The Day 7


poster The day

The Day

(My Destiny Is Written)

Chapter 07

**

Selamat malam…maaf ya sudah seminggu^^

Tidak apa-apa kan? Kami tetap berusaha yang terbaik. semoga ini bisa menjadi pengisi waktu senggang kalian.

Jangan bunuh Irene, ato Siwon ato Kyu, yg lebih penting…jangan bunuh kami, kalau tidak ff ini tidak akan selesai.

Ahahahahaha.

Here you go…

**

Sebelumnya

Namun baru beberapa langkahnya berjalan, pandangannya terasa kabur dan kepalanya berkunang-kunang hingga ia harus berpegangan pada salah satu kursi disana. Selanjutnya yang Irene rasakan, dunia ini runtuh dan pandangannya pun gelap seluruhnya.

Belum sempat Ia mengucapkan kata atau memanggil suaminya, tubuh langsing cantiknya itu pun jatuh perlahan dan terkulai direrumputan. Saat itu umma Choi yang pertama kali berpaling melihat menantunya pergi dan matanya pun melebar seketika.

“IRENE!!!”

Umma Choi langsung menghambur mendekati menantunya itu dan mengangkat kepala Irene perlahan ke atas pahanya. Dengan wajah panik wanita cantik itu, mencoba membangunkan Irene dengan menggoyangkan bahunya.

Dibelakangnya Siwon juga berlari mendekati mereka dengan wajah shock yang membuat raut wajahnya berubah pecat.

Semua orang juga ikut panik melihat Irene yang terkulai lemas tidak berdaya, suhu badannya stabil tapi entah apa yang membuat Irene bisa tidak sadarkan diri secara tiba-tiba. Seakan de ja vu Siwon pun segera mengangkat Irene menuju mobilnya, di susul oleh kedua orang tua mereka dan juga Kyuhyun yang tidak lepas menggendong Suho.

“Baby, kau tunggu saja di rumah.” Ucap Siwon saat menyadari Kyuhyun dibelakangnya.

“Tidak hyung, aku harus mengetahui bagaimana keadaan noona.”

“Kyu…”

“Siwon cepatlah” Interupsi Appa Choi, Siwon bergegas menuju kemudinya dan Kyuhyun langsung masuk, serta merta duduk di samping Siwon dengan Suho yang tidak pernah lepas dari pelukannya.

Mereka pergi meninggalkan acara peseta yang sudah selesai itu dan membiarkan tamu-tamu mereka pulang terlebih dulu.

Sepanjang perjalanan mereka, didalam mobil Kyuhyun maupun Siwon tidak ada yang berbicara, sesekali mata mereka berpaling terus melihat ke jok belakang dimana Irene di tidurkan dengan kepalanya dipangkuan Umma Jung.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun tiba-tiba.

“Semua akan baik-baik saja, Baby.” Siwon menenangkan huswifenya sambil mencari tangan Kyuhyun dan menggenggamnya membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

.

.

Keadaan rumah sakit milik keluarga Jung siang itu terlihat sepi dan menenangkan sampai tiba-tiba menjadi ramai saat mobil Siwon dan 2 mobil lainnya tiba disana. Beberapa Dokter bahkan banyak suster yang keluar menuju loby saat Siwon dan Kyuhyun turun dari mobil mereka.

Itu semua dikarenakan sang pemilik rumah sakit besar itu sedang dalam keadaan sakit, yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Dokter Shim yang memang dokter keluarga mereka segera mendampingi suster yang membawa ranjang Irene menuju ruang periksa untuk menangani yeoja cantik itu secepatnya.

Sementara itu diluar para Umma saling menguatkan dengan berpelukan, sedangkan Appa Choi terlihat menggendong cucunya, Suho sembari memberikan lullaby kepadanya. Appa Jung terlihat duduk di samping pintu ruangan itu. Mereka tidak tahu apa yang sudah terjadi pada Irene hingga ia bisa pingsang secara tiba-tiba.

Lalu bagaimana dengan Siwon?

Ia kini sedang dalam pelukan hangat istri keduanya, Kyuhyun mengarahkan wajah Siwon untuk menghirup ceruk lehernya. Namja cantik itu mengelus punggungnya naik turun dengan lembut, menghantarkan kata-kata penenang bagi Siwon.

Hingga sudah 30 menit berlalu dan waktu seakan menjadi sangat lama bagi yang menunggu kabar dengan wajah cemas masih meliputi semuanya. Tidak terkecuali si kecil Suho yang walau di gendong oleh Appa Choi, seakan mengerti dengan enggan menutup matanya namun dengan kepala yang direbahkan dibahu kakeknya.

Krieet…

Pintu ruangan itu pun akhirnya terbuka, menampilkan sosok namja berperawakan kurus, tinggi memakai pakaian dokternya yang selama ini selalu menjadi dokter keluarga Choi dalam hal apapun.

“Bagaimana keadaan Irene?” Tanya Siwon langsung berdiri bersama Kyuhyun.

“Semua baik-baik saja, Irene hanya mengalami kelelahan.” Jawab dokter itu dengan senyum menenangkan.

“Syukurlah~” Nada pelepasan kekhawatiran jelas terdengar dari semua yang ada disana.

“Kami akan membawa nyonya Choi menuju ruang rawat dan…”

“Dan??” Tanya mereka bersamaan.

Dokter Shim berjalan mendekati Siwon dengan tenangnya kemudian ia pun mengulurkan tangannya yang membuat dahi Siwon mengernyit namun tetap menyambut uluran tangan itu.

“Selamat Siwon-ssi, kau akan segera menjadi seorang ayah, sekali lagi.” Ujarnya kemudian dengan wajah yang sulit diartikan.

“MWO??” Semua mata yang ada disana menatap Dokter itu dengan tidak percaya.

Berbagai ekspresi terpatri diwajah mereka semua, bahkan tanpa sadar umma, appa Choi berpaling melihat Suho kemudian melihat menantunya Kyuhyun. Sementara Kyuhyun dan Siwon masih membeku ditempat mereka tanpa bisa menjawab apa-apa menerima berita baru itu.

Kyuhyun hanya diam disamping Siwon menatap yang tidak pasti didepannya itu, dia mendengar sangat jelas bagaimana dokter Shim menyelamati Siwon. Irene, noona nya akan segera memiliki seorang bayi. Seorang Choi yang seharusnya. Ia mengarahkan pandangannya pada Suho yang masih dalam gendongan Appa Choi yang sesekali memegang rambutnya.

“Ya, Irene sedang hamil 2 bulan, selamat~ untuk kalian semua.” Setelah mengucapkan itu dokter Shim pun segera berlalu meninggalkan kesunyian itu.

“Ah ya~ aku… itu…” Siwon tidak tahu haru berkata apa, ia masih tidak mengerti dengan kejadian yang terlalu cepat ini. Tetapi belum pulih akan kebingungannya, terlihat dua perawat membawa Irene menuju salah satu ruang rawat VIP.

Siwon langsung mengikutinya dari belakang dan langsung memasuki kamar rawat Irene begitu sampai disana, begitu juga semua yang ada disana. Hanya ada Kyuhyun, Appa Choi yang tertinggal diluar dan juga Suho yang masih betah dalam dekapan kakenya.

“Kyu…” Panggil Appa Choi tiba-tiba.

Appa Choi menyerahkan Suho kepada Kyuhyun yang hanya di ambilnya dalam diam.

“Ada apa?” Tanya Appa-nya itu dengan nada khawatir.

“Heum? Waeyo appa?” Kyuhyun balik bertanya.

Kyuhyun memandang Suho yang mulai menyamankan dirinya dalam dekapan hangatnya itu, sepertinya Suho sudah mulai kelelahan.

“Aniyo…appa lihat…”

“Gwencahan, Appa.” Kyuhyun berusaha tersenyum.

“Tidak akan ada yang berubah, walau Irene sedang mengandung. Kau adalah menantu Appa serta Umma dan Suho adalah cucu pertama Appa dan Umma, araseo” Ucap appa Choi tegas membuat Kyuhyun terkejut.

Appanya seolah bisa membaca apa yang ada dalam kepalanya itu, namun akhirnya Kyuhyun pun menganggukan kepalanya. Appa Choi melihatnya dengan senyum menenangkan kemudian segera berlalu menuju ruang rawat Irene.

Kyuhyun yang tinggal sendirian lebih memilih untuk berjalan tidak tentu arah di lorong rumah sakit itu sambil terus berpikir. Entah kenapa Kyuhyun tidak ingin segera bertemu dengan Irene dan melihatnya, Ia ingin menenangkan diri dan juga menidurkan Suho saja.

Didalam kamar itu pasti sudah banyak orang yang menunggu Irene tersadar dan akan berbahagia bersamanya dengan berita yang mereka terima itu.

Hingga langkah Kyuhyun pun terhenti pada ruangannya, ruangan yang dulu ia pakai saat koas dirumah sakit itu.

“Mommy akan mulai kembali bekerja, apa Suho tidak masalah?” Tanyanya entah pada siapa karena kini bayi gemuk yang berada dalam gendongannya telah terlelap dengan nyaman.

“Kyu…” Panggil seseorang tiba-tiba.

Kyuhyun menolehkan wajahnya dan melihat sahabat sekaligus hyungnya sedang tersenyum kearahnya. Namja cantik itu segera berjalan mendekati namja imut dan memeluknya sekilas.

“Ryeong.” Sapanya.

“Bagaimana kabar Irene noona?”

“Dia sudah dibawa ke ruang perawatan.”

“Lalu kau sendiri? Mengapa ada disini? Udara malam tidak baik bagimu dan Suho, terlebih kau tidak memakai jaket.” Ucap Ryeowook dengan wajah khawatirnya seperti biasa.

Kyuhyun tidak menjawab apa-apa dengan nasehat itu, ia hanya semakin mengeratkan gendongannya agar Suho merasa hangat.

“Masuk dulu ke ruanganku.” Ryeowook akhirnya menarik lengan Kyuhyun membawanya masuk ke dalam ruangannya dulu.

Lalu namja imut itu segera mengambil gelas dan menuju dispenser yang ada disana dan kembali pada Kyuhyun.

“Ayo, minumlah” Ia menyodorkan gelas berisi air putih hangat itu.

“Gomawo.” Jawab Kyuhyun mengambil gelas itu dengan sebelah tangan lalu meneguknysa sedikit.

“Heum, lebih baik baringkan Suho dulu, Kyu.” Ryeowook kembali berjalan menuju sofa, mengambilkan jaketnya sebagai alas tidur dan tak lupa membawa selimut yang memang ia persiapkan dalam lemari di ruangannya.

Kyuhyun tidak banyak membantah, ia pun segera membaringkan Suho di sofa itu dan menyelimutinya dengan rapat agar tetap menjaga kehangatan bayi kecilnya. Ia menelusuri wajah tidur Suho yang damai itu dan mengikatnya dalam ingatan.

.

.

Sementara itu di ruangan VIP Irene.

Ruangan besar itu hanya terdiri dari satu ranjang, lemari, dan sofa untuk tamu yang akan menunggu pasien disana. Satu kursi yang diletakkan disamping ranjang menjadi tempat Siwon duduk dan menyusuri wajah cantik Irene yang seperti tertidur.

Tapi tidak, Yeoja cantik itu hanya memejamkan matanya saat menunggu semua anggota keluarganya ada disana untuk keluar dari ruangan. Siwon berkata pada mereka, Irene baik-baik saja dan biar saja yang menungguinya sampai dia bisa pulang nanti.

Karena percaya pada Siwon dan dokter Shim, para appa dan umma segera keluar dan pulang ke rumah mereka masing-masing sambil menunggu kepulangan istri pertama Siwon itu.

“Sayang~ apa yang kau pikirkan?” Tanya Siwon setelah mereka menghilang.

“Maafkan aku oppa.” Irene membuka matanya.

“Kau bilang padaku, sakit itu tidak bisa membuatmu hamil.”

“Aku juga tidak tahu, tapi kita tidak pernah memakai pengaman kan?”

“Mmm~ i-iya, tapi~ apa ini tidak berbahaya?”

“Oppaa~” Irene menggenggam tangan Siwon yang ada diperutnya.

“Oppa hanya khawatir.”

“Aku sudah lama sangat menantikan ini, oppa~”

“Oppa tahu.”

“Buah hati kita, bukti dari cinta kita.” Ucap Irene dengan mata berbinar, tapi Siwon hanya diam saja.

“Dokter Shim bilang apa?”

“Tidak ada apa-apa, dia bilang aku hanya harus menjaga kesehatan dan kekebalan tubuhku.”

“Tidak ada pengaruh dengan bayimu?”

“Bayi kita, tidak~ katanya aku bisa mengandungnya.”

“Benarkah?”

“Benar oppa~ jangan bertanya lagi, apa kau tidak senang?” Irene mengerucutkan bibirnya.

“Ba-baiklah~ oppa hanya tidak ingin terjadi apa-apa.”

“Tidak akan, sekarang dimana Kyunnie? Dia tidak menjengukku?”

“Ahh~ tadi dia bersama appa~ Suho juga bersamanya.”

“Panggil dia, aku ingin berbagi dengannya.”

“Baiklah, tunggu sebentar.” Ucap Siwon beranjak dari kursinya.

Namja tampan itu langsung keluar dari sana untuk mencari Kyuhyun dan membawanya masuk, saat itu dokter Shim berpapasan memasuki ruangan Irene yang membuatnya hanya menundukkan kepalanya sekilas.

Kemudian Siwon pun segera mencari huswife cantiknya yang berada diluar ruangan itu namun tidak terlihat bayangannya sekalipun.

Karena Kyuhyun tidak ada disana.

.

.

“Ada yang ingin kau ceritakan, Kyu? Aku disini bersamamu” Ucap Ryeowook akhirnya setelah cukup lama mengamati setiap gerakan dongsaengnya itu.

Namja imut itu segera beranjak menuju kursinya untuk menjadi pendengar yang baik untuk Kyuhyun, namun belum pun ia duduk dengan benar, Kyuhyun sudah memeluknya dari belakang dan membuatnya berhenti.

Tanpa kata-kata Kyuhyun menempatkan wajahnya di bahu Ryeowook dan menghirup nafasnya dalam-dalam. Namja imut itu pun berdiam diri dan memberikan waktu bagi Kyuhyun untuk menenangkan perasaannya yang diketahui sedang tidak menentu itu.

“Tenanglah, Kyu~” Ucapnya kemudian setelah beberapa saat sambil menepuk-nepuk lengan Kyuhyun yang ada dipinggangnya. “Ayo duduk dulu lalu kau minum dan ceritakan.”

Kyuhyun kembali mengikuti keinginan Ryeowook dan melepaskan pelukannya, lalu duduk di depan Ryeowook mengambil gelasnya yang masih berisi air itu dan meminumnya dengan cepat.

“Lalu?” Tanya Ryeowook memulai.

“Aku takut.” Jujur Kyuhyun akhirnya.

“Takut?”

Kyuhyun menengadahkan wajahnya, agar air mata yang ditahannya tidak jatuh saat itu juga.

“Aku tidak mengerti.”

“Kau tau, bukan? Aku diminta Irene noona untuk menikah dengan Siwon Hyung karena ia menginginkan keturunan?” Ryeowook mengangguk, “Saat ini, ah~maksudku tadi dokter Shim mengatakan bahwa… Irene noona sudah mengandung 2 bulan.”

“Mwo??”

“Ne, aku… aku sungguh takut Ryeong, apa yang harus aku lakukan?” Kyuhyun menutup wajah dengan kedua tangannya.

“Apa yang kau takutkan Kyu?”

“Aku takut jika, jika Suho… sudah tidak diinginkan oleh Siwon Hyung dan keluarganya.”

“Jangan berpikiran macam-macam Kyu.”

“Tapi itulah yang aku pikirkan saat ini.”

“Tapi itu semua tidak akan pernah terjadi.” jawab Ryeowook cepat.

“Kenapa kau bisa yakin?”

“Karena Siwon Hyung mencintaimu, Suho juga adalah cucu pertama mereka. Mana mungkin mereka akan membuangmu begitu saja, terlebih kini Irene noona sedang mengandung, apakah kau ragu akan ketulusan cinta Siwon Hyung padamu? Bahkan Irene noona sangat menyayangimu, Kyu. Mana mungkin itu terjadi?”

“Tapi bisa saja kan?”

“Kyu~ oh ayolah, jangan berpikiran buruk, seharusnya kau senang bukan? Suho akan mempunyai adik.”

Kyuhyun menundukkan kepalanya, ia kembali memikirkan apa yang Ryeowook katakan. Sungguh pikiran-pikiran jahatnya kini memaksa menggelantung dalam otaknya.

Bagaimana bisa dia melakukan hal ini? Bahkan dulu saat Irene mengetahui dirinya hamil, dia adalah orang pertama yang sangat bahagia. Mengapa kini Kyuhyun seakan menjadi seseorang yang serakah?

“Maafkan aku Noona” Gumam Kyuhyun pelan.

“Sudahlah Kyu, wajar kau memikirkannya, tetapi aku yakinkan bahwa semua itu tidak mungkin akan terjadi, mengerti?”

Melihat Suho menggeliat dan takut terjatuh, Kyuhyun segera menghampirinya. Tetapi deringan telephone membuatnya untuk memeriksa ponselnya, terlihat My Husband calling di layar ponsel pintarnya itu.

“Angkatlah, aku akan menjaga Suho.”

Kyuhyun menjauh dari sana, agar tidak mengganggu tidur nyamannya Suho, kemudian ia segera menarik garis hijau untuk menerima sambungan.

>Baby… kau dimana sayang?<

“Aku ada di ruangan Ryeong, Hyung. Bagaimana Noona?”

>Dia sudah sadar dan menanyakan keberadaanmu<

Kyuhyun menggigit bibirnya, sungguh pemikirannya tadi seakan membuatnya menjadi seorang yang jahat bahkan kini Siwon menghubunginya karena Irene menanyakan dimana keberadaanya.

>Baby.. kau masih disana kan?<

“Hyung. Eum.. Suho masih tidur, nanti aku akan segera kesana.”

>Tidak perlu Baby, lebih baik kau pulang saja. Kasihan Suho, nanti Hyung akan meminta tolong supir untuk mengantarmu pulang, gwencahana?<

“Ne gwenchana, Hyung akan menemani… Noona?”

>Ya.. aku akan berada disini malam ini<

“Ah ya, baiklah, eum Hyung sepertinya Suho sudah bangun dan mencariku.”

>Baiklah. hati-hati dijalan Baby, dan ucapkan selamat malam untuk Baby Su<

“Ya, selamat malam juga Hyung.”

.

.

Sejak kejadian itu dua hari sudah berlalu, selama dua hari itu juga Siwon menemani Irene di rumah sakit. Hanya beberapa menit dalam sehari ia akan pulang untuk mengganti baju dan bercengkrama sebentar dengan Suho, setelahnya Siwon akan segera menuju rumah sakit kembali.

Kyuhyun sendiri sudah menjenguk Irene sehari sebelumnya bersama Suho, tetapi tidak berlangsung lama dikarenakan rumah sakit tidak terlalu baik bagi anak kecil seusia Suho dan lagi Suho merengek berada didalam ruangan itu.

Seperti yang sudah dikatakannya, Kyuhyun akan memulai kembali kegiatan kedokterannya minggu depan, maka sebelum itu ia masih bisa menjaga Suho dengan baik seorang diri.

Walau ada rasa dihatinya dimana ia pun merindukan Siwon bersama mereka dan mendapatkan perhatian suaminya itu seperti kemarin lalu, tetapi tentu saja ia tidak boleh egois karena kini Irene sangat membutuhkan perhatian Siwon juga.

.

.

“Oppa…” Panggil Irene tiba-tiba.

“Ne?”

“Aku sudah tidak betah berada disini, kita pulang saja.” Irene merajuk dengan pout dibibirnya.

“Tapi dokter Shim bilang…”

“Oppa…” Irene menyidekapkan tangannya di dada, tanda ia sudah marah dan Siwon hanya mendekati lalu mencium pipinya.

“Egois much, huh?”

“Eum!!” Jawab Irene jujur.

“Baiklah, aku akan memberitahukan pada dokter Shim jika besok kau akan pulang”

“Hari ini Oppa..”

“Tapi..”

“Aku merindukan Kyunnie dan juga Suho, pliiisss…” Irene mencoba untuk membujuk Siwon.

Siwon pun merindukan istri keduanya itu dan tentu saja baby boynya yang menggemaskan, tetapi ia harus menjaga Irene di rumah sakit terlebih kini Irene sedang mengandung anak mereka.

“Baiklah..”

“Oppa memang yang terbaik” Irene mengambil satu kecupan di bibir Siwon yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Siwon dan ia pun berlalu menuju keluar ruang rawat.

.

.

Dijalan menuju pulang, Irene melihat sebuah toko berbagai permen dan membuat binar matanya menjadi semakin indah.

“Oppa”

“Ne?”

“Berhentikan mobilnya.”

“Mwo??”

“Aku mau itu” Tunjuk Irene menuju toko permen.

“Aigooo… dalam masa mengidam eoh?”

Irene hanya mengangguk senang dan Siwon pun dengan senang hati mengikuti keinginan istrinya untuk dibelikan permen yang diharapkannya. Setelah memborong berbagai rasa dan warna permen yang ada disana, Siwon segera kembali ke mobilnya dan pergi darisana.

Irene melihat permen yang kini dipangkuannya itu dengan wajah berbinar-binar, walau begitu tidak satu pun permen yang dibuka dan dimakan olehnya.

“Untuk Kyunnie~ dia pasti suka.” Ucap Irene tiba-tiba.

“Kyunnie bukan anak kecil, chagi.”

“Biar saja!! Dia pasti suka.” Bantah yeoja cantik itu mengerucutkan bibirnya.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya dan kembali focus pada jalan didepannya sampai akhirnya mereka tiba didepan gerbang Istana mereka.

Begitu tiba didepan pintu, Irene langsung mencari dimana keberadaan Kyuhyun dan Suho karena ia benar-benar merindukan kesayangannya itu.

Kyuhyun yang ada dikamarnya menidurkan Suho langsung tersentak kaget saat tiba-tiba pintu kamarnya dibuka secara paksa.

“Noonaa!!” Kyuhyun menatap Irene tidak percaya.

“I miss youuuu~” Seru noonanya itu sambil menghambur memeluknya dengan erat.

Sementara Kyuhyun hanya mengernyit bingung melihat tingkahnya itu dan menyadari dibelakang Irene terlihat Siwon sedang tersenyum menenangkan padanya.

“Dia merindukan kalian.” Ucap Siwon.

Dan Kyuhyun pun membalas pelukan itu dengan erat lalu melepasnya kembali untuk melihat wajah cantik noonanya yang kini lebih berseri-seri. Mau tidak mau Kyuhyun ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang ada diwajah noona cantiknya itu.

“Noona istirahat yang banyak ne?”

“Tenang saja~ aku akan memasak dulu, Ini untukmu.” Irene menyerahkan semua permen yang sudah dibelikan Siwon untuknya.

“Mwoooo??”

“Aku ingin makan masakanku sendiri.” Ucap Irene kemudian membuat mata Kyuhyun melebar. “Ahh, noona minta umma Choi saja yang memasakkannya, benarkan?”

“N-nee~” Jawab Kyuhyun ragu.

Dengan cepat yeoja cantik itu keluar dari kamar Kyuhyun menuju kamarnya untuk menghubungi umma Choi dan membawakannya sup buah yang segar. Sementara Kyuhyun yang tinggal bersama Siwon merasa gugup tiba-tiba karena ia tidak tahu bagaimana harus bersikap.

Jika Siwon tidak memulainya mungkin mereka hanya akan berdiri berhadapan selamanya dengan kegugupan itu. Namun Siwon yang juga merindukan huswifenya segera menarik pinggang Kyuhyun dan memeluknya dengan erat.

“I really miss you, baby.” Bisik Siwon pelan dibahunya.

“Hyungg~” Kyuhyun langsung mengalungkan lengannya dileher suaminya itu dan membenamkan wajahnya dileher wangi itu. “I miss you too.”

Keduanya sama-sama menikmati pelukan hangat yang sudah lama tidak dirasakan itu, walau sebenarnya baru saja dua hari mereka tidak bersentuhan.

“Gwenchanayo?” Tanya Siwon setelah beberapa saat.

“Aku tidak.  Anio, setiap menit aku merindukanmu.” Jawab Kyuhyun dilehernya.

“Bahkan setiap tarikan nafasku aku mengingatmu.” Balas Siwon jujur tentang perasaannya.

Dan itu tentu saja membuat perasaan cinta Kyuhyun membuncah didadanya hingga ia semakin mengeratkan pelukannya dan menyeruakkan wajahnya diceruk leher suaminya. Dan entah berapa lama pelukan itu tidak terlepas bahkan terlihat semakin erat saja sampai suara Suho mengagetkan keduanya.

“Mmmm~”

“Dia juga rindu.” Ucap Kyuhyun dan melepas pelukannya dengan enggan.

Siwon hanya tersenyum menenangkan kemudian menunduk untuk melihat putra kecilnya itu dan mengecup keningnya.

“Mmm~dydy…”

“Jagoan daddy~ apa merindukan daddy juga?” Tanya Siwon dengan wajah jenakanya.

Sebagai jawaban Suho merentangkan kedua tangannya seperti meminta Siwon untuk mengambilnya. Dan itulah yang dilakukan Siwon dan duduk diranjang mereka dengan membuat Suho berdiri dipangkuannya.

Kyuhyun juga duduk disampingnya melihat wajah riang Suho melihat daddy-nya lagi membuat Siwon langsung mengecup bibir mungil merah itu. Kemudian ia berpaling melihat Kyuhyun yang begitu dekat dengannya.

Tanpa aba-aba namja tampan itu langsung mengecup bibir Kyuhyun sekilas hingga mata namja cantik itu terbelalak dan memberinya death glare yang mematikan.

“Didepan Suho.”

“Ahahaha~ dia belum mengerti,”

“Sama saja!!” Bantah Kyuhyun.

Siwon tidak peduli malah kembali mendekatkan wajahnya dan Kyuhyun langsung berpaling melihat kearah lain dan membuat leher jenjangnya terlihat. Tanpa permisi Siwon langsung mengecup leher putih nan wangi itu hingga Kyuhyun tersentak kaget.

“Hyung!!”

“Ahahaha~ mommy pelit, baby~” Lapor Siwon pada Suho membuat bayi kecil itu tertawa dengan riangnya.

Melihat itu Siwon langsung mendekatkan wajahnya pada Suho dan menyentuhkan ujung hidung mereka bersamaan beberapa kali hingga tawa Suho terdengar sangat keras. Bayi kecil itu benar-benar merasa senang apa yang dilakukan daddy-nya itu bahkan Kyuhyun juga ikut tersenyum melihat mereka berdua.

‘Semoga kebersamaan ini kekal selamanya’ Harap Kyuhyun dalam hatinya.

Namun sayang, harapan selalu tidak pernah sama dengan kenyataannya.

Saat Irene terlihat dipintu kamar mereka dan memanggil Siwon untuknya, Kyuhyun harus melepaskan kebahagiaan kecilnya itu dengan senyuman. Siwon menyerahkan Suho kembali padanya dan mengecup kening bayi itu kemudian keningnya.

Lalu segera keluar dari sana menemui Irene yang berdiri dipintu dengan wajah yang tidak sabaran. Begitu mereka pergi dari sana Kyuhyun hanya bisa menghela nafasnya dan segera menutup pintu kamarnya dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan.

Semua akan terasa berbeda.

.

.

Dan setelah hari itu, kehamilan Irene dimulai dengan mengidamnya yang memusingkan kepala Siwon, dari mulai berbelanja pakaian, aksesoris bahkan sepatu-sepatu cantik sampai duduk di salon seharian penuh memanjakan dirinya dengan perawatan.

Hal itu terjadi bukan hanya sehari dua hari yang membuat Siwon bingung, tapi itu berlangsung berhari-hari sampai ia harus membatalkan beberapa meetingnya dikantor.

Bahkan Siwon hanya pergi ke kantor 3 hari dalam seminggu karena dalam 3 hari itu Siwon menemani Irene menghabiskan waktunya shopping dan mendekam di Salon kecantikan.

Mengidam itu memang tidak merugikan orang lain atau siapapun, tapi keadilan Siwon yang mempunyai tanggung jawab lain di rumah itu jadi dipertaruhkan. Dalam seminggu, Siwon bahkan hanya bisa melihat putra dan istri keduanya itu hanya beberapa saat.

Irene seolah mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya sejak dulu yang ia pinjamkan sementara pada Kyuhyun.

Memikirkan hal itu, beribu jarum-jarum kecil menusuk hati Kyuhyun hingga sakitnya tidak bisa ia bayangkan sebelumnya. Kyuhyun bahkan belum memeluk suaminya itu sekali pun sejak terakhir mereka bermanis-manis ria dikamar.

Dan itu terjadi sekitar sebulan yang lalu, selama ini Kyuhyun hanya bisa melihat sekilas suami tampannya saat ia masuk ke kamar dan mengecup kening Suho yang tertidur dengan pulasnya.

Mereka hanya bisa berbicara sepatah dua kata saat bertemu dan Siwon menenangkannya dengan senyum dimplenya yang memesona. Senyum itu yang bisa membuat Kyuhyun bertahan dan tidak mengutarakan isi hatinya yang sangat merindukan suaminya itu.

“Kau bahkan tidak sempat mengucapkan kata cintamu untukku, hyung.” Gumam Kyuhyun saat Siwon kembali dipanggil Irene.

.

.

.

Hari terus berlalu dengan keadaan yang tidak biasa itu sampai kehamilan Irene memasuki bulan yang keenam, kejadian itu membuat hati Kyuhyun bagai dihantam dengan batu.

Hari itu Kyuhyun bertugas di rumah sakit sampai sore dan meninggalkan si kecil Suho bersama maid dan daddy-nya di rumah. Karena Siwon tidak ke Kantor, Kyuhyun merasa tenang meninggalkan putra mereka di rumah bersamanya.

Usia Suho yang hampir genap setahun itu membuatnya semakin aktif dan semakin mengerti apa yang terjadi disekitarnya. Termasuk dengan meminta daddy-nya menuruti semua keinginannya untuk bermain bersama.

Tapi yang terjadi saat Kyuhyun sampai dirumahnya, bahkan didepan pintu istana itu, ia bisa mendengar suara tangisan Suho yang menggema didalamnya.

Dengan cepat Kyuhyun mencari asal suara dan menemukan suho kecil duduk dipermadani-nya dengan mainan yang berantakan dan menangis dengan kencang.

“Oh my god!! My baby~ apa yang terjadi?” Tanya Kyuhyun langsung menghambur mendekatinya.

“Ommyyyyy~huaaaaa~” Tangis Suho dengan sedihnya lalu berdiri dengan cepat memeluk mommy-nya tercinta. “Huuu~ addy jaaaat~”

“Mwoo? Kenapa daddy jahat? Dimana daddy?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

Tapi Suho kecil hanya semakin menangis dan membenamkan wajahnya dileher Kyuhyun dan menangis sesengukan disana. Kening Kyuhyun bertambah kerutannya karena ia benar-benar tidak mengerti apa yang sudah terjadi sebelumnya.

‘Dimana kau hyung?’ Tanya Kyuhyun dalam hati sambil mengedarkan pandangannya.

Tiba-tiba salah satu maid berlari tergesa-gesa menghampiri mereka dengan botol susu Suho ditangannya. Wajahnya menampakkan kekhawatiran dan rasa bersalah yang sangat dalam.

“Maafkan aku nyonya.” Ucapnya cepat begitu melihat Kyuhyun.

“Ada apa? Kenapa dia menangis?” Tanya Kyuhyun tajam, maid itu yang bertugas menjaga Suho selama ia pergi.

“Tu-tuan muda, di-dia…”

“Apa yang terjadi? Kenapa dia menangis? Dimana daddy-nya?”

“I-itu…”

.

.

Beberapa menit sebelumnya.

“Addy, ayuk, ayuk, ayuk, ain~” Ajak Suho dengan riangnya saat melihat Siwon keluar dari kamar.

“Hooo~ Babyboy kita akan main kuda kan?” Siwon langsung mendekati Suho ditempatnya bermain.

“Neee~ aduda~adudaaa~” Riang Suho penuh semangat sambil melompat kecil karena akan menaiki kuda alias punggung daddy tampannya.

Selama ini Suho hanya bisa bermain dengan daddy-nya itu sebentar saja, karena umma Irenenya terlalu memonopoli daddy tampannya itu untuk dirinya sendiri. Tapi Siwon yang berusaha bersikap seadilnya selalu menyempatkan waktu untuk bersama putranya dan Kyuhyun.

“Dudok cini~ adudaa~” Ucap Suho memanggil daddynya dengan mengayunkan tangan kecilnya itu.

“Hahaha~ aduda duduk cini?” Tanya Siwon lagi sambil menuruti keinginan Suho dengan duduk dipermadani itu.

“Eheee~adudaaa~” Suho langsung menghempaskan tubuhnya dipunggung Siwon yang membuat daddy-nya sedikit tersentak.

“Ahahaha~ semangatnya anak daddy~”

“Aduda, addy~” Pinta Suho dengan nada manja.

“Ne, ne, ne, ne, aduda~” Ucap Siwon sambil berusaha untuk tidur terlungkup agar Suho bisa duduk dipunggungnya yang dijadikannya kuda.

Wajah Suho langsung berbinar-binar melihat gerakan daddy-nya yang membuat Siwon tersenyum bangga bisa membuat wajah polos itu bahagia. Namun baru saja Suho mengangkat kaki kecilnya untuk naik kuda, suara seseorang menghentikan kegiatannya.

“Mmma~” Panggil Suho melihat Irene ummanya datang.

“Babyboy~ muaach~” Irene langsung mengecup kening Suho penuh sayang.

“Ada apa, chagi?” Tanya Siwon pada Irene.

“Oppa~ ayo ke kamar sebentar.” Pinta Irene.

“Mwo? Kami sedang bermain Irene.”

“Tapi aku..mmm~ oppa…” Irene tidak bisa mengatakan keinginannya.

“Suho ingin bermain kuda, ada apa chagi? Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon sambil duduk kembali.

“Babysu~ umma pinjam daddy sebentar ne? nanti umma kembalikan~ sebentar saja?” Ucap Irene pada Suho yang hanya terdiam mendengar kata-kata yang panjang itu.

“Irene…”

“Ayo oppaaa~” Yeoja cantik itu langsung menarik tangan suaminya untuk berdiri dan kemudian membawanya ke kamar dilantai atas.

Suho yang melihat mereka hanya bisa terdiam tanpa bisa mengucapkan kata-kata protesnya karena ia memang belum bisa bicara sepenuhnya. Tapi walau begitu, hati kecilnya mengerti bahwa ia sudah dikecewakan tanpa mereka menyadarinya.

Dan tidak perlu menunggu waktu lama, wajah polos nan chubby itu pun berubah keruh sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan besar itu. Suho kecil menyadari bahwa ia hanya seorang diri dan isakan kecilnya pun tidak bisa ditahan lagi.

“Ommy…hiks” Panggilnya dengan suara lirih.

Tidak ada mommy-nya disana, ia masih bekerja dirumah sakit dan baru akan pulang sebentar lagi. Suho tahu itu, tapi hanya mommy yang bisa mengobati luka kecil dihatinya itu hingga ia kembali memanggil mommy-nya tercinta.

“Ommyy~”

Beberapa detik kemudian, pecahlah tangis itu hingga membuat maid-maid yang bekerja dibelakang menghambur mendekatinya. Mereka langsung ingin mengambilnya dan menggendongnya namun Suho kecil menepis tangan mereka tidak ingin.

Suho hanya menginginkan mommy-nya bukan orang lain, ia hanya ingin mommy yang menenangkannya setelah daddy membuatnya kecewa. Hinnga beberapa dari mereka benar-benar berusaha mendiamkan bocah kecil itu dengan segala cara.

Tangis Suho mereda, tapi tidak dengan kesedihannya, karena setiap ia mengingat kembali tangisnya pun langsung pecah kembali. Mau tidak mau maid-maid itu langsung berlari kedapur untuk membuatkan susu untuknya mungkin saja Suho akan lebih tenang.

Saat itulah Kyuhyun datang.

.

.

Wajah Kyuhyun langsung berubah setelah mendengar kejadian yang sebenarnya sebelum ia datang, hati Kyuhyun terasa digenggam dengan sangat erat yang membuatnya tidak bisa bernafas.

Kekecewaan yang sangat besar tertuju untuk suaminya yang tampan itu yang sudah melalaikan tugasnya sebagai seorang daddy. Siwon tega mematahkan hati kecil putranya yang hanya meminta waktunya untuk bermain sebentar.

“Tuan besar ada diatas, nyonya.” Ucap maid yang lain tiba-tiba datang untuk membantu temannya yang sudah berkeringat dingin.

Tanpa menjawab apa-apa lagi Kyuhyun langsung berjalan menaiki lantai dua menuju kamar Siwon dan Irene. Sementara maid dibelakangnya hanya bisa menganga dengan nafas tercekat memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kyuhyun berjalan perlahan mendekati pintu itu yang ternyata tidak ditutup dengan sepenuhnya hingga ia bisa melihat apa yang ada didalamnya. Kyuhyun membuka pintu itu sedikit lebih lebar dan melihat dengan jelas Siwon dan Irene tertidur dengan nyaman diranjang mereka.

Irene tidur dalam pelukan Siwon dengan tangan namja tampan itu ada diperut-nya yang sudah agak membesar. Sekali lagi hati Kyuhyun bagai dicabik-cabik dengan kasar saat melihat pemandangan didepannya itu.

Bahkan Suho yang sembunyi dilehernya juga ikut mendongakkan kepalanya melihat apa yang dilihat mommy-nya itu. Seketika kesedihannya kembali lagi dan detik itu pula Suho kembali menangis sambil memanggil daddy-nya.

“Addyyy~~huhuhuhu”

Kyuhyun langsung mendekap Suho didadanya agar tangisan itu tidak terdengar lalu segera menjauh dari kamar itu dan menuju kamarnya yang berada tidak jauh dari sana. Saat tangannya membuka gagang pintu kamarnya sendiri Kyuhyun bisa melihat gerakan ada dipintu kamar Irene.

Disana Siwon berdiri dengan nafas yang tercekat dan wajah blank menatap Kyuhyun tanpa bisa mengucakan satu katapun. Namun Kyuhyun melihatnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan namja tampan itu hingga membuat dada-nya semakin sesak.

“Addy jaahaat~” Ucap Suho melihat Siwon dengan tatapan sedihnya.

Kyuhyun kembali memeluk Suho dengan eratnya dan membelai kepalanya penuh sayang dan kembali melihat suaminya yang bergerak pun ia tidak bisa.

“Kau mengecewakanku, hyung.”

Satu kalimat itu cukup dari Kyuhyun dan namja cantik itu langsung masuk ke kamarnya dengan mengunci pintunya dari dalam. Dan itu menjadi tanda bahwa Siwon tidak diizinkan masuk dan menemui mereka.

Bahkan kemudian Kyuhyun dan Suho tidak terlihat di meja makan untuk sekedar makan malam. Tapi namja cantik itu keluar saat tidak ada lagi orang disana dan mengambil makanan untuk putra kecilnya lalu masuk kembali tanpa sepatah kata pun.

Walau Siwon sengaja menunggunya untuk berbicara, Kyuhyun dengan kasar menarik tangan yang dipegang Siwon saat namja tampan itu mencegahnya masuk kembali ke dalam kamar.

“Pikirkan apa yang sudah kau lakukan selama ini.” Ucap Kyuhyun datar dan kembali menutup pintu itu didepan wajah Siwon.

Setelah itu suasana dingin terus mendera diantara Kyuhyun dan Siwon, bahkan Suho juga ikut menjaga jarak dari daddy-nya tanpa bocah kecil itu sadari. Hanya saja jika Siwon bersamanya itu akan hanya bertahan sebentar saja, selanjutnya Suho akan mencari mommy atau maid yang menjaganya.

Keanehan itu tentu saja selalu luput dari mata Irene yang memang disengaja Kyuhyun agar noona cantiknya itu tidak melihat semuanya dan tidak menyadari apa yang sudah terjadi.

Kyuhyun menahan kesakitan itu sendirian dan memaklumi posisinya sebagai yang kedua diistana itu bahkan dimata Siwon. Tidak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun karena Irene noonanya yang membuat semua itu terjadi walau tanpa disadarinya.

**

Sampai suatu hari yang cerah dibulan Juli, Irene sedang duduk di sofa menikmati cemilannya dengan usia kandungannya memasuki bulan keenam minggu kedua dan Kyuhyun yang baru saja siap untuk berangkat ke Rumah Sakit.

Namja cantik itu sedang mengurus keperluan Suho sebelum ia tinggalkan sementara dan tidak terlalu memperhatikan noonanya itu, hingga suara tangisan kecil itu pun semakin terdengar oleh telinga Kyuhyun.

“Noona?” Kyuhyun berpaling melihat noonanya.

“Kyunnie…” Panggil Irene dengan sedihnya.

Kyuhyun bergegas menuju Irene, ia mensejajarkan dirinya dengan berjongkok di depan noonanya itu. Sedikit banyak ia mengerti apa yang dialami Irene selama kehamilannya karena ia sudah pernah merasakannya.

“Noona kau kenapa?”

“Maafkan aku…”

“Mwo?? Apa maksud Noona? Apa Noona sakit? Dimana?” Cecar Kyuhyun dengan segala kekhawatirannya.

“Bukan…aku…”

“Lalu? Ada apa?”

“Aku… aku ingin Siwon Oppa.”

Raut kegelisahan Kyuhyun berubah menjadi sedikit sedih mendengar penuturan noonanya itu. Beginikah rasanya dulu saat ia mengidam dan menginginkan suaminya ada di sisinya, tetapi ia harus berbagi dengan Irene, istri tua suaminya.

Ini yang dirasakan Irene dulu.

“Mmm~ Nonna ingin aku menghubungi Siwon Hyung untuk pulang?”

Irene mengangguk tapi air matanya masih terus mengalir membasahi wajah cantiknya, dengan perlahan Kyuhyun menghapus airmata itu dan tersenyum menenangkan pada noonanya itu.

“Tetapi mengapa Noona masih tetap menangis?” Tanyanya dengan wajah bingung.

“Aku…aku tidak tau harus berkata apa, Kyu.”

“Maksud Noona?” Ia semakin tidak mengerti.

“Aku ingin Siwon Oppa, tapi…”

“Tapi??” Kyuhyun memiringkan wajahnya agar bisa melihat Irene yang sedang tertunduk.

“Aku ingin berdua.” ujarnya pelan.

“Ne??”

“Aku ingin berdua saja bersama Siwon oppa.”

“Ohh!”

“Maafkan aku Kyunnie, aku tidak tahu mengapa seperti ini.”

Kyuhyun tersenyum menenangkan, “Gwenchana Noona… Noona ingin berdua dengan Siwon Hyung? Baiklah aku akan segera pergi ke Rumah Sakit, jika begitu.”

Tetapi belum Kyuhyun bergegas pergi, Irene sudah mencekal lengannya.

“Ada apa Noona?”

“Tapi…bisakah eum…kau pergi untuk sehari atau dua hari? Aku… aku…” Kyuhyun terkejut dengan kata-kata Irene. “Maafkan aku Kyunnie…”

“Aa-arraseo.” Seketika ribuan batu menghimpit dada Kyuhyun menyadari maksud dari perkataan Irene.

“Kyunnie…”

“Noona ingin berdua dengan Siwon Hyung, tanpa kami disini.” Ulang Kyuhyun memperjelas keinginan Irene dengan wajah seceria mungkin.

“Aku mohon.”

“Tidak apa Noona, Siwon hyung suamimu, ini juga rumahmu, aku akan menginap di apartement Ryeowook.” Kyuhyun tersenyum tulus saat menegaskan kalimat itu, walau sakit itu kembali menghancurkan hatinya.

“Kyunnie…” Air mata Irene kembali jatuh.

“Noona uljima, sungguh tidak apa-apa. Aku akan menyiapkan perlengkapan menginap kami, tunggu sebentar.”

Kyuhyun langsung berdiri kembali dan segera pergi meninggalkan Irene yang sedang diliputi perasaan bersalah. Namja cantik itu tidak ingin berlama-lama menahan sakit hatinya didepan noona-nya itu.

Di dalam kamar Kyuhyun hanya melihat ke sekeliling kamarnya. Ia tidak akan pergi lama, tapi belum dirinya meninggalkan rumah ini. Ada rasa rindu yang menyeruak dalam hatinya, seolah ia tidak akan pernah kembali dalam kebahagiaannya ini.

“Baby~ kita akan ke rumah uncle, arraseo?” Ucap Kyuhyun pada Suho yang melihatnya dengan kening berkerut.

“Aaaaceo~” Jawab Suho dengan tenang.

Beberapa menit kemudian Kyuhyun sudah selesai mempersiapkan barang bawaannya, yang memang tidak banyak. Hanya satu tas kecil berisi baju dirinya dan Suho. Lalu namja cantik itu segera menghampiri Irene yang masih saja tertunduk sedih di sofa.

“Noona…”

Irene mengangkat kepalanya, ia bisa melihat Kyuhyun yang sudah menggendong Suho serta tas yang berisikan baju mereka.

“Kyunnie…”

Kyuhyun berjalan perlahan mendekati noonanya agar yeoja cantik itu bisa mengecup putra kecil mereka. Dan Irene melakukannya dengan berbagai pikiran berkecamuk didadanya yang berdegup dengan kencang.

“Kami pergi dulu, bersenang-senanglah. Jangan memikirkan apapun ne? Jika ada apa-apa, hubungi aku. Eum~ aku belum berpamitan dengan Siwon Hyung, bisakah Noona saja yang mengatakannya?”

Irene mengangguk, walau matanya kini mulai berkaca-kaca kembali. Irene berdiri di hadapan Kyuhyun dan memeluk dongsaengnya itu sebentar lalu mencium kening Suho sekali lagi.

“Gomawo…”

“Ne, kami pergi.” Kyuhyun memegang tangan anaknya lalu seakan mencoba melambaikan tangan Suho,”Bye bye Umma~”

“Bye bye baby~” Ucap Irene melambaikan tangannya juga.

Kemudian Kyuhyun segera keluar dari sana menggunankan salah satu mobil yang memang sudah diberikan untuknya sebagai hadiah untuk Suho.

Irene hanya menatap sendu melihat kepergian mereka berdua meninggalkannya, ia memang egois tapi bagaimana lagi? Irene benar-benar ingin membuat beberapa hari bersama dengan Siwon, hanya berdua.

Dirinya dan Siwon, tidak ada yang lain.

Seperti dulu.

Kemudian Irene mengambil ponselnya, lalu menekan nomor yang sudah sangat ia hafal di luar kepalanya.

“Oppa…”

>Irene, ada apa, sayang?<

“Aku membutuhkanmu sekarang!!”

>Mwo??<

Setelah itu panggilan pun terputus. Siwon yang mendengar permintaan Irene segera melesat meninggalkan kantornya. Asisten pribadi dan juga para karyawannya sudah terlalu mengerti akan hal itu. Terlebih dulu saat Kyuhyun sedang mengandung pun Siwon sering melakukan hal ini, jadi mereka sudah memaklumi tindakannya.

Namja tampan itu segera melesat menuju mobilnya dan meninggalkan kantornya tanpa beban apapun. Hingga tidak butuh waktu lama untuknya sampai di Istananya tercinta dan mendapati istri cantiknya ada di sofa.

“I-irene…” Gumam Siwon pelan.

Siwon terlihat tergesa-gesa memasuki rumahnya, dilihat Irene yang sedang membersihkan pigura foto pernikahan mereka sambil duduk disana. Kehamilannya yang sudah mulai membesar membuatnya tidak bisa berdiri dalam waktu yang lama.

Dan melihatnya seperti itu, segala kekhawatiran yang ada dikepala Siwon lenyap berganti dengan rasa bahagia. Irene terlihat begitu cantik dengan hormone kehamilannya saat ini, walau ia memang sudah cantik sebelumnya.

Merasa ada yang melihatnya, Irene pun berbalik dan menemukan suaminya sedang menatap lembut padanya.

“Oppa…” Irene tersenyum senang dan menghentikan kegiatannya itu.

Dan Siwon pun segera mendekatinya lalu mengecup bibir istri cantiknya itu. “Ada apa, heum?”

“Aku hanya merindukanmu.” Jawab Irene memeluk suaminya itu dengan erat.

“Tapi malam kita masih bisa bertemu, bukan?”

Irene melepas pelukannya dan mempoutkan bibirnya manja sebagai bentuk protes. “Tapi aku merindukanmu sekarang, mana bisa menunggu hingga malam nanti?”

Siwon kembali membawa Irene dalam pelukan protektif nya, walau ia juga tetap menjaga agar perut Irene tidak tertekan saat pelukan itu.

“Manja eoh??” Irene mengangguk senang.

Siwon mencium pucuk kepala Irene dan memeluknya dengan erat lalu melonggarkannya lagi sambil melihat ke sekelilingnya. Dan tentu saja ia akan cepat menyadari keadaan rumah yang biasanya selalu ramai.

Tapi kali ini tidak ada gerakan lincah dan tawa Suho disana. “Dimana Suho?” Tanyanya bingung.

Mendengar pertanyaan Siwon itu seketika membuat Irene menjadi gugup dalam pelukannya dan membuat Siwon menyadari perubahan itu. Namja tampan itu langsung melihat wajah istrinya yang kini sedang menggigit dalam bibirnya.

“Itu… eum… Kyunnie membawanya.”

Siwon melepaskan pelukannya dan ia menatap Irene dengan lekat, seolah mata hitam itu bertanya hingga Irene harus memberikan jawaban yang sebenarnya.

“Kyuhyun membawa Suho ke Rumah Sakit? Suho sakit kah?” Tanya Siwon khawatir dan Irene menggelengkan kepalanya. “Hahh~ syukurlah” Siwon bernafas lega.

Tetapi kembali ia mengernyitkan dahinya, “Lalu jika tidak sakit, mengapa Kyuhyun membawanya pergi?”

“Itu… eum… Kyuhyun pergi dengan Suho. Mereka.. eum.. mereka.. akan, menginap di.. apartement Ryeowook”

“Mwooo??”

“Mereka pergi beberapa menit yang lalu.”

“Tidak bisa begitu.” Siwon langsung berbalik ingin pergi.

“Oppa…”

Siwon yang hendak pergi itu, kembali ke tempatnya saat Irene menariknya untuk tetap berada di sana bersamanya.

“Ryeowook tadi menghubungi Kyuhyun, katanya dia merindukan Suho dan mungkin Ryeowook sedang membutuhkan Kyuhyun. Maka itu Kyuhyun menyetujuinya untuk menginap selama dua hari disana, sudahlah.. Kyuhyun menginap di tempat sahabatnya, jadi jangan khawatir.” Jelas Irene sebaik mungkin.

“Tapi Kyuhyun tidak meminta izin kepadaku terlebih dahulu, bahkan Kyuhyun membawa Suho.”

Irene mengelus bahu Siwon, “Mungkin dia lupa, pasti nanti Kyunnie akan menghubungimu. Tenanglah Oppa.”

“Tidak biasanya dia begitu, Irene. Kyuhyun tidak pergi tanpa mendapat izin dariku.” Siwon terlihat kecewa.

“Aku tau…”

“Aku harus menemuinya, mungkin ada sesuatu.”

“Mungkin…” Irene mencoba berpikir apa yang harus dikatakannya agar Siwon tidak berniat menyusul Kyuhyun, hingga tiba-tiba perutnya terasa sedang berkontraksi dan menimbulkan sakit.

“Aw~ Oppa.. aawhh~ sakit…” Rintih Irene sembari memegang bawah perutnya membuat Siwon tersentak kaget.

“Irene gwenchana? Ada apa?” Siwon yang terkejut segera membantu Irene agak rebahan.

“Berbaringlah dengan nyaman disini, aku akan mengambil minuman untukmu.” Siwon bergegas pergi, meninggalkan Irene yang terdiam menatap bahagia pada Siwon.

Setidaknya Siwon masih memperhatikannya.

Sesaat kemudian Siwon terlihat sudah kembali dengan membawakan air minum untuk Irene. Dan membantu istri cantiknya itu memimum air putih itu dengan perlahan.

“Minumlah perlahan, Irene.”

“Jangan pergi Oppa, temani aku.” Ucap Irene memeluk Siwon setelah gelasnya dijauhkan.

Namja tampan itu membalas pelukan istrinya dengan setengah hati karena pikirannya sejak tadi sudah tidak ada disana. Pelukan erat yang protektif dari Irene itu hanya dibalas dengan pelukan sayang oleh Siwon.

Ya… Siwon berpikir, bagaimana mungkin Kyuhyun lupa untuk menghubunginya. Kenapa huswife cantiknya seperti menghindari bertemu dengannya akhir-akhir ini. Apa karena kejadian Suho yang lalu?

Siwon benar-benar tidak tahu harus berbuat apa untuk mengembalikan keanehan hubungan mereka sejak kehamilan Irene dan sifat yeoja cantik itu yang seperti berubah drastic.

Tapi lagi, saat ini Siwon harus memikirkan keadaan istrinya yang sedang mengandung bayi mereka ditengah penyakitnya itu. Siwon harus bisa menjaga kondisi tubuh Irene agar selalu sehat dan otomatis bayi mereka juga akan sehat, lagi pula nanti ia masih bisa menghubungi Kyuhyun dan Suho.

Siwon sibuk dengan pikirannya sementara Irene yang sensitif bisa merasakan bahwa suaminya tidak sepenuhnya percaya pada penjelasannya tadi. Tapi kali ini Irene memang mengutamakan keegoisannya.

Ia sangat tahu dan mengakui hal itu, tapi dia hanyalah manusia biasa yang juga mempunyai rasa iri dan sakit. Apa yang pernah didapatkan Kyuhyun saat hamil dulu, Irene juga menginginkannya.

Irene hanya menginginkan agar ia pun mendapatkan hal itu sama seperti Kyuhyun dulu saat namja cantik itu begitu dimanjakan dan diutamakan dalam segala hal.

Irene menginginkannya.

.

.

Dua hari kemudian.

Suasana istana Choi terlihat sepi dengan pemilik rumah yang memiliki kegiatannya masing-masing. Irene pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa keadaan bayinya bersama umma Choi dan umma Jung.

Sementara Siwon ada di teras rumahnya sedang bermain bersama Suho sejak dari 3 jam yang lalu yang membuat wajah polos bocah kecil itu tidak pernah berhenti tersenyum bahkan tertawa.

Suho terlalu senang bisa menghabiskan waktunya bersama daddy-nya tercinta dan memainkan permainan yang sangat disukainya, kuda. Dan berbagai permainan lain Siwon meladeni putra kesayangannya itu dengan sepenuh hati.

Namja tampan itu seperti membayar waktu yang sudah ia hilangkan dari Suho untuk bersamanya dan melihat perkembangannya setiap hari.

Kyuhyun yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan menerima semua yang dilakukan Siwon untuknya itu. Bahkan saat namja tampan itu datang menjemputnya dirumah Ryeowook sehari setelah ia pergi.

Kyuhyun hanya bisa menuruti permintaan suaminya yang memintanya pulang ke rumah hari itu juga, karena ia tidak bisa jika tidak melihat mereka berdua dirumahnya. Saat mereka tiba dirumah, Irene hanya tersenyum lembut tanpa mengatakan apa-apa dan membuatnya merasa tidak enak.

Tapi Siwon meyakinkan tidak akan terjadi apa-apa pada mereka hingga Kyuhyun pun segera kembali ke kamarnya dan menidurkan Suho. Setelah itu pun Irene tetap bersikap seperti biasanya pada Kyuhyun dan itu membuatnya sedikit lebih tenang.

Dan saat ini Kyuhyun sedang berada dikamarnya dan terlihat sibuk menuliskan sesuatu di buku agendanya. Bahkan saat Siwon masuk kesana bersama Suho, Kyuhyun tidak menyadarinya.

“My baby~” Bisik Siwon ditelinga Kyuhyun hingga ia tersentak dan menjatuhkan bukunya.

Suho kecil langsung tertawa melihat buku itu sementara Kyuhyun memberinya death glarenya yang mematikan. Dan Siwon hanya tersenyum garing sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.

“Ada apa hyung?” Tanya Kyuhyun tajam.

Siwon langsung memeluk huswifenya itu hingga wajah namja cantik itu terbenam dilehernya. Namja tampan itu menghirup aroma huswife cantiknya yang selalu bisa membuatnya tenang dan tersenyum dengan sendirinya.

“Aku hanya merindukanmu.” Gumam Siwon pelan.

Kyuhyun tersenyum tersembunyi dalam ceruk leher suaminya itu dan memeluk leher Siwon dengan eratnya. Rasanya sudah sangat lama ia tidak merasakan kehangatan pelukan itu yang membuatnya sangat merindukan suami tampannya.

“Aku juga sangat merindukanmu, hyung~ kau tahu itu.”

“Mianhae baby~ bukan maksud hyung meninggalkanmu, tapi Irene…”

“Aku mengerti hyung, dia membutuhkanmu.”

“Tapi kalian juga membutuhkan hyung, hyung tidak ingin hubungan kita dingin hanya karena itu.”

“Aku tahu, mianhae.”

“Jangan minta maaf, mungkin hyung yang tidak bisa membagi waktu dengan baik.”

“Aku kehilanganmu hyung~ padahal kita ada di satu atap.”

“Mianhae~ my baby.”

“Aku seperti sendirian disini.”

“Sssst~” Siwon menutup pembicaraan mereka dengan kecupan lembut dibibirnya.

Ciuman lembut penuh cinta itu seperti membuktikan cinta mereka kembali hingga membuat Kyuhyun tersenyum dalam ciumannya yang sangat ia rindukan. Setelah beberapa saat Siwon melepas bibirnya namun tidak menjauhkan dirinya dari huswife cantiknya yang selalu menggoda itu.

Bibir nakalnya menjelajahi leher putih Kyuhyun yang membuat namja cantik itu menengadahkan kepalanya. Namun saat teringat bahwa Suho ada disana, Kyuhyun perlahan menundukkan wajahnya untuk melihat dimana putranya berada.

Suho dibawah sedang sibuk dengan buku agendanya yang sudah terbuka dan menampakkan berbagai hiasan didalamnya. Bahkan kue ulang tahun yang baru selesai ia tempelkan membuat mata kecil Suho berbinar-binar.

“Nngh~ hyung~ Suho~” Ucap Kyuhyun memberi peringatan.

“Tapi hyung rindu, baby~” Ucap Siwon mengecup leher jenjang itu lagi.

“Jangan begitu, tidak baik bagi Suho, hyung~” Pinta Kyuhyun dengan memelas.

Mau tidak mau Siwon menjauhkan dirinya namun tidak setelah mencium bibir Kyuhyun sekali lagi sedikit lebih lama. Setelah puas barulah ia melepaskan bibir cantik yang sudah menjadi candu baginya itu sejak hari pernikahan mereka.

“Apa yang kau lakukan, hm?” Tanya Siwon akhirnya melepas bibir juga pelukannya.

“Ahh~ aku sedang merencanakan sesuatu.” Kyuhyun menunduk untuk mengambil Suho dan Siwon mengambil buku agendanya.

“Huh? Apa ini?” Tanya Siwon melihat isinya. “Hooo~ pesta untuk Suho? Kau merencanakannya sendirian?”

“Belum, aku hanya menuliskan rencananya biar tidak lupa.”

Siwon langsung menarik pinggang Kyuhyun dan melingkarkan lengannya dipinggang ramping itu. Walau Suho ada diantara mereka tidak menyulitkan Siwon memeluk kedua orang sekaligus yang berharga baginya itu.

Suho yang melihatnya langsung tertawa dan melingkarkan lengannya dileher mereka berdua kemudian mendekatkan hidungnya pada hidung Siwon dan menggerakannya kekiri dan kekanan.

“Indu daddy~” Ucap Suho lagi.

“Belum puas mainnya? Suho masih rindu?” Tanya Kyuhyun dengan mata melebar.

“Elum mmy, ddy Cuo~” Ucap Suho sambil merebahkan kepalanya pada Siwon.

“Daddy akan tidur disini malam ini.”

“Injja??” Tanya Suho dengan mata berbinar.

“Neee~” Siwon mengecup pipi Suho penuh sayang.

“Hyung, benarkah?”

“Ne baby~ hyung akan tidur disini.”

“A-aku…”

“Sudah lama hyung tidak memeluk guling hyung.”

“Aku gulingmu!??!” Tanya Kyuhyun dengan tatapan tajamnya.

“Ahahaha~ cintaku, bulanku.”

“Bulan begitu rupanya bagaimana bisa disejajarkan denganku?”

“Ahahaha~ kau lebih cantik, baby.” Ucap Siwon tulus namun tetap mendapatkan death glare dari Kyuhyun.

“Sudah lama kau tidak tidur disini.”

“Hyung akan membayarnya.”

Kyuhyun hanya tersenyum manis mendengar penuturan jujur dari suaminya itu hingga tangannya terulur untuk menyentuh pipi Siwon. Namja tampan itu langsung memejamkan matanya begitu tangan Siwon menyentuh pipinya dan mengambil tangan itu lalu mengecupnya penuh cinta.

“I love you.” Ucap Siwon menatap mata Kyuhyun lekat membuat mata Kyuhyun berbinar dan senyum manis terpatri dibibirnya.

“I love you too.” Ucapnya lembut.

“Kita akan merancang pesta ini secara besar-besaran ne?” Ucap Siwon kemudian.

“Tidak hyung~ aku ingin keluarga saja biar lebih special.”

“Baiklah, apapun yang kau inginkan. Sini baby~” Siwon mengambil Suho dari gendongan Kyuhyun dan membawanya ke tempat tidur.

Sepertinya bocah kecil itu merasa mengantuk karena terlalu lelah bermain sejak tadi siang hingga sekarang sudah menjelang malam. Dengan telaten namja tampan itu menidurkan putra kecilnya itu dan ikut tidur bersamanya.

Kyuhyun hanya melihat pemandangan langka itu dengan perasaan bahagia yang tidak bisa digambarkan. Sudah lama ia tidak melihat Siwon begitu dengan putra mereka yang selalu menanyakannya setiap malam.

Sembari Siwon menidurkan putranya, Kyuhyun pun kembali berkutat dengan bukunya disisi tempat tidur yang lain disebelah kiri Suho. Hingga lengan Siwon yang dijadikan bantal oleh Suho bisa menggenggam tangannya disana.

Dan sebelah tangan Siwon yang lain menepuk-nepuk paha Suho menidurkannya dan sebelah tangan Kyuhyun membuka buku agendanya secara perlahan.

Begitu hari menjelang malam Siwon masih bersama Kyuhyun diatas tempat tidur mereka menikmati kebersamaan yang mereka punya. Kyuhyun bersyukur Siwon memberi Irene ide agar pergi bersama umma-umma agar ia bisa pergi ke salon setelahnya seperti yang diinginkannya.

Tapi sayang, kebersamaan itu harus terputus saat pintu kamar Kyuhyun diketuk 3 kali dari luar dan suara Irene mengiringinya.

Siwon dan Kyuhyun saling menatap tanpa kata sampai akhirnya namja tampan itu bangkit dari tidurnya menuju pintu kamar mereka.

“Irene.” Sapa Siwon begitu melihat yeoja cantik itu disana.

“Aku pulang oppa, aku sangat capek~ temani aku malam ini.” Ucap Irene tanpa basa-basi.

“Ta-tapi…”

“Aku ingin bersamamu, oppa~ bayimu juga.” Irene membelai perutnya yang semakin membesar itu.

Siwon kehilangan kata-katanya mendengar alasan itu hingga tanpa sadar ia berpaling melihat Kyuhyun yang juga sedang melihatnya. Mereka saling bertatapan tanpa ada kata yang bisa diucapkannya untuk mengubah suasana aneh yang ada diantara mereka itu.

Setelah beberapa detik saling bertatapan akhirnya Kyuhyun memejamkan mata sambil menundukkan wajahnya melihat Suho. Seolah tahu apa yang dikatakan Kyuhyun akhirnya Siwon pun menganggukkan kepalanya pada Irene.

“Tunggu sebentar.” Ucap Siwon kemudian.

Dan istrinya itu segera berlalu dari sana menuju kamar mereka dengan wajah riang dan ia tidak melihat wajah keruh suaminya yang menghela nafas lelah pada situasi mereka.

Siwon kembali ke dalam kamar dan segera mendekati Kyuhyun lalu duduk diranjang didepan namja cantik itu. Namja tampan itu mengambil tangan Kyuhyun dan mengecupnya berkali-kali seolah itu bisa menggantikan kata maaf untuk huswifenya itu.

“My baby…” Panggilnya pelan.

“Sudahlah hyung, tidak apa-apa~ jangan buat dirimu tertekan karena hal ini.”

“Hyung ingin bersamamu dan Suho.”

“Tapi noona lebih membutuhkanmu.”

“Aku juga membutuhkanmu, baby~” Ucap Siwon langsung menarik tengkuk Kyuhyun dan mencium bibirnya.

Ciuman cinta Siwon untuk melepaskan rindunya yang belum sepenuhnya tersalurkan membuat airmata Kyuhyun mengenang dipelupuk matanya. Namun namja cantik itu bisa menahannya dengan sangat baik hingga tidak akan jatuh kepipinya.

Setelah cukup puas Siwon melepas bibirnya dan menangkup kedua pipi Kyuhyun lalu mengecup seluruh wajah putih pucat itu hingga Kyuhyun tertawa karena gelinya.

“Hyung akan membayarnya.”

“Ssst~ pergilah, noona menunggumu.”

“Bagaimana kalau dia bangun? Pasti dia mencari hyung.”

“Aku akan menenangkannya.”

“Dia pasti menangis.”

“Dia akan tertidur lagi.

“Tapi…”

“Hyuung…”

“I love you my baby~”

“I love you Siwonnie.”

“Aku akan kembali, babykyu.”

“Memangnya kau mau kemana hyung-ku?”

“Aku…”

“Hyung…pergilah.” Ucap Kyuhyun akhirnya dengan wajah serius.

Tanpa bisa membantah lagi akhirnya Siwon keluar dari kamar itu dan menutup pintunya secara perlahan setelah mengecup kening Suho penuh sayang dan kening Kyuhyun cukup lama.

Tinggallah Kyuhyun yang meraba dada-nya sendiri yang sedikit terasa perih, namun cepat ia hilangkan karena tidak ingin merasakan yang lebih sakit lagi.

“Haruskah aku bertahan umma?” Tanya Kyuhyun sambil menengadahkan kepalanya.

“Apa pilihanku ini salah?”

**

TBC…

Sangat salah!! ohohohoh!!

Sampai jumpa di ff selanjutnya, My Lovely Readers..kalian yang terbaik.

84 thoughts on “The Day 7

  1. ih Sebel bgt ama si irene perasaan waktu kyu Hamil gak gitu bgt tp knp irene jd egois bgt kan kasian ama kyu dan babby su nya.

  2. irene egois deh kasian kan sma kyu and baby su
    sedih liat kyu yg seperti di abaykan

    kyuhyun harus sabar ne buat siwon selalu ada disamping kyu sma baby su

  3. Sakiit. Balas dendamnya irene…
    Sakiiit.. cobaan buat siwon banget ini…
    Semoga kyuhyun tahan yaa. Kalo nggak tahan keluar aja dari rumah, atau paling nggak ngomong sama siwon. Lagian itu irene boong segala 😵

  4. sesuai dengan yg ku prediksi. Irene hamil dan mengambil alih semuanya.. Kasihan kyu digituin sm irene. Balas dendam jahat bgt, pdhal kyu kan dulu bukan dibuat-buat tp alami tp kalau irene berasa kek dibuat-buat untuk ngelampiasin sakit hatinya😦
    semoga kyu kuat sabar ne mommyyyy TT
    sedih bgt waktu lihat suho yang ditinggalin kek gitu. Irene jahat ihhhh😦 siwon harus berbuat sesuatu, ga boleh kek gini terus siwon, kasihan kyu tersakiti kek gini
    update soon.

    Happy birthday eonni sekali lagi… Ditunggu update cepetnya nih ff😀

  5. Kasihan kyuhyun jadi nomor dua itu memang gak enak. 😭 disini irene nya ngejengkelin ish 😒
    Kyu baby su, bersabarlah aku yakin siwon hanya untuk kalian ☺

  6. aiiiihhhh… irene mau bales dendam dgn cara seperti ini eoh??
    sabar babykyuuuuuu :* tapi seru juga sih.. kalo kyunnie nya menderita wkwkwwk lanjuuuuuutt umma :*

  7. Irene hamil !!!!!!!!!!
    Trus gimana nasib kyu dan suho dimasa depan,
    Irene hamil aj udah se’egois itu dan nyebelin bgt ganggu kebersamaan kyu dan siwon,,
    Kasihan babykyu dan suho kurang ada waktu dg sidaddy,,
    Dtunggu next chap ya eon
    Fighting

  8. ihhhhh…ngidam sih ngidam…tp ngeselin juga tuch irene noona..jd gemes pngen nyakar..kwkwkwkwkkw
    babysu kasihan bnget dicuekin…wondad nggak bisa tegas bnget sieh..plin plan bner.
    babykyu makan ati mulu…sbar y babykyu yg pnting hatinya wondad sma babykyu…
    yeeeee…..choi appa ttp dukung babykyu…suho ttp yg pertama :p …kwkwkwkwkw
    kalau jd babykyu mnding pergi aja..biar wondad th rasa..kelimpungan nggak ada babykyu….kwkwwkwk
    senghyun oppa dateng kek…dekwtin babykyu lagi…biar sukurin wondad..kwkwkwkwkkw
    fighting babykyu…wondad ttp buat babykyu+babysu kok…FIGHTING!!!!
    lnjut chiguuuuu..bikin konfliknya lagi biar makin seru ^_^

  9. trnyta irene beneran hamil ya…
    disaat siqon sdh merasa lbh membutuhkan kyuhyun, irene malah hamil dan menjadi begitu egois..
    kasihan kyuhyun dan suho harus selalu mengalah dan mengerti

  10. Lohh ko iren nya bisa hamil? Bukan nya dia udh gk bisa punya anak ya…hhh..
    Ko aku kesel ya di chap ini.. iren nya itu loh, memonopoli siwon terus… klo kyk gini jadi kasian sama kyu & suho nya 😫😫

  11. irene terlalu egois waktu kyu hamil juga gak sampai segitu nya bahkan sampai bohong tentang kepergian kyu dan babysu sama siwon..
    kasian kyu dan babysu jadi kurang perhatian dan kasih sayang dari siwon
    semoga kyu kuat dan tetap bertahan dengan keadaan rumah tangganya dengan siwon dan siwon kembali seperti dulu lagi

  12. Mending Mom Kyu pindah aja deh dari sana… kasihan lihatnya.. saat Mom Kyu hamil.. ngidamnya dan manjanya gak sampai separah itu.. apalagi Suho juga ikutan harus ngalah.. kasihan kan..?

    Lanjut terus eonniedeul.. jangan siksa Mom Kyu lama2 neee..
    Eonnie Hwaiting…

    #KyuChul

  13. aku udh ngira pas irene pingsan pasti dia hamil,,
    meski dalam hati aku ga mau perkiraanku bner
    irene kau mnyebalkan sangaat !!!
    kasihan kyu ma suhoo
    di tunggu ya chap selanjutnya

  14. Si irene kok berubah ya saat hamil.sekarang dia egois.moga siwon tetap adil sama kyu tetap cinta sama kyu.dan si irene cepat berubah kyak dulu..

  15. Trnyata irene hamil…
    Tp dia kok memonopoli siwon gtu….
    Klu waktu kyu hamil dia gak maksa siwon kyak gtu kok…
    Sampai2 irene bohong gtu sama siwon…
    Kyu pasti sakit hati bnget dech, suho juga kasihan…

  16. Aku nangis, . . . . huaaaa. . hua. aaa. .
    gk tau harus coment pa pkok nya kasihan suho punya dady kyak gk punya dady

  17. 😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
    Isssssshhhhh….
    Geram aku lihat si irene ni..istilah kalo ketemu dijalan dijambak2…hadeeeuuuuhhh…
    Kayaknya itu akal2an irene aja..
    Masak dia ndak ingat kalo dulu dia yg minta kyu jadi istri ke 2 nya siwon.perasaan dulu kyu ndak gt2 amat.dia masih mikirin perasaan kyu.ini malah ampe nyuruh kyu nginap dirumah orang lain…untung dijemput segera.pake bohong segala lagi bilang kalo kyu yg mau..geumeeeezzzzzzzz….😠😠😠😠😠😠😠
    Tapi rumah mereka apa besar bener ya..ampe2 suho nangis kenceng mereka bisa tidur..😆😆😆..horang kayah…

  18. Kasian kyu..😥
    Itu mah irene cuma mau balas dendam aja kali ya..
    Secara ngga langsung dy nyuruh kyu pergi dan bohong sama siwon..
    Kalo gitu seharusnya dlu ngga usah paksa kyu buat jadi yang kedua..
    Kan jadi kyu yg menderita.. T T

  19. irene bener-bener egois… dia kayaknya mau balas dendam sama kyu pas kyu hamil….. kasiah kyu dan suho…. sampek nginep di rumahnya ryewook… irene itu gak konsisten sama keputusan awalnya…

    makasi eonni…. fighting

  20. Ok yang ga diingin benar2 terjadi…

    Q skip sedikit2 gpp ya suka ga twga sibaby digituin…

    Tuhkan lama2 istri pertama tetep jd egois…

    Baby yg sabar…

    Siwonnie jangan lupain kyu ama suho…

  21. Ternyata irene hamil ,irene benar benar egois , sepertinya dia senggaja berbuat seperti itu hanya untuk membalas kyuhyun , kasihan kyuhyun dan baby suho sampai harus nginap di rumah ryeowook dan itu kan keputusan irene sendiri yg meminta kyuhyun jadi istri kedua siwon , semoga kyuhyun bisa menghadapi semua masalah yg menimpanya…..

  22. Tuh kan benar irene hamil dan keadaan berbalik , kyuhyun merasakan apa yg irene rasakan dulu walau itu semua dulu bukan keinginan kyuhyun dan siwon menjadi serba salah disini

  23. Aaahhh..unnieee..kalian berdua dah bikin hatiku g karuan rasa..lha chap2 sebelumnya q kasihan banget sm Irene skr q kasihan banget sm Kyunnie..hiks hiks..
    Makin seru ceritanya..huaaaaa..
    Fighting Unnie2ku sayaang..lv u..

  24. Irene Kau Lebih Parah Daripada Kyu Hyun Waktu Dia Hamil. Kau Egois Sekali, Kyu Hyun Waktu Hamil Rela Mebagi Si Won Untuknya Dan Kau… Tapi Kau Sendiri Hanya Menikmatinya Seorang Diri… Dan Kau Menyuruh Kyu Hyun Untuk Menginap Di Tempat Ryeo Wook. Dan Kau Memberikan Alasan Yang Berbeda Wah Kau Keterlaluan Irene

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s