BREAKING NEWS

Published July 3, 2015 by Wonviekyu

From Vie…

SELAMAT PAGI SEMUANYAAAAAAAAAAA… APA KABARNYAAAAAA??? MASIH PUASA KAN? BAGI YANG PUASA^^

SELAMAT MENJALANKAN AKTIFITASNYA NE?? HARI INI VIE SENEEEEENG BANGET, KENAPA?

KARENA WIFI KANTOR UDAH DIBAYAAAAR…KKKKK~

TERNYATA GA’PERLU NUNGGU HABIS LEBARAN,, Ms. Lee^^

**

SELAMAT DATANG UNTUK READERS BARU YANG SUDAH MAU MEMBACA MY BABY DARI AWAL…SERIBU JEMPOL UNTUK KALIAN^^

WHAT A LONG-LONG -LONG STORY, Semoga tidak membosankan ne^^

Mmm,

Ohh, ya… karna kalian ga’mau lama-lama lanjutannya, jadi Vie akan segera update lagi…jadiii~

Hayoooo…yang belum koment di chap itu awas ya..PW nya Vie tenggelamkan di sungai gangga di india sono, cari sendiri ya yang belum koment…ohohohoho.

Vie ga’mau cari..capek lagi puasa. kalo yang udah koment..duduk manis aja ne^^

Ahahahahaha…

Ehh,

Sebenarnya Vie mau tanya itu yang punya email Rizki Zulfina boleh sms Vie??

Terus yang sedang membaca dan sedang koment..terima kasih banyaaaak… #bow

Kalo ada yang ter pw, sms vie aja ke 081990268374,

khususnya Muslianasiwon,

Miss Eima, Lapiz Lazuly nya sudah edit, silahkan dilanjutkan..

Udah,,itu saja, ehehehe.

 

ohh, ada lagi, mmmm, diantara kalian ada yang EunHae Ship?? mm, apa kalian bisa buat ff untuk mereka? berdasarkan cerita My Baby, istilahnya side story tentang mereka. Ada kah?? Bisa kah?? tell me..

Kalo ada, kalo kalian mau, boleh buat satu chapter tentang Eunhae yang ada didalam cerita My Baby.

Kalo udah siap bilang ne^^

**

HAVE A NICE DAY MY LOVELY READERS…

SA~RANG~HAE~YO~ CHUKBOKHAEYO~

DANGSHINE~ MA-EUME URI-E~

SARANGEUL DEURO-YO~

^^

itu seharusnya kalian nyanyi buat vie..ahahahaha.

With love.

My Baby 70

Published June 26, 2015 by Wonviekyu

10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

MY BABY 70

Mianhae semuanyaaa..ini sudah siap lama dan seharusnya update hari senin..

tapi karna Wi-fi nya milik orang, jadi harus nunggu dibayar dulu,,ehehehe.

Mianhae ne, sudah membuat kalian menunggu lama.

 

Walau tidak ada apa-apa didalamnya..bacanya malam aja ne^^

Mianhae juga yang minta satu full…sayang yang ga’bisa buka, mereka ga’bisa baca semuanya, jadi bagia dua aja ne, semuanya sama-sama senang kan^^ bagi Vie, kalian semua senang itu yang terpenting.

From Vie…

**

“Kyuhyun-ssi koma.”

“Jangan bercanda!! Dia tidak mungkin koma, aku ingin melihatnya lepaskan aku, aku ingin melihatnya!!”

“Tenanglah Siwonnie, dia masih diobati.” Yesung mencoba menarik dongsaeng tampannya.

“Tidak hyung!! Biarkan aku masuk, biarkan aku ingin melihatnya, dia belum bicara denganku, ini sudah sangat lama. Lepaskan aku hyung!!”

Plak!!

Sebuah tamparan tiba-tiba mendarat dipipinya yang mulus hingga menyisakan perih yang tidak terkira, namun lebih sakit lagi hatinya saat ini atas apa yang menimpa Kyuhyun.

Siwon mengalihkan pandangannya dari pintu ruang ICU itu melihat siapa yang menamparnya yang ternyata adalah ummanya sendiri yang juga sedang menahan isak tangisnya.

“Jangan seperti ini, Siwonnie~ tenanglah.” Bisik umma Choi sambil menggigit bibirnya.

“Umma~ My baby~”

“Jangan seperti ini~ Siwonnie.” Kali ini airmata umma Choi sudah tidak bisa ditahannya lagi saat Siwon jatuh terduduk dilantai dan namja itu menangis sekerasnya.

“D-dia koma~ umma, dia koma~ apa yang harus kulakukan, my baby~ Kyuhyunnie~ jangan tinggalkan aku disini~” Ratap Siwon sambil meringkuk dilantai dan memeluk tubuhnya sendiri, membuat umma Choi langsung menangis dalam pelukan Yesung.

Siwon sudah tidak bisa menahannya lagi, ia sudah cukup bertahan didepan anak-anak mereka. Tapi sekarang saat tahu keadaan Kyuhyun sebenarnya, Siwon akhirnya menyerah. Hatinya hancur berantakan mengetahui keadaan Kyuhyun itu kembali pada masa 7 tahun yang lalu.

Saat Kyuhyun berjuang antara hidup dan mati demi membawa bayi kembar mereka kedunia ini, kedalam pelukannya. Dan kali ini Kyuhyun melakukannya lagi demi keselamatan salah satu diantara mereka.

“My baby~ ini semua karena jonghyun!!” Ucap Siwon seperti teringat sesuatu. “Dimana Jonghyun?? JONGHYUN!!!!” Teriak Siwon tiba-tiba berdiri dengan cepatnya sampai. “Ughhh!!!” Tangan kanannya langsung meraba dada kirinya yang terasa sakit.

“Kau kenapa, Siwonnie??” Tanya Umma Choi buru-buru mendekatinya.

“Umma~” Siwon berusaha menekan sakit didadanya yang membuatnya sesak untuk bernafas.

“Apa yang terjadi? Apa kau terluka??” Umma Choi ikut memegang tangan Siwon yang ada didadanya.”

“Tidak apa umma, aku baik-baik saja, aku harus mencari namja brengsek itu!!”

“Siwonnie!!”

“Semua ini terjadi karna dia umma, dia yang membuat babykyu seperti itu, aku akan membalas perbuatannya, dia harus merasakannya!!”

Tidak ada yang bisa mencegah Siwon kali ini yang berucap dengan nada serius dan sorot mata yang bisa mematikan seseorang hanya dengan melihatnya saja.

Siwon tahu Jonghyun juga dibawa ke rumah sakit yang sama hingga dia tidak perlu menanyakan keberadaan namja itu yang pasti ada diruang ICU juga seperti Kyuhyunnya. Karena yang Siwon lihat sekilas, mobil Jonghyun menghantam pembatas jalan hingga depannya hancur berantakan.

Tapi bagi Siwon itu tidak cukup untuk membayar apa yang sudah dilakukannya pada Kyuhyun, bahkan putra kecilnya juga ikut terlibat didalamnya.

Seharusnya Siwon tidak mengizinkan dari awal Kyuhyun dan Suho pergi bersama namja yang baru dikenalnya itu. Tapi kini penyesalan yang diterima Siwon tidak akan bisa mengubah kesedihan yang sudah melanda keluarganya.

Kyuhyunnya koma. Tidak akan bangun entah sampai kapan. Bagaimana bisa Siwon menghadapi ketiga anaknya saat mereka bertanya nanti? Bagaimana caranya Siwon menjalani hari tanpa kehadiran Kyuhyun disisinya? Tanpa senyumnya, tanpa kejahilannya, tanpa manjanya.

Terlebih lagi, tanpa sentuhan dan pelukan hangat dari huswife cantiknya yang merupakan cinta dalam hidupnya itu. Bagaimana caranya?

Memikirkan hal itu semakin membuat amarah Siwon memuncak sampai ke ubun-bunnya hingga tanpa sadar namja tampan itu berteriak sekerasnya melepas kekesalannya dilorong rumah sakit yang sepi itu.

“LEE JONGHYUUNNN!!!!!”

Teriakannya yang tiba-tiba itu tentu saja mengagetkan beberapa perawat dan dokter yang baru saja akan melewatinya dengan membawa kereta dorong yang terdapat pasien terbaring disana.

Tanpa merasa bersalah ataupun berniat minta maaf Siwon membiarkan mereka melewatinya ke tempat tujuan mereka. Entah karena apa Siwon tiba-tiba ingin melihat orang yang terbaring diatas ranjang yang didorong itu.

Dan ternyata apa yang dilihatnya disana seketika membuat matanya terbelalak dan menatap pasien itu dengan nanar.

“LEE JONGHYUN!!! KAU!! APA YANG KAU LAKUKAN?? AYO BANGUN AKU AKAN MEMBUNUHMU!!” Siwon langsung mendekati ranjang itu dan menarik tubuh jonghyun yang diam tidak bergerak.

Untunglah dokter dan perawat yang mengelilinginya bisa menghalangi tindakan Siwon yang tiba-tiba itu, jika tidak Jonghyun yang baru saja keluar dari meja operasi itu akan terjatuh kelantai.

“Apa yang anda lakukan, tuan Choi, tenanglah?” Tanya Dokter itu.

“Lepaskan aku, aku akan membunuhnya, gara-gara dia Kyuhyunku. Jonghyun sialan!! Kembalikan Kyuhyunku, kembalikan!!!” Berontak Siwon sekali lagi.

“Tu-tuan Choi, dia baru saja di operasi, kecelakaan itu mematahkan lehernya.”

“Biar kupatahkan lagi, lepaskan aku!!!”

“Tuan Choi!” Dokter dan beberapa perawat itu menghadangnya sekuat tenaga.

“Aku bilang lepaskan!!”

“Tidak bisa.”

“Aku akan membunuhnya, lepaskan aku!!!”

“Anda tidak bisa melakukannya.”

“Lepaskan aku atau aku juga akan membunuhmu!!!”

“CHOI SIWON!!!” Panggil seseorang tiba-tiba dengan tegas menghentikan pemberontakan Siwon.

“H-hyung…”

“Apa kau tidak malu? Apa yang kau lakukan??” Tanya Yesung dengan wajah datar tanpa ekspresinya itu membuat Siwon kehilangan kata-katanya.

Saat itu juga seseorang yang sangat dikenal namja tampan itu keluar dari belakang hyungnya dengan perlahan.

“D-daddy~” Panggil Minho dengan ragu.

“M-minho?” Siwon langsung berdiri tegak melihat putra pertamanya itu hingga Dokter dan perawat itu pun segera melepasnya.

Saat itu Yesung langsung menatap Dokter itu dan dengan matanya menyuruh mereka pergi darisana secepatnya. Karna saat itu pula Minho berlari menghampiri daddy-nya membuat Siwon menunduk sedikit hingga Minho bisa memeluknya seerat mungkin.

“Mo-mmy…daddy~” Bisik Minho ditelinga daddy-nya dengan suara tercekat. “Mommy kenapa?” Tanyanya kemudian membuat airmata Siwon kembali mengalir dipipinya yang sembab.

“Maafkan daddy~ maafkan daddy tidak bisa menjaga mommy dan Suho. Maafkan daddy~” Siwon menangis dibahu putranya itu tanpa bisa ditahan.

Hatinya terlalu sakit untuk menahan semuanya apalagi sampai harus menyembunyikan hal yang sebenarnya pada Minho yang pasti sudah cukup mengerti semuanya. Siwon bahkan tidak peduli putranya tadi melihat sisi gelapnya yang keluar karena Kyuhyun.

Tapi, Minho tahu jika daddy-nya menjadi oranglain yang tidak dikenalnya seperti tadi, itu sudah pasti berkaitan dengan mommy cantiknya tercinta.

“Kyuhyun sudah dipindahkan keruangannya, sebaiknya kalian kesana.” Ucap Yesung kemudian.

Siwon langsung berdiri dan menggendong Minho bersamanya yang terdengar kini terisak dibahunya. Namja tampan itu membelai lembut punggung Minho untuk menenangkannya dan mengatakan Mommy mereka baik-baik saja.

“Aku tidak akan melepasnya Hyung.” Ucap Siwon pada Yesung tanpa melihat hyungnya itu.

“Aku pastikan dia mendapat balasannya.” Jawab Yesung dengan wajah datar yang sama.

Lalu mereka pun sama-sama menuju ruang inap khusus milik Kyuhyun yang sudah disiapkan dengan segala alat penunjang kehidupannya yang kini tergantung. Kamar babyblue itu kini dipenuhi dengan berbagai monitor untuk memantau keadaan Kyuhyun selama dalam tidurnya.

Atas permintaan Umma Choi, Suho juga dipindahkan ke ruangan disebelah kamar Kyuhyun, namun bocah kecil itu sendiri yang meminta untuk berada didekat mommy-nya atau kalau tidak ia akan selalu pergi menemui mommy-nya daripada beristirahat dikamar.

“Cuo mau cama mommy, halmonie~” Pinta bocah itu saat halmonienya menjenguk ke kamar.

“Tapi Cuo harus istirahat juga…”

“Cuo bisa istilahat kalau cama mommy, cuo mau mommy.” Ucap Suho bersikeras sambil mengerucutkan bibirnya dengan imut.

“Baiklah~ cuo tunggu disini, biar halmonie siapkan.” Umma Choi hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat senyum manis keluar dari bibir cucu tampannya itu.

“Sulli~ ayo makan dulu, babygirl.” Ucap umma Choi sambil melihat putri kecil itu yang masih diam saja dipangkuan Ryeowook.

“Culli mau lihat mommy, halmonie. Dimana mommy??”

“Mommy dipindahkan keruangannya, Culli bisa lihat disana.”

“Ayo umma~ liat mommy~ culli rindu mommy…hiks” Putri kecil itu kembali menangis sambil melihat umma-nya membuat Ryeowook langsung berkaca-kaca menatapnya.

“Ne~kita lihat mommy~” Ucap Ryeowook sambil melihat umma Choi yang menganggukkan kepalanya.

“JongIn temani Suho dulu, ne? Halmonie mau urus kepindahannya.”

“Ne, JongIn disini.”

Kedua orang dewasa itu pun meninggalkan kedua bocah kecil itu disana dan melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Umma Choi dengan segala kekuasaannya segera bisa mendapatkan apa yang diinginkan cucu kecilnya itu.

Saat Ryeowook dan Sulli tiba didepan ruangan Kyuhyun, Siwon, Minho dan Yesung juga terlihat dari arah yang berlawanan. Minho langsung meminta diturunkan saat melihat Sulli kembali menangis dan memanggil daddy mereka.

“My babygirl, jangan menangis, hmm?” Bujuk Siwon sambil menggendong putri kecil itu.

“Mommy~hiks…”

“Kita lihat mommy ne? Tapi jangan menangis.” Ucap Siwon mencoba tersenyum.

Kemudian Yesung yang berinisiatif pertama kali akhirnya perlahan membuka pintu ruangan itu hingga menampakkan kamar luas bernuansa baby blue lembut khusus milik Kyuhyun.

Ruangan itu memiliki sofa panjang yang melingkari didekat pintu masuk dan perlengkapan lainnya yang selayaknya dimiliki VVIP Room serta satu ranjang baby blue berukuran sedang yang ada disudut ruangan dan yang menjadi pusat perhatian mereka.

Disana Kyuhyun terbaring dengan nyaman walau berbagai alat monitor mendampingi di sekitar kepalanya. Wajah putih pucatnya tidak menampakkan apapun selain ketenangan dan kenyamanan seolah dia memang sedang tertidur dengan lelapnya.

Kepala Kyuhyun yang terluka paling parah masih dibalut dengan perban dan leher jenjangnya pun dipasang penyangga untuk menjaga keseimbangannya walau tidak ada hal buruk yang terjadi pada leher cantik itu. Alat penyambung oksigen yang menutup mulut dan hidungnya itu tersambung pada monitor yang ada disamping ranjang tidurnya.

Dan benda-benda itulah yang membuktikan bahwa ia sedang dirawat bukan sedang tidur dirumah. Garis-garis biru yang dinampakkan oleh monitor itu menandakan bahwa Kyuhyun masih bertahan bersama mereka.

Siwon yang baru pertama kali melihat Kyuhyunnya setelah beberapa jam sejak itu hanya bisa berdiri mematung disana bahkan saat Sulli minta diturunkan dari gendongannya. Siwon tidak berkutik walau tangannya menurunkan putrinya kelantai dengan perlahan.

“Mommyyyy~~~” Panggil Sulli langsung menghambur mendekati ranjang diikuti Minho dibelakangnya. “Mo-mmy kenapa? Mommy sakit? Mommy bobok? Kenapa tidak lihat Culli? Culli lindu mommy? Kenapa pelginya lama, mommy?”

“…..”

Hanya kesunyian yang menjawab semua pertanyaan putri kecil itu hingga membuatnya semakin mendekat pada mommy-nya. Sedang Ryeowook sendiri sudah keluar dari sana karna tidak kuat menahan tangisnya melihat Sulli.

“Mommy~” Panggil Sulli lagi. “Mommy ayo bangun, kenapa tidur telus, culli rindu mommy, cangat rinduuu~”

“Culli…” Panggil Minho pelan.

“Kenapa mommy, oppa?? Kenapa mommy tidak mau bangun? Culli mau dipeluk mommy.”

“Mommy sakit, babygirl.” Jawab Minho sambil merangkul dongsaeng kecilnya.

“Dimana cakitnya? Parahkah? Ceperti Cuo oppa?”

“Lebih sakit mommy…”

“Dimana cakitnya? Culli mau liat, culli mau bicara, culli mau peluk mommy, kenapa mommy tidak mau bangun???”

Kali ini Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu melihat daddy mereka yang masih terdiam dibelakang mereka. Karna itu Sulli juga ikut melihat kearah daddynya dan kembali mengulang pertanyaan yang sama hingga daddy-nya kembali tersadar dari lamunannya.

“Mommy…” Ucap Siwon akhirnya mendekati ranjang huswifenya dan melihat wajah cantik itu tertidur dengan nyamannya.

Namun kenyamanan itu membuat hati Siwon sakit bagai ditusuk ribuan kali karena Kyuhyun bukan tidur yang sebenarnya yang bisa dibangunkan dengan mudah. Perlahan Siwon mendekati sisi kiri Kyuhyun dan mengecup keningnya untuk pertama kalinya.

“Mianhae, my baby~”

Saat bibirnya menyentuk kulit hangat Kyuhyun detik itu juga airmata Siwon kembali mengalir dan jatuh dipipi Kyuhyun yang putih. Tangannya perlahan menangkup sebelah pipi Kyuhyun ditangannya.

Saat tersadar secepat kilat namja tampan itu menarik diri dan menghapus airmatanya yang ada dipipi Kyuhyun dan mengecupnya sekali.

“Mommy kenapa??” Tanya Sulli untuk kesekian kali.

Putri kecil itu tahu bahwa mommy dan oppanya masuk rumah sakit karena kecelakaan, tapi ia tidak mengerti kenapa mommy-nya tidak bangun dan melihatnya seperti yang dilakukan Suho oppanya.

Sulli ingin melihat mata dan senyum mommynya yang selalu penuh ketenangan.

“Mommy tidak mau liat Culli, mommy malah cama Culli?? Hiks…”

“Bu-bukan, baby. Mommy sedang istirahat, nanti juga mommy bangun.” Jawab Siwon tidak tega melihat putrinya.

“Mommy masih bobo, dia sakit jatuh dari mobil, sekarang lagi istirahat. Jadi Culli tenang saja ne? Nanti pasti mommy liat Culli.” Ucap Minho dengan tenang sambil menarik Sulli kepelukannya.

Saat itu ia menatap daddy-nya dengan tatapan yang membuat hati Siwon semakin hancur, apalagi saat setetes airmata mengalir dari sudut mata putranya. Dengan gerakan cepat Siwon langsung menangkup sebelah pipi Minho dan airmata itu pun jatuh ditangannya bukan dipipi Sulli.

Minho memejamkan matanya menerima tangan daddynya yang terasa hangat dipipinya itu dan saat itu juga airmatanya yang bukan lagi setetes mengalir sepenuhnya jatuh disana.

“Noo~” Ucap Siwon tanpa suara membuat Minho semakin memeluk dongsaengnya dengan erat.

Saat itu tiba-tiba suara ketukan dipintu itu terdengar dan menampilkan Umma Choi dengan beberapa perawat yang membawa ranjang yang akan disiapkan untuk Suho. Beberapa menit kemudian, nampaklah Suho digendongan Yesung dan Ryeowook bersama Jongin juga masuk kesana.

Melihat itu Siwon langsung mendekati Yesung dan mengambil Suho untuknya lalu mengecup keningnya yang kini memakai perban secara perlahan. Minho pun ikut melepas Sulli dan mendekati Suho bersama-sama putri kecil itu.

Setelah semuanya selesai Siwon membawa Suho mendekati mommy-nya untuk mengecup pipi pucat mommynya sekali dan segera kembali ke ranjangnya untuk beristirahat. Walau terlihat tidak apa-apa tapi dokter yang memeriksa Suho mengatakan tubuh kecil Suho masih terasa sakit saat jatuh terguling walau dia ada dalam pelukan mommy-nya.

Kecepatan yang diluar batas rata-rata membuat jatuh mereka lebih keras dari yang biasanya. Karena kecepatan itu pula yang menyebabkan Kyuhyun terguling sampai kepinggiran jalan dan membuat namja cantik itu mengalami pendarahan dikepalanya.

“Mommy tidak apa-apa kan, daddy kan?” Tanya Suho saat Siwon menyelimutinya.

“Tidak, mommy sedang istirahat.”

“Ne, pasti cakit cekali, mommy peluk Cuo biar cuo tidak kena jalan, pasti cakit kan? Daddy kan?”

“Ne…sekarang Cuo juga istirahat ne.” Ucap Siwon dengan rahang yang mengeras menahan airmatanya yang sudah siap jatuh kapan saja.

“Siwonnie…ikut umma sebentar.” Ucap umma Choi tiba-tiba masuk bersama Taemin yang langsung menghambur memeluk Minho hyungnya.

Namja tampan itu langsung menugaskan Minho untuk menjaga mereka semua sementara yang lain keluar ruangan bersama umma Choi. Kemudian mereka pun keluar darisana dan berjalan dengan perasaan yang tidak menentu menuju ruangan Umma Choi yang tidak jauh darisana.

Begitu sampai Siwon bisa melihat Appa Choi, Donghae dan Eunhyuk sudah ada disana bersama Dokter yang menangani Kyuhyun dimeja operasi tadi. Akhirnya Siwon bisa mendengarkan apa yang terjadi pada Kyuhyun sebenarnya sampai dia koma.

“Silahkan duduk.” Umma Choi mempersilahkan rekan dokternya.

Kemudian mereka semua duduk dengan diapit masing-masing pasangan mereka kecuali Siwon yang duduk ditengah Appa dan Ummanya. Umma Choi menggenggam erat tangan Siwon dipangkuannya.

“Sebelumnya saya ucapkan, Saya salut pada keberanian Kyuhyun-ssi melompat keluar darisana.” Ucap dokter itu dengan wajah datarnya. “Walau saya tidak melihatnya tapi saya bisa menebak kecepatan mobil itu sampai dia seperti sekarang.”

Seluruh tubuh Siwon menegang mendengar penuturan dokter itu karena membuatnya mengingat dengan jelas saat tubuh Kyuhyun terlempar keluar dari mobil yang melaju cepat itu hingga terguling beberapa kali dan berhenti dipinggiran jalan.

“Kyuhyun-ssi mengalami pendarahan yang sangat parah di kepalanya. Tulang pinggulnya retak saat jatuh dan kedua tulang tangannya juga patah.” Ucap dokter itu sambil melihat hasil rotgen ditangannya.

“Mungkin itu karena saat jatuh terguling ia menjadikan kedua tangannya untuk menahan benturan pada aspal hingga putra kalian tidak merasakan sakitnya. Karena itu juga dada Kyuhyun-ssi sedikit terlindungi dari benturan, walau ada sedikit yang tidak lurus lagi.”

“…..” Tidak ada yang menyela apapun penjelasannya kerana mereka terlalu hilang dalam pikiran mereka masing-masing.

“Walau tindakannya itu ceroboh hingga sekarang dia berakhir seperti ini, tapi saya bisa mengatakan dengan bangga bahwa Kyuhyun-ssi sungguh seorang ‘ibu’ yang luar biasa.” Ucap dokter itu dengan senyum membanggakan sambil menatap Siwon.

“Saya tidak tahu apa yang dipikirkannya saat ingin melompat, tapi saya yakin ada alasan dibalik semua ini. Apapun alasannya, pasti demi dirimu dan anak-anak kalian. Terbukti dari usahanya menjaga putra kalian dalam pelukannya tanpa memikirkan apa yang terjadi pada dirinya.”

“Dia ingin kembali padamu secepatnya, Jadi…berdo’a dan percayalah, dia pasti akan kembali pada kalian semua.”

Dokter itu mengakhiri penjelasannya dengan senyum menenangkan namun tidak dengan semua orang yang ada diruangan itu.

Donghae dan Ryeowook sama-sama sudah menangis dan ditenangi oleh pasangan mereka masing-masing. Sedangkan Siwon menangis dalam diam sambil menundukkan wajahnya dan Umma Choi ikut menangis dibahunya sementara Appa Choi menepuk-nepuk bahunya dengan pelan.

“Kembalilah kesana, Appa akan menunggu Appa Kyunnie disini.” Ucap Appa Choi kemudian membuat Siwon langsung menatapnya.

“Appa Cho sedang dalam perjalanan.” Jawab Appa Choi tanpa ditanya.

“Dok…apa ada yang dikhawatirkan pada Suho?” Tanya Yesung tiba-tiba.

“Tidak perlu khawatir, saat ini si kecil itu akan baik-baik saja, hanya perlu istirahat yang cukup untuk memulihkan ketegangannya.”

“Hmm, kami mengerti. Lalu…”

“Apa yang terjadi dengan namja itu?” Sambut Hyukkie ingin tahu membuat langkah Siwon ke pintu keluar terhenti tiba-tiba.

“Dia mengalami luka parah dibagian wajah dan kepala, juga leher dan kaki kanannya patah.”

“Hmm~”

“Dia akan diadili setelah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit.” Ucap dokter itu lagi membuat tangan Siwon terkepal dengan kuat. “Polisi yang akan menjaganya disini.” Lanjutnya kemudian sambil melihat Siwon.

Namja tampan itu langsung berpaling melihat dokter itu lalu menganggukkan kepalanya sekilas dan segera keluar dari sana. Mereka berempat pun segera mengikutinya dalam diam menuju ruangan Kyuhyun dan Suho dirawat.

Sebelum tiba disana, Siwon mengajak Hyukkie berbicara serius tentang perusahaan mereka yang akan diserahkan kendalinya pada namja dengan gummy smilenya itu.

“Yesung hyung akan membantuku, tenang saja Siwonnie.” Ucap Hyukjae menenangkan sambil meremas pelan bahunya.

“Ne, tenang saja.”

Siwon langsung menganggukkan kepalanya sebagai ucapan terima kasih dan segera berjalan kembali menuju ruang Kyuhyun yang sudah tidak jauh dari mereka.

Sampai didepan pintu ruangan, Siwon melihat beberapa maid kepala bagian dirumahnya sudah tiba disana dengan wajah khawatir mereka. Para maid itu membawa beberapa buket bunga dan keranjang makanan dari rumah mengingat ini hampir tiba jam makan malam.

“Kalian pulanglah…” Ucap Siwon terlihat tenang.

“Kami ingin melihat Nyonya Choi juga tuan kecil…” Jawab salah satu maid.

“Ayo masuk, setelah itu ada yang harus kalian lakukan.” Ucap Ryeowook langsung membuka pintu ruangan itu.

Didalam sana mereka bisa melihat Suho yang terbaring sambil mendengarkan hyungnya bercerita penuh semangat ditemani Taemin dan JongIn. Sementara Sulli ada didekat ranjang mommy-nya dengan kepala yang direbahkan disamping tangan mommynya itu.

“Tuan muda…” Panggil salah satu maid membuat Suho berpaling.

Bocah kecil itu langsung menyunggingkan senyum manisnya pada maid-maid yang sudah dianggapnya keluarga sendiri itu.

“Ahjumma~ cuo shakit…” Ucap Suho pelan membuat maid-maid itu langsung berkaca-kaca melihatnya.

“Cepat sembuh, little prince~” Jawab maid itu lalu mendekatinya dan mengecup keningnya penuh sayang.

Beberapa maid lainnya pun melakukan hal yang sama pada Suho yang memejamkan mata dengan senyuman manisnya membuat Siwon sedikit merasa lebih lega. Putranya akan baik-baik saja dengan semua cinta yang diterima olehnya itu.

Setelah itu mereka pun mendekati Kyuhyun dan berdiri mengelilinginya lalu mendo’akan kesembuhan Nyonya cantik mereka agar cepat kembali ke Istana. Mereka juga mengajak bicara Sulli yang diam saja, namun tidak ada kata yang keluar dari bibir mungil princess mereka melainkan airmata yang mengalir dipipinya.

“Ada yang bisa kami lakukan, tuan?” Tanya salah satu maid yang tidak menangis melihat Sulli.

“Terima kasih, pulanglah. Jika tidak keberatan, tolong bawakan makanan dari rumah, anak-anak pasti tidak suka makanan disini.”

“Tentu saja tuan, dengan senang hati.”

Kemudian mereka pun keluar dari sana bersama Ryeowook yang akan menugaskan mereka untuk menyiapkan pakaian ganti dan selimut untuk mereka disana. Nanti dia sendiri yang akan mengambilnya karena dia juga akan mengambil pakaiannya sendiri.

“Malam ini, dua dari kalian akan tinggal disini, arraseo?” Ucap Ryeowook cepat membuat mereka menganggukkan kepalanya. “Sekarang pulanglah, nanti aku akan menyusul.” Lanjutnya kemudian.

Setelah kepergian mereka Ryeowook bisa melihat dari jauh Jiwon datang bersama calon tunangannya dengan tergesa-gesa. Dan kekhawatiran yang sama sangat jelas diwajahnya saat yeoja cantik itu berada didekat Ryeowook.

“Oppa~” Sapanya pelan.

“Masuklah…” Jawab Ryeowook dengan senyumnya.

Jiwon segera masuk kedalam dan mendapati Siwon berdiri sangat dekat dengan pintu itu hingga ia pun langsung memeluk oppa kesayangannya itu membagi kesedihan yang sama.

“Jiwonnie~” Panggil Siwon tercekat.

“Sabarlah oppa~” Jiwon hanya bisa membelai punggung oppa-nya itu untuk menenangkannya.

Kemudian yeoja cantik itu langsung melihat Suho dan memeluk bocah kecil yang sudah duduk itu untuk menyambutnya. Jiwon mengecup kening Suho dan mendo’akan kesembuhannya hingga bocah itu tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya.

“Cuo sakit dimana, sayang??” Tanyanya penasaran.

“Cemuanya aunty, cuo cakiiit…”

“Hmmm, jagoan aunty pasti cepat sembuh ne?”

“Neee~~”

“Mino…” Jiwon mendekati Minho dan menatap wajah kecil yang terlihat tenang itu.

Jiwon langsung menarik bocah kecil itu kepelukannya dan berbisik kata menenangkan untuk keponakan pertamanya itu hingga pecahlah tangis Minho dalam pelukannya yang tersembunyi. Minho menangis dengan seluruh tubuhnya yang bergetar membuat Jiwon memeluknya semakin erat.

“Sssst~ Mino harus bertahan, sayang.” Bisik Jiwon ditelinga Minho. “Demi mereka.” Lanjutnya lagi sambil melihat Siwon.

Tidak ada yang melihat Minho menangis seperti itu selain daddy-nya karena Suho sudah disibukkan Kai dan Taemin. Sementara Sulli, sudah beberapa jam ini dia tidak berbicara dengan siapapun selain duduk diam disamping mommy-nya.

Dengan cepat Minho menghapus airmatanya dan mendapat kecupan penuh sayang dari Jiwon hingga membuatnya tersenyum manis. Siwon langsung merentangkan tangannya melihat Minho dan bocah itu langsung berlari kepelukannya.

Sementara itu Jiwon segera mendekati ranjang Kyuhyun oppanya dan membuat Sulli berdiri lalu duduk dikursinya kemudian menarik putri kecil itu padanya.

“Jangan sedih princess, mommy pasti kembali.” Ucapnya dengan tenang lalu melihat oppa-nya. “Oppa~ cepatlah bangun, Sulli menunggumu…mereka semua merindukanmu, cepatlah ne?”

Sunyi…tidak ada jawaban…hanya suara monitor detak jantung Kyuhyun yang terdengar dan bisa menjadi jawaban yang tidak pasti untuk mereka semua.

Dan selanjutnya tangisan kecil pun kembali terdengar diruangan babyblue itu, tangisan yang hanya berhenti beberapa saat saja sebelum kedatangan maid mereka dan Jiwon. Tangisan Sulli, yang akan terdengar lagi jika ada orang yang berbicara dengannya atau dengan mommy-nya.

Itu terjadi sejak Sulli menyadari mommy-nya tidak akan bangun dalam waktu dekat dan akan terus seperti itu sampai waktu yang tidak ditentukan. Bagaimana caranya ia melewati harinya tanpa kehadiran orang yang paling dekat dan selalu bersamanya.

Karena hal itu juga tidak ada yang berbicara lebih banyak tentang Kyuhyun didepan putri kecil itu, ataupun sengaja berbicara dengannya tentang mommy-nya itu.

“My babygirl, sayaang~~” Ucap Jiwon menenangkannya.

“Mommy~ aunty Ji~ mommy~ culli mau mommyy~~”

Dan tangisannya itu juga kembali membuat tangis Suho keluar dengan sendirinya walau bocah kecil itu hanya diam ditempatnya. Melihat hal itu Siwon segera mendekati ranjang Suho dan duduk disana sambil menarik putra kecilnya itu kepelukannya.

“Sssst…jangan menangis, daddy disini.”

“Mommy~ daddy, Cuo tidak bisa jagain mommy~” Ucap Suho pelan.

“Bukaaan~” Bantah Minho dengan cepat.

“Mommy akan kembali kan? Sama kita lagi kan? Daddy kan?”

“Nee~” Siwon menganggukkan kepalanya beberapa kali namun dia sendiri tidak yakin dengan jawabannya itu.

Saat itu Siwon kembali merasakan ribuan batu menghantam dada-nya hingga terasa sesak dan membuatnya sulit bernafas. Saat itu pula Ryeowook masuk kembali dan melihat perubahan diwajah Siwon membuat namja itu langsung mendekatinya.

“Aku khawatir sekarang, apa yang terjadi padamu?” Tanya Ryeowook dengan wajah serius.

“T-tidakk…ahpa-apah!” Jawab Siwon langsung melepas pelukan Suho dan meminta Ryeowook menggantikannya.

Namja imut itu langsung beralih duduk ditempat Siwon tadi dan menidurkan Suho kembali sedang namja tampan itu segera keluar dari sana sambil menggenggam erat dadanya.

Ryeowook melihat kepergiannya dengan pandangan selidik dan penuh kekhawatiran membuat Jiwon ikut penasaran melihatnya.

“Aku tidak tahu yang terjadi, tapi sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.” Ucap Ryeowook tiba-tiba.

“Maksudnya?” Tanya Jiwon tidak mengerti.

“Dia seperti punya sesuatu didadanya, beberapa kali dia menggenggam dadanya kuat menahan sakit.”

“Jinjja??”

“Eumh!! Ohh, kekasihmu menunggu diluar.” Ucap Ryeowook mengingat pesan namjachingunya Jiwon.

“Ohh, baiklah, dimana dia tidur??” Tanya Jiwon sambil mengangkat Sulli yang sudah tertidur.

“Omoo, uri princess~”

“Sepertinya dia sangat terpukul.”

“Dia tidak melihat saat Kyuhyun pergi dan menunggunya kembali setiap menitnya.” Ryeowook meletakkan bantal yang ada disana diatas sofa.

“Tentu saja, princessnya mommy.” Ucap Jiwon dengan senyum manisnya.

“Tidurkan disini, Ji…”

“Semoga dia mimpi indah.” Ucap Jiwon lembut sambil mengecup kening putri kecil itu penuh sayang.

“Aku pulang dulu, besok pagi aku kembali.”

“Hati-hati ne?”

“Tentu saja.”

“Hati-hati aunty Ji…” Ucap Minho memeluk aunty kesayangannya itu.

“Jaga mereka, jagoan. Mino sangat dibutuhkan.” Jawab Jiwon membelai rambut Minho dengan lembut.

“Bye-bye Kai, taemin.”

“Bye aunty~”

Dan ruangan itu pun kembali sunyi tanpa pengunjung lagi sampai tiba-tiba pintu itu dibuka kembali oleh dua kepala yang menyembul ke dalam.

“Apa giliran kami sudah tiba?” Tanya Donghae dengan senyum manisnya.

“Hyung!! Kalian kemana saja??” Tanya Ryeowook tidak percaya hyungnya sempat menghilang.

“Tadi waktu maid mereka yang masuk, kami memilih untuk melihat namja bodoh itu dulu.” Jawab Hyukkie tersenyum garing.

“Ohh, mereka sudah pulang, Jiwonnie juga.”

Donghae langsung masuk ke dalam dan mendekati ranjang Kyuhyun dan duduk dikursi tempat Sulli bertahta.

“Hey, baby mbul? Jangan lama-lama tidurnya ne? kasihan 3 kurcacimu, apalagi Siwonnie. Aku yakin dia sangat terpukul, Kyu. Tinggal tunggu saja pertahanannya hancur dan dia akan sepertimu, jadi cepatlah bangun. Minho tidak bisa menjaga mereka semua.” Ucap Donghae sambil mati-matian menahan airmata yang hendak keluar.

Saat itu Minho yang ada disana segera mendekatinya dan melingkarkan lengannya pada leher uncle pertamanya itu. Bocah kecil itu merebahkan kepalanya dibahu Donghae membuat namja penyuka ikan itu langsung membelai lembut rambutnya.

“Minho harus kuat ne? Jagain si kembar.” Ucap Donghae pelan dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Minho.

“Jangan menangis~” Ucapnya lagi dan menarik bocah tampan itu kepelukannya dan menangis bersamanya.

“Dia bilang jangan menangis, tapi dia sendiri yang menangis.” Gerutu Hyukjae sambil menghapus airmatanya.

“Kita memang tidak boleh menangis disini, tapi~ tapi aku tidak tahan melihatnya seperti ini, hyukkie~ apalagi melihat Minho dan Siwon, melihat wajah mereka saja sudah membuat hatiku tercabik-cabik, hyukkie~~”

Hyukkie langsung memeluk Donghae dan Minho kepadanya dengan eratnya dan mereka terisak bersama-sama seperti yang dilakukan yang lainnya jika berdekatan dengan Kyuhyun sekarang.

“Sudah-sudah, kalian akan membuatnya bersedih.” Ucap umma Choi masuk kesana dengan appa Cho yang sudah tiba.

Donghae dan Eunhyuk langsung beranjak darisana untuk memberi Appa Cho ruangan untuk melihat Kyuhyun sementara Minho langsung beralih ke pelukan neneknya dan memeluknya dengan erat.

“Halmonie~”

“Sssst, Mino jangan nangis lagi, nanti dilihat Suho dan Sulli, mereka pasti nangis juga.”

“Tapi mommy~”

“Halmonie tahu sayang, mommy sedang istirahat seperti yang Mino katakan pada mereka.”

Minho hanya bisa memeluk halmonienya semakin erat dan terisak lagi disana membuat Ryeowook ikutan menangis sekali lagi.

Ia tahu Minho sangat menahan dirinya demi kedua dongsaengnya, padahal semua tahu yang paling terpukul disini adalah dia sendiri. Putra pertama kesayangan dan segalanya bagi Kyuhyun itu yang tidak bisa melihat mommy-nya terluka sedikitpun.

Sementara itu Siwon, untuk menenangkan dirinya saja Siwon tidak akan mampu, lalu bagaimana caranya ia menenangkan ketiga anak mereka, apalagi yang paling parah terlihat dari mereka semua itu putri satu-satunya.

Siwon juga sudah bertemu dengan Appa Cho diluar ruangan dan menolak untuk masuk kesana selama masih banyak orang yang ingin melihat Kyuhyun dan kembali membuat airmata jatuh berlinangan.

“Siapa namja itu?” Tanya Appa Cho tiba-tiba.

“Kami tidak mengenalnya, dia mengatakan dirinya adalah teman Kyuhyun juga Changmin.” Jawab Ryeowook yang tahu sedikit.

Appa Cho langsung beranjak dari sana setelah mengecup kening Kyuhyun dan kening Minho penuh sayang. Ia segera keluar untuk menemui Siwon yang ternyata sudah kembali dari kamar mandi dan terlihat lebih segar setelah membasuh wajah sembabnya dengan air.

“Appa…”

“Appa harus menghubungi Changmin, dia harus tahu.”

“Pihak rumah sakit sudah melakukannya karena cuma nama Changmin yang disebut namja sialan itu.”

“Sabar Siwon, dia akan mendapatkan imbalannya.” Ucap appa Cho dengan wajah datarnya.

“Appa akan menginap?”

“Iya, appa akan ada disini untuk sementara.”

“Pulanglah kerumah appa, istirahat dulu, aku tahu appa sangat terburu-buru.”

“Tapi…”

“Kami ada disini, nanti aku hubungi appa kalau…”

“Appa mengerti, baiklah. Appa pergi dulu, bertahanlah ne?” Appa Cho menepuk pelan bahu Siwon sambil tersenyum menguatkan menantu kesayangannya itu membuat Siwon tersenyum sebagai terima kasihnya.

Kemudian appa Cho pun pulang bersama Appa Choi, disusul Donghae dan Eunhyuk yang sudah membujuk Taemin untuk datang lagi berkunjung besok sepulang sekolah.

Dan tinggallah Ryeowook bersama Kai sedang Yesung ditugaskan pulang ke rumah untuk menemani Appa Cho disana.

Tak berapa lama Siwon pun masuk kembali keruangan itu dan segera mendekati ranjang Kyuhyun karna kedua anak kembarnya masih tertidur pulas, walau sesekali isakan terdengar dari bibir Sulli.

Umma Choi juga ada disana dengan kepala Sulli dipangkuannya dan menenangkan putri kecil itu saat isakannya terdengar lagi. Sementara Ryeowook dan JongIn duduk disebelahnya dalam diam karena tidak ada yang ingin mereka bicarakan.

“Mino, makan dulu.” Ucap Siwon pada putra pertamanya yang duduk di kursi sebelah kanan Kyuhyun.

“Mino tidak lapar, daddy…”

“Nanti mino sakit, makan dulu ne?” Ucap Siwon lagi sambil menatap mata kecil Minho dalam.

“Mmm~ daddy juga?”

“Mmm…dadd…”

“Kalau daddy makan, mino juga makan.” Ucap Minho dengan nada tegas dan membuat Siwon tidak bisa membantahnya lagi.

Hal itu tentu saja membuat Umma Choi dan Ryeowook tersenyum simpul sekaligus senang memiliki Minho yang sama keras kepalanya dengan Mommy-nya. Jika tidak, bisa dipastikan Siwon akan melupakan segalanya saat ini bahkan ia bisa menghancurkan dirinya sendiri.

Dan mau tidak mau Siwon segera menuruti kemauan anaknya itu jika ingin Minho makan malam seperti keinginannya. Dan Ryeowook pun langsung menyiapkan makanan berkotak-kotak yang dibawa maid mereka tadi.

Tapi karena keributan kotak-kotak makanan itu kedua bocah kembar mereka terjaga hampir bersamaan menggeliat ditempat mereka.

“Ahh, babies…ayo makan dulu.” Ucap Ryeowook senang.

“Suho makan ne?”

“Cuo tidak mau bubur, umma~” Bantah suho mengingat makanan bagi orang sakit.

“Bukan bubur, makanan dirumah kita, ayo~”

“Culli makan, sayang?” Tanya Umma Choi melihat putri kecil mereka yang sudah duduk sambil mengucek kedua matanya.

“Culli tidak lapar, halmonie.”

“Culli harus makan ne? Oppa yang suapin.” Ucap Minho cepat sambil memakan makanannya sendiri.

Dan Sulli juga tidak bisa membantah perkataan oppanya itu apalagi saat daddy-nya menatap dengan mata yang mengatakan ia tidak ingin dibantah juga.

Lalu mereka pun mulai memakan apapun yang dibawa maid mereka bersama-sama, bisa dilihat Ryeowook yang menyuapi Suho tersenyum senang saat melihat Suho, Minho dan Kai makan dengan lahapnya.

Tapi namja imut itu bisa melihat Siwon yang hanya memakan dua suap dan kembali mengaduk-ngaduk isi piringnya dengan tatapan kosong. Sementara itu Sulli memakan apapun yang disuapi Minho untuknya dengan wajah lesu dan sembab.

Hingga tiba-tiba…

“Mmm….” Putri kecil itu langsung berlari ke kamar mandi secepatnya sambil membekap mulutnya erat.

“SULLI!!” Panggil Siwon langsung menyusul putri kecil itu meninggalkan mereka yang terpaku tiba-tiba.

“Ayo habiskan, cepat.” Ucap Ryeowook kemudian.

Sementara itu dikamar mandi rumah sakit itu Siwon melihat dengan jelas Sulli memuntahkan semua yang baru saja dimasukkannya kedalam perut kecilnya. Untuk beberapa detik Siwon hanya bisa terdiam melihat putrinya itu tidak percaya.

Namun saat tubuh kecil itu merosot kelantai karena lemas, secepat kilat Siwon menghampirinya dan menangkapnya berdiri lagi.

“Dd-daddyyhh…”

“Kenapa princess~” Tanya Siwon sambil membersihkan mulut dan seluruh wajah Sulli.

“Sakiiit..leher Culli~ hiks”

“Daddy tau, ayo keluar…” Siwon langsung menggendong Sulli dan keluar darisana agar Sulli tidak muntah lagi. Ia tahu yang dimaksud Sulli itu tenggorokannya yang tidak enak.

Begitu keluar darisana Sulli kembali melihat makanan itu dan ingin segera memuntahkan apapun yang ada diperutnya lagi. Tapi saat melihat semua menatapnya khawatir seketika membuatnya menangis dengan keras hingga Siwon harus keluar darisana.

“Culli kenapa, umma?” Tanya Suho khawatir.

“Mungkin, perutnya menolak makanan yang sudah dimakannya.”

“Apa itu seperti Siwonnie dulu?” Tanya Umma Choi penasaran.

“Tidak tahu umma, kita lihat dulu dengan makanan yang lain. Jika ia, berarti sama. Kekhawatiran Sulli diatas puncaknya.”

“Lalu apa yang harus kita lakukan? Dia tidak mungkin tidak makan.”

“Mollaseo, umma~” Jawab Ryeowook sambil menggelengkan kepalanya.

Saat itu Minho yang hanya terdiam hanya bisa berpaling melihat kearah mommy-nya yang terbaring kaku diranjangnya tanpa tahu apa yang sedang mereka alami saat ini.

Sementara itu Sulli masih terisak dileher daddy tampannya walau sudah ditenangkan dengan berbagai ucapan manis dari daddynya itu. Sepertinya Sulli menangis karena tiba-tiba muntah ditengah acara makan itu yang berarti sangat tidak sopan dikeluarga mereka.

Karena saat keluar darisana Sulli langsung meminta maaf berkali-kali pada daddy-nya dan tidak akan mengulangnya lagi. Siwon hanya bisa tersenyum senang dan mengecup kening putrinya itu penuh sayang.

“Sulli mau makan apa, hmm??”

“Tidak mau, mulut Culli jelek.”

“Bukan jelek, tapi tidak enak.”

“Ne, tidak enak.”

“Mau yang asam-asam?”

“Nooo~”

“Terus?? Biar mulutnya enak lagi.”

“Coklat saja, Culli mau coklat.”

Mau tidak mau Siwon segera menuju kantin rumah sakit itu untuk membeli coklat kesukaan putrinya dan kembali berjalan ke taman dan duduk disana mencari udara segar.

“Culli dingin??”

“Aniyo~ kan dipelukan daddy.” Jawab Sulli sambil meringkuk semakin dalam.

“Ahh, itu oppa.” Ucap Siwon saat melihat Minho mendekati mereka dengan senyuman.

“Gwenchana, babygirl??” Tanya Minho langsung mengecup kening Sulli yang duduk tegak untuk melihatnya.

“Kapan Mommy panggil Culli begitu, oppa??” Tanya Sulli dengan wajah polosnya.

“Secepatnya, princess…secepatnya.” Jawab Siwon memeluk tubuh kecil Sulli dan Minho disampingnya.

Saat itu juga ternyata Suho sudah mendekati mereka bersama Ryeowook yang dipaksa bocah kecil itu untuk membawanya keluar mencari Sulli.

Dan satu lagi putra kecilnya meringkuk dalam pelukannya setelah Suho mengecup kening Sulli penuh sayang dan tersenyum menenangkan pada dongsaeng kembarnya itu.

“Kalian memang keturunan koala~” Ucap Ryeowook sambil menggelengkan kepalanya.

“Ikutan umma yuk~” Jawab JongIn menarik Ryeowook mendekati mereka dan ikut memeluk bersama-sama sampai mereka tertawa dengan senangnya.

Tawa tulus yang baru pertama kali terdengar setelah beberapa jam musibah yang menimpa keluarga bahagia mereka. Tapi sayang tawa itu hanya bertahan sedikit saja, karena wajah mereka kembali bersedih dalam waktu yang bersamaan itu mengingat yang mereka cintai ada diranjang tidurnya saat ini.

“Ayo kembali, malam sudah semakin dingin.”

Lalu mereka semua akhirnya kembali kekamar inap Kyuhyun dan menyiapkan diri mereka untuk meninggalkan dunia ini dan pergi ke dunia mimpi. Dengan harapan akan ada mimpi yang lebih indah dari kenyataan yang mereka terima saat ini.

Malam itu Siwon menidurkan Minho di sofa sementara Sulli ingin tidur bersama Suho diranjangnya, walau sebenarnya dia ingin tidur dalam pelukan mommy-nya yang tidak bergerak. Kemudian Siwon menyuruh Ryeowook dan JongIn pulang ke rumah menemani Yesung dan Appa Cho disana.

Setelah semuanya terlelap Siwon segera mendekati ranjang Kyuhyun dan duduk dikursinya sambil menggenggam tangan huswifenya itu dengan erat.

“Baby…hyung merindukanmu.” Ucap Siwon setengah berbisik lalu mengecup lembut tangan lentik huswifenya itu.

“Bagaimana hyung bisa bertahan seperti ini baby??” Tanya Siwon sambil membelai pipi pucat Kyuhyun yang terasa hangat.

“Hyung tidak bisa menghadapi semuanya sendirian.” Siwon berbisik lirih dan merebahkan kepalanya diatas ranjang Kyuhyun disamping tangan huswifenya itu sambil memejamkan matanya hingga kelelahan akhirnya menjemputnya.

**

Ketika pagi kembali menjelang, Siwon yang tertidur dalam duduknya terjaga dengan kesakitan yang luar biasa yang ada didadanya. Nafasnya tertahan disana seolah tidak bisa keluar dengan sempurna hingga membuatnya menarik nafas pelan-pelan.

Ia melihat keseluruh ruangan yang sedikit gelap itu dan menyusuri wajah putra dan putrinya yang masih tertidur dengan lelapnya. Sulli tidur menyamping menghadap Suho yang juga menyamping kearahnya dengan berselimutkan selimut lusuh Suho yang sudah dibawa kesana.

Siwon berdiri dari duduknya dan melihat Kyuhyun yang tidak berubah sedikit pun dalam tidurnya. Kemudian ia sedikit menunduk untuk mengecup kening Kyuhyun penuh sayang sambil memejamkan matanya.

Sekarang Siwon sudah bisa menahan diri agar airmatanya tidak jatuh lagi didepan Kyuhyun walau namja cantik huswifenya itu tidak bisa melihatnya. Dan didepan anak-anak mereka yang sudah cukup menangis dihari pertama.

“Selamat pagi, the love of my life. I love you.” Bisik Siwon pelan.

Lalu dengan langkah gontai ia pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah menyelimuti Minho yang ada disofa dengan benar. Walau terlihat pucat dan tidak terawat namja tampan itu masih sangat tampan dimata siapapun.

Sampai didalam Siwon segera membuka kemeja putihnya lalu berdiri di depan cermin kamar mandi itu. Saat itulah Siwon sadar apa yang sudah membuat dada-nya terasa sakit bagai dihantam ribuan batu.

Didadanya kini terdapat cetakan warna ungu sebesar telapak tangannya yang sudah sangat membengkak. Dan Siwon tahu jelas darimana cetakan itu didapatnya secara tidak sengaja dan dibiarkan berlarut sampai hari ini.

Hantaman keras didanya kemarin dengan stir mobilnya kini membuat dada bidangnya terdapat lebam yang sangat besar. Siwon menelusuri perlahan lebam itu dengan jemarinya dan merasakan perih yang luar biasa.

Namun saat ingin melihat lebih lama, ia bisa mendengar suara-suara kecil terdengar dikamarnya pertanda malaikat kecilnya sudah terjaga. Segera Siwon membersihkan dirinya dan berganti pakaian dengan yang sudah dibawa maid mereka.

Kemudian namja tampan itu segera keluar dari sana dan mendapati Sulli yang sudah ada disisi ranjang mommy-nya sementara Suho masih berbaring melihatnya.

Sedangkan putra pertamanya Minho yang sudah duduk sambil mengucek matanya segera mendekati Sulli dan mengajaknya pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri. Tanpa sadar Siwon tersenyum penuh arti pada putra sulung kesayangannya itu.

“Mino yang terbaik.” Ucap Siwon tiba-tiba.

“Untuk mommy dan daddy.” Jawab Minho pasti sambil menyeret Sulli yang keras kepala setelah mengecup kening mommy mereka sebagai ucapan selamat pagi.

Setelahnya masuklah beberapa perawat yang bertugas merawat Suho dan Kyuhyun membawa perlengkapan mereka. Merasa tahu apa yang akan mereka lalukan, Siwon langsung menawarkan dirinya untuk membantu.

Yaitu membasuh seluruh tubuh Kyuhyun sebagai pengganti mandi, karena namja cantik itu tidak bisa melakukannya sendiri. Dan Siwon tidak ingin ada siapapun yang melakukannya untuk Kyuhyun dan melihat apa yang menjadi miliknya itu.

Siwon menunggu hingga perawat itu selesai dengan Suho agar Minho bisa membawa adik-adiknya keluar menghirup udara pagi sebelum mereka sarapan. Setelah itu barulah Siwon membersihkan seluruh tubuh Kyuhyun sendirian sambil terus mengucapkan kata cinta untuk huswifenya itu sampai semuanya selesai.

Tak berapa lama kemudian maid-maid yang ditugaskan Ryeowook sudah tiba disana dengan berbagai sarapan serta beberapa baju ganti untuk mereka. Saat mereka masuk kesana, Siwon keluar dengan iphone ditangannya untuk menghubungi sekolah Minho dan si kembar.

Siwon yakin walau dibujuk dengan berbagai cara, anak-anaknya saat ini pasti tidak ingin meninggalkannya dan mommy mereka yang masih tidak sadarkan diri. Dengan berat hati ia pun harus meminta izin untuk beberapa hari ke depan sampai semuanya terkendali.

Kemudian dia pun segera kembali ke ruangan itu untuk memastikan ketiga anaknya sarapan dengan patuh. Dan hanya Minho dan Suho yang memakan sarapan mereka dengan enggan, sedangkan Sulli putri kecilnya langsung memuntahkan suapan pertamanya di depan maid mereka.

Dengan sigap maid itu langsung membersihkan kekacauan itu dan membawa putri kecil itu ke kamar mandi untuk membersihkan mulutnya. Setelah mereka keluar Sulli melihat daddy-nya berdiri disana menatapnya dengan wajah sedih.

Detik itu juga Sulli menangis dan menghambur memeluk Siwon yang sudah menundukkan badannya. Mereka semua tahu bagaimana rasanya memuntahkan apa yang sudah kita makan, apalagi Sulli yang belum makan apa-apa selain satu suapan itu.

Itu membuat perutnya terasa ditarik keluar dan sakit sekali dan itu juga yang membuat Sulli menangis.

“Sayaaang, my princess, Culli harus makan, hm, pelan-pelan.”

“Tidak mau!!”

“Tapi Culli harus makan, sedikit juga tidak apa-apa.”

“Andwaeyoo..hiks…mommy~”

“Owh..ssst..jangan menangis, tidak makan, tidak jadi makan.” Siwon langsung membawa putri kecil itu keluar darisana mencari udara segar.

Dan dari kejauhan dilorong rumah sakit itu Siwon bisa melihat Ryeowook tiba bersama Kai dan dibelakangnya terdapat seorang namja yang sangat dikenal Siwon walau hanya sekali berjumpa dengannya dulu dihari pernikahannya dengan Kyuhyun.

Namja tinggi yang sedikit tampan itu merupakan sahabat huswifenya saat dia tidak bersama Kyuhyun di new York dulu selama beberapa tahun.

‘Untuk apa dia disini?’ Tanya Siwon dalam hati saat mereka sudah tiba dan berhenti didepannya.

“Siwonnie, aku bertemu dengannya di loby depan.” Ucap Ryeowook memecahkan lamunan Siwon.

“Mmm…aku langsung kesini setelah pihak rumah sakit menghubungiku.” Ucap namja tinggi itu menjelaskan. “Aku sungguh menyesal Siwon hyung, seharusnya aku mencegah jong kembali.”

“Jadi dia benar sahabatmu, Changmin?” Tanya Siwon datar.

“Iya, dia selalu bersamaku saat Kyunnie tidak ada, karna Kyunnie tidak ingin bersama orang lain saat kami bertemu disekolah. Jika dia datang aku menyuruh Jong pergi sementara.”

“Karena itu Kyuhyun seperti tidak mengenalinya??” Siwon kembali bertanya.

“Benar, hanya Jong saja yang mengagumi Kyunnie dari jauh, atau bahkan mencintainya.” Changmin menjelaskan perlahan dan membuat rahang Siwon sedikit mengeras.

“Malam itu, tiba-tiba dia kembali dan bertanya tentang Kyuhyun dan aku menjelaskan apa yang aku tahu saja, aku tidak mengira dia akan datang dan ingin…”

“Mengambil Kyuhyun.” Sambung Siwon cepat.

“Jong pabbo!! Mianhae, Siwon hyung!!”

“Tunggu dulu!! Kenapa kau memanggilku hyung??” Tanya Siwon tidak rela.

“Aku sudah mengenalmu terlalu banyak bahkan sebelum kita bertemu dihari itu.”

“Ahh, arraseo. Dan semua sudah terjadi, tidak ada yang bisa kita lakukan.”

“Ne…mianhae. Izinkan aku bertemu Kyuhyun, hyung…” Pinta Changmin memelas.

Siwon menatap wajah tirus yang sedikut tampan itu sedikit lebih lama baru akhirnya menganggukkan kepalanya mengizinkan. Seketika Changmin tersenyum cerah sambil memegang pipi Sulli sekilas dalam gendongan Siwon.

Namja tinggi itu segera berlari menuju ruangan Kyuhyun dengan riangnya membuat Ryeowook dan Siwon menggelengkan kepala mereka melihatnya.

Begitu masuk kedalam ruangan babyblue itu Changmin mendapati dua bocah tampan kesayangan sedang duduk disisi kiri dan kanan Kyuhyun. Namun begitu melihat Changmin, Minho langsung berdiri dari kursinya dan menundukkan badannya sebentar sebagai pengganti salam.

Lalu bocah tampan itu segera mendekati dongsaengnya untuk memberi ruang pada tamu itu yang dia tahu adalah sahabat mommy mereka untuk mendekat.

“Uncle ciapa lagi?” Tanya Suho tajam.

“Mmm, aku sahabat mommy kalian.” Jawab Changmin dengan senyumnya.

“Uncle jahat itu juga sahabat mommy, katanya. Tapi dia buat Cuo dan mommy terluka” Jawab Suho datar tanpa basa-basi.

“Suho~” Panggil Minho pelan. “Tidak boleh begitu.”

“Tapi benalkan hyung? Nanti uncle ini jahati mommy lagi.” Ucap Suho sambil melingkarkan lengannya pada tubuh mommy-nya.

“Aigooo~ maafkan dia uncle.” Ucap Minho sambil beberapa kali mengaggukkan kepalanya.

“Aniyo, gwenchana~” Jawab Changmin duduk ditempat Minho sebelumnya.

“Suho~ ayo pergi…” Bisik Minho dengan pelan.

“Andweyoo!!” Bantah Suho cepat.

“Cuoo~ uncle ini sahabat mommy dulu, yang jagain mommy sebelum bertemu lagi dengan daddy.”

“Jinjja?? Tahu dali mana hyung??” Tanya Suho tidak yakin dengan bibirnya yang mengerucut.

“Umma pernah cerita dulu.”

“Mmm, uncle Chwang itu baik.” Ucap Minho lagi sambil melepas tangan Suho dan menurunkannya dari ranjang mommy mereka.

Kemudian bocah itu segera membawa Suho pergi menjauhi ranjang mommynya dan Changmin disana membuat Suho dengan berat hati melangkahkan kakinya. Namun karena Minho lebih kuat darinya tidak ada yang bisa dilakukan Suho kecil selain terus menatap Changmin dengan tatapan yang tidak rela.

Namja tinggi sedikit tampan itu pun langsung menyungingkan senyuman secerah mentarinya pada Suho yang ternyata membuat Suho ikut tersenyum dengan manisnya. Apalagi Suho bisa melihat senyum changmin disertai matanya yang ikut tersenyum tidak seperti yang dilihatnya pada Jonghyun.

Setelah mereka menjauh, Changmin baru bisa meneliti wajah cantik sahabatnya itu walau terlihat sangat pucat.

“Hey Kyu, kenapa masih tidur, eoh? Yunho hyung bilang cepatlah bangun dia ingin berkunjung.” Ucap Changmin dengan wajah cerianya.

“Kami akan datang berkunjung untuk melihat anak-anak kalian, Tapi bukan begini caranya. Mianhae Kyu…aku yang salah, aku tidak mengira dia akan berbuat sejauh ini.”

“….”

“Aku lihat Siwon hyung semakin tampan saja, service mu hebat ya??” Ucap Changmin menghilangkan kesedihan yang tiba-tiba menyergapnya.

“Kau hebat juga bisa punya mereka yang sangat luar biasa, aku boleh mengambilnya satu??” Tanya Changmin dengan smirknya dan tanpa sadar ia langsung memegang kepalanya.

Seolah jika Kyuhyun bisa mendengar pasti kepalanya akan menjadi sasaran jitakan sahabatnya itu.

“Kau hidup dengan sempurna Kyu, untuk apa tidur disini, ayo bangunlah~” Pinta Changmin mengambil tangan Kyuhyun ke dadanya.

“Cepatlah bangun, aku akan disini sampai hari itu tiba agar kau bisa membalas perbuatan si Jong pabbo itu.”

Saat itu tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka perlahan dan menampakkan Siwon masuk bersama putrinya yang merebahkan kepala dibahunya. Dan Changmin langsung mengembalikan tangan Kyuhyun ke tempatnya dan melihat mereka.

Changmin tidak ingin membuat suasana yang tidak menyenangkan diantara mereka apalagi ditengah suasana yang mendung seperti ini. Changmin sudah mengenal Siwon dengan baik hingga dia bisa menghindari hal-hal yang bisa menghancurkan hubungan baik mereka.

Tanpa Changmin tahu Siwon melihat dan mendengar semua yang ia katakan dan itu tidak membuatnya terganggu sedikitpun saat ini. Karena Kyuhyun kembali padanya seperti sedia kala adalah hal terpenting yang dipikirkannya.

“Aku harus pergi Hyung, Aku akan disini sampai Jong sadar dan kau bisa mengadilinya.” Ucap Changmin berdiri mendekati mereka.

“Terima kasih sudah datang.” Jawab Siwon mengulurkan tangannya yang segera disambut Changmin.

“Gwenchana, Hyung. Bertahanlah~” Ucap Changmin dengan senyum tulusnya membuat Siwon menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih sekali lagi sebelum akhirnya namja tinggi itu pun meninggalkan mereka.

Tbc…

**

Part 2 nya tidak akan lama^^ I promise.

Selamat menjalankan ibadah puasa ne^^

Two Love One Heart 5

Published June 12, 2015 by Wonviekyu

two love one heartTwo Love One Heart 5

Selamat malam My Lovely Readers…
Fanfic yang udah jamuran datang lagi…Anin maafkan unnieeee^^

Kalau chap sebelumnya lupa…ayoo silahkan baca dari pertama…ahahaha.
Mianhae ne^^
Sebelum MY BABY…Silahkan membaca…

**

Pagi menjelang disebuah apartement mewah yang dihuni oleh dua namja yang selalu dipenuhi dengan cinta. Mereka terlihat sangat damai tertidur dipelukan masing-masing dengan wajah yang sama-sama menyunggingkan senyuman bahagia.

Namun tiba-tiba suara dering salah satu iphone yang terletak dimeja nakas disamping ranjang berbunyi dengan nyaring hingga membuat salah satu dari mereka terjaga dan satunya lagi menggerutu kesal dalam tidurnya.

Salah satu namja yang bernama Choi Siwon itu langsung mengambil benda pengganggu itu dan melihat siapa yang sebenarnya mengganggu paginya yang nyaman.

“Kibum?” Gumamnya pelan.

Siwon langsung berpaling melihat namja cantik yang masih dalam selimutnya itu dan menyadari Cho Kyuhyunnya sudah tertidur kembali dengan tenang. Kemudian perlahan Siwon bangkit dari tidurnya dan menjauh dari ranjang untuk menerima panggilan itu.

“Ne, bummie??”

>Pulanglah, Hyungmu…<

“Oh!! Ne, aku akan segera kembali.”

>Cepatlah hyung…<

“Ne…sudah dulu, bye”

Siwon langsung memutuskan sambungannya setelah berbicara dalam bisikan agar Kyuhyun tidak mendengarnya.

Namun tanpa dia tahu bahwa namja cantik dibawah selimut itu sudah membuka matanya dan mencoba mendengarkan apa yang dibicarakannya itu.

Siwon bergegas ke kamar mandi membersihkan diri dan keluar beberapa menit kemudian terlihat sangat segar.

Tanpa berniat mengganggu Kyuhyun yang masih dibawah selimut Siwon langsung menuju ke dapur mereka untuk menyiapkan sarapan.

Tidak berapa lama Siwon berkutat dengan sarapan mereka Kyuhyun sudah berdiri dipintu dapur dengan wajah kusut dan rambut berantakan namun tetap menggemaskan.

“Heeey..ke kamar mandi dulu.” Ucap Siwon sengaja begitu melihatnya.

Namun Kyuhyun malah berjalan mendekatinya perlahan lalu tanpa kata-kata langsung memeluk Siwon sambil merebahkan kepalanya didada bidang yang hangat itu.

“Hooo?? Waeyo, hmm??” Tanya Siwon tidak mengerti.

Sekali lagi Kyuhyun tidak menjawabnya dan semakin mengeratkan pelukannya membuat Siwon meletakkan piring yang ada ditangannya dan membalas pelukan itu dengan lembutnya.

Tanpa aba-aba namja tampan itu melayangkan kecupan manis penuh sayang dikepala Kyuhyun yang membuat namja cantik itu memejamkan matanya menikmati sentuhan itu.

Setelah itu Kyuhyun pun melepas pelukannya dengan bibir yang dipoutkan lalu beranjak keluar dari sana meninggalkan Siwon yang hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan gemas.

Kemudian namja tampan itu pun kembali menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua sementara Kyuhyun membersihkan dirinya di kamar mandi.

Tak berapa lama kyuhyun sudah kembali dengan wajah datar dan sebuah Iphone ditangannya. Namja cantik itu langsung menghampiri siwon yang masih tidak menyadari kehadirannya.

“Kibum menelpon.”

Prang!!!!

Tiba-tiba saja gelas yang ada ditangan Siwon jatuh ke lantai dan berserakan kemana-mana sampai mengenai kakinya. Dan Kyuhyun hanya bisa mematung melihat kejadian yang tiba-tiba itu.

“A-apa??” Tanya Siwon masih tidak merasakan apa-apa.

“Ki-ki…Omooo!! Kau berdarah!! Siwonnie!! Kau berdarah!!!”

Kyuhyun langsung menghambur mendekati kekasihnya itu dan berlutut didepan namja tampan itu yang masih tidak sadar apa yang terjadi padanya.

“Siwonnie!! Sadarlah!!” Seru Kyuhyun sedikit kesal hingga membuat Siwon langsung melihatnya.

“Ohh, aku?? Ouuhh, perih Kyu!!”

“Pabbo!!” Gerutu Kyuhyun sambil memutar bola matanya dengan kesal.

Namja cantik itu dengan telaten membersihkan luka dipergelangan kaki siwon secara perlahan. Namun tiba-tiba saja gerakan tangannya terhenti karena Siwon menangkap tangan lentik itu dan menggenggamnya.

Siwon melihat tangan putih yang sangat cantik itu dengan jemarinya lentik, lalu ia pun mengalihkan tatapannya pada wajah Kyuhyun yang kini menatapnya dengan bingung. Siwon menatap mata wajah cantik dan mata bulat bak boneka itu dengan sangat dalam.

“Aku mencintaimu, Kyuhyun.” Ucap Siwon tanpa sadar namun dengan segenap perasaannya hingga membuat Kyuhyun membeku ditempatnya dengan jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya.

Bahkan kali ini terasa lebih berbeda dari biasanya saat mereka saling mengucapkan kata cinta. Ucapan Siwon kali ini menggetarkan seluruh indra dalam dirinya hingga membuatnya kehilangan kata-kata.

“Ahh, aku akan menghubungi Kibum sebentar.” Ucap Siwon lagi memecah keheningan yang dibuatnya.

Dan membuat Kyuhyun hampir saja mengeluh karena kehilangan kehangatan genggaman tangannya. Dalam hati Kyuhyun merasa ada yang berbeda dengan kekasihnya yang tidak diketahuinya.

Tapi Kyuhyun tidak bisa menjelaskan apa yang dirasakannya dengan kata-kata dan memutuskan untuk memendam keanehan itu seorang diri saja.

Dan tiba-tiba pikiran anehnya pun melayang jauh sekali saat ia melihat wajah Siwon yang sedang berbicara dengan Kibum berubah keruh dan penuh kekhawatiran.

“Ada apa?” Tanyanya setengah berbisik sambil mendekati dan memegang lengan namja tampan kekasihnya itu.

“Aku pergi sebentar.” Jawab Siwon cepat lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

Namja tampan itu meletakkan Hp-nya di meja karna harus mengambil coatnya yang ada dikamar tidur mereka. Namun saat keluar dari sana ia tahu Kyuhyun masih ingin menanyakan apa yang sedang terjadi.

“Sampai jumpa, baby.” Ucap Siwon buru-buru lalu segera keluar dari apartement mereka sebelum Kyuhyun sempat bertanya ataupun menjawab.

Namja tampan itu langsung menuju parkiran mobilnya dan masuk ke dalam lalu pergi dari sana dengan kecepatan diatas rata-rata. Siwon sudah tidak bisa memikirkan apa-apa lagi saat Kibum mengatakan keadaan hyung kesayangannya.

“H-hyung~” Gumam Siwon dengan berbagai perasaan khawatirnya.

Tapi tiba-tiba saja nama seseorang muncul dikepalanya dan seketika membuat senyum manis dibibirnya merekah mengingat segala hal yang ada pada Kyuhyun, namja cantik kekasihnya.

Selanjutnya Siwon melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sama cepatnya namun dengan perasaan yang lebih baik. Namja tampan itu ingin segera melihat hyungnya kembarannya.

Hingga dalam beberapa menit selanjutnya mobil Siwon sudah berada didepan pagar rumahnya yang selalu terlihat menyejukkan itu.

Begitu keluar dari mobil Siwon tergesa-gesa masuk ke dalam rumahnya dan mendapati ummanya sedang duduk diruang tengah menunggunya.

“Umma?” Panggilnya ragu.

“Siwonniee~~”

Wanita paruh baya itu langsung menhambur memeluk putra kembarnya satu lagi dan menangis didadanya. “Hyung-mu Siwonnie~”

“Apa yang terjadi??” Tanya Siwon tidak mengerti.

Saat itu juga dokter yang merawat hyungnya keluar dari kamar rawat Shiyuan dengan wajah yang sangat penuh beban.

“Dok…” Panggil Siwon.

“Dia ingin bertemu denganmu.” Dokter itu menjawab dengan senyumnya yang menenangkan.

Tanpa sadar Siwon dan Umma-nya sama-sama menghembuskan nafas lega dan ikut tersenyum pada dokter itu. Kemudian Siwon segera memasuki kamar hyugnya yang sudah menjadi ruangan suram yang persis seperti rumah sakit itu.

Namja tampan hyungnya itu masih tetap terbaring ditempat yang sama seperti beberapa hari yang lalu. Hanya saja wajahnya semakin terlihat pucat dan lingkaran hitam dimatanya semakin dalam.

Walau begitu Siwon masih bisa melihat garis ketampanan yang dimiliki hyungnya itu seperti yang dimilikinya.

“Aku lebih tampan darimu sekarang.” Ucap Siwon sengaja sambil medekati ranjang hyungnya perlahan.

Kata-katanya itu langsung saja membuat Shiyuan membuka matanya secara perlahan dan menyunggingkan senyuman manis karna pernyataan dongsaengnya itu.

“Si-won-nie” Panggil Shiyuan terdengar lemah.

“Hyung~” Siwon langsung mendekati ranjang putih itu dan duduk disampingnya lalu mengambil tangan lemah hyungnya itu ke dalam genggamannya.

“Ba-bagai-mana…Kyu-kyunie~?”

“Dia baik Hyung, hyung yang bagaimana??” Tanya Siwon khawatir.

“Se-pertinya…ti-tidak a-da hara-pan.”

“Jangan sembarangan, bukan hyung yang menentukan.

“T-tapi h-yung t-tau bila…”

“Jangan bicara!!”

“Si~w~onnie..” Panggil Shiyuan sekali lagi sambil mencoba menggenggam tangan dongsaengnya itu. “La-kukan se-suatu u-untukku.”

“Aku sudah melakukan banyak hal untukmu.” Siwon menatap tangan hyungnya tanpa eskpresi.

“I-ini un-tuk yang te-rakhir, h-hyung tidak a-akan me-minta lagi.”

“Aku bilang, jangan banyak bicara!!” Kesal Siwon akan kata terakhir.

“Jagalah Kyuhyun.”

“Mwo?”

“Ja-galah K-kyuhyun un-tuk selamanya.”

“Kenapa harus aku!! Kau akan menjaganya sendiri.”

“Ka-kau tahu, Siwonnie, ja-ngan menghindar.”

“Aku tidak tahu!! Jangan bicara sembarangan.

“Ja-jagalah dia untukku, a-ku tidak bisa menunaikan janjiku. To-tolong tepati janjiku yang tidak kesampaian Siwonnie~” Ucap Shiyuan dengan wajah memelas membuat wajah Siwon berubah sedikit lembut.

“Hyung~”

“A-aku tahu kau me-nyukainya, saeng.”

“Aku tidak!!!”

“A-ku tidak per-caya. Ti-dak akan ada yang ti-tidak ter-pesona de-dengannya.”

“Jadi maksudmu, kau tau ini akan terjadi??” Tanya Siwon tidak percaya.

“A-ku ha-nya menebak sa-ja.”

“Bagaimana dengan hati oranglain? Kau egois!!” Siwon beranjak dari ranjang hyungnya itu.

“Untuk terakhir kali, a-ku akan dimaaf-kan.”

“Shut up!!!”

“Ja-ngan menyangkal Siwon, kau mencintai-nya.”

“Aku punya Kibum!!!” Ucap Siwon langsung berdiri dan menatap hyungnya tajam.

“Tap-tapi kau mencintai Kyu-hyun.

“Aku tidak!!”

“Ja-jaa..ngan…” Ucapan Shiyuan semakin terputus kerana dadanya yang terasa sesak.

“Hyung!!!” Siwon langsung kembali mendekat dan menggenggam tangan yang sangat lemah itu.

“Ber-janji-lah Si-siwonnie~” Ucap Shiyuan kembali menggenggam tangan dongsaengnya.

“Hyung~”

“Berjanjilah kau akan menjaganya dan mencintainya sepenuh hatimu.”

“Ba-bagaimana dengan kibum??” Tanya Siwon tidak bisa menyangkal lagi.

“D-dia a-akan mengerti~”

“Kau egois!!”

“A-aku ta-hu.”

“Aku tidak bisa hyung~”

“Kau mencintainya kan?” Tanya Shiyuan menatap mata Siwon dalam dan dongsaengnya itu tidak bisa menjawab apa-apa.

“Kau~ tidak bisa menjawabnya.”

“Hyung~”

“Berjanjilah, ber~janjilah~.” Shiyuan menarik tangan Siwon dengan kuat.

“Aku berjanji.”

“Dhuk!!” Suara benda jatuh dibelakang mereka berdua membuat keduanya terperanjat.

Apalagi saat melihat pemilik benda yang merupakan Iphone 6 itu sedang berdiri menatap mereka dengan tatapan tidak percaya.

“Ki-kibum??” Ucap Siwon tidak percaya.

“Ka-kau serius?”

“A-apa maksudmu?”

“Kau serius mencintainya??”

“Tidak! Tunggu dulu.” Siwon langsung mendekati kekasihnya.

“Apanya yang tidak??”

“Ini untuk hyung, bummie, kau tahu itu.”

“Tapi ini sudah berlebihan, aku sudah tidak tahan, hyung.”

“Apa maksudmu??”

“Aku sudah tidak tahan dengan semuanya! Akhiri saja.”

“T-tidak!! Ja-jangan, jangan sakiti ba-bykyu~.” Ucap Shiyuan tidak terima.

Ia menatap kibum dengan pandangan memelas meminta pengertian Kibum hingga namja imut nan manis itu kehilangan kata-kata.

“Apa kalian tau?” Tanya Kibum sambil menatap dua kakak beradik itu dengan mata nanar. “Kalian menyakitiku”

Namja imut itu langsung keluar dari sana meninggalkan saudara kembar yang terpaku itu ditempat mereka. Tidak ada yang menyangka Kibum akan berhenti memainkan perannya sedikit lagi.

“A-apa kau tidak akan pernah memberitahukan Kyuhyun??” Tanya Siwon kemudian.

“T-tidak.”

“Bahkan sampai semuanya berakhir dan sudah terlambat??”

“Bahkan sampai aku pergi.”

“SHIT!!! KAU SIALAN, HYUNG!!!”

“Aku tahu.”

Sementara itu…

Kyuhyun yang ditinggalkan secara tiba-tiba oleh Siwon langsung terduduk di sofa dan menatap dengan pandangan kosong. Saat tiba-tiba tangannya meraba sesuatu disofa itu yang hampir saja didudukinya.

“Ahh, Siwonnie’s phone.” Gumam Kyuhyun pelan.

Tanpa segan namja cantik itu mengambil benda mati yang sudah beberapa kali dilihatnya itu namun tidak pernah ditelitinya. Dan kini ia sadar bahwa iphone Siwon sudah berubah, bukan seperti yang dia lihat saat di Taiwan.

“Sejak kapan dia ganti? Aku tidak pernah sadar.” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. “Tapi selama ini Siwon memang tidak pernah jauh dari benda ini.”

Setelah membolak-balik iphone itu sebentar akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk membukanya dan melihat-lihat isinya.

Dengan rasa penasaran yang tinggi akhirnya namja cantik itu membuka daerah privasi kekasih hatinya dalam benda itu, yaitu kotak masuk. Entah kenapa Kyuhyun ingin mengetahui apa ada yang salah dengan semuanya.

Ia jelas merasakan ada sesuatu yang lain yang terjadi diantara mereka mulai dari pertama kedatangannya kesini. Tapi, Kyuhyun tidak bisa menjabarkannya dengan kata-kata hingga semuanya mengalir begitu saja.

“Apa-apaan ini?!!” Tanyanya tiba-tiba saat melihat kotak masuk Siwon penuh dengan nama Kibum dengan panggilan kecil. “Bummie”

Kyuhyun langsung membuka dan membaca seluruh isi pesan singkat yang dikirimkan Kibum untuk kekasihnya. Menit berlalu kepala Kyuhyun pun semakin dipenuhi dengan berbagai pertanyaan.

Dan lama kelamaan Kyuhyun merasakan kepalanya mulai berdenyut dengan semua yang dibacanya. Entah kenapa hatinya terasa sesak saat menyadari hubungan Siwon dan Kibum bukanlah seperti yang mereka katakan.

“Dongsaeng tidak akan seperti ini pada hyungnya.” Ucap Kyuhyun sambil menggertakkan giginya.

“Mereka membohongiku. Dan lebih penting, Siwonnie…siwonnie selingkuh dariku.” Ucap Kyuhyun tidak percaya pada kata-katanya sendiri.

Tangan lentiknya kini menggenggam kuat baju bagian dadanya untuk menahan rasa sakit dihatinya dengan kenyataan yang baru diketahui kebenarannya.

“D-dia~ selingkuh” Gumamnya sekali lagi dan meletakkan hp itu dimeja didepannya.

Kyuhyun meremas jemarinya dengan gelisah memikirkan apa yang sebenarnya terjadi antara dia, Siwon dan Kibum. Namun tiba-tiba suara bel apartement kekasihnya itu membuat lamunannya berhenti ditengah jalan.

Dengan wajah grumpy Kyuhyun mendekati pintu untuk menerima tamu siapapun yang ingin mengunjunginya atau Siwon.

“Kibum??” Tanyanya heran saat melihat namja yang baru saja dipikirannya kini ada didepannya.

Ya…namja imut itu pergi dari rumah Siwon menuju apartementnya untuk bertemu dengan Kyuhyun. Kibum sudah sampai diambang batas kesabarannya selama ini, menunggu dan menerima semuanya dengan lapang dada.

Tapi yang diterimanya semua tidak menguntungkan baginya malah membuatnya seperti tidak berarti saja. Siwon terlalu mendalami perannya hingga melupakan segalanya bahkan cinta mereka berdua.

Bagaimanapun ia adalah kekasih Siwon sebenarnya yang juga ingin dicintai seperti cinta Shiyuan pada Kyuhyun yang begitu dalam.

Karena itulah hari ini ia akan mengakhiri semua permainan ini dengan menemui Kyuhyun, sebelum apa yang paling berharga untuknya menghilang dalam sekejap. Ini kesempatannya yang sangat tetap apalagi saat ini Siwon sedang ada dirumahnya sendiri.

“Kibum, ada apa?” Tanya Kyuhyun penuh selidik membuat Kibum kembali dari lamunannya.

“Eh,ohh..Kyu, mmm, ada yang ingin kubicarakan.”

“Mmm, apa itu? Siwon hyung tidak ada.”

“Aku ingin bicara denganmu.”

“Ohh, ayo masuk.” Kyuhyun membuka pintu depan itu dengan lebar tapi Kibum mencegahnya.

“Jangan disini, lebih baik diluar saja.” Ucap Kibum sedikit gugup membuat Kyuhyun menatapnya heran.

“Mmm, baiklah aku ganti baju dulu.”

Kyuhyun segera masuk ke kamarnya dengan tatapan Kibum menjurus padanya walau namja imut itu hanya berdiri dipintunya tanpa berniat masuk kedalam.

Kibum tidak ingin melihat apartement mereka yang penuh kenangannya bersama Siwon itu, walau kini sudah berbeda penampilannya semenjak Kyuhyun berada disana.

Tak berapa lama Kyuhyun keluar dengan T-shirt kerah V yang memperlihatkan sebagian dada putih dan leher jenjangnya yang sangat cantik. Jaket kulit hitam sebatas pinggangnya dengan jeans hitam yang melekat dikaki indahnya.

Kibum bisa melihat kesempurnaan yang dimiliki Kyuhyun sekaligus, cantik, imut dan sexy semua melekat pada dirinya. Tidak bisa diragukan jika Siwon bisa terikat pada Kyuhyun walau tidak lama bersamanya.

Kulit putih dengan mata bonekanya saja sudah bisa membuat semua orang berpaling melihatnya.

“Haaahhh~Siwonnie.” Gumam Kibum pasrah.

“Apa maksudnya?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba membuat Kibum terpaku.

“Ahh, ayo pergi, kita ke kafe di bawah saja.”

Kibum langsung berjalan mendahului Kyuhyun agar namja cantik itu tidak menanyakan apa-apa sebelum mereka sampai di kafe. Karena sebenarnya Kibum masih menyiapkan dirinya antara iya dan tidak untuk mengatakan semuanya.

Tapi saat kakinya melankah masuk ke kafe yang tidak jauh dari apartement Siwon, ia sudah memantapkan hatinya untuk menjelaskan cerita yang mereka buat sendiri itu.

Now or Never…

“Mau minum apa?” Tanya Kibum begitu mereka tiba di meja yang jauh dari pusat kafe itu.

Kibum sengaja mencari tempat aman dan terlihat sepi karena ia tidak ingin orang tidak penting mendengarkan cerita mereka.

“Bubble tea.” Jawab Kyuhyun cuek.

Namja imut itu segera memesan dua bubble tea untuk mereka lalu kembali duduk didepan Kyuhyun dan menatap wajah cantik putih didepannya itu dengan takjub.

“Apa kabarmu, Kyu?” Tanyanya memulai pembicaraan.

“Seperti yang kau lihat didepanmu.” Kyuhyun masih kesal dengan sms-sms yang suda dibacanya tadi.

“Selain cantik kau sangat kritis, eoh?”

“Apa maksudmu?”

“Jangan judes begitu Kyu, aku tahu kau sangat baik. Tapi kau juga harus tahu, aku tidak.”

“Hhuh??” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Shiyuan…”

“Kenapa dengan Siwon hyung??”

“Namanya Shiyuan kan? Kenapa kau memanggilnya Siwon hyung??” Tanya kibum mulai serius.

Kyuhyun hanya bisa mengernyit bingung karena ia sungguh tidak mengerti apa yang terjadi dengan Kibum dan kemana arah pembicaraan ini berjalan.

“Kenapa Kyu?” Ulang Kibum sekali lagi.

“Karna aku tidak suka pada nama chinanya.”

“Kenapa kau tidak suka? Siwon hyung itu nama namjachinguku.”

“Mwo??? Apa maksudmu??”

“Shiyuan yang bersamamu sekarang adalah orang yang berbeda.” Ucap Kibum cepat.

“Memang benar, dia seperti berubah menjadi orang lain.” Jawab Kyuhyun sambil mengingat tingkah kekasihnya belakangan ini.

“Dia memang orang lain Kyu, mengertilah.”

“Apa maksudmu? Apa yang harus kumengerti?? Dia Siwon hyungku, Shiyuanku!!”

“Dia bukan Shiyuan, dia Siwon hyung. Mereka berbeda, mereka bukan orang yang sama, Kyu.”

“Mereka berbeda? Apa maksudmu??Mereka itu siapa?” Tanya Kyuhyun dengan geram. Kibum terlalu membelitkan penjelasannya.

“Baiklah dengarkan aku. Shiyuan kekasihmu punya saudara kembar disini yang dipanggil Siwon. Apa kau tidak tahu?”

“Aku tahu dia punya dongsaeng.”

“Benar! Shiyuan itu namjachingumu dan dongsaengnya itu Siwon hyung, namjachinguku.” Ucap Kibum mantap tanpa ada keraguan sedikitpun dimatanya menatap dalam mata Kyuhyun.

“Siwon hyung yang bersamamu beberapa hari ini adalah Siwon hyungku, Kyu… namjachinguku. Adik kembar Shiyuan.”

“Jadi kalian bukan selingkuh??”

“Bukan!! Darimana pikiranmu itu!!!”

“Aku melihat sms kalian.”

“Aku sms Siwon hyung, namjachinguku. Bukan kekasihmu.”

“Aku…” Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa.

“Shiyuan meminta Siwon hyung menggantikannya menjagamu selama ini karena dia sendiri tidak bisa berada disampingmu untuk sementara.”

“Shiyuanmu mengidak penyakit leukimia staium 4, stadium terakhir kyu, kau tidak tahu apa-apa kan? Sekarang aku mengatakannya padamu.”

“Dia sekarang terbaring ditempat tidur menerima kemoterapi untuk memperlambat sel pembunuh itu merenggut nyawanya. Karena tidak ingin kau terluka dan bersedih dia meminta adik kembarnya menggantikan posisinya sementara sampai dia sembuh nanti.”

“Tapi apa kau tau stadium 4 itu tidak ada harapan lagi? Dia menyembunyikan semuanya darimu, dari kami semua. Hanya karna tidak ingin kau terluka, Kyu. Tapi yang kau rasakan sekarang bukan hanya terluka kan?”

“Katakan padaku? Apa yang kau rasakan? Apa kau mengerti sekarang? Apa kau juga mengerti apa yang kurasakan, Kyu??” Tanya Kibum akhirnya baru melihat dengan jelas keberadaan Kyuhyun.

Wajah cantik itu mengeras tanpa ekspresi, matanya yang bersinar kini terlihat redup dan menatapnya dengan pandangan kosong. Seolah tidak percaya pada semua yang didengarnya secara tiba-tiba itu.

“Kau boleh menganggapku egois dengan mengatakan semua ini, tapi aku hanya tidak ingin kehilangan cintaku, Kyu. Aku hanya mencintainya.” Setetes airmata Kibum mengalir indah disudut matanya.

Namun cepat-cepat namja itu menghapusnya karena tidak ingin orang lain melihatnya menangis sebagai seorang namja. Walau namja juga manusia yang punya hati, tetap saja namja tidak boleh terlihat lemah.

Tapi untuk cinta, sekeras apapun hati manusia tetap akan luruh juga jika itu sudah menyangkut perasaan.

Kyuhyun melihat dengan jelas airmata yang mengalir dipipi Kibum dan tidak bisa melakukan apa-apa karena saat ini dadanya jauh lebih menyesakkan dari yang dirasakan oleh Kibum.

“Tinggalkan Siwon, Kyu. Dia tidak mungkin bersamamu, dia kekasihku. Jangan mengambilnya karna aku tidak bisa tanpanya.”

Ucapan Kibum seolah seperti petir yang menghancurkan harapan indah Kyuhyun bersama kekasihnya, Siwon hyung.

Dengan perasaan tidak menentu dan kepala yang dipenuhi semua penjelasan Kibum, Kyuhyun berdiri dan meninggalkan Kibum tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya. Bahkan saat Kibum memanggilnya lagi Kyuhyun hanya berpaling melihatnya sekilas lalu menghilang dibalik pintu kaca didepannya itu.

Kibum bisa melihat berbagai perasaan terpancar dimata Kyuhyun walau yang lebih besar itu kekecewaan dan terluka terdapat dimata bulat cantik itu.

“Maafkan aku, Kyunnie.” Ucap Kibum kembali duduk dikursinya dan melihat gelas Kyuhyun yang belum pun disentuh namja cantik itu.

***

Setelah pembicaraannya dengan Kibum di kafe itu Kyuhyun kembali bersikap seperti biasanya saat Siwon kembali dan memeluknya. Ia masih berharap semua itu hanya karangan Kibum saja.

Tapi saat mengingat kesedihan yang terpancar dimata Kibum saat mengatakan semuanya membuat hati Kyuhyun terasa diiris dengan pisau yang sangat tajam hingga rasa sakitnya tidak ada.

Bagaimana Kyuhyun tidak menyadari perubahan dan perbedaan dari kekasihnya bahkan saat pertama kali mereka berjumpa dibandara hari itu. Kerinduannya yang tidak bisa dibendung membuatnya melupakan segalanya.

Yang diinginkannya hanya kembali dalam pelukan hangat Siwon hyungnya itu hingga mengabaikan apapun hal kecil yang menjelaskan perbedaan Shiyuan kekasihnya dan Siwon yang kini bersamanya.

“Baby…” Panggil Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak.

Saat ini mereka berada diruang tenagh menonto acara TV yang terasa membosankan bagi Kyuhyun hingga dia larut dalam lamunannya sendiri.

“Baby…kau kenapa?” Tanya Siwon penasaran.

“Ahh, aku tidak apa-apa, sebentar.” Kyuhyun langsung berdiri dan lepas dari pelukan Siwon.

Lalu namja cantik itu bergegas ke dapur mereka untuk mengambil minuman agar Siwon tidak bertanya lebih lanjut. Dari arah dapur Kyuhyun bisa melihat Siwon kembali melihat layar datar didepannya dengan wajah bosan.

“Tidak ada yang membedakan mereka.” Gumam Kyuhyun tanpa sadar.

“Kapan kau akan mengatakannya padaku?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. “Apa sampai aku sudah jatuh terlalu dalam?”

“Kumohon berhentilah…”

“Berhenti apa baby??” Tanya Siwon tiba-tiba sudah berdiri didepannya.

“Mwo?? I-Itu…Aku…mmm..” Kyuhyun tidak tahu harus menjawab apa.

“Kau kenapa, hmm??” Tanya Siwon sekali lagi sambil mendekati dan memeluknya dari belakang membuat Kyuhyun memejamkan matanya meresapi pelukan hangat itu.

Namun saat kenyataan menghampirinya tiba-tiba tanpa sadar Kyuhyun langsung melepaskan dirinya dengan cepat dan membuat Siwon semakin penasaran dengan sikap anehnya.

Siwon ingin menanyakan apa yang terjadi pada Kyuhyun namun namja cantik itu langsung menghindar dan keluar dari dapur mereka. Saat Siwon ingin menyusulnya tiba-tiba Iphone canggihnya berbunyi tanda panggilan masuk.

“Umma…?” Tanya Siwon begitu menerima panggilan itu.

>Tidak ada harapan lagi, cepatlah kemari< Ucapan umma Choi itu membuat Siwon membeku ditempatnya selama beberapa detik.

Namun detik selanjutnya namja tampan itu langsung melesat keluar tanpa sempat berpamitan pada Kyuhyun. Hingga namja cantik itu terperanjat di kamarnya mendengar pintu depan mereka ditutup dengan kuat.

“Ada apa Siwonnie??” Tanya Kyuhyun sambil keluar dari kamar.

Namun hanya kesunyian yang menjawab pertanyaannya itu dan kepala pintarnya pun langsung berputar menggabungkan segala ingatannya yang ada.

“Apa ada yang terjadi dengan…” tanpa menyelesaikan pemikirannya Kyuhyun langsung mencari nomor handphone Kibum yang ada dibuku telpon.

Dia ingin mengetahui apa yang terjadi lewat namja imut itu, karena Siwon belum juga memberitahukannya yang sebenarnya terjadi. Dan Kyuhyun akan melihatnya sendiri hari itu juga.

Setelah mendapat nomornya Kyuhyun langsung mengirim pesan singkat yang berisi pertanyaan dimana alamat rumah Shiyuan dan Siwon. Kyuhyun ingin segera mengakhiri semua permainan yang tidak indah itu.

Tak berapa lama Iphonenya pun berbunyi tanda pesan masuk kesana dan langsung dibuka Kyuhyun. Lalu segera mungkin Kyuhyun keluar dari apartement itu setelah mengambil jaket dan topinya kemudian pergi darisana.

**

Sementara itu di kediaman Choi…

Begitu sampai dirumahnya Siwon langsung melesat berlari ke dalam rumahnya dan menuju kamar rawat hyungngya lalu duduk di kursi yang diduduki ummanya sebelum dia datang.

“Hyung!! Tunggu dulu, jangan tinggalkan aku!! Jangan tinggalkan Kyuhyun.” Pinta Siwon begitu melihat hyungnya sudah tidak punya tenaga lagi, bahkan untuk berbicara sudah susah.

“Ti-tidak Si-wonnie~ a-aku…ti-tinggalkan ber-bersa-ma-mu…”

“Hyung!!!”

“Ja-galah dia, Si-wonnie~ ci-cintai di-dia me-lebihi d-dirimu~”

“….” Siwon hanya menatap hyungnya dengan tatapan terluka dan kesedihannya.

“Ber-janjilah!”

“Tidak!! Aku akan memanggilnya!! Hyung!!”

“T-tidak pe-perlu.”

“Ta-tapi…”

“Kyu-nnie~” Panggil Shiyuan dengan senyum terbaiknya sambil melihat kearah pintu.

Detik itu juga jantung Siwon seperti jatuh kelantai dan diinjak seketika.

“K-Kyuhyun?” Tanyanya tidak percaya.

Kyuhyun hanya menatap Siwon tajam dengan berbagai perasaannya, namun segera mendekat saat tangan kekasihnya yang sebenarnya bergerak memanggilnya.

Secepat kilat Siwon bergerak kesamping memberi ruang Kyuhyun untuk mendekati kekasihnya itu. Jantung Siwon berdetak lebih cepat dari biasanya saat Kyuhyun semakin mendekati ranjang hyungnya.

Tidak jauh berbeda dengan Kyuhyun yang kembali melihat kekasihnya setelah semua yang terjadi tanpa diketahui olehnya. Dadanya berdetak dengan kencang mengikuti setiap langkahnya tiba didekat ranjang itu.

Yang pertama kali Kyuhyun lihat adalah wajah tampan kekasihnya yang semakin pucat dan tirus karena penyakitnya. Namun yang lebih membuat Kyuhyun tidak berdaya adalah senyuman manis yang menenangkan terdapat dibibir Shiyuan untuknya.

“Ke-kenapa membohongiku?” Tanya Kyuhyun pertama kali.

“De-demi ke-kebahagiaanmu, Kyu-nnie.”

“Lalu bahagiamu??”

“Sa-at me-melihat se-senyummu.”

“Egois!!”

“Un-tukmu~”

“Siwon hyung~” Panggil Kyuhyun akhirnya dengan airmata dipipinya.

Saat itu tangan Siwon reflek tergerak untuk mendekati namja cantik itu karena panggilan Kyuhyun yang biasanya ditunjukkan untuknya. Tapi karna Kyuhyun memang bukan memanggilnya membuat Siwon menggenggam tangannya sendiri untuk menahan perasaannya.

“Jangan pergi…” Bisik Kyuhyun sambil menggenggam tangan Shiyuan untuknya.

“Te-ter-senyumlah~ Kyu-nnie…” Ucap Shiyuan saat melihat Kyuhyun yang menundukkan wajahnya.

Ia tahu kekasih manisnya sudah tidak bisa menahannya lagi hingga airmata namja cantik itu keluar dengan sendirinya.

“Jangan tinggalkan aku hyung~” Ucap Kyuhyun tidak peduli. “Aku tidak punya siapa-siapa lagi, kenapa kau juga pergi? Kau sudah berjanji pada umma untuk menjagamu, bagaimana itu? Kau mau melanggarnya??”

“Ky-kyunie~”

“Aku harus bagaimana?” Tanya Kyuhyun dengan wajah basah dan tatapan sedihnya. “Aku akan sendirian, hyung~ hiks…aku akan sendirian~”

Shiyuan tidak tahu harus menjawab apa sementara Siwon sangat ingin memeluk namja cantik yang terlihat sangat rapuh itu. Tapi kata-kata hyungnya kemudian membuatnya seketika membeku ditempatnya.

“K-kyunnie~ Siwonnie ak-akan menja-gamu…di-dia sus-sudah berja-nji…ja-jadi..ak-aku mo-hon…ter-ter-senyum-lah.”

Kyuhyun langsung kehilangan kata-kata mendengar penuturan kekasih yang dicintainya itu. Dia menyerahkannya pada oranglain untuk dijaga dan dicintai, memangnya dia sebuah sepatu kaca? Yang harus dijaga agar tidak retak.

“Please Kyunnie~ biarkan dia pergi.” Bisik seseorang mendekati Kyuhyun dan membelai punggungnya membuat Kyuhyun langsung menatap orang itu.

“Dokter bilang kita memang menahannya dengan kemoterapi, tapi kita hanya menyakiti tubuhnya setiap itu dilakukan. Shiyuan juga ingin semuanya dihentikan karena dia sudah menerima semuanya, jadi biarkan dia pergi dengan senyummu, umma mohon~” Lanjut wanita itu lagi dengan airmata dipipinya.

Melihat wajah sedih wanita anggun yang sebaya dengan ummanya jika masih ada itu membuat hati Kyuhyun luruh dan semakin sakit. Bagaimana dia bisa melakukannya?

Melepaskan orang yang mencintaimu selama ini dengan senyuman kebahagiaan? Apa aku sudah gila?’ pikir Kyuhyun sendiri. Tapi saat tangannya diremas dengan perlahan membuat Kyuhyun kembali menatap namjachingunya yang tersenyum menenangkan.

Tidak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun lagi saat melihat senyum itu hingga perlahan tapi pasti senyuman manis terukir dari bibir peachnya yang basah. Walau airmatanya semakin jatuh dipipinya tapi Kyuhyun bisa memberikan senyum terbaiknya sebagai permintaan terakhir kekasihnya.

“Hyung~” Panggilnya setengah berbisik saat namja tampan itu menutup matanya.

Dan pertahanan Kyuhyun pun berakhir saat Siwon memastikan bahwa hyungnya menutup mata pergi untuk selamanya meninggalkan mereka semua. Siwon menggigit bibir bawahnya menahan isakan yang ingin keluar karena tangisannya untuk Hyungnya tercinta.

Sementara Umma Choi langsung memeluk Kyuhyun yang tubuhnya bergetar menahan perasaannya. Dan tangisan pilunya pun terdengar saat pelukan hangat umma Choi menyelimutinya.

Kyuhyun menangis karena cintanya sudah berakhir, ia menangis karena satu-satunya orang yang selama ini selalu bersamanya sudah meninggalkannya. Kyuhyun menangis karna setelah ini ia akan sendirian karena cintanya, yang dicintainya sudah meninggalkannya untuk selamanya.

Dan Kyuhyun menangis karena menyadari tidak ada sedikitpun luka atau kesedihan yang diberikan Shiyuan untuknya karna kepergiannya itu.

“Aku sendiri umma~”

“Umma ada disini.” Umma Choi langsung membawa Kyuhyun keluar dari kamar itu.

Ia membawa mantan calon menantunya itu kekamarnya dan menidurkan namja cantik yang terdiam itu diranjangnya. Setelah menyelimutinya dan melihat Kyuhyun masih memejamkan matanya ia pun segera keluar untuk mengurus segala sesuatunya.

Kyuhyun yang memang ingin menyendiri dan memikirkan semuanya langsung meringkuk semakin dalam pada selimut tebal yang hangat itu. Bahkan ia tidak mengikuti prosesi pemakaman namjachingunya dan melihatnya untuk terakhir kali.

Kyuhyun tidak sanggup beranjak dari tempat tidur itu walau hanya untuk duduk sekalipun. Karena kepalanya yang sangat berat terasa seperti mau pecah saja setelah tangisannya tadi.

“Baby…” Panggil seseorang tiba-tiba masuk ke kamar itu membuat Kyuhyun langsung membuka matanya.

Sekejap mata Kyuhyun bangun dan duduk dengan badan yang menegang. Karena saat ini Siwon bukan orang yang paling ingin ditemuinya. Kyuhyun masih tidak bisa melihat wajah namja yang sudah mengisi harinya beberapa hari terakhir itu.

“Baby…?” Panggil Siwon sekali lagi.

“Itu memang bukan panggilan darinya.” Jawab Kyuhyun datar dan menatap Siwon.

“Mianhae.” Jawab Siwon dengan wajah sedihnya.

“Kenapa kau lakukan itu?”

“Aku menyayangi hyungku.”

“Dan mengabaikan hatiku?”

“Bukan itu!”

“Lalu apa?? Kau mempermainkanku selama ini!! Terlebih hatiku! Hatiku yang mengira kau namjachinguku.”

“Aku hanya ingin membantu.”

“Bantuanmu menyakiti semua orang.”

“Baby…”

“Jangan memanggilku seperti itu!!!” Ucap Kyuhyun sambil berdiri dengan kasar hingga membuat tubuhnya terhuyung.

Dan itu membuat Siwon secepat kilat mendekatinya namun tangan Kyuhyun yang terangkat menghentikan langkahnya seketika.

“Jangan mendekat.”

“Aku tidak berbohong, baby…semua yang kukatakan dan kurasakan padamu adalah benar dari hatiku. Berkembang tanpa kusadari dan tanpa bisa kucegah, percayalah.”

“……”

“Babykyu~”

“JANGAN MEMANGGILKU SEPERTI ITU, CHOI SIWON!!” Teriak Kyuhyun dengan geram. “Apa kau tidak memikirkan perasaan kibum? Kibum, kekasihmu…yang sebenarnya.” Ucap Kyuhyun sambil menggertakkan giginya dengan kuat.

“Aku…”

“Cukup!!” Bantah Kyuhyun cepat. “Semuanya sudah berakhir. Aku tidak mau dengar apa-apa lagi.” Ucap Kyuhyun lagi sambil beranjak dari tempat tidur itu.

“Kau mau kemana?”

“Bukan urusanmu!!!” Bantah Kyuhyun sambil membuka pintu kamar umma choi.

“Tapi aku sudah berjanji, aku akan menjagamu Kyuhyun!!” Teriak Siwon tiba-tiba kesal membuat Kyuhyun berhenti disana.

“Kau tau…sebaiknya kau lupakan semuanya.” Ucap Kyuhyun dengan nada dingin. “Dan lupakan janjimu itu, selamat tinggal.”

Kyuhyun menutup pintu itu dengan cepat lalu segera keluar dari sana dengan setengah berlari agar tidak ada yang mengejarnya atau menghentikan langkah tujuannya kali ini.

Siwon yang masih terdiam ditempatnya tidak menyadari Kyuhyun sudah menjauh dari rumah itu, dari mereka dan tidak akan pernah kembali. Ia terlalu terpaku pada nada dingin yang keluar dari mulut Kyuhyun yang baru pertama kali didengarnya.

Beberapa menit kemudian dengan perasaan yang terasa menghilang setengahnya Siwon berjalan perlahan keluar dari kamar ummanya menuju kamarnya sendiri dan menyendiri disana.

**

Lebih dari satu jam kemudian umma Choi akhirnya mendobrak paksa pintu kamar anaknya yang mengurung diri tanpa menghiraukan panggilannya yang sudah berpuluh kali.

“Apa yang kau lakukan disini?” Dimana Kyuhyun?” Tanya umma Choi tanpa basa-basi.

“Umma…” Panggil Siwon dengan suara seraknya.

“Dimana Kyuhyun? Umma baru kembali dari para tamu dan dia tidak ada dikamar umma? Dia pergi kemana, Siwonnie??”

“Dia pergi umma”

“Kemana? Dia tidak punya siapa-siapa disini!!”

“Aku tidak tahu.”

“Itu bukan jawaban yang tepat, cepat cari Kyuhyun!! Sekarang!!” Ucap Umma Choi tegas sambil membanting pintu itu dengan keras.

Dia merasa bertanggung jawab atas Kyuhyun setelah anaknya pergi, apalagi saat mengingat tangisan Kyuhyun yang mengatakan bahwa dia sendirian sekarang ini. Dan janji Siwon pada hyungnya itu pasti akan dibantu umma Choi untuk menepatinya.

Setelah kepergian ummanya Siwon segera bangkit dari duduk menyendirinya disamping tempat tidur. Kemudian segera membersihkan dirinya di kamar mandi, sebelum akhirnya keluar dari kamarnya untuk mencari Kyuhyun.

Tujuan pertama Siwon sudah jelas didepan matanya yaitu apartement mereka. Dengan kecepatan diatas rata-rata Siwon melajukan mobilnya agar segera sampai disana.

Dalam hatinya berharap bahwa Kyuhyun benar ada disana karena memang tidak ada tempat lagi yang dituju namja cantik itu di Korea. Kyuhyun tidak punya siapa-siapa disini ataupun di China selain Shiyuan, kekasihnya.

“Tunggu dulu, baby~” Gumam Siwon tanpa sadar, seolah dia tahu Kyuhyun akan pergi meninggalkan semuanya.

Dalam perjalanannya debaran jantung Siwon tidak pernah berhenti atau berdetak lebih lambat seperti biasanya. Tapi debaran itu setara dengan kecepatan mobilnya yang sangat terburu-buru.

Bahkan begitu sampai didepan apartementnya Siwon harus berhenti dan menetapkan jantungnya untuk melambat sedikit saja. Dia sampai tidak bisa bernafas karena detaknya yang tidak beraturan dan terburu-buru itu.

Tanpa menunggu lebih lama akhirnya Siwon memasuki apartementnya bersama Kibum, atau bersama Kyuhyun itu dan mendapati suasana yang begitu sunyi disana.

Tidak ada tanda-tanda keberadaan seseorang dalam waktu lama disana bisa terlihat dari lampu yang sudah dimatikan. Hanya semilir angin yang memasuki ruangan itu dan melambaikan tirai-tirai jendela disana.

Dengan perlahan Siwon mengitari rumah kecilnya itu sampai ke semua ruangan dan akhirnya berhenti didepan pintu kamar tidurnya yang tertutup rapat. Sebelah hatinya berharap Kyuhyun ada disana sedang menenangkan dirinya seperti yang dia lakukan.

Namun sayang, begitu pintu itu terbuka lebar tidak ada siapapun disana, bahkan tanda-tanda keberadaan seseorang sebelum itu pun tidak terlihat. Kamarnya terlihat rapi dan teratur seperti saat pertama kali dia merubah kamar itu menjadi kamarnya dan Kyuhyun.

“Baby~” Panggil Siwon sambil memasuki ruangan itu perlahan.

Sekali lagi hanya semilir angin yang menjawab panggilannya dan menjawab kejelasan bahwa tidak ada siapapun lagi disana. Semua tidak ada lagi, barang-barang kecil Kyuhyun yang ada dimeja nakas mereka sudah tidak ada lagi.

Tapi mata sedih Siwon menangkap secarik kertas terletak diatas meja itu dan dijepit dengan jam weker yang ada disana. Kenyataan yang tidak ingin diterima Siwon kini terlihat jelas didepan matanya.

“Dia pergi.”

**

End.

Sampai Jumpa di MY BABY^^

With Love.

My Baby 69

Published June 4, 2015 by Wonviekyu

10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

Pertama-tama, terima kasih untuk Vira yang menyertai pembuatan Chap ini. kkkk~ maaf kalo jongjong’a umma buat jahat,ihihihi. Terus Ff It’s Always Only Me..sepertinya banyak yang suka,,terima kasih kerja samanya sweetheart^^

Lalu Mari balas dendam untuk pangeran tampan kitaaa~~~ kkkk.

Apa kabar semuanya? Apa ini cepat? Readers : TIDAAAAAAK. Kkkk~

Oh, sebelumnya…

Untuk My lovelies yang galau2 karna WGM donk2 itu, coba hindari saja segala macam beritanya ne? jangan sampai kalian membenci Siwonnie hanya karna itu, semua itu tuntutan Skrip, dan siwonnie kita hanya melakukan tugasnya sebagai artis professional.

Kalo memang terlihat sangat berlebihan, bukankah siwonnie kita itu memang tampan, alay, lebay, dan jablay?? Tapi kalian tetap mencintainya dari awal kan?? So, cobalah menerima semuanya dan menganggap semua itu tidak ada.

Walau Vie/Umma/unnie/mommy pernah galau juga sampai diketawain kakak saia, itu hanya diawal2 karena liat TL kalian yang galau semua, tapi setelah liat semua pict itu, Aigooooo~ saia tidak merasakan apa-apa, hanya kuciwa karena ternyata bagi saia tante itu tidak seperfect dia/siwonnie. Kkkk~ #MaafkanSaiaTante. Ngomong2 dia sudah tante2 bukan ya? Ohohohoho.

Karena itulah saia mau balas dendam, karena galau saia sia-sia sajaaaaa!!

So…tersenyumlah sweethearts. Terima dan biarkan semua itu berlalu dengan sendirinya, dan semoga kalian akan baik-baik saja.

Ohh ya..Sebelum baca ini do’akan selalu kesehatan dan kebahagiaan untuk Babykyu embul bala-bala yang sangat cantik dan menggemaskan itu, ne??
Ini hanya fanfic, jauhkanlah dari kenyataan…Amiiiiin.
Saia tidak rela sebenarnya, karna tidak mau hal buruk terjadi pada si baby, tapi alurnya pas masuk seperti ini, mau vie balik pun jadi aneh..sooo..mianhaaeee babykyuuuu~~

Here you go…

**

“Sebenarnya kita mau kemana? Ini bukan arahnya” Tanya Kyuhyun saat menyadari perjalanan mereka yang terasa semakin jauh.

Tapi Jonghyun hanya menambah kecepatan mobilnya saat melihat Kyuhyun melihatnya dengan tatapan bertanya. Namja sedikit tampan itu terus mengemudikan mobilnya dengan wajah tenang dan tidak menghiraukan Kyuhyun.

“Hentikan mobilnya! Jonghyun!!!” Seru Kyuhyun tajam saat melihat namja itu seperti tidak peduli.

Sedangkan Suho langsung meringkuk dalam pelukannya saat menyadari keadaan yang tidak beres itu apalagi mommy cantiknya sampai membentak orang seperti itu.

“Tidak Kyu, kita akan pergi!”

“Apa maksudmu?!? Hentikan mobilnya!!”

“Tidak! Kau ikut bersamaku…”

“Kita mau kemana?? JONGHYUN!!!”

“Ups…pelankan suaramu, Kyuhyun.” Jonghyun langsung melihat Suho yang semakin meringkuk dipangkuan mommy-nya itu.

Menyadari kesalahannya Kyuhyun langsung memeluk putra kecilnya itu untuk menenangkan Suho dari bentakan yang tidak untuknya itu.

“Mianhae, baby.” Bisik Kyuhyun cepat membuat Suho membenamkan wajah didadanya.

“Kita mau kemana, mommy?” Bisik Suho didada mommy-nya.

“Entahlah, baby. Tapi, tenang saja mommy ada disini.”

“Mommy…daddy dimana?”

“Sssst…tenanglah Cuo.” Kyuhyun hanya bisa memeluk erat putranya untuk menyalurkan ketenangannya.

Walau dalam pikirannya berbagai pertanyaan berkecamuk disana dan hanya ada satu nama yang bisa membuatnya tenang saat ini.

‘Siwonnie’ Pikir Kyuhyun sambil memejamkan matanya.

Dan gerakan itu tidak bisa tidak dilihat Jonghyun yang sudah berhenti dilampu merah dan melihatnya. Detik itu juga Jonghyun terpana melihat perubahan wajah sahabatnya yang pernah dikenalnya dulu dengan yang sekarang.

“Beautiful.” Gumamnya pelan pada diri sendiri.

Namun ternyata Kyuhyun sangat mendengarnya dengan jelas hingga mata bulat cantiknya langsung terbuka dan menatap Jonghyun tajam.

“Jangan pernah mengulangnya lagi” Ancam Kyuhyun membuat Jonghyun menaikkan alisnya. “Apalagi didepan suamiku.”

“Choi Siwon?” Tanya Jonghyun dengan smirknya.

“Apa maksudmu dengan wajah jelek itu?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba kesal.

“Lupakan, kita sudah sampai.” Ucap Jonghyun berpaling dari tatapan intimidasi Kyuhyun yang sudah meremehkan suaminya.

**

Sementara itu di istana Choi.

Siwon yang ada dilantai atas kamarnya sedang membaca buku yang ada di perpustakaan kecil miliknya tiba-tiba saja berhenti dan melihat kedepan dengan pandangan kosong.

“My baby…” Gumamnya pelan.

Detik selanjutnya namja tampan yang dikenal dengan segala kelebihannya itu langsung berlari secepat kakinya bisa menuruni tangga kamarnya menuju lantai bawah.

Dan yang didapatkannya disana hanya kesunyian yang menerpa karena memang maid-maidnya yang sudah selesai bekerja sedang beristirahat dibelakang sebelum jam makan siang tiba.

Sekilas Siwon melihat gerakan kecil dibelakang pintu depan yang terbuka sebelahnya. Disana Sulli sedang duduk bermain bersama Barbie-barbie kesayangannya sendirian.

Putri kecil itu masih mengenakan gaun renda paginya yang berwarna pink dengan mahkota bunga lili of the valey yang dirangkai bertahta dengan indah dikepalanya.

“Sulli, kenapa bermain disana??” Tanya Siwon mendekatinya perlahan.

“Mommy mana, daddy? Kenapa belum pulang?” Sulli balik bertanya.

“Sebentar lagi mommy pulang, sekarang Sulli ganti baju dan makan siang dulu. Jangan duduk disini nanti ada yang buka pintu Sulli yang kena.” Ucap Siwon panjang lebar membuat putri kecil itu langsung menatapnya tajam.

“What? Apa daddy salah?” Tanya Siwon dengan wajah polosnya.

“Cerewet!” Jawab Sulli sambil melipat kedua tangan didadanya dan bibir mengerucut imut pada daddy tampannya.

“Aigoo~ daddy serius Culli, cepat ganti baju sana.”

“Culli mau mommy, tidak mau makan tidak mau ganti baju!!” Jawab Sulli setengah berteriak.

Siwon sedikit tersentak dengan bantahan Sulli yang tiba-tiba itu kerana sejak mommy-nya pergi dan ia menemani Siwon membaca buku, Sulli terlihat baik-baik saja. Bahkan putri kecilnya itu mengajukan pertanyaan setiap 10 menit sekali hingga membuat acara bacanya menjadi lebih lama dari biasanya.

“My sweety, my princess~” Panggil Siwon akhirnya dan ikut berjongkok didepan Sulli. “Mommy pasti cepat pulang nanti, jadi Culli harus ganti baju dan makan siang dulu. Biar mommy sampai, Sulli jadi anak manis dirumah.”

Sulli hanya menatap daddy-nya dengan wajah serius membuat daddy tampannya itu tersenyum dengan manisnya hingga dia ikut tersenyum melihat dua dimple yang dalam dipipi daddy-nya itu.

“Culli mau mandi dulu.” Jawab putri kecil itu kemudian bangkit dari duduknya. “Ahjumma~~ mandikan Culli~~” Teriaknya kemudian sambil menaiki kamarnya.

Selang beberapa detik nampaklah dua maid khusus untuknya berlari kecil menyusul princess mereka setelah menganggukkan kepalanya pada Siwon yang sudah berdiri melihat putrinya dengan kedua tangan didalam saku celananya.

“Mmm, kalian ada dimana, baby?” Tanya Siwon pada dirinya sendiri.

Siwon berjalan perlahan menyusuri hall istananya yang luas itu sambil memikirkan keberadaan soulmatenya tercinta dan putra kecilnya. Kepergian mereka memang belum terlalu lama, tapi Siwon merasakan ada sesuatu dihatinya yang tidak bisa diungkapkannya.

“Daddy…” Panggil Minho tiba-tiba.

“Ne, My boy.” Jawab Siwon langsung membuang wajah khawatirnya.

“Mommy kemana? Kenapa belum pulang??” Tanya Minho dengan wajah berkerut berdiri di tangga kamarnya.”Cuo juga.”

“Ohh, mungkin masih dijalan, mino. Kenapa, hmm? Kai dimana?”

“Mino mau lihat mommy.” Jawab minho sambil mendekati daddy-nya dan memeluk pinggangnya. “Kai diminta Sulli pilihkan baju untuknya.”

“Aigoo, Sulli~ kenapa bukan Mino?” Tanya Siwon sambil menyamankan tangannya dirambut lembut Minho.

“Dia tidak mau.”

“Mino selesaikan saja, daddy yakin kalau Kai akan butuh waktu lama, kita mau makan siang, ayoo.”

Minho melepas pelukannya dengan patuh dan segera kembali menaiki lantai dua ke kamar Sulli untuk mencegah fashion show yang pasti akan segera dibuka jika Kai yang memilihkan baju untuk dongsaeng kecil mereka itu.

Karena Kai akan mengatakan semua yang dipakai Sulli sempurna dan cantik membuat putri kecil itu akan mencoba semua baju yang ada dilemari besarnya. Jika Minho akan langsung mengatakan cantik dan cocok pada baju pertama yang dicoba Sulli untuk mengakhiri fitting baju dongsaeng kecilnya itu.

“Sulli, pakai rok hitam renda putih dan tank top putih itu saja. Kai ayo makan siang.” Ucap minho dengan wajah serius begitu ada dipintu kamar dongsaengnya.

Sulli langsung melihat pakaian yang dikatakan Oppa-nya itu yang sudah tergeletak diranjangnya bersama 5 pasang baju lainnya. Tanpa banyak kata lagi putri kecil itu langsung memakai pakaiannya sementara kedua maidnya kembali merapikan baju-baju lainnya.

Sedangkan Minho dan Kai langsung pergi dari sana menuruni tangga sambil berbicara dengan berbisik agar Sulli tidak bisa mendengarnya.

“Gomawo hyung~” Ucap Kai sambil menghembuskan nafas lega.

“Sudah hyung bilang pilih satu saja, Kai yang capek kalau sama Sulli.”

“Tapi, semua memang cantik dia pakai hyung, seperti Barbie yang dia punya.”

“Aiiishhh, pabboo~”

Kai hanya bisa menyunggingkan senyuman garingnya sambil menggaruk kepalanya yng tidak gatal. Mereka berdua segera menuju meja makan tempat Daddy mereka sudah menunggu.

Beberapa menit kemudian Sulli juga ikut turun memakai baju yang sudah dipilihkan Minho dengan rambut digulung semua keatas membuatnya terlihat lebih segar.

Dan makan siang itu pun berlangsung dengan aman-aman saja namun terlihat jelas kekurangannya karna tidak ada mommy yang biasanya disuapi daddy mereka, dan tidak ada suho yang disuapi mommy mereka disana.

“Siang semuaa~~~” Sapa Ryeowook diikuti Yesung tiba-tiba memecah keheningan yang ada meja itu.

Namun yang disana hanya menatapnya datar sambil kembali melanjutkan acara makan mereka membuat alis namja imut itu langsung naik sebelah.

“Suram ya?” Tanyanya pada Yesung yang langsung menganggukkan kepalanya.

“Ayo makan, hyung~” Siwon menawarkan dengan senyum manisnya.

“Sudah tadi, JongIn…kasih makan kura-kura appa.” Jawab Yesung sambil menyodorkan kura-kura ditangannya.

“No time appa. JongIn lagi nyuapin Culli.” Jawab Kai polos membuat Yesung memiringkan kepala melihatnya.

“Kyunnie mana?” Tanya Ryeowook tidak menghiraukan mereka.

“Belum pulang~” Jawab Minho dan Sulli serempak dengan wajah sedih mereka membuat Kai cekikikan melihatnya.

“Aigooo~~ mommy hanya pergi sebentar, kenapa seperti ini??”

“Ini hari libur umma~” Jawab Minho memelas.

“Sehalusnya Mommy ada dirumah, umma~ ci oppa mbul juga~ kenapa dia ikutan pelgi??” Sulli ikut-ikutan memasang wajah memelasnya.

“Sudah-sudah, ayo makan lagi. Mungkin mommy masih dijalan. Jangan khawatir.” Ucap Ryeowook dengan senyum menenangkan pada ketiga bocah itu.

Tapi saat tatapannya bertemu dengan mata Siwon yang keruh, ia tahu namja tampan itu lebih khawatir dari yang diperlihatkannya didepan anak-anak mereka.

Ryeowook hanya menganggukkan kepalanya sebagai pengganti kata yang membuat Siwon menatap ketiga anaknya, lalu permisi darisana karena ia merasa sudah selesai walau Siwon baru saja memakan dua sendok nasinya.

Siwon berjalan perlahan mengikuti Ryeowook dan Yesung yang sudah terlebih dulu menuju ruang keluarga istananya. Ryeowook langsung menyalakan tv yang ada disana dan membesarkan volumenya sedikit lebih besar.

Kemudian mereka berdua sama-sama mendekati Siwon dan duduk disamping namja tampan itu yang sudah duduk dengan menyatukan kedua tangan untuk menumpu dagunya. (ngerti gak?)

“Bagaimana ini Siwonnie, kenapa Kyu belum pulang juga?” Mulai Ryeowook dengan nada pelan agar tidak bisa didengar bocah-bocah yang ada diruang makan.

“Aku tidak tahu hyung, aku belum menghubunginya.”

“Kenapa?” Tanya Yesung dengan wajah datarnya.

“Dia pergi dengan izinku, aku tidak boleh menerornya seperti biasanya.”

“Bukan itu maksudnya, kau bisa menanyakan keberadaan mereka.”

“Mmm~ akan kucoba.” Gumam Siwon sambil menatap kedua hyungnya.

Sementara itu Kyuhyun yang sudah turun dari mobil Jonghyun hanya bisa menelusuri tempat asing yang mereka datangi itu hingga membuat keningnya berkerut tidak mengerti. Sebuah gubuk kecil yang terletak tidak jauh dari kota namun akan mendekati bandara Internasional Incheon.

“Apa maksudmu Jonghyun?”

“Tidak apa-apa, Kyu.” Jonghyun langsung mendekati Kyuhyun dan mencengkram lengannya agar ikut bersamanya.

“Apa yang kau inginkan!!” Desis Kyuhyun sambil menggertakkan giginya.

Namja cantik itu sangat pintar menjaga emosinya agar terlihat tenang dan seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka kerana Kyuhyun tidak ingin Suho, putra kecilnya terganggu apalagi ketakutan dengan semua ini.

“Aku ingin?” Tanya Jonghyun dengan senyum manisnya. “Aku ingin bersamamu.”

“Apa maksudmu?”

“Lihat kyu~ sekian lama aku mengenalmu di New York, tapi kau tidak pernah melihatku sekalipun. Apa kau tahu aku selalu mengagumimu?”

“…..” Kyuhyun tidak mau menjawabnya.

“Mana mungkin kau tahu, kau tidak peduli pada siapapun.” Ucap Jonghyun dengan wajah sedihnya. “Sikap cuek mu itu yang hanya peduli pada Changmin membuatmu tidak pernah bisa melihatku.”

“Apa itu salahku?” Tanya Kyuhyun datar.

“Bukan. Tapi setidaknya lihatlah aku Kyu, lihatlah bahwa aku ada disana, aku ada untukmu.”

“Jangan bercanda!! Aku sudah punya segalanya.”

“Aku tahu. Semalam Changmin mengatakan semuanya padaku walau sudah terlambat.”

“Lalu?”

“Aku hanya ingin meminta waktumu sebentar saja, aku ingin menghabiskan setengah hari ini bersamamu. Setidaknya aku akan punya kenangan untuk itu.” Kyuhyun menatapnya tidak percaya dengan kata-katanya.

“Maafkan aku sudah membuatmu takut, bahkan Cuo juga sepertinya tidak ingin mengenalku.” Ucap Jonghyun lagi sambil melirik Suho yang juga menatapnya dibalik lengan mommy-nya.

“Aku ingin dalam hidupku yang mencintaimu ini aku punya kenangan tentangmu yang pernah aku cinta. Sekali saja Kyu, lihat aku…aku disini. Aku tidak bermaksud membawamu lari atau bahkan menculikmu dari suami dan anak-anakmu, aku masih sangat waras saat ini.”

“Tapi itu yang kau lakukan dengan membawaku jauh dari rumah, dari suamiku.”

“Aku tahu…”

“Lalu kenapa kau lakukan?!?”

“Aku tidak punya pilihan, Kyu!! Kau lihat saat dia melihatku dan membuat badannya sebagai benteng agar aku tidak mendekat?” Ucap Jonghyun membuat Kyuhyun langsung menatapnya tajam.

“Berikan untuk beberapa jam saat ini aku disampingmu, setelah itu aku akan mengembalikanmu padanya.”

“Kau kira aku barang yang bisa dipinjam dan dikembalikan seperti itu??”

“Bu-bukan Kyu, please~ aku tidak meminta seharian, tidak sampai 24 jam yang bisa membuatku dituduh sudah menculikmu.”

“……”

“Kyu~”

Tiba-tiba saja dering Iphone Kyuhyun yang ada disakunya membuat pembicaraan mereka terpotong dan tidak menemukan jawabannya. Apalagi Kyuhyun langsung mengambil Hp itu dan melihat siapa yang sudah menghubunginya.

Begitu nama Siwon tertera dilayar sentuh itu senyum manis merekah dibibir peach Kyuhyun yang membuat Jonghyun langsung bisa menebak siapa yang menghubungi namja cantik itu.

“Siwonnie?”

>Baby, gwenchanayo??< Suara Siwon terdengar khawatir hingga membuat senyum Kyuhyun kembali dibibirnya.

“Mmm, ne~ kami baik-baik saja.”

>Hyung akan menjemput, tunggu disana…”

“H-hyung…”

>Sulli merajuk, baby…bahkan mino juga ikutan, mereka merindukanmu. Tunggu disana, hyung jemput sekarang.<

“Hmm, apa kau juga rindu??”

>Tentu saja, my love. Every seconds in my life<

Kyuhyun tersenyum manis sendirian tanpa sadar bahwa Jonghyun mengamati gerak-geriknya hingga namja itu mendekat dan langsung menariknya dengan kasar.

“Ouhk! Jonghyun??!” Kyuhyun terkejut saat Jonghyun menarik tangannya dengan cepat lalu membawa mereka kembali ke mobil.

>Kyu?? Baby? Ada apa??< Siwon bertanya semakin khawatir.

Dia mendengar apa yang terjadi tapi tidak bisa menebak apa yang dilakukan Jonghyun pada Kyuhyun. Tapi Siwon tahu mereka sedang berjalan disana kerana suara langkah mereka yang buru-buru bisa didengar Siwon dengan jelas.

“Lepaskan, Jonghyun!!” Kyuhyun menggertakkan giginya geram, Ia takut Suho yang mengikutinya dengan tergesa-gesa seperti itu akan terjatuh.

>Baby!!< Panggil Siwon lagi. >Jonghyun!! Apa yang kau lakukan??<

Kyuhyun hanya bisa mendengar suara Siwon yang semakin khawatir tanpa bisa menenangkan suaminya itu. Tangan Kyuhyun yang memegang hp dicengkram kuat oleh Jonghyun dan sebelah tangannya lagi menggenggam erat tangan Suho agar tidak tertinggal disana.

“Hyung~”

Karena itu juga Kyuhyun tidak bisa memutuskan sambungan telepon mereka dan Siwon bisa mendengar segalanya. Bahkan sampai mereka masuk ke mobil dan Jonghyun langsung menaikkan laju kecepatan mobilnya hingga melesat dengan cepat.

“Kita mau kemana, Jonghyun??”

“Kau tidak perlu tahu.”

“Apa maksudmu?? Aku ingin pulang!”

“Tidak akan pernah.”

>Apa maksudmu, jonghyun-ssi??< Tanya Siwon yang mendengar mereka dengan rahang yang mengeras.

“Aku akan mengambilnya darimu.” Jawab Jonghyun sengaja. Ia tidak ingin mematikan hp itu karena Jonghyun ingin Siwon merasakan apa yang dirasakannya saat tahu Kyuhyun sudah menikah.

>Jangan bercanda!!!<

“Aku tidak pernah bercanda dalam hidupku.” Ucap Jonghyun dengan smirknya walau tidak bisa dilihat Siwon.

>JONGHYUN!! HENTIKAN MOBILNYA!!< Teriak Siwon kehilangan kesabaran pada iphone-nya yang tersambung pada namja sahabat huswifenya itu.

Namja tampan itu sudah berada dalam mobilnya sejak pertama kali ia menghubungi Kyuhyun atas desakan dari Ryeowook dan Yesung. Siwon langsung mencari keberadaan Kyuhyun melalui GPS hp-nya setelah ide menjemput huswifenya cepat kembali datang dipikirannya itu.

Siwon melajukan mobil mewahnya kali ini tanpa memikirkan keselamatannya hingga mobil itu melaju seperti melesat cepat sampai tidak bisa ditangkap oleh mata.(lebay dikit)

Beruntung Iphone canggihnya bisa cepat menemukan keberadaan Kyuhyun yang masih berada dijalan raya dan menuju bandara Internasional Seoul. Menyadari hal itu membuat ketakutan semakin menjalar ditubuh Siwon apalagi mengingat perkataan Jonghyun sebelumnya.

“Aku akan mengambilnya darimu.”

Kata-kata itu kembali membuat Siwon melajukan mobilnya melewati berbagai mobil yang ada didepannya hingga beberapa menit selanjutnya ia bisa mengenali mobil mewah yang berada tidak jauh dari didepannya.

“Shit!! Itu mereka!! My babies~”

Dan saat itu juga mereka terlibat permainan kejar-kejaran yang dibuat Jonghyun dengan niat ingin mengambil Kyuhyun dari Siwon yang sepertinya akan membawanya jauh dari Korea. Karena sekarang mobil mereka memang akan segera tiba di bandara Internasioanl Seoul. Incheon Airport.

Iphone Kyuhyun yang masih tersambung pada Siwon terletak diantara mereka dengan Siwon yang masih mendengar mereka diseberang sana. Tapi saat ini sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan Jonghyun mendapatkan apa yang diinginkannya.

“Aku tidak akan melepaskanmu, Kyu.” Ucap Jonghyun sambil menambah kecepatan lajunya membuat rahang Kyuhyun mengeras menahan amarahnya.

“Kau gila!!!”

“Biar saja.”

“Hentikan mobilnya atau aku akan molompat!!” Ancam Kyuhyun dengan mata yang berkilat serius.

“Kau tidak akan melakukannya.” Jonghyun berpaling melihat kearahnya dan Suho lalu menyunggingkan smirk kemenangannya.

Saat itu juga Kyuhyun sadar bahwa Suho semakin meringkuk didadanya dengan tubuh yang gemetaran. Benar yang dikatakan Jonghyun, Kyuhyun punya Suho yang membuatnya tidak bisa melakukan hal yang berbahaya.

Dengan jantung yang berdegup dengan kencang Kyuhyun memeluk Suho semakin erat kepelukannya lalu berpaling kebelakang dan bisa melihat dengan jelas mobil Audy Siwon yang sangat dikenalinya sudah bisa menyusul mereka.

‘Apa yang harus kulakukan, Siwonnie.’ Tanya Kyuhyun dalam hati.

>Baby, jangan lakukan apapun, Hyung datang.< Suara Siwon terdengar dari Iphonenya yang masih tersambung.

“Da-daddy~” Panggil Suho untuk pertama kali dengan penuh harap.

>Suho? Suho tunggu daddy, daddy akan jemput Suho tenang saja ne?<

“Hyung…”

>Ne, baby?<

“Hati-hati…”

Bisa dipastikan Siwon tersenyum ditengah kekhawatirannya dan tanpa sengaja menganggukkan kepalanya cepat. >I will.<

“I love you.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba membuat Jonghyun memalingkan wajah menatapnya.

Namun yang didapatnya membuat keinginannya untuk memiliki Kyuhyun menjadi berlipat-lipat tingkatannya karena melihat senyum manis Kyuhyun saat mendengar jawaban dari Siwon.

>I love you more.<

“I love…you, most.” Balas Kyuhyun terakhir dengan suara bergetar menahan perasaannya.

Dan detik itu juga sambungan mereka terputus dan Siwon bisa melihat benda putih cantik itu melayang keluar dari jendela mobil Jonghyun. Dan mobil hitam milik namja sedikti tampan itu pun semakin meluncur dengan cepatnya.

Kyuhyun menatap Jonghyun dengan mata nanar karna Iphone-nya dibuang namja sedikit tampan itu begitu saja. Saat itu Kyuhyun tahu dia tidak akan bisa lepas dari mobil itu secepatnya dan yang pasti akan membuat Suho semakin ketakutan.

Sementara itu Siwon langsung kehilangan jejak Kyuhyun saat Hp cantik itu terbuang dan pecah berantakan dijalan beraspal. Dengan ketakutan yang luar biasa Siwon terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

“Baby~Suho~” Gumam Siwon sambil terus meneliti mobil didepannya mungkin salah satunya mobil Jonghyun.

Namun sampai beberapa mobil dilewatinya Siwon tidak melihat mobil mewah berplat 111 itu hingga membuatnya frustasi dan memukul stirnya dengan keras.

“Sedikit saja mereka terluka, Aku akan membunuhmu Jonghyun!!” Tekad Siwon dengan mata yang berapi-api penuh dendam.

Dengan itu Siwon kembali menambahkan kecepatan yang ada di Audy-nya dan mobil itu meluncur secepat kilat mencari keberadaan Kyuhyun.

Namun karena pikirannya yang ada ditempat lain Siwon tidak melihat mobil didepannya yang sudah menyalakan lampu merah belakang pertanda mobil itu akan berhenti atau menepi hingga membuatnya kehilangan keseimbangan.

Tapi karna refleknya yang masih bagus Siwon langsung menekan rem yang ada dikakinya dengan kuat hingga mobilnya tepat berhenti hanya sejengkal jari saja dari mobil hitam yang ada didepannya itu.

Ckkiiiiit!!! (Suara rem mendadak-_-)

Namun akibat dari itu dada Siwon terbentur dengan keras pada stir mobilnya tanpa bisa ditahan sampai membuatnya membeku ditempat. Dadanya terasa seperti dihantam ribuan ton batu hingga membuat nafas dan jantungnya berhenti berdetak.

Setelah beberapa menit.

“Ukh!!” Gumam Siwon tersadar karena suara klakson mobil dibelakangnya.

Tanpa sadar Siwon meraba dadanya yang terasa sakit dan mencoba mengatur nafasnya sambil kembali mengemudikan mobilnya secara perlahan. Namun sesuatu yang penting kembali dalam ingatannya yang masih segar hingga ia pun kembali menginjak pedal gas dalam-dalam dan meluncur dari sana.

“Babykyu.” Gumamnya pelan.

Tak berapa lama kemudian entah kebetulan atau memang jalan untuknya akhirnya Siwon kembali bisa melihat mobil Jonghyun yang tidak jauh darinya berjalan dengan kecepatan yang sama. Siwon menyadari bahwa mereka sudah lama melewati bandara internasional Seoul.

Itu artinya Jonghyun akan membawa Kyuhyun pergi dengan mobilnya saja agar tidak ada cara untuk Kyuhyun melarikan diri jika berada didalam bandara yang luas itu.

“Itu mereka!!” Seru Siwon penuh semangat. “Baby, tunggu hyung.”

Siwon segera melajukan mobilnya menyusul BMW hitam Jonghyun hingga jarak mereka bisa dikatakan sudah dekat karna Siwon bisa melihat bayangan orang yang ada didalam mobil itu.

Sementara itu Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa dan merasa Siwon sudah tidak bisa menemukan mereka secepatnya, sedang memikirkan berbagai cara agar terlepas dari Jonghyun yang sudah menutup telinga pada kata-katanya.

Namun tidak ada cara lain yang ditemukan hingga membuatnya bertekad untuk keluar dari sana dengan cara apapun agar ia bisa kembali bersama Siwon suaminya tercinta dan keluarganya.

Tanpa sedikit pun keraguan Kyuhyun memeluk Suho semakin erat kedadanya hingga bocah tampan itu tersembunyi disana. Kyuhyun membisikkan sesuatu pada telinga Suho yang membuat putranya itu menggenggam kuat bajunya dari samping dan memejamkan matanya dengan erat.

“Cuo peluk mommy yang erat, mommy sayang Cuo.”

‘Siwonnie, I love you’ Ucap Kyuhyun dalam hati.

Detik selanjutnya Jonghyun yang ceroboh tidak sadar pintu mobilnya yangtidak terkunci dari dalam dan kini terbuka dengan lebar ditengah jalan hingga membuatnya dengan perlahan mencoba menepi.

“Kyu!! Apa yang kau lakukan!!?”

“Aku tidak ingin meninggalkannya. Selamat tinggal!!”

Detik itu juga Kyuhyun menghempaskan dirinya keluar dari mobil yang berjalan dengan cepat itu hingga membuat tubuhnya menghantam aspal lalu terguling beberapa kali hingga membentur trotoar dipinggir jalan. Dengan Suho tetap melekat erat dalam pelukannya walau ia sudah tidak sadarkan diri.

“KYUHYUUUUNNN!!!!!” Teriak Siwon sekuat tenaga saat melihat semua adegan itu dengan jelas didepan matanya.

Sementara itu Jonghyun yang terkejut tidak percaya langsung kehilangan keseimbangan dan melajukan mobilnya dengan oleng tidak terkendali hingga ia pun menabrak pembatas jalan dengan keras. Karena kejadian itu beberapa mobil yang melaju disekitar mereka terpaksa berhenti mendadak hingga menyebabkan kecelakaan kecil yang beruntun disana.

Siwon langsung menepikan mobilnya dan melesat keluar menuju tempat Kyuhyun dan seketika ia membeku ditempatnya. Kyuhyunnya, huswife cantiknya, belahan jiwanya kini tergeletak dengan tubuh meringkuk tak bergerak dengan rembesan darah yang terus mengalir keluar dari kepalanya.

“Kyu-ba-by…” Ucap Siwon terbata dan perlahan berjongkok disampingnya.

Namja tampan itu tidak tahu harus berbuat apa saat itu karena pikirannya dipenuhi Kyuhyun yang seperti itu hingga kedua tangannya yang sudah terangkat hanya bisa menggantung dan membeku.

Tapi saat tiba-tiba matanya menangkap gerakan kecil dari dalam dekapan Kyuhyun membuat Siwon sadar bahwa namja cantik huswifenya itu masih bersama putra mereka.

“Suho!! Oh my god, Suho!! Tolong, panggilkan ambulans. Jebal, tolong aku!!” Ucap Siwon sambil melihat anaknya dan melihat beberapa orang yang sudah mendekati tempat mereka berada.

“Bertahanlah baby, bertahanlah, mereka akan segera datang, hyung ada disini, bertahanlah, kumohon.” Ucap Siwon menarik tubuh Kyuhyun kedalam pelukannya walau darah segar Kyuhyun mengotori pakaiannya ia tidak peduli.

“Baby…suho~…bertahanlah..”

“D-da-ddy~ ca-aakiit~” Ucap Suho terbata saat tahu daddy-nya sudah bersamanya.

“Tenang baby boy, kita kerumah sakit, bertahanlah.”

“Mo-mmyy~ ke-ke-napa~ mo-mmy…” Suho berusaha mengetahui keadaan mereka walau kepalanya yang terluka semakin berdenyut dan terasa berat.

“Sssst..jangan bicara dulu, daddy disini, daddy disini.”

Siwon memeluk keduanya dengan tubuh gemetaran menahan tangis yang sebenarnya ingin dikeluarkannya dengan sangat keras. Agar sesak dan beban didadanya ikut terlepas bersama dengan itu.

“B-babyyy~” Panggil Siwon pada telinga Kyuhyun. “Please~ don’t leave me, you promised, please~” Bisik Siwon kemudian.

Entah berapa lama mobil ambulans dari rumah sakit besar umma Choi tiba disana dan mengambil Suho pertama kali lalu memasukkannya ke dalam mobil. Sementara Siwon menolak melepaskan Kyuhyun dan ingin membawanya sendiri dalam pelukannya.

Hingga sampai di rumah sakit umma Choi yang mendengar berita yang sudah tersebar sudah berdiri didepan pintu loby dengan kereta 2 dorong pasien dan beberapa dokter, suster lainnya disana.

Untuk beberapa detik umma Choi membeku kehilangan kata-kata melihat cucu dan menantu kesayangannya diselimuti cairan kental warna merah itu. Namun saat melihat Siwon melangkah kedepannya ia langsung tersadar dan melihat suster dan dokter disampingnya.

“Cepat kalian bawa suho. Dan kalian ambil menantuku!!” Umma Choi mengintruksi para suster itu lalu beralih melihat Siwon.

“Umma~~” Ucap Siwon dengan nada bergetar.

“Lepaskan Siwonnie, biar mereka yang tangani.” Jawab Umma Choi dengan lembutnya.

Sedikit ragu Siwon membaringkan Kyuhyun dikereta dorong itu dengan perlahan lalu mengecup keningnya sedikit lama dan melepaskannya saat Umma Choi menarik bajunya perlahan.

“Siwonnie…” Panggil Umma Choi pelan membuat Siwon langsung melihatnya.

“Um-mma~ my baby~~” Pertahan Siwon langsung runtuh saat tangan lembut ummanya menariknya kedalam pelukannya yang hangat.

“Tenanglah, Siwonnie.”

“My baby…” Ucap Siwon lagi sambil membenamkan wajahnya dileher ummanya tercinta.

Siwon menangis mengeluarkan seluruh sakit yang dirasakannya saat ini hingga membuat tubuhnya berguncang dan Umma Choi memeluknya dengan erat. Namja tampan itu tidak peduli dia menangis seperti saat dia masih kecil didepan semua orang.

Yang terpenting dalam hidupnya sekarang sedang meregang nyawa diatas meja operasi, tidak akan sepadan jika dibandingkan dengan dirinya yang dilihat orang saat seperti itu.

Entah berapa lama Siwon menangis dibahu ummanya seperti anak kecil yang kehilangan yang paling disukainya. Walau sebenarnya Siwon benar-benar kehilangan sebelah hatinya saat ini.

“Kau harus menghubungi Wookie…” Ucap Umma Choi saat mereka masuk ke dalam menuju ruang ICU.

“Tolong umma, aku tidak bisa~” Jawab Siwon memelas.

Namja tampan itu langsung duduk disalah satu kursi tunggu yang ada disebelah ruang ICU dimana Kyuhyun berada. Kakinya sudah tidak bisa diajak bertahan untuk berdiri apalagi berjalan.

Umma Choi hanya tersenyum sedih melihatnya dan mengambil Hp-nya untuk menghubungi Ryeowook yang pasti berada dirumah Siwon.

Namja imut yang sedang menemani anak-anak mereka di ruang tamu langsung berlari begitu nada hp-nya yang ada di meja tidak jauh darinya itu terdengar sekali.

“Yeoboseyo, umma?”

>……<

Tubuh ryeowook membeku ditempat bersamaan dengan hp-nya yang jatuh sendiri ditangannya sampai membuat ketiga bocah disana langsung melihatnya. Sedangkan Yesung yang menyadari ada yang tidak benar segera mendekati huswifenya dan kembali mengambil hp-nya.

Namja tampan itu kembali mendengar suara ummanya yang menjelaskan apa yang terjadi dengan suara tertahan. Sampai semuanya selesai Yesung tetap memasang wajah datarnya dan melihat ketiga bocah yanga sedang melihatnya.

“Kita kerumah sakit, cepat ke mobil.” Ucap Yesung tanpa ekspresi membuat mereka bertiga langsung berlari menuju mobil Santa FE mommy mereka.

Sementara Yesung kembali berpaling melihat Ryeowook yang masih diam ditempat namun kini dengan airmata mengalir dipipinya.

“Kyu-kyunnie~” Gumamnya pelan.

“Tidak ada waktu, ayo pergi.” Jawab Yesung langsung menarik tangan huswifenya keluar dari rumah itu setelah mengecup kening Ryeowook untuk menenangkannya.

Lalu mereka pun segera menuju ke rumah sakit Choi dengan berbagai pertanyaan dikepalanya. Tapi minho yang lebih cepat mengerti segalanya seperti mengerti apa yang sudah terjadi hingga ia hanya bisa memeluk Sulli yang sibuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada.

Hingga akhirnya Ryeowook menjelaskan secara singkat apa yang dikatakan Umma Choi padanya tadi. Detik itu juga Sulli langsung menangis dengan sedihnya sampai Ryeowook harus mengambil dari Minho untuk menenangkannya.

Beberapa saat kemudian…

Saat Minho dan yang lainnya tiba dirumah sakit milik halmonienya itu ia langsung berlari menuju tempat mommy dan dongsaeng kecilnya dirawat. Sedangkan Ryeowook yang menggendong Sulli berjalan tergesa-gesa dibelakangnya yang diikuti Yesung dan JongIn.

“Daddy!!!!” Panggil Minho begitu melihat daddy-nya terduduk lemah tidak berdaya didepan pintu ruang ICU rumah sakit itu.

“Minho?” Siwon langsung melihat putra pertamanya itu yang kembali berlari secepatnya dan memeluknya dengan sekuat tenaga.

“Mo-mmy~hiks…”

“Ssssst…gwenchana, mommy sedang diperiksa.” Siwon mencoba membesarkan hati putranya.

“Ba-bagaimana Cuo??”

“Dia masih belum sadar, tapi dokter sudah memeriksanya. Mino mau lihat??” Tanya Siwon dan mendapatkan anggukan kepala dari Minho.

Saat itu pula terlihat Ryeowook dan lainnya mendekati mereka berdua dengan raut kekhawatiran yang sama.

“A-apa yang terjadi??” Tanya Ryeowook tidak sabar.

“Mino, bawa Sulli lihat Suho di ruangan itu.” Ucap Siwon tersenyum menenangkan sambil berdiri dari duduknya lalu mengecup kening Sulli yang sudah menangis saat perjalanan mereka kesana.

Bocah itu pun dengan patuh membawa dongsaengnya diikuti JongIn meninggalkan orang dewasa itu berbicara dengan leluasa.

Sampai didalam kamar rawat Suho, bocah kecil itu masih tertidur karna obat bius yang disuntikkan untuk menenangkannya dari shock jika dia bangun nanti. Minho bisa melihat dongsaeng kecilnya tidak terlalu parah. Karena Kyuhyun memeluk untuk melindunginya, Suho hanya mendapat luka kecil dikepala, disiku-siku, dan lututnya.

Minho dan Sulli segera mendekati ranjangnya tanpa suara dan mengamati wajah kecil yang tertidur itu dengan seksama. Minho bisa melihat ada garis kerutan diwajah dongsaengnya yang biasanya tertidur dengan damai.

“Cuo oppa cakit?” Tanya Sulli setengah berbisik dan Minho menganggukkan kepalanya.

“Mommy dimana, oppa? Culli mau liat mommy.”

“Mommy masih dirawat.” Jawab Minho dengan senyum menenangkan.

Namun tetap saja tidak membuat wajah cantik dongsaengnya itu tenang. Sementara diluar Siwon daddy mereka sedang menceritakan kejadian yang menimpa mommy mereka sebenarnya.


“D-dia~” Nafas Siwon tercekat ditenggorokannya. “Di-dia melompat, hyung.” Lanjutnya kemudian yang membuat rajut wajah Hyung didepannya kehilangan warnanya.

“Di-dia melompat dari mobil yang berkecepatan penuh itu, hyung. S-semuanya terjadi begitu cepat, di-depan mataku…di depan mataku, hyung.” Siwon mengatakan semuanya dengan wajah datar tanpa ekspresi.

“Siwon~”

“Kyuhyun melompat sambil memeluk Suho didadanya. Tubuhnya berguling-guling kepinggir dan kepalanya menabrak trotoar. Karna itu juga Suho hanya menderita luka ringan sedangkan Kyuhyun…dia~”

“Sudah Siwonnie, hapus airmatamu.” Yesung memeluk dongsaeng tampannya sambil menepuk pundaknya perlahan.

“Nanti mereka melihatnya.” Sambung Ryeowook dengan senyum manisnya walau tidak bisa dipungkiri hatinya terasa sakit.

Mendengar hal itu Siwon langsung menghapus jejak airmata dipipinya dan membalas pelukan hyungnya dengan erat. Kemudian melepasnya lagi saat Sulli menghambur keluar dengan menangis keras ingin melihat mommy-nya.

“Mommyyyyy~~~” Tangis putri kecil itu menggema dilorong rumah sakit yang terlihat suram itu.

“Ssssst, babygirl…udah lihat oppa, hmm??” Siwon langsung mengambilnya kedalam pelukan dan menggendongnya.

Saat mengangkat Siwon merasakan sesuatu menekan dadanya hingga terasa sesak dan membuatnya terpaku. Hal itu tidak luput dari mata Ryeowook yang sedari tadi mengawasi keadaannya yang sedikit berantakan.

“Kau tidak apa-apa?” Tanyanya dan mendapat gelengan kepala dari Siwon yang kembali mendekati pintu ruangan ICU yang masih tertutup itu.

“Mommy…hiks, Culli mau mommy, daddy…Culli mau mommy~”

“Tunggu sebentar ne? Mommy masih diobati.”

“Kapan celesai? Culli rindu mommy, mommy kenapa? Mommy pelgi lama tadi culli belum ketemu, mommy, daddy, mommy~~~” Tangis Sulli dengan sedihnya membuat Siwon semakin kehilangan kata-kata.

“Mommy ada disini.” Ucap Siwon pelan sambil melihat kepintu yang tertutup itu.

“Ayo masuk daddy, culli mau liat mommyyy~~”

“Tidak boleh, babygirl. Mommy masih diobati dokter.” Ryeowook mencoba.

“Culli mau mommyyyy~~~” Bantah Sulli sambil memeluk leher Siwon dengan erat.

Saat itu Siwon melihat Minho keluar dari kamar Suho mendekatinya dan meminta Sulli untuknya. Putri kecil itu langsung merentangkan tangannya pada Oppa pertama kesayangannya itu dan kembali membenamkan wajahnya dibahu Minho sambil terisak.

Bocah tampan itu kemudian membawa dongsaengnya pada bangku tunggu disana diikuti Ryeowook yang langsung duduk disampingnya sambil membelai kepala Sulli dengan lembut. Sementara Siwon kembali berdiri dengan penuh harapan didepan pintu ICU yang sudah lebih dari satu jam tidak terbuka itu ditemani Yesung.

‘Selamatkan my baby’ Do’a Siwon dalam hatinya.

Sesaat kemudian Siwon kembali melihat bayangan kecil datang perlahan mendekatinya sampai ia sadar bahwa itu Suho yang keluar dari kamar ditemani JongIn dibelakangnya.

“Oh My God!! Suho, My baby!!” Siwon langsung berlari mengambil putranya dan mendekap dengan erat.

“Suho baik-baik saja?? Dimana yang sakit? Apanya yang sakit? Kenapa keluar? Suho tidak boleh…”

“Da-ddy~” Panggil Suho dengan suara lemah.

“Ne, ne, ne…daddy disini, daddy disini, jangan takut lagi.” Siwon mengecup seluruh wajah putra kecilnya itu untuk menenangkannya.

“Mo-mmy jatuh, mo-mmy peluk Cuo cakiiit~dimana mommyy, daddy??”

“Mommy masih diobati, itu ada Mino hyung, ada Culli juga.” Siwon membawa buah hatinya mendekati kursi tunggu yang ada disana.

Minho langsung berdiri setelah mendudukkan Sulli dikursi dan mendekati Suho yang sudah diturunkan Daddy-nya. Bocah tampan itu langsung meraup dongsaeng kesayangannya dalam pelukan dan memeluknya dengan erat.

Tidak peduli Suho sempat meringis sedikit karena badannya memang masih terasa sakit dengan pelukan mommy-nya yang kuat dan terjatuh di aspal. JongIn yang langsung duduk dikursi hanya melihat mereka dengan sedih dari sisi ummanya.

“Cuo baik-baik saja, kan? Iya kan? Kan?” Tanya Minho sambil menangis.

“Cuo cakit, hyung…caakiit cekali..uncle itu jahaaat~ hiks, hiks” Ucap Suho mengingat semuanya membuat tangan Siwon terkepal dengan kuat menahan amarahnya sendiri.

“Tenang saja, Cuo udah kembali, dia tidak akan macam-macam. Tenang saja.” Ucap Minho dengan suara tenang agar Suho juga ikut tenang.

Kemudian Minho segera membawa Suho kepada Sulli dan Ryeowook yang segera memeluknya dan mengecup keningnya penuh sayang. Sementara Sulli hanya menatap wajah oppanya dengan tatapan sayu dan wajah sembab karena menangis.

Sebelah tangan kecil Suho langsung terangkat menangkup pipi kembaran cantiknya itu hingga Sulli memiringkan kepalanya menerima kehangatan tangan oppa-nya.

“Jangan khawatil, oppa dicini.” Ucap Suho dengan senyum lemah membuat Ryeowook tersenyum senang.

Mereka tetap saling menguatkan masing-masing walau dihati mereka ada duka yang menyelimutinya. Hanya si kecil Sulli yang tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya yang semakin terlihat jelas apalagi sampai saat ini dia belum bisa melihat mommy-nya tercinta.

“Mino bawa Sulli kekamar Suho, dia harus istirahat. Suho juga harus kembali.” Ucap ryeowook sambil menggendong Suho.

Minho kembali mendengarkan dengan patuh kata-kata ummanya, lalu merangkul Sulli dan dibantu JongIn membawa putri kecil yang terlihat lemah itu kembali ke ruangan Suho dirawat.

Siwon hanya bisa menganggukkan kepalanya melihat mereka berlalu dari sisinya sampai semuanya menghilang dibalik pintu kamar inap Suho.

Dan saat itu juga pintu ruang ICU itu akhirnya terbuka dan menampilkan Dokter yang menangani Kyuhyun menarik penutup mulutnya sambil menghembuskan nafas lelah.

Langsung saja Siwon menghambur mendekatinya dan mencecarnya dengan berbagai pertanyaan hingga tidak satu pun terjawabkan.

“Apa yang terjadi, dok? Dia baik-baik saja kan? Kenapa lama sekali? Bagaimana Kyuhyun? Bagaimana istriku? Katakan dokter?? Cepat katakan padaku!!!”

“Siwon tenanglah.” Yesung mencoba menenangkan.

“Tidak, aku harus tahu hyung!! Bagaimana Kyuhyun, dokter, jawab aku!!”

“Kami sudah berusaha, Siwon-ssi.” Ucap dokter itu akhirnya sambil menundukkan wajahnya.

“Apa maksudmu?!?!”

“Kami sudah berusaha semampunya, tapi..”

“Tapi apa?? Tapi apa?? Apa yang terjadi?? Biarkan aku masuk!!!”

“Tidak!! Tunggu dulu.” Cegat dokter itu menahan Siwon yang ingin masuk sekuat tenaganya.

“Kenapa tidak?? Aku harus melihatnya, dia menungguku!! Lepaskan!!”

“TENANGLAH SIWON!!” Yesung berteriak dengan cepat membuat Siwon terpaku melihatnya. Yesung yang terlihat tenang akhirnya sudah tidak tahan lagi melihat Siwon seperti itu.

“Tenanglah, Siwon-ssi.” Ucap dokter itu sekali lagi membuat Siwon berpaling melihatnya.

“Je-laskan pa-daku!!” Ucap Siwon dengan nafas tercekat.

“Kyuhyun-ssi selamat dari masa kritisnya…” Mulai dokter itu was-was.

“Ta-tapi…tapi apa dok?? Aku tahu ada tapinya!!”

“Tapi dia masih tidak sadarkan diri.”

“Maksud dokter?” Tanya Yesung.

“Dia masih shock dan sepertinya.”

“Apa??”

“Kyuhyun-ssi koma.”

“Tidaaaaak!!!”

**
Tbc….

Ahh..jangan menerorku..tapi bunuh saia..aaaaaaaa!!!
Ohh..jangan lupa berdo’a : Lindungilah Kyubaby dimana pun dia berada…Amiiin.
Sekali lagi Ini hanya fiksi, jauhkanlah dari kenyataan.

Sabar sebentar ne…mereka pasti akan segera bahagia kembali.
Semuanya memang pas dimasukkan ke chap hingga jadi seperti ini.

So…tenang saja ne.^^
Sampai Jumpa di TWO LOVE ONE HEART #angstAgain

With love.
**

Seven Princes Garden 24

Published June 1, 2015 by Wonviekyu

SPG COVER

Selamat malam…apa kabar semuanya^^

Sebelumnya Happy 9th Anniversary ELF..

Semoga selalu bisa mendampingi Super Junior selamanya.

Kalian The best Fandom yang pernah Vie tau, walau didalamnya penuh berbagai rasa.

Happy Anniversary^^

Mianhae Bukan yang kalian harapkan ne^^ kalian tau kan kalau Vie nulis angst pasti sedikit lama…makanya My baby masih Vie edit dan edit ulang.

Jadi sabar dulu ne^^ baca ini dulu.

Vie note : Yang belum bilang tanggal dan bulan ultahnya manaaa?? Vie tunggu lho!!

From Vie..
**
Setelah acara pernikahan yang sangat pribadi itu digelar di hotel mewah milik Choi Corp untuk putra pertama dari keluarga Choi itu. Mereka dikejutkan dengan kehadiran umma choi yang tiba-tiba padahal selama ini ia tidak pernah menampakkan wujudnya didepan mereka.

Mrs. Choi tiba-tiba datang dan membawa kabur mempelai anaknya untuk berjalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama hingga Siwon kelabakan.

Namun namja tampan itu langsung menyusul keduanya setelah mendapat panggilan dari ummanya dan Kyuhyun bisa dengan mudah mengusirnya hanya karena tiba-tiba ia ingin menemani Umma choi lebih lama.

Tapi perkataan umma Choi yang tidak bisa dijaga membuat Siwon segera menarik Kyuhyun pergi dari sana dengan tawa umma cantiknya mengiringi kepergiannya.

“Umma akan mengajarimu cara memuaskannya diatas…”

“Umma!!!”

“Aahahahahahaha”

Siwon segera membawa kembali Kyuhyun ke tempat acara pernikahan mereka karena semua orang masih menunggu disana. Apalagi Siwon ingin memastikan apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk mereka berdua.

“Mereka akan tinggal dirumah kami.” Ucap Appa Choi menegaskan.

“Appa!!” Protes Siwon.

“Kenapa? Bukankah itu yang diinginkan Kyuhyun??” Tanya appa Choi sambil melihat menantunya.

Kyuhyun langsung mengangguk sambil tersenyum manis lalu menghampiri appa Choi dan memeluk pinggangnya dari samping. Semua yang disana hanya bisa menatap namja imut nan manis itu dengan mata melebar.

“Kyu~ kenapa suka ahjussi-ahjussi??” Tanya Eunhae dengan wajah polos mereka.

“Dia appaku!” Bantah Kyuhyun dengan death glarenya.

“Dia akan kerumah kami, Ohohoho~” Ucap umma Choi tanpa basa-basi lalu menarik tangan menantu pertamanya itu dan segera pergi darisana.

“Umma~!!!”

“Yeobo~”

“Ms. Choi~”

Umma choi tidak mendengar berbagai bentuk protes yang terdengar dibelakangnya karna dia sudah masuk kedalam mobil pengantin yang sudah disiapkan disana untuk Kyuhyun dan Siwon.

“Bukannya itu untukmu dan Kyu?” Tanya Heechul dengan wajah datarnya.

“Aku tidak mengerti.” Siwon kehilangan kata-katanya.

Apalagi saat limosine putih berhias pita itu sudah meluncur bebas pergi darisana tanpa menunggunya.

“Yaaa..ayo dinikmati kembali pestanya.” Ucap Appa Choi menghilangkan ketegangan yang kembali terjadi itu.

Siwon hanya bisa menghela nafas lelah sambil menganggukkan kepalanya meminta maaf pada Umma dan Appa Kyuhyun. Mereka berdua hanya menyunggingkan senyuman menenangkan sebagai balasannya agar Siwon merasa lebih baik dengan tindakan kedua orangtuanya yang sangat aneh.

Dan pesta itu kembali berlangsung dengan meriahnya walau tanpa ada lagi kedua pengantinnya disana karena Siwon memilih segera kembali ke rumahnya untuk melihat Kyuhyun. Ia tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi jika huswife polosnya berada lama-lama ditangan ummanya.

***

Dan kemudian sebelum malam menjelang dihari itu, Kyuhyun sudah diantarkan Siwon kembali kerumah orangtuanya yang jauhnya hanya 10 menit jalan kaki saja. Walau Kyuhyun menolak dengan berbagai cara tapi Siwon tetap bisa memenangkannya.

Karena itulah saat ini mereka berdua terlihat sedang berjalan kaki menuju rumah Kyuhyun yang terdapat di awal pintu masuk Resident mewah Valemorin itu.

“Hyung~ kenapa kau tidak menginginkanku?” Tanya Kyuhyun dengan bibirnya yang dimajukan beberapa centi.

“Bukan tidak ingin Kyu, kita masih sekolah kan tidak mungkin kita tinggal bersama.”

“Tapi kita kan sudah menikah!! Orang menikah kan tinggal bersama, hyung!!!”

“Mmm, benar baby. Tapi tetap saja kita tidak boleh bersama.”

“Kau…”

“Ne?” Siwon baru sadar Kyuhyun sudah berhenti dan tertinggal dibelakangnya.

“Waeyo, hm??” Tanya Siwon berpaling melihatnya.

“Kau…sebenarnya tidak mau menikah kan hyung?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba sambil menundukkan wajahnya.

“Mwo??” Mata Siwon melebar tidak percaya.

“Kau tidak mau kan? Aku yang memaksa kan? Padahal…bilang saja kau tidak mau denganku, hyung! bilang saja kau tidak mau sama anak kecil, bilang smmmm…”

Tiba-tiba saja Siwon sudah berada sangat dekat dengan Kyuhyun dengan bibir yang menempel pada bibirnya dengan lembut hingga membuat matanya terbelalak tidak percaya.

Siwon mengecup bibirnya dengan lembut dan perlahan sambil menarik pinggang ramping huswife imutnya itu semakin mendekat padanya.

Seiring detik berlalu ciuman manis itu pun berubah semakin dalam dan menggairahkan sampai Siwon merasa tidak ingin menghentikannya. Bibir Kyuhyun terlalu manis untuk segera dilepaskan hingga ia semakin membuat ciuman mereka terasa lebih intens.

Sedangkan Kyuhyun yang untuk kedua kalinya dicium seperti itu hanya bisa menerima dengan hati yang hampir meledak keluar dan mata yang terpejam karena malunya.

Tangan lentiknya yang ada didada siwon sudah menggenggam erat coat hitam suaminya itu untuk menahan kakinya yang sudah tidak bisa bertahan.

“Ss-mmmh..” Kyuhyun kehabisan tenaga.

Detik itu juga Siwon menyadari apa yang sudah dilakukannya hingga matanya terbuka lebar. Dan secara perlahan ia pun melepaskan ciuman dalamnya menjadi kecupan kecupan kecil hingga hanya bibir dan hidung mereka saja yang bersentuhan.

“M-mianhae..” Bisik Siwon pelan membuat Kyuhyun memejamkan matanya.

“Kalau kita tinggal bersama, aku tidak yakin bisa menahan perasaanku lebih dari ini, baby.”

“Jangan ditahan, aku ingin mengetahuinya.” Ucap Kyuhyun sambil menatap mata Siwon dalam.

“Aku mungkin akan melakukan hal lebih dari ini.”

“Tidak apa-apa.” Kyuhyun tidak sadar pipinya sudah sepenuhnya memerah karna kata-katanya itu.

“Benar tidak apa-apa?”

“Tidak, kita kan sudah menikah.”

“Memang kau tau apa yang akan kulakukan?”

“Menemaniku bermain game, memelukku, menciumku dan…dan…dan…mmm…”

“Dan apa??”

“Mmmm~” Kyuhyun langsung menarik Siwon dan berbisik pada telinganya. “Dan ti-ti-ti-tidur denganku”

“Ahahahahahaha…itu saja? Tidur saja? Benarkah?”

“Memang apa lagi??”

“Hhhhahhhhh..ayo masuk, kita sudah sampai.”

“Hyung!!!”

“Masuk baby, sampai jumpa besok pagi, hyung akan menjemputmu.” Ucap Siwon dengan senyumnya lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“I love you, My beautiful wifu” Ucap Siwon yakin membuat wajah Kyuhyun merona dengan hebatnya.

“I love you too, my…my…my handsome hu-hubby” Balas Kyuhyun dengan penuh perjuangan hingga Siwon langsung menariknya kepelukan dan memeluknya dengan erat.

“Dari mana kata-kata itu??” Tanya Siwon penasaran.

“Ryeowookie, Chullie hyung.”

“Apa mereka mengajarkan yang bukan-bukan??” Tanya Siwon dengan wajah siap meledak.

“Tidak, mereka bilang aku harus memanggilmu itu~ tapi…”

“Tidak apa-apa, baby…seperti biasanya saja, jangan terlalu mendengarkan mereka, arrachi??”

Kyuhyun langsung mengganggukkan kepalanya dengan cepat dan memeluk Siwon dengan eratnya.

“Ya sudah, ayo masuk…” Ucap Siwon lagi tanpa melepaskan pelukannya.

Kyuhyun juga tidak melepas atau menyuruh Siwon untuk melepaskannya karena ia sekarang sedang menikmati hangatnya berada dalam pelukan suaminya dengan bersandar dibahu Siwon dan wajah tersembunyi dileher namja tampan suaminya itu.

“Mmm, will miss you.” Bisik Siwon pelan dan melepaskan pelukannya dengan berat hati. “Selamat malam, baby.”

“Selamat malam Siwonnie.” Kyuhyun langsung mengecup cepat bibir Siwon dan berlari masuk kehalaman rumahnya tanpa sempat Siwon mengatakan apa-apa.

Namun kemudian senyum manis terukir dibibir Siwon sambil kembali berjalan pulang ke rumahnya yang terdapat diujung resident itu. Namun ternyata baru Siwon sadari bahwa saat ini disetiap pintu pagar rumah yang ada disana berdiri para Hyungnya yang sedang menatapnya dengan berbagai ekspresi.

Tanpa menghiraukan tatapan jahil mereka Siwon segera kembali ke rumahnya dengan pipi yang sepenuhnya merona sampai ketelinganya hingga membuatnya mengumpat dengan kesal. Apalagi tawa cekikikan hyung-hyungnya terdengar sangat jelas saat ia berjalan melewati mereka semua.

“Mereka memang tidak punya kerjaan.”

_
_

Malam pun semakin berlalu dengan sendirinya meninggalkan Siwon yang kesepian ditengah kamar dan ranjangnya yang besar. Walau sebenarnya Siwon tidak ingin memasuki kamar yang sudah disulap Umma Choi itu.

Tapi itulah kamar satu-satunya yang tidak dikunci dengan berbagai gembok oleh Umma Choi untuk menghindarinya masuk ke kamar lain jika seandainya Kyuhyun tidur bersamanya.

Saat ini ranjang besar putihnya yang polos dipenuhi dengan helaian mawar merah yang sudah ditabur disana. Siwon tidak bisa membantah apa-apa saat kamar biasanya menjadi kamar pengantin baru yang sangat indah.

“Untung saja Umma sudah kembali, jika tidak aku harus menahan diriku sepanjang malam kalau sampai Kyuhyun ada disini.” Gumam Siwon sendirian sambil masuk dalam selimut besarnya dan memejamkan mata.

Ya…umma Choi sudah kembali ke New York setelah memastikan bahwa Kyuhyun akan tidur dikamar Siwon yang sudah dibuatnya dengan suka cita. Padahal yang terjadi Siwon lebih bisa meyakinkan Kyuhyun yang memang sangat percaya padanya untuk pulang ke rumahnya sendiri.

Dengan berbagai hal ada dalam pikirannya Siwon pun akhirnya tertidur dengan hati yang berbunga-bunga karena memikirkan namja manis dan imut yang sangat dicintainya itu sudah menjadi miliknya untuk selamanya.

Namun ternyata saat mimpi indah mulai merasukinya, Siwon bisa mendengar sayup-sayup suara pintu diketuk dengan pelan dari luar. Namja tampan itu yakin tidak ada yang mengetuk jendela kamarnya yang berada dilantai 2 rumahnya.

“Kenapa ada pengganggu malam-malam begini?” Tanya Siwon sambil mengusir rasa kantuknya yang sangat mendera.

“Appa mau apa?”

Namja tampan itu memikirkan apa yang diinginkan Appanya ditengah malam begini sehingga mengganggunya seperti yang selalu dilakukan appanya itu untuk keperluan bisnis. Namun begitu pintu kamarnya terbuka dengan lebar, kata-kata Siwon langsung tercekat ditenggerokan.

“Ky-kyu-hyun???” Tanya Siwon tidak percaya.

Didepan pintunya kini berdiri Kyuhyun dengan wajah polos rambut berantakan memakai piyama biru dan sandal tidur yang menggemaskan. Sebelah tangannya memeluk guling birunya dan sebelah lagi menggengam PSPnya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun menyadarkan Siwon kembali.

“Ke-kenapa ada disini??”

“Aku tidak bisa tidur.”

“Siapa yang mengiz…”

“Appa yang buka pintu.” Siwon kembali terpaku.

“Dirumahmu, baby..”

“Aku keluar sendiri.”

“Mwooo??”

“Aku ngantuk hyung, ayo tidur~” Kyuhyun langsung masuk ke dalam tanpa permisi.

“Tadi kau bilang…”

“Aku tidak bisa tidur dirumah.”

“Baby!”

“Aku ingin disini, hyung.” Kyuhyun memelas.

‘Tundukkan kepalamu lalu pasang wajah memelas, detik itu juga dunia akan jadi milikmu.’ Kyuhyun mengingat nasehat cantik dari hyungnya yang cantik.

Dan detik itu juga Siwon kembali menutup pintu kamarnya dan menghela nafas lelah membuat Kyuhyun langsung berpaling dan melihatnya.

“Boleh hyung??” Tanyanya dengan wajah polos.

“Ne…ayo tidur.” Siwon langsung berjalan mendahului Kyuhyun ke ranjangnya dan kembali masuk ke dalam selimutnya.

“Aku tidur dimana?”

“Kau mau di sofa?” Tanya Siwon datar membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Kemarilah.”

Namja imut itu langsung mendekati Siwon tanpa ragu dan sedikit berjengit melihat ranjang putih itu masih dipenuhi dengan helaian mawar.

“Hyung~”

“Umma yang membuatnya, kau tidak suka?”

“Bukan..kenapa banyak sekali mawarnya?”

“Apa kau lupa kita sudah menikah?” Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya.

“Ini kamar untuk pengantin, Kyu. Seharusnya kita memang tidur disini, bersama.” Jelas Siwon dengan sabarnya.

Namun yang dilakukan Kyuhyun malah berbalik dan mengitari ranjang itu ke sebelah kiri Siwon lalu segera masuk ke dalam selimutnya bersama guling yang dibawanya.

“Ehee..gudnite, hyung.” Ucap namja imut itu tanpa basa-basi lalu memejamkan matanya.

Siwon kembali kehilangan kata-kata namun hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian ikut tidur disana dengan jarak yang sangat jelas ditengah mereka.

Namja tampan itu tidak lupa membenarkan letak selimut pada sisi Kyuhyun sebelum akhirnya memejamkan matanya dengan berbagai kata-kata yang tidak bisa diungkapkannya.

Namun setelah beberapa menit kemudian Siwon langsung membuka matanya yang memang tidak bisa dipejamkan sedari tadi, saat sesuatu mengetuk-ngetuk bahunya dari belakang karena ia tidur dengan membelakangi huswife manisnya disana.

“Kenapa, Kyu??” Tanya Siwon tanpa berpaling melihat Kyuhyun.

“Jangan membelakangiku, hyung.”

“Hyung, mau tidur.”

“Kau marah padaku??”

“Tidak!!”

“Lalu kenapa?? Hiks~” Dalam sekejap Siwon berpaling menghadap Kyuhyun dan meneliti wajahnya untuk melihat airmata karena isakan tadi.

“Jangan membelakangiku, aku tidak bisa tidur~ hyung.”

“Oh tuhan~” Gumam Siwon sambil meraup wajahnya dengan kencang membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. “Kemarilah…” Panggilnya kemudian sambil merentangkan tangannya ditengah-tengah mereka.

Sedikit ragu Kyuhyun menatap wajah Siwon lalu melihat lengannya untuk beberapa detik. Kemudian tanpa ragu lagi Kyuhyun mendekat perlahan hingga paling dekat dengan bahu dan lengan Siwon menjadi bantalnya.

Siwon tidak menyangka Kyuhyun akan mendekat sampai tidak ada jarak hingga membuatnya membeku tidak bergerak. Dan saat tangan Kyuhyun perlahan melingkar dipinggangnya Siwon tahu Kyuhyun tidak memikirkan apa-apa selain kehangatan dan kenyamanan darinya.

“Gudnite, Siwonnie hyung.” Bisik Kyuhyun semakin menyusupkan wajahnya dileher Siwon dan segera memejamkan matanya dengan senyum manis merekah dibibirnya.

‘Selamatkan aku sampai besok pagi, Tuhan.’ Pikir Siwon dalam hati. “Gudnite, baby.” Ucapnya pada Kyuhyun dan ikut memejamkan matanya dengan debaran jantung yang berpacu dengan cepatnya.

Entah sampai kapan Siwon baru bisa terlelap dengan nyaman hingga saat ia sadar pagi sudah kembali menjelang mengganti tugas malam yang sudah berakhir.

**

Siwon membuka matanya dengan perlahan dan merasakan kehangatan lebih menyelimuti tubuhnya selain dari selimutnya yang tebal. Iya, Siwon memeluk Kyuhyun dengan eratnya hingga namja manis itu tersembunyi dengan hangat dalam pelukannya.

Sepertinya tangan Siwon punya pikirannya sendiri kerana semalam ia dengan sengaja menegaskan tangannya untuk tidak bergerak sedikitpun dari sampingnya agar ia tidak berbuat hal yang tidak diinginkannya pada Kyuhyun. Tapi ternyata lengan kekarnya malah mendekap Kyuhyun semalam hingga membuatnya merasa nyaman dan nyenyak.

“Aku tidak memakannya, syukurlah.” Gumam Siwon tanpa sadar.

“Aku tidak bisa dimakan, hyung~” Jawab Kyuhyun dengan wajah masih tersembunyi leher Siwon.

“Apa kau merona, baby?” Tanya Siwon sengaja.

“Ish!!”Kyuhyun langsung berpaling dan melepaskan diri dari pelukan suaminya itu.

“Ahahaha…apa kau tidur nyenyak, hmm?” Siwon kembali menarik pinggang Kyuhyun dan memeluknya dari belakang.

“Ne~ aku tidur nyenyak. Kalau hyung??”

“Sepertinya iya karna hyung tidak memakanmu.” Canda Siwon sambil memeluk Kyuhyun dengan erat dan meletakkan dagunya pada bahu Kyuhyun.

“Kau tidak bisa memakanku, hyung~ aku manusia bukan jangmyeon.

“Kau lebih enak dari itu, baby~”

“Hyung!!!!!”

Dalam sekejap Siwon sudah berada diatas Kyuhyun sambil menopang badan dengan kedua sikunya agar Kyuhyun tidak terjepit. Kyuhyun yang dikira akan tertindih itu malah memejamkan matanya dengan sangat erat.

“So beautiful.” Ucap Siwon pelan membuat Kyuhyun langsung membuka matanya kembali.

Dan ternyata gerakan itu salah besar karena wajah Siwon kini berada sangat dekat dengan wajahnya bahkan hidung mereka sampai bersentuhan. Bisa dirasakan Kyuhyun debaran jantung Siwon berpacu dengan hebatnya.

Begitu pula dengan debarannya sendiri yang tidak terbiasa menatap Siwon langsung kematanya seperti ini. Namun entah mengapa Kyuhyun malah tersenyum dengan manisnya menatap mata Siwon yang penuh cinta untuknya itu.

“I love you, Siwonnie.”

Detik selanjutnya bibir Siwon sudah menempel pada bibir peachnya dan membawanya ke dalam ciuman cinta yang lembut dan penuh perasaan. Walau tidak tahu lebih dari itu, Kyuhyun tahu dari ciuman itu bahwa Siwon sangat mencintainya lebih dari yang bisa dikatakannya.

“Aku tidak bisa, baby.” Gumam Siwon setelah melepas tautan bibir mereka. “Aku tidak bisa menahannya lagi.” Siwon kembali mengecup bibir peach itu lalu beralih pada leher putih nan lembut milik Kyuhyun.

Hingga namja manis itu mengangkat kepalanya memberi Siwon ruangan lebih dan kembali merasakan sensasi yang luar biasa yang baru pertama kali dirasakannya. Namun gerakan dan kecupan-kecupan lembut yang diberikan Siwon membuatnya merasa nyaman dan sangat dicintai.

“A-apa yang tidak bisa hyung?? Apa yang terjadi??”

“Aku akan mengambil milikku, baby.”

“M-milikmu…”

“Ne~ Milikku.”

Tbc…

Ahahahahahahaha~

Ahh, mianhae bukan My Baby…
Tapi, ada pipit kecil bilang pada Vie, setelah yang sedih-sedih harus dapat yang manis-manis..
Jadi, semoga ini manis ne? karna setelah ini kita akan bersedih bersama lagi di My Baby..kkk~ (kalo benar dapat feelnya) ohohoho.

Sekali lagi..Happy Anniversary Elf..Kalian yang terindah yang dimiliki Super Junior. Semoga terus ada sampai selamanya ne^^

With Love.

It’s Always Only Me

Published May 26, 2015 by Wonviekyu

It’s Always Only Me

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Other Member

Pairing : Always WonKyu

Genre : Sad, Romance, Happy Ending

Warning : Boys Love absolutely

Sumarry : Entahlah..yang jelas,,lagi kesel, sekeselnya sama si baby gembul satu itu!!

Ide bulan dua waktu kejadian pasnya, sekarang baru bisa upda  te, What a lazy girl!!! Ahahaha. Mianhae vira..padahal udah kesel sama-sama, malah nggak bisa update!!

VIE NOTE : My Lovelies, sebelum koment tuliskan tanggal dan bulan ULANG TAHUN kalian ne?? nggak perlu tahunnya kox..ehee. HARUS!!!

From Vie..
**

Seoul, kota yang sangat memesona dimalam hari dengan lampu berkelap-kelip diberbagai tempat dan sudut disana membuat kota itu terlihat indah dan sangat romantis.

Tapi sayang, tidak dengan yang terjadi didalam sebuah apartement mewah yang ada dijajaran Real estate dikota tersebut. Ruang besar dan nyaman disana terlihat redup dengan lampu yang sengaja tidak dihidupkan pemiliknya.

Dan disalah satu ruangan atau lebih tepatnya kamar tidur utama apartement itu terdapat seorang namja yang duduk meringkuk di sudut kamarnya sambil memeluk lutut dan menyembunyikan wajahnya disana.

Tidak jauh darinya tergeletak gadget mahal yang sudah tercerai berai bentuknya karena sepertinya sengaja dilemparkan oleh namja yang meringkuk kaku itu.

Sepertinya namja itu baru saja menerima kabar yang paling buruk dalam hidupnya, Atau kabar yang tidak mengenakkan hatinya. Tapi yang pasti, tangan namja itu gemetaran sambil mencengkram lututnya kerana menahan tangis.

Namja itu, Choi siwon. Namja yang dikenal paling tampan yang ada di sebuah grup band terkenal di Negara itu. Namja yang memiliki semua yang tidak dimiliki orang lain, dengan kata lain, namja itu sangatlah sempurna.

Namun kesempurnaannya itu masih saja tidak bisa membuat hatinya selalu dipenuhi kebahagiaan. Apalagi bila itu menyangkut dengan kekasih pujaan hatinya Cho Kyuhyun, magnae di grupnya sendri.

Sekian lama siwon mencintai dan memberikan segala perhatiannya pada namja cantik kekasihnya yang terlihat bulat belakangan ini, namun namja cantik itu seperti selalu mempermainkan hatinya ditempat yang sama.

Kali ini…

Baru beberapa menit yang lalu siwon dengan wajah sumringah membuka hpnya dan melihat jaringan social yang selalu dikunjunginya itu. Betapa senangnya siwon mendapati kekasih imutnya baru saja mengtwitkan tentang Ost barunya yang release hari ini.

Tanpa pikir panjang namja tampan visual di Super junior itu langsung mengretweetkan twit kyuhyun sebagai bentuk dukungan dan kebahagiaannya untuk kesuksesan kyuhyun. Dan sebagai ganti ucapan selamat kerana mereka belum bisa bertemu karna kesibukan masing-masing.

Dengan harapan kyuhyun akan membalasnya, sekali saja. Walau selama ini kyuhyun tidak pernah membalas apapun yang dilakukannya. Tapi kali ini, sekali saja…

Namun sepertinya harapan siwon hanyanya isapan jempol semata kerana beberapa saat kemudian apa yang didapatkannya seketika membuat jantungnya terasa dicengkram dengan kuatnya.

Bukannya membalas retweet siwon, kyuhyun malah mengupdate foto selca-nya bersama changmin setelah musicalnya selesai.

Siwon memang tidak berharap terlalu tinggi pada kyuhyun, tapi kali ini sepertinya siwon sudah dibatas kesabarannya. Detik itu juga hp ditangannya terbang beberapa meter darinya dan membentur lantai dengan bunyi yang keras.

Namja tampan itu langsung jatuh terduduk dilantai dan akhirnya memeluk dirinya sendiri yang terasa akan hancur berkeping-keping jika dilepaskannya.

Padahal siwon sengaja pulang ke korea ditengah kesibukannya di LA hanya untuk menghabiskan waktu dengan kyuhyun. Tapi namja cantik kekasihnya itu selalu bisa mematahkan angan-angannya hanya dalam sekejap mata secara sengaja ataupun tidak.

Kyuhyun memang tidak tahu tentang kepulangannya yang mendadak, tapi setidaknya perhatian kecil yang siwon berikan dimedia social itu bisa dihargai kyuhyun sedikit saja.

Saat itu semua yang pernah dilakukannya untuk kyuhyun secara sepihak berputar di kepalanya, bagaimana ia berusaha mengunjunginya secara sembunyi di backstage saat musical. Bagaimana saat dirinya rela dibagi dengan Kyuline padahal sangat sedikit waktu untuk mereka bisa bersama.

Siwon juga yang selalu mengucapkan hal-hal kecil untuk kyuhyun menunjukkan perhatiannya, namun kyuhyun selalu mengacuhkannya. Memang semua itu hal kecil bila diukur, tapi bisa terlihat dengan jelas kadar perbedaannya.

Walau beberapa waktu ini kyuhyun tidak pernah menolaknya lagi saat berada dipanggung, tapi tetap saja semuanya terasa beda. Sangatlah berbeda. Selama ini siwon membuang semua irisan-irisan kecil dihatinya itu karena cintanya lebih besar dari apapun. Tapi kali ini…

Namja tampan itu tidak bermaksud untuk mengungkit semua yang telah terjadi, tapi semua itu membuat siwon sadar bahwa selama ini memang selalu hanya dia. Dia saja.

Semua penantian pasti akan ada ujungnya, tapi sepertinya penantian siwon selamanya tidak akan pernah ada penghujungnya. Lebih baik siwon mengakhiri penantiannya daripada penderitaannya itu tidak akan pernah berakhir.

Ya..itulah yang akan dilakukannya.

Dengan hati hampa siwon berdiri menatap kosong seluruh ruangannya lalu melangkah dengan perlahan mencari kunci mobil dan coatnya, lalu dengan langkah gontai namja tampan itu segera keluar dari tempat yang penuh kenangan itu bersama kyuhyun.

Dan namja tampan itu pun keluar darisana menutup pintu perlahan tanpa suara lalu melangkah meninggalkan tempat yang penuh kenangan untuknya. Meninggalkan semuanya, termasuk hatinya yang sudah ikut tertutup bersamaan dengan langkah kakinya yang kian menjauh.

“I’ve had enough, baby. Selamat tinggal.” Ucap siwon lirih.

Sementara di tempat lain.

Namja cantik magnae Boyband terkenal di korea sampai luar negeri sedang tersenyum bahagia kerana satu lagi pekerjaannya selesai. Musicalnya yang kesekian itu berjalan lancar seperti biasanya dan mendapat banyak sambutan dan dukungan.

Khususnya dari sahabatnya satu agensi yan sangat dikenal dekat dengannya sebagai Best Friend Forever, Max Changmin. Magnae DBSK itu dengan sengaja datang untuk melihat musical kyuhyun secara live, karna hal itu juga yang membuat senyum kyuhyun semakin cerah.

Namja cantik itu tidak tahu hal kecil yang dilakukannya sudah melukai hati seseorang yang sangat berharga untuknya. Jika memang siwon se-berharga itu untuknya, tapi sepertinya namja tampan itu belum cukup penting sampai kyuhyun selalu melupakannya begitu saja.

Dengan perasaan bahagianya kyuhyun kembali ke dorm tempat tinggalnya selama ini sebelum menjadi kekasih dari choi siwon. Tapi karena namja tampan kekasihnya itu sedang punya jadwal diluar negeri membuatnya harus kembali ke tempat asal bersama hyung-hyungnya yang lain.

Begitu tiba di dormnya Kyuhyun langsung masuk kedalam dan mendapati dua hyung favoritnya sedang berbicara ditelfon dengan seseorang. Namja cantik itu melihat sekilas pakaian hyungnya yang terlihat rapi dan bukan untuk bersantai di rumah.

“Mau kemana, hyung??” Tanyanya penasaran.

“Kami ma…”

Jawaban Donghae terhenti deringan telfon kyuhyun yang tiba-tiba hingga membuat namja cantik itu langsung menerima panggilan masuk itu sambil berjalan ke kamarnya setelah melihat kedua hyungnya yang sama-sama terdiam.

“Apa kit…”

“Ayo, cepat pergi!!” Hyukjae langsung menarik namjachingunya yang masih setia melihat Kyuhyun yang sudah menghilang dibalik pintu kamarnya itu.

Keduanya pun segera keluar dari dorm tanpa sepengetahuan Kyuhyun yang sedang berbicara ditelfon yang ternyata adalah Changmin yang masih belum cukup walau sudah bertemu dengannya tadi.

Bahkan sampai larut malam Kyuhyun masih larut dalam pembicaraannya yang entah penting ataupun tidak bersama Changmin. Tanpa ia sadari bahwa kedua hyungnya yang sudah kembali dari apartement Siwon hanya bisa menggelengkan kepala mereka mendengarnya dari luar.

**
Keesokan paginya semua berjalan seperti biasanya dengan Kyuhyun yang tidak pernah bisa bangun pagi, juga dengan keributan hyung-nya yang sering berkumpul disana sejak Shindong akan ikut wamil.

Ketika bangun Kyuhyun merasakan kepalanya sedikit pusing kerana tidur yang tidak cukup, namun tangannya segera meraba-raba disekelilingnya mencari keberadaan Hp-nya tercinta.

Dengan mata setengah terpejam Kyuhyun melihat layar hp-nya yang kosong melompong tidak ada amplop-amplop tak dikenal atau gagang telfon kesasar tertera disana.

Namja manis sekaligus cantik itu langsung mengucek matanya dengan cepat untuk melihat sekali lagi dengan jelas namun tidak ada yang berubah dari layar hpnya. Sedikit mengernyit akhirnya Kyuhyun meletakkan kembali benda mati itu di meja nakasnya.

Lalu segera keluar dari kamarnya menuju kamar mandi untuk segera sarapan dan melihat jadwalnya hari itu. Kyuhyun kembali melihat Donghae hyungnya ada disofa sedang memegang dan meneliti gantungan kunci kembar yang dipegang Hyukkie kekasihnya.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun kembali ke kamarnya dan kembali melihat Hp-nya yang tidak ada tanda-tanda kehidupan disana hingga membuatnya semakin tidak tenang.

Namja cantik itu sebenarnya menunggu kabar dari seseorang nun jauh disana untuk menanyakan kabarnya dan menyiraminya dengan kata-kata manis yang hanya bisa diucapkan oleh orang itu.

Ya tentu saja…Kyuhyun menunggu Siwon yang sudah lewat beberapa jam tidak satu pun panggilan tertuju untuknya bahkan satu sms pun Kyuhyun tidak menerimanya. Tidak biasanya seorang Choi siwon melupakan kekasih tercintanya sampai selama ini.

“Apa yang dia lakukan?” Gumam Kyuhyun sedikit kesal.

Dan jawabannya…

Siwon saat ini sedang menghabiskan seluruh waktu free yang didapatkannya itu bersama keluarga dan anjing jelek kesayangannya Bugsy di rumah mereka.

“Kau tidak bertemu Kyu Oppa??” Tanya Jiwon setelah lama terdiam di ruang keluarga mereka.

“Dia sangat sibuk, Oppa tidak ingin mengganggunya.” Siwon menjawab tanpa memalingkan wajahnya pada adik kesayangannya itu.

“Ohh, benarkah? Biasanya kau tidak bisa menjauhkan tanganmu darinya oppa~”

“Jiwoon~ jangan mengganggu oppa-mu!”

“Ummaa~~”

“Kenapa sayang? Kalian bertengkar?” Tanya wanita anggun paruh baya yang merupakan Umma dari Choi Siwon yang tampan.

“Tidak umma, kami baik-baik saja.” Jawab Siwon menundukkan wajahnya.

Dia tidak berani menatap wajah lembut ummanya itu yang pasti selalu bisa meluruhkan pertahanannya dari apapun. Siwon tidak ingin mereka terlibat pada masalahnya dengan Kyuhyun kali ini karena ia sudah memutuskan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Dan melihat sikap putra satu-satunya seperti itu membuat Umma Choi mengurungkan niat untuk mendesak Siwon mengatakan semuanya, karena jelas sekali dia tahu bahwa Siwon sedang ada masalah. Dengan Kyuhyun.

Mereka pun kembali menikmati kebersamaan dalam diam dan ketenangan sampai hari berikutnya pun tiba dan Siwon memutuskan untuk kembali ke LA untuk meneruskan syuttingnya yang tertunda karena ia memaksa pulang ke Korea tiba-tiba.

**

Kyuhyun yang merasakan ada keanehan dalam hubungannya dengan Siwon mulai terlihat uring-uringan di kamarnya sambil terus mencaci maki benda mati yang tidak bersalah ditangannya itu.

“Kenapa denganmu kuda boboh?? Kau dimana??” Tanya Kyuhyun sambil melihat Iphone ditangannya.

“Kenapa tidak menghubungiku, ini sudah dua hari Siwonnie pabbo!!”

“Aku ingin kau tau kerja samaku dengan sunbae kita, sebuah single, yang akan diliris tepat dihari ulang tahunmu!!! Kenapa kau tidak menghubungiku??!??!”

Kyuhyun berjalan mondar-mandir di kamarnya dengan wajah kesal dan melempar Iphone cantiknya ke atas tempat tidur. Kali ini Kyuhyun benar-benar kehilangan cara untuk menghubungi kekasihnya kerana biapun ia mencoba Siwon sudah mematikan hp-nya dari kemarin pagi.

“Apa yang harus kulakukan??!??!” Teriak Kyuhyun frustasi sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan.

Saat itu terdengarlah suara dua hyungnya dari luar kamar yang membuat smirk indah seketika keluar dari bibirnya. Apalagi saat mendengarkan dengan jelas bahwa kedua hyung itu merupakan yang paling dekat dengannya dan Siwon.

“Mereka kan ada.” Gumam Kyuhyun langsung menuju pintu dan ingin membukanya.

Namun…

“Bagaimana ini? Dia akan segera kembali.” Suara Donghae terdengar sangat cemas.

“Tidak ada yang bisa kita lalukan, dia akan segera kembali ke LA” Jawab Hyukjae mencoba bersikap tenang pada namjachingunya.

Saat itu juga Kyuhyun membuka pintu kamarnya dengan kasar saat kata LA terdengar dari mulut hyungnya itu.

“K-kyu??” Ucap kedua hyungnya bersamaan.

“LA? Kembali? Apa maksudnya?” Tanya Kyuhyun langsung membuat kedua hyungnya saling berpandangan.

“Hyung!! jelaskan padaku apa yang tidak kutahu!!!” Seru Kyuhyun langsung terbakar emosi.

Otak pintarnya sudah bisa menebak apa yang akan mereka jelaskan itu namun ia ingin mendengarnya dengan sangat jelas dan akurat.

“Siwon ada disini…” Ucap Donghae pelan.

“Dan akan kembali ke LA, hari ini.” Sambung Hyukjae tidak melepaskan tatapannya dari magnae mereka yang mencari kejujuran padanya.

“Huh? Begitukah? Dia tidak memberitahuku? 1 sms pun? Begitu? Apa yang dia pikirkan??”

“K-kyu…” panggil Donghae ragu namun Kyuhyun langsung menatapnya tajam.

“Kalian juga tahu? Dan tidak mengatakannya padaku?”

“Kami…”

“Apa maksudnya hyung!?!!”

“Kyu, dia sudah ada disini sejak dua hari yang lalu hanya ingin memberikan surprise dan selamat untuk musicalmu, tapi kau…”

“Kapan dia pergi?” Tanya Kyuhyun tajam.

“Sebentar lagi.”

Kyuhyun langsung bergegas ke kamarnya mengambil jaket dan topi lalu keluar lagi menuju pintu dengan buru-buru sambil menatap hyungnya dengan tajam.

Tapi tiba-tiba saja nada dering di iphone-nya pun mengalun dengan indah hingga membuat kakinya berhenti tiba-tiba dan melihat siapa yang menghubunginya.

“Changmin?” Tanyanya bingung.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun setelah menerima panggilan dari sahabatnya itu.

>……<

“Aku ada perlu sekarang.”

>……<

“Tidak ada yang lain disana??” Tanya Kyuhyun mulai kesal.

>Tidak, Kyu…please~<

“Ck!! Baiklah, tunggu disana aku segera datang.” Ucap Kyuhyun akhirnya dan memutuskan sambungan teleponnya.

Donghae dan hyukjae saling berpandangan mendengar jawaban Kyuhyun yang berubah begitu saja. Dan Kyuhyun hanya menatap mereka tanpa kata-kata dan bantaha saat kedua hyungnya menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

“Aku pergi…” Kyuhyun keluar dari sana tanpa melihat lagi kebelakang.

Donghae langsung terduduk di sofa mereka dan menghembuskan nafas lelah melihat sikap magnae mereka yang tidak pernah bisa ditebak itu.

“Apa maunya si Chang??” Tanya Donghae kesal.

“Magnae kita apa maunya!?” Jawab Hyukjae datar.

Namja yang dikenal dengan gummy smilenya itu langsung beranjak dari sana menuju dapur saat tiba-tiba dering Hp-nya memecah suasana keheningan yang ada disana.

“Siwonnie…” Tebak Donghae membuat Hyukjae menganggukkan kepalanya.

“Yeoboseyo.”

>….<

“Dia sudah pergi”

>Kemana?<

“Chang memanggilnya…”

>….<

“Tidak jadi kesini? Ohh, mianhae. Mm, selamat jalan hati-hati, siwonnie”

Hyukjae menutup sambungannya dengan wajah yang tidak bisa dibaca membuat Donghae langsung mendekatinya dan membelai lengannya.

“Apa maunya magnae kurang ajar itu??!”

“Hyukkie!!!”

“Kau tau sikapnya selama ini kan? Dia selalu menyakiti siwon walau tanpa sadar. Apa dia segitunya tidak peka?!! Aiiihhhh!!!!”

“Sudahlah, kita tidak boleh ikut campur. Jadi Siwon tidak kesini??”

“Iya, dia akan langsung ke bandara setelah tahu Kyunnie dimana.”

“Ya sudah, kita lihat dulu apa yang akan terjadi, baru kita turun tangan, ok?”

Donghae mencoba menenangkan namjachingunya agar tidak marah lagi karena mereka sama-sama tahu bahwa magnae mereka adalah kesayangan mereka. Karena itu juga mereka tidak mungkin membenci makhluk imut, manis nan menyebalkan itu.

Setelah beberapa jam Kyuhyun baru menampakkan dirinya di dorm yang benar-benar sepi dan tidak berpenghuni. Padahal Kyuhyun mengira akan bertemu dengan kedua hyungnya yang akan memarahinya, tapi tidak ada siapapun disana.

**

Hari kembali berlalu seperti biasanya dan Kyuhyun semakin disibukkan dengan jadwalnya yang tidak pernah habisnya. Saat kesibukan itu Kyuhyun melupakan semuanya termasuk masalahnya dengan Siwon yang pun diketahui apa kesalahannya.

Disaat waktu bebasnya Kyuhyun baru mengingat namja tampan kekasihnya itu yang tidak pernah sekalipun mengangkat telepon atau membalas sms darinya. Hal itu semakin membuat Kyuhyun frustasi ditengah kesibukannya sendiri.

Apalagi kedua hyungnya sudah tidak peduli apapun yang dilakukannya dan dukungan mereka berdua untuk hubungannya dengan Siwon juga menghilang sejak malam itu dia memilih pergi menemui Changmin.

“Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia tidak menghubungiku??” Tanya Kyuhyun pada dinding yang hanya bisa diam membisu.

“Apa dia lebih mencintai pekerjaannya sekarang? Kenapa mengabaikanku, Choi siwon!!!”

“Kyuhyun! Jangan teriak-teriak!” Jawab Hyukjae tajam.

Namja yang biasanya sellau tersneyum itu menatap magnae mereka dengan tatapan yang tidak bisa dibaca Kyuhyun. Walau seharusnya Kyuhyun takut, tapi yang idlakukannya malah mendekati hyungnya itu.

“Kenapa dengan siwon? Apa dia mau meninggalkanku? Katakan hyung!!” Tanya Kyuhyun tanpa ekspresi.

“Aku tidak mau ikut campur urusanmu.” Jawab Hyukjae cepat.

“Hyung!! siwon selalu menghubungi kalian!! Kenapa dia mengabaikanku?”

“Kenapa tidak kau tanyakan sendiri?”

“Dia tidak pernah menghiraukannya, Dammit!! Choi siwon.”

“Jaga bicaramu, Kyunnie.” Ucap Donghae dengan tenangnya dibelakang Hyukjae.

“Aku juga bisa melakukan yang sama! Aku tidak peduli! Terserah dia mau apa! Aku sudah capek!!”

“Cho Kyuhyun!!!” Bentak Donghae seketika hilang kesabarannya.

“Ke-kenapa membentakku, Hyung??” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“M-mianhae!” Jawab Donghae cepat.

“Whatever!!” Kyuhyun berpaling dan meninggalkan mereka berdua begitu saja. Tapi..

“Berhenti disitu, kyunnie.” Ucap Donghae dengan nada serius yang tentu saja tidak bisa dibantah Kyuhyun yang sangat menyayangi Hyungnya itu

“Tidakkah sekali saja kau pikirkan apa yang sudah kau lakukan?” Tanya Donghae dengan nada pelan.

“Apa maksudmu, hyung?” Kyuhyun kembali berbalik dan menatap hyungnya itu dengann tajam.

“Kenapa kau selalu menyalahkan siwonnie? Tidakkah kau sadar apa yang sudah kau lakukan? Tidakkah sekali pun kau memikirkan apa yang sudah terjadi diantara kalian?

“Kenapa keegoisanmu selalu menyalahkan siwonnie jika ada masalah.”

“Dia memang yang salah hyung!!” Kyuhyun keras kepala.

“Coba pikirkan sendiri apa yang sudah kau lakukan!! Jangan mencariku sebelum jawabannya kau dapatkan dan ini KUSITA!!” Ucap Donghae tajam dan menarik PSP ditangan Kyuhyun lalu membawanya ke kamar.

Kyuhyun yang kehilangan kata-kata hanya bisa menatap hyungnya menghilang dibalik pintu sambil menyerap kata-kata dan tindakan yang sudah dilakukan hyungnya itu.

“Mwooo!! Hyung PSPku.

“Dia tidak sedang bercanda, magnae.” Ucap Hyukjae dibelakangnya. “Kau sudah membuatnya kesal.” Lanjutnya kemudian lalu pergi meninggalkannya disana.

Setelah itu Donghae benar-benar melakukan apa yang seperti dikatakannya, namja ikan itu selalu menghindar ketika Kyuhyun mendekatinya dengan rasa tidak bersalah dan tidak melakukan apa yang disarankannya.

Sampai tiba pada kegiatan Super Junior membawa mereka bergabung dengan artis SM lainnya di SMTOWN Taiwan keadaan mereka tidak berubah.

Kyuhyun yang tidak pernah berusaha mengalah dan mengingat apa yang sudah dilakukannya dan Siwon yang mungkin sudah lelah dan tidak menghiraukan apapun lagi selain pekerjaannya yang semakin pada karena namja tampan itu memilih mneyibukkan dirinya sendiri.

Sampai keduanya bertemu di konser bersama itu dan memperlihatkan kejanggalan pada semua yang mengetahui hubungan mereka. Namun Siwon dan Kyuhyun sama-sama tidak peduli karena kesibukan konser itu membuat waktu mereka untuk bertemu dan bertatap muka sangatlah singkat.

Apalagi Siwon melihat dnegan jelas Kyuhyun lebih memilih bermain dan selalu disisi Changmin daripada bersamanya dan menyelesaikan apapun yang sedang terjadi diantara mereka.

Karena hal itu juga Siwon secepatnya menghubungi managernya malam itu untuk mencarikan tiketnya untuk kembali ke LA. Dalam beberapa menit dia sudah menyiapkan segalanya dan siap meninggalkan Negara itu tanpa diketahui atau Kyuhyun peduli.

“Dia sudah melangkah kedepan dan meninggalkanku.” Gumam Siwon seorang diri.

Siwon merasa Kyuhyun sudah memberinya jawaban akan hubungan mereka, namja cantik itu sudah tidak ingin melanjutkan hubungan mereka yang sudah mendingin itu.

Dengan pemikiran seperti itu, sekali lagi Siwon meninggalkan hatinya yang sudah teriris ditangan Kyuhyun. Siwon meninggalkan semuanya begitu saja dan menganggap semuanya sudah berakhir.

Yang harus dilakukannya sekarang adalah bekerja dan bekerja sebanyak dia bisa untuk melupakan segalanya sampai hatinya bisa menerima semuanya dengan lapang.

Dan itulah yang dilakukannya begitu sampai di LA Siwon menyibukkan dirinya 24 jam/hari tanpa ingat istirahat dan pola makan yang hancur berantakan.

Hal itu terus berlanjut sampai beberapa minggu hingga namja tampan yang selalu terlihat kuat itu akhirnya tumbang disalah satu acara syutingnya.

Siwon dehidrasi, pola makan yang salah dan tidak punya waktu istirahat menyebabkan tubuhnya yang selalu kuat itu tidak bisa menahanya lagi. Dan dokter mengikatnya di tempat tidur sampai keadaannya kembali seperti semula.

Mendengar hal itu Jiwon segera terbang ke LA untuk menjaga oppa kesayangan itu dan tidak lupa memberitahukan keadaan Siwon pada dua sejoli di suju yang paling dekat dengan Oppa-nya itu. karena atas permintaan Siwon sendiri Jiwon hanya boleh memberitahukan keadaannya pada mereka berdua.

“Oppa, kita beritahu Kyu…”

“Tidak! Aku tidak ingin menerima belas kasihan, aku bisa tanpa dia.” Ucap Siwon cepat.

“Kau bisa?? Kau bisa?? Lalu kenapa kau tumbang? Bukan karena dia?” Tanya Jiwon dengan nada mengejek.

“Jiwonnie…”

“Sudahlah oppa!! Jangan seperti ini, aku tidak tahan melihatmu!!”

“Jangan melihatnya.”

“Oppa~”

“Pergilah, aku ingin tidur”

Siwon langsung berpaling kearah dinding rumah sakit itu dan membelakangi Jiwon yang kehilangan kata-kata.

“Keras kepala, sama saja!!” Gerutu Jiwon lalu keluar segera darisana.

Siwon menghela nafas lelahnya dan menggenggam selimutnya dengan kuat untuk menahan sakit didadanya yang tidak pernah hilang saat memikirkan Kyuhyun.

**
Sementara itu di Korea lebih dari satu minggu…

“Aku sudah tidak tahan lagi, ayo lakukan sesuatu!!” Teriak Donghae pagi itu.

“Apa yang harus kita lakukan?” Hyukjae menatap namjachingu-nya dengan kening berkerut.

“Hubungan mereka semakin memburuk aku tidak mau terjadi sesuatu lebih dari ini, Hyukkie!!!”

“Lalu apa yang bisa kita lakukan?”

“Mereka sama-sama keras kepala, sama-sama menghindar. Apalagi magnae kita yang pura-pura baik disiang hari dan merana dimalam hari, kau lihat matanya setiap pagi??” Tanya Donghae dengan wajah serius dan dijawab dengan anggukan oleh Hyukjae.

“Dia akan jadi cucunya panda.”

“Ayolah Chagi~ lakukan sesuatu~” Rengek Donghae manja.

“Tunggu sebentar, kita harus menghubungi Siwon terlebih dulu.” Ucap Hyukkie membuat Donghae langsung menganggukkan kepalanya.

Kemudian Lee Hyukjae segera mengambil Iphone canggihnya dan mencari nomor kuda tampan yang tertera didaftar contactnya lalu segera menghubungi namja tampan Visual grup mereka itu.

Setelah menunggu beberapa saat sambungan itu pun terhubung dan diterima seseorang yang Hyukjae kenal bukanlah Siwon.

“Siwon punya pacar baru.” Ucapnya terpaku yang membuat Donghae merebut Hp-nya saat itu juga.

>Oppa!!! Ini Jiwon!!< teriak seseorang itu yang tidak terima dikatakan pacar baru oppa-nya sendiri.

“Ne, Jiwonnie dimana Siwon??” Tanya Donghae to the point sambil memberi kekasihnya tatapan mematikan.

>Siwon oppa…dia~<

“Kenapa Jiwon? Siwon kenapa?”

>Siwon oppa, dia sakit<

“MWOOO???”

>Iya..dia tumbang karena tubuhnya terlalu diforsir untuk bekerja dan bekerja.<

“Sudah kuduga. Sejak kapan??”

>Seminggu yang lalu.<

“Mwooo?? Kenapa kami tidak tahu??”

>Siwon oppa tidak ingin…<

“Kau mendengarnya!!!”

>Mianhae…<

“Sudahlah, kau harus melakukan sesuatu untuk membayarnya!!”

>Kenapa akuu??<

“Karna kau mendengarnya dan mengkhianati kami, ayolah jiwonniee~”

>Ba-baiklah…apa itu?<

“Bawa Siwon pulang, bawa dia kembali ke Korea”

>Itu tidak mungkin!! Oppa pasti tidak mau<

“Ayolah, sweety..paksa dia~”

>Aku tidak bisa<

“Tapi ini menyangkut kesembuhannya Jiwon.”

>Apa maksudmu?<

“Kau pasti tahu”

>Kyunnie??<

“Eum!! Kau bisa kan??”

>…..<

“Jiwonie~”

>Baiklah, aku kulakukan<

“Kau yang terbaik, bye~”

Donghae menutup sambungan itu dengan wajah senang lalu mengembalikan Hp namjachingunya dan kembali duduk disofa bersamanya.

“Kita tinggal menunggu Siwon kembali dan selanjutnya misi kita pun dijalankan!!!” Ucap Donghae dengan penuh semangat membuat Hyukjae hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju.


Keesokan harinya kedua namja yang punya niat baik itu sudah mendarat duluan diapartement Siwon untuk menunggu kepulangan namja tampan itu. Setelah Jiwon memberitahukan pada mereka bahwa Siwon ingin pulang karena Umma Choi yang memaksa.

Dengan itu keduanya sangat berterima kasih pada Umma Choi yang memang tidak ke LA karena Siwon melarangnya, tapi mereka yakin Jiwon yang mengatasi semuanya dengan melibatkan wanita terhormat itu.

“Dia akan segera tiba, lalu dimana magnae itu??” Tanya Hyukjae tidak sabaran sambil mengetukkan jemarinya dimeja.

“Omoo!! Dia pergi ke Jeju!!” Donghae baru ingat Kyuhyun tidak ada.

“Aiiiisssh!!!”

“Aku akan menjemputnya nanti.”

“Baiklah.”

Beberapa menit kemudian terdengarlah suara pintu apartement itu dibuka dari luar dan kemudian menampakkan satpam didepan yang datang bersama Siwon yang sedang dipapahnya dan Jiwon mengikuti dibelakang mereka.

Donghae dan Lee hyukjae seketika kehilangan kata-kata mereka begitu melihat namja tampan Visual grup mereka yang seperti bukan dirinya sendiri. Mata yang sembab akibat suhu badannya dan lingkaran hitam dipelupuk matanya terlihat sangat jelas.

Walau seperti itu, mereka berdua tidak bisa mengatakan bahwa wajah tampan itu sudah berubah, karena ketampanan Siwon tidak pernah sirna. Namun hanya orang terdekatnya saja yang bisa menyadari bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.

“Si-wonnie…” Panggil Donghae ragu.

“H-hyung~” Siwon membalas mereka dengan senyuman yang dipaksakan.

Tanpa banyak bicara lagi mereka segera membawa Siwon kedalam kamar dan merebahkannya diranjang. Kemudian Jiwon segera menyiapkan semua keperluan oppa-nya dan keluar dari kamar itu meninggalkan Oppa-oppa tampannya berbicara.

Tapi yang dilakukan Eunhae hanya membiarkan siwon beristirahat dan memutuskan untuk menundanya sampai Kyuhyun dibawa kehadapan Siwon.

Karena itu juga Donghae yang bertugas menjemput Kyuhyun segera pergi dari sana menuju palau jeju tempat Kyuhyun liburan bersama teman-temannya.

Saat Donghae sampai Kyuhyun sudah berencana akan pergi nonton bersama temannya hingga dia tidak mengindahkan permintaan hyung kesayangannya itu pulang detik itu juga.

Merasa kalah beradu mulut akhirnya Donghae memutuskan untuk menunggu sampai Kyuhyun selesai. Begitu selesai namja penyuka ikan itu langsung menyeret Kyuhyun ke mobilnya tanpa peduli protes yang dilakukan magnae kesayangannya itu.

Dalam perjalanan tidak ada yang berbicara karena pikiran masing-masing ada ditempat lain saat itu, apalagi Kyuhyun yang masih kesal dengan tindakan Donghae yang tanpa penjelasan.

Menjelang malam mereka baru sampai di Seoul lagi dan langsung menuju apartement Siwon yang semakin membuat wajah Kyuhyun kehilangan warnanya. Namun Donghae masih tidak ingin berbicara apapun sampai mereka tiba didepan pintu Siwon.

“H-hyung..?” Panggil Kyuhyun ragu.

“Masuklah.” Jawab Donghae datar.

Kerana tidak ingin berdebat yang tidak perlu akhirnya Kyuhyun melangkah masuk dengan perasaan yang tidak bisa digambarkannya. Sakit? Sesak? Lega? Rindu? Semuanya ada didalam hati Kyuhyun, tapi wajahnya sama sekali tidak menampakkan kegalauan itu.

Tanpa kata-kata Donghae langsung membawa namja cantik magnaenya itu ke kamar Siwon yang masih ada Hyukjae dan Jiwon disana.

Begitu melihat mereka berdua, Jiwon segera permisi keluar setelah menyunggingkan senyuman manis pada Kyuhyun yang dibalas dengan anggukan kepala.

Setelah menyadari apa yang ada dihadapannya barulah Kyuhyun sadar bahwa Siwon terbaring lemah dibawah selimut yang menutupi setengah badannya dengan wajah yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja.

“S-siwon-nie??” Suara Kyuhyun tercekat ditenggorakannya.

Namun Siwon sangat bisa mendengar dengan jelas suara yang ingin dibelinya berapapun harganya itu hingga matanya yang tertutup pun perlahan terbuka dan langsung mendapati Kyuhyun berdiri tidak jauh dari ranjangnya.

Seandainya bisa detik itu juga Siwon berlari memeluk namja cantik yang sangat dirindukannya itu dengan seluruh hatinya. Namun rasa sakit yang kembali datang dihatinya membuat wajahnya berubah datar dengan mata yang meredup kehilangan cahaya.

“K-kau sakit?” Tanya Kyuhyun tidak percaya. “Se-sejak kapan? Kenapa aku tidak tahu??”

“Apa kau peduli?” Jawab Siwon tajam.

“Hyung!!”

“Pergilah, aku ingin sendiri.”

“Aku akan merawatmu.”

“Tidak perlu, Jiwon ada disini, pergilah.” Siwon langsung membalikkan badannya dari Kyuhyun dan menghadap dinding sambil memejamkan matanya yang terasa panas.

“Itu maumu?? Baiklah Fine!! Aku pergi!!!” Ucap Kyuhyun kasar dan segera keluar dari sana dengan wajah merah padam.

“Siwonnie…”

“Pergilah hyung, aku ingin sendiri.”

Lee Hyukaje dan Donghae tidak bisa membantah lagi lalu segera keluar darisana meninggalkan Siwon yang semakin tenggelam dalam kesedihannya sendiri.

Malam itu mereka berdua pun segera pamit pulang ke Dorm mereka untuk beristirahat dan melihat keadaan magnae mereka yang pasti sedang marah besar.

Terbukti dengan pintu kamarnya yang di kunci saat mereka ingin melihat dan terdengar isakan kecil dari balik pintu kamarnya. Dan tanpa bisa melakukan apa-apa mereka pun kembali kekamar mereka dan bersitirahat dengan cepat karena mereka sudah berjanji pada Jiwon akan kembali secepatnya.

**

Keesokan harinya keduanya benar-benar menghilang dari Dorm bahkan sebelum Kyuhyun bangun dari tidurnya. Hyukjae merasa sangat khawatir akan keadaan dongsaeng tampannya hingga tidak bisa tenang dan langsung menuju ke kamar Siwon begitu mereka sampai.

“Bagaimana keadaan Siwon?” Tanya Hyukjae pada Jiwon yang masih menemani oppanya dengan setia.

“Panasnya meninggi semalam, tapi tadi Dokter Kim sudah memeriksanya dan memberikan obat lainnya.” Jawab Jiwon dengan wajah sedih dan lelah.

Lee hyukjae hanya bisa meringis melihat kearah Siwon yang tidak berdaya seperti itu membuat kesedihannya tidak bisa dibendung. Tapi dia harus bertahan sampai semuanya terselesaika dengan baik.

“Dia sudah makan? Minum obat?” Tanyanya kemudian membuat Jiwon menggelengkan kepalanya.

“Kau tau bagaimana kerasnya Siwon oppa? Bujuklah dia untuk makan dan minum obat, jika tidak…” Jiwon berkata dengan mata yang berkaca-kaca sambil terus menatap oppa kesayangannya.

“Istirahatlah, Jiwon. Biar oppa yang membujuknya untuk makan dan minum obatnya.” Kata Eunhyuk dengan wajah serius.

Jiwon hanya bisa menganggukkan kepalanya lemah. ‘Gomawo Oppa, aku tinggal dulu.” Ucap gadis cantik itu lalu segera pergi kekamarnya yang ada di apartement itu dan beristirahat.

Kemudian Eunhyuk pun berjalan perlahan mendekati ranjang Siwon yang masih saja menutup matanya dan tertidur setelah semalaman tidak bisa tidur karna panasnya yang meninggi. Bibir Siwon terlihat sangat pucat dengan keringat membanjiri tubuhnya hingga menampakkan bajunya yang sudah basah.

Akhirnya Eunhyuk pun berinisiatif mengganti baju sahabatnya itu dengan baju yang bersih sebelum mulai membujuknya untuk makan dan minum obat.

_
_
_

Sementara itu Kyuhyun yang baru bangun dari tidurnya menyadari bahwa dia tinggal sendiri dan segera ke kamar mandi kemudian sarapan yang sudah disiapkan hyungnya disana. Namun baru beberapa menit sarapannya selesai dia sudah mendapati Donghae hyungnya berdiri didepan pintu Dorm dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca.

“H-hyung?”

Tanpa menjawab apa-apa sekali lagi Donghae langsung menarik magnae kesayangan nya itu pergi dari sana. Walau dengan wajah bingung Kyuhyun kembali menurut selayaknya magnae yang manis apalagi untuk hyungnya yang jadi nomor 1 itu.

Dalam perjalanan mereka tidak banyak percakapan yang terjadi karena Donghae lebih banyak diam dan lebih focus ke jalanan sedangkan Kyuhyun sendiri sesekali melihat kearah Donghae yang baru kali ini dilihatnya berwajah seperti itu, apalagi didepannya.

“Eum~ Hyuuung~~” Kyuhyun mencoba mencairkan suasana.

“Diamlah dan lebih baik kau renungkan semuanya.”

Kyuhyun yang tidak mengerti perkataan Hyungnya hanya bisa mengerucutkan bibirnya tidak terima namun memilih untuk menuruti perkataan Donghae. Hingga akhirnya mobil yang dikemudikan Donghae pun berhenti disalah satu kawasan apartement real estate.

Yang Kyuhyun ketahui bahwa itu adalah apartement Siwon namjachingunya yang sudah mengusirnya kemarin. Lalu untuk apa dia kembali kesini?

Tanpa melihat wajah Kyuhyun yang berubah sedih ia langsung memarkirkan mobilnya disana lalu segera menarik Kyuhyun untuk menju kamar apartement Siwon.



“Siwon, makanlah…jangan siksa tubuhmu terlalu lama.” Eunhyuk masih setia mencoba menyuapi Siwon dengan sendok berisi bubur yang sudah dibuat Jiwon.

Selagi namja Anchovy itu memaksa bubur itu masuk ke mulut Siwon, sesosok bayangan terlihat dipintu kamar Siwon.

Sosok yang paling diinginkan Siwon lebih dari segalanya ada disisinya saat seperti ini sekarang ada disana. Hanya saja Siwon tidak bisa mengatakannya hingga yang dilakukannya saat itu adalah kembali berpaling dari wajah cantik kekasihnya yang menatapnya tidak percaya.

“Aku ingin tidur saja, Hyuk!” Ucapnya pelan.

Lalu kembali berbaring dan membalikkan badannya kearah dinding dan membelakangi mereka semua sekali lagi hingga membuat Kyuhyun kesal tiba-tiba.

“Hyung!! Ada apa sebenarnya!!??” Tanya Kyuhyun tidak sabaran pada Donghae yang masih berdiri disampingnya.

“Kalian bicaralah, Hyuk…” Jawab Donghae melihat namjachingunya.

Eunhyuk yang mendengar namanya dipanggil segera bangkit dari ranjang Siwon dan meletakkan mangkuk buburnya itu dimeja nakas Siwon. Namun sebelum kakinya melangkah lebih jauh suara Siwon menghentikannya.

“Aku ingin sendiri.”

“Kalian harus bicara, jika seperti ini terus kalian hanya menyiksa diri masing-masing.” Eunhyuk mencoba menjelaskan.

“Tidak ada yang perlu diibicarakan, aku mau pulang?” Jawab Kyuhyun tidak peduli dan beranjak dari sana.

“Diamlah Kyu! Sekali kau melangkah pergi, kupastikan kau akan menyesal.” Ancam Donghae dengan wajah seriusnya membuat Kyuhyun mematung menatapnya tidak percaya.

“T-tapi…hyung lihat kan? Siwon hyung tidak ingin berbicara dan meluruskan semuanya, Childish” Ucap Kyuhyun menyembunyikan perasaannya yang sangat tidak menentu.

“Childish katamu?” Suara pelan Siwon membuat Kyuhyun langsung melihatnya.

“Lalu apa jika bukan Childish??”

“Kau…”

“Sudah-sudah!! Kenapa kalian jadi bertengkar? Coba bicarakan dengan kepala dingin” Eunhyuk mencoba menengahi. Dia dan Donghae sangat jengah dengan situasi seperti ini.

“Apa yang perlu dibicarakan lagi? Jika semua sudah jelas bahwa dia lebih memilih bersama temannya daripada bersamaku.” Ucap siwon ketus.

“Kau tahu aku hanya berteman dengan mereka, jangan selalu menyalahkan mereka jika sebenarnya dirimu yang salah, hyung!!”

“Aku yang salah?? Ahaha, aku yang salah.” Siwon tertawa hambar sambil mencoba bangun dari tidurnya dan bersandar dikepala tempat tidurnya. “Apa aku tidak salah dengar? Aku yang selalu salah kyu, aku yang selalu disalahkan, aku yang egois, posesive, aku. Lalu… kau apa?? Kau apa kyu? Yang tersakiti? Yang tertindas? Yang dipaksakan?? APA???”

Siwon kehilangan kesabarannya dengan sikap egois Kyuhyun yang tidak pernah disadari namja cantik itu sendiri. Kedua hyung mereka sudah beranjak darisana perlahan saat Kyuhyun memulai perdebatan mereka dengan berjalan masuk ke dalam lagi.

“Kau bicara apa hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Aku lelah, kyu. Aku lelah dengan semuanya, lelah dengan anggapan orang-orang padaku, aku selalu berusaha menjadi yang mereka inginkan tanpa peduli keinginanku. Aku selalu berusaha sabar dengan sikapmu yang selalu tidak peka untukku, hanya untukku. Seolah-olah hanya kau yang harus selalu aku utamakan.”

“Aku lelah kyu…apa yang harus kulakukan agar kau peduli? Apa aku harus mati dulu, baru kau melihatku? Apa aku harus menghilang dulu agar mereka mengerti diriku? Apa kyu? Katakan padaku??”

“Hyung!! apa maksudmu??!” Kyuhyun masih tidak mengerti namun airmatanya sudah mengalir melihat wajah yang sangat dicintainya terluka seperti itu.

“Aku ada disini, Kyu. Aku ada disini untuk memberi kejutan pada musicalmu untuk mendukungmu, tapi apa yang kudapatkan? Kau mengabaikanku padahal kau ada disana.”

“Hyung~”

“Kau tidak melihatku, Kyu. Kau terlalu bahagia pada yang datang langsung kesana dan menutup matamu pada sebuah ucapan. Apa artiku untukmu Kyu? Jika ucapanku saja tidak pernah kau lihat. Apa aku benar-benar berharga untukmu? Apa aku…”

Siwon tidak bisa meneruskan kata-katanya lagi karena dadanya sudah terlalu sesak menahan tangis yang tidak ingin dia besarkan. Walau airmatanya sudah memenuhi wajahnya, namun isakannya tidak keluar sedikitpun karena sangat ditahannya.

Namja tampan itu terus menatap mata kekasihnya yang basah oleh airmatanya sendiri, walau besar keinginannya untuk memeluk Kyuhyun dan menenangkannya, tapi saat ini dia sendiri tidak menemukan ketenangan dimanapun.

Kyuhyun yang kehilangan kata-kata hanya bisa membalas tatapan penuh kekecewaan dan kesedihan itu dalam diam. Begitu juga dengan Donghae dan Eunhyuk yang tidak pergi jauh dari sana tidak bisa berbuat apa-apa untuk ikut campur dalam hubungan dongsaeng mereka itu.

“Aku tidak mengucapkan selamat ulang tahun dimedia social, kau marah dan orang-orang menyalahkanku. Aku tidak datang saat Showcase-mu mereka menganggapku tidak peduli padahal aku sakit.” Ucap Siwon setelah menarik nafas, saat ini ia ingin mengeluarkan semuanya.

“Aku rela dalam keadaan sakit datang mendukungmu tampil untuk pertama kali. Saat diluar negeri aku rela kembali menemuimu secepatnya saat kau membutuhkanku. Tapi apa yang aku dapatkan darimu? Tidak ada. Aku bukan dewa kyu, aku juga manusia yang butuh perhatian, dukungan dari cintanya.”

“Aku tidak sekuat yang kau lihat, lagipula dalam cinta selalu ada saat memberi dan menerima. Bukan hanya menerima saja seperti yang kau lakukan. Aku bukan meminta pamrih atas cintaku, karna aku mencintaimu seluruh hidupku. Tapi, setidaknya… mengertilah Kyu.”

“Mengertilah kalau aku juga ingin kau beri perhatian, aku juga ingin kau mendukung apapun yang kulakukan. Bukan seperti ini, saat aku merajuk kau lebih merajuk dariku, saat aku menghindar kau malah menghilang tanpa kata. Apa ini yang dinamakan Childish? Katakan padaku, Kyuhyun!”

“……”

“Sekarang semuanya terserah padamu, aku sudah memikirkannya. Aku tidak akan menghalagi apapun keputusanmu. Walau berpisah jalan terbaiknya aku sudah menerimanya. Mianhae, jeongmal mianhae.”

“Choi Siwon!!!” Eunhyuk dan Donghae langsung keluar dari tempat persembunyian mereka dan menatap Siwon nanar.

Namun Siwon hanya membalasnya dengan wajah memelas dan mata yang dipenuhi cinta, kesedihan, kekecewaan dan kehilangan.

Mereka tidak ingin kata itu terucap dari keduanya karena niat mereka mempertemukan keduanya agar masalah mereka tidak berlarut dan selesai lalu kembali seperti sediakala. Tapi melihat wajah Siwon saat ini tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Detik selanjutnya mereka tahu Kyuhyun sudah berjalan perlahan mendekati ranjang Siwon dengan wajah datar namun terlihat jelas kekecewaan dan kesedihan disana. Keinginan Siwon untuk memeluknya erat datang lagi, tapi dia ingin egois kali ini agar Kyuhyun menyadari kesalahannya.

Tapi tidak ada yang menyangka bahwa Kyuhyun akan duduk bersimpuh dilantai hingga wajahnya berada dekat dengan tangan Siwon yang diletakkan ditepi ranjang.

“Aku terima semua keputusanmu ini, hyung. Aku rela menunggu sampai berapa lamapun itu agar kau mengerti keberadaan perasaanku untukmu.” Ucap Kyuhyun menatap mata Siwon dalam.

“Aku tidak akan menyangkal semua perkataanmu padaku karna semuanya benar kalau aku tidak peka, tidak peduli dan egois. Aku memang terlihat seperti tidak pernah menghargai semua usahamu untukku, tapi percayalah hyung, aku sungguh mencintaimu dengan seluruh hatiku, karna hidupku sempurna bersamamu.”

“Jangan pernah mengulangi kata berharga itu karna kau lebih dari segalanya untukku walau aku tidak pernah mengatakannya. Kamu satu-satunya. Percayalah, hyung~”

Siwon sudah tidak bisa menahannnya lagi hingga dia berpaling melihat kearah lain menghindari tatapan Kyuhyun yang menyakitkan hatinya. Airmatanya sudah mengalir kembali membasahi kedua pipinya namun tidak ada niat untuk menghapusnya lagi.

Kyuhyun langsung menundukkan wajahnya saat Siwon berpaling darinya dan menangis tertahan sambil menggigit bibir bawahnya. Keduanya sama-sama tersakiti tapi tidak ada yang bisa mengobatinya saat ini, saat perasaan mereka sama-sama terluka.

“Haruskah ini terjadi?” Tanya Eunhyuk tidak bisa diam lagi.

Donghae sudah lama menangis disampingnya sedang dia sendiri sudah cukup lelah menahannya hingga airmatanya juga ikut berjatuhan.

“Haruskah kalian berpisah?” Tanyanya sekali lagi membuat Siwon berpaling dan melihatnya.

Tatapan memelas dengan penuh kesedihan itu membuat Eunhyuk dan Donghae mengerti apa yang diinginkan dongsaeng mereka itu. Hingga Donghae secepatnya menghapus airmatanya dan masuk kedalam mendekati mereka berdua.

Tanpa kata-kata namja penyuka ikan itu mengajak Kyuhyun berdiri hingga namja cantik itu langsung melihatnya dan beralih pada Siwon yang masih memalingkan wajahnya.

“Kyu…” Panggil Donghae pelan membuat Kyuhyun melihatnya lagi. Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai pengganti kata yang ingin diucapkannya.

Kyuhyun pun langsung mengambil tangan Siwon yang ada didepannya dan meletakkan tangan yang kaku itu dipipinya sendiri seolah Siwon yang menangkup pipinya seperti biasa dilakukan kekasihnya itu.

“Mi-mianhae, Siwonnie..jeongmal mianhae.” Ucap Kyuhyun memelas namun tidak ada respon dari Siwon.

Dan dengan berat hati Kyuhyun melepas tangan itu dan meletakkannya ke tempat semula lalu beranjak darisana bersama Donghae yang memeluk disampingnya dengan erat. Sambil melangkah keluar darisana Kyuhyun masih saja menoleh kebelakang berharap Siwon akan memanggilnya.

“Hyung~” Gumamnya sedih.

Namun sampai kakinya sampai dipintu kamar Siwon, namja tampan yang sudah bukan lagi kekasihnya itu tidak pernah berpaling melihatnya apalagi memanggilnya kembali kedalam pelukannya.

Dengan hati hancur Kyuhyun terus berjalan mengikuti langkah Donghae yang seperti menyeretnya pergi darisana. Sementara itu Siwon pun kembali kedalam selimutnya dan menangis tanpa suara membayangkan wajah kekasih cantiknya bersedih dan mengulang semua kata-katanya.

“My baby~”

**

Setelah malam itu, hari pun berlalu dengan keadaan yang tidak pernah berubah antara Siwon dan Kyuhyun. Walau Siwon sudah kembali beraktifitas lagi dan kembali menjadi namja tampan visual yang alay. Tapi tidak bagi Kyuhyun.

Sejak pulang dari apartement Siwon ia terus menangis dikursi belakang mobil Donghae sampai matanya bengkak saat mereka tiba di Dorm. Sejak hari itu, Kyuhyun lebih banyak diam dan bermain game saja walau semua pekerjaan diterimanya.

Tapi semua tahu bahwa hati magnae mereka tidak ada lagi disana karena dia bukan magnae yang jahil dan riang seperti biasanya. Walau ia tetap seperti itu didepan semua kamera yang mengarah padanya, tapi semuanya akan berubah saat lampu kamera itu dimatikan dan semua kembali ke dorm mereka.

Dan hal itu sebenarnya tidak berbeda dengan yang terjadi pada Siwon yang juga berpura baik-baik saja didepan semua orang padahal hatinya sedang menderita. Mereka sama-sama menipu diri sendiri yang sama-sama masih saling mencintai.

Jadi biarkanlah waktu yang menjawabnya dan waktu juga yang bisa menyembuhkan hati yang terluka.

Tapi yang terjadi malah sebaliknya.

Kyuhyun yang benar-benar merasa dirinya terlalu egois dan sudah berkali-kali menyakiti Siwon yang paling dicintainya itu membuatnya semakin menderita dengan sikap dan keputusan Siwon yang sepihak.

Setiap hari Kyuhyun berharap Siwon akan datang kembali dan mengambilnya lagi sebagai kekasihnya seperti semula. Namun tidak sekali pun Siwon menampakkan wujudnya di dorm mereka tercinta.

“Ayo makan malam dulu, Kyu~” Panggil Donghae disuatu malam.

“Aku tidak lapar, hyung.” Jawab Kyuhyun tanpa melihat hyungnya.

“Hari ini sudah tiga kali kau tidak makan, jangan begini.”

“Aku tidak lapar.”

“Kemarin kau makan dua kali, kemarinnya lagi tiga kali, lalu hari ini setidaknya ada satu kali.”

“Aku tidak lapar, jangan menggangguku, hyung!!” Ucap Kyuhyun melihat hyungnya dengan tatapan tajam.

“Jangan menyiksa tubuhmu, apa yang kau lakukan disini setiap hari??” Tanya Donghae sudah tidak sabar.

“…..” Tidak ada jawaban.

“Kau menunggunya?? Apa kau menunggu Siwon??” Tanya Donghae sengaja walau sudah tahu dari awal maksud Kyuhyun duduk dipinggiran tembok didepan Dorm.

Hal itu sudah berlangsung berhari-hari yang lalu sampai tidak ada yang bisa mencegahnya bahkan leader mereka sekalipun. Kyuhyun akan menunggu kedatangan Siwon disana disaat jadwalnya kosong sampai waktu tidurnya tiba.

“Sudahlah Kyu!! Berhentilah!! Dia tidak akan datang!!” Donghae berucap setengah berteriak.

“H-hyung…”

“Dia tidak akan datang, untuk apa?”

“A-akuhh…aku ingin kembali, hyung…” Ucap Kyuhyun berupa bisikan sambil menundukkan wajahnya.

Seketika Donghae menghempaskan tubuhnya dan memeluk Kyuhyun seerat mungkin untuk menguatkan namja cantik magnaenya itu. Entah itu bisa berguna atau tidak, tapi Donghae tidak tahan melihat wajah polos magnaenya sakit seperti itu.

Tanpa banyak bicara lagi Donghae segera membawa Kyuhyun ke dalam masih memeluknya dengan erat hingga Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikutinya.

**

Hal itu terus berlanjut sampai hari berikutnya dengan Kyuhyun yang tidak pernah menyerah. Karena ia sudah berjanji akan menunggu Siwon kembali dan menyadari cinta Kyuhyun untuknya sama besarnya dengan cintanya.

Hanya saja Kyuhyun tidak pernah bisa mengungkapkannya dengan benar, baik dengan perbuatan maupun perkataan. Kyuhyun sadar semua yang terjadi adalah kesalahannya, apalagi setelah tahu kepulangan Siwon diam-diam ke Korea hanya sebentar adalah kejutan untuk mendukungnya.

Bahkan namja tampan kekasihnya itu sampai mengucapkan selamat untuknya dimedia social yang selalu ditekuni Siwon. Tapi yang Kyuhyun lakukan malah pamer pada Elf bahwa Changminlah yang terbaik yang sudah datang menemuinya disana.

Kyuhyun bisa merasakan bagaimana sakitnya Siwon saat melihat semua itu, apalagi Changmin adalah saingan terberatnya karena namja tinggi itu adalah sahabat Kyuhyun sendiri.

“Mianhae, Siwonnie~” Gumamnya sambil menatap langit malam yang tidak berbintang.

Itu adalah malam yang kesekian kalinya ia duduk diluar teras Dorm menunggu kedatangan Siwon, walau mereka bisa bertemu diberbagai acara tapi tidak membuatnya puas karena diacara itu bukanlah mereka yang sebenarnya, tapi tipuan kamera.

Bahkan setelah merayakan ulangtahunnya bersama Kyuline Kyuhyun tetap tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dan kerinduannya pada Siwon. Kyuhyun sadar Ulang tahunnya berbeda kali ini karna mereka tidak baik-baik saja, jika tidak ia pasti akan dimandikan dengan berbagai hadiah menakjubkan dari kekasih tampannya itu.

Walau Siwon mengirimkan pesan suaranya lewat media untuk mengucapkan ulang tahun untuknya, itu semua bukan hal special karna Kyuhyun ingin Siwon mengucapkan do’a untuknya didepan matanya sendiri.

“Dia tidak akan datang jika kau hanya menunggu disini.” Ucap Hyukjae tiba-tiba memecahkan lamunannya.

“Aku akan tetap menunggu.” Jawab Kyuhyun keras kepala.

“Apa kau lupa dia sudah menyerah??” Pertanyaan itu membuat Kyuhyun langsung berpaling menatapnya tepat kejantungnya.

“Jangan melihatku seperti itu. Bukankah itu yang dikatakannya saat itu?”

“Aku sudah lelah, baby. Terserah apa yang ingin kau lakukan sekarang”

“Tidak!!! Aku tidak mau!!!”

“Hheyyyy…Kyuu~~ kau mau kemana??”

Eunhyuk tidak menyangka Kyuhyun akan pergi begitu saja setelah mendengar kata-katanya itu apalagi cuaca malam itu begitu dingin dan Kyuhyun hanya memakai cardigan lusuhnya. Dan panggilannya tadi hanya angin lalu saja bagi magnae keras kepalanya itu.

“Magnae bodoh!!”

“Apa maksudmu??” Tanya Donghae tiba-tiba sudah dibelakangnya.

“Ahh, Hae-ah, si Kyu pergi entah kemana.”

“Mwoooo??? Dan kau biarkan??”

“A-aku tidak tahu dia akan langsung pergi, aku hanya bilang…”

“Kau bilang apa??” Donghae menatapnya tajam.

“Si-siwon tidak akan datang, ka-karna dia sudah menyerah.”

“APAAA?!??! Hyukkie Pabbo!!!”

“Mi-mianhae.”

“Cepat cari dia sekarang, apa kau tidak tahu dia tidak makan berhari-hari, dia tidak punya tenaga, hanya mau minum vitamin untuk kerjaannya, Hyukkie pabbo!! Ayo kejar diaaaaa!!”

Tanpa membantah lagi Eunhyuk langsung berlari mengambil mobilnya digarasi dan membanya kesana agar Donghae bisa ikut bersamanya. Walau ia sempat kehilangan kata-kata mendengar ocehan namjachingunya yang sekali tarikan nafas itu.

Setelah itu mereka berdua pun segera menyusul kepergian Kyuhyun yang mereka tahu akan ke apartement Siwon karena tadi Eunhyuk mengatakan Siwon tidak akan datang.

Dan perkiraan mereka pun sepenuhnya tepat karna saat ini Kyuhyun terlihat sedang berjalan sendirian sambil memeluk tubuhnya sendiri yang terasa kedinginan. Namja cantik itu berjalan kaki menuju apartement Siwon karena baru menyadari bahwa dia tidak membawa apa-apa selain dirinya sendiri.

“Kenapa cuacanya dingin sekali??” Tanya Kyuhyun entah pada siapa. ‘Tentu saja karna bajumu sangat tipis, pabbo? Dan ini malam hari, bukan siang” Innernya menjawab dengan jelas.

“Lalu kenapa tubuhku terasa sangat lemah dan tidak punya tenaga?” ‘Apa kau rajin makan beberapa hari ini?’ Tanpa sadar Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku hanya bermain game dan makan saat Donghae hyung memaksaku.”

‘Bagus! Aku pastikan kau akan segera tamat’ “Andwaee!!!” Teriak Kyuhyun tiba-tiba sambil menggelengkan kepalanya.

Tanpa sadar kakinya sudah jauh berjalan hingga tiba didepan pagar apartement mewah yang ada direal estate kota Seoul itu. Apartement Siwon mantan kekasihnya sudah didepan matanya hingga tanpa sadar Kyuhyun menyunggingkan senyuman manisnya.

Namun berbeda dengan kepalanya yang semakin terasa berat dan berkunang-kunang dan membuatnya harus bersandar ditembok pagar untuk menopang tubuhnya. Tapi keyakinannya untuk bertemu dengan Siwon membuatnya berdiri tegak dan kembali berjalan.

“Aku harus bertemu~” Gumam Kyuhyun sambil menahan sesak didadanya. “Siwonnie~”

Kyuhyun terus berjalan menuju Lift apartement itu sampai tiba didepan pintu Apartement kekasihnya yang sudah lama tidak dikunjunginya lagi selama ini. Dengan cepat namja cantik itu mengetuk pintu kaca itu dengan keras.

Setelah beberapa kali mengetuk dan tidak ada tanggapan dari dalam membuat nafas Kyuhyun semakin berat karena kelelahan dan tenaganya yang tidak fit terkuras habis dan seketika tubuhnya merosot ke lantai tepat saat pintu itu terbuka perlahan.

“Kyuhyun!!!” Siwon terkejut tidak percaya melihat siapa yang ada didepan pintu apartementnya itu.

Namja tampan itu langsung membawa Kyuhyun kekamarnya dan membaringkannya ditempat tidur lalu ia segera berlari keluar mengambil kain basah untuk membasuh wajah dan dahi Kyuhyun yang penuh dengan keringat.

Setelahnya Siwon langsung bernafas lega menyadari Kyuhyun hanya pingsan dan segera menghubungi Dokter pribadinya dan dua hyung yang paling dekat dengan mantan kekasihnya itu.

Beberapa menit kemudian…

“Apa yang kau lakukan? Jangan menyiksa dirimu, Kyu.” Ucap Siwon pada Kyuhyun yang sudah terbaring dengan nyaman dibawah selimut ditempat tidurnya.

Namja tampan itu duduk bersimpuh dilantai sambil menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat dan mengamati wajah cantik pucat yang terlihat tenang itu.

“A-apa yang kulakukan, h-hyung? Apa yang kulakukan?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba membuka matanya.

“Sama seperti yang kau lakukan, tapi bedanya kau tidak datang padahal aku menunggu, aku menunggumu, hyung. Apa benar kau sudah melupakannya? Apa kau tidak mengerti besarnya cintaku untukmu, apa kau tidak peduli, jawab aku hyung??”

“Aku tidak bisa seperti ini? Aku tidak bisa tanpamu, aku tidak bisa tanpa cintamu, please hyung jangan buang aku, jangan tinggalkan aku lagi, aku akan berubah, aku akan membayar semuanya, kumohon jangan tinggalkan aku.” Tanpa sadar Kyuhyun sudah turun dari tempat tidurnya dan ikut duduk bersimpuh didepan Siwon tanpa bisa namja tampan itu berbuat apa-apa.

“Mianhae Hyung, Jeongmal mianhae~” Ucap Kyuhyun sambil menundukkan wajahnya yang penuh penyesalan. “Kau tahu aku tidak bisa sepertimu yang terang-terangan mengatakan hubungan kita. Kau juga tahu aku tidak ada apa-apa dengan Chwang. Kau tahu semuanya, kau yang paling tahu tentangku hyung~”

“Aku harus bagaimana agar kau percaya, hanya kau satu-satunya didunia ini. Aku harus bagaimana agar bisa mengobati luka hatimu dan menerimaku kembali, aku harus apa, hyung~ katakan padaku~” Kyuhyun memegang kepalanya sendiri menahan denyutan yang semakin menyiksanya.

Walau sudah tidak tahan Kyuhyun harus mengatakan isi hatinya pada Siwon agar masalah mereka selesai dan ia bisa kembali dalam pelukan terhangat kekasihnya itu.

“Kyu…” Siwon melihat namja cantik magnaenya penuh sayang dan membantunya untuk kembali keranjang tanpa bantahan dari Kyuhyun. “Istirahatlah.” Ucapnya kemudian menyelimuti Kyuhyun dengan baik.

“Jangan pergi.” Cegat Kyuhyun langsung menarik tangan Siwon.

“Aku akan memanggil Dokter.”

“Aku tidak mau dokter!!”

“Kau harus diperiksa.

“Tidak!!”

“Tenanglah, dia tidak akan menyuntikmu.” Ucap Siwon terakhir dan Kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya imut melepas tangan Siwon.

“Sebentar.”

Siwon langsung keluar darisana sambil menahan nafasnya lalu menghembuskannya secara cepat saat ia sudah ada diluar kamarnya.

“Tetap saja egois” Gumamnya.

Saat itu pula pintu apartementnya terbuka menampakkan dua hyungnya yang berwajah khawatir dan Dokter pribadi Siwon dengan wajah tenangnya dibelakang mereka.

“Siwon!! Bagaimana Kyunnie??”

“Kenapa dia sampai seperti itu, hyung? Kenapa dia keluar malam?? Kenapa dia sekurus itu? Apa kalian tidak menjaganya? Apa dia tidak makan? Apa kalian tidak…”

“Siwon!!!” Donghae berseru memanggil Siwon untuk menyadarkan dongsaengnya dari kekhawatirannya itu.

“Tenanglah Siwon, dimana Kyuhyun?” Ucap Dokter itu yang sedari tadi dilupakan.

“Ahh, mianhae. Dia ada dikamar, silahkan masuk.” Jawab Siwon langsung berbalik ke kamarnya dan dokter itu mengikutinya.

Sampai didalam Siwon berdiri tepat dikaki ranjang atau kaki Kyuhyun yang ternyata sudah tertidur itu, ia mengamati apa yang dokter itu lakukan sampai semuanya selesai dan Dokter itu mengajaknya keluar darisana.

“Dia hanya kelelahan, kehilangan cairan dan tenaganya berkurang. Sepertinya pola makannya tidak teratur. Apa ada yang dipikirkannya??” Ucap dokter itu melihat Siwon penuh selidik.

“Iya dok.” Jawab Donghae yang mendengar mereka.

“Sebaiknya biarkan dia istirahat dan selesaikan apapun masalah yang ada saat ini.” Dokter itu berucap sambil melihat Siwon lalu segera permisi dari sana diantar Eunhyuk sampai ke loby.

“Kau dengar Siwon? Dia memikirkanmu dan setiap malam menunggumu didepan dorm. Tapi kau tidak pernah datang.”

“Hyung~ Aku…”

“Apa kau masih…”

“Sangat Hyung, tidak pernah berubah.”

“Lalu??”

“Aku takut…”

“Terluka lagi? Kecewa lagi?” Siwon hanya bisa menundukkan wajahnya mendengar pertanyaan hyungnya yang seratus persen sangatlah benar.

“Hyung~”

“Kau sangat mengenalnya dari awal Siwon, dia tidak pernah membalas semua perhatianmu di media social karna dia bukan orang yang seperti itu.” “Dia juga selalu menjauhimu saat didepan kamera kecuali kau yang mendekatinya, itu hanya karena dia tidak ingin terlihat sangat menyukai apapun yang kau lakukan.”

“Kau lihat sikapnya saat bersamaku, saat bersama Hyukkie, Wookie, Teuki, dan hyungnya yang lain? Itu semua sangat berbeda saat bersamamu. Itu saja sudah membuktikan bahwa kau special diantara kami semua.”

“Tidak bisakah kau lihat itu?”

“Aku tahu hyung.”

“Lalu apa yang kau tunggu? Jangan buat dia lebih sakit dari ini, Siwon~ aku tidak tahan melihatnya. Aku yakin selama ini kau juga menyakiti dirimu sendiri.”

“….”

“Pergilah, selesaikan masalahmu, aku ingin magnaeku kembali tersenyum, jika tidak aku akan membunuhmu.” Ancam Donghae dengan wajah serius kemudian menepuk pelan kepala Siwon yang menunduk kemudian segera pergi darisana.

Siwon yang kehilangan kata-kata hanya bisa melihat kepergian hyungnya dengan takjub. Ia tahu Hyukjae hyungnya sudah menunggu Donghae diluar sejak kembali mengantar Dokternya ke bawah.

Sepuluh menit berlalu Siwon masih berdiri ditempatnya sambil melihat tangannya yang digenggam Kyuhyun tadi. Namja tampan itu masih bisa merasakan kehangatan tangan putih lentik yang sangat cantik milik mantan kekasihnya itu.

Namun tiba-tiba saja telinganya mendengar satu suara yang membuat lamunanya pecah dan segera kembali kekamarnya dan mendapati Kyuhyun sedang mencoba mengambil air yang ada dimeja nakasnya.

“Kau haus?” Tanya Siwon langsung mengambil gelas itu dan meminumkannya untuk Kyuhyun.

Setelah selesai Kyuhyun kembali berbaring dan menatap mata Siwon dengan mata sayunya membuat Siwon langsung salah tingkah.

“Hyung~” Panggilnya tiba-tiba.

“Ne?”

“Siwonnie hyung~” Panggil Kyuhyun lagi.

“Ne, hyung disini…”

“Siwonnie~”

“Ne, Kyunnie.”

“Saranghae~ jeongmal saranghae~” Ucap Kyuhyun yakin sambil menatap mata Siwon dalam dan setetes air mata mengalir disudutnya.

Detik itu juga Siwon menghambur menangkup pipi Kyuhyun dan mengecup mata cantik boneka itu sambil menjawab kata cinta yang sama membuat Kyuhyun semakin menangis dan mengulang lagi kata cintanya dengan seluruh hatinya.

“Jeongmal saranghae, Siwonnie. A-aku sungguh mencintaimu.” Bisik Kyuhyun dengan mata terpejam meresapi sentuhan yang sudah lama dirindukannya.

“Aku tahu baby, aku tahu. I love you, I really do.”

“Mianhae~”

“Ssssst~”

Siwon mendiamkan Kyuhyun dengan ciuman manisnya yang lembut penuh perasaan, perasaan cinta yang dipendamnya selama ini. Ciuman cinta yang menjadi bukti perasaan Siwon yang tidak pernah berubah untuk kekasihnya itu.

Airmata Kyuhyun tidak bisa ditahannya lagi bibir Siwon menyentuhnya kembali untuk pertama kali setelah sekian lama. Kyuhyun merindukan semuanya dari Siwon hingga membuatnya menangis dalam ciumannya.

“Jangan menangis lagi, mianhae.” Ucap Siwon diantara bibir mereka setelah melepas ciumannya.

“Aku merindukanmu~”

“Aku sangat merindukanmu, lebih darimu.” Jawab Siwon memeluk Kyuhyun dengan eratnya.

“Kenapa kau selalu bilang lebih? Aku juga lebih darimu!!!”

“Tidak!! Aku yang lebih merindukanmu.”

“Aku, baby…”

“Aku hyung!!”

“Aku, Kyunnie”

“Choi Siwon!!”

“Cho Kyuhyun~”

“Aku Hyung!!”

“Sudah-sudah, ayo istirahatlah.” Siwon langsung berbaring disamping Kyuhyun dan memeluk kekasihnya itu kedada-nya.

“Aku!!” Ucap Kyuhyun masih bersikeras.

“Iya, iya, iya…kau lebih segalanya baby.” Ucap Siwon sambil menepuk-nepuk punggung Kyuhyun untuk menenangkannya.

Dan jawabannya itu tentu saja membuat Kyuhyun tersenyum manis sambil memejamkan mata dan langsung menyeruakkan wajahnya kedalam pelukan kekasihnya tercinta.

**

Keesokan paginya pasangan perfect yang sudah baikan itu terlihat masih berada dalam pelukan masing-masing di tempat tidur mereka. Dengan Kyuhyun yang tersembunyi dengan nyamannya dalam dekapan Siwon yang hangat.

Walau begitu Siwon yang biasanya selalu bangun pagi memang sudah membuka matanya dan menelusuri wajah cantik didadanya itu dengan seksama. Walau terlihat pucat Siwon masih bisa melihat rona pipi yang tipis ada disana.

‘How beautiful, dalam tidur saja dia merona, karenaku. Kenapa aku harus meragukannya’ Pikir Siwon dalam hati.

Memikirkan kegalauannya hingga membuat mereka berpisah membuat Siwon menyesali yang sudah dilakukannya pada namja cantik keksaihnya itu hingga tanpa sadar ia kembali memeluk Kyuhyun dengan eratnya.

“Euunggg~” Protes Kyuhyun yang merasa terganggu.

“Bagaimana perasaanmu, baby? Sudah lebih baik?” Tanya Siwon dengan nada khawatir.

Ia tidak bisa menunggu sampai Kyuhyun benar-benar terbangun apalagi setelah dokter menjelaskan kondisi Kyuhyun yang tidak baik itu.

“Baby…” Panggil Siwon semakin khawatir.

“Mmmh!!” Protes Kyuhyun karena tidurnya terganggu.

“Jawab aku…”

“Aku ngantuk, hyuungg~”

“Ahh, ne~ mianhae.” Ucap Siwon menyesal.

“Aku baik-baik saja.” Gumam Kyuhyun langsung menyusup semakin dalam kepelukannya.

Dan Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan baby-nya yang tidak pernah berubah itu walau dirinya sendiri yang mengatakan ingin berubah.

“Maafkan hyung, baby~” Ucapnya tiba-tiba membuat Kyuhyun memeluknya semakin erat.

“Aku juga minta maaf.”

“Seharusnya Hyung mengerti karna hyung sangat tau sifatmu.”

“Mungkin karna keadaan dan kelelahan yang membuatmu lupa semuanya.”

“Mmm, mungkin saja.”

“Dan ketidakpekaanku membuat segalanya lebih runyam. Mianhae~”

“Ssssst…lupakanlah, hyung sudah melupakannya.”

“Mmm~”

“Hubungan kita memang tidak akan semulus yang lainnya, tapi percayalah cintaku tulus untukmu, baby.” Ucap Siwon serius sambil membuat Kyuhyun menatap matanya.

“Aku mungkin memang bukan yang sempurna tapi cintaku lebih dari segalanya, Siwonnie. Kau harus tahu itu.” Jawab Kyuhyun membalas tatapan itu dengan keyakinan yang tidak bisa dibantahkan.

“Ne hyung tahu. Tapi tetap saja jangan terlalu dekat dengan Chwang.” Siwon mengerutkan kedua alisnya begitu serius hingga terlihat sangat lucu membuat Kyuhyun tersenyum jahil namun menuruti kata-katanya.

“Ne…”

“Walau dia bestfriend-mu, tapi aku the best man untukmu.” Siwon kembali memeluk Kyuhyun ke dadanya.

“Aku tahu~”

“Mmm, jaga kesehatanmu, sebentar lagi SS di Shanghai, hyung tidak ingin terjadi apa-apa, Ohh…sekali lagi, selamat ulang tahun, baby.”

“Ne~~” Jawab Kyuhyun sambil memainkan leher baju Siwon dan namja tampan itu menarik dagunya agar mendekat padanya dan bibir mereka pun menyatu dalam ciuman manis nan lembut dan penuh cinta.

Sampai tiba-tiba saja pintu kamar mereka dibuka dengan paksa dari luar.

“Hyung!!” Siwon tidak percaya melihat kedua hyungnya sudah mendarat pagi-pagi diapartementnya bahkan ke dalam kamarnya.

“B-bagaimanahh si-si babyh??” Tanya keduanya bersamaan dengan nafas yang memburu.

Saat itu juga mereka sadar apa yang sudah mereka lakukan tanpa melihat situasi, walau pasangan itu tidak dalam keadaan yang menjanjikan tapi mereka tetap saja tidak boleh mendobrak pintu kamar orang sembarangan.

Kyuhyun terbaring masih tetap dengan posisi yang sama didalam dekapan Siwon dengan wajah tersembunyi disana dan tangannya yang bergerak-gerak perlahan didada Siwon. Mereka yakin pipi magnae cantik mereka sudah memerah sampai ketelinganya hingga dia tidak berpaling dan memberi mereka death glarenya yang mematikan.

“Se-sepertinya kami terlalu khawatir, per-permisi.”

Dengan itu pintu itu pun tertutup kembali dan meninggalkan Siwon yang kehilangan kata-kata sedang Kyuhyun langsung membenamkan wajahnya didada Siwon dengan senyuman manis yang membahagiakan sambil bergumam.

“Pabbo!!”

**

Setelah itu SS6 Shanghai pun dimulai dan mereka berangkat ke negeri bagian China itu untuk menuntaskan konser tunggal mereka disana dengan perasaan bahagia, apalagi untuk duo Eunhae yang sukses membuat pasangan bodoh mereka kembali seperti biasanya yang selalu penuh dengan cinta.

Dan hari itu bisa dilihat dengan jelas pasangan perfect antara Visual di grup itu dan magnae mereka terlihat sangat berbahagia. Siwon tidak pernah jauh dari Kyuhyun dari awal Ment pembukaan sampai Ment terakhir penutupan konser mereka. Kyuhyun sama sekali tidak peduli apa pandangan yang lain terhadapnya kali ini, tapi yang pasti dia ingin bersama Siwon hyungnya.

Entah apa yang mereka bicarakan dengan wajah penuh tawa bahagia itu yang bisa membuat orang lain ikut tertawa melihatnya. Yang pasti kali ini Kyuhyun selalu menampakkan senyum manisnya pada Siwon yang selalu punya waktu dan selalu berusaha membuatnya bahagia.

Kyuhyun ingin menghabiskan waktu kebersamaan mereka dengan selalu berada disampingnya sebelum jadwal padat mereka kembali memisahkan mereka dan menimbulkan kesalahpahaman lagi. Saat ini Kyuhyun ingin menikmati apa yang Siwon berikan untuknya dan berusaha untuk membalasnya sebaik mungkin.

Kerana itu juga Ss6 shanghai bertaburan moment mereka yang membuat semua wks pendukung mereka berteriak kegirangan dan meleleh hatinya. Semoga itu semua akan bertahan sampai seterusnya.

**

Cinta mereka tidak akan semulus jalan setapak dipinggiran sungai Han karena suatu waktu pasti akan ada kerikil tajam yang membuat mereka jatuh lagi dan terluka kembali. Tapi jika tetap percaya pada cinta yang mereka punya semua akan terlewati dengan sangat indahnya, selamanya.

THE END.

Viraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ -_-
Apa iniiiii???

Semoga tidak membosankan ya My Lovelies…
Sampai Jumpa Di ff lainnya…
With Love.

Anggy World

Blognya si Anggy

Fefaah1013

No matter what has happened. No matter what you’ve done. No matter what you will do. I will always love you. I swear it.

aulina374

A fine WordPress.com site

Minyomeea's Room

Promise To Belive For To Be E.L.F From Super Junior ^^

sakayakamuramayko

Teenage Dreams

Bang 'Cupuh' Totoraharjo

Rodok Medok Tapi Tampan

Crazy Gang's Family Page

Crazy Gang summary page

nuraya98

ELF selamanya super junior yeongwonhi

Metha Sari

Welcome to My Fiction Paradise

tuhsyahddiah

A modern business theme

kimya_aegyaWonkyu

keep calm and fightig!!!!

alfenianuraga

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

gado gado

it's my life

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,352 other followers