Side Story 4


• Meet Again

**

“Is that you??”

“You??Siapa?? Dimana??” Tanya Donghae yang tiba-tiba datang dan mencari-cari keberadaan orang lain disana.

“Kyuhyunnie, hyung..”

“MWO?? DIMANA???” Tanya Hyukjae dengan semangat yang berlebihan.

“Dia sudah pergi…” Jawab Siwon lesu.

“Mwo?? Bagaimana bisa?? Kau tidak bisa pulang choi!!” Jawab Hyukjae mengingat kata-kata umma choi tadi.

“Aiisshh, bagaimana kau tau itu dia? Mungkin salah orang.” Jawab Donghae yang masih bisa berpikir normal.

“Tidak hyung, itu dia, dia memakai syalku, itu syal punyaku.”

“Lalu?? Apa yang kau tunggu, ayo kejar diaaaaa…” Ucap Donghae dengan kesalnya menarik tangan Siwon menuju mobilnya diparkiran dan menyuruh Siwon segera menyusul taxi yang bermuka sama diseluruh Seoul itu.

“Kau gila, Hae-ah.”

“Maksudmu??”

“Bagaimana dia bisa tahu, kalau semua taxi itu sama wujudnya?? Kau mau dia menyuruh semua taxi berhenti??” Tanya Hyukjae yang kini ikutan kesal.

“Pabboya!!!” Ucap Donghae sambil menepuk dahinya sedikit keras. “Appooooo!!!”

“Mwo??? Aiiissshh, kau ini~” Lee Hyukjae hanya bisa membelai lembut dahi namjachingu-nya yang sedang berpikir keras sekali lagi.

Tiba-tiba…

“Ayo susul dia.!!!” Ucap Donghae langsung menarik tangan Hyukjae dan pergi dari sana menyusul Siwon kembali.

Sampai ditengah jalan mereka benar-benar melihat beberapa taxi sedang berhenti dan menyumpahi pelakunya yang tidak mau tahu apa-apa selain apa yang dicarinya. Sebagian memang ada yang bersikap baik namun tetap saja ada yang kesalnya setengah mati.

“Kau lihat??”

“Siwon memang bodoh!!”

“Dasar kau ini, cepat suruh dia pulang!! Ini tengah malam, kau mau dia mati kedinginan diluar lebih lama lagi??” Ucap Hyukjae dengan serius.

Lee Donghae pun dengan patuhnya keluar dari mobil dan menghampiri Siwon yang sibuk menjelaskan apa yang dicarinya pada pengemudi taksi dan penumpangnya.

“Pak, kau lihat?? Dia tinggi pakai syal biru rambut fluffy…dia naik taxi tadi.” Jelas Siwon pada salah satu sopir taxi.

“Mmm, maaf tuan, kami tidak melihatnya.” Jawab Sopir yang lainnya.

“Tapi…”

“Mereka tidak perlu tahu.” Ucap Donghae tiba-tiba dan kembali menyeret Siwon pergi dari sana.

“Hyung!!”

“Kita pulang dulu, besok kita akan mencarinya lagi.”

“Tapi…”

“Ada kami…come!” Ucap Donghae tajam tanpa bisa dibantah Siwon lagi dan mengikuti hyungnya itu dengan langkah gontai.

Mereka pun akhirnya kembali ke istana Choi dengan perasan hampa dan sedikit kecewa, tapi bagi Siwon seluruh harapannya hancur sejak namja yang ditunggunya itu melewatinya tanpa menyapa atau memanggilnya.

Bertahun-tahun Siwon menunggu janji itu tertepati tapi hancur dalam semalam bahkan dalam beberapa menit saja. Apa dia sudah melupakan kata-katanya sendiri?? Ataukah dia tidak mengingatku lagi?? Atau…dia memang sudah lebih bahagia dengan orang lain?

Semua pertanyaan itu kini berkecamuk didalam pikiran Siwon yang terus mengemudikan audinya menuju istana Choi kembali.

“Lalu…untuk apa dia pulang???Agghhhh!!!!” Kesal Siwon sendirian kerana semua pertanyaan itu akan menghantuinya selama Kyuhyun belum ditemukan.

“Kyuhyunnie…” Gumam Siwon sekali lagi dengan dada bergetar.

Walau hanya mengucapkan nama itu saja tapi bisa membuat perasaan Siwon meluap keluar hingga terasa sesak. Perasaan yang belum lama ini membuncah didadanya sampai sekarang belum bisa ditumpahkannya agar semua jelas kemana hatinya akan berlabuh.

Selama ini hanya kedua hyungnya dan Sooyoung saja yang mengetahui isi hati Siwon yang memendam cinta tidak jelas asal usulnya itu, kerana yang dicintai Siwon tidak pernah tahu bahwa perasaan itu ada.

Sooyoung sendiri semakin hari semakin menyerah mendapatkan hati namja tampan yang sekaligus sepupu jauhnya itu. Walau yeoja cantik itu tidak mengenal siapa yang telah mengisi pikiran Siwon, tapi dia tahu bahwa tidak ada yang lain dimata Siwon, apalagi dihati namja tampan dengan dua lesung pipinya itu.

“Aku akan menyerah sampai dia kembali.” Ucapan Sooyoung secara tidak sengaja melewati pikiran Siwon yang kacau.

“Tapi, dia tidak akan jadi milikku, Soo.” Ucap Siwon tiba-tiba sedih dengan kenyataan yang ada.

“Tapi aku, tidak akan menyerah, aku akan mencarimu Kyuhyun, ingat itu” Gumam Siwon sekali lagi dengan senyum liciknya.

Untuk apa menyerah setelah bertahan selama bertahun-tahun lamanya menunggu cinta itu datang. Disaat dia kembali bukankah seharusnya kita berusaha mendapatkannya bagaimanapun caranya??

Ya…itulah yang akan dilakukan seorang Choi Siwon untuk mendapatkan kembali cintanya yang selama ini ditunggunya tanpa kepastian.
Begitu sampai dirumahnya namja tampan itu langsung berhadapan dengan umma dan appanya yang berdiri didepan pintu menghadangnya. Bahkan dongsaeng kecilnya juga ada disana berdiri diantara orangtua mereka.

“Mana Kyunnie??” Tanya umma Choi tajam saat melihat hanya mereka bertiga yang keluar dari mobil.

Senyum Siwon yang sedari tadi kembali merekah seketika itu meredup kembali. Lalu dengan langkah gontai Siwon berjalan menghampiri kedua orangtuanya dengan wajah menunduk.

“Dia pergi…”

“MWO??”

“Dia naik taxi sebelum aku sempat memanggilnya.”

“OHMYGOD!!! CHOI SIWON!!!!”

“Yeobo…”

“Ummaaa…” Panggil Siwon memelas.

“Tidak ada maaf, cepat cari dia, jangan pulang sebelum kau temukan, kalian juga!!!” Ucap Umma Choi tegas dan berpaling menyuruh suami dan putrinya masuk ke dalam.

“Ummaaa…” Panggil Siwon.

Umma Choi berpaling sekali lagi melihat kebelakang melihat wajah anaknya yang menyiratkan kesedihan dan kekecewaan. Setelah menghela nafas sebentar wanita cantik itu pun kembali dan mendekati putra pertamanya itu.

“Muaacch..” Kecupnya sekali dipipi kanan Siwon hingga membuat namja tampan itu terkejut dan bingung.

“Umm…”

“Jangan kembali, brakkk!!!”

Belum sempat Siwon memanggilnya lagi umma choi sudah menutup kembali pintu rumahnya dan pergi tidur dengan santainya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Yeobo…”

“Aku capek dia berdiam diri terus chagiya, biarkan saja dia cari ke seluruh Seoul, ayo kita tidur. Kyunnie juga sudah tidur dari tadi, hihihihi.” Tawa umma choi dengan riangnya sambil membawa Jiwon ke kamar mereka.

Appa choi hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan istrinya yang rela mengerjai anak sendiri walau ini untuk kebaikannya. Tanpa sadar appa choi berpaling menatap pintu depan dengan senyumam menenagkan yang tidak bisa dilihat Siwon.

Namja tampan itu kini hanya mendesah pasrah dan duduk didepan pintu rumahnya kerana merasa sangat lelah.

“Ayo…ke Apartmentmu saja.” Ucap Donghae tanpa menunggu jawaban Siwon langsung menariknya menuju mobil.

Dan mereka pun kembali ke apartement mewah Siwon untuk beristirahat dan memikirkan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

Keesokan harinya Siwon beserta beberapa anak buah appa-nya langsung bergerak mencari Kyuhyun diseluruh hotel yang ada diseoul. Tapi tidak ada yang tahu dimana namja yang tidak begitu dikenalnya lagi itu berada.

Setelah dua hari penuh mencari dan meninggalkan semua kegiatannya akhirnya Siwon berhenti kerana harus menghadiri rapat dan pertemuan untuk kelangsungan bisnisnya yang baru mulai menanjak naik itu.

“Kenapa kau datang, pabboya??” Tanya Donghae begitu melihat Siwon diruangannya.

“Ini penting hyung.”

“Tapi dia lebih penting kan??”

“Dari segalanya.” Jawab Siwon mantap

“Lalu??” Tanya Donghae lagi.

“Aku, mmm…entahlah, aku harus menghadiri rapat ini.”

“Hyukjae bisa menggantikanmu.”

“Aku tahu, tapi kakiku melangkah kesini.”

“Hhahhh, terserahlah…ayo~ sudah dimulai.”

“Mwo??”

“Ahahahaha…”

“Kami memang menunggumu, direktur Choi.”

“Hyung!! Jangan menyebutku seperti itu…belum pantas.”

“Ne, ne, ne,,ne,ne..” Ucap Donghae sambil membawa berkas ditangannya menuju ruang meeting secepatnya.

Dan tentu saja Siwon mengikuti dengan patuh dibelakangnya sambil tersenyum manis melihat hyung kesayangannya itu. Sampai disana Donghae langsung memasuki ruang meeting yang dipenuhi 4 kepala itu.

Dua orang berkaca mata yang menjadi tamu mereka langsung berdiri begitu melihat mereka masuk, sedangkan hyukjae dan seorang lagi yang juga memakai kacamata hanya duduk sambil meneliti file-file didepan mereka.

Begitu pintu ruang meeting itu terbuka lebar seketika itu pula jantung Siwon berdetak sangat kencang seperti benda itu jatuh dengan kerasnya ke lantai tempat kakinya berpijak?.

Tanpa sadar Siwon langsung memegang dadanya sebelah kiri dan memasuki ruangan itu perlahan menuju kursinya. Sekilas mata Siwon bisa melihat seseorang disana sedang menurunkan tangannya yang juga ada didadanya.

Setelah semuanya siap mereka pun membicarakan tujuan pertemuan ini dan intinya perusahaan dari New York telah mengamati perusahaan kecil Siwon yang berkembang sangat cepat didunia bisnis hingga memutuskan untuk bekerja sama dan mengirimkan utusan untuk menjalin rencana itu.

Dan salah satu pegawai kepercayaan disana meminta untuk dipindahkan ke perusahaan Siwon kerana beberapa hal. Tapi dengan syarat bila perusahaan Siwon tidak mau menerima pegawai itu akan kembali dan kerjasama tetap terjalin sebagaimana seharusnya.

“Dia kunci perusahaan kami.” Ucap salah seorang yang memakai kacamata dengan dua lesung bibirnya.

“Kenapa memberinya pada kami??” Tanya Hyukjae dengan wajah polosnya.

“Dia memintanya.”

“Atau memaksa kami.” Sambung seorang lagi yang sedikit besar dari namja satu lagi itu.

“Maksudnya??” Tanya Siwon penasaran.

“Kami diancam namja cantik itu.” Ucap mereka lagi.

Secara spontan Eunhae langsung menatap namja yang dimaksud yang masih duduk dengan santainya namun berwajah datar menatap rekannya.

Namja berkulit putih memakai coat coklat dengan krah yang menutupi lehernya dan memakai kacamata dengan warna senada. Rambutnya yang fluffy berwarna coklat keemasan dan sedikit bergelombang diatasnya. (ada yg tau pict’a^^)

“Diancam bagaimana??” Tanya Donghae semakin penasaran.

Sedangkan Siwon kini menatap namja berkacamata itu tanpa berkedip seperti ada sesuatu pada namja asing itu, tapi Siwon tidak tahu apa yang menyebabkannya tidak ingin berpaling lagi.

“Ya…diancam, dia itu jahat.” Jawab namja berlesung bibir dan wajah keibuannya itu dengan serius.

“Hyung!!” Panggil namja itu mendengar kata itu ditujukan untuknya.

“Kalau kami tidak menurut, kami akan dibunuh”

“MWOOO????” Tanya Eunhae bersamaan dengan mata membulat sempurna.

Sementara Siwon langsung terpaku mendengar kata-kata itu hingga membuat beberapa file ditangannya jatuh bertebaran dilantai.
Tanpa sadar Siwon langsung bangun menghampiri namja cantik yang kini salah tingkah kerana ditatap begitu dalam oleh Siwon yang baru ditemuinya itu.

Keempat namja lainnya kini hanya diam menatap apa yang akan dilakukan seorang Choi Siwon pada namja asing didepannya itu. Sedangkan namja itu sendiri kini sedang mencoba menenangkan dirinya dan bangkit dari kursinya.

Namja itu tidak sadar Siwon sudah ada didepannya kerana dia sedang menunduk melepas kacamatanya yang kini berkabut dengan kegugupannya? Hingga saat namja itu melihat keatas dia langsung bertatapan dengan mata hitam Siwon yang bertanya-tanya.

“Boneka salju.” Gumam Siwon tanpa sadar saat matanya menatap mata coklat namja didepannya itu.

“Cho kyuhy…”

“Brraakkk!!!” Suara pintu dibuka paksa dan secepat kilat namja yang dikenal Siwon sebagai boneka saljunya itu sudah keluar dan menghilang dibalik pintu.

“Ya… Dia Cho Kyuhyun.” Ucap Park Jungsoo yang dipanggil namja itu dengan sebutan hyung dengan wajah tenangnya.

Dan detik itu juga Choi Siwon ikut berlari menyusul untuk kedua kalinya, namun kali ini dengan senyuman manis terukir dibibirnya kerana Kyuhyun datang sendiri padanya walau berlatar belakang perusahaannya.

“Kyuhyun, tepati janjimu!!” Teriak Siwon saat melihat namja cantik itu ada didalam lift yang hampir tertutup.

Namun Kyuhyun tidak menjawab apa-apa saat pintu lift itu tertutup sempurna, dia hanya menatap Siwon dengan tatapan yang tidak bisa diartikan namja tampan tersebut.

“Bukankah dia memelukku??” Tanya Siwon dengan kepala dimiringkan tanpa sengaja.

“Kenapa dia malah memberiku tatapan mematikan seperti itu?” Tanya Siwon semakin bingung.

Ya… Cho Kyuhyun memang menatap Siwon dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, tapi itu sebenarnya adalah deathglarenya yang membuat Siwon tidak bisa mendekat padanya.

Dengan perasaan campur aduk Kyuhyun keluar dari gedung kecil itu menuju parkiran mobilnya dan segera pergi dari sana. Dalam perjalanannya itu tiba-tiba nada dering handphonenya pun mengalun dengan indahnya pertanda sebuah sms masuk kesana.

Kyuhyun pun menjalankan mobilnya dengan pelan dan membaca sms itu dengan seksama lalu dengan cepat namja cantik itu pun membelokkan mobilnya ke arah lain dan segera membalas pesan itu secara singkat.

“Nde..”

Beberapa menit kemudian namja tampan itu pun sampai ditempat yang ditujunya dan memakirkan mobilnya didepan sebuah restorant ternama di Seoul. Interior mewah langsung menyambutnya begitu pintu kaca besar itu terbuka membuat Kyuhyun sedikit bergidik tidak biasa.

Ruangan besar yang dipenuhi dengan meja dan kursi yang berukiran itu terlihat sepi kerana memang belum jam makan siang disana. Kyuhyun segera mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari seseorang yang menyuruhnya tadi.

Ya, sms tadi mengatakan dia harus kesana untuk bertemu dengan seseorang yang sudah dikenalnya namun sudah lama tidak dilihatnya. Namja cantik itu masih melihat semua pengunjung disana saat seorang wanita dengan dandanannya yang elegan berdiri melihatnya dalam sekali.

Sekilas Kyuhyun mengenali wajah itu tetapi kerana sudah bertahun lamanya Kyuhyun pun menjadi ragu akan penglihatannya. Namun saat wanita itu menyunggingkan senyum manis yang penuh kelembutan langsung membuat airmata Kyuhyun tidak terbendung.

“Umma…” Gumamnya pelan sambil mendekati wanita yang kini juga sudah menangis menatapnya.

“Kyuhyunnie.” Ucap wanita itu sambil merentangkan tangan saat Kyuhyun sudah tiba didepannya.

“Ummaaaaaa~” Tangis Kyuhyun seketika saat namja cantik itu menyambut perlahan pelukan hangat yang selama ini telah menghilang darinya.

“My baby…” Ucap Umma Choi dan mengeratkan pelukannya melepas kerinduan pada boneka salju itu.

“Hiks, umma, I miss you…hiks.” Ucap Kyuhyun diiringi isakan kesedihannya.

“Ssssssst, I miss you too baby boy.” Jawab umma choi tulus, namun bisa membuat namja dengan airmata dipipinya itu bisa mempoutkan bibirnya.

“Aku sudah besar, hiks.” Protesnya.

“Ne, ne, ne…duduklah..” Ucap Umma Choi melepaskan pelukannya dan menyuruh Kyuhyun duduk disampingnya.

Saat itu pula Kyuhyun sadar bahwa ummanya itu tidak sendiri, sedari tadi gadis kecil berumur 5 tahun itu terus memerhatikan mereka dalam diam. Wajah Kyuhyun langsung menyiratkan kebingungan sambil terus menatap gadis kecil nan cantik itu.

“Ohh, dia Jiwon, KyunniE, anak umma yang kedua.” Ucap umma choi mengerti tatapan Kyuhyun.

“Ohh, hmmm…” Jawab Kyuhyun dan menatap gadis kecil itu dengan wajah datarnya.

“Jiwon, kenalkan, ini lope-lopenya Siwon oppa.” Ucap umma choi lagi langsung membuat mata Kyuhyun hampir keluar dari kelopaknya.

“Lope-lope??” Tanya Jiwon.

“Eumm, kyuhyunnie..oppa.

“Oppa cantiiiiiikk.” Seru Jiwon langsung menghambur memeluk Kyuhyun yang semakin dibuat bingung.

“Ahahahahaha, dia sadar juga ya?? Hmmm, kau memang cantik, Kyunnie.”

“Umma!!!!!” Protes Kyuhyun lagi dengan deathglarenya dan memeluk gadis kecil itu dengan lembut.

“Oppa, cantik cepelti Jiwon, eoh??” Ucap Jiwon menatap wajah putih Kyuhyun yang begitu dekat dengannya.

Tanpa sadar pipi putih pucat itu pun merona dengan pujian anak kecil berumur 5 tahun itu, mau tidak mau tawa umma choi pun semakin pecah melihat anak sahabatnya yang sudah diberikan padanya itu dulu.

“Umma!!!”

“Sudah-sudah, jiwon kembali duduk, chagi~”

“Aniyo!!” Tolak Jiwon dan segera menyamankan dirinya dipangkuan Kyuhyun.

“Aigooo, dia langsung menyukaimu.”

“Ehehehe, aku hebat kan??”

“Hmm…” Jawab umma choi sambil menopang dagunya dan menatap Kyuhyun dengan penuh kelembutan.

“Kenapa tidak kembali setelah hari itu, chagi??” anya umma choi tiba-tiba kembali berkaca-kaca.

“Aku tidak bisa, umma.” Jawab Kyuhyun dengan senyuman menghilang dibibirnya.

“Umma tahu, appa-mu sudah menjelaskan semuanya.

“Umma bilang kita akan kembali bersama, tapi nyatanya dia pergi sendirian, kenapa aku nggak diajaknya?? Kenapa aku ditinggal??” Tanya Kyuhyun dengan wajah datar.

Namja cantik itu kembali mengingat hari terakhir dia bertemu dengan ummanya di ruangan rumah sakit yang serba putih itu. Disanalah ummanya pergi untuk selamanya tanpa pernah bisa kembali lagi kesisinya.

Sejak hari itu Kyuhyun menjalani hidupnya dalam kesepian dan kesendirian. Walau appanya selalu ada untuknya, tapi Kyuhyun tahu betapa appanya juga merasakan kehilangan yang sama.

Kerana hal itu juga kyuhyun bertahan di New York untuk saling menguatkan, di samping itu Kyuhyun juga tidak berani kembali ke Seoul sendirian kerana janjinya dia akan kembali bersama ummanya.

“Siwonnie setiap hari menunggumu.”

“Aku tahu, umma.”

“Kenapa juga tidak menerima panggilannya??”

“Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan umma.”

“Lalu sekarang, kau kembali untuk??”

“Untuk Siwonnie hyung.” Jawab Kyuhyun dengan pipi merona walau ada jejak airmata disana.

“Kyaaaaaaaaaaa>_<” Teriak umma choi tiba-tiba membuat Kyuhyun sekali lagi terkejut sambil melihat kiri-kanannya.

“Umma!!”

“Ohohohoho…ayo pulang kerumah, tidak usah di hotel lagi.”

“Tapi, siwon hyung??”

“Dia tinggal di apartementnya, tidak boleh pulang sebelum bertemu denganmu.” Jawab umma choi dengan santainya.

“Mwo??”

“Umma merahasiakan tempat tinggalmu darinya, biar dia mencarinya sendiri.”

“Mwo??”

“Sudah-sudah, ayo pulang~”

“Mmmm, nanti saja, ada tempat yang ingin ku tuju…umma”

“Baiklah…ayo pulang jiwon.”

“Aniyo!!”

“Nanti Kyunnie oppa pulang kerumah kita.”

“Jinjja???” Tanya Jiwon senang.

“Ne…” Jawab Kyuhyun sambil menganggukkan kepalanya.

“Holeeeeeee…ayo-ayo~cepat pulang!!” Seru gadis cantik itu langsung bangun dipangkuan Kyuhyun dan mengecup pipi oppanya itu sekilas.

Umma choi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah putri satu-satunya itu yang akan mudah dekat dengan siapa saja asal orang itu ada hubungannya dengan Siwon oppa tampannya.

“Ok, hati-hatilah Kyunnie, apa perlu umma panggilkan supir umma??

“Mwo?? Tidak usah.” Jawab Kyuhyun buru-buru.

“Baiklah, sampai jumpa lagi, Chagi.” Ucap umma choi akhirnya dan mengecup kening Kyuhyun.

Lalu mereka pun sama-sama keluar dari sana menuju parkiran dan mobil masing-masing. Setelah berpamitan sekali lagi, Kyuhyun pun segera pergi dari sana menuju tempat tujuannya yang sejak dulu ingin dikunjunginya.

Taman.

Begitu sampai disana Kyuhyun langsung turun dari mobilnya dan merapatkan coat yang dipakainya kerana udara dingin dan salju yang terus berguguran?

Namja cantik itu melangkah perlahan menyusuri taman besar yang sepi itu kerana salju yang menumpuk. Sambil mengingat masa lalunya Kyuhyun pun sampai ditempat dimana untuk pertama kali dia menemukan sesuatu yang sangat berharga untuknya.

Begitu melihat apa yang ada disana mata Kyuhyun membulat tidak percaya kerana mengira tidak akan ada orang lain disana bersamanya. Tapi ternyata, mungkin saja sudah ada yang berkunjung kesana telihat dari jejak kaki dihamparan permadani putih itu.

Namun bukan hal itu juga yang membuat Kyuhyun yakin ada orang lain disana, tetapi sebuah boneka salju yang masih baru sedang berdiri dengan manisnya? Melihat kearahnya. Dengan wajah bingung Kyuhyun pun mendekati tuan putih bersih itu dan membelai kepalanya.

“Disini dulu aku merebutmu, eoh??” Tanya Kyuhyun pada benda mati itu yang tentu saja tidak akan mendapatkan jawabannya.

“Habisnya, dia membuatmu dengan sangat bagus.” Ucapnya lagi kini dengan bibir yang dipoutkan.

“Makanya kau merebutnya dariku??” Tanya seseorang tiba-tiba dibelakang Kyuhyun hingga membuat namja cantik itu terkejut.

Namun suara yang sudah dikenalinya itu tentu saja tidak membuat Kyuhyun berpaling melihat orang itu. Bahkan Kyuhyun hanya bisa terpaku menatap boneka salju yang tidak memakai apa-apa itu.

“Kau mengakui itu punyamu kerana boneka itu bagus??” Tanya Choi Siwon sambil berjalan berdiri dihadapan Kyuhyun yang masih didepan bonekanya.

Kyuhyun hanya bisa menunduk dengan wajah memerah mengingat keegoisannya dulu yang mengakui boneka salju itu miliknya yang jelas-jelas Siwon yang membuatnya.

“Habisnya dia pakai syal lagi.” Jawab Kyuhyun akhirnya dengan mengerucutkan bibir diakhir katanya.

“Mwo??”

“Siapa suruh pakai syal, jadinya keren kan!!”

“Cuma karna itu???”

“Hu-uhh.” Angguk Kyuhyun dengan imutnya semakin membuat Siwon frustasi sejak tadi saat namja cantik itu mempoutkan bibirnya.

“Babyy…upss!” Ucap Siwon dan menutup mulutnya menyadari kata-katanya sendiri.

Sedangkan Kyuhyun langsung menatapnya dengan mata membulat mendengar panggilan itu. Lalu bangun perlahan, berdiri sambil menepuk-nepuk belakangnya yang terkena salju dan tetap menatap namja tampan yang sangat dirindukannya itu.

“Tapi aku sudah mengembalikannya.” Ucapnya sekilas dan langsung berpaling hendak meninggalkan Siwon lagi.

“Mwo?? Cho Kyuhyun!!” Panggil Siwon terkejut dengan tindakan namja cantik itu.

“Jangan pergi lagi, pleasee..” Ucapnya kemudian hingga membuat Kyuhyun berhenti.

“Kenapa sampai begitu lama, Kyunnie?? Kau tidak ingat janjimu??” Tanya Siwon dengan nada lelah dan putus asa.

Hati Kyuhyun mendadak berdetak lebih cepat dari biasanya mendengar kata-kata Siwon dengan nada suaranya yang menyedihkan. Perlahan Kyuhyun pun berbalik dan melihat Siwon yang kini menunduk melihat bonekanya sendiri.

“Dari pada tidak sama sekali.” Jawab Kyuhyun datar.

Mendengar kata itu Siwon pun langsung menatap wajah cantik yang tidak jauh darinya itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Beberapa menit kemudian Kyuhyun kembali mengeluarkan satu kata yang membuat mata Siwon berbinar kegirangan.

“Mianhae…” Bisik Kyuhyun sambil menundukkan wajahnya.

“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.” Ucap Siwon sambil mengulurkan tangannya.

Namja cantik itu kembali mengangkat wajahnya menatap namja tampan hyungnya itu yang sedang tersenyum manis dengan dua dimple yang membuatnya semakin merona.

Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya kearah lain untuk menyembunyikan rona itu, namun sesuatu ditangan Siwon membuatnya kembali melihat kearahnya.

Sarung tangan kecil nan mungil dengan warna babyblue ada ditelapak tangan Siwon yang memang selalu membawanya kemanapun dia pergi disetiap harinya.

“Kau masih menunggu??” Tanya Kyuhyun setengah berbisik namun sangat jelas didengarkan oleh Siwon.

“Selamanya.” Jawab Siwon dengan yakinnya hingga membuat mata Kyuhyun berkaca-kaca dan perlahan mendekatinya.

Tanpa kata-kata dan tetap dengan wajah yang ditundukkan Kyuhyun berjalan mendekati Siwon sambil meraba sesuatu didalam coatnya dan mengeluarkannya sambil terus mendekati Siwon yang kini terlihat bingung.

Namja cantik itu terus mendekat sampai wajahnya terbenam didada Siwon yang kini terpaku tidak percaya menyadari Kyuhyun sendiri yang datang kepelukannya. Namja cantik itu bersandar sambil menyeruakkan wajahnya dileher namja tampan itu dengan tangan didada Siwon menggenggam erat syal biru yang diambilnya dulu.

“Hiks…Siwon hyuuuunggg~” Panggil Kyuhyun sambil menangis dibahu Siwon yang membuat namja tampan itu langsung memeluk tubuh ramping itu dengan eratnya.

“Hyung sangat merindukanmu, Kyuhyunnie..”

“I miss you toooo…hiks.”

“Benarkah??” Tanya Siwon sengaja dan dibalas anggukan kepala Kyuhyun didadanya.

“Tapi kenapa baru sekarang?? Kau tidak tahu bagaimana rindunya hyung untuk memelukmu??

“Umma hyung, umma tidak menepati janjinya, hiks…dia pergi sendirian…hiks..”

“Sssssst…mungkin dia lebih bahagia disana, Kyunnie, jangan menyalahkannya.”

“Tapi, kerana itu juga janjiku tidak tertepati, hyuuunggg…” Rengek Kyuhyun dengan imutnya.

“Mwo??”

“Ne, aku tidak bisa kembali kerana umma tidak ada”

“Tidak ada hubungannya, appa masih bisa menemanimu.”

“Tapi, aku janji kembali bersama umma kan??”

“MWO??? Tapi umma Cho kan.”

“Ani hyung, janji tetaplah janji.”

“Cho kyuhyun pabboya!!!” Ucap Siwon akhirnya dengan geramnya.

“MWO???” Kyuhyun langsung melepas pelukan Siwon begitu mendengar kata itu.

Siwon hanya bisa menghela nafas lelah melihat namja cantik yang sudah lama tidak dilihatnya itu tetap saja masih polos seperti dulu yang tidak pernah mengingkari janjinya.

“Kyunnie, kau tahu?? Hyung menunggumu setiap hari.” Ucap Siwon dengan nada lelah.

“Setidaknya, kabari hyung bahwa kau baik-baik saja.”

“Aku baik-baik saja.” Jawab Kyuhyun dengan tampang polosnya itu.

“Ya, sekarang…tapi setelah umma cho.” Siwon menghentikan kata-katanya saat melihat wajah Kyuhyun seketika menunduk dan berubah sedih.

“Hhhhhahhh…” Hela Siwon sekali lagi mendekati namja cantik itu dan meraupnya kepelukan terhangat yang dimilikinya.

“Tapi, kenapa dibandara kau langsung pergi??” Tanya Siwon kemudian.

“Kau tidak melihatku, hyung pabbo!!!”

“Mwo??”

“Ck…” Decak Kyuhyun kesal.

“Ayo pulang, umma pasti senang melihatmu.” Ucap Siwon sambil membelai punggung Kyuhyun untuk menenangkannya.

Namja cantik itu hanya mengangguk dan membalas pelukan itu dengan eratnya lalu melepasnya lagi. Kemudian mereka pun kembali bersama sambil bergandengan tangan ke mobil Siwon.

Baru setengah perjalanannya Kyuhyun pun berhenti dan melihat kebelakang tepat dimana boneka salju mereka sedang menatap kepergiannya. Sedetik kemudian namja cantik itu pun kembali dan mengeluarkan syal birunya lalu melilitkannya dileher tuan putih bersih itu.

“Kembalikan hyung.” Ucapnya kemudian melihat Siwon.

Namja tampan itu pun mengeluarkan sarung tangan kecil miliknya dan menyerahkan benda kesayangan itu pada pemilik aslinya sambil tersenyum manis. Kyuhyun mengambilnya tanpa kata-kata dan segera memasukkan sarung tangan kecil itu pada tangan berbentuk ranting pada boneka saljunya.

Kyuhyun tersenyum kegirangan dengan hasil karyanya dan mengangkat boneka itu perlahan ke pelukannya dan beranjak dari sana. Siwon yang masih belum paham hanya berdiri mematung melihat apa yang dilakukan Kyuhyun.

“Hyung!! Ayo pulang,” Ajak Kyuhyun akhirnya.

“Dia??” Tanya Siwon bingung.

“Ikut kita…ayooo.” Ucap Kyuhyun dan berjalan duluan.

Siwon pun langsung mengikuti namja cantik itu tanpa bantahan apapun namun masih berpikir apa yang akan mereka lalukan dengan boneka yang pasti akan meleleh itu.

Dalam perjalanan mereka lebih banyak diam dengan pikiran mereka masing-masing. Siwon sendiri masih tidak menyangka boneka saljunya kembali dan benar-benar masih seperti dulu, hanya badannya saja yang berubah tinggi dan ramping, tapi wajahnya tetap cantik dan imut seperti dulu.

Sedangkan Kyuhyun masih dengan senyum kegirangan melihat boneka salju dipangkuannya. Padahal sebenarnya itu untuk menutupi kegugupannya setelah menyadari betapa tampannya Siwon hyungnya dilihat dari dekat. #telat.

Sampai dikediaman Choi’s saja mereka masih tetap dengan pikiran mereka hingga suara seseorang diluar sana memanggil dan membuyarkan lamunan keduanya yang tidak tahu harus menjawab apa.

“Sudah sampai.” Ucap penjaga pintu istana besar itu.

Siwon pun segera keluar dari mobilnya dan secepatnya berlari ke arah samping untuk membukakan pintu Kyuhyun yang masih tidak mau melepas bonekanya yang sepertinya akan meleleh itu, terbukti dengan baju Kyuhyun yang terlihat basah.

“Kyunnie, disini saja dia akan meleleh.” Ucap Siwon menunjuk tanah ditaman cantiknya itu.

“Andwaeeee!!!” Bantah Kyuhyun dengan bibir yang dipoutkan dan menjauh dari Siwon.

“Tapi, dia tetap akan meleleh walau ada didalam.” Ucap Siwon semakin kebingungan.

“Aniyoooo!!! Dia tidak boleh meleleh.”

“Mwoo???”

“Ummaaaaa.” Panggil Kyuhyun tiba-tiba.

“Kyunnieeeee, dari tadi umma tunggu.” Jawab umma Siwon yang entah sejak kapan ada disana.

“Selamat datang Sweetheart.” Ucap umma choi memeluk Kyuhyun walau terhalang dengan boneka saljunya.

“Umma, aku tidak mau dia meleleh.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba membuat umma choi langsung melihat boneka itu dan berpikir sebentar.

“Mmmm, siwonnieeeee, carikan tempat untuknya yang terbuat dari kaca” Ucap umma choi melihat anaknya yang kebingungan.

“Oppaaaaaaa…” Seru Jiwon kemudian sambil berlari.

Siwon langsung melihat dongsaeng kecilnya berlari dan tanpa sadar tangannya terbuka untuk menyambut dongsaengnya seperti biasanya. Tapi sayang Jiwon bukan berlari ke arahnya, melainkan kearah Kyuhyun dan memeluk kaki jenjang namja cantik itu membuat mata Siwon hampir saja keluar dari kelopaknya.

“MWOYAAA???” Tanya Siwon akhirnya.

Sedari tadi namja tampan itu kebingungan dengan boneka saljunya ditambah lagi ummanya yang dengan santainya memeluk Kyuhyun padahal mereka baru saja bertemu? Bahkan kini sampai Jiwon pun langsung memeluk orang asing yang tidak pernah dikenalnya itu.

“Sepertinya hanya aku sendiri.” Ucap Siwon tanpa sadar.

“Sudahlah, siwonnie, cepat carikan” Jawab umma choi.

“Yah..hyungg!! Mau meleleh ini, eotteokee??” Ucap Kyuhyun kemudian.

Dan detik itu juga Siwon kembali ke mobilnya dan segera pergi dari sana mencari apa yang diinginkan Umma dan Kyuhyunnya. Begitulah Siwon yang juga tidak pernah berubah dalam melakukan segala hal untuk Kyuhyun kecilnya.

Sedangkan Umma Choi dengan santainya membawa Kyuhyun masuk ke dalam yang memang sudah menyiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan namja cantik itu. Termasuk kamar khusus untuknya yang sengaja dibuatkan umma choi.

Wanita cantik itu memegang janjinya untuk mengambil Kyuhyun untuknya seperti janjinya pada umma Kyuhyun belasan tahun yang lalu. Umma choi juga sudah mengetahui apa yang terjadi dengan umma Cho setelah setahun mereka ke new york.

Sahabatnya itu tetap menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit yang menjadi tempat tinggalnya selama setahun itu. Walau setiap harinya penyakitnya diobati tapi itu bukanlah untuk menyembuhkannya, tetapi hanya untuk memperlambat penyebaran sel-sel pembunuh itu.

Dan pada akhirnya wanita itu tetap meninggalkan keluarganya diusia yang masih dibilang muda. Sejak hari itu pula Kyuhyun memutuskan komunikasinya dengan Siwon di korea, kerana merasa janji kecilnya tidak akan pernah tertepati lagi.

Walau appa cho sudah membujuknya dengan berbagai cara, tapi Kyuhyun tetap dengan pikirannya sendiri. Di sekolah Kyuhyun terus menyendiri dan hanya berbicara dengan Changmin yang berhubungan dengan Yunho hyung tetangganya disamping rumah. Namun setelah sekolahnya selesai Kyuhyun sendiri yang meminta untuk kembali ke Seoul dan tinggal lagi disana.

Setelah berbicara dengan appa cho, umma choi meyakinkan orangtua Kyuhyun itu agar percaya padanya yang akan menjaga yuhyun, dan dia tidak usah khawatir pada putra satu-satunya itu.

**

Begitulah sampai akhirnya Kyuhyun menjadi bagian dari istana choi dan bagian dari apapun yang dilakukan Siwon. Termasuk menjadi tangan kanan Siwon di perusahaan kecilnya dan berada dilingkungan Siwon dan relasi-relasinya.

Namja cantik itu selalu ada disamping Siwon kemanapun namja tampan itu pergi, bahkan beberapa bulan setelah tinggal diistana Choi’s, Kyuhyun memilih ikut Siwon tinggal di apartement mewah namja tampan itu.

Dan sejak hari itu pula tugas Ryeowook bertambah dengan membawakan makanan apapun untuk Kyuhyun yang tidak pernah bisa memasak. Dan itu keputusan Ryeowook sendiri yang akan tetap menjaga pola makan namja cantik itu yang belakangan diketahuinya akan melupakan segalanya bila sudah bermain game kesukaannya.

Setelah setahun berlalu Kyuhyun bersama Siwon dan keluarganya, kebahagian Siwon semakin bertambah setiap harinya kerana dia bisa terus bersama boneka saljunya dan setiap hari itu pula benih-benih cinta di hati Siwon semakin kuat dan berakar mencengkram hatinya hingga tidak ada orang lain dimatanya selain Kyuhyun.

Belakangan tidak sengaja Siwon mendengar namja cantik itu sedang menyanyikan beberapa bait lagu di kamar mandi mereka? Seketika itu pula hati Siwon semakin tertarik dan terikat pada namja cantik berkulit putih dan cantik itu.

Namun suatu hari kedatangan appa cho yang tiba-tiba seketika menghancurkan setiap harapan yang sudah dirancang Siwon untuk masa depannya bersama Kyuhyun yang tidak pernah mengatakan apa yang dirasanya pada namja tampan itu.

“Kyunnie, kita kembali ke New York.” Ucap appa cho setelah beberapa hari menginap di rumah sahabatnya itu.

TBC…

103 thoughts on “Side Story 4

  1. Mertua sama Menantu sama aja…
    sama2 evil…
    Ckckck.. Jiwon lebih sayang kyuhyun dr pada oppa kandung nya sendiri…
    #PoorSiwon

Magic wordnya..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s