The Day 3


poster The day

THE DAY
(My Destiny Is Written)

Chapter 03

**

Hai-hai..selamat malam..

waah terima kasih nee untuk dukungannya, ff ini bisa mengalahkan My Baby^^

*Prok-prok

Chap ini Full Wonkyu moment, senang dulu ne^^

**

Sebelumnya…

Dan mobil itu berhenti tepat didepannya.

“Omoo!! Beneran!?!” Ucap Kyuhyun tidak percaya.

Dan sedetik kemudian kaca depan mobil itu pun terbuka menampakkan pengemudinya yang ternyata sangat dikenal Kyuhyun hingga kedua matanya membesar tidak percaya.

“Siwon!??!”

“Ne… aku disini.”

“Ke-kenapa??” Kyuhyun masih tidak percaya dengan penglihatannya.

“Ayo naiklah.”

Tanpa menghiraukan apapun lagi, Kyuhyun langsung membuka pintu mobil mewah itu dan duduk didepan bersama suami tampannya. Kemudian mobil berwarna putih itu pun segera melaju meninggalkan jalanan kota menuju Istana mereka yang sejuk dan damai.

_

_

~Kediaman Choi siwon~

Tidak ada yang terjadi kepada Siwon maupun Kyuhyun, setelah Siwon tiba-tiba menjemput Kyuhyun di halte bis itu. Mereka hanya berdiam diri di dalam mobil menikmati segala kesunyian.

Bahkan saat setiba nya di rumah pun mereka masih saja tidak berbicara satu sama lainnya. Hanya kata “kau sudah makan” dan “selamat malam, tidur yang nyenyak” yang bisa terdengar.

Setelahnya mereka pun berpisah dan menuju kamarnya masing-masing.

Sampai keesokan harinya, seperti biasa Kyuhyun sudah bersiap akan menuju rumah sakit pada tugasnya dan terlihat Siwon yang juga sudah berpakaian rapih yang Kyuhyun tau pasti akan menuju kantornya.

“Mari sarapan.” Ajak namja tampan itu saat melihat Kyuhyun kini sedang berdiri di pinggir meja makan.

“Heum… ne.” Kyuhyun pun duduk di kursi yang memang biasanya ia duduki saat ada Irene disana, membuat Siwon langsung menatapnya.

“Waeyo??” Tanya Kyuhyun.

“Kau terlalu jauh, lagi pula Irene tidak ada dirumah, duduklah disampingku”

Dengan perlahan namun pasti, Kyuhyun pun kini menduduki kursi yang biasanya Irene tempati.

“Bagaimana keadaan ahjumma?” Tanya Kyuhyun terlihat canggung.

“Baik, tapi masih butuh perawatan, maka itu Irene masih memilih untuk berada disana selama beberapa hari.”

“Hyung…eum…”

Sebelum Kyuhyun melanjutkan ucapannya Siwon sudah tau apa yang akan di tanyakan oleh Kyuhyun.

“Irene yang memintaku untuk pulang lebih dulu, terlebih tanggung jawabku disini masih banyak.” Jawaban itu sebenarnya bukanlah yang diharapkan oleh Kyuhyun.’

“Oh Kyu~ mana mungkin Siwon kembali hanya karena tidak tega meninggalkanmu sendirian disini.” Innernya.

“Kyu… Kyu…” Panggil Siwon beberapa kali.

“Ah ne??” Kyuhyun tersentak dari lamunannya sendiri.

“Kau melamun? Ada apa?”

“Heum, tidak ada…aku sudah selesai sarapan”

“Chakaman…” Ucap Siwon cepat.

Kyuhyun yang sudah akan bangkit dari duduknya pun kembali terduduk sembari melihat ke arah Siwon seolah bertanya apa maksudnya.

“Kita pergi bersama.” Ucap namja tampan itu dengan tenang.

“Ah~ eum… ne, aku akan mengambil tas-ku dulu.” Kyuhyun segera pergi, tidak ingin berlama-lama melihat mata tajam Siwon yang terus menatap lekat padanya.

Selanjutnya mereka pun segera keluar dari rumah besar itu dan memasuki mobil Siwon yang sudah ada didepan pintu. Sekali lagi keduanya terjebak dalam situasi yang sama, buta kata, tidak tahu harus membicarakan masalah apa.

Akhirnya keduanya sama-sama terdiam menikmati perjalanan itu, walau berbagai pertanyaan melingkar didalam pikiran mereka masing-masing. Tapi beberapa menit kemudian salah satu dari mereka sudah tidak tahan lagi.

“Kyu…” Panggil Siwon akhirnya.

“Ne?”

“Boleh aku menanyakan sesuatu?”

“Tentu saja, apa yang ingin kau tahu, hyung?”

“Mmm, a-apa kau…mm, bagaimana ya…itu…”

“Kenapa aku ingin menikah denganmu?” Tanya Kyuhyun mengutarakan pikiran Siwon.

“Mmm, begitulah.”

“Irene Noona sudah membantu hidupku selama ini, kau tahu hyung~ pekerjaanku tidak bisa memenuhi permintaan dikampus.”

“Jadi, Irene yang membayarnya?”

“Ne~ setiap tabungan yang kukumpulkan untuk uang semester, Irene noona sudah membayarnya lebih dulu.”

“Dia memang mengatakannya padaku, tapi dia tidak meminta uangku.”

“Aku tahu, itu uangnya sendiri, karena itu aku akan membayarnya nanti.”

“Kenapa kau bisa dekat dengannya?” Tanya Siwon penasaran.

“Aku tidak tahu, kami tidak sengaja bertemu, berkenalan dan menjadi dekat.”

“Mmm~ tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan, ne?” Ucap Siwon dengan senyum dimplenya yang memesona.

“Ne~” Jawab Kyuhyun membalas senyuman itu dengan tulus. ‘Tapi aku lebih ingin menyebutnya sebagai takdir, Hyung.’ Pikiran Kyuhyun menjawab yang lain.

‘Takdir hidupku, bertemu denganmu.’

“Lalu…” Ucap Kyuhyun kemudian.

“Lalu?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Kenapa kau ingin menikahiku, hyung? Kau tahu aku namja kan?”

“Mmm, aku tahu, tapi tidak ada yang bisa kulakukan, Irene sangat menginginkan seorang bayi.”

“Ne~ dia selalu membayangkan bagaimana saat memeluk malaikat kecil itu.” Kyuhyun mengingat bagaimana Irene antusias jika membicarakan bayi.

“Begitulah, kita akan memberikannya kan?” Ucap Siwon melihat Kyuhyun sekilas dan focus pada jalan didepannya.

“Ne hyung, kita akan memberikannya.” Jawab Kyuhyun melihat Siwon dengan tatapan yang tidak bisa diartikan namja tampan itu.

Selanjutnya hanya suara hati mereka masing-masing yang berbicara sampai mereka tiba di tempat tujuan.

Mobil Siwon berhenti didepan gerbang rumah sakit besar itu dan Ia berpaling melihat Kyuhyun dengan senyumnya yang memesona.

“Gomawo hyung.” Ucap Kyuhyun sambil memegang gagang pintu mobil ingin keluar.

“Ne.”

Saat Kyuhyun membuka pintunya, tiba-tiba Siwon mencekal pergelangan tangannya hingga membuat ia tersentak dan berpaling kebelakang.

“Waeyo hyung?”

“Nanti kita makan siang bersama.” Jawab Siwon cepat.

“Eum~ apa… hyung tidak sibuk?”

Siwon menggelengkan kepalanya. “Anggap ini sebagai perkenalan kita semakin mendalam.” Ujar Siwon dan melepas genggamannya.

“Ne… aku pergi hyung.”

Kyuhyun pun segera dari keluar mobil dan menutup pintunya kembali, ia masih disana menunggu mobil yang ditumpangi Siwon pergi dari hadapannya.

“Ada apa dengan hatiku??” Ujar Kyuhyun sembari memegangi dadanya tetapi guratan kebahagiaan tidak bisa ia lepaskan begitu saja dari wajah cantiknya.

Kemudian barulah ia bergegas memasuki gerbang rumah sakit dan kembali berkutat dengan tugasnya melayani pasien yang membutuhkan pertolongannya.

Berjam-jam Kyuhyun lalui disana dengan sangat tekun dan wajah serius hingga tidak ada yang bisa mengacaukan tugasnya ataupun pikirannya. Tapi begitu dengan tidak sengaja ia melihat iphonenya, senyum kebahagiaan langsung merekah dibibirnya.

Boleh dikatakan itu senyum bodoh yang menggemaskan, apapun itu tidak apa-apa, yang Kyuhyun tahu, dia bahagia. Sangat bahagia.

Apa ini yang dinamakan Cinta?

Ataukah ia sebenarnya sedang jatuh cinta?

Siapa yang tahu? Karena sekarang namja cantik itu malah menggelengkan kepalanya kuat-kuat untuk membantah pertanyaan itu yang tidak ditanyakan itu.

“Apa aku boleh jatuh cinta padanya?” Tanya Kyuhyun pada Iphonenya sambil menatap wajah Siwon.

‘Kenapa tidak boleh? Bukankah dia suamimu? Tentu saja kau harus mencintainya.’ Jawab Inner Kyuhyun.

“Seperti kata umma.” Gumam Kyuhyun kemudian dengan pipi merona.

“Kyuhyun!!” Panggil seseorang tiba-tiba membuat ia tersentak kaget.

“Wookie-ah!!!” Tanpa sadar death glarenya yang mematikan menusuk jantung namja imut itu dengan tepat.

“Dokter kepala mengadakan rapat, lekas pergi.” Ucap Kim Ryeowook yang merupakan dokter koas sepertinya, dengan wajah datar.

“Kenapa ada rapat tiba-tiba??” Tanya Kyuhyun dengan wajah kesal.

“Hwo knows~” Jawab Ryeowook menaikkan bahunya tidak peduli lalu meninggalkannya disana.

Tanpa bisa membantah lagi, Kyuhyun keluar dari ruangannya dengan gerutuan sepanjang perjalanannya. Namja imut itu memang sahabat di kampus yang paling dekat dengannya yang sudah dianggap hyungnya sendiri, namun Ryeowook bisa juga jadi menyebalkan disaat yang bersamaan.

Dalam perjalanannya menuju ruangan rapat, sesekali ia melihat jam ditangannya dan mengira-ngira berapa lama rapat itu akan menyita waktunya.

Dan lebih dari dua jam kemudian barulah rapat sangat penting itu selesai dan membuat Kyuhyun terus memikirkan apa yang dibicarakan dokter kepalanya tadi. Beasiswa Dokter specialis.

“Ahh!! Siwon hyung!!” Ucap Kyuhyun baru teringat dan segera berlari menuju ruangannya.

Sementara itu di luar gerbang rumah sakit.

Seperti janjinya tadi pagi, kini Siwon sedang menunggu Kyuhyun keluar dari Rumah Sakit itu. Dan tak berapa lama sosok yang ditunggunya pun berjalan bahkan berlari kecil menuju mobilnya dengan wajah gugup.

Siwon pun dengan cepat membukakan pintu mobilnya dan menyilahkan Kyuhyun masuk.

“Miannae hyung, tadi dokter kepala mengadakan rapat dadakan terlebih dahulu.” Ujar Kyuhyun saat baru saja duduk di dalam mobil.

“Gwaenchana.. aku hanya menunggumu sekitar 15 menit, tidak masalah”

“Eum.. lalu kita akan kemana?”

“Kau ingin makan dimana?”

“Terserah hyung saja”

“Restoran favorit ku saja ne?”

“Ne…”

Kyuhyun pun segera memakai sabuk pengamannya, sedangkan Siwon menghidupkan mesin mobilnya dan segera menjalankannya. Membelah kota Seoul dengan mobil audy R8 nya, dan lagi tidak ada obrolan di sepanjang perjalanan.

Kyuhyun masih sibuk memikirkan isi rapat dadakan tadi sementara Siwon terlihat serius pada jalan didepannya. Sampai mereka akhirnya tiba ditempat yang Siwon katakan menjadi favoritenya.

Siwon memarkirkan mobilnya di salah satu kafe yang sepertinya berada di perbatasan Seoul, dikarenakan kafe ini yang tampak asri. Bahkan kafe ini dibuat seakan seorang pengunjungnya sedang berada di sebuah taman bunga.

Dari awal masuk perkarangan kafe, berbagai bunga seakan menyambut kedatangan mereka, Kyuhyun hanya bisa melihatnya dengan takjub. Sebagai seseorang yang lahir dengan serba kesederhanaan mana mungkin dirinya sempat menjelajah berbagai tempat yang indah dan mewah, walau itu hanya sebuah kafe yang di desain nampak asri dengan berbagai tanaman bunga di sana.

“Kajja kita masuk” Siwon membuyarkan lamunan Kyuhyun dan segera berjalan mendahului namja cantik itu.

Pelayan kafe yang membukakan pintu masuk itu sepertinya sudah sangat mengenal Siwon, dibuktikan dengan mereka yang terlihat akrab dan langsung mengantarkan Siwon dan Kyuhyun duduk dengan spot yang sangat tepat dan membuat Kyuhyun kembali terkagum melihatnya.

“Kau menyukai tempat ini?” Tanya Siwon melihat wajahnya yang berbinar.

Kyuhyun mengangguk, sembari matanya menatap ke depan, dimana kini mereka duduk di sebuah teras samping kafe. Ada beberapa tempat duduk disana, hanya saja saat ini Siwon dan Kyuhyun duduk tepat mengarah ke arah pepohonan dan juga berbagai tanaman yang memang terdapat di kafe itu.

“Ini sangat indah, hyung~ menyejukkan.”

“Dan menenangkan.” Ucap Siwon menimpali.

“Ne.. kau benar hyung”

“Saat aku kuliah dulu aku selalu menyempatkan kemari, tetapi setelah menikah aku sudah jarang kemari, karena pekerjaan yang padat membuatku tidak bisa membaginya. Terlebih Irene yang memang selalu membawakan makan siang ke kantor jadi aku memang nyaris tidak pernah makan siang diluar.”

Kyuhyun hanya menjadi pendengar setia disana, karena ia ingin lebih mengetahui tentang suaminya itu lebih dalam. Hingga ada seorang pelayan kafe menghampiri mereka dan memutuskan cerita Siwon.

“Mau pesan apa hyung??”

“Seperti biasa saja” Jawab Siwon sembari tersenyum lalu mengalihkan perhatiannya kepada Kyuhyun “Kau mau pesan apa Kyu??”

“Eum… aku orange juice dan pasta saja.”

“Baik.. aku sudah mencatatnya, silahkan untuk menunggu.” Pelayan itu pun kembali meninggalkan Siwon dan Kyuhyun untuk berduaan.

“Apakah… eum… noona pernah datang kesini bersamamu?” Pertanyaan itu keluar dari mulut Kyuhyun tanpa bisa dicegah dan sungguh membuatnya gugup tiba-tiba.

Dan sungguh ia berharap bahwa jawaban Siwon adalah tidak.

“Ani.” Siwon menggelengkan kepalanya. “Aku tidak pernah membawanya kesini, sebelum dan sesudah menikah aku sudah jarang kemari, kau lah orang terdekat pertamaku yang kuajak kesini.”

Oh sungguh jawaban Siwon itu seakan membuat Kyuhyun melambung tinggi di udara, CATAT bahwa dia adalah orang pertama yang dibawa Siwon untuk makan siang bersama disana.

Bolehkah ia berharap hubungan mereka akan terus berjalan baik dan bahkan Siwon menyambut dirinya dengan baik sebagai istri? Seperti Irene.

Tidak berapa lama makanan pun tiba dan mereka makan dengan khidmat, hanya sesekali Kyuhyun yang menanyakan mengenai perusahaan Siwon ataupun Siwon yang menanyakan mengenai kegiatan di Rumah Sakit pada Kyuhyun.

Hingga mereka selesai makan siang, kini mereka masih menikmati suasana menyejukkan yang ada disana. Tiba-tiba Kyuhyun pun pamit menuju toilet dengan handphone yang sengaja disimpan di atas meja, selagi Siwon menunggu Kyuhyun kembali, handphone Kyuhyun pun berbunyi pertanda pesan masuk.

Awalnya Siwon enggan membukanya, tetapi suara pesan itu masih saja terdengar hingga rasa penasaran pun hinggap dihatinya. Siwon pun melihat ke arah toilet, karena siapa tau Kyuhyun sudah keluar darisana, tetapi tidak ada tanda-tandanya jika namja cantik itu akan keluar dengan segera

Akhirnya rasa penasaran mengalahkan segalanya hingga membuat Siwon pun memberanikan diri untuk membuka pesan itu.


From : Seunghyun
“Maafkan aku karena mengganggu waktumu, aku baru saja mempunyai waktu luang.. bagaimana kabarmu?? Apa kau masih ingat padaku?? ;-)”

“Siapa dia?? Mengapa emot nya seperti itu??”

Siwon menggerutu sembari menutup pesan itu, hingga layar kembali menuju layar utama dimana terlihat wallpaper yang seketika mengubah mood-nya yang sudah kesal.

Siwon langsung menyimpan handphone Kyuhyun ditempatnya tetapi dia kembali mengambilnya, saat ia merasa gambar itu dikenalnya. Wallpaper itu menampakkan dirinya dan Kyuhyun berada dalam satu frame dan ia tahu bahwa itu adalah foto mereka saat di Jepang kemarin.

“Ini…” Siwon tersenyum garing melihatnya dan saat itu bertepatan dengan Kyuhyun yang baru saja kembali dari toilet.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun saat melihat Iphonenya ditangan Siwon.

“Ah~ini…” Siwon langsung memberikan handphone itu pada pemiliknya. “Tadi ada pesan, maaf aku lancang membukanya.”

Kyuhyun terlihat memperhatikan mimik wajah Siwon, tapi ia tidak mengerti akan arti dari raut wajah itu. Datar tetapi juga seakan ada gurat bahagianya, dan tiba-tiba Kyuhyun teringat bahwa wallpaper handphone nya itu adalah foto dirinya dengan Siwon saat di jepang kemarin.

‘Apa dia melihatnya?’

Kyuhyun merasa malu, seakan ia sedang tertangkap basah sedang melakukan curi pandang pada orang yang dicintainya dan ia tidak bisa kabur dari pandangan itu karena terperangkap disana.

“Ada apa?”

“Heum?? Ah aniyo~” Kyuhyun pun duduk kembali di tempatnya.

“Pakailah selalu wallpaper itu, sebagai identitas bahwa kau sekarang ini menjadi milikku.” Ucap Siwon sembari menatap dalam pada mata Kyuhyun.

Seketika pipi Kyuhyun merona dengan hebatnya dan tidak tahu harus menjawab apa untuk kata-kata yang mengejutkan itu. Mendengar ucapan itu pun, Kyuhyun seakan lupa untuk membalas pesan dari Seunghyun, ia hanya memikirkan berulang kali apa yang Siwon ucapkan kepadanya.

Sampai akhirnya mereka meninggalkan tempat itu dan Siwon mengantarkan Kyuhyun kembali ke rumah sakit dan ia kembali ke kantornya.

Menghabiskan waktu disana dengan tugas mereka masing-masing yang sangat jauh berbeda dibidangnya.

Ketika malam hari menjelang,

Kyuhyun masih teringat akan kejadian di kafe tadi siang, dimana Siwon mengatakan suatu kalimat yang membuat dadanya membuncah akan rasa senang.

“Pakailah selalu wallpaper itu, sebagai identitas bahwa kau sekarang ini menjadi milikku.” Ucapnya berulang kali, sembari tersenyum-senyum sendiri.

Dengan perasaan melayang Kyuhyun merebahkan dirinya di ranjang dengan bebas dan memejamkan matanya. Namun tiba-tiba saja dari kejauhan terdengar suara petir bersahutan dan semakin dekat hingga ia tersentak dan terduduk.

“Akan ada hujan badai kah??” Ucapnya sembari ia bangun dan berjalan cepat melihat ke luar jendela.

“Siwon hyung belum pulang dari kantornya.” Kyuhyun mendadak panic.

Bagaimana jika Siwon terkena hujan di jalan nanti, Ia tau bahwa Siwon memakai mobil, tetapi mengendarai saat hujan badai bukanlah suatu hal yang baik.

“Cepatlah pulang hyung.”

Kyuhyun pun melangkah keluar dari kamarnya, lampu-lampu ruangan sudah menyala, ia juga bisa melihat pelayan-pelayan yang sedang bertugas mengerjakan pekerjaannya masing-masing.

Kyuhyun menatap cemas ke arah pintu yang tertutup rapat itu, ia berharap bahwa Siwon segera pulang. Lelah menunggu, Kyuhyun pun akhirnya memutuskan untuk duduk di salah satu sofa yang berada di ruang keluarga, disana ia tetap masih bisa melihat ke arah pintu masuk.

Saat ia menutup telinganya dikarenakan suara petir yang sangat keras, saat itu juga pintu depan rumahnya terbuka dan menampilkan sosok namja tampan yang sudah berstatus suaminya itu.

“Kyu.. kau baik-baik saja?”

Kyuhyun membuka matanya melihat orang yang memanggilnya itu, lalu tanpa menjawab apapun ia bangkit dan segera memeluk Siwon dengan erat.

“Tenanglah ada aku disini, kau takut petir?” Tanya Siwon dengan wajah khawatir.

Kyuhyun masih saja terdiam dipelukannya itu, namja cantik itu hanya terus membenamkan wajahnya di ceruk leher Siwon dan mengatur nafas dengan benar.

“Kita ke kamarmu.”

Siwon pun mengajak Kyuhyun untuk menuju kamarnya dengan lengan Siwon yang memegang pinggang Kyuhyun erat dan posisi wajah Kyu yang tak jauh dari leher Siwon.

Beberapa maid mereka hanya bisa menyunggingkan senyuman manisnya melihat betapa lembutnya tuan mereka pada istri keduanya yang sangat cantik dan menggemaskan itu.

Namja tampan itu terus membawa Kyuhyun masuk ke kamar dan mendudukkannya di ranjang, kemudian ia pun mencoba melepaskan pelukannya.

“Tunggu disini, aku akan meminta pelayan mengambilkan minum untukmu, sementara aku berganti baju dulu, arraseo?” Kyuhyun hanya mengangguk patuh.

Siwon pun mengacak surainya dengan gemas kemudian ia pun menghilang di balik pintu dengan cepat. Kyuhyun kembali terdiam, ia menerawang jauh mengingat kembali dimana masa lalunya yang membuatnya sangat tidak menyukai petir.

Flashback.

Hari itu, Kyuhyun cepat-cepat kembali ke rumah, karena ia tau jika adik kecilnya yang sendiri dirumah tidak menyukai hujan. Tetapi hujan saat ini sangatlah besar bahkan badan Meteorologi dan Geofisika mengatakan bahwa akan ada hujan badai di Nowon.

Kedua orang tuanya sedang di Busan berziarah ke makam kedua orang tua sang umma dan meninggalkan adiknya di rumah, karena memang esok adalah hari minggu maka Kyuhyun bisa untuk menjaga adiknya sampai kedua orang tuanya kembali pada minggu malam.

Kyuhyun bergegas pulang ke rumahnya dengan wajah khawatir, walau hujan mulai turun secara perlahan tapi tidak menyurutkan langkahnya untuk segera pulang ke rumah menemani dongsaengnya tercinta.

Hingga saat ia tiba di rumah Kyuhyun dalam keadaan basah kuyup dan ia tahu listrik dirumahnya sudah mati. Dikarenakan adanya petir yang besar maka pihak listrik negara mematikannya agar menghindari dari kebakaran atau konsleting listrik.

Kyuhyun langsung masuk ke dalam rumahnya setelah mengutuk pemilik perusahaan listrik itu, ia mencari-cari dimana keberadaan sang adik yang tidak menyambutnya di depan pintu.

“Sulli-ah…Sulli!! Baby kau dimana?” Panggil Kyuhyun semakin khawatir.

Kyuhyun mencari ke berbagai ruangan dirumahnya yang sederhana itu dan menemukan dongsaeng kecilnya sedang meringkuk dibawah meja belajar dikamarnya. Dengan cepat Kyuhyun meraih Sulli dan memeluk tubuh bocah kecil itu yang gemetaran dikarenakan ketakutan yang sangat.

“Oppa…oppa!!!”

“Ne oppa disini.” Jawab Kyuhyun memeluknya dengan erat.

“O~oppa~” Dan tubuh kecil itu pun merosot dalam pelukannya, Sully pingsan di karenakan lelah akan ketakutannya.

“Sulli!! Ireona!! Sulli-ah!!”

Kyuhyun dilanda kepanikan yang luar biasa, karena tidak bisa memilih apa yang harus dilakukannya sekarang ini. Diluar sana hujan turun dengan lebatnya, ia tidak bisa meninggalkan Sulli untuk mencari dokter dan ia juga tidak bisa membawa Sulli ke rumah sakit untuk menemui dokter.

Jalan satu-satunya adalah dengan mengobatinya dengan inisiatif dirinya, Kyuhyun mencoba membuat Sulli tersadar akan pingsannya. Dengan menghangatkan dongsaeng kecil itu bahkan menggosok minyak telon ditengkuk di kepala dan membuat Sulli menghirupnya.

Hingga akhirnya cara aneh menurutnya itu pun berhasil dan membuat membuka matanya secara perlahan. Tetapi begitu menyadari apa yang terjadi Sulli langsung menangis dan menghambur memeluknya dengan cepat.

“Gwaenchana~ ada oppa disini, gwaenchana.” Ucap Kyuhyun menenangkan.

Dan dongsaeng kecilnya pun perlahan terlelap dipelukannya meninggalkan isakan-isakan kecil yang menyedihkan.

“Mianhae.”

End Of Flashback

***

“Kyu…” Panggil Siwon kembali memasuki kamar Kyuhyun tanpa mengetuknya. ia tidak tenang meninggalkan Kyuhyun lama-lama sendirian.

“….” Tidak ada jawaban dari huswifenya itu.

“Kyu…” Siwon kembali memanggil namanya sambil mencari dimana keberadaannya.

Hingga ia bisa melihat bayangan orang yang dipanggilnya itu sedang berdiri menghadap pintu kaca yang mengarahkan ke balkon kamarnya.

“Kyu…?” Ucapnya kembali agar Kyuhyun menyadari bahwa dirinya ada disana, Siwon menyentuh pundak Kyuhyun membuat namja cantik itu mengalihkan pandangan ke arahnya.

Terkejutnya Siwon saat melihat mata yang selalu memancarkan keindahan itu dibasahi oleh air mata.

“Uljima~” Ucap Siwon perlahan mengarahkan ibu jarinya untuk menghapus air mata itu.

“Aku mengingat adikku, hyung.”

Siwon membawa Kyuhyun untuk kembali dalam dekapannya.

“Ia sudah bahagia disana, jika ia melihatmu seperti ini, maka ia juga akan bersedih.”

“Hujan badai… mengingatkanku padanya, aku merindukannya~”

“Aku mengerti, tapi kau harus ikhlas, Kyu.”

“Aku sendirian, hyung.”

“Tidak!! Ada aku… aku suamimu. Ada Irene dia noona mu, kami tidak akan meninggalkanmu sendirian, Kyu~ percayalah.”

“Gomawo…”

“Ayo tidur, kau pasti sangat lelah.”

Siwon melepaskan pelukannya lalu membawa tangan Kyuhyun dalam hangat genggamannya dan kembali ke ranjang. Siwon menuntun Kyuhyun untuk menaiki tempat tidur itu tanpa protes sedikitpun dari namja cantik itu.

“Eum~ hyung…” Panggil Kyuhyun kemudian.

“Ne?”

“Kau tidak kembali ke kamarmu??” Kyuhyun bertanya dengan kening berkerut dikarenakan kini Siwon juga ikut berbaring disampingnya.

Bahkan namja tampan itu sedang membenarkan letak tidurnya dan memberikan lengannya untuk dijadikan bantal tidur Kyuhyun yang nyaman.

“Tidak… aku tidur disini.”

“Tapi…”

“Kau tak suka??”

“Bukan…bukan begitu, maksudku…”

“Ini kamarku juga kan?”

“Mwo?”

“Tenanglah… tidak akan terjadi apapun, itupun jika kau memang tidak menghendakinya.” Siwon berujar ambigu.

“Maksud hyung?”

“Tidak… tidurlah, aku akan menemanimu disini.”

“Aaa~ baiklah.” Jawabnya patuh.

Kemudian ia pun membenamkan wajahnya didada Siwon dengan lengan suaminya itu menjadi bantalnya sekali lagi. Siwon melihat kelakuan Kyuhyun yang menyusup mencari kehangatan membuat perutnya terasa digelitik.

Padahal yang dilakukan Kyuhyun adalah mencoba menutup matanya, dan mencoba berusaha mati-matian untuk bisa menetralkan degup jantungnya yang berdetak dengan cepat. Siwon tidak tahu itu, bahkan Kyuhyun juga tidak tahu jika suaminya itu juga sedang melakukan hal yang sama.

‘Oh Tuhan~ aku bisa mati sekarang juga, jika debaran jantung ini tidak kembali normal.’ Ucap Kyuhyun dalam hati.

Waktu telah berlalu begitu lama menurut Kyuhyun, tapi rasa kantuk itu tidak kunjung datang hingga ia pun berusaha membuka matanya kembali. Ia hanya ingin melihat wajah Siwon dari dekat seperti saat di Jepang kemarin, Apa Ia sudah tidur?

Setelah menimbang beberapa saat Kyuhyun pun mencoba mendongakkan kepalanya agar bisa menjangkau wajah suaminya itu, entah suatu kebetulan atau tidak…saat Kyuhyun menatap wajah Siwon, Siwon pun membuka matanya dengan cepat.

Mereka berdua akhirnya tidak bisa menghindari kontak mata langsung yang tidak sengaja itu. Dan entah siapa yang memulainya lebih dulu, kini wajah mereka sudah semakin dekat bahkan terpaan hawa panas sudah mulai terasa di wajah mereka masing-masing.

Detik berikutnya refleks Kyuhyun menutup matanya saat bibir Siwon menempel tepat di atas bibirnya. Insting yang berjalan membuat Kyuhyun menggerakkan kepalanya miring kekiri menerima bibir Siwon yang semakin merapat untuk menyalurkan perasaan yang membuncah.

“Manis….” Ucap Siwon disela ciumannya kepada Kyuhyun.

Siwon pun bergerak cepat agar bisa berada di atas Kyuhyun, tanpa membuat Kyuhyun terbebani dengan badannya. Namja tampan itu menggunakan kedua siku lengannya sebagai penyangga dan melihat Kyuhyun dalam.

“Maukah kau melanjutkannya?” Tanyanya penuh kepastian.

Kyuhyun yang tidak menyangka Siwon akan bertanya terlebih dulu terlihat berpikir sesaat. Saat melihat tatapan penuh keyakinan dari suaminya itu akhirnya ia pun menganggukkan kepalanya.

Dan jawaban itu membuat Siwon tidak membuang waktunya lagi secara percuma, ia langsung mengarahkan bibirnya untuk berpindah ke leher jenjang Kyuhyun, menghirup wangi lembut yang selalu menguar dari badan Kyuhyun selama ini.

“H-hyung~” Panggil Kyuhyun tiba-tiba membuat Siwon berhenti dan melihatnya.

“Waeyo baby?” Tanya Siwon tanpa sadar membuat airmata Kyuhyun merebak seketika.

“La-lakukan ini se-seolah aku i-istrimu.” Ucap Kyuhyun dengan pipi merona sampai ketelinganya.

“Heh, paboo~” Ucap Siwon tersenyum licik dan mengecup bibir Kyuhyun sekilas kemudian mendekatkan mulutnya ketelinga Kyuhyun dan berbisik pelan.

“Sejak awal aku melakukannya bersama istriku, Choi Kyuhyun~”

Kyuhyun terpaku mendengar jawaban yang sangat indah itu hingga tanpa sadar airmatanya yang mengenang dipelupuknya akhirnya turun juga. Lagi-lagi Kyuhyun merasa bahagia, sangat bahagia.

“Siwonnie~” Gumam Kyuhyun sambil melingkarkan lengannya dileher Siwon.

Hal itu membuat Siwon kembali mendapat lampu hijau dan ia pun kembali mengecup leher hingga bagian dada atas Kyuhyun, jangan tanyakan bagaimana keadaan Kyuhyun sekarang.

Ia bingung harus bagaimana, tapi sungguh hal inilah yang ditunggunya sejak awal, menjadi istri yang sesungguhnya. Siwon memperlakukan dirinya sangat lembut, bahkan sangat menghargainya. Walau ini bukan yang pertama bagi dirinya dan Siwon, tetapi ini adalah hal pertama yang dilakukan Siwon dengan penuh kesadaran untuk menyalurkan hasratnya.

Dan malam pertama itu pun kembali terulang untuk kedua kalinya dan mungkin saja lebih indah dari sebelumnya bagi Kyuhyun maupun bagi Siwon. Karena Kyuhyun tahu suaminya melakukannya atas dasar suka dan tanggung jawabnya sebagai suami.

Sementara Siwon, kali ini ia lebih menikmati semuanya karena dengan kesadaran penuh ia memeluk namja cantik dan mengagumkan itu dalam kebahagiaan yang tidak pernah ia tahu akan ditemukannya pada seorang namja.

**

“Kyuhyun~”

Kyuhyun langsung memeluk Siwon erat dengan segala kebahagiaan yang baru saja diterimanya. Bagaimana Siwon melakukan semuanya dengan lembut jika ia tidak punya perasaan apa-apa untuk istri keduanya itu.

“Terima kasih hyung.” Ucapnya pelan.

Siwon melepaskan pelukan Kyuhyun dan menatap wajah putih pucat itu tetap terlihat cantik walau dalam cahaya temaram.

“Terima kasih untukmu, Kyunnie.”

“Hyung…”

“Jika Irene bilang hanya ingin kau yang mengandungnya, aku akan mengatakan yang sejujurnya, aku hanya ingin melakukannya denganmu, Kyu.”

“Kau yang pertama segalanya untukku, hyung.”

“Kau juga yang pertama untukku, Kyu.” Jawab Siwon penuh kejujuran, Ya…Kyuhyun namja pertama untuknya.

“Semoga bayi kita akan tampan sepertimu.” Ucap Kyuhyun dengan senyuman garing yang menggemaskan.

“Semoga dia akan cantik sepertimu, baby.”

Ucap Siwon tanpa ragu dan kembali menegcup bibir Kyuhyun sekilas lalu menatap mata cantik yang penuh dengan cinta untuknya itu. Siwon bisa melihat ada cinta untuknya dalam mata coklat yang indah milik Kyuhyun.

“Milikku.” Gumam Siwon kemudian mengecup bibir Kyuhyun lagi dan membawanya dalam ciuman lembut penuh perasaan.

Dan tidak perlu menebak apa yang terjadi selanjutnya, karena namja tampan itu kembali memulai aksinya menambah lukisan cantik didada putih Kyuhyun. Dan selanjutnya gerakan lembut penuh cinta dari keduanya pun membuat mereka melupakan segalanya sekali lagi.

Entah berapa lama sampai keduanya merasa puas dan kelelahan, tapi yang pastinya raut kebahagiaan terpatri diwajah keduanya. Saat Kyuhyun terlelap dalam dekapan suaminya dengan senyuman manisnya dan Siwon yang juga terlelap memeluknya erat penuh kehangatan.

Sampai keesokan harinya.

**

Namja tampan yang dikenal dengan kesempurnaannya itu dan sangat mencintai istrinya kini terlihat sedang mengamati wajah cantik yang terlelap dilengannya itu dengan nyaman. Namja cantik yang merupakan istri keduanya yang mungkin akan dicintai sama besarnya seperti istri yang pertama.

Semoga saja.

“Kau benar-benar sangat cantik, Kyu~” Ucap Siwon sambil membelai pipi Kyuhyun dengan jemarinya.

“Ngggh~” Jawab Kyuhyun dengan kening berkerut.

Tanpa harus menanyakan apa yang terjadi? Siwon bisa menebak bahwa namja cantik itu terganggu tidurnya.

“Hyung bangun dulu ne~” Ucap Siwon kemudian mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

Kemudian namja tampan itu segera menuju kamar mandi setelah meletakkan kepala Kyuhyun dibantalnya sendiri dengan baik.

Beberapa saat kemudian ia sudah terlihat diruang makan rumah mereka menyiapkan sarapan untuknya dan Kyuhyun. Walau maid sudah menyiapkan semuanya, tapi Siwon ingin membuatnya berbeda untuk istri keduanya itu.

“Untuk Nyonya muda tuan?” Tanya salah satu maid melihat Siwon tersenyum sendirian.

“Ne~ ahjumma dia masih tidur.”

“Biar saya lanjutkan, tuan bangunkan dia saja.”

“Hoo~ baiklah.”

Dengan cepat Siwon berlari ke kamar huswifeny itu dan mendapati Kyuhyun masih tersembunyi didalam selimutnya. Namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepala dan segera mendekati ranjangnya yang putih bersih itu.

“Hey~ sleepyhead~” Panggil Siwon mengecup kening Kyuhyun cepat.

Namun yang dilakukan Kyuhyun hanya menggeliat malas sambil mendecak kesal dan menutup seluruh wajahnya. Melihat hal itu mata Siwon langsung melebar tidak percaya dan tertawa kecil dengan gemasnya.

“Heey~~my princess~ ayo banguun~” Siwon membuka selimut Kyuhyun hingga wajah namja cantik itu terlihat.

Dengan cepat Siwon menghujani wajah putih itu dengan kecupan kupu-kupu diseluruh wajahnya. Mau tidak mau Kyuhyun semakin menggeliat kesal tidurnya terganggu hingga ia membuka mata dan melihat Siwon dengan bibir yang dimajukan beberapa senti.

“Apa yang kau lakukan hyung!!!” Tanyanya kesal.

“Bangun Sleeping Beauty~”

“Aku bukan putri!!!”

“Ahahaha, ayo sarapan~”

“Badanku patah-patah hyung!! sakit semuanyaaa!!!” Protes Kyuhyun akhirnya dengan mata yang terpejam erat.

“Omooo!! Hyung terlalu memaksa ya!?! Mianhae~”

“Kau tidak mau berhenti tuan Choi! Apa yang kau pikirkan!?”

“Apa boleh buat nyonya Choi, kau sangat mengagumkan.”

Seketika pipi Kyuhyun merona dengan hebatnya membuat Siwon tersenyum merekah melihat kecantikan itu dipagi hari. Hati kecil Siwon berharap dapat melihat kecantikan ini disetiap paginya agar membuat hari-harinya lebih membahagiakan.

“Mianhae baby~ hyung tidak sengaja.” Ucap Siwon kemudian dengan wajah bersalah.

“Mmm~ gwenchana hyung, aku ingin berbaring saja sampai membaik, jangan khawatir.” Ucap Kyuhyun sambil mengurut kening Siwon yang berkerut cemas.

“Hyung carikan obat ne?”

“Tidak perlu hyung, aku lapaar.”

“Owh!! Tentu saja, tunggu sebentar.”

Secepat kilat Siwon melesat keluar menuju ruang makan meninggalkan Kyuhyun yang melihatnya dengan mulut terbuka.

Beberapa menit kemudian Siwon kembali lagi dengan nampan kecil berisi sarapan untuk Kyuhyun lengkap dengan dessert dan bunga mawarnya. Kyuhyun masih kehilangan kata-katanya dengan semua yang dilakukan Siwon untuknya.

Bahkan ia masih berfikir apa semua yang diterimanya saat ini nyata atau hanyalah sebuah mimpi? Tapi saat dua dimple memesona itu terlihat didepan matanya dengan jelas, Kyuhyun tidak ingin memikirkannya lebih dalam.

Jika ini mimpi, jangan biarkan ia terbangun lagi dan jika ini nyata semoga akan tetap seperti ini sampai seterusnya.

“Ayo makan, aaa~” Ucap Siwon memecah lamunan Kyuhyun sesaat.

Namja cantik itu perlahan bangun dan duduk bersandar dikepala tempat tidur dengan menarik selimut sampai kedagunya untuk menutupi seluruh tubuhnya yang tidak memakai apa-apa.

Siwon hanya bisa tertawa kecil melihatnya dan mendapat tatapan tajam dari huswife cantiknya yang ternyata sangat menggemaskan.

“Aaaa~” Ucap Siwon lagi.

Dan Kyuhyun membuka mulutnya dengan pipi merona sampai ketelinganya dan membuat Siwon sekali lagi tidak bisa menyembunyikan senyumannya yang menawan.

Selanjutnya namja cantik itu benar-benar dimanjakan suaminya ditempat tidur mulai dari dibawa ke kamar mandi sampai dipakaikan baju kembali dan duduk lagi bersandar di tempat tidur.

Beberapa jam kemudian Kyuhyun terlihat sudah bisa meninggalkan singgasananya karena obat yang dibelikan Siwon dan dioleskan padanya begitu ampuh mengurangi rasa sakit yang dideritanya.

Karena itu juga saat ini ia sudah keluar dari kamar dan mendapati suaminya duduk tampan di sofa sambil membaca bukunya.

“H-hyung??” Panggil Kyuhyun.

“Hoo? Ne? kau sudah bangun? Masih sakit?” Tanya Siwon langsung berdiri dan menyambut Kyuhyun.

“Aku sudah tidak apa-apa, hyung.”

“Duduk disini~ maafkan hyung~” Ucap Siwon lagi dan mendudukkan Kyuhyun perlahan disampingnya.

‘Begitu dekat’ Inner Kyuhyun berkata.

Ya…Siwon mendudukkannya disamping dengan begitu dekat bahkan namja tampan itu melingkarkan tangan dibahunya dengan leluasa.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun lagi.

“Ne, Kyu?”

“Kau tidak ke kantor?”

“Mm? Tidak sepertinya.”

“Apa sepertinya? Kau masih disini!!”

“Ya begitulah, tidak sepertinya karena aku masih disini.”

Kyuhyun langsung berpaling melihat Siwon dengan death glarenya yang mematikan. Sementara Siwon membalasnya dengan senyum memesona menampilkan kedua dimplenya.

“Kau mau nonton?” Tanya Siwon kemudian.

“Eumh!!”

“Baiklah~” Ucap Siwon dan menyiapkan dvd itu dengan memilih salah satu film yang ada disana.

Kemudian kembali duduk disamping Kyuhyun seperti semula dengan lengan melingkar dibahu Kyuhyun dengan nyaman.

Lalu mereka pun menghabiskan waktu bersama dengan menonton beberapa film yang sudah ada dikoleksi Siwon disana. Dan entah berapa lama mereka berdua terlihat sangat serius menyaksikan adegan demi adegan yang ada disana.

Sampai keduanya tidak sadar bahwa seseorang sudah memasuki rumah mereka dan berdiri disana melihat keduanya dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti. Irene, yeoja cantik itu sudah tiba di Seoul tanpa memberitahukan Siwon atau siapapun yang ada dirumah itu.

Dan sekarang ia sedang melihat suaminya duduk berdampingan bahkan sangat berdekatan dengan istri keduanya itu menonton film. Bahkan Irene bisa melihat Kyuhyun menyandarkan kepalanya di bahu Siwon dengan nyaman dan meringkuk disana.

“Oppa~” Panggil Irene dengan nada pelan.

Perlahan tapi pasti Siwon berpaling melihat orang yang memanggilnya itu dan langsung tersenyum cerah penuh kebahagiaan. Irene langsung mendekati mereka dengan senyum cerahnya juga namun harus berhenti seketika saat Siwon menekan bibirnya sendiri dengan jari telunjuk.

Siwon mengatakan padanya untuk tidak berisik?

Jawabanya iya, karna saat suaminya memalingkan wajahnya melihat Kyuhyun, barulah Irene sadar bahwa Kyuhyun tertidur dengan pulas dibahu suaminya dengan wajah tersembunyi dileher Siwon.

“Dia tidur?” Tanya Irene setengah berbisik.

“Ne~ dia masih kelelahan sepertinya.” Ucap Siwon juga dengan berbisik.

“Hmm~” Angguk Irene dengan pikiran yang berjalan ke depan.

“Oppa tidurkan dia dulu, ne?” Ucap Siwon kemudian tanpa menunggu jawaban Irene.

Namja tampan itu langsung mengambil Kyuhyun ke dalam pelukannya dan mengangkat namja cantik huswifenya itu dengan perlahan dan membawanya ke kamar. Irene yang tida percaya Siwon akan melakukan itu hanya bisa menganga melihat suaminya mengangkat Kyuhyun ala pengantin yang baru menikah.

Bridal style.

“Mereka sudah dekat?” Tanya Irene pada dirinya sendiri.

Didalam kamar Kyuhyun dibaringkan Siwon dengan lembut dan kembali diselimuti dengan baik. Kemudian namja tampan itu segera keluar dari kamarnya setelah mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

Kemudian ia pun kembali keluar dan mendapati Irene masih ditempat yang sama berdiri dengan mata yang menerawang jauh. Bahkan yeoja cantik itu tidak sadar saat Siwon sudah ada didekatnya.

“Heyy~ Sweetheart.” Panggil Siwon untuk kesekian kalinya.

“Huh? N-ne? Oppa!!” Irene terkejut melihat Siwon sudah didepannya.

“Kenapa tidak bilang apa-apa? Biar oppa jemput.”

“Tidak apa-apa Oppa, aku kira kau sibuk dikantor.”

“Ohh, oppa tidak ke kantor, Kyuhyun sakit.”

“Ohh, apa dia baik-baik saja?”

“Nee, sekarang dia baik-baik saja.”

“Sakit apa oppa?” Tanya Irene penasaran.

“Mmm, itu~ sakit, mmm. Sa-sakit…” Tiba-tiba saja pipi Siwon memerah karena memikirkan apa yang akan dijelaskan pada Irene.

Tapi beruntungnya Irene tidak ingin mendengar hal yang sudah diketahuinya itu lebih lanjut dan segera mengalihkan pembicaraannya.

“Umma sudah baikan, oppa~ sudah kembali ke rumah.” Ucap Irene memasang senyum terbaiknya.

“Ohh~ syukurlah, kita do’akan yang terbaik ne.” Ucap Siwon kemudian mendekat dan mengecup pipinya sekilas lalu segera mematikan dvd yang belum pun habis mereka tonton.

Ada rasa nyuuut~ dihati Irene yang tidak bisa diungkapkannya.

_

_

Beberapa jam kemudian barulah Kyuhyun terbangun dengan wajah lebih cerah pertanda kelelahan yang dideritanya juga sudah memudar. Tapi saat Siwon tahu ia sudah bangun lagi, namja tampan itu segera membawakan makan siang untuknya seperti yang dilakukannya tadi pagi.

Saat Kyuhyun ingin makan, Siwon memaksa untuk menyuapinya kembali, bahkan namja tampan itu bertanya apa Kyuhyun ingin ke kamar mandi. Tentu saja tindakan itu membuat Kyuhyun merona malu sampai ketelinganya, walau gurat kebahagiaan tidak bisa disembunyikan dari wajahnya.

Irene yang memang sudah ada disana hanya bisa menyaksikan apa yang dilakukan Siwon tanpa kata-kata. Dalam hatinya ia berkata bahwa Siwon sudah mencoba dan berusaha menerima Kyuhyun sebagai istrinya juga.

Meninggalkan mereka berdua saja memang hal yang sangat benar untuk dilakukan, walau tidak bisa dipungkiri Irene merasa cemburu dengan sifat Suaminya yang sangat sempurna itu.

“Irene pabo!!” Gumamnya tiba-tiba sambil memukul kedua pipinya.

Dan suara itu membuat Kyuhyun dan Siwon langsung berpaling melihat keberadaannya didepan pintu. Yang ternyata membuat Kyuhyun menatapnya tidak percaya, bahkan rona pipi namja cantik itu kembali seketika.

Namun yang dilakukan Irene malah masuk kesana dan mengacak rambut Kyuhyun dengan gemasnya sambil tersenyum menenangkan. Yeoja cantik itu menanyakan bagaimana keadaan dongsaengnya yang diketahuinya sedang sakit.

Sekali lagi pipi Kyuhyun merona dan ia tersenyum sambil menundukkan wajahnya karena malunya yang sangat besar. Langsung saja Irene kembali mengacak rambutnya penuh sayang sambil berpaling melihat suaminya yang sedang menatap Kyuhyun dengan senyum merekah.

Ada yang lain ditatapan itu.

‘Apa itu oppa?’ Inner Irene bertanya.

Dan hari pun terus berlanjut dengan kebahagiaan aneh yang mereka miliki, bahkan sampai minggu demi minggu pun berganti. Mereka tetap menjalani semua hari dan waktu itu dengan senyuman dan kebahagiaan.

Hubungan aneh dengan pasangan yang berbeda itu tidak membuat senyuman bahagia hilang dari wajah mereka. Siwon menjalani harinya kembali seperti biasanya dengan perubahan sikap yang membuat Irene bahkan Kyuhyun terpana.

Tidak jarang namja tampan itu melakukan sesuatu yang membuat kedua istrinya kehilangan kata-kata. Seperti tiba-tiba sudah ada di Rumah sakit untuk mengajak Kyuhyun makan siang.

Di pagi hari ia sudah standby di sofa menunggu Kyuhyun untuk diatarkanya ke rumah sakit tempat huswifenya itu bekerja. Bahkan Siwon secara tidak sengaja melarang Irene ke kantor di siang hari karena ia ingin makan bersama Kyuhyun.

Inti dari semua perubahan sikapnya itu, Choi Siwon sudah bisa menerima Choi Kyuhyun sebagai istrinya yang sah. Bukan yang pertama atau pun yang kedua, yang ia tahu, Kyuhyun adalah istrinya juga.

Apakah hal itu luput darimata Irene istri cantiknya? Tentu saja tidak! Irene berusaha dengan sekuat hatinya agar semua itu tidak membebani pikirannya. Karena semua yang terjadi kini akibat keegoisannya sendiri.

Irene tidak berhak melakukan protes apapun bahkan menghentikan suaminya bertindak berlebihan untuk Kyuhyun. Karena namja cantik itu sangat berhak menerima semua yang dilakukan Siwon untuknya.

Karena itu juga hari ini Irene akan melakukan sesuatu untuk menenangkan hatinya risau karena masalah itu. ia harus bisa membuang pikiran buruknya dan menjalani hari-hari kini atas keputusan yang sudah dipilihnya dulu.

Hingga suatu hari

Kyuhyun yang kelelahan pulang dari Rumah Sakit, segera memasuki rumahnya dengan wajah kusut. Ia ingin segera merebahkan tubuh lelahnya diranjang empuknya itu, tetapi saat ia mendengar suara gaduh di ruang makan Kyuhyun menghentikan langkahnya.

Dengan wajah penasaran namja cantik itu pun melangkahkan kakinya menuju kesana, dan disana terlihat noona cantiknya itu sedang sibuk mempersiapkan sesuatu di meja makan.

Rasa penasarannya mengalahkan kelelahannya yang membuat Kyuhyun terus masuk kesana dan mendekati Irene.

“Ada apa noona?”

“Ah Kyu kau sudah pulang, gantilah bajumu.”

“Heum?”

“Ppaliwa…” Irene mendorong tubuh Kyuhyun agar segera membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.

“Ada perayaan apa noona?” Tanya Kyuhyun sambil berjalan ke kamarnya.

“No comment.” Jawab Irene.

“Apa lagi ini?”

.

.

Kini Kyuhyun sudah membersihkan tubuhnya dan memakai t-shirt santainya dengan jeans hitam, lalu ia pun segera keluar dari sana setelah mendengar Irene memanggilnya lagi.

Begitu Kyuhyun berjalan menuju meja makan ia bisa melihat Siwon pun sudah berada disana berdiri bersama Irene yang sedang berbincang santai. Terlihat bagaimana terkadang Irene yang menggelayut manja dilengan Siwon, lalu bagaimana Siwon yang mengacak surai rambutnya atau mencium keningnya.

“Kyunnie..” Ucap Irene saat menyadari kehadiran Kyuhyun.

Yeoja cantik itu segera berjalan menghampirinya dan langsung membawa Kyuhyun menuju kursi di meja makan mereka.

“Surpriseeee…” Seru Irene dengan penuh semangat.

“Mwo??” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Happy first monthsarry!!!” Ulang Irene dengan wajah senang.

Kyuhyun langsung melihat ke arah Siwon yang saat ini sedang tersenyum kepadanya dan bergantian pada Irene yang bahkan sangat antusias merayakannya.

“Noona…”

“Duduklah, kajja kita merayakan sebulan pernikahan kalian.”

“Tapi noona menurutku ini berlebihan.”

“Aniyo, ini memang sudah seharusnya terjadi”

“Duduklah Kyu dan kita bahagiakan noona mu ini” Sindir Siwon yang langsung mendapat pukulan lembut dilengannya.

“Nah kita akan melakukan make a wish dulu, setelahnya baru meniup lilin bersama-sama, oke?” Irene pun menghidupkan lilinnya.

Lalu mereka bertiga pun sama-sama memejamkan matanya.

‘Kuatkan aku Tuhan.. inilah jalan yang aku ambil, membawa Kyunnie dalam kehidupan rumah tanggaku, aku harap bahwa Kyunnie segera bisa memberikanku dan Siwon oppa, bayi dalam keluarga ini.. aku harap bahwa aku bisa bahagia bersama mereka selamanya, aamiin..’ Ucap Irene dalam hati.

‘Tuhan.. jalan ini tidak mudah bagiku, membagi cinta dan kasih sayangku kepada kedua orang yang kini aku sayangi, tetapi aku harap aku bisa adil sebagai kepala keluarga, aamiin…’ Siwon juga mengucapkan doa dalam hati.

‘Aku harap segera bisa mendapatkan momongan dan bisakah aku berharap bahwa Siwon hyung mencintaiku sepenuh hatinya? Dan walau nanti aku bisa memberikan anak kepada mereka, aku tetap menjadi bagian dari keluarga ini?? Aku tetap akan menjadi istri dari Siwon hyung, Tuhan izinkanlah… Aamiin’ Kyuhyun pun berucap doa yang mendalam dihatinya.

“Cha, make a wish selesai.” Irene mengarahkan kue tart nya berada di hadapan mereka bertiga. “Hana, dul, set!!” Dan lilin angka 1 itu pun padam.

“Gomawo noona.” Ucap Kyuhyun dengan tulus.

“Cheonma, kau sudah aku anggap dongsaeng ku sendiri, kau pun sudah jadi istri Siwon oppa jadi kita adalah satu keluarga.” Irene mengusap lengan Kyuhyun setelahnya ia menyerahkan pisau roti untung memotong kue tart di hadapan mereka.

“Potonglah bersama-sama dengan Siwon oppa.” Irene pun mengarahkan tangan Siwon untuk berada diatas tangan Kyuhyun.

Kyuhyun mendadak gugup saat tangan besar dan hangat itu berada di atas tangannya, ia berusaha mengatasi kegugupannya itu dengan segera memotong kue pertama dan menyimpan kue itu di piring kue yang tersedia.

“Potongan pertama untukmu noona.” Ucap Kyuhyun membuat Irene tersenyum dan memeluk Kyuhyun.

“Gomawo ne.” Ucapnya kemudian ia pun mengecup pipi Kyuhyun.

“Yak!!! Noona jangan mencium pipiku.” dengan mempoutkan bibirnya.

“Ahahahaha ne noona tau yang boleh mencium mu hanya Siwon oppa??” Godanya dengan sengaja.

Dan seketika Kyuhyun menundukkan kepalanya mendengar godaan itu untuk menutupi rona malu dipipinya.

“Noona…”

“Ne??”

“Maafkan aku, aku belum bisa membantumu.”

“Maksudmu??”

Kyuhyun menyentuh perutnya dan Irene langsung mengerti, lalu ia pun menyentuh lengan Kyuhyun dengan lembut.

“Gwaenchana, masih banyak waktu~ aku yakin kau akan segera mendapatkannya.”

“Gomawo noona.”

“Sudahlah… sudah berapakali dalam malam ini kau mengucapkan kata itu, baby?? Malam ini adalah malam bahagia kalian, bukan?”

“Jangan memulai lagi, Irene.” Siwon mengingatkan.

“Ck!! Diamlah oppa, Kyu~ ambilah ini.” Irene menyerahkan kotak besar pada Kyuhyun sebagai hadiah.

“Bukalah setelah di kamarmu, kha~ ke kamarmu sana.” Irene kembali mendorong badan Kyuhyun agar segera memasuki kamarnya, setelah melihat Kyuhyun masuk kamar kini Irene berpaling pada Siwon.

“Mwo??” Tanya Siwon datar.

“Kha oppa~ dia menunggumu.” Irene meminta Siwon segera menyusul Kyuhyun ke kamarnya.

“Irene…”

“Oppa please~”

Siwon hanya menghela nafasnya lalu segera mengikuti Kyuhyun ke kamarnya pada huswife cantinya disana. Sementara dibelakangnya Irene hanya bisa tersenyum menutupi sedihnya.

“Walau aku yang menginginkannya, tapi tetap saja rasa sakit itu selalu datang.” Ucap Irene pelan lalu beranjak menuju kamarnya.

Dan bisa dipastikan, malam pertama Kyuhyun akan terjadi lagi dengan indahnya.

Keesokan harinya,

Siwon tiba-tiba mendapat kabar bahwa klien mereka mengadakan sebuah pesta untuk perusahaan di pulau jeju dan Siwon selaku rekan kerja sama mereka diundang secara terhormat kesana.

Bahkan namja tampan president direktur itu hanya perlu datang dan menghadiri pesta itu karena segala sesuatunya sudah ditanggung pemilik perusahaan. Dan yang menjadi masalahnya adalah…

“Irene, oppa harus datang bersama pasangan kesana.” Ucap Siwon dengan kening berkerut melihat istrinya.

“Hoo~ pas banget!! Kau bisa pergi dengan Kyuhyun oppa~” Jawab Irene penuh semangat.

“Noona~ apa kau mengerti maksud Siwon hyung?” Tanya Kyuhyun dengan wajah datar melihat Irene.

“Ouh~ mmm~ aarraseo…” Jawab Irene kemudian tiba-tiba saja kecewa.

“Kita akan berangkat nanti malam, Kyu~ kau akan disini sendiri.” Ucap Siwon melihat Kyuhyun lama.

“Tidak hyung, aku ke rumah Ryeowookie saja, boleh kan?” Jawab Kyuhyun.

“Mmm, apa dia…”

“Dia temanku dikampus hyung, tenang saja.”

“Dia bisa menjagamu?” Tanya Irene tidak tega.

“Lebih darimu.” Jawab Kyuhyun senyuman liciknya membuat mata Irene melebar.

Selanjutnya tawa nyaring terdengar dari mulut Kyuhyun dan sekali lagi Irene menatapnya tidak percaya. Yeoja cantik itu langsung mendekati Kyuhyun dan mencubit pipi dongsaengnya itu dengan gemas.

“Appooo~~~” Rintih Kyuhyun pura-pura kesakitan.

“Irenee~” Panggil Siwon mencoba menghentikan.

Selanjutnya yeoja cantik itu malah mencubit pipi suaminya bersamaan dengan pipi Kyuhyun dengan geram dan tawa lebih nyaring pun terdengar dari kedua namja itu.

**

Sampai tiba saatnya mereka untuk pergi Kyuhyun juga bersiap-siap dengan beberapa pakaiannya untuk menginap. Begitu larut dalam pekerjaannya Kyuhyun tidak sadar seseorang sudah masuk kesana dan berdiri dibelakangnya.

“Kyu~nnie…”

“HYUNG!!” Kyuhyun tersentak kaget dan menatap Siwon tajam.

“Kau sudah siap?” Tanya Siwon dengan senyum garingnya.

“Sudah, kalian?”

“Sudah juga.”

“Kalau begitu ayo pergi.” Ucap Kyuhyun mengambil ranselnya dan berlalu didepan Siwon.

Tapi namja tampan itu lebih dulu menarik lengannya hingga ia berhenti tepat didepan Siwon sangat dekat. “Tunggu sebentar.” Ucap Siwon pelan.

“Ke-kenapa?” Tanya Kyuhyun gugup dan Siwon langsung memeluknya dengan erat.

“Hati-hati disini ne?” Ucap Siwon pelan.

“A-aku mengerti, Hyung pergi berapa hari?” Kyuhyun membalas pelukan Siwon.

“Mungkin hanya 1 ato 2 hari, jaga dirimu, selama aku pergi.”

“Ne, hyung juga.”

Siwon pun melepas pelukannya dan menatap wajah cantik itu secara lekat kemudian tersenyum dengan sangat memesona.

“Aku akan merindukanmu, muaach!!”

Siwon langsung berbalik dan meninggalkan Kyuhyun yang membeku ditempatnya tanpa kata-kata. Namun sedetik kemudian tangan Kyuhyun perlahan naik dan meraba bibir cantiknya itu dengan pelan.

Hangat.

“Kyunnie~~” Panggil Irene dari luar membuat Kyuhyun gelagapan dan segera keluar dari kamarnya.

Namja cantik itu dengan cepat menyanbar ranselnya dan segera keluar darisana menuju pintu depan. disana Irene sudah menunggunya didepan pintu mobil, sedangkan Siwon sudah ada didepan kemudinya.

“Ayo masuk, kami akan mengantarmu dulu.” Ucap Irene dan membiarkan Kyuhyun masuk duluan dikursi belakang.

Selanjutnya ia juga masuk kesana dan menutup pintu mobilnya dengan cepat dan Siwon segera meninggalkan istananya menuju rumah Ryeowook yang terletak tidak jauh dari rumah sakit tempat mereka berdua koas.

Begitu sampai disana, Kyuhyun langsung turun setelah Irene memeluknya didalam mobil sementara Siwon turun dari depan dan mengantarnya sampai didepan pintu rumah Ryeowook.

Disana namja tampan itu tanpa segan mengecup kening Kyuhyun penuh sayang dan mengucapkan sampai jumpa secepatnya pada Huswife cantiknya itu. Sementara itu Irene didalam mobil hanya melihat dengan tatapan seribu makna.

Namun begitu Siwon kembali ke mobil Irene segera naik kedepan dan mereka berdua pun segera pergi darisana. Meninggalkan Kyuhyun yang masih menatap mereka sampai bayangan mobil itu menghilang.

“Seandainya bisa, aku ingin ikut bersamamu, hyung.”

 

Tbc

Ahahahaha~ I’m broken heart into million pieces^^

-Vie & Ms.Lee-

75 thoughts on “The Day 3

  1. seneng sih yaa Wonkyu udh deket,mana lg mreka udh sering bgituan haha
    tpi kasian sma Irene yg hrs tahan banting liat kemesraan Wonkyu wkwk
    yg sabar deh buat Kyu sma Irene,kita liat aja nnti Siwon bakal milih siapa? *eh
    ditunggu next nya eonniedeul ~ ❤❤

  2. Daebak!!!!aq berharap mereka bisa berjalan bersama dalam satu keluarga.Walau mungkin mmng tidak akan mudah.Semoga…mereeka bisa mnjalani apapun yang akan mereka hadapi dengan baik dan bijaksana.
    Saranghae..!!!Semoga..mereka bertiga segera diberikan momongan.

    Gumawo eonnideol.

  3. aku seneng bgt sm chap ini,.
    Siwonnya so sweeeeetttttt bgt ke kyu.
    Berasa baca my baby hahahhahha
    ughhh yakin bisa adil won? Tapi keliatannya kamu lebih cinta kyu dibanding irene😀😀
    kasihan sih sm irene cuman seneng kyu diperhatiin dan bisa manja-manja kek gitu😀 kyaaaaaaaaaa

  4. Suka moment wonkyu nya..
    siwon juga udah menunjukan kalo dy cinta sama kyu.
    tapi irene? sepertinya dy mulai cemburu sama wonkyu pdhl kalo bisa di bilang itu kan maunya dy..
    makin seru..😀
    di tunggu kelanjutannya..😀

  5. Sudah sedekat itu hubungan wonkyu,, makib kesini makin seneng aj krn wonkyu udah ada sweet moment,,
    Tapi ntar lama” pasti akan ada masalah dan ada yg terksakiti,,
    Q brhrap bgt wonkyu baik” aj,,
    Irene klau km mrsa cemburu it slah satu resiko yg hrus km terima jadi terima dg ikhlas yaa,
    Dtunggu next chap
    Jgan lama” update ya eon

  6. Waaahhhhhhhh…..full wonkyu moment…aku meleleh.
    Ya ampun mimisan pula…#tissumanatissuuu#plaksss#abaikan
    Ya ampun wonkyu lama amat dikamar…ciecieeeee….yg udah bisa saling menerima.kapan siwon mau bilang cintanya ke kyu…aduh ndak sabar..semoga momentnya terus2an ada…si irene ngapain cepat x sih baleknya…trus ngapain pula si kyu mau ditinggal ikut aja aturan…aduh aduh..kan bisa lanjut bulan madu…😅😅😅😅

  7. Tuuuh kan bener, pst lm2 Irene jg ngerasa sakit kl pas liat Wonkyu mesra2an gt..tp mw gmn lg, itu semua dia yg mw dr awal..semoga Irene tetap kuat jalani hidupnya..semoga baby yg diharapkan segera hadir biar mereka semua bahagia sesuai harapan..
    Makin seru nih unn..ditunggu sll next chapnya..

  8. Waaaah siwon udah bener2 ngebuka hatinya buat kyu. Apa entar irene bakal buat sesuatu yg jahat ke kyu heeem. Ditunggu kelanjutannya

  9. Hwaa….suka moment wonkyu disini *O*
    siwon cemburu sampai ganti wellpaper hpnya kyuhyun kkk~
    tapi kasihan lagi-lagi kyuhyun ditinggal sendirian😦
    tapi kayanya siwon udah mulai jatuh kepesonanya kyuhyun kkk~

    ditunggu kelanjutannya eon ^_^

  10. seneng liat kedekatan dan kemesraan wonkyu disini….tpi entah knp aku takut bahwa sikap irene akan mulai berubah karena rasa cemburu.a…semoga dia gg akan berubah….

  11. Jadi ga tega juga sama Irene nya, pasti Irene terluka dengan hubungan Kyu dan Siwon.
    Moga meereka bertiga selalu bahagia

  12. chap ini bener bener full wonkyu moment…so sweet banget..siwon sdh gak malu malu lagi nunjukin perhatiannya ke kyuhyun..jd kasian sama irene jg nich

  13. Ahhh Kyu Kau Makin Makin Saja…. Yang Cemburu, Itu Yang Kau Putuskan Irene Jadi Kau Harus Menerima Semuanya Dengan Lapang Dada, Kau Cemburu Dengan Kedekatan Si Won Dan Kyu Hyun? Itulah Yang Dirasakan Kyu Hyun Selama Ini… Kau Harus Kuat Irene Harus

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s