When The Love Is Growing 6

SPG COVER

Seven Princes Garden

Sequel 6

**

Selamat malam My Lovely Readers~

Apa kabar, hm? Semoga malam ini menyenangkan ne?

Ohh, isi didalamnya Vie memang nggak begitu ngerti, tapi udah Vie cari di google tentang kehamilan dan penolakannya, jadi begitulah~ jika ada yang kurang atau tidak benar…maklum saja neee~

Selamat membaca.

**
“Kyuhyun hamil?”

“Tidak mungkin!!” Suara Siwon akhirnya terdengar.

“Tapi itu yang kami dapatkan setelah memeriksa keadaannya.” Jawab Dokter Lee yakin.

“Ta-tapi…ba-bagaimana mungkin dok?”

“Saya juga tidak bisa menjawab jika keajaiban sudah terjadi.”

“….” Siwon kehilangan kata-katanya.

Namja tampan itu mengingat kembali kapan mereka terakhir kali berhubungan dan itu 2 malam yang lalu. Namun jika janin itu sudah berusia 3 minggu maka itu sejak bulan madu kedua mereka di hawai.

“Siwonnie…” Panggil Donghae membuyarkan lamunan Siwon.

“H-hyung…bagaimana mungkin?”

“Didunia ini tidak ada yang tidak mungkin.”

“Ta-tapi ini…ba-bagaimana dia akan menerimanya?”

“Bukankah sangat membahagiakan? Kalian akan punya baby.” Ucap Ryeowook dengan tenangnya.

“Ayo, lihat Kyuhyun dulu.” Ucap Yesung kemudian.

Dan namja tampan itu pun melangkah perlahan menuju ruang ICU tempat Kyunyun masih dirawat sementara. Karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dokter mengizinkan Kyuhyun pulang setelah tenaganya pulih kembali.

Dengan perlahan Siwon membuka ruangan itu dan melihat Kyunyun masih terlelap dengan jarum infus menancap dipergelangan tangannya. Siwon mencoba berjalan tidak menimbulkan suara agar Kyuhyun tidak terjaga karena sejujurnya ia belum bisa membayangkan reaksi Kyuhyun atas berita ini.

Namun sayang begitu ia mendekati ranjang saat itu pula Kyuhyun berpaling melihatnya.

“Baby…” Panggilnya pelan.

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun dengan wajah memelas.

Seketika Siwon mendekat dan membelai pipi pucat itu dengan lembut membuat Kyuhyun menyandarkan pipinya dalam telapak tangan suaminya itu.

“Gwenchana, baby?” Tanya Siwon membuat Kyuhyun menatapnya.

“Aku pusing, mual-mual.” Keluh namja imut itu dengan kening berkerut. “Mianhae.”

“Mwoo?? Kenapa?”

“Aku tidak mendengarkanmu tadi pagi.”

“Hohh~ gwenchana, dokter bilang kau baik-baik saja, jangan khawatir.”

“Tapi aku masih pusing, badanku tidak enak, aku juga mau pulang.”

Siwon hanya bisa tertawa kecil mendengar keluhan itu namun ada hal yang lebih penting yang harus diketahui Kyuhyun. Karena itu harus menyiapkan hati atas apa yang mungkin saja terjadi setelah ini.

“Baby…” Panggilnya kemudian.

“Hm?”

“Dokter sudah memeriksa keadaanmu dan dia bilang…”

“Aku baik-baik saja.”

“Ne, dia bilang begitu, dan saat ini…” Siwon ragu untuk menyebutkannya.

“Apa hyung?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Siwon mengambil tangan Kyuhyun dan menggenggamnya dengan erat dan karena kegugupannya tanpa sadar wajah Siwon berubah gelisah dan Kyuhyun melihat semuanya.

“Hyung…”

“Dokter mengatakan saat ini, kau sedang hamil 3 minggu.” Akhirnya Siwon mengatakan dengan jelas.

Dengan seksama ia menyusuri wajah putih Kyuhyun yang pucat namun saat kata-kata Siwon masuk dalam kepalanya wajah manis itu berubah jadi kelam dan terlihat syok. Detik selanjutnya Kyuhyun langsung menarik tangannya dari genggaman Siwon dan menatap suami tampannya itu dengan horor.

“Baby…” Panggil Siwon bingung.

“Ha-hamil?” Kyuhyun bersuara dengan nafas tercekat.

“Nee, usianya jalan 3 minggu.”

“Ba-bagaimana mungkin?” Tanya Kyuhyun hampir menjadi bisikan.

“Ne??”

“Ani!! Andwae!!!” Seru Kyuhyun cepat. “Andwae Siwonnie!! Aku tidak mau!! Aku tidak hamil!!”

“Ba-baby…”

“Aku tidak mau!! Aku tidak mau hamil!! Aku bukan yeoja!! Andwaaae!!!” Ucap Kyuhyun sambil menarik jarum infus ditangannya.

Kemudian namja imut itu langsung berlari keluar dari ruangan membuat Siwon terpaku melihatnya tidak percaya. Siwon benar-benar tidak menyangka Kyuhyun tidak menerima keadaan itu, walau sebenarnya ia sangat yakin akan reaksi huswifenya sekarang.

Tapi…

“Baby!!” Panggil Siwon langsung berlari menyusulnya.

Siwon keluar dari kamar Kyuhyun dan melihat hyung-hyungnya masih terpaku dan melihat kearah huswifenya menghilang. Tanpa mengatakan apa-apa ia pun melewati hyungnya dan menyusul Kyuhyun yang ternyata berlari menuju atap rumah sakit. Dibelakangnya barulah Donghae dan Hyukjae berlari mengikutinya sementara Ryeowook berjalan sambil menghubungi orangtua Kyuhyun.

“Siwon ada apa?” Tanya Donghae dibelakangnya.

“Hyung…”

“Kenapa Kyuhyun lari? Apa yang terjadi?”

“Aku tidak tahu hyung~” Jawab Siwon sambil membuka pintu keluar atap itu.

Tempat yang luas itu terlihat sepi karena memang tidak ada orang lain disana selain Kyuhyun yang kini sudah berada dipinggiran atap.

“Mwoo?? Baby apa yang kau lakukan?!?!” Siwon tidak percaya melihat huswifenya berdiri disana.

“Hyung, aku tidak mungkin hamil aku ini namja!!” Ucap Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya.

“Baby…” Siwon berjalan mendekat.

“Berhenti!! Jangan mendekat!!” Ucap Kyuhyun tajam membuat Siwon menatapnya tidak percaya.

“Mwoo?? Baby…waeyo?”

“Jangan mendekat!! Aku tidak mau kau mendekat!! Pergilah!!”

Siwon tidak percaya apa yang didengarnya itu sampai ia berpaling melihat hyungnya yang lain sudah ada disana. Mereka juga tidak percaya Kyuhyun bisa berkata seperti itu pada Siwon, namja yang sangat dicintainya.

“Siwon apa yang terjadi?” Tanya Donghae masih penasaran.

“Aku tidak tahu hyung, aku bahkan tidak mengerti.”

“Panggilkan dokter, cepat!!” Ucap Yesung pada Hyukjae dan Ryeowook.

Dua namja tampan itu langsung melesat turun kebawah untuk memanggil dokter yang sudah merawat Kyuhyun. Sementara Siwon, Yesung dan Donghae terus memerhatikan gerakan Kyuhyun yang terus menggelengkan kepalanya. Sepertinya namja imut itu benar-benar tidak terima bahwa dirinya bisa mengandung layaknya seorang yeoja.

“Aku bukan yeoja!!” Bantah Kyuhyun lagi.

“Memang bukan baby, kau namja tampan cinta dan hidupku.”

“Tapi aku hamil hyung!! Kenapa? Kenapa aku bisa hamil, padahal aku namja!?! Jelaskan padaku!!”

“Hyung juga tidak mengerti, dokter akan menjelaskannya padamu, tapi hyung mohon, kemarilah~” Ucap Siwon mengulurkan tangannya.

“Aku tidak mau!! Jangan mendekatiku!!” Tolak Kyuhyun tajam membuat wajah Siwon sedikit terluka.

“Hyung…” Panggil Siwon pada namja tampan dibelakangnya.

“Kami tidak menyangka akan seperti ini Siwon.” Jawab Donghae dengan kening berkerut.

Saat itu suara beberapa langkah kaki terdengar menaiki tangga atap rumah sakit itu, hingga tak berapa lama orang tua Kyuhyun dan juga dokter yang merawatnya tiba disana. KangIn yang begitu khawatir langsung mendekati Siwon dan bertanya padanya.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa seperti ini?”

“Aku tidak tahu appa, saat tahu dia hamil, reaksinya jadi begini.”

“A-apa? H-hamil?” Tanya Leeteuk tidak percaya.

“Ne umma, dokter bilang janinnya sudah memasuki 3 minggu.”

“Omooo!!” Leeteuk langsung menutup mulutnya dan melihat putra kesayangannya dengan wajah takjub sekaligus tidak percaya. “Aku tidak tahu dia punya kelebihan ini.” Gumamnya sendirian.

“Tolong umma, dia tidak ingin aku mendekat.” Ucap Siwon kemudian.

“Mwo? Kenapa?”

“Aku tidak tahu.”

“Baby…” Panggil Leeteuk langsung berjalan mendekati Kyuhyun.

Namun Kyuhyun hanya melihat langkah namja berwajah lembut itu semakin mendekatinya.

“Umma…” Panggil Kyuhyun pasrah.

“Ne~ uri chagi~ umma disini.” Leeteuk terus berjalan dengan wajah tenangnya.

Wajah penuh kasih itu membuat Kyuhyun menatapnya dengan kerinduan hingga begitu berada didepannya, Kyuhyun langsung memeluk ummanya dengan erat.

“Ssst~ anak umma, kesayangan umma.” Ucap Leeteuk pelan sambil membelai kepala Kyuhyun.

KangIn dan Dokter yang merawat Kyuhyun pun segera mendekati mereka berdua. Kemudian dokter itu langsung menampakkan jarum suntiknya pada Leeteuk yang menganggukkan kepalanya. Dengan pelan dan sangat cekatan dokter itu menyuntikkan obat penenang itu dilengan Kyuhyun.

“Sudah…”

“Umma…” Panggil Kyuhyun pelan.

“Nee~ tidurlah, umma disini.”

“J-jangan tinggalkan a-ku.”

Kata Kyuhyun sebelum namja imut itu menutup mata dan kepalanya terkulai dibahu ummanya itu. Dengan wajah panik Siwon berlari menghampiri mereka dan memanggil Kyuhyun berkali-kali, namun saat dokter mengatakan dia dibawah obat penenang Siwon menghembuskan nafas lelahnya.

“Mianhae umma.” Ucap Siwon menundukkan kepalanya.

“Apa yang kau katakan, ayo bawa dia ke kamar.

“Oh, ne~ arraseo!!”

Dengan perlahan Siwon menyambut tubuh huswifenya itu hingga ia bisa mengangkatnya bridal style. Bahkan Leeteuk membenarkan letak kepala Kyuhyun hingga terkulai dengan manisnya dileher Siwon seolah namja imut itu sedang bersembunyi seperti biasanya.

“Ayo semua kembali.” Ucap Leeteuk pada namja yang lain. “Yeobo, sebaiknya kau kembali ke sekolah.” Lanjutnya kemudian pada suaminya.

“Tidak mungkin aku meninggalkan putraku!” Bantah KangIn.

“Kau lupa dia punya suami? Aku juga ada disni, khaa~”

“Ta-tapi…”

“Kau bisa kembali dan membatalkan meeting atau apa, yang penting salah satu dari kita ada disana, tidak baik mengabaikan tanggung jawab.”

“Arraseo.” Jawab KangIn dengan wajah cemberut.

Namun Leeteuk hanya tersenyum kecil dan melihat saat suaminya mengecup kening putra mereka penuh sayang. Kemudian KangIn pun segera pergi darisana sementara mereka berbelok kembali ke ruangan Kyuhyun.

Siwon menidurkan huswife imutnya itu diranjang putih milik Kyuhyun kemudian menyelimutinya dengan baik. Setelah itu dokter kembali memeriksa vital Kyuhyun yang kembali normal.

“Aku tidak tahu kenapa Kyuhyun-ssi bereaksi seperti itu, tapi aku sudah menghubungi dokter psikolog kami, jadi tenang saja.” Ucap Dokter itu kemudian.

“Terima kasih dokter.” Ucap Leeteuk.

“Jika saat bangun nanti dia masih menolaknya, sebaiknya jangan memaksa, Siwon-ssi cobalah untuk menenangkannya secara perlahan.” Ucap dokter itu lagi mengingat penolakan Kyuhyun pada suaminya itu.

“Ne dok, saya mengerti.” Ucap Siwon lemah.

“Kalau begitu saya permisi.”

“Nee, silahkan~” Leeteuk mengantarkan dokter itu keluar, kemudian kembali masuk kedalam.

Namja tampan itu melihat bagaimana Siwon sangat mencintai anak mereka, jadi tidak mungkin Siwon akan menolak apa yang mereka dapatkan secara tiba-tiba ini. Walau begitu, Leeteuk ingin memastikan semuanya.

“Siwonnie…” Panggilnya kemudian.

“Ne umma.” Siwon meletakkan tangan Kyuhyun dirajang perlahan kemudian beranjak menuju sofa bersama ummanya.

“Aku tahu semua ini sangat tidak mungkin terjadi, tapi inilah kenyataannya, jadi aku sungguh ingin tahu, apa yang kau rasakan?” Tanya Leeteuk tanpa basa-basi.

“Maksud umma?”

“Mmm, itu…apa kau bisa menerimanya?” Tanya Leeteuk lagi.

“Menerima siapa? Kyunnie? Dia hidupku umma.”

“Itu umma tahu, tapi sekarang… Umma tahu kau juga tidak menyangka ini bisa terjadi, jika kau menolak seperti Kyunnie umma sangat mengerti, biar keadaan lebih baik dan kembali seperti semula kita bisa menggug…”

“Tunggu umma!!!!” Sanggah Siwon dengan cepat.

Kepalanya yang masih bingung dengan semua yang terjadi itu sedikit lambat mengerti maksud dari kata-kata umma mertuanya itu. Namja berwajah keibuan itu bermaksud untuk menggugurkan kandungan Kyuhyun jika ia juga tidak bisa menerimanya.

Begitukah?

Siwon langsung menatap ummanya dengan beribu kata yang ingin diucapkan. Bahkan ia sangat ingin memarahi namja yang sudah merawat huswifenya itu, tapi tentu saja itu tidak mungkin.

“Apa yang umma pikirkan?” Tanya Siwon dengan wajah terluka. “Umma ingin menghentikan hidupnya jika aku tidak menginginkannya? Kenapa umma tega?”

“Bu-bukan begitu, umma hanya tidak ingin kau terbebani, kalian masih muda, dan hal ini bukan yang biasanya terjadi di masyarakat kita.”

“Bagaimana aku bisa menolaknya hanya karena pandangan orang? Umma~ dia berhak untuk hidup, bayi itu darah dagingku.” Mata Siwon berkaca-kaca membayangkan hal buruk terjadi pada bayinya.

“Jadi kau menerimanya?”

“Kyuhyun hidupku dan bayi itu akan menjadi nafasku, jangan pernah berpikir seperti itu lagi, jika Kyuhyun dianggap aneh karena bisa mengandung bayi kami, dengan senang hati aku akan hidup selamanya dalam keanehan itu.” Ucap Siwon dengan yakinnya.

“Siwonnie…” Leeteuk menatap menantunya itu dengan airmata sudah mengalir dipipinya. “Sebenarnya umma hanya takut.” Ucapnya kemudian.

“Takut apa umma?” Siwon mendekati ummanya itu.

“Umma tidak tahu hal ini bisa terjadi, umma bahkan tidak pernah membayangkannya seperti yang ummamu lakukan, setiap dia berkata ingin punya cucu umma hanya menganggapnya sebagai candaan, tapi kali ini, saat mendengarnya pertama kali ketakutan terbesar yang ada padaku adalah bagaimana…bagaimana jika kalian tidak bisa menerimanya?”

“Ummaa~” Siwon langsung memeluk ummanya itu untuk menenangkannya dan Leeteuk pun menumpahkan kekhawatirannya itu pada menantu kesayangannya.

“Seharusnya umma menangis pada suami umma, kenapa malah padamu?”

“Bukankah lebih tepat padaku? Aku bisa menjawab kekhawatiran itu dengan lebih jelas.”

“Kau benar.” Jawab Leeteuk menganggukkan kepalanya.

“Umma tenang saja, keluargaku akan menerimanya seperti yang kulakukan karna apa?”

“……” Leeteuk melepas pelukannya dan melihat wajah tampan yang sedang tersenyum itu walau bekas airmata juga ada dipipinya.

“Aku menikah dengan Kyuhyun karena aku ingin bersamanya, bahkan jika kami tidak memiliki keturunan aku hanya ingin bersamanya, bukan yang lain.”

“Umma tahu…”

“Dan semua keluarga Choi menerima hal itu karena mereka juga menyayangi Kyuhyun. Tapi sekarang ternyata namja yang kucintai bisa memberikan kebahagiaan yang luar biasa ini, bagaimana aku bisa menolaknya umma? Bukankah itu sebagai hadiah kedua yang aku dapatkan karena sudah mencintai Kyuhyun?”

“Seberapa dalam cintamu untuk Kyuhyun?” Tanya Leeteuk dengan wajah tidak percaya.

“Tidak bisa dibandingkan dengan yang ada didunia ini umma.”

“Jika seperti itu, umma tidak perlu khawatir?”

“Tidak…bukankah ummaku yang paling mengharapkan ini terjadi? Bahkan saat aku tidak percaya dan selalu menghentikan hayalannya itu.”

“Nee, umma pernah mendengarnya.”

“Dan sekarang, bagaimana cara menjelaskannya pada Kyuhyun, agar dia bisa menerimanya juga.” Tanya Siwon.

“Saat dia bangun nanti, biar umma yang bicara, tunggulah diluar ne~”

“Arraseo umma.”

Dan selanjutnya mereka hanya menunggu Kyuhyun bangun dari pengaruh obat penenang itu. Sementara Siwon keluar dari ruangan untuk melihat hyung-hyungnya yang tidak berani masuk lagi saat mendengar pembicaraan serius Siwon bersama ummanya.

“Hyung, kalian pulanglah~ nanti kalau ada waktu datanglah kembali, beritahukan pada Heechul hyung juga Han hyung.”

“Baiklah, jika perlu sesuatu hubungi kami.” Ucap Yesung yang paling tua disana.

“Kajja~” Hyukjae mengajak Donghae dan Ryeowook sambil menggandeng mereka.

Namun baru beberapa langkah suara Siwon kembali menghentikan mereka berempat dan serentak berpaling melihat ke belakang tempat Siwon berdiri dengan gugupnya.

“Waeyo?” Tanya Hyukjae.

“Mmm, i-itu…aku belum bertanya…” Ucap Siwon semakin gugup.

“Huh? Tanya apa?” Kali ini Donghae menatap dongsaengnya itu dengan wajah penasaran.

“Ap-apa kalian bi-bisa menerima K-kyunnie??” Tanya Siwon akhirnya.

“Maksudnya?” Yesung balik bertanya.

“Aku menginginkan bayi itu, bahkan jika dunia menganggap kami aneh, aku tidak akan menggugurkan kandungan Kyunnie.” Jawab Siwon tegas.

“Jadi, maksudmu?” Ryeowook menaikkan sebelah alisnya. “Apa kami menerima Kyunnie dan bayinya?” Tanyanya kemudian memperjelas.

Siwon menganggukkan kepalanya dan terus menunduk tanpa melihat para hyungnya sedang bertatapan dengan wajah kesal. Dan detik selanjutnya tanpa kata-kata Ryeowook berjalan mendekati namja tampan itu dan langsung menyentil dahinya.

Kemudian ia kembali berdiri ditempat semula membuat Siwon menatapnya dengan mulut terbuka. Dan selanjutnya Hyukjae berjalan dengan cepat diikuti Donghae dibelakangnya kemudian Yesung, ketiganya berurutan menyentil dahi Siwon tanpa kata-kata dan kembali berdiri ditempat mereka.

“Waeyo??” Tanya Siwon dengan wajah bingung.

“Kuda paboo!!” Ucap Hyukjae tajam.

“Kau kira kami siapa?” Tanya Donghae menatap Siwon tajam. “Sejak dulu aku menjaganya, dia kesayanganku.”

“Walau apapun yang terjadi, dia magnae kita.”

“Mungkin bayi itu yang akan shock menerima ahjussi-nya seperti kami.” Ucap Yesung dengan wajah polos membuat yang lain langsung menatapnya.

“Memangnya kita seperti apa?” Tanya Ryeowook bingung.

“Ahh!! Sudahlah, yang jelas kami tidak sabar untuk menjaga malaikat kecil yang pasti menggemaskan itu.”

“Gomawo hyung~ kalian yang terbaik.” Ucap Siwon dengan wajah bahagia.

“Ne, kami pulang.” Jawb Hyukjae.

Lalu namja tampan itu pun segera berbalik dan kembali berjalan bersama sambil membicarakan calon ponakan mereka dan siapa yang akan menjaganya dan siapa namanya, bahkan Ryeowook berencana akan mengajari bayi itu memasak dan Donghae akan menghadiahinya dengan ikan yang banyak.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian segera kembali pada Kyuhyunnya yang ternyata sudah terbangun. Namja tampan itu mendengar suara Leeteuk yang menanyakan keadaan huswife cantiknya.

“Ayo pulang umma.” Ajak Kyuhyun sebagai jawabannya.

“Pulang? Tapi kau masih harus dirawat.”

“Aku mau pulang, aku tidak mau disini.”

“Tapi baby…”

“Ummaaa~” Wajah memelas itu tidak pernah bisa ditolak Leeteuk.

“Baiklah, umma panggilkan Siwonnie.

“Andwae!!!” Bantah Kyuhyun cepat.

“Mwoo? Kenapa? Kau mau pulang kan? Tentu saja Siwon akan membawamu ke rumah kalian.”

“Ani, aku mau pulang ke rumah umma.”

“Mwoo??”

“Ayo umma~”

Leeteuk hanya bisa menatap wajah putranya yang pucat itu kemudian berpaling melihat ke pintu yang ternyata Siwon sudah berdiri disana dalam diam. Namja tampan itu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban membuat Leeteuk menghela nafas lelahnya.

“Baiklah, dokter bilang kau memang baik-baik saja, kajja.” Ucapnya kemudian melepas selang infus yang menancap di pergelangan tangan Kyuhyun.

Kemudian namja tampan itu membantu putranya bangkit dari tempat tidur dengan perlahan. Melihat hal itu Siwon langsung masuk kedalam dan mencoba memapah Kyuhyun agar lebih cepat.

Namun tanpa disangka Kyuhyun menarik tangannya dan bergeser menjauh dari suami tampannya itu. Siwon dan Leeteuk langsung membeku ditempat mereka melihat tindakan yang tidak biasa itu namun Kyuhyun tidak merasa.

“Umma…” Panggil Kyuhyun kemudian membuat Leeteuk tersentak.

“Ahh, kajja~” Leeteuk membawa Kyuhyun berjalan keluar kamar sambil berpaling kebelakang melihat Siwon dengan wajah bingungnya.

Namun namja tampan yang hatinya terbuat dari berlian itu hanya tersenyum lembut dan berjalan perlahan mengikuti keduanya. Bahkan sampai keluar loby rumah sakit Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa pada Siwon apalagi melihat wajah tampan suaminya itu.

Saat menunggu mobil mereka dibawa kedepan oleh sopir pribadi Leeteuk, Kyuhyun hanya bersandar didinding sambil memeluk perutnya. Siwon begitu ingin memeluk dan menenangkan namja imut huswifenya itu, namun ia tidak ingin membuat suasana menjadi lebih berat.

“Siwonnie…” Panggil Leeteuk membuatnya berpaling dari Kyuhyun.

“Ne, umma?”

“Katakan pada dokter Lee, Kyuhyun meminta pulang dan jadwalkan kunjungan psikolog itu ke rumah umma, secepatnya.”

“Ne umma.”

“Kita harus tahu apa yang terjadi, tidak mungkin dia menjadi seperti ini.”

“Jangan khawatir umma, yang penting Kyunnie baik-baik saja.”

“Tapi kau tidak akan baik, pergilah~ kami akan segera pulang.”

“Ne~ jaga Kyunnie umma.” Ucap Siwon tulus membuat Leeteuk menganggukkan kepalanya. Kemudian namja tampan itu segera kembali masuk ke dalam setelah sekali lagi melihat Kyuhyun yang tetap tidak melihatnya.

Saat itu mobil mereka pun sudah tiba disana dan Leeteuk segera memapah Kyuhyun masuk kedalam mobil dan duduk bersamanya dibelakang. Namja imut itu tidak mengatakan apa-apa saat mereka pergi dari rumah sakit itu dan terutama pergi dari suami tampannya.

Leeteuk bahkan tidak bisa bertanya ada apa karena putranya itu terus menatap keluar jendela seperti menghindar untuk berbicara dengannya. Bahkan sampai di resident rumah mereka, namja imut itu hanya diam seribu bahasa dan langsung menuju kamarnya setelah turun dari mobil.

Leeteuk hanya bisa menghela nafas pasrah dan mengikuti Kyuhyun dari belakang sampai ke kamarnya. Didalam kamar Kyuhyun sudah meringkuk bulat didalam selimutnya sambil memejamkan mata.

Namja tampan itu mencoba mendekat dan duduk ditepi ranjangnya kemudian membelai rambut lembut Kyuhyun penuh sayang.

“Waeyo chagi?” Tanyanya kemudian. “Kenapa kau menghindari Siwonnie?”

Tidak ada jawaban, Kyuhyun hanya memejamkan matanya dengan tarikan nafas yang teratur. Namun Leeteuk tahu namja imut putranya itu tidak tertidur.

“Kyunnie…”

Tetap tidak ada jawaban.

Akhirnya Leeteuk pun segera keluar darisana tanpa ingin memaksa anak kesayangannya itu. Toh nanti, Kyuhyun juga akan berbicara kepadanya karena tidak ada orang lain disana. Sementara itu setelah ummanya keluar Kyuhyun bergerak-gerak dalam selimutnya hingga akhirnya ia tidur terlentang.

Dengan perlahan tangannya bergerak menuju perutnya yang rata itu kemudian tanpa sadar airmatanya pun mengalir dari sudut matanya.

“Naega wae??” Tanya Kyuhyun entah pada siapa. “Aku ini namja, brengsek!!” Umpat Kyuhyun sambil memukul perutnya.

Namun detik selanjutnya ia merasakan nyeri yang luar biasa karena pukulan itu. Dengan nafas tersendat Kyuhyun mencoba menghilangkan nyeri itu.

Karena itu juga ia pun kembali meringkuk sambil memeluk perutnya yang terasa sakit. Saat itu Siwon yang sudah selesai di rumah sakit langsung kembali ke rumah Kyuhyun dan tanpa bertanya pada Leeteuk ia langsung menuju kamar mereka yang ada disana.

“Baby…” Panggil Siwon langsung membuka pintu kamar itu.

Kyuhyun yang masih meringis kesakitan hanya bisa menatap suaminya itu dengan tatapan horor. Tapi Siwon yang sangat mengenalnya langsung tahu ada yang tidak baik dengan huswifenya itu.

“Gwenchanayo? Dimana yang sakit? Katakan baby~”

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun. “Jangan mendekat, keluar!! Siwon hyung keluar!!”

“Ba-baby…bagaimana bisa? Hyung tidak bisa meninggalkanmu.”

“Keluar!! Aku tidak mau melihatmu!!”

Kyuhyun meringis kesakitan sambil memejamkan matanya dan tidak melihat wajah Siwon yang kembali terluka. Namja tampan itu tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, disatu sisi ia tidak mungkin meninggalkan Kyuhyun.

Tapi disisi lain, Siwon tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk jika ia menuruti keinginannya untuk mendekati namja imut huswifenya itu. Dan akhirnya Siwon pun memilih keluar dari ruangan itu dengan kepala tertunduk dan bahu terkulai.

Kyuhyun mendengar langkah suaminya itu perlahan dan membuka mata untuk melihatnya. Bahkan dari belakangnya saja Kyuhyun bisa melihat betapa sedihnya Siwon akan sikapnya itu. Tanpa bisa dicegah airmatanya kembali mengalir dari pipi kirinya.

“Siwonnie…” Panggil Kyuhyun berupa bisikan.

Dalam tangisnya akhirnya Kyuhyun tertidur sendirian saat perlahan nyeri diperutnya pun menghilang.

**

Sementara itu dibawah Siwon menghempaskan tubuhnya dengan keras diatas sofa ruang tengah rumah itu. Leeteuk yang baru selesai menyiapkan cemilan untuk mereka langsung mendekatinya.

“Kenapa Siwonnie? Kau sudah sampai?”

“Nee~ tapi dia menolakku umma, eotteokhae?” Tanya Siwon sambil meraup wajahnya dengan kasar.

“Sabar sebentar ne, kapan psikolog-nya datang?”

“Dokter itu punya waktu besok, dia akan datang kesini.”

“Ohh, baiklah~ kau mau makan?”

“Ani, aku tidak lapar umma.”

“Kalau begitu mandi saja dulu, pakaianmu ada disini kan? Nanti umma bersihkan kamar tamu, kau bisa tidur disana.”

“Apa aku tidak bisa tidur dikamar Kyunnie?” Tanya Siwon penuh harap.

“Itu..mmm, umma tidak tahu.”

“Aku akan keluar sebelum dia bangun, please umma.”

“Baiklah, terserah padamu, sana mandi dulu.”

Siwon tersenyum senang lalu segera menuju kamarnya untuk mengambil pakaiannya yang ada disana, namun sebelum itu ia melihat Kyuhyun yang sudah tertidur. Setelah menyelimutinya dengan baik Siwon segera keluar dari kamar itu dan menuju kamar tamu.

Namja tampan itu mengambil beberapa pakaian yang diperlukannya dan diletakkan dilemari kamar tamu, agar ia bisa dengan mudah mengambilnya jika Kyuhyun tidak ingin melihatnya.

Mengingat kata itu membuat senyum manis dibibir Siwon menghilang dengan cepat. Setelah menghela nafas lelah namja tampan itu langsung membersihkan dirinya disana dan menghilangkan segala kelelahannya seharian ini.

Setelahnya ia hanya menghabiskan waktunya di kamar Kyuhyun dan menjaganya sambil membaca buku yang ada disana.

Bahkan sampai malam menjelang Siwon masih berada disana jika bukan Leeteuk yang memanggil keluar untuk makan malam. Namja tampan itu menyelimuti Kyuhyun dengan baik lalu segera keluar dari sana.

Dan begitu keluar, ternyata diruang tamu rumah sudah berkumpul semua hyung-hyung mereka membawa berbagai hadiah berwarna pink dan biru sebagai ucapan selamat untuk Kyuhyun. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kebahagiaan juga ada pada mereka.

“Gomawo hyung~” Siwon langsung berlari menghambur dalam kerumunan hyungnya itu.

“Dimana Kyunnie?” Tanya Donghae.

“Aku kira kalian masih dirumah sakit.” Hyukjae melihat dengan kening berkerut.

“Kyunnie minta pulang, dia tidak suka rumah sakit.”

“Kami ingin melihatnya.” Ucap Heechul langsung berjalan menuju kamar Kyuhyun.

Hyung yang lain pun ikut menyusul dibelakangnya membuat Siwon tidak bisa mencegah mereka. Para namja tampan itu langsung membuka pintu kamar Kyuhyun dan melihat dongsaeng mereka meringkuk didalam selimut.

“Kyunnie…” Panggil Donghae.

Kyuhyun langsung bergerak perlahan mendengar suara hyung kesayangannya itu. Perlahan namja imut itu melihat siapa yang menjenguknya karena langkah kaki mereka terdengar yang sangat banyak.

Para hyungnya langsung menyunggingkan senyuman garing mereka melihatnya namun Kyuhyun membalasnya dengan tatapan tajam yang tidak biasa.

“Kami datang magnae.” Ucap Heechul berjalan mendekati ranjang.

“Keluar!!” Jawab Kyuhyun tajam membuat mereka tersentak.

“M-mwo?? Waeyo??” Mata Heechul melebar.

“Keluar!! Jangan mendekat!!” Teriak Kyuhyun kasar.

“Baby…” Panggil Siwon.

“Keluaaar!!!”

“Hyung…” Panggil Siwon membuat hyungnya yang terpaku langsung berpaling melihatnya. “Kajja…” Ucapnya kemudian.

Para namja tampan itu keluar dari kamar namja imut itu dengan wajah shock mereka. Sementara Kyuhyun langsung meringkuk dalam selimutnya sambil menggenggam erat ujung selimutnya itu.

“Katakan padaku apa yang terjadi!?!” Tanya Heechul dengan wajah blank.

“Itulah yang terjadi hyung, Kyunnie hanya mau dekat umma.”

“Maksudnya?”

“Dia tidak mau aku mendekat, bahkan melihat saja tidak hyung.” Jelas Siwon dengan wajah sedih.

“Ke-kenapa begitu? Apa yang terjadi?” Tanya Ryeowook tidak percaya.

“Dokter menyarankan Kyunnie bertemu psikolog.”

“Mwoo??”

“Aku juga tidak mengerti hyung.”

“Sudahlah, ayo semuanya, makan dulu.” Suara leeteuk membuat mereka menghela nafas lelah bersamaan.

Dan para namja tampan itu pun makan malam dengan sedikit tidak nyaman, apalagi pembicaraan mereka kembali mengenai Kyuhyun yang tiba-tiba berubah.

Dan karena itu juga mereka langsung permisi pulang setelah menghabiskan makan malam yang sudah disediakan. Sementara Siwon sendiri memilih ke kamar tamu karena Kyuhyun masih terjaga dan umma mereka sedang membawakannya makan malam.

Namja imut itu tidak banyak bicara walau ia ingin didekati appa dan ummanya, namun tidak ada yang dikatakan bibir yang semakin pucat itu.

Saat malam semakin menjelang dan namja imut itu ketiduran barulah Siwon masuk ke kamar itu dan berbaring dengan pelan disampingnya. Sambil menatap wajah pucat dan kelelahan itu Siwon juga ikut terlelap dengan pikiran yang begitu kelam.

Keesokan harinya.

Pagi-pagi menjelang Siwon sudah keluar dari kamar Kyuhyun tanpa namja imut itu sadari. Saat Kyuhyun terjaga, namja imut itu hanya berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya kemudian kembali masuk kedalam selimut dan meringkuk disana.

Saat sarapan Leeteuk datang membawanya sarapan namun beberapa suap Kyuhyun langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Leeteuk hanya bisa menghela nafas lelah saat Kyuhyun menangis tertahan di sudut dikamarnya.

Gejala morning sicknessnya sudah dimulai dan Kyuhyun merasa seluruh tubuhnya kehilangan tenaga hingga ia tidak bisa bergerak darisana.

“Umma~” Panggilnya pelan.

Dengan cepat namja tampan berlesung bibir itu masuk kekamar mandi dan mendapati Kyuhyun meringkuk disudutnya.

“Waeyo? Baby?” Tanyanya panik.

“U-umma…” Panggil Kyuhyun.

“N-ne..umma disini.”

“A-aku t-tidak b-bisa bangun.”

“Ohh, omoo~ biar umma bantu.” Dengan cepat Leeteuk mendekat dan membangunkan Kyuhyun dari duduknya.

Kemudian dengan perlahan mereka keluar darisana dan Leeteuk kembali mendudukkan namja imut putranya itu diranjang. Wajah sedih Kyuhyun begitu terlihat dengan jelas namun tidak ada kata yang diucapkan namja yang sedang kalut dalam pikirannya itu.

“Siwonnie ada dipintu.” Ucap Leeteuk tiba-tiba.

Kyuhyun langsung membenamkan wajahnya dibantal dan menangis tertahan namun bahunya terlihat bergetar. Leeteuk tidak tahu apa yang harus ia lakukan, apalagi saat ini putranya itu sedang mengandung yang pasti emosinya sedang tidak stabil. Dan tentu saja kasusnya sangat berbeda dengan yang dialami yeoja pada umumnya, karena Kyuhyun seorang namja.

Namja tampan itu hanya bisa menunggu kedatangan psikolog yang bisa menjelaskan semuanya. Dengan begitu mereka akan tahu apa yang akan mereka lakukan untuk membuat Kyuhyun merasa lebih baik.

“Kau mau dia masuk?” Tanya Leeteuk sambil menyelimuti sampai pinggang namja imut itu.

“A-aku rindu umma.” Ucap Kyuhyun diantara bantalnya.

“Dia selalu disini, kenapa tidak katakan padanya,hm?”

“A-aku…me-menjijikkan.”

“MWOO!!! Si-siapa yang mengatakan itu?” Tanya Leeteuk dengan mata melebar.

“Aku tidak normal!! Aku aneh umma!! Dia tidak mau melihatku!! Dia…” Ucapannya terhenti saat pintu kamarnya dibuka dengan kasar.

Leeteuk langsung berpaling melihat Siwon berdiri disana dengan wajah horor dan matanya menatap Kyuhyun tajam.

“Apa yang kau katakan?” Tanya Siwon.

“Siwonnie…” Panggil Leeteuk dengan cemas.

“Siapa yang tidak mau melihatmu?” Tanya Siwon lagi.

“J-jangan mendekat.” Jawab Kyuhyun.

Seketika langkah Siwon terhenti lagi, entah kenapa ia tidak memaksakan kehendaknya saat melihat wajah putih pucat itu sedih dan terluka.

“Baby…naega manhi, ajumanhi bogoshipeoso.” Ucap Siwon dengan sejujurnya.

Namun Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya dengan airmata yang terus berlinang dipipi pucatnya itu. Tangannya menggenggam erat selimutnya dan bergerak perlahan sampai ia tertuup selimut itu dan meringkuk disana.

Melihat hal itu Siwon kembali menyerah dan mundur beberapa langkah sampai Kyuhyun berpaling melihat kearah lain. Namja tampan itu benar-benar tidak bisa mendekat jika karna itu Kyuhyun akan menangis lagi.

“Tidur saja Kyunnie.” Ucap Leeteuk akhirnya.

Leeteuk membantu Kyuhyun menyelimutinya dengan baik, putranya itu pun langsung meringkuk memeluk lututnya dan menyembunyikan dirinya disana. Kemudian namja tampan ummanya itu segera keluar sambil membawa nampan berisi makanan yang tidak disentuh Kyuhyun lagi.

Diluar sana Siwon sedang sarapan bersama Appanya dan tersenyum sedih saat melihat ummanya kembali dengan nampan yang masih utuh isinya.

“Yeobo, aku tidak ke sekolah, psikolog Kyuhyun akan datang.” Ucap Leeteuk pada suaminya.

“Gwenchana, aku pergi dulu.” KangIn beranjak dari meja makan sambil menepuk pelan bahu Siwon.

Kemudian namja tampan itu segera menuju kamar putranya untuk berpamitan setelahnya segera pergi ke sekolah karena kepala sekolah tidak pernah absen dari sekolah.

***

Beberapa saat kemudian..

Yeoja cantik dengan penampilan mengagumkan tiba didepan rumah mereka, Goo Hye Sun. Psikolog cantik dengan usia paling muda namun tidak bisa diragukan lagi kemampuannya, karena itu juga ia bisa berada di rumah sakit terbesar yang ada di Seoul.

“Selamat siang~” Sapa yeoja itu.

“Ahh, silahkan masuk, kami sudah menunggu anda.” Ucap Leeteuk membawa yeoja cantik itu masuk.

Sebelum melakukan tugasnya Leeteuk menjamu Hye Sun dengan minuman dan beberapa cemilan. Sembari berbincang-bincang hal ringan sampai hal pentingnya yang menyangkut pada Kyuhyun. Leeteuk dan Siwon memberi gambaran sekilas apa yang terjadi pada namja imut itu.

Setelahnya Hye Sun langsung diantar ke kamar Kyuhyun dan meninggalkan mereka berdua disana. Saat Yeoja cantik itu masuk Kyuhyun hanya melihatnya dengan wajah bingung namun mendengar setiap ucapan yeoja cantik itu yang begitu menenangkan.

Melihat Kyuhyun menerimanya dengan tenang, Hye Sun pun memulai tugasnya dengan berkenalan dan terus berbicara sendirian karena Kyuhyun tidak menjawab. Setelah berusaha dengan keras akhirnya Kyuhyun membuka diri dan mulai menjawab apa yang dikatakannya.

Sementara diluar kamar Siwon dan Leeteuk menunggu dengan wajah cemas, bahkan Siwon hanya bisa duduk mematung ditempatnya.

Dan setelah lebih dari dua jam kemudian barulah Hye Sun keluar dengan senyum yang menenangkan membuat Leeteuk tanpa sadar menghela nafas lega.

“Apa yang terjadi dok?” Tanya Leeteuk tidak sabaran.

“Dari pertemuan ini saya bisa melihat Kyuhyun-ssi masih normal-normal saja, hal ini memang sering terjadi pada wanita hamil.” Ucap yeoja cantik iu dengan wajah tenangnya.

“Be-benarkah? Lalu kenapa dia menghidar dari semuanya? Bahkan suaminya sendiri.” Tanya Leeteuk begitu penasaran.

“Dalam kasus Kyuhyun-ssi memang sedikit berbeda karena ia seorang namja, tapi selebihnya semuanya sama.”

“Apa itu akan bersifat lama?”

“Tidak, pada umumnya diawal-awal kehamilan wanita akan mengalami perubahan yang sangat drastis, sifat sensitif yang tidak mereka miliki akan lebih besar saat mereka diketahui sedang mengandung.”

“Maksudnya?”

“Mereka akan mudah terluka, mudah kecewa, emosi yang tidak labil, bahkan rasa takut yang berlebihan dan yang paling besar adalah rasa takut ditingalkan.”

“Mwoo? Karena itu dia hanya ingin bersamaku? Itulah yang diucapkannya sebelum tertidur diatap rumah sakit.” Ucap Leeteuk melihat Siwon.

“Saya melihat ketakutan itu lebih besar dari rasa kecewa dan ketidaksiapannya menjadi ibu. Kyuhyun-ssi merasa takut ditinggalkan suaminya, juga hyung-hyungnya karena merasa ia berbeda atau tidak normal, karena menurut yang ia tekankan ‘hanya yeoja yang bisa mengandung dan namja tidak, tapi dia bisa.”

“Lalu apa yang harus kami lakukan?”

“Tidak ada hal khusus, hanya cobalah untuk saling terbuka, mengatakan semua yang dirasakan biar bisa saling mengerti. Buat dia percaya bahwa dia tetap berharga walau ia bisa mengandung seperti yeoja, tidak ada yang berubah karena dia tetaplah Kyuhyun-ssi yang kalian sayangi.”

“Hanya itu saja?”

“Nee~ lebih cepat lebih baik, atau hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.”

“Hal tidak diinginkan? Seperti apa itu dok?”

“Jika ketakutan itu berubah menjadi depresi berat, bukan tidak mungkin Kyuhyun-ssi akan mencelakakan dirinya sendiri bahkan lebih parah, ia juga akan mencelakai bayi yang ada dikandungannya.”

“Andwaee!!” Bantah Siwon cepat yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.

“Saya harap kalian bisa melakukannya dengan benar, maka ia akan baik-baik saja.”

“Terima kasih dok, kami akan berusaha.”

“Saya akan datang seminggu sekali untuk melihat perkembangannya, semoga minggu berikutnya dia sudah lebih baik.”

“Ne, terima kasih.” Ucap Leeteuk sambil mengantar dokter cantik itu keluar dari rumahnya.

Sementara itu Siwon langsung kembali ke kamar Kyuhyun dan melihat namja imut itu tertidur dengan nyaman dibawah selimutnya. Siwon mendekati huswifenya itu lalu duduk ditepi ranjang dan menatap wajah damai Kyuhyun disana.

“Kenapa baby?” Tanyanya dengan pelan. “Kenapa kau harus berpikir sejauh itu? Apa karna aku yang menekankan bahwa namja tidak bisa hamil?”

“…..” Tidak ada jawaban karena Kyuhyun benar-benar terlelap.

“Sekarang yang terjadi malah sebaliknya, apa kau membenciku? Apa aku seperti berbohong padamu?” Tanya Siwon lagi sambil menggenggam dengan lembut tangan Kyuhyun.

“Mianhae~ jeongmal~” Bisik Siwon mengecup punggung tangan Kyuhyun. “Jangan membenciku, aku tidak bisa, baby~”

“Siwonnie…” Panggil Leeteuk dibelakangnya.

“Ne umma~”

“Dia tidur?”

“Nee.. Apa yang harus aku lakukan umma?” Tanya Siwon melihat ummanya itu dengan wajah memelas.

“Sabar Siwonnie, kau harus bisa membuat Kyuhyun yakin bahwa dirinya berharga juga bayinya.”

“Bagaimana caranya jika melihatku saja dia sudah menangis.”

“Pelan-pelan saja, dia tidak boleh terbebani.” Jawab Leeteuk mengamati wajah lelah Kyuhyun.

“Apa tidak akan berpengaruh pada janinnya jika kita memaksa?”

“Kita tidak akan memaksa, kau akan tetap menemaninya walau apapun yang terjadi.”

“Ne umma,.”

“Umma percaya padamu.”

Leeteuk tersenyum dengan lembut lalu segera keluar darisana setelah mengecup kening Kyuhyun penuh sayang. Sementara Siwon tetap disana menemani huswifenya itu dalam diam.

Sampai waktu berlalu dengan sendirinya dan Kyuhyun kembali terjaga dan merasakan kepalanya yang terasa berat. Siwon yang ada disana tidak tahu harus melakukan apa saat Kyuhyun tidak mengizinkan dia untuk menyentuhnya.

“Baby…jangan seperti ini.” Pinta Siwon sungguh-sungguh.

“Jangan mendekat, aku menjijikkan.”

“Siapa yang bilang? Kau tetap cintaku baby~ percayalah.”

“Siapa yang akan suka melihat namja bisa mengandung dan punya anak?! Tidak ada hyung!!”

“Kau tidak tahu apa-apa, baby”

“Apa yang tidak kutahu?!” Tanya Kyuhyun dengan wajah datar. “Kau sendiri yang bilang namja tidak akan bisa mengandung seperti yeoja, mereka tidak punya kelebihan itu!!”

“Ada sebagian baby, mereka diberi keajaiban itu.”

“Jangan membohongiku!! Keluarlah.” Kyuhyun beringsut perlahan diranjangnya.

“Baby…”

“Aku bilang keluar, Aku tidak mau melihatmu!!”

“Tapi aku merindukanmu.”

“Keluar hyung, jebal~” Suara memohon itu sekali lagi membuat jantung Siwon terasa remuk didalamnya.

Dengan wajah sedih Siwon keluar dari kamar itu dan memanggil ummanya untuk melihat apa yang diperlukan Kyuhyun. Leeteuk hanya bisa menepuk pelan bahu namja tampan menantunya itu untuk membesarkan hatinya.

Setelah itu hal yang sama terus berlanjut seharian penuh dengan Kyuhyun yang tidak mau melihat Siwon dan Siwon yang tidak mau jauh dari Kyuhyun. Namja tampan itu akan selalu mendekat saat Kyuhyun terlelap dan diusir keluar saat namja imut itu terjaga.

Namun satu hal yang pasti, setiap Kyuhyun membuka matanya, hanya wajah Siwon yang pertama kali ia lihat, bahkan ketika pagi menjelang kembali.

Para hyung yang tidak tega melihat Siwon selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan menemani namja tampan itu. Setiap waktu Siwon tidak pernah menjauh dari Kyuhyun walau itu hanya bisa melihatnya dari balik pintu kamar.

Bahkan namja tampan itu sudah meminta libur kuliahnya untuk tiga hari kedepan, begitu juga dengan Kyuhyun yang menerima surat dari dokter untuk cutinya dari kuliah sampai kesehatannya membaik.

Hari kembali berlalu dengan sendirinya dan Kyuhyun masih mengurung dirinya dikamar tanpa ingin siapapun mendekatinya. Dan Siwon yang selalu menjaganya dibalik pintu sudah mulai terbiasa dengan penolakan itu namun tetap tidak bisa menerimanya dengan ikhlas.

Karena itu ia sering terlihat bersama Leeteuk didalam kamar dan membantu apa yang dibutuhkan namja imut itu. Karena sudah 3 hari ini Kyuhyun hanya makan sedikit dan selalu berbaring karena badannya yang tidak bertenaga.

Namja imut itu selalu mual-mual di pagi hari dan tidak ingin makan apapun lagi setelahnya karena tidak ingin memuntahkannya kembali. Bahkan Kyuhyun sering menangis saat mual itu datang setiap kali ia memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.

“Siwonnie, bagaimana ini?” Tanya Leeteuk dihari ketiga ia libur dari sekolahnya.

“Ada apa umma?”

“Hari ini ada pertemuan penting dengan orang tua murid, umma harus ada disana.”

“Ohh, pergilah umma, biar aku yang menjaga Kyuhyun.”

“Tidak apa-apa?” Tanya Leeteuk tidak yakin. “Bagaimana kalau dia menolak?”

“Gwenchana umma, dia akan baik-baik saja.”

“Tapi umma tetap khawatir.”

“Tenang saja umma, aku suaminya~ dia akan baik-baik saja.”

“Baiklah kalau begitu, kalau tidak bisa segera hubungi umma, umma akan pulang secepatnya.”

“Arraseo~” Senyum menenangkan Siwon membuat Leeteuk menghela nafas pasrah.

Kemudian namja yang bertugas sebagai seonsaengnim di sekolahnya sendiri itu pun segera bersiap-siap untuk ke sekolah. Karena ada yang tidak bisa dihindarinya, maka ia harus rela meninggalkan putra kesayangannya yang sedang tidak baik-baik saja.

Setelah kepergiannya Siwon langsung kembali ke kamar Kyuhyun dan menemani namja imut huswifenya itu yang masih tertidur. Namja tampan itu duduk menghabiskan waktunya dengan membaca buku di kaki tempat tidur Kyuhyun.

Sampai lebih dari dua jam kemudian Kyuhyun bergerak tidak nyaman dengan suara isakan kecil terdengar dimulutnya. Langsung saja buku ditangan Siwon jatuh kebawah dan ia sendiri sudah berdiri disamping Kyuhyun.

“Baby…gwenchanayo?” Tanya Siwon dengan wajah khawatir.

“Sakit~ tubuhku sakit semuanya.” Jawab Kyuhyun tanpa membuka matanya.

“Omo, apa yang harus hyung lakukan?”

“Keluarlah~”

“Baby!! Jangan begitu, hyung disini untuk membantumu, katakan apa yang harus hyung lakukan?”

“Ke-keluarlah, a-aku tidak mau kau mendekat.”

“Kenapa? Apa aku kotoran? Apa aku mengotorimu?” Tanya Siwon dengan wajah terluka.

“A-aku…aku yang menjijikkan, a-aku tidak normal, jangan mendekatiku!!”

“Baby, aku mencintaimu, kau hidupku, kau tau kan? Aku tidak bisa tanpamu.”

“Tapi aku…” Kyuhyun menutup mulutnya dengan cepat karena mualnya.

Siwon yang melihatnya tanpa kata-kata langsung mengangkat huswifenya itu menuju kamar mandi dan mendudukkannya disatu kursi yang sudah disiapkan disana. Karena kondisi tubuh yang semakin lemah Kyuhyun tidak bisa berdiri sendiri. Setelah mendudukkannya disana Siwon langsung keluar karena Kyuhyun tidak ingin ia melihatnya seperti itu. Tapi tentu saja namja tampan itu berdiri dipintu dengan wajah khawatirnya.

Setelah beberapa saat terdengar suara Kyuhyun melenguh dan seketika Siwon kembali ke dalam melihat Kyuhyun sudah terduduk dilantai.

“Kenapa tidak memanggilku??”

“A-aku bisa sendiri.”

“Jangan keras kepala baby, kau bisa terluka.”

“……” Kyuhyun tidak menjawab lagi saat Siwon membawanya keluar darisana.

“Aku mau mandi”

“Ohh, tunggu sebentar, ayo duduk lagi.”

Siwon kembali mendudukkan Kyuhyun di kursi itu dan segera menyiapkan air hangat didalam bath up. Saat dirasa sudah cukup ia melihat Kyuhyun yang sedang membuka bajunya dengan sangat perlahan.

“Keluarlah.” Ucap Kyuhyun kemudian.

Tanpa menjawab apa-apa Siwon langsung mendekat dan menangkup pipi pucat Kyuhyun dan menatap matanya dalam. Kyuhyun tidak bisa menolak tatapan itu karena sesungguhnya ia sangat merindukan suami tampannya.

Tanpa kata-kata Siwon langsung mengecup bibir Kyuhyun dengan lembut kemudian melepasnya dan keluar darisana tanpa berpaling lagi. Kyuhyun yang tidak menyangka hanya bisa terpaku dengan mata melebar melihat namja tampan itu.

Setelah beberapa saat barulah ia bergerak dengan susah payah menuju bak mandi dan berendam disana. Kyuhyun tidak menyangka jika tubuhnya begitu lemah sampai terasa seperti tidak punya tulang.

“Apa memang seperti ini?” Tanya Kyuhyun entah pada siapa. “Kenapa aku harus mengalami ini?”

Namja imut itu memeluk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya disana. Sungguh, namja imut yang polos dan hampir tidak tahu apa-apa itu belum bisa menerima keadaannya sekarang, jika begitu bagaimana ia bisa percaya bahwa orang lain juga akan menerimanya?

Entah berapa lama Kyuhyun berendam sambil berpikir sampai kepalanya sakit, jawabannya tetap masih belum bisa ia terima. Kenapa namja bisa hamil dan kenapa harus ia yang mengalami hal itu disaat ia sudah bahagia bersama suaminya, Siwon.

Hampir satu jam kemudian Siwon langsung mengetuk pintu kamar mandi itu karena sudah tidak sabar lagi. Sejak tadi ia hanya jalan bolak-balik kesana kemari dengan wajah cemas karena Kyuhyun tidak kunjung keluar.

Namun saat ia hendak membuka pintu kamar mandi itu Kyuhyun sudah berdiri disana sambil bersandar untuk menahan tubuhnya yang tidak bertenaga.

“Ayo kembali.” Ucap Siwon cepat namun Kyuhyun bergerak menjauh.

Melihat hal itu Siwon langsung melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan membawanya jalan bersama. Tidak peduli tubuh namja cantik itu yang kaku karena merasakan sentuhannya, ia terus membawa huswifenya itu ke tempat tidur.

Kemudian tanpa kata-kata Siwon mencari baju, celana, sampai celana dalam Kyuhyun dan meletakkannya disamping namja imut itu. Setelah itu ia pun keluar dari kamar untuk mengambil buah dan susu kehamilan untuk huswifenya tercinta.

Kyuhyun yang tidak bisa menolak dan tidak mau bicara itu hanya menuruti apapun yang dilakukan Siwon selanjutnya. Karena tidak bisa dipungkiri namja imut itu, ia begitu merindukan suami tampannya.

Namun saat pikiran shocknya kembali datang ia akan meminta Siwon untuk menjauhinya dan kembali menangis sendirian. Hal itu tentu saja membuat Siwon dan ummanya tidak bisa melakukan apa-apa selain meninggalkannya sendirian.

Bahkan psikiater yang dijadwalkan seminggu sekali untuk konsultasi harus segera datang untuk melihat perubahan namja imut itu. Namun tidak ada yang terjadi karna Kyuhyun menolak untuk bertemu yeoja cantik itu.

“Seandainya umma-nya ada disini.” Gumam Leeteuk tanpa sadar.

Siwon dan para hyung yang datang berkunjung langsung melihat namja tampan itu yang terlihat lelah. Mereka semua memang datang berkunjung namun tidak ada yang bisa bertemu dengan namja imut itu jika ia masih terjaga.

“Kenapa umma? Umma kan ada disini.” Ucap Donghae.

“Bukan begitu Hae-ah, umma merasa tidak bisa melakukan apa-apa, karna umma tidak bisa mengerti apa yang dirasakan Kyuhyunnie.”

“Apa karna kita namja?” Tanya Heechul.

“Mmm, mungkin seperti itu, karna perasaan yeoja, apalagi seorang ibu mempunyai ikatan yang begitu kuat.”

“Apa boleh buat jika dia hanya punya kita, umma.” Ucap Ryeowook dengan wajah sedihnya.

“Geurae~.”

“Tapi, apa memang separah itu? Maksudku, dia hanya tinggal menerima keadaannya kan?” Tanya Hyukjae masih tidak habis pikir melihat Kyuhyun.

“Pabooo~ kau lupa dia siapa?” Tanya Yesung.

“Dia bayi kecil yang tidak tahu apa-apa karena kita selalu menjaganya, terutama Siwon.”

“Hyung~ kenapa salahku?”

“Lalu bayangkan, apa yang bisa terjadi jika kau benar-benar tidak mengerti apa-apa tentang hal itu, ditambah lagi dengan pengetahuan yang lebih dulu ia terima bahwa namja tidak bisa hamil, tapi dia tiba-tiba sudah mengandung 3 minggu, apa yang kau rasakan?” Tanya Heechul panjang lebar.

“Tapi, dia tidak ingin dekat dengan siapapun karena takut kita tidak menerimanya?” Tanya Hankyung.

“Ne, hyung~ psikiater Kyunnie bilang ketakutan akan kehilangannya lebih besar dari ketakutan kesiapannya menjadi seorang ibu.”

“Padahal setiap yeoja yang hamil mereka hanya takut akan menjadi lebar dan tidak cantik lagi.” Jawab Donghae dengan wajah polos.

“Tapi dia namja hyung~” Jawab Ryeowook.

“Aku lebih senang dia takut seperti itu hyung, daripada takut akan kutinggalkan.” Jawab Siwon dengan wajah sendu.

“Apa kau bisa tahan, Siwonnie?” Tanya Ryeowook ikut merasakan kehilangan Siwon.

“Siwonnie sudah pengalaman banyak tentang hal itu.” Jawab Hyukjae dengan senyum garingnya.

“Bayangkan saat dia menunggu untuk Kyuhyun menerimanya, menunggu untuk mencintainya, bahkan ia dengan sabar menunggu untuk malam pertama mereka, jika sekarang menunggu untuk kebahagiaan lainnya, Siwon akan bertahan sampai selamanya.” Ucap Heechul dengan nada bangga.

Siwon langsung menunduk dan tersenyum malu sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal. Para namja tampan itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka, termasuk Leeteuk yang untuk kesekian kalinya bersyukur mendapatkan Siwon untuk Kyuhyunnya.

“Ohh, apa umma choi sudah tau?” Tanya Hankyung tiba-tiba membuat yang lain langsung berpaling melihat Siwon dengan mata melebar.

“Mmm, belum hyung, aku tidak mau Kyunnie semakin tertekan.”

“Bukankah umma choi lebih mengerti segalanya? Dia ibu juga, Siwonnie.” Ucap Donghae cepat mengerti.

“Benar, mungkin ummamu bisa membantu.” Leeteuk mengiyakan saran Donghae.

“Apa mungkin?”

“Semua harus dicoba, cepat hubungi beliau.” Yesung ikut-ikutan.

“Ta-tapi…” Siwon melihat ragu namun wajah-wajah didepannya penuh dengan keyakinan membuat Siwon mengalah. “Ba-baiklah.”

Namja tampan itu langsung menuju balkon untuk menghubungi umma Choi yang entah dimana saat ini keberadaannya. Perjalanan bisnis nyonya besar itu selalu membuatnya tidak bisa menentukan dengan jelas keberadaan ummanya sendiri.

“Umma…” Panggil Siwon begitu terhubung.

>Ne, sayang~ apa kabar? Menantu umma bagaimana?<

“Kami baik-baik saja, mmm~ apa umma sibuk?”

>Umma selalu sibuk chagi, kenapa, hmm?<

“Mmm, a-aku…aku ingin umma pulang.”

>Mwoo?? Kenapa? Apa kau sakit? Apa kau rindu umma, hmm??<

“Bukan aku…bukan aku yang sakit.”

>La-lalu siapa? Apa itu Kyunnie? Omo!! Apa yang terjadi? Kyunnie kenapa? Sakit apa?<

“Kyunnie hamil umma, janinnya 3 minggu, keadaannya sekarang mengkhawatirkan, aku butuh umma dis….”

Tutututututut…

Suara hubungan terputus membuat Siwon melihat hpnya dengan mata melebar dan ia pun hanya bisa menghela nafas pasrah. Kemudian ia segera kembali ke ruang tamu dimana hyung-hyungnya masih bercerita dan bercanda bersama.

“Aku lihat Kyunnie dulu.” Ucap Siwon pada mereka.

Namja tampan itu menuju kamarnya yang ada dilantai dua dan buru-buru membuka pintunya karena mungkin saja Kyuhyun membutuhkan sesuatu. Tapi nyatanya namja imut itu masih terlelap didalam selimutnya yang hangat.

Siwon duduk dikaki tempat tidur dan menatap wajah bayi itu terlihat menenangkan namun keningnya berkerut perlahan. Tanpa suara Siwon pun mendekat dan membelai kening Kyuhyun dengan lembut sampai ia kembali tenang.

Dalam hatinya sudah bertekad akan selalu menemani Kyuhyun walau namja imut itu menolaknya. Siwon akan melakukan apapun untuk meringankan beban huswifenya itu tanpa menekan atau memaksakan kehendaknya.

Siwon ingin Kyuhyun kembali percaya padanya seperti sebelumnya. Dengan begitu namja imut itu akan kembali padanya dan yakin bahwa Siwon tidak akan meninggalkannya.

“Lihat saja baby~” Gumam Siwon lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

Dan hari kembali berlalu dengan keadaan Kyuhyun yang tidak berubah sama sekali. Namja imut itu masih tidak ingin bertemu dengan Siwon bahkan ia semakin tidak bisa menerima keadaannya yang sekarang.

Badannya benar-benar tidak bisa diajak kompromi bahkan hanya untuk bangun, duduk dan bermain game. Hal itu tentu saja semakin membuat Kyuhyun semakin gerah dan kesal pada dirinya sendiri.

“I hate this!!” Gerutu Kyuhyun sambil memukul ranjangnya. “Aku tidak tahaan~” Rengeknya entah pada siapa.

Siwon dan ummanya ada dilantai bawah sedang membicarakan apa yang harus mereka lakukan. Psikiaternya mengatakan hal itu normal-normal saja bagi Kyuhyun yang biasanya aktif dan banyak melakukan kegiatan lainnya.

Dan daripada hanya berbaring diranjang setiap saat yang membuatnya semakin uring-uringan Kyuhyun lebih memilih untuk keluar dari kamar dan melihat matahari. Walau badannya terasa sangat berat tapi Kyuhyun berusaha untuk tidak membiasakan dirinya tidur seperti itu.

“Aku tidak bisa seperti ini terus, aku tidak tahan dan aku tidak peduli padamu!!” Ucap Kyuhyun tanpa sadar.

Kemudian namja imut itu berjalan keluar dari kamar dan menuruni tangga kamarnya sambil memegang sisi tangga sebagai pegangannya. Di lantai dasar rumahnya tidak terlihat siapapun ada disana namun tidak jauh terdengar suara orang yang sedang berbicara dengan serius.

Ummanya dan Siwon ada di balkon taman belakang sedang membicarakan tentang umma Choi yang akan segera tiba di Seoul. Setelah mendengar kabar dari Siwon, nyonya besar itu langsung memesan tiket pesawat bersama Appa Choi dan Minho.

Dan Kyuhyun yang mendengar hal itu mendadak pusing dan merasakan dunia berputar didepan matanya. Tiga anak tangga terakhir didepannya terlihat bergoyang hingga Kyuhyun tidak tahu harus melangkah kemana.

Saat kakinya bergerak menuruni tangga itu, langsung saja tubuh Kyuhyun merosot ketangga dan terjatuh kebawah. Kepala yang berat dan keseimbangan yang tidak baik membuat Kyuhyun harus merasakan sakitnya jatuh dari tangga.

“S-siwonnie~” Panggil Kyuhyun pelan.

Balkon yang memang tidak jauh dari tangga itu membuat Siwon bisa melihat ke dalam dan menyadari ada bayangan ditangga kamarnya. Begitu ia berpaling, mata Siwon hampir saja keluar dari sarangnya melihat Kyuhyun ada dilantai.

“Ba-baby!!! Oh my baby?!!” Namja tampan itu langsung menghambur mendekati huswifenya tercinta. “Baby waeyo?”

“Kyunnie!!” Panggil Leeteuk dengan wajah panik. “Siwonnie kenapa!?!” Tanyanya.

“Aku tidak tahu, umma.”

Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun dari lantai dan bersandar dipangkuannya. Namja tampan itu benar tidak tahu apa yang sudah terjadi, Kyuhyun hanya meringis dan menggenggam erat baju depannya.

“Baby.. Ada apa? Ayo bangun!! Dimana yang sakit?!”

“H-hyung…”

“Nde!! Ini hyung,.”

“Pe-perutku, sakit~”

“Mwo? Dimana? Dimana yang sakit?!”

Kyuhyun hanya meringis sambil membenamkan wajahnya didada Siwon namun tangannya perlahan bergerak menuju bagian bawah perutnya. Siwon dan umma-nya mengikuti gerakan itu dengan seksama sampai ditempatnya barulah mereka tahu apa yang sudah terjadi.”

“Ohmy..SIWON!! KYUHYUN BERDARAH!!” Seru Leeteuk tidak percaya.

“D-darah? Darimana? Apa yang luka?” Tanya Siwon dengan wajah blank, namun detik berikutnya. “No!!! No, no, no, no baby~ no~ bertahanlah.”

“Cepat bawa dia ke mobil!! Kita ke rumah sakit!!”

Leeteuk langsung berlari keluar menghidupkan mobilnya sementara Siwon berusaha mengangkat Kyuhyun perlahan hingga wajah namja imut itu terbenam dilehernya. Dengan segenap kekuatannya Siwon membawa Kyuhyun kedalam mobil lalu segera pergi darisana

“Ya Tuhan..selamatkan selamatkan Kyunnie dan bayiku.” Pinta Siwon dengan tulus.

Dan Kyuhyun hanya bisa menatap wajah tampan yang begitu khawatir itu dan jelas sekali terlihat kelelahan suaminya nampak disana. Tanpa sadar perlahan tangan Kyuhyun bergerak menggapai pipi Siwon dan menangkupnya. Barulah ia tahu bahwa namja tampan suaminya itu sedang menangis. Kyuhyun bisa merasakan cairan hangat itu jatuh mengenai tangannya namun Siwon langsung mengambil tangan itu dan mengecupnya perlahan.

“Please~ jangan seperti ini.” Pinta Siwon menatap wajah pucat itu dengan serius. “Aku tidak bisa tanpamu, aku juga tidak mau kehilangan bayi kita, bertahanlah baby, jebal.”

Kyuhyun menatap wajah tampan itu dengan sendu namun perasaan bahagia datang menyelimutinya. Hingga tanpa sadar ia tersenyum dengan lembut kemudian matanya pun tertutup seutuhnya.

“Mwo?? Baby!!?!!?”

**

Tbc…

Setelah di goda dengan drama-drama oleh Ms. Moli..akhirnya selesai juga chap ini…Fiiuuuhhh~
Sampai jumpa beberapa hari lagi..kkk~

Mianhae nee, My Babynya nggak di share kemarin..nggak ada paket.

With love,

Vie.

Back Off, He’s Mine

BACK OFF, HE’S MINE

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Kim Jaejong, Choi Sooyoung, Tiffany Hwang, Taeyeon, Kangta. Im Yoona.

Pairing : Wonkyu as Always

Genre : Romance, Fluffy

Warning : Boys Love, Alur Kecepetan, cerita keanehan..ahahaha

Summary : Baca aja yah~

**

Selamat malam My Lovely Readers~ apa kabar semuanya??

Sudah berapa lama tidak update?? Kkkk~

Selamat tahun baru ne? semoga kita masih bersama-sama ditahun ini.

Ini cerita baru~ idenya dari sebuah VideoKlip.

Selamat membaca.

**

Korea selatan dikenal sebagai negara yang penduduknya begitu giat bekerja dari pagi sampai malam menjelang. Hingga negara itu selalu unggul diberbagai industri penting yang diperlukan negara gingseng tersebut untuk kemajuannya. Salah satunya ekonomi pemerintahan mereka dipimpin oleh chaebol yang ada dinegara tersebut.

Selain itu juga bisa dilihat dari perkembangan teknologi yang semakin canggih disetiap harinya. Namun tidak hanya teknologi, negara yang dikenal sebagai penghasil gingseng itu juga memiliki industri hiburan yang dikenal seluruh mancanegara, yang dinamakan industri K-pop.

Industri K-Pop adalah salah satu industri hiburan terbesar yang terkenal di dunia. Setiap tahunnya, ada ratusan film yang diproduksi, ratusan single yang dirilis, dan ratusan produk iklan yang ditayangkan. Tentu saja, komoditas K-Pop tersebut tidak lepas dari eksistensi para model Korea Selatan yang dikenal cantik, seksi, dan tentu saja berbakat dibidangnya.

Model-model cantik nan berbakat itu memiliki agensi mereka masing-masing yang bisa membuat mereka dikenal di negara mereka sendiri dan juga didunia. Begitu juga dengan photografer berbakat yang melahirkan model-model internasional tersebut tentu memiliki agensi atau perusahaan tempat mereka untuk berkarya.

Dan salah satunya adalah agensi kpop terbesar yang paling diperhitungkan didalam negeri bahkan juga diluar korea, SW Entertaiment. Banyak artis, penyanyi dan model-model berbakat semua berkumpul dibawah naungannya.

Salah satu agensi tertua dikorea dan terbesar yang dimiliki keluarga Choi turun temurun dari nenek moyang mereka sampai generasi terakhir saat ini, Choi Siwon.

Namja tinggi berparas tampan dengan rambut hitam dan lesung pipi yang menawan membuatnya selalu diimpikan kaum hawa. Namun sampai sekarang 30 tahun umurnya, belum ada yang pas melekat dihatinya sampai ia bisa membawa seseorang itu kebawah wedding arch.

Tidak hanya itu, namja tampan yang menjabat sebagai CEO itu juga memiliki hobby-nya tersendiri yaitu dibidang fotografi. Karena itu juga, salah satu fotografer terkenal yang ada didalam agensi-nya itu merupakan dirinya sendiri.

Setiap hari belasan model asuhan agensinya berjejer untuk difoto oleh Siwon walau ia hanya ingin melakukannya sekali take saja. Mereka berlomba menjadi yang terbaik disetiap perfom agar nilai dan kualitas mereka menjadi sepadan dengan selera seorang Choi Siwon.

Dengan begitu mereka akan lebih mudah menjadi icon perusahaan tersebut yang begitu diinginkan semua model korea, tapi sayang hingga sampai saat ini hanya ada 4 orang icon disana dan belum pernah tergantikan.

Karena namja tampan itu hanya memotret model profesional yang mereka miliki dan sudah terkenal diseluruh Korea bahkan juga didunia. Model tampan dan cantik yang hanya ada 4 orang itu diketahui sebagai teman dekat namja tampan itu sendiri.

Lee Donghae salah satunya, namja tampan berambut hitam dengan pemikiran polosnya selalu sukses dengan majalah-majalah terkenal di dalam dan luar Korea. Begitu juga Kim Jaejoong, namja dengan wajah yang terlihat cantik itu selalu menjadi icon majalah wanita sebagai namja yang patut didapatkan.

Model lain bernama Cho Kyuhyun, namja tinggi berkulit putih dengan pipi chubby yang menggemaskan dan rambut coklat kemerahan. Belakangan ia ditawari menjadi icon produk kecantikan dengan wajahnya yang putih, cantik dan juga memesona itu.

Dan yang terakhir Choi Sooyoung, yeoja tinggi langsing yang selalu ceria itu menjadi model fashion merk-merk ternama dinegara mereka juga diluar Korea tentunya.

“Aku ditawari ke New York, eotteokhe?” Tanya Sooyoung saat mereka berempat bertemu di cafe perusahaan.

“Lah? Kenapa kau tanya lagi, Sooyoungie~ itu bagianmu kan?” Jawab Jaejoong.

“Tapi oppa, aku tidak bisa meninggalkan kalian, terutama babyku.” Ucap Sooyoung dengan kening berkerut dan berpaling melihat salah satu namja disana.

Cho Kyuhyun langsung melayangkan death glarenya saat mendengar kata baby itu yang sudah pasti diperuntukan padanya. “Aku bukan bayi!” Protesnya cepat.

“Tapi, siapa yang akan memberimu makan? Siapa yang akan menjagamu disini? Siapa yang akan mengantarmu pulang?” Tanya Sooyoung tidak peduli.

“Soo, jangangan membuatnya kesal.” Ucap Donghae dengan tenangnya.

“Aku serius oppa!!” Wajah Sooyoung terlihat benar-benar serius.

Saat itu seorang namja datang mendekati mereka dengan senyumnya yang menawan, begitu mendekat ketiganya langsung menyambut kedatangannya dengan penuh semangat, seolah sudah lama tidak berjumpa.

“Selamat siang~” Sapa Siwon dengan senyumnya dan langsung duduk dikursi paling dekat dengan Kyuhyun.

Namja tampan itu berpaling melihat Kyuhyun dan menampilkan senyuman manisnya hingga Kyuhyun menundukkan kepala sambil tersenyum malu.

“Ah~ aku lupa.” Ucap Sooyoung tiba-tiba mendesah pasrah.

“Kenapa Soo? Aku mendengar suaramu dari pintu masuk.” Tanya Siwon.

“Aku harus ke New York, tapi aku khawatir babyku tidak ada yang menjaganya.” Jawab Sooyoung dengan wajah polos membuat Kyuhyun menatapnya jatam.

“Serahkan padaku!!” Ucap Siwon penuh semangat.

“Benarkah? Aku bisa percaya padamu?”

“Aku akan menjaganya dengan baik!!”

“Geurae…”

“Just shut up!!!” Kyuhyun menatap mereka berdua dengan tatapan tajamnya. “Bicara lagi kuracuni kalian.”

“Ahahahaha~ dia memang menggemaskan~” Sooyoung sangat senang sudah bisa mengerjai dongsaeng-nya itu.

Siwon hanya bisa meringis saat Kyuhyun meninju bahunya berkali-kali sambil menggertakkan giginya. Kekesalan-nya itu tidak bisa ia tumpahkan pada yeoja cantik yang begitu menyayanginya itu karna dia seorang yeoja.

“Baiklah, aku akan siap-siap, sampai jumpa lagi, Kyunnie baby, jalgaraaa~”

“Jangan kembali!!” Jawab Kyuhyun dengan jahilnya membuat Sooyoung yang sudah pergi kembali berpaling.

“Jinjjayo?? Kau tidak akan merindukanku?”

“Just go away~” Geram Kyuhyun tidak peduli.

Yeoja cantik itu hanya bisa tertawa dengan keras dan meninggalkan cafe itu membuat beberapa pengunjung disana melihat kearahnya. Sementara Siwon harus menenangkan namja imut nan menggemaskan itu karena kekesalannya.

“Kenapa si cerewet itu selalu menggangguku hyung?” Tanya Kyuhyun setelah Sooyoung menghilang.

“Dia hanya kesepian Kyunnie, maklum saja.” Jawab Jaejoong.

“Suatu hari aku akan meracuninya.”

“Jangan begitu, dia sangat menyayangimu.” Jawab Siwon dengan tenangnya.

“Aku tahu.”

“Ahh, Siwon minggu ini seleksi untuk icon perusahaan, apa kau ikut jadi juri?” Tanya Jaejoong.

“Ikut hyung, tapi aku tidak tertarik~ aku mengandalkanmu, jika memang pantas pilih saja.”

“Kau menyerahkannya padaku?” Tanya Jaejong langsung penuh dengan semangat.

“Aku percaya pilihanmu, hyung~”

“Aku akan berusaha.”

“Ahahaha~ hyung jangan memilih namja yang sepertimu.” Jawab Donghae.

“Tidak mungkin!! Aku tidak mau ada saingan.”

“Pilih yang suka game hyung, biar ada yang menemaniku.” Ucap Kyuhyun dengan wajah polosnya namun Jaejoong memberinya death glare yang mematikan.

“Dua lagi yang sepertimu? Berantakan hidupku.”

“Hyung!!!”

“Hahahahahahhaa”

Seperti itulah namja-namja tampan itu menghabiskan waktu mereka jika jadwal Foto shoot mereka usai. Jika jadwal mereka terpisah dan berlainan waktu, mereka akan menghabiskan waktu dirumah mereka masing-masing.

Namun jika ada jadwal Foto shoot untuk icon perusahaan mereka akan selalu berkumpul menghabiskan waktu bersama. Sejak mereka direkrut menjadi model icon perusahaan itu 4 tahun yang lalu, sejak itulah mereka dekat bagai saudara kandung.

Keesokan harinya.

Apartemen mewah berlantai 20 didaerah gangnam merupakan apartement yang dibangun SW entertaiment untuk model icon mereka. Ingin atau tidak, mereka harus menempati tempat tersebut sejak nama mereka terpilih menjadi Icon perusahaan itu.

Namun siapa yang tidak ingin jika mendapatkan apartemen mewah lengkap dengan segala fasilitasnya yang 3 lantai hanya untuk satu orang. Satu lantai saja sudah luas dan lengkap, bagaimana dengan 2 lantai yang lain?

Dan itulah yang didapat para namja itu, apartemen berlantai 20 itu kosong untuk lantai 1 sampai 3 dan dihuni Donghae 3 lantai selanjutnya sampai lantai 6, diatasnya ada Jaejoong, diatasnya 3 lantai lagi Sooyoung dan diatasnya Kyuhyun dan 5 lantai keatas merupakan milik Siwon sendiri.

Setiap hari mereka akan bertemu didepan pintu lift bagi siapa yang mendapat jadwal pemotretan. Seperti hari ini, Kyuhyun memiliki jadwal pemotretan untuk salah satu majalah yang mempunyai nama besar di korea, Elle.

“Jam berapa mulainya, baby?” Tanya Siwon begitu Kyuhyun terlihat didepan liftnya yang terbuka.

“Jam 11 hyung.” Jawab Kyuhyun berdiri disampingnya.

“Kenapa bukan aku yang mengambil fotomu?”

“Mereka tidak tahu kau libur hari ini.”

“Siapa?? Biar ku pecat mereka!!” Jawab Siwon dengan wajah seriusnya membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

“Pihak majalahnya.” Ucap Kyuhyun sambil bersandar didinding.

“Lain kali aku tidak akan mengizinkan.” Jawab Siwon berbalik menghadapnya.

“Hyung, kau ingin job ku hilang?”

“Tidak bukan begitu, hanya saja…”

Tingting… Bunyi pintu lift terbuka dan menampakkan Jaejoong didepan mereka. Namja cantik itu langsung menaikkan sebelah alisnya melihat posisi mereka yang sangat menjanjikan.

Kyuhyun bersandar didinding dengan Siwon berdiri begitu dekat dan menghadapnya, bila dilihat posisi itu memang terlihat sangat romantis, mencerminkan sepasang kekasih yang sedang bercerita.

“Kalian selalu tidak tahu tempat, eoh?” Tanya Jaejoong masuk kesana dan berdiri dihadapan mereka berdua.

“Bukan begitu hyung, Kyunnie ada pemotretan tapi bukan aku fotografernya.” Keluh Siwon dengan kening berkerut sementara Kyuhyun hanya melipat tangannya didada.

“Aku juga disana, paboo~”

“Huh? Jinjjayo??”

“Neee~ tenang saja, aku akan menjaga kekasih manismu ini.” Ucap Jaejoong sambil memegang dagu Kyuhyun dengan gemasnya.

“Hyung! Jangan disebut!!”

“Ahh, tidak ada orang.”

“Aiiish!!”

Siwon hanya tersenyum manis melihat wajah Kyuhyun semakin merona dengan indahnya setiap ada yang mengungkit hubungan mereka. Ya, mereka berdua adalah pasangan kekasih yang tidak semua orang mengetahui-nya.

Keduanya sama-sama menyembunyikan hal itu karena tidak ingin terlibat skandal yang bermacam ragam, seperti perusahaan mengistimewakan Kyuhyun atau Kyuhyun menggunakan nama Siwon sampai ia bisa seperti sekarang.

Mereka tidak ingin hal seperti itu beredar ditempat kerja yang bisa membuat siapapun merasa tidak nyaman. Lebih baik seperti ini saat orang melihat mereka hanya sekedar sahabat dan rekan kerja. Dan kepintaran mereka berhasil membuat rahasia itu terjaga dengan aman hingga 3 tahun lamanya.

“Hyung ada meeting hari ini, jadi sampai bertemu lagi.” Ucap Siwon menarik pinggang Kyuhyun dan mengecup pipinya sekilas.

“Hubungi aku begitu selesai, hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Tentu saja, I’ll be missing you.” Ucap Siwon kembali mengecup Kyuhyun namun kini pada bibirnya.

Kemudian ia segera melepaskan pelukannya dan berdiri sedikit jauh dari Kyuhyun saat pintu lift itu terbuka lebar membawa mereka pada lantai dasar apartemen itu.

Selanjutnya mereka pun masuk ke mobil masing-masing dan segera pergi menuju perusahaan mereka. Siwon dengan audy biru-nya, Kyuhyun dengan audy hitamnya dan Jaejoong dengan Bentley Continental putihnya. Bisa dibilang mereka memang berada dilevel teratas tentang kepintaran, wajah, dan fasilitas.

Dan tidak berapa lama, begitu mereka tiba di kantor, Siwon langsung menuju lantai paling atas perusahaan tersebut karena disanalah meetingnya diadakan. Sementara Jaejoong dan Kyuhyun segera menuju lantai 10 tempat pemotretan mereka berlangsung.

Dengan arahan dari fotografernya mereka berdua menampilkan gambar-gambar yang sangat  menjanjikan. Selain karena keahlian mereka yang sudah lama berkutat dalam dunia foto, keahlian fotografernya juga diperhitungkan dalam setiap gambar yang diambil.

Setelah lebih dari satu jam kemudian barulah mereka selesai dan semua kru pun keluar dari ruang fotografi itu. Sementara Kyuhyun sibuk sendiri membalas sms Siwon yang terus menanyakan keberadaannya.

“Kyu, aku mau lihat calon model icon kita.” Ucap Jaejoong setelah berganti pakaian.

“Aku juga ikut!!” Jawab Kyuhyun cepat lalu berlari ke ruang ganti.

Namja memesona itu langsung berganti pakaian dengan terburu-buru lalu kembali pada Jaejoong yang menunggunya diluar. “Kajja~”

Dan dua namja yang sama-sama tinggi itu pun segera menuju lantai atas perusahaan itu dan segera masuk keruangan meeting Siwon yang baru saja selesai.

“Hey~” Sapa Siwon begitu melihat mereka.

“Bagaimana? Ada yang pantas bersanding bersama kita?” Tanya Jaejoong langsung mendekati Siwon.

“Ini hyung.” Siwon menyodorkan beberapa berkas pada hyungnya itu. “Dari sekian banyak, kami hanya bisa mengambil 4 model, mereka akan bersaing untuk menjadi icon number five kita.”

“Apa ada yang cantik hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak ada yang secantik dirimu.” Jawab Siwon membuat Jaejoong dan Kyuhyun memutar mata mereka bersamaan.

“Hyung…” Kyuhyun melayangkan death glarenya yang mematikan.

“Kebetulan 3 dari mereka semua yeoja.” Jawab Siwon akhirnya.

“Hmm~” Gumam Kyuhyun sambil melihat-lihat berkas yang sudah dibuka Jaejoong.

“Taeyeon? Tiffany? Kangta? Yoona?” Tanya Jaejoong.

“Satu namja?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, Ne, penilaian mereka akan dilakukan setiap hari dari sekarang, dan seminggu kemudian pemilihannya akan dilakukan dipanggung utama dengan melibatkan kalian.”

“Kami?”

“Ne~ penonton dan juri akan melihat siapa paling pantas dan cocok saat berpasangan dengan kalian, dialah yang akan jadi pemenangnya.”

“Penilaian yang aneh.” Jawab Jaejoong.

“Aku memang tidak ingin ada pemilihan hyung, tapi banyak permintaan dari pihak lain.”

“Aa~ aku mengerti, tenang saja~”

“Mereka semua tidak akan menang!!” Sambung Kyuhyun penuh semangat.

“Baby…”

“Mungkin Kangta-ssi saja.”

“Baby~” Panggil Siwon dengan wajah memelas.

“Kenapa? Dia tampan…”

“Kau serius??” Tanya Siwon tidak percaya.

“Uh-uh~ tapi tentu saja tidak lebih tampan darimu~” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya membuat Siwon berbunga-bunga.

Namja tampan itu langsung mendekat dan mengulurkan tangannya seolah ingin memeluk Kyuhyun. Namja imut nan menggemaskan itu hanya tersenyum mengernyitkan hidungnya saat Siwon benar-benar mendekat dan menarik pinggangnya.

“Dasar paboo~” Gumam Jaejoong tapi Siwon tidak peduli.

“Hyung, lepaskan~ nanti ada yang datang.”

“Biar saja~”

“Aiishh, paboo~ lepaskan dulu.”

“Give me one kiss.”

“Mwo???”

“Just one kiss~”

“Aiiishh~ hyung~” Panggil Kyuhyun pada Jaejoong.

“Bukan urusanku!!” Jawab Jaejoong sambil berpaling melihat kearah lain.

Melihat hal itu Kyuhyun berpaling pada Siwon yang sedang menatapnya dengan penun cinta. Mau tidak mau pipi pucatnya pun semakin merona dan degup jantungnya semakin berpacu dengan cepat. Selanjutnya ia langsung menyodorkan pipinya hingga terkena bibir Siwon yang memang sangat dekat dengan pipinya.

“Sudah?”

“Belum.”

“Hyung~”

“Ahahaha~ muach!!” Siwon mengecup bibir Kyuhyun dengan cepat dan menatap dalam mata Kyuhyun. “Saranghae.” Bisiknya.

“…..” Kyuhyun hanya bisa menatap wajah tampan itu dengan perasaan yang luar biasa senangnya.

Walau tidak bisa mengatakannya secara jelas, tapi didalam hatinya bergejolak perasaan cinta yang sangat besar untuk Siwon, namjachingu-nya itu. “Jangan melihat model icon itu, melirik pun tidak boleh!!”

“Arraseo~ Mrs. Choi~”

“Jangan memanggilku seperti itu!!”

“Kenapa? Kau tidak ingin jadi nyonya choi?”

“Paboo!”

“Sudah-sudah!! Kalian ini selalu lupa waktu, kajja…” Ucap Jaejoong tidak tahan lagi.

“Kemana hyung?”

“Sesi perkenalan, mereka sudah menunggu.” Jawab Siwon membuat Kyuhyun memberinya tatapan tajam.

Kemudian tiga namja itu pun segera menuju ruang pertunjukan fashion show yang ada disana. Setiap pergelaran busana akan diadakan diruang tersebut dan tentu saja dengan model-model perusahaan itu juga.

Didalam ruang itu sudah menunggu beberapa juri dan Donghae yang sudah berkeliaran diluar sebelumnya karena tidak ada pekerjaan untuknya. Begitu melihat mereka tiba namja tampan itu langsung menyunggingkan senyuman manis nan polosnya itu.

“Hey hyung~” Sapa Siwon.

“Kalian kemana saja?” Tanya Donghae dengan wajah heran.

“Mereka berlovey dovey ria, aku dijadikan jangkrik disana.” Jawab Jaejoong membuat Kyuhyun menatapnya tajam.

“Hyung!!”

“Sudah, jangan ribut~ ini mau di mulai.” Ucap Park Jung Soo tiba-tiba dibelakang mereka yan menjabat sebagai general manager perusahaan itu.

Dan mereka pun terdiam melihat kedepan, diujung catwalk itu sudah berdiri 3 yeoja dan 1 namja yang sudah terpilih. Begitu Siwon duduk ditempatnya bersama 3 model kebanggaan mereka, salah satu dari 4 model new icon itu pun berjalan dengan santainya diatas catwalk yang membentuk huruf u itu.

Begitu sampai dipanggung yang paling depan, yeoja itu berdiri dan membungkukkan badannya kemudian tersenyum dengan malu-malu pada Siwon dan yang lainnya.

“Annyeong, naneun Kim Taeyeon Imnida.” Ucap Yeoja itu dengan lancar.

Siwon hanya mengangguk sekilas sebagai pertanda Taeyeon sudah bisa berjalan kembali, dan saat yeoja itu berjalan kembali ke tempatnya, yeoja lain datang dan melakukan hal yang sama seperti Taeyeon, dan diikuti untuk nomor selanjutnya.

Kemudian giliran satu-satunya namja yang diloloskan Siwon karena melihat hasil kerjanya selama ini untuk perusahaan. Kangta berjalan dengan mulusnya dan berhenti didepan mereka dengan senyumnya yang menyegarkan.

Siwon langsung berpaling melihat Kyuhyun yang juga sedang tersenyum pada namja tampan yang baru mereka temui itu. Dengan cepat Siwon menganggukkan kepalanya agar Kangta segera berlalu darisana meninggalkan tatapan yang penuh kekaguman itu untuknya.

Dan kemudian yeoja terakhir pun berjalan begitu mengagumkan dengan tubuh langsingnya sampai ia berhenti didepan Siwon, matanya tidak pernah berpaling dari namja tampan itu.

“Naneun, Tiffany hwang imnida.”

“Kau cantik~” Seru Donghae dengan wajah polosnya.

Kyuhyun hanya memasang wajah datarnya saat melihat Siwon tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada yeoja itu. Apalagi saat Tiffany tidak juga berlalu dari hadapan mereka, tapi malah berjalan kesana kemari dideretan panggung utama itu.

Dan Siwon yang tahu hal itu terus melihat gerakan Tiffany yang tidak pernah masuk ke kepalanya, karena yang ia fikirkan hanya wajah imut dan menggemaskan kekasih hatinya.

“Kau suka yang begitu?” Ucap Kyuhyun sinis tanpa melihat Siwon.

“Ani~ aku suka yang begini.” Jawab Siwon membuat Kyuhyun pun berpaling melihatnya.

Namja tampan itu sedang menatapnya dengan mata yang berkilauan dan senyum yang menawan. Mau tidak mau Kyuhyun akhirnya ikut tersenyum juga. Dari sudut matanya Kyuhyun bisa melihat Tiffany menghentakkan kakinya dengan kesal lalu segera pergi darisana.

“Sepertinya aku mulai punya saingan.” Gumam Kyuhyun.

“Mwoo??”

“Ani~ ayo pergi.”

“Ohh, sudah selesai, kajja~”

Dan mereka pun berdiri dengan bertepuk tangan pada 4 finalis itu kemudian Siwon dan 3 model-nya segera keluar darisana meninggalkan General manager mereka yang akan mengurus semuanya.

Empat model calon icon perusahaan itu tidak bisa untuk tidak melihat 4 namja memesona itu meninggalkan ruangan dengan gaya yang lebih unggul dari mereka. Dengan harapan kemenangan ada ditangan, suatu hari mereka juga akan berada diantara para namja tampan itu.

“Mulai besok kalian akan mengikuti beberapa fashion show, ada foto shoot juga dan terakhir penilaian berpasangan.” Ucap Park Jungsoo dengan wajah datarnya membuat lamunan mereka pecah.

“Di penilaian terakhir akan menentukan segalanya, jadi tunjukkan kemampuan terbaik kalian, arraseo?”

“Nde~ arraseo~” Jawab mereka bersamaan.

Dan General Manager itu pun menyerahkan jadwal mereka masing-masing dengan satu orang akan dinilai ditempat yang berbeda-beda. Dengan beberapa juri terpencar disetiap tempatnya membuat mereka tidak bisa bermain-main dalam pemilihan kali ini.

**

Untuk selanjutnya para model itu pun mengikuti kegiatan mereka masing-masing yang ada di perusahaan itu. Bahkan Siwon, Kyuhyun, Donghae dan Jaejoong juga menjadi salah satu juri ditempat yang berbeda-beda dan bergantian.

Jaejong sendiri sangat menikmati perannya sebagai salah satu juri karena ia bisa bersama para yeoja cantik itu. Begitu juga Donghae yang sudah berteman dengan mereka semua dan menjadikan Taeyeon sebagai pasangannya di akhir penilaian nanti.

Sementara Kyuhyun hanya menatap mereka dengan wajah datar dan hanya mendengarkan saat Siwon memberi model-model itu pengarahan.

Saat giliran foto shoot, tentu Siwon yang akan jadi fotografer mereka, karena itu keempatnya harus berusaha lebih keras. Karena namja tampan itu mempunyai selera yang tinggi dan gambar yang diambilnya juga sangat tinggi kualitasnya.

“Taeyeon, tolong lebih dekat pada Kangta.” Ucap Siwon pada yeoja cantik itu.

Saat ini mereka berada dalam pemotretan pakaian winter berpasangan. Siwon ingin mereka memancarkan aura pasangan karena baju itu didesign khusus untuk sepasang kekasih.

“Hyung, tersenyum sedikit.” Ucapnya lagi pada Kangta.

Namja tinggi dan tampan itu langsung tersenyum dengan ramah dan Taeyeon pun mendekatkan dirinya lalu sama-sama melihat kamera Siwon. Setelah beberapa kali take, barulah Siwon puas dan membiarkan mereka beristirahat.

Selanjutnya giliran Yoona sendiri dan Tiffany, mereka punya sesi pemotretan untuk gaun pesta, Yoona memakai gaun putih yang sangat cocok untuk tubuhnya yang tinggi dan langsing. Beberapa kali take yeoja itu tidak membuat kesalahan apapun karena itu ia pun selesai dengan cepat.

Kyuhyun yang duduk dikursi jurinya langsung berdiri dan menghampiri Siwon yang sedang melihat hasil jepretannya. Begitu sadar namja cantik itu didepannya, Siwon langsung menyunggingkan senyuman manis nan menawan pada kekasihnya itu.

“Bagaimana?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak buruk, mereka memang sudah ahli dibidang ini.”

“Kita hanya memberi nilai plus untuk menunjang karir mereka, iya kan?

“Nee~ lalu bagaimana nilainya?”

“Aku sudah menambahkan nilainya untuk bagianmu.”

“Gomawoyo~” Ucap Siwon dengan playfull sambil mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun.

“Oppa~” Panggil seseorang tiba-tiba.

Keduanya langsung berdiri tegak dan melihat siapa yang sudah menghancurkan moment manis mereka. Tiffany berdiri dengan manisnya menatap Siwon dengan mata berbinar, langsung saja wajah manis Kyuhyun berubah masam melihatnya.

“Giliranku kan?” Tanya Tiffany tanpa rasa bersalah.

“Ohh, mmm~ silahkan.” Jawab Siwon gugup.

Yeoja cantik itu langsung berjalan menuju tempat pemotretan melewati Kyuhyun yang hanya ia lihat sekilas lewat saja. Detik itu juga Kyuhyun sudah memberinya nilai minus dan berharap yeoja centil itu tidak akan menjadi bagian dari mereka.

“Bagaimana gayanya oppa?” Tanya Tiffany dengan nada manisnya.

“Yang lembut sesuai dengan gaunmu.” Jawab Siwon serius.

Tiffany melihat gaun pink blush-nya yang sangat menawan rancangan designer terkenal di Seoul. Gaun bertali satu dan menyimpang dibahunya itu membuat kulit putih Tiffany menyatu dalam gaun tersebut.

Setelahnya yeoja yang sudah mahir dibidangnya itu pun mulai melakukan beberapa gaya dan Siwon terus mengambil fotonya tanpa kata-kata. Tanpa sekalipun membalas tatapan Tiffany, Siwon terus mengambil beberapa foto lagi dan mengakhirinya dengan yeoja cantik itu berdiri didepan kipas angin hingga gaun dan rambutnya bergerak ditiup angin.

Begitu selesai Siwon memeriksa kembali gambar-gambar itu dengan seksama dan membuang yang tidak bagus menurutnya. Kyuhyun langsung mendekat dan ikut melihat-lihat gambar yeoja itu yang memang sangat cantik.

Namun tiba-tiba saja Tiffany datang dan berdiri diantara mereka bahkan yeoja itu berdiri terlalu dekat dengan Siwon. Kyuhyun melihatnya dengan kening berkerut dan tidak mengerti apa yang ingin dilakukan yeoja itu pada kekasihnya.

‘Tentu saja mengambilnya, paboo!!’ Inner Kyuhyun berkata.

“Andwae!!” Ucap Kyuhyun tanpa sadar membuat mereka berdua langsung menatapnya.

“Kyu…waeyo?” Tanya Siwon dengan wajah khawatir.

“Huh? Ahh, aniyo~ permisi.” Ucap Kyuhyun gugup dan segera pergi darisana.

Siwon yang tidak percaya langsung mengikutinya dari belakang membuat Tiffany yang melihat mereka mengerutkan keningnya penasaran.

**

Namun yang terjadi setelah itu Siwon dan Kyuhyun selalu terlihat bersama membuat yeoja itu gerah sendiri dan berpikir harus melakukan sesuatu. Karena ia berpikir Siwon tidak memiliki siapapun dan ia akan membuat namja tampan itu menjadi miliknya.

“Tunggu saja, oppa~” Gumamnya pelan.

Sementara ditempat yang tidak jauh darinya terlihat Siwon, Kyuhyun dan 3 model lainnya sedang berdiskusi tentang gambar yang ingin mereka pajang didinding-dinding perusahaan itu. Tiffany bisa melihat kedekatan Siwon dan Kyuhyun bukan hanya sebatas rekan kerja saja.

Mereka memang sahabat, tapi tatapan Siwon saat melihat namja cantik itu sudah bisa mengatakan segalanya. Karena itu Tiffany harus melakukan sesuatu untuk memastikan keberadaannya disana.

Dan hari baru pun dimulai tetap dengan kegiatan mereka mengikuti jadwal pemilihan icon perusahaan itu. Beberapa Fashion show dan foto shoot sudah mereka lewati dengan mulus.

Dari penilaian mereka dua namja yang sangat menonjol dengan bakat mereka dibidang modeling.

Kangta dan Tiffany.

“Aku ingin Kangta oppa yang menang.” Ucap Sooyoung saat mereka sedang berdiskusi di ruang meeting.

“Kau baru melihatnya dua hari Soo~” Protes Donghae. “Tiffany lebih unggul.”

“Aku juga ingin Kangta Hyung yang menang.” Jawab Kyuhyun karna mendengar nama Tiffany.

“Yee~ baby harus mengikuti mommy-nyaa~” Sooyoung terdengar sangat senang.

“Aku lebih tua, mommy dari mana?” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya.

“Dari hatiku baby~” Jawab yeoja cantik itu asal.

“Cih!!”

“Kita belum melihat dua hari terakhir, setelah itu baru kita bisa memilih secara adil.” Ucap Jaejoong melerai mereka berdua.

“Itu benar, hyung.” Jawab Siwon sambil menganggukkan kepalanya.

“Tapi kenapa aku lihat yeoja cantik itu selalu menempel padamu, Siwonnie?” Tanya Jaejoong.

“Mwoo?? Nuguya? Who is she??” Tanya Sooyoung tidak percaya.

“Tiffany hwang, aku melihatnya seperti mengejar Siwon.” Jaejoong melihat Kyunyun dengan heran. “Apa karna ini Kyunnie ingin Kangta menang?” Tanyanya.

“A-aniyo!!”

“Pribadi tidak boleh dibawa kesini, Kyunnie~” Ucap Donghae menenangkan.

“Aku tidak memulainya, tapi yeoja itu.”

“Siwonnie sebaiknya jaga diri baik-baik.” Jawab Jaejoong.

“Mwoo? Kenapa harus aku hyung?”

“Biasanya kau lemah pada wanita, aku hanya memperingatkan, hati-hati.”

“Aaa~arraseo hyung~” Jawab Siwon sambil tersenyum manis karena death glare Kyuhyun menusuk jantungnya.

**

Dan setelah peringatan itu.

Tiffany hwang, yeoja cantik yang menjadi salah satu calon kuat untuk menjadi icon perusahaannya, semakin jelas apa yang ada didalam kepala cantiknya. Tiffany secara terang-terangan mendekati Siwon bahkan didepan Kyuhyun sendiri.

Lalu siapa yang ingin disalahkan jika ia tidak pernah tahu bahwa namja tampan itu sudah memberikan hatinya pada orang lain. Tiffany tidak pernah tahu Siwon sudah mempunyai kekasih dan bahkan orang itu ada diantara mereka juga.

“Oppa, kapan kita bisa makan bersama?” Tanya Tiffany disuatu siang.

“Makan apa Tiff? Kita masih sibuk, dua hari lagi penilaian terakhir.” Jawab Siwon baik-baik.

“Tapi aku ingin makan siang denganmu, sekali saja~ hm?” Pinta yeoja itu memakai wajah memelasnya.

“Tapi aku masih punya kerjaan.” Tolak Siwon dengan halus.

“Sekali saja, hm? Ayolah oppa~” Tiffany menggelayut manja dilengan Siwon.

Namja tampan itu memang tidak pernah bisa menolak apalagi berlaku kasar pada wanita, karena ia sangat menghormati ibunya yang juga jelas-jelas seorang wanita. Setelah melihat wajah memelas itu untuk kesekian kalinya, akhirnya Siwon menganggukkan kepalanya pasrah.

Tiffany langsung melonjak kegirangan dan segera menyeret namja tampan itu pergi darisana dengan memeluk lengannya dengan mesra. Tanpa mereka tahu, dibelakang panggung fashion show itu Kyuhyun menggertakkan giginya dengan kuat dan mengepalkan tangan hingga buku jarinya memutih.

Dengan wajah kesal akhirnya Kyuhyun kembali ke apartemen-nya tanpa mengatakan apa-apa pada Siwon. Ia sudah cukup bersabar saat melihat yeoja itu merayu kekasihnya, ia tidak ingin berada disana dan menghancurkan dunia beserta isinya.

‘Jangan berlebihan’ Inner Kyuhyun berucap.

“Apa maksudmu berlebihan!! Kau tidak lihat tadi?!?!” Tanya Kyuhyun entah pada siapa.

Security yang ada diloby apartemen melihatnya dengan menahan senyum membuat pipi Kyuhyun merona menahan malu lalu segera berlari kedalam gedung.

Namja cantik itu langsung berlari menuju lift apartemen dan masuk kesana dengan menahan nafasnya.

“Siwonnie paboo!! Yeoja sialan!!” Gerutunya dengan kesal.

Tanpa pikir panjang ia langsung menuju lantai 15 dan masuk kesana setelah menekan pin masuk yang sudah dihafalnya. Dengan kekesalannya ia melempar tas dan sepatunya sembarangan lalu segera masuk ke kamar dan menghempaskan dirinya ditempat tidur.

“Hmmmm~ nyamannyaaa~” Gumaman panjang itu disertai dengan hembusan nafas lega.

Dengan menutup matanya Kyuhyun menghirup aroma manis dari tempat tidur itu dan kekesalannya menghilang sementara saat dengan perlahan ia menuju dalam mimpinya yang indah.

Tidur siang yang begitu nyenyak sampai ia tidak menyadari pemilik rumah itu sudah kembali dan melihat tas dan sepatu berserakan diruang tengahnya. Tanpa mengatakan apa-apa Siwon mengambil sepatu itu dan meletakkannya ditempat sepatu lalu mengambil tas Kyuhyun dan membawanya ke sofa.

Setelah itu barulah ia masuk ke kamarnya dan mendapati kekasih hatinya sedang tertidur dengan nyaman. Perlahan Siwon mendekati ranjangnya dan berlutut disisinya agar ia bisa melihat wajah cantik itu yang terbenam dalam bantalnya yang empuk. Darisana Siwon bisa melihat kening Kyuhyun berkerut tidak tenang hingga tanpa sadar tangannya bergerak perlahan dan mengurut kening itu.

“Mianhae, kau pasti melihatnya, hm?” Tanya Siwon berupa bisikan.

“Jangan menurutinya.” Jawab Kyuhyun dengan mata terpejam.

“Mianhae…” Siwon mengecup kepalanya penuh sayang.

Sampai akhirnya Kyuhyun membuka matanya dengan bibir mengerucut masih mengingat kekesalannya. “Kenapa kau pulang?” Tanyanya.

“Aku kehilanganmu.” Jawab Siwon dengan senyum manisnya.

“Bukankah senang makan dengannya?”

“Aku membeli makan dijalan, kajja~ kita makan.” Senyum manis Siwon membuat Kyuhyun terpaku.

“……” Namja cantik itu tidak tahu harus mengatakan apa.

“Ayo baby, aku lapar~” Ucap Siwon lagi sambil keluar dari kamar.

“La-lapar?” Tanya Kyuhyun masih tidak mengerti.

“Babyyy~” Panggil Siwon lagi dari luar kamar.

Secepat kilat Kyuhyun turun dari tempat tidurnya dan berlari keluar menuju meja makan, benar saja disana sudah ditata dengan rapi makanan kesukaan Kyuhyun mulai dari ddeobokki, Kimchi dan Gimbap bahkan wine juga ada disana.

“Kau tidak makan disana?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Aku tidak lapar jika bukan denganmu.”

“Maksudmu aku ini makanan?”

“Kau lebih dari itu.”

“Hyung!!”

“Aku hanya ingin makan denganmu, baby.”

Sekali lagi Kyuhyun hanya bisa mendengus kesal dan segera menempati kursinya yang sudah ditarik namja tampan itu. Kemudian Siwon langsung memberinya suapan pertama barulah ia memakannya untuk sendiri. Tanpa bisa dicegah perasaan bahagia kembali mengalir dalam dada Kyuhyun hingga perlahan bibirnya menampilkan senyuman yang ditahan.

“Apa tidak apa-apa kau disini??” Tanya Siwon tiba-tiba.

“I don’t care~”

“Mmm~ biasanya kau tidak pernah mau hyung ajak kemari walau tidak ada yang melihat, tapi karna cemburumu kau datang sendiri baby~”

“Aku tidak cemburu!!”

“Jinjja?”

“Jeongmal!!”

“Ahahaha, ne, ne, ne~ apapun untukmu.”

Dan mereka pun menikmati makan siang itu dengan lahapnya sampai semuanya tidak bersisa. Kemudian keduanya menghabiskan waktu didalam kamar sambil bermain game dan menonton film, sampai akhirnya Kyuhyun tertidur dengan nyaman dalam pelukannya.

Saat malam menjelang Siwon sudah memasakkan makan malam untuk mereka berdua barulah Kyuhyun bangun dari tidur nyamannya. Dengan wajah sulking namja cantik itu menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya disana.

Kemudian barulah ia kembali keruang makan dan makan malam bersama kekasihnya itu ditemani lilin-lilin dan bunga mawar diatas meja. Setiap makan bersamanya Siwon selalu membuat mereka terasa berada di restoran mewah dan menikmati candlelight dinner yang romantis.

“Aku akan pulang nanti.” Ucap Kyuhyun.

“Tidak bisakah tinggal saja?” Tanya Siwon sambil menyuapinya lagi. “Rumahmu dibawah, baby~ apa bedanya??”

“Aku tidak mau ada yang melihat.”

“Siapa yang akan melihat, ini lantai paling atas.”

“Siapa yang tahu akan ada yang datang dan melihatku disini.”

“Aiish~ malam ini saja, hm?” Rengek Siwon dengan wajah memelas.

“Andwaeyo~”

“Babyy~”

“Aiissh~ jangan merengek hyung tidak cocok!!”

“Ayolah baby, malam ini saja, hm? Ini satu lagi~” Ucap Siwon sambil menyuapi Kyuhyun suapan terakhir.

“Minggu yang lalu juga malam ini saja.” Ucap Kyuhyun sambil memberinya tatapan tajam.

“Hyung ingin memelukmu, bogoshiposeoo~ baby, hm??”

“Aaa~arraseo, arraseo!!” Akhirnya Kyuhyun menyerah. “Kalau ada apa-apa tanggung jawab!!”

“Tenang saja~ sana pergi dulu, hyung bereskan meja.”

“Ani, aku disini saja.”

“Baiklah~”

Namja tampan itu langsung mencuci piring bekas mereka makan dan Kyuhyun melihat dibelakangnya, tapi yang terjadi akhirnya Kyuhyun berdiri disampingnya dan membantu meletakkan piring yang sudah bersih itu ditempatnya.

Setelahnya mereka berdua menghabiskan waktu diruang tengah menonton televisi dengan Kyuhyun yang bersandar dalam pelukan Siwon. Sampai malam menjelang mereka berdua segera pindah ke dalam kamar dan Kyuhyun kembali berbaring dalam pelukan namja tampan kekasihnya itu.

Keesokan harinya.

Siwon yang lebih dulu bangun sudah selesai menyiapkan sarapan nasi goreng dengan telur gulung yang sangat menggiurkan. Setelah mengaturnya di meja makan barulah ia kembali ke kamar untuk membangunkan Kyuhyunnya tercinta.

“Baby~ wake up~” Panggil Siwon sambil membuka tirai jendela besarnya.

“Mmm~ 5 minute moreee~”

“Tapi hari ini ada pemotretan kan?” Tanya Siwon dan melihat Kyuhyun semakin menyusup dalam selimutnya.

“Hyung yang foto kan? Jadi tidak apa-apa telat.” Jawab Kyuhyun dibawah selimutnya.

“Baiklah, lima menit lagi.”

Kyuhyun tersenyum senang dan kembali menarik nafas panjang dan terlelap. Sementara Siwon kekasihnya segera membuka lemari mencari pakaian untuk ia pakai hari ini.

Dan lima menit kemudian namja tampan itu benar-benar membangunkan namja imut kekasihnya dan tidak mendengarkan protesnya lagi. Siwon membawa Kyuhyun yang masih memejamkan matanya kedalam kamar mandi dan meninggalkannya disana.

Setelah itu ia pun segera turun ke bawah dan menunggunya bersiap-siap, namun yang terjadi sampai 15 menit kemudian namja imut nan cantik kekasihnya itu tidak muncul juga dimeja makan rumahnya.

Saat ia kembali ke kamar dan melihatnya, namja cantik itu masih tidur dengan nyaman diranjangnya bahkan kembali terbalut didalam selimut.

“Aigoo~ babyyy~” Panggil Siwon tidak habis pikir.

“Aku ngantuk hyung~”

“Nanti sarapannya dingin baby~ ayo sarapan du…”

Seketika Kyuhyun terduduk dan melihat Siwon dengan tatapan tajamnya membuat kening Siwon berkerut bingung. “Waeyo?”

“Sarapan?” Tanya Kyuhyun.

“Nee…”

“Kenapa tidak bilang dari tadi?”

“Mwoo??” Siwon hanya bisa menganga lebar saat kekasih imutnya itu berdiri dan berjalan keluar tanpa rasa beraalah.

Setelah beberapa detik barulah ia mengikutinya dari belakang menuju meja makan dilantai dibawah. Disana Kyuhyun sudah duduk dengan manis dan sedang mengambil nasi goreng itu dengan wajah berbinar. Dan Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menyusul namja cantik itu untuk sarapan bersama.

Nasi yang hanya untuk dua orang itu tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk menghabiskannya. Kyuhyun yang begitu lahap tidak mengatakan apa-apa pada Siwon yang terus menyuapinya telur gulung yang sangat tebal itu.

Dan setelah selesai namja cantik itu langsung berlari dengan riang turun kebawah kembali ke rumahnya yang berada tepat dilantai bawah.

Lebih dari 30 menit kemudian barulah ia selesai berpakaian dan melihat Siwon sudah bertahta di sofa ruang tengah apartemen-nya. “Kajja~”

“Ohh, sudah siap?” Tanya Siwon.

“Nee~ kajja~”

Dan keduanya pun segera menuju SW entertaiment untuk melakukan pemotretan terakhir untuk pemilihan model icon perusahaan Siwon.

Disana sudah menunggu para finalis modelnya dan model-model lainnya yang ingin melihat mereka. Sementara Donghae, Sooyoung dan Jaejoong berada ditempat mereka sebelum sesi pemotretan di mulai. Begitu Siwon dan Kyuhyun sampai mereka langsung bergabung disana dan saling bercerita.

“Setelah ini persiapan untuk besok harus selesai.” Ucap Jaejoong pada Siwon.

“Aku sudah lihat tempatnya, masih dalam penataan.” Jawab Sooyoung. “Yo~ babykyu, bagaimana kalau noona pakai tuxedo dan dirimu pakai gaun?” Tanyanya sambil melihat Kyuhyun.

“Chuneunda?” Jawab Kyuhyun.

“Dia hanya akan pakai gaun untukku Soo~” Jawab Siwon.

“Jinjja??” Mata Sooyoung berbinar penuh harap. “Aku mau fotonya oppa.”

“Hyung!!”

“Besok dia akan pakai tuxedo.” Jawab Donghae menegahi membuat Kyuhyun melihatnya senang. “Tapi setelahnya pinjamkan gaunmu Soo, biar dia memakainya.”

“Lee Donghae, mati kau!!!” Kyuhyun langsung menarik-narik leher Donghae tanpa henti sambil menggertakkan giginya dengan gemas.

“Appo!! Siwonn!!” Panggil Donghae tidak tahan lagi.

“Baby… Ayo ganti baju, giliranmu setelah Sooyoungie.” Ucap Siwon saat Sooyoung meninggalkan mereka untuk memulai pemotretan.

Dan namja imut menggemaskan itu langsung melempar death glare nya pada Donghae kemudian berjalan mengikuti Siwon keruang ganti. Disana ia mengambil baju jas hitam dengan kemeja navyblue dan celana hitam. (Baju lagu blue world)

Siwon duduk santai di sofa ruang itu menunggu Kyuhyun berganti baju sambil memainkan iphonenya yang menerima pesan dari Donghae. Tidak berapa lama Kyuhyun pun keluar dan segera menuju meja rias yang sudah ditunggu beberapa noona rias wajah dan rambut itu.

Setelah selesai Siwon langsung keluar lebih dulu dan mendapati Donghae sedang berdiri bersama Tiffany, yeoja cantik itu yang akan berpasangan dengan Kyuhyun saat ini dan besok dihari pemilihan. Dan saat ini ia memakai gaun tanpa kerah yang berwarna senada dengan kemeja Kyuhyun, navyblue.

Begitu melihatnya Tiffany langsung berlari kecil menghampiri dan tanpa diduga yeoja cantik itu memegang tangannya sambil berbicara. Siwon yang tidak menyangka hanya terpaku dan melihat tangan cantik itu menggenggam setengah dari tangannya yang besar.

Sementara Kyuhyun yang baru keluar tidak menyangka akan melihat yeoja cantik itu disana dan apa yang dilakukannya membuat mata bulat Kyuhyun semakin membesar.

Tiffany yang tidak peduli terus menanyakan yang tidak penting pada CEO-nya itu membuat Kyuhyun semakin gerah. Dengan cepat namja cantik itu berjalan dan berdiri disamping Siwon bahkan dengan jarak yang tidak terlihat sedikitpun.

“Annyeong~” Sapa Kyuhyun dengan senyum ramahnya.

“Ahh, annyeong~” Jawab Tiffany.

“Sooyoung sudah selesai, kajja~” Ucap Siwon pada Kyuhyun.

Dan mereka berdua langsung melewati Tiffany tanpa basa-basi padahal yeoja cantik itu yang akan jadi pasangan Kyuhyun sekarang. Tapi Siwon tidak peduli atau pun mengingat model cantik itu yang juga akan diambil gambarnya.

Karena itu juga senyuman malaikat Kyuhyun berubah menjadi sinis dan terlihat mengerikan saat melewati Tiffany yang semakin kesal melihatnya. Namun yeoja cantik itu tetap mengikuti mereka setelah menghentakkan kakinya dilantai membuat Donghae hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Selanjutnya pemotretan itu pun dimulai saat Kyuhyun dan Tiffany berakting sebagai couple didepan camera itu. Namja dan yeoja cantik itu harus berdiri membelakangi dengan kepala yang saling bersentuhan dan tangan yang mengekspresikan kebahagiaan.

Saat Siwon ingin memotretnya tiba-tiba Tiffany melarangnya dan mengatakan tidak tahu gayanya. Dengan wajah masam Siwon mendekati mereka dan mengajari yeoja cantik itu dengan benar.

Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa menggertakkan giginya dengan kesal dan menunggu Siwon selesai, kemudian namja tampan itu kembali ketempatnya dibalik camera. Baru tiga kali take, Tiffany kembali mengatakan ia tidak tahu caranya dan Siwon harus kembali mengajarinya dengan sabar.

“Kau sengaja kan?” Tanya Kyuhyun dengan gertakan giginya membuat Tiffany tersenyum bangga.

“Kau akan lihat.” Jawab Tiffany memulai perannya.

Kemudian untuk 20 menit kedepan, Kyuhyun harus menelan kekesalannya karena Tiffany terus melancarkan pesonanya pada Siwon agar perhatian namja tampan itu selalu untuknya. Bahkan ia dengan beraninya memberi senyuman sinisnya pada Kyuhyun karena Siwon lebih perhatian padanya.

“Ok, break~” Suara Siwon memecahkan lamunan Kyuhyun. “Kyunnie~” Panggilnya kemudian.

Sedikit terkejut Kyuhyun langsung berlari kecil menghampiri kekasihnya dan tidak lupa memberikan senyuman kemenangannya pada yeoja cantik itu. Siwon yang tidak tahu apa-apa hanya tersenyum manis dan segera memperlihatkan hasil fotonya pada Kyuhyun.

Begitu dekatnya posisi mereka berdua membuat kekesalan Tiffany kembali memuncak dan smirk Kyuhyun membuatnya siap menyatakan perang pada namja cantik itu.

“Otteokhae?” Tanya Siwon.

“Wajahku jadi jelek.” Jawab Kyuhyun tanpa sadar mengerucutkan bibirnya.

“Lho? Waeyo?” Siwon memerhatikan jepretannya dengan kening berkerut.

“Jelek karna ada dia.” Jawab Kyuhyun kemudian membuat Siwon tidak bisa menahan senyumnya dan berpaling melihat wajah cantik itu yang sangat dekat dengannya. “Kau tetap yang terbaik.”

“Berarti dia yang cantik?”

“Bu-bukan begitu~”

“Ahahahahha~” Tawa Kyuhyun melihat alis Siwon hampir menyatu. “Arraseo hyung~”

“Ayo latihan buat besok~” Ucap Siwon akhirnya.

“Kajja~”

Dan mereka berdua pun pergi dari sana meninggalkan yang lain menyelesaikan pekerjaannya. Seperti Jaejoong yang harus menilai penampilan model lain yang akan berpasangan dengan Donghae.

Siwon dan Kyuhyun segera menuju ruang fashion show yang ada dilantai atas gedung itu. Sementara Tiffany harus menelan kekesalannya karena ia masih harus tampil beberapa take lagi tapi bukan Siwon yang menjadi fotografernya.

Namun setelah selesai ia langsung meninggalkan tempat itu tanpa mengatakan apa-apa pada yang lain, padahal mereka juga menuju tempat yang sama. Yeoja cantik itu ingin lebih cepat tiba dilantai atas dan melihat Siwon pujaan hati yang ingin didapatkannya.

“Oppa~” Panggil Tiffany begitu tiba disana.

Siwon yang sedang membersihkan kameranya langsung berpaling dan melihatnya dengan senyum yang menawan. Mau tidak mau Tiffany harus memegang dadanya yang berdetak tidak karuan hanya karna senyum manis itu.

“Waeyo? Sudah selesai?” Tanya Siwon ramah.

“Nee, sekarang tinggal latihan kan?”

“Nee, besok puncaknya, berusahalah, fighting!!”

“Nee, fighting!!” Jawab Tiffany sambil mengepalkan tangannya penuh semangat. “Mmm, tapi oppa…”

“Nee??”

” Boleh aku minta nomor hp-mu?” Tanya Tiffany sambil memperlihatkan iphonenya.

“Mmm, i-itu…”

“Siapa tahu nanti aku terlambat atau ada masalah, aku bisa menghubungimu.” Ucap Tiffany cepat.

“Oh, geurae~ hmm” Siwon mengambil hp yeoja cantik itu dan mengetikkan nomornya disana.

Namun tiba-tiba seseorang menghampiri mereka dan dengan perlahan tangannya terulur mengambil iphone itu untuknya. Dari tangan lentik dan putih itu Siwon bisa menebak siapa yang melakukannya.

“Biar aku saja.” Ucap Kyuhyun.

Dengan wajah masam Tiffany melihat Kyuhyun mengetikkan angka-angka itu di hp-nya, namun Kyuhyun tetap dengan wajah imut dan menggemaskannya itu.

“Sudah, ini~” Ucap Kyuhyun mengembalikan iphonenya lalu berpaling pada Siwon. “Kajja hyung~” Ucapnya kemudian.

Siwon hanya tersenyum senang dan segera berbalik meninggalkan yeoja cantik itu menuju panggung utama tempat mereka akan mengadakan fashion show. Tempat yang membentuk huruf T itu sudah dihiasi dengan pagar bunga putih yang memanjang disemua sisinya, karna konsep fashion dan fotonya adalah wedding dress.

“Mulailah berjalan darisana, hyung akan melihatnya.” Ucap Siwon pada Kyuhyun.

Tanpa mengatakan apa-apa Kyuhyun berjalan kebelakang panggung meninggalkan Siwon berdiri disana. Ia tahu Tiffany yang berada tidak jauh dari kekasihnya sedang melihat apa yang mereka lakukan. Dengan smirk yang mengerikan namja cantik itu langsung masuk kesana dan menaiki 3 tangga untuk panggung itu.

Namun tiba-tiba saja, iphonenya berbunyi membuatnya berhenti dan melihat siapa yang sudah mengganggu-nya. Dengan kening berkerut Kyuhyun menjawab panggilan itu dan mendengar suara orang yang memanggilnya dengan begitu mesra.

>Oppaaa~<

“Yeoboseyo?” Tanya Kyuhyun.

>Oppa, tidak kenal suaraku? Sayang sekali<

Kyuhyun langsung melihat nomor asing yang memanggilnya dan dengan cepat ia kembali turun darisana dan melihat kedepan panggung. Disana Siwon sedang berdiri menunggu-nya sementara tidak jauh darinya Tiffany sedang berdiri membelakangi namja tampan itu dan iphone yeoja cantik itu ada ditelinganya.

Yang artinya…

“Oppa~ kau mendengarku?” Suara di hp Kyuhyun terdengar.

Detik itu juga Kyuhyun sadar siapa yang sudah menghubunginya dan tanpa berpikir panjang ia pun menjawab panggilan itu tidak kalah mesranya.

“Tiffany-ssi~”

>O-oppa??<

“Sayang sekali kau salah sambung, annyeong~”

Dengan tawa cekikikan Kyuhyun menutup hp-nya dan segera naik kepanggung itu untuk berjalan seperti yang diinginkan Siwon. Dan wajah cantiknya tidak lupa menampilkan senyum terbaiknya apalagi saat melihat Siwon menatapnya dengan mata yang berbinar.

Menit berikutnya Tiffany pun melakukan hal yang sama, karena besok mereka berdua akan menjadi pasangan disana. Dengan perasaan yang saling disembunyikan mereka melakukan latihan itu dengan sangat baik.

Walau sesekali tetap terlihat bagaimana Tiffany melihat Kyuhyun dengan tatapan membunuh dan Kyuhyun melihat Tiffany dengan smirknya yang mengerikan.

Sampai semuanya selesai Kyuhyun langsung turun darisana untuk bertemu designer baju mereka untuk besok. Bahkan Donghae dan Sooyoung sudah menunggunya disana. Sementara Tiffany yang punya kesempatan langsung menghampiri Siwon dan menarik namja tampan itu menuju tempat yang sepi.

“Hey~ ada apa?” Tanya Siwon tidak mengerti. “Kenapa kita kesini?”

Tiffany langsung berpaling kesana kemari melihat apa ada orang yang melihat mereka. Tapi sudut ruangan yang penuh dengan perlengkapan panggung itu memang selalu terlihat sepi.

“Ada yang ingin kubicarakan, oppa.” Ucap Tiffany kemudian.

“Ohh, kenapa harus disini? Apa itu penting?” Tanya Siwon dengan tampang polosnya.

“Sangat penting oppa, ini menyangkut hidupku.”

“Mwoo??”

“Oppa, saranghandagoyo.” Ucap Tiffany blak-blakan.

“Mwoo? Ap-apa maksudmu?”

“Aku menyukaimu sejak melihat dan mengenalmu lebih dekat.”

“Tapi aku tidak…” Tolak Siwon dengan kening berkerut.

“Kenapa? Apa aku tidak cantik? Apa aku tidak pantas untukmu oppa?” Tanya Tiffany dengan wajah memelas sambil mendekatkan dirinya pada Siwon.

Bahkan kini badan mereka bisa dikatakan hampir menempel satu sama lain. Siwon terus menatap wajah yang memang sangat cantik dan terkesan imut itu sangat dekat dengannya. Apalagi bibir pink Tiffany yang sedikit terbuka itu terlihat begitu menggoda.

Tanpa Siwon sadar Tiffany sudah mengambil langkah lebih dulu dengan mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka hampir bersentuhan.

“Saranghae Siwon oppa.”

Sementara itu Kyuhyun sudah selesai membahas pakaian yang akan mereka kenakan besok dan langsung mencari keberadaan kekasihnya. Namun Siwon tidak terlihat dimana-mana, Kyuhyun terus berjalan sambil melihat kesana kemari, tapi namja tampan itu tidak terlihat dimanapun.

Donghae yang keluar dibelakangnya melihat Kyuhyun berdiri terpaku disana langsung mendekat dan memeluk lehernya dari belakang. “Heeey, magnae!!”

“H-hyung…”

“Jib-e kajja, Siwon eoddiseo?”

“Mollayo~ tadi dia disini.”

“Ahh, itu dia bersama Tiffany.” Ucap Donghae melihat kearah samping.

Siwon berjalan didepan Tiffany yang memasang wajah senangnya membuat Kyuhyun mengerutkan kening melihat mereka. Dan begitu melihat Kyuhyun, yeoja cantik itu langsung menyunggingkan smirknya yang menjengkelkan sementara Siwon hanya melihat kekasihnya itu dengan wajah gelisah.

“Ayo pulang, Siwonnie~” Ajak Donghae.

“Ayo hyung, Kyunnie.” Jawab Siwon langsung berjalan didepan membuat kening Donghae berkerut.

Dan ketiga namja tampan itu segera meninggalkan tempat itu sementara Tiffany langsung melenggang indah menuju designer mereka untuk persiapan gaunnya. Namun sebelum itu ia masih sempat berpaling melihat kebelakang dan memamerkan smirknya pada Kyuhyun yang juga sedang melihatnya.

**

Sampai di apartemen mereka Siwon langsung menuju rumahnya dilantai 15 tanpa mengatakan apa-apa pada Kyuhyun sementara Donghae sudah masuk ke rumahnya dilantai 4.

Tanpa bisa memanggilnya Kyuhyun pun masuk ke rumahnya dengan kening berkerut kemudian segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah segar dan mendapatkan energi kembali Kyuhyun langsung menghempaskan dirinya diranjang dan berbalik menyamping untuk melihat hp-nya yang sudah lama terdiam disana.

Satu pesan ataupun 1 panggilan tidak terlihat di benda tipis itu yang selalu dibawa Kyuhyun kemanapun. Siwon tidak menghubunginya atau bahkan mengirimnya pesan cinta atau pesan gombal-nya.

“Ada apa hyung?” Tanya Kyuhyun pada hp-nya.

Namun sampai beberapa menit kedepan tidak ada tanda-tanda Siwon akan menghubunginya, apa yang sudah terjadi pada namja tampan itu? Dengan wajah bingung Kyuhyun mengambil hp-nya dan keluar dari kamar.

Sambil berfikir apa yang harus ia lakukan tanpa sadar Kyuhyun berjalan mondar-mandir diruang tengah apartemennya yang luas itu. Dengan melihat hp ditangannya yang tidak kunjung berkedip, Kyuhyun berpikir dengan keras sambil menggigit pipi dalamnya bahkan Kyuhyun menggigit jemarinya seolah dengan begitu kegelisahannya akan berkurang.

Tanpa ia tahu, hal yang sama juga terjadi pada namja tampan yang sudah menjadi kekasihnya itu sejak 3 tahun yang lalu. Namja tampan itu terus berjalan kesana kemari dengan wajah gelisah sambil melihat iphone ditangannya.

Siwon tidak tahu kenapa ia harus menghindar dari Kyuhyun? Sedangkan cintanya yang begitu besar hanya untuk namja cantik itu. Kalau dia seperti ini, lalu apa yang dipikirkan Kyuhyun?

Setelah berpikir seperti itu dengan cepat Siwon keluar dari rumah dan masuk kedalam lift yang ada didepannya. Ia ingin segera menemui kekasihnya dan menenangkan hatinya yang sedang gelisah itu.

Dan begitu sampai dilantai 12 dan pintu lift itu terbuka, wajah cantik kekasihnya tercinta berdiri dihadapannya,

“Hyung?/baby?” Tanya mereka bersamaan, ternyata Kyuhyun juga memutuskan untuk segera melihatnya.

Langsung saja Siwon menarik namja cantik itu dalam pelukannya dan mereka sama-sama masuk dalam lift itu dan pintunya pun tertutup kembali.

“H-hyung…”

“Biarkan seperti ini.” Jawab Siwon semakin mengeratkan pelukannya.

Dan Kyuhyun hanya bisa menyamankan dirinya dalam pelukan hangat itu sambil terus merasakan bunyi debaran jantung Siwon yang tidak menentu. Hal itu semakin membuat Kyuhyun yakin ada yang salah dengan kekasih tampannya.

Namun begitu pintu lift itu terbuka kembali Siwon langsung melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Kyuhyun lalu membawanya masuk kedalam apartemennya tanpa kata-kata. Namja cantik itu hanya bisa menuruti keinginan kekasihnya bahkan sampai mereka berdua berada didalam kamar Siwon.

“Aku ingin istirahat, disini, bersamamu.” Ucap Siwon akhirnya.

“Hmm~ mmm, baiklah~” Jawab Kyuhyun ragu.

Tapi saat Siwon langsung membawanya ke tempat tidur dan namja tampan itu langsung masuk kedalam selimut, Kyuhyun tahu ada yang salah dengan namjachingunya. Walau begitu tidak ada yang bisa dikatakan Kyuhyun selain menurutinya masuk dalam selimut dan dalam pelukannya.

“Istirahatlah Siwonnie~” Gumam Kyuhyun saat Siwon membenamkan wajah dilehernya dan tidak ada jawaban.

Setelah lebih dari 30 menit mereka terdiam akhirnya Siwon kembali berbicara, padahal Kyuhyun mengira namja tampan itu sudah terlelap.

“Apa hyung?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Hyung harus melakukan sesuatu.”

“Mwoo?”

“Mereka harus tahu.”

“Siapa? Maksudnya?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“I love you, baby~ I’m sorry.”

“Mwoo? Hyung?!” Kyuhyun semakin tidak mengerti apa yang diucapkan namja tampan itu.

Tapi tidak ada jawaban lagi dari Siwon karena perlahan nafasnya pun terasa melembut dan sangat perlahan berarti namja tampan itu sudah terlelap. Tanpa bisa mengatakan apa-apa Kyuhyun menyelimuti mereka berdua dengan baik kemudian ikut memejamkan matanya menuju alam mimpi yang sama.

Sampai keesokan harinya.

Kyuhyun yang merasa kedinginan akhirnya terjaga dari tidurnya dan melihat Siwon sudah tidak ada lagi bersamanya. Tempat tidur besar itu sudah terasa dingin yang berarti Siwon sudah lama tidak ada disana.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun namun tidak ada jawaban.

Namja cantik itu pun segera bangkit dari sana mencari kekasihnya didalam kamar yang luas itu. Namun aroma wangi yang tercium dari luar membuat Kyuhyun seketika menghela nafas lega dan segera mencuci muka dan menyikat giginya.

Setelah itu ia segera keluar dari kamar lalu turun kebawah dan mendapati Siwon sedang sibuk mengatur meja makan untuk sarapan mereka. Tanpa mengatakan apa-apa Kyuhyun mendekati meja itu dan berdiri disana.

“Baby? Kau sudah bangun?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Hmm~” Jawab Kyuhyun.

“Mm, ayo sarapan~ hari ini hari yang berat.”

“Aku akan berusaha.” Ucap Kyuhyun sungguh-sungguh.

“Tentu saja, kau yang terbaik.”

Dan mereka pun menyatap sarapan mereka dalam diam tanpa siapapun yang ingin memulai pembicaraan. Kyuhyun masih dengan berbagai pertanyaan dikepalanya dan Siwon masih tetap dengan kegelisahannya sejak pulang kemarin.

Sampai semuanya selesai, namja tampan itu mengatakan Kyuhyun harus pulang untuk bersiap-siap karena acara puncak mereka memerlukan banyak persiapan disana. Tanpa bisa membantah lagi Kyuhyun pun menuruti perkataan Siwon dan segera pulang ke apartemen-nya sendiri yang ada dibawah.

Setelah hampir 30 menit kemudian Siwon sudah berdiri didepan pintu Kyuhyun dan menunggu namja cantik itu keluar. Saat Kyuhyun membuka pintu Siwon sudah berdiri disana dengan penampilan dan senyumnya yang menawan.

“Kajja~”

“Hmm~”

Keduanya sama-sama turun dari kamar mereka dan bertemu dengan Sooyoung dilantai selanjutnya dan Jaejoong juga Donghae yang terakhir. Para namja dan yeoja memesona itu memakai mobil mereka masing-masing kecuali Kyuhyun yang bersama Siwon sesuai dengan keinginan namja tampan itu.

Empat mobil mewah itu beriringan keluar dari gedung bernuansa silver itu dan beriringan dijalan Seoul yang begitu padat. Jika yang lain mendengar music karena mereka sendiri didalam mobil, Siwon malah terlihat serius bersama Kyuhyun yang lebih memilih diam saja.

“Baby…” Panggil Siwon tiba-tiba.

“Ne?”

“Gwenchana?”

“Huh? Waeyo? Aku baik-baik saja hyung, kenapa?”

“Ahh, ani, itu…kalau ada apa-apa katakan padaku.”

“Hoo~ geogjonghajima,”

“Jika…mmm, Tiffany melakukan sesuatu, katakan padaku.”

“……” Kyuhyun terdiam dan melihat wajah tampan itu tampak gelisah. “Hyung…ada apa?” Tanya namja cantik itu akhirnya.

“Ani, aku mencintaimu, kau percaya itu kan?”

“Hyung…”

“Aku sangat mencintaimu.”

“Arro~”

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Siwon mengambil tangan Kyuhyun dan mengecupnya dengan lembut. Kemudian ia kembali fokus pada jalan didepannya dan tidak berbicara lagi.

Bahkan sampai mereka tiba didepan gedung SW Entertaiment dan mereka sama-sama menuju lantai paling atas dimana tempat fashion show penilaian terakhir diadakan.

Para model icon yang menjadi bagian dari acara itu langsung menuju ruang ganti untuk bersiap-siap dengan make up dan pakaian mereka. Begitu juga para finalis yang menjadi perhatian dan akan dinilai diacara itu.

Mereka semua dirias secara bersamaan dengan beberapa stylish dan make up artis yang membantu. Begitu acara akan dimulai semuanya sudah terlihat cantik dan tampan dengan tuxedo dan gaun putih mereka. Karena tema yang dipilih adalah wedding dress, jadi mereka memakai pakaian pengantin yang dirancang oleh 2 Designer ternama yang ada di negeri mereka dan juga dikenal dunia.

Dan dua designer itu pun ikut menjadi juri disana dan yang lainnya CEO produk kecantikan ternama dan juga CEO majalah nomor 1 dikorea. Sementara Siwon sendiri sebagai CEO SW Entertaiment lebih memilih menjadi fotografer karena selain kekasihnya yang menjadi salah satu model, pemilihan ini juga akan menjadi icon perusahaannya untuk beberapa tahun kedepan.

Setelah semua siap, kedelapan model itu sudah berada dibelakang panggung dengan penampilan mereka yang begitu memukau. Donghae yang berpasangan dengan Taeyeon memakai tuxedo dan gaun brokenwhite yang dirancang oleh designer ternama Vera Wang dan menjadi penampilan yang perdana.

Donghae dan Taeyeon berjalan melintasi panggung itu dengan gaya mereka yang sudah profesional sampai semua orang terpukau melihatnya. Begitu juga Jaejoong dan Yoona yang memakai rancangan Anna Sui juga tidak kalah dari pasangan yang pertama.

Mereka juga membuat para juri dan tamu undangan disana terpana dengan ketampanan dan kecantikan mereka, ditambah dengan gaun rancangan terbaik yang dimiliki Anna Sui.

Sementara mereka memenuhi panggung, dibelakang panggung tinggal Sooyoung bersama Kangta yang juga memakai rancangan Anna Sui dan Kyuhyun dan Tiffany yang memakai rancangan Vera Wang.

Saat Sooyoung dan Kangta menunggu giliran mereka disamping tempat keluar menuju panggung, Kyuhyun berdiri sendirian sambil terus melihat hp-nya yang berisi pesan Siwon sebelum namja tampan itu melakukan pemotretan.

“Forever with you, I love you, fighting!!”

“Kau terlihat tampan, Kyuhyun oppa.” Ucap Tiffany tiba-tiba dibelakangnya.

“Mwo?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Ani, aku hanya mengatakan kau terlihat tampan.”

“Oh, mm, kau juga terlihat…” Kyuhyun melihat yeoja cantik itu dari ujung rambut sampai kakinya. “Mm, cukup baik.” Ucapnya kemudian dengan smirk yang menjengkelkan.

“Apa hubunganmu dengan Siwon oppa?” Tanya Tiffany tanpa basa-basi membuat Kyuhyun terpaku. “Jangan tetlalu dekat dengannya, karna dia akan jadi milikku.”

“Oh, jinjjayo?” Mata besar Kyuhyun terlihat semakin bulat.

“Ne, menjauhlah, aku akan menjadi pacarnya “

“Baru akan? Kau tidak tahu apa-apa.”

“Apa maksudmu? Siwon oppa sangat serasi bila itu denganku.”

“Hooo, aku tidak yakin.” Jawab Kyuhyun dengan smirknya.

“Kau menjauhlah oppa.”

“Kita lihat nanti.”

“Ka…”

“Kyunnie~” Panggilan Sooyoung menghentikan percakapan mereka. “Giliran kita, silahkan~” Ucap Kyuhyun menyilahkan Tiffany berjalan lebih dulu membuat yeoja cantik itu mendengus kesal.

Namun Kyuhyun hanya tertawa kecil dan mengikuti Tiffany dibalik gaun besar yeoja cantik itu. Karena giliran mereka setelah pasangan pertama berjalan kedepan dan kembali lagi kebelakang, Tiffany dan Kyuhyun berdiri disisi panggung.

Dan saat itu yeoja cantik itu mengeluarkan hp-nya dan menampilkan sebuah foto sambil melihat Kyuhyun sekilas agar namja cantik itu juga melihatnya. Mau tidak mau Kyuhyun pun melihat apa yang ada didalam hp itu karena perbedaan tinggi mereka namja cantik itu bisa melihatnya dengan jelas.

Mata Kyuhyun hampir saja keluar dari sarangnya melihat didalam foto tersebut terlihat seorang namja dan yeoja yang sedang berciuman dengan mesra, namun bukan itu yang membuat jantung Kyuhyun kini berdegup dengan kencang.

Melainkan namja yang ada didalam foto itu merupakan seseorang yang sangat ia kenal, walau dari belakang namja itu Kyuhyun tahu itu adalah kekasih yang sangat dicintainya, Choi Siwon.

“See?” Ucap Tiffany bangga. “Dia menyukaiku.”

Tidak ada yang bisa dikatakan Kyuhyun lagi karena saat ini dadanya dipenuhi oleh amarah yang tidak bisa dibendung lagi. Apa yang harus ia lakukan untuk meluapkan kekesalannya itu? Ditengah acara penting ini dan pada yeoja didepannya kini, apa yang harus ia lakukan?

Karena tidak ada jawaban untuknya akhirnya dengan tangan terkepal kuat Kyuhyun menghantam tembok yang ada disampingnya membuat Tiffany tersentak kaget. Namun saat ia ingin berkata sesuatu, suara Sooyoung menghentikannya lagi.

Ternyata keduanya sudah terlambat dua menit untuk keluar panggung membuat yeoja cantik itu harus memanggil mereka. Semua karena foto itu.

Secepatnya Kyuhyun mencengkram tangan Tiffany dan menariknya keluar darisana hingga semua mata bisa melihat mereka. Saat itu Siwon yang sudah khawatir langsung tersenyum manis melihat Kyuhyun yang juga sedang menatapnya.

Jika semua orang bisa melihat dimata Siwon, betapa besarnya cinta namja tampan itu untuknya yang bisa terlihat jelas hanya dari tatapannya saja. Memikirkan itu membuat Kyuhyun menghela nafas dan menundukkan kepalanya tanpa sadar.

Tiffany langsung menyunggingkan senyum manisnya dan menggandeng lengan Kyuhyun dengan cepat membuat Kyuhyun melihatnya, kemudian keduanya pun melangkah dengan santai menuju panggung utama.

Saat tiba didepan keduanya berpisah dengan Kyuhyun berjalan kekiri panggung dan Tiffany berjalan ke kanan, keduanya sama-sama dengan senyum manis terukir dibibir mereka. Dan saat kembali kedepan panggung keduanya berdiri bersama dengan lengan Kyuhyun dipinggang Tiffany lalu membungkuk sopan pada juri yang ada dikursi depan.

Siwon yang berdiri paling depan diantara fotografer lainnya tidak henti-hentinya menatap kagum pada Kyuhyun. Namun Tiffany mengartikan tatapan itu hanya untuknya sampai ia berdiri tepat dengan kamera Siwon.

Setelah 3 kali take gambarnya terambil, keduanya pun sama-sama berbalik untuk kembali pada model lain yang sudah berdiri didasar panggung menunggu mereka untuk penutupan. Tapi Tiffany yang masih punya seribu cara membuat Kyuhyun jatuh langsung membisikkan sesuatu pada namja cantik itu.

“Malam ini Siwon oppa akan jadi milikku.”

Seketika darah Kyuhyun terasa berhenti mengalir dan nafasnya pun tercekat ditenggorokan. Saat ia berpaling melihat Tiffany, yeoja cantik itu memamerkan smirknya yang menjengkelkan hingga tangan Kyuhyun terkepal dengan kuat dan sanggup meninju wajah cantik didepannya itu.

Namun yang ia lakukan hanya tersenyum sinis dan tangannya mencengkram lengan yeoja cantik itu dengan kuat. Mungkin memang sangat kuat hingga Tiffany terlihat meringis kesakitan tapi Kyuhyun tidak peduli.

Sakit dihatinya itu tidak bisa ia lepaskan karena Tiffany seorang yeoja, dan Kyuhyun tidak akan pernah memukul wanita.

“Dengarkan aku.” Ucap Kyuhyun berupa bisikan dan terdengar tajam. “Namja yang kau bilang menyukaimu adalah kekasihku, jika kau mendekatinya lebih dari ini, aku akan membunuhmu.”

Suara tajam dan mengancam itu membuat darah dan bulu kuduk Tiffany berdesir dengan kuat. Aura nyaman dan manis yang ada disekitar Kyuhyun kini berubah menjadi aura pembunuh yang sangat pekat.

“Ingat itu, aku akan membunuhmu.”

“Ap…aa…”

Seketika Tiffany jatuh terduduk dipanggung itu karena kakinya yang lemas tidak kuasa menahan tubuhnya yang mati rasa. Kyuhyun hanya melihat yeoja cantik itu dengan wajah datar sampai Siwon tiba disampingnya dan memegang lengannya.

“Kajja~” Ucap Siwon lembut.

Dan Kyuhyun langsung berbalik menuruti Siwon yang menariknya menjauh meninggalkan Tiffany yang pucat pasi disana. Namun tiba-tiba…

“Chakkaman!!!” Suara Tiffany menghentikan mereka.

Kyuhyun berpaling melihat Tiffany dengan tatapan tajam yang sanggup membunuhnya namun yeoja cantik itu tidak peduli.

“Oppa~ kenapa kau diam saja? Lihat apa yang dia lakukan padaku?” Tanya Tiffany melihat Siwon dengan airmatanya.

Namun yang dilakukan Siwon hanya melihatnya dan kembali melihat Kyuhyun lalu melingkarkan lengannya dipinggang kekasihnya itu. “Kajja~”

Kyuhyun langsung berbalik dan berjalan bersama kekasihnya dengan wajah bangga, tapi suara Tiffany kembali menghentikan mereka.

“Oppa~ dia tidak pan…”

“Just shut up!!” Ucap Kyuhyun cepat. “Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan? Aku melihat semuanya, so~ back off, he’s mine!”

Lidah Tiffany kelu mendengar desisan Kyuhyun yang kembali membuat tubuhnya merinding seluruhnya. Nada mengancam dan posesif yang menjadi satu bisa membuatmu mati hanya dengan kata-kata. Dan itulah yang terjadi pada Tiffany saat ini, jika ada lubang didepannya maka yeoja cantik itu akan senang hati untuk masuk kedalamnya.

Namun yang bisa ia lakukan hanya berusaha berdiri dengan kakinya yang gemetaran meninggalkan panggung itu karena pemenang model icon itu harus segera diumumkan.

Dan sudah bisa ditebak siapa yang akan menempati apartemen lantai 1 sampai 3 itu dan siapa yang akan memiliki bmw mewah yang terparkir didepan loby perusahaan mereka lengkap dengan pita satin di semua pintunya.

Sooyoung berjalan dengan senangnya menggandeng lengan Kangta dan keluar dari panggung itu disertai tepuk tangan yang sangat meriah. Keduanya berjalan dengan wajah bahagia menuju mobil baru yang ada di loby dengan Kangta sebagai pemiliknya.

Walau sebenarnya Tiffany yang akan memiliki kesempatan itu karena beberapa rancangan yang dipakai model itu terlihat sangat pas dengan Tiffany, tapi karna sikap dan kejadian tadi, para juri memilih Kangta yang nilainya sama dengan yeoja cantik itu.

Dan acara itu pun ditutup dengan pemberian hadiah bagi Taeyeon dan Yoona dengan berlibur ke maldives 3 hari 4 malam dan akan menjadi model tetap di SW Entertaiment.

**

Sementara itu…

Kyuhyun dan Siwon sama-sama terdiam menuju ruangan direktur yang ada dilantai atas. Kedua namja tampan itu sama-sama tidak tahu harus mengatakan apa dan memulai pembicaraan darimana. Kejadian tadi bukanlah yang mereka harapkan terjadi ditengah acara penting seperti itu.

Tapi itulah yang terjadi…

“Mianhae.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Huh? Mwoo??” Tanya Siwon tidak mengerti.

“Mianhae, semua salahku.” Jawab Kyuhyun. “Aku sudah tidak tahan, dia memojokkanku dengan foto itu, aku…aku tid…”

Kata-kata Kyuhyun terhenti bibir Siwon yang sudah mengecupnya dengan cepat lalu memperdalam ciuman itu sampai Kyuhyun merasa terhanyut dan tanpa sadar melingkarkan lengannya dileher Siwon. Ciuman manis dan lembut itu dilakukan Siwon untuk menenangkan hati kekasihnya yang sedang gelisah.

“Dont worry~ I’m here.” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

“Apa aku berlebihan?” Tanya Kyuhyun masih tetap dengan mata terpejam.

“Aku senang melihatnya.”

“Mwoo??” Mata Kyuhyun langsung terbuka lebar.

“Aku melihat kau mempertahankan apa yang sudah menjadi milikmu, itu membuatku senang dan bangga pada diri sendiri.”

“Waeyo?” Mata bulat cantik itu mengerjap dengan polos.

“Itu artinya aku begitu berharganya, sampai kau tidak ingin orang lain merebutku darimu.” Jawab Siwon menampilkan lesung pipinya yang memesona.

“Paboo!!” Jawab Kyuhyun sambil membenamkan wajah dilehernya. “Tentu saja kau sangat berharga hyung, bahkan lebih dari hidupku.” Bisiknya pelan.

“My lovely baby~”

“Karna itu kau harus hidup hanya untukku, hyung!!”

“Ahahaha, tentu saja, dan hidupmu akan jadi milikku.”

“Maksudnya??”

“Tunggu saja~”

“Mwooo???”

“Ahahahaha~”

“Hyung~”

“Naekkoya~” Seru Siwon menghempaskan tubuhnya di Sofa dengan nafas lega.

“Ohh~ tunggu dulu, aku penasaran kenapa kau menghidar dariku?” Tanya Kyuhyun dengan death glarenya tiba-tiba.

“Mmm, dia hampir menciumku, aku tidak sanggup melihatmu, baby.”

“Mwooo??”

“Tapi ternyata kau sudah melihatnya, eoh?” Tanya Siwon dengan wajah penasaran.

“Nee~ karna itu aku berani bertindak.” Kyuhyun tersenyum bangga pada dirinya.

Flashback.

“Siwon oppa, saranghae~” Ucap Tiffany mendekatkan bibirnya pada Siwon.

Siwon yang tidak bisa bergerak hanya menatap bibir menggoda itu berada sangat dekat dengannya, namun detik selanjutnya ia langsung menolak bahu Tiffany hingga yeoja itu menjauh darinya.

“Apa yang kau lakukan?!?” Tanya Siwon tajam.

“Oppa…”

“Aku sudah memiliki seseorang yang lebih segalanya darimu, jangan mendekatiku.” Ucap Siwon dengan wajah datar lalu segera pergi meninggalkan Tiffany yang hanya menyunggingkan smirknya sambil menggenggam iphonenya dengan erat.

End Of Flashback

“Kau menolaknya.” Ucap Kyuhyun dengan senyum manis. “Dan aku lebih segalanya, benarkah?”

“Tentu saja, My Love, my everything~”

Siwon mengecup lembut bibir Kyuhyun dan membawanya dalam ciuman yang dalam dan penuh dengan cinta.

***

Keesokan harinya.

Semua orang yang bekerja dibawah perusahaan SW Entertaiment kini sedang berbahagia karena berita yang mereka terima. Dan sekarang mereka beramai-ramai berdiri dihalaman perusahaan itu sambil mengadahkan kepala mereka keatas.

Kyuhyun yang baru tiba disana malah melayangkan death glarenya pada beberapa penata riasnya yang juga ikut berbaris disana dengan senyum garing diwajah mereka.

“Apa yang kalian lakukan?” Tanya Kyuhyun tajam.

“Chukae Kyuhyunnie~ akhirnya yang kami tunggu datang juga~” Ucap salah satu dari mereka.

“Ma-maksudnya??”

“Chukaeeee~” Seru yang lainnya bersamaan membuat Kyuhyun tersentak.

Saat Kyuhyun ingin bertanya sekali lagi mereka semua langsung menunjuk tangan mereka keatas gedung tetap dengan senyum garing mereka untuk Kyuhyun. Mau tidak mau namja cantik itu pun akhirnya menengadahkan kepalanya dan melihat apa yang mereka lihat sejak tadi.

Disana, didinding kaca gedung itu terpampang LCD layar besar memutarkan berpuluh-puluh foto dirinya saat bersama Siwon yang tidak pernah ia tahu siapa yang mengambilnya. Dan setiap pemutaran ulang slideshow itu akan terdapat tulisan besar berwarna babyblue yang menyatakan :

ENGAGEMENT PARTY
Tonight at 07.03 pm

Choi Siwon ❤ Cho Kyuhyun

We expect the blessing~ from you.

“W-what-what the hell is that??” Tanya Kyuhyun dengan wajah pucat.

“Kami sudah menunggu lama, Kyuhyunnie~” Seru Sooyoung keluar dari kerumunan mereka.

“Mwooo??”

“Siwonnie bertindak cepat, aku mendukungnya.” Jaejoong menganggukkan kepalanya.

“Si-siwon??”

“Nee~”

“Dia menungg…” Ucap Donghae yang juga ada disana namun terhenti karena Kyuhyun sudah berlari kedalam sambil berteriak dengan pipi yang merona.

“CHOI SIWOOOOOON!!!!”

THE END!!

AHAHAHAHAHAJAJAJA…*Jangan timpuk saia!!

Ini hasil dari Video yang saia share lagi kemarin itu…lebih kurang saia mah cuma bisa bilang, Mianhae~ saranghae~

Ahahahaa, sampai jumpa di ff lain.

With Love.

Vie.

When The Love Is Growing 5

SPG COVER

Sequel SPG

Chapter 5

**

Selamat malam~ sudah lama yaa? maaf yaa~ belum sempat edit, Vie tenggelam sama laporan bulanan~

Padahal tanggal 27 kemarin tepat 5 tahun Vie cinta sama mereka~ kkkk.

Mianhae nee~ ini dulu yang update, karna ini yang bisa di edit, ahahahaha~

Selamat membaca, semoga bisa ngilangin bosan, ne~

Here you go~

**

“Apa? Kau mau jadi sekretaris?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Ne, geurom~”

“Ani!! Andwae!!!” Bantah Siwon cepat.

“Mwoo?? Waeyo?”

“Nanti kau capek baby, kuliah sambi kerja, tidak boleh.”

“Tapi aku bisa bersamamu, jika tidak ada kuliah~ kita bisa pulang bersama.”

“Tetap tidak boleh, setelah lulus nanti kau memang akan disini baby, tapi sekarang fokus dulu pada kuliahmu.”

“Hyung~”

“Andwae!!”

Kyuhyun langsung mengambil iphone-nya dan memanggil seseorang dengan wajah kesalnya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun begitu hubungan tersambung.

>Wae!!<

“Siwon hyung tidak ingin aku jadi sekretarisnya.”

>Mwooo?? Waeyo?? Mana Siwon??<

Kyuhyun langsung menyerahkan iphonenya pada Siwon yang kini melihatnya dengan kening berkerut. Perlahan namja tampan itu menempelkan hp Kyuhyun ditelinga dan siap-siap mendengar apapun itu.

>CHOI SIWON!!!< Teriak Heechul dengan geram membuat Siwon harus menjauhkan iphone itu dari telinganya.

“Hyung~”

>Apa yang kau lakukan? Kenapa menolaknya? Kau tidak tahu akibatnya nanti<

“Tapi hyung, kau tahu kan dia pasti capek nanti, lebih baik dia fokus dulu pada kuliah, ini baru semester pertama.”

>Ahh, benar~ biar aku saja, ohh, andwae!!<

“Hyung!!”

>Kau benar, mana si baby?<

Siwon kembali menyerahkan hp itu pada pemiliknya dan melihat namja imut itu sedang memasang wajah sulkingnya.

“Hyung~”

>Dengar magnae~ kau tidak boleh kerja dulu karna masih semester pertama, kau tidak bisa jadi sekretaris dan Siwon tidak boleh punya sekretaris.<

“Jinjjayo?”

>Nee~ bilang saja dia tidak boleh punya sekretaris sampai kau bisa menduduki tempat itu.<

“Mmm, arraseo~ annyeong~”

Kyuhyun memutuskan sambungannya dan melihat wajah Siwon yang memelas meminta pertimbangan. Dengan smirk yang menyenangkan namja imut itu langsung menghempaskan tubuhnya dalam pelukan suaminya tercinta.

“Baby?” Tanya Siwon bingung sambil melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun.

“Kau tidak boleh punya sekretaris sampai aku bisa menjadi salah satunya.” Bisik Kyuhyun ditelinganya.

“Mwooo???”

“Tidak boleh ada orang lain disini, hyung~” Ucapnya lagi sambil menjauhkan kepalanya.

“Bagaimana bisa baby, mereka semua karyawan hyung.”

“Tidak boleh, namja itu juga pecat saja dia.”

“Min seok?”

“Nee”

“Aku berencana memecatnya.”

“Kenapa?” Mata bulat Kyuhyun mengerjap polos.

“Dia menatapmu begitu lama.”

“Mwoooo?!?! Jangan sembarangan hyung!!”

“Yang benar saja?? Kau tidak melihatnya.” Wajah berkerut Siwon nampak lucu dimatanya.

“Dia hanya menatapku hyung, tapi sekretarismu…dia akan mengikutimu kemanapun, kalian akan selalu bersama-sama, tidak bisa kuizinkan!!!”

“Aaa-arraseo, arraseo~” Jawab Siwon sambil mengeratkan pelukannya dan menikmati kehangatan itu.

Entah berapa lama mereka saling berpelukan dalam keheningan sampai akhirnya Siwon mengatakan masih ada yang harus ia kerjakan. Barulah ia melepaskan pelukannya dan Kyuhyun pun kembali duduk berselonjoran di sofa.

Namja cantik itu langsung memainkan gamenya yang tertunda sementara Siwon kembali membaca file-filenya yang masih bertumpuk banyaknya. Hampir 30 menit kemudian terlihat Kyuhyun sudah bertahta disamping Siwon dengan kursi yang didekatkan dan namja cantik itu ikut membaca file kerja Siwon.

Bahkan Kyuhyun membantu Siwon menandatangani semua berkas yang diperlukan, juga membuang semua file yeoja-yeoja cantik yang menjadi calon sekretarinya. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berencana meminta Min Seok untuk memeriksa berkas mereka dan menempatkan yeoja-yeoja pintar itu ditempat yang layak di perusahaan-nya.

“Jangan coba-coba untuk menerima mereka, hyung~” Ucap Kyuhyun tiba-tiba seolah bisa mendengar isi hatinya.

“Mereka akan diterima tapi dibidang lain bukan sekretaris.”

“Jauh darimu?”

“Nee~”

“Ehehehe~”

“Kita pulang?”

“Sudah selesai?”

“Nee~ trima kasih untukmu~” Jawab Siwon dengan senyum manisnya.

Karena benar, pekerjaannya menjadi lebih mudah saat Kyuhyun mulai membantunya, melihat semangat dan ide-ide namja cantik itu, ia yakin Kyuhyun akan menjadi partner yang pantas untuk-nya berbisnis nanti.

“Kajja~ aku mau mandi~” Ucap Kyuhyun sambil menggeliat malas.

“Hyung siapkan air hangat, aroma vanilla~ kajja~”

“Kau yang terbaik hyung~”

“Tentu saja~”

Keduanya pun segera keluar darisana dengan menutup ruangan itu sepenuhnya dan meminta Min Seok untuk mengambil berkas calon pegawai baru mereka. Setelahnya mereka berdua segera menuju lift gedung tersebut menuju lantai bawah, sebagian karyawan sudah meninggalkan kantor dan sebagian lagi masih berkutat dengan tugas mereka.

Siwon dan Kyuhyun segera menuju mobil mereka yang sudah dibawa security disana ke depan lalu segera meninggalkan kantor itu menuju peraduan mereka yang nyaman.

Dan setibanya di rumah Siwon benar-benar menyiapkan air hangat dengan lilin aroma vanilla berserakan dilantai dan dipinggir bath up kamar mandi. Kyuhyun hanya bisa tersenyum menampakkan semua gigi-nya karena terlalu bahagia dan tidak tahu harus mengatakan apa.

“Apa kau ingin kita mandi bersama?” Tanya Siwon sengaja menggodanya.

Bham!! Suara pintu ditutup dengan cepat.

Siwon hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepalanya, memikirkan kenapa huswife cantiknya itu harus malu karena jelas-jelas mereka sudah saling terbuka dan melihat satu-sama lain. Dan saat ia beranjak menuju ranjang mereka, pintu kamar mandi pun kembali terbuka menampilkan kepala Kyuhyun yang menyembul keluar.

“Waeyo?” Tanya Siwon.

“A-apa kau capek hyung?” Tanya Kyuhyun membuat kening Siwon berkerut bingung.

“Ne~ tentu saja~ karena itu cepatlah.” Jawabnya dengan senyum menenangkan.

“Ka-kalau begitu, ma-ma-masuklah~” Ucap Kyuhyun lagi sambil menundukkan wajahnya.

“Apa??” Tanya Siwon memastikan dan Kyuhyun kembali melihatnya.

“Kau tidak mau?”

“My dream come true~” Jawab Siwon langsung menghambur menuju pintu kamar mandi dan masuk kesana.

Langsung saja Kyuhyun masuk kedalam bath up dan menenggelamkan setengah badannya disana membuat Siwon tertawa kecil. Dan tanpa menunggu lagi namja tampan itu langsung membuka seluruh pakaiannya lalu masuk kedalam bath up dibelakang namja cantik itu yang masih tidak melihat kearahnya.

“Baby~” Panggil Siwon sambil melingkarkan lengannya di perut Kyuhyun.

Dengan wajah merona sampai ketelinganya Kyuhyun pun mencoba bersandar didada bidang suaminya antara kulit dengan kulit dan tidak ada satu benang pun yang menghalangi mereka. Dada Kyuhyun semakin berdegup dengan kencang sampai terasa sesak membuatnya kehilangan kata-kata.

“Jika malu kenapa ingin hyung disini, hm?” Tanya Siwon sangat mengerti.

“A-aku tahu kau ca-capek juga hyung.”

“My precious baby~” Gumam Siwon dan menyandarkan dagunya dibahu putih Kyuhyun.

“Aku senang kau selalu berusaha seperti ini baby, walau tahu ini sangat tidak biasa untukmu, tapi kau ingin mencobanya, hal itu membuat hyung selalu ingin menjagamu.” Ucap Siwon sejujurnya.

“Aku akan selalu belajar dan berusaha untuk membuatmu bahagia, keuronikka~ ajari aku cara mencintaimu seperti kau mencintaiku hyung, agar aku bisa membalas sama besarnya dengan cintamu.”

“Oh my god~” Siwon langsung memalingkan wajah Kyuhyun padanya dan mengecup bibir peach itu dengan cepat hingga membuat Kyuhyun tersentak.

“Jika seperti ini, aku tidak bisa melepasmu lagi.” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

Dan Kyuhyun tidak menjawab apa-apa lagi selain tangannya perlahan melingkar dileher Siwon dan akhirnya ia berbalik seutuhnya hingga terduduk dipangkuan Siwon. Tidak perlu waktu lama bagi Siwon untuk memberikan seluruh cintanya pada kekasih hatinya itu saat itu juga.

Dan untuk pertama kali-nya kegiatan cinta mereka dilakukan didalam kamar mandi.

Saat Kyuhyun sudah merasa kedinginan barulah Siwon mengeluarkan mereka dari bath up dan membersihkan diri dibawah Shower, selanjutnya namja tampan itu langsung membalut Kyuhyun dalam baju mandi dan membawanya ke ranjang.

Tidak dipungkiri stamina Siwon dan Kyuhyun sangatlah berbeda, karena yang terjadi sekarang, huswife imutnya sudah meringkuk dalam selimutnya dengan nyaman. Sementara Siwon sendiri segera turun ke bawah untuk makan malam dan meminta ahjumma maid mereka untuk memanaskan makanan lagi jika Kyuhyun bangun nanti.

Namun ternyata sampai keesokan harinya namja cantik itu baru menampakkan wujudnya dilantai bawah dan segera mencari makanan. Maid-maid yang sedang menyiapkan sarapan dan membersihkan rumah itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka dan membuat sarapan dalam sekejap siap makan.

Karena wajah memelas Kyuhyun yang mengatakan kelaparan, mereka meninggalkan pekerjaan yang lain dan memasak lebih dulu. Sementara Siwon yang baru keluar dari kamar mandi mendapati ranjang mereka sudah kosong dan sudah bisa mengira Kyuhyun turun ke bawah untuk mencari makan.

Setelah memakai pakaian kantor-nya namja tampan itu segera turun ke bawah dan menemukan Kyuhyun sedang lahap dengan makanannya. Namun begitu melihat Siwon, kunyahan-nya langsung berhenti dan mata bulat itu menatap penuh selidik.

“Waeyo baby?”

“Mau kemana?” Tanya Kyuhyun cepat.

“Ke kantor, hyung tidak ada kuliah.”

“Mwoo?”

“Lho? Hyung belum bilang?” Tanya Siwon dengan wajah bingung dan Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Ahh~ hyung tidak ada kuliah, jadi ke kantor saja.”

“Mmm~” Gumam Kyuhyun dengan wajah tidak rela.

Sambil tersenyum manis Siwon mendekati huswifenya yang menggemaskan itu lalu mengecup keningnya penuh sayang. Kyuhyun hanya diam dan terus melanjutkan sarapannya yang dilipat-gandakan.

“Kuliahmu sampai siang kan? Hyung akan menunggu di café, lalu kita ke kantor, eotte?”

“Jinjjayo?”

“Nee~ kapan hyung pernah bohong?”

“Eobseo~”

“Mmm, give me smile~” Ucap Siwon kemudian membuat Kyuhyun tersenyum kecil. “Give me one kiss”

“No!! till afternoon~”

“Mwooo??”

“Khaa~”

“Ahahaha~ hyung pergi dulu~ muacch~” Ucap Siwon dan mengecup bibir peach itu dengan cepat.

Kyuhyun hanya bisa menganga lebar saat Siwon sudah menghilang dibalik pintu depan membuat maid-maid mereka tertawa kecil melihatnya. Setelah sadar kembali barulah namja imut nan menggemaskan itu melemparkan death glarenya yang mematikan pada maid mereka.

Selanjutnya Kyuhyun pun bersantai ria di kamarnya sampai jam 9 ia bertemu dengan Ryeowook di rumahnya kemudian segera melesat ke kampus mereka bersama-sama. Hari ini mereka memiliki mata kuliah yang sama sampai 4 jam kedepan sampai tiba waktu makan siang.

Siang itu di Cafe milik pasangan HanChul tempat para namja tampan itu berkumpul terlihat begitu ramai, pasalnya Donghae dan Hyukjae saling berebut makanan yang tinggal sedikit lagi. Padahal mereka bisa memesan-nya lagi jika ingin namun Heechul pemilik café itu melarang mereka sebelum semua yang ada disana hadir semuanya.

“Siwon kapan babykyu selesai?” Tanya Donghae.

“Dia bersama Wookie, jadi pasti ini sudah keluar.” Jawab Yesung.

Karena itu, mereka semua yang tidak ada kuliah lagi diminta menunggu di café saja, hanya Siwon saja yang tidak ada jadwal dan datang dari kantornya untuk makan siang bersama Kyuhyun. Dan hal itu juga menjadi kesempatan Siwon yang memang mencari waktu agar bisa bicara bersama hyung-nya saja tanpa huswifenya.

“Ada satu hal yang aku inginkan dari kalian.” Ucap Siwon tiba-tiba.

“WHAT?!?!” Donghae dan Hyukjae menyahut bersamaan.

“Kau bisa membeli semuanya sendiri, apa yang kau inginkan dari kami?” Tanya Yesung menyambung isi hati Eunhae.

“Apa yang bisa kuberikan Siwonnie~” Jawab Heechul dengan pose yang menggoda membuat Hankyung menatapnya tajam.

“Dengarkan, jangan pernah sekalipun menyebut tentang kehamilan didepan Kyunnie.”

“Mwoooo??”

“Dia menanyakan padaku kenapa kalian mengira dia hamil.”

“Ahh, kami hanya menebak saja, jangan khawatir.”

“Tapi dia menanyakan hamil itu apa, hyung~”

“MWOOOO???” Semua mata hyungnya membesar tidak percaya.

“Aku tahu dia polos, ta-tapi itu…” Heechul tidak percaya dongsaengnya begitu bodoh.

“Ssst~ mereka datang.” Ucap Yesung melihat ke pintu kafe.

Benar saja Ryeowook dan Kyuhyun baru saja masuk kesana dengan senyum cerah namja imut yang suka memasak itu, sedang Kyuhyun hanya melihat pengunjung café itu dengan wajah datarnya.

“Selamat datang~” Sapa Siwon sambil berdiri menyambut huswife cantiknya.

Kyuhyun langsung berdiri disamping suaminya itu hingga tangan Siwon melingkar dengan indah dipinggangnya. Namja tampan itu pun langsung mengecup pipi Kyuhyun yang memang begitu dekat dengan wajahnya membuat huswifenya itu seketika merona.

“Selamat datang, baby~” Ucap Siwon lagi.

“Aku haus hyung~” Jawab Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Biar aku buatkan.” Hankyung langsung berdiri menawarkan diri.

“Ajari aku hyung.” Jawab Kyuhyun tiba-tiba semangat. “Meracik minuman.”

“Ohh, arraseo~ kajja~” Ucap Hankyung.

Lalu mereka berdua segera menuju dapur setelah Kyuhyun menyunggingkan senyuman manisnya pada Siwon yang membuat namja tampan ikut tersenyum dengan wajah bahagia.

“Cih~” Donghae melihatnya dengan smirk yang menjengkelkan.

“Kalian iri?” Tanya Siwon bangga.

“Cepat lanjutkan!! Dia tidak ada.” Jawab Heechul masih penasaran.

“Ne, hyung~ dia tidak tahu hamil itu apa dan aku mengatakan hamil itu karunia indah untuk para yeoja di dunia ini untuk menjadi seorang ibu.” Jawab Siwon cepat.

“Aku tidak tahu dia begitu polos atau bodoh.”

“Hyung!!?!?”

“Benarkan? di Senior High, kita sudah diajari semua pelajaran tentang kedewasaan, lalu apa yang dia lakukan jika sampai itu saja dia tidak tahu?” Tanya Hyukjae.

Seketika semua mata tertuju pada Ryeowook yang bahkan tidak tahu apa masalahnya karena ia baru saja tiba. “Waeee??” Tanyanya bingung.

“Dia selalu bersamamu di kelas, kenapa dia tidak ikut pelajaran itu?”

“Ne? Kalian tidak tahu?” Tanya Ryewook semakin bingung.

“Tidak.” Jawab mereka bersamaan.

“Ohh~ jika bukan tidur dia akan ke perpustakaan karena tidak tahan.” Wajah polos Ryeowook membuat mereka kesal tiba-tiba.

“Mwooo??”

“Jika pelajaran itu sudah dimulai dia akan mual-mual.”

“Mwooooo??”

“Aigooo, pelajaran itu kan memperlihatkan organ didalam tubuh manusia, Kyuhyun tidak tahan melihatnya.”

“Astagaaa~”

“Selamat Siwon kau sudah menikah dengan bayi berumur 19 tahun.”

“Hyung~”

“Baiklah, mulai sekarang ajari semua yang tidak diketahuinya dan yang ingin diketahuinya, jika tidak, masa depanmu akan suram.”

“Hyung, aku tidak bisa.”

“Tenang saja, aku bisa!!”

“Heechul hyung, jika kau yang mengajari, si baby akan hancur berantakan.”

“Apa katamuu~” Heechul langsung memiting leher Donghae dengan geramnya.

Saat itu Kyuhyun datang bersama dua buah cangkir berisi minuman yang sudah diraciknya bersama Hankyung. Dengan senyum bangga ia langsung menyerahkan satu cangkir untuk Siwon membuat namja tampan itu kembali tersenyum dengan bahagianya.

“Ini namanya Yin-yang Americano.” Ucap Kyuhyun.

“Mwoo? apa isinya baby?”

“Americano tambah susu ditambah coklat dan punyaku Mint Latte, latte ditambah white cream dan mint garnish.”

“Waaaah, Kyunnie~ kami juga mauuu~” Donghae merasa tergoda namun Kyuhyun hanya menyunggingkan smirknya.

“Racik sendiri.” Jawab Kyuhyun cuek lalu menyeruput latte-nya dengan sengaja.

Donghae langsung berlari menuju dapur café dan meminta hankyung untuk membuatkan mereka minuman sedang yang lain hanya bisa menatap wajah polos Kyuhyun kemudian menggelengkan kepala mereka.

“Apa kau capek baby?” Tanya Siwon kemudian.

“Waeyo?” Kyuhyun balik bertanya.

“Hyung harus ke kantor sekarang.”

“Aku ikut.”

“Baiklah, habiskan minumanmu.”

“Untuk apa?” Tanya Yesung.

“Aku sekretarisnya, hyung.” Jawab Kyuhyun penuh percaya diri.

“Mwooo??”

“Heechul hyung bilang aku tidak boleh punya sekretaris dan Kyunnie tidak boleh jadi sekretaris, jadi Kyunnie akan membantuku saat dia free kuliah.” Jelas Siwon.

“Apa kau yakin?” Tanya Hyukjae.

“Tentu saja!!” Jawab Kyuhyun penuh semangat.

“Hyung…” Donghae dan Ryeowook langsung melihat Heechul.

“Mwoo? Kalian pikir kapan dia menghubungiku? Biar cepat selesai aku mengatakan itu, karena saat itu aku sedang…” Heechul menghentikan ucapannya saat semua mata Dongsaengnya sedang melihat kearahnya dengan wajah penasaran.

“Sedang apa hyung?” Tanya Hyukjae benar-benar penasaran.

“Sedang…”

“Apa hyung??” Tanya yang lain kini dengan smirk mereka.

Heechul langsung melayangkan death glarenya pada mereka semua sementara Kyuhyun hanya bermain dengan jarinya disamping Siwon, tidak peduli pada mereka. “Chuneunda?” Tanya Heechul.

“Ahahaha~ babykyu memang luar biasa.” Ucap Yesung melihat Kyuhyun yang kini sibuk dengan Siwonnya.

“Kajja hyung~” Ajak Kyuhyun tidak sabar.

“Sekarang dia lebih suka bersamamu Siwonnie.” Ejek Hyukjae.

“Sejak dulu dia bersamaku, hyung.”

“Tidak, dulu dia selalu mengikutiku.” Jawab Donghae.

“Itu sebelum dia tahu apa itu cinta…” Ucap Ryeowook ikutan menggodanya.

“Dan untuk siapa cinta itu harus diberikan.” Jawab Heechul sengaja.

“Makin lama kita disini kita akan semakin gila hyung, kajja~” Ucap Kyuhyun dengan santainya.

“Aiiishshh~” Semua hyung berdiri ingin menjitaknya tapi ia sudah lebih dulu menghindar membuat mereka menggerutu dengan kesal.

Sementara Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian segera menyusul Kyuhyun menuju mobil mereka. Namja tampan itu harus kembali ke kantornya karena tadi ia memang hanya keluar untuk memenuhi janjinya menjemput huswife-nya tercinta.

Begitu sampai dikantor lagi namja tampan itu langsung kembali melanjutkan pekerjaannya sementara Kyuhyun beristirahat di Sofa sambil bermain game. Saat sudah bosan dengan game-nya namja imut itu akan membantu Siwon dalam pekerjaannya.

Begitu seterusnya sampai akhirnya mereka pulang kerumah bersama-sama seperti setiap harinya.

Dan kehidupan manis penuh cinta itu pun terus berjalan dengan kebahagiaan mereka setiap harinya. Kyuhyun akan mengikuti jadwal kuliahnya dengan rajin sementara Siwon akan selalu ke kantor disaat jadwal kuliahnya sedang kosong dan Kyuhyun akan membantunya disana jika huswifenya itu tidak lelah.

Setiap harinya mereka saling mencintai dengan sepenuh hati dan selalu menghabiskan waktu dalam kebersamaan disetiap ada kesempatan. Walau ada saat Siwon tidak bisa bersama Kyuhyun karena meeting di kantor atau jadwal kuliah yang padat, Kyuhyun akan memilih menyendiri dirumah dan browsing di internet.

Bahkan hampir sebulan ini, Kyuhyun selalu menyempatkan diri untuk mencari-cari informasi yang tidak diketahui siapapun diantara hyungnya bahkan termasuk Siwon. Namja imut nan menggemaskan itu meninggalkan game kesukaannya sementara demi menjelajah di dunia maya.

Begitu seriusnya Kyuhyun membaca dari laptop-nya sampai ia tidak menyadari beberapa hyung sudah masuk dalam kamarnya dan melihatnya dalam diam.

“Apa yang kau lakukan baby”

“Akh!! Kkamjjagiya!!!” Kyuhyun memegang jantungnya dan melihat kebelakang.

Heechul, Donghae, dan Hyukjae sedang tersenyum garing menampakkan gigi mereka dengan mata yang mengerjap polos. Kyuhyun hanya bisa menganga lebar juga dengan mata mengerjap melihat ketiganya.

“Annyeong~” Sapa Hyukjae.

“Se-sejak ka-kapan?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Sejak bait pertama tentang cara menyenangkan pasangan kau baca.” Jawab Heechul dengan smirk jahilnya.

“Hyung! Kenapa kalian masuk sembarangan!? Ini kamarku!!”

“Sejak kapan kami tidak boleh melihat kamarmu?” Tanya Donghae dengan wajah polos.

“Sejak Siwon juga ada disini, out~ get ouuuut~” Jawab Kyuhyun sambil mendorong ketiganya keluar darisana.

Namja imut itu tidak mau tempat terindahnya bersama Siwon dilihat banyak orang, walau hanya hyung-nya sendiri. Karena Kyuhyun ingin hal paling pribadi seperti itu, hanya dia dan suaminya Siwon saja yang mengetahuinya.

“Apa yang kau baca, Adeul?” Tanya Heechul saat mereka tiba di sofa.

“Rahasia hyung!” Death glare Kyuhyun sebagai jawabannya.

“Kau belajar cara menyenangkan pasangan?” Tanya Donghae tidak mau kalah.

“Hyung!!”

“Demi Siwonnie? How sweeeet~” Seru Hyukjae girang.

“Hyung!! Jangan berisik!!” Wajah Kyuhyun sudah memerah sampai ketelinganya namun hyungnya tidak peduli.

“Ahahaha~ kami mendukungmu, baby~ jika ada keluhan, tanyakan pada kami.” Ucap Heechul dengan senyum kebanggaan-nya.

“Mmm~ baiklah, aku menemukan beberapa artikel yang menyatakan cintaku dan Siwon hyung salah, apa benar??” Tanya Kyuhyun dengan wajah seriusnya.

Donghae dan Hyukjae langsung berpaling pada Heechul dengan death glare mereka karena sudah menyarankan yang tidak bisa mereka tanggung. Tapi namja cantik itu hanya memamerkan smirk cantiknya lalu menarik Kyuhyun hingga terduduk disampingnya.

“Begini baby besar.” Ucap Heechul dengan death glare Kyuhyun. “Bukan cinta yang salah, tapi kita yang membawanya kearah yang salah.”

“Maksudnya? Aku salah karena mencintai Siwon hyung?”

“Kau mencintainya?”

“Sangat!!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Dia juga sangat mencintaimu, apa itu salah?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan berpikir sekali lagi. “Jika mencintai yeoja itu yang benar, apa yang harus aku lakukan hyung?”

“Kenapa?”

“Karna cintaku sudah habis untuk Siwon hyung.”

“Omooooooooo~” Donghae dan Hyukjae langsung memegang kepala mereka sambil berseru dengan keras. “Dia jadi cheesy gara-gara Siwonie.”

“Kalau pun cintamu masih ada, apa kau bisa memberikannya pada yeoja?”

“Aku tidak bisa memberikannya pada yeoja apalagi namja, karna yang kutahu hanya ada Siwon hyung disini.” Ucap Kyuhyun yakin sambil meraba dada-nya tempat jantungnya berdetak.

“Jinjja hyung!! Apa yang dia baca? Kenapa jadi blak-blakan seperti ini??” Hyukjae melihat Kyuhyun tidak percaya.

“Biar saja, aku tahu beberapa minggu ini dia belajar mengetahui segalanya.” Jawab Heechul dengan tenangnya.

“Kau yakin hyung?” Tanya Donghae.

“Dia sudah dewasa, bahkan sudah menikah, apalagi yang dia tunggu? Siwon bukan babysitter yang bisa terus menjaganya, Siwon butuh pendamping yang pantas untuknya berbagi suka dan duka bersama. Menikah itu dua orang yang hidup bersama, bukan hanya Siwon sendiri.” Ucap Heechul dengan wajah serius.

“Hyung kau tahu banyak…” Gumam Kyuhyun dengan mulut menganga.

“Aku lebih dulu hidup darimu.”

“Yaah!! Jangan begitu.”

“Lalu, apalagi yang kau pelajari?”

“Memasak.”

“Mwoo??”

“Kau bilang Siwon harus punya pendamping yang pantas.”

“Geurae~” Angguk Heechul patuh.

“Aku ingin jadi terbaik untuknya.”

“Kau memang yang terbaik baby, selalu.” Jawab seseorang dibelakang mereka.

“Siwonnie!!!”

Namja tampan berlesung pipi itu sudah berdiri didalam rumah tanpa mereka sadari sejak tadi, Kyuhyun langsung berlari menghampiri suaminya itu dan berdiri sangat dekat hingga namja tampan itu bisa mengecup bibirnya sekilas.

“Aku pulang, baby~”

“Selamat datang Siwonnie~” Jawab Kyuhyun langsung memeluk suaminya itu.

“Kalian benar-benar pengantin baru.”

“Itu sudah lama hyung.” Jawab Siwon dengan senyum manisnya lalu menghirup nafasnya dalam-dalam. “Apa kau merindukanku?”

“Naega manhi~aju-manhi bogoshipoyo~” Jawab Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

“Hmm~ lalu apa yang kau pelajari hari ini?”

“Banyak~”

“Jinjja?”

“Nee~ kau mau makan hyung atau mau mandi? Atau mau aku?” Tanya Kyuhyun dengan mata mengerjap polos.

“Mwooooo?!?!?!” Tanya para hyungnya dengan mata melebar.

Sementara Siwon hanya bisa menganga lebar melihat wajah manis dan polos itu begitu menggemaskan, namun ia langsung berpaling melihat hyung-hyungnya disana dengan death glarenya. “A-a-apa yang kalian ajarkan?”

“Kami baru datang, paboo!!” Jawab Heechul tidak terima.

“Ahahaha~ hyung mandi dulu!!” Ucap Kyuhyun tertawa dengan jahilnya lalu menarik Siwon masuk ke dalam.

Namja imut itu menyuruh suaminya untuk segera membersihkan diri di kamar sementara ia kembali pada hyung-hyung mereka yang masih betah ada disana.

“Kau lihat? Dia pasti menyalahkan kami, jadi jangan belajar yang bukan-bukan magnae.” Ucap Heechul dengan wajah datarnya.

“Dia sangat menjagamu, Kyunnie.”

“Ya, karena itu aku jadi paboo!!”

“Oh, kau sadar, paboo!?” Tanya Hyukjae membuat Kyuhyun langsung memberinya death glare.

“Kyu~ kami makan disini, boleh?” Tanya Donghae tiba-tiba.

“Tanya sama ahjumma, apa makanan-nya cukup untuk kalian.”

“Aiissh~ kapan rumah kalian tidak punya makanan!?” Jawab Donghae langsung menuju dapur untuk melihat maid-maid rumah itu memang sedang memasak untuk makan malam.

Tidak berapa lama Siwon pun turun bergabung bersama mereka dan namja tampan itu langsung mendekati Kyuhyun dan memeluknya dari belakang. Kyuhyun hanya tersenyum manis sambil memeluk tangan Siwon yang ada diperutnya lalu berpaling melihat wajah tampan itu sedang menatapnya.

“Kau capek hyung?” Tanyanya.

“Sekarang tidak lagi~” Jawab Siwon menyusupkan wajahnya dileher Kyuhyun membuat huswife-nya itu menengadahkan kepalanya.

“Kalian pikir dunia ini milik kalian?” Tanya Heechul tidak tahan lagi.

“Ahahaha~ aku memeluk kebahagiaanku hyung~” Jawab Siwon tidak merubah posisinya.

Sementara Kyuhyun menatap hyungnya itu dengan kening berkerut dan bibir yang mengerucut seolah tidak ingin diganggu. Sambil mendecak kesal Heechul langsung menuju dapur meninggalkan pasangan yang melepas rindu sesaat itu, begitu juga Hyukjae yang mengikuti dibelakangnya.

Setelah beberapa saat mereka pun makan malam disana seperti yang diinginkan Donghae dan Hyukjae yang paling bahagia tidak bisa mengatakan apa-apa saat makan ala hotel itu tersaji dimeja makan rumah itu.

Heechul hanya tersenyum senang saat salah satu maid melayani-nya dengan baik bahkan ia meminta maid itu untuk makan malam bersama mereka atas persetujuan Siwon. Heechul suka melihat mereka memakai pakaian hitam berenda putih itu seperti maid-maid yang ada dicerita dongeng.

Setelah makan malam mereka bertiga langsung permisi pulang membuat Kyuhyun mengutuk mereka dengan mulut tajamnya namun tidak pernah mempan. Ketiganya tahu bahwa Siwon yang selalu sibuk sekarang menginginkan lebih banyak waktu bersama huswife-nya tercinta.

Karena itu begitu mereka menghilang, Siwon langsung mengajak Kyuhyun ke kamar dan berbaring diranjang mereka. Kyuhyun yang mengerti Siwon hanya menuruti keinginan suaminya itu dan segera meringkuk dalam pelukannya.

Siwon memeluk huswifenya itu sambil bercerita kegiatannya seharian hingga keduanya tertidur tanpa disadari. Hanya sebuah pelukan hangat sanggup mengobati kerinduan dan membawa semua kebahagiaan didalamnya.

Hari pun terus berlalu dengan kehidupan mereka yang sedikit demi sedikit juga mengalami perubahan. Khususnya namja imut yang polos dan tidak peduli pada siapapun kini terlihat lebih ramah dan bergaul dengan siapa saja.

Choi Kyuhyun benar-benar bisa beradaptasi dengan baik bersama teman-teman kuliahnya dan sering menghabiskan waktu bersama mereka jika Siwon, suaminya tidak ke kampus. Namja imut dan menggemaskan itu bisa bertahan walau tidak ada hyung yang menjaganya lagi seperti dulu.

Seperti yang diketahui mereka, namja imut itu pernah memiliki trauma takut kesendirian. Tapi sekarang rasanya semua ketakutan itu sudah menghilang sejak lama, bahkan namja imut itu terlihat benar-benar nyaman bersama teman kuliahnya.

Minggu pun berganti dan bulan pun mengikuti, jadwal kuliah mereka pun semakin bervariasi. Siwon yang menjalankan dua tugasnya terlihat semakin sibuk saja karena perusahaan-nya semakin dilirik para pemegang saham diluar sana.

Karena itu ia meminta Kyuhyun untuk tidak mengikutinya ke kantor setelah pulang kuliah, karena namja tampan itu selalu punya meeting yang harus didatangi. Namun begitu, walau sesibuk apapun dirinya, ia selalu sempat untuk makan siang bersama dan paling utama belajar bersama huswifenya tercinta.

Karena itu juga saat ujian semester pertama tiba, Siwon mendapat nilai paling tinggi diangkatannya dan Kyuhyun paling tinggi diangkatannya sendiri. Keduanya memang sudah dikenal pintar sejak Senior High School, bukan tidak mungkin mereka akan jadi pasangan pintar lagi di kampus mereka.

“Selamat Siwonnie~ IPK-mu paling tinggi.” Ucap Hyukjae saat mereka berkumpul di cafe.

“Kyuhyun sudah mengambil nilainya?” Tanya Donghae.

“Sudah hyung, nilainya tidak usah ditebak.”

“Apa yang kalian lakukan setiap malam? Belajar?” Tanya Heechul heran. “Benar-benar membosankan.”

“Kau saja yang malas hyung~” Ucap Kyuhyun baru kembali dari dapur cafe.

“Apa kalian tidak begituan?” Tanya Hyukjae pada Siwon.

Kyuhyun langsung berdiri didepan Siwon menutupi namja tampan itu dari pandangan hyung usilnya. Tanpa segan ia memberi Hyukjae tatapan tajamnya yang mengerikan. “Apa maksudnya hyung~”

“Ahahaha, kau tau maksudku~ kalian pasti sering itu kan?” Hyukjae semakin menggoda mereka berdua.

“Tentu saja hyung~” Jawab Siwon menarik pinggang Kyuhyun hingga namja imut itu terhempas dalam pangkuannya.

“What the hell!!” Kutuk Kyuhyun terkejut.

“Sssst~” Ucap Siwon langsung menenangkan serapahan Kyuhyun lalu melihat Hyukjae. “Tidak mungkin aku tahan jika dia menggemaskan seperti ini.” Ucapnya dengan senyuman manis.

“Aa~arraseo~ tidak usah dibahas.” Hyukjae memutar bola matanya malas.

Sementara yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka dan Kyuhyun memberi suami tampannya itu death glare yang mengerikan.

“Lalu apa rencana kalian untuk liburan?” Tanya Ryeowook.

“Kami akan liburan.” Jawab Siwon.

“Second honeymoon?” Tanya Donghae.

“Neee~ second honeymoon~”

“Dasar orang kaya!!”

“Ahahaha, bukan begitu hyung, kalian boleh ikut jika mau.”

“Jinjjayooo??”

“Jinjja~”

“Hyukkiiiieeee!! Aku ikut!!” Seru Donghae kegirangan.

“Kami juga mau Siwonnie~” Yesung menatap mereka memelas.

“Tentu saja hyung, kita akan liburan bersama.”

“Horeeeee!!!!”

“Hyung, kau tidak ikut?”  Tanya Kyuhyun yang melihat Heechul diam saja.

“Tidak, kami akan ke China.” Jawab Heechul.

“Tempat Hankyung hyung?” Kyuhyun menatapnya tidak percaya.

“Nee~ kami akan kesana 2 hari, tidak mungkin menutup cafe lama-lama.”

“Ahh, arraseo~ kami akan ke hawai.”

“Jinjja?” Tanya Hyukjae tak percaya.

“Nee, sebelumnya Kyunnie memang rencana ke hawai tapi jadi ke jeju.”

“Yaa, pasti Kyunnie.”

“Tentu saja hyung!!”

Dan liburan mereka pun dimulai dengan persiapan segala keperluan mereka saat berada dinegara panas itu nanti. Siwon sudah merencanakan semuanya dengan matang, bahkan ia akan membayar semua tiket perjalanan mereka nanti. Hyukjae dan Donghae langsung bersorak gembira untuk itu semua.

Setelah para hyungnya meminta pergi bersama, Siwon langsung memesan kamar lagi yang ada di Four Season Resort, Hawai.

Setelah itu mereka semua dengan seketika sudah berangkat ke hawai setelah Siwon meminta izin mereka berlibur pada orangtua Kyuhyun. Keenam namja tampan itu langsung menuju bandara dan menaiki pesawat dengan kelas VIP karena Siwon ada dibelakang semua pembayarannya.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, begitu tiba di resort Siwon dan yang lainnya disambut dengan ramah oleh staff resort tersebut, apalagi mereka tahu Siwon adalah putra salah satu pemilik 4 resort terkenal itu. Para pegawai resort langsung mengambil barang Siwon dan hyung-hyungnya lalu membawanya ke kamar mereka masing-masing.

Kyuhyun yang kelelahan langsung menghempaskan dirinya di ranjang besar kamar VVIP disana begitu pegawai resort membuka pintu kamar itu untuk mereka. Siwon hanya menggelengkan kepalanya dan segera membereskan barang bawaan mereka ke dalam lemari.

Tempat indah yang dikelilingi dengan pantai itu selalu bisa memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjungnya dengan suara ombak yang berkejaran membuat semua beban terasa lepas begitu saja.

Begitu pula yang dirasakan Kyuhyun hingga dalam beberapa detik ia sudah bernafas dengan teratur menuju alam mimpinya. Saat tiba makan malam barulah Siwon membangunkannya untuk makan malam bersama yang tempatnya berada tepat dipinggir pantai.

“Kita akan makan pagi, siang dan malam disini?” Tanya Kyuhyun begitu melihat tempat makan yang luas itu.

“Nee~ semuanya terlalu romantis.” Jawab Ryeowook dengan wajah riangnya.

“Salah satu kelebihan resort ini.” Jawab Siwon.

Kemudian mereka pun menyantap hidangan mewah ala resort itu dengan berbagai menu yang mereka pesan. Tempat indah itu dipercantik dengan lampu-lampu kecil yang bertebaran diatas rumput yang hijau dan suara ombak yang bersahutan membuat suasana yang ada disana semakin romantis.

Saat angin malam berhembus dengan kencang, Siwon langsung berdiri membuka jaketnya dan melampirkannya pada bahu Kyuhyun. Namja imut itu berpaling dengan tersenyum manisnya dan membenarkan letak jaket itu agar tidak jatuh membuat hyung disana memutar bola mata melihat mereka.

Dan setelah makan malam mereka menghabiskan waktu bersama ditepi pantai saling bercanda dan bercerita sampai malam semakin menjelang. Dan mereka segera kembali ke kamar masing-masing untuk menikmati malam pertama di pulau eksotik itu.

“Aku senang hyung bisa ikut.” Ucap Kyuhyun saat Siwon membenarkan selimut mereka.

“Hyung tahu, karena itu hyung mengajak mereka tanpa berpikir dua kali.”

“Tapi mereka keterlaluan, kenapa semua biaya-nya kau yang tanggung hyung~”

“Ahahaha~ gwenchana~ anggap aja hadiah dari kita.”

“Hadiah apa? Ulang tahun bukan, tahun baru juga bukan.” Jawab Kyuhyun pout dibibirnya yang tidak pernah menghilang.

“Ahahaha~ saranghae my baby~” Ucap Siwon langsung menarik namja imut itu dalam pelukannya.

“Mmm~ nado saranghae~”

“Kau ingin bersamaku, baby?” Tanya Siwon tiba-tiba.

“Aku sudah bersamamu, hyung pabbo~”

“Ahahaha~ maksud hyung…”

“Hhhppp~” Bibir Kyuhyun dikecup tiba-tiba membuat namja imut itu terkejut dengan mata membesar.

Tapi Siwon tidak peduli, yang ia tahu bibir peach nan cantik itu begitu menggodanya hingga ia tidak sabar untuk memilikinya. Ciuman manis penuh cinta itu membuat dada Kyuhyun semakin berdetak dengan kencang sampai ia menggenggam kaos putih yang dikenakan Siwon dengan eratnya.

“Malam ini kau akan jadi milikku.” Gumam Siwon diantara bibir mereka.

“Bi-biarkan aa-aku yang mu-mulai.” Ucap Kyuhyun ragu.

Seketika Siwon menjauhkan wajahnya dan melihat wajah putih yang semakin merona itu membuatnya sudah tidak bisa menahan apapun lagi. Namun keinginan dan kebahagiaan Kyuhyun adalah yang utama dalam hidupnya hingga ia pun menyerah.

“Kau ingin memulai?” Tanya Siwon lagi.

“N-ne~ te-terima a-apa yang kulakukan, ji-jika tidak benar, a-ajari a-aku lagi.”

“Oh my baby~” Siwon langsung mengangkat Kyuhyun hingga namja imut itu bertahta diatas pangkuannya.

Kemudian ia kembali mengecup bibir Kyuhyun penuh cinta sampai Kyuhyun kehabisan nafas barulah ia melepasnya kembali. Mau tidak mau Kyuhyun memberinya tatapan tajam karena tidak mendengar permintaannya tadi.

“Ahaha~ mianhae~ terlalu menggemaskan.”

“Hyung~” Panggil Kyuhyun dengan bibir mengerucut.

“Baiklah~ lakukan sesukamu, hyung akan menerimanya dengan hati berdebar.” Ucap Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya.

Dan Kyuhyun pun menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan lalu menatap wajah tampan itu dengan senyum manisnya yang memesona. Gerakan pertama Kyuhyun dimulai dari meletakkan kedua telapak tangannya didada Siwon.

Karena itu juga ia bisa merasakan debaran jantung Siwon yang begitu cepat dibawah telapak tangan kanannya yang ada didada kiri Siwon. Mata bulatnya mengerjap takjub dan melihat Siown yang menatapnya dengan penuh cinta.

“I love you too much~” Bisik Siwon.

“I love you too, Siwonnie~” Ucap Kyuhyun dengan wajah serius dan bisa dilihat Siwon mata bulat itu semakin bersinar karena cairan kristal itu sudah mengenang disana.

“Ssssst~” Ucap Siwon sambil mendekat dan mengecup bibir Kyuhyun kembali dengan begitu lembut.

Namun selanjutnya ia hanya berdiam diri dan membiarkan Kyuhyun melakukan pergerakan bibir mereka seperti yang diinginkan huswifenya itu untuk memulai semuanya. Kyuhyun yang mengerti apa yang dilakukan Siwon pun mulai menggerakkan bibirnya dengan perlahan.

Dan Siwon bisa merasakan gerakan lembut yang penuh keraguan itu bahkan ia bisa merasakan betapa malunya Kyuhyun walau dari gerakan bibirnya saja. Tapi, Siwon akan menerima saja perlakuan huswifenya itu sampai dimana namja imut itu bisa bertahan.

Ini juga bisa dijadikan Kyuhyun pelajaran untuk menyenangkan dirinya. >3<

Dan ternyata semuanya hanya sampai keadaan mereka yang sudah tidak memakai sehelai benang pun. Setelahnya Kyuhyun menyerah karena debaran jantungnya yang hampir membuatnya tidak bisa bernafas.

Untuk selanjutnya, Siwon sangat senang melanjutkan kegiatan cinta mereka sampai mereka berdua merasa puas dalam kebahagiaan cintanya.

Bahkan hingga keesokan harinya, mereka berdua tidak terlihat diluar resort atau bahkan dipantai yang begitu indahnya disana. Siwon memilih untuk menemani Kyuhyun yang masih kelelahan karena kegiatan mereka semalaman.

Saat para hyung mengajak mereka keluar, Hyung-hyung yang lain malah menghabiskan waktu bermalas-malasan dikamar mereka sembari menonton film yang mereka bawa dari korea.

**

Dan untuk beberapa hari ke depan, begitulah mereka menikmati liburan yang singkat itu, dengan berenang, berjemur di pantai yang seperti milik sendiri itu. Bahkan Ryeowook dan Donghae memilih untuk menyelam melihat pemandangan dibawah laut.

Sementara Hyukjae, Siwon dan Yesung memilih untuk berselancar diombak yang besar dan Kyuhyun sendiri, hanya berjemur sambil bermain game dibawah payung pantai dengan beberapa cemilan disampingnya.

Ada saatnya mereka bermain bersama-sama dipantai dan menjajah pulau itu dengan kendaraan, dan ada juga saatnya mereka hanya dengan pasangan masing-masing menghabiskan waktu yang hanya ingin mereka lewatkan berdua saja.

Seperti yang dilakukan Siwon dan Kyuhyun, bahkan mereka seharian tidak keluar dari kamar dan menghabiskan waktu hanya diatas tempat tidur saja. Saat ingin makan barulah Siwon keluar untuk mengambil makanan mereka dan kembali ke kamar tanpa ingin diganggu siapapun termasik hyung-hyungnya.

Jika mereka bertanya apa yang mereka lakukan? Siwon akan menjawab dengan wajah riang yang penuh kebahagiaan bahwa inilah yang dinamakan ‘bulan madu’.

Dan karena itu juga, tidak ada yang mengganggu mereka saat keduanya sudah mengurung diri didalam kamar yang luas itu.

Dari 13 hari mereka disana 5 hari, setiap sehari berselang, Siwon dan Kyuhyun memilih untuk tinggal di kamar mereka saja dan menghabiskan waktu bersama dengan penuh cinta. Para hyung tidak bisa mengatakan apapun lagi karena 6 hari mereka bersama dan 5 hari untuk pribadi membuat mereka juga memiliki waktu yang banyak untuk yang tercinta mereka masing-masing.

Setelah menghabiskan hampir dua minggu di hawai, akhirnya mereka semua kembali ke tanah air tercinta Seoul, Korea Selatan. Secepatnya keenam namja tampan itu sudah berada lagi di Seoul, karena liburan usai berarti rutinitas pun kembali seperti biasanya.

Pekerjaan dan kuliah bagi mahasiswa seperti mereka memang tidak bisa dipisahkan.

Karena itu juga, begitu selesai liburan Siwon langsung kembali bekerja sambil mengurus jadwal kuliah yang akan ia ambil untuk semester yang baru, begitu juga dengan Kyuhyun. Kali ini namja imut itu mengurus jadwalnya sendiri karena ia tidak mau Siwon membantunya lagi seperti semester pertama sebelumnya.

“Aku bisa hyung, jangan buat aku seperti anak kecil.” Protes Kyuhyun saat mereka berada di kantin kampus.

“Hyung hanya ingin membantu.” Jawab Siwon dengan wajah memelas.

“Ssshh, gwenchana~” Kyuhyun melancarkan death glarenya.

“Semuanya beres?” Tanya Siwon kemudian.

“Nee, geokjonghajima.”

“Kalau begitu hyung pergi dulu ne?”

“Ada meeting?” Tanya Donghae.

“Ne hyung, tolong babykyu…”

“Dia tidak akan hilang.” Jawab Hyukjae memutar bola matanya.

“See you soon, baby~” Ucap Siwon sambil mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

Kemudian namja tampan itu langsung beranjak darisana menuju mobilnya yang ada diparkiran. Sementara hyungnya yang lain sibuk melihat jadwal kuliah mereka, Kyuhyun masih menatap kepergian suaminya yang sudah menghilang dibalik bangunan.

Setelahnya ia pun segera pergi darisana setelah mengatakan pada hyungnya ada yang ingin dilakukannya. Namja imut itu berjalan menuju perpustakaan dan akan menghabiskan waktu disana sampai waktu Siwon akan pulang ke rumah.

Didalam ruangan yang penuh buku itu Kyuhyun bisa bersantai sambil membaca dan bermain game. Bahkan ia bisa tidur jika matanya sudah lelah dan mengantuk, penjaga tempat itu pun sudah mengenalnya.

“Kyuhyun?!” Tanya seseorang saat ia hampir terlelap.

“Jae Hyun?” Kyuhyun balik bertanya melihat ketua angkatannya, Anh Jae Hyun. “Kau disini?”

“Aku ingin meminjam buku.” Jawab namja kurus berkulit putih itu.

“Sudah mengurus ulang jadwal kuliah?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Sudah, kita akan sering bertemu lagi.”

“Ahahaha, tentu saja kita akan sering bertemu.”

“Kenapa kau sendiri? Yang lain?” Jaehyun melihat kearah lain mencari mungkin ada yang ia kenal disana.

“Hyung-hyungku ada dikantin.”

“Suamimu?”

“Dia ke kantor.” Jawab Kyuhyun tidak bisa menahan pipinya yang memerah.

“Ahh, dia pasti sangat sibuk, kau tidak kesepian?”

“Ani, aku bisa baca buku seperti sekarang.”

“Ahhm geurae, biar aku yang menemanimu.” Ucap Jae Hyun melihat wajah imut didepannya berbinar senang.

Dan mereka pun menghabiskan waktu bersama tanpa terasa waktu pun berlalu hingga menjelang sore hari. Bahkan hanya ada mereka yang tinggal disana bersama pegawai pustaka yang wajahnya sangat jutek itu. Mau tidak mau Kyuhyun dan Jaehyun harus segera keluar darisana dan memisahkan diri diparkiran.

Keesokan harinya.

Kyuhyun yang memiliki jadwal kuliah pagi langsung pergi ke kampus diantar suaminya dan buru-buru ke ruangannya yang ada di lantai atas kampus mereka. Sementara Siwon langsung kembali ke rumahnya dan bersiap-siap ke kantor karena jadwal kuliahnya tidak ada.

Namja imut nan menggemaskan itu mengikuti mata kuliahnya dengan nyaman, apalagi Ryeowook juga ada disana. Bahkan Jaehyun juga mengikuti mata kuliah yang sama, Kyuhyun langsung menyunggingkan senyuman garingnya begitu melihat namja tampan itu.

“Kyu, kenapa Jae Hyun senang begitu?” Tanya Ryeowook ingin tahu.

“Entahlah, dia menemaniku di perpus kemarin.”

“Mwoooo??”

“Hush!! Jangan berisik.”

“Kenapa? Dia mendekatimu?”

“Aiish, kita satu angkatan pasti dia mengenalku, kemarin cuma kebetulan kita bertemu.”

“Hooo~”

“Kenapa, eoh?” Tanya Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Aku hanya tidak ingin seseorang murka.”

“Siwonnie?” Tanya Kyuhyun mengerti. “Siwon hyung tahu semua teman kita disini.”

“Itu aku juga tahu.”

“Sudahlah, jangan ribut, kau lihat seonsaengnim melihat kita.”

“Dia melihat cincinmu.”

“Mwoo??” Kyuhyun langsung memeluk jemarinya dan menatap dosen mereka dengan wajah polosnya.

“Kkkkkk~” Tawa Ryeowook sambil menutup mulutnya melihat dosen mereka salah tingkah.

“Baiklah, kumpulkan tugas kalian.” Ucap Mr. Kim kemudian sambil melihat kearah lain.

Dan mahasiswa itu pun mengumpulkan tugas mereka dengan tertip karena setiap Mr. Kim berada di ruangan mereka tidak berkutik sedikit pun karena tidak ingin berurusan lebih panjang dengan dosen killer tersebut.

Begitu juga Kyuhyun yang berjalan dengan ragunya mendekati meja dosen mereka dengan kening berkerut dan bibir mengerucut tidak jelas, namja imut itu semakin terlihat menggemaskan. Ryeowook hanya bisa menahan tawanya saat Kyuhyun berusaha agar dosen mereka tidak melihat cincin yang ada di jari manisnya.

Namun tiba-tiba saja Kyuhyun merasa pusing dan badannya terhuyung kesamping hingga gerakan reflek milik dosennya itu langsung menahannya berdiri dengan baik. Begitu sadar Kyuhyun langsung menjauh dan membungkuk dalam-dalam untuk meminta maaf.

“Gwenchana, apa kau baik-baik saja?” Tanya Mr.Kim dengan wajah khawatir.

“Huh? Ahhm, nee~ saya sedikit pusing.” Jawab Kyuhyun gugup.

Dengan cepat namja imut itu meletakkan kertas tugasnya dan segera kembali kebangku miliknya yang ada dibarisan kedua dari depan. Ryeowook menatap wajah putih itu yang jelas sekali terlihat tidak baik-baik saja membuatnya mengerutkan kening penasaran.

“Gwenchana?” Tanya Ryeowook.

“Nee, aku hanya sedikit pusing tadi.”

“Kau tidak sarapan, eoh?”

“Aku telat bangun, Siwon hyung sudah memaksa, tapi aku memaksa diantarkan secepatnya.”

“Dia memang tidak bisa menolakmu, kajja kita makan.” Ucap Ryeowook berdiri dengan cepat.

Begitu juga Kyuhyun yang berdiri dari kursinya, namun ternyata rasa pusing itu datang lagi membuatnya meraba mejanya dengan cepat.

“Kyu…” Panggil Ryeowook cemas. “Kau bisa berjalan?”

Kyuhyun tidak menjawab namun memejamkan mata untuk menenangkan pikiran dan kepalanya yang entah kenapa merasa dunia ini seperti berputar. Setelah beberapa detik barulah iya melihat Ryeowook dengan wajah bingung.

“Aku mual.”

“Masuk angin babykyu, ayo makan.” Jawab Ryeowook langsung menarik namja imut dongsaengnya itu.

Mereka berdua segera menuju kantin kampus yang sedikit jauh namun tidak begitu banyak orang ada disana. Ryeowook memapah Kyuhyun berjalan perlahan walau namja imut itu tidak ingin dipapah. Dua hyung yang ada jadwal kuliah hari ini sudah menunggu mereka disalah satu meja disudut ruangan.

“Waeyo Kyunnie?” Tanya Donghae begitu melihat mereka tiba.

“Dia mual, tadi buru-buru katanya.”

“Tidak sarapan?” Yesung ikut khawatir.

“Ne, Siwonnie tidak bisa menolaknya.”

“Magnae memang keras kepala.” Donghae tidak peduli tatapan tajam yang diberikan Kyuhyun padanya.

“Ayo duduk, biar aku yang pesan.” Ucap Ryeowook kemudian.

Namja imut nan tinggi itu pun tidak membantah lagi dan duduk disana dengan bibir mengerucut karena pusingnya. Saat itu bunyi pesan di hp-nya membuat semua hyung melihatnya.

“Siwon?”

“Ne~” Kyuhyun membuka pesan itu dan memutar bola matanya begitu melihat isi pesan itu.

“Sudah keluar kan? Cepat sarapan dulu.”

“Dia sangat menjagamu, kau harus bersyukur baby.”

“Ne, ne, ne~ jangan berisik.”

“Dasar~”

Kyuhyun tidak peduli, dia hanya membalas pesan Siwon dengan wajah sumringah dan tersenyum senang saat suaminya membalas pesannya lagi. Bahkan saat Ryeowook datang membawa makanan mereka ia tidak sadar sampai namja imut hyungnya itu menarik wajahnya untuk melihat meja.

“Makan dulu.”

“Arraseo~” Jawab Kyuhyun.

Dan ia pun melahap makanan itu dengan senangnya kemudian kembali berchatting ria bersama suaminya sampai semua makanan tidak bersisa Kyuhyun berseru dengan senangnya.

“Waeyo?”

“Siwon hyung tidak ada meeting, aku boleh kesana.”

“Mwoo??”

“Bye-bye hyung~” Ucapnya santai dan segera pergi darisana.

Ketiga hyungnya hanya bisa menganga lebar melihat kepergiannya meninggalkan mereka bahkan tanpa membayar makanan yang sudah ia makan. Donghae dan Yesung hanya bisa menggelengkan kepala dan melanjutkan makan mereka sementara Ryeowook masih menatap dongsaengnya yang menjauh hingga akhirnya langkahnya berhenti ditengah jalan.

“Hyung…” Panggil Ryeowook tiba-tiba membuat keduanya melihatnya.

Karena Ryeowook masih melihat Kyuhyun, kedua namja tampan itu pun melihat kearah yang sama dan terlihat Kyuhyun sedang menunduk seperti melihat hp-nya.

“Waeyo?” Tanya Yesung.

“Mungkin pusingnya datang lagi.”

“Jinj…” Belum habis perkataan Donghae mereka melihat tubuh Kyuhyun merosot perlahan dan akhirnya jatuh ditanah.

“Kyuhyun!!” Panggil ketiganya dan langsung berlari menghampiri dongsaeng mereka.

Namun sayang, begitu sampai disana namja imut itu sudah tidak sadarkan diri dengan hp ditangannya juga jatuh ketanah. Donghae langsung mengangkat kepala Kyuhyun keatas pahanya dan menyapu debu yang menempel dipipi chubby dongsaengnya itu.

“Kyu! Kyunnie!” Panggil Donghae menepuk pipi chubby itu namun Kyuhyun tidak bergeming.

“Ba-bagaimana ini hyung? Kenapa dia??” Tanya Ryeowook panik.

“Ayo bawa kerumah sakit.” Ucap Yesung kemudian.

“Dia sering sakit, mungkin kelelahan, ayo hyung.” Ryeowook mengambil tas dan hp milik Kyuhyun dengan cepat kemudian segera berlari ke parkiran.

Namja imut itu mengambil mobil Yesung dan membawanya pada Kyuhyun agar Donghae dan Yesung tidak kesusahan membawa namja yang sedikit banyak sudah chubby itu. Begitu sampai, dengan perlahan mereka memasukkan Kyuhyun dikursi belakang dan Donghae ikut masuk bersamanya.

Yesung langsung masuk dikursi pengemudi setelah Ryeowook berpindah kesamping dan mereka segera pergi darisana. Dalam perjalanannya Ryeowook melihat beberapa sms Siwon kembali masuk dalam hp Kyuhyun.

“Siwonnie…” Ucapnya pelan.

“Hubungi dia, kita bertemu dirumah sakit.

**

Sementara namja tampan itu sedang menatap hp-nya yang tidak kunjung berbunyi tanda pesan Kyuhyun masuk lagi. Namun begitu layar itu berkedip tanda panggilan masuk Siwon langsung menyambar hp-nya dengan penuh semangat.

“Baby!!” Panggil Siwon dengan wajah senang.

“Siwonnie, kami kerumah sakit.”

“Ryeowookie?” Kening Siwon berkerut bingung.

“Ne, Kyuhyun pingsan dikampus, kami akan tiba dirumah sakit, datanglah.”

“……” Kata-kata Ryeowook masuk dalam kepala Siwon.

Detik selanjutnya namja tampan itu langsung berlari keluar dari ruangannya menuju lift lantai itu. Begitu sampai dibawah Siwon kembali berlari keluar gedung secepatnya bahkan hampir saja ia menabrak pintu kaca yang ada disana membuat pegawai yang melihatnya hampir berteriak kaget.

Namun Siwon tidak peduli karna ia langsung menuju mobilnya yang ada disana lalu segera melaju dengan kecepatan sedang. Begitu memasuki jalan utama, namja tampan itu langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.

Hingga tidak membutuhkan waktu lama ia sudah berada didepan loby rumah sakit besar, Seoul Hospital. Namja tampan itu langsung berlari kedalam bangunan serba putih itu setelah memberi security disana kunci mobilnya.

Didepan ruang ICU utama sudah terlihat Ryeowook dan dua hyungnya yang lain menunggu hingga Siwon langsung berlari kesana.

“H-hyung!!” Panggilnya.

“Siwonnie!!” Donghae langsung menghampiri dongsaengnya itu dengan wajah khawatir.

“A-apa yang terjadi?” Tanya Siwon setelah mengatur nafasnya.

“Dia tiba-tiba pingsan Siwonnie.” Jawab Ryeowook.

“Mwo?? Kenapa?” Kening Siwon berkerut tidak mengerti.

“Aku tidak tahu, di kelas memang Kyunnie merasa pusing dan wajahnya terlihat pucat.”

“Dia memang tidak sarapan tadi pagi, apa karna itu?” Ingat Siwon.

“Mungkin saja, dokter masih memeriksanya.”

“Seharusnya aku memaksanya makan.” Ucap Siwon merasa menyesal.

“Jangan begitu, Kyunnie memang keras kepala.”

“Nee, aku…” Siwon ingin menghubungi orang tua Kyuhyun namun pintu ruangan ICU itu terbuka dan menampilkan dokter yang memeriksa huswifenya.

“Dokter Lee!!” Panggil Siwon cepat.

“Ohh, kau sudah datang?” Sapa Dokter itu langsung menjabat tangan Siwon.

“Ada apa dok? Kenapa dengan Kyuhyun? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Siwon tidak sabaran.

“Tenang dulu, Kyuhyun-ssi tidak apa-apa hanya sedikit kelelahan.”

“Hhhhooohhhh~ syukurlaaaah~” Ucap semua namja itu bersamaan dengan wajah lega.

“Ahahaha, kalian akan lebih lega jika mendengar berita ini.” Ucap Dokter itu lagi dengan wajah senang.

“Ma-maksud dokter?” Tanya Donghae tidak mengerti.

“Kalian tidak tahu?” Dokter Lee balik bertanya.

“Dok, jangan berbelit-belit, katakan ada apa?” Siwon tetap dengan wajah khawatirnya.

“Ahahaha, baiklah~” Ucap Dokter itu mengambil tangan Siwon dan menggenggamnya. “Selamat Siwon-ssi, kau akan segera jadi appa.”

“Mwoo???” Semua mata namja tampan itu melebar tidak percaya.

“M-maksudnya dokter?” Tanya Siwon.

“Nee, usia kandungannya jalan 3 minggu.”

“M-maksudnya K-kyuhyun hamil?” Tanya Yesung masih tidak yakin sementara Siwon sudah membeku ditempatnya.

“Ne, Kyuhyun-ssi hamil.”

“Tidak mungkin!!”

Tbc…

Ahahahahaha.
Apa yg akan terjadi dengan bayi besar ituuuu~

Maaf ya kalau memang hamilnya terlalu cepat, tapi sequel ini memang si baby jadi ibu, setelah itu END!

Sampai jumpa di ff yang lain.

With love,
Vie

When The Love Is Growing 4

SPG COVER

Seven Princes Garden

Sequel 4

**

Ya ampuuuun~semingguan Vie mikir kenapa ff ini jalannya lambaaat, tidak mungkin update cuma 4ribu w, harus bagamana lagiii~tapi entah kenapa akhirnya tanpa diduga 7ribu words sampai jugaaaa.

Jangan tanyakan apa didalamnya, I don’t know n I don’t care, ahahahaha.

Tapi bacalah nee~ sebelum masalah-nya tiba…kkkk~

**

Seoul Hospital.

Terlihat dua namja tampan yang sedang berjalan terburu-buru memasuki loby rumah sakit dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran. Dua namja yang dikenal sebagai pemilik senior high school yang sangat terkenal di Seoul itu, KangIn dan Leeteuk.

Mereka berdua juga diketahui sebagai orangtua dari namja imut nan cantik bernama Choi Kyuhyun yang sudah menikah dan dikabarkan baru saja masuk ke rumah sakit itu karena muntah-muntah setelah memakan beberapa suap makanan di salah satu restorant china milik hyungnya.

“Dimana pasien yang bernama Choi Kyuhyun?” Tanya KangIn pada resepsionis yang ada disana.

“Tunggu sebentar.” Jawab yeoja cantik yang bertugas dimeja itu. “Dilantai dua kamar 203.” Ucapnya kemudian.

Seketika leeteuk berlari menghambur menuju lift rumah sakit bahkan tidak menunggu suaminya yang segera mengejar langkahnya yang begitu cepat itu. Sampai disana mereka segera mencari nomor kamar 203 yang tidaklah sulit karena didepan ruangan itu sudah berdiri beberapa namja yang mereka kenal.

“Siwon…” Panggil Leeteuk.

“Umma…” Siwon melihat mertuanya itu dengan wajah memelas diikuiti hyung Kyuhyun yang lain menganggukkan kepala mereka dengan sopan.

“Apa yang terjadi?”

“Gangguan pencernaan Umma, asam lambungnya kambuh.”

“Mwoo? Kenapa?”

“Mungkin karna makannya sering telat beberapa hari ini, dia belajar buat ujian masuk umma, mianhae.” Jawab Siwon dengan wajah sedih.

“Aigoo~ dia sudah pintar masih belajar seperti itu.”

“Dia tidak mendengarkanmu atau kau tidak menjaganya, Siwon?” Tanya KangIn membuat Siwon kehilangan kata-kata.

“Appa…”

“Yeobo! Kau tahu Kyunnie keras kepala, tidak mungkin Siwon tidak menjaganya.”

“Aku selalu menjaganya, appa~ tapi saat aku tidak bersamanya dia pasti mengabaikan semuanya.”

“Arraseo.” Ucap KangIn akhirnya.

“Siwonnie~ Kyunnie memanggilmu.” Ucap Ryeowook tiba-tiba dan melihat umma dan appa Kyuhyun. “Umma, appa.” Sapa Ryeowook.

“Ayo umma, appa…” Ajak Siwon dengan sopan.

Leeteuk dan KangIn menepuk pelan bahu Ryeowook dengan senyum menenangkan diwajah mereka membuat Ryeowook juga ikut tersenyum senang. Selanjutnya mereka berdua segera masuk dalam ruangan besar bernuansa biru itu dan menemukan ranjang dengan selimut putih disudutnya.

Siwon keluar sebelumnya karena menunggu orangtua Kyuhyun saat namja imut huswifenya itu tertidur dan Ryeowook yang menemaninya. Sejak dibawa kesana Kyuhyun memang sudah tidak sadarkan diri dan tertidur dengan obat yang diberikan dokternya.

“Apa dia sudah baik-baik saja?” Tanya KangIn dengan kening berkerut.

“Sudah appa, dokter bilang biarkan infusnya habis dan tenaganya kembali baru diizinkan pulang.” Ucap Siwon sambil mendekati Kyuhyun yang melihat kearah jendela. “Hey~” Panggil namja tampan itu.

Barulah Kyuhyun berpaling dan mendapati Siwon dengan senyum manisnya dan orangtuanya dengan wajah khawatir mereka. Mau tidak mau Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dan melihat suaminya dengan wajah memelas membuat Siwon tertawa kecil.

“Mereka harus tahu, baby.” Ucap Siwon mengerti tatapan itu.

“Apa? Dia tidak mau kami tahu? Mana boleh begitu!?!? Kenapa kau lakukan ini?” Leeteuk menatap putra kesayangannya itu tajam.

“Umma~” Pout Kyuhyun tidak terima.

“Tidak ada umma.”

“Appa~ jangan salahkan Siwonnie.”

“Mwoo??” KangIn menatap putranya itu tidak percaya.

“Aku tahu appa pasti menyalahkan Siwonnie.”

“Memang benar.” Jawab KangIn dengan wajah datarnya.

“Andwaaee!!” Seru Kyuhyun sambil menarik tangan Siwon dan memeluknya.

“Aigooo~” Leeteuk hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Bagaimana perasaanmu, hm?” Tanyanya kemudian.

“Baik umma, aku tidak apa-apa.”

“Umma kira kau hamil, baby~ begitu cepatnya.”

“MWOOO!??!?!” Mata Kyuhyun hampir keluar dari sarangnya begitu juga Siwon yang kehilangan kata-kata sesaat.

“Umma, jangan begitu.” Ucap Siwon akhirnya.

“Ya sudah, umma kembali ke sekolah, nanti umma kembali lagi.”

“Tidak apa umma, ada Siwonnie.”

“Lihat? Dia tidak perlu orangtuanya lagi.” Ucap KangIn dengan smirk yang tersembunyi.

“Appa~” Kening Kyuhyun berkerut.

“Kalian pasti sibuk disana, jangan khawatir.” Ucap Siwon kemudian.

“Baiklah, kami pergi dulu.” Ucap Leeteuk mengecup kening Kyuhyun dengan lembut.

KangIn juga melakukan hal yang sama membuat kedua pipi Kyuhyun merona dan bibir yang mengerucut karena merasa masih diperlakukan seperti anak kecil. Setelah mereka keluar pout itu masih tetap ada disana sampai membuat kening Siwon berkerut.

“Waeyo?”

“Kenapa keluar?” Tanya Kyuhyun.

“Hyung menunggu mereka, baby~”

“Disini juga bisa kan?”

“Aigoo~” Namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepala dan akhirnya ikut berbaring diranjang itu dan membawa huswife cantiknya itu dalam pelukan yang hangat. “Kenapa kau tidak mendengarkanku, hm?”

“Maksudnya?”

“Hyung menjagamu dengan sangat baik, tapi apa yang terjadi sekarang?”

“Ahh, aku hanya tidak ingin membuang waktu, hyung.”

“Makan itu tidak membuang waktu, tapi untuk kesehatanmu.”

“Tapi aku benar-benar ingin bisa diterima disana, bersamamu.”

“…..” Siwon tidak bisa membantah lagi.

“Aku ingin bersamamu, mianhae.”

“Sssst~ gwenchana, lain kali dengarkan hyung.”

“Mmm~” Gumam Kyuhyun sambil membenamkan wajahnya dalam dada Siwon.

Dan untuk beberapa menit kemudian mereka hanya diam menikmati keheningan dalam kehangatan mereka masing-masing sampai ketukan dipintu membuat Siwon membuka matanya dan menyuruh masuk siapapun yang ingin melihat Kyuhyun.

“Siwon…” Heechul masuk bersama hyung-hyungnya yang lain.

“Kami harus pulang nanti kami akan kembali.” Ucap Yesung dan diiyakan yang lainnya.

“Gwenchana hyung, pulanglah~ aku akan menjaga Kyuhyunnie.”

“Kalau ada apa-apa kabari kami.” Ucap Donghae.

“Ne, hati-hati hyung.”

“Magnae manja kami pulang dulu.” Ucap Heechul membuat Kyuhyun langsung berpaling melihatnya.

“Hyung!!”

“Wae?” Tanya Heechul tajam.

“Aku mau nasi goreng hankyung hyung.”

“Mwo!??! Minta suami-mu pergi kesana.”

“Andwaeyo!! Siwonnie tidak boleh pergi, hankyung hyung tidak datang, jadi…”

“Kau ingin semua hyung menjengukmu, begitu?” Tanya Ryeowook sangat mengerti.

Kyuhyun hanya menyunggingkan senyuman polos nan menggemaskan membuat semua namja tampan itu kehilangan kata-kata. Tanpa bisa membantah lagi akhirnya mereka semua meninggalkan rumah sakit dengan hati lega karena Kyuhyun baik-baik saja.

“Sampai kapan aku disini hyung?” Tanya Kyuhyun kemudian sambil melihat tetesan cairan infus yang masuk kedalam tubuhnya.

“Kalau tenagamu kembali, besok kita pulang.”

“Janji?”

“Yaksokhae~”

“Aku ngantuk, boleh tidur lagi?”

“Tentu saja boleh, my heart~” Ucap Siwon mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“Kau tidak akan pergi?”

“Hyung akan menemanimu disini.”

Dengan ucapan Siwon itu Kyuhyun pun memejamkan matanya dan semakin menyusupkan wajahnya pada leher Siwon dan tertidur disana. Tidak butuh waktu lama untuk namja cantik itu menuju alam mimpi dalam pelukan hangat suaminya itu hingga beberapa menit kemudian nafasnya kembali berhembus dengan tenang membuat Siwon tersenyum senang.

_

_

Keesokan harinya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun baru saja membuka matanya.

“Nee~” Jawab Siwon yang sudah rapi dan terlihat duduk dikursi disamping ranjang.

“Jam berapa?”

“Jam 09.07”

“Mwoo??”

“Tidurmu begitu pulas, semoga tenagamu sudah kembali, hm?”

“Mmm~” Gumam Kyuhyun sambil mencoba untuk duduk.

Dengan cepat Siwon membuatnya bersandar dikepala tempat tidur setelah meletakkan bantal sebagai penyangga punggung-nya.

“Aku merasa baikan.”

“Kau yakin?”

“Ne, aku ingin segera ke kampus.”

“Kalau begitu tinggallah sebentar lagi, setelah itu kita akan segera pulang dan kau kembali sehat baby.”

“Ta-tapi…”

“Jika tidak, hyung akan menahanmu di rumah sehari lagi.”

“Andwae!!”

“Soo~”

“Arraseo~” Kyuhyun tidak bisa membantah jika dia harus bertahan dirumah sehari lagi.

Dengan itu mereka pun menghabiskan waktu ditempat tidur dengan cairan infus Kyuhyun yang sudah diganti sampai kedua orang tua Kyuhyun kembali dan memberi nilai 100 untuk Siwon karena berhasil menahan Kyuhyun menghabiskan infus 1 botol lagi, seperti yang dikatakan dokter sebelumnya.

“Sekarang ayo sarapan dulu.” Ucap Siwon sambil membawa nampan berisi sarapan pagi dirumah sakit itu.

“Tidak ada yang lebih baik?” Tanya Kyuhyun begitu melihat bubur dan susu putih itu.

“Tidak untuk sekarang.”

“Hyung~” Bibir Kyuhyun mengerucut tidak terima.

“Ne~ baby~” Jawab Siwon tidak peduli.

“Ugh!!”

Tanpa bisa membantah Kyuhyun membuka mulutnya dan menerima suapan bubur itu dengan senyum manis Siwon sebagai pemanisnya. Dengan berbagai paksaan yang dilakukan Siwon akhirnya bubur itu pun habis tidak bersisa yang membuat Kyuhyun begitu kekenyangan.

Beberapa jam kemudian umma dan appa Kyuhyun pun tiba untuk menjenguk kesayangan mereka namun Kyuhyun segera mengusir keduanya karena mereka harus berada disekolah. Walau bagaimanapun Leeteuk memaksa untuk tinggal, Kyuhyun tetap mengatakan dia punya Siwon yang akan menjaganya.

“Dia terlalu mencintaimu, Siwonnie.” Ucap Leeteuk dengan wajah datarnya.

“Aku juga begitu, umma.”

“Tapi dia melupakan kami.”

“Tidak mungkin anak melupakan ibunya, umma.” Senyum Siwon menenangkannya.

“Dia benar yeobo~ sejak Kyunnie menikah semuanya menjadi tanggung jawab Siwon, kita hanya bisa mengamati dari dekat saja.”

“Arraseo~ kajja~”

“Jaga dia Siwon.” Ucap KangIn kemudian segera pergi darisana bersama huswifenya.

Tidak berapa lama kepergian mereka, beberapa hyung pun datang menjenguk kembali sesuai janji mereka kemarin. Kyuhyun langsung tersenyum bahagia melihat kedatangan mereka apalagi Heechul yang entah kenapa menjadi lebih dekat padanya.

Sejak ajaran-ajaran sesatnya yang menjadi lurus bagi Kyuhyun, namja imut nan menggemaskan itu seperti mencari-cari hyung-nya itu. Padahal bila dilihat hubungan mereka sejak pertama kali, Heechul hampir saja menjadi penghalang dan mengambil Siwon darinya.

Tapi dasarnya Heechul memang namja cantik yang baik hati dan sedikit banyak usil itu hingga akhirnya mereka menjadi dekat tanpa alasan.

“Hyung~ ayo bertanding denganku.” Ajak Kyuhyun begitu melihat hyung cantiknya masuk kedalam.

“Ini nasi goreng hannie-ku, dia tidak bisa datang.”

“Hankyung hyung pasti sibuk di café.”

“Karena itu aku tidak bisa lama-lama, ayo sekali tanding!!” Ucap Heechul langsung mengambil psp Kyuhyun dan bermain dengannya.

Hyung-hyung yang lain hanya menggelengkan kepala mereka kemudian langsung larut dalam obrolan mereka bersama di Sofa rumah sakit itu.

“Aku kira dia hamil, Siwonnie.” Bisik Donghae yang membuat mata Siwon langsung melebar.

“Jangan begitu hyung, tidak mungkin.” Bantah Siwon.

“Siapa tahu saja kan?” Hyukjae juga tidak mau kalah.

 “Jaman sekarang tidak ada yang tidak mungkin.” Ucap Yesung dengan wajah datarnya membuat mereka semua menatapnya. “Wae?”

“Dia namja hyung, jangan macam-macam, kalau pun iya, apa yang akan terjadi pada Kyunnie?”

“Sudah-sudah~ jangan pikirkan hal itu, sekarang dia baik-baik saja kan?” Ryeowook mencoba menengahi mereka.

“Ne, Wookie~ dia memang sudah boleh pulang.”

“Apa dia bisa ke kampus?”

“Itu yang diinginkannya.”

“Kalau begitu tidak ada yang perlu dikhawatirkan yang penting dia baik-baik saja kan?”

“Dokter mengatakan tidak perlu cemas, setelah istirahat dia boleh pulang.”

“Kalau begitu kami pulang dulu, kita ketemu di rumah, aku akan membantu menyiapkan keperluan Kyunnie.”

“Gomawo Ryeowookie~”

“Nee~ kajja hyung~” Ryeowook langsung menarik namjachingu-nya keluar darisana.

Begitu pula Donghae yang mendekati Kyuhyun lebih dulu dan berpamitan pada namja imut yang larut dalam gamenya bersama Heechul. “Kami pulang dulu, ne~ sampai jumpa di rumah.”

“Hoo~ nee~ gomawo sudah datang hyung~”

“Nee~”

“Aku juga ikut~” Ucap Heechul kemudian. “Kau main sendiri, magnae!!”

“Yah hyung!!”

“Hankyung sendirian, aku harus pulang.”

“Gwenchana hyung, kami juga akan segera pulang.” Ucap Siwon sambil menepuk-nepuk kepala Kyuhyun yang tidak terima ditinggal.

“Annyeong~” Ucap Heechul lalu melesat keluar ruangan itu.

Tinggallah Kyuhyun yang mengerucutkan bibirnya namun Siwon langsung mengecup bibir imut nan menggemaskan itu dengan cepat. Kemudian ikut naik keranjang itu dan berbaring lebih dulu disana membuat Kyuhyun langsung merebahkan dirinya dalam pelukan hangat itu.

Tanpa perlu dikatakan Kyuhyun menyusupkan wajahnya dalam ceruk leher Siwon dan membenamkan wajahnya disana.

“Hyung~” Panggilnya kemudian.

“Nee?”

“Hamil itu apa?”

“Mwooo??” Siwon tidak percaya Kyuhyun akan menanyakan itu padanya.

“Kenapa hyung bilang aku hamil?”

“Mmm, itu~ mmm~” ‘Kalian pabooo~’ Kutuk Siwon dalam hatinya.

“Hyung!!!” Panggil Kyuhyun lagi.

“N-ne?”

“Kenapa? Memangnya aku hamil? Lalu hamil itu apa?”

‘Oh my god~ dia benar-benar tidak tahu apa-apa?’ Tanya Siwon pada dirinya sendiri. ‘Umma~ apa yang kalian ajarkan pada babykyu?” Tanya Siwon lagi.

Sungguh ia tidak mengerti seberapa jauh kepolosan huswife imutnya itu dalam menjalani kehidupan yang tidak polos ini? Bagaimana hari-hari yang dilalui Kyuhyun selama ini sampai tidak mengetahui hal yang seperti itu.

Siwon paboo!!

Bukankah selama ini dia hidup dalam duniamu? Kau sendiri yang menjaganya agar tidak terlibat dan mengetahui apa yang tidak boleh diketahuinya. Bukankah dirinya juga yang menjaga kepolosan itu sampai tiba waktunya nanti?

“Baby…” Panggil Siwon setelah beberapa saat.

“Ne?”

“Namja dan Yeoja menikah lalu berhubungan kemudian si yeoja akan hamil atau mengandung dan akhirnya mereka punya baby.” Jelas Siwon seringkas dan sejelas-jelasnya.

“Hanya yeoja?” Tanya Kyuhyun.

“Ne?”

“Yang hamil yeoja saja?”

“Nee~ setiap yeoja itu istimewa dengan kelebihan itu, mereka bisa mengandung, melahirkan dan menjadi umma.”

“Seperti umma-ku yang di surga?”

“Nee~ seperti umma yang sudah melahirkanmu kedunia ini dan menjadi milikku, gomapseumnida eomma~” Ucap Siwon sungguh-sungguh membuat Kyuhyun langsung menatapnya.

“Terima kasih sudah membawamu ke dunia ini dan menjadi milikku, terima kasih umma.” Ulang Siwon sekali lagi.

Langsung saja Kyuhyun membenamkan wajah didadanya dan memeluknya dengan erat membuat Siwon kehilangan kata-kata karna pelukan yang keras dan tiba-tiba itu. “Saranghae Siwonnie.”

“Nado saranghae, my baby~”

“Berarti hanya yeoja saja ne~ namja tidak akan bisa.”

“Nee~ tidak bisa.”

“Hmm~” Gumam Kyuhyun sambil menyamankan tidurnya didalam pelukan hangat itu.

Siwon hanya bisa terdiam dan mencerna dengan baik penjelasannya tadi apakah benar atau salah agar Kyuhyun tidak keliru dalam menerima pengetahuan yang baru. Dalam kepala Siwon tekankan, mulai saat ini ia akan mengajarkan semua yang perlu diketahui Kyuhyun agar bisa bertahan didunia yang penuh dengan segala macam ini.

Jika tidak, namja imut dan polos itu akan hancur dengan sendirinya.

**

Setelah menghabiskan infusnya yang kedua Kyuhyun benar-benar meminta pulang secepatnya membuat Siwon tidak bisa menahannya lagi lebih lama. Dengan izin dokternya Siwon pun membawa Kyuhyun kembali ke rumah yang sudah ditunggu semua hyung disana dengan berbagai hidangan sudah tersedia dimeja makan rumah Siwon.

Hankyung sengaja membawa makanan dari café-nya karena sebelumnya Kyuhyun tidak sempat memakan semua makanannya karena sakit yang tiba-tiba. Dengan wajah berbinar Kyuhyun langsung menyantap makanan itu bersama para hyungnya yang sangat senang melihatnya sehat kembali.

“Jika dia tidak sakit, kita tidak bisa makan gratis, ne?” Ucap Hyukjae dengan wajah polosnya.

“Heechul hyung akan menyuruhmu untuk membayar semuanya.”

“Begitulah~”

Dan mereka pun menghabiskan waktu bersama disana sambil bercanda ria dan tertawa bersama bahkan sampai malam pun menjelang. Mereka yang rumahnya hanya dengan jalan kaki, langsung keluar dari rumah Siwon sambil terus bercanda membuat namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Baby~ ayo istirahat~ besok hari baru untukmu.”

“Neee~” Kyuhyun menyeret langkahnya menuju kamar mereka sementara Siwon masih memberi aba-aba pada maid mereka.

Setelah selesai barulah ia menyusul Kyuhyun yang sudah menghempaskan tubuhnya diranjang empuk mereka dan langsung terlelap detik itu juga. Tanpa bisa menahannya Siwon hanya tertawa kecil dan membaringkan Kyuhyun dengan benar di tempatnya.

Siwon berusaha membuka sweater Kyuhyun dan meninggalkan t-shirt saja tanpa membuat namja imut huswifenya itu terjaga. Setelah mengganti baju-nya sendiri barulah namja tampan itu ikut berbaring disana sambil menyelimuti Kyuhyun dengan baik.

Dalam beberapa menit ia sudah terlelap dengan Kyuhyun dalam pelukan hangatnya menuju mimpi yang indah.

Sampai keesokan harinya.

Kyuhyun terlihat sudah siap dengan penuh semangat menuju pengalaman baru dalam hidupnya sebagai seorang mahasiswa. Siwon yang melihat wajah polos yang berbinar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tidak bisa mengatakan apa-apa.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun tiba-tiba.

“Ne?”

“Nanti disana, jangan bilang kita sudah menikah ne?”

“Mwoo?? Kenapa?”

“Mereka pasti mengejek kita.”

“Ohh~ tidak mungkin, sebagian teman hyung memang sudah tahu sejak Senior High~”

“Mwoo??”

“Bukankah teman baru-mu nanti juga mereka yang di sekolah kita?”

“Mmm, nee~ tapi kan ada yang beda jurusan dan tidak tahu, jadi…”

“Mmm, ne, ne, ne, arraseo~ apapun untukmu.”

“Mmmm~ kajja~”

“Kajja~”

Dan pasangan perfect itu pun meninggalkan rumah mereka menuju salah satu kampus yang sudah terkenal di Seoul.  Siwon yang sudah lebih dulu menjadi mahasiswa disana akan sangat mudah bagi Kyuhyun mempelajari suasana baru yang ada disana.

“Kau tidak gugup, baby?” Tanya Siwon saat mereka sudah berhenti didepan gerbang kampus.

Perlahan Siwon memutar mobilnya memasuki halaman parkir luas yang ada disana, tidak ada yang tidak melihat mobil mewahnya yang sudah dikenal pemiliknya itu. Dan begitu ia turun semua mata memang sedang menatapnya penuh kekaguman sampai Kyuhyun gerah melihatnya.

“Aku bukan masuk TK, hyung!” Protes Kyuhyun dengan death glare-nya.

“Baiklah~” Siwon hanya tersenyum manis dan melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun.

Kemudian mereka pun sama-sama menuju ruang administrasi kampus tersebut untuk melihat semua yang diperlukan Kyuhyun. Setelah mendapatkan semua jadwal kuliah dan berkas lainnya, keduanya langsung pergi mencari hyung mereka yang lain.

Diluar ruangan Ryeowook terlihat berjalan dengan santai sambil melihat ponselnya dan Kyuhyun yang melihanya langsung tersenyum licik dan berdiri ditempatnya dengan kaki terulur ke depan. Saat namja imut itu tiba disana, langsung saja ia terjengkal kedepan dengan wajah shocknya.

“ashgjsnf@jnsuf#”

“Baby!!” Panggil Siwon dengan mata melebar.

“Ahahahaha~” Tawa Kyuhyun dengan keras melihat ekspresi wajah Ryeowook yang sangat berharga.

Namun yang dilakukan Ryeowook sangat diluar dugaan, namja imut itu langsung mendekati Kyuhyun sambil melompat hingga tangannya sampai dileher jenjang namja yang lebih tinggi darinya itu. Dengan geramnya Ryeowook memiting leher Kyuhyun diketiaknya sambil menjewer telinga dongsaeng jahil kesayangannya itu.

“Kalau jatuh tadi, aku bisa mati, Magnae eviiiil~” Geram Ryeowook sambil menggertakkan giginya.

“Hahaha~ lepaskan aku, Siwon hyung~” Panggil Kyuhyun dengan wajah meringis.

Siwon hanya bisa menghela nafas pasrah melihat keduanya dan beralih melihat tiga namja tampan yang sedang mendekati mereka. Ketiganya sudah melihat apa yang dilakukan Kyuhyun dan hanya bisa menggelengkan kepala saat magnae mereka memasang wajah memelas ingin dilepaskan.

“Kau sudah menikah Kyunnie~ kenapa masih seperti bocah?” Ucap Donghae tidak habis pikir.

“Hyung~” Jawab Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Lepaskan dia Ryeowookie.” Yesung menegahi membuat namja imut itu langsung melepas cekalannya.

Kyuhyun langsung berlari menghampiri Yesung dan memeluk hyungnya itu dari belakang dan memberikan senyum garing-nya pada Ryeowook.

“Dia memang usil hyung, coba tadi aku jatuh, habislah wajah tampanku ini.”

“Dasar evil~”

“Sudah-sudah, sana Wookie, ambil jadwalmu.” Ucap Yesung kemudian.

Namja imut itu hanya mengerucutkan bibirnya tidak terima namun segera berbalik menuju ruang administrasi dan meninggalkan namja-namja itu disana. Para namja itu sudah berjanji untuk bertemu di kantin dan makan siang bersama sebelum kuliah Siwon dan yang lainnya dimulai.

Hampir satu jam kemudian akhirnya mereka berpisah dan Kyuhyun kembali ke rumah bersama Ryeowook karena Siwon ada mata kuliah untuk dua jam ke depan.

Hari berikutnya pun tiba,

Hari baru di kampus pun dimulai bagi Kyuhyun dan Ryeowook, sebagian teman yang ada disana berasal dari Senior High School mereka dan sebagian lagi hanya wajah-wajah asing yang baru mereka lihat. Karena jurusan keduanya tidak sama, hanya beberapa mata kuliah yang bisa diikutinya bersama Ryeowook sedang yang lainnya hanya ada ia sendiri.

Disinilah pelajaran baru mencari teman akan dipelajari Kyuhyun, karena selama hidupnya namja cantik itu hanya dikelilingi oleh hyung dan Siwonnya. Mereka tidak pernah meninggalkannya sedetik pun apalagi bersama orang asing yang bahkan teman mereka satu kelas.

Kali ini, Kyuhyun harus memulai semuanya sendiri, mencari teman dan bergaul bersama teman-temannya yang lain.

“Kyuhyun, aku ada disampingmu~” Ucap salah satu teman high School-nya dulu.

Saat ini mereka akan masuk mata kuliah pertama kali dan Kyuhyun yang rajin selalu memilih bangku deretan paling depan.

“Ryeowookie tidak disini ya?” Tanya namja itu lagi.

“Tidak.” Kyuhyun menyunggingkan senyuman manisnya.

“Mulai sekarang, mohon bantuannya~” Ucap namja itu sambil menundukkan kepalanya dan dibalas Kyuhyun melakukan hal yang sama.

Dan mata kuliah pertama pun dimulai, Kyuhyun mengikutinya tanpa hambatan sampai dua jam pun berlalu tanpa terasa. Dosen yang mengajar mereka langsung keluar dari ruangan itu dan bertemu dengan namja tampan yang sudah sangat ia kenal.

“Siwon-sii..”

“Saem~” Balas Siwon dengan senyum manisnya.

Didalam ruangan, Kyuhyun langsung memicingkan matanya menatap suami tampannya itu sedang berbicara dengan yeoja cantik dosen mereka.

Begitu Siwon melihatnya Kyuhyun langsung berpaling melihat ke-arah lain dengan bibir yang dipoutkan. Namja tampan itu hanya bisa tertawa kecil dan langsung masuk kesana lalu berdiri didepan Kyuhyun dengan kepala yang dimiringkan.

“Baby…” Panggil Siwon dengan senyum manisnya.

“Apa yang kau lakukan hyung?”

“Chaegayo? Waeyo?” Tanya Siwon tidak tahu apa-apa.

“Jangan tersenyum seperti itu padanya.” Ucap Kyuhyun setengah berbisik sambil menggertakkan giginya.

Mata Siwon langsung melebar namun tidak bisa menyembunyikan senyum jenaka-nya melihat wajah sulking Kyuhyun yang menggemaskan. Huswife imutnya itu ternyata bisa cemburu juga, walau dia sendiri yang mengatakan tidak ada yang boleh tahu mereka sudah menikah.

“Dosen kita tersenyum baby, bagaimana mungkin hyung cemberut?”

“Tidak boleh!!”

“Tidak boleh apanya?”

“Tidak boleh senyum, pokoknya tidak boleh!!” Ucap Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Siwon.

Namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian berpaling melihat teman Kyuhyun yang Senior High dulu sedang melihatnya dengan senyum lebar mereka.

“Jangan menggodanya, Siwonnie~”

“Dia sangat menggemaskan nee??” Jawab Siwon langsung keluar mengikuti Kyuhyun.

Temannya yang sudah tahu itu hanya menggelengkan kepala mereka sementara yang tidak tahu hanya melihatnya tidak percaya. Berita yang mereka dengar bahwa senior tampan berlesung pipi itu sudah menikah dengan salah satu mahasiswa baru disana bukan hanya isapan jempol belaka.

Dan hari itu pun berlalu dengan ringannya, karena Kyuhyun berhasil beradaptasi dilingkungan barunya tanpa ada siapapun dari hyung-nya yang menemani disana.

Dan hari berikutnya pun Kyuhyun jalani dengan senyum di wajahnya, karena beberapa dari temannya disana sudah menjadi lebih dekat dan akrab saat bersamanya.

Siwon yang melihat perubahan itu hanya bisa mengawasi semua gerak-gerik huswife imutnya itu dari belakang. Walau sebenarnya Siwon sendiri yang lebih dulu mengenalkan sifat Kyuhyun pada teman kuliah huswifenya itu.

Dan hal itu membuat yang lain dan Kyuhyun sendiri lebih mudah mendekat dan saling mengetahui sifat masing-masing. “Kyu~ Siwon datang…” Ucap salah satu dari mereka begitu melihat ke pintu ruangan.

Disana Siwon baru saja menganggukkan kepalanya pada salah satu yeoja temannya sendiri yang satu ruangan. Tanpa sadar Kyuhyun langsung memicingkan matanya menatap yeoja itu penuh selidik kemudian segera berpaling menatap Siwon yang tersenyum jahil kepadanya.

“Tebar pesona!!” Gerutu Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Kau memang memesona~” Jawab Siwon mengacak rambutnya.

“Hyung!!” Seru Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya agar rambutnya rapi kembali.

“Ayo pergi~”

“Ke rumah?”

“Ke café, kita makan siang dulu, lalu pulang.”

“Mmm, kajja~”

“Kami pergi dulu nee~” Ucap Siwon pada yang lainnya.

Dan secara serentak mahasiswa yang ada disana menjawab sambil mengganggukkan kepala mereka, bahkan ada yang bersiul-siul girang mengiringi kepergian keduanya. Kyuhyun hanya bisa melayangkan death glarenya yang tidak pernah mempan membuat teman-nya itu tertawa dengan jahil.

Kyuhyun menikmati gelar barunya sebagai mahasiswa pertama kali itu dengan senang bersama suaminya yang memang dikenal seluruh kampus. Setiap selesai mengikuti kuliah, Siwon akan menjemputnya keluar dari ruangan dan mereka akan menghabiskan waktu di café bersama hyung yang lain jika tidak ada lagi mata kuliah.

Dan Kyuhyun akan menunggu disana sambil membaca buku atau bermain game jika Siwon, suaminya itu ada jam masuk.

Begitulah yang terjadi setiap harinya.

**

Dan setelah beberapa kali mengikuti mata kuliah umum, Kyuhyun bertemu dengan berbagai macam karakter pengajar mereka. Ada yang muda dan selalu tebar pesona, ada juga yang datar tanpa ekspresi dan hanya memberikan catatan saja.

Dan hari ini Kyuhyun bertemu dengan salah satu dosennya yang bernama Mr. Kim dan dikenal sebagai seonsaengnim Killer diantara yang lain. Karena sifat tegas dan kasarnya membuat namja paruh baya itu dikenal sebagai dosen killer yang selalu membunuh semangat mahasiswa-nya.

Banyak mahasiswa yang tidak berkutik jika sudah bertemu dengan mata kuliah yang dia pegang. Mengetahui hal itu, Kyuhyun pun tidak berniat mencari gara-gara dengan siapapun terlebih dengan namja itu.

“Hari ini kita baru pertama kali bertemu?” Tanya Dosen yang bernama Mr. Kim itu untuk pertama kalinya.

“Nde~” Jawab mereka semua.

“Sebelum kita mulai kuliah-nya ada beberapa peraturan yang harus kalian ikuti.”

“Ndee~” Jawab mereka serentak, namun tetap ada yang berbisik tidak setuju. “Memangnya kita anak kecil?”

“Jika kalian ingin ikut mata kuliah saya pertama-tama, dilarang bawa ponsel atau matikan selama kuliah berlangsung.”

“…….”

“Kedua, selama kuliah berlangsung kalian dilarang meminta izin keluar ruangan.”

“Ndee~”

“Dan yang ketiga, dilarang memakai perhiasan untuk para namja.”

“Mwooo~” Keluhan terdengar dari berbagai sudut, tempat duduk para namja.

Kyuhyun langsung menurunkan tangannya dan melihat wajah Dosennya dengan wajah datar kemudian berpaling ke arah lain. Beberapa teman-nya sudah melepas perhiasan apapun yang mereka pakai, juga mematikan handphone mereka.

Setelah itu, kuliah itu pun dimulai dengan tenang setelah Mr. Kim mengenalkan dirinya dengan singkat, padat dan jelas. Kyuhyun mengikuti-nya dengan hati berdebar karena sejak awal dia tidak berniat untuk melepas cincin putih yang ada dijari manisnya.

Sebisa mungkin namja imut itu ingin menyembunyikan hal itu dari dosennya yang sedang berjalan mengitari lorong-lorong ditengah mereka. Namun saat namja paruh baya itu tiba dibelakang Kyuhyun, suara dering hp yang sangat nyaring terdengar disana.

“Siapa itu? Keluar!” Ucap Mr. Kim tajam membuat mereka tersentak.

Dan perlahan salah satu namja yang iphone-nya berbunyi itu pun melangkah keluar dengan wajah lesu. Bukan maksudnya tidak mendengar, tapi memang ia lupa mematikannya.

“Camkan itu!!” Ucap namja paruh baya itu kemudian berjalan menuju kursinya didepan.

Jantung Kyuhyun yang hampir meledak itu pun mencoba melambat seiring dengan langkah dosen mereka yang menjauhinya. Namun sayang, saat namja paruh baya itu berbalik dan hendak duduk dikursi, tiba-tiba kilatan cahaya kecil menusuk matanya.

“Neo…” Ucapnya cepat.

Dan semua mata langsung beralih melihat Kyuhyun yang kini terpaku diam melihat wajah namja paruh baya itu mengeras. “Apa kau tidak mendengarku?” Tanya Mr. Kim kemudian.

“Mmm, i-itu…”

“Dilepas atau keluar.”

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Mworago? Kau ingin membantah?”

“Sa-saya tidak bisa melepas ini.”

“Apa? Kenapa? Kekecilan? Sudah melekat?”

“Bukan, saya tidak boleh melepas ini.”

“Kenapa? Saya bisa melepasnya sekarang.” Namja paruh baya itu langsung mendekati meja Kyuhyun yang memang ada dibarisan paling depan.

“Andwaee!!!” Kyuhyun langsung memeluk tangannya yang terdapat cincin itu membuat yang lain menatapnya tidak percaya.

Namun sebagian lagi mengetahui cincin apa yang dipakai Kyuhyun dan kenapa ia tidak mau melepasnya sekalipun.

“Jika kau tidak ingin keluar, maka lepaskan.”

“Saya tidak ingin keduanya, seonsaengnim.”

“Apa katamu?” Mr. Kim langsung berdiri disamping Kyuhyun yang menatapnya datar.

“Saeem~” Panggil yang lain tiba-tiba membuat Mr.Kim mengalihakan pandangannya dari Kyuhyun.

“Itu cincin sakral seonsaengnim.” Ucap namja yang lain.

“Sakral, apa maksud kalian?”

“Itu cincin kawinnya Seonsangnim anda tidak bisa melepasnya.”

“MWOOO???” Mata dosen mereka langsung melebar dan menatap Kyuhyun tidak percaya. “A-apa kau sudah menikah?”

Langsung saja pipi Kyuhyun merona dengan hebatnya mendengar pernyataan itu dan sebagian yang belum tahu disana juga ikut melihatnya penasaran.

“N-ne~” Angguk Kyuhyun akhirnya.

“Si-siapa istrimu? Dia ada disini?” Tanya dosen itu sambil melihat sekeliling ruangan pada yeoja-yeoja cantik disana.

“Tidak saem~ dia mahasiswa tingkat 2.” Celutuk salah satu teman Senior High Kyuhyun.

“Mwoo?? Ma-mahasiswa?” Tanya Mr. Kim lagi.

“Neee~ namja itu suaminya, bukan istrinya~”

Tanpa bertanya lagi dosen itu langsung berjalan menuju mejanya dengan wajah blank membuat yang lain tertawa kecil, melihatnya. Sementara Kyuhyun hanya bisa menundukkan kepalanya menahan rasa malu dan menyembunyikan pipinya yang merona sampai ketelinga.

“Selesai kuliah anda keruangan saya, Cho Kyuhyun-ssi.” Ucap namja paruh baya itu akhirnya.

“Choi~ saem~” Ucap sebagian mahasiswa itu dengan senyum simpul mereka.

Sementara Kyuhyun langsung mengangkat kepala dan menatap seonsaengnim-nya itu dengan mata melebar. Sedangkan yang lain kembali menatapnya dengan tawa kecil yang hampir tidak terdengar.

Dan debaran jantung Kyuhyun pun kembali berdetak tidak tenang memikirkan apa yang akan dilakukan dosennya itu. Walau bagaimana pun ia tidak bisa melepas cincin pernikahannya dengan Siwon, bahkan sejak Senior High dulu Kyuhyun tidak pernah melepasnya.

Sibuk memikirkan hal itu, Kyuhyun bahkan tidak sadar jam kuliah mereka sudah berakhir sampai teman disampingnya memanggil.

“Kau ditunggu Mr. Kim, Kyuhyun.” Ucap namja itu melihat ke pintu.

Dengan cepat Kyuhyun merapikan bukunya dimeja dan mengambil tasnya lalu segera keluar darisana mengikuti seonsangnim mereka. Dengan patuh ia mengikuti langkah dosen itu namun sesekali tetap melihat ke belakang mencari seseorang.

Setelah ia menjauh barulah seseorang itu tiba didepan ruang kuliahnya dengan senyum yang memesona.

“Siwon-ssi~” Sapa beberapa namja yang masih tinggal diruangan itu.

“Hai~ annyeong~ Kyuhyun eoddiso?” Tanya Siwon to the point.

“Mmmm kebetulan Seonsaengnim membawanya ke ruang dosen.”

“Mwooo?”

“Mr. Kim dosen killer, dan Kyuhyun-mu tidak mendengarnya, jadi…”

“Mwoo?? Tidak mungkin Kyunnie tidak mendengarnya.”

“Mr. Kim ingin cincin-nya dilepas dan Kyuhyun tid…heeeey~” Namja itu memanggil Siwon yang sudah berlari meninggalkannya padahal ia belum selesai bicara.

Siwon berlari dengan cepat menuju ruang dosen mereka yang ada disudut bangunan tinggi itu, karena Siwon sudah mengenal Mr. Kim lebih dulu membuatnya tidak sulit untuk mencari namja paruh baya yang paling disegani mahasiswa yang ada di kampus mereka.

Sementara itu Kyuhyun.

Sebagai anak baru ia tidak bisa membantah apalagi membangkang pada dosennya itu yang bahkan baru pertama kali ia temui. Dan nanti mereka akan terus bertemu selama satu semester untuk mata kuliah yang sudah diambil Kyuhyun. Tidak mungkin namja imut itu membuat masalah bahkan baru seminggu lebih ia masuk kuliah.

“Kenapa kau tidak mendengar peraturanku?” Tanya Mr. Kim tajam dengan cara bicara yang berbeda.

“Joesonghamnida, seonsaengnim~ bukan maksudnya seperti itu.” Ucap Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya.

“Lalu?”

“Ci-cincin ini tidak pernah saya lepakan.”

“Kenapa? Bukankah hanya dilepas, nanti bisa dipakai kembali.”

“Tapi ini lambang cinta suami saya yang tidak akan bisa dilepas dan dipakai kembali.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar.

“Tapi itu hanya sebuah cincin.”

“Apa bapak punya cincin? Dari istri bapak? Apa bapak mau melepasnya dan memakainya kembali?”

“Jika itu memang diperlukan.”

“Berarti hanya sebatas itu arti dari ikatan bapak dan istri bapak.” Ucap Kyuhyun polos dengan wajah datarnya.

“Aa-anda…”

“Permisi~ Mr. Kim.” Ucap seseorang tiba-tiba menghentikan ucapan Mr. Kim membuat keduanya melihat ke pintu yang sudah terbuka itu.

“Siwon-ssi?” Tanya Mr. Kim heran.

“Saya baru selesai satu mata kuliah dan mendengar anda menculik pengantin saya yang berharga.” Ucap Siwon dengan senyum menawan yang tidak bisa ditolak.

“Pe-pengantin?” Tanya Mr. Kim tidak percaya sambil melihat Siwon lalu berpaling melihat Kyuhyun.

“Nee~ dia pengantinku yang cantik.” Jawab Siwon lagi lalu duduk tepat disamping Kyuhyun yang masih menatapnya dengan mulut terbuka.

“H-hyung…”

“Ada apa baby? Gwenchana?” Tanya Siwon khawatir.

“A-aniyo, g-gwenchana…”

Siwon langsung berpaling melihat Mr. Kim dengan kepala yang dimiringkan dan wajah memelas. “Saaeem~ kenapa? Apa yang Kyuhyun lakukan?”

“A-ani~ di-dia hanya tidak ingin melepas cin-cincinnya.” Ucap Mr.Kim terjerat pesona Siwon.

“Ohh, jinjja?” Tanya Siwon pada Kyuhyun.

Kyuhyun langsung menutup tangannya dengan tangan yang lain untuk menyembunyikan cincin yang ada dijari manisnya. Tanpa sadar matanya pun menerawang pada tangan Siwon dan mendapati pasangan cincin yang terlihat berkilau itu ada dijari manis suaminya.

“Saeeem~” Panggil Siwon kemudian.

“N-ne?”

“Berikan pengecualian untuk kami, dia benar-benar istriku, lihat.” Ucap Siwon langsung menyodorkan tangannya dan menampakkan cincin dijari manisnya. “Anda tidak bisa menyuruh kami membuka ikatan kami kan?”

“I-itu…”

“Walau ini hanya sebuah cincin, tapi usahaku untuk menyematkan ikatan ini dijarinya sangatlah sulit, butuh waktu bertahun-tahun sampai kami bisa seperti sekarang, bisa anda bayangkan perjuangan itu, seonsaengnim?

“Bi-bisa…a-arraseo~” Ucap Mr. Kim cepat.

“Jadi?”

“Pe-pengecualian.”

“Dan kami boleh pergi?”

“Silahkan~”

“Gomapseumnida Seonsaengnim~” Siwon langsung menundukkan badannya sopan dan menggandeng tangan Kyuhyun dengan cepat.

Namja imut yang kehilangan kata-kata itu pun berdiri dengan gugup dan melakukan yang sudah dilakukan Siwon tanpa bisa mengucapkan apa-apa. Lalu keduanya segera keluar dari sana meninggalkan dosen mereka yang harus menyapu keringat dingin yang keluar didahinya.

“Tidak ada yang bisa menolak seorang Choi.” Gumam Mr. Kim dengan kening berkerut.

**

“Hyung~ kau curang~” Ucap Kyuhyun saat mereka berjalan menuju kantin utama.

“Curang kenapa baby?” Tanya Siwon sambil memegang pinggang Kyuhyun saat mereka menuruni tangga.

“Jangan gunakan kekuasaanmu.”

“Ohh, tidak mungkin, Mr. Kim tidak ada hubungannya dengan perusahaan kita, atau appa.”

“Lalu kenapa dia langsung setuju?”

“Mungkin karna dia sudah mengenalku?”

“Narsis!!”

“Ahahaha, benar baby~ tidak ada dosen yang tidak mengenal Choi Siwon, tapi hanya beberapa dosen yang tahu bahwa namja tampan ini sudah memiliki pengantin.”

“Jangan panggil aku pengantin!!”

“Lho kenapa? Kan benar~”

“Itu sudah lama, kita menikah.”

“Sampai berapa lamapun~ kau tetap pengantinku.”

“Hyung!!!”

“Aigooo~ pipi-mu sungguh memesona~” Ucap Siwon mengalihkan pembicaraan.

Dan pipi Kyuhyun yang sudah merona langsung memerah sampai ketelinganya membuat Siwon hanya bisa menikmati keindahan cinta dalam hidupnya itu dengan puas. Bahkan hyung yang mendekati mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat pasangan bodoh yang selalu lengket itu.

“Kalian masih seperti pengantin baru, eoh?” Ucap Hyukjae dengan smirknya yang menjengkelkan Kyuhyun.

“Shut upa, hyung!!” Ucap Kyuhyun tajam.

“Dia memang tidak bisa manis-manisnya dengan kami.” Ucap Heechul tiba-tiba ada disana.

“Hyung!! Untuk apa kau disini?”

“Aku ingin melihatmu masuk kuliah, apa kau diganggu anak lain.” Ucap Heechul polos.

Kyuhyun langsung memutar bola matanya namun tersenyum kemudian saat Heechul melingkarkan lengan di lehernya dengan gemas.

“Kalian masih ada kuliah?” Tanya Donghae.

“Aku masih hyung, jadi tidak bisa ikut kalian.” Jawab Ryeowook.

“Kita bertiga dan Kyuhyun.” Ucap Yesung.

“Aku harus ke kantor, Appa menyuruhku kembali.” Ucap Siwon dengan wajah menyesal.

Memang sejak sebelum Menikah, ia sudah jarang menggantikan appa-nya di kantor karena appa Choi ingin memberikan waktu lebih banyak untuk putra dan menantunya itu. Bahkan sampai masuk kuliah tahun pertama Siwon harus focus pada kuliah-nya saja baru nanti ia bisa kembali bekerja.

“Kami mengerti, pergilah.” Ucap Donghae.

“Hyung, bukan kau yang seharusnya mengucapkan itu.” Jawab Ryeowook dengan wajah polosnya.

“Aku mewakili perasaan si baby.” Ucap Donghae tidak mau kalah.

Kyuhyun yang tidak peduli ucapan mereka hanya melihat tangannya yang digenggam oleh Siwon dengan lembut. Dalam hati ia ingin suaminya ada disana atau kemanapun mereka akan pergi, tapi selama ini Appa Choi sudah memberikan waktu yang sangat banyak untuk mereka berdua.

“Bilang saja kalau kau tidak ingin dia pergi.” Ucap Heechul bahkan tanpa melihat Kyuhyun.

“Baby…”

“Aniyo~ gwenchana~ pergilah.” Ucap Kyuhyun cepat.

“Mianhae~ hyung ada meeting pertama hari ini, tidak mungkin hyung tidak hadir.”

“Arraseo~ aku akan bersama mereka, jangan khawatir.”

“Baiklah, hyung~ jaga pengantinku, ne?”

“Neeee~”

Siwon langsung memeluk Kyuhyun dengan lembut dan terdiam menikmati kehangatan itu sambil memejamkan mata setelah beberapa saat barulah ia melepasnya lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang. Kemudian namja tampan itu langsung melesat keluar dari gedung menuju lapangan parkir dimana audy putihnya sedang menunggu.

Kyuhyun hanya melihat saat mobil itu keluar gerbang kampus lalu mengikuti hyung-hyungnya yang sudah berjalan menuju mobil mereka dalam diam. Heechul yang memang benar datang karena ingin melihatnya sekaligus karena Siwon yang memanggilnya hanya bisa menghela nafas pasrah melihat dongsaengnya itu.

Namja cantik itu sedang bersantai ria di café-nya saat sms Siwon mengatakan untuk menjemput Kyuhyun dari kampus karena ia harus ke kantor secepatnya. Walau menggerutu selama dalam perjalanannya tapi Heechul tidak pernah bisa menolak Siwon untuk menjaga Kyuhyun karena walau tidak disebutkan, tapi campur tangan Siwon pada Appa-nya bisa membuatnya hidup tenang bersama hankyung.

‘Jika balas budi saja, kau tidak akan menurut begitu Chulie~” Suara hankyung terngiang di kepalanya. “Tapi karena kau sangat mencintai magnae kita~’

“Aiiishh!!!” Gerutunya tiba-tiba membuat Kyuhyun yang duduk diam langsung melihatnya. “Waeyo?” Tanya Heechul tajam.

“Ani~” Jawab Kyuhyun kembali menatap keluar jendela.

“Bilang saja terus terang apa yang kau rasakan, agar orang lain tahu dan bisa mengerti dirimu, arraseo~” Ucap Heechul kembali focus pada jalan didepannya.

“Tidak mungkin.”

“Kenapa?”

“Karna itu Siwon hyung.”

“Tanpa berpikir dia akan melakukan apapun yang kau katakan.”

“Nee~”

“Tapi sesekali tetap katakan semuanya arrachi, magnae~”

“Arraseo nenek sihir.”

“Yahh!!!”

“Nanti main game bersamaku.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba serius.

“Kau akan kalah.”

“Your wish~” Smirk Kyuhyun yang menjengkelkan pun terpatri bibir peach yang menawan itu.

Dalam diam-nya Heechul menghela nafas lega menyadari mood magnae-nya itu perlahan membaik sejak kepergian Siwon beberapa menit yang lalu. Dan berharap saja mood itu akan terus membaik sampai Siwon kembali nanti atau jika tidak mereka akan duduk dibawah langit mendung seharian nanti.

Dan benar saja mood it uterus membaik sampai dua jam ke depan karena begitu sampai di café Heechul langsung membawa Kyuhyun ke ruangan mereka berkumpul dan mendapati seperangkat play station lengkap dengan berbagai kaset game terbaru.

Kyuhyun langsung meminta Heechul untuk melawannya selama lima putaran, namun tidak satu pun kemenangan didapatkan hyung cantiknya itu. Setelahnya Kyuhyun meminta semua hyungnya bergiliran bertanding dengannya sementara yang lain menjadi pelayan café tampan disana.

“Hyung~ dia benar-benar tidak hamil kan?” Tanya Hyukjae tiba-tiba saat Donghae masih menemani Kyuhyun bermain.

“Kenapa kau berpikir begitu?”

“Gejalanya sama.”

“Mual-mual?”

“Nee”

“Masuk angin juga mual-mual paboo~” Heechul langsung menjitak dongsaengnya itu. “Lagipula dia itu namja, bagaimana mungkin?”

“Hmm~ benar juga.”

“Sekarang giliranmu kan?” Tanya Heechul saat Donghae sudah keluar dari ruangan mereka.

“Dia off~ dapat pesan dari suaminya.” Jawab Donghae dengan wajah polosnya.

“Syukurlah, kajja~” Hyukjae langsung menarik namjachingu-nya menuju salah satu sudut café.

Mereka akan beristirahat disana, dimana tempat yang begitu nyaman dengan air terjun yang mengalir ke bawah kolam ikan yang ada dilantai dan menimbulkan bunyi gemericik yang sangat khas.

“Inilah syurga kita~” Seru Hyukjae langsung menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang ada disana.

“Tapi kalian harus bayar mahal!!” Ucap Heechul dengan death glarenya.

“Golden card Siwon masih ada hyung~” Jawab Donghae tidak peduli membuat Heechul menggertakkan giginya.

Sementara itu Kyuhyun sudah berbaring dengan kaki yang diluruskan keduanya dan tangan sibuk mengetikkan sesuatu di kotak pesan hp-nya. Wajah imutnya pun berbinar makin menggemaskan saat membaca kata-kata gombal Siwon seperti biasanya.

~Hyung baru selesai meeting makanya baru sms, mianhae my love~

“Mmm, gwenchana~”

~I miss you sooo~

“Miss you too~” Bibir imut Kyuhyun langsung mengerucut mengatakan kesungguhan kata-katanya.

~Jangan merajuk pada hyungs, kasihan mereka.~

“Tentu saja tidak!!”

~Ahahaha, hyung tahu.~

“Kapan kau pulang hyung?”

~Karna tidak ada lagi mata kuliah, hyung akan sampai sore disini~

“……” Kyuhyun tidak membalas lagi, hanya menatap layar hp-nya yang penuh pesan Siwon.

~Baby??~ Pesan Siwon datang lagi.

“Aku tidak mau!” Protes Kyuhyun akhirnya.

~Tidak mau apanya?~

“Pulang sore, itu sangat lama, aku tidak mau, hyung~”

Siwon membaca pesan yang snagat jujur itu seketika hatinya bergejolak senang ingin rasanya langsung memeluk namja imut huswifenya itu, namun apa daya tangan tak sampai karena mereka terpisah jauhnya jarak.

~My baby~

“Hyung~” Panggil Kyuhyun di pesannya berasa Siwon bisa mendengar suara namja cantik itu.

~Jika kesini kau juga akan bosan baby~

“Tidak akan, aku bersamamu~” Wajah memelas Kyuhyun hanya bisa dilihat hyung-hyungnya yang disana karena sejak tadi mereka menyaksikan drama live yang hanya berupa ekspresi saja.

Ya, mereka sangat menikmati wajah imut nan menggemaskan itu berubah-ubah setiap pesan dari Siwon masuk ke hp Kyuhyun.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun lagi.

~Baiklah, kemarilah, kita akan pulang bersama nanti.~

“Yihaaaaa~” Teriak Kyuhyun langsung berdiri dan melesat keluar dari ruangan itu tanpa melihat hyungnya ada disana sedang melihatnya.

“Heeey~ baby~” Panggil Donghae.

“Aku ke kantor Siwon hyung, bye-bye~” Jawab Kyuhyun langsung berlari meninggalkan mereka disana.

Enam namja tampan menatapnya dengan mata melebar dan mulu terbuka termasuk Ryeowook yang baru saja tiba disana bergabung bersama mereka.

“Sejak kapan mereka tidak bisa dipisahkan?” Tanya Yesung setelah beberapa saat.

“Sejak dulu, sebelumnya~ aha-ha-ha-ha.” Jawab Hyukjae dengan tawa garingnya kemudian segera berlari mengejar Kyuhyun. “Apa kata Siwon jika dia pergi sendiri???” Tanya Hyukjae.

“Mwoooo???” Donghae ikut berlari menyusulnya dan buru-buru keluar dari café itu menuju mobil mereka.

Tanpa mengatakan apa-apa Hyukjae langsung menghidupkan mobilnya dan Donghae juga masuk disampingnya. Kemudian mereka segera menyusul Kyuhyun yang sudah keluar gerbang mencari taksi.

Bahkan sebelum taksi berhenti tepat didepannya Kyuhyun sudah lebih dulu masuk dalam mobil yang membuatnya tersentak kaget. Begitu menyadari dua hyung yang menculiknya namja imut itu langsung melayangkan death glarenya melalui spion depan.

“Kami tidak mau dipecat.” Ucap Hyukjae tanpa melihatnya.

“Memangnya kalian apanya??”

“Tentu saja…asistennyaaa~” Jawab Donghae dan Hyukjae bersamaan membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

Selanjutnya mereka sama-sama terdiam menikmati kesunyian sampai mereka tiba didepan gedung perusahaan Siwon yang berdiri megah di tengah kota Seoul.

Begitu sampai Kyuhyun langsung turun dari mobil dan menunggu kedua hyungnya untuk pergi bersama. Tapi Hyukjae hanya menurunkan kaca mobilnya agar bisa melihat Kyuhyun bersama Donghae.

“Sampai disini baby~”

“Mwooo??” Kyuhyun melihatnya tidak mengerti.

“Take care~” Ucap Donghae kemudian.

Lalu mobil itu pun kembali melaju meninggalkannya sendirian disana namun ucapan trima kasih dan senyuman manis terukir dibibir-nya tanpa bisa dilihat kedua hyung tampannya itu.

Setelahnya Kyuhyun segera memasuki loby perusahaan itu dan hanya melihat resepsionis disana sambil terus berjalan menuju lift gedung itu. Walau begitu beberapa yeoja resepsionis itu langsung tersenyum ramah dan menundukkan kepalanya sekilas.

Kyuhyun langsung menundukkan kepalanya cepat dan segera masuk dalam lift dengan pipi yang semakin merona. Walau ia tidak tahu, tapi karyawan disana sedang membicarakannya dengan senyum dikulum mereka.

Tidak berapa lama lift itu pun membawanya pada lantai terakhir dimana direktur perusahaan itu bertahta, dan begitu sampai disana Kyuhyun langsung membuka pintu itu yang bertuliskan direktur utama ditengahnya.

“Baby~” Siwon langsung berdiri dari kursinya menyambut huswife imutnya itu.

Kyuhyun yang melihat senyuman menawan itu langsung berlari menghambur dan menghempaskan tubuhnya dalam pelukan Siwon. Dengan lengan melingkar dibelakang leher namja tampan suaminya itu Kyuhyun membenamkan wajahnya dileher jenjang itu.

“I miss you so much~” Ucap Siwon mengatakan isi hati Kyuhyun yang juga merasakan hal yang sama.

“Miss you too~”

Kyuhyun semakin merasakan perasaannya yang berlimpah untuk Siwon semenjak mereka bersatu dalam cinta di pulau Jeju sebelumnya. Rasa cinta yang tidak pernah ia tahu ada dihatinya kini keluar sepenuhnya hingga tidak bisa diungkapkan.

Karena itu ia hanya bisa mengatakannya lewat perbuatan seperti sekarang ini, Kyuhyun merasa tidak bisa lagi berada jauh dari suami tampannya itu walau hanya sekejap.

“Kau sibuk, hyung?” Ucap Kyuhyun setengah berbisik.

“Ada beberapa dokument yang harus diperiksa.”

“Mmm~ aku akan menemanimu.”

“Baiklah, kajja~”

Siwon langsung membawa namja imut itu menuju kursi kebesarannya dan memintanya duduk disana, sementara ia sendiri menarik kursi untuk tamu didepan meja dan merapatkannya dengan kursi yang diduduki Kyuhyun.

“Kalau bosan bilang saja ne, hyung akan menemanimu.”

“Neee~”

Siwon tersenyum manis dan langsung membuka dokumen penting yang sudah disiapkan managernya. Kyuhyun hanya melihat sebentar lalu segera mengambil PSP-nya dan memainkannya disana. Keduanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing sampai satu jam ke depan.

Kyuhyun yang sudah bosan langsung mendekati Siwon dan menyandarkan wajahnya dilengan namja tampan yang masih setia membaca itu. Siwon yang merasakan kepalanya langsung tersenyum dan mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“Bosan ne~”

“Mmmm~”

“Sebentar lagi ne~”

Siwon kembali membaca dan menandatangani beberapa file tersebut dan membacanya kembali. Sejak kepergiannya memang tidak ada yang mengambil alih apapun yang ada disana. Karena Appa Choi tidak ingin mencampurkan tangannya pada bisnis yang sudah ia serahkan sepenuhnya pada putranya itu.

“Ohh, dengan siapa kesini, baby?” Tanya Siwon memulai pembicaraan.

Kyuhyun yang membalikkan kepalanya kesana kemari seperti anak kucing hanya menjawabnya sekilas. “Eunhae.”

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat rambut coklat keemasan itu bergerak-gerak disampingnya. Namun tidak ada yang bisa ia lakukan karena pekerjaannya kali ini benar-benar harus diselesaikan.

“Bagaimana kuliah hari ini?”

“Mmmm~”

“Aigooo~ kau ngantuk, baby?”

“Mmmm~” Gumam Kyuhyun dengan mata terpejam.

“Sebentar ne~”

Siwon memeriksa file-file itu dengan buru-buru namun tetap menjaga tangannya tidak terangkat karena kepala Kyuhyun masih bertahta disana. Ia hanya bisa menggunakan sebelah tangannya untuk membuka file namun tidak bisa untuk tanda tangan. Saat ia ingin mengatakannya pada Kyuhyun, kepala namja imut itu malah terbenam disana dengan nafas yang teratur.

“Omoo~” Mata Siwon melebar tidak percaya.

Dengan cepat ia menahan kepala Kyuhyun dan mendudukkannya dengan benar, kemudian Siwon pun segera mengangkat tubuh yang ringan itu menuju Sofa lalu membaringkannya disana. “Mianhae, baby~” Bisiknya pelan.

Siwon mengecup kening Kyuhyun dengan lembut lalu beranjak ingin kembali pada pekerjaannya yang masih ada tiba-tiba ia mendengar suara pintu ruangannya diketuk dari luar.

“Masuk.” Ucap Siwon.

Namja tinggi berparas tampan dengan kacamata tipis bertengger diwajahnya masuk dengan beberapa file ditangannya. Ia langsung menundukkan wajahnya sekilas dan berpaling melihat Kyuhyun yang tertidur dengan nyamannya di Sofa.

Namja tampan yang merupakan manager perusahaan Siwon itu lupa memalingkan wajahnya saat melihat wajah Kyuhyun hingga Siwon harus memanggilnya. “Apa yang kau lihat, Min Seok-ssi?” Tanya Siwon datar.

“Ahh, Josonghamnida~” Ucap namja itu buru-buru berpaling melihat Siwon.

“Ada apa?”

“Ohh, ini file calon sekretaris yang anda minta.” Ucap Min Seok menyerahkan 10 file calon sekretaris untuk Siwon.

“Ohh, baiklah, apa ada yang memenuhi syarat?”

“Nomor file 2, 3, 7, 4, 8 sangat memenuhi syarat sajangnim.”

“Saya hanya perlu satu.”

“Kalau begitu nomor 3 sangat cocok dengan anda.”

“Mwo?”

“Cantik, tinggi, langsing, pintar dan bisa segalanya.”

“Mmm, bisa dipertimbangkan, silahkan keluar.”

“Permisi.”

Namja tampan itu langsung keluar dari sana setelah melihat Kyuhyun sekilas yang membuat Siwon hampir memanggilnya kembali namun diurungkannya. Setelah kepergiannya, Siwon mulai melihat-lihat profil calon sekretarisnya yang dikatakan Min Seok.

Tanpa melihat gerakan kecil yang dilakukan Kyuhyun hingga namja imut itu tiba-tiba saja sudah berdiri disamping Siwon tanpa ia sadari.

“Apa kau ingin sekretaris?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, aku per…”

“Mwoo?? Baby!??!” Siwon tersentak dengan mata melebar.

“Yo~” Wajah datar Kyuhyun menampakkan aura yang tidak senang.

“A-apa tidurmu nyenyak?” Tanya Siwon salah tingkah.

Kyuhyun hanya melihat profil sekretaris baru Siwon yang menampakkan foto yeoja cantik itu full badan membuatnya seketika mengerutkan kening tidak terima.

“Kau ingin Yeoja itu?” Tanya-nya tiba-tiba.

“Bukan ingin baby, hyung memang tidak punya sekretaris, yang dulu dibawa appa ke perusahaannya.

“Lalu kau ingin merekrutnya.”

“Jika memenuhi syarat, ne, salah satunya akan diterima.

“Ani, andwaee!!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Ta-tapi baby…hyung perlu untuk meringankan pekerjaan disini.”

“Tidak perlu!!”

“Ke-kenapa?”

“Aku yang jadi sekretarisnya.”

“Mwooo??”

Tbc…

Kkkk~ apa ini~ si baby macam-macam saja ne~ malas edit, ngantuk sangaaaat -_-zzzzzzz

Kita msih bermanis-manis di chap ini, sebelum masuk chap pahitnya dan puncak masalah di sequel ini.

Sampai chap itu tiba~ stay beside me, right?

Love you always My Lovely Readers~

With Love

Vie.