Protected: My Baby 82

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Little Duck 6

Little Duck 06

(I Will Follow You)

Final Chapter.

***

Hai-hai My Lovely readers..Apa kabarnya?

Ini lho akhir dari Si bebek, semoga tidak mengecewakan ne?

Bebek di rumah Vie juga udah lama menghilang, jadi ff ini juga harus berakhir, ohohoho.

Here you go~

Note : For Wonkyu1013blog, I have reply you for along time ago..just check my reply on ur comment. And I hope next time you can messeges me on Twitter or Line or WA, if u dont want sms..thank you.

From Vie

**

Kemana Kyuhyun akan pergi disaat bocah kecil itu memang tidak punya siapa-siapa? Kemana? Kemana Kyuhyun?

Memikirkan semua pertanyaan itu semakin membuat darah Siwon mendidih dengan cepatnya hingga kedua tangannya pun mengepal sampai buku-buku dijari itu memutih.

“Seseorang harus bertanggung jawab disini.” Ucap Siwon langsung bangun dari tidurnya. “Aku tahu apa yang kau lakukan tuan Choi.” Ucapnya lagi sambil berjalan dengan amarah yang besar.

“Kau tidak bisa pergi dariku, Kyunnie.”

“Tidak akan pernah bisa, Choi Kyuhyun!!!”

Siwon langsung bersiap-siap dikamarnya setelah membersihkan dirinya di kamar mandi, kemudian namja tampan itu langsung melesat keluar setelah menyambar kunci mobilnya di gantungan disana.

Dalam perjalanan Siwon memikirkan apa yang dilakukan Kyuhyun sekarang? Kemana bocah itu pergi pagi-pagi seperti ini. Seperti mendapat bisikan kecil ditelinganya, langsung saja Siwon membelokkan arah mobilnya menuju Bandara.

Namja tampan itu tidak bisa membayangkan anak sekecil itu akan kebandara dan petugasnya mengizinkan, tidak mungkin. Dengan itu Siwon pun kembali memutar mobilnya menuju terminal bis yang ada disana.

Tapi tetap saja Kyuhyun tidak ada dimana-mana bahkan Siwon sudah bertanya pada pegawai terminal tentang bocah itu.

Kemana?

“Oh Tuhan, jaga dia sebentar.” Ucap Siwon lagi sambil kembali melajukan mobilnya meninggalkan terminal bis itu.

Satu tempat terakhir yang harus didatangi Siwon untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaannya yang sangat banyak itu. Namja tampan itu yakin kepergian Kyuhyun yang tiba-tiba itu ada hubungannya dengan kedatangan Appa Choi sebelumnya.

“Appa harus bertanggung jawab.” Gumam Siwon dengan wajah mengeras.

Ia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar bisa segera tiba di rumah orangtuanya yang berada jauh dari apartementnya yang ada ditengah kota Seoul.

Dan begitu tiba disana gerbang besar yang berada jauh dari pintu depan itu langsung terbuka setelah memindai mobil Siwon yang sudah dikenal.

Namja tampan itu segera melewati gerbang dan halaman rumah yang sangat luas itu hingga mencapai pintu depan dengan beberapa maid sudah menunggu disana. Seperti sudah tahu kedatangan tuan muda mereka dengan sigap maid-maid itu membungkuk sopan pada Siwon yang baru saja turun dari mobilnya.

“APPAAAAA!!!” Teriak Siwon langsung menerobos masuk kerumahnya.

Appanya yang masih ada di rumah sedikit terkejut mendengar suara Siwon yang menggema keseluruh ruangan besar itu. Bagaimana tidak jika kau sedang duduk menyendiri dan memikirkan banyak hal tiba-tiba dipanggil seperti itu.

“Ada apa Siwonnie?” Tanya Appa Choi dengan wajah tenangnya.

“Tidak apa-apa, kembalikan Kyuhyun.” Siwon menatap appanya itu dengan tajam.

“Mwo?? Appa tidak mengambilnya!!”

“Aku tahu apa yang Appa yang lakukan.”

“Siwonnie…”

“Appa tega menyuruh Kyuhyun pergi saat appa tahu dia tidak punya siapa-siapa? Dimana hati Appa!??!” Siwon tidak mendengarkan apa yang ingin dikatakan Appa-nya itu.

“Kau tidak bisa menjaga anak kecil, Siwon semua ini demi kebaikan kalian.”

“Kebaikan apa jika Kyuhyun menderita diluar sana!!”

“Siwon!!”

“Appa tidak tahu dia ingin bersamaku, dia menangis ingin bersamaku!! Kenapa Appa mengambilnya.”

“Appa tidak mengambilnya, Kyuhyun tahu apa yang harus dia lakukan.”

“Dengan menyuruhnya pergi dariku~!!”

“Kau tidak mengerti.”

“Appa yang tidak pernah mengerti!!”

Siwon langsung melesat keluar dari rumahnya dan menutup pintu depannya dengan kasar membuat Appa Choi tersentak ditempatnya. Siwon langsung kembali ke apartementnya untuk menjernihkan pikirannya yang sedang kalut itu.

Ia tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini dan jika ia berlama-lama dengan Appa-nya disana Siwon pasti akan melakukan sesuatu yang akan disesalinya nanti.

Setelah pertengkaran itu, Siwon tidak pernah sekali pun kembali ke rumahnya dan bertemu dengan Appa-nya. Pikiran dewasa yang belum sepenuhnya dimiliki namja tampan itu membuatnya sedikit keras kepala.

Dan setelah hari itu, Siwon kembali mencari dimana keberadaan Kyuhyun setiap harinya tanpa berhenti dan menyerah, bahkan Siwon pernah mendatangi panti asuhan dimana Kyuhyun pernah tinggal. Tapi Kyuhyun tidak ada dimana pun di kota Seoul, bahkan di Negeri itu.

Hari demi hari Siwon lalui dengan pencarian dan penantiannya yang melelahkan, tapiia tetap berusaha setiap harinya. Tapi walau seperti itu Siwon tidak pernah menelantarkan kuliahnya karena itu memang kewajibannya sebagai seorang anak.

Dua hyungnya yang menyayanginya pun selalu menemaninya bahkan ikut membantu dalam pencarian Kyuhyun kecil mereka.

Sampai hari kembali berlalu dengan sendirinya dan bulan pun kembali berganti namun Siwon tetap dengan pendiriannya mencari dimana Kyuhyun kecilnya berada.

“Aku akan terus mencari dan menunggu, Kyunnie~ Kumohon kembalilah.” Pinta Siwon suatu malam diatas ranjangnya.

Kemudian matanya pun terpejam dengan do’a dan harapan yang sama disetiap malamnya. Bahkan dalam mimpi pun Siwon tetap berharap ia akan bertemu kembali dengan dongsaeng kecilnya itu.

Sampai hari kembali berlalu bulan pun berganti dan yang dinanti tidak pernah kembali bahkan sampai musim pun bersemi, namun hati yang ditinggalkan tidak akan terganti.

Walau banyak cinta yang lain sudah menanti tapi satu janji harus ditepati.

Tahun pun telah berlalu dengan sendirinya, semua yang ada didunia akan mengalami perubahan seutuhnya. Tumbuhan, daerah, bangunan, bahkan manusia juga akan semakin tumbuh dan berubah seiring dengan bertambahnya umur mereka.

Tidak terkecuali namja tampan yang dulu hanya seorang anak kuliahan, kini sudah menjadi pewaris Choi Corporation yang sudah berjaya selama bertahun-tahun silam.

Namja tampan itu menggantikan tugas Appanya menjalankan perusahaan besar milik mereka, dan ia sekarang terlihat sangat mengagumkan dengan setelan jas warna hitam dan kemeja putih dengan dasi hitam.

Wajah mulus tampannya sangat sempurna dihiasi dua dimplenya ada dikedua belah pipinya itu, apalagi rambut hitam disisir rapi keatas membuatnya jelas terlihat sebagai presiden direktur yang sangat sempurna.

Tok tok tok… Suara pintu ruangan presiden direktur diketuk dari luar.

“Silahkan masuk.”

“Sajangnim, kita akan meeting beberapa menit lagi.” Ucap sekretaris Siwon berdiri dengan manisnya didepan pintu.

“Terima kasih Yoona, apa klien kita sudah datang?” Tanya Siwon dengan senyum ramahnya.

“Sudah sajangnim, mereka menunggu disana.”

“Baiklah, aku datang.”

“Baiklah.”

Im Yoona pun tersenyum dengan manisnya kemudian keluar dari sana dan menutup pintu itu secara perlahan. Siwon hanya menatap pintu besar itu dengan pandangan kosong dan wajah datar tidak bernyawa.

Tangannya perlahan menarik laci yang ada dimejanya dan mengeluarkan sesuatu dari sana lalu menatapnya dengan lekat. Dengan wajah sedih Siwon melihat benda kecil ditangannya itu dan segera menengadahkan kepalanya dan memejamkan matanya.

“Kau dimana?” Gumam Siwon entah pada siapa.

Beberapa menit kemudian ia pun segera bangkit dan menyimpan benda itu ditempatnya semula lalu keluar dari ruangan itu secepatnya. Laci meja coklatnya dibiarkan terbuka begitu saja dan menampakkan benda kecil yang dipegangnya tadi.

Sebuah pigura kecil berisi foto anak kecil berusia 7 tahun dengan kulit putih, rambur coklat kehitaman dan pipi chubby yang menggemaskan. Foto kecil itu sedang tersenyum dengan manisnya sambil memegang ice cream kesukaannya.

**

Diruang meeting Siwon bertemu dengan kliennya yang merupakan dua hyungnya sejak di kampus dulu, yang kini menjadi rekan bisnisnya. Setelah membahas semua yang mereka perlukan, Siwon langsung menjadi dirinya sendiri didepan dua hyungnya yang sudah menikah 5 tahun yang lalu itu.

“Bagaimana Siwon? Apa kabarmu?” Tanya Lee Hyukjae penasaran.

“Kalian pergi meninggalkanku.” Jawab Siwon dengan wajah sedihnya, mengingat hampir 7 tahun ditinggalkan kedua hyungnya.

“Bu-bukan begituu!!” Lee Donghae langsung menghambur memeluk namja tampan dongsaengnya itu. “Kami hanya ingin menjadi seperti sekarang.

“Ahahaha~ gwenchan hyung~ aku bangga pada kalian.”

“Kami berhasil Siwon, kami memang melakukannya agar bisa bekerja bersama denganmu.” Hyukjae memamerkan senyuman garingnya.

“Kalian bisa bekerja disini hyung, bersamaku.”

“Tidak akan sama, Siwonnie~ kami ingin menjadi partner-mu.”

“Bilang saja kalian tidak ingin menjadi bawahanku.”

“Itu kau tahu!!”

“Hyung~~” Siwon melihat mereka dengan wajah memelas.

“Ahahaha~ lupakan, sekarang ceritakan hidupmu.” Tanya Donghae mengalihkan pembicaraan.

“Tidak ada yang terjadi hyung, aku menjalani hidupku seperti yang sudah ditetapkan untukku.”

“Flaat~” Ejek Hyukjae dengan wajah polosnya.

“Tidak ada yang special.”

“La-lalu…mmm~ itu, a-apa kau masih mencarinya?” Donghae terlihat gugup dengan pertanyaannya itu.

“Sehari pun aku tidak pernah berhenti.” Ucap Siwon dengan jujurnya.

“Tapi ini sudah lebih dari 10 tahun, Siwon.” Ujar Hyukjae tidak habis pikir.

“15 tahun hyung…” Jawab Siwon membenarkan.

“Kau bahkan sudah tua sekarang, apa kau tahu bagaimana wajahnya? Seperti apa dia? Apa kau tahu dia akan mengenalmu? Dan apa kau akan mengenalnya?”

“Hyung…”

“Hae-ah~” Panggil Hyukjae mengingatkan saat wajah Siwon kehilangan ekspresinya.

“Ma-maafkan aku.” Ucap Donghae cepat. “Tapi aku benarkan? Kyunnie pergi saat dia 7 tahun, sekarang berapa umurnya? Apa kau masih bisa mengenalinya? Tidak kan?”

“A-aku tahu hyung.”

“15 tahun yang sia-sia Siwon! Kyunnie tidak akan kembali.”

“Aku tahu hyung!! tapi aku tidak bisa hanya berdiam diri tanpa berbuat apa-apa!! aku masih ingat setiap kata-kata yang dia ucapkan saat ingin pergi.” Siwon menatap kedua hyungnya dengan wajah memelas.

“Si-siwon…”

“Dia bilang ingin bersamaku hyung, dia bilang dia tidak punya siapa-siapa, dia juga bilang ingin aku yang menjaganya. Bagaimana aku tidak mencarinya!?! Bagaimana hyung!?”

“Tapi kau sudah berusaha Siwon, lanjutkan hidupmu seperti seharusnya, kau tidak tahu apa yang sudah terjadi selama 15 tahun ini, bahkan kau tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan.”

“Aku tidak bisa hyung…tidak bisa.” Siwon menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan secara perlahan.

“Berusahalah Siwon, jangan sia-siakan lagi hidupmu.”

“Hyung…”

“Banyak yang menunggu jawaban darimu, majulah.”

“Jangan memaksaku, hyung!!” Ucap Siwon tajam melihat Hyukjae.

“Apa kau akan menunggu bahkan itu sampai 100 tahun lagi?”

“Selama nafasku masih berhembus, aku tetap akan menunggunya hyung.” Ucap Siwon dengan penuh kesungguhan. “Aku akan menunggu Choi Kyuhyun.”

**

Sementara itu di bandara Internasional Seoul, Incheon Airport

“Selamat datang kembali di Seoul, Kyuhyun-ssi.”

“Terima kasih ahjussi, bisa kita pergi?” Jawab namja yang bernama lengkap Cho Kyuhyun itu.

“Tentu saja.”

Dan mereka berdua pun segera keluar dari bandara menuju BMW mewah yang sudah menunggu kedatangan Kyuhyun sejak dua jam yang lalu. Namja tinggi ramping itu segera masuk kedalam mobilnya dibelakang dan merebahkan badannya sambil memejamkan mata.

‘Sampai aku bisa menjaga diri sendiri, jangan pernah mencariku, Siwon hyung’ ucapannya dimasa lalu tiba-tiba melintas dikepalanya membuat Kyuhyun langsung membuka matanya dengan cepat.

“A-aku kembali.” Ucapnya pelan. “Aku kembali Siwon hyung, apa kau masih memegang janjimu?” Tanya Kyuhyun sambil menyusuri jalanan ibu kota Negara gingseng tersebut.

**

Lima belas tahun bukanlah waktu yang singkat untuk membuat perubahan pada sebuah kota bahkan sebuah negara. Begitu juga dengan setiap manusia yang tentu saja akan mengalami perubahan seiring dengan usianya yang semakin bertambah.

Tidak terkecuali dengan bocah kecil berusia 7 tahun yang pernah tersesat sendirian di kota yang besar itu. Lima belas tahun yang lalu ia meninggalkan kota seoul menuju negeri asing yang tidak pernah ia tahu sebelumnya.

Bocah kecil, berkulit putih dan pipi chubby yang bernama lengkap Cho Kyuhyun itu meninggalkan kotanya demi sebuah janji dan harapan untuk hidupnya di masa depan nanti.

Dan sekarang Kyuhyun kembali lagi setelah dia beranjak dewasa dengan penampilan yang sangatlah berbeda dari sebelumnya. Kulit putih pucatnya masih menggambarkan dirinya yang dulu, sementara pipi chubbynya juga masih ada seperti saat ia masih kecil dulu.

Hanya tubuhnya yang tinggi dengan kaki jenjang dan pinggang yang kecil membuatnya terlihat seperti model yang sedang berjalan di catwalk.

Kyuhyun kembali setelah pergi selama 15 tahun lamanya, ia kembali ke tempat dimana ia bahkan tidak mengenal siapapun disana. Selain Siwon hyungnya yang tampan yang sudah ditinggalkannya.

Didalam BMW yang menjemputnya di bandara namja tinggi itu mengamati setiap detail Kota Seoul yang pernah dilihatnya dulu. Terlalu banyak perubahan yang terjadi disana selama ia tinggalkan.

Bahkan jalanan tempat ia menghilang dulu pun sudah berubah dengan berbagai pohon yang baru tumbuh. Mobil itu terus berjalan membawanya ketempat kenangan yang masih disimpannya baik-baik dalam memory hatinya.

Tempat pertama yang ingin ditujunya saat ini adalah sebuah Taman ditengah kota, tempat dimana semua kisah hidupnya dimulai. Begitu sampai disana Kyuhyun langsung turun dari mobil dan berjalan perlahan menyusuri jalan setapak disana.

Kyuhyun mendekati sebuah bangku yang ada disisi Taman paling dalam dan duduk disana sambil merapatkan coat hitamnya. Ingatannya kembali berputar saat pertama kali ia bertemu dengan Siwon di hari itu.

Lutut Kyuhyun yang luka karena berlari membuatnya harus meringis kesakitan dalam pohon kecil berdaun rimbun disana. Saat Siwon mendengar tangisannya namja tampan itu langsung mendekat dan mengobati lukanya.

Sampai entah kenapa mereka terikat seperti hyung dan dongsaeng yang seharusnya padahal mereka hanya bertemu disini. Siwon menjaganya dengan sangat baik selama berhari-hari saat ia bersamanya hingga Appa Choi datang dan memisahkan mereka.

“Sekarang aku kembali hyung, apa kau masih ingat padaku?” Tanya Kyuhyun entah pada siapa.

Kyuhyun meneliti area Taman itu yang sudah banyak berubah setelah ia pergi, dulu taman itu terlihat rimbun dan sepi dengan pohon-pohon yang lebat. Tapi sekarang terlihat lebih terang dan penuh hiasan karena disekitar taman sudah dibangun café-café untuk remaja menghabiskan waktu bersama pasangan.

Dan tiba-tiba saja sebuah ide meluncur dengan bebas dikepalanya hingga tanpa sadar senyum manis sekaligus smirk yang mengerikan terukir di bibir cantiknya.

“Aku akan menemukanmu, hyung.”

Tanpa menunggu hari ini berakhir Kyuhyun langsung menuju salah satu café yang berada dekat dengan taman terutama bangku kenangannya itu, dan dengan segala bujuk rayunya akhirnya Kyuhyun diterima bekerja part time disana dengan gaji yang lumayan.

Tapi bukan itu yang paling diinginkan Kyuhyun, ia bekerja disana karena ingin berada di café itu setiap harinya guna melihat apakah suatu saat nanti dia akan bertemu kembali dengan Siwon di taman itu. Tempat yang penuh kenangan bagi keduanya yang tidak bisa dilupakan.

Apa Siwon akan kesana? Pernah kesana? Atau sudah melupakannya?

Sampai hari berikutnya pun berganti dan namja cantik itu menjalani harinya di café itu dengan harapan yang sama seperti dulu saat ia masih ada di London. Tapi bedanya kini ia berada satu kota dengan hyung tampannya yang sudah lama tidak dilihatnya itu.

Setiap 5 menit sekali dalam tugasnya Kyuhyun sempat melirik pada bangku taman yang tidak jauh darinya itu. Dan setiap dia selesai bekerja Kyuhyun selalu menyempatkan diri untuk duduk selama 1 jam disana, bukan untuk apa-apa hanya menikmati lagi tempat dimana dia berdiam diri dan ditemukan oleh Siwon hyungnya.

Bukankah Ia bisa langsung mencari ke apartementnya? Sudah…tapi Siwon tidak ada disana atau sedang tidak ada disana. Hal itu membuat Kyuhyun jadi takut untuk mendatangi apartement itu lagi karena ia masih saja memikirkan apa yang akan dilakukannya saat melihat namja tampan itu.

Jadilah penantian Kyuhyun berlanjut sampai hari demi hari berikutnya pun berganti.

Hingga suatu hari akhirnya pengharapannya itu pun terwujud, ia menemukan Siwonnya. Namja tampan itu ada disana sedang beristirahat dari olahraga sore yang diketahui Kyuhyun biasa dilakukan namja tampan itu.

“Kenapa selama ini ia tidak datang?” Gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Kyuhyun terus menatap namja tampan itu dari jauh yang membuatnya kehilangan kata-kata pada ketampanan yang tidak pernah berubah itu. Siwon hyungnya masih sama saja seperti dulu, tetap tampan dengan badan yang bisa membuat semua namja iri melihatnya.

Tapi sayang, saat ini ternyata Siwon tampannya sedang bersama dengan seorang wanita, entah Kyuhyun tidak pernah mengenalnya. Karena selama mereka bersama, dia hanya tau EunHae hyung dan Kiho Appa atau Ahjussi coklatnya.

“Siapa dia hyung?” Tanya Kyuhyun tanpa sadar.

Kyuhyun terus menatap yeoja cantik itu berbicara dengan santai bersama Siwon hyungnya membuat hatinya sedikit teriris. Tetapi harapan yang dimiliki Kyuhyun terlalu besar hingga hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk mencoba mendekati Siwonnya kembali.

Kini ia telah dewasa dan pantas bersama Siwon, tidak akan ada lagi yang bisa memisahkannya setelah penderitaan merindukan namja tampan itu bertahun-tahun lamanya. Appa Choi sudah berjanji bahwa Siwon hyungnya itu akan menjadi miliknya lagi.

Saat ini ia pun sudah bisa bekerja walau mungkin tidak sebanding dengan Siwon tetapi setidaknya Kyuhyun tidak akan memberatkan kehidupan Siwonnya seperti dulu.

Maka dari itu Kyuhyun tidak akan mundur hingga ia pun mulai melangkah perlahan mendekati Siwon yang kelelahan karena berolah raga.

Namun sebelum itu tangannya dengan sigap meraih botol minuman yang pasti sangat diinginkan namja tampan itu saat ini. Dan Kyuhyun akan mencoba peruntungannya dengan memberikan minuman segar itu kepadanya.

Siwon yang masih menundukkan wajah mengatur pernafasannya tidak melihat siapa yang mendekatinya dan mendapati seseorang itu memberikan botol minuman padanya.

Tanpa melihat siapa orang itu ia pun langsung mengambilnya karena yang ia tahu gadis yang bersamanya tadi sudah meminta izin untuk membelikan minuman untuknya di swalayan terdekat di taman itu.

“Gomawo.”

“Ne.”

Suara seseorang yang tidak dikenalnya, membuat Siwon langsung mengarahkan pandangan ke arah suara itu. Dengan kening berkerut Siwon menelusuri wajah asing itu dan mengingat-ingat siapa namja yang berdiri didepannya itu.

Tapi sepertinya, tidak ada ingatan apapun yang bisa mengingatkannya pada wajah namja cantik nan polos didepannya itu. Hingga tanpa bisa dicegah mulutnya pun mengeluarkan kata-kata yang membuat wajah cantik didepannya itu kelam.

“Kau… siapa?” Tanya Siwon tidak mengenalnya.

Seketika ucapan Siwon itu membuat Kyuhyun merasa sedih, bahkan ia merasa menyesal sudah menemui namja tampan didepannya itu. Siwonnya tidak mengenal dirinya lagi, Iya… dia tau jika ini sudah lebih dari 10 tahun dia menghilang, 15 tahun lebih tepatnya, tapi apakah Siwon benar-benar tidak mengenal wajahnya?

“Aku…itu…”

“Oppa…” Tiba-tiba panggilan itu menghentikan kata-kata Kyuhyun dan membuat pandangan mereka berdua teralihkan padanya.

“Y-yoona…” Siwon kehilangan kata-katanya.

“Itu siapa?” Tanya Yeoja cantik itu dengan kening berkerut.

“Sampai jumpa lagi, hyung.” Ucap Kyuhyun cepat kemudian segera berlalu meninggalkan Siwon dan Yoona yang mengerutkan dahinya kebingungan.

“Hyung…” Inner Siwon berkata.

Dan panggilan kecil itu seakan mengingatkan Siwon pada sebuah nama, nama kecil yang sudah terpahat dihatinya sejak dulu.

“Kyunniee.” Ucapnya pelan.

“Kyunnie? Siapa dia?” Tanya Yoona melihat Siwon yang ternyata masih melihat namja asing itu menghilang dari pandangan mereka.

“Oppa!!” Panggil Yoona sekali lagi.

“Ouwh, mmm~apa?” Siwon baru sadar.

“Dia siapa?”

“Huh? Aku tidak tahu, ayo kita pulang.”

Siwon segera berjalan menarik lengan Yoona dan meninggalkan taman yang dalam beberapa hari ini tidak disinggahinya. Walau berusaha untuk focus pada apa yang ada disekelilingnya, tetapi kepala Siwon dipenuhi wajah namja asing yang baru saja dilihatnya itu.

Bahkan Siwon terus memikirkan wajah penuh kecewa itu saat dirinya bertanya dengan lantang siapa namja cantik itu.

Sementara Kyuhyun benar-benar merasa kecewa hingga ia pulang ke rumahnya dengan wajah sulkingnya. Ia bahkan tidak keluar kamar lagi untuk makan malam dan langsung tidur tanpa menghiraukan panggilan maidnya untuk keluar.

**

Sampai keesokan harinya,

Wajah sulking cantik itu ternyata terus berlanjut sampai beberapa maid disana tertawa kecil melihatnya dan mendapat death glare darinya jika Kyuhyun melihat. Setelah sarapan pagi yang disiapkan itu, ia segera berangkat untuk kerja part timenya yang dimulai pagi hari itu.

Namun begitu sampai disana ia malah meminta izin untuk tidak masuk kerja karena ada keperluan yang lebih penting dari hidupnya. Mau tidak mau manager café itu membiarkan dia pergi hanya dengan jurus wajah memelas dan puppy eyes-nya.

Setelah mendapatkan izin keluar Kyuhyun langsung berlari meninggalkan café itu menuju taman dan mulai bertekat dalam hatinya agar tujuan dan usahanya tercapai dengan baik.

Tanpa memikirkan hal yang lain lagi, Kyuhyun kembali meninggalkan tempat itu dengan BMW yang sudah menjemputnya kemudian mobil itu pun berjalan menyusuri kota Seoul di pagi itu.

Sampai tidak berapa lama sampailah ia pada tempat yang ingin ditujunya sejak kemarin, apartement Siwon. Kyuhyun sudah ingin ada disana sejak ia bertemu dengan namja tampan itu kemarin. Tapi kekecewaannya membuat setengah harapannya hancur seketika.

Tapi lagi keinginannya yang kuat untuk bersama Siwon membuat harapan itu bersatu kembali dengan baik, hingga kini ia sudah berada didepan gerbang apartement hyung tampannya.

Namun begitu melihat Siwon keluar dengan mobilnya, Kyuhyun langsung meminta sopir ahjussi itu memajukan mobilnya dan melihat mobil Siwon keluar.

Setelahnya barulah Kyuhyun mengikutinya dari belakang secara perlahan hingga namja tampan itu tiba didepan sebuah gedung pencakar langit dengan lambang CSW berurutan dibadan gedung tinggi itu. Tanpa perlu bertanya ia sudah tahu itu millik Siwon mengingat Appa Choi yang mempunyai kekuasaan besar di Seoul.

“Hmm~ kau ada disini hyung?” Gumam Kyuhyun dari dalam mobil. “Aku kembali Hyung, aku sudah kembali.”

Dengan cepat Kyuhyun keluar dari mobil itu menuju loby kantor Siwon dan ia pun segera membuat janji untuk bertemu dengan direktur perusahaan itu setelah jam makan siang.

Entah keberuntungan berpihak padanya, direktur Choi diketahui tidak memiliki jadwal yang lain setelah makan siang hingga Kyuhyun mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan namja tampan yang sangat sibuk itu.

Setelah itu Kyuhyun segera pergi dari gedung itu menuju suatu tempat yang diketahui sebagai tempat peristirahatan orang yang sudah sangat berjasa dalam hidupnya itu. Choi Kiho.

Sebuah rumah asri dipinggiran kota Seoul menjadi pilihan Appa Choi untuk menghabiskan hari tuanya dalam kesepian. Dan meninggalkan istana besarnya sebagai warisan.

Kyuhyun menghabiskan setengah hari waktunya disana menemani Appa dari Siwon hyungnya yang tampan. Ia menceritakan semua tentang kehidupannya selama berada di London sampai akhirnya kembali dan bertemu Siwon kemarin di taman.

Setelah makan siang bersama Kyuhyun segera meninggalkan appa Choi itu dengan semangat yang baru, karena akhirnya ia akan bertemu dengan orang yang sangat dirindukannya.

Dengan memakai sweater biru gelap yang menutup seluruh lengannya sampai setengah tangannya membuat Kyuhyun terlihat sangat menggemaskan.

Jeans hitam melekat kuat dikaki jenjangnya yang sedikit berisi, dan tertutup coat hitam yang hampir mencapai lututnya. Kyuhyun segera menuju tempat pertemuannya dengan Siwon hyung tampannya di gedung tinggi milik namja tampan itu.

Begitu sampai disana Kyuhyun langsung menuju lantai atas dan dibawa ke ruangan yang dikhususkan menerima tamu untuk Siwon. Dengan perasaan harap-harap cemas Kyuhyun menanti pintu kayu coklat itu terbuka dan menampilkan Siwon hyungnya.

Sementara Siwon sendiri yang sudah diberitahukan akan bertemu dengan seseorang hanya bisa mengikuti langkah sekretarisnya yang membawanya menuju ruangan itu.

Tidak ada perasaan khusus apapun saat Siwon melangkah mendekati ruangan itu bahkan hingga pintu kayu dibuka yeoja cantik didepannya itu.

Namun begitu ia melihat orang yang ada didalam ruangan itu seketika jantung Siwon berdetak sekali dengan kerasnya. Bahkan terasa jantung Siwon kini jatuh kebawah kakinya, padahal ia hanya melihat namja itu dari belakangnya saja.

‘Siapa dia?’ Tanya Siwon dalam hati.

“Tuan Choi, dia yang ingin bertemu denganmu, silahkan~ Saya permisi.” Ucap Yeoja cantik itu lalu pergi meninggalkan Siwon disana.

Dengan langkah perlahan Siwon memasuki ruangan itu diiringi suara langkah yang menggema membuat orang yang menunggu-nya itu berpaling melihat kearahnya.

“K-kau?” Siwon berhenti dan melihat wajah cantik polos itu menatapnya tenang.

“Senang bertemu kembali, Siwon-ssi.” Ucap Kyuhyun dengan senyum manisnya.

“Kau siapa?” Pertanyaan yang sama membuat Kyuhyun berpaling kearah lain untuk menyembunyikan kecewanya sekali lagi.

“Apa kau benar tidak mengenalku?”

“Aku tidak pernah melihatmu disini.”

“Memang sudah lama aku tidak ada disini.”

“Ada perlu apa? aku masih banyak pekerjaan.” Ucap Siwon dengan wajah dingin.

“Bukankah kau free siang ini?”

“Ada yang harus kulakukan diluar. Ada perlu apa?”

“Apa mencari seseorang lagi?” Tanya Kyuhyun cepat membuat Siwon menatapnya tajam.

“Kau…”

“Aku kembali, hyung…” Ucap Kyuhyun akhirnya berjalan mendekati Siwon. “Aku sudah bilang akan kembali kan?” Ucap Kyuhyun lagi dengan wajah keruh.

“…..” Siwon langsung kehilangan kata-katanya.

“Aku Kyunnie, hyung. jika kau masih ingat aku Kyunnie, Kyunnie kecilmu.” Ucap Kyuhyun dan berhenti lima langkah didepan Siwon.

Namja tampan itu tidak menjawab apa-apa saat ia pun mulai berjalan mendekati Kyuhyun dan berdiri dengan wajah mereka hanya beberapa senti saja. Kyuhyun hanya bisa menatap wajah tampan itu mendekat padanya tanpa bisa mengalihkan pandangannya saat Siwon menatap matanya dalam.

Sepertinya Siwon mencari kebenaran dari kata-kata Kyuhyun yang mengatakan hal yang sudah ditunggu selama bertahun-tahun.

“Choi Kyuhyunnie.” Ucap Siwon dengan wajah blank.

“Aku Kyunnie, anak kecil yang kau cari selama ini.”

“Kau kembali?” Tanya Siwon menatap matanya lekat.

“Ne~ hyung, Siwon-ssi, aku kembali.”

Siwon hanya bisa menatap mata coklat cantik yang penuh cahaya itu tanpa berkedip, ia tidak tahu harus melakukan apa setelah mendengar ucapan Kyuhyun. Bocah kecil yang dicarinya selama 15 tahun ini kini ada didepannya dengan penampilan yang membuatnya kehilangan kata-kata.

Bocah kecil evil bermulut pedas itu kini sudah menjadi namja tinggi berparas cantik dengan kulit putih bersih itu. Siwon tidak bisa membayangkan bagaimana waktu bisa mengubah seseorang sedemikian rupa. Bahkan wajah Kyuhyun lebih indah dari yang pernah dibayangkannya selama ini.

“K-kyunie…”

“N-ne…”

“Kyu-kyunie ke-kecilku.” Tangan Siwon bergerak perlahan untuk memegang pipi chubby itu dalam telapak tangannya.

“Hyung…”

“Ke-kenapa baru sekarang?” Tanya Siwon dengan wajah redupnya membuat raut wajah Kyuhyun mengikutinya.

“Karena sekarang kita baru diizinkan bersama, hyung.”

“Kenapa tidak pernah mengatakannya padaku??” Tanya Siwon melepas tangannya membuat Kyuhyun kecewa kehilangan hangat tangan itu.

“A-aku tidak bisa bertahan jika tahu kau ada didekatku.”

“Bukankah begitu lebih baik?”

“Tidak hyung!! Kau tidak akan mengerti.”

“Apanya yang tidak ku mengerti? Apa Kyuhyun??”

“Aaa~aku ingin bersamamu.” Jawab Kyuhyun gugup.

“Lalu kenapa harus menunggu sampai 15 tahun, Kyu?? Bagaimana kalau aku melupakanmu!??!” Tanya Siwon lagi kini dengan wajah putus asanya.

“Kau tidak akan melakukannya.”

“Kenapa kau seyakin itu!!”

“Kau tidak akan mengingkari janjimu, hyung, aku tahu itu.”

“Janji!!” Ucap Siwon tidak habis pikir.

“Lagipula…”

“Lagipula?” Siwon menatap Kyuhyun lekat.

“Sampai umurku pantas berada disisimu, aku tidak boleh kembali, itu memang benar.”

“Siapa yang mengatakan itu!??!”

“Kau tahu.”

“Appa…Aku tahu ini semua rencana busuknya.”

“Hyung jangan begitu.”

“Kau membelanya?”

“Jika karna bukan Appa Choi, aku tidak akan ada disini sekarang.”

“Apa maksudmu?”

“15 tahun yang lalu dia menemuiku dan mengatur rencana hidupku.”

“Mwooo??”

FLASHBACK

“Coklat Ajhussi~ selamat datang~” Sapa Kyuhyun ramah saat melihat Appa Choi berdiri didepan pintu apartement Siwon.

“Terima kasih, Kyunnie~ ini untukmu.” Appa Choi menyerahkan bungkusan icream yang sengaja dibawanya.

“Ice cream!! Gomawoo~”

“Ahahaha~ untukmu semuanya.”

“Hooo~ apa ada yang Ahjussi inginkan?” Tanya Kyuhyun dengan smirk kecilnya membuat Appa Choi terkejut.

“Ahahaha, kau anak pintar, Kyunnie~ sekolahmu dimana?”

“Aku tidak sekolah lagi.”

“Apa kau mau sekolah?”

“Mauuuu!! Aku ini pintar ahjussi, aku pasti cepat naik kelas.

“Ahahaha~ nee, kalau begitu ahjussi ingin sesuatu darimu.”

“Mmm~ apa itu?”

“Kau suka Siwon hyung?”

“Tentu saja!! dia sangat baik. 

“Apa kau ingin bersamanya?”

“Nee~ aku ingin disini, bersama Siwon hyung.”

“Tapi kau tahu dia tidak mungkin mengurusmu kan? Dia masih sekolah.”

“Beb-begitukah?”

“Ne~ saat ini Siwon sedang kuliah, itu juga masih diawal-awal, tidak mungkin dia bisa merawatmu dengan baik.”

“Ak-aku bisa menjaga diri ahjussi.”

“Ahjussi tahu, tapi ini demi kebaikanmu juga Siwon hyung, dengarkan permintaanku.”

“…..” Kyuhyun kecil tidak tahu harus menjawab apa.

Melihat tidak ada bantahan lagi dari Kyuhyun, Appa Choi pun meneruskan niatnya itu. “Menjauhlah dari Siwon hyung.”

“Mwooo?!?”

“Menjauhlah darinya, dia tidak bisa menjagamu sebaik umma dan appa lakukan.”

“Ta-tapi…”

“Ahjussi akan membiayai seluruh hidupmu, sekolah dan belajarlah yang rajin, Ahjussi yakin kau pasti bisa.”

“..….”

“Ahjussi akan mengurus segalanya tanpa harus diketahui Siwon, kau juga tidak boleh mengatakan apa-apa padanya. Dan saat kau sudah dewasa, sekolah bahkan kuliahmu lulus dengan nilai terbaik tapi perasaanmu pada Siwon tidak berubah dan kau masih ingin tetap bersamanya, kembalilah, Kyu…Ahjussi akan mendukungmu.”

“……” Kyuhyun benar-benar kehilangan kata-katanya.

“Apa kata-katanya terlalu berat untukmu?”Tanya Appa Choi kemudian. “Apa kau mengerti Kyu?” 

“Jika Kyunnie sudah bisa jaga diri sendiri dan masih ingin bersama Siwon hyung, Kyunnie boleh kembali, begitukah?”

“Benar, bukan boleh, tapi ahjussi yang akan menjemputmu.”

“Ba-bagaimana kalau Siwon hyung tidak mau? Dia tidak mau bersama Kyunnie?”

“Itu hanya takdir yang bisa menjawabnya, Kyu.”

“Takdir?”

“Ne, malam pertama kali kau bertemu dengannya, itu sebagian kecil dari takdir untukmu. 

“Benarkah?”

“Ne, jika takdir sudah ditulis, siapapun tidak bisa merubahnya.”

“Kalau begitu Kyunnie percaya takdir.” Jawab Kyuhyun dengan senyumnya dan keyakinan dimata kecilnya itu.

“Kalau begitu, persiapkan barang-barangmu, besok pagi akan ada yang menjemputmu.”

“Besok pagi?”

“Ne~ bersenang-senanglah sebelum itu, kau akan pergi jauh setelahnya.”

“Baiklah ahjussi, pegang janjimu untuk menjemput Kyunnie nanti.”

“Lelaki tidak pernah mengingkari janjinya.”

“Ahjussi…”

“Ne?”

“Apa Ahjussi mau jadi appa-ku?” Tanya Kyuhyun dengan kepala dimiringkan.

“Ahjussi akan jadi appa-mu, suatu hari nanti.” Jawab Appa Choi tanpa berpikir dua kali.

Bruk!!!

Kyuhyun langsung menubruk lelaki yang lebih tinggi darinya itu membuat appa Choi membeku ditempatnya, tapi kemudian ia pun berjongkok untuk memeluk tubuh kecil itu dengan erat.

“Jangan takut, Ahjussi akan menjagamu dari jauh.”

“Ahjussi juga jagain Siwon hyung ne? Nanti Kyunnie pasti kembali.”

“Ne, sekarang ahjussi harus pergi.” Ucap Appa Choi melepas pelukannya dan menatap wajah kecil polos itu.

“Nee~ hati-hati ahjussi.” Jawab Kyuhyun sambil mengantar Appa Choi kepintu depan.

Sebelum appa Choi benar-benar pergi Kyuhyun memanggilnya sekali lagi untuk meminta janji yang lain lagi pada appa hyung tampannya itu.

“Jangan katakan pada Siwon hyung, ahjussi.” Ucap Kyuhyun yakin membuat Appa Choi menatapnya lekat kemudian menganggukkan kepalanya.

Lalu ia pun pergi meninggalkan Kyuhyun dengan segala macam rencana kecilnya untuk menghabiskan waktu sehari lagi bersama hyung tampannya.

END OF FLASHBACK.

 **

“Kenapa kau bisa percaya appa seperti itu??” Tanya Siwon tidak percaya setelah mendengar semua cerita Kyuhyun.

“Tatapan Appa tidak pernah ragu, hyung~ seperti milikmu.” Jawab Kyuhyun membuat Siwon terdiam.

“La-lalu kemana…”

“Aku di London, menjalani kehidupanku dengan sungguh-sungguh dari elementary School sampai Oxford University.”

“Se-sejauh itu?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Appa Choi membiayai hidupku hyung dengan syarat nilaiku tidak boleh jatuh.”

“Kenapa kau menyetujuinya??”

“Aku ini pintar hyung!!”

“Bukan itu maksudku! Tapi kau tega meninggalkanku tanpa memikirkan apa yang terjadi padaku selama itu.”

“Aku yakin takdirku untukmu hyung.” Ucap Kyuhyun dengan tenang.

“….” Siwon kehilangan kata-kata.

“Jika perasaanku ingin bersamamu tidak pernah berubah, appa Choi sendiri yang akan menjemputku, dan dia melakukannya. Tapi jika aku disini dan ternyata perasaanmu yang berubah, aku tidak bisa mengubahnya hyung.” Ucap Kyuhyun terdegar sedih ditelinga Siwon.

“Maaf sudah meninggalkanmu selama itu, tapi aku tetaplah Kyunnie yang dulu, yang ingin hidup bersama denganmu, hyung.”

“Aku tidak tahu harus mengatakan apa, Kyuhyun.” Siwon melihat Kyuhyun dengan wajah blank.

“Aku mengerti hyung, aku hanya ingin kau tahu, kalau begitu aku permisi.” Ucap Kyuhyun cepat dan segera berbalik keluar dari ruangan itu tanpa sempat Siwon mencegahnya.

.

.

Beberapa menit kemudian,

“SHIT!! KYUHYUN!!!” Siwon memukul mejanya dengan keras kemudian segera berlari keluar darisana.

Namun sayang Kyuhyun sudah tidak terlihat dimana pun, dengan cepat Siwon mencari lift lantai itu dan segera turun ke bawah. Karena ia yakin Kyuhyun sudah turun kebawah dan pergi dari sana dengan hati yang sepertinya terluka atas jawabannya yang salah itu.

Dengan harapan cemas Siwon menunggu lift itu menurun sampai kelantai bawah gedung tinggi miliknya itu. Begitu sampai Siwon langsung berlari menuju loby depan namun sayang saat dia tiba disana, BMW mewah milik Kyuhyun baru saja melaju didepannya dengan kecepatan penuh.

“Siwon paboo!!” Umpat Siwon dengan kesalnya.

Bagaimana tidak kesal jika namja cantik yang selama 15 tahun kau cari itu kembali padamu tanpa beban apapun yang ditanggungnya. Saat sudah bertemu berhadapan, bahkan Siwon tidak bisa memikirkan apa yang harus dikatakan saat bertemu dengannya.

“Kau bodoh Siwon.” Ucap seseorang dibelakangnya.

“Hyung!” Siwon memberi hyungnya death glare yang mematikan.

“Itu si bebek kan?” Tanya Hyukjae melihat kedepan, jalan mobil Kyuhyun menghilang.

“Iya hyung, dia kembali.”

“Seperti janjinya dulu?”

“Ne, sampai dia bisa menjaga diri, aku tidak boleh mencarinya.” Ucap Siwon dengan wajah lesu kemudian masuk kembali kedalam. “Tapi bagaimana aku tahu dia benar-benar akan kembali!!” Teriak Siwon tiba-tiba ditengah hall lantai 1 itu.

“Woy~ Siwon jangan gila!!”

“Bagaimana tidak hyung jika dia kembali dengan tenang saja, sementara disini 15 tahun aku mencari!! 15 tahun hyung!!”

“Bukankah dia sendiri yang bilang, jangan mencarinya karena dia akan kembali.”

“Bagaimana aku percaya ucapan anak kecil begitu saja, hyung!!”

“Paboo!! Lupakan saja semua itu Siwon!! Yang penting dia sudah kembali!! Dia benar-benar kembali!! Itu yang harus kau pikirkan!!” Hyukjae mengeluarkan kekesalannya.

“Ta-tapi hyung…”

“Coba bayangkan apa yang terjadi pada Kyuhyun setelah melihatmu seperti ini??”

“….”

“Dia masih 22 tahun Siwon, apa kau mencintainya?”

“A-aku tidak tahu hyung, tapi aku tidak ingin kehilangan Kyuhyun karna itu aku mencarinya bertahun-tahun.”

“Kau sudah mencintainya sebelum kau tahu, Siwon.”

Siwon menatap Hyukjae hyungnya itu menembus dalam matanya tanpa bisa menjawab atau membantah pernyataannya itu.

“Kejar dia atau kau akan menyesal.”

Detik itu juga namja tampan itu melesat keluar gedung menuju mobilnya yang ada di parkiran, ia tidak bisa menunggu security gedung itu yang membawanya kedepan. Ia harus bisa menemukan Kyuhyun sebelum semuanya terlambat dan pencariannya menjadi sia-sia.

“Aku bahkan tidak bisa menghubunginya? Aku harus mencari kemana?” Tanya Siwon memukul stir mobilnya.

Benar, ia baru bertemu kembali dengan Kyuhyun kecilnya itu, dan mereka hanya bicara bahkan berdebat sampai namja cantik itu pergi. Lalu bagaimana ia bisa mengetahui apapun tentang namja cantik yang sudah dicarinya bertahun-tahun itu.

“Kyunnie…” Gumam Siwon dengan pikiran yang melayang sampai…

”Appa!!!” Serunya tertahan.

Dengan cepat namja tampan itu mengambil iphonenya dan menghubungi satu-satunya orang yang diketahuinya ikut punya andil dalam masalahnya kali ini. Appa Choi yang sudah membuat Kyuhyun pergi dan kembali lagi, sudah pasti ia tahu segalanya tentang Kyuhyun kecilnya.

“Yeoboseyo, appa?” Panggil Siwon.

>Ne? Siwon ada apa?<

“Aku tahu semua ini kesalahan appa, tapi aku juga berterima kasih untuk itu. sekarang katakan padaku dimana Kyuhyun, appa??” Ucap Siwon to the point.

>Seperti masa lalu<

“Appa!!!”

>Apa maksudmu Siwon?<

“Jangan pura-pura Appa, Kyuhyun sudah kembali dan dia mengatakan semuanya.”

>….<

“Appa tidak percaya?”

>Be-benarkah? Dia sudah kembali?< Tanya Appa Choi terdengar tenang.

“Ne, dia ada di Seoul, katakan padaku dimana dia.”

>Bagaimana appa tau? Kami belum bertemu<

“Jadi benar selama ini Appa yang menyembunyikan Kyuhyun?!?”

>Appa hanya menepati janji<

“Janji kalian membuatku gila.”

>Salahmu sendiri tidak mendengarkan Appa<

“Bagaimana aku percaya kalau Appa memang jahat”

>Ahahaha~ Siwon jujurlah, kau sangat berterima kasih pada Appa<

“…..”

>Appa tau apa yang Appa lakukan, dan semua itu hanya untukmu<

“Appa…” Emosi Siwon mulai mereda.

>Kyunnie bersungguh-sungguh sejak dulu dia ingin bersamamu, bisa kau bayangkan? Setiap hari dia hidup hanya memikirkan bagaimana cara agar bisa secepatnya bertemu denganmu<

“….”

>Appa hanya memberikan semangat dan harapan, karena Appa tahu kau menginginkannya<

“Appa…aku…”

>Appa juga menyayangimu, putra Appa<

“Aku menyayangimu.” Ucap Siwon dengan sungguh-sungguh dan mata yang berkaca-kaca.

Sejak ummanya meninggal Siwon tidak pernah sedekat ini dengan Appa-nya yang menyibukkan diri dengan pekerjaannya sendiri. Mereka berdua sama-sama kehilangan dan sama-sama menyendiri melepas kesepian ditempat yang lain.

Tapi kasih sayang anak dan orangtuanya tidak akan pernah bisa diputuskan begitu saja, akan ada segala cara yang bisa membuat tali itu semakin erat bahkan dari sebelumnya.

>Dia sudah cukup dewasa, Siwon~ lakukan apa yang kau inginkan, Appa sudah siap menerima menantu dirumah besar kita<

“MWO!??!”

Mata Siwon langsung melebar mendengar ucapan yang serius itu dan tidak bisa membayangkan Appa-nya ternyata tidak mempermasalahkan apapun sejak ia tahun perbedaan yang dimiliki Siwon. Selama ini Siwon tidak pernah tau hal itu karena ia seolah memutuskan hubungannya dengan Appa Choi yang sudah membawa Kyuhyunnya pergi.

“Appa…”

>Kejar dia sebelum semuanya terlambat, sampai jumpa lagi Siwonnie…<

“Sampai jumpa Appa.”

>Bersamanya<

Appa Choi langsung memutuskan sambungannya membuat Siwon terdiam beberapa saat melihat Hp ditangannya lalu ia pun kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Dia harus segera mendapatkan Kyuhyun kecilnya dan menjelaskan apa yang sebenarnya dirasakan Siwon selama ini.

“Kyunnie, maafkan hyung.” Gumam Siwon tanpa sadar.

**

Sementara itu Kyuhyun yang dicarinya.

“Bebeeeeeeeeeeek~!!!!!!” Teriak Donghae dengan kerasnya begitu melihat Kyuhyun berdiri dengan tangan terlipat didada didepan pintu sebuah café.

“Hyung pabo!! Kau memanggilku apa??” Gerutu Kyuhyun dengan tatapan tajamnya.

“Kau bebek kecil dulu, kau bebeknya Siwonnieeee~” Donghae langsung menghambur memeluk Kyuhyun dengan wajah riangnya.

“Hyung!! aku manusia!! Bukan bebek.”

“Tapi kau bebek yang sangat manis, kemana saja selama ini? Kau kembali kan? Kembali untuknya?” Tanya Donghae lagi.

Dan kali ini Kyuhyun hanya terdiam membalas pelukan hyungnya itu dengan erat kemudian melepaskannya lagi. Ia segera membawa Donghae pada meja yang sudah dipesankan khusus untuk mereka, karena Kyuhyun memang memanggil Donghae untuk bertemu dengannya.

“Apa kabar, Kyunnie?” Tanya Donghae tidak sabaran.

“Aku baik hyung, appa Choi menjagaku dengan baik.”

“Mwooo~ berarti dia tidak bohong??”

“Dari awal aku sudah bilang Ahjussi coklatku itu orang baik!! Kalian saja yang paboo!!”

“Aigooo~”

“Aku tinggal di luar negeri hyung, aku sudah menyelesaikan kuliah-ku di oxford dengan baik sesuai janjiku dan sekarang aku kembali seperti yang sudah dijanjikan Appa Choi.”

“Appa Choi membiayai semuanya? Untukmu?” Tanya Donghae tidak percaya. “Putranya sendiri kuliah disini sedang kau, Oxford Kyuhyun??”

“Begitulah~ Appa Choi tidak mau Siwon hyung terbebani dengan kehadiranku karna aku masih kecil, Appa tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.”

“Apa maksudnya itu!??!”

“Entahlah, Appa tidak menjelaskannya padaku, dia hanya berjanji aku boleh kembali pada Siwon hyung dengan syarat aku sudah dewasa dan jadi lulusan terbaik disana.”

“Dan…”

“Dan aku berhasil.”

“Dan…”

“Dan apa lagi?” Kyuhyun menatap Donghae tajam.

“Kau memanggilnya Appa??”

“Dia ingin dipanggil seperti itu, apa salah??”

“Hmmm~ Appa Choi sudah memikirkan masa depan kalian terlalu jauh, dasar orang tua!!!”

“Maksudnya??”

“Dia sudah membuatmu menjadi menantunya bahkan sebelum Siwon melamarmu untuk menikah.”

“Mwooooo??” Mata Kyuhyun melebar tidak percaya.

Bagaimana ia tidak memikirkan hal itu sejak awal? Ahh~ dia memang tidak pernah tahu dan memikirkan hal serumit itu karena yang ia tahu, belajar, belajar dan belajar agar akhirnya ia bisa bersama dengan Siwon hyungnya.

Pikiran kecilnya masih bekerja.

“Lalu? Apa kau sudah bertemu dengan hyungmu itu?”

“Sudah~ dia tidak menerimaku.” Jawab Kyuhyun dengan pout dibibirnya dan melihat Donghae.

“Si bodoh itu!!

“Dia tidak bodoh hyung!!”

“Ne, ne, ne, si tampan itu!!”

“Itu benar.”

“Mungkin dia hanya shock sementara, kau tahu selama 15 tahun ini dia tidak pernah berhenti. Tidak ada yang bisa menghentikannya.”

“Dia memang paboo!!” Jawab Kyuhyun cepat membuat Donghae memutar bola matanya.

“Dia tidak mendengarkan kata-katamu, karna kau masih kecil waktu itu, pencariannya tidak pernah berhenti karena khawatir dan ingin mendapatkanmu kembali.”

“Appa Choi benar-benar tidak mengatakan apa-apa??”

“Tidak, orang tua itu hanya melihat anaknya yang seperti orang gila.”

“Appa menepati janjinya.”

“Kalian berjanji tanpa memikirkan Siwonnie.”

“Tapi dengan itu kesungguhannya terlihat kan hyung?” Tanya Kyuhyun dengam smirk cantiknya.

“Maksudmu?”

“Appa Choi berjanji, jika keinginanku tidak pernah berubah sampai hari ini, aku akan dijemput kembali dan dikembalikan pada Siwonnie.”

“Keinginan…” Donghae tidak mengerti.

“Appa Choi ingin membuktikan kesungguhanku untuk bersama Siwon hyung, tanpa sadar ia juga membuat anaknya membuktikan hal itu.”

“Hooo~ hal yang mudah dibuat rumit seperti itu.”

“Kau tidak akan mengerti hyung, kau tidak akan pernah mengerti.” Ucap Kyuhyun dengan senyum termanis yang baru pertama kali dilihat Donghae.

Dan apa itu didalam mata bulat cantiknya? Cinta? Harapan? Dan kerinduan.

“Oh my god, Siwonnieee~ bebek-mu ini sungguh mengagumkan!!”

“Hyung!!!” Protes Kyuhyun langsung memberi hyungnya itu tatapan tajam.

“Ahahaha~ tunggulah Kyunnie, dia pasti akan mengambilmu lagi.”

“Memangnya aku kucing!??!”

“Ahahaha~ kalian sudah melewati belasan tahun, tidak mudah menghancurkan harapan itu. Tenanglah.” Ucap Donghae menenangkan dongsaengnya yang sudah besar itu.

“Aku berharap.” Gumam Kyuhyun.

“Tapi sungguh kau begitu memesona!!”

“LEE DONGHAE!!!”

“Ahahahahaha~”

Kyuhyun langsung memukul hyungnya tanpa segan bahkan tidak hanya sekali dua kali, kaki namja tampan itu pun ikut terkena tendangan kecil Kyuhyun yang semakin kesal saat Donghae tertawa dengan senangnya. Kyuhyun bahkan sampai menggigit bibirnya dengan gemas sambil terus meninju bahu dan lengan hyungnya itu.

Setelah merasa lelah barulah Kyuhyun berhenti dan Donghae meringis kesakitan yang ringan menurut badannya yang tegap itu. Kemudian Kyuhyun pun kembali bekerja sementara Donghae kembali ke rumahnya dan tidak sabar menceritakan semuanya pada Hyukjae.

Saat hari menjelang malam, Kyuhyun baru keluar dari café itu karena tugasnya sudah selesai menjamu, membersihkan meja bahkan ia bisa bermain disana. Dan seperti biasa, namja cantik itu akan menuju tempatnya berteduh sementara untuk menenangkan diri sebelum akhirnya pulang ke rumahnya.

Di Taman miliknya^^.

Taman kenangannya yang memang berada tepat didepan café ia bekerja selalu bisa memberikan kehangatan ditengah hatinya yang terbalut dengan dinginnya angin malam. Disana ia bisa mengenang kembali masa kecil yang sangat jelas terpatri didalam memori pintarnya.

Masa kecil yang hanya saat ia bertemu dengan Siwon hyung tampannya ditaman itu hingga ia terus mengikuti namja tampan itu kemana pun ia pergi bagai seekor anak bebek. Rasanya baru kemarin mereka masih bersama-sama di apartement Siwon, tetapi nyatanya lima belas tahun sudah berlalu dengan sangat cepat.

Tidak salah jika Siwon bereaksi seperti itu saat ia sudah mencari keberadaannya selama ini Kyuhyun datang dengan gampangnya dan menampakkan dirinya disana. Tentu saja namja tampan itu tidak bisa menerimanya begitu saja.

“Walau begitu, Hyung~ aku masih Kyunnie yang dulu.” Rengek Kyuhyun sambil mendudukkan dirinya di bangku taman itu. “Kau bilang ingin selalu bersamaku dan menjagaku, apa kau sudah lupa?”

“Tidak! Aku masih mengingatnya.”

“Mwoo??” Mata Kyuhyun melebar mendengar pertanyaannya dijawab orang lain.

“Hyung tidak pernah lupa.” Ucap Siwon dengan yakin.

“H-hyung??”  Mulut Kyuhyun terbuka tidak percaya melihat wajah tampan itu kini ada didepannya.

“Aku tidak pernah melupakan kenangan kecil itu bersamaku.”

“…..”

“Mungkin Appa benar dengan memisahkan kita agar aku bisa meyakinkan hatiku bahwa rasa itu bukanlah hal yang biasa. Aku bisa menjawab pertanyaanku sendiri saat diminta untuk memilih antara dongsaeng dan kekasih.”

“A-aku rasa juga begitu.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Dan sekarang izinkan aku melakukan sesuatu, untuk kita.” Ujar Siwon kemudian membuat Kyuhyun menatapnya dengan kening berkerut.

“Mmm~ hai…selamat malam.” Ucap Siwon dengan senyum ramahnya membuat Kyuhyun mendongakkan kepala menatap mata Siwon. “Bolehkah kita mulai dari awal lagi?” Tanyanya kemudian.

Kyuhyun hanya bisa mengerutkan keningnya melihat wajah tampan yang terlihat bahagia dan penuh keyakinan itu namun ucapan Siwon selanjutnya membuat Kyuhyun kehilangan kata-katanya.

“Kenalkan, namaku Choi Siwon, sedang apa kau disini?” Ucap Siwon sambil mengulurkan tangannya.

Kyuhyun benar-benar tidak mengerti perubahan sikap Siwon yang tiba-tiba, namun kata-kata namja tampan itu dari awal membuat kening Kyuhyun saling bertautan dan semakin bingung, tapi selanjutnya ia pun berdiri perlahan hingga tatapan mereka sejajar.

“Aku Choi Kyuhyun.” Jawab Kyuhyun dengan yakin sambil menyambut tangan Siwon. “Senang bertemu denganmu, Siwon-ssi~ aku sedang menunggu seseorang disini.”

Wajah tampan Siwon langsung berbinar senang menatap wajah cantik didepannya itu, sebagian karena Kyuhyun memakai marga keluarganya didepan namanya dan sebagian lagi karena ia sudah mendapatkan kembali cinta terpendamnya selama 15 tahun ini.

“My baby…” Ucap Siwon kemudian dengan tatapan yang penuh cinta.

Mendengar nama kecilnya dipanggil seperti itu langsung saja Kyuhyun memeluk namja tampan hyungnya itu dengan eratnya dan menahan isak tangisnya dengan kuat. “Si-siwonnie hyung~”

Siwon membalas pelukan itu sama eratnya apalagi saat bahu Kyuhyun bergetar menahan tangisnya. Keduanya sama-sama ingin melakukan hal itu sejak pertama kali bertemu, tapi keras kepala Siwon dan wajah shock namja tampan itu membuat Kyuhyun harus menahan dirinya sendiri.

“Mianhae, baby~ mianhae~”

“Aku merindukanmu~ hiks” Tangis Kyuhyun tidak peduli jika namja tidak boleh menangis.

Terlalu lama Kyuhyun menahan dirinya sendiri untuk tidak merengek pada Appa Choi agar membawanya kembali ke Korea bersama Siwon hyung. Terlalu lama, sampai yang bisa dilakukan Kyuhyun hanya menghitung hari demi hari agar janjinya tertepati.

Soal perasaannya, tidak ada yang bisa mengubahnya karena Siwon sudah terlalu melekat dihati namja cantik itu sejak hari ia ditemukan dengan luka dilututnya.

“Aku kembali hyung~ aku kembali.”

“Hyung tahu, baby~.”

“Hiks~ jika saja perasaan kecilku bisa disebut cinta, aku sudah mencintaimu sejak hari itu hyung, saat kau mencariku sampai membuatmu demam karena kelelahan. Aku sudah mencintaimu, hiks.”

Siwon hanya bisa mempererat pelukannya dan merasakan kehangatan Kyuhyun kembali padanya dalam arti yang berbeda. Kyuhyun sudah dewasa, walau perbedaan usia yang cukup jauh, Kyuhyun sudah bisa bersamanya, tidak ada yang bisa melarang dan memisahkan mereka.

“Hyung bahkan sudah menginginkanmu bahkan saat hyung tahu itu sangat tidak mungkin, kau masih terlalu kecil.”

“Appa hyung tahu jika hyung berbeda.”

“Tapi Appa Choi tahu, hyung hanya menginginkanku, karena itu dia memisahkan kita dulu.” Ucap Kyuhyun yakin.

“Ne, Hyung sudah meminta maaf padanya.”

“Sungguh?” Kyuhyun langsung melepas pelukannya.

“Nee~ hyung cuma punya Appa, dan hyung begitu dicintai dengan kekurangan yang hyung miliki.”

“Bagiku itu bukan kekurangan hyung, karna selama ini aku hanya melihat satu namja.”

“Apakah itu aku?” Tanya Siwon melihat wajah cantik yang perlahan merona itu.

“Apa kau masih harus bertanya?” Kyuhyun balik bertanya dengan death glarenya.

“Tentu saja hyung ingin mendengarnya.”

“Ne, ne, ne ,ne hanya kau saja, hyung~” Kyuhyun memutar bola matanya dengan kesal.

“Ahahahaha, my baby~ aku mencintaimu.” Ucap Siwon dengan lancarnya dan membuat Kyuhyun terdiam melihatnya. “Ke-kenapa? Kau tidak percaya? Aku sungguh-sungguh, Kyuhyun.” Ucap Siwon terlihat khawatir.

“Ti-tidak…hanya saja kau tidak membalasnya sejak tadi.” Ucap Kyuhyun sambil berpaling melihat kearah lain.

“Ouwh~ kau menunggunya?”

“Tentu saja, pabbo!!” Jawab Kyuhyun cepat membuat mata Siwon membesar.

Sifat kecilnya masih ada disana, tersembunyi dan timbul perlahan, Siwon yakin Kyunnie kecilnya juga masih ada didalam namja cantik berusia 22 tahun itu.

“Aku mencintaimu, Kyuhyun.” Ulang Siwon sekali lagi membuat senyum manis melingkar dibibir Kyuhyun. “AKUU~ MENCINTAIMUUUU~~” Teriak Siwon tiba-tiba membuat mata Kyuhyun hampir keluar dari sarangnya.

“Hyung paboo!!! Diamlah!! Aiiishhh!!!” Kyuhyun mengutuk Siwon sambil melihat kesana kemari mungkin ada yang mendengarnya.

Tentu saja ada penghuni taman yang lain selain mereka berdua dan mereka mendengar dengan jelas ucapan cinta itu hingga tawa kecil terdengar disemua tempat ditaman itu. Tentu saja wajah Kyuhyun memerah sampai ketelinganya hingga ia memukul lengan Siwon dengan kesalnya.

“Ouhh!! Baby!! It hurt!!” Protes Siwon yang kesakitan.

“Who care!!”

“Hyung ingin seluruh dunia tahu, baby.”

“Hanya aku saja yang tahu itu sudah cukup, hyung~”

“Tidak! Jika semuanya tahu tidak akan ada yang mendekatimu. Kyunnie-ku yang cantik.”

“Choi Siwon pabbo!!”

“My babyyy~” Siwon memeluk Kyuhyun kembali dengan gemasnya.

Terlihat jelas namja tampan itu snagat bahagia sudah menemukan Kyunnie kecilnya kembali.

“Hyung!! ada yang lihat!!” Protes Kyuhyun tidak nyaman.

“Ahahaha!! Ayo pulang sudah dingin.” Siwon langsung menggenggam tangan Kyuhyun dan menariknya dengan cepat.

Mereka berdua keluar dari taman itu saling bergandengan tangan menuju apartement Siwon yang masih tetap sama seperti yang ada diingatan Kyuhyun. Begitu sampai disana keduanya menuju kamar mandi yang ada dan membersihkan mereka sebelum menuju kamar tidur.

Kyuhyun yang sudah tahu seluk beluk apartement itu langsung saja bergerak dengan bebas melakukan apapun yang diinginkannya. Sampai akhirnya tiba waktu mereka menuju kamar tidur untuk beristirahat dan entah kenapa suasananya pun tiba-tiba menjadi aneh.

“Se-selamat malam hyung.” Ucap Kyuhyun di pintu kamarnya.

“Selamat malam Kyunnie.”

“…..”

“A-aku ma…”

“Kyu…”

“Mm~ itu…aiiishh~”

Siwon tidak habis pikir mereka bisa salah tingkah seperti remaja yang jatuh cinta, walau setengahnya benar tentang jatuh cinta dan remaja untuk Kyuhyun. Detik selanjutnya tanpa mengucapkan apa-apa namja tampan itu langsung berjalan mendekati namja cantik itu.

Sekejap mata tangannya sudah melingkar dipinggang Kyuhyun dengan wajah berdekatan dan bibir yang saling bersentuhan. Kyuhyun yang tidak menyangka hanya bisa terdiam membeku dengan mata yang terbuka lebar.

Namun gerakan lembut Siwon dibibirnya membuat lengannya bergerak perlahan melingkar dileher namja tampan itu dan memeluknya erat. Ciuman pertama.

“Hyung tidak akan melakukan apa-apa.” Bisik Siwon diantara bibir mereka setelah melepas ciumannya. “Tapi mulai sekarang kau tidur besamaku.”

Belum sempat Kyuhyun mencerna ucapan namja tampan itu, Kyuhyun sudah ditarik dengan cepat dan masuk kedalam kamar yang pernah disinggahinya dulu. Didalam kamar itu Siwon langsung naik ketempat tidurnya dan membuka selimut disisinya lalu melihat Kyuhyun yang masih berdiri ditengah ruangan.

“Kemarilah.” Panggilnya.

Tanpa ragu Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju singgasana yang akan menjadi tempat tidurnya untuk seterusnya kedepan. Dengan cepat Kyuhyun masuk dalam selimut dan bergerak perlahan masuk dalam pelukan Siwon dan membenamkan wajahnya yang memerah didada namja tampan itu.

“Kau malu, hmm??” Tanya Siwon dengan senyum manisnya dan Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak menyangka bisa ada disini lagi setelah 15 tahun, hyung.”

“Bukankah kau percaya takdirmu bersamaku?”

“Ne, aku berusaha keras untuk menjemput takdir itu.”

“Hyung tahu, terima kasih sudah kembali padaku, baby.”

“Apa kau menepati janjimu hyung?” Tanya Kyuhyun didadanya.

“Janji yang mana? Hyung tidak ingat.”

“Ck!!” Gerutu Kyuhyun.

“Janji yang mana? Janji untuk tidak mencarimu? Hyung ingkari, jangan lupakan dirimu, hyung tepati, apalagi?”

“Dimple-mu itu satu milikku, apa kau lupa?”

“Ouwh!! Tidak ada yang mengambilnya darimu.” Senyum Siwon menampilkan dua dimple kebanggaannya.

Kyuhyun langsung menengadah untuk melihat wajah tampan yang tidak pernah berubah itu dan melihat kembali dua dimple kesukaannya yang sudah benar-benar menjadi miliknya.

“Mine~” Gumam Kyuhyun.

“Mmm~ baby, hyung ingin tahu setelah kembali kau tinggal dimana?”

“Huh? Kau tidak tahu?” Kyuhyun melihatnya bingung.

“Jika tahu aku sudah mencarimu saat kau pergi dari kantor, bukannya mencoba keberuntungan di taman.”

“Hoo~ aku dirumah Appa Choi.”

“MWOOO!?!?!”

“Aiissshh~ berisik hyung!!”

“Kenapa kau disana? Kenapa tidak bilang apa-apa? Appa juga tidak mengatakannya!?”

“Huh? Aku kira Appa sudah bilang padamu, hyung.”

“Tidaak!”

“Hmm, dia lebih menyayangiku, ahahaha”

“Kau sudah jadi menantunya, huh?”

“Hmm, begitulah, kau tahu rumah itu sudah diwariskan untukku.”

“Aigooo~ terlalu banyak yang tidak aku ketahui.” Ucap Siwon menatap Kyuhyun tajam.

“Kau terlalu sibuk mencari anak bebek-mu hyung.” Jawab Kyuhyun memasang wajah polosnya.

“Itu benar! Lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Kyu?”

“Tentu saja aku akan bekerja.”

“Ohh, kau akan cari kerja? Di cafe itu?”

“Tidak, itu hanya untuk menunggumu.”

“Mwo?? Jinjja??”

“Ne~ biar aku bisa melihatmu dari sana.” Jawab Kyuhyun jujur dan senyum Siwon semakin merekah.

“Lalu?”

“Mmm~ Aku akan jadi sekretarismu sekaligus wakil direkturmu di kantor.” Ucap Kyuhyun dengan yakinnya.

“Mwoo???” Siwon tidak percaya pada pendengarannya.

“Jadi bebastugaskan sekretarismu itu secepatnya.”

“……” Mulut Siwon terbuka lebar kehilangan kata-katanya.

“Kau tidak akan lepas dariku, hyung jangan pernah bermimpi.” Ucap Kyuhyun memamerkan smirknya yang menggemaskan.

“Apaa??”

“Aku akan mengikuti kemanapun kau pergi, jadi jangan menghilang dari pandanganku.”

“Ti-tidak akan….” Siwon maish tidak tahu harus mengatakan apa.

“Ayo tidur, aku lelah Siwonnie~”

Siwon melihat Kyuhyun semakin meringkuk dalam pelukannya dan memejamkan mata bulat cantiknya itu dengan perlahan. Melihat wajah cantik Kyuhyun begitu dekat seperti itu, Siwon tidak bisa membayangkan jika ia harus kehilangan namja cantik itu sekali lagi.

“Tetaplah berada dibelakangku agar aku bisa selalu mendengar setiap langkahmu.” Ucap Siwon akhirnya.

Kyuhyun hanya mengeratkan pelukannya yang ada dipinggang Siwon sebagai jawabannya.

“Gudnite my baby, I Love you.” Ucap Siwon cepat dan mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“I love you too, Siwonnie.” Jawab Kyuhyun sebelum akhirnya memejamkan mata dan semakin menyusup dalam pelukan kekasihnya itu.

**

Keesokan harinya.

Di gedung megah yang menjulang tinggi yang diketahui sebagai perusahaan besar milik Choi Siwon terdengar berbagai bisikan takjub sekaligus iri dari semua karyawan yang ada dilantai pertama perusahaan itu. Tentu saja itu terjadi karena melihat presiden direktur mereka berjalan berdampingan dengan seorang namja yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya.

Namja tinggi dengan penampilan yang mengangumkan dan terlihat sangat cantik dengan kulit putihnya, rambut coklat kehitaman dan bibir peach yang memesona. Mereka berjalan seolah dunia hanya berputar untuk mereka saja, saat Siwon bercanda ria dengan wajah cerahnya yang sangat bahagia.

“Selamat pagi semuanya.” Sapa Siwon dengan senyum menawannya.

“Selamat pagi Sajangnim.”

“Kenalkan, ini wakil presiden direktur disini, Choi Kyuhyun.” Ucap Siwon dengan bangganya membuat mata Kyuhyun melebar.

Dan seketika tepuk tangan yang meriah pun terdengar diseluruh hall utama itu dengan berbagai ekspresi diwajah mereka. Bahkan mereka sudah mengira siapa wakil direktur yang cantik itu saat mendengar namanya disebutkan oleh Siwon.

Tanpa menghiraukan tatapan Kyuhyun yang mematikan padanya, Siwon langsung menggenggam tangan lentik itu dengan erat kemudian membawanya kembali berjalan bersama menuju lift dan ruangan mereka yang ada dilantai paling atas gedung itu meninggalkan berbagai tatapan mengagumkan yang diberikan untuk mereka.

*

*

Anak bebek kecil dulu yang selalu mengikutinya kemanapun kini berjalan dibelakangnya sebagai sekretaris sekaligus wakil direktur dari perusahaan besar Choi Corp.

Mereka berdua menjalankan perusahaan itu dengan segala kepintaran yang dimiliki Siwon dan IQ tinggi yang dimiliki Kyuhyun yang memang sudah dipersiapkan Appa Choi untuk mendampingi putra kesayangannya itu.

.

.

Sampai beberapa bulan kemudian, Siwon dan Kyuhyun tidak akan bisa dipisahkan lagi saat sebuah pesta pernikahan besar-besaran diadakan dikediaman Choi, guna untuk mengikat dua hati yang telah bertemu kembali dalam satu cinta yang tidak pernah berubah walau sudah berpisah bertahun lamanya.

Ikatan suci itu mengikat mereka dalam kebahagiaan yang sempurna sampai selamanya.

Perbedaan usia dalam sebuah hubungan tidak akan merubah rasa cinta yang ada dihati mereka, karena disetiap perbedaan selalu ada keindahan.^^

The End.

**

Akhirnya selesai satu lagi ff nya Vie..

Vie ucapkan banyak2 terima kasih karna sudah menemani sampai disini.

Dari chap 1 sampai end, walau update ngaret kalian masih menunggu.

Terima kasih, sungguh.

With all the love, I thank you all my lovely readers.

Stay with me on the next ff and new ff, will you?

Dilgomapgo Saranghanda.

With Love

Vie

My Baby 80

10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

MY BABY 80

**

Hai-hai My lovelies..ada yang kangen sama keluarga heboh ini?

Maaf baru bisa update ne^^

Ohh, terima kasih untuk respon ff The Day.. Ff yang bisa mengalahkan My Baby 79 ahahaha.

Sabar chap 4 nya muncul ne..

Sekarang baca ini dulu.

Selamat malam, selamat membaca.

From Vie

**

Matahari sore menampakkan keindahannya dipinggiran kota Seoul yang masih disibukkan dengan orang yang berlalu-lalang untuk pulang ke rumah mereka. Sore hari yang indah untuk segera bertemu dengan keluarga tercinta untuk melepas lelah setelah bekerja seharian.

Tapi tidak begitu dengan namja tampan yang satu ini, Choi Siwon, Direktur sebuah perusahaan besar di Seoul menikmati sorenya diranjang rumah sakit Seoul. Karena kecelakaan kecil yang menimpanya kemarin siang membuatnya harus menginap dirumah segala penyakit yang bertebaran itu.

“Kita pulang saja baby.” Ucap Siwon tibat-tiba setelah lama terdiam.

Baby yang dimaksudkannya itu sedang terlelap dalam pelukannya dengan wajah tersembunyi didadanya. Saat ini Siwon berbaring menyamping dan Kyuhyun huswife cantiknya itu dalam pelukannya.

“Apa dokter mengizinkan?” Tanya Kyuhyun tanpa membuka matanya.

“Tidak perlu meminta izin.”

“Tapi kau belum sembuh, hyung~”

“Hyung tidak sakit! Untuk apa ada disini?”

“Lalu apa yang terjadi sampai kau terdiam ditengah jalan seperti itu? apa yang merasukimu?” Tanya Kyuhyun cepat sambil bertumpu dengan sikunya.

“Itu…aku…”

“Siwon-ssi mengalami trauma ringan.” Jawab seseorang dibelakang mereka.

“Maksudnya?” Tanya Kyuhyun berpaling melihat kebelakang.

Dokter yang merawat Siwon berdiri dengan raut wajah tidak enak karena sudah masuk sembarangan kesana. Tapi apa mau dikata jika kau punya pemilik rumah sakit itu didepanmu, Ya umma Choi membawa dokter itu kesana.

“Maksudnya?” Kyuhyun kembali bertanya sambil duduk dengan membelakangi Siwon diranjang itu.

“Siwon-ssi mengalami trauma saat kecelakaan itu terjadi, pikirannya kembali pada saat kau melompat didepan matanya, Nyonya Choi.” Jelas Dokter itu membuat mata Kyuhyun melebar tidak percaya.

“B-benarkah itu?” Tanya Kyuhyun berpaling melihat Siwon.

“Saya sarankan untuk beberapa hari ke depan, anda tidak menyetir dulu dan kurangi kesibukanmu, Siwon-sii.”

“Aku pastikan dia akan melakukannya dok.” Jawab Kyuhyun dengan tegas membuat Umma Choi memberinya dua jempol.

“Tapi aku tidak merasa perlu diobati, dok.” Jawab Siwon akhirnya.

“Mungkin memang tidak, tapi tubuh dan pikiranmu butuh pemulihan.”

“Dok, aku tidak sakit, jangan katakan itu.”

“Saya tidak ingin memberatkan anda Siwon-ssi, jika anda ingin pulang kami persilahkan, tapi kami akan tetap merawat anda dari rumah.”

“Lakukan apa yang perlu, dok. Jangan dengarkan dia.” Jawab Kyuhyun cepat dan merasakan tangannya ditarik Siwon dengan pelan.

“Baby…”

“Jangan protes.”

“Berarti Siwonnie boleh pulang?” Tanya umma Choi kemudian.

“Iya Mrs. Choi, kami akan mengirimkan psikolog terbaik untuk menghilangkan traumanya itu, Sooyoung-ssi akan membantu.” Jawab Dokter itu penuh keyakinan membuat ketiganya terdiam dan saling bertatapan.

“Terima kasih, ku serahkan padamu.” Ucap Umma Choi akhirnya dan menjabat tangan dokter bawahannya itu. “Mari…”

Umma Choi kembali keluar setelah dokter itu mengucapkan permisi pada Siwon dan Kyuhyun yang menganggukkan kepala mereka. Setelah keduanya menghilang dari balik pintu, Siwon langsung menarik Kyuhyun kembali hingga namja cantik itu menimpa diatas dadanya.

“What the heppp!!!” Kutukan Kyuhyun terhenti tangan Siwon menutup mulutnya. “Dadamu sakit Siwonnie!!”

“Tidak baby~ kalau batu yang jatuh barulah sakit, tapi ini dirimu yang seringan kapas.”

“Cheesy~” Jawab Kyuhyun dengan bola mata berputar.

“Baby~ I don’t need anything~ but you.” Ucap Siwon kembali ke permasalahan awal.

“Tidak apa-apa Siwonnie, mereka tau yang terbaik.”

“Tapi hyung tidak sakit, baby.”

“Kau memang tidak sakit Siwonnie sayang, hanya saja trauma itu harus dihilangkan dulu.” Ucap Kyuhyun sambil menyusuri pinggiran pipi Siwon sampai ke dagunya.

Kyuhyun memang bertumpu diatas dada Siwon setengah badannya namun namja cantik itu menahan berat badannya setengah agar tidak menyakiti dada suaminya yang kembali dihantam stir mobil.

“Apa yang kau pikirkan saat itu, Siwonnie?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Hyung tidak tahu, baby. Pikiran hyung langsung kosong saat menginjak rem dengan kuat.”

“Syukurlah kau tidak apa-apa, Siwonnie~ aku tidak bisa membayangkan jika saja…”

“Sssst~ jangan diteruskan, hyung ada disini.”

“Aku tidak ingin semua itu terulang lagi, jadi hyung terima apa yang dikatakan dokter ne~ aku tidak mau kehilanganmu.” Ucap Kyuhyun memeluk Siwon sambil merebahkan kepalanya didada namja tampan suaminya itu.

“Ba-baiklah, hyung tidak akan protes.”

Seketika bibir peach itu menyunggingkan senyuman manis sekaligus licik karena berhasil membujuk Siwon tanpa harus berdebat lebih panjang lagi. Namja cantik itu khawatir Siwon tidak bisa membawa mobilnya lagi karena trauma itu.

Walau hanya trauma ringan seperti yang dikatakan dokter, tapi Kyuhyun tidak mau ambil resiko apapun jika itu menyangkut kesehatan suami tampannya. Apapun akan ia lakukan untuk memastikan Siwon baik-baik saja.

“Baby…” Panggil Siwon kemudian.

“Ne?”

“Bagaimana Suho? Dia membuatku khawatir.”

“Kau tidak khawatir pada princess cerewet kita?” Kyuhyun balik bertanya.

“Bukan begitu, Sulli bisa dengan mudah kita tebak keadaannya hanya dengan melihat kecerewetannya itu, tapi Suho, kau tahu dia pendiam kan?”

“Nee~ dia tidak mudah mengatakan apa yang ada dikepalanya.” Ucap Kyuhyun sangat mengerti anak-anaknya.

“Seperti dirimu.” Jawab Siwon membuat Kyuhyun langsung duduk tegak dan melihatnya dengan death glarenya.

“Aku akan mengatakan apa yang kuinginkan.” Kyuhyun membela diri.

“Tapi perasaanmu selalu tersimpan baik-baik.”

“Aku tidak mau mengumbarnya pada semua orang.”

“Tapi hyung ingin seluruh dunia tahu.”

“Sudah-sudah!! Kenapa malah untukku!! Kau tanya Suho kan hyung!!”

“Ahahahaha, neeee~”

“Dia baik-baik saja, hanya shock sementara. Dia bisa menjaga Sulli walau dia sendiri ketakutan.”

“Sifat oppa-nya muncul seiring pertumbuhannya.”

“Neee~ si cerewet itu akan jadi princess yang paling beruntung didunia karna punya mereka berdua.”

“Ahahahaha~ dia princess-mu juga.”

“Iya, tapi cerewet.”

“Mommy!!!” Protes si cerewet itu tiba-tiba.

Princess kecil itu sudah berdiri didepan pintu mereka dengan wajah sulking dan bibir yang dipoutkan karena mendengar sekilas ucapan mommynya tadi.

“Hooo~ my princess.” Jawab Kyuhyun dengan wajah polos tidak berdosa.

“Tidak boleh omongin orang dibelakangnya, mommy.” Ucap Sulli memperingati membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

“Mommy bukan omongin orang, babygirl.”

“Lalu Culli apa??”

“Culli kan marmut.”

“Mommy!!!!”

“Ahahahaha~ mommy is the best~” Ucap seorang lain lagi dibelakang mereka.

Minho masuk bersama Suho yang diam saja melihat daddy dan mommy-nya tanpa peduli tatapan Sulli yang mematikan. Dan langkah kecil Suho terus mendekati mereka hingga tiba disamping ranjang daddy tampannya itu.

“Daddy gwenchana??” Tanya wajah polos dan sedih itu.

“Gwenchana baby~ jangan khawatir.” Jawab Siwon memegang sebelah pipi Suho.

Sementara Sulli sudah mendekati mommy-nya dengan deathglarenya dan memeluk namja cantik itu dengan eratnya karena gemas, bahkan gigi-gigi kecilnya sudah menancap dibahu mommy-nya itu secara perlahan.

“Aiiishh~dia benar-benar marmut, hyung.” Ucap Kyuhyun saat merasakan gigitan kecil itu.

“Aigoo~”

“Dia cepat emosi mommy.” Ucap Minho sambil duduk diranjang daddynya.

Sementara Kyuhyun langsung menggelitik pinggang kecil itu dengan geramnya sampai putri kecil itu tertawa dengan keras dan berhenti menggigit bahunya bahkan sampai pelukannya pun terlepas.

“Mommy yang salah kan!!”

“Tidak, mommy selalu benar.”

“Huh!!” Cibir Sulli sambil berusaha menaiki ranjang daddy-nya juga.

“Kapan pulang mommy??” Tanya Suho berbalik kembali dan duduk dipangkuan mommynya yang sudah duduk di kursi.

Tangan kecilnya menarik tangan Siwon kemudian memainkan jemari daddynya itu sembari bertahta dipangkuan mommy-nya tercinta.

“Kalau daddy mau kita pulang sekarang.” Jawab Kyuhyun melihat Siwon.

“Hyung sudah mau sejak tadi, baby.” Jawab Siwon.

“Ayo pulang mommy.” Ucap Suho lagi sambil merebahkan kepalanya didada Kyuhyun.

“Cuo kenapa, hm?” Tanya Minho mengambil tangan kecil Suho.

“Disini bau obat hyung, Cuo mual-mual.” Jawab Suho dengan wajah memelas.

“Ayo pulang babies~ katakan pada halmonie.” Ucap Siwon langsung duduk dari tidurnya.

Minho pun segera turun dari ranjang dan keluar dari sana untuk melihat halmonienya yang ada diruangannya sendiri. Sementara Kyuhyun segera menyiapkan barang-barang mereka untuk dibawa pulang kembali.

Namja cantik itu menghubungi sopir mereka untuk menjemput dengan limosine saja dan mengatakan pada maid-maid dirumah bahwa mereka akan segera pulang. Namun tiba-tiba saja Sooyoung dokter pribadi keluarganya datang menemui mereka.

“Kyunnie oppa~ bisa keruanganku sebentar?” Tanya Sooyoung berdiri dipintu ruangan Siwon.

“Mmm~ sebentar.” Jawab Kyuhyun melihat Siwon dan anak-anaknya lalu mengikuti Sooyoung.

**

“Ada apa soo kau memanggilku, tidak ada masalah dengan anak-anakku kan?” Tanya Kyuhyun karena Sooyoung memang dokter untuk anak-anaknya.

“Bukan mereka, tapi suamimu.”

“Mwooo?? Kenapa dengannya?” Kyuhyun berubah menjadi panik.

“Ani~ dia memang baik, hanya saja…”

“Hanya saja??”

“Eum…”

“Apa ada Soo?? Jangan membuatku ketakutan.”

“Tenanglah Oppa, ini bukan hal yang membahayakan tapi juga penting bagi kesehatannya”

“Maksudmu??”

“Kau ingat dengan kejadian saat kau diculik oleh Jonghyun?”

“…”

“Siwon juga mengalami kecelakaan”

“Lalu?” Tanya kyuhyun tidak sabaran.

“Siwon oppa, sebenarnya memang tidak ada yang bermasalah dengan fisiknya, tetapi psikisnya yang perlu kita sembuhkan”

“..”

“Dia butuh konseling oppa, kau tau bahwa kejadian kemarin adalah imbas dari kecelakaan yang menimpanya terdahulu”

“Jangan berbelit soo aku tak mengerti”

“Haahh~oppa… jadi intinya, Dokter mengizinkan Siwon oppa untuk kembali pulang ke rumah tapi, dengan syarat Siwon oppa mau menjalani sesi konseling dengan psikolog untuk menyembuhkan trauma kecelakaan terdahulunya”

“I-itu sudah dikatakan dokternya Siwonnie, bagaimana jika ia tidak melakukannya?”

“Aku sudah mengatakannya tadi, kondisi fisiknya tidak akan mengalami apapun tapi batinnya yang bermasalah, jika di kemudian hari dia mengalami kejadian seperti kemarin kembali.. apa yang akan terjadi padanya?”

Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kedua tangan.

“Donghae oppa mengatakan padaku, bahwa ia menemukan Siwon oppa berdiam di depan stir mobil dengan pandangan kosong, beruntung mobil tidak di tengah jalan, jika mobil berada di tengah jalan dan…”

“Cukup soo, aku mengerti, akan ku pastikan Siwon menjalani sesi konselingnya”

“Gomawo oppa.”

“Ini demi suamiku, demi ayah dari anak-anakku”

“Kau memang istri yang terbaik”

“Jangan memuji, aku sedang terbebani.”

“Hahaha.. aku yakin kau bisa menjalani semuanya dengan baik, dia butuh support mu juga oppa”

“Heum, Lalu bagaimana dengan spikolognya?”

“Dokter Siwon oppa sudah membicarakannya denganku, aku akan membantu.”

“Baiklah, kuserahkan padamu. Aku harus segera pergi.”

“Ne… hati-hati di jalan, salam untuk keluargamu oppa.”

Kyuhyun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu, namun sebelum Ia keluar dari sana.

“Apakah psikolog nya seorang yeoja?” Tanyanya dengan wajah datar.

“Kau maunya apa, oppa??” Sooyoung balik bertanya dengan sengaja.

“Akan ku pastikan dia tidak bisa mengambil suamiku”

“Hahaha~ dia teman baikku, jika dia macam-macam aku yang akan turun tangan.”

“Akan ku pegang kata-katamu.”

“Pasti.”

Setelah melihat wajah serius Sooyoung pada kata-katanya, kyuhyun segera keluar dari ruangan Sooyoung yang hanya bisa tersenyum manis sambil menggelengkan kepalanya.

“Dasar pasangan posesive”

Kyuhyun kembali ke kamarnya untuk mengambil Suho digendongannya, sementara Siwon berjalan dengan menggandeng Sulli. Lalu mereka pun segera keluar dari rumah sakit itu setelah Minho kembali bersama Umma Choi yang mengantar mereka sampai di loby.

“Bye-bye halmonie~” Ucap ketiga bocah itu sambil melambaikan tangannya.

Dan limosine mewah itu pun segera meninggalkan rumah putih berhantu itu untuk segera kembali ke istana mereka yang penuh warna dan cinta. Tidak ada yang berbicara selama perjalanan, karena sepertinya mereka lebih menikmati kesunyian yang ada.

**

Sampai akhirnya mobil mereka memasuki halaman rumah yang sangat luar itu dan berhenti didepan pintu yang sudah terbuka lebar. Semua maid yang ada disana menunggu dengan wajah cemas didepan pintu seperti biasanya.

Begitu Kyuhyun turun bersama Siwon mereka langsung menghela nafas lega, beberapa diantaranya segera mengambil barang yang ada dimobil itu. Sementara ketiga bocah itu langsung berlari kedalam rumah dengan riangnya karena sudah tiba dikawasan mereka sendiri.

“Selamat datang Siwonnie~” Ucap Ryeowook dan Yesung berdiri ditengah-tengah maid mereka.

“Terima kasih hyung~”

“Selamat datang wondad~” Ucap JongIn memeluk pinggang Siwon dan dibalas namja tampan itu dengan mengacak rambut lembutnya.

Selanjutnya mereka semua pun memasuki istana indah itu yang kehilangan raganya dua hari ini karena keceriaannya meredup. Tapi sekarang bisa didengarkan tawa ceria dan langkah kaki yang bergema diseluruh sudut ruangan besar itu.

Sampai tiba waktu makan malam, mereka menikmatinya dengan suka cita karena kehadiran Siwon membuat semuanya terasa lengkap kembali. Ryeowook yang memang tidak ingin kembali ke rumahnya sudah siap dengan penjagaannya untuk mereka.

Setelah makan malam, mereka pun menghabiskan waktu didepan televise yang tidak jelas siaran apa yang mereka lihat. Karena yang ada mereka lebih asyik bercerita tentang berbagai hal termasuk tentang Kyuhyun yang menjadi pahlawan tiba-tiba.

Sementara anak-anak mereka malah sibuk sendiri didekat tangga dengan Minho yang bermain piano besar disana dan Sulli memainkan biolanya. Coba bayangkan suasana istana indah itu dengan dua nada paling romantis yang dipadu bersamaan itu.

“Siwonnie, ayo istirahat.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba saat nada piano Minho dan suara Suho berakhir.

“Baby~ ini masih sore.”

“Ini sudah malam, Siwonnie kau harus banyak istirahat.” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Pergilah Siwonnie, kami juga akan istirahat.” Ucap Yesung.

“Kalian menginap kan?” Tanya Siwon.

“Apa kami diperlukan?” Ryeowook balik bertanya.

“Tidak.” Jawab Kyuhyun dengan death glarenya. “Pertanyaan apa itu?” Tanyanya tajam.

“Ahahaha~ selamat malam Kyunnie~” Jawab Ryeowook melenggang didepan mereka dengan santai.

“JongIn, babies~ sudah cukup mainnya, sekarang ke kamar mandi lalu belajar sebentar.” Ucap Ryeowook sambil lalunya.

Tanpa perlu mengatakan dua kali lagi, keempat bocah manis dan penurut itu langsung berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian dan belajar sebelum tidur. Jongin yang seharusnya ke kamar ummanya malah berlari mengikuti Minho ke kamar atas karena akan tidur disana.

“Nanti mommy periksa, arraseo~” Ucap Kyuhyun dengan nada jahilnya.

Terdengar jawaban koor dari keempat bocah itu yang membuat beberapa maid yang masih ada disana menggelengkan kepala mereka.

“Selamat malam tuan, nyonya Choi.” Ucap salah satu maid saat Siwon dan Kyuhyun berjalan ke tangga.

“Selamat malam buat kalian, sampai jumpa besok pagi.” Ucap Siwon dengan senyum manisnya.

Dan semua maid yang menunggu mereka menganggukkan kepalanya kemudian segera mematikan seluruh lampu yang ada disana lalu menghilang dibalik pintu kamar mereka masing-masing.

Begitu juga Siwon dan Kyuhyun sudah memasuki kamar mereka dan berjalan menuju kamar mandi untuk Siwon. Sementara Kyuhyun melewatinya menuju balkon kamar besar itu untuk menikmati angin malam yang dingin.

Beberapa saat kemudian Siwon keluar dari kamar mandi Kyuhyun langsung berbalik dan bersandar pada penyangga pinggiran blakon itu. ia melihat suaminya sedang mencari keberadaaannya didalam kamar.

Sampai kepala Siwon berputar kearahnya barulah Kyuhyun terlihat berdiri dengan kaki yang ditekuk sebelah dan tangan terlipat didada. Siwon langsung berjalan mendekatinya dengan senyuman memesona dan penuh cinta untuknya.

“Untuk apa disini, baby?” Tanya Siwon sambil melingkarkan tangan dipinggang Kyuhyun.

“Memikirkan yang terjadi dua hari ini.” Jawab Kyuhyun memainkan handuk yang ada dileher Siwon.

“Jangan dipikirkan, semua sudah berakhir.” Ucap Siwon.

Kyuhyun memeluknya dengan perlahan dan merebahkan kepalanya dibahu Siwon. “Mianhae sudah membuatmu khawatir, Siwonnie.”

“Gwenchana baby~ hyung memang seperti ini jika itu untukmu.”

“Nee~ terlalu overprotektif.”

“Bagaimana tidak jika kau sudah mengalami yang lebih parah dari itu?” Ucap Siwon memeluk Kyuhyun dengan erat dan membenamkan wajahnya dibahu namja cantik itu.

“Mianhae~” Ucap Kyuhyun lagi.

“No no no~ sana mandi dulu, hyung ingin memelukmu.” Ucap Siwon langsung melepas pelukannya dan mengganti suasana.

“Memeluk yang seperti apa itu?” Tanya Kyuhyun dengan smirk jahilnya.

“Memelukmu sebagai guling, apa lagi?” Tanya Siwon dengan kening berkerut.

“Bukan apa-apa!! paboya!!” Kyuhyun langsung memukul lengan Siwon dengan keras.

“Aiishh~ kenapa memukulku?” Tanya Siwon sambil memegang lengannya.

“Tidak apa-apa!!” Jawab Kyuhyun meninggalkannya dengan wajah sulking.

“Aigooo~” Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu berdiri ditempat Kyuhyun semula.

Namja tampan itu melihat tanpa tujuan pada langit lepas yang luas dan gelap itu dan membuat perasaannya lega terbebas dari segala beban.

“Terima kasih untuk semua yang Engkau berikan, aku akan selalu menjaganya.” Gumam Siwon seorang diri.

Entah berapa lama ia berdiri disana sampai tiba-tiba secara perlahan sepasang tangan menyusup dipinggangnya dari belakang. Karena tidak ada orang lain yang akan melakukan hal itu padanya apalagi dikamarnya, Siwon hanya tersneyum manis dan memegang tangan itu sampai lengannya.

“Apa sudah lebih segar, baby?” Tanya Siwon.

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya yang bersandar dipunggung Siwon dengan nyamannya. “Gomawo.” Bisiknya pelan.

“Anytime.” Jawab Siwon berpaling dan menatap wajah cantik yang terlihat segar itu. “Wangimu menggoda, baby.”

“Itu iklan parfume, hyung.” Jawab Kyuhyun dengan wajah polos membuat Siwon tertawa.

“Selalu tahu cara menghancurkan suasana, hmm?”

“Itu keahlianku.”

“Ahahaha~ baiklah, ayo tidur.” Siwon langsung membalikkan badan Kyuhyun dan menarik pinggangnya mendekat.

Kemudian mereka jalan bersama menuju tempat tidur mereka yang empuk, selama berjalan itu Siwon tidak henti-hentinya menghirup aroma vanilla yang menguar dari tubuh Kyuhyun. Karena memang Siwon sendiri yang menyiapkan bath up penuh dengan sabun wangi vanilla sebelum ia keluar.

Namja tampan itu terus membawa huswife cantiknya sampai ke ranjang putih mereka dan menyuruh Kyuhyun untuk segera berbaring disana. Dengan patuh dan wajah berkerut Kyuhyun menuruti apa yang dikatakan Siwon sampai gerakan namja tampan itu terakhir barulah Kyuhyun mengerti maksudnya.

“Buka bajumu, baby.” Ucap Siwon memegang obat oles di lebam Kyuhyun.

“Ta-tapi…” Kyuhyun merasa itu bukan keputusan yang tepat.

“Tidak apa-apa, hyung akan memakaikannya.”

“A-aku bisa sendiri hyung.”

“Babykyu…” Panggil Siwon seperti sebuah peringatan.

Kyuhyun menatap wajah tampan itu dan mencari perubahan disana seandainya Siwon melihat lagi lebam-lebam yang menyakiti hatinya itu. Tapi sepertinya, namja tampan itu sudah bisa mengendalikan emosi dan kekhawatirannya sesaat.

“Ja-jangan katakan apapun.” Ucap Kyuhyun setengah berbisik membuat Siwon langsung menggelengkan kepalanya.

Akhirnya dengan perlahan Kyuhyun menaikkan bajunya sampai ke dagu seperti yang ia lakukan pada Ryeowook saat diobati. Dengan perasaan was-was Kyuhyun melihat wajah Siwon yang tetap tenang membuka tutup obat ditangannya itu.

“Masih sakit?” Tanya Siwon tidak tega.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. “Sudah lebih baik.” Ucapnya.

Selanjutnya Siwon terus mengoleskan obat penghilang lebam itu dengan perlahan sampai semuanya terkena dengan rata. Sementara Kyuhyun terus mengamati wajah tampan yang terlihat sangat serius itu hingga tanpa sengaja tangannya terulur untuk menyentuh wajah itu.

Siwon tidak menyangka Kyuhyun akan memegang pipinya, namun tangannya dengan cepat mengambil tangan Kyuhyun dan mengecupnya dengan lembut.

“Jangan ulangi lagi baby.” Ucapnya penuh penekanan membuat Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya.

“Mianhae, aku jannmm~”

Kata-katanya terputus ciuman Siwon yang tiba-tiba itu namun tetap saja terasa manis karena namja tampan itu menggerakkan bibirnya dengan lembut. Tak perlu menunggu waktu lama untuk Kyuhyun memejamkan mata dan menikmatinya.

“Jangan meminta maaf lagi.” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

“Mia…”

“Muachh~”

“Mi…”

“Muachh~”

“Siwo…”

“Muachh~”

“Si…”

“Muacch~”

“Ak…”

“Muacch~”

“Hy…”

“Muachh~”

“Hyung!!” Teriak Kyuhyun akhirnya.

Siwon hanya tertawa dengan kerasnya sambil berbalik dengan lihai ke tempat tidurnya tanpa menimpa Kyuhyun, apalagi menyakiti tubuh sedikit langsing itu.

“Sini-sini.” Panggil Siwon kemudian merentangkan lengannya untuk bantal Kyuhyun. “Sudah kering kan? Ayo tidur.”

Kyuhyun pun kembali menutup perutnya dan bergeser perlahan sampai kepalanya bertahta dilengan Siwon dan menatap wajah tampan itu yang sudah berpaling menghadapnya.

“Gudnite Siwonnie~ gomawo.” Ucap Kyuhyun dengan wajah bantalnya.

Kyuhyun mengecup kening Kyuhyun penuh sayang kemudian membelai kepala dengan rambut lembut itu beberapa kali sampai namja cantik itu benar-benar terlelap dengan nafas naik turun dengan teratur.

“Gudnite, my baby.”

Beberapa menit kemudian namja tampan itu menidurkan Kyuhyun dibantalnya dengan hati-hati agar huswifenya itu tidak terjaga. Kemudian ia pun segera keluar dari kamar mereka menuruni tangga menuju lantai dua kamar anak-anak mereka.

Namja tampan itu memasuki kamar anak-anaknya satu persatu untuk melihat mereka tidur dengan baik. Suho dan Sulli berada dikamar mereka masing-masing sementara Minho tidur bersama JongIn.

Setelah memastikan mereka baik-baik saja, Siwon segera kembali ke kamarnya dan memikirkan apa yang dikatakan dokter dirumah sakit.

Apa benar dia trauma karna kecelakaan Kyuhyun dulu? jika tidak, kenapa ia bisa terpaku sampai berapa lama seperti hilang kesadaran. Apa yang ia takutkan?

Jawabannya tentu saja keselamatan dua buah hatinya yang ada bersamanya. Dan mungkin saja trauma itu benar adanya apalagi pikirannya saat itu dipenuhi dengan Kyuhyun. Hanya Kyuhyun.

***

Keesokan harinya.

Seluruh anggota keluarga istana itu sudah berseliweran diruang tengah juga ruang makan yang ada di rumah besar itu. Kepala rumah tangga Choi Siwon atau pemilik istana itu terlihat sedang duduk santai di sofa dengan soulmate pendamping hidupnya Choi Kyuhyun ada disampingnya.

Sementara itu buah hati mereka sedang berceceran di ruangan besar itu dan juga di ruang makan yang serba lengkap milik mereka.

“Kalian sudah siap?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Sudah mommy!!!” Jawab mereka berempat secara bersamaan.

“Kalau begitu, ayo pergi.” Ucap Kyuhyun lagi lalu berpaling melihat suaminya. “Hyung, baik-baik dirumah ne?”

“Tentu saja, kau juga hati-hati dikantor ne?”

“Mmm~” Jawab Kyuhyun sambil memejamkan matanya karena Siwon mengecup keningnya penuh sayang.

“Kyu~ JongIn ikut bersamamu ne, nanti siang biar aku yang jemput mereka.” Ucap Ryeowook tiba-tiba membuat Kyuhyun langsung memutar bola matanya.

“Bayar dengan cookiesmu!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Sebanyak apapun.” Ryeowook menjawab tidak kalah cepat hingga Kyuhyun tidak bisa membantah.

Selanjutnya keempat babies istana itu pun berpamitan pada daddy mereka yang duduk bersandar di sofa. Kemudian bocah-bocah itu pun segera menuju mobil yang sudah disiapkan didepan pintu rumah mereka.

Setelah mereka semuanya pergi, tinggallah Siwon sendiri dirumahnya yang hanya ditemani maid-maid mereka yang sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri.

Sampai waktu siang tiba, Ryeowook benar-benar pergi menjemput buah hati mereka dan membawanya kembali ke rumah dengan cepat karena Siwon sudah tidak tahan sendirian. Satu jam kemudian, Ryeowook kembali menjemput anaknya sendiri dan bermain-main diluar sampai jam sekolah Minho usai.

Saat semuanya sudah lengkap, barulah namja imut itu kembali ke rumah dan Istana itu kembali dengan keceriaan empat malaikat kesayangan itu. bahkan Siwon terlihat lebih bersemangat saat mereka semua sudah ada di rumah dan bermain disekelilingnya.

Sampai tiba-tiba satu suara menghentikan kegiatan yang sedang mereka lakukan.

“Selamat siang semuanya~” Sapa Sooyoung begitu memasuki istana indah itu.

“Siang auntyy~” Jawab Suho dan Sulli langsung menghambur memeluk Sooyoung dengan wajah riang.

“Apa kabar, hmm? Sudah makan?” Tanya dokter cantik itu dengan wajah cerianya.

“Kami baru siap makan aunty, sebentar lagi mau les.”

“Hooo~ anak-anaknya mommy memang is the best.”

“Kan mommy-nya memang the best aunty~” Jawab Minho juga ikut menyambutnya disana.

Tapi kemudian bocah kecil itu berhenti saat Minho melihat ada bayangan orang lain dibelakang Sooyoung yang berdiri melihat mereka dengan senyum manisnya. Sooyoung yang melihat tatapan Minho langsung mengerti dan menarik orang itu agar berdiri disampingnya.

“Ini tamu untuk daddy, boleh kami bertemu daddy??” Tanya Sooyoung kemudian.

Secepat kilat dua bocah kembar itu berdiri menghimpit Minho dengan wajah penasaran mereka dan saling bertatapan curiga. Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kedua bocah itu kemudian kembali melihat kearah aunty dokternya itu.

“Silahkan aunty, daddy ada didalam.” Ucap Minho sopan membuat Sooyoung berbinar-binar melihatnya.

“Mino putra mereka yang sempurna.” Ucap Sooyoung pelan pada tamu asing itu yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Minho berjalan didepan sementara dua dongsaengnya berjalan dibelakangnya dengan sesekali kepala berpaling ke belakang. Sooyoung dan yeoja cantik itu hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah keduanya yang membuat Minho memutar bola matanya.

“Maafkan mereka aunty.” Ucap Minho sampai di Sofa.

“Gwenchana Mino, mereka menggemaskan.”

“Daddy, ada tamu untuk daddy.” Ucap Sulli langsung menghampiri Siwon yang duduk di Sofa itu dengan santainya.

Putri cantik itu langsung duduk dipangkuan daddynya tercinta dengan nyaman, sementara Suho duduk disamping daddynya.

“Selamat Siang Sooyoungie~” Ucap Siwon ramah.

“Selamat siang oppa, kami sudah berbicara dengan doktermu, dialah psikolog itu.” Ucap Sooyoung menarik yeoja itu ke depan untuk memperkenalkan dirinya.

“S-selamat siang, saya bora teman baiknya Sooyoung.”

“Selamat datang Bora, mohon bantuannya.” Ucap Siwon mengulurkan tangannya.

“Sama-sama tuan Choi~” Jawab bora menyambut tangan Siwon cepat.

“Siwon saja cukup.”

“Siwon-sii.”

“Ohh~ kenalkan ini putra dan putriku.” Ucap Siwon kemudian melihat ketiga putra dan 1 putrinya yang mulai mengulurkan tangan mereka.

“Choi Minho aunty.” Ucap Minho mengulurkan tangannya.

“Lee JongIn, aunty.” Ikut JongIn.

“Senang bertemu denganmu.” Jawab Bora menyambut uluran tangan mereka satu persatu.

“Choi Cuo, aunty.” Ucap Suho ramah.

“Choi Culli aunty.” Sambung Sulli ramah namun dengan wajah penuh selidik.

Yeoja cantik itu hanya bisa tertawa kecil dan menyambut tangan-tangan kecil itu yang hangat dan menggemaskan. Selanjutnya perkenalan diri itu pun dilanjutkan dengan berbincang-bincang sebentar untuk saling mengenal dan mengetahui masalahnya.

Putra-putri Choi sudah lama meninggalkan mereka karena ketiganya harus belajar sampai sore hari. Bahkan sampai Sooyoung dan Bora pulang mereka belum selesai hingga mommy cantik mereka pulang dari kantor barulah ketiganya keluar dari ruang belajar yang ada dilantai dua.

“Mommyyyyy~~~” Teriak Sulli langsung berlari menuruni tangga begitu melihat mommynya ada dibawah.

Dan Suho pun melakukan hal yang sama begitu melihat mommy-nya sedang melihat mereka. “Bogoshipoyoooo~~” Serunya penuh semangat.

Sementara Minho hanya melihat mereka dengan tenang sambil menuruni tangga itu perlahan dan tersenyum manis saat mommy-nya melihat kearahnya.

“Selamat datang mommy.” Ucap Minho begitu sampai didepannya.

“Mommy pulang, Baby~ dimana daddy?” Tanya Kyuhyun sambil mengacak rambut kedua bocah kembar yang masih memeluk pinggangnya.

“Daddy di kamar, kami mandi dulu.” Jawab Minho sambil menarik kedua bocah itu bersamanya.

“Ne, mommy juga mau mandi.” Ucap Kyuhyun dan mengecup kening mereka bertiga lalu segera menuju kamarnya sendiri.

Sampai disana Kyuhyun membuka pintu kaca kamarnya secara perlahan dan melihat ruangan besar yang kosong itu. Dia tidak menemukan suami tampannya dimanapun didalam ruangan itu. Karena itu ia pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu berganti pakaian dengan yang bersih.

“Siwonnieku~” Panggil Kyuhyun dengan nada manja.

Langkah kakinya menuju balkon kamarnya yang terbuka dengan tirai yang melambai-lambai ditiup angin sore. Disanalah suami tampannya menyamankan diri diatas kursi berbaring dengan memejamkan matanya.

“Siwonnie tampanku~” Panggil Kyuhyun sekali lagi membuat Siwon langsung membuka matanya.

“My baby~”

“Ahh, kau mendengarnya? Jangan bilang Iya!!” Ucap Kyuhyun dengan mata yang membesar.

“Ahahaha, adorable, I miss you~” Ucap Siwon langsung menarik Kyuhyun hingga namja cantik huswifenya itu jatuh dalam pangkuannya.

“Aku juga rindu, Siwonnie.” Ucap Kyuhyun menyamankan sandarannya didada Siwon.

“Bagaimana di kantor?” Tanya Siwon sambil meletakkan dagunya dibahu Kyuhyun.

“Baik-baik saja, kau juga baik-baik saja dirumah kan?” Kyuhyun menepuk-nepuk pelan tangan Siwon yang melingkar diperutnya.

“Ne~ tadi kami kedatangan tamu yang dibawa Sooyoungie.”

“Mwooo???”

“Dia psikolog untuk hyung.”

“Ap-apa dia ca-cantik?” Tanya Kyuhyun menjadi gugup.

“Tentu saja dia cantik, baby.” Siwon menjawab dengan sengaja hingga wajah Kyuhyun langsung berpaling melihatnya dengan tajam.

“Tapi tidak lebih cantik darimu, muaach.” Lanjut Siwon cepat dan mengecup bibir Kyuhyun yang ada didekatnya itu.

“Tentu saja aku Mr. Choi~” Jawab Kyuhyun bangga. “Lalu berapa hari dia akan datang dan berapa jam sehari dia akan bersamamu?” Tanya Kyuhyun kemudian dengan nada penuh selidik.

“Aigoo~ Mrs.Choi, dia akan datang setiap hari dan 3 jam seharinya.”

“APPPAAAA!!!” Kyuhyun langsung berdiri menatap Siwon tajam.

“Hyung ingin semuanya cepat selesai, baby~ kau ingin hyung diobati psikolog bukan?”

“I-iya be-benar, tapi tidak setiap hari juga hyung~~” Protes Kyuhyun ternyata tidak terima.

“Hyung ingin trauma ini cepat hilang, jika ia ada~ hyung ingin cepat baik-baik saja agar kau tidak khawatir.”

“Ta-tapi…”

“Apa yang kau takutkan baby?” Tanya Siwon tiba-tiba memasang wajah liciknya.

“Tidak apa-apa!! Semoga dia benar-benar bekerja dengan baik.”

“Namanya Bora-ssi, dia temannya Soo, dia juga pintar…kau aemmm”

Kyuhyun langsung menutup mulut Siwon dengan tangannya dan kembali memberi suaminya itu death glare yang mematikan. “Hyung jangan memujinya!!!”

“Mmmm~mmm” Jawab Siwon menganggukkan kepalanya.

“Mm!! jangan menatapnya lama-lama, jangan tersenyum padanya, jangan menyentuhnya.”

“B-babyy…”

“Don’t, don’t, don’t come near her.”

“Ahahahaha, my adorable baby~” Siwon langsung mengecup bibir Kyuhyun untuk mendiamkannya.

Ciuman lembut penuh cinta itu membuat keduanya dipenuhi kebahagiaan yang mereka punya selama ini. Ciuman yang sama sejak dulu saat pertama kali mereka melakukannya dibawah wedding arch pernikahan mereka.

“Mmm~ Siwonnie~ a-anak-anak…” Ucap Kyuhyun disela ciuman mereka.

“M-mereka ada dibawah, baby~”

“Mereka disini~”

“Kenapa kau tahu?”

“Dengar langkah mere…”

“Mommmyyyyyyyy~~~~” Suara panggilan itu membuat Siwon dan Kyuhyun langsung menjauh.

“Kami disini!!” Seru Kyuhyun sedikit lebih keras. “Aku benar kan?” Tanya Kyuhyun melihat Siwon.

Namja tampan itu hanya tersenyum garing sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal membuat Kyuhyun memutar bola matanya dengan malas. Saat itulah ketiga bocah kesayangan mereka tiba disana dan segera duduk disekeliling mereka.

“Kenapa disini daddy? Apa daddy baik-baik saja?” Tanya Minho duduk ditengah mereka.

“Daddy baik-baik saja, Babyboy.”

“Daddy ayo makan~” Ajak Suho yang berdiri didepan mommynya yang melingkarkan lengan padanya.

“Culli juga lapar, mommy~” Jawab Sulli yang berada didepan daddy-nya.

“Baiklah, ayo turun ke bawah, kita makan malam.” Ajak Siwon berdiri bersama Kyuhyun dan Minho.

Dan akhirnya keluarga bahagia itu pun turun ke bawah untuk menikmati makan malam mereka bersama-sama. Ryeowook dan Yesung memang masih ada disana juga bergabung bersama mereka dengan Kai yang duduk disamping Minho.

Malam itu mereka habiskan dengan bercerita, bercanda dan tertawa bersama hingga malam pun semakin larut dan membuat semuanya memutuskan untuk mengakhiri hari itu dan beristirahat untuk menyambut esok hari.

*

*

Pagi yang cerah dan penuh kebahagiaan di Istana Choi dengan malaikat kecil kesayangan mereka sedang bercanda ria bersama di ruang tengah. Seperti biasa mereka sudah bersiap-siap untuk segera berangkat ke sekolah masing-masing.

Karena sarapan bersama sudah selesai sejak tadi, jadilah mereka bercanda dahulu sambil menunggu mommy cantik mereka yang masih ada dikamarnya bersama daddy.

Setelah beberapa saat barulah namja cantik Choi Kyuhyun itu turun bersama suaminya yang melingkarkan lengan dipinggangnya dengan nyaman. Choi Siwon dengan pakaian santainya tetap saja terlihat memesona apalagi saat matanya tidak pernah lepas dari huswifenya tercinta.

“Morning~ mommy~ daddy~” Seru bocah-bocah kecil itu bersamaan begitu melihat mereka.

“Morning babies~” Jawab Siwon berpaling dari Kyuhyun.

“Kami berangkat dulu, Siwonnie baik-baik di rumah ne~” Ucap Kyuhyun melihat suaminya dengan tatapan serius.

“Ne baby, take care ne~”

“Neee~”

Siwon langsung mengecup bibir Kyuhyun sekilas yang membuatnya seketika melihat ke bawah dan anak-anak mereka sedang tertawa cekikikan. Selanjutnya ketiga bocah itu pun memeluk daddy mereka bergantian yang mengucapkan selamat jalan dengan do’anya.

“Bye-bye daddy~”

“Sampai jumpa lagi, babies.”

Kemudian mobil santaFE hitam itu pun segera meninggalkan teras istana indah itu keluar gerbang dan menuju sekolah Minho dan sekolah si kembar. Sementara dibelakang mereka Ryeowook bersama JongIn mengikuti dengan mobil mereka sendiri.

Dan selanjutnya Siwon kembali harus menjalani harinya dirumah seharian yang terasa sangat sepi dan membosankan. Jika tidak karena kemauan Kyuhyun dan kekhawatiran namja cantik itu yang sangat besar, Siwon tidak akan melakukannya.

Karena ia lebih memilih duduk di kursi hitamnya dikantor daripada sendirian di rumah besarnya yang seperti kuburan saat kurcaci mereka tidak ada disana.

Tapi, hal yang tidak ingin dilihat Siwon didunia adalah raut kecewa dan khawatir yang sangat besar tertera diwajah Kyuhyunnya. Untuk itu ia akan melakukan segalanya agar wajah cantik itu selalu bercahaya dengan penuh kebahagiaan.

“Konseling pun akan kujalani.” Gumam Siwon langsung menuju kamarnya lagi.

**

Hari itu berjalan dengan sangat cepat bagi Siwon yang menghabiskan waktunya dengan membaca buku di balkon kamarnya. Karena saat ia sadar hari sudah menjelang siang dan ia harus segera makan dan meminum beberapa vitamin.

Setelah melakukan semua hal itu, tibalah waktunya bagi psikolognya datang dan melakukan konseling padanya yang baik-baik saja, menurutnya. Jadwal konseling itu memang sudah ditetapkannya setelah makan siang.

Karena itu juga saat ini Siwon sudah siap di ruang kerjanya, Bora, yeoja cantik psikolog muda yang berbakat itu sudah ada dipintu. Dengan senyum ramahnya pada maid yang menunggu didepan pintu, yeoja cantik itu segera dibawa ke lantai dua ruangan Siwon yang sengaja dibuat untuk konseling mereka.

Karena sudah biasa melakukan hal itu, Bora tidak merasa canggung saat berada didepan namja tampan suami orang itu. Ia benar-benar melakukan semua tugasnya dengan baik, bahkan Siwon merasa nyaman berkonsultasi dengannya atas semua yang terjadi.

“Apa benar aku bisa membahayakan mereka lagi?” Tanya Siwon masih saja khawatir akan hal itu.

“Tidak Siwon-sii, kau pasti bisa mengatasinya.”

“Aku jadi ragu dengan kemampuanku.”

“Apa yang kau rasakan saat itu?”

“Aku tidak tahu, yang terlihat didepan mataku, tubuh Kyuhyun terlempar keluar dari mobil.”

“Mungkin itu karena sebelum itu pikiranmu merasa sangat khawatir padanya. Hingga membuat apapun yang kau lakukan, hanya Kyuhyun-ssi yang terlintas.”

“Mungkin saja, sebelum itu memang ada sedikit kejadian, mm~ kau tahu, itu…”

“Ne, aku tahu~ Kyuhyun-ssi bisa segalanya ne?”

“Bukan! Dia tidak sadar kekuatan dirinya.”

“Dia tahu, Siwon-sii~ tapi dalam dirinya, Kyuhyun-ssi melakukannya untuk anak-anak kalian.”

“Aku tahu, aku khawatir jika preman itu memukulnya lebih keras, sedangkan tubuhnya sudah tidak seperti dulu lagi.”

“Aku mengerti~ tapi seperti yang Kyuhyun-ssi katakan, bahwa dia tahu kekuatan lawannya saat itu.”

“Apa aku terlalu berlebihan?”

“Bukan, hanya cintamu yang terlalu besar.” Ucap Bora dengan sungguh-sungguh membuat Siwon tersenyum penuh arti padanya.

“Itu hal yang tidak bisa kurubah.”

“Tidak perlu merubahnya, hanya kau harus lebih percaya lagi pada apa yang dilakukannya.”

“Aku akan berusaha.”

“Ne, itu hal yang seharusnya.”

“Hari ini kita hanya akan berbincang-bincang seperti ini, nanti akan ada prakteknya jika kau sudah siap, Siwon-ssi.”

“Aku mengerti, ayo minum dulu.”

“Terima…”

“Dadddyyyyyy~~” Panggilan manja keluar dari mulut kecil putri paling dimanjakan di Istana itu menghentikan perkataan Bora.

“Culli? Sudah pulang?” Tanya Siwon begitu putrinya memasuki ruangan itu.

“Sudah, selamat siang aunty~” Sapa Sulli ramah pada tamunya itu.

“Selamat siang cantik, ayo minum.” Ajak Bora melihat minuman dan makanan yang dibawakan untuknya sangat berlebihan.

“Ne, aunty~ Culli ganti baju dulu.”

Putri kecil itu langsung menuju kamarnya yang ada dilantai itu juga dan secepat kilat berganti baju dengan gaun bertali satunya. Kemudian segera keluar lagi menuju ruangan daddy-nya dan duduk disana diantara mereka.

Lebih tepatnya dipangkuan Siwon yang sudah kembali menjalani sesi konselingnya yang hampir berakhir. Namun Sulli, tidak sekali pun bocah kecil itu beranjak dari sana bahkan berpaling untuk melihat keluar pintu.

Sulli duduk dengan nyaman dipangkuan daddy-nya dan mendengarkan apapun yang mereka bicarakan. Walau tidak mengerti sepenuhnya, Sulli tidak pernah ingin meninggalkan daddy-nya seorang diri disana.

Atau lebih tepatnya, Sulli tidak ingin meninggalkan daddy tampannya bersama yeoja cantik itu. dan it uterus berlanjut sampai hari berikutnya. Putri kecil itu akan menemani daddy-nya sampai 3 jam ke depan sampai menunda lesnya sendiri.

“Sulli, kenapa gangguin daddy?” Tanya Kyuhyun dihari ketiga konseling itu berjalan.

“Gangguin? Tidak mommy~” Jawab Sulli dengan wajah polos tidak merasa bersalah.

“Lalu? Dengan Sulli duduk di tengah itu menganggu, sayang.” Ucap Kyuhyun lagi dengan sabarnya.

“Ta-tapi Culli bisa jagain daddy disana.”

“Mwoo?? Untuk apa dijaga daddy sudah besar!??!”

“Bukan dijaga seperti ituuuu~”

“Lalu jaga seperti apa yang Culli lakukan?”

“Mmm~ sebenarnya…” Sulli mulai berbisik dan melihat sekelilingnya lalu meminta mommy cantiknya untuk mendekat. “Mmm~Sulli jagain daddy dari Aunty cantik itu, mommy.” Bisiknya pelan.

“Mwooo?? Itu tidak perlu baby~” Jawab Kyuhyun dengan mulut terbuka dan mata membulat tidak percaya.

“Perlu mommy~ dia sangat cantik, nanti kalau daddy suka bagaimana?”

“MWOOO??”

‘Aissh~~ jangan teriak mommy!!!” Protes Sulli dengan death glare imutnya yang mematikan.

Bocah kecil itu melihat kesana-kemari dengan perasaan was-was kemudian meminta mommy-nya untuk mendekat lagi. Sambil memutar bola matanya Kyuhyun pun mendekati putrinya itu untuk mendengarkannya berbisik.

“Ayo kita intip mereka mommy~”

“Apaaa!!?”

“Ssssst~” Sulli menutup mulutnya dengan satu telunjuk.

Beberapa maid yang melewati mereka berdua hanya bisa tertawa cekikikan mendengar percakapan aneh dan menggemaskan dari keduanya.

“Ayo mommy~” Sulli menarik tangan mommy-nya dengan cepat kemudian berlari kecil menuju ruang konseling daddy-nya.

Sampai dipintu keduanya berdiri diluar dan mengintip ke dalam dari celah pintu yang dibiarkan terbuka sedikit. Kyuhyun tidak tahu apa yang ia lakukan, tapi hatinya mengatakan bahwa Sulli putrinya itu benar.

Apa dia bodoh? Mungkin…sedikit.

Sementara itu didalam kamar.

“Siwon-ssi, bisakah jika besok kita pergi keluar?”

“Apa ini sesi konseling selanjutnya?”

“Ya… kita akan melakukannya dengan cara berbeda.”

“Eum~ baiklah, dimana kita akan bertemu?”

“Restoran perancis pusat kota Seoul, jam 12.00 tepat.”

“Baiklah, aku pasti datang.”

“Baiklah, waktu konseling sudah usai dan aku harus kembali dalam rutinitasku kembali.” Ujar Bora sembari memberikan senyuman yang membuat kedua matanya mengikuti gerak bibirnya. Eyes smile.

Tanpa diketaui keduanya, sang nyonya rumah dan putrinya sedari tadi berdiri di balik pintu yang memang tidak tertutup rapat itu. Jelas mereka bisa mendengarkan segalanya disana, termasuk pertemuan esok hari antara suaminya dengan yeoja cantik yang itu.

“Cari mata kau Soo, kau membuat suamiku dalam pengaruh yeoja jelek itu, ah tapi dia memang cantik, tapi… tetap lebih cantik wajahku, Choi Sooyoung~” Kyuhyun berguman tanpa sadar membuat Sulli tertawa cekikikan dibawahnya.

Hingga akhirnya ia menyadari bahwa suami tampannya dan juga bora mulai berjalan menuju pintu untuk keluar. Secepat kilat keduanya bergerak bersembunyi dibelakang keramik besar yang bisa menutup satu orang yang berada disisi pintu itu.

Sepeninggal Siwon yang sedang mengantarkan Bora ke pintu keluar rumahnya, Kyuhyun dan Sulli masih tetap meringkuk disana hingga Minho dan Suho yang tanpa sadar melewati mereka langsung berdiri dengan mulut menganga.

“Mommy??” Tanya Minho sesaat kemudian.

“Eee~ aaa~ Mino!!” Ucap Kyuhyun salah tingkah.

“Mommy sedang apa??” Tanya Cuo juga penasaran.

“Ah mommy…eum itu, mengambil sendal, ada semut, hahaha ya kan Culli.” Kyuhyun langsung keluar bersama Sulli yang menganggukkan kepalanya.

Namja cantik itu segera mendekati putra pertamanya dan menepuk kepala Minho sayang, tanpa sengaja ia menghindari tatapan Minho yang persis mirip suaminya itu, karena Kyuhyun tahu jika Minho tidak puas dengan jawabannya.

“Mino sendiri mau apa??”

“Tadi Mino mau cari daddy, tapi Mino melihat mommy ada disitu.” Jawab Minho sambil melihat keramik besar dibelakang mommy-nya.

“Ah begitu kah?? Kajja kita lihat daddy.” Kyuhyun langsung mengajak Minho menuju Siwon daddy yang masih ada diluar untuk menghirup udara segar.

Mereka pun memutuskan untuk bermain dan bercanda ria di taman depan sambil menikmati suasana sore hari dengan kebahagiaan.

Hingga keesokan harinya.

Kyuhyun masih di kegiatan yang sama, menyiapkan sarapan untuk keluarganya, membantu jikalau Suho dan Sulli rewel dan membutuhkannya. Kyuhyun berusaha lebih untuk menggantikan Siwon yang biasanya melakukan semuanya untuk mereka.

Kyuhyun juga berusaha untuk menutupi sikapnya yang tidak biasa agar ia tidak dicurigai oleh siapapun terkhususnya Siwon. Karena rencana special yang sudah disusunnya saat makan siang nanti sudah bersarang di otak pintarnya.

“Sudah selesai sarapannya, sayang? Kajja kita berangkat.” Kyuhyun segera berjalan mengitari meja makan itu untuk mengambil bekal anak-anaknya.

Kemudian ia menyuruh Minho untuk segera merapihkan diri dan adik-adiknya untuk bersiap ke sekolah, karena inilah tugasnya dalam hampir semingguan lebih ini. Sedangkan Siwon yang memang diminta Kyuhyun untuk masih berada di rumah, dan tidak melakukan apa-apa sampai benar-benar sembuh.

Tetapi namja tampan suaminya itu menurut dengan satu syarat bahwa pekerjaan Kyuhyun akan dibagi dua dan akan dikerjakannya di rumah agar ia bisa membantunya. Sedang yang selebihnya bisa diambil oleh Hyukjae jika berkas telah ditanda-tangani olehnya.

“Kami pergi dulu hyung”

“Ne~comeback soon baby.”

“I will, jangan nakal hyung.”

“Pasti, kau pun jangan nakal saat hyung tidak ada.”

“Tidak mungkin.”

“I love you, My baby.”

“I love you more, Siwonnie.”

“I love you most.

Ketika siang hari menjelang, seperti janjinya Siwon segera bersiap menuju tempat yang ditetapkan untuk bertemu dokter konselingnya. Dan ternyata Bora sudah lebih dulu menempati meja yang berada di dekat kaca didalam restorant itu.

“Siwon-ssi” Ucap Bora berdiri menyambut kedatangan Siwon.

“Hay Bora-ssi.”

“Duduklah, kau ingin memesan apa?”

“Eum~ pasta saja”

Bora pun memanggil pelayan dan mulai memesan makanan untuk mereka berdua, sambil menunggu pesanan mereka datang, Bora kembali menjalankan tugasnya memberikan nasehat-nasehat atau petuah yang bisa diambil Siwon sebagai pelajaran.

Sementara itu, di meja lainnya yang tidak jauh dari meja mereka terdapat seorang namja yang memakai kaca mata hitam bahkan didalan ruangan, serta syal hitam yang menutupi setengah wajahnya terlihat sedang mengintai apa saja yang dilakukan keduanya disana.

“Ck~ kau tak akan bisa mengambil Siwon hyung, dia sudah punya 3 anak.” Kyuhyun terus mengumpat pelan.

Namun tiba-tiba saja sebelah pikirannya mengeluarkan ide yang sangat cemerlang hingga Kyuhyun pun berinisiatif mengirim pesan pada suaminya itu.

From : My babyKyu

Hyung…

Kau sedang apa??

Aku merindukanmu, maafkan aku makan siang ini tidak bisa menemanimu.

Kyuhyun kembali menyimpan ponselnya di atas meja sambil melihat bagaimana Siwon mengambil ponsel di saku coatnya. Walau Kyuhyun tidak bisa melihat bagaimana mimik yang Siwon berikan karena Kyuhyun sengaja duduk dibelakang Siwon dengan menghadap ke punggungnya, tapi ia tahu wajah tampan itu tersenyum dengan tampannya.

From : My husband

Aku pun merindukanmu sayang.

Gwenchana, makanlah yang baik, sampai bertemu nanti malam. Jangan terlalu lelah.

I love you.

Kyuhyun melihat ke ponselnya yang bergetar tanda bahwa Siwon sudah membalasnya membuat senyuman garing tertutup syal ada dibibirnya, tapi setelah membaca pesan itu, ada suatu hal yang mengganjal dihatinya.

“Kau sangat mengkhawatirkanku, Siwonnie. Tetapi lihatlah kau tidak memberitahukan bahwa kau bertemu dengan Bora diluar hyung, aku kecewa padamu.” Ucap Kyuhyun lirih.

Kemudian ia pun segera meninggalkan restoran itu tanpa sempat memakan pesanannya dan lebih memilih langsung menyimpan uang di mejanya dan pergi secepatnya membawa berbagai perasaan yang timbul dihatinya. Sedih? Kecewa? Atau terluka?

Kyuhyun tidak tahu yang mana lebih besar dan berkembang, tapi saat ini mata bulat cantiknya tiba-tiba saja berkabut tebal hingga memudarkan pandangannya. Dengan cepat Kyuhyun menengadahkan kepalanya keatas dan mengedipkan matanya dengan cepat.

Tidak mungkin ia menyetir dengan mata yang penuh dengan airmata jika ia tidak ingin berakhri dirumah sakit karena tidak bisa melihat dengan jelas.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun pelan.

Kemudian namja cantik itu segera memacu mobilnya meninggalkan tempat itu menuju istananya yang nyaman dan tempat tidurnya yang bisa membuatnya tenang.

Sementara dibelakangnya Siwon dan Bora segera memulai konseling mereka dengan percobaan menyetir kembali bagi Siwon. Namja tampan itu ingin secepatnya bisa beraktifitas kembali agar Kyuhyun bisa beristirahat dan tidak khawatir lagi.

Tapi sepertinya Kyuhyun tidak mengetahui hal itu sedikit pun karena sekarang namja cantik itu bersedih hati dengan pikiran dan hati yang dipenuhi kecemburuan.

Begitu tiba dirumahnya Kyuhyun langsung masuk dengan wajah sulking yang membuat maid-maid yang berdiri didepan pintu kebingungan melihatnya. Namun begitu kesayangan istana itu berlari menghambur memeluknya, wajah Kyuhyun langsung berubah cerah dan senyum terkembang dibibirnya.

“Mommy, gwenchanayo?” Tanya Minho yang berdiri menelliti wajahnya.

“Jangan pintar begitu Mino, mommy jadi takut.” Jawab Kyuhyun tanpa sadar memasang wajah memelasnya.

“Bukan begitu, Mino hanya tahu saja.” Bantah Minho membela diri.

“Ne~ gwenchana, ayo masuk.” Kyuhyun membawa bocah kembar yang memeluknya itu masuk kedalam sementara Minho berdiri disana melihat keluar lalu maid-maid mereka.

“Jangan khawatir.” Bisik maid-maid itu sambil menaikkan bahu mereka membuat Minho memutar bola matanya.

Selanjutnya bocah itu pun masuk kedalam meninggalkan maid-maidnya yang tertawa cekikikan. Setelah memastikan keadaan mommy-nya sekali lagi, Minho segera mengajak bocah kembar dongsaengnya itu bersiap-siap untuk les seperti biasanya.

“Mommy…” Panggil Sulli sebelum ditarik oppanya.

“Ne, babygirl?”

“Daddy tidak suka aunty, Culli sudah tahu.”

“Sulli memang sok tahu.” Jawab Suho dengan smirk jahilnya.

“Oppa!! Culli tau daddy cuma suka mommy sama Culli!!”

“Jiaah~ anak ini.” Ujar Minho tidak habis pikir.

“Benar oppa!! Lagipula Culli sudah melakukan sesuatu.” Jawab putri kecil itu dengan smirknya.

“Mwoo?” Apa yang Culli lakukan??” Tanya Suho dengan mata melebar.

“Mmm, just little thing.” Jawab Sulli mendekatkan ibu jari dengan telunjuknya yang lebih sedikit.

“Culli~” Panggil Minho mengingatkan.

“Demi Culli, demi mommy dan demi oppa-oppa, ayo belajar.” Bocah kecil itu melenggang tanpa peduli tatapan dari ketiga orang dibelakangnya.

“Culli…” Suho memanggilnya dengan wajah blank.

“Apa? Ahahahahaha~” Jawab Sulli tidak peduli.

Minho langsung melihat mommynya dengan wajah datar namun ternyata mommy-nya terlihat sedang menahan tawanya hingga bahunya bergerak tidak karuan.

Iya, Kyuhyun ingin tertawa dengan keras melihat gaya putri kesayangannya itu, tapi tentu saja itu hal yang tidak baik dilakukan didepan putri kecil itu sendiri.

“Kalian memang sangat ajaib, Marmut kecilku.” Ucap Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya dan Minho menatapnya tajam. “Tapi terima kasih, sayangku~” Kyuhyun langsung mengecup kepala Suho dan Minho yang ada disana.

“Love you baby girl~” Serunya kemudian pada Sulli yang sudah menaiki tangga dan tentu saja didengar Sulli dan berhenti untuk melihatnya.

“Love you too my mommy, muaach~” Jawab Sulli dan mengecup kedua ujung tangannya kemudian melayangkannya pada Kyuhyun mommy-nya itu.

“Aiishh~ sana siap-siap, nanti jumpa lagi.” Ucap Kyuhyun pada dua putranya yang masih berdiri disana.

“Ne, see you, mommy.” Ucap Suho dengan senyum manis menampilkan gigi susunya yang dibalas Kyuhyun dengan senyum garing menampakkan gigi putihnya.

Kemudian mereka pun berpisah menuju kamar masing-masing yang ada dilantai yang berbeda itu.

**

Lebih dari satu jam kemudian Kyuhyun yang sudah menenangkan dirinya dibalkon kamar segera turun kembali untuk menunggu anak-anaknya selesai les dan juga suaminya yang belum pulang sejak ia tinggalkan disana.

Namun begitu sampai di anak tangga terakhir Kyuhyun langsung melihat kearah pintu istananya yang terbuka lebar. Disana dua orang yang sangat dikenalnya sedang berdiri bercakap-cakap dengan sangat akrab.

Kyuhyun melihat yeoja cantik psikolog suaminya terlihat sangat nyaman berbicara dengan Siwon, bahkan lebih akrab dari pertama kali dia memberikan konselingnya pada namja tampan itu.

Kaki Kyuhyun yang ingin melangkah menjadi beku ditempatnya hingga ia pun hanya bisa mendengar sayup-sayup percakapan mereka.

“Terima kasih untuk hari ini Siwon-sii.” Ucap Bora tersenyum ramah.

“Aku yang harus berterima kasih.”

“Aku rasa kau sudah bisa beraktifitas kembali.”

“Benarkah secepat itu?”

“Perkembangan dan tekadmu sangat kuat, apa yang kau pikirkan?”

“Tentu saja cinta dalam hidupku, Bora-ssi.”

“Choi Kyuhyun-ssi.” Ucap Bora dengan senyuman jahil namun dibalas Siwon dengan senyuman bahagia dan mata yang penuh cinta.

“Hanya nama saja kau seperti ini?”

“Kau tidak tahu rasanya memiliki dia, Bora-ssi.”

“Aku bisa melihatnya dari matamu.”

“Ahahaha~ gomawoyo kerja kerasmu beberapa hari ini.”

“Aku tidak melakukan apa-apa, kau pria yang sempurna.”

“Jangan memujiku seperti itu.”

“Kyuhyun-ssi sangat beruntung memilikimu.”

“Aku yang sangat beruntung memilikinya.”

“Ohh, aku ingin mencoba sesuatu.” Tiba-tiba Bora mengalihkan pembicaraan membuat kening Siwon berkerut bingung.

“Huh? Maksudnya?” Siwon tidak mengerti.

“Ada yang bilang, dia sangat cemburu padaku.”

“Mwo??”

“Aku akan membuktikannya.” Lirik Bora sekilas kearah belakang Siwon. “Sampai jumpa lagi Siwon-ssi~” Ucapnya kemudian menarik Siwon mendekatinya dan upps…

“Muaach.”

“CHOI SIWON!! Apa yang kau lakukan!?” Seru Kyuhyun dengan wajah merah padam menahan amarah.

“B-baby??” Siwon balik bertanya seperti orang yang baru tertangkap basah.

“A-apa kau lupa sudah menikah?!” Tanya Kyuhyun kemudian.

“B-baby…i-itu tidak seperti yang kau kira.”

“Lalu apa? kau menciumnya?? What the hell, Siwon!! I hate you!!”

“Baby!!!” Panggil Siwon saat Kyuhyun langsung berpaling meninggalkan mereka disana.

“Si-siwon-ssi…”

“Gwenchana, pulanglah.”

“Mianhae.”

“Aniyo, Gomawo sudah membantu Bora-ssi.” Ucap Siwon dengan senyumnya yang menenangkan lalu segera menuju kamarnya di lantai 3.

“Ahh~ ternyata benar, Sweety~ mommy mu sangat menggemaskan.” Gumam Bora sambil berpaling dengan santainya masuk ke mobilnya lalu pergi dari sana.

Sekilas ucapan Sulli terngiang dikepalanya dan membuatnya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.

**

“Aunty…Culli bilangin warningnya ne?” Ucap Sulli beberapa hari yang lalu.

“Warning apa?” Bora terlihat bingung dan penasaran.

“Don’t touch my daddy.” Ucap Sulli tajam.

“What??”

“Jangan dekat-dekat daddy atau Queen Evil disini akan memakanmu.”

“Mwoo??”

 **

“Ada-ada saja.” Gumam yeoja cantik itu.

Sementara itu di Istana Choi didalam kamar Siwon.

Kyuhyun terlihat diatas ranjangnya dan terbungkus selimut tebal itu hingga ia seperti gulungan kain yang besar. Siwon yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafas lelahnya.

“Kebiasaan nyonya Choi bila sedang marah.” Gumam Siwon sambil mendekati ranjang itu.

“Baby…” Panggilnya dengan lembut.

Namun tidak ada gerakan apapun yang terlihat dari gulungan tebal itu hingga Siwon memanggilnya sekali lagi. Ditunggu berapa lamapun Kyuhyun masih tidak berpaling melihat Siwon yang berdiri disisi ranjangnya.

“My love, my heart, my soul.” Panggil Siwon lagi.

“….”

“Baiklah, tidak asah berbalik.” Ucap Siwon akhirnya terdiam dan melangkah darisana.

Setelah beberapa saat akhirnya perlahan tapi pasti badan Kyuhyun bergerak-gerak tidak nyaman hingga akhirnya namja cantik itu berpaling melihat keberadaannya disana. Mungkin saja Kyuhyun mengira Siwon sudah pergi meninggalkannya, tapi yang terjadi namja tampan itu duduk di kursi dengan nyaman dan menunggunya.

“Akhirnya~” Ucap Siwon dengan senyum merekah menampilkan dua dimplenya yang dalam. Namun saat melihat sesuatu diwajah Kyuhyun langsung saja membuat Siwon mendekatinya dengan wajah menyesal.

“Mianhae,baby~ jeongmal mianhae.” Ucap Siwon cepat dan mengecup kedua mata Kyuhyun yang basah oleh airmatanya yang baru dilihat Siwon.

“Siwonnie…”

“Ssst~ mianhae, hyung bersumpah tidak melakukan apa pun dengannya, baby~ percayalah.”

Kyuhyun tidak menjawab apa-apa karena airmatanya sudah mengalir kembali dengan sendirinya.

“Omoo~” Siwon segera naik ketempat tidurnya dan menarik Kyuhyun dalam pelukannya.

Namja cantik itu pun membenamkan wajah didadanya dengan isakan kecil yang tertahan dan membuat Siwon memeluknya dengan semakin erat.

“Mianhae baby~ bicaralah pada hyung.” Pinta Siwon dengan sungguh-sungguh. “Kenapa kau menangis? Katakan, baby~”

“Hiks…”

“Katakan hyung tidak menyakitimu, baby~ katakan! Tidak kan? Hyung tidak menyakitimu kan??” Tanya Siwon lagi dengan nada khawatir.

“T-tidak hyung.” Jawab Kyuhyun pelan.

“Lalu kenapa kau menangis? Jangan buat hyung khawatir, baby.”

“A-aku…”

“Ne?”

“Aaa-ku…”

“Percayalah baby, hyung tidak melakukan apa-apa.”

“Aku percaya.”

“Lalu…”

“Aku…”

“Ne~ kenapa baby?”

“A-aaku c-cemburu hyung~” Akhirnya Kyuhyun mengatakan yang sebenarnya dan tentu saja membuat Siwon membeku ditempatnya.

“D-dia terlihat sa-sangat dekat d-denagnmu, aku…aku tidak bisa melihatnya.”

“Bu-bukankah kau sendiri yang menginginkan dia datang?” Tanya Siwon akhirnya punya suara.

“I-iya..ta-tapi…dia sudah berlebihan.”

“Tidak baby, dia hanya melakukan tugasnya.”

“Aku tidak mau dia datang lagi.”

“Mwoo??”

“Aku tidak mau dia merawatmu lagi!!”

“Ta-tapi baby…”

“Aku tidak mau dia mendekatimu hyung!! Sudah cukup, kau tidak apa-apa.”

“Ahh~ akhirnya~~” Ucap Siwon dengan penuh kelegaan sambil menghembuskan nafasnya.

“Apa maksudmu?!” Kyuhyun tidak mengerti dengan perubahan suaminya itu.

“Sejak awal Bora datang, hyung ingin kau mengatakan hal itu, baby.”

“A-apa??”

“Dari awal hyung sudah katakan bahwa hyung tidak perlu psikolog manapun.”

“Ta-tapi itu untukmu.”

“Dengan memikirkan keselamatan kalian, hyung bisa melewati semuanya baby, bahkan trauma yang paling besar sekalipun.” Ucap Siwon dengan sungguh-sungguh dan mata yang memancarkan percaya diri yang besar.

“Aku…”

“Hyung tidak ingin membuatmu khawatir, baby~ tanpa spikolog apapun hyung bisa melewatinya, selama kau selalu bersamaku, disini.”

“Tapi…kau berbohong padaku, hyung~ kau makan siang bersamanya.”

“MWOO? Kau mengikuti kami? Oh my god baby~” Siwon memegang kepala dengan kedua tangannya tidak habis pikir.

“Kau tidak bilang bersamanya, hyung~~”

“Ne, ne, ne, Bora-ssi ingin hyung mencoba menyetir lagi, baby.”

Mendengar hal itu Kyuhyun langsung melepas pelukannya dan menatap Siwon tajam sebagai tanda ia tidak setuju pada hal itu. “Kau tidak boleh…”

“Tenanglah baby~ hyung memang ragu saat pertama kali, tapi hyung bisa melakukannya dengan baik.”

“Su-sungguh??” Tanya Kyuhyun sambil menganggukkan kepalanya.

“Jinjja~hyung tidak akan berbohong, jika tidak bisa pasti hyung akan katakan karena ini bukan hal yang sepele, hyung tidak bisa selamanya tidak menyetir kan?”

“Mmm~ tapi kau tetap bohong padakuu!!”

“Ne, ne, ne, ne, mianhae~” Ucap Siwon dengan dua dimplenya yang mengagumkan.

Kyuhyun langsung menyusupkan wajahnya dileher Siwon dan menghirup nafas leganya yang sangat panjang. Lega karena Siwon benar-benar tidak apa-apa seperti yang dikatakannya itu dan pastinya namja tampan suaminya itu tidak terpengaruh dengan yeoja psikolog yang bersamanya beberapa hari ini.

“Mianhae hyung~” Gumam Kyuhyun pelan.

“Gwenchana, hyung tahu kau melakukan yang terbaik, baby.”

“Tapi semuanya tidak berjalan dengan baik.”

“Asal kau merasa lebih baik, itu yang paling penting.” Jawab Siwon jujur.

“Nee, aku baik-baik saja.”

“Clear kalau begitu.”

“A-aku mencintaimu hyung.” Ucap Kyuhyun setengah berbisik dengan pipi merona.

“Tentu saja aku sangat mencintaimu, baby.” Jawab Siwon mengecup puncak kepala Kyuhyun dan memeluknya dengan erat sambil memejamkan matanya.

Meresapi kehangatan dari memeluk cinta dalam hidupnya itu membuat Siwon merasa semua masalah yang akan mereka hadapi, akan selalu terselesaikan dengan baik selama kepercayaan masih ada diantara mereka.

Dan kali ini mereka kembali menyelesaikan masalah itu dengan penuh kejujuran dari masing-masing yang membuat semuanya terlihat lebih jelas. Karena dengan kejujuran semua isi hati akan terungkap dan semua masalah akan cepat terselesaikan.

“Mmm, apa kau tahu baby?” Ucap Siwon tiba-tiba ditengah keheningan mereka.

“Hmm??” Tanya Kyuhyun.

“Bora sudah menikah.

“Mwoo??”

“Nee~ dia sudah menikah lebih dari dua tahun.”

“Siaa…”

“Sssst~” Siwon menutup mulut huswifenya itu dengan ciuman lembut dan penuh cinta.

Sekali lagi cinta mereka dikuatkan dengan kepercayaan dan kejujuran.

**

Hiduplah dengan penuh kejujuran agar hidupmu selalu dipenuhi dengan kemudahan.

Dan satu hal lagi, tidak ada cinta yang melupakan rasa cemburu didalamnya, juga tidak ada cemburu bukan berarti tidaklah cinta. Karena cinta dan cemburu hanya saudara satu ayah dan lain ibu. Ahahahahahaha.

Apa ininii!!!!

**

Ahahahahaha, saia giling!!

Semoga tidak membosankan ne^^

Sampai jumpa di lain hari.

With love

Vie.