The Day 5


poster The day

THE DAY
(My Destiny Is Written)

Chapter 05

Selalu tak menyangka respon baik di terima, terima kasih kepada semua yang sudah menanti ataupun selalu mengikuti perkembangan cerita ini… tanpa dukungan kalian, kami tidak mungkin sesemangat ini… Gomawonkyu…-Ms. Lee.

Chapter ini hanya siap dalam sehari, padahal setelah Chapter 4 update, Vie mikir… ahh, chapter 5, apalagi yang harus kami tulis. Tapi saat sudah bicara dan saling berbagi, katanya2 langsung lancar dan siap hanya dalam sehari. ahahaha.-Vie

Apa kita nulis bersama saja Sweetheart?? Aahahaha.

Vira jawab : Bukankah selama ini Vira selalu masuk dalam kepala umma?

Ahahaha~ My lovelies, Maafkan Vie ne?

Hari pun berlalu setelah pertemuan tidak terduga itu, Kyuhyun tidak menyangka Siwon akan bersikap seperti dingin pada namja yang sudah menjadi temannya itu. Padahal Siwon yang dikenal Kyuhyun akan bersikap ramah pada siapapun termasuk namja yang baru dikenalnya sekali pun.

Bahkan Kyuhyun tidak habis pikir saat namja tampan suaminya itu mengabaikannya selama perjalanan kembali ke rumah. Ketika malam menjelang barulah Siwon masuk ke kamarnya dan menemaninya tidur dalam pelukan seperti malam-malam sebelumnya.

“Hyung~ malam ini kau bisa tidur dengan Irene noona.” Ucap Kyuhyun suatu malam.

“Kenapa? Kau tidak mau bersamaku?” Tanya Siwon dengan kening berkerut.

“Bukan begitu, aku sudah memonopoli dirimu berhari-hari.”

“Dia akan mengerti, ini demi apa yang diinginkannya juga kan?” Ucap Siwon melihat Kyuhyun yang salah tingkah. “Atau…kau ingin menelpon seseorang!?”

“Apa maksudmu hyung?” Kyuhyun balik bertanya tidak mengerti.

“Namja itu, kau akan menelpon-nya.”

“Seunghyun hyung?”

“Siapapun namanya.” Jawab Siwon dengan wajah datar.

“Ihihihihi” Tawa Kyuhyun sambil menutup mulutnya membuat Siwon melihatnya tajam.

“Hyung…kenapa beberapa hari ini kau selalu marah-marah?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Hyung tidak marah.”

“Lalu? Kau cemburu?” Tanya Kyuhyun lagi dengan wajah imutnya.

“Siapa yang cemburu?!?!” Siwon menyangkal sekuat tenaganya.

“Ahahaha~ lalu? Apa kau mengalami moodswing? Tidak mungkin kan hyung, yang hamil kan aku.” Ucap Kyuhyun lagi membuat mata Siwon melebar hingga wajahnya terlihat sangat lucu.

Tentu saja Kyuhyun tidak bisa menahan tawnya yang pecah dan terdengar sampai keluar ruangan. Bahkan namja cantik itu tidak berhenti tertawa walau Siwon sudah menatapnya tajam memberi peringatan.

“Kau evil babyyy~~” Ucap Siwon akhirnya menarik Kyuhyun hingga mencengkramnya dalam pelukan.

“Hyung!!” Teriak Kyuhyun terkejut.

“Kau begitu senang melihatku seperti ini, huh? Atau ada hal lain yang membuatmu bahagia, huh? Katakan padaku, ayo katakan~” Siwon menggeliti pinggang Kyuhyun dengan pelan sampai namja cantik itu berontak ingin melepaskan diri.

“Hyung!! bu-bukan begitu!! Aku senang…karna…”

“Karna apa huh?”

“Kar-karna kau ce-cemburu.” Ucap Kyuhyun akhirnya dan membuat Siwon berhenti. “Aku senang.”

“Tentu saja aku cemburu, aku ini suamimu~ tidak ada yang boleh mendekatimu selain aku.” Ucap Siwon jelas dan suara yang tegas.

Seketika pipi Kyuhyun merona dengan sendirinya dan ia harus menyembunyikannya diceruk leher Siwon agar tidak terlihat. Sungguh…itu jawaban yang lebih dari cukup yang diharapkan Kyuhyun dari suaminya itu.

Jawaban itu saja sudah cukup membuat Kyuhyun bahagia dan bertahan disisi suaminya tercinta.

“Ja-jadi…kau bersama noona??” Tanya Kyuhyun pelan dilehernya.

“Kau ingin aku kesana?” Siwon balik bertanya.

“Mmm~ itu…aku…m.”

“Ayo tidur, sudah malam.” Ucap Siwon dengan tenang.

Lalu segera naik ketempat tidur dan membuka selimut besar itu untuk mereka berdua dan Kyuhyun langsung menyusup kesana. Saat Siwon sudah berbaring, Kyuhyun langsung menyusupkan diri dalam pelukan hangat suaminya itu mencari ketenangan.

Keduanya tertidur dengan perasaan bahagia yang tidak bisa dihalangi siapapun yang ada disana, bahkan Irene sekalipun yang memang setengah berharap Siwon datang padanya malam ini.

Ketika minggu berikutnya datang, Kyuhyun bersikeras agar suaminya itu kembali ke kamar noonanya lagi. Karena sudah lebih dua bulan Siwon menemaninya dikarenakan kandungannya yang masih rentan.

Tapi kali ini Kyuhyun tidak bisa bersikap egois untuk selamanya, dia harus tahu posisinya sebagai yang kedua. Irene juga berhak atas Siwon walau sebelah hatinya menginginkan suaminya itu untuk selalu bersamanya.

Sampai suatu malam, Kyuhyun yang sedang tidur sendirian tiba-tiba terbangun dan menyadari bahwa hanya ada dirinya disana. Tanpa bisa dicegah airmatanya sudah mengalir dikedua pipinya, bahkan ia merasa sangat sedih karena tidak menemukan Siwon disampingnya.

“Hiks..Siwonnie~” Panggil Kyuhyun melihat sekeliling kamarnya.

Kyuhyun tahu suaminya sekarang bersama Irene noonanya di kamar mereka, tapi entah kenapa ia merasa kehilangan dan sangat sedih ditinggalkan sendiri. Tanpa pikir panjang lagi Kyuhyun segera turun dari tempat tidurnya dan langsung keluar dari sana.

Namja cantik itu berdiri didepan pintu kamarnya dan menatap tidak jauh ke depan dimana pintu kamar Irene dan Siwon terlihat. Keraguan tiba-tiba muncul dihati Kyuhyun hingga membuatnya mengurungkan keinginannya yang tidak bisa dipercaya.

Tapi sesaat kemudian perasaan itu datang lagi dan seketika membuat hatinya kembali bersedih sampai airmatanya kembali keluar dipelupuknya. Tanpa bisa menolak keinginannya sendiri Kyuhyun pun mendekati kamar itu secara perlahan.

Namun begitu sampai disana tidak ada yang dilakukan Kyuhyun, melainkan melihat pintu yang tertutup itu dengan wajah sendu.

“Siwonnie~ hiks.” Panggilnya pelan disertai isakan.

Kyuhyun tidak bisa melakukannya, ia tidak bisa mengetuk pintu itu dan menanyakan Siwon pada Irene ditengah malam seperti ini. Tidak mungkin.

Akhirnya ia pun terduduk dipintu itu sambil memeluk lututnya sendiri sambil memikirkan sekali lagi apa yang harus dilakukannya. Namun yang terjadi airmatanya keluar seiring dengan isakan kecilnya terdengar disana.

Jika saja pendegaran seseorang tidak lebih peka, maka Kyuhyun mungkin akan menangis sepanjang malam disana. Tapi berterima kasihlah pada Irene yang terjaga dan mendengar tangisan kecil itu.

Dengan cepat Irene membuka pintu kamarnya dan melihat Kyuhyun terduduk disana sambil memeluk lututnya dan menangis dengan sedihnya.

“Ohmygod!! Kyuu~” Irene langsung berjongkok didepan Kyuhyun dan menarik dongsaengnya itu memeluknya. “Kenapa Kyu? Apa yang terjadi? Jangan takut, noona disini.”

“N-noona~ hiks.”

“Mwooo?? Ada apa? katakan padaku??” Irene melepas pelukannya dan menangkup kedua pipi Kyuhyun. “Katakan.”

“A-aku…i-itu…” Kyuhyun terlihat ragu.

“Apa Kyu! Katakan yang jelas, jangan buat noona khawatir.”

“A-aku…itu…Si-siwon hyung…”

“Ne? Siwon oppa? Kenapa dengannya? Dia ada dikamar.”

“A-aku…noona…” Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana mengatakannya.

“Apa kau ingin bertemu Siwon oppa?” Tanya Irene akhirnya, entah kenapa ia sedikit bisa mengerti.

“N-ne~”

“Lalu kenapa kau menangis?”

“A-aku tidak tahu, aku bangun sendirian, Si-siwon hyung tidak bersamaku, noona.” Ucap Kyuhyun dengan wajah sedihnya.

Irene menatap wajah cantik dongsaengnya yang basah oleh airmata itu, jika saja otak pintarnya tidak bekerja saat ini, ia pasti akan mengutuk Kyuhyun karena membangunkannya ditengah malam seperti ini.

“Aku mau Siwon hyung, noonaa~” Ucap Kyuhyun tanpa sadar.

“Tunggu sebentar.” Jawab Irene cepat lalu kembali masuk kedalam dan menutup pintunya.

Didalam kamar ia menatap suaminya yang sedang tertidur dengan nyaman memeluk gulingnya dengan erat. Apa ia tega untuk membangunkan Siwon yang seperti itu? Tapi Irene lebih tidak tega melihat Kyuhyun menangis semalaman jika tidak melihat Siwon.

Tapi lagi…

“Oppa~” Panggil Irene pelan, namun tidak ada gerakan dari suaminya. “Oppa, bangunlah~ Kyuhyun ada diluar.”

“MWOOO??” Siwon langsung terduduk dengan mata melebar membuat Irene kehilangan kata-kata.

‘Begitu melekatnya kah dia dihatimu oppa?’

“A-ada apa? Kyuhyun kenapa??” Tanya Siwon masih diawang-awangnya.

“Dia ada dipintu, sedang menangis mencar….” Ucap Irene pelan dan Siwon menghilang.

Secepat kilat namja tampan itu sudah ada dipintunya dan mendapati Kyuhyun masih duduk dibawah dengan wajah tersembunyi diantara lututnya. Dengan wajah bingung dan khawatir Siwon mendekat dan melihatnya dengan lekat.

“Apa yang terjadi?” Tanya Siwon penuh penekanan.

Begitu mendengar suara Siwonnya itu Kyuhyun langsung mengangkat kepala dan bertemu dengan tatapan penuh kekhawatiran didepannya itu. Tanpa menunggu lebih lama lagi Kyuhyun langsung memeluk leher Siwon dnegan erat dan membenamkan wajahnya diceruk leher Siwon yang wangi itu.

“A-ada apa Kyu? Kau kenapa?”

“Aku sendiri, aku mau bersama hyung~” Gumam Kyuhyun dilehernya dengan pelan.

“Karena itu kau menangis?” Tanya Siwon dengan kening berkerut.

“Aku tidak tahu, yang jelas aku ingin bersama hyung sampai hatiku sangat sedih saat melihatmu tidak ada.” Ucap Kyuhyun penuh kejujuran.

Siwon mendengar dengan seksama dan tanpa disadarinya senyum manis melingkar dibibir tipisnya itu. Dan saat itu Irene pun sudah berdiri dipintu mereka dan mendengar semua yang dikatakan Kyuhyun.

“Irene…”

“Mungkin bawaan bayi, oppa~ pergilah, bawa Kyunnie tidur.”

“Bawaan bayi maksudnya?”

“Dia bertindak karena keinginan dari bayimu.”

“Be-benarkah?”

“Ne, cepatlah, Kyunnie pasti kelelahan.”

“Ta-tapi…”

“Aku tahu dia menahannya sejak tadi, tapi dorongan itu sangat kuat hingga ia mengatakan semuanya.”

“Hahh~ aku lega kau mengerti hal seperti ini, Irene.”

“Kau akan menghadapi yang lebih lagi, bersiaplah calon daddy.”

“Ahahaha~ aku akan berusaha.”

“Goodnite oppa, nite Kyunnie~ itu Siwon oppa aku berikan, tidur yang nyenyak ne?” Ucap Irene dengan sengaja.

Dan pipi Kyuhyun langsung merona dengan hebatnya bahkan sampai ketelinganya, karena ia baru mengerti bahwa itu semua keinginan bayi mereka. Tapi yang pasti Kyuhyun juga menginginkan hal ini dan bayinya hanya mengabulkan keinginan mereka berdua secara bersamaan.

“Ayo Kyu~ kita kembali.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun berdiri tanpa melepas pelukannya.

Setelah selesai mereka berjalan tetap dengan Kyuhyun memeluk lehernya dan wajah tersembunyi disana dengan nyaman. Namun baru setengah perjalanannya Kyuhyun berpaling dari balik bahu Siwon dan menatap noonanya sedang tersenyum tulus dan tentu saja itu membuat sebelah hatinya terasa lapang.

Sampai dikamarnya Siwon langsung menidurkan Kyuhyun diranjang mereka dan ia pun tidur disampingnya dengan memeluk namja cantik itu dengan erat. Tidak perlu menunggu berapa lama, karena Kyuhyun langsung terlelap dengan senyum manis melingkar dibibirnya.

Malam berikutnya Kyuhyun menyadari kelakuannya itu hingga ia kembali menyuruh Siown untuk tidur kembali di kamar istrinya yang pertama. Karena ia mengatakan bayi-nya sudah tidak apa-apa dan sudah puas dengan malam lalu.

Tapi yang terjadi dua malam berselang, Kyuhyun menangis lagi dan memanggil Siwon di pintu kamar Noonanya itu. Dan kejadian yang sama terulang lagi, Irene mengembalikan suaminya sekaligus daddy dari calon bayi yang dikandung Kyuhyun pada ibunya itu.

**

“Oppa…aku tidak bisa melihat Kyuhyun terbangun ditengah malam karena tidak ada dirimu.” Ucap Irene suatu malam, saat gilirannya bersama Siwon.

“Oppa juga tidak tega, Chagi~ dia terbangun dan menangis, pasti pikiran dan tubuhnya sangat lelah.”

“Memang seperti itu, hormone kehamilan yang datang tiba-tiba itu tidak bisa ditolak, walau dia berusaha tapi hasrat itu lebih kuat. Aku seorang wanita dan pasti mengerti hal itu semua walau aku tidak bisa…”

“Oppa mengerti, oppa bersyukur kau tahu semua tentang hal ini, jika tidak oppa tidak tahu apa yang harus oppa lakukan untuk namja cantik hamil itu.”

“Dia istrimu juga, Oppa.”

“Oppa tahu, dia istri oppa yang sangat menggemaskan, oppa tidak menyangka bisa menerima kehadirannya seperti ini, seperti sudah seharusnya dia ada bersama oppa.” Ucap Siwon tanpa sadar membuat Irene menatapnya lekat.

“A-apa oppa mencintainya?” Tanya Irene keceplosan.

“I-itu…” Siwon tidak tahu harus menjawab apa saat tatapan Irene menembus ke jantungnya.

“Ayo tidur, setelah malam ini, oppa harus menemani Kyunnie sampai ngidamnya bersamamu menghilang.” Ucap Irene selanjutnya bahkan sebelum Siwon menjawab semuanya, lalu ia segera berbaring disana.

Namja tampan itu hanya melihat perubahan istrinya itu dan mencoba memahami apa yang Irene pikirkan. Tapi Siwon tetap tidak menemukannya hingga ia pun segera berbaring disamping Irene dan memeluk yeoja cantik itu dari belakang.

“Nite Sweetheart.” Bisik Siwon lembut kemudian memejamkan matanya.

Siwon tidak tahu pikiran Irene masih berkelana sendirian mencari jawaban untuk pertanyaan tadi. Yeoja cantik itu seperti tidak perlu mendengar jawabannya karena ia bisa mencari sendiri bahkan walau hanya dari mata tampan suaminya itu.

*

**

Hari berlalu dengan sendirinya, kandungan Kyuhyun perlahan-lahan pun mulai menampakkan wujudnya. Keinginannya untuk bersama Siwon bahkan tidak memudar sampai kehamilannya memasuki bulan keempat.

Irene harus sabar menghadapi dan menuai semua yang sudah ditanamnya sejak semula hingga sekarang. Bahkan Siwon sendiri tidak terlalu mempermasalahkan apa yang diinginkan Kyuhyun.

Namja tampan itu akan memberikan semuanya dalam satu detik jika seandainya bisa, karena Siwon tidak pernah ingin melihat wajah cantik huswifenya itu kecewa atau pun bersedih.

“Aku harus ke rumah sakit, hyung~ tapi kau ikut denganku.” Ucap Kyuhyun suatu pagi.

“B-bagaimana bisa? Hyung harus ke kantor.”

“Hiks~ kau tidak sayang kami?” Tanya Kyuhyun langsung dengan wajah memelas.

Dalam sedetik mood dan ekspresi Kyuhyun bisa berubah-ubah dengan cepat, jika kau tidak mendengarkan apa yang diinginkannya.

“Hyung~”

“Ba-baiklah, kita ke rumah sakit.” Siwon langsung mendekati namja cantik itu. “Jangan menangis.” Ucapnya kemudian menghapus airmata dipipi chubby huswifenya itu.

“Kau mau?” Tanya Kyuhyun penuh harap.

“Tentu saja!” Jawab Siwon cepat dengan tangan mendarat diperut Kyuhyun yang sudah membesar. “Daddy tidak akan mengecewakanmu, baby.” Ucap Siwon sambil membelai perut Kyuhyun dengan lembut.

Kalian bertanya dimana Irene? Yeoja cantik itu duduk dikursinya sendiri diam tidak bergerak karena ia tidak tahu harus mengatakan apa. Irene melihat dengan jelas tidak ada celah untuknya diantara pasangan yang mesra dan berbahagia itu.

Tidak ada.

*

**

Bulan pun kembali berganti mengiringi kehidupan Kyuhyun yang penuh dengan kebahagiaan. Setiap harinya namja cantik itu dimanjakan suaminya juga noonanya yang mengabulkan semua keinginannya bahkan yang tidak lazim sekalipun.

Bahkan namja cantik itu pernah meminta umma mertuanya untuk menemaninya seharian dan sampai tidur bersamanya. Dokter kandungannya mengatakan Kyuhyun merindukan ummanya sendiri yang sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Mendengar penjelasan seperti itu, mau tidak mau nyonya Choi yang terhormat harus membuang segala ketidaksukaannya pada Kyuhyun yang memang sudah mulai memudar. Umma Choi hanya bisa mengiyakan semua yang diinginkan Kyuhyun, bahkan saat namja cantik itu memintanya untuk memasak untuknya.

Dan sehari itu ternyata berlanjut menjadi dua bahkan satu minggu pun berlalu, umma Choi mulai menampakkan perhatiannya yang sangat berlebihan pada Kyuhyun mulai dari mengantarkannya soup, buah-buahan, serta vitamin lain-nya untuk kehamilan.

Umma Choi menjaga Kyuhyun seperti seharusnya mertua menjaga menantunya yang sedang mengandung cucu pertama yang akan menjadi penerus keluarga besar Choi. Umma Choi bahkan sedikit melupakan keberadaan Irene menantu pertamanya yang memang tidak bisa memberikannya seorang cucu.

“Kyunnieeeee~” Panggil umma Choi begitu memasuki rumah besar anaknya itu disuatu hari.

“Umma~ selamat datang~” Sapa Irene yang baru saja keluar dari dapur.

“Ohh~ Irene? Dimana Kyunnie?” Tanya Umma Choi sambil mengecup kedua pipi Irene.

“Kyunnie di rumah sakit umma, ayo masuk.”

“Mwoo?? Kenapa dia masih kesana? Dia seharusnya istirahat di rumah.” Cecar umma Choi dengan wajah tidak setuju.

“Dia tidak mau dengar, umma.”

“Seharusnya kau bisa melarangnya, Siwonnie juga! Kalian harus menjaganya dengan baik.”

“Iya umma, tapi dia memang keras kepala.”

“Baiklah, biar umma saja yang katakan, sampai jumpa chagi.”

“Lhoo~ umma mau kemana lagi?”

“Umma mau ke rumah sakit, umma bawakan Kyunnie Soup buah.”

“Owh..aa-arraseo.”

Irene melihat kepergian mertuanya itu dengan berbagai perasaan berkecamuk dikepalanya. Ia kenal umma Choi yang dingin dan tidak menunjukkan perhatiannya secara terang-terangan.

Selama menikah dengan Siwon, Irene belum mendapatkan perhatian yang lebih seperti itu, karena Umma Choi yang kalem dan ia yang tidak bisa leluasa dengannya seperti dengan ummanya sendiri membuat ada sedikit jarak yang tidak terlihat diantara mereka.

“Aku tidak tahu umma bisa care seperti ini.” Gumam Irene sendirian.

~**~

**

Sementara itu di rumah sakit.

Umma Choi yang tiba-tiba menampakkan dirinya langsung menuju ruangan Kyuhyun dan menemukan menantunya sedang beristirahat sendirian diatas sofa yang ada disana.

“Kyunnie~” Panggilnya setengah berbisik.

Kyuhyun yang sedang berbaring sambil menutup matanya langsung bergerak dan melihat kesana kemari. Dipintu ruangannya kepala umma Choi menyembul dengan senyum bahagia diwajahnya.

“Um-umma??” Kyuhyun langsung berusaha duduk dengan baik.

“Tidak apa-apa, tidur saja, chagi.” Umma Choi masuk kesana dengan tas bawaannya.

“Kenapa kau ada disini, Kyunnie? Umma sudah bilang jangan ke rumah sakit lagi kan?”

“Tidak umma, aku harus menyibukkan diri atau aku bisa tidur seharian badanku akan jadi saingan helicopter.”

Umma Choi langsung memutar bola matanya mendengar alasan aneh itu namun tetap saja tidak bisa membantah saat melihat wajah polos dan kekanakan itu.

“Ada apa umma? Kenapa ada disini?”

“Umma bawakan soup buah untukmu, ayo makan~” Umma Choi membuka bungkusannya dan menyiapkan soup buah itu untuk Kyuhyun.

Namja cantik itu hanya melihat apa yang dilakukan umma mertuanya sampai soup buah itu ada didepannya dan siap dimakan. Jika Kyuhyun tidak menolak dengan cepat, umma Choi sudah ingin menyuapinya.

“Appa dimana umma? Kenapa tidak pernah mengunjungiku?” Tanya Kyuhyun setelah makan beberapa suap.

“Appa sibuk dikantor chagi, tapi dia selalu menanyakan keadaanmu, karena itu juga umma datang setiap hari untuk melihatmu walau hanya sebentar saja.”

“Ouhh~ memangnya aku akan berubah jika tidak dilihat sehari!?” Tanyanya dengan death glare yang mematikan.

“Ahh, bukan~kami hanya ingin melihat perkembangan cucu kami.” Jawab umma Choi dengan smirknya yang tidak pernah terlihat.

Kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya saat mendengar jawaban itu dan umma Choi tertawa dengan keras karena menang 1-0 dari menantunya yang ternyata bermulut pedas itu.

“Kami juga mengkhawatirkan keadaanmu, chagi~ kau tahu ini tidak mudah.” Ucap umma Choi dengan wajah serius.

“Aku tahu umma, aku bahkan tidak ingin memikirkan apa yang akan kalian lakukan nanti saat bayiku lahir. Tidak mungkin keluarga terhormat seperti kalian memiliki penerus dari seorang namja.” Ucap Kyuhyun penuh kejujuran membuat umma Choi terdiam.

“Ke-kenapa kau berpikir seperti itu??” Tanya umma Choi kemudian.

“Aku tahu kalian bukan orang sembarangan, aku juga tahu bagaimana dunia akan melihatku yang aneh ini, umma.”

“Heeey~ kenapa jadi sensitive seperti ini, hmm?” Umma Choi langsung duduk disampingnya dan menggenggam tangan Kyuhyun.

“Aku juga bingung umma.”

“Jangan melihat rendah dirimu, Kyu~ orang lain akan melihatmu lebih rendah lagi.”

“Tapi benar kan umma? Aku namja aneh yang bisa melahirkan.”

“Aigooo~ sayang~” Umma Choi memeluk menantunya itu penuh sayang. “Umma akui, pertama kali melihatmu umma berpikiran yang sama.” Ucapnya kemudian membuat tubuh Kyuhyun menegang.

“Tapi setelah itu dan sampai hari ini umma berpikir, kau sangat special chagi, maafkan umma untuk pertama kalinya.”

“Ti-tidak apa-apa umma, aku sudah melupakannya, itu hal yang wajar.”

“Kau memang baik hati ne? umma bersyukur cucu umma dilahirkan orang sepertimu.”

“Jangan seperti itu umma.”

“Umma serius.”

“Kalau begitu umma harus berjanji satu hal padaku.”

“Apa itu?”

“Umma harus janji.”

“Walau seluruh dunia tidak mengakuinya nanti saat dia lahir dariku, berjanjilah kau akan membuatku tetap menjadi ibunya sampai kapanpun.”

“Apa maksudmu?”

“Tidak ada yang tahu aku mengandung cucumu umma, walau begitu setelah dia lahir nanti jangan pisahkan aku darinya, biarkan dia tahu bahwa aku adalah ibunya.”

“Tentu saja kau ibunya, Kyunnie~ sampai kapanpun.”

“Kau tidak akan membuangku setelah dia lahir?”

“Heey~ kau ini menantuku, istrinya Siwonnie, bagaimana kami atau Siwon akan membuangmu? Apa ini yang kau takutkan?”

“Aku memikirkannya berhari-hari umma.”

“Oh ya tuhaaan~ menantuku yang pabbooo!!”

“Umma!!!”

“Ahahahaha~ apa kau tahu kami sedang menyiapkan sesuatu?” Tanya Umma Choi yang membuat mata Kyuhyun membulat penasaran.

“A-apa itu?”

“Bulan depan kita akan mengadakan resepsi pernikahanmu dan Siwonnie secara besar-besaran.

“MWOOO??”

“Heyy~ jangan teriak!!”

“Ahh, mianhae.”

“Ahh, gwenchana, yang pasti kami sedang mempersiapkan segalanya, mungkin hanya kau saja yang tidak tahu apa-apa.”

“Ke-kenapa begitu? A-aku orang luar?” Tanya Kyuhyun langsung berubah sedih membuat Umma Choi terkejut.

“Bu-bukan begitu, kami ingin jadi surprise untukmu.”

“Be-benarkah?” Mata bulat cantik itu berkaca-kaca.

“Oh tuhaan~” Umma Choi membelai pipi chubby itu penuh sayang. “Pesta itu akan memperkenalkan dirimu sebagai istri sah dari Choi Siwon.

“Andwaaaee!!”

“Mwooo?

“Ti-tidak mungkin umma!!!”

“Ini satu-satunya cara agar dunia tahu bahwa kau bagian dari keluarga kami dan anakmu akan diakui sebagai pewaris Choi.”

“Ta-tapi…”

“Appa-mu sudah mengatur semua undangan untuk tamu yang akan hadir nanti, kami sudah menyiapkan semuanya sejak bulan ini.”

“Bu-bukankah itu terlalu cepat?”

“Pesta ini akan dihadiri pemegang saham, relasi dari 3 perusahaan besar yang ada di Seoul dan China, Kyunnie~ tidak bisa sembarangan semua harus diatur sebaik mungkin.”

“Um-umma…Akh!!” Kyuhyun langsung meraba perutnya yang terasa sakit.

“O-omo!! Waeyo? Kau sakit? Mianhae? Apa kau stress? Mianhae chagiya, bukan maks…”

“Umma!!!” Panggil Kyuhyun cepat dan Umma Choi langsung terdiam. “Tenanglah.”

“Maafkan umma chagi, dimana yang sakit? Apa dia stress mendengar umma?” Umma Choi terlihat sangat khawatir.

“Umma…” Panggil Kyuhyun sambil menarik tangan ummanya dengan lembut.

Kemudian namja cantik itu pun meletakkan telapak tangan ummanya disisi perutnya yang sudah membesar itu. Tentu saja tindakannya itu membuat umma cantiknya bingung dengan kening berkerut.

“Apa sakitmu disini?” Tanya Umma Choi masih tetap khawatir padanya.

“Rasakan umma~ rasakan~” Jawab Kyuhyun dengan senyum manis yang ditahannya.

Melihat wajah cantik itu tenang saja umma Choi semakin dibuat penasaran hingga sesuatu ditelapak tangannya membuat mata dan mulutnya terbuka. Tidak percaya apa yang terjadi, umma Choi menajamkan indra perasanya sekali lagi dan hal itu pun terulang kembali.

“Kyunnieeee~” Seru umma Choi tertahan dengan mata yang berkaca-kaca. “Oh tuhan, dia bergerak, cucuku bergerak, Kyunniee~” Airmata umma Choi langsung turun dengan bebas dipipinya dengan kebahagiaan yang sangat besar.

“Umma~” Panggil Kyuhyun tersenyum menenangkan. “Jangan menangis.” Ucap Kyuhyun menghapus airmatanya dengan lembut.

“Terima kasih Kyunnie, sungguh terima kasih.” Umma Choi langsung memeluknya dengan erat.

Dan Kyuhyun bisa merasakan kebahagiaan ummanya itu bahkan dari bahunya yang bergetar menahan tangis. Kyuhyun berpikir jika umma Choi seperti ini, apa yang akan terjadi pada Siwon saat ia bisa merasaka gerakan pertama dari anaknya ini.

“Ahh~ Umma lupa, Siwonnie harus tahu, dia harus kesini.” Umma Choi langsung melepas pelukannya dan mengambil iphonenya yang ada didalam tas.

Kyuhyun langsung tersenyum garing melihat mertua cantiknya itu, Umma Choi seperti mendengar kata hatinya yang menginginkan Siwon ada disana.

“Yeoboseyo~ Siwonnie!!” Ucap Umma Choi penuh semangat.

>Ne, umma?<

“Umma bersama Kyunnie, kemarilah, sekarang.”

>Mwo??<

“Bye!”

“Umma~” Kyuhyun tidak percaya nyonya berparas anggun itu mengerjai anaknya sendiri.

“Siwonnie harus tahu, Kyunniee~ umma senang sekali~ sudah lama umma ingin merasakan hal seperti ini.”

“Dia bergerak saat umma bicara tadi.”

“Ahh, dia setuju dengan rencana kami, dia ingin semua mengetahui keberadaan kalian.” Umma Choi tersenyum bahagia.

“Terima kasih umma.”

“Umma yang harus berterima kasih, ohh, ohh~ apa kalian sudah USG?”

“Belum umma.”

“Tunggu apa lagi? Jika terlambat kalian tidak bisa melihatnya lagi.”

“Benarkah?” Kyuhyun tidak tahu hal itu.

“Nee~ jika dia bertumbuh, kalian tidak bisa melihatnya lagi karena sudah tertutup dengan kakinya.”

“Kami ingin surprise, umma.”

“Tapi umma juga ingin tahu.”

“Ahahaha~ umma~”

“Waahh-wah~ adah yang ba-bahagia dan me-meninggalkankuh?” Ucap Siwon tiba-tiba masuk kesana dengan nafas terengah-engah.

“Siwonnie~” Umma Choi langsung tersenyum senang. “Kemarilah.”

“Ada apa umma? Kyunnie baik-baik saja, kenapa menghubungiku?”

“Tidak ada, kemarilah.” Umma Choi langsung menarik tangan Siwon dan mendudukkan putranya itu disamping Kyuhyun.

“A-ada apa baby?”

“Auwh!!” Jawab Kyuhyun sambil menundukkan wajahnya.

“B-baby??” Siwon semakin tidak mengerti.

“Dia kenal suara daddy-nya.” Jawab Kyuhyun mengambil tangan Siwon dan meletakkan tangannya seperti umma Choi sebelumnya.

“Kyu…” Siwon melihat huswifenya bingung dan melihat ummanya.

“Say hi to daddy, Little love.” Ucap Kyuhyun dengan lembut pada perutnya yang bulat itu.

Detik berikutnya tendangan kecil pun dirasa Kyuhyun dan tepat dibawah telapak tangan Siwon yang ada diperutnya itu. Dengan wajah bahagianya Kyuhyun menatap mata Siwon yang kini kehilangan kata-kata dengan mulut terbuka.

“K-kyu ba-ba…”

“Selamat datang daddy~” Jawab Kyuhyun dengan senyum manisnya.

“Ohmygod!! Baby~ umma~” Siwon tidak tahu harus mengatakan apa, terlalu bahagia sampai kata-kata tidak bisa mengungkapkannya.

“Dia sudah bisa mendengarmu, hyung.”

“Ak-aku…trima kasih, trima kasih Kyuhyun!!” Siwon langsung memeluk Kyuhyun dengan airmata mengalir dipipinya.

Namja tampan itu benar-benar tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya saat ini, tidak bisa dipungkiri Siwon bahwa hal ini sudah dinantikannya sejak menikahi Irene. Kyuhyun hanya bisa membalas pelukan suaminya dengan erat dan tersenyum melihat ummanya.

“Aku mencintaimu, Kyuhyun.” Ucap Siwon dengan jelas dibahunya hingga membuat Kyuhyun membeku dalam pelukannya.

“H-hyung…”

“Aku mencintaimu, istriku, ibu dari anakku, aku sungguh mencintaimu.” Ulang Siwon sekali lagi dengan jelasnya sambil menatap mata Kyuhyun dalam.

Kata-kata yang tidak mungkin didapatkan Kyuhyun saat janji suci pernikahan mereka diucapkan. Setelah menunggu setiap harinya, akhirnya Kyuhyun bisa mendengar hal penting dalam sebuah hubungan setelah pembuktian, yaitu ucapan.

“A-aku…aku mencintaimu Siwon hyung.” Jawab Kyuhyun akhirnya. “Aku benar-benar mencintaimu~” Airmata Kyuhyun sudah tidak bisa ditahannya lagi hingga kedua pipinya basah oleh cairan bening itu.

Siwon langsung mengecup lembut bibir Kyuhyun dan membawanya kedalam ciuman yang penuh cinta dan kebahagiaan. Bahkan mereka berdua tidak sadar umma Choi beranjak perlahan keluar dari ruangan itu dan membiarkan aura kebahagiaan itu melingkupi mereka berdua.

“Aku mencintaimu.” Bisik Siwon sekali lagi.

Umma Choi hanya bisa tersenyum bahagia pada lorong rumah sakit yang sepi itu, namun sekilas bayangan orang yang dikenalnya terlihat menghilang dibalik dinding rumah sakit itu.

“Irene.”

*

**

Dan setelah kebahagiaan yang tak terkira itu Kyuhyun terlihat semakin berseri-seri di setiap harinya. Bahkan sebagian kebahagiaan itu tidak lupa dibagikannya bersama Irene noonanya saat mengatakan pada yeoja cantik itu bahwa baby mereka sudah mulai merespon dengan tendangan kecilnya.

Saat Irene merasakan tendangan itu ditelapak tangannya, yeoja cantik itu langsung menangis sesengukan sampai Kyuhyun harus menenangkanya. Setelahnya setiap hari mereka, Siwon dan Irene mengajak bayi yang belum lahir itu berbicara.

Kebahagiaan yang sangat sempurna.

Namun begitu Kyuhyun tetap tidak melupakan tugasnya sebagai mahasiswa akhir yang masih harus menyelesaikan koasnya di rumah sakit. Bahkan dalam dua bulan ini ia akan disibukkan dengan penyelesaain tugas tersebut.

Bahkan Kyuhyun sudah lupa tentang perayaan yang sudah dikatakan Umma Choi padanya. Kegiatannya sangat padat hingga ia melupakan bahwa dirinya sedang hamil, jika Siwon atau Irene yang mengancamnya dengan berbagai cara.

*

**

Sampai hari yang di nanti oleh Kyuhyun pun tiba, perjuangannya selama ini mendapatkan gelar dokter seutuhnya sudah di depan mata. Koas nya telah selesai ia jalani, tinggal selangkah lagi demi mewujudkan keinginannya menjadi seorang dokter seperti yang di harapkan kedua orang tuanya.

“Umma.. Appa.. Sully.. ini karena kalian, aku telah berhasil menunaikan tugasku menjadi koas selama dua tahun penuh ini, walau beberapa bulan terakhir ini aku harus menjalankannya lebih ekstra kuat karena selalu membawanya, my baby..” Kyuhyun mengelus perutnya yang kini semakin membuncit itu. Usia kandungannya sudah genap 7 bulan.

Para dokter disana pun sudah mengetahui kehamilan Kyuhyun, yang mereka tau adalah Kyuhyun sudah resmi menjadi seorang istri walau sampai saat ini mereka tidak tau siapa ayah dari bayi yang di kandungnya itu.

“Kyunniee…”

“Ah Wookie.. kau mengejutkanku saja”

“Kau tidak apa-apa?”

“Ani.. kau mau apa kemari?” ucap Kyuhyun dengan cuek sembari membereskan barang-barang yang ada di meja nya dan ia masukkan dalam kardus.

“Ck.. dasar dongsaeng kurang ajar, aku datang untuk mengucapkan selamat kepadamu.. aku sedih tetapi aku juga senang atas hari ini”

“Sebulan lagi kau juga akan selesai kan Wookie?”

“Heum.. dan aku sudah sangat menantikannya”

“Karena setelah selesai koas kau akan segera di lamar Yesung hyung?”

“Ck.. kau bergosip saja”

“Memangnya kau tak ingin menikah?”

Kyuhyun masih sibuk membereskan barang – barang kedokterannya di ruangannya selama dua tahun itu, ya dia harus membereskan semuanya terlebih dahulu sebelum ia akan mendapatkan gelar dokternya itu dan selanjutnya Kyuhyun akan memikirkan berlabuh (bekerja) dimanakah (Rumah Sakit) ia nantinya.

“Molla… kau tau Yesung hyung bagaimana?”

“Kau sendiri terlihat biasa saja, seharusnya kau lebih agresif lagi.. usiamu sudah cocok untuk menikah” ejek Kyuhyun kembali.

“Yak!! jika tak ingat kau hamil sudah habis kau.. aish..”

“Hahahaha… kemarilah” Kyuhyun menghentikkan pekerjaannya sejenak, lalu merentangkan tangannya yang langsung di sambut baik oleh Ryeowook.

“Sahabat terbaikku.. aku yakin pada akhirnya kebahagiaan itu akan kau dapatkan, Yesung hyung hanya sedang mencari waktu terbaik untuk momen itu.. percayalah”

“Sejak kapan kau jadi sedewasa ini?”

“Semenjak aku mengalami fase hidup yang sangat berharga” Ryeowook menjaga jarak di pelukannya agar tidak menekan perut Kyuhyun.

“Aku bahagia melihatmu bahagia Kyu…”

“Heum.. dan aku akan lebih bahagia jika aku segera melihatmu bersanding dengan Yesung hyung”

Ryeowook melepaskan pelukannya.

“Gomawo Kyunnie sayang.. kau memang dongsaeng dan juga sahabat terbaikku.. cha aku akan membantumu membereskan barang-barangmu”

“Sebenarnya itulah yang sedari tadi ku nantikan” Smirk Kyuhyun dengan jahilnya.

Dan mereka berdua pun tertawa bahagia sembari membereskan buku-buku maupun alat kedokteran milik Kyuhyun di Rumah Sakit itu.

.

.

“Apakah Siwon hyung tidak akan menjemputku hari ini?” Tanya Kyuhyun saat sudah diloby rumah sakit.

“Ck.. ini sudah jam berapa?” Ia kembali melihat jam di tangannya, sudah memasuki pukul 17.00 tetapi tanda suaminya akan menjemputnya pun tidak terlihat juga. Bahkan handphone nya pun susah di hubungi.

“Ini hari bahagiaku tetapi kau tak datang hyung, padahal aku menginginkan kau mengucapkan kata selamat kepadaku seperti para dokter yang mengucapkannya tadi” Kyuhyun terus saja menggerutu hingga sebuah mobil mewah berhenti di hadapannya.

“Kyunnie..”

“Uu..mma” Kyuhyun terkejut bukan main dimana kini sosok ibunda Siwon sudah berada di hadapannya.

“Kajja kita pulang”

“Mwo?”

“Ne..”

“Ani.. maksudku pulang.. pulang kemana?”

“Hahaha.. ya ke rumahmu kemana lagi, kajja” Umma Choi segera menggandeng lengan menantunya itu dan menuntunnya untuk masuk ke kursi penumpang sedangkan sebelumnya ia sudah memerintahkan supirnya untuk membawa barang-barang Kyuhyun dan menyimpannya di bagasi.

“Tapi sebelum pulang, kita pergi ke suatu tempat dulu ya”

“Ah.. eum ne..” Kyuhyun tidak banyak membantah ia hanya bisa duduk patuh, lagi pula mertuanya itu tidak mungkin akan membawanya kabur bukan?

Sepanjang perjalanan Kyuhyun hanya lebih banyak mendengarkan pepatah dari mertuanya itu, seperti ia harus banyak berjalan saat mendekati kelahiran, jangan lupa juga untuk meminum satu sendok makan minyak kelapa agar bayinya bisa lahir dengan cepat, jangan lupa untuk selalu memperagakan senam hamil agar pernafasannya baik dan masih banyak lainnya.

Hingga ia tidak menyadari bahwa kini mobil itu sudah membawanya tepat di depan butik.

“Umma..” Kyuhyun memalingkan wajahnya melihat ke arah umma Choi.

“Keluarlah.. ada yang harus kita lakukan disini terlebih dahulu”

“Tapi buat apa?”

“Turunlah dulu dan nanti kau akan mengetahuinya”

Umma Choi dan juga Kyuhyun kini sudah memasuki butik, dimana sepertinya kehadiran mereka sudah di tunggu kedatangannya disana.

“Selamat datang nyonya.. kami sudah menyiapkan segalanya di dalam”

“Bagus.. mari Kyunnie” Kyuhyun pun kembali hanya bisa mematuhi keinginan mertuanya itu.

“Ini baju-baju yang nyonya inginkan” pelayan itu menjejerkan beberapa baju di gantungan sana, Kyuhyun sendiri hanya bisa melihat takjub. Semua pakaian itu sudah dipastikan mahal.

“Umma ini maksudnya untuk apa?”

“Pilihlah yang cocok untukmu lalu segera gunakan”

“Mwo??”

“Ppaliwa..” Umma Choi pun mendorong pelan tubuh menantunya itu agar segera mengikuti beberapa pelayan yang sudah diperintahkan untuk mendandani Kyuhyun.

Sudah sekitar 20 menitan berlalu tetapi tidak ada satupun baju yang berhasil muat di tubuhnya, kehamilannya yang menginjak usia 7 bulan memang termasuk besar.

Kyuhyun bukan hamil bayi kembar tetapi seakan hamil bayi kembar dikarenakan memang porsi makannya sangat besar, mungkin setelah bayinya lahir nanti berat si jabang bayi pasti akan besar.

“Umma.. aku lelah.” Rajuknya.

“Aigoo~ tidak ada satupun yang muat dibadan menantu umma ini?” Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya dengan bibir yang dipoutkan.

“Menantu umma yang cantik, kemarilah..” Kyuhyun berjalan dengan menghentakkan kakinya.

“Mengapa harus membeli baju? Ukurannya tidak ada yang muat satupun, Umma mau mengejekku?”

Umma Choi mengarahkan pandangannya pada seluruh pelayan disana, padahal ia sudah meminta untuk menyarikan baju yang agak besar agar bisa muat di tubuh menantunya itu. Pelayan pun hanya bisa menundukkan kepalanya, takut. Hingga..

“Umma.. kenapa tidak baju itu saja?”

Kyuhyun menunjuk ke salah satu sudut dimana ada baju yang dipakai manequin dengan model baju seperti baju rajut yang dipastikan menurut Kyuhyun akan muat dengan badannya.

Ia tidak tega saat mertuanya itu mendeath glare para pelayan disana, mereka sebenarnya tidak salah tetapi bagaimana lagi badan Kyuhyun saat ini sudah besar bahkan terkadang Kyuhyun merasa sering kelelahan karena gemuk.

“Kau mau baju itu? Tetapi baju itu…”

“Memangnya kenapa umma?”

“Ani.. bawakan baju itu dan langsung pakaikan untuk menantuku”

Sudah beberapa kali telinga Kyuhyun menangkap bahwa umma Choi mengucapkan kata ‘menantu’ kepadanya, sebenarnya ada apakah?

.

.

Kyuhyun kini berjalan keluar butik, ia tidak mengerti mengapa umma Choi memintanya datang dan membeli baju tetapi setelahnya ia kini diminta untuk pergi seorang diri, di tengah kebingungan itu.

Kyuhyun melihat sosok namja tampan dengan memakai celana jeans putih dan juga kaso putih tak lupa ia memakai rompi hitam menambah kesan tampan dan juga gagah, dengan menyandarkan tubuhnya di kap mobil.

siwon the day 1

“Hyung..”

“Baby..”

Siwon tersenyum sembari menampilkan dua dimplesnya. Tanpa di duga Kyuhyun pun ikut tersenyum.

kyuhyun the day 1

Kyuhyun sedikit berlari mendekati Siwon, ia pun segera memeluk Siwon dengan erat.

“Baby.. ingat bayimu..” Mendengar ucapan Siwon membuat Kyuhyun pun agak sedikit menjaga jarak tubuhnya agar tidak menekan perut besarnya itu.

“Kau jahat”

“Mwo?”

“Mengapa tidak menjemputku? Bahkan handphone mu pun mati.”

“Ahaha.. ada kejutan untukmu, untuk itu lepaskan dulu pelukanmu.. kita masih bisa berpelukan lama saat tidur nanti..” Kyuhyun memukul lengan Siwon “Aw.. baby..”

“Ck..”

“Hahaha.. kau semakin cantik jika seperti ini.”

“Kejutan apa?”

“Naiklah.. kejutanmu ada beberapa saat lagi.” Siwon pun membukakan pintu untuk Kyuhyun.

“Didepan?”

“Wae?” Kyuhyun menatap perutnya.

“Ah.. aku punya caranya agar tidak menyakiti bayi kita”

Siwon langsung memasangkan seatbelt nya sebelum Kyuhyun duduk setelahnya ia meminta Kyuhyun untuk duduk dan menarik bagian panjangnya untuk di selempangkan pada badan Kyuhyun, walau sebenarnya tidak baik tetapi ini akan lebih baik dibanding perutnya akan tertekan dengan seatbelt.

“Sudah selesai bukan?” Siwon pun tersenyum senang.

“Ck.. pabo..”

“Ne.. hanya untukmu..”

“Chessy..”

“Hanya untukmu juga.”

“Lalu kapan kita akan berangkatnya?” Rajuk Kyuhyun.

“Ahahaha.. baiklah..” Sebelum Siwon melangkah untuk menuju tempatnya ia mencuri ciuman di bibir Kyuhyun sekilas “Aku merindukanmu.” Setelahnya Siwon pun menutup pintu Kyuhyun.

Kyuhyun sendiri hanya bisa mengipasi wajahnya yang seakan merasa panas karena kejadian spontan itu, oh Choi Siwon kau membuat Kyuhyun seakan menjadi seorang gadis.

Mobil pun melaju membelah jalanan Seoul di malam hari, tidak ada yang berkata saat di mobil. Kyuhyun sendiri sangat menikmati suasana hening itu bahkan terlihat sesekali matanya menutup karena mengantuk, Siwon tidak mungkin tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Ia hanya tersenyum dan membiarkan Kyuhyun mengistirahatkan badannya sejenak.

.

.

Keadaan di kediaman Choi saat ini sedang di penuhi oleh beberapa tamu penting, dari mulai relasi bisnis keluarga Choi dan juga Jung, pegawai dari mulai dokter senior, dokter magang, staff Rumah Sakit milik Irene dan juga beberapa sahabat tak terkecuali sahabat Kyuhyun yang datang menghadiri acara.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

Inilah yang dikatakan kejutan yang menanti Kyuhyun di rumah, kejutan yang sudah ia ketahui namun terlupakan. Ini semua adalah andil dari umma Choi, umma Jung dan juga Irene sendiri.

Karena hari inilah hari yang tepat dan bersejarah bagi Kyuhyun sebagai peresmian dirinya di keluarga Choi. Mereka ingin menambah kebahagiaan Kyuhyun dihari itu.

Irene sibuk menata makanan dan minuman yang tersedia disana dan sesekali ia akan menyapa para dokter dari Rumah Sakitnya yang hadir disana.

Keluarga Choi dan Jung pun tak kalah sibuknya, mereka menjamu dengan sangat baik para tamu. Walau yang menjadi bintang dipesta itu belum hadir tetapi sebisa mungkin para tamu bisa dengan tenang berada disana menantikan hal yang akan di sampaikan oleh keluarga.

“Baby..”

“Heum..”

“Kita sudah sampai”

Siwon sebenarnya enggan untuk membangunkannya tetapi, ia tidak mungkin membawa Kyuhyun dalam keadaan tidur disana, terlebih pesta kejutan itu teruntuk Kyuhyun sudah dipastikan seseorang itu haruslah ada disana untuk merayakannya.

“Sudah sampai?” Kyuhyun menggeliatkan tubuhnya lalu mengucek matanya dan melihat bahwa istana nya itu seakan penuh dengan mobil-mobil mewah.

“Ada apa ini hyung?”

Siwon tidak mungkin melewatkan momen indah itu, ia kembali mengecup bibir tebal milik istrinya itu “Masuk ke dalam dan kau akan tau semuanya”.

Siwon keluar dari mobil lalu ia sedikit berlari menuju sampingnya dan membukakan pintu mobil untuk Kyuhyun. Siwon mengulurkan tangannya yang disambut oleh Kyuhyun, setelahnya ia menempatkan tangannya untuk melingkar di pinggang Kyuhyun lalu mengajaknya melangkah memasuki istana Choi.

Kedatangan mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana. Bagaimana tidak? Jika Choi Siwon hadir bersama seorang namja cantik yang sepertinya sudah hamil dengan begitu senangnya, terlebih istrimu berada di antara para tamu sembari ikut tersenyum melihatnya. Tetapi bagi para dokter Rumah Sakit hal itu tidak terlalu mengejutkan, walau masih ada tanda tanya dalam benak mereka.

“Ting..ting..” Bunyi gelas yang bersentuhan dengan sendok.

“Mohon perhatiannya terlebih dahulu.” Appa Choi berdiri di suatu tempat yang dihiasi banyak bunga dan microphone yang tersimpan di atas standing mic nya.

Awal semua orang memperhatikan Siwon dan Kyuhyun kini mereka terpusat pada appa Choi yang berdiri disana sembari memberikan senyuman wibawanya. Siwon sendiri membawa Kyuhyun terus menuju tempat dimana para orang tua dan Irene sudah berdiri.

“Selamat malam semuanya.. saya sangat berterima kasih sebelumnya kepada para relasi, kerabat, sahabat dan juga para pegawai Rumah Sakit yang sudah datang menghadiri acara ini. Kalian tentu merasa terkejut akan undangan malam ini, terlebih hal apa yang akan di rayakan pun belum diketahui.. tetapi disini setelah datangnya anak saya berada di tengah kalian semua, saya ingin mengumumkan bahwa namja cantik yang berada disamping Choi Siwon adalah istri sah kedua dari Siwon.”

Suara riuh berbisik terdengar disana, ada yang terkejut ada juga yang seakan memaklumi tetapi mereka masih setia mendengarkan penjelasan appa Choi.

“Choi Kyuhyun kemarilah..” Kyuhyun ragu mendekati appa Choi tetapi Irene menepuk bahunya seakan mengatakan bahwa semua baik-baik saja.

Kyuhyun berdiri di samping appa Choi, ia tidak tau harus berbuat apa tetapi genggaman tangan appa Choi seakan menenangkannya.

“Choi Kyuhyun adalah seorang dokter, dia telah resmi menikah dengan Choi Siwon setahun yang lalu. Kini kandungannya sudah berusia 7 bulan, calon keturunan dari keluarga Choi. Jika kalian bertanya mengapa kami baru saja memberitahukannya? Karena ada banyak hal yang tidak harus kami jelaskan secara rinci disini, yang pasti perayaan ini pun seakan merayakan calon dokter Choi Kyuhyun yang baru saja menyelesaikan masa koas nya dan juga syukuran mengenai pernikahan dan juga kehamilan menantu kami.”

“Appa..”

“Sudah saatnya kau diketahui oleh semua orang, kau dan anakmu butuh pengakuan akan keberadaan kalian di tengah keluarga kami, Kyu.” Ucap appa Choi setengah berbisik kepada Kyuhyun.

Jangan tanyakan bagaimana keadaan Kyuhyun saat ini, perasaan bingung, bahagia, haru, semua tercampur aduk. Matanya berkaca-kaca sungguh hal ini sebenarnya tidak pernah ia pikirkan sebelumnya, bisa diterima sebagai istri kedua Siwon pun sudah lebih dari cukup tetapi kini ia di perkenalkan secara resmi adalah hal yang sangat menakjubkan baginya.

Ia melihat jauh ke depan dimana terdapat sosok namja dan yeoja paruh baya dengan seorang gadis cilik disana tengah tersenyum kepadanya.

“Umma… appa.. Sulli.. kalian menghadiri dan merestuiku?” Innernya.

Sosok itupun akhirnya seakan menghilang dengan cahaya terang, hingga Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada sosok suaminya dan juga noona nya disana. Siwon dan Irene pun berjalan menghampiri Kyuhyun.

Siwon mengambil alih tempat appa Choi.

“Terima kasih atas kehadiran kalian semua disini, kalian pasti terkejut akan kabar ini.. tetapi inilah kehidupan terkadang aku pun sebagai pemeran tidak bisa mengetahui bagaimana takdir Tuhan berjalan dalam hidupku.. bagiku saat ini adalah bisa membahagiakan kedua istriku dan juga anakku kelak. Aku harap semua yang hadir disini bisa memberikan doanya bagi istriku agar kehamilannya bisa berjalan lancar hingga melahirkan nanti dan juga kebahagiaan rumah tangga kami.” Siwon menutupnya dengan senyuman.

Para tamu yang hadir pun hanya memberikan tepukan tangannya sebagai selamat atas pernikahan Siwon dan Kyuhyun dan pastinya sebuah doa dan restu bagi pernikahan kedua itu.

.

.

Perayaan pun terus berlanjut dengan hangat, Kyuhyun sesekali di perkenalkan secara langsung oleh Siwon dengan mendatangi relasi-relasi bisnis nya, tidak kurang juga Irene yang ikut menemani. Mereka bertiga terlihat kompak dan  harmonis.

Kyuhyun berpamitan kepada Siwon dan juga Irene, saat melihat sosok Ryeowook dan Yesung yang juga hadir.

“Ryeong..”

“Kyunnie… aigooo.. chukae” Ryeowook memeluk Kyuhyun memberikan selamat. “Mungkin ini kali kedua kita berpelukan dan aku memberikan selamat kepadamu”

“Ck.. kau sudah mengetahui hal ini?”

“Bagaimana tidak? Semua pegawai di Rumah Sakit mendapatkan undangan dan jika suami mu mau mungkin para pasien pun akan mendapatkan undangannya.”

“Ck.. kau berlebihan”

“Aniyo.. itu memang nyata, suami mu sendiri yang memberikan semua undangan itu, apa kau tidak tahu apa-apa?”

“Aku tahu umma Choi bilang acaranya diadakan bulan lalu, tapi aku tidak tahu jika diundur sampai wisudaku.”

“Ohh, Siwon memang ingin buat ini jadi surprise karna umma Choi sudah mengatakannya padamu.”

“Benarkah?”

“Heeum.. dia sangat mencintaimu ne?”

Kyuhyun merona mendengarnya “Aku berharap begitu”

“Dia memang sangat mencintaimu Kyu, jangan ragukan hal itu.. terlebih dengan hal ini, bukankah salah satu bukti bahwa dia sangat mencintaimu.. meluluhkan hati keluarganya dan juga bisa membuatkan pesta untukmu?” Yesung menambahkan.

“Sepertinya Irene noona sangat berperan disini.”

“Ya.. sepertinya juga begitu, kau beruntung suamimu sangat mencintaimu bahkan istri suamimu pun sangat menyayangimu..”

“Kau benar hyung.. aku sangat beruntung mendapatkan mereka”

“Dan mereka beruntung mendapatkanmu juga Kyunnie..” Ryeowook mengacak surai Kyuhyun.

.

.

Pesta telah usia, kedua orang tua Siwon maupun Irene sudah berpamitan untuk tidur. Sedangkan tiga orang manusia masih saja betah duduk di sofa ruang tengah sembari bercanda-canda.

“Ah.. aku lupa, aku mempunyai hadiah untuk kalian berdua”

“Lagi??”

“Heum.. chakaman”

Irene pun berjalan menuju kamarnya, tak lama ia membawa sebuah pigura besar dengan tertatih-tatih menuruni tangga.

“Apa itu?”

“Lihat saja..” Irene menyerahkan pigura kepada Kyuhyun.

wonkyu the day 1

“Ini..”

Jika kau mau tau bagaimana aku jatuh cinta, inilah jawabannya hyung.. aku jatuh cinta saat kau menggemgam tanganku saat di altar sebelum aku mengucapkan janji suci itu. Genggaman tanganmu seakan menghantarkan beribu rasa di hatiku.. sehingga aku yakin mengucapkannya” Kyuhyun tersenyum melihat foto dimana pernikahannya dulu, saat ia sempat ragu menjawab pertanyaan pendeta dan Siwon yang menggemgam tangannya memintanya untuk menjawab dengan suatu keyakinan, ya.. keyakinan cinta itu telah hadir disana.

“Heum.. saat di pernikahan kalian dulu, aku sengaja mengabadikannya.. apa kau suka Kyunnie?” Kyuhyun mengangguk “Kita akan memasangnya juga di sini”

Irene melihat ke arah dinding dimana ada foto dirinya dan Siwon saat pernikahannya dulu, melihat ada space yang cukup untuk figura itu maka Irene pun langsung meminta maid untuk menyimpannya disana.

“Noona apa itu tidak berlebihan?”

“Berlebihan bagaimana?”

“Kau juga istriku Kyu.. terlebih semua orang juga sudah mengetahuinya, tidak ada yang berlebihan” Siwon menenangkan, selanjutnya ia melihat ke arah Irene “Gomawo sayang.. aku bahagia mendapatkanmu.. kau sungguh berjiwa besar sampai-sampai menyiapkan semua ini”

“Aniyo.. aku rasa ini juga adalah kebahagaianku” Irene memeluk Siwon, Kyuhyun yang melihatnya terlihat canggung dan sedikitnya ia merasakan cemburu.

“Kyunnie..”

“Ne..”

“Kau tak mau berpelukan bersama kami?” Irene merentangkan tangannya, yang di sambut ragu oleh Kyuhyun.

Mereka berpelukan bertiga, maid yang selesai memasangkan figura pun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum senang melihat kebahagiaan keluarga kecil itu. Mereka berharap bahwa kebahagiaan itu akan selalu hadir disana, selamanya.

“Cha.. lihatlah foto itu sangat indah bukan?”

Siwon dan Kyuhyun mengangguk menyetujuinya.

“Sekarang semuanya terasa adil kan? disini ada dua nyonya.. kau dan aku.. ada dua cinta untuk suami kita ini dan kami mencintaimu Siwon” Kembali mereka berpelukan.

Siwon pun seakan memberikan keadilan memberikan kecupan di bibir masing-masing istrinya.

“Sudah waktunya tidur, sudah sangat larut” Siwon mengingatkan.

Irene pun melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan 01.00 mereka terlalu lama bercengkrama. Ketiganya berdiri..

“Oppa tidur bersamaku kan?” Irene mengingatkan karena sudah empat hari ini Siwon selalu tidur bersama Kyuhyun, memang Siwon sudah memberikan jadwal bahwa 4 harinya dia akan tidur bersama Kyuhyun dan 3 hari bersama Irene. Hal itu di setujui Irene karena memang Kyuhyun sedang hamil.

Siwon yang memang sedang menuntun Kyuhyun ke kamarnya pun akhirnya terdiam di tempat mendengar ucapan Irene. Kyuhyun menjadi tidak enak dengan situasi seperti itu.

“Hyung.. kau sudah empat hari bersamaku, memang sudah seharusnya kini hyung bersama noona kan?”

“Eum tapi bagaimana jika kau..”

“Aku tidak akan kenapa-kenapa hyung, tidak usah khawatir”

Irene masih menunggu Siwon di bawah tangga, sebenarnya ia enggan mengungkapkan hal itu. Tetapi Siwon juga suaminya, ia punya hak atas Siwon selain Kyuhyun.

“Jika memang oppa mau tidur dengan Kyunnie, aku tidak apa-apa” Irene pun tersenyum getir, Irene segera melangkah kakinya menuju lantai atas.

Siwon dilema, di satu sisi ia juga berharap bisa bersama dengan Irene tetapi di satu sisi ada istrinya yang lain yang sedang hamil dan pasti membutuhkannya.

“Hyung..” Kyuhyun meminta untuk segera melepaskan dirinya. “Jangan buat noona bersedih”

“Apa aku mulai tak adil Kyu? Baru saja aku merasa bahwa aku beruntung mendapatkan kalian berdua”

“Manusia tidak akan pernah bisa adil, tetapi berusaha berbuat adil adalah hal yang bisa manusia lakukan.. kha.. pergilah kekamarmu hyung, jangan buat noona semakin kecewa, dia pasti lelah dan membutuhkanmu.. jangan pikirkan aku, aku ada si kecil yang akan menemaniku”

“Gomawo Kyu..” Siwon mendekatkan dirinya untuk bisa menjangkau Kyuhyun dan mencium kening Kyuhyun lama “Jaljayo baby”

“Jaljayo hyung” Kyuhyun segera memasuki kamarnya dan sebelum benar-benar menutup pintunya, Kyuhyun bisa melihat Siwon yang bergegas menuju lantai atas menuju kamarnya dengan Irene.

“Aku memang harus bisa merelakan hatimu terbagi hyung, karena memang aku telah hadir dalam kehidupan kalian”

.

.

Pagi harinya suasana malam yang sedikit berbeda sudah agak mencair. Irene tidak mengungkit kejadian semalam begitupun Siwon, membuat Kyuhyun pun sedikitnya tidak perlu merasakan hal canggung.

“Kyunnie.. apa kegiatanmu hari ini?”

“Tidak ada noona, memang ada apa?”

“Kita berbelanja”

“Belanja?”

“Heum.. keperluan baby kita” ujarnya antusias.

“Ah.. eum.. baiklah, aku akan berganti baju dulu”

Kyuhyun, Irene dan Siwon kini memasuki toko baju anak dimana dulu Kyuhyun pernah membeli baju dan bertemu dengan Seunghyun.

Mengingat nama Seunghyun membuat Kyuhyun teringat bagaimana dengan keadaannya. Terlebih Seunghyun yang meminta untuk bisa bertemu berdua pun belum ia bisa laksanakan hingga saat ini.

“Kau kenapa baby?” Siwon melihat khawatir.

“Aniyo.. gwenchana”

Irene mendekati Kyuhyun dan Siwon sembari membawa beberapa baju bayi.

“Bagus kan? Kau suka yang mana Kyunnie?”

“Eum semuanya bagus, tetapi bagaimana jika mencari warna yang netral saja, bukankah kita tidak tau jenis kelaminnya?”

“Ah benar juga ya.. baiklah aku akan mencari yang berwarna kuning, biru eum hijau bagiamana?”

“Putih saja noona, hijau sepertinya terlalu mencolok”

“Eum baiklah.. chakama” Irene kembali pergi untuk mencari-cari baju calon bayinya itu.

Kyuhyun dan Siwon hanya tersenyum melihat semangat Irene.

“Noona sangat bahagia”

“Aku pun sama.. apa kau tak bahagia?”

“Tentu.. merasakan akan mempunyai anak sungguh hal yang menakjubkan bagiku ada rasa yang sulit aku ungkapkan” Siwon merangkul Kyuhyun dan mengelus lengannya.

“Aku mengerti.. apa kau lelah?”

“Sedikit”

“Mau minum atau makan?”

“Tapi noona?”

“Kau duluan saja ke restoran yang diinginkan nanti hubungi aku jika sudah menemukannya, hyung akan mencari noona mu dan memberitahukannya”

“Hyung bersama noona saja sampai belanjanya selesai baru menyusulku ne..”

“Tapi..”

“Hyung..”

“Baiklah.. hati-hatilah”

“Ck.. aku bukan anak kecil”

“Hahaha araseo”

Kyuhyun berjalan meninggalkan Siwon yang masih saja melihat kepergiannya hingga jejak Kyuhyun pun tak terlihat lagi, lalu ia segera menuju Irene yang masih sibuk memilih-milih baju. Kyuhyun sendiri mencari-cari makanan yang diinginkannya.

Sebuah restoran Jepang menjadi pilihannya.

“Ah aku jadi mengingat honeymoon kita.” Ujarnya sembari terkikik geli.

“Ada yang bisa saya bantu?”

“Meja untuk 3 orang ya”

“Mari ikut dengan saya” Pelayan itu pun memilihkan tempat duduk yang dekat dengan kolam buatan dimana ada ikan koi menambah indah kolam tersebut “Disini tuan”

“Terima kasih..”

“Ini menunya.. jika sudah siap memesan silahkan untuk menghubungi pelayan, terima kasih” pelayan itu pun pergi setelah memberikan buku menu kepadanya.

Kyuhyun sebelumnya mengirimkan pesan kepada Siwon, selanjutnya ia sibuk memilih makanan di buku menu dan tidak menyadari seorang namja yang duduk bersebrangan dengannya tersenyum senang melihat kedatangan dirinya. Ia pun beranjak dan berjalan menuju Kyuhyun.

“Ekhem.. chogiyo..”

Kyuhyun yang terpanggil pun melihat ke arah suara.

“Seunghyun hyung..”

“Hallo Kyu.. senang bertemu denganmu kembali, bahkan di mall ini dua kali, apakah kita berjodoh?” ucapnya bercanda.

“Hahaha hyung.. kau sendirian?”

“Sebenarnya tidak? Aku sedang menunggu relasi bisnisku tetapi dia memundurkan jadwalnya, jadilah aku seorang diri”

“Ah begitukah..”

“Kau sendiri? Apa kau sendirian?”

“Eum.. aniyo.. aku bersama dengan Siwon hyung dan noona”

“Ah namja yang waktu itu? Noona?”

“Ne.. namja itu suamiku hyung”

“Benarkah? Aku patah hati”

“Ck.. berhentilah bercanda jika suamiku tau dia akan cemburu”

“Hahaha baiklah maafkan aku.. lalu dimana suami dan noonamu? Kau membiarkan mereka berdua?”

Kyuhyun memandang tak mengerti pada Seunghyun, lalu Seunghyun mendekatkan dirinya hingga bisa berbisik pada Kyuhyun.

“Kau tak takut suamimu akan mempunyai hubungan dengan noonamu nanti?” Seunghyun menjauhkan tubuhnya kembali.

“Hahaha kau ini lucu sekali hyung..”

“Ekhem…” Siwon menatap datar kepada Seunghyun dan Kyuhyun yang terlihat tertawa itu.

“Ah ada teman Kyunnie?” Ucap Irene ramah.

“Oh kenalkan namaku Choi Seunghyun”

“Irene.. senang berkenalan denganmu”

“Ya senang berkenalan denganmu Irene dan senang bertemu kembali denganmu Siwon-ssi.”

“Kau namja waktu itu, kenapa selalu mengikuti istriku?” Tanya Siwon tajam.

“H-hyung…” Kyuhyun tidak mengira Siwon akan jujur seperti itu.

“Benarkan Kyu? dia selalu bertemu denganmu, apa kalian janjian disini?”

“Oppa!!!” Kali ini Irene yang menegur Siwon yang dirasanya sudah berlebihan.

Bahkan Kyuhyun sendiri kehilangan kata-kata mendengar ucapan suaminya itu, ada sedikit sakit yang timbul dihatinya karena ucapan itu. karena kata lain dari ucapan itu bahwa Siwon menuduhnya dan tidak percaya pada cintanya selama ini.

“Siwon-ssi…aku tidak menyangka kau bisa seperti ini.” Ucap Seunghyun dengan smirknya.

“Apa maksudmu?!?”

“Hyung, sudah…” Kyuhyun melihat Siwon dengan wajah terluka dan meringis.

“Kyunnie…” Irene menatapnya khawatir.

“Aku tidak seperti itu, hyung.” Ucap Kyuhyun lagi.

Kini tangannya meraba bagian bawah perutnya dan meringis semakin keras, hal itu tentu saja membuat ketiga pasang mata didepan itu tertuju padanya.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Seunghyun ikut khawatir.

“Tid..akh, auwh~”

“Baby!! Kyu!! Kyunnie!!”

-Tbc-

Kami hanya mengurai kehamilan Kyuhyun yang penting2 saja, jika tidak FF ini akan lebih panjang dari yang diperkirakan.

Semoga tidak mengecewakan jika alurnya kecepatan..kalian tidak mau Chapnya melebihi My Baby kan?

jadi beginilah jadinya. ahahaha.

tenang saja, will be Happy Wonkyu Ending.

Upss, tapi nggak tau kalo Ms.lee mau kebalikannya. ohohoho.

Sampai jumpa lagi.

**

With Love.

Vie&Ms.Lee

76 thoughts on “The Day 5

  1. Gomawo eonnniee…

    Adaapa sama babykyu..
    Waahh kykany daddy siwon punya saingan nie.

    Eonnie,, lanjuuuut.
    Jgn pake lama juga.

    Otttheech

  2. Nih para eonni memang sesuatu,awalnya sampe mau akhir seneng,eh akhirnya bikin khawatir+penasaran sama keadaannya momkyu’

  3. akhirnya kyuhyun dan baby nya di resmikan juga jadi bagian keluarga choi jadi kyu nggak perlu khawatir lagi apalagi umma choi udah menerima bahkan sayang banget sama kyu.. suka sama kyu yang manja & nggak mau jauh sama siwon..
    siwon kenapa bilang kaya gitu ke kyu, kyu akhirnya kesakitan kan.. semoga kyu dan baby nya nggak kenapa2

  4. Irene jangan cemburu2 sm kyu nanti bisa2 dia berbuat jahat ke kyu. Ngeri kali ada seunghyun, semoga kyu gpp. Ditunggu kelanjutannya

  5. bahagia deh kalo liat babykyu bahagia..
    mudah-mudahan sampai akhir terus begini..

    loh itu babykyu kenapa? apa dy ikut emosi karna siwon marah jadi berpengaruh ke kandungan nya?

    di tunggu kelanjutannya..😀

  6. Aigoo aigoo babykyu cm gara” bangun g ada Siwon disampingnya ampe nangis spt itu manisnya , seneng deh skrng umma choi sdh mau terima babykyu dan Kyuhyun uudah resmi dikenalin kepublik kalo dia istri ke2 nya Siwon chukkae chukkae ….. !!!!!!

    Kenapa Seunghyun pakae muncul lg siy Siwon jd marahkan mudah”an Kyuhyun sm babynya g kenapa-napa ya , aduh makin penasaran nih sm lanjutannya neeexxxxttttt…….!!!!!!!!

  7. ckkk…….seunghyun pake muncul segala…..si daddy cemburu tuh……..
    seunghyun ajushi……jangan dekat2 ama mommy….mommy itu punya nya daddy….
    hehehehe tapi seneng juga kalo liat daddy cemburuan gt…artiny dia cinta…hehehe

  8. suka chapter ini….yeee akhirnya siwon benar2 mencintai kyu sebagai seorang istri dan tidak memandang yg pertama atau yg kedua dan semoga saja siwon bisa adil serta istri pertamanya bisa menerima dg lapang, karena kalau di liat cemburu pisan sama kyu hehe apalagi kyu dapat jatah tidur sama siwon lebih banyak … di tambah perhatian keluarga full sama kyu…. di tunggu selalu kelanjutannya. oya itu kyu knp perutnya sakit? jngan bilang kyu mau di bikin ke guguran

  9. Sweet banget hubungan mereka..
    berasa manis terus..apalagi kyu, udah diterima dgn baik oleh klwrga iren dan choi..

    Seunghyun cuma jadi cameo aja yakk..hihihi…
    Selalu bahagia terus deh buat mereka bertiga,,

    😎😎

  10. Tidak kyu,kamu tidak alan sebesar helikopter paling tidak sebesar pesawat boing aja..wkwkwk#pleasejanganlemparpakepspstapipakeduitaja….😂😂😂😂
    Aduuhh kasian banget kyui,sampe nangis sesunggukan gitu didepan kamar siwon dan irene..ck,akhirnya mulai nampak sedikit2 ni kalo irene merasa cemburunya walaupun dia belum sadar.semoga wonkyu tetap mesra..keluarga choi akhirnya mengakui kyu juga😗😗😗😗

  11. Haduh kenapa harus bertemu dengan Senghyun segala, jadinya ributkan.
    Padahal mereka sedang bahagia…..
    Ditunggu lanjutannya……

  12. awwwwwww ini so sweettttttttt banget ><
    duh bawaan ibu hamil emng aneh" .hihiihhi kyu imut banget sih.. Hah
    umma choi cocok deh sama kyu kalau ngomong, pedesnya bikin ati nyessss ^^
    menantu dan mertua yang kompak..

    Aigoo skrng smua orng udh tahu sm kyu jd ga perlu khawatir apa" kyu , km ga ada dilupakan kok😀
    gemesin bgt dia..

    Omo kenapa sm kyu? Dia kok kesakitan? Kan belum wktunya melhirkan kan?

  13. hahahahahhaha….akhirnya babykyu diakyin jugaaa semuanya happy ^_^
    babynya nggak mw pisah sma daddynya..bagusssss…kwkwkwkwk
    kasihan juga sieh irene noona….gimana2 pasti sakit hati juga…😦
    upps…makin deket aja wonkyu…udah ngaku sling cinta lagi..senangnyaaaa
    umma choi tdnya benci malah jadi makin sayang m babykyu…daebakkk
    hahahhaha…seunghyun oppa bner2 dah…kayanya seru ada orng ketiga diantara wonkyu…kwkwkwkwkw bagus seunghyun oppa..pepet terus babykyunya..biar siwon oppa makin cemburu+makin cinta m babykyu..kwkwkwk
    waduhhhh…jngan2 babykyu mw lahiran tuch…moga aja anknya kembar lagi..wkwkwkwkwkw
    lanjut chiguuuuuu…..jangn lm2 lagi….FIGHTINGGGG !!!!

  14. senang banget liat kebahagiaannya wonkyu mau pny baby…..kyu jd manja banget…kkk..so swèet…tp sedih jg liat irene…ternyata siwon kalo cemburu gak bs nahan emosi ya..kkk…itu kyu mau lahiranka?

  15. wonkyu so sweet banget…kyu manja banget pas hamil…entah kenapa aku malah kasian sama irene…wajar banget sich irene cemburu…kyu kan jg cemburu..waduh…si babe cemburunya kelewatan aja..kyu mau lahiranka?

  16. Uwaaah makin seru ja nih cerita. kyaknya Kyu bneran akan punya baby kembar. Irene sudah nampak kecemburuannya. Siwon kyaknya udah mulai di atas kebimbangan. apakah dengan adanya Seunghyun hubungan wonkyu akan semakin di uji? Kyu berjuang terus tuk kebahagian bersama!
    ditunggu kelanjutannya. . .

  17. Aw aw aw baby mulai manja deh…

    Bahagia di chapter ini… semoga chapter2 selanjutnya juga ga jan berbeda…

    Sebenernya kasian sama irene tp baby kan baru hamil… semoga dengan kecemburuamnya irene ga aneh2…

  18. Suka liat mantu dan mertua akur gt.. Pasti susah utk benar2 adil, bener kata Kyu, wlpn g bs adil tp berusaha utk tetap adil itu lbh baik..
    Kyu mw lahiran kah..semoga g np2..

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s