The Day 6


poster The day

The Day

(My Destiny Is Written)

Chapter 06

Karena banyak juga yang meminta untuk segera bisa happy ending maka kami berusaha agar mempercepat alur tetapi tetap memberikan feel kepada pembaca, tapi semoga suka ya…

-Miss Lee-

Maaf kemarin terjadi kesalahan ahahaha, semoga ini memuaskan dan tidak kecepetan, ne? Karna setelah ini konfliknya baru akan dimulai, semoga masih setia disini sampai end ok? mungkin akan jadi 10 chapter ato kurang.

-Vie-

**

Siwon berdiri cemas sembari badannya ia sandarkan pada dinding yang dingin dirumah sakit itu. Berbagai pikirannya saat ini sungguh berkecambuk didalam kepalanya, bagaimana tidak?

Ia tanpa sengaja telah membuat huswife cantiknya kesakitan, beruntunglah Irene yang memang berada disana segera dengan tanggap menyadarkan Siwon agar membawa Kyuhyun ke Rumah Sakit. Lalu bagaimana dengan seseorang yang lainnya yang juga berada disana?

Choi Seunghyun pun tidak tinggal diam, ia dengan gampangnya mendahului Siwon mengangkat Kyuhyun keluar dari Mall itu dan menuju mobil. Namun begitu tiba didepan rumah sakit milik orangtua Irene, Siwon dengan Sigap mengambil Kyuhyun kembali dan membawanya menuju ruang perawatan.

Tidak peduli beberapa perawat sudah membawa tempat tidur dorong itu untuk membantunya menidurkan Kyuhyun disana. Irene hanya bisa menggelengkan kepala melihat suaminya yang masih mengedepankan emosi sesaatnya itu.

Sedangkan Seunghyun, Ia bisa melihat bagaimana kecemasan yang terjadi pada Siwon disana, namja tampan itu benar-benar sangat khawatir pada apa yang sudah dilakukannya. Seunghyun tidak bisa mengalihkan pandangannya yang melihat sedikit aneh saat Irene memeluk Siwon untuk menenangkannya.

“Ada hubungan apa Irene dan Siwon? Mereka terlihat tidak seperti layaknya noona dan adik iparnya bukan?” Inner Seunghyun bertanya.

Sebagai seorang pebisnis, sudah dipastikan Seunghyun merasa kehidupannya terisolasi, bahkan ia tidak terlalu mengetahui apapun yang terjadi diluar kerjaannya. Seunghyun pun bukanlah orang yang terlihat selalu tertarik akan kehidupan orang lain, jadi bisa dipastikan bahwa Seunghyun memang tidak mengetahui kehidupan Siwon-Kyuhyun dan Irene.

Kehidupannya hanya di isi dengan pekerjaan dan saham-saham di negeri sakura, tidak aneh jika dia tidak mengenal bahkan tidak tahu apa yang sudah terjadi didunia pebisnis korea. Namja tampan Choi Siwon pemilik CSW Corp memiliki dua istri yang berbeda dari yang lainnya.

Atau dengan kata lain, Seunghyun terlalu kurang pengetahuan tentang dunia luar jadi akan menjadi hal yang luar biasa jika dia mengetahui hubungan sebenarnya antara Siwon-Irene dan Kyuhyun.

Dan tiba-tiba saja pintu UGD didepan mereka pun terbuka, bahkan lampu yang menandakan adanya kegiatan di dalam sudah dimatikan. Dengan cepat Siwon dan Irene mendekati dokter yang keluar dari sana dengan mimik yang terkejut melihat gerakan mereka.

“Dokter Shim bagaimana? Bagaimana keadaan Kyuhyun?” Tanya Siwon terlihat tidak sabaran.

“Tenanglah oppa~” Irene yang selalu setia berada di sisi Siwon mengelus lengannya halus.

Siwon hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, ia berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri, tapi tetap saja tidak bisa. “Aku tidak bisa, Irene.” Ucapnya cepat.

“Kyuhyun-ssi tidak mengalami masalah apapun, hanya saja dia terlalu panik dan banyak pikiran, itulah yang menyebabkan kandungannya mengalami sedikit kontraksi. Tapi selebihnya, bayi dan ibunya sehat, Kyuhyun-ssi akan segera dipindahkan ke ruang rawat.” Dokter Shim langsung menjelaskannya secara detil.

Siwon yang masih mencerna perkataan dokter itu hanya bisa terdiam melihat pada yang tidak jelas didepannya. Setelah perkataan dokter itu terlihat ranjang yang sedang membawa Kyuhyun sedang di dorong oleh dua perawat dan melintasi mereka.

Kyuhyun yang terbaring disana saat ini dalam keadaan tidak sadar karena obat bius yang diberikan untuk menenangkannya. Siwon melihat wajah cantik itu dengan pandangan sedih dan didampingi oleh Irene ikut mengantar Kyuhyun menuju ruang rawatnya.

Seunghyun hanya menyaksikan semuanya dalam keadaan diam, ia masih terlihat penasaran akan hubungan ketiganya. Hubungan Irene dan Siwon terlalu intim baginya, tetapi apa yang bisa ia lakukan?

Siwon sudah masuk ke ruang rawat, tetapi Irene masih berdiam di luar kamar dan melihat ke belakangnya dimana Seunghyun masih mengikuti mereka.

“Sebelumnya maafkan atas kejadian tadi, Seunghyun-ssi.” Ucap Irene begitu namja tinggi itu mendekat.

“Ah~ ya… eum, tidak masalah.” Seunghyun merasa tidak enak.

Irene tersenyum tulus pada Seunghyun yang baru saja dikenalnya itu, Ia sengaja membiarkan Siwon masuk lebih dulu ke dalam ruang rawat, karena Seunghyun masih disana dan ia adalah tamu bagi mereka.

“Tapi apakah aku boleh bertanya?” Irene yang penasaran pun memberanikan dirinya.

“Ya?”

“Hubunganmu dengan…”

“Kami hanya berteman.” Potong Seunghyun cepat, ia tahu apa yang ingin ditanyakan Irene lebih lanjut.

Dan Yeoja cantik itu pun hanya membentukkan bibirnya melingkar seperti huruf O, karena ia tidak bisa membantah apapun lagi.

“La-lalu?” Tanya Seunghyun kemudian.

“Ada apa?”

“Mmm~ itu, mm~ anu, i-ibu d-dan b-bayi-nya…ma-maksudnya??” Akhirnya Seunghyun ikut meluruskan pikirannya.

“Ouwh~ itu~ mmm~ uri Kyuhyunnie is special, He can be a mommy.” Ucap Irene dengan senyum manis penuh kebanggaan.

“Be-benarkah?”

“Yup~ dia sedang mengandung, bayi-nya Siwon-oppa~”

“Ow…” Seunghyun kehilangan kata-katanya.

“Mmm, kalau begitu terima kasih sudah mengantar kami ke sini, tetapi maafkan sepertinya kau belum bisa menjenguk Kyuhyun, dia…” Irene mencoba mengusir namja tinggi itu secara halus.

“Aaa-aku mengerti, aku akan segera pulang dan eum~ ucapkan permintaan maafku pada Siwon-ssi maupun Kyuhyun, aku tidak menyangka akan seperti ini.”

“Ya, tidak masalah~ yang terpenting Kyunnie baik-baik saja, sekali lagi terima kasih dan aku akan menyampaikan ucapanmu pada Siwon oppa maupun Kyuhyun.”

Seunghyun hanya bisa tersenyum kecil lalu membungkuk sopan untuk pamit dan Irene menyambut dengan membalasnya dengan gerakan yang sama. Setelahnya Seunghyun segera meninggalkan tempat itu tanpa melihat lagi kebelakangnya.

Sementara Irene setelah melihat Seunghyun sudah menjauh, Ia pun segera memasuki kamar rawat inap Kyuhyun.

Disana Siwon duduk diam di kursi disamping ranjang Kyuhyun sambil menggenggam tangan lentik huswifenya itu. Sesekali namja tampan itu membawa punggung tangan putih itu kepipinya dan memejamkan matanya saat kulit wajahnya tersentuh tangan Kyuhyun.

“Baby…” Gumamnya pelan.

Irene hanya bisa melihat pemandangan itu dari sudut kamar karena tidak ingin mengacaukan perasaan Siwon yang sudah sangat khawatir itu.

‘Dia benar-benar sudah memiliki tempat dihatimu, oppa.’

.

.

Tidak terhitung berapa lama sudah berlalu yang dirasakan Siwon sudah berabad-abad lamanya. Walau sebenarnya baru 20 menit yang lalu Kyuhyun belum sadarkan diri. Beruntunglah bahwa umma Choi telah berangkat siang tadi menuju Amerika bersama appa Choi sehingga kejadian ini tidak sampai pada telinga mereka.

Jika itu terjadi, entah apa yang akan dilakukan umma Choi kepada Siwon sehingga membuat menantunya terbaring di rumah sakit seperti sekarang ini.

“Eungh~” Suara lenguhan tiba-tiba terdengar dari ranjang tempat Kyuhyun terbaring.

Dan tentu saja suara itu menandakan bahwa Kyuhyun telah sadar dari tidurnya sementara membuat Siwon yang memang sedari tadi duduk disamping huswifenya itu sembari tangannya tidak lelah menggenggam tangan Kyuhyun pun langsung tersentak.

“Baby…” Panggilnya cepat.

Mendengar Siwon mengucapkan kata itu, Irene yang sedang membaca di sofa pun langsung menghampiri mereka.

“Kyunnie…” Ia pun ikut memanggil dongsaengnya itu.

“Eungh hyuung~noona~” Erang Kyuhyun sambil memegang perutnya yang masih membuncit.

“Anak kita baik-baik saja.” Ucap Siwon menenangkan.

“Hahhh~ syukurlah~” Ucap Kyuhyun lega, ia kembali memejamkan matanya dan menghirup udara secara perlahan.

“Perlu aku panggilkan dokter?” Tanya Irene nampak jelas ia masih khawatir.

“Ti-tidak usah noona, aa-aku sudah baik-baik saja.” Ujar Kyuhyun lemah.

“Maafkan hyung baby.” Ucap Siwon akhirnya dengan suara yang penuh penyesalan.

Dengan mendengar permintaan maaf Siwon seperti itu membuat Kyuhyun kembali mengingat peristiwa sebelumnya.

Irene yang memang mengerti akan kondisi itu pun berusaha untuk menekan hatinya, ia harus membiarkan keduanya berbicara dari hati ke hati. Agar kesalahpahaman itu segera selesai dan Kyuhyun akan baik-baik saja.

“Kalian berdua bicaralah, aku akan keluar dulu.”

“Noona mau kemana?” Tanya Kyuhyun melihat Irene menuju pintu.

“Ke kantin Kyu, aku akan membelikan makanan juga buat Siwon oppa dan Siwon oppa… bantulah Kyunnie untuk memakan makanannya. Ah satu lagi, aku hampir lupa, Seunghyun meminta maaf kepada kalian atas peristiwa tadi.” Irene memandang pada nampan yang tersimpan di atas meja, yang sudah dibawakan suster untuk Kyuhyun.

“Gomawo sweetheart.” Ucap Siwon dengan senyum manisnya.

“Ne.”

Irene bergegas keluar kamar rawat Kyuhyun dan ia menutup pintu itu secara perlahan. Mungkin Siwon maupun Kyuhyun dapat melihat senyumannya, tapi sesaat pintu tertutup yang ada hanyalah gurat kesedihan di wajah cantiknya.

“Aku pasti kuat.” Semangatnya.

Sementara itu didalam kamar.

“Baby… ayo makan dulu, kau belum makan apapun kan?”

“….” Kyuhyun tidak menjawab apa-apa.

“Baby?”

“Hyung jahat!! Hyung tidak percaya padaku!!”

“Oh my god! Baby~ mianhae~ bu-bukan begitu.” Seketika Siwon panik mendengar perkataan Kyuhyun.

“Kau menuduhku berjanji dengannya, padahal kami bertemu baru 3 kali dan itupun tidak sengaja, tapi kau…kau menuduhku, hiks~” Akhirnya yang tidak ingin dilihat Siwon.

“Nononono~ don’t cry baby, pleasee~ I’m so sorry~” Pinta Siwon dengan wajah memelas tapi Kyuhyun memalingkan wajahnya kearah lain.

“Baby…” Panggil Siwon sambil mengecup punggung tangan Kyuhyun berkali-kali namun Kyuhyun tidak bergeming.

“Ba-baiklah~ hyung akui~ hyung cemburu!!” Akhirnya Siwon pun mengakuinya.

 Kyuhyun langsung berpaling melihatnya. “Be-benarkah?”

“Benar! Kau istriku, dia tidak boleh mendekatimu.” Ucap Siwon dengan wajah serius membuat Kyuhyun sedikit melunak.

“Tapi kami hanya berteman hyung~” Jawabnya dengan wajah memelas.

“Tetap saja tidak boleh!!”

“Hyung!!”

“Kyu…”

“Berikan hp-mu!!” Pinta Kyuhyun tiba-tiba.

“Mwo?”

“Berikan!!” Tatapan tajam Kyuhyun bisa membunuh Siwon jika saja itu bisa.

Dan perlahan tangan namja tampan itu bergerak mencari iphonenya dan menyerahkannya pada Kyuhyun. Namja cantik itu mengambil benda tipis itu dan menyentuhnya beberapa saat kemudian mendekatkan Iphone Siwon pada telinganya.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Kyuhyun berbicara dengan seseorang diseberang sana.

“Ummaa~” Panggil Kyuhyun manja.

Seketika mata Siwon hampir keluar dari sarangnya, diseberang sana ummanya, dan Kyuhyun akan mengatakan semua yang terjadi dan apa yang akan terjadi padanya?

“Ohmygod!” Gumam Siwon tanpa sadar.

>Kyunnie? Baby? Waeyo?< Suara Umma Choi terdengar disana.

“Umma…”

>Kenapa, hmm? Kenapa Hp Siwonnie ada padamu? Apa yang dia lakukan?<

“Mmm~ Siwon hyung dia…mmm…” Kyuhyun melihat wajah memelas Siwon dengan alis yang saling bertautan membuatnya ingin tertawa dengan keras.

>Apa yang dia lakukan? Dia menyusahkanmu? Cucu umma baik-baik saja? Mana dia umma mau bicara.<

Dengan cepat Kyuhyun mengembalikan hp milik Siwon dan harus menahan tawanya saat melihat wajah Siwon yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Um-umma…” Panggil Siwon sedikit ragu.

>Siwonnieee!!! Apa yang kau lakukan? Kenapa Kyunnie menelpon? Apa dia baik-baik saja? Cucu umma baik-baik saja? Kenapa? Apa yang terjadi? Katakan pada umma!?!?!”

“Hhhaahhh~” Siwon hanya bisa menarik nafasnya.

>Apa-apaan itu? Kenapa kau menghela nafas?<

“Aniyo~ itu…mmm~”

>Siwo…<

“Umma!!” Panggil Kyuhyun cepat.

>Huh? Ne?<

“Siwon hyung tidak mau membelikanku ice cream~ dia tidak sayang padaku, umma~ hiks, bayiku juga~ cucu umma~ dia tidak sayang~”

>APAAAAA!!!!< Siwon harus menjauhkan hp ditelinganya mendengar teriakan ummanya itu.

“Umma~” Panggil Siwon memelas.

>Cepat pergi!! Belikan Kyunnie Ice cream semua rasa!! Bila perlu belikan toko ice creamnya sekalian, pajang dirumah, cepat!! Sekarang juga, arraseo!!<

“Aaa-arraseo~”

>Hmm~ bagus~ Kyunnie~ sabar sebentar ne~ pasti dibelikan.<

“Ne umma~ gomawooo~” Ucap Kyuhyun dengan suara manisnya.

>Baiklah, bye-bye sweetheart~ jangan lupa katakan pada umma jika Siwon berulah<

“Baiklah ummaaa~”

>Muach, bye Siwonnie~<

“Bye umma.”

Siwon hanya bisa menatap Kyuhyun dalam sambil menutup iphonenya dan memutuskan sambungan dengan umma Choi disana. Sementara namja cantik huswifenya itu hanya menyunggingkan smirk jahilnya sebagai balasan.

Siwon merasa moodswing kehamilan Kyuhyun seperti mempermainkannya kali ini, bayangkan saja tangisan itu, senyuman tadi, dan smirk jahil itu. Semuanya terjadi hanya dalam beberapa menit saja.

“Kenapa kau tidak mengatakannya?” Tanya Siwon akhirnya.

“Umma tidak perlu tahu.”

“Gomawo~ kalau tidak, kau tidak akan tahu apa yang bisa dilakukan wanita cantik istri appa itu, Kyu.”

“Hyung! dia ummamu.”

“Ne, baiklah~ lalu…apa benar kau ingin ice cream?”

“Ne.” Angguk Kyuhyun cepat.

“Nanti hyung belikan, mau rasa apa?”

“Coklat, Strowberry, Vanilla, Banana, Kelapa, Pandan, apalagi…”

“Kyu…” Siwon mengerutkan keningnya.

“Aku mau semuanyaaa~ hyung!!”

“Baiklah~ hyung belikan toko ice creamnya.”

“Ehehehehe~”

“Tapi sekarang makan dulu.”

“Hyung juga.”

“Irene nanti akan membawakannya untukku, tapi kau harus segera makan. Tidak kasihan pada baby kita?” Bujuk Siwon tidak sengaja namun langsung diangguki oleh Kyuhyun.

“Baby aa…” Siwon mengarahkan sendok berisi nasi untuk Kyuhyun yang langsung membuka mulutnya.

“Baby…Hyung benar-benar minta maaf atas kejadian tadi, jika saja…” Kyuhyun menggenggam erat tangan Siwon membuat perkataannya terhenti.

“Aku mengerti hyung, kau cemburu kan?”

“Ne, ternyata aku terlalu childish, huh?” Siwon tersenyum sedih.

“Aniyo, aku menyukainya~” Jawab Kyuhyun jujur dan Siwon menatap dalam matanya.  “Tapi, jangan pernah menuduhku lagi, aku hanya mencintaimu dan selamanya hanya mencintaimu, aku kini sedang mengandung anakmu. Tidak mungkin aku mengkhianatimu, hyung.”

“Ya, aku terlalu bodoh dan terbawa emosi.”

“Gwenchana hyung.”

“Jika hyung tidak berlaku seperti itu, kau tidak akan berada diruang ini, baby dan membahayakan bayi kita.”

“Tapi jika aku tidak ada disini, aku tidak pernah tau suamiku bisa seperti itu.”

“Maksudmu?” Siwon menatap tidak mengerti.

“Jika kejadian tadi tidak ku-alami aku tidak akan semakin mengenalmu hyung, kau mencintaiku makanya kau cemburu dan karena cemburumu itu nafsu dan emosi yang menguasaimu. Aku jadi mengerti, kau benar-benar menyayangiku, tapi percayalah padaku, hyung.”

“Ne~ hyung percaya.”

“Kepercayaan itu suatu kunci agar hubungan bisa bertahan lama, jadi jangan pernah meragukan lagi.”

“Ever again!!” Ucap Siwon jujur membuat Kyuhyun tersenyum manis.

“Dan akhirnya aku juga tahu ternyata suamiku yang sempurna bisa menyeramkan juga.” Seringai Kyuhyun dengan smirk cantiknya.

“Kau mau tahu yang lainnya??” Tanya Siwon dengan senyum menggoda.

“Mwo??”

“Aku bisa semakin menyeramkan saat aku ingin menguasaimu, untukku.” Siwon mendekatkan bibirnya pada telinga Kyuhyun dan mengecup leher Kyuhyun dengan cepat.

“Hyung!!”

“Ahahahaha… ayo lanjut makan.” Siwon kembali menyuapi Kyuhyun.

Tidak berapa lama sosok Irene pun kembali datang, ia membawa bungkusan makanan untuk Siwon. apa dia melihat mereka? Iya…dia melihat dan mendengar semua pembicaraan mereka.

“Oppa~ Kyunnie~”

“Noona, kemarilah~” Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Irene untuk noona-nya itu duduk diranjangnya.

“Noona sudah makan?” Irene menggelengkan kepalanya. “Mana makananannya?” Irene pun kembali patuh dan memberikan bungkusan makanan kepada Kyuhyun, sembari mengerutkan dahinya tidak mengerti.

“Sekarang aku akan menyuapi noona, lalu noona menyuapi hyung dan hyung menyuapiku, arraseo?” Kyuhyun berucap riang.

“Kita seperti sedang bermain saja?”

“Ck!! Ini keinginan dia~” Gerutu Kyuhyun sambil memegang perutnya.

“Ouuh~ begitukah??” Goda Irene sengaja.

“Nooonnaaa…”

“Hahaha aigoo… baiklah~ anak kita dan ibunya sangat manja, eoh~” Irene berkata sambil membuka kotak makanannya dan tidak peduli pada pout yang menggemaskan yang dilakukan Kyuhyun.

Kemudian ia pun segera mengambil makanan itu dengan sendok dan menyuapkannya pada Siwon yang langsung disambut suami tampannya itu dengan senang hati. Lalu Siwon pun melakukan hal yang sama pada Kyuhyun, selanjutnya Kyuhyun juga menyuapi Irene.

Setelah itu hanya tawa kebahagiaan yang terdengar dari mereka bertiga yang menikmati kebersamaan dalam cinta itu.

.

.

Keesokan harinya…

Kyuhyun sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya dan ia berpesan agar mereka menjaga kandungan dan kondisi ibunya dengan baik, jangan sampai hal yang terulang lagi untuk kedua kalinya.

Karena itu juga saat ini Siwon maupun Irene tidak pernah lupa untuk selalu mendampingi, mereka berdua selalu berada dalam jangkauan namja cantik itu jika saja ia membutuhkan sesuatu.

Ditengah persiapan kepulangan mereka, tamu yang tidak mereka sangka pun tiba-tiba sudah ada didepan pintu ruangan mereka, tanpa berita apapun Choi Seunghyun pagi-pagi sudah datang untuk menjenguk Kyuhyun.

tok..tok..tok…

“Ya… Silahkan masuk.”

Sosok yang sempat bersitegang dengan Siwon itupun memberanikan dirinya untuk masuk ke dalam ruangan itu. Disana ada Irene yang sedang membantu Kyuhyun untuk duduk di ranjang dan juga ada Siwon yang duduk di sofa tak jauh dari tempat tidur Kyuhyun itu.

Mereka bertiga baru saja beristirahat sejenak setelah selesai sarapan dan sedang membereskan barang untuk mereka pulang sebentar lagi.

“Hyung…” Kyuhyun melirik pada Siwon yang duduk tenang di sofa.

“Ah~ maafkan aku karena datang pagi-pagi, aku hanya ingin menjengukmu, Kyu.” Ucap Seunghyun berbasa-basi.

“Ah ya, eum~ ya… terima kasih.” Jawab Kyuhyun tiba-tiba gugup.

Seunghyun memberikan bingkisan buah-buahan kepadanya, tetapi Irene langsung menggantikan untuk mengambilnya.

“Terima kasih oppa, silahkan duduk.” Ucap Yeoja cantik itu ramah.

Seunghyun tanpa ragu melihat ke arah Siwon dan menyapa dengan sopan yang dibalas anggukan kepala dari namja tampan itu, setelahnya ia pun duduk disampingnya. Kyuhyun sendiri bingung harus seperti apa saat ini, terlebih kini suami dan juga teman barunya duduk di satu sofa yang sama.

“Siwon-ssi…” Ucap Seunghyun.

“Maaf atas kejadian kemarin, aku menuduhmu yang bukan-bukan.” Siwon langsung menyela perkataannya.

“Ah~ ya, tidak perlu seperti itu, mungkin aku bercanda berlebihan sehingga kau merasa cemburu kepadaku.”

Siwon hanya menanggapi dengan senyuman ucapan Seunghyun, walau hatinya sangat bertolak belakang dengan wajah sempurnanya saat ini.

“Hyung…terima kasih sudah menjengukku.”

“Ya, tapi apakah kau sudah boleh pulang?” Seunghyun bisa meneliti wajah Kyuhyun yang terlihat cerah seperti biasanya, bahkan lebih bersinar saat ini.

“Ya…dokter sudah mengizinkanku untuk kembali ke rumah.”

“Syukurlah~ eum, aku juga akan pamit pulang kalau begitu.” Seunghyun enggan berlama-lama disana dengan suasana yang menurutnya awkward seperti ini.

Seunghyun pun langsung berdiri “Eum dan aku pun akan kembali ke Jepang esok hari.”

“Hyung…” Kyuhyun terkejut mendengar ucapannya.

“Ya, aku kembali ke Jepang karena memang sudah waktunya, tapi jika aku kembali ke Seoul, bolehkah jika kita semua pergi makan bersama?”

“Ya, itu pasti…nanti aku akan mengundangmu ke rumah kami.” Siwon ikut berdiri sembari mengulurkan tangannya “Sampai jumpa kembali.”

“Sampai berjumpa kembali Siwon-ssi” Seunghyun menyambut uluran tangan itu lalu ia melihat ke arah Irene maupun Kyuhyun “Aku pamit, jaga diri baik-baik Kyu.”

Sepeninggal Seunghyun suasana masih terlihat sepi, Irene melihat Siwon maupun Kyuhyun seakan dalam dunia mereka masing-masing. Tentu saja hal itu membuatnya sedikit gerah dengan keadaan aneh yang tercipta itu.

“Apakah kita akan terus seperti ini?” Tanyanya memecah keheningan.

“Ya??” Siwon menolehkan wajahnya pada Irene.

“Waktu sudah berlalu dan kita masih berdiam diri?? Bukankah kita akan pulang?”

“Ahahaha~ iya benar.” Kyuhyun pun segera turun dari ranjangnya dan terlihat kesusahan memakai sendalnya, Siwon yang melihat segera menghampiri huswifenya itu.

“Duduklah dulu.” Ucapnya dengan lembut.

Kyuhyun langsung menuruti dengan patuh, ia duduk di kursi dekat ranjang, kemudian Siwon pun dengan apik memakaikan sendal itu pada Kyuhyun. Seketika pipi chubby yang putih itu merona dengan hebatnya sampai Irene tersenyum geli sembari menggelengkan kepalanya.

“Kajja…” Irene keluar sembari membawa bingkisan buah-buahan dari Seunghyun untuk Kyuhyun tadi.

Sedangkan Siwon saat ini memapah Kyuhyun berjalan perlahan keluar dari Rumah Sakit itu, tetapi belum sampai di parkiran seseorang tiba-tiba memanggilnya.

“Kyunnie.”

“Ryeong?”

“Aku mendengar kau…”

“Gwenchana~aku sudah akan pulang.”

“Oh syukurlah.. jangan membuat dirimu kesusahan Kyunnie.. jaga dirimu baik-baik, ne?” Ryeowook segera memeluk Kyuhyun melupakan keberadaan Siwon disana.

Sesaat Ryeowook menyadari bahwa mereka tidak hanya berdua saja “Ah maafkan aku, hahaha~” Ryeowook menggaruk tengkuknya.

“Ck kau ini, lain kali mainlah ke rumah kami.”

“Iya, Ryeowookie, temani Kyuhyun dirumah.” Ucap Siwon mengiyakan.

“Ya.. nanti aku akan mengajak Yesung hyung, eum.. aku harus segera ke ruang rawat.”

“Ne~ pergilah.”

“Tunggu Wookie-ah.” Irene tiba-tiba menyela.

“Ne noona?”

“Koasmu sudah selesai kan? Jika kau mau aku akan mengajukan permohonan agar kau bisa tetap disini.” Ucap Noona cantik itu dengan wajah ramahnya namun Ryeowook hanya melongo melihatnya.

“Paboo!!” Ejek Kyuhyun usil.

“Kyunniee~” Panggil Irene mengingatkan.

“Ryeowookie paboo!! Apa kau tidak mau bekerja di rumah sakit?? Atau kau punya rumah sakit sendiri?” Tanya Kyuhyun melihat sahabatnya masih dalam angan-angannya.

“Aigooo~ anak ini~” Irene tidak habis pikir.

“Ryeowookie kau mau? Kyunnie akan disini juga.”

“Ohh, mmm~ itu…aku…bo-bolehkah?” Tanya Ryeowook akhirnya.

“Tentu saja, noona sudah menawarkannya!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Ten-tentu saja aku mau noona, gomawoyoooo~” Ryeowook langsung memeluk noona yang hanya dikenalnya sebatas noona saja.

“Kalau begitu tenang saja, jika kau ingin dokter specialist katakan padaku.”

“Ohh, itu…aku akan ikut beasiswa noona.”

“Bagus~ rajin-rajinlah ne~ rumah sakit membutuhkan dokter-dokter muda seperti kalian.”

“Terima kasih noona.”

“Gwenchana.” Irene tersenyum manis kemudian segera berjalan terlebih dulu menuju mobil mereka.

“Siwon-ssi, aku permisi.” Ucap Ryeowook akhirnya pada Siwon.

“Siwon hyung…” Jawab namja tampan itu.

“Ne??”

“Kau memanggil Irene noona, kenapa aku bukan hyung? Aku adalah suami sahabatmu bukan?? Panggil aku hyung saja tanpa suffix itu.”

“Ah arraseo.. kalau begitu Kyunnie.. eum.. Siwon hyung aku pergi dulu.” Ryeowook berjalan mundur perlahan lalu membungkukkan tubuhnya setelahnya ia pun segera berlalu.

“Kau sok akrab pada sahabatku, hyung!”

“Hahaha… kau cemburu?”

“Ani… kajja”

Terlihat disana Irene yang sedang menunggu di depan mobil sembari menyandarkan tubuhnya di pintu dengan tangan terlipat didada.

“Oh maaf kami lama?”

“Aniyo, gwenchana, baby?” Irene menatap khawatir pada Kyuhyun.

“Noonaa!!!” Kyuhyun memberi noonanya itu death glarenya.

“Ahahahaha~”

“Ya sudah kita pulang.” Siwon segera membukakan pintu belakang untuk Kyuhyun dan selanjutnya pintu depan untuk Irene.

“Aku dibelakang oppa, kau jadi sopir kami.” Jawab Irene langsung masuk kebelakang di samping Kyuhyun.

Siwon hanya bisa tertawa kecil dan menutup pintu itu kembali lalu segera masuk didepan kemudi dan membawa mobil mewah itu keluar dari area rumah sakit dan membelah kota Seoul di pagi hari itu.

.

.

Dan hari demi hari kehidupan mereka bertiga pun terus berlanjut sampai 2 bulan pun sudah berlalu, bahkan tidak terasa kini kehamilan Kyuhyun sudah memasuki waktu kelahirannya, 9 bulan lebih 1 minggu. Penjagaan yang dilakukan Siwon maupun Irene samalah protektif nya, walau Kyuhyun sudah tidak mengalami masa ngidam. Siwon selalu mendampingi dan tidur di kamarnya.

Siwon hanya berjaga-jaga jikalau Kyuhyun membutuhkan bantuannya, karena perkiraan dokter mereka Kyuhyun akan melahirkan dua minggu lagi, tapi kondisi kandungan itu siapa yang tau, dokter hanya mampu memprediksi sedangkan Tuhan lah yang menentukan semuanya.

Segala keperluan bayi pun sudah mereka penuhi dengan dua paduan warna yang sangat serasi, pink and blue. Karena mereka tidak tahu jenis kelaminnya, Siwon dan Irene yang sangat antusias memilihkan dua warna itu sesuai selera mereka, sementara Kyuhyun hanya mengikuti pilihan Siwon yang berwarna biru.

Kamar bayi khusus untuknya sudah selesai ditata dengan rapi dan sangat apik oleh designer ruangan ternama di kota itu. Baby itu akan jadi anak yang paling bahagia didunia nantinya karena mempunyai orang tua seperti mereka bertiga.

Dan saat ini, mereka bertiga masih terlihat bersantai di rumah sambil menunggu kehadiran sang buah hati kepelukan mereka. Ketiganya pun lebih memilih melihat-lihat album foto saat dimana Kyuhyun di resmikan sebagai anggota keluarga Choi.

Siwon yang duduk ditengah memang tidak pernah lepas untuk selalu merangkul pundak kedua istrinya. Irene terlihat sibuk membuka album itu dan berkomentar dengan senangnya.

Sedangkan Kyuhyun hanya tertawa kecil dengan kepala yang direbahkan dibahu Siwon, bahkan terlihat wajahnya hampir tenggelam dileher suaminya itu. Irene dan Siwon hanya bisa melihat tanpa bisa berkomentar dengan kemanjaan namja cantik itu yang bertambah setiap hari selama kehamilannya.

Dan ditengah tawa bahagia mereka tiba-tiba suara ringisan kecil menghentikan kegiatan Siwon dan Irene. Mereka berdua pun saling bertatapan bingung karena bukan dari mereka suara lenguhan itu berasal.

“Eunghh~ hhyyuunggg…” Akhirnya Kyuhyun mengeluarkan suara yang ditahannya sejak tadi.

“Ba-baby kau kenapa?” Siwon terlihat panik.

“Sakit hyung!! Sakit sekali!!”

“Mwo? Apanya? Dimana yang sakit?” Siwon masih tidak mengerti dan semakin panik melihat wajah Kyuhyun yang menahan sakitnya.

“Oppa!!! Kyu akan segera melahirkan.” Seru Irene akhirnya menyadarkan Siwon.

“Mwo!??!”

“Iya oppa, cepatlah!!”

“A-air apa itu?!?” Siwon terkejut saat melihat Kyuhyun dan ada cairan yang merembes dari dalam paha Kyuhyun.

“Ketubannya…oh my god!! Oppa cepatlah!!!” Teriak Irene langsung berlari menuju kamarnya.

Para maid yang mendengar keributan itupun tidak kalah paniknya dengan sang pemilik rumah. Apalagi saat melihat Irene yang berlari dengan buru-buru kekamarnya membuat mereka bertanya dengan cepat apa yang bisa mereka lakukan.

Sementara Siwon sudah mengangkat Kyuhyun bridal style dan berjalan menuju pintu rumah itu dengan Kyuhyun yang meringis kecil dilehernya. Siwon tahu Kyuhyun menahan suaranya agar tidak keluar, dari buku kehamilan yang sudah ia baca, saat kontraksi itulah yang paling menyakitkan.

“Tenanglah baby~ kita ke rumah sakit.” Ucap Siwon menenangkan.

Namja tampan itu berdiri diluar dan melihat ke dalam yang ada istri cantiknya yang selalu tenang kini sedang berjalan mondar-mandir tidak tentu arah sambil berbicara dengan maid ahjumma yang juga mengikuti setiap gerakannya.

Berjalan kekiri dan kekanan sambil mengoceh hal yang tidak penting.

“Ahjumma, ka-kami pergi dulu! Kyunnie mau melahirkan, jaga rumah baik-baik ne? nanti ahjumma datang bawa yang lainnya ne? nanti aku hubungi ahjumma, jangan jauh dari telfon ne? aku pergi du..”

“Irene!!!!” Panggil Siwon tidak tahan lagi.

“Ne?” Tanya Yeoja cantik itu dengan wajah blank.

“Apa yang kau lakukan disana?!?!”

“A-aaku…” Irene memiringkan kepalanya.

“Kau ingin bayinya lahir disini?? Ayo cepatlaaah!!!” Seru Siwon cepat dengan wajah kesalnya membuat Irene sedikit tersentak.

Tapi akhirnya yeoja cantik itu tersadar dan langsung berlari menyusulnya ke mobil meninggalkan maid ahjumma yang menggelengkan kepalanya.

Kyuhyun yang kesakitan tidak bisa menahan tawanya dibalik bahu Siwon membuat namja tampan itu ingin melihatnya.

“Noona-mu parah Kyu~” Gumam Siwon sambil memasukkan Kyuhyun dikursi belakang.

Setelahnya ia pun segera kedepan kemudi dan memasang seatbealtnya sementara Irene masuk disamping Kyuhyun dengan wajah cantiknya yang sangat pucat.

“Noo-noona…” Panggil Kyuhyun pelan membuat Irene berpaling.

Kyuhyun bisa melihat noonanya seperti berada didalam dunia lain dengan wajah pucat dan mata yang tidak focus itu. Walau ia perempuan, bukankah Irene noonanya belum pernah merasakan atau pun mengalami hal yang seperti ini? Sedikit banyak Kyuhyun mengerti.

“Umma-mu sudah tidak sabar, baby.” Gumam Kyuhyun pelan.

Tangannya perlahan meraih tangan Irene dan ia meletakkannya diatas perutnya sendiri lalu menatap wajah cantik yang seperti mayat itu dengan sendu.

“A-aku baik-baik saja, umma.” Ucap Kyuhyun kemudian.

Seketika tatapan mata Irene terfokus pada Kyuhyun dan pikirannya mencerna dengan cepat perkataan dongsaengnya itu. Saat itu senyum tulus terukir dibibir Kyuhyun sambil menganggukkan kepalanya meyakinkan.

“Um-umma?” Tanya Irene memastikan yang didengarnya.

“Ne, um-umma, I-irene umma.” Kyuhyun mencoba berbicara ditengah kesakitannya.

“Kyu…hiks~ noona jadi umma? Huhuuhuuu~” Tangis Irene pun pecah tanpa bisa dibendung lagi.

“Mm-mwoo?? A-aku salah?” Tanya Kyuhyun khawatir.

Irene langsung menutup wajahnya dengan telapak tangannya sambil menggelengkan kepalanya. Sementara Kyuhyun semakin bingung dan melihat Siwon dari kaca kecil yang ada didepan.

“Jangan khawatir baby, noonamu hanya terlalu bahagia.” Ucap Siwon menenangkannya.

“Mmm…” Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa lagi saat Irene menurunkan tangan dan melihatnya.

“Noona baik-baik saja, baby~ terima kasih, jeongmal gomawoyo~” Irene langsung memeluk Kyuhyun dilehernya dengan erat namun tidak menyakiti namja cantik itu.

“Irene!! You hurt him!!” Protes Siwon dengan death glarenya.

“Shut up!! Cepat jalan saja, hyung!!” Jawab Irene sambil menghapus airmatanya dengan punggung tangan.

Selanjutnya hanya tawa yang terdengar dari dalam mobil itu yang melaju dengan kecepatan diatas rata-rata itu.

Begitu tiba dirumah sakit Irene turun dengan cepat membawa tas bayi yang sudah disiapkannya dan membukakan pintu untuk Siwon agar bisa mengambil Kyuhyun. Kemudian mereka dengan cepat masuk ke loby rumah sakit dan bertemu perawat yang sudah bersiap disana.

“Terima kasih sudah menghubungi kami, Irene-ssi.” Ucap dokter Shim yang menunggu kedatangan mereka setelah Irene menghubunginya tadi.

Kemudian dengan cepat ranjang dorong itu pun dibawa ke ruang operasi bersalin yang akan dijalani Kyuhyun untuk melahirkan bayinya ke dunia ini.

“Kami akan memberi obat penenang agar Kyuhyun-ssi bisa bertahan, apa kalian ingin bicara dengannya?” Tanya Dokter Shim sambil berjalan menuju ruang ICU.

“Apa salah satu dari kami boleh menemaninya, nanti?” Tanya Siwon penuh harap.

“Tentu saja calon appa harus disampingnya.” Jawab Dokter Shim tersenyum menenangkan.

“Aku ingin bicara sebentar dengan Kyunnie juga dokter.” Ucap Irene kemudian.

Lalu yeoja cantik itu langsung memasuki ruang serba putih itu yang dipenuhi dengan berbagai alat keperluan untuk melakukan operasi, dokter Shim juga mengikutinya dan berdiri dipintu. Diatas satu-satunya ranjang disana Kyuhyun terbaring dengan memakai baju rumah sakit yang kusam itu.

“Heey~” Panggi Irene begitu Kyuhyun menyadari kehadirannya.

“Noona~”

“Baik-baik saja Kyunnie?” Tanya Irene kemudian.

“Mmm~ aku…”

“Apa yang kau rasakan? Apa kau takut?” Tanya Irene lagi sambil menggenggam tangan Kyuhyun dengan lembut.

“Aku takut ini tidak akan berhasil dan semuanya sia-sia.”

“Sssst~ jangan pikirkan hal itu, anggap saja ini bayaran karena kau sudah menjaganya Sembilan bulan ini, jadi kau harus mendapatkannya.”

“Nasehat yang aneh, noona.” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Kau inii!!! Noona serius!!”

“Gomawo.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Tidak, noona yang harus berterima kasih.” Irene menepuk-nepuk pelan tangan Kyuhyun yang ada digenggamannya. “Berjuanglah, demi bayimu, demi Siwon oppa dan demi noona.” Ucap Irene kemudian mengecup kening Kyuhyun penuh sayang. “Kau pasti bisa.”

“Jangan pergi kemanapun.” Ucap Kyuhyun lagi.

“Noona akan diluar, nanti Siwon oppa yang akan menemanimu disini.” Ucap Irene dan seketika raut wajah Kyuhyun berubah lebih cerah. “Noona sayang padamu, fighting!!”

“Fighting!!”

Dokter yang berdiri disana seperti patung hanya bisa menyaksikan ikatan saudara yang aneh menurutnya itu. bahkan ia tidak sadar saat Irene sudah berdiri didepannya.

“Dok…”

“Iya?”

“Lakukan apapun untuk menyelamatkan keduanya, aku tahu ini sulit. Tapi jika seandainya…” Irene berpaling melihat Kyuhyun. “Seandainya sesuatu terjadi dan membuatmu harus memilih, aku ingin bisa memeluk dongsaengku lebih lama lagi.” Ucap Irene dengan penuh keyakinan.

“Mmm…itu…”

“Apa dokter mengerti?”

“Saya mengerti.”

“Baiklah~ terima kasih.” Ucapnya lagi dengan senyuman lalu berpaling melihat Kyuhyun lagi. “Sampai jumpa mommy~”

“Noonaaa~” Panggil Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca.

Irene hanya melayangkan kecupan jauhnya lalu menghilang dari balik pintu yang tertutup rapat itu. Kyuhyun mendengar semua perkataan noonanya walau mereka dengan sengaja beranjak sedikit jauh darinya.

“Kau sangat menginginkannya, kenapa memilihku?” Tanya Kyuhyun entah pada siapa.

“Dia benar-benar menyayangimu, Kyuhyun-ssi, apa kau sudah siap?”

“Siap dok, lakukan secepatnya, aku ingin noona segera memelukku dan bayi kami.”

“Baiklah, suster, ajak masuk calon daddy baru kita.” Ucap dokter itu kemudian.

Sesaat kemudian pintu itu pun kembali terbuka menampakkan namja tampan yang berstatus suaminya dan ayah dari anak yang akan segera dipeluknya itu. Siwon masuk memakai pakaian ruang operasi dan penutup kepala, namun tetap tidak mengurangi ketampanannya.

“Sudah siap?” Tanya dokter itu pada Siwon.

Namja tampan itu hanya menganggukkan kepalanya lalu segera mendekati Kyuhyun yang masih terus menatapnya takjub. Siwon langsung mengecup keningnya sedikit lebih lama sambil memejamkan matanya.

Saat itu para suster itu pun memakai tirai penutup setengah badan Kyuhyun hingga ia tidak melihat apa yang akan dilakukan para dokter dan suster itu. Sebelum operasinya dimulai Kyuhyun terlebih dulu disuntikkan penghilang rasa sakit dari setengah badannya.

Kemudian dimulailah pekerjaan mereka dari mengoleskan obat khusus sebelum pembedahan itu dilakukan menggunakan pisau operasi paling tajam yang pernah ada. Sementara itu Siwon dan Kyuhyun hanya bisa saling bertatapan tanpa bisa mengucapkan apa yang ingin mereka katakan.

Mungkin saja tatapan mata itu lebih dari cukup untuk mengungkapkan apa yang dirasakan keduanya saat ini. Tapi tetap saja kata-kata akan menyempurnakan segala perasaan yang ada dihatinya.

“No matter what happen, I love you~ baby, I really do.” Ucap Siwon penuh penekanan.

“Kita akan baik-baik saja.” Jawab Kyuhyun penuh keyakinan membuat wajah Siwon semakin cemas.

“Aku mencintaimu hyung~ anak kita juga mencintaimu.”

Kyuhyun memejamkan matanya dan berdo’a dalam hatinya membuat Siwon melihat wajah cantiknya penuh takjub lalu ia pun perlahan menempelkan kening mereka berdua dan ikut memejamkan matanya. Dengan tangan Kyuhyun berada dalam genggamannya, Siwon meminta keselamatan untuk ibu dan anaknya ini.

‘Umma~ jika ini yang umma katakan bahwa aku special~ maka berikan aku kekuatan dan restumu.’ Ucap Kyuhyun dalam hati. “Dan jika yang umma katakan itu benar, dengarkan do’aku ini.”

Detik selanjutnya tangisan bayi yang sangat keras memecah keheningan yang terjadi diruangan itu. Bahkan Siwon yang menutup matanya langsung tersentak kaget dan melihat Kyuhyun yang tersenyum manis dengan mata yang masih tertutup rapat.

“Ba-baby…”

“A-aku mommy, baby-mu ada disana.”  Jawab Kyuhyun membuka matanya perlahan.

Bisa dilihat Siwon dengan jelas mata cantik itu berkaca-kaca menahan haru kebahagiaan yang baru saja didapatnya itu.

“I love you.” Ucap Siwon cepat kemudian mengecup bibir Kyuhyun dalam menyalurkan kata-katanya itu.

Barulah Kyuhyun tahu bahwa suaminya juga menitikkan airmatanya saat cairan bening itu jatuh diatas pipinya.

“Selamat Siwon-ssi, bayi kalian laki-laki.” Ucap dokter Shim penuh kebanggaan.

“It’s baby boy~” Seru Siwon tertahan dan sangat bahagia.

Kyuhyun bisa menebak walau Siwon tidak mengatakannya, bahwa namja tampan suaminya itu berharap baby pertamanya itu seorang namja yang akan menjadi penerus keluarga Choi kelak. Dan itu juga harapannya.

“Dia namja seperti yang kau inginkan, hyung.” Ucap Kyuhyun lemah dan perlahan matanya pun menutup sempurna.

“KYUHYUN!!!” Panggil Siwon tidak percaya.

“Tenang saja, dia hanya kelelehan.”

“Huh? Benarkah?”

“Seorang ibu bersalin akan terlihat tenang diluar tapi sebenarnya didalamnya penuh tekanan, apa ia bisa menyelesaikan tugasnya sampai detik terakhir si bayi disini, bagaimana jika gagal? Dan berbagai macam lainnya.” Jelas dokter Shim penuh kesabaran.

“A-aaku ta-takut…” Siwon benar-benar kehilangan arwahnya sesaat.

“Sekarang lihatlah bayimu, kami akan memindahkannya keruang rawat.”

Dengan wajah pucat dan mata yang tidak focus Siwon tidak membantah saat dua suster disana mengeluarkannya dengan cepat. Sampai diluar suster itu langsung menjelaskan apa yang terjadi pada Irene kemudian segera kembali untuk membawa Kyuhyun.

“Oppa~” Panggil Irene sambil menggelengkan kepalanya. “Dia sangat berharga, eoh?” Tanya Irene kemudian.

“Jantungku hampir berhenti saat dia menutup mata, Irene~ aku hampir saja mati jika dia pergi.” Ucap Siwon menggenggam bajunya tepat dijantungnya itu dengan wajah penuh khawatir dan penuh kerutan.

Nyuuut~

Sepertinya sebuah benda yang tajam tiba-tiba menusuk hati Irene sampai sakit sekali rasanya, saat kata-kata Siwon terdengar ditelinganya. Irene tidak ingin merasakannya, tapi rasa sakit itu datang dengan sendirinya.

“Oppa…” Panggilnya pelan membuat Siwon berpaling melihatnya. “Kita lihat Joonmyunie?” Tanya Irene membuat Siwon kebingungan. “Itu nama baby kita, aku belum mengatakannya pada Kyunnie, tapi aku berharap ia setuju.” Jelas Irene tanpa diminta Siwon.

“Ba-baiklah.”

Dan kedua orangtua baru itu segera menuju ruang bayi yang sudah dibersihkan disana sebelum dibawa kembali pada ibu mereka masing-masing. Diruangan penuh bayi itu, box biru bertuliskan nama Siwon dan Kyuhyun juga Irene berada ditengah-tengah ruangan diantara para bayi lainnya.

“Dia sangat maniiis~” Seru Irene tertahan.

“Bagaimana kau bisa melihatnya jika dia masih terpejam, Ireneee~” Siwon menggelengkan kepalanya.

“Oppa!! Jangan menghancurkan mimpi orang!! Aku ingin dia manis seperti Kyuhyun, tampan sepertimu dan…”

“Penuh kebaikan, sepertimu.” Sambung Siwon melihat istri cantiknya itu.

“Oppa~~” Irene tersenyum senang. “Aku ingin menggendongnya, tapi…”

“Tapi?”

“Kyunnie mommy-nya, dialah yang pertama.”

“Ohh, sayangku~” Siwon langsung menarik yeoja cantik itu kepelukannya dan mengecup keningnya.

Irene terkejut tidak menyangka Siwon melakukan itu namun wajah shock itu berganti dengan senyum manisnya dan membalas pelukan itu dengan erat. Irene seperti sudah lupa bagaimana rasanya dipeluk suaminya yang tampan itu, bahkan ia lupa kapan terakhir Siwon memeluknya.

“Kita lihat Kyunnie?” Tanya Siwon kemudian membuat mata Irene terbuka.

Dan perlahan pelukan hangat itu pun terlepas meninggalkan rasa rindu yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.

“Apa suster akan membawa bayinya?” Tanya Irene mengalihkan apa yang dirasanya itu.

“Pasti, Kyuhyun belum melihatnya, ayo~” Siwon menarik Irene dan menggenggam tangannya.

Kemudian mereka segera menuju ruang rawat Kyuhyun yang sudah dipindahkan dari ICU bersalin. Ruang VVIP yang lengkap isinya itu terlihat sangat luas dengan dua sofa panjang diletakkan didindingnya untuk para tamu yang menjenguk.

Sementara ranjang besar muat dua orang dewasa itu berada paling sudut ruangan berdampingan dengan jendela agar cahaya bisa masuk kesana. Disanalah Kyuhyun berbaring dengan alat insuf menggantung disamping ranjangnya,

“Dia masih tidur?” Tanya Siwon.

“Mungkin masih belum cukup, tunggu saja sebentar lagi.” Jawab Dokter Shim yang ada disana.

“Mmm, dok, aku ingin tanya hal penting.” Ucap Irene tiba-tiba.

“Ada apa?”

“Mm, itu~ bagaimana susu untuk baby kami? Apa Kyuhyun bisa memberikan ASI-nya?” Tanya Irene tanpa basa-basi.

“Ouwh~ sayangnya Kyuhyun-ssi tidak punya kelenjar asi didada-nya.”

“Berarti dia harus minum susu formula?” Tanya Siwon kemudian.

“Jika Irene-ssi mau, kita bisa membuat ASI-mu keluar walau tanpa melahirkan.” Ucap dokter itu dengan tenangnya membuat Siwon dan Irene menatapnya dengan mulut terbuka.

“How come?”

“Dunia sudah canggih, segalanya mungkin terjadi.” Ucap dokter itu membuat Irene tampak berpikir sejenak. “Bagaimana Irene-ssi?”

“Mmm~ itu~ aku…” Keraguan mulai muncul dikepalanya. ‘Lakukan saja, bayi itu akan terikat denganmu.’ Inner Irene berkata. ‘Jangan~ itu haknya Kyuhyun.’ Inernya yang lain menimpali.

“Baiklah dok, aku tahu.”

“Kau mau?”

“Tidak, ASI itu hak anak dari ibunya, aku tidak boleh mengambilnya, jika Kyuhyun tidak bisa, aku juga tidak, Joonmyun akan minum susu terbaik yang ada didunia.”

“Ahahaha~ aku tidak mengerti kalian.” Dokter Shim akhirnya berkata.

“Kami cukup saling mengerti saja, dok~” Jawab Siwon dengan senyum memesonanya.

“Ahaha, baiklah~ aku kalah. Sekali lagi, selamat untuk kalian bertiga, bayinya akan segera dibawa, tunggulah.”

“Terima kasih dokter, terima kasih untuk semuanya.” Siwon menjabat tangan dokter Shim yang menganggukkan kepalanya.

Kemudian Irene juga ikut menjabat tangan dokter itu sambil mengantarnya keluar dari ruangan itu. Dan tinggallah mereka berdua diruangan yang sunyi itu dengan berbagai suara monitor mengiringi.^^

“Oppa~ aku akan menyiapkan segalanya, tinggallah disini.”

“Baiklah, jangan lupa beritahu umma, mereka berdua sehat.”

“Umma Choi sudah mencancel semua meetingnya di LA, umma-ku dalam perjalanannya.”

“Baiklah, hati-hati.” Siwon mengecup pipi mulus itu dengan cepat lalu mengantar istrinya sampai kepintu.

Saat itu dua orang suster sudah ada disana membawa bayi Joonmyeon dalam gendongannya sementara seorang lagi mendorong keranjang biru tempat tidurnya.

“Ahh~ Uri babyyy~” Seru Irene tidak sadar tempat.

“Aigoo~” Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Oppa~” Panggil Irene setengah merengek membuat Siwon menatapnya tidak percaya. “Izinkan aku mengecupnya sekali sajaaa~”

“Mwoooo??”

“Sekali saja, aku tidak tahan lagi.”

“Ba-baiklah, mungkin Kyunnie juga akan mengizinkannya, ta-tapi sekali saja.”

“Neeee~” Irene langsung berbalik menghadap suster itu dan melihat bayi kecil itu masih terlelap dengan nyamannya.

“Ini umma, sayang~ selamat datang dalam pelukan kami.” Bisik Irene lembut kemudian mengecup kening merah jambu itu penuh sayang.

Entah naluri atau rasa sayang yang berlebihan yang dimilikinya sampai Irene kembali tidak bisa menahan airmatanya. Dengan cepat Siwon membelai punggung-nya untuk menenangkan istrinya hingga yeoja cantik itu berpaling melihatnya dengan mata yang basah.

“Dia sangat mengagumkan, oppa~” Ucapnya tulus.

“Oppa tahu, ayo cepatlah sebelum dia menangis karna haus.” Ucap Siwon dengan senyumnya.

Mendengar kata itu, secepat kilat Irene melesat dari hadapannya hingga Siwon kehilangan kata-kata.

“Sejak kapan dia jadi aneh?” Tanya Siwon tanpa sadar.

“Dari dulu dia sudah aneh.” Jawab seseorang dibelakangnya.

“Kyuhyun!!” Mata Siwon melebar.

“Tapi, karna keanehannya itu aku bertemu denganmu.”

“My baby!!” Siwon langsung berbalik arah menghambur mendekati ranjang Kyuhyun.

Sementara dua suster itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka sambil membawa masuk bayi itu beserta tempat tidurnya. Setelah melihat tempat yang cocok untuknya mereka pun meletakkannya disana lalu keluar tanpa sepatah kata bisa terucapkan.

Bagaimana bisa mereka mengatakan sesuatu jika dua namja sempurna itu kini saling menatap satu sama lain tanpa ada satu kata pun terucap dari mereka masing-masing. Siwon sedang menelusuri wajah cantik pucat didepannya itu dengan lekat.

“Karna keanehannya itu aku mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.” Ucap Siwon akhirnya. “Aku mencintaimu, Choi Kyuhyun, sungguh mencintaimu.”

Dan bibirnya pun menyentuh bibir Kyuhyun sebelum namja cantik itu sempat menjawab pernyataan cinta yang sangat kuat itu. Ciuman lembut penuh cinta untuk menguatkan kata-kata itu membuat Kyuhyun menutup mata dengan seribu kupu-kupu menari dalam perutnya.

Ciuman lembut dan terlihat malas itu tidak akan berhenti dalam waktu dekat ini jika saja baby kecil dalam box-nya itu bergerak tiba-tiba dan mengeluarkan protesnya. Mau tidak mau Siwon harus melepas bibir yang sudah menjadi candu baginya itu dengan terpaksa.

“Belum pun ia tahu, sudah bisa protes.” Gerutu Siwon kemudian.

“Hyung!!”

“Ahahaha, kau ingin melihatnya?” Tanya Siwon akhirnya dan Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Ba-bagaimana di-dia, hyung?” Kegugupan Kyuhyun pun datang tiba-tiba.

“Sempurna.” Jawab Siwon sambil berbalik melihat dimana box tidur putranya berada.

Kemudian ia segera mengambil malaikat kecil itu secara perlahan dan mendekapnya dengan lembut didadanya. “Baby~ ini daddy, kita lihat mommy ne?”

Kyuhyun tidak menyangka ia bisa melihat pemandangan itu dalam hidupnya sebagai seorang namja sampai mata cantiknya pun berkaca-kaca. Tapi tentu saja itu tidak akan menggangu pikirannya lagi sampai kapan-pun jika ia punya Siwon dan baby-nya.

“Here you go~”

Perlahan tapi pasti Kyuhyun menerima kehangatan tubuh kecil itu didadanya hingga sampai ia mendekap putra kecilnya itu. Tanpa terasa airmatanya jatuh mengalir dipipi pucatnya itu membuat Siwon dengan cepat menghapusnya.

“Our love.” Gumam Siwon.

“Dia babyku?”

“Ne~ putraku.” Jawab Siwon membuat bibir Kyuhyun mengerucut tanpa disadarinya. “Dia cinta kita, baby.” Ucap Siwon lagi lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

Dengan perlahan namja cantik itu mendekatkan wajahnya pada bayi kecil itu dan Kyuhyun mengecup keningnya begitu lama sambil memejamkan matanya. Kemudian ia pun mendekatkan wajahnya pada wajah kecil yang masih hangat itu dengan lembut.

“Hyuuung~~” Tangis Kyuhyun akhirnya.

“Aigoo~ mereka jadi sama-sama sensitive.”

“Hyungg~~~”

“Ne, ne, ne, Ssst~ jangan menangis. Apa kau lelah?” Siwon kembali menghapus airmata huswife cantiknya itu.

“Aku baik-baik saja.”

Saat itu pintu ruangan itu pun kembali terbuka menampilkan Irene beserta dua nenek dan dua kakek dari bayi kecil itu dibelakangnya. Mereka semua langsung menghambur pada Kyuhyun dan memeluknya satu persatu setelah Kyuhyun mengambil putranya menjauh.

“Selamat Kyunnie~” Ucap Umma Jung.”

“Terima kasih Ahjumma~”

“Selamat chagiyaa, terima kasih, dia sangat tampan.” Umma Choi kembali memeluk menantu cantiknya itu.

“Kalian sangat cepat, eoh?” Ucap Siwon dengan mata melebar.

“Tidak ada yang menghentikan kami, ohohoho.”

Kemudian kedua nenek itu pun segera merapatkan diri mereka pada Siwon dan meminta cucu mereka dengan segera. Bahkan Irene langsung protes karena ia belum menggendongnya sekalipun padahal ia ummanya.

Tentu saja protes itu menjadi angin lalu bagi ibu-ibu rempong itu yang sudah terlalu larut dalam wajah mungil kecil dalam dekapan mereka. Irene harus pasrah dan menyerah memenangkan kompetisi itu dengan orang tuanya.

Ia lebih memilih mmebuat susu untuk bayi itu saja karena sekarang giliran dua kakek yang ingin mencoba menggendong cucu pertama mereka. Kyuhyun tidak bisa berhenti tersenyum melihat kebahagiaan yang sudah didapatkan mereka lewat dirinya.

Sementara Irene hanya bisa menghela nafas pasrah saat melihat betapa bahagianya keluarga mereka saat suara kecil bayi itu terdengar. Bagaimana jika yang mereka banggakan itu putraku dan Siwon oppa?

“Irene??” Panggil Siwon tiba-tiba.

“Huh? Ap-apa?” Yeoja cantik itu gagap.

“Dia haus, dimana susunya?”

“Ouwh, mianhae~ ini sudah siap.” Dengan cepat Irene mendekati umma Choi dan menyerahkan susunya itu.

Namun umma Choi membawa bayi itu pada Kyuhyun dan menyuruhnya untuk mendekapnya didada, lalu ia mengambil susu ditangan Irene dan memberikannya pada Kyuhyun.

Sedikit ragu dan tidak mengerti Kyuhyun menuruti apa yang dikatakan umma Choi dan menyusui babynya dari botol susu formula itu.

“Mmm, Kyu…itu…mmm~” Irene tidak tahu harus memulai darimana. “Noo-na sudah pu-punya nama untuknya.” Ucap Irene akhirnya.

“Benarkah?” Tanya Kyuhyun dengan wajah berbinar.

“N-ne~ C-choi Joonmyun.”

“Waaah~ nama yang bagus, aku suka noona, Noona ambil dari mana?”

“Aku suka nama itu.”

“Mmm~ baiklah~ tapi bagaimana kalau kita panggil dia Suho??” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Boleh.”

“Ya sudah, apa yang noona takutkan?” Tanya Kyuhyun dengan smirk jahilnya.

“Itu…”

“Baiklah umma~ silahkan perkenalkan putra kita pada semuanya.” Ucap Kyuhyun kemudian sambil menjauhkan Suho dari dadanya.

Irene yang tidak mengerti hanya berdiri melihatnya hingga Kyuhyun memanggilnya sekali lagi barulah yeoja cantik itu mendekat dan akhirnya memeluk bayi kecil itu kedada-nya untuk pertama kalinya.

“My baby~” Gumam Irene dengan mata berkaca-kaca.

Tapi kemudian dengan cepat ia bisa mengendalikan dirinya. “Soo~ para nenek dan kakek yang terhormat, kenalkan Choi Joonmyun, pewaris kerajaan Choi dimasa depan.” Ucap Irene dengan penuh kebanggaan.

Dan tepuk tangan yang meriah pun terdengar dari ruangan itu, termasuk Kyuhyun yang bertepuk tangan sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya. Ia pun kembali ingin merebahkan badannya untuk beristirahat dan dengan cepat Siwon membantunya dengan sangat perlahan.

Dan sehari itu pun mereka habiskan dengan bercakap-cakap dengan Suho kecil yang tidak akan pernah mengerti apa yang mereka bicarakan.

Sementara Kyuhyun menghabiskan waktunya diranjang untuk memulihkan keadaannya dengan Siwon yang tidak pernah jauh dari sisinya sekalipun.

**

Hari berikutnya Kyuhyun sudah diizinkan pulang dengan syarat dia harus menjaga gerak-geriknya agar bekas jahitan dibawah perutnya tidak terganggu. Namun para umma dan Appa ternyata punya rencana mereka sendiri.

Sudah tradisi di Negara mereka jika firstday dari bayi yang lahir itu akan dirayakan secara besar-besaran dengan mengundang seluruh family dan kerabat yang ada. Mereka akan bertamu dengan membawa do’a dan hadiah kecil berupa cincin emas untuk si bayi.

Choi dan Jung family sudah menyiapkan pesta itu secara besar-besaran dengan menggabungkan dua nama mereka. Bisa dipastikan bukan hanya kerabat dan family saja yang akan datang ke acara itu, melainkan semua orang terpandang di Korea dan China akan ada disana.

“Umma~ babykyu tidak akan bertahan dengan acara yang besar seperti itu.” Protes Siwon saat umma Choi sibuk merancang pestanya.

“Tapi ini harus dilakukan, Siwonnie.”

“Ini baru hari keduanya, umma~ bayangkan saja.”

“Mmm~ baiklah, kita akan mengundur waktunya sampai Kyunnie kuat dan Suho sedikit lebih besar.” Ucap Umma Choi akhirnya.

“Terima kasih umma~” Siwon langsung memeluk ummanya tercinta. ‘Jika memakai alasan kesehatan, wanita cantik ini tidak akan menolaknya’ Inner Siwon berkata.

Ia benar-benar tidak ingin memberatkan Kyuhyun dengan pesta seperti itu, apalagi ia tahu bahwa huswife cantiknya merasa keberatan dengan kehadiran banyak orang yang ingin melihatnya.

“Kau sudah jadi pangeran, ne babyboy~?” Ucap Siwon sambil tersenyum jenaka pada putra kecilnya yang hanya bisa menggeliat.

Siwon yang bertugas menjaga baby mereka kali ini karena Irene harus membantu umma-umma mereka membatalkan acara firstday itu. Sementara Kyuhyun tertidur dengan sangat pulas diranjangnya sendiri dibalut selimut hangat sampai kedagunya.

.

.

Hari kembali berlalu dengan penuh kebahagiaan dan tangisan kecil yang mengiringi keluarga Choi. Bayi kecil pembawa kebahagiaan itu tumbuh dengan sehat dan penuh cinta di setiap harinya.

Kehadiran Choi Joonmyun atau biasa dipanggil Suho dalam keluarga kecil Siwon, menambahkan kesan yang bahagia maupun keriangan di dalamnya. Tidak jarang Irene memonopoli Suho agar bisa tidur bersamanya, namun Kyuhyun sendiri tidak pernah mempermasalahkan hal itu.

Baginya melihat Suho sangat disayangi oleh kedua kakek dan neneknya itu bahkan ada umma dan daddy nya juga, sudah sangat lebih dari cukup untuknya.

Choi Joonmyun mulai terbiasa dengan banyaknya pelukan atau dekapan hangat yang dia terima disetiap harinya. Karena dalam sehari mungkin hanya beberapa jam saja ia berada dalam dekapan mommy-nya tercinta.

Walau begitu mereka hidup dengan kedamaian yang bisa membuat orang lain iri jika melihatnya. Bahkan Irene sendiri sering merasakan hal itu, saat semua perhatian tercurahkan pada bayi kecil putranya itu.

Bukan hanya itu saja, Kyuhyun mommy dari putra kecil kesayangan itu pun mendapatkan perhatian yang lebih besar daripada sebelumnya. Jika Irene sibuk dengan putra kecil itu, Siwon sibuk menjaga huswife cantiknya itu dengan segala cinta untuknya.

Bahkan orangtuanya juga ikut memanjakan namja cantik yang sudah menjadi ibu itu dan sudah memberikan kebahagiaan yang tidak terkira pada mereka. Khususnya umma Choi, setiap hari umma cantik itu datang membawakan sup-sup sehat untuk ibu yang sudah melahirkan.

Sampai hari ini, usia Suho sudah melewati 7 bulan dengan berbagai gerakan dan tawa yang sudah ia lakukan, umma Choi masih menganggap Kyuhyun baru melahirkan kemarin pagi.

“Kyunniee, sup-nya jangan lupa diminum, sesekali duduklah diluar agar matahari mengenai tubuhmu.” Ucap Umma Choi suatu pagi.

“Ummaaa~ kenapa cerewet begituu??” Jawab Kyuhyun tidak terima.

“Umma tidak cerewet! Sana keluar, biar Suho umma yang jaga.”

“Ibu wakil direktur, apa pekerjaan anda sudah selesai? Kenapa anda ingin menjaga bayi?”

“Jangan banyak omong!! Cucu umma lebih penting dari segalanya, sanaaaa~”

Kyuhyun hanya bisa mengerucutkan bibirnya dengan kesal dan keluar dari kamarnya menuju balkon. Kau tidak akan menang jika melawan ibu wakil direktur yang selalu bisa mengalahkan saingannya dalam dunia bisnis.

Irene juga merasa bayi kecilnya itu sudah mengenal siapa ibu kandungnya sendiri sehingga tanpa bisa dicegah Suho lebih sering ingin bersama mommy-nya daripada bersamanya atau orang lain.

Apalagi sekarang si kecil itu sudah bisa merangkak, ia akan mencari sendiri dimana suara mommy-nya terdengar Suho akan segera kesana. Seperti hari ini, si kecil Suho tidak mau makan jika bukan Kyuhyun yang menyuapinya.

“Kyunnie…”

“Ne, Noona?” Kyuhyun baru saja selesai memberi bubur untuk Suho.

“Bolehkah aku menggendongnya sebentar?”

“Noona, kenapa selalu meminta izin padaku? Suho anakmu bukan?”

“Hahaha~ iya.. tapi kau tetap ibu kandungnya.”

“Tapi kau umma terbaiknya” Kyuhyun memberikan Suho ke dalam gendongan Irene.

“Kyunnie…” Irene berkaca-kaca mendengarnya.

“Tampan, main sama ummamu ne? mommy sibuk, mau tidur dulu.” Ucap Kyuhyun pada anaknya.

“Kyunniee…”

“Jangan menangis noona, kau akan jelek jika menangis. karena itu kau harus selalu tersenyum, ara?” Kyuhyun mengelus rambut Irene.

Percakapan singkat itu ternyata didengar oleh Siwon yang hendak masuk ke kamar Kyuhyun. Sepulang kerja Siwon memang akan selalu rutin datang ke kamar Kyuhyun, menengok putra dan juga tentu huswife cantiknya.

Setelah itu barulah ia akan mencari dimana keberadaan Irene dan juga membagi kasih kepada istri pertamanya itu, salah satu rasa adil bagi Siwon. Dan itu sudah berlangsung lebih dari delapan bulan hingga sekarang.

“Sepertinya aku juga merasa terharu disini.” Ucap Siwon mendekati mereka.

“Hyung/oppa sudah pulang?” Tanya Kyuhyun dan Irene bersamaan.

“Ne~” Jawabnya dengan senyum melebar.

Siwon mengecup kening putranya terlebih dulu yang terlihat sibuk di pangkuan Irene, kemudian tidak lupa juga ia mengecup kening Irene dan Kyuhyun secara bergantian. Kalian bisa menebak kening siapa yang pertama? Iya, Kyuhyun. Dan itu tidak luput dari tatapan Irene.

“Kau pasti lelah hyung, mandilah~ aku akan menyiapkan makanan untuk makan malam kita.”

“Tidak perlu Kyunnie, kau juga pasti lelah, maid pasti sudah menyiapkannya di meja makan. Oppa mandilah.” Cegah Irene.

“Lalu aku harus mandi dimana?” Ujar Siwon kebingungan yang hanya di tertawakan oleh Irene dan Kyuhyun.

“Huh? Mandilah dimanapun kau mau hyung” Jawab Kyuhyun dengan death glarenya yang mematikan.

“Baiklah~” Siwon pun segera mengambil handuk di lemari yang ada dikamar Kyuhyun setelahnya ia segera menuju kamar mandi.

Irene maupun Kyuhyun terlihat asik bermain dengan Suho sebentar, selanjutnya Irene membawa bayi sehat nan menggemaskan itu keluar dan meninggalkan Kyuhyun disana.

Setelah beberapa saat, Siwon keluar dari kamar mandi dan terlihat segar dengan rambutnya yang hampir kering sepenuhnya. Ia melihat hanya ada Kyuhyun disana yang sudah berbaring didalam selimutnya dengan memejamkan mata.

Tanpa mengatakan apa pun lagi namja tampan itu langsung menyusup kedalam selimut disamping Kyuhyun sambil tertawa kecil dengan senangnya. Sambil memejamkan mata Siwon menarik Kyuhyun dalam pelukannya dan menghirup aroma Kyuhyun yang selalu bisa membuatnya tenang.

“I miss you so much, baby~” Gumam Siwon sambil mengecup leher Kyuhyun dan menyusupkan wajahnya disana.

“Mmm~ istirahatlah hyung~ nanti saja makan malamnya.” Jawab Kyuhyun berbalik menghadap Siwon dan menyusupkan wajahnya dileher suaminya dengan nyaman.

Keduanya pun terlelap dalam kehangatan pelukan mereka hingga jam makan malam pun terlewatkan dan keduanya memasuki dunia mimpi yang sama indahnya.

.

.

Hari pun kembali berganti dengan sendirinya, Suho kecil pun setiap saat akan menjadi pusat perhatian saat ada acara kumpul keluarga besar itu. Usianya kini sudah memasuki pertengahan 8 bulan membuat antusias para nenek ataupun kakek untuk mempersiapkan pesta firstday cucu mereka kembali bermunculan.

“Bagaimana jika di villa saja?” Tanya umma Choi sangat antusias.

“Jangan, lebih baik di hotel saja.” Ucap Appa Jung yang memiliki hotel di China sana.

“Atau kita menyewa lotte world saja, bisa bermain seharian.” Jawab Siwon mencoba memberi idenya.

“Pabbo…anak masih kecil mana bisa bermain permainan seperti itu.” Jawab appa Choi.

Itulah yang diobrolkan oleh para nenek dan kakek dan daddy putra kesayangan itu, sedangkan Suho sendiri asik dengan biscuit ditangannya yang saat ini dirinya sedang di pangkuan daddy nya tercinta yang duduk di apit oleh umma dan mommy nya.

“Ummadeul, appadeul, Suho masih kecil, terlalu mewah jika di rayakan ulang tahun.”

“Tapi ini perayaan firstday sekaligus ulangtahun pertama-nya Kyu, jadi itu sangat diharuskan.” Jawab umma Choi tidak ingin ditolak.

**

Dan akhirnya acara firstday yang besar-besaran itu pun dilakukan disalah satu Villa milik keluarga Choi yang terletak dipulau nami. Pulau yang dikatakan surga dunia korea selatan itu sangat kecil dan berbentuk bulan separuh.

Pulau yang dikenal dengan keromatisannya itu akan menjadi saksi betapa berharganya seorang Choi Joonmyun bagi keluarga itu. Pesta firstday itu akan diadakan di taman belakang Villa dan menjadikan balkon sebagai tempat singgasana sikecil Suho.

Tiga hari setelah diputuskan, villa mereka sudah dihias dan ditata dengan apik oleh designer yang Siwon sewa. Saat tiba waktunya nanti, mereka hanya tinggal menikmati dan mengagumi keindahan tempat itu.

Appa Choi dan Appa Jung juga menyiapkan beberapa buah kapal untuk para tamu yang akan membawa mereka ke pulau tersebut.

Dan hari yang mereka nantikan pun tiba, pesta megah itu sudah siap untuk dimulai dengan pembukaan dari Appa Choi sebagai tetua disana. Semua tamu sudah berada dikursi mereka yang bertebaran ditaman belakang itu, yang seluruh taman sudah dihias dengan pita, balon dan lampu yang berwarna-warni.

Siwon, Kyuhyun dan Irene berada di sofa yang ada dibalkon yang menghadap ketaman itu. Dibawah tenda yang berenda putih yang dilantainya diletakkan permadani babyblue, dan disanalah nanti Suho kecil akan didudukkan.

Didepan bocah kecil itu akan diletakkan beberapa barang yang nantinya akan diminta Suho kecil untuk memilih salah satunya. Diantaranya Uang, Kuas, Kue, anak panah, pedang dan benang. Apa yang dipilih Suho nanti itulah yang akan menjadi masa depannya kelak.

Setelah acara penyambutan yang dilakukan appa Choi, acara pentingnya pun akan dimulai dengan meletakkan benda-benda yang penting itu diatas permadani. Suho yang masih dipangkuan Kyuhyun hanya melihat mereka semua dengan mata yang berbinar senang.

Sepertinya ia menyukai keramaian yang biasanya selalu terjadi dirumahnya yang memiliki dua nenek, dua kakek, dua umma dan satu daddy. Suho kecil yang memakai handok biru putih itu terlihat sangat menggemaskan dengan pipinya yang sangat chubby.

Semua keluarga juga memakai hanbok tradisional dengan berbagai warna, Siwon memakai warna biru gelap dan putih, Kyuhyun biru lembut dan putih sementara Irene pink lembut dipadu putih juga. Mereka semua terlihat sangat mengagumkan.

Saat semuanya sudah selesai Kyuhyun pun diminta untuk menurunkan Suho dari pangkuannya. Dengan wajah bingung dan tidak rela bayi kecil itu melihat pada mommy-nya yang tersenyum menenangkan.

“Suho disini dulu ne~ itu ada mainan, ayo Suho mau yang mana.” Ucap Kyuhyun menenangkannya.

“Mm~mm~~mm” Oceh Suho tidak ingin beranjak.

“Sini baby…” Panggil Siwon beranjak dari kursinya dan duduk didepan barang-barang yang sudah diatur itu.

Barulah Suho berpaling melihat kearah daddynya dan matanya langsung berbinar melihat benda-benda yang menarik didepannya itu. Dari arah kanan Suho, Kuas hitam diletakkan ditempat pertama kemudian disampingnya ada tempat Uang, selanjutnya benang dan diikuti dengan anak panah, Kue dan terakhir ada pedang kecil.

“Ayo tampan, pilih salah satunya~” Ucap Umma Choi sangat antusias.

Bukan hanya keluarga saja, hampir semua tamu mendekati balkon untuk melihat apa yang akan dipilih cucu orang terkaya dikorea itu. Begitu melihat semua mata tertuju padanya, Suho langsung melihat mereka dan memamerkan gusi merahnya dengan mata yang menghilang.

Dia tersenyum, atau tebar pesona menurut Kyuhyun.

“Ahahaha~ dia sangat menggemaskan.” Ucap beberapa tamu wanita disana.

Siwon langsung tersenyum dengan mimik yang sama pada Kyuhyun hingga namja cantik itu memutar bola matanya dengan malas, sementara Irene tertawa cekikikan.

“Ayo baby~ Cuo mau yang mana?” Tanya Irene memberi semangat.

Suho berpaling sekilas melihat ummanya itu lalu berpaling sekali lagi untuk melihat mommy-nya yang menganggukkan kepalanya. Kemudian perlahan tapi pasti putra kecil itu pun bergerak merangkak mendekati benda-benda yang aneh itu.

Mata bulat jenakanya tidak lepas dari kue momiji yang ada dideretan kelima sebelah kirinya. Namun arah jalannya itu tertuju pada pedang yang mempunyai sarungnya yang berwarna ungu terang.

Sebagian tamu sudah berbisik-bisik bahwa anak itu akan menjadi pemimpin militer jika ia memilih benda itu. Sementara Kyuhyun berharap Suho akan memilih benang yang artinya putranya itu akan berumur panjang dan sehat selalu. Harapan seorang ibu.

Tapi tiba-tiba gerakannya berhenti ditengah-tengah dan melihat lagi benda-benda itu dari kuas yang ada diujung pertama. Lalu tidak ada yang menyangka gerakan cepatnya hingga ia berhenti didepan sebuah benda dan tawa kecilnya yang riang pun terdengar.

“Waaahahahaha~ dia tahu saja mana masa depan yang sesungguhnya!!” Ucap salah satu tamu yang tidak bisa menyembunyikan tawanya.

Suho pun kembali tertawa sambil meremas-remas benda didepannya itu dengan wajah riang. Diantara semua benda yang menjadi keraguannya, uanglah yang menjadi pilihan hati Suho kecil yang sebenarnya.

Jika memilih uang atau pun beras, dia akan menjadi orang kaya.

Selanjutnya tepukan tangan yang meriah pun terdengar diseluruh taman yang luas itu, bahkan Suho juga ikut bertepuk tangan dengan riangnya sambil melihat mommy-nya tercinta.

Selanjutnya pesta itu pun dilanjutkan dengan penyerahan cincin emas pada putra kecil itu dan seterusnya acara makan-makan sambil berbincang bersama keluarga dan para tamu. Siwon dan Kyuhyun terlihat sibuk membawa putra mereka kesana kemari untuk diperkenalkan pada kerabat mereka.

Sementara Irene masih duduk disalah satu meja khusus keluarga mereka dan menyaksikan pasangan yang berbahagia itu. Tatapan mata yang penuh kecemburuan itu pun akhirnya tidak bisa disembunyikan lagi.

Pikirannya berputar dengan segala kejadian yang sama, saat hanya mereka yang menjadi pusat perhatian selama ini. Semua kejadian, semua rasa sakit yang dirasakannya kembali bersatu dalam dadanya.

Hingga gemuruh dalam dadanya itu pun datang dan membuatnya sulit bernafas, bahkan Irene merasakan kepalanya ikut berdenyut seketika. Dengan cepat Irene berdiri dari duduknya dan berjalan menjauh dari keramaian itu.

Namun baru beberapa langkahnya berjalan, pandangannya terasa kabur dan kepalanya berkunang-kunang hingga ia harus berpegangan pada salah satu kursi disana. Selanjutnya yang Irene rasakan, dunia ini runtuh dan pandangannya pun gelap seluruhnya.

Belum sempat Ia mengucapkan kata atau memanggil suaminya, tubuh langsing cantiknya itu pun jatuh perlahan dan terkulai direrumputan. Saat itu umma Choi yang pertama kali berpaling melihat menantunya pergi dan matanya pun melebar seketika.

“IRENE!!!”

Tbc…

Ahahahaha, semoga memuaskan..

Soal melahirkan, Vie memang sengaja menjabarkannya secara halus.

soal ASI, Vie tidak bisa membuat Kyuhyun bisa memberi ASI, Jadi anggap saja Kyunnie tidak bisa, ok?

Sampai jumpa di ff selanjutnya.

With Love

Vie & Ms.Lee

**

72 thoughts on “The Day 6

  1. akhirnya yg ditunggu” sdh trwujud, baby boy yg mungil dan pintar…
    sbnernya kasihan jg lihat irene yg sprtnya selalu dinomor dua kan oleh semua keluarga trmasuk choi siwon, ya…mskipun siwon selalu brusaha berbuat adil tp dia hanya manusia biasa jd pasti ada kalanya tanpa dia sadari dia menyebabkan irene cemburu. dan saya sangat suka krna lbh banyak momen wonkyunya…hehehehe
    omg…pa yg trjadi sama irene, apa dia hanya sakit krna kelelahan dan bnyak pikiran atau krna dia jg hamil??

  2. huffttt akhirnya lahiran juga.. Irene kok pingsan? hamil kah? saya berharap Irene sama orang lain gtu, biar wonkyu bersatu dan babykyu only one untuk siwon… *egois* oenni buat yg terbaik untuk wonkyu gitu ..

    oenni next d tunggu MB83 jangan lama2…

  3. Waaaaaa baby suho sdh lahir… Yeyyyyyy

    Kakek nenek pada rempong, masa bayi baru 2 hari diadakan pesta…. Hebat….

    Wiiiiii suho tahu mana yg ibu kandungnya..

    Sabar ne irene… Smga saja mrk baik” saja…. Lanjuuuttttt =>

    ——1315—–

  4. Wah wah pangeran choi kesayangan semua orang…. Waduh si irene kenapa tuh apa doi sakit gak hamil kan hem. Lanjut asap

  5. 🙌🙌🙌🙌🙌
    Selamat datang suho, pangeran kecil yang ditunggu tunggu…
    Walaupun banyak kejadian sebelum kamu lahir…hahahhaa
    Ada aja pengen es krim disuruh beli ama toko2nya sekalian..horang kayah,mana bisa protes ya…kalo gitu oemma choi, aku pengen hape apple terbaru bisa dibelikan ama pabriknya skalian ndak?????pweseeee….#dicidoriamaoemmachoi..😂😂😂😂
    Seunghyun oppa jangan sedih..sini dipukpuk ama akyu..😄😄😄😄
    Apa seunghyun suka ama kyu?semoga dia menetap aja dijepang ndak usah balik2 ke korea…😆😆😆😆😆kan biar wonkyu sweet2an terus..tapi ada irene ya…ckckckc…
    Dilema juga tu siwon. Disatu sisi dia udah cinta mati ama kyu disisi lain ada irene…kasian juga jadinya lihat irene..semua tercurah ama suho wajar dia mikir kalo dia punya anak sendiri.memang dia sakit apa?
    Oiya,itu suho masih 8 bulan tapi udah dirayakan ultahnya skalian firstdaynya, apa dikorea emank cepat dirayakan ultah ya?kadang memang binun masalah perhitungan umur dikorea…😑😑😑😑

  6. Senangnya kyunie melahirkan dngn slamat,mana anaknya cowok lgi bener”penerus kluarga choi.
    Tu Ireen knapa ya…trlalu bnyak pikiran kyaknya,,

  7. Akhirnya kyuhyun melahirkan juga dan syukur kyu dan babynya baik” saja , berharap irene tidak di kuasai rasa cemburu dan tidak berfikiran yg aneh aneh , semoga mereka bisa bahagia bersama…..

  8. Waaah..Kyunnie dah lahiran y..Suho yg imut..lengkap sdh kebahagiaan mereka..tp q msh kshn sm Irene, fighting Irene..
    Irene knp? Sakit kah..

  9. Untung aja niat irene yg berniat menyusui sndiri cuo tak terlaksana
    Kasian jga si liat irene tpi ya gmn lgi wonkyu kan forever gtu
    Jgan hamil pliiisss irene nya

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s