One Hundred Love Letters


vie

LOVE LETTERS

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun and other.

Pairing : Wonkyu as always.

Genre : Romance, Hurt/comfort, Fluff.

Warning : Boys love absolutely

Summary : Karang aja sendiri nee?? ^^

Ide cerita ini dari Irma Aria Dravida, sebagai kado Ulang tahunnya yang ke 20 di bulan September kemarin, setahun yang lalu, ohohoho, selalu telat hadiahnya ne^^
Habisnya tiba-tiba stuck ditengah-tengah,,ga’bisa maju-maju>_<

Ahh, yang penting, Happy B’day to you sweetheart. please, be happy in everything you do, My pray is always with you.. Bunda always loves you..happy b’day^^

Note : YOU, MY FATHER AND I..Sudah Vie edit^^ walau di akhirnya saja..eheee.

**

Choi siwon adalah seorang namja tampan yang memiliki segalanya didunia ini yang bisa membuat semua orang iri dengan ketampanan dan kesuksesannya didalam dunia bisnis. Pada usianya yang masih bisa dibilang muda, siwon sudah menjadi seorang direktur sebuah perusahaan besar yang ada di seoul.

Ketampanannya yang merupakan anugerah dari lahir membuat siwon disukai semua yeoja yang ada dimuka bumi ini, bahkan namja pun bisa jatuh cinta dengan senyum menawan yang dihiasi dua dimple-nya yang sangat memesona itu.

Namja tampan itu tinggal seorang diri di rumah mewah yang tercatat atas namanya sendiri pemberian dari orangtuanya. Sebagai hadiah atas keberhasilannya mencapai puncak bisnis di Negara ginseng tersebut.

Walau siwon menolaknya, tapi ummanya mengancam akan segera membakar rumah yang sudah mereka beli dengan gampang itu dan membuat namja tampan itu harus menerimanya.

Rumah yang sangat indah dan luas itu hanya bisa dinikmatinya seorang diri kerana tidak ada yang mau menemaninya disana, bahkan sahabat-sahabat dekatnya sekalipun. Siwon selalu menikmati suasana yang sepi, nyaman kerana siwon lebih menyukai keheningan.

Seperti hari ini, namja tampan itu baru saja siap menyiapkan cappuccino panas dan sepiring waffelnya untuk sarapan pagi seperti biasanya.

Sebelum siwon duduk diteras seperti setiap harinya untuk menikmati sarapan, siwon terlebih dulu berjalan perlahan mendekati pagar rumahnya dan segera membuka dua kotak kecil seperti rumah merpati? yang berdiri dipinggir pintu pagarnya.

Kotak pos.

Siwon sangat rajin mengoleksi pemberian rutin? Dari tukang posnya setiap hari disana, yang pasti berisikan surat-surat penting yang dikirimkan untuknya termasuk Koran langganan yang akan terselip disana juga.

Namun diantara semuanya yang paling menarik mata dan yang paling ditunggunya setiap pagi adalah sebuah amplop berwarna biru lembut atau baby blue yang selalu terselip diantara amplop-amplop putih lainnya.

Sudah beberapa hari, bahkan beberapa minggu siwon menerima amplop baby blue itu yang berisikan surat cinta untuknya. Siwon sangat menyukai kiriman special itu, kerana setiap siwon membukanya selalu tercium wangi segar kayu manis dan lilac didalamnya.

“Kau tidak lupa memberi wanginya, ya??” tanya siwon entah pada siapa dengan senyum manis yang menawan.

Tanpa menunggu lagi, siwon langsung membaca kata demi kata yang tertulis dengan rapi dikertas baby blue itu. Senyuman manisnya tidak pernah lekang dari bibir tipis siwon yang sudah dibasahinya dengan lidah.

“Hai tampan..”

Mmm, mungkin kau sudah bosan dengan surat-suratku ini, atau bahkan mungkin kau tidak pernah melihatnya sekalipun.
Tapi entah mengapa, aku selalu ingin menuliskannya untukmu, karna aku ingin kau mengingatku setiap harinya, ehee.
Apa sekarang kau sedang sarapan siwon-ssi??

Tanya surat itu yang membuat siwon langsung menganggukkan kepalanya.

Pasti kopi dan waffle kan??

Siwon mengangguk lagi

Itu tidak baik untukmu, siwon-ssi. Aku tau kau selalu pulang malam karna pekerjaanmu. Apa kau selalu makan malam? Pasti tidak kan??

Siwon menganggukkan kepalanya jujur.

Apa aku harus mengirimkan makan malam untukmu agar kau makan?? Tidak mungkin kan? Aku tidak punya uang lebih sepertimu.
Jadi, makanlah yang sehat. I’m watching you, choi siwon-ssi.

From me, with love.

“I’m watching you dari mana? Kau tidak pernah menampakkan wujudmu!” Gumam siwon sambil kembali melipat surat itu dan melihat ke pintu pagarnya.

Surat cinta yang selalu dinantikan siwon itu selalu berisikan kecerewetan penulisnya yang mengkhawatirkan keadaannya setiap harinya. Walau isinya seperti itu, siwon tetap menganggapnya sebagai surat cinta.

Mungkin kerana itu juga siwon lebih ingin sendiri dirumahnya untuk membaca surat cinta itu sesuka hatinya. Beberapa minggu ini siwon selalu menanti surat biru itu sejak pertama kali amplop baby blue itu terselip diantara surat –surat lainnya.

Dan surat-surat itulah yang menjadi penghangat hati siwon di rumah sepi itu dan yang selalu menjadi penyemangatnya di pagi hari. Dengan harapan dia akan berbicara dengan pengirim surat itu lagi, walau siwon tidak tahu apa-apa tentang pemilik surat cinta babyblue itu.

“Kapan kau akan datang sendiri?” Tanya siwon pada dirinya sendiri. “Double L”

*Happy Ima’s Day*

Sementara dibelahan bumi lain atau tepatnya di Negara yang sama namun ditempat yang berbeda dan suasana yang jauh sepadan dengan rumah milik seorang choi siwon. Terdapat sebuah apartement sederhana dengan 10 lantai yang terlihat sangat lusuh dari luar.

Disalah satu ruangan apartement itu tinggallah seorang namja yang hidupnya sebatang kara? tanpa ada yang menemani atau bahkan menjaganya.

Cho kyuhyun, namja tampan berparas cantik? Memiliki kulit seputih salju dan bibir dengan warna peach lembut membuatnya terlihat semakin memesona walau tanpa polesan sekalipun. Sudah bertahun-tahun kyuhyun hidup sendirian di lantai paling atas apartment milik keluarganya itu.

Namja cantik itu bekerja setiap harinya untuk menghidupi kebutuhan dirinya sendiri. Namun tidak sehari pun kyuhyun mengeluh akan nasibnya yang bisa dibilang tidak beruntung seperti orang lain.

Tapi bila dilihat sekali lagi, mungkin kyuhyun lebih beruntung dari orang lain lagi, kerana dia masih punya rumah dan pekerjaan. Anggap saja seperti itu.

“Yaaa, aku memang beruntung. Walau lulusan IT jadi tukang pos, sangat beruntung.” Ucap kyuhyun mengangukkan kepalanya sambil mengikat tali sepatunya.

Namja tampan dengan wajah cantik itu segera keluar dari apartement sederhananya menuju tempat kerjanya di kantor pos daerahnya. Dengan jeans hitam yang pas dikaki jenjangnya dan t-shirt hitam dipadu rompi dengan warna yang sama bertali belakang yang membuatnya semakin terlihat sangat menggemaskan dengan umurnya yang sudah 25 tahun kurang sedikit.

Kyuhyun menggunakan busway terdekat untuk sampai di tempat kerjanya dan darisana kyuhyun akan membawa mobil kantor untuk mengantar surat-surat yang sudah dipisahkan ke tempat tujuan masing-masing.

Walau harus bertemu dengan amplop berbagai warna dan ukuran itu setiap hari, kyuhyun tidak pernah bosan memilah-milah surat-surat tersebut.

Bahkan dia rela tenggelam didalam gunung surat yang ada di ruangan khusus di tempat kerjanya itu, hingga membuat pekerja yang lain harus menyeretnya keluar dari sana.

Tidak ada yang istimewa dengan pekerjaannya yang membosankan itu, hanya saja kyuhyun senang melakukannya. Apalagi dia bisa berjumpa dengan berbagai macam orang sebagai bonusnya, namun tetap saja hanya satu yang selalu menarik perhatiannya disana.

“Apa dia sudah berangkat?” Gumam kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Yo, yo, si namja embul datang…pagi kyuu~~” Sapa seseorang tiba-tiba sudah ada disampingnya.

“Aku tidak embul, monkey!! Catat itu!!” Jawab kyuhyun kesal sambil memberi hyung atasan kerjanya itu tatapan tajam.

“Oh, jinjja??” lihat saja pipimu itu, seperti ada permen didalamnyaa, bulat.” Jawab namja kurus yang dipanggil monkey itu.

“Aiishh!! Jangan menggangguku hyukjae!!”

“Ahahaha, siap bertemu idolamu lagi??” Tanya hyukjae tidak peduli.

Dan seketika pipi kyuhyun merona dengan indahnya mendengar pujaannya disebut seperti itu. Kyuhyun memang mengidolakan pelanggannya yang setiap hari diantarkan surat untuknya.

“Dia bukan artis, hyung!!”

“Ahh, sudahlah…ini tugasmu, just go!!!” Usir hyukjae tiba-tiba membuat mata kyuhyun hampir keluar dari sarangnya.

Walau begitu namja cantik itu tetap mengambil beberapa surat penting yang diberikan hyukjae padanya dan segera berlalu dari sana.

“Jam segini, tentu saja dia sudah berangkat.” Ucap kyuhyun sambil melihat jam ditangannya dan membayangkan namja tampan pujaannya pasti memakai jas seperti setiap harinya.

Kyuhyun kembali memulai tugasnya sebagai tukang pos dengan memakai mobil kantor sudah dipersiapkan untuknya. Namja cantik itu setiap harinya mengeliligi kota seoul yang bahkan sudah bisa dihafalnya. Kyuhyun bisa mendapatkan pekerjaan itu kerana seniornya Lee hyukjae di tempat kuliahnya dulu yang mengajaknya kesana.

Kerana merasa nyaman bekerja disana dengan karyawan yang sudah dikenal dan atasannya yang biasa selalu menjaganya membuat kyuhyun enggan mencari pekerjaan lebih layak yang sesuai dengan bidangnya sendiri.

Apalagi saat pertama kali melakukan tugasnya sebagai pengantar surat yang resmi kyuhyun menemukan harta berharga yang membuat hari-harinya yang datar saja menjadi lebih berwarna.

Pertama kali kyuhyun mengantar surat-surat ke berbagai perumahan mewah disana kyuhyun bertemu seseorang yang seketika membuat nafasnya tercekat tidak bisa keluar. Namja tampan berlesung pipi dengan penampilan yang memesona dan senyumnya yang menawan.

Kyuhyun tidak sengaja melihatnya saat namja tampan itu lebih dulu membuka kotak surat didepan rumahnya sebelum kyuhyun memasukkan suratnya kesana. Dan yang bisa dilakukan kyuhyun saat itu hanya terdiam disisi mobilnya menatap namja tampan itu yang kembali masuk kedalam rumahnya.

Dan sejak hari itu kyuhyun memutuskan ingin selalu melihat senyum manis nan menawan yang dihiasi dua dimple memesona itu. Bahkan dengan keberanian yang entah didapatkan dari mana kyuhyun mulai menulis surat yang diselipkannya dikotak itu bersama dengan surat-surat lainnya.

Ya…cho kyuhyun adalah penggemar rahasia seorang Choi siwon yang tanpa kyuhyun tahu selalu senang mendapatkan surat cinta berwarna babyblue darinya. Walau begitu, tidak sekalipun kyuhyun menuliskan namanya didalam suratnya apalagi menampakkan dirinya secara langsung dihadapan namja tampan itu.

Sampai sekarang.

*Happy Ima’s Day*

“Kyu, donghae mengundangmu makan malam.” Ucap hyukjae tiba-tiba saat kyuhyun terlihat dipintu ruangannya yang terbuka.

“Tidak mau!! Kau pasti mengundang hoyoung hyung.” Jawab kyuhyun dengan wajah sulkingnya.

“Memang kenapa dengannya? Dia tidak mengganggumu.” Ucap hyukjae dengan kening berkerut.

“Tidak mau ya tidak. Tidak ada alasan!”

“Ck..keras kepala.”

“Shut up!!”

“Lalu bagaimana dengan idola tampanmu itu?” Tanya hyukjae lagi mengalihkan pembicaraan.

“Kenapa dengannya??” Kyuhyun balik bertanya dengan wajah datarnya.

“Kapan kau akan maju?? Jangan diam ditempat selamanya! Pabbo!!” Jawab hyukjae kesal tiba-tiba melihat wajah polos tanpa ekspresi itu.

“Aku..”

“Kau tidak ingin mendekat? Cukup seperti itu saja?” Tanya namja kurus hyungnya itu.

“Aku tidak tahu..”

“Pabbo!!”

Kyuhyun langsung memberi hyung tempat curhatnya itu tatapan tajam yang mematikan membuat hyukjae hanya bisa meringis sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal.

“Ohh, ini..ada undangan untukmu..” Ucap hyukjae kemudian.

“Siapa yang menikah?” Tanya kyuhyun.

“Tidak semua undangan itu untuk menikah!!”

“Haiii, siapa tahu, kkk..” Kyuhyun langsung mengambil amplop putih resmi itu dengan senyum garing lalu membukanya.

“Reuni?” Tanyanya kemudian membuat hyukjae menganggukkan kepalanya.

“Aku juga akan datang..”

“Aku tidak mau hyung!!”

“Yaahh!! Kenapa bilang padaku? Disana ada temanmu!! Lagian masih lama kan??” Ucap hyukjae membuat kyuhyun kembali melihat tanggal di undangan itu.

“Hooo…sebulan lagi?”

“Hmm..”

“Ya sudah, kupikirkan dulu…hyung. Bye!!”

Kyuhyun langsung pergi meninggalkan hyukjae setelah melempar undangan itu ke meja kerja hyungnya membuat namja kurus yang sangat menyayanginya itu menggeram kesal.

“Dasar magnae sialan!!”

*Happy Ima’s Day*

Dan hari pun berlalu dengan sendiri dengan kegiatan kyuhyun yang tidak pernah berubah, yaitu mengirimi namja tampan pujaannya itu surat cinta. Tanpa berniat untuk bertemu dengannya kyuhyun selalu menunggu sampai siwon keluar dengan senyum manis mengambil surat-surat untuknya.

Namja tampan itu selalu tersenyum dipagi hari saat membuka kotak surat untuknya itu dan mengambil semuanya dengan harapan yang ditunggunya akan ada disana.

Dan harapannya memang tidak pernah terputuskan kerana surat cinta babyblue itu selalu ada menemaninya disetiap pagi. Tanpa siwon tahu bahwa senyumannya itu bisa membuat wajah yang sedang melihatnya merona dengan indahnya.

Apa yang akan dipikirkan siwon jika melihat wajah putih pucat itu dihiasi rona merah jambu yang sangat memesona. Ahh, hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Karena setelah mengambil semua surat untuknya siwon langsung kembali ke dalam rumahnya meninggalkan kyuhyun yang kembali menghela nafas pasrah dan ikut meninggalkan tempat itu pula untuk melanjutkan tugasnya.

Sementara siwon yang sudah menemukan yang dicarinya langsung duduk ditempat biasa dan kembali membuka surat itu dengan perlahan setelah menghirup wangi didalamnya.

Pagi, Choi siwon-ssi..

Apa yang selalu membuatmu tersenyum dipagi hari??
Suratku kah??

Siwon langsung menganggukkan kepalanya.

Semoga saja iya ne? aku tidak mau surat aneh ini membuatmu terganggu.
Hari ini bekerjalah penuh semangat!! Jangan lupa makan!!
I’m watching you!!

From me…with love^^

Siwon kembali tersenyum dan membawa surat itu kedadanya sambil memejamkan mata membayangkan suara pengirim surat itu mengucapkan kata-kata itu langsung padanya. Namun seperti teringat sesuatu siwon langsung membuka matanya.

Dan saat itu mobil pengantar surat-surat di sekitarnya berjalan perlahan melewati rumahnya membuat siwon langsung berdiri dan menyesali sesuatu.

“Kenapa aku tidak tahu?? Seharusnya aku bisa menanyakannya!! Paboo!!” Gerutu namja tampan itu dengan wajah menyesal.

“Double L…sampai kapan kau ingin sembunyi??” Tanya siwon sambil melihat surat babyblue itu ditangannya.

Lalu setelah menyimpan surat kesekian kalinya itu ditempat rahasianya, siwon segera bersiap untuk kembali ke kantornya. Dan kembali kesehariannya yang menjabat sebagai direktur utama diperusahaannya sendiri.

Begitu pula kyuhyun yang kembali ke tugasnya mengantar surat-surat lainnya untuk rumah dan perusahaan besar di kota itu karena tempatnya bekerja itu bukanlah kantor pos biasa. Mereka sudah punya beberapa cabang kecil yang tersebar dipelosok seoul yang sangat mudah dikenali dengan namanya yang aneh. “EunHae’s Letters”.

Begitulah yang terjadi seterusnya diantara dua manusia yang tidak saling mengenal namun saling terikat walau hanya dengan sepucuk surat. Mereka terus saja bertemu tanpa saling bertatap dan terus saja berbicara tanpa saling berkata.

*Happy Ima’s Day*

Seterusnya setiap hari kyuhyun terus saja mengirimkan siwon surat cintanya yang simple atau tidak memaksa. Kerana isinya hanya pertanyaan-pernyataan aneh yang keluar begitu saja dari kepalanya yang aneh.

Namja cantik itu belum berniat untuk menyatakan cintanya dengan cara seperti itu, walau disetiap perhatian dan kata-kata manisnya itu menyiratkan perasaan suka bila namja tampan pujaannya itu bisa mengambil kesimpulannya sendiri.

Kyuhyun bahagia walau hanya bisa melihat senyumannya dari jauh dan menyadari senyuman itu ada saat namja tampan itu memegang surat babyblue darinya. Kerana sampai saat ini kyuhyun belum punya keberanian untuk mendekati siwon dari yang sudah ada.

Karna sejujurnya kyuhyun tidak tahu apa-apa tentang kepribadian namja tampan pujaannya itu, bagaimana hatinya, kisah cintanya. Dan yang lebih penting, apa dia memiliki perasaan yang sama padanya sebagai sesama namja.

Bagaimana jika siwon sudah punya kekasih dan menganggap surat-suratnya itu hanya selingan? Bagaimana pula jika siwon menganggap pengirim surat itu adalah seorang yeoja? Dan bagaimana jika siwon bukanlah seperti yang diharapkan kyuhyun?

Dengan banyaknya Bagaimana itulah membuat kyuhyun tidak bisa melakukan hal yang paling diinginkannya saat ini yaitu bertemu langsung dan menyatakan cintanya. Kerana itulah sampai hari ini kyuhyun masih menulis surat cintanya yang ke 99.

Apakah takdir akan mempertemukan keduanya? Semoga saja.

“99…hhahhhh…apa dia sadar? Apa dia menyimpan semuanya??” tanya kyuhyun saat melipat surat ke 99 itu.

Setelah menatap surat itu untuk kesekian kalinya kyuhyun pun memasukkan surat itu ke dalam ransel hitamnya lalu keluar dari apartementnya dengan penuh semangat. Namja cantik itu akan memulai hari ini dengan penuh kebahagiaan dengan harapan akan bertemu lagi dengan siwon pujaannya.

*Happy Ima’s Day*

“Kyu!! Jam 11 hyung jemput, jangan pura-pura lupa” Ucap hyukjae saat Kyuhyun sedang sibuk memilah-milah surat penting untuk segera dikirimkan.

Namja cantik itu sekarang sedang terbenam sampai ke pinggangnya didalam ruangan surat yang menggunung. Entah kenapa dia selalu senang berada diantara kertas-kertas putih yang bisa membuat kepala blank dalam sekejap itu.

“Kau bisa merusak bentuk suratnya kyu!! Sudah berapa kali hyung bilang, jangan duduk..”

“Ne, ne, ne,ne..I know” Ucap kyuhyun sebelum hyukjae selesai mengucapkan kata-katanya. “Hyung, bilang apa tadi??”

“Jangan duduk di..”

“Bukan ituuu” Poutnya tanpa sadar.

“Jam 11 hyung jemput.” Ulang hyukjae membuat wajah kyuhyun blank seketika. “Jangan bilang kau lupa!”

“Kemana kita??” Tanya kyuhyun tidak tahu apa-apa.

“Ck!! Reuni kampus, pabbo!!!”

“Ohh, aku lupa!! Undangannya kemana??” Tanya kyuhyun dengan wajah polos tidak bersalah.

“Aku sudah membuangnya.”

“Nah kann??” Lagian, siapa suruh ngirim undangan sebulan sebelum..pasti lupa kan?” ucap kyuhyun sambil mencibir entah pada siapa.

Hyukjae hanya bisa menggelengkan kepala melihat dongsaeng yang sudah dijaganya selama mereka berteman. Dan tidak bisa dipungkiri namja kurus itu bahwa dia memang tidak bisa memarahi namja dewasa berusia 5 tahun didepannya itu.

“Sudah-sudah, jangan banyak ngomong, cepat selesaikan tugasmu!” Ucap hyukjae langsung keluar dari sana tanpa melihat bibir kyuhyun kini mengerucut dengan imutnya.

Lalu namja cantik itu segera keluar dari tumpukan surat-surat yang empuk itu dan mengambil satu kotak dengan alamat yang berdekatan dan membawanya ke mobil. Kemudian beberapa karyawan yang lain pun segera mengambil beberapa kotak yang sudah disiapkan kyuhyun dan membawanya ke mobil.

Setelah itu barulah kyuhyun pergi melakukan tugasnya seperti biasa dipagi hari yang sempurna menurutnya itu. Kyuhyun akan menyerahkan suratnya yang ke 99 pada namja tampan pujaannya choi siwon.

Dengan begitu, besok adalah surat yang ke-100 yang akan diberikannya dan akan menjadi surat special yang pernah ada kerana kyuhyun sudah menetapkan hati untuk menyatakan perasaannya didalam surat yang ke-100 itu.

Mengingat hal itu membuat semangat kyuhyun lebih besar dari biasanya sehingga ia tidak mengeluhkan apa-apa saat waktu reuni kampusnya tiba dan hyukjae benar-benar datang menjemputnya bersama Donghae.

Kyuhyun mengatakan pada dirinya untuk melewati hari ini dengan sebaiknya sampai malam menjelang dan pagi kembali datang dan hari yang ditunggunya pun tiba.

Dengan tekad anak kecil seperti itu kyuhyun keluar dari apartementnya dengan penampilan yang membuat mulut hyukjae dan donghae langsung terbuka lebar melihatnya.

Kyuhyun memakai t-shirt putih kerah rendah dipadu dengan sweeter biru dan jeans hitam yang melekat dikaki jenjangnya dan sneaker hitam. Rambut fluffy coklat brownnya dibiarkan lurus kedepan hingga membuatnya terlihat lebih manis dan lebih imut dari usia yang sebenarnya.

Kerana merasa tidak nyaman ditatap seperti itu seketika pipi pucatnya merona dan bibirnya mengerucut imut melihat hyungnya yang masih diam saja walau dia sudah salah tingkah.

“Ck!! Hyung!!!” Panggilnya kesal sambil memberi mereka berdua death glarenya yang mematikan.

“Berapa umurmu??” Tanya hyukjae tanpa sadar.

“5 tahun” Jawab donghae dengan wajah datar.

“Hyung!! Die!!” Kutuk kyuhyun dengan wajah kesalnya membuat kedua hyungnya langsung tertawa lebar dan mengacak rambutnya yang lembut itu.

“Ck!!!” Gerutunya sekali lagi sambil menggoyangkan kepala untuk memperbaiki rambutnya yang memang kembali seperti semula kerana sangat lembutnya.

“Kyu…” Panggil hyukjae tiba-tiba membuat kyuhyun yang hendak masuk ke kursi belakang mobilnya berhenti dan melihatnya.

“Waeyo??”

“Jangan berpenampilan seperti itu saat kau sedang bekerja” Jawab donghae dengan wajah seriusnya.

“Mwoya??” apa maksudnya??” Tanya kyuhyun tidak mengerti.

“Bukan tidak mungkin kau akan diculik kyuhyun!!” Ucap kedua hyungnya bersamaan sambil masuk kedalam mobil dan tertawa kembali dengan lebarnya.

Kyuhyun yang baru bisa mencerna kata-kata hyungnya langsung masuk kedalam mobil dan menekan belakang leher hyungnya secara bersamaan sampai mereka meminta maaf walau masih tertawa kecil dengan airmata disudut mata mereka.

“Kami serius kyu!! Tetaplah seperti biasanya dengan ransel dan topimu.” Ucap hyukjae kemudian.

“Dengan begitu tidak ada yang akan melihatmu.” Sambung donghae menatap kyuhyun dalam membuat kyuhyun tidak bisa membantah lagi.

“Dan kau akan amaaan!!!” Sambung keduanya bersamaan sambil hyukjae melajukan mobilnya yang langsung melesat cepat membuat kyuhyun terduduk kebelakang.

Kali ini kyuhyun lebih memilih diam dan mengamati kedua hyungnya yang juga terlihat keren dengan kemeja dan jas mereka, terkesan rapi dan simple. Tapi, walau pun terlihat keren mereka tetap saja pabbo karna sudah memperlakukanku seperti anak kecil. Ucap kyuhyun dalam hatinya.

Dengan pikiran seperti itu tanpa sadar bibir peachnya yang berkilau mengerucut kesana kemari membuat kedua hyungnya yang melihat lewat kaca diantara mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Dia pasti sedang mengutuk kita.” Ucap hyukjae pada namjachingunya dan dibalas anggukan donghae sambil tersenyum manis.

Dan mereka pun terus melaju dalam diam menuju universitas terbesar di Seoul tempat mereka dulu atau lebih tepatnya 5 tahun yang lalu menghabiskan masa remaja menuju dewasa mereka.

Begitu sampai disana hyukjae langsung memarkirkan mobilnya paling dekat dengan gerbang agar secepatnya bisa keluar jika acaranya sudah selesai. Selanjutnya ketiganya pun keluar dari sana menuju aula kampus tempat diadakan reuni mereka.

“Jangan jauh-jauh dariku, kyu!” ucap donghae sambil merangkul namjachingunya yang menyunggingkan smirknya pada kyuhyun.

“Shut up!!” jawab kyuhyun tajam namun dengan patuh mengikuti mereka dari belakang dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Hyukjae dan donghae langsung berbaur mencari teman-temannya dulu dan bertemu hampir semuanya. Namun kyuhyun hanya diam dibelakang mereka mengamati setiap orang yang lewat dan tersenyum jika ada yang mengajaknya.

Namja cantik itu sepertinya tidak ingin berbasa-basi apalagi mencari teman-temannya yang pasti akan menanyakan setiap perubahan yang terjadi pada mereka masing-masing. Dan kyuhyun sangan tidak ingin membahas hal itu.

Namun seperti ada yang tidak mengerti sikap diamnya itu saat kyuhyun merasa seseorang tiba-tiba memanggil namanya dan menyentuh bahunya meminta perhatian. Mau tidak mau kyuhyun harus berpaling dan memasang wajah bersahabatnya saat itu juga.

Atau sebaiknya kyuhyun tidak melakukannya.

Karena saat matanya bertemu pandang dengan orang yang memanggilnya detik itu nafas kyuhyun terhenti ditenggerokannya dan menatap orang didepannya dengan tatapan tidak percaya.

“C-choi…”

“Sooyoung.” jawab yeoja didepannya itu menyambung ucapan kyuhyun dengan senyum seribu wattnya. “Kau masih ingat?” Tanya yeoja bernama lengkap Choi sooyoung itu.

Namun kyuhyun masih saja melihatnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan hingga membuatnya sedikit tidak nyaman. Beberapa detik kemudian barulah sooyoung sadar bahwa kyuhyun bukan menatapnya melainkan orang yang sedari tadi berdiri disampingnya.

Sejak awal tatapan kyuhyun memang terpaku pada namja tampan yang mendampingi sooyoung datang ke acara itu. Dan namja tampan itu tidak lain tidak bukan adalah pujaan hatinya Choi siwon yang paling sempurna.

“Ohh, kenalkan dia namjachinguku, Choi siwon.” Ucap sooyoung memamerkan namja tampan itu dengan senyum manisnya.

“Choi siwon imnida.” Ucap siwon langsung mengulurkan tangannya pada kyuhyun dengan senyumannya yang menawan.

Bagai ditusuk seratus jarum dijantungnya kyuhyun menerima kenyataan yang paling menyakitkan dalam hidupnya selama 25 tahun ini saat sooyoung mengatakan siwon adalah kekasihnya.

Dan tanpa bermaksud membuat kekacauan dengan perasaannya sekarang, kyuhyun menyambut uluran tangan siwon dengan senyuman yang sangat dipaksakan.

“C-cho kyuhyun imnida.” Ucap kyuhyun dengan nafas tercekat.

“Ok!! Ladies and gentelment, attention please” ucap seorang namja alumni disana tiba-tiba membuat semua mata tertuju padanya.

Melihat itu secara tidak sadar kyuhyun langsung menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Namun kata-kata lanjutan yang diucapkan namja itu kemudian membuat kyuhyun kembali menahan nafasnya tidak percaya.

“Sebagai pembuka acara kita, mari kita dengarkan satu alunan yang indah dari junior kita yang terkenal dengan suaranya yang romantis…Cho kyuhyun, silahkan!!”

Kali ini tanpa bisa dicegah semua mata diruangan besar itu tertuju padanya sambil bertepuk tangan. Bahkan ada yang menyemangati kyuhyun untuk maju bagi yang sudah tahu bahwa kyuhyun menyimpan bakatnya yang luar biasa.

Kyuhyun tidak tahu harus menjawab apa saat semua yang disana mulai menyuruhnya untuk maju ke panggung didepan mereka yang terdapat piano putih disana. Namja cantik itu langsung mencari keberadaan kedua hyungnya dan meminta bantuan.

Namun saat melihat keduanya menganggukkan kepala sambil tersenyum menenangkan membuat kyuhyun menghela nafas pasrahnya dan akhirnya berjalan perlahan menuju grand piano putih itu.

Semua tamu bertepuk tangan dan menyemangatinya namun langsung terdiam saat kyuhyun sudah siap duduk didepan piano itu dan menekan nada pertamanya.

Oenjebuteo yeohneunji ijeosseoyo
Naega wae ireoneunji nan moreujyo
I forgot when it started
I don’t know why I’m like this

Kyuhyun memulai nada pertama dari lagu lembut yang dipilihnya dan semua pasangan yang ada didepan panggung itu pun mulai mengambil tempat mereka dan mulai mengatur langkah untuk berdansa sesuai dengan alunan lembut yang mengalir dari piano yang dimainkan kyuhyun.

Tidak terkecuali donghae dan hyukjae yang tersenyum dengan manisnya pada kyuhyun yang terus mengeluarkan suara indahnya walau dengan hati yang sudah tidak lagi tertata.

Eojjeol suga eobsoyo., amugeotdo mothago
I deodin shiganeul jikyeobwatjyo
Eodi-e itneunji mu-eoseul haneunji
Ojikhan saram maneul saenggakhago ihtgi-e
(I can’t do anything
While not doing anything
I look at the slow time
Where are you?
What are you doing?
Because I only think of one person)

Kyuhyun bernyanyi dengan segenap perasaannya yang terlukis disetiap kata-kata dalam lagu itu membuat dadanya semakin teriris dan membuatnya menatap lurus kedepan tanpa tujuan.

Namun sayang ternyata itu gerakan yang salah kerana tatapannya kesedihannya langsung berhenti pada seseorang yang sedari tadi menatapnya dengan beribu pertanyaan dikepalanya.

Choi siwon pujaannya yang mematahkan cintanya dalam beberapa detik bertatap muka kini sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan kyuhyun.

Walau namja tampan itu sedang memeluk kekasihnya dan berdansa dengan yeoja cantik itu. Tetapi tidak ada yang tahu bahwa pikiran dan tatapan matanya itu sepenuhnya untuk kyuhyun yang terperangkap dalam mata hitam kelam itu.

Dan kyuhyun terus mengucapkan kata demi kata dari lagu yang dinyanyikannya sambil terus menatap mata siwon sedalamnya. Seolah ingin menyampaikan apa yang dirasakannya hingga membuat siwon tidak bisa berpaling sedikitpun dari mata coklatnya yang basah.

Irae seoneun andwe neungeol nan arayo
Saranghalsu eobdaneungeol algo ihtjyo
Naui seotun gobaeki geudaereuldeo
Apeugehal ppuniraneungeol nan arayo
Algo ihtjyo…

Aku tahu, aku tidak boleh melakukan ini, Aku tahu aku tidak boleh mencintaimu…Pernyataan cintaku akan membuatmu melalui kesakitan, Aku tahu…

Even though I know
I can’t do anything
I can only think of you

If I close my two eyes
Or open them again
I can only think of one person

The memory I can’t erase for one second
I just think of you

I can’t do anything
While not doing anything

I look at the slow time

Where are you?
What are you doing?
Because I only think of one person

I only think of that one person

(Lyrics The One I Love)

Aku hanya memikirkan satu orang saja.

Saat lagu itu berakhir kyuhyun sudah tidak bisa lagi menahan airmatanya yang memaksa keluar bebas mengalir dipipinya. Apa yang harus dilakukannya saat tatapan siwon tidak juga lepas darinya walau semua orang disana sudah berpindah ketempat lain.

“Kami harus segera pergi, permisi.” Ucap seseorang tiba-tiba datang menarik kyuhyun pergi dari sana dalam sekejap.

Namja cantik itu hanya bisa memejamkan mata saat tangannya ditarik paksa kerana kyuhyun tidak ingin melihat wajah siwon yang sedang menatapnya. Tanpa kyuhyun tahu saat mereka berpas-pasan siwon langsung berpaling melihat kepergiannya dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan.

“Siwonnie?” Panggil sooyoung bingung.

“Ohh, ayo, aku ambilkan minum..” Jawab siwon berpaling dan kembali memasang wajah manisnya melihat sooyoung.

Sementara itu donghae yang menarik kyuhyun tanpa kata-kata terus saja berjalan membawa dongsaengnya keluar dari aula itu dan hyukjae yang mengikutinya dari belakang setelah berpamitan pada sahabatnya yang lain.

Tanpa banyak bertanya donghae segera membuka pintu belakang mobil hyukjae dan menyuruh kyuhyun masuk kedalam tanpa suara. Namja cantik itu pun langsung menuruti apa yang dimaksudkan hyungnya itu dan duduk disana sambil menundukkan wajahnya.

“Mianhae..” Ucap donghae pelan namun bisa didengar kyuhyun dengan jelas.

Detik selanjutnya namja cantik itu terkulai lemah dikursi belakang mobil hyungnya dan meringkuk disana sambil memeluk tangannya sendiri yang ada didadanya.

“Hyung~” Panggilnya dengan suara bergetar menahan tangis.

Namun sepertinya hati kyuhyun terlalu hancur hingga butiran yang semakin banyak mengenang dipelupuk matanya akhirnya keluar juga tanpa bisa dihentikannya. Kyuhyun menangis tanpa suara sambil memeluk tubuhnya sendiri yang terasa ditusuk seluruhnya.

“D-dia…p-punya kekasih, hyung~” Gumamnya diantara isakannya yang tertahan.

Ingin rasanya donghae masuk kedalam dan memeluk kyuhyun seeratnya untuk mengurangi rasa sakitnya. Tapi hyukjae yang mengerti itu akan memperburuk keadaan kyuhyun langsung menahannya ditempat.

Mau tidak mau donghae pun ikut menangis sambil bersandar pada namjachingunya. Apalagi saat melihat kyuhyun yang meringkuk dari balik kaca mobilnya membuat sakit yang dirasa kyuhyun seperti berpindah kepadanya.

Cinta dongsaengnya itu berakhir bahkan sebelum kyuhyun sempat menyatakannya secara langsung pada orang tersebut. Kini saat mengetahui semua kebenarannya, kyuhyun harus melupakan semuanya dalam waktu singkat.

Selama ini kyuhyun memang tidak mengharapkan surat-surat itu mendapatkan balasannya dari siwon, tapi saat mengetahui dengan jelas yang dicinta sudah mencinta itu terasa sangat menyakitkan. Lebih menyakitkan lagi saat cintanya itu adalah orang yang dikenalnya, sahabatnya sendiri.

Sooyoung satu-satunya yang mendekati kyuhyun tanpa peduli sikap cuek dan evil kyuhyun yang sering mengabaikannya. Walau tidak dekat, tapi sooyoung yang menemaninya dikampus membosankan itu karena kyuhyun tipe orang yang tidak bisa mendekat jika tidak didekati.

Entah berapa lama hyukjae dan donghae berdiri diluar menunggu tangisan dan isakan kyuhyun mereda. Sampai kaki mereka terasa kesemutan barulah kedua namja itu berpaling melihat keadaan dongsaeng mereka.

Kyuhyun masih meringkuk seperti bola dengan mata terpejam dan nafas teratur menandakan bahwa dia tertidur kelelahan. Keduanya langsung menghela nafas lega bersamaan dan segera masuk ke mobil lalu pergi dari sana.

Tanpa mereka tahu, namja tampan yang menyebabkan semua itu terjadi terus saja memerhatikan mereka dari jauh dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.

Di dalam mobil mereka berdua sama-sama terdiam dengan hyukjae yang hanya focus melihat ke depan sementara donghae terus mengamati wajah pucat dongsaengnya yang sembab dengan jejak airmata yang belum kering sepenuhnya.

“Kemana?” Tanya hyukjae setelah beberapa saat.

“Rumah kita” Jawab donghae tanpa melihatnya.

Dan mobil itu pun terus melaju membelah kota seoul di siang hari itu meninggalkan semua yang terjadi beberapa waktu yang lalu dibelakangnya.

*Happy Ima’s Day*

Begitu sampai didepan apartement mewah milik mereka berdua, mobil hyukjae langsung berhenti di depan loby dan segera turun dari sana membukakan pintu belakang untuk kyuhyun.

Namun namja kurus namun kuat itu tidak membangunkan kyuhyun melainkan mengambilnya perlahan sampai kyuhyun tersampir dibelakangnya. Dan hyukjae segera menggendongnya dibelakang lalu masuk ke dalam bangunan mewah itu menuju ruangannya dengan donghae yang berjalan didepan.

Sampai didalam mereka menidurkan kyuhyun dikamar tamu milik kyuhyun sendiri jika berkunjung dan donghae menyelimutinya dengan benar lalu keluar dari sana setelah mengecup kening kyuhyun penuh sayang.

“Aku kembali ke kantor, jagalah dia…” Ucap hyukjae kemudian dan dibalas donghae dengan anggukan kepala dan menerima kecupan dikeningnya dari kekasihnya tercinta.

“Take care..” Gumam donghae sambil menutup pintu apartement mereka.

Lalu namja tampan itu pun memilih untuk membersihkan dirinya dikamar mandi sambil menunggu kyuhyun bangun agar mereka bisa memesan makan siang bersama. Namun saat donghae kembali untuk mengecek kyuhyun dikamarnya.

Hanya ruangan kosong dengan pintu terbuka yang didapatinya kerana kyuhyun sudah pergi meninggalkan rumahnya beberapa menit yang lalu. Saat ingin berlari kepintu tiba-tiba saja iphonenya berbunyi tanda 1 pesan masuk kesana.

Donghae langsung mengambil Iphonenya dan membuka sms singkat yang ternyata kyuhyun pengirimnya.

To : Ikan Hyung
Gomawo, hyung.
Aku ingin sendiri;-(

Donghae langsung memukul sofa didepannya saat melihat emot kyuhyun di pesan singkat itu yang menggambarkan jelas perasaannya saat ini. Dongsaengnya itu benar-benar terpukul dengan kejadian tadi.

Donghae tau apa yang dirasakan kyuhyun saat ini, dengan kenyataan siwon pujaan hatinya sudah punya kekasih dan yang terlebih penting namja tampan cintanya beberapa bulan terakhir ternyata tidak sama seperti dirinya.

Siwon namja normal yang memiliki yeoja sebagai kekasihnya dengan kata lain tidak adapun sedikit harapan untuk kyuhyun mendapatkan perhatian dari siwon apalagi mendapatkan cintanya.

“Semoga dia tidak macam-macam.” Gumam donghae menghela nafas pasrah.

Tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Kyuhyun tidak memerlukan kata-kata manis untuk menenangkannya kerana kenyataan yang diterimanya itu benar-benar sudah meluluh-lantakkan seluruh cinta yang dijaganya dari awal hingga bertunas?

Saat ini kyuhyun hanya ingin sendiri dan meresapi apa yang telah terjadi dan memikirkan apa yang akan dilakukan untuk meneruskan hidupnya dengan hati yang tidak lagi utuh sempurna.

Cinta pertama yang tak terbalaskan. Walau Cinta tapi tak bisa mencinta.

Hari terus berlalu setelah kejadian itu dan kyuhyun menghilang dari peredaran hyung dan dikantornya. Namja cantik itu belum siap menghadapi dunia baru setelah hancurnya cinta dalam hatinya secara tiba-tiba.

Beberapa hari ini kyuhyun terus mengurung diri dikamarnya dan meringkuk diranjang menangis dan tertidur dan menangis lalu tertidur kembali. Hanya bangun saat ingin ke kamar mandi dan perutnya meminta haknya.

Selain itu tidak ada yang dilakukan kyuhyun dengan mata yang melebihi anak panda dan kulitnya yang sudah melebihi Edward? membuatnya kehilangan cahayanya. Kali ini tidak ada lagi namja cantik yang selalu berseri dan senyuman garing kemana pun dia melangkah.

“Aku sudah cukup bersabar!!” Ucap donghae setengah kesal didepan apartement milik kyuhyun.

Namja tampan hyungnya itu sudah berkali-kali dan setiap hari singgah di apartementnya untuk mengajaknya keluar dan berbicara. Namun kyuhyun hanya membalasnya dengan kebisuan yang tidak berujung.

Kali ini donghae datang membawa seseorang bersamanya yang diketahui sebagai satpam dikantor mereka yang berbadan tegap atau penuh itu untuk menghacurkan pintu apartement kyuhyun.

Dan tanpa aba-aba namja tampan itu langsung menyuruh bodiguardnya untuk mendobrak pintu lusuh itu dengan seluruh tenaganya. Dan seperti keyakinannya juga pintu itu langsung terbelah dua membuat donghae tersenyum puas akan pekerjaan bodyguardnya itu.

Namja tampan itu langsung ke dalam mencari dongsaengnya yang menghilang dan menemukannya meringkuk dibawah tempat tidur sambil menutup telinga dan matanya.

“Mwooo?? Apa dia takuut??” Tanya donghae tidak mengerti langsung menunduk melihat kyuhyun lebih dekat.

“Kyu…” Panggilnya perlahan membuat kyuhyun langsung membuka matanya.

“Apa yang kau lakukan dibawah?” Tanya donghae lagi namun kyuhyun tidak berkutik. “Ayo bangun, jangan jadi tikus.” Lanjutnya lagi dan menarik tangan kyuhyun keluar dari sana.

Tanpa mengeluarkan suaranya kyuhyun mengikuti donghae yang membawanya keluar kamar dan duduk diruang tamu apartementnya yang berantakan.

“Baru beberapa hari kau sudah semakin tua kyu,” Ucap donghae menelusuri wajah dongsaengnya dengan teliti.

Kyuhyun hanya berpaling membuang muka dan tidak menjawab apa-apa membuat donghae kesal tiba-tiba.

“Apa yang kau tunggu?? Dia tidak akan datang kesini!!” Ucap donghae sedikit keras membuat kyuhyun langsung menatapnya.

“Dia tidak tahu apa-apa tentangmu! Mana mungkin dia akan tahu perasaanmu!!”

“Bangunlah kyu!!! Kejar cintamu!”

“Kau tau itu tidak mungkin.” Ucap kyuhyun pelan dengan suara serak.

“Berusahalah!! Jangan menyerah sebelum kau mencoba!!”

“Kau ingin aku sakit lagi?? Lebih dari ini?? Itu maumu, hyung??” Tanya kyuhyun tajam dengan luka ditatapannya membuat donghae kehilangan kata-kata.

“Dia normal hyung, tidak ada jalan untukku” Ucap kyuhyun lagi kembali dengan kesedihannya.

“Mianhae, mianhae, kyu!! Mianhae” Ucap donghae langsung menarik kyuhyun kedalam pelukannya. “Aku hanya ingin kau kembali, jangan seperti ini.” Lanjutnya lagi sambil membenamkan wajahnya dibahu kyuhyun dan menangis disana.

Kyuhyun hanya memeluk hyungnya itu semakin erat sebagai jawabannya dan ucapan terima kasih karena sudah menghawatirkan keadaannya. Tapi, tidak ada yang bisa dilakukan kyuhyun saat ini…

Mungkin saja esok hari…atau esoknya lagi sampai kyuhyun bisa menata hatinya kembali dan melupakan semua rasa yang sudah melekat dihati dan pikirannya selama ini.

*Happy Ima’s Day*

Dan hari pun terus berlalu membawa seribu duka pilu dan meninggalkan hati yang kini membeku.

Cho kyuhyun, kembali ke kehidupannya seperti semula dan menjalani setiap hari itu dengan cara yang berbeda setelah hampir sebulan namja cantik itu mengurung diri dikamarnya.

Namun perbedaannya sangatlah terlihat dari wajah chubby nan pucat itu tersirat luka yang belum sepenuhnya menghilang. Mata yang biasanya selalu bersinar kini redup kehilangan cahayanya.

Cho kyuhyun memutuskan untuk bangkit kembali walau dia tidak bisa kembali seperti sedia kala yang setiap hari penuh dengan semangat. Untuk bertemu pujaan hatinya dan menitipkan surat cinta pengganti dirinya.

Kini namja cantik dengan mata bulat bak boneka itu seperti patung yang berjalan, tanpa kata tanpa bicara. Bahkan ekspresinya yang pernah berubah-ubah kini hanya itu saja yang terlihat. Datar.

Kedua hyungnya juga memutuskan untuk tidak mempermasalahkan hal itu sampai kyuhyun bisa kembali menata hatinya yang pernah hancur.

Hyukjae selalu berusaha agar kyuhyun tidak lagi melewati daerah tempat tinggal siwon agar kyuhyun nyaman. Dengan segala pertimbangan, hyukjae memindahkan area kerja kyuhyun ke daerah lain dan menugaskan karyawan lainnya menggantikan kyuhyun didaerah tempat tinggal siwon.

Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu dan hanya mengikuti apapun yang ditugaskan padanya dan mengirimkan apapun yang diberikan untuknya.

Hal itu terus berlanjut sampai beberapa hari ke depan hingga pada suatu hari hyukjae tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan tamu yang tidak biasanya langsung menemuinya tanpa perjanjian.

“Ada yang bisa saya bantu??” Tanya hyukjae dengan wajah ramahnya seperti biasa.

**

Sementara itu di tempat lain, atau lebih tepatnya dijalan besar perumahan elit yang sepi itu terlihat cho kyuhyun sedang berdiri didepan salah satu rumah yang dikenalnya sebagai rumah milik Choi siwon.

Namja pujaan hatinya.

“Kenapa aku kesini lagi??” Tanya namja cantik itu sambil menggenggam cardigan yang tepat didadanya yang berdenyut.

“Choi siwon-sii, aku tidak tahu kau punya kekasih.” Gumam kyuhyun dengan wajah sedihnya. “Aku jadi ingin tahu, apa yang kau lakukan dengan semua surat-suratku?”

“Ahh, pasti kau sudah membuangnya dan menertawakanku kan? Bodohnya!! Mianhae sudah mengganggumu, siwon-ssi. Mianhae.”

Setelah mengucapkan kata yang entah pada siapa itu, akhirnya kyuhyun meninggalkan tempat itu dengan hati yang kembali terasa nyeri. Mungkin saja ini untuk terakhir kalinya kyuhyun melihat tempat yang selalu bisa membahagiakannya itu.

“Aku akan mencoba melupakan semuanya.” Ucap kyuhyun dengan setengah berbisik dan kembali merasa hatinya ditusuk duri.

Saat itu tiba-tiba iphone yang ada disakunya berbunyi cukup keras hingga membuatnya tersentak. Namja cantik itu langsung memeriksa siapa yang sudah menganggunya bersedih ria disana dan ternyata itu adalah hyung sekaligus atasannya Lee hyukjae.

“Ne, hyung?”

>Lekas kembali<

“Ne?”

>Tutututututut<

Suara sambungan yang diputus sebelah pihak membuat kyuhyun menatap benda mati itu tidak percaya. Ingin rasanya kyuhyun melempar barang mahal ditangannya itu namun iphonenya itu adalah hasil kerja kerasnya selama ini hingga dia pun kembali memasukkannya ke saku dan segera pergi dari sana.

Begitu sampai dikantornya kyuhyun langsung menuju ruangan hyukjae dan masuk kesana tanpa permisi terlebih dahulu hingga membuat orang yang ada didalam langsung melihatnya.

Namun saat kyuhyun sadar siapa yang ada didalam dan sedang menatapnya tidak percaya seketika jantung kyuhyun berpacu dengan cepat dan nafasnya tercekat ditenggorokan.

“Ohh, kenalkan, cho kyuhyun, dia orang yang kau cari.” Ucap hyukjae langsung mencairkan suasana yang sempat membeku itu.

Kyuhyun langsung mengalihkan tatapannya tidak mengerti pada kata-kata yang diucapkan hyungnya itu. Sementara itu namja tampan yang sedang menatapnya kini berpaling menghadapnya dengan wajah serius.

“Dia yang selama ini mengantar surat didaerah rumahmu, siwon-ssi.” Ucap hyukjae sekali lagi dan kyuhyun langsung menatap namja itu.

Choi siwon, namja pujaannya mencari pengantar surat kerumahnya? Untuk apa?

“Cho kyuhyun, kita sudah pernah bertemu. Maaf jika ini mengganggumu, aku hanya ingin memastikan.” Ucap siwon.

“Mmm, a-apa maksud.”

“Apa kau tau siapa yang mengirim surat untukku? Surat biru yang selalu ada saat kau mengantar surat ke rumahku. Apa kau mengenalnya??”

“Tidak!!” Jawab kyuhyun seketika membuat siwon tersentak.

“Ohh!! Arraseo. Mianhae.” Ucap siwon dengan wajah kecewa dan berpaling melihat hyukjae. “Terima kasih atas waktunya, permisi.” Lanjutnya lalu pergi darisana setelah menganggukkan kepalanya sopan.

Namja tampan itu melewati kyuhyun tanpa melihatnya sekali lagi dan langsung menghilang dibalik pintu kaca itu meninggalkan kyuhyun yang terdiam membeku.

“Pabbo!!! Ini kesempatanmu!! Kenapa kau tidak sopan begitu??” Ucap hyukjae dengan wajah kesalnya.

Namun saat melihat duka dimata kyuhyun yang masih saja tidak menghilang membuatnya kehilangan kata-kata. Hyukjae pun segera menyuruh kyuhyun keluar darisana dan beristirahat di rumahnya saja.

Walau hyukjae senang kyuhyun kembali ke tugasnya namun tetap saja ada yang berbeda dan dia merasa sudah kehilangan dongsaengnya yang dulu yang selalu punya cara untuk menghinanya.

Namja yang dikenal dengan gummy smilenya itu tiba-tiba terkejut dengan bunyi hp-nya yang bergetar diatas meja. Tanpa melihat siapa yang menghubunginya hyukjae langsung mengangkat panggilan itu.

“Ya! Eunhae’s letters. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya hyukjae dan mendengar jawaban si peneleponnya.

“Ohh, baiklah, akan saya atur, terima kasih.”

Namja sedikit tampan itu pun langsung tersenyum sumringah setelah menerima telepon tersebut yang seperti memberinya pekerjaan baru.

“New job, new letter, New money!! Yo, yo, yo!!” Celoteh hyukjae sambil keluar dari sana dengan penuh semangat.

*Happy Ima’s Day*

Keesokan harinya kyuhyun kembali ke kantornya dan kembali menjadi pengantar surat seperti biasanya. Tanpa menyapa siapapun atau menjahili hyungnya, kyuhyun langsung mengangkat kotak-kotak yang berisi surat yang akan diantarkannya ke mobil dan pergi dari sana.

Setelah hampir sebagian surat kyuhyun antar ke rumah tujuan namja tampan itu tiba-tiba saja membeku ditempatnya saat melihat alamat yang akan dituju selanjutnya.

“Kenapa? Apa hyung salah?” Tanyanya pada diri sendiri.

Dengan perasaan tidak menentu kyuhyun melajukan mobilnya ke alamat yang dituju selanjutnya yang merupakan rumah mewah milik Choi siwon cinta sebelahnya.

Sambil berharap tidak akan bertemu muka dengan pemilik rumahnya kyuhyun langsung mengambil surat-surat itu lalu menurunkan topinya sedikit ke bawah dan mendekati dua kotak merpati hitam yang ada didepannya.

Perlahan tangan kyuhyun membuka kotak pertama dan memasukkan semua surat yang beramplop coklat kedalamnya. Lalu kyuhyun kembali membuka kotak kedua dan mengambil surat-surat yang berwarna putih untuk dimasukkan kesana.

Namun sebelum itu terjadi, kyuhyun melihat sebuah amplop berwarna babyblue bersandar menyamping dalam kotak tersebut. Dan yang lebih mengejutkan kyuhyun bisa melihat dengan jelas untuk siapa surat itu tertuju.

Kerana tinta yang dipakai diatasnya lebih terang dari warna amplop itu sendiri, hingga membuat kyuhyun bisa membaca dengan jelas penerima surat babyblue tersebut.

To : Cho kyuhyun.

Tentu saja yang bisa dilakukan kyuhyun saat itu adalah membeku ditempatnya sambil terus menatap surat cantik itu seolah benda mati tersebut bisa menjawab keheranannya.

Setelah beberapa detik terdiam barulah tangannya bergerak untuk mengambil surat itu lalu memasukkan surat yang lain dan menutup kotaknya. Kemudian tanpa menunggu lebih lama kyuhyun langsung kembali ke mobilnya dengan jantung yang berpacu dengan hebatnya.

Sebelah hatinya yakin siapa yang mengirim surat itu untuknya, namun sebelah hatinya yang lain takut akan isi surat itu akan menghancurkan hatinya yang masih tidak berbentuk.

Tapi…rasa penasaran yang ada dikepala mengalahkan segalanya yang membuat kyuhyun memacu mobilnya diatas kecepatan rata-rata menuju tempat yang sangat ingin dituju untuk membaca surat itu.

Sungai Han.

Begitu sampai kyuhyun langsung turun kebawah dan duduk di tepi sungai yang mengalir dengan tenangnya itu. namja tampan itu tahu jika pagi disana masih sepi dan tidak ada pengunjungnya hingga membuatnya leluasa.

Lalu perlahan tapi pasti kyuhyun membuka amplop itu dengan jantung yang tidak keruan membuatnya harus menarik nafas sebentar untuk menenangkan hatinya.

Hal pertama yang didapatkannya adalah wangi surat itu langsung merasuk indra penciumnya dan membuatnya melihat kertas babyblue itu tidak percaya. Kayu manis dan lilac, Vanilla.

Lalu tatapan kyuhyun mulai meneliti tulisan disana yang tercetak rapi menandakan pemiliknya yang juga selalu rapi. Setelah mengatur hatinya untuk lebih tenang kyuhyun pun membaca kata demi kata yang terangkai dalam surat cinta yang disangkanya itu.

To : Double L.

Eum..hai, perkenalkan aku choi siwon, atau kau memang sudah mengenalku, hmm? Maaf jika surat ini mengganggumu atau membuatmu tidak nyaman. Tapi aku hanya ingin memastikan keberadaan dirimu yang selama ini selalu menemani pagiku yang membosankan.

Mungkin terdengar aneh, tapi aku senang dengan semua suratmu yang walau terkesan aneh, tapi cute. Pasti dirimu juga seperti itu ne??

Tanpa sadar kyuhyun mengerucutkan bibirnya dengan kesal kerana siwon mengatakan dia aneh walau cute.

Mmm, tapi setelah beberapa hari belakangan ini kau kemana, double L? Aku kehilanganmu, aku kehilangan penyemangat pagiku. Apa kau sudah lelah mengirimiku surat? Lalu kenapa kau tidak datang langsung dan bertemu denganku?

Aku ingin menemuimu, jeongmal.

Atau, apa aku punya salah? Menyakitimu? Jika iya..mianhae. aku tidak bermaksud melakukannya. Apapun itu, mianhae.

Aku ingin kau tahu, hatiku ini selalu berharap untuk melihatmu dan didalam kepalaku selalu memikirkanmu. Jika kau berkenan, kembalilah double L. Aku ingin sekali menatap matamu dan melihat senyummu.

Please…come back to me..Im waiting.

Choi siwon.
Your love letter
Ps. At Han River
Setelah kau bertugas.

Setelah membaca itu kyuhyun langsung melihat kesekilingnya yang tidak ada siapapun disana, hanya desiran angina pagi dan percikan sungai yang mengalir yang menemaninya.

Namun setelah beberapa detik barulah kyuhyun mendengar suara langkah yang mendekatinya secara perlahan. Seketika jantung kyuhyun berpacu dengan kerasnya menunggu orang yang ingin bertemu dengannya itu sampai dibelakangnya.

Choi Siwon…

‘apa yang harus kulakukan?’ tanya kyuhyun dalam hati sambil memejamkan matanya sekuat tenaga.

“Double L?” Tanya siwon saat sudah berdiri dibelakang kyuhyun.

“Kenapa kau ingin menemuiku?” Tanya kyuhyun tanpa berpaling melihat namja tampan itu.

“Aku ingin melihatmu??”

“Untuk apa? Bukankah kau sudah punya kekasih?”

“Aku…” Ucap siwon ragu.

“Bukankah lebih baik kau lupakan saja?? Surat-suratku, semuanya!!” Ucap kyuhyun langsung berdiri akhirnya melihat namja tampan yang pernah dicintainya itu.

Atau masih.

Kini siwon bisa melihat dengan jelas mata bulat bak boneka itu memancarkan kesedihan yang dalam. Entah apa yang dipikirkan siwon saat tangannya terulur ingin memeluk namja didepannya itu untuk menenangkannya.

“Lupakanlah siwon-ssi, aku yang salah. Kau tidak usah memikirkannya lagi..aku sudah mengakhirinya.” Ucap kyuhyun mundur perlahan dan menundukkan wajahnya.

Mengatakannya secara langsung terasa lebih menyakitkan bagi kyuhyun daripada memendamnya sendirian dan merasakannya.

“Apa maksudmu dengan lupakan? Apa semua itu tidak berarti untukmu??” Tanya siwon tidak mengerti dan membuat kyuhyun langsung menatapnya kembali.

“Sangat berarti bahkan sampai seperti setiap nafas yang kulepaskan setiap detiknya.” Ucap kyuhyun dengan keyakinan yang luar biasa.

“Lalu kenapa lupakan? Bukankah itu sangat menyakitkan?”

“Lebih menyakitkan jika mengingatnya tapi tidak bisa mendapatkannya.”

“Tapi…”

“Sudahlah, aku bisa mengerti, sekarang kita sudah bertemu dan penasaranmu sudah hilang. Tolong maafkan aku dan lupakanlah.” Ucap kyuhyun memotong perkataan siwon.

“Tapi, aku…”

“I said…forget it!!”

“Bagimana jika aku tidak bisa? Bagaimana jika aku tidak mau?? Bagaimana jika itu sama pentingnya untukku? Apa yang akan kau lakukan??” Tanya siwon dengan suara yang sedikit keras karna kekesalannya yang tiba-tiba.

“K-kau…”

“Bagaimana aku bisa melupakan tatapan matamu saat pertama kali kita bertemu? Bagaimana aku bisa melupakan tatapan yang terluka itu, jika aku ingin segera memeluk untuk menenangkanmu?”

“K-kau tau?” Tanya kyuhyun kehilangan kata-kata.

“Aku tau wangimu menyebar saat kami mendekat, wangi Vanilla. Hatiku berkata ya, saat kau melewati kami setelah bernyanyi dengan indahnya.”

“Dan lagu itu pasti ditujukan untukku kan? Dan saat aku menemui hyukjae, aku semakin yakin dengan apa yang akan kulakukan.” Ucap siwon menatap kyuhyun dalam menyampaikan kejujuran disetiap kata-katanya.

“Katakan padaku, cho kyuhyun. Katakan padaku bagaimana melupakannya??” Tanya siwon sambil menatap kyuhyun dengan tatapan yang bisa menembus ke dalam hatinya hingga membuat namja cantik itu menundukkan wajahnya.

“Tapi…semua itu sudah tidak ada artinya lagi.” Gumam kyuhyun sambil meremas jemarinya yang mulai basah.

“Apa maksudmu??!”

“Kekasihmu, siwon-ssi. Jangan lupakan kekasihmu.” Jawab kyuhyun kembali menatap mata onyc siwon.

“Ohh, sooyoung? Dia bukan kekasihku. Dia tunanganku.” Ucap siwon dengan wajah tenangnya membuat seribu batu langsung menghimpit dada kyuhyun.

“Ohh, selamat siwon-sii, semoga kau bahagia.” Ucap kyuhyun langsung beranjak pergi meninggalkan siwon yang terpaku.

Namun tiba-tiba…

“AKU SUDAH MEMUTUSKANNYA!!!” Teriak siwon dengan kesal membuat kyuhyun berhenti dan melihatnya dengan wajah tidak percaya.

“Aku sudah memutuskannya, tunangannya, kerjasamanya, kontraknya, semuanya, apa kau puas??”

“Aku memutuskannya setelah bertemu denganmu!! Kenapa kau tidak mau mendengarku dan setidaknya bertanggung jawab cho kyuhyun!!!”

Kyuhyun hanya menatap siwon dengan tatapan kosong seperti kehilangan jiwanya setelah mendengar ucapan siwon yang sangat banyak itu.

“Dia hanya kontrak kerja sama, kyuhyun” Ucap siwon dengan suara lebih lembut. “Aku tidak bisa membohongi diriku lagi dengannya.”

“Sekarang aku sudah menemukannya. Aku yakin..aku mencintaimu Cho kyuhyun.”

“Double L” jawab kyuhyun dengan wajah blank.

“Setelah semua yang kukatakan hanya itu jawabanmu??” Tanya siwon tidak percaya.

“Kenapa double L?” Tanya kyuhyun tidak peduli.

“Love Letter. Dari awal aku menganggap itu surat cinta.” Jawab siwon jujur.

Detik itu juga lutut kyuhyun kehilangan tenaganya lalu merosot ke tanah dan bersimpuh disana. Siwon yang melihatnya segera ingin mendekat namun terhenti perkataan kyuhyun.

“Ke-kenapa tidak datang lebih cepat, sebelum…”

“Aku menunggumu, menunggu surat yang ke 100. Tapi surat itu tidak pernah sampai akhirnya aku putuskan membuat surat itu sendiri.” Ucap siwon mendekat perlahan dan duduk dengan bertumpu pada sebelah lututnya.

“Jadilah milikku, surat cintaku.” Ucap siwon sambil meraup tubuh kyuhyun yang bergetar dalam pelukannya.

“Aku mencintaimu, siwon-ssi.” Gumam kyuhyun didadanya dengan airmata yang sudah tidak bisa ditahannya.

“Aku lebih mencintaimu, love letterku.” jawab siwon dengan senyum manisnya yang menawan dan kyuhyun langsung membalas pelukannya dengan sangat erat.

Beberapa detik kemudian seperti teringat sesuatu siwon langsung berdiri bersama kyuhyun dalam pelukannya. Lalu menggenggam tangan kyuhyun dan membawanya pergi dari sana.

Belum sempat kyuhyun bertanya siwon sudah menyuruhnya diam sampai mereka tiba didepan pintu gerbang rumah siwon dan namja tampan itu langsung berhenti didepan pintu.

Lalu secepat kilat siwon turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk kyuhyun kemudian menariknya kembali untuk masuk ke rumah mewah yang selalu dilihat kyuhyun dari luar itu.

Siwon terus berjalan melewati ruang tamu dan menaiki tangga lantai 2 hingga tiba didepan pintu kamar yang diyakini kyuhyun sebagai kamar tidur itu. Sebelumnya kyuhyun tidak lupa mengagumi setiap interior rumah yang sangat cantik menurutnya itu.

“S-siwon-ssi..” Panggil kyuhyun akhirnya.

“Ayo masuk..” Jawab siwon dan tanpa segan membuka pintu kamar yang sangat luas itu dengan ranjangnya yang besar.

Namun bukan itu yang menarik perhatian kyuhyun, tapi sayup-sayup indera penciumannya menagkap wangi yang sangat familiar bertebangan disana hingga membuatnya menghiurp lebih dalam.

“Ini…” Ucapnya melihat siwon dengan wajah bingung.

“Lihatlah..” Jawab namja tampan itu sambil membawa kyuhyun masuk lebih kedalam lagi.

Pertama kyuhyun tidak tahu apa yang dilihatnya sampai matanya menangkap amplop-amplop babyblue yang sangat dikenalinya bertebaran disetiap furniture dalam ruangan itu. Dan yang lebih mengejutkan, disampingnya terletak botol bundar kecil dari kaca yang bertutup dan berlubang diatas dengan lilin yang menyala didalamnya.

Dari sanalah aroma vanilla yang menyebar diseluruh ruangan itu berasal. Semuanya ada sepuluh botol dan kyuhyun sadar disetiap botol itu berdiri satu amplop surat cinta darinya.

Kyuhyun tidak tahu apa yang harus dikatakannya untuk mengekspresikan perasaannya saat ini. Siwon membuat semua luka dan kesedihan dihatinya menghilang seketika. Tapi…

“Apa kau sungguh-sungguh, siwon-ssi??” Tanya kyuhyun tanpa berpaling melihat siwon dibelakangnya.

Siwon langsung mendekat dan menyelipkan kedua lengannya dipinggang kyuhyun dan memeluknya erat sampai punggung kyuhyun bersandar didadanya.

Saat itu kyuhyun bisa merasakan detak jantung siwon yang berpacu lebih kuat dari manusia normal seharusnya. Kyuhyun sadar bahwa itu juga yang terjadi padanya sejak mereka bertemu di sungai Han.

“Dengan apalagi harus kubuktikan, kyu?” Tanya siwon sambil meletakkan dagunya dibahu kyuhyun.

“A-aku…kita…salah…” Kyuhyun tidak tahu cara mengucapkan kata itu dengan benar.

“Jika mencintaimu adalah salah, aku rela menggenggam kesalahan itu untuk selamanya.” Ucap siwon sambil memutar tubuh kyuhyun menghadapnya.

“Kau tidak bisa menarik lagi ucapan itu, siwon-ssi..”

“Aku tidak akan pernah menariknya..tapi..”

“Tapi.. ubah dulu panggilanmu itu, aku seperti ahjussi saja”

“Si-siwon..”

“No, no, no..bukan itu.”

“S-siwon-nie..”

“Kau memang benar-benar cute baby..”

Siwon langsung memeluk kyuhyun tanpa bisa kyuhyun protes akan nama yang diucapkan siwon untuknya itu.

“Jangan pernah bersedih lagi, aku mencintaimu.” Ucap siwon mengeratkan pelukannya membuat kyuhyun semakin membenamkan wajahnya dileher kekasihnya itu.

“Mmm, aku harus berterima kasih pada hyukjae.” Ucap siwon kemudian membuat kyuhyun menatapnya dengan kepala dimiringkan.

“Untuk?”

“Karna menyuruhmu kembali mengantar suratku..”

“Ohh..”

“Ah!! Aku akan membuat ruangan khusus untukmu disana!! Agar kita bisa berdua saja”

“Tidak usah!!”

“Kenapa? Kau masih kerja disana kan baby??” Tanya siwon tanpa sadar membuat kyuhyun langsung menatapnya tajam.

“Lalu, apa kau masih mengirimkan surat untukku??” tanya siwon lagi tidak peduli.

“Tidak akan!!”

“Mwooo?? Waeyooo??” Tanya siwon tidak percaya.

“Untuk apa?? Jika aku sudah dalam pelukanmu??” Jawab kyuhyun tanpa sadar membuat siwon tersenyum garing sambil menatap kyuhyun jahil dan seketika pipi itu merona dengan indahnya.

Siwon langsung diam terpaku melihat wajah kyuhyun yang bersinar dengan cara yang berbeda membuat kyuhyun gugup seketika mungkin ada kata-katanya yang salah.

“Kau sangat cantik, baby.” Ucap siwon dengan wajah seriusnya membuat rona pipi kyuhyun semakin terlihat.

Detik itu juga siwon menarik kyuhyun ke pelukannya dan mendekatkan bibir mereka lalu memulai ciuman pertama mereka setelah resmi menjadi sepasang kekasih. Siwon mengecup bibir peach itu perlahan dan membuat ciuman itu terasa lembut dan sangat manis untuk kyuhyun.

Kyuhyun yang baru pertama kali merasakan ciuman manis seperti itu langsung memejamkan matanya sambil menggenggam erat baju depan siwon dengan jantung yang berdetak dengan hebatnya.

Setelah berapa detik siwon melepasnya dan menatap wajah kyuhyun yang masih memejamkan matanya dengan nafas sedikit teratur. Perlahan tangan siwon terangkat untuk membelai pipi pucat merona itu dengan lembutnya sampai mata kyuhyun terbuka perlahan menatapnya.

Lalu tangan itu pun turun kembali dan berhenti tepat diatas dada kyuhyun dimana debaran jantung kyuhyun bisa dirasakan siwon dengan jelasnya dan membuatnya tersenyum dengan menawan.

“Mulai sekarang, aku yang akan mengirimkan surat untukmu baby, tunggu saja.” Ucap siwon yakin dan menatap kyuhyun dalam.

Detik itu juga kyuhyun kembali menarik baju siwon dan kembali mengecup bibirnya memulai ciuman kedua mereka dan ketiga dan selanjutnya, seterusnya sampai selamanya.

Dan kyuhyun pun menyimpan surat dari siwon dalam kotak kaca berbentuk hati yang ada dimeja disamping tempat tidur namja tampan itu yang sudah dipenuhi dengan 99 surat darinya.  Dengan begitu lengkap sudah semuanya menjadi One Hundred Love Letters.

**

THE END.

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, APA INI!!!!>_<

Advertisements

68 thoughts on “One Hundred Love Letters

  1. Unii vieeeeee duh maaf ni bru bisa caba skrg, kekeke ~
    Owowowo cba aku jg dikirimin surat dari kyu, hahahaha ( dibunuh won nanti ) hahaha
    Uniii bikin squeell ny dooong kereenn thuuu, jrang2 kan kyu jdi tukang pos, pasti pda pengen dikirimin surat sma pak pos, ee slah, neng pos uyun, wkwkwkw

  2. Kyuhyunnie musti bersakit-sakit dulu baru bsa senang kmudian xD
    Udah kliatn ko klo won jg suka ma kyu dr awal.won slalu suka baca surat cinta dr kyu bhkn slalu d nanti” ..tp kmudian prtmuan dgn brtatap muka prtma mrka mlh mnghdirkn luka buat kyu saat siwon mlh udh punya gandengan..syukurlah smua indah pd akhr’a stlh siwon mmbuka smua kisah sbnr’a…
    chukkae wonkyu!!

  3. Eh ini keren vie unnie ! +_+ .. Sumpeh keren sweet meski w0nkyu m0mennya kurang tapi keren huaaa fellnya ngena banget mantebt deh apa lg pas bgian kyu nyanyi sreeet aku juga ikut ngrasain patah hatinya kyuhyun TT_TT .. Tapi ah happy end keke kerenlah ^_^ fighting ne unn.

  4. baru pertama kali sih baca ff yang boy x boy kayak gini. tapi ceritanya keren banget kok. nggak bisa bayangin kyu jd tukang pos… pengen deh jd siwon biar tiap hari dikirimin surat dr kyu.. kkkkk.. buat sequelnya unnie..

  5. Kyaaaaaaa akhirnya ff nya jadi.. Ga nyangka ff nya jadi bagus gini bundaaaaaa makasih >< ima suka bangettt gomawoooooo.. Sequel sequel disequel buat hubungan mereka renggang garagara surat juga.. Surat merahvperusak hubungan

  6. Kyaaaaa…keren banget..authorx jg keren banget bs bikin cerita yg mengharukan begini..salut deh..
    Wonkyu pst bahagia y..ikut seneng pokoknya..
    Surat cinta..,kpn y q dpt jg dr babykyu..haha..

  7. Awalnya sedih bngt tp endingnya sweet banget…aww aku jg mau dpt surat cinta, pasti aku bakalan rajin ke kantor pos klu ada pak pos setampan dan secantik babykyu, bukan apa” cuma mau pegang pipinya aja…ehehehe…

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s