Little Duck 4

LITTLE DUCK

(I will Follow You)

Chapter 04

**

Hai-hai selamat malam~
Mianhae telat lagi ya?? Disini kan sering mati lampu, jadi wifi juga mati..mianhae neee~

Happy birthday Anna407 ato Anna Nabilla..I wish you all the best thing in the world chagiya..may all your dreams come true❤❤

Selamat membaca, My Lovelies.
Selamat malam jum’at.

**

Sebelumnya…

Ya…Kyuhyun.

Bocah kecil itu sekarang benar-benar terpaku melihat apa yang ada didepan matanya itu, namun saat Donghae bergerak mendekat, Kyuhyun lebih cepat berlari meninggalkan mereka yang terpaku sambil memanggil nama Siwon dengan kerasnya.

“Siwon Hyuuuungg~”

“Siwon hyung bangun!! Mianhae!! Mianhae!! Kyunnie janji tidak akan pergi lagi, ayo bangun!! Jangan tinggalin Kyunnie, jangan hyung!! Kyunnie cuma punya hyung~~~” Tangis Kyuhyun sambil menarik baju Siwon untuk membangunkannya.

“Sebentar Kyunnie, biar kami bawa keatas.”

““Jangan!!” Bantah bocah kecil itu dan memeluk punggung Siwon.

“Dia akan kedinginan disana, biarkan kami membawanya ke ranjang.” Bujuk Hyukjae sekali lagi.

Kyuhyun kecil hanya menatap Hyukjae dengan mata yang basah dan bibir yang dipoutkan, dia tidak mengerti apa yang terjadi. Tapi yang dia tahu Siwon tidak boleh diambil darinya.

“Hey Kyunnie, Siwonnie sakit karna kelelahan mencarimu, jadi izinkan dia istirahat, ok?”

“Huh?? Mencariku??” Nada terkesiap terdengan dari mulut kecil itu.

“Ne~ sekarang Kyunnie mandi dulu, biar hyung tidurkan Siwonnie.” Ucap Donghae dengan kesabaran yang penuh.

Dengan perlahan akhirnya Kyuhyun melepaskan Siwon dan duduk dengan tegak dilantai melihat apapun yang dilakukan dua hyungnya yang lain pada hyung tampannya itu.

“T-tapi Kyu-kyunnie mau Siwonnie~”

“Iya, nanti~ sekarang mandi dulu, ayo~” Donghae langsung mengambil tangan kecil itu dan mengajaknya sambil melihat Hyukjae dan memberi isyarat dengan matanya.

“Mmmm~” Gumam Kyuhyun tidak rela tapi tetap mengikuti Donghae ke kamar mandi.

“Kau harus mandi dengan air hangat, hyung akan mengambilkan handuk, masuklah.” Ucap Donghae kemudian.

Kyuhyun kecil tidak bisa membantah lagi perkataan hyungnya yang penuh kehangatan itu membuatnya terus menatap punggung Donghae yang sedang mencari handuk untuknya.

“Yang ada bebek kuning handuk Kyunnie.” Ucapnya tiba-tiba saat Donghae masih mencari.

“Ohh~ ok! Kenapa masih diluar? Sana masuk!” Ucap Donghae kemudian.

Dan Kyuhyun langsung membuka pakaiannya semua didepan Donghae membuat namja tampan itu menggelengkan kepala. Saat Kyuhyun masuk kedalam ia hanya bisa menunggu diluar karena bocah kecil itu mengatakan bisa melakukannya sendiri.

Beberapa saat kemudian barulah ia memanggil Donghae masuk kedalam untuk membawakan handuk untuknya. Tapi Donghae langsung menyeka semua air yang ada ditubuh putih mulus itu sampai semua badan Kyuhyun kering, termasuk rambutnya yang beraroma Apel shampoo anak kecil.

“Dimana bajumu?” Tanya Donghae kemudian.

“Kyunnie tidak punya baju, bye-bye~” Jawab Kyuhyun langsung berlari dengan tidak memakai apa-apa.

“Heey~~”

Bocah kecil itu langsung berlari memasuki kamar Siwon dengan pakaiannya yang dipakai waktu dia masih bayi. Sampai Hyukjae yang sudah duduk disisi ranjang Siwon terkejut dengan mata melebar melihatnya.

“What the…”

“Hyukkie!!!” Donghae langsung memberinya tatapan tajam yang baru saja ingin mengutuk.

“Ke-kenapa dia te-te…”

“Aku akan mencari baju.”

Kyuhyun yang tidak peduli apapun langsung mendekati ranjang Siwon dan menatap hyungnya yang masih memejamkan matanya. Dahi namja tampan itu sudah dikompres dengan kain dingin agar panasnya kembali turun.

Karena sepertinya Siwon tumbang saat panasnya naik kembali dan ia tidak ada ditempat tidurnya. Bisa dipastikan namja tampan itu pasti ingin keluar lagi mencari anak kecil yang sudah melekat dikepala dan ingatannya itu.

“Kyunnie pakai ini dulu.” Ucap Donghae membawa baju kaos Siwon yang pastinya kebesaran.

“Ka-kapan hyung bangun?” Tanya Kyuhyun pada Hyukjae.”

“Hyung tidak tahu, tapi tenang saja panasnya sudah turun.”

“Celana dalammu sudah hyung keringkan, nanti bisa kau pakai lagi, arraseo!!” Donghae langsung menyisir rambut Kyuhyun dengan jemarinya dan kembali keluar dari kamar itu.

Setelah beberapa saat namja tampan itu kembali sambil membawa piring berisi bubur ayam yang masih hangat yang dibuatnya sendiri. Tanpa mengatakan apa-apa Donghae menarik Kyuhyun untuk duduk dikursi baca Siwon dan meletakkan bubur itu dimeja didepannya.

“Makanlah, setelah itu kau tidur sudah malam.”

Sekali lagi Kyuhyun tidak bisa membantah ucapan serius namja tampan yang satu lagi itu membuatnya langsung mendekatkan wajahnya pada mangkok bubur yang asapnya masih mengepul. Dengan menghirup aroma wangi bubur itu, wajah putihnya sekalian diuapkan dengan asap yang mengepul itu membuatnya memejamkan mata dan menikmatinya.

“Ihihii~ dia imutkan Hyukkie?” Ucap Donghae melihat Hyukjae.

“Ne~ mm, apa kita menginap disini?”

“Iya, kita akan menjaga mereka, tidak apa-apa kan?”

“Tentu saja, sekarang kau tidur dulu dengan dia, biar aku yang menjaga.”

“Nanti aku akan bangun dan kau yang tidur, arra?”

“Arraseo~”

“Sudah Kyunnie??”

“Sudah.”

“Pakai celanamu lalu tidur.”

“Aku mau jaga Siwonnie.”

“Siwonnie hyungmu tidur, tidak perlu dijaga.”

Dan sekali lagi Kyuhyun mematuhi perkataan Donghae dan segera menuju kamarnya yang sudah diberikan Siwon untuknya jika ada disana. Baru saja badan kecilnya menyentuh kasur dan kepalanya menyentuh bantal, Kyuhyun kecil langsung terlelap menuju mimpinya yang sedikit menakutkan.

Donghae hanya bisa tersenyum kecil melihat malaikat imut nan menggemaskan itu, ia tahu sebenarnya tubuh kecil Kyuhyun kelelahan setelah berjalan-jalan diluar tak tentu arah selama berjam-jam.

Kemudian namja tampan itu pun segera menuju kamarnya menginap untuk beristirahat secepatnya agar bisa menggantikan Hyukjae untuk menjaga Siwonnie untuk beberapa jam kedepannya.

Dan hingga sampai keesokan harinya.

Kyuhyun benar-benar tertidur pulas bahkan saat Donghae memasuki kamarnya untuk pamitan, ia tidak terjaga sedikitpun sampai dua namja tampan sahabat Siwon hyungnya pergi dari apartement itu Kyuhyun belum juga bangun.

Sementara Siwon yang masih sedikit demam hanya bisa berbaring diranjangnya dengan mata tertutup rapat. Saat ini walau badannya yang kekar dan sangat bagus itu masih belum cukup kuat untuk berpindah dari tempat menyenangkan itu.

Beberapa jam kemudian barulah Kyuhyun sadar dan langsung terduduk diranjangnya yang besar itu, bocah kecil itu baru ingat bahwa ia tidak menjaga Siwon hyungnya semalam. Menyadari hal itu Kyuhyun langsung turun dari ranjang dan berlari menuju kamar Siwon dan berdiri dipintu itu yang sudah terbuka.

Kyuhyun menyusuri kamar besar yang sedikit temaram itu karena tirai yang dibuka setengahnya oleh Donghae. Entah kenapa tiba-tiba Kyuhyun merasa tidak berani untuk mendekati namja tampan yang masih tidur itu.

Wajah polos dengan kening berkerut bingung it uterus menatap Siwon dengan sesekali berpaling ke kiri dan ke kanan dengan gugup dan bergumam yang tidak jelas. Namun tiba-tiba sebuah suara memanggil membuat Kyuhyun terpaku ditempatnya.

“Hey~ Kyunnie…” Panggil Siwon pelan dengan senyumnya yang menenangkan. “Kau baik-baik saja?” Tanya Siwon lagi dengan wajah khawatirnya.

Seketika dada Kyuhyun berdegup dengan kencang mengingat apa yang terjadi kemarin, tapi saat melihat wajah Siwon yang begitu khawatir Kyuhyun langsung berlari dan memanggil namanya sambil menangis.

“Siwon hyuuuung~~” Tangis Kyuhyun langsung menghambur masuk kedalam dan memeluk Siwon yang masih tertidur. “Mi-mianhae~ huhuhuuhuu~”

“Aigo~ gwenchana, jangan menangis.” Jawab Siwon membelai dengan lembut kepala yang ada didadanya itu.

“Huhuhuhuuu~” Tangis Kyuhyun tidak peduli.

“Sudah-sudah, sekarang mandi dulu terus sarapan, Hae hyung sudah menyiapkannya untukmu.” Ucap Siwon lagi dan membuat tangisan kecil itu berhenti.

Detik selanjutnya secepat kilat Kyuhyun berdiri dan keluar dari kamar Siwon menuju kamar mandi membuat Siwon menatap kepergiannya dengan mulut terbuka.

“Apa dia lapar?” Tanya Siwon pada dirinya sendiri.

Setelah beberapa menit kemudian bocah kecil itu sudah mandi dan masuk ke kamar Siwon mencari kaos seperti kemarin dengan gampangnya di lemari Siwon. Kemudian memakainya dengan cepat lalu keluar dari kamar Siwon sekali lagi.

Kemudian ia terlihat kembali lagi dengan memawa piring berisi nasi goreng dan satu gelas susu ditangan sebelahnya. Siwon hanya diam melihat apa yang dilakukan bocah kecil itu sendirian sampai Kyuhyun sudah menarik kursi kesisi ranjang lalu duduk disana dengan piring makan dipangkuannya.

Dan dengan wajah datar imutnya itu Kyuhyun memakan nasi goreng buatan Donghae dengan lahapnya suap demi suapnya.

“Mmm, Kyunnie~ kemarin menghilang kemana?” Tanya Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun berhenti mengunyah.

“Aku mencari hyung!! Siwon hyung tidak datang-datang, aku tidak mau menunggu lagi nanti hyung tidak kembali seperti umma!!” Jawab Kyuhyun sedikit lebih keras.

“Mianhae~ Hyung beli makanan dulu untukmu.” Jawab Siwon jujur membuat Kyuhyun terkejut.

Detik berikutnya…

“Hiks…huhuuuaaaaa~ m-mianhaaeeee~~~” Tangis Kyuhyun kembali mengingat penyesalannya itu.

“Oh god, mianhae~ sssst~ jangan menangis, tidak apa-apa, makan dulu, jangan menangis, ssst~~” Ucap Siwon bingung menenangkannya.

“Huks~”Jawab Kyuhyun sambil menghirup ingusnya yang sudah keluar (>_<)

“Makan dulu~” Ucap Siwon lagi dan Kyuhyun pun kembali makan dengan wajah basah dan bibir yang dipoutkan.

Sesekali airmata didalam kelopak bulat cantik itu kembali keluar mengalir dipipinya hingga tangan Siwon terulur untuk menyeka airmata itu. Kyuhyun yang masih lapar hanya melihat apa yang dilakukan Siwon hyung tampannya sampai semua nasi goreng jatahnya itu menghilang dipiringnya.

“Simpan dulu, lalu kembali kesini ne~”

Kyuhyun kecil mengganggukkan kepalanya dan segera keluar kamar sambil membawa gelas susunya yang sudah habis setengahnya. Kemudian bocah kecil itu tidak kembali seperti yang dikatakan Siwon dan membuat namja tampan itu khawatir.

Dengan susah payah Siwon bangkit dari tidurnya untuk melihat apa yang mungkin saja terjadi ada bocah kecil itu, namun baru tiba dipintu Kyuhyun sudah berdiri disana dengan kening berkerut dan kepala yang dimiringkan.

“Mau kemana, hyung? Pipis?” Tanyanya dengan wajah polos.

“Ti-tidak, hyung ingin melihatmu.”

“Ohh~ Kyunnie cuci piring, ehee~” Jawba Kyuhyun dengan senyum menampakkan semua giginya. “Ayo kembali.” Ucapnya kemudian.

Dengan sok dewasanya Kyuhyun mengambil tangan Siwon dan membawanya kebahu seolah Siwon merangkulnya. Kemudian sebelah tangannya pun melingkar dipinggang Siwon dengan gampang karena pinggang namja tampan itu sangat berbentuk.

“Ayo~” Ajaknya kemudian membuat Siwon hanya bisa diam dan mengikuti langkah Kyuhyun agar sejalan. “Hyung sudah makan?”

“Sudah~ sebelum kau bangun, hae hyung sudah memberikannya bersama obat.”

“Artinya nanti siang hyung minum obat lagi?”

“Eum!!”

“Kyunnie akan rawat Siwonnie, tenang saja.” Ucap Kyuhyun bangga sambil menepuk-nepuk dadanya sedikit keras hingga ia terbatuk.

“Aigoo~ hati-hati~” Siwon langsung mengurut punggung kecil itu kemudian duduk diranjangnya sendiri.

“Hyung tidur lagi? Mau Kyunnie baca cerita?”

“Hyung tidak punya buku cerita.” Jawab Siwon kembali masuk kedalam selimutnya.

“Ck!!” Gerutu Kyuhyun. “Ohh~ hyung masih panas?” Tanyanya kemudian sambil menempelkan tangannya di dahi Siwon tapi ia tidak merasakan apa-apa.

Selanjutnya tindakan Kyuhyun yang tiba-tiba membuat Siwon menghentikan nafasnya dan menatap mata bulat bak boneka itu yang kini hanya beberapa senti dari wajahnya. Bocah kecil itu menempelkan dahi kecilnya pada dahi Siwon untuk merasakan suhu badan hyungnya itu apa masih panas atau tidak.

“Hyung masih hangat.” Ucapnya kemudian dengan senyuman polos nan menggemaskan.

“Mmm~ i-itu…”

“Kyunnie ambil es dulu.” Jawab Kyuhyun kembali meninggalkan Siwon dengan buru-buru.

Bocah kecil itu kembali ke dapur dan mengambil es kotak yang sudah disiapkan hyukjae untuk mengompres Siwon sejak tadi malam. Kyuhyun mengambilnya beberapa es balok kecil-kecil itu dan membawanya ke kamar.

Sebagian esnya Kyuhyun celupkan ke dalam baskom kompres Siwon dan tinggal beberapa untuk dirinya sendiri. Kemudian bocah kecil itu langsung menaiki ranjang Siwon dengan mangkok kecil itu ditangannya, lalu duduk disisi ranjang dengan tangan dimaksukkan ke mangkok dan bermain dengan es-es kecil itu.

“Basah nanti, Kyunnie~” Ucap Siwon tidak rela.

“Gwenchana~ baju hyung tebal.” Jawab Kyuhyun santai.

“Nanti tanganmu beku.”

“Tidak, dia hanya dingin.” Jawab Kyuhyun lagi kemudian meletakkan mangkok itu di meja nakas Siwon.

Kemudian dengan perlahan tangan kecilnya pun menyentuh leher Siwon hingga namja tampan itu sedikit terkejut karena dinginnya. Setelah meletakkan kain kompres didahi Siwon, ia meletakkan tangannya yang sudah dingin dileher namja tampan itu.

“Biar cepat turun hyung.” Ucapnya menjelaskan sebelum Siwon sempat bertanya.

“Tidak perlu, Kyunnie tidur saja disini.” Jawab Siwon dengan senyum bahagia yang tidak bisa disembunyikan.

Dengan cepat Kyuhyun melangkahi kaki Siwon untuk tidur disebelah kiri namja tampan itu kemudian kembali menyusupkan tangannya dileher Siwon. Lalu Kyuhyun pun berbaring menghadap Siwon disana dengan kepala disamping kepala namja tampan itu dan tangan kecilnya dileher Siwon.

“Ky-kyunnie…” Panggil Siwon tiba-tiba merasa gugup.

“Ne hyung~ ayo nyanyi untukku.” Jawab Kyuhyun semakin menyamakan tidurnya.

Tanpa bisa membantah Siwon bersuara menyerupai nada dengan kata hmm saja dan membuat Kyuhyun tertidur dengan nyaman sampai beberapa jam kedepan. Mau tidak mau, Siwon sendiri ikut terbang kealam mimpinya bersama bocah kecil itu disana.

**

Hingga waktu siang tiba, Siwon kembali terbangun karena keringatnya yang sudah terlalu banyak karena sebelum tertidur Siwon menyelimuti tubuhnya sampai dagu agar panasnya cepat turun. Siwon langsung menyibak selimutnya hingga terbuka dan gerakannya itu pula yang membuat Kyuhyun yang meringkuk disampingnya ikut terjaga.

“Mmmm~” Gumam Kyuhyun sambil menggeliat.

“Bangun Kyu, sudah siang.” Ucap Siwon pelan.

“Mwo??? Siang? Kyunnie lapar!!!” Jawab Kyuhyun sambil terduduk dari tidurnya dengan bibir yang dipoutkan.

“Hyung masak sesuatu?” Tanya Siwon cepat.

“Tidak usah!!”

“Lalu?”

“Hyung tidur saja, jangan cerewet!!” Jawab Kyuhyun membuat kening Siwon berkerut.

“Lalu bagaimana Kyunnie makan?”

“Kyunnie akan masak, tunggu saja disini, arraseo!!” Ucap bocah kecil itu dengan nada sedikit mengancam membuat Siwon langsung menganggukkan kepalanya.

Kemudian bocah kecil itu segera ke kamar mandi dan keluar dengan wajah segar dan rambut yang sedikit basah. Setelah mengambil air kompres Siwon yang sudah dingin, Kyuhyun pun keluar dari kamar itu tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Sementara Siwon.

Ditengah keadaan badannya yang lemas itu Siwon yang tampan hanya bisa berbaring dan menerima semua perawatan yang dilakukan Kyuhyun. Seperti siang ini, bocah kecil itu sudah sibuk sejak tadi didapurnya dengan suara yang sedikit ribut sampai mengganggu telinganya.

Tiba-tiba suara kecil itu memanggil namanya.

“Hyuuung~” Panggil Kyuhyun pelan dan setengah berbisik.

Mau tidak mau Siwon harus membuka matanya yang terasa berat itu dan berpaling melihat wajah putih chubby dan polos itu.

“W-waeyo Kyunnie??”

“Aku mau buat bubur hyung, bagaimana caranya?” Tanya Kyuhyun tanpa rasa bersalah.

“Untuk apa?” Kening Siwon berkerut bingung.

“Untuk hyung pabbo!! Ayo ajarkan!!”

“Ahh~ tidak usah, hyung tidak mau.”

“Andwaee!! Orang sakit harus makan bubur, bagaimana caranya??”

“T-tidak usah, baby~”

“Aku mau buat!! Ohh~baby??”

“Aigoo~ a-ambil saja uang disitu.” Tunjuk Siwon cepat pada laci meja nakasnya. “Kyunnie beli di supermarket saja, lebih gampang buatnya.”

“Hoo~ jinjja??” Bocah kecil itu langsung membuka laci itu dan mendapati beberapa lembar uang kertas yang bisa membeli banyak bubur.

“Ambil berapa, hyung?” Tanyanya bingung.

“1 lembar cukup.”

“Hooo~ terus beli berapa bubur??” Tanyanya lagi.

“Beli berapa yang Kyunnie mau.”

“Aaa~arraseo, Kyunnie pergi dulu!!”

Secepat Kilat bocah kecil itu melesat keluar dari kamar dan keluar dari apartement Siwon tanpa sempat namja tampan itu mencegahnya. Yang bisa Siwon lakukan hanya menghela nafas lelah dan kembali menutup matanya untuk beristirahat dengan sungguh-sungguh.

Ia ingin cepat sehat agar Kyuhyun tidak memaksakan dirinya untuk menjadi perawat dadakan yang bisa saja membuat Siwon semakin parah karena khawatirnya.

Sementara itu Kyuhyun yang ada diluar apartement.

Bocah kecil itu benar-benar pergi menuju supermarket yang berada tidak jauh dari apartment Siwon dan mengganggu pegawai supermarket itu untuk memilihkan beberapa bubur yang diinginkannya untuk Siwon dan dirinya sendiri.

“Ahh~ ada coklat!!” Serunya senang saat melihat jejeran coklat menggiurkan ada disana.

“Hey, anak kecil, berapa bubur yang kau mau?”

“Hey anak besar, berikan 10 bubur dengan rasa berbeda.” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya membuat pegawai itu memberinya tatapan tajam.

“10 bubur? Apa kau punya uang?” Tanyanya sinis.

“Siwon hyungku akan membeli tempat ini jika dia mau, kau diam saja, cepat ambilkan!” Jawab Kyuhyun tidak kalah tajam.

“Siapa Siwon hyungmu?” Tanya seseorang dibelakangnya.

“Dia hyung tampan yang baik hati, tapi sekarang dia sakit.” Jawab Kyuhyun penuh semangat namun tiba-tiba bersedih. “Ahh~aku mau coklat!! Tapi Siwon bilang beli bubur saja.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba kembali bersemangat.

“Kenapa begitu?” Tanya orang itu lagi.

“Aku hanya ingin beli bubur untuknya, tapi dia tidak bilang boleh beli yang lain, jadi…”

“Biar kubelikan, kau mau yang mana??”

“Hoo, jinjja!?!??!” Mata bulat Kyuhyun melebar.

“Jinjjayo~ ambillah.”

“Ehh ahjussi~ kau bukan ingin menculikku kan??” Tanya Kyuhyun dengan mata penuh selidik.

“Ahahahaha~ mulutmu memang aneh ya!!” Ucap ahjussi itu tidak habis pikir membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.

“Ahjussi!! Jadi atau tidak!!”

“Ahahaha, ambillah aku yang bayar.”

“Horeee~~~” Kyuhyun langsung berlari mengambil coklat yang dia inginkan.

Ahjussi berpakaian rapi itu mengira Kyuhyun akan mengambil semua coklat yang dia inginkan, tapi ternyata Kyuhyun hanya mengambil dua batang coklat dengan rasa vanilla.

“Cukup?” Tanya Ahjussi itu.

“Cukup! Kyunnie satu, Siwon hyung satu.”

“Baiklah, sekarang bayarlah buburmu dan pulang.”

“Arraseo~”

Dengan patuh Kyuhyun menuju kasir dan memberikan uang yang sudah diberikan Siwon pada kasir yang ada disana. Kemudian bocah kecil itu langsung mengambil bubur miliknya dan keluar dari supermarket itu setelah menundukkan badannya sopan pada ahjussi yang sudah membelikannya coklat.

Beberapa menit kemudian Kyuhyun kembali tiba di apartement Siwon dengan kantong plastic berisi 10 bubur dan dua buah coklat. Begitu sampai didalam Kyuhyun memberikan satu coklat untuk Siwon dan segera kedapur untuk membuat bubur.

Tidak lama Siwon juga sudah ada dibelakangnya duduk dimeja makan dan melihat semua yang dilakukan Kyuhyun. Bocah kecil itu tidak menyadari apapun karena serius memanaskan air sampai ia berbalik badan untuk mengambil cup bubur yang ada dimeja makan.

“Hyung!!!”

“Hyung temani.”

“Tapi hyung harus tidur.”

“Tidak apa-apa, hyung ajari, buat saja.”

Kyuhyun terlihat berpikir sebentar dan melihat Siwon dengan tatapan tajamnya lalu kembali berkutat dengan acara memasak bubur untuk Siwon hyungnya itu. Siwon mengatakan apapun yang harus dilakukan Kyuhyun untuk membuat bubur siap saji itu sampai semuanya selesai.

Saat itu tiba-tiba pintu depan dibuka dengan gampangnya oleh dua manusia yang merupakan hyung Siwon yang sudah kembali lagi. Donghae dan Hyukjae kembali dengan membawa berbagai bungkusan yang sudah dipesan Siwon sebelumnya.

“Selamat siang hyung~” Sapa Siwon begitu melihat mereka.

“Mwo? Kenapa kau ada disini? Bukannya istirahat.” Jawab Donghae memukul kepala Siwon dengan pelan.

“Apa yang kau lakukan, hyung!!” Protes Kyuhyun memberi Donghae death glarenya.

“Aku menemani Kyunnie buat bubur hyung.”

“Ohh~ ini yang kau pesan.” Ucap Donghae menyerahkan beberapa bungkusan pada Siwon.

“Ohh~ gomawo hyung~ nanti aku ganti uangnya.”

“Gwenchana~”

“Kyunnie~ ayo sini, ini untukmu pakailah.” Panggil Siwon pada Kyuhyun yang masih sibuk mengambil sendok.

“Hyung makan dulu.”

“Iya hyung makan, kau pakai ini dulu.” Jawab Siwon menyerahkan bungkusan yang berisi baju anak kecil seusia Kyuhyun.

“Waaaah~ ini untukku??” Tanya Kyuhyun dengan wajah riang.

“Tentu saja, ayo coba pakai.” Jawab Donghae.

Dan bocah kecil itu langsung berlari menuju kamar Siwon bukan ke kamarnya sendiri membuat ketiganya menggelengkan kepala mereka. Selanjutnya ketiga namja tampan itu pun saling berpandangan dengan wajah yang tiba-tiba serius.

“Bagaimana hyung?” Tanya Siwon sambil menarik buburnya mendekat.

“Kami belum menemukan apa-apa, Siwon. Mianhae~”Jawab Donghae merasa bersalah.

“Gwenchana, hyung, aku akan berusaha lagi setelah sembuh nanti.”

“Sebelum itu kami akan terus mencari dimana umma Kyunnie.”

“Aku sudah meminta bantuan temanku yang ahli dibidang seperti ini.” Ucap Hyukjae menenangkan Siwon.

“Apa polisi tidak perlu tahu?”

“Jangan dulu, jika mereka tahu pasti sudah ada yang mencarinya kemari.”

“Belum mungkin.”

“Mmm~ ne~ semoga ada yang merasa kehilangan, dia tidak bisa selamanya disini Siwon.”

“Aku mengerti hyung.” Siwon memakan bubur jadi itu dengan berbagai pikiran melayang dikepalanya sampai Kyuhyun yang sudah memakai baju baru keluar dari kamarnya.

“Hyung~ lihaat~” Panggil bocah kecil itu penuh semangat.

“Aigoo~ tampan sekali.” Puji Donghae saat melihat bocah kecil itu terlihat rapi dengan pakaian yang pantas untuknya.

“Sangat cocok Kyunnie~ ada pakai celana kan?” Tanya Hyukjae dan Kyuhyun langsung menatapnya tajam.

“Tadi ada celana baru, siapa yang belikan?” Tanya Kyuhyun teringat beberapa celana dalam kecil-kecil ada disalah satu bungkusan.

“Hae-hyung yang sudah melihat ukurannya.” Jawab Hyukjae dan Kyuhyun langsung menatap Dognhae dengan death glarenya.

“Aku hanya…”

TINTONG…

Bel pintu Siwon menghentikan perkataan Donghae dan membuat mereka semua melihat kearah pintu yang tertutup rapat itu. Siwon merasa tidak mengundang siapa-siapa kali ini hingga membuat keningnya berkerut bingung.

“Kau mengundang seseorang?” Tanya Hyukjae penasaran.

“Aku belum keluar hari ini hyung!!”

“Lalu??”

“Kalian kembali ke kamar, biar aku yang membuka pintunya.” Ucap Donghae menuju pintu.

Sementara Hyukjae mulai memapah Siwon untuk kembali kekamar sedangkan Kyuhyun masih berdiri ditempatnya menunggu siapapun yang berkunjung ke apartement itu. Dan begitu pintu itu terbuka, nada terkesiap keluar dari mulut Donghae, Kyuhyun dan tamu yang berdiri didepan mereka.

“Aaa~coklat ahjussi!!” Teriak Kyuhyun tidak percaya membuat Siwon berdiri dan melihat kebelakang.

“Appa!!” Siwon terlihat lebih terkejut dari Kyuhyun sendiri.

“Appa?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“S-silahkan masuk uncle.” Ucap Donghae tiba-tiba gugup.

“Selamat malam semuanya.” Ucap namja paruh baya itu yang mereka kenal dengan nama Choi Kiho, Appa dari Choi Siwon.

“K-kenapa Appa disini?” Tanya Siwon tidak senang.

“Appa dengar kau sakit, jadi appa ingin menjengukmu.” Jawab Appa Choi mengangkat tangannya yang berisi biah-buahan.

“A-aku…” Siwon langsung melihat Donghae dan Hyukjae membuat kedua hyungnya menggelengkan kepala mereka.

“Appa punya link sendiri, bukan mereka.” Jawab Appa Choi mengerti tatapan Siwon. “Apa Appa tidak boleh melihat anak sendiri.

“Aku tidak apa-apa.”

“Uncle masuklah, Siwon hanya demam biasa, sekarang sudah mendingan.” Ucap Hyukjae mencoba menenangkan suasana canggung disana.

“Ahjussi~” Panggil Kyuhyun tiba-tiba membuat semua mata melihat kearahnya. “Terima kasih coklatnya ne?” Ucapnya kemudian mendekat dan membungkukkan badannya sekali lagi didepan Appa Choi.

“Ahh~ gwenchana, ini ambillah.” Ucap Appa Choi kembali mengacak rambut Kyuhyun dan menyerahkan bungkusan buah-buahan itu.

“Terima kasih, Kyunnie boleh makan?” Tanya bocah kecil itu dengan sopan.

“Makanlah, ahjussi mau bicara dengan Siwon hyung sebentar.”

Appa Choi langsung mendekati Siwon yang sudah berjalan ke kamarnya setelah melihat Donghae dan Kyuhyun sekali lagi. Hyungnya itu langsung mendekati Kyuhyun dan membantunya membuka buah-buahan yang ada berbagai macam itu.

Sementara di kamar Siwon, Hyukjae langsung keluar setelah merebahkan Siwon diatas tempat tidur namja tampan itu. Meninggalkan Appa dan anak itu untuk saling berbicara karena ia tahu Appa Choi pasti sudah mengetahui apapun yang selama ini terjadi pada Siwon.

“Jadi apa memata-matai hidupku lagi??” Tanya Siwon tajam.

“Bukan begitu putraku.” Jawab Appa Choi sambil membenarkan selimut Siwon lalu duduk dikursi yang diduduki Kyuhyun sebelumnya.

“Lalu? Kenapa Appa tau aku sakit?”

“Appa hanya ingin menjagamu.” Jawab Appa Choi tetap tenang.

Karena memang selama ini ia menugaskan bawahan kepercayaannya untuk menjaga Siwon, putra satu-satunya itu dari jauh. Walau Siwon tahu, tapi ia tidak pernah peduli karena selama ini Appa Choi tidak menyulitkannya dengan penjagaan dari jauh itu. Tapi kali ini…Appa Choi ingin ikut campur.

“Aku sudah besar Tuan Choi.”

“But you are my only one, son~”

“Ne, ne, ne ada apa??”

“Mmm~ kau baik-baik saja?” Tanya Appa Choi dengan wajah khawatirnya membuat Siwon tersenyum.

“Aku baik Appa~, Appa bagaimana? Umma??”

“Kami baik-baik saja, jangan khawatir.”

“Mmm, nee~”

“Kuliahmu?”

“Semua lancar, aku belajar dengan giat.”

“Anak Appa!” Ucap Appa Choi bangga.

“Lalu?” Tanya Siwon tahu apa yang ingin dibicarakan appanya.

“Mmm, dia siapa?” Tanya Appa Choi to the point.

“Aku tidak tahu.”

“Lalu kenapa dia ada disini, apa yang kau pikirkan?”

“Aku menemukannya ditaman Appa, dia tidak punya siapa-siapa.”

“Kau tahu apa yang kau lakukan? Kau tidak bisa merawat anak kecil.”

“Aku tahu, aku sedang mencari orangtuanya.”

“Lalu dimana?”

“Belum ditemukan, aku tidak bisa mencarinya sendiri.”

“Appa tegaskan, kau tidak bisa merawatnya disini.”

“Appa!!”

“Kau masih kuliah Siwon, tidak bisa menjaga anak kecil, Kyuhyun masih butuh orangtuanya.”

“Ke-kenapa Appa tahu namanya?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Sudah appa katakan, appa tahu semuanya.”

“Appa jangan ikut campur!!”

“Tenanglah Siwon, Appa hanya ingin yang terbaik untukmu.”

“Aku bisa mengurusnya sendiri.”

“Kau tidak akan menemukan orangtuanya dimanapun.”

“Kenapa appa yakin seperti itu!??!”

“Karna dia memang tidak punya!!”

“A-apa??” Mata Siwon melebar dengan kenyataan yang dia terima.

“Appa sudah menyuruh bawahan appa untuk menyelidiki semuanya, dia memang tidak punya orang tua.”

“La-lalu ke-kenapa dia ada disana?”

“Appa tidak tahu, yang appa tahu dia tidak bisa ada disini.”

“Aku akan merawatnya!” Ucap Siwon tanpa mendengar kata appa Choi sebelumnya.

“Choi Siwon!! Kau sadar apa yang kau katakan??”

“Sangat appa!! Aku akan menjaganya, Kyunnie tidak punya siapa-siapa kan?”

“Kau mencari masalahmu Siwon, kau tidak ada hubungannya dengan anak kecil itu.” Ucap Appa Choi tiba-tiba kesal dengan sikap putranya itu.

“Aku menyayanginya Appa.”

“Tapi dia bukan adikmu!!”

“Aku tidak peduli!! Aku tidak akan meninggalkannya seperti yang ummanya lakukan!!”

“Kau gila!!”

“Ya…aku…aku tidak akan melepaskan Kyunnie.” Ucap Siwon dengan tegas dan menatap mata Appanya itu tanpa berkedip.

“A-apa maksudmu?! Jangan bilang kalau kau…”

“Jangan berpikir yang tidak-tidak!!”

Appa Choi terdiam dan melihat tatapan mata Siwon yang tidak gentar menyatakan keinginannya seperti dulu saat ingin tinggal sendiri di Apartement agar dia bisa mandiri. Kini tatapan mata yang tidak pernah bermain dengan kata-kata itu kembali lagi menatapnya.

“Apa yang kau pikirkan Siwonnie?”

“Appa tidak bisa mencegahku.”

“Terserah padamu.” Ucap Appa Choi berdiri dan berjalan keluar dari kamar putranya itu dengan berbagai pikiran melayang-layang dikepalanya.

‘Aku harus melakukan sesuatu’

TBC….

Ahahahahahahahahahahaha…aku juga akan melakukan sesuatu.
Sampai jumpa lagi My lovelies.
With Love
Vie. Continue reading

My Baby 77

10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

MY BABY 77

^^

Hai-hai..selamat malam~ kalian tahu hari ini hari apa?? pecinta My baby dari awal pasti tau..uhuhuhu

HAPPY 3rd ANNIVERSARY MY BABY LOVER!!!!

Tanggal 21, 3 tahun yang lalu chapter pertama ff  abal-abal ini keluar, dan hari ini genap 3 tahun dengan 77 Chapter dibelakangnya dan itu belum end. Ohmygod!!! entah apa isi didalamnya, tapi yang pasti..

Karena cerita ini, Vie punya banyak Unnie, banyak Dongsaeng, banyak Anak dan banyak teman. cerita lain juga, tapi kalian kenal Vie, pasti dengan…”Unnie..yg buat My Baby kan?”

Pasti itu..

Ohh, hari ini ada yang ultah juga ya..Rie, happy birthday ne~ I wish you all the best thing in the world.

Seharusnya Vie punya 3 Chapter hari ini..hasil meminta2, tapi sepertinya tidak mungkin, jadi hanya ini saja, semoga tidak mengecewakan ne.

Ps. Baca pelan-pelan, atau kalian akan sakit kepala.

**

Sebelumnya…

“Mommyyyyyyy~~” Teriak Sulli begitu melihat tempat tidur mommy-nya kosong dengan selimut yang terbuka.

Seketika puluhan suara langkah kaki bergema di istana itu menuju lantai 3 kamar besar milik tuan rumah mereka. Bahkan Minho dan Suho yang paling depan terlihat sedang mengatur nafasnya yang terengah-engah karena berlari.

“Waeh-waehyo~ Culli??” Tanya Minho tidak sabar.

“Mommy~~” Jawab Sulli masih menatap ranjang mommy-nya.

“Kenapa Mommy? Ada apa?” Tanya Suho langsung masuk kedalam karena terseret maid mereka yang sudah berjejal didepan pintu.

“Mommy~hiks…”

“Mwo??”

“Mommy pergi ke paris~ Huaaaaaaaaaaaaaa~” Dan tangisan yang keras itu pun langsung menggema diseluruh ruangan hingga turun ke bawah.

Minho dan Suho langsung melihat ke sekeliling ruangan besar itu dan memang hanya ada kesepian yang lama tak dijamah? Disana.

“Kenapa Culli bilang begitu? Semalam mommy masih ada disini.” Ucap Suho dan merebahkan setengah badannya diatas ranjang empuk itu.

“Ce-cemalam~ cemalam mommy bilang mau kesana, mommy bilang sama daddy, oppaaaa~~~”

Putri cantik itu langsung berlari ke pelukan Minho oppanya dan menangis disana dengan sedihnya. Beberapa maid malah mencoba untuk menghibur dan ingin menggendong Sulli, tapi putri kesayangan itu memeluk Minho semakin erat.

“Tidak apa-apa ahjumma, kembalilah.” Ucap Minho dengan tenangnya.

Dengan berat hati para maid itu pun kembali turun untuk melanjutkan tugas mereka yang tertunda gara-gara teriakan dipagi hari itu.

“Culli sayang~” Panggil Minho kemudian.

Suho juga akhirnya mendekati mereka dan berdiri didepan sambil membelai dengan lembut kepala dongsaeng cantiknya itu hingga tangisan Sulli hanya tinggal isakan.

“Kenapa Culli tau mommy pergi ke paris?” Tanya Minho tidak mengerti.

“Se-semalam~ Culli mau bobo disini, tapi mommy masih bicara~ daddy bilang daddy mau mommy disana, huuuuu~uuuu~”

“Karna itu Culli buru-buru datang kesini?” Tanya Suho dengan wajah polosnya dan dijawab anggukan oleh Sulli.

“Mmm~ lalu kenapa Culli nangis?”

“Culli mau ikuuuut!!!” Jawab putri kecil itu sambil menghentakkan kakinya.

“Culli kan harus sekolah, disekolah juga ada tugas kan?”

“T-tapi itu palis oppa~~”

“Memangnya kenapa dengan paris? Lain kali kita bisa liburan kesana??”

“Mmmm~~~”

“Mommy pergi untuk jaga daddy, daddy lagi kurang sehat.”

“Jinjja??” Tanya Suho dengan mata melebar.

“Kan kalian dengar tadi siang, suara daddy seperti kodok.” Jawab Minho dengan polosnya membuat Suho tertawa cekikikan.

“Tapi~mommy tinggalin kita~~”

“Sudah oppa bilang, mommy pergi karna daddy sakit, kalau tidak mommy pasti temenin kita disini, iya kan?”

Sulli langsung melepas pelukannya dan melihat Minho tanpa kata-kata lalu berpaling berjalan meninggalkan kedua oppa-nya yang kebingungan.

“Mau kemana??” Tanya Minho dengan kening berkerut.

“Culli mau ikat rambut, we’re late.” Jawab putri kecil itu berpaling dengan wajah datarnya kemudian segera menghilang dari balik pintu kaca tersebut.

“Apa-apaan itu?” Tanya Minho tidak habis pikir.

“Ahh, hyung lupa kalau dia donkdonk~”

“Suhoo~” Panggil Minho menegur.

“Nanti kalau ingat Culli akan nangis lagi, so~tenang caja hyung~” Bocah kecil itu langsung melenggang imut keluar dari kamar orang tuanya untuk siap-siap ke sekolah.

Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah melihat kelakuan dua bocah kembar kesayangannya itu. Bagaimana bisa orang baru saja menangis keras langsung berubah tenang-tenang saja setelahnya.

“Sok dewasa! Bicara saja masih belepotan.” Ucap Minho tidak habis pikir. “Sedang yang satu lagi…”

“Dasar princess!” Gerutu Minho kemudian segera menuju ranjang mommy-nya dengan perlahan.

Bocah tampan itu tidak tahu apa yang ingin dilihatnya, tapi sepertinya ada sesuatu disana yang mungkin saja bisa menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi.

“Apa mommy benar pergi?” Tanya Minho entah pada siapa.

Saat itu pula mata Minho menangkap ada sesuatu dibawah selimut yang tersibak itu, secarik kertas babyblue terselip disana. Dengan tersenyum manis Minho langsung mengambil kertas itu yang berisi tulisan mommynya kemudian membacanya dengan cepat.

Dear…
My Babyboy.
Mino baby~ jaga mereka sebentar ne??
Mommy ke paris, mommy kangen daddy.
Lagipula daddy lagi kurang sehat. Mino mengerti kan?”
Loves you.
Mommy.
Ps. Rahasiakan dari daddy.

Minho langsung memutar bola matanya dengan malas setelah membaca pesan singkat yang seperti nyata itu, karena Minho seperti bisa melihat mommy-nya mengerucutkan bibirnya saat bilang kangen pada daddy mereka.

“Daddy cepat sembuh ne, kan sudah ada mommy~ Mino juga kangen daddy~” Gumam Minho perlahan sambil melihat kertas babyblue itu.

Tapi kemudian bocah nan tampan dan pintar itu segera berlari keluar dan menutup pintu kamar itu kembali. Minho harus segera berangkat sekolah dan membereskan dua marmut kesayangannya itu sebelum mereka merengek yang tidak-tidak.

Dan benar saja seperti yang dikatakan Suho sesaat tadi, bahwa Sulli akan merengut lagi jika mengingat kembali bahwa mommy mereka tidak ada dirumah. Karena saat ini putri kecil itu sudah duduk disofa dengan wajah cemberut melihat sepatunya tanpa berniat untuk memakainya.

“Hyung!!” Panggil Suho melihat hyungnya lalu melihat kembarannya.

“Waeyo princess?” Tanya Minho dengan lembut dan Sulli langsung melihatnya.

“Ba-bagaimana kalau pentas kami disekolah nanti, mommy tidak kembali?” Tanya Sulli dengan wajah sulking.

“Tidak mungkin, mommy tidak akan melewatkan apapun hari itu.”

“Kenapa hyung yakin??” Tanya Suho dengan bibirnya yang mengerucut. “Cuo tidak mau kalau mommy tidak datang.” Lanjutnya kemudian dengan tangan terlipat didada.

“Mommy pasti datang, believe me~” Ucap Minho dengan senyum polos penuh kejujuran sambil menepuk-nepuk dada-nya dengan yakin.

“Kalau tidak datang hyung harus gendong Cuo keliling taman depan, Arrachi?”

“Culli taman atas, arrachi??”

“Mmm, itu…mmm…andwaeeeee!!!!!” Teriak Minho langsung berlari keluar dari rumah mereka dengan tertawa keras.

Sulli dan Suho yang melihatnya juga ikut berlari mengejar dengan tawa mereka yang sangat keras mengingat wajah horror hyung/oppa tampan mereka itu sesaat tadi. Bahkan Sulli tidak sadar bahwa ia sudah memakai kedua sepatunya dengan baik, oleh Minho.

“Yo~yo~ yo~ ada apa ini??”

“Ummaaaaa~~~” Minho langsung menghambur pada Ryeowook yang baru tiba disana.

“Umma, umma, umma, umma~ pasti tidak pelcaya.” Ucap Sulli cepat-cepat.

“Apanya yang tidak percaya? Ada yang terjadi??”

“Hooo~ ini lebih gawat umma, mommy~ mommy kitaa~” Jawab Suho semakin membuat Ryeowook penasaran.

“Mommy ke paris umma, sepertinya berangkat semalam.”

“Mwoooo???” Ryeowook langsung melihat Minho tidak percaya pada kata bocah itu.

“Jinjjayo~ umma, Culli dengar daddy telfon semalam.”

“B-bagaimana? Ke-kenapa??”

“Tentu saja mommy rindu daddy, lagipula daddy sepertinya sakit, umma.”

“Owh, begitu? Tapi kenapa dia tidak bilang apa-apa? Tiketnya? Barangnya bagaimana?” Tanya Ryeowook pada dirinya sendiri.

“Mommy tidak bawa apa-apa umma, Cuma pakai coat dan bawa hp saja.”

“Mwoyaa?? Apa dia pergi dengan itu?” Ryeowook nampak berpikir sendiri membuat Minho menatapnya penuh selidik.

“Dengan apa Umma??” Tanya bocah itu penasaran.

“Ouwh, mmm, itu…ayo berangkat, kalian sudah terlambat. JongIn ayo cepat.”

Ryeowook cepat-cepat memasukkan kurcaci itu ke mobil Kyuhyun dan menutup pintunya kembali. Namja imut itu melihat para maid yang berdiri disana dengan senyumnya lalu masuk ke mobil mengantar permata hati mereka itu ke sekolah masing-masing.

Sedangkan maid-maid yang menunggu mereka dengan sabar hanya bisa menggelengkan kepala sambil tertawa cekikikan.

“Tuan muda kita memang selalu bisa diandalkan.”

“Kau lupa dia kebanggaan kita??”

“Nee~ Mino is everything.”

Maid-maid itu pun menutup pintu besar istana mereka saat mobil yang akan mengantar ketiga bocah itu ke sekolah pergi dari sana. Dan kembali mengerjakan pekerjaan mereka sampai waktu istirahat mereka tiba saat makan siang nanti.

Sementara itu di Paris, perancis.

Kota indah dengan bangunan megah yang penuh ukiran seperti jaman dulu, masih dipegang teguh sampai sekarang. Hingga membuat kota cantik itu terkenal dengan keromantisannya pagi pasangan yang selalu memilihnya sebagai tempat berbulan madu dan menghabiskan waktu bersama.

Tapi itu tidak berarti jika kau datang ke kota ini hanya sendiri tanpa ada belahan jiwamu yang akan menemani disetiap detiknya untuk menikmati keindahan kota romantic ini.

Itupula yang terjadi dengan namja tampan berlesung pipi sempurna dengan senyum paling menawan Choi Siwon yang ada didalam salah satu kamar hotel termewah di paris, Plaza Athenee. Dia harus menghabiskan waktu empat harinya itu sendiri dalam pekerjaan yang diterima untuk membantu appa-nya tercinta.

HOTEL PLAZA

Plaza Athenee.

Tanpa ada cintanya, kebahagiaannya disisinya, Siwon seperti pohon yang tidak ingin hidup lagi bahkan walau sudah disirami dengan air sekalipun.

“Aku benar-benar merindukanmu, baby~” Gumam Siwon sambil menopang dagu dengan kedua tangannya.

“Kalau saja Appa izinkan, kau pasti ikut bersamaku.” Lanjutnya kemudian.

Ya…Siwon sudah mengusulkan pada Appa Choi agar Kyuhyun bisa ikut dengannya mengingat bagaimana mendungnya wajah Kyuhyun beberapa saat sebelum keberangkatan. Walau namja cantik itu menahan dan menyembunyikannya, Siwon tahu Kyuhyun tidak rela melepas kepergiannya ini.

“Tapi tetap saja kau bilang tidak apa-apa demi anak-anak. Ahh~ aku benar-benar mencintaimu Choi Kyuhyun” Gumamnya sekali lagi dan kembali mengacak-acak rambutnya dengan handuk agar cepat kering.

Namja tampan itu baru selesai mandi untuk tidur karena pekerjaannya pun baru selesai lebih kurang sejam yang lalu. Setelah itu Siwon langsung merebahkan badannya diatas ranjang hotel yang besar nan putih itu.

Tidak perlu menunggu waktu lama, Siwon bisa langsung terlelap karena kelelahan yang diderita, juga pikiran yang dipenuhi kerinduan pada huswifenya tercinta. Dalam sekejap namja tampan itu sudah menuju alam mimpinya bertemu dengan Kyuhyun dan anak-anaknya yang menggemaskan.

**

Sampai Keesokan harinya,

Namja tampan itu kembali bangun pagi dengan tampannya dan segera membersihkan diri dikamar mandi hotel itu. Kemudian dengan memakai baju mandi dan handuk kecil dikepalanya, Siwon menyiapkan keperluannya hari ini untuk kembali mengerjakan proposal kerja sama mereka.

Ia ingin semuanya terselesaikan dengan cepat dan dia bisa segera kembali ke pelukan keluarganya yang hangat.

Dan setelah menyusun dokumen-dokumennya itu, namja tampan dengan lesung pipi itu segera menuju lemari pakaiannya untuk memakai jas resmi yang sudah disiapkan Kyuhyun untuknya. Namun belum sempat kakinya melangkah kesana, suara bel pintu tiba-tiba menghentikannya.

Tingtong~

“Waah~ sarapan. Im hungry~” Gumamnya senang dan menuju pintu kamarnya.

Sambil kembali mengacak-acak rambutnya dengan handuk itu Siwon menuju pintu kamarnya dan segera membuka pintu itu tanpa melihat terlebih dulu siapa yang ada diluar. Namun detik selanjutnya seluruh indera ditubuhnya berhenti seketika saat melihat dengan jelas orang yang sudah menekan bel pintu kamar hotelnya.

Bahkan handuk kecil ditangannya sudah jatuh kelantai tanpa Siwon sadari dan untuk mengambilnya kembali Siwon seakan lupa bagaimana caranya. Namja tampan itu menatap tidak percaya pada seseorang yang kini berdiri tanpa kata-kata didepannya.

Namja tinggi berparas cantik dengan kulit putih dan pipi chubby yang menggemaskan kini berdiri didepannya hanya memakai t-shirt putih dan coat biru gelap simple dan namja itu tentu saja yang sangat dikenalnya sebagai cinta dalam hidupnya. Siapa lagi kalau bukan, Choi Kyuhyun.

Setelah beberapa menit berlalu.

“B-baby…?” Tanya Siwon tidak percaya.

Detik itu juga Kyuhyun yang dipanggilnya itu bergerak perlahan mendekatinya dengan kedua tangan namja cantik itu terulur seketika memeluk lehernya dengan kuat dan langsung membenamkan wajah cantiknya disana.

“Siwonnie~” Panggil Kyuhyun setengah berbisik.

Untuk beberapa saat Siwon masih saja membeku ditempatnya walau sudah merasakan pelukan hangat huswife yang sangat dirindukannya itu. Namun saat suara lembut itu masuk ke indra pendengarnya, Siwon langsung memeluk tubuh ramping itu dengan erat dan membenamkan wajahnya dibahu Kyuhyun.

Namja tampan itu menghirup dalam aroma vanilla nan lembut yang selalu melekat pada Kyuhyunnya tercinta. Aroma yang selalu membuatnya tidak pernah ingin jauh dari pelukan huswifenya itu walau sedetikpun.

“My baby~ I love you~” Bisik Siwon penuh perasaan.

“I miss you so much.” Jawab Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.

Siwon hanya bisa tersenyum manis dan membalas pelukan itu sama eratnya karena ia juga sangat merindukan cintanya itu. Inilah yang paling diinginkan Siwon sejak appa Choi memintanya pergi ke negeri asing itu, tapi apa daya jika Kyuhyun bukanlah miliknya seorang diri seperti dulu.

Siwon harus berbagi Kyuhyun yang paling dicintainya itu tidak dengan orang lain, melainkan dengan putra dan putrinya yang paling berharga setelah Kyuhyun sendiri tentunya. Karena itu Siwon tidak bisa melakukan apa-apa saat harus dipisahkan lagi dengan huswifenya tercinta.

“Kenapa kau ada disini, baby?” Tanya Siwon akhirnya.

Kyuhyun langsung melepas pelukannya dan menatap mata suaminya itu dengan tajam dan menelusuri wajah tampan itu dengan seksama. Kemudian tangannya pun terulur untuk memegang dahi Siwon dan merasakan suhu badannya.

“Hyung baik-baik saja baby~” Jawab Siwon bahkan sebelum Kyuhyun bertanya.

“Aku khawatir hyung~” Jawab Kyuhyun kemudian menempelkan dahi mereka bersamaan hingga wajah keduanya begitu dekat.

Sekali lagi senyum manis penuh kebahagiaan terukir dibibir Siwon dan detik selanjutnya bibirnya langsung menyentuh bibir Kyuhyun yang cantik itu. Salah satu hal yang paling dirindukan Siwon pada Kyuhyun, bibir cantik yang sudah menjadi candu baginya sejak belasan tahun yang lalu.

“Mmmh~hyung~” Bisik Kyuhyun saat Siwon menariknya semakin mendekat.

“Aku sangat merindukanmu.” Jawab Siwon disela-sela bibir mereka. “Sangat baby~”

Kali ini Kyuhyun yang mengukir senyuman manis dibibirnya saat Siwon kembali mengecup bibirnya dengan lembut dan penuh perasaan. Entah berapa lama ciuman mereka berlangsung hingga Kyuhyun sadar mereka sudah ada didalam kamar Siwon.

Terlalu larut dalam ciuman suaminya hingga Kyuhyun tidak tahu kapan Siwon membawanya masuk kedalam bahkan ia tidak tahu kapan Siwon menutup kembali pintu kamar hotelnya.

Sampai ditengah kamar VVIP itu barulah Siwon melepas ciumannya namun tidak melepas pelukannya pada pinggang Kyuhyun. Namja cantik itu menundukkan wajahnya melihat tangannya yang bermain pada kerah t-shirt Siwon.

“Kenapa kau ada disini, baby? Bagaimana dengan kurcaci kita?” Tanya Siwon melihat wajah Kyuhyun yang menunduk.

“Ada Ryeowookie disana.”

“Tapi mereka membutuhkan mommy-nya.” Ucap Siwon lagi membuat Kyuhyun langsung menatapnya.

“Dan kau tidak?”

“Aku tidak apa-apa, baby~ hyung bisa menjaga diri.” Kyuhyun langsung melepas pelukannya dan menatap Siwon tajam.

“Bisa katamu? Jika bisa kau tidak akan sakit begini! Makanmu saja tidak benar, padahal pelayanan hotel disini pasti sangat baik. Itu yang namanya bisa menjaga diri, huh?”

“Baby~”

“Aku akan pergi, percuma saja aku kesini, sendirian ditengah malam tapi tidak dibutuhkan.” Gerutu Kyuhyun kesal sambil berjalan menuju pintu.

“Baby…” Panggil Siwon namun Kyuhyun tidak peduli.

“Aku mau pulang.”

“Dengarkan aku.”

“Aku tidak mmm~”

Bibir cantik yang mengerucut tidak jelas itu langsung ditutup Siwon dengan ciuman lembut penuh cinta hingga Kyuhyun menyerah dan kembali melingkarkan lengannya dileher suaminya itu.

“I need you, my love. I really do.” Bisik Siwon kemudian memeluk sekali lagi huswife cantiknya.

“Aku rindu hyung~” Rengek Kyuhyun masih kesal pada suaminya.

“Hyung tahu, baby~ hyung tahu.”

“Jangan bohong padaku, aku tahu~~”

“Ne, ne, ne, Mianhae, my baby~”

Kyuhyun tidak menjawab lagi hanya membenamkan wajahnya semakin dalam pada leher Siwon dan membuat namja tampan itu tertawa kecil.

“Ayo masuk, kau pasti lelah, hmm? Istirahat dulu, nanti kita jalan-jalan bersama.” Ucap Siwon membuat Kyuhyun berhenti.

“Meeting??”

“Meeting pertama hari ini lancar, dan sekarang ada dirimu disini~ hyung akan melakukan yang terbaik~ my baby my love!!!”

“Pabbo~” Ucap Kyuhyun dengan senyuman manis yang tidak bisa disembunyikan.

Dan selanjutnya Kyuhyun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari lengketnya keringat selama dipesawat. Setelah selesai, namja cantik itu hanya bisa memakai kemeja besar Siwon yang kedodoran hampir selututnya karena memang ia tidak membawa apapun.

“Pesawat jam berapa, baby? Sampai kau tidak bawa apapun?”

“Aku…mmm~ itu…” Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan darimana.

“Apa maksudnya itu?”

“Mmm~ aku, pergi…dengan…private jet.”

“MWOOOO?? SIAPA YANG BAWA??”

“Aku!! Pabbo!! Tentu saja Kim ahjussi!!”

“Ohmygod baby~ kenapa pakai itu?”

“Mianhae~ aku hanya ingin cepat tiba disini, hyunggg~~” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya tidak ingin disalahkan.

“Kita sudah sepakat itu tidak boleh diketahui orang banyak, apalagi anak-anak.”

“Tidak ada yang tahu, apalagi mereka~ itu kan tengah malam~~”

“Tapi…”

“Hyuuuung~~” Kyuhyun memasang wajah memelas imutnya hingga Siwon terdiam kehilangan kata-kata.

“Baiklah, baiklah, ayo sini~” Panggil Siwon dengan tangannya membuat Kyuhyun mendekati tempat tidur besar itu.

“Tunggu dulu!! apa-apaan itu?” Tanya Kyuhyun dengan mata melebar membuat kening Siwon berkerut. “Kenapa kau ada dihotel ini hyung??” Tanyanya lagi saat menyadari situasi kamar yang dipilih Siwon.

plaza-athenee

“Aigoo~ baby, hotel ini tempat meeting kami, lagi pula disini banyak wine-nya, hyung bisa selalu memikirkanmu.”

“Be-benarkah?”

“Ne~”

“Tapi, tempat tidurnya bikin malu!”

“Ahahaha~ kemarilah, jangan protes lagi.”

Siwon sudah ada didalam selimut yang terbuka setengah itu menunggu Kyuhyun bergabung bersamanya. Akhirnya Kyuhyun mendekatinya dengan bibir mengerucut dan wajah setengah kesal karena kekhawatiran pada suaminya ditambah tempat tidur yang indah itu.

Walau begitu namja cantik itu tetap merangkak perlahan ke bawah selimut dan berakhir dalam pelukan suaminya tercinta.

Kyuhyun merebahkan setengah badannya pada Siwon hingga kepalanya tepat berada didada Siwon yang berdetak seirama dengan detak jantungnya.

“Jangan memarahiku lagi~” Gumam Kyuhyun sambil memejamkan matanya.

“Mwo?? Hyung tidak melakukan itu.”

“Tadi…baru saja, kau marah hyung~”

“No, no, no~ bukan, hyung tidak marah. Hanya saja hyung tidak ingin hal itu tersebar nanti.”

“Tidak akan, aku turun dibandara dan kesini naik taksi. Kim ahjussi pasti sudah mengurus semuanya.”

“Nee~ mianhae~” Ucap Siwon memeluk Kyuhyun semakin mendekat dan Kyuhyun melingkarkan lengannya dipinggang Siwon.

Kyuhyun tahu Siwon akan tidak setuju jika ia memakai kendaraan paling mewah yang mereka miliki itu. Karena selama ini private jet yang mereka miliki tidak diketahui orang banyak kecuali orang yang penting dan perlu tahu bahwa itu milik mereka pribadi.

Apalagi anak-anak mereka, tidak satu pun dari mereka tahu bahwa daddy mereka memiliki kendaraan yang hanya beberapa orang saja yang bisa membelinya. Siwon ingin menjaga anak-anak mereka dari kemewahan yang berlebihan yang bisa membawa pengaruh buruk untuk kehidupan kecil mereka.

“Nanti waktu pulang aku akan tiba malam juga disana.”

“Ne, ne ,ne~”

“Besok kau harus makan yang banyak, ne?”

“Neee~”

“Aku akan memasak untukmu.”

“Di hotel tidak bisa masak, baby.”

“Aku akan ke dapurnya.”

“Tidak bisa, baby~”

“Aku akan memintanya.”

“Jangan begitu~”

“Aku mau masak.”

“Baiklah, nanti saja.”

“Ehee~ kau harus sembuh, untuk itu aku disini.”

“Neee~ sekarang tidurlah.”

“Aku sudah tidur, hyung.”

“Tapi masih bisa bicara.”

“Tidak, aku hanya bergumam,”

“Ne, ne, ,ne~ tidurlah~”

“Hmmm~~”

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan huswifenya itu namun tangannya tidak berhenti bermain dirambut Kyuhyun yang lembut.

“Hyung~”

“Ne…”

“Kau hangat.”

“Tentu saja, tidurlah dengan nyaman.”

“Hyung~”

“Apa lagi?”

“I miss you so~”

“Hyung juga merindukanmu, baby.”

“Siwonnie~”

“Ne, my baby?”

“I love you~”

“I love you more~”

“I…Love…you…mo~”

Dan namja cantik itu pun terlelap dengan nyamannya dipelukan suaminya tercinta dengan senyuman manis terukir dibibirnya.

**

Dan entah berapa lama Kyuhyun tertidur, begitu terbangun ruangan itu masih gelap temaram dan hanya kesunyian yang menyambutnya disana. Namja cantik itu langsung melihat kesampingnya yang tidak ada siapa-siapa disana melainkan secarik kertas.

“Hyung meeting dulu, love.”
Meet me at Mode Cafe
I’ll be waiting.

“Ahh~ kita akan kencan lagi.” Ucap Kyuhyun dengan pelan namun bisa dirasakan pipinya yang semakin memanas.”Aiishh~aku seperti yeoja jatuh cinta!!” Gerutunya kemudian sambil menangkup kedua pipinya.

Kemudian namja cantik itu langsung berpaling melihat jam yang masih ada banyak waktu sisa untuknya istirahat. “Tidur lagi, ahh~”

Kyuhyun kembali merebahkan badannya diatas kasur yang empuk itu dan memejamkan matanya dengan pikiran yang melayang-layang. “Kurcaciku sedang apa?” Tanyanya pada diri sendiri.

“Disana sudah mau sore, pasti mereka sedang private.” Maafkan mommy-mu ini kurcaci, semoga latihan kalian berjalan lancar, bukan mommy tidak ingin membantu, hanya saja daddy sedang membutuhkan mommy disini.”

“Apa benar daddy saja?” Kyuhyun seperti bisa mendengar pertanyaan yang pasti ditanyakan Minho.

“Mmm, mommy juga sangat rindu, jadi~ begitulah!!!” Ucap Kyuhyun langsung terduduk dari tidurnya.

Namja cantik itu tiba-tiba seperti menyadari sesuatu yang hilang soal ajakan makan siang dari suaminya. “Apanya yang meet me? Jika baju saja aku tidak punya hyung~”

Tingtong~ suara bel pintu menjawab pertanyaannya itu.

Dengan tatapan tajam Kyuhyun langsung melihat ke arah pintu kamar hotel yang luas itu. Dengan malasnya namja cantik itu berdiri dan berjalan untuk membukakan pintu bagi siapapun tamu yang tidak diundang itu.

“Bonjour?” Sapa Kyuhyun dengan wajah grumpi-nya.

“Ini ada kiriman dari Mr. Choi, silahkan diterima.” Ucap pelayan hotel itu cepat dan menyerahkan bungkusan belanjaan yang dibawanya untuk Kyuhyun.

“Mmm, merci~.” Jawab Kyuhyun mengambil bungkusan itu dengan wajah penasaran.(Cuma tau dua kata, ahahahaha)

Walau begitu ia sudah bisa menebak apa isi bungkusan itu hingga membuatnya tertawa saat bungkusan itu sudah terbuka. Satu jeans hitam dengan baju sweater abu-abu serta coat hitam selutut sudah terlipat dengan rapi didalam bungkusan berwarna biru itu.

“Kau memang hebat, tuan Choi~” Gumam Kyuhyun dengan senyum garingnya. “Tapi kenapa harus beli lain, hm? Di rumah kita disini masih banyak yang belum dipakai!!” Protesnya kemudian.

Apa kalian tahu mereka punya rumah di paris? Ya, mereka punya~ tapi Siwon tidak memakainya karena ia bukan pergi bersama keluarganya yang lain. Lebih baik di hotel yang hanya punya kamar karena dia sendiri daripada di rumah banyak ruangan yang hanya ada dia dan para maidnya.

“Aku harus siap-siap.” Ucap Kyuhyun kemudian segera menuju kamar mandi dan berendam disana untuk beberapa menit ke depan.

Walau akhirnya satu jam lamanya Kyuhyun habiskan dikamar mandi yang mewah itu dengan berendam dalam cairan sabun wangi vanilla yang semakin melekat ditubuhnya. Setelah itu barulah Kyuhyun berpakaian dengan rapi lalu keluar dari kamarnya menuju tempat janjian mereka untuk makan siang.

**

Jalanan paris memang tidak sepadat Shibuya di jepang, tapi tetap banyak juga turis yang berjalan kaki menyusuri bangunan-bangunan yang penuh dengan ukiran itu.. Apalagi Paris merupakan kota pusat mode di dunia yang dikenal dengan fashionnya yang ber-rating tinggi.

“Sulli~ kau bisa kuliah disini kalau cita-cita kecilmu itu benar-benar serius.” Ucap Kyuhyun sambil melihat-lihat bangunan eropa yang menghiasi toko pakaian bermerk disana.

Tak berapa lama sampailah Kyuhyun di sebuah restorant classic dengan pengunjung yang bisa dihitung dengan jari saja. Bukan karena tidak ada pengunjungnya, tapi tempat itu memang khusus dirancang untuk pasangan yang sedang ingin bersama.

“Mrs. Choi?” Tanya pelayan didepan pintu begitu melihat Kyuhyun mendekatinya.

“Yes, I am.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Come~ let me take you to him.” Ucap pelayan itu membuat Kyuhyun langsung menebak Siwon sudah ada disana.

Mereka berjalan menuju ruangan kaca private yang sudah dipesan Siwon untuk makan siang mereka berdua, hanya makan siang. Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat isi ruangan mewah itu semua terlihat berkilau dan mengagumkan.

“My baby, welcome~” Ucap Siwon begitu melihatnya.

“Hyung~ kita hanya makan siang, kenapa seperti ini?” Tanya Kyuhyun tidak terima melihat tempat mewah itu.

“Karna kau sudah datang, anggap saja ini bulan madu kita untuk kesekian kalinya baby.” Jawab Siwon dengan santainya membuat Kyuhyun kehilangan kata-kata.

“Baiklah, aku kalah~ lakukan sesukamu Mr. Choi.” Jawab Kyuhyun lalu duduk didepan suaminya.

“Apapun untukmu Ms. Choi, here~” Siwon menyerahkan Iphone canggihnya pada Kyuhyun yang mengerutkan kening.

Namun begitu Iphone itu tiba ditangannya dan wajahnya terlihat, suara teriakan yang sangat familiar terdengar ditelinganya.

“Mommyyyyyy~~~” Suara ketiga kesayangannya menggema keluar dari Iphone itu.

“Heeeeeey~~” Panggil Kyuhyun dengan senyum merekah dibibirnya. “Mianhae~” Ucapnya kemudian pada wajah-wajah bahagia malaikat kecilnya.

“Mommy don’t be sorry~ I know what do you feel~” Ucap Minho yang berada paling depan membuat Kyuhyun memutar bola matanya dan tersenyum kemudian.

“Bagaimana latihan kalian, hmm?”

“Baik mommy~ Umma ajarin Cuo~” Jawab Suho dibelakang Minho sebelah kiri.

“Mommy akan pulang kan? Acaranya hari jum’at nanti.” Ucap Sulli dengan nada yang tidak yakin.

“Mwooo?? Lusa??”

“Iyaaa mommy~~”Jawab ketiganya bersamaan.

Kyuhyun langsung melihat suaminya yang menganggukkan kepalanya dengan senyum menawan. Kemudian barulah ia kembali melihat buah hatinya yang menunggu jawabannya yang jelas.

“Ne~ mommy pulang.”

“Yeeeeeeeaaaaah!!!”

“Syukurlah mommy, atau Mino harus keliling taman sambil gendong mereka.” Ucap Minho dengan nada lega disuaranya.

Kyuhyun langsung tertawa dengan keras melihat wajah imut itu berkerut gelisah namun lega diakhirnya.

“Kenapa kurcaci jahat sama Mino ya?” Tanya Kyuhyun sengaja menjahili anaknya lagi.

“Mino bilang mommy pasti pulang, mereka bilang kalau tidak Mino harus gendong mereka keliling taman bawah dan atas.”

“Hooo~~ anak mommy memang hebat.” Ucap Kyuhyun lagi membuat Suho dan Sulli berhigh five ria dibelakang Minho.

“Mommy!! Apa daddy sudah baikan? Kalau belum, mommy yang salah.” Ucap Minho kesal dengan nada mengancam.

Kyuhyun langsung mendekati Siwon dan menarik kursi agar bisa duduk disampingnya, lalu mereka berdua sama-sama melihat bocah kecil mereka disana.

“Daddy baik-baik saja, mommy ada disini.” Ucap Siwon dengan wajah bahagianya.

“See??” Ucap Kyuhyun dengan senyum licik.

“I see~” Jawab Minho sambil menganggukkan kepalanya. “Ya sudah, selamat makan, mommy daddy, kami juga mau siap-siap makan malam.”

“Bye-bye babies~ we love you~” Ucap Siwon pada mereka.

“We love you too, mommy daddy, come back soooon~~” Jawab ketiganya bersamaan membuat kedua orang tua mereka tertawa lepas.

“Umma sudah ada disana bersama Jiwon.” Ucap Siwon kemudian.

“Iya, Mino pasti memanggil mereka.”

“Ayo makan~ lalu kita jalan-jalan.”

“Meetingmu bagaimana hyung? aku ingin ke rumah saja.”

“Tadi semuanya sukses, kerjasamanya sudah terlaksana. Appa akan meneruskan kerja sama ini dari Korea.”

“Mmm, kita check out nanti sore ne?”

“Neeee~ mari makan, aaa~” Siwon langsung menyuapi huswifenya yang tidak berpindah tempat duduk lagi.

Mereka berdua makan dengan tenang dan terasa sepi karena biasanya ditemani orang-orang di rumah dan kurcaci kesayangan mereka. Keduanya saling berbicara dan bercerita hal yang tidak penting sambil menghabiskan makan siang mereka.

Sampai semuanya selesai, Siwon mengajak Kyuhyun berjalan kaki menyusuri sungai Seine yang berada tidak jauh dari hotel mereka. Keduanya menikmati perjalanan itu dalam diam atau dengan pikiran mereka masing-masing.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun tiba-tiba.

“Ne?”

“Kau juga pulang nanti kan?”

“Acara si kembar?” Tanya Siwon dan Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Ne~ kita hanya akan tinggal sehari lagi disini, untuk honeymoon kita~” Jawabnya kemudian menarik pinggang Kyuhyun semakin merapat padanya.

“Kuda pabboo!!”

“Ahahaha~”

Pasangan perfect yang bisa membuat semua mata melihat mereka berjalan seperti itu ditengah kota yang banyak pengunjungnya itu. Namja tampan dengan lesung pipinya dan namja cantik dengan wajah grumpi-nya membuat mereka jadi bahan cuci mata bagi turis-turis yang ada disana.

Berjam-jam mereka habiskan diluar hanya dengan berjalan kaki dan singgah ditempat-tempat yang memungkinkan untuk istirahat dan membeli minuman. Bahkan keduanya berjalan sampai taman yang ada dikawasan menara Eiffel.

Setelah menyaksikan pemandangan yang sangat indah disana, akhirnya Kyuhyun meminta kembali ke hotel untuk segera check out. Karena sudah terlalu lelah, akhirnya Siwon memanggil taksi untuk mereka kembali ke Plaza Athenee.

beberapa menit kemudian…

“Tunggu disini, hyung akan mengurus semuanya.” Ucap Siwon begitu masuk loby hotel tersebut.

Namja tampan itu segera naik ke lantai 3 kamar mereka dan Kyuhyun juga mengikutinya dari belakang. Saat ingin masuk ke dalam lift, Kyuhyun sudah berdiri di pintu dan ingin masuk bersamanya membuat kening Siwon berkerut bingung.

“Kenapa baby?” Tanyanya.

“Tidak usah saja, kita disini saja sampai pulang besok.”

“Aigooo~ my baby kenapa, hmm? Galau?”

“Bukan!! Aku tidak mau kau capek, ayo ke kamar.” Jawab Kyuhyun langsung menekan tombol disampingnya dan pintu lift itu tertutup.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak mengerti, memang rumah mereka yang terdapat di selatan perancis itu lebih jauh lagi dari sini. Mungkin Kyuhyun tidak ingin membuang waktu kebersamaan mereka yang tinggal sedikit lagi.

Tak berapa lama mereka tiba di kamar, Kyuhyun langsung menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah ia keluar giliran Siwon yang masuk ke sana kemudian keduanya langsung bertahta diranjang empuk mereka dengan Siwon duduk bersandar di kepala tempat tidur dan Kyuhyun bersandar didadanya dengan nyaman.

“Hyung…Apa Sulli benar-benar serius dengan fashion-nya?” Tanya Kyuhyun memecah keheningan diantara mereka.

“Mmm~ hal itu biar dia yang memutuskan nanti saat dia sudah besar.”

“Lalu Suho? Apa dia mau jadi penyanyi? Tidak mungkin kan?”

“Mereka punya mimpi baby, biarkan mimpi itu berjalan seiring dengan kenyataan hidup mereka nanti.”

“Mmm~ tapi aku bisa pastikan Mino akan menggantikanmu nanti.”

“Itu tentu saja, baby.”

“Mmm~ lalu…apa kau pernah…” Kyuhyun tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

“Pernah apa, hm?”

“Apa kau pernah berharap aku…” Ucap Kyuhyun sambil memainkan jemari Siwon yang ada diperutnya.

“Baby…” Panggil Siwon tidak sabaran.

“Berharap aku hamil lagi.” Ucap Kyuhyun cepat dan Siwon berhenti memainkan jemarinya.

“A-aku…mmm, m…” Siwon tidak tahu harus menjawab apa.

“Pernah hyung?” Tanya Kyuhyun lagi sambil berbalik menghadapnya.

“Pernah.” Jawab Siwon setelah menatap mata cantik huswifenya itu yang tenang.

“Apa kau ingin aku hamil lagi?”

“Mmm, itu, hyung tidak tahu.”

“Kenapa?”

“Hyung masih ingat kejadian itu, sampai hari ini dan seterusnya hyung tidak ingin mengulangnya lagi. Aku tidak mau kau terluka, baby.”

“Ohh~ Siwonnie~” Kyuhyun langsung menyusupkan wajahnya dileher suaminya itu sambil memejamkan matanya.

“Tapi jika kau ingin, hyung akan berusaha.” Ucap Siwon lagi sambil memeluk Kyuhyun erat.

“Aku tidak memintanya, apa yang diberikan aku akan menerimanya.”

“Tapi jika melihatmu lelah dan capek nanti, hyung rasa mereka bertiga sudah cukup sempurna.”

“I love you, my hubby~ I really do~”

“I really love you too~ my baby.”

Keduanya pun sama-sama terdiam menikmati pelukan hangat mereka sampai tiba-tiba suara iphone Siwon terdengar menandakan ada sms masuk kesana. Sambil mendecak kesal namja tampan itu mengambil hp miliknya yang ada dimeja nakas tempat tidur dan melihat isi pesannya.

“Ada apa?”

“Hyung diundang Klien Appa untuk makan malam, karna kerja samanya berhasil.”

“Kapan?”

“Besok.”

“Kita pulang setelah itu selesai, datang saja.”

“Kau akan ikut kan?”

“Mereka tidak mengenalku.”

“Bagaimana tidak? Jika kau seorang tangan kanan di Choi Corporation, dan huswife-nya Choi Siwon juga menantu kesayangan dari Choi Kiho.”

“Beratnya gelarku, hyung.”

“Ahahaha, tapi bermakna. Ayo tidur~” Ucap Siwon menarik selimut mereka.

“Benar-benar tidur?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polosnya membuat Siwon berhenti dan melihatnya.

“Lalu? Kita mau apa?” Tanya Siwon lebih sok polos lagi.

“Bukankah kau bilang mau berusaha!!!” Jawab Kyuhyun kesal dan meninju bahu suaminya.

“Ouh-ouh-ouh my baby~~ tentu saja hyung akan melakukannya, bahkan berkali-kalii~”

“Aiissh!! Sekali saja cukup!!”

“Tidak janji~~”

“Choi Siwon-nim!!”

“My lovely~”

“Pabommm~”

Siwon langsung menutup mulut Kyuhyun dengan bibirnya dan memulai ciuman manis mereka sampai menjadi ciuman yang penuh gairah yang bahkan tidak bisa dihentikan oleh keduanya. Jika sudah begitu tidak akan ada lagi protes yang dikeluarkan Kyuhyun atas apa yang akan dilakukan suaminya selanjutnya.

Melodi cinta mereka bermain dengan indahnya seperti kekasih yang melepas rindu yang terpendam beribu tahun lamanya. Kerinduan yang hanya mereka saja yang bisa merasakannya karena sudah dipisahkan oleh jarak dan waktu selama beberapa hari itu.

Hingga malam pun semakin larut menemani dua cinta itu bersatu dalam kebahagiaan sampai pagi menjelang di keesokan harinya.

>_< apa itu?
**

Matahari pagi menjelang dipinggiran kota indah tersebut, hingga sinarnya yang lembut menyinari seluruh kota yang sudah memulai kesibukan mereka lagi.

Tapi tidak dengan dua namja yang ada disalah satu kamar hotel yang ada di kota itu, namja tampan berlesung pipi itu sudah terbangun lebih dulu dari kegiatan mereka semalam yang indah. Tapi namja cantik huswifenya masih tidur terlungkup dengan wajah cantik itu menghadap kearahnya.

Dan itulah yang dilakukan Siwon saat ini, menelusuri setiap lekuk yang ada diwajah putih cantik didepannya itu. Wajah polos yang selalu bisa membuatnya merasakan cinta yang tidak pernah ada habisnya.

“I love you baby~” Gumam Siwon tidak bisa menahan perasaannya kemudian mengecup pelan ujung hidung Kyuhyun.

“Mmmm~ k-kau bilang cinta, nnn~tapi kau membunuhku semalam, Wonnie~” Rengek Kyuhyun tidak rela.

“Ahahaha~ Mianhae~ hyung terlalu merindukanmu, baby.” Jawab Siwon tanpa rasa bersalah membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dengan imut.

“Hyung akan memandikanmu, eotte??”

“Bad idea!” Jawab Kyuhyun cepat dan berpaling dari suaminya.

Bahkan namja cantik itu menarik selimut dengan cepat untuk menutupi sebagian tubuhnya yang terbuka dan tidak memakai apapun itu.

“Ahahahaha~ my adorable baby~ Mianhae~”

“Mmm~ gwenchana.”

“Lalu Baby~ kau ingin kemana hari ini?” Tanya Siwon kemudian.

“Aku ingin tidur sedikit lebih lama.”

“Baiklah, hyung mandi dulu dan memesan sarapan, ok?”

“Mmm~”

Namja tampan itu langsung berdiri dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi begitu saja, dia tidak menyangka bahwa Kyuhyun membuka matanya untuk melihatnya pergi. Namun dengan cepat ditutupnya kembali dengan erat dan pipi cantiknya pun merona seketika.

“Siwon pabbo!!” Gerutunya kesal.

Selanjutnya ia pun benar-benar tertidur kembali dengan nyamannya, sementara Siwon keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar di pagi hari.

**

Lebih dari satu jam kemudian ia pergi keluar dan kembali ke kamar mereka, Kyuhyun terlihat masih nyaman dalam mimpinya. Melihat hal itu, Siwon tidak jadi memesan sarapan mereka dan memilih mengecek ulang proposal yang sudah mereka tanda-tangani dua hari kemarin.

Tiba-tiba saja suara dering Iphonenya membuat Siwon menoleh kearah tempat tidurnya bersama Kyuhyun. Namja cantik itu bergerak sedikit dengan suara yang nyaring itu dan Siwon segera mengambil iphonenya dan menerima panggilan itu dengan cepat.

“Selamat pagi babies~” Sapa Siwon begitu tersambung kesana.

>Siang menjelang sore, daddy~< Jawab Minho disana.

“Mino sudah makan siang?”

>Sudah daddy~ kami sedang latihan, hari terakhir.<

“Owh!! Fighting!! Si kembar pasti bisa.”

>Semoga daddy~ mommy dimana?<

“Mmm~ mommy masih tidur.”

>Aigoo~ putri tidurnya daddy~<

“Ahahahaha~ jangan begitu~” saat itu Kyuhyun sudah terduduk dengan death glarenya yang mematikan pada Siwon. “Itu sudah bangun.”

>Ouwh~ ini~ Cuo mau bicara, katanya penting, dari kemarin dia merengek daddy.<

“Aigooo~ kenapa dengan Cuo? Apa yang terjadi?”

>Mino sudah tanyakan daddy~ tapi dia cuma mau mommy.<

“Ouwh, tunggu sebentar mommy ke kamar mandi.”

>Cuooo~~ ini mommy, sinii~< Suara Minho terdengar memanggil dongsaengnya yang sedang istirahat. Detik selanjutnya…

>Mommy?< Panggil bocah itu sedikit ragu.

“Mommy ke kamar man..oh ini sudah kembali.” Siwon langung memberi Kyuhyun tempat duduk disampingnya.

“Waeyo mbul?” Tanya Kyuhyun kemudian.

>Mmm~ itu, Cuo…mommy…itu…<

“Aigooo~ apa itu, hm?”

>Dia tidak mau bicara sama Mino, Mommy~< Teriak Minho dibelakang membuat Suho memberinya death glare gratis.

>Oppa kan anak mommy~< Sambung Sulli dan mendapat tatapan yang sama dari bocah imut itu.

“Cuo~ waeyo, hm? Bicara sama mommy.”

>Mmm~ apa Cuo bisa seperti mommy??<

“Mwoooo????” Semua yang ada disana menjawab dengan kata yang sama.

>Apa suara Cuo bisa seperti mommy? Bisa bagus seperti mommy? Bisa buat daddy bangga?< Tanya Suho dengan wajah seriusnya. (bayangkan>_<)

“Mmm~ itu, mmm~ mommy tidak tau.”

>…..< Suho terdiam sambil menundukkan kepalanya membuat Minho dan Sulli langsung menepuk-nepuk bahunya.

“Bukan bisa seperti mommy, sweetheart.” Ucap Siwon memecah kesunyian mereka.

“Cuo akan punya ciri khas sendiri saat Cuo besar nanti, jika Cuo rajin latihan dan bersungguh-sungguh, Cuo akan punya suara yang lebih bagus dari mommy.” Kyuhyun menimpali dengan sabar.

>Benarkah?< Tanya Suho cepat.

“Tentu saja!!”

>Nanti daddy bangga pada Cuo?<

“Sekarang pun daddy merasa paling beruntung di dunia, karna punya Cuo, Culli dan Mino hyung” Jawab Siwon dengan senyum manisnya melihat Kyuhyun.

>Cuo juga paling beruntung punya daddy, mommy, Mino hyung dan Culli.<

“Ya sudah, sana latihan lagi.”

>Mmm~ daddy pulang juga kan? Sama mommy kan?< Tanya Suho lagi.

“Nee~ kami akan pulang bersama.”

>Ehee~ Cuo sayang mommy, sayang daddy.”

“Kami sayang kalian, babies~ bye~”

>Bye~< Jawab koor anak-anak mereka diseberang sana.

“Saat seperti ini mereka butuh mommy-nya.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba mendung.

“Mereka pasti mengerti, kita akan segera pulang.” Jawab Siwon menarik Kyuhyun hingga rebahan didadanya dengan nyaman.

“Sulli sepertinya sangat serius dengan tugasnya.”

“Mino bilang dia sudah merajuk saat melihatmu tidak ada.”

“Tapi PR itu membuatnya melupakan keindahan paris yang pernah dikunjunginya dulu, ahahaha.”

“Apa kita sudah boleh sarapan?”

“Sekarang sudah jadi makan siang, jangan lupa pesan wine untukku hyung.”

“Nee~”

“Ahjussi kim tau kita akan pulang malam nanti?” Tanya Kyuhyun saat Siwon sedang menunggu room servicenya mengangkat telfon.

“Sudah, dia tinggal didalam sana beberapa hari ini.”

“Owh~”

Detik berikutnya room service hotel itu menjawab panggilan Siwon yang langsung memesan makan siang lengkap dengan dessert dan wine-nya. Sedangkan Kyuhyun mendengarkan masih tetap bersandar dipelukan suaminya tercinta.

Lima belas menit kemudian datanglah pesanan mereka yang terlihat sangat lezat membuat Kyuhyun tiba-tiba merasa sangat lapar saat melihat dekorasi makan siang mereka itu. Dan tanpa menunggu lagi, keduanya pun menyantap hidangan mewah itu berdua saja.

Sampai semuanya habis dan menyisakan wine kesukaan Kyuhyun yang sengaja disimpan terakhir agar Kyuhyun bisa menikmatinya lebih lama.

**

Waktu pun berlalu dengan kebersamaan mereka yang duduk di sofa sambil menonton, atau berbaring di kasur dengan Kyuhyun tidur siang dengan nyaman. Hingga tiba sore hari keduanya segera bersiap-siap menghadiri undangan relasi Siwon di hotel itu juga.

Siwon datang bersama Kyuhyun membuat semua yang menyambutnya berdecak kagum saat wajah cantik huswifenya tersenyum bisnis pada orang-orang yang tidak pernah dikenalnya itu. Mereka menghabiskan makan malam mereka sambil bercerita tentang perusahaan juga tentang keluarga mereka masing-masing.

Hingga waktu kembali berlalu tanpa mereka sadari, begitu Kyuhyun melihat jam-nya, mata bulatnya melebar sempurna dan segera menarik Siwon untuk memberitahukannya.

“Kita harus pergi, hyung~ secepatnya.” Ucap Kyuhyun setengah berbisik.

Siwon langsung meminta izin pada kliennya dan memeluk mereka satu persatu kemudian segera keluar darisana bersama Kyuhyun dengan terburu-buru. Dengan cepat keduanya menuju kamar mereka dan mengambil barang Siwon yang memang dibawanya.

Kemudian segera Check out dibawah dan keluar dari hotel itu dengan tergesa-gesa, bahkan keduanya lupa untuk memesan taksi menuju bandara secepatnya.

Untung saja pelayanan hotel itu bagus karena taksi sudah bertahta didepan pintu loby untuk siapapun yang membutuhkannya dengan cepat.

“Kita akan terlambat tiba disana.” Ucap Kyuhyun saat taksi mereka sudah menuju bandara.

“Tenang saja baby, kita pasti sampai tepat waktu.”

“Aku tidak ingin mereka kecewa, hyung.”

“Tenang saja, ne~” Ucap Siwon lagi dan mengambil tangan Kyuhyun kemudian mengecupnya.

Entah berapa lama mereka tiba dibandara dan segera menuju tempat parkir private jet mereka yang sudah siap landas. Petugas bandara yang sudah bekerja sama dengan ahjussi Kim ikut membawa mereka kesana.

Setelah mengurus segala sesuatunya, Siwon dan Kyuhyun langsung naik tangga dan masuk kedalam pesawat pribadi itu. petugas bandara tadi dengan sigap membantu Ahjussi Kim lepas landas sampai pesawat mewah itu terbang diudara meninggalkan kota romantis itu.

Kyuhyun dan Siwon menempati kursi mereka yang berada saling berjauhan membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Aku ingin duduk bersamamu, hyung!!!”

“Ahahaha~ baby tenanglah.” Siwon tahu Kyuhyun memikirkan acara anak-anak mereka besok. Ia tidak ingin terlambat.

“Hyung~~”

“Aigooo~ ayo kedalam saja.” Ucap Siwon kemudian berdiri dari kursinya dan mendekati Kyuhyun.

Namja cantik itu langsung berdiri dan menggandeng tangan Siwon untuknya kemudian berjalan kebelakang pesawat yang memang memiliki ruangan seperti kamar.

Atau memang sebuah kamar yang mempunyai tempat tidur bahkan sofa didalamnya. Kyuhyun langsung duduk di sofa yang ada dikaki tempat tidur itu dan menyuruh Siwon duduk disampingnya.

Begitu Siwon duduk, namja cantik itu langsung menyusupkan wajah khawatirnya pada leher suaminya itu kemudian ia pun mulai bernafas dengan teratur. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya dan memeluk erat huswifenya yang khawatir itu.

Mereka akan menghabiskan 6 jam perjalanan dengan pesawat pribadi mereka hingga sampai ke bandara internasional Seoul nanti. Jika memakai pesawat Negara, tentu saja 12 jam kemudian mereka baru akan tiba di Seoul dan melewatkan semua acara di sekolah sikembar.

**

Keesokan harinya di korea, Seoul.

Suho dan Sulli putri kembar mereka langsung berlari menuju lantai 3 begitu pagi menjelang. Keduanya ingin memastikan orang tua mereka benar-benar pulang sesuai dengan janji mereka kemarin.

Namun begitu pintu kaca itu terbuka, tidak ada siapapun disana yang membuat dua wajah polos itu berubah sedih dan sedikit kecewa.

“Mereka pasti datang, mommy sudah janji kan?” Ucap Minho tiba-tiba dibelakang mereka.

Tanpa menjawab apa-apa kedua bocah itu berpaling mendekati Minho dan memeluk pinggangnya secara bersamaan. Bocah tampan kebanggaan orang tuanya itu hanya bisa membelai lembut dua kepala itu untuk menenangkannya.

Sambil terus berharap janji mommy dan daddy-nya akan segera tertepati, Minho membawa keduanya turun perlahan untuk segera bersiap-siap berangkat ke sekolah. Dibawah sana Umma Choi, Jiwon dan Ryeowook hanya bisa tersenyum menenangkan melihat Minho yang bisa diandalkan.

“Culli mandi sama aunty, ne~” Ucap Jiwon begitu mereka tiba dibawah.

Putri kecil itu langsung melepas oppa-nya dan mendekati Jiwon dengan kepala yang ditundukkan dengan sedih. Tanpa berkata yang lain lagi, Jiwon mengangkat putri kecil itu ke gendongannya dan segera membawanya ke kamar untuk bersiap-siap.

Sementara Suho juga mengikuti Minho tanpa kata-kata dan melakukan apapun yang diinginkan hyungnya dari mandi sampai memakai seragam dan turun ke bawah.

Sampai disana Sulli juga sudah siap dengan Jiwon dan umma Choi, sementara Ryeowook sibuk menyiapkan bekal mereka.

“Mommy, daddy pasti datang, kalian harus jadi yang terbaik.” Ucap Kai yang juga sudah siap berangkat sekolah.

“Ne~ oppa.” Jawab Sulli.

“Hey!! Anak mommy bukan seperti ini!!” Ucap Minho tiba-tiba membuat kedua dongsaengnya itu langsung melihatnya.

“Anak mommy akan berusaha yang terbaik, walau apapun yang terjadi. Anak daddy akan tetap tersenyum bagaimanapun hatinya bersedih. Jangan seperti ini, hyung akan melakukan apa saja untuk kalian, bahkan lari dari taman atas kebawah pun hyung, oppa sanggup.”

“Hyung~” Panggil Suho hampir menangis.

“Lakukan yang terbaik, agar mommy dan daddy bisa bangga pada kalian berdua.”

“Opppaaa~~~” Sulli langsung menangis memeluk minho dengan eratnya dan diikuti Suho dibelakangnya.

Orang-orang dewasa disana hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihatnya dan baru menyadari satu hal yang penting. Hati dan perasaan anak kecil, hanya anak kecil yang bisa mengerti dengan baik.

Terlebih lagi anak kecil itu adalah orang yang disayangi dan percaya sepenuh hati mereka. Hingga senyum yang menghilang akan secepatnya terukir kembali.

“Aigoo~ princess~ wajahnya penuh airmata, eotteokee??” Tanya Umma Choi dengan wajah horornya membuat Sulli membeku ditempatnya.

“Aunty Jiii~~” Panggilnya kemudian sambil berlari kembali ke kamarnya.

“Aiishh~sedikit pun tidak boleh jelek.” Gerutu Suho dengan pout dibibirnya.

“Bagaimana mungkin kalau dia ingin menyaingi mommy??” Tanya Minho dengan menaikkan kedua alisnya.

“Ahahaha, Culli tidak akan pernah menang. Ahahaha.”

“Oppa~ I heard that.”

“Upssie~~” Suho menutup mulutnya saat Sulli sudah ada dianak tangga terakhir.

“Sudah-sudah ayo pergi, kalian tidak mau terlambat kan??”

“Lets goo!!!” Keempat bocah itu pun berlarian menuju limosine mereka yang sudah terparkir disana, karena semua akan ikut ke sekolah.

“Mino sudah minta izin?” Tanya Jiwon didalam mobil.

“Halmonie sudah mengurusnya, ehee~”

“JongIn harus belajar pelajaran pertama, nanti JongIn datang.”

“Lho? Begitukah?

“Nee~ kelas lain memang akan tetap belajar pelajaran pertama, sebelum perayaan ulang tahun dibuka.”

“Ho~~ karna itu undangan diminta hadir jam 11??”

“Yup!!”

“Tapi kita akan jadi orang tua pertama yang datang, ahahaha~” Jawab Ryeowook membuat Umma Choi memutar bola matanya.

“Apa mereka bisa dihubungi?” Tanya Jiwon setengah berbisik.

“Tidak dua-duanya, sepertinya sudah dipesawat.” Jawab Ryeowook juga berbisik kecil.

“Ohh~ semoga bisa tepat waktu.”

“Ne~semoga.”

Selanjutnya mereka terdiam sampai tiba didepan sekolah yang sudah dihias ramainya dengan pita-pita dan bunga bertebaran. Bahkan papan bunga ucapan dari berbagai sekolah dan perusahaan ada disana, juga dari orang tua murid yang bersangkutan.

Begitu sampai JongIn langsung permisi menuju kelasnya, sementara yang lain langsung menuju panggung pertunjukan kelas satu yang akan dimulai sebagai pembukaan ulang tahun sekolah itu.

“Cuo~” Panggil seseorang tiba-tiba.

“Klish hyung~~” Panggil Suho langsung berlari menghampiri Kris yang ada dipintu belakang panggung.

“Hyung harus belajar, tidak bisa lihat Cuo, appa hyung jahat kan?” Ucap Kris dengan wajah grumpinya.

“Tenang saja hyung!! Cuo akan jadi yang baik.” ucap Suho penuh semangat.

“Ynag terbaik.” Ralat Kris sambil tertawa.

“Ne~ sana~ hyung belajar.”

“Ok, bye-bye~” ucap Kris buru-buru dan memeluk Suho dengan cepat membuat bocah itu sedikit terkejut.

“How dare you~~” suara Minho dibelakang mereka membuat Kris langsung melepas pelukannya dan berlari samba tertawa dengan riangnya.

“Hyung~ jangan jahat-jahat.” Ucap Suho mendekati Minho dan memeluknya.

“Klish hyung kan sama tampannya.” Ucap Sulli dibelakang mereka.

“Tidak! Kris hanya sedikit tampan.” Bantah Minho cepat.

“Ohh~ seperti Uncle Chang!! Ahahahaha.” Jawab Sulli dan Suho hanya bisa mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Kalian ini selalu sempat bermain, ayo sana~ sudah dimulai itu~” Ucap Umma Choi tidak habis pikir.

“Nama kalian huruf C, cepat bersiap-siap.” Lanjut Ryeowook sambil memberi mereka death glarenya.

“Mino akan ke depan.” Jawab Minho yang mengisi kursi undangan mommy dan daddy mereka.

Dan acara itu pun terus berlangsung dengan nama huruf abjad pertama dipanggil keluar, Minho langsung duduk dideretan paling depan menunggu dongsaengnya keluar.

Dan tidak perlu menunggu lama, nama dengan huruf C pun dipanggil kedepan dengan Suho sebagai yang pertama. Seketika jantung Minho berdegup dengan kencang karena takut akan baby prince kecilnya itu tidak bisa melakukannya dengan baik.

Dan yang ditakutkan Minho pun benar terjadi, karna saat melihat Suho keluar, wajah polo situ berkerut menampilkan kegelisahan yang sangat berat. Minho tidak bisa memikirkan apapun lagi saat tangannya melambai-lambai keatas agar Suho melihatnya.

“Baby~” Panggil Minho dan Suho langsung melihatnya dengan wajah memelas. “Pejam mata, mommy daddy ada disini.” Ucap Minho setengah berbisik melihat Suho dengan lekat dan kedua tangannya menyentuh dadanya sendiri ditempat denyut jantungnya berdetak.

Tanpa ragu Suho melakukan apa yang dikatakan Minho dengan meletakkan kedua tangannya didada dan memejamkan mata Suho pun bergumam. “Mommy, daddy~ datanglah.”

Ia sudah bertekad akan melakukan yang terbaik walau mommy dan daddy-nya tidak ada disini untuk melihatnya. Suho kecil menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan kemudian matanya pun terbuka dan memancarkan sinar yang membuat semua orang ingin memeluknya.

“For mommy and daddy~” Ucapnya dengan penuh semangat dan tepuk tangan bergema diseluruh ruangan itu membuatnya sedikit merona dan salah tingkah.

Kemudian Suho pun mengambil nada pertama dari lagunya. My everything.

“My First~, my last~, my everything~” Suara bening dan nyaring itu menggema ke seluruh ruangan itu.

“You the answer to…” Suho berhenti tiba-tiba saat melihat dua orang yang tidak asing baginya memasuki ruangan itu dengan senyum diwajah mereka.

“You the answer to…all my dreams~ you’re my sun, my moon, my guardian star~”
“My kind of wonderful, that’s what you are~ my everything~”

Tanpa bisa ditahan airmatanya langsung mengalir saat mommy dan daddy yang tampan semakin mendekati panggung tempatnya berdiri. Keduanya menampakkan senyum kebanggaan mereka pada putra kecil itu hingga setetes airmata Kyuhyun ikut mengalir seiring dengan tepukan tangan yang semakin bergema diruangan itu.

“Mommy loves you.” Bisik Kyuhyun sambil melayangkan kecupan jauhnya.

Dan detik itu juga Suho berlari ke depan panggung sambil memanggil mommy-nya dengan airmata yang berlinang. Mau tidak mau Kyuhyun juga mendekati panggung dan menyambut putra kecilnya yang menghempaskan tubuhnya dalam pelukannya itu.

“Lagunya belum habis~” Bisik Kyuhyun dengan usilnya dan Suho menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“Mianhae~ mommy terlambat.” Ucap Kyuhyun memeluknya dengan erat.

“Aniyo~ mommy sudah datang.” Jawab Suho sungguh-sungguh.

Kemudian bocah kecil itu melepas pelukan dan melihat daddy-nya lalu merentangkan tangannya minta diturunkan darisana. Siwon hanya bisa tertawa kecil dan melakukan apapun keinginan putranya yang kini sudah memeluknya dengan erat.

Keduanya pun hendak menjauh dari panggung saat terdengar suara langkah kaki yang berlari dari belakang panggung dan mendekati keduanya seperti yang Suho lakukan tadi. Mereka memang selalu membuat tempat asing terasa rumah sendiri dengan berlari dan memeluk seenaknya.

“Mommyyyyy~~” Panggil Sulli dengan kerasnya membuat Kyuhyun berpaling sekali lagi menyambut putrinya itu yang langsung memeluknya seperti yang dilakukan Suho.

“Aigoo~ my princess~”

“Culli rindu mommy.” Gumam Sulli dileher mommy-nya itu.

“Mommy juga rindu, jangan menangis, Culli belum tampil kan?” Tanya Kyuhyun dan Sulli menggelengkan kepalanya. “Mm, sana kembali ke belakang, ada aunty Ji kan?”

“Ne~ mommy duduk disana.” Jawab Sulli menunjuk kursi deretan paling depan. “Daddy mau peluk~” Pintanya kemudian melihat daddy-nya.

“Ouh~ sini~ my little princess.” Ucap Siwon langsung memeluk putri kecil itu dnegan sebelah tangan karena Suho masih ada disana.

“I miss you, daddy~”

“Miss you too Sweetheart, kembalilah.”

“Ne~ tunggu Culli ne~”

“Ne~”

Putri kecil itu kembali berlari kebelakang dengan gaunnya yang sangat cantik itu sementara Siwon dan Kyuhyun segera menempati kursi mereka yang sudah disiapkan dari awal. Minho yang memang datang kesana langsung bergabung bersama mereka membuat Kyuhyun langsung memeluknya dengan erat.

“Mino rindu mommy~” Ucap Minho merasakan yang mereka semua rasakan. “Daddy sudah baikan kan?” Tanyanya kemudian melihat daddy-nya dan memeluknya sebelah tangan.

“Ne~ daddy baik-baik saja, terima kasih sudah menjaga mereka, hm?”

“Mino akan selalu melakukannya, daddy.”

“Mino yang terbaik.” Ucap Siwon dengan senyum menawannya membuat Minho memeluknya dengan erat sampai Suho bersuara karena terjepit.

“Duduk disini saja.” Kyuhyun berkata pada Minho yang langsung dipatuhi bocah tampan itu.

Mereka berempat akhirnya tinggal menanti penampilan Sulli yang sudah diajarkan Jiwon dengan sungguh-sungguh. Begitu nama Sulli dipanggil, Kyuhyun merasakan jantungnya berdegup dengan kencang karena gugup.

“Hyung~ aku tidak tahu apa yang dia lakukan dengan Jiwon.” Gumam Kyuhyun tanpa memalingkan wajahnya dari arah panggung.

“Tenanglah~ itu dia keluar.” Jawab Siwon dengan tenangnya.

Saat itu dari balik panggung sebelah kanan, keluarlah Choi Sulli putri cantik mereka mengenakan pakaian tradisional korea yang sudah dimodifikasi menjadi pakaian yang bisa dipakai untuk acara lainnya.

Hanbok beratasan putih dan bawahan pink itu melambai-lambai seiring dengan suara langkah kaki kecil Sulli yang memakai highheel cantiknya yang dibelikan Jiwon. Bawahan hanbok yang biasanya memiliki motif sendiri kini hanya dengan kain satin polos dengan memakai lapisan tipis dengan warna yang sama diatasnya membentuk tirai yang terbuka ke sisi kiri dan kekanan.

Disepanjang pinggirnya tirai kiri dan kanan itu tersemat permata kecil-kecil yang berjarak sejengkal jari orang dewasa sampai kebawahnya. Sementara putri cantik itu dirias sesuai dengan wajah anak-anaknya yang polos dan menggemaskan dengan rambut dibuat spiral dan disanggul menyamping dengan tiara kecil diatas sanggulnya.

Setelah berjalan perlahan dengan gerakannya yang lembut kiri dan kanan sesuai dengan baju yang dipakai dengan senyumnya yang menggemaskan bak putri kerajaan korea. Sulli kecil dengan piawainya membuka atasan hanboknya sampai terlepas dan menyisakan dirinya yang memakai gaun bertali satu dengan mawar putih ditengah dadanya.

Semua tamu yang melihatnya bertepuk tangan dengan penuh kekaguman saat menyadari maksud dari hanbok yang diperagakan Sulli. Kemudian ia pun mulai berjalan lenggak-lenggok kiri kanan dengan bebasnya bak model kecil yang sudah terkenal didunia.

Anak kecil tidak akan sanggup memakai hanbok sepanjang acara yang biasanya dilakukan saat upacara tradisional mereka, karena itu hanbok itu dibuat agar bisa juga menjadi gaun pesta biasa dan membuat anak kecil lebih leluasa dengan bajunya yang terbuka atasnya.

“Apa kau tahu kelebihan baju itu?” Tanya Siwon saat Sulli masih memperagakan baju itu disana. “Baju itu hasil rancangannya sendiri dengan bantuan Jiwon.”

“What?? How come??” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Kau tau Sulli tidak suka pakai hanbok kan?”

“Iya, ribet, panas, buat gemuk, banyak alasannya.”

“Karna itulah…”

“Hooo~~dia memang putriku, tapi bagaimana kau tau, hyung??”

“Minho bilang waktu mereka telfon.”

Saat itu Sulli sudah berdiri disisi panggung paling depan yang mendekati kursi kedua orangtua dan oppa-oppanya disana. Setelah menyunggingkan senyuman manisnya, putri kecil itu melakukan bow pada mereka dengan sungguh-sungguh.

Siwon dan Kyuhyun langsung berdiri dan bertepuk tangan dengan penuh semangat dan senyum penuh kebanggaan tidak pernah lekang dari bibir mereka.

“Perhatian semuanya, atas permintaan Choi Sulli, baju yang dipakainya akan dilelang disini dengan harga tertinggi akan bisa memilikinya.” Ucap Mc acara tersebut membuat Kyuhyun dan Siwon melihatnya dengan bingung.

“Jika ada yang berminat, silahkan hubungi Choi Jiwon dibelakang panggung. Sekarang mari kita lihat bakat-bakat selanjutnya.

Dan acara itu terus berlangsung menurut huruf abjad nama mereka sampai semuanya selesai hingga huruf terakhir. Siwon dan Kyuhyun yang tidak sabaran segera menuju belakang panggung untuk melihat putri mereka dan Jiwon disana.

Dan ternyata Umma Choi juga ada disana dengan tas kecil berisi air dan makanan Sulli yang dibawa Ryeowook dari rumah. Bahkan namja imut itu memang ada disana sejak acara itu dimulai pagi tadi.

“Umma!!” Kyuhyun langsung memeluk ummanya dengan erat.

“Ini dia menantu umma yang egois, rela meninggalkan anak-anaknya demi cinta pada suaminya.”

“Mianhaeee~ umma tau aku tidak bisa…” Ucap Kyuhyun memeluk umma Choi semakin erat.

“Tanpa Siwonnie? Ucap Umma Choi cepat membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Ahahaha~ gwenchana, umma mengerti, sangat mengerti kalian.” Ucapnya sambil memutar bola matanya saat Siwon juga mendekat dan memeluknya bersamaan.

“Terima kasih sudah menjaga mereka, umma, Ji, Ryeowookie~” Ucap Siwon kemudian melihat mereka satu persatu.

“No problem, mereka anak-anak cerdas.” Jawab Jiwon mengacak rambut Minho dengan senangnya.

“Lalu~ ada yang berminat?” Tanya Kyuhyun pensaran.

“Owh!! Umma lupa, tunggu sebentar.” Umma Choi langsung mendekati wanita paruh baya yang sudah berdiri disana dengan putrinya yang sebaya dengan Sulli.

“Ini milikmu, dan ini sertifikat untukmu.”

“Ahh~ aku tidak tahu ini untuk disumbangkan.” Ucap wanita itu melihat sertifikatnya.

“Hanya anda yang tahu, terima kasih banyak, semoga semuanya bermanfaat.” Ucap Umma Choi dengan ramahnya.

Sulli langsung mendekati mereka dan menjabat tangan wanita itu beserta anaknya, kemudian segera kembali ke sisi mommy dan daddynya.

“Apa maksudnya itu?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Hasil lelang tadi akan disumbangkan untuk sekolah yang sedang kalian bangun.” Ucap Ryeowook melihat Sulli.

“Sulli??” Tanya Siwon.

“Culli mau seperti daddy dan mommy, dan oppa-oppa bilang begitu caranya.” Jawab Sulli melihat Suho dan Minho yang tersenyum garing padanya.

Tidak ada yang tahu apa maksud dari lelang itu selain pemilik gaun yang sudah terjual dengan harga tinggi itu. Choi sulli hanya ingin melakukan apa yang sudah dilakukan daddy dan mommy-nya beberapa waktu yang lalu.

“Apa yang sudah kulakukan sampai mendapat malaikat kecil seperti ini?” Tanya Siwon langsung menarik ketiganya dan memeluknya erat.

“Tentu saja dengan menikahiku, Mr. Siwon Choi.” Jawab Kyuhyun dengan smirk cantiknya.

“Lalu apa yang kulakukan sampai bisa mendapatkamu, Mrs. Kyuhyun Choi?”

“Tentu saja karna kau tampan dan paling sempurna~.” Jawab Kyuhyun langsung memeluk Siwon yang masih memeluk anak-anak mereka.

“Kalian memang gila.” Jawab Ryeowook memutar bola matanya.

“Ahahahaha~ mereka hanya penuh dengan cinta Ryeowook-ah.” Jawab Umma Choi.

“Aku tahu~ Kami sangat bangga padamu little love~” Ucap Ryeowook dengan penuh kekaguman membuat pelukan besar itu terlepas.

“Thanks to Aunty Ji, Mino oppa, Cuo oppa, Umma, halmonie, daddy dan mommy~” Jawab Sulli dengan senyum garingnya bersama Suho.

“Kita jadi yang terakhir karna kita tidak ada disini.” Ucap Kyuhyun dengan smirknya melihat Siwon.

“Bukan itu mommy jeleeeeeek!!!!” Sulli langsung memeluk leher mommy-nya itu dengan erat karena gemas membuat Kyuhyun tertawa dengan kerasnya.

“Ohh~ Cuo lupa tanya…” Ucap Suho tiba-tiba membuat semua melihat ke arahnya.

“Huh?? Waeyo baby?” Tanya Siwon yang masih memangkunya.

“Mmm~ kenapa lagu Cuo tidak dilelang??” Tanya Suho cepat dengan wajah polosnya.

“…….” Semua terdiam ditempatnya. namun detik berikutnya…

“Jiah!! Mana bisaaaaaaa!!!!!”

TBC…
Hai-hai my lovely…
Semoga tidak membosankan ne~
Entah apa ini isinya.
Ahahahaha..

Terima kasih untuk selalu ada disini..untuk yang baru datang, dan untuk yang kembali lagi..

Sungguh terima kasih..My baby ada, karna kalian ada^^

Dilgomapgo..saranghanda❤
See you in 3 days

With Love
Vie.