The Day…


poster The day

THE DAY…

(My Destiny Is Written)

Proudly Present…

By. Vie Zurly & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

Rate : T

Genre : Romance, Angst, Drama

Warning : BL, Alur Maju, Films inspiration.

**

Part 1

Namja cantik itu membuka kedua matanya secara perlahan, menatap pantulan wajah cantiknya di depan cermin. Polesan tipis makeup diwajahnya menambah kesan cantik pada dirinya, walau perlu di garis bawahi bahwa dia adalah seorang namja. Dengan balutan tuxedo berwarna cream, menambah kesan sexy dirinya saat ini.

“Waktunya sebentar lagi, kau sudah siap?” Tanya seorang yeoja yang berusia dua tahun diatasnya itu.

“Ne noona…eum~ aku…”

“Kau masih ragu?”

“Aku…”

“Yakinlah…kau pasti akan bahagia, aku akan menjaminnya.” Ucap Yeoja itu memotong perkataannya.

Kyuhyun namja cantik itu hanya menganggukkan kepalanya ragu, ia tidak tahu apakah keputusannya ini benar adanya ataupun tidak? Karena selangkah ia maju maka ia tidak bisa mundur kembali.

Ini adalah bagian dari masa depannya, masa depan yang dirancang dengan suka rela oleh oranglain. Dengan menghembuskan nafasnya berulang kali dan menutup mata seolah menjernihkan pikirannya, Kyuhyun pun kini memantapkan hatinya, bahwa ini adalah pilihan terbaik untuknya.

“Kyu…” Panggil Yeoja cantik itu lagi.

“Ne noona, aku akan segera keluar.” Ucap Kyuhyun pada akhirnya.

Yeoja cantik itupun tersenyum senang. “Gomawo… aku menunggumu diluar.”

Yeoja itu tersenyum lega dan meninggalkan kembali Kyuhyun di ruangan serba putih itu. Ruangan dimana ia mempersiapkan diri untuk menata masa depannya. Kyuhyun kembali melihat bayangan dirinya di cermin, menatap dengan seksama segala yang ada pada dirinya dari wajah hingga kakinya.

Ntah apa yang akan terjadi setelah ini, tapi yang pasti ia akan menanggung resikonya sendiri.

Kyuhyun pun berjalan perlahan menuju keluar pintu, ia dihadapkan dalam sebuah lorong yang akan menghubungkannya dengan ruangan besar. Ruangan dimana umat senantiasa meminta petunjuk dan juga pertolongan pada Tuhan.

Setelah kembali menenangkan degup jantungnya, ia pun segera melangkahkan kakinya dengan perlahan namun pasti.

Di dalam sebuah gereja kecil di kawasan Nowon, terdapat suatu gereja yang masih tampak asri walau sudah berusia puluhan tahun yang dibangun seakan membentuk kastil romawi kuno.

Kyuhyun terus melangkah hingga ia bisa melihat di ujung altar telah menunggu seorang namja tampan dengan gagahnya berdiri disana memakai pakaian yang serasi dengannya, ditemani seorang pendeta yang nantinya akan membantu mereka untuk mengikrarkan janji suci masa depan.

Langkah itu akhirnya berhenti tepat di depan namja tampan yang memberikan senyuman tampannya, senyuman yang baru kali ini dilihatnya semenjak pertemuan pertamanya dirumah sakit beberapa waktu lalu.

.

.

“Choi Siwon…bersediakah kau menikah dengan Cho Kyuhyun, mengarungi kehidupan rumah tangga dalam suka dan duka, dalam tangis dan tawa, kaya maupun miskin, dalam sehat maupun sakit, hidup bahagia selamanya?”

“Ya saya bersedia.” Ucap namja tampan itu dengan lantang.

“Cho Kyuhyun…bersediakah kau menikah dengan Choi Siwon, mengarungi kehidupan rumah tangga dalam suka dan duka, dalam tangis dan tawa, kaya maupun miskin, dalam sehat maupun sakit, hidup bahagia selamanya?”

Kyuhyun kembali menjadi gugup sampai ia menggigit bibirnya sedikit kuat. Itu adalah hal kecil yang selalu dilakukannya jika ia berada dalam keadaan gugup atau panik. Tetapi kegugupannya itu tidak berlangsung lama saat dirasakan tangannya seakan tergenggam di dalam genggaman kuat namun lembut dari namja yang kini sedang berdiri di sampingnya itu.

Kyuhyun dengan refleks melihat ke sampingnya dimana namja tampan itu tersenyum kembali untuk menenangkannya. Senyuman yang sanggup membuatmu melakukan apapun didunia ini untuknya.

“Eum… ya… saya ber…sedia.” Setelah ucapannya itu, genggaman itu pun segera terlepas darinya bersama rasa hangat didalamnya.

Ada secelah rasa dalam diri Kyuhyun dimana ia seakan enggan untuk melepaskan rasa itu, rasa hangat dan aman itu.

“Dengan disaksikan Tuhan, saya menyatakan bahwa kalian telah resmi menjadi sepasang suami istri. Silahkan tuan Choi untuk mencium pasangannya.”

Setelah ucapan pendeta itu, Siwon menghadapkan dirinya ke samping pada Kyuhyun, ia bisa melihat bagaimana Kyuhyun yang telah resmi menjadi istrinya itu masih berdiam diri dan melihat ke arah benda yang berada didepannya.

Dengan perlahan Siwon membawa Kyuhyun untuk menghadap kepadanya, lalu ia pun memajukkan wajahnya agar bisa menjangkau wajah cantik Kyuhyun. Hembusan nafas itu semakin jelas terasa hangat di wajah Kyuhyun sehingga dengan refleks Kyuhyun menutupkan matanya.

Hingga detik selanjutnya kedua belah bibir itu menempel sempurna dan ntah siapa yang menggerakannya, kini bibir Siwon seakan mengklaim bibir Kyuhyun adalah miliknya seutuhnya. Ciuman itu akhirnya terpisah saat tepuk tangan terdengar di telinga Siwon, membuatnya langsung menjauhkan bibirnya dari bibir Kyuhyun.

“Gomawo.” Ucapnya dengan suara pelan walau Kyuhyun masih dapat mendengarnya dengan jelas.

.

.

.

Setelah upacara pernikahan itu selesai dilaksanakan, kini sepasang pengantin baru itupun segera menuju ke istana dimana semuanya akan dimulai, Kyuhyun dibawa pergi kembali ke Seoul. Lebih tepatnya Kyuhyun dibawa untuk tinggal bersama Siwon di istananya di Seoul.

“Kyu~ masuklah…” Ucap yeoja cantik yang selalu menemaninya itu.

Kyuhyun ikut melangkahkan kakinya memasuki rumah yang mungkin Kyuhyun harus menyebutnya sebagai istana, bagaimana tidak? Jika di dalam rumah ini saja terdapat 10 kamar termasuk kamar tamu dan utama, belum lagi terdapat kolam renang dan juga jacuzi, juga taman bunga yang sangat luas mengelilingi rumah itu.

Mungkin saja Kyuhyun harus berkeliling untuk mengetahui segala isi yang ada didalam rumah maupun halaman kediaman Choi Siwon ini.

“Kyu inilah kamarmu.” Ucap Yeoja itu sambil membuka kamar dua pintu yang luas itu.

Kyuhyun memasuki kamar itu dengan perlahan menyusurinya, dimana terdapat ranjang king size dengan dipenuhi kelopak bunga mawar berada diatasnya. Ah~ Kyuhyun seakan lupa bahwa kini statusnya sudah berubah bahkan malam ini mungkin semuanya benar-benar akan berubah untuk dirinya.

“Kamarmu dengan Siwon oppa” Ucap yeoja itu melanjutkan.

“Ne noona, gomawo.” Ujar Kyuhyun sembari menunduk santun.

Yeoja cantik itu hanya tersenyum lembut padanya, lalu dengan segera memerintahkan pelayan yang memang sedari tadi membawakan koper-koper Kyuhyun untuk menatanya di dalam kamar.

“Apakah kau ingin sekalian untuk dirapihkan barang-barangmu?”

“Ah~ aniyo noona, gomawo… aku bisa melakukannya sendiri”

“Ne…kau tidak perlu sungkan padaku Kyu.. kalau begitu aku akan membiarkan kalian berdua istirahat” Yeoja cantik itu pun segera pamit untuk keluar meninggalkan Siwon yang masih terdiam dekat pintu dan Kyuhyun yang berdiri di sisi ranjang.

“Eum… aku ke kamarku dulu” Ucap Siwon bergegas meninggalkan Kyuhyun seorang diri yang masih menatap sedih ke arah pintu.

“Mengapa aku sedih seperti ini? Bukankah ini adalah keputusanku. Tapi… apakah ini benar? Eomma… Appa… maafkan aku, aku merindukan kalian.” Setetes air mata jatuh di sudut kedua matanya yang terpejam.

.

.

“Oppa… mengapa kau berada disini?”

“Karena yang sebenarnya tempatku memang disini, Irene.”

Yeoja cantik yang sedari tadi menemani bahkan menyaksikan pernikahan Siwon dan Kyuhyun itu hanya bisa tersenyum pahit melihat Siwon, suaminya yang tampan. Irene melangkah perlahan mendekati namja tampan itu, mengarahkan telapak tangannya untuk menyentuh lekukan wajah Siwon.

“Aku tau oppa, tapi kita sudah menyepakatinya bukan?”

Siwon yang awalnya terlena akan sentuhan itupun segera membuka matanya, ia melihat tajam ke arah yeoja cantik itu.

“Mengapa kau melakukan hal ini? Mengapa kau menyakiti dirimu sendiri, Irene?”

“Aku tidak menyakiti diriku sendiri oppa, karena aku sudah yakin akan keputusanku ini.”

“Tapi kita bisa melakukan hal lainnya bukan untuk…”

“Cukup oppa… kita sudah membahasnya, jika metode itu berhasil mungkin aku tidak akan melakukan ini, tapi nyatanya??” Ucapnya dengan wajah yang dipenuhi kesedihan, Siwon langsung memeluk istrinya itu untuk menyalurkan kekuatannya.

“Maafkan aku, tapi aku merasa sangat menyakitimu.”

“Aku lah yang menyakitimu, aku yang memintamu melakukan ini, bahkan melakukan ini tanpa diketahui oleh orang tuamu dan orang tuaku. Tapi jika mereka pada akhirnya mengetahui hal ini, biarlah aku yang akan menjelaskan semuanya.”

“Kita akan menjelaskannya bersama-sama, arasseo?”

“Ne oppa…” Merekapun kembali berpelukan hingga Irene melepaskannya.

“Waeyo?”

“Kembalilah pada Kyuhyun, dia pasti menunggumu, ini malam pertama kalian?”

“Tapi bagaimana denganmu?”

“Dia istrimu, oppa.”

“Tapi kau juga istriku, Irene.”

“Tapi sekarang Kyuhyun istrimu juga.”

“Itu menurutmu.”

“Oppa..”

Tanpa mendengar ucapan Irene lagi, Siwon lebih memilih untuk menidurkan dirinya di atas ranjang dan memeluk gulingnya. Irene hanya bisa terdiam melihat tingkah suaminya. Nanti ia akan mengatakan pada Kyuhyun jika malam pertamanya terpaksa harus ditunda dulu.

“Andai aku bisa memberikan keturunan kepadamu, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi.” Ucap Irene dalam hatinya.

.

.

Flashback

Seorang namja cantik berperawakan tinggi dengan kulit putih halusnya terlihat sedang berjalan dengan terburu-buru. Pasalnya ia sudah terlambat masuk kelas dikarenakan malam harinya ia terlalu kelelahan dengan jadwal part time nya di kafe.

Namja tinggi itu terlalu focus pada pikiran kalutnya hingga tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang yeoja yang diketahuinya adalah seorang sunbae dikampusnya itu.

“Maafkan.. maafkan aku, noona…” Ucapnya cepat sembari membantu yeoja itu berdiri.

Kyuhyun namja itu pun kembali berjongkok untuk mengambil buku-buku yang berserakan dan setelah mengambil semuanya ia pun mengembalikannya kepada yeoja cantik itu.

“Ini bukunya, sekali lagi maafkan aku noona”

“Hahaha…sudahlah~ aku tidak apa-apa, sungguh…”

Kyuhyun yang sedari awal menundukkan kepalanya pun akhirnya mengangkat kepalanya untuk melihat wajah orang yang ditabraknya, dan ia bisa melihat senyuman cantik dari sunbae dihadapannya itu.

“Kau… Cho Kyuhyun bukan??”

“Ah~ ne… No-noona mengenalku?”

Yeoja itu mengulurkan tangannya “Kenalkan, aku Jung Irene, aku banyak mendengar tentangmu dikampus, kau cukup terkenal juga ya?”

Kyuhyun kembali menundukkan kepalanya.

“Hahaha~ kenapa kau malu?”

“Aku bukan siapa-siapa, noona.” Ucap Kyuhyun pelan.

“Tapi kau murid pintar di angkatanmu, dosen-dosen disini sering membicarakanmu bahkan didalam sesi kelas.” Ujar Irene sembari tetap tersenyum, ia pun melihat ke arah jam tangannya “Kyu.. eum bolehkah aku memanggilmu begitu?” Kyuhyun menganggukkan kepalanya “Aku masih ada kelas, aku harap bisa bertemu kembali denganmu, sampai jumpa.”

Setelah perkenalan singkat itu, kehidupan Kyuhyun pun berubah seakan lebih berwarna karena kehadiran yeoja cantik itu. Irene adalah sosok yeoja yang ceria, penyayang dan juga lemah lembut. Hingga Kyuhyun bisa dengan cepat menganggap bahwa Irene adalah noona nya sendiri, pengganti kedua orang tuanya yang telah tiada.

Kedua orang tua Kyuhyun meninggal dunia dalam kecelakaan, sesaat Kyuhyun dinyatakan lolos dalam penerimaan mahasiswa baru di fakultas kedokteran di Universitas Kyunghee.

.

.

Fakultas kedokteran dikenal dengan salah satu jurusan yang akan membuat mahasiswanya sangat sibuk dari tahun pertama sampai akhir nanti. Begitu juga yang terjadi dengan Kyuhyun dan Irene, seiring waktu berlalu mereka berdua sudah jarang bertemu untuk menghabiskan waktu bersama.

Apalagi semenjak Irene dinyatakan lulus setelah menempuh pendidikan 4 tahun lamanya di perkuliahan. Dan saat ini Irene mulai disibukkan dengan pendidikan koas nya di Rumah Sakit tertentu.

Sedangkan Kyuhyun masih disibukkan dengan berbagai materi kuliah dan praktikumnya, karena mereka memang beda angkatannya. Sejak itulah mereka berdua pun tidak pernah bertemu lagi seperti tidak pernah saling kenal sebelumnya.

Hingga beberapa tahun berlalu, Kyuhyun kembali mendengar kabar bahwa Irene akan menikah dengan pewaris group Choi, tetapi ia tidak bisa datang menghadiri acara tersebut dikarenakan hari pernikahan Siwon dan Irene bertepatan dengan hari peringatan kematian kedua orang tuanya, sehingga memaksa Kyuhyun lebih memilih melakukan ziarah ke makam orang tuanya di Nowon dibanding menghadiri pernikahan Irene di Seoul.

Beberapa bulan berikutnya, Kyuhyun pun seakan dihantarkan kembali untuk dipertemukan dengan Irene, karena tanpa di duganya. Ia diterima menjadi dokter koas di Rumah Sakit yang ternyata milik keluarga Irene, setelah ia menyelesaikan pendidikan formalnya di Universitas.

“Akhirnya kita bisa kembali bertemu.” Itulah kalimat yang diucapkan oleh Irene saat pertama bertemu kembali.

.

.

Berselang setahun Kyuhyun menjadi koas di Rumah Sakit milik Irene, di suatu hari dimana Irene yang saat itu sedang dalam keadaan tidak sehat sedang berjalan di parkiran menuju gedung Rumah Sakit.

Tapi karena Irene berjalan tanpa melihat ke arah samping dimana ada mobil yang sedang berjalan menuju dengan cepat ke arahnya hingga…

Ckittt….

Tabrakan itu pun tidak bisa dihindari.

Kejadiannya berlangsung sangat cepat, karena yang Irene tau ia terjatuh tapi tidak merasakan sakit apapun, karena ternyata ia berada di dalam pelukan seorang namja yang sangat ia kenal.

“Kyu.. Kyuhyun sadarlah…”

.

.

“Beruntunglah Kyuhyun hanya pingsan.” Ucap dokter yang menangani Kyuhyun.

“Ah syukurlah… tapi benar tidak ada luka dalam mungkin?” Tanya Irene kembali memastikan.

“Tidak ada nyonya Choi, semua dalam keadaan baik-baik saja termasuk rahimnya pun tidak bermasalah”

“Mwo?? Rahim?” Irene bertanya tidak percaya.

“Ne~ ini memang suatu fenomena yang langka terjadi, tetapi aku bisa memastikan bahwa Kyuhyun adalah seorang namja yang bisa hamil. Dan saat ini semua keadaan dirinya baik-baik saja, ia pingsan dikarenakan syok semata, setelah tersadar nanti biarkan dia istirahat dulu dan semuanya akan baik-baik saja” Ucapnya dan setelah itu, dokter yang bernama Shim itupun pamit mengundurkan diri dikarenakan masih banyak pasien yang masih harus ia control kondisinya.

“Kau mempunyai rahim? Benarkah itu?” Tanya Irene masih tidak percaya pada apa yang didengarnya itu.

“Jika itu benar, maukah kau membantuku Kyu?” Ucapnya kepada Kyuhyun yang bahkan saat ini masih belum sadarkan diri.

.

.

Sampai beberapa jam kemudian barulah Kyuhyun tersadar dari tidurnya sementara dan harus mengerjapkan matanya berkali-kali agar terbiasa dengan cahaya. Setelah lebih nyaman Kyuhyun menyadari bahwa dia sedang berada didalam ruangan rumah sakit.

Jarum infus yang menancap dilengannya membuktikan bahwa ia sudah dirawat dengan baik oleh dokter disana. Kyuhyun bisa mengingat dengan jelas saat ia melompat menyelamatkan noona-nya dari mobil yang melaju dengan cepat itu.

“Ahh~ kau sadar!! Kyuhyunnie~ Syukurlah~” Teriak Irene begitu masuk kesana dan melihat kedipan mata Kyuhyun.

“Noona??” Tanya Kyuhyun.

“Aku menunggumu, aigoo Kyu~apa yang kau pikirkan?? Bagaimana noona berterima kasih untuk ini?” Tanya Irene mendekati ranjangnya.

Yeoja cantik itu mengambil tangan Kyuhyun tanpa segan lalu menggenggamnya dengan erat. Secara garis besar, Kyuhyun sudah menyelamatkan nyawanya dari tabrakan maut itu, apa yang bisa ia berikan sebagai balasannya?

“Jangan khawatir noona, aku tidak apa-apa.” Jawab Kyuhyun menenangkan yeoja cantik itu.

“Tapi…sungguh Kyuhyun, setelah ini noona akan melakukan apapun untukmu.”

“Jangan begitu noona, aku bukan ingin berbalas budi.”

“Tapi aku tidak bisa menerimanya, Kyu. Kau hampir menyerahkan hidupmu untukku, apa yang terjadi jika…jika saja…” Kali ini Yeoja cantik itu tidak bisa menahannya lagi sampai airmata mengalir dengan bebas dipipinya yang mulus.

“Sssst~ noona jangan menangis!! Aku tidak apa-apa!!” Ucap Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana.

Baru kali ini ada yeoja menangis untuknya, karena itu Kyuhyun tidak tahu bagaimana cara untuk menenangkannya. Selama ini namja tinggi itu hanya memikirkan kuliah, kerja, makan dan sendirian.

Bersama Irene, ia bisa merasakan semua yang sudah hilang sejak kepergian kedua orang tuanya beberapa tahun lalu.

“Noona~” Panggil Kyuhyun lagi dengan wajah memelas.

Barulah Irene bisa menenangkan dirinya sendiri dan buru-buru menghapus airmatanya dan kembali berusaha tersenyum. Bisa dikatakan Irene juga baru merasakan memiliki dongsaeng yang bisa disayang dan diajaknya untuk berbagi segalanya.

“Noona baik-baik saja, mianhae.” Ucapnya menepuk-nepuk lengan Kyuhyun.

“Apa aku boleh pulang?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Untuk apa? kau harus istirahat dulu.”

“Aku harus kerja noona, atau aku mati kelaparan.”

Irene menatap Kyuhyun dengan tatapan horornya dan mulai berpikir dengan keras bagaimana caranya Kyuhyun tinggal disana.

“Jangan pikirkan itu dulu, aku akan meminta izinmu. Istirahat saja disini.”

“Noonaaa!!!” Protes Kyuhyun tidak terima.

“Stay here Cho Kyuhyun.” Jawab Irene tegas kemudian segera pergi darisana.

Setelah beberapa menit kepergiannya, pintu ruangan Kyuhyun kembali terbuka dengan perlahan dan menampakkan seseorang yang tidak disangka Kyuhyun akan menjenguknya disana.

“Si-siwon-ssi?” Tanya Kyuhyun mendadak gugup.

Baru kali ini Kyuhyun bertemu dengan suami dari noonanya itu karena Kyuhyun selalu menolak saat Irene ingin mengenalkannya pada namja yang sangat tampan menurutnya itu.

Choi Siwon, namja tampan pewaris Choi Corp yang merupakan salah satu perusahaan besar di Korea yang menaungi berbagai bidang didalamnya. Menikah dengan Irene karena perjodohan orangtua mereka yang sudah lama berteman dan ingin mengikatnya lebih erat lagi.

Bukannya Kyuhyun tidak ingin, tapi lebih kepada tidak tahu harus bersikap bagaimana saat berhadapan dengannya.

Karena sebenarnya Kyuhyun bukanlah orang yang bisa dengan mudah mendekati orang lain jika tidak didekati terlebih dahulu. Seperti yang Irene lakukan selama ini, hingga mereka bisa dekat seperti saudara kandung.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya namja tampan yang bernama Choi Siwon itu.

“Huh? Ohh~ itu…mmm~ tidak apa-apa.” Jawab Kyuhyun gelagapan.

“Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih sudah menolong istriku.”

“Ohh, jangan sungkan, kebetulan aku ada disana.” Jawab Kyuhyun berusaha menjaga ekspresinya.

“Jika kau ingin sesuatu, katakanlah, aku akan memberikannya untukmu.”

“Lupakan saja!! aku tidak mengharap balas budi disini.”

“Bukan itu, aku…”

“Jika sudah selesai, silahkan keluar, aku ingin istirahat.”

“Ohh~ baiklah, selamat siang. Semoga lekas sembuh.”

“….” Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun langsung berbalik membelakangi Siwon yang terdiam melihatnya.

Setelah beberapa detik barulah namja tampan itu keluar meninggalkan Kyuhyun dengan degup jantung yang bisa membuat telinga orang pecah jika mendengarnya. Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba saja ia emosi mendengar perkataan Siwon yang ingin membalas budinya itu.

“Dia pikir aku sengaja menolongnya??” Tanya Kyuhyun dengan nada kesal. “Pabbo!!”

Entah berapa lama Kyuhyun menggerutu seorang diri sampai akhirnya ia terlelap karena obat penenangnya yang diberikan padanya kembali bekerja. Walau tidak ada hal yang serius, Kyuhyun disarankan istirahat disana dua hari kedepan atas saran Irene.

.

.

Setelah dua hari kemudian Kyuhyun sudah terlihat kembali ke rumah sakit itu menunaikan tugasnya yang terakhir sebagai mahasiswa kedokteran. Sebelum dirinya dinobatkan sebagai dokter generasi selanjutnya setahun lagi.

Walau Irene menyarankannya untuk berhenti bekerja sementara Kyuhyun tidak pernah menggubrisnya. Karena bekerja part time itu merupakan sarana agar ia bisa hidup sekaligus menyelesaikan kuliahnya.

Disamping beasiswa yang diterima karena kepintarannya, Kyuhyun bekerja paruh waktu dibeberapa café yang ada di tengah kota. Beruntunglah pemilik café menyediakan shift kerja bagi pelayannya.

Dengan begitu Kyuhyun bisa membagi waktu kuliah dan bekerjanya dengan baik agar keduanya berjalan seperti seharusnya.

Seperti hari ini, jadwalnya dirumah sakit sudah lama selesai hingga ia bisa melayani tamu-tamu di café itu yang mulai berdatangan saat itu. Selain sebagai pelayan, Kyuhyun sering menggantikan penyanyi yang ada disana jika ada permintaan.

Karena selain mempunyai otak yang pintar, Kyuhyun juga dikenal sebagai namja yang memiliki suara yang sangat indah. Tapi sayang, suara itu tidak membawanya menjadi seorang penyanyi karena Kyuhyun memilih cita-cita orangtuanya yang ingin melihatnya memakai baju putih yang penuh kebanggaan itu.

Walau hal itu juga tidak pernah tercapai karena mereka sudah pergi duluan meninggalkannya sendirian di dunia ini. Karena itu saat diminta untuk bernyanyi Kyuhyun akan melakukannya dengan senang hati.

“Kyunnie~ ada seseorang yang ingin mendengar suaramu.” Ucap seseorang tiba-tiba dibelakangnya membuat Kyuhyun sedikit tersentak.

“Hyung!! Apa kau ingin piringnya pecah!??!” Jawab Kyuhyun dengan deathglarenya yang mematikan.

“Kau melamun sambil cuci piring? Jangan mengira itu stir mobil, Kyunnie~” Jawab namja tinggi berparas tampan yang dipanggilnya hyung itu.

“Ada perlu apa Zhoumi ge??”

“Kau tidak mendengarku? Aiishhh!!” Namja yang bernama Zhoumi itu langsung mendecak kesal melihat Kyuhyun. “ Ada yang ingin mendengar suaramu, kau diminta untuk bernyanyi.”

“Mwoo?? Sekarang?”

“Bukan!! Besok pagi!! Sekarang lah.”

“Aiishh~ tapi ini masih sore, hyung~ aku masih sibuk.”

“Bos yang memintamu, so~”

Mendengar hal itu Kyuhyun hanya bisa diam terpaku dan meletakkan piring yang hampir siap itu ditempatnya. Kemudian namja tinggi dengan kaki jenjang itu segera menuju ruangan berganti pakaian untuk karyawan.

Beberapa menit kemudian keluarlah ia memakai pakaian casual dengan jeans hitam yang melekat di kakinya dipadu t-shirt hitam dan sweater abu-abu yang mencapai lututnya. Rambut coklat lembutnya ditata sedikit bergelombang dengan riasan tipis polos dan bibir sedikit mengkilat.

Jika bisa menggambarkannya dalam satu kata, kau akan langsung mengucapkan kata “memesona” jika melihatnya. Lengan sweater yang kepanjangn itu membuat tangan lentiknya tertutup setengah hingga membuatnya terlihat menggemaskan.

“Kyu~ ini lagumu.” Ucap Yesung yang bertugas menggantikannya melayani tamu.

“Gomawo hyung.” Jawab Kyuhyun mengambil kertas lagunya.

Setelah meneguk air putih setengah botolnya, Kyuhyun segera menuju belakang panggung kecil itu dan berdiri disana sebentar mengatur nafasnya. Kemudian barulah ia keluar tanpa melihat siapapun yang ada didepannya yang tidak pernah dikenalnya.

Dan nada pertama pun dimulai dengan manisnya membuat Kyuhyun menutup matanya menikmati alunan music itu merasuk dalam jiwanya secara perlahan. Begitu tiba nadanya Kyuhyun langsung menyanyikan bait pertama dari lagi yang sudah diberikan padanya itu.

“Neoneun wae iteorok…”

Kyuhyun bernyanyi dengan sepenuh hatinya dengan mata terpejam, hingga ia tidak bisa melihat siapapun didepannya yang bisa membuatnya gugup dan tidak bisa bernyanyi.

Tanpa ia tahu, bahwa orang yang paling tidak ia ingin ada disana sedang duduk santai ditengah ruangan itu menikmati suaranya seperti tamu-tamu café lainnya itu. Irene dan suaminya duduk ditengah ruangan menikmati suara Kyuhyun atas lagu yang sudah dipilihkan yeoja cantik itu sebelumnya.

A million pieces.

Begitu lagu itu selesai dan Kyuhyun membuka matanya, tanpa sengaja tatapannya langsung bertemu dengan mata orang yang tidak disangkanya akan ada disana. Mata Choi Siwon menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan Kyuhyun, namun bisa dilihat dari wajah tampan itu bahwa ia menikmati lagu yang dinyanyikannya.

Setelah beberapa saat saling bertatapan barulah Kyuhyun sadar bahwa namja tampan itu tidak sendiri, ia bersama yeoja cantik yang selalu dipanggilnya noona itu yang juga istrinya.

“Kyuuu~” Panggil Irene tanpa basa-basi.

“Kau diizinkan menemani mereka, manager sudah setuju.” Ucap Yesung setengah berbisik dibelakangnya.

Dengan wajah blank akhirnya Kyuhyun pun turun dari panggung itu menuju meja makan Irene yang berada ditengah-tengah ruangan itu. Kyuhyun tidak bisa bergerak dengan leluasa karena mata seseorang masih menatapnya sangat dalam.

“Silahkan duduk Kyu~ suaramu mengagumkan!!” Ucap Irene penuh semangat.

“Go-gomawo noona.” Kyuhyun menarik kursi yang berdekatan dengan Irene.

“Noona tahu kau sering bernyanyi, tapi baru kali ini noona mendengarnya dan ternyata…suaramu hadiah terindah dari-NYA, nee~”

“Nee noona, gomawo~” Pipi Kyuhyun merona mendengar pujian Irene yang berlebihan itu.

“Oppa!! Katakan sesuatu!!” Ucap yeoja itu tiba-tiba menyadarkan suaminya.

“Hoo!! Itu…mmm~ aku setuju.” Jawab Siwon tidak focus membuat Irene memutar bola matanya.

“Setuju apa? aku belum bicara, Oppa~” Jawab Irene dengan wajah jahilnya dan Siwon hanya bisa terdiam.

“Bicara apa noona? Denganku?” Tanya Kyuhyun kemudian.

Irene hanya tersenyum manis dan mendekatkan minuman yang sudah dipesankan untuk Kyuhyun itu kedepannya. Mau tidak mau Kyuhyun harus meminumnya apalagi setelah bernyanyi yang membuat tenggorokannya kering kerontang.

“Apa itu?” Kyuhyun kembali bertanya.

“Mmm, begini Kyu, Noona sudah membicarakan ini dengan Siwonnie oppa.”

“Nee…lalu?”

“Sebelumnya noona minta maaf karna tidak memberitahumu.”

“Noona~ jangan buat penasaran.”

“Mmm~ begini, apa kau ingat saat kecelakaan itu?

“Kecelakaan kita?”

“Ne, waktu itu kau membantuku, setelah diperiksa kau punya sesuatu yang luar biasa didalam tubuhmu.”

“Mwoo?? Apa itu??”

“Kyu dengar~ aku punya keinginan dan rencana yang sangat bagus.” Ucap Irene dengan wajah yang tiba-tiba sumringah seperti sudah mendapat hadiah besar.

“Apa itu Noona?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polos dan semakin penasaran.

“Kau bisa membantuku, aku yakin kau bisa membantuku.”

“Apa maksudmu noona, aku tidak mengerti.”

“Kau tahu aku tidak bisa…mmm~ itu…”

“Aku tahu noona, kau tidak bisa punya baby.” Ucap Kyuhyun blak-blakan.

Irene langsung membekap mulut Kyuhyun karena kata-katanya itu membuat mata Kyuhyun melebar tidak percaya. Irene memang sudah biasa dengan mulut Kyuhyun yang sembarangan itu tapi tidak mengurangi rasa sukanya untuk bersama namja cantik junior-nya itu.

“Lalu apa yang bisa kubantu, noona, jangan pegang-pegang.” Ucap Kyuhyun yang tidak biasa disentuh sambil menarik tangan Irene dan melepasnya jatuh.

“Selama pernikahan kami, sudah berbagai cara kami lakukan tetapi hasilnya… Aku sangat ingin punya bayi, Kyu~” Jawab yeoja cantik itu tiba-tiba berwajah sedih dan membuat Kyuhyun tidak tega.

“Noona jangan sedih, aku akan membantumu jika seandainya bisa.” Ucap Kyuhyun sambil menepuk-nepuk tangan Irene.

Siwon yang sedari tadi diam disana hanya melihat setiap gerakan yang dilakukan Kyuhyun, bahkan namja tampan itu membaca setiap ekspresi diwajah memesona Kyuhyun.

“Benarkah? Kau mau membantu noona?”

“Jika aku bisa, tentu saja noona~ kau sudah banyak membantuku selama ini.”

“Kau bisa memberi apa yang paling noona inginkan Kyu.”

“Ma-maksudnya??”

“Kau bisa memberi noona bayi karena kau punya rahim seperti seorang wanita.”

“APAA!!?!?”

“Ne~ kami menemukannya waktu itu.”

“T-tidak m-mungkin.” Jawab Kyuhyun benar-benar tidak percaya.

“Noona sungguh-sungguh Kyu.”

“B-bagaimana bisa?” Tanya Kyuhyun menatap Irene dengan wajah blank.

“Waktu itu dokter memeriksa keadaanmu, dia yang mengatakannya bahwa dirimu baik-baik saja termasuk rahim yang ada didalam tubuhmu itu.”

“Ja-jadi a-aku…”

“Neee~ kau bisa mengandung layaknya seorang ibu didunia ini.”

“A-aaku…”

“Kau bisa melakukannya untukku Kyu~ bisa kan~?” Tanya Irene dengan wajah memelas membuat Kyuhyun kehilangan kata-katanya.

“Ta-tapi aku namja, noona.”

“Tapi kau bisa Kyunnie~”

“T-tetap saja tidak mungkin.” Jawab Kyuhyun lagi sambil menggelengkan kepalanya.

“Bukankah itu sangat menakjubkan? Coba bayangkan? Kau namja tapi punya kelebihan seperti itu, daripada noona, yeoja…tapi tidak akan pernah memilikinya.” Ucap Irene dengan wajah berubah sedih.

“Kanker Rahim yang ada padaku membuatku kehilangan kebahagiaan itu, Kyu~ hanya kau yang bisa membantuku.”

“Ta-tapi..diluar sana banyak ibu-ibu pengganti yang bisa mengandung anak untuk kalian, tidak harus aku.”

“Tapi, noona hanya ingin kau yang melakukannya Kyu. Karna noona sudah mengenalmu.”

“Ba-bagaimana Si-siwon-ssi?” Tanya Kyuhyun akhirnya melihat namja tampan yang seperti patung itu.

“Dia setuju Kyu, apapun untuk kebahagiaanku.”

“Ka-kalian sudah merencanakannya, kan?”

“Dua hari ini kami berdebat hanya tentang ini, aku sangat ingin memeluk seorang bayi, Kyu~ kumohon tolong aku.” Ucap Irene langsung turun dari kursinya dan bersimpuh dilantai.

“NOONA!!!” Kyuhyun tidak percaya Irene akan melakukan itu.

“Noona mohon~” Pinta Irene sekali lagi dengan mata berkaca-kaca membuat Kyuhyun melihat dalam mata cantik itu.

Tidak sedikitpun keraguan ada disana atas apa yang sudah direncanakan yeoja cantik itu. Keinginannya yang besar untuk memiliki bayi itu mengalahkan semua resiko yang akan mereka tanggung jika orang lain mengetahui hal ini.

Karena itu juga tanpa sadar Kyuhyun menghela nafas pasrah dan menganggukkan kepalanya perlahan.

“Kyaaaaa~~~” Secepat kilat Irene berdiri dan memeluk namja tinggi dongsaengnya itu dengan erat. “Gomawo Kyu~ jeongmal gomawo!!!!” Ucap Irene terdengar sangat bahagia.

“Kau tidak tahu bahagiannya noona Kyu, hiks~gomawo.”

Kyuhyun langsung melepas pelukannya dan melihat wajah cantik itu sudah basah dengan airmatanya. Dengan cepat Kyuhyun menghapus jejak airmata itu dan tersenyum dengan manisnya untuk mengatakan padanya bahwa ia juga bahagia.

Tapi tidak ada yang tahu didalam hatinya menyimpan beban yang sangat berat karena memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya dalam kehidupannya yang biasa itu. Bahkan Siwon yang sejak awal membaca ekspresi diwajah cantiknya itu tidak menemukan apa-apa sampai ia hanya bisa diam disana dengan kening yang berkerut.

“Noona akan selalu bersamamu, Kyu~ tenang saja. Noona berjanji akan melakukan apapun yang kau inginkan.”

“Sudahlah noona~ aku melakukannya karna sayang padamu.” Ucap Kyuhyun dengan senyum tulusnya membuat Irene langsung memeluknya kembali.

“Noona juga sayang padamu.”

Kyuhyun memejamkan matanya membalas pelukan Irene yang hangat itu, yeoja cantik itu memang mempunyai peran penting dalam hidupnya yang sendirian selama ini. Bahkan di kampus Irene selalu membantunya keluar dari berbagai rintangan seorang mahasiswa kedokteran.

Tidak ada salahnya jika membalas kebaikan itu dengan memberinya sebuah kebahagiaan. Dan itu adalah seorang bayi.

“Ok, sekarang kita akan mempersiapkan segalanya. Ayo~”

“Ke-kemana??”

“Tentu saja fitting baju pernikahan, ayooo~” Irene langsung menarik Kyuhyun keluar dari sana.

Kebahagiaannya itu membuatnya melupakan segalanya, termasuk suaminya sendiri yang bahkan berada disampingnya saat ini. Siwon sendiri hanya bisa menghela nafas lelah melihatnya dan segera mengikuti mereka keluar dari café tersebut.

“No-noona! Untuk apa pernikahan? Itu tidak perlu.” Bantah Kyuhyun kembali menatapnya tidak percaya.

“Kau akan punya baby dari Siwonnie oppa, tentu saja kau akan menikah dengannya.” Jawab Irene berdiri mendekat agar tidak ada yang mendengarnya.

“Ta-tapi…”

“Tidak ada tapi-tapi nya Kyu~ come on~”

Dan sejak hari itu, Irene disibukkan dengan persiapan pernikahan suaminya dengan Kyuhyun yang akan menjadi calon ibu dari baby-nya nanti. Kyuhyun hanya bisa menerima apapun yang dilakukan yeoja cantik itu karena Kyuhyun tidak tega menghancurkan senyuman kebahagiaan yang selalu menghiasi wajah noona-nya itu.

Sedangkan Siwon sendiri disibukkan dengan semua pekerjaannya dikantor dan tidak punya waktu untuk mengikuti kegilaan istrinya itu. Karena apapun yang dikatakan Siwon untuk menolak keinginan dan rencana gilanya itu tidak akan pernah mempan untuk Irene.

Sebagai anak yang berada sudah barang tentu Irene memang akan selalu mendapatkan apapun yang dia inginkan, tetapi saat ia tidak bisa mendapatkan seorang anak dikarenakan sakitnya, maka yang ada di dalam hatinya adalah ia harus mendapatkan bayi ntah bagaimana caranya, sekalipun seperti saat ini, berbagi suami dengan dongsaeng nya.. ah.. seorang yang sudah ia sayang bahkan ia anggap sebagai dongsaengnya.

Mereka akan melangsungkan upacara pernikahan itu di Nowon daerah kelahiran Kyuhyun, juga agar tidak ada yang tahu dengan apa yang akan mereka lakukan. Bahkan kedua pihak orangtua mereka tidak tahu apa-apa dengan niat Irene yang sangat ekstrim itu.

Mengingat siapapa Siwon dan siapa orangtuanya, hal itu tentu saja tidak boleh diketahui orang lain yang tidak bertanggung jawab.

Dan dengan segala kekhawatiran Kyuhyun dan kebahagiaan Irene, persiapan pernikahan itu pun berjalan dengan lancar sesuai yang telah direncanakan

Sampai hari itu pun tiba.

Pernikahan yang sakral itu hanya dihadiri beberapa orang saja termasuk dua orang saksi dan semua berlangsung dengan khidmat tanpa jeda. Hingga semua acaranya selesai dengan baik.

End Of Flashback.

**

Dan saat ini Kyuhyun berada didalam kamar pengantin yang sudah dirancang Irene untuknya dan Siwon. Dengan kepala yang dipenuhi berbagai pertanyaan Kyuhyun akhirnya berbaring diranjang yang dipenuhi dengan kelopak mawar mewah itu.

“Aku benar kan, umma?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Kenapa dia tidak kembali? Bukankah ini yang mereka inginkan?”

Kyuhyun menatap langit-langit dikamarnya itu dengan deru nafas yang diatur menjadi setenang mungkin. Walau hatinya berkata tidak dan debaran jantungnya yang lebih cepat tidak pernah ingin berhenti.

Lebih dari satu jam kemudian, Kyuhyun kembali bangun menuju kamar mandi dan berganti pakaian mewah itu dengan t-shirt biasa. Kemudian ia pun segera keluar dan mencari selimut didalam lemari besar yang ada disana.

Setelah menemukan lebih dari dua selimut Kyuhyun langsung menggelarnya dilantai disamping ranjang itu lalu mengambil bantal yang ada diatas dan tidur disana.

“Aku tahu ini akan terjadi.” Gumamnya sambil menarik selimutnya. “Apa yang kuharapkan?”

“Kyuhyun paboo.” Ucapnya terakhir kali dan Kyuhyun memejamkan mata dan pikirannya yang lelah.

Malam pertama yang dibayangkan Kyuhyun akan seperti apa, hanya menyisakan dirinya sendirian dikamar yang dipenuhi aroma mawar dan lilin yang melambai diterpa angin malam.

Karena setelah Irene dan Siwon meninggalkannya disana, Siwon yang seharusnya kembali untuk bersamanya seperti yang seharusnya tidak pernah kembali walau Kyuhyun menunggunya sampai tertidur sendirian.

**

Keesokan harinya.

Kyuhyun bangun lebih cepat dari biasanya dan segera keluar dari kamar setelah mandi dan terlihat segar kembali. Tanpa sengaja namja cantik itu melihat Siwon dan Irene keluar dari kamar yang sama dengan kebahagiaan tertera diwajah mereka.

Yeoja cantik itu membenarkan dasi suaminya sekali lagi lalu mereka berjalan ke ruang makan untuk sarapan pagi. Tapi sepertinya Siwon tidak bisa tinggal lagi lebih lama dikarenakan meeting di pagi hari itu.

“Jangan lupa sarapan disana, ne.”

“Ne~ tentu saja, sampai jumpa lagi sayang.” Ucap Siwon kemudian mengecup kening Irene penuh sayang.

Lalu namja tampan itu segera berjalan ke pintu keluar tanpa melihat Kyuhyun yang berdiri tidak jauh dari pintu kamarnya sendiri. Kyuhyun memang tidak ingin mengatakan apa-apa, tapi hati kecilnya tentu saja mengatakan yang sebaliknya.

Ada rasa… sakit disana, rasa yang seharusnya tidak dia punya.

“Aku juga istrimu, Siwon..” inner Kyuhyun.

“Kyunnie? Ayo sarapan.” Panggil Irene tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak.

“Selamat pagi noona.” Sapa Kyuhyun segera mendekatinya.

“Selamat pagi Kyu, mmm~ itu…”

“Waeyo?”

“Mianhae~ semalam…Siwon oppa…”

“Ahh~ gwenchana noona, aku mengerti.”

“Baiklah, ayo sarapan.”

Irene langsung menyediakan roti dan susu untuk Kyuhyun dipiringnya dan duduk disana menikmati Kyuhyun memakan rotinya sampai habis.

Setelah itu mereka menghabiskan waktu disana sambil ia menjelaskan tentang semua yang ada dirumah itu pada Kyuhyun. Agar namja cantik itu tahu semua seluk beluk rumah yang akan ditempatinya mulai sekarang.

Begitu siang hari menjelang, Irene pergi membawakan makan siang ke kantor Siwon, sementara Kyuhyun pergi ke rumah sakit karena tugasnya.

Di gedung tinggi dengan lantai 87 itu Siwon bertahta sebagai direktur pertama dari perusahaan terbesar yang ada di Seoul. Dan dilantai paling atas gedung itu merupakan ruangan khusus untuknya, disana Siwon menjalankan bisnis besar itu sendirian.

Saat Irene tiba disana, Siwon segera menghentikan semua pekerjaannya dan meminta pada sekretarisnya untuk tidak menggangu mereka. Karena makan siang yang selalu dibawakan istrinya tercinta itu selalu menjadi penyemangat baru untuk pekerjaannya nanti.

“Aku harus pergi ke jepang besok, chagi.” Ucap Siwon tiba-tiba setelah menyantap semua hidangannya.

“Untuk apa? Bukankah oppa ada pekerjaan disini?” Irene balik bertanya.

“Memang, tapi ada meeting penting dengan klien disana yang tidak bisa ditunda.”

“Ohh~ jadi harus berangkat sekarang?”

“Ne.”

“Berapa hari?”

“Mmm, mungkin 3 atau 4 hari sayang, kenapa hmm??” Tanya Siwon sambil menarik pinggang ramping istrinya itu mendekat padanya.

“Tidak apa-apa.” Jawab Irene sambil memainkan kerah jas-nya.

“Kenapa? Kau akan merindukanku, huh?” Goda Siwon dengan senyum jahil.

“Bukan! Aku ingin sesuatu.”

“Hmm? Apa itu? akan oppa carikan.”

“Itu ada disini.”

“Apa itu Sweetheart?”

“Aku ingin oppa ajak Kyuhyun.”

“Mwoo??”

“Anggap saja ini bulan madu kalian oppa~ kapan lagi?” Ucap Irene penuh harap.

Dan perlahan lengan Siwon pun terlepas dari pinggangnya dan namja tampan itu menjauh darinya perlahan.

“Aku tidak mau.”

“Oppa~ mengertilah.”

“…” Siwon masih terdiam.

“Jika kau terus seperti ini, bagaimana kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan, lalu mengapa oppa menikahinya jika tidak bisa melakukannya?” ujar Irene dengan wajah sedihnya, “Aku mohon oppa..”

“Kau yang tidak mengerti, Irene.” Siwon hanya bisa mendesah pasrah.

“Aku sangat mengerti dan yakin apa yang aku inginkan.” Ucap Irene tegas membuat Siwon langsung melihatnya.

Tatapan itu penuh dengan keyakinan dan pendirian yang tidak bisa dielakkan.

“Sampai keinginanmu terwujud, kau tidak akan berhenti kan?”

“Tidak.”

“Baiklah dia boleh ikut.

“Jinjjaaaa!??!” Irene berteriak penuh semangat.

“Tapi dengan satu syarat.”

“Apapun itu.”

“Kau juga akan ikut.”

“Mwoo?”

Tbc…

Ahahahahahhaha…hai-hai-hai *dadadadabarengMs.Lee

Ini project kami berdua, mohon dukungannya neee??

Mungkin ide ceritanya sama dengan film-film yang ada ato pernah kalian tonton, tapi sungguh, ini isi dari kepala kami berdua saat membuatnya. Jika ada kesamaan atau apalah itu bukan kami sengaja.

Secara bersamaan kami memiliki ide yang sama untuk menjadikannya ff, sooo~ bergabunglah kami. Dan tentu saja, suatu kebanggaan bisa membuat ini bersama denganmu, my dear.

And My lovely readers, Semoga Ff baru ini bisa menemani kalian ditengah kerinduan kita pada WonKyu.

Ehehehe…

Sampai Jumpa di chapter 2.

With Love.

Vie&Ms.Lee

87 thoughts on “The Day…

  1. wahhh keren-keren..
    Duh ini bakal jd drama dalam hidup kyuhyun. Siwon jahat banget sih nyuekin kyu, pdhal kan sma-sama istrinya, semacam cuman manfaatin rahimnya ajah.
    Tpi yakin deh siwon ada rasa sm kyu.. Yg mskpn skrng cuman dikit bgt.. Fighting kyu😦😦 sedih lihat kyu menderita.

  2. Menurutku Irene terlalu egois, dia gak mikirin perasaan Kyu juga.
    Terus kalau udah lahir baby nya, Kyu mau di kemanain? -__-
    Keren banget!
    Next asaaaaappp~~~😀

  3. Wah skrg kyu yg jadi istri kedua….
    Trnyata kyu cemburu juga tuch ngelihat siwon dan irene ciuman.
    Apa kyu bakal pergi bulan madu dg siwon gak yah?
    Trus irene nya bkal ikut juga nih?
    Klu irene ikut ntar siwon nya berduaan trus dg dia,kyu jadi dilupakan gtu…

  4. Wah skrg kyu yg jadi istri kedua….
    Trnyata kyu cemburu juga tuch ngelihat siwon dan irene ciuman.
    Apa kyu bakal pergi bulan madu dg siwon gak yah?7
    Trus irene nya bkal ikut juga nih?
    Klu irene ikut ntar siwon nya berduaan trus dg dia,kyu jadi dilupakan gtu….

  5. Wah skrg kyu yg jadi istri kedua….
    Trnyata kyu cemburu juga tuch ngelihat siwon dan irene ciuman.
    Apa kyu bakal pergi bulan madu dg siwon gak yah?7
    Trus irene nya bkal ikut juga nih?
    Klu irene ikut ntar siwon nya berduaan trus dg dia,kyu jadi dilupakan gtu…..

  6. Hiks. Baru baca part 1 aja ak udh mulai bayangin gmn nantinnya kyu jalanin hidupnya bareng siwon sm irene. Ini pasti bikin nyesek, nangis, dll 😢😢 gak tegaaaaa…..tapi kepooo sm lanjutannya.. Part 2 juseyooooo Eonni 😊😊

  7. siwon kejam sekali sama kyuhyun yah.,. irene juga kenapa ada ada ajah kelakuannya… idenya bikin kyu sakit hati. semoga siwon cepet jatuh cinta, sedih klu wonkyu terpisah kayak gini heheheh. tp seru sih ceritanya…

    makasi untuk projectnya eonni2 tersayang ku heheh

  8. Langsung tertarik banget.Keren banget eonnideol.Semoga pengerjaanya berjalan lancar.
    Fighting!!!

    Ga nyangka akan baca yang seperti ini.Melihat posisi Kyuhyun seperti ini kkkk.Rasanya bikin campur aduk.Nyesek’y kerasa ke hati wkwkwk.
    Semoga..rumah tangga mereka berjalan lancar.

    Fighting eonnideol.

  9. Haii unnie baru nemu blog unnie dari cerita ini. Cerita bagus banget! Wkwwkwk.. kasian kyu jadi istri ke 2 tpi ga apa yang penting paling di sayang sama wonnie

  10. kasian kyu,,, kenapa siwon kejam banget… kyu juga manusia & punya hati, tapi kok diginiin…..

    semoga berakhir dengan bahagia aja hhehehhehe

  11. senanyaaa bisa kolaborasi nulis sma viee~~ ..
    babykyu knpa baik banget siehhhh…mau2nya disuruh jd istri ke 2..
    tp mungkin jlnnya biar bisa ketemu wonie oppa ^_^
    Irene egois sieh….tp kasihan juga sbnernya..dia nggak mau wonie oppa dimiliki orng yg nggak dia knal ^_^.. tp kasihan babykyu harus jd orng ke3
    hahahha…baru pertama ketemu babykyu udah ngrasa sesuatu yg beda sma wonie oppa…
    tuch kan babykyu kaya nggak dianggep…sedihnyaaa kl dianggurin :*(
    Irene juga plin plan nieh…kasihan kan babykyu dilupain gtu aja…FIGHTING babykyu nnti psti babykyu bisa sma wonie oppa ^_^
    lnjut chiguuuuu….FIGHTING!!!!!

  12. Waaah..seru nih..bagus ceritanya unn..dan pst akan menguras airmata y..br jg chap 1 dah sedih aja..
    Ih, g kebayang gmn selanjutnya hubungan Kyu dan Siwon, blm lg kl Kyu beneran hamil trs melahirkan..gmn dgn Irene seandainya Siwon jatuh cinta ke Kyu, pst Irene jg sakit..hadeuuuhhh..hubungan yg rumit banget..drpd mengira2 mending lanjut aja aaah..
    Fighting bwt unnie2 yg sdh bikin cerita bagus..

  13. Kyuhyunnya kasihan..
    siwon sekarang udah punya 2 istri.. ingat kyuhyun istrimu juga siwon >.<
    semoga nantinya siwon lebih sayang kyuhyun daripada irene hhaaa :v

    ff nya keren eon.. kia suka *O*

  14. sediih bnget lhat sikap cuek nd dingin siwon k’Kyu sbar yahh Kyu pasti ntar daddy cinta kok,
    gg pa” jadi nomer 2 tpi d’utamakan …
    yang sbar yahh babyKyu

  15. baru kali ini mampir disini dan ini ff pertama yg aku baca…suka bgt…paling suka ff dgn genre angst…izin baca lanjutan.a ne…diusahakan akan ttp mereview setiap ff yg aku baca…

  16. Kirain Irene adik Siwon, ternyata istrinya,haduuuhhh kasian Kyu.
    Jadi bingung juga kalo jadi Kyu, pasti nggak nyaman sekali.
    Ikut baca yaaaaa…..

    Udah banyak sekali ternyata ceritanya di sini, apa lagi My Baby. Aku juga bingung udah baca sampe chapter berapa. Udah lama nggak berkunjung ke blog ini (semenjak udah punya anak jadi lumayan sibuk he….), jadi bingung mana aja yang sudah dibaca. makanya baca dulu cerita baru di blog ini.

  17. Aigoooo, fighting babykyu. Percayalah ada kebahagiaan setelah kesakitan
    Geleng2 liat ke esktrimannya irene, tpi berkat irene wonkyu ya bersatu kkkk

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s