My Baby 80


10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

MY BABY 80

**

Hai-hai My lovelies..ada yang kangen sama keluarga heboh ini?

Maaf baru bisa update ne^^

Ohh, terima kasih untuk respon ff The Day.. Ff yang bisa mengalahkan My Baby 79 ahahaha.

Sabar chap 4 nya muncul ne..

Sekarang baca ini dulu.

Selamat malam, selamat membaca.

From Vie

**

Matahari sore menampakkan keindahannya dipinggiran kota Seoul yang masih disibukkan dengan orang yang berlalu-lalang untuk pulang ke rumah mereka. Sore hari yang indah untuk segera bertemu dengan keluarga tercinta untuk melepas lelah setelah bekerja seharian.

Tapi tidak begitu dengan namja tampan yang satu ini, Choi Siwon, Direktur sebuah perusahaan besar di Seoul menikmati sorenya diranjang rumah sakit Seoul. Karena kecelakaan kecil yang menimpanya kemarin siang membuatnya harus menginap dirumah segala penyakit yang bertebaran itu.

“Kita pulang saja baby.” Ucap Siwon tibat-tiba setelah lama terdiam.

Baby yang dimaksudkannya itu sedang terlelap dalam pelukannya dengan wajah tersembunyi didadanya. Saat ini Siwon berbaring menyamping dan Kyuhyun huswife cantiknya itu dalam pelukannya.

“Apa dokter mengizinkan?” Tanya Kyuhyun tanpa membuka matanya.

“Tidak perlu meminta izin.”

“Tapi kau belum sembuh, hyung~”

“Hyung tidak sakit! Untuk apa ada disini?”

“Lalu apa yang terjadi sampai kau terdiam ditengah jalan seperti itu? apa yang merasukimu?” Tanya Kyuhyun cepat sambil bertumpu dengan sikunya.

“Itu…aku…”

“Siwon-ssi mengalami trauma ringan.” Jawab seseorang dibelakang mereka.

“Maksudnya?” Tanya Kyuhyun berpaling melihat kebelakang.

Dokter yang merawat Siwon berdiri dengan raut wajah tidak enak karena sudah masuk sembarangan kesana. Tapi apa mau dikata jika kau punya pemilik rumah sakit itu didepanmu, Ya umma Choi membawa dokter itu kesana.

“Maksudnya?” Kyuhyun kembali bertanya sambil duduk dengan membelakangi Siwon diranjang itu.

“Siwon-ssi mengalami trauma saat kecelakaan itu terjadi, pikirannya kembali pada saat kau melompat didepan matanya, Nyonya Choi.” Jelas Dokter itu membuat mata Kyuhyun melebar tidak percaya.

“B-benarkah itu?” Tanya Kyuhyun berpaling melihat Siwon.

“Saya sarankan untuk beberapa hari ke depan, anda tidak menyetir dulu dan kurangi kesibukanmu, Siwon-sii.”

“Aku pastikan dia akan melakukannya dok.” Jawab Kyuhyun dengan tegas membuat Umma Choi memberinya dua jempol.

“Tapi aku tidak merasa perlu diobati, dok.” Jawab Siwon akhirnya.

“Mungkin memang tidak, tapi tubuh dan pikiranmu butuh pemulihan.”

“Dok, aku tidak sakit, jangan katakan itu.”

“Saya tidak ingin memberatkan anda Siwon-ssi, jika anda ingin pulang kami persilahkan, tapi kami akan tetap merawat anda dari rumah.”

“Lakukan apa yang perlu, dok. Jangan dengarkan dia.” Jawab Kyuhyun cepat dan merasakan tangannya ditarik Siwon dengan pelan.

“Baby…”

“Jangan protes.”

“Berarti Siwonnie boleh pulang?” Tanya umma Choi kemudian.

“Iya Mrs. Choi, kami akan mengirimkan psikolog terbaik untuk menghilangkan traumanya itu, Sooyoung-ssi akan membantu.” Jawab Dokter itu penuh keyakinan membuat ketiganya terdiam dan saling bertatapan.

“Terima kasih, ku serahkan padamu.” Ucap Umma Choi akhirnya dan menjabat tangan dokter bawahannya itu. “Mari…”

Umma Choi kembali keluar setelah dokter itu mengucapkan permisi pada Siwon dan Kyuhyun yang menganggukkan kepala mereka. Setelah keduanya menghilang dari balik pintu, Siwon langsung menarik Kyuhyun kembali hingga namja cantik itu menimpa diatas dadanya.

“What the heppp!!!” Kutukan Kyuhyun terhenti tangan Siwon menutup mulutnya. “Dadamu sakit Siwonnie!!”

“Tidak baby~ kalau batu yang jatuh barulah sakit, tapi ini dirimu yang seringan kapas.”

“Cheesy~” Jawab Kyuhyun dengan bola mata berputar.

“Baby~ I don’t need anything~ but you.” Ucap Siwon kembali ke permasalahan awal.

“Tidak apa-apa Siwonnie, mereka tau yang terbaik.”

“Tapi hyung tidak sakit, baby.”

“Kau memang tidak sakit Siwonnie sayang, hanya saja trauma itu harus dihilangkan dulu.” Ucap Kyuhyun sambil menyusuri pinggiran pipi Siwon sampai ke dagunya.

Kyuhyun memang bertumpu diatas dada Siwon setengah badannya namun namja cantik itu menahan berat badannya setengah agar tidak menyakiti dada suaminya yang kembali dihantam stir mobil.

“Apa yang kau pikirkan saat itu, Siwonnie?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Hyung tidak tahu, baby. Pikiran hyung langsung kosong saat menginjak rem dengan kuat.”

“Syukurlah kau tidak apa-apa, Siwonnie~ aku tidak bisa membayangkan jika saja…”

“Sssst~ jangan diteruskan, hyung ada disini.”

“Aku tidak ingin semua itu terulang lagi, jadi hyung terima apa yang dikatakan dokter ne~ aku tidak mau kehilanganmu.” Ucap Kyuhyun memeluk Siwon sambil merebahkan kepalanya didada namja tampan suaminya itu.

“Ba-baiklah, hyung tidak akan protes.”

Seketika bibir peach itu menyunggingkan senyuman manis sekaligus licik karena berhasil membujuk Siwon tanpa harus berdebat lebih panjang lagi. Namja cantik itu khawatir Siwon tidak bisa membawa mobilnya lagi karena trauma itu.

Walau hanya trauma ringan seperti yang dikatakan dokter, tapi Kyuhyun tidak mau ambil resiko apapun jika itu menyangkut kesehatan suami tampannya. Apapun akan ia lakukan untuk memastikan Siwon baik-baik saja.

“Baby…” Panggil Siwon kemudian.

“Ne?”

“Bagaimana Suho? Dia membuatku khawatir.”

“Kau tidak khawatir pada princess cerewet kita?” Kyuhyun balik bertanya.

“Bukan begitu, Sulli bisa dengan mudah kita tebak keadaannya hanya dengan melihat kecerewetannya itu, tapi Suho, kau tahu dia pendiam kan?”

“Nee~ dia tidak mudah mengatakan apa yang ada dikepalanya.” Ucap Kyuhyun sangat mengerti anak-anaknya.

“Seperti dirimu.” Jawab Siwon membuat Kyuhyun langsung duduk tegak dan melihatnya dengan death glarenya.

“Aku akan mengatakan apa yang kuinginkan.” Kyuhyun membela diri.

“Tapi perasaanmu selalu tersimpan baik-baik.”

“Aku tidak mau mengumbarnya pada semua orang.”

“Tapi hyung ingin seluruh dunia tahu.”

“Sudah-sudah!! Kenapa malah untukku!! Kau tanya Suho kan hyung!!”

“Ahahahaha, neeee~”

“Dia baik-baik saja, hanya shock sementara. Dia bisa menjaga Sulli walau dia sendiri ketakutan.”

“Sifat oppa-nya muncul seiring pertumbuhannya.”

“Neee~ si cerewet itu akan jadi princess yang paling beruntung didunia karna punya mereka berdua.”

“Ahahahaha~ dia princess-mu juga.”

“Iya, tapi cerewet.”

“Mommy!!!” Protes si cerewet itu tiba-tiba.

Princess kecil itu sudah berdiri didepan pintu mereka dengan wajah sulking dan bibir yang dipoutkan karena mendengar sekilas ucapan mommynya tadi.

“Hooo~ my princess.” Jawab Kyuhyun dengan wajah polos tidak berdosa.

“Tidak boleh omongin orang dibelakangnya, mommy.” Ucap Sulli memperingati membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

“Mommy bukan omongin orang, babygirl.”

“Lalu Culli apa??”

“Culli kan marmut.”

“Mommy!!!!”

“Ahahahaha~ mommy is the best~” Ucap seorang lain lagi dibelakang mereka.

Minho masuk bersama Suho yang diam saja melihat daddy dan mommy-nya tanpa peduli tatapan Sulli yang mematikan. Dan langkah kecil Suho terus mendekati mereka hingga tiba disamping ranjang daddy tampannya itu.

“Daddy gwenchana??” Tanya wajah polos dan sedih itu.

“Gwenchana baby~ jangan khawatir.” Jawab Siwon memegang sebelah pipi Suho.

Sementara Sulli sudah mendekati mommy-nya dengan deathglarenya dan memeluk namja cantik itu dengan eratnya karena gemas, bahkan gigi-gigi kecilnya sudah menancap dibahu mommy-nya itu secara perlahan.

“Aiiishh~dia benar-benar marmut, hyung.” Ucap Kyuhyun saat merasakan gigitan kecil itu.

“Aigoo~”

“Dia cepat emosi mommy.” Ucap Minho sambil duduk diranjang daddynya.

Sementara Kyuhyun langsung menggelitik pinggang kecil itu dengan geramnya sampai putri kecil itu tertawa dengan keras dan berhenti menggigit bahunya bahkan sampai pelukannya pun terlepas.

“Mommy yang salah kan!!”

“Tidak, mommy selalu benar.”

“Huh!!” Cibir Sulli sambil berusaha menaiki ranjang daddy-nya juga.

“Kapan pulang mommy??” Tanya Suho berbalik kembali dan duduk dipangkuan mommynya yang sudah duduk di kursi.

Tangan kecilnya menarik tangan Siwon kemudian memainkan jemari daddynya itu sembari bertahta dipangkuan mommy-nya tercinta.

“Kalau daddy mau kita pulang sekarang.” Jawab Kyuhyun melihat Siwon.

“Hyung sudah mau sejak tadi, baby.” Jawab Siwon.

“Ayo pulang mommy.” Ucap Suho lagi sambil merebahkan kepalanya didada Kyuhyun.

“Cuo kenapa, hm?” Tanya Minho mengambil tangan kecil Suho.

“Disini bau obat hyung, Cuo mual-mual.” Jawab Suho dengan wajah memelas.

“Ayo pulang babies~ katakan pada halmonie.” Ucap Siwon langsung duduk dari tidurnya.

Minho pun segera turun dari ranjang dan keluar dari sana untuk melihat halmonienya yang ada diruangannya sendiri. Sementara Kyuhyun segera menyiapkan barang-barang mereka untuk dibawa pulang kembali.

Namja cantik itu menghubungi sopir mereka untuk menjemput dengan limosine saja dan mengatakan pada maid-maid dirumah bahwa mereka akan segera pulang. Namun tiba-tiba saja Sooyoung dokter pribadi keluarganya datang menemui mereka.

“Kyunnie oppa~ bisa keruanganku sebentar?” Tanya Sooyoung berdiri dipintu ruangan Siwon.

“Mmm~ sebentar.” Jawab Kyuhyun melihat Siwon dan anak-anaknya lalu mengikuti Sooyoung.

**

“Ada apa soo kau memanggilku, tidak ada masalah dengan anak-anakku kan?” Tanya Kyuhyun karena Sooyoung memang dokter untuk anak-anaknya.

“Bukan mereka, tapi suamimu.”

“Mwooo?? Kenapa dengannya?” Kyuhyun berubah menjadi panik.

“Ani~ dia memang baik, hanya saja…”

“Hanya saja??”

“Eum…”

“Apa ada Soo?? Jangan membuatku ketakutan.”

“Tenanglah Oppa, ini bukan hal yang membahayakan tapi juga penting bagi kesehatannya”

“Maksudmu??”

“Kau ingat dengan kejadian saat kau diculik oleh Jonghyun?”

“…”

“Siwon juga mengalami kecelakaan”

“Lalu?” Tanya kyuhyun tidak sabaran.

“Siwon oppa, sebenarnya memang tidak ada yang bermasalah dengan fisiknya, tetapi psikisnya yang perlu kita sembuhkan”

“..”

“Dia butuh konseling oppa, kau tau bahwa kejadian kemarin adalah imbas dari kecelakaan yang menimpanya terdahulu”

“Jangan berbelit soo aku tak mengerti”

“Haahh~oppa… jadi intinya, Dokter mengizinkan Siwon oppa untuk kembali pulang ke rumah tapi, dengan syarat Siwon oppa mau menjalani sesi konseling dengan psikolog untuk menyembuhkan trauma kecelakaan terdahulunya”

“I-itu sudah dikatakan dokternya Siwonnie, bagaimana jika ia tidak melakukannya?”

“Aku sudah mengatakannya tadi, kondisi fisiknya tidak akan mengalami apapun tapi batinnya yang bermasalah, jika di kemudian hari dia mengalami kejadian seperti kemarin kembali.. apa yang akan terjadi padanya?”

Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kedua tangan.

“Donghae oppa mengatakan padaku, bahwa ia menemukan Siwon oppa berdiam di depan stir mobil dengan pandangan kosong, beruntung mobil tidak di tengah jalan, jika mobil berada di tengah jalan dan…”

“Cukup soo, aku mengerti, akan ku pastikan Siwon menjalani sesi konselingnya”

“Gomawo oppa.”

“Ini demi suamiku, demi ayah dari anak-anakku”

“Kau memang istri yang terbaik”

“Jangan memuji, aku sedang terbebani.”

“Hahaha.. aku yakin kau bisa menjalani semuanya dengan baik, dia butuh support mu juga oppa”

“Heum, Lalu bagaimana dengan spikolognya?”

“Dokter Siwon oppa sudah membicarakannya denganku, aku akan membantu.”

“Baiklah, kuserahkan padamu. Aku harus segera pergi.”

“Ne… hati-hati di jalan, salam untuk keluargamu oppa.”

Kyuhyun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu, namun sebelum Ia keluar dari sana.

“Apakah psikolog nya seorang yeoja?” Tanyanya dengan wajah datar.

“Kau maunya apa, oppa??” Sooyoung balik bertanya dengan sengaja.

“Akan ku pastikan dia tidak bisa mengambil suamiku”

“Hahaha~ dia teman baikku, jika dia macam-macam aku yang akan turun tangan.”

“Akan ku pegang kata-katamu.”

“Pasti.”

Setelah melihat wajah serius Sooyoung pada kata-katanya, kyuhyun segera keluar dari ruangan Sooyoung yang hanya bisa tersenyum manis sambil menggelengkan kepalanya.

“Dasar pasangan posesive”

Kyuhyun kembali ke kamarnya untuk mengambil Suho digendongannya, sementara Siwon berjalan dengan menggandeng Sulli. Lalu mereka pun segera keluar dari rumah sakit itu setelah Minho kembali bersama Umma Choi yang mengantar mereka sampai di loby.

“Bye-bye halmonie~” Ucap ketiga bocah itu sambil melambaikan tangannya.

Dan limosine mewah itu pun segera meninggalkan rumah putih berhantu itu untuk segera kembali ke istana mereka yang penuh warna dan cinta. Tidak ada yang berbicara selama perjalanan, karena sepertinya mereka lebih menikmati kesunyian yang ada.

**

Sampai akhirnya mobil mereka memasuki halaman rumah yang sangat luar itu dan berhenti didepan pintu yang sudah terbuka lebar. Semua maid yang ada disana menunggu dengan wajah cemas didepan pintu seperti biasanya.

Begitu Kyuhyun turun bersama Siwon mereka langsung menghela nafas lega, beberapa diantaranya segera mengambil barang yang ada dimobil itu. Sementara ketiga bocah itu langsung berlari kedalam rumah dengan riangnya karena sudah tiba dikawasan mereka sendiri.

“Selamat datang Siwonnie~” Ucap Ryeowook dan Yesung berdiri ditengah-tengah maid mereka.

“Terima kasih hyung~”

“Selamat datang wondad~” Ucap JongIn memeluk pinggang Siwon dan dibalas namja tampan itu dengan mengacak rambut lembutnya.

Selanjutnya mereka semua pun memasuki istana indah itu yang kehilangan raganya dua hari ini karena keceriaannya meredup. Tapi sekarang bisa didengarkan tawa ceria dan langkah kaki yang bergema diseluruh sudut ruangan besar itu.

Sampai tiba waktu makan malam, mereka menikmatinya dengan suka cita karena kehadiran Siwon membuat semuanya terasa lengkap kembali. Ryeowook yang memang tidak ingin kembali ke rumahnya sudah siap dengan penjagaannya untuk mereka.

Setelah makan malam, mereka pun menghabiskan waktu didepan televise yang tidak jelas siaran apa yang mereka lihat. Karena yang ada mereka lebih asyik bercerita tentang berbagai hal termasuk tentang Kyuhyun yang menjadi pahlawan tiba-tiba.

Sementara anak-anak mereka malah sibuk sendiri didekat tangga dengan Minho yang bermain piano besar disana dan Sulli memainkan biolanya. Coba bayangkan suasana istana indah itu dengan dua nada paling romantis yang dipadu bersamaan itu.

“Siwonnie, ayo istirahat.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba saat nada piano Minho dan suara Suho berakhir.

“Baby~ ini masih sore.”

“Ini sudah malam, Siwonnie kau harus banyak istirahat.” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Pergilah Siwonnie, kami juga akan istirahat.” Ucap Yesung.

“Kalian menginap kan?” Tanya Siwon.

“Apa kami diperlukan?” Ryeowook balik bertanya.

“Tidak.” Jawab Kyuhyun dengan death glarenya. “Pertanyaan apa itu?” Tanyanya tajam.

“Ahahaha~ selamat malam Kyunnie~” Jawab Ryeowook melenggang didepan mereka dengan santai.

“JongIn, babies~ sudah cukup mainnya, sekarang ke kamar mandi lalu belajar sebentar.” Ucap Ryeowook sambil lalunya.

Tanpa perlu mengatakan dua kali lagi, keempat bocah manis dan penurut itu langsung berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian dan belajar sebelum tidur. Jongin yang seharusnya ke kamar ummanya malah berlari mengikuti Minho ke kamar atas karena akan tidur disana.

“Nanti mommy periksa, arraseo~” Ucap Kyuhyun dengan nada jahilnya.

Terdengar jawaban koor dari keempat bocah itu yang membuat beberapa maid yang masih ada disana menggelengkan kepala mereka.

“Selamat malam tuan, nyonya Choi.” Ucap salah satu maid saat Siwon dan Kyuhyun berjalan ke tangga.

“Selamat malam buat kalian, sampai jumpa besok pagi.” Ucap Siwon dengan senyum manisnya.

Dan semua maid yang menunggu mereka menganggukkan kepalanya kemudian segera mematikan seluruh lampu yang ada disana lalu menghilang dibalik pintu kamar mereka masing-masing.

Begitu juga Siwon dan Kyuhyun sudah memasuki kamar mereka dan berjalan menuju kamar mandi untuk Siwon. Sementara Kyuhyun melewatinya menuju balkon kamar besar itu untuk menikmati angin malam yang dingin.

Beberapa saat kemudian Siwon keluar dari kamar mandi Kyuhyun langsung berbalik dan bersandar pada penyangga pinggiran blakon itu. ia melihat suaminya sedang mencari keberadaaannya didalam kamar.

Sampai kepala Siwon berputar kearahnya barulah Kyuhyun terlihat berdiri dengan kaki yang ditekuk sebelah dan tangan terlipat didada. Siwon langsung berjalan mendekatinya dengan senyuman memesona dan penuh cinta untuknya.

“Untuk apa disini, baby?” Tanya Siwon sambil melingkarkan tangan dipinggang Kyuhyun.

“Memikirkan yang terjadi dua hari ini.” Jawab Kyuhyun memainkan handuk yang ada dileher Siwon.

“Jangan dipikirkan, semua sudah berakhir.” Ucap Siwon.

Kyuhyun memeluknya dengan perlahan dan merebahkan kepalanya dibahu Siwon. “Mianhae sudah membuatmu khawatir, Siwonnie.”

“Gwenchana baby~ hyung memang seperti ini jika itu untukmu.”

“Nee~ terlalu overprotektif.”

“Bagaimana tidak jika kau sudah mengalami yang lebih parah dari itu?” Ucap Siwon memeluk Kyuhyun dengan erat dan membenamkan wajahnya dibahu namja cantik itu.

“Mianhae~” Ucap Kyuhyun lagi.

“No no no~ sana mandi dulu, hyung ingin memelukmu.” Ucap Siwon langsung melepas pelukannya dan mengganti suasana.

“Memeluk yang seperti apa itu?” Tanya Kyuhyun dengan smirk jahilnya.

“Memelukmu sebagai guling, apa lagi?” Tanya Siwon dengan kening berkerut.

“Bukan apa-apa!! paboya!!” Kyuhyun langsung memukul lengan Siwon dengan keras.

“Aiishh~ kenapa memukulku?” Tanya Siwon sambil memegang lengannya.

“Tidak apa-apa!!” Jawab Kyuhyun meninggalkannya dengan wajah sulking.

“Aigooo~” Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu berdiri ditempat Kyuhyun semula.

Namja tampan itu melihat tanpa tujuan pada langit lepas yang luas dan gelap itu dan membuat perasaannya lega terbebas dari segala beban.

“Terima kasih untuk semua yang Engkau berikan, aku akan selalu menjaganya.” Gumam Siwon seorang diri.

Entah berapa lama ia berdiri disana sampai tiba-tiba secara perlahan sepasang tangan menyusup dipinggangnya dari belakang. Karena tidak ada orang lain yang akan melakukan hal itu padanya apalagi dikamarnya, Siwon hanya tersneyum manis dan memegang tangan itu sampai lengannya.

“Apa sudah lebih segar, baby?” Tanya Siwon.

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya yang bersandar dipunggung Siwon dengan nyamannya. “Gomawo.” Bisiknya pelan.

“Anytime.” Jawab Siwon berpaling dan menatap wajah cantik yang terlihat segar itu. “Wangimu menggoda, baby.”

“Itu iklan parfume, hyung.” Jawab Kyuhyun dengan wajah polos membuat Siwon tertawa.

“Selalu tahu cara menghancurkan suasana, hmm?”

“Itu keahlianku.”

“Ahahaha~ baiklah, ayo tidur.” Siwon langsung membalikkan badan Kyuhyun dan menarik pinggangnya mendekat.

Kemudian mereka jalan bersama menuju tempat tidur mereka yang empuk, selama berjalan itu Siwon tidak henti-hentinya menghirup aroma vanilla yang menguar dari tubuh Kyuhyun. Karena memang Siwon sendiri yang menyiapkan bath up penuh dengan sabun wangi vanilla sebelum ia keluar.

Namja tampan itu terus membawa huswife cantiknya sampai ke ranjang putih mereka dan menyuruh Kyuhyun untuk segera berbaring disana. Dengan patuh dan wajah berkerut Kyuhyun menuruti apa yang dikatakan Siwon sampai gerakan namja tampan itu terakhir barulah Kyuhyun mengerti maksudnya.

“Buka bajumu, baby.” Ucap Siwon memegang obat oles di lebam Kyuhyun.

“Ta-tapi…” Kyuhyun merasa itu bukan keputusan yang tepat.

“Tidak apa-apa, hyung akan memakaikannya.”

“A-aku bisa sendiri hyung.”

“Babykyu…” Panggil Siwon seperti sebuah peringatan.

Kyuhyun menatap wajah tampan itu dan mencari perubahan disana seandainya Siwon melihat lagi lebam-lebam yang menyakiti hatinya itu. Tapi sepertinya, namja tampan itu sudah bisa mengendalikan emosi dan kekhawatirannya sesaat.

“Ja-jangan katakan apapun.” Ucap Kyuhyun setengah berbisik membuat Siwon langsung menggelengkan kepalanya.

Akhirnya dengan perlahan Kyuhyun menaikkan bajunya sampai ke dagu seperti yang ia lakukan pada Ryeowook saat diobati. Dengan perasaan was-was Kyuhyun melihat wajah Siwon yang tetap tenang membuka tutup obat ditangannya itu.

“Masih sakit?” Tanya Siwon tidak tega.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. “Sudah lebih baik.” Ucapnya.

Selanjutnya Siwon terus mengoleskan obat penghilang lebam itu dengan perlahan sampai semuanya terkena dengan rata. Sementara Kyuhyun terus mengamati wajah tampan yang terlihat sangat serius itu hingga tanpa sengaja tangannya terulur untuk menyentuh wajah itu.

Siwon tidak menyangka Kyuhyun akan memegang pipinya, namun tangannya dengan cepat mengambil tangan Kyuhyun dan mengecupnya dengan lembut.

“Jangan ulangi lagi baby.” Ucapnya penuh penekanan membuat Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya.

“Mianhae, aku jannmm~”

Kata-katanya terputus ciuman Siwon yang tiba-tiba itu namun tetap saja terasa manis karena namja tampan itu menggerakkan bibirnya dengan lembut. Tak perlu menunggu waktu lama untuk Kyuhyun memejamkan mata dan menikmatinya.

“Jangan meminta maaf lagi.” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

“Mia…”

“Muachh~”

“Mi…”

“Muachh~”

“Siwo…”

“Muachh~”

“Si…”

“Muacch~”

“Ak…”

“Muacch~”

“Hy…”

“Muachh~”

“Hyung!!” Teriak Kyuhyun akhirnya.

Siwon hanya tertawa dengan kerasnya sambil berbalik dengan lihai ke tempat tidurnya tanpa menimpa Kyuhyun, apalagi menyakiti tubuh sedikit langsing itu.

“Sini-sini.” Panggil Siwon kemudian merentangkan lengannya untuk bantal Kyuhyun. “Sudah kering kan? Ayo tidur.”

Kyuhyun pun kembali menutup perutnya dan bergeser perlahan sampai kepalanya bertahta dilengan Siwon dan menatap wajah tampan itu yang sudah berpaling menghadapnya.

“Gudnite Siwonnie~ gomawo.” Ucap Kyuhyun dengan wajah bantalnya.

Kyuhyun mengecup kening Kyuhyun penuh sayang kemudian membelai kepala dengan rambut lembut itu beberapa kali sampai namja cantik itu benar-benar terlelap dengan nafas naik turun dengan teratur.

“Gudnite, my baby.”

Beberapa menit kemudian namja tampan itu menidurkan Kyuhyun dibantalnya dengan hati-hati agar huswifenya itu tidak terjaga. Kemudian ia pun segera keluar dari kamar mereka menuruni tangga menuju lantai dua kamar anak-anak mereka.

Namja tampan itu memasuki kamar anak-anaknya satu persatu untuk melihat mereka tidur dengan baik. Suho dan Sulli berada dikamar mereka masing-masing sementara Minho tidur bersama JongIn.

Setelah memastikan mereka baik-baik saja, Siwon segera kembali ke kamarnya dan memikirkan apa yang dikatakan dokter dirumah sakit.

Apa benar dia trauma karna kecelakaan Kyuhyun dulu? jika tidak, kenapa ia bisa terpaku sampai berapa lama seperti hilang kesadaran. Apa yang ia takutkan?

Jawabannya tentu saja keselamatan dua buah hatinya yang ada bersamanya. Dan mungkin saja trauma itu benar adanya apalagi pikirannya saat itu dipenuhi dengan Kyuhyun. Hanya Kyuhyun.

***

Keesokan harinya.

Seluruh anggota keluarga istana itu sudah berseliweran diruang tengah juga ruang makan yang ada di rumah besar itu. Kepala rumah tangga Choi Siwon atau pemilik istana itu terlihat sedang duduk santai di sofa dengan soulmate pendamping hidupnya Choi Kyuhyun ada disampingnya.

Sementara itu buah hati mereka sedang berceceran di ruangan besar itu dan juga di ruang makan yang serba lengkap milik mereka.

“Kalian sudah siap?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Sudah mommy!!!” Jawab mereka berempat secara bersamaan.

“Kalau begitu, ayo pergi.” Ucap Kyuhyun lagi lalu berpaling melihat suaminya. “Hyung, baik-baik dirumah ne?”

“Tentu saja, kau juga hati-hati dikantor ne?”

“Mmm~” Jawab Kyuhyun sambil memejamkan matanya karena Siwon mengecup keningnya penuh sayang.

“Kyu~ JongIn ikut bersamamu ne, nanti siang biar aku yang jemput mereka.” Ucap Ryeowook tiba-tiba membuat Kyuhyun langsung memutar bola matanya.

“Bayar dengan cookiesmu!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Sebanyak apapun.” Ryeowook menjawab tidak kalah cepat hingga Kyuhyun tidak bisa membantah.

Selanjutnya keempat babies istana itu pun berpamitan pada daddy mereka yang duduk bersandar di sofa. Kemudian bocah-bocah itu pun segera menuju mobil yang sudah disiapkan didepan pintu rumah mereka.

Setelah mereka semuanya pergi, tinggallah Siwon sendiri dirumahnya yang hanya ditemani maid-maid mereka yang sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri.

Sampai waktu siang tiba, Ryeowook benar-benar pergi menjemput buah hati mereka dan membawanya kembali ke rumah dengan cepat karena Siwon sudah tidak tahan sendirian. Satu jam kemudian, Ryeowook kembali menjemput anaknya sendiri dan bermain-main diluar sampai jam sekolah Minho usai.

Saat semuanya sudah lengkap, barulah namja imut itu kembali ke rumah dan Istana itu kembali dengan keceriaan empat malaikat kesayangan itu. bahkan Siwon terlihat lebih bersemangat saat mereka semua sudah ada di rumah dan bermain disekelilingnya.

Sampai tiba-tiba satu suara menghentikan kegiatan yang sedang mereka lakukan.

“Selamat siang semuanya~” Sapa Sooyoung begitu memasuki istana indah itu.

“Siang auntyy~” Jawab Suho dan Sulli langsung menghambur memeluk Sooyoung dengan wajah riang.

“Apa kabar, hmm? Sudah makan?” Tanya dokter cantik itu dengan wajah cerianya.

“Kami baru siap makan aunty, sebentar lagi mau les.”

“Hooo~ anak-anaknya mommy memang is the best.”

“Kan mommy-nya memang the best aunty~” Jawab Minho juga ikut menyambutnya disana.

Tapi kemudian bocah kecil itu berhenti saat Minho melihat ada bayangan orang lain dibelakang Sooyoung yang berdiri melihat mereka dengan senyum manisnya. Sooyoung yang melihat tatapan Minho langsung mengerti dan menarik orang itu agar berdiri disampingnya.

“Ini tamu untuk daddy, boleh kami bertemu daddy??” Tanya Sooyoung kemudian.

Secepat kilat dua bocah kembar itu berdiri menghimpit Minho dengan wajah penasaran mereka dan saling bertatapan curiga. Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kedua bocah itu kemudian kembali melihat kearah aunty dokternya itu.

“Silahkan aunty, daddy ada didalam.” Ucap Minho sopan membuat Sooyoung berbinar-binar melihatnya.

“Mino putra mereka yang sempurna.” Ucap Sooyoung pelan pada tamu asing itu yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Minho berjalan didepan sementara dua dongsaengnya berjalan dibelakangnya dengan sesekali kepala berpaling ke belakang. Sooyoung dan yeoja cantik itu hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah keduanya yang membuat Minho memutar bola matanya.

“Maafkan mereka aunty.” Ucap Minho sampai di Sofa.

“Gwenchana Mino, mereka menggemaskan.”

“Daddy, ada tamu untuk daddy.” Ucap Sulli langsung menghampiri Siwon yang duduk di Sofa itu dengan santainya.

Putri cantik itu langsung duduk dipangkuan daddynya tercinta dengan nyaman, sementara Suho duduk disamping daddynya.

“Selamat Siang Sooyoungie~” Ucap Siwon ramah.

“Selamat siang oppa, kami sudah berbicara dengan doktermu, dialah psikolog itu.” Ucap Sooyoung menarik yeoja itu ke depan untuk memperkenalkan dirinya.

“S-selamat siang, saya bora teman baiknya Sooyoung.”

“Selamat datang Bora, mohon bantuannya.” Ucap Siwon mengulurkan tangannya.

“Sama-sama tuan Choi~” Jawab bora menyambut tangan Siwon cepat.

“Siwon saja cukup.”

“Siwon-sii.”

“Ohh~ kenalkan ini putra dan putriku.” Ucap Siwon kemudian melihat ketiga putra dan 1 putrinya yang mulai mengulurkan tangan mereka.

“Choi Minho aunty.” Ucap Minho mengulurkan tangannya.

“Lee JongIn, aunty.” Ikut JongIn.

“Senang bertemu denganmu.” Jawab Bora menyambut uluran tangan mereka satu persatu.

“Choi Cuo, aunty.” Ucap Suho ramah.

“Choi Culli aunty.” Sambung Sulli ramah namun dengan wajah penuh selidik.

Yeoja cantik itu hanya bisa tertawa kecil dan menyambut tangan-tangan kecil itu yang hangat dan menggemaskan. Selanjutnya perkenalan diri itu pun dilanjutkan dengan berbincang-bincang sebentar untuk saling mengenal dan mengetahui masalahnya.

Putra-putri Choi sudah lama meninggalkan mereka karena ketiganya harus belajar sampai sore hari. Bahkan sampai Sooyoung dan Bora pulang mereka belum selesai hingga mommy cantik mereka pulang dari kantor barulah ketiganya keluar dari ruang belajar yang ada dilantai dua.

“Mommyyyyy~~~” Teriak Sulli langsung berlari menuruni tangga begitu melihat mommynya ada dibawah.

Dan Suho pun melakukan hal yang sama begitu melihat mommy-nya sedang melihat mereka. “Bogoshipoyoooo~~” Serunya penuh semangat.

Sementara Minho hanya melihat mereka dengan tenang sambil menuruni tangga itu perlahan dan tersenyum manis saat mommy-nya melihat kearahnya.

“Selamat datang mommy.” Ucap Minho begitu sampai didepannya.

“Mommy pulang, Baby~ dimana daddy?” Tanya Kyuhyun sambil mengacak rambut kedua bocah kembar yang masih memeluk pinggangnya.

“Daddy di kamar, kami mandi dulu.” Jawab Minho sambil menarik kedua bocah itu bersamanya.

“Ne, mommy juga mau mandi.” Ucap Kyuhyun dan mengecup kening mereka bertiga lalu segera menuju kamarnya sendiri.

Sampai disana Kyuhyun membuka pintu kaca kamarnya secara perlahan dan melihat ruangan besar yang kosong itu. Dia tidak menemukan suami tampannya dimanapun didalam ruangan itu. Karena itu ia pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu berganti pakaian dengan yang bersih.

“Siwonnieku~” Panggil Kyuhyun dengan nada manja.

Langkah kakinya menuju balkon kamarnya yang terbuka dengan tirai yang melambai-lambai ditiup angin sore. Disanalah suami tampannya menyamankan diri diatas kursi berbaring dengan memejamkan matanya.

“Siwonnie tampanku~” Panggil Kyuhyun sekali lagi membuat Siwon langsung membuka matanya.

“My baby~”

“Ahh, kau mendengarnya? Jangan bilang Iya!!” Ucap Kyuhyun dengan mata yang membesar.

“Ahahaha, adorable, I miss you~” Ucap Siwon langsung menarik Kyuhyun hingga namja cantik huswifenya itu jatuh dalam pangkuannya.

“Aku juga rindu, Siwonnie.” Ucap Kyuhyun menyamankan sandarannya didada Siwon.

“Bagaimana di kantor?” Tanya Siwon sambil meletakkan dagunya dibahu Kyuhyun.

“Baik-baik saja, kau juga baik-baik saja dirumah kan?” Kyuhyun menepuk-nepuk pelan tangan Siwon yang melingkar diperutnya.

“Ne~ tadi kami kedatangan tamu yang dibawa Sooyoungie.”

“Mwooo???”

“Dia psikolog untuk hyung.”

“Ap-apa dia ca-cantik?” Tanya Kyuhyun menjadi gugup.

“Tentu saja dia cantik, baby.” Siwon menjawab dengan sengaja hingga wajah Kyuhyun langsung berpaling melihatnya dengan tajam.

“Tapi tidak lebih cantik darimu, muaach.” Lanjut Siwon cepat dan mengecup bibir Kyuhyun yang ada didekatnya itu.

“Tentu saja aku Mr. Choi~” Jawab Kyuhyun bangga. “Lalu berapa hari dia akan datang dan berapa jam sehari dia akan bersamamu?” Tanya Kyuhyun kemudian dengan nada penuh selidik.

“Aigoo~ Mrs.Choi, dia akan datang setiap hari dan 3 jam seharinya.”

“APPPAAAA!!!” Kyuhyun langsung berdiri menatap Siwon tajam.

“Hyung ingin semuanya cepat selesai, baby~ kau ingin hyung diobati psikolog bukan?”

“I-iya be-benar, tapi tidak setiap hari juga hyung~~” Protes Kyuhyun ternyata tidak terima.

“Hyung ingin trauma ini cepat hilang, jika ia ada~ hyung ingin cepat baik-baik saja agar kau tidak khawatir.”

“Ta-tapi…”

“Apa yang kau takutkan baby?” Tanya Siwon tiba-tiba memasang wajah liciknya.

“Tidak apa-apa!! Semoga dia benar-benar bekerja dengan baik.”

“Namanya Bora-ssi, dia temannya Soo, dia juga pintar…kau aemmm”

Kyuhyun langsung menutup mulut Siwon dengan tangannya dan kembali memberi suaminya itu death glare yang mematikan. “Hyung jangan memujinya!!!”

“Mmmm~mmm” Jawab Siwon menganggukkan kepalanya.

“Mm!! jangan menatapnya lama-lama, jangan tersenyum padanya, jangan menyentuhnya.”

“B-babyy…”

“Don’t, don’t, don’t come near her.”

“Ahahahaha, my adorable baby~” Siwon langsung mengecup bibir Kyuhyun untuk mendiamkannya.

Ciuman lembut penuh cinta itu membuat keduanya dipenuhi kebahagiaan yang mereka punya selama ini. Ciuman yang sama sejak dulu saat pertama kali mereka melakukannya dibawah wedding arch pernikahan mereka.

“Mmm~ Siwonnie~ a-anak-anak…” Ucap Kyuhyun disela ciuman mereka.

“M-mereka ada dibawah, baby~”

“Mereka disini~”

“Kenapa kau tahu?”

“Dengar langkah mere…”

“Mommmyyyyyyyy~~~~” Suara panggilan itu membuat Siwon dan Kyuhyun langsung menjauh.

“Kami disini!!” Seru Kyuhyun sedikit lebih keras. “Aku benar kan?” Tanya Kyuhyun melihat Siwon.

Namja tampan itu hanya tersenyum garing sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal membuat Kyuhyun memutar bola matanya dengan malas. Saat itulah ketiga bocah kesayangan mereka tiba disana dan segera duduk disekeliling mereka.

“Kenapa disini daddy? Apa daddy baik-baik saja?” Tanya Minho duduk ditengah mereka.

“Daddy baik-baik saja, Babyboy.”

“Daddy ayo makan~” Ajak Suho yang berdiri didepan mommynya yang melingkarkan lengan padanya.

“Culli juga lapar, mommy~” Jawab Sulli yang berada didepan daddy-nya.

“Baiklah, ayo turun ke bawah, kita makan malam.” Ajak Siwon berdiri bersama Kyuhyun dan Minho.

Dan akhirnya keluarga bahagia itu pun turun ke bawah untuk menikmati makan malam mereka bersama-sama. Ryeowook dan Yesung memang masih ada disana juga bergabung bersama mereka dengan Kai yang duduk disamping Minho.

Malam itu mereka habiskan dengan bercerita, bercanda dan tertawa bersama hingga malam pun semakin larut dan membuat semuanya memutuskan untuk mengakhiri hari itu dan beristirahat untuk menyambut esok hari.

*

*

Pagi yang cerah dan penuh kebahagiaan di Istana Choi dengan malaikat kecil kesayangan mereka sedang bercanda ria bersama di ruang tengah. Seperti biasa mereka sudah bersiap-siap untuk segera berangkat ke sekolah masing-masing.

Karena sarapan bersama sudah selesai sejak tadi, jadilah mereka bercanda dahulu sambil menunggu mommy cantik mereka yang masih ada dikamarnya bersama daddy.

Setelah beberapa saat barulah namja cantik Choi Kyuhyun itu turun bersama suaminya yang melingkarkan lengan dipinggangnya dengan nyaman. Choi Siwon dengan pakaian santainya tetap saja terlihat memesona apalagi saat matanya tidak pernah lepas dari huswifenya tercinta.

“Morning~ mommy~ daddy~” Seru bocah-bocah kecil itu bersamaan begitu melihat mereka.

“Morning babies~” Jawab Siwon berpaling dari Kyuhyun.

“Kami berangkat dulu, Siwonnie baik-baik di rumah ne~” Ucap Kyuhyun melihat suaminya dengan tatapan serius.

“Ne baby, take care ne~”

“Neee~”

Siwon langsung mengecup bibir Kyuhyun sekilas yang membuatnya seketika melihat ke bawah dan anak-anak mereka sedang tertawa cekikikan. Selanjutnya ketiga bocah itu pun memeluk daddy mereka bergantian yang mengucapkan selamat jalan dengan do’anya.

“Bye-bye daddy~”

“Sampai jumpa lagi, babies.”

Kemudian mobil santaFE hitam itu pun segera meninggalkan teras istana indah itu keluar gerbang dan menuju sekolah Minho dan sekolah si kembar. Sementara dibelakang mereka Ryeowook bersama JongIn mengikuti dengan mobil mereka sendiri.

Dan selanjutnya Siwon kembali harus menjalani harinya dirumah seharian yang terasa sangat sepi dan membosankan. Jika tidak karena kemauan Kyuhyun dan kekhawatiran namja cantik itu yang sangat besar, Siwon tidak akan melakukannya.

Karena ia lebih memilih duduk di kursi hitamnya dikantor daripada sendirian di rumah besarnya yang seperti kuburan saat kurcaci mereka tidak ada disana.

Tapi, hal yang tidak ingin dilihat Siwon didunia adalah raut kecewa dan khawatir yang sangat besar tertera diwajah Kyuhyunnya. Untuk itu ia akan melakukan segalanya agar wajah cantik itu selalu bercahaya dengan penuh kebahagiaan.

“Konseling pun akan kujalani.” Gumam Siwon langsung menuju kamarnya lagi.

**

Hari itu berjalan dengan sangat cepat bagi Siwon yang menghabiskan waktunya dengan membaca buku di balkon kamarnya. Karena saat ia sadar hari sudah menjelang siang dan ia harus segera makan dan meminum beberapa vitamin.

Setelah melakukan semua hal itu, tibalah waktunya bagi psikolognya datang dan melakukan konseling padanya yang baik-baik saja, menurutnya. Jadwal konseling itu memang sudah ditetapkannya setelah makan siang.

Karena itu juga saat ini Siwon sudah siap di ruang kerjanya, Bora, yeoja cantik psikolog muda yang berbakat itu sudah ada dipintu. Dengan senyum ramahnya pada maid yang menunggu didepan pintu, yeoja cantik itu segera dibawa ke lantai dua ruangan Siwon yang sengaja dibuat untuk konseling mereka.

Karena sudah biasa melakukan hal itu, Bora tidak merasa canggung saat berada didepan namja tampan suami orang itu. Ia benar-benar melakukan semua tugasnya dengan baik, bahkan Siwon merasa nyaman berkonsultasi dengannya atas semua yang terjadi.

“Apa benar aku bisa membahayakan mereka lagi?” Tanya Siwon masih saja khawatir akan hal itu.

“Tidak Siwon-sii, kau pasti bisa mengatasinya.”

“Aku jadi ragu dengan kemampuanku.”

“Apa yang kau rasakan saat itu?”

“Aku tidak tahu, yang terlihat didepan mataku, tubuh Kyuhyun terlempar keluar dari mobil.”

“Mungkin itu karena sebelum itu pikiranmu merasa sangat khawatir padanya. Hingga membuat apapun yang kau lakukan, hanya Kyuhyun-ssi yang terlintas.”

“Mungkin saja, sebelum itu memang ada sedikit kejadian, mm~ kau tahu, itu…”

“Ne, aku tahu~ Kyuhyun-ssi bisa segalanya ne?”

“Bukan! Dia tidak sadar kekuatan dirinya.”

“Dia tahu, Siwon-sii~ tapi dalam dirinya, Kyuhyun-ssi melakukannya untuk anak-anak kalian.”

“Aku tahu, aku khawatir jika preman itu memukulnya lebih keras, sedangkan tubuhnya sudah tidak seperti dulu lagi.”

“Aku mengerti~ tapi seperti yang Kyuhyun-ssi katakan, bahwa dia tahu kekuatan lawannya saat itu.”

“Apa aku terlalu berlebihan?”

“Bukan, hanya cintamu yang terlalu besar.” Ucap Bora dengan sungguh-sungguh membuat Siwon tersenyum penuh arti padanya.

“Itu hal yang tidak bisa kurubah.”

“Tidak perlu merubahnya, hanya kau harus lebih percaya lagi pada apa yang dilakukannya.”

“Aku akan berusaha.”

“Ne, itu hal yang seharusnya.”

“Hari ini kita hanya akan berbincang-bincang seperti ini, nanti akan ada prakteknya jika kau sudah siap, Siwon-ssi.”

“Aku mengerti, ayo minum dulu.”

“Terima…”

“Dadddyyyyyy~~” Panggilan manja keluar dari mulut kecil putri paling dimanjakan di Istana itu menghentikan perkataan Bora.

“Culli? Sudah pulang?” Tanya Siwon begitu putrinya memasuki ruangan itu.

“Sudah, selamat siang aunty~” Sapa Sulli ramah pada tamunya itu.

“Selamat siang cantik, ayo minum.” Ajak Bora melihat minuman dan makanan yang dibawakan untuknya sangat berlebihan.

“Ne, aunty~ Culli ganti baju dulu.”

Putri kecil itu langsung menuju kamarnya yang ada dilantai itu juga dan secepat kilat berganti baju dengan gaun bertali satunya. Kemudian segera keluar lagi menuju ruangan daddy-nya dan duduk disana diantara mereka.

Lebih tepatnya dipangkuan Siwon yang sudah kembali menjalani sesi konselingnya yang hampir berakhir. Namun Sulli, tidak sekali pun bocah kecil itu beranjak dari sana bahkan berpaling untuk melihat keluar pintu.

Sulli duduk dengan nyaman dipangkuan daddy-nya dan mendengarkan apapun yang mereka bicarakan. Walau tidak mengerti sepenuhnya, Sulli tidak pernah ingin meninggalkan daddy-nya seorang diri disana.

Atau lebih tepatnya, Sulli tidak ingin meninggalkan daddy tampannya bersama yeoja cantik itu. dan it uterus berlanjut sampai hari berikutnya. Putri kecil itu akan menemani daddy-nya sampai 3 jam ke depan sampai menunda lesnya sendiri.

“Sulli, kenapa gangguin daddy?” Tanya Kyuhyun dihari ketiga konseling itu berjalan.

“Gangguin? Tidak mommy~” Jawab Sulli dengan wajah polos tidak merasa bersalah.

“Lalu? Dengan Sulli duduk di tengah itu menganggu, sayang.” Ucap Kyuhyun lagi dengan sabarnya.

“Ta-tapi Culli bisa jagain daddy disana.”

“Mwoo?? Untuk apa dijaga daddy sudah besar!??!”

“Bukan dijaga seperti ituuuu~”

“Lalu jaga seperti apa yang Culli lakukan?”

“Mmm~ sebenarnya…” Sulli mulai berbisik dan melihat sekelilingnya lalu meminta mommy cantiknya untuk mendekat. “Mmm~Sulli jagain daddy dari Aunty cantik itu, mommy.” Bisiknya pelan.

“Mwooo?? Itu tidak perlu baby~” Jawab Kyuhyun dengan mulut terbuka dan mata membulat tidak percaya.

“Perlu mommy~ dia sangat cantik, nanti kalau daddy suka bagaimana?”

“MWOOO??”

‘Aissh~~ jangan teriak mommy!!!” Protes Sulli dengan death glare imutnya yang mematikan.

Bocah kecil itu melihat kesana-kemari dengan perasaan was-was kemudian meminta mommy-nya untuk mendekat lagi. Sambil memutar bola matanya Kyuhyun pun mendekati putrinya itu untuk mendengarkannya berbisik.

“Ayo kita intip mereka mommy~”

“Apaaa!!?”

“Ssssst~” Sulli menutup mulutnya dengan satu telunjuk.

Beberapa maid yang melewati mereka berdua hanya bisa tertawa cekikikan mendengar percakapan aneh dan menggemaskan dari keduanya.

“Ayo mommy~” Sulli menarik tangan mommy-nya dengan cepat kemudian berlari kecil menuju ruang konseling daddy-nya.

Sampai dipintu keduanya berdiri diluar dan mengintip ke dalam dari celah pintu yang dibiarkan terbuka sedikit. Kyuhyun tidak tahu apa yang ia lakukan, tapi hatinya mengatakan bahwa Sulli putrinya itu benar.

Apa dia bodoh? Mungkin…sedikit.

Sementara itu didalam kamar.

“Siwon-ssi, bisakah jika besok kita pergi keluar?”

“Apa ini sesi konseling selanjutnya?”

“Ya… kita akan melakukannya dengan cara berbeda.”

“Eum~ baiklah, dimana kita akan bertemu?”

“Restoran perancis pusat kota Seoul, jam 12.00 tepat.”

“Baiklah, aku pasti datang.”

“Baiklah, waktu konseling sudah usai dan aku harus kembali dalam rutinitasku kembali.” Ujar Bora sembari memberikan senyuman yang membuat kedua matanya mengikuti gerak bibirnya. Eyes smile.

Tanpa diketaui keduanya, sang nyonya rumah dan putrinya sedari tadi berdiri di balik pintu yang memang tidak tertutup rapat itu. Jelas mereka bisa mendengarkan segalanya disana, termasuk pertemuan esok hari antara suaminya dengan yeoja cantik yang itu.

“Cari mata kau Soo, kau membuat suamiku dalam pengaruh yeoja jelek itu, ah tapi dia memang cantik, tapi… tetap lebih cantik wajahku, Choi Sooyoung~” Kyuhyun berguman tanpa sadar membuat Sulli tertawa cekikikan dibawahnya.

Hingga akhirnya ia menyadari bahwa suami tampannya dan juga bora mulai berjalan menuju pintu untuk keluar. Secepat kilat keduanya bergerak bersembunyi dibelakang keramik besar yang bisa menutup satu orang yang berada disisi pintu itu.

Sepeninggal Siwon yang sedang mengantarkan Bora ke pintu keluar rumahnya, Kyuhyun dan Sulli masih tetap meringkuk disana hingga Minho dan Suho yang tanpa sadar melewati mereka langsung berdiri dengan mulut menganga.

“Mommy??” Tanya Minho sesaat kemudian.

“Eee~ aaa~ Mino!!” Ucap Kyuhyun salah tingkah.

“Mommy sedang apa??” Tanya Cuo juga penasaran.

“Ah mommy…eum itu, mengambil sendal, ada semut, hahaha ya kan Culli.” Kyuhyun langsung keluar bersama Sulli yang menganggukkan kepalanya.

Namja cantik itu segera mendekati putra pertamanya dan menepuk kepala Minho sayang, tanpa sengaja ia menghindari tatapan Minho yang persis mirip suaminya itu, karena Kyuhyun tahu jika Minho tidak puas dengan jawabannya.

“Mino sendiri mau apa??”

“Tadi Mino mau cari daddy, tapi Mino melihat mommy ada disitu.” Jawab Minho sambil melihat keramik besar dibelakang mommy-nya.

“Ah begitu kah?? Kajja kita lihat daddy.” Kyuhyun langsung mengajak Minho menuju Siwon daddy yang masih ada diluar untuk menghirup udara segar.

Mereka pun memutuskan untuk bermain dan bercanda ria di taman depan sambil menikmati suasana sore hari dengan kebahagiaan.

Hingga keesokan harinya.

Kyuhyun masih di kegiatan yang sama, menyiapkan sarapan untuk keluarganya, membantu jikalau Suho dan Sulli rewel dan membutuhkannya. Kyuhyun berusaha lebih untuk menggantikan Siwon yang biasanya melakukan semuanya untuk mereka.

Kyuhyun juga berusaha untuk menutupi sikapnya yang tidak biasa agar ia tidak dicurigai oleh siapapun terkhususnya Siwon. Karena rencana special yang sudah disusunnya saat makan siang nanti sudah bersarang di otak pintarnya.

“Sudah selesai sarapannya, sayang? Kajja kita berangkat.” Kyuhyun segera berjalan mengitari meja makan itu untuk mengambil bekal anak-anaknya.

Kemudian ia menyuruh Minho untuk segera merapihkan diri dan adik-adiknya untuk bersiap ke sekolah, karena inilah tugasnya dalam hampir semingguan lebih ini. Sedangkan Siwon yang memang diminta Kyuhyun untuk masih berada di rumah, dan tidak melakukan apa-apa sampai benar-benar sembuh.

Tetapi namja tampan suaminya itu menurut dengan satu syarat bahwa pekerjaan Kyuhyun akan dibagi dua dan akan dikerjakannya di rumah agar ia bisa membantunya. Sedang yang selebihnya bisa diambil oleh Hyukjae jika berkas telah ditanda-tangani olehnya.

“Kami pergi dulu hyung”

“Ne~comeback soon baby.”

“I will, jangan nakal hyung.”

“Pasti, kau pun jangan nakal saat hyung tidak ada.”

“Tidak mungkin.”

“I love you, My baby.”

“I love you more, Siwonnie.”

“I love you most.

Ketika siang hari menjelang, seperti janjinya Siwon segera bersiap menuju tempat yang ditetapkan untuk bertemu dokter konselingnya. Dan ternyata Bora sudah lebih dulu menempati meja yang berada di dekat kaca didalam restorant itu.

“Siwon-ssi” Ucap Bora berdiri menyambut kedatangan Siwon.

“Hay Bora-ssi.”

“Duduklah, kau ingin memesan apa?”

“Eum~ pasta saja”

Bora pun memanggil pelayan dan mulai memesan makanan untuk mereka berdua, sambil menunggu pesanan mereka datang, Bora kembali menjalankan tugasnya memberikan nasehat-nasehat atau petuah yang bisa diambil Siwon sebagai pelajaran.

Sementara itu, di meja lainnya yang tidak jauh dari meja mereka terdapat seorang namja yang memakai kaca mata hitam bahkan didalan ruangan, serta syal hitam yang menutupi setengah wajahnya terlihat sedang mengintai apa saja yang dilakukan keduanya disana.

“Ck~ kau tak akan bisa mengambil Siwon hyung, dia sudah punya 3 anak.” Kyuhyun terus mengumpat pelan.

Namun tiba-tiba saja sebelah pikirannya mengeluarkan ide yang sangat cemerlang hingga Kyuhyun pun berinisiatif mengirim pesan pada suaminya itu.

From : My babyKyu

Hyung…

Kau sedang apa??

Aku merindukanmu, maafkan aku makan siang ini tidak bisa menemanimu.

Kyuhyun kembali menyimpan ponselnya di atas meja sambil melihat bagaimana Siwon mengambil ponsel di saku coatnya. Walau Kyuhyun tidak bisa melihat bagaimana mimik yang Siwon berikan karena Kyuhyun sengaja duduk dibelakang Siwon dengan menghadap ke punggungnya, tapi ia tahu wajah tampan itu tersenyum dengan tampannya.

From : My husband

Aku pun merindukanmu sayang.

Gwenchana, makanlah yang baik, sampai bertemu nanti malam. Jangan terlalu lelah.

I love you.

Kyuhyun melihat ke ponselnya yang bergetar tanda bahwa Siwon sudah membalasnya membuat senyuman garing tertutup syal ada dibibirnya, tapi setelah membaca pesan itu, ada suatu hal yang mengganjal dihatinya.

“Kau sangat mengkhawatirkanku, Siwonnie. Tetapi lihatlah kau tidak memberitahukan bahwa kau bertemu dengan Bora diluar hyung, aku kecewa padamu.” Ucap Kyuhyun lirih.

Kemudian ia pun segera meninggalkan restoran itu tanpa sempat memakan pesanannya dan lebih memilih langsung menyimpan uang di mejanya dan pergi secepatnya membawa berbagai perasaan yang timbul dihatinya. Sedih? Kecewa? Atau terluka?

Kyuhyun tidak tahu yang mana lebih besar dan berkembang, tapi saat ini mata bulat cantiknya tiba-tiba saja berkabut tebal hingga memudarkan pandangannya. Dengan cepat Kyuhyun menengadahkan kepalanya keatas dan mengedipkan matanya dengan cepat.

Tidak mungkin ia menyetir dengan mata yang penuh dengan airmata jika ia tidak ingin berakhri dirumah sakit karena tidak bisa melihat dengan jelas.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun pelan.

Kemudian namja cantik itu segera memacu mobilnya meninggalkan tempat itu menuju istananya yang nyaman dan tempat tidurnya yang bisa membuatnya tenang.

Sementara dibelakangnya Siwon dan Bora segera memulai konseling mereka dengan percobaan menyetir kembali bagi Siwon. Namja tampan itu ingin secepatnya bisa beraktifitas kembali agar Kyuhyun bisa beristirahat dan tidak khawatir lagi.

Tapi sepertinya Kyuhyun tidak mengetahui hal itu sedikit pun karena sekarang namja cantik itu bersedih hati dengan pikiran dan hati yang dipenuhi kecemburuan.

Begitu tiba dirumahnya Kyuhyun langsung masuk dengan wajah sulking yang membuat maid-maid yang berdiri didepan pintu kebingungan melihatnya. Namun begitu kesayangan istana itu berlari menghambur memeluknya, wajah Kyuhyun langsung berubah cerah dan senyum terkembang dibibirnya.

“Mommy, gwenchanayo?” Tanya Minho yang berdiri menelliti wajahnya.

“Jangan pintar begitu Mino, mommy jadi takut.” Jawab Kyuhyun tanpa sadar memasang wajah memelasnya.

“Bukan begitu, Mino hanya tahu saja.” Bantah Minho membela diri.

“Ne~ gwenchana, ayo masuk.” Kyuhyun membawa bocah kembar yang memeluknya itu masuk kedalam sementara Minho berdiri disana melihat keluar lalu maid-maid mereka.

“Jangan khawatir.” Bisik maid-maid itu sambil menaikkan bahu mereka membuat Minho memutar bola matanya.

Selanjutnya bocah itu pun masuk kedalam meninggalkan maid-maidnya yang tertawa cekikikan. Setelah memastikan keadaan mommy-nya sekali lagi, Minho segera mengajak bocah kembar dongsaengnya itu bersiap-siap untuk les seperti biasanya.

“Mommy…” Panggil Sulli sebelum ditarik oppanya.

“Ne, babygirl?”

“Daddy tidak suka aunty, Culli sudah tahu.”

“Sulli memang sok tahu.” Jawab Suho dengan smirk jahilnya.

“Oppa!! Culli tau daddy cuma suka mommy sama Culli!!”

“Jiaah~ anak ini.” Ujar Minho tidak habis pikir.

“Benar oppa!! Lagipula Culli sudah melakukan sesuatu.” Jawab putri kecil itu dengan smirknya.

“Mwoo?” Apa yang Culli lakukan??” Tanya Suho dengan mata melebar.

“Mmm, just little thing.” Jawab Sulli mendekatkan ibu jari dengan telunjuknya yang lebih sedikit.

“Culli~” Panggil Minho mengingatkan.

“Demi Culli, demi mommy dan demi oppa-oppa, ayo belajar.” Bocah kecil itu melenggang tanpa peduli tatapan dari ketiga orang dibelakangnya.

“Culli…” Suho memanggilnya dengan wajah blank.

“Apa? Ahahahahaha~” Jawab Sulli tidak peduli.

Minho langsung melihat mommynya dengan wajah datar namun ternyata mommy-nya terlihat sedang menahan tawanya hingga bahunya bergerak tidak karuan.

Iya, Kyuhyun ingin tertawa dengan keras melihat gaya putri kesayangannya itu, tapi tentu saja itu hal yang tidak baik dilakukan didepan putri kecil itu sendiri.

“Kalian memang sangat ajaib, Marmut kecilku.” Ucap Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya dan Minho menatapnya tajam. “Tapi terima kasih, sayangku~” Kyuhyun langsung mengecup kepala Suho dan Minho yang ada disana.

“Love you baby girl~” Serunya kemudian pada Sulli yang sudah menaiki tangga dan tentu saja didengar Sulli dan berhenti untuk melihatnya.

“Love you too my mommy, muaach~” Jawab Sulli dan mengecup kedua ujung tangannya kemudian melayangkannya pada Kyuhyun mommy-nya itu.

“Aiishh~ sana siap-siap, nanti jumpa lagi.” Ucap Kyuhyun pada dua putranya yang masih berdiri disana.

“Ne, see you, mommy.” Ucap Suho dengan senyum manis menampilkan gigi susunya yang dibalas Kyuhyun dengan senyum garing menampakkan gigi putihnya.

Kemudian mereka pun berpisah menuju kamar masing-masing yang ada dilantai yang berbeda itu.

**

Lebih dari satu jam kemudian Kyuhyun yang sudah menenangkan dirinya dibalkon kamar segera turun kembali untuk menunggu anak-anaknya selesai les dan juga suaminya yang belum pulang sejak ia tinggalkan disana.

Namun begitu sampai di anak tangga terakhir Kyuhyun langsung melihat kearah pintu istananya yang terbuka lebar. Disana dua orang yang sangat dikenalnya sedang berdiri bercakap-cakap dengan sangat akrab.

Kyuhyun melihat yeoja cantik psikolog suaminya terlihat sangat nyaman berbicara dengan Siwon, bahkan lebih akrab dari pertama kali dia memberikan konselingnya pada namja tampan itu.

Kaki Kyuhyun yang ingin melangkah menjadi beku ditempatnya hingga ia pun hanya bisa mendengar sayup-sayup percakapan mereka.

“Terima kasih untuk hari ini Siwon-sii.” Ucap Bora tersenyum ramah.

“Aku yang harus berterima kasih.”

“Aku rasa kau sudah bisa beraktifitas kembali.”

“Benarkah secepat itu?”

“Perkembangan dan tekadmu sangat kuat, apa yang kau pikirkan?”

“Tentu saja cinta dalam hidupku, Bora-ssi.”

“Choi Kyuhyun-ssi.” Ucap Bora dengan senyuman jahil namun dibalas Siwon dengan senyuman bahagia dan mata yang penuh cinta.

“Hanya nama saja kau seperti ini?”

“Kau tidak tahu rasanya memiliki dia, Bora-ssi.”

“Aku bisa melihatnya dari matamu.”

“Ahahaha~ gomawoyo kerja kerasmu beberapa hari ini.”

“Aku tidak melakukan apa-apa, kau pria yang sempurna.”

“Jangan memujiku seperti itu.”

“Kyuhyun-ssi sangat beruntung memilikimu.”

“Aku yang sangat beruntung memilikinya.”

“Ohh, aku ingin mencoba sesuatu.” Tiba-tiba Bora mengalihkan pembicaraan membuat kening Siwon berkerut bingung.

“Huh? Maksudnya?” Siwon tidak mengerti.

“Ada yang bilang, dia sangat cemburu padaku.”

“Mwo??”

“Aku akan membuktikannya.” Lirik Bora sekilas kearah belakang Siwon. “Sampai jumpa lagi Siwon-ssi~” Ucapnya kemudian menarik Siwon mendekatinya dan upps…

“Muaach.”

“CHOI SIWON!! Apa yang kau lakukan!?” Seru Kyuhyun dengan wajah merah padam menahan amarah.

“B-baby??” Siwon balik bertanya seperti orang yang baru tertangkap basah.

“A-apa kau lupa sudah menikah?!” Tanya Kyuhyun kemudian.

“B-baby…i-itu tidak seperti yang kau kira.”

“Lalu apa? kau menciumnya?? What the hell, Siwon!! I hate you!!”

“Baby!!!” Panggil Siwon saat Kyuhyun langsung berpaling meninggalkan mereka disana.

“Si-siwon-ssi…”

“Gwenchana, pulanglah.”

“Mianhae.”

“Aniyo, Gomawo sudah membantu Bora-ssi.” Ucap Siwon dengan senyumnya yang menenangkan lalu segera menuju kamarnya di lantai 3.

“Ahh~ ternyata benar, Sweety~ mommy mu sangat menggemaskan.” Gumam Bora sambil berpaling dengan santainya masuk ke mobilnya lalu pergi dari sana.

Sekilas ucapan Sulli terngiang dikepalanya dan membuatnya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.

**

“Aunty…Culli bilangin warningnya ne?” Ucap Sulli beberapa hari yang lalu.

“Warning apa?” Bora terlihat bingung dan penasaran.

“Don’t touch my daddy.” Ucap Sulli tajam.

“What??”

“Jangan dekat-dekat daddy atau Queen Evil disini akan memakanmu.”

“Mwoo??”

 **

“Ada-ada saja.” Gumam yeoja cantik itu.

Sementara itu di Istana Choi didalam kamar Siwon.

Kyuhyun terlihat diatas ranjangnya dan terbungkus selimut tebal itu hingga ia seperti gulungan kain yang besar. Siwon yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafas lelahnya.

“Kebiasaan nyonya Choi bila sedang marah.” Gumam Siwon sambil mendekati ranjang itu.

“Baby…” Panggilnya dengan lembut.

Namun tidak ada gerakan apapun yang terlihat dari gulungan tebal itu hingga Siwon memanggilnya sekali lagi. Ditunggu berapa lamapun Kyuhyun masih tidak berpaling melihat Siwon yang berdiri disisi ranjangnya.

“My love, my heart, my soul.” Panggil Siwon lagi.

“….”

“Baiklah, tidak asah berbalik.” Ucap Siwon akhirnya terdiam dan melangkah darisana.

Setelah beberapa saat akhirnya perlahan tapi pasti badan Kyuhyun bergerak-gerak tidak nyaman hingga akhirnya namja cantik itu berpaling melihat keberadaannya disana. Mungkin saja Kyuhyun mengira Siwon sudah pergi meninggalkannya, tapi yang terjadi namja tampan itu duduk di kursi dengan nyaman dan menunggunya.

“Akhirnya~” Ucap Siwon dengan senyum merekah menampilkan dua dimplenya yang dalam. Namun saat melihat sesuatu diwajah Kyuhyun langsung saja membuat Siwon mendekatinya dengan wajah menyesal.

“Mianhae,baby~ jeongmal mianhae.” Ucap Siwon cepat dan mengecup kedua mata Kyuhyun yang basah oleh airmatanya yang baru dilihat Siwon.

“Siwonnie…”

“Ssst~ mianhae, hyung bersumpah tidak melakukan apa pun dengannya, baby~ percayalah.”

Kyuhyun tidak menjawab apa-apa karena airmatanya sudah mengalir kembali dengan sendirinya.

“Omoo~” Siwon segera naik ketempat tidurnya dan menarik Kyuhyun dalam pelukannya.

Namja cantik itu pun membenamkan wajah didadanya dengan isakan kecil yang tertahan dan membuat Siwon memeluknya dengan semakin erat.

“Mianhae baby~ bicaralah pada hyung.” Pinta Siwon dengan sungguh-sungguh. “Kenapa kau menangis? Katakan, baby~”

“Hiks…”

“Katakan hyung tidak menyakitimu, baby~ katakan! Tidak kan? Hyung tidak menyakitimu kan??” Tanya Siwon lagi dengan nada khawatir.

“T-tidak hyung.” Jawab Kyuhyun pelan.

“Lalu kenapa kau menangis? Jangan buat hyung khawatir, baby.”

“A-aku…”

“Ne?”

“Aaa-ku…”

“Percayalah baby, hyung tidak melakukan apa-apa.”

“Aku percaya.”

“Lalu…”

“Aku…”

“Ne~ kenapa baby?”

“A-aaku c-cemburu hyung~” Akhirnya Kyuhyun mengatakan yang sebenarnya dan tentu saja membuat Siwon membeku ditempatnya.

“D-dia terlihat sa-sangat dekat d-denagnmu, aku…aku tidak bisa melihatnya.”

“Bu-bukankah kau sendiri yang menginginkan dia datang?” Tanya Siwon akhirnya punya suara.

“I-iya..ta-tapi…dia sudah berlebihan.”

“Tidak baby, dia hanya melakukan tugasnya.”

“Aku tidak mau dia datang lagi.”

“Mwoo??”

“Aku tidak mau dia merawatmu lagi!!”

“Ta-tapi baby…”

“Aku tidak mau dia mendekatimu hyung!! Sudah cukup, kau tidak apa-apa.”

“Ahh~ akhirnya~~” Ucap Siwon dengan penuh kelegaan sambil menghembuskan nafasnya.

“Apa maksudmu?!” Kyuhyun tidak mengerti dengan perubahan suaminya itu.

“Sejak awal Bora datang, hyung ingin kau mengatakan hal itu, baby.”

“A-apa??”

“Dari awal hyung sudah katakan bahwa hyung tidak perlu psikolog manapun.”

“Ta-tapi itu untukmu.”

“Dengan memikirkan keselamatan kalian, hyung bisa melewati semuanya baby, bahkan trauma yang paling besar sekalipun.” Ucap Siwon dengan sungguh-sungguh dan mata yang memancarkan percaya diri yang besar.

“Aku…”

“Hyung tidak ingin membuatmu khawatir, baby~ tanpa spikolog apapun hyung bisa melewatinya, selama kau selalu bersamaku, disini.”

“Tapi…kau berbohong padaku, hyung~ kau makan siang bersamanya.”

“MWOO? Kau mengikuti kami? Oh my god baby~” Siwon memegang kepala dengan kedua tangannya tidak habis pikir.

“Kau tidak bilang bersamanya, hyung~~”

“Ne, ne, ne, Bora-ssi ingin hyung mencoba menyetir lagi, baby.”

Mendengar hal itu Kyuhyun langsung melepas pelukannya dan menatap Siwon tajam sebagai tanda ia tidak setuju pada hal itu. “Kau tidak boleh…”

“Tenanglah baby~ hyung memang ragu saat pertama kali, tapi hyung bisa melakukannya dengan baik.”

“Su-sungguh??” Tanya Kyuhyun sambil menganggukkan kepalanya.

“Jinjja~hyung tidak akan berbohong, jika tidak bisa pasti hyung akan katakan karena ini bukan hal yang sepele, hyung tidak bisa selamanya tidak menyetir kan?”

“Mmm~ tapi kau tetap bohong padakuu!!”

“Ne, ne, ne, ne, mianhae~” Ucap Siwon dengan dua dimplenya yang mengagumkan.

Kyuhyun langsung menyusupkan wajahnya dileher Siwon dan menghirup nafas leganya yang sangat panjang. Lega karena Siwon benar-benar tidak apa-apa seperti yang dikatakannya itu dan pastinya namja tampan suaminya itu tidak terpengaruh dengan yeoja psikolog yang bersamanya beberapa hari ini.

“Mianhae hyung~” Gumam Kyuhyun pelan.

“Gwenchana, hyung tahu kau melakukan yang terbaik, baby.”

“Tapi semuanya tidak berjalan dengan baik.”

“Asal kau merasa lebih baik, itu yang paling penting.” Jawab Siwon jujur.

“Nee, aku baik-baik saja.”

“Clear kalau begitu.”

“A-aku mencintaimu hyung.” Ucap Kyuhyun setengah berbisik dengan pipi merona.

“Tentu saja aku sangat mencintaimu, baby.” Jawab Siwon mengecup puncak kepala Kyuhyun dan memeluknya dengan erat sambil memejamkan matanya.

Meresapi kehangatan dari memeluk cinta dalam hidupnya itu membuat Siwon merasa semua masalah yang akan mereka hadapi, akan selalu terselesaikan dengan baik selama kepercayaan masih ada diantara mereka.

Dan kali ini mereka kembali menyelesaikan masalah itu dengan penuh kejujuran dari masing-masing yang membuat semuanya terlihat lebih jelas. Karena dengan kejujuran semua isi hati akan terungkap dan semua masalah akan cepat terselesaikan.

“Mmm, apa kau tahu baby?” Ucap Siwon tiba-tiba ditengah keheningan mereka.

“Hmm??” Tanya Kyuhyun.

“Bora sudah menikah.

“Mwoo??”

“Nee~ dia sudah menikah lebih dari dua tahun.”

“Siaa…”

“Sssst~” Siwon menutup mulut huswifenya itu dengan ciuman lembut dan penuh cinta.

Sekali lagi cinta mereka dikuatkan dengan kepercayaan dan kejujuran.

**

Hiduplah dengan penuh kejujuran agar hidupmu selalu dipenuhi dengan kemudahan.

Dan satu hal lagi, tidak ada cinta yang melupakan rasa cemburu didalamnya, juga tidak ada cemburu bukan berarti tidaklah cinta. Karena cinta dan cemburu hanya saudara satu ayah dan lain ibu. Ahahahahahaha.

Apa ininii!!!!

**

Ahahahahaha, saia giling!!

Semoga tidak membosankan ne^^

Sampai jumpa di lain hari.

With love

Vie.

74 thoughts on “My Baby 80

  1. aku komennya disinii aja ne eonnieee ;;;; dua duanya aku komen disini :’) pertama makasih bangetttttt karna eonnie masih tetep kasih pw ke aku padahal aku ilang ;( WA ku rusak huhuhu

    aigooooooooo minokuuu ga boleh marah sama daddy lahi ya sweetheart daddy just love your mom so much baby ({}) you must understand okeee({}) mino bener bener udh bisa dibanggakan banget yaaa >< aku tunggu selalu my baby Ku ({})♥♥♥♥♥♥♥♥

  2. Siwon masih trauma krn kejadian kyu lompat dari mobil itu…
    Untung skrg dia udah bisa ngehilangin trauma nya.
    Nah kyu cemburu dg bora tuch,padahal dia udah nikah…

  3. Panjang ya unni,wah kecelakaan yg menimpa kyu beberapa waktu lalu ternyata berdampak buruk untuk siwon.ciiee tumben kyu ngaku klo lg cemburu,bikin gemes.
    oh ya unni marga nya jongin ko lee bukan kim itu typo atau apa?

  4. Kyu cemburu hihihi.. Tenang kyu, siwonie sangat” mencintaimu… Smua.a untukmu
    Waaah baby sulli lucu pas memberi peringatan ke bora hihihu
    Siwon trauma.a moga beneran sembuh

  5. 😀😀
    Ya ampun my baby kiyu klo udah cemburu, pasti bisa salah sangka gitu. Apalagi sama ulah jahil nya sulli..😁
    Ada aja ide nya…
    Ide nya bora memang luar biasa bikin Queen evil cemburu 😄😄

  6. aku baru baca ff ini langsung suka,tapi banyak yang pakai pw ya chingu.

    aku boleh minta pw untuk chapter yang ke lock gaaa

  7. aigoo mom … gemesin bnget sie klw lagi cmburu, s’princess juga protective banget ….
    sully bner” ngata’in mommy’nya “evil queen”
    minho emang kebanggan mom nd daddy…

  8. Sulli usil banget y kyk mommy, tp bagus jg sekali2 ngerjain mommy hehe..
    Syukurlah Siwon dah bener2 sembuh dr traumanya..

  9. Ada ada aja nih momkyu
    Cemburu sampe stalkerin wondad haha
    Syukurlah mreka ngga bertengkar hebat
    Dan trauma wkndad lama2 hilang kan ya….

  10. Lucu bnget kyunnie sampe ngintip2 begitu 😛
    Kyunnie cemburu nih ye hohoho
    Salah pahamnya untung ga berkelanjutan
    Dab sepertinya ttauma wondad udh sembuh ya…

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s