My Family, My Treasure


Ga’ada Cover…kkkkk..

My Family, My Treasure

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Minho, Suho and Member Suju

Pairing : Wonkyu Forever

Genre : Family, Romance.

Warning : Boyslove just like I love. Alur ga’jelas, ceritanya lebih ga’jelas. Ga’suka jangan dibaca, ahahahaha.

Disclaimer : Wonkyu belong to each other, cerita ini imajinasi saia, jika ada kesamaan tokoh didalamnya itu pasti karna sesama WKS..TAPI jika ceritanya ada yang sama, itu tentu saja secara tidak disengaja. Lain orang lain isi kepalanya, kalau pun ada yang sama persis, itu namanya mencontek…plaak

Mmm, sebelumnya…Ryupyo. Ini untukmu. Jika dirimu masih ingat dengan permintaanmu yang duluuuuu sekali. Orang pertama yang request ff pada author abal-abal ini,,ohohohohohohoho. Mianhae baru selesai sekarang, itu pun kalau dirimu masih ingat ya?? Ehehee… semoga sesuai ne?

**

Di seberang jalan di tengah keramaian kota seoul terlihat dua bocah kecil memakai seragam sekolah Elementary School sedang berjalan beriringan dengan raut muka kesal dan bibir yang dimaju-mundurkan beberapa kali. Jika kita lihat lebih dekat hanya satu bocah yang berjalan didepan yang sedang melepaskan kesalnya dengan cara merepet sepanjang jalan.

“Iyung, anti dimalahin, eotteohke??” Tanya bocah dibelakang yang terlihat lebih kecil dari bocah yang pertama.

“Biar saja!!! Hyung sudah muak!! Hyung capek!!!” Jawab bocah kedua yang ternyata adalah hyungnya.

“Mm, muak itu apa~??” Tanya bocah kecil itu pada hyungnya sambil memiringkan kepalanya bingung.

Bocah tampan hyungnya itu langsung berhenti dan melihat kebelakang dengan wajah sulking membuat dongsaengnya itu sedikit memundurkan langkahnya.

“Tidak jadi muak, lupakan saja, hyung hanya capek.” Ucap bocah tampan itu segera memperbaiki kata-katanya.

“Mmh, Iyung capek!” Ulang bocah kecil itu sambil menganggukkan kepalanya.

“Ne, capek!! Kajja, jalan lagi..”

Bocah itu langsung menarik tangan dongsaengnya kembali membawanya berjalan ditengah teriknya siang hari dan orang yang berlalu lalang dijalanan. Dengan tubuh mereka yang kecil membuat keduanya nampak menghilang diantara kerumunan itu.

Sementara itu jauh dibelakang mereka terdapat 4 pria berbadan tegap memakai pakaian serba hitam lengkap dengan kacamata hitam mereka yang bisa memperjelas status mereka. Mereka berempat terlihat sedang mencari-cari sesuatu dikerumunan didepan mereka.

Sesekali mereka berpencar kesana kemari lalu kembali bergabung menjelaskan situasi yang terjadi. Di wajah mereka jelas sekali tercetak raut ketakutan dan kekhawatiran yang sangat besar.

“Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan??” Tanya salah satu diantara mereka.

“Ya cari sampai dapat!!” Jawab namja satu lagi.

“Kenapa sampai hilang?? Pabbo!!”

“Mereka bilang ingin ke kamar kecil, ternyata dibuat kabur” Jawab namja pertama dengan wajah lesu dan putus asa.

“Kau bisa dipecat kalau Boss kita tahu”

“Lalu bagaiamana??”

“Ya cari lagiii!!!”

Keempat namja itu kembali berpencar dan mencari diseluruh belokan dan disepanjang jalan itu dengan harapan bisa menemukan dua bocah tampan yang hilang dari pengawasan mereka satu jam yang lalu.

Dan kedua bocah itu sekarang.

“Mino iyuuung~~” Panggil bocah kecil yang masih setia mengikuti hyungnya dengan patuh.

“Ne? waeyo??” Tanya hyungnya tanpa berhenti berjalan.

“Cuo capek, cuo haus, cuo mau pulang, cuo lapal!!!”

Dan mino yang bernama lengkap minho itu pun langsung berhenti dan melihat dongsaengnya yang kini berwajah pucat karena kelelahan. Kaki kecilnya terlihat gemetaran dengan peluh bertebaran di dahinya sampai turun kewajahnya.

“Ahhh..mianhae, ayo duduk sana..” Ucapnya langsung menarik bocah kecil itu menuju bangku dipinggiran jalan.

Minho langsung membuka tas ranselnya dan mengambil botol minum yang selalu dibawanya ke sekolah lalu meminumkannya pada cuo atau lebih dikenal dengan Suho setelah membuka tutupnya. Suho langsung tersenyum setelah meminum air itu hampir setengahnya.

“Iyung minum.” Ucap suho dan langsung dituruti minho.

Panasnya matahari memang membuat mereka didera kehausan dan kepanasan apalagi dengan berjalan tak tentu arah dan tanpa berhenti untuk beristirahat.

“Masih lapar??” Tanya minho dan mendapat anggukan kepala dengan semangat dari dongsaengnya itu.

Dengan senyum manisnya bocah tampan itu kembali mengambil kotak bekal diranselnya dan menyerahkannya pada suho. Bocah kecil itu langsung membukanya dengan mata berbinar begitu melihat sandwich yang dibuat daddy mereka ada disana.

Dengan penuh semangat suho mengambil roti isi itu dan memasukkannya kemulutnya yang sudah terbuka. Namun sebelum itu suho sadar bahwa roti itu hanya satu dan mereka berdua, sedangkan roti itu punya hyungnya tadi pagi.

“Aaa..” Ucap suho memajukan roti itu pada mulut hyungnya.

“Ne?” Tanya minho bingung.

“Aaaa..” Ulang suho lagi dan langsung dituruti minho dengan menggigitnya lalu tersenyum manis pada suho yang sudah menggigit rotinya itu.

“Aaa..lagi..” Ucap suho lagi.

“Cuo saja..” Tolak minho.

“Satu lagi~” Paksa suho dan segera diikuti minho.

Kemudian roti itu langsung dihabiskan suho dengan wajah sumringah melihat hyung kesayangannya yang dia tahu akan melakukan apa saja untuknya.

“Lalu kita temana, iyung?” Tanya suho setelah meminum air mereka sampai habis.

“Hyung juga tidak tahu..”

“Mwoooo?? Ayo pulang iyung!! Nanti kita dimalahin, ayooo..”

“Tidak usah! Mereka tidak peduli!! Mereka sibuk sendiri.”

“Aniyooo, iyung calah, mereka cayang kita..”

“Sudahlah, Cuo saja yang pulang, hyung mau pergi.”

“Noooo!!! Cuo ikut, Cuo temani Iyung..”

Dan mereka berdua akhirnya kembali melanjutkan perjalanan yang tak tentu arah itu dengan berbagai perasaan berputar dihati dan kepala kecil mereka. Suho yang tidak mengerti apa yang terjadi dengan hyungnya sedangkan minho yang masih kesal dengan apa yang terjadi padanya.

“Bagaimana ini? Kita harus melapor!!” Ucap salah satu namja berbaju hitam yang masih berkeliaran dijalan itu.

Saat itu pula nada dering iphonenya memecah kegalauan mereka dan semakin galau saat melihat siapa yang menghubungi mereka.

“Yeo-yeoboseyo??”

>Dimana mereka?< Tanya seseorang diseberang sana.

“K-kabur boss!!”

>WHATT!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN??<

“Sorry boss, kami tidak sengaja.”

>TIDAK ADA ALASAN, CARI MEREKA!!<

>Atau…KALIAN DIPECAT!!< Suara seseorang yang lain lagi membuat mereka semakin ketakutan.

Dan sambungan itupun diputus secara sepihak membuat mereka semua membeku ditempat dengan pandangan horror. Dan tiba-tiba.

“I-ITU MEREKA!! KEJAAARR” Seru salah satunya saat dari kejauhan melihat bayangan dua bocah yang sedari tadi mereka cari.

“Jangan sampai lolos!!”

“Iyung..” Ucap suho tiba-tiba membuat minho langsung melihat kebelakang dan nampaklah namja berbaju hitam yang sedang mengejar mereka.

“Cuo lariiiii!!!!” Seru minho sambil menarik suho berlari bersama tanpa sempat bocah kecil itu bertanya apa yang terjadi.

“Tuan muda!!” panggil namja itu bersamaan.

“Hhhyung, c-cuo nggak, hhlagi..” Suho benar-benar sudah tidak sanggup lagi meneruskan pelarian mereka sejak tadi.

Tapi minho tidak mendengarnya bahkan semakin mempercepat kakinya berlari tanpa mengingat suho juga berlari bersamanya. Sampai…

“Adduhhh!!!”

Tangan suho terlepas dari hyungnya karena kaki kecilnya terantuk trotoar dan seketika membuatnya jatuh diatas jalan hitam itu. Minho yang sadar teriakan suho langsung berhenti dan melihat dongsaengnya dibawah sudah memegang lututnya.

“S-suho..”

“Cakiiit, iyuuung~hiks..” Ucap suho saat menyadari lututnya berdarah dan perih.

“M-mianhae..” Jawab minho langsung ikut duduk dijalan didepat lutut suho yang lecet.

Bocah tampan itu langsung mengambil sapu tangannya dan menyapu luka lecet dilutut suho dengan sangat perlahan karena suho meringis pedih. Sesekali minho meniup perlahan agar perihnya sedikit menghilang dan kembali meminta maaf pada dongsaengnya.

“Mianhae..” Ucap minho menyesal.

“Aniyo, hyung” Jawab suho bergerak perlahan kedepan hyungnya dan meringkuk dalam pelukan minho yang terdiam melihatnya.

“Cudah sembuh…iyung tiup tadi.” Ucap suho dengan senyum manisnya.

“Jinjja??” Tanya minho tidak percaya.

“Mmh, tiup lagi, cekali lagi, pasti sembuh..” ucap suho dengan wajah polosnya membuat minho langsung melakukan apa yang diingingkan dongsaeng kesayangannya itu.

Setelah minho meniup lututnya perlahan secara berulang-ulang, suho langsung memeluk minho dengan erat dan menyembunyikan wajahnya dileher hyung kesayangannya itu. Dan tiba-tiba…

“Ehh, bukankah itu…” Ucap yeoja asing yang lewat didepan mereka.

“Mwo?? Iya!! Itu mereka.” Ucap seorang lagi.

“Aiishhh, kenapa seperti ini??” Gerutu minho sambil melihat kesana kemari mencari perlindungan.

“Iyung??”

“Cuo tenang saja, ayo piggy back.” Ucap minho tidak peduli pada orang-orang disana yang mulai mendekati mereka.

Saat itu tiba-tiba dua buah mobil mewah hitam mengkilap berhenti disamping jalan dan satu mobil dengan pintu belakang yang terbuka.

“Tuan muda” Panggil namja berbaju hitam yang mencari mereka dikursi depan.

Tanpa pikir panjang minho langsung berjalan tergesa-gesa menuju mobil itu dengan suho dipunggungnya lalu masuk di kursi belakang dan kedua mobil itu pun segera melaju pergi dari sana meninggalkan kerumunan orang yang mendesah kecewa dibelakang mereka.

“Tuan besar menunggu dirumah” Ucap satu namja yang duduk disamping pengemudi mobil mewah itu dan tidak dihiraukan minho.

Mobil itu terus melaju membelah kota seoul disiang hari sampai lama kelamaan mereka meniggalkan keramaian jantung kota seoul. Bmw berplat M 129 HO itu melaju diatas kecepatan rata-rata dijalan yang kini lebih sepi dan terlihat teduh dengan pohon-pohon rindang dipinggirnya.

Sampai mereka tiba didepan sebuah gerbang besar dengan lambang WK ditengahnya dan mobil itu boleh masuk setelah pengindai dilakukan oleh satpam disana.

Butuh 5 menit bagi mobil itu untuk sampai didepan pintu utama rumah mewah bergaya eropa yang sangat teduh dengan beberapa pohon besar disampingnya bahkan halamannya yang sangat luas itu terdapat danau kecil di depannya.

Istana indah yang jauh dari kebisingan kota.

Choi Resident.

229841_updown-court--rumah-termahal-di-dunia_663_382

Begitu sampai minho langsung menggendong suho dibelakangnya dan masuk ke dalam dengan 4 maid sudah menunggu didepan pintu. Tanpa berkata apa-apa minho segera masuk ke dalam dan sedikit terkejut melihat orang yang tidak ingin ditemuinya saat ini ada diruang tamu besar mereka.

Begitu mendengar suara langkahnya, orang itu langsung berpaling dan menatapnya penuh arti membuat minho semakin terpaku ditempatnya. Namja tampan itu berdiri melihat mereka berdua dengan teliti sampai matanya berakhir dilutut suho dan membuat keningnya berkerut bingung.

“Choi minho!” Ucap namja itu dengan suara datarnya.

“M-mianhae da-ddy, m-minho yang salah.” Jawab minho sambil mendekati daddy-nya itu perlahan.

“Memang!! Daddy butuh penjelasan.” Ucap daddynya sambil menyuruh minho menurunkan suho yang diam saja dan duduk didepannya.

Saat itu seorang namja tinggi yang sama tampannya atau lebih tepat dibilang cantik keluar dari ruang makan mereka dengan dua gelas susu hangat ditangannya. Lalu namja itu meletakkan susu itu meja didepan putranya dan segera duduk disamping namja tampan daddy mereka.

“Jelaskan.” Ucapnya datar.

Suho langsung mengambil susu itu dan meminumnya sampai habis lalu tanpa segan-segan mendekati namja cantik itu dan duduk dipangkuannya setelah mengecup pipi daddy-nya sebagai ucapan selamat datang.

“Mi-mianhae mommy..” Ucap minho melihat namja cantik itu dengan wajah menyesal.

“Apa yang mino lakukan? Apa kau tidak tahu kami khawatir? Kenapa tiba-tiba kabur seperti itu?”

“Mianhae..”

“Lalu kenapa suho sampai terluka? Apa dia jatuh? Apa yang kalian lakukan diluar sana??”

“Mommy~~~” panggil suho dengan pout dibibirnya membuat mommy-nya menatapnya tajam.

Bocah kecil itu langsung turun dari pangkuan mommy-nya dan berjalan perlahan kembali kesisi minho lalu duduk disana sambil bersandar pada bahu hyungnya itu.

“Cuo jatuh cendiri..mino hyung udah obati..” Ucap suho kemudian.

“Minho…” Panggil mommynya lagi.

Mau tidak mau minho pun mengangkat kepalanya dan melihat daddy tampannya sedang tersenyum menenangkan. Tanpa sadar keberaniannya muncul dipermukaan dan membuatnya menatap namja cantik mommy-nya itu tanpa keraguan.

“Minho capek!! Minho lelah!! Minho tidak tahan!!” Ucap minho tiba-tiba membuat mommy dan daddy-nya tersentak kaget.

“Minho…”

“Minho capek dikejar-kejar sebagai anak kalian!! Minho lelah diejek sebagai anak president, mommy!! Minho juga sudah tidak tahan dijaga oleh pengawal bodoh itu!! Minho tidak suka, minho benci semuanyaaa!!!”

“Choi minho!!!!” Panggil mommy-nya langsung berdiri saat bocah kecil itu berlari kekamarnya setelah mengeluarkan apa yang dirasakannya itu secara tiba-tiba.

Panggilan namja cantik itu hanya dijawab dengan suara pintu yang ditutup dengan keras hingga menimbulkan gema diruangan besar istana mereka.

“B-baby..” Panggil daddy-nya dengan lembut.

“Mommy kenapa malahin hyung??!! Hyung kecayangan cuo!! Mommy jahat!!” Jawab suho langsung memarahi mommy-nya lalu ikut berlari menuju kamar hyungnya yang ada dilantai atas.

“Hyung?” Panggil namja cantik itu.

“Ne??”

“Apa aku salah??”

“Mungkin waktunya yang tidak tepat.”

“Tapi…”

“Sssst…nanti kita bicarakan lagi.” Ucap namja tampan itu sambil memeluk namja cantik itu yang merupakan huswifenya sejak 7 tahun yang lalu.

“Biar hyung liat minho, hubungi majager katakan bahwa kita tidak bisa kembali” Lanjutnya kemudian mengecup kening huswifenya penuh sayang.

Kemudian namja tampan itu segera menyusul putra pertamanya diatas untuk menenangkannya dan meminta penjelasan dari putra tampannya itu. Sampai disana kamar besar yang biasanya rapi itu terlihat berantakan dengan berbagai mainan berserakan dilantai tembus pandang itu.

“Minho…” Panggilnya pelan.

“Kalian jahat, hiks.” Jawab minho dibalik selimutnya.

Namja tampan itu merunduk sedikit dan mengambil boneka kodok berukuran sedang yang tergeletak dilantai kamar itu dan membawanya ke ranjang lalu duduk disana.

“Jawab daddy, minho.” Ucap daddy-nya tiba-tiba dengan nada serius.

“Apa minho menyesal ada diantara kami?” Tanya daddy-nya tetap tenang namun membuat minho terpaku disana. “Apa minho tidak suka kami yang jadi orangtuamu?”

“T-tidak..” Jawab minho pelan namun bisa didengar daddy-nya dengan jelas.

“Apa minho berharap bukan mommy yang jadi mommy-mu? Atau sebenarnya minho jijik karna punya orangtua sesama namja??”

“Bukaaaaan!!!!!” Teriak minho langsung terduduk dengan airmata yang sudah penuh mengalir dipipinya. “Bukan daddy, bukan itu!!” Bantah minho sambil menggelengkan kepalanya.

“Maafkan kami karna tidak bisa memberi minho kehidupan normal seperti yang lainnya.” Ucap daddy-nya dengan nafas tercekat. “Maafkan kami karna kami tidak sempurna seperti seharusnya.”

“Tidaak!!”

“Jika minho ingin…minho boleh memilih, pilihlah, mungkin minho tidak akan menderita.”

“Tidak!! bukan!! Jangan, minho tidak mau!!!”

“Maafkan kami yang tidak bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna untukmu, apalagi dengan kesibukan kami yang tidak terduga membuat kami selalu meninggalkan rumah dan kalian.”

“Tapi minho harus tau, kalian berdua yang selama ini membuat kami ada sampai saat ini. Dan dengan semua yang kami dapatkan hanya untuk kalian berdua.”

“Dan jika minho meminta, kami akan melakukan apa saja untuk itu. Bahkan meninggalkan dunia kami selama ini, meninggalkan Super junior dan meninggalkan semuanya hanya untukmu.

“Jangan daddy, bukaaaaaaaaaan” Akhirnya minho menangis sekuat tenaganya seolah melepaskan semua sesak yang terasa didadanya saat pertama kali daddy-nya berbicara.

Memang tidak ada yang salah menjadi anak dari orang yang dikenal diseluruh korea atau bahkan diluar negeri. Hanya saja, mungkin minho kecil belum bisa menerimanya dengan cara yang benar hingga membuatnya lelah sendiri.

Ya, Choi minho dan Choi suho merupakan dua putra kebanggaan yang dimiliki Choi siwon dan Cho-I kyuhyun yang dikenal sebagai dua member paling disoroti didalam Grup band terkenal dan popular di Negara itu sendiri dan luar negeri. Super Junior.

Karena hal itulah yang membuat minho dan suho dijaga 4 pengawal berbaju hitam yang selalu stand by di gerbang sekolah mereka dengan sigapnya. 2 pengawal dalam satu mobil, satu mobil untuk mereka dan satunya lagi mengikuti dari belakang.

Karena itu juga minho sering diejek teman-temannya yang mengatakan minho dijaga melebihi anak presiden Negara ini. Mereka selalu mengelu-elukan nama super junior dimana orangtuanya berada membuat minho gerah sampai membuatnya tidak ingin berteman dengan mereka.

Sedangkan rumah mereka yang terletak jauh dari kebisingan kota seoul agar tidak memudahkan para pers merusak kehidupan pribadi mereka. Semakin membuat bocah kecil itu tidak punya teman dan hanya dikelilingi pohon rindang dan maid mereka.

Dan hari ini puncak kekesalan minho berujung pada kejahilan temannya yang mengatakan daddy dan mommy mereka selalu berdekatan di atas panggung. Bahkan tidak segan-segan memperlihatkan ikatan mereka berdua pada dunia.

Walau sebagian tidak ada yang tahu hubungan mereka sebenarnya, tapi banyak lagi yang menyadari apa yang ada diantara mereka. Mengingat hal itu membuat wajah minho memerah menahan marah dan malu hingga akhirnya bocah tampan itu meninggalkan kelasnya dan berlari ke gerbang.

Saat itu suho yang sedang bermain diluar melihatnya juga langsung berlari mengikuti langkahnya sampai masuk ke mobil dan pergi darisana. Bodyguard mereka yang tinggal dibelakang segera mengambil tas keduanya dan menyusul mobil minho yang sudah pergi duluan.

Namun tiba ditengah jalan mobil mereka dicegat pers yang entah dari mana mengetahui keberadaan mereka diluar. Jika disekolah para wartawan itu tidak pernah bisa mendekat, karena sekolah itu memang khusus untuk anak-anak yang dispecialkan, seperti anak presiden salah satunya.

Kekesalan minho mencapai puncaknya dengan kemacetan yang dibuat para wartawan itu hingga membuatnya berbohong sedikit dengan mengatakan ingin segera ke kamar kecil. Dengan begitu sopir sekaligus bodyguardnya yang pertama langsung mencari celah saat dua bodyguard lain menyuruh wartawan itu untuk mundur.

Dan mereka pun pergi dari sana sampai jauh dan berhenti ditempat pom bensin terdekat agar minho bisa segera ke kamar kecil seperti yang dikatakannya tadi. Tanpa pikir panjang minho langsung keluar dari sana sambil menarik suho bersamanya dan lari menjauh sebelum bodyguard mereka menyadarinya.

Dan sampailah pada detik ini yang membuatnya semakin menyesal atas tindakan dan kata-katanya sendiri.

“Sssst…mianhae, mianhae my babyboy.” Ucap siwon sambil menarik minho kepelukannya dan memeluknya dengan erat memberi kehangatan.

“Hk..m-mian..hk,,ne..” isak minho kehilangan kata-katanya.

“Mianhae juga untuk minho.” Jawab siwon dengan senyum manisnya membuat minho menggelengkan kepalanya.

“Mi-mino yang salah…”

“Sssst, daddy sayang mino, mommy juga.” Ucap siwon lagi membuat tubuh minho sedikit tersentak dengan kata mommy yang diucapkannya.

“Mommy sayang minho lebih dari apapun yang dia punya.”

Dan minho kembali menangis penuh penyesalan sambil memeluk daddy-nya dengan erat sebagai ucapan maafnya yang terasa tidak akan pernah cukup atas tindakannya.

Sampai beberapa menit kedepan siwon terus memeluk putranya sambil menepuk-nepuk perlahan punggung minho sampai nafas minho terasa teratur lembut didadanya.

Lalu namja tampan itu pun segera menidurkan minho kembali dan menyelimutinya dengan baik lalu keluar dari sana setelah mengecup kening minho penuh sayang.

Setelah siwon menutup pintu kamar itu perlahan barulah namja tampan itu sadar bahwa didepannya terdapat kyuhyun yang bersandar didinding dengan kedua tangan dibelakangnya dan sebelah kakinya menjulur kedepan.

Sedangkan wajah cantik itu merunduk melihat kebawah sambil menggigit bibir bawahnya menahan perasaannya sendiri.

Tanpa kata-kata siwon langsung menangkup pipi chubby putih itu hingga pemiliknya langsung menatapnya dengan mata yang diyakini siwon sudah basah.

“He’ll be fine.” Ucap siwon dengan senyum lembut membuat apa yang ditahan kyuhyun tumpah seketika.

Setetes airmata mengalir disudut mata bulat kyuhyun dan berhenti ditelapak tangan siwon yang terasa hangat. Siwon yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menggerakkan ibu jarinya menghapus jejak cairan bening itu.

“Let’s take a rest.” Ucap siwon kemudian menarik tangan kyuhyun lalu pergi dari sana menuju kamar mereka.

Siwon dan kyuhyun bertemu secara tidak sengaja saat pertama kali kyuhyun diperkenalkan sebagai anggota ke 13 dari Super junior yang saat itu dikenal dengan 12 namja tampan. Kyuhyun yang menjadi magnae tiba-tiba disana menjadi kesayangan semua member tentu saja setelah pengorbanan dan usaha yang dilakukannya.

Seiring berjalannya waktu siwon yang merupakan visual grup dan paling tampan diantaranya membuat kyuhyun selalu bangga padanya. Apalagi dengan semua perhatian yang diberikan namja tampan itu untuknya membuat perasaan bangga kyuhyun berubah menjadi cinta.

Bagai sudah ditakdirkan untuk bersama, saat kyuhyun ingin menyatakan cintanya siwon sudah duluan mengajaknya berkencan dan menyatakan cinta untuk magnae kesayangannya itu.

Dua tahun setelah hari itu mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama dan membuat ikatan mereka semakin kuat dengan ikatan pernikahan. Dengan restu orangtua yang sulit didapatkan dari Appa choi dan dukungan semua member membuat mereka resmi menjadi pasangan menikah di pertengahan tahun 2007.

Setelah kecelakaan yang menimpa Super junior dan magnae mereka yang paling parah membuat siwon yakin bahwa dirinya tidak ingin kehilangan namja cantik yang sudah diberikan kehidupan kedua dan kesempatan kedua untuknya. (Jangan percaya…Saia mengarang Indah..kkkkk)

Seolah kebahagiaan tidak pernah lekang dari kehidupan mereka hingga setahun berikutnya mereka dikarunia putra tampan yang mereka beri nama Choi minho.

Keajaiban untuk kyuhyun yang bisa mengandung layaknya yeoja semakin membuat hidup mereka sempurna. Apalagi dua tahun kemudian mereka kembali mendapatkan buah cinta mereka yang mereka beri nama Choi suho yang kini berumur 6 tahun umur korea dan masih dengan bahasa cadelnya.

Kehidupan mereka yang penuh kebahagiaan ditengah kesibukan yang mereka jalani tidak pernah membuat keduanya lelah dan menyerah karena dua malaikat kesayangan mereka yang selalu menunggu dirumah.

Selama ini mereka telah sanggup hidup dalam rahasia dan persembunyian yang dilakukan kerana tidak ingin ada yang merusak kebahagiaan kecil mereka sampai 8 tahun umur minho sekarang, semuanya tergoyahkan.

“Aku tidak bisa berfikir kalau dia benar-benar menyesal hyung~” Ucap kyuhyun tiba-tiba membuat siwon langsung berhenti dan melihat huswife cantiknya.

“Dia menyesal sudah bersikap seperti itu.” Jawab siwon penuh ketenangan namun tidak bisa menghilangkan kesedihan diwajah cantik kyuhyun.

“A-aku tidak bisa~” Ucap kyuhyun lagi sambil menggelengkan kepalanya dan kembali menunduk.

Tanpa menjawab apa-apa siwon segera meraup tubuh kyuhyun kepelukannya dan memeluknya seerat mungkin untuk menenangkannya. Namun yang terjadi bahu kyuhyun semakin bergetar seiring dengan isakan-isakan kecil terdengar dari mulutnya.

Kyuhyun menangis tertahan dileher siwon yang menyebabkan baju namja tampan suaminya itu basah oleh airmatanya. Namun siwon tidak peduli, asal semua itu terbayarkan dengan ketenangan yang bisa diberikannya untuk kyuhyun walau hanya dengan sebuah pelukan.

Setelah merasa kyuhyun tenang siwon segera membawanya ke kamar dan merebahkannya diranjang mereka lalu menyelimutinya dengan benar. Namja tampan itu tahu kyuhyun tidak tidur walau mata cantiknya itu sedari tadi terpejam.

Tanpa mengatakan apa-apa siwon mengecup kening kyuhyun penuh sayang sambil membisikkan kata cinta lalu keluar dari sana setelah menutup pintu kamar mereka. Namja tampan itu ingin berbicara dengan putra keduanya yang ternyata sudah tidur dengan nyaman dibawah selimutnya.

Setelah yakin kyuhyun yang melakukannya siwon segera turun ke bawah dan menghubungi hyung-hyungnya untuk mengatakan bahwa mereka baik-baik saja. Karena namja tampan itu yakin bahwa ahjussi-ahjussi tampan itu sangat mengkhawatirkan mereka, khususnya 2 putra kesayangan mereka bersama.

Hari pun berlalu dengan keheningan dirumah mewah tingkat dua itu dengan tuan rumah yang berada terpisah-pisah dilaiin ruangan.

Siwon ada ruang makan sedang menunggu yang lain turun untuk makan malam, namun sepertinya tidak ada yang selera dengan apapun yang sudah dihidangkan disana.

Kerana kyuhyun masih betah di kamarnya bermain game ditemani suho yang sudah tidak merajuk lagi, sedangkan minho masih tidak ingin keluar dari kamarnya walau siwon tahu bocah itu sudah bangun dari tidurnya.

Saat siwon berdiri hendak menyusul mereka nampaklah kyuhyun turun dengan suho menggandeng tangannya sambil tersenyum garing padanya. Siwon sedikit bernafas lega melihat huswifenya ingat juga untuk makan walau suasana hatinya sedang tidak enak.

“Daddyyy..cuo lapal..” Seru suho langsung berlari kepangkuan daddy-nya.

“Ohooo, anak daddy masih aja cadel, eoh? Kapan besarnya??” Tanya siwon sengaja sambil mengulurkan tangannya pada kyuhyun.

Namja cantik itu langsung menyambut tangan suaminya itu lalu menggenggamnya sekilas dan melepasnya lagi saat sudah duduk ditempatnya. Kyuhyun sengaja mengedipkan kedua matanya dengan imut untuk menghilangkan pout dibibir suho karna ejekan daddy-nya tadi.

“Ayo makan..” Ajak siwon dengan senyum dua dimplenya.

Kyuhyun langsung melihat kearah tangga kamar minho dan kembali menghela nafasnya kemudian mengambil makanan untuk suho yang sudah duduk disampingnya. Sementara piringnya sudah diisi siwon dengan makanan kesukaannya.

“Minho tidak ingin keluar.” Gumam siwon pelan dan dibalas anggukan kyuhyun.

“Nanti hyung antarkan makan malam, tenang saja.” Ucapnya kemudian membuat kyuhyun tersenyum lemah melihatnya.

“Iyung marah sama mommy???” Tanya suho dengan kepala yang dimiringkan.

“Mmm, aniyo..” Jawab kyuhyun langsung menyunggingkan senyum manisnya.

“Mm, kalau calah minta maaf mommy, pasti iyung nggak malah lagi, cama cuo begitu.” Ucap bocah itu dengan wajah polosnya membuat kedua namja dewasa itu tersenyum bangga melihatnya.

“Nanti mommy minta maaf, sekarang cuo makan ne??” Jawab kyuhyun kemudian yang dibalas anggukan suho dengan penuh semangat.

Mereka pun menghabiskan makan malam mereka dalam keheningan yang tidak seperti biasanya membuat siwon atau kyuhyun tidak tahu harus memulai darimana untuk memecah kesunyian itu.

Sampai semuanya selesai dan mereka kembali ke ruang utama untuk menghabiskan waktu sebelum tidur, minho tidak juga keluar dari kamarnya. Walau siwon sudah membujuknya dan kyuhyun sudah meminta maaf seperti yang diinginkan suho.

Minho masih tidak bisa bertemu dengan wajah mommy yang sangat dicintainya itu setelah kata-kata yang tidak sopan yang sudah diucapkannya beberapa jam yang lalu. Walau minho mendengar dengan jelas suara indah mommy-nya meminta maaf dari balik pintu kamarnya.

Hal itu hanya semakin membuat airmatanya yang masih saja mengalir tidak tahu cara menghentikannya lagi.

Sampai keesokan harinya…

Minho yang selalu tepat waktu sudah siap dengan seragam sekolahnya dan sudah berdiri di anak tangga terakhir yang membuat semua menatapnya tidak percaya. Namun siwon daddy-nya langsung tersenyum manis penuh ketenangan sambil mengajaknya untuk sarapan bersama.

Dengan penuh keraguan minho segera melangkahkan kakinya menginjak dapur mereka dengan perasaan tidak menentu karna akan bertemu dengan mommy-nya. Tapi saat minho tiba disana hanya ada suho yang sedang disuapi sarapan oleh maid mereka.

Tanpa sengaja minho mengedarkan pandangannya mencari orang yang sangat ingin dilihat wajahnya saat itu kerana sudah lama rasanya tidak melihat mommy-nya tercinta.

“Mommy ada syuting pagi.” Ucap daddy-nya tiba-tiba membuatnya sedikit tersentak.

“Pagi sekali…” Gumam minho pelan namun bisa didengar siwon dengan jelas.

“Kewajiban, Babyboy. Sekarang makanlah, bekalmu sudah disiapkan mommy.” Ucap siwon mendekati putra keduanya yang sudah hampir siap.

“Daddy mau kemana?” Tanya suho melihat daddy-nya sudah berbalut coatnya yang tebal.

“Daddy mau menyusul mommy..”

“Ohh, tanda tangan dulu.” Ucap suho tiba-tiba menyodorkan postcard kecil bergambar siwon disana.

“Untuk apa??” Tanya siwon bingung.

“Teman cuo minta tolong.” Jawab suho dengan wajah tidak senang.

“Ohh…mianhae~” Siwon langsung mendekat dan mengambil postcard itu dan memberi sign atas namanya. “Mianhae, merepotkan Cuo.” Lanjutnya lagi dengan senyuman manisnya.

“No ploblem, daddy tampan cih.” Jawab suho dengan wajah sok tenangnya membuat siwon langsung mengacak rambut putranya itu dengan gemas.

Minho hanya bisa melihat adegan simple itu yang membuat kerinduannya semakin memuncak dengan wajah lesu dan menyesal.

Kenapa dia harus protes pada kehidupan mereka yang sudah lama memang seperti itu adanya hingga tidak ada cara untuk mengubahnya. Apa benar dia menyesal seperti yang dikatakan daddy-nya?

‘Tidak’ bantahnya sendiri dalam hati.

“Minho!?”

“Tidak!!!”

“Mwooo??”

“Ahahahahha, hyung aneeh!!!”

Tawa suho yang tiba-tiba membuat minho menyadari kesalahannya menjawab panggilan daddy-nya sedari tadi. Minho masih larut dalam pikirannya sendiri hingga menjawab apa yang terlintas saat panggilan namanya terdengar.

“Minho kenapa?” Tanya daddynya langsung melihatnya dengan wajah khawatir.

“Ani, ayo pergi, minho sarapan disekolah.” Jawab bocah tampan itu langsung mengambil bekalnya yang pasti sudah disusun rapi oleh mommy-nya tercinta.

Siwon hanya bisa melihat putra pertamanya itu dengan tatapan penuh selidik sampai tangan suho masuk perlahan dalam telapak tangannya yang besar membuatnya langsung menggenggam tangan kecil itu dengan lembut.

“Ayo..” Ucapnya kemudian segera keluar dari istana mereka.

Namja tampan itu langsung menuju sekolah minho dan suho yang terkenal dengan semua anak orang terkenal dikorea ada disana. Setelah itu siwon segera menuju gedung KBS untuk menemani huswifenya yang sedang mengisi acara live disalah satu stasiun televisi swasta.

Jika tidak disibukkan dengan jadwalnya sendiri siwon pasti menyempatkan waktunya untuk bersama kyuhyun kerana waktu mereka untuk bersama seperti selalu diputuskan oleh kontrak. Yang selalu mengharuskannya melakukan kegiatan diluar dan tempat yang berbeda dengan kyuhyun.

“Baby..hyung kesana ne?” Tanya siwon setelah menghubungi kyuhyun dalam mobilnya.

>Jangan, hyung tunggu di rumah saja. Biar mereka pulang ada daddy-nya< Jawab kyuhyun cepat.

“Tapi~~”

>Jangan pout!!< Protes kyuhyun membuat siwon langsung melihat Hp-nya.

‘Dia bisa lihat’ Pikir siwon bodoh.

>Aku tau dari nadamu, hyung~< Jawab kyuhyun menjawab pikiran siwon.

“Ahh, ne…jadi…”

>Tunggulah dirumah, minho sedang tidak baik<

“Baiklah, take care My baby..”

>I love you..<

“Ahh, Absolutely love you too…”

>Bye, hyung~<

“Muaccch”

Tututututut… kyuhyun memutuskan sambungan sebelah pihak dengan pipinya yang merona sampai ketelinganya membuat para kru disana melihatnya cekikikan. Namja cantik itu hanya memberi rekan kerjanya itu death glarenya yang mematikan sampai mereka kembali bekerja.

Setelah melihat wallpaper hp-nya yang terdapat foto mereka berempat, kyuhyun segera kembali pada kesibukannya sambil menghela nafas lelah.

***

Hari ini tidak beda dengan hari lainnya saat minho keluar dari kelasnya beristirahat, salah satu temannya menyikut lengannya dengan sengaja agar dia melihat apa yang ditunjukkan temannya itu padanya.

Saat melihatnya minho hanya bisa menghela nafas dan langsung berpaling segera menuju kelas dongsaengnya untuk mengajaknya makan bekal mereka. Dua bodyguardnya sudah berdiri di pintu gerbang sekolah itu dengan sigapnya.

“Iyung, ahjussi itu ada lagi.” Ucap suho begitu mereka sudah bersama.

“Mereka kan untuk menjaga kalian.” Ucap bocah kecil temannya yang lain.

Saat ini mereka ada dibangku halaman sekolah elit itu yang terdapat banyak bangku dan pohon-pohon rindang penghalang mereka dari panasnya matahari.

“Ne, orangtua mereka overprotective” Jawab yang lain lagi.

“Bagaimana tidak, mereka kan orang terkenal.”

“Tapi buat malu, tau!!” Protes minho.

“Bagaimana kalau kalian diculik, ayoo?”

“Hussh, jangan macam-macam!!” Protes yang lain.

“Ehh, siapa tahu~ Diminta tebusan? Dicincang? Dikasih ayam?? Gimana coba??”

“Heeyy, jangan sembarangan, dongsaengku takut ini!!” Ucap minho kesal saat merasakan suho semakin meringkuk dibelakangnya.

“Iyuuung~~” Panggil suho dengan raut wajah ketakutan.

“Jangan percaya, mereka kebanyakan nonton film.” Ucap minho menenangkan.

Bocah tampan itu tanpa sengaja melihat ke depan gerbang sekolahnya dan mulai memikirkan semua percakapan teman-temannya itu. Sebelah hatinya membenarkan setiap perkataan mereka yang mengira bodyguard itu dipakai untuk keamanannya dan suho.

Dunia ini tidak seindah istana mereka yang aman, nyaman setiap hari selama 24 jam.

‘Apa mommy juga berpikir seperti mereka?’ Tanya minho dalam hati.

“Iyung, anti pulang kelumah telus ne, cuo takut~” Ucap suho setengah berbisik membuat minho langsung menatap semua temannya dengan tatapan tajamnya.

Mereka semua pun meminta maaf pada suho dan mengatakan itu hanya candaan mereka yang membuat suho bernafas lega dan memberi mereka semua senyum polosnya yang menggemaskan.

Sampai bel berbunyi mereka semua akhirnya kembali ke kelas dan mengikuti semua pelajaran sampai waktu pulang sekolah tiba.

**

Minho langsung menggeret suho yang masih asyik bermain dengan temannya di halaman sekolah itu untuk segera pulang. Bocah tampan itu langsung menuju gerbang sekolah yang sudah ditunggu mobil mewahnya disana. Mercedes Benz S550 dan Cadillac ELR.

Namun saat mereka tiba di gerbang itu bukanlah kedua mobil mewah yang dipakai bodyguard mereka ada disana. Namun sebuah jeep besar hitam yang tepat berdiri di depan gerbang hingga begitu mereka sampai tanpa aba-aba keduanya langsung ditarik masuk dalam jeep tersebut.

“Apa-apaan ini!!” Tanya minho dengan beraninya sambil berontak.

Namun tidak ada siapapun yang menyahut walau dengan jelas didalam mobil itu terdapat 5 namja yang semuanya memakai penutup kepala yang menutupi seluruh wajah hingga wajah mereka tidak bisa dikenali. Dua didepan kursi pengemudi, dua disamping mereka berdua dan 1 lagi dibelakang mereka mengawasi.

‘Apa kami diculik? Tidak mungkin!! Kemana ahjussi bodyguard tadi??’ Tanya minho dalam hati.

Saat itu minho sadar bahwa suho hanya diam saja sambil menggenggam lengannya dengan kuat membuatnya langsung memeluk dongsaeng kesayangannya itu protective.

“Mau dibawa kemana kami? Siapa kalian? Mau apa??” Tanya minho lagi membuat salah satu namja didepan melihat kearahnya.

“Tentu saja itu bukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban, smartboy!” Jawabnya datar.

“Untuk apa menculik kami? Kalian tidak akan dapat apa-apa!!”

“Ohh, please!! Kami akan dapat semuanya dalam 1 menit.” Jawab namja disampingnya dengan nada mengejek.

“Meminta tebusan dari seorang Choi siwon merupakan impian terbesarku dalam sejarah menculik” ucap namja dibelakang minho dengan nada menghayal sampai minho tidak sengaja memutar bola matanya.

“Menculik jadi sejarah!! Sadarlah ahjussi!!”

“Diam kau bocah!! Jangan banyak omong!!”

“Cihh!”

“Kau~!! Tidak bisa diam seperti dia, hmm??” Tanya namja satu lagi sambil memegang pipi suho membuat bocah kecil itu semakin ketakutan.

“Jangan sentuh dia!!!” Gertak minho sambil menepis tangan namja itu dengan kasar.

“Ah, dia punya nyali juga…ahahaha.” Tawa namja itu berlebihan namun. “Berani sekali kau!!!” Ucapnya tajam sambil mencekik leher minho dengan geramnya.

“Jangan berlebihan! Lepaskan!” Ucap namja pengemudi yang sedar tadi diam saja membuat namja yang mencekik minho langsung melepasnya.

“Iyung~” Bisik suho khawatir sambil meraba leher hyungnya perlahan.

“Gwenchana, ada hyung.” Jawab minho sambil mengeratkan pelukannya.

Setengah hati minho mengutuk teman-temannya yang pernah berhayal mengenai hal ini yang kini menjadi kenyataan. Sedang sebelah hatinya lagi semakin yakin bahwa semua yang dilakukan mommy untuk mereka adalah benar.

Hal yang pertama dihindari mommy mereka kini benar-benar terjadi. Karna dari awal bodyguard itu ada adalah keputusan mommy yang tidak bisa dibantah daddy mereka. Alasan pertama untuk menjaga mereka dari hal yang paling buruk yang tidak mereka inginkan.

Sedangkan alasan kedua agar minho dan suho terjaga dari para pers yang ingin mengetahui seluk beluk keluarga mereka yang selama ini masih sangat terlindungi dari berbagai pertanyaan.

Tapi sekarang…

‘Mianhae mommy’ Ucap minho dalam hati.

Dan entah berapa lama mobil itu terus melaju dan entah dimana mereka sekarang berada kerana minho tidak bisa melihat keluar jendela yang semuanya hitam dan tertutup tirai. Tapi beberapa saat kemudian mobil hitam itu berhenti disebuah padang ilalang yang terdapat gubuk atau lumbung yang besar.

Minho dan suho langsung diturunkan dari sana dan diseret memasuki lumbung yang tidak apapun didalamnya kecuali jerami kering yang bertebaran dimana-mana. Ketiga namja lainnya mengikuti mereka dengan padangan was-was dan penuh selidik kesana kemari.

Sampai didalam minho dan suho langsung diikat kedua tangan mereka kebelakang dan tidak ada satu pun dari mereka yang memulai pembicaraan seperti tadi dimobil. Setelah itu minho langsung didudukan ditengah ruangan itu sedang suho akan mereka bawa ketempat lain.

“Mau dibawa kemana?” Tanya minho bingung.

“Kami ingin bermain-main sedikit.” Jawab namja yang memegang suho didalam mobil tadi.

“Sudah kubilang jangan sentuh dia!!!” Teriak minho kembali kesal tiba-tiba.

“Bukan urusanmu bocah!!” Jawab namja itu.

Langsung saja minho berlari dan menerjang namja itu dengan bahunya agar menjauh dari suho. Karna kuatnya gerakan minho membuat namja itu terhuyung-hyung dan hampir saja terjatuh dilantai.

“Jangan sentuh dia!!” Ulang minho dengan tatapan tajamnya yang mengerikan.

“Berani sekali kau bocah! Aku tidak akan segan-segan.” Ucap namja itu langsung kesal melihat tatapan minho.

Tanpa menghiraukannya lagi namja sedikit kurus itu langsung menarik suho menjauh dan namja lain lagi menarik minho ke tempatnya semula membuat minho dilanda kepanikan tiba-tiba.

“Nooo, no, no, jangan, please!! Jangan apa-apakan dongsaengku, dia tidak tahu apa-apa aku yang salah, kumohon, lepaskan dia!! Kalian boleh pukul aku saja jangan dia, kumohonn!!!”

Namun tidak ada yang mendengar perkataannya saat suho dibawa keruangan lain dengan pintu yang tertutup dengan rapat dan meninggalkan minho seorang diri tanpa bisa apa-apa.

“Iyyu~~ng..” Darisana suara suho terdengar bergetar dan menangis.

“SUHOOOO~~!!!!” Teriak minho akhirnya benar-benar ketakutan. “Lepaskan dia, kumohon~~~” Pinta minho lagi.

Bocah tampan itu tidak bisa membayangkan apa yang mereka lakukan pada bocah kecil dongsaeng kesayangannya itu. Terlebih lagi tidak ada yang bisa dilakukannya untuk menyelamatkan suho dari semua yang sudah terjadi itu.

“Jangan sakiti suho, hiks. Dia tidak salah, aku saja, please…pukul aku saja…hiks…mommyyyy~~” Tangis minho akhirnya merasa dirinya tidak berdaya.

“Tolongin mino, suho, daddy…mianhae…”

“Waaah, kau bisa menangis juga ya??” Tanya namja keempat yang sedari tadi menghilang disana.

“Saatnya permainan dimulai.” Jawab namja kurus yang membawa suho ke ruangan tadi.

“DIMANA SUHOOO!!!” Tanya minho langsung begitu melihatnya.

“Ohh, mungkin dia kelelahan!!”

“Mwoo?? Apa yang kau lakukan, brengsek!!!”

“Heyy, yang sopan sedikit, bocah terhormat!!”

“Tidak perlu sopan untuk orang seperti kalian, kembalikan suho!!!” Ucap minho tajam sambil menghapus airmatanya.

“Dia bocah paling berani yang pernah kutemui” Gumam namja yang ada dipaling belakang didalam mobil tadi.

Sekarang mereka semua mulai berkumpul didepan minho dengan namja pengemudi tadi yang seperti leader mereka kerana tidak banyak bicara dan mereka mendengarkan apa yang dia katakan.

“Sekarang jadilah anak baik, kami akan menghubungi orangtuamu.”

“Mommy!!!”

“Ssssst…” Ucap namja itu samba mendengar nada tersambung di hp-nya.

Beberapa detik kemudian…

>Yeoboseyeo??< Suara yang sangat dikenali minho terdengar sangat jauh ditelinganya membuat minho tiba-tiba sangat merindukan sosok orang itu memeluknya.

‘Mommy~’ Tanpa sadar airmata minho kembali mengalir hanya dengan suara lembut nan menenangkan itu.

“Bisa bicara dengan Cho Kyuhyun atau Choi Kyuhyun??” Tanya namja itu melihat dengan smirknya.

>S-saya sendiri< Jawab kyuhyun sedikit ragu.

“Kami ingin kau tahu wahai namja cantik, anak-anakmu ada disini bersama kami”

>Siapa kalian? Kenapa mereka bersamamu? Dan aku namja bukan cantik!!<

“Kami tidak sengaja menjemputnya disekolah”

>JANGAN BERCANDA!!<

“Ouh!! Sabar dulu, mereka baik-baik saja disini..”

>Aku tidak percaya!<

“Ooo..ooo, coba dengarlah..”

Namja itu langsung mendekatkan hp-nya pada minho yang memilih diam saja daripada membuat mommy-nya khawatir dan semakin merasa bersalah. Tapi itu bukan yang diinginkan penculik mereka yang ingin menunjukkan bukti pada mommy-nya.

“Say something!” Ucap namja itu tajam.

“M-mianhae…m-mom-my” Ucap minho dengan nada bergetar.

Bagai diterpa hantaman keras kyuhyun jatuh terduduk dilantai saat mendengar suara buah hati kesayangannya itu tengah ketakutan. Namun kenyataan langsung membawanya kembali kedunia nyata hingga kyuhyun menggenggam iphonenya dengan sekuat tenaga.

>M-minho?< Panggilnya ragu.

“Mianhae mommy, suho…suho..”

“Sudah cukup, kau percaya sekarang??” Tanya namja itu langsung menjauh kembali dari minho.

>Kau apakan mereka??< Tanya kyuhyun menggertakkan giginya dengan geram.

“Owh, mereka baik-baik saja”

>Lalu apa maumu??<

“Kau sangat mengerti Ny.Choi..”

>Orang bodoh pun tahu apa yang kalian inginkan!!<

“Mulutnya sama tajam-nya” Gumam namja itu sambil melihat minho.

>APA YANG KALIAN MAU??< Tanya kyuhyun sekali lagi.

“Hey, aku tidak tuli, dengarkan baik-baik. Aku ingin semua yang kalian punya, rumah mewah itu dan seluruh isinya, semua mobil kalian termasuk yang dipakai bodyguard mereka, dan semua asset kalian yang sudah dibentuk dalam saham atau pun property.”

>……<

“Satu lagi…batalkan seluruh kontrak kalian dengan managemen. Dan kalian tidak punya apa-apa lagi.”

>……< Tidak ada jawaban dari kyuhyun yang sedang berpikir.

“Apa kau ragu??”

>Ambil semua yang kau inginkan dan kembalikan mereka<

“Begitu mudahnya, Ny. Choi?”

>Tapi dengan satu syarat<

“Sebutkan…”

>Jangan sentuh mereka seujung kukupun atau kau akan membayarnya dengan seluruh tubuhmu, ingat itu!!<

“…….”

>Kalian dengar?!?!<

“Tentu saja, Ny. Choi. Alamatnya akan aku kirimkan sms.”

>Eum!! Satu lagi…<

“Ne??”

>Jangan memanggilku Ny.Choi, Brengsek!!!<

Kyuhyun langsung memutus sambungannya sepihak membuat yang menelpon-nya itu hanya bisa menatap hp mereka dengan mulut terbuka dan tidak percaya.

“B-bukankah kita yang harus menutupnya??” Tanya namja itu tanpa sadar dan diiyakan namja lainnya.

“But, Who care?! Kita akan kaya mendadak…” lanjutnya kemudian dengan senangnya.

“Mereka tidak peduli kehilangan segalanya, asal kedua bocah itu tidak apa-apa.” Ucap namja satu lagi sambil menatap minho yang masih dalam lamunannya.

Bocah kecil itu masih memutar ulang percakapan mommy-nya dan penculik itu yang meminta tebusan semua yang mereka miliki. Dan mommy-nya menyerahkan segalanya dalam satu menit seperti yang dikatakan para penculik itu dari awal.

Tidak ada yang bisa dikatakan atau dilakukan minho lagi saat mereka semua meninggalkannya untuk merayakan keberhasilan mereka. Bocah tampan itu langsung meringkuk ditempatnya dan menangis dengan sedih sambil terus memanggil nama suho yang belum dikembalikan padanya.

“Maafkan hyung~ babyCu.” Gumam minho sebelum akhirnya hilang kesadarannya.

Entah berapa lama minho tertidur sampai dia tidak sadar bahwa semua orang sudah kembali dan berdiri berpencar diseluruh ruangan itu memerhatikannya.

“Bangun bocah, umma-mu akan segera datang.” Ucap namja yang menjabat sebagai leader mereka.

Minho membuka matanya dengan susah payah karena kelelahan menangis yang membuat matanya sembab dan tertutup rapat oleh airmata. Setelah menyesuaikan pandangannya minho melihat namja bertubuh mungil mendekatinya dan membawakan minum untuknya.

“Minumlah..” Ucap namja itu dengan suara yang aneh.

Suara mereka semua memang terdengar aneh karna tertutup kain yang ada pada sebagian wajah mereka untuk menyembunyikan identitas mereka sebenarnya.

“Mana suho?” Tanya minho penuh harap membuat namja itu terdiam beberapa saat.

“Dia baik-baik saja, percayalah.” Jawabnya meyakinkan.

Dan minho pun meraih gelas ditangan namja itu dan meminum airnya sampai habis. Saat itu pula terdengar gaduh diluar dengan suara mobil yang berhenti mendadak.

“Apa itu polisi?” Tanya namja didepan minho.

“Bukan! Itu polusi.” Jawab namja yang menurut minho selalu aneh dari mereka semua.

“Kau ini, jangan bercanda, sana lihat!!” Namja yang membawa suho menggertak temannya sendiri.

“Itu mereka…” Jawab namja yang sedari tadi menjaga pintu untuk mereka.

“Buka pintunya lebar-lebar.” Ucap leader mereka yang langsung dituruti namja itu.

Minho dengan penuh semangat berdiri dan melihat keluar yang dipenuhi rumput ilalang setinggi bawah pinggang orang dewasa itu.

Dari jauh minho bisa melihat dengan jelas gerakan-gerakan rumput itu dan lama kelamaan semakin memperjelas apa yang membuat mereka bergerak tak beraturan. Seorang namja sedang berlari dengan susah payah menerjang rumput liar itu agar bisa sampai ditempatnya.

Namja itu tidak lain adalah Mommy-nya, Choi Kyuhyun dan dibelakangnya terlihat daddy tampannya membawa tas yang bisa dipastikan semua permintaan penculiknya ada disana.

Kyuhyun tidak menunggu suaminya turun dari mobil saat mereka tiba dialamat yang ditujukan penculik minho dan suho. Namja cantik itu langsung berlari sendirian begitu melihat lumbung itu satu-satunya yang ada disana.

Begitu sampai dipintu yang terbuka lebar itu kyuhyun langsung menopang lututnya dan bernafas dengan normal secara teratur. Kesehatannya memang berbeda dari namja atau member yang lain yang bisa melakukan semuanya diluar batas kemampuan mereka.

Tapi kyuhyun tidak…

“Selamat datang, Ny.choi.” Sapa leader itu dengan tenangnya begitu melihat kyuhyun dan siwon dibelakangnya.

Kyuhyun yang mendengar suara namja itu langsung berdiri tegak dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan berhenti pada sosok kecil yang berdiri ditengah ruangan menatapnya penuh kesedihan.

“M-minho??”

“Mommy..” Jawab bocah itu tersenyum dengan manisnya walau wajahnya basah oleh airmata.

Seketika kyuhyun merosot dilantai bahkan sebelum siwon sempat menangkap tubuhnya yang lemas seperti kehilangan seluruh tulangnya. Namja cantik itu melepas semua kekhawatirannya yang dia pendam selama beberapa jam yang lalu.

Melihat minho baik-baik saja membuatnya menghela nafas lega sambil duduk dilantai sambil terus menatap putra pertamanya dan kebingungan saat menyadari suho tidak ada disana.

“Dia masih tidur, tenang saja.” Ucap namja yang berdiri paling dekat dengan mereka.

“Ini semua yang kalian inginkan, sekarang lepaskan mereka.” Ucap siwon menyerahkan koper hitam yang dibawanya pada namja itu.

“Oh, terima kasih tuan Choi, kami akan segera menghilang dari sini. Tapi sebelumnya…” Ucap namja itu sambil mendekati minho yang tiba-tiba mundur selangkah kebelakang.

“Sekarang kau mengerti betapa berartinya dirimu untuk mereka, wahai ponakanku yang tampan.” Ucap namja itu sambil melepas penutup wajahnya dan diikuti seluruh anak buahnya.

“A-ahjussi??!?!” Teriak minho begitu melihat namja didepannya itu.

Sedangkan kyuhyun yang masih terduduk dilantai semakin kebingungan saat melihat wajah-wajah sangat dikenalnya berkeliaran didepannya dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa.

“Magnae, ngapain duduk dibawah??” Tanya namja penjaga pintu itu yang tidak lain adalah KangIn hyungnya.

“Maafkan kami Kyu…” Ucap namja pemberi minum minho yang ternyata adalah sungmin hyung mereka.

“Anakmu cerewet sepertimu, jelek. Mulutnya juga sama parahnya!!” Protes namja satu lagi sambil menyunggingkan smirknya yang mengerikan.

“H-heechul hyung?!”

“Ne…ini aku. Si cuo sampai teriak-teriak memanggilku noona” Jawab heechul sambil menyisir rambutnya dengan jari.

“Ka-kalian..” Ucap kyuhyun masih tidak mengerti.

“Kamilah penculik paling tampan yang pernah ada.” Jawab Yesung yang dari tadi sibuk dengan kukunya sendiri.

“Kami merancang semuanya setelah siwon cerita kegalauanmu, kyu” Ucap sungmin menenangkan.

“Mereka hanya ingin mino mengerti, baby.” Ucap siwon dengan tenangnya sambil membangunkan kyuhyun yang kehilangan kata-kata.

“Apa kau mengerti kekhawatirannya, Babyboy??” Tanya leeteuk ahjussi yang dipanggil minho tadi.

“Apa kau tau seberapa cerewetnya mommy-mu?” Tanya heechul dibelakang leeteuk ahjussi-nya. “Dia tetap saja cerewet walau 4 namja hitam itu sudah menjagamu.” Lanjutnya kemudian.

“Semua itu bukan untuk memamerkan bahwa kau anak mereka.” Ucap namja lain lagi yang baru keluar dari ruangan yang ada suho didalamnya.

“Itu semua untuk keselamatan dan kenyamananmu karna sudah ditakdirkan menjadi anak mereka, yang paling dikenal dikorea.” Ucap namja disampingnya.

“Eunhae bisa bicara bagus…prok,prok,prok.” Ucap namja imut dibelakang mereka dengan tepuk tangannya membuat Eunhyuk dan Donghae langsung menjitak namja imut yang bernama ryeowook itu.

“Kuharap kau bisa mengerti tindakan kami ini, mino” Ucap leeteuk kemudian “Mereka sangat menyayangimu.” Lanjutnya lagi sambil melihat kebelakang.

Minho juga ikut melihat kesana dimana mommy-nya kini sudah menangis dalam pelukan daddy-nya yang sibuk menenangkannya dengan kata-kata indah. Lalu bocah tampan itu langsung melihat leeteuk kembali yang sudah menyunggingkan senyuman manisnya yang penuh kelembutan.

Tanpa perlu berpikir dua kali minho segera berlari dengan cepatnya dan langsung menghempaskan tubuhnya pada dua namja yang masih berpelukan itu yang menyebabkan mereka berdua sedikit terguncang.

“M-mommy~~~” Panggil minho dengan penuh penyesalan dan langsung menangis sekerasnya saat pelukan hangat mommy-nya itu menyelimuti seluruh tubuhnya yang mendingin.

“Mianhae..” Bisik kyuhyun lembut.

“M-mianhae mommy, m-mino salah..”

“Mommy juga salah.”

“Aniyooo~~~” Bantah minho sambil mengeratkan pelukannya pada leher kyuhyun.

Siwon yang melihat mereka akhirnya ikut merunduk dan memeluk keduanya sampai akhirnya suho yang baru saja bangun langsung berlari keluar begitu menyadari bahwa dia sendirian disana.

“Iyuung~~” Panggilnya ragu. “Mommyyyy~~~” Panggilnya lagi begitu melihat ternyata mereka sudah ada disana.

Dan kyuhyun dan minho harus melepas pelukan mereka untuk menyambut bocah kecil itu yang sudah berlari menghambur kepelukan mereka berdua.

“Ahjussi- ahjussinya Cuo tampan mommy, tapi meleka aneh.” Ucap suho dengan pout dibibirnya membuat heechul langsung menatapnya tajam dan suho kembali memeluk mommy-nya erat-erat.

“Sepertinya kita menakutinya terlalu dalam.” Gumam heechul tanpa sadar.

“Biar saja, yang penting minho mengerti sekarang.” Jawab leeteuk mengiyakan.

“Mino sudah ngerti sebelum diculik, ahjussi!!!” Protes minho tiba-tiba dengan wajah kesal.

“Mwooo?? Rugi saja doooong~~~”

“Kalian memang tidak ada kerjaan!!” Ucap kyuhyun dengan death glarenya.

“Kami memang lagi senggang” Jawab yesung dengan wajah polosnya.

“Tapi, apa benar ini semua harta siwon??” Tanya hyukjae tiba-tiba sambil memeluk koper yang siwon bawa tadi.

“Benar, ayo kita pergi saja.” Jawab Kangin tanpa rasa bersalah.

“Ohh, ayo, lets goo!!!” Ucap mereka bersamaan dan melenggang dengan koper hitam itu ditangan.

Sampai..

“KALIAAAAAAAAN!!!!!” Teriak kyuhyun dan minho bersamaan.

Dan tawa membahana pun pecah di lumbung besar kumuh tak berpenghuni itu. Dengan berbagai nada tawa yang berbeda namun menyiratkan satu kebahagiaan yang sama.

Kasih sayang yang ditujukan dengan cara yang berbeda namun tetap memberikan arti yang sama. Walau mungkin terlihat berlebihan tapi itu untuk menjaga apa yang sangat berarti dalam hidup mereka.

Itu juga yang dilakukan mereka untuk kedua buah hatinya kerana kyuhyun tidak bisa melakukannya sendiri dengan kesibukan yang mereka punya, hanya bodyguard itu yang bisa menggantikan tugasnya dan siwon untuk putra-putra mereka.

Dan hal itu pun akhirnya dimengerti minho yang tidak pernah mengeluh atau kesal saat namja-namja berbaju hitam itu menemaninya sampai mereka berusia 15 tahun nanti sesuai perjanjian yang mommy mereka buat hari itu.

Saat itu minho akan bisa menjaga dirinya sendiri dan yang terlebih penting minho akan bisa menjaga suho setiap saat mereka ada diluar pandangan orangtua mereka.

The End.

ANEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHHHH >_<

Ryuuuu..sebenarnya mau buat jadi anak presiden atau apalah, takut aneh. Tapi jadinya malah Suju!! Tambah aneh diaaa..mianhaaaaeee..

Ahh,,janjiku tertepati lagi..tinggal 2 lagi^^ sabar ne…

Love you always My lovely readers…sampai jumpa senin, ato selasa.
Ehehehe^^
With love..

68 thoughts on “My Family, My Treasure

  1. A….YEY!!Rasanya ngena di hati.Bisa bikin sdkit terisak saat percakapan Siwon dan Minho.
    Super Junior mmng gokil.Asal mereka bisa ttp mlht senyum tulus para anggotanya.Mereka bisa mlkukan apa saja untuknya.
    Jeongmal gumawo buat ff’y eonni…Fighting!!!

  2. “polusi”…? “kami memang lagi senggang”.. Gak ada yang lebih aneh selain yesung oppa… Hahaiii… Ngegemesin dengarnya…,

    lanjut terus eonnie… Hwaiting.,.!

  3. maaf ya umma, baca dulu baru komen hehehee, suka deh kalo umma bikin cerita family begini, jadi minho itu engga suka jadi anak dari orang terkenal kalo gitu kita tukeran aja deh minho haahaa, ihh enak ya jadi temen dari anaknya wonkyu minta tanda tangan wonkyu titip aja di anaknya mereka hahahaa ,itu dikirain penculikanya betulan ternyata itu kerjaannya ahjussi suju tapi itu bikin minho ngerti kalo mommy sangat menyayangi minho melebihi apapun hahahaa

  4. Aigoo ahjusshi” itu……..
    bikin jantungan deh.kirain bnran itu pnculikan brmotiv tebusan.
    pnculikan’a sih bnran tp tebusan’a yg bo’ongan.
    untg ny.choi kita g punya riwayt sakit jantung lho.klo ngga bisa kolaps dia xD..
    Satu pljarn yg bisa d petik.kasih sayang org tua pd anak”nya tdk prnh bisa d ukur dgn harta.krn harta bisa d cari tp kasih sayang org tua dan prhtian’a adlh hal langka.
    minho dan suho bruntg memiliki kedua’a wlo cara orgtua itu beda”🙂

  5. Sempet deg2an pas minsu diculik, n sempet terpukau wktu dlm smenit kyuhyun langsung menyerahkan smua pda penculik, n diakhirrr bngt2 terkejut ternyta peristiwa tdk mengenakan tu kerjaan hyungedulnyaaaaa,ngakak, wkwkkwkw.

  6. kyaaa ternyata penculik’ny ahjussi-ahjussi tampan hahahaha 😀
    minho harus’ny km bangga punya orang tua seperti wonkyu mereka mau melakukan apa pun untuk kalian anak’ny karna mereka sangat menyayangi anak”ny jadi jangan pernah meragukan mereka lagi ne 🙂

    aq baca ini jdi keinget sma ” my baby”
    kapan d lanjut eon ????

    d tunggu ffmu yg lain eon ,,,FIGHTING 🙂

  7. kyaaaa!!!!
    seru critanya, sempet cemas ketika minsu diculik dan suho dibawa. Tp untung sja tu krjaan para hyungdeul utk menyadarkan minho, jadi nangis ikut terharu…..

  8. uwaahhhh kirain beneran d culik sama org2 yg menyeramkan tau.a di culik ahjussi ahjussi ganteng hehehehhe, .

    kyu sama minho memang bener2 sama peris, apalagi cerewet sama mulut tajam.a, .
    suho malah enak2an tidur gtau apa2, khikhikhi lucu deh pas bagian akhir yg suho.a bangun, bilng klo ahjusi.a aneh hahahhaha

  9. pas tau ada yang nyulik dua boneka /? hidup itu langsung feeling kalo itu hyungdeul suju hahaha
    emang somplak banget mereka hahaha
    aku suka banget sama ff ini eonnie hihihi

  10. Minoooo….cuoooooo….memang lah duo bersaudara ini paling d best.paling auka lihat interaksi choi bersaudara ini..
    Pertama tama aku pikir wuiiihhh anak preaiden…..kkkk…rupanya pengawasan yg melebihi anak presiden…hebat juga yaaa…
    Ada2 aja ahjussi choi bersaudara ini..tapi masak mino ama cuo ndak hapal suara paman2nya….kasian tu siwon,kalo ntar keadaan udah aman dan sadar kalo ini bagian dari rencana siwon yg membuat jantungnya kembang kempis gt apa bakal dilarang tidur sama berapa lama qya…kkkk
    Siapa tu yg bilang mau buat cuo kelelahan…kan pikiran saya kemana mana….
    Apasih isi tasnya..masa sekaya itu tapi muat 1 tas..kan paling ndak kalo ditukar ke 1000an logam bakalan tenggelam rumah saya bila dibandingkan kekayaan mereka..😂😂😂😂

  11. baca lagi ..

    klo baca nih ff rasanya terharu gitu ..hehe babymin tuh lihat mommy dan daddy kan kaya gitu karna sayang sama kamu dan cuo..
    ngakak pas ternyata ahjussi ahjussi tampan yg melakukan penculikan wkwk

  12. Aigoooo unnie sma oppadeul bikin q nangis lagiTT
    Untung aja itu hanya rencana oppadeul buat momkyu n mino, q kira beneran tdi, trus cuo nya diapaapakan hiks hiks
    Syukur deh

  13. Selalu suka pokoknya kl dah baca ff Choi family dr Vie unnie, seru dan menggemaskan, g bosan biardibaca berulang2 jg..
    Anak2nya Wonkyu sepertinya pingin dicubit pipinya deh, abisnya imut banget..gemes jadinya..hihi..

  14. Ituuu beneran semua aset siwon di kasih semua… ?? Beneran penculik ge mana ??… haha ga nyangka rupanya penculik nya member suju semua ckckc… asyik certa nya thor.. deg2 an penasaran juga iyaa… eh akhir nyaaa selamat dech 😚😚

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s