My Family, My Treasure

Published March 27, 2015 by Wonviekyu

Ga’ada Cover…kkkkk..

My Family, My Treasure

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Minho, Suho and Member Suju

Pairing : Wonkyu Forever

Genre : Family, Romance.

Warning : Boyslove just like I love. Alur ga’jelas, ceritanya lebih ga’jelas. Ga’suka jangan dibaca, ahahahaha.

Disclaimer : Wonkyu belong to each other, cerita ini imajinasi saia, jika ada kesamaan tokoh didalamnya itu pasti karna sesama WKS..TAPI jika ceritanya ada yang sama, itu tentu saja secara tidak disengaja. Lain orang lain isi kepalanya, kalau pun ada yang sama persis, itu namanya mencontek…plaak

Mmm, sebelumnya…Ryupyo. Ini untukmu. Jika dirimu masih ingat dengan permintaanmu yang duluuuuu sekali. Orang pertama yang request ff pada author abal-abal ini,,ohohohohohohoho. Mianhae baru selesai sekarang, itu pun kalau dirimu masih ingat ya?? Ehehee… semoga sesuai ne?

**

Di seberang jalan di tengah keramaian kota seoul terlihat dua bocah kecil memakai seragam sekolah Elementary School sedang berjalan beriringan dengan raut muka kesal dan bibir yang dimaju-mundurkan beberapa kali. Jika kita lihat lebih dekat hanya satu bocah yang berjalan didepan yang sedang melepaskan kesalnya dengan cara merepet sepanjang jalan.

“Iyung, anti dimalahin, eotteohke??” Tanya bocah dibelakang yang terlihat lebih kecil dari bocah yang pertama.

“Biar saja!!! Hyung sudah muak!! Hyung capek!!!” Jawab bocah kedua yang ternyata adalah hyungnya.

“Mm, muak itu apa~??” Tanya bocah kecil itu pada hyungnya sambil memiringkan kepalanya bingung.

Bocah tampan hyungnya itu langsung berhenti dan melihat kebelakang dengan wajah sulking membuat dongsaengnya itu sedikit memundurkan langkahnya.

“Tidak jadi muak, lupakan saja, hyung hanya capek.” Ucap bocah tampan itu segera memperbaiki kata-katanya.

“Mmh, Iyung capek!” Ulang bocah kecil itu sambil menganggukkan kepalanya.

“Ne, capek!! Kajja, jalan lagi..”

Bocah itu langsung menarik tangan dongsaengnya kembali membawanya berjalan ditengah teriknya siang hari dan orang yang berlalu lalang dijalanan. Dengan tubuh mereka yang kecil membuat keduanya nampak menghilang diantara kerumunan itu.

Sementara itu jauh dibelakang mereka terdapat 4 pria berbadan tegap memakai pakaian serba hitam lengkap dengan kacamata hitam mereka yang bisa memperjelas status mereka. Mereka berempat terlihat sedang mencari-cari sesuatu dikerumunan didepan mereka.

Sesekali mereka berpencar kesana kemari lalu kembali bergabung menjelaskan situasi yang terjadi. Di wajah mereka jelas sekali tercetak raut ketakutan dan kekhawatiran yang sangat besar.

“Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan??” Tanya salah satu diantara mereka.

“Ya cari sampai dapat!!” Jawab namja satu lagi.

“Kenapa sampai hilang?? Pabbo!!”

“Mereka bilang ingin ke kamar kecil, ternyata dibuat kabur” Jawab namja pertama dengan wajah lesu dan putus asa.

“Kau bisa dipecat kalau Boss kita tahu”

“Lalu bagaiamana??”

“Ya cari lagiii!!!”

Keempat namja itu kembali berpencar dan mencari diseluruh belokan dan disepanjang jalan itu dengan harapan bisa menemukan dua bocah tampan yang hilang dari pengawasan mereka satu jam yang lalu.

Dan kedua bocah itu sekarang.

“Mino iyuuung~~” Panggil bocah kecil yang masih setia mengikuti hyungnya dengan patuh.

“Ne? waeyo??” Tanya hyungnya tanpa berhenti berjalan.

“Cuo capek, cuo haus, cuo mau pulang, cuo lapal!!!”

Dan mino yang bernama lengkap minho itu pun langsung berhenti dan melihat dongsaengnya yang kini berwajah pucat karena kelelahan. Kaki kecilnya terlihat gemetaran dengan peluh bertebaran di dahinya sampai turun kewajahnya.

“Ahhh..mianhae, ayo duduk sana..” Ucapnya langsung menarik bocah kecil itu menuju bangku dipinggiran jalan.

Minho langsung membuka tas ranselnya dan mengambil botol minum yang selalu dibawanya ke sekolah lalu meminumkannya pada cuo atau lebih dikenal dengan Suho setelah membuka tutupnya. Suho langsung tersenyum setelah meminum air itu hampir setengahnya.

“Iyung minum.” Ucap suho dan langsung dituruti minho.

Panasnya matahari memang membuat mereka didera kehausan dan kepanasan apalagi dengan berjalan tak tentu arah dan tanpa berhenti untuk beristirahat.

“Masih lapar??” Tanya minho dan mendapat anggukan kepala dengan semangat dari dongsaengnya itu.

Dengan senyum manisnya bocah tampan itu kembali mengambil kotak bekal diranselnya dan menyerahkannya pada suho. Bocah kecil itu langsung membukanya dengan mata berbinar begitu melihat sandwich yang dibuat daddy mereka ada disana.

Dengan penuh semangat suho mengambil roti isi itu dan memasukkannya kemulutnya yang sudah terbuka. Namun sebelum itu suho sadar bahwa roti itu hanya satu dan mereka berdua, sedangkan roti itu punya hyungnya tadi pagi.

“Aaa..” Ucap suho memajukan roti itu pada mulut hyungnya.

“Ne?” Tanya minho bingung.

“Aaaa..” Ulang suho lagi dan langsung dituruti minho dengan menggigitnya lalu tersenyum manis pada suho yang sudah menggigit rotinya itu.

“Aaa..lagi..” Ucap suho lagi.

“Cuo saja..” Tolak minho.

“Satu lagi~” Paksa suho dan segera diikuti minho.

Kemudian roti itu langsung dihabiskan suho dengan wajah sumringah melihat hyung kesayangannya yang dia tahu akan melakukan apa saja untuknya.

“Lalu kita temana, iyung?” Tanya suho setelah meminum air mereka sampai habis.

“Hyung juga tidak tahu..”

“Mwoooo?? Ayo pulang iyung!! Nanti kita dimalahin, ayooo..”

“Tidak usah! Mereka tidak peduli!! Mereka sibuk sendiri.”

“Aniyooo, iyung calah, mereka cayang kita..”

“Sudahlah, Cuo saja yang pulang, hyung mau pergi.”

“Noooo!!! Cuo ikut, Cuo temani Iyung..”

Dan mereka berdua akhirnya kembali melanjutkan perjalanan yang tak tentu arah itu dengan berbagai perasaan berputar dihati dan kepala kecil mereka. Suho yang tidak mengerti apa yang terjadi dengan hyungnya sedangkan minho yang masih kesal dengan apa yang terjadi padanya.

“Bagaimana ini? Kita harus melapor!!” Ucap salah satu namja berbaju hitam yang masih berkeliaran dijalan itu.

Saat itu pula nada dering iphonenya memecah kegalauan mereka dan semakin galau saat melihat siapa yang menghubungi mereka.

“Yeo-yeoboseyo??”

>Dimana mereka?< Tanya seseorang diseberang sana.

“K-kabur boss!!”

>WHATT!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN??<

“Sorry boss, kami tidak sengaja.”

>TIDAK ADA ALASAN, CARI MEREKA!!<

>Atau…KALIAN DIPECAT!!< Suara seseorang yang lain lagi membuat mereka semakin ketakutan.

Dan sambungan itupun diputus secara sepihak membuat mereka semua membeku ditempat dengan pandangan horror. Dan tiba-tiba.

“I-ITU MEREKA!! KEJAAARR” Seru salah satunya saat dari kejauhan melihat bayangan dua bocah yang sedari tadi mereka cari.

“Jangan sampai lolos!!”

“Iyung..” Ucap suho tiba-tiba membuat minho langsung melihat kebelakang dan nampaklah namja berbaju hitam yang sedang mengejar mereka.

“Cuo lariiiii!!!!” Seru minho sambil menarik suho berlari bersama tanpa sempat bocah kecil itu bertanya apa yang terjadi.

“Tuan muda!!” panggil namja itu bersamaan.

“Hhhyung, c-cuo nggak, hhlagi..” Suho benar-benar sudah tidak sanggup lagi meneruskan pelarian mereka sejak tadi.

Tapi minho tidak mendengarnya bahkan semakin mempercepat kakinya berlari tanpa mengingat suho juga berlari bersamanya. Sampai…

“Adduhhh!!!”

Tangan suho terlepas dari hyungnya karena kaki kecilnya terantuk trotoar dan seketika membuatnya jatuh diatas jalan hitam itu. Minho yang sadar teriakan suho langsung berhenti dan melihat dongsaengnya dibawah sudah memegang lututnya.

“S-suho..”

“Cakiiit, iyuuung~hiks..” Ucap suho saat menyadari lututnya berdarah dan perih.

“M-mianhae..” Jawab minho langsung ikut duduk dijalan didepat lutut suho yang lecet.

Bocah tampan itu langsung mengambil sapu tangannya dan menyapu luka lecet dilutut suho dengan sangat perlahan karena suho meringis pedih. Sesekali minho meniup perlahan agar perihnya sedikit menghilang dan kembali meminta maaf pada dongsaengnya.

“Mianhae..” Ucap minho menyesal.

“Aniyo, hyung” Jawab suho bergerak perlahan kedepan hyungnya dan meringkuk dalam pelukan minho yang terdiam melihatnya.

“Cudah sembuh…iyung tiup tadi.” Ucap suho dengan senyum manisnya.

“Jinjja??” Tanya minho tidak percaya.

“Mmh, tiup lagi, cekali lagi, pasti sembuh..” ucap suho dengan wajah polosnya membuat minho langsung melakukan apa yang diingingkan dongsaeng kesayangannya itu.

Setelah minho meniup lututnya perlahan secara berulang-ulang, suho langsung memeluk minho dengan erat dan menyembunyikan wajahnya dileher hyung kesayangannya itu. Dan tiba-tiba…

“Ehh, bukankah itu…” Ucap yeoja asing yang lewat didepan mereka.

“Mwo?? Iya!! Itu mereka.” Ucap seorang lagi.

“Aiishhh, kenapa seperti ini??” Gerutu minho sambil melihat kesana kemari mencari perlindungan.

“Iyung??”

“Cuo tenang saja, ayo piggy back.” Ucap minho tidak peduli pada orang-orang disana yang mulai mendekati mereka.

Saat itu tiba-tiba dua buah mobil mewah hitam mengkilap berhenti disamping jalan dan satu mobil dengan pintu belakang yang terbuka.

“Tuan muda” Panggil namja berbaju hitam yang mencari mereka dikursi depan.

Tanpa pikir panjang minho langsung berjalan tergesa-gesa menuju mobil itu dengan suho dipunggungnya lalu masuk di kursi belakang dan kedua mobil itu pun segera melaju pergi dari sana meninggalkan kerumunan orang yang mendesah kecewa dibelakang mereka.

“Tuan besar menunggu dirumah” Ucap satu namja yang duduk disamping pengemudi mobil mewah itu dan tidak dihiraukan minho.

Mobil itu terus melaju membelah kota seoul disiang hari sampai lama kelamaan mereka meniggalkan keramaian jantung kota seoul. Bmw berplat M 129 HO itu melaju diatas kecepatan rata-rata dijalan yang kini lebih sepi dan terlihat teduh dengan pohon-pohon rindang dipinggirnya.

Sampai mereka tiba didepan sebuah gerbang besar dengan lambang WK ditengahnya dan mobil itu boleh masuk setelah pengindai dilakukan oleh satpam disana.

Butuh 5 menit bagi mobil itu untuk sampai didepan pintu utama rumah mewah bergaya eropa yang sangat teduh dengan beberapa pohon besar disampingnya bahkan halamannya yang sangat luas itu terdapat danau kecil di depannya.

Istana indah yang jauh dari kebisingan kota.

Choi Resident.

229841_updown-court--rumah-termahal-di-dunia_663_382

Begitu sampai minho langsung menggendong suho dibelakangnya dan masuk ke dalam dengan 4 maid sudah menunggu didepan pintu. Tanpa berkata apa-apa minho segera masuk ke dalam dan sedikit terkejut melihat orang yang tidak ingin ditemuinya saat ini ada diruang tamu besar mereka.

Begitu mendengar suara langkahnya, orang itu langsung berpaling dan menatapnya penuh arti membuat minho semakin terpaku ditempatnya. Namja tampan itu berdiri melihat mereka berdua dengan teliti sampai matanya berakhir dilutut suho dan membuat keningnya berkerut bingung.

“Choi minho!” Ucap namja itu dengan suara datarnya.

“M-mianhae da-ddy, m-minho yang salah.” Jawab minho sambil mendekati daddy-nya itu perlahan.

“Memang!! Daddy butuh penjelasan.” Ucap daddynya sambil menyuruh minho menurunkan suho yang diam saja dan duduk didepannya.

Saat itu seorang namja tinggi yang sama tampannya atau lebih tepat dibilang cantik keluar dari ruang makan mereka dengan dua gelas susu hangat ditangannya. Lalu namja itu meletakkan susu itu meja didepan putranya dan segera duduk disamping namja tampan daddy mereka.

“Jelaskan.” Ucapnya datar.

Suho langsung mengambil susu itu dan meminumnya sampai habis lalu tanpa segan-segan mendekati namja cantik itu dan duduk dipangkuannya setelah mengecup pipi daddy-nya sebagai ucapan selamat datang.

“Mi-mianhae mommy..” Ucap minho melihat namja cantik itu dengan wajah menyesal.

“Apa yang mino lakukan? Apa kau tidak tahu kami khawatir? Kenapa tiba-tiba kabur seperti itu?”

“Mianhae..”

“Lalu kenapa suho sampai terluka? Apa dia jatuh? Apa yang kalian lakukan diluar sana??”

“Mommy~~~” panggil suho dengan pout dibibirnya membuat mommy-nya menatapnya tajam.

Bocah kecil itu langsung turun dari pangkuan mommy-nya dan berjalan perlahan kembali kesisi minho lalu duduk disana sambil bersandar pada bahu hyungnya itu.

“Cuo jatuh cendiri..mino hyung udah obati..” Ucap suho kemudian.

“Minho…” Panggil mommynya lagi.

Mau tidak mau minho pun mengangkat kepalanya dan melihat daddy tampannya sedang tersenyum menenangkan. Tanpa sadar keberaniannya muncul dipermukaan dan membuatnya menatap namja cantik mommy-nya itu tanpa keraguan.

“Minho capek!! Minho lelah!! Minho tidak tahan!!” Ucap minho tiba-tiba membuat mommy dan daddy-nya tersentak kaget.

“Minho…”

“Minho capek dikejar-kejar sebagai anak kalian!! Minho lelah diejek sebagai anak president, mommy!! Minho juga sudah tidak tahan dijaga oleh pengawal bodoh itu!! Minho tidak suka, minho benci semuanyaaa!!!”

“Choi minho!!!!” Panggil mommy-nya langsung berdiri saat bocah kecil itu berlari kekamarnya setelah mengeluarkan apa yang dirasakannya itu secara tiba-tiba.

Panggilan namja cantik itu hanya dijawab dengan suara pintu yang ditutup dengan keras hingga menimbulkan gema diruangan besar istana mereka.

“B-baby..” Panggil daddy-nya dengan lembut.

“Mommy kenapa malahin hyung??!! Hyung kecayangan cuo!! Mommy jahat!!” Jawab suho langsung memarahi mommy-nya lalu ikut berlari menuju kamar hyungnya yang ada dilantai atas.

“Hyung?” Panggil namja cantik itu.

“Ne??”

“Apa aku salah??”

“Mungkin waktunya yang tidak tepat.”

“Tapi…”

“Sssst…nanti kita bicarakan lagi.” Ucap namja tampan itu sambil memeluk namja cantik itu yang merupakan huswifenya sejak 7 tahun yang lalu.

“Biar hyung liat minho, hubungi majager katakan bahwa kita tidak bisa kembali” Lanjutnya kemudian mengecup kening huswifenya penuh sayang.

Kemudian namja tampan itu segera menyusul putra pertamanya diatas untuk menenangkannya dan meminta penjelasan dari putra tampannya itu. Sampai disana kamar besar yang biasanya rapi itu terlihat berantakan dengan berbagai mainan berserakan dilantai tembus pandang itu.

“Minho…” Panggilnya pelan.

“Kalian jahat, hiks.” Jawab minho dibalik selimutnya.

Namja tampan itu merunduk sedikit dan mengambil boneka kodok berukuran sedang yang tergeletak dilantai kamar itu dan membawanya ke ranjang lalu duduk disana.

“Jawab daddy, minho.” Ucap daddy-nya tiba-tiba dengan nada serius.

“Apa minho menyesal ada diantara kami?” Tanya daddy-nya tetap tenang namun membuat minho terpaku disana. “Apa minho tidak suka kami yang jadi orangtuamu?”

“T-tidak..” Jawab minho pelan namun bisa didengar daddy-nya dengan jelas.

“Apa minho berharap bukan mommy yang jadi mommy-mu? Atau sebenarnya minho jijik karna punya orangtua sesama namja??”

“Bukaaaaan!!!!!” Teriak minho langsung terduduk dengan airmata yang sudah penuh mengalir dipipinya. “Bukan daddy, bukan itu!!” Bantah minho sambil menggelengkan kepalanya.

“Maafkan kami karna tidak bisa memberi minho kehidupan normal seperti yang lainnya.” Ucap daddy-nya dengan nafas tercekat. “Maafkan kami karna kami tidak sempurna seperti seharusnya.”

“Tidaak!!”

“Jika minho ingin…minho boleh memilih, pilihlah, mungkin minho tidak akan menderita.”

“Tidak!! bukan!! Jangan, minho tidak mau!!!”

“Maafkan kami yang tidak bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna untukmu, apalagi dengan kesibukan kami yang tidak terduga membuat kami selalu meninggalkan rumah dan kalian.”

“Tapi minho harus tau, kalian berdua yang selama ini membuat kami ada sampai saat ini. Dan dengan semua yang kami dapatkan hanya untuk kalian berdua.”

“Dan jika minho meminta, kami akan melakukan apa saja untuk itu. Bahkan meninggalkan dunia kami selama ini, meninggalkan Super junior dan meninggalkan semuanya hanya untukmu.

“Jangan daddy, bukaaaaaaaaaan” Akhirnya minho menangis sekuat tenaganya seolah melepaskan semua sesak yang terasa didadanya saat pertama kali daddy-nya berbicara.

Memang tidak ada yang salah menjadi anak dari orang yang dikenal diseluruh korea atau bahkan diluar negeri. Hanya saja, mungkin minho kecil belum bisa menerimanya dengan cara yang benar hingga membuatnya lelah sendiri.

Ya, Choi minho dan Choi suho merupakan dua putra kebanggaan yang dimiliki Choi siwon dan Cho-I kyuhyun yang dikenal sebagai dua member paling disoroti didalam Grup band terkenal dan popular di Negara itu sendiri dan luar negeri. Super Junior.

Karena hal itulah yang membuat minho dan suho dijaga 4 pengawal berbaju hitam yang selalu stand by di gerbang sekolah mereka dengan sigapnya. 2 pengawal dalam satu mobil, satu mobil untuk mereka dan satunya lagi mengikuti dari belakang.

Karena itu juga minho sering diejek teman-temannya yang mengatakan minho dijaga melebihi anak presiden Negara ini. Mereka selalu mengelu-elukan nama super junior dimana orangtuanya berada membuat minho gerah sampai membuatnya tidak ingin berteman dengan mereka.

Sedangkan rumah mereka yang terletak jauh dari kebisingan kota seoul agar tidak memudahkan para pers merusak kehidupan pribadi mereka. Semakin membuat bocah kecil itu tidak punya teman dan hanya dikelilingi pohon rindang dan maid mereka.

Dan hari ini puncak kekesalan minho berujung pada kejahilan temannya yang mengatakan daddy dan mommy mereka selalu berdekatan di atas panggung. Bahkan tidak segan-segan memperlihatkan ikatan mereka berdua pada dunia.

Walau sebagian tidak ada yang tahu hubungan mereka sebenarnya, tapi banyak lagi yang menyadari apa yang ada diantara mereka. Mengingat hal itu membuat wajah minho memerah menahan marah dan malu hingga akhirnya bocah tampan itu meninggalkan kelasnya dan berlari ke gerbang.

Saat itu suho yang sedang bermain diluar melihatnya juga langsung berlari mengikuti langkahnya sampai masuk ke mobil dan pergi darisana. Bodyguard mereka yang tinggal dibelakang segera mengambil tas keduanya dan menyusul mobil minho yang sudah pergi duluan.

Namun tiba ditengah jalan mobil mereka dicegat pers yang entah dari mana mengetahui keberadaan mereka diluar. Jika disekolah para wartawan itu tidak pernah bisa mendekat, karena sekolah itu memang khusus untuk anak-anak yang dispecialkan, seperti anak presiden salah satunya.

Kekesalan minho mencapai puncaknya dengan kemacetan yang dibuat para wartawan itu hingga membuatnya berbohong sedikit dengan mengatakan ingin segera ke kamar kecil. Dengan begitu sopir sekaligus bodyguardnya yang pertama langsung mencari celah saat dua bodyguard lain menyuruh wartawan itu untuk mundur.

Dan mereka pun pergi dari sana sampai jauh dan berhenti ditempat pom bensin terdekat agar minho bisa segera ke kamar kecil seperti yang dikatakannya tadi. Tanpa pikir panjang minho langsung keluar dari sana sambil menarik suho bersamanya dan lari menjauh sebelum bodyguard mereka menyadarinya.

Dan sampailah pada detik ini yang membuatnya semakin menyesal atas tindakan dan kata-katanya sendiri.

“Sssst…mianhae, mianhae my babyboy.” Ucap siwon sambil menarik minho kepelukannya dan memeluknya dengan erat memberi kehangatan.

“Hk..m-mian..hk,,ne..” isak minho kehilangan kata-katanya.

“Mianhae juga untuk minho.” Jawab siwon dengan senyum manisnya membuat minho menggelengkan kepalanya.

“Mi-mino yang salah…”

“Sssst, daddy sayang mino, mommy juga.” Ucap siwon lagi membuat tubuh minho sedikit tersentak dengan kata mommy yang diucapkannya.

“Mommy sayang minho lebih dari apapun yang dia punya.”

Dan minho kembali menangis penuh penyesalan sambil memeluk daddy-nya dengan erat sebagai ucapan maafnya yang terasa tidak akan pernah cukup atas tindakannya.

Sampai beberapa menit kedepan siwon terus memeluk putranya sambil menepuk-nepuk perlahan punggung minho sampai nafas minho terasa teratur lembut didadanya.

Lalu namja tampan itu pun segera menidurkan minho kembali dan menyelimutinya dengan baik lalu keluar dari sana setelah mengecup kening minho penuh sayang.

Setelah siwon menutup pintu kamar itu perlahan barulah namja tampan itu sadar bahwa didepannya terdapat kyuhyun yang bersandar didinding dengan kedua tangan dibelakangnya dan sebelah kakinya menjulur kedepan.

Sedangkan wajah cantik itu merunduk melihat kebawah sambil menggigit bibir bawahnya menahan perasaannya sendiri.

Tanpa kata-kata siwon langsung menangkup pipi chubby putih itu hingga pemiliknya langsung menatapnya dengan mata yang diyakini siwon sudah basah.

“He’ll be fine.” Ucap siwon dengan senyum lembut membuat apa yang ditahan kyuhyun tumpah seketika.

Setetes airmata mengalir disudut mata bulat kyuhyun dan berhenti ditelapak tangan siwon yang terasa hangat. Siwon yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menggerakkan ibu jarinya menghapus jejak cairan bening itu.

“Let’s take a rest.” Ucap siwon kemudian menarik tangan kyuhyun lalu pergi dari sana menuju kamar mereka.

Siwon dan kyuhyun bertemu secara tidak sengaja saat pertama kali kyuhyun diperkenalkan sebagai anggota ke 13 dari Super junior yang saat itu dikenal dengan 12 namja tampan. Kyuhyun yang menjadi magnae tiba-tiba disana menjadi kesayangan semua member tentu saja setelah pengorbanan dan usaha yang dilakukannya.

Seiring berjalannya waktu siwon yang merupakan visual grup dan paling tampan diantaranya membuat kyuhyun selalu bangga padanya. Apalagi dengan semua perhatian yang diberikan namja tampan itu untuknya membuat perasaan bangga kyuhyun berubah menjadi cinta.

Bagai sudah ditakdirkan untuk bersama, saat kyuhyun ingin menyatakan cintanya siwon sudah duluan mengajaknya berkencan dan menyatakan cinta untuk magnae kesayangannya itu.

Dua tahun setelah hari itu mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama dan membuat ikatan mereka semakin kuat dengan ikatan pernikahan. Dengan restu orangtua yang sulit didapatkan dari Appa choi dan dukungan semua member membuat mereka resmi menjadi pasangan menikah di pertengahan tahun 2007.

Setelah kecelakaan yang menimpa Super junior dan magnae mereka yang paling parah membuat siwon yakin bahwa dirinya tidak ingin kehilangan namja cantik yang sudah diberikan kehidupan kedua dan kesempatan kedua untuknya. (Jangan percaya…Saia mengarang Indah..kkkkk)

Seolah kebahagiaan tidak pernah lekang dari kehidupan mereka hingga setahun berikutnya mereka dikarunia putra tampan yang mereka beri nama Choi minho.

Keajaiban untuk kyuhyun yang bisa mengandung layaknya yeoja semakin membuat hidup mereka sempurna. Apalagi dua tahun kemudian mereka kembali mendapatkan buah cinta mereka yang mereka beri nama Choi suho yang kini berumur 6 tahun masih dengan bahasa cadelnya.

Kehidupan mereka yang penuh kebahagiaan ditengah kesibukan yang mereka jalani tidak pernah membuat keduanya lelah dan menyerah karena dua malaikat kesayangan mereka yang selalu menunggu dirumah.

Selama ini mereka telah sanggup hidup dalam rahasia dan persembunyian yang dilakukan kerana tidak ingin ada yang merusak kebahagiaan kecil mereka sampai 8 tahun umur minho sekarang, semuanya tergoyahkan.

“Aku tidak bisa berfikir kalau dia benar-benar menyesal hyung~” Ucap kyuhyun tiba-tiba membuat siwon langsung berhenti dan melihat huswife cantiknya.

“Dia menyesal sudah bersikap seperti itu.” Jawab siwon penuh ketenangan namun tidak bisa menghilangkan kesedihan diwajah cantik kyuhyun.

“A-aku tidak bisa~” Ucap kyuhyun lagi sambil menggelengkan kepalanya dan kembali menunduk.

Tanpa menjawab apa-apa siwon segera meraup tubuh kyuhyun kepelukannya dan memeluknya seerat mungkin untuk menenangkannya. Namun yang terjadi bahu kyuhyun semakin bergetar seiring dengan isakan-isakan kecil terdengar dari mulutnya.

Kyuhyun menangis tertahan dileher siwon yang menyebabkan baju namja tampan suaminya itu basah oleh airmatanya. Namun siwon tidak peduli, asal semua itu terbayarkan dengan ketenangan yang bisa diberikannya untuk kyuhyun walau hanya dengan sebuah pelukan.

Setelah merasa kyuhyun tenang siwon segera membawanya ke kamar dan merebahkannya diranjang mereka lalu menyelimutinya dengan benar. Namja tampan itu tahu kyuhyun tidak tidur walau mata cantiknya itu sedari tadi terpejam.

Tanpa mengatakan apa-apa siwon mengecup kening kyuhyun penuh sayang sambil membisikkan kata cinta lalu keluar dari sana setelah menutup pintu kamar mereka. Namja tampan itu ingin berbicara dengan putra keduanya yang ternyata sudah tidur dengan nyaman dibawah selimutnya.

Setelah yakin kyuhyun yang melakukannya siwon segera turun ke bawah dan menghubungi hyung-hyungnya untuk mengatakan bahwa mereka baik-baik saja. Karena namja tampan itu yakin bahwa ahjussi-ahjussi tampan itu sangat mengkhawatirkan mereka, khususnya 2 putra kesayangan mereka bersama.

Hari pun berlalu dengan keheningan dirumah mewah tingkat dua itu dengan tuan rumah yang berada terpisah-pisah dilaiin ruangan.

Siwon ada ruang makan sedang menunggu yang lain turun untuk makan malam, namun sepertinya tidak ada yang selera dengan apapun yang sudah dihidangkan disana.

Kerana kyuhyun masih betah di kamarnya bermain game ditemani suho yang sudah tidak merajuk lagi, sedangkan minho masih tidak ingin keluar dari kamarnya walau siwon tahu bocah itu sudah bangun dari tidurnya.

Saat siwon berdiri hendak menyusul mereka nampaklah kyuhyun turun dengan suho menggandeng tangannya sambil tersenyum garing padanya. Siwon sedikit bernafas lega melihat huswifenya ingat juga untuk makan walau suasana hatinya sedang tidak enak.

“Daddyyy..cuo lapal..” Seru suho langsung berlari kepangkuan daddy-nya.

“Ohooo, anak daddy masih aja cadel, eoh? Kapan besarnya??” Tanya siwon sengaja sambil mengulurkan tangannya pada kyuhyun.

Namja cantik itu langsung menyambut tangan suaminya itu lalu menggenggamnya sekilas dan melepasnya lagi saat sudah duduk ditempatnya. Kyuhyun sengaja mengedipkan kedua matanya dengan imut untuk menghilangkan pout dibibir suho karna ejekan daddy-nya tadi.

“Ayo makan..” Ajak siwon dengan senyum dua dimplenya.

Kyuhyun langsung melihat kearah tangga kamar minho dan kembali menghela nafasnya kemudian mengambil makanan untuk suho yang sudah duduk disampingnya. Sementara piringnya sudah diisi siwon dengan makanan kesukaannya.

“Minho tidak ingin keluar.” Gumam siwon pelan dan dibalas anggukan kyuhyun.

“Nanti hyung antarkan makan malam, tenang saja.” Ucapnya kemudian membuat kyuhyun tersenyum lemah melihatnya.

“Iyung marah sama mommy???” Tanya suho dengan kepala yang dimiringkan.

“Mmm, aniyo..” Jawab kyuhyun langsung menyunggingkan senyum manisnya.

“Mm, kalau calah minta maaf mommy, pasti iyung nggak malah lagi, cama cuo begitu.” Ucap bocah itu dengan wajah polosnya membuat kedua namja dewasa itu tersenyum bangga melihatnya.

“Nanti mommy minta maaf, sekarang cuo makan ne??” Jawab kyuhyun kemudian yang dibalas anggukan suho dengan penuh semangat.

Mereka pun menghabiskan makan malam mereka dalam keheningan yang tidak seperti biasanya membuat siwon atau kyuhyun tidak tahu harus memulai darimana untuk memecah kesunyian itu.

Sampai semuanya selesai dan mereka kembali ke ruang utama untuk menghabiskan waktu sebelum tidur, minho tidak juga keluar dari kamarnya. Walau siwon sudah membujuknya dan kyuhyun sudah meminta maaf seperti yang diinginkan suho.

Minho masih tidak bisa bertemu dengan wajah mommy yang sangat dicintainya itu setelah kata-kata yang tidak sopan yang sudah diucapkannya beberapa jam yang lalu. Walau minho mendengar dengan jelas suara indah mommy-nya meminta maaf dari balik pintu kamarnya.

Hal itu hanya semakin membuat airmatanya yang masih saja mengalir tidak tahu cara menghentikannya lagi.

Sampai keesokan harinya…

Minho yang selalu tepat waktu sudah siap dengan seragam sekolahnya dan sudah berdiri di anak tangga terakhir yang membuat semua menatapnya tidak percaya. Namun siwon daddy-nya langsung tersenyum manis penuh ketenangan sambil mengajaknya untuk sarapan bersama.

Dengan penuh keraguan minho segera melangkahkan kakinya menginjak dapur mereka dengan perasaan tidak menentu karna akan bertemu dengan mommy-nya. Tapi saat minho tiba disana hanya ada suho yang sedang disuapi sarapan oleh maid mereka.

Tanpa sengaja minho mengedarkan pandangannya mencari orang yang sangat ingin dilihat wajahnya saat itu kerana sudah lama rasanya tidak melihat mommy-nya tercinta.

“Mommy ada syuting pagi.” Ucap daddy-nya tiba-tiba membuatnya sedikit tersentak.

“Pagi sekali…” Gumam minho pelan namun bisa didengar siwon dengan jelas.

“Kewajiban, Babyboy. Sekarang makanlah, bekalmu sudah disiapkan mommy.” Ucap siwon mendekati putra keduanya yang sudah hampir siap.

“Daddy mau kemana?” Tanya suho melihat daddy-nya sudah berbalut coatnya yang tebal.

“Daddy mau menyusul mommy..”

“Ohh, tanda tangan dulu.” Ucap suho tiba-tiba menyodorkan postcard kecil bergambar siwon disana.

“Untuk apa??” Tanya siwon bingung.

“Teman cuo minta tolong.” Jawab suho dengan wajah tidak senang.

“Ohh…mianhae~” Siwon langsung mendekat dan mengambil postcard itu dan memberi sign atas namanya. “Mianhae, merepotkan Cuo.” Lanjutnya lagi dengan senyuman manisnya.

“No ploblem, daddy tampan cih.” Jawab suho dengan wajah sok tenangnya membuat siwon langsung mengacak rambut putranya itu dengan gemas.

Minho hanya bisa melihat adegan simple itu yang membuat kerinduannya semakin memuncak dengan wajah lesu dan menyesal.

Kenapa dia harus protes pada kehidupan mereka yang sudah lama memang seperti itu adanya hingga tidak ada cara untuk mengubahnya. Apa benar dia menyesal seperti yang dikatakan daddy-nya?

‘Tidak’ bantahnya sendiri dalam hati.

“Minho!?”

“Tidak!!!”

“Mwooo??”

“Ahahahahha, hyung aneeh!!!”

Tawa suho yang tiba-tiba membuat minho menyadari kesalahannya menjawab panggilan daddy-nya sedari tadi. Minho masih larut dalam pikirannya sendiri hingga menjawab apa yang terlintas saat panggilan namanya terdengar.

“Minho kenapa?” Tanya daddynya langsung melihatnya dengan wajah khawatir.

“Ani, ayo pergi, minho sarapan disekolah.” Jawab bocah tampan itu langsung mengambil bekalnya yang pasti sudah disusun rapi oleh mommy-nya tercinta.

Siwon hanya bisa melihat putra pertamanya itu dengan tatapan penuh selidik sampai tangan suho masuk perlahan dalam telapak tangannya yang besar membuatnya langsung menggenggam tangan kecil itu dengan lembut.

“Ayo..” Ucapnya kemudian segera keluar dari istana mereka.

Namja tampan itu langsung menuju sekolah minho dan suho yang terkenal dengan semua anak orang terkenal dikorea ada disana. Setelah itu siwon segera menuju gedung KBS untuk menemani huswifenya yang sedang mengisi acara live disalah satu stasiun televisi swasta.

Jika tidak disibukkan dengan jadwalnya sendiri siwon pasti menyempatkan waktunya untuk bersama kyuhyun kerana waktu mereka untuk bersama seperti selalu diputuskan oleh kontrak. Yang selalu mengharuskannya melakukan kegiatan diluar dan tempat yang berbeda dengan kyuhyun.

“Baby..hyung kesana ne?” Tanya siwon setelah menghubungi kyuhyun dalam mobilnya.

>Jangan, hyung tunggu di rumah saja. Biar mereka pulang ada daddy-nya< Jawab kyuhyun cepat.

“Tapi~~”

>Jangan pout!!< Protes kyuhyun membuat siwon langsung melihat Hp-nya.

‘Dia bisa lihat’ Pikir siwon bodoh.

>Aku tau dari nadamu, hyung~< Jawab kyuhyun menjawab pikiran siwon.

“Ahh, ne…jadi…”

>Tunggulah dirumah, minho sedang tidak baik<

“Baiklah, take care My baby..”

>I love you..<

“Ahh, Absolutely love you too…”

>Bye, hyung~<

“Muaccch”

Tututututut… kyuhyun memutuskan sambungan sebelah pihak dengan pipinya yang merona sampai ketelinganya membuat para kru disana melihatnya cekikikan. Namja cantik itu hanya memberi rekan kerjanya itu death glarenya yang mematikan sampai mereka kembali bekerja.

Setelah melihat wallpaper hp-nya yang terdapat foto mereka berempat, kyuhyun segera kembali pada kesibukannya sambil menghela nafas lelah.

***

Hari ini tidak beda dengan hari lainnya saat minho keluar dari kelasnya beristirahat, salah satu temannya menyikut lengannya dengan sengaja agar dia melihat apa yang ditunjukkan temannya itu padanya.

Saat melihatnya minho hanya bisa menghela nafas dan langsung berpaling segera menuju kelas dongsaengnya untuk mengajaknya makan bekal mereka. Dua bodyguardnya sudah berdiri di pintu gerbang sekolah itu dengan sigapnya.

“Iyung, ahjussi itu ada lagi.” Ucap suho begitu mereka sudah bersama.

“Mereka kan untuk menjaga kalian.” Ucap bocah kecil temannya yang lain.

Saat ini mereka ada dibangku halaman sekolah elit itu yang terdapat banyak bangku dan pohon-pohon rindang penghalang mereka dari panasnya matahari.

“Ne, orangtua mereka overprotective” Jawab yang lain lagi.

“Bagaimana tidak, mereka kan orang terkenal.”

“Tapi buat malu, tau!!” Protes minho.

“Bagaimana kalau kalian diculik, ayoo?”

“Hussh, jangan macam-macam!!” Protes yang lain.

“Ehh, siapa tahu~ Diminta tebusan? Dicincang? Dikasih ayam?? Gimana coba??”

“Heeyy, jangan sembarangan, dongsaengku takut ini!!” Ucap minho kesal saat merasakan suho semakin meringkuk dibelakangnya.

“Iyuuung~~” Panggil suho dengan raut wajah ketakutan.

“Jangan percaya, mereka kebanyakan nonton film.” Ucap minho menenangkan.

Bocah tampan itu tanpa sengaja melihat ke depan gerbang sekolahnya dan mulai memikirkan semua percakapan teman-temannya itu. Sebelah hatinya membenarkan setiap perkataan mereka yang mengira bodyguard itu dipakai untuk keamanannya dan suho.

Dunia ini tidak seindah istana mereka yang aman, nyaman setiap hari selama 24 jam.

‘Apa mommy juga berpikir seperti mereka?’ Tanya minho dalam hati.

“Iyung, anti pulang kelumah telus ne, cuo takut~” Ucap suho setengah berbisik membuat minho langsung menatap semua temannya dengan tatapan tajamnya.

Mereka semua pun meminta maaf pada suho dan mengatakan itu hanya candaan mereka yang membuat suho bernafas lega dan memberi mereka semua senyum polosnya yang menggemaskan.

Sampai bel berbunyi mereka semua akhirnya kembali ke kelas dan mengikuti semua pelajaran sampai waktu pulang sekolah tiba.

**

Minho langsung menggeret suho yang masih asyik bermain dengan temannya di halaman sekolah itu untuk segera pulang. Bocah tampan itu langsung menuju gerbang sekolah yang sudah ditunggu mobil mewahnya disana. Mercedes Benz S550 dan Cadillac ELR.

Namun saat mereka tiba di gerbang itu bukanlah kedua mobil mewah yang dipakai bodyguard mereka ada disana. Namun sebuah jeep besar hitam yang tepat berdiri di depan gerbang hingga begitu mereka sampai tanpa aba-aba keduanya langsung ditarik masuk dalam jeep tersebut.

“Apa-apaan ini!!” Tanya minho dengan beraninya sambil berontak.

Namun tidak ada siapapun yang menyahut walau dengan jelas didalam mobil itu terdapat 5 namja yang semuanya memakai penutup kepala yang menutupi seluruh wajah hingga wajah mereka tidak bisa dikenali. Dua didepan kursi pengemudi, dua disamping mereka berdua dan 1 lagi dibelakang mereka mengawasi.

‘Apa kami diculik? Tidak mungkin!! Kemana ahjussi bodyguard tadi??’ Tanya minho dalam hati.

Saat itu minho sadar bahwa suho hanya diam saja sambil menggenggam lengannya dengan kuat membuatnya langsung memeluk dongsaeng kesayangannya itu protective.

“Mau dibawa kemana kami? Siapa kalian? Mau apa??” Tanya minho lagi membuat salah satu namja didepan melihat kearahnya.

“Tentu saja itu bukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban, smartboy!” Jawabnya datar.

“Untuk apa menculik kami? Kalian tidak akan dapat apa-apa!!”

“Ohh, please!! Kami akan dapat semuanya dalam 1 menit.” Jawab namja disampingnya dengan nada mengejek.

“Meminta tebusan dari seorang Choi siwon merupakan impian terbesarku dalam sejarah menculik” ucap namja dibelakang minho dengan nada menghayal sampai minho tidak sengaja memutar bola matanya.

“Menculik jadi sejarah!! Sadarlah ahjussi!!”

“Diam kau bocah!! Jangan banyak omong!!”

“Cihh!”

“Kau~!! Tidak bisa diam seperti dia, hmm??” Tanya namja satu lagi sambil memegang pipi suho membuat bocah kecil itu semakin ketakutan.

“Jangan sentuh dia!!!” Gertak minho sambil menepis tangan namja itu dengan kasar.

“Ah, dia punya nyali juga…ahahaha.” Tawa namja itu berlebihan namun. “Berani sekali kau!!!” Ucapnya tajam sambil mencekik leher minho dengan geramnya.

“Jangan berlebihan! Lepaskan!” Ucap namja pengemudi yang sedar tadi diam saja membuat namja yang mencekik minho langsung melepasnya.

“Iyung~” Bisik suho khawatir sambil meraba leher hyungnya perlahan.

“Gwenchana, ada hyung.” Jawab minho sambil mengeratkan pelukannya.

Setengah hati minho mengutuk teman-temannya yang pernah berhayal mengenai hal ini yang kini menjadi kenyataan. Sedang sebelah hatinya lagi semakin yakin bahwa semua yang dilakukan mommy untuk mereka adalah benar.

Hal yang pertama dihindari mommy mereka kini benar-benar terjadi. Karna dari awal bodyguard itu ada adalah keputusan mommy yang tidak bisa dibantah daddy mereka. Alasan pertama untuk menjaga mereka dari hal yang paling buruk yang tidak mereka inginkan.

Sedangkan alasan kedua agar minho dan suho terjaga dari para pers yang ingin mengetahui seluk beluk keluarga mereka yang selama ini masih sangat terlindungi dari berbagai pertanyaan.

Tapi sekarang…

‘Mianhae mommy’ Ucap minho dalam hati.

Dan entah berapa lama mobil itu terus melaju dan entah dimana mereka sekarang berada kerana minho tidak bisa melihat keluar jendela yang semuanya hitam dan tertutup tirai. Tapi beberapa saat kemudian mobil hitam itu berhenti disebuah padang ilalang yang terdapat gubuk atau lumbung yang besar.

Minho dan suho langsung diturunkan dari sana dan diseret memasuki lumbung yang tidak apapun didalamnya kecuali jerami kering yang bertebaran dimana-mana. Ketiga namja lainnya mengikuti mereka dengan padangan was-was dan penuh selidik kesana kemari.

Sampai didalam minho dan suho langsung diikat kedua tangan mereka kebelakang dan tidak ada satu pun dari mereka yang memulai pembicaraan seperti tadi dimobil. Setelah itu minho langsung didudukan ditengah ruangan itu sedang suho akan mereka bawa ketempat lain.

“Mau dibawa kemana?” Tanya minho bingung.

“Kami ingin bermain-main sedikit.” Jawab namja yang memegang suho didalam mobil tadi.

“Sudah kubilang jangan sentuh dia!!!” Teriak minho kembali kesal tiba-tiba.

“Bukan urusanmu bocah!!” Jawab namja itu.

Langsung saja minho berlari dan menerjang namja itu dengan bahunya agar menjauh dari suho. Karna kuatnya gerakan minho membuat namja itu terhuyung-hyung dan hampir saja terjatuh dilantai.

“Jangan sentuh dia!!” Ulang minho dengan tatapan tajamnya yang mengerikan.

“Berani sekali kau bocah! Aku tidak akan segan-segan.” Ucap namja itu langsung kesal melihat tatapan minho.

Tanpa menghiraukannya lagi namja sedikit kurus itu langsung menarik suho menjauh dan namja lain lagi menarik minho ke tempatnya semula membuat minho dilanda kepanikan tiba-tiba.

“Nooo, no, no, jangan, please!! Jangan apa-apakan dongsaengku, dia tidak tahu apa-apa aku yang salah, kumohon, lepaskan dia!! Kalian boleh pukul aku saja jangan dia, kumohonn!!!”

Namun tidak ada yang mendengar perkataannya saat suho dibawa keruangan lain dengan pintu yang tertutup dengan rapat dan meninggalkan minho seorang diri tanpa bisa apa-apa.

“Iyyu~~ng..” Darisana suara suho terdengar bergetar dan menangis.

“SUHOOOO~~!!!!” Teriak minho akhirnya benar-benar ketakutan. “Lepaskan dia, kumohon~~~” Pinta minho lagi.

Bocah tampan itu tidak bisa membayangkan apa yang mereka lakukan pada bocah kecil dongsaeng kesayangannya itu. Terlebih lagi tidak ada yang bisa dilakukannya untuk menyelamatkan suho dari semua yang sudah terjadi itu.

“Jangan sakiti suho, hiks. Dia tidak salah, aku saja, please…pukul aku saja…hiks…mommyyyy~~” Tangis minho akhirnya merasa dirinya tidak berdaya.

“Tolongin mino, suho, daddy…mianhae…”

“Waaah, kau bisa menangis juga ya??” Tanya namja keempat yang sedari tadi menghilang disana.

“Saatnya permainan dimulai.” Jawab namja kurus yang membawa suho ke ruangan tadi.

“DIMANA SUHOOO!!!” Tanya minho langsung begitu melihatnya.

“Ohh, mungkin dia kelelahan!!”

“Mwoo?? Apa yang kau lakukan, brengsek!!!”

“Heyy, yang sopan sedikit, bocah terhormat!!”

“Tidak perlu sopan untuk orang seperti kalian, kembalikan suho!!!” Ucap minho tajam sambil menghapus airmatanya.

“Dia bocah paling berani yang pernah kutemui” Gumam namja yang ada dipaling belakang didalam mobil tadi.

Sekarang mereka semua mulai berkumpul didepan minho dengan namja pengemudi tadi yang seperti leader mereka kerana tidak banyak bicara dan mereka mendengarkan apa yang dia katakan.

“Sekarang jadilah anak baik, kami akan menghubungi orangtuamu.”

“Mommy!!!”

“Ssssst…” Ucap namja itu samba mendengar nada tersambung di hp-nya.

Beberapa detik kemudian…

>Yeoboseyeo??< Suara yang sangat dikenali minho terdengar sangat jauh ditelinganya membuat minho tiba-tiba sangat merindukan sosok orang itu memeluknya.

‘Mommy~’ Tanpa sadar airmata minho kembali mengalir hanya dengan suara lembut nan menenangkan itu.

“Bisa bicara dengan Cho Kyuhyun atau Choi Kyuhyun??” Tanya namja itu melihat dengan smirknya.

>S-saya sendiri< Jawab kyuhyun sedikit ragu.

“Kami ingin kau tahu wahai namja cantik, anak-anakmu ada disini bersama kami”

>Siapa kalian? Kenapa mereka bersamamu? Dan aku namja bukan cantik!!<

“Kami tidak sengaja menjemputnya disekolah”

>JANGAN BERCANDA!!<

“Ouh!! Sabar dulu, mereka baik-baik saja disini..”

>Aku tidak percaya!<

“Ooo..ooo, coba dengarlah..”

Namja itu langsung mendekatkan hp-nya pada minho yang memilih diam saja daripada membuat mommy-nya khawatir dan semakin merasa bersalah. Tapi itu bukan yang diinginkan penculik mereka yang ingin menunjukkan bukti pada mommy-nya.

“Say something!” Ucap namja itu tajam.

“M-mianhae…m-mom-my” Ucap minho dengan nada bergetar.

Bagai diterpa hantaman keras kyuhyun jatuh terduduk dilantai saat mendengar suara buah hati kesayangannya itu tengah ketakutan. Namun kenyataan langsung membawanya kembali kedunia nyata hingga kyuhyun menggenggam iphonenya dengan sekuat tenaga.

>M-minho?< Panggilnya ragu.

“Mianhae mommy, suho…suho..”

“Sudah cukup, kau percaya sekarang??” Tanya namja itu langsung menjauh kembali dari minho.

>Kau apakan mereka??< Tanya kyuhyun menggertakkan giginya dengan geram.

“Owh, mereka baik-baik saja”

>Lalu apa maumu??<

“Kau sangat mengerti Ny.Choi..”

>Orang bodoh pun tahu apa yang kalian inginkan!!<

“Mulutnya sama tajam-nya” Gumam namja itu sambil melihat minho.

>APA YANG KALIAN MAU??< Tanya kyuhyun sekali lagi.

“Hey, aku tidak tuli, dengarkan baik-baik. Aku ingin semua yang kalian punya, rumah mewah itu dan seluruh isinya, semua mobil kalian termasuk yang dipakai bodyguard mereka, dan semua asset kalian yang sudah dibentuk dalam saham atau pun property.”

>……<

“Satu lagi…batalkan seluruh kontrak kalian dengan managemen. Dan kalian tidak punya apa-apa lagi.”

>……< Tidak ada jawaban dari kyuhyun yang sedang berpikir.

“Apa kau ragu??”

>Ambil semua yang kau inginkan dan kembalikan mereka<

“Begitu mudahnya, Ny. Choi?”

>Tapi dengan satu syarat<

“Sebutkan…”

>Jangan sentuh mereka seujung kukupun atau kau akan membayarnya dengan seluruh tubuhmu, ingat itu!!<

“…….”

>Kalian dengar?!?!<

“Tentu saja, Ny. Choi. Alamatnya akan aku kirimkan sms.”

>Eum!! Satu lagi…<

“Ne??”

>Jangan memanggilku Ny.Choi, Brengsek!!!<

Kyuhyun langsung memutus sambungannya sepihak membuat yang menelpon-nya itu hanya bisa menatap hp mereka dengan mulut terbuka dan tidak percaya.

“B-bukankah kita yang harus menutupnya??” Tanya namja itu tanpa sadar dan diiyakan namja lainnya.

“But, Who care?! Kita akan kaya mendadak…” lanjutnya kemudian dengan senangnya.

“Mereka tidak peduli kehilangan segalanya, asal kedua bocah itu tidak apa-apa.” Ucap namja satu lagi sambil menatap minho yang masih dalam lamunannya.

Bocah kecil itu masih memutar ulang percakapan mommy-nya dan penculik itu yang meminta tebusan semua yang mereka miliki. Dan mommy-nya menyerahkan segalanya dalam satu menit seperti yang dikatakan para penculik itu dari awal.

Tidak ada yang bisa dikatakan atau dilakukan minho lagi saat mereka semua meninggalkannya untuk merayakan keberhasilan mereka. Bocah tampan itu langsung meringkuk ditempatnya dan menangis dengan sedih sambil terus memanggil nama suho yang belum dikembalikan padanya.

“Maafkan hyung~ babyCu.” Gumam minho sebelum akhirnya hilang kesadarannya.

Entah berapa lama minho tertidur sampai dia tidak sadar bahwa semua orang sudah kembali dan berdiri berpencar diseluruh ruangan itu memerhatikannya.

“Bangun bocah, umma-mu akan segera datang.” Ucap namja yang menjabat sebagai leader mereka.

Minho membuka matanya dengan susah payah karena kelelahan menangis yang membuat matanya sembab dan tertutup rapat oleh airmata. Setelah menyesuaikan pandangannya minho melihat namja bertubuh mungil mendekatinya dan membawakan minum untuknya.

“Minumlah..” Ucap namja itu dengan suara yang aneh.

Suara mereka semua memang terdengar aneh karna tertutup kain yang ada pada sebagian wajah mereka untuk menyembunyikan identitas mereka sebenarnya.

“Mana suho?” Tanya minho penuh harap membuat namja itu terdiam beberapa saat.

“Dia baik-baik saja, percayalah.” Jawabnya meyakinkan.

Dan minho pun meraih gelas ditangan namja itu dan meminum airnya sampai habis. Saat itu pula terdengar gaduh diluar dengan suara mobil yang berhenti mendadak.

“Apa itu polisi?” Tanya namja didepan minho.

“Bukan! Itu polusi.” Jawab namja yang menurut minho selalu aneh dari mereka semua.

“Kau ini, jangan bercanda, sana lihat!!” Namja yang membawa suho menggertak temannya sendiri.

“Itu mereka…” Jawab namja yang sedari tadi menjaga pintu untuk mereka.

“Buka pintunya lebar-lebar.” Ucap leader mereka yang langsung dituruti namja itu.

Minho dengan penuh semangat berdiri dan melihat keluar yang dipenuhi rumput ilalang setinggi bawah pinggang orang dewasa itu.

Dari jauh minho bisa melihat dengan jelas gerakan-gerakan rumput itu dan lama kelamaan semakin memperjelas apa yang membuat mereka bergerak tak beraturan. Seorang namja sedang berlari dengan susah payah menerjang rumput liar itu agar bisa sampai ditempatnya.

Namja itu tidak lain adalah Mommy-nya, Choi Kyuhyun dan dibelakangnya terlihat daddy tampannya membawa tas yang bisa dipastikan semua permintaan penculiknya ada disana.

Kyuhyun tidak menunggu suaminya turun dari mobil saat mereka tiba dialamat yang ditujukan penculik minho dan suho. Namja cantik itu langsung berlari sendirian begitu melihat lumbung itu satu-satunya yang ada disana.

Begitu sampai dipintu yang terbuka lebar itu kyuhyun langsung menopang lututnya dan bernafas dengan normal secara teratur. Kesehatannya memang berbeda dari namja atau member yang lain yang bisa melakukan semuanya diluar batas kemampuan mereka.

Tapi kyuhyun tidak…

“Selamat datang, Ny.choi.” Sapa leader itu dengan tenangnya begitu melihat kyuhyun dan siwon dibelakangnya.

Kyuhyun yang mendengar suara namja itu langsung berdiri tegak dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan berhenti pada sosok kecil yang berdiri ditengah ruangan menatapnya penuh kesedihan.

“M-minho??”

“Mommy..” Jawab bocah itu tersenyum dengan manisnya walau wajahnya basah oleh airmata.

Seketika kyuhyun merosot dilantai bahkan sebelum siwon sempat menangkap tubuhnya yang lemas seperti kehilangan seluruh tulangnya. Namja cantik itu melepas semua kekhawatirannya yang dia pendam selama beberapa jam yang lalu.

Melihat minho baik-baik saja membuatnya menghela nafas lega sambil duduk dilantai sambil terus menatap putra pertamanya dan kebingungan saat menyadari suho tidak ada disana.

“Dia masih tidur, tenang saja.” Ucap namja yang berdiri paling dekat dengan mereka.

“Ini semua yang kalian inginkan, sekarang lepaskan mereka.” Ucap siwon menyerahkan koper hitam yang dibawanya pada namja itu.

“Oh, terima kasih tuan Choi, kami akan segera menghilang dari sini. Tapi sebelumnya…” Ucap namja itu sambil mendekati minho yang tiba-tiba mundur selangkah kebelakang.

“Sekarang kau mengerti betapa berartinya dirimu untuk mereka, wahai ponakanku yang tampan.” Ucap namja itu sambil melepas penutup wajahnya dan diikuti seluruh anak buahnya.

“A-ahjussi??!?!” Teriak minho begitu melihat namja didepannya itu.

Sedangkan kyuhyun yang masih terduduk dilantai semakin kebingungan saat melihat wajah-wajah sangat dikenalnya berkeliaran didepannya dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa.

“Magnae, ngapain duduk dibawah??” Tanya namja penjaga pintu itu yang tidak lain adalah KangIn hyungnya.

“Maafkan kami Kyu…” Ucap namja pemberi minum minho yang ternyata adalah sungmin hyung mereka.

“Anakmu cerewet sepertimu, jelek. Mulutnya juga sama parahnya!!” Protes namja satu lagi sambil menyunggingkan smirknya yang mengerikan.

“H-heechul hyung?!”

“Ne…ini aku. Si cuo sampai teriak-teriak memanggilku noona” Jawab heechul sambil menyisir rambutnya dengan jari.

“Ka-kalian..” Ucap kyuhyun masih tidak mengerti.

“Kamilah penculik paling tampan yang pernah ada.” Jawab Yesung yang dari tadi sibuk dengan kukunya sendiri.

“Kami merancang semuanya setelah siwon cerita kegalauanmu, kyu” Ucap sungmin menenangkan.

“Mereka hanya ingin mino mengerti, baby.” Ucap siwon dengan tenangnya sambil membangunkan kyuhyun yang kehilangan kata-kata.

“Apa kau mengerti kekhawatirannya, Babyboy??” Tanya leeteuk ahjussi yang dipanggil minho tadi.

“Apa kau tau seberapa cerewetnya mommy-mu?” Tanya heechul dibelakang leeteuk ahjussi-nya. “Dia tetap saja cerewet walau 4 namja hitam itu sudah menjagamu.” Lanjutnya kemudian.

“Semua itu bukan untuk memamerkan bahwa kau anak mereka.” Ucap namja lain lagi yang baru keluar dari ruangan yang ada suho didalamnya.

“Itu semua untuk keselamatan dan kenyamananmu karna sudah ditakdirkan menjadi anak mereka, yang paling dikenal dikorea.” Ucap namja disampingnya.

“Eunhae bisa bicara bagus…prok,prok,prok.” Ucap namja imut dibelakang mereka dengan tepuk tangannya membuat Eunhyuk dan Donghae langsung menjitak namja imut yang bernama ryeowook itu.

“Kuharap kau bisa mengerti tindakan kami ini, mino” Ucap leeteuk kemudian “Mereka sangat menyayangimu.” Lanjutnya lagi sambil melihat kebelakang.

Minho juga ikut melihat kesana dimana mommy-nya kini sudah menangis dalam pelukan daddy-nya yang sibuk menenangkannya dengan kata-kata indah. Lalu bocah tampan itu langsung melihat leeteuk kembali yang sudah menyunggingkan senyuman manisnya yang penuh kelembutan.

Tanpa perlu berpikir dua kali minho segera berlari dengan cepatnya dan langsung menghempaskan tubuhnya pada dua namja yang masih berpelukan itu yang menyebabkan mereka berdua sedikit terguncang.

“M-mommy~~~” Panggil minho dengan penuh penyesalan dan langsung menangis sekerasnya saat pelukan hangat mommy-nya itu menyelimuti seluruh tubuhnya yang mendingin.

“Mianhae..” Bisik kyuhyun lembut.

“M-mianhae mommy, m-mino salah..”

“Mommy juga salah.”

“Aniyooo~~~” Bantah minho sambil mengeratkan pelukannya pada leher kyuhyun.

Siwon yang melihat mereka akhirnya ikut merunduk dan memeluk keduanya sampai akhirnya suho yang baru saja bangun langsung berlari keluar begitu menyadari bahwa dia sendirian disana.

“Iyuung~~” Panggilnya ragu. “Mommyyyy~~~” Panggilnya lagi begitu melihat ternyata mereka sudah ada disana.

Dan kyuhyun dan minho harus melepas pelukan mereka untuk menyambut bocah kecil itu yang sudah berlari menghambur kepelukan mereka berdua.

“Ahjussi- ahjussinya Cuo tampan mommy, tapi meleka aneh.” Ucap suho dengan pout dibibirnya membuat heechul langsung menatapnya tajam dan suho kembali memeluk mommy-nya erat-erat.

“Sepertinya kita menakutinya terlalu dalam.” Gumam heechul tanpa sadar.

“Biar saja, yang penting minho mengerti sekarang.” Jawab leeteuk mengiyakan.

“Mino sudah ngerti sebelum diculik, ahjussi!!!” Protes minho tiba-tiba dengan wajah kesal.

“Mwooo?? Rugi saja doooong~~~”

“Kalian memang tidak ada kerjaan!!” Ucap kyuhyun dengan death glarenya.

“Kami memang lagi senggang” Jawab yesung dengan wajah polosnya.

“Tapi, apa benar ini semua harta siwon??” Tanya hyukjae tiba-tiba sambil memeluk koper yang siwon bawa tadi.

“Benar, ayo kita pergi saja.” Jawab Kangin tanpa rasa bersalah.

“Ohh, ayo, lets goo!!!” Ucap mereka bersamaan dan melenggang dengan koper hitam itu ditangan.

Sampai..

“KALIAAAAAAAAN!!!!!” Teriak kyuhyun dan minho bersamaan.

Dan tawa membahana pun pecah di lumbung besar kumuh tak berpenghuni itu. Dengan berbagai nada tawa yang berbeda namun menyiratkan satu kebahagiaan yang sama.

Kasih sayang yang ditujukan dengan cara yang berbeda namun tetap memberikan arti yang sama. Walau mungkin terlihat berlebihan tapi itu untuk menjaga apa yang sangat berarti dalam hidup mereka.

Itu juga yang dilakukan mereka untuk kedua buah hatinya kerana kyuhyun tidak bisa melakukannya sendiri dengan kesibukan yang mereka punya, hanya bodyguard itu yang bisa menggantikan tugasnya dan siwon untuk putra-putra mereka.

Dan hal itu pun akhirnya dimengerti minho yang tidak pernah mengeluh atau kesal saat namja-namja berbaju hitam itu menemaninya sampai mereka berusia 15 tahun nanti sesuai perjanjian yang mommy mereka buat hari itu.

Saat itu minho akan bisa menjaga dirinya sendiri dan yang terlebih penting minho akan bisa menjaga suho setiap saat mereka ada diluar pandangan orangtua mereka.

The End.

ANEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHHHH >_<

Ryuuuu..sebenarnya mau buat jadi anak presiden atau apalah, takut aneh. Tapi jadinya malah Suju!! Tambah aneh diaaa..mianhaaaaeee..

Ahh,,janjiku tertepati lagi..tinggal 2 lagi^^ sabar ne…

Love you always My lovely readers…sampai jumpa senin, ato selasa.
Ehehehe^^
With love..

With Your Love 13

Published March 20, 2015 by Wonviekyu

10527256_1550930715146488_4959480148696091253_n

Berapa bulan sudah?? eheee.. mianhae ne??^^

From Vie..

**

Ps : Mungkin Baju merah Boys Day’a Kyu sudah pernah ada di My Baby, tapi yang ada disini sesuai permintaan Akizora Pluto yang ingin kyu ngidam pake baju itu..so..ehee..

Cerita Sebelumnya :
“Kalau gitu, buat pesta untukku!!”

“Mwoooo???” teriak siwon tidak percaya.

**

“Aiish!!” gerutu kyuhyun langsung menutup telinganya.

“Pesta apa baby??” Tanya siwon bingung.

“Pesta hyung, pokoknya pesta.” Jawab kyuhyun sambil menarik selimut menutupi seluruh wajahnya.

Dan siwon tidak bisa membantah lagi jika kyuhyun mengakhiri pembicaraan mereka seperti itu, seperti biasanya. Setelah menghela nafasnya siwon pun mendekati buntelan dibawah selimut itu dan sedikit menyibak kain tebal yang ada dikepala huswifenya itu.

“Take care, baby…hyung pergi dulu.” Ucap siwon setelah mengecup kening kyuhyun penuh sayang.

Lalu namja tampan itu segera meninggalkan huswifenya yang merajuk itu menuju kantornya seperti hari biasanya.

Namun hari ini siwon kembali harus memikirkan apa yang bisa dilakukannya untuk memenuhi permintaan kyuhyun yang semakin aneh. Kyuhyun ingin dibuatkan pesta kerana tidak ada pesta lain yang bisa membuat siwon membawa pulang makanan.

Memang dengan apa yang siwon miliki tentu saja sangat mudah mengabulkan permintaaan itu, tapi pesta apa? Untuk apa? Kerana sebuah pesta pasti memerlukan tamunya. Dan tamu itu diundang untuk menghadiri acara apa?

Terlalu banyak ‘apa’ yang melintas dikepala siwon membuat namja tampan itu tidak sadar bahwa mobilnya sudah berhenti didepan pintu loby perusahaannya.

“Pagi tuan Choi..” Sapa satpam yang menunggunya keluar dari mobil mewahnya.

“Ahh, pagii…semangat hari ini!!” Jawab siwon segera keluar dari sana dan menyerahkan kunci mobilnya pada satpam itu.

Namja tampan itu langsung masuk ke dalam sambil menyapa semua karyawan yang lewat didepannya. Seperti yang dilakukannya setiap hari bersama mereka yang sudah menunggunya di setiap sudut ruangan.

“Hey, pagi-pagi pakai topeng..” Sapa seseorang begitu melihatnya.

“Pagi Chullie hyung” Jawab siwon.

“Ada apa??” Tanya seorang lagi dengan tenangnya dibelakang heechul.

“Han hyung, itu…” Jawab siwon ragu membuat heechul langsung menyunggingkan smirk indahnya.

“Pasti ada apa-apa sama bumil, ayoo!!” Heechul langsung menarik tangan hankyung dan bergegas menuju ruangan rapat mereka.

“Hyung, kyuhyun!! Bukan bumil!”Protes siwon namun tidak didengar heechul.

Mereka bertiga segera menuju ruang rapat setelah memanggil semua yang paling dekat dengan siwon sekaligus berbagai kepala bagian diperusahaan itu. Mereka pasti akan mengadakan rapat bila sesuatu terjadi pada perusahaan itu atau sesuatu terjadi pada masing-masing dari mereka sendiri.

“Kali ini ada apa?” Tanya leeteuk dengan berbagai file yang sudah terbuka di depannya.

Namja penuh keibuan itu tidak pernah meninggalkan pekerjaannya sedetik pun terbengkalai dengan kepala bagian yang mereka punya seperti sekarang. Kerana sebagian dari mereka malah seribu kali senang jika sudah diadakan rapat mendadak.

“Babykyu hyung…” Jawab siwon bersandar di kursi kebesarannya.

“Kenapa dengan kyunnie??” Tanya ryeowook dan donghae bersamaan.

“Dia ingin aku membawa pulang makanan…”

“Mwoo?? Hanya itu?? Tinggal beli, apa susahnya??” Tanya hyukjae dengan kening berkerut bingung.

“Masalahnya makanan itu harus hidangan dari pesta hyung, bukan dibeli.” Jawab siwon masih sabar.

Dengan kata itu langsung saja semua mata yang ada disana menatap siwon dengan berbagai ekspresi membuat siwon semakin meringkuk di kursinya.

“Jangan menyalahkanku, hyung!!!” Ucap siwon setengah kesal.

“Hidangan pesta??

“Dari mana?”

“Jaman apa ini?

“Apa maksudnya??”

“Hushh! Kalian!!” Ucap leeteuk mendiamkan dengungan mereka dan langsung ampuh. “Terus apa yang terjadi?” Tanyanya kemudian kembali melihat siwon.

“Aku menolaknya, hyung” Jawab siwon membuat hyung yang lain menahan nafas mereka. “Tapi gantinya kyuhyun minta dibuatkan pesta untuknya”

“Oh itu mah gampaaang!!” Ucap eunhyuk terlalu bersemangat.

“Mwoooo???” Tanya donghae dengan mata terbelalak.

“Iya donk!! Pesta chagi!!” Ucap eunhyuk lagi melihat donghae.

“Iya pesta, pesta apa coba? Pesta-pestaan??” Tanya heechul dengan death glarenya.

“Iya pestaaa hyung!!”

“Siwon, kyuhyun sudah berapa bulan??” Tanya leeteuk tidak peduli sama yang lain.

“Mmm, 3 hari lagi masuk 7 bulan 27 minggu.” Jawab siwon setelah mengira kehamilan kyuhyun.

“Waaahh…siwon hebat.” Ucap heechul sambil bertepuk tangan dengan wajah datarnya.

“Mmm, kenapa tidak buatkan saja baby shower.” Ucap leeteuk tidak menghiraukan perkataan heechul.

“Baby mandi??” Tanya hyukjae bingung.

“Babynya kan belum lahir hyung!!” Jawab donghae ikutan bingung.

“Pabbo!!” gerutu heechul sambil menatap mereka tajam. “Baby shower itu sama aja dengan tujuh bulanan, pabbo!!!”

“Bagaimana hyung tau??” Tanya hyukjae dengan wajah penasarannya.

“Bukan urusanmu” Jawab heechul dengan glarenya.

“Sudah-sudah, sekarang sudah diputuskan, baby shower untuk kyuhyun, ada yang keberatan??” Tanya leeteuk melihat wajah-wajah aneh didepannya.

“Biar aku yang mengurus hidangannya” Ucap ryeowook dengan senyum manisnya dan langsung membuat shindong ikut mengangkat tangan.

“Kau bersama wookie-ah??” Tanya leeteuk mengerti pikiran namja embul itu.

Shindong langsung mengangguk dan tersenyum sampai kedua matanya tenggelam membuat yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka.

“Kami akan tangani masalah hiburan.” Ucap donghae sambil merangkul pundak hyukjae yang langsung menganggukkan kepalanya.

“Sungmin, kau urusan undangan, bisa sendiri??” Tanya leeteuk pada namja imut yang sedari tadi hanya menyimak saja.

“Bisa diatur, hyung!!” Jawabnya dengan senyum manis.

“Kami yang akan mengorganisir tamu-tamunya hyung.” Ucap hankyung tiba-tiba membuat heechul memberinya tatapan tajam.

“Nanti waktu kita berkurang hannie~” Rajuk heechul pada namjachingunya membuat hankyung langsung tersenyum manis yang tidak bisa ditolak.

“Ini untuk si baby, chagi..” Ucapnya lembut.

Dan heechul pun hanya bisa mendecak kesal dan berpaling melihat kearah lain kerana tidak tahan dengan senyuman manis kekasihnya sendiri.

“Aku dan KangIn akan mengatur selebihnya, kau bisa tenang saja Siwonnie.” Ucap leeteuk kemudian dan mengakhiri rapat mendadak mereka.

Siwon langsung berdiri dari kursinya dengan wajah sumringah dan menghambur memeluk leeteuk hyung tertuanya disana.

“Gomawo, hyung, kalian is the best.”

“Gomawo” Kemudian siwon memeluk KangIn.

Dan bergiliran satu persatu siwon memeluk semua hyungnya sambil mengucapkan terima kasih berkali-kali sampai tiba-tiba pintu ruangan meeting itu dibuka secara paksa dan membuat mereka semua menatap kesana.

“K-kyuhyun??” Tanya siwon tidak percaya.

“K-kenapa peluk orang lain?” Jawab kyuhyun tiba-tiba berwajah sedih melihat tangan siwon masih terlampir dibahu sungmin yang sudah dipeluknya.

“Hooo??” Tanya siwon dengan wajah blank.

“Kenapa peluk orang lain??” Tanya kyuhyun sambil menghentakkan kakinya dilantai dan memejamkan matanya sekilas.

“Ohh, itu, mianhae…hyung hanya berterima kasih, baby.” Ucap siwon tiba-tiba saja gugup dan perlahan mendekati huswifenya sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.

“Mianhae, my love…jangan marah ne.” Ucap siwon saat sudah didepan kyuhyun dan menarik pinggang tidak langsing lagi itu mendekat padanya. “Saranghae..” bisiknya kemudian.

Seketika itu pula pipi kyuhyun merona dengan hebatnya dan pikirannya pun langsung melupakan apa yang baru saja sudah membuat perasaannya tidak enak. Semua hyung yang ada disana hanya bisa cekikikan melihat pasangan aneh namun perfect itu berpelukan.

Kyuhyun tanpa sadar semakin menenggelamkan wajahnya dileher siwon dan menarik nafas dengan perlahan sambil memejamkan mata. Lalu memalingkan wajahnya sampai berada didepan bahu siwon yang membuatnya bisa melihat dengan jelas semua hyung sedang menatap mereka.

Hampir saja pipinya merona sampai ketelinganya jika matanya tidak menangkap senyuman licik yang terpatri di bibir hyungnya yang paling usil disana.

“Baby…ada apa kesini??” Tanya siwon tanpa melepas pelukannya.

Namun kyuhyun langsung bergerak-gerak disana sebagai jawabannya membuat siwon akhirnya melepas tautan mereka dan menatap wajah cantik yang kembali merona didepannya itu.

“Mmm, itu…” Jawab kyuhyun.

“Itu??” Tanya siwon lagi.

“Itu~~” Ucap kyuhyun kemudian sambil melihat ke depan tepatnya pada heechul hyungnya.

“Mwooo???” Tanya heechul dengan matanya yang membesar. “Kenapa aku??”

Bukannya menjawab kyuhyun malah mendekati hyungnya perlahan lalu berdiri tepat didepannya dengan wajah heechul sangat dekat dengan perutnya yang sudah mengalami perubahan besar.

“Hyung~” Panggil kyuhyun sambil menggenggam ujung kemejanya yang kebesaran.

“Waeyo??” Tanya heechul tajam.

“Hyung!!” Protes siwon tidak terima.

“Temani belanja…”

“Mwoooooo????” Seruan bersama pun tidak dapat dihentikan disana termasuk heechul yang matanya hampir saja keluar.

“Belanja…” Ulang kyuhyun tanpa ragu membuat semua yang disana terdiam melihatnya.

“Kenapa harus aku??”

“Hyung~”

Kali ini mata kyuhyun langsung berkaca-kaca menatap heechul dengan memelas membuat heechul melihatnya seperti ada telinga kucing yang merunduk diatas kepala kyuhyun.

“What the hell is that??!” Kutuk heechul saat menyadari itu hanya bayangannya saja.

“Hyung~ please..” Ucap siwon masih berdiri ditempatnya.

“Belanja, hyung..” Ucap kyuhyun kini mengambil tangan hyungnya tanpa segan.

Hankyung langsung menepuk-nepuk bahu kekasihnya itu pelan sambil tersenyum menenangkan membuat heechul langsung berpaling menatapnya.

“Dia sayang padamu.” Ucapnya pelan membuat heechul langsung menghembuskan nafas pasrahnya.

“Fine!! Bukan uangku!!” Jawab heechul tajam dan segera berdiri dari duduknya membuat kyuhyun langsung bergeser sedikit kesamping.

“Aku pergi!!” Ucapnya setengah kesal lalu segera keluar dari sana.

Dengan wajah polosnya kyuhyun langsung menyusul hyungnya itu seperti anak bebek dengan induknya sampai hampir melewati suaminya yang diam tanpa kata.

Tanpa kata-kata kyuhyun berhenti didepan siwon dan memeluknya beberapa saat sampai siwon tersenyum dengan gerakan yang tiba-tiba itu dan membalas pelukan huswifenya dengan erat lalu kemudian melepasnya.

“Jangan repotkan chullie hyung ne?” Ucap siwon dengan lembutnya membuat kyuhyun menganggukkan kepala dan segera keluar dari sana menyusul heechul.

Namun beberapa menit kemudian heechul kembali menampakkan dirinya disana dengan berdiri didepan siwon sambil menengadahkan tangannya seperti meminta sesuatu.

Tanpa perlu diucapkan, siwon mengerti apa yang dimaksud hyung cantiknya itu hingga sebelah tangannya langsung menuju saku untuk mengambil dompetnya. Dan tanpa segan namja tampan itu langsung mengeluarkan golden cardnya dan meletakkannya ditangan heechul sambil menggenggam tangan itu erat.

“Take care of him!!” Ucap siwon serius.

“Beres boss!!!” Jawab heechul dengan senyum liciknya saat melihat golden card itu.

Lalu namja cantik itu langsung berlari lebih ke dalam dan mengecup bibir hankyung sekilas dan kembali berlari keluar dengan penuh semangat tanpa sempat kekasihnya mengatakan apa-apa.

“Jiaaah, golden card, aku ikut hyunggg~~~!!” Teriak hyukjae tiba-tiba langsung berdiri dan hendak menyusul heechul yang sudah menghilang.

“Selesaikan tugas kalian dengan baik!!” Ucap leeteuk memegang kerah pakaian hyukjae dari belakang.

“Pesta itu 3 hari dari sekarang. Now, out, out!!” Lanjutnya kemudian keluar dari sana diikuti kangIn dengan smirk jahil pada dongsaengnya yang mendengus kesal.

Dan mereka semua pun kembali ke ruangan masing-masing untuk memulai tugas mereka menyiapkan pesta besar-besaran untuk kyuhyun dan bayinya dalam 3 hari.

*With Your Love*

Dan hari itu pun siwon lewati dengan kegelisahan memikirkan huswifenya yang sedang berbelanja dengan hyungnya yang evil. Sebelah hati siwon takut heechul hyungnya itu kehilangan kesabaran akan tingkah kyuhyun yang sekarang.

Namun sebelah hatinya yakin bahwa heechul juga menyayangi kyuhyun seperti hyung-hyung yang lain walau namja cantik itu tidak pernah menunjukkannya dengan cara yang sama.

Sampai sore hari menjelang siwon menerima panggilan dari hyungnya yang mengatakan kyuhyun sudah diantarkannya ke rumah karna huswifenya kelelahan dan ketiduran di mobil. Heechul menyuruh siwon sebaiknya segera kembali ke rumah untuk menjaganya saat dia bangun nanti.

Setelah menyerahkan sebagian tugasnya pada leeteuk hyung siwon langsung melesat turun dari lantai atas itu dan menuju mobilnya. Lalu segera melaju menuju istananya untuk bertemu huswifenya tercinta yang suda lama tidak dilihatnya.

Baru beberapa jam saja.

Begitu sampai dirumah namja tampan itu langsung membersihkan dirinya tanpa melihat kyuhyun yang berbaring menatapnya dengan wajah bingung.

Barulah setelah selesai memakai pakaian santainya siwon sadar sejak tadi seseorang terus mengamati setiap gerakannya di ruangan itu.

“Heyy, bukannya kau tidur, baby?” Tanya siwon langsung mendekati kyuhyun dan membelai kepalanya.

“Perutku sakit, kakiku kram..” Ucap kyuhyun dengan pout di bibirnya.

Siwon langsung tersenyum manis dan menaiki ranjang mereka untuk berbaring disamping kyuhyun lalu menariknya ke pelukan.

Dengan perlahan namja tampan itu membelai perut kyuhyun untuk mengurangi sakitnya, walau sepertinya tidak ada pengaruhnya.

“Hey, baby…jangan bergerak banyak-banyak ne?” Ucap siwon tiba-tiba sambil menepuk perut kyuhyun sangat pelan. “Mommy sedang lelah, jadi baby tenang ne??” Lanjutnya kemudian membuat kyuhyun menatapnya penuh tanya.

“M-mom-my??” Tanya kyuhyun sambil melihat wajah siwon diatas kepalanya.

“Tentu saja, kau mommy-nya baby..”

“Lalu??” Tanya kyuhyun lagi melihat mata siwon dalam.

“Aku daddy-nyaa~” Jawab siwon dengan senyum seribu watt-nya membuat kyuhyun langsung merona dan membenamkan wajahnya didada siwon yang berdetak dengan hebatnya.

“Kau tidak suka??” Tanya siwon membuat kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Tidak??” Tanya siwon lagi dan kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Mwo?? Kenapa tidak suka baby.” Tanya siwon tidak mengerti dan kyuhyun terpaksa kembali menatapnya.

Kemudian namja cantik itu semakin meringkuk dalam pelukan suaminya dengan wajah terbenam dilehernya lalu berbisik sesuatu yang membuat siwon tersenyum lebar dengan mata berbinar senang.

“Aku suka.”

*With Your Love*

Dan akhirnya hari yang dinantikannya mereka semua pun tiba dengan sendirinya dan semua yang mereka rencanakan terselesaikan dengan sempurna membuat siwon langsung menaikkan gaji mereka bersamaan.

“Apa dia tidak takut bangkrut??” Tanya hyukjae saat menyadari saldonya bertambah tiba-tiba.

“Untuk kyuhyun semua akan direlakannya.” Jawab donghae dengan wajah tenangnya.

“Yaah, right!!”

“Yoo, chullie hyung, kau beli apa saja kemarin itu??” Tanya hyukjae begitu melihat heechul memasuki ruangan pesta mereka.

Pesta besar itu diadakan disalah satu resort yang ada di seoul yang merupakan milik keluarga Choi sendiri. Semua tamu dari kalangan atas, relasi bisnis mereka dan Appa choi akan bergabung disana kerana mereka harus mengundang semuanya.

“Dia sepertinya memang tau siwon akan menyiapkan pesta ini, jadi kami belanja baju untuknya.” Jawab heechul sambil menerawang ke sekeliling ruangan.

“Dia belum sampai? Siwon sudah ada.” Lanjutnya kemudian saat melihat siwon sedang menyapa tamu yang datang.

“Sepertinya memang belum.” Jawab ryeowookie yang baru bergabung di meja mereka.

“Mungkin dandannya belum siap.” Ucap heechul dengan smirknya yang mengerikan membuat mereka menatapnya penuh tanya.

Beberapa menit pun berlalu dan semua undangan sudah tiba tepat waktu seperti yang dijadwalkan untuk mereka. Dan aula besar yang dipenuhi lautan balon biru putih dan pita satin dengan warna yang sama kini mulai dipadati tamu-tamu berpakaian tuxedo untuk namja dan gaun malam untuk para yeoja.

Saat siwon terlihat gelisah menunggu kehadiran kyuhyun yang tidak juga sampai namun tiba-tiba saja langkah sepatu high-heel yang sangat teratur bergema diseluruh ruangan itu hingga membuat kegaduhan yang ada disana sunyi senyap seketika.

Saat langkah anggun itu semakin mendekati pintu utama yang terbuka lebar itu semua mata langsung berpaling melihat kesana.

Dan secara perlahan nampaklah kaki jenjang dengan highheel merah hati 5cm yang pertama kali dilihat oleh semua yang ada disana. Perlahan tatapan mereka beralih lebih ke atas dan mendapati yeoja bergaun merah lengan panjang dengan rambut pirang ikal sepinggang dan wajah cantik putih memesona.

“Ssst,siapa dia?

“Siapa?”

“Perutnya?”

“Hamil?”

Berbagai pertanyaan melingkar diruangan itu tanpa siapapun yang bisa menjawabnya kerana terlalu shock melihat kecantikan dan keanggunan yang terpancar dari wanita cantik yang datang tiba-tiba itu.

Bahkan siwon dan semua hyungnya menatap yeoja itu dengan mata hampir keluar dari sarangnya kecuali heechul yang masih saja memamerkan smirk liciknya melihat siwon.

“Aku memang berbakat” gumam heechul sendirian.

Detik selanjutnya nampaklah lelaki paruh baya berdiri disampingnya lalu dengan sneyuman manis mengangkat sebelah tangan agar yeoja cantik itu menggandeng lengannya dan memasuki aula besar itu untuk memulai pestanya.

“K-KYUHYUN!!!!!” Seru semua hyung siwon yang baru menyadari siapa yeoja yang digandeng appa choi itu dengan nyamannya.

Siwon hanya menatap appa dan huswife cantiknya itu dengan mulut terbuka bahkan sampai appa Choi tiba didepannya dan menyerahkan tangan kyuhyun padanya.

“K-kenapa??” Tanya siwon kehilangan kata-katanya.

“Dia ingin memakainya.” Jawab heechul mewakili kyuhyun.

“Ta-tapi..” Ucap siwon lagi sambil melihat sekelilingnya yang masih menatap mereka.

“K-kau tidak suka??” Tanya kyuhyun dengan nada kecewa. “M-mianhae…” Ucapnya kemudian sambil menundukkan wajahnya dan berpaling akan pergi dari sana.

“Kyuhyun!!” Panggil siwon secepatnya. “Bukan!! Mianhae, dengarkan aku..” Ucap siwon langsung menarik tangan huswifenya dan menggenggamnya.

“Kau tidak pernah seperti ini baby, dan ternyata kau sangatlah cantik.” Ucap siwon dengan penuh kejujuran dimatanya.

“J-jinjja??” Tanya kyuhyun masih tidak yakin.

“Jeongmal, really beautiful.” Ucap siwon meyakinkan namja cantik itu.

“Dia ngidam, jadi biarkan saja..” ucap heechul jelas biar bisa didengarkan semua hyungnya yang ada disatu meja yang langsung menganggukkan kepala mereka mengerti.

“Baiklah!! Sekarang mari kita mulai acaranya.” Ucap appa Choi meminta perhatian para tamunya. “Terima kasih semuanya sudah hadir di acara ini..acara ini adalah 7 bulanan menantuku yang cantik disana.” Lanjut appa choi sambil menunjuk kearah siwon dan kyuhyun.

Barulah kyuhyun sadar bahwa pesta itu benar-benar untuknya dan untuk baby mereka hingga membuatnya langsung menatap siwon tanpa kata-kata. Dia hanya tau siwon akan menyiapkan pesta tapi tidak sadar bahwa pesta itu untuknya.

Sedang siwon hanya melingkarkan lengannya pada kyuhyun yang berdiri menyamping didepannya lalu menahannya disana dan tanpa sadar namja cantik itu bersandar didada suaminya dengan nyaman.

Saat itu juga para tamu disana sadar bahwa yeoja cantik itu sedang hamil 7 bulan, karena dari awal mereka mengira kandungan kyuhyun masih 5 bulan kerana perutnya yang tidak terlalu besar. Memang pada dasarnya pinggang kyuhyun yang ramping membuat kandungannya terlihat masih di bawah tujuh bulan.

Kemudian acara itu pun terus berlanjut dengan penyerahan hadiah yang tidak ada habisnya sampai kyuhyun tidak sanggup berdiri lagi karena high-heel yang dipakainya. Saat siwon mengetahuinya langsung saja namja tampan itu mengambilkan kursi untuk mereka dan duduk disana.

Lebih dari dua jam penyerahan hadiah yang sudah menggunung itu baru selesai, kyuhyun langsung merengek minta makanan pada suaminya kerana perutnya yang sedari tadi protes kelaparan.

Dengan senang hati siwon membawa kyuhyun ke depan stan makanan dan menyuruhnya duduk disana saja untuk makan sampai kenyang. Karna ada tamu penting yang ingin menemuinya, siwon meninggalkan kyuhyun disana setelah namja cantik itu memaksanya pergi.

Dengan wajah berbinar senang kyuhyun mengambil makanan apa yang disukainya dan makanan apa yang diinginkannya. Terlalu larut dalam makanan-makanan itu sampai kyuhyun tidak menyadari beberapa pasang mata sedang menatapnya dengan berbagai arti.

“Sssst, dia namja kan??” Bisik salah satu yeoja yang berdiri tidak jauh dari kyuhyun.

“Iya..kenapa pakai baju seperti itu ya?” Tanya yeoja yang lain.

“Aneh!!” ucap yeoja satu lagi.

“Lebih aneh lagi dia bisa hamil.”

“Ohh..iyaa…apa tuan choi tidak malu??”

“Entahlah, mungkin saja.”

Mereka terus saja membicarakan kyuhyun walau tahu namja cantik itu bisa mendengarnya dengan jelas. Kyuhyun hanya bisa menahan airmatanya dengan menggigit bibirnya sampai terasa nyeri karna tidak mungkin kyuhyun menangis disana.

“Tapi dia sangat cantik.” Ucap yeoja lainnya.

“Memang! Tapi itu tidak wajar”

“Bagaimana namja bisa secantik itu??”

“Mungkin…”

“Mungkin apa!!!” Tanya seseorang tiba-tiba mengejutkan mereka.

Kyuhyun langsung berpaling melihat kearah mereka dan mendapati semua hyungnya disana sedang mengelilingi yeoja-yeoja mulut goa itu dengan wajah datar mereka.

“Apa kalian sudah lihat diri sendiri sampai mengatai orang lain??” Tanya leeteuk dengan nada yang bisa membuat merinding.

“Kau?? Apa kau pikir kau sangat cantik??” Tanya heechul pada salah satu dari mereka.

“Lalu kau? Apa kau bisa punya anak??”

“Dan kau? Wajahmu penuh jerawat!!”

“Kau!! Oplasmu seribu persen gagal!!”

“Kalian!! Seribu kali lebih aneh dari orang aneh didunia ini!! Jangan pernah mengatai orang itu aneh!!!”

Heechul menggeram kesal setelah mengatai mereka semua satu persatu yang membuat yeoja-yeoja itu membeku ditempatnya.

“Jangan pernah mengatakan dongsaengku aneh karna dia lebih cantik dari kalian yang muka palsu!! Ingat itu!!” Ancam heechul akhirnya dengan death glarenya yang mengerikan.

“Apa kalian tidak tahu itu kemauan babynya? Apa kalian tidak pernah berpikir mungkin saja babynya perempuan?” Tanya donghae dengan kening berkerut tidak terima.

“Berpikirlah positive sebelum mengatai orang yang bahkan tidak kalian kenal. Arrasseo???!” Ucap sungmin dengan nada yang bisa membuat bulu kuduk merinding seketika.

“Sudahlah hyungs..” Ucap seseorang tiba-tiba dibelakang mereka.

Siwon datang sambil melingkarkan lengan dipinggang kyuhyun dan membawanya kesana, ke hadapan yeoja yang kini menatapnya tidak percaya. Saat itu dari mata mereka terlihat jelas bahwa kyuhyun tidak memakai polesan yang berlebihan.

Hanya lipglos babypink yang berkilau yang ada dibibirnya dengan sedikit bulu mata yang dilentikkan ke atas. Lainnya merupakan wajah asli kyuhyun yang dipakaikan bedak tipis yang bahkan terlihat menghilang karna pipinya yang terlalu putih.

Kecantikan alami.

“Kontrak kita akan berakhir mulai malam ini, silahkan pergi.” Ucap siwon kemudian dengan wajah datarnya membuat yeoja-yeoja itu langsung menatapnya. “Tapi sebelum itu, tolong minta maaflah pada belahan jiwaku dan bayi kami.” Lanjutnya kemudian.

Langsung saja yeoja-yeoja itu menghilangkan kegugupannya dan menyadari kesalahan mereka yang sudah menghina yang paling berharga bagi namja tampan itu semua. Saat mereka ingin mengucapkan kata yang diinginkan siwon, kyuhyun langsung membenamkan wajahnya dileher suaminya dan berbisik dengan pelan.

“Ayo pergi, siwonnie, aku…” Bisikan kyuhyun terdengar sedikit bergetar membuat siwon langsung berpaling meninggalkan mereka yang terpaku ditempatnya.

“Kami pulang hyung, terserah kalian.” Ucap siwon sambil menyunggingkan senyum manis penuh makna pada hyungnya yang menyunggingkan smirk mereka.

Dan bisa dipastikan, semua kontrak kerja atau apapun yang menghubungkan yeoja-yeoja itu dengan perusahaan akan langsung diputuskan leeteuk setelah kata itu terucap dari bibir siwon beberapa menit yang lalu.

Sementara itu didalam mobil siwon hanya bisa menggenggam stirnya dengan kuat sampai buku-buku tangannya memutih. Karena sekarang kyuhyun baru menangis dengan suara tertahan sambil menundukkan wajahnya.

Tidak ada satu kata pun yang bisa menenangkan namja cantik itu saat ini kerana kesedihannya yang sangat mendalam. Apalagi hormone kehamilannya masih cukup bekerja sama dengan emosinya hingga airmata itu terus saja mengalir dari pipi chubby putih itu walau kyuhyun selalu cepat menghapusnya.

Begitu sampai di rumah siwon langsung membukakan pintu untuk huswifenya dan kyuhyun pun langsung keluar dari sana tanpa satu katapun.

Namja cantik itu langsung ke kamarnya dan mengganti semua pakaian cantiknya dengan piyama lalu segera naik ketempat tidur dan meringkuk didalam selimutnya. Begitu siwon sampai dikamar namja tampan itu hanya bisa menghela nafasnya kemudian segera berganti pakaian dan menyusul huswife cantiknya itu.

Siwon masih bisa mendengar jelas isakan kyuhyun walau namja cantik itu memejamkan matanya berpura-pura tertidur.

“Babyy~” Panggil siwon tidak tega.

“Hiks..”

Tanpa mengatakan apa-apa lagi siwon langsung menarik tubuh kyuhyun dalam pelukannya dan membelai punggung namja cantik itu untuk menenangkannya. Namun tangisan kyuhyun malah semakin bertambah hingga piyama depan siwon terasa basah oleh airmatanya.

“Mereka tidak tau apa-apa, baby, jangan dipikirkan” Ucap siwon mencoba kata pertamanya. “Mereka tidak tau aku rela meninggalkan seluruh dunia ini beserta isinya hanya untuk bersamamu”

“Mereka hanya iri dengan kesempurnaan yang kau miliki, bahkan melebihi mereka”

“A-aku tidak sempurna dengan ke-keanehan ini..”

“Sssst, banyak yeoja diluar sana yang bahkan tidak mendapatkan anugrah sepertimu. Kau harus bersyukur.”

“T-tapi aku bukan y-yeoja!!”

“Disitulah kelebihan yang ada padamu, cantik melebihi mereka dan juga bisa mengandung seperti mereka” Ucap siwon dengan senyuman manisnya membuat kyuhyun langsung menatapnya dalam.

“Kau dan dia..” Lanjut siwon lagi sambil meletakkan tangannya diatas perut kyuhyun dan menatap mata huswifenya itu dalam. “Hal terindah yang aku miliki dalam kehidupan ini, bahkan mungkin sampai kehidupan nanti yang abadi.”

Walau terdengar cheesy tapi tidak bisa dipungkiri kyuhyun bahwa suami tampannya itu sedang bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Hingga tanpa sadar pipinya yang basah oleh airmata merona dengan indahnya.

Dan disaat bersamaan siwon terbelalak tidak percaya melihat kyuhyun dengan mulutnya yang terbuka. Mau tidak mau kyuhyun semakin merona melihat suaminya walau dengan wajah yang penuh kebingungan.

“D-dia setuju baby..” Ucap siwon kemudian.

“D-dia??” Tanya kyuhyun tidak mengerti.

“Dia setuju dengan ucapanku!! Bayi kita!! Awwwwwhh…” Teriak siwon penuh semangat sambil menurunkan badannya hingga kepalanya sejajar dengan perut kyuhyun yang menggunung.

“Baby..” Panggil siwon sambil meletakkan telinganya disekitar perut kyuhyun sebelah kanan.

Kyuhyun menatap suaminya tidak percaya dengan jantung yang berpacu dengan hebat kerana perasaan bahagia yang membuncah didadanya itu.

“Baby..” Panggil siwon lagi.

“Ne??” Jawab kyuhyun.

“Noooo..baby..” Ucap siwon menggelengkan kepalanya.

Panggilan itu bukan untuk kyuhyun seperti biasanya tapi untuk baby mereka yang masih belum datang kedunia ini. Begitu tau maksud suaminya tanpa sadar kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya tidak terima dan siwon tidak melihatnya.

“Baby…benarkan mommy itu sempurna?” Tanya siwon masih meletakkan telinganya disana namun tidak ada jawaban dari baby mereka.

Namun beberapa detik kemudian.

Duk!duk!

Gerakan pelan dibawah tangannya itu seketika membuat mata siwon melebar kerana shock menyadari baby mereka menendang telinganya.

“B-baby..di-dia menendang!!” ucap siwon langsung terduduk dengan wajah shocknya yang sangat aneh dimata kyuhyun sampai…

“Ahahahahahahahahahahaha..siwonnie pabbooo!!!!!” teriak kyuhyun sambil menghempaskan tubuhnya dalam pelukan siwon yang tetap menyambutnya walau dengan wajah semakin shock.

“Gomawo..” bisik kyuhyun kemudian yang membuat siwon segera kembali ke asalnya dan melepas pelukan huswifenya.

“Kau tertawa??” Tanya siwon kemudian. “Kau tertawa baby!!! Kyuhyunku tertawa!! OHMY…!!!” siwon langsung memeluk kyuhyun kembali dengan eratnya tanpa sadar kyuhyun meringis kesakitan sampai suara melenguh pelannya membuat siwon membeku di tempat.

“Ba-by…are you ok??” Tanya siwon tiba-tiba khawatir.

“I’m fine.” Jawab kyuhyun memberi suaminya itu senyum tipis yang menenangkan.

Namun kyuhyun kembali meringis dan melihat ke bawah sambil menggigit bibirnya membuat siwon kembali dilanda kekhawatiran.

“Apa yang sakit, baby? Hyung bantu? Dimana?” Tanya siwon melihat kesana kemari pada kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawab hanya kepalanya yang semakin menunduk sampai dagunya hampir menyentuh dada dan mulutnya kembali meringis.

Entah mengerti atau tidak siwon melihat gerak gerik huswifenya yang kini menggenggam selimut mereka dengan erat menahan sakit yang dideranya. Tangan namja tampan itu pun perlahan terangkat menuju dada kyuhyun dan semakin dekat sampai ujung jarinya menyentuh dada yang sedikit berisi itu.

“Nooo!!!” Seru kyuhyun tiba-tiba membuat siwon terperanjat kaget.

“M-mianhae…”

“Sa-sakit..” Ucap kyuhyun menghilangkan perasaan bersalah diwajah siwon.

“Apa yang bisa hyung lakukan??” Tanya siwon dengan kening berkerut.

“Tidak tahu…” Kyuhyun menjawab dengan mata berkaca-kaca menahan tangis karena sakitnya.

Siwon langsung turun dari tempat tidur menuju meja bacanya dan mengambil buku kehamilan yang selalu dipelajari untuk membantu kyuhyun sebisa mungkin.

Namja tampan itu pernah membaca bahwa dada perempuan yang mengandung akan memproduksi susu untuk bayi mereka dan biasanya akan sangat terasa sakit bila waktunya sudah tiba.

Tapi karna kyuhyun adalah namja mungkin dia hanya akan merasakan sakitnya saja, karna dokter mereka sudah menjelaskan bahwa kyuhyun tidak bisa menyusui seperti layaknya yeoja.

“Apa di kompres saja?” Tanya siwon pada dirinya.

Dan saat mendengar suara kyuhyun yang makin kesakitan, namja tampan itu langsung berlari keluar untuk mengambil baskom kecil dan mengisinya dengan air hangat.

Lalu siwon segera mengambil handuk kecil dilemarinya dan kembali ke ranjang lalu duduk disisi kiri kyuhyun.

“Baby, hyung kompres ne??” Tanya siwon sedikit ragu namun kyuhyun tidak menjawabnya. “Mungkin akan berkurang.” Lanjutnya kemudian.

Dan perlahan akhirnya kyuhyun menaikkan piyamanya sampai ke bawah dagunya membuat siwon bisa melihat dengan jelas gundukan perut kyuhyun dan kulitnya yang bersinar terang?.

Lalu namja tampan itu segera meletakkan handuk kecil itu perlahan didada kyuhyun secara bergantian. Wajahnya yang serius melakukan tugasnya sampai tidak menyadari bahwa kyuhyun sedang menatapnya penuh arti.

Setelah beberapa menit berlalu…

“Lebih baik??” Tanya siwon tiba-tiba membuat kyuhyun langsung berpaling kearah lain dan menganggukkan kepalanya.

“Sekarang tidurlah, mungkin sakitnya akan menghilang ne??” ucap namja tampan itu sambil memindahkan baskom kecil itu ke meja nakas.

Siwon kembali mengitari tempat tidurnya dan berbaring disebelah kyuhyun sambil menyelimuti huswifenya yang kini memejamkan matanya. Siwon terus menatap kyuhyun tanpa kata-kata hingga huswifenya itu kembali membuka mata dan menatapnya.

“Mau hyung peluk?” Tanyanya tanpa pikir panjang.

Siwon tidak mengira kyuhyun akan menjawab pertanyaan anehnya itu, namun yang terjadi namja cantik itu menganggukkan kepalanya beberapa kali sambil beringsut perlahan mendekatinya.

Tentu saja hal itu membuat siwon tersenyum dengan lebarnya sambil merentangkan sebelah tangannya dan mendekat ke tengah ranjang agar kyuhyun tidak terlalu jauh bergerak.

Dan akhirnya mereka berdua terlelap dengan senyuman manis melingkar indah dibibir mereka masing-masing dan melupakan hal yang tidak mengenakan yang sudah lama berlalu diingatan mereka yang paling dalam.

Semoga senyuman manis itu masih akan tetap melingkar disana dan membuat pemiliknya selalu berbahagia selamanya.

THE END!!

Kkkkkkk…kata-katanya seperti tamat kan??ehehehe..
Tapi emang mau tamat kox.. 2 chap lagi.
Sabar disini sampai end ne??
TBC…

With love.

One Hundred Love Letters

Published March 16, 2015 by Wonviekyu

vie

LOVE LETTERS

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun and other.

Pairing : Wonkyu as always.

Genre : Romance, Hurt/comfort, Fluff.

Warning : Boys love absolutely

Summary : Karang aja sendiri nee?? ^^

Ide cerita ini dari Irma Aria Dravida, sebagai kado Ulang tahunnya yang ke 20 di bulan September kemarin, setahun yang lalu, ohohoho, selalu telat hadiahnya ne^^
Habisnya tiba-tiba stuck ditengah-tengah,,ga’bisa maju-maju>_<

Ahh, yang penting, Happy B’day to you sweetheart. please, be happy in everything you do, My pray is always with you.. Bunda always loves you..happy b’day^^

Note : YOU, MY FATHER AND I..Sudah Vie edit^^ walau di akhirnya saja..eheee.

**
Let’s begin…

Choi siwon adalah seorang namja tampan yang memiliki segalanya didunia ini yang bisa membuat semua orang iri dengan ketampanan dan kesuksesannya didalam dunia bisnis. Pada usianya yang masih bisa dibilang muda, siwon sudah menjadi seorang direktur sebuah perusahaan besar yang ada di seoul.

Ketampanannya yang merupakan anugerah dari lahir membuat siwon disukai semua yeoja yang ada dimuka bumi ini, bahkan namja pun bisa jatuh cinta dengan senyum menawan yang dihiasi dua dimple-nya yang sangat memesona itu.

Namja tampan itu tinggal seorang diri di rumah mewah yang tercatat atas namanya sendiri pemberian dari orangtuanya. Sebagai hadiah atas keberhasilannya mencapai puncak bisnis di Negara ginseng tersebut.

Walau siwon menolaknya, tapi ummanya mengancam akan segera membakar rumah yang sudah mereka beli dengan gampang itu dan membuat namja tampan itu harus menerimanya.

Rumah yang sangat indah dan luas itu hanya bisa dinikmatinya seorang diri kerana tidak ada yang mau menemaninya disana, bahkan sahabat-sahabat dekatnya sekalipun. Siwon selalu menikmati suasana yang sepi, nyaman kerana siwon lebih menyukai keheningan.

Seperti hari ini, namja tampan itu baru saja siap menyiapkan cappuccino panas dan sepiring waffelnya untuk sarapan pagi seperti biasanya.

Sebelum siwon duduk diteras seperti setiap harinya untuk menikmati sarapan, siwon terlebih dulu berjalan perlahan mendekati pagar rumahnya dan segera membuka dua kotak kecil seperti rumah merpati? yang berdiri dipinggir pintu pagarnya.

Kotak pos.

Siwon sangat rajin mengoleksi pemberian rutin? Dari tukang posnya setiap hari disana, yang pasti berisikan surat-surat penting yang dikirimkan untuknya termasuk Koran langganan yang akan terselip disana juga.

Namun diantara semuanya yang paling menarik mata dan yang paling ditunggunya setiap pagi adalah sebuah amplop berwarna biru lembut atau baby blue yang selalu terselip diantara amplop-amplop putih lainnya.

Sudah beberapa hari, bahkan beberapa minggu siwon menerima amplop baby blue itu yang berisikan surat cinta untuknya. Siwon sangat menyukai kiriman special itu, kerana setiap siwon membukanya selalu tercium wangi segar kayu manis dan lilac didalamnya.

“Kau tidak lupa memberi wanginya, ya??” tanya siwon entah pada siapa dengan senyum manis yang menawan.

Tanpa menunggu lagi, siwon langsung membaca kata demi kata yang tertulis dengan rapi dikertas baby blue itu. Senyuman manisnya tidak pernah lekang dari bibir tipis siwon yang sudah dibasahinya dengan lidah.

“Hai tampan..”

Mmm, mungkin kau sudah bosan dengan surat-suratku ini, atau bahkan mungkin kau tidak pernah melihatnya sekalipun.
Tapi entah mengapa, aku selalu ingin menuliskannya untukmu, karna aku ingin kau mengingatku setiap harinya, ehee.
Apa sekarang kau sedang sarapan siwon-ssi??

Tanya surat itu yang membuat siwon langsung menganggukkan kepalanya.

Pasti kopi dan waffle kan??

Siwon mengangguk lagi

Itu tidak baik untukmu, siwon-ssi. Aku tau kau selalu pulang malam karna pekerjaanmu. Apa kau selalu makan malam? Pasti tidak kan??

Siwon menganggukkan kepalanya jujur.

Apa aku harus mengirimkan makan malam untukmu agar kau makan?? Tidak mungkin kan? Aku tidak punya uang lebih sepertimu.
Jadi, makanlah yang sehat. I’m watching you, choi siwon-ssi.

From me, with love.

“I’m watching you dari mana? Kau tidak pernah menampakkan wujudmu!” Gumam siwon sambil kembali melipat surat itu dan melihat ke pintu pagarnya.

Surat cinta yang selalu dinantikan siwon itu selalu berisikan kecerewetan penulisnya yang mengkhawatirkan keadaannya setiap harinya. Walau isinya seperti itu, siwon tetap menganggapnya sebagai surat cinta.

Mungkin kerana itu juga siwon lebih ingin sendiri dirumahnya untuk membaca surat cinta itu sesuka hatinya. Beberapa minggu ini siwon selalu menanti surat biru itu sejak pertama kali amplop baby blue itu terselip diantara surat –surat lainnya.

Dan surat-surat itulah yang menjadi penghangat hati siwon di rumah sepi itu dan yang selalu menjadi penyemangatnya di pagi hari. Dengan harapan dia akan berbicara dengan pengirim surat itu lagi, walau siwon tidak tahu apa-apa tentang pemilik surat cinta babyblue itu.

“Kapan kau akan datang sendiri?” Tanya siwon pada dirinya sendiri. “Double L”

*Happy Ima’s Day*

Sementara dibelahan bumi lain atau tepatnya di Negara yang sama namun ditempat yang berbeda dan suasana yang jauh sepadan dengan rumah milik seorang choi siwon. Terdapat sebuah apartement sederhana dengan 10 lantai yang terlihat sangat lusuh dari luar.

Disalah satu ruangan apartement itu tinggallah seorang namja yang hidupnya sebatang kara? tanpa ada yang menemani atau bahkan menjaganya.

Cho kyuhyun, namja tampan berparas cantik? Memiliki kulit seputih salju dan bibir dengan warna peach lembut membuatnya terlihat semakin memesona walau tanpa polesan sekalipun. Sudah bertahun-tahun kyuhyun hidup sendirian di lantai paling atas apartment milik keluarganya itu.

Namja cantik itu bekerja setiap harinya untuk menghidupi kebutuhan dirinya sendiri. Namun tidak sehari pun kyuhyun mengeluh akan nasibnya yang bisa dibilang tidak beruntung seperti orang lain.

Tapi bila dilihat sekali lagi, mungkin kyuhyun lebih beruntung dari orang lain lagi, kerana dia masih punya rumah dan pekerjaan. Anggap saja seperti itu.

“Yaaa, aku memang beruntung. Walau lulusan IT jadi tukang pos, sangat beruntung.” Ucap kyuhyun mengangukkan kepalanya sambil mengikat tali sepatunya.

Namja tampan dengan wajah cantik itu segera keluar dari apartement sederhananya menuju tempat kerjanya di kantor pos daerahnya. Dengan jeans hitam yang pas dikaki jenjangnya dan t-shirt hitam dipadu rompi dengan warna yang sama bertali belakang yang membuatnya semakin terlihat sangat menggemaskan dengan umurnya yang sudah 25 tahun kurang sedikit.

Kyuhyun menggunakan busway terdekat untuk sampai di tempat kerjanya dan darisana kyuhyun akan membawa mobil kantor untuk mengantar surat-surat yang sudah dipisahkan ke tempat tujuan masing-masing.

Walau harus bertemu dengan amplop berbagai warna dan ukuran itu setiap hari, kyuhyun tidak pernah bosan memilah-milah surat-surat tersebut.

Bahkan dia rela tenggelam didalam gunung surat yang ada di ruangan khusus di tempat kerjanya itu, hingga membuat pekerja yang lain harus menyeretnya keluar dari sana.

Tidak ada yang istimewa dengan pekerjaannya yang membosankan itu, hanya saja kyuhyun senang melakukannya. Apalagi dia bisa berjumpa dengan berbagai macam orang sebagai bonusnya, namun tetap saja hanya satu yang selalu menarik perhatiannya disana.

“Apa dia sudah berangkat?” Gumam kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Yo, yo, si namja embul datang…pagi kyuu~~” Sapa seseorang tiba-tiba sudah ada disampingnya.

“Aku tidak embul, monkey!! Catat itu!!” Jawab kyuhyun kesal sambil memberi hyung atasan kerjanya itu tatapan tajam.

“Oh, jinjja??” lihat saja pipimu itu, seperti ada permen didalamnyaa, bulat.” Jawab namja kurus yang dipanggil monkey itu.

“Aiishh!! Jangan menggangguku hyukjae!!”

“Ahahaha, siap bertemu idolamu lagi??” Tanya hyukjae tidak peduli.

Dan seketika pipi kyuhyun merona dengan indahnya mendengar pujaannya disebut seperti itu. Kyuhyun memang mengidolakan pelanggannya yang setiap hari diantarkan surat untuknya.

“Dia bukan artis, hyung!!”

“Ahh, sudahlah…ini tugasmu, just go!!!” Usir hyukjae tiba-tiba membuat mata kyuhyun hampir keluar dari sarangnya.

Walau begitu namja cantik itu tetap mengambil beberapa surat penting yang diberikan hyukjae padanya dan segera berlalu dari sana.

“Jam segini, tentu saja dia sudah berangkat.” Ucap kyuhyun sambil melihat jam ditangannya dan membayangkan namja tampan pujaannya pasti memakai jas seperti setiap harinya.

Kyuhyun kembali memulai tugasnya sebagai tukang pos dengan memakai mobil kantor sudah dipersiapkan untuknya. Namja cantik itu setiap harinya mengeliligi kota seoul yang bahkan sudah bisa dihafalnya. Kyuhyun bisa mendapatkan pekerjaan itu kerana seniornya Lee hyukjae di tempat kuliahnya dulu yang mengajaknya kesana.

Kerana merasa nyaman bekerja disana dengan karyawan yang sudah dikenal dan atasannya yang biasa selalu menjaganya membuat kyuhyun enggan mencari pekerjaan lebih layak yang sesuai dengan bidangnya sendiri.

Apalagi saat pertama kali melakukan tugasnya sebagai pengantar surat yang resmi kyuhyun menemukan harta berharga yang membuat hari-harinya yang datar saja menjadi lebih berwarna.

Pertama kali kyuhyun mengantar surat-surat ke berbagai perumahan mewah disana kyuhyun bertemu seseorang yang seketika membuat nafasnya tercekat tidak bisa keluar. Namja tampan berlesung pipi dengan penampilan yang memesona dan senyumnya yang menawan.

Kyuhyun tidak sengaja melihatnya saat namja tampan itu lebih dulu membuka kotak surat didepan rumahnya sebelum kyuhyun memasukkan suratnya kesana. Dan yang bisa dilakukan kyuhyun saat itu hanya terdiam disisi mobilnya menatap namja tampan itu yang kembali masuk kedalam rumahnya.

Dan sejak hari itu kyuhyun memutuskan ingin selalu melihat senyum manis nan menawan yang dihiasi dua dimple memesona itu. Bahkan dengan keberanian yang entah didapatkan dari mana kyuhyun mulai menulis surat yang diselipkannya dikotak itu bersama dengan surat-surat lainnya.

Ya…cho kyuhyun adalah penggemar rahasia seorang Choi siwon yang tanpa kyuhyun tahu selalu senang mendapatkan surat cinta berwarna babyblue darinya. Walau begitu, tidak sekalipun kyuhyun menuliskan namanya didalam suratnya apalagi menampakkan dirinya secara langsung dihadapan namja tampan itu.

Sampai sekarang.

*Happy Ima’s Day*

“Kyu, donghae mengundangmu makan malam.” Ucap hyukjae tiba-tiba saat kyuhyun terlihat dipintu ruangannya yang terbuka.

“Tidak mau!! Kau pasti mengundang hoyoung hyung.” Jawab kyuhyun dengan wajah sulkingnya.

“Memang kenapa dengannya? Dia tidak mengganggumu.” Ucap hyukjae dengan kening berkerut.

“Tidak mau ya tidak. Tidak ada alasan!”

“Ck..keras kepala.”

“Shut up!!”

“Lalu bagaimana dengan idola tampanmu itu?” Tanya hyukjae lagi mengalihkan pembicaraan.

“Kenapa dengannya??” Kyuhyun balik bertanya dengan wajah datarnya.

“Kapan kau akan maju?? Jangan diam ditempat selamanya! Pabbo!!” Jawab hyukjae kesal tiba-tiba melihat wajah polos tanpa ekspresi itu.

“Aku..”

“Kau tidak ingin mendekat? Cukup seperti itu saja?” Tanya namja kurus hyungnya itu.

“Aku tidak tahu..”

“Pabbo!!”

Kyuhyun langsung memberi hyung tempat curhatnya itu tatapan tajam yang mematikan membuat hyukjae hanya bisa meringis sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal.

“Ohh, ini..ada undangan untukmu..” Ucap hyukjae kemudian.

“Siapa yang menikah?” Tanya kyuhyun.

“Tidak semua undangan itu untuk menikah!!”

“Haiii, siapa tahu, kkk..” Kyuhyun langsung mengambil amplop putih resmi itu dengan senyum garing lalu membukanya.

“Reuni?” Tanyanya kemudian membuat hyukjae menganggukkan kepalanya.

“Aku juga akan datang..”

“Aku tidak mau hyung!!”

“Yaahh!! Kenapa bilang padaku? Disana ada temanmu!! Lagian masih lama kan??” Ucap hyukjae membuat kyuhyun kembali melihat tanggal di undangan itu.

“Hooo…sebulan lagi?”

“Hmm..”

“Ya sudah, kupikirkan dulu…hyung. Bye!!”

Kyuhyun langsung pergi meninggalkan hyukjae setelah melempar undangan itu ke meja kerja hyungnya membuat namja kurus yang sangat menyayanginya itu menggeram kesal.

“Dasar magnae sialan!!”

*Happy Ima’s Day*

Dan hari pun berlalu dengan sendiri dengan kegiatan kyuhyun yang tidak pernah berubah, yaitu mengirimi namja tampan pujaannya itu surat cinta. Tanpa berniat untuk bertemu dengannya kyuhyun selalu menunggu sampai siwon keluar dengan senyum manis mengambil surat-surat untuknya.

Namja tampan itu selalu tersenyum dipagi hari saat membuka kotak surat untuknya itu dan mengambil semuanya dengan harapan yang ditunggunya akan ada disana.

Dan harapannya memang tidak pernah terputuskan kerana surat cinta babyblue itu selalu ada menemaninya disetiap pagi. Tanpa siwon tahu bahwa senyumannya itu bisa membuat wajah yang sedang melihatnya merona dengan indahnya.

Apa yang akan dipikirkan siwon jika melihat wajah putih pucat itu dihiasi rona merah jambu yang sangat memesona. Ahh, hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Karena setelah mengambil semua surat untuknya siwon langsung kembali ke dalam rumahnya meninggalkan kyuhyun yang kembali menghela nafas pasrah dan ikut meninggalkan tempat itu pula untuk melanjutkan tugasnya.

Sementara siwon yang sudah menemukan yang dicarinya langsung duduk ditempat biasa dan kembali membuka surat itu dengan perlahan setelah menghirup wangi didalamnya.

Pagi, Choi siwon-ssi..

Apa yang selalu membuatmu tersenyum dipagi hari??
Suratku kah??

Siwon langsung menganggukkan kepalanya.

Semoga saja iya ne? aku tidak mau surat aneh ini membuatmu terganggu.
Hari ini bekerjalah penuh semangat!! Jangan lupa makan!!
I’m watching you!!

From me…with love^^

Siwon kembali tersenyum dan membawa surat itu kedadanya sambil memejamkan mata membayangkan suara pengirim surat itu mengucapkan kata-kata itu langsung padanya. Namun seperti teringat sesuatu siwon langsung membuka matanya.

Dan saat itu mobil pengantar surat-surat di sekitarnya berjalan perlahan melewati rumahnya membuat siwon langsung berdiri dan menyesali sesuatu.

“Kenapa aku tidak tahu?? Seharusnya aku bisa menanyakannya!! Paboo!!” Gerutu namja tampan itu dengan wajah menyesal.

“Double L…sampai kapan kau ingin sembunyi??” Tanya siwon sambil melihat surat babyblue itu ditangannya.

Lalu setelah menyimpan surat kesekian kalinya itu ditempat rahasianya, siwon segera bersiap untuk kembali ke kantornya. Dan kembali kesehariannya yang menjabat sebagai direktur utama diperusahaannya sendiri.

Begitu pula kyuhyun yang kembali ke tugasnya mengantar surat-surat lainnya untuk rumah dan perusahaan besar di kota itu karena tempatnya bekerja itu bukanlah kantor pos biasa. Mereka sudah punya beberapa cabang kecil yang tersebar dipelosok seoul yang sangat mudah dikenali dengan namanya yang aneh. “EunHae’s Letters”.

Begitulah yang terjadi seterusnya diantara dua manusia yang tidak saling mengenal namun saling terikat walau hanya dengan sepucuk surat. Mereka terus saja bertemu tanpa saling bertatap dan terus saja berbicara tanpa saling berkata.

*Happy Ima’s Day*

Seterusnya setiap hari kyuhyun terus saja mengirimkan siwon surat cintanya yang simple atau tidak memaksa. Kerana isinya hanya pertanyaan-pernyataan aneh yang keluar begitu saja dari kepalanya yang aneh.

Namja cantik itu belum berniat untuk menyatakan cintanya dengan cara seperti itu, walau disetiap perhatian dan kata-kata manisnya itu menyiratkan perasaan suka bila namja tampan pujaannya itu bisa mengambil kesimpulannya sendiri.

Kyuhyun bahagia walau hanya bisa melihat senyumannya dari jauh dan menyadari senyuman itu ada saat namja tampan itu memegang surat babyblue darinya. Kerana sampai saat ini kyuhyun belum punya keberanian untuk mendekati siwon dari yang sudah ada.

Karna sejujurnya kyuhyun tidak tahu apa-apa tentang kepribadian namja tampan pujaannya itu, bagaimana hatinya, kisah cintanya. Dan yang lebih penting, apa dia memiliki perasaan yang sama padanya sebagai sesama namja.

Bagaimana jika siwon sudah punya kekasih dan menganggap surat-suratnya itu hanya selingan? Bagaimana pula jika siwon menganggap pengirim surat itu adalah seorang yeoja? Dan bagaimana jika siwon bukanlah seperti yang diharapkan kyuhyun?

Dengan banyaknya Bagaimana itulah membuat kyuhyun tidak bisa melakukan hal yang paling diinginkannya saat ini yaitu bertemu langsung dan menyatakan cintanya. Kerana itulah sampai hari ini kyuhyun masih menulis surat cintanya yang ke 99.

Apakah takdir akan mempertemukan keduanya? Semoga saja.

“99…hhahhhh…apa dia sadar? Apa dia menyimpan semuanya??” tanya kyuhyun saat melipat surat ke 99 itu.

Setelah menatap surat itu untuk kesekian kalinya kyuhyun pun memasukkan surat itu ke dalam ransel hitamnya lalu keluar dari apartementnya dengan penuh semangat. Namja cantik itu akan memulai hari ini dengan penuh kebahagiaan dengan harapan akan bertemu lagi dengan siwon pujaannya.

*Happy Ima’s Day*

“Kyu!! Jam 11 hyung jemput, jangan pura-pura lupa” Ucap hyukjae saat Kyuhyun sedang sibuk memilah-milah surat penting untuk segera dikirimkan.

Namja cantik itu sekarang sedang terbenam sampai ke pinggangnya didalam ruangan surat yang menggunung. Entah kenapa dia selalu senang berada diantara kertas-kertas putih yang bisa membuat kepala blank dalam sekejap itu.

“Kau bisa merusak bentuk suratnya kyu!! Sudah berapa kali hyung bilang, jangan duduk..”

“Ne, ne, ne,ne..I know” Ucap kyuhyun sebelum hyukjae selesai mengucapkan kata-katanya. “Hyung, bilang apa tadi??”

“Jangan duduk di..”

“Bukan ituuu” Poutnya tanpa sadar.

“Jam 11 hyung jemput.” Ulang hyukjae membuat wajah kyuhyun blank seketika. “Jangan bilang kau lupa!”

“Kemana kita??” Tanya kyuhyun tidak tahu apa-apa.

“Ck!! Reuni kampus, pabbo!!!”

“Ohh, aku lupa!! Undangannya kemana??” Tanya kyuhyun dengan wajah polos tidak bersalah.

“Aku sudah membuangnya.”

“Nah kann??” Lagian, siapa suruh ngirim undangan sebulan sebelum..pasti lupa kan?” ucap kyuhyun sambil mencibir entah pada siapa.

Hyukjae hanya bisa menggelengkan kepala melihat dongsaeng yang sudah dijaganya selama mereka berteman. Dan tidak bisa dipungkiri namja kurus itu bahwa dia memang tidak bisa memarahi namja dewasa berusia 5 tahun didepannya itu.

“Sudah-sudah, jangan banyak ngomong, cepat selesaikan tugasmu!” Ucap hyukjae langsung keluar dari sana tanpa melihat bibir kyuhyun kini mengerucut dengan imutnya.

Lalu namja cantik itu segera keluar dari tumpukan surat-surat yang empuk itu dan mengambil satu kotak dengan alamat yang berdekatan dan membawanya ke mobil. Kemudian beberapa karyawan yang lain pun segera mengambil beberapa kotak yang sudah disiapkan kyuhyun dan membawanya ke mobil.

Setelah itu barulah kyuhyun pergi melakukan tugasnya seperti biasa dipagi hari yang sempurna menurutnya itu. Kyuhyun akan menyerahkan suratnya yang ke 99 pada namja tampan pujaannya choi siwon.

Dengan begitu, besok adalah surat yang ke-100 yang akan diberikannya dan akan menjadi surat special yang pernah ada kerana kyuhyun sudah menetapkan hati untuk menyatakan perasaannya didalam surat yang ke-100 itu.

Mengingat hal itu membuat semangat kyuhyun lebih besar dari biasanya sehingga ia tidak mengeluhkan apa-apa saat waktu reuni kampusnya tiba dan hyukjae benar-benar datang menjemputnya bersama Donghae.

Kyuhyun mengatakan pada dirinya untuk melewati hari ini dengan sebaiknya sampai malam menjelang dan pagi kembali datang dan hari yang ditunggunya pun tiba.

Dengan tekad anak kecil seperti itu kyuhyun keluar dari apartementnya dengan penampilan yang membuat mulut hyukjae dan donghae langsung terbuka lebar melihatnya.

Kyuhyun memakai t-shirt putih kerah rendah dipadu dengan sweeter biru dan jeans hitam yang melekat dikaki jenjangnya dan sneaker hitam. Rambut fluffy coklat brownnya dibiarkan lurus kedepan hingga membuatnya terlihat lebih manis dan lebih imut dari usia yang sebenarnya.

Kerana merasa tidak nyaman ditatap seperti itu seketika pipi pucatnya merona dan bibirnya mengerucut imut melihat hyungnya yang masih diam saja walau dia sudah salah tingkah.

“Ck!! Hyung!!!” Panggilnya kesal sambil memberi mereka berdua death glarenya yang mematikan.

“Berapa umurmu??” Tanya hyukjae tanpa sadar.

“5 tahun” Jawab donghae dengan wajah datar.

“Hyung!! Die!!” Kutuk kyuhyun dengan wajah kesalnya membuat kedua hyungnya langsung tertawa lebar dan mengacak rambutnya yang lembut itu.

“Ck!!!” Gerutunya sekali lagi sambil menggoyangkan kepala untuk memperbaiki rambutnya yang memang kembali seperti semula kerana sangat lembutnya.

“Kyu…” Panggil hyukjae tiba-tiba membuat kyuhyun yang hendak masuk ke kursi belakang mobilnya berhenti dan melihatnya.

“Waeyo??”

“Jangan berpenampilan seperti itu saat kau sedang bekerja” Jawab donghae dengan wajah seriusnya.

“Mwoya??” apa maksudnya??” Tanya kyuhyun tidak mengerti.

“Bukan tidak mungkin kau akan diculik kyuhyun!!” Ucap kedua hyungnya bersamaan sambil masuk kedalam mobil dan tertawa kembali dengan lebarnya.

Kyuhyun yang baru bisa mencerna kata-kata hyungnya langsung masuk kedalam mobil dan menekan belakang leher hyungnya secara bersamaan sampai mereka meminta maaf walau masih tertawa kecil dengan airmata disudut mata mereka.

“Kami serius kyu!! Tetaplah seperti biasanya dengan ransel dan topimu.” Ucap hyukjae kemudian.

“Dengan begitu tidak ada yang akan melihatmu.” Sambung donghae menatap kyuhyun dalam membuat kyuhyun tidak bisa membantah lagi.

“Dan kau akan amaaan!!!” Sambung keduanya bersamaan sambil hyukjae melajukan mobilnya yang langsung melesat cepat membuat kyuhyun terduduk kebelakang.

Kali ini kyuhyun lebih memilih diam dan mengamati kedua hyungnya yang juga terlihat keren dengan kemeja dan jas mereka, terkesan rapi dan simple. Tapi, walau pun terlihat keren mereka tetap saja pabbo karna sudah memperlakukanku seperti anak kecil. Ucap kyuhyun dalam hatinya.

Dengan pikiran seperti itu tanpa sadar bibir peachnya yang berkilau mengerucut kesana kemari membuat kedua hyungnya yang melihat lewat kaca diantara mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Dia pasti sedang mengutuk kita.” Ucap hyukjae pada namjachingunya dan dibalas anggukan donghae sambil tersenyum manis.

Dan mereka pun terus melaju dalam diam menuju universitas terbesar di Seoul tempat mereka dulu atau lebih tepatnya 5 tahun yang lalu menghabiskan masa remaja menuju dewasa mereka.

Begitu sampai disana hyukjae langsung memarkirkan mobilnya paling dekat dengan gerbang agar secepatnya bisa keluar jika acaranya sudah selesai. Selanjutnya ketiganya pun keluar dari sana menuju aula kampus tempat diadakan reuni mereka.

“Jangan jauh-jauh dariku, kyu!” ucap donghae sambil merangkul namjachingunya yang menyunggingkan smirknya pada kyuhyun.

“Shut up!!” jawab kyuhyun tajam namun dengan patuh mengikuti mereka dari belakang dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Hyukjae dan donghae langsung berbaur mencari teman-temannya dulu dan bertemu hampir semuanya. Namun kyuhyun hanya diam dibelakang mereka mengamati setiap orang yang lewat dan tersenyum jika ada yang mengajaknya.

Namja cantik itu sepertinya tidak ingin berbasa-basi apalagi mencari teman-temannya yang pasti akan menanyakan setiap perubahan yang terjadi pada mereka masing-masing. Dan kyuhyun sangan tidak ingin membahas hal itu.

Namun seperti ada yang tidak mengerti sikap diamnya itu saat kyuhyun merasa seseorang tiba-tiba memanggil namanya dan menyentuh bahunya meminta perhatian. Mau tidak mau kyuhyun harus berpaling dan memasang wajah bersahabatnya saat itu juga.

Atau sebaiknya kyuhyun tidak melakukannya.

Karena saat matanya bertemu pandang dengan orang yang memanggilnya detik itu nafas kyuhyun terhenti ditenggerokannya dan menatap orang didepannya dengan tatapan tidak percaya.

“C-choi…”

“Sooyoung.” jawab yeoja didepannya itu menyambung ucapan kyuhyun dengan senyum seribu wattnya. “Kau masih ingat?” Tanya yeoja bernama lengkap Choi sooyoung itu.

Namun kyuhyun masih saja melihatnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan hingga membuatnya sedikit tidak nyaman. Beberapa detik kemudian barulah sooyoung sadar bahwa kyuhyun bukan menatapnya melainkan orang yang sedari tadi berdiri disampingnya.

Sejak awal tatapan kyuhyun memang terpaku pada namja tampan yang mendampingi sooyoung datang ke acara itu. Dan namja tampan itu tidak lain tidak bukan adalah pujaan hatinya Choi siwon yang paling sempurna.

“Ohh, kenalkan dia namjachinguku, Choi siwon.” Ucap sooyoung memamerkan namja tampan itu dengan senyum manisnya.

“Choi siwon imnida.” Ucap siwon langsung mengulurkan tangannya pada kyuhyun dengan senyumannya yang menawan.

Bagai ditusuk seratus jarum dijantungnya kyuhyun menerima kenyataan yang paling menyakitkan dalam hidupnya selama 25 tahun ini saat sooyoung mengatakan siwon adalah kekasihnya.

Dan tanpa bermaksud membuat kekacauan dengan perasaannya sekarang, kyuhyun menyambut uluran tangan siwon dengan senyuman yang sangat dipaksakan.

“C-cho kyuhyun imnida.” Ucap kyuhyun dengan nafas tercekat.

“Ok!! Ladies and gentelment, attention please” ucap seorang namja alumni disana tiba-tiba membuat semua mata tertuju padanya.

Melihat itu secara tidak sadar kyuhyun langsung menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Namun kata-kata lanjutan yang diucapkan namja itu kemudian membuat kyuhyun kembali menahan nafasnya tidak percaya.

“Sebagai pembuka acara kita, mari kita dengarkan satu alunan yang indah dari junior kita yang terkenal dengan suaranya yang romantis…Cho kyuhyun, silahkan!!”

Kali ini tanpa bisa dicegah semua mata diruangan besar itu tertuju padanya sambil bertepuk tangan. Bahkan ada yang menyemangati kyuhyun untuk maju bagi yang sudah tahu bahwa kyuhyun menyimpan bakatnya yang luar biasa.

Kyuhyun tidak tahu harus menjawab apa saat semua yang disana mulai menyuruhnya untuk maju ke panggung didepan mereka yang terdapat piano putih disana. Namja cantik itu langsung mencari keberadaan kedua hyungnya dan meminta bantuan.

Namun saat melihat keduanya menganggukkan kepala sambil tersenyum menenangkan membuat kyuhyun menghela nafas pasrahnya dan akhirnya berjalan perlahan menuju grand piano putih itu.

Semua tamu bertepuk tangan dan menyemangatinya namun langsung terdiam saat kyuhyun sudah siap duduk didepan piano itu dan menekan nada pertamanya.

Oenjebuteo yeohneunji ijeosseoyo
Naega wae ireoneunji nan moreujyo
I forgot when it started
I don’t know why I’m like this

Kyuhyun memulai nada pertama dari lagu lembut yang dipilihnya dan semua pasangan yang ada didepan panggung itu pun mulai mengambil tempat mereka dan mulai mengatur langkah untuk berdansa sesuai dengan alunan lembut yang mengalir dari piano yang dimainkan kyuhyun.

Tidak terkecuali donghae dan hyukjae yang tersenyum dengan manisnya pada kyuhyun yang terus mengeluarkan suara indahnya walau dengan hati yang sudah tidak lagi tertata.

Eojjeol suga eobsoyo., amugeotdo mothago
I deodin shiganeul jikyeobwatjyo
Eodi-e itneunji mu-eoseul haneunji
Ojikhan saram maneul saenggakhago ihtgi-e
(I can’t do anything
While not doing anything
I look at the slow time
Where are you?
What are you doing?
Because I only think of one person)

Kyuhyun bernyanyi dengan segenap perasaannya yang terlukis disetiap kata-kata dalam lagu itu membuat dadanya semakin teriris dan membuatnya menatap lurus kedepan tanpa tujuan.

Namun sayang ternyata itu gerakan yang salah kerana tatapannya kesedihannya langsung berhenti pada seseorang yang sedari tadi menatapnya dengan beribu pertanyaan dikepalanya.

Choi siwon pujaannya yang mematahkan cintanya dalam beberapa detik bertatap muka kini sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan kyuhyun.

Walau namja tampan itu sedang memeluk kekasihnya dan berdansa dengan yeoja cantik itu. Tetapi tidak ada yang tahu bahwa pikiran dan tatapan matanya itu sepenuhnya untuk kyuhyun yang terperangkap dalam mata hitam kelam itu.

Dan kyuhyun terus mengucapkan kata demi kata dari lagu yang dinyanyikannya sambil terus menatap mata siwon sedalamnya. Seolah ingin menyampaikan apa yang dirasakannya hingga membuat siwon tidak bisa berpaling sedikitpun dari mata coklatnya yang basah.

Irae seoneun andwe neungeol nan arayo
Saranghalsu eobdaneungeol algo ihtjyo
Naui seotun gobaeki geudaereuldeo
Apeugehal ppuniraneungeol nan arayo
Algo ihtjyo…

Aku tahu, aku tidak boleh melakukan ini, Aku tahu aku tidak boleh mencintaimu…Pernyataan cintaku akan membuatmu melalui kesakitan, Aku tahu…

Even though I know
I can’t do anything
I can only think of you

If I close my two eyes
Or open them again
I can only think of one person

The memory I can’t erase for one second
I just think of you

I can’t do anything
While not doing anything

I look at the slow time

Where are you?
What are you doing?
Because I only think of one person

I only think of that one person

(Lyrics The One I Love)

Aku hanya memikirkan satu orang saja.

Saat lagu itu berakhir kyuhyun sudah tidak bisa lagi menahan airmatanya yang memaksa keluar bebas mengalir dipipinya. Apa yang harus dilakukannya saat tatapan siwon tidak juga lepas darinya walau semua orang disana sudah berpindah ketempat lain.

“Kami harus segera pergi, permisi.” Ucap seseorang tiba-tiba datang menarik kyuhyun pergi dari sana dalam sekejap.

Namja cantik itu hanya bisa memejamkan mata saat tangannya ditarik paksa kerana kyuhyun tidak ingin melihat wajah siwon yang sedang menatapnya. Tanpa kyuhyun tahu saat mereka berpas-pasan siwon langsung berpaling melihat kepergiannya dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan.

“Siwonnie?” Panggil sooyoung bingung.

“Ohh, ayo, aku ambilkan minum..” Jawab siwon berpaling dan kembali memasang wajah manisnya melihat sooyoung.

Sementara itu donghae yang menarik kyuhyun tanpa kata-kata terus saja berjalan membawa dongsaengnya keluar dari aula itu dan hyukjae yang mengikutinya dari belakang setelah berpamitan pada sahabatnya yang lain.

Tanpa banyak bertanya donghae segera membuka pintu belakang mobil hyukjae dan menyuruh kyuhyun masuk kedalam tanpa suara. Namja cantik itu pun langsung menuruti apa yang dimaksudkan hyungnya itu dan duduk disana sambil menundukkan wajahnya.

“Mianhae..” Ucap donghae pelan namun bisa didengar kyuhyun dengan jelas.

Detik selanjutnya namja cantik itu terkulai lemah dikursi belakang mobil hyungnya dan meringkuk disana sambil memeluk tangannya sendiri yang ada didadanya.

“Hyung~” Panggilnya dengan suara bergetar menahan tangis.

Namun sepertinya hati kyuhyun terlalu hancur hingga butiran yang semakin banyak mengenang dipelupuk matanya akhirnya keluar juga tanpa bisa dihentikannya. Kyuhyun menangis tanpa suara sambil memeluk tubuhnya sendiri yang terasa ditusuk seluruhnya.

“D-dia…p-punya kekasih, hyung~” Gumamnya diantara isakannya yang tertahan.

Ingin rasanya donghae masuk kedalam dan memeluk kyuhyun seeratnya untuk mengurangi rasa sakitnya. Tapi hyukjae yang mengerti itu akan memperburuk keadaan kyuhyun langsung menahannya ditempat.

Mau tidak mau donghae pun ikut menangis sambil bersandar pada namjachingunya. Apalagi saat melihat kyuhyun yang meringkuk dari balik kaca mobilnya membuat sakit yang dirasa kyuhyun seperti berpindah kepadanya.

Cinta dongsaengnya itu berakhir bahkan sebelum kyuhyun sempat menyatakannya secara langsung pada orang tersebut. Kini saat mengetahui semua kebenarannya, kyuhyun harus melupakan semuanya dalam waktu singkat.

Selama ini kyuhyun memang tidak mengharapkan surat-surat itu mendapatkan balasannya dari siwon, tapi saat mengetahui dengan jelas yang dicinta sudah mencinta itu terasa sangat menyakitkan. Lebih menyakitkan lagi saat cintanya itu adalah orang yang dikenalnya, sahabatnya sendiri.

Sooyoung satu-satunya yang mendekati kyuhyun tanpa peduli sikap cuek dan evil kyuhyun yang sering mengabaikannya. Walau tidak dekat, tapi sooyoung yang menemaninya dikampus membosankan itu karena kyuhyun tipe orang yang tidak bisa mendekat jika tidak didekati.

Entah berapa lama hyukjae dan donghae berdiri diluar menunggu tangisan dan isakan kyuhyun mereda. Sampai kaki mereka terasa kesemutan barulah kedua namja itu berpaling melihat keadaan dongsaeng mereka.

Kyuhyun masih meringkuk seperti bola dengan mata terpejam dan nafas teratur menandakan bahwa dia tertidur kelelahan. Keduanya langsung menghela nafas lega bersamaan dan segera masuk ke mobil lalu pergi dari sana.

Tanpa mereka tahu, namja tampan yang menyebabkan semua itu terjadi terus saja memerhatikan mereka dari jauh dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.

Di dalam mobil mereka berdua sama-sama terdiam dengan hyukjae yang hanya focus melihat ke depan sementara donghae terus mengamati wajah pucat dongsaengnya yang sembab dengan jejak airmata yang belum kering sepenuhnya.

“Kemana?” Tanya hyukjae setelah beberapa saat.

“Rumah kita” Jawab donghae tanpa melihatnya.

Dan mobil itu pun terus melaju membelah kota seoul di siang hari itu meninggalkan semua yang terjadi beberapa waktu yang lalu dibelakangnya.

*Happy Ima’s Day*

Begitu sampai didepan apartement mewah milik mereka berdua, mobil hyukjae langsung berhenti di depan loby dan segera turun dari sana membukakan pintu belakang untuk kyuhyun.

Namun namja kurus namun kuat itu tidak membangunkan kyuhyun melainkan mengambilnya perlahan sampai kyuhyun tersampir dibelakangnya. Dan hyukjae segera menggendongnya dibelakang lalu masuk ke dalam bangunan mewah itu menuju ruangannya dengan donghae yang berjalan didepan.

Sampai didalam mereka menidurkan kyuhyun dikamar tamu milik kyuhyun sendiri jika berkunjung dan donghae menyelimutinya dengan benar lalu keluar dari sana setelah mengecup kening kyuhyun penuh sayang.

“Aku kembali ke kantor, jagalah dia…” Ucap hyukjae kemudian dan dibalas donghae dengan anggukan kepala dan menerima kecupan dikeningnya dari kekasihnya tercinta.

“Take care..” Gumam donghae sambil menutup pintu apartement mereka.

Lalu namja tampan itu pun memilih untuk membersihkan dirinya dikamar mandi sambil menunggu kyuhyun bangun agar mereka bisa memesan makan siang bersama. Namun saat donghae kembali untuk mengecek kyuhyun dikamarnya.

Hanya ruangan kosong dengan pintu terbuka yang didapatinya kerana kyuhyun sudah pergi meninggalkan rumahnya beberapa menit yang lalu. Saat ingin berlari kepintu tiba-tiba saja iphonenya berbunyi tanda 1 pesan masuk kesana.

Donghae langsung mengambil Iphonenya dan membuka sms singkat yang ternyata kyuhyun pengirimnya.

To : Ikan Hyung
Gomawo, hyung.
Aku ingin sendiri;-(

Donghae langsung memukul sofa didepannya saat melihat emot kyuhyun di pesan singkat itu yang menggambarkan jelas perasaannya saat ini. Dongsaengnya itu benar-benar terpukul dengan kejadian tadi.

Donghae tau apa yang dirasakan kyuhyun saat ini, dengan kenyataan siwon pujaan hatinya sudah punya kekasih dan yang terlebih penting namja tampan cintanya beberapa bulan terakhir ternyata tidak sama seperti dirinya.

Siwon namja normal yang memiliki yeoja sebagai kekasihnya dengan kata lain tidak adapun sedikit harapan untuk kyuhyun mendapatkan perhatian dari siwon apalagi mendapatkan cintanya.

“Semoga dia tidak macam-macam.” Gumam donghae menghela nafas pasrah.

Tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Kyuhyun tidak memerlukan kata-kata manis untuk menenangkannya kerana kenyataan yang diterimanya itu benar-benar sudah meluluh-lantakkan seluruh cinta yang dijaganya dari awal hingga bertunas?

Saat ini kyuhyun hanya ingin sendiri dan meresapi apa yang telah terjadi dan memikirkan apa yang akan dilakukan untuk meneruskan hidupnya dengan hati yang tidak lagi utuh sempurna.

Cinta pertama yang tak terbalaskan. Walau Cinta tapi tak bisa mencinta.

Hari terus berlalu setelah kejadian itu dan kyuhyun menghilang dari peredaran hyung dan dikantornya. Namja cantik itu belum siap menghadapi dunia baru setelah hancurnya cinta dalam hatinya secara tiba-tiba.

Beberapa hari ini kyuhyun terus mengurung diri dikamarnya dan meringkuk diranjang menangis dan tertidur dan menangis lalu tertidur kembali. Hanya bangun saat ingin ke kamar mandi dan perutnya meminta haknya.

Selain itu tidak ada yang dilakukan kyuhyun dengan mata yang melebihi anak panda dan kulitnya yang sudah melebihi Edward? membuatnya kehilangan cahayanya. Kali ini tidak ada lagi namja cantik yang selalu berseri dan senyuman garing kemana pun dia melangkah.

“Aku sudah cukup bersabar!!” Ucap donghae setengah kesal didepan apartement milik kyuhyun.

Namja tampan hyungnya itu sudah berkali-kali dan setiap hari singgah di apartementnya untuk mengajaknya keluar dan berbicara. Namun kyuhyun hanya membalasnya dengan kebisuan yang tidak berujung.

Kali ini donghae datang membawa seseorang bersamanya yang diketahui sebagai satpam dikantor mereka yang berbadan tegap atau penuh itu untuk menghacurkan pintu apartement kyuhyun.

Dan tanpa aba-aba namja tampan itu langsung menyuruh bodiguardnya untuk mendobrak pintu lusuh itu dengan seluruh tenaganya. Dan seperti keyakinannya juga pintu itu langsung terbelah dua membuat donghae tersenyum puas akan pekerjaan bodyguardnya itu.

Namja tampan itu langsung ke dalam mencari dongsaengnya yang menghilang dan menemukannya meringkuk dibawah tempat tidur sambil menutup telinga dan matanya.

“Mwooo?? Apa dia takuut??” Tanya donghae tidak mengerti langsung menunduk melihat kyuhyun lebih dekat.

“Kyu…” Panggilnya perlahan membuat kyuhyun langsung membuka matanya.

“Apa yang kau lakukan dibawah?” Tanya donghae lagi namun kyuhyun tidak berkutik. “Ayo bangun, jangan jadi tikus.” Lanjutnya lagi dan menarik tangan kyuhyun keluar dari sana.

Tanpa mengeluarkan suaranya kyuhyun mengikuti donghae yang membawanya keluar kamar dan duduk diruang tamu apartementnya yang berantakan.

“Baru beberapa hari kau sudah semakin tua kyu,” Ucap donghae menelusuri wajah dongsaengnya dengan teliti.

Kyuhyun hanya berpaling membuang muka dan tidak menjawab apa-apa membuat donghae kesal tiba-tiba.

“Apa yang kau tunggu?? Dia tidak akan datang kesini!!” Ucap donghae sedikit keras membuat kyuhyun langsung menatapnya.

“Dia tidak tahu apa-apa tentangmu! Mana mungkin dia akan tahu perasaanmu!!”

“Bangunlah kyu!!! Kejar cintamu!”

“Kau tau itu tidak mungkin.” Ucap kyuhyun pelan dengan suara serak.

“Berusahalah!! Jangan menyerah sebelum kau mencoba!!”

“Kau ingin aku sakit lagi?? Lebih dari ini?? Itu maumu, hyung??” Tanya kyuhyun tajam dengan luka ditatapannya membuat donghae kehilangan kata-kata.

“Dia normal hyung, tidak ada jalan untukku” Ucap kyuhyun lagi kembali dengan kesedihannya.

“Mianhae, mianhae, kyu!! Mianhae” Ucap donghae langsung menarik kyuhyun kedalam pelukannya. “Aku hanya ingin kau kembali, jangan seperti ini.” Lanjutnya lagi sambil membenamkan wajahnya dibahu kyuhyun dan menangis disana.

Kyuhyun hanya memeluk hyungnya itu semakin erat sebagai jawabannya dan ucapan terima kasih karena sudah menghawatirkan keadaannya. Tapi, tidak ada yang bisa dilakukan kyuhyun saat ini…

Mungkin saja esok hari…atau esoknya lagi sampai kyuhyun bisa menata hatinya kembali dan melupakan semua rasa yang sudah melekat dihati dan pikirannya selama ini.

*Happy Ima’s Day*

Dan hari pun terus berlalu membawa seribu duka pilu dan meninggalkan hati yang kini membeku.

Cho kyuhyun, kembali ke kehidupannya seperti semula dan menjalani setiap hari itu dengan cara yang berbeda setelah hampir sebulan namja cantik itu mengurung diri dikamarnya.

Namun perbedaannya sangatlah terlihat dari wajah chubby nan pucat itu tersirat luka yang belum sepenuhnya menghilang. Mata yang biasanya selalu bersinar kini redup kehilangan cahayanya.

Cho kyuhyun memutuskan untuk bangkit kembali walau dia tidak bisa kembali seperti sedia kala yang setiap hari penuh dengan semangat. Untuk bertemu pujaan hatinya dan menitipkan surat cinta pengganti dirinya.

Kini namja cantik dengan mata bulat bak boneka itu seperti patung yang berjalan, tanpa kata tanpa bicara. Bahkan ekspresinya yang pernah berubah-ubah kini hanya itu saja yang terlihat. Datar.

Kedua hyungnya juga memutuskan untuk tidak mempermasalahkan hal itu sampai kyuhyun bisa kembali menata hatinya yang pernah hancur.

Hyukjae selalu berusaha agar kyuhyun tidak lagi melewati daerah tempat tinggal siwon agar kyuhyun nyaman. Dengan segala pertimbangan, hyukjae memindahkan area kerja kyuhyun ke daerah lain dan menugaskan karyawan lainnya menggantikan kyuhyun didaerah tempat tinggal siwon.

Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu dan hanya mengikuti apapun yang ditugaskan padanya dan mengirimkan apapun yang diberikan untuknya.

Hal itu terus berlanjut sampai beberapa hari ke depan hingga pada suatu hari hyukjae tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan tamu yang tidak biasanya langsung menemuinya tanpa perjanjian.

“Ada yang bisa saya bantu??” Tanya hyukjae dengan wajah ramahnya seperti biasa.

**

Sementara itu di tempat lain, atau lebih tepatnya dijalan besar perumahan elit yang sepi itu terlihat cho kyuhyun sedang berdiri didepan salah satu rumah yang dikenalnya sebagai rumah milik Choi siwon.

Namja pujaan hatinya.

“Kenapa aku kesini lagi??” Tanya namja cantik itu sambil menggenggam cardigan yang tepat didadanya yang berdenyut.

“Choi siwon-sii, aku tidak tahu kau punya kekasih.” Gumam kyuhyun dengan wajah sedihnya. “Aku jadi ingin tahu, apa yang kau lakukan dengan semua surat-suratku?”

“Ahh, pasti kau sudah membuangnya dan menertawakanku kan? Bodohnya!! Mianhae sudah mengganggumu, siwon-ssi. Mianhae.”

Setelah mengucapkan kata yang entah pada siapa itu, akhirnya kyuhyun meninggalkan tempat itu dengan hati yang kembali terasa nyeri. Mungkin saja ini untuk terakhir kalinya kyuhyun melihat tempat yang selalu bisa membahagiakannya itu.

“Aku akan mencoba melupakan semuanya.” Ucap kyuhyun dengan setengah berbisik dan kembali merasa hatinya ditusuk duri.

Saat itu tiba-tiba iphone yang ada disakunya berbunyi cukup keras hingga membuatnya tersentak. Namja cantik itu langsung memeriksa siapa yang sudah menganggunya bersedih ria disana dan ternyata itu adalah hyung sekaligus atasannya Lee hyukjae.

“Ne, hyung?”

>Lekas kembali<

“Ne?”

>Tutututututut<

Suara sambungan yang diputus sebelah pihak membuat kyuhyun menatap benda mati itu tidak percaya. Ingin rasanya kyuhyun melempar barang mahal ditangannya itu namun iphonenya itu adalah hasil kerja kerasnya selama ini hingga dia pun kembali memasukkannya ke saku dan segera pergi dari sana.

Begitu sampai dikantornya kyuhyun langsung menuju ruangan hyukjae dan masuk kesana tanpa permisi terlebih dahulu hingga membuat orang yang ada didalam langsung melihatnya.

Namun saat kyuhyun sadar siapa yang ada didalam dan sedang menatapnya tidak percaya seketika jantung kyuhyun berpacu dengan cepat dan nafasnya tercekat ditenggorokan.

“Ohh, kenalkan, cho kyuhyun, dia orang yang kau cari.” Ucap hyukjae langsung mencairkan suasana yang sempat membeku itu.

Kyuhyun langsung mengalihkan tatapannya tidak mengerti pada kata-kata yang diucapkan hyungnya itu. Sementara itu namja tampan yang sedang menatapnya kini berpaling menghadapnya dengan wajah serius.

“Dia yang selama ini mengantar surat didaerah rumahmu, siwon-ssi.” Ucap hyukjae sekali lagi dan kyuhyun langsung menatap namja itu.

Choi siwon, namja pujaannya mencari pengantar surat kerumahnya? Untuk apa?

“Cho kyuhyun, kita sudah pernah bertemu. Maaf jika ini mengganggumu, aku hanya ingin memastikan.” Ucap siwon.

“Mmm, a-apa maksud.”

“Apa kau tau siapa yang mengirim surat untukku? Surat biru yang selalu ada saat kau mengantar surat ke rumahku. Apa kau mengenalnya??”

“Tidak!!” Jawab kyuhyun seketika membuat siwon tersentak.

“Ohh!! Arraseo. Mianhae.” Ucap siwon dengan wajah kecewa dan berpaling melihat hyukjae. “Terima kasih atas waktunya, permisi.” Lanjutnya lalu pergi darisana setelah menganggukkan kepalanya sopan.

Namja tampan itu melewati kyuhyun tanpa melihatnya sekali lagi dan langsung menghilang dibalik pintu kaca itu meninggalkan kyuhyun yang terdiam membeku.

“Pabbo!!! Ini kesempatanmu!! Kenapa kau tidak sopan begitu??” Ucap hyukjae dengan wajah kesalnya.

Namun saat melihat duka dimata kyuhyun yang masih saja tidak menghilang membuatnya kehilangan kata-kata. Hyukjae pun segera menyuruh kyuhyun keluar darisana dan beristirahat di rumahnya saja.

Walau hyukjae senang kyuhyun kembali ke tugasnya namun tetap saja ada yang berbeda dan dia merasa sudah kehilangan dongsaengnya yang dulu yang selalu punya cara untuk menghinanya.

Namja yang dikenal dengan gummy smilenya itu tiba-tiba terkejut dengan bunyi hp-nya yang bergetar diatas meja. Tanpa melihat siapa yang menghubunginya hyukjae langsung mengangkat panggilan itu.

“Ya! Eunhae’s letters. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya hyukjae dan mendengar jawaban si peneleponnya.

“Ohh, baiklah, akan saya atur, terima kasih.”

Namja sedikit tampan itu pun langsung tersenyum sumringah setelah menerima telepon tersebut yang seperti memberinya pekerjaan baru.

“New job, new letter, New money!! Yo, yo, yo!!” Celoteh hyukjae sambil keluar dari sana dengan penuh semangat.

*Happy Ima’s Day*

Keesokan harinya kyuhyun kembali ke kantornya dan kembali menjadi pengantar surat seperti biasanya. Tanpa menyapa siapapun atau menjahili hyungnya, kyuhyun langsung mengangkat kotak-kotak yang berisi surat yang akan diantarkannya ke mobil dan pergi dari sana.

Setelah hampir sebagian surat kyuhyun antar ke rumah tujuan namja tampan itu tiba-tiba saja membeku ditempatnya saat melihat alamat yang akan dituju selanjutnya.

“Kenapa? Apa hyung salah?” Tanyanya pada diri sendiri.

Dengan perasaan tidak menentu kyuhyun melajukan mobilnya ke alamat yang dituju selanjutnya yang merupakan rumah mewah milik Choi siwon cinta sebelahnya.

Sambil berharap tidak akan bertemu muka dengan pemilik rumahnya kyuhyun langsung mengambil surat-surat itu lalu menurunkan topinya sedikit ke bawah dan mendekati dua kotak merpati hitam yang ada didepannya.

Perlahan tangan kyuhyun membuka kotak pertama dan memasukkan semua surat yang beramplop coklat kedalamnya. Lalu kyuhyun kembali membuka kotak kedua dan mengambil surat-surat yang berwarna putih untuk dimasukkan kesana.

Namun sebelum itu terjadi, kyuhyun melihat sebuah amplop berwarna babyblue bersandar menyamping dalam kotak tersebut. Dan yang lebih mengejutkan kyuhyun bisa melihat dengan jelas untuk siapa surat itu tertuju.

Kerana tinta yang dipakai diatasnya lebih terang dari warna amplop itu sendiri, hingga membuat kyuhyun bisa membaca dengan jelas penerima surat babyblue tersebut.

To : Cho kyuhyun.

Tentu saja yang bisa dilakukan kyuhyun saat itu adalah membeku ditempatnya sambil terus menatap surat cantik itu seolah benda mati tersebut bisa menjawab keheranannya.

Setelah beberapa detik terdiam barulah tangannya bergerak untuk mengambil surat itu lalu memasukkan surat yang lain dan menutup kotaknya. Kemudian tanpa menunggu lebih lama kyuhyun langsung kembali ke mobilnya dengan jantung yang berpacu dengan hebatnya.

Sebelah hatinya yakin siapa yang mengirim surat itu untuknya, namun sebelah hatinya yang lain takut akan isi surat itu akan menghancurkan hatinya yang masih tidak berbentuk.

Tapi…rasa penasaran yang ada dikepala mengalahkan segalanya yang membuat kyuhyun memacu mobilnya diatas kecepatan rata-rata menuju tempat yang sangat ingin dituju untuk membaca surat itu.

Sungai Han.

Begitu sampai kyuhyun langsung turun kebawah dan duduk di tepi sungai yang mengalir dengan tenangnya itu. namja tampan itu tahu jika pagi disana masih sepi dan tidak ada pengunjungnya hingga membuatnya leluasa.

Lalu perlahan tapi pasti kyuhyun membuka amplop itu dengan jantung yang tidak keruan membuatnya harus menarik nafas sebentar untuk menenangkan hatinya.

Hal pertama yang didapatkannya adalah wangi surat itu langsung merasuk indra penciumnya dan membuatnya melihat kertas babyblue itu tidak percaya. Kayu manis dan lilac, Vanilla.

Lalu tatapan kyuhyun mulai meneliti tulisan disana yang tercetak rapi menandakan pemiliknya yang juga selalu rapi. Setelah mengatur hatinya untuk lebih tenang kyuhyun pun membaca kata demi kata yang terangkai dalam surat cinta yang disangkanya itu.

To : Double L.

Eum..hai, perkenalkan aku choi siwon, atau kau memang sudah mengenalku, hmm? Maaf jika surat ini mengganggumu atau membuatmu tidak nyaman. Tapi aku hanya ingin memastikan keberadaan dirimu yang selama ini selalu menemani pagiku yang membosankan.

Mungkin terdengar aneh, tapi aku senang dengan semua suratmu yang walau terkesan aneh, tapi cute. Pasti dirimu juga seperti itu ne??

Tanpa sadar kyuhyun mengerucutkan bibirnya dengan kesal kerana siwon mengatakan dia aneh walau cute.

Mmm, tapi setelah beberapa hari belakangan ini kau kemana, double L? Aku kehilanganmu, aku kehilangan penyemangat pagiku. Apa kau sudah lelah mengirimiku surat? Lalu kenapa kau tidak datang langsung dan bertemu denganku?

Aku ingin menemuimu, jeongmal.

Atau, apa aku punya salah? Menyakitimu? Jika iya..mianhae. aku tidak bermaksud melakukannya. Apapun itu, mianhae.

Aku ingin kau tahu, hatiku ini selalu berharap untuk melihatmu dan didalam kepalaku selalu memikirkanmu. Jika kau berkenan, kembalilah double L. Aku ingin sekali menatap matamu dan melihat senyummu.

Please…come back to me..Im waiting.

Choi siwon.
Your love letter
Ps. At Han River
Setelah kau bertugas.

Setelah membaca itu kyuhyun langsung melihat kesekilingnya yang tidak ada siapapun disana, hanya desiran angina pagi dan percikan sungai yang mengalir yang menemaninya.

Namun setelah beberapa detik barulah kyuhyun mendengar suara langkah yang mendekatinya secara perlahan. Seketika jantung kyuhyun berpacu dengan kerasnya menunggu orang yang ingin bertemu dengannya itu sampai dibelakangnya.

Choi Siwon…

‘apa yang harus kulakukan?’ tanya kyuhyun dalam hati sambil memejamkan matanya sekuat tenaga.

“Double L?” Tanya siwon saat sudah berdiri dibelakang kyuhyun.

“Kenapa kau ingin menemuiku?” Tanya kyuhyun tanpa berpaling melihat namja tampan itu.

“Aku ingin melihatmu??”

“Untuk apa? Bukankah kau sudah punya kekasih?”

“Aku…” Ucap siwon ragu.

“Bukankah lebih baik kau lupakan saja?? Surat-suratku, semuanya!!” Ucap kyuhyun langsung berdiri akhirnya melihat namja tampan yang pernah dicintainya itu.

Atau masih.

Kini siwon bisa melihat dengan jelas mata bulat bak boneka itu memancarkan kesedihan yang dalam. Entah apa yang dipikirkan siwon saat tangannya terulur ingin memeluk namja didepannya itu untuk menenangkannya.

“Lupakanlah siwon-ssi, aku yang salah. Kau tidak usah memikirkannya lagi..aku sudah mengakhirinya.” Ucap kyuhyun mundur perlahan dan menundukkan wajahnya.

Mengatakannya secara langsung terasa lebih menyakitkan bagi kyuhyun daripada memendamnya sendirian dan merasakannya.

“Apa maksudmu dengan lupakan? Apa semua itu tidak berarti untukmu??” Tanya siwon tidak mengerti dan membuat kyuhyun langsung menatapnya kembali.

“Sangat berarti bahkan sampai seperti setiap nafas yang kulepaskan setiap detiknya.” Ucap kyuhyun dengan keyakinan yang luar biasa.

“Lalu kenapa lupakan? Bukankah itu sangat menyakitkan?”

“Lebih menyakitkan jika mengingatnya tapi tidak bisa mendapatkannya.”

“Tapi…”

“Sudahlah, aku bisa mengerti, sekarang kita sudah bertemu dan penasaranmu sudah hilang. Tolong maafkan aku dan lupakanlah.” Ucap kyuhyun memotong perkataan siwon.

“Tapi, aku…”

“I said…forget it!!”

“Bagimana jika aku tidak bisa? Bagaimana jika aku tidak mau?? Bagaimana jika itu sama pentingnya untukku? Apa yang akan kau lakukan??” Tanya siwon dengan suara yang sedikit keras karna kekesalannya yang tiba-tiba.

“K-kau…”

“Bagaimana aku bisa melupakan tatapan matamu saat pertama kali kita bertemu? Bagaimana aku bisa melupakan tatapan yang terluka itu, jika aku ingin segera memeluk untuk menenangkanmu?”

“K-kau tau?” Tanya kyuhyun kehilangan kata-kata.

“Aku tau wangimu menyebar saat kami mendekat, wangi Vanilla. Hatiku berkata ya, saat kau melewati kami setelah bernyanyi dengan indahnya.”

“Dan lagu itu pasti ditujukan untukku kan? Dan saat aku menemui hyukjae, aku semakin yakin dengan apa yang akan kulakukan.” Ucap siwon menatap kyuhyun dalam menyampaikan kejujuran disetiap kata-katanya.

“Katakan padaku, cho kyuhyun. Katakan padaku bagaimana melupakannya??” Tanya siwon sambil menatap kyuhyun dengan tatapan yang bisa menembus ke dalam hatinya hingga membuat namja cantik itu menundukkan wajahnya.

“Tapi…semua itu sudah tidak ada artinya lagi.” Gumam kyuhyun sambil meremas jemarinya yang mulai basah.

“Apa maksudmu??!”

“Kekasihmu, siwon-ssi. Jangan lupakan kekasihmu.” Jawab kyuhyun kembali menatap mata onyc siwon.

“Ohh, sooyoung? Dia bukan kekasihku. Dia tunanganku.” Ucap siwon dengan wajah tenangnya membuat seribu batu langsung menghimpit dada kyuhyun.

“Ohh, selamat siwon-sii, semoga kau bahagia.” Ucap kyuhyun langsung beranjak pergi meninggalkan siwon yang terpaku.

Namun tiba-tiba…

“AKU SUDAH MEMUTUSKANNYA!!!” Teriak siwon dengan kesal membuat kyuhyun berhenti dan melihatnya dengan wajah tidak percaya.

“Aku sudah memutuskannya, tunangannya, kerjasamanya, kontraknya, semuanya, apa kau puas??”

“Aku memutuskannya setelah bertemu denganmu!! Kenapa kau tidak mau mendengarku dan setidaknya bertanggung jawab cho kyuhyun!!!”

Kyuhyun hanya menatap siwon dengan tatapan kosong seperti kehilangan jiwanya setelah mendengar ucapan siwon yang sangat banyak itu.

“Dia hanya kontrak kerja sama, kyuhyun” Ucap siwon dengan suara lebih lembut. “Aku tidak bisa membohongi diriku lagi dengannya.”

“Sekarang aku sudah menemukannya. Aku yakin..aku mencintaimu Cho kyuhyun.”

“Double L” jawab kyuhyun dengan wajah blank.

“Setelah semua yang kukatakan hanya itu jawabanmu??” Tanya siwon tidak percaya.

“Kenapa double L?” Tanya kyuhyun tidak peduli.

“Love Letter. Dari awal aku menganggap itu surat cinta.” Jawab siwon jujur.

Detik itu juga lutut kyuhyun kehilangan tenaganya lalu merosot ke tanah dan bersimpuh disana. Siwon yang melihatnya segera ingin mendekat namun terhenti perkataan kyuhyun.

“Ke-kenapa tidak datang lebih cepat, sebelum…”

“Aku menunggumu, menunggu surat yang ke 100. Tapi surat itu tidak pernah sampai akhirnya aku putuskan membuat surat itu sendiri.” Ucap siwon mendekat perlahan dan duduk dengan bertumpu pada sebelah lututnya.

“Jadilah milikku, surat cintaku.” Ucap siwon sambil meraup tubuh kyuhyun yang bergetar dalam pelukannya.

“Aku mencintaimu, siwon-ssi.” Gumam kyuhyun didadanya dengan airmata yang sudah tidak bisa ditahannya.

“Aku lebih mencintaimu, love letterku.” jawab siwon dengan senyum manisnya yang menawan dan kyuhyun langsung membalas pelukannya dengan sangat erat.

Beberapa detik kemudian seperti teringat sesuatu siwon langsung berdiri bersama kyuhyun dalam pelukannya. Lalu menggenggam tangan kyuhyun dan membawanya pergi dari sana.

Belum sempat kyuhyun bertanya siwon sudah menyuruhnya diam sampai mereka tiba didepan pintu gerbang rumah siwon dan namja tampan itu langsung berhenti didepan pintu.

Lalu secepat kilat siwon turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk kyuhyun kemudian menariknya kembali untuk masuk ke rumah mewah yang selalu dilihat kyuhyun dari luar itu.

Siwon terus berjalan melewati ruang tamu dan menaiki tangga lantai 2 hingga tiba didepan pintu kamar yang diyakini kyuhyun sebagai kamar tidur itu. Sebelumnya kyuhyun tidak lupa mengagumi setiap interior rumah yang sangat cantik menurutnya itu.

“S-siwon-ssi..” Panggil kyuhyun akhirnya.

“Ayo masuk..” Jawab siwon dan tanpa segan membuka pintu kamar yang sangat luas itu dengan ranjangnya yang besar.

Namun bukan itu yang menarik perhatian kyuhyun, tapi sayup-sayup indera penciumannya menagkap wangi yang sangat familiar bertebangan disana hingga membuatnya menghiurp lebih dalam.

“Ini…” Ucapnya melihat siwon dengan wajah bingung.

“Lihatlah..” Jawab namja tampan itu sambil membawa kyuhyun masuk lebih kedalam lagi.

Pertama kyuhyun tidak tahu apa yang dilihatnya sampai matanya menangkap amplop-amplop babyblue yang sangat dikenalinya bertebaran disetiap furniture dalam ruangan itu. Dan yang lebih mengejutkan, disampingnya terletak botol bundar kecil dari kaca yang bertutup dan berlubang diatas dengan lilin yang menyala didalamnya.

Dari sanalah aroma vanilla yang menyebar diseluruh ruangan itu berasal. Semuanya ada sepuluh botol dan kyuhyun sadar disetiap botol itu berdiri satu amplop surat cinta darinya.

Kyuhyun tidak tahu apa yang harus dikatakannya untuk mengekspresikan perasaannya saat ini. Siwon membuat semua luka dan kesedihan dihatinya menghilang seketika. Tapi…

“Apa kau sungguh-sungguh, siwon-ssi??” Tanya kyuhyun tanpa berpaling melihat siwon dibelakangnya.

Siwon langsung mendekat dan menyelipkan kedua lengannya dipinggang kyuhyun dan memeluknya erat sampai punggung kyuhyun bersandar didadanya.

Saat itu kyuhyun bisa merasakan detak jantung siwon yang berpacu lebih kuat dari manusia normal seharusnya. Kyuhyun sadar bahwa itu juga yang terjadi padanya sejak mereka bertemu di sungai Han.

“Dengan apalagi harus kubuktikan, kyu?” Tanya siwon sambil meletakkan dagunya dibahu kyuhyun.

“A-aku…kita…salah…” Kyuhyun tidak tahu cara mengucapkan kata itu dengan benar.

“Jika mencintaimu adalah salah, aku rela menggenggam kesalahan itu untuk selamanya.” Ucap siwon sambil memutar tubuh kyuhyun menghadapnya.

“Kau tidak bisa menarik lagi ucapan itu, siwon-ssi..”

“Aku tidak akan pernah menariknya..tapi..”

“Tapi.. ubah dulu panggilanmu itu, aku seperti ahjussi saja”

“Si-siwon..”

“No, no, no..bukan itu.”

“S-siwon-nie..”

“Kau memang benar-benar cute baby..”

Siwon langsung memeluk kyuhyun tanpa bisa kyuhyun protes akan nama yang diucapkan siwon untuknya itu.

“Jangan pernah bersedih lagi, aku mencintaimu.” Ucap siwon mengeratkan pelukannya membuat kyuhyun semakin membenamkan wajahnya dileher kekasihnya itu.

“Mmm, aku harus berterima kasih pada hyukjae.” Ucap siwon kemudian membuat kyuhyun menatapnya dengan kepala dimiringkan.

“Untuk?”

“Karna menyuruhmu kembali mengantar suratku..”

“Ohh..”

“Ah!! Aku akan membuat ruangan khusus untukmu disana!! Agar kita bisa berdua saja”

“Tidak usah!!”

“Kenapa? Kau masih kerja disana kan baby??” Tanya siwon tanpa sadar membuat kyuhyun langsung menatapnya tajam.

“Lalu, apa kau masih mengirimkan surat untukku??” tanya siwon lagi tidak peduli.

“Tidak akan!!”

“Mwooo?? Waeyooo??” Tanya siwon tidak percaya.

“Untuk apa?? Jika aku sudah dalam pelukanmu??” Jawab kyuhyun tanpa sadar membuat siwon tersenyum garing sambil menatap kyuhyun jahil dan seketika pipi itu merona dengan indahnya.

Siwon langsung diam terpaku melihat wajah kyuhyun yang bersinar dengan cara yang berbeda membuat kyuhyun gugup seketika mungkin ada kata-katanya yang salah.

“Kau sangat cantik, baby.” Ucap siwon dengan wajah seriusnya membuat rona pipi kyuhyun semakin terlihat.

Detik itu juga siwon menarik kyuhyun ke pelukannya dan mendekatkan bibir mereka lalu memulai ciuman pertama mereka setelah resmi menjadi sepasang kekasih. Siwon mengecup bibir peach itu perlahan dan membuat ciuman itu terasa lembut dan sangat manis untuk kyuhyun.

Kyuhyun yang baru pertama kali merasakan ciuman manis seperti itu langsung memejamkan matanya sambil menggenggam erat baju depan siwon dengan jantung yang berdetak dengan hebatnya.

Setelah berapa detik siwon melepasnya dan menatap wajah kyuhyun yang masih memejamkan matanya dengan nafas sedikit teratur. Perlahan tangan siwon terangkat untuk membelai pipi pucat merona itu dengan lembutnya sampai mata kyuhyun terbuka perlahan menatapnya.

Lalu tangan itu pun turun kembali dan berhenti tepat diatas dada kyuhyun dimana debaran jantung kyuhyun bisa dirasakan siwon dengan jelasnya dan membuatnya tersenyum dengan menawan.

“Mulai sekarang, aku yang akan mengirimkan surat untukmu baby, tunggu saja.” Ucap siwon yakin dan menatap kyuhyun dalam.

Detik itu juga kyuhyun kembali menarik baju siwon dan kembali mengecup bibirnya memulai ciuman kedua mereka dan ketiga dan selanjutnya, seterusnya sampai selamanya.

Dan kyuhyun pun menyimpan surat dari siwon dalam kotak kaca berbentuk hati yang ada dimeja disamping tempat tidur namja tampan itu yang sudah dipenuhi dengan 99 surat darinya.  Dengan begitu lengkap sudah semuanya menjadi One Hundred Love Letters.

**

THE END.

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, APA INI!!!!>_<

You, My Father And I

Published March 14, 2015 by Wonviekyu

YOU MY FATHER AND I 2

You, My Father And I

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Suho, Kyuline, Kris.

Pairing : Always Won and Kyu

Genre : Romance, Fluff, Friendship

Warning : Boys Love, Alur dikejar hantu, kata-kata berantakan.

Ide cerita ini keluar setelah Ms. Moli membaca manga dan jadi seperti ini sebagai hadiah ulang tahun untuk salah satu reader setia Vie, ehehee.

Happy B’day 1013wk or Kyuna1013 or Kirana, wish you all the best in everything you do, My pray is for you and all the best thing in this world. Thanks for always being here, unnie loves you^^

Here you go..
From Vie,
** Kirana B’day

The Way That I Love You

Published February 17, 2015 by Wonviekyu

THE WAY THAT I LOVE YOU

THE WAY THAT I LOVE YOU
Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Paring : As always WonKyu

Genre : Angst, Romance

Warning : Absolutely BL

Typo’s everywhere I go^^

Summary : Love that never be apart even by the distance and time, Destroyed by a simple word that ever exist in this world. L.I.E

Inspired by : The Way That I Love You- Ashanty

**

From Vie..

**

“Mianhae, hiks.. mianhae..wake up” seorang namja sedang membangunkan sosok tubuh yang terbujur kaku diatas lantai kamar mandinya yang bernoda darah.

“Please, wake up..pleasee,, someone help me!!!” teriak namja itu pada ruangan sepi apartement mewahnya.

Namun tidak ada siapapun yang datang menolongnya.

**

The Way That I love You

Fefaah1013

No matter what has happened. No matter what you’ve done. No matter what you will do. I will always love you. I swear it.

aulina374

A fine WordPress.com site

Minyomeea's Room

Promise To Belive For To Be E.L.F From Super Junior ^^

sakayakamuramayko

Teenage Dreams

The Journey Of Belantara Kampus...

Di Bawah Lindungan AC Yang Terkutuk| #NotedCupu

nuraya98

ELF selamanya super junior yeongwonhi

Crazy Gang's Family Page

Crazy Gang summary page

Metha Sari

Welcome to My Fiction Paradise

tuhsyahddiah

A modern business theme

kimya_aegyaWonkyu

keep calm and fightig!!!!

alfenianuraga

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

gado gado

it's my life

Everlasting friend

SUPER JUNIOR LOVE ELF

aidahaitsuki

wonkyu love

siwonangkyu

follow your heart.imagination.logic WONKYU

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,297 other followers