The Day 4


poster The day

THE DAY
(My Destiny Is Written)

Chapter 04

Selalu berterima kasih untuk yang selalu menyempatkan waktunya membaca tulisan kami ini…

***

Kyuhyun masih memandangi dimana mobil itu terus melaju menjauh dari jangkauannya, ia pun hanya bisa mendesah pasrah lalu melangkahkan kakinya memasuki gedung apartemen dimana temenannya itu tinggal.

Tanpa perlu mengetuk atau memanggil pemilik rumahnya Kyuhyun langsung masuk kesana dan mendapati pasangan imut ada di sofa sedang menonton Film kesukaan mereka. Titanic.

“Ryeowookie!!!” Panggil Kyuhyun dengan sengaja berteriak membuat namja imut itu terperanjat dari duduknya dan melihat siapa yang datang.

“Kyuhyun bocah!!!” Panggil Ryeowook juga berteriak dengan kesalnya.

“Selamat malam, hyung.” Sapa Kyuhyun lagi dan tidak peduli pada Ryeowook.

“Selamat malam Kyunnie, ayo masuk.” Jawab namja yang dipanggilnya hyung itu.

“Dia sudah masuk Yesungie!” Protes Ryeowook pada kekasihnya membuat Yesung hanya menggelengkan kepalanya.

“Aku menginap disini, kalian tidak diizinkan menolakku!!”

“Sana ke kamarmu!!” Jawab Ryeowook langsung menuju dapur, ia terlalu tau bahkan menerima segala sikap seenaknya sahabatnya itu.

Namja imut itu segera menuju dapurnya sementara Kyuhyun segera menuju kamarnya yang biasa untuknya menginap disana. Beberapa saat kemudian Ryeowook sudah masuk ke kamarnya dengan segelas coklat hangat ditangannya.

“Ada apa, Kyu?”

“Tidak ada Wookie-ah.”

“Tidak biasanya, minumlah.” Ryeowook menyodorkan gelas coklat hangat itu yang diterima Kyuhyun dengan senang hati.

“Aku akan disini dua atau 3 hari, kau tidak keberatan kan?”

“Selama yang kau inginkan, jangan sungkan.” Ryeowook memang akan selalu menampung Kyuhyun jikalau dia memang ingin tinggal disana bahkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, begitulah Kyuhyun dan Ryeowok akan selalu memaklumi nya.

“Baiklah, aku akan istirahat sekarang, shuhh~shuhh~” Usir Kyuhyun cepat dengan mulutnya yang mengerucut membuat Ryeowook hanya bisa menatapnya tajam.

Kyuhyun akan selalu menjadi dirinya sendiri dan merasa sangat nyaman jika sedang berada di dalam rumah Ryeowook, bahkan karena Ryeowook lah ia dikenalkan kepada Yesung seorang yang akhirnya mengajak dirinya untuk bekerja part time di kafe. Kyuhyun terlalu banyak hutang budi kepada keduanya dan tentu sebenarnya ia pun merasakan sedih karena ia belum jujur akan kehidupannya saat ini kepada keduanya.

“Dasar bocah, selamat malam.”

“Malam~”

Dan selanjutnya Kyuhyun tertidur dengan bibir menyunggingkan senyum bahagia mengingat kejadian dikamar mereka sebelum Siwon pergi. Sementara Ryeowook kembali pada Yesung dengan berbagai pertanyaan di kepalanya.

Tapi namja imut tidak mempermasalahkannya dan membiarkan apa yang ingin dilakukan Kyuhyun sampai namja cantik itu mengatakannya sendiri. Karena walau menyembunyikannya dengan baik, Ryeowook tahu ada sesuatu dengan sahabat sekaligus dongsaengnya itu.

**

Keesokan harinya

Kyuhyun bangun pagi dengan malasnya seperti biasa dan menyadari ia bukan di istananya sendiri. Jika tidak mengingat tanggung jawabnya di rumah sakit Kyuhyun akan bermalas-malasan di tempat tidur itu sepanjang hari.

Tidak ada yang bisa ditunggunya jika ia ke rumah sakit hari ini, tidak ada yang akan mengantarnya dan tidak ada yang akan menjemputnya untuk makan siang. Memikirkan hal itu langsung membuat Kyuhyun menyambar Hp yang ada disampingnya.

“Aku juga merindukanmu hyung.” Gumamnya pelan sambil melihat wallpaper hpnya yang tidak pernah diganti itu.

“Kyuhyun bangun atau kita terlambat!!” Ucap Ryeowook tiba-tiba didepan pintu.

“Apa kau tidak bisa mengetuk hyung!!” Jawab Kyuhyun dengan deathglarenya.

“Tidak!! Tanganku dipinjam!!” Jawab Ryeowook dengan wajah polosnya.

“Ck!! Aku bangun sekarang.” Jawab Kyuhyun tajam dan segera menuju kamar mandinya.

Ryeowook sempat mencurigai apa yang terpampang di dalam Iphone milik Kyuhyun, tetapi rasa segan lah yang membuat Ryeowook enggan mengotak atik ponsel Kyuhyun, disaat Kyuhyun sedang berada di kamar mandi.

“Haah lebih baik aku menyiapkan sarapan dulu” Ia pun segera keluar kamar.

**

Beberapa menit kemudian Kyuhyun keluar menuju meja makan dan sudah ada Yesung dan Ryeowook yang menunggunya disana. Dengan cepat namja cantik itu duduk di kursi dan mulai sarapan pagi bersama hyung-hyungnya.

Namun belum sampai sendok itu ke mulutnya Kyuhyun berhenti dan melihat nasi goreng disendoknya itu. Lalu…

“Hhuuk!!!” Kyuhyun menutup mulutnya dengan cepat.

“Kyu??” Panggil Ryeowook heran.

“Hhuuk!! Mmmssyyy” Kyuhyun langsung berlari menuju wastafel yang ada didapur Ryeowook.

Saat itu perut Kyuhyun bergejolak dengan hebatnya hingga membuatnya memuntahkan semua yang ada didalam perutnya ke dalam wastafel. Karena memang tidak ada apapun didalam perutnya membuat Kyuhyun sangat kesakitan.

“Oh-my-god!!” Gumamnya penuh penekanan sambil memegang perutnya.

“Kyu, apa yang terjadi? Kenapa kau muntah-muntah??” Tanya Ryeowook mendekati Kyuhyun dengan khawatir.

“Ahh~aku tidak tahuu~”

“A-ayo duduk dulu.” Ajak Ryeowook membawa Kyuhyun duduk dikursi dan Yesung membawa air minum untuknya.

“Ada apa Kyu?” Tanya Yesung.

“Aku tidak tahu hyung.” Jawab Kyuhyun setelah meminum airnya.

Kyuhyun melihat hyungnya itu dengan tatapan bingung dan kembali melihat Ryeowook ingin mengatakan sesuatu.

“Kau mau membantuku?” Tanya Kyuhyun pelan.

“Apapun itu.”

“Kita ke rumah sakit sekarang.”

“Tapi kau tidak baik, Kyu!!”

“Tolong~” Pinta Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Baiklah, hyung pergilah, kami juga akan pergi.” Ucap Ryeowook akhirnya membuat Yesung menganggukkan kepalanya dan meninggalkan mereka.

Kemudian dengan cepat Ryeowook keluar dari rumahnya membawa Kyuhyun ke dalam mobilnya menuju rumah sakit tempat mereka bekerja. Didalam mobil Kyuhyun hanya memejamkan mata sambil memeluk perutnya dengan kedua tangan.

Pikirannya berputar dengan sangat cepat hingga ia tidak menyadari mobil Ryeowook sudah berhenti didepan pintu loby Rumah sakit itu. Setelah Ryeowook memanggilnya barulah ia turun dengan segera dan mencari dokter yang pernah memeriksanya dulu.

Ryeowook yang tidak tahu apa-apa segera mengejarnya dari belakang dengan wajah penasaran yang tidak bisa disembunyikan. Tapi sampai disana namja imut itu tidak diizinkan masuk kedalam ruangan yang sudah dimasuki Kyuhyun sebelumnya.

Dengan perasaan was-was Ryeowook berjalan kekiri dan ke kanan menunggu pintu itu kembali terbuka. Beberapa menit kemudian barulah dokter yang dipanggil Kyuhyun tadi keluar dari sana dan menyuruhnya masuk kedalam.

“Kyu…?” Panggil Ryeowook pelan.

“Ryeowookie~”

“Ada apa, Kyu? Apa kau baik-baik saja?” Tanya Ryeowook mendekati Kyuhyun yang berbaring diranjang putih disana.

“Aku tidak baik, Wookie-ah.”

“Mwoo? Apa yang terjadi? Kau sakit apa?”

“Aku hamil, Wookie-ah, aku hamil.” Ucapnya sedikit antusias dan bercampur bingung.

“APA!!??! TIDAK MUNGKIN!?!??!” Teriak Ryeowook tiba-tiba dengan mata melebar.

“Pelankan suaramu.”

“Tidak!! Coba katakan padaku? Apa yang terjadi?”

Kyuhyun tidak menjawab lagi pertanyaan itu ia hanya menyerahkan bukti nyata yang bisa dipercaya Ryeowook dengan cepat.

Namja imut itu langsung mengambil benda kecil lonjong berwarna putih itu dan dengan nyata Ryeowook melihat dua garis merah terdapat didalam sana. Mendadak kepala Ryeowook merasa pusing dan degup jantungnya berdetak dengan cepat.

“Ky~kyunnie…k-kau…”

“Aku tahu.”

“B-bagaimana??” Ryeowook kehilangan kata-kata.

“Bisakah kita pulang dulu?” Tanya Kyuhyun cepat.

“Ba-baiklah, ayo.”

Ryeowook dan Kyuhyun segera meminta izin mereka untuk hari itu dengan alasan Kyuhyun sakit dan Ryeowook akan menjaganya di rumah mereka.

Sampai di rumah Kyuhyun meminta Ryeowook menghubungi Yesung dan meminta hyungnya itu untuk segera pulang. Tanpa pikir panjang namja sipit hyungnya ditempat ia bekerja dulu itu segera pulang kerumahnya.

Tak berapa lama, mereka berdua terlihat sudah duduk didepan Kyuhyun dengan wajah penasaran membuat Kyuhyun merasa seperti akan disidang.

“Katakan semuanya.” Ucap Ryeowook cepat membuat Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam.

Setelah menghembuskannya perlahan barulah Kyuhyun berani menatap mereka berdua. “Selama ini aku tidak ingin tergantung pada siapapun.” Mulainya.

“Tapi kali ini, aku tidak bisa sendirian. Tolong dengarkan aku baik-baik.”

Dan Kyuhyun pun memulai ceritanya dari awal pertemuannya dengan Irene sampai membawanya pada kehidupan pernikahan dengan seorang namja dan menjadikannya sebagai istri kedua dari seorang Choi Siwon.

Sampai hari ini, hal yang paling diinginkan mereka pun tercapai dengan rahim Kyuhyun berisi janin kecil yang sudah berumur dua minggu.

“Kau gila Kyuhyun!!!” Jawab Ryeowook diakhir cerita dongsaengnya.

“Benar, aku memang gila.”

“Kenapa kau bisa melakukan semua ini?” Tanya Ryeowook lagi.

“Aku hanya ingin membantu Irene noona, kau tahu dia seperti menghidupiku selama ini.”

“Tapi tidak begini caranya!!” Kesal Ryeowook sambil berdiri dari duduknya.

“Aku tahu Wookie-ah, tapi aku…”

“Apa mereka menjagamu dengan baik?” Tanya Yesung setelah lama terdiam.

“Sangat hyung, mereka seperti keluargaku sekarang.”

“Apa kau…mmm~ itu…”

“Ne hyung, aku men-cintai Siwon hyung, suamiku.”

“Ohmygod!!! Kyuhyun!!!” Ryeowook tidak percaya mendengar pernyataan dongsaengnya itu. “Kau jadi yang kedua, apa kau sadar??”

“Sangat hyung, aku tidak apa-apa asal dia juga mencintaiku sama besarnya.”

“Apa dia seperti itu?” Tanya Yesung memastikan membuat pipi Kyuhyun langsung merona.

“Aaku tidak yakin.”

“MWOOO??”

“Hyung~ dia memperlakukanku dengan baik, aku bisa merasakannya.!!”

“Tapi kau tidak yakin.”

“Bagaimana aku yakin jika dia belum mengatakannya?” Kyuhyun bertanya dengan nada sedikit kecewa.

Melihat hal itu kedua hyungnya langsung menghembuskan nafas lelah mereka dengan kedua bahu terkulai.

“Tolong dukung aku hyung, jika sesuatu terjadi padaku, hanya kalian yang bisa kudatangi.”

“Apa maksudmu!??!”

“Tidak apa-apa, tidak ada yang tahu kedepannya kan? Jadi tolong tetaplah bersamaku.”

“Tentu saja kami selalu bersamamu, tapi kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal?”

“Aku tidak tahu harus memulainya darimana.”

“Sudahlah Wookie, jangan mempersulit Kyunnie, kau lupa dia sedang…” Yesung melihat namjachingunya itu dengan lekat.

“Ouwh~ mmm, aku…maafkan aku…” Ucap Ryeowook melihat Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Gwenchana.” Kyuhyun tersenyum menenangkan kedua hyungnya.

“Mianhaeeee~~~” Ryeowook langsung menghambur memeluk Kyuhyun dengan erat dan menangis tersedu dibahunya.

“Aiiishhh!!” Gerutu Kyuhyun dengan wajah memerah.

“Ak-aku tidak tahu apa-apa!! Seharusnya aku bisa membantumu!! Kenapa kau sembunyikan darikuuu~~” Tangis Ryeowook dengan kesalnya dan memukul-mukul punggung Kyuhyun dengan cepat.

“Mianhae~” Gumam Kyuhyun sambil melihat keatas, ia tidak ingin menangis.

“Hiks~” Jawab Ryeowook.

Setelah beberapa menit barulah namja imut itu melepaskan pelukannya dan melihat Kyuhyun dengan wajah sembab dan mata bengkak. Tentu saja Kyuhyun langsung tertawa dengan kerasnya melihat wajah imut dan berantakan itu membuat Ryeowook kembali kesal dan memukulnya.

Selanjutnya kedua namja itu pun menjaga Kyuhyun dari gejala apapun yang mungkin datang, padahal kandungan Kyuhyun baru berusia dua minggu dan tentu saja tidak akan terlalu berat.

**

Keesokan paginya Kyuhyun memutuskan untuk pulang ke rumahnya sendiri karena tidak ingin merepotkan kedua hyungnya yang sama keras kepalanya.

“Aku pulang saja dari pada dijaga seperti bayi.” Ucap Kyuhyun dengan deathglarenya sebelum keluar dari apartement hyungnya.

Walau dicegah bagaimanapun tetap saja Kyuhyun memilih untuk kembali dari pada hyungnya tidak bekerja karena ingin menjaganya dirumah.

Begitu sampai di rumah itu Kyuhyun langsung menuju kamarnya dan bermalas-malasan disana dengan berbagai pikiran mengganggunya.

‘Padahal sudah dua minggu, tapi kenapa aku tidak merasakan apa-apa sebelumnya??” Tanya Kyuhyun pada langit-langit kamarnya.

“Aku akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya pada mereka.” Gumamnya kemudian.

Namun tiba-tiba saja suara bel pintu rumah mereka berbunyi beberapa kali membuat Kyuhyun langsung berdiri menuju keluar. Dia tidak ingin menunggu maid-maid mereka membukakan pintu untuk tamu itu.

“Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Kyuhyun begitu melihat tamunya di pintu depan.

“Kau siapa, aku baru pertama kali melihatmu disini?” Tamu itu balik bertanya dengan tatapan tajam.

“Nyonya Choi maafkan kam…” Maid rumah itu berhenti ditempatnya saat melihat siapa yang ada didepan pintu itu. “Nyonya besar?” Ulangnya kemudian.

“Nyo-nyonya besar?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Ne, beliau ummanya tuan Choi.” Jelas maid itu sembari berbisik, membuat mata Kyuhyun melebar tidak percaya.

“Nyonya Choi?” Tanya Umma Choi mengingat kata maid itu. “Ada apa ini? Dimana Siwon? Dimana Irene??” Tanya Umma Choi dengan wajah bingung sambil masuk ke dalam.

Dibelakangnya terdapat dua namja paruh baya dan satu yeoja yang lebih tua dari umma Choi sendiri. Kyuhyun hanya bisa terdiam melihat pandangan mereka yang menusuk sampai ke jantungnya.

“Dimana mereka?” Tanya Yeoja satu lagi yang berpenampilan sangat anggun.

“Me-mereka ada di jeju. Nyonya.”

“Apa?? Mereka harus pulang sekarang.”

Umma choi langsung mengambil hp-nya dan menghubungi Siwon yang memang ada di Jeju selama tiga hari kedepan. Tapi sepertinya nyonya terhormat itu ingin anak kesayangannya itu pulang ke rumah secepatnya. Kemudian mereka semua memilih menunggu keduanya di ruang tamu saja, sementara Kyuhyun juga duduk disana dengan diam seribu bahasa.

Sementara itu di Jeju.

Siwon dan Irene, tanpa bisa membantah apapun keduanya segera meninggalkan pulau yang indah itu secepatnya menggunakan pesawat. Lebih dari satu jam kemudian mereka sudah tiba dibandara Seoul dan segera menuju ke rumah.

Begitu sampai di Istananya, Siwon dan Irene langsung dihadapkan dengan suasana diruangan tengah penuh dengan aura mencekam.

Semua maid berbaris menundukkan wajah mereka, sementara keempat orangtua mereka duduk di sofa yang ada diruang tengah itu. Dan disalah satu sofa disana terlihat Kyuhyun yang duduk dengan sangat tidak nyaman karena semua mata disana sedang menatapnya.

“Umma, appa~” Sapa Irene terlihat bingung mendekati kedua orangtuanya.

“Selamat datang chagi~” Umma Jung langsung berdiri dan memeluk mereka satu-persatu.

Sementara umma Choi hanya menatap Siwon dengan berbagai pertanyaan melingkar dikepalanya tentang apa yang sudah terjadi. Bagi Siwon tidak perlu menjelaskan apa maksud tatapan itu, karena ia sudah bisa menebak semuanya dengan tepat.

“Jelaskan semuanya pada kami.” Ucap Umma Choi datar.

“Yeobo biarkan mereka istirahat dulu.” Ucap Appa Choi menenangkan.

“Tidak yeobo! Mereka harus menjelaskannya sekarang!!” Umma Choi menatap suaminya tajam.

“Appa~” Panggil Siwon pelan. “Baiklah umma, aku akan menjelaskannya.” Ucap Siwon dengan tenangnya.

“Biar aku saja oppa.” Jawab Irene menggenggam tangan suaminya.

Dan hal itu tidak luput dari pandangan Kyuhyun yang hanya bisa diam disana, tapi kemudian tatapannya beralih pada Siwon yang memang sedang melihatnya penuh arti. Tatapan itu seolah mengatakan untuk ‘jangan khawatir’ membuat Kyuhyun tanpa sadar melihatnya dengan wajah memelas.

Seketika Siwon tersenyum menenangkan dan melepaskan genggaman Irene dan segera duduk disamping Kyuhyun. Sementara Irene duduk ditengah-tengah agar semua orang disana bisa mendengarnya dengan jelas.

“Umma, Appa…” Ucap Irene untuk mereka berempat. “Kenalkan itu Kyuhyun, namdongsaengku di kampus. Apa kalian tahu? Aku sangat menyayanginya.” Ucapnya kemudian dengan wajah riang membuat mereka menatapnya tidak percaya.

“Dia punya sesuatu seperti yang kita miliki umma, dan dia bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa kulakukan.” Jelas Irene to the point.

Dengan itu semua mata orangtua itu pun kembali tertuju pada Kyuhyun yang membuat namja cantik itu kembali didera kegugupan.

“Saat dia menyelamatkanku dari kecelakaan, kami tahu dia punya Rahim, karena itu aku melakukan hal ini.”

“Aku ingin dia bersamaku, aku ingin dia mengandung bayi untuk kami, aku ingin punya bayi, umma, appa, tolong mengertilah~”

“Jadi Ky-kyuhyun bisa mengandung?” Tanya Appa Choi melihat Kyuhyun lekat.

“Kau ingin melakukan itu semua untuk Irene?” Tanya Umma Jung kemudian.

“Irene noona sangat baik, dia menyayangiku seperti adiknya sendiri. A-apa salahnya jika aku bisa membalas semua itu untuknya.” Jawab Kyuhyun sambil melihat mereka berdua.

“Apa kau tidak akan menyesal?” Tanya Appa Jung dengan cepat.

Tiba-tiba tangan Siwon menyusup menggenggam tangannya dengan lembut membuat Kyuhyun kembali tenang dan tersenyum dengan manisnya melihat Irene.

“Jika ini yang bisa kulakukan untuknya, aku tidak akan menyesal.” Jawab Kyuhyun dengan yakinnya.

“Noona loves you, baby~” Ucap Irene dengan airmata dipelupuk matanya membuat Kyuhyun tersenyum menenangkan.

“Tetap saja, Umma tidak bisa menerima ini, chagi.” Ucap Umma Choi menatap Siwon yang hanya terdiam.

“Umma~” Panggil Irene dengan nada memelas.

“Siwonnie…” Panggil Umma Choi tidak mendengar Irene. “Tinggalkan Kyuhyun, secepatnya. Kalian masih bisa mendapatkan bayi dengan banyak cara, bukan dengan membawa seseorang yang tidak jelas dan menjadikannya sebagai istrimu, Siwon..”

Ucapan umma Choi yang tajam itu menyakitkan bagi Kyuhyun hingga namja cantik itu langsung berdiri dan berjalan menuju kamarnya dengan tergesa-gesa. Begitu keluar sekali lagi, namja cantik itu sudah memakai ranselnya dan melihat Siwon dengan wajah datar.

“K-kyu? Kau mau kemana?” Tanya Siwon langsung berdiri mendekatinya.

“Aku tidak bisa disini hyung, mereka melihatku seperti sampah.” Ucap Kyuhyun dengan wajah yang menyakitkan.

“Tidaaak, Kyuhyun jangan begitu.”

“Apa tidak jelas hyung? Mereka bilang tinggalkan aku!!”

“Aku dengar itu, tapi…”

“Kau tidak bisa memilih kan?? Huh! Biar aku yang pergi.” Ucap Kyuhyun sinis dan melepas tangan Siwon dilengannya.

“Kyunnie~” Panggil Irene tidak rela.

“Noona…mianhae.” Jawab Kyuhyun dan melewati mereka tanpa melihat umma Choi lagi.

Namun sayang, belum sampai kakinya melangkah menuju pintu depan, Kyuhyun tiba-tiba berdiri dan membeku ditempatnya. Perlahan tangan lentiknya menuju bagian perut dan meletakkannya disana.

“Kyu??”

“Auwh~” Rintih Kyuhyun pelan.

Detik selanjutnya, namja cantik itu segera berlari menuju dapur mereka sambil membekap mulutnya dan menahan gejolak didalam perutnya. Sementara yang ada disana hanya bisa membeku melihatnya dengan mata melebar.

Tapi sepertinya hanya Siwon yang lebih peka dari mereka hingga namja tampan itu segera berlari menyusul huswifenya dengan cepat.

“Kyuhyun!!”

Kyuhyun memuntahkan kembali apa yang sudah dimakannya di pagi hari dalam wastafel yang berada di dapur itu, ia terus memuntahkannya seakan ingin mengosongkan perutnya.

“Kyuhyun!!” Panggil Siwon langsung berlari mengikuti Kyuhyun menuju dapur mewah mereka.

“Kenapa Kyuhyun? Apa yang terjadi??”

“Ahh~aku sakit hyung.” Jawab Kyuhyun menahan perih.

“Mwo?? Sakit ap…”

“Pergilaah~hhhukpp” Kyuhyun menolak badan Siwon agar menjauhinya saat gejolak itu datang lagi.

“Bagaimana mungkin!!” Jawab Siwon tegas dan semakin mendekati huswifenya itu.

Siwon dengan cepat meraba tengkuk Kyuhyun dan memijatnya perlahan sampai Kyuhyun merasa sedikit baikan.

“Sudah??” Tanya Siwon dengan wajah khawatir.

“…” Tidak Ada jawaban dari Kyuhyun.

“Kyu…” Panggil Siwon cemas namun masih saja memijit tengkuknya membantu Kyuhyun mengeluarkannya.

Kyuhyun pun melepaskan tangan Siwon di atas tengkuknya, ia pun hanya menundukkan kepalanya sembari mengelap keringatnya.

“Kau kenapa Kyunnie? Oppa bawa Kyuhyun ke kamarnya”

“Tidak hyung!! Aku akan segera pergi”

“Jangan membantah Kyu, kau sedang tidak sehat.” Ucap Siwon tegas.

“…..”

Setelah tidak ada bantahan dari namja cantik itu, Siwon pun dengan segera membawa Kyuhyun menuju kamarnya, tatapan para orang tua disana tidak ia hiraukan yang ada dalam pikirannya saat ini adalah Kyuhyun, istrinya sedang tidak baik dan ia harus istirahat.

“Aku akan menghubungi dokter Shim dulu” Irene pun dengan segera menuju tempat telephone, menghubungi dokter keluarga Choi.

Para orang tua hanya bisa menatap anak-anak mereka dengan berbagai pikiran berkecamuk didalam kepala mereka. Bagaimana keduanya bisa tenang-tenang saja saat dengan tiba-tiba ada orang ketiga dalam rumah tangga mereka.

“Mereka sudah memikirkannya dengan baik.” Ucap Appa Choi mencoba menenangkan kerutan didahi istrinya.

Tak berapa lama Dokter Shim yang sudah bertahun-tahun dipercaya keluarga Choi untuk kesehatan mereka pun tiba disana. Setelah berbasa-basi dengan Appa Choi, dokter itu langsung dibawa Irene masuk ke kamar Kyuhyun.

Disana namja cantik itu berbaring dengan tatapan yang tidak focus dan tangan lentiknya digenggam erat oleh Siwon, suaminya. Hal itulah yang pertama kali dilihat Irene saat memasuki ruangan babyblue lembut itu.

Namun dengan cepat yeoja cantik itu mengenyahkan pikiran buruk yang ingin datang itu dan segera meminta dokter shim untuk memeriksa Kyuhyun. Siwon langsung berpindah kesisi Kyuhyun yang lain dan duduk disana menatap wajah Kyuhyun dengan khawatir.

.

.

“Bagaimana kondisinya dokter?” Tanya Irene setelah dokter itu bisa memastikan.

“Ia tidak apa-apa, hanya saja saat ini sepertinya…”

“Sepertinya??” Siwon dengan tidak sabar menyelanya. “Dia baik-baik saja kan?”

“Saat ini, Kyuhyun-ssi sedang mengandung.”

“MWOOO?!?!” Teriakan menggema di kamar Kyuhyun.

Barulah Kyuhyun sadar bahwa mereka tidak hanya bertiga disana, tapi semua orang sudah ada didalam untuk melihatnya. Andai saja Kyuhyun bisa menutup tubuhnya dengan selimut agar tatapan-tatapan asing itu tidak menusuk seluruh tubuhnya.

Bagaimana tidak? Jika saat ini ia sendirian yang terbaring di ranjang dikelilingi oleh Siwon, Irene beserta kedua orang tua mereka masing – masing.

“Mmm~ Kyu…mmm~ ituu…benarkah Dok?” Siwon masih tidak percaya kenyataan itu.

“Untuk hasil akuratnya kita akan bisa melakukan tes nya di Lab, jika memang kalian semua masih tidak percaya, tapi apakah Kyuhyun…”

“Anak yang dikandungnya adalah anakku dokter, Kyuhyun sudah resmi menjadi istri keduaku hampir dua bulan ini.” Ucap Siwon dengan penuh kejujuran dimatanya membuat Kyuhyun langsung menatapnya.

Dokter Shim hanya bisa menganggukan kepalanya dan ia tersenyum menenangkan. Terlebih ia hanyalah dokter keluarga yang tidak punya hak apapun untuk berpendapat disini. Ia hanya berhak untuk berpendapat mengenai kesehatan keluarga Choi tidak terkecuali Kyuhyun yang kini telah resmi menjadi bagian dari Choi juga.

“Baiklah, aku hanya akan memberikan obat penguat kandungan dan vitamin, untuk saat ini Kyuhyun lebih baik banyak istirahat. Karena kandunganmu masih terlalu rentan mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.” Dokter Shim pun menyerahkan resep obat kepada Siwon.

“Terima kasih dok.”

“Gwenchana, selamat untuk kalian semua.” Ucap Dokter itu melihat wajah-wajah bahagia, penasaran, tidak percaya, semua ada disana. “Kalau begitu, saya permisi.”

“Mari dok.” Ajak Appa Choi.

Dokter Shim ditemani oleh appa Choi pun keluar dari kamar itu diikuti Siwon dan juga appa Jung, meninggalkan Kyuhyun yang masih saja enggan mengucapkan apapun di ranjangnya. Sedangkan Irene yang sedari tadi berdiri kini mulai mendekati Kyuhyun dan duduk disebelahnya.

“Kyunnie…” Panggilnya pelan.

Kyuhyun yang mendengar Irene memanggilnya, akhirnya harus memalingkan wajah gusarnya kepada noona cantiknya itu. Dan Kyuhyun bisa melihat wajah cantik itu memancarkan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

“Gomawoo~” Ucap Irene dengan nada bergetar menahan tangis. “Gomawo Kyunnie~ gomawo~”Tangis Irene akhirnya memeluk dongsaengnya itu dengan erat.

Kyuhyun pun seakan larut dalam suasana haru, tanpa sadar airmata ikut mengalir dari sudut matanya dan ia membalas pelukan Irene sama eratnya.

“Ne noona, akhirnya…”

Kedua nyonya besar yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam berdiri, keduanya memberikan mimik wajah yang berbeda. Umma Jung terlihat ikut larut dalam suasana haru itu dan ikut merasakan bahagianya Irene, sedangkan umma Choi hanya menatap mereka dengan wajah datar.

“Kita akan membicarakan semua ini saat makan malam nanti.” Ucap umma Choi final, sembari keluar dari kamar.

Umma Jung sendiri tidak peduli apapun selain kebahagiaan anaknya, ia pun langsung  mendekati Irene dan Kyuhyun yang masih saling berpelukan.

“Kyuhyun… itukan namamu?” Tanyanya.

Kyuhyun melepaskan pelukan Irene dan melihat wanita cantik yang sebaya dengan ummanya itu, ia pun menganggukkan kepalanya. Umma Jung mengarahkan tangannya dan mengusap pipi Kyuhyun dengan lembut.

Kyuhyun yang tidak menyangka akan disentuh seperti itu langsung terkejut dengan mata bulatnya yang semakin melebar. Sudah lama rasanya tidak merasakan sentuhan seperti ini. Umma~

“Gomawo~ kau sudah mau membantu Irene, gomawo chagi.” Ucap Umma Jung sembari tersenyum membuat Kyuhyun ikut tersenyum dan menyandarkan pipinya pada sentuhan itu.

Umma Jung merasakan tangannya berat karena sandaran pipi Kyuhyun dan membuatnya melakukan hal yang tidak disangka Kyuhyun, bahkan Irene sendiri. Ia memberikan ciuman lembut penuh sayang dikening Kyuhyun. “Tidurlah dulu, nanti makan malam kami akan membangunkanmu, kau harus banyak istirahat bukan?”

Kembali Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya, Irene pun tidak kalah bahagianya saat melihat umma nya tercinta tidak terlalu memperlihatkan ketidaksetujuannya itu kepada Kyuhyun. Tapi mungkin ia sudah sangat setuju.

“Kami keluar dulu Kyunnie, tidurlah.” Ucap Irene sambil berdiri.

Kyuhyun pun kembali menyamankan badannya diranjang empuk itu dan Irene dengan sigap langsung merapihkan selimutnya dengan baik. Lalu keluar darisana bersama ummanya, meninggalkan Kyuhyun seorang diri di dalam kamar.

Tidak perlu menunggu waktu lama bagi Kyuhyun untuk terlelap karena begitu memejamkan mata, ia sudah terbang kealam mimpinya yang indah sekaligus menyeramkan.

.

.

Malam pun menyambut…

Semua sudah siap untuk makan malam diruang makan yang mewah itu, tetapi sosok Kyuhyun belum menampakkan dirinya disana. Sehingga membuat Siwon yang tidak melihatnya sejak tadi merasa cemas dan hendak menyusulnya kesana, tetapi Irene memegang tangan Siwon dengan cepat.

Yeoja cantik itu seakan mengatakan “Jangan oppa, jika kau pergi. Umma Choi akan semakin marah pada Kyuhyun.”

Mau tidak mau akhirnya Siwon hanya bisa kembali duduk dengan tenang dan menatap umma-nya yang sedang sibuk menata makanan itu untuk appa-nya.

Namun tak berapa lama kemudian sosok yang di tunggu itu pun memunculkan dirinya disana. Dengan memakai baju sweater rajut yang longgar, entah kenapa menambah kesan sexy nya saat Siwon melihat bahu putih itu terlihat hampir setengahnya.

“Duduklah Kyu.” Appa Choi bersuara ditengah keheningan itu dan Kyuhyun pun duduk disana, disisi Siwon yang lain dengan berbagai pandangan aneh ia dapatkan.

“Mari kita makan.”

**

Setelah makan malam usai dalam keheningan tanpa siapapun yang ingin berbicara, semua kembali menuju ruang tamu. Sesuai perkataan Umma Choi yang ingin membicarakan masalah ini lebih lanjut malam ini juga.

Di Sofa yang bisa muat diduduki dua orang itu duduklah para orang tua pertama kali dengan umma dan appa Choi di sofa sebelah kiri dan sebelah kanan di duduki oleh appa dan umma Jung. Sedangkan Siwon, Kyuhyun dan Irene duduk dalam satu sofa dengan Siwon duduk di tengah keduanya, terlihat adil bukan? Sangat.

Keheningan itu masih terus berlanjut walau mereka sudah menempati tempat masing-masing dan siap mendengar. Kyuhyun sendiri enggan untuk melihat lurus ke depannya. Ia lebih suka melihat jari jemarinya yang saling bertautan dan berdoa dalam hatinya.

“Umma… Appa… tolong aku~” Pinta Kyuhyun penuh harap.

“Lalu bagaimana kalian ke depannya?” Akhirnya appa Choi memulai pertanyaanya.

“Kami akan terus berjalan bersama – sama” Irene menjawab dengan mantap.

“Tapi semua orang tidak mengetahui keberadaan Kyuhyun di dalam silsilah keluarga kita, jika anak itu lahir. Apa yang akan kalian lakukan? Sedangkan pasti publik akan menyorot akan keberadaan anak itu dimana Irene sendiri tidak mengandung.”

“Appa…” Siwon belum memikirkan hal itu.

“Solusi terbaiknya adalah… beritahukan kepada semua orang bahwa Kyuhyun bagian dari kalian mulai saat ini, jangan menyusahkan diri kalian nantinya.” Appa Choi memberikan solusinya.

Appa dan umma Jung hanya mendengarkan dan tidak banyak berkomentar, mereka tidak mungkin bisa memberikan pertentangan ataupun pendapat. Terlebih saat Irene sendiri yang sedari awal antusias akan keberadaan Kyuhyun.

Sebagai orang tua mereka hanya akan mengarahkan anaknya pada hal yang baik menurut mereka, tetapi yang menjalani kehidupan ini tetaplah Irene dan suaminya maka mereka tentu tidak bisa menolaknya.

“Apa kalian yakin itu anak Siwon?” Tiba-tiba Umma Choi yang mengeluarkan suaranya yang membuat semua mata tertuju padanya.

“Umma/yeobo.” Siwon dan Appa Choi menegur bersamaan.

“Kita tidak tau dia siapa? Dan siapa tau di belakang kalian, dia…”

“Aku bukan namja yang serendah itu nyonya Choi.” Potong Kyuhyun cepat. Ada rasa sakit dihatinya karena kata-kata itu.

“Walaupun mungkin dengan memilih menjadi istri kedua bagi anda, aku tidak ada harganya. Tetapi bagaimanapun aku tidak akan menyerahkan hal yang berharga milikku kepada sembarang orang, yang berhak atas kepemilikanku hanyalah suamiku.” Ucap Kyuhyun tegas.

“Umma…kami sudah menikah secara sah, sudah semestinya kami pasti akan melakukan ‘itu’ dan aku tahu Kyuhyun bukanlah seperti yang umma pikirkan.” Bela Siwon tidak terima.

“Benar umma, Kyuhyun adalah dongsaengku, aku mengenalnya dengan baik, jika tidak aku tidak akan melakukan semua ini. Tolong buang pikiran negatif umma tentang Kyuhyun.” Bahkan Irene tidak terima Umma Choi mengatakan yang tidak baik untuk Kyuhyun.

“Tapi aku tidak bisa begitu saja menerima kehadiran dirinya sebagai istri kedua anak kita, Yeobo” Umma Choi mengutarakan keberatannya dengan jelas.

Dan tentu saja ia tidak akan pernah setuju dengan rencana appa Choi untuk memberitahukan kepada semua orang tentang Kyuhyun dan calon anaknya itu.

“Tapi anak yang dikandungnya adalah cucu kita.”

“Tapi bagaimana masa depan kalian nanti? Apa kata orang? Kau menikahi namja!??!” Ucap Umma Choi menatap Siwon tajam.

“Umma, aku tidak peduli.”

“Kau tidak peduli!! Tapi bagaimana orang lain? Bagaimana mereka menatapmu nanti?!?”

“Umma!!!” Siwon langsung berdiri dengan wajah mengeras. Ia tidak percaya umma-nya bisa mengatakan hal itu didepan Kyuhyun sendiri.

“Yeobo~ tenanglah dulu.” Appa Choi menepuk-nepuk punggung umma Choi pelan.

“Besan Choi, tolong jangan membebani Kyuhyun terlebih dahulu, saat ini kandungan Kyuhyun masih kecil dan masih butuh perhatian lebih. Untuk masalah itu kita bisa membicarakannya lain kali, yang terpenting saat ini adalah keinginan kita untuk mendapatkan cucu akan segera terwujud.” Ucap Appa Jung memberikan pendapat akhirnya.

Dan semua mata pun kembali tertuju pada Kyuhyun yang kini menundukkan wajahnya sambil menggigit bibirnya sendiri. Siwon yang bisa melihat ketidaknyamanan Kyuhyun langsung duduk kembali dan menggenggam tangan Kyuhyun yang saling bertautan.

“Jangan khawatir, baby.” Bisik Siwon pelan.

Melihat hal itu Appa Choi langsung mengambil keputusannya yang tidak bisa dibantah siapapun, termasuk umma Choi. “Baiklah, jika begitu ini sudah terlalu larut malam, kalian istirahatlah, kami pun akan segera istirahat.”

Umma Choi langsung berdiri bersama suaminya, ia masih menatap tajam kepada Kyuhyun, kemudian pergi dari sana dengan wajah gusarnya. Sementara Umma dan appa Jung hanya memberikan senyuman mereka yang menenangkan lalu segera meninggalkan Irene, Siwon dan Kyuhyun disana.

“Irene…” Panggil Siwon kemudian.

“Ne oppa??”

“Eum… apakah tidak masalah jika malam ini aku…”

“Oppa akan tidur bersama Kyunnie?”

“Hyung, aku bisa sendirian.” Tolak Kyuhyun cepat.

“Tidak apa Kyunnie, Siwon oppa akan menjagamu malam ini, kha…pergilah.”

Siwon pun berdiri lalu memeluk Irene cepat dan tidak lupa mencium bibir istrinya itu sekilas, setelahnya ia segera menghampiri Kyuhyun dan seakan menjadi suami yang sigap Siwon tanpa segan merangkul Kyuhyun dan menuntunnya menuju kamar mereka.

“Aku masih bisa jalan dengan baik hyung~”

“Tapi kau sedang hamil, kan?”

“Baru dua minggu, Siwon hyung.” Death glare Kyuhyun menusuk Siwon.

“Itulah yang paling rentan.” Jawab Siwon tidak peduli.

“Ck!!”

“Ahahaha~”

Percakapan kecil dan hangat antara mereka berdua itu tidak luput dari perhatian Irene, ia memandang bahagia pada pasangan itu, tapi jangan tanyakan apa yang ada dihatinya. Karena ia pun bingung menentukannya.

Masih ada sebagian kecil rasa sakit disana dimana ia pun berharap seandainya ia bisa mendapatkan perhatian Siwon sama seperti Kyuhyun, saat ini. Dimanjakan saat kehamilannya. Sungguh membahagiakan.

“Ahh~ gwenchana…yang terpenting keinginanku terwujud, gomawo Kyunnie”

Dan yeoja cantik itu pun segera kembali ke kamarnya menghabiskan malam yang dingin itu bersama selimut hangatnya saja. Sementara Kyuhyun kini sudah bertahta dalam pelukan suaminya yang hangat dengan mata terpejam didadanya.

“Terima kasih baby.” Ucap Siwon dengan tulus.

“Apa kau bahagia hyung?” Tanya Kyuhyun langsung menatap wajah tampan suaminya itu.

“Aku? Tidak ada kata-kata yang bisa menggantikan kebahagiaanku, Kyu. Dengan cara apa aku berterima kasih untuk hadiah terindah ini?”

Kyuhyun menatap mata Siwon lekat seolah mencari kejujuran suaminya itu disana, dan saat menemukannya lebih besar dari yang ia kira, Kyuhyun hanya bisa tersenyum dan menundukkan kepalanya.

“Cukup bersamaku saja dan menjaganya.” Ucap Kyuhyun mengambil tangan Siwon dan meletakkannya di perutnya yang masih rata. “Aku tidak ingin yang lain.”

Tangan Siwon terulur dan menyentuh dagu Kyuhyun kemudian mengangkat wajah cantik itu agar ia bisa menatapnya tepat dalam mata Kyuhyun. “Itu sumpahku saat kita menikah, apa kau ragu?”

“T-tidak. Aku percaya..hanya sa…”

Tatapan Siwon yang menusuk jantungnya membuat Kyuhyun kehilangan kata-kata hingga begitu ia sadar bibir Siwon sudah mendekati wajahnya. Seketika dada Kyuhyun bertempur dengan cepat hingga membuatnya sesak nafas.

Namun sesak nafas itu tidak membuatnya sakit karena perutnya juga ikut merasakan digelitik kupu-kupu yang terbang didalamnya.

“Kau hanya belum yakin saja, baby.” Bisik Siwon pelan diantara bibir mereka.

Saat Kyuhyun ingin menjawab lagi, bibirnya sudah bertemu dengan bibir hangat Siwon dan bergerak seirama dengan detak jantunya yang mulai berdetak perlahan.

‘Aku benar-benar mencintaimu, Siwonnie’ Ucap Kyuhyun dalam hatinya.

‘Trima kasih, Kyunnie…’ Inner Siwon berkata.

“Hyung tidak akan melakukan apa-apa malam ini, ayo tidur.” Ucap Siwon setengah berbisik diantara bibir mereka.

Seketika pipi Kyuhyun merona dengan hebatnya sampai ketelinga dan membuat Siwon tertawa senang melihatnya.

“Kau sangat cantik, eoh?” Tanpa sadar Siwon berucap dan mendapat death glare dari Kyuhyunnya itu.

“Aku tampan hyung, sepertimu.”

“Aku tampan?” Mata Siwon membesar.

“Eum!!” Angguk Kyuhyun cepat. “Ohh, nooo!! Tidak, bukan.”

“Ahahahaha~ ayo tidur.”

Siwon langsung menarik Kyuhyun kembali agar masuk dalam pelukannya kemudian menarik selimut untuk menutupi mereka berdua. Selanjutnya mata mereka pun terpejam menikmati kehangatan masing-masing sampai tak berapa lama keduanya pun terbang kealam mimpi yang indah.

.

.

.

Dan sejak hari itu Kyuhyun mendapat perlakuan yanga sangat istimewa dari Irene dan Siwon setiap harinya. Terkhususnya Siwon yang sangat memanjakan huswife cantiknya itu sampai terkadang membuat Kyuhyun segan jika ada Irene diantara mereka.

Tapi bagi Siwon tidak ada yang salah dengan semua itu, karena Kyuhyun juga istrinya yang sah. Tidak ada salahnya ia memanjakan namja cantik itu apalagi setelah diketahui calon bayi mereka ada dikandungannya.

“Kau ingin apa Kyu? Biar Hyung carikan.” Tanya Siwon saat ia akan berangkat bekerja.

“Tidak ada hyung, aku akan sibuk di rumah sakit.”

“Mwo?? Siapa izinkan kau ke rumah sakit?!” Tanya Siwon dengan mata melebar melihat Irene.

“Bukan aku oppa~ dia sendiri tidak mau dengar.” Bantah Irene yang merasa dituduh.

“Aku tidak bisa meninggalkannya hyung, koasku hampir selesai.”

“Tidak bisakah kau cuti dan lanjut lagi setelah melahirkan nanti?” Tanya Siwon dengan kening berkerut.

“Aku setuju Kyunnie.” Ucap Irene mendukung rencana Siwon.

“No!! tidak!! Jangan!! Aku tidak mau mengulangnya.”

“Ta-tapi, dokter bilang kau harus banyak istirahat, baby.” Ucap Siwon tanpa sadar.

Irene langsung melihat kearah Siwon sementara Kyuhyun melihat wajah Irene kemudian berpaling melihat Siwon yang masih saja menatapnya dengan serius.

“Aku akan hati-hati hyung.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Janji?”

“Janji.”

Tiba-tiba suara hp Siwon memecah perdebatan kecil mereka membuat Siwon langsung berdiri dan menjauh sedikit dari sana.

“Iya umma??” Tanya Siwon menyambut panggilan ummanya ditelfon.

>….<

“Iya, dia mau ke rumah sakit.” Jawab Siwon sambil melihat Kyuhyun.

“Mwoo?? Bukan aku, dia tidak mendengar kami, umma.”

>….<

“Ne, ne, ne, aku akan bicara padanya. Bye~ umma.”

Namja tampan itu kembali ke meja makan dan melihat Kyuhyun dan Irene bergantian, sementara Irene hanya menatap Kyuhyun dengan berbagai pikiran berputar dikepalanya. Walau tidak mendengarnya secara jelas, ia tahu umma Choi menanyakan keadaan Kyuhyun.

“Kau dengar Kyu? Umma menyalahkan kami jika ada apa-apa denganmu.”

“Mwoo??” Kyuhyun menatap Siwon dan Irene tidak percaya.

Bukankah sejak awal umma Choi satu-satunya yang tidak akan pernah setuju dengan apa yang mereka lakukan? Wanita terhormat itu bahkan tidak segan-segan mengatakan hal yang tidak baik untuk Kyuhyun.

Dan sekarang usia kandungannya memasuki usia 4 minggu, nyonya Choi mulai menampakkan kepeduliaannya. Walau tidak secara langsung karena ia tidak pernah bertemu dengan Kyuhyun lagi setelah hari itu, tapi dia mulai mencobanya secara perlahan.

“Sekarang ayo pergi, hyung yang antar.” Ucap Siwon cepat mengambil tasnya.

Mau tidak mau Kyuhyun pun berdiri tanpa kata-kata dan mengambil ranselnya, kemudian mengikuti Siwon yang sudah lebih dulu menuju pintu bersama Irene.

“Oppa pergi ne.” Ucap Siwon mengecup kening Irene dan tersenyum manis padanya.

“Hati-hati oppa.”

“Aku pergi noona.” Ucap Kyuhyun dibelakangnya.

“Hati-hati Kyu, jaga diri baik-baik ne.”

“Nee~”

Siwon sudah membukakan pintu mobil depan untuk Kyuhyun dan menunggunya masuk kesana dengan sabarnya. Irene melihat semua hal itu dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan, suaminya memperlakukan Kyuhyun seperti yang semua namja tampan itu lakukan padanya.

‘Kyuhyun istrinya juga, Irene’ Innernya mengingatkan.

Dan mobil Siwon pun menghilang didepannya dengan pengemudinya yang berwajah senang penuh kebahagiaan.

.

.

.

Hari terus berjalan dengan sendirinya, Kyuhyun pun menjalani kehidupannya dengan penuh ketertarikan. Ketertarikan pada hal baru seperti mual-mual di pagi hari, atau tiba-tiba menginginkan sesuatu yang sulit untuk didapatkan.

Dan semua itu hanya Siwon yang bisa memenuhinya karena namja tampan itu selalu mengawasi Kyuhyun bahkan saat ia ada di kantornya sendiri dan sedang bekerja.

Memasuki dua bulan usia kandungannya Kyuhyun sudah rajin memeriksakan dirinya ke dokter kandungan khusus untuknya yang ditunjuk Siwon. Namja tampan itu bahkan membagikan jadwal untuknya dan Irene untuk menemani Kyuhyun check up disetiap minggunya.

Hingga suatu hari Kyuhyun sedang bertugas di rumah sakit tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang tidak disangkanya.

“Nyo-nyonya Choi??” Tanya Kyuhyun begitu melihat wanita anggun itu memasuki ruangannya.

“Apa kabar, Kyuhyun?” Jawab Umma Choi dengan wajah datarnya.

“Ba-baik, terima kasih.” Ucap Kyuhyun gugup. “Si-silahkan duduk.”

“Terima kasih.”

Umma Choi yang dipanggil nyonya oleh Kyuhyun itu hanya melihat kursi didepan meja untuk Kyuhyun lalu memilih duduk di Sofa dan terus menatap Kyuhyun menantunya itu.

Tidak perlu ditanyakan bagaimana Kyuhyun mempunyai ruangan sendiri di Rumah Sakit, tentunya karena Irene lah yang sangat berperan penting disana, bahkan tanpa secara langsung dokter – dokter senior disana sudah mengerti akan hubungan Kyuhyun – Siwon dan Irene, walau mereka sendiri belum mengumumkannya, mereka terlalu sadar posisi bahwa mereka hanyalah pekerja di Rumah Sakit itu bukanlah keluarga yang berhak mencari tau segalanya. Maka sebelum akan ada pengumuman penting, mereka hanya akan mengikuti segala alur dengan baik, ntah itu dokter senior, dokter baru, perawat ataupun staff Rumah Sakit.

“A-ada yang bisa saya bantu?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Aku hanya ingin melihat keadaanmu.”

‘Keadaan bayiku.’ Inner Kyuhyun menjawab.

“Apa yang kau rasakan?” Tanya Umma Choi lagi.

“Aa~ tidak ada.”

“Apa kau kesulitan? Dia membuatmu kesakitan??” Tanya Umma Choi sambil melihat perut Kyuhyun.

“….” Kyuhyun kehilangan kata-katanya dan pipinya merona secara tidak sengaja.

“Ahh!!” Umma Choi baru melihat wajah Kyuhyun melembut sejak ia masuk ke ruangan itu. “Kyuhyun…” Panggilnya.

“Ohh, mmm~ itu…”

“Apa kau kesulitan? Apa dia menyakitimu?” Ulang Umma Choi sekali lagi.

“Ti-tidak, dia tidak menyakitiku, hanya saja Mo-morning sicknessnya ma-masih ada.”

“Ohh, tenang saja, itu akan berkurang seiring dengan waktu ia tumbuh, bersabarlah.”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti dan kembali melihat umma Choi dengan wajah bingung sekaligus penasaran. Namja cantik itu tidak heran dengan perubahan yang terjadi pada mertuanya itu, tentu saja karena calon cucunya.

Tapi yang ingin Kyuhyun tahu, apa dia sudah bisa menerima Kyuhyun sebagai menantunya? Seperti Siwon yang menikahinya dan menerimanya sebagai istrinya tanpa paksaan.

“Aku tahu apa yang kau pikirkan.” Ucap umma Choi tiba-tiba membuat lamunan Kyuhyun pecah.

“Maksudnya?”

“Kau masih tidak nyaman denganku karna sikapku waktu itu, kan?”

“Mmm, itu…bu-bukan…”

“Aku minta maaf Kyuhyun, aku memang berlebihan, kau pasti mengerti sebagai seorang umma datang mengunjungi anaknya dan setibanya disana di hadapkan dalam situasi yang berbeda mungkin akan melakukan hal yang sama tapi mungkin juga aku terlalu berlebihan, aku minta maaf.” Ucap Umma Choi dengan tulus.

“Nyo-nyonya tidak perlu seperti itu. Aku mengerti sangat mengerti”

“Melihat kesungguhan Siwon dan keyakinan Irene padamu, aku akui, aku sudah salah menilaimu, Kyuhyun.”

“Gwenchana Nyonya Choi, lupakan saja.” Jawab Kyuhyun merasa sedikit nyaman dengan kejujuran umma Choi.

“Jaga kesehatanmu Kyu, jaga cucuku, jika kau kesulitan jangan segan-segan bertanya padaku.” Ucap Umma Choi sambil berdiri.

“Te-terima kasih.” Kyuhyun juga ikut berdiri.

“Aku permisi dulu, besok aku akan membawakanmu soup buah.” Ucap umma choi berjalan menuju pintu dan Kyuhyun mengikutinya.

“Sekali lagi, terima kasih nyonya.” Ucap Kyuhyun membungkuk sopan.

“Gwenchana, sampai jumpa.” Jawab umma Choi sambil membuka pintu.

“Sampai jumpa.”

“Ohh~ satu lagi.” Umma Choi berpaling melihat Kyuhyun. “Aku ibumu juga, seperti Irene. Arraseo?”

Setelah mengucapkan itu, umma Choi langsung keluar dari sana tanpa berpaling sekali lagi untuk melihat menantunya yang sudah membeku didepan pintu dengan mata yang menerawang jauh.

“U-umma…” Gumam Kyuhyun pelan.

“Umma, umma Choi??” Tanya Kyuhyun tanpa sadar.

“Baby, aku suamimu, bukan umma.” Jawab seseorang didepannya tanpa disadari Kyuhyun.

“Suami?” Tanya Kyuhyun. “Mwoooo?? Hyung???”

“Ne~ aku suamimu.” Jawab Siwon berdiri disana dengan senyum dimplenya yang memesona.

“Hyuuuuuuung~~~” Teriak Kyuhyun langsung memeluk Siwon penuh semangat membuat mata Siwon melebar.

“Ba-baby?? Ap-apa yang terjadi??” Tanyanya tidak mengerti.

“Umma hyung!! Umma datang!!”

“Umma? Umma siapa?” Siwon masih tidak mengerti

“Umma Choi, hyung!! dia baru saja pergi dari sini!!!”

“Mwoo?? Apa yang dia lakukan? Dia menyakitimu? Apa yang dia katakan? Memarahimu??” Tanya Siwon dengan wajah yang langsung khawatir.

“Hyung pabo!!” Jawab Kyuhyun dengan pout dibibirnya.

“Mwoo? Kenapa hyung?”

“Umma tidak melakukan apa-apa.”

“Lalu? Apa yang dia katakan?”

“Dia bilang, dia ibuku juga, seperti Irene noona.”

“Mwoo? Hanya itu? hyung kir…”

“Pabbooo!!” Kyuhyun langsung memukul lengan Siwon dengan keras karena kesal.

“Kenapa memukulku??” Kening Siwon berkerut tidak terima sambil memegang lengannya yang kesakitan.

“Dia memintaku memanggilnya umma, hyung paboooo~” Ucap Kyuhyun didekat telinga Siwon sambil menarik daun telinganya.

“Auwh~ auuhh~ dia…dia menerimamu??” Tanya Siwon akhirnya membuat Kyuhyun tersenyum senang.

Raut kelegaan jelas tersirat di wajah Kyuhyun membuat Siwon langsung memeluknya dan ikut merasakan kebahagiaan itu. Satu beban yang dipendam Kyuhyun sejak pertama kali orangtua mereka tahu hilanglah sudah.

Umma Choi menerimanya.

“La-lalu…kenapa hyung disini?” Tanya Kyuhyun kemudian.

Siwon langsung melepasnya seperti mengingat sesuatu dan matanya melebar seketika. “Irene minta hyung menjemputmu, baby.”

“Mwoo? Untuk apa?”

“Kita akan shopping sekarang, lets goo!!!”

Siwon langsung menarik Kyuhyun tanpa memberikan waktu bagi Kyuhyun untuk mencerna kata-katanya itu. Bahkan namja tampan itu tidak mendengarkan saat Kyuhyun ingin membuka jas dokternya yang masih dipakainya itu.

.

.

“Mwo?? Irene noona mengapa tidak masuk ke dalam?”

“Aku menunggu di mobil saja, lagi pula kalian tidak lama kan di dalam” ucapnya tenang.

Kyuhyun sendiri kini menyamankan diri duduk di belakang seorang diri, ia memang tidak memprotesnya lagi pula duduk di depan dengan memakai seatbelt akan menekan perutnya maka lebih baik memang ia duduk di belakang.

Selama perjalanan dari Rumah Sakit hingga menuju Mall, banyak pembicaraan yang dilakukan mereka termasuk bagaimana setelah si jabang bayi lahir ke dunia. Yang tentunya ia harus mendapatkan tempat khusus di keluarga Choi maupun Jung sebagai keluarga terpandang di Korea. Kyuhyun sendiri hanya menyimak dan sesekali menimpali tetapi selebihnya ia hanya bisa mendengarkan dan tersenyum senang dimana kini keberadaannya seakan menjadi suatu hal yang berharga.

Ada dirimu, suamimu, noona mu, keluarga baru mu dan juga calon anakmu. Apa hal yang tidak membahagiakan bagi seorang Kyuhyun saat ini? Dimana semuanya seakan sudah terengkuh manis, bahkan sahabat- sahabatnya pun selalu ada bersamanya.

Setibanya disana, Irene segera membawa Siwon dan Kyuhyun menuju swalayan.

“Kau mau makan malam apa Kyunnie?”

“Eum…”

“Cream soup saja bagaimana?” ucap Siwon.

“Boleh juga..”

“Ada sayuran juga ne..” bujuk Irene.

“Diganti buah – buahan saja noona”

“Itu baik juga tetapi sayuran pun harus, terlebih untuk..” Irene mendekatkan bibirnya di telinga Kyuhyun “Daun katuk bagus untuk memproduksi asi mu nanti” ucapnya yang langsung membuat Kyuhyun terdiam dan tertunduk malu.

“Apa yang kau bisikkan Irene?”

“Aniyo oppa.. kajja”

Tetapi Kyuhyun sendiri enggan beranjak dari sana, itu menjadi pusat perhatian bagi Siwon.

“Baby..”

“Aku menunggu disini saja” ucapnya sembari melirik ke kanan dan kiri lalu saat melihat bangku disana, Kyuhyun pun mendudukkan dirinya disana.

“Kau kenapa heum?”

“Ani hyung… aku hanya tiba – tiba saja lelah”

Irene mendekati mereka “Bawaan bayi eoh? Gwenchana.. oppa biarkan saja Kyunnie disini, kalau kita memaksa tidak baik bagi bayi nya atau oppa akan menunggu Kyunnie disini?”

Kyuhyun menatap Siwon, walau di hatinya ia mau tetapi cukup ia merasa memonopoli perhatian Siwon untuknya selalu, bagaimanapun Irene adalah istri pertama Siwon, jika bukan karena Irene mungkin ia tidak akan seperti saat ini.

“Hyung bersama noona saja, aku tidak apa-apa disini sendirian”

“Gwenchana?”

“Heum.. gwencahana”

Siwon pun yang awalnya berjongkok di hadapan Kyuhyun langsung berdiri lalu mengambil posisi di sebelah Irene.

“Kalau ada apa-apa langsung hubungi kami ne” ujar Irene sembari membenarkan poni Kyuhyun.

“Aku bukan anak kecil noona”

“Tapi kau dongsaeng noona”

“Dan kau istriku” Siwon menimpali.

“Ck.. araseo.. kha.. pergilah”

Setelah melihat Kyuhyun yang memang ingin lebih banyak duduk itu nyaman disana, membuat Irene dan Siwon pun bergegas menuju dalam swalayan, membelikan bahan – bahan makanan yang bergizi untuk ibu hamil.

.

.

Menunggu lama seorang diri membuat Kyuhyun menjadi melelahkan, ia terkadang melihat ke antrian kasir tetapi sepertinya Siwon dan Irene masih sibuk berbelanja hingga akhirnya ia melihat ke sekelilingnya dan menemukan salah satu toko yang menjadi pusat perhatiannya.

Kyuhyun segera beranjak dan langsung memasuki toko tersebut, ia tersenyum bahagia. Sesekali ia melihat – lihat ke arah manaquin yang menampakkan baju mungil untuk seorang namja.

“Bahkan kau tak tau apa gendernya tetapi mengapa aku suka dengan baju itu?”

“Maaf tuan ada yang bisa saya bantu?” seorang pelayan menghampirinya.

“Eum..bolehkah aku melihat pakaian itu?” Kyuhyun menunjuk ke arah manequin disana.

“Ah mari ikut dengan saya, baju itu ada di sini” sembari memberikan baju yang sama dengan yang dipakai oleh manequin.

“Eum tapi aku mau itu..” ujarnya tanpa sengaja dan terdengar oleh pelayan.

Pelayan itu pun tersenyum “Tuan ingin yang dipakai manequin nya langsung?”

“Ne..” ujarnya semangat.

“Baiklah saya akan membawanya”

“Eum tapi itu bisa dipakai untuk bayi?”

“Ahahaha.. itu bisa dipakai saat usia setahun tapi kalau mau untuk bayi ada bajunya di dalam”

“Apa ada baju yang sama seperti itu buat ukuran bayi?”

“Sepertinya tidak ada tuan” Kyuhyun pun hanya bersedih mendengarnya, sungguh mood swing kehamilan membuatnya seakan menjadi anak kecil.

“Kalau tuan mau lebih baik baju ini di simpan dan jika sudah muat walau usianya belum genap setahun bisa langsung terpakai”

“Bisakah?”

Pelayan itu kembali tersenyum “Ne.. saudara sepupu saya pun bayinya baru berusia 9 bulan tetapi sudah memakai pakaian untuk usia 12 bulan karena memang bayinya gemuk dan sehat”

“Ah ne..ne aku mengerti, bungkuskan untukku”

“Baiklah..” selanjutnya pelayan tersebut membawa manequin itu dan melepas bajunya setelahnya ia pun membungkusnya dengan rapih pada kantong belanjaan.

Kyuhyun menyerahkan kartu kredit yang memang Siwon berikan kepadanya, selama ini ia tidak pernah memakainya tetapi untuk kali ini adalah terkecualinya terlebih ini kan juga demi anaknya.

“Terima kasih.. selamat berbelanja kembali” ucapnya sembari menyerahkan kantong belanja dan kartunya.

“Terima kasih kembali, pasti aku akan membeli baju bayiku disini juga..” Kyuhyun pun bergegas menuju pintu keluar tetapi karena ia berkonsentrasi memasukkan kartu ke dalam dompetnya tanpa sengaja ia menabrak tubuh seseorang.

“Ah maaf…” Kyuhyun membungkukkan tubuhnya sembari mengambil belanjaan dan dompetnya.

“Kyuhyun..”

Mendengar ada yang mengucapkan namanya, Kyuhyun pun melihat ke arah orang tersebut.

“Hay.. akhirnya aku bisa bertemu mu disini” ujarnya sembari memeluk tubuh Kyuhyun yang tentu tidak dibalas dikarenakan terkejut.

“Ah maaf..”

“Gwenchana.. kau, Seunghyun hyung”

“Senangnya kau masih mengingatku”

Kyuhyun hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia pun tersenyum canggung.

“Aku mengirimkan pesan kepadamu, mengapa kau tidak membalasnya? Aku kira nomormu salah”

“Ah itu..” Kyuhyun mengingat kembali dimana peristiwa Seunghyun mengirimkan pesan kepadanya dan mengapa sampai ia lupa membalasnya “Maafkan aku, waktu itu aku sedang sibuk dan lupa membalasnya”

“Gwenchana yang terpenting aku bisa bertemu kau kembali disini, mungkin lain waktu kita bisa mengobrol berdua?”

“Ah ya.. akan aku atur waktunya”

“Kau sendirian Kyu? Lalu untuk apa kau keluar dari toko baju anak-anak?” berondong Seunghyun.

“Eum itu..”

“Dia bersamaku” Siwon tiba-tiba berdiri di sisi Kyuhyun dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun seakan memeluk posesif.

“Ah.. hyung kau ada disini?”

“Kau kemana baby? Aku mencarimu tadi, handphone mu pun tidak bisa ku hubungi”

“Ah mungkin lowbatt..” Kyuhyun melihat ke depannya dimana Seunghyun masih berada disana dan menatapnya penuh dengan tanda tanya. “Oh ini Siwon hyung, kenalkan dia Seunghyun hyung teman yang waktu itu aku bertemu di pesawat saat akan ke Jepang”

“Seunghyun” inner Siwon yang menghantarkannya pada kejadian dimana ia sengaja melihat pesan saat makan siang pertama kali dengan Kyuhyun.

“Senang berkenalan denganmu, Siwon-ssi.” Ucap Senghyung ramah sambil mengulurkan tangannya.

Tapi Siwon hanya melihat namja tinggi itu dari ujung rambut sampai ujung kakinya tanpa berniat menyambut uluran tangan dan sapaan ramah itu. Namun sikutan Kyuhyun dilengannya membuat Siwon langsung melihat Kyuhyun yang tersenyum manis kemudian berpaling menatap Seunghyun lagi dengan wajah datarnya.

“Senang berkenalan denganmu, Seunghyun-ssi.”

Tbc..

Ahahaha..kalian tungguin ff ini kan?

maaf yaa..kemarin nggak siap, makanya update yang lain dulu..

Sampai jumpa di chap yang lain dan ff yang lain.

With Love.

Vie&Ms.Lee

84 thoughts on “The Day 4

  1. Ohohohoho….cemburu tuan choi siwon?
    Hati2 istri ke 2 munterlalu cantik dan imut2 kalau diabaikan
    Banyak namja yeoja yg mengincar
    Sebaiknya kau bersikap baik dan mencintai kyu klo tidak mau menyesal
    Umma choi sudah mulai mebuka hati..yg artinya kyu siap2 dimnjakan
    Kasian juga irene..sebagai istri pertama pasti sakit jg cinta suaminya terbagi
    Semoga ada jln yg lebih adil untuknya

  2. ahhhhhhh babykyu sudah hamil? congratulation babykyu. jaga baik2 ne babynya, biar sehat. semoga nnti pas sudah lahir ngegemesin kyak mommy nya.
    Irene jangan jelouse ne? kan ini yang kamu inginkan. positive tinking saja ne? namanya juga babykyu lagi hamil, so pasti perhatian daddy teralihkan ke babykyu.
    next oenni ff selanjutnya, MB81 di tunggu !!!!

  3. Akhirnya kyuhyun hamil juga, kata” nyonya choi sadis baget untuk kyuhyun, tapi syukurlah nyonya choi bisa menerima kyuhyun kirain nyonya choi tdk akan menerima kyuhyun , kayanya siwon cemburu melihat seunghyun dekat” kyuhyun, tapi cobaan apa lagi yg akan kyuhyun hadapi kedepannya, semoga kyuhyun bisa menghadapi semuanya,
    Ceritanya makin menarik di tunggu kelanjutanya…….

  4. yeayyyy!!” momkyu udah isi/? .. tapi kok takut ya kalo kedepan nya nanti momkyu lbih banyak nyesek nya TvT
    ehhh wondad ada hawa” cemburu nih😄
    next asap juseyooooo, suka banget sama ini ff😀

  5. yaaa kenapa aku baru nemu ff ini yaaaa
    maaf baru comment sekarang aq baru tau ada ff ini
    aku sukaaaaaaaaaaaa ff ini
    setiap ceritanya membuat ku penasaran dan degdegan -_- #lebay
    di tunggu ya chap berikutnya

  6. ko aq baru tau ada ff ini yaa
    aku sukaaaaa ff nyaaa..setiap kalimatnya itu bikin aku penasaran
    di tunggu ya chap selanjutnya

  7. maaf baru comment di chap ini
    aq baru tau ada ff ini
    aku sukaaaaaaaa banget sama ff ini ceritanya selalu bikin aku degdegan dan penasaran
    di tunggu ya chapter berikutnya

  8. serius kyunie hamil? yeeee….
    sukurlah nyonya choi dh mulai mnerima kyunie,,spertinya bkal lbih seru,brharap kdepan kyunie bkal d cintai kluarga yg lain lbih bsar
    cepat beri tau smua orang klau kyunie mililkmu siwon,klau tdak nanti da yg mengambilnya darimu

  9. Whoaa ~ Kyu udh hamil nih? chukkae!! walaupun awalnya emg menyakitkan krna ada yg tdk suka sma keberadaan Kyuhyun,tpi akhirnya semua membaik hoho
    apa lg Ny. Choi nih yg dri awal ga suka sma Kyu,tpi tiba2 aja udh baik sma Kyu smoga aja bkn krna Cucu nyanya ya,tpi Kyu jg diterima ya.
    ekhem ada Seunghyun nih..duuh Choi Siwon hrs siap siaga nih buat ngelindungi Kyu,biar ga diembat sma Seunghyun wkwk
    ditunggu next nya eonniedeul ❤

  10. Wuaahh akhirnya update, hiks kasian babykyu tega bngt Ny. Choi tpi syukurlah udah mulai baik ma babykyu, aish masih gak tnng karna masih ada c irene, knp sih wondad gak cerai aja ma c irene.a :p tkt keluarga choi hanya menginginkan bayi.a babykyu doank😥 smg nggak sih, hohoho ada seunghyun lgi, ayo seunghyun buat siwon cemburu hehe

  11. Kyuhyun dah hamil yeay mybaby udah mau jadi momy, please jgn jhatin momy nnti klo bayinya udah lahir jgn pisahkan dri momynya yah

  12. Kayaknya siwon udah mulai suka sama kyu ya,,, buktinya cemburu gitu, sabar irene ya hheheh

    Semoga kehamilannya kyu sehat-sehat aja, dan selalu bahagia amin… ^^

  13. Hmhhm ada yang cemburu nie nada2nya.. Semoga sampai nanti ttp disayang suami dan mertua ya Kyunie.. Authors thanks.. Fighting🙂

  14. Akhirnya kyukyu hamil.agak lega krn siwon bner2 perhatian sama kyukyu.mdh2an ttp seperti itu.tp msh ragu dgn irene.takutnya irene mulai merubah pikirannya,menjd egois krn tak takut dan tak bsa menerima kedekatan siwon dgn kyu.menyesal mungkin krn siwon sepertinya sdh menaruh hati pd kyukyu…aww….dijamin klu udh bgini mah,para cast diff ini pd diserang waah andilau (antra dilema dan galau) xDDD
    mdh2an sad ending *plaak/edisiangstshipperkyumat xDD

  15. akhirnya babykyu hamil juga.. meskipun umma choi awalnya menolak tpi beruntunglah sekarang sudah mulai menerima kyu dan babynya.. semoga semua lancar dan babykyu selalu di kelilingi kebahagian.. ciiieee siwon seperti nya cemburu ada yg dekat dengan babykyu

  16. akhirnya babykyu hamil.. chukae..
    untung keluarga irene dan appa choi menerima kyu dengan mudah, meskipun diawal umma choi tidak suka dengan kehadiran kyu tapi sekarang umma choi mulai memerimanya.. senengnya kyu dikelilingi orang-orang yg menyanyanginya..
    ciiiiieee siwon sepertinya cemburu ada yg dekat dengan babykyu..

  17. Huffft untung umma choi udah baik ke kyu. Waduh seunghyun dateng, bakal kacoin hubungan wonkyu gakya hem ditunggu kelanjutannya

  18. 😊😊😊
    Syukur lah klo umma Choi bisa menerima kyu, dia pasti sangat bahagia bisa memanggil nyonya Choi dgn umma..☺

    Nah loh, kenapa jadi ketemu seunghyun,,,😁😁
    Siwonie cemburu eoh. 😝😝

  19. Makin seru ja nih cerita. aku kira konfliknya pada ortu siwon oppa ternyata dpat terselesaikan. seumpama agak panjang konflik kyu smam ortu siwon mungkin tmbah seru.
    senghyun sudah muncul lagi, apa akan menjadi orang ketiga antara siwon dan kyuhyun, atau irene unnie yang mulai muncul rasa cemburunya?
    lanjut chingu!

  20. Cie…ada yg cemburu ni yee…pake disuruh pake wallpaper hape yg foto berdua biar jangan ada yg dekat2..cie..cie…
    Akhirnya kyuhyun hamil juga dan syukurlaah keluarga pun udah tau dan setuju walaupun umma choi awal2nya kurang bersahabat gitu..
    Aseekknya yg dapat perhatian dan dikelonin tiap malam…mau donk…#dilemparpspamakyu😂😂😂

  21. Langsung isi si baby…

    Akhirnya… ok keluarga choi lagi…

    Kenapa klo berhubungan ttg itu bawaannya selalu deg degan….

    Semoga si irene tetap pada pendiriannya ga berubah ….

  22. Kasihan Irene, gmn pn jg ikhlasnya dia tp kl setiap ngeliat perlakuan Siwon yg manis ke Kyu tetap sakitnya tuh disini..pasti lah..
    Yeeyy, Umma Choi dah setuju nih..makin seru nih unn..

  23. Aigooo suasana yg menegangkan, posisi babykyu sperti buah simalakama kkk entah bgaimna saat baby nya lahir babykyu akan tetap disana kah? Hmmm
    Nah loh seunghyun dtang noh

  24. Akhirnya Nyonya Choi Menerima Kyu Hyun Juga Sebagai Istri Kedua Si Won Dan Menantunya….

    Ah Kyu Sudah Dua Bulan Kandunganmu. Dan Kau Membeli Baju Yang Untuk Anak Satu Tahun, Dan Akan Di Pakaikan Pada Bayi? Hahaah Kau Lucu Sekali Nyonya Choi…

    Gelagatnya Ada Yang Cemburu Nih, Melihat Kyu Hyun Deket Dengan Seung Hyun.

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s