The Day 2


poster The day

THE DAY…

(My Destiny Is Written)

Chapter 02

**

Sebelumnya makasih banyak bagi yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca cerita ini…

first project with umma… harapan yang akhirnya terwujud, dulu hanya seorang pengagum tulisannya kini bisa bersanding dengan membuat suatu karya, sungguh suatu penghormatan bagi saya.. bahagia adalah suatu perwakilan kata bahwa kalian menyukai ff ini dan juga bahagia akhirnya keinginan berkolaborasi bisa terwujud, tidak banyak cakap.. happy reading…

**

Sebelumnya…

“Tapi dengan satu syarat.”

“Apapun itu.”

“Kau juga akan ikut.”

“Mwoo?” Irene menatap Siwon tidak percaya. “Oppa~ jangan begitu~”

“Itu keputusanku, kalau kau tidak mau, tidak ada bulan madu.” Ucap Siwon dingin lalu kembali menuju kursi kebesarannya.

Irene hanya bisa menghela nafas lelah melihat sikap suaminya itu, karena memang dari awal Siwon tidak pernah setuju dengan semua rencananya. Hanya saja namja tampan itu tidak pernah bisa menolak permintaan istrinya yang sangat dicintainya itu.

Yeoja cantik itu terus memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk membuat Siwon dan Kyuhyun bersama, atau kalau tidak, keinginannya tidak pernah bisa terwujud.

“Baiklah oppa~ aku ikut.” Ucapnya kemudian.

“Benarkah?”

“Ne~ sekarang aku akan siap-siap dulu, sampai jumpa.” Ucap Irene sambil mendekatinya dan mengecup pipi Siwon kiri dan kanan.

“Sampai jumpa, sayang.” Jawab Siwon dengan senyum terbaiknya.

Kemudian namja tampan kembali mengerjakan pekerjaannya sementara istri cantiknya keluar dari sana dengan wajah bahagia dan pikiran yang menerawang jauh ke jepang. Yeoja cantik itu sedang menyusun rencana apa yang akan mereka lakukan nanti di Jepang dan bagaimana membuat suaminya dan Kyuhyun bisa bersama.

“Aku ingin semuanya berjalan lancar.” Gumam Irene sambil masuk ke dalam mobil mewahnya dan segera pergi dari sana.

Keesokan harinya.

Di sebuah rumah sakit besar yang ada di Seoul, seorang namja cantik dengan tinggi badan yang semampai dan rambut kecoklatan itu terlihat sedang menghabiskan makan siang yang sudah lewat jamnya.

Tiba tiba saja dering iphone disaku coat dokternya membuatnya berdecak kesal karena merasa terganggu disaat ia sedang menikmati makanannya.

“Yeoboseyo noona??” Jawab Kyuhyun pada si pengganggu itu.

>Kyu~ tolong buat surat cuti sekarang, kau akan libur seminggu<

“Mwooo??”

>Cepat ne~ noona tunggu dirumah.<

“Ta-tapi…”

>Aku sudah minta izin mereka, bye<

Tutututututututut~

Yeoja cantik itu tidak membiarkan Kyuhyun menyuarakan pikirannya atau bahkan protes pada apa yang dikatakannya. Sepertinya kehidupan Kyuhyun selanjutnya akan berjalan sesuai dengan kata-kata dari noona cantiknya itu.

“What the hell~ kenapa dia tidak bilang apa-apa kemarin!!” Gerutu Kyuhyun sedikit kesal.

Tapi kemudian namja cantik itu pun segera mengerjakan apa yang diinginkan noonanya itu untuk membuat surat cuti seminggu yang akan diantarkannya pada Dokter kepala disana.

Dan tidak perlu menunggu waktu lama mendapatkan izin itu, karena jelas-jelas Irene berada dibelakang semua ini. Dengan langkah gontai Kyuhyun kembali ke ruangannya dan menanggalkan coat putih bersih itu lalu mengambil tasnya yang ada dimeja.

Kemudian Kyuhyun pun segera keluar dari rumah sakit itu menuju rumah barunya dengan berbagai pertanyaan melingkar dikepalanya.

Apa yang diinginkan Irene kali ini? Apalagi yang harus dikorbankan untuknya?

Dan jawaban untuk pertanyaan itu pun terjawab saat ia tiba di rumah dan mendapati Irene noonanya itu sedang mengepak beberapa pakaian untuk bepergian.

“Ma-mau kemana noona?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba membuat Irene sedikit tersentak.

“Kyu!! Kenapa tidak panggil dulu?”

“Mianhae.”

“Ahh~sudahlah, ayo siap-siap, kita akan liburan.”

“Ki-kita? Liburan?”

“Nee~ Siwon oppa punya pekerjaan di jepang, noona ingin itu jadi honeymoon buat kalian berdua.”

“Ho-honeymoon??” Tanpa sadar pipi Kyuhyun merona dengan sendirinya.

“Awww~ kau sangat manis babykyu~” Irene langsung mendekati Kyuhyun dan menarik kedua pipinya.

“Aiihh!! Lepaskan noona.”

“Ahahahaha, kau ini bisa imut juga ne~”

“Aku namja tidak imut, noona!!”

“Ne, ne, ne, sana pergi lekaslah.” Ucap Irene dan kembali melakukan pekerjaannya.

“Aa-rraseo…”

“Mmm~ Kyunnie…” Panggil Irene saat Kyuhyun sudah berpaling dari pintunya.

“Ne, noona?”

“Mmm~ itu, ak-aku ikut juga, tidak apa-apa kan?” Tanya Irene dengan wajah merasa bersalah.

“Mwoo?? Memangnya kenapa? Noona memang harus ikut kan?” Jawab Kyuhyun setelah terdiam sesaat.

“Baiklah, sana pergi.”

Kyuhyun tersenyum manis melihat wajah cantik itu lega dengan jawabannya yang terdengar tulus itu. Tanpa Irene tahu wajah cantik Kyuhyun berubah warna seiring dengan langkahnya menuju kamarnya sendiri.

“Untuk apa aku kecewa?” Gumam Kyuhyun pelan.

Ya…ada rasa kecewa dihati kecil Kyuhyun saat mendengar Irene juga akan ikut bersama mereka berbulan madu. Padahal saat pertama kali Kyuhyun mendengar kata bulan madu untuknya dan Siwon, tidak bisa dipungkiri hati kecil Kyuhyun berbunga.

Beberapa jam kemudian mereka bertiga terlihat sudah ada dibandara Internasional Seoul, Incheon Airport. Siwon mengenakan baju santainya dengan coat hitam yang membuatnya tetap memesona walau dengan pakaian biasa.

Sementara Irene dengan jeans dan kaos kecilnya juga coat putih yang hampir menutupi lututnya dengan rambut ikalnya tergerai dibelakang. Sementara Kyuhyun, hanya memakai t-shirt putih bergaris hitam di dada dengan tas ransel dibahu dan coat hitam tersampir dilengannya.

Kyuhyun sengaja menyibukkan diri dengan iphonenya sementara Siwon sibuk mendengarkan Irene bercerita tentang rencana mereka di jepang nanti.

Saat pemanggilan penumpang memasuki pesawat, Siwon segera menggandeng lengan istri cantiknya itu untuk berjalan bersama. Sementara Kyuhyun berjalan sendirian dibelakang mereka tanpa berkata sedikitpun.

Begitu juga saat berada didalam pesawat, kursi mereka berada disatu deretan. Irene langsung menempati tempat disamping kaca jendela. Dan kursi Kyuhyun ada di sebelah jendela satu lagi.

“Siwon oppa, kau duduk dengan Kyunnie.” Ucap Irene cepat dan segera duduk dikursinya.

Tanpa menjawab apa-apa Siwon langsung duduk disamping Irene dengan wajah datarnya. Membuat Irene kehilangan kata-kata dan melihat Kyuhyun dengan wajah memelas.

Kyuhyun hanya tersenyum pelan dan duduk dikursinya kemudian melihat keluar jendela untuk menyembunyikan raut wajahnya yang berubah.

Siwon tentu saja akan duduk bersama istrinya pada kursi yang memang sepasang itu, dan Kyuhyun sama sekali tidak berhak untuk mengeluarkan protesnya.

Untuk apa mengelak, jika ini memang yang akan terjadi jika Irene bersama mereka. Jika saja Kyuhyun boleh bertanya untuk apa dia ada disana, jika Irene ada? Tapi sekali lagi, kau bukan siapa-siapa Kyuhyun, statusmu hanya untuk bayi mereka bukan sebagai pengganti Irene.

“Sadarlah Kyuhyun.” Gumamnya pelan lalu memejamkan matanya untuk beristirahat.

Kyuhyun berharap akan tertidur sampai mereka tiba di jepang karena ia sebenarnya tidak sanggup melihat kemesraan pasangan serasi itu didepan matanya.

“Permisi~” Ucap seseorang tiba-tiba membuat Kyuhyun langsung berpaling melihatnya. “Boleh aku duduk disini?” Tanya orang itu dengan wajah ramahnya.

“Siapa yang larang?” Jawab Kyuhyun datar dan kembali melihat keluar jendela.

“Kenapa kau sendiri?” Tanya namja itu lagi membuat Kyuhyun melihatnya lagi dengan wajah kesal.

Kali ini barulah Kyuhyun menyadari bahwa namja didekatnya itu merupakan namja yang sangat tampan. Walau bisa digaris bawahi menurut Kyuhyun, Siwonlah yang paling tampan.

“Hey~” Panggil namja itu sekali lagi karena Kyuhyun terpaku melihatnya.

“A-aku punya nama.” Jawab Kyuhyun cepat dan saat itu pula pesawat mereka lepas landas dan melayang diudara.

Tanpa sadar Kyuhyun memejamkan matanya dengan erat tidak ingin melihat keluar, tapi Kyuhyun lebih tidak ingin lagi melihat namja asing yang sok akrab disampingnya itu.

“Gwaenchana?” Tanya namja itu.

Tapi sepertinya Kyuhyun masih enggan menolehkan kepalanya melihat namja asing itu, sedangkan namja tampan itu sendiri sudah memandangnya dengan khawatir.

“Apa perlu kupanggilkan dokter?”

“Tidak perlu, aku sendiri dokter.”

Namja tampan itu hanya mengernyit tanpa bersuara membuat Kyuhyun akhirnya menolehkan kepalanya untuk melihat namja tampan asing yang sedari tadi mengajaknya berbicara.

“Kau tidak percaya?”

“Huh? A-aniyo~” Namja itu menggelengkan kepalanya.

“Lalu?”

Tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun, namja tampan itu mendekatinya perlahan hingga gerakan refleks Kyuhyun langsung memundurkan badannya hingga punggungnya mengenai badan pesawat.

“K-kau mau apa?” Tanya Kyuhyun dengan wajah horror. “Jangan macam-macam!!” ancamnya kemudian memasang wajah sangar yang tentu saja membuat wajahnya semakin cantik, sexy dan manis disaat yang bersamaan.

Hingga detik selanjutnya Kyuhyun sadar tangan namja tampan itu melewatinya sampai pada tirai jendela pesawat itu dan menutupinya.

“Kau takut ketinggian kan? Kenapa masih melihat keluar? Itu akan membuat keadaanmu semakin memburuk.” Ucap namja itu lalu kembali duduk dikursinya dengan benar.

“Hhhahhh~ aku hanya ingin melihat pemandangan.” Jawab Kyuhyun penuh kelegaan.

“Aneh…”

“Mwo??”

“Waeyo?”

“Kau mengatakan sesuatu?”

“Ani…Ah~ kenalkan namaku Choi Seunghyun.” Ucap namja itu sembari mengulurkan tangannya.

Mendengar nama itu membuat Kyuhyun mengingat nama yang dia miliki sekarang memakai marga suaminya. Suaminya yang sudah terlelap bersama istri sebenarnya dalam pelukan itu berada tidak jauh darinya.

‘Istri cadangan hanya akan menempati tempat cadangan pula dihatinya.’ Pikir Kyuhyun tiba-tiba sampai ia menggelengkan kepalanya.

“Chogiyo…” Ucap Seunghyun bingung.

“Eh…aniyo…Mianhae, a-aku Cho-I Kyuhyun.” Jawab Kyuhyun dengan memelankan suara saat kata Choi disebutnya.

“So~ Kyuhyun, kita akan menjadi akrab selama perjalanan ini.” Ucap Seunghyun dengan penuh percaya diri.

“…..” Kyuhyun hanya menatapnya dengan wajah datar.

“Lalu Kyuhyun, ada urusan apa ke jepang?” Tanya Seunghyun tidak menyerah dan mulai berbasa-basi.

“Apa aku harus menjawabnya?”

“Ahahaha, kalau menurutmu perlu iya, kalau tidak, ya~sudah tidak usah menjawabnya, itu tidak masalah.” Jawab Seunghyun santai sembari tersenyum menenangkan.

Selanjutnya obrolan-obrolan kecil pun terjadi diantara mereka membuat Kyuhyun melupakan kehadiran dua orang lain bersamanya.

Sampai ia tidak menyadari dalam beberapa jam kemudian namja asing yang bernama Seunghyun itu menjadi teman yang menyenangkan dalam perjalanan yang membosankan itu.

“Hey, Kyu~ kau ma…” Kata-kata Irene terputus saat melihat Kyuhyun sudah berada dialam mimpinya.

“Nyenyak sekali ia tidur.” Ucap Irene dengan wajah kecewa.

“Waeyo?” Tanya Siwon melihat istrinya itu.

“Aku ingin tahu dia makan apa, tapi dia sudah tidur.” Jawab Irene melihat kearah Kyuhyun lagi dan Siwon mengikutinya.

“Ohh~ nanti dia bangun lagi, jangan khawatir begitu.”

“Aku tidak khawatir, hanya saja dia memang suka lapar, oppa.”

“Itu sama saja khawatir, Chagi. Ayo duduk.”

Yeoja cantik itu pun duduk kembali dengan benar setelah tadi berdiri untuk melihat Kyuhyun dikursinya.

Tanpa Irene tahu setelah ia duduk kembali Kyuhyun membuka matanya perlahan dan melihat kearah jendela yang tertutup tirai itu. Kyuhyun menghela nafasnya perlahan tidak bersuara dan kembali memejamkan matanya.

Seunghyun disampingnya hanya diam mendengarkan apa yang terjadi disekelilingnya itu, bahkan ia tahu saat Kyuhyun membuka matanya dan menghela nafas lelah. Tapi bukan urusannya untuk menanyakan lebih dalam apa yang terjadi? Karna ia hanya seseorang yang baru dikenal namja cantik itu.

Entah berapa lama Kyuhyun tertidur sampai ia terbangun karena panggilan alam yang mengharuskannya segera mencari kamar mandi. Dengan enggan Kyuhyun berdiri dari duduknya dan keluar ke lorong tengah-tengah pesawat lalu berjalan dengan cepat menuju kamar mandi.

Setelah selesai Kyuhyun kembali dengan wajah leganya dan baru menyadari hampir sebagian penumpang Korea Airlines itu berada dialam mimpi mereka.  Termasuk Siwon dan Irene yang tertidur dipelukan suaminya tercinta dengan wajah tepat didada bidang itu.

Tanpa sadar kaki Kyuhyun berhenti didepan mereka dan mengamati raut wajah dari keduanya. Bisa Kyuhyun akui bahwa mereka memang pasangan yang sangat serasi, walau tanpa kehadiran seorang bayi ditengah-tengah mereka.

Kyuhyun bisa melihat betapa Siwon mencintai istrinya walau ia tahu Irene tidak bisa memberikannya pewaris keturunan Choi. Sekilas bayangan terlintas dipikiran Kyuhyun tentang bagaimana rasanya jika ia yang berada dalam pelukan itu?

Bagaimana rasanya tangan kekar itu memeluk pinggangnya dengan erat. “Shit!!” Umpat Kyuhyun tanpa sadar.

Dan saat itu mata Siwon langsung terbuka lalu melihat Kyuhyun yang masih berdiri didepannya, seketika Kyuhyun menutup mulutnya dan segera kembali ke kursinya disamping Seunghyun.

‘Jangan berlebihan Kyuhyun, kau sudah menerimanya dari awal dan harus siap dengan semua yang akan terjadi kedepannya nanti.’ Inner Kyuhyun berbicara.

“Apa aku sanggup?” Tanyanya pada diri sendiri.

Seketika mata Seunghyun terbuka dan melihat wajah cantik penuh semangat itu kini berubah kelam dan tidak bercahaya. Semakin melihatnya, semakin membuat Seunghyun penasaran.

Tapi tetap saja tidak ada yang bisa dilakukan Seunghyun untuk mengetahui segalanya tentang namja cantik disampingnya itu. Karena walau terlihat sudah akrab, Seunghyun tahu Kyuhyun masih membuat batas yang tidak terlihat diantara mereka.

Seunghyun tidak diizinkan melewati batas itu.

**

Sampai akhirnya pesawat yang membawa mereka ke negeri sakura itu pun mendarat dibandara Internasional Tokyo.

Siwon dan Irene langsung turun dari pesawat itu tanpa mengingat bahwa Kyuhyun ada bersama mereka. Tapi sepertinya Kyuhyun sendiri tidak menghiraukan hal itu, karena sampai ditangga pesawat untuk turun Seunghyun masih bercanda yang tidak-tidak dengannya.

“Kyu~ kita nginap di hotel yang sama yuk.”

“Jangan bercanda.”

“Aku serius.”

“Tidak akan.”

“Kalau begitu berikan nomormu, aku akan menghubungimu nanti.

Kyuhyun terlihat berpikir sejenak kemudian mengeluarkan iphonenya untuk melihat nomornya yang tercatat disana. Kyuhyun bisa menghafalnya, tapi ia tidak ingin orang lain mendengar dan mencatatnya.

“Nanti aku hubungi lagi, sampai jumpa Kyu~ senang bertemu denganmu.” Ucap Seunghyun setelah menyimpan nomor Kyuhyun di hp-nya.

“Senang bertemu denganmu juga, hyung.” Jawab Kyuhyun mengulurkan tangannya membuat Seunghyun terdiam melihatnya.

Bukan karena Kyuhyun mengulurkan tangannya, tapi karena Kyuhyun menyebutnya dengan panggilan hyung. Sejak di pesawat mereka bersama Kyuhyun tidak pernah memangilnya itu bahkan menyebut namanya saja tidak.

“Secepatnya kita bertemu lagi, Kyu~ bye-bye.” Jawab Seunghyun akhirnya menjabat tangan Kyuhyun dan menggenggamnya erat.

Tanpa mereka tahu kebersamaan mereka sedang ditatap dengan tidak senang oleh seseorang yang berdiri tidak jauh dari mereka. Saat Kyuhyun berpaling meninggalkan Seunghyun yang kearah lain, seketika tatapannya bertemu dengan mata orang itu.

“Kyuhyunnie~ siapa itu tampan sekaliiii!!” Seru Irene begitu Kyuhyun mendekati mereka berdua.

“Noona!! Dia cuma kenalan di pesawat tadi.” Jawab Kyuhyun dengan deathglarenya membuat Irene tertawa cekikikan.

Tanpa banyak kata lagi mereka berjalan keluar menuju taksi yang sudah menunggu disana dengan setianya. Kyuhyun segera berjalan lebih dulu dan ia masih merasakan tatapan tajam itu seolah menembus sampai kedalam jantungnya.

“Apa yang dia pikirkan?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti dan masuk kedalam taksi dari depan.

Sementara Siwon yang akhirnya berpaling dari Kyuhyun segera masuk bersama Irene dibelakang dan taksi itu pun melaju membelah kota sakura itu menuju hotel bintang lima yang sudah dipesan Siwon sejak awal.

Didalam mobil itu Kyuhyun bersumpah Siwon masih tetap melihatnya lewat kaca spion depan yang ada didalam taksi itu. Namja cantik itu tidak tahu apa arti dari tatapan Siwon padanya, yang baru pertama kali ini dilihatnya.

Sampai mereka tiba didepan hotel bintang lima itu Kyuhyun memilih untuk berjalan dibelakang untuk menghilangkan tatapan Siwon yang membuatnya sangat tidak nyaman.

Setelah mengambil kunci kamar mereka, Siwon terus berjalan bersama Irene disampingnya sementara Kyuhyun berdiri diam disana dengan wajah bingungnya. Jika saja Irene tidak berpaling ke belakang, Ia tidak akan tahu Kyuhyun tidak mengikuti mereka.

“Kyunnie~ apa yang kau tunggu??” Tanya Irene dari jauh. “Cepatlah.” Panggilnya kemudian.

Dengan wajah blank tidak mengerti Kyuhyun pun mengikuti mereka dibelakang sampai didalam lift yang membuatnya sulit untuk bernafas. Setelah menemukan lantai 3 kamar mereka, lift itu berhenti seketika membuat Kyuhyun menghela nafas sesaknya dengan cepat.

Mereka berjalan menyusuri lorong bernuansa emas itu tanpa kata sampai tiba didepan pintu bertuliskan angka 307. Siwon segera membuka kuncinya dengan cepat lalu masuk kesana diikuti Irene dan Kyuhyun dibelakang.

Kamar VIP itu seperti satu rumah sederhana yang dimiliki Kyuhyun di desanya dulu, Nowon. Semua peralatan lengkap ada dikamar luxury itu hingga kamar mandinya yang menggiurkan dan kamar tidur yang dibagi lagi didalamnya.

Dua kamar tidur dengan balkon masing-masing dijendelanya yang menghadap keluar dengan pemandangan kota Tokyo yang indah dimalam hari.

Setelah menentukan kamar untuk mereka, Kyuhyun langsung masuk ke kamarnya dan beristirahat disana dengan nyaman. Karna ukuran dan hiasan yang sama membuat mereka tidak perlu memilih yang mana yang lebih nyaman.

Dengan cepat masuk ke kamarnya merupakan pilihan yang tepat bagi Kyuhyun, jika ia tidak ingin mendengar Irene menyuruh Siwon untuk bersamanya yang pasti akan ditolak namja tampan itu lagi.

Kyuhyun sudah cukup tahu bahwa namja tampan itu tidak mengharapkan kehadirannya disini, bahkan didalam hidup mereka, seharusnya. Yang bisa membuat Kyuhyun bertahan disana ialah agar wajah cantik noonanya yang penyayang itu tidak bersedih. Atau ada hal lain kah?

“Kyu~” Panggil Irene tiba-tiba membuat lamunan Kyuhyun terpecahkan.

“Ne~ aku disini.” Jawab Kyuhyun langsung menuju pintu kamarnya. “Ada apa noona?”

“Kau ingin makan apa, chagi? Noona pesankan.”

“Tidak apa-apa noona, aku akan memesan sendiri nanti.”

“Tapi kau belum makan kan?”

“Aku ingin istirahat dulu sebentar.” Ucap Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Baiklah, tapi jangan lupa ne?”

“Ne.”

Kyuhyun segera menutup pintu itu kembali dan menguncinya dari dalam, kemudian ia pun berganti pakaian yang dibawanya lalu dengan cepat namja cantik itu menghempaskan tubuhnya diatas kasur yang empuk dikamar itu.

Walau perjalanannya terbilang tidaklah lama dari Seoul menuju Tokyo, tapi tubuh Kyuhyun benar-benar menginginkan istirahat yang lebih. Namja cantik itu sadar, tubuhnya lelah karena pikirannya yang terlalu banyak bekerja.

“Selamat malam Kyuhyun~” Gumamnya pelan sebelum akhirnya terlelap dengan cepat karena kelelahannya.

Bahkan Kyuhyun tidak bangun lagi sampai pagi menjelang walau Irene sudah memanggilnya berulang kali sampai membuat Yeoja cantik itu khawatir terjadi apa-apa padanya.

_

_

“Noona sampai ingin mendobrak pintunya Kyuhyun.” Ucap Irene saat Kyuhyun bergabung dengannya dimeja makan keesokan paginya.

“Mianhae, aku sangat lelah noona.”

“Gwenchana, noona tahu, kau lelah dirumah sakit, noona malah memaksamu untuk ikut.”

‘Bukan itu!!!’ Seru Kyuhyun dalam hatinya.

Namja cantik itu melihat sekeliling ruangan mewah itu dan tidak menjumpai Siwon dimanapun hingga Irene melihatnya dan menjawab pertanyaan yang belum pun diutarakannya itu.

“Siwon oppa sudah berangkat tadi, meetingnya dimulai hari ini.”

“Ohh~ I see~”

“Sini~ sarapan, kau tidak makan semalam, sekarang makanlah yang banyak.” Ucap Irene sambil memberikan sendok pada Kyuhyun.

Namja cantik itu hanya bisa tersenyum manis melihat perhatian noonanya itu yang tidak pernah berubah sejak dulu. Lalu bagaimana ia bisa menolak wanita cantik yang baik hati ini? Tentu saja Kyuhyun tidak akan bisa.

Setelah itu mereka pun menghabiskan waktu bersama didalam kamar hotel itu sampai malam tiba dan Siwon kembali kesana. Meeting pertamanya berjalan lancar dan membuat Siwon dilanda kelelahan yang sangat dan terpaksa menghentikan rencana Irene sejak awal mereka disana.

Begitu juga yang terjadi dengan hari berikutnya yang dilalui mereka dengan berada ditempat masing-masing yang ada dihotel itu. Siwon bersama kliennya disalah satu tempat di hotel itu, sementara Irene berada dikamarnya sendirian.

Karena Kyuhyun lebih memilih untuk berjalan-jalan diluar dan mengunjungi mall-mall yang ada disana.

Sampai malam menjelang, hal yang sama terulang kembali, karena Siwon memang mengerjakan proyeknya dengan sungguh-sungguh. Irene sendiri menjadi tidak tega untuk memaksa suaminya, untuk melakukan apa yang dia inginkan, karena melihat wajah lelah suaminya yang selalu terlihat saat dia pulang.

Bahkan hari ketiga mereka ada disana, tidak terjadi apapun diantara Kyuhyun dan Siwon seperti yang diharapkan Irene. Bahkan namja tampan suaminya itu sampai hampir tidak melihat Kyuhyun ada disana karena mereka selalu berbeda haluan.

Siwon pulang malam, dan Kyuhyun sudah mendekam dikamarnya, lalu Siwon pergi pagi Kyuhyun juga masih belum bangun dari tidur cantiknya.

**

Sampai hari keempat.

“Tidak ada harapan!!” Gerutu Irene tiba-tiba kesal. “Aku harus melakukan sesuatu.” Ucapnya lagi sambil beranjak dari sofa diruang tengah kamar hotelnya.

Namun tiba-tiba saja dering iphone dalam saku celananya menghentikan langkah Irene untuk keluar dari kamar hotel mereka. Begitu melihat siapa yang menghubunginya, wajah cantiknya langsung berubah sumringah dan berbunga-bunga.

“Siwon oppa~”

>Sayang, kabar baik untukmu.< Ucap Siwon penuh semangat diseberang sana.

“Kabar baik?” apa itu oppa??”

>Proyek kita sukses, oppa berhasil, kita dipercaya lagi<

“Omo, omo, omo, jinjja?? Benarkah? Selamat untukmu, suamiku sayang.”

>Selamat untuk kita, sayang< Ucap Siwon lembut membuat pipi Irene bersemu dengan senyum manis merekah dibibirnya.

“Kapan oppa pulang? Kita akan merayakannya.”

>Kita akan makan malam di kamar saja.<

“Baiklah, aku akan menyiapkannya.”

>Baiklah, sampai jumpa nanti, Sweetheart.<

“Bye-bye oppa.” Ucap Irene dan menutup telfonnya dengan wajah penuh ide brilliant. “Yuhuuuu~ keberuntungan ada dipihakku!!!”

Yeoja cantik itu berseru dengan riangnya sambil berlari keluar penuh semangat. Ia ingin meminta pelayan hotel itu agar membantunya menyiapkan makan malam romantis untuk merayakan keberhasilan mereka.

Sampai beberapa jam kemudian semua terselesaikan dengan sempurna tanpa halangan, hal itu membuat Irene semakin yakin bahwa inilah saatnya. Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa hanya bisa melongo saat memasuki kamar itu yang temaram dengan hanya cahaya lilin yang meneranginya.

“A-ada apa ini, noona??” Tanya Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Siwon oppa berhasil dalam proyek ini, Noona menyiapkan makan malam untuk merayakannya, Kyu.”

“Ahh~ arraseo, kalau begitu aku tid…”

“Cepatlah bersiap.” Ucap Irene memotong perkataannya.

“M-maksudnya?” Kyuhyun masih tidak mengerti.

“Kita akan makan malam Kyu, cepatlah bersiap.”

“Bu-bukankah ini untuk kalian? Kalian berdua yang har…”

“Untuk saat ini dan seterusnya, hanya ada kita Kyu, bukan kami. Kita, ingat itu.” Ucap Irene dengan wajah serius.

Seketika Kyuhyun kehilangan kata-katanya. “….”

“Cepat sana!!” Ucap Irene kemudian membuat Kyuhyun sedikit tersentak.

Tanpa menjawab apa-apa, Kyuhyun pun segera kembali ke kamarnya dan mendapati tempat tidurnya terletak satu t-shirt hitam keabu-abuan bersama satu jeans hitam untuknya.

Sepertinya Irene sudah mempersiapkan segalanya bahkan tanpa sepengetahuan dirinya terlebih dahulu. Apa Kyuhyun boleh menolaknya? Boleh, jika Kyuhyun ingin tentu saja.

Dengan perasaan was-was Kyuhyun segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian dengan apa yang sudah disiapkan Irene untuknya. Begitu selesai, Kyuhyun berdiri didepan cerminnya menatap wajah cantiknya sendiri.

Baju itu benar-benar sangat pantas digunakannya melihat badan tinggi Kyuhyun yang semampai. T-shirt kerah V yang sedikit lebar itu membuatnya kelihatan lebih cantik dan sexy, dengan lengan yang panjang sampai melewati pergelangan tangannya.

Baju itu juga menutupi bagian pantatnya yang sedikit berisi dari yang biasanya dimiliki namja, karena ia memiliki pinggul yang indah. Jika kau melihatnya dari belakang, sangat pasti kau akan berguman “Sungguh memesona.”

Sedang sibuk dengan pikirannya sendiri didepan cermin, tiba-tiba suara iphonenya mengembalikan pikirannya ke dunia nyata.

“Noona!! Satu tempat saja pakai sms, nappeun yeoja.” Gerutu Kyuhyun saat melihat sms itu milik Irene yang menyuruhnya segera keluar.

“Kenapa tidak panggil saja kesini?!” Ucapnya kesal dan segera keluar dari kamarnya.

Namun begitu disana Kyuhyun tidak mendapati yeoja cantik noonanya itu dimanapun. Hanya ada Siwon sendirian di meja makan yang memang hanya untuk dua orang itu. tanpa perlu bertanya Kyuhyun sudah tahu makan malam ini dibuat untuk siapa. Tapi bertanya lah yang Kyuhyun lakukan.

“Di-dimana noona??” Tanyanya pada Siwon.

Namja tampan yang sedang melamun itu pun tersentak kaget dan langsung melihat kearahnya. Seketika Siwon terpaku dengan wajah tidak percaya melihat penampilannya yang sangat berbeda itu.

Jika Kyuhyun melihat lebih dekat, didalam mata Siwon saat ini ada tatapan yang tidak akan dimengerti Kyuhyun sepenuhnya. Dalam hati Siwon mengakui bahwa namja yang ada didepannya itu benar-benar cantik.

Bahkan lebih cantik dari yeoja manapun yang pernah ditemuinya selama ini. Dan jika boleh jujur, Kyuhyun bahkan lebih cantik dari istrinya Irene. Namja cantik itu mempunyai pesona kecantikan didalam dirinya, walau ia seorang namja.

Memikirkan hal itu seketika Siwon menggelengkan kepalanya dengan kuat mengeluarkan pikiran aneh dari kepalanya. Bagaimana ia bisa berpikir Kyuhyun lebih cantik dari istrinya? Walau itu memang benar.

“S-siwon-ssi?” Panggil Kyuhyun bingung.

“Huh? Ne? Apa katamu?” Tanya Siwon juga ikut bingung.

“Noona ada dimana?” Ulang Kyuhyun sekali lagi.

“Ohh~ mm~ dia…sudah keluar.”

“La-lalu? I-ini??”

“Ini untuk kita, silahkan duduk Kyuhyun.” Jawab Siwon dengan cepat menguasai keadaan.

“Ta-tapi…”

“Noona-mu menyiapkannya untuk kita, jangan menolaknya.”

“Ti-tidak bukan begitu.”

“Gwenchana, ayo~”

Dan makan malam romantic itu pun benar-benar terjadi antara dirinya dan suaminya itu, membuat Kyuhyun ingin tersenyum dengan bahagiannya. Tapi sayang, Kyuhyun hanya bisa menyimpan rasa itu dihatinya dan merasakannya seorang diri.

Tidak ada yang berbicara selama makan malam yang pastinya lezat itu, sampai semuanya selesai dan menyisakan wine merah disana. Wine untuk merayakan keberhasilan Siwon seperti yang dikatakan Irene sebelumnya.

Dan tanpa segan Kyuhyun mengangkat gelasnya yang memang sudah terisi air merah hati itu setengah dan menatap Siwon dengan senyum manisnya.

“Selamat atas keberhasilanmu, Siwon-ssi.” Ucap Kyuhyun penuh percaya diri.

“Kenapa kau masih memanggilku seperti itu?” Ucap Siwon membuat Kyuhyun sedikit terkejut.

“M-mwo?? Ti-tidak boleh?” Tanya Kyuhyun lagi sambil menurunkan gelasnya dengan wajah kecewa tanpa terlewatkan oleh Siwon.

“Bukankah seharusnya kau memanggilku hyung?” Dan Siwon balik bertanya.

“Ma-maksudnya??” Kyuhyun pura-pura polos.

“Aku lebih tua darimu kan? Panggil saja aku hyung. lagi pula ki-kita sudah menikah.”

“Hoo, nee~ arraseo, Si-siwon hyung.”

“Mmm~ begitu lebih baik. ayo ulangi~” Ucap Siwon menganggukkan kepalanya lalu melihat gelas wine Kyuhyun.

Sesaat Kyuhyun menatapnya dengan kening berkerut tidak mengerti, tapi kemudian tangannya kembali terangkat dengan gelas winenya.

“Selamat untuk keberhasilanmu, Siwon hyung.”

“Terima kasih~Kyuhyun.” Jawab Siwon juga mengangkat wine-nya dan melakukan Cheers bersama hingga terdengar bunyi ting yang jelas saat gelas mereka beradu.

Setelah sama-sama menurunkan gelas itu dan menelan isinya Siwon melihat Kyuhyun dengan senyum manis yang membuat Kyuhyun terpana akan ketampanannya yang sempurna itu.

“Lalu…bolehkah aku mengetahui tentang masa lalumu? Aku memang sering mendengarmu dari cerita Irene, tapi aku ingin mendengarnya langsung darimu sendiri.” Ucap Siwon panjang lebar sambil menatap wajah Kyuhyun dengan lekat.

Kyuhyun yang ditatap seperti itu langsung meneguk wine yang ada didepannya sekali lagi untuk menutupi rona merah dipipinya yang semakin menjalar. Seakan dengan itu rona pipinya akan menghilang bersama tenggerokan yang terasa kering tiba-tiba saat tatapan itu merasuk kedalam hatinya.

“Eum~ aku…aku hanya namja biasa.” Ujar Kyuhyun akhirnya sembari menunduk dan memainkan bibir gelas itu dengan jemarinya yang lentik.

Sementara Siwon masih menatapnya lekat dan mendengar ucapannya tanpa berniat untuk memalingkan wajahnya. Entah kenapa Kyuhyun dengan gampangnya meneruskan cerita tentang dirinya pada namja yang tiba-tiba saja sudah menjadi suaminya.

“Aku hidup bahagia bersama keluargaku, appa, umma dan juga dongsaeng kecilku, didesa tempat tinggal kami, Nowon.” Ucap Kyuhyun memulai ceritanya.

“Walau hidup tidak bergelimang harta, tapi kami bahagia, sangat bahagia. Hingga suatu hari setelah ulang tahun dongsaengku yang kelima, kebahagiaan itu terhempas begitu saja. Saat dengan gampangnya dongsaeng kecilku divonis menderita kanker darah… dalam sekejap kebahagiaanku seakan terenggut secara paksa..”

Kyuhyun melihat Siwon dengan tatapan sedihnya karena rasanya ia seperti terlempar kembali pada masa lalunya yang pahit itu. Sementara Siwon hanya bisa menatapnya dengan perasaan yang entah apa yang harus dilakukannya untuk Kyuhyun.

“Setahun kami melakukan segala cara untuk pengobatannya bahkan sampai membuat kehidupan kami semakin terpuruk karna masalah uang, kami tetap berusaha. Tapi tetap saja Tuhan punya rencanaNya sendiri untuk dia.”

“Setelah berjuang tanpa mengeluh sedikit pun, akhirnya ia meninggalkanku dengan senyum manis terukir dibibirnya.” Kyuhyun menghela nafas untuk menahan perasaannya.

“Seiring berjalannya waktu, kami menata kembali kesedihan kami yang tidak kunjung hilang. Sampai tiba masanya aku memasuki ujian akhir di Senior High School dan saat itu umma berpesan agar suatu hari nanti aku bisa menjadi dokter yang bisa mengobati segala jenis penyakit yang ada didunia.”

“Tanpa berniat mengecewakan hatinya, setelah lulus aku mengikuti tes di universitas dan mengambil fakultas kedokteran. Sesuai kata-kata terakhir yang diucapkannya sebelum aku ke Seoul untuk mengikuti ujian masuk universitas. Jadilah Dokter, Kyu.. ucapnya dalam pengharapan”

“Singkat cerita, Tuhan seperti mendengar do’a tulusnya hingga aku diterima di Kyunghee seperti yang aku inginkan. Hari itu juga kedua orangtua-ku berniat menyusulku ke Seoul untuk memberi kejutan sekaligus ucapan selamat.”

“Dan sekali lagi…Tuhan punya rencana lain untuk mereka berdua, saat diperjalanan yang yang jauh itu, bus yang mereka tumpangi…” Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

“Mereka kecelakaan, hyung~” Ucapnya kemudian seiring dengan tetesan airmata mengalir cepat dipipinya.

Gerakan refleks Siwon langsung mengulurkan tangannya dan menghapus airmata itu dengan ibu jarinya.

“Hehhh~ aku terlalu banyak bercerita.” Ucap Kyuhyun melihatnya. “Mianhae…” Lanjutnya lagi sambil menutup mata cantiknya dengan ujung telapak tangannya.

Siwon terkejut dengan gerakan Kyuhyun yang tiba-tiba itu, namun detik berikutnya namja tampan itu bisa melihat bahu Kyuhyun bergetar seperti menahan tangis. Tanpa ada yang menyuruhnya, kali ini Siwon bergerak sesuai kata hatinya sendiri.

Hingga dengan pasti ia mendekati Kyuhyun lalu tanpa segan meraup namja cantik huswifenya itu ke pelukan dengan wajah Kyuhyun terbenam tepat didadanya.

“Uljima~” Ucapnya sambil membelai lembut punggung Kyuhyun. “Kau tidak akan sendiri lagi~ jangan khawatir, ada aku disini, bersamamu.”

Tanpa bisa ditahan, tangisan Kyuhyun pecah seiring dengan ucapan Siwon yang tulus itu merasuk dalam pikirannya.

Kyuhyun berusaha untuk tidak menangis seperti yeoja hingga ia menggigit bibir untuk menahannya. Namun sebagai gantinya bahunya kembali bergetar dengan hebat hingga Siwon harus memeluknya dengan erat.

Lebih dari 30 menit kemudian barulah Kyuhyun terlihat tenang dan baru menyadari apa yang sudah mereka lakukan. Berpelukan, tentu saja. Secepat kilat Kyuhyun melepas tangannya yang memeluk Siwon dengan erat membuat Siwon juga melakukan hal yang sama.

“A-aku permisi.” Ucap Kyuhyun cepat kemudian berjalan ke kamarnya.

Sementara Siwon juga segera menuju ke kamarnya saat merasakan ada yang aneh terjadi pada dirinya beberapa menit yang lalu. Saat pelukannya bersama Kyuhyun semakin erat dan nyaman, Siwon merasa tidak ingin melepaskannya lagi, sedikitpun.

Bahkan namja tampan itu merasa ia menginginkan yang lebih, lebih dari sebuah pelukan.

Apa yang terjadi dengannya?

Sementara itu Kyuhyun yang sudah berada dikamarnya segera membersihkan diri dikamar mandi dan ingin mengganti pakaian sexy-nya itu untuk dikembalikan pada Irene.

Tapi tiba-tiba saja suara iphone-nya yang ada dimeja nakas menghentikan langkahnya. Suara itu menandakan sebuah sms masuk kesana, membuat mata cantiknya melebar saat melihat siapa pengirimnya. Irene.

“Kyu~ tolong ambil handuk dikamarku.”

“Mwoo? Noona? Handuk? A-apa dia mandi?” Tanya Kyuhyun tidak percaya. “Dimana dia tadi?”

Tapi kemudian tanpa pikir panjang namja cantik itu segera keluar dari kamarnya menuju kamar Irene dan Siwon, lalu dengan cepat membuka pintu kamar itu tanpa mengingat Siwon ada dimana. Dan yang terjadi…

“Ouh, ohh, a-aku, mianhae!!!” Kyuhyun langsung menutup pintu itu kembali.

Seketika pipi putih pucatnya merona dengan cepat sampai ketelinganya mengingat apa yang baru saja dilihatnya didalam kamar itu. Siwon duduk bersandar diranjangnya dengan baju yang terbuka setengah dan nafas yang tidak beraturan.

“Kyu~” Suara Siwon tiba-tiba memanggilnya.

Kyuhyun langsung membeku ditempatnya saat mendengar panggilan kecil yang tidak biasa itu. Namja cantik itu tidak bisa memikirkan apa yang sudah terjadi pada suaminya, dan dimana Irene noona-nya sekarang.

“Kyuhyun~” Panggil Siwon sekali lagi membuat Kyuhyun kembali membuka pintunya dengan cepat. “To-tolong…” Ucap Siwon terbata.

“MWOO?? Apa yang terjadi, Siwon-sii? Kau kenapa??” Kyuhyun langsung menerobos masuk kekamar itu dan mendekati Siwon diranjangnya.

“To-tolong…” Ucap Siwon lagi melihat Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Ap-apa yang terjadi? Apa yang harus kulakukan??” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“A-air~ aku haus, berikan aku air, Kyuhyun.”

Dengan cepat Kyuhyun menyambar gelas yang ada dimeja nakas dan berlari keluar untuk mengambil air putih didapur lalu kembali lagi dengan cepat tanpa menumpahkan air ditangannya itu.

Siwon langsung mengambil gelas itu begitu Kyuhyun ada didepannya dan meneguk airnya dengan cepat sampai ia kembali terengah-engah. Kyuhyun yang tidak melihat perubahan pada Siwon semakin khawatir dan ingin mencari Irene noonanya.

Namun tiba-tiba tangan Siwon menariknya hingga ia berhenti ditempatnya, pelahan Kyuhyun menolehkan kepalanya melihat namja tampan yang berstatus suaminya itu dengan wajah blank.

“K-kompres~ tolong~ kompres.” Ucap Siwon berulang dan melepas tangan Kyuhyun.

Sekali lagi Kyuhyun keluar dengan buru-buru mencari air dan baskom untuk mengompres Siwon seperti permintaannya. Begitu kembali Kyuhyun langsung melakukan meletakkan kain kompres itu dikening Siwon tanpa segan.

Lagipula ia adalah seorang dokter.

Tapi sepertinya kedokterannya itu tidak mempan disaat situasi genting seperti itu, hingga Kyuhyun tidak menyadari apa yang terjadi pada Siwon. Bahkan namja cantik itu sampai duduk didepan Siwon untuk mengompres kening, dan leher Siwon yang dirasanya terbakar.

Saat itulah tatapan Siwon menemukan jawabannya pada bibir Kyuhyun yang merona karena namja cantik itu menggigitnya saat gugup tadi. Detik selanjutnya kain kompres yang ada ditangan Kyuhyun jatuh dengan cepat kelantai granite kamar itu.

Barulah Kyuhyun sadar kini wajahnya hanya berada seruas jari dengan wajah Siwon yang memejamkan matanya. Sedetik kemudian, indra perasa Kyuhyun pun bekerja sepenuhnya dan menyadari bahwa bibir cantiknya sudah menyentuh bibir Siwon.

Tanpa bisa dicegah namja tampan itu mengecup bibirnya dengan cepat namun lembut kemudian dan akhirnya bergerak berirama hingga tanpa sadar Kyuhyun memejamkan matanya.

Siwon menciumnya.

Untuk kedua kalinya setelah menikah, Siwon menciumnya.

Namun ciuman kali ini dirasa Kyuhyun lebih menuntut dari yang dirasakannya pertama kali. Beberapa detik kemudian akhirnya Kyuhyun pun ikut menggerakkan bibirnya seirama dengan Siwon.

Kyuhyun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak membalas ciuman manis namun intens itu. Siwon membuatnya melupakan segalanya dalam sekejap, bahkan Kyuhyun lupa dimana ia berpijak.

Yang Kyuhyun tahu, disinilah tempatnya berada, dalam pelukan Siwon yang semakin lama semakin hangat. Karena namja tampan itu memeluknya dengan erat merasakan badan Kyuhyun tenggelam dalam pelukannya.

“Kyu~kyuhyun.” Panggil Siwon disela ciuman mereka.

“Mmm~ Siwon-ssi.”

“Aku menginginkanmu.” Ucap Siwon sekali lagi mengecup bibirnya dan memulai ciuman mereka kembali.

Barulah Kyuhyun sadar, ini bukanlah Siwon yang ia kenal, suaminya itu sudah meminum sesuatu yang bisa membuatnya hilang kesadaran dan mengatakan hal yang tidak mungkin seperti itu.

‘Siwon tidak akan berkata seperti ini.’ Inner Kyuhyun.

Tidak perlu memikirkan terlalu lama siapa yang sudah melakukan semua ini dengan baik. Dalam hatinya Kyuhyun langsung mengutuk Irene yang berhasil menjebak mereka berada disituasi ini.

Tapi memang inilah yang harus terjadi untuk mewujudkan keinginan dari noonanya itu. Walau begitu, hati kecil Kyuhyun merasa ingin menolak untuk memberikan keinginan Siwon karena pengaruh obat itu.

Jika dibolehkan memilih, Kyuhyun ingin melakukannya saat Siwon sudah bisa menerimanya dan sedikitnya namja tampan itu punya rasa terhadapnya.

Tapi kenyataannya itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini, bahkan mungkin tidak akan pernah terjadi. Memikirkan hal itu sakit yang beberapa kali dirasa Kyuhyun tiba-tiba saja kembali ke dalam hatinya.

Tanpa disadari Kyuhyun, setetes airmata keluar disudut matanya dan mengalir perlahan hingga terasa hangat dipipi Siwon. Seketika Siwon melepas bibirnya dan menatap wajah cantik itu didepan matanya dengan tatapan mata Kyuhyun yang bercahaya redup.

Entah sadar atau tidak, Siwon mendekat kembali dan mengecup pipi Kyuhyun dengan lembut tepat dimana airmata itu sedang mengalir. Kyuhyun langsung memejamkan matanya merasakan sentuhan itu dan airmata itu pun kembali mengalir.

“Jangan menangis.” Bisik Siwon pelan. “Kita tidak akan…”

Kyuhyun langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat lalu memeluk Siwon dengan erat hingga namja tampan itu membeku ditempatnya.

“Lakukan dengan pelan, hyung.” Bisik Kyuhyun dengan pipi merona sampai ketelinganya.

Siwon melepas pelukan Kyuhyun dan menatap wajah cantik itu didepannya sekali lagi dan mengumpat dalam hatinya saat ia menyadari bahwa Kyuhyun benar-benar namja yang sangat cantik.

“Serahkan padaku~Choi Kyuhyun.” Ucap Siwon dengan senyum manis nan memesona membuat dada Kyuhyun langsung berdegup dengan kencang.

‘Apa ini?’ Innernya sesaat.

Selanjutnya Siwon pun melakukan tugasnya dengan sangat baik mulai dari membuka baju Kyuhyun sampai tidak ada sehelaipun yang tertinggal. Antara sadar dan tidak akhirnya Siwon melakukan permintaan istrinya itu dan menepati janjinya pada Kyuhyun untuk melakukan semuanya dengan perlahan.

Hingga semuanya selesai dan mereka mencapai akhirnya, Siwon mendapati airmata Kyuhyun kembali mengalir dikedua belah pipinya. Dengan lembut Siwon menghapus jejaknya dan menatap Kyuhyun dalam sambil tersenyum manis.

“Terima kasih.” Ucapnya pelan dan menarik Kyuhyun kedalam pelukannya.

Belum sempat Kyuhyun mengatakan apa-apa, namja tampan itu sudah terbang kealam mimpinya dengan cepat. Dan ia pun hanya bisa menghela nafas lelah dan semakin menyusupkan dirinya dalam pelukan hangat suaminya itu.

**

Sampai keesokan harinya.

Siwon terbangun dengan kepala berat dan pusing yang tidak ada duanya, saat ingin bergerak bangun dari tidurnya, barulah Siwon merasa ada sesuatu yang menimpa lengannya.

Hampir saja Siwon berteriak dengan kencang saat melihat kepala dengan rambut kecoklatan didalam selimutnya. Tapi saat menyadari apa yang sudah dilakukannya, Siwon hanya bisa terpaku dan memikirkan semuanya kembali.

“Aku sudah…”

Perkataannya membuat namja cantik disampingnya itu bergerak tidak nyaman lalu berbalik kelain arah. Saat itu Siwon bisa melihat tubuh Kyuhyun yang sangat putih dan tidak memakai apapun. Sekilas namja tampan itu bisa melihat bekas perbuatannya semalam didada Kyuhyun yang membuat ia berpaling kearah lain.

Setelah beberapa saat akhirnya Siwon memutuskan untuk bangun dan membersihkan diri secepatnya. Dan saat itulah Siwon merasakan lengannya yang mati rasa karena semalaman Kyuhyun menjadikannya sebagai bantal.

Tidak pernah dalam 3 tahun pernikahannya dengan Irene ia merasakan yang seperti ini, karena Irene tidak pernah tidur berbantalkan lengannya, bahkan sepanjang malam.

Setelah berusaha dengan sedikit susah akhirnya Siwon bisa menggerakkannya kembali dan segera menuju kamar mandi. Sampai ia keluar dengan baju santainya, Kyuhyun masih terlelap dengan nyaman didalam selimutnya.

Tanpa sadar Siwon menyunggingkan senyuman manis saat melihat wajah polos bak malaikat itu masih sangat pulas. Kemudian namja tampan itu segera keluar dari kamarnya sebelum ia melakukan hal yang tidak mungkin ia lakukan.

Dan disana, diruang makan, istri cantiknya sedang menyiapkan sarapan untuk mereka dengan wajah sumringah. Bahkan ia tidak sadar Siwon sudah berdiri disana mengamatinya sedari tadi.

“Kau bahagia?”

“MWO??Oppa!!!” Irene tersentak kaget mendengar suara Siwon. “Ada apa?” Tanya Irene ulang.

“Kau bahagia??” Ulang Siwon.

“Sangaaaaat!!!!” Jawab Irene sambil berlari memeluk suami tampannya itu.

Siwon hanya bisa tersenyum manis dan membalas pelukan itu dengan erat, kemudian Irene bertanya Kyuhyun dimana dan Siwon mengatakan namja cantik itu masih tertidur dengan pulas.

“Kau harus melayaninya oppa~ aku pergi dulu, bye~~” Irene langsung berlari terburu-buru menuju pintu depan dan menghilang disana.

Bahkan Siwon belum sempat mengatakan apapun untuk protes atas apa yang dilakukan Irene hingga semuanya terjadi begitu saja. Akhirnya Siwon hanya menghela nafasnya dan melakukan seperti yang dikatakan Irene, melayani Kyuhyun.

Dimulai dari mengoleskan selai pada roti dan menuang susu digelas Kyuhyun, sementara orang yang bersangkutan didalam kamarnya sedang bergerak gelisah dalam tidurnya.

***

“Kyunnie~”

“Umma? Appa??”

Kyuhyun melihat sinar yang menyilaukan mata dihadapannya hingga ia harus menyipitkan matanya. Mencoba menghalau sinarnya dan melihat dengan jelas siapa yang ada didepannya kini.

Hingga sosok itu semakin jelas, Kyuhyun merasakan sesuatu didadanya membuncah keluar.

“Umma, Appa~~” Dengan kerinduan yang sangat besar Kyuhyun membawa kedua orangtuanya itu dalam pelukannya.

”Aku merindukan kalian, jangan meninggalkanku lagi.” Ujarnya kemudian tanpa bisa menahan laju airmatanya.

“Uljima baby~” Ucap umma Cho dan melepaskan pelukan mereka.

“Kau tumbuh dengan sehat Kyu, sekarang juga kau bahagia, ne~” Ucap Appa Cho meneliti wajah putranya.

“Apa maksud Appa?”

“Umma menyayangimu, umma bahagia kau bersama suamimu sekarang.” Ucap Umma Cho dengan senyum sumringah.

“Kami merestuimu, Kyu~ walau apapun rintangan yang akan kau hadapi, yakinlah bahwa semua akan ada penyelesaiannya. Karena kau adalah jodohnya.”

“Ta-tapi Appa…”

“Appa tau, umma dan appa hanya sedikit kecewa, tapi kami berdua tidak bisa mengubah takdir.”

“Ap-apa salah ji-jika aku mencintainya??” Tanya Kyuhyun dengan wajah memelas dan airmata yang sudah mengalir.

Umma Cho dengan cepat menghapus airmata anak lelaki satu-satunya itu.

“Aniyo chagi, kau memang harus mencintainya karena dia suamimu, jangan pernah mengucapkan kata perpisahan walau begitu sulitnya jalan kedepan nanti.” Nasehat umma Cho dengan tepat.

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya.

“Kami harus pergi Kyunnie, hiduplah dengan baik, jadilah istri yang penurut dan bahagialah selamanya.”

“Tidak, umma~ jangan~”

“Bye-bye Oppa~” Ucap dongsaeng kecilnya tiba-tiba sambil melambaikan tangannya.

“Tidak!!! Tunggu!! Aku masih rindu pada kalian, tunggu sebentar!!”

“Umma!!” Panggil Kyuhyun langsung terduduk dengan nafas memburu.

***

Keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya dan dengan nafas terengah-engah Kyuhyun mencari keberadaan umma, appa dan dongsaeng kecilnya. Tapi yang ditemukan Kyuhyun hanya ruangan mewah sebuah hotel tempat mereka menginap.

“Hhhhahhhh~ aku mimpi~” Gumam Kyuhyun kemudian sambil menghempaskan tubuhnya kembali ke kasur namun sayang gerakan itu sangatlah salah…

“Aaiiissshhhhh~ ittaaaaiiii~”

Kyuhyun baru merasakan seluruh tubuhnya remuk redam dan terasa sakit yang luar biasa diarea bawahnya. Saat ingin melihatnya, barulah ia sadar bahwa tubuh mulusnya kini telanjang dengan bercak-bercak ungu terpampang didadanya.

“Umma!!!” Teriak Kyuhyun tanpa sadar kemudian menutup mulutnya. “Aku melakukannya? Kami sudah…” Ucapnya kini mengerti.

“Oh my god!! Aku melakukannya!!”

“Siwon-ssi.” Panggil Kyuhyun langsung melihat kesampingnya.

Namun Siwon tidak ada disana, karena namja tampan itu sudah bangun lebih dari satu jam yang lalu. Tanpa sadar Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya dengan kepala diatas bantal Siwon.

Ia bisa menghirup dengan jelas aroma maskulin Siwon yang ada dibantalnya itu dan membuatnya tersenyum manis saat tidak mendapati wangi istrinya ada disana. Tentu saja tidak, Irene sudah meminta pelayan hotel mengganti semuanya untuk rencananya itu.

“A-aku harus mandi!!” Ucap Kyuhyun kemudian segera bangkit dari tidurnya dengan cepat.

“Aiishh!! Jinjja!!! Ini sakit sekali!!” Gerutu Kyuhyun sambil berjalan perlahan menuju lemari dan mengambil bathrobe yang ada disana.

Setelahnya namja cantik itu segera membersihkan dirinya dikamar mandi Siwon dan keluar dengan cepat dari kamar itu. Ia ingin segera ke kamarnya dan memikirkan bagaimana caranya ia bertemu muka dengan Siwon, juga Irene.

Tapi yang terjadi, namja tampan yang tidak ingin ditemuinya kini sedang duduk santai di Sofa membaca Koran dengan coffee dan waffle di mejanya. Dengan perlahan Kyuhyun mengendap-endap menuju kamarnya agar Siwon tidak melihatnya, bukankah itu hal bodoh untuk dilakukan?

Karena saat pintu kamarnya terbuka Siwon sudah tahu bahwa Kyuhyun sudah keluar dari sana dan menyadari semua gerakan apa yang dilakukan namja cantik itu.

“Apa yang kaulakukan? Cepatlah makan, kita akan jalan-jalan.” Tanya Siwon cepat membuat Kyuhyun tersentak kaget.

“I-itu, a-aku,,mmm~ Mwooo?” Mata Kyuhyun melebar saat kata terakhir Siwon terdengar jelas.

“Kita akan jalan-jalan, cepatlah sarapan.” Ulang Siwon tanpa melihat Kyuhyun lagi.

“Owh, Ne~ arraseo.” Jawab Kyuhyun langsung berjalan ke kamarnya dengan wajah memerah menahan malu.

Dibelakangnya Siwon melihat dengan mata yang berbinar dan ingin tertawa dengan keras melihat kelakuan Kyuhyun tadi. Tapi Siwon menahannya dengan sangat baik didepan Kyuhyun yang polos tidak tahu apa-apa.

Setelah beberapa saat Kyuhyun memakan sarapannya dengan lahap dan berterima kasih pada Siwon yang sudah menyiapkannya. Siwon hanya menganggukkan kepala dan segera kembali ke kamarnya untuk bersia-siap.

Tidak berapa lama mereka berdua sudah terlihat diluar hotel bintang lima itu menggunakan mobil mewah yang dirental Siwon untuk berjalan-jalan disana.

“Kita mau kemana?” Tanya Kyuhyun begitu mereka sudah setengah jalan.

“Kau ingin kemana?” Siwon balik bertanya.

“A-aku mau tidur.”

CKKIIIT!!

Siwon menghentikan mobilnya tiba-tiba hingga Kyuhyun terhentak ke depan dengan kepala hampir terbentur jika dia tidak memakai sabuk pengaman. Dengan wajah kesal Kyuhyun langsung melihat Siwon yang juga sedang melihatnya.

“Apa-apaan itu?” Tanya Kyuhyun tajam.

“Kenapa? Apa kau sakit, apa aku sangat kasar?” Siwon balik bertanya dengan wajah, apa itu, khawatir?

“Eum, itu…bukan, aku baik-baik saja.” Jawab Kyuhyun langsung berubah gugup.

“Aku sudah berusaha.” Ucap Siwon lagi.

“A-aku tahu, bukan itu…hanya saja, i-ini per-pertama kali untukku.”

“Begitu juga denganku.” Jawab Siwon cepat dan Kyuhyun langsung menatapnya.

Mereka berdua saling bertatapan dengan intens seperti mencari sesuatu didalam tatapan itu, namun tidak ada yang akan menjawabnya walau mereka menemukan apa yang mereka cari disana.

Sampai suara mobil bergantiaan dibelakang memecah kontes tatap mata itu dan membuat keduanya salah tingkah. Sementara Siwon langsung melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan pemilik mobil lain menggerutui mereka.

“Bi-bisakah kita ketaman saja?” Tanya Kyuhyun setelah beberapa saat.

Tanpa menjawab apa-apa Siwon melajukan mobilnya menuju taman indah yang ada dipinggiran kota Tokyo.

Begitu sampai Siwon memarkirkan mobilnya dipinggir jalan dan keluar bersamaan dengan Kyuhyun. Jika dilihat dari jauh kau pasti akan merasa iri dengan kehadiran mereka yang bisa dibilang sangatlah sempurna.

Tapi lihatlah dari dekat, Kyuhyun berjalan sendirian sambil menikmati bunga-bunga cantik itu dengan berbagai pertanyaan melintas dikepalanya. Sementara Siwon berjalan perlahan dibelakang menikmati punggung Kyuhyun dengan berbagai pertanyaan dikepala juga.

Saat ini mereka berdua sedang berada di Taman Sakura, begitulah orang-orang disana menyebutnya. Karena seluruh tempat ini akan dipenuhi bunga sakura yang indah jika saat musim semi seperti ini dan akan semakin indah saat helai-helainya berjatuhan ditiup angin.

Melihat keindahan bunga-bunga itu di musim seperti ini membuat Kyuhyun mengingat kembali dongsaengnya yang sangat menyukai bunga sakura. Wajah Kyuhyun berbinar senang membayangkan apa yang dikatakan adik kecilnya jika ada disana.

Kyuhyun terus memandang apa yang ada dihadapannya itu dengan takjub, sampai berfikir bagaimana bisa ia berada di negara yang hanya dalam imajinasinya saja selama ini? Tapi, kini ia bisa menapakkan kakinya disini bahkan bersama seorang namja yang telah sah menjadi suaminya.

Mendengar kata suami menggelitik perasaannya, ia kembali teringat bagaimana malam itu terjadi walau samar dalam ingatannya, tapi segala yang Siwon berikan kepadanya sangatlah lembut dan masih terasa nyata hingga saat ini.

Tanpa sadar pipi Kyuhyun merona dengan indahnya.

“Indah kah?”

Ucapan itu membuat Kyuhyun kembali dalam dunia nyatanya, ia melihat ke arah Siwon yang kini juga sedang menatap lembut padanya. Dengan tersipu malu, Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya.

“Maukah kau berjalan menikmati keindahan taman ini bersamaku??” Goda Siwon tiba-tiba berjalan didepannya.

“Benarkah ini nyata?” Ucapnya pelan bahkan seakan menjadi gumaman.

“Apa yang kau katakan?”

“Ani… kajja hyung”

Saat Siwon sudah berada dua langkah di hadapannya, namja tampan itu berdiam diri lalu menatap kembali kepada Kyuhyun yang sedang menatapnya.

“Kajja” Ucap Siwon sembari mengulurkan tangannya.

Kyuhyun terlihat sedikit ragu, tetapi otak dan tubuhnya memilih jalan yang berbeda karena walau kepalanya berkata tidak, tapi kini tangannya menyambut uluran tangan Siwon dengan senang.

Mereka terus berjalan menikmati udara sejuk disana, hingga mereka melihat sebuah bangku taman ukir yang berwarna putih.

“Kita duduk disana”

“Heum.” Setuju Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Eum… hyung, apa…apa…”

“Waeyo??” Tanya Siwon tidak mengerti.

Kyuhyun langsung mengeluarkan handphone yang ada disakunya dan membuat Siwon mengerti dengan cepat. Namja tampan itu hanya tersenyum simpul lalu mengambil hp itu dan membuka kunci layarnya, kemudian ia pun menekan aplikasi kamera dengan cepat.

“Berfoto denganku??” Tanyanya dengan menampilkan dua dimplenya itu.

Kyuhyun langsung ikut tersenyum melihat kedua dimples Siwon yang semakin membuatnya teramat tampan.

“Hana..dul..set..” Foto itu tercetak dengan manis.

Kedua wajah mereka berdekatan dengan senyum penuh kebahagiaan disana.

Selanjutnya entah sudah berapa gaya yang mereka lakukan di depan kamera, yang pasti Kyuhyun saat ini merasa sangat bahagia. Tetapi dia kembali teringat akan kedua orang tuanya.

“Waeyo??”

“Ani hanya saja, andai aku bisa mewujudkan cita-cita mereka dan bisa membawa mereka berjalan-jalan disini, pasti bahagiaku sangat sempurna.” Ucap Kyuhyun dengan nada suara bergetar menahan sesak didadanya.

“Gwaenchana, mereka sudah bahagia, ada aku disini Kyu, jangan bersedih lagi.”

Siwon membawa Kyuhyun ke dalam dekapannya.

“Jangan pernah menangis lagi, kini kau harus bahagia karena bahagiamu adalah bahagiaku, kita akan menjalaninya bersama-sama.”

Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya sembari menempatkan wajahnya di ceruk leher Siwon, wangi itu secara tidak sengaja membawanya menjadi tenang kembali.

“Kita lanjutkan lagi perjalanan?” Tanya Siwon sesaat kemudian.

“Okay.” Angguk Kyuhyun cepat.

Mereka berdua pun akhirnya kembali berjalan menikmati pohon-pohon sakura yang berguguran karena anginya. Saat tiba-tiba Kyuhyun melihat kedai Ice Cream yang tak jauh dari dimana mereka berdiri mata cantik Kyuhyun menjadi berbinar senang dan hal itu tidak luput dari pandangan Siwon.

“Hyung…” Panggilnya penuh semangat.

“Ne~”

“Bisakah kita kesana” Tanya Kyuhyun dengan telunjuknya mengarah ke kedai Ice Cream dimana terlihat tidak terlalu banyak pengunjungnya.

“Tentu saja.”

Siwon pun mengajak Kyuhyun menuju kedai Ice cream itu dengan menggenggam erat tangannya, mereka seakan memperlihatkan keromantisan yang ada kepada khalayak ramai. Namun hanya Kyuhyun yang langsung berdebar saat tangan itu menghangatkan hatinya.

Setibanya di kedai es krim, Kyuhyun langsung memilih es krim yang disukainya, Siwon hanya menggelengkan kepala melihat bagaimana Kyuhyun bisa seperti anak kecil jika sudah menyangkut hal yang disukanya.

‘Satu hal yang lainnya tentang Kyuhyun’ Inner Siwon

Kemudian mereka duduk di salah satu bangku yang menghadap ke arah jalan raya, tidak perlu menunggu lama, yang diminta Kyuhyun pun datang. Dengan antusias yang besar Kyuhyun memakannya. Siwon yang melihat bibir Kyuhyun yang banyak terkena noda Ice Cream itu dengan cepat membersihkannya dengan sapu tangan yang selalu dibawanya.

“Makan lah dengan rapih, makananmu tidak akan pergi darimu.”

Kyuhyun hanya malu saat Siwon kembali memperlihatkan dimplesnya dalam senyumannya itu.

“Gomawo hyung.”

“Aniyo.”

“Mwo??”

“Bukankah ini yang harus aku lakukan?? Kau istriku jadi sudah sepantasnya aku pun memanjakanmu dan memperhatikanmu, terlebih ini adalah bulan madu kita.” Ucapan Siwon yang terlihat bersungguh-sungguh membuat rona merah dipipi Kyuhyun tidak dapat dihindarkan.

Namun pikirannya tetaplah berjalan sesuai dengan kenyataan yang ada. ‘Bolehkah aku berharap seperti ini selamanya?’

“Kau cantik jika sedang malu seperti saat ini, tapi kau akan semakin cantik jika sedang tersenyum, Kyu.” Ujar Siwon sembari mengacak surai rambut Kyuhyun.

Dan Kyuhyun langsung mendecak kesal diperlakukan seperti anak kecil padahal dia sudah menikah dengannya. Siwon yang mendengar decakan itu langsung melebarkan matanya seolah tidak percaya.

Dan hal itu semakin membuat Kyuhyun kesal hingga namja cantik itu meninju bahu Siwon sedikit lebih keras. Seketika suara tawa Siwon terdengar sangat keras sambil ia memegang lengannya.

Siwon lupa, istri keduanya itu seorang namja.

Dan sepertinya, Kyuhyun bisa menjadi dirinya sendiri saat bersama namja tampan suaminya itu. Tanpa harus berlaku lembut seperti saat menghadapi Irene noonanya yang memang sangatlah lembut.

Singkat cerita, mereka berdua benar-benar memanfaatkan bulan madu dengan sebaik-baiknya. Tanpa memikirkan beban apa yang harus mereka tanggung kedepannya, Siwon dan Kyuhyun berjalan sambil mengenal satu sama lainnya lebih dalam.

Hingga akhirnya tanpa terasa matahari senja pun datang menghampiri, membuat keduanya mau tak mau harus mengakhiri hari yang indah itu dan kembali ke hotel dimana beban itu akan kembali datang.

Khususnya untuk Kyuhyun.

Setibanya mereka didepan kamar hotel, Siwon langsung membuka pintu kamarnya dengan senyuman manis memesona melihat Kyuhyun yang membuatnya juga ikut tersenyum.

Sekali lagi, ada rona bahagia yang tidak bisa digambarkan dari wajah keduanya.

Lampu ruangan itu sudah menyala terlebih dahulu menandakan bahwa sudah ada orang didalamnya. Namun tiba-tiba Kyuhyun terdiam ditempatnya sambil melihat kedepan membuat Siwon juga melihat yang sama.

“Irene?” Tanya Siwon bingung.

Mereka berdua sama-sama menyadari bahwa sedikitpun Irene tidak masuk didalam kebahagiaan mereka seharian ini. Kyuhyun melupakannya.

Bahkan Siwon juga melupakannya.

Yeoja cantik istrinya itu berdiri dengan tegak sambil melihat mereka dengan airmata yang berlinang. Begitu melihat hal itu Siwon langsung menghambur mendekatinya dengan wajah yang sangat khawatir.

“Irene, sayang!! Waeyo?” Tanya Siwon tidak tahu apa-apa.

“Oppa~hiks.”

“Aigoo~ ada apa? Mianhae~” Ucap Siwon langsung memeluk Irene dengan erat untuk menenangkannya.

“Umma~hiks~ umma sakit, oppa~ aku harus pulang.”

“Mwoo? Umma? Sejak kapan? Kita akan pulang sekarang.”

“Tidak, biar aku saja, oppa temani Kyuhyun.

“Tidak mungkin aku meninggalkanmu sendirian!!” Ucap Siwon tegas.

“Ta-tapi bagaimana dengan Kyuhyun?”

“Ayo bergegas, kita harus memesan tiket.” Ucap Siwon langsung menuju kamarnya tanpa melihat Kyuhyun masih ada disana.

“Kyunnie, mianhae~” Ucap Irene dengan muka bersalah.

“Semoga umma-mu lekas sembuh, noona.” Jawab Kyuhyun memasang senyum terbaiknya.

“Gomawoyo~” Irene langsung memeluk dongsaengnya itu dengan erat kemudian segera menuju kamarnya untuk bersiap-siap.

Tak berapa lama mereka berdua terlihat sudah siap berangkat dengan barang yang mereka bawa dari Seoul.

“Kita akan langsung ke Taipe dan Kyuhyun bisa pulang ke Seoul.” Ucap Siwon dengan gampangnya sambil memakai coatnya.

“Ta-tapi…” Protes Irene namun Kyuhyun menyelanya.

“Aku bisa sendiri, noona. Tenang saja.”

“Benarkah?” Tanyanya masih  tidak percaya.

“Aku ini namja noona, aku juga sudah besar.”

“Baiklah, sampai jumpa Kyu, hati-hati ne.” Ucap Irene yang dibalas anggukan Kyuhyun.

Sementara Siwon hanya menatap Kyuhyun tanpa kata-kata membuat ia membalas tatapannya dengan wajah datar. Sebelum Siwon sempat berucap, Kyuhyun sudah berpaling menuju kamarnya dan bersiap-siap.

Ia juga harus segera kembali ke Seoul secepatnya karena masa cutinya sudah habis dan kebahagiaannya sudah selesai. Tanpa mengeluh apapun lagi akhirnya Kyuhyun juga keluar dari kamar hotel itu dengan perlahan dan hati kecewa.

“Walau aku tahu akan seperti ini, kenapa hatiku tetap terasa sakit?” Tanya Kyuhyun entah pada siapa.

Dan kemudian kakinya pun melangkah pasti meninggalkan kenangan indah sesaatnya disana dan mengukirnya dalam hati agar suatu hari ia bisa mengingat bahwa Siwon, pernah membuatnya bahagia.

Walau hanya sekejap mata.

Seoul- korea selatan.

Begitu tiba di Seoul kembali Kyuhyun segera pulang ke rumah barunya dan disambut maid rumah itu dengan ramah dan sopan.

Tanpa menunggu siapapun Kyuhyun segera menuju kamarnya dan mengganti pakaian kemudian menghempaskan tubuhnya diranjang. Lima menit berlalu Kyuhyun terlelap dengan segala beban dikepalanya.

Sebelah hatinya ia berharap Siwon akan tinggal bersamanya, tapi sebelah lagi mengatakan itu adalah mertuanya, ibu dari istrinya. Tidak mungkin Siwon akan membiarkan istrinya itu pulang sendirian ke rumahnya sendiri di China.

Keesokan paginya,

Kyuhyun bangun cepat karena harus segera menampakkan dirinya di rumah sakit agar nilai baiknya tidaklah berkurang. Siang harinya Irene menghubunginya dan mengatakan ummanya sudah lebih baik dan kini berada dirumah sakit.

“Mereka akan pulang 3 hari lagi sampai ummanya keluar dari rumah sakit.” Ucap Kyuhyun melihat hp-nya sendiri.

“Dan aku akan sendirian selama itu? Perfect.”

Ada nada kecewa terselip dikata-katanya sendiri namun Kyuhyun tidak peduli dan tidak ingin peduli. Dia tidak bisa mengubah segalanya sesuai keinginannya karena semua sudah ada yang mengaturnya.

Walau kehidupannya kini terasa diatur noonanya, tapi Kyuhyun yakin, noonanya hanyalah perantara saja sampai nanti ia menemukan takdirnya sendiri.

Dan saat sedang melihat-lihat isi di hp-nya Kyuhyun menemukan beberapa foto yang diambilnya bersama Siwon saat berada ditaman sakura, di jepang. Tiba-tiba saja senyuman manis terukir dibibirnya saat melihat senyuman Siwon yang menampakkan dimplenya yang mengagumkan.

“Apa kau benar takdirku, hyung?” Tanya Kyuhyun penuh harap.

Dengan cepat Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan tersenyum garing lalu menutup hp-nya lagi dan memasukkannya ke saku jas dokternya. Kemudian ia pun segera keluar dari ruangan memulai tugasnya kembali disana.

Tetapi sebelum benar – benar kembali untuk melaksanakan tugasnya, Kyuhyun pun kembali membuka layar handphone nya. Mencari menu gallery, lalu ia pun kembali melihat – lihat foto dirinya dan Siwon yang di ambilnya saat di Jepang kemarin, setelah memilih yang menurutnya terbaik, ia pun mencari menu dan menjadikannya wallpaper handphone nya.

“Tidak masalah kan? Jika aku membuatmu seakan selalu bersamaku, seperti ini?” ujarnya ntah pada siapa.

Dan setelahnya, foto itulah yang selalu dilihatnya dan entah mengapa selalu bisa membuatnya semangat melakukan segala sesuatunya ditengah kesendiriannya itu.

Hari berikutnya.

Kyuhyun kembali menjalani aktifitasnya seperti biasanya pergi ke rumah sakit dan menghabiskan waktu disana sampai habis waktunya. Pulang lagi kerumah dan menghabiskan waktu dikamarnya.

“Aku sendiri lagi.” Gumam Kyuhyun saat keluar dari rumah sakit tempatnya bertugas.

Namja cantik itu langsung menuju keluar area dan mencari bis untuk segera pulang ke istana indahnya. Berapa lama Kyuhyun menanti, tidak satu pun yang bis datang menghampirinya.

“Apa mereka sudah bosan!?!?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polosnya.

Sopir bus sudah bosan lewat disana dan mendapatinya yang selalu menunggu, itulah menurut pikiran aneh Kyuhyun. Seharusnya ia pergi menggunakan mobil saja, jika harus menunggu seperti ini setiap hari.

Tapi Kyuhyun tidak ingin memakai berbagai mobil mewah yang ada di rumah Siwon, walau Irene sudah menjelaskan salah satu mobil adalah miliknya.

“Aku tidak bisa menerimanya.” Gumamnya sambil menggelengkan kepala.

Dan tiba-tiba saja sebuah mobil mewah terlihat dari jauh berjalan lebih kepinggir dan menuju kearahnya. Kyuhyun pernah melihat adegan seperti ini di film-film yang sering dia tonton, saat sang pacar menjemput kekasihnya di halte bis.

Tanpa sadar Kyuhyun menyunggingkan senyuman polos khas anak-anaknya karena bisa berpikiran seperti itu. Tidak salah jika disetiap kepintaran ada kebeodohannya secuil.

“Pabbo!!” Gerutu Kyuhyun.

Dan mobil itu berhenti tepat didepannya.

“Omoo!! Beneran!?!” Ucap Kyuhyun tidak percaya.

Dan sedetik kemudian kaca depan mobil itu pun terbuka menampakkan pengemudinya yang ternyata sangat dikenal Kyuhyun hingga kedua matanya membesar tidak percaya.

“Siwon!??!”

“Ne…aku disini.”

TBC…

AHAHAHAHHAHAHAHA…Aaku bahagia~

Terima kasiiiiih..kalian memang yang terbaiiiiiiik..terima kasih, sungguh.

Teruslah disini sampai ceritanya berakhir, arrayooo??”

With love

Vie&Ms.Lee

**

88 thoughts on “The Day 2

  1. Kyuhyun sama seunghyun aja deh… Siwon nya msih ga peka sama prasaan kyu nih kan kasian😦

    lanjut eonni..
    Aku pnasaran ntar pasti bkalan ada cinta segi empat lol

  2. yaah kirain seunghyun~~ (kecewa)
    siwon jahat banget baru aja ngsih kebahagian buat babykyu lalu dngn mudah.a langsng dihempas😥
    bnrkah siwon takdir babykyu? rasanya begitu menyakitkan bagi babykyu apalgi keluarga choi belum tau semuanya,
    gak tau bkln gmn kedepannya,😥
    babykyu fighting ne, smg selalu bahagia walau tidk dngn siwon sklipun🙂

  3. hoooo akhirnya dgn rencana yg di susun si irene kyukyu sm siwon bikin baby jg/?
    wihhh sblmnya ketemu seunghyun pula di pesawat kkkk
    heuuuuu siwon jemput kyukyuuuuu kkkk di suruh irene atau maunya sndr???

  4. Oh My God…ga nyangka akan ketagihan seperti ini kkkk.
    Semoga..Kehidupan baru Kyuhyun bisa berjalan dengan lancar walau banyk hal yang akan terjadi.Dan menguras perasaan.
    Kalau melihat pesan-pesan ortu Kyuhyun..aq rasa Kyuhyun dan cintanya tidak akan berjalan dengan mudah.
    Suka banget sama isinya.Walau pingin banget nulis bnyk..pada akhirnya aq sllu tidak bisa kkkk.

    Jeongmal gumawo eonnideol..semoga berjalan lancar.
    Fighting!!!

  5. aku suka bangeeeettt ff ini :* ciyeeeeer wonkyu kencan nih hihihi apa siwon udh menyadari kalo dia agak udh mulai jatuh cinta sama kyunnie?? ohh iyaaa.. buat babykyu nya menderita dooonggg… biar seru aja hahaha

    lanjuuuuuttt vie umma and miss lee :*

  6. sekilas jadi ingat salah satu film india hehe…tapi sukaaa, mudah2an perasaan kyu terbalaskan siwon bisa mencintai dan menyayangi kyu dari hatinya bukan dari belas kasih atau karena istrinya… gimanapun kyu kan juga istrinya meski jadi istri kedua….author tega pisan ihhh jadiin kyu istri ke dua hehe. tapi aku sedikit penasaran sama jawaban siwon yg bilang ini juga pertama untukku, maksudnya pertama berhubungan dg seorang namja atau ada hal lain? di tunggu kelanjutannya meskipun pas baca agak sedih2 gimana gtu….semangat author

  7. aah akhirnyaa wonkyu ngelakuin itu jg muahaha
    tpi syang sih pas Siwon lg mabuk,mngkin klo ga mabuk beda lg *eh
    Irene hati nya kuat bgt ya? iyalah..ini kan emg rencananya Irene kkk ~
    lha kok Siwon bisa ada di korea? aku kira jg Seunghyun,tpi trnyata bkn.
    bgus dong klo gitu haha *plakk

  8. padahal aku suka banget moment mereka waktu lagi jalan-jalan tapi berakhir dengan menyedihkan dengan kyu di tinggal sendiri..
    dan aku berharap yang berhenti di halte itu seunghyun..
    kan kasian kyu cuma merasa sendiri aja. mungkin kalo ada temennya kan bisa buat siwon agak merasa cemburu..

    di tunggu kelanjutannya..😀

  9. Akhirnya!! Kyu sama wonnie melakukan itu. Semoga babykyu cepet2 punya baby deh. Biar wonnie makin sayang. Sbnernya pengen banget wonnie lgsg sayang dan cinta sama babykyu udh muncul juga tuh tanda tanda cinta nya wonnie, biar babykyu ga sedih. Tpi kasian sama irene nya, irene nya baik sih. Semoga babykyu bahagia dengan wonnie dan irene juga bahagia! Hehehhehe.. ayoo unnie updatee lagii..

  10. jahat banget,baru aja seneng seneng eh langsung terjun payung sakit hati banget…
    kyu emang polos banget ya,,, semoga segera ada babynya ya kyu hhehe ^^

  11. Duhhh…knp kyu gk dijemput sama seunghyun aja.ihh..msh gk bsa trima perlakuan irene ke kyu.apa dia gk mikirin gmna prasaan kyu nantinya…hahh….tp tp..kyjnya sih siwon ada rasa gtu sama kyu.tp tp….ugh! greget bacany..

  12. nahloh ada seunghyun jg.. Dia ga akan jd orng ketiga kan? Cuman cameo ajah kn? Berharap bgt cuman kek gitu😀
    seneng lihat siwon galau sama perasaannya ke kyu.. Hahahha
    yeayy!! Honeymoonnya sukses, awww siwon so sweeettt bgt dah !! Tp kasihan kyu selalu tersakiti sama kepiln planannya siwon, aishhh !! Menyebalkan… :@

    omo what did you do right now? Trus apa maksudnya itu won?

  13. yuhuuuuu~~ akhirnya wonkyu dapetin malam pertamanya meski dijebak…thanks to Irene noona…
    wonie oppa udah mulai kedeket m babykyu n mulai buka hatinya buat babykgu..daebakkkk…
    wonkyu momentnya dah lmyan banyakkkk…bagusss..babykyu manis bnget kl deket m wonie oppa..
    tanpa sadar wonie oppa udah mulai suka sma babykyu..biar masih blm yakin..
    yahhhh..baru sneng2 bntar udah musti sakit ati lagi…kasihan babykyu pulang sndrian..
    upsss…saingan abadi wonie oppa nongol..kwkwkwkw
    siganteng Choi yg lain nongol..kwkwkw..cemburu wonie oppanya..kaynya bakal jdi saingan nieh tar..biarin aja..buat nmenin babykyu kalau nnti sakit ati lagi ^_^
    nggak ngebayangin jd babykyu…kadang2 dibutuhin..tp kadang nggak diangep…bner2 kaya ban serep…tp kaynya ledepannya lbih baik..FIGHTING babykyu!!! wondad kan takdirnya babykyu kaya yg umma cho bilang… ^_^
    hah?? bneran dateng wonie oppanya?? kok bisa???.asikkkkk…wonie oppa mulai perduli m babykyu….asikkkkk
    lanjut chiguuuuu… jngn lm2 yuaaa ..FIGHTING!!!

  14. Ceritanya bener2 membekas dihati..apalg pas bc chap ini abang TOP lg nyanyi “if you” ditipi,kok bs pas y..hebaaat..TOP jd org ke empat y unn? Makin seru nih..
    Sptnya Siwon dah mulai sk sm Kyu y..
    Sukaaa sm ceritanya..😘😘

  15. Hwaaa…ada Bang T.O.P semoga gak merusak hubungan siwon dan kyuhyun ^_^
    dan akhirnya dengan rencana irene yang berhasil membuat wonkyu melakukan malam pertamanya juga… *O*
    tapi kasihan kyuhyun pulang sendirian, padahal tadi bersenang-senang sama siwon, siwonnya malah milih ikut irene😦
    hihihi..tapi siwon pulang cepat yah kkk~ *O*

  16. suka chapter ini…perasaan siwon udh trlihat dgn jelas…bahkan dia smpe lupa irene…heee
    oke kyu berusahalah untuk merebut perasaan siwon seutuh.a…fighting

  17. Syukurlah hubungan Kyu dan Siwon sudah mencair, heee mereka kan kaku banget kalo ketemu.
    Kirain yang datang itu kenalan Kyu yang di pesawat, eh ternyata Siwon.
    Takut banget Irene berubah berbalik membenci Kyu, kalo sampe Siwon bener-bener cinta ma Kyu.

  18. finally..malam pertama…yeeyy…walaupun ada campur tangan irene..siwon mulai jatuh dalam pesona babykyu…cie…yg dijemput suami…

  19. Walaupun siwon udah mulai mengakui keberadaan kyu bahkan sedih memulai semuanya tapi tiba 2 seperti dipermaikan….

    Astaga… semoga kyu tabah …

    Ada top… ati2 siwon , kyukyu bisa 2 diambil top …

    Dia ga kalah ganteng…

    Awawaw

  20. Cah siwon nya mulai suka sama kyu, pas mereka berdua jalan-jalan sweet bgt
    tapi sayang cuman sementara, tapi egk apa2 klo siwon nya nongol nemenin kyu di seoul

  21. Ahhhh Kyu Akhirnya Malam Pertama Yang Sangat Inginkan Kyu Hyun Tercapai. Dan Jalan Jalan Di Jepang Dengan Si Won Hanya Berdua Itu Sudah Membuat Kyu Bahagia… Kau Harus Tetap Bersabar Kyu….

    Ommo…. Bukankah Si Won Di Taiwan Bersama Irene? Tapi Kenapa Bisa Ada Di Seoul?

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s