Loving You 4

LOVING YOU IN THE DAKRNESS

Loving You In The Darkness

Chapter 03

**

Selamat malam, My Lovely Readers~ senang bisa bertemu lagi.

maaf ya, sudah hampir sebulan ya? Vie punya PR di rumah, tiap mau ngetik ingat nyulam, mau nyulam ingat ngetik, galau jadinya kan?!

Ini, selamat membaca,.masih ada 2 ato 3 chapter untuk ff ini, jadi bersabar sebentar lagi ne? tetap disini sampai ending nanti, arrachi?

So~ here you go…

**

Hari berlalu dengan sendirinya, hubungan yang jauh kian mendekat tanpa disadari yang merasakannya.

Tanpa paksaan dan kiraan, perasaan saling terikat tanpa bisa dicegah dari mereka berdua. Dua namja berbeda dunia kini berada dalam satu dunia yang terang yang bisa menyilaukan mata siapapun yang melihatnya.

Siwon dan Kyuhyun.

Cho Kyuhyun, namja yang selalu menyendiri dalam kegelapan kini bahkan sudah lupa bagaimana dunia gelapnya sebelum Siwon datang memaksa masuk dan menariknya keluar dari sana.

Namja tampan itu tidak pernah membiarkannya sendirian lagi sejak janji mereka berdua dihari itu. Siwon selalu menemaninya saat mereka ada dikampus dan akan mengantarnya pulang kerumah kembali jika keperluannya diluar sudah selesai.

“Aku seperti punya pengawal pribadi.” Ucap Kyuhyun suatu hari.

“Jangan begitu Kyunnie~”

“Lalu…” Tanya Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Aku menjagamu dari kejamnya dunia ini.”

“Ahahaha, paboo!!! Choi Siwon Pabboo!!!”

Siwon tersentak melihat wajah suram itu tertawa dengan lepas dan entah kenapa suara tawa itu membuat Siwon bertekad ingin mendengarnya lagi, selalu, bahkan selamanya.

‘Choi Siwon kau sudah jatuh terlalu dalam’ Inner Siwon berkata.

“Tidak bangun lagi pun aku rela.” Gumamnya tanpa sadar. “Jika bisa melihat kebahagiaan ini selamanya.”

“Huh?” Tanya Kyuhyun dengan kepala dimiringkan.

“Huh? Aa-niyo~ ayo pulang.” Siwon langsung menarik tangan Kyuhyun menuju mobilnya yang ada dilapangan parkir.

Kemudian mereka berdua pun meninggalkan kampus itu dengan tatapan yang disertai pertanyaan dari orang-orang yang melihat kepergian mereka. Begitulah yang terjadi setiap harinya sejak kedekatan mereka.

Tiada hari tanpa Siwon dengan Kyuhyun disampingnya, setiap pagi sampai waktunya Kyuhyun pulang ke rumah barulah mereka berpisah. Bahkan jika Kyuhyun tidak ada kuliah, Siwon akan menjemputnya paksa hanya untuk makan siang, makan malam bersama dan menghabiskan waktu dalam diam.

Karena Kyuhyun orang yang tidak banyak bicara dan harus selalu Siwon yang memulainya, bahkan tidak jarang namja tampan itu memancing kemarahan namja tinggi itu hanya untuk melihat berbagai ekspresi yang ada diwajah putih milik Kyuhyun yang selalu datar.

Hari berganti hari, minggu pun berganti lagi, hubungan keduanya pun semakin tidak bisa diingkari lagi. Apalagi melihat wajah putih Kyuhyun kini terlihat lebih cerah dan selalu tersenyum saat Siwon berada disampingnya.

Namun sikap dingin namja tinggi itu tetap ia perlihatkan pada orang lain saat Siwon menganjaknya berkumpul bersama teman mereka yang lain. Seperti yang sudah ia katakan sebelumnya, cukup hanya Siwon saja yang mendekatinya.

Bulan pun berganti dengan sendirinya, hubungan keduanya pun masih tetap sama seperti hari-hari yang lalu, karena Siwon sangat menjaga sikap dan perilakunya agar tidak menyinggung Kyuhyun dan membuat namja itu menarik diri darinya lagi.

Walau begitu tidak sekali pun Kyuhyun mengizinkan Siwon kembali ke apartementnya setelah dulu pertama kali saat penculikan gagal itu.

Tapi sepertinya Siwon sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak mengunjungi Kyuhyun di rumahnya. Jika ada kesempatan Siwon akan langsung datang kesana tanpa memberitahukan Kyuhyun terlebih dahulu, atau namja tinggi itu akan menolak keinginannya itu.

“Kyu~ Kyunnie~” Panggil Siwon suatu hari.

Namja tampan itu kini sedang berada didepan pintu sebuah apartement sederhana yang ia ketahui itu adalah milik Kyuhyun. Namun sudah berapa kali Siwon memanggil tidak ada jawaban dari namja tinggi yang sudah mencuri hatinya itu.

“Kyuu~ baby~~” Panggil Siwon sekali lagi sambil mengetuk pintu itu berkali-kali. “Apa dia masih tidur?” Tanyanya entah pada siapa.

“Babykyuuu~”

Dhuk!!

Suara benda yang dilempar mengenai pintu dengan sedikit keras dan suara itu berasal dari dalam ruangan, detik selanjutnya pintu itu pun terbuka dan menampilkan wajah sulking namja imut berkulit putih yang dicari Siwon.

“Ba…” Panggilan Siwon terhenti death glare yang mematikan dari Kyuhyun.

“Who do yo think you call baby?”

“You’re of course~”

“Shut u…”

“Heeey~” Tangan Siwon dengan cepat menahan pintu yang akan ditutup lagi itu. “Apa kau tidur? Sudah makan? Ini ada bulgogi~”

Secepat kilat pintu kamar itu terbanting kebelakang membuat Siwon bisa melihat jelas isi apartement Kyuhyun. Tanpa menyuruh Siwon masuk Kyuhyun langsung berbalik masuk kedalam dan berjalan dengan malas menuju dapur kecilnya.

Sementara Siwon hanya masuk dua langkah dan berdiri disana mengamati seluruh ruangan kecil itu yang…menyesakkan. Sejak datang pertama kali Siwon tidak begitu memperhatikan semuanya karena situasi mereka dalam keadaan darurat. Kyuhyun terbebas dari penculiknya. Dan kali ini, namja tampan itu menemukan satu lagi rahasia namja yang sudah menjadi prioritas utamanya itu.

Kyuhyun tidak suka bersih-bersih.

Ruang apartementnya penuh dengan barang yang berserakan, baju tersangkut dimana-mana bahkan sepatu tidak pada tempatnya. Siwon tidak pernah melihat yang seperti ini di rumahnya, tentu saja karena dirumahnya dipenuhi dengan maid yang bertugas membersihkan istana Choi, tapi Siwon punya apartementnya sendiri dan itu tidak seperti ini.

“Apa yang kau lakukan disana?” Tanya Kyuhyun dengan wajah datar.

“Huh? I-itu…aaa…”

“Aku lapar, palli!!!”

“Hooo~ arraaseo mianhae~”

Setengah berlari Siwon menghampiri Kyuhyun yang sudah duduk disana dengan sumpit ditangannya. Langsung saja Kyuhyun meraba kotak bekal yang sudah dibuatkan maid Siwon dirumahnya dan diatur dengan sangat apik disana.

“Ahjumma saranghaeee~” Seru Kyuhyun dengan riangnya.

Detik selanjutnya namja putih nan menggemaskan itu pun langsung menyantap makanan itu dengan lahap. Dari wajah dan matanya yang berbinar senang, Siwon pastikan Kyuhyun sangat menyukai makanan buatan tangan ahjumma, upps~ salah, buatannya sendiri.

Walau ia sangat suka melihat namja putih itu makan, apalagi dengan pipi yang kini sudah mulai menampakkan isinya itu, tapi ada hal yang sangat ingin dilakukan Siwon sampai membuatnya tangannya terasa gatal.

Kyuhyun benar-benar melupakan segalanya saat sudah berada didepan makanan, termasuk Siwon si pemilik makanan. Bahkan saat Siwon beranjak dari hadapannya ia tidak menyadari gerakan namja itu sedikit pun.

Sampai semua makanan yang dibawa Siwon habis tak bersisa barulah Kyuhyun berpaling mencari dimana keberadaan namja tampan yang sedikit ia lupakan itu.

“Apa yang kau lakukan?” Tanyanya saat melihat Siwon berdiri didepan tv sedang membenarkan letak remotenya yang berantakan.

“Huh?” Tanya Siwon dengan alis terangkat.

“Apa yang kau lakukan?” Ulang Kyuhyun sekali lagi sambil menyusuri ruangan apartement kecilnya itu.

“Aku hanya sedikit…”

“Kau merapikan rumahku? Bajuku? Celanaku? How dare you!!!!” Teriak Kyuhyun secepat kilat melesat dalam kamarnya.

“Hoo….”

Siwon yang tidak mengerti hanya bisa melongo menatap namja aneh yang sudah menghilang itu tanpa bisa mengatakan apa-apa. Ia hanya bisa melihat ruang apartement yang sempit itu menjadi cerah dan bersih bersinar.

Lalu apa yang salah yang sudah dilakukannya?

“Kyuu~” Panggil Siwon menit selanjutnya sambil menuju pintu kamar namja cantik itu namun tidak ada suara yang menjawabnya. “Kyu~ mianhae, aku hanya ingin membantumu.”

“…” Tidak ada jawaban dari Kyuhyun.

Dengan wajah pasrah Siwon menghela nafas lelah dan tanpa sadar menyesali apa yang sudah Ia lakukan beberapa menit yang lalu. “Hhuhhh~jangan marah Kyu~, aku akan pulang, mia…”

“Andwaeee!!!” Suara teriakan Kyuhyun membuat mata Siwon hampir keluar dari sarangnya.

“Mwo~ige…”

“Siapa bilang kau boleh pergi?” Tanya Kyuhyun cepat.

“Huh?” Siwon berpaling melihatnya.

Namja tinggi putih itu berdiri dipintu kamarnya dengan wajah sulking dan menatap Siwon tajam membuat namja tampan itu tidak bisa berkutik. Keduanya sama-sama saling bertatapan tanpa ada kata-kata yang keluar. Hingga tiba-tiba suara Kyuhyun memecah kesunyian mereka.

“Bersihkan kamarku juga.”

“Mwooo??” Mata Siwon semakin melebar.

“Kau mau bersih-bersih kan? Cepat bersihkan kamarku juga.” Ucap Kyuhyun lagi sambil melipat tangan didada dengan mulut yang mengerucut.

Ingin rasanya Siwon tertawa sekerasnya mendengar permintaan itu namun ia tidak melakukannya jika tidak ingin melihat kemarahan namja chubby itu yang sesungguhnya.

Huh? Chubby?

Ne~ setelah setiap hari mendapatkan makanan bergizi dengan jadwal yang teratur bukan tidak mungkin berat tubuh Kyuhyun yang semula kurus bagai triplek berjalan kini terlihat chubby dimana-mana.

Apalagi dibagian pipi, pipi putih itu terlihat sangat lembut karena menampakkan isinya. Mau tidak mau Siwon kembali mengagumi hasil kerja kerasnya memberi makan Kyuhyun secara rutin karena ia ingin namja kurus itu tidak tinggal tulangnya saja.

“Aku berhasil membuatmu sehat.”

“Huh??” Tanya Kyuhyun mendengar gugaman itu.

“A-aniyo~ bi-biar aku bersihkan.”

“Geurae~ sana~” Jawab Kyuhyun cuek.

Siwon hanya menggelengkan kepalanya kemudian segera memasuki area terlarang itu yang belum pernah dimasuki siapapun selain Kyuhyun sendiri. Sementara namja chubby itu hanya melihat sekilas dalam kamarnya kemudian segera berjalan menuju sofa dan menghempaskan tubuhnya disana, makanan yang dibawa Siwon benar-benar membuat perutnya terasa sesak dan menyenangkan.

Sementara itu namja tampan yang masih berstatus temannya itu berjalan didalam ruangan kecil itu yang tidak sepadan bila dibandingkan dengan dapur dirumahnya yang sangat besar, dalam hati Siwon bertekad akan membelikan apartement yang lebih bagus untuk namja putih yang diam-diam menjadi cintanya itu. “Apa dia mau?” Tanya Siwon pada dirinya sendiri.

“Tidak.” Jawab Kyuhyun dibelakangnya.

Siwon berpaling melihat dengan mata menerawang. “Huh?”

“Apapun yang ada dikepalamu sekarang, aku tidak mau.” Tegas Kyuhyun sekali lagi.

“Ta-tapi…”

“Jangan macam-macam.” Death glare Kyuhyun membuat Siwon pun terdiam.

Kemudian Siwon langsung merapikan ruangan itu dengan menyusun baju ditempatnya, buku diraknya juga berbagai kaset game yang berserakan dilantai. Kyuhyun hanya melihat setiap gerakan namja tampan itu yang sangat teratur menempatkan semua barangnya. Melihat hal itu Kyuhyun yakin rumah Siwon sendiri pastilah sangat rapi dan nyaman untuk ditinggali.

Karena itu juga, Kyuhyun jadi berpikir selama mereka dekat belum sekalipun Siwon membawanya ke rumah. Atau sebenarnya Kyuhyun sendiri yang tidak pernah mau saat Siwon ingin mereka menghabiskan waktu di apartementnya saja.

“Tadaaa~ selesaaaaai~” Seru Siwon dengan riangnya tiba-tiba.

Sedikit tersentak Kyuhyun melihat namja tampan itu dengan death glarenya karena sudah membuatnya terkejut.

“Kamarmu sudah rapi, ba…” Perkataan Siwon terhenti saat tatapan tajam itu membunuhnya.

“Jangan panggil aku itu!!”

“Arraseo~ ahh, ada yang kau lakukan malam ini, kyu?” Tanya Siwon.

“Mm~aku mau cari kaset terbaru, wae?”

“Aku temani?”

“Ani, gwenchana, tokonya dekat.”

“Tapi…”

“Geogjeonghajima, sudah lama mereka menyerah.”

“…..” Siwon terlihat berpikir sebentar.

“Aiish!! Aku bukan bayi!!” Gerutu Kyuhyun tidak didengar Siwon yang larut dalam pikirannya.

Memang benar sejak kegagalan mereka yang lalu, hampir sebulan ini orang-orang yang menculik Kyuhyun tidak pernah terlihat disekitar mereka. Tapi, menurut Siwon, siapapun mereka, pastinya sedang berdiam diri sejenak karena sejak hari itu Siwon tidak pernah melepas pandangannya dari Kyuhyun.

“Jangan khawatir.” Ulang Kyuhyun.

“Mm, baiklah~ kalau ada apa-apa hubungi aku secepatnya.”

“Geurae.”

“Mm, sekarang aku pulang dulu.” Ucap Siwon kemudian mendekati Kyuhyun yang masih berdiri dipintunya.

Namja tampan itu sengaja berdiri didepan Kyuhyun dan melihat wajah yang menampakkan aura cantik itu sangat dekat dengannya. Sementara Kyuhyun yang tidak menyangka gerakan Siwon langsung terpaku ditempatnya. Namja cantik itu hanya melihat kesana kemari sembari menentramkan sesuatu yang bergejolak didadanya.

“Aku pulang ne, hati-hati dirumah.”

“Oh, mm~n-ne it…” Ucapannya terhenti saat sesuatu yang lembut tiba-tiba menyentuh keningnya.

Tangan Siwon menangkup pipi Kyuhyun dan bibirnya bergerak tanpa sadar mengecup kening namja cantik itu penuh kelembutan.

“Be save~” Bisik Siwon lembut.

Dan seketika namja tampan itu melesat keluar tanpa berpaling melihat Kyuhyun sekali lagi. Tanpa ia tahu apa yang terjadi selanjutnya pada namja cantik itu.

Kyuhyun yang mendadak terpaku dengan perlahan meraba jantungnya yang entah kenapa berdebar dengan sangat kencang sampai terasa sesak didadanya. Perlahan tangan namja cantik itu menekan dadanya dengan perlahan, mungkin saja bisa meredakan getarannya.

Sedetik kemudian tangannya pun terangkat meraba keningnya yang masih terasa hangat karena kecupan mendadak tadi. Entah berapa lama Kyuhyun kehilangan kata-kata, namun detik selanjutnya senyum manis merekah dibibir peachnya yang sudah mengering.

Dengan cepat Kyuhyun mengambil iphone miliknya dan mengetikkan sesuatu disana lalu mengirimnya dengan cepat. Selanjutnya namja cantik itu langsung menghempaskan tubuhnya diatas ranjang dan membenamkan wajah disana dengan senyum yang tidak bisa dihilangkan.

Sementara itu dibawah.

Keadaan Siwon ternyata tidak lebih baik darinya, namja tampan itu saat ini sedang menarik nafas dengan berat untuk meredakan debaran didadanya. Kedua tangannya menggenggam stir mobil dengan erat dan ia merebahkan kepala diatasnya.

Siwon mulai berpikir apa yang sudah ia lakukan.

“Siwon paboo!!!” Gerutunya setengah kesal.

Namun detik selanjutnya senyum manis juga melingkar dibibir tipisnya saat merasakan kehangatan kening Kyuhyun masih membekas disana. Tanpa sadar tangan Siwon juga tertuju pada bibirnya dan senyum itu pun semakin melebar.

“Semoga dia tidak marah, tolong aku Tuhan.” Ucap Siwon memohon.

Tiba-tiba suara hp disakunya menandakan satu pesan diterima, langsung saja debaran yang sudah mereda itu kembali ke permukaan saat nama pengirim sms terpampang dengan jelas di hp layar sentuh itu.

“Oh Tuhan~” Gumam Siwon tidak percaya.

Dengan tangan gemetar namja tampan itu membuka sms dan membaca isinya dengan seksama dan mengulangnya sekali lagi. Setelah yakin memang itu isi pesan Kyuhyun, Siwon langsung berteriak dengan senangnya.

“Yuhuuuuu~ Im so in love, babykyuuuu~!!!”

Detik berikutnya Siwon langsung memutar mobilnya lalu pergi dari sana meninggalkan Kyuhyun dengan perasaan bahagia.

-Gomawo, Siwon hyung.-

Seperti yang sudah ia katakan pada Siwon tadi siang, Kyuhyun benar-benar pergi mencari kaset game yang sudah lama diincarnya. Tanpa pengawalan dari Siwon ia merasa perjalanannya itu lebih membosankan dan ia merasa kesepian.

“Biasanya ada dibelakang.” Gumam Kyuhyun tanpa sadar melihat kebelakang.

Setelah menghembus nafas lelah, ia pun segera mencari keperluannya dengan cepat, entah mengapa ia tidak ingin berlama-lama berada diluar belakangan ini. Apalagi jika Siwon tidak berada disampingnya dan menemani apapun yang ia lakukan.

Semua terasa berbeda dan membosankan.

“Gomapseumnida~” Ucap kasir toko itu setelah menyerahkan barang Kyuhyun.

Namja cantik itu hanya melihat sekilas dan segera keluar dari toko itu dengan wajah sulking. Kyuhyun berjalan melewati berbagai toko sambil merapatkan jaketnya, ia merasakan aura disekelilingnya yang terasa aman.

Tanpa ingin berlama-lama ia segera masuk gang apartementnya yang gelap itu. Dengan mata was-was Kyuhyun melihat sekelilingnya sekali lagi sampai akhirnya ia tiba di depan pintu rumahnya. Dengan cepat Kyuhyun masuk ke dalam dan menghembuskan nafas lega dengan kasar, namun tiba-tiba senyum licik terukir dibibirnya.

Dan tidak jauh dari apartementnya berada, audi putih terparkir dibawah pohon sakura dengan pemiliknya baru saja kembali dan menutup pintunya dengan cepat.

“Hhhuhh~ dia aman~” Gumam Siwon lega. “Dia pasti tahu aku disini.” Ucapnya lagi kemudian segera pergi darisana.

Benar, Kyuhyun melihat mobil Siwon tidak jauh dari toko kaset yang ia masuki dan ia bisa merasakan seseorang berjalan mengamatinya walau dari jauh sekalipun. Dan orang itu tidak lain adalah Siwon sendiri, sedikit aneh memang tapi Kyuhyun merasakan aura yang terpancar disekitarnya sama dengan saat namja tampan itu berada didekatnya.

Kenapa Kyuhyun bisa tahu? Entahlah~ mungkin karena setiap saat mereka bersama, Kyuhyun sudah bisa mengingat dan merasakannya lebih cepat.

**

Dan hari semakin gelap karena matahari sudah lama menyerahkan tugasnya pada bulan agar menemani para insan untuk mengistirahatkan tubuhnya dari kelelahan. Karena itu juga berbagai alat transportasi berlalu lalang dengan sibuknya untuk segera kembali ke peraduan mereka masing-masing.

Itu juga yang terlihat disalah satu gedung pencakar langit yang merupakan perusahaan milik salah satu chaebol di Korea Selatan, HJ cooperation. Berpuluh-puluh pegawai yang bekerja disana sudah mulai menyiapkan diri mereka untuk segera pulang ke rumah dan beristirahat.

Bahkan sebagian dari mereka sudah keluar dari gedung itu meninggalkan berbagai kepenatan yang menerpa mereka saat bekerja seharian penuh. Namun itu semua tidak berlaku bagi pemilik hampir sembilan puluh persen saham yang ada di perusahaan tersebut, Park Hyo Jin.

Namja paruh baya itu terlihat sedang berkutat dengan laptop dimeja kerjanya yang berada dilantai paling atas gedung tinggi itu. Ruangan besar yang dikelilingi kaca tersebut telah tertutup sebagian tirainya karena pegawai yang membersihkan ruangan itu sudah menutupnya lebih dulu.

Tapi Park Hyo Jin ingin beberapa jendela dibiarkan terbuka karena ia ingin melihat bulan penuh dilangit malam yang terasa sangat dekat dengannya. Seperti biasanya ia selalu menjadi yang terakhir pulang dari kantor, setelah semua pegawainya menghilang baru kemudian ia akan pulang dengan santai tanpa bertemu siapapun.

Begitu juga dengan hari ini, setelah memastikan semua pegawainya sudah tidak ada lagi barulah Hyo Jin menutup laptopnya dan melemaskan badan dikursi itu sekaligus meregangkan otot-ototnya yang kaku.

Hampir sepuluh menit ke depan Hyo Jin hanya duduk disana sambil melihat keluar melalui kaca jendelanya yang terkena sinar bulan dengan berbagai pemikiran berjalan di kepalanya. Setelah puas menatap bulan penuh itu, akhirnya Hyo Jin bangun dari kursinya sambil menghela nafas dan beranjak pergi menuju pintu keluar.

Namun sebuah gerakan kecil dipintu itu membuatnya berhenti dan mengangkat kepalanya untuk melihat lebih jelas. Gerakan kecil itu perlahan menyerupai sebuah bayangan hingga semakin lama semakin terlihat jelas bayangan hitam itu sudah berdiri tegak menatap Hyo Jin tanpa kata-kata.

“Nu-nuguya?” Tanya Hyo Jin mengerutkan keningnya.

Ruangan yang gelap karena ia memang mematikan semua lampu yang ada disana membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang berdiri mematung didepan pintunya. Bahkan Hyo Jin tidak sadar sejak kapan bayangan itu ada disana didalam ruangannya yang tertutup rapat.

“Siapa kau? Bagaimana kau masuk kesini?” Tanya Hyo Jin lagi namun bayangan itu tidak menjawab.

Secara perlahan bayangan itu pun mendekat dan menampakkan wujudnya yang membuat nafas Hyo Jin tercekat. Seorang namja dengan postur tinggi memakai pakaian serba hitam bahkan ia menutupi seluruh wajahnya kecuali kedua matanya yang berkilat penuh rahasia.

“Siapa kau? Jangan bermain-main denganku!” Ucap Hyo Jin sambil mundur perlahan dengan tangannya yang gemetar.

Ia tahu, hawa yang dikeluarkan namja didepannya itu merupakan aura yang tidak baik, Hyo Jin sangat mengenal aura itu karena selama ini ia bermandikan aura-aura hitam yang bahkan melebihi dari yang ia rasakan sekarang.

Dan aura yang pekat itu sekarang menyelimutinya secara perlahan sampai membuatnya terasa sesak, apalagi jika memikirkan tidak ada yang bisa ia panggil untuk menghentikan apapun yang akan dilakukan namja yang tidak dikenalnya itu sekarang.

“Ja-jangan mendekat!!” Ucap Hyo Jin tajam saat namja itu semakin mendekat.

“Cobalah teriak, aku ingin mendengar suaramu.” Ucap namja tinggi itu untuk pertama kalinya.

Mau tidak mau Hyo Jin langsung menajamkan indera pendengarannya untuk menganalisis suara yang mungkin saja ia kenal. Tapi belum sempat ia menemukan siapa pemilik suara itu, namja yang berdiri tidak jauh didepannya itu perlahan membuka kain yang menutupi seluruh wajahnya hingga Hyo Jin terenyak melihatnya.

“N-neo…”

“Apa kau tau?” Namja tampan itu bertanya dengan wajah nanar. “Pembunuh bayaran selalu akan kembali pada majikannya.”

“Ke-kena…”

“Kau juga ingin tahu kenapa? Hmm~ Aku pikir kau begitu pintar, Park Hyo Jin!!”

“Ja-jangan b-bunuh a-aku…”

“Aku harus membunuhmu untuk menyelamatkan seseorang.”

“Seunghyun… ja…” Hyo Jin akhirnya menyadari sesuatu. “Je-jebal, ja-jangan…”

“Kenapa? Agar kau bisa membunuhku?!?!”

“Ti-tidak…”

“Pembohong!!”

“Tidak! Su-sungguh…”

“Huhh!!” Desis namja itu sinis dengan smirknya yang menyeramkan.

“Tu-tunggu…”

“Kuberitahu rahasianya…seorang majikan, akan lebih dulu membunuh kaki tangannya jika sudah tidak diperlukan lagi. Intinya, pembunuh bayaran akan dibunuh majikannya sendiri jika sudah tiba waktunya dan sebelum itu terjadi…”

Satu tembakan pistol peredam suara tepat mengenai jantung Park Hyo Jin. Tubuhnya pun dalam sekejap jatuh terjerembab dilantai dengan mata terbuka dan bersimbah darah segar yang mengalir deras keluar dari lukanya

Sementara namja tampan itu yang melakukannya hanya tersenyum sinis sambil menatap mata Hyo Jin yang menatapnya nanar.

“Sayonara~”

Detik selanjutnya namja itu segera keluar dari sana dan menghilang dalam kegelapan malam yang sepertinya tidak akan pernah berakhir. Beberapa helai sakura merah jatuh beterbangan dan mendarat diatas tubuh Hyo Jin yang perlahan menjadi kaku.

Setelah sepuluh menit berlalu, mobil polisi setempat sudah tiba ditempat kejadian bersama tim forensik yang akan memeriksa mayat. Sepertinya namja itu sudah menyiapkan segalanya sebelum ia meninggalkan gedung itu, seperti memanggil polisi dan ambulans.

Keesokan harinya.

Berita tentang kematian pengusaha sukses dan terkenal itu masih saja jadi topik utama dikalangan pembawa berita. Bahkan pembahasan setiap warga Seoul kini pun tertuju pada jutawan serakah yang dikenal dengan kesombongannya itu.

Sebagian menyayangkan kematiannya yang tidak diketahui siapapun hingga tidak ada yang bisa menolongnya. Sebagian lagi malah mendo’akan keselamatan siapapun yang sudah melenyapkan lelaki paruh baya itu yang mereka tahu keburukan dan kelicikan yang selama ini sudah ia lakukan dalam berbisnis.

“Kasus sebelumnya sudah hampir ditutup karena tidak ada petunjuk sama sekali, dan sekarang…” Yunho berucap sambil melihat tempat kejadian perkara kasus baru mereka.

Sejak semalam namja tampan itu dan satu unit polisi sudah menyusuri seluruh gedung perkantoran tersebut. Namun tidak ada sedikit pun jejak kecil yang bisa membawa mereka pada si pelaku pembunuhan.

“Melihat jejak yang ia tinggalkan, pelakunya adalah orang yang sama.” Ucap salah satu anak buah Yunho.

Yunho kembali lagi memeriksa ruangan Hyo Jin setelah semalam meninggalkannya begitu saja karena sudah terlalu larut. Beberapa anak buahnya bekerja dengan giat menggeledah seluruh lemari dan brankas yang ada diruangan besar itu.

“Komandan!! Kami menemukan sesuatu.” Ucap salah satunya tiba-tiba.

Brankas besi yang mereka buka secara paksa didalamnya terdapat berbagai file penting yang disimpan dengan aman juga berpuluh lipatan uang yang tersusun dengan rapi diatasnya. Jika melihatnya sekilas, rasanya seluruh uang Hyo Jin ada didalam brankas itu.

Tapi tidak, dilihat dari buku rekening yang tidak hanya satu itu sangat menjelaskan, bahwa uang namja itu tidak hanya ada disana atau di korea saja. Buku rekening dengan berbagai bahasa itu menjelaskan uangnya yang tersebar dimana-mana.

“Apa benar dia sekaya ini?” Tanya Yunho sambil membuka buku-buku rekening itu dan melihat isi didalamnya.

“Tentu saja, komandan~ jika kau melakukan segala cara walau hal itu paling salah sekalipun.” Jawab anak buahnya dengan senyum jahil.

“Semua yang dia miliki hasil dari usahanya yang kotor.” Jawab yang lain lagi sambil meletakkan beberapa file didepan Yunho.

“Apa maksudmu?” Yunho tidak mengerti.

“Perampasan, penipuan, pemaksaan, pemalsuan dokumen, semua dilakukan Hyo Jin dalam bisnis gelapnya dibawah kedok perusahaan yang mengatasnamakan dirinya sebagai ekonomi negara Korea.”

“Bisa dikatakan, pembunuh itu membantu kita melenyapkan satu lagi parasit negara ini.”

“Hush! Jangan begitu.”

“Habisnya, dia tidak bisa dijerat hukum karena kekuasannya itu.”

“Ara, ara, kajja~” Yunho keluar dari ruangan itu dengan kening berkerut melihat file-file yang harus ia selidiki ditangannya.

Yunho tahu, lelaki tua itu tidak bisa dijerat hukum karena beberapa oknum polisi yang diatas juga berada dibawah tekanannya. Jika saja Yunho punya kekuasaan lebih tinggi ia akan dengan senang mengundang Hyo Jin untuk menginap di penjara, mungkin untuk selamanya.

“Hyung!!” Panggil seseorang tiba-tiba.

“Ho~ Siwon, kau datang?” Yunho tersentak dari lamunannya melihat Siwon sudah ada disana.

“Aku terlambat? Apa yang kalian temukan?” Tanya Siwon melihat beberapa polisi membawa barang Hyo Jin untuk pemeriksaan.

“Aku tidak tahu, tapi yang pasti pembunuhan ini ada kaitannya.”

“Mwoo??”

“Kau ingat Kim Haneul?”

“Ne-ne, Yang kasusnya sudah di tutup?”

“Ne, aku rasa mereka semua berhubungan.”

“Hyo Jin Ahjussi teman Appa, hyung~” Ucap Siwon tiba-tiba membuat mata Yunho terbelalak.

“Kau mengenalnya?”

“Tidak banyak, tapi aku sering melihat dia bersama Appa.”

“Dimana Appa-mu? Apa kami bisa bertemu?”

“Appa di Italy, bisnisnya disana, hanya sesekali appa pulang.”

“Mmm~ mungkin Appa Choi tahu sesuatu?”

“A-aaku tidak yakin, tapi dia pasti sudah tahu, mereka memang relasi bisnis.”

“Aku bisa gila jika kasus ini ditutup kembali.”

“Tenang saja hyung!! aku akan membantumu~” Ucap Siwon langsung melingkarkan lengannya dibahu Yunho.

Mereka berdua menuju mobil Yunho yang terparkir didepan gedung itu, sementara beberapa polisi sudah meninggalkan area tersebut karena semakin banyak karyawan kantor itu berdatangan.

“Apa benar kau mau membantu.”

“Mwoo? Bukankah selama ini…”

“Ani~ aku hanya melihat kau sibuk, mmm~ berpacaran.”

“Mwooo!!”

“Ahahaha~”

Suara Yunho terdengar bergema dibawah gedung tempat parkir itu kemudian mereka pun segera pergi dari sana tanpa sempat melihat sesosok yang lain mendekati gedung tinggi itu dan masuk ke dalamnya.

Namja tinggi berparas tampan itu melihat kepergian mereka dengan beribu kata-kata tersirat diwajahnya, namun yang dilakukannya kemudian hanya berbalik memasuki gedung menuju lantai atas tempat Park Hyo Jin ditemukan tewas.

Siang hari kota Seoul masih diselimuti duka dan penasaran karena kehilangan lagi orang paling penting bagi negara mereka. Walau tidak bisa dipungkiri sebagaian dari mereka pasti mendo’akan kepergian namja paruh baya yang serakah itu.

“Sepertinya pembunuhan kali ini serius.” Ucap Donghae tiba-tiba membuat namjachingunya berpaling melihatnya.

“Kenapa tiba-tiba?” Tanya Hyukjae.

“Apa kau tidak tahu siapa mereka untuk negara ini?”

“Iya..aku tahu, Kim Haneul, Park Hyo Jin, mereka 2 dari 5 Chaebol yang dimiliki negeri ini dengan segala kekayaan dan kekuasaan mereka.” Ucap Hyukjae yang mengenal semua dari mereka.

“Lalu, coba pikirkan~ sebelum Hyo Jin dibunuh, siapa yang lebih dulu?”

“Ki-Ki-kim Haneul…”

“Kan? Aku rasa ada yang menggerakkan pembunuh bayaran untuk menghabisi mereka semua.”

“Oh-my-god!! Seperti di film-film yang kita tonton!!”

“Pabbo!!!”

“D-dan target selanjutnya?”

“Kalian…” Jawab seseorang tiba-tiba.

“Mwooo???” Donghae dan Hyukjae berseru bersamaan.

“K-kyunnie…” Ucap Donghae tidak mengira namja cantik itu sudah disana.

“Kalian, untuk apa ada disini?” Tanya Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Hoo~ Siwon tidak masuk, kami diminta menjemputmu.” Jawab Hyukjae dengan senyum garingnya.

“Mwoo?? yang benar saja!!!” Kyuhyun langsung meraba sakunya untuk mengambil iphone.

Dengan cepat ia menemukan nama Siwon yang berada didaftar urutan pertama panggilan. Sambil menunggu Siwon menerimanya Kyuhyun menatap dua manusia bodoh nan tampan didepannya itu dengan wajah sulking.

“Kau semakin chubby, Kyu.” Ucap Hyukjae tidak punya basa-basi.

“Shut up.”

>Kyu…?< Suara Siwon terdengar.

“Siapa yang minta pengawal?” Tanya Kyuhyun tajam.

>Mereka akan menjagamu sementara aku tidak ada.”

“AKU BUKAN ANAK KECIL” Teriak Kyuhyun membuat Siwon harus menjauhkan hp dari telinganya.

>Aku tidak bisa tenang, Kyunnie~ please, biarkan mereka bersamamu.<

“……”

>Penculik itu memang tidak terlihat lagi, tapi aku yakin mereka masih ada disana, mengawasimu.<

“Kau terlalu khawatir.”

>Aku tidak bisa menahannya.<

“Aku bisa jaga diri.”

>Please Kyu, dengarkan aku.<

“Lalu, kau dimana? Kenapa tidak kuliah?”

>Sudah dengar kasus tadi malam kan? Aku membantu Yunho hyung.<

“Ouh…”

>Please Kyu, nanti malam aku jemput, kita makan malam.<

“Kau yang bayar.”

>Tenang saja, tapi kau harus ikut mereka.<

“Arraseo.”

>Ahh, gomapta gideul-gideul~ see you.<

“Mwoo? Gideul!!”

Siwon tidak mendengar lagi teriakan namja cantik itu karena ia sudah menutup hpnya lebih cepat. Namun bisa dipastikan senyuman dan gelengan kepala selalu menyertainya dengan semua sikap yang diperlihatkan Kyuhyun secara perlahan.

“Mungkin kau tidak suka Kyu, tapi Siwon benar-benar khawatir saat meminta kami untuk menjagamu.”

“Mwo??”

“Kami belum pernah melihatnya seperti ini, tapi kami yakin kau sudah menjadi bagian dari hidupnya.”

“Ta-tapi…”

“Apa? Kau tidak percaya?”Tanya Hyukjae dengan kening berkerut.

“Apa kalian tidak punya kerjaan?” Kyuhyun balik bertanya.

“Kita satu kampus, dan kami punya mata kuliah sebentar lagi.” Jawab Donghae.

“Begitu juga denganmu kan? Kuliahmu akan dimulai, apa kau mau disini selamanya?” Hyukjae kembali bertanya.

Kyuhyun langsung melihat jam ditangannya dan umpatan kecil pun keluar dari mulut tajamnya membuat dua namja tampan itu tersenyum sinis. Kemudian segera masuk ke mobil mereka dan membiarkan pintu belakang mobil terbuka untuknya.

“Palliwa!!!” Seru Donghae dengan gemasnya.

Barulah Kyuhyun bergegas masuk mobil mercedez mewah milik Donghae itu.

Dan mereka pun menuju Inha tanpa satu patah katapun yang keluar diantaranya. Kyuhyun memang membuat jarak agar kedua namja itu tidak bertanya atau memulai pendekatan mereka. Namja cantik itu mendengarkan musik sambil melihat keluar jendela dengan berbagai pikiran melintas dikepalanya.

Tidak berapa lama mereka pun sampai dikampus dan Kyuhyun langsung melesat keluar setelah menatap mereka beberapa saat. Hyukjae dan Donghae hanya bisa melongo menatap kepergian Kyuhyun tanpa kata-kata.

“Mungkin dia tidak bisa.” Gumam Donghae tiba-tiba.

“Mwoo?”

“Dia tidak bilang apa-apa.”

“Hoo~ Siwon akan mengajarinya.” Jawab Hyukjae dengan wajah sok tahu membuat Donghae kesal. “Kau tidak lihat raut wajah boneka salju itu?” Tanya Hyukjae membuat Donghae berpikir.

“Mmm….”

“Wajah putih itu sudah sangat berubah daripada yang kita lihat sebulan yang lalu.”

“….” Donghae masih memikirkan perkataan Hyukjae.

“Sejak Siwon berhasil mendekat, wajah boneka salju itu semakin melembut, apa kau tidak tahu?”

“Aku tidak menyadarinya.”

“Kau tidak lihat tadi saat Kyuhyun membaca sms, kalau bukan dari Siwon, sms siapa lagi itu, aigooo~”

“Ka-ka-kalau begitu, Si-siwon berhasil!!!” Akhirnya Donghae sadar. “Semoga mereka bisa bersama, aku mendukungnya!!!”

“Aiiishh” Gerutu Hyukjae.

“Entah kenapa aku merasa senang, ayo pergi makan Hyukkie, kajja!!”

“Paboo!! Kita ada kuliah”

“Ouh, aku lupa.”

“Kajja!!” Ajak Hyukjae kemudian menarik namjachingunya itu dengan cepat untuk masuk ke ruangan mereka.

Sementara itu dibalik gerbang kampus berdiri seorang namja tampan yang menatap tajam kearah mereka. Namja tinggi berparas tampan itu memakai t-shirt dan jeans hitam yang memperlihatkan ketampanannya lebih jelas dan terlebih lagi, ia tidak ingin menarik perhatian jika harus memakai pakaian hitam kebanggaannya sebagai pembunuh bayaran.

“Kau sudah ikut campur terlalu dalam, Choi Siwon-ssi.” Desis namja itu dengan melihat kepergian Hyukjae dan Donghae.

“Apapun yang kau lakukan kita tetap akan bertemu lagi, Kyuhyun.”

Perkataan sinis Seunghyun, namja tampan itu, entah kenapa bisa membuat bulu kuduk Kyuhyun berdiri dengan tiba-tiba. Langsung saja Kyuhyun melihat pintu ruang kuliahnya yang memang tidak ada siapapun disana.

“Ada apa Kyuhyun-ssi?” Tanya Dosen yang mengajar didepan membuat Kyuhyun tersentak.

“A-aniyo.” Jawabnya cepat.

Dan ruangan itu pun kembali sunyi dengan keadaan para mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas mereka.

Sampai lebih dari dua jam kemudian Kyuhyun sudah keluar dari kelasnya dan menuju atap untuk menghabiskan kesendirian seperti biasanya. Walau begitu nada dering tanda pesan masuk tidak pernah berhenti sejak mata kuliahnya selesai.

Siwon yang berada entah dimana mengirimi pesan untuknya tidak hanya sekali. Dengan berbagai pertanyaan dan keluhan seolah namja tampan itu memang sedang berada disana bersamanya.

From : Pabboya
“Pulang dengan mereka, arrachi?”

To : Pabboya
“Hm.”

From : Pabboya
“Aku akan menjemputmu jam 6, kita akan makan malam, ok?”

Kyuhyun hanya melihat isi sms itu dengan wajah datar, namun tidak bisa dipungkiri hatinya berdebar memikirkan mereka akan makan malam berdua diluar. Yang diketahui Kyuhyun itu sama seperti ajakan kencan seorang namja pada kekasihnya.

“Ke-ke-kencan?”

Dengan cepat namja cantik itu berlari menuruni tangga atap dan segera menuju tempat parkir mereka. Mobil Donghae masih berdiri dengan manisnya namun pemiliknya belum ada disana membuat Kyuhyum tidak bisa berkutik.

Tapi saat melihat jam ditangan kirinya ia pun kembali berlari menuju gerbang tanpa memikirkan apa yang sudah dikatakan Siwon sebelumnya. Namja cantik itu langsung menuju halte dan menaiki bus yang sudah menunngu disana.

Tanpa memikirkan apa-apa Kyuhyun duduk termenung didalam busway tersebut hingga akhirnya ia tiba di halte didepan gang apartementnya.

Dengan cepat Kyuhyun berlari kecil menuju rumahnya dan segera masuk ke kamar mandi begitu tiba disana. Setelah keluar batulah Kyuhyun sadar apa yang sudah dilakukannya. Apartementnya yang bersih dan rapi kini terlihat seperti semula sebelum Siwon membersihkannya.

Langsung saja namja cantik itu merapikan sepatu yang sembarangan ia buka tadi dan mengambil tas kuliahnya yang ia lempar tadi sebelum masuk ke kamar mandi. Setelah selesai barulah ia kembali ke kamar dan melakukan niatannya semula hingga melupakan semuanya.

“A-apa yang harus kupakai?” Tanyanya tiba-tiba didepan pintu lemari yang terbuka.

Ya…Kyuhyun buru-buru pulang ke rumahnya dan langsung mandi begitu saja karena ingin bersiap-siap untuk nanti malam bertemu lagi dengan Siwon untuk makan, atau bahasa lainnya untuk kencan.

Seperti remaja jatuh cinta Kyuhyun memilih-milih pakaiannya yang tidak seberapa mana itu lalu mencoba semua yang dirasanya bagus. Bahkan sampai satu jam kedepan Kyuhyun belum menemukan pakaian yang pas untuk dipakainya sampai ia merasa putus asa.

“Pabboya!!! Kenapa aku bersusah payah seperti ini?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Karna kau ingin terlihat perfect bersamaku.” Orang lain menjawabnya.

“Mwooo???” Kyuhyun tidak percaya melihat Siwon sudah duduk santai di sofa ruang tengah.

“Se-sejak ka-kapan…”

“Sejak baju ke 4 terakhir yang kau pakai.”

“Mwooo?? Bagaimana kau bisa masuk?”

“Ohh, pintunya tidak dikunci, jangan ceroboh begitu, Kyuhyun, kau tidak ta..”

“Aaaraaseo!!!” Potong Kyuhyun cepat.

Wajah putih cantik itu sudah memerah sampai ketelinganya membuat Siwon tersenyum simpul sambil berpaling melihat kearah lain.

“Pakailah apa yang pantas Kyu, aku menyukaimu apa adanya.”

Deg!! Suara degup jantung Kyuhyun serasa jatuh ke bawah.

“Bukan karna hiasan, tapi karna Kyuhyun.”

Deg!! Sekali lagi.

Dan Kyuhyun langsung berpaling kembali ke kamarnya, setelah beberapa menit namja cantik itu keluar dengan memakai jeans hitam dan sweater biru gelap dengan kerah V. Warna gelap yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih pucat itu.

Siwon yang mengatakan menyukai Kyuhyun apa-adanya langsung bertekad untuk memandikan Kyuhyun dengan pakaian gelap-gelap lainnya. Karena dengan kulit putihnya namja cantik itu terlihat sangat sempurna dalam balutan warna gelap.

“Ketampanan yang diselimuti dengan kecantikan, membuatmu semakin memesona.”

“Huh?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Kajja~” Jawab Siwon mengulurkan tangannya dengan cepat.

“Ba-ba-bagaima…”

“Sempurna~” Jawab Siwon penuh percaya diri karena ia tahu apa yang ingin Kyuhyun tanyakan.

Dengan jawaban itu Kyuhyun langsung meletakkan tangannya diatas tangan Siwon yang terbuka. Dan namja tampan itu menggenggamnya dengan erat membuat degup didada Kyuhyun kembali berdetak lebih cepat.

Dalam perjalanan keduanya tidak berbicara satu sama lain karena terlalu sibuk pada pikiran mereka sendiri. Bahkan Siwon yang semula baik-baik saja kini tidak bisa lagi menahan debaran jantungnya yang berpacu dengan cepat.

Seperti berlomba dengan kecepatan mobilnya, debaran jantung Siwon tidak pernah ingin melambat. Bahkan sampai mobil mewahnya berhenti didepan sebuah restorant berkelas yang memakai tema outdoor itu, Siwon merasakan lidahnya kelu untuk berucap.

“Kita makan disini?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba memecah keheningan.

“Huh? It…tidak, tidak mungkin.” Jawab Siwon gagap.

“Lalu?”

“Kajja~” Ucap namja tampan itu membuka seatbeltnya kemudian segera turun dari sana.

Dua namja tampan itu pun memasuki restorant langganan Siwon itu dengan jarak keduanya yang sangat dekat. Bahkan lengan Kyuhyun terasa menempel di belakang lengan Siwon yang membuat mereka berdua terlihat seperti pasangan yang sempurna.

Suit-suit~ suara seseorang mengalihkan pandangan Siwon yang sedari tadi menatap wajah putih memesona itu.

“Selamat datang, silahkan~” Manager restorant itu menampilkan senyuman bisnisnya yang sempurna.

“Terima kasih.” Jawab Siwon dengan senyum yang sama.

“Silahkan~ meja kalian sudah disiapkan.”

Sekali lagi Siwon mengajak Kyuhyun makan ditempat yang nyaman, sepi, sunyi dan terhindar dari banyaknya mata memandang, persis seperti yang disukai Kyuhyun. Tempat itu berada dilantai dua restorant dengan meja yang ada dipaling sudut dengan pemandangan lampu kota seoul dimalam hari.

“Kau sudah mengerti kesukaanku, huh?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Sebulan bersamamu seperti sudah bertahun-tahun.” Jawab Siwon dan langsung mendapatkan death glare mematikan.

“Tunggu dulu…” ucap Siwon kemudian.

Kyuhyun melihat dengan bingung. “Waee?”

“Kau pulang sendirian!! Kenapa tidak menunggu mereka??” Tanya Siwon kembali mengingat Kyuhyun tidak mendengarnya.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas berat dan menundukkan kepalanya. Mmmm~” Gumamnya pelan.

“Ahh~ geurae~ ayo makan.” Ucap Siwon cepat dan tidak melihat senyuman licik terpatri dibibir Kyuhyun.

Meja makan berbentuk bulat itu sudah dipenuhi dengan menu makan malam yang sehat menurut Siwon pantas dimakan Kyuhyun. Dengan dua batang lilin dan setangkai mawar merah ditengahnya, makan malam mereka benar-benar terlihat seperti meja pasangan sedang berkencan.

Tanpa kata-kata namja cantik itu memulai makan malamnya dengan lahap dan wajah bahagia membuat Siwon hanya bisa menatap wajah cantik itu dengan pandangan memuja yang sangat nyata.

Sampai semuanya habis tak bersisa Kyuhyun hanya bisa membelai lembut perutnya yang sudah kepenuhan dan melihat Siwon dengan wajah riang. “Gomawo~” Ucapnya tanpa sadar.

“……” Siwon kehilangan kata-kata.

“Yah!!” Panggil Kyuhyun sedikit keras membuat Siwon tersentak.

“Huh?”

“Apa yang kau pikirkan saat melihatku seperti itu? Dasar mesum!!”

“Mwooo?

“Pasti pikiranmu melayang-layang kan!!?”

“Ani~ aku hanya menikmati keindahan.”

“M-mwo~?”

“Lihat pemandangan dibawah sana.” Ucap Siwon mengalihkan pandangan Kyuhyun.

Namja cantik itu langsung berdiri mendekati pagar batasan setengah pinggang yang melingkari lantai itu dan berdiri melihat kedepan. Berbagai lampu dengan warna yang berbeda membuat pemandangan malam terlihat begitu mengagumkan.

“Tadi kau tidak melihat ini.” Gumam Kyuhyun dengan wajah mengerucut.

Siwon bergerak perlahan sampai akhirnya juga berdiri disamping Kyuhyun. “Malam di kota Seoul memang sangat mengagumkan.” Ucapnya pelan.

“Juga sangat menyeramkan.” Ucap Kyuhyun dengan mata menerawang.

“Cahaya itu bisa membuat silau mata siapapun yang melihatnya.”

“Karena itu gelap lebih menyenangkan.”

“Walau begitu kau tidak akan kembali kesana.”

“Mwoo?”

“Aku tidak akan melepasmu Kyu, aku tidak akan membiarkanmu kembali ke duniamu yang gelap itu.” Ucap Siwon tanpa melihat Kyuhyun yang kini sudah berdiri menghadapnya.

Siwon menatap lurus ke depan melihat cahaya lampu yang bersinar terang itu dan melanjutkan perkataannya. “Mungkin terasa asing saat kau berada ditengah-tengah cahaya yang menyilaukan, tapi dengan cahaya itu kau bisa melihat indahnya dunia.”

“Dengan cahaya itu kau bisa melihat sekelilingmu, melihat orang-orang yang peduli padamu, dan melihatku.” Ucap Siwon yakin dan berpaling melihat tepat dalam mata Kyuhyun.

“……” Tidak ada kata-kata yang bisa diucapkan Kyuhyun selain debaran jantungnya yang hampir terdengar keluar.

Wajah tampan itu menatapnya dengan penuh perasaan yang tidak bisa dijelaskan Kyuhyun dengan kata-kata. Bahkan Kyuhyun sendiri tidak tahu tatapan yang sama sudah ia berikan untuk Siwon yang melihatnya dengan jelas.

“Kyu, Kyuhyun…” Panggil Siwon mengambil kedua tangan Kyuhyun perlahan dan menggenggamnya.

Siwon harus terdiam sesaat untuk mengatur debaran jantungnya yang hampir meledak saat itu juga karena apa yang akan dikatakannya sekarang mungkin tidak seharusnya dan tidak akan diterima Kyuhyun.

“S-si-si….” Bahkan Kyuhyun sendiri tidak bisa berucap dan melihat tangannya yang digenggam Siwon yang terasa hangat.

“Walau ini terlalu cepat bagimu, tapi hatiku sudah tidak bisa berbohong lagi.” Ucap Siwon tiba-tiba dan menatap dalam mata Kyuhyun.

“Ma-ma…”

“Neomu joahe.”

Sekali deg!! Jantung Kyuhyun terasa jatuh kelantai mendengar pernyataan itu dan selanjutnya debaran itu pun berdetak lebih cepat sampai terdengar ketelinganya sendiri. Namja cantik itu tidak tahu harus menjawab apa dengan keadaan yang tiba-tiba ini, karena segala apa yang dirasakannya untuk Siwon saat ini sedang membuncah didadanya.

Hanya kurang lebih dua bulan mereka dekat lebih dari biasanya walau sudah dua tahun mereka bersama didalam satu lingkungan. Tapi perasaan yang ia miliki sekarang terasa baru dan asing baginya namun itu semua membuatnya sangat bahagia untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun yang lalu.

Begitu pula yang dirasakan Siwon pastinya, walau Kyuhyun tidak bisa menjabarkannya, tapi dengan segala usaha yang sudah Siwon lakukan untuknya, kata cinta itu tidak dapat diragukan sedikitpun.

Siwon benar-benar mencintainya?

“Jadi…maukah kau jadi kekasihku?” Tanya Siwon akhirnya membuat Kyuhyun kembali dari lamunannya.

“……” Kyuhyun masih membisu.

“Aku tidak akan memaksa Kyu, tapi aku harap jangan berubah jika perasaanmu tidak sama denganku, aku tidak mau kau jau…”

Kata-kata Siwon yang sangat banyak itu terhenti gerakan Kyuhyun yang kini wajah cantik itu terbenam diceruk lehernya. Siwon yang kehilangan kata-kata hanya bisa menutup dan membuka mulutnya tanpa ada kata yang keluar dari sana.

“K-ke-kena…”

“Kau terlalu banyak bicara.” Jawab Kyuhyun tajam dilehernya.

“Ap-ap-apa ini ‘ya’?” Tanya Siwon tidak yakin. “Apa artinya ‘Iya’?” Tanyanya lagi.

Kyuhyun tidak menjawab apa-apa selain gerakan tangannya yang perlahan melingkar dibalik punggung Siwon hingga namja tampan itu merasakannya. Detik selanjutnya Siwon memeluk tubuh Kyuhyun dengan erat sambil tersenyum lebar memamerkan kebahagiaannya.

“Saranghae Cho Kyuhyun, jeongmal Saranghae.”

“Ja-jangan ja-jauh dariku.” Bisik Kyuhyun tertahan dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca.

Namun Siwon tidak bisa melihatnya dan merasakan apa yang terjadi pada hati namja cantik itu saat menjawab pernyataan cintanya yang tidak ia sangka. Walau bukan balasan seperti yang diinginkannya, permintaan itu sudah menjadi jaminan bahwa Kyuhyun ingin bersamanya.

“Sekarang kekasihku, maukah kau tinggal bersamaku?” Tanya Siwon kemudian.

“…..” Kembali Kyuhyun tidak bisa menjawabnya.

“Kyu…aku ingin terus bersamamu, melihatmu dan disampingmu.”

Kyuhyun langsung menjauhkan wajah dari tempat hangat itu dan menatap mata Siwon mencari kesungguhan yang pasti didapatkannya disana.

“Mau kan?” Tanya Siwon sekali lagi.

“Terlalu cepat paboo!!!

“Mwooo?”

TBC….

Sampai jumpa di ff selanjutnya.

Mau tau rahasia ff ini??? Mmm~ itu…mmm~ RAHASIA…ahahhaa.

Dilgomapgo saranghanda~

With love,

Vie

My Baby 87

10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

My Baby 87

**

Hai-hai~ selamat malam~

mianhae neee, mungkin bukan yang kalian tunggu, tapi apapun yang siap Vie ketik, itulah yang update, ehehehe.

dan entah kenapa, My Baby selalu menjadi paling lancar ketikannya, ahahaha.

Selamat membaca, semoga menyenangkan, chap-chap ini masih adem2 saja, nanti kita akan memasuki konfliknya secara perlahan, arrachi~

**

Here you go~

Minho tidak bisa menjawab pertanyaannya sendiri karena ia tidak pernah tahu atau mendengar ada orang yang membawa maid ke hari wisuda mereka.

“Apa ada yang wisuda bawa maid?” Tanya Minho dengan kening berkerut.

Beberapa menit kemudian namja tampan itu langsung keluar dari kamar dengan pakaian yang patut untuk menghadap dosennya dan ransel hitam tersandang di bahunya. Kemudian Minho langsung mencari maid ahjumma yang tadi melihatnya dan berpamitan.

Dan selanjutnya namja tampan itu langsung menuju kampusnya untuk mengurus segala keperluan menjelang wisuda yang akan diadakan beberapa hari lagi.

Sementara dua remaja kembar dongsaeng kesayangannya kini berada di sebuah butik terkenal yang ada dipusat kota Seoul. Butik itu merupakan langganan kedua orangtuanya dan mereka datang hanya untuk melihat dan mencoba baju untuk acara prom mereka nanti.

“Selamat datang, tuan dan nona muda~” Sapa pelayan toko itu dengan ramahnya.

“Aunty, kami mau fitting baju prom night.” Jawab Sulli tidak kalah ramahnya.

“Nee, Ny.Choi sudah mengatakannya, baju promnight untuk kalian sudah kami siapkan.”

“Waah~ aunty yang terbaik~” Sulli langsung menuju bagian baju yeoja sambil melambaikan tangannya pada Suho.

“Tuan muda, silahkan~” Ucap pelayan yang lainnya pada Suho.

“Panggil Suho saja.” Senyum polos Suho yang menggemaskan.

“Bajunya warna hitam dengan garis ungu di saku dan ujung tangannya.” Jelas pelayan itu sambil membawa baju milik Suho.

“Gomawo~ Cuo suka ungu.”

Dan remaja tampan itu pun mulai memakai baju itu dan mengatakan jika ada kekurangan. Sulli yang begitu antusias sangat senang melihat gaun warna putih 3 lapis dengan hiasan bunga kecil-kecil berwarna pink dipermukaannya itu. Sangat sesuai dengan seleranya padahal gaun itu Kyuhyun, mommynya yang memesan.

“My mommy is the best!!” Ucap Sulli sambil memeluk gaun itu dipipinya.

Pelayan toko itu hanya bisa tersenyum dan menyiapkan kotak untuk baju itu dibawa oulang keduanya.

Sementara mommy cantik mereka saat ini masih berada dalam pelukan daddy mereka tercinta. Keduanya baru saja beristirahat didalam ruang kerja Siwon yang ada di cabang perusahaan yang ada di China, setelah tadi berperang dengan meeting yang melelahkan.

“Mianhae sudah mengajakmu kesini, baby.” Ucap Siwon sambil memainkan jemarinya dalam rambut Kyuhyun.

“Memangnya kenapa?” Tanya Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Kau jadi capek seperti ini, seharusnya kau bisa istirahat dirumah.”

“Apa kau sudah lupa janjimu?” Kyuhyun kembali bertanya dengan tatapan tajam.

“Janji? Janji apa?”

“Kemanapun kau pergi, akan selalu membawaku bersamamu, itu janjimu kan?”

“Hooo~ itu benar, tapi bukan untuk membuatmu lelah seperti ini.”

“Aku ingin ada dimanapun kau ada, lagipula kurcaci kita sudah besar, aku tidak perlu selalu menjaga mereka.”

“Ne, ne, ne, arraseoo~”

“Aku ingin bersamamu, apa kau tidak?”

“Mwoo?? Tidak mungkin, baby~ ” Mata Siwon melebar tidak percaya. “Aku juga selalu ingin bersamamu.”

Senyuman licik kyuhyun langsung terukir dibibir peach-nya yang memesona hingga Siwon tidak tahan untuk tidak mengecupnya sekali, bahkan berulang kali. Dan namja tampan itu langsung mengangkat kepala Kyuhyun yang ada dipangkuannya hingga mendekati wajahnya sampai bibir mereka pun bertemu.

Ciuman manis penuh cinta pun tidak bisa dihindari saat Siwon menarik pinggang Kyuhyun semakin mendekat padanya. Ia ingin merasakan kehangatan huswifenya yang memesona itu.

“Mulai sekarang aku akan ikut kemana bisnismu berjalan.” Bisik Kyuhyun diantara bibir mereka.

“Arraseo Mrs.choi~ arraseo~” Jawab Siwon kembali memagut bubir Kyuhyun untuknya hingga Kyuhyun tersenyum dalam ciuman mereka.

Setelah beberapa menit Siwon melepas bibirnya dan melihat wajah cantik itu merona dalam pelukannya. Kyuhyun hanya bisa menatap mata Siwon beberapa detik selanjutnya ia segera berpaling melihat kearah lain dengan senyum malu terukir dibibirnya.

“Kau sungguh memesona, baby~”

“Bukankah aku sudah tua?” Tanya Kyuhyun dengan wajah berkerut.

“Semakin tua semakin menggemaskan.”

“Mwooo??”

“Ahahaha~ tidak apa kan jika kita tua bersama?”

“Bersamamu, apapun aku rela.”

“Auuuwwh~ so sweeet~”

“Shut up!!”

“Ahaha~ayo kita lanjutkan?”

“Lanjutkan apa?”

“Tentu saja bekerja, memang apa lagi?” Tanya Siwon dengan alis terangkat.

“A-ani, bekerja, iya~ itu…”

“Ahaa~ apa yang kau pikirkan baby? Kau ingin melanjutkan apa?”

“Just shut up and work!!”

“Ahahahah~ pipimu merona.”

“Besok kita pulang kan? Aku tidak mau dengar si princess itu cerewet.” Ucap Kyuhyun mengalihkan perhatian Siwon.

“Tentu, hyung hubungi ahjussi kim nanti untuk persiapan.”

“Biar aku saja, selesaikan saja pekerjaanmu hyung biar cepat.”

“Ohh, baiklah.”

Dan namja tampan itu pun kembali membuka file-file yang masih menunggu tanda tangannya sementara Kyuhyun beranjak untuk menghubungi pilot pribadi mereka karena tidak ingin terhambat apapun untuk kelulusan Suho dan Sulli, saat mereka pergi Siwon sengaja memakai jet pribadi mereka .

**

Keesokan hari pun tiba…

Ketiga putra dan putri Choi terlihat sedang menghabiskan waktu mereka ditaman belakang lantai dua. Minho mengajak mereka beristirahat setelah selesai belajar pelajaran tambahan mereka di rumah seperti biasanya.

Walau sudah tidak sekolah, les mereka masih tetap diadakan sesuai permintaan mommy dan daddy mereka, karena setelah ini mereka berdua tidak akan mengikuti pelajaran tambahan lagi dirumah.

“Hyung~ mommy bilang Senior High nanti, kami harus belajar les diluar ne?” Tanya Suho begitu melihat hyungnya datang dengan buku bacaannya.

“Ne~ kalian harus bisa berinteraksi dengan teman yang lain juga, jangan hanya di sekolah atau di rumah.”

“Lalu, kenapa Junior High kami tidak keluar?”

“Itu karna mommy tidak mau kalian di culik lagi.”

“Hoooo~ ada-ada saja mommy mah~”

“Apa katamu??” Tanya seseorang dibelakang mereka membuat ketiganya berpaling melihatnya.

“Hee~ mommyyyyyyyy~~” Sulli langsung berlari menyusuri taman dan memeluk mommynya itu dengan erat.

“Welcome home mommy~” Ucap Minho juga ikut mendekat bersama Suho.

“Akhirnya mommy pulang, Cuo rindu.” Ucap namja imut itu dibelakang hyungnya.

“Ahh~ mommy juga rindu.” Ucap Kyuhyun menepuk-nepuk kepala Sulli yang tidak juga melepas pelukannya.

Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya dan melihat bayangan lain dibelakang mommy-nya yang semakin lama semakin mendekat hingga menampakkan wajah namja tampan daddy mereka yang sempurna.

“Selamat datang daddy~” Minho langsung memeluk orang paling dihormatinya itu diikuti Suho yang menggelayut manja dilengan Siwon.

“Culli~ daddy ada juga.” Ucap Minho akhirnya.

Barulah Sulli melepas pelukannya pada Kyuhyun dan berbalik memeluk daddy-nya tercinta sementara Minho dan Suho bergiliran memeluk Kyuhyun yang hanya bisa menepuk pundak mereka dengan pelan.

“Kalian sedang apa?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Mereka baru siap les, Minho ajak istirahat.”

“Hooo~ apa mereka belajar dengan benar?”

“Mmm~ bagaimana ya?” Ucap Minho memasang wajah berpikirnya membuat kedua dongsaengnya langsung memberinya tatapan tajam. “Ahahahaha~ tentu saja mommy, mereka yang terbaik.”

“Ehehe~ tentu saja~” Ucap Sulli membanggakan dirinya.

“Mmm~ kalian yang terbaik.” Jawab Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, kami ke kamar dulu sebelum makan malam.” Siwon mengangguk sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Kyuhyun.

Namja cantik itu langsung menyambut tangan itu dan berjalan mengikutinya menuju kamar mereka yang ada dilantai 3. Ketiga anak mereka hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepala melihat pipi mommy cantik mereka merona dengan indahnya.

“Mereka yang terbaik.” Gumam Minho menatap ikatan orangtua mereka yang masih sangat kuat itu.

“Hyung juga terbaik!!!” Suho dan Sulli langsung memeluk Minho bersamaan disisi kiri dan kanannya.

“Hoo~ kenapa kalian, huh?”

“Ani~ kami hanya ingin memeluk.” Jawab Sulli cuek.

“Mmm~ biasanya ada yang kalian inginkan.”

“Aiiishh~ hyung!!” Protes Suho tidak terima.

“Lalu..?”

“Ajari kami untuk kelulusan~” Jawab keduanya bersamaan dengan wajah polos mereka membuat Minho memutar bola matanya.

“Hyung tidak salahkan? Geuchi?” Senyum licik Minho membuat mereka tertawa kecil.

“Tentu saja hyung selalu benar, katakan apa yang hyung lakukan dulu saat kelulusan?” Tanya Suho lagi.

Minho hanya tertawa dengan senangnya kemudian berjalan menyusuri pinggiran lantai itu sambil melihat ke bawah yang terdapat beberapa maid yang sedang berlalu lalang. Namja tampan itu masih punya kegelisahan hatinya sendiri tentang permintaan maid ahjumma kemarin.

“Hyung!!” Panggil Suho mengikuti dibelakangnya.

“Oh~ mm~ nee~ nanti hyung ajarkan, sekarang kita mau makan malam, kajja~”

Minho langsung menarik dua dongsaengnya itu menuju tangga untuk turun ke bawah karena makan malam sedang disiapkan maid-maid mereka. Namja tampan itu tentu saja akan membantu semua yang dibutuhkan dua dongsaeng kesayangannya itu, walau hal sulit sekalipun.

“Culli mau kemana?” Tanya Minho saat putri cantik itu berjalan lain arah.

“Culli mau cari oleh-oleh, ehehe~”

Minho dan Suho hanya bisa memutar bola matanya melihat putri cantik itu yang tidak pernah lupa akan oleh-oleh yang dibawakan mommy-nya setiap bepergian.

Tidak berapa lama dua namja memesona yang jadi orangtua mereka terlihat sedang menuruni tangga kamar dengan tangan saling bergandengan. Keduanya terlihat segar setelah membersihkan diri dari kelelahan seharian bekerja, walau hanya memakai t-shirt biasa, pesona keduanya tidak dapat diragukan.

Saat mereka tiba di bawah Kyuhyun langsung menuju dapur untuk mengambil minum air putih kesukaannya sementara Siwon ikut bergabung bersama ketiga anaknya yang berada di sofa ruang tengah. Kyuhyun hanya melihat mereka sekilas kemudian ikut berbaur dengan maid-nya yang sedang menata meja makan untuk mereka.

“Culli dapat apa?” Tanya Suho saat Sulli membuka beberapa kantong belajaan yang ada disana, sementara ia sudah menemukan beberapa coklat disalah satu kantong.

“Culli dapat gaun, oppa~ mommy tidak lupa pesanan Culli~ gaun sutra yang dipakai putri-putri china jaman dulu.”

“Dari mana Culli tahu baju seperti itu?”

“I am a princess~ I have know about that, oppa~”

Suho hanya bisa memutar bola matanya sementara Minho cekikikan melihat dua dongsaengnya itu, apalagi saat Sulli membuka gaunnya dan mencoba memakainya didepan mereka. Gaun sutra tipis berwarna baby pink yang lembut itu terlihat sangat elegan jika dipakai Sulli dengan rambutnya disanggul dengan beberapa aksesoris kecil seperti yang dipakai putri-putri cina.

“Minta ahjumma menyanggul rambutmu, princess~” Ucap Kyuhyun menghampiri mereka.

“Apa Culli pakai ini saja mommy?”

“Mwoo?”

“Prom night nanti?” Tanya Suho langsung mengerti.

“Terserah padamu.”

“Ahh, ani~ gaun yang itu ide mommy kan?”

“Ne~”

“Culli pakai itu saja.”

“Punya Cuo juga mommy yang kasih idenya?”

“Tentu saja babyboy, siapa lagi?”

“Ehehe~” Tawa polos Suho membuat yang mendengarnya ikut tertawa, apalagi Minho yang begitu gemas melihatnya.

“Sudah-sudah~ ayo makan dulu.” Ucap Siwon membuat mereka langsung beranjak menuju meja makan.

Dan Kyuhyun yang paling cepat berada disana langsung berbinar-binar melihat sajian makan malam mereka yang menggiurkan itu hingga ia mengambil beberapa cuil untuk merasakannya. Maid ahjumma yang melihat hanya bisa menggelengkan kepala mereka kemudian segera memanggil maid-maid yang lain untuk segera makan malam.

“Mommy, kenapa sudah ada disana?” Tanya Sulli begitu melihat Kyuhyun mommy-nya sudah bertahta ditempatnya sendiri.

“Mommy lapar, palli-palli~” Jawab Kyuhyun sambil memukul meja berkali-kali seperti anak kecil yang kelaparan.

Siwon langsung duduk ditempatnya ditengah dengan Kyuhyun sudah ada disisi kanannya dan Minho duduk disisi kirinya. Sementara Suho dan Sulli mengambil tempat favorite mereka secara bergantian. Sehari sekali mereka berdua bertukar tempat duduk dengan sesekali Sulli duduk disamping mommy-nya sesekali Suho disamping hyungnya.

“Itadakimasu~” Ucap Kyuhyun dengan wajah riang dan mereka pun memulai makan malam itu dengan tenang.

Begitu pula dengan maid mereka yang makan dimeja khusus mereka dibelakang tanpa perlu cemas mereka kekurangan apapun. Karena sejak dulu aturan keluarga itu memang maid makan saat mereka makan walau ditempat yang berbeda.

Siwon tetap dengan suapan cintanya untuk Kyuhyun sementara Kyuhyun tetap menerima apapun yang disodorkan padanya. Makan malam seperti biasanya selalu berjalan tenang karena tidak ada yang berbicara selama mulut mereka terisi penuh.

Sampai…

“Da-daddy…” Panggil Minho tiba-tiba.

“Hm? Waeyo?” Siwon menghentikan kegiatannya menyuapi huswifenya tercinta.

Bahkan Kyuhyun juga menghentikan kunyahannya dan melihat putra sulungnya yang tampan itu. Minho melihat mereka berwajah muram dengan kening berkerut seperti memikirkan sesuatu yang berat, bahkan makanan dipiringnya yang sedikit tidak juga dihabiskan.

Didepannya, tepatnya dibalik pintu menuju dapur, beberapa maid berdiri sambil menatapnya penuh harap. Bahkan tangan mereka yang tergenggam dan terangkat keatas secara bersamaan membentuk gerakan memberi semangat.

‘Fighting!!!’

“Waeyo baby? Mino sakit?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“A-ani mom~ itu…mmm, aku…” Minho tidak tahu harus memulai darimana.

“Waeyo, hm? Apa ada masalah? Wisuda-nya ada kendala?” Tanya Siwon mulai khawatir.

“Bukan!!”

“Lalu? Mino tidak mau wisuda?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Bukan mommyy~” Kening Minho semakin berkerut tidak habis pikir.

“Lalu?”

“Hyung, oppa??” Suho dan Sulli langsung berdiri disisi kiri dan kanannya dengan wajah khawatir.

“Begini tuan besar…” Ucap maid tertua disana akhirnya membuat mereka semua melihat kearahnya.

“Ada apa ahjumma?” Tanya Kyuhyun dengan wajah penasaran.

“Kami,..” Jawab maid itu lalu melihat ke belakang.

Hampir semua maid yang ada di Istana itu pun keluar dari persembunyian mereka dibalik pintu dan berdiri dibelakang maid tertua disana. “Kami ingin ikut Wisuda tuan muda pertama.”

“MWOOOO?” Siwon, Kyuhyun dan Suho, Sulli berseru secara bersamaan.

“Kami ingin ada disana.” Ucap maid tertua itu sambil maju selangkah.

“Itu…” Siwon melihat Kyuhyun yang juga melihatnya. “Aku tidak tahu ahjumma, mungkin kampus Minho tidak akan mengizinkan…” Siwon berhenti berucap saat melihat wajah wanita tua yang sudah berpuluh tahun bersamanya itu mulai meredup.

Bahkan Kyuhyun tidak bisa mengatakan apapun yang bisa mengecewakan wanita yang sudah mereka anggap keluarga itu. Namja cantik itu melihat wajah suaminya seperti sedang memikirkan apa yang harus diberikannya sebagai jawaban.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun setengah berbisik saat ahjumma itu menundukkan kepalanya.

“Baby…” Siwon menatap huswifenya itu dengan kening berkerut.

“Siwonnie akan membuatnya jadi mungkin.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba. “Ahjumma tenang saja, dandanlah yang cantik, arra~”

“Su-sungguh??”

“Tentu saja, dia bisa segalanya.”

“Baby…”

“Tuan…” Panggil maid ahjumma memastikan.

“Aku akan berusaha.” Jawab Siwon tanpa sadar.

“Yeeeee~~~~!!!!” Suho dan Sulli langsung menghambur memeluk ahjumma itu sementara Minho memeluk daddy-nya dengan senyum senang.

“Apa kalian ikut juga?” Tanya Kyuhyun berpaling melihat maidnya yang lain dengan death glare mematikan.

Namun senyum polos dari mereka semua membuat Kyuhyun kehilangan kata-kata karena senyum itu saja sudah memberikan jawaban yang tepat untuknya. Namja cantik itu hanya bisa menatap mereka dengan mulut terbuka dan mata bulatnya yang semakin bulat.

“Nyonya kita memang menggemaskan, ayo kerja!!” Maid ahjumma itu langsung menyuruh anak buahnya kembali ke perkerjaan mereka masing-masing.

Sementara Kyuhyun langsung melipat tangannya didada dengan bibir gemerucut tidak terima membuat yang lain tertawa cekikikan melihat wajah imut nan menggemaskan itu.

Dan makan malam itu pun terselesaikan dengan kebahagiaan yang tidak terkira, apalagi Minho yang bisa mengabulkan keinginan ahjumma yang sudah menjaganya sejak ia bayi. Kemudian keluarga kecil itu pun menghabiskan waktu di ruang tengah sebelum Minho menepati janjinya untuk membantu dongsaengnya tercinta.

Sementara Siwon dan Kyuhyun melihat dan mendengarkan apa yang dilakukan putra pertama mereka untuk membantu si kembar. Sejak Minho dewasa Siwon dan Kyuhyun tidak pernah kesusahan menjaga anak kembar mereka yang baru beranjak dewasa.

Kelulusan dari Junior High School merupakan langkah mereka menuju kedewasaan yang baru, karena masa Senior High merupakan masa dimana semua kebenaran dan kesalahan sudah bisa dipastikan dengan benar.

Jika anak muda yang mengatakan, masa Senior High itu merupakan masa yang paling indah saat semua hal yang dilarang akan diberikan walau tetap dengan pengawasan dibelakangnya.

Begitu juga menurut Sulli dan Suho, saat senior nanti hal pertama yang mereka dapatkan ialah keluar dari istana itu dengan melakukan pelajaran tambahan diluar rumah. Selain itu, mereka berdua akan diberikan kebebasan memilih apapun yang mereka inginkan.

“Mommy~ apa benar Culli nanti dapat iphone?” Tanya Sulli tiba-tiba.

“Huh? Kapan mommy bilang itu?” Jawab Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“Aisshh~ mommy!! Janji itu harus ditepati!!” Jawab putri cantik itu dengan death glarenya.

“Mommy jangan berjanji sama anak kecil.” Ucap Minho dengan smirk jahilnya.

“Benar princess~ senior nanti kalian dapat iphone.” Jawab Siwon memastikan.

“Ehee~ akhirnya~ penantian yang sangat panjaaaaang~” Ucap Sulli dengan wajah berbinar.

Bukan apa-apa, sejak Junior High, mereka berdua belum pernah memegang iphone milik mereka sendiri karena memang tidak ada. Siwon dan Kyuhyun tidak memberikan mereka mainan itu pada mereka selain punya Minho yang sudah didapatkan putra mereka sejak Junior dulu.

“Kenapa kami baru dapat sekarang mommy? Mino hyung sudah punya dari dulu?” Tanya Suho akhirnya.

“Naah, itu benar!! Kenapa mommy?” Ikut Sulli.

“Hmm~ itu karna mommy tidak mau kalian lupa belajar, lupa makan, bahkan lupa sama mommy.” Jawab Kyuhyun.

“How come~?” Ucap Sulli dengan wajah berkerut tidak percaya.

“Tentu saja bisa, secara kalian…” Minho melihat dua dongsaengnya itu sambil berpikir.

“Apa hayo~ apaaa??” Sulli langsung mendekati Minho dengan death glarenya.

“Ahahaha~ ayo lanjutkan~” Minho berdalih dengan wajah riangnya membuat Sulli mendecak kesal.

“Persiapan kami sudah siap semua, tinggal menghadirinya esok hari~”

“Ya sudah, sekarang istirahat saja, biar besok lebih fresh~” Ucap Siwon pada mereka bertiga.

“Baiklah~” Ucap ketiganya bersamaan membuat Siwon tertawa kecil.

“Masih seperti dulu ne~”

“Neee~” Jawab mereka lagi kemudian segera menghambur memeluk keduanya sebagai ucapan selamat malam.

Selanjutnya tinggallah Siwon dan Kyuhyun yang menikmati waktu mereka setelah ketiganya naik ke kamar masing-masing. Setelah beberapa menit Siwon dan Kyuhyun juga beranjak menuju kamar mereka untuk bersitirahat menghilangkan kelelahan hari ini.

Keesokan harinya.

Hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Sulli dan Suho akhirnya datang juga akhirnya, kelulusan. Karena itu pula mereka berdua saat ini sudah terlihat didepan meja makan memakan sarapan mereka dengan penuh semangat.

Sementara kedua orang tua mereka masih sibuk bersiap dikamar untuk segera ke kantor mereka, sebelum menghadari acara kelulusan tersebut. Sedang namja tampan putra pertama istana itu masih berada didalam kamarnya yang berada dilantai 2.

“Oppa~ cepatlah, kita harus tiba disana lebih dulu.” Ucap Sulli pada oppanya yang masih meminum susunya dengan tenang.

“Jangan terburu-buru nona, kalian pasti cepat sampai.”

“Ahjumma, kami akan terlambat jika Cuo oppa santai seperti itu.”

“Kenapa ribut begitu princess?” Tanya seseorang dibalik pintu.

“Oppa~~ antarin Culli sekarang, lihat Cuo oppa dari tadi tidak siap-siap juga!!” Lapor Sulli begitu melihat oppa tampannya yang pertama berdiri disana.

“Dia memang cerewet hyung, kajja~” Ucap Suho tidak terpengaruh lalu segera berjalan menuju pintu depan.

“Mommy~ kami pergi duluan nee~” Teriak Sulli langsung berlari menuju pintu depan.

Mommy yang dipanggilnya masih berjalan menuruni tangga dengan santainya dan melihat tingkah putrinya dengan wajah datar. Sementara Siwon dibelakangnya hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat Minho yang menyunggingkan senyuman manis pada mereka.

Dan bocah kembar itu pun segera pergi ke sekolahnya diantar Minho sementara kedua orang tua mereka akan pergi ke kantor sebentar untuk menghadiri meeting yang diadakan lebih cepat dari biasanya untuk membahas semua yang sudah mereka lakukan di China beberapa hari yang lalu.

Di sekolah Junior High School terkenal yang ada di Seoul, seluruh murid kelas 3 terlihat sudah disibukkan dengan kegugupan mereka saat menerima piagam nanti. Bahkan ada dari mereka yang masih ditemani umma dan appa hanya untuk menenangkan mereka.

“Syukurlah Culli tidak minta ditemani mommy.” Celutuk Minho melihat yeoja setara dengan dirinya berada dalam pelukan sang umma.

“Hello~ oppa~ Culli sudah besar.” Jawab Sulli dengan gaya centilnya.

“Bisa oppa tebak siapa yang juara pertama?”

“Ahh~ oppa jangan begituuu~ Culli tidak mau dengar.”

“Hey~ Culli sudah belajar dengan rajin.” Ucap Suho dengan senyum menenangkan.

“Jinjja?”

“Bukankah siang malam Sulli belajar agar bisa jadi yang pertama dan…”

“Daan??” Minho melihat melirik Sulli dengan wajah jahilnya.

“Biar diantar Mino oppa setiap hari.”

“MWOOOO??” JongIn dan Taemin menyahut dibelakang mereka.

“Hey~ kalian tidak ada kuliah?” Tanya Minho begitu melihat mereka.

“Kami mahasiswa akhir hyung, artinya kami punya banyak waktu luang.” Jawab Taemin cuek.

“Jiaaah, bukannya terbalik?”

“Ahahaha~ gwenchana hyung, aku tidak ada jadwal.” Ucap JongIn membuat Taemin mendecak kesal.

“Kami akan masuk semua, princess~ kau senang?” Tanya JongIn pada Sulli.

Putri cantik itu langsung menganggukkan kepalanya dan melihat kesana kemari mencari siapapun yang sudah diundangnya berada disana. Dan dari jauh terlihat namja tampan berbadan tinggi dengan kulit putih dan bibir merah yang mengagumkan.

“Kris oppa~~” Panggil Sulli dengan penuh semangat membuat yang disana tersentak.

Bahkan Suho yang tidak peduli langsung mematung begitu mendengar nama siapa yang dipanggil dongsaeng kembarnya itu. Minho langsung berdiri disamping Suho bahkan dengan badan yang menutupi setengah badan dongsaeng manisnya itu, membuat Suho tanpa sengaja memutar bola matanya.

“Apa yang hyung lakukan?” Tanya Suho dengan wajah datar.

“Ani~” Jawab Minho cuek sambil memasukkan dua tangannya dalam saku celana.

“Selamat pagi semuanya~” Sapa Kris dengan senyum menawan.

Taemin dan JongIn langsung berhigh figh ria dengan namja tampan yang mereka kenal sebagai junior mereka, sementara Sulli langsung memeluk oppa lainnya itu dengan senang. Detik selanjutnya badannya sudah ditarik Minho dengan memberi Kris death glare gratisnya membuat Sulli mendecak kesal.

“Oppa~ Kris oppa datang karna Culli!!” Protes putri cantik itu akhirnya.

“Kenapa dia harus ada? Dia bukan kerabat.”

“Dia teman kami, oppa~ aissh~~”

“Disini kami selalu dibantu Kris oppa~ tapi sekarang dia sudah senior.”

“Oppa tau, gomawoyo~ sudah menjaga mereka.” Ucap Minho dengan wajah datarnya membuat Kris hanya bisa tersenyum manis sebagai balasan.

“Hyung~ kau ini seperti ahjumma saja~ come here~” Ucap Taemin langsung menarik sahabat kecilnya itu menjauh dari sana.

“Aiishh~ Minnie, Cuo bisa bahaya dekat dia.” Protes Minho tidak rela.

“Apanya yang bahaya, siapa yang bilang? Mommy?” Tanya Taemin cepat membuat Minho terpaku.

“Kau…”

“Waeee??”

“Tadi kau tidak menyebut nama Minnie~” Minho melihat namja manis itu dengan mata melebar.

“Nama apanya? Siapa?”

“Nama mommy hyung, kau langsung memanggilnya mommy~ apa maksudnya itu?”

“M-mwo!! M-memangnya k-kenapa? A-aku lu-lupa.” Pipi Taemin langsung memerah sampai ketelinganya.

JongIn hanya bisa tertawa dengan kerasnya sementara Taemin sudah seperti kepiting masak dan Minho yang terus menatapnya dengan mata jahil yang menggoda. Walau mereka sudah dipastikan untuk bersama, tapi Minho belum pernah sekali pun mengucapkan kata penting yang sangat ingin didengar Taemin.

Karena itu, jika sudah menyangkut hubungan mereka Taemin tidak bisa berkata apapun untuk menegaskannya atau pun menolaknya. Namja imut itu hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi pada hubungan mereka ke depannya.

“Hyung, jangan menggodanya, nanti dia tidak mau lagi denganmu.”

“Tidak apa, aku akan cari yang lain JongIn, gampang itu.”

“APA KATAMU!!! Rasakan ini!!”

Bhugh!! Kepalan tangan Taemin melayang ke perut rata Minho yang tidak terlindungi membuat namja tampan itu terpaku. Namun detik selanjutnya ia langsung membalas pukulan itu dengan pukulan yang sama. Taemin langsung menghindar dan tertawa dengan kerasnya karena pukulan Minho tidak tepat.

“Sebaiknya aku juga cari pacar.” Ucap JongIn tanpa sadar membuat mereka berhenti bergerak.

“Cari apa?” Tanya Minho.

“Ahh, an-aniyo.” Jawab JongIn gugup membuat Minho menatapnya penuh selidik dan Taemin cekikikan.

Saat itu Minho pun bisa melihat lurus ke depan dongsaengnya sedang bersenda gurau dengan namja tampan yang sudah digaris merah oleh mommy mereka padahal ia belum melakukan kesalahan apapun.

Kris terlihat sangat senang berbicara dengan Suho sementara Sulli sibuk mencari tamu yang sudah diundangnya tiba disana.

“Hyung, tidak apa-apa sekolahmu?” Tanya Suho.

“Ani~ aku sudah permisi untuk menghadiri kelulusan dan diizinkan.”

“Kenapa selalu diizinkan? Memangnya itu sekolahmu?”

“Bukan~aku hanya yang paling pintar disana jadi semua permintaanku pasti dikabulkan.”

“Paboo~”

“Aku serius.”

“Ne, ne, arraseo~ gomawoyo sudah datang.”

“Tapi kenapa Sulli yang mengundangku? Kenapa bukan dirimu?”

“Aku pikir hyung tidak bisa, jadi tidak apa-apa.”

“Kau tidak mau aku datang, hm? Cuo-ya?” Tanya Kris dengan senyum liciknya sambil mendekatkan wajahnya.

“Huh? Bu-bukan begitu.” Pipi Suho langsung merona ditatap intense seperti itu membuat Kris tersenyum dengan senang sampai kedua matanya menyipit.

Dibelakang mereka dua pasang mata juga menyipit dengan serius karena kedekatan yang tidak biasa itu.

“Ahahaha~Hyung, jangan merusak kesenangan orang.” Ucap JongIn melihat Minho.

“Ahh~ itu momkyu~”

“Huh? Mana?” Tanya Taemin melihat kesana kemari.

Didepan gerbang sekolah elit itu audy putih Siwon berdiri tepat ditengahnya dan ia sedang membuka pintu depan mobil untuk penumpang selamanya disampingnya itu. Kyuhyun turun dengan wajah sulking dan mata yang tertutup kacamata hitam mengkilat.

“Aku benar kan hyung?” Ucap Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.

“Ne, ne, ne, memang panas hari ini.” Jawab Siwon menutup pintu mobilnya dan menarik pinggang Kyuhyun agar mendekat padanya.

Kyuhyun memakai jas dan celana abu-abu yang dipadu dengan kemeja berwarna navyblue, sementara Siwon memakai turtle neck hitam dengan coat hitam dan celana hitam, dengan rambut tertata rapi. (pict university oxford)

Sulli langsung menghambur mendatangi mereka begitu melihat bayangan mereka terlihat diantara kerumunan tamu yang yang hadir diacara itu. Siwon tersenyum manis melihat putri cantiknya masih saja little princess walau sudah mau Senior High.

“Akhirnya datang juga, sudah mau dimulai.” Ucap Sulli dipelukan Siwon.

“Kenapa Culli masih diluar?” Tanya Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Tungguin mommy, apalagi?” Jawab Sulli sambil memeluknya.

Dibelakang mereka keluarga Choi tiba disana dengan Umma Appa Choi dan Jiwon bersama suaminya. Disamping mereka Ryeowook dan Yesung juga terlihat dengan pakaian rapi mereka. begitu juga Donghae dan Hyukjae yang membatalkan acara mereka untuk kelulusan ini.

Tradisi menghadiri setiap acara penting bersama-sama masih melekat diantara mereka walau sudah bertahun lamanya. Sejak Minho, JongIn dan Taemin lulus dulu mereka semua menyempatkan diri untuk datang dan menyaksikan kelulusan mereka.

“Kebersamaan itu indah.” Kata Umma Choi yang tidak pernah ingin melewatkan apapun.

“Bahkan meneror kedamaianku sendiri, huh?” Jawab seseorang dibelakangnya.

“Ohh~ kau datang akhirnya, ohohoho” Tawa Umma Choi tidak peduli.

Appa Choi hanya bisa tertawa dan langsung memeluk sahabat yang jauh dimata mereka namun selalu bisa kembali untuk acara penting keluarganya.

“Appa~” Sapa Kyuhyun langsung memeluk appa-nya diikuti Siwon dibelakangnya.

“Selamat datang appa.”

“Harabeoji~”

“Ayo masuk, acaranya mau dimulai.”

“Apa semuanya bisa masuk?”

“Tentu saja, Siwon sudah mengatakan keluarganya akan ikut semua, jadi pihak sekolah harus mengadakan acaranya diruangan yang lebih besar, karena bukan hanya keluarganya, keluarga murid yang lain juga pasti ingin berada didalam ruangan itu.”

“Kalian memang bisa meneror orang, huh?”

“Ahahaha, kami hanya ingin yang terbaik.”

“Ohh~ itu Suho dan Minho.”

Remaja-remaja tampan itu berjalan perlahan menghampiri orang tua mereka masing-masing dengan wajah bahagia. Kyuhyun langsung memasang wajah tidak senang saat wajah Kris terlihat semakin jelas dimatanya. Namun tiba-tiba pandangannya terhalang namja manis yang berdiri dengan senyum manis didepannya.

“Annyeong, momkyu~” Sapa Taemin ramah.

“Ah~ Minnie~ annyeong, bagaimana kuliahmu?”

“Lancar mom~ Minnie akan segera lulus dan menyusul Mino hyung.”

“Ne, ne, ne kau memang tidak bisa jauh darinya, huh?” Ucap Kyuhyun dengan smirk jahilnya membuat pipi Taemin seketika merona.

“Jangan menjahilinya, Kyunnie~”  Ucap Donghae tidak terima.

“Aku tidak berbuat apa-apa.”

“Ayo masuk~” Siwon menarik Kyuhyun segera berjalan menuju aula upacara kelulusan anaknya.

Saat itulah Suho dan Kris mendekat dengan senyum mereka yang menawan yang dibalas Siwon dengan senyum yang sama kecuali Kyuhyun. Ia bisa melihat dnegan jelas Kris menatap Babyboy-nya dengan tatapan yang ia tahu tidak boleh dimiliki Kris, atau belum boleh dimiliki remaja tampan itu.

“Mommy…” Sapa Suho memeluknya.

“Siapa kau?” Jawab Kyuhyun melihat Kris didepannya.

“Mommy jangan begitu.” Protes Suho membuat Minho mengeluarkan smirknya.

“Selamat siang uncle~” Ucap Kris sopan melihat Kyuhyun dan Siwon.

Dan ia pun menundukkan badannya sopan pada semua namja yang ada disana, termasuk appa-appa yang masih melihat mereka dengan wajah bingung.

“Jangan dekat-dekat babyku.” Ucap Kyuhyun dengan tatapan tajamnya. “Dia milikku.”

“Aigo~ baby, jangan seperti itu, ayo~” Siwon langsung menarik huswifenya yang sudah mengerucutkan bibir tidak terima.

“Hyung!!”

“Jangan begitu, Kris anak baik.”

“Kau tidak tahu, hyung~”

“Apanya yang tidak, hm?”

“Ckk!!”

Siwon tidak menjawab apa-apa sambil terus membawa Kyuhyun memasuki gedung besar itu tempat acara berlangsung yang sudah dipenuhi dengan tamu-tamu yang lain. Dan bisa dipastikan seluruh kursi tamu baris depan akan dipenuhi dengan mereka saja, jika mereka ingin duduk didepan. Tapi tidak, hanya Appa-appa, umma Choi, Minho, Siwon dan Kyuhyun yang duduk dibaris depan.

Sedang Eunhae, Yewook, Jiwon dan suaminya berada dibaris kedua tepat dibelakang mereka bersama Taemin, JongIn dan Kris. Sementara seluruh siswa kelas tiga berada ditengah ruangan yang dekat dengan panggung utama saat nama mereka dipanggil nanti.

Semua siswa berprestasi dikelasnya berada dibarisan paling depan termasuk, Sulli dan Suho. Saat acara pembukaan dimulai dengan nyanyian lagu kebangsaan kemudian dilanjutkan oleh kepala sekolah yang memberikan sepatah dua katanya, Suho sudah mencari dimana orangtua mereka berada. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan tertinggi yang merupakan peringkat satu sekolah.

Sudah bisa ditebak milik siapa piala besar yang bertingkat 3 itu bahkan sebelum namanya dipanggil, tapi tidak bagi keluarga Choi yang tidak percaya saat nama itu dipanggil dengan keras dan tepuk tangan bergema diruangan besar itu. Choi Sulli.

“Bukannya Suho?” Tanya Kyuhyun.

“Mino tahu pasti dia.” Jawab Minho membuat Kyuhyun melihatnya.

“Mwoo??”

“Sebelumnya…” Suara Sulli membuat Kyuhyun kembali focus ke depan. “Mianhae karna Sulli jadi yang pertama, tapi Culli hanya ingin janji seseorang tertepati dengan peringkat ini, mianhae Cuo oppa~ Culli hanya tidak ingin Mino oppa diambil orang.”

“Mwooo??” Minho menatap dongsaengnya tidak percaya.

“Terima kasih untuk semuanya, seosangnim terima kasih.” Sulli mengangguk sopan pada gurunya kemudian berpaling mencari orangtuanya. “Terima kasih kesayangan Culli, selamanya terima kasih.” Ucap putri cantik itu dengan mata berkaca-kaca melihat Mommy dan Daddy-nya tersenyum bangga padanya.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya sambil menahan perasaan haru yang tidak terkira, walau kata-kata pertamanya sangat sesuai dengan kecerewetannya, tapi putri cantik itu sangat membanggakan mereka berdua.

‘Love you.’ Bisik Kyuhyun pelan yang didengar Siwon.

“Dia memang ajaib.” Ucap Hyukjae dibelakang sambil menggelengkan kepalanya.

“Iya, apalagi kata-kata pertamanya, ingin jadi yang pertama hanya karna itu, tapi Mino jadi motivasi yang hebat.”

“Ahahaha~ dia sangat rajin.”

“Tapi, apa Suho mengalah?” Tanya Umma Choi dengan kening berkerut.

Dan jawabannya terucap saat Suho sudah berdiri diatas panggung menerima penghargaan tertinggi kedua peringkat sekolah.

“Terima kasih semuanya, Culli gwenchana, hyung tidak mengalah~ jadi banggalah pada kemenanganmu, jangan pernah menyerah, arrachi, untuk mommy dan daddy~ Suho sudah berusaha dengan baik dan inilah hasilnya. Terima kasih untuk segalanya dan selamanya terima kasih.”

Siwon dan Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan tawa mereka mendengar speech yang aneh dari kedua anaknya itu. Namun rasa bangga yang sangat besar jelas terlihat diwajah mereka berdua yang tidak pernah melepas senyum mereka pada dua kesayangan mereka itu.

Selanjutnya penghargaan tertinggi peringkat 3 sekolah dan dilanjutkan dengan juara 1 di kelas mereka masing-masing yang pasti Sulli dan Suho menjadi yang pertama dan kedua dikelas mereka. Setelah semua penghargaan diberikan, acara pun ditutup dengan kata-kata pelepasan dari guru-guru dan adik-adik kelas untuk kakak kelas mereka.

Setelah semuanya selesai, para siswa kelas tiga saling melempar tepung sesama teman mereka sebagai perayaan kelulusan yang sebenarnya. Bahkan ada yang membawa telur dan dipecahkan pada temannya yang sudah terbalut tepung.

Sulli dan Suho langsung menghindar saat telur-telur itu dilemparkan sembarangan diruangan itu yang membuat suasananya semakin gaduh saja. Sedang para tamu dan gugu-guru sudah keluar sebelum perang itu terjadi.

Begitu bertemu lagi dengan keluarga mereka, Suho dan Sulli sudah dipenuhi dengan tepung yang melekat diseluruh tubuh mereka bahkan sampai kepala.

“Siwonnie, kita makan siang bersama bagaimana?” Tanya umma Choi saat mereka sudah diluar ruangan.

“Aiiishh~ aniyo, Culli mau pulang saja mommyyyy~~” Ucap Sulli.

“Aiishh, anak ini~” Kyuhyun menatap putrinya itu dengan death glare.

Sedikit saja tidak ada yang boleh rusak dari penampilannya, bahkan sejak kecil putrinya itu akan langsung menangis jika baju cantiknya kotor atau basah sekalipun.

“Suho juga, mommy.” Ucap putra tampan itu sambil melihat seragamnya yang dipenuhi tepung dan cairan putih telur.

“Tapi kami mau makan siang bersama, baby~ jarang-jarang kan kita bertemu seperti ini.” Ucap Siwon sambil melihat keluarga besarnya.

“Mmmmm~” Bibir Sulli mengerucut tidak rela, bagaimana ia bisa ikut mereka dengan penampilan seperti itu.

“Biar Mino yang pulang, kalian pergi saja.” Ucap Minho tiba-tiba.

“Tidak apa?”

“Nee~ kalau tidak capek kami akan menyusul nanti.”

“Hoo~ baiklah, nanti daddy kirim alamatnya, ne~”

“Hati-hati Mino.” Ucap Kyuhyun.

“Aarrraaseo~”

Dan mereka pun menyusuri halaman sekolah itu menuju gerbang, dimana mobil mereka diparkir secara berurutan karena tadi mereka tiba bersamaan.

“Mmm~ apa kita adakan pesta dirumah nanti?” Tanya Umma Choi sambil mengikuti mereka bersama Suho digandengannya.

“Tidak umma, nanti malam mereka mau ke pesta prom.” Jawab Ryeowook yang bertugas menjaga princess itu jika dirumah.

“Aigoo~ junior high mana ada prom?”

“Salah satu temannya mengadakan pesta prom itu dirumah dengan mengundang seluruh siswa kelas 3.”

“Hoo~ anak orang kaya?”

“Anak pemilik Sheraton Seoul.”

“Hoo~ hotel langganan umma.”

“Acaranya juga di hotel itu, Suho dan Sulli datang.”

“Prom itu acara berpasangan, apa kalian sudah punya pasangan?” Tanya Umma Choi membuat Kyuhyun berhenti masuk ke mobil dan berhenti melihat ummanya.

“No~ no partner” Ucap Kyuhyun tajam.

“Ahahaha~ you can’t say that mommy~” Jawab Sulli langsung masuk Santa FE milik mommy-nya.

Yang lain hanya tertawa kecil mendengarnya dan segera masuk ke mobil mereka masing-masing kemudian pergi dari sana. Kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya masuk ke mobil dan melihat Siwon dengan wajah sulkingnya.

“Tenang saja, baby~” Ucap Siwon tersenyum manis kemudian segera pergi dari sana.

**

Begitu sampai di rumah, kedua remaja itu langsung berlari menuju kamar mereka untuk membersihkan diri dan merebahkan badan mereka sebentar diatas ranjang yang empuk. Hari kelulusan yang mereka tunggu dengan penuh kegugupan sudah berakhir. Saat ini mereka sudah bisa melepaskan beban yang menggantung selama beberapa hari belakangan.

Salah satunya dengan bersantai ria ditaman rumah.

Karena itu beberapa menit kemudian Suho dan Sulli terlihat bersantai di taman istana mereka yang ada dilantai 3 kamar orang tuanya. Walau dikatakan bersantai ria disana, tapi ditangan mereka berdua terdapat buku soal yang diperkirakan akan keluar saat ujian masuk Senior High School nanti. Keduanya saling melempar soal dan memberikan jawaban yang tepat hingga hampir sebagiannya sudah terpecahkan.

Padahal hanya 3 jam berlalu dari upacara kelulusan mereka, tapi mereka sudah belajar kembali.

“Apa Senior high akan sulit oppa?” Tanya Sulli tiba-tiba.

“Apa Culli takut?” Suho balik bertanya.

“Ani~ geunyang…yang Culli tau waktu belajarnya sangat ketat.”

“Itu benar, saat senior nanti kita akan pulang kerumah saat malam dan besoknya pergi lagi.”

“Tidak ada lagi waktu bersantai? Bahkan untuk lihat wajah sulking mommy sudah tidak bisa?”

“Apa maksudmu princess??” Tanya seseorang tiba-tiba dibelakang mereka.

“Mommyy!!!” Seru Sulli langsung menghambur memeluk namja cantik mommy-nya itu.

“Aiish~ kenapa selalu seperti ini?” Gerutu Kyuhyun namun membalas pelukan putrinya itu.

Sejak Kyuhyun kembali bekerja, putri kecilnya itu memang selalu bersikap seperti itu saat ia kembali ke rumah. Mungkin karena frekuensi bertemu mereka perlahan semakin sedikit saja. Saat masih di Junior high mereka pulang sekolah sore dan Kyuhyun masih di kantor.

“Kenapa,hm?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Culli stress mommy.” Jawab putri kecil melepas pelukannya dan kembali duduk.

“Stress kenapa? Apa yang terjadi?” Kyuhyun kembali bertanya sambil memeluk putranya.

“Dia mikirin senior high, mommy.” Jawab Suho.

“Hoo…kenapa? Kalian belum siap? Memang nanti disana akan lebih ketat, waktu belajarnya akan lebih lama.”

“Semua sekolah akan seperti itu, kalian harus menyiapkan diri.” Ucap Siwon yang baru keluar kesana.

“Welcome home daddy~” Ucap Suho dengan senyumnya sementara Sulli langsung mendekat dan menggelayut manja di lengan daddynya itu. “Bagaimana makan siangnya daddy?”

“Mmm, menyenangkan babyboy~ mereka akan datang lagi saat wisuda hyung nanti.”

“Hoo~ nanti kami pasti ikut.”

“Nee~ lalu apa yang kalian takutkan, hm?”

“Bukan takut daddy~”

“Apa kalian mau keluar negeri? Disana sistem belajarnya beda, lebih longgar dari pada disini.” Tanya Kyuhyun dan membuat keduanya menatapnya.

“Kami tidak akan memaksa kalian, kemanapun pilihan kalian, mommy daddy akan selalu mendukungnya.”

“Culli ingat waktu Oppa masih senior high, dia tidak punya waktu bermain lagi bersama kami, kecuali hari libur.”

“Tentu saja, persaingan disana sangat ketat, lalai sedikit kalian bisa tertinggal jauh dibelakang.”

“Naega eotteohkae??” Tanya Sulli dengan kening berkerut bahkan hampir menangis.

“Aigooo~ daddy sudah bilang tadi, itu semua pilihan Culli, kami akan mendukungnya.” Ucap Kyuhyun.

“Pikirkan pelan-pelan, nanti daddy bawa pulang brosur senior high luar negeri.”

“Kalian berhak memilih, mommy tidak mau kalian tertekan saat belajar nanti, masa Senior High itu masa yang indah jadi nikmatilah.”

“Mmmm~ mommyyyy~” Sulli langsung menghambur memeluk Kyuhyun dan membenamkan wajah didadanya. “Culli hanya tidak mau…”

“Huh? Tidak mau apa?” Kyuhyun melihat Siwon dengan tatapan bertanya.

“Tentu saja tidak mau jauh darimu mommy~” Jawab Minho tiba-tiba sudah ada disana.

“Mwoo??”

“Geurae~ tadi Culli bilang itu, kalau sekolah nanti dia tidak punya waktu banyak bersama mommy, daddy.” Ucap Suho membenarkan.

“Mmm~ benarkah?”

“Hiks~”

“Mwooo?? Aigooo~ tetap saja little princess, huh??” Minho sengaja menggoda dongsaengnya saat isakan Sulli terdengar.

“Bukan!!” Protes Sulli langsung sulking melihat Minho.

“Lalu??”

“Memang benar kan? Mommy daddy pulang jam 8 lalu Sulli pulang jam 10, oppa juga sudah kerja!! Kita tidak bisa lagi bersama, terpisah-pisah seperti itu, Culli tidak mau, apalagi sampai sekolah keluar negeri, Culli tidak mau mommyyy~huhuhuhu~”

Tangis Sulli akhirnya tidak bisa menahannya lagi, ketakutan yang disimpannya sendirian akhirnya terlepas bersama airmata yang terus mengalir dipipinya. Keempat namja yang ada disana hanya bisa melihatnya tanpa kata-kata.

Bahu kecil itu terus bergetar mengeluarkan semua perasaan yang ada dihatinya. Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apa, namun yang pasti pelukannya semoga bisa menenangkan princess kecilnya yang belum dewasa itu.

Namja cantik itu merengkuh Sulli dalam pelukannya dan menepuk-nepuk pelan kepalanya dengan sayang.

“Dia memang manja.” Ucap Minho akhirnya berjongkok didepan mereka berdua dan memegan lutut Sulli. “Uri princess…” Panggil Minho. Namun Sulli masih terisak dileher Kyuhyun.

“Jangan memikirkan semua itu terlalu dalam, Littlegirl.” Ucapnya lagi. “Semua itu pasti akan terjadi seiring dengan pertumbuhan Culli juga Cuo yang sudah dewasa dan menemukan jalan sendiri-sendiri. Tapi kebersamaan kita ini tentu saja tidak akan pernah terpisahkan karena kita keluarga, kemanapun Culli pergi nanti, kesinilah Culli akan kembali, begitu pula oppa, daddy, mommy, kemanapun kami pergi disinilah kita akan bertemu lagi, arrachi?”

“Ji-jinjja??” Akhirnya putri cantik itu melihatnya.

“Tentu saja, memangnya kami mau kemana?”

“Huks” Jawab Sulli dengan bibir yang mengerucut membuat Minho dan Suho tertawa.

Siwon hanya menatap Kyuhyun dengan senyum bangganya pada Minho membuat namja cantik itu mengeluarkan smirknya yang menjengkelkan.

“Kapan Culli besar kalau seperti ini,hm?” Tanya Minho sambil menyisir poni Sulli yang jatuh.

“Belum sekolah Culli sudah seperti ini, bagaimana nanti?” Tanya Suho ikut menimpali.

“Culli tidak mau sendiri.”

“Kami selalu ada disini, Culli tidak akan pernah sendiri.” Ucap Minho sambil menggenggam tangan cantik itu dengan erat.

Suho juga melakukan hal yang sama pada tangan Sulli yang satu lagi sambil tersenyum menampakkan semua giginya. Perlahan senyum tipis terukir dibibir putri cantik itu dan semakin lama semakin lebar dan penuh kebahagiaan. Saat dua tangan yang lain menghapus airmatanya dengan perlahan.

“Jaa~ oppa pergi dulu.” Ucap Minho kemudian berdiri tegak.

“Kemana tampan?” Tanya Siwon melihat putranya.

“Kampus daddy, ada latihan untuk besok.”

“Culli ikut!!”

“Mwooo? Tidak mungkin, nanti Culli capek.”

“Aniyooo~”

Minho menatap wajah cantik memelas itu sekilas kemudian melihat kedua orangtuanya yang menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, Cuo juga, kajja~”

“Jaga mereka Mino.” Ucap Siwon mantap.

“Nee~ see you mom, dad.”

Ketiga putra dan putri itu pun segera pergi dari sana setelah memeluk kedua orangtua mereka sebagai tanda selamat jalan. Siwon langsung mendekati Kyuhyun dan duduk disampingnya setelah ketiganya menghilang dibalik pintu balkon mereka.

“Kalau dia mau, kita akan mengirimnya pada appa di new york.” Ucap Kyuhyun sambil melihat lurus ke depan yang ada rumah kaca taman daisy-nya.

“Memikirkan yang disini saja Sulli sudah seperti itu, tentu saja dia akan menolak pergi jauh dari sini, baby.”

“Tapi pendidikan disini pasti sangat ketat, beda dengan yang diluar negeri, aku takut mereka tertekan hyung.”

“Lho…waktu Minho dulu kau tidak seperti ini, kenapa sekarang…”

“Minho anak yang kuat, kau lihat kegigihannya? Lagi pula, aku tidak mau jauh darinya dan dia tidak boleh jauh dari sikembar yang masih kecil.”

“Hoo~ arraseo~ pemikiranmu memang selalu jauh ne.”

“Siapa dulu? Aku mommy-nya.” Ucap Kyuhyun dengan bangga membuat Siwon tertawa kecil.

“Nee~ you’re the best mom~”

“Tapi…aku juga tidak bisa mereka jauh dari sini, tapi lagi…”

“Aigooo~ kenapa jadi galau begini, hm?” Siwon mengeratkan pelukannya. “Biarkan mereka yang memilih, karena nanti mereka juga yang akan menjalaninya.”

“Mmm~ baiklah~ bawa aku ke kamar, aku mau tidur.”

“Mwooo?? Kau tidak bisa jalan, baby?”

“Piggyback!! Aku capeeeek sekali.” Ucap Kyuhyn sambil merentangkan tangannya dan Siwon langsung berdiri.

Tapi detik selanjutnya, Kyuhyun sudah ada dalam gendongannya, namja cantik itu hanya bisa mengerjap dengan mulut terbuka.

“Shall we, my queen~” Ucap Siwon sambil tersenyum dengan memesona.

“Paboo!!” Jawab Kyuhyun memutar bola matanya. “Ini bridal style namanya.”

“Arra~”

Siwon langsung berjalan pelan menyusuri taman sambil terus menatap wajah cantik yang perlahan semakin merona itu membuat Kuyhyun mendecak kesal dan memberinya death glare mematikan.

“Kau mau jatuh ke kolam? Kenapa melihatku? Perhatikan jalannya!!”

“Ahahahaha~ cerewetnya my love~”

Kedua namja itu pun memasuki kamar mereka yang dikelilingi kaca itu dan menuju ranjang besar yan empuk yang berada di ujung ruangan. Siwon langsung merebahkan Kyuhyun secara perlahan begitu sampai disana dan duduk disampingnya.

“Tidur apa ini baby? Siang? Sore? Malam?”

“Semuanya, yang jelas aku mau tidur.”

“Baiklah~ selamat tidur, my baby~” Ucap Siwon sambil mengecup keningnya penuhs ayang.

“Kau mau kemana hyung?”

“Kembali ke kantor?” Tunjuk Siwon pada pustaka kecil yang tidak jauh dari ranjang mereka. “Hyung akan menyelesaikan pekerjaan tadi pagi kita.”

“Tapi aku capek…”

“Gwenchana baby, tidur saja.”

“Disini dulu sampai aku tertidur.”

“Mm~ baiklah~”

Namja tampan itu lansung beranjak menuju rak kecil itu dan mengambil beberapa buku yang belum dibacanya. Kemudian ia kembali lagi dan duduk disamping Kyuhyun dengan bersandar dikepala tempat tidurnya.

Tanpa aba-aba, namja tampan itu langsung membelai kepala Kyuhyun setelah membuka buku bacaannya. Kyuhyun hanya tersenyum senang sambil memejamkan matanya dan menuju mimpinya yang menyenangkan.

Entah berapa lama Kyuhyun tertidur, namun begitu ia terjaga suami tampannya sudah tidak ada disana menemaninya. Tanpa harus bertanya Kyuhyun sudah tahu kemana namja tampan itu pergi padahal ia ingin Siwon beristirahat saja daripada kembali bekerja. Bahkan ia tidak tahu kapan ketiga anak-anaknya sudah kembali lagi ke rumah.

**

Sore hari menjelang…

Choi Sulli sudah terlihat sibuk bersiap-siap menghadiri pesta prom yang sangat dinantikannya itu, hanya karena ia ingin memakai gaun cantiknya. Dan tujuan satu lagi yang harus didapatkannya untuk memenuhi syarat dari pesta prom.

Partner.

“Mommy~ daddy eodiseo?” Tanya Sulli pada mommy-nya yang sedang bermain game diruang tengah.

“Tadi langsung balik ke kantor, mommy disuruh pulang saja.” Jawab Kyuhyun dengan kening berkerut dan bibir mengerucut.

“Mwoo?? Udah jam segini belum pulang?” Seru Sulli sambil melihat jam besar yang ada didinding rumah mereka.

“Biasanya kami pulang jam 8, princess~” Jawab Kyuhyun memutar bola matanya saat melihat jarum jam baru menunjukkan pukul 6.30 WKS.

“Ho~ arrachi, Jalga~”

“Mwooo? Culli mau kemana?” Mata Kyuhyun membesar saat putri kecilnya sudah berlari keluar.

Berapa detik berikutnya suara mobil pun terdengar meninggalkan garasi dan semakin membuat Kyuhyun bingung dengan tingkah putrinya itu.

“Waeyo mommy?” Tanya Suho tiba-tiba.

“Ani~ si cerewet pergi entah kemana.”

“Mwooo??”

“Dia tidak bilang apa-apa dan langsung keluar.”

“Aigoo mommy~ memangnya Culli mau kemana?”

“Dia tanya daddy, terus keluar.”

“Dia ke kantor mommy.” Jawab Minho baru turun dari kamarnya.

“Mwoo?? Untuk apa?”

“Ajakin daddy ke prom night.”

“MWOO???”

TBC….

Sampai jumpa di ff selanjutnya nee~

With Love

Vie

Family Love

9

We Love You

**

Cast : Choi Siwon (38), Cho(i)Kyuhyun (36), Choi Minho(17), Choi Suho(16), Lee Taemin(17), Kris(16)

Pairing : Wonkyu

Genre : Family, Hurt/Comfort, Fluffy.

Warning : Boyslove, Alur cepat, ide nyasar.

Summary : Baca aja sendiri, ahahahaha~

Ahh~ maaf soal status di fb ne? Vie nggak perlu bilang  kalo mau hiatus, karena setiap lama update itu udah jadi hiatus, ahahaha~ status itu karena lihat keadaan sekarang. tapi Vie akan tetap bersama wonkyu sampai waktunya harus berhenti, coz I love them to damn much~

And here we go~

I Proudly Present…

**

Seoul, Korea Selatan.

Pagi hari di kota Seoul terlihat begitu menenangkan dengan kendaraan yang masih belum terlalu banyak yang berlalu lalang di jalanan. Selain karena aktifitas yang belum dimulai, juga karena keadaan diluar sana masih sangat dingin dan sedikit gelap.

Tapi itu tidak berlaku pada salah satu rumah bergaya eropa yang terletak dikawasan distrik gangnam. Rumah dengan 2 lantai itu terlihat sangat mewah dari luar dengan semua dinding dilapisi dengan kaca tembus pandang. Berbagai lampu hias yang terpajang didalam setiap ruangan itu masih belum dimatikan karena memang hari masih sangat pagi.

Hanya beberapa maid-maid yang terlihat mondar-mandir di berbagai ruangan melakukan tugas mereka setiap harinya di rumah itu. Mulai dari membersihkan lantai dari kotoran dan debu yang hinggap di berbagai perabotan sampai memasakkan sarapan pagi untuk tuan mereka atau pemilik istana itu.

Suara langkah kaki menuruni tangga terdengar saling bersahutan diruang tengah itu, begitu melihat pemilik langkah itu, beberapa maid yang ada diruangan itu langsung menganggukkan kepala mereka sekilas. Seorang namja tampan dengan lesung pipi yang menawan menuruni tangga dengan santainya, dialah pemilik istana kaca tersebut. Choi Siwon.

Namja tampan yang dikenal sebagai CEO salah satu agency terbesar yang ada di Korea Selatan, bahkan berbagai Negara lain juga mengenal Agenci-nya itu, dengan nama WK Entertaiment. 18 tahun yang lalu Choi Kiho sang Appa mewariskan sebuah Agenci kecil untuknya berkarya dalam dunia bisnis walau saat itu ia masih berada dibangku kuliahan.

Namun kegigihan dan kepintarannya dalam mengelola bisnis agency itu membuat perusahaannya menjadi salah satu agency yang patut diperhitungkan dikancah hiburan internasional. Sejak pertama bisnisnya dibuka dengan audisi kecil-kecilan yang diadakan diberbagai tempat, Siwon hanya mendapat 1 trainee dengan bakat yang luar biasa.

Seorang namja berkulit putih susu dengan suara yang mengagumkan tersesat diruang audisi-nya suatu hari yang membuatnya tidak bisa berpaling. Siwon berusaha dengan sekuat tenaga membimbing namja itu hingga ia menjadi penyanyi yang sukses hanya dalam kurun waktu 3 bulan.

Dengan modal yang diberikan appa-nya Siwon membuat impian namja itu menjadi kenyataan dan dengan itu pula impiannya terwujudkan. Karena tidak lama setelah itu agency Siwon mulai dilirik manusia-manusia berbakat lainnya yang mempunyai kelebihan dibidang tarik suara, akting bahkan presenter.

Sebulan setelah album namja itu selesai, Siwon mengesahkan agency-nya memiliki nama resmi yang bisa diingat masyarakat luas. WK Entertaiment, yang merupakan singkatan dari namanya dan nama namja yang membawa keberuntungan dalam hidupnya itu. SiWon dan Kyuhyun.

Namja yang bernama lengkap Cho Kyuhyun itu memiliki paras cantik melebihi yeoja yang pernah ditemui Siwon dan memiliki kulit putih susu yang bersinar. Bentuh tubuh-nya yang tinggi dan ramping itu membuatnya sungguh-sungguh seperti model yeoja yang ada di Runway.

Dan namja cantik itu saat ini sedang berada ditempat terindahnya yang terasa sangat hangat dan nyaman dari gangguan apapun. Diatas ranjang baby-blue besar yang ada di kamar utama rumah besar itu Kyuhyun terlihat masih terbungkus selimut dengan nyamannya.

Ya, dia adalah keberuntungan Siwon yang diubah marga-nya menjadi Choi setelah genap setahun sejak mereka bertemu. Walau di usia Kyuhyun yang masih terbilang sangat muda 18 tahun, Siwon meyakinkan Appa-nya untuk melamar Kyuhyun dan menikahinya karena namja tampan itu tidak ingin Kyuhyun melihat orang lain lagi selain dirinya.

Dan sejak hari itu sampai 18 tahun sekarang ini, sekalipun mereka tidak pernah terpisahkan dengan kebahagiaan yang mereka punya. Apalagi setelah setahun menikah Kyuhyun dinyatakan bisa mengandung layaknya seorang yeoja, membuat Siwon tidak hentinya bersyukur atas pilihannya pada namja cantik itu.

“Tuan Choi~ selamat pagi.” Sapa salah satu maid tiba-tiba membuat Siwon tersentak dari lamunannya.

“Ohh~ mm~ selamat pagi~” Senyum dimple yang memesona selalu membalas sapaan mereka setiap pagi.

“Sarapan sudah siap, saya bangunkan nyonya?” Tanya maid itu kemudian.

“Mm~ gwenchana ahjumma, bangunkan mereka saja.”

“Ohh, baiklah, permisi.”

Dan maid itu pun segera menuju tangga lantai dua tempat semua kamar rumah itu berada, kecuali kamar mereka para maid. Maid itu berjalan mencari salah satu pintu yang bertuliskan nama putra kesayangan mereka semua. Choi Minho.

“Tuan muda~ sudah pagi ayo bangun ke sekolah~” Ucap maid itu sambil mengetuk beberapa kali.

Sementara itu Siwon hanya mendengar suara maid itu membangunkan putra-putranya sambil berjalan menuju kamarnya sendiri yang ada dibagian yang lain lantai itu. Siwon memasuki kamarnya yang luas itu dan segera menuju ranjang tempat dimana soulmatenya masih tertidur lelap.

Namja tampan itu menyusuri bungkusan selimut itu dari ujung kaki hingga kepala dan menampakkan wajah cantik yang tertutup dengan rambut dan setengah selimutnya. Siwon tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat deru nafas Kyuhyun yang masih teratur pertanda bahwa ia masih terlalu lelap dalam tidurnya.

“Bagaimana kau bisa tidur nyenyak di jam segini baby?” Tanya Siwon sambil menyibak rambut poni Kyuhyun kesamping.

Kemudian ia pun mengecup kening namja cantik itu penuh sayang sebagai ucapan selamat pagi untuk huswifenya tercinta dan kecupan itu adalah senjata yang paling ampuh untuk membangunkan namja cantik itu karena kini Kyuhyun sudah menggeliat tidak nyaman dalam tidurnya.

“Hyuuuung~” Protesnya kemudian.

“Sudah pagi, baby~ nanti terlambat, ayoo~”

“Mmmm~ jam berapa ini?” Tanya Kyuhyun masih dengan mata terpejam.

“Jam 5.30.”

“MWOOO!??!?” Kyuhyun langsung terduduk dengan death glarenya yang mematikan pada Siwon. ”Kenapa tidak membangunkanku?”

“Sudah untuk kesekian kalinya.”

“Li~ar~” Ucap Kyuhyun dengan bibir mengerucut dan segera turun dari tempat tidurnya dengan buru-buru.

Namun begitu berdiri dengan utuhnya Kyuhyun langsung menyadari bahwa dirinya tidak memakai apa-apa saat ini hingga hawa dingin dari air conditioner di kamar mereka langsung menerpa kulitnya.

“Ooo~ooo~” Siwon melihat pemandangan itu dengan wajah berbinar.

“Choi Siwon paboo!!!!” Teriak Kyuhyun melempar bantal pada suaminya itu lalu berlari secepatnya menuju kamar mandinya.

“Adorable baby~” Gumam Siwon dengan senyumnya.

Kemudian ia pun segera bergegas memakai pakaian-nya karena ia juga harus menuju perusahaannya seperti setiap harinya selama 18 tahun ini. Setelahnya ia pun keluar dari kamar menuju meja makan sambil menunggu yang lain untuk sarapan bersama.

“Selamat pagi babyboy~” Sapa Siwon begitu melihat putranya sudah duduk di kursi jatahnya sendiri.

“Daddy, I’m seventeen, not Babyboy.”

“Ohh~ good morning seventeen~”

“Daddy!!!!”

“Ahahahaha~ Pulang cepat hari ini?” Tanya Siwon kemudian untuk menghilangkan sulking diwajah putra tampannya.

“Ani~ ada ekskul basket nanti.” Jawab putra tampan itu yang bernama Choi Minho.

Putra pertama Choi Siwon dan Choi Kyuhyun yang berparas tampan lebih menuruni wajah daddy-nya dari pada mommy-nya tercinta. Remaja tinggi dengan rambut hitam dan alis tebal membuat Minho selalu disebut sebagai ciplakan dari daddy-nya. Namun mata bulat dan kulit putih itu asli turunan dari mommy-nya si putri salju.

“Dimana adikmu, hmm?” Tanya seseorang tiba-tiba dibelakang mereka sambil mengacak rambut Minho.

“Mommy!! Aissh~~” Minho langsung menyisir kembali rambutnya dengan jari sambil mengerucutkan bibirnya melihat mommy-nya tercinta.

Namja cantik itu memakai kaos hitam bergaris dibagian dada atas dengan rambut bulatnya yang menggemaskan.

“Tumben mommy bangun pagi?” Tanya Minho dengan smirk-nya yang menjengkelkan membuat Kyuhyun memberinya death glare mematikan.

“Kan daddy sudah bilang, mommy ada jadwal.” Jawab Siwon dengan senyumnya. “Dimana dongsaeng Mino?” Tanyanya kemudian.

“Masih diatas, dia kan lambat, seperti mommy.”

“Mino!!” Kyuhyun protes tidak terima.

“Pagi daddy, pagi mommy, pagi hyung~” Sapa seseorang lagi dibelakang mereka.

“Pagi babyboy~” Jawab Siwon dan Kyuhyun bersamaan melihat putra keduanya.

“Hyung…” Panggil namja kecil itu lagi karena hyungnya Minho tidak berpaling melihatnya.

“Mmm~ pagi Cuo~” Jawab Minho akhirnya dan berpaling melihatnya sekilas.

“Sini, ayo sarapan dulu.” Ajak Kyuhyun kemudian.

“Ehee~ nee~” Cuo atau Suho langsung menempati tempat duduknya disamping Minho hyungnya.

Choi Suho, remaja tampan berusia 16 tahun, hanya beda satu tahun dari hyungnya Choi Minho merupakan putra kedua dari pasangan perfect itu. Memiliki wajah yang sama tampan seperti hyungnya namun terlihat lembut membuatnya lebih sering disebut cute daripada tampan.

Suho merupakan siswa kelas 1 Senior High School yang dikenal disekolahnya dengan sebutan pangeran manis. Sangat bertolak belakang dengan Minho yang berada dikelas dua yang lebih dikenal dengan pangeran cool dan tampan. Mereka berdua berada disekolah yang sama dengan tingkat kepintaran berada dilevel yang sama pula.

“Kalian tahu mommy harus pergi kan?” Tanya Kyuhyun setelah beberapa saat.

“Nee~” Jawab MinSu bersamaan sambil memakan sarapan mereka.

“Belajar yang rajin, dengerin kata Ahjumma dan Mino…” Kyuhyun berucap membuat Minho langsung melihatnya. “Jagain Suho, Arrachi?”

“Aaa~ Arraseo.”

“Daddy ikut?” Tanya Suho kemudian.

“Mommy 3 hari ke jepang, haruskah daddy ikut?” Siwon balik bertanya.

“Biasanya daddy tidak mau ditinggal.” Jawab Minho asal.

“Hooo~ Mino sangat mengerti, tapi tidak…”

“Mwooo??” Kedua pasang mata bulat itu melihat Siwon tidak percaya.

“Hey~ memangnya daddy anak kecil yang harus nempel mommy terus?”

“Selama ini Mino lihat itu yang terjadi.” Gumam Minho pelan.

“Karna itu juga daddy sering tinggalin kami.” Suho menimpali dengan wajah polosnya membuat Siwon merasa bersalah.

“Sudah-sudah, ayo makan~ daddy tidak ikut ada meeting.” Jawab Kyuhyun menegahi membuat Siwon tersenyum senang.

Dan namja tampan itu langsung mengambil nasi goreng dari piringnya lalu menyuapi Kyuhyun dengan wajah riangnya seperti biasa. Sementara Minho hanya bisa memutar bola mata dengan malas sedangkan Suho tersenyum cekikikan melihatnya.

Namun orang tua mereka tidak peduli apapun karena hal itu sudah sering menjadi pembicaraan mereka sejak bertahun-tahun yang lalu. Putra kebanggaan mereka tahu betapa orang tua mereka saling terikat satu sama lain hingga tidak bisa terpisahkan.

Pekerjaan mommy-nya sebagai artis papan atas mengharuskan mereka untuk selalu bepergian ke lain tempat bahkan negara jika schedule untuk konser masuk bersamaan. Seperti sekarang ini Kyuhyun mommy mereka harus ke Jepang untuk menggelar konser solo-nya selama 3 hari.

“Mau dibawa oleh-oleh apa, hm?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Mommy pulang dengan selamat…” Ucap Minho dengan wajah seriusnya.

“Itu sudah cukup.” Sambung Suho dengan senyum manisnya dan Kyuhyun terdiam melihat mereka.

“Kalian memang kebanggaan kami, ayo daddy antar.” Ucap Siwon kemudian saat sarapan mereka sudah selesai.

“Sudah besar masih diantar?” Tanya Minho tidak rela.

“Sekalian daddy antar mommy, no comment, come~” Siwon langsung menarik tangan huswife cantiknya menuju pintu depan.

Suho dan Minho hanya bisa menghela nafas dan mengikuti kedua orang tua mereka bersama beberapa maid dibelakang.

“Ahjumma~ jaga mereka baik-baik, awas kalau ada kesalahan.” Ucap Kyuhyun dengan death glarenya.

“Mommy, kenapa nakutin begitu?”

“Aiish~”

“Geogjeonghajima, nyonya Choi.”

“Mmm~ bagus, ayoo~”

Dan mobil BMW hitam mengkilat itu pun keluar dari bawah teras menyusuri halaman luas yang penuh bunga itu dan keluar pintu gerbang yang sudah terbuka dengan sendirinya. Didalam mobil Minho dan Suho hanya bisa melihat kaitan tangan kedua orangtuanya yang tidak bisa dilepaskan, bahkan sampai tiba didepan gerbang sekolah mereka.

“Mommy hati-hati~” Ucap Suho saat Kyuhyun memeluknya.

“Ne, Cuo juga jangan terlalu capek, ne?”

“Nee~”

“Mino jaga dongsaengmu, arrachi?” Ucap Kyuhyun memeluk Minho dengan erat.

“Arraseo~” Jawab Minho sambil membalas pelukan mommynya tercinta.

Kemudian Kyuhyun pun segera kembali masuk ke dalam mobil sebelum banyak yang melihatnya disana. “Belajar yang rajin, kami pergi.” Ucap Siwon.

“Nee~jalga~” Minho dan Suho melambai sekilas pada mereka.

Kemudian dua remaja tampan itu pun memasuki gerbang sekolahnya dengan santai sambil mencari teman sekelas mereka mungkin ada yang tersesat disana. Dan benar saja ada yang menunggu salah satunya, Minho langsung tersenyum melihat namja manis itu menghampirinya.

“Hei Minnie~” Sapa Minho langsung memeluk sahabat sekelasnya itu.

“Pagi Mino, pagi Cuo~” Taemin melihat Suho dengan wajah riangnya membuat Suho tersenyum senang.

“Nanti ke rumahku ok?” Minho bertanya penuh harap.

“Mommy kalian pergi lagi?”

“Hmm~”

Taemin langsung mendeakti Suho dan mencubit kedua pipinya dengan gemas. “Hooo~ anak bayi kesepian donk~ kasiaaaan~”

“Hhheuuung~” Rintih Suho kesakitan. “Hyuung~”

“Ahahahaha~ tenang saja, hyung akan temani Cuo, arrachi??” Ucap Taemin dengan wajah seirus membuat Suho menganggukkan kepalanya.

Minho hanya melihat sahabatnya itu mengganggu dongsaeng kecilnya yang memang sudah akrab dengan Taemin. Sejak kelas satu namja imut sahabatnya itu sudah sering main ke rumahnya dan mengenal seluruh anggota keluarga mereka.

“Chaa~ ayo pergi~ sampai nanti Cuby~”

“Sampai nanti hyung~” Jawab Suho melambai pada dua hyungnya itu dengan perlahan.

Suho bisa mendengar Minho yang bertanya apa itu Cuby dan dijawab Cuo Baby oleh taemin yang membuat Minho menyentil kepala Taemin sedikit keras. Suho hanya bisa melihat mereka dengan berbagai kata-kata ada dalam benaknya, sampai seseorang membuatnya terkejut dari belakang.

“Yoo~ Choi Suho!!!”

“Yak!! Kris!!! Dasaar!!!” Suho langsung menyentil kepala namja yang lebih tinggi dari-nya itu karena kesal.

“Kenapa kau melihat begitu? Apa kau suka Taemin?” Tanya namja tampan yang bernama Kris itu membuat Suho langsung melihatnya.

“Ck!! Paboya!” Decak Suho sebagai jawaban sambil berlalu darisana.

Kris yang tidak menyangka akan ditingal langsung berlari mengejar namja pintar dikelasnya itu dengan penuh semangat. Begitu sampai Kris langsung melingkarkan lengannya di bahu Suho dan bersama masuk ke dalam kelas yang sudah dipenuhi murid yang lain.

Sementara itu di Bandara Incheon.

“Hyung~ jaga anak-anak kita ne?” Ucap Kyuhyun di ceruk leher suaminya itu.

Saat ini mereka berada didalam ruang tunggu bandara yang memang tidak terdapat orang lain disana karena Siwon sudah mengatur semuanya. Ia tahu kepergian Kyuhyun selalu membuat namja cantik huswifenya itu terbawa suasana melow seperti ini, dan ia tidak ingin orang lain melihatnya.

“Mereka aman bersamaku, baby~ tenang saja.”

“Jangan biarkan Mino main game sampai tengah malam, jangan biarkan Suho sendirian tanpa pengawasan.”

“Hyung mengerti.”

“Lalu~ jangan merindukanku, ne?”

“Mwooo?? Bagaimana tidak?”

“Cuma 3 hari, kalau terlalu rindu nanti kau pasti akan menyusul.”

“Ahahahaha~ jangan juga merindukan hyung, hm?”

“Tentu saja tidak akan!!”

“Ahh~ liar~ yang ada konser-nya kau tinggal dan kembali ke pelukanku, baby~”

Langsung saja pipi Kyuhyun merona mendengar kenangan memalukan itu diingatkan kembali. Tahun lalu memang Kyuhyun meninggalkan konsernya hanya karena ingin melihat suaminya secepat mungkin. Setelahnya Kyuhyun harus mengganti hari yang sudah ditetapkan pihak promotor agar penonton yang sudah membeli tiket tidak kecewa.

“Ahh~ seharusnya hyung ikut~”

“Tidak usah, meetingmu jangan sering-sering ditinggalkan, apa kau mau tutup buku?”

“Ahahaha~ itu tidak mungkin.”

“Jangan sok begitu tuan Choi~”

“Tentu saja tidak Nyonya Choi~”

“Ahh~ aku merindukanmu, hyung~” Ucap Kyuhyun sambil menyusupkan kepalanya dalam leher Siwon.

“Mwoooo~”

“Sudah, aku mau pergi.” Kyuhyun langsung berdiri dengan wajah sulking yang merona.

”Managermu belum datang, duduklah dulu.” Siwon kembali menarik tangan Kyuhyun hingga namja cantik itu terduduk kembali.

“Bukannya manager yang harus menunggu? Kenapa harus aku?”

“Jangan begitu.”

“Aku pecat saja ne?”

“Mwoo??”

“Huh? Mau memecatku? Sembarangan!!!” Ucap seseorang tiba-tiba sudah berdiri disamping kursi tunggu mereka.

“Ohh~ hai Ryeowookie~” Sapa Siwon ramah sementara Kyuhyun memasang wajah sulkingnya.

“Siapa suruh terlambat dan memintaku menunggu?” Tanya Kyuhyun tajam.

“Kau saja yang kecepatan Kyunnie~”

“Ck!!”

“Ini bekalmu, masukkan kedalam ransel-nya Siwonnie.”

“Kau yang terbaik Wookie~” Siwon langsung membuka tas Kyuhyun dan memasukkan kotak bekal itu dengan cepat.

Ryeowook hanya tertawa kecil melihat wajah sulking menggemaskan itu berubah perlahan menjadi berbinar dan cerah. Kim Ryeowook memang sangat mengerti keinginan artisnya yang satu ini, sejak menjadi manager-nya 15 tahun yang lalu, dan ia sudah mengenal Kyuhyun luar dalam.

Ryeowook mendapatkan pekerjaan itu setelah melewatkan berbagai seleksi sulit yang diadakan oleh bawahan Siwon hanya untuk mendapatkan yang terbaik untuk artis nomor satu mereka, Choi Kyuhyun.

“Kita harus pergi, sudah waktunya.”

“Ohh~ ayo cepat.” Siwon langsung menarik koper kecil Kyuhyun dan membawanya sambil melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun kemudian berjalan bersama.

Ryeowook juga ikut berjalan disisi Kyuhyun yang lain sambil bercengkrama dengan pasangan perfect itu sampai mereka tiba di area masuk yang terakhir.

“Take care my baby~” Ucap Siwon mengecup kening Kyuhyun penuh sayang kemudian berpaling melihat Ryeowook. “Jaga dia Wookie-ah.”

“Aku bukan anak kecil hyung.”

“Arraseo~ cepatlah kembali. Aku mencintaimu.”

“Selalu hyung~ nado saranghae.”

“Sampai jumpa Siwonnie~ kami pergi dulu.”

“Ne~ hati-hati.”

Dan dua namja beda tinggi itu pun masuk ke dalam sambil melambai pada Siwon yang berwajah sedih namun tetap dengan senyumnya yang menawan. Setelah mereka menghilang diantara para penumpang lainnya Siwon pun segera pergi dari sana.

Namja tampan itu segera menuju perusahaannya yang berada ditengah kota seoul dengan tinggi gedung 203 lantai. Tempat artist-artis besar di korea bernaung seperti penyanyi, pemain drama, dan juga presenter ialah perusahaannya, WK Entertaiment.

Begitu sampai disana Siwon langsung menuju lantai 37 tempat meeting kali ini berlangsung bersama beberapa pemegang saham. Namun sebelum masuk ke dalam ruang meeting, namja tampan itu melihat hp-nya yang berbunyi tanda sms masuk dan langsung tersenyum begitu membaca isi pesannya.

From : My love.

“Semoga lancar, fighting!! My love.”

Dan Siwon pun memulai meeting itu tanpa kendala suatu apapun hingga semua-nya selesai dengan baik. Namja tampan itu melanjutkan kerjanya di ruangannya sendiri yang ada dilantai terakhir gedung itu, ruang kerja sekaligus ruangnya beristirahat bersama Kyuhyun jika namja cantik itu sedang melakukan recording untuk lagu-lagunya.

*

*

Hari itu pun berlalu dengan sendirinya dengan setiap orang yang memiliki kesibukan mereka masing-masing. Mulai dari pekerja kantoran hingga anak sekolahan, mereka memiliki kesibukan yang sudah ditetapkan peraturan pekerjaan ataupun peraturan sekolah.

Seperti Choi Minho yang dikenal diseluruh sekolah dengan kepintarannya dan memiliki ketertarikan disegala bidang olah raga. Dan hampir semua ekskul olahraga yang ada di sekolah Minho mengikutinya dengan senang hati.

Karena itu pula saat ini ia masih berada dilapangan basket sekolahnya bertanding dengan kelas yang lain bersama teman-temannya. Sementara Suho yang lebih suka belajar dan dilarang ikut kegiatan Ekskul apapun masih duduk dipinggir lapangan sambil membaca buku dan menunggu hyungnya untuk pulang bersama.

Ditengah permainannya Minho mendengar Taemin memanggil karena iphonenya berbunyi panggilan masuk. Dengan enggan Minho segera keluar lapangan dan menerima panggilan telepon itu tanpa melihat siapa yang menghubunginya.

“Yeoboseyo!?” Ucap Minho sedikit kesal.

“Begitu cara menjawab telpon Choi Minho?” Suara mommy-nya diseberang sana bernada peringatan membuat Minho gelagapan.

“Mom-mommy, mianhae~ waeyo?”

“Mino masih disekolah? Bagaimana belajarnya? Bagaimana Suho?”

“Kenapa mommy tidak tanya Suho sendiri?”

“Adikmu tidak bawa hp ke sekolah.”

“Ck!!”

“Minoo~”

“Iya Mino di sekolah, belajarnya biasa saja, itu Suho sedang membaca.”

“Kalian belum pulang?”

“Belum, Mino ada pertandingan antar kelas.”

“Ohh~ arraseo~ fighting!!”

“Gomawo mommy~”

“Nee~ setelah itu lekaslah pulang, jagain Suho.”

“Arraseo~”

“Bye-bye.”

“Bye~ mom~”

Minho langsung memasukkan hp-nya ke dalam tas dan berpaling melihat Suho yang berada tidak jauh dari lapangan yang lebih sejuk. Saat itu Suho juga melihatnya dengan wajah yang tidak bisa dibaca, ataukah merasa bersalah karena ia tahu siapa yang menghubungi hyungnya itu dan apa yang dikatakan orang itu.

“Cuo sudah besar, kenapa selalu minta dijagain?” Pertanyaan Minho suatu hari membuat Suho tidak berani bertanya atau melarang hyungnya itu.

“Ayo pulang,” Ucap Minho tiba-tiba sudah ada didepannya.

“Ba-basketnya?”

“Sudah selesai.” Jawab Minho langsung berlalu meninggalkan Suho.

Namja tampan itu langsung berjalan menuju mobil jemputan mereka dimana Taemin sudah menunggu disana dan Suho langsung bergegas mengejarnya sampai tiba disana ia melihat Taemin tersenyum cerah pada mereka berdua dan Minho juga ikut tersenyum melihatnya.

Suho hanya bisa memandang Taemin dan hyungnya itu dalam diam lalu segera masuk ke jok depan mobil sementara mereka berdua dibelakang. Dan keduanya pun bercanda selama perjalanan tanpa peduli Suho juga ada disana.

Sesekali Suho berpaling untuk melihat Taemin yang tertawa dengan riangnya membuatnya juga ikut tersenyum namun langsung berpaling saat Minho melihatnya. Begitu seterusnya sampai mereka tiba dikediaman Choi yang membuat Taemin bersorak kegirangan karena rumah itu selalu penuh dengan makanan lezat.

Begitu masuk kedalam rumah besar itu Taemin langsung berteriak memberitahukan kedatangan mereka pada para maid yang sudah sangat mengenalnya. Sementara Minho hanya menggelengkan kepalanya sambil menarik namja manis itu mengikutinya ke kamar.

Sementara Suho masih berdiri disana menatap kepergian mereka berdua dengan berbagai kata sampai panggilan Minho mengagetkannya.

“Wae-waeyo?” Tanyanya dengan wajah polos.

“Ganti baju, cuci muka, kita makan siang, arraseo~” Ucap Minho cepat membuat Suho langsung mengangguk patuh.

“Dia sangat penurut Mino~ jangan kasar padanya.” Ucap Taemin memasang wajah seriusnya.

“Aku tidak, dia memang harus penurut.”

“Sudah-sudah, ayo Cuo~ kita makan siang bersama.”

“N-ne~” Suho langsung mengikuti mereka menuju tangga dengan wajah berbinar saat Taemin mengedipkan mata padanya.

Beberapa saat kemudian mereka bertiga makan siang dengan senangnya dengan Minho dan Taemin lebih banyak bicara. Sementara Suho yang memang pendiam hanya menimpali sesekali kemudian serius dengan makanannya sampai semua-nya selesai.

“Minum obatmu, gosok gigi, belajar sebentar lalu tidur siang, Suho dengar?”

“Ne~ hyung.”

“Bagus, ayo Minnie~” Minho langsung menarik tangan Taemin.

“Kenapa tidak ajak Suho ikut juga?” Tanya Taemin tiba-tiba membuat Suho berbinar melihatnya.

“Tidak boleh, dia itu masih bayi, harus tidur siang, harus belajar juga.”

“Hyung~~” Protes Suho tidak terima.

“Mommy bilang seperti itu, sana ke kamar.”

“Aigooo~ Mino lebih cerewet dari ahjumma itu ne?” Ucap Taemin dengan sengaja membuat Minho memberi death glarenya yang mematikan.

Suho hanya bisa tertawa cekikikan kemudian segera menuju kamarnya untuk melakukan seperti apa yang sudah diucapkan hyungnya itu. Jika tidak, Suho tidak ingin mendengar complain yang diajukan Minho pada mommy dan daddy mereka karena dia tidak mendengarkan perkataan hyungnya itu.

Seperti itulah kegiatan mereka sehari-hari dengan orang tua dan kesempurnaan yang mereka miliki, Minho yang selalu bisa diandalkan orang tuanya yang sibuk dengan pekerjaan mereka. Dan Suho yang selalu dijaga ketat dan diperlakukan seperti bayi sampai membuatnya gerah sendiri.

Tapi tidak ada yang bisa ia lakukan jika mommy dan daddy mereka sudah bicara, tidak ada yang berani membantah apalagi melawan, karena keduanya memang anak-anak kebanggaan dan penurut pada orang tua mereka.

“Mino, mau kemana?” Tanya Kyuhyun pada anaknya suatu sore.

“Mino mau latihan basket. Mom.”

“Dimana tempatnya?”

“Hanya beberapa blok dari rumah kita.”

“Kalau begitu, ajak Suho sekalian, mommy harus ke kantor daddy.”

Minho terdiam melihat mommy-nya yang sedang membaca pesan dilayar iphone-nya, sebelah hati Minho sudah bisa menebak apa yang diinginkan mommy-nya sejak pertanyaan pertama tadi. “Kenapa Suho tidak dirumah saja?” Tanyanya.

“Tidak, kalau ada apa-apa, dia ada bersama Mino.”

“Apa-nya yang apa-apa? Suho baik-baik saja mom.” Ucap Minho terdengar kesal membuat Kyuhyun langsung melihatnya.

“Mino tahu kekebalan tubuh Suho tidak seperti Mino, Dia sering lupa hal itu karena itu Mommy minta Mino untuk selalu menjaganya.”

“Tapi dia sudah besar, sudah bisa menjaga diri.”

“Jika ada Mino, akan lebih baik lagi.”

“Ck!!!”

“Mommy harus pergi, Suho ada diatas, annyeong~” Kyuhyun langsung mengecup kening putranya itu dan segera keluar dari sana.

Minho hanya bisa menggerutu kesal dan segera menuju kamarnya untuk bersiap-siap dengan pakaian olah raga sekaligus memanggil dongsaengnya untuk ikut bersamanya. Tanpa mengatakan apapun Suho mengikuti apa yang dikatakan Minho dan pergi bersama untuk melihat latihan basket di lapangan yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka.

Setelah berjalan kaki lebih dari 5 menit, Minho dan Suho sudah tiba dilapangan besar yang dipenuhi dengan namja dan yeoja yang ingin latihan kegiatan ekstra mereka masing-masing.

“Hey~ Minho-ah, Dia selalu mengikutimu seperti anak bebek.” Celetuk salah satu teman latihan Minho.

“Shut up~” Jawab Minho dengan death glarenya yang mematikan.

Suho hanya menganggukkan kepala sekilas menyapa mereka yang dibalas dengan senyuman dan lambaian tangan dari yeoja dan namja yang ia tahu sebagai teman sekelas hyungnya.

Beberapa menit kemudian latihan mereka pun dimulai dan Suho memilih untuk duduk dipinggir lapangan seperti yang selalu dilakukannya. Ia memang lebih suka melihat hyungnya berlatih basket daripada menghabiskan waktu dirumah dengan pengawasan maid-maid mereka.

Walau bagi Minho sangat menjengkelkan harus membawanya kemanapun, tapi bagi Suho merupakan suatu kebahagiaan bisa selalu bersama hyungnya tercinta.

Lebih dari 30 menit kemudian iphone Minho yang ada ditas ranselnya berbunyi dan terdengar sampai ke tengah lapangan. Tanpa perlu melihatnya Minho tahu siapa yang menghubunginya sekarang, walau begitu ia tetap mengangkatnya.

“Yes, mom~”

“Mino masih latihan?”

“Masih.”

“Dimana Suho? Dia baik-baik saja?”

“Tentu saja dia baik, Suho hanya duduk disisi lapangan.”

“Hoo~ arraseo~ cepatlah pulang, Mino Fighting~”

“Nee~ sebentar lagi kami pulang.”

“Bye, mom~”

“Bye baby~”

Minho langsung memutar bola matanya mendengar panggilan yang tidak bisa diubah itu sejak dulu. Mommy-nya memang tidak pernah bisa dibantah dengan semua keinginannya itu, walau sering Minho mengeluh, tapi kelembutan mommy-nya selalu bisa mengalahkan keegoisan dirinya.

“Apa Suho capek?” Tanya Minho kemudian.

“Ani~ hyung latihan saja.”

Tanpa menjawab apa-apa Minho segera kembali ke lapangan dan kembali bermain basket dengan penuh semangat. Beberapa kali Minho berhasil mencetak angka yang membuat Suho langsung bersorak dengan riangnya.

Minho tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat melihat wajah bahagia Suho atas keberhasilan yang dilakukannya, bahkan sejak dulu. Walau terlihat dingin pada dongsaeng satu-satunya itu, Minho sangat menyayangi Suho sampai benar-benar menjaganya dari segala yang bisa melukai dongsaeng kesayangannya itu.

Tapi sikap daddy dan mommy-nya yang selalu mengutamakan Suho diatas segalanya membuatnya tidak bisa bersikap manis dan tidak peduli. Karena selama yang ia lihat, mereka benar-benar memberi semua perhatian mereka hanya untuk Suho, hingga sering kali mengabaikannya walau tanpa disengaja.

Setiap mereka tidak ada dirumah, mommy mereka akan menghubunginya dan menanyakan keadaaan Suho. Setiap Minho ingin pergi dan Suho ada dirumah, Minho akan selalu diminta untuk membawanya kemanapun ia pergi, agar Minho bisa menjaganya.

Sejak kapan perhatian itu teralihkan sepenuhnya? Bahkan Minho tidak menyadarinya.

Sampai suatu hari Minho mendapatkan kemenangan dari semua pertandingan basket yang ia ikuti di sekolahnya yang ditandingkan antar kelas. Timnya mendapatkan juara pertama setelah mengalahkan semua tim yang ada di sekolah itu.

Karena itu, timnya mendapat penghargaan dan kesempatan untuk mengikuti pertandingan basket nasional mewakili sekolah. Tentu saja Minho sangat menginginkan hal itu dan ia sudah tidak sabar melihat reaksi orang tuanya saat mendengar kabar baik yang akan jadi kejutan itu.

“Mino menang juara pertama?” Tanya Kyuhyun masih tidak percaya.

“Yes, momm~ I got the first place!!”

“Hoooo~ my precious, you’re the best!!” Kyuhyun langsung memeluk Minho dan menepuk-nepuk pundaknya dengan bangga.

“We proud of you, handsome~” Ucap Siwon juga ikut memeluk keduanya dengan senang.

Suho yang baru turun dari kamarnya hanya melihat dengan kening berkerut karena ia tidak tahu apa yang sudah terjadi disana hingga mereka berpelukan seperti itu dan tanpa dirinya.

“Mommy??” Panggilnya penasaran.

“Oh~ Sini Cuo~ hyung juara pertama basket sekolah, bukankah Suho sudah tahu?”

“Hoo~ nee~ Suho lihat tadi di sekolah.” Jawab remaja tampan itu sambil menuruni tangga menghampiri mereka. “Chukae hyung~” Ucapnya dengan senyum riang.

“Gomawo Cuo~” Jawab Minho membalas senyuman manis itu.

“Baiklah~ kita akan makan malam diluar untuk merayakan kemenangan pertama ini.” Ucap Siwon tiba-tiba membuat Minho langsung melihatnya tidak percaya.

“Ji-jinjja?? Da-daddy??” Tanya Minho memastikan.

“Tentu saja, kita harus merayakannya, Mino sangat suka basket kan?” Kyuhyun balik bertanya.

“Ne-ne mommy.”

“Ok! Besok kita akan makan malam diluar.”

‘Yes~’ Ucap Minho dalam hati. “Gomawo, mommy!! Daddy!!” Serunya kemudian langsung memeluk kedua orang tuanya yang masih berdiri disampingnya itu membuat Suho tersenyum senang melihatnya.

Dan mereka pun menghabiskan waktu dengan bercerita bagaimana kemenangan Minho ia dapatkan saat pertandingan. Siwon dan Kyuhyun bertanya dan berkomentar tentang semuanya sementara Suho hanya menjadi pendengar yang hebat sambil menstabislkan deru nafasnya yang terasa berat.

Setelah lebih dari dua jam kemudian Siwon segera meminta kedua putranya untuk kembali ke kamar dan mengakhiri hari ini sampai disini. Mereka harus sekolah besok pagi dan tidak pernah diizinkan untuk bergadang dan menghabiskan waktu dengan sia-sia.

Minho dan Suho yang patuh hanya mengangguk dan memeluk kedua orang tuanya sebagai ucapan selamat malam. Kemudian dua remaja tampan itu pun segera menuju kamar mereka masing-masing yang ada dilantai dua istana itu.

Sementara Siwon dan Kyuhyun juga segera menuju kamar mereka untuk mengistirahatkan tubuh mereka setelah seharian bekerja dimasing-masing bidang yang berbeda. Siwon melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan membawanya menaiki tangga lantai dua itu secara perlahan sambil terus bercerita tentang hari mereka.

Sampai malam semakin larut dan dan kegelapan menyelimuti kelelahan mereka untuk kembali terang keesokan harinya.

Seperti biasanya kegiatan pagi mereka dimulai dengan acara membangunkan siapapun yang tidak pernah bisa bangun pagi. Dimulai dari Choi Kyuhyun sang mommy, sampai Choi Minho putra pertamanya.

Choi Siwon, daddy-nya dan Choi Suho sudah lebih dulu terlihat rapi dengan pakaian mereka ke kantor untuk Siwon dan seragam sekolah untuk Suho. Mereka berdua sama-sama sudah terlihat dilantai bawah dan menunggu Minho dan Kyuhyun agar bisa sarapan bersama seperti biasanya.

“Hari ini Cuo cepat ne? Kelihatannya penuh dengan semangat.” Ucap Siwon beralih dari korannya.

“Suho senang hari ini, daddy.”

“Hoo~ senang kenapa? Suho dapat apa?”

“Aniyo~ tidak boleh tahu.”

“Mwooo??”

“Ahahaha~ daddy matanya mau keluar.” Ucap Suho dengan bercanda dan Siwon langsung menutup matanya.

“Tuan muda, bekalnya mau dibawa?”

“Boleh ahjumma, Cuo tidak pulang hari ini.”

“Mwooo?” Sekali lagi mata Siwon membesar dan hampir keluar dari kelopaknya.

“Daddy, Cuo mau pergi bersama Kris sepulang sekolah.” Jelas Suho cepat-cepat.

“Suho mau kemana? Siapa itu Kris? Kenapa dia ajak Suho?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba terlihat ditangga.

“Dia teman satu kelas dan satu bangku mommy.”

“Hoo~ si jangkung itu? apa dia baik?”

“Tentu saja!! Cuo mau pergi main, bolehkan~” Pinta Suho dengan wajah memelas.

“Mmm~ boleh sih, tapi Mino hyung harus iku…”

“Andwaeee!!” Bantah Suho cepat membuat Kyuhyun terdiam. “Mi-mino hyung pergi bersama Taeminie.”

“Ho~ jinjja?”

“Nee~”

“Mmm~ arraseo.”

“Boleh?”

“Boleh, asal kalau sudah tidak sanggup, telepon hyung atau daddy.”

“Suho kuat, mommy!!” Remaja tampan itu langsung mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Baiklah~ ayo sarapan, itu Mino.” Ucap Siwon kemudian saat melihat Minho menuruni tangga.

Dan keluarga kecil itu pun mulai sarapan bersama sebelum akhirnya kembali pada aktifitas mereka masing-masing. Karena begitu selesai Minho dan Suho langsung berangkat sekolah diantar sopir ahjussi sementara orangtua mereka segera menuju ke kantor bersama-sama karena Kyuhyun memiliki jadwal disalah satu studio.

**

Waktu pun berlalu dengan kesibukan mereka masing-masing dan hingga akhirnya siang hari menjelang dan sekolah Minho dan Suho pun segera berakhir. Semua siswa akan bersiap-siap untuk segera pulang ke rumah mereka, yang tinggal hanya yang memiliki kegiatan ekstra kurikuler sampai sore nanti.

Salah satunya Choi Minho yang masih harus berlatih basket bersama teman-temannya dan Choi Suho yang selalu tinggal menunggu hyungnya disana agar mereka bisa pulang bersama. Tapi tidak untuk hari ini karena Suho langsung mencari kris untuk pergi bersamanya membuat Minho melihatnya dengan kening berkerut.

“Yo~ mommy’s boy~ where do you think you’re going?” Tanya Minho langsung mencegat dongsaengnya.

“Huh? Mmm, itu…Suho mau pergi bersama Kris.” Jawab Suho gugup membuat Minho menatapnya curiga.

“Kemana? Untuk apa? berapa lama?”

“Nanti aku yang antar hyung, geogjongmal.” Sahut Kris yang ada dibelakang Suho.

Minho hanya menatap Kris tanpa kata-kata kemudian kembali berpaling melihat Suho yang masih tidak bisa memberikan jawabannya pada hyungnya tercinta. Minho yang tidak mendengar pernyataan Suho tadi pagi pada orang tua mereka tentu saja tidak mengerti dengan sikap dongsaengnya itu.

“Mau kemana Suho? Untuk apa?” Ulang Minho dengan nada tegas.

“Suho mau jalan-jalan hyung, Kris mau antarin Suho ke toko buku.”

“Kenapa harus dia? Kenapa tidak minta hyung?”

“Suho tahu hyung ada latihan, jadi…”

“Apa mommy, daddy tahu? Suho diizinkan? Bagaimana kalau sesak nafas Suho kambuh?” Tanya Minho masih tidak melepasnya.

“Suho sudah bilang tadi pagi.”

“Kenapa hyung tidak dengar?”

“Mommy, daddy izinkan, cuma sebentar, Suho kuat hyung.”

“Geurae~ just go~”

Suho langsung berbalik dan meninggalkan hyungnya itu dengan degupan jantung yang berpacu dengan keras. Namun sebelum ia sempat menjauh suara Minho menghentikannya sekali lagi, “Choi Suho…”

“N-ne??”

“Be good, Arra?”

“Aa-arraseo!!” Jawab Suho penuh semangat kemudian segera berlari mengikuti Kris yang sudah lebih dulu berjalan menuju halaman parkir mobil namja tinggi dan sedikit tampan itu.

Remaja 16 tahun itu benar-benar menghabiskan waktunya dengan bersenang-senang di toko buku yang penuh dengan buku yang ingin dimilikinya. Selanjutnya Kris menemani Suho keliling ke beberapa toko sampai mereka lupa waktu.

Ketika sore hari menjelang, barulah sedan mewah milik Kris terlihat memasuki halaman rumah keluarga Choi yang asri. Di pintu depan sudah berdiri dua maid yang diminta Kyuhyun untuk menunggu Suho yang seharusnya sudah pulang sejak tadi.

“Tuan muda? Kenapa lama sekali?” Tanya salah satu maid begitu Suho turun dari mobil.

“Suho terlalu senang, ahjumma~ mianhae~”

“Gwenchana, Ayo cepatlah masuk.”

“Ne~ ayo Kris~ masuk dulu.” Ajak Suho melihat Kris yang hanya berdiri dipintu mobilnya yang terbuka sedikit.

“Tidak, aku langsung pulang saja, sampai jumpa di sekolah.”

“Ok, bye!”

Mobil itu pun segera pergi dari sana dan Suho langsung berlari kecil memasuki rumahnya dengan beberapa bungkusan ada ditangannya. Begitu melewati ruang tamu, hanya Minho yang ada disana berdiri dengan tangan terlipat didadanya.

“Kenapa baru pulang?” Tanya Minho dengan wajah datarnya.

“Suho jalan-jalan dulu, hyung.”

“Apa Suho tidak capek? Bukankah mommy bilang jangan terlalu lama?”

“Suho baik-baik saja!! Kenapa selalu mengatakan itu!??!”

“Hyung tidak mau disalahkan karena tidak menjagamu.”

“Suho bisa jaga diri sendiri!!”

“Begitukah?”

“Lalu kenapa mommy…” Ucapan Minho terhenti saat mendengar langkah kaki menuruni tangga.

Mommy dan daddy mereka baru selesai berganti pakaian setelah pulang dari pekerjaan mereka yang menyita waktu seharian. Kyuhyun yang melihat Suho langsung menghampirinya dan melihat wajah putra-nya itu dengan seksama.

“Gwenchana?” Tanya Kyuhyun dengan nada khawatir.

“Gwenchana mommy.”

“Kenapa lama sekali? Mommy sudah bilang suho tidak boleh capek, jangan pergi lama-lama.”

“Mianhae~”

“Ck~” Decak Minho dengan sinis kemudian segera berlalu menaiki tangga kamarnya tanpa melihat Suho menatapnya dengan wajah sedih.

“Hyung marah mommy…” Ucap Suho tanpa sadar.

“Tidak mungkin, hyung hanya khawatir.” Jawab Siwon berpaling dari melihat kepergian Minho.

“Ne, hyung tidak marah, Sana mandi dulu terus istirahat, Suho tidak boleh ikut.” Ucap Kyuhyun dengan wajah serius.

“Suho tidak boleh ikut makan malam? Rayain kemenangan hyung?”

“Ne, Suho pasti capek kan?”

“Tidak!!!” Bantah Suho dengan cepat membuat Siwon dan Kyuhyun menatapnya tidak percaya. “Suho ikut!!” Ucapnya lagi lalu berjalan meninggalkan orang tuanya.

Jika sudah begitu, tidak ada yang bisa menolak keinginan putra tampan itu karena ia akan melakukan apapun untuk hyungnya tercinta. Bahkan Suho sangat mendukung keinginan Minho untuk menjadi atlet basket dunia.

“Bagaimana hyung?” Tanya Kyuhyun setelah beberapa saat.

“Biarkan saja, dia tidak mungkin melewatkan acara ini.”

“Aku tahu.”

“Come~” Ucap Siwon menarik tangan Kyuhyun dan menggenggamnya untuk menenangkan kemudian membawanya ke sofa yang ada disana.

Dan mereka pun menghabiskan waktu sementara di ruang tamu, sementara Minho dan Suho berada dikamar mereka masing-masing, sebelum keempatnya bersiap-siap untuk makan malam yang sudah dirancang Siwon di sebuah restorant ternama yang ada di Seoul.

Lebih dari setengah jam kemudian, Siwon dan Kyuhyun terlihat sangat mengagumkan dengan tuxedo hitam mereka yang serasi karena Siwon sengaja memesannya sepasang sebelumnya. Beberapa menit kemudian Minho turun dengan baju formalnya yang memakai blazer hitam dan kaos putih didalamnya.

Setelah menunggu lebih dari sepuluh menit barulah Suho terlihat menuruni tangga kamarnya dengan penampilan yang mengagumkan seperti ketiga namja yang ada dibawah sedang menunggu itu. Minho yang berada lebih dekat dengan tangga hanya melihat dongsaengnya itu dengan wajah datar, tidak bisa dipungkirinya wajah Suho cerminan mommy-nya yang imut dan menggemaskan.

Sementara Siwon dan Kyuhyun segera menuju pintu depan begitu tahu Suho sudah turun dari kamarnya, dua namja itu berjalan dengan santainya sambil bergandengan tangan. Melihat mereka Minho pun ikut berjalan mengikuti dibelakang tanpa melihat lagi pada dongsaengnya yang masih menuruni tangga.

Suho turun dengan pelan sambil mencoba mengatur nafasnya karena setiap tarikannya membuat dada-nya terasa menyakitkan. Karena itu juga sebelah tangannya memegang dadanya sendiri dan sebelah tangannya menggenggam bungkusan plastic yang dibawanya.

“H-hyungg~” Panggil Suho tertahan.

Dengan usaha keras Suho menuruni satu anak tangga karena kakinya tiba-tiba saja menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan. Sakit didadanya kini semakin bertambah hingga membuatnya sulit untuk bernafas atau hanya memanggil seseorang.

“M-mino…h-hyungg…” Panggil Suho sekali lagi.

Dan genggamannya pada bungkusan plastik ditangannya pun terlepas hingga barang itu menggelinding jatuh menuruni tangga terlebih dahulu. Dan suara itu pun sukses membuat Minho berpaling untuk melihat apa yang sudah terjadi dibelakangnya.

“Su-ho?” Ucap Minho melihat keatas, disana Suho masih berdiri mencengkram pegangan tangga itu dengan kuat.

Namun detik selanjutnya…

“SUHO!!!” Secepat Kilat Minho berlari menaiki tangga itu dan langsung menyambut tubuh kecil Suho agar tidak jatuh kebawah, saat tangan putih itu terlepas perlahan dan membuat tubuh Suho yang sudah tidak bertenaga jatuh terduduk disana.

“Suho!! Gwenchanayo?? Waeyo?? Choi Suho?!?!” Panggil Minho dengan panik namun Suho tidak menjawabnya.

“Suho jawab hyung!! MOMMY!! DADDY!!!!”

“Minho!??!” Tanya Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Baby Suho!!!” Siwon langsung berbalik masuk kedalam dan diikuti Kyuhyun.

Suara langkah saling bersahutan terdengar setelah teriakan Minho memanggil orang tuanya itu dan sesaat kemudian Siwon dan Kyuhyun sudah berada disampingnya bersama beberapa maid yang mendengar panggilan Minho.

“H-hyung…”

“Mwo? Waeyo?” Minho semakin bingung saat mendengar suara Suho yang terbata.

“Minho, apa yang terjadi??” Tanya Siwon tiba-tiba membuat Minho tersentak.

“Daddy, tolong Suho.”

“Baby~ waeyo? Suho kenapa?” Tanya Kyuhyun begitu melihat keadaan putranya.

Siwon langsung mengangkat putra bungsunya itu dengan gampang kemudian setengah berlari menuruni tangga dan menuju mobilnya. Sementara Kyuhyun mengikutinya dari belakang bersama maid-maid mereka.

Sedangkan Minho, ia masih terpaku ditempatnya memikirkan apa yang terjadi pada dongsaengnya begitu tiba-tiba, padahal sebelumnya ia baik-baik saja. Bahkan Suho sempat bermain diluar rumah bersama kris dalam waktu yang lama.

Sesak nafasnya tidak pernah kambuh karena mereka selalu bisa menjaganya dengan baik, tapi kali ini, untuk pertama kalinya Suho tumbang sampai kehabisan nafas seperti itu. Apa karena ini mommy selalu memintanya menjaga Suho?

Tanpa sempat memikirkan yang lain, suara mommy-nya membuyarkan lamunan Minho yang melalang entah kemana. Dengan cepat Minho langsung berlari menyusul orang tuanya menuju rumah sakit Seoul.

Begitu sampai disana Siwon kembali mengangkat Suho dengan gampang dan membawanya ke dalam rumah sakit itu dengan cepat. Sementara Kyuhyun dan Minho mengikuti dari belakang dengan wajah cemas.

Beberapa perawat yang melihat Siwon langsung memberikan pertolongan pertama mereka yaitu tempat tidur dorong, sedangkan dokter yang sudah dihubungi Siwon juga sudah menunggu disana.

“Dok, t-tolong~ ti-tiba-tiba…” Siwon berucap sambil mengatur nafasnya.

“Apa yang terjadi? Suho jatuh?” Tanya Dokter itu yang sudah menjadi dokter keluarga mereka.

“Tidak dok, dia tiba-tiba sulit bernafas dan pingsan.”

“Baiklah tunggu disini.”

Dokter itu langsung meninggalkan Siwon disana dan masuk ke dalam ruang ICU untuk memeriksa rmaja tampan keturunan Choi itu. Sementara Siwon langsung bersandar dipintu ICU sambil menghela nafas dan meraup mukanya dengan kasar.

“Si-siwonnie…” Panggil Kyuhyun tiba-tiba berdiri didepannya.

“Ohh~ my baby~ geogjeongmal~ dia akan baik-baik saja.” Ucap Siwon cepat dan memeluk Kyuhyun dengan erat.

Minho yang melihat mereka begitu khawatir sampai melupakan rencana mereka semula, bahkan melupakannya ada disana hanya bisa menghela nafas lelahnya. Dari dulu kedua orang tuanya memang menaruh perhatian yang lebih pada Suho yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Dongsaengnya itu mudah terserang penyakit dan tidak boleh sampai kelelahan karena akan berakibat fatal pada paru-parunya. Minho mengerti semua itu, namun terkadang perhatian mereka terlalu berlebihan untuk Suho sampai melupakannya.

Pikiran Minho kembali ketempatnya saat dokter yang masuk tadi keluar dari sana dengan wajah tenang, dan orang tuanya langsung berdiri tegak dan menanyakan keadaan Suho.

“Dia hanya kelelahan.”

“Mwoo?”

“Nee, sepertinya paru-paru Suho bekerja lebih banyak hari ini hingga mengalami penyempitan dan membuatnya sulit bernafas.”

“Dia pergi bersama Kris sampai sore.” Ucap Kyuhyun mengingat kegiatan Suho sepulang sekolah.

“Naah~ karna itu, jangan biarkan dia kelelahan lebih dari itu, bisa fatal untuk kesehatannya.”

“Baik dok, kami mengerti.”

“Dia akan dipindahkan ke ruangan biasa, setelah dua hari kalian boleh membawanya pulang dan melakukan bedrest dirumah.” Dokter itu berkata.

Saat itu beberapa perawat sudah mendorong tempat tidur Suho menuju ruangannya yang ada dipaling ujung lorong. Minho meremas secarik kertas ditangannya hingga benda tipis itu tidak terbentuk lagi dan membuangnya disana, kemudian dengan cepat ia mengikuti perawat yang membawa Suho keruangannya.

Didalam ruangan yang serba putih itu, Minho mengamati setiap gerakan mereka saat memindahkan Suho ke tempat tidurnya.

Setelah mereka keluar tinggallah Minho melihat wajah polos yang terlelap obat bius itu, kekhawatiran Minho sudah menghilang saat dokter mengatakan Suho hanya kelelahan ekstra karena kegiatannya sendiri.

Entah dari mana datangnya, kekesalan Minho pun memuncak seketika saat kepalanya dipenuhi dengan semua rencana mereka batal hari ini. Kemenangannya, kejutannya untuk orangtua mereka, kebanggaan yang ingin dilihat Minho dari mereka semuanya hilang seketika.

“Choi Suho…” Geram Minho menahan amarahnya.

Dan panggilan itu ternyata membuat tangan Suho bergerak perlahan hingga akhirnya mata bulatnya pun terbuka melihat sekeliling ruangannya. Sesaat kemudian Suho baru sadar bahwa ia ada dirumah sakit.

Dan saat ini hyungnya berdiri melihatnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikannya. Dengan kening berkerut Suho mencoba untuk melihat hyungnya lebih jelas dan memanggilnya.

“H-hyung…”

“Apa kau puas?” Jawab Minho membuat wajah polos Suho semakin bingung.

“Mmm, hyung…wae-waeyo?”

“Apa kau puas Choi Suho?!?” Tanya Minho lagi dengan geraman yang kasar.

“Ap-apa maksudnya? Hyung, ada apa?”

“Jangan pura-pura tidak tahu!! Apa kau puas sudah membatalkan acaraku? Apa kau puas sudah menggagalkannya?!?!”

“…..” Suho kehilangan kata-katanya, kenapa hyungnya marah tiba-tiba.

“Selama ini aku selalu bersabar saat mommy, daddy selalu mendahulukanmu, mereka selalu mencemaskanmu, selalu menjagamu!! Aku juga tidak pernah mengeluh, saat yang pertama mereka tanyakan itu keadaanmu, selalu hanya kau, kau dan kau!!”

“H-hyung…” Airmata Suho mengenang dipelupuk matanya.

“Mereka tidak pernah mengingatku!! Mereka juga tidak pernah menanyakan kabarku, apalagi khawatir padaku, apa kau tau?? Yang mereka tau hanya tentangmu, karna itu Aku benci padamu!!!!”

Plak!!!

Suara tamparan keras tiba-tiba terdengar diruangan itu dan Minho terdiam seketika. Sedetik kemudian Suho melihat orang tua mereka sudah ada disana. Dan detik selanjutnya, Minho merasakan pipi kirinya terasa perih dan kaku karna tamparan itu.

“Mo-mommy…” Panggil Suho tidak percaya melihat mommy-nya.

“Apa kau sadar?” Tanya Kyuhyun pada Minho. “Apa kau sadar yang kau katakan, Choi Minho!?!”

Kyuhyun menatap wajah putra tampannya itu yang kini tertutup sebelah tangan karena Minho memegang pipinya yang terkena tangan Kyuhyun. Kyuhyun bisa melihat mata bening Minho kini penuh dengan airmata yang ditahannya.

Kata ‘kau’ yang keluar dari mulut mommy-nya jelas mengatakan bahwa namja cantik itu tidak sedang bercanda. Seumur hidupnya Minho tidak pernah mendengar Mommy cantiknya berkata seperti itu untuknya ataupun Suho.

Mommy-nya kini benar-benar sedang marah.

“Baby…” Panggil Siwon melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan perlahan emosi namja cantik itu surut kembali.

“Jangan berkata sembarangan jika Minho tidak tahu apa-apa.” Ucap Kyuhyun sedikit lebih lembut.

“Tapi itu yang aku lihat, kalian hanya melihat Suho dan mengabaikanku, walau secara tidak sengaja, tapi itu yang aku rasakan, mommy~” Ucap Minho sejujurnya.

“Bu-bukan begitu…” Kyuhyun mencoba menjelaskan.

“Kalian tidak pernah menanyakan kabarku, kalian hanya khawatir pada Suho, kalian hanya melihat Suho, karna dia sakit? Ok~ tapi semua nya sudah berlebihan, aku sudah muak!!!”

“Choi Minho~” Panggil Siwon dengan suara tegas.

“Kalian tidak sayang padaku!!”

“Minho baby…” Panggil Kyuhyun.

“Kalian hanya ingin Suho!!”

“Dengarkan daddy!!”

“Apa yang perlu didengar? Kalau aku anak angkat?!!!”

“CHOI MINHO SHUT UP!!!” Kyuhyun menatap putranya itu dengan garang.

“Mo…mmy…” Suho sudah tidak nyaman dengan keadaan mereka.

Siwon hanya mengangukkan kepalanya untuk menenangkan putra bungsunya itu yang membuat Suho menatapnya penuh harap.

“Ja-jangan marahin hyung, mommy.” Ucapnya kemudian membuat Kyuhyun langsung berpaling melihatnya, ia tahu Suho tidak suka hyungnya terluka.

Namja cantik itu menarik nafas dalam-dalam setelah itu menghembuskannya secara perlahan. “Minho, dengarkan mommy…” Ucapnya kemudian melihat kebanggaan pertamanya itu.

Flashback~

Musim panas 10 Tahun yang lalu.

Dua bocah kecil terlihat sedang bermain pasir dipantai resort pribadi milik kedua orangtua mereka,

Keduanya sedang menikmati liburan musim panas bersama kedua orang tua mereka yang sedang berteduh dibawah payung di pinggir pantai.

Bocah tinggi dengan rambut coklat kehitaman berumur sekitar 7 tahunan sedang yang satu lagi lebih muda setahun darinya. Keduanya terlihat sedang serius membangun istana pasir disana tanpa peduli panasnya matahari menerpa tubuh mereka yang hanya memakai celana selutut. Tentu saja karena mommy-nya yang pintar sudah mengoleskan sunblock diseluruh badan kecil mereka.

“Hyung, Cuo haus…” Ucap bocah yang berusia 6 tahun itu pada hyungnya.

“Hyung ambilkan minum ne? Cuo tunggu disini.” Jawab bocah yang lebih tua darinya yang merupakan hyungnya sendiri.

“Maksud Cuo, kita belenang yuk, dah lama kena panas, Cuo haus.”

“Ooooo~ arraseo~ kita berenang.”

“Ehehe~tapi, istananya nanti loboh.” Ucap Suho melihat riak yang mencapai istana mereka.

“Gwenchana, nanti kita buat lagi.”

“Jinjja?”

“Neee~”

“Lets gooo~” Suho langsung berlari mencapai air dan berjalan kedalam.

“Jangan jauh-jauh Cuo.” Ucap Minho sabar.

“Sini hyung, Mommy bilang boleh sampai dada.”

“Kalau Suho pintar, boleh.”

“Suho memang pintar!!”

“Ahahaha~ nee~ sini hyung pegangin.” Ucap Minho memegang tangan Suho agar bocah itu melayang diatas air yang setinggi dadanya.

Keduanya berenang dengan perlahan sesuai dengan ajaran daddy mereka yang tampan. Karena hal itu juga kedua orang tua mereka membiarkan keduanya dan tidak terlalu memerhatikan apa yang mereka lakukan disana.

Minho mencoba berjalan sambil menarik Suho dengan tangannya, sementara Suho menghempaskan kakinya seperti ekor ikan dengan senangnya. Tawa kecilnya yang nyaring membuat Minho ikut tertawa bahagia melihat dongsaeng kesayangannya itu.

Mereka berdua benar-benar menikmati apa yang mereka lakukan sampai tidak peduli saat mommy mereka memanggil untuk berhenti.

“Sebental lagi, mommy~” Jawab Suho dengan riangnya.

“Hati-hati Mino~” Jawab mommy mereka dengan kening berkerut.

Minho hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban membuat namja cantik yang dikenal dengan nama Choi Kyuhyun itu kembali duduk di kursi pantainya bersama daddy mereka.

Dua bocah kecil itu kembali bermain-main didalam air dengan riangnya. Beberapa ombak besar berhasil mereka lewati dengan aman, karena keduanya memang lihai dalam berenang.

Tapi, tiba-tiba saja Minho merasakan ada sesuatu di kakinya dan ia tidak peduli karena terlalu senang bersama dongsaengnya, tapi ternyata bocah kecil itu merasakan ada yang tidak beres didalam sana. Dengan perlahan ia mencoba berjalan mundur agar mereka bisa cepat sampai ke darat. Namun sayang, semakin lama Minho bisa merasakan kakinya yang terasa aneh.

Sampai akhirnya kedua kakinya kram dan berhenti bergerak.

“Cuo…” Panggil Minho dengan wajah khawatir.

“Ne?”

“Kaki hyung kram.”

“Mwoo??”

“Cepat keluar dari air, baby~ atau kita akan tenggelam.” Ucap Minho seolah tahu apa yang akan terjadi.

“Ta-tapi, hyung..tu-tunggu..jangan dulu…”

Suho langsung panik melihat Minho sudah mulai tenggelam dan timbul lagi. Perbedaan yang tinggi antara dirinya dan Minho membuat ia sedikit susah mencapai permukaan. Sedang Minho sudah tidak bisa menggunakan kakinya untuk bertahan hingga Suho harus memegangnya.

“Hyung…pegang Cuo, jangan lepas.”

“Ugh..hy-hyuppp!!” Minho menutup mulutnya saat kepalanya kembali tenggelam.

“Hyung!!! Ugh!! Tunggu…”

Suho terus berusaha mengayuhkan kakinya sambil menarik tangan Minho yang tidak timbul lagi karena kaki hyungnya sudah tidak bisa digerakkan. Walau hanya sebatas dada atau dagu Minho tapi bagi Suho tempat mereka berada termasuk dalam karena tinggi badannya.

“H-hyupp!!” Suho ikut tenggelam dan air asin itu masuk ke mulutnya, namun ia masih bisa bangun lagi. “Ja-jangahhp!!” Suho terus berusaha walau tidak ada hasilnya. “J-jangan l-lepasin Cuo~”

Apapun yang diucapkan Suho entah didengar atau tidak oleh hyungnya yang diam saja dengan mata terpejam didalam air. Walau begitu, Suho terus berusaha berenang sebisanya dengan menanggung beban hyungnya yang tidak ingin ia lepaskan.

Bagaimanapun Suho harus bisa membawa hyungnya kedarat, tidak mungkin ia akan melepas dan membiarkan lautan itu mengambil hyung kesayangannya. Namun sayang, kelelahan dan air laut yang terus masuk kemulutnya, membuat Suho tidak bisa bertahan lebih lama.

“Mo-mommyyy~” Panggil bocah itu akhirnya. “Mommmyyyyy~~” Panggil Suho dengan sekuat tenaganya. “Mommyyyyyy~~”

“Mwoo? Apa yang terjadi??” Kyuhyun langsung berdiri melihat asal suara.

Dan saat itu Suho tidak tahu, ombak yang lebih besar menghampiri dibelakangnya dan menghantam tubuh kecilnya yang tidak siap.

“Oh shit!!! SUHO!!!” Kyuhyun langsung berlari mendekati bibir pantai bersama Siwon dibelakangnya.

“Suho bertahanlah~” Siwon berseru saat hanya sejengkal lagi wajah Suho yang terlihat.

“Momm….” Panggilan Suho terpotong air laut yang masuk ke mulutnya dan akhirnya ia juga menghilang didalam air.

“Andwaeeee!!! Hyung cepat!!!” Seru Kyuhyun saat Siwon berlari lebih mendahuluinya.

Dan kedua namja itu pun sama-sama memasuki air dan berenang sampai ke tempat Suho terlihat terakhir kali. Air yang hanya sepinggang mereka tentu memudahkan keduanya untuk menemukan kedua bocah itu.

Namun tidak jika keduanya sudah tidak terlihat dipermukaan laut, Siwon pun langsung menyelam untuk melihat didalam air, sementara Kyuhyun melihat kesana kemari yang mungkin saja ada kepala mereka yang terlihat lagi.

Beberapa menit berlalu mereka tidak juga menemukan dimana kedua bocah yang tenggelam itu. Sampai akhirnya Siwon berenang lebih kedalam lagi dan mencari didalam air, begitu juga Kyuhyun yang tidak bisa diam saja.

“H-hyung, di-dimana mereka?!?!” Tanya Kyuhyun tidak sabar saat Siwon terlihat lagi.

“Tunggu baby…” Jawab Siwon langsung menyelam kembali.

“Bagaimana bisa? Mereka tenggelam, bagaimana aku bisa menunggu!??” Tanya Kyuhyun setengah kesal.

Saat itu, beberapa penjaga pantai mereka sudah tiba dengan pelampung dan segera melakukan pencarian disekitar area itu. Kyuhyun yang tidak diizinkan berada disana langsung diminta kembali ke pantai dan menunggu disana.

Namun namja cantik itu tidak peduli dan hanya berdiri didalam air dengan kaki gemetar menanti kedua bocah kesayangannya itu ditemukan.

“H-hyung, temukan anakku~” Pinta Kyuhyun dengan wajah memelas, sambil melihat suaminya yang timbul tenggelam didalam air.

“Tuan Choi!!” Panggil salah satu petugas membuat Kyuhyun langsung berpaling melihatnya.

Namja paruh baya itu berada pada ketinggian yang hampir mencapai dagunya dan dilengannya kepala kecil menyembul yang diyakini Kyuhyun sebagai putranya. Secepat kilat Kyuhyun menghempaskan tubuhnya kedalam air dan berenang mencapai petugas pantai itu.

Begitu sampai Kyuhyun langsung mengambil siapapun yang ada didekapan namja itu dan memeluknya dengan erat. Sedetik kemudian baru ia tahu bahwa yang dipeluknya itu putra pertama kesayangannya. Choi Minho.

“B-baby~ apa yang terjadi?” Tanya Kyuhyun sambil menggigit bibir bawahnya menahan tangis.

“Silahkan kembali lebih dulu, kami akan membantu tuan Choi.” Ucap Petugas itu saat melihat Kyuhyun tidak beranjak juga.

Namun kemudian ia pun menganggukkan kepalanya sekilas lalu segera berenang kembali sambil mendekap Minho dengan sebelah tangannya bersama salah satu petugas yang mengikuti dan menjaganya sampai ke bibir pantai.

Begitu sampai disana Kyuhyun langsung menghempaskan dirinya diatas pasir dan membaringkan Minho disana kemudian memberikan putranya itu nafas buatan sebagai pertolongan pertama. Kyuhyun juga menekan dada Minho agar air laut yang masuk kedalam tubuhnya segera keluar.

Setelah beberapa kali, tidak ada perubahan dari Minho, petugas pantai itu langsung menghubungi ambulans sementara Kyuhyun langsung berlari mengangkat Minho kembali ke resort. Sebelumnya namja cantik itu sempat melihat suaminya yang masih menyelam bersama petugas yang lain untuk mencari Suho.

Tidak berapa lama, ambulans rumah sakit terdekat pun tiba disana dan segera mengambil Minho untuk mereka sementara Kyuhyun kembali lagi ke pantai untuk melihat perkembangan putranya yang kedua.

Namja cantik itu langsung berlari memasuki air laut agar bisa melihat suaminya lebih jelas.

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun putus asa.

“Baby, pergilah bersama Mino, hyung akan disini dan segera menyusul…”

“Ta-tapi…” Wajah pucat Kyuhyun mengeras menahan tangisnya.

“Bersama Suho, I promise~” Ucap Siwon dengan suara yang meyakinkan.

Kyuhyun melihat Siwon dengan wajah memelasnya yang menyakitkan namun dibalas Siwon dengan senyum menenangkan sampai akhirnya Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan berbalik dengan cepat kemudian berlari kembali ke dalam resort.

Ambulans yang membawa Minho masih menunggu-nya disana dan langsung pergi setelah Kyuhyun masuk kedalam dan duduk disamping putranya tercinta. Kyuhyun meraih tangan Minho yang pucat dan dingin itu dan menggenggamnya dengan erat.

Beberapa kali mengecupnya penuh sayang sampai tiba-tiba matanya melirik pergelangan tangan Minho yang semerah membentuk lingkaran. Bahkan ada bekas kuku-kuku kecil ditengahnya yang membiru seperti dicengkram seseorang dengan kuat.

“Su-ho?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Mengingat hanya Suho yang terlihat saat Kyuhyun mendengar suara panggilan itu sudah menjelaskan bahwa Minho lebih dulu tenggelam daripada putra kecilnya yang masih belum ditemukan. Kyuhyun langsung mengecup tangan itu sekali lagi dan menutup wajahnya dengan itu dan jelas terlihat bahunya bergetar menahan tangisnya yang tidak bisa keluar.

“My babies~” Bisik Kyuhyun perlahan.

Sesaat terasa jemari tangan Minho bergerak dalam genggamannya hingga Kyuhyun tersentak dan menurunkan tangan mereka. Kyuhyun melihat perlahan mata Minho terbuka dan melihat kearahnya, bocah kecil menggerakkan bibirnya seperti ingin mengatakan sesuatu.

Karna mulutnya sudah dipasang alat bantu pernafasan suara Minho tidak terdengar dengan jelas hingga Kyuhyun menundukkan kepalanya mendekat. “Ini mommy, baby~” Ucap Kyuhyun menjaga ekspresinya tetap tenang.

“Mo-mmy…C-cu-o…” Ucap Minho perlahan namun Kyuhyun bisa mendengarnya dan membuat apa yang ditahan akhirnya jatuh juga.

“C-cuo baik-baik saja, geogjeongmal~” Ucap Kyuhyun cepat sambil menghapus airmatanya.

Minho berusaha tersenyum dan menutup matanya kembali seperti beristirahat dari kelelahannya beberapa saat lalu.

Sesaat kemudian ambulans mereka pun memasuki area rumah sakit dan berhenti tepat didepan pintu loby yang sudah ditunggu beberapa perawat dengan tempat tidur dorongnya. Kyuhyun langsung turun darisana dan melihat Minho dibawa mereka ke dalam dengan cepat.

Sementara dokter yang mengenal Kyuhyun langsung menjabat tangan namja cantik itu kemudian segera berjalan lebih dulu menyusul perawatnya dalam ruang ICU. Kyuhyun langsung berbalik melihat petugas pantainya dan pegawai rumah sakit yang membawa mobil itu.

“Cepat kembali kesana.” Ucapnya cepat.

“Kami mengerti, anda tenang saja.”

“Gomawo~” Kyuhyun menganggukkan kepalanya lalu segera berlari memasuki rumah sakit besar itu dan menuju ruang Minho dibawa.

Namja cantik itu hanya bisa menunggu didepan pintu ICU yang tertutup rapat dengan lampu merah menyala diatasnya. Kyuhyun berjalan kesana-kemari didepan pintu itu tanpa berniat untuk duduk atau berhenti, ia sedang mencoba untuk menenangkan hatinya dan menanti apa yang akan terjadi pada putra kesayangannya.

Entah sudah berapa lama ia berputar kesana kemari disana, yang seperti sudah seabad rasanya walau sebenarnya baru setengah jam lebih berlalu.

Sambil berjalan berputar kembali ketempatnya Kyuhyun melihat dari jauh gerakan seseorang berjalan di lorong rumah sakit itu. Semakin lama semakin mendekat hingga ia bisa melihat lebih jelas siapa yang datang menghampirinya.

Siwon, dengan baju yang basah keseluruhannya, namja tampan itu berjalan dengan mendekap seseorang yang tidak bergerak didadanya. Seketika kaki Kyuhyun menolak untuk menopang tubuhnya berdiri tegak hingga ia pun merosot jatuh kelantai.

Helaan nafas lega keluar dari bibirnya bersamaan dengan hilangnya beban yang menghimpit kepalanya sejak ia tiba dirumah sakit. Walau dalam keadaan tidak baik, kedua putranya berhasil ditemukan dari dalam air laut yang dalam itu.

“Su-ho…” Panggil Kyuhyun pelan.

Siwon langsung menyerahkan putra keduanya itu pada perawat yang sudah menghampirinya dengan tempat tidur dorong mereka. Kemudian segera meraup Kyuhyun dalam pelukannya sesaat setelah Suho dimasukkan kedalam ruang yang sama seperti hyungnya.

“S-siwonnie~” Panggil Kyuhyun memeluk lengan Siwon yang ada didepannya dengan erat.

“Sssst~ dia masih bersama kita.”

“J-jinjjaa??Huhuhuhuhuhu~” Tangis Kyuhyun akhirnya membenamkan wajahnya didada suaminya yang hangat.

Siwon hanya bisa memeluk huswifenya itu dengan erat dan membiarkan ia menangis mengeluarkan segala kegelisahan yang sudah dipendamnya dengan sangat baik. Sampai menit kembali berlalu dan akhirnya pintu ICU itu terbuka menampilkan dokter Kim berdiri disana mencari mereka.

Siwon langsung menggerakkan tubuh Kyuhyun pelan dan mengatakan apa yang dilihatnya membuat Kyuhyun lnagsung berdiri dan menghampiri dokter itu.

“Ba-bagaimana? Apa yang terjadi? Apa mereka baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun tidak sabaran.

“Tenanglah Kyuhyun-ssi.”

“Katakan dok!!”

“Syukurlah tidak ada yang serius pada Minho, dia hanya perlu perawatan disini beberapa hari.” Ucap Dokter Kim menjelaskan dan helaan nafas lega terdengar dari kedua namja didepannya itu.

“La-lalu…bagaimana Suho?” Tanya Siwon kemudian.

“Mmm, kalau dia…”

“Dokter…” Panggil Kyuhyun tajam.

“Suho terlalu lama didalam air dan air itu merendam paru-parunya yang masih kecil.”

“Lalu??” Tanya Siwon cepat.

“Suho baik-baik saja, hanya saja…”

“Hanya saja?”

“Dia akan kesulitan bernafas jika kelelahan melebihi batasnya.”

“Maksudnya?”

“Apapun yang ingin dilakukannya yang membutuhkan kekuatan fisik, Suho tidak akan sanggup lagi.

“Oh God~” Siwon meraup kedua wajahnya tidak percaya. “Apa tidak ada cara lain?” Tanyanya penuh harap.

“Secara keseluruhan dia baik-baik saja, hanya kekebalan tubuhnya yang sudah terbatas.”

“Apa dia akan cacat?”

“Tentu saja tidak, kita juga tidak bisa mengganti paru-parunya, tenang saja, kalian hanya harus menjaganya lebih ekstra.”

“Kami mengerti.”

“Sepertinya Suho sudah berusaha dengan keras.”

“Maksud dokter?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Saya melihat pergelangan tangan Minho yang memerah dan bekas kuku-kuku menancap ditengahnya, selain itu Minho tenggelam karena kaki-nya kram tiba-tiba.”

“Maksud dokter Suho memegang Minho saat hyungnya tenggelam?”

“Itu perkiraan kami, karena melihat seberapa parah yang dialami Suho.”

“Su-suho kecil kami…” Siwon masih tidak bisa percaya.

“Dia sudah berusaha dengan keras walau tubuh kecilnya tidak mendukung keinginannya untuk membawa hyungnya kedarat, jagalah mereka dengan baik.”

“Terima kasih dok, kami mengerti.”

“Mereka sudah dipindahkan keruangan lain, silahkan jika ingin melihatnya.”

“Sekali lagi, terima kasih.”

Dokter itu menganggukkan kepalanya meninggalkan mereka berdua, sementara Siwon berpaling melihat Kyuhyun yang hanya diam saja mendengar pembicaraan mereka sedari tadi. Tanpa mengatakan apa-apa Siwon menarik tubuh Kyuhyun kesampingnya dan berjalan menuju ruang rawat kedua putra mereka.

Karena tidak ada kamar untuk dua orang akhirnya mereka dipisahkan hanya dengan dinding yang bersebelahan. Siwon dan Kyuhyun memilih untuk melihat Minho lebih dulu yang masih tertidur karena obat penenang yang diberikan padanya.

Setelah dari sana mereka menjenguk Suho yang ada disebelahnya kemudian berbagi menjaga mereka satu seorang sampai keduanya terjaga dan menanyakan apa yang terjadi pada mereka. Seperti Minho yang menanyakan Suho, begitu pula Suho yang menanyakan Minho begitu matanya terbuka.

“Hyung baik-baik saja, ada disebelah ruangan ini.” Ucap Siwon saat kelima kalinya Suho bertanya dalam beberapa jam mereka disana.

Begitu juga Minho yang harus membuat Kyuhyun berbohong berkali-kali karena bocah kecil itu selalu ingin melihat Suho dimana dan ingin bertemu dengannya.

“Cuo ada dikamar sebelah, dia juga harus istirahat.” Ucap Kyuhyun kesekian kalinya.

“Kenapa kami harus istirahat kalau kami baik-baik saja?” Tanya Minho kemudian.

‘Dasar anak pintar’ Gerutu Kyuhyun dalam hati. “Kalian harus dirawat beberapa hari karena meminum air laut yang banyak.”

“Jinjja?”

“Jinjjayo~”

“Tapi Mino tidak mau beberapa hari jika Cuo tidak disini.”

“Aiissh~ anak ini!!!”

“Cuo tolongin Mino, mommy~ dia pegang Mino sangat kuat biar Mino tidak tenggelam, Mino mau lihat Cuo, Mino mau bilang, gomawo~”

“Nanti juga bisa, kalau Mino sudah sembuh.”

“Mino mau sekarang, mommy.” Bocah kecil itu melihat mommy-nya dalam. “A-apa mommy bohong Cuo baik-baik saja?”

“Mwoo? Aniyo, tidak!!”

“Apa Cuo terluka? Apa yang terjadi mommy!??!” Tanya Minho dengan wajah memerah tidak tahan lagi.

“Aigooo~ kenapa hyung jadi keras kepala, hm?” Tanya seseorang dibalik pintu kamar mereka.

“DADDY!!!”Seru Minho dengan wajah senang dan seseorang digendongan daddy-nya tersenyum dengan manisnya. “Babyyyy~~~” Panggil Minho langsung merentangkan tangannya.

Mau tidak mau Siwon harus mendudukkan Suho diranjang Minho dan bocah kecil itu langsung memeluk dongsaengnya dengan erat. Suho hanya tertawa kecil dan membalas pelukan hyungnya itu sama eratnya, bahkan bocah kecil itu semakin membenamkan wajahnya dileher Minho yang sedikit jenjang.

“Cuo baik-baik saja? tidak luka?” Tanya Minho tanpa melepas pelukannya.

“Ne~ hyung.”

“Jeongmal?”

“Jeongmal!!”

“Mmm~ gomawo baby hyung sayang~” Ucap Minho mengeratkan pelukannya sambil memejamkan matanya.

Keduanya tidak melihat bagaimana orang tua mereka saling bertatapan dengan perasaan bersalah. Mereka tahu betapa putra mereka saling menyayangi satu sama lain, bahkan sampai tidak bisa dipisahkan. Mereka juga tahu pasti apa yang akan terjadi jika Minho tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Suho, dongsaengnya tercinta.

Biarlah kejadian ini menjadi pelajaran bagi mereka dan segera dilupakan kedua bocah itu tanpa meninggalkan bekasnya.

Dan sejak hari itu Suho selalu dijaga dengan sangat baik bahkan terlihat berlebihan, termasuk Minho yang memang sangat over protektif pada dongsaeng kesayangannya itu. Penjagaan ketat itu pun terbawa seiring pertumbuhan Suho yang memang memerlukan banyak kekuatan fisik dalam hidupnya itu.

END OF FLASHBACK

“Sejak hari itu kami memang menjaganya dengan berlebihan, mianhae.” Ucap Siwon melihat mata Minho dalam.

“Bukan maksud mommy membedakan sayang kami padamu dan Suho, Sungguh~ kalian berdua sama berharganya dalam hidup mommy.” Ucap Kyuhyun dengan kesungguhan terpancar dari wajah dan kata-katanya.

“H-hyung…” Panggil Suho saat Minho masih diam tidak bergerak. “Suho say…”

Perkataan Suho terputus saat seketika Minho berlari menghambur keluar dari ruangan itu dengan wajah yang tidak bisa dibaca. Melihat hal itu Kyuhyun langsung bergerak ingin menyusul putra pertama kebanggaannya itu, namun tangannya ditarik Siwon dengan cepat.

“Biarkan dia sendiri dulu.”

“Tapi…”

“Mianhae…” Ucap Suho kemudian membuat keduanya berpaling melihatnya. “Hyung marah, mommy~ hyung tidak sayang Suho lagi, sudah lama sekali hyung tidak sayang pada Suho.”

“Heey~ bukan begitu.” Kyuhyun langsung mendekat dan memeluk putranya itu penuh sayang. “Bukankah Suho sangat menyayanginya?”

“Saaangat sayaang~”

“Berarti hyung juga sayang Suho, saaangat sayang.”

“Jinjja??”

“Tentu saja, jadi tenang ne? Tunggu saja hyung kembali.”

Suho tersenyum senang mendengar perkataan kedua orang tuanya yang sangat menjanjikan itu. Namun sampai dua hari Suho dirawat dirumah sakit, sekalipun Minho tidak menampakkan dirinya lagi di tempat yang dipenuhi dengan ruang yang serba putih itu.

Sejak berlari meninggalkan mereka, Minho memang tidak pernah kembali lagi, apalagi saat ia kembali ke rumah dan melihat benda yang dijatuhkan Suho sebelum dongsaengnya itu pingsan. Rasa bersalah yang dimiliki Minho lebih besar dari rasa egoisnya yang sudah berprasangka buruk pada orangtuanya.

Minho hanya mengurung diri dikamarnya tanpa mengatakan apa-apa bahkan pada maid yang kebingungan melihatnya pulang dalam keadaan kusut. Siwon yang diminta Kyuhyun pulang melihatnya hanya diterima dengan kediaman putra tampan itu didalam kamarnya.

Sampai dua hari kemudian…

Suho yang sudah diizinkan pulang dari rumah sakit sudah tidak sabar ingin bertemu hyungnya dan memperbaiki apapun yang telah rusak diantara mereka. Namun sayang, begitu sampai di rumah yang menyambut kedatangannya hanya maid-maid mereka didepan pintu, sementara Minho tidak terlihat dimana pun.

Kyuhyun mengatakan Minho ada kelas tambahan di sekolahnya membuat Suho mendengarnya dengan baik dan memilih untuk menunggu hyungnya itu kembali. Wajah sedih Suho tidak bisa disembunyikan sejak ia tahu hyungnya tidak ada dirumah menunggu kepulangannya.

“Mommy…” Panggil Suho.

“Ne, baby?”

“Mommy tidak kerja?”

“Sampai Suho sehat kembali, mommy akan di rumah.”

“Tapi…”

“Apa Suho kira pekerjaan lebih penting dari kalian?”

“Ehehee, tapi daddy harus tetap bekerja ne?”

“Tentu saja, kalau tidak kita makan apa?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polosnya.

“Aiish~” Suho mengerucutkan bibirnya lalu melihat sekeliling ruang tamu besarnya. “Hyung belum pulang?”

“Belum.”

“Kenapa hyung tidak mau bertemu dengan Suho, mommy?”

“Hyung juga tidak mau bertemu dengan mommy, baby~ daddy juga.” Jawab Kyuhyun dengan wajah sedihnya.

“Mwooo??”

“Nee~ hyung pulang saat kita tidak ada dan langsung ke kamar lalu mengunci pintunya dari dalam.”

“Hyung jahat.”

“Biarkan saja hyung berpikir, apa yang sudah dilakukannya.”

“Hyung tidak salah mommy!!”

“Aaaa-arasseo~” Kyuhyun memutar bola matanya. “Hyung akan kembali, Suho jangan pikirkan itu atau Suho akan libur seminggu ke depan karena belum sehat.”

“Andwaeee~ Suho mau sekolah!!”

“Mmm~ so do what I say~”

“Yes, mommy~” Angguk Suho dengan patuhnya membuat Kyuhyun tersenyum bangga.

Dan sejak hari itu bocah sudah remaja itu selalu menunggu kedatangan hyungnya dimana saja, dan tidak berusaha mencari atau memaksanya seperti yang dikatakan mommy mereka. Hyungnya akan kembali dan Suho akan menunggu.

Mereka sama-sama sudah besar dan sudah bisa memilih dan memikirkan apa yang benar dan apa yang tidak benar. Seperti Kyuhyun dan Siwon yang memberikan keluasan agar Minho bisa berpikir dengan jernih, begitu pula yang akan dilakukan Suho, ia akan menunggu sampai waktu yang tepat itu tiba.

Sampai hari keenam Suho dirawat dirumah.

Tiba-tiba suara ketukan pelan terdengar dibalik pintu kamarnya, Suho terlihat sedang duduk bersandar ditempat tidurnya sambil memainkan game di PSP. Ketukan kedua terdengar barulah Suho meminta siapapun yang ada disana untuk masuk kedalam.

Tanpa diduga, orang yang paling ditunggunya kini berdiri dengan wajah polos dihadapannya.

“H-hyung…” Suho melihat tidak percaya.

“Ne.”

“Mino hyung~” Panggil Suho lagi dengan mata berkaca-kaca.

“Mmm~ itu…hari itu…mi…”

“Mianhae.” Ucap Suho mendahuluinya.

“Mwo?? Ani-aniyo~ itu hyung yang salah.” Jawab Minho salah tingkah.

“Bukan, seharusnya Suho bisa jaga diri, mommy, daddy dan hyung selalu ingatin Suho, tapi…”

“Diamlah!! Kalau sudah tahu kenapa Suho tidak mau dengar??” Tanya Minho dengan wajah keruh.

“I-itu…Suho…mau cari ini.” Ucap Suho menunjukkan miniature Ring dengan bola basket-nya pada Minho.

Itu adalah hadiah yang dicari Suho bersama Kris hari itu karena ia ingin memberikan kejutan, seperti yang dilakukan mommy daddy mereka merayakan keberhasilan Minho dengan makan malam. Suho juga ingin memberikan sesuatu yang bisa membuat hyungnya penuh semangat dengan cita-citanya itu.

Dan Minho sudah melihatnya hari itu sebelum ia letakkan barang itu kembali di kamar Suho.

“Suho cari ini, untuk hyung…”

“Cuma karna ini?”

“Mianhae, gara-gara ini kita batal makan malam, mianhae hyung~ Suho tidak bermaksud untuk mengacaukan segalanya, Suho juga tidak pernah mengambil mommy dan daddy untuk Suho, Suho sayang Mino hyung, sayang banget, mommy, daddy juga sayang Mino hyung, mereka tidak salah hyung, mereka tidak pilih kasih, hyung jangan salah sangka.”

Perkataan Suho yang panjang itu membuat Minho kehilangan kata-katanya dan hanya bisa menatap wajah polos dongsaengnya yang terlihat sedih dan menyesal.

“Suho sayang padamu, hyung.” Ucap Suho lagi dengan setetes kristal bening itu mengalir dari sudut matanya. “Mia…”

“Shut up!!” Seru Minho cepat menghentikan ucapan Suho dengan memeluknya sampai wajah Suho terbenam didadanya. “Hyung salah, hyung yang salah, mianhae, hyung juga sayang Suho, sungguh, tidak, bukan itu maksud hyung sebenarnya, hanya saja, hyung terlalu khawatir padamu.”

“Hiks~ mianhae~ Suho sayang hyung, hiks, sungguh sayang…huhuhu~” Tangis Suho akhirnya pecah didada hyungnya tersayang.

“Ssst~ mianhae, nanti mommy dengar, hyung bisa dibunuh.”

“Aniyo~ nanti Suho yang pukul mommy~ huhuhu~”

“Aigoo~ sudah besar, masih seperti bayi ne?” Tanya Minho setengah bercanda.

Suho tidak menjawab apa-apa selain membenamkan wajahnya dibahu hyung kesayangannya itu. Dan Minho merasakan pelukan dongsaengnya itu semakin erat hingga ia pun membenamkan wajahnya dibahu Suho dan ikut terisak.

“Mianhae~ jeongmal mianhae~” Bisik Minho pelan.

Mereka saling berpelukan dan menumpahkan semua yang mereka rasakan selama ini, agar semuanya menjadi lebih baik. Tanpa mereka sadari dibalik pintu kamar itu berdiri dua namja tampan dengan senyum bahagia melingkar di bibir mereka.

Bahkan salah satunya sudah memendam perasaannya sendiri agar airmata yang sudah lama mengenang dipelupuknya tidak jatuh begitu saja. Kyuhyun menengadahkan kepalanya beberapa kali agar ia tidak menangis dan isakannya bisa didengar dua putra kesayangannya itu.

Namun tarikan Siwon dengan gerakan lembut yang membawanya dalam pelukan hangat itu membuat airmata Kyuhyun akhirnya tumpah dan membasahi kemeja depan Siwon yang berwarna putih.

“H-hyung~”

“Sssst~ baby, mereka akan baik-baik saja.” Ucap Siwon menenangkan.

“A-aku tahu.” Kyuhyun berusaha untuk tenang kembali.

Namun suara Siwon sepertinya masih belum cukup kecil hingga dua remaja tampan kesayangan mereka kini berpaling dan melihat keberadaan mereka di pintu itu. Minho langsung berdiri dengan gugupnya melihat mereka berdua membuat Suho menarik tangannya dan menggenggamnya dengan lembut.

“Mo-mommy…” Panggil putra tampan itu sedikit ragu.

Kyuhyun langsung berpaling melihat putranya setelah menghapus airmata dipipinya dan menarik nafas sedikit lebih tenang. Namja cantik memesona itu menatap putranya dengan penuh cinta dimatanya hingga tidak ada yang bisa dikatakan Minho selain berlari ke pelukannya yang hangat dan menangis disana.

“Mi-mianhae, mommy~ hiks~ bu-bukan maksud Mino…” Ucap Minho terbata.

“Arra~ Mino hanya sedang kesal, kami juga salah menyembunyikan semuanya.” Ucap Siwon sambil membelai rambut Minho penuh sayang.

“Mi-mianhae, jeongmal mianhae~ Mino sayang dia mommy, Minho sungguh sangat menyayanginya.”

“Mommy percaya.” Gumam Kyuhyun pelan.

“Mianhae~ mommy, mianhae~ daddy, jeongmal mianhae~”

“Kami menyayangimu, tampan, seluruh dunia dan isinya tidak bisa dibandingkan dengan cinta kami untukmu dan Suho.” Ucap Siwon dengan nada serius membuat Minho melihatnya. “Percayalah.”

“Mianhae~” Minho kembali menangis melihat daddy-nya yang tersenyum menenangkan.

Melihat wajah penuh penyesalan itu, Siwon langsung memeluk keduanya dalam pelukannya dengan erat. Suho hanya tersenyum melihat hyungnya menangis pada mommy mereka seperti waktu Mino masih kecil dulu.

Kyuhyun yang melihat akhirnya mengulurkan sebelah tangannya hingga Suho langsung berdiri dan mendekati mereka yang masih berpelukan. Dan Minho merasakan kehadiran Suho langsung melepas pelukannya dan menarik dongsaengnya itu masuk diantara pelukan mereka hingga kesayangan itu pun berada didalam kehangatan orang yang dicintainya.

“Mommy~” Panggil Suho kemudian.

“Jangan marahi hyung Cuo.”

“Mwooo???” Death glare Kyuhyun langsung melayang pada mereka berdua saat smirk jahil Minho terlihat menyeringai.

Dan selanjutnya hanya tawa kebahagiaan yang terdengar didalam istana kaca itu yang penuh dengan cerita dan cinta. Semoga kebahagiaan itu akan terus ada bersama mereka, selamanya sampai akhir dari dunia.

THE END.

EPILOG.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun pada suaminya diruang kerja namja tampan itu.

“Waeyo baby? Hyung sedikit sibuk.” Jawab Siwon tanpa melihat kepadanya.

“Kapan kau tidak sibuk tuan Choi? Kenapa mengabaikanku?” Tanya Kyuhyun kemudian memasang wajah sulkingnya.

“Aigooo~ my baby~”

“Aku hanya punya 3 hari libur, kenapa tidak menghabiskannya denganku? Buang saja kertas bodoh itu!!?”

“Ahahahaha~ baiklah, baiklah~” Siwon langsung beranjak dari kursi kebesarannya menuju sofa tempat Kyuhyun duduk bersandar sambil melipat tangannya didada. “Kenapa, hm? Jangan merajuk.”

Siwon duduk disana sambil melingkarkan lengannya di bahu Kyuhyun dan mengecup pipi pucat yang menggemaskan itu. Tanpa aba-aba Kyuhyun langsung merebahkan badannya hingga setengah berbaring diatas pangkuan suami tampannya itu.

Siwon langsung tersenyum senang dan menundukkan wajahnya agar bisa menyentuh bibir peach Kyuhyun yang sedikit terbuka itu. Ciuman cinta yang lembut itu pun terjadi dengan sendirinya bahkan sampai tidak ada yang ingin melepaskannya karena rasanya yang terlalu manis.

Tapi Siwon yang ingin mendengar penjelasan Kyuhyun akhirnya mengalah dan perlahan menjauhkan diri hingga bibir mereka pun terlepas perlahan dan ia memberikan kecupan kecil dibibir Kyuhyun berkali-kali.

“Waeyo?” Tanya Siwon lagi sambil membelai lembut rambut kecoklatan milik Kyuhyun.

Namja cantik itu tersenyum manis dan memeluk lengan Siwon yang melingkar diatas perutnya yang sedikit rata itu. Siwon langsung tersenyum dengan dimplenya yang memesona melihat wajah cantik yang menggemaskan itu didepannya.

“Aku ingin perayaan untuk Minho diatur ulang.” Ucapnya kemudian.

“Maksudnya?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Makan malam kita yang batal, aku ingin kau atur ulang hyung, untuk Minho.” Ucap Kyuhyun sekali lagi sambil meraba sesuatu disaku celana jeansnya.

Secarik kertas yang sudah lecek itu terlipat dengan rapi dan Kyuhyun menyerahkannya pada Siwon. Namja tampan itu langsung mengambilnya dan membacanya secara perlahan kemudian melihat Kyuhyun dengan tatapan mengerti.

Kertas lecek itu milik Minho yang ingin ditujukannya pada mereka namun sudah lebih dulu dibuang putra tampan mereka di rumah sakit dan Kyuhyun tidak sengaja menemukannya.

“Dia memang hebat.” Ucap Siwon dengan bangga.

“Anakmu.”

“Anak kita.”

“Baiklah, itu bisa diatur, sebaiknya kita buat perayaan kecil dirumah saja, lebih special.”

“Kejutan untuknya?”

“Tentu saja.”

“Kau yang terbaik.”

“Tidak salah lagi.” Jawab Siwon penuh percaya diri.

Langsung saja death glare dan senyuman sinis Kyuhyun keluar dari wajah cantiknya membuat Siwon tidak tahan untuk tidak mengecup lagi bibir cantik yang sangat menggoda didepannya itu. Dan smirk Kyuhyun yang menjengkelkan pun semakin keluar saat suaminya semakin mendekatkan wajah tampan itu padanya.

“Mine~” Bisik Kyuhyun sebelum ciuman penuh cinta itu pun kembali terjalin.

Sementara itu disebuah sekolah terkenal di kota Seoul,

Dua remaja yang sama-sama berwajah tampan itu berjalan sambil berbicara dan tertawa yang entah apa itu sampai orang lain iri melihatnya. Choi Minho, namja yang lebih tinggi sedikit merangkul dongsaengnya itu dengan erat dan berjalan melewati semua orang yang melihat mereka dengan takjub.

“Hey, Choi Suho…” Panggil Minho pada dongsaengnya.

“Hm?” Jawab Suho dengan kepala yang dimiringkan.

“Apa kau…” Minho tampak ragu saat melihat wajah polos didepannya itu. “Apa kau menyukai Taemin?”

“Mwooo??” Mata Suho seketika membulat sempurna.

“Selama ini kau selalu melihatnya, saat kami bersama, kau selalu melihatnya, aku katakan, dia itu milikku, kau tidak bisa mengambilnya.” Ucap Minho kembali ke sifat dasarnya yang cuek.

“Hyung!!!” Suho langsung protes dan berdiri dengan wajah sulking.

“Wae?”

“Aku tidak suka Taeminnie!!”

“Lalu?” Tanya Minho penasaran. “Kenapa?”

“Mmm~ i-itu…aku…” Suho menyatukan dua jari telunjuknya dengan perasaan gugup, Ia tidak menyangka hyungnya akan bertanya seperti itu.

“Apa? kau menyukainya?”

“Tidak~!!!”

“Tapi…” Minho masih ingin tahu.

“Itu karna di-dia…”

“Dia…?”

“Dia bisa dekat denganmu sedangkan aku tidak!!” Akhirnya Suho mengakui.

“Mwooooo??” Minho tidak percaya pengakuan dongsaengnya itu. “Kau cemburu padanya?”

“Neeee~ sikap hyung berbeda saat dengannya, selama ini kau selalu dingin denganku, seperti ada dinding yang hyung buat agar aku tidak mendekat.”

“Omooo~” Minho menutup mulutnya sambil melihat kesana kemari. “Baby Cuo~ kau cemburu?”

“Hyung!!!”

“Aigooo~~ itu namanya brother complex, kau tahu?”

“Bukaaan!!!”

“Ahahahaha~” Tawa Minho dengan senangnya. “Sebenarnya itu bukan dinding, mungkin karena cemburu padamu yang terlalu diperhatikan, hyung jadi berubah dingin tanpa hyung sadari, mianhae.”

“Gwenchana hyung, Kami semua menyayangimu, jangan berpikir yang tidak-tidak dan jangan…”

“Jangan apa?”

“Jangan tinggalin Suho, Suho ingin kita seperti dulu, Suho sayang Mino hyung.”

“……” Minho menatap wajah polos dongsaengnya dengan seksama. Dia memang tidak bersalah. “Geogjonghajima…” Ucap Minho tiba-tiba serius. “Walau Taemin itu milikku, kau tetap kesayangan hyung, baby.”

“Mwoo??”

“Kajja~ kita masuk~” Minho langsung berjalan meninggalkan Suho agar dongsaengnya itu tidak bertanya lagi.

Sementara Suho masih terdiam dengan pipi merona mendengarkan kata-kata itu untuk pertama kali selama ia tumbuh besar dan sangat menyayangi hyung satu-satunya itu. Saat ia melihat ke depan, Minho berjalan mundur melihatnya sambil tersenyum cerah menampakkan semua giginya.

Mau tidak mau, senyum cerah pun terukir dibibir Suho yang terlihat sangat bahagia karena mendapatkan hyungnya kembali.

Bisa dipastikan mereka akan saling melengkapi dan menyayangi untuk selamanya, walau akan ada batu-batu kecil yang membuat mereka bertengkar lagi, semua itu akan teratasi dengan baik karena mereka satu ikatan darah yang tidak bisa dipisahkan.

Karena mereka…Keluarga.

**

Ahahahhahahhaha~ APA INIIIII???

Yang penting sudah selesai, ahahaha, semoga memuaskan My Lovelies~

Untuk Sucii, walau dirimu tidak baca lagi ff unnie, tidak apa-apa~ yang penting janji unnie terpenuhi dan mianhae jika  isinya tidak sesuai dengan cover, tapi semoga tidak mengecewakan^^

Sampai jumpa di ff yang lain.

Dan untuk yang requestnya belum terpenuhi, jebaal~ tunggulah sebentar lagi.

Walau lama, pasti akan Vie penuhi~

Tapi, selain Yumi ada siapa lagi ya? Vie nggak nulis plotnya, ahahaha. Mianhae~

With Love

Vie.

When The Love Is Growing 2

SPG COVER

WHEN THE LOVE IS GROWING

SEQUEL SPG

Chapter 02

**

Selamat malam..apa kabar?

Akhirnya saia datang lagi, bosan ne?

Mianhae kalo typo’s, udah edit masih tinggal juga itu salah mata saya, ahahaha~

Selamat membaca.

**

“Kenapa tiba-tiba ingin liburan? Bukannya sangat sibuk mengurus kuliahmu?” Tanya Siwon tidak mengerti keinginan huswifenya yang tiba-tiba itu.

“Mmm, aku ingin…”

“Hmm?”

“Aku ingin memberikanmu sesuatu yang berharga.” Ucap Kyuhyun dengan wajah serius.

“Mwoo? Kenapa harus di hawai? Disini juga bisa.”

“Aku ingin jadi yang special, karena…”

“Karena…”

“Sesuatu itu hanya aku yang bisa memberikannya.”

“Mwooo??”

“Aiish~ jangan tanya lagi, tunggu saja tanggal mainnya.”

“Hooo~ ada apa, hmm? Apa hyung akan senang dapat hadiah?” Tanya Siwon dengan wajah playfull-nya.

“Semoga saja kau suka hyung.” Jawab Kyuhyun sambil menundukkan wajahnya.

“Heey~ apapun pemberianmu, akan hyung terima dengan senang hati.”

“Gomawo~”

“Waaah~ dia jadi manis seperti itu, ne?” Ucap seseorang tiba-tiba dibelakang mereka.

“Umma!!!” Kyuhyun langsung berdiri dan membungkuk dengan sopan membuat Umma Choi tersenyum simpul.

“Kami harus kembali Siwonnie, tiket pesawatnya sudah kami pesan sebelumnya.” Ucap umma Choi.

“Mwoo? Kenapa buru-buru?” Tanya Siwon dengan kening berkerut.

“Kami ada meeting beberapa hari ke depan, tidak boleh ditinggal.”

“Memang lebih cinta pekerjaan daripada anak.” Jawab seseorang dibelakang tiba-tiba.

“Mino~” Umma Choi langsung memeluk putra keduanya itu dengan erat. “Mianhae~”

“Minho kesepian umma, kenapa tidak tinggal bersama kami, hm?” Tanya Siwon dengan wajah sungguh-sungguh membuat mata Minho langsung melebar.

“Mwooo? Tinggal dengan kalian? Siap-siap mati mendadak.”

“Mwo?” Kyuhyun ikut bertanya. “Waee??”

“Dia bisa mati melihat lovey dovey kalian setiap hari.” Jawab Heechul dengan smirknya dan seketika pipi Kyuhyun merona dengan indahnya.

“Ahahaha~ sudah-sudah, Mino jangan merajuk, ayo antarkan umma.” Umma Choi langsung menarik putranya itu keluar diikuti appa Choi dan yang lainnya.

Setelah kepergian mereka berdua, yang lain menikmati pesta kelulusan itu sampai semuanya selesai dan semua hidangan terhabiskan. Para orang tua dan namja tampan itu segera pulang ke rumah mereka yang memang tidak jauh dari rumah Siwon.

“Umma~ kenapa tidak tidur disini saja?” Tanya Kyuhyun pada ummanya didepan pintu.

“Mwoo?” Kali ini Leeteuk yang melihat putranya dengan wajah tidak percaya. “Yang benar saja, babykyu?”

“Umma~”

“Pulanglah ke rumah sekali-kali, Kyunnie~” Ucap KangIn tiba-tiba.

“Ehee~ appa merindukanku?” Tanya Kyuhyun dengan smirknya membuat KangIn salah tingkah dan melihat kesana kemari. “Ahahaha~ aku akan datang appa, tenang saja.”

“Baiklah, kami pulang dulu ne?”

“Ne~”

Dan dua namja tampan itu pun segera kembali keperaduan mereka yang ada dipaling depan resident mereka. Sementara Siwon dan Kyuhyun segera masuk kedalam untuk mengistirahatkan badan mereka yang hari ini terasa seperti remuk redam.

Keduanya saling membersihkan diri di kamar mandi yang berbeda kemudian baru bertemu kembali diranjang mereka yang empuk dan sangat nyaman. Siwon langsung merebahkan dirinya dan membuka sebelah lengan agar Kyuhyun bisa berbaring disampingnya dan menjadikan lengannya itu sebagai bantal.

Tapi yang Kyuhyun lakukan melainkan berbaring membentuk huruf T dengan kepalanya diatas perut rata Siwon kemudian segera menghidupkan PSP yang sudah ditangannya. Mau tidak mau Siwon hanya bisa tertawa kecil dan mengacak surai lembut milik Kyuhyun dan melihatnya bermain game kesukaannya itu.

Tidak ada kata-kata yang menemani mereka selain gumaman kecil Kyuhyun pada gamenya sementara Siwon hanya tersenyum puas melihatnya. Sungguh kebersamaan yang menyenangkan.

Sampai beberapa jam kemudian Siwon menarik PSP itu dengan lembut dan melihat wajah Kyuhyun dengan senyumnya yang menawan. Kyuhyun hanya bisa mengerucutkan bibirnya tidak terima namun tidak bisa membantah saat melihat wajah tampan itu.

“Besok hyung kerja, baby~” Ucap Siwon membuat mata Kyuhyun melebar.

Detik selanjutnya namja imut itu langsung membenamkan dirinya dalam pelukan Siwon dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lalu memejamkan mata. Siwon hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepala kemudian segera mematikan lampu tidur mereka yang ada disisi tempatnya tidur.

“Night, my baby~”Ucap Siwon mengecup kening huswifenya itu dengan lembut.

“Mmm~” Gumam Kyuhyun sebelum terlelap menuju mimpi yang sama.

Keesokan harinya…

“Hyung~” Panggil Kyuhyun tiba-tiba.

“Hm? Wae?” Tanya Siwon yang sedang berdiri tidak jauh darinya.

“Kita ubah rencana saja, eotte?”

“Huh? Rencana apa?” Siwon balik bertanya dengan alis yang terangkat.

Pagi ini pasangan sempurna itu sedang berada didalam kamar mereka dengan Siwon sedang memakai kemejanya, sementara Kyuhyun duduk diranjang memperhatikan.

“Kita liburan ke Jeju saja.”

“Mwoo??Kenapa ganti ke Jeju?”

“Kau pasti capek kalau bepergian jauh, apalagi pekerjaanmu disini, belum lagi kuliah.”

“Iya juga, sekarang setiap tidak ada kuliah hyung pasti harus ke kantor.”

“Karna itu kita ke Jeju saja, lebih dekat.”

“Mmm, apapun untukmu baby, ke ujung dunia hyung akan datangi.” Ucap Siwon mendekatinya dengan senyum playfullnya.

“Pabooya!!” Gerutu Kyuhyun sambil meninju bahu Siwon pelan.

“Kalau begitu kita pergi setelah berkas masuk kuliah-mu selesai, eotte?”

“Ide bagus~”

“Besok kita ke kampus bersama, sekarang hyung pergi dulu ne~” Ucap Siwon mengulurkan tangannya pada Kyuhyun.

“Neee~” Namja cantik itu menyambut tangan suami tampannya dan menggenggamnya erat.

Kedua namja itu pun berjalan keluar kamar dan menuruni tangga dengan saling berbicara dan tertawa bersama. Sungguh pemandangan yang indah bagi siapapun yang melihatnya. Dan itu jadi pemandangan yang indah bagi maid mereka setiap harinya.

“Hati-hati dirumah ne?” Ucap Siwon saat mereka sudah didepan pintu.

“Hae hyung akan kemari.”

“Mwoo?? Jangan minta yang aneh-aneh baby.” Ucap Siwon mengingat pembicaraan rahasia hyung dan huswifenya beberapa hari yang lalu.

“Ehehe…tidak akan, tenang saja.”

“Baiklah, see you soon.” Ucap Siwon mengecup kening Kyuhyun.

“Come back soon,”

“I will, I love you.”

“Love you too.”

Siwon menatap wajah imut nan memesona itu hampir merona hanya karna kata cinta itu terucapkan. Sementara Kyuhyun harus menundukkan wajahnya saat merasa Siwon tidak melepaskan tatapan darinya.

Tapi setelah beberapa menit. “Pergi sana hyung!!”

“Ne, ne, ne~ Love you, my baby.”

Siwon langsung masuk ke mobil dan segera pergi dari sana meninggalkan Kyuhyun yang kembali ke kamarnya untuk menghabiskan waktu bersama game sebelum hyung kesayangannya tiba.

**

Lebih dari dua jam kemudian barulah namja tampan bernama Lee Donghae menampakkan dirinya didepan pintu rumah Choi Siwon. Namja tampan itu langsung masuk ke dalam setelah maid-maid Siwon menyambutnya didepan pintu.

“Kyunnieee~” Panggilnya kemudian.

Donghae segera menuju dapur rumah itu dan mencari makanan apa yang bisa dimakannya sementara yang dipanggilnya sudah terlihat menuruni tangga kamar.

“Hyung~” Kyuhyun tersenyum garing melihatnya.

“Apa kau sudah punya rencana?” Tanya Donghae tanpa basa-basi.

“Belum…”

“Mwoo?” Donghae menatapnya tidak percaya sambil berlalu menuju balkon taman belakang.

Kyuhyun mengikutinya setelah menganggukkan kepalanya pada maid yang sudah siap dengan cemilan untuk mereka. “Karena itu aku minta hyung menemaniku.”

“Apa kau ingin diajarin lagi?” Tanya Donghae tetap dengan wajah polosnya.

“Andwaee!!” Kyuhyun menyilangkan tangan didepan dadanya. “Siwon hyung bilang tidak boleh.”

“Hooo~ baiklah.” Donghae memberi maid Kyuhyun senyum manisnya. “Lalu, apa yang bisa ku bantu?”

“Mmm, itu…” Kyuhyun mulai terlihat ragu.

“Kalau kau malu, aku tidak bisa apa-apa.”

“Mm, itu~ anu…ba-bagaimana….” Kyuhyun memilin ujung bajunya hingga tidak berbentuk lagi, hatinya terlalu gugup.

“Bagaimana apanya? Aigooo~”

“Ba-bagaimana me-memulainya?”

“Tentu saja aku tahu caranya!!” Jawab suara yang lain tiba-tiba.

“Mwooo??” Seru Kyuhyun dan Donghae bersamaan mendengar suara itu.

Mereka berdua sama-sama berpaling melihat kearah suara yang sembarangan menyahuti perkataan Kyuhyun.

“Hyung!! Jelek!!” Seru Donghae dan Kyuhyun tidak percaya melihat Heechul berdiri disana.

“Yo, baby yo~” Jawab namja cantik itu tidak merasa bersalah.

“Ke-kenapa hyung kemari?” Tanya Donghae pada Heechul.

“Tentu saja untuk melihat perkembangan istri orang yang satu ini.” Ucap Heechul melihat Kyuhyun yang mengeluarkan death glarenya.

“Aku ambil minum dulu, tunggu sebentar.” Ucap Kyuhyun beranjak dari kursinya.

Namun tiba-tiba tangannya dicengkeram Heechul dengan sangat kuat. “Jangan repot-repot, baby~”

“Ta-tapi…” Kyuhyun tidak mengerti.

“Tidak perlu, aku akan mengajarimu!!” Ucap Heechul cepat dan seketika Kyuhyun sudah menempel didinding balkon.

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun tiba-tiba gugup.

Wajah Heechul begitu dekat dengan wajahnya sedang sebelah tangannya dicengkram didinding oleh hyungnya itu sedikit lebih keras.

“Heechul hyung!! Apa yang kau lakukan?” Tanya Donghae dengan mata melebar.

“Hmm~ aku akan mengajarinya ciuman yang sebenarnya.” Ucap Heechul melihat bibir peach Kyuhyun yang memesona.

“Mwoo??! Itu tidak perlu hyung, Siwon sudah mengajarinya.” Donghae kelabakan sendiri melihatnya.

“Jinjja?” Tanya Heechul pada Kyuhyun yang menganggukkan kepalanya cepat.

“Tapi aku akan mengajarimu yang lebih dari itu, aku jamin dia akan tergila-gila untuk menciummu, lagi dan lagi.”

“Ji-jinjjayo??” Mata Kyuhyun berbinar tertarik.

“Tentu saja.”

“Ba-baiklah…”

“What!! Andwae!! Kyunnie pabboo!! Jangan dengarkan dia!!”

Donghae tidak tahu harus mengatakan apa karna Heechul tidak mengubah posisinya sementara Kyuhyun percaya penuh pada hyung mereka itu. Jika Siwon mengetahui hal ini, mereka semua akan mati dalam sekejap.

“Oh nooo~” Donghae menutup matanya tidak percaya.

Bibir Heechul pun semakin mendekati bibir Kyuhyun yang kini sedikit terbuka dengan mata terpejam. Heechul sendiri mengutuk dirinya dalam hati saat melihat keindahan didepannya itu, betapa beruntungnya seorang Choi Siwon.

Dan sedetik lagi, bibir peach mereka akan bertemu dalam ciuman manis yang penuh kejutan dari Heechul namun tiba-tiba suara seseorang menghentikan mereka.

“Apa yang kau lakukan?”

“Ohmygod!!” Jawab Donghae langsung melihat orang yang dikiranya Siwon.

“Hannie??” Tanya Heechul melihat kekasihnya.

“Apa yang kau lakukan Chullie?” Hankyung namja tampan itu balik bertanya dengan sabarnya.

“Aku akan mengajari uri baby ciuman yang sebenarnya.”

“Tidak perlu, Siwon sudah melakukannya dengan baik.”

“Tapi dia pasti belum mahir.”

“Lama-lama uri baby akan mahir sendiri, tidak perlu diajari, move~” Ucap Hankyung melihat tidak ada perubahan pada posisi mereka.

“Ahh, hyung!! Syukurlah~” Donghae langsung menarik Kyuhyun kesampingnya dan melihat wajah polos tidak berdosa itu. “Pabooo!!” Gerutunya kesal sambil menjitak kepala Kyuhyun pelan.

“Appo hyung!!” Kyuhyun memegang kepalanya dengan wajah meringis.

“Aiih, Donghae-ah~ kau menghentikan kesenangan kami, padahal aku juga ingin mencobanya.” Ucap seseorang dibelakang mereka.

“Hyung!!!” Protes namja satu lagi yang bersamanya.

Ryeowook dan Yesung akhirnya juga tiba disana karena permintaan Siwon yang tidak tenang meninggalkan huswife cantiknya bersama hyung polosnya itu. Bagi Siwon mereka berdua sama-sama bisa melakukan hal paling bodoh sekalipun.

Dia tidak tahu bahwa Donghae berusaha keras menyelamatkan huswife donkdonk-nya dari serigala cantik selevel Heechul.

“Sudah kami bilang kan, Kyunnie…” Ucap Ryeowook mendekati Kyuhyun yang masih bingung. “Hyattdissh!!” Centilan didahi Kyuhyun sekali lagi.

“Jangan biarkan orang lain menyentuhmu selain orang yang kau cinta, a.k.a suamimu, Choi Siwon, a-rra-seo?!”

“Tapi, Heechul hyung mau mengajariku agar aku bisa membahagiakannya.” Jawab Kyuhyun membela diri membuat Heechul menganggukkan kepalanya.

“Itu benar, ayo Kyunnie…” Heechul kembali menarik tangan dongsaengnya itu. “Kita ciuman lagi.”

“ANDWAEEEE!!!!” Namja tampan lainnya kecuali Yesung langsung menarik Kyuhyun untuk mereka dan berdiri menutupinya.

“Cih~” Kesal Heechul.

“Apa kau tahu apa yang paling membuat Siwon bahagia?” Tanya Ryeowook kemudian.

“Ani…”

“Belajarlah semua tentang hal itu dengannya.” Jawab Ryeowook cepat. “Lakukan semua itu dengannya, sejak dulu dia yang pertama segalanya untukmu, sekarang pun begitu.”

“Hanya dengan itu, kau sudah membuat Siwon paboo itu menjadi orang paling bahagia didunia.” Sambung Donghae kemudian.

“Be-benarkah??” Tanya Kyuhyun dengan wajah serius melihat hyungnya.

“Absolutely true~” Jawab mereka semua sambil menganggukkan kepalanya.

Langsung saja senyum manis memesona terpatri dibibir Kyuhyun dan menampakkan kepolosan diwajah cantik itu. Para hyungnya hanya bisa ikut tersenyum melihat kepolosan itu masih tetap sama walau sering diiringi dengan kejahilannya.

“Ok!! Kalau begitu lets gooo!!!” Ucap Heechul tiba-tiba menarik Kyuhyun berjalan bersamanya menuju pintu depan.

“H-hyung, mau kemana?” Tanya Ryeowook kembali panik.

“Hyung! jangan macam-macam!!” Donghae ikut menimpali.

“Habislah kita jika Siwon tahu ini.”

“Chullie jangan racuni dia.” Hankyung berkata sambil mengikuti kekasihnya keluar rumah itu.

“Tenang saja!!” Jawab Heechul akhirnya saat mereka sudah ada didepan mobil dan Kyuhyun sudah didalamnya “Aku hanya akan membantu menyiapkan keperluan malam pertama si baby.”

“Mwooo???” Mata mereka semua melebar tidak percaya.

“Annyeong~” Jawab Heechul langsung masuk dalam mobilnya dan pergi darisana.

“Andwae!! Cepat kejar, hyung!!” Ryeowook langsung menuju mobilnya bersama Yesung. “Heechul hyung pasti sembarangan, Kyunnie tidak tahu apa-apa.”

Kata-kata Ryeowook membuat dua namja tampan itu langsung menuju mobil Donghae, lalu segera pergi dari sana bersama-sama.

**

Dan disebuah Mall besar yang ada di pusat kota seoul menjadi tempat pilihan Heechul untuk melaksanakan niatnya. Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa hanya mengikutinya dengan patuh sambil melihat kesana-kemari mencari kaset game terbarunya.

“Untuk saat ini, lupakan yang namanya game!!”

“Mwoo??” Kyuhyun berhenti berjalan dan melihat Heechul dengan wajah sulking.

“Maksudku, kau harus melakukan persiapan yang baik, jangan pikirkan game dulu.”

“La-lalu…”

“Pikirkan Siwonnie saja dan apa yang akan kau lakukan.”

Langsung saja pipi Kyuhyun merona dengan hebat saat ia menuruti perkataan Heechul dengan memikirkan suaminya dan apa yang akan mereka lakukan nanti.

‘Paboo’ Inner Heechul mengutuk dirinya sendiri. “Kajja~” Ucapnya kemudian menarik tangan Kyuhyun berjalan kembali.

Kali ini mereka berjalan dideretan toko pakaian bermerk yang terkenal didunia, namun Heechul tidak berhenti disana. Namja cantik itu terus berjalan sampai mereka tiba didepan sebuah toko pakaian dalam pria dan wanita.

Heechul langsung berseru senang dan memasuki toko tersebut yang disambut penjaga toko itu dengan ramahnya. Sepertinya namja cantik itu sudah dikenal mereka semua, karena beberapa dari mereka segera mendekat untuk menyambutnya.

“Ada yang bisa kami bantu?” Tanya salah satunya.

“Berikan pakaian dalam yang sexy untuk dongsaengku ini.”

“Mwooo???” Mata Kyuhyun melebar tidak percaya. “H-hyung…i-itu…” Kyuhyun kehilangan kata-kata.

“Waeyo? Kau perlu ini tahu.”

“Ta-tapi…”

“Just shut up! Ikuti aku saja.” Heechul langsung menariknya lagi memasuki toko itu lebih dalam.

Kyuhyun harus menelan apapun yang ada ditenggerokannya saat melihat berpuluh-puluh pakaian dalam wanita yang dipajang ditoko tersebut. Baik melalui manequin atau hanya tersusun rapi didalam lemari-lemari kaca.

Tidak hanya pakaian dalam wanita yang berbagai macam modelnya yang bahkan baru pertama kali dilihat Kyuhyun. Berbagai macam model pakaian dalam pria juga ada disana yang membuat dada-nya berdegup dengan kencang.

Seumur hidup, baru pertama kali Kyuhyun berada ditempat yang menyeramkan seperti ini. Selama ini umma atau appa-nya yang selalu membelikannya pakaian dalam yang bentuknya ya, biasa saja seperti yang ia ketahui.

Tapi disini, seperti semuanya terpampang dengan jelas didepan matanya. Terlalu vulgar.

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun akhirnya.

“Waeyo?”

“Ak-aku ta-takut…”

“Mwoooo?? Takut apa??” Heechul menatap dongsaengnya tidak percaya.

“Aku tidak pernah kesini, aku tidak pernah melihat yang seperti ini hyung, ayo pulang~”

“Aa…..” Heechul kehilangan kata-katanya.

“Hyung!!!”

“Tuan…” Panggil pelayan itu dibelakang Kyuhyun.

“N-nne??”

“Silahkan, coba lihat yang ini.”

Ditangan yeoja cantik itu terdapat beberapa celana dalam pria yang didesign khusus dengan beberapa macam model kain seperti sutra, katun, bahkan ada yang seperti bolong-bolong kecil seperti lingerie wanita.

Langsung saja keringat dingin keluar dari tubuh Kyuhyun melihat itu semua dan ia berpaling melihat Heechul dengan wajah horor-nya. Heechul bisa melihat dari wajah itu, Kyuhyun benar-benar tidak pernah melihat yang seperti ini.

“Kyunnie?!?!” Panggil Ryeowook tiba-tiba.

“H-hyung…” Jawab Kyuhyun dengan wajah blank.

“Astaga, Kyunnie~” Namja imut itu langsung mendekati mereka bersama hyung yang lainnya.

Donghae langsung menarik Pelayan toko itu menjauh dengan barang itu ditangannya, sementara Ryeowook dan yang lain membawa Kyuhyun segera keluar dari sana sambil berusaha menenangkan namja polos itu.

“Hyung!! Kalau kau ingin beri hadiah, beli saja yang biasanya, jangan membuatnya kehilangan arwah seperti itu.”

“Aku tidak menyangka dia benar-benar tidak tahu apa-apa.” Jawab Heechul dengan wajah blank.

“Hyung tahu dia hanya melihat game, bagaimana ia bisa tahu hal seperti itu.” Donghae berkata dengan sabarnya.

“Siwon paboo!!”

“Kenapa jadi Siwon yang paboo??”

“Siwon tidak mengajarkannya.”

“Aiishh~ Kami akan menenangkannya, Hyung mau kemana?”

“Aku akan membeli hadiah untuknya.”

“Jangan yang macam-macam!!”

“Arraseo~ ayo hannie~” Heechul langsung menarik kekasihnya pergi dari sana.

Sementara Donghae langsung mengejar Ryeowook yang sudah lebih dulu pergi darisana. Namja tampan itu tidak lupa menghubungi kekasihnya yang masih ada keperluan dikampus mereka.

“Aku ada di mall, sampai bertemu disini.”

>……<

“Bye~

Tidak perlu bersusah payah menemukan Kyuhyun dan yang lainnya, karena ia tahu kemana Ryeowook akan membawa dongsaeng mereka untuk menenangkan diri.

Game Center.

Disana Kyuhyun masih hilang dalam pikirannya sendiri walau kontrol game suda ditangannya. Ryeowook yang ingin menemani bermain hanya bisa menatap wajah polos itu kehilangan arwahnya. Setelah beberapa menit, barulah Donghae tiba bersama seseorang yang sepertinya bisa mengembalikan magnae mereka yang hilang sementara.

Lee Hyukjae langsung meluncur menyusul mereka setelah Donghae menghubunginya, dan namja tampan itu terlambat karna menunggu kedatangan kekasihnya diluar toko.

“Yoo~” Sapa Donghae masuk kesana.

“Ada apa ini?” Tanya Hyukjae begitu melihat didalam ruang khusus untuk mereka.

“Hyung~ Heechul hyung membuatnya kehilangan arwah.” Jawab Ryeowook dengan wajah polosnya.

“Aigoo, namja sok cantik itu, apa dia mau kita mati diinjak kuda?” Jawab Hyukjae mengambil kontrol game pada Ryeowook.

“Entahlah hyung.”

“Lalu si bodoh ini kenapa?” Tanya Hyukjae melihat Kyuhyun yang masih terpaku ditempatnya. “Hey~ my baby.” Panggilnya kemudian.

Langsung saja Kyuhyun berpaling melihat asal suara dengan panggilan sayang dari Siwon hyungnya tercinta. Namun yang memanggilnya itu tentu saja bukan suaminya yang kini sedang bekerja dikantor mereka.

“Kau ingin bertanding denganku?” Tanya Hyukjae dengn smirknya yang menjengkelkan.

Hening beberapa saat.

Detik selanjutnya. “Mati kau hyung!!!”

Seru Kyuhyun langsung memainkan kontrol gamenya dan menggerakkan karakter yang ada didalam sana. Melihat hal itu Hyukjae langsung tersenyum bangga dan melihat yang lain menghela nafas lega mereka.

“Kau akan kalah hyung!!” Ucap Kyuhyun tiba-tiba membuat Hyukjae lebih serius.

“Dalam mimpimu, magnae~ take this!!”

Dan pertarungan dalam game itu pun terjadi dengan serius sampai keduanya lupa akan keberadaan yang lain disana. Para namja itu langsung mencari tempat duduk dan memesan makanan untuk mereka karena mereka yakin akan menghabiskan waktu lebih lama disana.

Tapi semua itu tidak akan jadi masalah selama magnae mereka kembali baik-baik saja, daripada masih seperti sebelum Hyukjae datang. Mereka tidak ingin menerima amukan Siwon sudah membuat huswife yang sangat dijaganya menjadi seperti itu.

Lima jam lebih sudah berlalu, permainan mereka belum juga berakhir dengan Hyukjae yang terus menerus kalah dalam pertarungannya. Tapi itu tidak membuat Kyuhyun menyerah dan bosan menghadapinya.

Tapi lagi, itulah menjadi masalah mereka karena sudah tiga jam berlalu mereka masih berada ditempat yang sama, Makan makanan yang sama sampai perut mereka penuh semua.

“Hyung, bagaimana ini?” Tanya Ryeowook khawatir.

“Aku tidak tahu.”

“Kita harus pulang, aku sudah bosan disini.”

“Tapi Kyunnie masih bermain.”

“Tapi ini sudah 5 jam.”

“Coba hubungi Siwonnie.” Ucap Donghae akhirnya.

Ryeowook langsung mengambil iphonenya di saku dan mencari nama Siwon didaftar kontaknya. Saat itu tiba-tiba iphone Kyuhyun yang berbunyi didalam sakunya membuat mereka semua melihat kearahnya.

“Yeoboseyo?” Jawab Kyuhyun tanpa melihat siapa yang menelpon.

>My baby? Eodiseo?< Suara Siwon terdengar membuat Kyuhyun terkejut.

“A-aku di mall, kau dimana hyung?”

>Ohh, hyung sudah pulang, hyung kesana sekarang<

“Ahh~ andwaee!! Aku pulang sekarang.”

>Mwoo? Benarkah?<

“Ne, aku pulang, jangan kemana-mana.” Ucap Kyuhyun sambil beranjak dari kursinya dan berjalan keluar dari toko itu tanpa melihat hyungnya disana.

Sebelah hati namja tampan itu mengutuk magnae mereka namun sebelahnya lagi berterima kasih pada Siwon yang datang disaat yang tepat. Secepat kilat mereka beranjak dari sana dan keluar menyusul Kyuhyun.

Sementara Donghae yang membayar semua yang mereka habiskan termasuk game yang dimainkan Kyuhyun dengan kredit card yang masih disimpan Siwon padanya, untuk keperluan Kyuhyun. Namja tampan itu langsung menyusul mereka ke loby dan menuju parkiran dengan buru-buru karena magnae mereka sudah sangat ingin berada dirumah secepatnya.

“Cepatlah hyung~” Ucapnya pada Donghae yang baru masuk ke mobil.

Kemudian Hyukjae segera membawa mobilnya keluar dari halaman mall itu lalu meluncur dengan kecepatan diatas rata-rata menuju resident Valemorin, diikuti mobil Ryeowook dibelakang mereka.

**

Begitu sampai di depan rumahnya Kyuhyun langsung menghambur keluar dari mobil tanpa kata-kata membuat kedua hyungnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Menit berikutnya iphone Donghae tiba-tiba berbunyi menandakan satu buah pesan masuk kesana.

From : Magnae
“Hyung, jangan bilang apa-apa pada Siwonnie, dan…nmm, terima kasih untuk hari ini, kalian semua.
Hyung saranghae~”

“Chh~ magnae paboo!!” Gerutu Donghae membuat Hyukjae menatapnya bingung. “Nih~” Ia menyerahkan hp-nya pada Hyukjae.

“Dia memang paboo!!”

“Ayo pergi~” Ajak Donghae kemudian.

“Kemana?”

“Bulan madu!! Kemana lagi?”

“Mwoo? Kita kan belum menikah” Jawab Hyukjae dengan wajah polosnya.

“Ya sudah, kita pacaran saja, lets goo~”

Tanpa menjawab apa-apa namja dengan gummy smilenya itu segera membelokkan mobilnya lalu pergi darisana.

Sementara itu di kediaman Choi.

“Baby…” Panggil Siwon begitu melihat Kyuhyun memasuki kamar mereka.

“Hyung…mianhae.”

“Lho? Waeyo?” Tanya namja tampan itu membelai pipi chubby Kyuhyun.

“Aku tidak ada dirumah saat kau pulang.”

“Mwoo?? Aigooo~ gwenchana~ kau pergi bersama hyung kan? Tidak apa-apa.” Ucap Siwon lalu mengecup kening Kyuhyun dua kali.

“Jadi, kalau bukan dengan hyung akan ada apa-apa?” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya.

“Tentu saja!! Ahahahaha~” Tawa Siwon dengan senangnya sambil memeluk huswife cantiknya itu dan senyum manis Kyuhyun terbenam dalam pelukannya.

Keesokan harinya.

“Hyung, bagaimana penampilanku?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Saat ini mereka sedang bersiap-siap untuk menyelesaikan pendaftaran masuk Kuliah namja cantik itu. Siwon yang sudah selesai dengan pakaian casualnya duduk manis diranjang mereka menunggu Kyuhyun cantiknya.

Kyuhyun memakai t-shirt putih dipadu dengan sweater abu-abu dan jeans hitam. Kali ini namja imut itu memakai sneaker putih les hitam ditambah aksesoris simple di lehernya, kalung berliontin tapak kuda. Simple namun tetap memesona.

“Jangan terlalu memesona, baby.”

“Mwooo?”

“Aaniyo~ kau sangat mengagumkan.” Ucap Siwon meralatnya kemudian berjalan mendekati Kyuhyun.

Tentu saja Kyuhyun harus menunduk dan menggigit bibirnya menahan malu dengan rona merah merekah dipipinya. Siwon mendekat dengan senyum memesona sambil menarik pinggang Kyuhyun dengan menyusupkan tangannya dalam sweater huswife cantiknya itu.

Siwon terus menatap wajah cantik itu yang menunduk dan sesekali melihat wajah tampan Siwon.

“Hyung, lepaskan.”

“Kenapa kau cantik sekali baby?”

“Mwoo?? Aku ini tampan hyung!!”

“Aa~ nee~ tampanmu itu dulu, sekarang sudah terkikis olehku.”

“Mwoo??”

Mata bulat cantik itu melebar tidak percaya membuat Siwon tertawa dengan keras dan melepas pelukannya.

“Kajja~”Siwon mengaitkan jemari mereka kemudian segera turun dari kamar itu.

Dilantai bawah maid mereka sudah menunggu untuk mengucapkan selamat jalan karena dua namja memesona itu sudah sarapan tadi.

Keduanya pergi bersama menggunakan mobil Siwon karena walau Kyuhyun punya mobil sendiri hadiah dari Siwon, namja cantik itu belum pernah pergi kemanapun seorang diri.

*

*

Begitu tiba dikampus bergengsi tempat suaminya lebih dulu terdaftar, Kyuhyun terus menyusuri tempat baru yang terlihat asing baginya itu. Bangunan besar Inha University sangat menjelaskan kemegahan dan ketenaran kampus tersebut.

Pictures

Siwon yang sudah senior tentu saja tahu seluk beluk kampusnya itu hingga ia segera menarik Kyuhyun menuju tempat pendaftaran Mahasiswa baru. Kyuhyun beruntung memiliki namja tampan itu karena ia tidak perlu bersusah payah menyiapkan keperluannya disana.

Setelah menyelesaikan semua prosedurnya, Siwon segera menyerahkan semua berkas untuk mahasiswa baru untuk Kyuhyun. Namja cantik itu hanya tinggal mempelajarinya nanti sampai ujian masuk tiba.

“Baby, masih ada libur sebelum ujian masuk, apa kau ingin pergi saat ini?” Tanya Siwon setelah melihat jadwalnya.

“Apa akan menghambat kuliahmu?” Kyuhyun balik bertanya.

“Tidak, kan hyung masih libur Sweetheart~”

“Baiklah, kita pergi secepatnya.”

“Nee…disana kau bisa belajar dengan tenang.”

“Siapa yang mau belajar?” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya.

“Mwoo?? Lalu kau mau apa, baby?” Siwon balik bertanya dengan mata membulat.

Kyuhyun malah menjawab dengan death glarenya yang mematikan membuat Siwon merapatkan bibirnya dengan mata mengerjap.

“Hey, pasangan bodoh~”

“Mwooo???” Kyuhyun langsung berpaling dengan tatapan tajamnya untuk orang yang sudah memanggil mereka.

Dua namja tampan yang sudah mereka kenal itu hanya menyunggingkan senyum garing melihat mereka membuat Kyuhyun menggerutu dalam hatinya.

“Hyung~” Panggil Siwon.

“Yo~ Siwonnie~” Jawab Hyukjae kemudian melihat Kyuhyun. “Selamat datang disini, Kyunnie.”

“Beluuum~”

“Kan sama saja, kau sudah kesini.”

“Tidak, aku baru mendaftar, belum diterima.”

“Ohh, kau pasti langsung lolos, otakmu kan encer.” Ucap Hyukjae dengan wajah polosnya membuat Kyuhyun ikut tersenyum dengan wajah menggemaskan.

“Ryeowookie juga ada disini, tadi Yesung hyung menemaninya.”

“Hoo~ dia daftar hari ini? Mmm, kami rencana akan liburan, apa kalian ingin ikut?” Tanya Siwon pada dua hyungnya.

Dua namja tampan itu langsung melihat Kyuhyun kemudian saling bertatapan satu sama lain. Selanjutnya barulah mereka melihat Siwon dengan smirknya yang menjengkelkan.

“Kami punya rencana sendiri, lagipula kami tidak ingin mengganggu.” Ucap Hyukjae sambil menaikkan alisnya beberapa kali.

“Menggangu apa hyung? Babykyu cuma ingin refreshing.”

“Ne, ne, ne~ Arraseo~”

“Jadi kapan rencananya?” Tanya Donghae akhirnya.

“Mmm, mungkin besok.” Jawab Siwon belum yakin.

“Selamat bersenang-senang, semoga berhasil.”

“Mwoo??”

“Fighting!!”

“Pergi sana hyung!!” Usir Kyuhyun akhirnya.

Semakin lama mereka disana, semakin membuat warna pipi Kyuhyun semakin memerah. Bukan tidak mungkin kedua hyungnya akan mengatakan rencananya yang sebenarnya. Karena sampai sekarang, Siwon belum tahu apa yang ada dipikirannya.

Donghae langsung menarik Hyukjae bersamanya pergi dari sana dengan tawa mereka. Siwon yang tidak tahu apa-apa juga ikut tertawa sambil menggelengkan kepalanya.

“Kita pulang?” Tanya Siwon kemudian.

“Kami ke cafe sebentar~ lets goo~” Jawab Donghae yang mendengar pertanyaan itu.

“Ayo?” Siwon kembali bertanya pada huswife cantiknya.

“Nee~ kajja~”

Kyuhyun langsung menarik lengan Siwon pergi dari taman kampus tempat mereka berteduh tadi. Dibelakang mereka terlihat dua namja yang tadi mereka bicarakan ada disana, Yesung dan Ryeowook.

Dan para namja tampan itu pun segera menuju cafe milik hyung mereka yang lain yang sudah terkenal dikalangan remaja-remaja seperti mereka.

HanChul Cafe..

Sebuah cafe bernuansa etnik China yang didominasi dengan warna merah khas itu berada dipusat kota Seoul. Cafe yang dirancang sesuai dengan selera pemiliknya yang merupakan pasangan yang dikenal sangat unik.

“Hannie~ jangan bermain mata disana.” Ucap Heechul saat melihat beberapa yeoja yang baru masuk kesana.

“Welcome~” Jawab Hankyung ramah pada pelanggannya.

Heechul yang melihat yeoja-yeoja itu terbang melayang langsung melayangkan death glarenya yang mematikan.

“Hilang pelangganmu kalau seperti itu hyung!” Ucap seseorang didepan pintu Cafe.

“Yo~ selamat datang!!” Jawab Heechul dengan wajah datarnya melihat Donghae.

Para namja tampan yang sudah tiba disana langsung masuk beriringan menuju tempat favorite mereka yang ada didalam ruangan tapi seperti diluar, karena ruangannya tidak beratap.

“Hyung, kalau terus disambut seperti itu, Cafe ini bisa bangkrut.” Ucap Kyuhyun pada Hankyung yang sudah berdiri menyambut mereka.

“Apa katamu jelek?!” Jawab Heechul tidak terima.

“Itu benar Hyung, mereka kan yang buat Cafe kalian maju.” Hyukjae berkata sambil mencari cemilan di lemari pendingin.

“Diam kau”

“Sudah-sudah, selamat datang kalian, mau minum apa?” Hankyung menegahi sambil mengangkat tangannya memanggil karyawan cafe.

“Seperti biasa hyung, jangan lupa makanannya.” Ryeowook menjawab.

Sementara yang lain sudah disibukkan dengan gadget mereka yang berbagai macam. Heechul juga mengambil posisi tempat duduk diantara mereka khususnya di samping Kyuhyun.

“Sssst~” Panggil Heechul langsung berbisik membuat Kyuhyun menyadari kehadirannya.

“Wae?” Tanya Kyuhyun ikut berbisik tanpa melihat hyungnya.

“Kapan kalian pergi”

“Siwon hyung bilang besok.” Kyuhyun melihat suaminya yang masih berbicara dengan hankyung.

“Mm, nanti sebelum pulang temui aku.”

“Mwoo? Waeyo?” Kyuhyun melihat Siwon.

“Ada saja, just do it.”

“Ada apa hyung?” Tanya Siwon pada Heechul tiba-tiba membuat Kyuhyun tidak bisa bertanya lagi.

Dan mereka berdua sama-sama berpaling melihat Siwon dan saat itu mereka sadar wajah keduanya sudah terlalu dekat. Dengan salah tingkah Heechul langsung menjauh dan berdiri canggung.

“Minum saja itu!!” Jawab Heechul melihat pelayannya tiba dengan minuman mereka. “Jalga~” Ucapnya lagi dan meninggalkan mereka disana.

“Ada apa baby?” Tanya Siwon melihat Kyuhyun.

“Aniyo~ mana minumku?”

“Ohh, tidak ada milikmu?” Siwon balik bertanya dan Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Tunggu sebentar.”

Namja tampan itu langsung mencari pelayan yang membuatkan minuman mereka sementara Kyuhyun menghembuskan nafas lega didepan para hyungnya. Secara bersamaan mereka memberikan Kyuhyun smirk yang menjengkelkan membuat namja imut itu menatap mereka tajam.

Dan waktu pun terus berlalu dengan kebersamaan mereka sampai tiba akhirnya untuk berpisah. Kyuhyun langsung mencari Heechul hyungnya begitu Siwon sibuk dengan hyungnya yang lain.

“Hyung!! Cepatlah nanti Siwonnie mencariku.” Ucap Kyuhyun saat Heechul sedang mencari sesuatu di kamarnya.

Cafe itu mempunyai ruangan besar paling ujung bangunannya untuk mereka tempati selain di apartement mereka yang biasanya.

“Biar saja, kau juga tidak akan menghilang.”

“…..” Kyuhyun melihat hyugnya dengan wajah berkerut. “Apa yang kau cari, hyung?”

“Yang ku beli untukmu hari itu.”

“Mwooooo?????” Wajah Kyuhyun langsung berubah pucat.

Namja imut itu memikirkan apa yang sudah diperlihatkan hyungnya itu padanya waktu jalan-jalan kemarin. Melihat hal itu Heechul langsung mendekat dengan barang yang dicarinya itu lalu menyerahkannya pada Kyuhyun.

“Tidak ada yang seperti itu, paboo!!!”

“…..”

“Aku serius, tenang saja.”

“Hooohh..mmm, lalu ini…”

“Nanti pakailah kalau tiba waktunya.” Ucap Heechul dengan smirknya.

“Ap….”

“Tenang saja!! Kau harus memakainya kalau tidak….” Heechul mendekat dengan mata tajam dan smirk mengerikan dibibirnya.

“H-hyung…” Kyuhyun mundur perlahan dengan wajah horornya.

“Pakai atau….”

“I-iya, a-aku pakai.” Jawab kyuhyun cepat.

Langsung saja Heechul menangkup kedua pipi Kyuhyun dan tersenyum dengan gemasnya. “Goodboy~”

“Setelah kau pakai kirimkan fotonya padaku sebagai bukti.”

“Mwooo??? I-it…”

“Baby…” Suara Siwon sekali lagi menghentikan Kyuhyun.

“Im coming~” Jawab Kyuhyun.

Heechul langsung melingkarkan lengannya dibahu Kyuhyun dan mengajak dongsaeng imutnya keluar dari kamar mereka yang besar itu. Diluar Siwon sudah menunggu dengan kening berkerut dan wajah penuh selidik membuat Heechul menampilkan smirknya yang menjengkelkan bagi Kyuhyun.

“Aku memberinya hadiah kelulusan, apa tidak boleh?” Tanya Heechul lebih dulu sebelum Siwon bertanya.

“Huh? Mmm, aniyo, gwenchana.”

“Kita pulang?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Ne..hyung sudah menunggu kita diluar.”

“Ohh, mmm~” Angguk Kyuhyun cepat langsung mendekatinya.

Namja tampan suaminya itu langsung mengulurkan tangan yang disambut Kyuhyun perlahan, lalu Siwon menggenggamnya dengan erat dan membawanya pergi darisana.

Kyuhyun sempat berpaling melihat Heechul yang mengedipkan kedua matanya dengan smirk jahilnya yang memesona. Kemudian ia pun mengikuti mereka keluar dari kamar untuk mengantar kepergian para namja tampan itu.

Masing-masing dari namja itu menuju mobil mereka dan pulang ke istana mereka untuk menghabiskan sisa hari di peraduan mereka yang nyaman.

Keesokan harinya.

Istana Wonkyu yang ada di resident Valemorint terlihat sedang sibuk menyiapkan keperluan pagi mereka yaitu sarapan. Sementara sebagiannya sedang menyiapkan keperluan pemilik rumah mereka yang sebentar lagi akan berlibur.

Namja tampan yang memiliki segalanya itu sedang memasukkan beberapa keperluan Kyuhyun, huswifenya ke dalam koper mereka. Sementara namja imut cantik dan menggemaskan itu terlihat sedang memakai coat hitam panjangnya yang mencapai lutut.

Walau cuaca di jeju berbeda dengan Seoul, mereka tetap harus memakai baju yang hangat jika keluar dari rumah, karena Seoul bukan kota yang hangat seperti Jeju. Disana cuacanya lebih hangat dengan sinar matahari yang selalu menyinari berbagai tempat menarik disana.

Jeju juga disebut sebagai pulaunya para kekasih karena banyaknya tempat romantic yang bisa dihabiskan berdua dengan pasangan tercinta maupun keluarga. Pulau itu juga termasuk yang paling dekat dengan kota Seoul hingga Kyuhyun pun berubah pikiran dan memilih untuk berlibur kesana.

Setelah semua persiapan mereka selesai Kyuhyun dan Siwon segera menuju rumah umma dan appa Kyuhyun untuk meminta izin dan berpamitan. Bahkan hyung-hyungnya sudah menunggu disana dengan senyum jahil mereka hingga Kyuhyun memberi mereka death glarenya yang mematikan.

Selanjutnya keduanya pun segera menuju bandara Seoul untuk melakukan perjalanan mereka ke pulau indah itu. Setelah mengurus administrasi penerbangan pasangan perfect itu langsung masuk dalam pesawat dengan nama Korean Airlines yang akan menuju Jeju.

Hanya dalam waktu satu jam mereka sudah bisa menikmati keindahan dari salah satu pulau terindah di dunia.

Siwon langsung menarik tangan Kyuhyun memasuki BMW yang sudah menunggu mereka yang merupakan mobil jemputan dari hotel yang sudah ia booking selama masih berada di Seoul. Semuanya sudah dilakukan namja tampan itu dengan sempurna tanpa ada kesalahan sedikit pun hingga Kyuhyun bisa merasakan ranjang empuk hotel dalam sekejap.

KAL_Seogwipo_Hotel_Jeju_South_Korea_Jeju

Seogwipo Kal Hotel, hotel yang sangat tepat untuk honeymoon dan liburan keluarga, sepertinya pilihan Siwon bersatu dengan pikiran Kyuhyun yang sudah menyiapkan hal yang special untuk suaminya itu. Dan Siwon memilih kamar yang bersebelahan dengan pantai untuk menambah keromantisan mereka berdua, walau pilihan sebelah gunung tidak kalah indahnya.

Karena mereka berangkat pagi dari Seoul, sampai di Jeju dan mengurus segala keperluan sampai waktu siang pun tiba. Siwon mengajak Kyuhyun untuk makan siang di restorant hotel itu kemudian menyuruh huswife cantiknya itu kembali ke kamar dan beristirahat.

“Bukankah kita kesini untuk liburan? Kenapa menyuruhku istirahat?” Protes Kyuhyun tidak terima.

“Tapi kau pasti lelah baby, kita punya 4 hari untuk jalan-jalan, sekarang istirahat ne, come on~” Siwon menarik tangan Kyuhyun agar namja imut itu berdiri dari duduknya.

Dengan bibir yang dipoutkan Kyuhyun menurut saja apa yang dikatakan suaminya itu sampai tiba di kamar hotel mereka ia pun segera masuk ke dalam selimut dan mengistirahatkan badannya diranjang yang empuk itu.

Beberapa menit kemudian Siwon juga menyusulnya namun hanya berbaring setengah badan yang bersandar dikepala tempat tidur. Namja tampan itu melihat-lihat buku panduan berliburnya dnegan teliti guna mencari tempat-tempat yang menarik yang bisa mereka kunjungi nanti.

“Ck~” Suara decakan Kyuhyun membuatnya berpaling melihat huswifenya itu.

“Waeyo?”

“Kau tidak tidur hyung?”

“Ani~ hyung ingin membaca dulu.”

“….” Kyuhyun tidak menjawab apa-apa membuat Siwon membenarkan jemari tangannya didalam rambut Kyuhyun yang lembut.

“Tidurlah sebentar, nanti kalau bangun pasti segar lagi.” Ucapnya kemudian sambil menggerakan jemarinya disana dengan perlahan.

Entah berapa lama gerakan tangannya itu membuat mata Kyuhyun tidak bisa lagi bertahan hingga namja imut itu pun terlelap dengan nyamannya. Siwon hanya bisa tertawa kecil dan meneruskan pncariannya tanpa menghentikan tangannya yang bergerak didalam rambut Kyuhyun.

Sebentar yang dikatakan Siwon pun akhirnya menjadi sangat lama hingga begitu Kyuhyun terjaga, matahari sudah bersembunyi dibalik peraduannya dan membiarkan bulan menggantikan tugasnya. Begtiu nyamannya Kyuhyun tertidur smapai ia tidak sadar bahwa hari sudah menjelang malam, melihat hal itu langsung saja Kyuhyun mendecak dengan kesal.

“Kau bilang sebentar hyung~ kenapa menipuku~~” Teriaknya tiba-tiba.

Kyuhyun melihat keseluruh kamarnya dan tidak menemukan namja tampan suaminya ada disana hingga kekesalannya pun semakin memuncak. Namun saat desiran ombak terdengar perlahan membuat kepalanya berpaling mencari dimana arah suara damai itu.

Jendela besar kamar hotel mereka yang menjorok ke pantai membuatnya bisa melihat dengan jelas, ombak laut menghempas pantai dengan buihnya yang putih. Namun warna atau cahaya lain terlihat disana membuat rasa penasarannya lebih besar dari kekesalannya tadi.

Dengan cepat ia menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan buru-buru kemudian berpakaian simple dengan t-shirt putih dan jeans hitam. Lalu setengah berlari Kyuhyun keluar dari kamarnya melalui jendela itu dan menyusuri jalan yang langsung menuju ke pantai.

Disana, dibibir pantai itu terdapat lilin yang berwarna-warni menyala dengan indahnya bahkan tidak akan padam walau angina laut bertiup dengan kencangnya. Tentu saja karena lilin itu merupakan lampu led yang didesign membentuk lilin dan menyala dengan cahaya yang sangat terang seperti lilin aslinya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun saat melihat bayangan Siwon ada disana.

Namja tampan itu berdiri membungkuk sedikit sambil menyalakan lilin yang sebenarnya yang diletakkan didalam kaca khusus agar tidak padam ditiup angin laut. Dan lilin itu diletakkan ditengah meja yang sudah disiapkan hidangan untuk makan malam.

“Baby~ selamat datang.” Ucap Siwon kemudian.

“Apa-apaan ini, hyung?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

Siwon tersenyum menenangkan sambil berjalan mendekat dan mengambil tangan Kyuhyun membawanya mendekati meja yang mempunyai dua kursi itu. Kemudian namja tampan itu menarik salah satu kursi dan menganggukkan kepalanya pada Kyuhyun.

Dengan pipi merona Kyuhyun menunduk dan segera duduk disana dengan degup jantung yang berbunyi tidak karuan. Ia tidak pernah tahu rencananya akan dilakukan Siwon terlebih dulu dengan sangat sempurna, tapi Kyuhyun tetap akan melakukan yang terbaik.

“Gomawo Siwonnie hyung~”

“Cheonmaneyo my baby my love~”

Dan dua namja tampan itu pun menikmati makan malam mereka dalam diam dengan suasana yang romantic ditemani desiran ombak dan semilir angina malam. Siwon tidak henti-hentinya tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang bersinar karena kebahagiaannya membuat ia tidak sabar untuk memeluk namja cantik itu dengan erat.

“Bagaimana tidurmu, baby? Nyenyak?” Tanya Siwon ditengah dessert mereka.

“Mmh~ badanku lebih segar dari sebelumnya.”

“Itulah alasan hyung ingin kau tidur dulu.”

“Ne~ kau tahu segalanya.”

“Ehehehe~ benarkah?” Tanya Siwon dengan wajah sumringah membuat Kyuhyun mengeluarkan smirk jahilnya.

“Siapa yang sudah merancang ini?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Sebelumnya hyung sudah pesankan pada pelayan hotel.”

“Hmmm~” Namja imut itu merapatkan bibirnya.

“Kenapa? Kau tidak suka? Mianhae~ hyung ingin menikmati waktu bersamamu.”

“Suka? Apa kau bercanda? Naega neomu-neomu joahae!!”

“Ahh, jinjjaa??”

“Neeee~”

“Gomawo~ hyung ingin memberikan yang terbaik untukmu.” Ucap Siwon lagi sambil meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya.

“Ini lebih dari yang terbaik, hyung.”

Senyum manis Siwon tidak bisa lagi disembunyikan dan mengangkat tangan Kyuhyun dan mengecup punggung tangan itu. Kyuhyun hanya bisa menatap wajah tampan itu yang matanya tidak pernah lepas dari tatapannya.

“Saranghae, Choi Kyuhyun.” Ucap Siwon memandang tepat dalam mata Kyuhyun membuat namja imut itu kehilangan kata-katanya. “Hey~” Panggil Siwon kemudian.

“Na-nado sa-saranghae.” Jawab Kyuhyun dengan perasaan yang hampir meledak dari kepalanya. “H-hyung…”

“N-ne~?”

“Ka-kau me-mencintaiku?” Tanya Kyuhyun dengan gugup.

“Wae? Tentu saja aku mencintaimu dengan seluruh hidupku.”

“Ka-kalau be-begitu…”

“Ne?”

“Kabulkan keinginanku.”

“Mwo? Apa itu?”

“Ini adalah hal yang paling kuinginkan, jadi hyung harus memberinya.”

“Apapun itu, hyung akan memberikan segalanya untukmu, the love of my life.” Jawab Siwon dengan yakinnya sambil menampilkan dua dimple kebanggaannya pada Kyuhyun.

Mau tidak mau Kyuhyun ikut tersenyum dan berpaling melihat kearah lain karena tidak tahan untuk melihat senyum itu terlalu lama. Semua itu tidak baik untuk jantungnya yang sejak tadi berdegup kencang dan tidak ada tanda-tanda untuk berhenti, bahkan terasa sesak dan mau pecah.

“Lalu…apa yang kau inginkan, baby?” Tanya Siwon akhirnya.

“Masuklah ke kamar kita 10 menit lagi.” Jawab Kyuhyun melihat Siwon tanpa berkedip.

“Mwoo?”

“Disana akan kukatakan apa yang kuinginkan.”

Setelah mengucapkan itu Kyuhyun beranjak dari kursinya dan melepaskan tangan Siwon secara perlahan kemudian segera pergi darisana meninggalkan Siwon yang kehilangan kata-katanya. Namun namja tampan itu akan melakukan apapun yang diinginkan Kyuhyun dimulai dengan menunggu 10 menit itu berlalu.

Namun waktu sepuluh menit itu rasanya berjalan begitu lama hingga membuatnya harus menghitung menit bahkan detik untuk menghabiskan waktunya disana. Namja tampan itu melihat bunga mawar biru yang ada ditengah meja mereka sudah menghilang dan ia tidak tahu kapan Kyuhyun mengambilnya.

Dan setelah menunggu hampir seabad lamanya, akhirnya waktu sepuluh menit itu pun datang juga yang membuat Siwon tersenyum dengan sendirinya. Tanpa menunggu lagi namja tampan itu langsung berdiri dan berjalan perlahan menuju kamar hotel mereka.

Walau dalam hatinya ingin langsung berada disana, namun pikirannya terlalu larut dalam pertanyaan tentang apa yang diinginkan Kyuhyunnya tercinta.

“Apa yang tidak bisa kuberikan padanya?” Tanya Siwon penuh kebanggaan pada dirinya sendiri.

Saat itu ia pun tiba dijendela balkon kamarnya yang ditutupi tirai yang ditiup angin malam yang berhembus nan menyejukkan. Begitu sampai disana Siwon langsung masuk dan mencari dimana huswife imutnya berada dan ingin segera mengabulkan apapun keinginan namja imut itu.

Didalam sana, disamping tempat tidur mereka Kyuhyun berdiri dengan gugupnya sambil melihat Siwon yang masih mencari keberadaannnya. Dan saat mata mereka bertemu degup jantung Kyuhyun sudah tidak bisa dihentikan lagi hingga rasanya terdengar ketempat dimana Siwon kini berdiri mematung melihatnya.

Namja tampan itu kehilangan kata-kata melihat namja imut yang selalu dicintainya dan selalu dijaganya sepanjang waktu. Namja yang dikiranya akan selalu polos dan tidak mengerti apapun kini berdir dengan penampilan yang tidak pernah ia lihat bahkan dalam mimpi sekalipun.

Kyuhyun memakai kemeja putih kebesaran yang terlihat transparant dan bisa terlihat kulitnya yang putih seperti susu. Bukan itu saja, yang membuat Siwon kehilangan kata-kata ialah dibawahnya, Kyuhyun tidak memakai apa-apa selain celana dalamnya.

Dan kepala Siwon sebagai namja yang waras, hanya satu kata yang bisa dipikirkannya saat ini.

Kyuhyun…Sexy.

Itu dua kata, tapi tidak penting, yang jelasanya Siwon tidak pernah melihat Kyuhyunnya seperti ini, bahkan Siwon belum pernah melihat kulit Kyuhyun sepenuhnya seperti ini, walau masih tertutup kain tipis sekalipun. Dan entah kenapa, jantung Siwon ikut berdebar dengan hebatnya bahkan sampai terdengar ditelinganya sendiri.

“Ba-ba-baby…” Panggil Siwon akhirnya menemukan suaranya.

“Hyung…” Jawab Kyuhyun dengan suara mantap.

“A-apa i-ini, baby?”

“Kau sudah menjawabnya hyung.” Ucap Kyuhyun pantang mundur. “Kau akan mengabulkan semua keinginanku.”

“Ta-tapi…”

“Aku sudah lulus hyung, saatnya memilikiku seutuhnya, benarkan?”

“….” Siwon tidak tahu harus menjawab apa.

“A-atau…” Kegugupan Kyuhyun kembali tiba-tiba. “Kau tidak menginginkanku?”

“Mwooo? Tidak mungkin!!” Jawab Siwon cepat.

Tanpa pikir panjang namja tampan itu langsung melangkah mendekati huswifenya yang sangat memesona itu yang sudah menunggu untuk datangnya hari ini, bahkan dirinya sendiri juga sudah menunggu terlalu lama.

Tapi…

‘Apa in benar?’ Inner Siwon bertanya. ‘Apa ini akhirnya? Penantianku?’

…..

To Be Continue…

Ahahahahahaha~ bayangkan Kyuhyun seperti ituuuuu~ omoooo~ >_< Continue reading

My Baby 86

10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

My Baby 86

**

Hai-Hai…selamat malaaaam~

The never ending story datang lagiiiiiii..

Selamat membaca, jangan bosan neee~

**

Musim semi adalah salah satu dari 4 musim yang ada di negara-negara non tropis seperti Korea, Jepang, China dan Negara tetangga lainnya. Musim dimana semua tumbuh-tumbuhan sedang berkembang dan bunga-bunga akan bermekaran dengan indahnya.

Khususnya di negara asia, korea selatan salah satunya, negara yang dikenal dengan gingsengnya itu memiliki banyak tempat yang menakjubkan jika musim semi tiba. Dengan jalan-jalan besar di kota metropolitan, Seoul yang dipenuhi beribu pohon sakura membuat kota itu menjadi incaran para wisatawan asing.

Dengan berbagai bunga yang bermekaran di akhir bulan maret sampai bulan juni membuat suasana kota seperti menjadi kota bunga dalam sekejap, pemandangan yang sungguh luar biasa.

Tidak terkecuali disalah satu jalan yang menghubungkannya dengan sebuah rumah atau lebih tepatnya sebuah istana megah yang dipenuhi dengan berbagai tanaman musim semi yang tidak kalah indahnya dari pemandangan di kota Seoul.

Choi Resident.

Gerbang besar yang bercetakkan huruf W dan K disisi kiri dan kanannya sudah bisa membuat siapapun bisa menebak siapa pemilik istana indah itu.

Halaman yang luas didalamnya dipenuhi dengan berbagai bunga yang sudah mekar seluruhnya membuat taman itu nampak sangat indah. Apalagi dengan dua jalan melingkar yang berakhir didepan pintu utama itu dipenuhi dengan helaian-helaian kelopak bunga sakura.

Bila pemandangan luar istana itu sudah membuat tercengang, bagaimana dengan penampilan dalam rumah mewah itu? Tentu saja akan membuat siapapun yang melihatnya akan terpana.

Istana indah yang dibangun dengan cinta untuk yang tercinta oleh pemiliknya itu masih terlihat kemegahannya walau sudah bertahun-tahun berlalu. Nuansa keemasan yang ada dihall utama ruangan itu membuat kemewahan yang ada disana semakin tercipta.

Dan diantara dua tangga yang mengapit piano besar yang ada disana terlihat dan terdengar langkah kaki yang sedang menaiki tangga dengan santainya.

Dialah pemilik sah dari istana cantik itu, Choi Siwon, namja tampan yang memiliki segalanya dengan kesempurnaannya. Saat ini ia sedang menaiki tangga kamarnya yang berada dilantai paling atas rumah itu, satu-satunya ruangan yang ada dilantai itu.

Namja tampan itu berjalan sambil membawa nampan yang berisi sarapan pagi untuk seseorang yang ada diatas sana. Begitu sampai disana ia pun membuka pintu kaca kamarnya dengan ujung kaki secara perlahan.

Kemudian Siwon berjalan menyusuri ruang kaca yang besar itu menuju ranjangnya yang besar dengan kanopi dikepalanya. Diatas ranjang itu terdapat gundukan yang terbungkus rapi dengan selimut tebal berwarna putih.

“Baby…” Panggil Siwon pada gundukan itu.

Ia segera meletakkan nampan itu di meja nakas kemudian menarik perlahan selimut yang menutupi gundukan tidak bergerak itu. Sampai atasnya terbuka dan menampakkan sebuah wajah putih pucat dengan rambut berantakan dan mata yang terpejam.

Choi Kyuhyun.

Namja cantik cinta dan hidup Siwon didunia ini dan selamanya, masih terlelap dalam mimpinya dilihat dari tarikan nafasnya yang teratur dan terlihat tenang.

“Baby, ayo bangun~” Ucap Siwon lagi namun tidak ada balasan sama sekali. “Kau bilang tidak ingin terlambat, ayo banguuun~”

Kali ini namja itu berucap didekat telinga Kyuhyun, huswife cantiknya yang terlihat bergerak-gerak tidak nyaman. Menyadari hal itu Siwon langsung menyapukan bibirnya pada kening Kyuhyun dan turun ke ujung hidungnya kemudian berhenti dibibir namja cantik itu.

Saat itulah mata cantik bak boneka itu terbuka dan melihat tepat kedalam matanya. Seketika senyum cerah Siwon terukir memamerkan dua dimplenya yang memesona.

“Morning baby~” Sapa Siwon dengan riang.

“…..” Kyuhyun menatap suaminya itu dengan wajah sulking.

“Nanti kita terlambat, ayo bangun, hyung sudah bawakan sarapan.”

“Mmmmm~” Gumam Kyuhyun dengan kening berkerut sebagai bentuk protes. “Bukankah terlalu cepat, hyung~” Ucapnya dengan wajah memelas.

“Ani~ kita harus ada disana pagi-pagi.”

“Ck!! Aku masih ngantuk, hyung~”

“Nanti bisa tidur dikantor, ayo bangun~”

Ucapan Siwon terdengar tidak ingin dibantah hingga membuat Kyuhyun terdiam dan menggeliat diranjangnya dengan sembarangan. Setelah puas merenggangkan ototnya, barulah Kyuhyun beranjak perlahan.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat wajah cantik pucat itu berubah sulking. Walau terlihat enggan dan ogah-ogahan, tapi Kyuhyun sangat mendengarkan apa pun yang dikatakannya.

Setelah beberapa menit, namja cantik itu segera kembali ke ranjangnya lalu mengambil nampan itu dengan penuh semangat dan meletakkannya dipaha kemudian mulai menyantap sarapan nasi goreng itu dengan lahap.

Namun sebelum itu, mata bulat cantiknya tertuju pada setangkai mawar biru yang ada dipaling pinggir nampan segi empat dipahanya. Kyuhyun mengambilnya dengan perlahan sambil melihat pelaku yang memberikannya bunga itu.

Siwon terlihat sibuk sendiri memakai pakaian kantornya didalam ruangan yang diketahui sebagai lemari mereka. Ia tidak sempat melihat wajah cantik itu bersemu merah saat dengan perlahan Kyuhyun menghirup aroma dari bunga lambang cinta itu.

“Dia memang paboo!!” Gerutu Kyuhyun pelan kemudian melahap semua sarapannya.

Saat ia selesai, Siwon juga terlihat keluar dari lemarinya dengan pakaian rapi yang sangat mencerminkan seorang direktur. Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya sekilas kemudian segera berlari ke kamar mandi sebelum Siwon sempat meraihnya untuk dipeluk dan dicium.

Beberapa menit kemudian, namja cantik itu juga sudah terlihat rapi dengan pakaian yang sama seperti Siwon dan segera turun ke bawah menyusul suaminya.

Di ruangan utama istana besarnya sudah terlihat dua namja beda usia yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Siwon sedang membaca koran dengan capuccino dan waffel disamping meja kecilnya.

Sementara namja satu lagi, berparas manis dengan rambut bulat hitam kecoklatan sedang menyusun bukunya yang begitu tebal. Kulit putih pucatnya yang didapat dari mommy-nya tercinta membuat parasnya semakin menggemaskan.

Choi Suho, putra kedua Siwon dan Kyuhyun kini sudah menginjak remaja berusia 16 tahun dan kini bersekolah di salah satu Senior High School terbaik yang ada di Seoul.

“Selamat pagi~” Sapa Kyuhyun pada keduanya.

Suho langsung berdiri dan berpaling melihat mommy-nya dengan wajah sumringah. Bibir mungilnya yang berwarna merah jambu itu tersenyum dengan lebar melihat mommy-nya yang tercinta.

“Pagi mommy~” Jawab Suho sambil mendekat dan mengecup pipi Kyuhyun.

“Pagi babyboy~ dimana Princessmu?”

“Ada di dapur.”

“Cuo sudah sarapan?” Tanya Kyuhyun lagi sambil duduk disamping Siwon.

“Sudah, kami sudah sarapan.”

“Bagaimana hari pertama naik kelas 3, apa Cuo gugup?” Tanya Siwon beralih dari korannya.

“Daddy, ini hanya kelas 3, bagaimana mau gugup?”

“Hooo~ mungkin saja masih seperti dulu harus mommy temani dulu.” Jawab Kyuhyun dengan smirk jahilnya.

“Mommy~ Suho sudah besar!!”

“Aaaraseoo~” Jawab Kyuhyun santai sambil menyandarkan dirinya pada Siwon membuat namja tampan itu melingkarkan lengan dibahunya.

Saat itu langkah kaki yang riang terdengar mendekati mereka dan bisa dipastikan kaki siapa itu karena sepatunya yang ber hak belakang menjadi ciri khasnya sejak ia masih kecil.

“Pagi mommy~daddy~” Sapa putri satu-satunya istana itu.

Choi Sulli, putri satu-satunya yang dimiliki Siwon berparas cantik seperti mommy-nya dengan rambut sepinggang bergelombang dan berwarna sama seperti mommy dan oppanya itu membuat wajahnya semakin sempurna.

Kulit putih, mata bulat, bibir peach lembut dan lesung pipinya sangat menjelaskan dirinya keturunan siapa. Walau masih SMP, tapi tinggi badan dan pinggangnya yang ramping membuat Sulli pantas menjadi seorang model.

“Pagi princess~” Jawab Siwon dengan senyumnya yang memesona.

“Sudah siap, little girl?” Tanya Kyuhyun dengan wajah datar membuat Sulli menatapnya dengan ekspresi sama.

“Pagi daddy~mommy~ Culli sudah besar.”

“Arraseo, babygirl~” Jawab Kyuhyun tidak peduli membuat Sulli langsung melipat tangannya didada.

“Mommy, Culli sudah besar!! Hari ini Culli jadi murid kelas 3!! Kenapa dipanggil babygirl?!”

“Hoo?? Memang apa bedanya?”

“Beda!! Hari ini tidak boleh panggil itu!!”

“Kalau besok?” Tanya Suho cekikikan.

“Besok sudah boleh.” Jawab Sulli dengan wajah serius.

“Kenapa?”

“Itukan panggilan sayang mommy, tidak boleh ganti!!”

“Aaiissh, ada-ada saja, sana pergi, ahjussi Kim sudah menunggu.”

“Andwaeyo!! Culli mau diantar oppa!!”

“Mwooo??”

“Tapi oppa ada kuliah pertamanya jam 10, kalo sekarang pasti masih tidur.” Jawab Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Aniyooo~ oppaaaa~” Teriak Sulli sambil berlari menuju lantai 2 kamar oppa pertamanya.

Rok diatas lututnya bergoyang-goyang seiring dengan larinya yang terburu-buru itu. Ketiga namja dibawah hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putri cantik satu itu.

“Tidak mau dipanggil baby, tapi kelakuan…” Gumam Kyuhyun dengan bibirnya yang mengerucut imut.

“Tetap baby yang paling manja.” Sambung Suho dengan senyum garingnya.

“Hoo~Cuo tidak manja lagi??” Siwon menatap anaknya dengan senyum menggoda.

“Tidak daddy!! Suho kan sudah besar.”

“Ahahahaa~ ne, ne, ne, ayo jalan~” Ucap Siwon sambil mengacak rambut putranya itu.

Kyuhyun pun langsung berdiri dan menyambut uluran tangan Siwon yang sudah menunggunya, kemudian mereka bersama-sama menuju pintu depan.

Sementara itu dilantai atas.

Kamar Minho yang bernuansa baby blue dengan hiasan mobil sport besar didinding kepala tempat tidurnya membuat ruangan itu sangat mencerminkan pemiliknya.
Baby kecil pertama istana itu kini sudah menjadi mahasiswa tingkat 3 disalah satu Universitas hebat yang ada dinegara itu. Seoul National University.

Choi Minho, putra pertama Istana Choi itu memiliki ketampanan yang didapatkan dari daddy-nya yang sempurna. Dengan kulit putih namun tidak pucat seperti dongsaengnya dan rambut lebih kehitaman membuatnya benar-benar ciplakan dari Choi Siwon, daddy tampannya.

Saat ini ia masih bergelung dalam selimutnya yang tebal setelah tadi turun ke bawah hanya untuk sarapan bersama keluarga yang lain. Karena mata kuliah jam kedua Minho bisa tidur lebih lama dan bermalas-malasan dirumah.

Tapi rasanya semua itu hanya angan-angan saja saat ketukan dan pangilan dari putri cantik istana mereka langsung mengganggu tidurnya.

“Oppaaaa~kenapa tidur lagi? Tadi Culli sudah bilang oppa yang antarin, kenapa tidak dengar, Minho Oppa!?!!!”

“Berisik princess~” Gumam Minho menarik selimutnya sampai menutupi kepala.

“Oppaaaa!!! Wake up!!! Antarin Culli!!”

“Ahjussi sajaaaa, oppa malas!!”

“Shireooo~ Culli mau sama oppa!!”

“Aiishh, oppa ngantuk!!”

“Tapi oppa sudah janji!!”

“Hari ini saja nee~”

“Antarin atau Culli nangis, oppaaa!!!”

“……” Minho tidak menjawab lagi dan tarikan nafasnya pun kembali teratur.

Melihat hal itu, kekesalan Sulli pun semakin bertambah sampai akhirnya meledak dan jurus terakhir pun akhirnya keluar.

“Choi Minho jeleeeeeek!!! Hiks~ antarin Cul…”

Secepat kilat Minho terbangun dari tidurnya dan menatap wajah cantik dongsaengnya yang sudah memerah karena kesal. Walau Minho seharusnya yang lebih kesal, namun namja tampan itu tidak bisa berbuat apa-apa saat mata cantik itu sudah basah oleh airmata.

“T-tunggu dibawah saja.” Ucap Minho akhirnya.

“…..” Tanpa menjawab apa-apa Sulli langsung berbalik keluar kamar dengan wajah sulkingnya.

Namum sebelum itu suara Minho kembali menghentikan langkah kakinya. “Jangan nangis, hapus airmatanya.”

Minho melihat tangan Sulli tergerak untuk menghapus airmata yang baru keluar itu sesuai perkataannya. Dan setelah putri cantik itu pergi, Minho hanya bisa menghela nafas pasrahnya yang selalu tidak bisa menolak Choi Sulli.

“Dia benar-benar keras kepala.” Gumam Minho langsung menuju kamar mandi. “Ingatannya memang kuat tentang janji itu.”

Sementara itu di bawah.

Kyuhyun berdiri dipintu sambil terus melihat tangga lantai dua kamar anaknya menunggu Sulli turun darisana. Begitu terlihat, putri kecilnya berwajah sulking dengan mata bulat cantiknya yang basah.

“Pasti Minho kalah lagi.” Gumam Kyuhyun tanpa sadar.

“Sulli memang keras kepala, baby.”

“Dia terlalu dimanjakan.”

“Nasib jadi satu-satunya.” Ucap Siwon sambil melihat Suho yang menggaruk kepalanya.

“Berhasil gangguin oppamu, princess??” Tanya Kyuhyun begitu Sulli tiba dan dibalas dengan pout dibibir mungil itu.

“Oppa sudah janji, kalau Sulli dapat nilai baik saat kenaikan kelas, Mino oppa akan antarin Culli saat tidak ada kuliah.”

“Mwo?? Janji kapan itu?”

“Saat dia belajar untuk ujian, daddy~” Jawab Minho sudah ada dibelakang mereka.

“Sudah mommy bilang jangan berjanji pada anak kecil.”

“Mommy!!!”

“Ahahaha, gwenchana~ pergilah biar Mino yang antar mereka.”

“Mm, baiklah hati-hati ne, belajar yang rajin, cari teman yang banyak bukan musuh, ok?”

“Ok daddy~ bye-bye.”

Dan ketiga kesayangan istana itu pun mengecup pipi daddy dan mommy mereka sebagai ucapan selamat jalan kemudian langsung masuk dalam Aston martin milik Minho dengan Sulli berada di depan.

“Selamat jalan Sajangnim, Samonim~” Ucap maid mereka dibelakang membuat Kyuhyun berhenti dan berpaling melihat mereka.

Tatapan bingung dan death glarenya langsung menjawab ucapan maid-maid itu membuat Siwon tertawa kecil dan menarik pinggang Kyuhyun untuk turun tangga yang ada didepan pintu itu.

Siwon dan Kyuhyun pergi memakai audy Siwon dan segera berangkat menuju perusahaannya. Namja-namja tampan memesona itu masih tetap awet seperti dulu walau usia mereka sudah tidak muda lagi.

Saat keduanya tiba di perusahaan besar WK Corporation, para karyawan langsung menundukkan kepala sekilas sebagai salam dan dibalas dengan tundukan kepala juga dari Siwon. Sementara Kyuhyun seperti biasanya, wajah datar nan memesona itu tidak pernah tersenyum sembarangan.

“Selamat pagi, Sajangnim and Samonim~” Sapa seseorang didepan lift menuju lantai atas membuat mata Kyuhyun membulat sempurna.

“Pagi hyung~ siap bekerja hari ini?” Tanya Siwon pada hyungnya itu yang menjabat sebagai general manager perusahaannya, Lee Hyukjae.

“Tentu saja siap, mohon bantuannya Samonim~” Ucap seorang lagi dibelakang mereka yang membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

“Pagi Yesung hyung~”

Dan mereka berempat pun segera masuk dalam lift menuju dua lantai teratas gedung pencakar langit itu. Lantai paling atas masih menjadi tempat Siwon sebagai direktur dan Kyuhyun wakil direktur bertahta.

Sementara lantai dibawah mereka menjadi tempat Hyukjae berada dan bersama Yesung hyung yang sudah bergabung bersama mereka, sejak perusahaan Appa Choi dialihkan pada perusahaan mereka.

“Hari ini ada meeting dengan CEO China, mereka ingin menanam modal disini.” Ucap Hyukjae melihat schedule mereka.

“Aku juga ikut?” Tanya Yesung hyung.

“Tentu saja, ini meeting besar hyung, bukan cuma dibidang khusus.”

“Ok…kami duluan Sajangnim~ Sam….” Ucapan Yesung terhenti death glare Kyuhyun membuat Hyukjae tertawa kecil.

“Samonim~” Sambung Hyukjae tidak peduli.

Dan Kyuhyun hanya bisa membunuh hyungnya dengan tatapan tajam karena tangan Siwon melingkar dengan erat dipinggangnya. Mereka berdua langsung keluar dari lift itu karna sudah tiba dilantai 79, tinggal Siwon dan Kyuhyun menuju lantai paling atas gedung itu.

Lantai 80.

Ruangan besar yang di bagi 3 itu sebagai ruang direktur, ruang wakilnya dan juga ruang meeting. Siwon dan Kyuhyun memasuki pintu yang sama setelah sekretaris Siwon menyapa mereka di pintu.

Sampai didalam Siwon langsung menuju meja kerjanya sementara Kyuhyun mengambil hp-nya dan menghubungi seseorang.

“Mino…”

“Yes, mom?”

“Sudah antar mereka?”

“Ini masih dijalan.”

“Ouh~ take care, nanti mommy hubungi lagi.”

“Ne, Bye-bye~”

Kyuhyun menutup telponenya dan melihat Siwon yang sedang melihatnya dengan wajah penasaran.

“Mereka sudah sampai?” Tanya Siwon.

“Masih dijalan, mungkin Sulli bertingkah lagi.”

“Ouh, Nee~ so, kau ikut meeting baby?”

“Mmm, ne~ aku masuk dulu.” Jawab Kyuhyun sambil menuju pintu daruratnya.

Walau ia memiliki pintu ruangannya sendiri, tapi Kyuhyun lebih sering masuk lewat pintu tengah karena ia ingin bersama suaminya lebih lama.

*

*

Sementara itu ditempat lain.

“Gara-gara Culli, kita pasti terlambat.” Gerutu Suho melihat dongsaengnya dengan kesal.

“Habisnya Culli lupa pipis dirumah.” Jawab Sulli tidak ,erasa bersalah.

“Jangan bertengkar, tidak apa-apa terlambat hari pertama.”

“Hari pertamalah yang harus sempurna hyung, nanti dapat tempat dibelakang!!”

“Aigooo~ kita sudah sampai, geogjonghajima~”

Minho langsug memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu pagar sekolah elit tersebut. Seoul Junior High School tempat Minho sekolah itu memang salah satu sekolah Junior terbaik yang ada di Seoul.
Mereka bertiga segera turun beriringan yang menjadi pusat perhatian siswa-siswa lain yang baru tiba disana.

“Gomawo oppa~ mianhae udah paksa oppa tadi pagi.” Ucap Sulli tiba-tiba dengan wajah bersalah.

Jika sudah begitu bagaimana bisa Minho menunjukkan kekesalannya pada princessnya itu. Ia hanya bisa tertawa kecil dan menepuk-nepuk kepala Sulli yang memakai Isabella bentuk pita berwarna putih itu dengan pelan.

“Gwenchanayo~”

“Hyung pulang hati-hati ne~” Ucap Suho kemudian.

“Ne~ Cuo jagain Culli, arrachi?

“Eumh” Angguk Suho patuh.

“Sana masuk, nanti pulang kalau bisa hyung jemput.”

“Yeeeee~ Culli sayang oppa~” Choi Sulli langsung memeluk oppa kesayangannya.

“Oppa juga sayang Culli.” Minho membalas pelukan itu penuh sayang.

Kemudian mahasiswa tampan itu pun melepas pelukannya dan segera menyuruh dongsaengnya masuk kedalam perkarangan sekolah, sementara ia mengambil hp-nya dan menghubungi seseorang.

“Mommy…”

>Oh, Mino, sudah sampai?<

“Mereka sudah masuk, baru saja.”

>Kenapa bisa lama? Sulli buat ulah apa lagi?<

“Ahahaha, tidak juga, dia hanya pipis sebentar.”

>Aigoo~ ada-ada saja, pasti Suho sulking<

“Sedikit, tapi sudah tidak lagi.”

>Mmm, Mino pulang terus, jangan tidur lagi nanti terlambat masuk kuliah<

“Arraseo mommy, Mino pulang.”

>Gudboy, bye<

“Bye, mom~ salam untuk daddy.”

>Bye~ nee~<

Minho menutup hp-nya lalu melihat kebelakangnya sekali lagi dan dilantai tiga Sulli terlihat sedang melambai padanya. Minho hanya tertawa kecil dan membalas lambaian itu kemudian segera masuk ke dalam mobil dan pergi darisana.

Minho sadar, Choi Sulli putri kecil mereka sangat lengket dengannya sejak ia masuk kuliah. Kalau menurut Suho itu karna Minho terlalu tampan dan memiliki banyak teman di Kampusnya.

Putri remaja yang masih kecil itu tidak ingin ditinggalkan.

“Ada-ada saja.” Gumam Minho sendiri dalam mobilnya.

Namja berusia 20 tahun itu tidak pernah bisa menolak keinginan kedua dongsaeng kembarnya itu yang memiliki dua kepribadian yang berbeda.

Sulli dengan segala keras kepala, egois dan manjanya sementara Suho dengan sikap tenang dan penurutnya membuat Minho tidak terlalu susah menjaga keduanya.

Sambil tersenyum memikirkan dongsaeng kembar kesayangannya itu tanpa disadari akhirnya Minho sampai lagi didepan istana megahnya dengan beberapa maid sudah menunggu didepan pintu seperti biasanya.

“Selamat datang tuan muda~”

“Gomapseumnida Ahjumma~” Jawab Minho dengan senyum playfullnya.

“Anda mau makan lagi?”

“Siapa yang ahjumma panggil anda? Berapa tahun Ahjumma kenal Mino”

“20 tahun tuan muda~” Jawab maid tertua mereka.

“Mino bisa terima dipanggil tuan muda, tapi anda…” Namja tampan itu menatap maid-maidnya dengan tajam.

“Geurae, Mino-ah~”

“Naah itu lebih baik, Mino mau siap-siap ke kampus saja, biarlah datang lebih cepat.”

“Arraseo~ silahkan~”

Minho langsung tersenyum garing dan segera berlari menuju kamarnya yang ada dilantai dua. Ia ingin segera bersiap-siap menuju kampusnya dan bisa belajar disana sebelum jam kuliahnya tiba.

Lebih dari satu jam kemudian, Minho baru turun dari kamarnya dengan penampilan yang membuat siapapun melihat kearahnya. T-shirt abu-abu dengan jeans dan jaket hitam dan juga kacamata hitam.

Setelah mengambil kunci mobilnya Minho langsung keluar dari rumah dengan restu maid-maidnya yang berdiri dipintu untuknya.

Dan Aston Martin itu pun segera meninggalkan Istana Choi menuju kampus terbaik yang ada di Seoul dengan nama Seoul National University. Di jurusan Bussiness.

Minho masuk kesana dengan beasiswa murid terpandai yang direkomendasikan oleh Sekolah sebelumnya, Seoul Senior High School. Kyuhyun dan Siwon tidak pernah memaksa Minho harus menjadi yang terbaik, tapi Minho ingin jadi yang terbaik agar mereka bangga sudah memilikinya.

“Aku akan seperti daddy.” Gumam Minho penuh keyakinan.

Tidak berapa lama ia pun sudah berada didepan gerbang kampus besar itu. Setelah memarkirkan mobilnya ke halaman parkir disana Minho segera menuju ruang kuliahnya yang ada dilantai atas.

Dalam perjalanannya Minho melihat dua orang yang sangat dikenalnya sedang berada ditaman.

“Hey~ Hyung, kau terlalu cepat hari ini.” Ucap Taemin salah satu namja itu.

“Pasti Sulli bertingkah ne?” Ucap JongIn menimpali.

Dua namja yang memiliki paras tampan dan cantik itu sudah mengenal Minho sejak ia kecil tidak pernah terpisahkan darinya. Taemin dan JongIn mengikuti langkah Minho sejak kecil sampai ke Universitas sekarang. Usia mereka hanya terpaut 1 tahun membuat Taemin dan JongIn berada ditingkat dua sementara Minho tingkat 3.

“Biasa, princess manja itu ingin diantar ke sekolah.”

“Mianhae hyung, harusnya JongIn saja.” Ucap JongIn merasa bersalah.

Langsung saja Minho menyentil dahi JongIn sedikit keras hingga JongIn memegang dahinya dengan kening berkerut. “Kau punya jam pagi kan?!” Ucap Minho dengan death glarenya.

“Ehee..nee, nanti sore Kai yang jemput saja, eotte?”

“Hyung tidak mau dia mengamuk nanti.”

“Ahahaha~ dia paling manja sama hyung ne~” Ucap Taemin juga sudah mengenal Sulli dari kecil.

“Ne, kalau sudah janji dia tidak akan pernah lupa.”

“Sulli itu pintar.”

“Ne, cerewet lagi.” Ucap Minho melihat jamnya. “Ahh~ hyung masuk dulu, kalian masih ada kuliah kan?”

“Masih hyung.”

“Sampai jumpa~” Ucap Minho mengambil tangan Taemin dan menggenggamnya sebentar.

Kemudian namja tampan itu pun segera berlalu meninggalkan sahabat sekaligus dongsaengnya sejak kecil itu. Kai hanya bisa tertawa kecil melihat Taemin yang merona sambil menundukkan wajahnya malu.

“Ahh, tangan saja sudah membuatmu begini? Cinta mati, eoh?” Ucap JongIn dengan smirk jahilnya.

Taemin langsung menatap teman sepermainannya itu dengan tatapan tajam namun tidak membuat JongIn jera. Namja tampan dengan rambut hitam itu langsung berjalan lebih dulu kembali ke kelasnya untuk mata kuliah kedua.

**

Sementara itu di WK Corp.

“Sajangnim~” Panggil Kyuhyun tiba-tiba berdiri di pintu perbatasan ruangannya.

Siwon yang masih disibukkan dengan pekerjaannya langsung mengangkat kepala dan melihat huswifenya itu. “Waeyo Samonim?” Tanyanya sengaja.

“Hyung!! Jangan memanggilku itu!!” Protes Kyuhyun tidak terima.

“Waeyo?”

“Panggilan itu membuatku merasa seperti ahjumma-ahjumma gemuk, berkaki pendek dan memakai kacamata.”

Siwon mengerutkan dahinya mendengar penjelasan yang aneh dan tidak masuk akal itu. Huswifenya memang memiliki imajinasi yang sangat tinggi sampai bisa membayangkan hal seperti itu.

“Samonim itu pasangannya sajangnim, ato kau mau dipanggil bugonim?

” Mwoo??? Apa lagi itu??”

“Itu panggilan untuk umma dari karyawannya.”

“Hooo~ Nyonya besar, diatas nyonya besar?”

“Begitulah.”

“Tapi untuk umma cocok, tapi untukku…”

“Aigoo sayang~ mereka hanya ingin menghormatimu, baby~ atau kau lebih suka dipanggil nyonya Choi? Tanya Siwon dengan alis yang dinaikkan.

“Tidak perlu! Samonim saja.!”

“Ahahahaha~ Sini~ pekerjaanmu selesai?”

“Sudah, hasil rapat tadi cukup memuaskan.” Ucap Kyuhyun sambil mendekati meja kerja Siwon lalu duduk disisinya menghadap namja tampan itu.

Siwon langsung mendekat dan memeluk pinggang Kyuhyun sambil menengadahkan kepalanya melihat wajah cantik huswifenya itu. “Mmm~lalu Samonim, maukah kau makan siang diluar denganku?”

“Restorant favorite?” Tanya Kyuhyun sambil menyusupkan tangannya kedalam rambut Siwon yang tertata rapi.

“Tentu saja, apapun untukmu.”

“Kalau begitu aku bersedia, Sajangnim~” Ucap Kyuhyun sambil menundukkan wajahnya.

Seolah tahu apa yang diinginkan Kyuhyun, Siwon pun mendekatkan wajahnya pada huswife cantiknya itu hingga bibir mereka pun bertemu dalam ciuman yang penuh cinta.

Tidak ada hasrat atau perlombaan dalam ciuman manis dan lembut itu, hanya ada cinta dan pembuktian kepemilikan. Siwon meresapi hangat dan manisnya bibir Kyuhyun secara perlahan dan tidak ingin melepasnya.

Sementara Kyuhyun hanya memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut dan penuh cinta itu hingga membuat dadanya selalu berdegup dengan kencang.

Tidak ada satu pun yang ingin ciuman itu berakhir karena keduanya sama-sama tidak ingin melepaskan tautan mereka. Namun tiba-tiba sebuah suara mengagetkan keduanya hingga ciuman itu pun berakhir seketika.

Kyuhyun hanya terpaku ditempatnya melihat kearah jendela yang ada didepannya, sementara Siwon hanya menyembulkan kepalanya dari balik Kyuhyun dan melihat siapa yang mengganggu kesenangan mereka.

“Kalian! Lain kali kunci pintunya!!!” Protes Hyukjae memasang wajah kesal begitu masuk kesana.

“Hyung~ kau tahu aku tidak tahan kalau baby…”

“Sudah-sudah aku tidak mau dengar.”

“Lalu, katakan dalam 5 menit, jika tidak penting, Mati kau hyung!” Ucap Kyuhyun memalingkan wajahnya melihat Hyukjae.

“Ada beberapa file yang harus kalian tanda tangani.”

“Itu tidak penting, monkey!!!”

“Penting untuk orang Samonim!!”

“Ck!!”

“Ini, semuanya ada disini.” Ucap Hyukjae meletakkan beberapa file itu diatas meja Siwon. “Lalu…mmm~ itu…” Hyukjae ragu tiba-tiba.

“Ada apa hyung, kenapa gugup begitu?” Siwon sadar kelakuan hyungnya.

“Aku minta izin lebih awal, Donghae tidak enak badan.”

“Mwooo?” Mata Kyuhyun melebar tidak percaya.

“Ne~ dia demam semalam, tadi pagi masih agak panas, dia tidak mau Taemin tidak masuk kuliah, jadi aku harus pulang.”

“Arraseo hyung~ pulanglah, geogjonghajima, nanti kami jenguk.” Ucap Siwon dengan senyum menenangkannya.

“Gomawo, aku pulang dulu, bye!!”

Hyukjae langsung menghambur keluar dari ruangan itu tanpa banyak kata lagi, ia harus segera tiba di rumah untuk Donghae-nya. Sedang Kyuhyun langsung berpaling melihat Siwon mencari kepastian dalam kata-kata suaminya itu.

“Ne, kita akan jenguk nanti malam.”

“Ehee~ you are the best.” Ucap Kyuhyun dengan senyum menampakkan semua giginya dan membuat Siwon gemas seketika.

Langsung saja namja tampan itu menarik wajah Kyuhyun mendekatinya dan kembali menyatukan bibir mereka dalam ciuman penuh cinta.

“Beginilah kalau kita yang bekerja.” Gumam Kyuhyun diantar bibir mereka.

“Kau selalu menggodaku, baby?” Jawab Siwon tidak ingin disalahkan.

“Mwoo?? Jadi aku yang salah?” Mata bulat Kyuhyun semakin lebar.

“Ne, salah~ karna kau terlalu memesona.”

“Chk~ you’re so whipped Choi Siwon.” Ucap Kyuhyun dengan smirknya.

“So do you, Choi Kyuhyun~”

“No I’m not!!”

“Yes, you are.”

“No, no, no~”

“Yes, yes, yes~”

“Choi Siwon!!”

“Yes, Mrs. Choi~”

“Ck!!” Akhirnya hanya death glarenya yang mampu mengalahkan Siwon.

Namja tampan itu langsung menarik pinggang huswifenya itu dan memeluknya sambil memejamkan mata menikmati kehangatan huswifenya itu.

“I love you, my baby.” Gumam Siwon pelan sambil mengeratkan pelukannya.

“I love you more, my hubby~”

“I-love-you-most~” Ucap Siwon penuh penekanan sambil menatap mata bulat bak boneka itu.

“Sudah, biarkan aku bekerja dulu.” Ucap Kyuhyun sambil melihat kearah lain karena pioinya yang sudah merona.

“Tapi aku tidak bisa melepasmu.”

“Nanti malam kau boleh memeluk lagi.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar membuat Siwon melepas pelukannya tiba-tiba.

“Ji-jinjja?!?!” Tanya Siwon penuh harapan.

Detik itu juga Kyuhyun menyesali mulutnya yang lebih cepat dari pikirannya. Tapi, karna tidak bisa menolak mata yang berbinar itu, akhirnya Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Geurom, jinjjaji.”

“Geurae~ Arraseoyo~” Jawab Siwon penuh kemenangan.

Kyuhyun langsung berbalik dan berjalan kembali menuju ruangannya, tidak lupa ia mengambil file yang harus ditanda tanganinya dan mulai menyelesaikan pekerjaan yang sudah dialihkan Hyukjae untuknya.

Begitu juga Siwon yang kembali memulai pekerjaannya yang tertunda karena kedatangan Kyuhyun. Namja tampan itu memang tidak pernah bisa melepas Kyuhyun jika namja cantik huswifenya itu sudah mendekat.

Malam pun menjelang dengan sendirinya, semua orang sudah menghentikan kegiatan mereka dan kembali ke-persinggahan mereka masing-masing untuk beristirahat. Sebuah keluarga akan segera kembali berkumpul dalam kehangatan bersama di rumah mereka masing-masing.

Begitu juga yang dilakukan pasangan perfect yang dikenal seluruh kota Seoul itu, Choi Siwon dan Choi Kyuhyun. Namja tampan itu baru saja tiba didepan Istananya yang sudah dipenuhi dengan cahaya lampu yang sangat indah.

Kyuhyun langsung keluar dari mobilnya tanpa menunggu Siwon suaminya yang selalu membukakan pintu untuknya. Namja cantik itu menaiki 4 tangga didepan pintu dan menunggu Siwon yang sedang mengitari mobil mereka dan menyusulnya.

10 dari 37 maid yang ada di rumah mereka sudah menanti dengan setia berbaris di dalam membentuk pagar. Begitu keduanya masuk mereka langsung menundukkan kepala sekilas dan memberikan senyuman terbaik mereka seraya mengucapkan ‘selamat malam’.

“Good nite~” Sapa Siwon dengan senyum manisnya sambil melingkarkan lengan dipinggang Kyuhyun.

“Anak-anak dimana?” Tanya Kyuhyun melihat ke dalam.

Belum empat para maid itu menjawab, salah satu dari ketiga kesayangannya sudah terlihat menuruni tangga dan segera menghampiri mereka. “Malam daddy~ mommy~” Minho berucap dengan senyumnya.

“Malam handsome~” Jawab Siwon.

Sementara Kyuhyun membalas pelukan Minho dan menepuk bahunya dengan pelan lalu melepasnya lagi, agar Minho bisa memeluk daddy-nya tercinta.

“Bagaimana kuliah hari ini, hm?”

“Lancar daddy~ Cuma harus menjemput si manja itu sorenya.”

“Hoo~ dia minta dijemput lagi?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Ani, Mino yang jemput sendiri.” Jawab Minho dengan senyum garing membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

“Ayo masuk, kita makan malam lalu jenguk uncle Hae.” Siwon menarik Minho berjalan bersamanya sedangkan Kyuhyun masuk sambil melihat sekeliling istana besarnya yang terlihat sepi.

Namun detik selanjutnya suara langkah kaki yang saling bersahutan terdengar menuruni tangga lantai 2 dan menampilkan dua remaja cilik berlari dengan wajah riang mendekatinya.

“I miss you so mommyy~~” Teriak Sulli langsung menghambur memeluk mommy-nya itu dengan cepat hingga Kyuhyun terdorong kebelakang. “Hmm~ Miss you mommy~” Gumam putri cantik itu menghirup aroma wangi mommy-nya.

“Cuma setengah hari kita tidak bertemu.” Jawab Kyuhyun membalas pelukan itu dan Sulli langsung melihatnya dengan bibir yang mengerucut.

“So cruel~” Gerutunya kesal.

“Nee~ mommy juga rindu princess~” Jawab Kyuhyun lagi dan kembali memeluk putri kesayangannya.

Sulli langsung tersenyum dengan manis dan segera menyusul daddy-nya yang sudah memasuki ruang tengah bersama oppa-nya. Sementara Suho kembarannya hanya mendekati mommy-nya itu dengan senyum manis kemudian merebahkan kepala dibahu mommy-nya tercinta.

“Apa dia nakal hari ini?” Tanya Kyuhyun pada Suho setelah mengacak rambut putra imutnya itu.

“Tidak mommy~ dia sibuk belajar.” Jawab Suho sambil mengaitkan jemarinya dengan Kyuhyun.

“Waah~ perkembangan yang bagus.”

“Dia mau peringkat 1 lagi saat kelulusan, biar…”

“Biar…?”

“Mino hyung mengantarnya lagi setiap hari saat Senior High School nanti.”

“Aigoo~” Mau tidak mau Kyuhyun kembali memutar bola matanya.

Suho hanya tertawa kecil dan terus berjalan menuju meja maka yang sudah ditunggu yang lainnya, sementara Kyuhyun dan Siwon bergegas ke kamar mereka untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian.

Beberapa saat kemudian mereka sudah berkumpul lagi di meja makan dan menikmati hidangan yang sangat menggiurkan itu. Ketiga putra dan putri Choi itu bercerita dengan penuh semangat sementara kedua orang tua mereka mendengarkan dengan seksama sambil Siwon tidak lupa untuk menyuapi Kyuhyun huswifenya.

Setelah semua selesai mereka kembali berkumpul di ruang tengah untuk membahas kunjungan mereka ke rumah Donghae. Dan anak-anak itu pun tidak ingin ditinggalkan lagi dirumah karena baru sesaat mereka bertemu kembali.

“Culli ikut mommy~”

“Tidak mau sudah besar masih ikut mommy??”

“I don’t careee~” Jawab Sulli sambil berlari menuju tangga kamarnya untuk mengambil coat.

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya lalu melihat kedua putra tampannya yang juga sedang menatapnya. Keduanya langsung tertawa menampilkan gigi mereka yang sempurna membuat Kyuhyun menghela nafas lelahnya.

“Kalian ikut juga?” Tanya Siwon akhirnya.

“Tentu saja daddy~”

“Kalau begitu ayo~” Siwon langsung berdiri lalu berjalan menuju tempat beberapa coat tersimpan disana.

Minho dan Suho langsung mengikuti daddy mereka semnetara Kyuhyun berdiri di samping air terjun menunggu putri-nya yang sedang menuruni tangga dengan cepat. Putri cantik itu sudah memakai coat babypink dengan gaun putih selutut didalamnya, syal putih melilit dengan cantik dilehernya untuk menghalau dinginnya malam.

“Harus ganti baju, princess??” Tanya Kyuhyun begitu ia sampai.

“Tentu saja mommy~ kan kita mau pergi, bukan dirumah.” Jawab Sulli dengan senyum polosnya sambil menggamit lengan mommy-nya itu.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas lalu mereka pun berjalan menuju pintu yang sudah ditunggu 3 namja tampan lainnya. Siwon yang memegang coat Kyuhyun langsung menyerahkannya pada namja cantik itu yang dibalas dengan senyuman sebagai ucapan terima kasih.

“You’re welcome~” Gumam Siwon lalu segera masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan sopir mereka.

Kyuhyun juga masuk di jok depan dengan pintu yang sudah dibuka Siwon sebelumnya, sementara sopir mereka membuka pintu jok belakang agar ketiga anaknya bisa masuk dan duduk disana dengan Sulli ditengahnya.

Dalam perjalanan Siwon sempat berhenti untuk membeli buah, cemilan dan obat untuk dibawa ke rumah Donghae sebagai buah tangan. Sulli yang ikut turun bersamanya tidak lupa mengambil beberapa coklat dan cemilan untuk mereka bertiga dibelakang.

Hingga tidak berapa lama sampailah mereka didepan sebuah rumah mewah bergaya eropa yang terlihat sangat indah dengan berbagai lampu yang ada disana dinyalakan. Di depan pintu rumah itu sudah terparkir sebuah mobil mewah berwarna hitam yang sudah mereka kenal.

Yewook’s Car

“Mereka ada disini?” Tanya Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Mungkin mereka sudah tahu dari JongIn.” Jawab Siwon melepas seatbelt-nya diikuti Kyuhyun.

Lalu mereka pun turun dari mobil bersamaan dengan Minho, Suho dan Sulli berjalan didepan membawa buah tangan untuk Donghae sementara Siwon dan Kyuhyun berjalan berdampingan dibelakang mereka dengan tangan saling berkaitan.

Tanpa mengatakan apa-apa mereka langsung masuk kesana karena pintu depan yang terbuka dan dua orang maid sudah menghampiri mereka.

“Selamat datang tuan dan nyonya Choi~” Ucap maid itu dengan sopannya namun dibalas Kyuhyun dnegan death glarenya.

Sementara Siwon hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepalanya dan mengikuti maid itu yang membawa mereka masuk ke dalam.

“Waaaaa~ aku pasti cepat sembuuh~” Seru Donghae begitu melihat mereka masuk beriringan.

Minho langsung memeluk uncle pertamanya itu dan mendo’akan kesembuhannya, seperti itu juga Suho mengikutinya sementara Sulli menyerahkan keranjang buah yang ia bawa pada Hyukjae yang tersenyum dengan garingnya.

“Terima kasih Siwon, Kyunnie~” Ucap Donghae dengan senangnya.

“Kami sudah lebih dulu, mianhae~” Ucap seseorang tiba-tiba keluar dari dapur.

“Kalian sudah ada disini? Mana hyung?” Tanya Siwon tidak menemukan Yesung diantara mereka.

“Dia ada di balkon samping.”

“Mino, Taemin ada dikamarnya bersama JongIn, pergilah.”

“Ok~ come~ babies~” Ucap Minho pada dongsaeng kembarnya yang memutar bola mata karena dipanggil babies

Sementara orang tua mereka langsung bertahta di sofa duduk saling berdekatan dan mulai bertukar cerita bersama keluarga besar yang lainnya. Bahkan tidak lama kemudian Appa, Umma Choi, Jiwon dan suaminya juga tiba disana bersamaan dan berkumpullah keluarga besar itu dengan penuh kebahagiaan.

Sementara itu dilantai dua kamar Taemin.

“Hey~ annyeong~” Ucap Sulli penuh semangat begitu tiba didepan pintu kamar Taemin yang terbuka.

Kamar besar berdominasi putih dan biru menambah kesan nyaman untuk berada disana, isi kamar yang tidak terlalu mencolok menjelaskan ciri khas seorang Lee Taemin yang simple dan sederhana.

“Waah~ princess~” JongIn langsung berdiri menghampiri Dongsaeng cantiknya itu dan membelai pipinya, sementara Suho, JongIn langsung mengacak rambutnya dengan gemas.

Taemin yang baru keluar dari kamar mandi langsung berlari sambil berseru kegirangan dan menghempaskan dirinya dalam pelukan Minho. Semua yang ada disana hanya cekikikan melihatnya sementara Sulli mendecak tidak senang yang dibalas Taemin dengan smirk yang menyilaukan.

“Kenapa tidak bilang mau datang, hyung?” Tanya Taemin terlihat sangat bahgia.

“Daddy bilang waktu pulang tadi, kami tidak tahu ada rencana kemari.”

“Lalu kenapa kalian ikut? Pasti dia tidak mau tinggal, eoh?” Tanya JongIn yang sudah ia tahu jawabannya membuat Sulli memberinya death glare mematikan.

“Hyung, tidur sendiri disini?” Tanya Suho yang baru pertama kali masuk ke kamar Taemin.

“Ne~Cuo mau temani?” Jawab Taemin.

“Ani~ Cuo temani Mino hyung dirumah.”

“Ye, ye, ye~ arraseo~” Taemin menganggukkan kepalanya dengan wajah mengembung membuat yang lain tertawa melihatnya.

Selanjutnya kelima remaja tampan itu pun langsung larut dalam permainan mereka tebak kata diujungnya. Kebersamaan yang tidak bisa digantikan dengan apapun itu selalu bisa membuat ikatan diantara mereka semakin kuat.

Sejak bertahun-tahun yang lalu mereka sudah bersama, sampai sekarang hubungan itu tidak pernah lekang dimakan waktu dan usia. Begitu pula yang terjadi dengan orang tua mereka yang sudah bersama sejak mereka di sekolah dulu.

Bahkan sampai sekarang mereka terus bersama-sama menjalani kehidupan dalam kebahagiaan yang penuh dengan cinta dan airmata. Semua derita mau pun duka selalu bisa mereka tanggung bersama-sama dan saling membantu dalam kesusahan.

Waktu seribu tahun pun tidak akan cukup untuk menikmati kebersamaan mereka jika semua sudah berkumpul bersama. Hingga hari sudah larut malam barulah mereka sadar dan saling memisahkan diri untuk kembali ke Istana mereka masing-masing.

Dan mereka pun meninggalkan rumah Donghae saling beriringan dengan mobil appa Choi berada paling depan. Disusul mobil Ryeowook dan Siwon dibelakangnya dengan anak-anak yang sudah setengah terlelap dijok belakang mobil.

Minho yang sengaja duduk ditengah tanpa aba-aba bahunya langsung menjadi bantal Sulli dan Suho yang ketiduran karena kelelahan. Namja tampan itu hanya bermain dengan iphonenya dengan senang tanpa peduli beban berat yang ada dibahu kiri dan dan kanannya.

Ia terlalu larut dalam percakapannya bersama Taemin yang masih tidak rela mereka pulang meninggalkannya. Bahkan Minho tidak menyadari jika sejak tadi mommy cantiknya berpaling melihatnya yang terlalu asyik sendiri.

Namun saat Minho sadar diperhatikan, Kyuhyun langsung berpaling melihat kedepan dan menutup matanya sambil menghela nafas lega. Siwon hanya tersenyum manis dan mengambil tangan Kyuhyun lalu mengecup penuh sayang.

Kyuhyun tidak merubah posisinya atau penuh melihat wajah tampan suaminya itu, tapi senyum tipis terukir dibibir peachnya. Ia merasakan kebahagiaan yang indah.

Dan hari pun terus berlalu dengan perjalanan hidup yang penuh dengan cinta dan kebahgiaaan mereka. Hingga musim demi musim pun kembali berganti kehidupan terus berjalan sebagaimana adanya, dengan berbagai kesusahan, kebahgiaan, kesenangan bahkan kedukaan. Sampai musim semi yang indah kembali datang lagi.

Musim yang penuh dengan bunga yang menampakkan segala keindahannya dan berbagai sekolah merayakan kelulusannya.

Sehingga musim itu sering disebut juga sebagai musim kelulusan.

“Daddy!! Kalau tidak pulang hari ini, Culli tidak akan mau sekolah lagi!!” Suara putri satu-satunya di istana mereka di suatu sore menggema sampai keseluruh ruangan.

“Culli tidak boleh bicara begitu.” Ucap Suho yang hanya duduk santai di sofa melihat dongsaengnya melempar Iphone-nya disana.

“Apa Oppa bisa tenang jika hari kelulusan daddy tidak ada disekolah?” Tanya Sulli dengan wajah merah padam.

“Daddy akan pulang princess, seperti dulu, mereka akan pulang.” Ucap Minho putra sulung di rumah itu dengan wajah tenangnya.

“Kenapa oppa yakin?” Sulli bertanya dengan wajah tidak percaya.

“Apa perkataan oppa pernah salah?” Minho balik bertanya.

“Mmmm~” Sulli bergumam sambil memikirkan jawabannya. “Tidak.” Jawab putri kecil itu akhirnya.

“Soo~ said sorry to daddy, he’s the best.”

“Mm, arraseo~” Jawab Sulli kembali mengambil hp-nya dan menghubungi daddy mereka yang ada di China untuk kepentingan bisnis.

“Daddy~”

>Princess~ mianhae, daddy pasti pulang<

“Culli tahu, Mianhae.”

>……<

“Daddy??”

>Oh~ mmm, nee?<

“Mianhae, Culli sayang daddy~ take care ne? jagain mommy.”

>Kenapa mommy yang dijagain?< Suara Kyuhyun tiba-tiba membuat Sulli tersentak.

“Mmm, siapa tahu mommy di ambil orang.”

>Mwooo~???<

“Culli rindu~ cepatlah pulang!!”

>Ouh~ mm, arraseo~ mommy juga rindu, nanti malam kami sudah disana<

“Ok, kami tunggu~ bye mommy~~” Suara koor terdengar ditelinga Kyuhyun yang membuatnya terkejut.

>Aiiishh~ bye sweetheart~”

Sulli memutuskan sambungan teleponnya dan menatap Minho yang tersenyum garing padanya membuat Sulli kesal tiba-tiba.

“Kadang-kadang hyung itu sok tahu ya?”

“Mwooooo???”

Sulli langsung berlari sambil tertawa kegirangan menuju tangga dan berlari lagi menuju kamarnya meninggalkan dua oppanya yang hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mereka berdua kembali berbicara membahas apa yang akan mereka lakukan di hari kelulusan nanti.

Dua hari lagi kelulusan di sekolah Suho dan Sulli diadakan sementara kedua orang tua mereka masih ada di China untuk kepentingan bisnis sejak dua hari yang lalu. Hal itulah yang membuat Sulli mengancam daddy-nya sendiri karena putri kecil itu tidak ingin mereka yang penting tidak ada di hari yang penting.

“Bagaimana hidup Culli tanpa mommy di hari kelulusan?” Gumam putri kecil itu sambil menuruni tangga kamarnya.

“Jangan lebay princess~” Jawab Minho.

“Oppa!! Coba bayangkan? Hari penting itu tidak ada yang cantik itu bersama kita.”

“Aigoo~ yang cantik itu mommy~ Culli~” Suho memberikan death glarenya yang mematikan.

“Arra~ sekarang antarkan Culli fitting baju untuk besok.”

“Tidak bisa, Oppa harus ke kampus Sweetheart.”

“I know~ Cuo oppa juga harus fitting baju kan?”

“Ne, Cuo yang antar hyung.”

“Hooo~ arraseo~ take care~”

“Nee~”

Dua bocah kembar itu pun segera berjalan menuju pintu depan yang sudah ditunggu mobil Santa FE milik mommy mereka. Karena Siwon dan Kyuhyun tidak membelikan mobil yang diatasnamakan mereka seperti mobil milik Minho sendiri.

Begitu keduanya pergi Minho langsung menuju kamar nya sendiri yang ada dilantai dua untuk menyiapkan keperluannya sendiri. Karena sebenarnya ia juga sudah menyelesaikan tugasnya sebagaimana mahasiswa seharusnya.

Dan dalam waktu dekat ia juga akan menjumpai hari kebebasan dari kampusnya tercinta, Seoul National University. Di dalam kamarnya Minho segera menyiapkan keperluannya untuk segera menuju ke kampus, masih banyak hal penting yang harus dilakukannya untuk persiapan wisudanya nanti.

Namun tiba-tiba saja ketukan di pintu kamar membuatnya berhenti dan melihat ke arah suara.

“Ne?” Tanya Minho. “Ahjumma?” Minho melihat maid tertua mereka berbeda didepan pintu.

“Mino-ah…” Panggil maid ahjumma itu.

“Ne~ ahjumma~” Jawab Minho dengan wajah playfullnya.

“Mmm, itu…anu…”

“Aigooo~” Minho memutar bola matanya.

“I-itu…Mino-ah, kami…itu…”

“Kami? Waeyo?”

“Kami…kami ingin ikut saat wisuda nanti.”

“Mwoooo??” Mata Minho melebar tidak percaya. “Wisuda Mino?”

“N-nnee~ kami ingin ada disana.” Jawab maid ahjumma dengan yakinnya.

“I-itu…Mi-mino tidak tahu.”

“Kami ingin ada disana melihat tuan muda.” Ucap Maid itu dengan penuh penekanan.

“I-itu…Mino tanya daddy dulu, kalau bisa ahjumma boleh ikut.”

“Ahh, arraseo~ kami menunggu.”

“Nee~”

Ahjumma maid itu langsung berbalik dengan wajah sumringah dan penuh harap keinginan mereka nanti akan terkabul. Tinggallah Minho yang harus memikirkan jawaban untuk mereka yang tentu saja tidak mengecewakan mereka semua. Minho tahu, mereka ingin ada dihari yang penting itu karena mereka sangat menyayanginya.

“Ehee~ Mino begitu disayang.”

Namja tampan yang beranjak dewasa itu tersenyum garing memikirkan maid-maid mereka dan kembali menyelesaikan tugasnya.

“Ta-tapi…” Ucapnya tiba-tiba.

“Apa ada yang bawa maid ke wisuda??”

TBC…

Ahahahahahaha~..kata ending tapi masih ada, semoga kalian tidak bosan neee?

Semoga memuaskan.

Sampai jumpa di ff lanjutan^^

With Love

Vie.

Loving You 3

LOVING YOU IN THE DAKRNESS

Loving You In The Darkness

Chapter 03

**

Hai-hai selamat malam My Lovelies~ apa kabar, hm??

Mianhae ne, nggak jadi malam kemarin, padahal udah post disini, tinggal publish wifinya mati, sakit banget kan?

Kemarin sibuk seharian, jam dua baru bisa istirahat, lagi edit2 udah jam 4, tinggal post dikit lagi~ tuph! wifinya mati-_- kurang banget dia kan? #Curcol Ehehehe.

Here yo go~

## Continue reading

Idul Fitri 1437 H

​Kupatahkan ranting kujadikan pena, kuteteskan airmata kujadikan tinta..Ramadhan berakhir sungguh tidak terkira, semoga segala dosa telah diampunkanNYA.

Walau mata tidak bisa bertatap, sedang tangan tidak bisa berjabat,

Tapi izinkan kata maaf menjadi penyangga.

Karna yang memaafkan, memiliki hati yang mulia❤

Selamat hari raya Idul Fitri 1437 H, Minal aidzin wal faidzin.

Mohon maaf lahir dan batin.

Akhirnya kapal ramadhan sudah pergi berlabuh kembali, semoga amal dan puasa kita sempurna untuk menjadi bekal di akhirat nanti. Dan semoga tahun depan kita bisa kembali meneguk manisnya Bulan Ramadhan.

Namun sebelum itu, kemenangan diakhirnya menjadi milik kita untuk saling membersihkan diri dari segala dosa,

Maafkan segala kata dan ucapan Vie yang tanpa sengaja menyakiti atau melukai hati kalian.

Dari sudut hati yang paling dalam, Vie minta maaf.

**

Mmm, soal update, maaf ya kalo nggak teratur dalam sebulan ini, Vie ngetik kox, rajin banget..ada beberapa ff yang siap chapternya, 

Tapi tetap nggak bisa update.

Mianhae, jeongmal..

Setelah lebaran, ato mungkin sejak hari ini sampai……..

Ayo sampai apaa? Sampai tahun depan ya?? Ahahaha.

Sampai tanggal 10 nanti, Vie juga nggak bisa update apa-apa, Vie akan aktif lagi hari senin, tanggal 11..

Sabar menunggu nee??

Sekali lagi Minal Aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan bathin.

Selamat datang untuk yang baru disini, terima kasih sudah membaca.,selamat datang New Lovely Readers

Untuk yang selalu ada disini, I love u always My Lovely Readers.

Yang minta PW, ada di page PASSWORD, 

Jika tidak ada disana SMS aja 081990260203

Ato di Facebook Wonkyu Carissima

Sampai jumpa lagi.

With Love

Vie