My Baby 66

Published March 2, 2015 by Wonviekyu

my baby

Istana Choi Family

Hai..hai..hai…My Lovely Readers..

Apa kabar?? Apa kalian merindukanku?? atau hanya rindu My Baby saja??

Disitu kadang saia merasa sedih..ohohoho.

Terlalu lama nggak update ya?? terus, terus..pada kemana tuh di chap 65??

Pada bosankah?? jangaaan donk..

Ini yang kalian tunggu…masih adakah??

semoga tidak membosankan ne??

**

From Vie…

Di suatu pagi yang indah diawal tahun yang baru, matahari perlahan menampakkan sinarnya ditengah hawa dingin salju musim dingin.

Di sebuah rumah atau istana tepatnya didalam kamar indah bernuansa babyblue dengan dinding kaca disekelilingnya terdapat pasangan pengantin lama yang sudah 15 tahun menjalani kehidupan bersama.

Salah satu dari mereka baru saja membuka mata dan menguceknya pelan sambil menggeliat merenggangkan ototnya yang kaku. Sedangkan yang satu lagi masih setia memejamkan mata dengan nyaman sambil memeluk pinggangnya dengan erat.

Namja yang sudah terbangun itu adalah soulmatenya pemilik istana itu yang bernama Choi siwon, siapa lagi kalau bukan namja cantik dengan kulit putihnya yang bernama Cho-I kyuhyun.

Namja cantik itu perlahan melepas dirinya sendiri dari pelukan suaminya lalu segera berlari ke kamar mandi untuk melakukan kegiatan pagi setiap manusia di bumi ini?.

Setelah selesai namja cantik itu segera kembali ke tempat tidurnya untuk memeriksa keadaan suaminya yang semalam tiba-tiba diserang demam. Perlahan kyuhyun meletakkan telapak tangannya dikening siwon dan merasakannya.

Detik itu juga mata bulat coklatnya melebar dan jantungnya berdetak dengan cepat. Dan tanpa pikir panjang namja tampan itu langsung turun dari kamarnya sambil berteriak dengan wajah panik.

“Ummmaaaaaa!!! Siwonnie panas sekaliiiiiii!!!” teriak kyuhyun dengan kencangnya sambil menuruni tangga kamarnya.

Semua yang sudah ada dibawah langsung saja mendekati tangga dan menunggunya dengan wajah panik termasuk umma choi yang baru saja selesai menata meja makan mereka untuk sarapan.

“Waeyo kyunnie??” tanya umma Choi bingung.

“S-siwonniehh..si-siwonnie, demam, demam umma!!” jawab kyuhyun kehabisan nafas.

“Bukankah dari semalam???”

“Ini lebih parah!! Dia mendidih!! Bukan lagi demam!! Umma eotteohkee???”panik kyuhyun langsung menarik-narik lengan mertua kesayangannya itu.

“Aiigooo, kenapa naik lagi?”

“Tidak tau umma, cepatlah lakukan sesuatuuu!!!” pinta kyuhyun.

“Lakukan apa?? Ya ke rumah sakit!!” jawab umma choi dengan tenangnya.

Detik itu juga kyuhyun kembali berlari menaiki tangga kamarnya meninggalkan mereka yang kehilangan kata-kata. Sedangkan umma choi hanya menggelengkan kepala pasrah melihat menantunya yang tidak pernah berubah.

Hanya untuk suaminya namja cantik itu tidak bisa berpikir jernih.

Wanita paruh baya itu tersenyum penuh arti melihat kyuhyun menghilang dibalik pintu kamarnya lalu berpaling melihat bayangan kecil nampak di anak tangga lantai dua.

“Morning Babyboy..” sapanya begitu melihat suho berdiri disana.

Bocah kecil yang masih memakai piyama ungunya itu berdiri dengan wajah sulking, rambut kusut dan selimut lusuh ditangannya.

“Aigooo..dia bangun karna suara Nyonya muda choi..” ucap salah satu maid yang ikut melihat suho.

“Ouh!! Tidurnya belum cukup makanya sulking?” Tanya umma choi pada mereka yang langsung menganggukkan kepala.

“Semalam kita tidur terlambat Nyonya, mungkin tuan kecil masih mengantuk..”

“Ahahaha, salahkan mommy-nya..” ucap umma choi kemudian mendekati cucunya. “Waeyo, hm??” tanyanya lagi.

Choi suho yang akan kesal jika tidurnya terganggu tentu saja tidak menjawab pertanyaan halmonie kesayangannya itu. Sulkingnya itu akan bertahan hingga beberapa jam ke depan jika tidak ada yang membujuknya.

“Yuhuuu…ada yang ngambeek~~” seru umma choi dengan senangnya sambil menggendong suho ke ruang tengah.

Bocah kecil nan tampan itu hanya diam saja menuruti halmonienya dan duduk diam dipangkuannya sambil memeluk selimut lusuhnya.

Tak berapa lama terdengarlah langkah kaki kyuhyun yang menuruni tangga namun tidak seperti yang pertama. Namja cantik itu seperti mengatur langkahnya dengan pelan, kerana ia menahan tubuh suaminya yang ikut turun bersamanya.

Belum sampai di anak tangga yang terakhir, tiba-tiba saja sulli yang baru turun dari kamarnya langsung berteriak begitu melihat mereka membuat semua yang ada disana melihat kearahnya.

“Itu siapa mommy??!?!?!” Tanya sulli dengan wajah horror sambil memegang kedua belah pipinya.

“Mana yang siapa??” Tanya kyuhyun bingung.

“Ituuu~~~” jawab sulli sambil menunjuk kearah samping kyuhyun membuat mommy-nya itu langsung berpaling kesisinya.

“Tentu saja ini daddy, siapa lagi???”

“Wahh!! Kenapa dibungkus seperti itu??” tanya sulli langsung mendekat membuat kyuhyun memutar bola matanya.

Tapi benar apa yang dikatakan sulli kerana saat ini daddynya memakai coat hitam tebal selutut dengan beani hitam dan syal yang dililitkan hampir menutupi seluruh kepalanya. Hanya matanya saja yang nampak membuatnya terlihat seperti mummy.

“Daddy sakit, kan?” tanya suho dengan wajah khawatir membuat kyuhyun tersenyum sambil merapatkan bibirnya.

Bocah tampan itu langsung mendekat dan berdiri disamping daddynya dan memeluk pinggangnya sambil menyandarkan kepala pada daddynya itu. Sedang sulli malah berusaha menarik syal daddy-nya untuk memperbaiki letaknya.

“Aiish, princess..jangan dibuka..” Cegah kyuhyun.

“Tapi..”

“Biar saja..mommy mau ke rumah sakit, mino jaga mereka..” ucap kyuhyun lagi sambil melihat putra pertamanya membawa piring sarapan kesana.

“Ne mommy..”

“Umma, aku pergi ne..” ucap kyuhyun pada umma choi yang menganggukkan kepalanya.

Lalu namja cantik itu segera mengajak suaminya keluar dari rumah itu menuju rumah sakit seperti yang dikatakan huswifenya. Walau sebenarnya siwon tidak ingin pergi karena dirinya hanya ingin ditemani kyuhyun dikamar mereka.

Sementara dibelakang mereka.

“Kemana semua lilin-lilinnyaaaaaa?!?!!?”

Sulli berteriak sekencangnya saat menyadari istana cantiknya tidak seperti semalam yang dipenuhi dengan lilin-lilin yang sangat romantis.

“Jangan ribut culli, sini makan!” ucap minho tegas.

“Oppaaa~ lilinnyaaa~”

“Kan sudah siang, buat apa lilin..” jawab minho lebih lembut lalu melihat dongsaeng satunya lagi. “Cuo baby, sana mandi dulu..”

“Chileo!!” jawab suho dengan wajah sulkingnya.

“Ouw,ouw..masih merajuk ya??” tanya minho sambil meletakkan piringnya di meja.

“Biar halmonie yang suapi sulli, mino ajak suho..” ucap umma choi dengan senyumnya dan dibalas senyum manis minho.

“Sini sulli..” panggil halmonienya.

“Neee, granny..” jawab sulli langsung mendekatinya.

Walau terkenal cerewet dan suka membantah perkataan orang, sulli tetap saja akan langsung menurut pada orang-orang kesayangannya, terutama yang lebih tua darinya.

Sedangkan minho hanya menyunggingkan smirknya melihat putri kecil itu dan segera menarik tangan kecil suho tanpa menerima bantahan dari bocah kecil sulking yang tidak cukup tidurnya itu.

**

Satu jam kemudian Audi yang dikemudikan kyuhyun ke rumah sakit sudah kembali terparkir di depan pintu istana itu. membuat semua yang menunggu kedatangan mereka langsung merapat ke depan pintu.

Kyuhyun kembali memapah siwon yang masih bisa berjalan walau terlihat sangat lemah. Namun kehadiran mereka semua membuatnya harus kembali berdiri di depan pintu melihat anak-anaknya.

Suho yang masih tidak banyak bicara langsung menggandeng tangan daddynya dan berdiri disampingnya dengan wajah cemas, membuat daddy-nya melihat kebawah dengan senyum terbaiknya.

“Gwenchana..” ucap siwon lembut.

Lalu mereka pun sama-sama masuk ke dalam dengan sulli berjalan paling depan seolah mengawal mereka sampai ke tempat tujuan. Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya melihat tingkah bocah kembarnya membuat minho dan umma choi hanya bisa tertawa cekikikan.

“Umma..mereka belum pulang??” tanya kyuhyun saat melihat Kai dan taemin ada di sofa.

“Mungkin sudah, nanti juga kemari.”

“Eum,,aku ke kamar dulu ne?”

Umma choi menganggukkan kepalanya dan segera menuju dapur untuk mengambil sarapan untuk siwon minum obat. Sementara minho ikut mommy ke kamarnya untuk membantunya disana.

Sampai di kamar siwon langsung direbahkan kyuhyun diranjang setelah minho dengan cepat membenarkan bantal disana. Lalu bocah tampan itu pun segera menyelimuti daddynya sampai dagu.

Siwon hanya bisa tersenyum melihat wajah cantik itu berkerut khawatir namun sangat terjaga ekspresinya. Dan tangannya terulur untuk mengacak rambut minho yang sudah duduk didekatnya.

“Cuoo..mau ngapain??” tanya kyuhyun tiba-tiba saat bocah itu berusaha menaiki ranjang yang tinggi itu.

“Mau daddy..” jawab suho ragu dan berdiri kembali untuk melihat mommy-nya.

Namja cantik itu pun segera menaikkan suho tanpa kata-kata sampai bocah itu langsung masuk kebawah selimut dan meringkuk disamping daddy-nya. Kyuhyun hanya bisa menghela nafas melihatnya dan kembali berpaling melihat sulli yang sudah menarik kursi ke samping ranjang mereka.

“Culli jagain daddy..” jawab putri itu sebelum ditanya.

“Baiklah, mommy buatkan bubur dulu.” Ucap kyuhyun langsung mengecup kening siwon sebelum suaminya itu membantah.

Minho juga melakukan hal yang sama sebelum akhirnya turun dari ranjang dan mengikuti mommy-nya untuk membuatkan bubur.

Tinggallah siwon bersama anak kembarnya yang sama-sama terdiam menikmati keheningan diantara mereka. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melirik sulli yang duduk sambil menyilangkan kaki dengan sebuah buku dipangkuannya.

“Dasar princess..” gumamnya.

“Ne??” tanya sulli.

“Aniyo, culli baca apa??” jawab siwon.

“Ohh, ini Cinderella vol 3, daddy mau dengar??”

“Mmm, tidak terima kasih..” tolak siwon dengan halusnya.

“Mmm, baiklah..” jawab sulli dan kembali membaca bukunya.

“Daddyy..” panggil suho kemudian.

“Ne??” jawab siwon sambil melihat kepala kecil disampingnya.

“Panas..”

“Tentu saja, baby, daddy kan demam.”

“Ahh,,sakitkah??” tanya suho langsung mengangkat kepalanya dan berbaring meletakkan dagunya didada daddy tampannya.

“Ani,,hanya badannya tidak enak..”jawab siwon membelai rambut bulat lembut itu.

“Cuo pelnah demam??” tanya suho lagi.

“Tentu saja..cuo lupa??” tanya siwon membuat bocah itu langsung menganggukkan kepalanya.

“Pasti kalna daddy capek kan? Pasang lilin kemarin capek kan? Kerja juga kan??” tanya suho dengan wajah seriusnya.

“Neeee..daddy sibuuuuuk banget, makanya sakit..” jawab sulli.

“Tapi, lilinnya kan kalian yang bantu..” jawab siwon membela diri.

“Tidak, culli malah asyik niupin lilinnya kan??”

“Mwooo?? Aniyoo!!” bantah sulli langsung naik kesana dan duduk disamping siwon dengan kakinya yang terbalut legging putih diayunkan kebawah.

“Daddy sampai tidak pulang ke rumah, makanya daddy sakit., lilin itu maid ahjumma yang bantuin.” Ucap sulli membela diri.

“Mmm, daddy nggak boleh gitu lagiii, nanti mommy sedih, terus daddy sakit lagi.” Ucap cuho dengan wajah sangat serius dan diiyakan sulli dengan anggukan kepalanya.

“Apa daddy tau? Culli menangis kencaang kali, culli pikir daddy diambil orang.” Ucap suho lagi membuat sulli mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Mianhae..” hanya itu yang bisa dijawab siwon untuk yang sudah terjadi itu.

“Ne,,lain kali jangan ulangi ne?? kami sayang daddy..” ucap suho sambil memeluk pinggang daddynya dan merebahkan kepala didada yang bidang itu.

“Ne, tidak akan daddy ulangi..” jawab siwon dengan senyum terbaiknya menatap sulli dan membelai lembut kepala suho didadanya.

Tidak perlu waktu lama untuk sulli mengambil posisinya disebelah daddy-nya seperti yang dilakukan oppanya disana.

Dan akhirnya siwon mulai membelai dengan lembut kedua kepala yang ada disisi-kiri dan kananya itu dengan senyum bahagia terpatri diwajahnya.

Sementara itu dibawah sana.

Umma choi yang ingin membawakan sarapan untuk siwon dicegah kyuhyun karena namja cantik itu ingin membuatkan bubur special untuk suaminya.

Walau semua mata disana menatapnya dengan tatapan tidak percaya namun kyuhyun seakan tidak peduli dengan maksud tatapan itu. Namja cantik itu dengan semangatnya mengambil beras dan mencucinya dengan telaten membuat maid yang melihatnya tersenyum dengan lega.

“Mommy, buburnya cukup satu mangkuk, jangan masak satu rumah.” Ucap minho sebelum kyuhyun mengambil beras lagi untuk dicuci.

Kerana hal itu juga para maid dan umma choi bisa bernafas lega dan hanya bisa menyaksikan keduanya dari jauh. Mereka percaya minho bisa mengatasi mommynya yang kurang kerjaan itu untuk menghancurkan dapur indah mereka.

“Airnya sedikit sajaaa…”

“Mino cerewet!!!”

“Atau mommy mau buat susu??”

“Aiiishhh!!”

Minho terus saja mengoreksi apa yang salah dilakukan mommy-nya walau mommy-nya selalu membantah namun tangan lentiknya mendengarkan setiap perkataannya.

“Mommy, wortelnya..”

“Iya tau!!”

Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat wortel besar itu ingin dimasukkan mommy-nya langsung ke panci tanpa memotongnya kecil-kecil.

“Biar mino yang potong.”

“Tidak usah!!”

“Nanti tidak akan masak!!”ucap minho lagi membuat kyuhyun menatap anaknya sebentar lalu menyerahkan wortelnya pada minho sementara dirinya segera mengupas kentang.

“Mino tau caranya??” tanya kyuhyun tiba-tiba.

“Mino pernah liat umma buat” jawab minho.

“Mmm, mino memang pintar..” ucap kyuhyun polos membuat minho menyunggingkan senyum garingnya.

“Mommy pasti bisa!!” jawab minho kemudian membuat kyuhyun juga ikut menyunggingkan senyum yang sama.

Sementara yang melihat mereka hanya bisa memutar bola mata dan menggelengkan kepala melihat kedua bocah itu bertingkah hampir sama.

Setelah beberapa menit terdengar ajaran dan bantahan di dapur mewah itu, akhirnya kyuhyun dan minho keluar dengan mangkuk bubur yang tidak buruk menurut pandangan umma choi. Mereka berdua segera menuju lantai 3 untuk menyerahkan bubur itu dan minum obat untuk yang tercinta mereka.

Minho yang membawa gelas air putih dengan sebelah tangan sempat melambaikan tangannya pada taemin yang sedang bermain dengan Kai sembari menunggu orang tua mereka yang masih dalam perjalanan ke rumah itu.

Dan begitu sampai dikamar keduanya langsung menghela nafas pasrah kerana yang ditugaskan menjaga sekarang malah tertidur dengan nyamannya dalam pelukan daddy mereka.

“Kenapa mereka tidur lagi??” tanya kyuhyun dengan kening berkerut.

“Sssst, jangan ribut baby..” jawab siwon membuat kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya dengan imut.

“Daddy, ayo makan terus minum obat..” ucap minho kemudian.

Bocah tampan itu langsung duduk didekat daddynya dan mengambil satu suapan bubur yang sudah diletakkan kyuhyun di meja nakas disana. Setelah meniupnya sebentar minho menyodorkan sendok itu kedepan mulut daddy-nya.

“Tunggu daddy bangun dulu!!” jawab siwon.

Dan perlahan siwon pun beringsut duduk tanpa mengganggu kedua bocah yang sama-sama terlelap dengan nyamannya disana. Sedangkan kyuhyun hanya duduk di kursi sulli tadi dan melihat apa yang dilakukan putranya dengan bangga.

“Buburnya..”

“Mommy yang buat..” jawab minho sebelum siwon bertanya.

Siwon langsung melihat huswifenya dan tersenyum menampilkan kedua dimplenya sambil mengucapkan terima kasih yang tulus membuat kyuhyun langsung merona seketika.

“Omo!! Garamnya!!” ucap kyuhyun tiba-tiba teringat,

“Sudah minho masukkan..” jawab minho dengan tenangnya.

“Ohh, gudboy.” Jawab kyuhyun menganggukkan kepalanya dan kembali menatap siwon. “Mino yang membantunya” lanjutnya kemudian.

“Ahh, gomawo, Babyboy..” ucap siwon menarik putranya dan memeluknya sekilas kerana minho segera melepasnya untuk menyuapinya lagi.

Dan mereka pun menikmati keheningan yang tercipta dengan sendirinya dalam ruangan kaca yang dipenuhi dengan cinta dan kebersamaan mereka.

Bisa dipastikan siwon akan segera sehat kembali dengan seluruh cinta yang diterimanya dari keluarga kecilnya yang sangat berharga.

***

Dan hari pun terus berlalu dengan sendirinya sampai dimana liburan sekolah yang mereka dapatkan akan segera berakhir. Yang berarti semua acara santai dan bermalas-malasan pun berakhir. Tidak terkecuali untuk tiga bocah diistana megah milik Choi family.

Choi minho yang merupakan putra pertama istana itu akan segera menginjakkan kakinya di sekolah barunya Junior High School. Sekolah tingkat pertama yang akan membawa dirinya ke masa pertumbuhan anak lelaki seusianya.

Saat ini minho sendiri tengah disibukkan dengan pemilihan seragam baru, perlengkapan baru dan semua serba baru. Untuk sekolahnya sendiri, minho sudah dikasih kebebasan memilih akan melanjutkan ke sekolah mana.

“Semuanya ada pada mino, kami hanya akan mendukungmu saja, baby..” ucap kyuhyun suatu hari.

Saat mereka bersantai diruang keluarga yang besar dirumah mereka dengan siwon suaminya sebagai tempat sandarannya.

“Apa mino sudah putuskan??” tanya siwon daddy mereka.

“Sudah daddy, mino ingin di sekolah yang terbaik, agar mino bisa belajar dengan giat dan bisa membanggakan daddy dan mommy.” Ucap minho tanpa keraguan.

Bocah tampan itu memilih sekolah terbaik agar dia bisa mengasah kemampuannya bersama siswa-siswa pintar lainnya. Walau nilainya yang paling tinggi disekolahnya dulu, bukan tidak mungkin diluar sana masih banyak yang lebih pintar darinya.

“Kau selalu jadi kebanggaan kami..” jawab siwon menatap putranya dengan penuh kekaguman.

“Mino ingin seperti daddy.” Ucap minho dengan sedikit rona dipipi bulatnya.

“You will, sweetheart,,you will.” Jawab kyuhyun dengan yakinnya membuat minho langsung menghambur memeluknya dan berterima kasih.

“Culli mau jadi seperti mommy..” jawab sulli yang duduk dilantai sedang menggambar sembarangan dibukunya. “Cantik, tinggi, langsing, putih dan memesona..”

“Mwoooooo?? Siapa yang mengajari itu??” tanya kyuhyun tidak percaya sambil menatap suaminya.

“Ahahaha..bukankah mommy seperti itu??” tanya suho dengan wajah polosnya.

Kyuhyun langsung menghadiahkan death glare terbaiknya pada putra imutnya itu yang sama sekali tidak mempan kerana suho sudah melihat daddynya meminta perlindungan.

“Ne, baby..mommy memang seperti itu.” jawab siwon jujur.

“Choi siwon!!”

“Ne, my love choi kyuhyun?”

Dan sekali lagi kyuhyun hanya bisa menatap suaminya dengan tatapan paling mematikan kerana sudah mengajari anak-anak mereka yang bukan-bukan. Tapi siwon malah menatap kyuhyun dengan penuh cinta dan mengirimkan ciuman jauh untuknya yang membuat pipi kyuhyun merona seketika.

Tanpa harus mengakui kyuhyun langsung kalah dari tindakan suaminya yang selalu diluar kepalanya itu, walau terlihat biasa saja namun memiliki efek yang paling besar untuknya.

*Semoga Ini bisa mewakili permintaanmu Dimas and Adinda (Cho dinda young)*

Dan hari pun terus berlalu dengan sendirinya yang menyebabkan penantian minho akan sekolah barunya pun tiba. Semua persiapan sudah dilakukan bocah tampan itu dengan sempurna, bahkan semua tes ujian yang diberikan semua dilewati tanpa halangan.

Walau pihak sekolah sudah mengatakan minho tidak usah mengikuti semua tes yang bisa dibilang sulit untuk anak seusianya. Tapi minho tidak ingin menggunakan nama daddy dan mommy-nya untuk memudahkan jalannya masuk ke sekolah elit tersebut.

Minho ingin berusaha dengan segala kemampuan yang dia punya sebagai bukti bahwa dia bisa menjadi kebanggaan daddy dan mommy-nya dengan usahanya sendiri.

“Hyung,cuo boleh ikut??” tanya suho tiba-tiba.

“Ikut kemana?” tanya minho tanpa melihat suho yang ada diranjang sambil terus membereskan buku-bukunya.

“Ikut sekolah hyung.” Jawab suho sambil menggoyangkan kakinya.

“Cuo kan sekolah juga” ucap minho melihat dongsaengnya dengan kening berkerut.

“Tapi…mmm,nggak ada hyung lagi, eotteohke??” tanya suho dengan wajah polosnya.

“Hyung kan sekolah juga, Cuo juga, terus ada culli,” ucap minho langsung mendekati dongsaengnya itu. “Apa Cuo takut??” tanyanya kemudian.

“Aniyoo!! Cuo udah becarr!!”

“Sudah besar s nya di pake, jangan c selalu..” sindir minho karna cadelnya suho masih sering terdengar jika bocah itu gugup atau terlalu bersemangat.

“Aiishh!! Hyung berlisik!!”

“Ani..hyung hanya bersisik..” jawab minho sambil menyisir rambutnya dengan jari.

“Waaah,,oppa bersisik!! kerennyaa~” ucap sulli dengan wajah datar yang tiba-tiba sudah ada disana.

“Hyung keren dan bersisik.”

“Berarti hyung ikan dong!!! Iyung ikan, iyung nemo, iyung ikan..” celoteh suho dengan riangnya sambil menggerakkan badannya dengan penuh semangat.

Sedangkan minho hanya tersenyum licik sambil kembali membereskan buku-bukunya yang kini sudah digantikan dengan tingkatan pelajaran sekolah barunya. Sementara sulli segera bergabung dengan oppanya yang ada diatas tempat tidur minho.

Namun tiba-tiba..

“Heeey,,ngapain kalian disini? Tidak ada yang mau sekolah??”

“Mommyyy!!!” teriak kedua bocah kembar itu begitu melihat siapa yang menyapa mereka.

“Berisik!!” jawab mommy-nya sambil mendekati keduanya dan mengecup kening mereka masing-masing.

“Morning mommy..” sapa minho langsung memeluk mommy-nya itu penuh sayang.

“Morning baby..” jawab kyuhyun membalas pelukannya dan menunduk sedikit untuk mengecup kening minho yang sudah melihat ke atasnya.

“Siap ke sekolah barunya??” tanya kyuhyun dengan senyum manisnya.

“Siap dong!! Dan tanpa diantar!!” jawab minho dengan senyum garignya.

“Ohh, no, no!! tidak ada bantahan!” jawab kyuhyun lagi sambil mengeratkan pelukannya sampai minho sesak.

“Ughh!!mommyyyy!!!” protes minho kesakitan.

“Babyy,apa yang kau lakukan??” tanya seseorang tiba-tiba didepan pintu kamar minho.

“Hyung!!” jawab kyuhyun dengan pout dibibirnya.

“Daddyyy,,to-longg..”

“Aiissh,,baby lepaskan..” ucap namja tampan kepala keluarga bahagia itu. Choi siwon.

“Daddyyyyy!!” seru kedua bocah kembar mereka yang langsung menghambur memeluknya.

“Dia tidak mau diantar hyung!! Apa dia tidak tahu ada bahaya disana!!” jawab kyuhyun protes pada suaminya.

“Baby..minho itu sekolah bukan mau berperang, kenapa ada bahaya??” jawab siwon dengan sabarnya.

“Hyung!! Kau tidak membelaku??”

“Mwoo?? Bela apanya?”

“Mommy, daddy benaaar,mino pasti baik-baik saja.” Ucap minho sekali lagi mencoba.

“No argument!! Its final!!” jawab kyuhyun tajam lalu melepas minho dan pergi darisana setelah memberi suaminya death glarenya yang mematikan.

“Mommy marah daddy..”

“Tenang saja,,mommy lagi PMS.”

“Choi siwooon!!!!”

“I’m cominggg!!!!”

Namja tampan itu langsung melesat keluar mendengar panggilan huswifenya setelah mengedipkan matanya pada ketiga bocah yang menatapnya tanpa kata-kata.

“Ayo siap-siap..mommy marah tuh..” ucap minho kemudian membuat suho langsung berlari keluar dari kamar hyungnya tersebut.

“Kami akan mengantarkan oppa ke sekolah, its done!!” ucap sulli dengan wajah datarnya lalu segera berlalu darisana.

Dan minho pun hanya bisa menghela nafas bersiap akan menyerah dengan permintaan dari mommy dan dongsaeng kembarnya itu. Walau ada daddy yang ada dipihaknya tapi sepertinya daddy-nya juga tidak bisa apa-apa dengan 3 pasang mata bak boneka yang menatapnya melas.

Beberapa menit kemudian..

Minho sudah siap dengan seragam barunya dan sudah siap berangkat menuju sekolah junior high school pertamanya. Begitu juga daddy, mommy, dan kedua dongsaeng kembarnya yang sudah berdiri dengan semangatnya menunggu di pintu depan.

Mau tidak mau minho langsung menyunggingkan senyum manisnya melihat mereka dan segera berlari mendekati keluarga yang sangat dicintainya itu.

Karna mulai sekarang minho akan diantar jemput sopir pribadinya, kali ini siwon sengaja membawa mobil minho sendiri ke sekolahnya. Walau harus berdesak-desakan, mereka semua rela asal bisa mengantar minho ke sekolah.

Hanya minho saja yang harus memutar bola matanya melihat kelakuan keluarga ajaibnya itu. Namun tidak ada yang bisa dilakukannya juga, kerana mereka lebih berharga dari apapun yang akan diterimanya nanti.

“Untung saja mino tidak pilih yang ada asramanya..” ucap kyuhyun setelah mereka keluar dari halaman istana mereka.

“Kalau tidak…”

“Pasti Cuo akan minta tinggal disana!” sambung siwon dengan senyum dimplenya membuat putra tampannya itu mengerucutkan bibirnya dengan imut.

“Dan mommy setiap hari datang berkunjung.” Ucap minho dengan smirk kecil dibibirnya dan dibalas deathglare dari mommynya tercinta.

Dan tawa riang pun pecah dalam mobil mewah hitam mengkilat itu yang terus melaju membelah kota seoul menuju salah satu sekolah elit lanjutan pertama yang ada di Negara gingseng tersebut.

Hingga tak berapa lama sampailah Aston Martin DBS 2009 itu di depan gerbang sekolah baru minho yang membuat bocah tampan itu langsung menyunggingkan senyuman manisnya.

“Disini saja kan?? Sampai jumpa lagi!!” ucap minho penuh semangat.

“Eits!! Siapa bilang? Kami masih punya banyak waktu..” jawab kyuhyun cepat membuat minho langsung berpout ria. “Ayo babies!! Kita masuk!!”

“Lets goo!!!” jawab kedua bocah itu penuh semangat dan segera turun darisana.

Tinggallah minho dan daddy-nya yang bisa menghela nafas pasrah dan segera mengikuti mereka masuk ke dalam.

Dan tentu saja seperti yang diperkirakan minho bahwa semua mata akan tertuju pada mereka. Bagaimana tidak jika kalian sudah berusia 13 tahun dan sekolah masih diantar satu keluarga seperti tidak akan kembali saja.

“Biar saja!! Kita kan tampan-tampan” ucap kyuhyun sambil membenarkan poninya seolah tahu apa yang dipikirkan putranya.

“Cantik mommy..” jawab sulli sambil memasukkan tangan kecilnya ke dalam saku blazer sebelah kanan sementara sebelah kiri menggenggam tangan minho.

Suho hanya berjalan dalam diam dengan wajah tanpa ekspresi sambil memegang tangan mommy-nya yang berekspresi sama dengannya. Sementara siwon tentu saja tetap memasang senyum menawannya pada siapa saja yang ditemui didepannya. Dengan tangan melingkar indah dipinggang huswifenya yang tidak seberapa langsing itu.

“Mino sudah besar mom, yang diantar begini cuma anak TK.” Ucap minho dengan wajah merona.

“Yuhuu..mino masih anak TK” Jawab kyuhyun tidak peduli.

“Ya, ya, ya..mino kelasnya di lantai 1 kan?” tanya siwon mengalihkan perhatian.

“Ne, daddy..di ujung sana” jawab minho menunjuk deretan lantai satu paling ujung.

“Oppa dapat kelas terbaik??” tanya sulli membuat minho menganggukkan kepalanya dengan senyum manis.

“Culli juga mau!”

“Belajal yang rajin.” Sambung suho seenaknya dan mendapat cibiran dari sulli.

“Oppa juga belajar yang rajin..”

“Aiish!! Jangan ribut! Malu didengar orang.” Tegas minho membuat keduanya cekikikan.

“Nahh,,sampai, pulanglah!!” usir minho kemudian.

“Andwaee!! Mino duduk dimana??” jawab kyuhyun langsung masuk ke kelas unggul itu membuat semua yang ada disana menatapnya.

Seketika pipi namja cantik itu pun merona kerana semua yang ada disana menatapnya dengan tatapan bingung dan bertanya. Apalagi dengan ruangan tertutup sepert itu semakin membuat namja cantik itu kehilangan kata-kata. Tapi..

“H-hai, mommy-nya mino, jaga dia baik-baik ne??” ucap kyuhyun dengan senyum manisnya sambil menarik minho berdiri didepannya menghadap mereka.

Detik itu juga pipi minho memerah sampai ketelinganya saat menyadari beberapa teman barunya ada yang tertawa kecil melihatnya. Walau ada yang menatap takjub, tetap saja itu hal yang paling memalukan bagi anak seusia minho yang tidak perlu diantar seperti itu.

“Kami dongsaengnya mino oppa~ jangan jahat-jahat ne??” ucap sulli tanpa takut apapun.

“Aiishh, pulang sanaaa!!!” usir minho lagi kini dengan kening berkerut kesal membuat kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya.

“Ayo, baby..kita harus ke kantor.” Ucap siwon langsung menarik pinggang kyuhyun. “Mino baik-baik ne? Selamat belajar..” lanjutnya lagi sambil mengedipkan kedua matanya.

“Bye-bye oppa~~” ucap sulli sambil melambaikan tangannya bersama suho dan dibalas anggukan minho dan lambaian tangan.

Dan minho kembali bisa bernafas lega menghela nafas lega sambil membalas lambaian tangan dongsaengnya dan harus mengerutkan keningnya melihat mommy yang masih saja mengerucutkan bibirnya sambil protes pada daddy tampannya bahkan sampai kemobil mereka.

Selanjutnya bisa dipastikan minho akan jadi bulan-bulanan teman barunya yang jelas saja akan mengejeknya anak mommy dan anak manja. Sedangkan keluarganya sudah kembali melakukan perjalanan menuju tempat kegiatan mereka masing-masing dengan penuh semangat.

Setelah mengantar bocah kembar itu siwon langsung berangkat ke kantornya bersama kyuhyun dan menyuruh supir minho untuk mengambil mobil minho untuk menjemput bocah itu setelah membawa audi r8-nya ke kantor untuknya.

Sampai beberapa jam kedepan mereka berpisah dilain tempat, sampai tiba waktunya istirahat di sekolah suho dan sulli. Kedua bocah menggemaskan itu langsung keluar dari kelasnya dan berjalan tanpa kata-kata menuju kelas 6.

Kelas yang dulu pernah dihuni minho dan kini dihuni taemin dan kai, hyung mereka yang lain.

“Ehh, Cuoo~” panggil seseorang tiba-tiba membuat mereka berhenti dan menoleh kebelakang.

“Kris oppa!!” sapa sulli yang berada di belakang suho.

Putri kecil itu langsung melepas gandengan tangan oppa-nya untuk memeluk bocah tampan lainnya yang sudah menjadi teman jauh mereka sejak lama. Sementara suho hanya berdiri disana dan melihat kris tanpa kata-kata membuat bocah tampan itu mengerutkan keningnya.

“Waeyo??” tanyanya.

“Mino hyung, tidak ada.”

“Ahh,,iya..kan hyung sudah selesai disini.” Jawab kris mengerti.

“Tapi Cuo mau lihat mino iyung..” jawab suho tidak peduli.

“O..o..” gumam kris sambil melihat sulli yang menaikkan bahunya. “Jadi kalian mau ke kelas itu??” tanya kris sambil menunjuk kelas 6 di ujung sana.

“Iya, disana ada Kai oppa, kami mau kesana.”

“Oppa boleh ikut??” tanya kris tiba-tiba membuat sulli langsung menganggukkan kepalanya.

Dan bocah tampan itu pun langsung melingkarkan lengannya dibahu suho dan menggandeng tangan sulli lalu pergi bersama-sama menuju kelas yang dimaksudkan kedua saudara kembar itu.

Suho tidak mengatakan apa-apa saat kris memeluknya seperti itu, hanya saja tatapan mata bulatnya tidak pernah berpaling dari wajah tampan kris yang menyunggingkan senyuman manis kerana bocah tampan itu sadar suho sedang menatapnya.

“Seperti cinta segitiga saja” ucap seseorang tanpa mereka sadari.

“Apaan hyung!! Mereka masih kecil.” Jawab seorang lagi.

“Ahahaha, taeminnie..kau akan cepat mengerti.”

“Hyungg!!!”

“Kai oppa~” sulli langsung menghambur memeluk oppa keduanya itu sambil mengembangkan smirknya pada taemin.

“Princess..” sapa taemin sengaja menggoda putri kecil yang kini merona itu.

“Siang oppa~” jawab sulli tanpa melepas pelukannya pada Kai.

“Hyung..Cuo mau lihat mino hyung!!” ucap suho tanpa basa-basi membuat mereka semua membeku ditempat.

“Cuo baby, itu.. tidak mungkin” jawab Kai sambil menarik sulli berdiri disampingnya.

“Waeyo??” tanya suho dengan kening berkerut.

“Mino hyung tidak ada disini, sekolah jauh, Babyboy..” jawab taemin memanggil dengan panggilan minho.

“Tapi…” wajah imutnya pun berubah keruh.

Suho memang sangat dekat dengan minho di rumah maupun disekolah, biasanya mereka akan bersama-sama saat istirahat tiba. Dan hari ini suho juga menginginkan hal itu terjadi lagi walau minho sudah tidak ada disana.

Lalu apa yang harus mereka lakukan?

“Cuo..nanti pasti jumpa waktu pulang, sekarang main sama hyung saja ne?” bujuk kai dengan sabarnya.

“Hyung..mino hyung..” jawab suho dengan pout dibibirnya.

“Kita ke sekolahnya saja yukk, oppaa~~” ajak sulli tanpa pikir panjang dan langsung mendapat protes dari Kai.

“Sulli!! Jangan macam-macam!!”

“Kenapaaa??”

“Kita juga harus belajar, donkdonk!!”

“Aiishh!! Oppa!!!!”

“Ahahahha, Cuo, kita beli ice cream yuk” ajak kris tiba-tiba langsung menarik tangan suho pergi dari sana. “Cuo mau rasa apa? Hyung belikan ne?” lanjutnya lagi.

Seketika suho menganggukkan kepalanya dan mengikuti kris tanpa penolakan sambil tetap menatap wajah tampan itu dengan wajah imut datarnya. Sementara yang mereka tinggalkan hanya menatap mereka dengan mulut terbuka tanpa kata-kata.

“Belikan Culli juga, oppa!!” ucap sulli beberapa detik kemudian sambil menarik taemin bersamanya dan meninggalkan Kai yang masih melongo disana.

Taemin hanya bisa tertawa kecil dan mengikuti princess itu untuk membelikannya ice cream seperti permintaannya.

“Culli marah sama oppa?” tanya taemin ditengah perjalanan mereka.

“Mwo? Aniyoo!!” jawab sulli tanpa berhenti melangkah.

“Terus?? Kenapa selalu judes lihat oppa??”

“Karna oppa mau ambil mino oppa-nya culli.”

“Mwoo?? Tidak mungkin Princess!!” jawab taemin sambil menahan tawanya membuat sulli berhenti dan melihatnya.

“Jinjja??” tanya putri kecil itu.

“Tentu saja!! Mino hyung masih dirumah kan!!” jawab taemin dengan senyum manisnya dan putri kecil itu pun langsung merona.

“Ahh!! Tetap saja Culli harus waspada!! Jja, belikan culli ice cream.” Ucap sulli dengan wajah coolnya lagi.

Taemin ingin sekali tertawa sampai gegulingan ditanah melihat tingkah putri kecil keluarga Choi itu, namun taemin tahu apa akibatnya jika dia melakukannya. Maka dari itu, ia harus menahan tawanya dengan gugaman kecil dan segera memesan ice cream untuk sulli.

**

Dan hari itu pun terus berjalan dengan sendirinya sampai Kai, suho dan sulli dijemput dari sekolah dan pulang dengan penuh semangat untuk bertemu dengan hyung dan oppa mereka. Di sekolah tadi tentu saja mereka terus menghitung menit demi menit untuk sampai pada detik itu.

Suho yang bisa melupakan keinginannya bertemu hyungnya kerana ada kris kini bisa kembali tersenyum manis membayangkan hyungnya akan segera ada dirumah.

Kerana itu begitu sampai bocah tampan itu segera menuju kamarnya untuk berganti baju dan menunggu hyungnya di sofa ruang tengah istana mereka. Dengan pipi ditopang sebelah tangan dan kaki menjuntai kebawah bocah itu pun terus menunggu.

Sementara sulli yang mengikutinya ke kamarnya sendiri masih belum menampakkan diri bersama maid yang seperti biasa akan memandikannya dan medandaninya dengan pakaian santai disiang hari.

Lebih dari satu jam kemudian terdengarlah sayup-sayup Aston martin minho menampakkan dirinya dihalaman luas istana itu. dengan penuh semangat suho langsung berlari menuju pintu depan ingin menyambut hyung kesayangannya.

Namun apa yang terjadi..

Begitu sopir membukakan pintu untuk minho turun dari mobilnya , bocah tampan itu langsung berjalan tergesa-gesa masuk kedalam mengabaikan sapaan maid yang selalu menunggunya disana. Dan yang terlebih penting, minho mengabaikan suho yang baru saja ingin memanggil dan memeluknya.

Choi minho terus saja berjalan ke kamarnya dengan wajah sulking dan meninggalkan suho yang menatapnya dengan tatapan sedih sekaligus kecewa akan sikapnya yang tidak diduga.

Walau begitu bocah kecil itu memutuskan untuk mengikuti hyungnya dan ingin tahu apa yang sedang terjadi pada hyungnya itu. namun sayang sekali lagi suho harus dikecewakan kerana begitu suho sampai minho hyungnya sudah menutup pintu dan menguncinya dari dalam.

“Hyung..” panggil suho ragu.

“Pergi sana Suho!!!” jawab minho tajam membuat suho langsung terdiam ditempatnya.

“Hiks..hyung..” panggil suho lagi kini dengan isakan kecil.

Namun tidak ada jawaban apapun lagi dari hyungnya membuat bocah kecil itu semakin terisak sampai terduduk didepan pintu itu sambil menatap gagang pintu yang mungkin saja akan terbuka.

Kenapa suho menangis? Bocah kecil itu juga tidak tahu, tapi yang pasti minho tidak pernah berlaku kasar seperti baru saja menyuruhnya pergi.

Sementara itu sulli yang baru keluar dari kamarnya langsung membeku di depan pintunya melihat kembarannya terduduk sambil menangis didepan pintu kamar oppa-nya.

“Waeyo oppa~~” tanya sulli beberapa detik kemudian namun tidak ada jawaban apapun dari suho.

Putri cantik itu langsung melihat kearah pintu dan sedikit mengerti bahwa oppa tampannya sudah ada didalam sana.

Dhuk!dhuk!dhuk!dhuk

“Oppaaaa~~” panggil sulli sambil menggedor pintu itu dengan keras.

“Pergi sulli!!” jawab minho datar.

“Mwoo?? Waeyooo?????” teriak putri kecil itu hampir kesal.

“I don’t want to see you!!” jawab minho lagi.

“Mwoo?? But I want!! Just open the dool!!!” ucap sulli bersikeras.

“Choi sulli!! Just go!!”

Dan panggilan lengkap itu pun sanggup mendiamkan princess cerewet itu yang terpaku mendengar namanya disebut seperti itu. Dan detik selanjutnya…

“Mommyyyyyyy!!!!!!” teriak sulli sambil berlari turun ke bawah dengan airmata mengalir dipipinya.

Semua maid yang mendengar panggilannya langsung mendekati tangga dan menunggunya sampai dibawah. Namun sebelum itu salah satu dari mereka sudah menghubungi ryeowook untuk segera datang kesana.

Kerana mereka tahu dari awal minho kembali sudah ada keanehan pada bocah tampan itu. Jika tidak ditangani secepatnya, bukan tidak mungkin rumah itu akan hancur berantakan.

“Nona muda, apa yang terjadi??” tanya salah satu maid begitu sulli tiba didepan mereka.

“Oppaaa~ mino oppa jahat..huaaaaaa~~~~” tangis sulli tanpa menahannya seperti yang dilakukan suho.

Beberapa maid tidak sengaja berpaling melihat ke atas tangga lantai 2 dan sedikit terlihat suho masih duduk didepan pintu minho dan menangis.

“Apa yang terjadi??” tanya ryeowook di pintu depan tiba bersama Kai.

“Kami tidak tahu, wookie-ah”

“Tuan muda pulang dengan wajah sulking dan mengabaikan tuan muda kecil dan sekarang…”

“Aigooo…ada apa lagi ini??” tanya ryeowook sambil memijat keningnya sendiri.

“Di sekolah suho mau ketemu minho hyung umma..” ucap Kai yang sedikit mengerti.

“Lalu,apa yang terjadi dengan princess satu ini??” jawab ryeowook mendekati sulli. “Omooo…airmatanya banyaaak..” ucapnya kemudian.

“Waeyo, hm? Siapa yang jahat, siapa?” tanya ryeowook lagi sambil mengambil putri kecil itu kepelukannya. “Siapa buat princess umma menangis? Siapa??” tanya ryeowook dengan sengaja.

Namja imut itu tahu dengan pertanyaan seperti itu tangisan sulli pasti akan sedikit mereda dan hanya tinggal isakan yang tertutupi bahunya. Kerana wajah cantik itu sudah tersembunyi disana dengan nyamannya. Cara yang paling ampuh yang selalu dilakukan mommy untuknya.

Selanjutnya ryeowook langsung memanggil sopir yang menjemput minho dan menanyakan apa yang terjadi saat dia ada disana. Tapi ternyata dia pun tidak tahu apa-apa kerana minho sudah memasang wajah sulkingnya saat dia tiba disekolah.

Yang dia tahu hanya ada beberapa anak seusia minho yang memanggil minho dengan sebutan anak mommy dan menertawakannya bersama-sama.

“Apa karna dia diantar seperti itu?” gumam ryeowook sendirian. “Aiissshh!!!” gerutunya tiba-tiba membuat seseorang yang sudah nyaman dipelukannya langsung bergerak kecil.

“Ouhh!! Tolong bawa dia kekamarnya, aku harus menghubungi pengacau semua ini..” ucap ryeowook lagi pada maid mereka dan menyerahkan sulli yang sudah terlelap.

Setelah itu namja imut penenang rumah itu segera menghubungi pemilik istana itu untuk kembali ke rumah dan memperbaiki apa yang telah mereka rusakkan.

Sekarang tugas lainnya adalah memindahkan suho yang masih terduduk didepan pintu minho walau sudah tidak menangis lagi.

“Minooo..buka bintu, chagi..Cuo ingin melihatmu..” ryeowook mencoba membujuk minho namun tetap tidak ada jawaban.

“Ayo, baby..bentar lagi mommy pulang, pasti hyung keluar.” Ucapnya kemudian sambil melihat suho.

Bocah kecil itu langsung melihatnya dengan wajah sembab dan mata basah oleh airmata yang belum kering. Detik itu juga ryeowook meraup tubuh kecil itu kepelukannya dan memeluknya seerat mungkin.

Bagaimana bisa membiarkan mata bulat yang selalu bersinar terlihat redup seperti ini?

Pikir ryeowook sambil membawa suho ke kamar dan memandikannya agar terlihat lebih segar. Suho hanya mengikuti apapun yang dilakukan ummanya tanpa bantahan sampai semuanya selesai.

“Cuo mau boci?” tanya ummanya imut membuat suho memiringkan kepalanya bingung.

“Bobo siang, baby..” jelasnya dan langsung mendapat gelengan keras.

“Baiklah..ayo tunggu mommy di bawah.” Ajak ryeowook akhirnya mengambil tangan kecil suho dan membawanya turun ke bawah.

**

Tak berapa lama kemudian terdengarlah suara mobil memasuki halaman rumah itu dengan kecepatan rata-rata namun tetap terjaga suaranya. Siapapun akan tahu siapa yang sudah kembali ke istana itu dengan tergesa-gesa.

Siwon langsung menghentikan mobilnya didepan pintu dan turun bersama kyuhyun lalu menyerahkan kunci mobil itu pada supirnya sebelum akhirnya masuk kedalam yang sudah ditungguin maid-maid mereka didepan pintu.

Begitu melihat siapa yang datang suho langsung berlari menghambur memeluk mommynya yang berjalan tergesa-gesa didepan daddy-nya.

“Apa yang terjadi, wookie-ah??” tanya siwon sambil membelai rambut suho yang sudah membenamkan wajahnya dileher kyuhyun yang menggendongnya.

“Minho merajuk, suho ingin bertemu dan sulli juga ikutan merajuk.” Jawab ryeowook menggabungkan semuanya membuat kedua wajah namja didepannya itu berkerut bingung.

“Karna kalian mengantar minho ke sekolah, dia diejek teman-temannya. Sepertinya itu yang terjadi.” Ucap ryeowook menjelaskan garis besarnya.

“Hanya karna itu?” tanya kyuhyun tidak percaya.

“Mereka anak-anak yang menganggap diri mereka sudah dewasa, kau pasti mengerti.” Jawab ryeowook membuat siwon menganggukkan kepalanya.

“Sok dewasa iya!!” jawab kyuhyun menyerahkan suho pada siwon lalu menuju tangga lantai 2 ke kamar minho.

Siwon hanya diam dan mengikutinya dari belakang bersama suho yang mengamati gerakan mommy-nya sampai mereka tiba didepan kamar minho hyungnya.

“Minoo!! Buka pintunya!!” panggil kyuhyun tiba-tiba.

“…..” tidak ada jawaban dari minho.

“Minho, buka pintunya!!” ulang kyuhyun tajam membuat siwon memegang pinggang huswife cantiknya.

“Tidak mau!!!” jawab minho akhirnya.

“Minhoo!!”

“Mino tidak mau liat mommy!!”

“Whaat?!?” tanya kyuhyun dengan mata membesar.

“Mommy jahaaat!! Mino diejek teman-teman mino karna mommy!!”

“Apa lebih penting temanmu daripada mommy??”

“Mino malu mommy~,hiks..mereka ketawain mino~,hiks..” akhirnya pertahanan minho runtuh juga.

“Hhhhahhh…memang mereka bilang apa?” tanya kyuhyun sedikit melembut akhirnya.

“Mino anak manja,,hiks..mino akan mommy..”

“Bukankah memang seperti itu??”

“Tapi mino sudah besar mommy!!!”

“Mino masih kecil bagi mommy.”

“Mino sudah besar!!”

“Minho!”

“Mommy jahatt!!!”

Dhuk!!!

Suara barang yang dilemparkan ke pintu menandakan pembicaraan mereka berakhir membuat kyuhyun langsung berpaling menatap suaminya.

“Apa aku salah??” tanyanya dengan wajah memelas.

Siwon tidak menjawab apa-apa selain tersenyum sambil menarik tengkuk kyuhyun agar mendekat padanya sampai wajah namja cantik huswifenya itu terbenam dilehernya. Detik itu juga kyuhyun menarik nafas dengan cepat dan menghembuskannya perlahan dengan perlahan.

Saat itu juga ketenangan mulai menyerap kembali dalam tubuhnya setelah tadi menegang dengan pembicaraanya dengan minho. Kyuhyun tidak mengira keinginannya mengantar minho bisa membuat masalah seperti ini.

Padahal kyuhyun hanya ingin melihat lingkungan baru tempat anak pertamanya itu akan menghabiskan waktu selain bersamanya di istana mereka. Dan melihat wajah-wajah baru yang akan menemani putra kesayangannya itu menjalani harinya disana.

Tapi, mungkin minho tidak mengerti akan hal itu kerana ejekan dari teman-temannya bisa membuatnya marah seperti ini. Tetapi lagi, masa-masa sekarang memang saatnya anak-anak itu berpikir mereka sudah mulai dewasa dengan lepasnya gelar anak Elementary School.

Mereka tidak tahu dewasa itu bukanlah hanya berganti nama dan tingkatan sekolah saja, tapi pemikiran yang luas dan cara bertindak yang sesuai yang membuat mereka dewasa dengan sendirinya.

“Biarkan minho tenang dulu.” Ucap siwon setelah merasakan tubuh kyuhyun rileks dipelukannya.

Namja cantik itu langsung menatap suaminya dalam seperti ingin mengatakan sesuatu padanya, namun yang terjadi kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya dan beralih melihat suho yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.

“Gwenchana??” tanyanya.

“Hyung..” jawab suho.

“Nanti juga keluar, cuo jangan khawatir..” ucap kyuhyun sambil membelai pipi chubby suho membuat bocah itu menganggukkan kepalanya.

“Aku lihat sullim dulu, hyung. Biar suho sama wookie, Mandilah dulu..” ucapnya lagi setelah mengecup kening suho.

“Baiklah, cepatlah menyusul.” Jawab siwon langsung mengcup bibir kyuhyun tanpa aba-aba membuat pipi itu merona seketika.

“Ne..”

Kyuhyun segera menuju kamar sulli yang berada tepat disebelah kamar tidur minho sementara siwon langsung turun ke bawah dan menyerahkan suho pada ryeowook seperti yang dikatakan kyuhyun.

Namja cantik itu ingin melihat putrinya yang katanya merajuk dan menangis sampai tertidur sampai sekarang. Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi pada putrinya kenapa sampai ikutan merajuk seperti oppanya.

“My baby princess,” gumam kyuhyun begitu melihat bocah cantik itu tenggelam dalam selimut pink tebalnya.

“Kenapa menangis seperti ini, hm?” tanyanya lembut sambil membelai pipi chubby yang sembab itu.

Tidak perlu menunggu waktu lama hingga putri itu membuka mata, kerana sentuhan mommy yang sangat dikenalnya itu bisa menyadarkannya walau dalam mimpi sekalipun.

“Mommy~~” panggilnya dengan suara serak.

“Sssst..tidur lagi, ne..mommy disini.” Ucap kyuhyun sambil menepuk paha sulli pelan.

“Hug!” jawab sulli merentangkan tangannya.

Mau tidak mau kyuhyun menuruti permintaan itu dengan ikut berbaring diranjang pink itu dan memeluk putri kecil itu ke dadanya. Lalu namja cantik itu langsung bersenandung lembut untuk meninabobokan sulli lagi.

“Mino oppa~~” gumam sulli.

“Ssst…Culli jangan khawatir, bobo lagi ne??” ucap kyuhyun dengan senyum lembutnya.

Dan putri cantik itu pun tidak bisa membantah lagi selain membenamkan wajahnya didada mommy tercinta dan mendengarkan ninabobo terindah yang tidak akan pernah dilupakannya sampai dewasa nanti.

Saat lagu yang kyuhyun nyanyaikan berakhir, saat itu juga tangan sulli yang menggengam jas kyuhyun terlepas. Namja cantik itu segera melepaskan diri dari sulli dan keluar dari sana setelah memperbaiki selimut sulli dan mengecup keningnya penuh sayang.

Kyuhyun segera turun dari sana menuju kamarnya yang sudah ditunggu siwon diranjang mereka dengan pakaian santai. Begitu sampai kyuhyun disambut senyuman dimple siwon yang menawan yang membuat pipinya merona dan ganjalan dihatinya menghilang sementara.

“Mandilah dulu..” ucap siwon saat kyuhyun ingin mendekat.

Namja cantik itu langsung mendecak kesal dan mengerucutkan bibirnya sebentar sebelum akhirnya menghilang dalam kamar mandi mereka. Siwon hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah huswifenya yang dia tahu masih memikirkan putra mereka.

Setelah selesai kyuhyun langsung mendekati siwon dengan berlari kecil lalu menyusup dalam pelukan suaminya tanpa mengatakan satu kata pun. Siwon pun langsung memeluknya seerat mungkin untuk menyalurkan ketenangan yang diinginkan huswife cantiknya itu.

“Bagaimana minho, hyung?” tanya kyuhyun setelah terdiam beberapa saat.

“Biarkan saja dulu sampai dia keluar sendiri.”

“Tapi..”

“Tenang saja, baby..masih ingat dulu saat dia merajuk??” tanya siwon sambil tersenyum manis.

Kyuhyun yang menyandarkan kepala didadanya langsung mendongak menatapnya bingung sambil mengingat kejadian dulu sampai keningnya berkerut. Siwon langsung mengecup ujung hidung kyuhyun yang terlihat sangat menggemaskan berpikir seperti itu.

“Aiishh!! Gerutu kyuhyun merona. “Kita menunggunya didepan pintu?” tanyanya kemudian.

“Ne…dia keluar sendiri dan tertidur dalam pelukanmu kan?”

“Eumm!! Berarti, kita harus cari cara baru untuk membuatnya keluar.” Ucap kyuhyun dengan imutnya sambil menyeruakkan wajahnya didada siwon seperti anak kucing mencari kehangatan.

“Ahahaha,,ne..cara baru..” jawab siwon sambil tertawa geli melihat kyuhyun.

**

Namun sampai berapa lamapun ditunggu minho tidak menampakkan wajahnya diantara mereka. Bahkan bocah kecil itu melewatkan makan siangnya sementara mereka semua makan siang bersama dibawah.

Walau kyuhyun sudah meminta maaf dan membawa nampan berisi makanan tidak juga membuat minho menyerah dan memaafkannya.

Sedikit banyak siwon dan kyuhyun sudah tahuiapa yang terjadi sebelum mereka pulang dari suho yang menangis kerana diabaikan padahal bocah itu belum terbiasa kehilangan minho disekolahnya. Sampai sulli yang menangis karna dibentak minho dengan nama lengkapnya yang tidak pernah dilakukan minho.

Bila digabungkan, mereka semua ikut andil dalam mengatarkan minho kesekolahnya sampai dia diejek seperti. Tapi tetap saja itu bukan alasan minho untuk merajuk seperti itu, bukankah dia itu kesayangan diistana mereka?

“Semua salahmu baby!! Kalau saja kau tidak bersikeras.” Ucap siwon tiba-tiba membuat kyuhyun menatapnya tidak percaya.

“Hyung!! Jangan salahkan aku!! Aku ingin menemaninya!!” jawab kyuhyun.

“Tapi dia sudah menolak kan?” ucap siwon sambil memebelai rambut sulli disampingnya.

“Dia itu masih kecil, hyung!!”

“Dia sudah besar baby!!”

“Dia tetap baby bagiku!!” jawab Kyuhyun menatap siwon tajam membuat Suho yang ada dipangkuannya semakin merapat kedadanya.

“Kyu jangan seperti ini, mino tidak akan terima!”

“Dia tidak bisa apa-apa!!”

“Choi Kyuhyun!!” panggil Siwon sedikit keras membuat semua yang ada disana langsung melihatnya termasuk Ryeowook dan Kai.

“Jangan memanggilku seperti itu!!!” ucap Kyuhyun tidak kalah kerasnya.

“Dengarkan ak..” ucapan Siwon terhenti tiba-tiba saat suara seseorang berteriak menghentikannya.

“Berhenti!!!” ulang minho dengan wajah lelahnya berdiri di anak tangga terakhir.

“Minho!” ucap siwon dan kyuhyun bersamaan.

“Jangan bertengkar, mianhae..mino yang salah, mommy, daddy jangan bertengkar, pleasee~” ucap bocah itu dengan airmata mulai mengenangi mata bulatnya.

“Minho..”

“Ne..mino masih kecil. Ne, mommy boleh antar mino lagi, tapi..tapi..jangan bertengkar, mino tidak mau dengar..hiks.jangan daddy..” ucap minho lagi sambil menggelengkan kepalanya.

“M-mino yang salah, mi-mianhae..mommy, mianhae daddy..hiks, mi-mianhae cuo.. mianhae culli..” ucap minho kini menangis dan menundukkan wajahnya. “Mi-mianhae umma..”

Tanpa kata-kata kyuhyun langsung mendudukkan suho di sofa dan berjalan perlahan mendekati putranya yang masih menundukkan wajahnya.

“Mianhae, my baby..” ucap kyuhyun dengan senyum manisnya.

Minho yang mendengar suara mommy-nya begitu dekat dengannya langsung mengangkat kepalanya dan melihat keatas tepat pada wajah cantik mommy-nya yang sedang tersenyum.

Detik itu juga bocah tampan itu menghempaskan tubuhnya memeluk kyuhyun seerat mungkin dan menangis kembali sampai baju mommy-nya basah minho tidak peduli.

“Mianhae mommy,,hiks..”gumamnya pelan namun bisa didengar kyuhyun.

“Sssstt..mommy juga minta maaf..” jawab kyuhyun menepuk pelan kepala minho didadanya.

“Daddy juga minta maaf..” sambung siwon tiba-tiba sudah berdiri disamping kyuhyun.

Minho melepas pelukan pada mommynya dan beralih memeluk daddynya yang tampan dengan senyuman terbaiknya. Namun kata-kata yang diucapkan daddynya kemudian membuatnya langsung melepas pelukannya dan menatap mereka bingung.

“Kita berhasil baby..” ucap siwon tersenyum menampilkan giginya lalu mengecup bibir kyuhyun sekilas.

“Maksudnya??” tanya minho bingung.

“Kami berhasil membuatmu keluar, horeeeee!!!” jawab mommynya dengan wajah polos dan senyuman garing.

“Horeeeeee!!!!!!” seru suho dan sulli bersamaan langsung menghambur memeluk minho yang masih melihat kedua orangtuanya tidak percaya.

“Minho turun karna mendengar suara kami bertengkar kan??” tanya siwon dengan santainya dan dibalas anggukan dari minho.

“Berhasil karna itu memang sudah direncanakan, Babyboy..” jawab ryeowook masih duduk disofa dan menyilangkan kakinya.

“B-benarkah??” tanya minho tidak percaya.

“Em-eum..” jawab kyuhyun dan siwon bersamaan dan mommy-nya langsung menyandarkan kepala dibahu daddy-nya dengan nyamannya.

Seketika Minho mematung ditempat menatap kedua orangtuanya bergantian dengan kedua dongsaengnya masih memeluk kiri dan kanannya.

“Jadi, mommy,daddy..” ucap minho masih belum percaya.

“Itu cara baru kami..” jawab daddy-nya dengan senyum garing menampilkan giginya.

“Jangan dipikirkan..” sambung kyuhyun kemudian ikut memeluknya dan diikuti siwon yang memeluk mereka semua membuat minho menghembuskan nafas leganya setelah lama menahannya.

“Jadi, becok kami boleh antar lagi kan oppa??” tanya sulli dengan wajah polosnya yang tersembunyi diantara mereka.

Seketika minho mengeluarkan kepalanya yang terbenam didada mommynya dan mencari wajah sulli.

“TENTU SAJA TIDAK BOLEH!!!” Jawabnya dengan penuh semangat.

Dan seketika itu pula tawa penuh kebahagiaan bergema diseluruh ruangan besar itu yang membuat suaranya bersahut-sahutan didalam istana megah mereka.

Dengan cinta dan satu kata maaf sanggup menghapus luka sebesar lautan dan sekecil debu yang berterbangan. Jadi, jangan pernah sungkan untuk menunjukkan dan mengucapkannya. Ehehe^^

***

Typos MIANHAEEEEE..
(Semoga lekas sembuh adinda..ehehehe! telaat!!) Semoga selalu sehat dan bahagia untuk kalian semua..yang kembali,,selamat datang..yang baru juga..yang selalu ada disini..I love you with all of my heart^^

Kata-katanya itu entah datang darimana.. disitu kadang saia merasa galau.. #Ahahahahahha #ngakakguling-guling.

Sukaaaaaaaaa banget liat wall fb ada kata-kata ituuu..entah kenapa pas banget sama kalimat yang mereka buat, disitu juga kadang saia merasa risau..ahahahhaha.

Apa kabar My Lovely Readers..kadang saia merasa galau ditinggalkan kalian..>_< ahahahaha.

Semoga ini tidak membosankan ne??

Sampai jumpa dikejutan mereka yang lain..
Always thank you for all of you^^

Disitu kadang saia..*plaak!! >_<

With love.

 

 

 

The Way That I Love You

Published February 17, 2015 by Wonviekyu

THE WAY THAT I LOVE YOU

THE WAY THAT I LOVE YOU
Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Paring : As always WonKyu

Genre : Angst, Romance

Warning : Absolutely BL

Typo’s everywhere I go^^

Summary : Love that never be apart even by the distance and time, Destroyed by a simple word that ever exist in this world. L.I.E

Inspired by : The Way That I Love You- Ashanty

**

From Vie..

**

“Mianhae, hiks.. mianhae..wake up” seorang namja sedang membangunkan sosok tubuh yang terbujur kaku diatas lantai kamar mandinya yang bernoda darah.

“Please, wake up..pleasee,, someone help me!!!” teriak namja itu pada ruangan sepi apartement mewahnya.

Namun tidak ada siapapun yang datang menolongnya.

**

The Way That I love You

Fefaah1013

No matter what has happened. No matter what you’ve done. No matter what you will do. I will always love you. I swear it.

aulina374

A fine WordPress.com site

Minyomeea's Room

Promise To Belive For To Be E.L.F From Super Junior ^^

sakayakamuramayko

Teenage Dreams

The Journey Of Belantara Kampus...

Di Bawah Lindungan AC Yang Terkutuk| #NotedCupu

Crazy Gang's Family Page

Crazy Gang summary page

nuraya98

ELF selamanya super junior yeongwonhi

tuhsyahddiah

A modern business theme

Metha Sari

Welcome to My Fiction Paradise

kimya_aegyaWonkyu

keep calm and fightig!!!!

alfenianuraga

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

gado gado

it's my life

aidahaitsuki

wonkyu love

Everlasting friend

SUPER JUNIOR LOVE ELF

siwonangkyu

follow your heart.imagination.logic WONKYU

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,279 other followers