Little Duck 3


LITTLE DUCK 03

(I Will Follow You)

**

Wah-wah..sudah berapa tahun tidak update ya? Baru 5 bulan, ahahahaha. Mianhaeee~

Ini semua gara-gara anak bebek itu, dia sudah besar, udah bisa sendiri dan pisah dari induk ayamnya. bahkan mereka tidak lewat lagi disamping rumah..T_T

Mungkin FF ini akan jadi 5 Chap ato 6 gitu deh, seperti biasanya. semoga masih ada yang mau baca neee~

Sebelumnya Happy Birthday My Lovely~ WONKYU FEFAAH..I Wish you all the best thing in the world dear~hope your life will full of love and happiness. Happy birthday..*muach^^

Satu lagi..salah satu reader pertama..”Budaak Baaik” Wherever you are, I wish all the best thing in your life dear, happy birthday.

Here you go~

**

“Dia pulang Siwon.” Ucap Donghae.

“Mwo?? Dia pulang kemana, hyung?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Aku tidak tahu, dia ingin pulang tidak lama setelah kau pergi.”

“Mwooo??” Tanya Siwon tidak percaya. “Apa dia mengikutiku?”

“Mungkin saja.” Jawab Hyukjae dengan tenangnya.

“Dia tidak punya rumah hyung, aku menemukannya di taman.”

“Astaga Siwonnie, apa yang kau lakukan?” Donghae tidak habis pikir dan memegang kepalanya dengan kedua tangan.

“Aku bertemu beberapa kali dengannya disana dan dia masih saja memakai baju yang sama.”

“Lalu apa yang kau tunggu!??! Ayo cari dia!!”

Donghae langsung keluar dari apartement Siwon meninggalkan mereka berdua yang masih terdiam namun detik berikutnya barulah Siwon dan Hyukjae mengikuti dari belakang setelah memakai coat mereka.

Mobil mereka langsung menyusuri jalan menuju tempat makan yang sudah ditelusuri Siwon saat ingin membeli makan malam untuk mereka berempat.

Mungkin saja Kyuhyun kecil terlihat dipinggiran jalan tersebut yang membuat Siwon selalu melihat sisi kirinya sementara Donghae melihat sisi kanannya.

**

Sementara itu Kyuhyun yang memang pulang sejak Siwon keluar untuk membeli makan, kini sedang ada dijalanan yang tidak pernah diketahuinya itu. Kyuhyun memang mengikuti Siwon seperti yang ditebak namja tampan itu.

Kyuhyun merasa tidak aman jika Siwon tidak ada disampingnya, entah kenapa namja tampan itu membuat Kyuhyun bisa percaya dan merasa aman saat bersamanya. Karena itu saat Siwon pergi Kyuhyun memutuskan untuk ikut bersamanya saja.

Dan sekarang disinilah Kyuhyun berada, dipinggiran jalan yang dipenuhi dengan jejeran toko yang dibuka malam hari dan orang yang berlalu lalang disana.

Tidak ada yang akan melihat satu anak kecil berjalan dengan wajah kebingungan dan kepala yang melihat kekiri dan kekanan itu.

Ditengah kesibukan mereka masing-masing menikmati malam yang dingin itu bersama pasangannya, tidak ada yang akan melihat satu anak kecil tersesat disana.

“Siwon-ssi~” Panggil Kyuhyun entah pada siapa.

Kyuhyun tidak mengenali semua wajah asing yang ada disana hingga membuat bulu kuduknya sedikit berdiri memikirkan dirinya hanya sendirian ditengah orang-orang asing itu.

Kemana ia harus mencari hyung asing yang sudah melekat dikepalanya itu? Bagaimana ia bisa tahu kemana arah Siwon pergi untuk membeli makanan?

“Dimana?? Siwon-sii~ kau dimanaaa~~” Panggil Kyuhyun akhirnya sadar. “Aku takuuut~~ Siwon-ssiii~”

“Siwon pabbo!! Kenapa Kyunnie tidak diajak?? Kyunnie takut sama dua makhluk itu, mereka aneeeh.”

“Siwon-ssiii~~”

“Hey, kecil sedang apa disini?” Tiba-tiba saja orang asing menghampirinya dan bertanya membuat Kyuhyun mundur selangkah dan menatap orang itu tajam.

“B-bukan urusanmu!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Heey~bukan begitu cara jawabnya.”

“Aku tidak kenal, go away!!”

“Aigoo~ dimana orangtuamu?”

“Jangan bicara denganku, kau dengar??” Ucap Kyuhyun menatap namja itu tajam.

“Kauu~ dimana sopan santunmu, apa kau tidak diajari, hmm~~” Namja itu tidak tahan mendengar nada ketus itu dan membuatnya ingin menyambar pipi empuk nan mulus itu.

“Jangan menyentuhku, pabbo!!” Tepis Kyuhyun cepat.

“Dasar kurang ajar!!!”

“Siwon-ssi~~” Panggil Kyuhyun sekerasnya sambil menutup kedua matanya dengan erat saat namja itu mengangkat tangan ingin memukulnya.

Namun yang terjadi pukulan itu tidak pernah sampai dikepala atau pun wajah imutnya itu karena saat Kyuhyun membuka matanya. Seketika airmata keluar dari mata bulat cantik itu melihat siapa yang sedang berdiri didepannya dan sedang memegang tangan namja itu dengan kuat.

“Siwon-ssiii~~~huuuuuu” Tangis Kyuhyun langsung memeluk pinggang Siwon dan menangis disana.

“Kau orangtuanya?” Tanya namja itu tidak terima.

“Aku minta maaf, tapi jangan pernah melayangkan tanganmu pada orang yang lebih kecil darimu, arraseo.” Ucap Siwon dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Donghae dan eunhyuk juga ikut mendekati mereka dan berdiri disisi kiri dan kanan namja asing itu kemudian menepuk-nepuk bahunya secara bersamaan.

“Pergilah.” Ucap Siwon kemudian melepas cengkraman tangannya.

Namja asing itu hanya mendecak kesal dan segera meninggalkan 3 namja tampan yang sepertinya tidak bisa menjadi tandingannya itu walau dalam hal fisik sekalipun.

Setelah kepergiannya Siwon masih berdiri diam mendengar tangisan Kyuhyun yang masih belum berhenti juga.

Namja tampan itu ingin memarahi bocah kecil itu karena sudah menghilang begitu saja dan membuat mereka khawatir sesuatu yang buruk bisa terjadi padanya.

Tapi saat Siwon menunduk dan melihat tangan Kyuhyun yang ada dipinggangnya bergetar penuh ketakutan, namja tampan itu hanya bisa menghela nafas pasrahnya.

“Kyunnie…”

“K-kyunnie takut hyung~ Kyunnie takuuut~~huhuhuhu.”

“Siapa yang minta Kyunnie kesini?” Tanya Siwon memegang lengan kecil itu dengan lembut.

“Kyunnie mau ikut hyung, Kyunnie tidak mau sama mereka~”

“Kyunnie dengar.” Ucap Siwon tegas dan melepas pelukan Kyuhyun agar bocah itu melihatnya.

“Mereka berdua seperti hyung buatku, kau mengerti? Mereka akan menjagamu jika hyung tidak ada. Jadi jangan takut, kau bisa mengandalkan mereka jika hyung tidak bisa.” Jelas Siwon melihat mata bulat cantik itu masih basah.

“Mereka juga hyungmu, arraseo?” Kyuhyun menganggukkan kepalanya sekali dan langsung memeluk namja tampan hyung asingnya itu dengan erat.

Siwon anggap itu sebagai permintaan maaf saja, karena kata itu tidak akan keluar dari mulut tajam bocah cantik yang ditemukannya itu. Akhirnya Siwon membalas pelukan Kyuhyun dan menggendongnya dengan gampang hingga membuat Kyuhyun kecil terkesiap.

“Kita pulang.” Ucap Siwon padanya sambil melihat kedua hyungnya yang menyunggingkan senyuman penuh kelegaan.

Mereka pun segera menuju mobil yang sudah diparkir hyukjae tidak jauh mereka berdiri. Dengan Donghae duduk didepan bersama Hyukjae dan Siwon dibelakang bersama Kyuhyun yang duduk dipangkuannya dengan nyaman.

Bocah kecil itu masih membenamkan wajah putihnya didada Siwon sambil memejamkan mata dengan nafas yang teratur. Tentu saja Siwon langsung tahu bahwa bocah kecil itu sudah terlelap dalam pelukannya karena lelah.

“Dia capek, Siwonnie.” Ucap Donghae tiba-tiba.

“Bagaimana tidak jika kau tersesat ditempat yang tidak kau kenal.” Jawab Hyukjae tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.

“Hyung terima kasih ne? Menginaplah malam ini.” Ucap Siwon kemudian membuat dua namja itu saling bertatapan sekilas.

“Tentu saja, kami akan menemani kalian. Dengan makanan yang sudah dingin dirumah.”

“Ahahaha~mianhae.”

“Gwenchana…syukurlah dia teriak memanggilmu, kalau tidak…mau dicari kemana anak kecil itu.”

“Kami juga minta maaf karna tidak mencegahnya pulang.”

“Gwenchana hyung, dia sudah kembali.”

Kemudian mereka semua terdiam dengan pikiran mereka masing-masing yang tidak perlu diungkapkan dengan kata-kata.

Siwon hanya bisa menatap wajah polos Kyuhyun yang tersembunyi didadanya itu, sementara Donghae kembali melihat ke arah depan yang dipenuhi dengan mobil dan lampu jalan.

Tak berapa lama kemudian sampailah mobil Siwon didepan apartement-nya dan Hyukjae langsung membawanya ketempat parkir setelah Siwon dan Donghae bersama Kyuhyun yang masih tertidur keluar dari mobil.

Mereka segera menuju kamar milik Siwon yang ada diatas sementara Hyukjae menyusul dibelakang.

“Aku tidurkan dia dulu, hyung. setelah itu kita makan.” Ucap Siwon begitu masuk ke dalam.

“Tapi dia belum makan.”

“Mungkin dia akan bangun nanti.”

“Baiklah.”

Kemudian namja tampan itu segera menuju kamar tamu apartement-nya dan menidurkan Kyuhyun disana. Setelah menyelimuti tubuh kecil itu dengan baik Siwon langsung keluar kamar itu dan bergabung bersama Donghae dan Hyukjae yang sudah mulai makan.

“Sampai kapan kau akan menjaganya?” Tanya Donghae begitu melihatnya.

“Aku tidak menjaga, Hyung~ dia hanya bermain disini.”

“Lalu…apa kau akan mencari orangtuanya?”

“Aku tidak tahu.”

“Tidak bisa seperti itu, Siwon!!”

“Aku tahu hyung.”

“Dia masih kecil, perlu ibunya, perlu rumah, sekolah dan sebagainya, kau tidak bisa merawat anak kecil asing itu, apa kata Appa Choi.”

“Sssst~hyuung jangan keras-keras, kau tidak mau dia mendengarnya kan?”

“Ahh, mianhae, tapi kau harus berpikir serius Siwon.”

“Iya, besok kita cari caranya sekarang makanlah.” Siwon melihat hyungnya satu lagi yang sibuk dengan makanannya dan tidak peduli pada mereka berdua.

Donghae pun menganggukkan kepalanya patuh dan kembali makan malam yang dingin itu dalam diam sampai tiba-tiba gerakan kecil dibelakang mereka membuat ketiganya menoleh melihat kesana.

Di pintu itu Kyuhyun berdiri sambil mengecuk mata dengan rambut berantakan dan bibir yang dipoutkan. Sepertinya bocah kecil itu terbangun dalam tidurnya karena kelaparan, Siwon tahu pasti karena Kyuhyun belum makan sejak tadi bersamanya.

“Sini Kyu~ makan dulu.” Panggil Donghae cepat.

Kyuhyun langsung mendekati Siwon dan bersandar dilengan namja tampan itu sambil mengerucutkan bibirnya dengan imut. Siwon tertawa kecil dan mengambil sendoknya yang berisi makanan dan disuapkannya pada bocah kecil nan imut itu.

Dengan patuh Kyuhyun membuka mulutnya dan mengunyah makanan itu dengan pelan sambil terus melihat Donghae dan Hyukjae yang langsung menyunggingkan senyum manis mereka. Selanjutnya bocah kecil itu duduk ditempatnya dengan piring sudah disediakan oleh Siwon untuknya.

Mereka pun makan malam bersama hingga semua makanan yang dibeli Siwon habis tak bersisa meninggalkan 3 perut kenyang yang berlebihan.

“Aku mau tidur, terima kasih makanannya.” Ucap Hyukjae dan diikuti Donghae.

“Kyunnie juga tidurlah, hyung bereskan ini dulu.” Ucap Siwon pada Kyuhyun.

“Mau temani.” Jawab Kyuhyun kembali duduk dengan manis dikursinya.

Siwon pun langsung mengambil piring-piring bekas mereka makan tadi dan membawanya ketempat cuci piring. Kyuhyun yang ingin membantu juga ikut mengambil gelas kotor mereka dan kembali duduk dikursinya.

Selanjutnya Siwon mencuci piring itu ditemani tatapan serius dibelakangnya yang tidak berkata sedikitpun. Kyuhyun terus menatap punggung tegap Siwon yang bergerak pelan itu tanpa berpaling sekalipun.

Entah apa yang dipikirkan Kyuhyun sampai Siwon sudah berdiri didepannya, ia masih diam tidak bergerak.

“Kyu~ Kyunnie~” Panggil Siwon lagi.

“Ne!!”

“Kau melamun! Apa yang kau pikirkan?”

“Siwon hyung sudah punya pacar?”

“Mwooo?? Apa itu?”

“Siwon hyung tampan, pasti Siwon hyung sudah punya pacar.”

“Aigooo~ jangan bicara yang tidak-tidak anak kecil.”

“Siapa yang anak kecil!??!”

“Kyu~”

“Sudah apa belum??” Tanya Kyuhyun sekali lagi.

“Belum, Kyu~ hyung belum punya pacar.” Siwon menundukkan badannya agar setara dengan tinggi Kyuhyun dan menatap mata cantik itu.

“Hooo~Ayo tidur~ Kyunnie senang, Eheee~” Jawab Kyuhyun dengan wajah sumringah dan menjauh dari Siwon secepatnya.

Sementara Siwon kehilangan kata-kata dengan mulut menganga melihat senyum manis nan polos itu hingga Kyuhyun sudah menghilang masuk ke kamarnya, barulah Siwon berdiri tegak kembali.

“Maksudnya apa itu?” Tanyanya entah pada siapa.

Karena tidak ada yang menjawab akhirnya Siwon juga segera menuju kamarnya sendiri untuk mengakhiri malam yang sedikit melelahkan itu. Namja tampan itu tidur dengan senyum manis dibibirnya memikirkan beberapa orang ada dirumahnya yang sepi.

**

Keesokan harinya.

Siwon sudah ada didapurnya menyiapkan sarapan untuk tamunya yang special kemarin, sementara Donghae dan Eunhyuk sudah ada didepan televisi memainkan play station. Hanya Kyuhyun yang masih tidur dikamar dengan nyamannya walau hari sudah jam 8 pagi.

“Sepertinya dia kelelahan.” Gumam Donghae saat tidak melihat keberadaannnya.

“Akan kubangunkan.” Sambung Hyukjae dan langsung berdiri meninggalkan gamenya.

Namja kurus dengan gummy smilenya itu langsung menuju kamar tamu Siwon yang ditempati Kyuhyun semalam. Dengan perlahan Hyukjae melihat ke dalam kamar yang masih temaram karena lampu dan tirai yang tertutup rapat.

“Waaah~ tidurnya nyaman sekali~” Ucap Donghae tiba-tiba sudah ada disana.

“Aiissh!! Sejak kapan kau masuk?” Tanya Hyukjae sedikit terkejut.

“Aku juga ingin melihatnya.”

“Aigooo~~”

“Sssst~~” Bisik Donghae saat melihat Kyuhyun bergerak dalam tidurnya.

Bocah kecil itu semakin membenamkan kepalanya dalam bantal yang empuk itu dan semakin menghilang dalam selimutnya yang hanya terbuka dibagian wajahnya. Donghae dan Hyukjae hanya bisa membeku ditempat saat melihat pemandangan mengesankan itu.

Sampai akhirnya mereka berdua keluar dari kamar itu kembali keruang tamu yang membuat Siwon mengernyit bingung melihat tingkah keduanya.

“Mana Kyunnie, hyung?” Tanyanya penasaran.

“Kami tidak tega, Siwonnie~ biar saja dia tidur.”

“Aku ada kuliah hyung, nanti dia sendiri. Aiish~”

Akhirnya Siwon sendiri yang masuk kekamar Kyuhyun dan membangunkannya secepat mungkin setelah menyaksikan wajah imut nan polos itu masih tertidur dengan lelapnya.

“Kyunnie~ bangun, hyung harus kuliah, kau tidak mau sendiri kan?” Tanya Siwon.

“Mmmm~ Kyunnie ngantuk hyung~” Protes Kyuhyun sambil berbalik membelakangi namja tampan itu.

“Hyung harus kuliah, nanti kau bisa tidur lagi setelah makan.”

“Kyunnie sendiri?!” Tanya Kyuhyun kemudian seketika terduduk dari tidurnya.

“Nee~ tidak apa-apa kan?”

“Aniyo~”

“Kyunnie bisa main game sebelum hyung pulang.”

“Andwaee!!”

“Aigoo~ ayo bangun~ nanti hyung terlambat.” Ucap Siwon sekali lagi sebelum akhirnya keluar dari kamar.

Tidak berapa lama Kyuhyun terlihat segar dengan muka yang sudah dicuci dan rambut yang sudah dirapikan. Siwon tersenyum manis melihatnya dan menarik kursi makan disampingnya agar bocah kecil itu segera sarapan bersama mereka.

Mereka berempat sarapan dalam diam hingga semua yang disediakan Siwon kembali tak bersisa, kemudian Donghae dan Eunhyuk langsung berpamitan untuk kuliah mereka sementara Siwon masih membujuk Kyuhyun untuk tinggal saja disana.

“Tidak mau, hyung!!” Kyuhyun bersikeras.

“Baiklah, Kyunnie main ditaman, nanti pulang kuliah hyung jemput, eotte??” Tanya Siwon akhirnya.

Wajah bulat nan putih itu tiba-tiba saja berbinar mendengar penuturan hyung tampannya itu, kemudian dengan cepat Kyuhyun menganggukkan kepalanya setuju.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu menarik tangan Kyuhyun untuk segera keluar dari sana karena ia harus segera berangkat.

Sampai didepan gerbang gedung mewah itu Siwon berpamitan pada Kyuhyun yang hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu barulah Siwon pergi menggunakan mobilnya dan Kyuhyun berdiri disana melihat sampai mobil hitam itu menghilang.

Selanjutnya barulah Kyuhyun berbalik dan berjalan kearah yang berlawanan dengan Siwon tadi karena ia akan menunggu Siwon hyungnya di taman pertama kali mereka bertemu. Kyuhyun akan menunggu sendirian ditaman itu sambil memikirkan apa yang akan mereka lakukan nanti.

Kemana pun Kyuhyun melihat, ia benar-benar tidak pernah tahu daerah atau dimana ia berada saat ini. Karena secerdas-cerdasnya ingatan Kyuhyun selama ini, ia atau umma-nya tidak pernah membawanya ke tempat ini.

**

Lebih dari dua jam kemudian Kyuhyun duduk ditaman itu sambil melihat kesana kemari tanpa berniat untuk bergerak atau berjalan sekalipun. Bocah kecil itu tidak ingin meninggalkan tempat itu karena takut Siwon tidak akan menemukannya lagi saat ia tiba disana.

Tapi sepertinya pantat kecil Kyuhyun sudah tidak tahan lagi duduk dilantai bangku taman yang dingin itu hingga bocah kecil itu langsung berdiri.

“Lamaa!! Siwon-ssi pabbo!!” Gerutu Kyuhyun akhirnya.

Kemudian bocah kecil dengan muka datar dan polos nan menggemaskan itu berjalan perlahan meninggalkan bangku taman yang sudah menjadi temannya itu. Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke apartement Siwon karena pikiran kecilnya mengatakan mungkin Siwon sudah tiba disana dan lupa menjemputnya.

Namun begitu tiba disana, tidak ada mobil yang diketahuinya sebagai milik Siwon hyungnya yang tampan itu. Tanpa banyak berpikir akhirnya Kyuhyun kembali meninggalkan tempat itu dan berjalan mengikuti arah mobil Siwon menghilang tadi.

Sekali lagi Kyuhyun berjalan tanpa arah dengan tujuan mencari Siwon hyungnya yang hilang atau tidak kembali. Apa yang dipikirkan anak kecil yang pernah ditinggalkan oleh orang yang dia anggap akan selalu menjaga dan melindunginya?

Dan apa yang akan dilakukan olehnya saat ada orang lain yang dengan mudahnya memberi perhatian dan menjaganya seperti yang didapat seharusnya?

Dia akan berpikir orang lain juga akan meninggalkannya seperti yang umma-nya lakukan dan dia akan melakukan segala cara agar orang yang menjaganya itu tidak pergi dan meninggalkannya sekali lagi.

Itulah yan dilakukan Kyuhyun untuk menjaga Siwon agar selalu bersamanya dan tidak meninggalkannya seperti yang dilakukan orang yang paling dipercayainya didunia ini.

Walau tidak tahu kemana ia melangkah, Kyuhyun akan tetap mencari dimana Siwon berada, karena dengan itu ia yakin Siwon akan kembali padanya. Lalu…kenapa Kyuhyun kecil tidak mencari ummanya setelah ditinggalkan?

Jawabannya, Kyuhyun kecil sudah dilukai perasaannya saat ummanya meninggalkannya disana.

“Siwon hyung tidak akan meninggalkanku seperti wanita itu.” Gumam Kyuhyun dengan yakinnya.

Bocah kecil itu akan berjalan sejauh matanya melihat mobil Siwon menghilang tadi dan selanjutnya hanya keberuntungan yang bisa membuatnya bertemu kembali dengan Siwon ditempat asing ini, sekali lagi.

Tapi seberapa jauh pun Kyuhyun berjalan tidak ada yang bisa membawanya ketempat Siwon berada. Bahkan bocah kecil itu tidak tahu apa-apa tentang namja tampan yang sudah melekat dikepalanya itu.

Dimana kampusnya?

“Ohh Siwon pabooo~ kenapa kau tidak bilang dimana alamatnya!!?” Gerutu Kyuhyun tiba-tiba kesal sendiri.

“Dasar pabbo!!”

Bocah kecil itu mengutuk Siwon dalam perjalanannya tanpa tahu orang yang dimaksudkannya sudah ada ditaman tempat mereka berjanji untuk bertemu kembali.

Siwon sudah ada ditaman mereka bertemu dan berjanji hari ini akan menjemputnya disini untuk menghabiskan hari ini di rumah Siwon.

“Kyuhyun!?” Panggil Siwon saat melihat tidak ada siapapun disana.

Tidak ada siapapun disana untuk menjawab panggilan Siwon hingga membuat wajah namja tampan itu mengernyit bingung. Bukankah ia sudah berjanji akan menjemput bocah kecil itu disini? Lalu kemana dia sekarang?

“Kyuhyuun!!” Panggil Siwon sekali lagi.

Namja tampan itu langsung berjalan mengelilingi seluruh taman untuk melihat mungkin saja Kyuhyun terselip diantara pohon-pohon berdaun lebat disana. Namun sampai seluruh taman Siwon telusuri tetap saja bocah kecil nan menggemaskan itu tidak ada dimanapun.

“Oh god! Dimana Kyuhyun?” Gumam Siwon sambil memijat pelipisnya dengan pelan.

“Siwon-ssi.” Panggil seseorang tiba-tiba mengagetkan Siwon.

“Ahjussi!!?” Siwon melihat namja penjaga taman itu sudah berdiri didepannya. “Waeyo??” Tanyanya kemudian.

“Anak kecil itu sudah pulang.”

“Huh? Maksudmu Kyunnie?” Tanya Siwon dan dibalas anggukan dari ahjussi itu.

“Dia menunggumu disini lebih dari dua jam.”

“Aku membeli makan siang kami dulu, ahjussi.”

“Mungkin saja dia sudah kerumahmu, pulanglah.”

“Ahh, arraseo~ gomawo ahjussi, annyeong~” Siwon langsung bergegas pergi darisana dan pulang ke rumahnya.

Begitu sampai diparkiran Siwon langsung keluar dari mobilnya dan berjalan ke loby dengan mata menerawang kesana-kemari untuk melihat Kyuhyun ada disana. Tapi sampai ia tiba didepan ruangannya sendiri Kyuhyun tidak terlihat seujung rambut pun.

Sangat tidak mungkin masuk kerumahnya karna bocah kecil itu tidak punya kuncinya, sementara Donghae dan Hyukjae yang punya tidak kesana. Dan bisa dipastikan bahwa bocah kecil itu tidak ada didalam membuat wajah Siwon tiba-tiba tidak bersemangat.

“Dia kemana lagi?” Tanya Siwon pada bugsy yang diam-diam berdiri disampingnya.

Namun tiba-tiba saja Siwon seperti teringat sesuatu dan segera berlari meninggalkan anjing kesayangannya yang menganga disana. Namja tampan itu memikirkan hal pertama yang akan dilakukan Kyuhyun setelah kepergiannya.

“Jangan biarkan dia mengikutiku ke kampus, Ohmygod!! Noo~~”

Siwon berucap pada dirinya sendiri dan segera menuju lift lantai itu turun ke bawah dan bertemu security yang ingin bertemu dengannya untuk menyerahkan kunci mobilnya. Mobil Siwon sudah dimasukkan kedalam karena namja tampan itu tidak akan keluar lagi hari ini.

“Siwon-ssi?” Tanya Security itu.

“Apa kau lihat anak kecil bersamaku disini?” Tanya Siwon tanpa basa-basi.

“Tidak.”

“Oh nooo~”

“Tadi memang dia kesini untuk melihat-lihat mobil yang ada disini.”

“Oh, oh~ dia mau melihatku, mobilku, lalu kemana dia sekarang?”

“Dia cuma sebentar Siwon-ssi, aku belum sempat bertanya tapi dia sudah pergi.”

“Kemana perginya?”

“Searah dengan kota.”

“OHMYGOD!! Berikan kuncinya, mianhae!!”

Siwon langsung mengambil kunci ditangan security itu bahkan sebelum namja itu menyerahkannya. Kemudian ia segera menuju mobilnya dan keluar dari sana secepat ia bisa. Siwon harus mencari dimana keberadaan bocah itu secepatnya karena ia tidak ingin sesuatu terjadi pada bocah kecil yang menarik perhatiannya itu.

Namja tampan itu sudah bisa menebak kemana Kyuhyun pergi hari ini, ia akan menuju kampusnya sendiri sekali lagi karena Kyuhyun pasti pergi kesana untuk menyusulnya. Tapi apa Kyuhyun tahu dimana kampus Siwon? Tentu saja tidak.

Memikirkan hal itu semakin membuat jantung Siwon berpacu dengan cepat apalagi jika memikirkan sesuatu yang buruk terjadi pada bocah kecil itu diluar sana. Ditempat yang tidak pernah dikenalnya dengan orang-orang yang tidak peduli pada orang lain itu.

“Oh tuhan~ tolong jaga dia.”

Sambil menyetir mobilnya perlahan Siwon melihat ke kiri dan ke kanan jalanan yang selalu ditelusurinya ke kampus disetiap harinya itu. Hingga mobilnya tiba didepan gerbang bangunan megah itu Siwon tidak melihat siapapun yang mirip dengan Kyuhyun.

Walau namja tampan itu sangat yakin bahwa Kyuhyun tidak ada didalam wilayah kampusnya yang luas, tidak salahnya Siwon mencoba keberuntungan yang tidak berpihak padanya. Setelah menanyakan Kyuhyun pada ebberapa orang yang ada disana, barulah Siwon menyerah mencarinya disana.

Akhirnya dengan bahu terkulai Siwon keluar dari kampusnya dan menuju mobil yang terpakir didalam area kampusnya itu. Kemudian namja tampan itu segera pergi dari sana menyusuri lagi jalan yang sangat asing bagi Kyuhyun kecilnya, jika ia pernah kesana.

Siwon memutuskan untuk mencari Kyuhyun dengan berjalan kaki saja karena mungkin saja bocah kecil itu singgah ditempat yang menarik perhatiannya anak kecil.

Siwon akan melihat-lihat dalam toko yang ada di sepanjang jalan itu menuju rumahnya itu dan meninggalkan mobilnya berada ditempat yang aman sesaat itu. Namja tampan itu berjalan sambil melihat kesana kemari sambil terus memikirkan apa yang akan terjadi pada Kyuhyun kecilnya.

“Kau dimana, little love?” Tanya Siwon entah pada siapa. “Kenapa kau mengikutiku? Padahal tempat itu saja kau tidak tahu.”

Tiba-tiba saja dering hp disaku Siwon mengeluarkan namja tampan itu dari lamunannya sendiri. Dengan cepat Siwon mengambil hp itu dan melihat siapa yang menghubunginya saat ini..

“Donghae hyung.”

>Annyeong Siwonnie~< Sapa Donghae dengan penuh semangat seperti biasa.

“Annyeong hyung.” Jawab Siwon hilang semangat.

>Kau dimana Siwonnie?<

“Dijalan, kenapa?”

>Aku didepan pintu apartementmu.<

“Masuk saja hyung, kau punya kuncinya.”

>Lalu kau dimana? Bersama Kyunnie??<

“Aku dijalan, tidak…aku…”

>Siwonnie? Apa yang terjadi? Kau tidak apa-apa?< Donghae seperti tahu saja apa yang terjadi pada dongsaengnya.

“Tidak hyung, aku baik-baik saja.”

>Tapi suaramu tidak!! Kau menyembunyikan sesuatu? Dariku? How dare youuuu~<

“Hyung!! Jangan begitu!!”

>Katakan!<

“Hyung~”

>Choi Siwon!!<

“Huuuuuuhhh~” Siwon menghela nafasnya.

>Apa itu??!<

“Kyunnie hilang.”

>MWOYA?? AGAIN??<

“Hyung!! Jangan berisik.”

>Ohh~ sorry, la-lalu bagaimana caranya??<

“Aku tidak tahu hyung~”

>Siwon!! Bagaimana dia hilang lagi!??! Kenapa??”

“Aku ke kampus hyung, dia tidak mau dirumah, aku janji akan menjemputnya ditaman. Tapi…”

>Dia menghilang lagi…mengikutimu lagi?<

“Aku sudah menyusuri jalan ke kampus, tapi Kyunnie tidak terlihat hyung~”

>Aigooo~ aku akan cari Hyukkie dan membantumu, tenang saja.<

“Terima kasih hyung.”

>Ne~ Annyeong~<

Siwon segera mengembalikan hp-nya ke saku setelah Donghae memutus sambungan mereka dan kembali berjalan menyusuri jalan setapak dipinggiran jalan besar itu. Bagaimana bisa menemukan seorang anak kecil jika dia sudah berjalan ke tengah kota?

Lapor polisi?

Tidak, Kyuhyun belum dinyatakan hilang jika belum dua puluh empat jam. Siwon tidak ingin menyibukkan semua orang sampai membuat mereka tahu keberadaan Kyuhyun kecilnya. Apalagi sampai Choi Kiho mendengarnya, Siwon belum memikirkan apa-apa untuk menjelaskan hal ini pada appanya itu.

***

Lebih dari tiga jam kemudian Siwon berjalan kaki sendirian melihat kesana kemari dan singgah di berbagai toko dan keramaian hanya untuk melihat keberadaan Kyuhyun. Tapi sampai saat ini namja tampan itu tidak melihat sedikit pun tanda bahwa makhluk kecil menggemaskan itu ada disana.

Sampai tiba-tiba sebuah mobil berhenti disampingnya yang berjalan perlahan dipinggiran jalan. Siwon langsung tahu itu mobil siapa saat Donghae yang duduk didepan sudah keluar dari sana dan menariknya.

“Siwonnie!! Kau masih disini?” Tanya Donghae tidak percaya.

“Ih-iya hyung~ aku m-masih mencarinya.”

“Oh my god!! Ayo pulang, nanti kita lanjut lagi.”

“Tidak hyung!! aku tidak bisa meninggalkannya sendiri, diluar sana berbahaya.”

“Tapi dia memang tidak ada kan?? Lagipula lihat penampilanmu!” Ucap Donghae sambil menunjuk seluruh badan Siwon.

Wajah bersih dan tampan itu kini terlihat lusuh penuh debu dan terlihat sangat pucat. Donghae bisa melihat bahwa Siwon sangat lelah dan kehilangan tenaganya, tapi namja tampan itu sendiri tidak ingin menghiraukan apapun saat ini.

“Ayolah Siwon~ apa kau sudah minum tadi?” Tanya Donghae kemudian dan mendapat gelengan kepala dari Siwon.

“Kau bisa dehidrasi!! Ayo pulang!!”

Donghae langsung menarik lengan Siwon dan membuka pintu mobilnya lalu mendorong namja tampan yang terlihat lemah itu kedalam jok belakang mobilnya. Kemudian segera masuk ke depan dan menyuruh Hyukjae yang diam saja untuk segera pergi dari sana menuju apartement Siwon.

“Untuk apa kau seperti ini?? Dia bukan siapa-siapa Siwon!”

“Dia anak kecil hyung, tidak punya siapa-siapa.” Jawab Siwon kembali menyusuri jalan lewat kaca jendela mobil.

“Kau tidak mengenalnya, dia bukan saudaramu, untuk apa kau bersusah payah!?!?”

“Hyung!!” Panggil Siwon cepat membuat Donghae berpaling melihatnya. “Apa kau tega membiarkannya diluar sana tanpa ada penjaganya? Kau bisa bayangkan apa yang terjadi diluar sana nanti padanya?”

“I-itu…”

“Jika ditaman itu aku bisa sedikit lebih tenang, tapi sekarang dia ke kota, bayangkan kota Seoul yang besar itu, hyung~”

“Baiklah, baiklah!! Kita akan mencarinya lagi, tapi sekarang kau harus istirahat.” Jawab Donghae langsung melihat ke depan.

Dalam hatinya ia tidak bisa membantah perkataan Siwon yang menurutnya sangatlah benar jika memikirkan anak kecil seperti Kyuhyun ada diluar sana sendirian tanpa ada yang dikenalnya. Jika malam tiba kemana ia akan berteduh untuk tidur, makan dan terlindung dari dinginnya malam.

Setetes airmata keluar dari sudut mata Donghae saat pikiran aneh itu melintas dikepalanya, dengan cepat namja tampan itu menghapusnya. Namun itu semua tidak luput dari pandangan Hyukjae yang bahkan tidak berpaling untuk melihatnya.

“Kita akan mencarinya, tenanglah.” Ucap Hyukjae kemudian.

Ketiga namja itu terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing sampai mereka tiba didepan apartement Siwon. Namja tampan berlesung pipi itu turun dengan cepat menuju loby dan segera naik ke lantai miliknya tanpa menunggu kedua hyungnya dibawah.

Begitu masuk ke rumahnya namja tampan itu langsung menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan cepat. Setelah selesai berpakaian Siwon segera menuju dapur dan mencari air untuk menghilangkan keringnya tenggerokannya sejak tiga jam yang lalu.

Kemudian dengan cepat Siwon keluar lagi dari apartementnya sampai menabrak kedua hyungnya dipintu itu tapi Siwon tidak peduli.

“Siwon kau mau kemana??” Tanya Donghae dengan wajah horornya.

Namun tidak ada jawaban yang keluar dari bibir Siwon yang sudah menghilang dalam lift turun ke bawah. Yang ada dikepalanya saat ini hanya menemukan Kyuhyun kecilnya secepat yang ia bisa, karena hari sudah semakin sore dan malam akan datang menggantikan Siang.

Siwon tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Kyuhyun sendirian diluar sana jika ia tidak segera menemukannya. Jika ingin bertanya kenapa Siwon begitu peduli pada anak yang bahkan tidak ada hubungan dengannya sedikitpun.

Jawabannya, entahlah. Siwon sendiri tidak tahu harus menjawab apa atau menjelaskan bagaimana dan apa yang dipikirkannya sehingga begitu peduli dan khawatir pada bocah itu.

Sementara itu kedua hyungnya yang masih berdiri dipintu apartementnya hanya bisa melihat lorong kosong tempat Siwon menghilang beberapa detik yang lalu.

“Bagaimana ini, Hyukkie??” Tanya Donghae akhirnya.

“Kita tidak bisa membiarkannya kan? Bisakah?” Hyukjae balik bertanya dan Donghae langsung menggelengkan kepalanya.

“Tidak mungkin, kita akan membantunya.”

“Tentu saja, tapi sekarang kita istirahat sebentar.” Ucap Hyukjae dan menarik Donghae masuk kesana.

**

Sementara itu Siwon kembali menyusuri jalan yang sama dengan jalan perlahan seperti yang dilakukan Kyuhyun sebelumnya. Mungkin dengan begitu Siwon bisa mengetahui arah mana yang diambil Kyuhyun untuk menyusulnya ke tempat yang tidak pernah dikenalnya.

Namun sayang, bahkan sampai malam menjelang Siwon tidak bisa menemukan bocah kecil yang sudah mengikat hatinya itu dimanapun. Dengan memakai kemeja simple saja Siwon berkeliaran dimalam yang sangat dingin itu, karena coatnya terlupakan dirumah.

Bahkan Donghae dan Hyukjae yang pergi mencari dibelakangnya menggunakan mobil tidak bertemu dengannya apalagi dengan Kyuhyun. Yang lebih membuat segalanya sempurna, Siwon tidak membawa apapun selain dirinya sendiri saat pulang terburu-buru tadi sore.

Walau Donghae berusaha menghubunginya, tapi tidak sekalipun dijawab namja tampan itu. Mereka tidak tahu hp Siwon sebenarnya ada disaku celana yang ada dirumahnya.

Mereka berempat berkeliaran diluar tanpa tahu arah tujuan masing-masing hingga malam semakin larut dengan suasananya yang semakin dingin dan sepi itu. Namun Siwon masih berjalan disekitar area kampusnya dan mencoba kembali lagi dijalan yang sama.

**

“Sudah hampir larut, Hyukkie~ Siwonnie kemana, dia jalan kaki.” Tanya Donghae dengan wajah khawatir.

Saat ini mereka ada didepan loby apartement Siwon duduk ditangga pintu kaca bangunan megah itu dengan perasaan was-was.

“Mungkin nanti dia kembali dengan mobilnya, jangan khawatir.” Jawab Hyukjae menenangkan Donghae.

Namun tetap tidak bisa menghilangkan kekhawatiran diwajahnya yang tampan itu, Hyukjae masih tidak habis pikir pada dongsaengnya yang keras kepala itu.

“Ayo kita cari lagi, Hyukkie~ aku khawatir.” Ucap Donghae tiba-tiba berdiri didepannya.

Hyukjae manatap wajah polos itu penuh kekhawatiran sama sepertinya, akhirnya menganggukkan kepalanya pasrah. “Baiklah.”

“Aku ambil mobil dulu.”

“Aku tunggu dide…”

Perkataan Donghae tiba-tiba terhenti saat sebuah kepala menyembul dibalik tembok pagar apartement itu yang membuat namja tampan itu kehilangan arwahnya.

“H-hhhyuu~kiieee~” Panggil Donghae dengan mulut bergetar.

Namun saat kepala itu semakin menampakkan wujudnya dengan jelas, mata kedua namja itu hampir saja keluar dari sarangnya. Kepala itu keluar perlahan dari gerbang hingga menampakkan seluruh tubuhnya dan membuat keduanya menyadari kepala siapa itu.

“SIWONNIE!!!” Teriak Donghae langsung menghambur menghampiri tubuh kekar yang tidak punya tenaga itu.

“Hhhyng~” Jawab Siwon dengan wajah lesu dan memeluk Donghae dengan eratnya.

“Ke-kenapa? Kenapa kau seperti ini?”

“Ti-tidak ada~” Jawab Siwon akhirnya menutup mata sepenuhnya.

“A-apa maksudnya? Tidak ada? Kau kenapa?”

“Aigoo~ dia demam tinggi, ayo masuk Hae-ah.” Ucap Hyukjae langsung bergerak cepat mengambil sebelah tangan Siwon dan merangkulnya.

Dua namja tampan itu langsung membawa dongsaeng kesayangan mereka itu menuju kamarnya di atas. Tanpa mengatakan apa-apa keduanya membawa Siwon ke kamar dan menidurkan Siwon di tempat tidurnya yang empuk.

Kemudian Hyukjae langsung turun kembali ke bawah menemui security apartement itu dan memintanya untuk mengambil mobil Siwon yang ada dikampus mereka. Sedangkan dia sendiri segera pergi kerumah sakit menjemput dokter pribadi Siwon yang sudah sangat mereka kenal.

Sedangkan Donghae di kamar Siwon sudah mengganti pakaian Siwon dan membawa air hangat untuk mengompres dahi dongsaengnya itu. Donghae yakin Siwon demam karena kelelahan dan terkena angin malam diluar.

“Sudah kukatakan, keras kepala.” Gerutu Donghae pada dirinya sendiri.

Tak berapa lama, Hyukjae sudah kembali dengan dokter pribadi Siwon dan segera masuk ke kamarnya yang sedikit temaram. Donghae yang ada disana langsung pindah dari kursi disamping tempat tidur Siwon untuk dokter itu memeriksa Siwon.

“Dia dehidrasi, kedinginan, dan tenaganya hilang semua.”

“Padahal dia rajin olahraga dok, kenapa bisa cepat drop seperti ini?”

“Pikirannya tidak berhenti bekerja, bersamaan dengan tubuhnya. Bisa kau bayangkan?”

“Arraseo dokter.”

“Jaga saja agar demamnya tidak naik lagi.”

“Ada kemungkinannya?” Tanya Donghae dengan wajah polos.

“Tentu saja, tolong lebih hati-hati.”

“Baik dok~”

“Hhyyung~” Panggil Siwon tiba-tiba saja.

“Siwonnie? Waeyo??”

“Ini obat-obatnya, saya permisi. Lekas sembuh Siwon-ssi.”

“Terima kasih dok.” Jawab Hyukjae dan mengantar dokter itu sampai pintu depan.

Selanjutnya ia segera kembali ke kamar Siwon melihatnya yang terlihat serius berbicara dengan Donghae.

“C-cari K-kyunie, hyung~” Ucap Siwon sekali lagi saat Hyukjae masuk kesana.

“Tidak bisa Siwonnie, kami akan menjagamu disini.”

“Tt-tidak hyung!! aatau a-aku ssendiri.”

“Tidak boleh!!!” Donghae berdiri dengan wajah kesalnya.

“Aa-ku c-cari…” Siwon berusaha bangun sendiri dan langsung ditahan Donghae sekali lagi.

“Baiklah!! Kami akan mencarinya, diamlah disini, bisakah??” Tanya Donghae benar-benar kesal melihat keras kepala Siwon.

Dengan patuh Siwon kembali berbaring sambil menutup matanya menahan badannya yang semakin sakit dengan demamnya yang meninggi. Melihat hal itu Donghae tidak bisa melanggar kata-katanya sendiri hingga ia segera keluar dari sana bersama Hyukjae.

“Kita cari kemana, Hae-ah? Dia sendiri tidak bisa menemukannya padahal sudah berjam-jam berjalan kaki.”

“Aku tidak tahu!! Yang jelas kita harus mencarinya, berharap saja dia ada dijalan.”

“Berharap pada yang tidak pasti,huh?”

“Sekali ini, coba saja. Ini sudah tengah malam tidak ada orang lagi dijalan, semoga kita bisa melihat bayangannya saja.” Ucap Donghae penuh percaya diri dan menarik Hyukjae masuk ke mobil mereka.

Dengan cepat mobil mewah mereka meluncur keluar dari area apartement itu dan membelah kota Seoul ditengah malam yang dingin itu. Dan benar seperti kata-katanya Donghae jika jalanan terlihat sudah sepi ditengah malam itu dan membuat mereka bisa melihat dengan jelas apa dan siapa yang ada dijalanan.

Tentu saja tong-tong sampah yang berjejeran dipinggiran jalan itu dengan berbagai pohon taman kota berdiri kokoh menjadi bayangan kena lampu jalan. Donghae tidak pernah mengalihkan pandangannya ke kiri dan ke kanan dari jendela mobil.

Sampai tiba-tiba…

“Hyukkie~ bukankah itu…” Donghae melihat sekilas bayangan anak kecil dijalan. “Kyuhyun!!” Mata Donghae melebar.

“Dimana??”

“Itu…Hyukkie berhenti!! Itu Kyuhyun!! Cepat!!”

Hyukjae langsung memarkirkan mobilnya dipinggir jalan dan Donghae langsung turun darisana bahkan sebelum mobilnya berhenti dengan sempurna. Namja tampan itu langsung mencari sosok anak kecil yang sangat mirip dengan yang sedang dicari mereka.

“KYUHYUN!!!!” Panggil Donghae akhirnya.

Namja tampan itu melihat kesana kemari karena tidak ada yang berhenti dengan panggilannya itu, bahkan anak kecil yang dilihatnya tadi sudah tidak ada disana.

“Bagaimana ini Hyukkie~”

“Mungkin memang bukan dia, ayo.”

“Tapi aku yakin itu dia!!”

“Lalu dimana?”

“Bagaimana kita katakan pada Siwonnie, dia merasa sang…”

“HAE HYUUUUUUNG~~~” Teriak seseorang tidak jauh dari mereka.

Seketika kepala donghae dan eunhyuk berpaling ke kiri dan kekanan mencari asal suara anak kecil yang sangat mereka kenal. Dan tiba-tiba berhenti diseberang jalan mereka berada berdiri Kyuhyun dengan pakaian lusuhnya dan wajah kumal.

“KYUHYUN?!?!” Teriak Donghae tidak percaya. “OHMYGOD!! KYUHYUN!! IT’S YOU!! KYUHYUUUUN!!!”

Donghae langsung berlari menyebrangi jalan itu tanpa peduli pada mobil yang berhenti mendadak karena tindakannya itu. Untung saja Hyukjae bergerak cepat untuk minta maaf dan melambai-lambai dengan tangannya agar mobil-mobil itu melambat.

“Hyuuuung~~” Panggil Kyuhyun dan menghambur berlari memeluk Donghae.

Padahal hyungnya itu masih ada ditengah jalan hingga sekali lagi mobil-mobil yang melaju perlahan itu berhenti mendadak dengan sumpah serapahan mereka.

“Ya tuhan Kyunnie, kau kemana? Kami mencarimu!!” Cerocos Donghae begitu memeluk tubuh kecil itu dan membawanya kepinggir jalan.

“Huuu~hyuung~~” Tangis Kyuhyun sebagai jawaban.

“Ne, ini hyung!!”

“Kyunnie takut,hiks~ Kyunnie sendiri!!”

“Siapa suruh pergi? Siapa suruh menghilang!??!” Jawab Donghae sambil memukul bahu Kyuhyun perlahan.

Dan bocah kecil itu semakin menangis karena merasa lega sekaligus merasa bersalah karena sekali lagi sudah membuat mereka khawatir. Padahal ketiganya tidak ada hubungan papun dengannya, tapi dengan mudahnya mereka khawatir bahkan mencari keberadaannya.

Sedangkan ummanya…

Mengingat hal itu Kyuhyun semakin menangis dengan keras sampai bahunya bergetar dan semakin memeluk Donghae dengan eratnya. Melihat hal itu Donghae hanya bisa menghela nafasnya dan memeluk bocah kecil itu sama eratnya sambil melihat Hyukjae disampingnya.

Namja tampan itu hanya bisa tersenyum menenangkan sambil menghapus airmata yang ada dipipi Donghae dan membuat pipi itu merona dengan indahnya.

“Kita pulang?” Tanyanya kemudian.

Donghae hanya menganggukkan kepalanya dan berusaha mengangkat Kyuhyun digendongannya lalu kembali menyeberangi jalan itu sampai ke mobil mereka.

“Kita kerumah Siwonnie?” Tanya Donghae dan dibalas dengan anggukan Hyukjae.

Saat itu Donghae bisa merasakan tubuh Kyuhyun membeku sesaat karena nama Siwon terdengar oleh Kyuhyun. Bocah kecil itu masih membenamkan wajahnya dibahu Donghae dengan mata yang terpejam walau bukan tertidur.

“Siwonnie sedang sakit, Kyu~” Ucap Donghae akhirnya membuat jantung Kyuhyun berhenti berdetak.

“Ss-sakit aa-apa?” Tanyanya kemudian.

“Dia demam setelah seharian mencarimu kesana-kemari.”

“M-mi-mianhae~”

“Gwenchana~ dia kuda yang kuat.”

“Hiks~”

“Heey~ dia tidak apa-apa, dia ingin kami mencarimu sementara dia istirahat.”

“Semoga dia sembuh begitu melihatmu, ne?” Ucap Hyukjae dengan senyum cerah mentarinya itu.

Kyuhyun hanya diam mendengarkan perkataan mereka yang menenangkan namun tidak bisa membuat debaran jantungnya yang mendadak beradu dengan cepat. Apalagi saat mobil Siwon memasuki area apartement mewah itu, jantung Kyuhyun hampir saja keluar dari sarangnya.

Karena itu saat Donghae menurunkannya di loby apartement Kyuhyun hanya bisa berdiri menatap mereka berdua tanpa bisa menggerakkan kakinya. Kyuhyun terlalu takut akan apa yang dilakukan Siwon padanya begitu melihatnya nanti.

Kyuhyun takut Siwon marah padanya.

“Dia pasti sangat senang, Kyu~ ayo…” Ajak Donghae tiba-tiba membuat lamunan Kyuhyun pecah seketika.

“T-tapi…”

“Jangan takut, kau bisa minta maaf nanti, come on~”

Donghae langsung menarik tangan keci litu dan membawanya masuk lift bersama menuju rumah kecil Siwon yang ada dilantai atas. Didalam sana Kyuhyun tidak bisa bergerak sedikitpun karena dipenuhi dengan ketakutan, kerinduan dan kegelisahannya sendiri.

Dia merasa rindu, sekaligus takut pada hyung tampan asing itu.

Namun begitu smapai disana, Kyuhyun tidak bisa memikirkan apapun lagi karena Donghae hyungnya langsung membuka pintu apartement Siwon dnegan kunci duplikat yang mereka punya masing-masing.

“Siwonnie~~ kau harus lihat siapa disini~~” Teriak Donghae dengan penuh semangat.

Mereka bertiga langsung masuk beriringan menuju ruang tamu Siwon dan meletakkan coat mereka disofa itu. Sedangkan Kyuhyun tetap berdiri paling belakang atau lebih tepatnya bocah kecil itu bersembunyi dibelakang hyukjae.

Dia tidak ingin Siwon langsung melihatnya dan memarahinya atau bahkan tidak ingin melihatnya lagi karena tindakannya kali ini. Tapi tiba-tiba suara Donghae yang tidak biasanya membuat Kyuhyun memiringkan kepalanya sedikit untuk melihat kedepan.

“S-siwonnie??” Panggil Donghae.

Namja tampan yang dipanggil itu kini terbaring telungkup diatas lantai ditengah pintu kamar tidurnya dengan sebelah tangan terulur kedepan. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi padanya selama ia ditinggalkan sendiri oleh dua hyungnya yang pergi mencari Kyuhyun.

Ya…Kyuhyun.

Bocah kecil itu sekarang benar-benar terpaku melihat apa yang ada didepan matanya itu, namun saat Donghae bergerak mendekat, Kyuhyun lebih cepat berlari meninggalkan mereka yang terpaku sambil memanggil nama Siwon dengan kerasnya.

“Siwon Hyuuuungg~”

**

TBC.

53 thoughts on “Little Duck 3

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s