When The Love Is Growing 2

SPG COVER

WHEN THE LOVE IS GROWING

SEQUEL SPG

Chapter 02

**

Selamat malam..apa kabar?

Akhirnya saia datang lagi, bosan ne?

Mianhae kalo typo’s, udah edit masih tinggal juga itu salah mata saya, ahahaha~

Selamat membaca.

**

“Kenapa tiba-tiba ingin liburan? Bukannya sangat sibuk mengurus kuliahmu?” Tanya Siwon tidak mengerti keinginan huswifenya yang tiba-tiba itu.

“Mmm, aku ingin…”

“Hmm?”

“Aku ingin memberikanmu sesuatu yang berharga.” Ucap Kyuhyun dengan wajah serius.

“Mwoo? Kenapa harus di hawai? Disini juga bisa.”

“Aku ingin jadi yang special, karena…”

“Karena…”

“Sesuatu itu hanya aku yang bisa memberikannya.”

“Mwooo??”

“Aiish~ jangan tanya lagi, tunggu saja tanggal mainnya.”

“Hooo~ ada apa, hmm? Apa hyung akan senang dapat hadiah?” Tanya Siwon dengan wajah playfull-nya.

“Semoga saja kau suka hyung.” Jawab Kyuhyun sambil menundukkan wajahnya.

“Heey~ apapun pemberianmu, akan hyung terima dengan senang hati.”

“Gomawo~”

“Waaah~ dia jadi manis seperti itu, ne?” Ucap seseorang tiba-tiba dibelakang mereka.

“Umma!!!” Kyuhyun langsung berdiri dan membungkuk dengan sopan membuat Umma Choi tersenyum simpul.

“Kami harus kembali Siwonnie, tiket pesawatnya sudah kami pesan sebelumnya.” Ucap umma Choi.

“Mwoo? Kenapa buru-buru?” Tanya Siwon dengan kening berkerut.

“Kami ada meeting beberapa hari ke depan, tidak boleh ditinggal.”

“Memang lebih cinta pekerjaan daripada anak.” Jawab seseorang dibelakang tiba-tiba.

“Mino~” Umma Choi langsung memeluk putra keduanya itu dengan erat. “Mianhae~”

“Minho kesepian umma, kenapa tidak tinggal bersama kami, hm?” Tanya Siwon dengan wajah sungguh-sungguh membuat mata Minho langsung melebar.

“Mwooo? Tinggal dengan kalian? Siap-siap mati mendadak.”

“Mwo?” Kyuhyun ikut bertanya. “Waee??”

“Dia bisa mati melihat lovey dovey kalian setiap hari.” Jawab Heechul dengan smirknya dan seketika pipi Kyuhyun merona dengan indahnya.

“Ahahaha~ sudah-sudah, Mino jangan merajuk, ayo antarkan umma.” Umma Choi langsung menarik putranya itu keluar diikuti appa Choi dan yang lainnya.

Setelah kepergian mereka berdua, yang lain menikmati pesta kelulusan itu sampai semuanya selesai dan semua hidangan terhabiskan. Para orang tua dan namja tampan itu segera pulang ke rumah mereka yang memang tidak jauh dari rumah Siwon.

“Umma~ kenapa tidak tidur disini saja?” Tanya Kyuhyun pada ummanya didepan pintu.

“Mwoo?” Kali ini Leeteuk yang melihat putranya dengan wajah tidak percaya. “Yang benar saja, babykyu?”

“Umma~”

“Pulanglah ke rumah sekali-kali, Kyunnie~” Ucap KangIn tiba-tiba.

“Ehee~ appa merindukanku?” Tanya Kyuhyun dengan smirknya membuat KangIn salah tingkah dan melihat kesana kemari. “Ahahaha~ aku akan datang appa, tenang saja.”

“Baiklah, kami pulang dulu ne?”

“Ne~”

Dan dua namja tampan itu pun segera kembali keperaduan mereka yang ada dipaling depan resident mereka. Sementara Siwon dan Kyuhyun segera masuk kedalam untuk mengistirahatkan badan mereka yang hari ini terasa seperti remuk redam.

Keduanya saling membersihkan diri di kamar mandi yang berbeda kemudian baru bertemu kembali diranjang mereka yang empuk dan sangat nyaman. Siwon langsung merebahkan dirinya dan membuka sebelah lengan agar Kyuhyun bisa berbaring disampingnya dan menjadikan lengannya itu sebagai bantal.

Tapi yang Kyuhyun lakukan melainkan berbaring membentuk huruf T dengan kepalanya diatas perut rata Siwon kemudian segera menghidupkan PSP yang sudah ditangannya. Mau tidak mau Siwon hanya bisa tertawa kecil dan mengacak surai lembut milik Kyuhyun dan melihatnya bermain game kesukaannya itu.

Tidak ada kata-kata yang menemani mereka selain gumaman kecil Kyuhyun pada gamenya sementara Siwon hanya tersenyum puas melihatnya. Sungguh kebersamaan yang menyenangkan.

Sampai beberapa jam kemudian Siwon menarik PSP itu dengan lembut dan melihat wajah Kyuhyun dengan senyumnya yang menawan. Kyuhyun hanya bisa mengerucutkan bibirnya tidak terima namun tidak bisa membantah saat melihat wajah tampan itu.

“Besok hyung kerja, baby~” Ucap Siwon membuat mata Kyuhyun melebar.

Detik selanjutnya namja imut itu langsung membenamkan dirinya dalam pelukan Siwon dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lalu memejamkan mata. Siwon hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepala kemudian segera mematikan lampu tidur mereka yang ada disisi tempatnya tidur.

“Night, my baby~”Ucap Siwon mengecup kening huswifenya itu dengan lembut.

“Mmm~” Gumam Kyuhyun sebelum terlelap menuju mimpi yang sama.

Keesokan harinya…

“Hyung~” Panggil Kyuhyun tiba-tiba.

“Hm? Wae?” Tanya Siwon yang sedang berdiri tidak jauh darinya.

“Kita ubah rencana saja, eotte?”

“Huh? Rencana apa?” Siwon balik bertanya dengan alis yang terangkat.

Pagi ini pasangan sempurna itu sedang berada didalam kamar mereka dengan Siwon sedang memakai kemejanya, sementara Kyuhyun duduk diranjang memperhatikan.

“Kita liburan ke Jeju saja.”

“Mwoo??Kenapa ganti ke Jeju?”

“Kau pasti capek kalau bepergian jauh, apalagi pekerjaanmu disini, belum lagi kuliah.”

“Iya juga, sekarang setiap tidak ada kuliah hyung pasti harus ke kantor.”

“Karna itu kita ke Jeju saja, lebih dekat.”

“Mmm, apapun untukmu baby, ke ujung dunia hyung akan datangi.” Ucap Siwon mendekatinya dengan senyum playfullnya.

“Pabooya!!” Gerutu Kyuhyun sambil meninju bahu Siwon pelan.

“Kalau begitu kita pergi setelah berkas masuk kuliah-mu selesai, eotte?”

“Ide bagus~”

“Besok kita ke kampus bersama, sekarang hyung pergi dulu ne~” Ucap Siwon mengulurkan tangannya pada Kyuhyun.

“Neee~” Namja cantik itu menyambut tangan suami tampannya dan menggenggamnya erat.

Kedua namja itu pun berjalan keluar kamar dan menuruni tangga dengan saling berbicara dan tertawa bersama. Sungguh pemandangan yang indah bagi siapapun yang melihatnya. Dan itu jadi pemandangan yang indah bagi maid mereka setiap harinya.

“Hati-hati dirumah ne?” Ucap Siwon saat mereka sudah didepan pintu.

“Hae hyung akan kemari.”

“Mwoo?? Jangan minta yang aneh-aneh baby.” Ucap Siwon mengingat pembicaraan rahasia hyung dan huswifenya beberapa hari yang lalu.

“Ehehe…tidak akan, tenang saja.”

“Baiklah, see you soon.” Ucap Siwon mengecup kening Kyuhyun.

“Come back soon,”

“I will, I love you.”

“Love you too.”

Siwon menatap wajah imut nan memesona itu hampir merona hanya karna kata cinta itu terucapkan. Sementara Kyuhyun harus menundukkan wajahnya saat merasa Siwon tidak melepaskan tatapan darinya.

Tapi setelah beberapa menit. “Pergi sana hyung!!”

“Ne, ne, ne~ Love you, my baby.”

Siwon langsung masuk ke mobil dan segera pergi dari sana meninggalkan Kyuhyun yang kembali ke kamarnya untuk menghabiskan waktu bersama game sebelum hyung kesayangannya tiba.

**

Lebih dari dua jam kemudian barulah namja tampan bernama Lee Donghae menampakkan dirinya didepan pintu rumah Choi Siwon. Namja tampan itu langsung masuk ke dalam setelah maid-maid Siwon menyambutnya didepan pintu.

“Kyunnieee~” Panggilnya kemudian.

Donghae segera menuju dapur rumah itu dan mencari makanan apa yang bisa dimakannya sementara yang dipanggilnya sudah terlihat menuruni tangga kamar.

“Hyung~” Kyuhyun tersenyum garing melihatnya.

“Apa kau sudah punya rencana?” Tanya Donghae tanpa basa-basi.

“Belum…”

“Mwoo?” Donghae menatapnya tidak percaya sambil berlalu menuju balkon taman belakang.

Kyuhyun mengikutinya setelah menganggukkan kepalanya pada maid yang sudah siap dengan cemilan untuk mereka. “Karena itu aku minta hyung menemaniku.”

“Apa kau ingin diajarin lagi?” Tanya Donghae tetap dengan wajah polosnya.

“Andwaee!!” Kyuhyun menyilangkan tangan didepan dadanya. “Siwon hyung bilang tidak boleh.”

“Hooo~ baiklah.” Donghae memberi maid Kyuhyun senyum manisnya. “Lalu, apa yang bisa ku bantu?”

“Mmm, itu…” Kyuhyun mulai terlihat ragu.

“Kalau kau malu, aku tidak bisa apa-apa.”

“Mm, itu~ anu…ba-bagaimana….” Kyuhyun memilin ujung bajunya hingga tidak berbentuk lagi, hatinya terlalu gugup.

“Bagaimana apanya? Aigooo~”

“Ba-bagaimana me-memulainya?”

“Tentu saja aku tahu caranya!!” Jawab suara yang lain tiba-tiba.

“Mwooo??” Seru Kyuhyun dan Donghae bersamaan mendengar suara itu.

Mereka berdua sama-sama berpaling melihat kearah suara yang sembarangan menyahuti perkataan Kyuhyun.

“Hyung!! Jelek!!” Seru Donghae dan Kyuhyun tidak percaya melihat Heechul berdiri disana.

“Yo, baby yo~” Jawab namja cantik itu tidak merasa bersalah.

“Ke-kenapa hyung kemari?” Tanya Donghae pada Heechul.

“Tentu saja untuk melihat perkembangan istri orang yang satu ini.” Ucap Heechul melihat Kyuhyun yang mengeluarkan death glarenya.

“Aku ambil minum dulu, tunggu sebentar.” Ucap Kyuhyun beranjak dari kursinya.

Namun tiba-tiba tangannya dicengkeram Heechul dengan sangat kuat. “Jangan repot-repot, baby~”

“Ta-tapi…” Kyuhyun tidak mengerti.

“Tidak perlu, aku akan mengajarimu!!” Ucap Heechul cepat dan seketika Kyuhyun sudah menempel didinding balkon.

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun tiba-tiba gugup.

Wajah Heechul begitu dekat dengan wajahnya sedang sebelah tangannya dicengkram didinding oleh hyungnya itu sedikit lebih keras.

“Heechul hyung!! Apa yang kau lakukan?” Tanya Donghae dengan mata melebar.

“Hmm~ aku akan mengajarinya ciuman yang sebenarnya.” Ucap Heechul melihat bibir peach Kyuhyun yang memesona.

“Mwoo??! Itu tidak perlu hyung, Siwon sudah mengajarinya.” Donghae kelabakan sendiri melihatnya.

“Jinjja?” Tanya Heechul pada Kyuhyun yang menganggukkan kepalanya cepat.

“Tapi aku akan mengajarimu yang lebih dari itu, aku jamin dia akan tergila-gila untuk menciummu, lagi dan lagi.”

“Ji-jinjjayo??” Mata Kyuhyun berbinar tertarik.

“Tentu saja.”

“Ba-baiklah…”

“What!! Andwae!! Kyunnie pabboo!! Jangan dengarkan dia!!”

Donghae tidak tahu harus mengatakan apa karna Heechul tidak mengubah posisinya sementara Kyuhyun percaya penuh pada hyung mereka itu. Jika Siwon mengetahui hal ini, mereka semua akan mati dalam sekejap.

“Oh nooo~” Donghae menutup matanya tidak percaya.

Bibir Heechul pun semakin mendekati bibir Kyuhyun yang kini sedikit terbuka dengan mata terpejam. Heechul sendiri mengutuk dirinya dalam hati saat melihat keindahan didepannya itu, betapa beruntungnya seorang Choi Siwon.

Dan sedetik lagi, bibir peach mereka akan bertemu dalam ciuman manis yang penuh kejutan dari Heechul namun tiba-tiba suara seseorang menghentikan mereka.

“Apa yang kau lakukan?”

“Ohmygod!!” Jawab Donghae langsung melihat orang yang dikiranya Siwon.

“Hannie??” Tanya Heechul melihat kekasihnya.

“Apa yang kau lakukan Chullie?” Hankyung namja tampan itu balik bertanya dengan sabarnya.

“Aku akan mengajari uri baby ciuman yang sebenarnya.”

“Tidak perlu, Siwon sudah melakukannya dengan baik.”

“Tapi dia pasti belum mahir.”

“Lama-lama uri baby akan mahir sendiri, tidak perlu diajari, move~” Ucap Hankyung melihat tidak ada perubahan pada posisi mereka.

“Ahh, hyung!! Syukurlah~” Donghae langsung menarik Kyuhyun kesampingnya dan melihat wajah polos tidak berdosa itu. “Pabooo!!” Gerutunya kesal sambil menjitak kepala Kyuhyun pelan.

“Appo hyung!!” Kyuhyun memegang kepalanya dengan wajah meringis.

“Aiih, Donghae-ah~ kau menghentikan kesenangan kami, padahal aku juga ingin mencobanya.” Ucap seseorang dibelakang mereka.

“Hyung!!!” Protes namja satu lagi yang bersamanya.

Ryeowook dan Yesung akhirnya juga tiba disana karena permintaan Siwon yang tidak tenang meninggalkan huswife cantiknya bersama hyung polosnya itu. Bagi Siwon mereka berdua sama-sama bisa melakukan hal paling bodoh sekalipun.

Dia tidak tahu bahwa Donghae berusaha keras menyelamatkan huswife donkdonk-nya dari serigala cantik selevel Heechul.

“Sudah kami bilang kan, Kyunnie…” Ucap Ryeowook mendekati Kyuhyun yang masih bingung. “Hyattdissh!!” Centilan didahi Kyuhyun sekali lagi.

“Jangan biarkan orang lain menyentuhmu selain orang yang kau cinta, a.k.a suamimu, Choi Siwon, a-rra-seo?!”

“Tapi, Heechul hyung mau mengajariku agar aku bisa membahagiakannya.” Jawab Kyuhyun membela diri membuat Heechul menganggukkan kepalanya.

“Itu benar, ayo Kyunnie…” Heechul kembali menarik tangan dongsaengnya itu. “Kita ciuman lagi.”

“ANDWAEEEE!!!!” Namja tampan lainnya kecuali Yesung langsung menarik Kyuhyun untuk mereka dan berdiri menutupinya.

“Cih~” Kesal Heechul.

“Apa kau tahu apa yang paling membuat Siwon bahagia?” Tanya Ryeowook kemudian.

“Ani…”

“Belajarlah semua tentang hal itu dengannya.” Jawab Ryeowook cepat. “Lakukan semua itu dengannya, sejak dulu dia yang pertama segalanya untukmu, sekarang pun begitu.”

“Hanya dengan itu, kau sudah membuat Siwon paboo itu menjadi orang paling bahagia didunia.” Sambung Donghae kemudian.

“Be-benarkah??” Tanya Kyuhyun dengan wajah serius melihat hyungnya.

“Absolutely true~” Jawab mereka semua sambil menganggukkan kepalanya.

Langsung saja senyum manis memesona terpatri dibibir Kyuhyun dan menampakkan kepolosan diwajah cantik itu. Para hyungnya hanya bisa ikut tersenyum melihat kepolosan itu masih tetap sama walau sering diiringi dengan kejahilannya.

“Ok!! Kalau begitu lets gooo!!!” Ucap Heechul tiba-tiba menarik Kyuhyun berjalan bersamanya menuju pintu depan.

“H-hyung, mau kemana?” Tanya Ryeowook kembali panik.

“Hyung! jangan macam-macam!!” Donghae ikut menimpali.

“Habislah kita jika Siwon tahu ini.”

“Chullie jangan racuni dia.” Hankyung berkata sambil mengikuti kekasihnya keluar rumah itu.

“Tenang saja!!” Jawab Heechul akhirnya saat mereka sudah ada didepan mobil dan Kyuhyun sudah didalamnya “Aku hanya akan membantu menyiapkan keperluan malam pertama si baby.”

“Mwooo???” Mata mereka semua melebar tidak percaya.

“Annyeong~” Jawab Heechul langsung masuk dalam mobilnya dan pergi darisana.

“Andwae!! Cepat kejar, hyung!!” Ryeowook langsung menuju mobilnya bersama Yesung. “Heechul hyung pasti sembarangan, Kyunnie tidak tahu apa-apa.”

Kata-kata Ryeowook membuat dua namja tampan itu langsung menuju mobil Donghae, lalu segera pergi dari sana bersama-sama.

**

Dan disebuah Mall besar yang ada di pusat kota seoul menjadi tempat pilihan Heechul untuk melaksanakan niatnya. Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa hanya mengikutinya dengan patuh sambil melihat kesana-kemari mencari kaset game terbarunya.

“Untuk saat ini, lupakan yang namanya game!!”

“Mwoo??” Kyuhyun berhenti berjalan dan melihat Heechul dengan wajah sulking.

“Maksudku, kau harus melakukan persiapan yang baik, jangan pikirkan game dulu.”

“La-lalu…”

“Pikirkan Siwonnie saja dan apa yang akan kau lakukan.”

Langsung saja pipi Kyuhyun merona dengan hebat saat ia menuruti perkataan Heechul dengan memikirkan suaminya dan apa yang akan mereka lakukan nanti.

‘Paboo’ Inner Heechul mengutuk dirinya sendiri. “Kajja~” Ucapnya kemudian menarik tangan Kyuhyun berjalan kembali.

Kali ini mereka berjalan dideretan toko pakaian bermerk yang terkenal didunia, namun Heechul tidak berhenti disana. Namja cantik itu terus berjalan sampai mereka tiba didepan sebuah toko pakaian dalam pria dan wanita.

Heechul langsung berseru senang dan memasuki toko tersebut yang disambut penjaga toko itu dengan ramahnya. Sepertinya namja cantik itu sudah dikenal mereka semua, karena beberapa dari mereka segera mendekat untuk menyambutnya.

“Ada yang bisa kami bantu?” Tanya salah satunya.

“Berikan pakaian dalam yang sexy untuk dongsaengku ini.”

“Mwooo???” Mata Kyuhyun melebar tidak percaya. “H-hyung…i-itu…” Kyuhyun kehilangan kata-kata.

“Waeyo? Kau perlu ini tahu.”

“Ta-tapi…”

“Just shut up! Ikuti aku saja.” Heechul langsung menariknya lagi memasuki toko itu lebih dalam.

Kyuhyun harus menelan apapun yang ada ditenggerokannya saat melihat berpuluh-puluh pakaian dalam wanita yang dipajang ditoko tersebut. Baik melalui manequin atau hanya tersusun rapi didalam lemari-lemari kaca.

Tidak hanya pakaian dalam wanita yang berbagai macam modelnya yang bahkan baru pertama kali dilihat Kyuhyun. Berbagai macam model pakaian dalam pria juga ada disana yang membuat dada-nya berdegup dengan kencang.

Seumur hidup, baru pertama kali Kyuhyun berada ditempat yang menyeramkan seperti ini. Selama ini umma atau appa-nya yang selalu membelikannya pakaian dalam yang bentuknya ya, biasa saja seperti yang ia ketahui.

Tapi disini, seperti semuanya terpampang dengan jelas didepan matanya. Terlalu vulgar.

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun akhirnya.

“Waeyo?”

“Ak-aku ta-takut…”

“Mwoooo?? Takut apa??” Heechul menatap dongsaengnya tidak percaya.

“Aku tidak pernah kesini, aku tidak pernah melihat yang seperti ini hyung, ayo pulang~”

“Aa…..” Heechul kehilangan kata-katanya.

“Hyung!!!”

“Tuan…” Panggil pelayan itu dibelakang Kyuhyun.

“N-nne??”

“Silahkan, coba lihat yang ini.”

Ditangan yeoja cantik itu terdapat beberapa celana dalam pria yang didesign khusus dengan beberapa macam model kain seperti sutra, katun, bahkan ada yang seperti bolong-bolong kecil seperti lingerie wanita.

Langsung saja keringat dingin keluar dari tubuh Kyuhyun melihat itu semua dan ia berpaling melihat Heechul dengan wajah horor-nya. Heechul bisa melihat dari wajah itu, Kyuhyun benar-benar tidak pernah melihat yang seperti ini.

“Kyunnie?!?!” Panggil Ryeowook tiba-tiba.

“H-hyung…” Jawab Kyuhyun dengan wajah blank.

“Astaga, Kyunnie~” Namja imut itu langsung mendekati mereka bersama hyung yang lainnya.

Donghae langsung menarik Pelayan toko itu menjauh dengan barang itu ditangannya, sementara Ryeowook dan yang lain membawa Kyuhyun segera keluar dari sana sambil berusaha menenangkan namja polos itu.

“Hyung!! Kalau kau ingin beri hadiah, beli saja yang biasanya, jangan membuatnya kehilangan arwah seperti itu.”

“Aku tidak menyangka dia benar-benar tidak tahu apa-apa.” Jawab Heechul dengan wajah blank.

“Hyung tahu dia hanya melihat game, bagaimana ia bisa tahu hal seperti itu.” Donghae berkata dengan sabarnya.

“Siwon paboo!!”

“Kenapa jadi Siwon yang paboo??”

“Siwon tidak mengajarkannya.”

“Aiishh~ Kami akan menenangkannya, Hyung mau kemana?”

“Aku akan membeli hadiah untuknya.”

“Jangan yang macam-macam!!”

“Arraseo~ ayo hannie~” Heechul langsung menarik kekasihnya pergi dari sana.

Sementara Donghae langsung mengejar Ryeowook yang sudah lebih dulu pergi darisana. Namja tampan itu tidak lupa menghubungi kekasihnya yang masih ada keperluan dikampus mereka.

“Aku ada di mall, sampai bertemu disini.”

>……<

“Bye~

Tidak perlu bersusah payah menemukan Kyuhyun dan yang lainnya, karena ia tahu kemana Ryeowook akan membawa dongsaeng mereka untuk menenangkan diri.

Game Center.

Disana Kyuhyun masih hilang dalam pikirannya sendiri walau kontrol game suda ditangannya. Ryeowook yang ingin menemani bermain hanya bisa menatap wajah polos itu kehilangan arwahnya. Setelah beberapa menit, barulah Donghae tiba bersama seseorang yang sepertinya bisa mengembalikan magnae mereka yang hilang sementara.

Lee Hyukjae langsung meluncur menyusul mereka setelah Donghae menghubunginya, dan namja tampan itu terlambat karna menunggu kedatangan kekasihnya diluar toko.

“Yoo~” Sapa Donghae masuk kesana.

“Ada apa ini?” Tanya Hyukjae begitu melihat didalam ruang khusus untuk mereka.

“Hyung~ Heechul hyung membuatnya kehilangan arwah.” Jawab Ryeowook dengan wajah polosnya.

“Aigoo, namja sok cantik itu, apa dia mau kita mati diinjak kuda?” Jawab Hyukjae mengambil kontrol game pada Ryeowook.

“Entahlah hyung.”

“Lalu si bodoh ini kenapa?” Tanya Hyukjae melihat Kyuhyun yang masih terpaku ditempatnya. “Hey~ my baby.” Panggilnya kemudian.

Langsung saja Kyuhyun berpaling melihat asal suara dengan panggilan sayang dari Siwon hyungnya tercinta. Namun yang memanggilnya itu tentu saja bukan suaminya yang kini sedang bekerja dikantor mereka.

“Kau ingin bertanding denganku?” Tanya Hyukjae dengn smirknya yang menjengkelkan.

Hening beberapa saat.

Detik selanjutnya. “Mati kau hyung!!!”

Seru Kyuhyun langsung memainkan kontrol gamenya dan menggerakkan karakter yang ada didalam sana. Melihat hal itu Hyukjae langsung tersenyum bangga dan melihat yang lain menghela nafas lega mereka.

“Kau akan kalah hyung!!” Ucap Kyuhyun tiba-tiba membuat Hyukjae lebih serius.

“Dalam mimpimu, magnae~ take this!!”

Dan pertarungan dalam game itu pun terjadi dengan serius sampai keduanya lupa akan keberadaan yang lain disana. Para namja itu langsung mencari tempat duduk dan memesan makanan untuk mereka karena mereka yakin akan menghabiskan waktu lebih lama disana.

Tapi semua itu tidak akan jadi masalah selama magnae mereka kembali baik-baik saja, daripada masih seperti sebelum Hyukjae datang. Mereka tidak ingin menerima amukan Siwon sudah membuat huswife yang sangat dijaganya menjadi seperti itu.

Lima jam lebih sudah berlalu, permainan mereka belum juga berakhir dengan Hyukjae yang terus menerus kalah dalam pertarungannya. Tapi itu tidak membuat Kyuhyun menyerah dan bosan menghadapinya.

Tapi lagi, itulah menjadi masalah mereka karena sudah tiga jam berlalu mereka masih berada ditempat yang sama, Makan makanan yang sama sampai perut mereka penuh semua.

“Hyung, bagaimana ini?” Tanya Ryeowook khawatir.

“Aku tidak tahu.”

“Kita harus pulang, aku sudah bosan disini.”

“Tapi Kyunnie masih bermain.”

“Tapi ini sudah 5 jam.”

“Coba hubungi Siwonnie.” Ucap Donghae akhirnya.

Ryeowook langsung mengambil iphonenya di saku dan mencari nama Siwon didaftar kontaknya. Saat itu tiba-tiba iphone Kyuhyun yang berbunyi didalam sakunya membuat mereka semua melihat kearahnya.

“Yeoboseyo?” Jawab Kyuhyun tanpa melihat siapa yang menelpon.

>My baby? Eodiseo?< Suara Siwon terdengar membuat Kyuhyun terkejut.

“A-aku di mall, kau dimana hyung?”

>Ohh, hyung sudah pulang, hyung kesana sekarang<

“Ahh~ andwaee!! Aku pulang sekarang.”

>Mwoo? Benarkah?<

“Ne, aku pulang, jangan kemana-mana.” Ucap Kyuhyun sambil beranjak dari kursinya dan berjalan keluar dari toko itu tanpa melihat hyungnya disana.

Sebelah hati namja tampan itu mengutuk magnae mereka namun sebelahnya lagi berterima kasih pada Siwon yang datang disaat yang tepat. Secepat kilat mereka beranjak dari sana dan keluar menyusul Kyuhyun.

Sementara Donghae yang membayar semua yang mereka habiskan termasuk game yang dimainkan Kyuhyun dengan kredit card yang masih disimpan Siwon padanya, untuk keperluan Kyuhyun. Namja tampan itu langsung menyusul mereka ke loby dan menuju parkiran dengan buru-buru karena magnae mereka sudah sangat ingin berada dirumah secepatnya.

“Cepatlah hyung~” Ucapnya pada Donghae yang baru masuk ke mobil.

Kemudian Hyukjae segera membawa mobilnya keluar dari halaman mall itu lalu meluncur dengan kecepatan diatas rata-rata menuju resident Valemorin, diikuti mobil Ryeowook dibelakang mereka.

**

Begitu sampai di depan rumahnya Kyuhyun langsung menghambur keluar dari mobil tanpa kata-kata membuat kedua hyungnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Menit berikutnya iphone Donghae tiba-tiba berbunyi menandakan satu buah pesan masuk kesana.

From : Magnae
“Hyung, jangan bilang apa-apa pada Siwonnie, dan…nmm, terima kasih untuk hari ini, kalian semua.
Hyung saranghae~”

“Chh~ magnae paboo!!” Gerutu Donghae membuat Hyukjae menatapnya bingung. “Nih~” Ia menyerahkan hp-nya pada Hyukjae.

“Dia memang paboo!!”

“Ayo pergi~” Ajak Donghae kemudian.

“Kemana?”

“Bulan madu!! Kemana lagi?”

“Mwoo? Kita kan belum menikah” Jawab Hyukjae dengan wajah polosnya.

“Ya sudah, kita pacaran saja, lets goo~”

Tanpa menjawab apa-apa namja dengan gummy smilenya itu segera membelokkan mobilnya lalu pergi darisana.

Sementara itu di kediaman Choi.

“Baby…” Panggil Siwon begitu melihat Kyuhyun memasuki kamar mereka.

“Hyung…mianhae.”

“Lho? Waeyo?” Tanya namja tampan itu membelai pipi chubby Kyuhyun.

“Aku tidak ada dirumah saat kau pulang.”

“Mwoo?? Aigooo~ gwenchana~ kau pergi bersama hyung kan? Tidak apa-apa.” Ucap Siwon lalu mengecup kening Kyuhyun dua kali.

“Jadi, kalau bukan dengan hyung akan ada apa-apa?” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya.

“Tentu saja!! Ahahahaha~” Tawa Siwon dengan senangnya sambil memeluk huswife cantiknya itu dan senyum manis Kyuhyun terbenam dalam pelukannya.

Keesokan harinya.

“Hyung, bagaimana penampilanku?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Saat ini mereka sedang bersiap-siap untuk menyelesaikan pendaftaran masuk Kuliah namja cantik itu. Siwon yang sudah selesai dengan pakaian casualnya duduk manis diranjang mereka menunggu Kyuhyun cantiknya.

Kyuhyun memakai t-shirt putih dipadu dengan sweater abu-abu dan jeans hitam. Kali ini namja imut itu memakai sneaker putih les hitam ditambah aksesoris simple di lehernya, kalung berliontin tapak kuda. Simple namun tetap memesona.

“Jangan terlalu memesona, baby.”

“Mwooo?”

“Aaniyo~ kau sangat mengagumkan.” Ucap Siwon meralatnya kemudian berjalan mendekati Kyuhyun.

Tentu saja Kyuhyun harus menunduk dan menggigit bibirnya menahan malu dengan rona merah merekah dipipinya. Siwon mendekat dengan senyum memesona sambil menarik pinggang Kyuhyun dengan menyusupkan tangannya dalam sweater huswife cantiknya itu.

Siwon terus menatap wajah cantik itu yang menunduk dan sesekali melihat wajah tampan Siwon.

“Hyung, lepaskan.”

“Kenapa kau cantik sekali baby?”

“Mwoo?? Aku ini tampan hyung!!”

“Aa~ nee~ tampanmu itu dulu, sekarang sudah terkikis olehku.”

“Mwoo??”

Mata bulat cantik itu melebar tidak percaya membuat Siwon tertawa dengan keras dan melepas pelukannya.

“Kajja~”Siwon mengaitkan jemari mereka kemudian segera turun dari kamar itu.

Dilantai bawah maid mereka sudah menunggu untuk mengucapkan selamat jalan karena dua namja memesona itu sudah sarapan tadi.

Keduanya pergi bersama menggunakan mobil Siwon karena walau Kyuhyun punya mobil sendiri hadiah dari Siwon, namja cantik itu belum pernah pergi kemanapun seorang diri.

*

*

Begitu tiba dikampus bergengsi tempat suaminya lebih dulu terdaftar, Kyuhyun terus menyusuri tempat baru yang terlihat asing baginya itu. Bangunan besar Inha University sangat menjelaskan kemegahan dan ketenaran kampus tersebut.

Pictures

Siwon yang sudah senior tentu saja tahu seluk beluk kampusnya itu hingga ia segera menarik Kyuhyun menuju tempat pendaftaran Mahasiswa baru. Kyuhyun beruntung memiliki namja tampan itu karena ia tidak perlu bersusah payah menyiapkan keperluannya disana.

Setelah menyelesaikan semua prosedurnya, Siwon segera menyerahkan semua berkas untuk mahasiswa baru untuk Kyuhyun. Namja cantik itu hanya tinggal mempelajarinya nanti sampai ujian masuk tiba.

“Baby, masih ada libur sebelum ujian masuk, apa kau ingin pergi saat ini?” Tanya Siwon setelah melihat jadwalnya.

“Apa akan menghambat kuliahmu?” Kyuhyun balik bertanya.

“Tidak, kan hyung masih libur Sweetheart~”

“Baiklah, kita pergi secepatnya.”

“Nee…disana kau bisa belajar dengan tenang.”

“Siapa yang mau belajar?” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya.

“Mwoo?? Lalu kau mau apa, baby?” Siwon balik bertanya dengan mata membulat.

Kyuhyun malah menjawab dengan death glarenya yang mematikan membuat Siwon merapatkan bibirnya dengan mata mengerjap.

“Hey, pasangan bodoh~”

“Mwooo???” Kyuhyun langsung berpaling dengan tatapan tajamnya untuk orang yang sudah memanggil mereka.

Dua namja tampan yang sudah mereka kenal itu hanya menyunggingkan senyum garing melihat mereka membuat Kyuhyun menggerutu dalam hatinya.

“Hyung~” Panggil Siwon.

“Yo~ Siwonnie~” Jawab Hyukjae kemudian melihat Kyuhyun. “Selamat datang disini, Kyunnie.”

“Beluuum~”

“Kan sama saja, kau sudah kesini.”

“Tidak, aku baru mendaftar, belum diterima.”

“Ohh, kau pasti langsung lolos, otakmu kan encer.” Ucap Hyukjae dengan wajah polosnya membuat Kyuhyun ikut tersenyum dengan wajah menggemaskan.

“Ryeowookie juga ada disini, tadi Yesung hyung menemaninya.”

“Hoo~ dia daftar hari ini? Mmm, kami rencana akan liburan, apa kalian ingin ikut?” Tanya Siwon pada dua hyungnya.

Dua namja tampan itu langsung melihat Kyuhyun kemudian saling bertatapan satu sama lain. Selanjutnya barulah mereka melihat Siwon dengan smirknya yang menjengkelkan.

“Kami punya rencana sendiri, lagipula kami tidak ingin mengganggu.” Ucap Hyukjae sambil menaikkan alisnya beberapa kali.

“Menggangu apa hyung? Babykyu cuma ingin refreshing.”

“Ne, ne, ne~ Arraseo~”

“Jadi kapan rencananya?” Tanya Donghae akhirnya.

“Mmm, mungkin besok.” Jawab Siwon belum yakin.

“Selamat bersenang-senang, semoga berhasil.”

“Mwoo??”

“Fighting!!”

“Pergi sana hyung!!” Usir Kyuhyun akhirnya.

Semakin lama mereka disana, semakin membuat warna pipi Kyuhyun semakin memerah. Bukan tidak mungkin kedua hyungnya akan mengatakan rencananya yang sebenarnya. Karena sampai sekarang, Siwon belum tahu apa yang ada dipikirannya.

Donghae langsung menarik Hyukjae bersamanya pergi dari sana dengan tawa mereka. Siwon yang tidak tahu apa-apa juga ikut tertawa sambil menggelengkan kepalanya.

“Kita pulang?” Tanya Siwon kemudian.

“Kami ke cafe sebentar~ lets goo~” Jawab Donghae yang mendengar pertanyaan itu.

“Ayo?” Siwon kembali bertanya pada huswife cantiknya.

“Nee~ kajja~”

Kyuhyun langsung menarik lengan Siwon pergi dari taman kampus tempat mereka berteduh tadi. Dibelakang mereka terlihat dua namja yang tadi mereka bicarakan ada disana, Yesung dan Ryeowook.

Dan para namja tampan itu pun segera menuju cafe milik hyung mereka yang lain yang sudah terkenal dikalangan remaja-remaja seperti mereka.

HanChul Cafe..

Sebuah cafe bernuansa etnik China yang didominasi dengan warna merah khas itu berada dipusat kota Seoul. Cafe yang dirancang sesuai dengan selera pemiliknya yang merupakan pasangan yang dikenal sangat unik.

“Hannie~ jangan bermain mata disana.” Ucap Heechul saat melihat beberapa yeoja yang baru masuk kesana.

“Welcome~” Jawab Hankyung ramah pada pelanggannya.

Heechul yang melihat yeoja-yeoja itu terbang melayang langsung melayangkan death glarenya yang mematikan.

“Hilang pelangganmu kalau seperti itu hyung!” Ucap seseorang didepan pintu Cafe.

“Yo~ selamat datang!!” Jawab Heechul dengan wajah datarnya melihat Donghae.

Para namja tampan yang sudah tiba disana langsung masuk beriringan menuju tempat favorite mereka yang ada didalam ruangan tapi seperti diluar, karena ruangannya tidak beratap.

“Hyung, kalau terus disambut seperti itu, Cafe ini bisa bangkrut.” Ucap Kyuhyun pada Hankyung yang sudah berdiri menyambut mereka.

“Apa katamu jelek?!” Jawab Heechul tidak terima.

“Itu benar Hyung, mereka kan yang buat Cafe kalian maju.” Hyukjae berkata sambil mencari cemilan di lemari pendingin.

“Diam kau”

“Sudah-sudah, selamat datang kalian, mau minum apa?” Hankyung menegahi sambil mengangkat tangannya memanggil karyawan cafe.

“Seperti biasa hyung, jangan lupa makanannya.” Ryeowook menjawab.

Sementara yang lain sudah disibukkan dengan gadget mereka yang berbagai macam. Heechul juga mengambil posisi tempat duduk diantara mereka khususnya di samping Kyuhyun.

“Sssst~” Panggil Heechul langsung berbisik membuat Kyuhyun menyadari kehadirannya.

“Wae?” Tanya Kyuhyun ikut berbisik tanpa melihat hyungnya.

“Kapan kalian pergi”

“Siwon hyung bilang besok.” Kyuhyun melihat suaminya yang masih berbicara dengan hankyung.

“Mm, nanti sebelum pulang temui aku.”

“Mwoo? Waeyo?” Kyuhyun melihat Siwon.

“Ada saja, just do it.”

“Ada apa hyung?” Tanya Siwon pada Heechul tiba-tiba membuat Kyuhyun tidak bisa bertanya lagi.

Dan mereka berdua sama-sama berpaling melihat Siwon dan saat itu mereka sadar wajah keduanya sudah terlalu dekat. Dengan salah tingkah Heechul langsung menjauh dan berdiri canggung.

“Minum saja itu!!” Jawab Heechul melihat pelayannya tiba dengan minuman mereka. “Jalga~” Ucapnya lagi dan meninggalkan mereka disana.

“Ada apa baby?” Tanya Siwon melihat Kyuhyun.

“Aniyo~ mana minumku?”

“Ohh, tidak ada milikmu?” Siwon balik bertanya dan Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Tunggu sebentar.”

Namja tampan itu langsung mencari pelayan yang membuatkan minuman mereka sementara Kyuhyun menghembuskan nafas lega didepan para hyungnya. Secara bersamaan mereka memberikan Kyuhyun smirk yang menjengkelkan membuat namja imut itu menatap mereka tajam.

Dan waktu pun terus berlalu dengan kebersamaan mereka sampai tiba akhirnya untuk berpisah. Kyuhyun langsung mencari Heechul hyungnya begitu Siwon sibuk dengan hyungnya yang lain.

“Hyung!! Cepatlah nanti Siwonnie mencariku.” Ucap Kyuhyun saat Heechul sedang mencari sesuatu di kamarnya.

Cafe itu mempunyai ruangan besar paling ujung bangunannya untuk mereka tempati selain di apartement mereka yang biasanya.

“Biar saja, kau juga tidak akan menghilang.”

“…..” Kyuhyun melihat hyugnya dengan wajah berkerut. “Apa yang kau cari, hyung?”

“Yang ku beli untukmu hari itu.”

“Mwooooo?????” Wajah Kyuhyun langsung berubah pucat.

Namja imut itu memikirkan apa yang sudah diperlihatkan hyungnya itu padanya waktu jalan-jalan kemarin. Melihat hal itu Heechul langsung mendekat dengan barang yang dicarinya itu lalu menyerahkannya pada Kyuhyun.

“Tidak ada yang seperti itu, paboo!!!”

“…..”

“Aku serius, tenang saja.”

“Hooohh..mmm, lalu ini…”

“Nanti pakailah kalau tiba waktunya.” Ucap Heechul dengan smirknya.

“Ap….”

“Tenang saja!! Kau harus memakainya kalau tidak….” Heechul mendekat dengan mata tajam dan smirk mengerikan dibibirnya.

“H-hyung…” Kyuhyun mundur perlahan dengan wajah horornya.

“Pakai atau….”

“I-iya, a-aku pakai.” Jawab kyuhyun cepat.

Langsung saja Heechul menangkup kedua pipi Kyuhyun dan tersenyum dengan gemasnya. “Goodboy~”

“Setelah kau pakai kirimkan fotonya padaku sebagai bukti.”

“Mwooo??? I-it…”

“Baby…” Suara Siwon sekali lagi menghentikan Kyuhyun.

“Im coming~” Jawab Kyuhyun.

Heechul langsung melingkarkan lengannya dibahu Kyuhyun dan mengajak dongsaeng imutnya keluar dari kamar mereka yang besar itu. Diluar Siwon sudah menunggu dengan kening berkerut dan wajah penuh selidik membuat Heechul menampilkan smirknya yang menjengkelkan bagi Kyuhyun.

“Aku memberinya hadiah kelulusan, apa tidak boleh?” Tanya Heechul lebih dulu sebelum Siwon bertanya.

“Huh? Mmm, aniyo, gwenchana.”

“Kita pulang?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Ne..hyung sudah menunggu kita diluar.”

“Ohh, mmm~” Angguk Kyuhyun cepat langsung mendekatinya.

Namja tampan suaminya itu langsung mengulurkan tangan yang disambut Kyuhyun perlahan, lalu Siwon menggenggamnya dengan erat dan membawanya pergi darisana.

Kyuhyun sempat berpaling melihat Heechul yang mengedipkan kedua matanya dengan smirk jahilnya yang memesona. Kemudian ia pun mengikuti mereka keluar dari kamar untuk mengantar kepergian para namja tampan itu.

Masing-masing dari namja itu menuju mobil mereka dan pulang ke istana mereka untuk menghabiskan sisa hari di peraduan mereka yang nyaman.

Keesokan harinya.

Istana Wonkyu yang ada di resident Valemorint terlihat sedang sibuk menyiapkan keperluan pagi mereka yaitu sarapan. Sementara sebagiannya sedang menyiapkan keperluan pemilik rumah mereka yang sebentar lagi akan berlibur.

Namja tampan yang memiliki segalanya itu sedang memasukkan beberapa keperluan Kyuhyun, huswifenya ke dalam koper mereka. Sementara namja imut cantik dan menggemaskan itu terlihat sedang memakai coat hitam panjangnya yang mencapai lutut.

Walau cuaca di jeju berbeda dengan Seoul, mereka tetap harus memakai baju yang hangat jika keluar dari rumah, karena Seoul bukan kota yang hangat seperti Jeju. Disana cuacanya lebih hangat dengan sinar matahari yang selalu menyinari berbagai tempat menarik disana.

Jeju juga disebut sebagai pulaunya para kekasih karena banyaknya tempat romantic yang bisa dihabiskan berdua dengan pasangan tercinta maupun keluarga. Pulau itu juga termasuk yang paling dekat dengan kota Seoul hingga Kyuhyun pun berubah pikiran dan memilih untuk berlibur kesana.

Setelah semua persiapan mereka selesai Kyuhyun dan Siwon segera menuju rumah umma dan appa Kyuhyun untuk meminta izin dan berpamitan. Bahkan hyung-hyungnya sudah menunggu disana dengan senyum jahil mereka hingga Kyuhyun memberi mereka death glarenya yang mematikan.

Selanjutnya keduanya pun segera menuju bandara Seoul untuk melakukan perjalanan mereka ke pulau indah itu. Setelah mengurus administrasi penerbangan pasangan perfect itu langsung masuk dalam pesawat dengan nama Korean Airlines yang akan menuju Jeju.

Hanya dalam waktu satu jam mereka sudah bisa menikmati keindahan dari salah satu pulau terindah di dunia.

Siwon langsung menarik tangan Kyuhyun memasuki BMW yang sudah menunggu mereka yang merupakan mobil jemputan dari hotel yang sudah ia booking selama masih berada di Seoul. Semuanya sudah dilakukan namja tampan itu dengan sempurna tanpa ada kesalahan sedikit pun hingga Kyuhyun bisa merasakan ranjang empuk hotel dalam sekejap.

KAL_Seogwipo_Hotel_Jeju_South_Korea_Jeju

Seogwipo Kal Hotel, hotel yang sangat tepat untuk honeymoon dan liburan keluarga, sepertinya pilihan Siwon bersatu dengan pikiran Kyuhyun yang sudah menyiapkan hal yang special untuk suaminya itu. Dan Siwon memilih kamar yang bersebelahan dengan pantai untuk menambah keromantisan mereka berdua, walau pilihan sebelah gunung tidak kalah indahnya.

Karena mereka berangkat pagi dari Seoul, sampai di Jeju dan mengurus segala keperluan sampai waktu siang pun tiba. Siwon mengajak Kyuhyun untuk makan siang di restorant hotel itu kemudian menyuruh huswife cantiknya itu kembali ke kamar dan beristirahat.

“Bukankah kita kesini untuk liburan? Kenapa menyuruhku istirahat?” Protes Kyuhyun tidak terima.

“Tapi kau pasti lelah baby, kita punya 4 hari untuk jalan-jalan, sekarang istirahat ne, come on~” Siwon menarik tangan Kyuhyun agar namja imut itu berdiri dari duduknya.

Dengan bibir yang dipoutkan Kyuhyun menurut saja apa yang dikatakan suaminya itu sampai tiba di kamar hotel mereka ia pun segera masuk ke dalam selimut dan mengistirahatkan badannya diranjang yang empuk itu.

Beberapa menit kemudian Siwon juga menyusulnya namun hanya berbaring setengah badan yang bersandar dikepala tempat tidur. Namja tampan itu melihat-lihat buku panduan berliburnya dnegan teliti guna mencari tempat-tempat yang menarik yang bisa mereka kunjungi nanti.

“Ck~” Suara decakan Kyuhyun membuatnya berpaling melihat huswifenya itu.

“Waeyo?”

“Kau tidak tidur hyung?”

“Ani~ hyung ingin membaca dulu.”

“….” Kyuhyun tidak menjawab apa-apa membuat Siwon membenarkan jemari tangannya didalam rambut Kyuhyun yang lembut.

“Tidurlah sebentar, nanti kalau bangun pasti segar lagi.” Ucapnya kemudian sambil menggerakan jemarinya disana dengan perlahan.

Entah berapa lama gerakan tangannya itu membuat mata Kyuhyun tidak bisa lagi bertahan hingga namja imut itu pun terlelap dengan nyamannya. Siwon hanya bisa tertawa kecil dan meneruskan pncariannya tanpa menghentikan tangannya yang bergerak didalam rambut Kyuhyun.

Sebentar yang dikatakan Siwon pun akhirnya menjadi sangat lama hingga begitu Kyuhyun terjaga, matahari sudah bersembunyi dibalik peraduannya dan membiarkan bulan menggantikan tugasnya. Begtiu nyamannya Kyuhyun tertidur smapai ia tidak sadar bahwa hari sudah menjelang malam, melihat hal itu langsung saja Kyuhyun mendecak dengan kesal.

“Kau bilang sebentar hyung~ kenapa menipuku~~” Teriaknya tiba-tiba.

Kyuhyun melihat keseluruh kamarnya dan tidak menemukan namja tampan suaminya ada disana hingga kekesalannya pun semakin memuncak. Namun saat desiran ombak terdengar perlahan membuat kepalanya berpaling mencari dimana arah suara damai itu.

Jendela besar kamar hotel mereka yang menjorok ke pantai membuatnya bisa melihat dengan jelas, ombak laut menghempas pantai dengan buihnya yang putih. Namun warna atau cahaya lain terlihat disana membuat rasa penasarannya lebih besar dari kekesalannya tadi.

Dengan cepat ia menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan buru-buru kemudian berpakaian simple dengan t-shirt putih dan jeans hitam. Lalu setengah berlari Kyuhyun keluar dari kamarnya melalui jendela itu dan menyusuri jalan yang langsung menuju ke pantai.

Disana, dibibir pantai itu terdapat lilin yang berwarna-warni menyala dengan indahnya bahkan tidak akan padam walau angina laut bertiup dengan kencangnya. Tentu saja karena lilin itu merupakan lampu led yang didesign membentuk lilin dan menyala dengan cahaya yang sangat terang seperti lilin aslinya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun saat melihat bayangan Siwon ada disana.

Namja tampan itu berdiri membungkuk sedikit sambil menyalakan lilin yang sebenarnya yang diletakkan didalam kaca khusus agar tidak padam ditiup angin laut. Dan lilin itu diletakkan ditengah meja yang sudah disiapkan hidangan untuk makan malam.

“Baby~ selamat datang.” Ucap Siwon kemudian.

“Apa-apaan ini, hyung?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

Siwon tersenyum menenangkan sambil berjalan mendekat dan mengambil tangan Kyuhyun membawanya mendekati meja yang mempunyai dua kursi itu. Kemudian namja tampan itu menarik salah satu kursi dan menganggukkan kepalanya pada Kyuhyun.

Dengan pipi merona Kyuhyun menunduk dan segera duduk disana dengan degup jantung yang berbunyi tidak karuan. Ia tidak pernah tahu rencananya akan dilakukan Siwon terlebih dulu dengan sangat sempurna, tapi Kyuhyun tetap akan melakukan yang terbaik.

“Gomawo Siwonnie hyung~”

“Cheonmaneyo my baby my love~”

Dan dua namja tampan itu pun menikmati makan malam mereka dalam diam dengan suasana yang romantic ditemani desiran ombak dan semilir angina malam. Siwon tidak henti-hentinya tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang bersinar karena kebahagiaannya membuat ia tidak sabar untuk memeluk namja cantik itu dengan erat.

“Bagaimana tidurmu, baby? Nyenyak?” Tanya Siwon ditengah dessert mereka.

“Mmh~ badanku lebih segar dari sebelumnya.”

“Itulah alasan hyung ingin kau tidur dulu.”

“Ne~ kau tahu segalanya.”

“Ehehehe~ benarkah?” Tanya Siwon dengan wajah sumringah membuat Kyuhyun mengeluarkan smirk jahilnya.

“Siapa yang sudah merancang ini?” Tanya Kyuhyun kemudian.

“Sebelumnya hyung sudah pesankan pada pelayan hotel.”

“Hmmm~” Namja imut itu merapatkan bibirnya.

“Kenapa? Kau tidak suka? Mianhae~ hyung ingin menikmati waktu bersamamu.”

“Suka? Apa kau bercanda? Naega neomu-neomu joahae!!”

“Ahh, jinjjaa??”

“Neeee~”

“Gomawo~ hyung ingin memberikan yang terbaik untukmu.” Ucap Siwon lagi sambil meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya.

“Ini lebih dari yang terbaik, hyung.”

Senyum manis Siwon tidak bisa lagi disembunyikan dan mengangkat tangan Kyuhyun dan mengecup punggung tangan itu. Kyuhyun hanya bisa menatap wajah tampan itu yang matanya tidak pernah lepas dari tatapannya.

“Saranghae, Choi Kyuhyun.” Ucap Siwon memandang tepat dalam mata Kyuhyun membuat namja imut itu kehilangan kata-katanya. “Hey~” Panggil Siwon kemudian.

“Na-nado sa-saranghae.” Jawab Kyuhyun dengan perasaan yang hampir meledak dari kepalanya. “H-hyung…”

“N-ne~?”

“Ka-kau me-mencintaiku?” Tanya Kyuhyun dengan gugup.

“Wae? Tentu saja aku mencintaimu dengan seluruh hidupku.”

“Ka-kalau be-begitu…”

“Ne?”

“Kabulkan keinginanku.”

“Mwo? Apa itu?”

“Ini adalah hal yang paling kuinginkan, jadi hyung harus memberinya.”

“Apapun itu, hyung akan memberikan segalanya untukmu, the love of my life.” Jawab Siwon dengan yakinnya sambil menampilkan dua dimple kebanggaannya pada Kyuhyun.

Mau tidak mau Kyuhyun ikut tersenyum dan berpaling melihat kearah lain karena tidak tahan untuk melihat senyum itu terlalu lama. Semua itu tidak baik untuk jantungnya yang sejak tadi berdegup kencang dan tidak ada tanda-tanda untuk berhenti, bahkan terasa sesak dan mau pecah.

“Lalu…apa yang kau inginkan, baby?” Tanya Siwon akhirnya.

“Masuklah ke kamar kita 10 menit lagi.” Jawab Kyuhyun melihat Siwon tanpa berkedip.

“Mwoo?”

“Disana akan kukatakan apa yang kuinginkan.”

Setelah mengucapkan itu Kyuhyun beranjak dari kursinya dan melepaskan tangan Siwon secara perlahan kemudian segera pergi darisana meninggalkan Siwon yang kehilangan kata-katanya. Namun namja tampan itu akan melakukan apapun yang diinginkan Kyuhyun dimulai dengan menunggu 10 menit itu berlalu.

Namun waktu sepuluh menit itu rasanya berjalan begitu lama hingga membuatnya harus menghitung menit bahkan detik untuk menghabiskan waktunya disana. Namja tampan itu melihat bunga mawar biru yang ada ditengah meja mereka sudah menghilang dan ia tidak tahu kapan Kyuhyun mengambilnya.

Dan setelah menunggu hampir seabad lamanya, akhirnya waktu sepuluh menit itu pun datang juga yang membuat Siwon tersenyum dengan sendirinya. Tanpa menunggu lagi namja tampan itu langsung berdiri dan berjalan perlahan menuju kamar hotel mereka.

Walau dalam hatinya ingin langsung berada disana, namun pikirannya terlalu larut dalam pertanyaan tentang apa yang diinginkan Kyuhyunnya tercinta.

“Apa yang tidak bisa kuberikan padanya?” Tanya Siwon penuh kebanggaan pada dirinya sendiri.

Saat itu ia pun tiba dijendela balkon kamarnya yang ditutupi tirai yang ditiup angin malam yang berhembus nan menyejukkan. Begitu sampai disana Siwon langsung masuk dan mencari dimana huswife imutnya berada dan ingin segera mengabulkan apapun keinginan namja imut itu.

Didalam sana, disamping tempat tidur mereka Kyuhyun berdiri dengan gugupnya sambil melihat Siwon yang masih mencari keberadaannnya. Dan saat mata mereka bertemu degup jantung Kyuhyun sudah tidak bisa dihentikan lagi hingga rasanya terdengar ketempat dimana Siwon kini berdiri mematung melihatnya.

Namja tampan itu kehilangan kata-kata melihat namja imut yang selalu dicintainya dan selalu dijaganya sepanjang waktu. Namja yang dikiranya akan selalu polos dan tidak mengerti apapun kini berdir dengan penampilan yang tidak pernah ia lihat bahkan dalam mimpi sekalipun.

Kyuhyun memakai kemeja putih kebesaran yang terlihat transparant dan bisa terlihat kulitnya yang putih seperti susu. Bukan itu saja, yang membuat Siwon kehilangan kata-kata ialah dibawahnya, Kyuhyun tidak memakai apa-apa selain celana dalamnya.

Dan kepala Siwon sebagai namja yang waras, hanya satu kata yang bisa dipikirkannya saat ini.

Kyuhyun…Sexy.

Itu dua kata, tapi tidak penting, yang jelasanya Siwon tidak pernah melihat Kyuhyunnya seperti ini, bahkan Siwon belum pernah melihat kulit Kyuhyun sepenuhnya seperti ini, walau masih tertutup kain tipis sekalipun. Dan entah kenapa, jantung Siwon ikut berdebar dengan hebatnya bahkan sampai terdengar ditelinganya sendiri.

“Ba-ba-baby…” Panggil Siwon akhirnya menemukan suaranya.

“Hyung…” Jawab Kyuhyun dengan suara mantap.

“A-apa i-ini, baby?”

“Kau sudah menjawabnya hyung.” Ucap Kyuhyun pantang mundur. “Kau akan mengabulkan semua keinginanku.”

“Ta-tapi…”

“Aku sudah lulus hyung, saatnya memilikiku seutuhnya, benarkan?”

“….” Siwon tidak tahu harus menjawab apa.

“A-atau…” Kegugupan Kyuhyun kembali tiba-tiba. “Kau tidak menginginkanku?”

“Mwooo? Tidak mungkin!!” Jawab Siwon cepat.

Tanpa pikir panjang namja tampan itu langsung melangkah mendekati huswifenya yang sangat memesona itu yang sudah menunggu untuk datangnya hari ini, bahkan dirinya sendiri juga sudah menunggu terlalu lama.

Tapi…

‘Apa in benar?’ Inner Siwon bertanya. ‘Apa ini akhirnya? Penantianku?’

…..

To Be Continue…

Ahahahahahaha~ bayangkan Kyuhyun seperti ituuuuu~ omoooo~ >_< Continue reading

My Baby 86

10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

My Baby 86

**

Hai-Hai…selamat malaaaam~

The never ending story datang lagiiiiiii..

Selamat membaca, jangan bosan neee~

**

Musim semi adalah salah satu dari 4 musim yang ada di negara-negara non tropis seperti Korea, Jepang, China dan Negara tetangga lainnya. Musim dimana semua tumbuh-tumbuhan sedang berkembang dan bunga-bunga akan bermekaran dengan indahnya.

Khususnya di negara asia, korea selatan salah satunya, negara yang dikenal dengan gingsengnya itu memiliki banyak tempat yang menakjubkan jika musim semi tiba. Dengan jalan-jalan besar di kota metropolitan, Seoul yang dipenuhi beribu pohon sakura membuat kota itu menjadi incaran para wisatawan asing.

Dengan berbagai bunga yang bermekaran di akhir bulan maret sampai bulan juni membuat suasana kota seperti menjadi kota bunga dalam sekejap, pemandangan yang sungguh luar biasa.

Tidak terkecuali disalah satu jalan yang menghubungkannya dengan sebuah rumah atau lebih tepatnya sebuah istana megah yang dipenuhi dengan berbagai tanaman musim semi yang tidak kalah indahnya dari pemandangan di kota Seoul.

Choi Resident.

Gerbang besar yang bercetakkan huruf W dan K disisi kiri dan kanannya sudah bisa membuat siapapun bisa menebak siapa pemilik istana indah itu.

Halaman yang luas didalamnya dipenuhi dengan berbagai bunga yang sudah mekar seluruhnya membuat taman itu nampak sangat indah. Apalagi dengan dua jalan melingkar yang berakhir didepan pintu utama itu dipenuhi dengan helaian-helaian kelopak bunga sakura.

Bila pemandangan luar istana itu sudah membuat tercengang, bagaimana dengan penampilan dalam rumah mewah itu? Tentu saja akan membuat siapapun yang melihatnya akan terpana.

Istana indah yang dibangun dengan cinta untuk yang tercinta oleh pemiliknya itu masih terlihat kemegahannya walau sudah bertahun-tahun berlalu. Nuansa keemasan yang ada dihall utama ruangan itu membuat kemewahan yang ada disana semakin tercipta.

Dan diantara dua tangga yang mengapit piano besar yang ada disana terlihat dan terdengar langkah kaki yang sedang menaiki tangga dengan santainya.

Dialah pemilik sah dari istana cantik itu, Choi Siwon, namja tampan yang memiliki segalanya dengan kesempurnaannya. Saat ini ia sedang menaiki tangga kamarnya yang berada dilantai paling atas rumah itu, satu-satunya ruangan yang ada dilantai itu.

Namja tampan itu berjalan sambil membawa nampan yang berisi sarapan pagi untuk seseorang yang ada diatas sana. Begitu sampai disana ia pun membuka pintu kaca kamarnya dengan ujung kaki secara perlahan.

Kemudian Siwon berjalan menyusuri ruang kaca yang besar itu menuju ranjangnya yang besar dengan kanopi dikepalanya. Diatas ranjang itu terdapat gundukan yang terbungkus rapi dengan selimut tebal berwarna putih.

“Baby…” Panggil Siwon pada gundukan itu.

Ia segera meletakkan nampan itu di meja nakas kemudian menarik perlahan selimut yang menutupi gundukan tidak bergerak itu. Sampai atasnya terbuka dan menampakkan sebuah wajah putih pucat dengan rambut berantakan dan mata yang terpejam.

Choi Kyuhyun.

Namja cantik cinta dan hidup Siwon didunia ini dan selamanya, masih terlelap dalam mimpinya dilihat dari tarikan nafasnya yang teratur dan terlihat tenang.

“Baby, ayo bangun~” Ucap Siwon lagi namun tidak ada balasan sama sekali. “Kau bilang tidak ingin terlambat, ayo banguuun~”

Kali ini namja itu berucap didekat telinga Kyuhyun, huswife cantiknya yang terlihat bergerak-gerak tidak nyaman. Menyadari hal itu Siwon langsung menyapukan bibirnya pada kening Kyuhyun dan turun ke ujung hidungnya kemudian berhenti dibibir namja cantik itu.

Saat itulah mata cantik bak boneka itu terbuka dan melihat tepat kedalam matanya. Seketika senyum cerah Siwon terukir memamerkan dua dimplenya yang memesona.

“Morning baby~” Sapa Siwon dengan riang.

“…..” Kyuhyun menatap suaminya itu dengan wajah sulking.

“Nanti kita terlambat, ayo bangun, hyung sudah bawakan sarapan.”

“Mmmmm~” Gumam Kyuhyun dengan kening berkerut sebagai bentuk protes. “Bukankah terlalu cepat, hyung~” Ucapnya dengan wajah memelas.

“Ani~ kita harus ada disana pagi-pagi.”

“Ck!! Aku masih ngantuk, hyung~”

“Nanti bisa tidur dikantor, ayo bangun~”

Ucapan Siwon terdengar tidak ingin dibantah hingga membuat Kyuhyun terdiam dan menggeliat diranjangnya dengan sembarangan. Setelah puas merenggangkan ototnya, barulah Kyuhyun beranjak perlahan.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat wajah cantik pucat itu berubah sulking. Walau terlihat enggan dan ogah-ogahan, tapi Kyuhyun sangat mendengarkan apa pun yang dikatakannya.

Setelah beberapa menit, namja cantik itu segera kembali ke ranjangnya lalu mengambil nampan itu dengan penuh semangat dan meletakkannya dipaha kemudian mulai menyantap sarapan nasi goreng itu dengan lahap.

Namun sebelum itu, mata bulat cantiknya tertuju pada setangkai mawar biru yang ada dipaling pinggir nampan segi empat dipahanya. Kyuhyun mengambilnya dengan perlahan sambil melihat pelaku yang memberikannya bunga itu.

Siwon terlihat sibuk sendiri memakai pakaian kantornya didalam ruangan yang diketahui sebagai lemari mereka. Ia tidak sempat melihat wajah cantik itu bersemu merah saat dengan perlahan Kyuhyun menghirup aroma dari bunga lambang cinta itu.

“Dia memang paboo!!” Gerutu Kyuhyun pelan kemudian melahap semua sarapannya.

Saat ia selesai, Siwon juga terlihat keluar dari lemarinya dengan pakaian rapi yang sangat mencerminkan seorang direktur. Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya sekilas kemudian segera berlari ke kamar mandi sebelum Siwon sempat meraihnya untuk dipeluk dan dicium.

Beberapa menit kemudian, namja cantik itu juga sudah terlihat rapi dengan pakaian yang sama seperti Siwon dan segera turun ke bawah menyusul suaminya.

Di ruangan utama istana besarnya sudah terlihat dua namja beda usia yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Siwon sedang membaca koran dengan capuccino dan waffel disamping meja kecilnya.

Sementara namja satu lagi, berparas manis dengan rambut bulat hitam kecoklatan sedang menyusun bukunya yang begitu tebal. Kulit putih pucatnya yang didapat dari mommy-nya tercinta membuat parasnya semakin menggemaskan.

Choi Suho, putra kedua Siwon dan Kyuhyun kini sudah menginjak remaja berusia 16 tahun dan kini bersekolah di salah satu Senior High School terbaik yang ada di Seoul.

“Selamat pagi~” Sapa Kyuhyun pada keduanya.

Suho langsung berdiri dan berpaling melihat mommy-nya dengan wajah sumringah. Bibir mungilnya yang berwarna merah jambu itu tersenyum dengan lebar melihat mommy-nya yang tercinta.

“Pagi mommy~” Jawab Suho sambil mendekat dan mengecup pipi Kyuhyun.

“Pagi babyboy~ dimana Princessmu?”

“Ada di dapur.”

“Cuo sudah sarapan?” Tanya Kyuhyun lagi sambil duduk disamping Siwon.

“Sudah, kami sudah sarapan.”

“Bagaimana hari pertama naik kelas 3, apa Cuo gugup?” Tanya Siwon beralih dari korannya.

“Daddy, ini hanya kelas 3, bagaimana mau gugup?”

“Hooo~ mungkin saja masih seperti dulu harus mommy temani dulu.” Jawab Kyuhyun dengan smirk jahilnya.

“Mommy~ Suho sudah besar!!”

“Aaaraseoo~” Jawab Kyuhyun santai sambil menyandarkan dirinya pada Siwon membuat namja tampan itu melingkarkan lengan dibahunya.

Saat itu langkah kaki yang riang terdengar mendekati mereka dan bisa dipastikan kaki siapa itu karena sepatunya yang ber hak belakang menjadi ciri khasnya sejak ia masih kecil.

“Pagi mommy~daddy~” Sapa putri satu-satunya istana itu.

Choi Sulli, putri satu-satunya yang dimiliki Siwon berparas cantik seperti mommy-nya dengan rambut sepinggang bergelombang dan berwarna sama seperti mommy dan oppanya itu membuat wajahnya semakin sempurna.

Kulit putih, mata bulat, bibir peach lembut dan lesung pipinya sangat menjelaskan dirinya keturunan siapa. Walau masih SMP, tapi tinggi badan dan pinggangnya yang ramping membuat Sulli pantas menjadi seorang model.

“Pagi princess~” Jawab Siwon dengan senyumnya yang memesona.

“Sudah siap, little girl?” Tanya Kyuhyun dengan wajah datar membuat Sulli menatapnya dengan ekspresi sama.

“Pagi daddy~mommy~ Culli sudah besar.”

“Arraseo, babygirl~” Jawab Kyuhyun tidak peduli membuat Sulli langsung melipat tangannya didada.

“Mommy, Culli sudah besar!! Hari ini Culli jadi murid kelas 3!! Kenapa dipanggil babygirl?!”

“Hoo?? Memang apa bedanya?”

“Beda!! Hari ini tidak boleh panggil itu!!”

“Kalau besok?” Tanya Suho cekikikan.

“Besok sudah boleh.” Jawab Sulli dengan wajah serius.

“Kenapa?”

“Itukan panggilan sayang mommy, tidak boleh ganti!!”

“Aaiissh, ada-ada saja, sana pergi, ahjussi Kim sudah menunggu.”

“Andwaeyo!! Culli mau diantar oppa!!”

“Mwooo??”

“Tapi oppa ada kuliah pertamanya jam 10, kalo sekarang pasti masih tidur.” Jawab Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Aniyooo~ oppaaaa~” Teriak Sulli sambil berlari menuju lantai 2 kamar oppa pertamanya.

Rok diatas lututnya bergoyang-goyang seiring dengan larinya yang terburu-buru itu. Ketiga namja dibawah hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putri cantik satu itu.

“Tidak mau dipanggil baby, tapi kelakuan…” Gumam Kyuhyun dengan bibirnya yang mengerucut imut.

“Tetap baby yang paling manja.” Sambung Suho dengan senyum garingnya.

“Hoo~Cuo tidak manja lagi??” Siwon menatap anaknya dengan senyum menggoda.

“Tidak daddy!! Suho kan sudah besar.”

“Ahahahaa~ ne, ne, ne, ayo jalan~” Ucap Siwon sambil mengacak rambut putranya itu.

Kyuhyun pun langsung berdiri dan menyambut uluran tangan Siwon yang sudah menunggunya, kemudian mereka bersama-sama menuju pintu depan.

Sementara itu dilantai atas.

Kamar Minho yang bernuansa baby blue dengan hiasan mobil sport besar didinding kepala tempat tidurnya membuat ruangan itu sangat mencerminkan pemiliknya.
Baby kecil pertama istana itu kini sudah menjadi mahasiswa tingkat 3 disalah satu Universitas hebat yang ada dinegara itu. Seoul National University.

Choi Minho, putra pertama Istana Choi itu memiliki ketampanan yang didapatkan dari daddy-nya yang sempurna. Dengan kulit putih namun tidak pucat seperti dongsaengnya dan rambut lebih kehitaman membuatnya benar-benar ciplakan dari Choi Siwon, daddy tampannya.

Saat ini ia masih bergelung dalam selimutnya yang tebal setelah tadi turun ke bawah hanya untuk sarapan bersama keluarga yang lain. Karena mata kuliah jam kedua Minho bisa tidur lebih lama dan bermalas-malasan dirumah.

Tapi rasanya semua itu hanya angan-angan saja saat ketukan dan pangilan dari putri cantik istana mereka langsung mengganggu tidurnya.

“Oppaaaa~kenapa tidur lagi? Tadi Culli sudah bilang oppa yang antarin, kenapa tidak dengar, Minho Oppa!?!!!”

“Berisik princess~” Gumam Minho menarik selimutnya sampai menutupi kepala.

“Oppaaaa!!! Wake up!!! Antarin Culli!!”

“Ahjussi sajaaaa, oppa malas!!”

“Shireooo~ Culli mau sama oppa!!”

“Aiishh, oppa ngantuk!!”

“Tapi oppa sudah janji!!”

“Hari ini saja nee~”

“Antarin atau Culli nangis, oppaaa!!!”

“……” Minho tidak menjawab lagi dan tarikan nafasnya pun kembali teratur.

Melihat hal itu, kekesalan Sulli pun semakin bertambah sampai akhirnya meledak dan jurus terakhir pun akhirnya keluar.

“Choi Minho jeleeeeeek!!! Hiks~ antarin Cul…”

Secepat kilat Minho terbangun dari tidurnya dan menatap wajah cantik dongsaengnya yang sudah memerah karena kesal. Walau Minho seharusnya yang lebih kesal, namun namja tampan itu tidak bisa berbuat apa-apa saat mata cantik itu sudah basah oleh airmata.

“T-tunggu dibawah saja.” Ucap Minho akhirnya.

“…..” Tanpa menjawab apa-apa Sulli langsung berbalik keluar kamar dengan wajah sulkingnya.

Namum sebelum itu suara Minho kembali menghentikan langkah kakinya. “Jangan nangis, hapus airmatanya.”

Minho melihat tangan Sulli tergerak untuk menghapus airmata yang baru keluar itu sesuai perkataannya. Dan setelah putri cantik itu pergi, Minho hanya bisa menghela nafas pasrahnya yang selalu tidak bisa menolak Choi Sulli.

“Dia benar-benar keras kepala.” Gumam Minho langsung menuju kamar mandi. “Ingatannya memang kuat tentang janji itu.”

Sementara itu di bawah.

Kyuhyun berdiri dipintu sambil terus melihat tangga lantai dua kamar anaknya menunggu Sulli turun darisana. Begitu terlihat, putri kecilnya berwajah sulking dengan mata bulat cantiknya yang basah.

“Pasti Minho kalah lagi.” Gumam Kyuhyun tanpa sadar.

“Sulli memang keras kepala, baby.”

“Dia terlalu dimanjakan.”

“Nasib jadi satu-satunya.” Ucap Siwon sambil melihat Suho yang menggaruk kepalanya.

“Berhasil gangguin oppamu, princess??” Tanya Kyuhyun begitu Sulli tiba dan dibalas dengan pout dibibir mungil itu.

“Oppa sudah janji, kalau Sulli dapat nilai baik saat kenaikan kelas, Mino oppa akan antarin Culli saat tidak ada kuliah.”

“Mwo?? Janji kapan itu?”

“Saat dia belajar untuk ujian, daddy~” Jawab Minho sudah ada dibelakang mereka.

“Sudah mommy bilang jangan berjanji pada anak kecil.”

“Mommy!!!”

“Ahahaha, gwenchana~ pergilah biar Mino yang antar mereka.”

“Mm, baiklah hati-hati ne, belajar yang rajin, cari teman yang banyak bukan musuh, ok?”

“Ok daddy~ bye-bye.”

Dan ketiga kesayangan istana itu pun mengecup pipi daddy dan mommy mereka sebagai ucapan selamat jalan kemudian langsung masuk dalam Aston martin milik Minho dengan Sulli berada di depan.

“Selamat jalan Sajangnim, Samonim~” Ucap maid mereka dibelakang membuat Kyuhyun berhenti dan berpaling melihat mereka.

Tatapan bingung dan death glarenya langsung menjawab ucapan maid-maid itu membuat Siwon tertawa kecil dan menarik pinggang Kyuhyun untuk turun tangga yang ada didepan pintu itu.

Siwon dan Kyuhyun pergi memakai audy Siwon dan segera berangkat menuju perusahaannya. Namja-namja tampan memesona itu masih tetap awet seperti dulu walau usia mereka sudah tidak muda lagi.

Saat keduanya tiba di perusahaan besar WK Corporation, para karyawan langsung menundukkan kepala sekilas sebagai salam dan dibalas dengan tundukan kepala juga dari Siwon. Sementara Kyuhyun seperti biasanya, wajah datar nan memesona itu tidak pernah tersenyum sembarangan.

“Selamat pagi, Sajangnim and Samonim~” Sapa seseorang didepan lift menuju lantai atas membuat mata Kyuhyun membulat sempurna.

“Pagi hyung~ siap bekerja hari ini?” Tanya Siwon pada hyungnya itu yang menjabat sebagai general manager perusahaannya, Lee Hyukjae.

“Tentu saja siap, mohon bantuannya Samonim~” Ucap seorang lagi dibelakang mereka yang membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

“Pagi Yesung hyung~”

Dan mereka berempat pun segera masuk dalam lift menuju dua lantai teratas gedung pencakar langit itu. Lantai paling atas masih menjadi tempat Siwon sebagai direktur dan Kyuhyun wakil direktur bertahta.

Sementara lantai dibawah mereka menjadi tempat Hyukjae berada dan bersama Yesung hyung yang sudah bergabung bersama mereka, sejak perusahaan Appa Choi dialihkan pada perusahaan mereka.

“Hari ini ada meeting dengan CEO China, mereka ingin menanam modal disini.” Ucap Hyukjae melihat schedule mereka.

“Aku juga ikut?” Tanya Yesung hyung.

“Tentu saja, ini meeting besar hyung, bukan cuma dibidang khusus.”

“Ok…kami duluan Sajangnim~ Sam….” Ucapan Yesung terhenti death glare Kyuhyun membuat Hyukjae tertawa kecil.

“Samonim~” Sambung Hyukjae tidak peduli.

Dan Kyuhyun hanya bisa membunuh hyungnya dengan tatapan tajam karena tangan Siwon melingkar dengan erat dipinggangnya. Mereka berdua langsung keluar dari lift itu karna sudah tiba dilantai 79, tinggal Siwon dan Kyuhyun menuju lantai paling atas gedung itu.

Lantai 80.

Ruangan besar yang di bagi 3 itu sebagai ruang direktur, ruang wakilnya dan juga ruang meeting. Siwon dan Kyuhyun memasuki pintu yang sama setelah sekretaris Siwon menyapa mereka di pintu.

Sampai didalam Siwon langsung menuju meja kerjanya sementara Kyuhyun mengambil hp-nya dan menghubungi seseorang.

“Mino…”

“Yes, mom?”

“Sudah antar mereka?”

“Ini masih dijalan.”

“Ouh~ take care, nanti mommy hubungi lagi.”

“Ne, Bye-bye~”

Kyuhyun menutup telponenya dan melihat Siwon yang sedang melihatnya dengan wajah penasaran.

“Mereka sudah sampai?” Tanya Siwon.

“Masih dijalan, mungkin Sulli bertingkah lagi.”

“Ouh, Nee~ so, kau ikut meeting baby?”

“Mmm, ne~ aku masuk dulu.” Jawab Kyuhyun sambil menuju pintu daruratnya.

Walau ia memiliki pintu ruangannya sendiri, tapi Kyuhyun lebih sering masuk lewat pintu tengah karena ia ingin bersama suaminya lebih lama.

*

*

Sementara itu ditempat lain.

“Gara-gara Culli, kita pasti terlambat.” Gerutu Suho melihat dongsaengnya dengan kesal.

“Habisnya Culli lupa pipis dirumah.” Jawab Sulli tidak ,erasa bersalah.

“Jangan bertengkar, tidak apa-apa terlambat hari pertama.”

“Hari pertamalah yang harus sempurna hyung, nanti dapat tempat dibelakang!!”

“Aigooo~ kita sudah sampai, geogjonghajima~”

Minho langsug memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu pagar sekolah elit tersebut. Seoul Junior High School tempat Minho sekolah itu memang salah satu sekolah Junior terbaik yang ada di Seoul.
Mereka bertiga segera turun beriringan yang menjadi pusat perhatian siswa-siswa lain yang baru tiba disana.

“Gomawo oppa~ mianhae udah paksa oppa tadi pagi.” Ucap Sulli tiba-tiba dengan wajah bersalah.

Jika sudah begitu bagaimana bisa Minho menunjukkan kekesalannya pada princessnya itu. Ia hanya bisa tertawa kecil dan menepuk-nepuk kepala Sulli yang memakai Isabella bentuk pita berwarna putih itu dengan pelan.

“Gwenchanayo~”

“Hyung pulang hati-hati ne~” Ucap Suho kemudian.

“Ne~ Cuo jagain Culli, arrachi?

“Eumh” Angguk Suho patuh.

“Sana masuk, nanti pulang kalau bisa hyung jemput.”

“Yeeeee~ Culli sayang oppa~” Choi Sulli langsung memeluk oppa kesayangannya.

“Oppa juga sayang Culli.” Minho membalas pelukan itu penuh sayang.

Kemudian mahasiswa tampan itu pun melepas pelukannya dan segera menyuruh dongsaengnya masuk kedalam perkarangan sekolah, sementara ia mengambil hp-nya dan menghubungi seseorang.

“Mommy…”

>Oh, Mino, sudah sampai?<

“Mereka sudah masuk, baru saja.”

>Kenapa bisa lama? Sulli buat ulah apa lagi?<

“Ahahaha, tidak juga, dia hanya pipis sebentar.”

>Aigoo~ ada-ada saja, pasti Suho sulking<

“Sedikit, tapi sudah tidak lagi.”

>Mmm, Mino pulang terus, jangan tidur lagi nanti terlambat masuk kuliah<

“Arraseo mommy, Mino pulang.”

>Gudboy, bye<

“Bye, mom~ salam untuk daddy.”

>Bye~ nee~<

Minho menutup hp-nya lalu melihat kebelakangnya sekali lagi dan dilantai tiga Sulli terlihat sedang melambai padanya. Minho hanya tertawa kecil dan membalas lambaian itu kemudian segera masuk ke dalam mobil dan pergi darisana.

Minho sadar, Choi Sulli putri kecil mereka sangat lengket dengannya sejak ia masuk kuliah. Kalau menurut Suho itu karna Minho terlalu tampan dan memiliki banyak teman di Kampusnya.

Putri remaja yang masih kecil itu tidak ingin ditinggalkan.

“Ada-ada saja.” Gumam Minho sendiri dalam mobilnya.

Namja berusia 20 tahun itu tidak pernah bisa menolak keinginan kedua dongsaeng kembarnya itu yang memiliki dua kepribadian yang berbeda.

Sulli dengan segala keras kepala, egois dan manjanya sementara Suho dengan sikap tenang dan penurutnya membuat Minho tidak terlalu susah menjaga keduanya.

Sambil tersenyum memikirkan dongsaeng kembar kesayangannya itu tanpa disadari akhirnya Minho sampai lagi didepan istana megahnya dengan beberapa maid sudah menunggu didepan pintu seperti biasanya.

“Selamat datang tuan muda~”

“Gomapseumnida Ahjumma~” Jawab Minho dengan senyum playfullnya.

“Anda mau makan lagi?”

“Siapa yang ahjumma panggil anda? Berapa tahun Ahjumma kenal Mino”

“20 tahun tuan muda~” Jawab maid tertua mereka.

“Mino bisa terima dipanggil tuan muda, tapi anda…” Namja tampan itu menatap maid-maidnya dengan tajam.

“Geurae, Mino-ah~”

“Naah itu lebih baik, Mino mau siap-siap ke kampus saja, biarlah datang lebih cepat.”

“Arraseo~ silahkan~”

Minho langsung tersenyum garing dan segera berlari menuju kamarnya yang ada dilantai dua. Ia ingin segera bersiap-siap menuju kampusnya dan bisa belajar disana sebelum jam kuliahnya tiba.

Lebih dari satu jam kemudian, Minho baru turun dari kamarnya dengan penampilan yang membuat siapapun melihat kearahnya. T-shirt abu-abu dengan jeans dan jaket hitam dan juga kacamata hitam.

Setelah mengambil kunci mobilnya Minho langsung keluar dari rumah dengan restu maid-maidnya yang berdiri dipintu untuknya.

Dan Aston Martin itu pun segera meninggalkan Istana Choi menuju kampus terbaik yang ada di Seoul dengan nama Seoul National University. Di jurusan Bussiness.

Minho masuk kesana dengan beasiswa murid terpandai yang direkomendasikan oleh Sekolah sebelumnya, Seoul Senior High School. Kyuhyun dan Siwon tidak pernah memaksa Minho harus menjadi yang terbaik, tapi Minho ingin jadi yang terbaik agar mereka bangga sudah memilikinya.

“Aku akan seperti daddy.” Gumam Minho penuh keyakinan.

Tidak berapa lama ia pun sudah berada didepan gerbang kampus besar itu. Setelah memarkirkan mobilnya ke halaman parkir disana Minho segera menuju ruang kuliahnya yang ada dilantai atas.

Dalam perjalanannya Minho melihat dua orang yang sangat dikenalnya sedang berada ditaman.

“Hey~ Hyung, kau terlalu cepat hari ini.” Ucap Taemin salah satu namja itu.

“Pasti Sulli bertingkah ne?” Ucap JongIn menimpali.

Dua namja yang memiliki paras tampan dan cantik itu sudah mengenal Minho sejak ia kecil tidak pernah terpisahkan darinya. Taemin dan JongIn mengikuti langkah Minho sejak kecil sampai ke Universitas sekarang. Usia mereka hanya terpaut 1 tahun membuat Taemin dan JongIn berada ditingkat dua sementara Minho tingkat 3.

“Biasa, princess manja itu ingin diantar ke sekolah.”

“Mianhae hyung, harusnya JongIn saja.” Ucap JongIn merasa bersalah.

Langsung saja Minho menyentil dahi JongIn sedikit keras hingga JongIn memegang dahinya dengan kening berkerut. “Kau punya jam pagi kan?!” Ucap Minho dengan death glarenya.

“Ehee..nee, nanti sore Kai yang jemput saja, eotte?”

“Hyung tidak mau dia mengamuk nanti.”

“Ahahaha~ dia paling manja sama hyung ne~” Ucap Taemin juga sudah mengenal Sulli dari kecil.

“Ne, kalau sudah janji dia tidak akan pernah lupa.”

“Sulli itu pintar.”

“Ne, cerewet lagi.” Ucap Minho melihat jamnya. “Ahh~ hyung masuk dulu, kalian masih ada kuliah kan?”

“Masih hyung.”

“Sampai jumpa~” Ucap Minho mengambil tangan Taemin dan menggenggamnya sebentar.

Kemudian namja tampan itu pun segera berlalu meninggalkan sahabat sekaligus dongsaengnya sejak kecil itu. Kai hanya bisa tertawa kecil melihat Taemin yang merona sambil menundukkan wajahnya malu.

“Ahh, tangan saja sudah membuatmu begini? Cinta mati, eoh?” Ucap JongIn dengan smirk jahilnya.

Taemin langsung menatap teman sepermainannya itu dengan tatapan tajam namun tidak membuat JongIn jera. Namja tampan dengan rambut hitam itu langsung berjalan lebih dulu kembali ke kelasnya untuk mata kuliah kedua.

**

Sementara itu di WK Corp.

“Sajangnim~” Panggil Kyuhyun tiba-tiba berdiri di pintu perbatasan ruangannya.

Siwon yang masih disibukkan dengan pekerjaannya langsung mengangkat kepala dan melihat huswifenya itu. “Waeyo Samonim?” Tanyanya sengaja.

“Hyung!! Jangan memanggilku itu!!” Protes Kyuhyun tidak terima.

“Waeyo?”

“Panggilan itu membuatku merasa seperti ahjumma-ahjumma gemuk, berkaki pendek dan memakai kacamata.”

Siwon mengerutkan dahinya mendengar penjelasan yang aneh dan tidak masuk akal itu. Huswifenya memang memiliki imajinasi yang sangat tinggi sampai bisa membayangkan hal seperti itu.

“Samonim itu pasangannya sajangnim, ato kau mau dipanggil bugonim?

” Mwoo??? Apa lagi itu??”

“Itu panggilan untuk umma dari karyawannya.”

“Hooo~ Nyonya besar, diatas nyonya besar?”

“Begitulah.”

“Tapi untuk umma cocok, tapi untukku…”

“Aigoo sayang~ mereka hanya ingin menghormatimu, baby~ atau kau lebih suka dipanggil nyonya Choi? Tanya Siwon dengan alis yang dinaikkan.

“Tidak perlu! Samonim saja.!”

“Ahahahaha~ Sini~ pekerjaanmu selesai?”

“Sudah, hasil rapat tadi cukup memuaskan.” Ucap Kyuhyun sambil mendekati meja kerja Siwon lalu duduk disisinya menghadap namja tampan itu.

Siwon langsung mendekat dan memeluk pinggang Kyuhyun sambil menengadahkan kepalanya melihat wajah cantik huswifenya itu. “Mmm~lalu Samonim, maukah kau makan siang diluar denganku?”

“Restorant favorite?” Tanya Kyuhyun sambil menyusupkan tangannya kedalam rambut Siwon yang tertata rapi.

“Tentu saja, apapun untukmu.”

“Kalau begitu aku bersedia, Sajangnim~” Ucap Kyuhyun sambil menundukkan wajahnya.

Seolah tahu apa yang diinginkan Kyuhyun, Siwon pun mendekatkan wajahnya pada huswife cantiknya itu hingga bibir mereka pun bertemu dalam ciuman yang penuh cinta.

Tidak ada hasrat atau perlombaan dalam ciuman manis dan lembut itu, hanya ada cinta dan pembuktian kepemilikan. Siwon meresapi hangat dan manisnya bibir Kyuhyun secara perlahan dan tidak ingin melepasnya.

Sementara Kyuhyun hanya memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut dan penuh cinta itu hingga membuat dadanya selalu berdegup dengan kencang.

Tidak ada satu pun yang ingin ciuman itu berakhir karena keduanya sama-sama tidak ingin melepaskan tautan mereka. Namun tiba-tiba sebuah suara mengagetkan keduanya hingga ciuman itu pun berakhir seketika.

Kyuhyun hanya terpaku ditempatnya melihat kearah jendela yang ada didepannya, sementara Siwon hanya menyembulkan kepalanya dari balik Kyuhyun dan melihat siapa yang mengganggu kesenangan mereka.

“Kalian! Lain kali kunci pintunya!!!” Protes Hyukjae memasang wajah kesal begitu masuk kesana.

“Hyung~ kau tahu aku tidak tahan kalau baby…”

“Sudah-sudah aku tidak mau dengar.”

“Lalu, katakan dalam 5 menit, jika tidak penting, Mati kau hyung!” Ucap Kyuhyun memalingkan wajahnya melihat Hyukjae.

“Ada beberapa file yang harus kalian tanda tangani.”

“Itu tidak penting, monkey!!!”

“Penting untuk orang Samonim!!”

“Ck!!”

“Ini, semuanya ada disini.” Ucap Hyukjae meletakkan beberapa file itu diatas meja Siwon. “Lalu…mmm~ itu…” Hyukjae ragu tiba-tiba.

“Ada apa hyung, kenapa gugup begitu?” Siwon sadar kelakuan hyungnya.

“Aku minta izin lebih awal, Donghae tidak enak badan.”

“Mwooo?” Mata Kyuhyun melebar tidak percaya.

“Ne~ dia demam semalam, tadi pagi masih agak panas, dia tidak mau Taemin tidak masuk kuliah, jadi aku harus pulang.”

“Arraseo hyung~ pulanglah, geogjonghajima, nanti kami jenguk.” Ucap Siwon dengan senyum menenangkannya.

“Gomawo, aku pulang dulu, bye!!”

Hyukjae langsung menghambur keluar dari ruangan itu tanpa banyak kata lagi, ia harus segera tiba di rumah untuk Donghae-nya. Sedang Kyuhyun langsung berpaling melihat Siwon mencari kepastian dalam kata-kata suaminya itu.

“Ne, kita akan jenguk nanti malam.”

“Ehee~ you are the best.” Ucap Kyuhyun dengan senyum menampakkan semua giginya dan membuat Siwon gemas seketika.

Langsung saja namja tampan itu menarik wajah Kyuhyun mendekatinya dan kembali menyatukan bibir mereka dalam ciuman penuh cinta.

“Beginilah kalau kita yang bekerja.” Gumam Kyuhyun diantar bibir mereka.

“Kau selalu menggodaku, baby?” Jawab Siwon tidak ingin disalahkan.

“Mwoo?? Jadi aku yang salah?” Mata bulat Kyuhyun semakin lebar.

“Ne, salah~ karna kau terlalu memesona.”

“Chk~ you’re so whipped Choi Siwon.” Ucap Kyuhyun dengan smirknya.

“So do you, Choi Kyuhyun~”

“No I’m not!!”

“Yes, you are.”

“No, no, no~”

“Yes, yes, yes~”

“Choi Siwon!!”

“Yes, Mrs. Choi~”

“Ck!!” Akhirnya hanya death glarenya yang mampu mengalahkan Siwon.

Namja tampan itu langsung menarik pinggang huswifenya itu dan memeluknya sambil memejamkan mata menikmati kehangatan huswifenya itu.

“I love you, my baby.” Gumam Siwon pelan sambil mengeratkan pelukannya.

“I love you more, my hubby~”

“I-love-you-most~” Ucap Siwon penuh penekanan sambil menatap mata bulat bak boneka itu.

“Sudah, biarkan aku bekerja dulu.” Ucap Kyuhyun sambil melihat kearah lain karena pioinya yang sudah merona.

“Tapi aku tidak bisa melepasmu.”

“Nanti malam kau boleh memeluk lagi.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar membuat Siwon melepas pelukannya tiba-tiba.

“Ji-jinjja?!?!” Tanya Siwon penuh harapan.

Detik itu juga Kyuhyun menyesali mulutnya yang lebih cepat dari pikirannya. Tapi, karna tidak bisa menolak mata yang berbinar itu, akhirnya Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Geurom, jinjjaji.”

“Geurae~ Arraseoyo~” Jawab Siwon penuh kemenangan.

Kyuhyun langsung berbalik dan berjalan kembali menuju ruangannya, tidak lupa ia mengambil file yang harus ditanda tanganinya dan mulai menyelesaikan pekerjaan yang sudah dialihkan Hyukjae untuknya.

Begitu juga Siwon yang kembali memulai pekerjaannya yang tertunda karena kedatangan Kyuhyun. Namja tampan itu memang tidak pernah bisa melepas Kyuhyun jika namja cantik huswifenya itu sudah mendekat.

Malam pun menjelang dengan sendirinya, semua orang sudah menghentikan kegiatan mereka dan kembali ke-persinggahan mereka masing-masing untuk beristirahat. Sebuah keluarga akan segera kembali berkumpul dalam kehangatan bersama di rumah mereka masing-masing.

Begitu juga yang dilakukan pasangan perfect yang dikenal seluruh kota Seoul itu, Choi Siwon dan Choi Kyuhyun. Namja tampan itu baru saja tiba didepan Istananya yang sudah dipenuhi dengan cahaya lampu yang sangat indah.

Kyuhyun langsung keluar dari mobilnya tanpa menunggu Siwon suaminya yang selalu membukakan pintu untuknya. Namja cantik itu menaiki 4 tangga didepan pintu dan menunggu Siwon yang sedang mengitari mobil mereka dan menyusulnya.

10 dari 37 maid yang ada di rumah mereka sudah menanti dengan setia berbaris di dalam membentuk pagar. Begitu keduanya masuk mereka langsung menundukkan kepala sekilas dan memberikan senyuman terbaik mereka seraya mengucapkan ‘selamat malam’.

“Good nite~” Sapa Siwon dengan senyum manisnya sambil melingkarkan lengan dipinggang Kyuhyun.

“Anak-anak dimana?” Tanya Kyuhyun melihat ke dalam.

Belum empat para maid itu menjawab, salah satu dari ketiga kesayangannya sudah terlihat menuruni tangga dan segera menghampiri mereka. “Malam daddy~ mommy~” Minho berucap dengan senyumnya.

“Malam handsome~” Jawab Siwon.

Sementara Kyuhyun membalas pelukan Minho dan menepuk bahunya dengan pelan lalu melepasnya lagi, agar Minho bisa memeluk daddy-nya tercinta.

“Bagaimana kuliah hari ini, hm?”

“Lancar daddy~ Cuma harus menjemput si manja itu sorenya.”

“Hoo~ dia minta dijemput lagi?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Ani, Mino yang jemput sendiri.” Jawab Minho dengan senyum garing membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

“Ayo masuk, kita makan malam lalu jenguk uncle Hae.” Siwon menarik Minho berjalan bersamanya sedangkan Kyuhyun masuk sambil melihat sekeliling istana besarnya yang terlihat sepi.

Namun detik selanjutnya suara langkah kaki yang saling bersahutan terdengar menuruni tangga lantai 2 dan menampilkan dua remaja cilik berlari dengan wajah riang mendekatinya.

“I miss you so mommyy~~” Teriak Sulli langsung menghambur memeluk mommy-nya itu dengan cepat hingga Kyuhyun terdorong kebelakang. “Hmm~ Miss you mommy~” Gumam putri cantik itu menghirup aroma wangi mommy-nya.

“Cuma setengah hari kita tidak bertemu.” Jawab Kyuhyun membalas pelukan itu dan Sulli langsung melihatnya dengan bibir yang mengerucut.

“So cruel~” Gerutunya kesal.

“Nee~ mommy juga rindu princess~” Jawab Kyuhyun lagi dan kembali memeluk putri kesayangannya.

Sulli langsung tersenyum dengan manis dan segera menyusul daddy-nya yang sudah memasuki ruang tengah bersama oppa-nya. Sementara Suho kembarannya hanya mendekati mommy-nya itu dengan senyum manis kemudian merebahkan kepala dibahu mommy-nya tercinta.

“Apa dia nakal hari ini?” Tanya Kyuhyun pada Suho setelah mengacak rambut putra imutnya itu.

“Tidak mommy~ dia sibuk belajar.” Jawab Suho sambil mengaitkan jemarinya dengan Kyuhyun.

“Waah~ perkembangan yang bagus.”

“Dia mau peringkat 1 lagi saat kelulusan, biar…”

“Biar…?”

“Mino hyung mengantarnya lagi setiap hari saat Senior High School nanti.”

“Aigoo~” Mau tidak mau Kyuhyun kembali memutar bola matanya.

Suho hanya tertawa kecil dan terus berjalan menuju meja maka yang sudah ditunggu yang lainnya, sementara Kyuhyun dan Siwon bergegas ke kamar mereka untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian.

Beberapa saat kemudian mereka sudah berkumpul lagi di meja makan dan menikmati hidangan yang sangat menggiurkan itu. Ketiga putra dan putri Choi itu bercerita dengan penuh semangat sementara kedua orang tua mereka mendengarkan dengan seksama sambil Siwon tidak lupa untuk menyuapi Kyuhyun huswifenya.

Setelah semua selesai mereka kembali berkumpul di ruang tengah untuk membahas kunjungan mereka ke rumah Donghae. Dan anak-anak itu pun tidak ingin ditinggalkan lagi dirumah karena baru sesaat mereka bertemu kembali.

“Culli ikut mommy~”

“Tidak mau sudah besar masih ikut mommy??”

“I don’t careee~” Jawab Sulli sambil berlari menuju tangga kamarnya untuk mengambil coat.

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya lalu melihat kedua putra tampannya yang juga sedang menatapnya. Keduanya langsung tertawa menampilkan gigi mereka yang sempurna membuat Kyuhyun menghela nafas lelahnya.

“Kalian ikut juga?” Tanya Siwon akhirnya.

“Tentu saja daddy~”

“Kalau begitu ayo~” Siwon langsung berdiri lalu berjalan menuju tempat beberapa coat tersimpan disana.

Minho dan Suho langsung mengikuti daddy mereka semnetara Kyuhyun berdiri di samping air terjun menunggu putri-nya yang sedang menuruni tangga dengan cepat. Putri cantik itu sudah memakai coat babypink dengan gaun putih selutut didalamnya, syal putih melilit dengan cantik dilehernya untuk menghalau dinginnya malam.

“Harus ganti baju, princess??” Tanya Kyuhyun begitu ia sampai.

“Tentu saja mommy~ kan kita mau pergi, bukan dirumah.” Jawab Sulli dengan senyum polosnya sambil menggamit lengan mommy-nya itu.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas lalu mereka pun berjalan menuju pintu yang sudah ditunggu 3 namja tampan lainnya. Siwon yang memegang coat Kyuhyun langsung menyerahkannya pada namja cantik itu yang dibalas dengan senyuman sebagai ucapan terima kasih.

“You’re welcome~” Gumam Siwon lalu segera masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan sopir mereka.

Kyuhyun juga masuk di jok depan dengan pintu yang sudah dibuka Siwon sebelumnya, sementara sopir mereka membuka pintu jok belakang agar ketiga anaknya bisa masuk dan duduk disana dengan Sulli ditengahnya.

Dalam perjalanan Siwon sempat berhenti untuk membeli buah, cemilan dan obat untuk dibawa ke rumah Donghae sebagai buah tangan. Sulli yang ikut turun bersamanya tidak lupa mengambil beberapa coklat dan cemilan untuk mereka bertiga dibelakang.

Hingga tidak berapa lama sampailah mereka didepan sebuah rumah mewah bergaya eropa yang terlihat sangat indah dengan berbagai lampu yang ada disana dinyalakan. Di depan pintu rumah itu sudah terparkir sebuah mobil mewah berwarna hitam yang sudah mereka kenal.

Yewook’s Car

“Mereka ada disini?” Tanya Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Mungkin mereka sudah tahu dari JongIn.” Jawab Siwon melepas seatbelt-nya diikuti Kyuhyun.

Lalu mereka pun turun dari mobil bersamaan dengan Minho, Suho dan Sulli berjalan didepan membawa buah tangan untuk Donghae sementara Siwon dan Kyuhyun berjalan berdampingan dibelakang mereka dengan tangan saling berkaitan.

Tanpa mengatakan apa-apa mereka langsung masuk kesana karena pintu depan yang terbuka dan dua orang maid sudah menghampiri mereka.

“Selamat datang tuan dan nyonya Choi~” Ucap maid itu dengan sopannya namun dibalas Kyuhyun dnegan death glarenya.

Sementara Siwon hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepalanya dan mengikuti maid itu yang membawa mereka masuk ke dalam.

“Waaaaa~ aku pasti cepat sembuuh~” Seru Donghae begitu melihat mereka masuk beriringan.

Minho langsung memeluk uncle pertamanya itu dan mendo’akan kesembuhannya, seperti itu juga Suho mengikutinya sementara Sulli menyerahkan keranjang buah yang ia bawa pada Hyukjae yang tersenyum dengan garingnya.

“Terima kasih Siwon, Kyunnie~” Ucap Donghae dengan senangnya.

“Kami sudah lebih dulu, mianhae~” Ucap seseorang tiba-tiba keluar dari dapur.

“Kalian sudah ada disini? Mana hyung?” Tanya Siwon tidak menemukan Yesung diantara mereka.

“Dia ada di balkon samping.”

“Mino, Taemin ada dikamarnya bersama JongIn, pergilah.”

“Ok~ come~ babies~” Ucap Minho pada dongsaeng kembarnya yang memutar bola mata karena dipanggil babies

Sementara orang tua mereka langsung bertahta di sofa duduk saling berdekatan dan mulai bertukar cerita bersama keluarga besar yang lainnya. Bahkan tidak lama kemudian Appa, Umma Choi, Jiwon dan suaminya juga tiba disana bersamaan dan berkumpullah keluarga besar itu dengan penuh kebahagiaan.

Sementara itu dilantai dua kamar Taemin.

“Hey~ annyeong~” Ucap Sulli penuh semangat begitu tiba didepan pintu kamar Taemin yang terbuka.

Kamar besar berdominasi putih dan biru menambah kesan nyaman untuk berada disana, isi kamar yang tidak terlalu mencolok menjelaskan ciri khas seorang Lee Taemin yang simple dan sederhana.

“Waah~ princess~” JongIn langsung berdiri menghampiri Dongsaeng cantiknya itu dan membelai pipinya, sementara Suho, JongIn langsung mengacak rambutnya dengan gemas.

Taemin yang baru keluar dari kamar mandi langsung berlari sambil berseru kegirangan dan menghempaskan dirinya dalam pelukan Minho. Semua yang ada disana hanya cekikikan melihatnya sementara Sulli mendecak tidak senang yang dibalas Taemin dengan smirk yang menyilaukan.

“Kenapa tidak bilang mau datang, hyung?” Tanya Taemin terlihat sangat bahgia.

“Daddy bilang waktu pulang tadi, kami tidak tahu ada rencana kemari.”

“Lalu kenapa kalian ikut? Pasti dia tidak mau tinggal, eoh?” Tanya JongIn yang sudah ia tahu jawabannya membuat Sulli memberinya death glare mematikan.

“Hyung, tidur sendiri disini?” Tanya Suho yang baru pertama kali masuk ke kamar Taemin.

“Ne~Cuo mau temani?” Jawab Taemin.

“Ani~ Cuo temani Mino hyung dirumah.”

“Ye, ye, ye~ arraseo~” Taemin menganggukkan kepalanya dengan wajah mengembung membuat yang lain tertawa melihatnya.

Selanjutnya kelima remaja tampan itu pun langsung larut dalam permainan mereka tebak kata diujungnya. Kebersamaan yang tidak bisa digantikan dengan apapun itu selalu bisa membuat ikatan diantara mereka semakin kuat.

Sejak bertahun-tahun yang lalu mereka sudah bersama, sampai sekarang hubungan itu tidak pernah lekang dimakan waktu dan usia. Begitu pula yang terjadi dengan orang tua mereka yang sudah bersama sejak mereka di sekolah dulu.

Bahkan sampai sekarang mereka terus bersama-sama menjalani kehidupan dalam kebahagiaan yang penuh dengan cinta dan airmata. Semua derita mau pun duka selalu bisa mereka tanggung bersama-sama dan saling membantu dalam kesusahan.

Waktu seribu tahun pun tidak akan cukup untuk menikmati kebersamaan mereka jika semua sudah berkumpul bersama. Hingga hari sudah larut malam barulah mereka sadar dan saling memisahkan diri untuk kembali ke Istana mereka masing-masing.

Dan mereka pun meninggalkan rumah Donghae saling beriringan dengan mobil appa Choi berada paling depan. Disusul mobil Ryeowook dan Siwon dibelakangnya dengan anak-anak yang sudah setengah terlelap dijok belakang mobil.

Minho yang sengaja duduk ditengah tanpa aba-aba bahunya langsung menjadi bantal Sulli dan Suho yang ketiduran karena kelelahan. Namja tampan itu hanya bermain dengan iphonenya dengan senang tanpa peduli beban berat yang ada dibahu kiri dan dan kanannya.

Ia terlalu larut dalam percakapannya bersama Taemin yang masih tidak rela mereka pulang meninggalkannya. Bahkan Minho tidak menyadari jika sejak tadi mommy cantiknya berpaling melihatnya yang terlalu asyik sendiri.

Namun saat Minho sadar diperhatikan, Kyuhyun langsung berpaling melihat kedepan dan menutup matanya sambil menghela nafas lega. Siwon hanya tersenyum manis dan mengambil tangan Kyuhyun lalu mengecup penuh sayang.

Kyuhyun tidak merubah posisinya atau penuh melihat wajah tampan suaminya itu, tapi senyum tipis terukir dibibir peachnya. Ia merasakan kebahagiaan yang indah.

Dan hari pun terus berlalu dengan perjalanan hidup yang penuh dengan cinta dan kebahgiaaan mereka. Hingga musim demi musim pun kembali berganti kehidupan terus berjalan sebagaimana adanya, dengan berbagai kesusahan, kebahgiaan, kesenangan bahkan kedukaan. Sampai musim semi yang indah kembali datang lagi.

Musim yang penuh dengan bunga yang menampakkan segala keindahannya dan berbagai sekolah merayakan kelulusannya.

Sehingga musim itu sering disebut juga sebagai musim kelulusan.

“Daddy!! Kalau tidak pulang hari ini, Culli tidak akan mau sekolah lagi!!” Suara putri satu-satunya di istana mereka di suatu sore menggema sampai keseluruh ruangan.

“Culli tidak boleh bicara begitu.” Ucap Suho yang hanya duduk santai di sofa melihat dongsaengnya melempar Iphone-nya disana.

“Apa Oppa bisa tenang jika hari kelulusan daddy tidak ada disekolah?” Tanya Sulli dengan wajah merah padam.

“Daddy akan pulang princess, seperti dulu, mereka akan pulang.” Ucap Minho putra sulung di rumah itu dengan wajah tenangnya.

“Kenapa oppa yakin?” Sulli bertanya dengan wajah tidak percaya.

“Apa perkataan oppa pernah salah?” Minho balik bertanya.

“Mmmm~” Sulli bergumam sambil memikirkan jawabannya. “Tidak.” Jawab putri kecil itu akhirnya.

“Soo~ said sorry to daddy, he’s the best.”

“Mm, arraseo~” Jawab Sulli kembali mengambil hp-nya dan menghubungi daddy mereka yang ada di China untuk kepentingan bisnis.

“Daddy~”

>Princess~ mianhae, daddy pasti pulang<

“Culli tahu, Mianhae.”

>……<

“Daddy??”

>Oh~ mmm, nee?<

“Mianhae, Culli sayang daddy~ take care ne? jagain mommy.”

>Kenapa mommy yang dijagain?< Suara Kyuhyun tiba-tiba membuat Sulli tersentak.

“Mmm, siapa tahu mommy di ambil orang.”

>Mwooo~???<

“Culli rindu~ cepatlah pulang!!”

>Ouh~ mm, arraseo~ mommy juga rindu, nanti malam kami sudah disana<

“Ok, kami tunggu~ bye mommy~~” Suara koor terdengar ditelinga Kyuhyun yang membuatnya terkejut.

>Aiiishh~ bye sweetheart~”

Sulli memutuskan sambungan teleponnya dan menatap Minho yang tersenyum garing padanya membuat Sulli kesal tiba-tiba.

“Kadang-kadang hyung itu sok tahu ya?”

“Mwooooo???”

Sulli langsung berlari sambil tertawa kegirangan menuju tangga dan berlari lagi menuju kamarnya meninggalkan dua oppanya yang hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mereka berdua kembali berbicara membahas apa yang akan mereka lakukan di hari kelulusan nanti.

Dua hari lagi kelulusan di sekolah Suho dan Sulli diadakan sementara kedua orang tua mereka masih ada di China untuk kepentingan bisnis sejak dua hari yang lalu. Hal itulah yang membuat Sulli mengancam daddy-nya sendiri karena putri kecil itu tidak ingin mereka yang penting tidak ada di hari yang penting.

“Bagaimana hidup Culli tanpa mommy di hari kelulusan?” Gumam putri kecil itu sambil menuruni tangga kamarnya.

“Jangan lebay princess~” Jawab Minho.

“Oppa!! Coba bayangkan? Hari penting itu tidak ada yang cantik itu bersama kita.”

“Aigoo~ yang cantik itu mommy~ Culli~” Suho memberikan death glarenya yang mematikan.

“Arra~ sekarang antarkan Culli fitting baju untuk besok.”

“Tidak bisa, Oppa harus ke kampus Sweetheart.”

“I know~ Cuo oppa juga harus fitting baju kan?”

“Ne, Cuo yang antar hyung.”

“Hooo~ arraseo~ take care~”

“Nee~”

Dua bocah kembar itu pun segera berjalan menuju pintu depan yang sudah ditunggu mobil Santa FE milik mommy mereka. Karena Siwon dan Kyuhyun tidak membelikan mobil yang diatasnamakan mereka seperti mobil milik Minho sendiri.

Begitu keduanya pergi Minho langsung menuju kamar nya sendiri yang ada dilantai dua untuk menyiapkan keperluannya sendiri. Karena sebenarnya ia juga sudah menyelesaikan tugasnya sebagaimana mahasiswa seharusnya.

Dan dalam waktu dekat ia juga akan menjumpai hari kebebasan dari kampusnya tercinta, Seoul National University. Di dalam kamarnya Minho segera menyiapkan keperluannya untuk segera menuju ke kampus, masih banyak hal penting yang harus dilakukannya untuk persiapan wisudanya nanti.

Namun tiba-tiba saja ketukan di pintu kamar membuatnya berhenti dan melihat ke arah suara.

“Ne?” Tanya Minho. “Ahjumma?” Minho melihat maid tertua mereka berbeda didepan pintu.

“Mino-ah…” Panggil maid ahjumma itu.

“Ne~ ahjumma~” Jawab Minho dengan wajah playfullnya.

“Mmm, itu…anu…”

“Aigooo~” Minho memutar bola matanya.

“I-itu…Mino-ah, kami…itu…”

“Kami? Waeyo?”

“Kami…kami ingin ikut saat wisuda nanti.”

“Mwoooo??” Mata Minho melebar tidak percaya. “Wisuda Mino?”

“N-nnee~ kami ingin ada disana.” Jawab maid ahjumma dengan yakinnya.

“I-itu…Mi-mino tidak tahu.”

“Kami ingin ada disana melihat tuan muda.” Ucap Maid itu dengan penuh penekanan.

“I-itu…Mino tanya daddy dulu, kalau bisa ahjumma boleh ikut.”

“Ahh, arraseo~ kami menunggu.”

“Nee~”

Ahjumma maid itu langsung berbalik dengan wajah sumringah dan penuh harap keinginan mereka nanti akan terkabul. Tinggallah Minho yang harus memikirkan jawaban untuk mereka yang tentu saja tidak mengecewakan mereka semua. Minho tahu, mereka ingin ada dihari yang penting itu karena mereka sangat menyayanginya.

“Ehee~ Mino begitu disayang.”

Namja tampan yang beranjak dewasa itu tersenyum garing memikirkan maid-maid mereka dan kembali menyelesaikan tugasnya.

“Ta-tapi…” Ucapnya tiba-tiba.

“Apa ada yang bawa maid ke wisuda??”

TBC…

Ahahahahahaha~..kata ending tapi masih ada, semoga kalian tidak bosan neee?

Semoga memuaskan.

Sampai jumpa di ff lanjutan^^

With Love

Vie.

Loving You 3

LOVING YOU IN THE DAKRNESS

Loving You In The Darkness

Chapter 03

**

Hai-hai selamat malam My Lovelies~ apa kabar, hm??

Mianhae ne, nggak jadi malam kemarin, padahal udah post disini, tinggal publish wifinya mati, sakit banget kan?

Kemarin sibuk seharian, jam dua baru bisa istirahat, lagi edit2 udah jam 4, tinggal post dikit lagi~ tuph! wifinya mati-_- kurang banget dia kan? #Curcol Ehehehe.

Here yo go~

## Continue reading

Idul Fitri 1437 H

​Kupatahkan ranting kujadikan pena, kuteteskan airmata kujadikan tinta..Ramadhan berakhir sungguh tidak terkira, semoga segala dosa telah diampunkanNYA.

Walau mata tidak bisa bertatap, sedang tangan tidak bisa berjabat,

Tapi izinkan kata maaf menjadi penyangga.

Karna yang memaafkan, memiliki hati yang mulia❤

Selamat hari raya Idul Fitri 1437 H, Minal aidzin wal faidzin.

Mohon maaf lahir dan batin.

Akhirnya kapal ramadhan sudah pergi berlabuh kembali, semoga amal dan puasa kita sempurna untuk menjadi bekal di akhirat nanti. Dan semoga tahun depan kita bisa kembali meneguk manisnya Bulan Ramadhan.

Namun sebelum itu, kemenangan diakhirnya menjadi milik kita untuk saling membersihkan diri dari segala dosa,

Maafkan segala kata dan ucapan Vie yang tanpa sengaja menyakiti atau melukai hati kalian.

Dari sudut hati yang paling dalam, Vie minta maaf.

**

Mmm, soal update, maaf ya kalo nggak teratur dalam sebulan ini, Vie ngetik kox, rajin banget..ada beberapa ff yang siap chapternya, 

Tapi tetap nggak bisa update.

Mianhae, jeongmal..

Setelah lebaran, ato mungkin sejak hari ini sampai……..

Ayo sampai apaa? Sampai tahun depan ya?? Ahahaha.

Sampai tanggal 10 nanti, Vie juga nggak bisa update apa-apa, Vie akan aktif lagi hari senin, tanggal 11..

Sabar menunggu nee??

Sekali lagi Minal Aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan bathin.

Selamat datang untuk yang baru disini, terima kasih sudah membaca.,selamat datang New Lovely Readers

Untuk yang selalu ada disini, I love u always My Lovely Readers.

Yang minta PW, ada di page PASSWORD, 

Jika tidak ada disana SMS aja 081990260203

Ato di Facebook Wonkyu Carissima

Sampai jumpa lagi.

With Love

Vie

When The Love Is Growing

SPG COVER

“When The Love Is Growing”

Sequel Seven Princes Garden

Chapter 01

**

Hai-Hai Selamat malam~ apa kabar, hm? sudah lama tidak update ne? 15 hari…ahahahha

Oh, ini sequelnya, chap pertamanya, semoga berkenan ne^^

Here you go~

**

SJ highschool, tempat para namja dan yeoja pintar berkumpul menjadi satu dengan kecerdasan mereka masing-masing. Karena itu pula sekolah itu terkenal sampai keseluruh korea bahkan luar negara sekalipun.

Bangunannya yang megah membuktikan sekolah itu mendapatkan pengelolaan terbaik dibidang pembangunannya. Berbagai piagam dan penghargaan yang diraih siswa dan sekolah itu sendiri tersusun rapi dalam sebuah ruang khusus untuk itu.

Namun yang lebih menarik perhatian dari itu semua ialah yang paling dikenal dari sekolah tersebut, 7 pangeran tampan yang menduduki peringkat paling atas dari semua murid yang ada disana.

Peringkat 1 sampai peringkat 7 sekolah itu tidak pernah diberikan pada murid lain karena 7 namja tampan itu tidak pernah menurunkan standar belajarnya. Karena standar mereka juga seleksi murid baru setiap tahun ajaran baru selalu dinilai dari prestasi murid itu dari sekolah sebelumnya.

Tujuh namja yang selalu mengharumkan nama sekolah itu mendapatkan tempat khusus untuk mereka disebuah rumah kaca yang dipenuhi dengan bunga, hingga mereka pun dikenal dengan 7 pangeran yang tinggal di taman.

Seven Princes Garden.

Namun seiring berjalannya waktu, hanya beberapa pangeran yang masih ada disana karena kenaikan kelas dan kelulusan. Setelah sekian lama mereka bersama di rumah kaca itu, hari kelulusan menjadi hari berpisahnya para pangeran itu dari sana.

“Aku masih tidak rela pangeran Choi harus lulus dari sini.” Ucap salah satu yeoja saat istirahat siang di kantin mereka.

“Kenapa kau yang tidak rela, sementara belahan jiwa pangeran Choi terlihat baik-baik saja.” Jawab Yeoja satu lagi saat melihat seorang namja berjalan memasuki kantin mereka.

“Hush~ kalian ini, kalau didengar bagaimana?”

“Tidak apa-apa, aku akan menemani pangeran cute kita agar tidak bersedih.”

“Aigooo~”

Saat itu pangeran cute yang mereka bicarakan sedang memesan bubble tea untuknya dan untuk namja yang menunggunya diluar. Setelah selesai pangeran Cute atau Cho-I Kyuhyun itu pun segera keluar dari sana tanpa peduli semua mata sedang menatapnya.

“Uri Cutie Prince~” Panggil salah satunya tiba-tiba membuat Kyuhyun berhenti.

“Siapa yang kalian panggil Cutie?” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya.

“Apa Uri pangeran baik-baik saja? Pangeran Choi tidak ada disini~” Ucap yeoja itu tanpa peduli tatapan tajam dari Kyuhyun.

“Kenapa denganku? Aku tidak apa-apa.”

“Jinjja?”

“Geurom~ kenapa aku harus tidak baik?”

“Mmm, itu…mmm…”

“Waeee??”

“Mungkin uri pangeran rindu padanya.” Seketika pipi Kyuhyun merona dengan indahnya dan kembali menatap tajam pada yeoja itu yang hanya bisa cekikikan melihatnya.

“Shut up!” Ucap Kyuhyun tajam kemudian segera keluar dari sana.

Namja imut yang menunggunya diluar hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Kyuhyun masih tidak berubah. Selalu merona jika mereka menyinggung belahan jiwanya yang sudah tidak ada bersama mereka.

“Kyu, jangan judes begitu.” Ucap namja imut yang menunggunya itu bernama Kim Ryeowook.

“Mereka yang mulai.”

“Aigoo~ kita ke rumah kaca?”

“Andwae, rumah kaca terlalu besar untuk kita berdua, aku mau ke atap.”

“Arra, aku ada di kelas.”

Dan mereka pun berpisah dipersimpangan koridor dengan Ryeowook menuju kelas mereka sementara Kyuhyun segera menuju atap bangunan kelas III itu.

Semenjak beberapa pangeran lulus dari sana mereka berdua memang lebih sering meninggalkan rumah kaca yang kelewat besar itu. Jika hanya berdua akan sangat terasa sepinya hingga Kyuhyun tidak ingin selalu berada disana.

“Untuk apa disana jika hanya berdua?” Tanya Kyuhyun entah pada siapa.

Namja imut itu terus berjalan menyusuri atap yang luas itu hingga tiba diperbatasan pinggir bangunan. Disana angin bertiup pelan dan menerpa wajahnya dengan bebas membuat Kyuhyun merasa lebih lega dan nyaman.

Tiba-tiba suara iphonenya terdengar menandakan beberapa sms masuk kesana. Kyuhyun melihatnya dengan malas saat nama Heechul muncul dipermukaan iphonenya.

From : Hyung jelek
“Hey Jelek, kau kesepian kan?”

“Bukan urusanmu hyung ahjumma!!” Jawab Kyuhyun sambil menutup pesannya dan melihat pesan yang lain.

From : Ikan Hyung
“Sedang apa Kyu? Nanti sore kita ketemu ya?”

“Pergi saja sama monkey-mu hyung!!” Gerutu Kyuhyun dengan bibir mengerucut imut.

Kyuhyun kembali menutup sms itu tidak ada niat darinya untuk membalasnya. Kyuhyun lebih tertarik pada dua sms lain yang belum dibukanya.

From : My love
“Baby…”

Dugh~ degup jantugnya seketika terdengar.

From : My Love
“Sudah istirahat kan? Makan siang dulu ne?
Nanti hyung jemput.”

Sebaris senyum manis pun terukir dibibir cantik Kyuhyun melihat kata terakhir dari suaminya itu. Ya, Choi Siwon, suami sah Cho-i Kyuhyun, mereka sudah menikah sejak ia berada di kelas dua, kurang lebih satu tahun yang lalu.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun sambil mengetikkan balasan dengan kata yang sama.

Detik selanjutnya nada dering hp-nya pun terdengar nyaring tanda panggilan masuk dan mata Kyuhyun langsung melebar begitu melihat siapa yang menghubunginya.

My love calling…

“H-hyung…” Ucap Kyuhyun setelah mengangkat panggilan itu.

>Baby, bogoshipoo~<

Kyuhyun menahan tawanya mendengar rengekan suaminya yang sangat tidak pantas itu. Tapi tetap saja membuat Kyuhyun sangat senang dengan pernyataan itu hingga perasaannya membuncah didada.

“Hyung tidak masuk kuliah?”

>Istirahat baby, nanti masuk lagi, setengah 3 hyung sudah disana<

“Mmm, arraseo~”

>Kau lagi diatap kan? Sendirian? Kenapa Wookie tidak menemanimu?<

“Gwenchana hyung, aku hanya ingin sendiri.”

>Masih tidak terima kami lulus, eoh?<

“Ne..” Jawab Kyuhyun cepat.

>Aigoo~ kita masih bertemu dirumah, kan? Hyung-hyung juga masih bisa berkumpul bersama.<

“Itu beda hyung!! Beda!!”

>Aa-araseo~ sabarlah setahun lagi.<

“Ck.”

>Hey~ jangan merajuk.<

“Tidak, aku harus pergi, hyung.”

>Ohh, istirahatnya selesai? Nanti hyung kabari lagi, See you my baby~<

“See you hyung~”

>I Love you.<

“……”

>Babyy~<

Kyuhyun langsung melihat kesana kemari untuk memastikan tidak ada orang lain disekitarnya. Dan jika ia bisa melihat, Siwon sedang tersenyum puas pada dirinya sendiri sambil menunggu balasan ucapan cinta itu.

>Tidak ada orang disana baby~<

“Shut up!!”

>I love you.<

“I hate you.”

>I love you too.<

“I miss you”

>Ba…

Tutututututut….

Kyuhyun langsung memasukkan iphone ke saku blazernya kemudian segera beranjak dari sana menuju tangga turun ke bawah. Sambil berjalan Kyuhyun mencoba menurunkan kadar kegugupannya agar pipi-nya yang dipastikan merona juga memudar secepatnya.

Begitu sampai didepan kelas, Kyuhyun menarik nafas perlahan kemudian masuk kesana dengan wajah datarnya. Seosaengnim yang mengajar dikelasnya juga sudah ada disana dan hanya bisa melihat dengan smirknya yang menjengkelkan.

“Umma tahu segalanya.” Gumam Leeteuk pelan di mejanya sebelum memulai pelajaran mereka.

_

Sore hari menjelang…

Kyuhyun dan Ryeowook terlihat keluar dari kelas mereka bersama beberapa murid lainnya, juga kelas-kelas lain yang pelajarannya tidak dilanjutkan untuk kelas sore mereka. Kedua namja imut itu langsung menuju gerbang sekolah tempat dimana dua mobil mewah berwarna hitam dan putih sudah menunggu kedatangan mereka berdua.

Siwon dan Yesung berdiri di kap mobil mereka masing-masing dengan tangan yang sama-sama terlipat di dada. Beberapa murid yang lewat disana tentu tidak membuang kesempatan itu bertemu kembali dengan 2 dari 5 pangeran mereka yang sudah lulus.

“Prince Siwon, pasti menjemput kekasih hatinya.” Ucap salah satu dari mereka.

“Tentu saja Yesung juga, kau tidak lihat itu mereka.” Jawab yang lainnya lagi.

Dan disana Kyuhyun dan Ryeowook berjalan santai dengan tatapan masing-masing pada belahan jiwa mereka yang ada di gerbang itu. Begitu sampai keduanya berpisah menuju pasangan mereka masing-masing dan saling menyapa.

“Sampai jumpa di rumah, Kyu~” Ucap Ryeowook kemudian masuk ke mobil bersama Yesung yang menganggukkan kepalanya.

“Kau mau langsung pulang, baby?” Tanya Siwon sambil membelai pipi Kyuhyun dengan lembut.

“Kita pulang saja, kau pasti capek hyung.”

“Hhmmm~ huswifeku yang paling pengertian.”

“Ayo pulang.”

“Silahkan~” Siwon membuka pintu depan mobilnya untuk Kyuhyun.

Kemudian mereka pun segera menyusul Ryeowook pergi darisana tanpa peduli teriakan yeoja-yeoja disana mengiringi apapun yang mereka lakukan.

“Bagaimana sekolahmu?” Tanya Siwon saat mereka sudah menjauh dari sekolah.

“Tidak ada yang penting hyung, kami hanya harus belajar ekstra karena sudah kelas tiga.”

“Ohh, nee~ kalian pasti dapat nilai yang baik.”

“Tentu saja, hyung pikir aku bodoh?”

“Mana mungkin huswife hyung paling cantik ini bodoh, hm?”

Kyuhyun langsung memberi suaminya itu death glare yang mematikan namun selalu tidak berpengaruh apa-apa untuk Siwon.

“Lalu bagaimana di kampus hyung, eoh? Banyak yeoja cantik disana?”

“Tentu saja banyak, baby~ bahkan ada yang dari luar negeri.”

“Jangan macam-macam.” Desis Kyuhyun tajam.

“Apa kau cemburu?”

“Untuk apa? Kau sudah menikah, mereka tidak akan tertarik.”

“Ahahahaha~ itu senjatamu?”

“Karna itu juga aku melamarmu lebih dulu.”

“Mwooo???” Siwon menatap Kyuhyun tidak percaya dan seketika pipi namja imut huswifenya itu pun merona dengan indahnya.

“Shut up!” Ucap Kyuhyun cepat sebelum Siwon sempat berkomentar lagi.

Siwon hanya bisa menelan apapun yang ingin diucapkannya dan melihat wajah imut dan menggemaskan Kyuhyun yang tersenyum bangga pada dirinya sendiri.

Tanpa mereka sadari perjalanan mereka sudah memasuki resident Valemorint yang berarti mereka sudah tiba ditempat tujuan. Dengan cepat Siwon menurunkan kecepatan mobilnya dan melewati berbagai rumah mewah yang sudah ia kenal.

Dan rumahnya yang paling besar berada dipaling ujung resident dengan satu jalan utama terputus didepan pagar Istana Choi itu. Begitu mobilnya tiba, pagar besi itu pun terbuka sendiri dan tertutup kembali begitu mobilnya sudah masuk ke dalam.

Rumah keluarga Choi itu hanya ditempati oleh dirinya dan Kyuhyun karena appa dan umma Choi menjadikannya sebagai hadiah pernikahan. Tinggallah mereka berdua di rumah yang besar itu hanya ditemani beberapa maid yang bekerja disana.

“Selamat datang tuan dan…”

“Kyunnie.” Sambung Kyuhyun cepat.

Siwon hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala pada maidnya dan kembali melihat Kyuhyunnya. “Mandilah dulu, hyung buatkan coklat panas.”

“Hyung juga capek kan?”

“Hyung buat dua~” Ucap Siwon sambil membentuk jemarinya V sign.

“Mm~ arraseo.” Jawab Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya pada maid yang paling tua disana.

Lalu ia pun segera ke kamar mereka yang ada dilantai dua sementara Siwon menuju dapur untuk membuatkan coklat panas untuk mereka berdua. Musim dingin seperti ini memang pantas untuk memanjakan diri dengan segelas coklat panas.

Dan Kyuhyun sangat suka itu sejak Siwon membuatkannya musim dingin lalu, bahkan namja cantik itu sering memintanya walau sedang tidak dingin sekalipun.

“Tuan muda Choi~ biar saya.” Pinta maid ahjumma pada Siwon.

“Ahjumma tahu Kyunnie kan? Dia tidak mau jika bukan aku yang buat.”

“Ahh, nee~ arraseo~”

“Bisa tolong gelasnya.”

“Oh silahkan~”

“Ahjumma bisa siapkan tiramisu buat kami, itu lebih baik.”

“Te-tentu saja, sebentar.”

Maid itu langsung mengerjakan permintaan tuan mudanya itu dengan cepat membuat Siwon tertawa kecil melihatnya.

Dan beberapa menit kemudian Siwon sudah memegang nampan berisi dua gelas coklat panas dan satu piring tiramisu.

Dengan perlahan Siwon memasuki kamarnya yang besar itu dan mendapati Kyuhyun sudah memakai baju santainya, jeans hitam dan t-shirt abu-abu. Namja imut itu sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil sampai kepalanya tertutup dan tidak bisa melihat Siwon sudah ada disana.

“Sini baby…” Ucap Siwon sambil melewati Kyuhyun yang tidak sadar.

“Huh? Waee??” Tanya Kyuhyun sambil mengikuti suaminya itu.

“Hyung bantu.”

“Huh?”

Siwon langsung mengambil handuk dari tangan Kyuhyun dan mendudukkan namja cantik itu dibangku balkon kamar mereka. Kemudian ia pun duduk diatas pinggiran bangku hingga kepala Kyuhyun lebih rendah dari posisi tangannya.

Dan dengan gerakan lembut namja tampan itu pun mengeringkan rambut belahan jiwa dalam hidupnya itu tanpa kata-kata. Kyuhyun yang menerima hanya bisa terdiam dan menikmati gerakan tangan Siwon diatas kepalanya.

Dengan senyum manis melingkar dibibirnya, namja cantik itu pun mengambil coklat panas itu dan menyeruputnya dengan perlahan.

Rasa coklat manis dan hangat masuk kedalam tubuhnya dan bersatu dengan perlakuan Siwon yang sama manisnya membuat Kyuhyun merasa menjadi orang yang paling beruntung didunia ini.

“I love you.” Gumamnya tanpa sadar dengan mata terpejam.

“Mwo? Ulangi baby?”

“Shireo!!”

“Aigooo~ apa coklatnya manis?”

“Sangat~” Kyuhyun berpaling kebelakang dan memamerkan giginya dengan senang membuat Siwon ikut tersenyum senang.

Secepat kilat Siwon mengecup ujung hidung Kyuhyun hingga mata cantik itu melebar dan bibirnya mengatup rapat. Dan sekali lagi kecupan singkat didaratkan Siwon dibibir yang tertutup itu dengan cepat.

“Hyung!!”

“Waeee??”

“Aiishh~”

“Minum lagi, baby.” Ucap Siwon yang dipatuhi Kyuhyun tanpa bantahan.

Namja cantik itu menyeruput sekali lagi coklat panas itu kemudian menyamankan dirinya dengan bersandar didalam pelukan Siwon. Walau namja tampan itu masih mengeringkan dan bermain dengan rambutnya, Kyuhyun tidak peduli.

Perasaannya saat ini sungguh damai dan nyaman.

Hingga beberapa menit kemudian Siwon merasakan beban yang semakin berat menimpa paha kirinya. Begitu sadar kepala Kyuhyun sudah lama terkulai disana dengan menjadikan lengannya sebagai bantal, namja cantik itu tertidur dengan sangat nyaman.

“Aigooo~ bukannya bilang kalau ngantuk, baby.” Ucap Siwon kemudian.

Namja tampan itu segera memindahkan tangannya dikepala Kyuhyun yang ia tahu sebelumnya bisa menjadi belaian pengantar tidur untuk huswifenya itu.

“Ayo tidur diranjang, my baby~” Ajak Siwon akhirnya sambil mengangkat tubuh kecil itu ala pengantin.

Siwon menidurkan Kyuhyun diranjang mereka dan menyelimutinya dengan benar. Setelah mengecup keningnya penuh sayang Siwon segera turun ke bawah sambil membawa nampan yang ada di balkon kamar mereka.

**

Di lantai bawah beberapa suara terdengar sedang bercengkrama dengan riangnya di ruang makan rumahnya. Tanpa perlu melihat, Siwon sudah bisa menebak suara siapa yang ada disana. Para hyung tampannya.

Ya, mereka sudah berjanji akan bertemu jika ada waktu karena mereka tidak ingin kebersamaan mereka menjadi terhalangi dengan kesibukan masing-masing.

“Hyung~” Panggil Siwon begitu masuk kesana.

“Heey~ maaf kami masuk tanpa izin.” Ucap Hankyung dengan sopannya.

“Bukan lagi masuk Yeobo, ini sudah makan sembarangan.” Jawab Heechul dengan senyum nakalnya.

“Tidak apa hyung, cafe kalian bagaimana?”

“Kami tinggalkan sebentar, kita kan harus berjumpa.” Jawab Hankyung dengan senyum-nya yang menenangkan.

Sejak lulus sekolah, Hankyung memang langsung terjun dalam dunia bisnis seperti janji Heechul yang akan bersamanya mengembangkan cita-cita Hankyung, mempunyai sebuah café atau restorant. Mereka juga sering menghabiskan waktu bersama di tempat itu sesuai keinginan Heechul, agar para yeoja sekolah mereka lebih banyak yang datang kesana.

“Gomawo hyung sudah datang~” Ucap Siwon sangat bersyukur.

“Gwenchana, kami juga tidak ingin berpisah seperti babykyu.”

“Ahh, kalian saja yang beda rumah.” Ucap Yesung yang baru tiba disana bersama Ryeowook.

“Iya, kami masih sering bertemu karna satu kawasan.” Sambung Donghae.

“Lalu dimana magnae kami?” Ryeowook melihat dibelakang Siwon tidak ada siapa-siapa.

“Dia tidur.”

“Mwooo??”

“Kami datang untuknya dan dia tidur??” Tanya Heechul tidak percaya.

“Ahh, tapi ada yang ingin kami bicarakan…” Ucap Hyukjae tiba-tiba dengan senyum jahilnya.

“Denganmu…” Sambung Heechul dengan smirknya.

“Ada apa hyung? Ada masalah?” Siwon langsung khawatir melihat mereka.

Hyukjae hanya tersenyum jahil sambil mendekatinya dan mengambil piring tiramisu yang masih utuh itu untuknya. “Ayo duduk dulu, tidak ada masalah yang berat.”

“Kami hanya ingin tahu…” Ucap Yesung tanpa melihat Siwon.

“Tahu apa hyung?”

“Sudah berapa kali kau mencintai istrimu, Siwonnie??” Tanya Heechul tiba-tiba dan semua mata tertuju pada Siwon.

“Hyung!! Bahasamu halus sekali.” Ujar Donghae dan mendapat death glare dari Heechul.

“Apa kalian mau aku vulgar?”

“Nooo~”

“Lalu, ayo Siwonnie, katakan.”

“Setiap hari hyung…” Jawab Siwon dengan wajah polosnya.

“Mwoooo?!?!” Semua mata hyungnya melebar sempurna.

“Setiap hari aku mencintainya dengan seluruh hidupku.”

“Pabooooo~”

“Bukan itu maksudnya kuda paboo!!” Gertak Heechul langsung kesal seketika.

“Sabar hyung~”

“Ahahaha, aku tahu maksud kalian hyung~ tapi…”

“Tapi??” Semua hyung mendekati Siwon dengan wajah penuh harap.

“Itu rahasia perusahaan.”

“Mwoooo???”

“Ahahahaha, kalian tidak boleh tau.”

“Aiish!! Kami hanya ingin tahu si baby itu sudah besar.”

“Dia memang sudah besar hyung.”

“Aku serius Siwon.” Kali ini Heechul mendekati dongsaengnya dengan tangan di leher namja tampan itu.

“Mungkin kami bisa membantu.”

“Katakan saja.”

“Aigoo~kalian ini, apa aku harus jujur?”

“Tentu saja!!!!”

“Baiklah…”

“Ne…?”

“Belum satu kali pun.”

“Ohh, belu~ MWOOOOOO?” Heechul, Donghae dan Hyukjae menatap Siwon tidak percaya.

“Iya hyung, aku sudah bilang sejak awal kan?”

“Kau akan menunggu.” Sambung Ryeowook cepat yang sedari tadi diam saja.

“Nah, Ryeowookie masih ingat.” Siwon menganggukkan kepalanya.

“Tapi, tapi ini sudah setahun Siwonniee~” Hyukjae masih tidak percaya dengan itu.

“Kalau kau tanya aku, entah sud…” Ucap Heechul yang langsung di sela Donghae.

“Sudah hyung!! Kami tidak mau dengar tentangmu.”

“Chuneunda?” Heechul memberi death glare-nya yang mematikan untuk Donghae.

“Siwonnie…” Panggil Donghae tidak peduli pada Hyung cantiknya itu. “Apa kau bisa tahan?”

“Buktinya sampai sekarang aku baik-baik saja.” Jawab Siwon dengan tenangnya.

“Lalu apa yang kalian lakukan setiap malam?” Tanya Yesung akhirnya.

Siwon memutar bola matanya dengan malas. “Kami tidur hyung, apalagi??”

“Se-selain itu…” Yesung benar-benar penasaran.

“Tidak ada, aku tidur memeluknya dan bercerita sampai kami ketiduran.”

“Begitu setiap malam?”

“Ada malam-malam aku ingin dia bernyanyi untukku, ada juga kami bermain game sampai larut malam dan akhirnya tertidur.”

“Membosankan~ sangat membosankan~” Hyukjae dan Heechul menggelengkan kepala mereka.

“Tapi bagiku tidak hyung, bersama dengannya saja sudah menjadi kebahagiaan yang besar untukku.” Ucap Siwon dengan senyum dua dimplenya yang memesona.

“Tapi, apa kau tidak pernah meminta?” Hankyung akhirnya menyela dan Siwon menggelengkan kepalanya.

“Apa dia pernah membahasnya?” Tanya Donghae kemudian.

“Mmm~ tidak juga.”

“……” Mereka semua kehilangan kata-kata.

“Kami bahagia hyung.” Ucap Siwon sejujurnya.

Dan semua hyungnya pun langsung mendekat dan memeluknya secara bersamaan sambil memberikan pujian hebat untuknya.

“Terima kasih sudah menjaganya sebaik itu Siwonnie.” Ucap Ryeowook tulus.

“Dia sangat berharga.”

“Gomawo, jeongmal gomawo.” Ucap Donghae memeluknya sekali lagi.

“Tapi…” Siwon melihat mereka semua dengan ragu.

“Tapi…?”

“Jangan bicarakan ini dengan Kyunnie, aku tidak mau ini mengganggu pikirannya nanti.”

“Hooo~ arraseo~” Jawab mereka serempak.

Namun hanya Donghae yang menjawab tanpa suara saat ia merasa sebuah gerakan melintas dibalik tirai pintu ruang makan itu yang berada tepat dibelakang Siwon.

‘Kyunnie?’ Tanya Donghae dalam hati. Tanpa sadar kakinya pun melangkah dan ia beranjak dari kursinya.

Tanpa mengatakan apa-apa Donghae langsung menuju pintu ruang makan itu dan melihat tidak ada siapa-siapa disana. Namun kain tirai yang masih bergerak perlahan walau tidak ada angin yang berhembus membuat Donghae yakin ada seseorang disana.

“Hae-ah? Kita pulang?” Tanya Hyukjae tiba-tiba membuat Donghae tersentak.

Dengan gugup Donghae melihat jamnya dan bergumam sendirian. “Ohh, mmm~ itu, ayo~”

“Sudah malaaaam~ kami juga mau pulang, salam kami untuk si baby ne? Katakan Bogoshipo~”

“Akan aku sampaikan.”

“Nee, bye-bye~ annyeong~”

Siwon mengantar mereka sampai ke pintu depan dan melihat keluar yang ternyata hari sudah menjadi gelap pertanda malam sudah menjelang.

“Annyeong~ bye-bye hyung~”

Mereka benar-benar terlarut dalam pembicaraan yang serius itu hingga tidak menyadari waktu yang berlalu. Seharusnya mereka tinggal lebih lama lagi agar bisa menikmati makan malam bersama di rumah yang pasti selalu banyak makanan itu.

“Mereka tidak makan dulu, tuan?” Tanya Maid ahjumma tiba-tiba dibelakang Siwon.

“Ahh, aku lupa menawarkannya.” Siwon menepuk dahinya sendiri karena lupa.

“Ahahaha, mungkin lain kali, ayo masuk tuan, makan malam sudah siap.”

“Aku panggilkan Kyunnie dulu.”

“Ne~”

Siwon bergegas menuju kamarnya di lantai dua dan mendapati Kyuhyunnya sudah tidak ada lagi diranjang mereka. Setelah menyusuri ruangan besar kamarnya itu ia mendapati jendela menuju balkon terbuka hingga membuat tirai-tirainya bergerak ditiup angin.

Tanpa perlu memanggil ia tahu pasti Kyuhyun, huswife cantiknya berada disana, tapi kenapa namja cantik itu tidak turun ke bawah menemuinya dan hyung mereka?

“Baby…” Panggil Siwon saat melihat Kyuhyun duduk bersandar sambil menjulurkan kakinya ke depan.

Namun sepertinya Kyuhyun tidak mendengar panggilan Siwon atau tidak ingin menjawabnya karena saat Siwon mendekat dan berdiri didepannya, Kyuhyun memejamkan matanya seperti sedang tertidur.

“My baby~” Panggil Siwon sekali lagi membuat Kyuhyun membuka matanya. “Masih ngantuk? Kenapa tidur disini?” Tanya Siwon kemudian.

“…….”

“Baby, apa yang terjadi?” Tangan Siwon langsung terulur membelai pipi chubby Kyuhyun. “Ayo masuk, pipimu sudah dingin.”

“Kenapa?” Suara Kyuhyun akhirnya terdengar.

“Kenapa? Apanya?”

“Kenapa kau tidak pernah memintanya?”

“Mwoo? Meminta apa?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Jangan pura-pura.”

“Baby, apa maksu…kau mendengarnya? Kau mendengar pembicaraan kami? Semuanya?” Akhirnya Siwon mengerti maksud dari pertanyaan Kyuhyun itu.

Namja cantik itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian berpaling melihat kearah lain agar tidak melihat wajah bersalah suaminya.

“Kenapa kau tidak pernah memintanya?” Ulang Kyuhyun tanpa melihat Siwon.

“Baby…”

“Seharusnya kau katakan padaku hyung, seharusnya kau menyadarkanku, seharusnya kau mengajariku.”

“Hyung tidak mau memaksamu baby.”

“Jika kau bilang sebelumnya itu tidak akan menjadi paksaan!! Kenapa kau harus menahan diri??”

“Hyung tidak ingin terburu-buru.”

“Kita menikah sudah setahun.”

“Hyung ingin menunggu sampai kau lulus dulu.”

“Itu masih lama.”

“Tidak, jika hyung bersabar.”

“Sampai kapan kesabaranmu itu? Bukankah menikah juga untuk mendapatkan itu!??!”

“Kyunnie…”

“Selain untuk mendapatkan pasangan, bukankah menikah juga untuk memberikan kebahagiaan kepada pasangannya?” Tanya Kyuhyun melihat mata Siwon dalam.

“Tidak Kyu, hyung bahagia hanya bersama denganmu.”

“Tapi kau tidak bisa menahan diri selamanya.”

“Cukup!! Hyung tidak ingin berdebat, masalah ini selesai sampai disini.” Siwon langsung berdiri dari duduknya.

“Hyung…”

“Ingat ini, baby~ hyung tidak akan melakukan apa-apa sampai kau lulus nanti.”

“Bagaimana jika aku yang ingin?” Tanya Kyuhyun penuh harap.

“Hyung akan menolaknya.”

“Mwoo?? Kau akan menolakku?”

“Bu-bukan itu baby~ “Siwon langsung duduk kembali didepan Kyuhyun. “Tolonglah~ jaga janji hyung ini, baby.” Ucap Siwon dengan wajah memelas sambil menggenggam kedua tangan huswifenya itu.

“Tapi…”

“Pleasee~ lupakan masalah ini.”

“Kenapa kau menjaga ku seperti itu, hyung?”

“Karna kau yang paling berharga untuk hyung.”

“……” Kyuhyun hanya menatap mata Siwon yang berbinar seperti membenarkan ucapannya.

“Ayo, kita makan malam.” Ucap Siwon akhirnya mengalihkan pembicaraan.

“Aku tidak lapar.”

“Tidak, jangan begitu.”

“Aku tidak mau makan.”

“Kau masih memikirkan itu?”

“Tidak, aku ingin tidur saja, please~” Kali ini Kyuhyun yang memasang wajah memelasnya hingga Siwon tidak bisa berkutik.

“Baiklah, ayo masuk.”

Akhirnya Siwon membawa kembali Kyuhyun ke dalam kamar dan menuju ranjang mereka lalu melihat Kyuhyun naik kesana dan masuk dalam selimutnya. Walau tidak mengatakannya, Siwon tahu namja cantik huswifenya itu masih memikirkan masalah malam pertama mereka yang tidak pernah terjadi walau kurang lebih setahun sudah mereka menikah.

“Hyung ke bawah sebentar, ne?”

“Jangan pergi.”

“Baby…”

“Jangan pergi, aku tidak mau sendiri.”

“Aa~arraseo, hyung disini, ayo tidur.”

Siwon langsung berbaring disebelah Kyuhyun dan menarik namja cantik itu kepelukannya hingga kepala Kyuhyun berbantalkan bahunya yang kekar. Dan tangannya melingkar dipinggang ramping huswifenya itu sambil menepuk-nepuknya dengan pelan.

“Jangan khawatir baby, hyung sangat mencintaimu.” Ucap Siwon menenangkan.

“Aku juga mencinta…”

“Hyung tahu, karena itu jangan seperti ini~” Jawab Siwon cepat.

“……”

“Hyung menikah bukan hanya untuk mendapatkan malam pertama, tapi untuk hidup bersama denganmu selamanya.”

“Tapi semua orang menginginkan hal itu kan?”

“Siapa bilang hyung tidak ingin, hm? Hyung menginginkan semua yang ada pada dirimu baby, kau tidak tahu seberapa besar keinginan itu.”

“Lalu kenapa kau menahannya?”

“Bukahkah sudah hyung katakan?”

“Apa kau bodoh hyung?”

“Mungkin ia, tapi demi dirimu, jadi orang terbodoh didunia pun hyung rela.”

“Paboo~” Gumam Kyuhyun setengah kesal sambil menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Siwon.

“Jangan pikirkan hal ini lagi, kita jalani seperti biasanya, jika kau sudah siap, hyung akan sangat senang menerima dirimu seutuhnya.”

Langsung saja pipi Kyuhyun merona mendengar penyataan Siwon yang penuh keyakinan itu. Sungguh, Kyuhyun sangat beruntung memiliki Siwon dalam hidupnya yang menjaganya seperti itu, tanpa terasa airmata Kyuhyun pun merebak dipelupuk matanya yang terpejam.

Dan detik selanjutnya isakan kecil pun terdengar dibahu Siwon seiring dengan tetesan bening itu jatuh diantara leher dan bahu namja tampan suaminya itu.

“Heeey~ my baby~ waeyo? Jangan menangis?”

“Hks~ hyung…”

“Ne~ waeyo,hm?”

“Ke-kenapa k-kau tau, a-aku belum si-siap?” Tanya Kyuhyun ditengah isakannya.

Seketika Siwon tersenyum senang dan mengecup pipi Kyuhyun sekilas lalu memeluknya dengan sangat erat.

“Hyung sudah mengenalmu sejak lama, hyung tahu segalanya.”

“I love you, Siwonnie~ I really love you~” Kyuhyun berucap sambil membalas pelukan Siwon dengan sama eratnya bahkan terlalu erat.

Pelukan itu membuktikan apa yang dirasakan Kyuhyun untuk suami tampannya itu dan sepertinya namja tampan itu mengerti dan menerima perasaan itu dengan senang hati karena dimplenya yang sempurna itu terlihat semakin dalam bersama senyum kebahagiaannya.

Kyuhyun yang polos yang tidak pernah mengenal cinta sekarang sanggup mengungkapkan perasaannya dengan tulus seperti itu membuat semua penantian Siwon tidaklah sia-sia. Cinta di hati Kyuhyun yang tidak pernah ia tahu adanya, kini terus tumbuh dan berkembang menyelimuti Siwon seutuhnya.

“I love you too, baby~ I really do~”

Dan malam pun semakin larut mengantarkan mereka ke dalam mimpi mereka masing-masing yang selalu dipenuhi dengan cinta dan kebahagiaan.

Hari pun terus berlalu dengan kebahagiaan yang tidak pernah lekang dari mereka semua. Para pangeran tampan itu menjalani kehidupan mereka yang sudah berubah seiring dengan waktu itu dengan penuh cinta dan kebersamaan.

Walau sudah tidak lagi bersama disatu tempat, mereka selalu mencari waktu untuk bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama agar tali kebersamaan yang sudah mereka punya tetap selalu terjaga dan tidak terlepaskan.

Begitu juga dengan Kyuhyun yang tetap menjaga janji Siwon bersamanya dengan caranya sendiri tanpa bantuan hyung-hyungnya lain. Mulai dari mencari tahu apa arti malam pertama untuk pengantin baru sampai bagaimana cara melakukannya.

Karena selama perjalanan cinta mereka secara perlahan ia mengerti bahwa mereka berbeda dari pasangan yang seharusnya yang ada didunia ini. Dan hal itu tidak membuat keraguan dihatinya untuk terus bersama dengan Siwon hyung suaminya yang tampan.

Di dunia ini, hanya Siwon hyung yang dia inginkan untuk menghabiskan waktu dan sisa hidup yang digariskan untuknya. Tidak ada yang lain. Dengan keyakian itu, Kyuhyun akan melakukan segala cara untuk memberikan semua kebahagiaannya untuk Siwon.

Termasuk belajar tentang cinta dan segala yang berkaitan dengannya.

“Aku akan menjadi yang terbaik yang pernah kau miliki, hyung!!” Gumam Kyuhyun penuh semangat.

Detik selanjutnya pipinya pun kembali merona saat menyadari apa yang sedang ia baca sekarang ditengah ruangan besar yang menyediakan beberapa Komputer untuk searching dan browsing. Warnet. Kyuhyun pergi seorang diri tanpa diketahui Siwon dan yang lainnya, kecuali Donghae.

Hyung tampannya itu pernah melihatnya mendengarkan pembicaraan mereka dan memutuskan untuk berbicara dan menenangkan dirinya seperti yang dilakukan Siwon. Tapi Kyuhyun percaya Donghae seperti ia percaya Siwon hingga namja cantik itu membujuk hyung tampannya untuk mengajarinya segalanya.

“Aku tidak akan menceritakan malamku padamu.” Protes donghae suatu hari.

Saat ini mereka sedang menghabiskan waktu di taman dekat rumah Kyuhyun dan Siwon. Namja cantik dan menggemaskan itu ingin berbicara dengan Donghae hyungnya saja.

“Aku juga tidak ingin mendengarnya.” Jawab Kyuhyun cuek.

“Lalu, apa kau benar-benar ingin melakukannya?”

“Memangnya aku bercanda? Aku sudah menikah hyung.”

“Tapi Siwon tidak akan melakukan apa-apa sebelum kau lulus.”

“Dalam waktu yang panjang itu, aku akan membuatnya semakin mencintaiku.”

“Wooow~”

“Dan hyung akan mengajariku dengan benar.” Ucap Kyuhyun memberi Donghae death glarenya.

“Arraseo~ nyonya Choi.”

“Chuneunda!!”

“Tapi, apa kau tidak ingin Siwon tahu?”

“Tidaaaak!! Aku tidak mau!!!”

“Hooo waeyo?”

“Nanti dia pasti akan memintaku berhenti dan menyuruhku menunggu sampai aku mengerti.”

“Mmm, itu pasti.”

“Dia tidak tahu betapa aku ingin membuatnya bahagia.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar membuat Donghae terpaku.

“Aku akan cepat mengerti jika aku belajar, bukan menunggu, iya kan hyung? kan??”

“Ohh~ mm~ nee~” Angguk Donghae akhirnya dan Kyuhyun juga menganggukkan kepalanya penuh semangat. “Apa kau mau hyung ajarkan?” Tanya Donghae dengan wajah polosnya.

“Kau mau hyung?”

“Tentu saja, untukmu apapun babykyu!!”

“Tapi…”

“Tapi??”

“Itu artinya kita akan ci-ciuman dan pe-pelukan…?”

“Ya iyalah, malah lebih dari itu, kan kau mau belajar.”

Kyuhyun menatap Donghae dengan seribu kata didalam kepalanya serta mencerna perkataan hyungnya yang terdengar polos dan menenangkan itu. Sesuatu dalam pikirannya berkata itu tidak benar, itu tidak mungkin terjadi, ia tidak mungkin melakukan semua itu dengan orang lain selain Siwon.

“Tidak… ANDWAEEEEEEE~~~” Teriak Kyuhyun langsung berlari dari taman rumahnya dan masuk kedalam.

Bahkan Siwon yang baru akan keluar menyusul mereka hanya bisa menganga melihat Kyuhyun yang tidak melihatnya. Namja tampan itu langsung menuju taman yang dipenuhi dengan berbagai bunga itu dan melihat hyungnya yang duduk dengan santai.

“Hyung, apa yang terjadi?” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Dia ingin belajar semuanya.”

“Belajar apa?”

“Menjadi milikmu seutuhnya.” Ucap Donghae terlalu santai membuat mata Siwon melebar sempurna.

“Mwooooo?”

“Dan aku ingin membantunya belajar, tapi dia malah teriak, bukankah dia paboo??”

“Hyung!! yang benar saja, kau menawarkan dirimu untuk hal seperti itu, apa kau ingin menyentuh babykyu??” Siwon bertanya dengan wajah horror.

Donghae hanya melihat dongsaeng tampannya itu dengan wajah datar dan menganggukkan kepalanya dua kali.

“Hyung!!!”

“Kenapa? Dia dongsaengku, aku tidak masalah.”

“TIDAK BOLEH!!!” Siwon menatap hyungnya dengan tajam. “Kau tidak mungkin menyentuh babykyu ku hyung, tidak mungkin dan tidak akan pernah aku izinkan.”

“Kalau begitu, ajari dia~ bimbing dia untuk mengetahui semuanya, kau tidak akan dapat apa-apa jika hanya menunggu. Apa kau lupa dia itu jenius? Dia akan mengerti dengan cepat.”

“…..”

“Jangan takut melukainya, karena dengan terluka dia akan cepat belajar.”

“Hyung, ka-kata-katamu.”

“Waeee??”

“Ani~ apa sudah waktunya?” Tanya Siwon masih tidak yakin.

“Apa kau ingin dia belajar dari orang lain?”

“TIDAK!!!”

“Jaa~ silahkan~ hanya kau yang pertama, satu-satunya untuk segalanya.”

“Begitukah?”

“Tentu sajaa!! Sana~ aku mau pulang, hyukkie sudah menunggu ku.” Ucap Donghae langsung beranjak dari taman itu.

“Cepat menikahlah hyung~” Ucap Siwon dengan senyum playfull-nya membuat Donghae berhenti.

Namja tampan itu berpaling melihat dongsaengnya dengan wajah datar kemudian berucap yang membuat pipi Siwon merona seketika dan tawa Donghae pun menggema di jalanan resident mereka yang terlihat sepi.

“Sampai ponakanku lahir, baru aku akan menikah.”

“……” Pipi Siwon tiba-tiba merona mendengar jawaban itu.

“Bye, kuda pabo~”

Setelah nasehat demi nasehat Siwon dapatkan, ia masih tetap dengan pendiriannya untuk menunggu sampai Kyuhyun lulus Senior High School dulu. Siwon ingin menjaga Kyuhyun sampai umurnya pantas untuk Siwon apa-apakan? Walau mereka sudah menikah, saat ini memang belum saatnya.

Kyuhyun juga tidak mempermasalahkan lagi tentang hal itu karena ia juga ingin menjaga janji Siwon bersamanya. Setiap malam mereka memang hanya tetap berpelukan sampai akhirnya tertidur dengan nyamannya dalam kehangatan.

Hari terus berlalu dengan kehidupan mereka yang tidak pernah berubah dengan segala kebahagiaan yang mereka punya. Walau diselingi dengan pertengkaran kecil dan kesalahpahaman, tapi karena cinta semua bisa teratasi dengan mudah.

Kehidupan Siwon dan Kyuhyun yang sudah berbeda tempat sekolah membuat mereka saling merindukan satu sama lain disetiap harinya. Kyuhyun yang ada di Senior High School selalu berada di atap untuk bersms-an bersama Siwon suaminya sebelum namja tampan itu disibukkan dengan jadwal kuliahnya.

Walau begitu setiap hari Siwon menyempatkan diri untuk menjemput huswife cantiknya itu dan membawanya jalan-jalan jika Kyuhyun tidak lelah. Seminggu sekali mereka akan bertemu dan makan bersama dengan 7 pangeran lainnya yang juga memiliki kesibukan mereka masing-masing.

Begitu seterusnya sampai bulan pun kembali berganti dengan sendirinya dan musim pun mengikuti perubahan disekitarnya.

Dan di musim semi beberapa bulan kemudian, Kyuhyun dan Ryeowook akhirnya mendapatkan apa yang mereka tunggu selama ini.

Kelulusan.

Siswa kelas tiga SJ High School akhirnya mengakhiri masa remaja mereka di 3 tahun sekolah itu, masa depan yang baru akan menjumpai mereka di bangku kuliah. Hari kelulusan yang ditunggu-tunggu sejak mereka menduduki kelas III akhirnya sampai juga didepan mata.

Sekolah megah itu merayakan kelulusan setiap tahun dengan meriah sesuai dengan nama sekolah yang sudah dikenal di kota itu. Berbagai kegiatan sudah disiapkan untuk hari itu, dari mulai menerima penghargaan untuk yang terbaik sampai hiburan untuk perpisahan setelahnya.

Semua undangan yang menghadari acara itu sudah memenuhi pekarangan sekolah dan aula tempat berlangsung acara. Siswa-siswa yang lulus hari itu juga sudah siap dengan pakaian wisuda mereka yang memakai jas untuk namja dan gaun untuk yeoja.

Mereka sudah berkumpul dengan orang tua mereka masing-masing sebelum acara di mulai, seperti yang terlihat dengan Ryeowook dan Kyuhyun. Dua namja imut dan menggemaskan itu terlihat sedang bersama para orang tua pangeran yang lain yang juga ikut datang untuk menemani putra mereka.

“Umma bahkan tidak sempat pulang untuk wisudaku.” Ucap Minho tidak terima saat melihat umma cantiknya tiba bersama appa-nya.

“Kau tahu umma-mu itu wanita super sibuk.” Jawab Leeteuk sambil mengacak rambutnya yang berwarna kecoklatan itu.

“Aiihh~ berantakan ahjumma!!”

“Siapa yang kau panggil ahjumma!?!”

“Selamat pagi~” Sapa Umma Choi langsung memeluk Leeteuk dengan wajah riangnya.

“Selamat pagi Mrs. Choi.”

“Selamat pagi Mr. Kim~” Sapa Appa Choi menjabat tangan KangIn yang baru saja tiba disana.

“Silahkan Mr. Choi~ acaranya akan segera dimulai.” Ajak KangIn pada Appa Choi dan Umma Choi untuk memasuki aula besar disana.

“Chakkaman~ kami belum melihat mereka.”

“Hoo~ apa anda baru saja tiba?”

“Ne~ kami baru mendarat sejam yang lalu dan segera kesini.” Ucap Umma Choi malu.

“Ahh~ arraseo, mereka ada di…” KangIn mengedarkan pandangannya mencari dimana keberadaan Kyuhyun dan Siwon.

Dan dua namja memesona itu terlihat sedang duduk dikursi taman dibawah pohon sakura yang sedang berbunga. Siwon duduk dikursinya dan Kyuhyun berdiri didepannya dengan tangan digenggam Siwon dengan erat, mereka terlihat sedang berbicara.

“Mereka ada disana.” Ucap Leeteuk ikut melihat arah pandangan KangIn.

“Oh, kami kesana sebentar.”

“Silahkan.”

KangIn tersenyum senang dan kembali melihat putra kecilnya yang sudah tumbuh dewasa dengan begitu cepat, bahkan ia sudah menikah dan menjadi milik orang lain.

“Dia harusnya lebih sering pulang ke rumah.”

“Mwoo??” Leeteuk berpaling melihat suaminya itu dengan tatapan bertanya.

“Dia tidak sering ke rumah.”

“Dia sibuk yeobo~ kelas 3 membuatnya harus belajar lebih keras untuk selalu menjadi yang pertama.”

“Aku tahu, selain itu, dia lebih betah bersama suaminya.” Ucap KangIn dengan wajah Sulking.

“Aigoo~ kau lupa mereka pengantin baru? Tidak bisa dipisahkan.”

“……”

“Bukahkah kita juga seperti itu dulu?” Tanya Leeteuk dengan senyum lembutnya.

“Ehehe~ aku ingat, sampai sekarang aku tidak ingin dipisahkan.” Jawab KangIn menarik tangan Leeteuk dan menggenggamnya.

“Siapa yang akan memisahkan kita? No one.”

“Ada!! Aku!! Apa yang kalian lakukan??!” Minho melihat mereka dengan kesal dan tatapan tajamnya.

“Omo~ kami lupa, ahaha~ ayo masuk.” Leeteuk langsung menarik adik dari menantunya itu masuk ke dalam dan mencari bangku yang sudah disiapkan untuk mereka.

Sementara para orang tua yang lain juga mengikuti dibelakang mereka termasuk para pangeran yang semuanya hadir disana untuk melihat kelulusan 2 dongsaeng kesayangan mereka.

Sedangkan Kyuhyun dan Siwon masih berbicara dengan orang tua Siwon yang begitu senang bisa bertemu dengan Kyuhyun lagi. Kyuhyun yang tidak bisa bersikap manis langsung membungkuk hormat begitu melihat mereka berdua.

Sementara Appa dan Umma Choi langsung memeluknya bergantian sambill menepuk-nepuk kepalanya penuh sayang. Mereka berjalan bersama menuju aula dengan Appa Choi bersama Kyuhyun didepan dan Umma Choi bersama Siwon di belakang.

“Ini sudah kelulusan, Siwonnie~ jangan menundanya lagi.” Bisik Umma Choi tiba-tiba membuat Siwon menatapnya tajam.

“Umma~”

“Ohohoho~ kau hebat bisa menahannya selama itu, bahkan dengan angel se~memesona Kyunnie.”

“Aiishh~ umma jangan begitu.” Siwon langsung melihat ke depan mungkin Kyuhyun dapat mendengar mereka.

“Umma ingin punya cucu, jadi cepatlah.” Ucap Umma Choi kemudian langsung membuat Siwon terpaku dan berhenti. “Wae?” Tanya Umma Choi berpaling melihatnya.

“Umma…i-itu tidak mungkin, um-umma…umma tau…”  Siwon tidak bisa mengatakan maksudnya.

“Tahu apa?”

“Umma tahu dia namja, tidak mungkin kami punya baby.”

“Mungkin saja, Siwonnie.”

“Ja-jangan mengatakan itu didepan Kyuhyun!!” Ucap Siwon dengan wajah datarnya. “Please umma~” Pintanya kemudian.

“Miracle itu ada Siwonnie, percayalah.”

“Mwoooo??”

“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.”

“Umma~”

“Ahahaha~ umma hanya berandai saja, ayo~”

Siwon hanya bisa menatap wajah riang ummanya dan memikirkan perkataannya itu yang membuat dadanya berdegup tidak tenang. Namja tampan itu langsung mencari wajah cantik huswifenya untuk mencari ketenangan.

Namja tampan itu tidak pernah memikirkan hal itu akan terjadi karna mereka sama-sama namja, tapi jika umma-nya menginginkan cucu ia akan berbicara dengan Kyuhyun untuk mengadopsi bayi yang tidak punya orang tua lagi. Dengan begitu kebahagiaan mereka akan semakin lengkap menjadi sebuah keluarga kecil, tapi itu jika Kyuhyun menginginkannya.

Begitu larut dalam pikirannya sendiri Siwon tidak menyadari Kyuhyun sudah duduk disampingnya dan menggenggam tangannya dengan erat.

“Waeyo? Siwonnie?” Tanya Kyuhyun namun Siwon tidak menjawabnya. “Siwonnie??” Panggilnya lagi.

“Huh? Apa? aku…”

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun lagi dengan wajah khawatir.

“Ti-tidak apa-apa, bagaimana perasaanmu? Gugup?” Siwon balik bertanya.

“Tidak, aku baik-baik saja, tapi ada apa denganmu?”

“Huh? Kenapa denganku?”

“Apa yang umma katakan? Kenapa wajahmu berubah seperti mayat hidup?”

“Huh? Tidak ada, baby~ umma hanya cerita hidupnya disana.”

“Mmm, jangan bohong padaku.”

“Mwooo? Tidak baby, itu sudah mau mulai, ayo duduk yang bagus.”

“Aku bukan anak TK, hyung!!”

“Ahahaha~ nee~ sini~” Siwon langsung mengambil tangan Kyuhyun yang lain dan menggenggamnya dengan lembut.

Dan acara kelulusan itu pun dimulai dengan pemberian penghargaan untuk nilai tertinggi di sekolah itu yang tentu saja akan diterima Kyuhyun dengan hati senang. Saat namanya di sebut sebagai peringkat pertama sekolah Siwon langsung memeluknya dengan erat membuat yang ada disana tertawa kecil melihatnya.

Setelah itu peringkat kedua sekolah diberikan kepada Ryeowook yang mendapatkan kecupan di pipi dari Yesung. Selanjutnya peringkat 3 diambil siswa kelas lain yang dikenal mereka dengan nama Shim Changmin.

Kemudian pemberian penghargaan untuk peringkat kelas yang kembali diambil Kyuhyun untuk yang pertama dan Ryeowook yang kedua. Setelahnya peringkat kelas untuk beberapa anak kelas 3 lainnya pun dipanggil berurutan sampai semuanya selesai.

Setelah semuanya selesai acara kelulusan pun dimulai untuk acara perpisahannya yang tentu saja hanya siswa-siswa yang ikut berpartisipasi sementara para orang tua langsung menuju tempat makanan yang sudah disiapkan.

“Chukae baby~ kau tetap jadi yang pertama.” Ucap Siwon penuh kebanggaan di wajahnya.

“Tentu saja, memangnya siapa lagi?” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya membuat Siwon menggelengkan kepalanya.

“Aigoo~ dia besar kepala sekarang~” Hyukjae mendekati mereka bersama Donghae.

“Chukae babykyu~” Donghae langsung memeluk Kyuhyun yang masih memegang karangan bunga selamatnya.

“Nee~” Jawab Kyuhyun saat Donghae melepasnya.

“Chukae Ryeowookie~” Ucap Donghae lagi memeluk Ryeowook.

“Gomawo hyung.”

“Kalian akan kami tunggu di kampus kami.”

“Hoo~ jinjja??”

“Memangnya kalian ingin kampus yang berbeda?”

“Tidak! Tentu saja!!”

“Benar baby? Kau ingin ke Inha?” Tanya Siwon.

“Apa tidak boleh?” Kyuhyun balik bertanya dengan death glarenya.

“Itu kehormatan untuk hyung bisa bersamamu lagi, my baby~” Seketika pipi Kyuhyun merona dengan indahnya mendengar pernyataan itu.

“Aigooo~ kalian pulang saja!!” Usir Hyukjae tiba-tiba membuat Kyuhyun memberinya death glare mematikan.

“Hey jelek, Chukae sudah lulus, kau tahu kau sudah besar.” Ucap Heechul tiba-tiba muncul diantara mereka.

“Aku memang sudah besar hyung!!” Protes Kyuhyun namun Heechul tidak peduli dan memeluk Ryeowook sebagai ucapan selamat kemudian tetap memeluk Kyuhyun sambil tersenyum senang.

Begitu juga hankyung yang ikut bergabung bersama mereka juga mengucapkan selamat bergantian, karena saat itu para orang tua sudah mendekat untuk memberikan ucapan yang sama pada putra kesayangan mereka masing-masing.

Setelah semua acara selesai, Siwon dan Kyuhyun langsung pulang ke rumah disusul semua anggota keluarga lainnya untuk memulai pesta kelulusan mereka yang diadakan di rumah Siwon sekali lagi. Semua orang tua juga ikut pulang ke rumah besar itu.

Mereka menghabiskan kebersamaan dengan saling bercerita kehidupan satu sama lain seolah mereka baru saja bertemu kembali. Walau sebenarnya rumah mereka berdampingan tapi karna kesibukan masing-masing membuat semuanya terabaikan.

Kyuhyun dan Siwon memilih untuk menghabiskan waktu bersama di gazebo taman karena yang lain memang berkumpul di balkon menuju taman belakang itu. Disana berbagai makanan dan minuman tersedia untuk kebersamaan mereka yang bercerita entah siapa yang tahu.

“Hyung~ sebelum masuk kuliah aku ingin liburan.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Mmm, liburan kemana?” Siwon menarik pinggang ramping itu dan memeluknya dengan erat.

Mereka duduk bersama dengan Kyuhyun bersandar didadanya dengan nyaman dan tangannya diletakkan diatas tangan Siwon yang memeluk pinggangnya.

“Kemana saja asal kau ikut juga.”

“Hoo~ hyung harus lihat jadwal dulu, kalau bisa hyung pasti usahakan.”

“Hmm~ gomawo, kau akan mengurus segalanya bukan?” Kyuhyun berpaling melihat Siwon dengan wajah berbinar.

“Ne~tentu saja.” Siwon menampilkan dimplenya yang memesona.

“Liburannya juga daftar kuliahnya.”

“Nee~ My queen~ mau liburan kemana, hmm?” Siwon menangkupkan kedua tangannya di pipi chubby Kyuhyun.

“Hawai?” Tanya Kyuhyun dengan mata mengerjap membuat Siwon langsung mengecup ujung hidungnya.

“Mmm~ bisa diatur.”

“Aku juga ingin satu jurusan denganmu, dan itu tidak bisa diganggu gugat.”

“Ahahaha~ walau begitu tingkat kita berbeda.”

“I don’t care.”

“Arraseo~ lalu…”

“Lalu…?”

“Kenapa tiba-tiba ingin liburan? Bukannya sangat sibuk mengurus kuliahmu?”

“Mmm, aku ingin…”

“Hmm?”

“Aku ingin memberikanmu sesuatu yang berharga.” Ucap Kyuhyun dengan wajah serius.

“Mwoo? Kenapa harus di hawai? Disini juga bisa.”

“Aku ingin jadi yang special, karena…”

“Karena…”

“Karena sesuatu itu hanya aku yang bisa memberikannya.”

“Mwooo??”

Tbc…

Ahahahaha~ selamat berjumpa kembali di cerita ini, kepolosan Babykyu akan berakhir disini dan kehidupan mereka selanjutnya baru akan dimulai.

Apa kalian mau menemani Vie disini?

Silahkan pendapatnya, agar cerita ini bisa Vie lanjutkan sampai ending nanti. Ehehehehe.

Gomawo untuk readers yang sudah membaca SEVEN PRINCES GARDEN sebelumnya.

Jeongmal Gomawo.

With Love.

Vie.

**