Loving You In The Darkness

LOVING YOU IN THE DAKRNESS

Loving You In The Darkness

Chapter 01

Vie & Ryupyo

Proudly Present

**

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun. Lee Donghae, Lee Hyukjae, Jung Yunho, Choi Seunghyun, Others.

Pairing : Wonkyu.

Warning : Boyslove. Alur ga’jelas. Suka-suka saia saja.

Genre : Romantis, Hurt/Comfort, Angst/Dark. Ohohoho.

Summary : Baca aja ceritanya, ahahahaha. *plak

**

Here you go~

Incheon, Korea selatan.

Kota Incheon merupakan salah satu kota metropolitan dari 6 kota yang ada di Korea selatan. Kota yang mempunyai jumlah penduduk melebihi 2,6 juta jiwa itu merupakan pusat pelabuhan utama yang bisa menghubungkan Korea Selatan dengan negara-negara lain.

Selain Seoul dan Busan, Incheon juga menjadi pusat perkantoran dan perdagangan di Korea Selatan yang tentu saja kota itu mempunyai berbagai fasilitas mewah yang bernilai tinggi. Dan salah satunya ialah kawasan perumahan elit milik pejabat-pejabat negara Korea dan konglomerat disana juga berada di kota tersebut.

Salah satu dari rumah mewah itu merupakan milik Kim Haneul yang diketahui memiliki peranan penting dalam pembangunan di kota itu. Bisa dilihat dari rumahnya yang terlalu luas dengan nuansa emas itu bahwa dia adalah pejabat Negara yang tidak bisa diremehkan.

Rumah mewah yang lebih mirip istana itu tentu saja mempunyai berpuluh-puluh pengawal yang siap menjaga keamanan penghuninya. Bahkan beberapa kamera pengawas juga dipasang diberbagai sudut rumah itu dan terhubung dalam satu ruang khusus pengawal.

Bahkan mungkin saja pagar-pagar pembatas istana itu sudah diberi keamanan yang membuat siapapun tidak bisa melewatinya, bahkan seekor tikus sekalipun.

Berbagai bentuk lampu taman dan lampu teras yang dihidupkan membuat rumah cantik itu terlihat terang benderang hingga tidak ada yang bisa bersembunyi diantaranya. Tapi walau begitu, disalah satu sudut rumah itu terlihat sesosok bayangan hitam yang sedang mengendap-ngendap di area taman yang sedikit gelap.

Entah bagaimana caranya, sosok hitam itu bisa berada disana dengan keamanan yang super ketat yang dilakukan security bahkan bodyguard rumah besar itu. Perlahan tapi pasti ia terus berjalan menghindari beberapa penjaga yang sedang asyik berbicara disana.

Dan sepertinya sosok berpakaian hitam itu sudah mengetahui seluk-beluk rumah itu hingga ia dengan sigap dan cepat menghindari kamera pengawas yang mengintai setiap gerakannya. Sampai ia berada didalam rumah tersebut tanpa siapapun yang mengetahui kedatangannya dan secara tiba-tiba seluruh lampu rumah itu pun padam.

Keesokan harinya.

Didalam kamar mewah milik Kim Haneul, Lelaki paruh baya yang memiliki 3 anak itu ditemukan tewas diatas tempat tidurnya dengan mata terbuka. Dipelipis kirinya terdapat luka kecil tempat sebutir peluru masuk menembus kepalanya dan membuatnya meninggal seketika.

*

*

Seoul, 3 hari kemudian.

Choi Siwon seorang namja tampan yang dikenal dengan rambut hitam yang tertata rapi dan badan bagus seperti model dengan dua dimple dipipi yang membuatnya terlihat semakin mengagumkan. Kesempurnaannya itu ditambah dengan kekayaan yang dimiliki orang tuanya membuat Siwon sangat dikenal dan dikagumi semua orang disekelilingnya.

Namun tidak hanya itu di kampusnya Universitas Inha, namja tampan itu memiliki hati yang seindah malaikat dan senyum yang memikat, sehingga semua orang ingin selalu bersama dengannya.

Jika diistilahkan, Choi Siwon seperti tinggal didunia gemerlap tanpa ada kesusahan bersama dengan teman-temannya yang sangat menyanjungnya.

Tapi semua itu berbalikan dengan salah satu namja yang terisolir dari semua orang namun tetap satu angkatan dengannya di kampus bergengsi itu.

Cho Kyuhyun, namja kurus tinggi berkulit putih susu, rambut cepak yang tipis dan dengan kaca mata baca melekat diwajahnya yang tirus. Wajah datar tanpa ekspresi selalu menemaninya setiap hari menjalani kehidupan yang indah ini. (Bonamana Era)

Sifatnya yang pendiam dan tertutup sangat bertolak belakang dengan Siwon yang ramah dan selalu ceria, dan hal itulah yang membuat Kyuhyun terlihat selalu sendiri dan tidak punya teman, tapi sebenarnya ia hanya tidak ingin didekati siapapun.

Kesehariannya hanya diperpustakaan bersama buku-buku tebal hingga tidak perlu bertemu atau berbicara dengan orang lain. Karena itu juga sebagian besar teman-teman yang lebih tua darinya itu tidak bisa mendekatinya.

Karena kepintaran yang ia miliki, Kyuhyun harus rela bersama dengan orang-orang yang lebih tua darinya, termasuk Siwon si namja tampan itu.

Disaat Siwon bercanda bersama teman-temannya ditengah kelas dan menjadi pusat perhatian, Cho Kyuhyun justru duduk dipojok dalam kesendirian dengan buku tebal ditangannya.

Dunia mereka sangat berbeda.

**

Tapi bukan Choi Siwon namanya jika dia akan mengabaikan orang yang selalu dilihatnya, bahkan satu kelas dengannya itu. Siwon merasa ia harus membawa namja putih itu keluar dari dunianya yang tidak pernah ada matahari itu.

Dan hari ini ia memutuskan untuk mulai melaksanakan niat baiknya itu.

“Cho Kyuhyun~” Panggil Siwon hari itu.

Tiba-tiba saja kegaduhan dikelas itu terhenti dan semua isi kelas menatap namja tampan itu dan Kyuhyun bergantian. Namun saat Siwon tersenyum menenangkan pada mereka, secara serentak mereka melanjutkan apa yang mereka lakukan dan mengabaikan apa yang akan dilakukan Siwon selanjutnya.

“Kyuhyun~ kenapa kau sendirian disana?” Tanya Siwon kemudian.

“Dia tidak akan menjawabmu, Siwon!” Jawab salah satu namja disana dan disambut yang lain dengan tertawa.

“Sssst!!” Siwon menenangkan mereka kembali.

“Dia lebih menyukai bukunya daripada kita.” Jawab yang lain lagi dengan tawa mereka.

Siwon tidak menanggapi apa yang temannya katakan, karena ia menunggu apa yang akan dilakukan namja terisolir itu karena kata-kata mereka, tapi tidak ada apapun yang terjadi. Kyuhyun masih terlihat serius membaca bukunya bahkan seperti tidak mendengar apa-apa disekitarnya.

Siwon merasa namja tinggi kurus itu ada didunianya sendiri yang sepi tanpa siapapun walau sebenarnya dia ada ditengah keributan remaja tingkat 3 perkuliahan.

Entah kenapa hal itu membuat Siwon lebih ingin mendekat untuk mengenal lebih jauh namja yang sudah dikenalnya itu namun terasa sangat asing untuknya. Hingga tanpa sadar perlahan kakinya melangkah dan membawanya ketempat Kyuhyun yang ada dipojok ruangan itu.

“Hai Kyuhyun.” Sapanya ramah.

Tapi sayang Kyuhyun memang lebih mencintai bukunya dari apapun yang ada didepannya walau namja tampan sekelas Siwon Choi sekalipun. Dan yang dilakukan Siwon begitu mendekat ialah menelusuri wajah tirus itu dengan seksama, kacamata baca tipis itu menyembunyikan wajah asli pemiliknya.

“Kyuhyun, kenalkan aku Choi Siwon.” Dan kali ini Kyuhyun akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap Siwon dari balik kacamatanya.

“Hai~” Ucap Siwon lagi dengan senyum dua dimplenya. “Kenapa kau sendiri disini?” Tanya namja tampan itu kemudian.

“Apa pedulimu?!” Kata pertama yang diucapkan Kyuhyun dengansinis membuat Siwon terpaku ditempatnya.

“Aku ingin kau juga bermain bersama mereka.” Ucap Siwon lagi setelah beberapa saat.

“Aku tidak tertarik.” Jawab Kyuhyun cuek dan kembali menatap bukunya.

“Tapi mereka teman-temanmu.”

“Bukan urusanmu!!”

“Sendiri itu tidak enak Lho~”

“Jangan menggangguku, pergilah!!” Usir Kyuhyun dengan nada tajam.

Diusir seperti itu tentu saja membuat Siwon tidak tahu harus mengatakan apa lagi , tapi dia benar-benar ingin membuat Kyuhyun berbaur bersama teman-teman mereka. Saat namja tampan itu ingin mengatakan sesuatu lagi, tiba-tiba seseorang datang menariknya dari belakang dan pergi dari sana.

“Sudahlah Siwon, dia tidak suka pada kita, dia hanya ingin hidup sendiri.” Ucapnya sambil terus menarik Siwon menjauh dari Kyuhyun.

“Jangan begitu, Hyung~.”

“Itu memang benar~ dia tidak ingin berteman.” Jawab namja yang bernama Lee Hyukjae itu yang dikenal sebagai salah satu dari dua sahabat dekat Siwon dan seniornya di kampus itu.

“Ayo pergi ke kantin saja~” Ucap namja satu lagi sambil menarik Siwon keluar dari kelas mereka.

“Itu benar Hae-ah.” Hyukjae langsung berjalan bersama namja tampan bernama Lee Donghae itu didepan.

Keduanya merupakan mahasiswa satu tingkat diatas Siwon atau dengan kata lain mereka berdua Senior Siwon namun mereka bertiga sudah kenal sejak High School dulu hingga sekarang Hyukjae dan Donghae selalu membantu Siwon yang membuat mereka sudah dianggap hyung-hyungnya sendiri.

Dengan berat hati Siwon pun mengikuti kedua temannya namun tetap berpaling melihat Kyuhyun yang ternyata masih tetap tidak bergerak dari duduk ataupun tatapannya pada buku itu.

Dengan mendesah kecewa Siwon pun memalingkan wajahnya melihat kedepan namun bisa dilihat dari raut wajahnya yang lesu, ia merasa kecewa.

Kyuhyun memang tidak pernah berbicara apalagi berbaur dengan sesamanya, tapi tidak sekalipun dia mengganggu kehidupan orang lain. Tapi sayang, siapapun yang ingin mendekatinya harus hati-hati dengan mulut tajamnya yang terkenal pelit akan kata-kata manis.

.

.

“Hyung~ kalian kenal Kyuhyun juga?” Tanya Siwon saat mereka sudah dikantin.

“Kenal, dia dikenal seluruh kampus walau hidupnya kelam begitu.” Jawab Hyukjae cepat.

“Kalian sama-sama terkenal disini dengan dua dunia yang berbeda pula.” Jawab Donghae kemudian.

“Kita cuma punya 1 dunia hyung.” Jawab Siwon memutar bola matanya.

“Coba bayangkan…dia hitam kau biru, dia malam kau siang, dia kelam tapi hidupmu cerah.”

“Ada-ada saja hyung.” Jawab Siwon sambil menatap ke depan yang terdapat taman belakang kampus mereka yang asri.

Dua hyungnya sudah sibuk dengan makanan yang baru saja dibawakan untuk mereka sedang ia sendiri masih memikirkan tatapan Kyuhyun dari balik kacamatanya. Ada sesuatu yang menarik Siwon untuk mendekati namja kurus dengan wajah datar itu, Tapi Siwon tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata.

**

Keesokan harinya.

Kejadian yang sama kembali terulang saat Siwon mencoba mendekati Kyuhyun didalam kelas mereka. Bahkan Siwon sudah mendapat tatapan tajam yang berarti usiran halus dari namja tinggi itu hingga ia pun sedikit menjauh.

Setelah beberapa menit mata kuliah pertama mereka pun dimulai saat Dosen mata kuliah B. Inggris memasuki kelas mereka.

Semua mahasiswa mengikuti perkuliahan itu dengan tenang sampai dua jam kemudian waktunya pun sudah berakhir dan dosen cantik itu meninggalkan ruangan. Dibelakangnya pun menghambur mahasiswa-mahasiswi itu untuk mengisi perut mereka yang keroncongan.

Sementara Siwon memilih untuk duduk didalam saja dan menghabiskan waktu mengamati manusia langka yang sangat menarik perhatiannya itu. Kyuhyun masih dengan posisi yang sama setiap harinya, bahkan setiap Siwon melihatnya.

Namun tiba-tiba saja Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan keluar ruangan tanpa melihat sekelilingnya. Siwon yang tidak tahu harus berkata apa hanya bisa melihat kaki Kyuhyun melangkah meninggalkannya disana.

“Yoo~ Siwon kenapa masih disini?” Tanya Hyukjae tiba-tiba didepannya.

“Kau tidak apa-apa?” Donghae juga ikut bertanya.

“Huh? Ti-tidak apa-apa hyung, aku baru melihat Kyuhyun keluar.”

“Huh? Kenapa dengannya?”

“Tidak ada, aku hanya penasaran.”

“Jangan hiraukan dia~ paling-paling Kyuhyun hanya akan pergi ke pustaka kampus.”

“Mwoo??” Siwon melihat Hyungnya dengan bingung.

“Itu tempat Favoritnya selain pojok ruangan.”

“Be-benarkah?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Nee~ kami sering melihatnya masuk kesana.

“Kalau begitu, aku harus mengunjungi Perpustakaan hari ini.” Ucap Siwon cepat membuat mata hyungnya melebar.

“Wowowowo..kau ingin jadi pintar?” Tanya Hyukjae dengan wajah polosnya.

“Pabbo!!” Gerutu Donghae sambil memukul kepala temannya itu.

“Ada buku yang ingin kupinjam, hyung, kalian tidak buat tugas, huh??”

“Kami tidak sekelas denganmu!!”

“Aiiish!! Kalau begitu aku akan lama, ada yang ingin kupelajari.” Ucap Siwon sambil mbereskan perlengkapannya.

“Yaitu menjadi detektif yang paling-paling tampan.” Sambung Donghae dengan senyum garingnya.

“Hehehe~ iya hyung~ kemarin paman bilang ada kasus pembunuhan, dia ingin aku juga ikut~ karena itu aku ingin mempelajari beberapa triknya.” Ucap Siwon dengan mata berbinang senang.

“Wooo..kau serius Choi??” Tanya Hyukjae tidak percaya.

“Aku tidak pernah bercanda, hyung.”

“Ahh, kau sudah merancang masa depanmu ya?”

“Kalian saja yang ingin selalu muda dan bermain saja selamanya.”

“Yaah!!! Pergi sana!!!”

“Ahahaha, arraseo, see you hyung.”

Namja tampan itu langsung mengambil tas ranselnya dan meninggalkan kedua hyungnya yang hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihatnya.

Benar apa yang dikatakan dua hyungnya itu, Dia sudah memikirkan masa depannya yang cemerlang dengan cita-cita mulianya itu. Yaitu menjadi detektif yang menangani dan menyelesaikan kasus-kasus kejam yang terjadi di negaranya tercinta.

Karena itu juga Siwon sering menghabiskan waktu luangnya di Kantor polisi bersama sepupunya yang lebih tua darinya yang bisa mengajarinya menuju cita-cita tersebut. Daripada menghabiskan masa mudanya dengan bersenang-senang dengan apa yang dimilikinya itu.

Memikirkan hal itu membuat Siwon tersenyum sendiri sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal. Dan saat itu Siwon sudah tiba dipintu pustaka dan menyambungkan senyumnya pada penjaga perpustakaan itu yang ada dimeja depan.

“Selamat siang Siwon.” Sapanya ramah.

“Selamat siang miss, boleh meminjam kan?” Tanya Siwon dengan senyum dimplenya.

“Pinjam selamanya juga boleh.” Jawab yeoja cantik itu dengan tersipu malu.

Siwon hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali dan berpaling meninggalkan wanita yang tentu saja lebih tua darinya itu.

Selanjutnya namja tampan itu segera menuju sector bagian buku yang ingin dicarinya untuk tugas mereka. Sebagian teman-temannya sudah ada disana dan terlihat serius dengan tugas mereka yang cukup sulit kali ini.

Perpustakaan kampus yang besar itu terdapat banyak lemari yang didirikan berderetan hingga membentuk lorong-lorong disetiap sisi. Akan cukup sulit untuk mencari buku yang kau inginkan jika tidak tahu dimana letaknya.

Tapi karena sudah tahu buku apa yang dicarinya, dengan mudahnya Siwon segera berjalan tanpa melihat siapapun dan mengambil buku yang tinggal satu itu dengan wajah sumringah. Sepertinya hari itu memang hari keberuntungannya, kalau saja ia tidak datang, buku itu sudah tidak ada disana.

Tapi ternyata, keberuntungan itu harus dibagi saat Siwon menyadari bahwa diatas tangannya pada buku itu terdapat tangan lain yang terlihat sedikit lebih kecil dari tangannya, tangan yang sangat putih, dengan jemari tirus, panjang dan lentik.

Tanpa menunggu lebih lama Siwon langsung berpaling melihat siapa pemilik tangan cantik itu dan seketika matanya melebar dengan senyum bahagia merekah dibibirnya. Pemilik tangan itu adalah seorang namja yang beberapa waktu ini sudah mencuri perhatiannya dan kini sedang menatapnya datar.

“Kyuhyun, kau juga mau??” Tanya Siwon dengan ramahnya.

Tanpa menjawab apa-apa Cho Kyuhyun langsung melepas tangannya dan beranjak pergi dari sana meninggalkan Siwon yang terpaku sesaat. Tapi kemudian namja tampan itu langsung mengejar Kyuhyun dengan membawa buku tugas mereka.

“Kyu~ kau mau kemana?” Tanya Siwon dan tidak mendapat jawaban.

“….”

“Kyu, ayo kita kerjakan bersama.” Ajak Siwon lagi namun Kyuhyun tidak bergeming.

“….”

“Nanti tugasmu tidak siap, ayo kyu kita bagi bukunya.”

“Jangan berisik!!” Ketusnya tajam.

Kyuhyun hanya semakin mempercepat langkah dengan Siwon yang mengejarnya hingga sampai didepan pintu perpustakaan itu akhirnya Siwon menarik lengannya dengan cepat. Kyuhyun langsung menatap namja tampan itu tajam dari balik kacamatanya membuat Siwon ikut melihat mata cantik yang tersembunyi itu.

“Kau tidak mau tugasnya tidak selesai kan?” Tanya Siwon bersikeras.

“Lepaskan aku!!” Kyuhyun menggertakkan giginya.

“Nanti dosen kita marah lho, ayo~” Tanpa kenal menyerah Siwon menyunggingkan senyum manisnya.

“Lepaskan aku!!”

“Tidak akan, atau aku akan membuat keributan.” Ucap Siwon dengan tenang membuat Kyuhyun langsung melihat sekitarnya.

Dan benar saja orang-orang yang sedang sibuk dengan kerjaan mereka kini sudah melihat kearahnya dengan tatapan bertanya dan penasaran.

“Ayo~” Ajak Siwon lagi.

“Lepaskan aku.” Ucap Kyuhyun pelan sambil melihat tangan Siwon.

Dengan cepat namja tampan itu menarik tangannya dan terkejut saat melihat lengan Kyuhyun memerah hasil dari genggaman tangannya yang ternyata sedikit lebih keras.

“Omooo!! Mianhae Kyu~, mianhae~” Siwon langsung mengangkat lengan Kyuhyun dan memijatnya perlahan.

Siwon seperti mencoba menghilangkan merah-merah itu dengan meniupnya sesekali membuat Kyuhyun membeku ditempatnya.

“Mianhae, aku tidak sengaja.” Ucap Siwon lagi sambil melepas tangan Kyuhyun perlahan.

Tanpa menjawab rasa penyesalan yang sungguh-sungguh itu Kyuhyun langsung berbalik masuk kembali kedalam dan menuju tempat duduk paling ujung dekat jendela dideretan buku yang mereka cari.

Siwon pun segera mengikuti dengan senangnya sambil melihat tangannya sendiri yang masih bisa merasakan kehangatan lengan putih Kyuhyun.

Begitu sampai disana, tanpa segan-segan Siwon langsung menarik kursinya agar berdekatan dengan Kyuhyun kemudian duduk disana dengan senyum garingnya.

Sementara Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena ia benar-benar ingin menyelesaikan tugasnya itu secepat dia bisa dan segera lepas dari namja aneh menurutnya itu.

“Ok…ayo dimulai.” Ucap Siwon penuh semangat.

Kyuhyun langsung membuka buku cetak itu dan menaruhnya ditengah-tengah mereka berdua agar keduanya sama-sama bisa melihat isinya. Namja putih itu memang tidak ingin berlama-lama disana dan segera menyalin apapun yang diperlukannya dari buku itu.

Saat itu Siwon hanya meneliti wajah Kyuhyun yang baru dilihatnya sedekat itu dan membuatnya melihat dengan jelas kulit pipi putih dan lembut itu. Ya… walau ada beberapa bekas jerawat yang masih tertinggal disana, namun tidak mengurangi rasa lembut yang bisa dilihat Siwon.

“So fluffy~” Gumam Siwon tanpa sadar namun Kyuhyun mendengarnya.

“Huh?” Kyuhyun menatapnya tajam.

“Ahh!! Aniyo!! Kyu~ kenapa aku sering tidak melihatmu?” Tanya Siwon mengalihkan pembicaraan membuat Kyuhyun menghentikan tangannya yang sedang menulis.

“…….” Tapi tidak ada jawaban sama sekali

“Hey~ aku sedang bertanya padamu.” Protes Siwon kemudian.

Dan Kyuhyun pun langsung berpaling melihatnya tajam. “Ini bukan saatnya interogasi.” Jawabnya ketus.

“Tapi aku ingin mengenalmu, kita kan satu kelas Kyu.”

“Tidak ada gunanya.”

“Mwo??” Seru Siwon sedikit keras membuat Kyuhyun kembali menatapnya.

“Apa kau tahu ini perpustakaan??” Tanya Kyuhyun dengan nada dingin.

“Sorry~” Gumam Siwon pelan namun Kyuhyun tidak peduli.

Namja tinggi kurus itu kembali mengerjakan tugasnya dengan cepat membuat Siwon sedikit merasa kecewa karna diabaikan. Tapi rasa penasaran yang Siwon punya lebih besar dari segalanya dan membuatnya kembali bertanya.

“Apa kau selalu seperti ini pada orang lain?”

“Bukan urusanmu!”

“Apa kau tidak mau berteman? Kita tidak bisa hidup sendiri Kyu, kau tahu…”

“Aku memang tidak punya teman, lagipula aku tidak ingin berteman dengan orang yang banyak bicara tidak tahu dimana tempatnya. Ini perpustakaan kau tahu?”

“Mwoooo?”

“Ini, kerjakan sendiri, aku sudah selesai.” Ucap Kyuhyun cepat sambil menyodorkan buku cetak itu dan segera pergi dari sana.

Tanpa melihat kearah Siwon sekali lagi, tanpa senyuman tanpa permisi dan basa-basi Kyuhyun meninggalkan Siwon yang diam terpaku ditempatnya.

.

.

Setelah kejadian itu Siwon merasa Kyuhyun benar-benar tidak ingin mengenal siapapun dalam hidupnya kecuali buku. Karena saat ia bertemu lagi dengan namja tinggi itu Siwon kembali melihat perhatian Kyuhyun hanya pada buku ditangannya.

“Kau belum menyerah?” Tanya Hyukjae tiba-tiba disampingnya dan membuatnya tersentak.

“Ada sesuatu yang membuatku tertarik padanya.” Jawab Siwon masih menatap Kyuhyun dari jauh.

“Jangan gila Siwon~ dia itu membosankan.”

“Jangan begitu hyung!!”

“Aigooo~”

“Aku akan mencoba lagi.”

“Terserah padamu.”

“Aku akan mengalihkan dunianya.”

**

Dan sejak hari itu Siwon pun memulai kegiatannya yang baru yaitu mengamati setiap gerak-gerik Cho Kyuhyun namja suram itu dari mulai mengikutinya kemanapun namja putih salju itu pergi. Dengan menyapa secara langsung dan tidak ada tanggapan seperti biasa sampai mengikuti dalam diam tanpa bisa dicegah oleh Kyuhyun sendiri.

Dan sejak itu pula kenyamanan dan kedamaian hidup Kyuhyun sudah tidak tenang lagi saat Siwon mulai ikut semua dalam kegiatan tanpa bisa dicegahnya. Siwon melakukan keinginannya itu tanpa bisa diubah lagi atau dihentikan, bahkan dua hyungnya itu.

Hingga suatu hari Kyuhyun memilih menghilang dari kampusnya begitu kelas hari itu bubar. Namja tinggi itu langsung keluar buru-buru sebelum Siwon melihatnya. Dan benar saja, Siwon yang sibuk mendengarkan temannya berbicara tidak melihat saat Kyuhyun berjalan keluar ruangan.

Sampai saat ia hendak keluar dan berpaling melihat kebelakang, tempat duduk Kyuhyun tidak ada pemiliknya.

“Kemana dia?” Tanya Siwon pada dirinya sendiri.

“Sudah pulang.”

“Mwoo??” Siwon melihat temannya dengan mata melebar. “Dia menghindariku.”

“Tentu saja, kau jadi stalker untuknya.”

“Bukan begitu…” Siwon terlihat kecewa dan kehilangan semangatnya.

Dengan menghela nafas berat namja tampan itu keluar dari ruangan itu menuju tempat parkir mobilnya untuk segera pulang kerumah. Ia merasa tidak ingin melakukan apapun lagi saat Kyuhyun sudah menghilang dari hadapannya.

Dan ternyata semangatnya yang menurun itu terbawa sampai ke rumahnya hingga Ia langsung menuju kamarnya begitu sampai di Istana besar dan megah itu. Siwon bahkan menolak untuk makan siang yang sudah disiapkan maid untuknya.

Rumah besar dan megah itu hanya dihuni Siwon bersama Appa-nya dan beberapa maid yang bertugas membersihkan dan menjaga rumahnya itu.

“Tuan muda Choi…”

“Ahjumma aku ingin tidur saja, jangan menggangguku, ne?” Ucap Siwon dengan senyum lembut dan lelah itu.

“Baik tuan.”

Dengan itu Siwon langsung menuju kamarnya dan menghempaskan tubuhnya diranjang motif abstrack dengan warna hitam dan putih itu. Wajah kusut yang tidak hilang itu mengantarkan Siwon pada mimpinya yang segera datang setelah ia memejamkan matanya.

Dalam mimpinya Kyuhyun berjalan ke arah yang gelap dan meninggalkannya dibelakang, walau berapa kali pun Siwon memanggilnya Kyuhyun tidak pernah berhenti dan berpaling padanya. Siwon terus berlari mengejarnya namun hanya kegelapan yang terlihat didepannya.

Hingga tiba-tiba suara dering Iphone memanggilnya kembali ke dunia nyata dan membuat Siwon tersentak dalam tidurnya.

Namja tampan itu menyusuri disekitarnya dan mendapati kamarnya yang gelap gulita tanpa cahaya, setelah beberapa saat baru Siwon sadar bahwa hari sudah menjelang malam.

Sekali lagi suara dering teleponnya membuat Siwon tersentak dan melihat kemeja nakas tempat hp-nya diletakkan sebelum ia tertidur tadi sore.

“Yunho hyung?” Tanya Siwon tidak mengerti saat melihat siapa yang menghubunginya.

“Ne, hyung? ada apa?” Tanya Siwon kemudian setelah menerima panggilan itu.

>Apa kau tidur?<

“Belum hyung, hyung dimana?”

>Di kantor, ada kasus baru, apa kau tertarik?<

“Apa??”

>Ne, ini bukan kasus kita, tapi polisi Incheon ingin kita juga turun tangan, ayo kemarilah<

“Baiklah, sebentar lagi aku kesana.”

>Baiklah, sampai jumpa disini.<

“Ne, bye~”

Siwon menjauhkan hp dari telinganya dan melihat layar tipis itu sebentar kemudian segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian.

Beberapa saat kemudian namja tampan itu sudah terlihat keluar dari rumahnya dengan menggunakan coat hitam untuk menghalaunya dari udara malam. Setelah mengatakan pada maid-maidnya ia akan kembali ke apartementnya malam ini, Siwon segera pergi dari Istana megahnya itu.

Tak berapa lama sampailah ia didepan kantor polisi kota Seoul yang ada didaerah Gangnam itu, Siwon segera memarkirkan mobilnya didalam halaman kemudian dengan langkah cepat memasuki kantor tersebut.

Beberapa polisi berpangkat satu masih ada disana mengerjakan tugas mereka dan langsung menganggukkan kepalanya begitu melihat Siwon datang. Walau tidak bekerja disana, tapi Siwon sudah dikenal dengan kegiatannya membantu dalam kasus penyelidikan.

“Hai hyung~” Sapa Siwon begitu melihat Yunho ada diruangannya.

Ruangan yang tidak terlalu luas itu mempunyai satu meja ditengah milik Yunho dan diapit dua lemari untuk menyimpan berbagai berkas yang diperlukan Yunho dalam melakukan tugasnya. Di sudut sebelah kiri meja terdapat meja kosong yang digunakan Yunho untuk memeriksa kasus-kasus yang dia terima.

 “Hai~ ayo masuk Siwon, kau sudah makan?” Tanya Yunho, namja sedikit tampan itu yang merupakan sepupu Siwon sendiri.

“Sudah.”

“Kalau begitu kemarilah.”

Siwon segera mengikuti hyung sepupunya itu yang berpangkat sebagai inspektur polisi disana, Jung Yunho, namja tinggi berparas tampan yang dikenal dengan senyumnya yang menawan. Inspektur muda yang disegani semua bawahannya karena kepiawannya dalam bekerja.

Yunho yang mengenal appa Siwon sebagai pamannya, tentu saja tidak segan-segan untuk membantu sepupunya itu meraih cita-cita-nya secara perlahan. Salah satunya dengan menyelidiki berbagai kasus pembunuhan yang ada di kota itu, karena Siwon sangat ingin menjadi detektif dan bekerja bersamanya.

“Ada kasus apa hyung?” Tanya Siwon tidak sabar.

“Kau pasti suka.” Yunho mendekati meja kosong yang terdapat satu map biru tu diatasnya.

“Kasus pembunuhan di Incheon yang melibatkan salah satu pejabat Negara kita.”

“Wow~ itu hebat, ada apa dibalik pembunuhan itu?” Tanya Siwon dengan mata berbinar.

Yunho membuka map biru itu yang berisi berkas-berkas pembunuhan Kim Haneul yang terjadi beberapa minggu yang lalu. Didalam map itu juga terdapat beberapa foto Haneul yang diambil dari berbagai sudut hingga Siwon bisa melihat lubang kecil di pelipis kirinya.

“Sudah hampir sebulan, polisi Incheon belum bisa mengungkap siapa pembunuhnya.”

“Karena itu mereka mengirimnya kesini?”

“Mungkin saja.”

“Berarti pembunuhnya sangat professional hingga ia bisa membuat polisi kehilangan jejak seperti ini.”

“Kim Haneul salah satu Chaebol negara ini yang tentu saja rumahnya akan dijaga seketat mungkin dari siapapun yang tidak menyukai dirinya.”

“Apa dia pernah tersandung kasus lain?” Tanya Siwon sambil memeriksa riwayat hidup Haneul.

“Berkasnya tidak ada yang salah, dia dikenal dengan kepintarannya dalam berbisnis.”

“Mungkin saja ada yang iri dengan kehidupannya.”

“Mungkin saja, yang jelas kita harus bisa menuntaskan kasus ini, bagaimana menurutmu?”

“Tentu saja hyung, untuk itulah aku ada disini.”

Yunho hanya bisa tersenyum bangga melihat semangat yang dimiliki sepupunya itu, kemudian mereka pun mempelajari berkas-berkas itu lebih lanjut tanpa ada yang berbicara lagi.

Siwon terlihat sangat antusias membaca semua yang ada dalam berkas Kim Haneul sampai seluk beluk keluarga dan kegiatannya dalam berbisnis. Namun sampai beberapa jam ke depan namja tampan dan hyungnya itu tidak menemukan hal yang negative dari berkas tersebut.

“Sudah cukup untuk malam ini, besok kau harus kuliah Siwon.” Ucap Yunho tiba-tiba.

“Tidak ada yang salah dengannya.” Jawab Siwon dengan kening berkerut.

“Aku tahu, karena itu juga mereka meminta bantuan kita.”

“Baiklah, aku pulang dulu, nanti kabari aku lagi hyung~”

“Tentu saja, selamat malam.”

“Malam hyung, kau juga pulang sana.”

“Arraseo.”

Dan dua namja tampan itu pun berpisah disana dengan Siwon menuju rumahnya dan Yunho menuju meja kerjanya lagi. Siwon berjalan pelan menuju mobilnya sambil memikirkan kembali berkas-berkas yang sudah dibacanya itu.

Tidak mungkin seseorang dibunuh begitu saja jika ia tidak melakukan kejahatan, atau pun kesalahan yang tidak disukai oranglain. Tapi apa yang membuat Kim Haneul tewas jika ia tidak memiliki catatan kejahatan atau kesalahannya dalam dunia bisnis.

“Pasti ada sesuatu dibalik pembunuhannya, aku harus meminta izin penyelidikan nanti.” Gumam Siwon kemudian bergegas menuju mobilnya dan segera pergi darisana.

Mobil mewah namja tampan itu melaju menuju apartementnya yang ada di distrik gangnam, tempat bangunan-bangunan mewah seperti apartement miliknya berada. Walau mempunyai rumah yang besar, Choi Siwon lebih memilih untuk tinggal di Apartement yang terlihat lebih kecil walau kemewahannya tetap terjaga.

Siwon tidak ingin menghabiskan waktunya di rumah besarnya yang tidak memiliki siapa-siapa selain maid yang bekerja disana. Choi Kiho, appa-nya yang masih selalu disibukkan dengan pekerjaannya diluar negeri pasti tidak akan berada dirumah setiap waktu.

Choi Siwon dikenal sebagai putra satu-satunya dari salah satu chaebol yang ada di Negara gingseng tersebut. Tapi Siwon tidak ingin membanggakan apa yang bukan miliknya sendiri dengan mengatasnamakan appa-nya.

Karena itu, 1 gedung apartement yang dituliskan atas namanya itu hanya dipakai untuknya 1 lantai paling atas.

“Aku harus cepat tidur, biar pagi cepat datang dan aku bisa melihat wajah polos tak berdosa itu.” Gumam Siwon sambil berjalan menuju rumahnya yang ada dilantai paling atas gedung mewah itu.

Keesokan harinya.

Siwon bangun dengan kepala yang terasa dihimpit oleh ribuan batu, bahkan mata-nya pun tidak bisa terbuka dengan benar. Mungkin semua itu terjadi karena mimpi anehnya yang tiba-tiba datang mengganggu kenyamanan tidurnya.

Beberapa kali Siwon terbangun karena mimpi yang menyeramkan itu hingga membuatnya tidak bisa memejamkan matanya kembali. Siwon mimpi seseorang yang tidak kenal berusaha membunuhnya dengan pistol peredam suara.

Saat pistol itu mencapai pelipisnya, Siwon langsung terjaga dengan nafas yang tersengal dan keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya.

“A-apa gara-gara berkas itu?” Tanya Siwon pada dirinya sendiri.

Memang semalam ia meneliti kasus pembunuhan yang sama di kantor polisi bersama Yunho, apa mungkin pembunuhan tersebut terbawa dalam mimpinya?

Siwon menggelengkan kepalanya beberapa kali untuk mengenyahkan pikiran itu kemudian berpaling melihat jam yang ada dimeja nakasnya dan seketika membuat matanya melebar.

“Shit!! Aku terlambat!!”

Namja tampan itu langsung berlari menuju kamar mandi untuk membereskan dirinya dan segera berpakaian menuju kampusnya.

**

Sementara itu dilain tempat.

Sebuah apartement sederhana dilantai 3 dengan ruang yang tidak terlalu luas dan terisi 3 ruangan antara kamar tidur, dapur dan ruang tamu. Perabotan sederhana yang melengkapi ruangan itu memang sudah begitu adanya yang disediakan oleh pemilik sah dari bangunan itu.

Dan yang menyewa ruangan itu pun tidak tertarik untuk menatanya lebih indah atau lebih banyak barang lagi. Karena menurutnya jika sudah bisa berteduh dibawah atap tanpa cahaya matahari dan dinginnya angin malam, itu sudah cukup.

Cho Kyuhyun, penyewa apartement itu tidak peduli pada yang lain selain hidupnya sendiri antara makan, tidur dan kuliah. Namja tinggi berkulit putih susu itu hanya tinggal sendirian disana dengan buku-buku dan game yang bisa menemaninya selama ini.

Bahkan hari ini pun ia terlihat tenggelam dalam buku-buku dan komputer yang masih menyala sejak semalam lupa dimatikan. Namun alarm-nya yang berbunyi sejak satu jam yang lalu akhirnya membangunkan namja itu dari tidurnya yang lelap.

“Mmmm~ aku masih ngantuk, paboo~” Gerutu Kyuhyun sambil melempar jam weker kecilnya kelantai dan membuatnya hancur berantakan.

Seketika itu pula Kyuhyun terduduk dari tidurnya dengan mata yang masih terpejam, kemudian ia segera menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Seperti halnya Choi Siwon yang punya mata kuliah pagi begitu pula Cho Kyuhyun yang memang satu kelas dengan namja tampan itu.

Tak berapa lama kemudian, Kyuhyun sudah siap dengan segala perlengkapannya yang hanya tas ransel hitam. Namja kurus itu langsung bergegas turun dari apartementnya menuju kampusnya menggunakan busway yang biasanya.

Kota Seoul terlihat lenggang di pagi hari dengan berbagai kendaraan umum dan pribadi yang berlalu lalang untuk memulai kegiatan mereka dihari ini. Begitu pula busway yang ditumpangi Kyuhyun saat ini melintasi kota Seoul dengan lancar tanpa ada hambatan.

Karena itu tidak perlu menunggu waktu lama atau harus menggerutu sepanjang jalan, Kyuhyun sudah sampai didepan halte yang dekat dengan kampusnya. Kyuhyun langsung turun dari sana dan berjalan menuju kampusnya dengan mata terpejam hingga ia tidak melihat didepan gerbang kampus seseorang sudah menunggunya.

“Selamat pagi Kyuhyun~” Sapa Siwon dengan senyum ramahnya itu.

Kyuhyun yang sudah tahu siapa yang mengganggunya itu hanya berpaling acuh dan meninggalkan Siwon disana tanpa ada ucapan balasan. Namun itu tidak menjadi halangan bagi Siwon untuk tetap mengejar namja tinggi yang membuatnya penasaran tingkat pohon kelapa itu.

“Apa kau sudah sarapan, Kyu?” Tanya Siwon lagi.

Namun Kyuhyun tetap meneruskan tidurnya sambil berjalan menuju kelasnya yang berada dilantai dua. Dan Siwon terus mengikutinya bahkan sampai didepan kelas dan masuk kedalam ruangan bersama, tentu saja itu membuat semua yang ada didalam ruangan itu melihat mereka berdua.

“Wooow~ apa kalian datang bersama?”

“Seandainya bisa~” Jawab Siwon dengan cengirannya yang khas hingga membuat yang lain tertawa.

Sementara Kyuhyun hanya mencari dimana tempat duduknya dan segera mengambil hp-nya untuk memainkan beberapa game yang ada disana. Sedangkan Siwon hanya berdiri mengamati setiap tindakan yang dilakukan Kyuhyun dan mengingatnya dalam kepala, bahwa namja tinggi itu juga suka bermain game.

Setelahnya kuliah mereka pun dimulai yang membuat Siwon harus membuang matanya dari Kyuhyun yang ternyata sempat mencuri pandang untuk melihatnya. Lebih dari dua jam kemudian semua namja dan yeoja ruangan itu menghambur keluar begitu dosen mengajar mereka keluar dari sana.

Tidak ada yang akan berlama-lama didalam sana jika berbagai bunyi perut sudah terdengar dan menyebabkan pemiliknya harus menahan malu mereka. tapi itu tidak terjadi pada Siwon yang masih duduk disana menunggu teman-temannya keluar agar ia bisa tinggal berdua saja dengan Kyuhyun.

Namun yang terjadi namja putih itu juga keluar dengan cepat meninggalkan kelas dan meniggalkan Siwon yang menatapnya tidak percaya. Saat Siwon ingin mengejarnya, Kyuhyun bukan pergi ke perpustakaan seperti biasanya, melainkan ke kantin untuk mencari sarapannya.

Karena itu juga Siwon tidak mengetahui keberadaan Kyuhyun beberapa jam ke depan dikarenakan namja putih itu tidak kembali ke kelas dan tidak juga pergi ke perpustakaan.

Dan entah mengapa Siwon memutuskan untuk menunggu kedatangan namja itu di kelasnya saja, bahkan sampai mata kuliah selanjutnya dimulai. Tapi Kyuhyun tetap tidak menampakkan dirinya hingga dua jam kemudian yang membuat Siwon merasakan cemas yang tidak berujung.

“Kenapa kau begitu khawatir?” Tanya Hyukjae bingung.

“Aku tidak tahu, hyung.”

“Mungkin saja dia sudah pulang.”

“Tapi hatiku mengatakan dia masih ada disini.”

“Lalu?”

“Aku akan menunggunya lagi.”

“Mwooo??”

“Sudahlah, hae-ah~ ayo kita pulang, kau tidak akan bisa memaksanya saat ini.” Ucap Hyukjae pada namjachingunya itu.

“Apa kau tidak apa-apa sendiri?” Tanya Donghae tidak yakin.

“Memangnya kenapa kalau sendiri hyung?”

“Tidak apa-apa, kami pulang dulu.”

“Ne~ hati-hati~”

“Kau yang hati-hati.”

“Arraseo~”

Dua hyung tampannya pun segera berlalu dari sana sementara ia menghabiskan waktu didalam kelasnya dengan membaca buku tentang detektif. Ia tetap bertekad akan menunggu Kyuhyun kembali sampai berapa lama pun, karena hati kecilnya berkata Kyuhyun masih ada disatu tempat dikampus ini.

Sementara satu tempat itu.

Namja tinggi putih yang sedang dicarinya kini sedang terbaring tidak bergerak dilantai bagian paling atas disalah satu bangunan kampus mereka. Di atap gedung kampusnya. Kyuhyun terbaring dengan wajah yang tertutup buku dan kepala yang beralaskan tas ranselnya.

Dari nafasnya yang teratur bisa dipastikan bahwa namja itu sedang tertidur dengan lelapnya, bahkan mungkin sedang bermimpi indah.

Setelah makan siang di kantin kampus tadi siang Kyuhyun memutuskan menghilang dari kelasnya karena ia tahu pasti Siwon akan kembali mengganggunya hingga ia memutuskan untuk bersembunyi di atap. Namun perut yang penuh karena kekenyangan dan angin diatap yang menyejukkan membuat mata Kyuhyun tidak bisa bertahan dan ia memilih untuk tidur sebentar.

Tapi sebentar itu malah menjadi berjam-jam karena perut yang kenyang membuat Kyuhyun tertidur dengan lelapnya.

Sampai sore hari menjelang barulah Kyuhyun tersentak duduk dari tidurnya dan langsung melihat kesekelilingnya.

“Omoo~ tidak ada yang membangunkanku!!!” Gerutu Kyuhyun dengan wajah kesal.

“Ini sudah gelap pasti tidak ada orang, umma tolong akuu~” Kyuhyun langsung menarik tasnya dan berlari dengan cepat turun dari atap gedung itu.

Begitu sampai dibawah Kyuhyun langsung menuju kelasnya untuk mengambil buku-nya yang masih tinggal disana. Tidak ada seorang pun di kelasnya yang sudah gelap karena jendela dan gorden ruangan itu sudah ditutup.

Dengan cepat namja tinggi itu mencari bukunya dilaci mejanya namun tidak menemukan apapun disana. Seingatnya Kyuhyun meletakkan buku itu disana sebelum keluar tadi siang, sekarang tidak ada dimana pun, bahkan dilantai dan meja yang lainnya.

“Siapa yang mengambilnya akan mati.” Kutuk Kyuhyun dengan wajah datarnya.

Selanjutnya namja putih tinggi itu langsung keluar dari ruangannya dengan wajah kesal dan menyadari bahwa kampus itu sudah terlihat sepi. Tidak ada satu manusia pun yang terlihat disana karena seluruh jam kuliah yang ada hari itu sudah lama berakhir.

“Aku harus cepat-cepat.” Gumam Kyuhyun sambil merapatkan coat yang membalut tubuhnya.

Karena hari hampir menjelang malam udara sore itu semakin dingin yang membuat Kyuhyun memeluk dirinya semakin erat. Halaman kampus yang luas itu terlihat semakin luas dengan tidak adanya mahasiswa yang berkeliaran disana.

Biasanya akan terdapat beberapa mahasiswa yang menghabiskan waktu mereka disetiap bangku taman yang ada disana. Namun suasana yang sepi itu malah membuat kesan yang mengerikan bagi Kyuhyun yang memang sedikit penakut itu.

“Umma~” Gumamnya pelan.

Tanpa sadar Kyuhyun mempercepat langkahnya tanpa melihat lagi sekelilingnya agar ia bisa mencapai gerbang dan mungkin disana akan ada orang lain. Dan begitu sampai disana satu mobil minibus hitam menghadang penglihatannya kearah depan.

Belum sempat Kyuhyun mengutuk pemiliknya, pintu tengah mobil itu terbuka dan beberapa namja berpakaian hitam keluar darisana. Secepat kilat 3 namja berbadan tegap itu langsung menyergap Kyuhyun dan menariknya mendekati mobil mereka.

“Apa-apaan ini!! Lepaskan aku!!” Desis Kyuhyun tajam.

“Kau harus ikut kami.” Jawab salah satunya dan menarik Kyuhyun lagi dengan kasar.

“Lepaskan aku!! Siapa kalian?!”

“Tutup mulutmu!!”

“Lepaskan, Sialan!!”

“Apa kalian tuli!? Dia bilang lepaskan.”

Bhuagh!!!

Tendangan cepat dan tak terduga itu langsung melumpuhkan satu namja yang memegang Kyuhyun hingga ia jatuh tersungkur ditanah. Kyuhyun yang tidak menyangka ada orang lain disana langsung melihat siapa yang sudah membantunya itu.

“Ss-s…”

“Jangan ikut campur, brengsek!!”

Namja yang memegang tangan Kyuhyun pun langsung membalas tendangan yang sudah diterima temannya dengan melayangkan tinjunya pada namja yang ternyata dikenal Kyuhyun.

Choi Siwon.

Namja tampan itu melihat semua yang terjadi dan tidak tahan lagi saat namja-namja itu memaksa Kyuhyun untuk masuk mobil mereka. Sedari tadi siang ia menunggu Kyuhyun dan begitu bertemu ada orang lain yang ingin mengambilnya.

”What the hell!!” Seru Siwon dengan kesalnya dan menyerang namja tidak dikenal itu.

Siwon yang memang bisa taekwondo langsung menghajar tiga namja itu tanpa ampun, bahkan tidak ada satu pukulan mereka yang bisa mengenai namja tampan itu. Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menganga melihat kelebihan yang dimiliki namja tampan teman kuliahnya itu.

“Sentuh dia lagi, kalian keneraka sekarang juga!!” Ucap Siwon dengan tegas sambil berdiri menutupi Kyuhyun dari mereka.

Tiga namja yang tersungkur ditanah itu hanya bisa meringis kesakitan sambil memegang pipi, perut dan tangan mereka. Ketiganya tidak menyangka akan berhadapan dengan namja lain yang bahkan tidak mereka kenal itu.

“Siapa yang menyuruh kalian?” Tanya Siwon cepat menarik kerah salah satu namja.

“Ka-kam…”

“Cepat katakan!! Siapa!??!”

“Cepat kabur!!!” Salah satu namja itu langsung menarik temannya dari cengkraman Siwon dan berlari dengan cepat kembali ke mobil mereka.

Bahkan belum semuanya masuk kesana mobil minibus itu langsung berjalan dengan cepat meninggalkan asap hitam yang sedikit mengepul terbang di udara. Siwon yang melihatnya langsung berdecak kesal dan berlari mengejar mobil itu yang sudah sangat menjauh.

Detik selanjutnya barulah Siwon sadar akan keberadaan Kyuhyun dan segera kembali pada namja tinggi itu yang masih berdiri tidak bergerak.

“Kyu-hyun…” Panggil Siwon pelan. “Kau tidak apa-apa?”

Namun Kyuhyun hanya diam tidak bergerak dan menatap Siwon dengan wajah blank hingga membuat namja tampan itu semakin cemas. Siwon harus memanggilnya beberapa kali lagi barulah Kyuhyun merespon suaranya.

“Kyuhyun! Kau tau siapa mereka?”

“A-aku…”

“Kenapa mereka ingin menculikmu?”

“Ti-tidak, aku…”

“Kau tidak bisa sendirian, aku akan mengantarmu, mungkin saja mereka kembali.”

“Tidak perlu aku bisa pulang sendiri.”

“Huh?”

Siwon terpaku melihat Kyuhyun pergi secepat kilat meninggalkannya tanpa ada kata penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi, siapa penculik itu? Ada urusan apa mereka dengan Kyuhyun?

“Tu-tunggu!!”

“Selamat tinggal.” Ucap Kyuhyun sebelum menjauh dan membuat mata Siwon melebar tidak percaya.

“Mwoo?? Kyuhyun!!!!”

**

TBC…

Ahahahaha~ maafkan jika tidak memuaskan, Ini baru pertama kalinya genre ff nya seperti ini, saia masih belajaaaaaar.

Hai-hai~ My lovely readers~

Ini ff baru Vie, ide dari salah satu the best wonkyu author, dia ingin Vie yang buat ff ini,

Walau sudah sangat lama, tapi akhirnya chap satu terselesaikan.

Maaf jika ada kekurangan sana dan sini Ryupyo~

Tau kan ini genre yang tidak biasanya untuk diriku, tapi Vie akan berusaha keras, sesekali melenceng dari comedy, family romantic…ahahahaha.

Tolong…berikan semangat kalian ne? semoga kalian mau baca..

Walau gagal nanti…ahahahahaha

With Love.

Vie.

**

The Day 11

poster the day 2

The Day

(My Destiny Is Written)

Chapter 11

**

Selamat malam Our lovely Reader..

Hampir tiba di ujung cerita, masih setia disini kan? Sabar sedikit lagi ne? terima kasih untuk semuanya ne? -Vie

Terima Kasih yang masih membaca cerita ini dan selamat datang untuk yang baru membacanya.. tunggu sebentar lagi, mungkin satu chap lagi? hehehehe… -Ms. Lee

** my destiny

My Baby 84

10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

My Baby 84

**

Sebelumnya…selamat malam my Lovely Readers..

Peringatan…Ini 14rb Words.. kalo baca jgn lupa siapin ember, ne^^

Hai Yolanda Ayu…Ini hadiah Ultah untukmu…Unnie nggak bisa kasih yang lain, jadi unnie jadikan permintaanmu sebagai hadiah untukmu.. walau telat, tapi selesai juga, happy birthday ne^^ Wish you all the best int the world.

++ MY BABY