In Love Again


Hai-hai,,My lovely readers..Vie datang bawa bacaan baru..

Maaf ya bukan My Baby..Vie masih merangkai kata demi kata untuk chap 64 yang akan menguras bak mandi,,ehehehe.

Ohh,,ff ini special dalam rangka Ulang tahun Vira or Devira Daras..hari ini..27 Desember 2014,,yang ke…berapa chagi?? ihihihi..

Mianhae kalau butuh waktu satu tahun untuk hadiah ini terselesaikan..mianhae..ini pun belum selesai juga,,ehehe.

bunuh saia..

Ohh,,ne,,FF ini seharusnya End dalam sehari,,tapi karna belum siap semuanya,,terpaksa dipotong..

So,,,Happy B’day Vira,,anak umma,,sudah dua kali ultah bersama umma,,semoga kedepannya lagi dan kedepannya kita juga masih saling berbicara dan mengucapkan selamat satu sama lain ne,,semoga.

Panjang umur, sukses selalu dan semua impianmu tercapai,,all the best for you in this world honey,,HAPPY B’DAY!!

**

Here,,your present..

Cast ; Choi Siwon(30 tahun), Cho Kyuhyun(28 tahun), Minho, Suho.

Pairing : WonKyu

Di setiap pagi di sebuah sekolah dasar yang terkenal di Seoul, terlihat berbagai mobil mewah berjejer di depan gerbang yang mengantarkan setiap anak ke tempat menuntut ilmu dasar itu.

Sebagian besar anak-anak itu diantarkan sopir pribadi mereka, sedangkan sebagian yang lain diantarkan orang tua mereka sendiri.

Begitu juga dengan salah satu mobil yang berhenti tepat di depan gerbang sekolah elit tersebut. Terlihat seorang bocah kecil berusia 6 tahun masih duduk di kursi depan sedang pintu mobil itu sudah terbuka sedari tadi.

Dengan rambut coklat bulat fluffy dan bibir merah yang mungil terlihat sedang dipoutkan sambil melihat orang yang ada disampingnya.

“Jangan pout begitu,,appa jemput nanti..” ucap namja yang ada disampingnya yang juga appanya.

Bocah kecil itu langsung menganggukkan kepalanya dengan bibir yang semakin dipoutkan lalu segera turun dari mobilnya.

“Belajar yang rajin, ne,,bye-bye..” jawab namja itu lagi.

“Ne, appa..bye-bye..” jawabnya pelan lalu segera meninggalkan mobil yang sudah akan berjalan dari sana itu.

Kemudian bocah imut dengan kulit putihnya itu berjalan memasuki gerbang sekolahnya dengan wajah sulking imutnya.

“Cuooooo!!!” panggil seseorang tiba-tiba dibelakangnya membuatnya langsung berpaling.

“Hyuung~~” ucapnya begitu melihat bocah tampan lainnya dengan wajah sumringah mendekatinya.

Tanpa kata lain lagi bocah yang dipanggil Cuo atau Suho itu langsung berlari menubruk bocah tampan yang dipanggilnya hyung itu.

“Ahahaha,,kenapa cemberut, hmm??” Tanya bocah tampan itu membuat Suho mengembungkan pipinya.

“Appa bo’ongin Cuo..” jawab Suho.

“Lagi??” Tanya bocah tampan itu dan mendapat anggukkan dari suho.

“Appa bilang mau beliin cuo Ice Cream, tapi appa pulang telat dan lupa, appa jahat hyung.” Ucap suho lagi dengan mata berkaca-kaca.

“Aigooo..” ucap bocah tampan itu kembali memeluk kepala dongsaengnya. “Sudah-sudah,,jangan nangis..” lanjutnya lagi sambil menepuk-nepuk kepalanya.

Bocah kecil imut itu langsung tersenyum senang dan memeluk hyungnya itu lebih erat kerana dia selalu senang dengan perhatian yang diberikan hyung-nya itu walau mereka bukan satu darah.

“Apa kalian mau berpelukan seperti itu terus??” Tanya seorang namja yang lewat di samping mereka.

“Seosangnim!!” ucap bocah tampan yang lebih tua langsung melepas pelukannya membuat suho dipelukannya itu mendecak kesal.

“Selamat pagi minho,,kenapa lagi dengan dongsaengmu??” Tanya namja tampan yang dipanggil seosangnim itu.

“Appa-nya ingkar janji, seong-Lee..” jawab bocah tampan yang bernama minho itu membuat yang dipanggilnya memberikannya death glare gratis dipagi hari.

“Jangan memanggil singkatan seperti itu..lalu,,imut,,appa-mu memang jahat ne??” ucap Seosangnim lee pada Suho yang kembali kesal.

“Aniyo!! Apa hanya sibuk, dia jadi lupa!!” bantah bocah kecil itu membela appa-nya.

“Nah,,itu tahu kan?? Suho memang anak baik..” ucap namja tampan itu dengan senyum lembutnya.

Tanpa sadar bocah kecil yang dipanggil suho itu pun ikut menyunggingkan senyuman manisnya untuk pertama kali di pagi nan cerah itu.

“Seosangnim memang hebat..” bisik minho saat suho melangkah mendahului mereka.

“Siapa dulu dong,,lee donghaee!!!” ucap namja tampan itu dengan bangganya membuat minho langsung memberinya death glare.

“Hyung!!” panggil suho tiba-tiba.

“Ahh,,iya..kami permisi lee donghae..” ucap minho dengan jahilnya lalu berlari menghampiri suho.

Meninggalkan donghae yang menatapnya tidak percaya, namun kemudian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dengan manis.

“Mereka memang sangat dekat ya?!” ucap seseorang dibelakangnya.

“Heeey,,bu guru!!” jawab donghae membuat yeoja cantik itu memutar bola matanya.

“Ne, suho sangat bergantung pada minho sejak mereka bertemu dulu.”

Setahun Yang lalu..
Hari tahun ajaran baru dan hari pertama masuk sekolah bagi anak-anak yang usianya sudah mencukupi dan pantas memasuki sekolah tingkat pertama.

Hari itu seorang namja tampan membawa putra satu-satunya untuk masuk sekolah dasar di sekolah ternama di korea. Namja itu tidak mengatakan apa-apa saat anaknya bersikeras tidak ingin masuk ke kelasnya.

Bocah kecil nan imut dan menggemaskan itu menatap kaki-nya sambil memeluk ransel imutnya yang berwarna ungu. Wajah putih nan pucatnya terlihat jelas sedang tidak bersahabat dari bibir yang dipoutkan dan mata yang sedikit basah itu.

“Hey,,little cute, ayo main sama hyung..” ucap seorang anak tiba-tiba didepan mereka.

Bocah tampan dengan rambut hitam bulat menghampiri mereka dan mengajak bocah kecil itu bermain kerana merasa kalau si kecil itu tidak ingin ada disana. Entah mengapa kakinya langsung bergerak untuk membujuknya.

Sementara bocah kecil yang dipanggil little cute itu pun langsung mengangkat kepalanya dan menatap bocah asing yang mengatakan dirinya hyung itu.

“Main sama hyung ne,,hyung punya ice cream,,” ucapnya lagi membuat appa bocah itu tersenyum ramah.

Dan tanpa diduga keduanya bocah kecil itu langsung melepas genggamannya pada appa-nya dan meletakkan tangannya pada tangan hyung asingnya yang terulur itu.

“Panggil mino hyung,,ne..kamu??”

“Cuo..aku cuo hyung..” jawab bocah itu dengan suara imutnya membuat mino atau minho itu tersenyum dengan girang.

“Biar saya yang bawa masuk, uncle..” ucapnya kemudian melihat namja didepannya yang kehilangan kata-kata.

“Ahh,,gomawo,,nama-nya suho,,tadi itu panggilannya,,gomawo ne?? uncle harus ke kantor..” ucap namja itu akhirnya lalu segera pergi dari sana setelah mengecup kening anaknya dan membelai pipi bocah yang sudah menolongnya.

Setelah itu minho langsung membawa suho ke kelasnya setelah memberinya permen berbagai rasa dan berjanji akan menjenguknya lagi saat istirahat nanti.

Dan begitulah seterusnya sampai hari ini, tiada hari tanpa MinSu-begitu guru memanggil mereka disekolah itu. Setiap pagi, istirahat, dan pulang sekolah minho selalu ada disamping suho menemaninya.

Minho melakukan apapun untuk bocah kecil itu tersenyum bahagia, membantunya disemua pelajaran dan menjaganya dari apapun yang membahayakannya di sekolah. Dan suho mengagumi hyungnya itu lebih dari siapapun dan menamakannya sebagai Guardian Cuo.

End of flashback..

“Ahh,,ayo cantik,,pelajaran dimulai..” ucap donghae kemudian sambil menatik lengan yeoja itu memasuki gedung sekolah mereka tanpa bisa ditolak yeoja cantik itu.

Dan pelajaran demi pelajaran pun berlangsung dengan nyaman seperti biasanya sampai waktu istirahat tiba.

Minho yang sudah biasa menjenguk dongsaengnya kini harus tinggal di kelasnya kerana ada hal yang harus dilakukannya sebagai ketua kelas. Dengan wajah cemas minho menyelesaikan tugasnya kerana ingin segera menemui suho di lantai bawah.

Namun tugasnya yang tidak selesai juga bahkan hampir selesai jam istirahat membuatnya semakin cemas. Minho tidak ingin absennya kali ini membuatnya harus menghadapi wajah sulking suho yang kedua kali dalam sehari.

“Aigooo,,bagaimana ini..” gumam minho sambil mengumpulkan kertas-kertas ulangan temannya itu.

“Hyung..” panggil seseorang dibelakangnya.

“Cuo!?!!” jawba minho dengan mata terbelalak. “Kenapa ada disini?? Datang sendiri?? Ada yang mengganggumu??” Tanya minho terlihat sangat khawatir.

“Hyung tidak ke kelas Cuo..” jawab suho dengan poutnya.

“Ahh,,mianhae,,hyung ada tugas,, hyung baru akan menjengukmu..kau sudah ada disini..”

“Aniyo,,cuo disini aja ne?? hyung belajar saja,,” jawab suho langsung duduk dibangku disampingnya.

Tanpa kata-kata selanjutnya minho kembali menyusun kertas-kertas itu sambil membayangkan suho kecil berjalan sendiri dari lantai bawah ke kelasnya membuatnya ingin tertawa sendiri. ‘pasti sangat imut’ pikirnya.

‘Tapi tidak boleh lagi,,nanti dia digangguin’ katanya dalam hati sambil melirik kesamping dan melihat suho yang sedang duduk sambil menggoyangkan kakinya dan melihat isi kelas minho dengan teliti. Bayangkan..*plak!!

“Hyung,,” panggilnya tiba-tiba.

“Cuo,,ngomongnya irit ya??” jawab seseorang di belakang mereka.

“Jangan mengganggunya Minnie..” ucap minho dengan santainya.

“Benar kan hyung,,dia hanya memanggilmu,,sesekali” jawab bocah bernama taemin itu.

“Iya,,aku tahu,,”

“Ahh,,waktu istirahat habis,,Cuo ayo kembali..” ucap taemin ingin mengantarnya.

“Aniyo!! Cuo mau disini!!” bantah bocah kecil itu dengan poutnya dan langsung memeluk minho.

“Tapi kelas suho masih ada satu pelajaran lagi kan??” Tanya minho.

“Ani,,hyung,,cuo mau dicini,,tadi kita belum main,,cuo mau disiniii…” rengek suho dengan jurus andalannya. Mata berkaca-kaca.

“Tapi..”

“Hiks..”

“Mwo?? Ne, ne, ne..cuo disini saja ne,,jangan nangis..”

Minho paling tidak suka melihat bocah kecil itu menangis, kerana dia sudah cukup puas dengan tangisan si kecil itu sejak dulu. Setiap hari awal pertemanan mereka suho datang ke sekolah dengan wajah sembab.

Dan akhirnya suho pun duduk dengan manisnya ditengah-tengah minho dan taemin yang dengan serius mendengarkan pelajaran. Untung saja yang mengajar mereka yeoja cantik yang bersama seosangnim lee tadi pagi. Choi Sooyoung.

Suho melihat dengan wajah penasaran saat minho mengerjakan soal latihan yang disuruh gurunya. Bocah kecil itu menyandarkan pipinya dilengan minho yang ada diatas meja membuat minho tertawa tanpa sedikitpun terganggu.

Beberapa menit kemudian minho pun merasakan tangannya sangat berat ditimpa kepala suho yang sudah terlelap dengan nyamannya. Sambil menggelengkan kepalanya minho menurunkan kepala suho sampai kepangkuannya.

Setelah meminta taemin pindah tempat duduknya dari sana, minho menyamankan suho dibangku itu dan kembali menyelesaikan tugasnya.

Bocah itu tidak ingin mengganggu kenyamanan dongsaeng yang sangat disayanginya itu tanpa peduli apa yang akan dikatakan yang lain. Bahkan guru-guru disana sudah mengakui ikatan mereka yang aneh dan sangat dekat itu.

“Minho,,ibu pindahkan ke ruang kesehatan saja, ne??” pinta sooyoung.

“Ani bu guru,,nanti dia marah sama minho..” jawab minho dengan kening berkerut.

“Baiklah,,yang penting minho tidak terganggu..”

“Ne, bu guru,,tenang saja.”

Dan selanjutnya minho belajar dengan tenangnya dan suho tertidur dengan nyaman disampingnya. Sampai jam pulang kelas satu pun datang juga dan minho segera membangunkan bocah itu untuk pulang.

Dengan berat hati suho bangun dan keluar dari kelas minho untuk mengambil tasnya yang sudah dibawakan seosaengnim lee keluar kelas. Namja tampan itu tahu kemana suho menghilang selama pelajaran, kerana itu bukan yang pertama kalinya.

Lee donghae tahu suho akan menghilang ke kelas minho jika hyungnya itu tidak datang menjemput. Kerana di kelasnya suho memang lebih memilih untuk sendiri. Bukan kerana tidak punya teman tapi kerana suho yang tidak mau mendekat.

Donghae sudah menanyakan hal itu pada semua muridnya di kelas satu dan mereka dengan jujur mengatakan suho memang tidak mau mendekat, walau sudah didekati dengan berbagai cara.

“Appa-mu akan menjemput??” Tanya donghae begitu suho didepannya.

“Ne,,” angguk suho.

“Tidurmu nyenyak??” tanyanya lagi membuat suho melihatnya dengan pipi merona.

Sedikit malu suho pun menganggukkan kepalanya dan segera menggenggam tangan donghae untuk membawanya ke gerbang menunggu appa-nya yang akan menjemput.

Sambil menggelengkan kepalanya donghae pun menggenggam tangan kecil itu dan berjalan ke gerbang tempat satpam berada dan duduk disana sampai appa bocah kecil itu tiba.

Hingga sejam kemudian dan kelas minho pun selesai, appa yang ditunggu suho tidak kunjung datang dan membuat wajah manis itu kembali ditekuk dengan muramnya.

“Belum datang??” Tanya minho begitu melihat mereka masih ada disana.

“Dasar si pabbo itu!! Selalu mengecewakan anaknya!!!” gerutu donghae kesal tiba-tiba.

“Ahahaha..sini suho,,pulang sama hyung,,appa hyung sudah datang..” jawab minho mengulurkan tangannya pada suho.

Dengan sedikit ragu suho pun mengambil tangan hyungnya lalu berterima kasih pada donghae yang sudah menemaninya dalam diam selama sejam tadi.

“Hati-hati,,” ucap donghae dan dibalas anggukan oleh minho.

Lalu keduanya pun segera berlari keluar gerbang menuju mobil hitam mewah yang sudah terparkir di sana. Begitu mereka sampai pintu depan mobil itu pun terbuka dan menampilkan seorang namja sedang tersenyum dengan manisnya.

“Siang boys..” ucapnya.

“Siang daddy,,mino bawa suho ne,,dia belum di jemput..” jawab minho sambil memasukan suho ke dalam mobil mereka.

“Ne,,kita beli ice cream dulu ne..” jawab namja tampan itu melihat suho.

Seketika wajah tidak nyaman suho berganti dengan mata berbinar menatapnya dan tersenyum senang saat namja tampan daddy hyungnya itu tersenyum ramah menampilkan kedua dimplenya yang sangat dalam.

“Ok lets go!!!” ucap minho dengan senangnya sambil menutup pintu mobilnya dengan keras kerana semangatnya.

“Choi minhoo~~” tegur namja tampan itu tanpa melihat anaknya.

“Ahaha,,mianhae daddy,,minho senang suho ikut kita..” jawab bocah itu mencari alasan.

Dan mereka pun melaju membelah kota seoul mencari kedai ice cream di siang hari bolong itu.

Setelah mendapatkan 5 box ice cream dengan berbagai rasa namja tampan berlesung pipi itu yang bernama Choi siwon segera melajukan mobilnya menuju rumah mereka untuk beristirahat.

**

“Sudah,,ganti baju, makan siang baru makan ini, arrasoe!!” ucap siwon saat mereka tiba didepan rumah besarnya.

“Ne..daddy,,sampai jumpa lagi..” ucap minho langsung mengecup pipi daddynya lalu keluar dari mobil bersama suho.

Lalu keduanya pun memasuki rumah megah itu setelah mobil siwon kembali berjalan keluar dari pekarangan luas yang merupakan taman indah dengan berbagai macam bunga.
Walau suho masih kecil, tapi bocah kecil itu tahu membedakan mana rumah mewah dan mana rumah sederhana. Dan rumah hyungnya itu merupakan rumah termewah yang pernah dimasukinya.

Beberapa kali suho pernah main ke rumah minho dalam rangka terlambat dijemput oleh appanya. Namun suho belum sepenuhnya menjelajahi rumah besar itu kerana tidak berani dan juga kerana minho langsung membawanya bermain di kamarnya yang besar.

Choi minho merupakan putra satu-satunya Choi siwon namja tampan yang memegang perusahaan terbesar di korea dengan segala kepintarannya dan kegigihannya dalam berusaha sehingga dia dikenal dengan cepat dan sangat disegani rekan-rekan bisnisnya.

Namun keberhasilannya itu tidak mengikuti keberhasilannya berumah tangga walau pun dengan wanita yang sangat dicintainya. Siwon memilih untuk berpisah dan mengesahkan perpisahan itu ke jalur hukum kerana istrinya yang tidak setia.

Wanita cantik yang memiliki profesi sebagai artis itu meninggalkannya setelah 5 tahun mereka membina rumah tangga dan dikaruniai buah hati yang sudah berumur 4 tahun.

Istrinya itu tergiur kekayaan produsernya sendiri dan meninggalkan siwon yang saat itu masih merintis karirnya sebagai pengusaha. Mungkin saja kebutuhannya tidak bisa dipenuhi dengan keadaan siwon saat itu. Siwon memakluminya.

Dengan segala kebaikan yang siwon punya hingga namja tampan itu tidak menuntut apa-apa dan menceraikannya secara baik-baik. Namun dengan syarat hak asuh anak mereka akan diperjuangkan siwon dengan seluruh kekuatannya.

Hasilnya siwon mendapatkan hak asuh anaknya yang berumur 4 tahun itu dan dibesarkannya dengan segala cinta yang dia punya. Disamping itu siwon mengerahkan seluruh tenaganya untuk merintis usahanya dan membuktikan pada mantan istrinya bahwa dia bisa.

Kerana hal itu juga pikiran siwon hanya tercurah pada minho kesayangannya dan pada perusahaannya yang sudah diatas awan hingga tidak ada waktu untuknya memikirkan cinta atau pendamping hidup dan ibu untuk minho.

Selain kerana rasa takut dikhianati untuk kedua kali, siwon juga merasa lebih nyaman tinggal berdua dengan minho setelah bertahun-tahun. Hanya ditemani maid-maid yang membantu segala keperluan mereka.

Seperti saat ini minho yang mandiri langsung berganti pakaian dan menyerahkan pakaian kecilnya untuk suho lalu mereka segera makan siang di meja yang sudah dihidangkan.

Kemudian seperti janjinya minho langsung mengambil kotak ice cream rasa chocolate untuk suho dan vanilla untuknya dan sisanya disimpan maidnya di kulkas.

Kedua bocah itu duduk santai di ayunan taman didepan kolam renang sambil menikmati ice cream itu dengan nikmatnya. Suho yang sangat suka ice cream dan selalu dibawakan appa-nya jika tidak lupa, langsung melahap ice cream itu dengan semangat walau dia sudah makan siang.

Keduanya melupakan waktu yang berjalan dengan sendirinya sampai siwon kembali dari kantor sore harinya. Mereka berdua masih duduk disana sambil bercanda ria ditemani 4 box ice cream yang telah kosong.

“Suho,,sudah sore,,uncle antar..” Tanya siwon tiba-tiba membuat keduanya tersentak kaget.

“Mmm,,tapi,,mmm,,nanti cuo dimarahi..” jawab bocah kecil itu ragu.

“Kenapa dimarahi?? Bukankah appa suho yang salah karna tidak menjemputmu??”

“Ta-tapi..”

“Mmm, biar uncle yang bilang,,kau punya hp??”

“Anak kecil mana punya daddy!!” jawab minho dengan kening berkerut.

“Ahh,,siapa tahu ada..”

“Tidak!!” minho memutar bola matanya.

“Mmm,,mungkin ada sesuatu disana..” ucap siwon lagi sambil menuju tas kecil suho yang ada di sofa.

Namja tampan itu langsung merogoh berbagai tempat ditas kecil itu mencari sesuatu yang bisa membuatnya menghubungi appa suho. Dan pintarnya appa suho yang memang meninggalkan note kecil yang berisi nomor hp disaku tas anaknya.

Tanpa pikir panjang siwon langsung menghubungi nomor itu dan menunggu orang disebarang sana mengangkatnya.

“Yeoboseyo..”

>Kau mau berapa??< jawab orang itu tiba-tiba.

“Mwo?”

>Kau penculiknya kan?? Kau mau berapa?? Akan aku bayar!! Yang penting kembalikan anakku!!!<

Siwon tidak tahu harus menjawab apa mendengar kata-kata dari orang yang tidak dikenalnya itu. Orang itu bahkan menuduhnya sebagai penculik yang meminta tebusan.

“Appamu pabbo,,cuo..” ucap siwon blank.

>Hallo!!hallo!! jawab aku!!!< ucap orang itu lagi.

“Ehkmm,,hallo,,dengarkan dulu, aku bukan penculik, dan aku tidak meminta tebusan, suho ada disini bermain dengan minho karna kau tidak menjemputnya, arrachi??”

>…..< tak ada jawaban, namun siwon bisa mendengar helaan nafas lega.

“Sekarang sebutkan alamatmu, aku akan mengantarnya” ucap siwon kemudian.

Dan dengan agak ragu namja itu menyebutkan alamatnya lengkap dengan nomor rumahnya agar siwon bisa mengantar suho tepat ke rumahnya langsung.

Setelah itu siwon langsung menutup teleponnya dan melihat suho dengan kening berkerut dan membuatnya terlihat aneh hingga kedua bocah itu tertawa cekikikan.

“Ini ice cream-mu, besok jumpa lagi ne,,bye-bye suho..” ucap minho sambil menyerahkan bungkusan plastic ditangannya. Lalu memakaikan ransel suho dengan baik dan memeluknya sebentar.

“Bye-bye hyung..” ucap suho dengan senyum manisnya.

Kemudian siwon pun membawa bocah kecil itu ke mobilnya dan segera meninggalkan rumahnya untuk mencari alamat rumah teman yang sangat penting bagi anaknya itu.

Dalam perjalanan keduanya sama-sama terdiam hingga suho tertidur sambil duduk membuat siwon khawatir akan leher anak itu. Siwon tidak tahu harus memulai pembicaraan yang seperti apa kerana melihat suho hanya diam.

Padahal biasanya dia sangat mudah terbawa dalam suasana walau dengan anak-anak sekalipun kerana minho selalu bersamanya. Tapi dengan suho beda, anak kecil itu seperti membuat jarak untuknya mendekat.

“Kau kesepian ya?” Tanya siwon tanpa sadar.

Dan ternyata mereka sudah ada tepat diseberang jalan alamat yang diberikan appa bocah kecil itu. Hal itu tentu saja membuat siwon ragu untuk membangunkan suho atau langsung mengangkatnya masuk ke rumah.

Siwon masih menimbang-nimbang apa yang akan dilakukannya kerana walau siwon sudah mengenal suho yang beberapa kali bermain di rumahnya. Tapi siwon sama sekali tidak mengetahui latar belakang keluarga bocah kecil yang sudah dianggap dongsaeng oleh putranya itu.

“Akan timbul keanehan jika aku muncul disana..” ucap siwon sambil melihat keseberang jalan.

Rumah sederhana yang terlihat asri dengan pepohonan yang rimbun dan pagar tinggi dengan jerjak kecil berwarna hitam yang tertutup. Menampilkan kesan yang sunyi, sepi dan tidak bisa dijangkau.

Disaat siwon sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba gerakan kecil suho membuyarkan lamunannya yang tidak kunjung selesai.

“Sudah sampai uncle??” Tanya bocah kecil itu sambil mengucek mata membuat siwon tertawa dengan keimutannya.

“Sudah,,uncle antar ke dalam??” Tanya siwon setengah ragu dan setengah berharap.

“Ani,,disini saja,,cuo bisa sendiri,,gomawo uncle..” ucap suho dengan senyum manisnya lalu menundukkan kepala sebentar.

Kemudian bocah kecil itu langsung turun dari mobil tanpa mendengar apa yang dikatakan siwon selanjutnya. Namja tampan itu sebenarnya ingin mengantar sampai ke depan pintu rumahnya, atau kalau bisa siwon ingin bertemu dengan orangtua bocah manis nan menggemaskan itu.

“Ahh,,mungkin lain kali saja..” ucapnya dengan senyuman, lalu menghidupkan mobilnya kembali dan pergi dari sana.

Detik selanjutnya terlihatlah namja tampan sedang berjalan menuju pintu gerbang rumahnya dan tersenyum dengan lega saat melihat suho ada disana.

Namja tinggi dengan kulit seputih salju dan mata bulat seperti boneka yang membuatnya terlihat cantik dan menggemaskan bagi seorang namja dan namja itu adalah Cho kyuhyun appa dari seorang Cho suho yang keimutannya 100% berasal darinya.

Jikalau seandainya siwon menunggu sedikit lagi mungkin dia akan bertemu dengan orangtua suho yang berwajah cantik itu dan pasti akan membuatnya semakin penasaran. Namun dia lebih memilih untuk segera pergi dan berharap lain kali bisa bertemu lagi.

Akankah ada waktu lain kali itu??

TBC…

Advertisements

80 thoughts on “In Love Again

  1. aku telat coment nih eon,,mian ne 🙂

    eh,kirain yg jd appanya suho itu siwon,trnyata si imut Kyu..
    aigo,persahabatn minsu, erat banget ne..bahkan mreka trlihat sprti sadara kandung..
    pensaran nih,bagaimana menyatunya 2 appa ini? #lirikwonkyu

  2. Yah, padahal dikit lagi aja siwon ngulur waktu.. pasti bisa ketemu kyu..
    aahh minho & suho lucu banget semoga jadi klwrga ne 🙂

  3. wah wah ff bru. tp critany mrka udh pernh nikah am cewek. tp takdir emng menyatukan mereka #ahaha
    mino aja sayang baget ama cuo, pdhl gak sedarh. ahhh senengnyaaa….

  4. Minho suho walaupun mrk buka saudara kandung tapi entah mengapa mrk terikat ya….
    Sepertinya seru…. Hehehe

    maaf unnie aku bru tahu klu ada ff baru…. Hihihihi

    ——1315—–

  5. ahhh vie aku baru buka wordpress kamu lagi,, terakhir baca ff kamu yg my baby 63,, maapnya akunya lg sibuk2nya kerja hahahaha

    bagus ceritanya,,,
    ntar mereka kenalan terus nikah deh, cuo ama mino jd kakak ade beneran dehh

  6. kasihan suho appanya telat terus jemput dia ,,, minho sayang baget sama suho
    seperti sodara kandung ….. penasaran
    kapan wonkyu akan ketemu …..

  7. Wow..ceritanya penuh kejutan..penasaran dgn kisah2 WonKyu sebelumnya yg membuat mereka jd single parent..dan lebih penasaran lg dgn hubungan WonKyu selanjutnya..hihi..bingung y..#abaikan
    Lanjut baca aah..

  8. Imutnya baby suho…kasian appanya yg cantik sibuk terus kyknya, untung aja ada minho yg baik hati dan tidak sombong, yg dngn sukarela menyayanginya walaupun bukan sodaranya sndri…hah semoga wonkyu cpt ktmnya yaaa, klu gt lnjt …

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s