Pureblood 5

Chapter 5

**

Selamat malaaam~

Eh, update terakhir tanggal mei 23, berarti udah sebulan ya? Uhuuuy, pasti udah lupa kan? Baca lagi sana gih~ ehehe.. Vie aja baca lagi waktu mau edit.. Saking lupanya dimana tbc @_@

Ya udin.. Met baca aja nee..

** Continue reading

Advertisements

Jealousy

My Baby Another Story

**

Selamat malam~ my treasure~

Apa kabar semuanya?? Semoga baik-baik saja ne? Ahh, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin semuanya. Maaf jika selama ini Vie buat salah ne? Mau sengaja atau tidak, dari hati paling dalam,jeongmal mianhae.

Oh ya, Vie dah blg kan? My Baby side story ini update krna ada yg request.. Jdi kalo masih ingin kelanjutannya, silahkan sumbang ide-nya, biar Vie buatkan..ehehee.

Tanpa banyak omong, silahkan membaca~

**

Suasana pagi di kota Seoul terlihat begitu bersemangat, dengan laju kendaraan yang tidak berhenti disetiap sudutnya. Semua manusia mulai mengerjakan aktifitas mereka dipagi hari yang baru.

Begitu juga yang terjadi dengan istana Choi kebanggaan semua orang. Penghuninya sudah memulai kesibukan mereka dengan membersihkan istana indah itu juga membuatkan sarapan.

Namun tentu tidak dengan pemilik istana yang saat ini sedang berkutat dengan laptop dimeja kerjanya. Choi Siwon, namja tampan itu harus menghadiri pertemuan penting yang akan diadakan diluar negeri.

Karena itu ia mengecek semua persiapan yang sudah dilakukan oleh general manager perusahaannya. Lee Hyukjae sudah mengurus keberangkatan dan tempatnya menginap disana hanya untuk 1 atau 2 hari.

Siwon tidak bisa pergi lebih dari 3 hari atau ia akan menderita rasa rindu yang begitu berat. Atau bahkan huswife cantiknya akan mengamuk dan segera menyusul ketempatnya.

“Hyung, semua sudah siap disini.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Ahh, gomawo my love~” Siwon tersenyum dengan manisnya.

“Awas ya, jangan macam-macam disana, aku tidak bisa menemanimu, pasti Sulli minta ikut.”

“Aku lebih suka bersamamu, baby~”

“Ajari anak kita mandiri lebih dulu.”

“Ahahaha, dia hanya tidak ingin kehilangan waktu shopingnya.” Jawab Siwon menutup laptopnya.

“Iya, itu benar~ ayo turun.” Ajak Kyuhyun.

Siwon langsung mendekati huswifenya itu dan memeluk pinggang Kyuhyun dengan erat lalu mengecup pipinya. “Kajja~”

Saat berada ditengah-tengah tangga lantai 3 kamarnya, permata kembar istana itu juga baru menuruni tangga kamar mereka. Sulli langsung menatap heran orang tuanya saat melihat koper kecil yang dijinjing oleh daddy-nya.

“Daddy mau kemana?” Tanya Suho tiba-tiba.

“Ahh, daddy ada meeting di Hongkong.”

“Haa, mommy ikut?” Tanya Sulli cepat.

“Aniii~” Jawab Kyuhyun memutar bola matanya.

“Daddy sendirian?” Tanya Suho lagi.

“Ne, mommy tidak ikut.”

“Culli juga tidak!!”

“Siapa yang mengajakmu, princess?” Tanya Kyuhyun.

“Molla, Culli pasti ikut kalau mommy pergi.” Jawab Sulli cuek lalu mendekati mereka dan mengecup pipi kedua orang tuanya itu.

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya namun menerima kecupan itu dengan senang hati, bahkan Suho juga melakukan hal yang sama. Remaja tampan itu terus melihat daddy-nya dengan kening berkerut, seperti ada yang dipikirkannya.

“Waeyo, babyboy?” Tanya Minho tiba-tiba.

Putra pertama istana itu terlihat keluar dari ruang makan bersama pasangannya, Taemin. Suho semakin mengerutkan keningnya melihat pasangan yang cukup serasi itu.

“Apa yang Suho pikirkan?” Tanya Kyuhyun.

“Apa begitu jelas?” Suho balik bertanya.

“Paboo~” Jawab Sulli langsung berlalu darisana. “Daddy~ jangan lupa oleh-oleh Culli.” Lanjutnya.

“Waeyo babyboy?” Tanya Siwonsetelah tersenyum pada putrinya.

“Suho ikut daddy.”

“Mwooooo?” Suara koor terdengar diseluruh ruangan itu.

“Suho ikut daddy, ikut ke hongkong.” Ulang Suho dengan wajah polosnya.

“Apa Culli tidak salah dengar?” Tanya Sulli dengan wajah tidak percaya.

Suho langsung memberi kembarannya itu death glare yang mematikan membuat putri cantik itu mendecak. Sementara yang lain masih terdiam menunggu penjelasan remaja tampan itu. Merasa semua mata tertuju padanya membuat Suho langsung salah tingkah.

Kyuhyun yang jahil harus menahan tawanya dan segera merangkul bahu putra imut nan menggemaskan itu. “Cuo kan masih ada latihan basket?” Ucapnya.

“Ta-tapi…”

“Suho tidak mau absen karna itu kan?” Sambung Minho.

“Bukankah pertandingannya sebentar lagi?” Taemin juga ikut menimpali.

“Daddy akan jaga diri, babyboy~ jangan khawatir.” Sahut Siwon dengan wajah tenangnya.

Tidak ada lagi yang bisa dilakukan Suho, semua membantah keinginan kecilnya. Bahkan ia sendiri tidak tahu kenapa ia ingin berada bersama daddy-nya.

“Sudah-sudah, ayo sarapan dulu~” Ajak Minho cepat.

Taemin langsung menarik adik ipar cantiknya menuju ruang makan, sementara Minho menarik Suho dan Siwon melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun lalu mengecup ujung hidung huswife cantiknya itu.

Dan keluarga bahagia itu pun menikmati sarapan mereka dalam tawa dan canda bersama. Sampai semuanya merasa cukup, mereka segera menuju pintu depan dan saling mengucapkan selamat tinggal.

Siwon pergi dengan audy Kyuhyun menuju bandara sementara Sulli dan Suho segera menuju sekolah mereka diantar Minho dan Taemin.

Saat mereka tiba di bandara Kyuhyun terus menatap wajah tampan suaminya itu. Siwon yang tidak menyangka hanya bisa tersenyum menampilkan dimple kebanggaannya. “Waeyo baby?”

“Jangan lama-lama.” Jawab Kyuhyun.

“Mwo?”

“Jangan pergi lama-lama.”

“Aaah, arraseo~ hyung akan segera pulang saat selesai.”

“Kalau tidak aku akan menyusul.”

“Mm, boleh juga.”

“Tidak baik meninggalkan anak-anak.”

“Oh, ayolah baby~ mereka sudah besar, saatnya kau habiskan waktumu untukku.”

Kyuhyun langsung mengukir smirk kebanggaannya melihat Siwon. “Apa selama ini kau menahan diri?” Tanyanya.

“Tentu saja, dulu mereka selalu membutuhkanmu, tapi sekarang…kau milikku sepenuhnya.”

“Ahahahaha, pergi sana~ dan cepat kembali.”

“Kau tidak mengantar ke dalam?” Tanya Siwon dan dibalas gelengan dari Kyuhyun. “Baiklah, see you soon, my love.”

Siwon menyusupkan tangannya dibelakang leher Kyuhyun lalu mendekatkan bibir mereka dan bertemu dalam ciuman. Ciuman selamat jalan yang manis yang tidak ingin diakhiri Kyuhyun.

“I love you~” Bisik namja cantik itu.

“I love you more~”

“I love you most~”

Siwon tersenyum senang mendengar jawaban itu lalu kembali mengecup bibir Kyuhyun sekilas. Kemudian barulah ia keluar dari mobilnya memasuki bandara besar itu. Setelah Siwon menghilang ke dalam, Kyuhyun segera memacu mobilnya menuju kantor.

Banyak pekerjaan yang harus ia handle sendiri di kantor sementara Siwon pergi. Karena itu, begitu tiba digedung besar perusahaannya, Kyuhyun langsung masuk ke ruangan suaminya.

Belum pun ia mencapai kursi kebesaran Siwon, suara pesan masuk kedalam hp-nya. Tanpa perlu melihat ia tahu siapa pengirim pesan yang tidak cukup satu itu.

-Jangan terlalu capek, baby~ biar Hyukkie hyung membantu.-

“Aku baru sampai Siwonnie paboo~” Jawab Kyuhyun dan mengetikkan balasannya dengan cepat.

-Aku sudah merindukanmu, Siwonnie-

Kyuhyun tersenyum melihat pesannya sendiri, tapi ia benar-benar merindukan wajah tampan itu. Wajah yang selalu tersenyum dan menatapnya dengan segala cinta yang ia punya. Pasti saat ini Siwon ingin berteriak dengan keras saat membaca pesan itu.

-Baby~ kau ingin hyung kembali sekarang juga?-

Kyuhyun langsung tertawa dengan keras melihat balasan itu lalu segera membalasnya lagi. Ia mengatakan akan segera meeting, Siwon tidak akan mendapat balasan lagi.

Tapi tidak apa-apa bagi Siwon yang pesawatnya sudah take off, dia tidak akan bisa menggunakan ponselnya lagi.

**

Jam terus berlalu mengitari waktu yang terus berjalan dan Kyuhyun menghabiskan waktunya dengan bekerja. Hampir sore menjelang namja cantik itu mendapatkan panggilan dari princess cantik-nya.

“Waeyo, princess?”

>Sudah sore, kapan mommy pulang?<

Kyuhyun memutar bola matanya malas namun tersenyum tipis kemudian. Namja cantik itu langsung menutup laptop didepannya dan beranjak darisana.

“Mommy sudah mau pulang.”

>Uhuuuy~ hati-hati mommy, love you~<

“Love you too.” Jawab Kyuhyun dan memutuskan sambungannya.

Namja cantik itu memang tidak berniat pulang malam, karena anak-anaknya pasti merasa kesepian saat mereka berdua tidak berada dirumah. Apalagi Sulli, putri cantik itu tidak akan senang jika mommy kesayangannya tidak ada.

Begitu sampai dirumah, namja cantik itu langsung menuju ruang tamu dan tidak menemukan keluarganya disana.

“Anak-anak dimana?” Tanya Kyuhyun.

“Di kamar, Kyunnie.”

“Minho sudah pulang??” Tanyanya lagi.

“Belum, kalian tidak bersama?”

“Mino ikut Yesung hyung meeting diluar, setelah itu dia menjemput Minnie makan siang.”

“Hoo, mungkin mereka mas…”

“Kami pulang~” Suara Minho menghentikan pembicaraan mereka.

“Selamat datang~” Jawab maid ahjumma.

“Kami pulang mommy.” Ucap Taemin.

“Selamat datang, Minnie~ mandi dulu.” Ucap Kyuhyun.

“Bagaimana mom?” Tanya Minho mendekati mommy cantiknya itu lalu memeluknya.

“Bagaimana apanya?” Kyuhyun balik bertanya dan membalas pelukan itu lalu memeluk Taemin, menantunya.

“Ditinggal daddy, apa yang mommy rasakan?” Tanya Minho dengan smirknya sementara Taemin memilih menuju kamar mereka.

“Jiaaah!! Memangnya mommy marmut cerewet itu?” Tanya Kyuhyun.

“Siapa yang marmut?” Tanya seseorang.

Kyuhyun dan yang lainnya langsung berpaling melihat putri cantik istana mereka berdiri ditangga. Dengan death glare cantiknya dan tangan yang terlipat didada.

“Oh, annyeong~ mommy pulang~” Jawab Kyuhyun dengan wajah polos.

Sulli langsung memutar bola matanya dan turun darisana untuk menyambut mommy-nya seperti biasa. Putri cantik itu mengecup pipi kiri dan kanan Kyuhyun lalu berdiri disana dengan wajah sulkingnya.

“Waeyo?” Tanya Kyuhyun cepat.

“Daddy sudah tiba ditempat acara.” Jawab Sulli cuek.

“Lalu?”

“Daddy dijemput Heli mommy, a frea….” Death glare Kyuhyun menghentikan umpatan gadis cantik itu. “Mmm, heli.” Ucap Sulli pelan.

“Sulli lihat dimana? Daddy yang bilang?” Tanya Minho.

“Daddy jadi sorotan media berita di Hongkong, oppa~”

“Aah, of course~ He is Choi Siwon afterall.” Ucap Minho santai lalu segera berjalan menuju tangga. “Ahh, Suho dimana?” Tanyanya kemudian.

“Di kamar, baru siap mandi.”

“Sulli sudah mandi?”

“Tentu saja mommy, kan Culli sudah cantik.” Senyum Sulli dengan manisnya.

“Baiklah, mommy mandi dulu.” Jawab Kyuhyun lalu segera menaiki tangga lantai dua.

Sulli hanya bisa memutar bola matanya melihat mommy cantiknya bukan ke lantai 3, tapi ingin melihat kembarannya terlebih dahulu. Setelahnya ia segera menuju ruang tamu dan kembali berselancar di dunia maya.

Putri cantik itu hanya ingin melihat apa yang dilakukan daddy-nya selama ada di negeri orang. Media sana pasti tidak akan melewatkan sedikitpun tentang pengusaha besar nan tampan itu.

Setelah hampir 30 menit berikutnya…

“APA-APAAN INI????!” Teriak Sulli tiba-tiba.

Beberapa maid yang sedang menyiapkan makan malam tersentak kaget dan segera mendekatinya. Mereka saling berpandangan melihat wajah cantik Sulli dipenuhi amarah. Bahkan iphone miliknya sudah ia lempar ke sofa.

“Waeyo nona?” Tanya salah satu maid.

Sulli hanya menatap mereka dengan wajah sulking lalu segera berlari menuju kamarnya. Para maid disana hanya bisa menggelengkan kepala mereka dengan bingung. Namun melihat hp nona muda mereka ada disana, membuat rasa penasaran pun semakin timbul.

Dengan cepat mereka mengambil iphone Sulli yang terlungkup lalu melihatnya, dan seketika mata mereka melebar sempurna. Saat semua foto yang ada disana terlihat satu orang yang mereka kenal dikelilingi beberapa wanita yang berbeda.

“Aigooo~ sajangnim~” Gumam Ahjumma maid.

Serentak maid-maid yang memegang hp Sulli berpaling melihat wanita tua itu. Ternyata ia sedang melihat berita yang ada di tv dan menampakkan semuanya dengan begitu jelas.

“What the hell!!” Umpat seseorang tiba-tiba.

Kali ini mereka semua serentak berpaling melihat tangga lantai tiga, dimana Kyuhyun berdiri berkacak pinggang. Wajah datar namja cantik itu mengatakan bahwa ia tidak terlihat senang.

“S-samonim….” Panggil maidnya.

Tapi Kyuhyun terus melihat apa yang terpapar di layar kaca itu, dimana suami tampannya yang disukai banyak orang sedang dikelilingi wanita cantik dari berbagai usia. Siwon berfoto dengan semua orang yang mengajaknya dan itu semua wanita yang sangat cantik.

Rasanya semua wanita yang ada disana mengincar untuk sekedar berfoto bersama. Dan wajah tampan yang terlihat bahagia itu membuat sesuatu yang lain muncul didada Kyuhyun.

“Choi Siwon!!” Seru Kyuhyun dengan kesalnya. “Shit!! Yeoja sialaan~”

“Sa-samonim tenang dulu.” Ucap maid ahjumma.

“Ahjumma, suamiku!! Mereka mengoda suamiku!!” Ucap Kyuhyun murka.

“Bu-bukan begitu, mereka hanya ingin berfoto, sa-sajangnim sangat tampan.”

“Tapi dia suamiku!!!”

“Ka-kami tahu.”

“Mereka akan memamerkannya kemanapun dan namja pabo itu terlihat begitu senang!! Choi Siwon pabooo~ bo~bo~bo~bo~”

Gema suara itu tentu saja membuat seluruh penghuni istana itu mendengarnya. Bahkan mereka sudah menuruni tangga dengan tergesa-gesa dan terlihat khawatir.

“Mommy?” Panggil Minho.

“Mommy pergi sebentar.” Jawab Kyuhyun langsung melesat keluar rumah.

“Mwo? Mommy?” Minho langsung mengikuti dari belakang.

Namun ia kalah cepat dengan mommy-nya yang sudah masuk ke mobil dan segera pergi dari istana mereka. Minho hanya bisa menghela nafas lelah lalu segera kembali ke dalam dan melihat maidnya satu persatu.

“Nona muda terlihat tidak senang.” Ucap Maid kesayangan Sulli.

“Aku tau noona, tapi mommy lebih tidak senang.” Minho berjalan menuju dapur dengan pikiran kacau.

“Apa yang Mino cari?” Tanya maid ahjumma.

“Ahh, Minnie sakit kepala, aku turun mau ambil obat dan air.” Jawab Minho membuka lemari obat yang ada didapur cantiknya.

“Biar umma yang siapkan, sebaiknya Mino lihat Sulli, please~” Pinta Ryeowook langsung mengambil alih.

“Hhhaaahhh~ dia emang over protektif umma, daddy itu cuma punya dia dan mommy.”

“Umma percaya itu hanya tamu diacara itu.” Ryeowook tersenyum menenangkan melihat putra tampannya itu.

Minho juga ikut tersenyum dengan manisnya, namun terlihat kesedihan diwajahnya. “Mino juga umma, daddy bukan sembarangan. “

Maid yang lain langsung tersenyum melihat permata hati keluarga itu lalu kembali melanjutkan tugas mereka. Sementara Minho segera menuju tangga lantai dua kamar Sulli. Didalam sana, putri kecil itu membenamkan dirinya diranjang pink miliknya yang empuk.

“Princess~” Panggil Minho pelan.

Namja tampan itu mendekati ranjang dan duduk dipinggir-nya, lalu membelai rambut coklat milik dongsaengnya itu. Minho menunggu Sulli yang memulai pembicaraan, apapun yang ingin dikatakannya.

Dan seperti bisa ditebak, Sulli langsung berbalik dan melihat Minho dengan pout yang dalam dibibirnya. Minho tertawa kecil sambil menggelengkan kepala lalu mencubit pipi putri cantik itu dengan gemas.

“Waeyo?” Tanyanya.

“Siapa mereka oppa? Kenapa dekat-dekat daddy? Kenapa daddy mau dekat mereka, bahkan memeluk mereka semua!!!”

“Wo, wo, woo~ sabar babygirl~”

“Daddy itu milik mommy dan Culli!! Mereka tidak boleh dekat sembarangan!! Apa kata mommy nanti??”

‘Mommy sudah melihatnya, baby’ Ucap Minho dalam hati.

“Dengarkan oppa…” Ucap Minho akhirnya. “Pertama, mereka semua pasti tamu undangan disana, kedua, siapa yang tidak ingin dekat daddy kita?”

“It…” Protes Sulli terhenti tangan Minho yang terangkat.

“Ketiga, iya..daddy milik mommy dan Culli, tapi…”

“Tapii…?”

“Tapi…daddy itu namja paling sempurna yang pernah ada didunia ini, siapapun ingin mendekatinya dan semua orang ingin berteman dengannya, karena itu daddy tidak akan pernah bisa menolak apa yang dilakukan untuknya, apalagi jika itu yeoja yang meminta, daddy tidak akan bisa menolak, hati daddy terlalu baik untuk membuat orang lain kecewa.”

“Tapi…” Ucap Sulli lagi.

“Walau tindakannya sering membuat mommy kecewa, tapi daddy tidak pernah bermaksud seperti itu, tindakannya sering disalah artikan, bahkan oleh mommy sendiri, tapi itulah daddy, namja sempurna yang baik hati yang ingin dimiliki semua orang, tapi…”

“Tapi daddy hanya milik mommy dan Culli.” Sambung Sulli.

“Majayo~(itu benar)” Angguk Minho dengan cepatnya. “Sekarang turun, kita makan malam.”

“Arraseo.” Sulli segera bangkit dari tidurnya dan melihat oppa kesayangannya itu dengan senyuman.

Namja tampan itu memang replika daddy-nya tercinta, bagaimana Sulli sanggup jika harus kehilangannya. ‘Karna itulah aku ngamuk dulu.’ Ucap Sulli dalam hati.

Smirk menjengkelkan terlihat dibibir manisnya lalu ia pun keluar darisana sambil melihat kamar kembarannya. Pintu yang terbuka sedikit membuat putri cantik itu bisa melihat kedalam ruangan, namun tidak terlihat bayangan.

“Dimana dia?” Tanya Sulli.

Perlahan putri cantik itu berjalan memasuki kamar besar yang didominasi warna ungu itu. Hampir saja ia teriak saat Minho oppa-nya juga sedang berjalan perlahan.

“Oppa!!” Panggil Sulli berbisik.

“Hey, ssssst~” Minho menempelkan jari telunjuk dibibirnya.

“Apa yang oppa lakukan?”

“Ani, oppa hanya penasaran, apa yang dilakukan marmut itu.” Tunjuk Minho pada Suho yang berbaring diranjangnya.

Sulli langsung berjalan cepat dan menghampiri kembarannya dengan tangan terlipat didada. “Apa itu Kris oppa?” Tanyanya.

Suho tersentak kaget melihatnya bahkan hp ditangannya pun jatuh diatas ranjang. “Culli!!!” Serunya.

“Yo, oppa~” Jawab Sulli santai.

Minho hanya bisa menepuk jidat dan segera mendekati mereka seperti niatnya semula. Mata Suho langsung melebar sempurna melihat hyungnya juga ada disana.

“Sedang apa, Cuo?” Tanya Minho.

“A-ani…”

“Pasti itu Kris oppa.” Jawab Sulli.

“Culli, sana lihat mommy, sepertinya mommy pergi setelah lihat berita di tv.”

“Mwooo??” Mata Sulli langsung melebar.

Namun detik berikutnya putri cantik itu langsung berlari keluar menuju lift yang bisa membawanya ke lantai tiga dengan cepat. Suho hanya bisa tertawa cekikikan melihat kembarannya itu mudah sekali dialihkan perhatiannya.

“Lalu?” Tanya Minho lagi.

“Apa hyung?”

“Apa benar itu Kris?” Tanya Minho dan Suho haya bisa menganggukkan kepalanya.

“Kalian masih berhubungan?”

“Ne..” Angguk Suho lagi.

“Dia kuliah sekarang?”

“Ne..”

“Kalian sering bertemu?”

“Sesekali.”

“Dia baik pada Cuo?”

“Ne..”

“Cuo suka padanya?”

“Ne..”

“Kalian akan pacaran?”

“Ne..”

“Hooo~” Mulut Minho membulat dan mata mengerjap.

Mata Suho langsung membesar dan ia berpaling melihat hyung tampannya yang sedang memamerkan smirknya. Seketika pipi Suho terasa terbakar sampai ketelinganya dan ia semakin salah tingkah.

“H-hyung…it-itu…”

“Gwenchana, kalau dia baik dan Cuo suka, hyung sih setuju saja.”

“Bu-bukan itu…”

“La-lalu?” Minho sengaja menggoda dongsaengnya.

“Cuo tidak mau mikirin itu, tapi Cuo tidak bisa abaikan Kris.”

“Hyung tahu, karena itu jalani saja, asal belajar kalian tidak terganggu.”

“Ta-tapi…”

“Waeyo? Mommy?”

“Ani, itu…ta-tadi kami bertemu dan Kris bilang keluarganya akan pindah.”

“Kemana?”

“Ke New York.”

“Lah, kan appa-nya Kris masih di sekolah?”

“Tidak, appa-nya mau istirahat, sekolah itu dijalankan hyungnya.”

“Dan Kris harus ikut orang tuanya?” Tebak Minho tepat.

“Belum hyung, Kris masih memikirkannya.”

“Hooo, jadi karna itu Cuo juga galau?”

“Bukaaaaan!!!!”

“Ahahaha, ya sudah jangan dipikirkan, ayo makan.” Ajak Minho langsung keluar dari kamar itu.

Suho hanya bisa menghela nafas pasrah melihat Minho yang selalu bisa tepat sasaran, namun ia segera mengikuti hyungnya itu keluar dari kamar. Namun belum sampai ditangga mereka sudah bertemu Sulli yang berdiri dengan airmata dipipinya.

“Waeyo?” Tanya Minho walau sudah tahu jawabannya.

Namja tampan itu menghapus perlahan airmata dipipi dongsaengnya dan tersenyum manis. “Mommy hanya pergi sebentar, jangan khawatir.”

“Apa yang terjadi hyung? Kenapa Culli nangis? Kenapa dengan mommy?” Tanya Suho bingung.

“Ini…” Jawab Sulli menyerahkan iphonenya yang masih terbuka dengan berita yang sama.

Suho mengerutkan keningnya namun kemudian ia hanya bisa berdecak kesal melihat kearah lain. “Seperti dugaanku.”

“Karna ini Cuo mau ikut daddy?” Tanya Minho mengerti.

“Ne… pasti ini akan terjadi…”

“Sudahlah, kalian turun dulu, Hyung mau lihat Minnie sudah baikan.”

“Minnie oppa sakit?” Tanya Sulli.

“Tadi kepalanya pusing, turun dulu.” Minho langsung berjalan ke kamarnya.

Dan dua dongsaengnya itu langsung mengikuti menuju kamarnya membuat Minho hanya bisa menghela nafas pasrah. Keduanya memang tidak pernah mendengar apapun jika mereka sudah khawatir.

“Oppa/hyung!!” Panggil keduanya.

Taemin hanya bisa tersenyum manis melihat kedua dongsaengnya itu, sementara Minho menggelengkan kepalanya. Lalu dengan cepat ia mendekati husfiwenya dan memeriksa suhu tubuh namja manis itu.

“Bagaimana?” Tanyanya.

“Apa aku akan terkena flu?” Taemin balik bertanya.

“Mungkin…” Minho menempelkan tangannya dikening Taemin.

“Oppa gwenchana?” Tanya Sulli langsung duduk disisi oppa iparnya itu.

“Oppa baik-baik saja, Sweetheart~” Taemin menepuk pelan kepala Sulli.

“Jangan sakit oppa.” Jawab Sulli lagi lalu merebahkan kepalanya didada Taemin.

Minho dan Suho hanya bisa menaikkan alis mereka melihat putri cantik itu manja pada siapapun. Jika melihat bagaimana dulu Sulli menyebut Taemin musuh bebuyutannya, rasanya tidak mungkin ia bersikap seperti ini sekarang.

Tapi Taemin pintar mengambil hati putri cantik yang manja itu.

“Hyung gwenchana, jangan sakit.” Ucap Suho kemudian.

“Gwenchana, jangan khawatir.” Taemin tersenyum menenangkan sambil terus menepuk pelan bahu Sulli.

“Kau bisa turun, Minnie?” Tanya Minho. “Kita makan dibawah.”

“Bisa hyung? Kepalaku sudah mendingan.”

“Lalu?” Tanya Sulli. “Bagaimana mommy?”

“Kita hubungi dibawah, ayo turun~” Minho langsung menarik Suho karena Taemin sudah ditunggu Sulli turun dari tempat tidurnya.

Selanjutnya permata istana itu pun menuju lantai bawah dimana para maid sudah menunggu mereka. Minho menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menenangkan pada maid ahjumma. Wanita paruh baya itu pun memberi kode pada maid yang lain untuk segera menuju meja makan.

“Kalian duluan, hyung hubungi mommy.” Ucap Minho kemudian.

Namja tampan itu berjalan menjauhi ruang makan sambil melihat yang lain masuk kesana seperti perkataannya. Setelahnya ia pun segera menghubungi mommy cantiknya yang sudah menghilang kemana.

“Mommy…” Panggilnya begitu tersambung.

>Mino jagain mereka sebentar.<

“Mommy ada dimana?”

>Dirumah halmonie.<

“Mwo? Untuk apa disana? Merajuk? Mommy~”

Tanpa Minho bisa melihat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dengan imutnya. Putra pertamanya itu memang sudah sangat dewasa dan begitu mengerti dirinya.

“Mommy, pulang cepat arra? Mino tidak mau marmut itu merajuk.”

>Nanti mommy pulang<

“Mommy tahu itu bukan daddy yang mau.” Ucap Minho tepat sasaran.

>Mommy tahu.<

“Keuronikka, pulang ne~”

>Beri mommy waktu.<

“Aigoo~ baiklah, jangan lama-lama.”

>Ne..<

“Jangan menangis.”

>Hmmm~<

“Cinta daddy hanya untuk mommy.”

>Arra…<

“Sana makan malam.”

>Sudah!! Mommy tutup.<

Kyuhyun langsung memutuskan sambungan itu dan kembali memasang wajah sulkingnya. Namja manis itu hanya tidur malas-malasan di sofa rumah umma-nya. Sedangkan wanita paruh baya itu sedang menyiapkan coklat panas untuk menantu kesayangannya.

“Nyonya besar, biar kami saja.” Pinta salah satu maid disana.

“Gwenchana, Kyunnie cuma mau aku yang membuatnya.” Jawab umma Choi sambil mengaduk minuman itu.

“Kenapa dengan Samonim?” Tanya mereka.

“Biasa, pasti ada hubungannya dengan Siwon.”

“Aah, merajuk lagi?”

“Ne, mereka selalu seperti ini kan.” Umma Choi tersenyum kecil lalu segera menemui menantu manjanya itu.

Kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya dengan tangan terlipat didada membuat umma Choi kembali tertawa. “Umma~”

“Aigooo, Kyunnie~ kau sudah punya menantu, apa kau lupa?”

“Ani!! Siwon paboo!!”

“Kenapa Siwon yang paboo?”

“Kenapa dia suka sekali berpose bersama wanita cantik?!” Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

“Itu kan hanya untuk menyenangkan orang, dia tidak mungkin mematahkan hati yeoja.”

“Tapi dia mematahkan hatiku, umma~”

“Omo!!” Mata Umma Choi membulat sempurna.

Dan pipi Kyuhyun pun langsung terasa panas dengan kata-katanya sendiri. Rona pink itu bahkan menjalar sampai ketelinganya yang seketika memerah.

“Aku sengaja tidak ikut dengannya agar anak-anak tidak kesepian, tapi bukan berarti dia boleh berganti-ganti pasangan seperti itu.”

“Kyunnie…”

“Disini rasanya..’nyuut’ umma~” Ucap Kyuhyun sambil memegang dada kirinya.

“Kau cemburu?”

“Tidak!!!!” Bantah Kyuhyun cepat.

“Aigooo, baby~ sana pulang, anak-anak pasti cemas.”

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun langsung berdiri dari tidurnya.

“Lal….”

Belum sempat umma Choi mengatakan sesuatu, namja cantik itu sudah berjalan dengan cepat menuju lantai dua. Dimana kamarnya dan Siwon yang selalu dibersihkan seolah ada penghuninya.

Umma Choi hanya bisa menggelengkan kepalanya dan saat itu Appa Choi baru saja pulang dari kantornya.

“Ahh, selamat datang yeobo~” Umma Choi langsung mengambil tas kerja suaminya.

Appa Choi tersenyum manis dan menunduk sedikit untuk mengecup kening istrinya itu. “Ada apa? Kau terlihat cemas.” Tanyanya.

“Ahh, begitu jelas kah?” Umma Choi memegang pipinya. “Itu, menantu kita merajuk.”

“Lha, Kyunnie ada disini?”

“Ne, dia merajuk gara-gara Siwon foto bersama para yeoja.”

“Di Hongkong?” Sambung appa Choi.

“Nee~”

“Aigoo~ aku akan menegur Siwonnie.” Ucap Appa Choi cepat membuat istrinya itu langsung memutar bola matanya. “Wae?” Tanyanya.

“Mereka sudah tua, sudah punya menantu, bukan urusan kita lagi.”

“Tapi Siwonnie membuat Kyunnie merasa seperti itu, aku tidak bisa tinggal diam.”

“Aiish!! Jangan memanjakannya!! Mereka akan memperbaiki semuanya, bersama.”

“Aah, arraseo~ jangan ikut merajuk.”

“Mandi dulu, aku siapkan makan malam.”

“Baiklah~ jangan biarkan dia pulang dulu.” Ucap appa Choi lalu segera menuju kamarnya dilantai atas.

Sedang umma Choi langsung menuju dapur setelah menyimpan tas suaminya dilemari tas.

**

Sementara itu di istana Choi.

Minho mencoba menyenangkan suasana dengan bercerita, saat makan malam dimulai mereka saling diam. Menikmati hidangan yang ada didepan mereka dan makan dengan tenang.

Bahkan sampai semuanya selesai, Kyuhyun tidak kembali ke istana mereka. Minho hanya bisa memberi alasan-alasan kecil untuk membuat dongsaengnya masuk ke kamar untuk belajar lalu tidur.

Tapi yang terjadi ia harus menghubungi mommy mereka hanya agar kedua remaja itu bisa mendengar suaranya. Setelah Kyuhyun mengucapkan pesan dan ucapan selamat malam, barulah keduanya masuk kamar dengan patuhnya.

Dengan mendengar suara Kyuhyun yang baik-baik saja, Suho dan Sulli baru percaya bahwa mommy mereka tidak sedang menangis. Entah mengapa mereka berdua tidak bisa memaksa atau bahkan merengek agar Kyuhyun segera pulang.

Mungkin saja karna keduanya sudah belajar dewasa atau mereka sangat mengerti apa yang dirasakan namja cantik mommy mereka. Kyuhyun sangat bersyukur karna itu, pasti Minho sudah menjelaskannya lebih dulu.

Kyuhyun pergi hanya untuk menyembunyikan kecemburuannya itu didepan anak-anaknya. Dia tidak ingin melihat keadaannya yang terus mengutuk Siwon sepanjang hari, seperti yang dilakukannya dirumah umma Choi.

Sampai keesokan harinya.

-Aku tidak mau dalam pelukanmu!!!-

Pesan singkat dari Kyuhyun yang diterima Siwon membuat namja tampan itu terperanjat kaget. Padahal ia baru saja menginjakkan kaki-nya kembali ke istana mereka.

“Apa-apaan ini?” Tanyanya.

“Selamat datang, sajangnim.” Jawab para maid yang sudah berdiri sejajar dipintu.

“Daddy~ selamat datang~” Seru Sulli sambil berlari menuruni tangga kamarnya.

Namun saat melihat daddy-nya itu tersenyum sambil merentangkan tangannya, Sulli langsung berhenti. Putri cantik itu melipat tangan didadanya dengan bibir mengerucut imut.

“Wae?” Tanya Siwon dengan alis terangkat.

“Culli nggak mau dipeluk.” Jawab gadis cantik itu.

“Ohh, ayolah~ jangan seperti mommy.” Siwon melihat putrinya dengan tatapan memelas.

Sementara Sulli masih berdiri mempertimbangkan apa yang akan ia lakukan pada daddy-nya. Tapi melihat wajah tampan memelas seperti anak kucing terbuang itu, Sulli merasa tidak tega.

“Ckk!!! Bogoshipeoso!!!” Serunya langsung menghambur memeluk daddy tampannya itu.

“Nado princess~ nado~” Siwon tersenyum dan membalas pelukan Sulli dengan hangat.

“Selamat datang daddy~” Ucap Suho dibelakang mereka.

“Aah, uri adeul~” Siwon pun memeluk putranya setelah melepas Sulli. “Dimana hyung?”

“Jemput mommy, daddy.”

Siwon melepas pelukannya dengan cepat dan melihat Suho dengan mata menyelidik. “Maksudnya, mommy tidak ada dirumah?”

“Sejak kemarin.”

“Mwoo??”

“Sejaak…” Sulli menggantungkan kalimatnya.

Dan Siwon langsung mengumpat kasar didalam hatinya, ia tidak bisa mengutuk siapapun didepan anak-anaknya. Tentu saja Kyuhyun sudah melihat apapun yang ia lakukan diacara besar itu. Para awak media pasti sudah menyebarkan beberapa foto-nya bersama yeoja yang berbeda-beda.

Dan Kyuhyun…

“Pasti namja cantik itu cemburu, kkkk~” Tawa Siwon dengan senangnya. “Aaah, my baby~” Gumam Siwon sambil melihat ke-segala arah.

“Namja cantik itu istri daddy dan sekarang ia sedang merajuk.” Ucap Sulli.

“Ehehe~ tenang saja, princess~ mommy akan segera kembali.” Jawab Siwon penuh percaya diri menampilkan dimplenya.

“Kalau begitu bawa mommy pulang daddy, danjang!(sekarang)”

“As you wish, princess~”

Dan Siwon segera berbalik keluar dari istananya lagi lalu segera pergi darisana. Meninggalkan dua bocah remaja yang masih terpaku ditempatnya.

“Apa daddy tahu dimana?” Tanya Sulli setelah beberapa saat.

“Daddy selalu tahu dimana mommy, Cul-cul.”

“Daddy bahkan tidak takut mommy marah padanya.” Ucap Sulli dengan wajah tidak percaya.

“Cinta mereka terlalu besar untuk hal itu, Cul-cul jangan dipikirkan.”

“Siapa yang Cul-cul?” Tanya Sulli dengan death glarenya.

“Ahh, kajjaa~ belajar dulu~” Suho segera menarik tangan Sulli dan membawanya ke ruang belajar yang ada dilantai dua.

**

Sementara Siwon segera melajukan audi-nya menuju kediaman umma Choi untuk menjemput huswifenya tercinta. Dalam perjalanannya namja tampan itu sibuk memikirkan cara apa yang dipakai untuk membujuk Kyuhyun.

Namun sampai ia tiba didepan rumah umma-nya, Siwon tidak bisa memikirkan apapun. Apalagi saat melihat Minho keluar bersama Taemin sambil bergandengan tangan tanpa Kyuhyun.

“Minho, Minnie…” Panggil Siwon.

“Lho? Daddy???” Minho tidak menyangka daddy-nya ada disana, ia terlalu fokus dalam pikirannya sendiri. “Kenapa disini?” Tanyanya. “Ahh, bukan! Selamat datang.”

Putra tampan itu langsung mendekati Siwon dengan wajah sumringah dan memeluk daddy-nya. Siwon pun ikut tersenyum kemudian Taemin juga memeluknya sebagai pengganti ucapan selamat datang kembali.

“Bagaimana? Dimana mommy?”

“Mommy di kamar, tidak ingin pulang.” Jawab Taemin.

“Mwo??”

“Sebaiknya daddy yang bujuk, kali ini mommy merajuk.”

“Aigoo~ dia masih saja imut ne~” Siwon menampilkan dimple kebanggaannya. “Daddy ke dalam dulu.” Ucapnya kemudian segera masuk kedalam rumah.

Minho langsung memutar bola matanya, namun tertawa diakhirnya, orang tuanya memang selalu penuh dengan cinta. “Ayo pulang.” Ajaknya pada Taemin.

“Apa tidak apa-apa, hyung?”

“Tidak apa-apa, mommy hanya merindukan daddy.” Minho tersenyum manis sambil membuka telapak tangannya.

Taemin ikut tersenyum dan meletakkan telapak tangannya diatas Minho kemudian mengaitkan jemari mereka. “Kau sangat mengerti mereka hyung.”

“Hmm, tentu saja, mereka segalanya untukku, seperti dirimu.” Jawab Minho mendekatkan tangan mereka didadanya dan tersenyum penuh cinta.

Seribu kupu-kupu langsung berterbangan didalam perut Taemin melihat senyuman itu. Choi Minho, soulmatenya itu memang sangat tampan seperti daddy mereka.

“Kajja~”

**

“Umma~” Panggil Siwon menuju ruang tamu rumahnya.

“Ahh, selamat datang Siwonnie~”

“Mana Kyunnie umma?” Tanya Siwon sambil mengecup pipi ummanya itu.

“Di kamar, bawa pulang saja, dia menggerutu seharian.”

“Dia hanya merindukanku, umma.” Senyum Siwon dengan tenang.

“Umma tahu.”

“Baiklah, aku keatas~” Siwon langsung berlari menuju tangga membuat Umma Choi tertawa kecil melihatnya.

Namja tampan itu menuju kamarnya yang ada disana dengan pintu yang tertutup rapat. Tanpa bersuara ia mengetuk pintu itu beberapa kali.

“Aku tidak mau, umma~” Jawab Kyuhyun.

“Apa Choi Kyuhyun ada?” Tanya Siwon.

Kyuhyun yang mendengar suara itu langsung menutup mulutnya dan berjalan mengendap-endap menuju pintu kamar. “Nae sarang Choi Kyuhyun~” Panggil Siwon kemudian.

“Huh? Siapa kau?” Tanya Kyuhyun dengan wajah datar.

“Ooh, nae sarang Choi Kyuhyun, I miss you.”

“Huh? I dont know you.”

“Ooh, ayolah baby~”

“Pergi sana!!!”

“Cintaku…”

“Shut up!”

“Duniaku…”

“Pergi hyung!”

“Nafasku, bagaimana aku bisa pergi jika hatiku ada didalam.”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya memikirkan kata-kata cheesy itu, Siwon selalu bisa menyenangkan dirinya. Tapi ego yang tinggi membuatnya tidak akan menyerah begitu saja. Walau begitu ia sangat merindukan suami tampannya itu.

“Baby, apa kau tidak merindukanku?” Dua hari kita tidak bertemu, aku ingin memeluk tubuh fluffy-mu, baby~”

“Apa kau bilang? Aku gendut? Choi Siwon?!”

“Aiiih, dia membalikkan kata-kata, umma.” Ucap Siwon dengan alis yang terangkat.

“Pasangan paboo~” Jawab umma Choi. “Pulang sana, Kyunnie~ kau mau Cuo dan Culli sedih?” Tanya wanita paruh baya itu.

“Mereka memintaku membawanya pulang, tapi melihatku saja dia tidak mau umma.”

“Kyunniee!!” Panggil umma Choi. “Kau tidak bi…” Ucapan umma Choi terhenti deringan hp Siwon.

Namja tampan itu langsung melihat siapa yang menghubunginya dan nama Minho tertera disana. Tanpa menunggu lagi ia pun segera menerima panggilan itu.

“Ini daddy~”

>…..<

“Mwo?” Wajah Siwon langsung berubah keruh. “Rumah sakit?”

>…..<

“Ne, daddy segera kesana, Mino tenang dulu, bye.”

“Siwon…” Panggil umma Choi cemas.

“Umma, aku harus pulang, Minnie jatuh dari tangga, jaga babykyu, bye.”

Siwon langsung berlari menuruni tangga dengan cepat bahkan Umma Choi tidak sempat bereaksi atas pernyataannya. Wanita cantik itu masih mencerna apa yang baru saja dikatakan putranya. Cucu menantunya jatuh dari tangga? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi?

“Oh my god!!!” Gumamnya dengan mata membesar.

Saat itu Kyuhyun pun terlihat dipintu kamarnya yang sudah terbuka, tanpa disadari umma Choi. “Dia pulang?” Tanya Kyuhyun kecewa.

“Huh? Ahh, Kyunnie!!” Umma Choi tersenyum senang.

“Dia pulang umma, dia tidak mencintaiku.” Jawab Kyuhyun melihat kearah tangga.

Umma Choi langsung mendecak kesal dan mendekati menantunya itu. Tanpa aba-aba ia langsung menarik telinga Kyuhyun dengan gemasnya. “Apa maksudmu, huh?”

“Umma appooo!!!” Teriak Kyuhyun.

“Dia pulang karna menantumu jatuh dari tangga, apanya yang tidak cinta? Paboya~””

“M-mwo?? Minnie?? Ja-jatuh?”

“Ne, Siwon langsung kerumah sakit, apa ka…Kyunnie?!” Panggil umma Choi saat menantunya sudah berlari menuruni tangga. “Dia tidak mendengarkan orang.”

Wanita cantik itu pun segera mengikuti Kyuhyun keluar namun menantu kesayangannya itu tidak terlihat dimanapun. Bahkan salah satu mobilnya juga tidak ada ditempatnya.

“Ahjumma~” Panggil umma Choi.

“Ne nyonya?” Jawab wanita tua maidnya.

“Katakan pada suamiku aku kembali ke rumah sakit, Minnie jatuh dari tangga.”

“Omo, bagaimana tuan muda?”

“Aku belum tahu, jangan lupa bersihkan kamar Kyunnie, aku pergi.”

“Iya, hati-hati nyonya.”

**

Sementara itu dirumah sakit.

“Oppa~” Panggil Sulli.

“Jangan khawatir.” Suho menepuk-nepuk pelan kepala dongsaengnya.

Sementara Minho terlihat gelisah sambil berjalan mondar mandir didepan ruang ICU. Saat langkah kaki terdengar, ketiganya langsung berpaling melihat kearah yang sama.

Siwon berjalan cepat dengan wajah khawatirnya, ia melihat satu persatu wajah permata dalam hidupnya itu. Begitu dekat, namja itu langsung menarik Minho dalam pelukannya.

“Daddy…” Bisik Minho dibahunya.

“Apa yang terjadi, kenapa bisa jatuh?”

Minho melepas pelukannya dan melihat Siwon dengan wajah sedih dan kecewa. Kecewa pada dirinya sendiri, karena ia tidak bisa menjaga Taemin dengan baik.

“Minnie mau ke kamar daddy, Mino mau ke dapur, tiba-tiba dia sudah berguling ke bawah.”

“Apa kata dokter?”

“Mereka belum keluar.”

“Mino tenang saja, do’akan yang terbaik.” Ucap Siwon membuat Minho menganggukkan kepala. “Babies~” Panggil Siwon kemudian. “Gwenchana?”

“Gwenchanayo~” Jawab Sulli langsung menghambur memeluk daddy-nya.

“Apa hyung akan baik-baik saja, daddy?” Tanya Suho.

“Nee, Minnie hyung pasti baik-baik saja.” Siwon tersenyum menenangkan lalu memeluk kedua anaknya itu.

Saat itulah pintu ICU dibuka dengan perlahan, dokter Kim yang menangani Taemin keluar sambil melepas maskernya. Ia langsung menganggukkan kepala begitu melihat Siwon lalu mendekatinya.

“Tuan Choi…” Dokter Kim mengulurkan tangannya.

Siwon tersenyum dan menerima uluran tangan itu dengan senang. “Bagaimana dok?” Tanyanya.

“Kami sudah menjahit lukanya, syukurlah tidak parah.”

Helaan nafas lega terdengar disana, Siwon menepuk pelan bahu Minho yang berdiri disampingnya. “Lalu? Apa kami boleh melihatnya?”

“Dia masih belum sadar, demamnya sangat tinggi, saya rasa dia jatuh karena itu.”

“Aah, begitukah? Tapi tidak berbahaya kan?”

“Tidak, kami sudah memberinya obat, dia akan dipindahkan keruang rawat, kalian bisa melihatnya disana.”

“Baiklah, trima kasih dok.” Siwon langsung mengulurkan tangannya kembali.

Dan mereka kembali berjabat tangan namun kali ini Minho juga ikut mengulurkan tangannya pada dokter Kim. Namja tampan itu menganggukkan kepalanya sambil mengucapkan terima kasih.

Tidak berapa lama, Taemin pun dipindahkan keruang inapnya, dan mereka pun mengikuti dibelakangnya.

“Daddy…” Panggil Minho tiba-tiba.

“Dimana mommy?”

“Aigooo~” Siwon tersenyum melihat putranya.

Disaat seperti ini ia masih bisa memikirkan masalah orang tuanya, bukankah sangat bahagia memilikinya?

“Rayuan daddy belum selesai, jadi mommy belum keluar.”

“Mianhae, daddy langsung kemari ya?”

“Mm, begitulah, jangan meminta maaf, yang penting sekarang Taemin baik-baik saja.”

“Mino tahu, tapi mommy harus kembali.” Jawab Minho sambil melihat dongsaeng kesayangannya yang tidak mengatakan apa-apa.

Minho tahu dua bocah itu merasa kehilangan, walau tidak mengatakan apa-apa. Walau sudah besar, tapi keduanya masih sangat terikat dengan mommy mereka.

“Daddy akan mencoba lagi.” Jawab Siwon yakin. “Mommy hanya merajuk sebentar, jangan khawatir.”

Senyum tulus Siwon sanggup membuat ketiga permata keluarga itu tersenyum dengan manisnya. Dan saat itu beberapa langkah kaki kembali terdengar mengikuti mereka dari belakang.

Terlihat Hyukjae dan Donghae berjalan tergesa-gesa mendekati mereka dan dibelakang mereka dua orang lain mengikuti dengan cepat, mereka adalah Umma Choi dan menantunya, Choi Kyuhyun.

“Baby~” Gumam Siwon.

“Siwon!!” Panggil Hyukjae.

“Apa yang terjadi?” Tanya Donghae.

“Hyung mianhae, sepertinya Taemin pingsan ditangga dan jatuh kebawah.”

“Omoo!!”

“Mianhae umma, appa.” Ucap Minho. “Aku tidak menjaganya dengan baik.”

“Lalu bagaimana sekarang?” Tanya Donghae.

“Minnie masih belum sadar, demamnya sangat tinggi, tapi dokter bilang sudah tidak apa-apa.”

“Apa dia akan baik-baik saja?” Tanya Hyukjae.

“Ne appa, semoga.”

“Kalau begitu, gwenchana~ boleh kita masuk?” Tanya Donghae dengan tenangnya.

Minho menganggukkan kepalanya dan membawa kedua orang tua Taemin masuk kedalam bersama Suho dan Sulli. Sementara Umma Choi yang mendengar jawaban Minho langsung menghela nafas lega dan mengikuti mereka.

Tinggallah Siwon dan Kyuhyun yang masih berdiri ditempat mereka dengan jarak 5 langkah kaki. Siwon terus menatap huswife cantiknya itu dengan penuh cinta dan kerinduan. Membuat Kyuhyun salah tingkah dan melihat kesana kemari untuk mengalihkan perhatian.

“Baby…” Panggil Siwon akhirnya.

Barulah Kyuhyun berpaling dan melihat wajah tampan itu tepat langsung kematanya. Apa yang didapatnya disana membuat debaran jantungnya semakin kencang dan rasa rindu itu pun ikut membuncah.

Detik selanjutnya, Siwon merasakan sepasang lengan sudah memeluk erat lehernya dan beban berat terasa menghimpitnya. Namun begitu tersadar ia langsung memeluk pinggang Kyuhyun dengan erat dan membenamkan wajah dibahu huswifenya itu.

“Bogoshiposo~” Ucap Siwon mengecup bahu Kyuhyun dan leher kekasihnya itu dengan lembut.

“Nado hyung….”

“Mianhae.” Ucap keduanya bersamaan kemudian sama-sama terdiam.

Senyum manis pun terpatri dibibir keduanya dan kembali mengeratkan pelukan mereka. Tanpa diketahui tiga kepala menyembul dibalik pintu salah satu ruangan menyaksikan moment mereka.

“Tidak ada yang bisa memisahkan mereka.” Ucap Minho dengan senyum manis.

“Bahkan tanpa usaha apapun, mommy kembali ke pelukan daddy.” Sambung Suho.

“Mommy memang tidak bisa jauh dari daddy.” Sulli menganggukkan kepalanya mengerti. “Mommy memang koala.”

“I heard that!!!” Suara Kyuhyun membuat ketiganya terhenyak.

Lalu segera kembali masuk dalam ruangan Taemin membuat Kyuhyun menyunggingkan smirknya. “Bagaimana Taemin, hyung?” Tanyanya kemudian.

“Dia demam tinggi, mungkin saat ke kamarnya dia pingsan hingga jatuh.”

“Lalu sekarang?”

“Dia baik-baik saja, kau mau melihatnya?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya lalu melepas pelukan itu perlahan. Siwon menatap wajah Kyuhyun dengan lekat yang dua hari ini begitu ia rindukan.

“Ahh, I miss you so~” Ucapnya sambil menangkup pipi kiri huswifenya itu.

Kyuhyun tersenyum kecil dan merebahkan kepalanya seolah menginginkan sentuhan Siwon lebih lagi. “Mianhae~” Bisiknya pelan.

“I have known you for years~ (aku sudah mengenalmu bertahun lamanya)” Ucap Siwon dengan senyuman manis. “Dan ini salah satu yang selalu membuat hidupku berwarna.”

“Mwo? Maksudnya?”

“Kecemburuanmu.”

“Maldo andwae!!” Bantah Kyuhyun cepat. “Aku tidak cemburu.”

“Mwoo??” Siwon menatap huswifenya itu tidak percaya. “Apa itu bukan cemburu namanya?”

“Bukan.”

“Lalu?”

“Aku mau lihat Taemin.” Jawab Kyuhyun langsung berjalan meninggalkan Siwon.

Dan Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya lalu segera menyusulnya masuk keruangan Taemin. Siwon tersenyum senang saat tiga pasang menatapnya penuh harap. Sementara Kyuhyun melihat Taemin diranjang rumah sakit lalu berpaling melihat ketiga permata hatinya.

“Mianhae…” Ucapnya.

Seketika ketiganya menghambur memeluk Kyuhyun dengan wajah senang mereka. Bahkan mereka tidak peduli saat mommy cantik mereka itu hampir terjengkal kebelakang.

“Mommy ngambek seperti Culli.” Ucap Minho dibahunya.

“Culli tidak ngambek.” Jawab Sulli dibelakangnya.

“Selamat datang mommy, bogoshipo.” Ucap Suho pelan membuat Kyuhyun tertawa senang.

Ketiganya pun melepas pelukan mereka, Minho dan Sulli langsung berpaling melihat Suho dengan wajah datar mereka. Remaja tampan itu hanya bisa membalas tatapan mereka dengan wajah polosnya.

“Waee?” Tanyanya.

“Mommy’s boy~” Jawab keduanya bersamaan.

“I’m not!!” Jawab Suho cepat.

“Sssst~ jangan bertengkar.” Siwon menegahi.

Kyuhyun hanya tertawa dan mengacak rambut Suho dengan gemasnya lalu namja cantik itu segera berjalan menuju ranjang Taemin. Minho juga mengikutinya dari belakang bersama dua kembar menggemaskan itu.

Begitu dekat dengannya, Kyuhyun membelai lembut kepala Taemin dan namja cantik itu kembali meminta maaf. Seharusnya ia bisa menjaga menantu satu-satunya itu, tapi bahkan Kyuhyun tidak ada saat Taemin sakit dan jatuh.

“Mianhae~” Ucap Kyuhyun lagi sambil melihat Minho.

“Jangan meminta maaf mommy, Minnie sakit karna kelelahan, sebelum mommy pergi dia sudah tidak enak badan.”

“Tapi mommy tidak tau dan tidak bertanya.”

“Jika begitu seharusnya Mino yang salah.” Jawab Minho cepat membuat Kyuhyun terdiam.

Siwon langsung tersenyum dan menepuk-nepuk pelan bahu putranya itu. Minho selalu bisa menenangkan kekhawatiran Kyuhyun dengan caranya sendiri. Ikatan yang dimilikinya, membuat siapapun tidak menyangka jika Minho anak angkat mereka.

“Apa mommy sudah makan? Daddy belum makan sejak kembali karena langsung mencari mommy.” Ucap Minho lagi dengan nada tegas.

Kyuhyun berpaling melihat suaminya yang hanya bisa tersenyum penuh kemenangan. Minho memang anak mommy-nya, tapi ia tidak pernah memisahkan kasih sayang untuk Siwon daddy-nya.

Semakin dewasa, namja tampan itu semakin memperlihatkan sikap adilnya untuk mereka. Jika Kyuhyun salah, ia akan membela daddy-nya begitu juga sebaliknya. Karena itu saat ini, ia hanya bisa memihak daddy-nya yang memang tidak bersalah, hanya mommy-nya saja yang cemburu berlebihan.

“Ayo makan baby~” Ajak Siwon.

Kyuhyun hanya bisa menganggukkan kepala lalu segera berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Siwon. Namja cantik itu melihat tangan suaminya yang terulur dan tanpa berpikir panjang menyambut tangan itu.

“Aah, akhirnya~” Ucap umma Choi tiba-tiba.

“Mwo??” Mata Kyuhyun melebar sempurna.

“Apa yang terjadi? Kalian bertengkar?” Tanya Donghae.

“Sejak tadi aku penasaran.” Jawab Hyukjae.

“Kenapa kalian disini?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Daritadi kau tidak melihat kami?” Tanya Donghae langsung mendekati dongsaengnya itu. “Dasar paboo~” Ucapnya sambil menarik telinga Kyuhyun.

“Aish, appo hyung!!”

“Sudah-sudah, sana makan dulu, jangan merajuk lagi.” Ucap umma Choi melerai.

Siwon tersenyum kecil lalu segera menarik Kyuhyun keluar darisana sementara umma Choi mulai menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Kyuhyun tahu umma mereka pasti akan menceritakan kecemburuannya itu.

“Ck?!”

“Waeyo?”

“Umma pasti cerita.”

“Ahaha, gwenchana~ ayo makan.”

“Tapi, kau pasti sangat lelah hyung, kau juga belum masuk ke kamar.”

“Gwenchana~ aku hanya ingin memelukmu dengan cepat, sejak dipesawat aku membayangkan betapa bahagianya bisa memelukmu kembali.”

“Tapi apa yang kulakukan?”

“Ssst, sudahlah~ jangan dipikirkan.”

“Bagaimana dengan Minnie? Dia pasti baik-baik saja kan?”

“Ne, dokter Kim sudah menjamin.”

“Karena itu pulanglah, mandi dulu dan istirahat sebentar, bawa si kembar juga, aku ingin menemani-mu, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan Mino sendirian.

“Aku mengerti, tapi sekarang kita makan dulu.”

“Nee~”

Dan dua namja pasangan sempurna itu pun menuju kantin rumah sakit yang menyediakan berbagai macam makanan. Siwon mengambil semua makanan yang disukai Kyuhyun dan makan bersamanya.

Wajah bahagia Kyuhyun saat mengunyah kesukaannya membuat Siwon selalu diliputi kebahagiaan. Tapi apa Siwon tahu kehadirannya didepan Kyuhyun saat ini merupakan kebahagiaan terbesar namja cantik itu?

Sejak ia pergi ke Hongkong dan meninggalkan Kyuhyun dengan segala kerinduan mereka, pikiran huswifenya menjadi tidak menentu. Apalagi ditambah kejadian bersama para yeoja itu yang mengelilinginya membuat kecemburuan Kyuhyun meningkat.

Bukan Kyuhyun tidak percaya pada suaminya yang sudah berpuluh tahun hidup bersama. Hanya saja ia tidak ingin apa yang menjadi miliknya disentuh orang lain dengan sengaja. Seluruhnya, Choi Siwon hanya miliknya, cintanya dan hidupnya.

Karena itu, ia bisa bertingkah seperti remaja yang baru jatuh cinta dengan segala kecemburuannya.

“I love you…” Ucap Siwon tiba-tiba.

Kyuhyun langsung menatap wajah tampan itu dengan intens dan tidak perlu menunggu lama, rona pipi-nya pun terlihat perlahan.

“I-I love you more.” Jawabnya gugup.

“I love you most~” Siwon tersenyum dengan manisnya membuat Kyuhyun harus memalingkan wajahnya kearah lain.

Namun senyum kecil terpatri dibibir peach milik namja cantik itu.

“Kenapa kau sangat cantik, baby?” Ucap Siwon lagi.

“Paboya!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Ahahaha~”

Tawa Siwon membuat hati Kyuhyun berbunga namun wajah datar namja cantik itu tidak bisa dihilangkan. Siwon hanya menggelengkan kepalanya melihat pertahanan Kyuhyun.

Setelah selesai, mereka kembali keruangan Taemin dan Siwon segera mengajak dua buah hatinya kembali ke rumah. Walau mendapat penolakan dari keduanya, tapi Kyuhyun bisa membujuknya.

Setelah saling bercerita, Kyuhyun pun meminta Umma dan dua hyungnya kembali. Ia mengatakan biar Minho dan dirinya saja yang menjaga Taemin, apalagi demam tinggi menantunya itu sudah turun.

“Hati-hati ne, umma~” Ucap Kyuhyun memeluk umma Choi.

“Kalau ada apa-apa hubungi kami, Kyu.” Jawab Donghae.

“Arraseo.”

Dan tinggallah ia bersama Minho didalam ruangan yang sunyi itu, hanya suara cairan infus yang menemani mereka berdua. Minho duduk disisi kiri Taemin sementara Kyuhyun duduk disisi kanan menantunya itu.

“Dulu dia sangat manis saat pertama kali ke rumah kita.” Ucap Kyuhyun mengambil tangan Taemin dan menggenggamnya dengan lembut.

“Dia masih manis mommy.” Jawab Minho.

“Dulu dia ingin mommy jadi mommy-nya sampai Mino cemburu.” Ucap Kyuhyun lagi membuat pipi Minho langsung merona. “Mino masih ingat?”

“Ne, mommy bilang uncle Hae bisa jadi mommy untuknya.”

“Ne, Hae hyung merawatnya dengan baik, bahkan mommy masih tidak percaya dia sudah jadi menantu dikeluarga Choi.”

“Tapi dia menantu mommy sekarang.”

“Dan itu membuat mommy jadi semakin tua.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar mengerucutkan bibirnya.

“Ahahaha, mommy masih imut, tenang saja.” Jawab Minho dengan tawa polosnya.

Mata Kyuhyun langsung melebar sempurna, bagaimana bisa Minho mengatakan dirinya imut. Tidak ada yang boleh mengatakan hal itu selain Siwon, suaminya tercinta.

“I know~” Jawab Minho.

“Mwoo??”

“Hanya daddy yang boleh bilang mommy imut.”

“Mwoo??” Mata Kyuhyun semain melebar.

“Aiih~ lupakan!” Minho menatap mommy-nya itu dengan wajah serius. “Mommy sudah baikan, bukan?” Tanyanya kemudian.

“Siapa yang marahan?”

“Mommy merajuk, apa itu namanya cemburu?”

“Tidak!! Mommy tidak cemburu.”

“Aish, whatever, yang pasti mommy sudah baikan?”

“Nee, sudaah~ daddy-nya Mino tidak bisa lama-lama jauh dari mommy.” Ucap Kyuhyun dengan bangganya.

Minho langsung memberi mommy cantiknya itu smirk yang menjengkelkan. “Bukan sebaliknya?” Tanyanya.

“Ck!” Gerutu Kyuhyun. “Sudah! Mommy cari minum.” Namja cantik itu langsung berdiri.

Lalu ia melepas tangan Taemin dengan perlahan kemudian keluar darisana sambil melayangkan death glarenya pada Minho. Putra pertamanya itu hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.

Sementara Kyuhyun keluar bukannya mencari minum, ia malah mencari hp-nya dan melihat layar tipis itu menampakkan wajah tampan suaminya. Detik berikutnya ia sudah menekan panggilan keluar dengan nama penerima ‘My Life’.

>Baby~< Suara Siwon terdengar.

“Hyung, sedang apa?”

>Istirahat, dikamar kita? Waeyo? Ada apa? Minnie?<

“Ani, Minnie masih belum sadar, bagaimana anak-anak?”

>Hoo, mereka sudah tidur, kau juga tidurlah baby.<

“Aku tidak bisa tidur.”

>Kau khawatir?<

“Neee~”

>Dia akan baik-baik saja, baby~<

“Tapi dia belum sadar sampai sekarang, bahkan kami sudah berbicara banyak didepannya tapi dia tidak berkutik, waeyo?”

>Aigoo~ kau dimana? Pergilah ke ruangan umma, tidur disana, aku temani.<

“Aku tidak ngantuk.”

>Baiklah, tunggu sebentar, tutup dulu.<

“Ne…” Kyuhyun memutus sambungan itu dan menatap layar tipis iphonenya dengan bingung.

Namja cantik itu menghembuskan nafas lelahnya sambil menjulurkan kaki dan bersandar didinding rumah sakit yang dingin itu. Mata lelahnya pun terpejam perlahan mencoba memikirkan suaminya untuk membuatnya tenang.

Ya, Kyuhyun khawatir.

Ia sangat khawatir dengan keadaan Taemin, apalagi kejadiannya saat ia tidak berada dirumah. Malah sedang menuruti keegoisannya karena marah pada Siwon. Dokter Kim memang mengatakan menantunya baik-baik saja setelah jatuh dari tangga itu.

Tapi sampai saat ini Taemin belum membuka matanya dan berkata dia baik-baik saja. Hal itu membuat Kyuhyun masih tidak bisa mempercayai perkataan dokter mereka.

“Baby~” Panggil Siwon tiba-tiba.

Sedikit tersentak Kyuhyun langsung duduk tegak dan berpaling mencari asal suara itu. Apa dia sangat menginginkan suaminya disana sampai ia mendengar suaranya dalam keadaan sadar?

Tapi tidak, karena saat ini namja tampan cintanya itu sedang berjalan tergesa-gesa mendekatinya. Wajah yang selalu tampan itu tersenyum menenangkan sampai akhirnya tiba dihadapannya.

“H-hyung?” Tanyanya masih tidak percaya.

“Gwenchana~ hyung disini.” Ucap Siwon lalu meraup tubuh dingin Kyuhyun dalam pelukannya yang hangat.

Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun langsung membenamkan dirinya dalam kehangatan itu. Walau begitu menginginkan Siwon bersamanya, tapi ia tahu namja tampan itu pasti kelelahan. Dan sekarang suaminya itu langsung datang hanya dengan mendengar suara kekhawatirannya.

“Kenapa tidak bilang lebih awal?” Tanya Siwon setelah beberapa menit.

“Apa?” Kyuhyun balik bertanya tanpa merubah posisinya.

“Kau ingin aku disini.”

“…..” Kyuhyun tidak bisa menjawabnya.

“Baby~ jujurlah~”

“Kau sangat lelah hyung, aku ingin kau istirahat dirumah setelah perjalananmu, bagaimana mungkin aku…”

“My baby~” Ucap Siwon memotong ucapan Kyuhyun. “Pengertian sekali.” Lanjutnya sambil memeluk huswifenya itu dengan erat.

“Walau aku merindukanmu, ingin memelukmu, tapi aku tahu karna egoisku kau pasti kelela…”

“Sssst~ sudahlah~ aku disini sekarang.” Siwon menepuk-nepuk pelan bahu Kyuhyun untuk menenangkannya.

Namja cantik itu pun tersenyum dengan manis sambil kembali membenamkan wajahnya dileher suaminya tercinta. Mereka terus berpelukan dengan erat menikmati keheningan dalam kehangatan.

**

Dan malam terus berlalu dengan sendirinya, menemani jiwa-jiwa yang lelah untuk beristirahat dengan nyaman. Namun tidak dengan namja tampan yang ada diruangan rumah sakit yang putih itu.

Choi Minho masih terjaga demi menemani huswife-nya yang masih terbaring tidak bergerak. Namun tiba-tiba saja sedikit getar terasa disaku-nya dan ia segera mengambil iphone miliknya itu.

Satu pesan singkat masuk kesana dari nomor yang sudah bisa dihafalnya diluar kepala. “Culcul”

-Bagaimana oppa?-

Pesan singkat dari dongsaeng cantiknya, Choi Sulli membuat Minho menepuk keningnya, seolah ia melupakan suatu hal. Tanpa menunggu lagi ia langsung berdiri dan menghambur menuju pintu dengan cepat.

Kemudian ia pun membuka pintu itu perlahan dan melihat lorong rumah sakit yang sepi. Namun bayangan hitam tidak jauh dari pintu itu menandakan ada seseorang disana. Dengan pelan Minho keluar dan ingin melihat dengan jelas bayangan tersebut.

Dan seperti yang diperkirakan, bayangan itu merupakan orang tua mereka yang masih berpelukan. Minho hanya tertawa kecil dan menghembuskan nafas lega lalu kembali menutup pintu itu.

Saat ia berpaling kearah Taemin, namja tampan itu kembali menyunggingkan senyuman manisnya. Disana huswife manisnya sudah duduk tegak sambil menatapnya dengan wajah penasaran.

“Hi~” Sapa Minho.

“Bagaimana?” Tanya Taemin.

“Gwenchana~” Minho berjalan perlahan mendekati Taemin dan duduk disisinya. “Akhirnyaaa~” Ucapnya senang.

“Hyung…” Panggil Taemin.

Minho mengambil tangan Taemin dan menggenggamnya dengan lembut lalu menatap wajah manis kekasihnya. “Mereka benar-benar sudah berbaikan.” Ucapnya.

“Jinjja?” Tanya Taemin tidak percaya dan dibalas anggukan kepala Minho. “Aaah, akhirnyaaaaaaaaaaa~~” Seru Taemin ikut senang.

Namja manis itu mengangkat kedua tangan keatas dengan bebas seolah menghilangkan kepenatan ditubuhnya. Minho hanya tertawa menggelengkan kepala lalu kembali mengambil tangan itu untuknya.

“Pasti capek bertahan tidak bergerak selama itu, mianhae.”

“Ahh, gwenchana hyung, demi mereka berbaikan aku akan melakukannya, walau harus berpura-pura sekalipun.”

Minho tersenyum senang menatap wajah penuh kejujuran belahan jiwanya itu. Tangan Minho bergerak perlahan menyusup ke sisi kanan leher Taemin dan mendekatkan wajah mereka hingga ia bisa mengecup kening huswifenya itu dengan lembut.

Taemin memejamkan matanya sambil tersenyum dengan dada yang berdebar. Minho memang sangat romantis dan selalu bisa membuatnya dipenuhi dengan kebahagiaan. Begitu juga dengan keluarganya.

“Sekarang aku percaya, kalian pernah melakukan ini.” Ucap Taemin kemudian.

“Ne, dulu, aku membuat si kembar menangis dan mereka berhasil  berbaikan kembali.”

“Dan kali ini juga berhasil.”

Brak!!! Suara pintu terbuka paksa membuat keduanya tersentak.

“Semua itu pura-pura?” Tanya Kyuhyun.

“M-mommy…” Minho tidak percaya melihatnya.

Kyuhyun dan Siwon berdiri dipintu itu dengan wajah datar mereka. Saat ingin masuk kesana keduanya tidak sengaja mendengar pembicaraan Minho dan Taemin.

Semua yang terjadi hanya pura-pura.

“Jelaskan pada kami.” Ucap Kyuhyun datar.

“Mommy, jebal~ jangan marah dulu, kami hanya ingin kalian berbaikan.” Jelas Minho.

“Dengan cara berbohong??” Tanya Kyuhyun tajam.

“Baby…” Panggil Siwon menenangkan.

“M-mommy, Hyung hanya memberi ide tapi aku yang ingin melakukannya.” Taemin juga ikut menjelaskan. “A-aku tidak ingin kalian bertengkar, kami tidak tega melihat Culli dan Cuo khawatir, ta-tapi tidak sepenuhnya pura-pura mommu, a-aku memang demam tinggi.”

“Tapi dengan cara ini, apa kalian tahu bagaimana khawatirnya mommy?” Tanya Siwon.

“Mianhae~” Minho menundukkan kepalanya. “Kami hanya…”

Ucapan Minho terhenti suara dering hp-nya dan Kyuhyun langsung berpaling hendak keluar darisana. Jantung Minho seketika berdetak kencang melihat raut kekecewaan diwajah mommy-nya.

Namun ia harus segera menerima panggilan itu yang tertera nama Sulli dongsaengnya.

“Ne, princess??”

>Oppa!!! Cuo oppa kejang-kejang!!!<

“MWO???”

**

Tbc…

Euy~ semoga tidak mengecewakan ne~😄😄 ini tbc karna masih ada request yg belum selesai ^o^

Sampai jumpa di ff selanjutnya.

Love you with all of my heart~ My treasure~

Vie.

note : Kalo gak koment disini…gak jdi update yg satu lagi..ohohohoho~

Pureblood 4

Love Of Pureblood

Chapter 4

**

Selamat malam, my lovely readers~

Bagaimana puasanya? Semoga lancar sampai hari kemenangan nanti ne… Ohh, Vie update..tpi Vie PW siang harinya., jdi kalo mau baca malam aja ne?

Mmm, pasti udah lupa chap sebelumnya kan? Vie juga..waktu mau edit..lho? kox disini? bukannya udah mau end? ahaha. padahal Vie yg udah ngetik sampai 3 chap kedepan..kkk~

Ok deh~ selamat membaca Lovelies~ baca chap belakang dulu ya~ohoho

*Typo Mianhae~*

**

Sebelumnya…

“Kenapa kau sembunyi?”

“Mereka ingin membasmi seluruh keturunan, bahkan tidak lama di jepang aku tahu orang tua Hyunji juga mengalami hal yang sama.”

“M-mwo??” Tanya semua namja itu tidak percaya.

“H-hyunji?” Tanya Heechul.

“K-kim Hyunji?” Tanya Hyukjae dengan tangan yang bergerak menunjuk pintu.

“Ne~” Angguk Kyuhyun. “Kim Hyunji, sepupuku.”

“Mwo???” Semua mata namja tampan itu hampir keluar dari sarangnya.

**

“Dia anak Aunty-ku, adik ibuku, yang menjadi vampire karena suaminya.”

“Lalu orang tua Hyunji sekarang?” Tanya Sungmin.

“Orang tua angkat dari pihak ayahnya, mereka vampire asli, Hyunji diangkat menjadi anak mereka setelah orang tuanya meninggal, aku tidak tahu awalnya kenapa Aunty tidak mengunjungiku lagi, uncle park mengatakannya padaku setelah 6 bulan kami di Jepang.”

“Kenapa Mr. Park tidak langsung membawamu kesini?” Tanya Siwon.

“Karna aku manusia.”

“Lalu kenapa akhirnya kau ada disini?”

“Mereka masih mencari Hyunji, tidak ada tempat yang aman selain sarang vampire itu sendiri, uncle park juga punya pekerjaan disini dia tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya, tapi dia lebih tidak ingin meninggalkanku.”

“Karna itu Hyunji masuk sekolah dan asrama malam? Apa dia benar-benar darah murni?” Tanya Hyukjae.

“Aku tidak tahu, yang aku tahu dia akan menjadi seperti kalian.”

“Aah, arraseo.”

“Mmm, terima kasih sudah mengatakan masa lalumu Kyunnie.” Ucap Ryeowook akhirnya.

“Maaf jika kami sempat membuatmu bersedih lagi.” Sambung Donghae.

“Aah, gwenchana, aku senang bisa bercerita, dengan begitu aku tidak asing lagi bagi kalian.”

“Dari awal kami tidak menganggapmu seperti itu.” Jawab Sungmin dengan senyumnya.

“Gomawo.” Angguk Kyuhyun. “Aah, He-heechul hyung, gomawo sudah menjagaku semalaman, aku sudah sembuh sekarang.” Ucap Kyuhyun melihat Heechul dengan senyum manis dan polosnya.

Heechul langsung menelan apapun yang tersangkut ditenggorokannya melihat wajah Kyuhyun. Ia tidak pernah menerima ucapan semanis itu saat bersama dongsaengnya yang lain. Karena itu Heechul hanya bisa menganggukkan kepala setelah melihat kesana kemari.

“Hee-hyung malu.” Celutuk Ryeowook.

“Shut up!!” Death glare Heechul membuat yang lain langsung tertawa.

Namun tawa senang itu terhenti seketika saat suara ketukan dipintu kamar Kyuhyun terdengar. Para namja itu saling berpandangan dengan tatapan bertanya. Namun anggukkan dari Kyuhyun membuat Sungmin yang ada didekat pintu segera membukanya.

“Oppa!!?” Seru seseorang begitu pintu terbuka.

“H-hyunji?” Panggil Kyuhyun langsung berdiri.

Yeoja cantik yang diketahui sebagai sepupu Kyuhyun itu langsung masuk kedalam dengan wajah khawatir. Namun yang membuat mulut para namja itu melebar, saat melihat yeoja cantik lainnya masuk kesana dengan wajah santai mereka.

“What the hell!!” Kutuk Heechul.

“Oppa~” Keluh Jessica.

“Untuk apa kalian disini?” Tanya Siwon sambil berdiri dan menutupi Kyuhyun dengan badannya.

Kyuhyun langsung tersenyum kecil an berdiri dibelakang Siwon seolah ia bersandar pada namja tampan itu. Hyunji yang berada didepan melihat dua namja itu seperti ada lem yang menempel pada mereka.

“Oppa, kami hanya ingin mengantar Hyunji, dia khawatir pada sepupunya.” Jawan Tiffany.

“Kalian tahu?” Tanya Sungmin.

“Hyunji baru mengatakannya.” Jawab Yoona.

“Dan sepertinya kalian juga baru tahu.” Jawab Jessica membuat Heechul memberinya death glare.

Yeoja cantik itu langsung mengerucutkan bibirnya tidak terima membuat yang lain tertawa cekikikan. Sementara Hyunji langsung mendekati sofa Kyuhyun membuat Ryeowook yang ada disana pindah ketempat lain.

“Oppa!! Kenapa tidak mengatakannya?” Tanya Hyunji.

“Mmm, mianhae~” Jawab Kyuhyun lalu berpaling melihat yeoja cantik lainnya. “Ka-kalian boleh duduk.” Ucapnya dan menarik lengan Siwon memintanya duduk kembali.

Dan langsung saja tiga yeoja cantik itu bergerak cepat dan saat yang lainnya tahu, ketiganya sudah berada didekat Kyuhyun. Bahkan Tiffany dan Jessica duduk dimeja didepan Kyuhyun dan Siwon, sementara Yoona berada disisi Hyunji.

Gerakan mereka yang cepat tentu saja membuat Kyuhyun terkejut hingga ia memeluk lengan Siwon tanpa sadar. Dan hal itu hampir saja membuat Heechul mematahkan leher cantik kedua yeoja itu.

“Kalian!! Bertingkah normal didepannya!” Hardiknya cepat.

“Upss~ mianhae~” Jawab Tiffany polos.

“Kenapa dekat sekali Tiff?” Tanya Siwon tidak nyaman.

“Mian oppa, kami hanya penasaran, selama ini kami hanya melihatnya dari jauh.”

“Benar!!” Angguk Yoona cepat. “Unnie lihat kulitnyaa~” Ucapnya kemudian.

“Kalian ini~” Hyukjae menggelengkan kepalanya.

“Gwenchana hyung.” Jawab Kyuhyun sedikit tenang. “Gomawo Hyunji.” Ucapnya kemudian melihat sepupunya.

“Manhi appa?(sakit sekali)” Tanya Hyunji.

“Ani, aku sudah baikan, mereka merawatku dengan baik.” Jawab Kyuhyun melihat hyung-hyungnya.

Serentak namja tampan itu menaikkan wajah dengan bangganya saat Hyunji dan yeoja yang lain melihat mereka. Kyuhyun hampir tertawa dengan keras melihat wajah polos hyung-nya itu.

“Gomawo oppa~” Ucap Hyunji menundukkan kepalanya sekilas.

“Ahh, gwenchana, gwenchana~” Hyukjae mengibaskan tangannya.

“Ahh, annyeong~” Ucap Kyuhyun melihat Tiffany dan Jessica. “A-aku Kyuhyun, sepupu Hyunji, terima kasih sudah menjaganya seperti dongsaeng kalian, gomawo jeongmal.” Lanjutnya dan menunduk seperti yang dilakukan Hyunji.

“Gwenchana, dia sangat manis.” Jawab Jessica.

“Tapi Kyuhyun-ssi…” Ucap Tiffany membuat suasana tegang seketika.

“Ne?”

“Apa kau tahu soal kalung Hyunji?” Tanya yeoja cantik itu.

Langsung saja semua yang disana terkejut mendengarnya, bahkan Donghae yang merasa tidak nyaman langsung menyebar aura positifnya diruangan itu.

“Akhir-akhir ini, Hyunji selalu melepasnya dan karena itu dia sering jatuh sakit.” Jelas Tiffany.

“Benarkah?” Tanya Kyuhyun melihat Hyunji.

Yeoja cantik itu langsung menganggukkan kepalanya. “Tiff unnie sangat cemas karna itu.” Jawab Hyunji.

“Mungkin seperti yang dikatakan tante, kau harus menemukan soulmatemu, Hyunji.” Ucap Kyuhyun.

“Apa tidak ada yang mendekat?” Tanya Siwon sambil memainkan ibu jari Kyuhyun.

Hyunji menggelengkan kepala dengan mata yang tidak lepas dari apa yang dilakukan Siwon. Bahkan tiga yeoja lainnya juga melihat dengan jelas apa yang dilakukan namja tampan itu.

“Lalu apa ada yang kau suka?” Tanya Kyuhyun.

Langsung saja Hyunji melihat Kyuhyun dengan pipi merona dan menggelengkan kepalanya kuat. “Tidak oppa, aku akan baik-baik saja.”

“Tidak bisa seperti itu.” Jawab Kyuhyun.

“Mmm, apa…” Suara Hyukjae membuat yang lain langsung melihat kearahnya. “Apa Hyunji sudah lama memakai kalung itu?” Tanyanya.

Namja yang lain langsung memberi Hyukjae death glare mereka, karena mereka sudah sepakat akan melupakan soal kalung itu atau apapun. Tapi sepertinya Hyukjae semakin penasaran dan ingin memperjelas semuanya.

“Mmm ne, sudah lama, bahkan sebelum Uncle dan Aunty di…” Kyuhyun berpaling melihat Hyunji yang menundukkan kepalanya. “Ahh, mianhae Hyunji-ya.”

“Mm, mianhae aku tidak bermaksud..” Hyukjae pun merasa tidak enak.

“G-gwenchana oppa…”

“Baiklah, silahkan kalian bicara kami harus pergi.” Ucap Siwon akhirnya.

Kyuhyun berpaling melihat Siwon yang tersenyum menenangkan sambil menepuk tangannya pelan. Lalu tanpa segan namja tampan itu menyentuh poni Kyuhyun seolah memperbaikinya.

“Istirahat yang banyak ne.” Bisiknya.

Tidak bisa dipungkiri perut Kyuhyun terasa digelitik kupu-kupu hingga ia pun tersenyum dengan pipi yang merona. Disaat para yeoja disana menahan nafas mereka, para namja tampan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala.

“Kajja~” Ajak Heechul.

Setelah menganggukkan kepalanya Siwon segera keluar dari sana bersama para namja yang lain. Namun tiba-tiba Heechul berhenti dan melihat kebelakangnya. “Tiff, Jess, kajja~” Panggilnya sambil menggertakkan giginya.

Para yeoja cantik itu langsung mengeluh dengan bibir mengerucut namun menuruti namja cantik senior mereka. Kyuhyun tersenyum kecil melihat power Kim Heechul yang tidak bisa dibantah siapapun.

Walau Siwon yang paling tinggi dari mereka menurut kastanya tapi namja tampan itu menyerahkan kekuasaan pada hyungnya. Walau bagaimanapun Heechul yang paling tua diantara mereka dan Siwon menghormatinya.

Yang lain juga tidak bisa membantah death glare namja cantik itu karena seniornya dan tindakannya yang tegas.

“Jika kalian tidak keluar, kami juga tidak bisa keluar.” Ucap Donghae dengan wajah polos.

“Kenapa? Memangnya kami akan memakannya?” Tanya Jessica.

“Siapa tahu, ya kan Yoon?” Tanya Sungmin.

“Ne oppa.” Jawab Yoona patuh dan langsung mendapat death glare dari unnienya.

“Ahahaha, Yoona memang yang paling baik~” Ucap Ryeowook dengan tawa riangnya.

Lalu tiba-tiba Heechul berhenti melihat para yeoja cantik itu dengan wajah seriusnya. Yang lain juga berhenti dan melihat hyung cantik mereka akan berbicara.

“Kalian tahu dia manusia, bukan?” Tanya Heechul to the point.

“Ne oppa.” Jawab Jessica.

“Jadi aku yakin kalian bisa menahan diri, Kyuhyun disini untuk keselamatannya, jadi aku minta…”

“Kami mengerti oppa, lagipula Kyuhyun-ssi sepupu Hyunji.” Ucap Tiffany.

“Ne, kami tidak akan melukainya.” Sambung Yoona.

“Baiklah kalau begitu, sana~ lanjutkan tidur kalian.” Ucap Heechul.

Selanjutnya namja cantik itu sudah menghilang dalam sekejap membuat yang lain sedikit tersentak. Setelahnya para namja tampan itu juga segera kembali ke kamar mereka.

Tinggallah tiga yeoja cantik itu disana dengan pikiran mereka masing-masing.

“Apa kalian sama denganku?” Tanya Tiffany tiba-tiba.

“Siwon oppa menyukai Kyuhyunnie.” Jawab Jessica.

“Aku yakin itu.” Sambung Yoona lalu berpaling melihat Tiffany. “Bagaimana denganmu?”

“Apa hubungannya denganku?”

“Kau menyukai Siwon oppa, bukan begitu?”

“Aaah, geurae~ aku menyukainya.” Jawab Tiffany jujur.

“Tapi?” Tanya Jessica.

“Tapi kau tidak bisa merubah destiny seorang vampire.”

“Maksudmu soulmate?”

“Ne.”

“Apa Kyuhyunnie soulmate Siwon oppa?”

“Mollayo~ kita lihat saja nanti, tapi apa kalian tahu?” Tiffany balik bertanya.

“Apa?”

“Si kecil kita juga menyukainya.”

“Mwooo???”

“Sudah-sudah, ayo pergi~” Tiffany langsung menghilang menuju kamarnya membuat dua yeoja cantik itu mengikutinya.

Dibelakang mereka Lee Hyukjae mendengar semua percakapan itu dengan seksama. Bukan ingin menguping pembicaraan, tapi ia hanya ingin pergi ke kamar Siwon untuk berbicara.

“Apa kalian mendengarnya?” Tanya Sungmin.

“Mwo?” Jawab Hyukjae.

Dan para namja tampan itu pun keluar dari persembunyian mereka membuat Hyukjae langsung memutar bola matanya. Ternyata mereka mempunyai tujuan yang sama untuk menemui Siwon di kamarnya. Tanpa bicara apapun lagi, lima namja tampan itu segera menuju kamar Siwon.

“Ada apa hyung?” Tanya Siwon begitu melihat Heechul.

“Siwon bagaimana kasus yang beredar di luar?” Tanya Donghae langsung menempati jendela kamar Siwon.

Sementara yang lain mencari tempat duduk mereka sendiri dan duduk seperti patung yang melakukan fotoshoot. Siwon langsung mendekati sofa dan duduk disana bersama Ryeowook dan Sungmin.

“Appa sudah menyuruh beberapa orang untuk menghentikan mereka.” Jawab Siwon.

“Waah, berarti itu masalah serius.” Hyukjae menggelengkan kepalanya.

“Ne, mereka pendatang dan tidak tahu peraturan, appa akan memberi peringatan.”

“Hoo, appa Choi memang selalu cepat tanggap.” Sungmin menganggukkan kepalanya.

“Lalu, selain itu apalagi yang kau cari?” Tanya Heechul.

“Aku masih menyusurinya di pustaka bawah tanah, tapi aku belum selesai.”

“Kau pulang karna telepatiku?” Tanya Ryeowook.

“Ne, aku sudah menemukan berkas pembunuhan yang diceritakan Kyunnie, banyak keluarga yang mengalami hal itu karena pencarian darah murni, tapi aku belum menemukan milik Kyuhyun dan Hyunji.”

“Ahh, berarti memang ada disana?”

“Ne.”

“Lalu bagaimana dengan kalung itu?” Tanya Hyukjae.

“Maksud hyung?”

“Apa ada buku tentang hal itu? Apa yang akan terjadi? Bagaimana jika pemilik kalung itu tidak menemukan Soulmatenya? Bagaimana jika soulmatenya menemukan orang lain? Apa yang akan terjadi?” Hyukjae tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya.

“A-aku tidak berpikir untuk mencarinya.” Jawab Siwon melihat kearah lain.

“Kau harus Siwon, ini masalah serius, kau harus mencari tahu.” Desak Hyukjae.

“Untuk apa hyung? Kalian tahu aku…”

“Kami tahu.” Jawab Donghae cepat.

“Tapi kau harus tahu, kalung yang kami kenal ada pada siapa.” Ucap Sungmin.

“Kalian~!!” Heechul memberi mereka semua death glarenya. Padahal mereka sudah sepakat untuk menutup masalah ini, kenapa sekarang mereka membicarakannya lagi.

“Hyung, aku ingin melupakannya, tapi saat tahu kenyataan Kyuhyun sepupu Hyunji, aku tidak bisa.” Jelas Hyukjae.

“Ne, hyung~ Siwon harus tahu.” Jawab Ryeowook.

“Tunggu!! Apa maksud kalian?” Tanya Siwon tidak mengerti.

Para namja itu saling berpandangan sampai akhirnya Heechul menghembuskan nafas lelahnya. Dan mereka pun menganggukkan kepala tanda setuju.

“Siwon, kami sudah melihatnya.” Ucap Donghae.

“Lihat apa?”

“Kalung itu.”

“Jinjja? Apa benar itu kalungnya?”

“Ne, kalung itu sama seperti yang dipakai umma Choi dalam pigura yang kami lihat dirumahmu.” Ucap Heechul.

“Lalu siapa? Siapa yang memakainya?”

“Kau tahu siapa.” Donghae menjawab dengan wajah serius.

“Siapa? Hyunji?” Tanya Siwon membuat mereka terdiam. “Tsk~ aku tidak percaya.”

“Siwon…”

“Hyung…aku menyukai Kyuhyun, aku sudah memilihnya, bagaimana bisa aku…maldo andwae!!”

“Karna itu, cari buku apapun itu yang membahas tentang kalung destiny, kau bisa melakukan apapun saat jawabannya kau temukan.” Ucap Hyukjae.

“Ne, Hyukkie benar, seperti yang mereka bilang, jika Hyunji tidak menemukan soulmatenya….” Ucap Donghae.

“Dia akan mati.” Lanjut Ryeowook.

Siwon melihat wajah para hyung-nya yang datar namun ia tahu raut kegelisahan ada disana. Namja tampan itu tahu bahwa mereka semua memikirkan kebahagiaannya. Tapi…

“Apa aku harus hyung?” Tanya Siwon akhirnya.

“Lebih baik seperti itu Siwon, kau harus tahu.” Jawab Heechul.

“Baiklah, aku akan mencari tahu tapi tidak sekarang, aku tidak bisa meninggalkannya, dia baru sembuh, hyung.”

“Baiklah, kami mengerti.” Angguk Hyukjae.

“Hari ini dia absen, kau bisa menemaninya.” Ucap Ryeowook.

“Nee~” Senyum dimple Siwon akhirnya terlihat.

Para namja tampan itu pun keluar darisana dengan berbagai pikiran didalam benak mereka. Salah satunya tentang kalung milik keluarga Choi yang dipakai Hyunji dan jika kutukan kalung itu benar, maka Hyunjilah soulmate Siwon.

Lalu bagaimana dengan Kyuhyun?

Namja cantik itu sudah masuk terlalu jauh dalam hati dan kepala Siwon, hingga namja tampan itu sudah memutuskan untuk bersamanya. Ada atau tidak adanya kalung itu. Siwon sangat menginginkan Kyuhyun menjadi soulmatenya.

Lalu bagaimana jika soulmatenya itu Hyunji dan ia memilih Kyuhyun, apa Siwon akan membiarkan yeoja cantik itu menghilang? Lalu apa yang terjadi dengan Kyuhyun jika Siwon memilih soulmatenya?

Tidak ada yang bisa menjawab semua pertanyaan itu bahkan Siwon sendiri. Yang ia tahu, saat ini ia hanya ingin selalu bersama Kyuhyun. Karena itu begitu tahu Hyunji sudah kembali ke kamarnya, namja tampan itu segera kembali ke kamar Kyuhyun.

“Kyunnie…” Panggil Siwon langsung masuk kedalam.

“Hyung~” Kyuhyun melihatnya dengan pout dibibirnya.

Siwon tertawa kecil dan mendekati namja cantik itu lalu seketika menyentuhkan kening mereka berdua. Kyuhyun tersentak kaget seiring dengan degup jantungnya yang berdetak kencang.

“H-hyung…”

“Masih hangat.” Jawab Siwon sambil memejamkan mata.

Detik selanjutnya ia sadar, Siwon langsung menjauhkan dirinya dan melihat Kyuhyun dengan bibir yang dirapatkan.

“Mianhae.” Ucapnya cepat.

Kyuhyun hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah manis itu, padahal ia baru saja mendengar hal menakjubkan tentang Siwon. Ya, Kyuhyun menanyakan tentang tamja tampan itu dan namja yang lainnya pada Hyunji, sepupunya.

Hyunji yang lebih lama bersama mereka tentu tahu sifat vampire tampan yang selalu mengelilinginya itu. Dan salah satunya Siwon, namja tampan itu tidak pernah memberikan perhatian yang lebih pada orang lain.

Siwon hanya ramah pada hyung-hyungnya dan akan bersifat datar atau lebih cool didepan siswa yang lain. Bahkan didepan mereka para yeoja, Siwon tidak pernah berbicara banyak.

Dan kenyataannya didepan Kyuhyun.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun dengan kupu-kupu berterbangan diperutnya.

“N-ne?”

“Mmm, itu…aku…”

“Apa? Masih sakit? Hyung ambilkan obat?”

“Ani!! Aku hanya rindu.”

“Mwo???” Mata Siwon melebar sempurna.

“Aku rindu kamarmu, hyung.” Ulang Kyuhyun.

“Ahh, nee~ ohh, kajja~” Siwon langsung menarik tangan Kyuhyun dan membawanya keluar.

Sekejap saja mereka sudah berada didalam kamar Siwon dan Kyuhyun langsung menghirup udara nyaman yang ada disana. Lalu menghembuskannya dengan lega seolah ia baru kembali kerumahnya setelah sekian lama.

“Ayo, istirahat disini~” Ucap Siwon membuka selimut ranjangnya.

Tanpa segan Kyuhyun langsung berlari kesana dan menghempaskan dirinya disana. Mata Siwon melebar tidak percaya melihat namja cantik yang baru sembuh itu. Kenapa ia bisa berlari seperti itu padahal kemarin demamnya begitu tinggi.

“Hyung, kenapa kau pulang kerumah?” Tanya Kyuhyun setelah nyaman berbaring ditengah ranjang itu.

“Ahh, ada sesuatu yang ingin kuurus.”

“Masalah apa?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Siwon menatap wajah polos yang ingin tahu itu sambil mempertimbangkan jawabannya. Namun mata Kyuhyun mengerjap penuh harapan seperti anak kecil, Siwon hanya bisa mengalah.

Namja tampan itu pun memilih untuk mengatakan hal yang sejujurnya pada Kyuhyun. Agar namja cantik itu tahu dunia ini tidak senyaman yang ia bayangkan. Perlahan ia pun duduk dan bersandar ditempat tidurnya.

“Ada kejadian diluar yang mengancam manusia, aku ingin tahu apa appa sudah mengambil tindakan.” Jelasnya.

“Lalu?”

“Appa akan mengurus segalanya.”

“Hyung…” Panggil Kyuhyun lagi.

“Ne?”

“Apa kau keturunan darah murni?”

“Mm, ne, kau tahu darimana?”

“Hyunji mengatakannya padaku.”

“Hoo, darah murni memiliki kekuatan fisik yang lebih kuat, karena itu kami juga bisa berjalan-jalan disiang hari seperti manusia.”

Kyuhyun langsung terduduk dengan penuh semangat. “Jinjja??”

“Heey~ jangan begitu.” Siwon mengerutkan keningnya dan meminta Kyuhyun tidur kembali.

“Benarkah hyung? Kau bisa keluar siang hari, jinjjayo??” Tanya Kyuhyun ingin kejelasan.

“Ne, kami bisa, hanya saja kekuatan kami sedikit melemah, tapi bisa diatasi.”

“Ahh, aku…aku ingin keluar bersama….mu” Suara Kyuhyun terdengar lebih kecil diujung kata-katanya.

Sepertinya ia menyadari sudah salah bicara dan terlalu bersemangat hingga rona pipinya pun terlihat. Siwon tertawa kecil dan mengacak lembut rambut namja cantik itu.

“Kau ingin keluar?” Tanya Siwon.

“Ne!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Baiklah, nanti kalau sudah sembuh.”

“Aku sudah sembuh hyung!! Aku sudah sehat.” Kyuhyun langsung duduk dan mengangkat kedua tangannya.

“Aigoo~ arraseo~ ambil coatmu.”

“Sekarang?” Mata Kyuhyun melebar.

“Kau mau besok?!”

“Anindwe!!” Kyuhyun langsung berdiri dan melompat dari tempat tidur lalu keluar darisana.

Gerakan yang cepat itu membuat Siwon menganga lebar dan hampir saja menghentikan namja cantik itu. Jika itu terjadi Kyuhyun pasti akan sangat terkejut dengan gerakan cepatnya.

“Kau harus mendengarku lain kali.” Geram Siwon lalu segera mengambil coatnya.

**

Tidak berapa lama mereka sudah berada diluar asrama dan Siwon membawa Kyuhyun berjalan menyusuri taman yang ada disana. Tidak jauh dari asrama mereka terdapat garasi mobil yang menampung 6 mobil mewah didalamnya.

Tidak perlu bertanya, Kyuhyun tahu siapa pemilik mobil mewah itu karena salah satunya sudah berbunyi saat Siwon mendekat. Namja tampan itu langsung menuju Audy biru metalik yang berada dibaris depan.

Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya saat namja tampan itu membuka pintu depan untuknya. Namun senyuman manis dan bola mata yang berputar tidak bisa dipisahkan dari dirinya.

“Kau ingin kemana Kyunnie?” Tanya Siwon saat ia sudah didalam.

“Kemana saja asal itu bersamamu.” Jawab Kyuhyun dengan senyumnya.

Seandainya bisa degup jantung Siwon sudah pasti terdengar keluar melihat wajah cantik didepannya itu. Bahkan ia hampir saja menarik tengkuk Kyuhyun dan mengecup bibir peach itu sampai puas. Tapi itu tidak mungkin, Kyuhyun akan mengutuknya.

“Bisa tidak kau tidak manis seperti itu Kyu?” Tanya Siwon tanpa sadar.

“Mwo??”

“Ah, gwenchana, kau mau makan sesuatu?”

“Mau!! Ryeowookie memberiku bubur tadi.” Jawab Kyuhyun dengan nada kesal.

“Ahahaha, baiklah~ kajja~”

Dan untuk pertama kalinya Siwon membawa seseorang didalam mobilnya berjalan-jalan. Namja tampan itu hanya memakai mobilnya untuk pulang kerumah disiang hari, selebihnya ia selalu keluar saat malam telah lewat dan tentu saja dengan kekuatannya.

Tapi kali ini berbeda, Siwon sangat ingin membawa Kyuhyun jalan-jalan bersamanya. Apalagi setelah Kyuhyun demam, Siwon merasa tidak bisa meninggalkan namja cantik itu lagi.

“Hyung!!” Panggil Kyuhyun untuk kesekian kalinya.

Siwon tidak sadar ia sudah melamun dan tidak mendengarkan Kyuhyun sudah memanggilnya beberapa kali. Bahkan sekarang namja cantik itu sudah melipat tangannya didepan dada dengan wajah kesal.

“Mianhae, waeyo?” Tanya Siwon akhirnya.

“Mmm, itu..apa kau tahu?” Tanya Kyuhyun tidak jelas membuat Siwon menaikkan alisnya. “Soal kalung Hyunji.”

“Aah, ne~ aku tahu sedikit, tapi dipustaka rumahku pasti punya bukunya, aku akan mencari tahu lebih jauh.”

“Nee~” Angguk Kyuhyun.

Namja cantik itu seperti memikirkan sesuatu, tapi Siwon tidak ingin menanyakannya lebih lanjut. Apalagi jika ia harus mengetahui dari Kyuhyun bahwa kalung itu memang milik Hyunji.

“Sudah sampai…” Ucap Siwon.

“Ahh, ne~”

Kyuhyun langsung keluar sendiri karena tidak ingin Siwon membukakan pintu untuknya. Bahkan Siwon pun terpana karena seharusnya namja cantik itu menunggunya. Tapi untuk apa? Kyuhyun itu bukan lady.

“Kita makan apa disini hyung~” Tanya Kyuhyun penuh semangat.

Siwon hanya tertawa kecil dan mengikuti namja cantik itu masuk kedalam sebuah Cafe yang ada ditengah kota Seoul. Karena belum waktunya makan siang, tempat itu terlihat lebih sepi dari biasanya. Hanya ada beberapa orang yang menghabiskan waktu sambil membaca buku dan bermain hp mereka.

Manager Cafe itu langsung menganggukkan kepala melihat Siwon masuk dibelakang Kyuhyun. Namja tampan itu merupakan pelanggan tetap disana saat Siwon ingin merenung sendirian.

“Tempat biasa Mr.Choi?” Tanya namja itu.

Siwon menganggukkan kepalanya sambil menyusupkan lengannya dipinggang Kyuhyun. Lalu mereka berjalan bersama menuju lantai dua bangunan tersebut. Ruangan temaram yag dihiasi lilin yang menyala itu membuat hati terasa ringan.

Begitu melangkah kesana Kyuhyun menghela nafas leganya dan merasa begitu nyaman. Air yang mengalir didinding kaca bangunan itu membuat mata kita terpesona dengan alirannya.

“Karna ini Cafe ini diberi nama Healing Cafe.” Ucap Siwon.

“Hooo~ benar, aku merasa sangat nyaman.”

“Kajja~” Siwon membawanya ke sudut ruangan dimana meja yang dikhususkan untuknya.

Setelahnya kedua namja itu pun menghabiskan waktu bersama sambil Kyuhyun menikmati hidangan. Sementara Siwon hanya menatap namja cantik itu yang terus makan dengan lahapnya.

“Kyunnie…” Panggil Siwon saat mereka sudah selesai.

“Ne?”

“Kenapa kau demam? Dokter bilang karna kelelahan, ada yang mengganggu pikiranmu?”

“Ahh, aniyo~ aku juga tidak tahu, belakangan aku sering demam karna itu. Malahan aku bisa demam 3x dalam sebulan.”

“Mwo?? Lalu siapa yang merawatmu?”

“Di jepang aku tinggal dirumah oba-san, sahabat uncle park, keluarga mereka merawatku.”

“Apa karna cuaca? Sebelumnya kau tinggal dimana?”

“Keluargaku di Rumania, setelah kejadian itu uncle membawaku ke jepang dan akhirnya aku disini.”

“Mungkin karna pergantian cuaca dan tempat, tubuhmu ingin beradaptasi.”

“Mm, mungkin saja hyung.”

“Lain kali kalau sudah tidak enak badan langsung beritahu padaku, atau mereka akan mencarimu ke sekolah seperti kemarin.”

“Mereka terlalu khawatir, tapi aku senang, selama ini aku sendirian sekarang kalian selalu bersamaku.”

“Mmm, apa kau ingat pertanyaanku?” Tanya Siwon tiba-tiba.

“Ahh, itu…aku…”

“Kau sudah memikirkannya?”

“Su-sudah…” Jawab Kyuhyun salah tingkah.

“Lalu? Jawabanmu?”

“Hyung…apa mungkin…”

“Kyu, aku tahu dunia kita sangat berbeda, tapi aku ingin selalu bersamamu, setelah dekat aku merasa tidak bisa menjauh lagi darimu, hatiku mengatakan aku harus memilikimu.”

“Hyung…aku…” Kyuhyun melihat tangannya yang digenggam Siwon.

Tangan keras itu menyalurkan dingin yang akan membuat Kyuhyun menggigil jika terus seperti itu. Tapi saat ini Ia justru merasa kehangatan mengalir keseluruh tubuhnya. Kyuhyun benar-benar sudah gila.

“Sejujurnya…aku juga ingin bersamamu, hyung.” Jawab Kyuhyun melihat tangan mereka.

“Jinjja?”

“A-aku ingin selalu melihatmu, bahkan aku tidak mau melihatmu bersama yeoja-yeoja itu.” Kyuhyun mengakui perasaannya. “Tapi apa yang kurasakan ini salah.”

“Mwo? Kenapa? Apanya yang salah?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Aku manusia hyung dan kau…darah murni.” Jawab Kyuhyun menatap mata Siwon dalam. “Semua juga tahu, darah murni pasangannya darah murni juga, bukan manusia.”

“Aturan siapa? Siapa yang mengatakannya?”

“Aku membaca buku tentang hal itu.”

“Tidak ada buku yang bisa merubah perasaan seseorang, jika aku bisa dikatakan seseorang, maka perasaanku lebih dalam dari sebuah petunjuk buku.”

“Te-tentu saja kau seseorang hyung, bahkan lebih dari itu.”

“Karna itu, jangan pikirkan hal lainnya, Kyunnie~” Ucap Siwon sungguh-sungguh. “Pikirkan saja aku, lihat saja aku, hanya aku.”

“Hyung…”

“Kau mau?” Tanya Siwon lagi dengan wajah tampan dan mata birunya yang bersinar.

Kyuhyun melihat kedalam mata itu mencari kejujuran, namun yang terjadi ia malah semakin terjerat karenanya. Dan entah kekuatan apa yang ada disana hingga membuat kepala Kyuhyun mengangguk perlahan.

Melihat hal itu Siwon langsung berdiri lalu mendekati Kyuhyun dan memeluknya erat, bahkan ia tidak peduli namja cantik itu meringis karena dinginnya.

“Gomawo, Kyunnie gomawo~” Ucap Siwon senang.

“Ehehe, untuk apa berterima kasih hyung.” Kyuhyun menepuk pelan bahu Siwon.

“Kau tidak tahu sudah berapa lama aku menungu hal ini, tidak ada satu pun yang bisa menggerakkan hatiku selain senyummu.”

“Hyung~” Kyuhyun tidak tahan kata romantis Siwon membanjirinya. “Kata-katamu…”

“Kenapa? Apa aku salah?”

“Ani, kata-katamu itu….” Kyuhyun tidak bisa meneruskan kata-katanya tapi pipinya semakin bersemu merah.

Siwon tidak bisa menyangkal kebahagiaannya melihat wajah Kyuhyun yang begitu memesona. Ia sudah tidak bisa memikirkan apapun lagi selain bisa bersama Kyuhyun. Bahkan kalung destiny milik keluarganya sudah jauh terlupakan didalam kepalanya.

Semuanya hanya dipenuhi dengan Kyuhyun dan Kyuhyun.

**

Setelah menghabiskan sarapan yang terlambat mereka, Siwon mengajak Kyuhyun keliling kota Seoul dengan mobilnya. Bahkan mereka sempat singgah dipantai dan menikmati suasana nyaman dengan suara ombak yang menghempas pantai.

Hampir setengah hari diluar Siwon mengajak Kyuhyun pulang karena ia harus masuk sekolah malam harinya. Sementara Kyuhyun, begitu pulang ke asrama ia segera ke kamar untuk membersihkan dirinya. Wajah polos dan menggemaskan miliknya memnpancarkan kebahagiaan yang begitu besar.

Siapapun yang melihatnya pasti akan tersenyum karena senyum manis nan polos miliknya. Sedangkan Siwon harus mengumpat kesal saat melihat hyungnya sudah menunggu didalam kamarnya dengan posisi yang berpencar.

“Kenapa kalian disini?” Tanyanya dengan kening berkerut.

“Kau mengajaknya jalan?” Heechul balik bertanya.

Tidak bisa dipungkiri Siwon bahwa ia juga bahagia dan kelakuan hyungnya tidak bisa menghancurkan moodnya. Momentnya bersama Kyuhyun terlalu berharga untuk dilupakan dalam sekejap. Karena itu saat ini wajah tampannya menyunggingkan senyuman manis menampilkan dua dimplenya.

“Pasti ada yang terjadi.” Gumam Hyukjae.

“Apa kalian jadian?” Tanya Donghae to the point.

Siwon terlihat terkejut namun senyum bahagia tidak hilang dibibirnya membuat yang lain mendecak kesal. Tidak ada yang bisa mereka katakan jika Siwon sudah mengambil keputusan. Tapi tetap saja, ada yang harus dilakukan namja tampan itu terlebih dahulu.

Sebelum semuanya terlanjur.

“Ini sudah terlanjur, Wookie-ah~” Gumam Sungmin.

“Ne?” Tanya Siwon.

“Siwon, dengar…” Panggil Heechul. “Kami tidak melarangnya jika kau bersama Kyuhyun, tapi…kalung itu, kau harus menyelesaikan masalah itu.”

“Aku tahu, hyung~” Jawab Siwon. “Aku akan mencari tahu semuanya.”

“Baiklah, itu harus.” Angguk Heechul.

“Lalu, bagaimana? Kalian jadian?” Tanya Hyukjae penasaran.

“Eheee~ dia mau bersamaku hyung.” Jawab Siwon dengan senyum terkembang. “Dia tidak mau melihatku bersama yeoja itu.”

“Hoo, posesif cutie~” Jawab Sungmin.

“Aku sangat bahagia hyung, dia menerimaku.”

“Aigoo~ apa dia tidak takut?”

“Kyuhyun bilang dia ingin selalu melihatku dan bersamaku, dan itu jawaban yang aku inginkan, hyung.” Siwon menampilkan senyuman paling bahagianya dengan dua dimple yang semakin dalam.

Para namja tampan itu hanya bisa melihatnya tanpa kata-kata, tentu saja mereka tidak akan pernah bisa menghancurkan kebahagiaan itu, untuk pertama kalinya.

Dan saat itulah ketukan dipintu Siwon terdengar membuat mereka semua melihat kearah yang sama. Sementara namja tampan itu langsung melesat membukakan pintu itu untuk siapapun yang datang. Dan ternyata disana berdiri dengan manisnya Kyuhyunnya tercinta.

“Baby? Come in~” Ucap Siwon senang.

Seketika para namja tampan dibelakangnya menatap dengan mata melebar tidak percaya, bahkan Kyuhyun sendiri merona mendengar panggilan baru itu untuknya. Namun saat menyadari hyungnya ada didalam, Kyuhyun langsung berbalik keluar darisana.

Gerakan cepat tangan Siwon langsung menarik lengannya dan membawanya masuk kembali kedalam. “Gwenchana, Kyunnie~” Ucapnya.

“Jinjja? Aku mengganggu kalian.”

“Aniyo, mereka sudah mau pergi.” Jawab Siwon.

Tanpa perlu diulang dua kali para namja tampan itu sangat mengerti bahasa isyarat. Heechul yang pertama menghilang lewat jendela setelah menyungginkan smirknya pada Kyuhyun. Sementara namja yang lain keluar dari pintu setelah mengacak rambut Kyuhyun dengan sengaja.

Saat hanya tinggal mereka berdua, Kyuhyun langsung mengembalikan rambutnya rapi seperti semula. Siwon tertawa kecil lalu menarik Kyuhyun menuju sofa dan duduk disana.

“Kau sudah mandi, baby?” Tanya Siwon menghirup aroma vanila yang menenangkan.

“Nee,” Angguk Kyuhyun pelan.

“Saat kami sekolah nanti, kau disini saja, arra?”

“Arraseo hyung.”

Setelahnya mereka berdua sama-sama terdiam dan suasana canggung pun terasa disana. Sebelumnya mereka sudah saling mengakui perasaan masing-masing, kenapa sekarang menjadi berjarak seperti ini?

“Apa kau tidak nyaman?” Tanya Siwon.

“A-ani…”

“Apa kita terlalu cepat?”

“A-ani..aku hanya….” Kyuhyun tidak tahu harus menjelaskannya.

Namun detik selanjutnya ia melihat tangan Siwon yang ada disisinya, tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung mengambilnya. Kemudian ia dekatkan kedada dan diletakkannya disana. Siwon yang tidak mengerti hanya mengerutkan keningnya, namun saat sesuatu terasa ditangannya, ia langsung duduk dengan tegak.

“Ba-baby…”

“A-aku malu hyung.” Ucap Kyuhyun akhirnya. “Ini pertama kali untukku.”

Siwon tersenyum kecil lalu menempelkan jemarinya disana sampai ia bisa merasakan debaran itu lebih jelas. Dengan itu ia semakin yakin bahwa Kyuhyun juga merasakan hal yang sama. Siwon juga ingin menunjukkan hal yang sama pada namja cantik itu, tapi sedikitpun detak jantung itu tidak ada padanya.

Tanpa sadar Siwon menundukkan kepala melihat kedada kirinya dan raut wajahnya pun berubah perlahan. Melihat hal itu tangan Kyuhyun bergerak dan menangkup sebelah pipi Siwon untuk melihatnya.

Kyuhyun menyunggingkan senyuman manis yang menenangkan dengan mata yang berbinar terang. Jika seandainya bisa Siwon akan menangis terharu melihat tulusnya senyum itu. Tapi ia hanya bisa membalas senyum itu dengan wajah sedih.

Tanpa aba-aba Kyuhyun langsung beringsut perlahan dan membenamkan wajahnya dileher Siwon. Sepertinya namja cantik itu berusaha untuk membuat Siwon tidak bersedih dengan keadaan mereka yang sangat berbeda.

“Ini juga pertama kalinya untukku.” Ucap Siwon pelan. “Tapi aku tidak bisa membuktikannya.”

Mendengar hal itu Kyuhyun langsung melepas pelukannya dan menatap wajah tampan itu begitu dekat. Entah kekuatan darimana, namja cantik itu membelai pipi Siwon lalu perlahan bibirnya pun bersentuhan dengan dinginnya bibir namja yang disukainya itu.

Kyuhyun hanya menempelkan bibirnya disana sekejap saja lalu melepasnya lagi dengan pipi yang merona. Namja cantik itu menundukkan kepalanya malu karena Siwon tidak memberi responnya.

Tanpa ia tahu namja tampan itu masih shock ditempatnya karena tindakan yang tiba-tiba itu. Namun detik berikutnya lengan Siwon langsung melingkar dipinggang Kyuhyun dan mendekatkan mereka lalu namja tampan itu pun kembali menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang sebenarnya.

Jika Kyuhyun hanya menempelkan, Siwon menggerakkan bibirnya perlahan dengan lembut hingga ciuman itu terasa begitu manis dan penuh perasaan.

Kyuhyun hanya bisa melenguh pelan saat dingin tubuh Siwon menyelimutinya tapi tentu saja ia tidak merasakan kedinginan. Saat nafas Kyuhyun hampir terputus barulah Siwon melepas bibirnya namun tidak menjauhkan wajah mereka.

Ia bisa melihat dada Kyuhyun naik turun menghirup udara sebanyak-banyaknya. Namun yang lebih menarik perhatian Siwon, wajah cantik Kyuhyun dengan matanya yang terpejam dan bibir peachnya yang kini merah merona karena ciuman mereka.

“Beautiful.” Guman Siwon tanpa sadar.

Kyuhyun tersenyum menampilkan smirknya yang memesona membuat Siwon terbelalak. Detik selanjutnya namja tampan itu sudah merebahkan Kyuhyun ke sofa dan menindihnya. Sedikit tersentak namja cantik itu langsung menutup matanya dengan erat.

Namun yang terjadi, Siwon malah merebahkan kepala diatas dada kiri Kyuhyun dan mendengarkan detak jantung namja cantik itu. Siwon tersenyum mendengar debaran itu tidak teratur karena suasana hati Kyuhyun dan itu karena dirinya.

“Biarkan aku seperti ini.” Ucap Siwon lalu memejamkan matanya.

Kyuhyun tidak bisa menjawab apa-apa selain menyusupkan jemari tangannya didalam rambut hitam Siwon yang lembut.

Keduanya menikmati kebersamaan mereka dalam ketenangan sampai akhirnya Siwon harus mengikuti pelajaran seperti biasanya.

Hari berlalu dengan sendirinya, Siwon dan Kyuhyun semakin dekat satu sama lain. Pasangan kekasih beda dunia itu menikmati kebersamaan mereka dalam kebahagiaan yang tidak pernah habisnya.

Keduanya menjalani hari seperti biasanya namun perbedaannya kini Kyuhyun selalu berada dimana para namja tampan itu berkumpul, kecuali hari sekolah mereka. Bahkan sudah seminggu berlalu setelah berdiskusi dengan hyungnya, Siwon belum juga pulang kerumah.

Ia terlalu takut atau terlalu rindu untuk meninggalkan namja cantik itu dikamarnya, sendirian. Tapi walau bagaimanapun Siwon harus melakukan penelitiannya di ruang pustaka keluarga Choi. Karena itu ia pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya.

“Berapa lama hyung?” Tanya Kyuhyun saat Siwon mengatakan hal itu.

“Paling lama 2 hari baby.” Siwon memainkan rambut Kyuhyun dengan pelan.

Saat ini mereka sedang berada dikamar Siwon dengan Kyuhyun berbaring di sofa dan pangkuan Siwon menjadi bantalnya.

“Kapan kau pergi?”

“Saat kau sekolah.”

“Besok pagi?”

“Nee, sekarang ayo tidur sudah larut malam.”

“Aku menunggumu tadi.”

“Nee, kajja~”

Siwon segera membawa namja cantik yang mulai merengut itu ke kamar lalu membuka selimut tempat tidurnya. Tanpa segan Kyuhyun masuk kesana dan berbaring dengan nyaman. Setelah menyelimutinya dengan baik Siwon duduk disisi kepala Kyuhyun dan bersandar dikepala tempat tidur itu.

Namja tampan itu kembali memainkan jemarinya dirambut Kyuhyun seperti meninabobokannya. Dan tidak perlu menunggu waktu lama, namja cantik kekasihnya itu sudah terlelap dengan nyaman.

Siwon hanya bisa tersenyum pasrah dan menatap wajah polos dan menggemaskan itu sepanjang malam.

Sampai keesokan harinya.

“Kau memanggilku?” Suara Ryeowook terdengar dipintu ruangannya.

“Ne, aku akan pulang, tolong jaga dia lagi.” Ucap Siwon sambil mengatur sarapan pagi untuk Kyuhyun dimeja ruang tamunya.

“Kau akan melihat hal itu?”

“Ne, bila perlu aku akan menanyakan pada appa.”

“Sebaiknya seperti itu, semalam aku dengar Hyunji demam tinggi, mereka sampai harus memberinya….” Ryeowook tidak bisa meneruskannya.

“Hyunji minum darah siapa, jika soulmate-nya tidak ada?”

“Mereka memberinya darah Tiffany yang lebih kuat, kau tahu dia dibawahmu. Tapi itu hanya menurunkan demamnya, bukan menyembuhkan, karna Hyunji memerlukan soulmatenya.”

“Ahh, molla, aku tidak mau memikirkannya hyung, saat ini Kyuhyun…”

“Aku mengerti, karna itu carilah petunjuk apapun, setidaknya kita bisa membantu Hyunji.”

“Baiklah, aku pergi.”

“Kau tidak menunggu-nya bangun dulu?”

“Aku takut tidak bisa meninggalkannya.”

“Aigooo, Dia sangat melekat dihatimu, ya?”

“Aku tidak tahu, tapi saat melihat wajah Kyuhyun aku tidak bisa menjauh darinya, sedikit pun.”

“Kau benar-benar sudah jatuh terlalu dalam Siwon.”

“Aku tahu, aku mencintainya, ajumanhi(sangat)”

“Arraseo.”

“Baiklah, see you soon.” Ucap Siwon.

Lalu secepat kilat namja tampan itu sudah berdiri di balkon dan detik selanjutnya ia mengepakkan jubahnya dan asap putih pun terlihat melayang diudara lalu menghilang ditiup angin pagi.

Tinggallah Ryeowook sendirian dengan segala pikiran berkelebat dikepalanya. Namja imut itu berjalan perlahan menuju kamar Siwon dan melihat Kyuhyun sudah terbangun dari tidur nyamannya.

“Selamat pagi~” Sapa Ryeowook.

“Dia sudah pergi?” Tanya Kyuhyun.

“Mm, nee, baru saja.”

“….” Kyuhyun menundukkan kepala dan melihat tangannya yang semalaman digenggam namja tampan itu.

Ryeowook hanya bisa menghela nafas pasrah sambil memikirkan cara untuk membuat mood Kyuhyun membaik. Sedetik kemudian ia langsung tersenyum dan masuk lebih dalam mendekati ranjang Siwon.

“Ayo bangun, Siwon sudah membuatkanmu sarapan.” Ucapnya.

Dan itu sukses membuat Kyuhyun mengangkat kepala dan melihatnya tidak percaya. “D-dia yang buat?” Tanyanya tidak yakin.

“Ne, sebagai permintaan maaf karena harus meninggalkanmu.” Ucap Ryeowook dan seketika senyum manis pun terukir dibibir Kuuhyun. “Oh, ayolah~ kalau Siwon tahu aku disini dia ak…”

Ucapan Ryeowook terhenti saat Kyuhyun tiba-tiba sudah menariknya keluar darisana. “Jangan masuk lagi.” Ucapnya dengan death glare mengerikan.

“Cih, baru saja kau sulking sudah begini.” Cibir Ryeowook.

“I’m not!” Bantah Kyuhyun.

Kemudian namja cantik itu segera menuju ruang tengah Siwon dimana ada meja kecil disana. Diatasnya terdapat piring sandwich dengan warna yang begitu menggugah selera. Satu gelas susu putih juga sudah disiapkan Siwon disisi piring itu.

Tanpa bisa dicegah rasa lapar Kyuhyun langsung datang bahkan mengalahkan rasa kecewanya pada Siwon. Tapi, kenapa ia harus kecewa jika namja tampan itu hanya pergi sebentar dan akan kembali lagi.

“Aku tidak ingin jauh darinya.” Gumam Kyuhyun tanpa sadar.

“Mwo??” Tanya Ryeowook.

“Aniyo!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Ya sudah, habiskan sarapanmu lalu siap-siap ke sekolah, pulang nanti kau ingin disini, atau cari kami diatas, arrachi?”

“Arraseo~” Angguk Kyuhyun kembali sulking.

Entah kenapa ia merasa, tidak ada Siwon dunianya terasa hampa dan berkabut. Padahal sebelumnya ia baik-baik saja tanpa namja tampan itu. Kenapa sekarang, aku seperti tertarik padanya?

Apa ini yang dinamakan cinta?

“Aku mencintainya.” Gumam Kyuhyun dengan wajah blank.

Namun detik selanjutnya pipi putihnya langsung merona dan terasa terbakar dari dalam. Kyuhyun menangkup kedua pipinya dengan mata berkejap begitu menggemaskan.

Ryeowook yang masih berada didepan pintu hanya bisa menggigit bibirnya geram. Ia sangat ingin memeluk dan mengacak rambut namja cantik itu. Tapi apa daya jika yang dilakukannya nanti bisa dilihat Siwon dengan mudah.

Ya, Siwon bisa melihat kejadian lampau atau kejadian yang sudah berlalu saat dia tidak ada disana. Setelah menghela nafas lelahnya Ryeowook langsung keluar dari kamar itu.

Sementara Kyuhyun kembali melakukan kegiatan sarapan dengan nyaman sambil melihat hp-nya. Benda itu seperti tidak memiliki kehidupannya padahal namja tampan kekasihnya sedang berada jauh disana.

Bukankah seharusnya benda itu berbahagia? Tidak, karna Siwon tidak mengirimkan pesan apapun sebagai ucapan selamat pagi. Tapi bila dipikir lagi, Siwon tidak pernah mengirimi Kyuhyun pesan sekalipun, karna namja tampan itu selalu berada disisinya.

Dan hari ini pun masih tetap sama.

Seharian Kyuhyun mengikuti semua pelajaran dikelasnya dengan mencoba bersemangat. Tapi yang terjadi, semakin sore menjelang ia pun merasa semakin hampa. Bahkan badannya ikut kehilangan tenaga dan terasa lemas.

“Kenapa seperti ini lagi?” Gumam Kyuhyun sambil meraba keningnya. “Apa kemarin uncle tidak memberi obat?”

“Kyu?” Panggil Changmin.

“Chang, aku pulang dulu.” Jawab Kyuhyun cepat lalu melihat temannya yang lain. “Sampai jumpa besok!!”

“Yo, sampai jumpa besok~” Jawab temannya penuh semangat.

Setelahnya Kyuhyun langsung bergegas keluar darisana menuju asramanya. Tanpa berlama-lama ia yang berganti pakaian sekolah dengan t-shirt dan sengaja memakai coat tebalnya. Kemudian ia segera berlari menuju lantai atap dengan wajah bingungnya.

Para namja yang sedang beristirahat disana tersentak kaget dengan pintu atap yang dibuka paksa. Mereka semua terkejut menatap Kyuhyun berdiri dipintu atap dengan nafas terengah-engah.

“Kyu?” Panggil Ryeowook.

Tapi Kyuhyun hanya mengedarkan pandangannya lalu melihat seseorang yang dicarinya. Tanpa mengatakan apa-apa namja cantik itu langsung mendekat dan bersimpuh dilantai didekat kursi kebesaran Heechul.

“Wae?” Tanya Heechul dengan mata melebar.

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun dengan nafas tercekat.

“W-wae-wae???” Tanya Heechul semakin gugup.

Tapi Kyuhyun hanya menjawab dengan mengambil tangan namja cantik itu lalu ia letakkan dikeningnya. Saat Heechul ingin membantah dan protes, rasa hangat dikening Kyuhyun membuatnya terdiam.

Detik selanjutnya. “Kau demam?!!” Tanyanya.

“Lagi?” Tanya yang lain sambil mendekat.

Kyuhyun hanya memejamkan mata dan menerima dingin tangan Heechul yang menenangkan deru nafasnya. Namja tampan yang lain hanya bisa terdiam melihat namja cantik itu mencoba menarik nafas dengan benar.

“Hyung, biarkan dia tiduran.” Ucap Sungmin.

Heechul melihat sofa besar mereka yang selalu dibuat untuk tidur Donghae disana. Lalu kembali melihat dongsaeng yang membuatnya merasa ingin selalu menjaganya itu.

“Kyu, jangan disini, ayo berbaring.” Ajaknya.

“Atau kau ingin ke kamar?” Tanya Ryeowook.

“T-tidak, disini saja, hyung.”

“Baiklah, ayo berbaring di sofa.” Heechul membantu Kyuhyun berdiri sementara yang lain menyiapkan sofa.

Heechul langsung duduk terlebih dulu dan meletakkan bantal sofa disisi kirinya. Tanpa kata-kata Kyuhyun merebahkan dirinya disana dan tangan Heechul langsung meraba keningnya. Perlahan Kyuhyun semakin meringkuk bahkan memeluk dirinya sendiri.

“Dia butuh selimut.” Ucap Hyukjae.

Dalam sekejap Donghae sudah menghilang dan kembali lagi dengan selimut tebal ditangannya, dan itu milik Siwon. Setelahnya mereka kembali duduk ditempat semula dan menatap wajah Kyuhyun yang meringis kesakitan.

“Apa demamnya naik?” Tanya Ryeowook.

“Entahlah, tapi sepertinya dia harus minum obat.” Donghae memerhatikan.

“Aku akan membuat bubur.”

“Ti-tidak hyung.” Jawab Kyuhyun. “Aku tidak apa-apa, Heechul hyung bisa menurunkan demamnya.”

“Kau yakin?” Tanya Heechul tidak percaya.

“Ne, hyung~ aku masih bisa tahan, jadi tidak apa-apa.”

“Kau baru demam tapi demam lagi, apa sering seperti ini, Kyu?”

“Uncle bilang sejak ibuku meninggal aku selalu demam, dia mengatakan mungkin karna aku melihat kejadian itu, dan membekas, karna itu tidak apa-apa.”

“Lalu bagaimana kau sembuh?”

“Panasnya akan turun dengan dingin tangan aunty, tapi setelah aunty meninggal, sejak di jepang uncle membawa obat dari korea, apa kemarin uncle tidak memberi apa-apa?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak, mungkin karna demam-mu sudah turun dengan tangan Heechul hyung.” Jawab Ryeowook.

“Hmm, mungkin saja, lalu bolehkah aku tidur? Disini? Mungkin bangun nanti aku akan lebih baik.”

“Tentu saja, istirahatlah.”

“Mianhae Heechul hyung~ gomawo.” Ucap Kyuhyun dengan senyum lemahnya lalu kembali memejamkan mata.

Heechul yang ingin kembali protes hanya bisa menutup mulutnya rapat-rapat. Bagaimana ia bisa memarahi wajah imut dan menggemaskan itu, apalagi disaat dia sakit seperti ini? Namja cantik itu hanya bisa menggunakan tangan kanannya, karena sedikitpun tangan kirinya tidak beranjak dari kening Kyuhyun.

Para namja yang lain masih memerhatikan wajah Kyuhyun yang semakin lama semakin nyaman. Nafas beratnya sebelum itu sudah lebih teratur dan sepertinya ia sudah jauh terlelap dalam mimpinya.

“Aku sangat berharap…” Ucapan Ryeowook menggantung.

“Berharap apa?”

“Bahwa Kyunnie soulmate-nya Siwon.” Jawab Donghae.

“Iya kan hyung?!” Ryeowook melihat hyungnya penuh semangat.

“Aku juga berharap seperti itu, tapi lihat kenyataannya, kalung itu ada dimana? Siapa yang mengenakannya.” Ucap Hyukjae.

“Tidak bisakah kalung itu milik Kyunnie dan dipinjamkan pada Hyunji?” Tanya Ryeowook penuh harap.

“Jangan mengada-ada, apa kau juga ingin bertanya seperti itu? Pada Hyunji?” Tanya Sungmin.

“Tidak mungkin.” Ryeowook mengerucutkan mulutnya.

“Sekarang ini masalahnya, Siwon harus menemukan tentang kalung itu, jika ada cara lain Siwon bisa bersama Kyuhyun tapi jika kutukan itu benar, maka mau tidak mau Siwon harus mengklaim Hyunji sebagai mate-nya atau jika tidak…” Jelas Hyukjae panjang lebar.

“Hyunji akan meninggal.” Sambung Donghae.

“La-lalu bagaimana dengan Kyuhyun?” Tanya Heechul yang sedari tadi mendengarkan.

“Aku tidak tahu hyung.” Jawab Hyukjae pasrah.

“Kita hanya bisa berharap, ikatan dikalung itu tidak bersifat selamanya.” Ucap Sungmin.

“Maksud hyung?”

“Jika kalung itu benar milik Hyunji, tapi Siwon memilih Kyuhyun, Hyunji akan tetap baik-baik saja saat bertemu orang lain yang akan menjadi soulmatenya, bukan Siwon.”

“Hm, dengan kata lain dia tidak akan meninggal dan Siwon bisa bersama Kyuhyun?” Tanya Ryeowook lebih singkat.

“Ne, itu harapan kita.”

“Sudah, jangan banyak bicara, kau yakin dia tidak mendengarnya?” Ucap Heechul memberi mereka death glarenya.

“Aku sudah menenangkannya hyung.” Jawab Donghae santai.

Setelahnya para namja tampan itu pun kembali diam mematung ditempat mereka. Walau sebenarnya mereka hidup dan menghirup udara seperti yang dilakukan manusia. Tapi tetap saja mereka seperti patung yang dipahat dengan begitu indahnya.

**

Sampai sore menjelang, Kyuhyun masih terlelap dan panas badannya sudah sedikit berkurang. Para namja tampan itu sudah bergantian menjadi kompres dongsaeng mereka, tapi Kyuhyun tidur dengan nyamannya.

Mungkin karna Donghae menyebarkan virus ketenangan disana, khususnya untuk namja cantik itu sendiri.

Keesokan harinya.

Kyuhyun masih menggigil kedinginan di kamarnya, walau obat demam apapun sudah diberikan, panas badannya masih tetap sama. Tidak tinggi tidak juga rendah, namja cantik itu hanya harus berbaring dengan tubuh yang menggigil.

“Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Ryeowook.

“Hubungi Mr. Park, kita tidak bisa membiarkannya seperti ini.” Sungmin menyarankan.

“Aku saja.” Donghae segera keluar dari kamar itu dengan hp ditangannya.

Sementara Heechul dan Hyukjae menemani namja cantik itu dikamarnya tetap dengan kompres tangan mereka. Keduanya terus bergantian memegang kening Kyuhyun sampai pagi menjelang. Bahkan mereka memutuskan untuk berbagi jam sekola dan memilih berada di kamar Kyuhyun.

Walau Hyunji sudah menwarkan diri, tapi mereka ingin menjaga namja cantik itu sepenuhnya.

Tidak berapa lama, mobil Mr. Park sudah terparkir didepan asrama mereka. Karena itu Heechul dan namja itu langsung memapah Kyuhyun turun dan membawanya ke mobil.

“Apa dia harus pergi?” Tanya Ryeowook tidak rela.

“Ne, aku harus membawanya, kalian juga tidak bisa menjaganya selalu jika demamnya tidak turun.

“Tapi kami bisa bergantian.” Donghae ikut mencegah.

“Kalian, lebih baik dia sembuh dulu daripada seperti ini, bukan kita yang merana karena menjaganya, tapi dia sendiri yang akan terus kesakitan.” Heechul berucap dengan wajah garang.

Para namja tampan itu hanya bisa diam dan menundukkan kepala mereka. Karena semua yang dikatakan Heechul benar adanya.

“Ayo Mr. Park.” Ajak Heechul kemudian.

“Oh? Kau ikut?”

“Aku harus tahu dia ada dimana.” Jawab namja cantik itu seketika membuat wajah dongsaengnya berubah cerah.

“Arraseo~ kajja~” Leeteuk langsung masuk ke mobilnya diikuti Heechul.

Selanjutnya mobil itu pun meninggalkan para namja tampan yang kembali berwajah muram.

“Saat Hyunji kembali, katakan padanya keman Kyuhyun, kalian memaksanya sekolah tadi.” Ucap Sungmin.

“Nee, arraseo, hyung.” Angguk Ryeowook pelan.

**

Hari menjelang malam, para namja tampan itu kembali mengikuti pelajaran seperti biasanya. Tapi Heechul yang pergi mengantarkan Kyuhyun belum juga kembali. Begitu juga Hyunji yang ingin menjenguk sepupunya tidak bisa pergi jika Heechul belum mengatakan tempatnya.

Hasilnya mereka hanya bisa menunggu namja cantik itu kembali, karena  Ryeowook juga tidak bisa meraih hyungnya dengan telepati jika tempat itu tidak diketahui.

Sampai malam menjelang barulah Heechul kembali dengan wajah penuh dengan guratan kegelisahan. Saat para namja tampan lainnya menghampiri namja cantik itu menampilkan senyum lelahnya.

“Bagaimana hyung? Kenapa kau terlambat?” Tanya Donghae.

“Ah, aku? Aku menunggu sampai dokter memeriksanya.”

“Dia dibawa kerumah sakit? Tapi aku tidak bisa meraihmu.” Jawab Ryeowook.

“Rumah sakitnya jauh dari sini, bahkan bukan juga dipusat kota Seoul.”

“Ahh, arraseo, lalu? Apa dia baik-baik saja?”

“Ne, dia akan kembali kalau sudah baikan, katakan pada Hyunji atau telepati Tiffany jika kau tidak ingin bertemu mereka.” Ucap Heechul.

Namja cantik itu langsung menghilang ke kamarnya bahkan sebelum yang lain bertanya lagi. Sedikit bingung Ryeowook menuruti apa yang dikatakan hyungnya itu, tapi ia memilih untuk mengatakannya sendiri pada Hyunji.

Setelahnya mereka kembali ke kamar masing-masing untuk menghabiskan waktu yang tidak akan pernah berhenti. Sampai pagi menjelang kembali dan matahari menyinari indahnya bulan September.

Musim gugur yang indah terlihat diberbagai sudut kota Seoul, termasuk pinggiran kota yang ditutupi pohon pinus. Namun hanya sebagian pohon yang menggugurkan daunnya disana. Salah satunya pohon maple, daun segi lima yang indah itu jatuh berguguran ditanah.

Bahkan hampir seluruh halaman sekolah mereka ditutupi daun kemerah-merahan itu. Begitu juga dengan asrama dibelakang bangunan bergaya eropa itu, suasana musim damai itu begitu terasa.

Pohon sakura yang berbunga disana hanya tinggal ranting berganti dengan guguran pohon maple yang menutupi tanah. Saat angin berhembus, daun itu pun bermain dengan senangnya. Begitu juga saat angin berhembus kencang dalam sekejap, daun itu terangkat dan terjatuh kembali ke tanah.

Dan angin itu jugalah yang membawa makhluk tak kasat mata melewati halaman itu masuk kedalam asrama.

“Siwon?!” Panggil Ryeowook.

“Aku kembali.” Jawab Siwon dengan wajah lelah.

“Ada apa? Kau menemukannya?” Tanya namja imut itu.

Siwon hanya menganggukkan kepala dan melihat apa yang sedang dilakukan Ryeowook. “Bubur? Untuk siapa?” Tanyanya.

“Ahh, aku membantu Tiffany, Hyunji demam tinggi.” Jawab Ryeowook tersenyum kecil.

“Ap-apa semakin parah?” Tanya Siwon penasaran.

“Aku tidak tahu, tadi Tiff datang, yang lain disuruhnya sekolah, tinggal dia sendiri.”

“Ahh, nee…”

“Kau ikut?” Tanya Ryeowook membuat Siwon gelagapan. “Lihat Hyunji.” Lanjutnya.

“A-aku…itu…” Siwon melihat kelantai atas dimana kamar Kyuhyun berada.

“Ahh, itu!! Dia…” Ryeowook terdiam dan melihat Siwon tanpa berkedip.

Seketika Siwon melihat apa yang terjadi selama ia meninggalkan asrama, bahkan saat pertama kali ia keluar dari balkonnya. Dan seketika wajah tampan itu berubah keruh dan ia menatap Ryeowook seperti akan membunuhnya.

“Mianhae Siwonnie, aku tidak mengirimkan kabar.”

“Seharusnya kau langsung memberitahukannya padaku.”

“Dan membiarkan masalah itu berlanjut?” Tanya Heechul.

“Tapi hyung…dia benar-benar sakit.”

“Tidak ada yang bisa kau lakukan, sekarang yang terpenting masalah itu clear, apa ada yang kau temukan?” Tanya Heechul dan Siwon hanya bisa menganggukkan kepalanya.

“Aku ingin mendengarnya, sekarang.” Ucap namja cantik yang paling tua disana.

“Tapi aku harus mengantar ini hyung.” Protes Ryeowook.

“Kau bisa cepat, ikut aku Siwon!” Ucap Heechul lagi lalu menghilang ke atap.

Siwon hanya bisa menghela nafas pasrah lalu ikut menghilang menuju atap. Disana namja tampan yang lain sudah menunggu kedatangannya dengan wajah cemas. Mau tidak mau namja tampan itu harus mengatakan semua yang ia ketahui tentang kalung destiny.

“Kau menemukan sesuatu Siwonnie?” Tanya Donghae.

“Ne…”

“Lalu apa yang dikatakan buku itu?” Tanya Heechul tidak sabaran.

“Seperti yang kalian kira…”

“Maksudnya?”

“Kalung itu dipakai Hyunji, ne, dialah soulmateku.”

**

Tbc…

Uhuuuy…hayoolooh..Hyunji yg menang~ kajjaa nimpuk yang nulis..

ahahaha, Love you always my Lovely Readers..ohh, akhir2 ini Vie nemu hidden treasure lho..mereka seperti permata yang tersembunyi..kkkk~

Gomawo nee..jeongmal gomawo~

SPG Sequel 11

When The Love Is Growing

Chapter 11

**

Selamat malam, selamat pagi my lovelies~

Berapa lama sudah? Kkk~ pengen nabok saia ya?? Jangaaan.. Nanti nggak ada yg update disini.. padahal janji semalam kan? Apa daya, sinyal melemah dan saya pun tewas..mianhae neee..

Ya udah, baca aja ya?

**

Seoul Hospital

Siwon berjalan tergesa-gesa menyusuri lorong rumah sakit yang terlihat sedikit lengang. Angin malam yang berhembus menerpa tubuhnya yang tidak ditutupi coat selapis pun. Namja tampan itu baru saja kembali dari rumahnya untuk mengambil beberapa keperluan.

Karena Umma mertua yang menghubunginya tiba-tiba ia langsung kembali ke rumah sakit. Padahal ia baru saja tiba dan membersihkan dirinya lalu berganti pakaian. Saat umma-nya mengatakan Kyuhyun mencarinya, ia segera bergegas kembali.

“Umma??” Panggil Siwon begitu melihat Leeteuk.

“Masuklah, dia terus menangis, padahal umma sudah bilang kau hanya pergi sebentar.”

“Ahh, mianhae, aku belum sempat mengambil apa-apa.”

“Tidak apa-apa, nanti umma minta tolong maid kalian.”

“Gomawo umma.” Siwon menganggukkan kepalanya lalu segera masuk ke ruangan Kyuhyun.

Namja manis huswifenya itu berbaring menyamping sambil memeluk tangannya sendiri. Airmata terus berlinang dipipi putihnya itu walau tanpa suara isakan. Siwon mendekatinya dengan perlahan lalu duduk dikursi yang ada disisi tempat tidur.

“Hey, sweetheart~” Panggil Siwon pelan.

Namja tampan itu menghapus airmata dipipi Kyuhyun dengan lembutnya hingga namja manis itu melihatnya. Siwon langsung memberikan senyuman manis yang menampakkan dimple kesukaan Kyuhyun.

“Aku takut.” Bisik Kyuhyun akhirnya.

“Pada siapa? Hyung ada disini.”

“Aku takut kau meninggalkanku se-seperti Haehae.” Jantung Siwon berdetak kencang. “Seperti appa dan umma.”

Dengan cepat Siwon berdiri lalu ikut berbaring diranjang itu dan membawa Kyuhyun dalam pelukannya. Langsung saja Kyuhyun beringsut dan memeluk suaminya itu dengan erat seolah dia akan menghilang.

“Hyung disini, selamanya disini, percayalah.” Bisik Siwon penuh penekanan. “Selama ini hyung tidak pernah meninggalkanmu, apa kau percaya?”

Perlahan Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan semakin menyusupkan wajahnya dileher namja tampan itu. Kehangatan Siwon selalu bisa menenangkan dan menghilangkan ketakutan terbesar dalam dirinya.

Saat ikan kecilnya mati, Kyuhyun merasa semua orang akan meninggalkannya lagi, seperti yang dilakukan umma dan appanya. Dan ia tidak akan pernah bisa membayangkan jika Siwon pergi meninggalkannya.

“Hyung tidak akan pernah meninggalkanmu, jangan berpikir sebaliknya, jika kau tidak tenang dia juga bisa merasakannya.”

Ucapan Siwon merasuk dalam kepala Kyuhyun dan ia menyadari semuanya, apapun yang terjadi padanya akan berpengaruh pada baby mereka. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain menganggukkan kepalanya.

“Mianhae~”

“Ssst~ don’t say that~ istirahatlah.”

Dan keduanya pun saling terdiam menikmati kehangatan pelukan mereka dan mendengarkan suara cairan infus yang menetes ditempatnya. Siwon merasa damai karena Kyuhyun berada dalam pelukannya dan baik-baik saja.

Bahkan hampir saja ia tertidur saat ketukan dipintu kamar membuatnya kembali siaga. Namja tampan itu bergerak perlahan lalu turun dari tempat tidur Kyuhyun. Sementara namja cantik huswifenya itu sudah lama terlelap dengan nyamannya.

“Hyung~” Sapa Siwon saat melihat siapa yang datang.

Semua hyungnya merapat dengan berbagai hadiah ditangan mereka, jika saja Kyuhyun bangun dan melihatnya mereka pasti akan mendapat death glare gratis sebagai balasannya.

“Bagaimana dia?” Tanya Heechul sambil meletakkan coklat dimeja nakas.

“Sudah lebih baik hyung, terima kasih sudah datang.” Siwon tersenyum sambil menerima bunga mawar dari Hankyung.

“Biar aku…” Ryeowook meminta bunga itu untuk dimasukkan ke vas sementara Yesung mendudukkan teddy bear besar yang dibawanya di sofa.

“Hyung, kau bawa apa?” Tanya Siwon melihat Donghae.

“Mmm, aku membawa ini, pengganti Haehae.” Donghae menyodorkan aquarium sedang yang berisi beberapa ekor ikan berwarna emas sedang berenang kesana kemari.

Siwon tersenyum dengan penuh kelegaan dan langsung menyambut hadiah besar itu sambil mengucapkan terima kasihnya. Kyuhyun pasti akan senang melihat ikan itu bersama-sama, semoga saja mood baik akan segera kembali padanya.

“Aku sangat bersyukur memiliki kalian.” Ucap Siwon menampilkan dimplenya.

“Kami juga bersyukur memiliki kalian berdua.” Jawab Hyukjae sambil menggigit apel ditangannya.

“Lalu apa dia akan lama disini?” Tanya Yesung.

“Tidak hyung, jika sudah baik aku akan membawanya pulang.”

“Baguslah, rumah sakit tidak bagus untuknya.” Jawab Hankyung.

“Katakan jika kau butuh sesuatu.”

“Gwenchana hyung, aku ingin Kyunnie cepat sembuh dan pulang kerumah, dia tidak tenang berada disini.”

“Kalau begitu rawat jalan saja, kau bisa menyewa suster pribadi ke rumahmu.”

“Benar itu.”

“Mungkin Kyunnie lebih nyaman dirumah dan pikirannya lebih tenang.”

“Ahh, aku akan mencobanya.” Angguk Siwon penuh semangat. “Aku akan konsultasi dengan dokternya besok.”

“Baiklah, kalau begitu kami pulang dulu, kau istirahatlah saat dia tidur.” Ucap Heechul.

“Ne, gomawo hyung~ gomawo sudah datang.”

“Ne, kajja~ kajja~ nanti dia bangun~” Hyukjae yang pertama keluar dan diikuti yang lain setelah mereka membelai lembut rambut dongsaeng kesayangan mereka.

Dan benar saja, setelah mereka pulang Siwon segera menemui dokter Kyuhyun bersama Leeteuk. Mereka ingin mengusulkan Kyuhyun dirawat dirumah saja dengan membawa suster yang ada dirumah sakit itu.

“Kita lihat perkembangannya, jika besok pagi semakin baik, mungkin dia tidak perlu dirawat lagi.” Ucap Dokter itu.

“Maksud dokter ada kemungkinan Kyuhyun cepat sembuh?” Tanya Leeteuk.

“Lho? Kan saya sudah bilang, dia hanya membutuhkan ketenangan dan dukungan, selebihnya Kyuhyun-ssi baik-baik saja, apalagi bayinya.”

“Ahh, gomawo dok, jika itu benar kami akan membawanya pulang besok.” Ucap Siwon.

“Ne, sama-sama~ jaga mereka berdua dengan baik.”

“Pasti.”

Siwon tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat keluar dari ruangan dokter itu. Bahkan Leeteuk sampai menggelengkan kepala melihat kelakuannya.

“Kau sangat senang.” Ucapnya.

“Tentu saja umma, tidak ada yang lebih membahagiakan bagiku selain Kyuhyun baik-baik saja.”

“Ahahaha, arraseo.”

“Ahh, umma pulanglah, kasihan appa sendirian. Besok pagi aku akan memberi kabar jika kami akan pulang.” Usul Siwon melihat ummanya.

“Appa kalian pasti merajuk, aku tidak mengajaknya.” Jawab Leeteuk mengingat suaminya yang tinggal dirumah. “Baiklah umma pulang dulu, jaga dia ne~”

Leeteuk langsung memeluk menantu kesayangannya itu penuh sayang lalu segera pergi darisana. Dan namja tampan itu pun langsung kembali ke kamar Kyuhyun untuk beristirahat.

Keesokan harinya.

Kyuhyun membuka mata dengan perasaan lebih baik dari hari sebelumnya, ia langsung melihat isi ruangan putih yang begitu sunyi itu. Siwon, namja tampan suaminya tidak terlihat dimana pun dan itu hampir saja membuat rasa panik muncul dibenaknya.

Jika tidak ada bayangan orange-keemasan yang terlihat melalui ekor matanya. Kyuhyun berpaling mencari apa yang menarik perhatiannya itu dan ternyata aquarium berisi ikan kesayangannya dengan jumlah yang lebih banyak ada disana.

“Haehae?” Tanyanya.

Saat itu pula Siwon masuk dengan rantang makanan ditangan. Namja tampan itu terkejut melihat Kyuhyun sudah duduk ditempat tidurnya.

“Baby? Kau sudah bangun? Mianhae aku…” Ucapan Siwon terhenti saat Kyuhyun tidak memberikan respon apapun.

Mata namja manis itu berkejap melihat ikan kesayangannya ada disana, bahkan Siwon bisa melihat kilauan dimata Kyuhyun.

“Baby…” Panggilnya barulah Kyuhyun melihatnya.

“H-hyung!! I-itu!! Haehae hyung…itu Haehae.” Seru Kyuhyun penuh semangat membuat Siwon tersentak kaget.

Namja tampan itu langsung mendekati ranjang dan memegang badan Kyuhyun yang berlonjak kegirangan. Namja manis itu bahkan tidak sadar ia masih dalam masa perawatannya.

“Baby, tenang dulu~ jangan terlalu bersemangat.” Ucap Siwon mengingatkan.

“Tapi itu Haehae hyung.”

“Nee, Donghae hyung membawanya semalam.”

“Ahh, jinjja? Kenapa tidak membangunkanku?”

“Kau tidur nyenyak mereka tidak ingin mngganggu.”

“Ayo pulang hyung, Haehae pasti tidak suka rumah sakit.” Ucap Kyuhyun dengan wajah polos.

Siwon ingin memutar bola matanya tapi ia menahannya demi namja manis yang sedang menatapnya itu. “Baiklah kita pulang.” Ucapnya pasrah.

“Jinjja?? Kajja~ sekarang juga.” Kyuhyun langaung menurukan kakinya dengan cepat.

“Tidak sebelum dokter memeriksamu sekali lagi.”

“Aku sudah sembuh hyung, ayo pulang.”

“Baby, dengarkan hyung.”

“Tapi…”

Bibir mengerucut Kyuhyun yang menggemaskan itu tidak mampu mengalahkan pendirian Siwon. Akhirnya namja manis itu menganggukkan kepalanya dengan pasrah membuat Siwon tertawa.

Namja tampan itu mengacak lembut surai kecoklatan miliknya lalu segera keluar mencari dokter Kim. Tidak berapa lama ia kembali, terlihat huswife imutnya itu sedang menatap ikan miliknya dengan mata berbinar.

“Saya rasa dia baik-baik saja.” Ucap dokter Kim hanya dengan melihatnya.

“Apa benar dok? Dia ingin pulang sekarang juga.”

“Ne, kalian boleh pulang, tapi jangan lupa ambil Vitamin untuknya dan bayi kalian.”

“Baik dok, trima kasih.” Siwon mengulurkan tangannya yang disambut dokter itu dengan cepat.

Setelah mereka bertemu Kyuhyun dan berbicara dengannya beberapa saat, akhirnya mereka segera keluar dari rumah sakit itu. Bahkan Kyuhyun tidak ingin menunggu kedatangan umma, appanya, tapi meminta mereka berkunjung ke rumah.

**

Begitu sampai didepan rumah mereka, Kyuhyun langsung keluar dengan aquarium dalam pelukannya. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu mengikuti namja manis itu masuk kedalam.

Namun baru beberapa langkah berjalan Kyuhyun berhenti dan menoleh kebelakang. “Hyung…” Panggilnya.

“Ne?” Siwon juga ikut berhenti dengan wajah bingung.

“Carikan aku kerang biru.”

“Mwooo??” Mata Siwon hampir keluar dari sarangnya.

“Hyung?!!”

“Ba-baby…i-itu…”

“Aku mau kerang biru, bawakan hyung ne?” Ucap Kyuhyun dengan wajah memelasnya lalu berpaling melihat aquarium itu. “Kajja Haehae.” Ajaknya.

Namja manis itu dengan gampangnya meninggalkan Siwon yang masih terpaku didepan pintu rumah mereka. Sedangkan Siwon hanya bisa mematung mencerna apa yang diinginkan huswifenya kali ini.

“Kerang biru?” Tanya Siwon akhirnya. “Eodiiseo?”

“Tuan muda…” Panggil maid ahjumma.

“Ne?”

“Kerang itu ada dipantai, carilah.” Ucap maid ahjumma dengan wajah riang lalu segera masuk kedalam.

Sekali lagi Siwon hanya bisa menganga lebar mendengar maid itu, bukankah seharusnya wanita yang sudah lama bersamanya itu membantunya.

“Yo~ Siwon yang tampan~” Sapa Hyukjae tiba-tiba.

“Waeyo Siwon?” Tanya Donghae. “Kyuhyun baik-baik saja?”

“Ahh, hyung~ ne, dia baru saja masuk.” Jawab Siwon dengan wajah blank.

“Lalu kenapa kau disini?” Tanya Yesung.

“Itu, babykyu…minta sesuatu.”

“Lagi? Bukankah masa ngidam sudah lewat?” Tanya Ryeowook.

“Aku tidak tahu hyung, tapi tadi dia meminta blue shell.”

“What? Apa-apaan dia? Kerang itu kan putih sama abu-abu.” Tanya Heechul dengan muka kesalnya.

“Mungkin dia hanya ingin perhatianmu, Siwon.” Sambung Hankyung penuh pengertian.

“Mungkin hyung, masuklah~ aku akan mencari kerang itu.” Ucap Siwon dengan senyum manisnya lalu pergi meninggalkan mereka.

“Aku bantu.” Jawab Ryeowook langsung mengikuti namja tampan itu.

Sementara yang lain segera masuk ke dalam mencari keberadaan Kyuhyun. Namja cantik itu terlihat duduk berselonjoran di sofa sambil mengamati ikan-ikannya berenang. Donghae langsung tersenyum menampakkan gigi-nya dengan bangga membuat yang lain menggerutu kesal.

“Kalian tidak punya ide.” Jawab Donghae langsung mendekati Kyuhyun dan mengacak rambut dongsaengnya itu. “Bagaimana kabarmu?” Tanyanya.

“Hae hyung~ gomawo~ Haehae-nya terlihat senang.”

“Tentu saja, dia bersama orang tuanya.” Jawab Donghae.

Yang lain hanya bisa memutar bola mata mereka lalu ikut bergabung disana, hanya Hyukjae saja yang menuju dapur mencari cemilan untuk dirinya.

**

Hampir setengah hari Siwon pergi mencari kerang biru permintaan huswife cantiknya. Bahkan ia tidak menghubungi Kyuhyun untuk sekedar menanyakan apa yang dilakukan namja cantik itu.

Dan karena hal itu, Kyuhyun pun membuat hidup hyung yang menemaninya semakin merana. Dari membuat mereka menjadi pesuruh kilat sampai menjadi lawannya bermain game selama berjam-jam.

Tidak ada yang boleh meninggalkannya sebelum Siwon kembali dengan kerang biru. Karena itu juga, para namja tampan itu terlihat sedang makan siang bersamanya.

“Apa Siwonnie sudah makan?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Molla, mungkin dia masih mencari kerang itu.” Jawab Hyukjae asal.

“Dia tidak makan?”

“Untukmu dia melupakan dirinya.” Jawabnya lagi sambil memakan makanannya dengan lahap.

“Andwae!!”

“Kau tidak ta…” Ucapan Hyukjae terhenti saat menyadari 5 pasang mata sedang menatapnya intens.

Tapi hanya satu pasang yang membuat ia harus mengutuk diri sendiri, sementara tatapan yang lain bisa langsung membunuhnya ditempat. Kyuhyun menatapnya penuh harap dan namja yang lain menatapnya meminta pertanggung-jawaban.

“Aaa, i-itu…dia pasti makan disana, kau tahu bersama Ryeowookie, dia pasti makan.”

“J-jinjja?”

“Ne, Ryeowookie tidak akan membuatnya kelaparan.” Jawab Hyukjae dengan keringat dingin.

“Hey bodoh, mereka pasti makan siang, ayo habiskan makananmu.” Ucap Heechul cepat membuat Kyuhyun langsung melihatnya.

“Telefon hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Huh? Telefon? Siapa?” Tanya Heechul.

“Siwon hyung, telfon dia.”

“Naega wae?!”

“Tanyakan hyung, aku tidak bisa, hp-ku di ruang tamu, kau mau mengambilnya?” Tanya Kyuhyun dengan wajah polos.

“Aaarraseoo!!! Aku telefon!!!” Jawab Heechul cepat.

Lalu segera mengambil hp-nya dan menghubungi Siwon dengan wajah marah membuat yang lain menahan senyum mereka.

“Choi Siwon!!” Panggil Heechul baru tersambung.

>Ahh, Heechul hyung? Waeyo? Kyunnie baik-baik saja?<

Heechul mengetikkan seseatu di hp-nya dengan cepat lalu mengirimkannya ke Siwon. Kemudian namja itu melihat Kyuhyun yang menatapnya penuh harap.

“Ugh!! Sialan!” Umpatnya kesal. “Kau sudah makan?” Tanya Heechul kemudian.

“Huh? Aku? Mm, itu…”

Siwon terdiam melihat sebuah pesan masuk ke hp-nya dari Heechul yang sedang berbicara dengannya. Dan isi pesan itu membuatnya ingin tertawa dengan keras namun segera ditahannya.

>Mm, ne hyung aku sudah makan.<

“Jinjja?”

>Ne, katakan pada my baby, aku sudah makan dan akan segera pulang.<

“Kau dengar?” Ucap Heechul melihat Kyuhyun yang tersenyum begitu manisnya.

“Baiklah, kami sedang makan, cepatlah kembali, dia merajuk nanti.”

>Ne, hyung~ aku akan segera kembali<

Heechul langsung mematikan hp-nya dan melihat Kyuhyun dengan death glarenya, namun dibalas dengan senyuman polos yang bisa melelehkan siapa saja. Karena itu Heechul pun kembali melanjutkan makan siangnya setelah memberi mereka death glarenya.

Setelahnya acara makan siang itu berlangsung aman sampai semuanya selesai, Kyuhyun meminta mereka menemaninya di balkon kamar. Tapi setelah memikirkannya ia tidak ingin mereka masuk kekamarnya dan Siwon.

Para namja tampan itu hanya bisa memutar bola mata mereka dan menghela nafas pasrah. Dan kemudian menuruti magnae mereka menuju taman belakang rumah dan beristirahat di gazebo.

Tidak berapa lama, Siwon dan Ryeowook pun kembali dengan bungkusan ditangannya. Begitu sampai namja tampan itu langsung berlari kecil mencari huswifenya di taman.

Kyuhyun yang mendengar panggilannya segera berdiri dan setengah berlari menyusuri jalan setapak disana. Para hyung yang melihatnya hanya bisa berseru riuh rendah untuk menghentikannya.

“Jangan seperti itu, Kyu!!” Seru Donghae.

Namun saat Siwon terlihat mereka semua menghembuskan nafas lega dan tersenyum saat Siwon menampilkan dimple-nya. Namja tampan itu langsung memeluk huswife cantiknya dengan begitu erat.

Seolah berapa tahun mereka sudah tidak bertemu, padahal hanya berberapa jam saja yang terlewatkan. Kyuhyun juga merasakan hal yang sama saat ia menyusupkan wajahnya dileher Siwon dan membalas pelukannya dengan erat.

“Bogoshipoyo Siwonnie~” Gumam Kyuhyun dilehernya.

“Ahh, nado babykyu, nado bogoshiposo~” Jawab Siwon sambil tersenyum senang.

Kehamilan itu membawa kebahagiaan yang berlimpah bagi Siwon, saat huswife cantiknya itu secara terang-terangan mengatakan perasaannya.

“Ayo kesana, hyung bawakan kerangnya.” Ucap Siwon kemudian.

Kyuhyun mengangguk lalu melonggarkan lengannya yang ada dileher Siwon dan menatap wajah tampan itu didekatnya. Tanpa kata-kata ia langsung menempelkan ciuman kecil dibibir suaminya itu.

Sedikit terkejut Siwon melihatnya, namun ia langsung menarik leher Kyuhyun dan menempelkan bibir mereka berdua. Namja tampan itu memberikan ciuman lembut penuh perasaan.

Ciuman yang selalu membuat Kyuhyun meleleh karena manisnya. Ciuman yang selalu membuat dada Kyuhyun membuncah karena perasaan yang begitu besar. Ciuman cinta dari suaminya seorang.

“Saranghae~” Bisik Siwon diantara bibir mereka dan kening yang bersentuhan.

“Nado…nado saranghae.” Balas Kyuhyun dengan nafas yang naik turun.

“Kalian kira kami apa?” Tanya Hyukjae tiba-tiba.

Siwon langsung tertawa kecil sementara Kyuhyun mendecak kesal dan mereka pun melepaskan pelukan itu. Lalu keduanya segera menuju gazebo itu dan melihat bungkusan yang sedari tadi dibawa Ryeowook kesana.

Siwon membawa membuka kotak biru itu dengan wajah sumringah sambil melihat wajah Kyuhyun. Namja cantik huswife-nya itu terlihat seperti anak kecil yang menunggu kado mainannya dibuka.

Begitu isinya terlihat, mata coklat cantik itu berbinar dengan senangnya dan senyum manis merekah dibibir peachnya yang merona. Siwon tidak bisa menghilangkan kebanggaan dirinya karena bisa membuat ekspresi itu diwajah Kyuhyun.

“Kau suka baby?” Tanya Siwon.

“Suka? Are you crazy?! I love it!!” Seru Kyuhyun langsung menghambur memeluk suaminya yang tampan itu.

“Ahahaha, tapi jangan begitu baby~” Protes Siwon.

“Kau benar-benar mendapatkannya Siwonnie!! Itu kerang biru!!!” Ucap Kyuhyun dengan penuh semangat.

“Tentu saja, apapun untukmu.”

“Gomawo, jeongmal gomawo.”

“Mmm, Ryeowookie, dia sangat membantu.”

“Ahh, gomawo Ryeowookie~” Ucap Kyuhyun merebahkan kepala dibahu Siwon dan melihat namja imut itu.

“Asal kau suka tidak masalah.” Jawab Ryeowook.

Lalu Kyuhyun pun melepas pelukannya dan kembali melihat isi dari kotak tersebut. Ada begitu banyak kerang dengan berbagai ukuran dan memiliki warna yang berbeda. Bukan hanya biru, bahkan ungu, pink, kuning, jingga dan merah juga ada.

Yang lain hanya bisa menganga lebar melihat kerang-kerang itu sementara Ryeowook hanya tertawa cekikikan. Tanpa mengatakan apa-apa, Kyuhyun langsung mengambil beberapa diantaranya lalu membagikannya pada namja tampan yang ada disana.

Dengan wajah blank mereka menerima kerang itu ditangan mereka membuat Kyuhyun tersenyum senang. Selanjutnya namja cantik itu kembali menghempaskan dirinya dalam pelukan Siwon dan bertahta disana.

“Kau senang?” Tanya Siwon.

“Sangat senang!!”

“Ahahaha, apa dia juga senang?” Tanya Siwon lagi sambil membelai perut Kyuhyun.

“Mmmh!! Dia sangat senang, daddy sayang padanya.”

“Tentu saja daddy-nya sangat sayang.” Angguk Siwon penuh semangat.

“Ne, Kyunnie juga sayang padanya.”

“MWOO??” Suara hyung-nya tiba-tiba terdengar.

“Lho? Kalian masih ada disini?” Tanya Kyuhyun.

“Kurang ajar~ magnae devil~” Gerutu Heechul tidak habis pikir. “Ahh, daripada itu, apaan itu Kyunnie?” Tanya kemudian.

“Bukannya mommy?” Tanya Ryeowook.

“Ani, aku Kyunnie, Siwon hyung daddy.” Jawab Kyuhyun penuh semangat.

“Paboya!!” Jawab Donghae membuat mata Kyuhyun melebar.

“Dimana-mana pasangan daddy itu mommy, pabo~” Jawab Hyukjae juga ikutan kesal.

“Tapi aku maunya Kyunnie, hyung~”

“No-no-no-no~” Heechul menggelengkan kepalanya. “Tidak ada yang namanya dipanggil Kyunnie, it’s just mommy, m-o-m-m-y.”

“Tapi hyung aku namja tidak mungkin dipanggil mommy.” Bantah Kyuhyun keras kepala.

“Baby itu harus pounya mommy dan daddy Kyunnie.” Jelas Hankyung.

“Benar, kura-kura ku saja punya mommy dan daddy.” Jawab Yesung membuat yang lain memutar bola mata mereka.

“Aku tidak mau hyung, mommy itu harus cantik dan berambut panjang, aku..rambut pendek walau ya…mmm, sedikit cantik.” Pipi Kyuhyun merona menyadari ucapannya.

Para hyung yang melihatnya termasuk Siwon ingin sekali memeluk dan mengacak-acak wajah imut itu. Tapi pasti Kyuhyun akan mengutuk mereka tujuh turunan.

“Hey pabo!! Dengar…kalau kau tidak mau jadi mommy lalu siapa lagi?” Tanya Heechul.

“Eobseo, tidak ada.”

“Mm, kalau begitu Siwon harus mencari seseorang dengan rambut panjang dan berwajah cantik untuk baby kalian.”

“Untuk apa?” Mata Kyuhyun hampir keluar dari sarangnya.

“Untuk jadi mommy, karna baby harus punya mommy.”

“Andwae!!!!” Teriak Kyuhyun langsung berdiri. “Babyku kenapa mommy-nya orang lain?!?!” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya.

“Keureonikka(karena itu….)” Heechul menampilkan smirknya.

“Aku mommy-nya!!!” Jawab Kyuhyun lantang.

“Ok kajja!! Kita pulang~” Heechul melenggang santai pergi darisana tanpa beban membuat namja yang lain menganga lebar melihatnya.

Namun detik berikutnya mereka pun mengikuti namja cantik itu setelah mengacak rambut Kyuhyun bergantian. Sementara Siwon hanya bisa tertawa kecil dan menggelengkan kepala. Namun ia bisa melihat Heechul berpaling melihat kearahnya, hingga ia pun mengucapkan terima kasih dengan bahasa bibirnya.

Setelah mereka semua menghilang Kyuhyun hanya bisa memikirkan apa yang baru saja diucapkannya. Setelah menyadari perkataannya sendiri,  pipinya pun terasa terbakar hingga sampai ketelinganya. Tanpa sadar namja imut nan menggemaskan itu langung menangkup kedua pipinya yang merona.

“Aigooo~” Siwon mengagumi keindahan didepannya itu dengan puas.

“Aku mommy-nya hyung.” Ucap Kyuhyun lagi.

“Tentu saja, tidak ada yang lain.” Siwon membelai pipi chubby Kyuhyun dengan punggung tangannya.

Wajah bahagia Kyuhyun begitu terlihat jelas membuat Siwon merasa lega dan berjanji akan terus menjaga apa yang ia punya. Kyuhyun sangat berharga untuknya begitu pun bayi yang ada dikandungan namja cantik itu.

Siwon akan menjaga keduanya dengan segenap cinta dan kekuatannya, agar mereka selalu dipenuhi kebahagiaan dalam kebersamaan.

Sampai bulan ke tujuh kehamilannya, Kyuhyun lebih sering menghabiskan waktu di rumah. Karena Siwon sudah mengambil cuti untuknya saat ia memasuki trimester terakhir. Sementara Siwon masih tetap mengikuti jadwal kuliahnya sambil terus bekerja dikantor.

Karena itu tidak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun selain bersantai ria di sofa, tiduran sambil menonton acara tv kesukaan bersama ikan-ikannya. Bahkan saat malam menjelang namja cantik itu setia menunggu drama yang diputar setiap malamnya.

Korea memang dikenal dengan dramanya yang beratus-ratus judul dengan episode yang sudah ditentukan. Dan Kyuhyun menggemari salah satu diantaranya hingga rela menunggu episodenya setiap minggu.

Namja cantik nan menggemaskan itu selalu menunggu waktu dramanya tiba bahkan ia meminta Siwon untuk membangunkannya jika ia terlelap. Siwon sampai mengalah untuk mengajak namja cantik itu tidur lebih cepat dan membiarkannya nonton sendirian.

Sampai satu bulan lebih drama yang ia tonton pun menemui episode terakhirnya. Dan itu membuat Kyuhyun merasa bersedih dan ditinggalkan. Siwon tidak menyangka kegemaran huswifenya itu sampai berujung dengan kesedihan.

Tapi siapa yang bisa ia salahkan jika perasaan sensitif seorang ibu, ups~ namja hamil yang lebih berada didepan.

“Baby, nanti pasti ada drama baru lagi.” Ucap Siwon menenangkan huswife cantiknya yang sulking.

“Tapi bukan dia lagi yang main hyung~” Rengek Kyuhyun.

“Laa, dia juga istirahat, tidak mungkin main drama banyak-banyak.”

“Aku mau lihat dia hyung.”

“Mwo?? Ba-bagaimana? Dia itu selebriti, bagaimana kita bisa menemuinya sembarangan.”

“I dont care!!! I just wanna see Kim Sohyun!!!” Ucap Kyuhyun penuh penekanan.

Dan Siwon tidak akan bisa menolak permintaan itu jika Kyuhyun sudah memaksa. Tapi, apa yang bisa ia lakukan? Mereka bukan keluarga presiden yang memiliki akses diseluruh negara.

“Dia sangat cantik hyung!! Aktingnya juga bagus!! Aku ingin bertemu dan berjabat tangan.” Ucap Kyuhyun dengan semnagat yang tinggi.

“Ba-baiklah.” Jawab Siwon langsung menyerah.

“Jinjja?” Mata Kyuhyun berbinar penuh harap.

“Nee, hyung akan usahakan melalui perusahaan.”

“Aaa, gomawoyo~” Kyuhyun langsung berjalan cepat mendekati suaminya itu membuat Siwon meringis sendiri.

Namja tampan itu melihat Kyuhyun dengan susah payah menyeimbangkan gerakannya. Dan itu membuatnya semakin khawatir jika huswife cantiknya itu selalu bersemangat.

Kandungannya sudah memasuki bulan kedelapan minggu kedua, Kyuhyun tidak boleh terlalu bersemangat. Tidak lama lagi mereka akan melihat buah cinta mereka lahir kedunia. Karena itu Kyuhyun harus bisa menjaga dirinya sendiri.

“Sekarang kita tidur? Sudah malam.” Siwon memeluk huswifenya itu dengan erat.

Kyuhyun tidak bisa menjawab lagi selain menganggukkan kepalanya. Lalu mengikuti namja tampan itu menuju kamar.

Ia hanya bisa mengikuti semua yang dikatakan Siwon karena memang tidak ada yang bisa ia lakukan. Lagipula namja tampan suaminya itu bisa melakukan segalanya. Itu yang dipikirkan Kyuhyun malam itu.

Tapi yang terjadi…

Dua hari kemudian, Kyuhyun menerima kabar terbaru dari aktris kesukaannya yang akan melakukan fanmeeting di luar kota. Dan jaraknya yang bisa ditempuh dengan mobil saja membuat Kyuhyun sangat bersemangat.

“Siwonniiiiiie~” Panggilnya dipagi hari.

Namja tampan suaminya itu baru saja membawa sarapan pagi untuknya yang duduk dibalkon. Dan segera kembali kesana saat suaranya terdengar memasuki ruangan.

“Waeyo baby?” Tanya Siwon.

“Kau mau ke kantor?”

“Ne, hari ini ada meeting.”

“Mmm, aku tahu kabar terbaru.”

“Mwo? Kabar apa?”

“Itu, Sohyunnie ada fanmeeting di Busan, aku mau kesana.”

“Mwo? Andwae!!!” Jawab Siwon cepat.

“W-waeyo??” Tanya Kyuhyun dengan wajah terpana. “A-aku mau lihat.”

“Busan jauh dari sini baby, nanti kau kelelahan, lagipula kehamilanmu sudah 8 bulan.”

“Tapi aku mau ketemu dia, dia sangat cantik hyung aku mau melihatnya dari dekat.”

“Oh my god! Baby!! Apa kau tidak mengerti?” Tanya Siwon dengan kening berkerut. “Sekali tidak!! Tetap tidak! Kau tidak boleh pergi.”

“Hyung!!!”

“Hyung pergi dulu.” Ucap Siwon langsung pergi darisana.

Kyuhyun hanya bisa menganga lebar melihat kepergian suaminya seperti itu. Kenapa Siwon sampai marah seperti itu? Padahal ia hanya meminta untuk bertemu idolanya saja.

Terdengar mobil Siwon melaju keluar dari halaman rumah mereka, Kyuhyun langsung menuju kamarnya. Namja cantik itu memutuskan untuk menghubungi semua hyungnya secara bersamaan.

>Waeyo?< Suara Heechul terdengar.

>Selamat pagi Kyunnie~< Sapa Ryeowook.

>Waeyo Dongsaeng?< Tanya Yesung.

>Yo?< Sapa Hyukjae.

>Kyunnie? Waeyo?< Donghae terdengar khawatir.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun dengan manjanya.

>Nee??< Jawab mereka serentak.

“Aku mau ke Busan.”

>MWO???< Seruan kompak itu membuat Kyuhyun harus menjauhkan hp-nya.

“Aku ingin ikut Fanmeeting Sohyunnie yang diadakan disana?”

>Siapa Sohyunnie?<

>Kenapa di Busan?<

>Kenapa kau ingin ikut itu?<

>Fanmeeting? Sejak kapan?<

Pertanyaan mereka satu persatu didengar Kyuhyun yang membuat namja cantik itu tertawa cekikikan.

>Kau nonton drama Ruler ya?< Tanya Ryeowook akhirnya.

“Nee, aku suka lihat actingnya Wookie-ah, dia sangat berbakat.”

>Hmmm, tapi Busan itu jauh Kyunnie.<

>Kau akan kelelahan, dengan perut sebesar itu.<

“Perutku tidak besar.” Jawab Kyuhyun sambil melihat perutnya.

Ya, memang tidak terlalu besar karena ia kurus, tinggi dan semampai. Jika ia hanya memakai coat yang tebal, itu sudah bisa menutupi bentuk perutnya.

>Apa baby-nya laki-laki?< Suara Heechul terdengar.

>Apa hubungannya hyung?<

>Sohyunnie itu cantik pabo!!<

>Aaa, aarra, itu bisa jadi.<

>Anaknya yang suka?<

>Mmm!!<

>Lalu bagaimana?<

>Tidak boleh!! Siwonnie pasti melarangnya.<

“Jangan bilang Siwonnie!!” Suara Kyuhyun kembali terdengar.

>Waeyo?< Tanya mereka bersamaan.

“Aku marah padanya!! Dia memarahiku.”

>Pasti dia melarang kan?<

“Mmm~”

>Karna itu jangan, dia melarangnya untukmu dan bayi kalian.<

>Dengarkan dia Kyunnie, jangan membantah.<

“Kalian sama saja!”

>Mwo??<

Kyuhyun memutuskan sambungan secara sepihak lalu melempar hp-nya ke tempat tidur. Namja cantik itu menghembuskan nafas lelah lalu merebahkan dirinya diranjang yang empuk itu. Memikirkan wajah tampan suaminya yang menatapnya tadi pagi membuat mata Kyuhyun sedikit meredup.

Beberapa menit kemudian namja cantik itu pun segera menuju kamar mandi untuk menenangkan dirinya. Ia juga harus memikirkan perkataan Siwon dan hyung mereka.

Ia harus menjaga dirinya, tidak lebih dari sebulan lagi ia akan membawa malaikat kecilnya melihat dunia. Tapi fanmeeting itu juga tidak akan ada lagi dalam waktu dekat. Dengan pikiran bercabang Kyuhyun pun berendam di bath up-nya yang nyaman.

**

Siang hari menjelang, Siwon baru saja menyelesaikan meetingnya yang kedua. Namja tampan itu selalu sukses memimpin rapat bersama kliennya membuat para karyawan selalu bangga dan memujinya.

Wajah bahagia klien-nya saat keluar dari ruang meeting membuat senyum dimple Siwon semakin melebar. Namun saat ia kembali ke ruangan dan memeriksa hp-nya, tidak ada satu pun pesan dari Kyuhyun disana, senyum itu pun langsung menghilang.

“Mianhae baby…” Gumam Siwon.

Namun tiba-tiba suara hp-nya terdengar membuat Siwon sedikit tersentak. Nomor yang sangat dikenalinya menghubungi, namun bukannya senang, tapi perasaan khawatir menyelimutinya seketika.

>Tuan muda…<

“Ne, ahjumma?”

>I-itu…mianhae… Ka-kami…<

“Ahjumma apa yang terjadi?” Siwon langsung berdiri dari duduknya.

>Kyunnie…di-di….<

“Kenapa dengan Kyunnie?”

>D-dia pergi tuan.<

“MWO?? Pergi kemana?” Siwon langsung berlari keluar dari ruangannya. “Shit!! Dia tidak mendengarku!!!”

Namja tampan itu segera menuju lift kantornya dan harus mengumpat kesal saat kotak itu membawanya turun ke bawah dengan sangat lambat. Siwon ingin dalam sekejap sudah berada dibawah bahkan ia ingin seketika berada dirumahnya saat ini.

Dengan wajah panik namja tampan itu mengambil mobilnya dan segera melesat darisana secepatnya. Bahkan ia tidak peduli kecepatannya yang diatas rata-rata disaat siang hari begini.

Dada Siwon berdebar kencang memikirkan seribu kemungkinan atas kepergian huswife cantiknya. Bagaimana jika namja cantik itu pergi ke Busan seorang diri? Atau yang lebih parah huswife cantiknya itu pergi karena Siwon memarahinya tadi pagi.

“Oh Tuhan, baby~” Gumam Siwon frustasi. “Tolong jaga dia.” Siwon memacu mobilnya dengan cepat.

Sampai akhirnya ia memasuki resident Valemorin dan menuju rumahnya. Terlihat beberapa hyung mendekati istananya dengan wajah khawatir mereka. Melihat hal itu Siwon yakin mereka sudah tahu apa yang terjadi padanya.

“Siwonnie!!” Panggil Donghae.

“Hyung, dimana dia?” Tanya Siwon baru turun dari mobilnya.

“Kami tidak tahu, ahjumma juga menghubungi kami semua.” Jawab Hyukjae.

“Apa dia pergi kesana?” Tanya Ryeowook.

“Jinjjaya?” Heechul menatapnya tidak percaya.

“Kemana hyung? Tadi pagi aku sedikit memarahinya, apa karna itu?” Tanya Siwon dengan wajah menyesal.

“Aku tidak yakin tapi dia menghubungi kami secara bersamaan.” Jawab Hankyung.

“Ne, dia ingin pergi ke Fanmeeting Kim Sohyun.” Jawab Yesung.

Mulut Siwon terbuka lebar menatap para hyungnya tidak percaya. Namja manis dan keras kepala itu benar-benar ingin pergi kesana walau ia sudah melarangnya.

“A-apa dia benar-benar pergi?” Tanya Siwon dengan wajah blank.

“Kau tahu jika dia sudah menginginkan sesuatu.” Ucap Heechul.

“Dia akan mendapatkannya.” Sambung Donghae.

“Berarti dia pergi ke Busan?!” Seru Siwon dengan mata melebar.

“Pabo!” Jawab Heechul.

“Andwae!! My baby!! Tunggu disana!!” Siwon langsung kembali ke mobilnya dan masuk kesana.

Tapi tangan Donghae menarik pintu mobil itu dengan cepat hingga Siwon tersentak. “H-hyung…” Panggilnya.

“Tunggu dulu, tenangkan dirimu.”

“Hyung!! Bagaimana aku tenang?? Dia pergi sendirian seperti itu?! Dia tidak bisa duduk lama, kakinya harus selalu diluruskan! Seoul-Busan itu butuh 4 jam HYUNG!! Bagaimana aku tenang?!”

“Siwon?!!” Panggil Yesung sedikit keras membuat Siwon terpaku.

“H-hyung…”

“Kami tahu kau sangat khawatir, tapi kami juga khawatir, jangan seperti itu, tenanglah sedikit.”

Siwon terpana melihat hyung bermata sipitnya itu, namja tampan hyungnya itu memang tidak banyak bicara, tapi saat kata-katanya keluar tidak ada yang bisa membantahnya. Karena itu Siwon pun hanya bisa menghembuskan nafas pasrah dan bersandar di jok mobilnya.

“Mianhae…” Gumamnya pelan.

“Kita akan mengikutimu dari belakang, ahjumma mengatakan Kyunnie pergi dengan mobilnya.” Ucap Donghae kemudian.

“Terima kasih hyung.”

“Pergilah sekarang, mungkin dia belum jauh.” Ucap Heechul.

“Baiklah kajja~” Siwon langsung masuk ke mobilnya diikuti Donghae.

“Kalau sudah bertemu, hubungi kami.” Ucap Hankyung.

Ryeowook menganggukkan kepalanya lalu kembali ke rumah dan mengeluarkan BMW-nya lalu menyerahkan kemudinya pada Hyukjae. Lalu mereka pun segera pergi darisana meninggalkan 3 namja yang lainnya.

Dalam perjalanan Siwon terus bergumam dengan gelisah. Donghae hanya bisa menggelengkan kepala dan menepuk-nepuk bahu namja tampan itu untuk menenangkannya.

Dalam kepala Donghae bertanya, bagaimana mereka bisa menemukan mobil Kyuhyun diantara mobil yang ada di jalanan.

Tentu saja kita harus melihat satu-persatu plat mobil yang bermerk sama dengan namja manis itu.

“Ahh!! Siwon!!” Seru Donghae tiba-tiba.

“Wae-waeyo hyung?” Tanya Siwon dengan hati berdebar.

“Tunggu sebentar.” Donghae langsung mengambil hp-nya dan menghubungi Kyuhyun, dongsaengnya.

Namun sayang, namja cantik nan manis itu tidak mengangkatnya, mungkin ia sedang fokus menyetir. Tapi Donghae langsung menghela nafas lelah, namun segera membuka GPS yang ada di dashboard mobil Siwon.

Mereka bisa melacak keberadaan Kyuhyun dengan alat canggih yang ada disana. Walau tidak pasti, tapi mereka bisa menemukan lokasinya dengan mudah.

“Ahh, dia sudah sedikit jauh.” Ucap Donghae melihat tanda merah yang sedang berjalan dilayar itu.

“Dia membawa mobilnya dengan cepat.” Ucap Siwon sambil menggertakkan giginya.

“Sabar Siwon, kita pasti bisa mengejarnya.” Jawab Donghae.

Dan seketika itu pula mobil Siwon melesat dengan cepat sampai membuat Donghae tersentak kebelakang. Namja tampan itu hanya bisa melihat wajah Siwon yang semakin mengeras. Saat ini Ia tidak bisa mengatakan apa-apa untuk menenangkan dongsaengnya itu.

Kyuhyun satu-satunya yang sejak dulu dijaga Siwon dengan baik, tidak ada apapun yang bisa membuat Kyuhyun terluka. Dan sekarang, cintanya itu pergi dengan kehamilan yang seperti itu, apa yang bisa dilakukan Siwon?

“Dimana dia?! Brengsek!!!” Siwon memukul stir mobil dengan wajah marah.

**

Hampir satu jam kemudian akhirnya mobil Siwon bisa mengejar mobil Kyuhyun dan tepat berada dibelakang namja cantik itu. Siwon semakin mempercepat lajunya sampai mobil mereka sejajar. Dan Donghae langsung membuka kaca jendela sambil memanggil Kyuhyun.

“Kyunnie!! Minggir!!” Seru Donghae.

Tentu saja Kyuhyun tersentak kaget melihat Donghae disampingnya, terlebih lagi mobil yang membawa hyungnya itu. Dengan berat hati ia pun melaju menepikan mobilnya dengan perlahan. Belum pun berhenti sepenuhnya, Siwon sudah menyalip mobil Kyuhyun dan berhenti melintang didepannya.

Donghae langsung turun dan menghampiri Kyuhyun yang menurunkan kaca jendelanya. Saat itu ia juga melihat mobil Ryeowook tiba dan berhenti dibelakang mobil Kyuhyun.

“Hyung…” Panggil namja cantik itu.

“Apa yang kau lakukan, Kyunnie?” Tanya Donghae tidak percaya.

Kyuhyun menghela nafas kasar lalu keluar dari mobilnya saat Siwon berjalan mendekati mereka berdua. “Aku sudah bilang akan pergi, hyung.” Jawab Kyuhyun akhirnya.

“Apa kau tidak mendengarku?” Tanya Siwon.

Kyuhyun langsung menatap wajah tampan suaminya itu yang mengeras membuatnya kesal seketika. “Aku tetap ingin pergi.”

“Choi Kyuhyun!!!” Panggil Siwon sedikit keras.

“M-mwo?” Kyuhyun menatap suaminya tidak percaya.

“Kau sangat keras kepala!! Bagaimana kalau terjadi apa-apa? Kenapa kau pergi sendirian?!” Cerocos Siwon dengan aura gelapnya.

“Aku sudah meminta izin, bahkan aku ingin mengajakmu pergi!! Tapi apa yang kau katakan?” Tanya Kyuhyun dengan emosi yang memuncak.

“Aku tidak ingin kau kelelahan, Busan itu sangat jauh kau tidak akan tahan dengan perut yang besar itu!!! Jangan egois Kyu, jika kau tidak sayang padaku, setidaknya sayangi bayimu!!”

“M-mwo?? Si-siwon…” Kyuhyun tidak sanggup meneruskan kata-katanya saat melihat wajah marah Siwon.

Namja cantik itu langsung berjalan memutar memasuki mobilnya dan duduk di jok penumpang. Namun sebelum itu ia sempat melihat Donghae yang juga terpana pada Siwon. Seperti mengerti apa yang dikatakan Kyuhyun melalui matanya, Donghae pun masuk ke jok kemudi mobil itu dan pergi darisana.

Sepeninggal mereka Siwon masih terpaku mencerna kata-katanya sendiri, namun detik berikutnya ia hanya bisa mengumpat kesal dan mengacak rambutnya dengan kasar.

“Ayo pulang Siwonnie, aku yakin dia sedang bersedih.” Ucap Ryeowook menyadarkan namja tampan itu.

“M-mianhae…” Jawab Siwon putus asa.

“Kajja~” Ajak Hyukjae.

Lalu tiga namja itu pun segera mengikuti Donghae dengan mobil mereka masing-masing. Namun kali ini Hyukjae memilih ikut bersama Siwon hanya untuk menjaga namja tampan itu dari hal terburuk.

Tapi yang terjadi, Siwon hanya bisa terdiam memikirkan kata-katanya tadi yang mungkin saja menyakiti Kyuhyun. Mengingat kembali wajah shock huswifenya itu membuat Siwon menggenggam stir mobil dengan kuat hingga buku jarinya memutih.

Sementara itu di mobil Kyuhyun.

Donghae yang mengemudikan mobil Kyuhyun terlihat begitu khawatir, sesekali ia berpaling melihat dongsaengnya itu. Kyuhyun duduk bersandar sambil memilin ujung bajunya, sesekali tangannya terangkat untuk menghapus jejak airmata dipipinya.

Menangis? Tentu saja, bagaimana ia tidak menangis, saat suami-nya tercinta terlihat begitu marah. Bahkan ia tega mengatakan Kyuhyun tidak menyayanginya. Hati Kyuhyun terasa begitu sedih mendengar Siwon mengatakan itu.

Bukankah dia yang paling tahu seberapa besar cinta Kyuhyun untuk dirinya. Siwon juga mengatakan ia harus memikirkan bayinya, bukan bayi mereka.

“Hiks~” Isakan itu akhirnya keluar.

“Mwo? Kyunnie?” Donghae tidak percaya mendengarnya.

“H-hyung~ Siwonnie ma-marah padaku~” Adu Kyuhyun akhirnya.

Donghae hanya bisa menghela nafas. “Tentu saja dia marah.”

“Dia mengira aku tidak menyayanginya? Padahal dia tahu ak-aku sangat mencintainya, kenapa dia mengatakan itu? Bahkan bayi ini juga milikku, bukan bayi kami~”

Airmata Kyuhyun sudah membasahi pipinya yang chubby, bahkan hidung Kyuhyun ikut memerah karenanya. Donghae tidak bisa mengatakan apa-apa untuk menenangkannya. Karena itu Kyuhyun hanya bisa menangis tertahan sambil melihat keluar jendela.

Semakin dihapus semakin airmata itu turun dengan bebasnya, apalagi kata-kata Siwon terus terngiang dikepalanya. Kesedihan Kyuhyun sudah berada dipuncaknya sampai ia terlihat sesengukan.

Namun detik selanjutnya, tangan lentik itu mencengkram dasboard mobilnya dengan kuat. “H-hhyungnnhh!!!” Panggilnya.

“Mwo?? Kyunnie? Waeyo?

“Sa-sakit!! Hyunggnnh~” Erang Kyuhyun sambil menekan dibawah perutnya.

“Waeyo? Kenapa? Kau sakit? Belum saatnya bukan? Kyuhyun?!!” Panggil Donghae panik.

“H-hhyunnngghhh~” Erang Kyuhyun sekali lagi.

Barulah Donghae sadar, celana jeans Kyuhyun terlihat basah diantara kedua pahanya dan turun kebawah.

“ANDWAE!!! Kyuhyun bertahanlah!!” Seru Donghae. ” BERTAHANLAH!! KITA KE RUMAH SAKIT!!!”

Tapi Kyuhyun jangankan bersuara, untuk bernafas saja ia sudah tidak bisa. Mulutnya hanya terbuka dan tertutup seperti mengatakan sesuatu, sesekali ia menggigit bibirnya saat rasa sakit itu datang.

“S-ssiw-on-niie….” Panggilnya tertahan.

Sampai akhirnya ia menghembuskan nafas panjang dan tubuhnya diam tidak bergerak dengan mata yang tertutup rapat.

“KYUHYUN!!! ANDWAEEE!!!”

Donghae langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit Seoul, karena mereka memang sudah masuk ke ibukota lagi. Mobil Siwon dan Ryeowook dibelakangnya juga mengikuti dengan wajah bingung dan seribu pertanyaan di kepala mereka.

Saat tiba didepan loby, Donghae langsung memanggil perawat untuk membawa tempat tidur dorongnya. Dan dalam sekejap Kyuhyun sudah dibawa lari masuk kedalam, bahkan Siwon tidak sempat melihatnya.

Saat tiba didepan ruang ICU, namja tampan itu langsung menghambur menarik kerah baju Donghae dan menanyakan apa yang terjadi.

“Kyuhyun kenapa, HYUNG?!?!!”

***

Tbc.

Semoga dia baik-baik saja ya? Kkkk~ kesel saia~

Sampai jumpa di ff yg lain..

Ahh, selamat datang Readers baru~ semoga betah disini ne~ unuk readera lama..jgn bosan-bosan nee~ I Love You with all of my heart~

With love~

Vie

Are We Meant To Be 4

Chapter 04

**

Selama malam Nae Unnie, Nae Dongsaeng, Nae Chingu, Nae Adeul, Nae Lovely Readers,  apa kabar kalian semuanya? Semoga selalu baik-baik saja ne..

Maaf ya, baru update lgi..Vie nggak bisa update kalo nggak ketik cadangannya dulu, Vie takut jadi malas ngetik. #alasan #plak sekarang udah ada cadangannya dua..ntah yang mana siap duluan, karena Vie jdi galau sambil ngetik..hahaha.

Jadi, inilah..selamat membaca ne~

**

“Kyu…” Panggilnya dengan mata penuh selidik.

“W-waeyo?” Tanya Kyuhyun waspada.

“Apa ini?” Tunjuk Seunghyun pada bercak merah yang ada dipangkal leher Kyuhyun.

‘Oh My God!’

Seketika jantung Kyuhyun terasa jatuh ketanah dan ia tidak tahu harus menjawab apa selain mengutuk Siwon dalam hatinya. Sementara Seunghyun sudah menatapnya dengan tatapan tajam yang begitu menusuk membuat Kyuhyun kehilangan kata-katanya.

“Apa ini?” Ulang Seunghyun.

“Ap-apa maksudmu? Aku ir-iritasi.”

“Gatal?” Tanya Seunghyun dengan wajah serius.

“Ne, ka-karna keringat, a-aku kan selalu pakai kemeja hyung.”

“Ah, apa perlu ke rumah sakit? Sudah ada obatnya?”

“Sudah hyung, jangan khawatir.”

“Baiklah, sana pakai baju, kaos saja terus pakai sweater, coat juga, kau mau pergi lagi kan?”

“Ne, mandilah hyung~ mungkin aku akan langsung pergi.” Jawab Kyuhyun.

“Ne, see you later~” Jawab Seunghyun lalu mendekat dan mengecup keningnya.

Kyuhyun hanya menutup matanya sekilas lalu segera menuju lemari mencari pakaian yang pantas untuk malam hari. Setelah memakai t-shirt dan sweater, ia langsung mencari coat hitamnya yang berbulu coklat dikepala.

Setelah menghembuskan nafas lelah Kyuhyun segera keluar dari apartement yang sudah sangat jarang ditempatinya itu. Tidak lama setelah kepergiannya, Seunghyun keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

Namja tampan itu melihat keseluruh ruangan dan tidak ada lagi Kyuhyun disana. Perlahan ia pun keluar dari kamar dan melihat ruang tamu mereka yang sepi dan kosong. Selanjutnya Seunghyun hanya bisa diam sambil terus melihat kearah pintu dimana tunangannya baru saja menghilang meninggalkannya.

“Apa yang terjadi, Kyunnie?” Tanya Seunghyun entah pada siapa.

**

Sementara itu dijalanan Seoul yang begitu lengang Kyuhyun melajukan mobilnya dengan begitu pelan. Namja cantik itu masih memikirkan pertanyaan Seunghyun sebelumnya.

“Apa dia tahu?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. “Mianhae hyung~”

Kyuhyun menggigit pipi dalamnya dan terus melajukan mobilnya tanpa sadar, sampai ia melewati apartemen Siwon. Saat ini direktur dengan paras cantik itu merasa ingin sendiri dan tidak ingin bertemu kekasihnya.

“Kenapa akhirnya seperti ini?” Gumam Kyuhyun dengan kening yang bersandar distir mobilnya.

“Siwonnie~” Panggilnya kemudian.

Seketika kelap-kelip lampu dari hp-nya membuat mobil yang gelap itu menjadi bersinar. Walau mendengar dering panggilan itu Kyuhyun tetap mengabaikannya sampai akhirnya tidak ada suaranya. Namun bukan Siwon namanya jika dia akan langsung menyerah.

“Siwonnie…” Jawab Kyuhyun akhirnya.

>Baby, eoddieo?<

“Aku masih dijalan, hyung~”

>Wae? Ada yang terjadi? Kau baik-baik saja?<

“Ne, jangan khawatir hyung, aku akan segera kembali.”

>Baiklah, hati-hati, cepatlah~<

“Ne, hyung.”

Kyuhyun hanya bisa tersenyum dan segera membelokkan arah mobilnya dan kembali ke apartemen Siwon. Dan begitu sampai disana Siwon langsung memeluknya dengan erat dan menanyakan apa yang terjadi dengannya.

Namja tampan itu memang sangat berlebihan.

“Aku baik-baik saja, hyung.” Kyuhyun menepuk bahu Siwon pelan.

“Aku takut, sampai berpikir yang tidak-tidak.” Ucap Siwon.

“Benarkah?”

“Ne, aku pikir Seunghyun tahu dan dia menahanmu, bahkan sampai memukulmu.”

“Aniyo!!” Bantah Kyuhyun cepat. “Seunghyun tidak akan begitu.”

“Syukurlah~” Siwon menghembuskan nafas lega.

“Tapi dia hampir tahu.”

Mata Siwon langsung melebar sempurna. “Ba-bagaimana bisa?” Tanyanya dengan wajah polos tak berdosa membuat Kyuhyun kesal sekaligus gemas melihatnya.

“Neo ttaemune!!” Teriak Kyuhyun langsung memukul Siwon bertubi-tubi.

Namja tampan itu tersentak kaget dan tidak bisa menghindar, namun karena Kyuhyun terus memukulnya, ia pun berusaha untuk menjauh.

“Baby, appo!!”

“Karnamu hyung!! Aku sudah bilang jangan banyak-banyak!! Jangan terlihat!! Tapi kau…”

“Auuuh~ baby~ aku tidak tahan melihatnya.”

“Mwo??”

“Kau sangat menggemaskan.”

“Mworago~”

“Aku tidak sanggup.” Ucap Siwon dan menangkap tangan Kyuhyun dalam genggamannya.

“Lepaskan!”

“Kau sangat menggemaskan saat bersamaku, aku tidak tahan melihatnya.” Ucap Siwon lagi lalu mengecup tangan Kyuhyun dengan lembutnya.

Tanpa bisa dicegah wajah Kyuhyun terasa terbakar dan merona sampai ketelinganya. Namja tampan itu selalu bisa membuat detak jantungnya berubah gila sampai ingin terlepas dari tempatnya.

“Kau mau makan?” Tanya Siwon kemudian.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya pelan membuat Siwon langsung membawanya menuju meja makan. Disana sudah tersedia makanan lezat yang membuat selera Kyuhyun muncul seketika. Padahal sebelumnya ia tidak ingin melakukan apapun karena kejadian sebelumnya.

“Ayo duduk~” Ucap Siwon menarik kursi untuknya.

Dan mereka pun menikmati makan malam yang selalu romantis itu dengan wajah bahagia. Bahkan Kyuhyun sanggup melupakan kegelisahan hatinya tentang Seunghyun.

Setelahnya mereka berdua menikmati dinginnya malam dibalkon Siwon yang sangat indah. Pemandangan malam kota Seoul dengan cahaya lampu yang tersebar diberbagai sudut membuat tempat itu terasa begitu romantis.

Siwon duduk bersandar dengan Kyuhyun merebahkan dirinya didada bidang miliknya. Namja cantik itu memejamkan matanya mendengar detak jantung Siwon tepat ditelinganya. Seolah menjadi nina bobo untuknya, Kyuhyun merasa nyaman dan damai.

Bahkan tidak berapa lama ia jatuh tertidur meninggalkan Siwon menikmati malam sendirian.

Keesokan harinya.

Siwon yang bangun lebih dulu segera menyiapkan sarapan untuk kekasihnya, setelahnya ia pun bersiap-siap menuju lokasi proyeknya. Target penyelesaiannya akan memakan waktu selama tiga bulan, dan sekarang sudah dua bulan lebih proyek itu berjalan.

Karena modal dan segala keperluan bisa terpenuhi dengan gampangnya, tidak perlu lama mendirikan gedung megah itu. Bangunan besar yang dilapisi kaca itu akan menjadi pusat kerja Siwon untuk selanjutnya.

Sementara Seunghyun hanya menawarkan sebagian sahamnya disana untuk dikelola Siwon. Karena apapun yang dipegang namja tampan itu akan membawa keuntungan besar bagi siapapun.

Dan pagi ini Siwon ingin melihat sendiri perkembangan gedung itu, selama ini ia disibukkan dengan hotelnya. Karena itu kerja sama mereka diserahkan sepenuhnya pada Hyukjae, sekretarisnya.

“Apa tuan Choi akan menetap disini?” Tanya Seunghyun pada Hyukjae saat mereka tiba ditenda darurat.

“Untuk saat ini, iya~ hotel masih butuh perhatian.” Jawab Hyukjae sambil menganggukkan kepalanya.

“Ahh, benar, selama ini cuma managernya yang mengelola.”

“Mungkin Siwon-nim akan ada disini sementara waktu.”

“Bagaimana denganmu?” Tanya Seunghyun.

“Aku harus kembali, setelah ini aku akan segera kembali, di NY, aku memegang jabatan penting, walau Siwon-nim tidak ada aku bisa menghandlenya.” Ucap Hyukjae membanggakan dirinya.

“Ahahaha, anda memang hebat.”

Hyukjae langsung tersenyum sambil mengangguklan kepalanya dan wajah tampannya pun terlihat imut. Saat itu namja tampan yang mereka bicarakan baru memasuki area pembangunan.

Dengan jas lengkap seorang direktur, namja tampan itu terus mendekati mereka meninggalkan kekaguman dimata para pekerjanya.

“Selamat pagi, Siwon-ssi.” Seunghyun langsung mengulurkan tangannya.

Siwon juga melakukan hal yang sama dengan senyum ramahnya sebagai balasan. Seunghyun tidak bisa untuk tidak memuji ketampanan dan wibawa yang dimiliki namja tampan direktur besar itu?

“Bagaimana? Apa bisa dalam 3 bulan?” Tanya Siwon.

“Mari…” Seunghyun mengajak direktur tampan itu duduk ditempat yang lebih layak.

Siwon menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Seunghyun ke dalam tenda. Hyukjae juga mengikuti mereka dari belakang dengan beberapa file ditangannya. Siwon dengan tampannya membuka kancing jasnya lalu duduk di sofa yang ada disana.

Begitu juga dengan Seunghyun.

“Maaf tidak bisa sering berada disini.” Ucap Siwon tulus.

“Ahh, gwenchana aku tahu kau sibuk Siwon-ssi…Hyukjae-ssi sudah mengatakannya.” Jawab Seunghyun.

Siwon langsung berpaling melihat Hyukjae dan namja dengan gummy smile-nya itu menganggukkan kepalanya.

“Dalam 3 bulan kita pasti akan menyelesaikannya.”

“Ne, sesuai rencana, aku tidak sabar untuk melihatnya.”

“Apa kau akan memegangnya sendiri? Atau ada orang lain yang akan mengelola perusahaan ini?”

“Aku sendiri, lagi pula aku sudah betah disini.” Ucap Siwon.

Hyukjae hanya bisa berpaling melihat kearah lain sambil menelan apapun yang ada ditengorokannya. Ia paham betul maksud Siwon dengan kata betah. Namja tampan itu sudah menemukan pelabuhannya.

Seunghyun hanya menganggukkan kepala, kemudian mereka pun membicarakan bisnis yang hampir selesai itu. Saat makan siang ketiganya pun menghabiskan waktu bersama setelah Siwon dan Seunghyun mengirim pesan pada Kyuhyun.

**

Namja imut nan menggemaskan itu langsung cemberut mengetahui para namja tampan itu menghabiskan waktu bersama. Ia merasa ditinggalkan saat mereka bertiga bersama. Leeteuk yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala.

“Kenapa aku tidak diajak hyung?” Tanya Kyuhyun saat ia juga makan siang bersama managernya.

“Kau tidak ingin makan denganku?” Leeteuk balik bertanya.

Kyuhyun langsung mengerucutkan mulutnya dan melihat namja tampan itu dengan mata menyipit. Leeteuk menghembuskan nafas lelah lalu meletakkan sumpitnya.

“Apa kau ingin satu tempat dengan mereka?” Tanya Leeteuk akhirnya.

Kyuhyun menganggukkan kepala penuh semangat.”Eumh!!”

“Kau benar-benar ingin satu tempat dengan tunangan dan selingkuhanmu?”

Mata Kyuhyun langsung melebar dengan imutnya, bahkan mulut mengerucutnya berubah megap-megap seperti ikan kehilangan airnya. Leeteuk langsung menyuapi Kyuhyun dengan satu nasi gulung kecil. Tanpa bisa menjawab apa-apa Kyuhyun mengunyah makanan itu sampai habis.

“Kau sadar?” Tanya Leeteuk kemudian.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan menunduk memikirkan apa yang dikatakan managernya itu benar. Bagaimana ia bisa berada disatu tempat dengan tunangannya dan Siwon, kekasihnya.

Dia pasti sudah gila.

“Bagaimana hubungan kalian?” Tanya Leeteuk saat Kyuhyun tidak berbicara lagi.

“Dengan siapa?” Kyuhyun balik bertanya.

“Dua-duanya.”

“Tidak ada yang berubah, aku tidak bisa membuat Seunghyun terluka, tapi aku lebih tidak bisa lagi jika harus berpisah dengan Siwon.” Jawab Kyuhyun jujur.

“Kau memang gila.”

“Arrayo..”

“Hidup itu pilihan, kau harus memilih.”

“Apa aku boleh memilih keduanya?”

“Apa kau kira kau akan bahagia?”

“Tidak.”

“Lalu?”

“Eotteokhae?” Wajah polos Kyuhyun membuat Leeteuk ingin meraupnya, tapi itu tidak mungkin.

“Kenapa kau harus bertemu dengannya?”

“Apa dia takdirku?”

“Kyuhyun!”

“Hyung, aku tidak bisa memikirkan yang lain, saat aku bersama Seunghyun, bertahun-tahun aku tidak merasakan apa-apa, tapi bertemu dengannya dalam satu malam aku menyerahkan segalanya, apa itu namanya?”

“Kau gila.”

“Hyung, jebal~ jangan jadi orang pertama yang melarangku dengan Siwon, aku hanya bisa bergantung padamu.”

Leeteuk tidak bisa mengatakan apa-apa, jika Kyuhyun sudah meminta seperti itu. Mungkin dia akan jadi orang pertama yang membela namja cantik itu saat masalah ini semakin rumit. Bertahun disampingnya membuat Leeteuk mengenal Kyuhyun dengan sangat baik.

Perasaan itu bukan hanya selingan. Kyuhyun tidak akan bermain-main dengan apa yang dirasakannya. Kali ini dongsaeng polosnya benar-benar sudah jatuh cinta dan itu kepada orang yang salah.

“Habiskan makanannya.” Ucap Leeteuk akhirnya.

Kyuhyun hanya menganggukkan kepala lalu melahap makan siang miliknya dengan penuh semangat. Masalah apapun yang dihadapinya pasti akan terlupakan saat ia bertemu dengan makanan.

Setelahnya kedua namja tampan itu pun kembali bekerja dengan penuh keyakinan. Bahkan Kyuhyun tidak peduli saat tidak ada satu pesan pun dari Siwon. Dia tahu namja tampan kekasihnya pasti menjaga perasaan Seunghyun walau sebenarnya tunangannya tidak tahu apa-apa.

Sampai malam menjelang, para namja tampan itu kembali ke apartemen mereka masing-masing. Sedang Kyuhyun memilih kembali ke apartemen Seunghyun karena ia sudah 3 malam bersama Siwon.

Begitu tiba disana, namja tampan itu sudah ada dirumah dengan beberapa file berserakan dimeja ruang tamu. Kyuhyun hanya bisa menghela nafas lelah kemudian segera masuk ke kamarnya. Namja cantik itu memilih untuk ke kamar mandi baru kemudian menampakkan dirinya didepan Seunghyun.

“Lho, Kyu? Kapan kau pulang?” Tanya Seunghyun.

“Baru saja, aku langsung ke kamar mandi hyung.”

“Kau pasti capek, ne? Mau coklat panas?” Seunghyun mengacungkan mug hitamnya.

“Tidak apa hyung, aku akan membuatnya sendiri.”

“Hoo, mmm, baiklah..”

“Itu apa? Kau sangat sibuk?” Kyuhyun mengalihkan tatapannya pada meja ruang tamu mereka.

“Ahh, itu…aku ingin menyelesaikan semuanya, Siwon-ssi ingin proyek kita selesai dalam 3 bulan.”

“Dan ini sudah?”

“Dua bulan lebih.”

“Berarti sebentar lagi?”

Seunghyun menganggukkan kepala sambil berjalan menuju meja kerjanya yang begitu berantakan. “Siwon-ssi pekerja keras, dia tidak ingin berlama-lama pada satu pekerjaan, apalagi dia punya pekerjaan lain disini dan di New York.”

“Dia akan kembali ke New York?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Saat bersamanya Siwon tidak pernah membicarakan masalah bisnis apalagi soal kembali ke New York. Kyuhyun juga tidak pernah menanyakannya hal itu lebih lanjut.

“Aku tidak tahu pasti, managernya bilang Siwon sudah lama tidak pernah melihat hotel itu.”

“Maksudmu Siwon-ssi akan tinggal lebih lama?”

“Mmm, mungkin saja.”

Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan diwajahnya, dan untungnya Seunghyun terlau sibuk untuk melihatnya. Kyuhyun memutuskan akan menanyakan hal itu sendiri saat mereka bertemu nanti.

“Kyu~ sudah lama sekali beri aku ciuman?” Ucap Seunghyun tiba-tiba.

“Mwo? Huh?” Kyuhyun gugup seketika. “Ci-ciuman?”

“Ne, bogoshiposo~” Rayu Seunghyun sambil merentangkan tangannya.

“Aiishh!! Bikin malu!! Andwae!! Aku capek hyung, jalja~” Kyuhyun langsung berlari masuk ke kamarnya meninggalkan Seunghyun yang tertawa renyah.

Namun hanya beberapa saat karena setelahnya wajah Seunghyun tampak muram melihat arah tunangannya menghilang. Wajah Seunghyun kembali datar tak bisa dibaca dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

Sampai waktunya ia kembali ke kamar mereka, Kyuhyun benar-benar sudah terlelap dengan nyamannya. Seunghyun hanya bisa menghela nafas dan masuk kedalam selimut. Saat gerakannya dirasa Kyuhyun, namja cantik itu malah beringsut memeluknya.

“Aigooo~” Gumam Seunghyun.

Dan namja tampan itu pun ikut tertidur sambil memeluk hangat tunangannya menuju mimpi yang jelas-jelas sangat berbeda.

Keesokan harinya.

Seunghyun yang lebih giat dari siapapun selalu bangun lebih pagi dan berangkat ke kantornya saat karyawan belum datang semua. Begitu juga dengan pagi ini, namja tampan itu menggeliat sebentar untuk merenggangkan otot-otot kakunya.

Matahari yang mulai bersinar diufuk timur membuatnya merasa hangat melihat cahaya itu masuk kedalam kamar. Selanjutnya ia segera bersiap-siap menuju kantor namun sebelum itu ia sempat menyediakan sarapan untuk Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa merasakan kecupan sekilas dikeningnya serta ucapan selamat pagi, setelahnya ia kembali terlelap. Seunghyun tertawa kecil saat tunangannya itu menarik selimut menutupi seluruh kepalanya.

“Annyeong Kyunnie~”

Kyuhyun tidak menjawabnya karna ia sudah tertidur kembali, sementara Seunghyun segera pergi ke kantornya. Hampir satu jam kemudian barulah Kyuhyun bangun dengan wajah cemberut namun segera ke kamar mandi.

Seperti hari yang biasanya, ia kembali menjadi direktur perusahaan yang selalu dibanggakan karna kepintarannya. Meeting demi meeting ia jalani dengan sepenuh hati membuat klien perusahaannya senang.

Bahkan Leeteuk, managernya juga ikut senang melihat kegigihan Kyuhyun, walau menyimpan segala kegelisahan hati, tapi namja cantik itu selalu bekerja dengan baik. Profesionalnya itu yang sangat dibanggakan oleh Leeteuk juga kedua orang tuanya.

“Kau berhasil lagi, Kyunnie~” Ucap Leeteuk saat mereka masuk ke ruangannya.

“Aku sangat lelah hyung~” Kyuhyun melonggarkan dasi dan kerah bajunya dengan wajah cemberut.

“Arro~ istirahatlah, aku akan minta mereka menyiapkan minuman.”

“Gomawo hyung, hasil meeting tadi berikan padaku nanti saja~ kau juga bisa istirahat.”

“Baiklah~” Senyum Leeteuk lalu keluar darisana.

Kyuhyun merebahkan badan dikursi kebanggaannya itu lalu menghembuskan nafas lelah. Hampir saja namja cantik itu terlelap jika suara hp tidak mengejutkannya.

“Ck!! Siapa yang menggangguku?!” Umpatnya kesal.

Namun saat nama Siwon tertera disana, senyum manis langsung terpatri diwajah lelahnya.

“Ne, hyung?” Jawabnya.

~Kemarilah, hyung memasak untukmu.~

“Mwo? Kemana?” Mata Kyuhyun membulat.

~Apartemen, palliwa~

Siwon langsung memutuskan sambungannya bahkan sebelum Kyuhyun menjawab. Namun detik berikutnya, namja cantik itu langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi darisana.

Namjadengan rambut kecoklatan itu bergegas menuju apartemen kekasihnya untuk makan siang bersama. Sekaigus ia juga ingin menanyakan beberapa hal pada namja tampan yang sangat dicintainya itu.

Begitu tiba didepan pintu apartemen, Kyuhyun mengambil kunci yang sudah diberikan padanya. Lalu masuk kesana dalam diam, karena Siwon sangat serius didapurnya, ia tidak mendengar ada yang memasuki rumah mewahnya itu.

Kyuhyun hanya tertawa kecil mendengar namja tampan kekasihnya bersenandung didapur. Karena itu ia pun berjalan perlahan sambil berjinjit mendekati Siwon dari belakang. Begitu dekat Kyuhyun langsung menyusupkan lengan dipinggang kekasihnya.

“Kkamjjagiya?!!” Kaget Siwon dengan spatula yang terlempar kebelakang.

Kyuhyun langsung tertawa dengan senangnya namun tidak melepaskan pelukan itu, ia malah semakin menyamankan dirinya dipunggung bidang Siwon. Namja cantik itu memejamkan mata dan menghembuskan nafas leganya.

“Waeyo baby?” Tanya Siwon.

“Aku seperti pulang ke rumah.” Gumam Kyuhyun.

Siwon melipat tangannya diatas tangan Kyuhyun dan tersenyum senang. “Welcome home my baby~”

“Kau masak apa hyung?

” Samgyetang, baik untukmu.”

“Hari ini kau tidak kerja?”

Siwon melepas pelukan Kyuhyun lalu berbalik menghadap namja cantik kekasihnya itu. Tangan Siwon langsung menangkup kedua pipi Kyuhyun lalu mendekatkan wajah mereka berdua. Sambil tersenyum Siwon mengecup bibir Kyuhyun dengan manisnya.

“Aku hanya pergi sebentar, tidak ada yang penting, lalu aku kembali pulang.” Jawab Siwon.

“Untuk makan siang bersamaku.” Lanjut Kyuhyun.

“Absolutely~” Angguk Siwon cepat.

Kyuhyun tersenyum manis dan sedikit berjinjit untuk mengecup bibir Siwon singkat lalu beralih menuju meja makan. Siwon hanya bisa mendecak kesal saat badan Kyuhyun terlepas darinya. Padahal ia ingin melanjutkan ciuman singkat tadi menjadi lebih manis dan penuh perasaan.

‘Nanti juga bisa, Siwon’ Inner Siwon berkata.

“Arraseo~” Angguk Siwon lagi.

“Waeyo?” Tanya Kyuhyun mendengar suaranya.

“Ahh, aniya~ ayo makan~” Ajak Siwon cepat.

Dan mereka pun larut dalam makan siang yang hangat dengan obrolan kecil yang membuat keduanya senang. Setelah makan barulah Kyuhyun menjalankan niatnya semula yang ingin menanyakan beberapa hal pada kekasihnya itu.

“Apa ada sesuatu, baby?” Tanya Siwon saat melihat wajah gelisah Kyuhyun.

“Nanti saja, cuci piring sana.” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.

Namja berlesung pipi itu langsung tertawa dan melakukan seperti yang dikatakan Kyuhyun. Sementara namja cantik itu segera menuju ruang tamu dan merebahkan dirinya disana dengan memejamkan mata.

Tidak berapa lama Siwon juga mencari tempat duduk yang disisi kekasihnya yang masih diam tak bergerak. Beberapa detik Siwon menunggu, Kyuhyun masih dalam posisi yang sama hingga namja tampan itu gerah.

Siwon langsung menarik Kyuhyun dan merebahkan namja cantik itu diatas pangkuannya. Begitu Kyuhyun membuka mata, Siwon sedang menatap matanya dengan intens.

“Waeyo?” Tanya Kyuhyun.

“Seharusnya aku yang tanya itu.”

“Ck~”

“Apa yang kau pikirkan, hm?” Tanya Siwon memijat kening Kyuhyun dengan lembut.

“Bagaimana dengan proyek kalian?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Ahh, kami akan menyelesaikannya bulan ini.”

“Setelah itu?”

“Setelah itu?” Siwon pura-pura bodoh.

“Ck!! Kau akan pulang?! Kembali ke New York?!” Keluh Kyuhyun dengan bibir mengerucut.

“Owh~ ahahahaaha~ begitukah?” Wajah senang Siwon tidak dapat disembunyikan.

“Kau tertawa? Kenapa tertawa hyung?!”

“Aigooo~ kau sudah makan baby, kenapa masih kesal?”

“Shut up!”

Siwon langsung mengecup bibir Kyuhyun untuk mendiamkan kekasihnya. Lembutnya ciuman itu membuat bibir Kyuhyun tersenyum dengan manis. Merasa sudah baikan, Siwon pun melepaskan bibirnya dan tersenyum melihat mata kekasihnya itu.

“Aku akan tinggal disini.” Ucap Siwon dengan lembutnya.

“Mwo? J-jinjja?”

“Aku pasti akan tinggal disini, apa kau mau bersamaku?” Tanya Siwon serius.

Kyuhyun menatap wajah tampan yang sangat dekat dengannya itu, tanpa menjawab apa-apa ia langsung menarik leher Siwon dan memeluknya erat.

“Aku tidak rela kau pergi.” Jawab Kyuhyun pelan dilehernya.

“Itu artinya kau mau, baby~” Siwon langsung memeluk tubuh Kyuhyun sama erat dengan senyum merekah dibibirnya.

Dua dimple kebanggaan namja tampan itu terlihat begitu dalam membuat ketampanannya bertambah. Sementara Kyuhyun memejamkan mata diceruk leher kekasihnya itu merasakan kehangatan pelukan mereka.

Setelah beberapa menit Kyuhyun melepas pelukannya dan melihat wajah Siwon dengan penuh kekaguman.

“I love you, baby.” Ucap Siwon jelas.

“I-I love you too.” Jawab Kyuhyun tanpa perlu berpikir.

Detik berikutnya bibir mereka pun bertemu dalam ciuman yang manis dan penuh cinta. Saling memberi dan menerima rasa cinta yang mereka punya hingga keduanya merasa begitu bahagia.

Waktu terus bergulir dengan cepatnya menemani dua insan yang saling memadu kasih dan cinta. Tidak ada yang bisa menghentikan apapun yang dirasakan oleh keduanya, karena mereka sudah jatuh terlalu dalam pesona cinta.

Sampai akhirnya hari itu pun tiba…

Proyek yang dijalankan bersama itu menemui titik akhirnya, hingga gedung bertingkat yang megah itu pun terselesaikan. Siwon dan Seunghyun sama-sama puas dengan kinerja mereka selama tiga bulan ini.

Walau keduanya memiliki banyak pekerjaan lain tapi mereka bisa menyelesaikan gedung baru tersebut. Dan saat semuanya selesai, mereka pun mulai membuat kesepakatan baru. Gedung besar dengan tiga lantai itu akan dibuat menjadi sebuah Mall terbesar yang ada di Seoul.

Karena itu, seminggu setelah pembangunan resmi selesai, mereka akan mengadakan acara pembukaan secara besar-besaran. Para investor dan pemilik brand ternama akan menjadi undangan VVIP di acara tersebut. Mereka akan mengundang semua pengusaha yang ingin bekerja sama.

Dan hal itu tentu saja menjadi satu alasan kuat yang bisa membuat Siwon, Seunghyun dan Kyuhyun untuk bertemu disatu tempat yang sama. Saat Siwon menjelaskan hal itu pada Kyuhyun, namja cantik itu hanya bisa menatapnya dengan mulut terbuka.

“Aiigoo~ tenang saja baby, aku akan menahan diri.” Ucap Siwon menenangkan.

“Dari apa? Menahan diri dari apa?” Tanya Kyuhyun.

“Tentu saja darimu, dari pesonamu.” Jawab Siwon.

Kyuhyun langsung memutar bola mata namun kemudian memberikan Siwon smirknya yang memesona. Namja cantik itu langsung berlari menjauh saat Siwon ingin menangkapnya.

“Aku pulang dulu hyung, sampai ketemu besok.”

“Jangan lupa baju-mu sudah hyung pesan.”

Mata Kyuhyun langsung melebar sempurna mendengar penuturan itu, apa Siwon sudah gila? Jika baju dipesan bersama tentu saja itu akan menjadi baju pasangan. Apa kata dunia jika ada yang melihat mereka memakai baju yang sama?

“Apa kau gila hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Ani~” Siwon menggelengkan kepala dan menampilkan dimple kebanggaannya.

Kyuhyun pun hanya bisa menghela nafas lelasnya lalu segera keluar dari ruang kerja Siwon di hotel mewah itu. Namja cantik itu segera kembali ke kantornya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

Keesokan harinya, ketiga namja yang memiliki hubungan yang berbeda itu menjalani hari mereka dengan bekerja. Sebelum acara pembukaan dimulai, mereka masih melanjutkan pekerjaan masing-masing.

Hingga sampai sore harinya, Siwon sudah terlihat di tempat acara itu bersama Hyukjae sekretarisnya. Namja tampan itu menyambut tamu yang datang dengan senyum ramahnya. Memakai tuxedo berwarna hitam dipadu sapphire blue dengan turtle neck hitam.

Rambut yang dirapikan keatas membuat penampilan namja yang  sudah tampan itu menjadi lebih memesona. Dan saat Seunghyun tiba bersama tunangannya, Siwon tidak bisa menyembunyikan senyum manis dibibirnya.

Kyuhyun, kekasihnya terlihat begitu memesona dengan tuxedo hitam dipadu warna sapphire blue juga turtle neck hitam. Jika diperhatikan lebih detail, baju namja cantik itu pasangan dari baju yang dipakainya.

“Kau terlambat.” Ucap Siwon saat Seunghyun mendekatinya lalu berjabat tangan.

“Mianhae Siwon-ssi, aku harus mengikuti meeting penting.”

“Ahh arraseo~” Siwon menganggukkan kepala lalu berpaling melihat Kyuhyun. “Selamat datang Kyuhyun-ssi.” Ucapnya.

“Terima kasih sudah mengundangku.” Jawab Kyuhyun mengulurkan tangannya.

Siwon langsung menyambut dan menggenggam tangan itu dengan lembut. “Tentu saja kau harus datang.”

“Ayo masuk, acara akan dimulai.” Ucap Hyukjae mendekati mereka.

Seunghyun langsung mengikuti sekretaris Siwon, sementara Kyuhyun berjalan bersama namja tampan itu dibelakang mereka. Bahkan tangannya belum dilepas Siwon yang perlahan dibawa Siwon kedada lalu ke bibirnya.

Tanpa siapapun bisa melihat, Siwon memberikan kecupan lembut ditangan itu baru kemudian melepasnya. Kyuhyun hanya bisa menganga lebar dengan mata mengerjap tidak percaya.

Siwon tersenyum kecil dan menarik kursi duduk untuk namja cantik itu saat Seunghyun masih berjalan-jalan menjumpai tamu mereka.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun.

“Tenanglah baby, Seunghyun kembali.” Jawab Siwon.

Dan benar, tunangannya yang tampan itu sedang berjalan mendekati meja mereka lalu duduk disana. Hyukjae yang menjadi pemandu acara itu tentu saja berada diatas panggung dan berbicara dengan semangatnya.

Selanjutnya pembukaan mall itu dimulai dan berjalan bagaimana semestinya, para namja tampan itu pun bertukar cerita dengan penuh tawa. Kyuhyun mengikuti kegiatan itu dengan wajah riang, apalagi Siwon selalu memberinya senyuman hangat dan penuh cinta.

Seunghyun yang sangat serius dengan segala sesuatunya malah sibuk menjelaskan pada tamunya. Namja tampan itu juga menemani para klien mereka menerima plakat atau tanda jadi kerja sama mereka.

“Sepertinya akan berhasil.” Gumam Kyuhyun saat melihat antusias para pemilik toko.

“Tentu saja, jika sudah mencantumkan nama Siwon didalamnya, tanpa perlu dipaksa mereka akan masuk dengan senang hati.” Jawab Hyukjae dengan bangganya.

Kyuhyun berpaling melihat namja tampan kekasihnya yang sedang menatap wajahnya dengan mata berbinar. Langsung saja Kyuhyun memutar bola matanya dengan cepat, namja tampan itu memang pabo.

“Aku ingin berdua.” Bisik Siwon.

Hyukjae langsung berdehem dengan keras lalu memberi Siwon death glarenya. Namun yang terjadi namja dengan gummy smile itu terlihat menggemaskan membuat keduanya tertawa.

“Kalian tertawa!” Gerutu Hyukjae.

“Jeongsohamnida” Jawab Kyuhyun cepat, namun senyum manis masih terukir dibibirnya.

Tanpa sadar Hyukjae ikut tersenyum melihat wajah polos nan cantik itu, sampai suara Siwon membuatnya berpaling. “Waeyo?” Tanyanya.

“Jangan melihatnya seperti itu.” Jawab Siwon dengan wajah cool-nya.

“Pabo~” Gerutu Hyukjae.

Kyuhyun hanya bisa tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan punggung tangan. Melihat hal itu Siwon langsung berdiri dan melihat wajah cantik itu sekejap lalu berjalan menuju kamar mandi.

Seolah Kyuhyun tahu apa yang dikatakan Siwon lewat matanya, ia pun berdiri perlahan dan meninggalkan meja mereka. Hyukjae hanya bisa menghembuskan nafas lelahnya lalu kembali menikmati malam itu sendirian.

Sementara Siwon terus berjalan bukan mencari kamar mandi, tapi ia melihat ruangan sepi yang tidak dilewati siapapun. Kyuhyun yang mengikuti tidak jauh dibelakangnya berjalan perlahan kemana ia akan berhenti.

Saat tiba ditempat tujuannya, Siwon berdiri menunggu dengan hati yang berdebar kencang dan rindu yang membuncah. Walau hanya sehari tidak melihatnya, Siwon merasa seribu tahun sudah terlewatkan.

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun pelan.

“Ne…” Jawab Siwon keluar dari balik pintu ruangan kosong itu.

Dua namja yang saling jatuh cinta itu bertatapan dengan segala cinta yang mereka punya. Tanpa menunggu lagi, Kyuhyun langsung menghempaskan dirinya dalam pelukan hangat kekasihnya itu.

“Nan neoreul bogoshiposo~” Ucap Siwon mengeratkan pelukannya. “Aku sudah ingin memelukmu sejak melihatmu tadi, baby~”

Kyuhyun hanya tersenyum dan semakin membenamkan wajahnya dileher namja tampan kekasihnya itu. Debaran didadanya berpacu bersama detak jantung Siwon yang tidak ingin melambat.

Setelah beberapa menit Siwon pun melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Kyuhyun dengan lembut. “Kemarilah~”

Namja tampan itu membawa Kyuhyun menuju pinggiran dinding gedung itu yang menghadap pemandangan malam kota Seoul yang indah. Siwon bersandar disalah satu pilar besar yang bisa menyembunyikan keberadaannya. Lalu ia membawa Kyuhyun kedepannya dan memeluk namja cantik itu dari belakang.

Dengan satu tangan dipinggang dan satunya lagi membekap dada Kyuhyun seolah memerangkap kekasihnya. Kyuhyun hanya tertawa kecil dan bersandar sepenuhnya didada bidang kekasihnya itu yang penuh kehangatan.

Sebelah tangannya ia letakkan diatas tangan Siwon dan sebelahnya lagi untuk memeluk lengan Siwon yang ada didepannya. Dengan helaan nafas lega, Siwon membenamkan wajahnya dileher Kyuhyun dan tersenyum puas.

“Aku sangat ingin memelukmu saat melihatmu tadi, baby~ kau begitu memesona.”

Kyuhyun tertawa kecil sambil menepuk-nepuk tangan Siwon dipinggangnya. “Kau sangat merindukanku ne?”

“Sedetik rasanya seribu tahun.”

“Aiish~”

“Aku merasa cukup hanya dengan memelukmu seperti ini.” Siwon semakin mengeratkan pelukannya bahkan sampai ia memejamkan mata merasakan kehangatan kekasihnya itu.

“Mmm, hanya dengan memeluk?” Tanya Kyuhyun.

“Hmm~ kau ingin lebih?” Siwon balik bertanya dengan alis terangkat.

“Aniyo!! Paboya!!” Bantah Kyuhyun cepat dengan pipi memerah.

“Kau tahu aku tidak akan pernah puas jika itu berkaitan denganmu.” Siwon menggesekkan hidungnya dileher Kyuhyun dengan pelan. “Jika mau aku juga bisa memilikimu sekarang juga, tapi tidak saat Seunghyun ada disana.”

Kyuhyun tersenyum senang dan berpaling sedikit hingga bibirnya mengenai pipi Siwon. Dan ia memberikan ciuman kecil nan manis disana. Mata Siwon membesar dengan imutnya, dan detik berikutnya ia langsung menghujani leher dan wajah Kyuhyun dengan ciuman kecilnya.

Bahkan namja tampan itu berbicara sambil terus memberi kecupan membuat Kyuhyun tertawa dengan senangnya. Siwon mengatakan akan memberikan 1000 ciuman agar Kyuhyun mengingatnya saat mereka tidak bersama.

“Hyung paboo~” Gerutu Kyuhyun untuk kesekian kalinya

“Apa kau menghitungnya?” Tanya Siwon.

“Aniyo!!” Bantah Kyuhyun cepat. “Untuk apa dihitung?”

“Ciuman yang ke 1000 akan masih terasa sampai kita bertemu lagi.”

“So cheesyyyyy~” Kyuhyun memejamkan mata dan merebahkan kepalanya di bahu Siwon.

Dan tanpa sengaja leher jenjang miliknya pun terpampang jelas didepan mata Siwon walau tertutupi dengan turtle necknya. Tanpa bisa menahan diri namja tampan itu langsung menyibak kerah itu dan memberikan kecupan manis disana.

Disertai tanda kepemilikan yang membuat Kyuhyun melenguh pelan namun mendecak diakhirnya. Siwon tidak pernah mendengarkan perkataannya, selalu mencari kesempatan dalam kesempitan.

“Kau milikku, baby~” Bisik Siwon ditelinganya.

Kyuhyun terpaku sesaat mendengar kata itu namun selanjutnya ia berbalik perlahan dan membenamkan wajahnya dileher jenjang Siwon. Ia bersandar sepenuhnya dalam kehangatan itu dan berharap waktu saat ini akan berhenti berputar.

“Apa yang akan terjadi kedepannya, hyung?” Tanya Kyuhyun tanpa merubah posisinya. “Bagaimana dengan masa depan kita?”

“Aku masih belum tahu, baby~”

“Tapi kita tidak bisa seperti ini terus, Seunghyun akan semakin terluka.”

“Apa yang harus aku lakukan? Membawamu kabur dari sini?”

“Apa kau bisa?” Kyuhyun menatap wajah tampan itu.

“Aku bisa segalanya.” Jawab Siwon serius.

“Aku tidak bisa meninggalkannya, bagaimana dengan orang tuaku, relasi mereka, aku tidak bisa hyung.”

“Karna itu, jangan pikirkan apapun.” Siwon menangkup pipi kanan Kyuhyun dan memainkan ibu jarinya disana. “Aku ingin bersamamu.

“Aku juga, hyung.”

“Tapi sekarang kita harus keluar, tidak ingin ada yang curiga kita menghilang lama, bukan?”

“Eumhm~” Angguk Kyuhyun.

Dan Siwon pun mendekatkan wajah mereka hingga bibir keduanya bertemu dalam ciuman yang manis penuh perasaan. Setelah merasa puas keduanya pun sedikit menjauh namun dengan hidung yang masih bersentuhan.

“Saranghae~” Bisik Siwon.

“Nado saranghae.”

Dengan sengum manisnya Siwon langsung beranjak dan membawa Kyuhyun pergi dari sana sambil bergandengan tangan. Namun saat mulai dekat dengan tempat acara itu keduanya mulai menjauh dan Kyuhyun memilih keluar lebih dulu.

Hyukjae hanya bisa menggelengkan kepalanya sementara Seunghyun hanya meihat kekasihnya dengan wajah cool-nya.

Dan acara itu pun berlangsung dengan meriah dan sukses sampai semuanya selesai. Dengan begitu kerja sama Siwon dan Seunghyun pun berakhir untuk 1 proyek besar. Setelahnya mereka pun berpisah dan kembali ketempat masing-masing seperti yang seharusnya.

Tapi tidak dengan dua insan yang diselimuti dengan cinta yang dalam.

Hari-hari terus berlalu dengan sendirinya, hubungan pun terus berlanjut tidak dapat dipisahkan lagi. Begitu juga cinta yang semakin melekat satu sama lain.

Begitulah yang terjadi dengan Siwon dan Kyuhyun, dua insan yang menjalin cinta terlarang. Cinta yang tidak dipaksakan dan tidak dapat dipisahkan walau menyakiti seseorang didalamnya.

Siwon yang sanggup melakukan apa saja untuk mendapatkan namja cantik itu disisinya. Begitu juga Kyuhyun sudah melepaskan segalanya untuk bisa bersama Siwon kekasih hatinya, bahkan tunangannya sendiri.

Karena itu Kyuhyun terlihat lebih sering pulang kerumah kekasihnya daripada apartemen Seunghyun yang sudah bertahun dihuninya. Dalam seminggu namja cantik itu bisa menghabiskan waktunya 4 malam dirumah Siwon.

Dengan memakai alasan yang klise namun sangat meyakinkan, Kyuhyun selalu berhasil menghindari kecurigaan Seunghyun. Empat hari dalam seminggu Kyuhyun tidak membawa mobilnya karena ia lembur dikantor sampai pagi. Namun yang terjadi, setelah semua karyawan-nya meninggalkan kantor, sebuah Audy mewah datang menjemputnya.

Siwon sengaja menjemputnya di kantor karena ia tidak ingin Kyuhyun berjalan kaki menuju apartement-nya. Padahal Kyuhyun tidak ingin orang lain selalu melihat kebersamaan mereka yang bisa menimbulkan kecurigaan.

Tapi, tentu saja…sepandai-pandainya tupai melompat suatu hari ia akan jatuh juga. Begitu juga dengan kebohongan, serapat apapun ditutupnya pasti akan tetap ketahuan.

Berulang kali Seunghyun merasa ada yang berbeda dengan namja cantik tunangannya, Kyuhyun. Namun berulang kali juga Seunghyun mencoba menyangkalnya sendiri. Tapi semakin hari berlalu semakin jelas ia melihat bahwa Kyuhyun menyembunyikan sesuatu.

Seunghyun mencoba bertahan dengan kepercayaan yang ia berikan pada tunangan sekaligus dongsaengnya itu. Bertahun bersamanya membuat Seunghyun yakin bahwa Kyuhyun tidak akan mengkhianatinya.

Tapi yang terjadi, Kyuhyun selalu pulang dengan tanda merah yang tidak bisa disembunyikan dilehernya. Seunghyun bukan anak kecil yang tidak tahu apa dan bagaimana tanda itu didapatkan.

Hingga suatu hari akhirnya, namja dengan wajah rupawan itu memutuskan untuk melihat kebenaran itu dengan matanya sendiri. Dan apa yang didapatnya malam itu membuat segala kepercayaan yang dibangunnya runtuh seketika.

Bersama kecupan manis yang diberikan Siwon dibibir Kyuhyun saat namja cantik itu keluar dari loby kantornya. Setelahnya Audy putih itu langsung melaju keluar dari area perusahaan tunangannya. Dengan cepat Seunghyun menguasai diri dan mengemudikan mobilnya mengikuti mereka.

Betapa terkejutnya ia melihat apartement yang mereka masuki berada tidak jauh dari kantor Kyuhyun. Dan Seunghyun yakin, Siwon sengaja membeli apartemen itu agar ia bisa dekat Kyuhyun, tunangannya.

Hati Seunghyun begitu remuk saat ia melihat tunangannya dicium namja lain yang merupakan rekan kerjanya. Dan sekarang hatinya yang sudah hancur diinjak-injak Siwon dengan gampangnya.

Namja tampan itu menggertakkan giginya saat mobil Siwon memasuki garasi yang menuju lantai atas bangunan. Tangan Seunghyun mencengkram stir mobilnya dengan kuat sampai buku jarinya memutih.

“Brengsek!!!!” Umpat Seunghyun akhirnya memukul stir mobilnya. “Apa salahku, Kyu?” Tanyanya kemudian menyandarkan keningnya disana.

Sedikit lama, Seunghyun diam terpaku sambil memejamkan mata dan menenangkan deru nafasnya yang memburu dipenuhi amarah. Setelah merasa tenang, namja tampan itu langsung membelokkan mobil menuju jalan utama dan kembali ke apartemen miliknya.

Sampai disana ia langsung menuju kamar mandi dan memilih menyegarkan pikirannya dengan air hangat. Namja tampan itu duduk didalam bath up dengan air shower menerpa tubuhnya yang masih memakai pakaian kerja.

Entah berapa lama ia berada disana sampai kelelahan menerpa dan ia merebahkan dirinya di tempat tidur. Tempat tidur yang selalu dibaginya bersama Kyuhyun.

Sambil memikirkan waktu yang dihabiskannya bersama namja cantik itu, akhirnya Seunghyun pun tertidur. Terlelap untuk melupakan luka hatinya, semoga ia bisa mencari mengobat dalam mimpinya.

Keesokan harinya.

Seunghyun kembali bangun dari tidurnya dan menyadari kenyataan bahwa tunangannya sudah memiliki pelabuhan hatinya yang lain. Tanpa mengeluh atau apapun namja tampan itu segera menuju kamar mandi dan bersiap-siap ke kantornya.

Bahkan ia sengaja melupakan mengirim pesan paginya pada Kyuhyun, yang saat ini pasti berada dalam pelukan Siwon. Mengingat hal itu membuat Seunghyun ingin menghancurkan apapun yang ada didepannya.

Namun amarah itu selalu bisa ia tahan seperti ia menahan diri untuk tidak menyentuh Kyuhyun. Bertahun-tahun Seunghyun menahan dirinya agar tidak menyentuh atau memaksa namja cantik itu. Tapi yang terjadi, dengan senang hati Kyuhyun menyerahkan dirinya pada orang lain.

“Semuanya harus berakhir.” Gumam Seunghyun.

**

Sementara ditempat lain.

“Bangun Kyu~” Ucap Siwon pada kekasihnya.

Namja cantik yang menggemaskan itu masih saja bergelung dalam selimutnya yang hangat. Sementara Siwon sudah memakai pakaian kerjanya dan siap berangkat memeriksa lokasi pekerjaannya.

“Hyung, pergilah~ aku masih ngantuk.”  Ucap Kyuhyun dibalik selimut.

“Kau tidak ke kantor?”

“Nanti saja, hari ini tidak ada meeting~”

“Baiklah, hyung pergi dulu.” Ucap Siwon.

Langsung saja selimut Kyuhyun terbuka menampilkan wajah sulking dengan mata terpejam dan mulut mengerucut. Siwon hanya bisa tertawa kecil lalu mendekat dan mengecup bibir Kyuhyun sekilas lalu mengecup keningnya penuh sayang.

“Hyung pergi dulu, take care~”

“Hmm~” Jawab Kyuhyun dan kembali menutup kepalanya.

Namja cantik itu bermalas-malasan diranjang Siwon yang hangat sampai pertengahan hari. Setelah merasa cukup, Kyuhyun segera bersiap-siap menuju kantornya dengan taxi. Sampai disana ia hanya menghabiskan waktu bermain game didalam ruangannya.

Bahkan game itu juga dengan cepat membuat Kyuhyun merasa bosan. Ia tidak punya semangat untuk melakukan apapun selain menunggu pesan dari Siwon dan membalasnya.

Saat siang hari Siwon tidak menemuinya untuk makan siang bersama karena kesibukan namja tampan itu. Dan itu membuat mood Kyuhyun semakin buruk seiring dengan jam yang berganti malam.

Setelah mengatakan pada Siwon bahwa ia akan pulang ke apartemen-nya, Kyuhyun segera keluar dari kantornya itu. Leeteuk sudah memanggil taxi untuknya hingga ia bisa segera pulang menuju apartemennya.

**

Tidak seperti biasanya, Seunghyun belum tiba dirumah, padahal seringkali namja tampan itu yang lebih dulu pulang. Tanpa banyak berpikir Kyuhyun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia memilih merilekskan tubuhnya dengan berendam di air hangat beraroma vanilla.

Lebih dari satu jam kemudian, barulah Kyuhyun keluar dan terlihat segar. Namja cantik itu segera mencari piyama tidurnya karena ia merasa tidak ingin pergi kemanapun lagi. Jam sudah menunjukkan pukul 20.07, tapi Seunghyun belum menampakkan wujudnya disana.

Kyuhyun memilih untuk bermain game sambil menunggu tunangannya itu agar mereka bisa makan bersama. Namun belum pun psp-nya dibuka, suara ketukan dipintu membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Seunghyun hyung membawa kunci, kenapa harus mengetuk?” Tanya Kyuhyun.

Tapi pertanyaan itu dijawab dengan ketukan yang semakin banyak dan tidak sabaran. Sambil berdecak kesal Kyuhyun pun berjalan ke pintu dan membukanya dengan cepat. Nampaklah Seunghyun berdiri dengan kepala tertunduk dan baju yang sedikit berantakan.

“H-hyung?” Panggil Kyuhyun.

Seunghyun langsung mendongakkan kepalanya mendengar suara yang sangat dirindukannya itu. Sebaris senyuman manis terpatri dibibir namja tampan itu saat wajah cantik Kyuhyun didepannya. Tapi itu semua sangat berbeda dengan Kyuhyun yang kini menatapnya dengan mulut terbuka.

“H-hyung, kau mabuk?!” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Huh? Mabuk? Aku? Aniya~” Jawab Seunghyun mengibaskan tangannya.

“Apa maksudmu tidak!! Matamu tidak fokus hyung!!”

Seunghyun langsung masuk kedalam dan seketika menarik Kyuhyun dalam pelukannya. “G-gwenchana~ baby gwenchana~” Ucapnya.

“H-hyung lepaskan!” Berontak Kyuhyun sekuat tenaga.

“Waeyo? W-wae? Aku merindukanmu~” Seunghyun mencoba mengecup bibir Kyuhyun tapi tidak bisa.

Kyuhyun berpaling melihat kearah lain membuat Seunghyun terdiam namun namja tampan itu tidak berhenti disana ia langsung mengalihkan sasarannya menuju leher jenjang Kyuhyun yang terbuka. Sekali lagi Ia harus menelan kepahitan saat tanda merah yang masih segar itu ada disana.

Mengalihkan perhatiannya, Seunghyun langsung mengecup leher Kyuhyun tanpa segan. Sedang Kyuhyun terus meronta melepaskan diri, tapi Seunghyun malah mengeratkan pelukannya.

“Hyung!! Apa yang kau lakukan?” Tanya Kyuhyun menjauhkan dirinya.

“Wae?” Tanya Seunghyun tidak peduli.

“Jangan seperti itu, kau tidak sadar, hyung.” Kyuhyun berusaha menjauhkan wajah Seunghyun saat namja tampan itu ingin mengecup lehernya lagi.

“Waeyo? Kenapa tidak boleh? Kau tunanganku.”

“Hyung, jebal~ lepaskan, jangan seperti ini.”

Seunghyun tidak mendengarnya, ia malah fokus untuk membuka kancing piyama Kyuhyun yang berada didepan. Segala macam gerakan Kyuhyun untuk berontak, semua ditahannya dengan cepat. Sampai dua kancing baju itu terlepas dan menampakkan dada putih Kyuhyun, Seunghyun menatapnya dengan lapar.

Dengan cepat namja tampan itu mengecup leher tunangannya itu berkali-kali tanpa bisa dicegah. Bahkan pelukan Seunghyun yang semakin erat membuat tubuh Kyuhyun kesakitan dan nafasnya tertahan.

Sampai akhirnya…

“H-HYUNG?!?!” Sentak Kyuhyun.

Seketika Seunghyun berhenti dan terdiam sesaat, namun kemudian ia pun melepas pelukannya melihat tunangannya itu.

“Kau menyakitiku…” Ucap Kyuhyun pelan.

“WAE?!” Teriak Seunghyun tiba-tiba. “Naega wae?!?!

Mendengar suaranya tanpa sadar Kyuhyun memundurkan langkahnya dan menatap Seunghyun tidak percaya. Melihat gerakan Kyuhyun, namja tampan itu pun berjalan kedepan dengan cepat.

“Kenapa? Kenapa kau menolaknya? Kenapa Kyu??” Tanya Seunghyun dengan penuh emosi.

“H-hyung…ke-kenapa seperti ini?” Tanya Kyuhyun.

Seunghyun langsung mencengkram lengan Kyuhyun dengan kuat. “Kenapa aku tidak boleh menyentuhmu? Aku tunanganmu!!” Geram Seunghyun sambil menggertakkan giginya.

“A-aku belum siap…ki-kita…”

“Huh? Belum siap? LALU INI APA?!?!” Tanya Seunghyun sambil menarik kerah leher Kyuhyun.

Dan terlihat beberapa tanda merah yang hampir menghilang disana. Mata Kyuhyun melebat sempurna mendengar pertanyaan Seunghyun. Apa yang harus dikatakannya? Semua ini terlalu cepat baginya.

“APA KYU?!?! APA?! SELAMA INI KAU MEMBOHONGIKU???” Ulang Seunghyun.

“H-hyung itu…aku…”

“Kau alergi? Digigit nyamuk? Huh? Alergi apa?!! Aku tidak bodoh Kyuhyun.” Ucap Seunghyun sambil menekan cengkramannya hingga Kyuhyun meringis kesakitan.

“H-hyung, lepaskan, tanganku sakit.”

“Lalu bagaimana dengan hatiku!?” Tanya Seunghyun penuh amarah. “Bagaimana??”

“H-hyung…”

“Bertahun-tahun aku menahan diri tidak menyentuhmu, selama itu pula aku berjanji untuk menjagamu! Menjaga dirimu seutuhnya dengan alasan kita belum menikah, aku tidak ingin memaksamu karna aku menyayangimu, lalu apa yang kau lakukan??” Seunghyun mencengkram dada-nya yang terasa begitu sakit.

“Apa salahku Kyu? Apa yang kurang dariku? Kenapa kau tega melakukannya?”

“H-hyung…ak-aku…” Suara Kyuhyun tercekat ditenggerokannya.

Melihat wajah terluka Seunghyun ternyata sama seperti melukai dirinya sendiri. Walau tidak mencintainya, tapi Kyuhyun sangat menyayangi namja tampan itu. Kebaikan Seunghyun untuknya tidak akan pernah ada habisnya.

Dan sekarang, ia sudah melukai dan menyiakan kebaikan itu, tidak ada tempat untuknya berkilah, apalagi bersembunyi.

Seunghyun tahu semuanya.

“Aku tidak percaya Kyu, aku tidak ingin percaya sampai aku melihatnya sendiri.”

Kyuhyun hanya bisa menundukkan kepalanya.

“Berapa lama?” Tanya Seunghyun tiba-tiba.

“Huh? Ap-apa?”

“Berapa lama kalian berhubungan dibelakangku?” Tanya Seunghyun lagi dengan penuh penekanan.

“Se-sejak dia kesini.”

“Mwo? Sejak kami mulai berbisnis? Dan kau juga memulainya? Heh! Seharusnya aku tahu.”

“Hyung, mianhae, jeongmal mianhae.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Seberapa jauh? Seberapa jauh kalian berhubungan? Dia menciummu? Kau juga tidur dengannya? Itu yang kau inginkan?! Apa dia begitu hebat?!”

Bhug!!

Tanpa sadar Kyuhyun sudah meninju pipi Seunghyun dengan sangat keras. Seharusnya Kyuhyun menghantam perut tampan itu dengan tinjunya, tapi kepalan tangannya yang melayang dipipi Seunghyun.

“Hehh~” Sinis Seunghyun sambil mengusap bibirnya dengan punggung tangan.

Selanjutnya ia sudah mencengkram kedua lengan Kyuhyun dan menatap wajah cantik itu penuh amarah. “Sejak kapan?” Tanyanya sambil menggertakkan giginya

“Kapan kalian bertemu?! Kapan dia melihatmu?!”

“Di-di Jeju.” Ringis Kyuhyun merasa kesakitan.

“Saat itu? Hooo, kau langsung tidur dengannya? Pertama kali?”

Kyuhyun memalingkan wajahnya kearah lain membuat Seunghyun bisa menebak jawabannya sendiri. Perlahan tangannya pun seketika terlepas dari lengan Kyuhyun dan Seunghyun berdiri dengan bahu terkulai.

“Aku tidak tahu kau semurah itu Kyu.”

“Jaga mulutmu!!” Bantah Kyuhyun.

“Bertahun bersamaku kau tidak pernah mengungkitnya, tapi sehari bersamanya kau menyerahkan segalanya, lalu apa artinya diriku, Kyu?? Sedikit pun kau tidak mencintaiku? Apa sedikit pun aku tidak berharga untukmu?”

“H-hyung?! Bukan begitu.”

“Lalu apa?!”

“Mianhae, hyung aku minta maaf, Aku tidak bermaksud menyakitimu, malam itu kami sama-sama mabuk, semuanya terjadi begitu saja, aku tidak bisa mengatakannya padamu, mianhae.”

“Lalu sekarang? Apa kalian masih mabuk? Kalian selingkuh dibelakangku apa dalam keadaan mabuk?! Begitu?!”

“Mianhae, jeongmal mianhae~” Tidak ada yang bisa dikatakan Kyuhyun lagi selain mengakui semuanya.

“Pernahkah kau mencintaiku? Dalam hatimu, pernahkah rasa itu ada? Katakan dengan jujur Kyuhyun, apa kau mencintaiku?!”

“A-aku menyayangimu, hyung.” Jawab Kyuhyun menatap Seunghyun dengan airmata yang sudah berlinang.

“Hanya itu saja?” Tanya Seunghyun dengan suara melemah.

“M-maafkan aku hyung, jebal~ maafkan aku, aku sungguh-sungguh menyayangimu, aku tidak bermaksud membuatmu terluka seperti ini, aku minta maaf.” Ucap Kyuhyun sungguh-sungguh.

Seunghyun menatap mata bulat cantiknya itu dalam mencari kejujuran didalamnya. Saat ia menemukannya, namja tampan itu hanya bisa menghela nafas pasrah. Dia memang tidak pernah bisa menghancurkan kilauan mata Kyuhyun.

Seunghyun harus mengalah.

“Baiklah, aku memaafkanmu.” Jawab Seunghyun akhirnya membuat Kyuhyun terbelalak.

“H-hyung…”

“Istirahatlah, aku mau mandi.” Jawab Seunghyun berjalan lunglai ke kamar mandi.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun membuat Seunghyun berhenti dan menarik nafas panjang.

“Sudah cukup, lupakan segalanya, aku juga akan melupakannya, karna itu kembali padaku dan kita mulai semuanya dari awal.” Ucap Seunghyun lalu kembali berjalan meninggalkan Kyuhyun yang terpaku ditempatnya.

“Tapi aku tidak bisa, hyung.”

“Mwo?” Seunghyun menatapnya tidak percaya.

“Aku sangat menyayangimu, tapi Siwon…dia…aku…mencintainya.” Ucap Kyuhyun akhirnya. “Aku mencintainya hyung, sungguh mencintainya.”

Seunghyun hanya bisa tertawa lelah sambil menggelengkan kepalanya.

“Jika kau merasa bersalah, akhiri semuanya dan lupakan Siwon.” Ucap namja tampan itu terakhir kalinya lalu masuk ke kamar mandi dan menutup pintu itu dengan kasar.

“Hyung…” Gumam Kyuhyun pelan dan ia pun jatuh terduduk dilantai.

**

Hampir satu jam kemudian barulah Seunghyun keluar dari kamar mandi, karena namja tampan itu memilih untuk menenangkan dirinya disana. Setelah mengeringkan rambut basahnya dan memakai piyama tidur, barulah Seunghyun sadar ruangan itu begitu senyap.

Dengan cepat ia menuju kamar tidurnya dan mendapati ruangan itu gelap dan tidak ada orang. Dimana Kyuhyun.

“Kyu…” Panggil Seunghyun.

Tidak ada jawaban.

“Kyunnie~” Panggilnya lagi menuju balkon kamarnya.

Tapi tidak ada siapapun disana yang membuat Seunghyun menyadari bahwa Kyuhyun sudah pergi meninggalkannya. Saat Seunghyun ingin keluar dari kamar, secarik kertas bergerak diatas meja nakas mereka.

Dengan cepat Seunghyun menyambar kertas itu dan mendapati tulisan tangan Kyuhyun disana.

“Aku tahu aku salah, aku juga tahu ini tidak seharusnya, tapi aku ingin bersamanya, aku harus bersama Siwon. Mianhae hyung, jeongmal mianhae.”

Kaki Seunghyun sudah tidak sanggup menopang tubuhnya lagi, hingga ia pun jatuh merosot kelantai. Tangannya menggenggam erat kertas kecil berisikan memo dari Kyuhyun. Ia merasa hatinya yang sudah hancur berkeping kini diremukkan kembali.

Kyuhyun meninggalkannya. Namja cantik tunangannya itu memilih kekasihnya, apa yang harus dilakukan Seunghyun? Merelakannya?

Membiarkan Kyuhyun hidup bahagia bersama Siwon, apa Seunghyun bisa?

Tbc…

Bisalah bang, biarkan saja mereka..ahahahha~

Hai-hai~ sepertinya ff ini mau ke akhirnya deh😂😂

Oh ya..maaf ya kalau Vie tidak pernah membalas komentar kalian..tpi Vie baca semuanya, Vie sangat senang karenanya.. Walo tidak Vie balas tpi koment kalian sangat berharga..

Kalian tau kan? You all my precious~

Sampai jumpa di ff lain nee..

With love,

Vie.

Drunk Over

Drunk Over

A Wonkyu story

By. Arjiobriant

 

At apartemen

 

Rasanya akhir-akhir ini tugasnya makin menggila sebagai salah satu vice persident di perusahaan ayahnya. Pria bermarga choi sesekali mendesah lelah memijit tengkuknya, tubuh kekarnya bukan jaminan dia dapat terus bertahan dalam situasi tidak menyenangkan ini.

Beberapa bir dingin mungkin dapat menetralkan penatnya, meskipun hari ini merupakan akhir pekan baginya sama saja dia pasti akan dikejar sekretarisnya untuk memenuhi jadwal yang dia buat.

Bahkan hari ini adalah hari special untuknya, tapi ia tidak bisa menikmatinya bersama kekasihnya tercinta. Walaupun demikian namja itu tetap tersenyum kecil, dadanya sedikit ada rasa meletup senang mengingat mereka akan menghabiskan waktu bersama.

Hanya bertemu beberapa jam, jalan-jalan menghabiskan waktu bersama, mengenggam jemari lentik pucat yang selalu nampak rapuh dimatanya. Sesekali melihat ekspresinya yang berubah-ubah, atau kata-kata kurang ajarnya dari bibir cherry yang selalu menggodanya untuk segera dicicipnya.

Ya, itu akhir pekan yang normal baginya yang memiliki kekasih, namun akhir pekan ini berbeda. Pria manis kekasihnya itu sedikit lebih sibuk dan namja tampan itu tidak dapat berbuat banyak akan hal tersebut.

Tapi pikiran senang akan menghabiskan sisa ulang tahunnya bersama namja manis kekasihnya membuat namja berlesung pipi itu kembali bersemangat. Beberapa kaleng bir tetap menemaninya bersama kue ulang tahun kecil yang sudah disiapkan.

Namun entah berapa lama ia menunggu, sampai akhirnya terlelap sendirian di sofa ruang tamunya.

**

Matanya yang terlelap beberapa jam usai menegak bir tersadar, ia terbangun dari tidur sambil duduknya dengan kepala pusing. Suara dering hp membuatnya sadar bahwa ia tertidur cukup lama. Dengan malas ia menjulurkan tangannya meraih smartphone yang ada di coffee table.

‘bisakah kau membuka pintunya?’

-ChangminShim-

Matanya menyirit melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 2 dini hari, dan what the hell namja jangkung itu ke apartemennya pada jam segini? Apa yang diinginkannya?

Oke, mata kantuknya terpaksa membuka dengan malas, tapi dia tetap berjalan menemui namja yang sudah lama menjadi sahabat kekasihnya itu. Dan ternyata dia tidak sendiri, Shim Changmin bersama seseorang yang sangat dia kenal sedang bergelayut dilengannya.

Cho Kyuhyun, kekasihnya.

Dalam keadaan hangover namja manis itu dengan susah payah dipapah Changmin memasuki apartemen mereka. Oh, jangan lupakan bau alkohol yang sangat menyengat itu yang bisa membuatmu mual.

Belum sempat si pemilik apartemen bertanya Changmin sudah menjelaskan lebih dulu. “Orang tuanya tidak suka dia hangover seperti ini, jadi aku membawanya kemari.”

Alasan klise yang membuat namja tampan pemilik apartemen itu memutar bola matanya.

“Kau tidak mencegahnya?”Tanyanya dengan nada suara yang ditekan dan dengan perasaan sebal ia meraih tubuh Kyuhyun yang masih meracau dalam tidurnya itu.

Changmin mengangkat bahunya.“Kau tahu sendiri bagaimana watak kekasihmu ini, dan bukan wine lagi yang dia jamah, dia menegak whisky dan rum.” Ujarnya santai setelah melepaskan namja manis itu.

Namja tampan itu menatap sendu kekasih manisnya, kemudian menatap Changmin kasihan. Mungkin saja kekasihnya sudah berbuat macam-macam dan merepotkan pria jangkung itu.

“Kau tidak menyetirkan? Mau menginap disini?”

Changmin sedikit melirik isi apartemen, mungkin dia berharap ada beberapa camilan namun nihil.

“Sepertinya lain kali, aku menyewa supir dan supirnya masih dibawah menungguku.” Well, Changmin tidak ingin terkena skandal meski pamornya tidak sehebat dulu tapi dia tetaplah idol senior yang harus menjaga image.

“Ah, aku minta maaf merepotkanmu.”Namja tampan itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Akulah yang berterima kasih padamu hyung, tolong jaga sahabatku.”Changmin sedikit melirik Kyuhyun yang sudah terbaring disofa usai memakai kembali sepatunya.

Pria bermarga choi itu hanya tersenyum mengantar Changmin hingga foyer.Lalu dia segera kembali ke dapur mengambil air es dan mencari aspirin dikotak obat.

“Wonniee~~”

Lenguh Kyuhyun dengan mata sayunya mencoba untuk duduk namun pusing hebat menghalanginya.

“Iya sayang, aku disini.”Jawabnya cepat sambil meletakkan air es di coffee tabble lalu menghampiri sang kekasih dan membantunya duduk dengan benar.

“Khhap-pan kita ke paris.. eumm.. eumm…?!” Tanya Kyuhyun tidak jelas.

Kini tangan lentik nya menusuk-nusuk dimples dipipinya tak menghiraukan tangan kekasihnya yang membawakannya aspirin dan air es.

Sebernarnya namja tampan itu bahagia jika Kyuhyun manja padanya, hanya saja ini pada saat dia mabuk dia tidak tahu jika Kyuhyun mempunyai sifat lain seperti ini.

Ini hal baru baginya.

“Saat kau tidak sibuk sayang, kita akan pergi kesana.” Oke setidaknya dia cukup harus berusaha memberi pengertian kepada kekasih manisnya meski dalam keadaan mabuk.

“Tapi kau berjanji jiiiiika sekarang mengajakku melihat kembang aaaapi di bawah menara eifell.” Kyuhyun merentangkan tangannya seakan sedang menatap kembang api hingga tubuhnya terhuyung dan lengan kekar itu langsung mendekapnya.

Namja choi itu menyirit mendesah lelah, ternyata ini akan menjadi lebih sulit dari yang dia kira.

Kyuhyun hanya terkekeh dalam pelukan lengannya, menatap onix tajam itu lalu menciumnya sekilas sambil tersenyum.

“Aku mencintaimu Siwon.”

Tiga kata yang selalu dia ingat dalam memori otaknya,

Hanya dengan tiga kata itu membuatnya bergetar, dadanya sedikit sesak, pandangannya menjadi sedikit buram seakan akan cairan itu akan terjun bebas kapanpun.

Tiga kata yang selalu dia harapkan.

“Eoh, kau tidak menjawab?! Apa kau tidak mencintaiku?” Tanya Kyuhyun.

Merasa didiamkan bibir Kyuhyun mencebik kesal dan ia membuang muka. Namja choi itu tersenyum geli tersadar dari lamunannya,

Namja tampan itu menarik dagu Kyuhyun perlahan dan mengecup sudut bibirnya dengan lembut, lalu berbisik pelan selagi hidung mereka bersentuhan dengan nafas memburu. Ia pun berujar kata magis baginya.

“Saranghae, nae sarang.”

Wajah pucat Kyuhyun yang memerah, kini semakin memerah, hampir saja namja manis itu mimisan menahan gejolak tekanan darah yang tiba-tiba diotaknya. Dengan cepat dia menepis jemari kekar namja tampan itu dari wajahnya.

Kyuhyun berpaling melihat kearah lain, ia tidak sanggup menatap mata yang penuh cinta itu.

Karena malu

Walau begitu jemari mereka masih bertautan. Namja tampan itu tersenyum lembut lalu menangkup sebelah pipi kekasihnya. Mungkin ini salah satu hal yang selalu membuat dia semakin tenggelam dalam pesonanya. Namun sejenak dia sadar jika Kyuhyun sedang mabuk membuatnya sedikit sedih.

“Chiiincin siiiiaaa-pa i-iiini?”

Tanya Kyuhyun melihat sebuah logam putih yang melingkar dijemari namja tampan itu.

“Cincin tunangan kita sayang.”

“Wah!!! Aku sudah tunangan dengan Choi Siwon! Yeaaaahh~” Jeritnya seperti gadis abg sambil menangkup kedua pipi tembamnya lalu bergoyang dengan lucunya.

“Nee~, kita sudah bertunangan. Apa kau senang?”Oke, namja tampan itu juga mabuk. Walau dirinya mulai lelah namun ia menikmati menuruti sisi lain kekasihnya saat mabuk.

“Tentu saja! Lalu kapan kita akan menikaaah?” Kyuhyun bergelanjut manja dilengan namja tampan itu lalu mendekatkan wajahnya.

Walau sedang mabuk, tapi Kyuhyun menatap kekasihnya intens, tetap dengan bau alkohol yang kuat menyeruak.

‘Sebenarnya berapa botol yang dia habiskan malam ini?’ Pikir namja tampan itu.

Kyuhyun adalah peminum yang kuat seperti yang diketahui banyak orang, namun hangover bukanlah hal yang mudah dijumpai dari seorang Cho Kyuhyun.

Pertanyaan aneh apa yang dia tanyakan lagi? Padahal minggu kemarin Kyuhyun sudah setuju pada minggu kedua musim semi mereka akan menikah.

Pertanyaan sederhananya sedikit membuat hati namja Choi itu senang, dan sakit bersamaan.

‘Bagaimana kau lupa hmmm? Padahal kau sendiri yang meminta waktu pelaksanaannya.’

“Saat sakura bermekaran, kita mengucap janji.” Ucap namja itu akhirnya.

“Lalu kita akan berdansa dibawah huuuujaaaan~”

Dengan langkah terseok Kyuhyun berjalan, menggapai sebuah tiang untuk penyangga, lalu ia berputar-putar disana mengadahkan tangan seakan hujan turun dalam apartemen mereka.

Dengan panik namja tampan itu menghampiri kekasihnya, takut terjadi hal berbahaya padanya. Well, dia mabuk tentu dia tidak sadar apa yang dilakukannya.

Namiun tiba-tiba Kyuhyun terdiam, namja yang dipanggil Siwon itujuga ikut terdiam dan berhenti. Namun detik selanjutnya matanya membelak melihat jemari lentik Kyuhyun mulai melepas kancing kemejanya.

“K-kyu…apa yang…”

“Akk-ku ingin pole dance~”Ucap Kyuhyun penuh gairah membuat namja tampan itu meneguk ludahnya kasar.

“Sayang, itu berbahaya. Kita bisa melakukannya lain kali okay?!” Cegah namja itu memegang jemari lentik Kyuhyun di tiga kancing teratasnya. Matanya sedikit berkilat melirik kulit susu dibalik kemeja yang tersingkap itu seolah meminta lidahnya untuk menjilat setiap jengkalnya.

Dia cukup tergoda namun tidak mabuk, namja sadar manapun diluar sana yang melihatnya pasti juga ikut drolling melihatnya.

“Shirreo!! Apa kau tidak suka dengan dance ku?” Tanya Kyuhyun membuat namja itu tersadar dan melihatnya.

Oh tidak~ mata cantik itu berkaca-kaca dengan tatapan kecewa, namja tampan itu tidak suka dengan situasi ini.

“Bu-bukan seperti itu, aku hanya tidak ingin kau terluka sayang.”

“Lalu kenapa kau tidak menghadiri musikalku? Tapi kau selalu memintaku melihat dramamu?! Kau jahat Choi Siwon!”Kyuhyun mulai berteriak meninggikan suaranya, ia terus memukul dada kekar itu dengan susah payah.

Bahkan ia selalu kembali mengungkit masa yang telah lewat. Dengan air matanya mulai menjadi anak sungai, emosinya menjadi meledak-ledak membuat namja tampan itu terdiam.

Perasaan bersalah yang tidak seharusnya, membuat namja itu terpaku tidak dapat berbuat apapun. Kyuhyun yang dia tahu Kyuhyun yang kuat, dia tidak pernah melihatnya menangis setelah kejadian setahun yang lalu.

Bahkan disaat dia berhenti menjadi idol grup dia tetap mengadahkan kepalanya tersenyum kepada peggemar.

Siapa yang tahu sosok yang penuh senyuman manis dipipi chuby nya menyimpan seribu rahasia miris yang selalu dia pendam. Wajah polos dan manis yang selalu tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa, walau ternyata didalamnya penuh luka.

Namja tampan itu tahu jika hari ini adalah batas kemampuan Kyuhyun bertahan, sampai akhirnya ia membiarkan dirinya terpengaruh pada efek alkohol sebagai pelampiasannya.

“Kau selalu meninggalkanku sendirian!!! Kau egois Siwon!!Bagaimana kau bisa selalu berbuat seperti itu? Bagaimana kau selalu membuatku menghadapinya sendirian? Kau selalu menutup mata seolah semua baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun dengan wajah terluka.

Lututnya terasa lemas, namja manis itu pun jatuh terduduk usai merancau mengeluarkan segala rasa kecewanya. Namja tampan itu menatap nyeri kekasihnya yang begitu rapuh, lalu perlahan merengkuh bahu kecil yang masih bergetar itu dalam pelukan.

Kyuhyun tidak bisa menolaknya, dan namja tampan itu hanya bisa merapalkan kata maaf berulang, seolah itu adalah kata ajaib yang dapat menghapus segala kesedihan.

Bisakah? Sesekali dia berharap kepada Tuhan agar beban kekasihnya dia saja yang menanggunya, jangan Kyuhyun.

“Apa kau tahu betapa brengseknya dirimu?”Ujar Kyuhyun lirih bergetar penuh kekecewaan.

“Arra, tapi kau mencintai namja brengsek itu dan kau akan selalu mencintainya, sayang.”

Sekali lagi namja tampan tertohok oleh realita yang selalu ia ketahui, dadanya sakit namun dia tetap memberikan seluruh cinta untuk kekasihnya.

Bibir tipisnya bergerak perlahan mencium lembut kening dengan sedikit surai kecoklatan yang berantakan itu. Kyuhyun menerimanya dengan mata terpejam, walau masih terisak namun ia sudah lebih tenang, menikmati harum maskulin kekasihnya yang menguar bercampur aroma alkohol dari dirinya.

Selanjutnya tangan kekar namja tampan itu mengangkat tubuh Kyuhyun kekamar, itu bukan hal yang sulit, berat badan kekasihnya banyak mengalami penurunan setahun terakhir. Pipinya yang dulu chubby berisi sekarang sedikit tirus bahkan jakunnya terlihat dengan jelas saat dia menengadah.

Banyak hal berat yang selalu Kyuhyun simpan sendiri membuat tubuhnya ikut menjadi rapuh.

Kelopak indahnya yang sedikit tertutup memandang kosong dengan jejak air mata pada sudut matanya. Banyak yang berkata jika mata indahnya selalu bersinar ceria namun yang dia lihat pandangan kosong yang kehilangan cahayanya.

Perlahan dia membaringkan Kyuhyun ditempat tidur, lalu sedikit merapikan kemejanya yang terlepas sana sini menggoda matanya. Namja tampan itu membenarkan anak-anak rambut namja manis itu dan menyelipkan kebelakang telinganya.

Setelahnya ia memberikan kecupan lembut pada dahi Kyuhyun sebagai ucapan selamat tidur.

“Siwon-”Panggil Kyuhyun.

Seketika tangannya terasa dicekal erat, membuatnya urung beranjak dari pinggiran kasur.

“Jangan tinggalkan aku.” Ujar Kyuhyun lirih isyarat memohon.

“Aku akan disini hingga kau tertidur.”Ujarnya duduk disamping ranjang memandang Kyuhyun sendu dan penuh kasih sayang.

“Bukan, bukan itu yang aku mau. Bisakah kau menciumku?”

“Sekarang? Tidak mungkin.”

Kyuhyun langsung menggeleng kuat, memajukan bibirnya dan memejamkan mata berharap mendapat sambutan dari kekasihnya itu.Bibir jokernya tersenyum manis saat namja tampan itu tidak menghindar.

Jemari Kyuhyun meraih tengkuknya dan mengecup bibir kekasihnya penuh perasaan sayang dengan sedikit lama,. Tanpa lumatan, tanpa paksaan, hanya menempel satu sama lain hingga dia melepas tautan mereka.

Namja tampan itu tersentak saat menyadari Kyuhyun terisak kembali.

“Ba-baby…”

“I want more, do me! Please~ ”

Kyuhyun mulai menangis namun tidak melepaskan tengkuk namja tampan itu yang menatapnya tidak percaya.

Bagaimana kau sanggup mencium orang yang sedang menangis karena kesalahanmu? Namja tampan itu tidak sanggup melakukannya, dia tidak se-brengsek itu untuk melakukannya disaat kekasihnya sedang mabuk.

Namun Kyuhyun tidak mengerti hingga ia kembali mengambil inisiatif dengan menabrakkan bibirnya dengan cepat. Tanpa bisa menghindar bibir namja tampan itu membentur giginya. Namun ia langsung mengigit bibir pria yang enggan menciumnya itu hingga dia mengerang.

Lumatannya beringas dan menuntut seakan tidak ada hari untuk esok.Ciuman yang terburu-buru menyalurkan segala perasaan kecewa yang dirasakannya.

“Kyuhyun?” Panggilnya dan melepas ciuman sepihak itu. “Waeyo?” Tanyanya lirih.

Namja tampan itu sedikit kecewa dengan apa yang dilakukan kekasihnya. Sedikit rasa anyir dari darah dibibirnya, namun bukan itu sakit yang dia rasakan.

Merasa diabaikan, Kyuhyun beralih ke dagu dan lehernya membuat tanda kemerahan yang lebih nampak bagai sebuah bekas gigitan. Kemudian ia terisak dan kembali memohon.

Kyuhyun yang selalu menjunjung tinggi harga diri, tapi bisa memohon seperti ini disaat rapuhnya. Bagaimana ia bisa menolak dan mengabaikannya?

Ah tidak, dia tidak bisa melakukannya meski sebagian dirinya ingin memberikan apapun untuknya. Tapi kali ini meski kekasihnya menangis meraung kepadanya, ia akan bertahan.

“Maafkan aku sayang, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi, sekarang tenanglah, saat ini bukan waktu yang tepat.”

“Siwonnie, I need you~” Pinta Kyuhyun.

“Baby, bukankah aku sudah berjanji heum? Aku sangat mencintaimu, aku berjanji tidak akan pernah membuatmu terluka, mianhae~ jeonmal mianhae.” Tangannya mendekap erat tubuh Kyuhyun yang masih bergetar dalam tangisan tanpa suara.

Melihat kesedihan mereka, airmata namja tampan itu pun tumpah, dadanya ikut ngilu merasakan sesak yang tidak berujung hingga membuatnya semakin pusing.

Dan malam itu mereka menangis dalam diam hingga akhirnya lelah dan tertidur dalam hangatnya pelukan.

.

.

.

Keespkan harinya.

Mata bulat Kyuhyun mengerjap cepat hingga akhirnya terbuka perlahan melawan rasa berat pada kelopaknya. Namja manis itu menerawang cahaya yang masuk pada sela-sela jendela kamar yang tidak asing baginya.

Beberapa detik kemudian Kyuhyun kembali mengingat kenapa ia bisa sampai ditempat tidur yang nyaman itu. Detik selanjutnya ia tersenyum bodoh menepuk dahinya sendiri lalu memandangsisi lain tempat tidur berharap menemukan namja itu.

Tubuhnya terasa remuk, lengannya seakan ingin lepas dari tubuhnya, kepala seolah ada beban berton-ton menghantamnya. Dengan susah payah Kyuhyun duduk lalu memijat pelipisnya, matanya masih perih karena terlalu banyak menangis semalam. Tentu saja dia ingat apa yang terjadi semalam meski sebenarnya dirinya tidak ingin mengingat apa yang sudah ia lakukan.

Tiba-tiba saja bau aroma spagetti menyeruak mendominasi, mengalahkan aroma lily diruangan itu. Kyuhyun langsung tersenyum dengan apa yang dilakukan namja tampan itu pada bagi buta begini hingga membuatnya penasaran dan ingin segera melihatnya.

Sesaat setelah berdiri, Kyuhyun baru menyadari jika dia menggunakan baju milik kekasihnya, bahkan dia menggunakan boxernya juga. Karena pantatnya tidak sakit, namja manis itu tidak berpikiran buruk akan kekasihnya. Malah seharusnya dia yang mengkhawatirkan namja itu karena ulahnya semalam.

Dengan susah payah Kyuhyun meraih gagang pintu dan berdiri sejenak bersandar pada kusen pintu untuk menetralkan pusingnya. Namun sebuah suara mengejutkannya.

“Hey, aku baru saja akan kekamar, kenapa bangun?”Tanya namja tampan itu melihat Kyuhyun disana.

Kekasih manisnya itu berdiri seperti menggelayut sepenuhnya pada daun pintu itu.

“Aku tidak menemukanmu.”Jawab Kyuhyun lemah sedikit menyirit, pusing menghampirinya ketika dia berusaha berbicara.

“Bisa berjalan?” Tanya namja tampan itu.

Dengan cepat langkah- langkah panjangnya menghampiri Kyuhyun yang kesusahan untuk menyeimbangkan dirinya. Namja itu memegangi tubuhnya sigap agar tidak terjatuh, membuat Kyuhyun tersenyum simpul dengan segala gesture perhatian yang diberikan kepadanya.

“May I?” Namja tampan itu menatap Kyuhyun lembut meminta izin untuk menggendongnya, dan ia pun mengangguk lemah. Dan…

Hap, Namja tampan itu menggendongnya Bridal Style.

Seringkali Kyuhyun heran bagaimana bisa kekasihnya itu mengangkatnya dengan mudah. Namun detik berikutnya wajahnya langsung memerah karena ia merasa seperti seorang yeoja dimalam pertama mereka.

Kepala Kyuhyun bersandar pada dada kekasihnya itu yang tertutup oleh kemeja berwarna putih dan ia bisa mencium wangi shampoo disana.

“Maafkan aku semalam, aku begitu merindukannya.” Ujarnya pelan.

“It’s okay beib, tapi lain kali jika kau ingin hangover lagi kita lakukan bersama. Jangan hanya mengajak Changmin aku kasihan padanya sering kau tampar saat hangover.” Pria itu tersenyum jahil menunjukkan giginya usai mendudukan Kyuhyun di kursi dapur.

“Paboya!!”Gerutu Kyuhyun kesal, namun tetap menerima mug dan aspirin dari kekasihnya itu.

Mata Kyuhyun menyirit menyadari ada yang salah dengan bibir kekasihnya, “Apakah kau habis terbentur sesuatu, dan dilehermu oh noo~”

“Apa? Ini? Aku digigit kucing.” Jawab namja itu asal.

Mata Kyuhyun mengerjap tidak percaya.”M-mwo??”

“Cih kau tidak ingat ya?”Ujarnya berakting kesal sambil membuka kancing kemejanya memamerkan bercak merah di dagu, leher bahkan dadanya.” Kucingnya ganas.”

“Astaga?! Aku seliar itu?”

Tangan lentik Kyuhyun menutupi mulutnya namun perlahan menurunkannya dan nampaklah bibir mengerucutnya yang mirip gesture ikan koi. Namja manis itu menatap horor kissmark dileher kekasihnya.

“Aku yang tidak hangover pun sampai harus meminum aspirin menghadapimu, baby.”

Ucap namja tampan itu melebihkan, padahal sebelumnya dia meminum cukup banyak kaleng bir. Hanya saja dia menyukai ekspresi lucu kekasihnya itu. Memerah, merona dengan imutnya seperti seorang…hemmm, marmut?

Mungkin Kyuhyun akan marah jika dia mengetahui apa yang dipikirkannya. Tapi ucapan Kyuhyun selanjutnya membuat mulutnya terbuka dengan mata mengerjap.

“Saengil chukhae Andrew.”

“Kau ingat?” Tanya namja tampan yang bernama lengkap Choi Andrew itu.

“Mana mungkin aku lupa.”Lirih Kyuhyun usai menegak aspirin itu dan meletakkan mug-nya dengan perlahan.

“Just it?”Tanya Andrew. “Tidak ada hadiah?” Alisnya terangkat sebelah membuat Kyuhyun mendecak kesal melihat alis tebal itu.

“Heol, tadi malam aku merayumu sebagai hadiah, kenapa kau tidak memanfaatkan kesempatan emas itu?”Ucap Kyuhyun dengan mata membesar.

Oh, Kyuhyun mulai berani menantangnya saat ini. Lihatlah evil smirk khas miliknya itu. Dan Andrew bisa merasakan mood kekasihnya itu kembali membaik. Karena itu ia juga akan bersikap seperti biasanya.

“Hei, calon menantu choi dengar. Aku Choi Andrew tidak sebrengsek Choi Siwon yang meninggalkanmu. Bukankah aku sudah berjanji padamu?”Ia membuat jemari mereka bertautan dan mengenggam lembut jemari Kyuhyun untuk menyakinkan janjinya.

Ya, Choi Siwon dan Choi Andrew, saudara kembar Choi yang lahir ditanggal yang sama dengan kemiripan yang luar biasa. Dan Andrew yang lebih dulu lahir menjadi hyung dari Choi Siwon,yang merupakan kekasih Kyuhyun setahun yang lalu.

Mungkin ini sedikit kasar menyebut adiknya sendiri sebagai seorang brengsek, namun dia cukup brengsek hingga membuat namja manisyang pernah menjadi kekasihnya menangis sendirian.

Setidaknya Andrew sudah berjanji agar tidak membuat namja indah itu terpuruk sendirian, dia akan menjaganya mengisi harinya namun bukan sebagai pengganti Choi Siwon.

“Maafkan aku, semalam aku bicara kasar ya?”Ujar Kyuhyun merasa bersalah, sedang Andrew hanya mengangguk sambil memberikan sepiring pasta untuknya.

“Tidak, aku sudah mendengar semuanya.” Sahut Andrew santai menuangkan jeruk hangat pada mugnya.

“Kau tidak membenciku?”

“Untuk apa? Kau tahu aku sudah berjanji tentu aku sudah menyerahkan semuanya padamu?” Andrew tersenyum manis menampilkan dimplenya.

Kyuhyun tersenyum lembut lalu bibirnya mendekati telinga Andrew dan berbisik pelan.

“Aku mencintaimu, Andrew.”

Andrew sedikit tercekat, ia sangat berharap tidak ada yang salah dengan pendengarannya. Bahkan namja tampan itu meyakinkan pandangan Kyuhyun yang tidak lagi mabuk seperti semalam.

Tiga kata yang selalu dia harapkan akhirnya keluar dari bibir itu membuatnya tidak kuasa menahan haru. Namja tampan itu langsung meraih Kyuhyun dan memeluknya dengan erat meski namja manis itu sedikit menggerutu karena badannya yang masih sakit.

Andrew tidak peduli, ia masih tidak percaya dan tidak dapat membendung perasaannya yang meluap-luap.

“Terima kasih selama ini terus berada disisiku.” Ucap Kyuhyun tulus. “Kau terus bertahan dalam duka kehilanganku dan tetap mencintaiku.”

“Baby…”

“Sudah membuatmu menunggu lama, jeongmal mianhae.” Kyuhyun tersenyum manis melihatnya membuat Andrew memeluknya kembali.

Namja tampan itu begitu terharu akhirnya Kyuhyun sudah menerimanya sebagai dirinya, bukan sebagi pengganti Siwon. Selama setahun ini ia terus menemani Kyuhyun setelah Siwon pergi. Dan selama itu pula namja manis itu menderita kehilangan kekasih yang sangat dicintainya.

Andrew bertahan disisinya dan selalu menjadi pelampiasan saat Kyuhyun kembali mengingat Siwon. Tapi sekarang, namja manis itu menerimanya. Walau kesedihan itu akan kembali datang, tapi Andrew akan tetap setia.

Tiga kata indah itu hadiah luar biasa yang lebih dari cukup baginya,

Karena jauh dari dalam sana… Choi Andrew tahu Choi Siwon tidak akan pernah terjamah oleh siapapun didalam relung hati Kyuhyun.

**

One year ago.

Gangwando Gangnam kami melaporkan telah terjadi insiden kecelakaan beruntun pada dini hari pukul 23:12 waktu setempat. Sebuah mini bus, sepeda motor, bus dan sebuah mobil pribadi dinyatakan mengalami tabrakan setelah minibus menghantam mobil pribadi itu keluar dari jalur.

Masih belum diketahui berapa korban jiwa semuanya, namun dikabarkan pemilik mobil pribadi itu dikenal sebagai seorang idol dari sebuah grup band super junior, dan ia telah menjadi korban dalam insiden kali ini.

Keesokan harinya pemakaman dilakukan secara tertutup yang hanya dihadir oleh keluarga terdekat dengan teman dan rekan kerja yang telah masuk dalam daftar list keluarga mereka. Andrew choi kakak dari Choi Siwon menghadiri pemakaman adiknya, dan menjadi wakil untuk meminta maaf kepada seluruh crew super junior dan agencynya.

Dan hari itu,

Andrew Choi bertemu kekasih adiknya didepan peti jasad Siwon, dengan wajah yang basah oleh airmata. Siapapun yang melihatnya pasti ikut merasakan sakit yang diterima Cho Kyuhyun. Namun tiba-tiba namja manis itu menatap lekat dirinya dan memohon dengan kalimat.

“Ja-jangan tinggalkan aku.”

Fin.

Special thanks for Ms. Vie and Happy Birthday!!!

Note : Hai My Lovely Readers~ pertama2..do’akan Siwonnie selalu sehat dan bahagia nee.. daaan ini ff salah satu author Wonkyu yang masih suka ngumpet, namanya ada diatas sana kan, rencananya mau dijadiin ff untuk Ultah Siwonnie, tapi malah dikirim ke Vie, anggap aja ‘Hadiah Ultah’ katanya..

Ya udin, Vie ijin share disini.. Baca ne~ jangan lupa koment..

Vie masih nyelesaian Are We, Another Story, sequel Spg

Ps. Udah Vie edit, kalo masih Typo..salahkan mata 4 Vie.

Sampai jumpa lagi.

Love Of Pureblood 3

Chapter III

**

Selamat malam Lovely Readers~ apa kabar semuanya??

Pasti lagi sibuk scroll Fb, IG sama twitter ya? Lihat ucapan untuk Siwonnie kan? Kkk~

Ahh,menantuku yg tampan seluruh dunia..semoga selalu sehat ne? Dan selalu dilimpahi kebahagiaan yang berlipat disetiap harinya..hati baik-mu itu tidak bisa ditukar dengan kata-kata menyakitkan diluar sana. Teruslah tersenyum, karena masih banyak yg mencintaimu sepenuh hati. Contohnya anak-nya Vie, babykyu.. Jadi tersenyumlah, selalu ne~ Happy Birthday Siwonnie. Jaga dirimu, jaga hatimu dan jaga babykyu~ ^^

Untuk kalian, selamat membaca nee~

** Continue reading