The Day 8


poster The day

The Day

(My Destiny Is Written)

Chapter 08

~Selamat malam~ maaf malam ini terlambat, maklum wifi-nya sudah bosan hidup, jadi Ms. Lee yang harus rela untuk mengupdatenya. Saia selalu merepotkannya^^ -Vie

~Selamat malam.. senangnya bisa kembali berada di tengah kalian dan terima kasih akan antusiasnya, semoga kalian selalu suka dengan apa yang kami persembahkan.. –Miss Lee-

Happy Reading

~

**

Di suatu pagi yang cerah di istana Choi dengan ada nya satu suami dan dua istri yang berbeda serta pangeran kecil mereka, menambah rasa hangat dalam keluarga. Tidak ada yang berubah, keharmonisan mereka tetap terjaga walau mempunyai rutinitas kegiatan masing-masing.

Kyuhyun dengan kesibukannya di Rumah Sakit, Siwon dengan pekerjaan di perusahaannya dan Irene yang diam di rumah menjaga Suho dan juga kandungannya yang mulai sangat membesar.

Kyuhyun membagi waktu pekerjaan dengan merancang pesta ulang tahun Suho, ia tak mungkin meminta bantuan Irene yang kini sedang hamil besar. Usia kandungan Irene telah memasuki 25 minggu, selama itu pula banyak masa ngidam yang terkadang membuat Kyuhyun harus mengernyitkan dahi dan menahan rasa sakit di hatinya.

Permintaan dari mulai makanan, perawatan atau lebih sering adalah memonopoli perhatian Siwon untuknya. Karena itu ia lebih memilih untuk mengerjakan ulang tahun Suho seorang diri, toh Kyuhyun tidak akan mengundang banyak orang, hanya keluarga inti seperti kakek dan nenek serta kedua sahabatnya saja.

Ditengah kesibukannya mengurus pasien di Rumah sakit, Kyuhyun menyempatkan dirinya mengecek ulang keperluan untuk ulang tahun putranya tercinta. Terlalu larut dalam buku agendanya hingga Kyuhyun tidak menyadari keadaan sekelilingnya yang tidak lagi sendiri.

“Baby…” Panggil seseorang tiba-tiba.

Kyuhyun yang sedang menulis buku agenda itu dikejutkan dengan suara Siwon di pintu ruangannya.

“Hyung!?”

“Afternoon, my baby~” Sapa Siwon sambil memasuki ruangan serba putih itu.

Siwon berjalan perlahan mendekati Kyuhyun sambil membawa bungkus makan siang untuk huswifenya tercinta. Begitu terasa dekat Siwon langsung mengecup kening Kyuhyun penuh sayang hingga namja cantik itu memejamkan matanya.

“Kita makan siang bersama, ne.” Ucap Siwon kemudian meletakkan bungkus makanan dihadapan Kyuhyun.

“Ta-tapi apa kau tidak sibuk, Hyung?” Kyuhyun masih tidak percaya situasinya.

“Selesai meeting, hyung segera kesini, lagipula ini jam makan siang. Apa yang kau lakukan? Sedang merancang pesta Suho?” Siwon melihat buku agenda di meja Kyuhyun.

Kyuhyun menatap suaminya itu sebentar kemudian ia pun menganggukkan kepalanya, lalu membuka kotak itu dan menyumpitkan chiken katsu yang ada disana dan mengarahkannya ke bibir Siwon yang diterima namja tampan itu dengan bahagia.

Dengan senyum manisnya Kyuhyun mengambil jatahnya dan memakannya dengan lahap sampai mulutnya mengerucut tidak jelas. Siwon hanya menatap wajah polos cantik itu dengan berbagai penyesalan yang ada dikepalanya.

“Maafkan hyung, Baby.” Ucapnya kemudian membuat kunyahan Kyuhyun terhenti.

“Waeyo?”

“Karena tidak bisa membantumu merancang pesta Suho.”

“Aa~ Gwenchana, asal kau ada disana semuanya sudah cukup membuatku bahagia, hyung.”

“Tentu saja hyung akan ada disana” Siwon memajukkan tubuhnya mencuri ciuman di bibir Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum lega mendengar janji Siwon walau setengah hatinya ia meragukan janji itu. Karena seperti yang mereka tahu, jadwal chek up Irene bertepatan dengan hari ulang tahun Suho.

Tapi Kyuhyun segera mengenyahkan segala pemikiran buruk, karena mungkin saja Siwon ataupun Irene akan mengundurkan jadwal. Kyuhyun sudah mencoba mencari hari yang tidak bertindih seperti itu, tapi semua hari yang direncanakannya akan menghilangkan tamu penting yang seharusnya ada disana.

Jika bukan appa Choi, umma Choi yang tidak bisa datang atau juga jika bukan mereka, umma dan Appa Jung yang tidak bisa hadir, karena itu Kyuhyun memilih hari yang semuanya bisa hadir, namun tepat dengan hari check up Irene noona-nya.

“Bagaimana pekerjaanmu, Baby?” Tanya Siwon tiba-tiba membuyarkan lamunan Kyuhyun.

“Ohh~ mm~ lancar, tidak terlalu banyak pasien hari ini. Jadi aku bisa sedikit bersantai dan memikirkan untuk pesta kecil itu.”

“Lalu siapa saja yang akan kau undang? Tidak akan ada penambahan undangan?”

“Mungkin.. hanya Umma dan Appa serta Ryeong dan Yesung Hyung saja. Sebenarnya aku memikirkan mengundang beberapa dokter disini tapi…”

“Tapi??” Siwon memandang Kyuhyun sembari masih mengunyah makanannya.

“Aku takut mereka sibuk, jadi lebih baik keluarga kita saja.”

“Hyung mendukung apapun yang kau inginkan.” Siwon mengusak rambut Kyuhyun.

“Gomawo~”

Mereka berdua pun melanjutkan makan siang dengan tenang, terkadang saling suap menyuapi dengan senangnya. Setelah selesai makan Siwon akan selalu berusaha memanjakan istri keduanya itu, dengan memeluknya, mengecup pipi-nya, bibirnya, bahkan rambutnya. Karena jika dirumah Siwon tahu bahwa ia tak bisa focus pada Kyuhyun saja, maka dengan seperti sekarang inilah Siwon bisa menikmati kebersamaan mereka.

Hanya dengan Kyuhyun.

Mereka berdua kini sedang duduk di atas sofa, dengan Kyuhyun yang menyandarkan tubuhnya di dada Siwon. Sesekali tangan Kyuhyun menggenggam tangan Siwon dan mengaitkan jari-jari mereka.

“Sepertinya sudah lama kita tidak bersama.” Gumam Siwon sambil melihat tangan mereka yang sangat pas bentuknya.

“Heum~bahkan saat ada Suho pun perhatianmu tetap terbagi.”

“Merajuk??”

Kyuhyun menyikut perut Siwon cepat dan hanya ditanggapi dengan suara tawa dari suami tampannya itu. Kemudian keduanya terdiam, menikmati waktu sempit hanya untuk berdua. Melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 2, Siwon pun membangunkan Kyuhyun yang bersandar di dadanya.

“Sudah mau pergi?” Tanya Kyuhyun tidak rela.

“Hyung harus kembali ke kantor, baby”

Kyuhyun hanya bisa menganggukkan kepalanya, lalu berdiri bersama Siwon dan merapihkan kemeja serta dasi suaminya itu. Sambil melakukan itu, bibir penuh dengan warna memesona itu mengerucut beberapa kali karena masih tetap tidak rela.

Karena hal itu Siwon mempunyai cara jitu untuk meluluhkan kekasih hatinya dan meninggalkannya dengan pipi merona dan perasaan bahagia.

Tanpa aba-aba Siwon langsung memagut bibir Kyuhyun dengan penuh cinta. Bahkan kedua tangan Kyuhyun sempat melingkari leher Siwon memperdalam ciuman mereka. Kyuhyun yang pertama melepaskan ciuman panas itu, walau sesekali masih mengecup bibir dan ujung bibir Siwon.

“Kha.. hati-hati dijalan, sampai bertemu di rumah.” Ucap Kyuhyun kemudian sambil memalingkan wajahnya yang sudah merona itu.

Siwon hanya bisa tersenyum penuh arti dan menarik wajah cantik itu untuk menatapnya dan kembali mengecup bibir menggoda itu sekali lagi kemudian melepasnya dengan perlahan.

“Aku mencintaimu.” Bisiknya penuh penekanan.

“Aku juga hyung, sangat mencintaimu.”

“Ahhh~ biarkan aku disini~~~” Seru Siwon tiba-tiba sambil memeluk Kyuhyun dengan eratnya membuat mata Kyuhyun melebar.

“Paboo!!”

“Ahahaha~”

”Seandainya bisa.”

“Kita akan bertemu lagi dirumah.”

“Ne…”

“Hyung pergi.”

“Ne.”

“…..”

“Hyung?” Panggil Kyuhyun karena Siwon tidak melepas pelukannya.

“Ahh, ne!”

Siwon langsung melesat keluar dari ruangan itu membuat Kyuhyun terdiam sesaat namun kemudian bibirnya tersenyum dengan manis merasakan cinta diantara mereka masih tetap sama walau dengan keadaan yang sedikit sudah berubah.

Kyuhyun pun menghembuskan nafas lelahnya saat bayang Siwon telah hilang dibalik pintu itu.

“Sesampainya dirumah, apakah kita bisa seperti tadi??” Tanya Kyuhyun entah pada siapa.

Dengan cepat namja cantik itu mengangkat bahunya acuh sebagai jawaban dan segera kembali ke meja kerjanya.

*

*

Keesokan harinya.

Istana kecil Choi yang damai itu pun kini terlihat seluruh maid yang bekerja disana sedang berkeliaran di ruang tamu besar mereka. Pasalnya sore nanti akan dilangsungkan pesta kecil yang meriah untuk putra pertama keluarga besar Choi.

Para maid itu terlihat sibuk menyematkan pita satin dan balon-balon diseluruh ruangan itu. Disana juga terlihat nyonya besar istri kedua tuan mereka sedang memberi putranya sarapan dengan sangat baik.

Dan dua jam kemudian ruangan itu sudah selesai di hias dan terlihat sempurna untuk pesta ulang tahun anak kecil. Menjelang siang semua persiapannya sudah selesai dan ruangan itu sudah siap untuk digunakan.

Semua hiasan itu sudah dirancang Kyuhyun dengan sangat baik hingga pesta ulang tahun Suho yang diadakan dirumah mereka terlihat sangat meriah. Untuk ukuran anak usia 1 tahun, pesta itu sudah lebih dari cukup meriah.

Seluruh dinding ruangan utama itu sudah dihiasi oleh berbagai macam pita biru dan balon yang berwarna-warni. Di setiap benda mati yang ada diruangan itu juga disematkan lollipop panjang beserta pita dan 3 balon.

Sementara ditengah-tengah ruangan tempat Suho bertahta, sudah terdapat kue tart warna biru 3 tingkat yang diletakkan lilin angka 1 diatasnya. Jika Suho ingin meniupnya, bocah kecil itu harus di angkat agar mencapai lilin tersebut.

Di sebelah kiri sofa tamu itu terdapat meja panjang akan ditata dengan berbagai macam makanan lezat yang sudah disiapkan maid-maid disana sesuai permintaan Kyuhyun juga.

Private party itu terkesan biasa bagi Kyuhyun dan keluarga Choi namun tetap terlihat mewah bagi orang lain yang melihatnya.

Beberapa jam lagi pestanya akan dimulai, Kyuhyun sudah terlihat sibuk menata kembali ruangan dan memeriksa apa yang belum sempurna. Sementara Suho masih dibiarkan tidur sebentar lagi sebelum acara melelahkan baginya akan dimulai.

Semua tamu undangan yang dipilih Kyuhyun pun sudah tiba disana, termasuk Ryeowook dan Yesung yang sudah dianggapnya hyung sendiri itu. Mereka sengaja datang lebih cepat agar bisa membantu Kyuhyun jika namja cantik itu punya kesulitan.

Umma, Appa Choi dan Umma, Appa Jung juga sudah tiba di Seoul sebelumnya dan akan segera menghadiri pesta kecil itu, sebagai nenek dan kakek dari Choi Suho.

Sementara itu Siwon sebagai daddy dan Irene sebagai umma-nya Suho sudah lebih dulu keluar karena Irene mempunyai jadwal check up kandungannya hari ini. Mereka sengaja pergi lebih cepat agar bisa sampai dirumah saat pesta itu dimulai.

Namun sampai acara berlangsung pun keduanya belum menampakkan diri mereka disana, bahkan Suho yang sudah rapi dengan tuxedo hitamnya sudah menanyakan dimana keberadaan daddy-nya tercinta.

“Cuo sayaang~ sini sama halmonie dulu ne?” Ucap Umma Choi mengambil Suho dari Kyuhyun.

Namja cantik itu mencoba menghubungi suaminya yang masih berada diluar, padahal acaranya sudah mau dimulai. Dan mereka menunggu kedatangannya segera.

Semua sudah selesai disiapkan, tamu-tamu sudah lengkap ada disana bersama dengan kado-kado mereka. Mungkin Suho hanya akan menerima 11 buah kado dari keluarganya dan dari beberapa maid yang bekerja disana, namun bisa dilihat besarnya kado itu bahkan lebih besar dari ukuran tubuh Suho sendiri.

Entah apa isinya.

“Kyunnie~ kita mulai saja dulu, daripada Suho semakin tidak betah.” Ucap Umma Choi akhirnya.

Kyuhyun melihat putra kecilnya yang sudah berkerut dan merengek kecil, karena permintaannya tidak dipenuhi. “Baiklah umma.”

Dan acara itu pun dimulai dengan berdo’a bersama untuk kesehatan dan kebahagiaan cucu pertama dari Choi family itu yang dipimpin langsung oleh kakeknya Suho sendiri. Choi Kiho.

Semua tamu undangan dan maid-maid sudah menempati tempat duduk mereka masing-masing dan mengikuti apa yang dikatakan appa Choi. Hanya Suho sendiri yang masih melihat sekeliling ruangan besar yang menarik matanya itu.

Tapi Kyuhyun tahu, bukan itu yang dilihat Suho, mungkin iya, tapi ada yang lain yang diinginkan Suho ada disana. Disaat semua orang yang dikenal mengelilinginya, orang yang paling penting dalam hidupnya tidak ada disana.

‘Dimana kau hyung?’ Inner Kyuhyun bertanya.

Sementara itu, orang yang mereka tunggu..

“Oppa… aku lupa membelikan kado untuk Suho, bagaimana jika kita mampir dulu ke mall dan membelikannya? Aku janji tidak akan lama.” Ucap Irene tiba-tiba.

Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sakit dengan kecepatan mobil yang dibawa Siwon berada diatas ukuran rata-rata.

Namja tampan itu sebenarnya sudah merasa tidak enak hati, sejak ia keluar meninggalkan Kyuhyun yang berwajah sendu dirumah mereka. Hari ini adalah ulang tahun pertama putra kesayangannya dan ia masih berada diluar.

Bagaimana hati suho saat ini? Apa yang dipikirkan Kyuhyun saat ini? Walau Umma dan Appa nya ada disana, tapi Suho sudah pasti akan mencari keberadaan Daddy nya.

‘Baby…’ Pikir Siwon.

“Oppa…” Panggil Irene membuat Siwon sedikit tersentak.

Siwon yang sempat melamun itu akhirnya menganggukan kepalanya pasrah. Jika menolak, Irene akan berubah moodnya lagi dan mungkin saja akan menangis. Siwon selalu berusaha selalu menjaga kestabilan emosi istrinya itu, tanpa Siwon tau jika sikapnya itu sudah sangat melukai istrinya yang lain, Kyuhyun.

“Tunggu sebentar.” Irene langsung keluar dari mobil mereka.

“Tapi ingat jangan terlalu lama.” Siwon memperingatkan. “Ini sudah hampir gelap dan kita sudah terlambat, lagi pula kau sudah terlalu banyak berjalan.”

“Aku janji, Oppa” Irene merasa senang karena Siwon selalu menuruti dirinya.

**

Sementara di kediaman istana Choi. Wajah Kyuhyun terlihat muram, bahkan luka itu jelas nampak terlihat disana. Suho yang menunggu kedatangan Daddy nya yang tidak kunjung tiba sudah menangis sejak tadi.

Silih berganti mereka sibuk menenangkan Suho yang tidak mendengar siapapun selain mommy-nya. Namun Kyuhyun yang diminta untuk beristirahat sebentar malah lebih lelah lagi karena selalu melihat pada layar handphone yang membuatnya kecewa.

“Kyu…” Ryeowook menyentuh bahunya dan tersenyum manis menghantarkan rasa tenang pada dongsaengnya itu.

“Kita lanjutkan acara, ada atau tidak ada Daddy-nya.” Ucap Kyuhyun dengan wajah tersenyum namun terselip luka disetiap kata-katanya.

Setelah mengucapkan itu Kyuhyun segera pergi untuk menyalakan lilin di atas cake Suho yang berada di meja lain. Bahkan Ryeowook tidak punya kata-kata untuk bisa menenangkan dan membuat luka itu hilang dari hati dongsaeng kecilnya.

“Ayo baby.” Ucap Kyuhyun pada Suho.

“Kita akan meniupnya tanpa Siwon dan Irene?” Tanya Umma Choi merasa tidak enak.

Kyuhyun menanggapinya dengan anggukan lalu mengambil Suho yang berada di pangkuan kakek Jung. Semua orang yang hadir disana mendekati meja cake Suho dan menunggu bocah itu untuk meniup lilinnya.

“Mmm~ boleh appa yang menemani?” Tanya Appa Choi tiba-tiba.

Kyuhyun menatap Appa-nya itu penuh arti kemudian melihat Suho yang juga melihat appa Choi. Kembali Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya dan menyerahkan Suho pada Appa Choi yang sudah berdiri disampingnya.

“Kebanggaan harabojie~”

Appa Choi berdiri ditengah-tengah cake dengan Suho digendongannya didepan, sementara Umma Choi berada dikiri dan Kyuhyun dikanannya.

Nyanyian ulang tahun pun bergema disana dengan riangnya karena Kyuhyun juga meminta para maid untuk mengikuti acara itu dengan nyanyian bersama. Sampai lagu tiup lilin selesai dinyanyikan Suho masih memasang wajah sulking dan tidak ikut bernyanyi.

“Ayo tiup lilinnya, baby.” Pinta umma Choi namun Suho menolak.

“Ayo Cuo~ tiup lilinnya.” Ucap yang lain bersamaan agar Suho bersemangat.

“Addy~~” Panggil Suho tidak peduli.

“Tiup lilinnya baby, nanti daddy pasti datang.” Ucap Kyuhyun dengan sabarnya.

“Iup? Addy?” Tanya Suho meyakinkan.

“Ne~ tiup lilinnya maka daddy akan datang.”

“Eumm~” Gumam Suho sambil melihat lilin angka satu didepannya itu.

Lalu dengan aba-aba dari mereka, putra kecil itu pun meniup lilin itu dengan sekali tiupan dan apinya langsung padam.

“Ahh~ baby itu tiup apa muncrat?” Tanya Kyuhyun dengan wajah jahil dan membuat semua yang ada disana tertawa.

Dengan itu Suho pun ikut mengembangkan senyumnya pada Kyuhyun karena mommy-nya itu bertepuk tangan dengan wajah ceria. Dan diikuti semua yang ada disana hingga Suho pun menepuk tangan kecilnya penuh semangat.

Yang terjadi selanjutnya mereka semua pun mencoba mengalihkan rasa sedih Suho dengan berbagai cara, termasuk membuka kado dari para nenek dan kakek nya serta paman-pamannya. Melihat begitu banyak mainan yang bisa digunakan, akhirnya wajah polos Suho pun terlihat cerah, dan setidaknya rasa sedih itu teralihkan.

Tapi tidak dengan Kyuhyun.

Namja cantik itu masih memiliki sesuatu yang menghimpit dadanya dengan cukup kuat hingga tidak ada yang bisa mengeluarkannya.

.

.

“Irene, ppaliwa!!” Seru Siwon sedikit kesal.

Irene pun mendekati Siwon dan memperlihatkan dua buah mainan di dua tangannya, mainan keluaran terbaru dan limited edition.

“Yang mana??” Tanyanya tanpa rasa bersalah.

Siwon membuang nafas kasarnya dan melihat mainan itu sekilas. “Ini.” Dan menunjuk ke mainan yang di pegang tangan kanan Irene, mainan robot-robotan.

“Baiklah” Irene segera bergegas menuju kasir yang di ikuti oleh Siwon.

“Kenapa harus lama sekali jika nyatanya membeli mainan yang bahkan sudah di pajang di etalase toko?” Tanya Siwon pada dirinya sendiri.

“Aku ingin yang lebih bagus.”

“Sudah hampir dua jam kita disini dan kau tetap tidak bisa memilih.” Ucap Siwon sedikit sinis.

“Aku bingung oppa~”

“Apa Suho bukan putramu?” Tanya Siwon tanpa sadar membuat Irene menatapnya. “Kau tidak tahu kesukaannya.”

“Begitu banyak mainan disana, aku tidak bisa memilihnya.” Irene membela diri.

Siwon hanya diam dan memilih untuk keluar dari sana menuju mobilnya karena ia tidak ingin memperpanjang debatan mereka jika tidak ingin berakhir mengecewakan. Namun sayang sekali Siwon tidak pernah tau, jika Irene hanya mencoba mengulur waktu, agar ia bisa bersama dengan Siwon dalam waktu yang lama.

Irene memang egois, terkadang ia malah mengada-ada mengenai ngidamnya selama ini, agar Siwon juga memberi perhatian yang pernah didapatkan Kyuhyun untuknya.

Padahal Irene sadar bahwa dia sendiri yang meminta Kyuhyun hadir di keluarga kecil mereka, tapi setelah melihat apa yang didapatkan dongsaengnya itu membuat Irene melupakan hal itu.

Irene juga ingin hamil, karena itulah kesempatannya untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang Siwon yang telah terbagi selama ini. Tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini, karena Irene hanyalah manusia biasa yang juga punya rasa iri dan juga egois.

Beberapa saat kemudian.

Siwon bergegas keluar dari mobilnya dan setengah berlari memasuki istana Choi, rumahnya yang sudah terlihat sepi, bahkan sudah temaram karena sebagian lampu sudah dimatikan.

Hanya suara-suara perintah Kyuhyun yang terdengar diruangan lain disana. Siwon hanya bisa menghela nafas lelah melihat ruangan tengah tempat acara berlangsung sudah tidak ada siapa-siapa.

“Apakah semua sudah selesai?” Tanyanya ntah pada siapa.

Tanpa membantu Irene yang kesusahan memasuki rumah, Siwon lebih memilih segera menuju tempat suara Kyuhyun dan beberapa orang masih terdengar. Tapi yang didapati hanyalah Kyuhyun yang sedang membantu para maid membersihkan perayaan kecil itu.

“Baby…” Panggil Siwon pelan.

Kyuhyun memalingkan wajahnya dan melihat suaminya disana berdiri dengan wajah menyesal. Namun tidak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun selain menatap namja tampan itu dengan datar.

Siwon segera mendekati Kyuhyun saat dibelakangnya Irene juga sudah memasuki rumah dan segera berjalan mendekati mereka.

“Kyunnie…”

“Semuanya sudah selesai.” Jawab Kyuhyun mundur tanpa sadar.

“Ini hadiah untuk Suho, perayaannya sudah selesai kah?” Irene memberikan mainan itu pada Kyuhyun, ia melihat ke sekelilingnya yang terlihat sepi.

“Ne, sudah selesai.” Ujar Kyuhyun sambil menatap mainan ditangannya itu.

“Ah~ maafkan aku, setelah dari dokter aku…” Belum Irene melanjutkannya, Kyuhyun sudah memotong pembicaraannya.

“Gwenchana Noona, aku akan berikan kadonya pada Suho, terima kasih.” Ucap Kyuhyun langsung berbalik berjalan keluar dari sana.

“Dimana Suho?” Tanya Irene lagi membuat Kyuhyun berhenti dan berpaling menatapnya.

“Dia sudah tidur karna kelelahan.” Ucap Kyuhyun pelan dan melihat Siwon. “Karna menangis.”

Kyuhyun kembali berjalan meninggalkan mereka berdua dan maid-maid yang masih sibuk dengan urusan mereka sendiri. Siwon dan Irene hanya bisa melihat kepergian Kyuhyun tanpa bisa mencegahnya lagi.

Namja tampan itu melihat punggung Kyuhyun yang menghilang dan ingin sekali segera memeluknya, mengucapkan berbagai permintaan maaf pada Kyuhyun, tapi melihat Kyuhyun yang bahkan enggan melihatnya, Siwon menyadari jika ia sangat bersalah.

“Oppa…” Panggil Irene kemudian.

Siwon tidak menjawab dan dengan cepat dirinya memilih untuk menghadapkan badannya langsung pada Irene dan menatap wanita cantik itu dengan lekat.

“Aku lelah, temani aku malam ini ne?” Pinta Irene dengan nada manja, berharap Siwon akan menurutinya lagi kali ini. Namun yang terjadi jawaban suaminya itu membuat mata Irene hampir keluar dari sarangnya.

“Tidak Irene.” Ujar Siwon tegas

“Oppa…” Irene tidak menyangka jawaban itu yang di dapatkannya.

“Sudah lebih seminggu aku bersamamu, Irene. Kini waktunya aku membagi waktuku dengan Kyuhyun dan Suho juga.”

“Ta-tapi..”

“Aku sudah cukup bersabar, tapi kali ini…kau membuatku kecewa.”

“Oppa…” Irene tidak tahu harus mengatakan apa lagi.

Kyuhyun mendengar pembicaraan mereka dari lantai atas dan ingin rasanya menghentikan Siwon bersikap seperti itu. Tapi, bukankah dia juga hanya manusia? Hatinya akan tetap terluka jika ia dikecewakan.

Karena itu Kyuhyun memilih diam dan mendengar semua yang terjadi disana. Tidak bisa disembunyikan Kyuhyun, ada rasa bahagia disaat hatinya kecewa saat mendengar Siwon bersikap tegas.

“Aku mohon Irene, sekali ini saja.” Pinta Siwon dengan sangat. ”Ahjumma, antarkan Irene menuju kamarnya.” Lanjutnya meminta kepala maid yang memang ada disana.

Tidak ada lagi penolakan dari Irene jika Siwon sudah berujar sedikit keras seperti itu, dan segera menuruti maidnya yang sudah memegang lengannya untuk berjalan menuju kamar mereka.

Melihat Irene telah memasuki kamarnya, Siwon berlari menuju tangga kamarnya dan melihat Kyuhyun ternyata ingin turun kebawah. Dengan cepat ia menarik lengan Kyuhyun dan membawanya masuk ke dalam kamar.

Semua maid yang ada disana hanya bisa mendesah lemah dan kembali ke belakang melanjutkan tugas mereka dengan harapan bahwa keutuhan dan juga keceriaan didalam rumah ini selalu terjaga utuh.

.

.

“Apa yang kau lakukan, Hyung?” Kyuhyun menghempaskan lengan yang di genggam Siwon begitu sampai dikamar.

“Aku hanya berusaha bersikap adil untuk kedua istriku.” Jawab Siwon masih dengan suasana hati yang tidak baik.

“Tapi tidak dengan bernada keras seperti tadi, Irene noona sedang hamil, Hyung”

“Aku tau, tapi kau tidak mengerti Kyu.”

“Tidak mengerti apa, hyung?”

“….” Siwon hanya bisa menatap Kyuhyun tanpa bisa menjelaskan apa yang dirasakannya beberapa bulan ini.

“Irene noona membutuhkanmu.”

“Kau juga istriku, apa kau tidak menginginkanku? Jangan berbohong Kyuhyun.”

“Aku tidak berbohong.”

“Aku sudah berusaha sangat adil untuk kalian berdua, tapi yang kulakukan malah membiarkan istri dan juga anakku merayakan ulang tahun tanpa kehadiranku disana.” Ucap Siwon dengan perasaan terluka dan merasa sangat bersalah.

Namja tampan itu mencoba membawa wajah Kyuhyun agar bisa melihatnya dan menerka apa yang sedang dipikirkan huswife cantiknya itu saat ini. Ia tahu selama ini Kyuhyun sudah bertahan dengan semua sikap Irene yang seperti menjauhkan dirinya dari mereka berdua.

“Aku kecewa padamu, hyung.” Akhirnya kata yang dipendam Kyuhyun bisa terutarakan dengan cepat.

“Aku tahu.” Ucap Siwon pasrah sambil menundukkan kepalanya.

“Jika aku kecewa bahkan sampai terluka aku akan terima, hyung~ tapi Suho, anak kita, untuk kedua kalinya kau mengecewakannya.” Suara Kyuhyun bergetar menahan tangisnya.

Secepat kilat Siwon menarik Kyuhyun dalam pelukannya. “Mianhae Baby, Jeongmal mianhae~” Siwon membenamkan wajahnya dibahu Kyuhyun dengan penuh penyesalan.

“Aku tidak tahu harus bagaimana menghadapinya, tadi setelah dari dokter Irene meminta untuk memenuhi masa ngidamnya dan setelah itu ia memintaku untuk mengantarnya membelikan kado untuk Suho, dan disana dia membuat segalanya lebih lambat. Maafkan aku, baby~”

Kyuhyun sungguh sangat berharap bahwa Siwon bisa menemani dirinya dan Suho di ulang tahun putra kesayangan mereka. Tapi ternyata semua itu hanya angan dari Kyuhyun semata karena nyatanya Siwon bukan hanya telat, tapi memang tidak ada disana.

Kyuhyun kecewa, bahkan Suho pun mengerti semuanya.

Tapi sekarang Kyuhyun tidak bisa menolak penjelasan dan permintaan maaf yang tulus dari suaminya itu. Dan suara Siwon yang bergetar itu pun meruntuhkan kekerasan hatinya yang sudah terlanjur kecewa.

Detik selanjutnya ia pun menangis sesengukan di bahu Siwon dan melepaskan semua beban yang ditanggungnya selama beberapa jam yang lalu. Tidak bisa dipungkiri ia merindukan bahkan sangat merindukan pelukan suaminya itu.

Siwon mengelus punggung Kyuhyun naik turun untuk menghentikan tangisnya, ia juga mengecup bahu Kyuhyun berkali-kali sembari melafalkan kata maaf terus menerus pada huswife cantiknya.

Sementara di atas ranjang, Suho bergerak gelisah dengan kening berkerut, bahkan bocah 1 tahun itu merengek kecil. Dan tentu saja itu tidak luput dari perhatian Siwon yang memang sedang menatapnya tertidur.

“Baby, sepertinya Suho akan terbangun.” Ucapnya pelan.

Kyuhyun langsung melepaskan pelukan Siwon dan membersihkan air matanya dengan kasar lalu segera mendekati Suho dan duduk di atas ranjang disamping putranya itu.

“Waeyo baby~” Ucap Kyuhun sambil mengelus lembut kening Suho untuk menghilangkan kerutannya.

Suho membuka matanya perlahan dan ia mendapati Mommy dan Daddy nya yang sedang tersenyum ke arahnya.

“My babyboy…” Panggil Siwon pelan.

“Hiks~hikss~ addy~addy~” Seketika kesedihan Suho kembali lagi.

Mendengar putranya menangis seperti itu membuat Siwon segera mengambil Suho dalam pelukannya dan menenangkan putra kecilnya itu dengan penuh sayang.

“Sssttt~ sayang, daddy ada disini, heum~ maafkan Daddy ne, maafkan, Daddy ada disini.”

Suho tidak menjawab apa-apa selain memeluk daddy tampannya itu dengan erat dan membenamkan wajah kecilnya didada Siwon yang hangat.

Kyuhyun harus memalingkan wajahnya untuk menghapus air mata yang dengan lancang kembali mengalir di atas pipi chubbynya itu. Siwon memegang tangan Kyuhyun pelan, kemudian mengajak berdiri bersamanya. Tangan Siwon yang bebas dari gendongan Suho, dipakainya untuk memeluk pinggang Kyuhyun dan merapatkan namja cantik itu pada dirinya.

Kini ketiganya seakan sedang berpelukan, jika ada orang yang melihat mereka, pasti akan merasa iri. Karena ketiganya begitu intim saat ini. Kyuhyun menepuk-nepuk punggung Suho, sedangkan kepalanya ia simpan di bahu Siwon.

Suho menempatkan wajahnya di dada Siwon dan menikmati momen ini dengan baik. Bocah kecil itu merasa daddy-nya sudah kembali seperti yang dikatakan mommy-nya sebelumnya. Ia tidak akan mengerti terlambat atau tidak, karena yang ia tahu daddy-nya sekarang sedang memeluk mereka berdua.

Dirinya dan mommy-nya.

Setelah beberapa saat mereka merasakan Suho sudah tertidur kembali dengan nyaman, Siwon pun meletakkan bocah kecil itu dengan hati-hati di atas ranjangnya. Sementara Kyuhyun tetap menepuk-nepuk pelan paha putranya tercinta.

“Kau akan tidur disini, Hyung?” Tanya Kyuhyun saat Siwon yang masih terus memandangi wajah damai Suho yang sedang tertidur.

“Pasti, aku akan berganti baju dulu.” Siwon mengecup kening Suho dan Kyuhyun bergantian, lalu menuju lemarinya mengambil baju tidur dan segera ke kamar mandi.

Tak butuh waktu lama, Kyuhyun kembali dapat melihat wajah segar Siwon berdiri didepannya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

“Kau tidak akan berganti baju, Baby??”

“Ne~” Kyuhyun menuruti perintah suaminya dan bergegas menuju kamar mandi.

Selesai berganti baju Kyuhyun pun segera menuju tempat tidur, Ia bisa melihat Siwon yang tertidur di sisi ranjang dimana tangannya memeluk Suho protektif. Kyuhyun tentu merindukan hal ini, sudah lama ia tak melihat kejadian seperti sekarang ini.

Dengan perlahan ia pun ikut berbaring di sisi ranjang seberang Siwon, badannya ia arahkan untuk bisa melihat Suho dan suaminya itu, selanjutnya ia mencoba menutup matanya dengan senyum manis tertera diwajah chubby-nya.

Namun baru saja akan terlelap dalam mimpinya, Kyuhyun tiba-tiba dikejutkan dengan tangan yang melingkar di perutnya dengan erat.

“Hyung…” Kyuhyun memanggil pelan sambil melirik ke belakangnya.

“Aku merindukanmu, Baby~”

“Tapi bagaimana Suho??”

“Aku sudah memberikan pembatas tidurnya, jadi Suho tidak akan terjatuh.” Siwon mengedipkan matanya.

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya dengan malas, “Ada-ada saja…”

“Tapi kau menyukainya kan Baby??”

“Bagaimana bisa? Anak kita hyung…”

“Apa kau tidak merindukanku, baby?”

“Tentu saja aku memmm~”

Siwon segera meredam ucapan yang akan dilontarkan Kyuhyun dengan membawanya dalam ciuman penuh gairah. Siwon mencium dalam bibir penuh milik Kyuhyun dan mengajaknya untuk bermain dalam ciuman panas itu.

Tangannya pun tidak bisa tinggal diam dipinggang Kyuhyun, hingga dengan lihainya meraba dengan perlahan apa yang selalu menjadi kepemilikannya. Sudah cukup lama Siwon tidak menikmati keindahan tubuh yang dimiliki huswife cantiknya.

“Mine~ baby~ minee~” Bisik Siwon sambil menanda bahu Kyuhyun dengan kecupan cintanya diberbagai celah disana.

Sungguh Siwon merindukan istri keduanya ini, bahkan bisa dalam waktu dua minggu, dirinya baru bisa tidur bersama Kyuhyun, bahkan tidak sama sekali. Jadi, izinkanlah malam ini ia kembali mengukir cinta dengan alunan yang indah.

Walau ia harus melakukan setiap gerakannya tanpa sepengetahuan Suho yang sudah tertidur lelap tetap disamping mereka.

“Hyunnngghhh…”

“Aku tidak ingin berhenti baby.”

Siwon langsung memindahkan ciumannya di sekitar leher, bahu dan bagian atas dada Kyuhyun. Jangan tanyakan bagaimana keadaan Kyuhyun saat ini, rasa kesal itu masih ada tapi ia pun merasakan kebahagiaannya, bahkan rindu akan segala cinta yang diberikan Siwon pun menjadikan Kyuhyun melepaskannya hanya untuk suaminya.

“Siapaah~ siapa yang menyuruhmu berhent…nnnhh.” Erang Kyuhyun saat bibir Siwon menyentuh miliknya yang sensitive.

Siwon kembali memindahkan ciumannya di atas dada Kyuhyun, setelah tiga kancing teratas telah di lepaskannya. Dengan bebas Siwon menyentuh milik Kyuhyun yang sensitive itu hingga membuat huswifenya kembali bergetar.

“Oh Hyunggghhhh eummhh..Suhoo~” Kyuhyun berusaha menahan desahannya, ia tidak mungkin berteriak penuh gairah saat anaknya ada di sampingnya.

Siwon langsung menghentikan kegiatannya dan melihat Suho dengan cepat kemudian berpaling melihat Kyuhyun yang agak kesal menatapnya.

“Kita tidak mungkin akan bermain di ranjang kan, Baby? Dengan Suho ada disini.” Ucap Siwon cepat dan menggangkatnya bridal style membuat Kyuhyun tersentak.

“Hyung!!”

“Kita punya tempat lain.” Ucap Siwon menggoda dan berbalik dengan riangnya menuju sofa.

Sofa yang ada dikamar mereka berdua memang termasuk sofa yang besar dan bisa dipakai tidur untuk dua orang dewasa. Menurut Siwon, mereka akan memerlukannya suatu hari. Dan itulah gunanya sofa besar itu setelah anak lahir.

“Kita lanjutkan, Baby?” Siwon mengecup pipi Kyuhyun setelah membaringkan namja cantik itu disana.

“Apa kau ingin berhenti?” Kyuhyun balik bertanya dengan smirk jahilnya.

“Tentu saja tidak mungkin!” Jawab Siwon kembali menempelkan bibirnya pada Kyuhyun dan menciumnya cepat.

Setelah beberapa saat Siwon melepasnya dan menatap wajah cantik itu dengan penuh cinta. Wajah pucat itu dihiasi semburat merah dengan bibir yang memerah karena dirinya dan sedikit terbuka.

Dua kata yang bisa diucapkan Siwon untuknya. “So sexy…”

Kyuhyun hanya berusaha menutup rona merah di pipinya itu dengan menelusupkan wajahnya di dada Siwon. Tidak ada yang bisa menghentikan cinta mereka saat ini yang semakin membuncah dalam dada mereka masing-masing.

Kyuhyun bisa mendengar debaran jantung Siwon yang berpacu seirama dengan dirinya hingga tanpa sadar tangannya meraba dada suaminya itu dengan perlahan.

“I love you~”

“I love you too.”

“Izinkan aku memberikan seluruh cintaku, untukmu baby.”

“Kembalikan semuanya padaku, hyung~ kembalikan semuanya.” Jawab Kyuhyun dengan mata yang berbinar penuh cahaya.

Dan Siwon pun melanjutkan jalinan cinta mereka sebagai pembuktian cintanya sekali lagi untuk Kyuhyunnya tercinta.

Dan…kita biarkan mereka mengukir rasa cinta mereka pada malam ini, biarkan Kyuhyun menikmati indahnya menjadi istri kembali dan indahnya memiliki suami yang benar-benar mencintainya.

**

Keesokan harinya.

Kyuhyun bangun tidur dengan senyum manis dibibirnya, karena ternyata ia masih bisa merasakan kehangatan suaminya disana. Bahkan saat ini mereka masih tidur seperti terakhir kali mereka berbicara setelah kegiatan cinta mereka.

Kyuhyun merasa sangat nyaman berada dalam pelukan suaminya itu dengan pipi yang bersandar didada Siwon dan lengannya melingkar indah dipinggang Siwon seolah tidak ingin melepaskan.

“Gomawoyo hyung~” Gumam Kyuhyun masih tetap memejamkan matanya,

“Terima kasih untuk malam yang indah ini baby.”

“Ini sudah pagi, hyung.”

“Hyung tahu, tapi hyung tidak ingin bangun.”

“Bisakah selamanya aku ada disini?”

“Tentu saja tempatmu selamanya hanya disini.”

“Mm~mm~Cuo, cini.” Suara yang lain tiba-tiba menyahuti mereka dan membuat keduanya tersentak.

“Baby/ Suho!?!?”

Ya…bocah kecil itu sudah bangun dan turun dari tempat tidurnya yang memang tidak terlalu tinggi. Dan sekarang duduk dilantai menatap kedua orang tuanya dengan wajah bingung sekaligus polosnya.

“Ke-kenapa dia ada disini??” Tanya Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana.

“Karna kita tidak ada diranjangnya.”

“La-lalu bagaimana kita bangun sekarang?”

“Ya, bangun saja baby~ dia menunggu kita.”

“Tidak mungkin, hyung!!!”

“Mwo?? Kenapa??”

“Aku tidak pakai baju!?!?”

“Aigoo~ hyung juga kan?” Jawab Siwon dengan santainya sambil meraih pipi Suho dan membelainya.

“La-lalu bagaimana?”

“Bangun saja Kyu~ atau kita akan seharian disini.”

“Andwaeee!! Nanti Suho melihat!!”

“Dia tidak akan mengerti.”

“Tidak mau!!!” Kyuhyun memberinya tatapan tajam.

“Aiiish~”

Dengan cepat Siwon membalut Kyuhyun dengan selimut yang menyelimuti mereka berdua, kemudian membuat namja cantik itu untuk duduk.

“Nah~ ambil Suho, biar hyung ke kamar mandi duluan.” Ucapnya kemudian.

Dengan patuh Kyuhyun mengambil putranya dengan baik agar Suho tidak melihat yang tidak-tidak, kemudian ia pun duduk membelakangi suaminya yang tersenyum geli padanya.

“Cepatlah~” Kyuhyun berbalik menghadap Siwon yang sudah berdiri dan seketika memalingkan wajahnya kembali.

“Ahahaha~bukankah semalam…”

“Hyung!!!”

“Iya, iya~ hyung pergi~”

Siwon meninggalkan berdua dengan gelengan kepala dan tersenyum dengan gemas, huswife cantiknya masih saja malu jika melihatnya tidak memakai apa-apa. Sementara Kyuhyun sudah bertekad akan selalu memakai baju kembali setiap mereka sudah selesai jika Suho ada didalam satu kamar.

Setelah beberapa saat Siwon kembali dengan setelan kantornya dan menikmati pemandangan yang menyejukkan hatinya dipagi hari. Kyuhyun duduk dengan Suho dipangkuannya sedang memegang pipinya yang chubby itu, dan Kyuhyun berbicara dengan riangnya.

“Hmm~ permataku.”

“Hyung? Sudah?”

“Ne~”

“Pegang Suho sebentar, aku akan siap-siap kemudian aku akan menyiapkan pangeran kecil kita.”

“Baiklah, my queen~ as your wish.”

Kyuhyun langsung memberi suaminya itu death glarenya kemudian segera berlari kekamar mandi dengan selimut melilit dibadannya. Siwon hanya bisa tertawa dengan Suho yang juga ikut tertawa digendongannya.

Tak berapa lama, mereka bertiga sudah terlihat menuju meja makan dengan wajah sumringah yang tidak bisa disembunyikan. Wajah cantik Kyuhyun yang bersinar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan yang didapatkannya dari Siwon.

Begitu pula Siwon dan Suho yang terlihat sangat senang bercanda bersama daddy-nya dalam gendongannya. Bahkan Irene yang melihatnya harus memalingkan wajahnya kearah lain agar tidak menumbuhkan rasa yang lain didada-nya nanti.

“Ayo sarapan.” Ajak Irene begitu mereka tiba disana.

“Selamat pagi, noona.” Sapa Kyuhyun ramah.

“Selamat pagi, Chagiya.” Siwon mengecup kening Irene sekilas.

“Pagi~ Kyu~ oppa~ baby Su~” Jawab Irene dengan senyuman dan menggabungkan semuanya.

Dan mereka pun menikmati sarapan dalam kebersamaan itu sambil tertawa dan bercerita bersama seolah tidak ada yang pernah terjadi dalam kehidupan rumah tangga mereka yang sangat sulit.

.

.

Hingga hari kembali berlalu dengan indahnya dan kehidupan terus berjalan dengan berbagai kesulitannya. Begitu juga yang dialami Irene yang sedang mengandung bayinya yang kini sudah memasuki usia 8 bulan.

Irene merasakan kesulitannya kian bertambah seiring pertumbuhan bayinya yang pastinya bertumbuh dengan sehat. Perkembangan yang baik bagi si jabang bayi, namun pengorbanan yang berat bagi si ibu yang mengandungnya.

Masih ada waktu satu bulan untuk kelahiran bayi kecil dikeluarga Choi yang sudah lebih dulu mempunyai pangerannya. Irene sangat menikmati perannya sebagai calon ibu yang akhirnya akan memiliki bayi. Irene kini bisa merasakan seutuhnya menjadi seorang wanita, memiliki suami bahkan kini menunggu kelahiran buah hati mereka.

Karena itu juga sedetik pun ia tidak pernah ingin jauh dari suami tampannya yang sangat menjaga mereka berdua. Irene selalu ingin diperhatikan, disayang dan dimanjakan oleh Siwon sampai tanpa sadar ia menjauhkan suaminya itu dari tanggung jawabnya lain.

Kejadian yang sama kembali terulang, Siwon tidak bisa menolak keinginan Irene yang selalu ingin bersamanya. Karena itu juga ia harus lebih bersabar dalam menghadapi keinginan istrinya itu demi anak mereka.

Tapi tidak dengan Kyuhyun,

Namja cantik itu sudah pernah mengatakan ketidak-setujuannya terhadap sikap Irene yang memonopoli Siwon untuk dirinya sendiri. Kyuhyun akan bertahan jika Siwon mengecewakannya berapa kalipun itu, tapi jangan patahkan hati permata kecilnya yang sangat berharga.

“Jangan kecewakan Suho, hyung.” Ucap Kyuhyun pada iphonenya.

Beberapa malam lalu Suho ditemani oleh Siwon sebelum bocah kecil itu tertidur, namun begitu pagi daddy-nya sudah tidak ada lagi disisinya. Langsung saja Suho kecil menangis dengan keras dan mencari daddy-nya disemua ruangan, bahkan kamar Irene ummanya.

Kyuhyun akhirnya harus membujuk bocah kecil itu selama berjam-jam agar ia mau mandi dan sarapan pagi. Karena walau Siwon sudah menemuinya, Suho sudah tidak ingin bersama Siwon dan terus saja menangis.

Namja cantik itu bisa memaklumi keadaan Siwon yang benar-benar terjepit diantara mereka berdua. Tapi tidak ada yang bisa ia atau Siwon lakukan untuk menghindari semua yang terjadi, apalagi Suho hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa.

Hari pun kembali berlalu dengan sendirinya dan kejadian-kejadian kecil yang tidak terduga pun sering menyertai mereka.

Tanpa bisa dihindari perdebatan kecil selalu terjadi diantara Siwon dan Kyuhyun, bahkan Siwon dan Irene juga. Keegoisan dari mereka masing-masing tanpa sengaja membuat hubungan ketiganya merenggang, tidak lagi seperti dulu.

Irene yang menginginkan Siwon untuk dirinya tidak peduli pada keinginan Siwon sendiri yang selalu berusaha adil. Apalagi saat ini kehamilan sudah mencapai puncaknya di bulan yang kesembilan. Irene ingin Siwon menjaganya lebih lagi saat detik-detik menung kelahiran bayi mereka.

Sementara Kyuhyun yang menginginkan Siwon untuk putranya sudah tidak bisa menerima ketidakadilan itu. Siwon harus bisa menunjukkan tanggung jawabnya pada mereka berdua.

Hingga suatu hari Siwon mengatakan pada Kyuhyun ingin menghabiskan waktu bersamanya dan Suho. Hanya bertiga menikmati kebersamaan mereka dan itu akan mereka lakukan diluar rumah, atau taman bermain.

Dan Siwon kembali berjanji untuk memenuhi keinginan itu dihari pekan saat pekerjaan di kantornya melonggar dan ia bisa menikmati weekend-nya dengan bersantai. Tapi apa yang terjadi?

Siwon kembali tidak menampakkan wujudnya ditaman bermain itu, walau berapa lama pun Kyuhyun menunggu. Akhirnya namja cantik itu memainkan permainan yang ada disana bersama Suho yang tertawa dengan setengah hatinya.

Karena setiap melihat yang lain berjalan bertiga, Suho akan melihat dalam mata Kyuhyun dan bertanya dimana daddy-nya. Apa yang harus dikatakan Kyuhyun jika sampai mereka pulang pun Siwon tidak ada ataupun datang hanya untuk menjemput mereka.

Begitu sampai di rumahnya Kyuhyun melihat tidak ada tanda-tanda keberadaan Siwon disana, bahkan Irene noonanya. Beberapa maid yang melihat kedatangannya langsung mengambil barangnya dan yang lain mengambil Suho untuk mereka.

Tapi bocah kecil itu malah menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan menggenggam baju Kyuhyun agar tidak terlepas. Namja cantik itu hanya bisa tersenyum lelah dan menganggukkan kepalanya pada maid mereka.

“Tidak apa-apa ahjumma, dimana Siwon hyung?”

“Nyonya Irene meminta tuan mengantarnya berjalan-jalan diluar.” Jawab maid ahjumma itu dengan jujur.

Namun ia tidak bisa melihat perubahan yang terjadi pada wajah Kyuhyun. “Sudah lama mereka pergi?”

“Mmm~ sekitar dua jam yang lalu, Nyonya.”

“Ohh~ terima kasih ahjumma, kami kedalam dulu.”

Kyuhyun langsung berjalan melewati maid-maid-nya itu tanpa melihat wajah mereka yang merasa tidak enak, bahkan seperti ikut bersedih merasakan apa yang terjadi didalam rumah mereka.

Namja cantik itu langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan Suho, setelah selesai ia segera meminta maidnya agar membuatkan susu untuk Suho. Kemudian ia pun meninabobokan putranya dengan cepat.

Suho yang kelelahan tentu saja akan langsung tertidur walau baru setengah susu itu ia habiskan. Kyuhyun mengecup kening Suho penuh sayang kemudian menyelimutinya dengan baik dan ikut berbaring disana.

Dengan wajah sendu, Kyuhyun menatap putranya yang terlelap dengan wajah yang tidak senang. Dalam hati Kyuhyun berpikir sungguh disayangkan nasib mereka, karna mau menjadi yang kedua yang selalu akan ditinggalkan.

“Maafkan mommy, baby.” Ucap Kyuhyun kembali mengecup kening Suho. “Andai saja mommy bukan jadi yang kedua, mungkin Suho tidak akan menderita.”

“Tapi jika tidak begitu, mommy tidak akan bertemu daddy dan memiliki-mu. Mommy sangat mencintainya, baby~ sangat.”

Kyuhyun langsung membenamkan wajah sedihnya diatas bantal karena airmata yang sudah lama ditahannya itu akhirnya keluar juga.

“Bertahanlah sayang, bertahanlah Kyunnie…” Kyuhyun dapat mendengar suara dari Umma nya, ia segera melihat ke sekelilingnya dengan air mata yang terus saja mengalir, tetapi ia tidak mendapatkan apapun yang ingin dilihatnya disana. Hingga membuat Kyuhyun kembali membenamkan kepalanya di bantal.

Entah berapa lama Kyuhyun tetap seperti itu sampai tiba-tiba pintu kamarnya dibuka secara perlahan dan menampakkan Siwon memasuki kamarnya itu. Namja tampan itu mendekati huswifenya dengan senyum sedih terkembang di wajah tampannya.

Sebenarnya tanpa Kyuhyun melihat secara langsung, karena dirinya berbaring memunggungi pintu. Ia tahu dan mendengar bahwa Siwon datang ke kamarnya dengan langkah pelan, namja tampan itu mendekati keduanya hanya dibalas Kyuhyun dengan berdiam diri.

“Selamat malam baby.” Siwon mengambil duduk di belakang Kyuhyun. “Mainhae, jeongmal mianhae.”

Kyuhyun langsung berbalik menghadap Siwon dan namja tampan suaminya itu bisa melihat dengan jelas jejak airmata yang ada dipipinya. Siwon langsung menggelengkan kepalanya dan bergerak merunduk untuk mengecup kening Kyuhyun namun sayang huswifenya itu langsung memalingkan wajahnya.

“Ba-baby…” Panggil Siwon kaku.

“Cch! Jangan pura-pura lupa hyung.” Jawab Kyuhyun sinis.

Namja cantik itu mencoba untuk bangun dan duduk bersandar dikepala tempat tidur mereka lalu menatap Siwon dengan wajah datarnya.

“Baby, maafkan hyung.”

“Aku sudah cukup lelah mendengarmu, hyung.”

“Lalu apa yang harus hyung lakukan?”

“Terserah, jangan tanya padaku.”

“Baby jangan seperti ini.” Siwon langsung berdiri dan mengusap wajahnya dengan lelah.

“Lalu aku harus seperti apa? Tertawa dan menganggapnya tidak terjadi apa-apa?” Kyuhyun bertanya sedikit keras sambil berdiri didepan Siwon.

“Bu-bukan…” Siwon mencoba meraih tangan Kyuhyun tapi namja cantik itu menjauhkan dirinya.

“Walau aku namja aku seorang ibu juga, aku punya anak, jika dia terluka, aku akan lebih terluka, tapi… apa kau bisa mengerti itu hyung?!”

“Ba-baby…”

“Kau mengabaikan keberadaan kami di rumah ini.”

“Tidak, itu tidak mungkin.”

“Lalu ap…” Kyuhyun berhenti saat melihat gerakan kecil diatas tempat tidurnya.

Suho sudah terbangun karena suara mereka dan sedang melihat mereka berdua bertengkar, tangan kecilnya menggerak-gerakkan mainan ke arah Siwon, lalu mengucapkan kata yang selalu menjadi penyenang bagi Siwon.

“Ddy… Addyyy.” Panggil Suho dengan senyum lemahnya

“Wah Suho dapat banyak mainan sampai dibawa tidur, hmm?” Tanya Siwon langsung memasang wajah cerianya dan mendekati Suho.

Bocah kecil itu langsung tertawa riang saat Siwon menggelitiki perut gembulnya, lihatlah…dia memang hanya anak kecil yang tidak mengerti apa yang sudah terjadi. Suho akan tetap bahagia saat daddy-nya kembali dan tertawa bersamanya.

Kyuhyun tentu saja melihat kebahagiaan putranya itu., apa dia ikut bahagia? Tentu. Tapi tetap saja ada rasa sakit yang masih tersimpan di hatinya untuk suaminya itu.

Sesaat kemudian Kyuhyun lebih memilih untuk memindahkan mainan Suho yang memang dijadikannya sebagai penghantar tidur. Dia ingin bocah kecil itu tidur kembali dan tidak melihat suasana canggung yang terjadi diantara mereka.

Namun tiba-tiba pergerakan Kyuhyun terhenti saat Siwon menarik tangannya lalu memeluk pinggangnya dengan erat.

“Baby…”

“Lepaskan Hyung.” Desis Kyuhyun pelan.

“Baby, maafkan hyung.”

“Aku sudah lama memaafkanmu, hyung.”

“Baby…”

Kyuhyun melepaskan pelukan Siwon dan lebih memilih menata mainan Suho di atas meja nakasnya, lalu menepuk kepala Suho sayang agar bocah kecil itu tidur kembali. Kemudian ia memilih untuk segera pergi dari sana secepatnya, mungkin mandi dengan berendam akan menjernihkan pikirannya, begitu pikir Kyuhyun.

Tetapi belum ia berhasil sampai didepan lemarinya, Siwon kembali menarik Kyuhyun dalam dekapannya.

“Mengapa kau jadi seperti ini, baby?”

“Seperti apa maksudmu?” Kyuhyun membalikkan badannya dan menurunkan tangan Siwon dari badannya, kini ia bisa menatap wajah Siwon secara langsung.

“Baby, ada apa?”

“Apa kau masih mengingat kami dalam kepalamu, Hyung?”

“Maksudmu?”

“Apa kami masih ada dalam hati dan pikiranmu?

“Te-tentu saja baby, setiap waktu.”

“Ahh~ aku kira kau sudah melupakan keberadaan kami disini.”

Siwon seakan mengerti arah pembicaraan Kyuhyun, ia hanya mengacak rambutnya menahan amarahnya.

“Untuk itu hyung minta maaf, jangan memulainya, Baby.” Pinta Siwon penuh harap.

“Memulai?? Memulai apa maksudmu, Hyung?”

“Baby, hyung tidak ingin bertengkar.”

“Siapa yang bertengkar, aku hanya mengutarakan kesusahanku, apa kau tidak mengerti?”

“Kau sendiri yang tidak mau mendengarku.”

“Aku sudah cukup mendengar semuanya, sekarang giliranmu, dimana janjimu yang sudah kau ucapkan itu? Dimana kau saat aku menunggumu ditaman? Dimana hyung?”

“I-itu…”

“Apa kau datang saat Suho memanggilmu? Apa kau ada saat dia membutuhkan daddynya? Tidak hyung!! tidak pernah!!!” Kyuhyun menatap kecewa pada Siwon dan tentu itu sangat menyakiti hati Siwon.

“Kau selalu mengecewakannya, harapan kecilnya selalu kau patahkan!! Seberapa besar kami berarti untukmu, hyung? jawab aku, apa sedikitpun tidak? Jawab aku, Choi Siwon!!!”

“CHO Kyuhyun, berhenti bertingkah kekanakan.” Bentak Siwon dengan kasar hingga Kyuhyun tersentak.

Namja cantik itu langsung meringis saat mendengar bahwa Siwon memanggil nama marga ayahnya bukan nama marga keluarga Siwon, yang masih suaminya.

“Bahkan kini kau sudah merubah margaku dengan yang dulu? Ah~ seharusnya aku sadar siapa diriku, hyung.”

“KYUHYUN BERHENTI!!”

“Pelankan suaramu, sebelum Suho menjadi ketakutan” Ucap Kyuhyun sambil menggertakkan giginya dan mendekati Suho yang sudah terlihat tidak nyaman dengan keadaan mereka.

“Mommy…hiks~”

“Sssst, jangan menangis sayang.”

“Baby…”

Tok, tok, tok…

Perkataan Siwon terhenti ketukan pintu mereka dari luar yang membuat Siwon melihat ke arah Kyuhyun yang bahkan enggan untuk melihat wajahnya lagi. Ia pun bergegas menuju pintu dan terlihat maid mereka yang penuh dengan kecemasan di wajahnya.

“Ada apa?”

“Nyonya Irene tuan…”

“Addy~ huhuhu~” Tangis Suho melihat Siwon meninggalkannya lagi.

“Nyonya Irene sepertinya akan segera melahirkan, tuan”

“Oh God…” Siwon menyisir rambutnya kebelakang dan melihat Kyuhyun dan Suho.

“Addyy~ angaaan~” Pinta Suho akhirnya yang membuat Siwon semakin bingung.

Kyuhyun hanya menatap suaminya itu dengan wajah datar sambil memeluk Suho dalam pelukannya yang terasa bergetar. Dan Siwon pun segera keluar dari sana meninggalkan mereka berdua tanpa satu kata pun.

Namja tampan itu langsung menghampiri Irene yang terduduk di tangga sambil meringis kesakitan. Bisa dilihat air ketubannya sudah merembes dari dalam pahanya dan Siwon dengan cepat mengangkat istrinya itu menuju pintu depan.

“Oppa~ sudah waktunya, to-tolong aku.”

“Ne, ne, ne, kita ke rumah sakit ne~ bertahanlah~”

Kyuhyun melihat semuanya. Dari Siwon yang sibuk menenangkan Irene noonanya dan bagaimana wajah panik Siwon saat membawa Irene ke mobil. Beberapa maid yang membantu Siwon mengantarkan mereka sampai mobil dan dua dari mereka mengikutinya ke rumah sakit.

“Semoga persalinanmu lancar Noona…”

Kyuhyun berpaling sambil menghapus airmatanya yang sejak tadi ia tahan agar tidak jatuh dihadapan Siwon. Namja cantik itu kembali masuk kedalam kamar dan mendekati Suho yang masih terisak memanggil daddy-nya.

Kyuhyun segera mengambil bocah kecil itu dalam pelukan dan memeluknya dengan erat sambil terus mencoba untuk menenangkan kesedihannya itu.

Kyuhyun duduk terpaku disana memikirkan semua yang sudah terjadi diantara mereka bertiga. Bahkan Kyuhyun memikirkan kembali pertengkarannya dengan Siwon yang tidak memiliki akhir bahkan awalnya.

Pikiran itu terus menggelayuti kepalanya entah sampai berapa lama.

.

.

Hingga saat tangisan pertama bayi Irene dan Siwon terdengar, pesawat yang membawa Kyuhyun dan Suho pun lepas landas meninggalkan cintanya, kebahagiaannya dan membawa pergi semua kesedihannya.

Tbc…

Ahahahahaha~ inilah yang sebenarnya terjadi. Maafkan kamiii..

Semoga angst nya berasa ya, maafkan kami menistakan mereka bertiga… ahhh…

Sampai jumpa di chapter selanjutnya.

We love you lovely readers.

With love,

Vie & Ms. Lee

Advertisements

102 thoughts on “The Day 8

  1. Siwon kamu selalu mematahkan hati suho dan kyuhyun, kamu tidak bisa tegas sama irene. Kasihan juga suho Siwon dia juga butuh perhatianmu.

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s