih kan…
    Irene sich… knpa gak kasih tau yg sbnarnya.
    Pasti kyu gak bkal mrah…
    Ini malah egois sendiri.
    Skrg malah nyesel dech,kyu nya udh prgi…
    Irene kasihan, apa dia bnar2 mninggal?
    Kyu kembali lah,ntar nyesal gak ketemu dg irene…

  16. hy aku reader baru…
    aku baru nemu ni ff bgus bgt…
    bca kilat tdi whooo.. nyessssek gila…
    wah irene mati .. kasian irene tpi lbih bnyak kesel nya ma nih yeoja….
    tpi irene bneran mati kan….???

  17. Q smpe nangis baca chap 9 ini — hikss
    Eonnie … buruan chap selanjunya .. jangan lama2 yaa update nya ^^
    Selalu ditunggu …

  18. ommo jadi kyu pergi ke jepang,, poor irene tp dia jg sih yg ngbuat kyu sakit srasa baru diangkat ke atas awan eh di jatuhin langsung ke tanah

  19. kyu pergi deh malah bertemu seunghyun lagi, moga aja seunghyun tdk menghalangi wonkyu nantinya….
    irene meninggal? ndak tau senang atau tdk, kasian juga sih liat nya…
    kyu baik” disana…
    siwon cepat nemuin kyu yah dan kembali sama”
    next chap ditunggu ya^^

  20. Hallo saya reader baru…
    Nyesek bgt chapter ini.. Irene egois bgt. Tp juga kasian.. Huhu
    Babykyu udah pergi .. Kira2 bakal balik lagi gak ya..
    Ditunggu kelanjutan nya..

  21. Tuh kan firasat aku bener si irene akan meninggal.moga wonkyu cpet bersatu .kan si pengganggu udah ninggal jadi gak akan ada yang gangguin wonkyu.chapter lanjutannya cepet apdet.gak pke pw sampai ending.oke….

  22. sedih juga sih jadi irene.. niat dia baik memang😦 kata2 irene ngena banget dihati :”(

    lanjuuuuuuuutttt yaaaaa

  23. Ach,,,akhirnya irene mati juga 🙊🙊🙊🙊,,,,sumpah ni part knp jd sedih bgni tp bagus bngt cz dgn gtu smua bs ngrasakin skit spt yg baby kyu rasainn,,,,,,tunggu lnjutannya Thor 😊😊😄😄😄

  24. hahahahaha….bnerkannn seunghyun oppa yg bntuin babykyu..snengggnyaaaaa…
    bner juga yg lahir princess…emang irene egois biarin aja sekranng nyesel..
    wonie oppa juga sukurin..emang enak ditingal babykyu sma babysu :p
    jangn balik dulu babykyu..biar mereka rasain sakit atinya babykyu..
    tapi irene meninggal…sedih juga sieh..kasihan babynya..
    padahal pngen konfliknya panjang lhoo…xiixixixi
    tinggl gmn wonie oppa deketin babykyu lagi..moga aja seunghyun oppa pertahanin babykyu..biar wonie oppa makin gegana..kwkwkwkwkw
    biar babykyu bahagia…udah kaya ban serep aja babykyu..kalau butuh dipanggil kl kaga dibuang..hadehhhhh
    lanjuttt chiguuuu….FIGHTING!!!!

  25. Ternyata irene udah nyiapin semuanya dari awal, dan kayaknya udah tau kalo umurnya ga lama lagi. Pantesan juga yeri udah di doktrin lebih banyak tentang kyu dari pada tentang dianya sendiri,,,,

    Kasian kyu, kasian siwon, kasian irene semuanya jadi rumit,,, kyu pulang dong dan semoga siwon bisa nemuin kyu kasian yeri juga dan bahagia selalu

    Ditunggu wonkyu momentnya lagi,, semangat eonni😁😁😁

  26. Lagi2 q ikutan nangis bareng Irene dan Kyunnie..huweee..
    Sungguh kejam takdir mereka, atau Unnie2 kita yg cantik2 ini yg usil dan kejam yaaaa..hmmm..hehe..pisss y Unn..mmuaacchh..
    G nyangka kl kyk gini kejadiannya..
    Keren banget nih ceritanya..
    Vie unnie..maaf y aku blm sempat bc My Baby lg nih..hihi..

  27. Nangis dah nih mata. aku gk bisa mbayangin gmna. smoga siwon dapat hikmahnya. yang pasti kyunie cepet pulang, suho dah punya dongsaeng.
    lanjut chingu!

  28. Lagi bisa coment…

    kasian sama irene tp kesel dia egois banget…
    Babykyu jafi pergi gara2 irene kan…

    Kehilangan dua oramg sekaligus kan eh salah cuo ikut sama mommykyu dong…

    Yang tabah ya wonnie…
    Next…

  29. Seneng jga irene gag ada, so wonkyu bsa bersama. Tpi kasian jg liat irene, egoisnya gag ketulungan tpi egois itu buat wonkyu jg
    Babykyu sabar selalu ne

  30. Kyu Hyun Kau Begitu Kecewa Dan Sedih Karena Memikirkan Keluargamu.

    Kyu Hyun Mommy Irene Noonamu Sudah Tidak Ada Lagi Di Dunia Ini. Dia Meninggalkan Seorang Putri Cantik Yang Akan Kau Rawat. Tapi Kau Jauh Dari Jangkauan Si Won Daddy

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s