It’s Always Only Me

Published May 26, 2015 by Wonviekyu

It’s Always Only Me

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Other Member

Pairing : Always WonKyu

Genre : Sad, Romance, Happy Ending

Warning : Boys Love absolutely

Sumarry : Entahlah..yang jelas,,lagi kesel, sekeselnya sama si baby gembul satu itu!!

Ide bulan dua waktu kejadian pasnya, sekarang baru bisa upda  te, What a lazy girl!!! Ahahaha. Mianhae vira..padahal udah kesel sama-sama, malah nggak bisa update!!

VIE NOTE : My Lovelies, sebelum koment tuliskan tanggal dan bulan ULANG TAHUN kalian ne?? nggak perlu tahunnya kox..ehee. HARUS!!!

From Vie..
**

Seoul, kota yang sangat memesona dimalam hari dengan lampu berkelap-kelip diberbagai tempat dan sudut disana membuat kota itu terlihat indah dan sangat romantis.

Tapi sayang, tidak dengan yang terjadi didalam sebuah apartement mewah yang ada dijajaran Real estate dikota tersebut. Ruang besar dan nyaman disana terlihat redup dengan lampu yang sengaja tidak dihidupkan pemiliknya.

Dan disalah satu ruangan atau lebih tepatnya kamar tidur utama apartement itu terdapat seorang namja yang duduk meringkuk di sudut kamarnya sambil memeluk lutut dan menyembunyikan wajahnya disana.

Tidak jauh darinya tergeletak gadget mahal yang sudah tercerai berai bentuknya karena sepertinya sengaja dilemparkan oleh namja yang meringkuk kaku itu.

Sepertinya namja itu baru saja menerima kabar yang paling buruk dalam hidupnya, Atau kabar yang tidak mengenakkan hatinya. Tapi yang pasti, tangan namja itu gemetaran sambil mencengkram lututnya kerana menahan tangis.

Namja itu, Choi siwon. Namja yang dikenal paling tampan yang ada di sebuah grup band terkenal di Negara itu. Namja yang memiliki semua yang tidak dimiliki orang lain, dengan kata lain, namja itu sangatlah sempurna.

Namun kesempurnaannya itu masih saja tidak bisa membuat hatinya selalu dipenuhi kebahagiaan. Apalagi bila itu menyangkut dengan kekasih pujaan hatinya Cho Kyuhyun, magnae di grupnya sendri.

Sekian lama siwon mencintai dan memberikan segala perhatiannya pada namja cantik kekasihnya yang terlihat bulat belakangan ini, namun namja cantik itu seperti selalu mempermainkan hatinya ditempat yang sama.

Kali ini…

Baru beberapa menit yang lalu siwon dengan wajah sumringah membuka hpnya dan melihat jaringan social yang selalu dikunjunginya itu. Betapa senangnya siwon mendapati kekasih imutnya baru saja mengtwitkan tentang Ost barunya yang release hari ini.

Tanpa pikir panjang namja tampan visual di Super junior itu langsung mengretweetkan twit kyuhyun sebagai bentuk dukungan dan kebahagiaannya untuk kesuksesan kyuhyun. Dan sebagai ganti ucapan selamat kerana mereka belum bisa bertemu karna kesibukan masing-masing.

Dengan harapan kyuhyun akan membalasnya, sekali saja. Walau selama ini kyuhyun tidak pernah membalas apapun yang dilakukannya. Tapi kali ini, sekali saja…

Namun sepertinya harapan siwon hanyanya isapan jempol semata kerana beberapa saat kemudian apa yang didapatkannya seketika membuat jantungnya terasa dicengkram dengan kuatnya.

Bukannya membalas retweet siwon, kyuhyun malah mengupdate foto selca-nya bersama changmin setelah musicalnya selesai.

Siwon memang tidak berharap terlalu tinggi pada kyuhyun, tapi kali ini sepertinya siwon sudah dibatas kesabarannya. Detik itu juga hp ditangannya terbang beberapa meter darinya dan membentur lantai dengan bunyi yang keras.

Namja tampan itu langsung jatuh terduduk dilantai dan akhirnya memeluk dirinya sendiri yang terasa akan hancur berkeping-keping jika dilepaskannya.

Padahal siwon sengaja pulang ke korea ditengah kesibukannya di LA hanya untuk menghabiskan waktu dengan kyuhyun. Tapi namja cantik kekasihnya itu selalu bisa mematahkan angan-angannya hanya dalam sekejap mata secara sengaja ataupun tidak.

Kyuhyun memang tidak tahu tentang kepulangannya yang mendadak, tapi setidaknya perhatian kecil yang siwon berikan dimedia social itu bisa dihargai kyuhyun sedikit saja.

Saat itu semua yang pernah dilakukannya untuk kyuhyun secara sepihak berputar di kepalanya, bagaimana ia berusaha mengunjunginya secara sembunyi di backstage saat musical. Bagaimana saat dirinya rela dibagi dengan Kyuline padahal sangat sedikit waktu untuk mereka bisa bersama.

Siwon juga yang selalu mengucapkan hal-hal kecil untuk kyuhyun menunjukkan perhatiannya, namun kyuhyun selalu mengacuhkannya. Memang semua itu hal kecil bila diukur, tapi bisa terlihat dengan jelas kadar perbedaannya.

Walau beberapa waktu ini kyuhyun tidak pernah menolaknya lagi saat berada dipanggung, tapi tetap saja semuanya terasa beda. Sangatlah berbeda. Selama ini siwon membuang semua irisan-irisan kecil dihatinya itu karena cintanya lebih besar dari apapun. Tapi kali ini…

Namja tampan itu tidak bermaksud untuk mengungkit semua yang telah terjadi, tapi semua itu membuat siwon sadar bahwa selama ini memang selalu hanya dia. Dia saja.

Semua penantian pasti akan ada ujungnya, tapi sepertinya penantian siwon selamanya tidak akan pernah ada penghujungnya. Lebih baik siwon mengakhiri penantiannya daripada penderitaannya itu tidak akan pernah berakhir.

Ya..itulah yang akan dilakukannya.

Dengan hati hampa siwon berdiri menatap kosong seluruh ruangannya lalu melangkah dengan perlahan mencari kunci mobil dan coatnya, lalu dengan langkah gontai namja tampan itu segera keluar dari tempat yang penuh kenangan itu bersama kyuhyun.

Dan namja tampan itu pun keluar darisana menutup pintu perlahan tanpa suara lalu melangkah meninggalkan tempat yang penuh kenangan untuknya. Meninggalkan semuanya, termasuk hatinya yang sudah ikut tertutup bersamaan dengan langkah kakinya yang kian menjauh.

“I’ve had enough, baby. Selamat tinggal.” Ucap siwon lirih.

Sementara di tempat lain.

Namja cantik magnae Boyband terkenal di korea sampai luar negeri sedang tersenyum bahagia kerana satu lagi pekerjaannya selesai. Musicalnya yang kesekian itu berjalan lancar seperti biasanya dan mendapat banyak sambutan dan dukungan.

Khususnya dari sahabatnya satu agensi yan sangat dikenal dekat dengannya sebagai Best Friend Forever, Max Changmin. Magnae DBSK itu dengan sengaja datang untuk melihat musical kyuhyun secara live, karna hal itu juga yang membuat senyum kyuhyun semakin cerah.

Namja cantik itu tidak tahu hal kecil yang dilakukannya sudah melukai hati seseorang yang sangat berharga untuknya. Jika memang siwon se-berharga itu untuknya, tapi sepertinya namja tampan itu belum cukup penting sampai kyuhyun selalu melupakannya begitu saja.

Dengan perasaan bahagianya kyuhyun kembali ke dorm tempat tinggalnya selama ini sebelum menjadi kekasih dari choi siwon. Tapi karena namja tampan kekasihnya itu sedang punya jadwal diluar negeri membuatnya harus kembali ke tempat asal bersama hyung-hyungnya yang lain.

Begitu tiba di dormnya Kyuhyun langsung masuk kedalam dan mendapati dua hyung favoritnya sedang berbicara ditelfon dengan seseorang. Namja cantik itu melihat sekilas pakaian hyungnya yang terlihat rapi dan bukan untuk bersantai di rumah.

“Mau kemana, hyung??” Tanyanya penasaran.

“Kami ma…”

Jawaban Donghae terhenti deringan telfon kyuhyun yang tiba-tiba hingga membuat namja cantik itu langsung menerima panggilan masuk itu sambil berjalan ke kamarnya setelah melihat kedua hyungnya yang sama-sama terdiam.

“Apa kit…”

“Ayo, cepat pergi!!” Hyukjae langsung menarik namjachingunya yang masih setia melihat Kyuhyun yang sudah menghilang dibalik pintu kamarnya itu.

Keduanya pun segera keluar dari dorm tanpa sepengetahuan Kyuhyun yang sedang berbicara ditelfon yang ternyata adalah Changmin yang masih belum cukup walau sudah bertemu dengannya tadi.

Bahkan sampai larut malam Kyuhyun masih larut dalam pembicaraannya yang entah penting ataupun tidak bersama Changmin. Tanpa ia sadari bahwa kedua hyungnya yang sudah kembali dari apartement Siwon hanya bisa menggelengkan kepala mereka mendengarnya dari luar.

**
Keesokan paginya semua berjalan seperti biasanya dengan Kyuhyun yang tidak pernah bisa bangun pagi, juga dengan keributan hyung-nya yang sering berkumpul disana sejak Shindong akan ikut wamil.

Ketika bangun Kyuhyun merasakan kepalanya sedikit pusing kerana tidur yang tidak cukup, namun tangannya segera meraba-raba disekelilingnya mencari keberadaan Hp-nya tercinta.

Dengan mata setengah terpejam Kyuhyun melihat layar hp-nya yang kosong melompong tidak ada amplop-amplop tak dikenal atau gagang telfon kesasar tertera disana.

Namja manis sekaligus cantik itu langsung mengucek matanya dengan cepat untuk melihat sekali lagi dengan jelas namun tidak ada yang berubah dari layar hpnya. Sedikit mengernyit akhirnya Kyuhyun meletakkan kembali benda mati itu di meja nakasnya.

Lalu segera keluar dari kamarnya menuju kamar mandi untuk segera sarapan dan melihat jadwalnya hari itu. Kyuhyun kembali melihat Donghae hyungnya ada disofa sedang memegang dan meneliti gantungan kunci kembar yang dipegang Hyukkie kekasihnya.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun kembali ke kamarnya dan kembali melihat Hp-nya yang tidak ada tanda-tanda kehidupan disana hingga membuatnya semakin tidak tenang.

Namja cantik itu sebenarnya menunggu kabar dari seseorang nun jauh disana untuk menanyakan kabarnya dan menyiraminya dengan kata-kata manis yang hanya bisa diucapkan oleh orang itu.

Ya tentu saja…Kyuhyun menunggu Siwon yang sudah lewat beberapa jam tidak satu pun panggilan tertuju untuknya bahkan satu sms pun Kyuhyun tidak menerimanya. Tidak biasanya seorang Choi siwon melupakan kekasih tercintanya sampai selama ini.

“Apa yang dia lakukan?” Gumam Kyuhyun sedikit kesal.

Dan jawabannya…

Siwon saat ini sedang menghabiskan seluruh waktu free yang didapatkannya itu bersama keluarga dan anjing jelek kesayangannya Bugsy di rumah mereka.

“Kau tidak bertemu Kyu Oppa??” Tanya Jiwon setelah lama terdiam di ruang keluarga mereka.

“Dia sangat sibuk, Oppa tidak ingin mengganggunya.” Siwon menjawab tanpa memalingkan wajahnya pada adik kesayangannya itu.

“Ohh, benarkah? Biasanya kau tidak bisa menjauhkan tanganmu darinya oppa~”

“Jiwoon~ jangan mengganggu oppa-mu!”

“Ummaa~~”

“Kenapa sayang? Kalian bertengkar?” Tanya wanita anggun paruh baya yang merupakan Umma dari Choi Siwon yang tampan.

“Tidak umma, kami baik-baik saja.” Jawab Siwon menundukkan wajahnya.

Dia tidak berani menatap wajah lembut ummanya itu yang pasti selalu bisa meluruhkan pertahanannya dari apapun. Siwon tidak ingin mereka terlibat pada masalahnya dengan Kyuhyun kali ini karena ia sudah memutuskan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Dan melihat sikap putra satu-satunya seperti itu membuat Umma Choi mengurungkan niat untuk mendesak Siwon mengatakan semuanya, karena jelas sekali dia tahu bahwa Siwon sedang ada masalah. Dengan Kyuhyun.

Mereka pun kembali menikmati kebersamaan dalam diam dan ketenangan sampai hari berikutnya pun tiba dan Siwon memutuskan untuk kembali ke LA untuk meneruskan syuttingnya yang tertunda karena ia memaksa pulang ke Korea tiba-tiba.

**

Kyuhyun yang merasakan ada keanehan dalam hubungannya dengan Siwon mulai terlihat uring-uringan di kamarnya sambil terus mencaci maki benda mati yang tidak bersalah ditangannya itu.

“Kenapa denganmu kuda boboh?? Kau dimana??” Tanya Kyuhyun sambil melihat Iphone ditangannya.

“Kenapa tidak menghubungiku, ini sudah dua hari Siwonnie pabbo!!”

“Aku ingin kau tau kerja samaku dengan sunbae kita, sebuah single, yang akan diliris tepat dihari ulang tahunmu!!! Kenapa kau tidak menghubungiku??!??!”

Kyuhyun berjalan mondar-mandir di kamarnya dengan wajah kesal dan melempar Iphone cantiknya ke atas tempat tidur. Kali ini Kyuhyun benar-benar kehilangan cara untuk menghubungi kekasihnya kerana biapun ia mencoba Siwon sudah mematikan hp-nya dari kemarin pagi.

“Apa yang harus kulakukan??!??!” Teriak Kyuhyun frustasi sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan.

Saat itu terdengarlah suara dua hyungnya dari luar kamar yang membuat smirk indah seketika keluar dari bibirnya. Apalagi saat mendengarkan dengan jelas bahwa kedua hyung itu merupakan yang paling dekat dengannya dan Siwon.

“Mereka kan ada.” Gumam Kyuhyun langsung menuju pintu dan ingin membukanya.

Namun…

“Bagaimana ini? Dia akan segera kembali.” Suara Donghae terdengar sangat cemas.

“Tidak ada yang bisa kita lalukan, dia akan segera kembali ke LA” Jawab Hyukjae mencoba bersikap tenang pada namjachingunya.

Saat itu juga Kyuhyun membuka pintu kamarnya dengan kasar saat kata LA terdengar dari mulut hyungnya itu.

“K-kyu??” Ucap kedua hyungnya bersamaan.

“LA? Kembali? Apa maksudnya?” Tanya Kyuhyun langsung membuat kedua hyungnya saling berpandangan.

“Hyung!! jelaskan padaku apa yang tidak kutahu!!!” Seru Kyuhyun langsung terbakar emosi.

Otak pintarnya sudah bisa menebak apa yang akan mereka jelaskan itu namun ia ingin mendengarnya dengan sangat jelas dan akurat.

“Siwon ada disini…” Ucap Donghae pelan.

“Dan akan kembali ke LA, hari ini.” Sambung Hyukjae tidak melepaskan tatapannya dari magnae mereka yang mencari kejujuran padanya.

“Huh? Begitukah? Dia tidak memberitahuku? 1 sms pun? Begitu? Apa yang dia pikirkan??”

“K-kyu…” panggil Donghae ragu namun Kyuhyun langsung menatapnya tajam.

“Kalian juga tahu? Dan tidak mengatakannya padaku?”

“Kami…”

“Apa maksudnya hyung!?!!”

“Kyu, dia sudah ada disini sejak dua hari yang lalu hanya ingin memberikan surprise dan selamat untuk musicalmu, tapi kau…”

“Kapan dia pergi?” Tanya Kyuhyun tajam.

“Sebentar lagi.”

Kyuhyun langsung bergegas ke kamarnya mengambil jaket dan topi lalu keluar lagi menuju pintu dengan buru-buru sambil menatap hyungnya dengan tajam.

Tapi tiba-tiba saja nada dering di iphone-nya pun mengalun dengan indah hingga membuat kakinya berhenti tiba-tiba dan melihat siapa yang menghubunginya.

“Changmin?” Tanyanya bingung.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun setelah menerima panggilan dari sahabatnya itu.

>……<

“Aku ada perlu sekarang.”

>……<

“Tidak ada yang lain disana??” Tanya Kyuhyun mulai kesal.

>Tidak, Kyu…please~<

“Ck!! Baiklah, tunggu disana aku segera datang.” Ucap Kyuhyun akhirnya dan memutuskan sambungan teleponnya.

Donghae dan hyukjae saling berpandangan mendengar jawaban Kyuhyun yang berubah begitu saja. Dan Kyuhyun hanya menatap mereka tanpa kata-kata dan bantaha saat kedua hyungnya menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

“Aku pergi…” Kyuhyun keluar dari sana tanpa melihat lagi kebelakang.

Donghae langsung terduduk di sofa mereka dan menghembuskan nafas lelah melihat sikap magnae mereka yang tidak pernah bisa ditebak itu.

“Apa maunya si Chang??” Tanya Donghae kesal.

“Magnae kita apa maunya!?” Jawab Hyukjae datar.

Namja yang dikenal dengan gummy smilenya itu langsung beranjak dari sana menuju dapur saat tiba-tiba dering Hp-nya memecah suasana keheningan yang ada disana.

“Siwonnie…” Tebak Donghae membuat Hyukjae menganggukkan kepalanya.

“Yeoboseyo.”

>….<

“Dia sudah pergi”

>Kemana?<

“Chang memanggilnya…”

>….<

“Tidak jadi kesini? Ohh, mianhae. Mm, selamat jalan hati-hati, siwonnie”

Hyukjae menutup sambungannya dengan wajah yang tidak bisa dibaca membuat Donghae langsung mendekatinya dan membelai lengannya.

“Apa maunya magnae kurang ajar itu??!”

“Hyukkie!!!”

“Kau tau sikapnya selama ini kan? Dia selalu menyakiti siwon walau tanpa sadar. Apa dia segitunya tidak peka?!! Aiiihhhh!!!!”

“Sudahlah, kita tidak boleh ikut campur. Jadi Siwon tidak kesini??”

“Iya, dia akan langsung ke bandara setelah tahu Kyunnie dimana.”

“Ya sudah, kita lihat dulu apa yang akan terjadi, baru kita turun tangan, ok?”

Donghae mencoba menenangkan namjachingunya agar tidak marah lagi karena mereka sama-sama tahu bahwa magnae mereka adalah kesayangan mereka. Karena itu juga mereka tidak mungkin membenci makhluk imut, manis nan menyebalkan itu.

Setelah beberapa jam Kyuhyun baru menampakkan dirinya di dorm yang benar-benar sepi dan tidak berpenghuni. Padahal Kyuhyun mengira akan bertemu dengan kedua hyungnya yang akan memarahinya, tapi tidak ada siapapun disana.

**

Hari kembali berlalu seperti biasanya dan Kyuhyun semakin disibukkan dengan jadwalnya yang tidak pernah habisnya. Saat kesibukan itu Kyuhyun melupakan semuanya termasuk masalahnya dengan Siwon yang pun diketahui apa kesalahannya.

Disaat waktu bebasnya Kyuhyun baru mengingat namja tampan kekasihnya itu yang tidak pernah sekalipun mengangkat telepon atau membalas sms darinya. Hal itu semakin membuat Kyuhyun frustasi ditengah kesibukannya sendiri.

Apalagi kedua hyungnya sudah tidak peduli apapun yang dilakukannya dan dukungan mereka berdua untuk hubungannya dengan Siwon juga menghilang sejak malam itu dia memilih pergi menemui Changmin.

“Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia tidak menghubungiku??” Tanya Kyuhyun pada dinding yang hanya bisa diam membisu.

“Apa dia lebih mencintai pekerjaannya sekarang? Kenapa mengabaikanku, Choi siwon!!!”

“Kyuhyun! Jangan teriak-teriak!” Jawab Hyukjae tajam.

Namja yang biasanya sellau tersneyum itu menatap magnae mereka dengan tatapan yang tidak bisa dibaca Kyuhyun. Walau seharusnya Kyuhyun takut, tapi yang idlakukannya malah mendekati hyungnya itu.

“Kenapa dengan siwon? Apa dia mau meninggalkanku? Katakan hyung!!” Tanya Kyuhyun tanpa ekspresi.

“Aku tidak mau ikut campur urusanmu.” Jawab Hyukjae cepat.

“Hyung!! siwon selalu menghubungi kalian!! Kenapa dia mengabaikanku?”

“Kenapa tidak kau tanyakan sendiri?”

“Dia tidak pernah menghiraukannya, Dammit!! Choi siwon.”

“Jaga bicaramu, Kyunnie.” Ucap Donghae dengan tenangnya dibelakang Hyukjae.

“Aku juga bisa melakukan yang sama! Aku tidak peduli! Terserah dia mau apa! Aku sudah capek!!”

“Cho Kyuhyun!!!” Bentak Donghae seketika hilang kesabarannya.

“Ke-kenapa membentakku, Hyung??” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“M-mianhae!” Jawab Donghae cepat.

“Whatever!!” Kyuhyun berpaling dan meninggalkan mereka berdua begitu saja. Tapi..

“Berhenti disitu, kyunnie.” Ucap Donghae dengan nada serius yang tentu saja tidak bisa dibantah Kyuhyun yang sangat menyayangi Hyungnya itu

“Tidakkah sekali saja kau pikirkan apa yang sudah kau lakukan?” Tanya Donghae dengan nada pelan.

“Apa maksudmu, hyung?” Kyuhyun kembali berbalik dan menatap hyungnya itu dengann tajam.

“Kenapa kau selalu menyalahkan siwonnie? Tidakkah kau sadar apa yang sudah kau lakukan? Tidakkah sekali pun kau memikirkan apa yang sudah terjadi diantara kalian?

“Kenapa keegoisanmu selalu menyalahkan siwonnie jika ada masalah.”

“Dia memang yang salah hyung!!” Kyuhyun keras kepala.

“Coba pikirkan sendiri apa yang sudah kau lakukan!! Jangan mencariku sebelum jawabannya kau dapatkan dan ini KUSITA!!” Ucap Donghae tajam dan menarik PSP ditangan Kyuhyun lalu membawanya ke kamar.

Kyuhyun yang kehilangan kata-kata hanya bisa menatap hyungnya menghilang dibalik pintu sambil menyerap kata-kata dan tindakan yang sudah dilakukan hyungnya itu.

“Mwooo!! Hyung PSPku.

“Dia tidak sedang bercanda, magnae.” Ucap Hyukjae dibelakangnya. “Kau sudah membuatnya kesal.” Lanjutnya kemudian lalu pergi meninggalkannya disana.

Setelah itu Donghae benar-benar melakukan apa yang seperti dikatakannya, namja ikan itu selalu menghindar ketika Kyuhyun mendekatinya dengan rasa tidak bersalah dan tidak melakukan apa yang disarankannya.

Sampai tiba pada kegiatan Super Junior membawa mereka bergabung dengan artis SM lainnya di SMTOWN Taiwan keadaan mereka tidak berubah.

Kyuhyun yang tidak pernah berusaha mengalah dan mengingat apa yang sudah dilakukannya dan Siwon yang mungkin sudah lelah dan tidak menghiraukan apapun lagi selain pekerjaannya yang semakin pada karena namja tampan itu memilih mneyibukkan dirinya sendiri.

Sampai keduanya bertemu di konser bersama itu dan memperlihatkan kejanggalan pada semua yang mengetahui hubungan mereka. Namun Siwon dan Kyuhyun sama-sama tidak peduli karena kesibukan konser itu membuat waktu mereka untuk bertemu dan bertatap muka sangatlah singkat.

Apalagi Siwon melihat dnegan jelas Kyuhyun lebih memilih bermain dan selalu disisi Changmin daripada bersamanya dan menyelesaikan apapun yang sedang terjadi diantara mereka.

Karena hal itu juga Siwon secepatnya menghubungi managernya malam itu untuk mencarikan tiketnya untuk kembali ke LA. Dalam beberapa menit dia sudah menyiapkan segalanya dan siap meninggalkan Negara itu tanpa diketahui atau Kyuhyun peduli.

“Dia sudah melangkah kedepan dan meninggalkanku.” Gumam Siwon seorang diri.

Siwon merasa Kyuhyun sudah memberinya jawaban akan hubungan mereka, namja cantik itu sudah tidak ingin melanjutkan hubungan mereka yang sudah mendingin itu.

Dengan pemikiran seperti itu, sekali lagi Siwon meninggalkan hatinya yang sudah teriris ditangan Kyuhyun. Siwon meninggalkan semuanya begitu saja dan menganggap semuanya sudah berakhir.

Yang harus dilakukannya sekarang adalah bekerja dan bekerja sebanyak dia bisa untuk melupakan segalanya sampai hatinya bisa menerima semuanya dengan lapang.

Dan itulah yang dilakukannya begitu sampai di LA Siwon menyibukkan dirinya 24 jam/hari tanpa ingat istirahat dan pola makan yang hancur berantakan.

Hal itu terus berlanjut sampai beberapa minggu hingga namja tampan yang selalu terlihat kuat itu akhirnya tumbang disalah satu acara syutingnya.

Siwon dehidrasi, pola makan yang salah dan tidak punya waktu istirahat menyebabkan tubuhnya yang selalu kuat itu tidak bisa menahanya lagi. Dan dokter mengikatnya di tempat tidur sampai keadaannya kembali seperti semula.

Mendengar hal itu Jiwon segera terbang ke LA untuk menjaga oppa kesayangan itu dan tidak lupa memberitahukan keadaan Siwon pada dua sejoli di suju yang paling dekat dengan Oppa-nya itu. karena atas permintaan Siwon sendiri Jiwon hanya boleh memberitahukan keadaannya pada mereka berdua.

“Oppa, kita beritahu Kyu…”

“Tidak! Aku tidak ingin menerima belas kasihan, aku bisa tanpa dia.” Ucap Siwon cepat.

“Kau bisa?? Kau bisa?? Lalu kenapa kau tumbang? Bukan karena dia?” Tanya Jiwon dengan nada mengejek.

“Jiwonnie…”

“Sudahlah oppa!! Jangan seperti ini, aku tidak tahan melihatmu!!”

“Jangan melihatnya.”

“Oppa~”

“Pergilah, aku ingin tidur”

Siwon langsung berpaling kearah dinding rumah sakit itu dan membelakangi Jiwon yang kehilangan kata-kata.

“Keras kepala, sama saja!!” Gerutu Jiwon lalu keluar segera darisana.

Siwon menghela nafas lelahnya dan menggenggam selimutnya dengan kuat untuk menahan sakit didadanya yang tidak pernah hilang saat memikirkan Kyuhyun.

**
Sementara itu di Korea lebih dari satu minggu…

“Aku sudah tidak tahan lagi, ayo lakukan sesuatu!!” Teriak Donghae pagi itu.

“Apa yang harus kita lakukan?” Hyukjae menatap namjachingu-nya dengan kening berkerut.

“Hubungan mereka semakin memburuk aku tidak mau terjadi sesuatu lebih dari ini, Hyukkie!!!”

“Lalu apa yang bisa kita lakukan?”

“Mereka sama-sama keras kepala, sama-sama menghindar. Apalagi magnae kita yang pura-pura baik disiang hari dan merana dimalam hari, kau lihat matanya setiap pagi??” Tanya Donghae dengan wajah serius dan dijawab dengan anggukan oleh Hyukjae.

“Dia akan jadi cucunya panda.”

“Ayolah Chagi~ lakukan sesuatu~” Rengek Donghae manja.

“Tunggu sebentar, kita harus menghubungi Siwon terlebih dulu.” Ucap Hyukkie membuat Donghae langsung menganggukkan kepalanya.

Kemudian Lee Hyukjae segera mengambil Iphone canggihnya dan mencari nomor kuda tampan yang tertera didaftar contactnya lalu segera menghubungi namja tampan Visual grup mereka itu.

Setelah menunggu beberapa saat sambungan itu pun terhubung dan diterima seseorang yang Hyukjae kenal bukanlah Siwon.

“Siwon punya pacar baru.” Ucapnya terpaku yang membuat Donghae merebut Hp-nya saat itu juga.

>Oppa!!! Ini Jiwon!!< teriak seseorang itu yang tidak terima dikatakan pacar baru oppa-nya sendiri.

“Ne, Jiwonnie dimana Siwon??” Tanya Donghae to the point sambil memberi kekasihnya tatapan mematikan.

>Siwon oppa…dia~<

“Kenapa Jiwon? Siwon kenapa?”

>Siwon oppa, dia sakit<

“MWOOO???”

>Iya..dia tumbang karena tubuhnya terlalu diforsir untuk bekerja dan bekerja.<

“Sudah kuduga. Sejak kapan??”

>Seminggu yang lalu.<

“Mwooo?? Kenapa kami tidak tahu??”

>Siwon oppa tidak ingin…<

“Kau mendengarnya!!!”

>Mianhae…<

“Sudahlah, kau harus melakukan sesuatu untuk membayarnya!!”

>Kenapa akuu??<

“Karna kau mendengarnya dan mengkhianati kami, ayolah jiwonniee~”

>Ba-baiklah…apa itu?<

“Bawa Siwon pulang, bawa dia kembali ke Korea”

>Itu tidak mungkin!! Oppa pasti tidak mau<

“Ayolah, sweety..paksa dia~”

>Aku tidak bisa<

“Tapi ini menyangkut kesembuhannya Jiwon.”

>Apa maksudmu?<

“Kau pasti tahu”

>Kyunnie??<

“Eum!! Kau bisa kan??”

>…..<

“Jiwonie~”

>Baiklah, aku kulakukan<

“Kau yang terbaik, bye~”

Donghae menutup sambungan itu dengan wajah senang lalu mengembalikan Hp namjachingunya dan kembali duduk disofa bersamanya.

“Kita tinggal menunggu Siwon kembali dan selanjutnya misi kita pun dijalankan!!!” Ucap Donghae dengan penuh semangat membuat Hyukjae hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju.


Keesokan harinya kedua namja yang punya niat baik itu sudah mendarat duluan diapartement Siwon untuk menunggu kepulangan namja tampan itu. Setelah Jiwon memberitahukan pada mereka bahwa Siwon ingin pulang karena Umma Choi yang memaksa.

Dengan itu keduanya sangat berterima kasih pada Umma Choi yang memang tidak ke LA karena Siwon melarangnya, tapi mereka yakin Jiwon yang mengatasi semuanya dengan melibatkan wanita terhormat itu.

“Dia akan segera tiba, lalu dimana magnae itu??” Tanya Hyukjae tidak sabaran sambil mengetukkan jemarinya dimeja.

“Omoo!! Dia pergi ke Jeju!!” Donghae baru ingat Kyuhyun tidak ada.

“Aiiiisssh!!!”

“Aku akan menjemputnya nanti.”

“Baiklah.”

Beberapa menit kemudian terdengarlah suara pintu apartement itu dibuka dari luar dan kemudian menampakkan satpam didepan yang datang bersama Siwon yang sedang dipapahnya dan Jiwon mengikuti dibelakang mereka.

Donghae dan Lee hyukjae seketika kehilangan kata-kata mereka begitu melihat namja tampan Visual grup mereka yang seperti bukan dirinya sendiri. Mata yang sembab akibat suhu badannya dan lingkaran hitam dipelupuk matanya terlihat sangat jelas.

Walau seperti itu, mereka berdua tidak bisa mengatakan bahwa wajah tampan itu sudah berubah, karena ketampanan Siwon tidak pernah sirna. Namun hanya orang terdekatnya saja yang bisa menyadari bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.

“Si-wonnie…” Panggil Donghae ragu.

“H-hyung~” Siwon membalas mereka dengan senyuman yang dipaksakan.

Tanpa banyak bicara lagi mereka segera membawa Siwon kedalam kamar dan merebahkannya diranjang. Kemudian Jiwon segera menyiapkan semua keperluan oppa-nya dan keluar dari kamar itu meninggalkan Oppa-oppa tampannya berbicara.

Tapi yang dilakukan Eunhae hanya membiarkan siwon beristirahat dan memutuskan untuk menundanya sampai Kyuhyun dibawa kehadapan Siwon.

Karena itu juga Donghae yang bertugas menjemput Kyuhyun segera pergi dari sana menuju palau jeju tempat Kyuhyun liburan bersama teman-temannya.

Saat Donghae sampai Kyuhyun sudah berencana akan pergi nonton bersama temannya hingga dia tidak mengindahkan permintaan hyung kesayangannya itu pulang detik itu juga.

Merasa kalah beradu mulut akhirnya Donghae memutuskan untuk menunggu sampai Kyuhyun selesai. Begitu selesai namja penyuka ikan itu langsung menyeret Kyuhyun ke mobilnya tanpa peduli protes yang dilakukan magnae kesayangannya itu.

Dalam perjalanan tidak ada yang berbicara karena pikiran masing-masing ada ditempat lain saat itu, apalagi Kyuhyun yang masih kesal dengan tindakan Donghae yang tanpa penjelasan.

Menjelang malam mereka baru sampai di Seoul lagi dan langsung menuju apartement Siwon yang semakin membuat wajah Kyuhyun kehilangan warnanya. Namun Donghae masih tidak ingin berbicara apapun sampai mereka tiba didepan pintu Siwon.

“H-hyung..?” Panggil Kyuhyun ragu.

“Masuklah.” Jawab Donghae datar.

Kerana tidak ingin berdebat yang tidak perlu akhirnya Kyuhyun melangkah masuk dengan perasaan yang tidak bisa digambarkannya. Sakit? Sesak? Lega? Rindu? Semuanya ada didalam hati Kyuhyun, tapi wajahnya sama sekali tidak menampakkan kegalauan itu.

Tanpa kata-kata Donghae langsung membawa namja cantik magnaenya itu ke kamar Siwon yang masih ada Hyukjae dan Jiwon disana.

Begitu melihat mereka berdua, Jiwon segera permisi keluar setelah menyunggingkan senyuman manis pada Kyuhyun yang dibalas dengan anggukan kepala.

Setelah menyadari apa yang ada dihadapannya barulah Kyuhyun sadar bahwa Siwon terbaring lemah dibawah selimut yang menutupi setengah badannya dengan wajah yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja.

“S-siwon-nie??” Suara Kyuhyun tercekat ditenggorakannya.

Namun Siwon sangat bisa mendengar dengan jelas suara yang ingin dibelinya berapapun harganya itu hingga matanya yang tertutup pun perlahan terbuka dan langsung mendapati Kyuhyun berdiri tidak jauh dari ranjangnya.

Seandainya bisa detik itu juga Siwon berlari memeluk namja cantik yang sangat dirindukannya itu dengan seluruh hatinya. Namun rasa sakit yang kembali datang dihatinya membuat wajahnya berubah datar dengan mata yang meredup kehilangan cahaya.

“K-kau sakit?” Tanya Kyuhyun tidak percaya. “Se-sejak kapan? Kenapa aku tidak tahu??”

“Apa kau peduli?” Jawab Siwon tajam.

“Hyung!!”

“Pergilah, aku ingin sendiri.”

“Aku akan merawatmu.”

“Tidak perlu, Jiwon ada disini, pergilah.” Siwon langsung membalikkan badannya dari Kyuhyun dan menghadap dinding sambil memejamkan matanya yang terasa panas.

“Itu maumu?? Baiklah Fine!! Aku pergi!!!” Ucap Kyuhyun kasar dan segera keluar dari sana dengan wajah merah padam.

“Siwonnie…”

“Pergilah hyung, aku ingin sendiri.”

Lee Hyukaje dan Donghae tidak bisa membantah lagi lalu segera keluar darisana meninggalkan Siwon yang semakin tenggelam dalam kesedihannya sendiri.

Malam itu mereka berdua pun segera pamit pulang ke Dorm mereka untuk beristirahat dan melihat keadaan magnae mereka yang pasti sedang marah besar.

Terbukti dengan pintu kamarnya yang di kunci saat mereka ingin melihat dan terdengar isakan kecil dari balik pintu kamarnya. Dan tanpa bisa melakukan apa-apa mereka pun kembali kekamar mereka dan bersitirahat dengan cepat karena mereka sudah berjanji pada Jiwon akan kembali secepatnya.

**

Keesokan harinya keduanya benar-benar menghilang dari Dorm bahkan sebelum Kyuhyun bangun dari tidurnya. Hyukjae merasa sangat khawatir akan keadaan dongsaeng tampannya hingga tidak bisa tenang dan langsung menuju ke kamar Siwon begitu mereka sampai.

“Bagaimana keadaan Siwon?” Tanya Hyukjae pada Jiwon yang masih menemani oppanya dengan setia.

“Panasnya meninggi semalam, tapi tadi Dokter Kim sudah memeriksanya dan memberikan obat lainnya.” Jawab Jiwon dengan wajah sedih dan lelah.

Lee hyukjae hanya bisa meringis melihat kearah Siwon yang tidak berdaya seperti itu membuat kesedihannya tidak bisa dibendung. Tapi dia harus bertahan sampai semuanya terselesaika dengan baik.

“Dia sudah makan? Minum obat?” Tanyanya kemudian membuat Jiwon menggelengkan kepalanya.

“Kau tau bagaimana kerasnya Siwon oppa? Bujuklah dia untuk makan dan minum obat, jika tidak…” Jiwon berkata dengan mata yang berkaca-kaca sambil terus menatap oppa kesayangannya.

“Istirahatlah, Jiwon. Biar oppa yang membujuknya untuk makan dan minum obatnya.” Kata Eunhyuk dengan wajah serius.

Jiwon hanya bisa menganggukkan kepalanya lemah. ‘Gomawo Oppa, aku tinggal dulu.” Ucap gadis cantik itu lalu segera pergi kekamarnya yang ada di apartement itu dan beristirahat.

Kemudian Eunhyuk pun berjalan perlahan mendekati ranjang Siwon yang masih saja menutup matanya dan tertidur setelah semalaman tidak bisa tidur karna panasnya yang meninggi. Bibir Siwon terlihat sangat pucat dengan keringat membanjiri tubuhnya hingga menampakkan bajunya yang sudah basah.

Akhirnya Eunhyuk pun berinisiatif mengganti baju sahabatnya itu dengan baju yang bersih sebelum mulai membujuknya untuk makan dan minum obat.

_
_
_

Sementara itu Kyuhyun yang baru bangun dari tidurnya menyadari bahwa dia tinggal sendiri dan segera ke kamar mandi kemudian sarapan yang sudah disiapkan hyungnya disana. Namun baru beberapa menit sarapannya selesai dia sudah mendapati Donghae hyungnya berdiri didepan pintu Dorm dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca.

“H-hyung?”

Tanpa menjawab apa-apa sekali lagi Donghae langsung menarik magnae kesayangan nya itu pergi dari sana. Walau dengan wajah bingung Kyuhyun kembali menurut selayaknya magnae yang manis apalagi untuk hyungnya yang jadi nomor 1 itu.

Dalam perjalanan mereka tidak banyak percakapan yang terjadi karena Donghae lebih banyak diam dan lebih focus ke jalanan sedangkan Kyuhyun sendiri sesekali melihat kearah Donghae yang baru kali ini dilihatnya berwajah seperti itu, apalagi didepannya.

“Eum~ Hyuuung~~” Kyuhyun mencoba mencairkan suasana.

“Diamlah dan lebih baik kau renungkan semuanya.”

Kyuhyun yang tidak mengerti perkataan Hyungnya hanya bisa mengerucutkan bibirnya tidak terima namun memilih untuk menuruti perkataan Donghae. Hingga akhirnya mobil yang dikemudikan Donghae pun berhenti disalah satu kawasan apartement real estate.

Yang Kyuhyun ketahui bahwa itu adalah apartement Siwon namjachingunya yang sudah mengusirnya kemarin. Lalu untuk apa dia kembali kesini?

Tanpa melihat wajah Kyuhyun yang berubah sedih ia langsung memarkirkan mobilnya disana lalu segera menarik Kyuhyun untuk menju kamar apartement Siwon.



“Siwon, makanlah…jangan siksa tubuhmu terlalu lama.” Eunhyuk masih setia mencoba menyuapi Siwon dengan sendok berisi bubur yang sudah dibuat Jiwon.

Selagi namja Anchovy itu memaksa bubur itu masuk ke mulut Siwon, sesosok bayangan terlihat dipintu kamar Siwon.

Sosok yang paling diinginkan Siwon lebih dari segalanya ada disisinya saat seperti ini sekarang ada disana. Hanya saja Siwon tidak bisa mengatakannya hingga yang dilakukannya saat itu adalah kembali berpaling dari wajah cantik kekasihnya yang menatapnya tidak percaya.

“Aku ingin tidur saja, Hyuk!” Ucapnya pelan.

Lalu kembali berbaring dan membalikkan badannya kearah dinding dan membelakangi mereka semua sekali lagi hingga membuat Kyuhyun kesal tiba-tiba.

“Hyung!! Ada apa sebenarnya!!??” Tanya Kyuhyun tidak sabaran pada Donghae yang masih berdiri disampingnya.

“Kalian bicaralah, Hyuk…” Jawab Donghae melihat namjachingunya.

Eunhyuk yang mendengar namanya dipanggil segera bangkit dari ranjang Siwon dan meletakkan mangkuk buburnya itu dimeja nakas Siwon. Namun sebelum kakinya melangkah lebih jauh suara Siwon menghentikannya.

“Aku ingin sendiri.”

“Kalian harus bicara, jika seperti ini terus kalian hanya menyiksa diri masing-masing.” Eunhyuk mencoba menjelaskan.

“Tidak ada yang perlu diibicarakan, aku mau pulang?” Jawab Kyuhyun tidak peduli dan beranjak dari sana.

“Diamlah Kyu! Sekali kau melangkah pergi, kupastikan kau akan menyesal.” Ancam Donghae dengan wajah seriusnya membuat Kyuhyun mematung menatapnya tidak percaya.

“T-tapi…hyung lihat kan? Siwon hyung tidak ingin berbicara dan meluruskan semuanya, Childish” Ucap Kyuhyun menyembunyikan perasaannya yang sangat tidak menentu.

“Childish katamu?” Suara pelan Siwon membuat Kyuhyun langsung melihatnya.

“Lalu apa jika bukan Childish??”

“Kau…”

“Sudah-sudah!! Kenapa kalian jadi bertengkar? Coba bicarakan dengan kepala dingin” Eunhyuk mencoba menengahi. Dia dan Donghae sangat jengah dengan situasi seperti ini.

“Apa yang perlu dibicarakan lagi? Jika semua sudah jelas bahwa dia lebih memilih bersama temannya daripada bersamaku.” Ucap siwon ketus.

“Kau tahu aku hanya berteman dengan mereka, jangan selalu menyalahkan mereka jika sebenarnya dirimu yang salah, hyung!!”

“Aku yang salah?? Ahaha, aku yang salah.” Siwon tertawa hambar sambil mencoba bangun dari tidurnya dan bersandar dikepala tempat tidurnya. “Apa aku tidak salah dengar? Aku yang selalu salah kyu, aku yang selalu disalahkan, aku yang egois, posesive, aku. Lalu… kau apa?? Kau apa kyu? Yang tersakiti? Yang tertindas? Yang dipaksakan?? APA???”

Siwon kehilangan kesabarannya dengan sikap egois Kyuhyun yang tidak pernah disadari namja cantik itu sendiri. Kedua hyung mereka sudah beranjak darisana perlahan saat Kyuhyun memulai perdebatan mereka dengan berjalan masuk ke dalam lagi.

“Kau bicara apa hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Aku lelah, kyu. Aku lelah dengan semuanya, lelah dengan anggapan orang-orang padaku, aku selalu berusaha menjadi yang mereka inginkan tanpa peduli keinginanku. Aku selalu berusaha sabar dengan sikapmu yang selalu tidak peka untukku, hanya untukku. Seolah-olah hanya kau yang harus selalu aku utamakan.”

“Aku lelah kyu…apa yang harus kulakukan agar kau peduli? Apa aku harus mati dulu, baru kau melihatku? Apa aku harus menghilang dulu agar mereka mengerti diriku? Apa kyu? Katakan padaku??”

“Hyung!! apa maksudmu??!” Kyuhyun masih tidak mengerti namun airmatanya sudah mengalir melihat wajah yang sangat dicintainya terluka seperti itu.

“Aku ada disini, Kyu. Aku ada disini untuk memberi kejutan pada musicalmu untuk mendukungmu, tapi apa yang kudapatkan? Kau mengabaikanku padahal kau ada disana.”

“Hyung~”

“Kau tidak melihatku, Kyu. Kau terlalu bahagia pada yang datang langsung kesana dan menutup matamu pada sebuah ucapan. Apa artiku untukmu Kyu? Jika ucapanku saja tidak pernah kau lihat. Apa aku benar-benar berharga untukmu? Apa aku…”

Siwon tidak bisa meneruskan kata-katanya lagi karena dadanya sudah terlalu sesak menahan tangis yang tidak ingin dia besarkan. Walau airmatanya sudah memenuhi wajahnya, namun isakannya tidak keluar sedikitpun karena sangat ditahannya.

Namja tampan itu terus menatap mata kekasihnya yang basah oleh airmatanya sendiri, walau besar keinginannya untuk memeluk Kyuhyun dan menenangkannya, tapi saat ini dia sendiri tidak menemukan ketenangan dimanapun.

Kyuhyun yang kehilangan kata-kata hanya bisa membalas tatapan penuh kekecewaan dan kesedihan itu dalam diam. Begitu juga dengan Donghae dan Eunhyuk yang tidak pergi jauh dari sana tidak bisa berbuat apa-apa untuk ikut campur dalam hubungan dongsaeng mereka itu.

“Aku tidak mengucapkan selamat ulang tahun dimedia social, kau marah dan orang-orang menyalahkanku. Aku tidak datang saat Showcase-mu mereka menganggapku tidak peduli padahal aku sakit.” Ucap Siwon setelah menarik nafas, saat ini ia ingin mengeluarkan semuanya.

“Aku rela dalam keadaan sakit datang mendukungmu tampil untuk pertama kali. Saat diluar negeri aku rela kembali menemuimu secepatnya saat kau membutuhkanku. Tapi apa yang aku dapatkan darimu? Tidak ada. Aku bukan dewa kyu, aku juga manusia yang butuh perhatian, dukungan dari cintanya.”

“Aku tidak sekuat yang kau lihat, lagipula dalam cinta selalu ada saat memberi dan menerima. Bukan hanya menerima saja seperti yang kau lakukan. Aku bukan meminta pamrih atas cintaku, karna aku mencintaimu seluruh hidupku. Tapi, setidaknya… mengertilah Kyu.”

“Mengertilah kalau aku juga ingin kau beri perhatian, aku juga ingin kau mendukung apapun yang kulakukan. Bukan seperti ini, saat aku merajuk kau lebih merajuk dariku, saat aku menghindar kau malah menghilang tanpa kata. Apa ini yang dinamakan Childish? Katakan padaku, Kyuhyun!”

“……”

“Sekarang semuanya terserah padamu, aku sudah memikirkannya. Aku tidak akan menghalagi apapun keputusanmu. Walau berpisah jalan terbaiknya aku sudah menerimanya. Mianhae, jeongmal mianhae.”

“Choi Siwon!!!” Eunhyuk dan Donghae langsung keluar dari tempat persembunyian mereka dan menatap Siwon nanar.

Namun Siwon hanya membalasnya dengan wajah memelas dan mata yang dipenuhi cinta, kesedihan, kekecewaan dan kehilangan.

Mereka tidak ingin kata itu terucap dari keduanya karena niat mereka mempertemukan keduanya agar masalah mereka tidak berlarut dan selesai lalu kembali seperti sediakala. Tapi melihat wajah Siwon saat ini tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Detik selanjutnya mereka tahu Kyuhyun sudah berjalan perlahan mendekati ranjang Siwon dengan wajah datar namun terlihat jelas kekecewaan dan kesedihan disana. Keinginan Siwon untuk memeluknya erat datang lagi, tapi dia ingin egois kali ini agar Kyuhyun menyadari kesalahannya.

Tapi tidak ada yang menyangka bahwa Kyuhyun akan duduk bersimpuh dilantai hingga wajahnya berada dekat dengan tangan Siwon yang diletakkan ditepi ranjang.

“Aku terima semua keputusanmu ini, hyung. Aku rela menunggu sampai berapa lamapun itu agar kau mengerti keberadaan perasaanku untukmu.” Ucap Kyuhyun menatap mata Siwon dalam.

“Aku tidak akan menyangkal semua perkataanmu padaku karna semuanya benar kalau aku tidak peka, tidak peduli dan egois. Aku memang terlihat seperti tidak pernah menghargai semua usahamu untukku, tapi percayalah hyung, aku sungguh mencintaimu dengan seluruh hatiku, karna hidupku sempurna bersamamu.”

“Jangan pernah mengulangi kata berharga itu karna kau lebih dari segalanya untukku walau aku tidak pernah mengatakannya. Kamu satu-satunya. Percayalah, hyung~”

Siwon sudah tidak bisa menahannnya lagi hingga dia berpaling melihat kearah lain menghindari tatapan Kyuhyun yang menyakitkan hatinya. Airmatanya sudah mengalir kembali membasahi kedua pipinya namun tidak ada niat untuk menghapusnya lagi.

Kyuhyun langsung menundukkan wajahnya saat Siwon berpaling darinya dan menangis tertahan sambil menggigit bibir bawahnya. Keduanya sama-sama tersakiti tapi tidak ada yang bisa mengobatinya saat ini, saat perasaan mereka sama-sama terluka.

“Haruskah ini terjadi?” Tanya Eunhyuk tidak bisa diam lagi.

Donghae sudah lama menangis disampingnya sedang dia sendiri sudah cukup lelah menahannya hingga airmatanya juga ikut berjatuhan.

“Haruskah kalian berpisah?” Tanyanya sekali lagi membuat Siwon berpaling dan melihatnya.

Tatapan memelas dengan penuh kesedihan itu membuat Eunhyuk dan Donghae mengerti apa yang diinginkan dongsaeng mereka itu. Hingga Donghae secepatnya menghapus airmatanya dan masuk kedalam mendekati mereka berdua.

Tanpa kata-kata namja penyuka ikan itu mengajak Kyuhyun berdiri hingga namja cantik itu langsung melihatnya dan beralih pada Siwon yang masih memalingkan wajahnya.

“Kyu…” Panggil Donghae pelan membuat Kyuhyun melihatnya lagi. Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai pengganti kata yang ingin diucapkannya.

Kyuhyun pun langsung mengambil tangan Siwon yang ada didepannya dan meletakkan tangan yang kaku itu dipipinya sendiri seolah Siwon yang menangkup pipinya seperti biasa dilakukan kekasihnya itu.

“Mi-mianhae, Siwonnie..jeongmal mianhae.” Ucap Kyuhyun memelas namun tidak ada respon dari Siwon.

Dan dengan berat hati Kyuhyun melepas tangan itu dan meletakkannya ke tempat semula lalu beranjak darisana bersama Donghae yang memeluk disampingnya dengan erat. Sambil melangkah keluar darisana Kyuhyun masih saja menoleh kebelakang berharap Siwon akan memanggilnya.

“Hyung~” Gumamnya sedih.

Namun sampai kakinya sampai dipintu kamar Siwon, namja tampan yang sudah bukan lagi kekasihnya itu tidak pernah berpaling melihatnya apalagi memanggilnya kembali kedalam pelukannya.

Dengan hati hancur Kyuhyun terus berjalan mengikuti langkah Donghae yang seperti menyeretnya pergi darisana. Sementara itu Siwon pun kembali kedalam selimutnya dan menangis tanpa suara membayangkan wajah kekasih cantiknya bersedih dan mengulang semua kata-katanya.

“My baby~”

**

Setelah malam itu, hari pun berlalu dengan keadaan yang tidak pernah berubah antara Siwon dan Kyuhyun. Walau Siwon sudah kembali beraktifitas lagi dan kembali menjadi namja tampan visual yang alay. Tapi tidak bagi Kyuhyun.

Sejak pulang dari apartement Siwon ia terus menangis dikursi belakang mobil Donghae sampai matanya bengkak saat mereka tiba di Dorm. Sejak hari itu, Kyuhyun lebih banyak diam dan bermain game saja walau semua pekerjaan diterimanya.

Tapi semua tahu bahwa hati magnae mereka tidak ada lagi disana karena dia bukan magnae yang jahil dan riang seperti biasanya. Walau ia tetap seperti itu didepan semua kamera yang mengarah padanya, tapi semuanya akan berubah saat lampu kamera itu dimatikan dan semua kembali ke dorm mereka.

Dan hal itu sebenarnya tidak berbeda dengan yang terjadi pada Siwon yang juga berpura baik-baik saja didepan semua orang padahal hatinya sedang menderita. Mereka sama-sama menipu diri sendiri yang sama-sama masih saling mencintai.

Jadi biarkanlah waktu yang menjawabnya dan waktu juga yang bisa menyembuhkan hati yang terluka.

Tapi yang terjadi malah sebaliknya.

Kyuhyun yang benar-benar merasa dirinya terlalu egois dan sudah berkali-kali menyakiti Siwon yang paling dicintainya itu membuatnya semakin menderita dengan sikap dan keputusan Siwon yang sepihak.

Setiap hari Kyuhyun berharap Siwon akan datang kembali dan mengambilnya lagi sebagai kekasihnya seperti semula. Namun tidak sekali pun Siwon menampakkan wujudnya di dorm mereka tercinta.

“Ayo makan malam dulu, Kyu~” Panggil Donghae disuatu malam.

“Aku tidak lapar, hyung.” Jawab Kyuhyun tanpa melihat hyungnya.

“Hari ini sudah tiga kali kau tidak makan, jangan begini.”

“Aku tidak lapar.”

“Kemarin kau makan dua kali, kemarinnya lagi tiga kali, lalu hari ini setidaknya ada satu kali.”

“Aku tidak lapar, jangan menggangguku, hyung!!” Ucap Kyuhyun melihat hyungnya dengan tatapan tajam.

“Jangan menyiksa tubuhmu, apa yang kau lakukan disini setiap hari??” Tanya Donghae sudah tidak sabar.

“…..” Tidak ada jawaban.

“Kau menunggunya?? Apa kau menunggu Siwon??” Tanya Donghae sengaja walau sudah tahu dari awal maksud Kyuhyun duduk dipinggiran tembok didepan Dorm.

Hal itu sudah berlangsung berhari-hari yang lalu sampai tidak ada yang bisa mencegahnya bahkan leader mereka sekalipun. Kyuhyun akan menunggu kedatangan Siwon disana disaat jadwalnya kosong sampai waktu tidurnya tiba.

“Sudahlah Kyu!! Berhentilah!! Dia tidak akan datang!!” Donghae berucap setengah berteriak.

“H-hyung…”

“Dia tidak akan datang, untuk apa?”

“A-akuhh…aku ingin kembali, hyung…” Ucap Kyuhyun berupa bisikan sambil menundukkan wajahnya.

Seketika Donghae menghempaskan tubuhnya dan memeluk Kyuhyun seerat mungkin untuk menguatkan namja cantik magnaenya itu. Entah itu bisa berguna atau tidak, tapi Donghae tidak tahan melihat wajah polos magnaenya sakit seperti itu.

Tanpa banyak bicara lagi Donghae segera membawa Kyuhyun ke dalam masih memeluknya dengan erat hingga Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikutinya.

**

Hal itu terus berlanjut sampai hari berikutnya dengan Kyuhyun yang tidak pernah menyerah. Karena ia sudah berjanji akan menunggu Siwon kembali dan menyadari cinta Kyuhyun untuknya sama besarnya dengan cintanya.

Hanya saja Kyuhyun tidak pernah bisa mengungkapkannya dengan benar, baik dengan perbuatan maupun perkataan. Kyuhyun sadar semua yang terjadi adalah kesalahannya, apalagi setelah tahu kepulangan Siwon diam-diam ke Korea hanya sebentar adalah kejutan untuk mendukungnya.

Bahkan namja tampan kekasihnya itu sampai mengucapkan selamat untuknya dimedia social yang selalu ditekuni Siwon. Tapi yang Kyuhyun lakukan malah pamer pada Elf bahwa Changminlah yang terbaik yang sudah datang menemuinya disana.

Kyuhyun bisa merasakan bagaimana sakitnya Siwon saat melihat semua itu, apalagi Changmin adalah saingan terberatnya karena namja tinggi itu adalah sahabat Kyuhyun sendiri.

“Mianhae, Siwonnie~” Gumamnya sambil menatap langit malam yang tidak berbintang.

Itu adalah malam yang kesekian kalinya ia duduk diluar teras Dorm menunggu kedatangan Siwon, walau mereka bisa bertemu diberbagai acara tapi tidak membuatnya puas karena diacara itu bukanlah mereka yang sebenarnya, tapi tipuan kamera.

Bahkan setelah merayakan ulangtahunnya bersama Kyuline Kyuhyun tetap tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dan kerinduannya pada Siwon. Kyuhyun sadar Ulang tahunnya berbeda kali ini karna mereka tidak baik-baik saja, jika tidak ia pasti akan dimandikan dengan berbagai hadiah menakjubkan dari kekasih tampannya itu.

Walau Siwon mengirimkan pesan suaranya lewat media untuk mengucapkan ulang tahun untuknya, itu semua bukan hal special karna Kyuhyun ingin Siwon mengucapkan do’a untuknya didepan matanya sendiri.

“Dia tidak akan datang jika kau hanya menunggu disini.” Ucap Hyukjae tiba-tiba memecahkan lamunannya.

“Aku akan tetap menunggu.” Jawab Kyuhyun keras kepala.

“Apa kau lupa dia sudah menyerah??” Pertanyaan itu membuat Kyuhyun langsung berpaling menatapnya tepat kejantungnya.

“Jangan melihatku seperti itu. Bukankah itu yang dikatakannya saat itu?”

“Aku sudah lelah, baby. Terserah apa yang ingin kau lakukan sekarang”

“Tidak!!! Aku tidak mau!!!”

“Hheyyyy…Kyuu~~ kau mau kemana??”

Eunhyuk tidak menyangka Kyuhyun akan pergi begitu saja setelah mendengar kata-katanya itu apalagi cuaca malam itu begitu dingin dan Kyuhyun hanya memakai cardigan lusuhnya. Dan panggilannya tadi hanya angin lalu saja bagi magnae keras kepalanya itu.

“Magnae bodoh!!”

“Apa maksudmu??” Tanya Donghae tiba-tiba sudah dibelakangnya.

“Ahh, Hae-ah, si Kyu pergi entah kemana.”

“Mwoooo??? Dan kau biarkan??”

“A-aku tidak tahu dia akan langsung pergi, aku hanya bilang…”

“Kau bilang apa??” Donghae menatapnya tajam.

“Si-siwon tidak akan datang, ka-karna dia sudah menyerah.”

“APAAA?!??! Hyukkie Pabbo!!!”

“Mi-mianhae.”

“Cepat cari dia sekarang, apa kau tidak tahu dia tidak makan berhari-hari, dia tidak punya tenaga, hanya mau minum vitamin untuk kerjaannya, Hyukkie pabbo!! Ayo kejar diaaaaa!!”

Tanpa membantah lagi Eunhyuk langsung berlari mengambil mobilnya digarasi dan membanya kesana agar Donghae bisa ikut bersamanya. Walau ia sempat kehilangan kata-kata mendengar ocehan namjachingunya yang sekali tarikan nafas itu.

Setelah itu mereka berdua pun segera menyusul kepergian Kyuhyun yang mereka tahu akan ke apartement Siwon karena tadi Eunhyuk mengatakan Siwon tidak akan datang.

Dan perkiraan mereka pun sepenuhnya tepat karna saat ini Kyuhyun terlihat sedang berjalan sendirian sambil memeluk tubuhnya sendiri yang terasa kedinginan. Namja cantik itu berjalan kaki menuju apartement Siwon karena baru menyadari bahwa dia tidak membawa apa-apa selain dirinya sendiri.

“Kenapa cuacanya dingin sekali??” Tanya Kyuhyun entah pada siapa. ‘Tentu saja karna bajumu sangat tipis, pabbo? Dan ini malam hari, bukan siang” Innernya menjawab dengan jelas.

“Lalu kenapa tubuhku terasa sangat lemah dan tidak punya tenaga?” ‘Apa kau rajin makan beberapa hari ini?’ Tanpa sadar Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku hanya bermain game dan makan saat Donghae hyung memaksaku.”

‘Bagus! Aku pastikan kau akan segera tamat’ “Andwaee!!!” Teriak Kyuhyun tiba-tiba sambil menggelengkan kepalanya.

Tanpa sadar kakinya sudah jauh berjalan hingga tiba didepan pagar apartement mewah yang ada direal estate kota Seoul itu. Apartement Siwon mantan kekasihnya sudah didepan matanya hingga tanpa sadar Kyuhyun menyunggingkan senyuman manisnya.

Namun berbeda dengan kepalanya yang semakin terasa berat dan berkunang-kunang dan membuatnya harus bersandar ditembok pagar untuk menopang tubuhnya. Tapi keyakinannya untuk bertemu dengan Siwon membuatnya berdiri tegak dan kembali berjalan.

“Aku harus bertemu~” Gumam Kyuhyun sambil menahan sesak didadanya. “Siwonnie~”

Kyuhyun terus berjalan menuju Lift apartement itu sampai tiba didepan pintu Apartement kekasihnya yang sudah lama tidak dikunjunginya lagi selama ini. Dengan cepat namja cantik itu mengetuk pintu kaca itu dengan keras.

Setelah beberapa kali mengetuk dan tidak ada tanggapan dari dalam membuat nafas Kyuhyun semakin berat karena kelelahan dan tenaganya yang tidak fit terkuras habis dan seketika tubuhnya merosot ke lantai tepat saat pintu itu terbuka perlahan.

“Kyuhyun!!!” Siwon terkejut tidak percaya melihat siapa yang ada didepan pintu apartementnya itu.

Namja tampan itu langsung membawa Kyuhyun kekamarnya dan membaringkannya ditempat tidur lalu ia segera berlari keluar mengambil kain basah untuk membasuh wajah dan dahi Kyuhyun yang penuh dengan keringat.

Setelahnya Siwon langsung bernafas lega menyadari Kyuhyun hanya pingsan dan segera menghubungi Dokter pribadinya dan dua hyung yang paling dekat dengan mantan kekasihnya itu.

Beberapa menit kemudian…

“Apa yang kau lakukan? Jangan menyiksa dirimu, Kyu.” Ucap Siwon pada Kyuhyun yang sudah terbaring dengan nyaman dibawah selimut ditempat tidurnya.

Namja tampan itu duduk bersimpuh dilantai sambil menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat dan mengamati wajah cantik pucat yang terlihat tenang itu.

“A-apa yang kulakukan, h-hyung? Apa yang kulakukan?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba membuka matanya.

“Sama seperti yang kau lakukan, tapi bedanya kau tidak datang padahal aku menunggu, aku menunggumu, hyung. Apa benar kau sudah melupakannya? Apa kau tidak mengerti besarnya cintaku untukmu, apa kau tidak peduli, jawab aku hyung??”

“Aku tidak bisa seperti ini? Aku tidak bisa tanpamu, aku tidak bisa tanpa cintamu, please hyung jangan buang aku, jangan tinggalkan aku lagi, aku akan berubah, aku akan membayar semuanya, kumohon jangan tinggalkan aku.” Tanpa sadar Kyuhyun sudah turun dari tempat tidurnya dan ikut duduk bersimpuh didepan Siwon tanpa bisa namja tampan itu berbuat apa-apa.

“Mianhae Hyung, Jeongmal mianhae~” Ucap Kyuhyun sambil menundukkan wajahnya yang penuh penyesalan. “Kau tahu aku tidak bisa sepertimu yang terang-terangan mengatakan hubungan kita. Kau juga tahu aku tidak ada apa-apa dengan Chwang. Kau tahu semuanya, kau yang paling tahu tentangku hyung~”

“Aku harus bagaimana agar kau percaya, hanya kau satu-satunya didunia ini. Aku harus bagaimana agar bisa mengobati luka hatimu dan menerimaku kembali, aku harus apa, hyung~ katakan padaku~” Kyuhyun memegang kepalanya sendiri menahan denyutan yang semakin menyiksanya.

Walau sudah tidak tahan Kyuhyun harus mengatakan isi hatinya pada Siwon agar masalah mereka selesai dan ia bisa kembali dalam pelukan terhangat kekasihnya itu.

“Kyu…” Siwon melihat namja cantik magnaenya penuh sayang dan membantunya untuk kembali keranjang tanpa bantahan dari Kyuhyun. “Istirahatlah.” Ucapnya kemudian menyelimuti Kyuhyun dengan baik.

“Jangan pergi.” Cegat Kyuhyun langsung menarik tangan Siwon.

“Aku akan memanggil Dokter.”

“Aku tidak mau dokter!!”

“Kau harus diperiksa.

“Tidak!!”

“Tenanglah, dia tidak akan menyuntikmu.” Ucap Siwon terakhir dan Kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya imut melepas tangan Siwon.

“Sebentar.”

Siwon langsung keluar darisana sambil menahan nafasnya lalu menghembuskannya secara cepat saat ia sudah ada diluar kamarnya.

“Tetap saja egois” Gumamnya.

Saat itu pula pintu apartementnya terbuka menampakkan dua hyungnya yang berwajah khawatir dan Dokter pribadi Siwon dengan wajah tenangnya dibelakang mereka.

“Siwon!! Bagaimana Kyunnie??”

“Kenapa dia sampai seperti itu, hyung? Kenapa dia keluar malam?? Kenapa dia sekurus itu? Apa kalian tidak menjaganya? Apa dia tidak makan? Apa kalian tidak…”

“Siwon!!!” Donghae berseru memanggil Siwon untuk menyadarkan dongsaengnya dari kekhawatirannya itu.

“Tenanglah Siwon, dimana Kyuhyun?” Ucap Dokter itu yang sedari tadi dilupakan.

“Ahh, mianhae. Dia ada dikamar, silahkan masuk.” Jawab Siwon langsung berbalik ke kamarnya dan dokter itu mengikutinya.

Sampai didalam Siwon berdiri tepat dikaki ranjang atau kaki Kyuhyun yang ternyata sudah tertidur itu, ia mengamati apa yang dokter itu lakukan sampai semuanya selesai dan Dokter itu mengajaknya keluar darisana.

“Dia hanya kelelahan, kehilangan cairan dan tenaganya berkurang. Sepertinya pola makannya tidak teratur. Apa ada yang dipikirkannya??” Ucap dokter itu melihat Siwon penuh selidik.

“Iya dok.” Jawab Donghae yang mendengar mereka.

“Sebaiknya biarkan dia istirahat dan selesaikan apapun masalah yang ada saat ini.” Dokter itu berucap sambil melihat Siwon lalu segera permisi dari sana diantar Eunhyuk sampai ke loby.

“Kau dengar Siwon? Dia memikirkanmu dan setiap malam menunggumu didepan dorm. Tapi kau tidak pernah datang.”

“Hyung~ Aku…”

“Apa kau masih…”

“Sangat Hyung, tidak pernah berubah.”

“Lalu??”

“Aku takut…”

“Terluka lagi? Kecewa lagi?” Siwon hanya bisa menundukkan wajahnya mendengar pertanyaan hyungnya yang seratus persen sangatlah benar.

“Hyung~”

“Kau sangat mengenalnya dari awal Siwon, dia tidak pernah membalas semua perhatianmu di media social karna dia bukan orang yang seperti itu.” “Dia juga selalu menjauhimu saat didepan kamera kecuali kau yang mendekatinya, itu hanya karena dia tidak ingin terlihat sangat menyukai apapun yang kau lakukan.”

“Kau lihat sikapnya saat bersamaku, saat bersama Hyukkie, Wookie, Teuki, dan hyungnya yang lain? Itu semua sangat berbeda saat bersamamu. Itu saja sudah membuktikan bahwa kau special diantara kami semua.”

“Tidak bisakah kau lihat itu?”

“Aku tahu hyung.”

“Lalu apa yang kau tunggu? Jangan buat dia lebih sakit dari ini, Siwon~ aku tidak tahan melihatnya. Aku yakin selama ini kau juga menyakiti dirimu sendiri.”

“….”

“Pergilah, selesaikan masalahmu, aku ingin magnaeku kembali tersenyum, jika tidak aku akan membunuhmu.” Ancam Donghae dengan wajah serius kemudian menepuk pelan kepala Siwon yang menunduk kemudian segera pergi darisana.

Siwon yang kehilangan kata-kata hanya bisa melihat kepergian hyungnya dengan takjub. Ia tahu Hyukjae hyungnya sudah menunggu Donghae diluar sejak kembali mengantar Dokternya ke bawah.

Sepuluh menit berlalu Siwon masih berdiri ditempatnya sambil melihat tangannya yang digenggam Kyuhyun tadi. Namja tampan itu masih bisa merasakan kehangatan tangan putih lentik yang sangat cantik milik mantan kekasihnya itu.

Namun tiba-tiba saja telinganya mendengar satu suara yang membuat lamunanya pecah dan segera kembali kekamarnya dan mendapati Kyuhyun sedang mencoba mengambil air yang ada dimeja nakasnya.

“Kau haus?” Tanya Siwon langsung mengambil gelas itu dan meminumkannya untuk Kyuhyun.

Setelah selesai Kyuhyun kembali berbaring dan menatap mata Siwon dengan mata sayunya membuat Siwon langsung salah tingkah.

“Hyung~” Panggilnya tiba-tiba.

“Ne?”

“Siwonnie hyung~” Panggil Kyuhyun lagi.

“Ne, hyung disini…”

“Siwonnie~”

“Ne, Kyunnie.”

“Saranghae~ jeongmal saranghae~” Ucap Kyuhyun yakin sambil menatap mata Siwon dalam dan setetes air mata mengalir disudutnya.

Detik itu juga Siwon menghambur menangkup pipi Kyuhyun dan mengecup mata cantik boneka itu sambil menjawab kata cinta yang sama membuat Kyuhyun semakin menangis dan mengulang lagi kata cintanya dengan seluruh hatinya.

“Jeongmal saranghae, Siwonnie. A-aku sungguh mencintaimu.” Bisik Kyuhyun dengan mata terpejam meresapi sentuhan yang sudah lama dirindukannya.

“Aku tahu baby, aku tahu. I love you, I really do.”

“Mianhae~”

“Ssssst~”

Siwon mendiamkan Kyuhyun dengan ciuman manisnya yang lembut penuh perasaan, perasaan cinta yang dipendamnya selama ini. Ciuman cinta yang menjadi bukti perasaan Siwon yang tidak pernah berubah untuk kekasihnya itu.

Airmata Kyuhyun tidak bisa ditahannya lagi bibir Siwon menyentuhnya kembali untuk pertama kali setelah sekian lama. Kyuhyun merindukan semuanya dari Siwon hingga membuatnya menangis dalam ciumannya.

“Jangan menangis lagi, mianhae.” Ucap Siwon diantara bibir mereka setelah melepas ciumannya.

“Aku merindukanmu~”

“Aku sangat merindukanmu, lebih darimu.” Jawab Siwon memeluk Kyuhyun dengan eratnya.

“Kenapa kau selalu bilang lebih? Aku juga lebih darimu!!!”

“Tidak!! Aku yang lebih merindukanmu.”

“Aku, baby…”

“Aku hyung!!”

“Aku, Kyunnie”

“Choi Siwon!!”

“Cho Kyuhyun~”

“Aku Hyung!!”

“Sudah-sudah, ayo istirahatlah.” Siwon langsung berbaring disamping Kyuhyun dan memeluk kekasihnya itu kedada-nya.

“Aku!!” Ucap Kyuhyun masih bersikeras.

“Iya, iya, iya…kau lebih segalanya baby.” Ucap Siwon sambil menepuk-nepuk punggung Kyuhyun untuk menenangkannya.

Dan jawabannya itu tentu saja membuat Kyuhyun tersenyum manis sambil memejamkan mata dan langsung menyeruakkan wajahnya kedalam pelukan kekasihnya tercinta.

**

Keesokan paginya pasangan perfect yang sudah baikan itu terlihat masih berada dalam pelukan masing-masing di tempat tidur mereka. Dengan Kyuhyun yang tersembunyi dengan nyamannya dalam dekapan Siwon yang hangat.

Walau begitu Siwon yang biasanya selalu bangun pagi memang sudah membuka matanya dan menelusuri wajah cantik didadanya itu dengan seksama. Walau terlihat pucat Siwon masih bisa melihat rona pipi yang tipis ada disana.

‘How beautiful, dalam tidur saja dia merona, karenaku. Kenapa aku harus meragukannya’ Pikir Siwon dalam hati.

Memikirkan kegalauannya hingga membuat mereka berpisah membuat Siwon menyesali yang sudah dilakukannya pada namja cantik keksaihnya itu hingga tanpa sadar ia kembali memeluk Kyuhyun dengan eratnya.

“Euunggg~” Protes Kyuhyun yang merasa terganggu.

“Bagaimana perasaanmu, baby? Sudah lebih baik?” Tanya Siwon dengan nada khawatir.

Ia tidak bisa menunggu sampai Kyuhyun benar-benar terbangun apalagi setelah dokter menjelaskan kondisi Kyuhyun yang tidak baik itu.

“Baby…” Panggil Siwon semakin khawatir.

“Mmmh!!” Protes Kyuhyun karena tidurnya terganggu.

“Jawab aku…”

“Aku ngantuk, hyuungg~”

“Ahh, ne~ mianhae.” Ucap Siwon menyesal.

“Aku baik-baik saja.” Gumam Kyuhyun langsung menyusup semakin dalam kepelukannya.

Dan Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan baby-nya yang tidak pernah berubah itu walau dirinya sendiri yang mengatakan ingin berubah.

“Maafkan hyung, baby~” Ucapnya tiba-tiba membuat Kyuhyun memeluknya semakin erat.

“Aku juga minta maaf.”

“Seharusnya Hyung mengerti karna hyung sangat tau sifatmu.”

“Mungkin karna keadaan dan kelelahan yang membuatmu lupa semuanya.”

“Mmm, mungkin saja.”

“Dan ketidakpekaanku membuat segalanya lebih runyam. Mianhae~”

“Ssssst…lupakanlah, hyung sudah melupakannya.”

“Mmm~”

“Hubungan kita memang tidak akan semulus yang lainnya, tapi percayalah cintaku tulus untukmu, baby.” Ucap Siwon serius sambil membuat Kyuhyun menatap matanya.

“Aku mungkin memang bukan yang sempurna tapi cintaku lebih dari segalanya, Siwonnie. Kau harus tahu itu.” Jawab Kyuhyun membalas tatapan itu dengan keyakinan yang tidak bisa dibantahkan.

“Ne hyung tahu. Tapi tetap saja jangan terlalu dekat dengan Chwang.” Siwon mengerutkan kedua alisnya begitu serius hingga terlihat sangat lucu membuat Kyuhyun tersenyum jahil namun menuruti kata-katanya.

“Ne…”

“Walau dia bestfriend-mu, tapi aku the best man untukmu.” Siwon kembali memeluk Kyuhyun ke dadanya.

“Aku tahu~”

“Mmm, jaga kesehatanmu, sebentar lagi SS di Shanghai, hyung tidak ingin terjadi apa-apa, Ohh…sekali lagi, selamat ulang tahun, baby.”

“Ne~~” Jawab Kyuhyun sambil memainkan leher baju Siwon dan namja tampan itu menarik dagunya agar mendekat padanya dan bibir mereka pun menyatu dalam ciuman manis nan lembut dan penuh cinta.

Sampai tiba-tiba saja pintu kamar mereka dibuka dengan paksa dari luar.

“Hyung!!” Siwon tidak percaya melihat kedua hyungnya sudah mendarat pagi-pagi diapartementnya bahkan ke dalam kamarnya.

“B-bagaimanahh si-si babyh??” Tanya keduanya bersamaan dengan nafas yang memburu.

Saat itu juga mereka sadar apa yang sudah mereka lakukan tanpa melihat situasi, walau pasangan itu tidak dalam keadaan yang menjanjikan tapi mereka tetap saja tidak boleh mendobrak pintu kamar orang sembarangan.

Kyuhyun terbaring masih tetap dengan posisi yang sama didalam dekapan Siwon dengan wajah tersembunyi disana dan tangannya yang bergerak-gerak perlahan didada Siwon. Mereka yakin pipi magnae cantik mereka sudah memerah sampai ketelinganya hingga dia tidak berpaling dan memberi mereka death glarenya yang mematikan.

“Se-sepertinya kami terlalu khawatir, per-permisi.”

Dengan itu pintu itu pun tertutup kembali dan meninggalkan Siwon yang kehilangan kata-kata sedang Kyuhyun langsung membenamkan wajahnya didada Siwon dengan senyuman manis yang membahagiakan sambil bergumam.

“Pabbo!!”

**

Setelah itu SS6 Shanghai pun dimulai dan mereka berangkat ke negeri bagian China itu untuk menuntaskan konser tunggal mereka disana dengan perasaan bahagia, apalagi untuk duo Eunhae yang sukses membuat pasangan bodoh mereka kembali seperti biasanya yang selalu penuh dengan cinta.

Dan hari itu bisa dilihat dengan jelas pasangan perfect antara Visual di grup itu dan magnae mereka terlihat sangat berbahagia. Siwon tidak pernah jauh dari Kyuhyun dari awal Ment pembukaan sampai Ment terakhir penutupan konser mereka. Kyuhyun sama sekali tidak peduli apa pandangan yang lain terhadapnya kali ini, tapi yang pasti dia ingin bersama Siwon hyungnya.

Entah apa yang mereka bicarakan dengan wajah penuh tawa bahagia itu yang bisa membuat orang lain ikut tertawa melihatnya. Yang pasti kali ini Kyuhyun selalu menampakkan senyum manisnya pada Siwon yang selalu punya waktu dan selalu berusaha membuatnya bahagia.

Kyuhyun ingin menghabiskan waktu kebersamaan mereka dengan selalu berada disampingnya sebelum jadwal padat mereka kembali memisahkan mereka dan menimbulkan kesalahpahaman lagi. Saat ini Kyuhyun ingin menikmati apa yang Siwon berikan untuknya dan berusaha untuk membalasnya sebaik mungkin.

Kerana itu juga Ss6 shanghai bertaburan moment mereka yang membuat semua wks pendukung mereka berteriak kegirangan dan meleleh hatinya. Semoga itu semua akan bertahan sampai seterusnya.

**

Cinta mereka tidak akan semulus jalan setapak dipinggiran sungai Han karena suatu waktu pasti akan ada kerikil tajam yang membuat mereka jatuh lagi dan terluka kembali. Tapi jika tetap percaya pada cinta yang mereka punya semua akan terlewati dengan sangat indahnya, selamanya.

THE END.

Viraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ -_-
Apa iniiiii???

Semoga tidak membosankan ya My Lovelies…
Sampai Jumpa Di ff lainnya…
With Love.

Little Duck (I will follow you)

Published May 22, 2015 by Wonviekyu

LITTLE DUCK (I’ll Follow You)

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Other Members.

Pairing : Wonkyu Like I love.

Genre : Brothership, Romance, Fluff.

Warning : Boys Love As Always. Alur aneh, ceritanya juga aneh, yang buat lebih aneh, dan yang baca…?

Disclaimer : Wonkyu milik kita bersama.

**

Choi Siwon namja tinggi berparas tampan dengan lesung pipi dikedua pipinya, rambut hitam yang selalu rapi membuatnya terlihat sempurna. Saat ini Siwon sudah terdaftar sebagai salah satu mahasiswa tingkat pertama di salah satu Universitas terbesar di Seoul, Korea Selatan. Kyunghee University.

Namja tampan itu dikenal sebagai pewaris tahta dari kerajaan Choi yang mengendalikan sebagian besar perusahaan di Negara Gingseng itu. Tapi Siwon memilih menikmati masa mudanya sebagai dirinya sendiri bukan sebagai seorang direktur yang disanjung semua orang.

Siwon lebih memilih tinggal bersama anjing kecil kesayangannya di apartment yang ada dikawasan elit disana daripada menghabiskan waktunya terkurung disangkar emas istananya. Apartment itu pun atas persyaratan dari appanya yang sebenarnya tidak pernah merelakan keputusan yang diambil putra semata wayangnya itu.

Suatu hari…

“Apartementmu berlebihan, Siwon!!” Kata Hyukjae yang baru saja memasuki apartement mewah yang didominasi warna emas itu.

“Jangan mengingatkanku, hyung!!” Siwon hanya bisa menyangkal keluhan hyung atau sahabat sekaligus seniornya di kampus itu.

“Untuk ukuran mahasiswa, kau benar-benar kaya.”

“Sudahlah hyung!!”

“Ini pasti Umma Choi.” Hyukjae mengamati sebuah lukisan yang ada didinding ruang tamu Siwon.

“Hyung!! Pulanglah!!” Kesal Siwon akhirnya.

“Tidak!! Hae-ah akan kesini.”

“Whatever!!” Siwon memutar bola matanya malas lalu segera meninggalkan hyungnya itu diruang tamu.

Namja tampan berlesung pipi itu memang terkenal sangat baik namun hanya beberapa orang yang bisa benar-benar dekat dengannya. Walau Siwon selalu ramah pada siapa saja namun dia akan menyeleksi siapa yang boleh masuk dalam kehidupan pribadinya.

Salah satunya Eunhyuk dan Donghae yang sudah dianggapnya sebagai hyung sendiri walau mereka hanya kenal dari awal Siwon memasuki kampus bergengsi itu.

“What’s up, guys??” Sapa Donghae tiba-tiba masuk dari pintu depan menggunakan password yang sudah diberikan Siwon padanya.

“Hey..lover~” Jawab Hyukjae dengan wajah sumringah melihat Donghae yang berkilauan polosnya. Kkkk.

“Siwonnie, ini untukmu.” Panggil Donghae sambil meletakkan beberapa amplop surat merah muda dimeja didepan Hyukjae.

“Surat cinta lagii~~”

“Buang saja hyung!! kenapa kau mengambilnya??”

“Aku diancam dengan ikan ini~” Jawab Donghae pasrah sambil mengangkat boneka ikan orange putih kecil ditangannya.

“Pabbo!!” Gumam Hyukjae pasrah.

“Kau yang pabbo, ini ikanku!!”

“Siapa yang mau ikanmu??”

“Hyung!! jangan ribut!”

Siwon kembali ke ruang tamunya dengan minuman untuk mereka bertiga, terlihat seekor anjing kecil sedang mengekori dengan patuh dibelakang kakinya.

“Hey, buddy..apa kabar?” Tanya Donghae melihat anjing kecil itu.

“Dia tidak bisa menjawabmu, Hae-ah!!” Kata Hyukjae mengambil minumannya.

Siwon tidak peduli apa yang hyung-nya lakukan karena dia sudah menjauh kembali untuk menghilangkan surat pink itu dari pandangannya.

Setiap hari surat-surat berwarna pink itu selalu diterimanya atau orang terdekatnya dari berbagai yeoja cantik yang ada dikampus mereka. Namun tidak ada satupun yang pernah dibaca Siwon karena ia tahu apa yang ada didalamnya dan tidak ada yang bisa dilakukan Siwon untuk mereka.

“Kapan kau akan memilih salah satunya?” Tanya Hyukjae melihat Siwon kembali dengan tangan kosong.

“Tidak akan pernah.” Siwon mengangkat dua tangannya sambil tersenyum dengan manisnya.

“Hopeless!” Jawab Donghae.

“Aku senang hanya bersama kalian, dan bugsy..hyung~ jangan membuangku!!” Ucap Siwon tiba-tiba membuat dua namja didepannya diam terpaku.

“Apa kami harus membawamu ke ranjang juga??”

“Andwaeeee!!!!”

“Ahahahahhhahaa!!” Donghae dan Hyukjae langsung tertawa dengan riangnya melihat wajah horror Siwon yang sepertinya membayangkan apa yang terjadi diranjang yang mereka katakan itu.

Dan seperti itulah datarnya kehidupan Siwon yang hanya ditemani kedua hyung dan anjing kecil berwarna hitam putih kesayangannya. Walau terkesan membosankan tapi Siwon menikmati dengan sepenuh hatinya.

Sampai suatu hari pertemuannya dengan seorang makhluk kecil ditaman merubah segala kehidupan normalnya menjadi musibah atau pun anugrah untuknya.

Suatu pagi Siwon yang selesai berlari pagi disekitar lingkungan tempat tinggalnya memilih beristirahat dari kegiatan pagi itu ditaman dekat apartmentnya. Setiap pagi Siwon memang melakukan olahraga pagi itu untuk menjaga kebugaran tubuhnya.

Pagi ini seperti biasanya juga Siwon selalu beristirahat disalah satu bangku taman yang ada disana. Taman yang terlihat sepi kerana belum banyak orang beraktifitas sepagi itu. Siwon yang sangat menyukai kesendirian selalu menikmati pagi itu dengan suka cinta sampai tiba-tiba suara isakan kecil mengganggu pendengarannya.

“Hiks..hiks..hiks..”

Siwon berpaling melihat kesana kemari mencari asala suara kecil itu, namun tidak menemukan siapapun disana. Namja tampan itu sampai bergidik sendirian memikirkan siapa yang mengganggunya itu jika tidak ada wujudnya.

“Hiks..hiks..hiks..”

“Siapa disana??” Tanya Siwon akhirnya.

“Hiks..”

“Hiks??”

“….”

“Apa cuma perasaanku saja?” Akhirnya namja tampan itu berdiri dari duduknya.

Lelahnya menguar entah kemana saat rasa penasaran mendera kepalanya kerana suara kecil yang menangis itu. Siwon memilih berjalan kecil ke samping kirinya dan tidak melihat apapun disana apalagi diantara tanaman setinggi pinggi disana.

Kemudian Siwon berjalan ke kanannya dan melakukan hal yang sama meneliti semak-semak tanaman yang memungkinkan orang bersembunyi disana. Namun tidak ada yang ditemukannya sampai ia percaya semuanya hanyalah hayalannya semata.

Siwon pun memutuskan untuk pergi saja dari sana sebelum waktunya habis untuk hal yang tidak berguna. Namja tampan itu masih punya jadwal kuliah yang harus didatanginya sejam kemudian.

Namun saat langkahnya hampir menjauh dari sana tiba-tiba saja tangis seseorang pecah dengan kerasnya membuatnya langsung berhenti dan berpaling kebelakang.

Namun tetap saja tidak ada siapapun disana, bahkan jejak yang bisa dilihatnya pun tidak ada disana membuatnya sedikit kesal dan kembali berpaling.

“Huaaaaaaa~~~” Tangisan itu kembali terdengar saat Siwon ingin menjauh.

“Aigooo~~~ siapa yang ingin menggangguku??” Tanya Siwon akhirnya kembali mendekat kesana dan berdiri mengamati dengan teliti.

Dengan sangat hati-hati Siwon mengamati setiap celah bangku taman itu bahkan semak tanaman yang hampir sepinggang itu yang bisa membuat orang sembunyi diantaranya.

Disanalah ia bisa melihat gerakan kecil dibelakang salah satu bangku yang tidak jauh dari tempatnya berada. Siwon yakin itulah yang menangis tadi seperti memanggilnya. Dengan perlahan Siwon mendekati bangku itu dan menyadari gerakan kecil itu semakin menghilang.

Begitu sampai Siwon bisa melihat dengan jelas gerakan itu dilakukan oleh seseorang anak kecil yang sedang meringkuk ditanah sambil memeluk lututnya yang… omooo, berdarah.

“Aiigoo, kau kenapa, sini aku obatin, cepatlah.” Ucap Siwon langsung mendekat lagi dan menarik anak kecil itu lalu duduk dibangku.

Saat itu Siwon sadar bahwa orang yang dimaksudkannya itu hanyalah seorang anak kecil yang berusia sekitar 6 atau 7 tahun. Wajah putih pucat yang basah oleh airmata dengan mata bulat boneka yang masih tergenang cairan hangat itu membuat Siwon terpaku ditempat.

“Si-siapa kau?”Tanya Siwon kehilangan kata-kata.

Pertanyaannya membuat bocah kecil itu sedikit tidak senang hingga tangannya bergerak-gerak tidak nyaman. Dan Siwon kembali tersadar bahwa dia menggenggam pergelangan bocah itu sedari tadi yang terasa sangat dingin ditelapak tangannya.

“Berapa lama kau disini? Untuk apa kau disini? Bersama siapa??” Tanya Siwon lagi sambil mellihat kesekelilingnya.

“Hiks..” Hanya itu jawaban yang dikeluarkan bocah kecil itu sambil menundukkan wajahnya.

“Omooo!! Aku lupa. Tunggu sebentar.” Siwon baru melihat kembali luka kecil dilutut putih bocah kecil itu.

Lalu namja tampan itu langsung mencari tasnya dan mengeluarkan handuk kecil yang dipakainya untuk membasuh keringat dan boto minuman mineral yang masih ada isinya. Dengan tergesa Siwon kembali pada bocah kecil yang kini sudah duduk dibangku itu sambil meniup lukanya yang terasa perih.

Tanpa kata-kata Siwon menyiram luka itu hingga membuat bocah itu meringis dan Siwon ikut meringis namun tetap melanjutkan pekerjaannya membersihkan luka itu. Setelahnya Siwon menyapu perlahan dengan ujung handuk kecil itu hingga terlihat bersih dari debu dan batu kerikil kecil-kecil yang sudah bercampur dengan darah.

“Sudah, apakah sakit??” Tanya Siwon kemudian.

Bocah kecil itu hanya menganggukkan kepalanya dan melihat wajah Siwon dengan seksama hingga namja tampan itu tersenyum manis dan menenangkan untuknya.

Tanpa sadar tangan bocah kecil itu langsung terangkat untuk menyentuh dimplenya yang dalam membuat Siwon sedikit tersentak dan bocah itu seketika menundukkan kepalanya.

“Ahh, mianhae…siapa namamu? Kenapa ada disini??”

“Kyunnie…” Jawab bocah kecil itu kembali melihat wajah tampan didepannya.

“Kyunnie?? Nama yang bagus. Lalu apa yang kau lakukan disini pagi-pagi??” Tanya Siwon lagi namun hanya suara perut Kyunnie yang kelaparan sebagai jawabannya.

“Aigooo…Aku tidak punya apa-apa disini.” Siwon merogoh tas sportnya untuk mencari makanan ringan yang memang tidak pernah dibawanya.

“Tunggu sebentar!!” Namja tampan itu berhenti tiba-tiba lalu mengambil handuknya dan menyiram air mineralnya sedikit pada handuk itu kemudian melihat Kyunnie.

Siwon bisa melihat wajah bulat putih itu mengkerut tidak terima dengan apa yang akan dilakukannya. Entah apa bisa menebak pikirannya tapi Siwon sepertinya tahu apa yang ada dikepala bocah kecil itu.

“Handukku bersih, kecil. Wangi lagi.” Ucap Siwon menyuarakan pikiran Kyunnie.

“Jin-jja??”

“Ne…Jeongmal.” Senyum Siwon dengan manisnya.

Dan Kyunnie pun menutup matanya agar Siwon bisa melakukan apa yang ingin dilakukan namja tampan itu padanya. Untuk sesaat Siwon terdiam terpaku melihat wajah malaikat kecil itu yang putih dan menenangkan.

“Cepat bercihkan!!” Protes Kyunnie membuat Siwon sedikit terkejut.

“Ahh!! Mianhae~” Siwon langsung menyapu handuk kecil itu di wajah imut Kyunnie secara perlahan.

Perlahan wajah imut itu pun terlihat bersih dari abu dan kotoran yang menempel disana membuat Siwon sekali lagi harus terpana melihat wajah putih bersih bak persolen itu. Namun tatapan itu terputus kerana suara perut Kyunnie yang sekali lagi memberitahukan keinginannya.

“Omooo, tunggu disini!!”

Siwon langsung berlari meninggalkan bocah kecil itu membuat Kyunnie menatapnya tanpa kata-kata dan akhirnya menghembuskan nafas lelahnya. Kemudian Kyunnie kecil sadar bahwa handuk putih milik Siwon dan tas-nya masih ada disana.

“Dia kembali?” Tanyanya pada tas hitam yang terletak dibawah kakinya itu.

Karna memang tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya Kyuhyun kembali menghela nafas lelah sambil melihat handuk kecil itu ditangannya. Lalu perlahan bocah kecil itu mengangkat handuk itu sampai ke hidungnya dan menghirup aromanya.

“Wangiii~” Ucapnya dengan wajah berbinar.

“Tentu saja, kau pikir aku siapa?” Tanya Siwon sudah berdiri didepannya.

“Namja asing!” Jawab Kyunnie menurunkan handuk itu yang menutupi seluruh wajahnya.

“Heyy~ namaku Siwon, panggil aku Siwon hyung.”

“Kenapa harus??”

“Karna kau lebih kecil dariku.”

“Tidak mau!!”

“Aigooo~ ini makanan untukmu, makanlah.” Siwon menyodorkan beberapa bungkusan kecil berisi sarapan yang dibelinya tidak jauh darisana.

“Makanan? Untukku??” Tanya Kyunnie dengan wajah berbinar yang menggemaskan.

“Ne, untukmu. Cepat makan.”

“Gomawoyooo, Siwon hyung~” Kyuhyun berseru sambil mengambil bungkusan itu dan memeluknya.

Siwon kembali kehilangan kata-kata melihat tingkah bocah asing yang baru saja ditemuinya itu. Siwon tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan bocah itu yang membuatnya sangat terkesan. Apalagi saat perubahan ekspresinya akan makanan dan langsung merubah panggilannya.

“Baiklah, aku harus pergi. Hati-hati ne?” Siwon melihat Kyunnie tidak menghiraukan kata-katanya kerana bocah itu sudah tenggelam pada makanannya yang terlihat sangat lezat.

Namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mendesah lega. Kemudian Siwon segera mengambill tasnya dan pergi darisana tanpa melihat kebelakang lagi.

Dimana Kyunnie kecil sedang menatapnya dengan berbagai kata-kata namun tidak ada yang diucapkannya selain memakan makanan enak itu sampai tidak bersisa. Lalu bocah itu mengambil handuk kecil putih milik Siwon yang disimpannya.

“Hangat…” Gumamnya setelah melilitkan handuk itu dilehernya.

**

Sementara itu Siwon yang buru-buru tidak ingat lagi sudah meninggalkan handuk kecilnya pada bocah kecil itu. Kerana namja tampan itu langsung menuju kampusnya setelah bersiap-siap dengan kecepatan diatas rata-rata.

Sampai di kampus Siwon diteror kedua hyungnya yang melihat keterlambatan namja tampan itu di parkiran. Namja tampan yang serba sempurna itu dikenal dengan kedisiplinannya dalam hal apapun hingga sedikit saja salah mereka akan langsung tahu.

“Apa yang kau lakukan ditaman?” Tanya Hyukjae dengan mata menyelidik saat mereka sudah ada dikantin kampus.

“Tidak ada, hyung.”

“Tidak biasanya kau terlambat walau beberapa menit.” Sambung Donghae yang ikut penasaran.

“Hyung jangan begitu!!”

“Ahahaha…kami bercanda.”

“Baiklah, aku pergi dulu.”

“Mwooo??”

“Sampai nanti, hyung.” Siwon melambaikan tangannya dan menebar senyum manis yang membuat semua yang disana ingin memiliki senyum itu untuk mereka.

Sedangkan Hyukjae dan Donghae hanya bisa melongo menatap kepergian namja tampan itu yang sepertinya punya kegiatan lain setelah ini.

Yang dilakukan Siwon hanya kembali ke taman tadi pagi ingin melihat bocah kecil yang diberinya makan dan pertolongan serta handuk kecilnya yang tidak sengaja ditinggalkan.

Tapi yang didapat namja tampan itu hanya taman yang sepi dan bangku taman yang tidak bersisa apa-apa seperti tidak ada pengunjungnya.

“Apa dia sudah pulang?” Tanya Siwon entah pada siapa. “Handukku…”Gumamnya kemudian.

Lalu namja tampan itu pun memutuskan untuk segera kembali ke rumahnya dan beristirahat dari kelelahan. Dengan mengira Kyunnie kecil yang dikenalnya sudah kembali ke rumahnya sendiri dengan membawa handuk kecil kesayangannya.

Tanpa siwon tahu dibelakangnya terlihat bocah kecil yang dikenalnya sudah kembali dan duduk ditempat mereka semula dengan handuk kecil Siwon dibahunya.

**

Keesokan Harinya…

Siwon masih melakukan kegiatannya setiap pagi yaitu berkeliling komplek apartmentnya sampai matahari naik menyinari seluruh permukaan bumi. Apalagi hari ini Siwon tidak punya kegiatan lain selain beristirahat di rumahnya dan bermalas-malasan dengan anjing kesayangannya.

“Semoga dia ada disana.” Gumam Siwon sambil memasukkan kotak berisi sandwich yang sudah dibuatnya dan botol susu putih yang full ke dalam tasnya.

Kemudian namja tampan itu segera keluar dari rumahnya membawa mobilnya dan mulai berlari dari sana sampai seluruh komplek dan kembali lagi dan berlari lagi sampai tiga kali putaran.

Setelah cukup Siwon segera menuju taman tempatnya beristirahat dan mencari keberadaan makhluk kecil yang menarik perhatiannya walau baru sekali berjumpa.

Sampai disana Siwon tidak melihat keberadaan makhluk kecil itu apalagi handuknya yang sengaja ditinggalkannya. Sedikit menelan kekecewaan namja tampan itu segera menuju bangku taman tempat mereka bertemu kemarin.

Siwon memilih beristirahat sendiri saja dan memakan sendiri sarapan yang sudah rugi dibawanya kesana. Baru saja mulutnya terbuka ingin menggigit sandwichnya yang lezat, sebuah suara membuatnya berhenti didepan mulutnya.

“Itu untukku kan?? Untukku?? Berikan Siwon hyung, berikan.”

Tanpa bisa berkata-kata Siwon langsung memberikan kotak bekalnya yang masih penuh itu yang disambut bocah kecil itu dengan penuh semangat. Tanpa mengucapkan apa-apa juga si kecil itu langsung menyantap makanan itu dengan wajah yang berbinar-binar.

Siwon menatap wajah kecil yang penuh kebahagiaan itu dengan takjub sambil sesekali menggelengkan kepalanya dengan gemas.

“Berapa hari kau tidak makan, hm?” Tanya Siwon heran.

“Amamdnmnhgmdvndj”

“Hey, makan dulu baru bicara.” Protes Siwon yang membuat Kyunnie langsung memberinya tatapan tajam dan buru-buru menelan makanannya.

“Siapa yang tanya tadi, hyung kan? Kan?”

“Ahahaha, mian, mian, ayo makan lagi.”

Kyunnie kecil langsung memakan sandwichnya kembali walau dengan bibir yang dikerucutkan beberapa kali karena kesal pada Siwon.

“Heyy..jangan buru-buru, itu semua untukmu..” Siwon menyapu pipi chubby Kyuhyun yang belepotan karna makannya yang berantakan.

Kyunnie kecil hanya menatap Siwon sekilas lalu kembali memakan sarapannya yang sangat lezat dan mengenyangkan itu.

“Kenapa kau selalu disini, Kyunnie?” Tanya Siwon kemudian.

“Menunggu hyung.”

“Hyungmu? Dimana?”

“Jauh disana~”

“Mwo?” dimana?”

“Udah siap, gomawo.” Kyunnie kecil bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Siwon yang terdiam.

“Dia marah?” Tanya Siwon tidak mengerti.

Kyunnie meninggalkannya tanpa berpaling melihat kebelakang sekali lagi membuat Siwon menelan kekecewaan ingin mengenal bocah asing itu lebih dekat. Akhirnya ia pun memilih untuk pergi saja dan menghabiskan waktu liburnya dirumah.

Tanpa Siwon ketahui bahwa Kyunnie kecil sudah kembali bersama handuk putih dekil dilehernya dan melihat kepergiannya dengan wajah sedih. Tapi kemudian bocah kecil itu langsung berjalan terburu-buru mengikutinya hingga tiba di tepi jalan tempat mobil Siwon berhenti.

“Kyunnie?” Tanya Siwon begitu melihat saat pintu mobilnya sudah terbuka dan Kyunnie langsung masuk kesana tanpa ekspresi.

“Kyunnie, ikut hyung.”

Tbc…

Ahahahahahahha…mau update yang lain belum siap..daripada nggak..ini dulu ne??

Semoga memuaskan..

Cause, I Miss You Today

Published May 15, 2015 by Wonviekyu

CAUSE, I MISS YOU TODAY

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Lee Eunhae

Pairing : Wonkyu As Always

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Warning : Absolutely BL

Summary : Oneul ttara geunyang jom bogosipeoseo geurae (It’s because I miss you more today)

Disclaimer : Wonkyu belong to each other, cerita ini punya saia untuk Shanti^^

Inspired by : Davichi – I MISS YOU TODAY

Semoga Berkenan…

Disuatu pagi yang cerah di sebuah kota yang ada di Seoul dan didalam salah satu kamar apartement mewah disana terlihat seorang namja tinggi berkulit putih dengan bibir pink merona dan bulu matanya yang panjang teratur indah kerana matanya yang bulat bak boneka sedang menutup sempurna.

Namja itu dikenal dengan nama Cho Kyuhyun seorang mahasiswa tingkat akhir disalah satu Universitas bergengsi di negeri gingseng tersebut. Sepertinya hari ini ia tidak mempunyai lagi tugas kuliah yang mengharuskannya bangun dari tempat ternyamannya di dunia.

Karena saat ini ia masih tergulung dengan hangat didalam selimut baby blue-nya yang tebal dan berbulu lembut. Tapi beberapa menit kemudian namja yang terlihat cantik itu langsung terduduk diranjangnya dengan rambut lembutnya yang berdiri sebagian.(liat disushow)

“I miss you.” Gumamnya pelan.

Kyuhyun nama panggilannya, dengan wajah setengah sadar Ia menelusuri setiap sudut kamarnya yang besar yang bernuansa babyblue dan putih itu. Perlahan wajah cantiknya yang putih pucat pun terkulai lemas sampai akhirnya menunduk melihat kepangkuannya.

“Hiks…” Terdengar isakan kecilnya.

Namun kemudian namja yang biasanya dijuluki cantik itu pun bergegas bangkit dari sana menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu segera memakai pakaian simplenya untuk sekedar berjalan-jalan yang dia sendiri tidak tau kemana arahnya.

Tapi hati dan kepalanya mengatakan bahwa dia harus pergi ke suatu tempat hari ini untuk mengobati dadanya yang sedikit terasa sesak akan sesuatu, atau seseorang. Sudah beberapa lama keadaan ini terus berlangsung yang membuatnya sulit untuk bernafas.

Beberapa menit kemudian namja cantik itu sudah siap dengan memakai jeans hitam yang pas melekat dikaki jenjangnya dan T-shirt hitam dipadu dengan Coat hitam selutut dan ransel hitam yang terlampir dibahunya.

Tapi sepertinya cuaca tadi pagi tidak mendukung kepergiannya kerana sekarang langit tampak mendung sekali seperti akan turun hujan. Cuaca itu seperti mendukung perasaan Kyuhyun saat ini, tapi itu tidak juga mengubah niatnya untuk melakukan perjalanannya.

Setelah meneguk satu gelas penuh caramel macchiatonya Kyuhyun segera keluar dari apartment yang sudah lama ditinggalinya itu.

Setelah menghela nafas untuk menghilangkan beban didadanya Kyuhyun pun melangkah menyusuri tujuannya yang tidak tentu arah. Namun tempat pertama yang disinggahinya adalah bangku taman kota yang terletak tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Oneul ttara geunyang jom bogosipeoseo geurae
Naega algoitdeon
Geu moseup geudaero jal jinaeneunji
Neomu geokjeongeun ma
Geunyang miryeoni jogeum namaseo
Bigawaseo geurae gibundo uljeokhae
Saenggagi nannabwa

“Ini hanya karna aku merindukanmu lagi, hyung. Mmm, apa kau baik-baik saja? Apa kau masih seperti dulu.”

Kyuhyun berbicara sendiri sambil duduk disalah satu bangku disana dan menyusuri lekuk-lekuk bangku putih yang berukir itu dengan tangan lentiknya.

“Hmm…jangan terlalu khawatir, aku sudah tidak terlalu padamu. Mungkin ini karna cuaca yang sangat mendukung dan aku merasa sedikit sensitif, jadi aku memikirkanmu.”

Namja cantik itu tersenyum dengan manisnya saat mengingat kenangannya bersama seseorang yang pernah dicintainya atau masih didalam hatinya.

Choi siwon, namja tampan berlesung pipi yang sudah menjadi kekasihnya sejak di Senior High School. Namun kini mereka berpisah karena Siwon memilih jalan yang berbeda setelah sekolahnya selesai di Seoul.

Dan Kyuhyun menganggap saat itu juga cintanya terpisah dan hancur berantakan karena Siwon lebih memilih meninggalkannya begitu saja. Tapi cintanya masih ada untuk namja tampan satu-satunya pemilik hatinya yang sudah membeku itu.

Beberapa menit kemudian Kyuhyun memutuskan untuk pergi ketempat selanjutnya dan memilih jalan yang berbeda yang biasanya dilalui mobil mewah orang kaya disana.

Kyuhyun memillih jalan yang banyak dilewati kendaraan umum yang biasa digunakan mahasiswa disana untuk ke kampus mereka. Busway. Walau Kyuhyun memiliki kendaraan yang bisa dibilang mewah tapi Kyuhyun lebih memilih menikmati kesehariannya dengan cara tidak berlebihan.

Walau alasan sebenarnya adalah karena yang biasa membawanya kemana pun dia mau sudah tidak ada lagi disisinya.

Kini namja cantik itu berdiri dipinggir jalan dan menunggu Busway yang akan lewat dan berhenti didepannya lalu segera membawanya ketempat selanjutnya.

Dasiolkka neo dasiolkka
Seollaeideon eoneu bam
Bulkkeojin bangane bam saedorok

“Apa kau akan kembali, hyung? aku menunggu setiap malam diruang yang gelap. Apa kau akan kembali?”

Kyuhyun menatap jalanan yang berlalu dengan perlahan seiring bus itu membawanya dengan wajah yang diliputi kesedihan dari hatinya. Namja cantik itu memutar lagu di Mp3 playernya yang semakin mengingatkannya pada namja tampan itu.

Gidarida neol gidarida
Cham manhi ureosseo
Dasi mannado anilgeol nan anikka
Gidarida neol gidarida
Jeongmal niga neomu sirheunde
Ajik neohanae ulgo utneun
Naega sirheo

“Aku menunggu dan menunggu untuk mu dan aku menangis terlalu banyak…karena aku tau ini tidak akan berhasil walau kita akan bertemu lagi”

Kyuhyun menggenggam mp3 playernya dengan kuat untuk menahan airmata yang akan keluar dari matanya yang sudah penuh dengan cairan kabut. Sampai bus itu berhenti Kyuhyun buru-buru turun setelah membayarnya kerana tidak ingin terlihat menangis disana.

“Aku menunggu dan menunggu untukmu, aku sungguh sangat membencimu. Tapi, aku lebih membenci diriku sendiri karena masih saja menangis dan tertawa sendiri untukmu.”

Kyuhyun kembali berjalan dengan perasaan hampa menyusuri pantai yang sudah ada didepannya. Pantai yang sepi dan tidak ada penghuni lain selain dirinya, pantai yang sudah dijadikan tempat pribadi mereka sejak Siwon membawanya kesana.

“Hyung~ kenapa kau lakukan ini padaku?” Tanya Kyuhyun sambil menggenggam baju didepan dadanya dengan kuat.

Seolah dengan itu bisa meredakan rasa sesak dan sakit yang dirasakannya saat ini. “Kenapa kau pergi, hyung?

Oneulttara geunyang jom bogo sipeoseo geurae

Baramdo siwonhae nalssiga joheuni
Gwaenhi deo geureone
Sigani jom deo jinamyeon
Hanbeonjjeum dasi bolsuisseulkka
Joheunsaram manna haengbokhage doemyeon
Nal ijeo beorilkka

“Ini karna aku merindukanmu lagi, hyung. Apalagi karena anginnya terasa sejuk disini dan cuacanya sangat bagus.”

Kyuhyun menyusuri pantai itu sambil menikmati semilir angin yang menerbangkan helai rambut coklatnya yang sangat lembut. Pikirannya tidak pernah lepas dari kenangan-kenangan manis yang pernah dilaluinya bersama dipantai itu.

“Jika waktu sedikit berlalu, akankah aku bisa melihatmu sekali lagi?” Tanya Kyuhyun pada angin yang berhembus disekitarnya.

“Jika kau menemukan seseorang yang baik dan bahagia, akankah kau melupakanku?”

Kkeuchirago da kkeuchirago
Saenggakhamyeon halsurok
Niga neomuna bogosipeoseo tto nan…

“Semakin memikirkan semuanya sudah berakhir semakin membuatku merindukanmu, hyung.” Ucapnya perlahan.

Dan Kyuhyun kembali merasakan sesuatu menusuk dadanya dengan kuat hingga tangannya sekali lagi mengcengkram tempat dimana sakit itu berada dengan seluruh tenaganya.

Bayangan Siwon yang memeluknya, mengecupnya, tersenyum lembut padanya semakin membuat hatinya digenggam dengan kuat sampai membuatnya sulit bernafas. Semuanya masih terasa nyata dirasakannya walau sudah bertahun namja tampan kekasihnya itu meninggalkannya.

Gidarida neol gidarida
Cham manhi ureosseo
Dasi mannado anilgeol nan anikka
Gidarida neol gidarida
Jeongmal niga neomu sirheunde
Ajik neo hanage ulgo useo

“Aku menunggu dan menunggu untuk mu dan aku menangis terlalu banyak…karena aku tau ini tidak akan berhasil walau kita akan bertemu lagi…Aku menunggu dan menunggu untukmu, aku sungguh sangat membencimu. Tapi, aku lebih membenci diriku sendiri karena masih saja menangis dan tertawa sendiri untukmu.”

“Apa yang harus kulakukan hyung?”

“Apa kau juga merasakan hal yang sama? apa kau juga menungguku seperti ini?” tapi sepertinya tidak kan, hyung? pasti kau sudah punya pengganti kan? Apa dia lebih cantik dariku? Tidak mungkin, kau pernah bilang hanya aku yang paling cantik.”

Kyuhyun berbicara sendirian sambil terus berjalan perlahan menyusuri tempat kenangan itu yang semakin membuatnya tercabik kerinduan. Tapi langkahnya tidak pernah berhenti menapaki pasir yang putih dan terasa lembut dikakinya yang tidak beralas.

Bogosipeo neo bogosipeo
Cham manhi ureosseo
Amuri aereul sseodo neon anonikka
Geuraedo na deo gidarimyeon
Gyesok neoman geuriwohamyeon
Hanbeonjjeumeun nal bol geot gataseo
Neol gidaryeo

Seiring detik berlalu dan kenangan itu semakin jelas terbayang dimatanya semakin membuat Kyuhyun tidak bisa menahan semua perasaannya.

“Aku merindukanmu…aku sangat merindukanmu, hyung~” Kali ini Kyuhyun tidak bisa menahannya lagi.

Airmata yang sudah lama ditahannya akhirnya jatuh juga seiring dengan rasa rindu yang semakin meluap dan ingin ditumpahkan pada pemiliknya yang sebenarnya.

“Aku menangis terlalu banyak, hyung~ karena sekeras apapun aku mencobanya, kau tidak akan datang~ “ Kyuhyun mengeluarkan seluruh isi hatinya walau tidak ada yang mendengarkannya.

Tapi, tetap saja…

“Jika aku menunggu untukmu dan tetap terikat padamu…mungkin kau akan melihatku sekali lagi.” Tekad Kyuhyun pada dirinya sendiri datang secara tiba-tiba. “Aku tidak sungguh-sungguh ingin melepaskanmu.”

“Jadi aku akan menunggumu.”

Karna aku merindukanmu lagi hari ini…

Kyuhyun terus berjalan sampai di sebuah bangku panjang yang berada dipinggir pantai dan ia memilih untuk mengistirahatkan kakinya disana. Wajahnya yang sembab dengan airmata kini terlihat lebih cerah kerana tekad yang sudah diucapkannya sendiri.

Namja cantik itu duduk sambil meletakkan kedua tangan disisinya pada bangku itu dengan kaki yang diayunkan kedepan dan kebelakang sesekali. Wajah cantiknya terukir senyuman manis yang pertama kali diperlihatkannya ditaman tadi.

Namun tiba-tiba saja kehangatan terasa diujung jarinya dan perlahan menjalar ketangannya dan sampai keseluruh tubuh hingga berhenti dijantungnya yang kini berdetak lebih cepat.

Dan airmata itu pun kembal berlinang dengan hebatnya tanpa bisa dihentikannya karna perasaan yang kembali merasuki hatinya akan rasa hangat yang sama, yang selama ini sangat dirindukannya.

“It’s because I miss you more today, baby..”

“Siwonnie~”

The end.
^^

L

O

V

E

Y

O

U

A

L

W

A

Y

S

M

Y

L

O

V

E

L

Y

R

E

D

E

A

R

S

^^

INI

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*

*
Epilog.

Kyuhyun menangis sambil menggigit bibir bawahnya saat tangan Siwon menggenggam tangannya dengan lembut. Namun Kyuhyun tidak berani memalingkan wajahnya kerana takut jika Siwon kekasihnya itu hanya bayangannya semata.

Tapi saat kedua tangan kuat namja tampan itu merengkuhnya kedalam pelukan hangatnya yang sudah lama menghilang, seketika airmata Kyuhyun jatuh tanpa bisa ditahannya bahkan sampai ia tidak bisa mengeluarkan satu kata pun sebagai gantinya.

Siwon hanya membiarkan namja cantik kekasih yang sangat dicintainya itu menangis sepuasnya dan mengeluarkan semua yang sudah ditahannya selama ini. Dengan lembut dia membelai rambut coklat Kyuhyun hingga tangisan itu mereda beberapa saat kemudian.

“Kenapa kau kembali?” Tanya Kyuhyun setelah menangis cukup lama dalam pelukan orang yang sangat dirindukannya itu.

“Bukankah aku sudah berjanji?” Tanya Siwon dengan wajah tenangnya.

“Kapan? Aku tidak mendengarnya, kau pergi begitu saja bahkan tidak berpamitan padaku!!!” Ucap Kyuhyun tajam sambil melepaskan diri dari pelukan Siwon.

“Apa kau begitu marah sampai tidak mendengar kata-kataku?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Baby…aku akan menyelesaikan kuliahku dilondon sesuai yang aku inginkan, sampai saat itu tunggulah aku kembali. Aku mencintaimu”

“Aku tidak mendengar itu jangan membohongiku!!!” Bantah Kyuhyun tidak terima, memperlihatkan keegoisannya yang tidak pernah hilang.

“Ya, karena kau sangat marah dan menutupi seluruh wajah dan telingamu saat aku menjelaskannya.” Ucap Siwon dengan sabarnya.

“Itu tidak benar!!”

“Baby…”

“….”

“Baiklah, aku akan benar-benar pergi!”

“Andwaeeee!!!!” Kyuhyun buru-buru menarik Siwon yang sudah berdiri hingga namja tampan itu kembali terduduk didepannya.

“Jangan meninggalkanku lagi.” Bisiknya kemudian dengan wajah penuh kesedihan.

Siwon langsung saja memeluk tubuh ramping itu dengan eratnya untuk mengatakan bahwa dia ada disana dan tidak akan pernah meninggalkannya lagi. Tidak akan pernah.

“Aku disini, aku juga merasakan hal yang sama saat tidak bersamamu, baby. Aku sangat merindukanmu.”

“Aku mencintaimu, Siwonnie.”

“Cintaku lebih dari apapun, baby.” Ucap Siwon sambil menatap mata bulat Kyuhyun dalam dan penuh cinta.

Mereka berpisah karena keegoisan Kyuhyun yang tidak mau mendengarkan apapun kata siwon setelah namja tampan itu menjelaskan niat kepergiannya untuk sementara itu. Siwon hanya menyelesaikan kuliahnya di luar negeri yang sudah ditetapkan Appa-nya agar dia bisa secepatnya mengambil alih perusahaan mereka.

Tapi Kyuhyun tidak memberi sedikit pun kesempatan pada Siwon untuk menjelaskan maksud dari semua itu dan menganggap Siwon sudah meninggalkannya begitu saja.

Siwon bersyukur Kyuhyun tidak melupakannya dan memberikan cintanya pada orang lain disaat dirinya juga merasakan hal yang sama disana selama bertahun-tahun.

“Aku tidak pernah melupakanmu.” Ucap Kyuhyun menelusuri wajah tampan yang sangat dirindukannya itu.

“Setiap detik aku hanya mengingatmu.” Jawab siwon menampilkan kedua dimplenya yang dalam.

“Karena semuanya terlalu sakit, hyung~” Kyuhyun menundukkan wajahnya dan memejamkan mata agar Siwon tidak bisa melihat airmatanya yang mulai keluar.

“Mianhae My baby, aku akan mengobatinya dengan seluruh cintaku, percayalah.” Siwon mengangkat wajah Kyuhyun agar kembali menatapnya.

Kemudian perlahan bibir mereka pun bertemu untuk pertama kalinya setelah sekian lama terpisah oleh jarak dan waktu. Kembali menyatukan hati yang terpecah secara tidak sengaja, kembali menyatukan cinta yang tidak pernah menghilang dari mereka.

Dan kembali merajut tali kasih mereka berdua sampai selamanya, sampai waktu yang sudah ditentukan oleh-Nya.

***

Shanti…semoga memuaskan..mianhae butuh waktu lama untuk unnie selesaikan.^^

My Baby 68

Published May 13, 2015 by Wonviekyu

10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

My Baby 68

**

From Vie…

**
Begitu sampai didepan Istana mereka seperti biasanya Siwon langsung melingkarkan lengannya pada pinggang Kyuhyun dan membawanya masuk ke dalam istana mereka dengan senyum manis merekah dibibir keduanya.

Sampai tiba-tiba saja…

“Cho Kyuhyun?”

Seseorang yang tidak dikenal mereka tiba-tiba sudah berdiri disana dengan wajah yang sumringah menatap Kyuhyun yang sama-sama terpaku dengan Siwon melihat orang asing itu.

“Siapa kau?” Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

“Masih seperti dulu, eoh? Tidak ingin mengenal orang lain.” Jawab namja asing itu perlahan mendekati mereka.

Tanpa sadar Siwon langsung bergerak maju dan berdiri didepan Kyuhyun untuk menghalangi apapun yang memungkinkan namja asing itu lakukan pada huswifenya.

“Maaf anda siapa?” Tanya Siwon sopan namun dengan wajah yang tidak bisa dibaca.

“Aku? Kenalkan..Lee Jonghyun, sahabat Kyuhyun sejak High School.” Namja tinggi yang bernama Jonghyun itu tersenyum senang sambil mengulurkan tangannya pada siwon.

Dengan sedikit ragu Siwon pun menerima uluran tangan itu dan menjabatnya dengan perlahan sambil menatap Kyuhyun seperti meminta penjelasan.

Namun namja cantik huswifenya itu hanya melihat tamu asing mereka dengan wajah bingung dan terlihat jelas dia tidak mengenal namja tinggi yang mengaku sebagai sahabatnya itu.

“Aku tidak mengenalmu.” Kyuhyun kembali memasang wajah tanpa emosinya.

“Kau kenal Changmin, kenapa tidak mengenalku? Aku selalu ada disampingnya.” Jonghyun melepas tangannya dan memasukkannya ke saku celana.

“Baby…”

“Changmin selalu bersamaku tapi aku tidak melihatmu.” Ucap Kyuhyun masih tidak mengingat apa-apa.

“Tentu saja, karna kau tidak ingin didekati siapapun kecuali tiang listrik itu.” Jonghyun mengeluarkan smirknya saat Kyuhyun memutar bola matanya malas.

Siwon semakin tidak nyaman berada diantara pembicaraan mereka berdua yang jelas-jelas tidak ada dirinya disana. Tapi rasa penasarannya mengalahkan segalanya.

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon sudah tidak tahan lagi.

“Ohh, dia ini…hanya berteman dengan tiang listrik itu, dia tidak mau melihat siapapun, bahkan aku yang…”

“Cukup!!” Kyuhyun segera menghentikan ucapan Jonghyun karna tidak ingin Siwon semakin salah paham.

“Baby~” Siwon tersenyum simpul sambil menarik namja cantik huswifenya itu mendekat padanya. “Benarkah itu?”

“Sudah kukatakan dari dulu kan? Aku hanya mengenal Chang dan Yunho hyung.” Kyuhyun menjawab dengan pipi yang merona.

“Apa itu karna aku? Kau hanya ingin melihatku?”

“Shut up!!” Kyuhyun langsung memberi suaminya itu death glare yang mematikan namun dengan pipi yang semakin merona.

“Hey!! Kalian melupakanku!!” Jonghyun memutar bola mata melihat keduanya.

Kyuhyun langsung melepaskan diri dan melihat Jonghyun dengan wajah memerah sedang Siwon memberikannya senyuman licik penuh kemenangan atas huswife cantiknya itu.

“Jika berkenan, silahkan masuk ke Istana kami.” Ucap Siwon dengan bangganya sambil menarik kembali pinggang Kyuhyun. “Ohh, sekedar pemberitahuan, yang kau panggil tadi bukan Cho, melainkan Choi, Choi Kyuhyun.”

“Maksudnya?” Tanya Jonghyun tidak mengerti.

“Kau tidak tahu? Changmin tidak memberitahukanmu?” Tanya Siwon dengan nada yang bisa membuat siapapun kesal mendengarnya.

“Aku pergi setelah Kyuhyun pergi dari New York.” Jonghyun melihat mereka dengan bingung.

“Dia sudah mengganti marganya sejak kembali ke Korea. Dia Istriku yang sah, untuk kau tahu.” Siwon menjawab dengan nada penegasan yang kuat.

Detik itu juga Lee Jonghyun kehilangan kata-kata yang ingin diucapkan karena semuanya tercekat ditenggorokannya saat kata-kata Siwon meresap perlahan didalam otaknya.

Kyuhyun meninggalkan New York sudah bertahun-tahun lamanya dan Ia juga melakukan hal yang sama. Dan itu sama artinya bahwa Kyuhyun sudah menikah dengan namja tampan didepannya itu bertahun lamanya.

“Jonghyun…” Panggil Kyuhyun. “Kau baik-baik saja?”

“Ohh, mmm…gwenchana.” Jonghyun mengerjapkan matanya beberapa kali dan melihat kedekatan mereka yang saling menempel satu sama lain.

Barulah Jonghyun menyadari keanehan yang sedari tadi dilihatnya namun tidak membuatnya terganggu karena terlalu bahagia bertemu dengan Kyuhyun lagi. Mereka berdua memang seperti terikat satu sama lain dengan ikatan yang sah.

“Ayo masuk dulu…”

“Tidak usah, aku ada perlu. Kapan-kapan saja, Aku permisi.”

“Mwo?? Kena… heyy~” Kyuhyun hanya bisa melihat kepergian Jonghyun yang tiba-tiba itu dengan kening berkerut bingung.

“Ahahahaha, aku menang. Ayo masuk, baby.”

“Mwo? Menang apa, hyung? Dia, itu, kenapa??”

“I don’t care~ ayo masuk dan ceritakan tentang masa sekolahmu.”

“Mwoooo?!?!?”

Kyuhyun hanya bisa menuruti keinginan suaminya masuk ke dalam dan mengulang cerita kehidupan sekolahnya yang membosankan. Dari sana juga Siwon tahu bahwa Kyuhyun benar-benar tidak berteman dengan siapapun kecuali Changmin seperti yang pernah diceritakannya dulu.

Bahkan Kyuhyun benar-benar tidak terlalu mengenal Lee Jonghyun, mungkin Kyuhyun pernah menyapa atau disana namja itu sewaktu mereka bertemu dengan Changmin. Tapi Kyuhyun tidak pernah mengingatnya karena Kyuhyun tidak pernah peduli pada yang lain.

Dan hari itu pun berlalu dengan Siwon yang terus mengikuti Kyuhyun karena mengingat tatapan Jonghyun yang seperti ingin menelan Huswifenya hidup-hidup.

Sedangkan Kyuhyun bahkan tidak peduli dengan namja asing itu yang sudah dilupakannya beberapa saat setelah kecupan suaminya. Bahkan ia tidak protes pada tangan yang selalu terlampir dibahu, dipinggangnya sepanjang waktu itu.

***

Hingga hari kerja dan sekolah kembali dimulai yang dijalani Siwon dan Kyuhyun serta ketiga anak mereka dengan lancar dan baik-baik saja tanpa ada kekacauan yang dibuat ketiga kurcaci mereka.

Dan ketika sampai pada hari libur berikutnya mereka kembali membuat janji untuk bertemu dengan Jiwon.

Namun kali ini janji itu sesuai yang diharapkan Siwon yang ingin segera bertemu dengan calon adik iparnya. Siwon ingin memastikan apa namja itu pantas mendapatkan adik satu-satunya dan apa namja itu bisa membahagiakan Jiwon untuk selamanya.

Saat ini Kyuhyun terlihat sedang duduk disalah satu kursi di luar restorant Mall mereka dengan kaki yang disilang namja cantik itu terlihat bicara serius dengan adik iparnya sendiri atau Choi Jiwon. Dan sulli putri cantik kesayangannya yang berada tidak jauh dari mereka sedang bermain sendirian. (Ada pict yang Kyu pake coat kuning dan anak cewek yang tidak jauh darinya)

Sedangkan Siwon, Minho dan Suho yang berada didalam restorant sedang terlibat percakapan serius dengan calon tunangan Jiwon. Mereka berdua memilih untuk menemani daddy mereka menginterogasi calon Uncle baru mereka.

Sementara si cantik Sulli lebih memilih ikut dengan mommy dan aunty-nya yang hanya diam menikmati kebersamaan dan suasana disana. Sampai putri kecil itu penasaran akan hal yang sedang diperhatikannya.

“Mmm…mommy…” Panggil Sulli tiba-tiba.

“Ne princess, waeyo??”

“Itu siapa??” Tanya Sulli sambil menunjuk beberapa orang bersama anak kecil tak jauh dari mereka duduk.

Kyuhyun langsung melihat kearah yang ditunjuk putri kesayangannya itu dan mendapati orang-orang asing yang tidak dikenalnya. Saat ini Mall mereka memang sedang dipenuhi dengan banyaknya pengunjung dihari libur.

“Mana mommy tau orang-orang itu.” Jawab Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Terus, yang kecil itu apa?” Tanya Sulli lagi masih menatap mereka namun pandangannya beralih pada dua bocah kecil beda usia yang ada disana.

“Itu orang, princess.” Jawab Jiwon menahan senyumnya.

“Orang? Ahh, neee~ bergerlak-gerak~”

Choi Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya melihat tingkah putri kesayangan keluarganya itu, sedangkan Jiwon hanya bisa tertawa cekikikan melihat wajah Sulli yang polos tidak bersalah.

“Tapi aunty~ kenapa dia kecil? Bulat lagi? Beda cama satu lagi. Terus culli sama cuo oppa kenapa cama?” Tanya bocah kecil itu masih penasaran.

“Ahahahaha…dia bulat karna pakai jaket, princess. Terus kecil pasti karna dia dongsaeng. Kalau kalian kan kembar.” Jawab Jiwon dengan sabarnya.

“Dongsaeng?” Sulli memiringkan kepalanya dengan imut. “Boneka apa itu, aunty??” Tanyanya kemudian.

“Ahahahahahaha, itu bukan boneka, babygirl!!!” Seru Jiwon tidak bisa menahan tawanya sementara Kyuhyun kembali memutar bola matanya.

“Mmm, dongsaeng itu…mmm~ seperti Cuo sama mino oppa.” Jelas Jiwon kebingungan.

“Ohhh…terus Culli tidak punya dongsaeng??” Tanya Sulli to the point yang membuat kedua orang dewasa didepannya membeku seketika.

“Eumm, itu..mmm…” Jiwon tidak tahu harus memulai dari mana.

Matanya tidak pernah lepas dari Kyuhyun yang kini terdiam sambil menatap putrinya dengan tatapan yang tidak bisa dibaca. Masalah itu memang tidak pernah diungkit lagi bertahun-tahun yang lalu karena tidak ingin membuat Kyuhyun bersedih dan Siwon menyesal kembali.

“Mommy, gwenchana?” Seseorang tiba-tiba berbisik dibelakang Kyuhyun.

Namja cantik itu langsung berpaling melihat siapa yang bertanya padanya dan mendapati Minho putra pertamanya sedang tersenyum manis namun dengan wajah khawatir.

“Gwenchanayo.” Bisik Kyuhyun.

“Aunty…” Panggil Sulli lagi.

“Ayo pulang baby…” Siwon sudah berdiri dibelakang Minho bersama Suho.

“Mwo?? Sudah selesai??” Tanya Jiwon langsung berdiri melihat kebelakang Oppanya.

Calon tunangannya sedang berjalan menghampiri mereka dengan wajah tenang dengan senyum manis dibibirnya. Melihat hal itu membuat senyum manis pun terukir dibibir Jiwon karena tahu bahwa mereka akan baik-baik saja.

Ji changwook adalah namja tampan yang mengambil hatinya itu merupakan seorang dokter yang sudah lama berhubungan dengan rumah sakit Choi. Dari sanalah mereka berdua bisa dekat. Dan kerana itu juga kedua orangtua Jiwon tidak mempermasalahkan apa-apa.

Tapi tidak dengan Choi Siwon yang sangat menyayangi adik perempuan satu-satunya itu, dia akan menyeleksi siapapun yang akan menjadi penerus menjaga dongsaeng kesayangannya. Siwon belum mengenal sepenuhnya namja itu kerana selama ini ia sibuk dengan pekerjaan dan keluarganya sendiri.

Siwon bisa sedikit tenang karena Jiwon menarik Kyuhyun untuk mengatakan apapun yang perlu diketahui mereka. Tapi tetap tidak merubah pandangannya pada namja yang akan menjaga dongsaengnya itu untuk selamanya.

“Tidak perlu buru-buru Jiwonnie.” Ucap Siwon kemudian sambil membuat Kyuhyun berdiri dari kursinya.

“Apa maksudnya??” Senyum Jiwon langsung menghilang.

“Oppa perlu mengenalnya lebih jauh, tidak perlu buru-buru.”

“Mwooo?? Kenapa oppa yang harus mengenalnya lebih jauh? Tidak ada hubungannya.” Protes yeoja cantik itu sedikit kesal.

“Tidak ada bantahan, ayo pulang.” Siwon langsung menggenggam tangan Kyuhyun yang hanya bisa mendesah pasrah melihat Jiwon.

Minho, Suho dan Sulli langsung berpamitan pada Aunty mereka dengan mengecup pipinya satu persatu. Lalu segera berlari mengejar orangtua mereka yang sudah tiba diloby depan.

“Tenang saja…” Ucap Changwook menenangkan dan Jiwon hanya tersenyum membalasnya.

Sebelah pikirannya memikirkan apa yang Kyuhyun oppa-nya rasakan tentang percakapan yang dimulai Sulli secara tidak sengaja. Tapi sebelah lagi merasa lega karena Siwon oppa-nya tidak melarang apalagi menolak pilihannya.

“Kita pulang juga.” Jiwon mengulurkan tangannya pada calon tunangannya itu sambil melihat keluarga oppa-nya sudah masuk ke Mobil mereka dan pergi darisana.

***

Tiba di Istana Choi keluarga kecil itu segera masuk ke dalam dengan bocah-bocah kecil itu berlarian dengan riangnya sementara kedua orangtunya berjalan dengan santai dibelakang mereka.

Tidak lupa Siwon menyapa maid-maidnya yang sudah berdiri dipintu dan menundukkan kepala mereka sedikit sebagai sambutan kepulangan mereka semua. Sementara Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya sekilas seperti biasanya.

“Are you ok??” Tanya Siwon saat mereka menuju sofa diruang tengah yang sudah ditempati ketiga bocah kesayangan mereka disana.

“Gwenchana…” Senyum Kyuhyun untuk menenangkannya.

“Sulli…”

“Dia tidak tahu apa-apa, hyung…”

“Oppa~~~ kenapa Culli tidak punya dongcaeng??” Tanya Sulli pada Minho tiba-tiba membuat semua gerakan yang ada disana terhenti.

“Mmm, itu, karna…”

“Kenapa? Oppa punya ci mbul itu…” Tunjuk Sulli pada Suho yang langsung menatapnya tajam. “Kenapa Culli tidak?”

“Karna Culli jahat, tentu saja!! Ya kan mommy kan??” Kata Suho dengan jahilnya sambil meringkuk disamping mommy-nya.

“Culli tidak jahat, oppa!! Kenapa bilang gitu~??”

“Kalna Culli cerewet.”

“Andweee!! Oppa mbul diamlah!!”

“Cuo tidak mbul, mommy kan?” Tanya Suho dengan wajah seriusnya pada Kyuhyun.

Namja cantik itu langsung menatap Suho seolah mengamati wajahnya dengan kening berkerut membuat Suho tidak tenang. Siwon hanya tersenyum melihat Minho yang masih terdiam kehilangan kata-kata untuk menjawab Sulli.

Tapi senyuman licik Kyuhyun mommy-nya yang keluar saat ingin mengerjai Suho membuat bocah itu menghembuskan nafas lega seketika.

“Tidak, my baby mbul tidak embul…tenang saja.” Ucap Kyuhyun sambil menarik bocah kecil itu kepelukannya.

Minho dan Sulli hanya bisa menutup mulut mereka menahan tawa yang ingin keluar apalagi saat melihat wajah imut Suho yang memikirkan kata-kata mommy-nya itu benar atau salah.

“Aiihh…dimana dongcaeng culli??” Tanya Sulli masih ingat rasa penasarannya.

“Mmm, itu, dia…” Kyuhyun tidak tahu harus menjelaskannya bagaimana.

“Heey~ baby princess…” Minho segera mendekati dongsaeng kecilnya dan mengajaknya duduk bersama.

“Dongsaeng culli sudah pergi jauuuuh sekali.” Ucap Minho kemudian membuat Sulli menatapnya dengan wajah serius.

“Kemana? Kenapa dia pergi?”

“Mmm, dulu…dulu Culli bilang tidak mau punya dongsaeng karna mommy tidak akan sayang Culli lagi.”

“Mwoooo??” Sulli bertanya tidak percaya.

“Ne…Culli tidak mau mommy lebih sayang dongsaeng Culli.”

“Karna itu dia pelgi?”

“Em-hmm~” Angguk Minho mengiyakan.

“Hiks..huaaaaaa~mianhaaeeee~ Culli bu-bukan gitu~, cu-culli mau..huaaaaa~” Tangis Sulli tiba-tiba merasa bersalah pada dongsaeng yang tidak pernah ditemuinya itu.

“Aiiiishhhh~~~” Minho sadar dirinya sudah salah kata. “Bukan begitu maksudnya~ itu~”

“Hyung pabbo!!” Suho langsung berdiri dari pelukan mommy-nya dan mendekati Sulli.

Hat-disshhh!!! Suho menjentikkan jarinya pada dahi Sulli dengan sengaja membuat semua yang disana melihatnya terkejut tidak percaya sedang putri kecil itu langsung memegang dahinya dengan wajah berkerut kebingungan.

“Dia sudah pelgi jauuuuuh cekali, dan tidak akan kembali.” Ucap Suho dengan wajah seriusnya. “Tapi, oppa tau dia bahagia dicana seperti kita dicini.”

“J-jinjja??”

“Ne~ jinjjayo. Lagipula…” Suho mengeluarkan jari telunjuknya seperti menjelaskan sesuatu. “Oppa cuma mau punya satu dongsaeng dan tidak mau yang lain. Culli caja.”

Ucapan Suho yang disertai dengan wajah seriusnya itu membuat Sulli langsung menatapnya dengan wajah berbinar dan senyum manis merekah diwajahnya.

“Ta-tapi…Culli cayang dongcaeng Culli, oppa” Ucap putri kecil itu dengan wajah seriusnya.

“Oppa juga cayang dia, tapi oppa lebih cayang culli.” Suho menjawabnya dengan penuh keyakinan lalu menunduk sedikit untuk mengecup kening kembaran 1 menitnya itu penuh sayang hingga Sulli memejamkan matanya.

Kyuhyun langsung memalingkan wajahnya dari pemandangan itu agar airmata yang sudah mengenang dipelupuk matanya tidak jatuh didepan mereka semua. Tangannya bergerak perlahan mencari tangan Siwon dan menggenggamnya dengan erat untuk menyalurkan perasaannya.

Siwon sendiri langsung menyusupkan kepalanya dibahu Kyuhyun sambil memejamkan matanya mencoba melupakan kenangan pahit itu yang secara tidak sengaja merupakan kesalahannya hingga mereka kehilangan buah hati mereka yang tidak pernah mereka ketahui.

“Lagipula mommy sudah capek menjaga Culli kalau harus ditambah dongsaeng satu lagi.” Ucap Minho tiba-tiba membuat Suho langsung menatapnya tajam.

“Hyung!!!”

“Mommy pasti sangat capek.” Lanjut Mino tidak peduli.

“Mino~” Panggil Siwon mengingatkan.

“Jinjja? Mommy capek jagain culli?? Culli kan tidak nakal mommy.”

“Sebenarnya mommy sedikit capek.” Kyuhyun menjawab dengan wajah datarnya membuat Sulli menatapnya dengan wajah kembali berkeruh.

“Tidak ada kata capek untuk seorang mommy.” Ucap Siwon menenangkan putri kesayangannya.

“Karena kalian marmut-marmut imut kesayangan mommy.” Sambung Kyuhyun kemudian dengan senyum jahilnya. “Apapun akan mommy lakukan untuk kebahagiaan kalian, selamanya”

“Mommyyyyyy~~~~” Ketiga bocah itu langsung menghambur memeluk Kyuhyun yang terkejut hingga ia tersungkur dalam pelukan Siwon yang memang berada dibelakangnya.

“Kami sayang mommy.” Ucap Minho ditelinga Kyuhyun membuat namja cantik itu tersenyum dengan manisnya. Apalagi saat Siwon mengecup puncak kepalanya penuh sayang.

“Mommy juga sayang kalian.”

***

Keesokan harinya.

Masih dihari libur yang sama di rumah keluarga Choi yang selalu dipenuhi dengan cinta dan kebahagiaan.

Penghuni istana yang kebanyakan adalah maid-maid mereka terlihat sedang melakukan pekerjaan mereka masing-masing diseluruh penjuru. Bahkan didapur yang selalu ada kegiatan itu terlihat sangat sibuk dengan suara-suara aneh yang terdengar.

Walau waktu sarapan sudah lama selesai mereka tetap sibuk didapur dengan berbagai cemilan untuk bocah-bocah kecil diistana itu dan juga untuk mereka saat beristirahat.

“Nona muda, biar kami yang kerjakan.” Salah satu maid ingin mencegah kehancuran dapur mereka dari tangan putri kesayangan istana itu.

“Culli juga mau macak, ahjumma!!”

“Tapi, biar kami saja.”

“Tidak boleh!!”

Sulli langsung menarik baskom tempat adonan tepung yang akan mereka sulap jadi berbagai cake untuk cemilan diistana itu. Putri kecil itu bersikeras ingin diikutsertakan dalam membuat kue itu namun sepertinya dia ingin melakukannya sendiri.

“Nona muda..”

“Jangan ribut ahjumma!!!”

Maid lain yang mengamati perdebatan kecil itu langsung keluar darisana untuk mencari bantuan yang ternyata sudah berkumpul diruang tamu besar itu.

Kyuhyun yang tidak biasa bangun cepat di hari libur pun sudah terjaga karena bocah kecil Suho yang masuk ke kamarnya setelah sarapan membuatnya harus segera keluar dari pelukan hangat selimutnya tercinta.

Dan kini bocah kecil imut nan menggemaskan itu terlihat berjalan perlahan dibelakang mommy-nya sambil menggenggam erat ujung baju mommy cantiknya itu dengan tangan kecilnya.

“Cuo kenapa, baby?” Tanya Siwon menghampiri Kyuhyun dan mengecup keningnya.

“Molla…mungkin dia demam.” Kyuhyun melihat kebawah dibelakangnya.

Suho hanya menyunggingkan senyum manis dengan wajah polos pada daddy dan mommy-nya itu membuat keduanya kehilangan kata-kata.

“Tuan, Nyonya…” Panggil maid mereka tiba-tiba.

“Waeyo?” Siwon bertanya sambil melingkarkan tangan dipinggang Kyuhyun.

“Nona muda, nona Sulli…”

“Kenapa dengannya?” Kyuhyun langsung mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.

“Dia baik-baik saja, Nyonya, tapi…”

“Mereka yang tidak baik-baik saja” Sambung Minho dengan senyuman liciknya.

“Apa yang terjadi??”

“Culli mengganggu mereka.”

“Bu-bukan mengganggu, ta-tapi…”

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya melihat keraguan maid itu untuk mengatakan yang sebenarnya padahal dia sendiri tahu Sulli pasti melakukan sesuatu. Namja cantik itu segera berlalu dari hadapannya menuju dapur tempat putrinya berada.

Siwon dan Minho pun mengikuti dari belakang sambil terus menatap Suho yang masih mengekori mommy-nya dibelakang. Sedangkan maid yang tadi hanya bisa berharap putri kesayangan istana itu tidak mengamuk padanya.

“Choi sulli, what are you doing?” Tanya Kyuhyun langsung duduk disalah satu kursi makan disana dan Suho berdiri diantara kedua pahanya.

“Ohh, good molning mommy~” Sulli segera turun dari kursi yang dipakainya lalu menghampiri mommy-nya.

Tanpa rasa bersalah putri itu segera mengecup pipi mommynya sebagai ucapan selamat pagi dan mengerucutkan bibirnya melihat Suho oppanya. Lalu dengan santainya Sulli kembali pada pekerjaannya mengacaukan dapur mereka.

“Sulli~” Panggil Kyuhyun lagi.

“Mommyyy…culli buat cake, tunggu disitu ne??” Sulli kembali memasukkan tangan kecilnya ke dalam adonan.

Siwon tertawa kecil melihat malaikat kecilnya yang centil dan aktif itu sementara Kyuhyun langsung memberinya tatapan tajamnya.

“Culli jangan buat rusuh, kacian ahjumma.” Suho mencoba membantu.

“Culli buat cake, bukan rucuh oppa!” Jawab Sulli tidak peduli.

“Pasti cakenya hancur.”

“Mommy~~ culli belajar macak, kenapa bilang hancul??”

“Bukankah Sulli mau jadi designer?? Kenapa belajar masak?” Tanya Minho sambil melipat tangan didepan.

“Ehh? Culli bilang gitu?” Putri kecil itu memiringkan kepalanya bingung.

“Ne~~ culli pernah bilang itu.” Minho menganggukkan kepalanya dengan wajah serius.

“Oh really?”

Tangan putri kecil itu berhenti dan berpaling menghadap oppa pertamanya dan saat itu maid disampingnya langsung menarik tempat adonan itu menjauh.

“Tapi memasak bagus untuk kesehatan, oppa.” Kata Sulli kembali berpaling dan menarik tempat itu lagi dengan cepat.

“Pabboyaa!!!” Suho tidak bisa menahan tawanya.

“Memasak itu untuk masa depan, princess.” Ralat Siwon dengan sabarnya membuat Sulli langsung menatapnya.

“Ohh jinjja?”

“Dasaaar~ cepat keluar dari sana!!”

“Andweeee!!!”

Kyuhyun kembali berdiri dan berjalan ke dapur dengan Suho dibelakangnya membuat Sulli menatapnya dengan kening berkerut.

Namja cantik itu mengambil botol susu pink transparan punya sulli dan memasukkan bubuk susu strawberry kedalamnya, sementara maid yang mengerti tindakannya segera mengambil air panas dan membantu untuk membuatkannya.

Setelahnya namja cantik itu segera mendekati putrinya dan meletakkan botol susu pink itu didepan sulli.

“Daddy mau jalan-jalan.” Ucap Kyuhyun dengan wajah serius.

Lalu Kyuhyun segera kembali ke sisi suaminya dan mengajak namja tampan itu pergi dari sana bersama Suho dan Minho yang mengikutinya dari belakang. Namja cantik itu langsung menghempaskan tubuhnya di sofa tetap dengan Suho disampingnya.

Sementara Siwon mengambil remote untuk menghidupkan Tv mereka lalu duduk disofa disisi kiri Kyuhyun karena Minho sudah duduk disamping kanan mommy-nya dengan PSP ditangan dan membuat Suho mendekatinya.

Baru beberapa detik berlalu Sulli sudah menampakkan dirinya dengan botol susu sudah menutupi mulutnya. Putri kecil itu langsung mendekati mereka disana lalu duduk disofa bersama daddynya hingga Siwon memberinya senyuman menawan.

Bocah cantik itu langsung merebahkan badannya berbaring disofa dan menjadikan paha daddy-nya sebagai bantal. Siwon langsung melayangkan pandangan matanya pada Kyuhyun yang kini menyunggingkan smirk indahnya.

“Ahh, princess culli masih minum susu yaa!!” Ucap seseorang tiba-tiba dari pintu depan mereka membuat semuanya melihat kearah suara itu.

“Ummaaaa~~~” Seru Minho dan Sulli bersamaan sambil berlari mendekati orang tersebut yang ternyata adalah umma mereka.

Ryeowook hanya tersenyum bahagia sambil menyambut kedua bocah itu dalam pelukannya dan membawa mereka masuk ke dalam bersama JongIn yang terlihat sangat bahagia.

“JongIn sombong, eoh!!” Ucap Minho membuat bocah kecil itu langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“Hai Kyunnie~” Ryeowook mengacak rambut Kyuhyun dengan santainya lalu mengecup kening Suho yang berdiri disofa sambil merentangkan tangan untuk memeluknya.

“Wookie-ah~” Sapa Siwon ramah membuat Ryeowook langsung duduk disampingnya sambil membawa Suho bersamanya tanpa melihat pout dibibir Kyuhyun semakin dalam.

Minho dan JongIn langsung ke taman belakang untuk bermain bersama dan Sulli mengikuti dengan setia dibelakang. Karena tidak ada yang bisa menemaninya bermain bersama selain maid mereka, tapi tetap beda saja kerana bukan seusianya.

“Suho baby, kenapa tidak ikut hyung main diluar??” Tanya Ryeowook pada Suho.

“Cuo malas main, umma. Cuo mau cama mommy.” Suho berjalan perlahan kembali kepangkuan mommy-nya tercinta.

Tidak ada kata yang bisa membantah kata-kata itu apalagi saat Suho membenamkan wajahnya didada Kyuhyun dengan nyamannya.

“Dia terus mengikutiku hari ini.” Kata Kyuhyun dengan kening berkerut sambil melihat Suho didadanya.

“Mungkin dia mau demam.” Ryeowook pun ikut meneliti wajah imut Suho.

“Kalau demam pasti tidak enak badan, kenapa mengikutiku??”

“Dia kan mommy’s boy, Kyunnie~”

Ucapan Ryeowook membuat pout dibibir Suho semakin dalam kerana mereka membicarakannya bahkan saat dia ada disana. Kyuhyun pun kembali mengamati wajah putra kecilnya dengan seksama mencari keanehan disana.

“Cuo sakit?” Tanyanya.

“Ani…” Suho menggelengkan kepalanya dengan wajah bingung.

“Tidak macet?” Suho kembali menggelengkan kepalanya.

“Tidak panas?”

“Ani..”

“Dingin??”

“Hmm-mm..”

“Semi??”

“Gugur??”

“Mommy~~~”

“Kau kira musim, baby??” Siwon menggelengkan kepalanya tidak percaya sementara Ryeowook tertawa cekikikan.

“Cuo baik-baik caja.” Ucap Suho sembari menepuk kedua pipi mommy-nya pelan.

Kyuhyun kembali meraba kening putranya itu untuk meyakinkan bahwa kata-kata bocah kecil nan menggemaskan itu benar. Setelah merasa tidak ada tanda-tanda Suho demam Kyuhyun menghela nafas khawatirnya perlahan.

“Tuan, permisi.” Salah satu security yang selalu ada dipintu tiba-tiba sudah berdiri disana.

“Waeyo?” Siwon bertanya.

“Ada yang ingin bertemu, tuan.”

“Siapa??”

“Dia tamu Ny.Choi.”

Kyuhyun langsung melayangkan death glarenya pada security itu karena kata Ny. yang diucapkan dengan sengaja itu.

“Siapa dia?” Tanya Kyuhyun penasaran.

“Lee Jonghyun.”

“Ehm-mm..untuk apa dia kesini?” Tanya Siwon dengan wajah yang tiba-tiba tidak bersahabat.

“Entah hyung!!” Kyuhyun melihat suaminya dengan wajah semakin penasaran. “Aku akan menemuinya sebentar.” Ucapnya kemudian.

Siwon hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban namun Kyuhyun tahu wajah tampan itu tidak rela.

“Cuo, sama daddy dulu ne??”

Suho tidak menjawab apa-apa saat mommy-nya pergi ke pintu depan dan segera duduk dipangkuan daddy-nya dalam diam. Ryeowook hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat dua manusia beda usia namun sekarang mempunyai sikap yang sama. Sulking.

Sementara itu Kyuhyun terus melangkah ke pintu dengan perasaan tidak nyaman apalagi dia bisa merasakan tatapan Siwon yang bisa menembus badannya itu.

“Jonghyun??” Panggil Kyuhyun saat dia melihat namja tinggi tampan yang mencarinya itu.

“Kyuhyun…” Jonghyun memberinya tatapan manis yang sangat berbeda dari saat dia meninggalkan mereka dengan terburu.

Namja tinggi itu terlihat santai dengan t-shirt putih dan celana selututnya, jangan lupakan kacamata hitam yang bertengger diwajahnya. Bila diteliti lebih dalam dia memang sangat sedikit tampan. (tidak ada yang tampan selain siwonnie)

“Ada perlu apa?”

“Kau sudah mengingatku?”

“Tidak!”

“Sayang sekali, kau memang sombong, eoh?”

“Bukan begitu!! Aku benar-benar tidak mengingatmu secara benar, tapi aku tahu ada seseorang yang selalu disamping Chang waktu itu.” Jelas kyuhyun dengan jujur.

“Mmm, baiklah tidak apa. Tapi, aku sedikit bersedih karenanya.” Jonghyun memasang wajah sedihnya sambil menunduk sedikit.

“Mwo?? Apa maksudmu, aku tidak…” Mata Kyuhyun melebar menatapnya tidak percaya.

“Ahh, tapi kau bisa membayarnya.”

“Mwo??”

Jonghyun tersenyum dengan manisnya melihat Kyuhyun yang salah tingkah kerana merasa bersalah sudah melupakannya.

“Bisa kita keluar sebentar, mmm, sekedar mengingatkanmu padaku.” Ucap Jonghyun sedikit ragu.

Kyuhyun menatap wajah namja itu dengan tatapan penuh selidik untuk membaca raut wajah asing itu akan kata-katanya. Namun sepertinya ia hanya bisa melihat rasa sedikit kecewa disana yang membuatnya semakin merasa bersalah.

“Ba-baiklah, tapi cuma sebentar.”

“Ohh!! Tentu saja! Tapi, itu siapa? Dari tadi melihat kita” Jonghyun melihat ke dalam rumah dimana kolam air terjun menghalangi pandangannya kedalam.

Disamping kolam yang setinggi dada anak kecil itu terdapat makhluk kecil mungil yang sedang menyandarkan pipinya dipinggiran kolam dan menatap kearah mereka berdua.

“Cuo?” Panggil Kyuhyun tidak percaya. “Dia putraku…sini~” Kata Kyuhyun lagi sambil memanggil putra kecilnya.

“Pu-putra?”

“Iya…aku sudah punya 3 anak kau tau?” Kyuhyun menjawabnya dengan bangga sambil mengulurkan tangannya pada Suho yang sudah mendekat.

“Changmin tidak memberitahuku.” Kata Jonghyun dengan wajah terpana.

“Mungkin dia lupa, tapi mereka benar-benar anakku.” Jawab Kyuhyun dengan senyum manis merekah dibibirnya.

“Ok! Sempurna. Ayo kita pergi.” Jonghyun langsung berbalik menuju mobilnya meninggalkan Kyuhyun yang masih mencerna kata-katanya.

Tapi kemudian namja cantik itu segera masuk ke dalam untuk memberitahukan suaminya bahwa dia akan pergi sebentar. Dan ternyata Siwon memberinya izin begitu saja apalagi karena Suho yang tidak ingin ditinggalkan minta ikut bersamanya.

“Hati-hati baby…” Ucap Siwon dibahu Kyuhyun.

“Aku hanya pergi sebentar, Siwonnie.” Kyuhyun menepuk pelan pundak suaminya itu untuk menenangkan.

“Cepatlah kembali, jangan biarkan dia menyentuhmu, sedikit saja.”

“I will…”

“Will what??”

“Ck!! Kembali padamu!”

“Ahahaha, I’ll be waiting.” Ucap Siwon lagi dan memeluk tubuh tidak ramping Kyuhyun dengan eratnya.

“Aku pergi.”

“Hati-hati…”

“….”

“Siwonnie…”

“Ne..?”

“Lepaskan pelukanmu…”

“Ohh…ne, aku lupa.”

“I love you.” Kyuhyun mengecup sekilas bibir Siwon membuat senyum manis merekah dibibir namja tampan suaminya itu.

“I love you more.”

“I love you most.”

“Bye-bye…”

“Selamat jalan.”

“Hati-hati~”

“Tunggu disini…”

“Akan kunanti..”

“KALIAN INI!! Bikin malu tauuuu!!” Ryeowook tidak bisa menahannya lagi melihat tingkah bodoh pasangan yang tidak akan pernah dewasa itu.

“Dia cuma pergi sebentar, Siwonnie. Dan kau Kyu…berapa umurmu??”

Kyuhyun hanya mengerucutkan bibirnya melihat Ryeowook sambil terus berjalan keluar dengan tangan Suho digenggamannya. Sementara Siwon terus menatap Huswife cantiknya itu penuh cinta tanpa menghiraukan perkataan Ryowook yang kini memutar bola matanya.

“Pasangan bodoh”

“Satu-satunya”

“Iya, iya, iya, tapi…kenapa kau izinkan, Siwonnie??”

“Mmm, mereka hanya teman, aku percaya my baby.” Jawab Siwon dengan senyum sambil merapatkan kedua bibirnya hingga dua dimplenya semakin kelihatan.

“Ohh!! Baguslah, ada kemajuan.”

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon dengan kening berkerut tidak terima.

“Lupakan saja. Ada yang ingin kau lakukan?”

“Aniyo, aku akan membaca diatas sambil menunggunya.” Siwon berbalik meninggalkan Ryeowook sambil menatap sekilas pintu depan tempat Kyuhyun menghilang.

Ryeowook hanya bisa memutar bola matanya dan menggelengkan kepalanya melihat bahu tegap itu terkulai lemas tak berdaya.

“Baru juga sebentar.”

“Apanya yang cebentar?” Tanya Sulli tiba-tiba.

“Mommy pergi sebentar.”

“Mwo?? Kemana? Kenapa Culli tidak diajak??”

“Cuma sebentar…”

“Pasti mau chopping kan? Kan? Kan?”

“Dasaaaar~~~ princess satu ini, mau kemanaa??” Tanya Ryeowook saat Sulli juga pergi meninggalkannya sendirian.

“Temani Daddy, umma.”

“Ohh, anak baik. Aku juga akan temani kura-kuraku saja.”

Namja imut itu akhirnya memutuskan untuk segera pergi dari sana dan menemani suaminya di rumah mereka sendiri. Dan meninggalkan Kai untuk bermain bersama Minho di taman belakang.

Sementara itu…

“Kita mau kemana?” Tanya Kyuhyun setelah lama terdiam dalam mobil Jonghyun.

“Apa kita makan siang dulu?”

“Bukankah kita memang mau makan siang? Atau kau punya rencana yang lain?”

“Ohh, ne, kita makan siang. Hai Cuo, cuo mau makan apa?”

“Hai uncle, panggil Suho, jangan Cuo.” Ucap Suho sambil menggelengkan kepalanya.

“Kenapa? Kan cuo panggilan manis.”

“Tidak untuk uncle.”

“Mwooo???”

“Uncle orang acing”

“Owh! Maafkan dia.” Kyuhyun tersenyum simpul melihat Jonghyun yang terpaku.

“Tidak apa, persis dirimu.”

“Diamlah, itu restorantnya. Kenapa lewat?”

“Ohh, aku punya tempat lain yang lebih enak.”

Jonghyun terus mengemudikan mobilnya tanpa melihat keanehan dari wajah Kyuhyun yang menatapnya.

“Sebenarnya kita mau kemana? Ini bukan arahnya” Ucap Kyuhyun saat menyadari perjalanan mereka yang terasa semakin jauh.

Tapi Jonghyun hanya menambah kecepatan mobilnya saat Kyuhyun melihatnya dengan tatapan bertanya. Namja sedikit tampan itu terus mengemudikan mobilnya dengan wajah tenang dan tidak menghiraukan Kyuhyun.

“Hentikan mobilnya! Jonghyun!!!” Seru Kyuhyun tajam saat melihat namja itu seperti tidak peduli.

Sedangkan Suho langsung meringkuk dalam pelukannya saat menyadari keadaan yang tidak beres itu apalagi mommy cantiknya sampai membentak orang seperti itu.

“Tidak Kyu, kita akan pergi!”

“Apa maksudmu?!? Hentikan mobilnya!!”

“Tidak! Kau ikut bersamaku…”

**

TBC…

PENDEK KAAAAAAN!!!

TAPI TENNAG..Vie usahakan cepat update..karna besok libur..Vie paksa update sekarang,,eheee.

Semoga tidak mengecewakan ne^^

**

With love.

With Your Love (Happily Ever After)

Published April 24, 2015 by Wonviekyu

WITH YOUR LOVE

HAPPILY EVER AFTER

Hai…My Lovely Readers…senang bertemu lagi dengan kalian.

Gomawo masih terus ada disini, mianhae updatenya telat lagi.

Sebenarnya saia ini galon segalonnya sama WGM ntah apa itu, tapi saia selalu membuangnya ke dasar paling dalam didalam kepala biar tidak terpikirkan dan buat tambah galon..tapi tetap saja terpikirkan, walau sedikit.

Saia mah gitu orangnya, *Apalagi ini!! (Liat anak-anak magui) Kkkk..selalu bikin ngakak plus bahagia kalo liat anak-anak di MAGUI.COM ntah apa-apa diomongin…Ehehehehe.

Ohh,,Mianhae ne sudah buat kalian shock dichap yang lalu,,Vie ini WONKYU HAPPY ENDING LOVER, jadi tenang aja, pasti selalu happy end walau gimanapun sakitnya(bocoran,my baby).

Here You Go…

**

“Baby…” Gumam Siwon perlahan sambil menatap gundukan didepannya perlahan. “Forever of my live” Lanjutnya kemudian.

Namja tampan itu merebahkan setengah badannya diatas gundukan itu sambil memejamkan matanya mengingat kejadian lalu.

Hari itu mungkin saja hari yang paling menyakitkan yang pernah dialami seorang Choi Siwon dalam hidupnya selama ini. Hari dimana Kyuhyun belahan jiwanya menutup mata dan tidak mau membukanya walau berapa kalipun Siwon memanggil dengan segenap hatinya.

Terasa bumi menelan Siwon secara perlahan hingga namja tampan itu bisa merasakan setiap rasa sakitnya yang tidak tertahankan. Dan Siwon berharap bumi benar-benar menelannya saat itu juga.

Saat Kyuhyun tidak lagi membuka mata untuk menatapnya dengan penuh cinta. Apalagi setelah kata cinta yang diucapkan Kyuhyun beberapa menit sebelumnya.

Ingatan itu tiba-tiba menghilang saat Siwon merasakan kehangatan yang mengalir dari tangannya yang digenggam seseorang dengan eratnya. Dengan perlahan Siwon membuka matanya dan melihat tangan yang terasa hangat itu.

Detik itu juga Siwon beralih menatap pemilik tangan cantik nan lentik itu yang ternyata sedang menatapnya lembut dengan senyuman manis melingkar dibibirnya yang berwarna peach.

“Aku masih disini.” Bisiknya pelan.

“Aku tahu, dan terima kasih.” Jawab Siwon sambil membenarkan letak tidurnya dan memeluk gundukan itu dengan erat. “Terima kasih tidak meninggalkanku, Choi Kyuhyun.”

Siwon berucap pelan namun tegas sambil membenamkan wajahnya dileher belakang Kyuhyun dan menghirup aroma vanilla yang selalu melingkar disana.

“Terima kasih sudah memanggilku kembali.” Jawab Kyuhyun berbalik menghadap Siwon hingga wajah mereka kini berdekatan dan saling menatap.

Ya…gundukan itu adalah Kyuhyun yang hari itu dikira Siwon sudah meninggalkannya untuk selamanya. Walau yang sebenarnya terjadi Kyuhyun hanya kelelahan setelah menahan perasaan gelisahnya pada baby yang sedang dikeluarkan dokter mereka.

Flashback…

“K-kyu..baby?” Panggil Siwon tertahan.

Tidak ada jawaban.

“Nooo..baby, noo..wake up!! Kau baru saja berjanji kyu, bangunlah!!!” Pinta Siwon dengan segenap hatinya.

“Please, baby~ bangunlah!!”

“Sh*t!! CHOI KYUHYUN!!!!”

Dan berapa kalipun Siwon memanggil, Kyuhyun tetap ditempatnya diam tidak bergerak dengan wajah cantik pucat yang memancarkan kebahagiaan yang sudah didapatkannya. Dan mata cantik bak boneka itu pun tidak mau terbuka sekali lagi untuk melihat kebahagiaan itu sendiri.

“DOKTERRRR!!!!!” Panggil Siwon sekuat tenaga dan membuat pintu itu langsung dibuka paksa dari luar.

“Siwon!! Kyunnie!!!” Seru beberapa hyungnya yang memaksa masuk kesana karena panggilannya.

“Hyung!!! kyuhyun!! Kyuhyun dia,dia tidak bergerak, panggilkan dokter, kumohon, hyung!!!”

Donghae dan Ryeowook langsung berlari keluar untuk membawa dokter Lee kembali kesana sedangkan hyung yang lain langsung masuk kedalam dan mengamati keadaan Kyuhyun.

Badan namja cantik itu sudah diselimuti dengan baik tanpa Siwon tahu mereka semua sudah menyelesaikan pekerjaan mereka saat keduanya sedang berada didunia mereka sendiri sambil mengucapkan cinta satu sama lain.

“Si-wonnie..” Panggil Heechul ragu.

“Kyuhyun tidak menjawabku, hyuung!! Padahal baru saja dia bilang mencintaiku, baru saja hyung!! untuk pertama kalinya..bagaimana ini hyung~”

Siwon menangis sesungguhnya tanpa peduli wajahnya yang tampan penuh airmata dan terlihat sangat lusuh namun tetap tampan dimata mereka semua.

“Siwon tenanglah…dokter segera datang.” Ucap Leeteuk menenangkan dongsaengnya.

“Hyung!! Bagaimana caranya? Bagaimana aku sendiri?? Bayi kami hyung~” Tanya Siwon dengan wajah sedih yang memelas.

Dan saat Heechul ingin mengatakan sesuatu untuk menenangkan dongsaeng tampannya itu tiba-tiba saja pintu ruangan itu dibuka dari luar dengan paksa.

Menampilkan Dokter Lee yang terlihat bingung dengan Ryeowook dan Donghae dengan wajah khawatir mereka.

“Sebaiknya kita keluar.” Ucap Leeteuk pada anak buahnya itu.

Namun tidak ada satu pun yang beranjak mengikutinya hingga membuatnya mengeluarkan kembali tatapan tajamnya sekali lagi pada namja-nama keras kepala itu. Dengan berat hati mereka mengikuti Leeteuk dengan wajah yang ditundukkan.

Tapi tentu saja ada yang tidak pernah mendengar perkataan orang lain yang menyuruhnya bahkan namjachingunya sendiri. Heechul tidak ingin beranjak sedikit pun dari tempatnya walau Hankyung sudah mengajaknya keluar.

Dan akhirnya dokter Lee segera melihat keadaan Kyuhyun yang tidak bergerak sama sekali itu dalam dekapan Siwon.

Namja tampan itu masih memeluk huswife cantiknya dengan erat dan airmata yang berlinang sampai Dokter Lee menyuruhnya untuk menidurkan Kyuhyun kembali ketempatnya.

“Dok…” Panggil siwon putus asa.

“Tenang dulu, siwon-ssi.” Jawab Dokter Lee serius lalu melakukan pekerjaannya pada kyuhyun.

Dokter paruh baya itu memeriksa keadaan pasiennya dengan teliti lalu perlahan memakaikan masker oksigen pada Kyuhyun dan mengatur tensinya. Kemudian segera berbalik melihat dua namja tampan didepannya yang masih menahan nafas mereka.

“Dia hanya pingsan. Kelelahan.”

“Mwoooooo!!!”

Siwon dan heechul tanpa sengaja berseru dengan suara lantang pendengar perkataan dokter lee yang sangan biasa dan tenang-tenang saja.

“Iya, dia kelelahan, badan dan pikirannya yang ditahan saat operasi dimulai. Jadi jangan khawatir. Dia baik-baik saja.”

“Dok…” Panggil siwon kemudian.

“Dia baik-baik saja, siwon-ssi. Sangat baik. Kau hanya perlu menunggunya sadar.”

“La-lalu, kenapa itu dipasang??” Tanya Heechul sambil melihat alat oksigen itu.

“Ohh, itu hanya untuk mengatur pernafasannya dan membuatnya sedikit lebih tenang.”

“Mmmm..” Heechul menganggukkan kepalanya sambil meneliti wajah pucat Kyuhyun yang memang seperti tertidur dengan nyamannya.

Lalu namja cantik itu langsung berpaling melihat dongsaeng tampannya dengan wajah datar kemudian tanpa aba-aba Heechul menjitak kepala Siwon dengan kesal.

“Aiishh,,appoo!!” Ringis Siwon kesakitan.

“Kau ingin aku cepat tua!! Pabbo!!”

Heechul segera keluar dari ruangan itu dengan hembusan nafas lega tanpa dilihat Siwon dan dokter Kyuhyun yang kembali melihat keadaan namja cantik itu.

“Dia akan segera dipindahkan, kau bisa menunggunya diruangan.” Ucap dokter itu kemudian. “Sebelum itu, lihatlah bayi kalian, sepertinya dia kesepian.” Lanjut Dokter lee membuat Siwon tersentak dari tatapannya pada Kyuhyun.

“Ohh, a-aku, i-iya dok, terima kasih.”

Dokter lee hanya bisa menganggukkan kepalanya dan segera keluar dari ruangan itu sementara Siwon segera mendekati Kyuhyun dan menatapnya dengan penuh cinta.

“Istirahatlah sebentar, kau pasti sangat lelah ne?” Tanya Siwon pada huswifenya. “Tapi, jangan lama-lama baby, aku menunggumu. Dia juga ingin dipelukanmu, jadi cepatlah kembali. I love you. I love you, my love.”

Siwon berbisik sambil menahan perasaannya agar tidak menangis lagi setelah menyadari bahwa Kyuhyunnya baik-baik saja dan akan segera kembali padanya.

Kemudian setelah mengecup kening huswife cantiknya penuh sayang namja tampan itu pun keluar dari sana untuk melihat bayi mereka seperti yang dikatakan dokter Lee. Karena sejujurnya Siwon sedikit melupakan bayi itu sesaat setelah Kyuhyun menutup matanya.

Bahkan mereka benar-benar belum melihat bayi itu dari dekat apalagi memeluknya seperti yang selalu mereka inginkan saat dia lahir kedunia ini. Siwon terlalu larut dalam pikirannya yang kacau memikirkan Kyuhyun akan meninggalkannya untuk selamanya.

Tapi sekarang namja tampan itu sudah tenang dengan keadaan Kyuhyun hingga kakinya pun melangkah dengan ringan keluar dari ruangan itu menuju kamar bayi yang tidak jauh dari sana.

Saat keluar Siwon menyadari betapa sunyinya lorong rumah sakit itu apalagi didepan kamar Kyuhyun yang dia tahu pasti bertahta para hyungnya.

Namun saat kamar bayi sudah tidak jauh didepannya barulah Siwon tahu bahwa hyung-hyungnya sudah berpindah tempat dari kamar Kyuhyun ke kamar bayi mereka.

Beberapa dari mereka bahkan terlihat tertempel didinding kaca kamar bayi itu dengan wajah yang menempel sepenuhnya disana. Sedangkan beberapa yang lain hanya duduk dikursi tunggu disana.

“Hyung…” Panggil siwon mendekati mereka.

“Ahh, siwonnie, syukurlah kyuhyun baik-baik saja.” Leeteuk langsung berdiri menyambut dongsaengnya.

“Ne, hyung…dia hanya kelelahan.”

“Nah, kau datang kan? Ayo ambil dia! Suster jelek itu tidak menginginkan kami masuk kesana.” Ucap Heechul dengan kekesalan yang nampak jelas diwajahnya.

“Iya, kami dilarang masuk.” Ryeowook setuju sambil melepaskan wajahnya dijendela kaca itu.

“Cepatlah Siwonnie!! Kami ingin melihatnya.” Jawab Donghae juga melakukan yang sama.

“Ahh, mianhae hyung membuat kalian menunggu lama.” Jawab Siwon menundukkan kepalanya sekilas.

“Tidak apa-apa, yang ditunggu biasanya precious.’ Sungmin berkata dengan senyuman polosnya.

Siwon hanya bisa tersenyum senang melihat para hyungnya yang begitu perhatian terhadapnya dan Kyuhyun. Kemudian ia pun segera mengetuk pintu itu sambil melihat kedalam melalui jendela kaca itu.

Suster yang didalam menjaga bayinya dan bayi-bayi lainnya segera mengamati wajah Siwon yang dikiranya namja-namja tadi. Detik selanjutnya yeoja cantik itu langsung membuka pintu putih itu dengan senyum ramah melingkar dibibirnya.

Heechul, Sungmin dan KangIn terpaksa mendecak kesal melihat perubahan sikap yeoja itu yang sangatlah berbeda terhadap mereka.

Mereka melihat Siwon berbicara sebentar sebelum akhirnya namja tampan itu dibawa kelorong kecil diantara bayi-bayi yang ada disana hingga sampai disudut ruangan yang tidak jauh dari jendela.

Disana didalam box khusus bayi terdapat malaikat kecil yang sedang tertidur dengan lelapnya. Bisa terlihat dari wajahnya yang damai dan menyiratkan senyuman tipis jika Siwon tidak salah melihat.

Bayi mungil itu terbalut kain merah muda yang sangat bisa memberi penjelasan tentang jenis kelaminnya yang dirahasiakan Siwon dan Kyuhyun. Ya…bayi mereka seorang princess.

Siwon menatap bayi perempuan yang putih bersih itu dengan tatapan takjub dan penuh dengan cinta yang dimilikinya untuk permata hatinya dan Kyuhyun itu.

Hadiah terindah yang sudah dititipkan untuknya lewat Kyuhyun akan menjadi hal yang paling berharga dalam hidupnya setelah belahan jiwanya Choi Kyuhyun.

“Siwon cepatlah keluar!!!” Teriak Heechul dengan geram walau Siwon tidak bisa mendengarnya.

Namun seperti mendengar teriakan hyungnya diluar namja tampan itu segera meraih bayi mungil itu secara perlahan sampai tiba dalam dekapannya yang hangat. Tanpa disadarinya airmata Siwon kembali mengalir disudut mata dengan sendirinya karena perasaan bahagia yang dirasakannya itu.

“My treasure.” Gumamnya pelan lalu mengecup kening bayi mungil itu penuh sayang sambil memejamkan matanya.

Dan butiran Kristal itu pun mengalir bebas jatuh diatas pipi bulat putih merona milik bayi kecilnya hingga mata kecil itu pun terbuka secara perlahan dan langsung menatapnya.

Walau tatapan seorang bayi belum bisa menangkap apapun, tapi Siwon yakin bayi itu melihatnya hingga namja tampan itu tertawa kecil melihat wajah mungil nan menggemaskan didepannya itu.

“My baby~” Ucap Siwon sambil mendekap bayi itu kepelukannya sekali lagi.

“Choi siwonnnn!!!!!”

Dhuk, dhuk, dhuk, dhuk!!

Kali ini, jendela kaca itu menjadi sasaran amukan namja-namja yang berada diluar dengan kesabaran yang sudah melewati batas.

Suara gaduh akibat perbuatan mereka otomatis membuat beberapa bayi yang ada disana bergerak tidak nyaman. Detik itu juga suster didalam sana melayangkan tatapan tajamnya pada namja tampan diluar yang merasa tidak bersalah.

Sementara itu Siwon langsung meminta maaf pada yeoja cantik itu dan keluar darisana membawa serta bayi kecilnya dalam pelukan.

“Omoooo~” Teriak Donghae, Ryeowook, Hyukjae, dan Sungmin bersamaan saat Siwon sudah diluar ruangan itu.

“Princess kan? Dia princess kan?? Tebakanku benar.” Heechul langsung mendekati Siwon dengan wajah berbinar bahagia.

“Kenapa kau tau hyung??” Tanya Donghae penasaran.

“Kau tidak lihat sikap si jelek itu? Semua meneriakkan yeoja” Kata heechul dengan bangganya.

“Boleh aku menggendongnya??” Leeteuk yang sedari tadi memperhatikan akhirnya membuka suara.

“Tentu saja, the First uncle.” Siwon tersenyum lembut dan mendekati hyung kesayangannya.

“Ahjusshi..” Ralat Heechul.

Namja lembut keibuan itu tidak peduli apa yang dikatakan Heechul karena bayi mungil itu kini berada dalam dekapannya. Leeteuk menimang bayi itu dengan perlahan dengan mata yang berkaca-kaca sampai KangIn mendekatinya dan memeluk pinggangnya dengan erat.

“Dia sangat cantik.” Ucap Leeteuk melihat KangIn yang hanya menganggukkan kepalanya.

“Tentu saja sepertiku.” Celutuk Heechul percaya diri membuat mereka memutar bola mata dengan malas. “Sini-sini, aku juga mau.”

Namja cantik itu langsung mendekati Teuki hyung dan mengulurkan kedua tangannya hingga hyungnya itu bisa menyerahkan bayi itu secara perlahan.

“Hannie, hannie, dia berkedip!! Lihatlah!!” Heechul langsung memamerkan bayi itu pada namjachingunya.

“Dia seperti kyunnie.” Hankyung menatap wajah bulat putih itu dengan seksama.

“Hyungg!! Aku juga mau~~”

Kali ini giliran Donghae yang menggendong bayi cantik itu bersama namjachingunya Hyukjae yang menatap bayi kecil itu dengan kening berkerut.

“Pipinya seperti mochi.” Gumam Hyukjae dengan wajah serius.

“Jadi lapar…” Sambung Shindong.

Setelah itu Ryeowook langsung mengambil gilirannya dan mendekap bayi itu kedadanya sambil menangis terharu sampai Yesung mendekat dan menenangkannya.

“Kyunnie pasti akan bahagia.” Ucapnya sangat yakin membuat Siwon tersenyum tulus melihatnya.

Tak berapa lama mereka berbincang-bincang mengagumi malaikat kecil kebahagiaan Siwon dan Kyuhyun itu, tiba-tiba saja dua namja paruh baya menghampiri mereka dengan nafas terburu-buru dan putus-putus.

“Appa!!” Siwon terkejut melihat kedua namja itu yang merupakan appanya dan appa Kyuhyun yang seperti kelelahan.

“Ka-kami..bu-buru-buru kemari.” Jawab appa Choi sambil mengatur nafasnya.

“A-apa Kyunnie baik-bai..”

“Kyunnie baik appa” Siwon langsung menjawab dengan senyum manisnya.

“Lalu cucu kami??” Tanya keduanya bersamaan membuat Siwon terdiam.

Namun Ryeowook yang mendekatinya bersama putrinya membuatnya tersadar kembali dan segera mengambil bayi itu lalu mendekatkannya pada kedua Harabeoji-nya yang masih belum tenang.

“Dia perempuan.”

“Sangat cantik…”

“Boleh kami menggendongnya??” Tanya keduanya bersamaan kembali membuat Siwon terdiam.

“Ohh, tentu saja.” Jawabnya setelah lama tersadar.

“Appa dulu..” Ucap appa Choi tiba-tiba.

“Appa dulu…” Sambung appa cho tidak mau kalah.

“Aku dulu, hey..” Bantah appa choi melihat sahabatnya.

“Aku appa-nya Kyunnie.”

“Aku juga appa-nya Kyunnie.”

“Aiiishh, kalian gendong saja sama-sama!!!” Protes Heechul kesal melihat tingkah namja tua itu.

Siwon tidak tahu harus menyerahkan bayinya pada siapa kerana dua-duanya sama pentingnya untuknya dan kyuhyun. Dan keduanya itu juga harabeoji yang hanya dimiliki putri kecilnya nanti.

“Appa-appa~ ayo duduk disini.” Ucap Leeteuk tiba-tiba.

Appa-appa itu pun segera patuh tanpa banyak bertanya dengan duduk dikursi tunggu yang ditunjuk Leeteuk pada mereka lalu duduk berdampingan.

“Kalian pasti capek.” Ucap kangIn memecah suasana canggung itu.

“Kami baru tiba dari New York” Jawab appa Choi sambil mengangguk.

Leeteuk tidak menjawab apa-apa lagi sambil berjalan mendekati Siwon dan perlahan mengambil bayi itu dalam pelukannya. Lalu namja cantik itu kembali pada kedua appa yang menatapnya dengan wajah bingung.

Namja cantik itu langsung saja menurunkan bayi kecil itu dihadapan kedua appa yang semakin bingung itu tanpa kata-kata. Begitu hampir sampai dipangkuan mereka, keduanya pun mengangkat kedua tangan dan menerima bayi itu diatas pangkuan mereka dengan masing-masing mendepatkan setengah dari bayi keci itu.

Dengan begitu, walau tidak sepenuhnya tapi keduanya memegang putri kecil itu bersamaan diatas pangkuan mereka.

“Adil kan?” Tanya Leeteuk tersenyum menampilkan kedua lesung bibirnya yang imut.

Siwon langsung menganggukkan kepalanya penuh semangat sementara namja tampan yang lainnya hanya bisa menahan tawa mereka melihat kedua appa itu yang kehilangan kata-kata.

Namun saat bayi kecil itu menggeliat dalam pangkuan mereka, keduanya sama-sama langsung menatap malaikat kecil yang sangat cantik itu. Keduanya pun ikut tersenyum penuh kebahagiaan sambil menatap satu sama lain tanpa kata.

“Like a lover” Ucap heechul dengan wajah datarnya membuat Leeteuk menjitaknya pelan.

Lalu kedua harabeoji itu pun mengajak bicara bayi yang berumur beberapa jam itu sambil menjanjikan segala macam hadiah yang akan mereka berikan padanya nanti. Siwon dan hyung-hyungnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka membayangkan janji itu pasti akan terpenuhi.

“Appa, aku akan menemani Kyunnie. Nanti aku kembali.” Ucap Siwon tiba-tiba lalu segera pergi dari sana membuat mereka tidak sempat menjawabnya.

Namja tampan itu tiba-tiba merindukan belahan jiwanya itu ada disampingnya untuk memeluknya dengan erat. Hingga membuatnya langsung berlari menuju ruang inap Kyuhyun yang sudah disiapkan sedari tadi.

Begitu sampai disana Siwon segera mendekati ranjang putih didalam ruangan itu dengan Kyuhyun masih terlelap diatasnya.

“Baby…”Panggil Siwon pelan. “I miss you.”

Siwon duduk dikursi disebelah kanan Kyuhyun dan mengambil tangan lentik itu dalam genggamannya lalu sesekali ia memberikan tangan cantik itu kecupan yang sangat lembut tepat diatas jari manis Kyuhyun.

“Baby, kapan kau bangun?” Tanya Siwon tidak sabaran.

Namun jawabannya ada dipintu yang dibuka perlahan dan menampilkan Leeteuk hyungnya yang membawa bayi mereka kesana. Dibelakangnya masuk satu-persatu namja tampan hyungnya itu dan ditutup kedua appa-nya.

“Dia sudah minum susu.” Ucap Leeteuk senang.

Sepertinya mereka sangat menyukai putri kecilnya hingga tidak ada satupun yang beranjak dari dekat putri kecil itu.

“Ahh, kau melupakan hal yang penting Siwon!!” Ucap Sungmin tiba-tiba.

Dan semua mata langsung tertuju padanya hingga membuatnya salah tingkah dan beringsut dibelakang Shindong.

“Putri kecil itu tidak ada namanya.” Gumam Sungmin akhirnya dan serentak wajah mereka kembali berpaling melihat siwon dengan tatapan menyalahkan.

“Mwooo?? Aku tidak tahu, kami lupa.” Siwon menatap para hyungnya dengan tatapan memelas anak kucing dibuang.

“Pabbo!!”

“Lalu kami panggil siapa??”

“Princess?”

“Putri kecil?”

“Pumpkin?”

“Strawberry??”

“Cherry??”
“Bulberry??”

“Chocoberry?”

“Blueberry?”

“Berry-berry?”

Dan nama-nama aneh lainpun bermunculan seiring namja-namja tampan itu mengeluarkan pendapat aneh mereka yang tidak satupun layak pakai. Sampai tiba-tiba Heechul berteriak menyuruh mereka semua diam.

“Jangan ribut!!” desisnya tajam.

“Malah kau yang ribut!!” Ucap Leeteuk menjitaknya pelan.

“Aiiish!! Aku yang akan beri nama.!!”

“Mwooo???”

“Jangan membantah!!!” Seru Heechul dengan wajah serius.

Siwon dan Hankyung yang saling bertatapan hanya bisa tersenyum menenangkan lalu melihat para namja yang masih terdiam disana dengan menganggukkan kepalanya.

Dan saat itu juga tiba-tiba tangan Kyuhyun yang ada didalam genggaman Siwon bergerak perlahan hingga membuat namja tampan itu terperanjat.

“B-BABY!!”

“Kyunnie?!!?”

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun sambil mencoba membuka mata sepenuhnya.

Namun karna sudah terlalu lama terpejam Kyuhyun harus menyesuaikan pandangannya dengan cahaya yang ada diruangan itu.

“Baby, kau bangun?” Tanya Siwon penuh harap.

Dan kali ini Kyuhyun benar-benar menatapnya dengan mata bulat cantiknya yang berkejap beberapa kali.

“Selamat datang kembali, my love. Gomawo, jeongmal gomawo.”

Siwon langsung membenamkan wajahnya disisi wajah Kyuhyun sambil melingkarkan lengannya memeluk huswifenya itu dengan lembut.

Walau belum sadar sepenuhnya tapi sepertinya Kyuhyun tahu bahwa Siwonnya sedang menahan tangis. Hingga tangannya pun terulur perlahan membelai kepala suaminya itu untuk menenangkan.

“Aku disini, Siwonnie. Aku disini.” Bisik Kyuhyun lembut.

Para namja yang ada disana pun membiarkan moment itu untuk sementara apalagi mereka tahu sebenarnya Siwon sangat khawatir pada Kyuhyun, walau bisa menyembunyikannya dengan baik.

Tapi sepertinya bayi kecil yang ada didekapan Heechul sudah tidak menunggu lagi hingga tangisnya pun pecah mengisi ruangan yang sepi itu.

Kyuhyun yang tersentak kaget langsung melihat ke arah suara itu berada dan barulah kyuhyun sadar bahwa diruangan itu bukan hanya mereka saja. Semua hyung-hyungnya dan bahkan kedua appa-nya juga berada disana.

Saat itu Siwon yang sudah bisa mengendalikan perasaannya langsung mengangkat kepalanya melihat Kyuhyun. Tanpa aba-aba namja tampan itu langsung memberikan kecupan manis dibibir pucat huswifenya itu.

Untuk beberapa saat Kyuhyun hanya terdiam membeku saat bibir mereka bertemu namun detik selanjutnya namja cantik itu langsung membalas ciuman manis dan lembut itu dengan penuh kerinduan yang selama ini disimpan didasar hatinya.

Keduanya menikmati ciuman mereka yang manis dan penuh cinta hingga beberapa menit kemudian sampai yang melihatnya harus memalingkan wajah mereka yang ikut merona.

Namun tangisan bayi mereka untuk yang kedua kalinya membuat keduanya langsung menjauh dengan pipi yang juga merona. Sepertinya mereka berdua sama-sama melupakan semua orang yang ada disana.

“Kalian ini…” Gerutu Appa choi sambil menggelengkan kepalanya membuat yang lain tertawa cekikikan melihat wajah Siwon dan Kyuhyun yang semakin merona.

“Dia juga merindukanmu, pabbo!!” Kata Heechul sambil mendekati ranjang Kyuhyun lalu menyerahkan bayi itu pada Siwon.

Dengan senyum penuh kebahagiaan Siwon meletakkan bayi perempuan itu dilengan kyuhyun untuk pertama kalinya. Dan untuk pertama kalinya juga semua kata yang ingin diucapkan Kyuhyun langsung tercekat ditenggerokan begitu melihat wajah cantik putrinya itu.

Tidak ada kata yang bisa menggambarkan kebahagiaannya untuk hadiah terindah yang sudah Dititipkan untuknya dan Siwon. Buah cintanya. Permata dalam hidupnya.

“H-hyung~” Panggil Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca.

“She’s beautiful.” Siwon tersenyum menenangkannya.

“She’s your princess.”

“Our princess, our love. Thank you, really thank you, My love.”

Siwon kembali mengecup kening Kyuhyun penuh sayang hingga airmata Kyuhyun jatuh mengalir dipipi kirinya. Sekali lagi airmata itu mengenai wajah chubby putri cantik mereka hingga bayi kecil itu bergerak sendiri menyeruakkan wajahnya semakin dekat dengan mommy-nya.

Dan kyuhyun pun mengecup kening putri tercintanya untuk pertama kalinya sejak bayi itu datang kepelukannya.

“Dia tahu siapa mommy-nya.” Ucap Sungmin tiba-tiba membuat Kyuhyun langsung melihatnya.

“Waeyo?? Memang benarkan?” Tanya Sungmin dengan wajah polosnya.

Seketika pipi Kyuhyun kembali merona mendengar panggilannya kini semakin nyata bila diucapkan seperti itu.

“Jiahahahaha..dia merona. Kyeopta~” Seru Hyukjae kegirangan melihat Kyuhyun.

Namun detik itu juga mereka terbelalak tidak percaya saat Kyuhyun melayangkan death glarenya yang mematikan sebagai bentuk protes sudah menggodanya.

“Dia sudah pintar, Siwonnie.” Kata Heechul tidak percaya.

“Dia memang selalu pintar, hyung.” Siwon memberikan senyuman manisnya yang meyakinkan membuat Heechul menatapnya tajam.

“Hyung!!!” Protes Kyuhyun dengan pout dibibirnya.

“Ohmygod!!! Kyunnieeeee!!” Teriak Ryeowook tiba-tiba membuat semua yang disana menatapnya. “Dia sudah kembali, itu kyunnie yang ku kenal.” Jelasnya kemudian.

“Dia selalu ada disini, tetapi sebagian hatinya selalu menahannya.” Ucap dokter Lee tiba-tiba saja masuk ke ruangan itu.

“Iya, karna dia tidak percaya kami.” Jawab Leeteuk yang sedari tadi diam mengamati.

“Pabboya!! Kami semua menyayangimu!!” Seru Heechul dengan mulutnya yang mengerucut. “Termasuk si kecil itu.”

“Ahh…aku penasaran, dari tadi dia dipanggil si kecil! Namanya siapa, Kyunnie??” Tanya Donghae mengalihkan suasana.

“Hoo~namanya…hyung…” Kyuhyun melihat Siwon dengan wajah blank.

“Kalian tidak punya namanya?? Apa yang kalian lakukan??” Tanya Appa Cho tidak percaya.

“Mereka memang abal.” Jawab heechul asal. “Aku akan menamainya…”

“Tidaaak!!”

“Diamlah!!”

“Jangan hyung!!”

“Diam monkey!!”

“Namanya…”

“Tidaaaaaaaak!!!”

“Choi Hyunnie.”

“Noooooo~”

“Oh!”

Semua yang ada disana menganggukkan kepala mereka setuju namun detik selanjutnya mereka sama-sama menatap heechul dengan pandangan bertanya.

“Hyu-nnie??”

“Darimana asalnya?”

“Bagus sih…”

“Hyung jangan ngarang.”

“0(nol) dapatnya”

“Berissiiik!!!! Kalian diamlah.” Heechul sudah tidak sabar.

“Hyung~ jangan teriak-teriak.” Protes kyuhyun sambil memeluk bayinya yang tidak tenang.

“Owh, mian. Mereka yang gila.” Heechul kembali mendekati kyuhyun dan mengambil bayi itu bersamanya.

“Choi Hyunnie, our princess.” Gumamnya pelan sambil menatap mata bulat coklat itu yang juga sedang menatapnya.

“Hyunnie itu dari Kyuhyun, kalau kyunnie kita panggil mommy-nya, hyunnie kita panggil anaknya, cocok kan??”

“Mwoooooo?!?!”

“Jangan berisik!! Nanti dia nangis!!” Ucap Heechul tajam membuat yang lainnya langsung terdiam.

“Dan tidak ada yang boleh protes. Titik!!” Lanjut namja cantik itu lagi sambil melempar tatapan tajamnya untuk semua namja yang ada disana termasuk kedua appa Choi dan Cho.

“Choi Hyunnie”

“Si kecil Hyunnie”

Heechul melihat semua namja yang ada disana dengan senyuman liciknya yang tidak bisa dibantahkan. Namun kemudian senyuman itu kembali melembut saat bayi dipelukannya semakin menyeruakkan wajah kedadanya

“Ahahaha..dia setuju, dia setuju hannie..” seru Heechul senang sambil menghambur kepelukan hankyung.

Siwon dan Kyuhyun kehilangan kata-kata mereka melihat hyung cantik bin anehnya itu. Semua orang pasti akan bertanya anak siapa itu, tapi demi keamanan dan kenyamanan bersama biarlah seperti ini saja.

Namja tampan itu hanya bisa tersenyum manis melihat huswifenya yang masih terlihat sangat pucat namun tetap saja memesona dimatanya. Namja tampan itu membelai dengan lembut pipi chubby Kyuhyun yang perlahan menampakkan warna pink lembut disana.

“I love you.” Bisik Siwon.

“I…I love you too.” Jawab Kyuhyun juga berupa bisikan.

Namun detik selanjutnya namja cantik itu langsung menenggelamkan wajahnya kedalam leher Siwon dengan senyuman bahagia melingkar indah dibibirnya.

**

Sejak hari itu kehidupan Siwon berubah drastis kerana Kyuhyun yang biasanya selalu diam disampingnya kini terlihat lebih cerewet dari biasanya.

Sejak pulang dari rumah sakit setelah operasi yang membuatnya harus istirahat sementara, Namja cantik itu akan langsung menegur Siwon jika ia salah dalam menggendong Hyunnie, atau pun tidak seperti yang diinginkanya saat Hyunnie dipakaikan baju.

Kerana dirinya tidak bisa atau belum bisa bergerak terlalu banyak, urusan Hyunnie sepenuhnya ada pada Siwon, kecuali saat namja tampan itu ke kantor dan Hyunnie dijaga baby sitternya disamping Kyuhyun.

Secara perlahan Kyuhyun belajar menjadi mommy yang dibutuhkan Hyunnie, menjaganya menyayanginya, mendidiknya seperti sebagaimana seharusnya. Dengan Siwon yang selalu disampingnya membuat semua hal baru yang dijalani kyuhyun terasa lebih indah.

Sejak Hyunnie bisa berjalan Kyuhyun pun kembali ke kantor untuk bekerja seperti sebelumnya. Namun bedanya setiap hari putri kecilnya selalu mengiringi disisinya atau disisi Siwonnya.

Namun yang sering terjadi princess mereka sering menghabiskan waktu bersama uncle-uncle-nya yang tampan diruangan mereka. Tetapi dengan syarat pekerjaan mereka sudah terselesaikan dengan baik.

Seperti itulah perubahan semua hidup mereka semenjak putri kecil itu mengisi hari-hari mereka sampai beberapa tahun kemudian.

End of Flashback.

Sampai hari ini…

“Ayo bangun, Hyunnie pasti sudah menunggu.” Ucap Kyuhyun mengalihkan suasana hati Siwon.

Namja tampan suaminya itu pun segera bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi setelah mengecup bibirnya sekilas.

Dan beberapa saat kemudian.

Di salah satu perusahaan terbesar yang ada di Seoul, terlihat dari loby depan mobil mewah Siwon berhenti dengan perlahan dan menampakkan namja tampan itu yang turun darisana. Kemudian beralih ke pintu satu lagi dan membukanya agar penumpang didalamnya bisa ikut turun juga.

Dan yang nampak disana hanyalah sebelah kaki putih yang kecil dengan kaos kaki berenda putih yang hampir sampai kelututnya. Sedangkan pemiliknya masih bertahta dipangkuan mommy-nya tercinta yang sedang memperbaiki pita dirambutnya.

“Thank cuu, mommy~” Ucap putri kecil itu sambil mendongak lalu mengecup pipi mommy-nya cepat.

Lalu putri kecil yang bernama Choi Hyunnie itu pun segera menyambut uluran tangan daddy-nya yang sedari tadi sudah menunggunya untuk keluar.

Putri kecil Choi yang berusia 4 tahun lebih 3 bulan itu terlihat sangat menggemaskan dengan mini dress hitam bercampur krem. Dengan bunga pita rambut warna senada yang bertahta diatas rambutnya yang sewarna dengan mommy-nya. Coklat brown.

hyunnie

“Thank cuu, daddy.” Ucapnya lagi sambil berbalik berdiri menghadap mommynya yang masih di mobil.

Siwon daddy-nya hanya mengedipkan kedua matanya sebagai jawaban lalu kemudian melanjutkan tugasnya dengan mengulurkan tangannya sekali lagi.

Dan kali ini nampaklah tangan lentik yang putih menyambut uluran tangannya sambil menggenggamnya dengan erat. Kyuhyun keluar dari mobil mereka dengan senyum manis merekah dibibirnya menatap wajah tampan Siwon didepannya.

“Thank you.” Bisiknya dan mendapat kecupan dihidungnya sebagai balasan.

“Whaat?? Hyunnie too!! Tiss me too, daddy tiss me too”

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya saat Siwon menunduk dengan patuh untuk mengecup ujung hidung kecil putri cantiknya itu. Sementara Hyunnie memberinya senyuman garing penuh kemenangan.

“Ayo masuk…” Ajak Siwon sambil melingkarkan tangannya dipinggang Kyuhyun dan tangan lentik Kyuhyun langsung digenggam Hyunnie dengan cepat.

Dan mereka bertiga pun memasuki perusahaan besar yang sudah lama dijalankan Siwon bersama para hyungnya. Dengan semua karyawan yang sudah mendekati untuk melihat mereka.

Siwon dan Kyuhyun berjalan sebagaimana Direktur perusahaan itu sementara putri mereka berjalan bagai naik kereta kencana dengan melambaikan tangan kepada rakyatnya seperti seorang putri.

Kyuhyun harus memutar bola matanya melihat putri kesayangannya yang memang selalu dinantikan para karyawan disana.

“Hyunnie~~” Panggilnya mengingatkan.

“Yesh mommy…” Jawab Hyunnie tidak merubah apa yang sedang dilakukannya.

“Jan…”

“Hyuunnie babyyyyy~~” Panggilan seseorang dari dalam ruangan membuat kata-kata kyuhyun terhenti seketika.

“Oppaaaa~~~”

Hyunnie langsung melepas genggamannya dan berlari ke depan dengan riangnya yang membuat rambut coklat brown sepinggangnya menari seiring dengan langkahnya.

“Hyung, kenapa panggilannya seperti itu??”

“Hyung-hyung yang mengajarinya, baby.”

“Aiiish!!”

“Jangan menggerutu dipagi hari, kebahagiaanmu juga akan menggerutu.” Kata Heechul tiba-tiba dibelakang mereka.

“Pagi hyungs…” Sapa Siwon pada hyung cantik dan kekasihnya itu.

“Tidak ada peribahasa seperti itu.” Protes Kyuhyun.

“Pagi siwonnie, pagi jelek, mana ponakanku yang cantik??” Tanya Heechul tidak peduli.

Tidak jauh dari mereka nampaklah Hyunnie sudah berada dalam gendongan Donghae beserta hyung-hyung mereka yang lain mengelilinginya.

“Baiklah, bye!!” Kata namja cantik itu meninggalkan mereka berdua padahal keduanya belum menjawab pertanyaannya.

“Apa kabar kalian?” Tanya Hankyung setelah Heechul pergi.

“Baik hyung, apa hyung baik saja bersama nenek sihir itu?” Kyuhyun balik bertanya dengan wajah polos dan penasarannya.

“Ahhahaha, hyung baik kyu. Nenek sihir itu tidak jahat.” Hankyung tersenyum manis menanggapi mulut tajam dongsaengnya itu yang semakin terlihat daripada dulu.

“Iya, karna tanduknya belum keluar.”

“Baby~” Panggil Siwon tidak setuju dan mendapatkan pout imut sebagai balasannya.

Hankyung hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya pada Siwon sebagai protes tidak ingin dibantah. Apalagi saat Siwon dengan gampangnya mengecup sekilas bibir Kyuhyun yang mengerucut imut itu.

“Direktur, apapun boleh.” Gumam Hankyung lalu meninggalkan mereka yang mulai berdebat kecil karna protes Kyuhyun.

Namja cantik itu tentu tidak terima bila dikecup didaerah terbuka seperti itu apalagi didepan karyawan mereka yang kini sedang menatap dengan tatapan takjub sekaligus iri.

Siwon yang tidak peduli apapun hanya menarik pinggang tidak seberapa langsing itu mendekat padanya lalu kemballi berjalan bersama menuju ruangannya.

Sejak Kyuhyun kembali ke kantor namja cantik itu sudah mendapat jabatan sebagai sekretaris Siwon agar namja cantik huswifenya itu bisa terus didekatnya bersama Hyunnie.

Sementara mereka menuju ruangan diatas, Hyunnie malah sibuk bersama uncle tampannya yang juga sibuk mencari perhatiannya menuju ruangan Donghae.

“Hyunnie, uncle bawain cake strawberry~.” Kata Ryeowook dengan riangnya.

“Aku juga mau Wookie.” Pinta Shindong berbinar-binar.

“Tidak boleh, ini untuk anak kecil!!”

“Tapi,.”

“Tak pa untle, bial Cyunnie kacih.” Kata Hyunnie langsung mengambil sepotong cake strawberry yang berwarna pink itu.

Shindong langsung mengatupkan kedua tangannya dengan senyum cerah sampai matanya menghilang karena terlalu senang akan menerima cake manis itu.

“Cyunnie kacih…”

Putri kecil itu berdiri didepan uncle-nya yang bertubuh subur itu lalu menyodorkan cake pink itu padanya tapi setelah membelah kue itu menjadi potongan paling kecil untuk Shindong.

Seketika tawa pecah diruangan Donghae sampai terdengar keluar saat melihat Shindong menerima potongan paling kecil dari cake tersebut dengan wajah hampir menangis.

“Enak tan untle??” Tanya Hyunnie sambil memasukkan cake ditangannya itu ke mulutnya.

“Enaak~~” Jawab Shindong sambil memakan kue itu dengan pasrah bersama cekikikan namja tampan lainnya.

Lalu hyunnie segera kembali ke meja tempat cake pinknya berada dan mengambil pisau ditangan Ryeowook tanpa bantahan. Kemudian dengan telaten putri kecil itu memotong cake pink itu menjadi beberapa potongan kecil yang sama besarnya.

“Tuk untle.” Ucapnya sambil melihat mereka semua.

Tanpa bantahan semua namja tampan itu mengambil potongan kecil itu dan segera memasukkan kue itu kemulut mereka sekali makan. Membuat putri kecil itu tersenyum dengan bangganya lalu kembali melihat cakenya.

“Eheee…Tuk mommy cama daddy.”

“Jiaaaaah…kenapa kami dapat kecil semua??” Tanya heechul akhirnya tidak tahan lagi.

“Cyunnie cayang mommy and daddy.”

“Tidak sayang sama kami??” Tanya Donghae dengan wajah sedihnya.

“Entu cyunnie cayang oppa~” Hyunnie langsung memeluk leher Donghae dengan erat.

“Mwoo?? Cuma ikan itu??”

“Unniee, angan libut, Cyunnie juga cayang unnie…Cyunnie cayang cemuanya~”

Hyunnie kembali melepas donghae yang dipanggilnya oppa dan mendekati Heechul yang sejak dia bisa berbicara sudah dipanggilnya dengan sebutan unnie. Unnie yang cantik seperti dirinya dan mommy-nya.

Namja tampan yang lain tidak bisa menahan cekikikan mereka melihat heechul yang langsung menuruti bocah kecil itu untuk tidak ribut. Apalagi Heechul hanya menganggukkan kepalanya pasrah saat putri kecil itu ingin duduk dipangkuannya.

“Monie ana? Boeji?” Tanya Hyunnie tiba-tiba.

“Mereka sibuk kerja.” Jawab Hyukjae mengerti siapa yang dimaksud putri kecil itu.

Selain appa Choi dan Appa cho Hyunnie memanggil Leeteuk dan KangIn sebagai Halmonie dan Harabeoji-nya karena semua yang dia punya hanya Harabeoji.

“Hey Hyunnie…” Panggil Sungmin kemudian.

“Ne, untle~”

“Dari semua kami, siapa yang paling tampan?”

“Ne?” Hyunnie memiringkan kepalanya tidak mengerti.

“Kami semua disini siapa yang paling tampan?” Ulang Hyukjae ikut tertarik.

“Hooo~aling campan…”

Hyunnie langsung mengedarkan pandangannya pada mereka semua sampai membuat semua unclenya itu merapikan pakaian dan rambut mereka.

“Mmm, aling campan dicini Daddy.”

“Mwooo??”

“Daddy tidak ada disini.”

“Api daddy yang campan, untle!!”

“Baiklah, yang paling baik?”

“Daddy~”

“Yang paling keren?”

“Daddy~~ evelithing ich daddy, untle!!” Hyunnie menjawab dengan kesal.

“Daddy complex.” Gumam Heechul membuat putri dipangkuannya itu langsung menaatapnya.

“Eheee, lalu siapa yang paling cantik? Mommy atau uncle?” Tanya Heechul dengan bangganya.

“Entu caja mommy, ciapa agi??” Jawab Hyunnie tanpa perlu memikirkannya dua kali.

“Ahahahaha, dia tidak perlu memikirkannya!!”

“Dia juga mommy complex hyung”

“Jangan coba-coba!!!”

“Diamlah!!!” Heechul melayangkan death glarenya pada mereka semua yang sengaja mengejeknya.

“Dan kau!! Pulang sana pada mommy-mu!!” Ucapnya sambil melihat Hyunnie.

“But, Cyunnie mau cama unnie, cyunnie mau dicini…” Ucap Hyunnie dengan wajah memelas dan mengerjapkan matanya sambil menatap Heechul.

Pandangan memelas dari dua mata bulat bak boneka itu tentu saja akan meluluhkan hati siapa saja jika melihatnya. Termasuk Heechul yang keras karena melihat mata itu sama saja seperti melihat mata bulat Kyuhyun sedang menatapnya.

“Aiiisshhhh!!!!! Terserah padamu!!”

“Oleeee~~~”

Hyunnie langsung berlarian disana dengan senangnya membuat mereka semua hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Sebentar lagi dia akan meminta mommy-nya, tenang saja.” Ucap Sungmin sambil beranjak keluar dari sana.

“Iya pasti.”

“Ohh, untle (uncle)”

“Ne?” Sungmin berhenti saat sudah membuka pintu.

“Mmm, tu…mmm…” Hyunnie terlihat ragu sambil memilin bawah bajunya.

“Waeyo~??” Tanya namja imut itu dengan lembutnya.

“Tcangmin-ci, tcangmin ci eodiga??”

“Mwoo??” Tanya mereka semua hampir bersamaan.

“Changmin, hyung…karyawan baru.” Donghae menjelaskan dengan tenangnya.

“Mwoooo? Untuk apa tanya dia??”

“Cyunnie tanya cajaa, unnieee~~” Hyunnie langsung meringkuk dalam pelukan Donghae yang terlihat biasa saja.

“Changmin, you die!!” Kata Heechul langsung berdiri dan menuju pintu.

“Andweeeee!!!” Teriak Hyunnie mengejar uncle/unnie-nya yang cantik itu membuat uncle-nya yang lain tertawa dengan riangnya melihat tingkah duo cantik beda usia itu.


Sementara itu diruangan direktur perusahaan itu terlihat Siwon yang duduk bersandar disofa dengan nyaman bersama Kyuhyun dalam pelukannya yang merebahkan kepala didadanya.

“Hyung, kenapa kerjamu seperti ini?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Gwaenchana…aku ingin seperti ini.” Siwon pun mengeratkan pelukannya.

“Dua hari kemudian perusahaan ini akan hancur.”

“Mwoo?? Jangan begitu!!” Protes Siwon sambil mengerucutkan bibirnya.

“Kenapa tidak?? Kau lihat hyung disana, mereka pasti sedang bermain. Dan kita…”

“Jangan khawatir…bukankah mereka bisa menjaganya dengan baik.” Ucap Siwon kembali menarik Kyuhyun yang sudah duduk tegak.

“Bukan itu!!”

“Tenang saja baby. Lali pula kita bisa lama-lama seperti ini kan?” Siwon langsung menarik dagu Kyuhyun mendekat padanya.

Bisa dipastikan detik selanjutnya kedua bibir mereka pun bersentuhan satu sama lain dengan lembutnya. Menyalurkan semua rasa cinta yang mereka punya kedalam ciuman manis nan lembut itu.

Setelah merasa cukup keduanya pun berhenti dan saling menatap tanpa menjauhkan wajah mereka satu sama lain. Siwon tidak bisa berhenti mengagumi kecantikan yang dimiliki Kyuhyunnya walau dia seorang namja.

Sementara dalam hati Kyuhyun berpikir bahwa seluruh kehidupannya sempurna hanya dengan memiliki Siwon dan putri mereka bersamanya. Walau dimata oranglain mereka berbeda, tapi cinta Siwon untuknya lebih berharga dari apa yang oranglain pikirkan.

“I love you, my heart Choi kyuhyun.”

“I do love you, my love Choi siwon.”

Sekali lagi bibir mereka bertemu untuk mengikat ikrar cinta mereka didalam sebuah ciuman manis dan penuh cinta untuk selamanya.

**

Dan kehidupan mereka pun terus berlanjut dengan penuh cinta dan kebahagiaan sampai tahun berikutnya.

Hingga tiba suatu hari dihari libur dirumah mereka yang selalu indah itu terlihat Siwon sedang bersantai bersama putrinya diteras belakang rumah, tiba-tiba saja dikejutkan dengan kehadiran Kyuhyun huswifenya yang sudah menangis tersedu.

“B-baby, waeyo?” Tanya namja cantik itu langsung panik dan berdiri didepan huswife cantiknya.

Putri kecilnya yang sudah berusia 5 tahun lebih itu langsung memeluk kaki jenjang mommynya juga dengan wajah khawatir.

“Mommy…”

“Baby, ada apa?” Tanya Siwon lagi sambil memeluk Kyuhyun untuk menenangkannya.

“Siwonnie~” Panggil Kyuhyun disela isakannya.

“Ne, my baby my love..”

“Siwonnie, hiks” Kyuhyun membenamkan wajah dileher Siwon dan kembali menangis dengan sedihnya.

“Ne, my love…Apa yang terjadi??”

“Kau…kau…kau tidak mencintaiku lagi, Siwonnie~”

“MWOOOO????” Siwon langsung melepas pelukannya dan melihat Kyuhyun tajam.

“Tidak ada cinta dimatamu, Siwonnie~”

“Darimana kata-kata itu baby? Kau tau aku sangat mencintamu” Ucap Siwon dengan wajah semakin kebingungan.

“Chullie hyung bilang~ hiks..kau lebih mencintai Hyunnie~”

“A-Ap…”

“Kau lebih mencintainya, siwonnie~”

Dan tangis Kyuhyun kembali terdengar lebih menyedihkan dari pertama kali membuat Siwon mematung dengan mulut yang terbuka.

“Ya ampun, mommy pabbo!!” Ucap Hyunnie tiba-tiba dengan menepuk kepalanya pasrah membuat Daddy-nya langsung menatapnya tajam.

“Kenapa pelcaya unnie evil itu, mommy~~” Keluh Hyunnie tidak sabaran.

Dan pernyataan putri semata wayangnya itu langsung membuat Siwon kembali melihat huswifenya yang kini menutup mata dengan kedua tangannya.

“My love, my baby, my heart…” Panggilnya sambil menarik tangan Kyuhyun dari wajah huswifenya itu. “Lihat aku.” Lanjutnya kemudian membuat Kyuhyun menatapnya dengan wajah yang basah penuh airmata.

“Aku mencintaimu lebih dari apapun didunia ini.” Siwon mengatakan itu dengan segenap perasaannya sambil menatap mata Kyuhyun dalam.

“Kau bohong, hyung~”

“Aku serius, baby”

“Jinjja??”

“Absolutely!!” Jawab Siwon tersenyum manis membalas tatapan penuh harap itu.

Dan jawaban sekaligus senyuman itu pun seketika membuat pipi pucat Kyuhyun merona dan senyum manis melingkar dibibir cantiknya.

“I love you~” Bisiknya lembut sambil memeluk Siwon dengan eratnya.

“I love you more.” Jawab Siwon membalas pelukan itu dengan sama eratnya.

Sementara Hyunnie yang terlupakan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mommy-nya yang berubah sejak 4 bulan belakangan ini.

“Selamatkan aku dari hormone kehamilan ini tuhan, sampai tiba waktunya nanti, Amiin”

Hati Siwon berbisik pasrah.

THE END.

**

Suatu hari 10 maret 2015, salah satu anakku datang padaku mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan..*plak

“Umma, boleh gak nama anaknya wonkyu nama aku??”

“Mwooo??”

Ahahahahaha…sebenarnya umma shock chagi, tapi ini menjadi suatu kebahagiaan bisa membuatmu bahagia dengan hal kecil seperti ini. Terima kasih sudah memintanya. ^^

Semoga ini memuaskan ne..

Kalo dipikir-pikir, sesekali anaknya bukan suho dan minho nggak apa-apa juga kan??

Eheee…

NYAHAHAHAHAHAHAA…
TERIMA KASIH SEMUANYAAAA..

INI AKHIR DARI KISAH INI. SEMOGA MEMUASKAN.

Sampai jumpa lagi di Ff yang lain dan Ff yang baru akan datang..ehehe.

Jangan bosan-bosan menemani Vie disini ne??

Vie juga tidak akan bosan selama kalian masih ada disini.

With Love.

SECRET

Published April 9, 2015 by Wonviekyu

SECRET
Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon and other
Genre : Romance et cetera
Warning : Boys Love, Typos bertebaran, Alur aneh.
Kalo sudah bosan di pertengahan cerita jangan dilanjutkan kkk
Happy Reading ^^

By : FiaBaby

(The First Baby of Vie Mommy)
.
.
Love Is Secret

Secret

With Your Love 15 (End)

Published April 8, 2015 by Wonviekyu

10527256_1550930715146488_4959480148696091253_n

With Your Love Ending

Terima kasih untuk semuanya,,

My lovely Readers

Thanks to Cover Sucii..

**

Author Note :

Hai-hai My lovely readers^^ Happy Vie’s Day..ehehehehe.

Untuk pertama..biarkan vie teriak dule ne?? *tutup mata.

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!

Terima kasih semuanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!

Terima kasih atas jawaban2 itu yang membuat diriku senyum2 tidak jelas, terharu sampai keluar airmata dan bahkan tertawa karna dibilang bawel n ngeselin..kkkk…My babies..

Dan kalian..sungguh,,kalian benar-benar buat hari-hari Vie berharga. dari jawaban kalian Vie bisa memperbaiki apa yang kurang dan mengurangkan apa yang lebih. semoga untuk tahun selanjutnya kita masih bisa bersama-sama ne??.

Lalu udah baca hadiah-hadiah untuk Vie dari author-author hebat itu?? sudah kan? Sudah koment juga kan? ^^

Sebenarnya Vie penasaran bagaimana rasanya dibuatkan ff special untuk kita..tapi tidak ada yang bersedia membuatnya untuk VIE, JADILAH Vie minta sendiri untuk hadiah Ultah..kkkk.

Mianhae ne sudah merepotkan kalian…Naoko Unnie yang sepertinya nggak sempat. Vira honey, Autumnbaby, Joanachagi, and Fiababy, padahal lagi sibuk-sibuknya ne? mianhae ne..

Beberapa Author hebat lainnya yang Vie kenal tidak vie minta karna nggak berani lagi, untuk mereka diatas aja sudah pakai seribu keberanian yang Vie punya, kkkk.

And the last jeongmal gomawo.. #bow. From the bottom of my heart, I said thank you for the best present from all of you.

*With Your Love* Read more

Anggy World

Blognya si Anggy

Fefaah1013

No matter what has happened. No matter what you’ve done. No matter what you will do. I will always love you. I swear it.

aulina374

A fine WordPress.com site

Minyomeea's Room

Promise To Belive For To Be E.L.F From Super Junior ^^

sakayakamuramayko

Teenage Dreams

Bang 'Cupuh' Totoraharjo

Rodok Medok Tapi Tampan

Crazy Gang's Family Page

Crazy Gang summary page

nuraya98

ELF selamanya super junior yeongwonhi

Metha Sari

Welcome to My Fiction Paradise

tuhsyahddiah

A modern business theme

kimya_aegyaWonkyu

keep calm and fightig!!!!

alfenianuraga

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

gado gado

it's my life

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,328 other followers