My Baby 72

10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

My Baby 72

Haaaaiiii…My lovelies~ Bogoshipoyooooo~ jawabanya pasti “kami merindukan MYBABY VIE”

Tak apalah, yang penting kalian rindu~ ohohohoho.

Mianhae sudah sebulan baru update~ semoga kalian selalu baik-baik saja ne??
Dan semoga ini tidak membosankan~ karna Saia tidak tahu apa yang ada didalamnya-_-
Ada Wonkyu, KyuMin, WonMin, KyuHo, MinSulHo..entah apa-apa~

**

From Vie…

Hari itu mereka semua akhirnya kembali ke Istana mereka secepatnya setelah Sulli mengatakan dirinya baik-baik saja dan sudah bosan berada ditempat berbagai penyakit itu. Ia ingin segera kembali ke Istana mereka dan melupakan semua yang sudah terjadi beberapa hari itu.

Karena Kyuhyun juga sudah tidak ingin berada disana akhirnya tanpa penundaan lagi beberapa menit kemudian mobil mewah dari istana Choi sudah terparkir didepan rumah sakit itu. Siwon dan Kyuhyun beserta ketiga anaknya segera memasuki limosine mereka dan pergi dari sana.

Yesung yang memang ada di rumah datang bersama mobilnya menjemput Ryeowook bersama JongIn. Sedangkan mobil lainnya akan ditempati maid-maid mereka dan berbagai barang yang sudah mereka terima dari tamu-tamu yang datang.

Didalam limosine itu Kyuhyun langsung duduk bersandar pada dada bidang suaminya sambil memejamkan mata. Sepertinya badannya yang belum pulih benar sudah merasakan kelelahannya karena keaktifannya yang berlebihan saat menjaga suami dan putrinya sekaligus.

Sementara Suho dan Sulli tidur dengan beralaskan paha Minho yang hanya bisa pasrah pada permintaan mereka berdua. Dengan alasan mereka berdua masih tidak sehat akhirnya Minho dengan rela menahan dua kepala sekaligus dipangkuannya.

“Mommy kenapa, daddy?” Tanya Minho tiba-tiba saat melihat wajah mommynya yang terlelap.

“Sepertinya mommy baru merasa lelah.” Jawab Siwon yang membuat kedua wajah bocah kembar itu langsung menghadapnya.

“Mommy baik-baik saja, istirahatlah.” Ucapnya kemudian membuat keduanya langsung memejamkan mata mereka kembali.

“Daddy juga istirahat.” Jawab Minho dengan serius.

“Terima kasih sudah memanggil mommy kembali, Babyboy.” Ucap Siwon mengalihkan pembicaraan dan membuat pipi Minho bersemu merah.

“Mommy kembali untuk kita.” Gumamnya pelan.

“Tapi itu semua karna Mino.”

“Marmut ini juga ikutan, daddy.”

“Kami bukan marmut!!” Protes keduanya bersamaan.

“Ahahaha, neee~ kalian memang anak mommy, eoh?”

“Mino anak daddy juga.” Jawab Minho menatap mata daddy-nya dalam.

“Kami juga anak daddy tauuu~!!” Protes bocah kecil itu sambil melihat daddy-nya dengan kening berkerut tidak terima.

“Neee~ kalian segalanya.”

“Neee~” Jawab ketiganya bersamaan sambil menganggukkan kepala mereka dan membuat Siwon tersenyum menampilkan dimplenya yang dalam.

Dia tidak melihat senyuman manis terpatri dibibir Kyuhyunnya yang bertahta dengan nyaman didadanya itu.

Selanjutnya hanya keheningan yang menyelimuti mereka karena kedua bocah itu benar-benar ikut terlelap dipangkuan Minho sementara bocah itu sendiri menyandarkan kepala disandaran kursinya.

Begitu sampai di depan Istana mereka, Siwon segera turun dari mobil itu dan membawa Kyuhyun bridal style menuju kamar mereka. Setelah menyuruh dua orang maid untuk mengambil Suho, Sulli bahkan Minho jika bocah tampan itu juga masih tertidur.

Namja tampan itu segera menidurkan Kyuhyun dengan baik diranjang mereka setelah membuka sepatunya dan menyelimutinya dengan benar. Lalu ia pun segera keluar dari sana untuk melihat ketiga anaknya yang sudah dibawa ke kamar mereka masing-masing.

Saat itu Yesung dan Ryeowook juga sudah tiba disana bersama maid-maid mereka yang sudah sibuk memasukkan semua hadiah dan bunga-bunga yang mereka terima. Sedang Appa Cho yang memang menunggu di rumah menyaksikan tugas mereka dengan teliti.

“Appa istirahat saja, kita semua membutuhkannya.” Ucap Siwon berdiri ditangga kamar anaknya dan dibalas anggukan oleh appa huswifenya itu.

“Kami akan disini malam ini, Siwonnie.” Ucap Yesung sambil menggendong Kai yang sudah lama tertidur di mobil.

“Selamanya juga silahkan, hyung. Selamat malam semuanya.” Jawab Siwon tersenyum manis sambil melihat semua maidnya yang menunggu kata-kata ‘selamat malam’ darinya.

Ryeowook dan Yesung segera menuju kamar mereka yang memang tidak pernah diubah oleh Siwon untuk keperluan menginap mereka disaat seperti itu. Sementara Appa Cho segera mengikuti Siwon karena kamarnya berada dilantai dua selama ini.

“Appa belum akan kembali kan?” Tanya Siwon tiba-tiba.

“Ne, appa akan disini beberapa hari lagi.”

“Gomawo appa~”

“Jangan sungkan, selamat malam Siwonnie, Istirahatlah.” Ucap Appa Cho sebelum akhirnya masuk ke kamarnya yang ada disebelah kamar Sulli.

“Aku akan menjaga Kyunnie, appa.” Gumam Siwon sambil memasuki kamar Minho yang sudah temaram.

Bocah kecil itu sudah meringkuk didalam selimutnya dan tertidur dengan pulas membuat Siwon tidak bisa berkutik selain mendekatinya perlahan. Lalu namja tampan itu mengecup kening putra pertamanya itu dalam sekali menyalurkan kasih sayang untuknya.

“Selamat malam, my everything~” Bisik Siwon lembut dan mengecup kening Minho sekali lagi kemudian segera keluar darisana setelah membenarkan selimut anaknya.

Kemudian namja tampan itu pun memasuki kamar putra keduanya yang bernuansa ungu pudar yang lembut berkesan nyaman milik Suho. Putra kecilnya juga sudah meringkuk dengan nyaman didalam selimutnya.

“Sleeptight, my babyboy~” Ucap Siwon dan melakukan hal sama seperti pada Minho yaitu mengecup kening permata hati istana mereka.

Setelah itu Siwon segera keluar darisana menuju kamar Sulli dan kembali mengecup kening satu-satunya princess di Istana itu penuh sayang.

“Sweet dream, my princess~ jangan sakit lagi ne? Mommy sudah baik-baik saja.” Ucap Siwon dengan senyum manisnya walau Sulli tidak bisa melihat itu.

Namja tampan itu membenarkan selimut putri kecilnya dan menghidupkan lampu proyektor kesayangan Sulli yang memunculkan bulan dan bintang diseluruh ruangan itu. Kemudian ia pun segera keluar darisana dan kembali kekamarnya.

Siwon ingin segera kembali ke sisi huswife cantiknya dan memeluk tubuh tidak seberapa langsing itu dalam pelukannya lagi seperti biasanya sebelum kejadian itu.

Dan akhirnya mereka semua pun sama-sama mengakhiri hari itu dengan memejamkan mata untuk bertemu didalam mimpi yang lebih indah dari kenyataan yang ada.

Namun harapan selalu tidak lebih indah dari kenyataan yang ada, saat kedua bocah yang jaraknya hanya satu menit itu sudah terlihat dipintu mereka masing-masing hanya selang dua jam lebih sejak kepergian daddy mereka dari kamar.

“Culli, kenapa dicitu??” Tanya Suho begitu melihat Sulli dipintunya sambil mengucek mata.

“Culli tidak bisa bobo, oppa~ temani culli yuk~” Jawab princess kecil itu dengan manjanya.

“Oppa juga tidak bisa bobo, gimana dong??” Tanya Suho dengan wajah imutnya yang kebingungan.

Saat itu kedua mata mereka sama-sama melihat pintu kamar Minho yang tertutup ditengah-tengah mereka berada. Seperti mengerti isi pikiran mereka yang sama keduanya perlahan mendekat dan berdiri didepan pintu itu.

“Eotteoke??” Tanya Suho kemudian.

“Masuk caja yuk!” Sulli mengerucutkan bibirnya dengan imut.

“Hyung pasti bobo~”

“Kita bobo dicana, bukan gangguin Mino oppa, ayo~”

“Tapi…”

“Kita jalan pelan oppa~” Ucap Sulli setengah berbisik.

“Tapi nanti hyung bangun~”

“Tidak akan, oppa pasti bobo.”

“Culli sok tau!”

“Culli bukan sok, aiishh!!! Culli memang tau~”

“Aiishhh, jangan ribuuuut~” Suho langsung menutup mulut dongsaeng kecilnya itu agar tidak berseru lagi.

“Mmmm~mmmm”

“Jangan ribut, donk-donk~” Ucap Suho memberi Sulli tatapan tajamnya saat tiba-tiba pintu kamar Minho terbuka lebar.

“Kalian pabbo!!!” Ucap Minho sengaja sambil memasang wajah tidak senangnya.

“Hyung~” Suho langsung mengerucutkan bibirnya protes.

“Untuk apa anak kecil berdebat disini? Pada jam segini? Apa kalian tidak punya kerjaan??” Tanya Minho dengan death glarenya.

“Kami tidak bisa bobo, oppa~” Jawab Sulli setelah menurunkan tangan Suho dimulutnya dan memberi oppa kecilnya death glare gratisnya yang imut.

“Kenapa tidak bisa? Kalian kan punya jimat masing-masing.”

“Celimut Cuo dicuci, hyung.”

“Boneka Culli sudah tidak mempan oppa~”

“Lalu untuk apa ada disini??”

“Tentu saja mau bobo sama oppa, apa lagi~??” Tanya Culli dengan wajah riangnya sambil memeluk oppa tampan kesayangannya itu.

“Maksudnya??”

“Kami bobo disini, hyung~” Ucap Suho ikut memeluk Minho dengan wajah sendunya. “Cuo ingat mommy…” Lanjutnya lagi dengan bisikan membuat Minho tidak bisa membantah lagi.

“Lalu, kenapa oppa macih ada disini, jam cegini, bukannya bobo??” Tanya Sulli sambil menengadahkan wajahnya melihat Minho.

“Pasti hyung tidak bica bobo juga kan~, ayoooo~” Suho juga ikut melakukan hal yang sama menggoda hyungnya itu.

“Aiishhh, jangan berisik, ayo tidur!!”

Minho langsung melepas pelukan keduanya dan menarik tangan mereka masuk kedalam setelah menutup pintunya kembali diiringi suara tawa kecil dari dua dongsaengnya. Mereka bertiga segera menempati posisi masing-masing diranjang Minho yang besar itu.

Entah apa yang mereka lakukan sampai tiba-tiba Minho sadar ia sudah diapit oleh kedua bocah kecil itu sambil memeluk lengannya sebagai guling mereka. Dan Minho hanya bisa menghela nafas dan memejamkan matanya memasuki mimpi yang indah.

Beberapa menit berlalu dengan sunyi mengelilingi mereka hanya ada suara angin dari pendingin ruangan itu yang terdengar. Dan menit selanjutnya terlihat bocah kecil tampan disebelah kiri Minho bergerak-gerak tidak nyaman.

“Cuo~ ja-ngan ribut…” Protes Minho sambil menepuk-nepuk paha dongsaengnya.

“Hyuung~ nggak bisa bobo~” Rengek Suho dengan manjanya.

“Lalu hyung harus apa?” Tanya Minho tanpa membuka matanya.

“Nyanyi, ninabobo~”

“Hyung ngantuk, nggak bisa nyanyi.

“Hyung~”

“Oh my…Cuo manja, eoh?”

“Hyung~”

“Aishh… My love, my everything…you the answer to all my dreams..my sun, my moon, my guardian star…”

“Mommy~~” Panggil Sulli tiba-tiba membuat Minho menghentikan acara nyanyinya.

“Culli, princess…Waeyo??” Minho terduduk dan langsung melihat wajah princess kecilnya yang ternyata basah oleh airmata.

“Omonaa~ waeyo? Kenapa menangis? Oppa disini, Culli??”

“Mommy~ oppa, Culli mau mommy~”

“Ya ampuun~~Apa sebenarnya kalian tidak bisa tidur karna ingat mommy??” Akhirnya Minho sadar dengan tingkah aneh kedua malaikat kecil itu. “Kalian khawatir?”

“Ne~~” Jawab Suho sungguh-sungguh, sedang airmata Sulli semakin turun dari pipinya.

“Jangan nangis, nanti flu Culli…” Ucap Suho kemudian menyapu airmata dipipi Sulli.

Tidak bisa dipungkiri Minho mereka bertiga memang punya ikatan yang sangat kuat dengan mommy cantik mereka. Walau tidak mengatakannya, tapi sebenarnya Minho juga tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak sejak sebelum kedua dongsaengnya datang.

Hanya satu penyebabnya… Mommy.

Mereka masih memiliki rasa takut dan khawatir akan ditinggalkan Kyuhyun seperti yang baru saja terjadi. Ketakutan itu membuat ketiganya ingin berada disamping mommynya walau dalam tidur sekalipun, agar mereka yakin bahwa mommy mereka ada disana dan baik-baik saja.

“Oppa~ liat mommy yuk~” Ajak Sulli akhirnya memecahkan lamunan Minho.

“Tapi mommy pasti bobo.”

“Panggil daddy hyung, kita kesana yuk, Cuo nggak mau dicini~”

“Lalu kenapa masuk kesini tadi??” Tanya Minho memutar bola matanya.

“Tentu saja ajakin hyung liat mommy juga…” Ucap Suho santai.

“Apa lagi?” Sambung Sulli dengan wajah memelasnya.

Minho hanya bisa menghela nafas pasrah saat melihat kesungguhan dari kedua dongsaengnya itu, hingga setelah terdiam beberapa saat akhirnya Minho menganggukkan kepalanya.

“Tapi jangan ribut!!” Ucap Minho cepat membuat kedua bocah itu terdiam sebelum menyuarakan kegirangan mereka.

“Kami tidak libut, ayo~~” Suho segera turun dari ranjang Minho dan berlari-lari kecil ke pintu.

Sementara Minho turun perlahan dan membantu princess kecilnya yang sudah merentangkan tangannya untuk diturun darisana. Kemudian mereka segera turun dari lantai dua dengan Suho didepan dan Minho dibelakang mengandeng Sulli.

Istana besar yang redup itu terlihat sepi dan sedikit menyeramkan dengan kesunyiannya hingga membuat Suho perlahan mundur dan berjalan disamping Minho. Bocah tampan itu hanya menyunggingkan smirknya sambil terus berjalan menaiki tangga lantai 3 kamar orangtua mereka.

Ketika sampai disana Minho berdiri dipintu kaca itu dengan ragu membuat kedua dongsaengnya langsung melihatnya dengan mata mengerjap. Karena tidak ada gerakan darinya mereka berdua akhirnya sama-sama menarik baju Minho dari samping dan membuat bocah tampan itu tersentak.

“Hyung lama~” Protes Suho.

“Aigoo~”

“Cepat oppa~ Culli ngantuk~”

“Kenapa ngantuknya baru sekarang?” Tanya Minho tidak percaya.

“Sudah dekat cama mommy” Jawab Sulli dengan senyum garingnya membuat Minho ingin menelan princess kecilnya itu bulat-bulat.

“Kalian memang manja!”

“Kesayangan oppa-hyung~” Jawab keduanya bersamaan membuat Minho kehilangan kata-kata.

Tidak ingin menunggu ocehan mereka lagi Minho langsung mengetuk pintu kaca itu perlahan agar tidak mengganggu orangtuanya. Walau dengan ketukan itu pasti membuat mereka yang sudah tidur terganggu.

Tapi Minho tahu daddy-nya adalah orang yang akan cepat dalam segalanya walau dalam tidurnya sekalipun, hingga tanpa harus mengetuk untuk yang kedua kalinya, pintu kaca itu terbuka perlahan menampilkan daddy mereka yang tetap tampan seperti biasanya.

“Tidul aja tetap tampan my daddy~” Ucap Sulli dengan bangganya membuat Siwon terbelalak dan Minho memutar bola matanya.

Si cerewet Sulli, apa saja pasti dikomentari.

“Daddy~” Panggil Minho ragu.

“Heeey~ my babies…waeyo, tengah malam begini?” Tanya Siwon penuh semangat berdiri didepan mereka setelah mengacak rambut ketiganya dan seketika menghilangkan kegugupan putranya itu.

“Mereka nggak bisa tidur, daddy. Katanya khawatir sama mommy, sudah mino boboin juga malah nangis si Culli.” Adu Minho akhirnya.

“Abisnya lagunya lagu mommy, Culli kan tambah ingat mommy~” Sulli membela diri.

“Terus, apa yang bisa daddy lakukan??”

“Mereka mau tidur disini, dekat mommy.”Jawab Minho cepat.

Suho langsung memeluk pinggang daddy-nya dengan mata mengerjap tanpa kata-kata sebagai ganti meminta. Sementara Sulli langsung menggenggam kelingking daddy-nya untuk diajak masuk kedalam.

Tidak ada yang bisa dilakukan Siwon untuk menolak tingkah kedua anaknya itu, karena mereka punya cara sendiri untuk meminta apa yang mereka inginkan tanpa bisa ditolak.

“Baiklah, tapi jangan ribut ne~ mommy sudah tidur.”

“Ne~ daddy~” Jawab Sulli dengan bisikan membuat Siwon tersenyum.

Kemudian mereka pun langsung masuk ke dalam menuju ranjang besar ditengah ruangan itu dan melihat mommy mereka tidur dengan nyamannya. Siwon langsung membantu kedua bocah kecil itu naik keatas tempat tidur yang tinggi itu. Tapi…

“Kenapa rasanya ada yang kurang ya?” Tanya Siwon dengan wajah bingung.

“Ke-sayanganku hyung~” Jawab Kyuhyun dalam tidurnya membuat Siwon langsung menepuk dahinya sedikit keras.

Namja tampan itu segera kembali ke pintu kamarnya yang belum dikunci dan tidak mendapati siapapun disana, padahal Siwon tahu Minho masih berdiri disana saat ia membawa masuk kedua bocah kembar itu.

“Choi minho!!” Panggil Siwon cepat saat melihat Minho sudah menuruni tangga kamarnya.

“Where are you going?” Tanya Siwon lagi dengan wajah tampan penuh senyumnya.

“Mino mau bobo, daddy.” Jawab Minho sejujurnya.

“Yakin bisa bobo sendiri?”

“Mino sudah besar, kenapa tidak?” Minho mengerucutkan bibirnya dengan imut.

“Yakin Mino sudah besar??”

“Daddy!!! 13 tahun you know!!!” Protes bocah tampan itu kesal.

“But for me is still 5.”

“DADDY!!!!”

“Sssst~ jangan ribut, sudah malam.”

“Daddy yang ribut, Mino mau bobo!!” Minho benar-benar kesal dan kembali menuruni tangga itu sambil menggerutu dengan imutnya.

“See, still my baby boy…” Gumam Siwon. “Baby~ mommy tidak bisa bobo kalau Mino tidak ada.” Ucap Siwon selanjutnya membuat kaki Minho langsung terhenti.

“Mino juga kan? Cepat kembali, sudah larut.”

Tanpa menunggu lebih lama lagi Minho langsung berlari menaiki tangga itu dengan senyuman manis merekah dibibirnya membuat Siwon ikut tersenyum dan merentangkan tangannya menyambut putra kesayangannya itu.

“Hup!!” Seru Siwon saat Minho berakhir dipelukannya. “My baby boy~”

“Daddy~”

“My little boy~”

“The same!!!”

“Ohhh, my little cute baby boy.”

“Ughhh!!!” Minho tidak bisa melawan daddynya yang lebih keras kepala dari mommy-nya itu.

“Bagi kami Minho selamanya Babyboy.” Ucap Siwon mengunci pintu kamarnya dan berjalan mendekati ranjang sambil menggendong Minho.

Bocah tampan 13 tahun itu sudah menyembunyikan pipinya yang merona karena kata-kata daddy-nya itu dan tentu saja karna ia masih digendong padahal menurutnya sudah tidak pantas lagi.

Sampai disana Siwon langsung menurunkan Minho disamping Kyuhyun yang masih tidak merubah posisinya sejak tadi, tapi mata bulatnya mengerjap beberapa kali saat melihat putranya itu sudah didepan matanya.

“Malam mommy~” Ucap Minho langsung mengecup pipi chubby mommy-nya itu.

“Mmm~” Gumam Kyuhyun menutup matanya.

“Daddy bilang mommy nggak bisa bobo? Mino disini, ayuk bobo~” Ucap bocah kecil itu lagi sambil berbaring disamping mommy-nya dan menepuk bahu mommynya itu perlahan.

Kyuhyun kehilangan kata-katanya dan hanya bisa melihat Siwon yang menaikkan bahunya dan memberinya senyuman polos tidak bersalah.

“Ayuk semuanya bobo, sudah mau pagi~” Ucap Siwon kemudian segera masuk kebawah selimut dan menyelimuti mereka berlima setelah Suho dan Sulli yang ada ditengah mereka juga ikut mengecup pipi Kyuhyun.

Dan akhirnya setelah lebih dari satu jam mimpi indah benar-benar menghampiri mereka semua, terlihat jelas dari bibir-bibir mungil itu menyunggingkan senyuman manis dalam tidur mereka.

**

Keesokan harinya semua mata yang tertutup didunia terbuka dengan sendirinya karena pagi yang sudah datang menyambut hari mereka. Termasuk beberapa pasang mata yang ada diatas ranjang putih besar yang ada di Istana Choi.

Minho yang terbiasa bangun pagi terlihat sudah mengerjap beberapa kali sambil melihat ke kiri-kanan dan mendapati daddy-nya yang sudah rapi dengan pakaian santainya.

“Pagi~ babyboy~” Sapa Siwon begitu melihat Minho.

“Pagi daddy~ sudah mandi ya?” Tanya Minho penasaran.

“Iya~ ayo bangun~ sebentar lagi kita sarapan.”

“Hyung~~” Panggil Kyuhyun tiba-tiba membuat Siwon langsung berdiri dari duduknya.

“Waeyo baby?” Tanya namja tampan itu sedikit khawatir. “Ini belum waktumu bangun.” Lanjutnya lagi membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya imut.

Tapi namja cantik itu tidak menjawab apa-apa selain melihat ketiga anaknya mulai bergerak-gerak untuk melihatnya. Mau tidak mau Kyuhyun harus menyunggingkan senyuman manis untuk menyambut pagi mereka.

“Pagi babies~” Ucap Siwon sebagai ganti Kyuhyun. “Ayo siap-siap, kita sarapan bersama~” Lanjutnya kemudian.

Minho, Suho dan Sulli segera bangun dari tidur mereka dengan wajah sumringah pertanda tidur mereka yang nyenyak, kemudian satu persatu mengecup pipi mereka sebelum akhirnya turun dari ranjang tinggi itu dan keluar kamar besar orangtua mereka.

Setelah kepergian mereka Siwon langsung mendekati Kyuhyun dan kembali menanyakan apa yang terjadi pada huswifenya itu. Wajah cantik Kyuhyun yang biasanya bersinar itu terlihat kusut dan sedikit pucat membuat Siwon tahu ada yang tidak beres dengan huswifenya.

“Baby, apa yang terjadi?”

“Badanku hyung~”

“Iya~ badanmu kenapa? Apa sakit lagi? Dimana?” Tanya Siwon sambil membalikkan badan Kyuhyun agar tidur terlentang.

“Badanku~ sakit semuanya~ hyung~” Jawab Kyuhyun meringis kesakitan sampai memejamkan matanya.

“Oh my god! Pasti efek kelincahanmu kemarin kan??”

“Hmmm~”

“Sudah hyung bilang kan kau harus istirahat baby, tapi malah jalan-jalan bolak balik kamar, sekarang lihat bagaimana coba? Apa yang harus…”

“Hyung~~~”

“Ohh, my baby mianhae~ apa yang harus hyung lakukan??”

“Sakiit hyung~” Rintih Kyuhyun saat semua tulangnya terasa remuk redam dari dalam.

“Tunggu sebentar, hyung panggilkan dokter.”

“Jangan pergi~”

“Tapi baby…”

“Jangan pergi hyuuuung~~!!” Pinta Kyuhyun sambil menggigit bibirnya menahan sakit.

Tidak ada yang bisa dilakukan Siwon selain menghubungi dokter Kyuhyun dengan sebelah tangan dipeluk huswifenya itu dengan erat. Setelah memastikan mereka akan datang secepatnya, Siwon kembali melihat Kyuhyun dan berusaha melepas tangannya.

“Jangan peluk, kau tidak bisa menyentuhnya, hyung~ sakit sekali.” Ucap Kyuhyun seolah tahu apa yang akan dilakukan Siwon.

Memang benar namja tampan itu ingin berbaring disamping Kyuhyun dan memeluknya seperti biasa setiap namja cantik itu sakit. Tapi kali ini Kyuhyun merasakan tubuhnya tidak bisa digerakkan sedikit pun. Apalagi jika orang lain menyentuhnya pasti akan seperti menghancurkan tubuhnya yang terasa retak itu.

“Lalu bagaimana baby~” Tanya Siwon bingung.

Kyuhyun hanya memejamkan matanya sambil memeluk tangan kanan hingga lengan Siwon perlahan ke dadanya agar tidak menyakiti tubuhnya. Dan alhasil, Siwon hanya bisa duduk dikursi kecil yang ada disamping meja nakasnya dan mengamati wajah Kyuhyun yang meringis.

“Baby…” Panggil Siwon penuh sayang.

“Hmm??” Jawab Kyuhyun tanpa melihatnya.

“I love you~” Ucap Siwon kemudian membuat mata Kyuhyun langsung terbuka dan menatap mata onyc itu dalam.

Perlahan senyum lemah terukir dibibir Kyuhyun sambil menggumamkan jawabannya membuat Siwon mendekat untuk mengecup keningnya. Karena ingat Kyuhyun akan sakit terkena sentuhan Siwon akhirnya mengecup pinggiran kening itu dengan sangat perlahan sampai tidak terasa.

“Tidak kena, hyung.” Ucap Kyuhyun dengan kening berkerut membuat Siwon langsung mengulang kecupannya sedikit lebih terasa.

“Tidak ada Siwonnie~” Protes Kyuhyun dengan kening yang semakin berkerut.

“Tapi nanti sakit baby…” Siwon tidak ingin menyakiti huswifenya walau hanya seujung jari.

“Tidak hyung, kalau kau menekan atau menarikku baru sakit.”

“Ohh..hmmm…muuaach~” Kecup Siwon dengan riangnya hingga dua dimplenya terlihat dengan menawan dan pipi Kyuhyun pun ikut merona karena suara ciuman jenaka itu.

“Kau mau makan baby? Hyung ambilkan.”

“Jangan pergi, aku tidak mau makan.”

“Tapi…”

“Aku belum juga ke kamar mandi hyung~”

“Hoo~ nee~”

“Hyung sudah bilang kan? Jangan jalan-jalan seperti itu, kau baru sadar dari koma bukan sembuh dari demam, baby.”

“Apa hyung kira aku bisa diam saja?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Kan ada umma dan Wookie, baby.”

“Mana mungkin aku hanya tiduran melihat kalian sepeerti itu? Apalagi melihat dadamu. Bahkan Sulli sampai harus di operasi, apa aku bisa diam saja dikasur? Coba pikirkan hyung!!!”

“Tapi~”

“Bukankah salahmu juga tidak langsung berobat? Kenapa kau diam saja pada sakitmu?”

“Hyung khawatir padamu, baby.”

“See? Begitu juga aku, kalian hidupku, bagaimana akhgg!!!” Kyuhyun kembali merasakan badannya yang remuk tiba-tiba. “Damn you, Choi Siwon!!”

“Aigoo~ jangan mengutuk Kyunnie~” Ucap Umma Choi yang sudah tiba disana.

“Sssst~ mianhae baby, mianhae~” Siwon langsung mendekat dan mengecup wajah Kyuhyun berkali-kali membuat namja cantik itu memejamkan matanya.

“Salahmu hyung~ hiks…” Gumam Kyuhyun disela sakitnya.

“Ne, ne, ne hyung yang salah~ jangan menangis sebentar lagi Sooyoung datang.”

“Hoo~ kenapa Sooyoung? Kenapa Kyunnie? Apa yang terjadi?” Tanya Umma Choi tidak tahu apa-apa karena dia memang sedang menuju rumah anaknya itu.

“Kyuhyun kesakitan umma, mungkin ini yang dimaksudkan dokter agar dia jangan terlalu capek.”

“Mwooo? Tentu saja itu maksudnya, dia kan baru sadar dari komanya bukan sembuh dari demam, sudah umma bi…”

“Umma~” Panggil Siwon cepat sambil menggelengkan kepalanya membuat umma Choi terdiam.

“Siwonnie yang salah ummaa~ hiks, dia tidak mau berobat sampai pingsan, aku kan khawatir padanya, bagaimana kalau dia parah? Aku tidak bisa tanpa Siwonnie~ Siwonnie yang salah ummaaaa~”

Umma Choi kehilangan kata-katanya dengan mata melebar dan mulut terbuka mendengar penuturan menantunya yang cantik sekaligus manja itu. Tapi detik selanjutnya ia sadar itu Kyuhyun yang sakit yang berbicara bukan Kyuhyun sehat.

Siwon pun hanya bisa menganggukkan kepalanya pada umma choi untuk mengiyakan perkataan huswifenya itu daripada namja cantik itu merajuk atau bahkan menangis seharian nanti.

“Umma~~” Panggil Kyuhyun memastikan.

“Ne, ne, ne Siwonnie yang salah, dia bandel, tidak bisa jaga diri, bahkan tidak bisa jagain sulli, ne, ne, ne~ Siwonnie yang salah.” Ucap Umma Choi sambil menganggukkan kepalanya berulang kali tanpa melihat wajah memelas anaknya sendiri karna disalahkan.

Sedangkan Kyuhyun kembali memejamkan mata dengan senyum kecil merekah dibibirnya tanpa sekalipun tangannya bergerak melepaskan pelukannya ditangan Siwon. Tidak butuh waktu lama untuk namja cantik itu kembali terlelap dengan nyamannya.

Sambil menunggu dokter dan Sooyoung datang Kyuhyun tidur dengan nyaman ditempat tidurnya, sedangkan Siwon dan Umma Choi sudah turun ke bawah untuk memeriksa apa yang dilakukan anak-anak dibawah sana.

Terlihat di meja makan mereka Ryeowook sedang menjamu Appa Choi dan Umma Choi ikut bergabung bersama ketiga bocah tampan yang sedang menunggu giliran mereka dengan sabar. Tapi rasanya ada perkutut yang kurang satu lagi hingga Siwon mengedarkan pandangan untuk mencarinya.

“Choi Sulli…” Panggil Siwon dengan kening berkerut melihat princess kecilnya ada disofa dengan satu kotak delfi dipangkuannya.

“Plincess Culli disini, daddy~” Jawab Sulli dengan manisnya.

“Ini masih pagi, Sulli makan apa itu?” Siwon bertanya sambil mendekati putri kecilnya yang sibuk mengunyah kesukaannya itu.

“Coklat dali tamu kemalin masih ada daddy, banyaaak~”

“Bukan itu yang daddy maksud.”

“Lalu?”

“Sulli sarapan dulu dan tidak boleh makan coklat banyak-banyak.”

“Ohh, Culli nggak mau makan daddy, culli mau coklat saja.”

“Mwooo??”

“Coklatnya enaaaak daddy~” Ucap Sulli sambil mengulum satu batang kecil dari kotak coklat mahal itu.

“Pasti karna dirumah sakit sering makan itu.” Ucap Minho datang dengan membawa piring berisi nasi goreng.

“Iya~ jadi kebiasaan, lama-lama habis giginya.” Sambung Ryeowook tiba-tiba membuat Sulli berhenti mengunyah.

“Bukan princess kalau nggak ada giginya.” Ucap Suho langsung duduk disamping Sulli dengan susu coklat ditangannya.

“Makan Culli~” Bujuk Minho akhirnya.

“Andwae!!”

“Apa mau sakit lagi?” Tanya Siwon dengan wajah seriusnya dan dibalas gelengan dari Sulli.

“Nanti dimarahi mommy lho, ayo makan.” Ajak Suho juga.

“Mana mommy??” Tanya Sulli membuat ketiga mata kecil dan bulat itu menatap daddy mereka bersamaan.

“Mommy sedang istirahat, ayo makan Sulli. Nanti ada yang akan datang kesini.”

“Siapa?”

“Guru kalian, 4 hari tidak sekolah, pelajaran kalian tinggal semuanya.”

“Tapi~ kita kan masih istilahat daddy.” Protes Sulli dengan bibir yang dipoutkan.

“Iya, Cuo kan baru cembuh, daddy~”

“Tidak ada bantahan, apa kalian ingin tidak naik kelas?”

“Aniyo~”

“Ayo cepat makan atau daddy bangunin mommy.”

Tanpa membantah lagi Sulli langsung menghadap Minho tanpa kata-kata namun bocah tampan itu sangat mengerti putri kecil mereka hingga tangannya langsung mengambil kembali piring nasi goreng yang ada dimeja didepan mereka. Lalu perlahan dan penuh kesabaran Minho pun menyuapi putri satu-satunya diistana itu.

Mereka semua hanya bisa menyunggingkan senyuman kemenangan melihat putri kecil itu mengunyah makanannya dengan perlahan dan tidak rela.

Saat itu beberapa maid sudah menuju pintu depan untuk menyambut tamu yang memang mereka tunggu kedatangannya. Dokter yang menangani Kyuhyun dan Sooyoung yang menjabat sebagai dokter keluarga itu sudah tiba disana.

“Selamat pagi Dok, Soo.” Sapa Siwon begitu melihat mereka masuk ke dalam.

“Pagi Siwon-ssi, apa yang terjadi?” Tanya Dokter itu langsung ke intinya, sementara Sooyoung hanya memberinya senyuman manis.

“Seperti yang dokter bilang, tubuhnya patah-patah.” Jawab umma Choi mendekat dan menjabat tangan Dokter itu.

“Selamat pagi, Mrs.Choi.” Ucap dokter itu sopan.

“Aunty~ selamat pagi~” Sapa Sooyoung langsung mengecup pipi bibinya itu.

“Pagi, my dear~ sudah sarapan?” Tanya Umma Choi membuat Sooyoung melihat kebelakang umma Choi.

“Waaah, princess makannya disuapi ya?”Goda Sooyoung dengan riangnya.

“Culli malas makan aunty~” Jawab Suho cepat membuat Sulli menatapnya tajam.

Sooyoung hanya tertawa kecil melihat mereka kemudian segera mengikuti Siwon dan Dokter itu naik kelantai 3 kamar Kyuhyun. Umma Choi juga mengikutinya dari belakang bersama Suho yang langsung berlari menghampirinya.

Begitu sampai disana Kyuhyun sudah bangun dengan wajah sulking dan menatap Siwon tajam begitu namja tampan itu didekatnya. Siwon hanya membalasnya dengan kecupan dikening dan senyuman manis lalu meminta dokter itu untuk melakukan tugasnya.

Suho yang khawatir dan penasaran langsung berusaha naik ke ranjang putih itu untuk melihat apa yang dilakukan dokter itu pada mommy-nya.

“Doktel ngapain?” Tanya Suho dengan kening berkerut saat dokter itu mendekatkan jarum suntuk ke lengan mommy-nya.

“Ini untuk mommy biar tidak sakit lagi.”

“Andwae~~!! Pasti sakit dicuntik, jangaaaan!!!” Protes Suho dengan kening semakin berkerut dan tangan kecilnya menutup lengan mommynya dari jarum suntik.

“Aigoo~ disuntiklah biar tidak sakit, chagiya~” Ucap Umma Choi menggelengkan kepalanya.

“Aniyoo~ mommy pasti sakit, jangaan dokteel~” Pinta Suho dengan wajah memelas bahkan hampir menangis.

Kyuhyun yang sedari tadi diam saja membelakanginya agar Suho tidak tahu dia sakit akhirnya bergerak perlahan menghadap kepada putranya. Namja cantik itu berusaha keras agar tidak meringis kesakitan saat memutar badannya sampai bisa melihat putra kecilnya itu.

“Mommy tidak apa-apa, suntikannya tidak sakit.” Ucap Kyuhyun meyakinkan Suho.

“Benalkah?” Suho masih tidak yakin melihat wajah mommynya yang berbeda.

“Jinjjayo~ mommy sembuh kalau disuntik, Cuo mau mommy sembuh?” Tanya Kyuhyun pelan namun mendapat jawaban sangat cepat dari Suho.

“Sini sayang, sama halmonie~” Umma Choi langsung mendekati ranjang mereka ingin mengambil Suho.

Tapi bocah kecil itu malah merebahkan kepalanya didada Kyuhyun dengan perlahan dan memejamkan matanya. Tangannya pun terulur masuk dalam genggaman tangan Kyuhyun yang terbuka membuat Kyuhyun menutup genggamannya dan merasakan kehangatan tangan kecil putranya itu.

“Mommy baik-baik saja.” Bisik Kyuhyun lembut sambil tersenyum dengan manisnya namun tidak membuat Suho bergerak.

Detik selanjutnya barulah bocah kecil itu bangun dan melihat senyuman manis dan menenangkan dari bibir mommynya yang sedikit pucat. Tanpa menjawab apa-apa Suho segera berbalik dan mendapati halmonienya sudah merentangkan tangan untuk menyambutnya.

Suho langsung menurut digendong neneknya dan membenamkan wajahnya dibahu umma Choi kemudian segera dibawa keluar setelah bocah kecil itu melihat mommy-nya sekali lagi.

“Sepertinya semua sifatnya sama.” Gumam Sooyoung sengaja dan mendapat tatapan dari Kyuhyun yang mendengarnya.

Siwon hanya tersenyum pada yeoja cantik itu kemudian segera mendekati Kyuhyun dan menggenggam tangannya yang sudah diulur Kyuhyun saat dokter itu menyuntikkan obat penghilang rasa sakit ditubuhnya.

“Saya sudah katakan, sebaiknya Kyuhyun-ssi beristirahat dengan benar.” Ucap dokter itu sambil melihat-lihat kantong ajaibnya yang penuh dengan obat itu.

Kyuhyun hanya mengerucutkan bibirnya tidak terima diceramahi sekali lagi setelah Siwon dan Umma Choi mengatakan hal yang sama padanya.

“Karna saya sudah tahu akan seperti ini, obatnya sudah saya siapkan dari rumah sakit, jadi Siwon-ssi tidak perlu mengambilnya lagi.”

“Trima kasih dok, anda yang terbaik.”

“Sudah kewajiban saya.”

“Trima kasih sekali lagi.”

“Gwenchana, mulai hari ini benar-benar jaga kesehatanmu Kyuhyun-ssi, kau tidak ingin kesalahan hari ini dan menyesal nanti kan?”

“Tidak, dok. Mianhae~”

“Aniyo~ semua untuk kebaikanmu dan keluargamu.”

“Terima kasih dok.”

“Ne~ saya permisi. Sudah ditunggu.” Dokter itu permisi dan segera menuju pintu keluar.

“Biar aku saja~” Sooyoung menawarkan diri mengantar dokter itu sekalian ikut pulang bersamanya.

Setelah mereka pergi Siwon kembali memalingkan wajahnya melihat Kyuhyun tanpa kata-kata membuat yang ditatapnya itu semakin salah tingkah dan akhirnya memasang wajah sulking sekali lagi.

“Jangan menatapku!!”

“Mwoo?? Lalu hyung harus lihat siapa??”

“Tatap saja langit.”

“Langit ada diluar, kau ada disini~ untuk apa susah?”

“Ck~”

“Aigooo~ kenapa cemberut lagi, hmm??” Siwon mendekati huswifenya dan kembali duduk dikursinya semula dan mengambil tangan lentik itu untuknya.

“Badanku sakit semua hyung!! Tidak ada yang bisa kulakukan.”

“Ada~”

“Apa??”

“Istirahat!! Seperti kata dokter.”

“Choi Siwon!!”

“Aigoo~ hyung serius baby, kau harus istirahat total untuk beberapa hari kedepan.

“Kau mau kemana?”

“Tentu saja kerja, baby. Sudah lama hyung tidak ke kantor.”

“Tidak boleh!! Tidak boleh kemana-mana selama aku istirahat.”

“Mwoooo~~”

“Dame~dame~ tarazettai dame!!” (ntah benar tulisannya, artinya tidak, sekali tidak tetap tidak)

“Tapi~ kasihan Hyukkie hyung, baby…”

“Kalau tidak aku juga ikut ke kantor bersamamu.”

“Aiishh, ne, ne, ne hyung akan disini menjagamu.”

“Uhuuuu~ My lovely hubby my love.”

“Dasar~ sekarang tunggu dulu, hyung ambilkan sarapan.”

“Andwaeee~ jangan pergi Choi siwon!!”

“Ya ampun baby~~”

“Hyuuung~~”

“Tidak mau sarapan biar tidak usah minum obat, huh?? Aku sangat mengenalmu, baby.” Ucap Siwon sambil mengambil Hpnya dan menghubungi telepon rumahnya yang ada dibawah.

“Wookie, minta maid bawakan Kyunnie sarapan” Ucap Siwon cepat lalu menutup teleponnya membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

“Hyung…” Panggil Kyuhyun tiba-tiba serius.

“Hmm??”

“A-apa mereka baik-baik saja? Maksudku…Suho tadi…”

“Tenang saja, mereka aman, Sulli tadi tidak mau makan lagi, tapi sekarang sudah. Suho pasti baik-baik saja jika ada Minho.”

“Minho is the best.”

“Tentu saja, dia paling berharga.”

“Ne, lalu bagaimana dengan diskusi kita??”

“Hyung sudah katakan, mereka harus mengejar pelajaran 4 hari libur itu, apapun caranya. Tidak mungkin kan anak-anak dari bos besar dan istrinya yang ber-IQ tinggi tidak naik kelas.”

“4 hari bolos tidak menentukan naik kelasnya, hyung!”

“Tetap saja, baby~ mereka tidak boleh diistimewakan, teman-teman mereka belajar, mereka juga harus belajar.”

“Nee~ itu benar.”

“Jangan khawatir, mereka anak-anakmu~ pasti jadi yang terbaik.”

“Anakmu juga hyung!”

“Ne~ anak kita.”

“Hmm~”

“Mereka akan jadi yang terbaik.”

“Ne~ yang t-baik…” Suara Kyuhyun menghilang dengan sendirinya.

Begitu Siwon sadar namja cantik huswifenya itu sudah memejamkan matanya kembali dengan memeluk tangannya seperti yang dilakukannya tadi pagi.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah dan kembali duduk dengan baik agar tidak kesakitan dengan tangan yang dipeluk Kyuhyun itu.

“Daddy~” Panggil seseorang tiba-tiba membuat Siwon segera berpaling ke pintunya.

“Mino? Waeyo?”

“Mommy baik-baik saja?” Tanya Minho dengan wajah khawatir namun tidak berani mendekat hingga Siwon memanggilnya.

“Sini~ mommy sudah tidur lagi, mungkin karna obat tadi.”

“Mmm, bu guru Suho udah tiba daddy.” Ucap Minho lagi setengah berbisik.

“Ohh, iya~ daddy meminta dengan hormat pada appanya Kris.” Jawab Siwon dengan senyum garingnya.

“Untuk Mino?”

“Tenang saja, Mino akan belajar dari siang sampai sore, apa mino sanggup?”

“Ne~ Mino sanggup.”

“Kalau begitu sekarang Mino jagain mommy disini, daddy mau bertemu yeoja cantik itu.”

“Daddy~ nggak ada yang cantik selain mommy!!” Protes Minho dengan death glarenya.

“Ahahaha, absolutely true. Mommy is everything.” Siwon hanya bisa tertawa dan melepas tangannya secara perlahan dan menggantinya dengan bantal guling.

“Peluk tangan Mino saja, daddy~” Ucap Minho setelah melihat apa yang dilakukan daddy-nya.

“Huuh?? Mommy sudah tidur, nanti kalau bangun bilang saja, sekarang duduk disini.” Jawab Siwon dengan wajah serius namun Minho merona dengan permintaannya sendiri.

“Jagain mommy ne?”

“Daddy jangan macam-macam ne?”

“Minho~~” Panggil Siwon memelas, tidak terima dicurigai anaknya sendiri.

“I know, I know.” Jawab Minho dengan bibir mengerucut.

Sementara Siwon kebawah untuk menjumpai guru anak kembarnya dan menjelaskan permintaannya secara langsung. Tinggallah Minho yang duduk diam menatap mommynya yang terlelap dengan nyamannya.

Bocah kecil itu tidak melihat maid yang membawa sarapan untuk mommy-nya sudah turun kembali bersama daddy-nya kebawah.

“Mommyy~” Panggil Minho tanpa sadar dan mendapat jawaban lembut dari mommy-nya. “Mwooo?? Mianhae mommy~ bobo lagi, bobo lagi~” Bocah kecil itu langsung menepuk pelan lengan mommy-nya agar tidur kembali.

Bukannya tidur, Kyuhyun malah mengerucutkan bibirnya tidak terima diperlakukan seperti baby, bukankah itu kebiasaannya menidurkan mereka, kenapa dibalik seenaknya.

“Daddy mana?” Tanya Kyuhyun sambil mengerjapkan matanya.

“Mianhae mommy, ibu guru Suho Sulli datang, daddy menemuinya.”

“Ohh, hmm~”

“Mino bilang daddy jangan macam-macam, tidak ada yang cantik selain mommy.” Ucap Minho dengan wajah polos membuat mata Kyuhyun langsung melebar menatapnya namun senyuman licik penuh kemenangan terukir dibibirnya.

“Good boy~”

“Mommy tunggu disini, Mino ambilkan makan.”

“Mwo? Aniyo, tidak u…sah” Pencegahan Kyuhyun sia-sia karena Minho yang berlari sudah menghilang dari kamarnya.

“Pasti daddy-nya yang wanti-wanti.” Gerutu Kyuhyun sendirian.

Sementara itu dibawah Minho sudah mengatakan apa yang diinginkannya pada maid yang ada didapur mereka setelah itu ia segera naik ke lantai 2 untuk melihat Sulli dan Suho diruang les mereka.

“Hyung~ kenapa tidak belajar?” Tanya Suho begitu melihatnya.

“Hyung sudah pintar, ohohoho~” Jawab Minho mendekati Sulli yang terlihat sangat serius.

“Dame-dame!” Ucap Minho tiba-tiba membuat Sulli sedikit tersentak.

“Oppa berisik!! Apa dame-dame?”

“Kalian belajar bahasa jepang?” Tanya Minho melihat buku Sulli yang bertuliskan hiragana.

“Mereka akan belajar beberapa mata pelajaran yang penting, Mino mau ikut?” Tanya Yoona, yeoja cantik guru Minho dulu.

“Tidak mau mengulang bu guru.” Jawab Minho dengan senyum manisnya lalu melihat seisi ruangan mencari seseorang.

“Daddy mana, Cull??” Tanya-nya dengan serius.

“Siapa yang Cull??”

“Daddy mana Mbul??”

“Hyung out, out!!!” Seru Suho sambil memejamkan kedua matanya kesal membuat Sulli dan Minho cekikikan.

Tapi bocah tampan itu langsung keluar darisana setengah berlari menuruni tangga mencari keberadaan daddy-nya. Yang ditemuinya sedang berada ditaman bawah seperti sedang berbicara dengan seseorang.

“Tuan muda, makanan mommy sudah siap.” Ucap maid yang menunggunya dari tadi.

“Siapa tuan muda?” Jawab Minho dengan death glarenya.

“Biar kami yang bawakan?” Tanya maid itu tidak peduli.

“Boleh, gomawo ahjumma~”

Minho langsung berlari kembali untuk melihat daddy-nya yang ada ditaman namun harus berhenti kerana wajah daddy-nya terlihat berbicara sangat serius ditelepon. Perlahan Minho bisa mendengar suara seseorang diseberang sana yang dikenalinya sebagai unclenya.

“Mino?” Panggi Siwon dengan kening berkerut.

“Ambil makanan buat mommy.”

“Ohh~ syukurlah.” Siwon menghembuskan nafas lega untuk Kyuhyun.

“Uncle~ bawa Minie kemari~ Mino kangeeen~” Ucap Minho tiba-tiba pada Hyukjae yang ada diseberang telepon daddynya.

>Hooo~ hubungi Hae saja, biar Uncle Hae antar Minnie<

“Bolehkah daddy??”

“Nee~ Apapun untukmu, baby.”

>Siwon~ kau harus secepatnya ke kantor, aku tidak bisa menanganinya sendirian< suara Hyukjae terdengar memelas ditelingaa mereka berdua.

“Ne~ hyung, aku akan membujuk babykyu agar bisa pergi.”

>Babymu sudah besar, tidak apa-apa kau tinggalkan sebentar<

“Ne hyung~ akan kucuba”

>Sebaiknya cepat, ok? Bye-bye~ bye Mino<

“Bye Uncle~”

Siwon segera menutup hpnya dan memasukkannya ke saku celana lalu menghampiri Minho yang ada didekatnya. Bocah kecil itu bisa melihat ada sesuatu yang mengganjal dipikiran daddy-nya yang tampan itu.

“Waeyo daddy??” Tanya Minho penasaran.

“Daddy sudah janji tidak akan pergi ke kantor, tapi kali ini uncle tidak bisa mengurusnya sendirian, daddy harus ada disana.” Jawab Siwon tanpa ragu.

“Janji sama mommy??”

“Ne~ Mino tau mommy kalau sakit kan??”

“Manjanya kumaat~”

“Ne, begitulah.”

“Daddy sabar ne~ mommy pasti mengerti.” Ucap Minho sambil menepuk dada daddy-nya pelan untuk menenangkannya.

Siwon langsung melihat tangan kecil yang dulu sering digenggamnya itu kini sudah sangat berbeda. Putranya benar-benar sudah besar walau belum bisa dikatakan dewasa, tapi Minho selalu bisa mengerti dan membuatnya tenang.

“My babyboy~” Siwon mengambil tangan kecil itu dan mengecupnya penuh sayang lalu menggenggamnya dengan erat.

Kemudian mereka pun kembali masuk ke dalam untuk menemani Kyuhyun yang sudah merajuk karena ditinggal sendirian. Namun baru saja mereka ingin naik tangga lantai 3 ke kamar, suara seseorang memanggil Minho dengan sangat nyaring.

“Mino hyuuuuung~~~”

“Minnie??” Tanya Minho bingung saat bocah cantik itu sudah berada dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat.

“Kami baru saja ingin menghubungimu hyung.” Ucap Siwon melihat Donghae baru memasuki rumah mereka.

“Aku ingin menjenguk mereka semua~” Jawab Donghae penuh semangat dengan berbagai boneka ditangannya.

“Hyung~ mall-ku bisa bangkrut kalau seperti itu.” Ucap seseorang dibelakang mereka.

“Baby?? Kenapa ada disini?” Siwon langsung mendekati Kyuhyun yang sedang menuruni tangga itu perlahan.

“Kyunnie jangan pelit seperti Hyukkie.” Protes Donghae tidak terima.

“Kau mengambilnya di Mall kan??”

“Aku membayarnya, pabo!!”

“Aiishh~”

“Baby, ayo kembali…”

“Tidak mau~ kau meninggalkanku hyung~”

“Aigoo~”

“Uncle~ si kembar sedang belajar, biar Mino yang berikan hadiahnya.” Ucap Minho mengambil beruang pink ditangan Donghae.

“Ohh ini~ yang ungu untuk Cuo, yang pink untuk Sulli, yang kuning untuk mommy-mu.” Ucap Donghae menyerahkan semua boneka yang dibawanya sementara Kyuhyun langsung memberi hyungnya itu death glarenya saat melihat Pikachu kuning itu tertawa lebar padanya.

“Mmm, arraseo uncle, ayo Minnie kita lihat mereka.” Ajak Minho sambil menggandeng tangan taemin dan menariknya.

“Ehh, tunggu dulu~ ini untuk Mino~” Donghae menyerahkan satu-satunya kantong yang dibawanya. “Karna Mino tidak sakit, uncle tidak tahu harus memberi apa.”

“Memangnya setiap datang harus bawa hadiah ya uncle?” Tanya Minho dengan senyum garingnya sambil kembali untuk mengambil hadiah untuknya.

“Iya chagi~ kalau tidak uncle tidak boleh masuk kesini.” Jawab Donghae dengan smirk jahilnya membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Gomawo uncle~ bajunya baguuus~” Minho langsung memeluk Donghae setelah membuka baju kemeja lengan pendek berwarna putih yang dilapisi sweater tanpa lengan berwarna biru itu.

“Ahahaha~ dia suka Siwonnie~”

“Gomawo hyung.”

“Anytime.” Jawab Donghae dengan wajah datar melihat Kyuhyun.

Kemudian Minho segera kembali memungut boneka-boneka itu kecuali Pikachu kuning milik mommy-nya lalu naik kelantai 2 bersama taemin menemui dongsaeng kembarnya.

Sementara Donghae segera bergabung dengan Siwon dan Kyuhyun yang sudah duduk di sofa setelah menanyakan keberadaan Ryeowook pada maid mereka yang ternyata namja imut sudah pulang ke rumahnya bersama Yesung dan Kai.

Sedangkan Appa Cho dan Umma Choi juga menghilang ke rumah Umma Choi untuk bertemu dengan Appa Choi dan menghabiskan waktunya disana. Setelah Siwon meyakinkan mereka Kyuhyun akan baik-baik saja bersamanya.

Dan hari itu pun mereka lalui dengan kebahagiaan bersama keluarga besar Lee yang menghabiskan waktu libur mereka disana. Hyukjae yang sudah selesai mengurus keperluan Siwon untuk hari senin memutuskan untuk pulang ke Istana itu mencari makan.

Setelah makan siang acara mengulang pelajaran Suho dan Sulli pun selesai dengan Yoona ikut makan siang disana dan pamit kemudian saat guru Minho datang menggantikan. Bocah tampan itu belajar tanpa kendala bersama taemin yang ingin menemaninya walau sampai sore.

Bahkan Donghae dan Hyukjae tidak diizinkan pulang oleh putra mereka hanya karna ia ingin menemani hyungnya belajar dalam waktu yang lama itu. Sementara Minho belajar, Suho dan Sulli diizinkan bermain sebentar selanjutnya tidur siang menanti mereka.

Kyuhyun yang merasa lebih baik setelah meminum beberapa obat dan vitamin dari dokternya juga ikut bersama mereka, karena namja cantik itu tidak ingin berbaring sendiri dikamarnya.

Begitu malam menjelang, keluarga Lee kembali dihadapkan dengan acara makan malam yang meriah ala Choi saat Umma, Appa Choi dan Jiwon datang lagi bersama Appa Cho. Ryeowook yang bertugas mengatur semuanya juga ikut makan malam bersama mereka dan keluarga kecilnya.

Saat waktunya tiba semua keluarga memutuskan mengakhiri hari libur itu dengan kembali ke rumah mereka masing-masing dan beristirahat untuk memulai kegiatan mereka kembali esok harinya.

Dan begitu pagi menjelang, Siwon sudah rapi dengan setelan jasnya yang berwarna hitam dan terlihat lebih tampan dari biasanya sedang bercermin didepan lemari kacanya.

“Hyung~ mau kemana??” Tanya sebuah suara diatas tempat tidurnya.

“Morning my baby~” Jawab Siwon mendekati ranjang dan duduk disamping Kyuhyun. “Kita sudah membicarakannya semalam baby.”

“Tapi…”

“Hari ini kami ada pertemuan penting dengan salah satu rekan bisnis, Hyukkie hyung tidak bisa sendiri.”

“Biasanya dia selalu sendiri.” Jawab Kyuhyun dengan bibir yang dipoutkan.

“Kali ini hyung memang harus ada disana, hyung janji akan segera pulang begitu semuanya selesai.”

“Jinjja??”

“Jinjjanayo~ kapan hyung pernah ingkar janji??”

“Selalu.”

“Mwooo??”

“Aiish~ pergi sana~”

“I love you, baby. Hati-hati dirumah ne~”

“I love more~ anak-anak sekolah?”

“Mereka akan kesini untuk pamit, tidak usah kemana-mana. Istirahat disini sampai kesehatanmu membaik sepenuhnya, arra??”

“Hmm~”

“Baby~”

“Arraseo.”

“Mm~ I love you most, see you soon.” Ucap Siwon langsung mengecup kening huswifenya itu penuh sayang dan juga bibirnya sekilas.

Kemudian namja tampan itu pun segera melesat keluar pintu setelah memberi Kyuhyun senyuman manis penuh cinta yang bisa membuat pipi Kyuhyun merona tiba-tiba.

“Pabboya~” Gumam Kyuhyun kesenangan. “Tapi~ kenapa dia sangat tampan hari ini?” Tanyanya kemudian saat baru tersadar akan penampilan suaminya. “Siapa yang ingin menemuinya?”

Sepertinya radar tidak senang dan tidak nyaman mulai keluar dari kepala Kyuhyun satu persatu, berbagai pertanyaan muncul dikepalanya hanya karna penampilan suaminya yang sangat tampan itu.

“Apa kliennya itu yeoja??”

“Apa dia cantik?”

“Kenapa Siwonnie berdandan berlebihan hari ini?”

“Kenapa dia sangat ingin membantu hyukhyuk?”

“Siwonnie~ ada yang kau sembunyikan dariku, hmm??”

“Mommy~ jangan bicara sendiri.” Panggil Minho tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak dari lamunannya.

“Aiishh~ ahh, Mino, lihat daddy hari ini tampan sekali kan??” Tanya Kyuhyun dengan wajah polosnya membuat Minho memiringkan kepalanya dengan wajah lebih polos lagi.

“Aiishh~ lupakan!!”

“Daddy memang selalu tampan mommy~” Jawab Sulli dibelakang Minho.

“Kami pergi mommy~ hati-hati dirumah ne~” Ucap Suho langsung mendekat dan mengecup pipi mommynya.

Diikuti Minho dan Sulli yang melakukan hal yang sama kemudian segera pamit untuk berangkat sekolah bersama Yesung dan Kai yang sudah menunggu diluar.

“Dia tidak mengantar mereka?” Tanya Kyuhyun setelah ketiganya pergi dan meninggalkannya dalam kesunyian.

“Awas kau Siwonnie~ jangan macam-macam dibelakangku.”

“I watch you.”

TBC….

Bilang mau edit, editnya cuma setengah.

Bilang mau update, yang ada mati lampu..

Rencana update 3, dua pun tak jadi.

Aiiigooooooo~~ bunuh saiaaa!!!

Semalam usahain 2love update hari ini, tapi ternyata endingnya lebih panjang dari yang diperkirakan, terpaksa Vie tunda lagi..Mianhae ne^^

Semoga ini tidak membosankan.

See you soon^^

With Love.

BREAKING NEWS

From Vie…

HAI HALLO~ LOHAAA~ HAI-HAI MY LOVELY READERS!! PADA KEMANA? #lihatKiriKanan

MASIH BAIK-BAIK SAJA KAH?? Semoga selalu baik dan bahagia ne? tapi kalau ada yang sedih, tersenyumlah~ Vie disini…#plak. Jika ada yang sakit, Istirahatlah, jangan lupa makan, juga minum obat, jaga kesehatannya ne??

**

SELAMAT DATANG UNTUK READERS BARU YANG SUDAH MAU MEMBACA MY BABY DARI AWAL…SERIBU JEMPOL UNTUK KALIAN^^

WHAT A LONG-LONG -LONG STORY, Semoga tidak membosankan ne^^

Mmm,

Maaf seribu maaf, atas menghilangnya saia di gua, saia tersesat hingga tak tahu jalan pulang, #plak

tapi sekarang sudah kembali.

Kalian masih disini kan? Masih sama Vie kan?

Masih cinta Wonkyu kan?

Bahagia ne~ moment kemarin^^ kkk~~

Ok..deh tak banyak ngomong~ cuma mau bilang, My Baby udah siap, tapi perlu Vie edit sekali lagi, jadi bisa dipastikan akan segera update..besok??

Masih menunggu kan??

**

Neoreul saranghae~

Keutdo eobneun gidarimirado gwenchana~

kkk, lagi suka nyanyi~

^^

With love.

My FB : Vie Zurly

Twitter :  @Viezurly

Instagram : Wonviekyu

Ask.fm : @wonviekyu

**

 

Two Love One Heart 5

two love one heartTwo Love One Heart 5

Selamat malam My Lovely Readers…
Fanfic yang udah jamuran datang lagi…Anin maafkan unnieeee^^

Kalau chap sebelumnya lupa…ayoo silahkan baca dari pertama…ahahaha.
Mianhae ne^^
Sebelum MY BABY…Silahkan membaca…

**

Pagi menjelang disebuah apartement mewah yang dihuni oleh dua namja yang selalu dipenuhi dengan cinta. Mereka terlihat sangat damai tertidur dipelukan masing-masing dengan wajah yang sama-sama menyunggingkan senyuman bahagia.

Namun tiba-tiba suara dering salah satu iphone yang terletak dimeja nakas disamping ranjang berbunyi dengan nyaring hingga membuat salah satu dari mereka terjaga dan satunya lagi menggerutu kesal dalam tidurnya.

Salah satu namja yang bernama Choi Siwon itu langsung mengambil benda pengganggu itu dan melihat siapa yang sebenarnya mengganggu paginya yang nyaman.

“Kibum?” Gumamnya pelan.

Siwon langsung berpaling melihat namja cantik yang masih dalam selimutnya itu dan menyadari Cho Kyuhyunnya sudah tertidur kembali dengan tenang. Kemudian perlahan Siwon bangkit dari tidurnya dan menjauh dari ranjang untuk menerima panggilan itu.

“Ne, bummie??”

>Pulanglah, Hyungmu…<

“Oh!! Ne, aku akan segera kembali.”

>Cepatlah hyung…<

“Ne…sudah dulu, bye”

Siwon langsung memutuskan sambungannya setelah berbicara dalam bisikan agar Kyuhyun tidak mendengarnya.

Namun tanpa dia tahu bahwa namja cantik dibawah selimut itu sudah membuka matanya dan mencoba mendengarkan apa yang dibicarakannya itu.

Siwon bergegas ke kamar mandi membersihkan diri dan keluar beberapa menit kemudian terlihat sangat segar.

Tanpa berniat mengganggu Kyuhyun yang masih dibawah selimut Siwon langsung menuju ke dapur mereka untuk menyiapkan sarapan.

Tidak berapa lama Siwon berkutat dengan sarapan mereka Kyuhyun sudah berdiri dipintu dapur dengan wajah kusut dan rambut berantakan namun tetap menggemaskan.

“Heeey..ke kamar mandi dulu.” Ucap Siwon sengaja begitu melihatnya.

Namun Kyuhyun malah berjalan mendekatinya perlahan lalu tanpa kata-kata langsung memeluk Siwon sambil merebahkan kepalanya didada bidang yang hangat itu.

“Hooo?? Waeyo, hmm??” Tanya Siwon tidak mengerti.

Sekali lagi Kyuhyun tidak menjawabnya dan semakin mengeratkan pelukannya membuat Siwon meletakkan piring yang ada ditangannya dan membalas pelukan itu dengan lembutnya.

Tanpa aba-aba namja tampan itu melayangkan kecupan manis penuh sayang dikepala Kyuhyun yang membuat namja cantik itu memejamkan matanya menikmati sentuhan itu.

Setelah itu Kyuhyun pun melepas pelukannya dengan bibir yang dipoutkan lalu beranjak keluar dari sana meninggalkan Siwon yang hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan gemas.

Kemudian namja tampan itu pun kembali menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua sementara Kyuhyun membersihkan dirinya di kamar mandi.

Tak berapa lama kyuhyun sudah kembali dengan wajah datar dan sebuah Iphone ditangannya. Namja cantik itu langsung menghampiri siwon yang masih tidak menyadari kehadirannya.

“Kibum menelpon.”

Prang!!!!

Tiba-tiba saja gelas yang ada ditangan Siwon jatuh ke lantai dan berserakan kemana-mana sampai mengenai kakinya. Dan Kyuhyun hanya bisa mematung melihat kejadian yang tiba-tiba itu.

“A-apa??” Tanya Siwon masih tidak merasakan apa-apa.

“Ki-ki…Omooo!! Kau berdarah!! Siwonnie!! Kau berdarah!!!”

Kyuhyun langsung menghambur mendekati kekasihnya itu dan berlutut didepan namja tampan itu yang masih tidak sadar apa yang terjadi padanya.

“Siwonnie!! Sadarlah!!” Seru Kyuhyun sedikit kesal hingga membuat Siwon langsung melihatnya.

“Ohh, aku?? Ouuhh, perih Kyu!!”

“Pabbo!!” Gerutu Kyuhyun sambil memutar bola matanya dengan kesal.

Namja cantik itu dengan telaten membersihkan luka dipergelangan kaki siwon secara perlahan. Namun tiba-tiba saja gerakan tangannya terhenti karena Siwon menangkap tangan lentik itu dan menggenggamnya.

Siwon melihat tangan putih yang sangat cantik itu dengan jemarinya lentik, lalu ia pun mengalihkan tatapannya pada wajah Kyuhyun yang kini menatapnya dengan bingung. Siwon menatap mata wajah cantik dan mata bulat bak boneka itu dengan sangat dalam.

“Aku mencintaimu, Kyuhyun.” Ucap Siwon tanpa sadar namun dengan segenap perasaannya hingga membuat Kyuhyun membeku ditempatnya dengan jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya.

Bahkan kali ini terasa lebih berbeda dari biasanya saat mereka saling mengucapkan kata cinta. Ucapan Siwon kali ini menggetarkan seluruh indra dalam dirinya hingga membuatnya kehilangan kata-kata.

“Ahh, aku akan menghubungi Kibum sebentar.” Ucap Siwon lagi memecah keheningan yang dibuatnya.

Dan membuat Kyuhyun hampir saja mengeluh karena kehilangan kehangatan genggaman tangannya. Dalam hati Kyuhyun merasa ada yang berbeda dengan kekasihnya yang tidak diketahuinya.

Tapi Kyuhyun tidak bisa menjelaskan apa yang dirasakannya dengan kata-kata dan memutuskan untuk memendam keanehan itu seorang diri saja.

Dan tiba-tiba pikiran anehnya pun melayang jauh sekali saat ia melihat wajah Siwon yang sedang berbicara dengan Kibum berubah keruh dan penuh kekhawatiran.

“Ada apa?” Tanyanya setengah berbisik sambil mendekati dan memegang lengan namja tampan kekasihnya itu.

“Aku pergi sebentar.” Jawab Siwon cepat lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

Namja tampan itu meletakkan Hp-nya di meja karna harus mengambil coatnya yang ada dikamar tidur mereka. Namun saat keluar dari sana ia tahu Kyuhyun masih ingin menanyakan apa yang sedang terjadi.

“Sampai jumpa, baby.” Ucap Siwon buru-buru lalu segera keluar dari apartement mereka sebelum Kyuhyun sempat bertanya ataupun menjawab.

Namja tampan itu langsung menuju parkiran mobilnya dan masuk ke dalam lalu pergi dari sana dengan kecepatan diatas rata-rata. Siwon sudah tidak bisa memikirkan apa-apa lagi saat Kibum mengatakan keadaan hyung kesayangannya.

“H-hyung~” Gumam Siwon dengan berbagai perasaan khawatirnya.

Tapi tiba-tiba saja nama seseorang muncul dikepalanya dan seketika membuat senyum manis dibibirnya merekah mengingat segala hal yang ada pada Kyuhyun, namja cantik kekasihnya.

Selanjutnya Siwon melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sama cepatnya namun dengan perasaan yang lebih baik. Namja tampan itu ingin segera melihat hyungnya kembarannya.

Hingga dalam beberapa menit selanjutnya mobil Siwon sudah berada didepan pagar rumahnya yang selalu terlihat menyejukkan itu.

Begitu keluar dari mobil Siwon tergesa-gesa masuk ke dalam rumahnya dan mendapati ummanya sedang duduk diruang tengah menunggunya.

“Umma?” Panggilnya ragu.

“Siwonniee~~”

Wanita paruh baya itu langsung menhambur memeluk putra kembarnya satu lagi dan menangis didadanya. “Hyung-mu Siwonnie~”

“Apa yang terjadi??” Tanya Siwon tidak mengerti.

Saat itu juga dokter yang merawat hyungnya keluar dari kamar rawat Shiyuan dengan wajah yang sangat penuh beban.

“Dok…” Panggil Siwon.

“Dia ingin bertemu denganmu.” Dokter itu menjawab dengan senyumnya yang menenangkan.

Tanpa sadar Siwon dan Umma-nya sama-sama menghembuskan nafas lega dan ikut tersenyum pada dokter itu. Kemudian Siwon segera memasuki kamar hyugnya yang sudah menjadi ruangan suram yang persis seperti rumah sakit itu.

Namja tampan hyungnya itu masih tetap terbaring ditempat yang sama seperti beberapa hari yang lalu. Hanya saja wajahnya semakin terlihat pucat dan lingkaran hitam dimatanya semakin dalam.

Walau begitu Siwon masih bisa melihat garis ketampanan yang dimiliki hyungnya itu seperti yang dimilikinya.

“Aku lebih tampan darimu sekarang.” Ucap Siwon sengaja sambil medekati ranjang hyungnya perlahan.

Kata-katanya itu langsung saja membuat Shiyuan membuka matanya secara perlahan dan menyunggingkan senyuman manis karna pernyataan dongsaengnya itu.

“Si-won-nie” Panggil Shiyuan terdengar lemah.

“Hyung~” Siwon langsung mendekati ranjang putih itu dan duduk disampingnya lalu mengambil tangan lemah hyungnya itu ke dalam genggamannya.

“Ba-bagai-mana…Kyu-kyunie~?”

“Dia baik Hyung, hyung yang bagaimana??” Tanya Siwon khawatir.

“Se-pertinya…ti-tidak a-da hara-pan.”

“Jangan sembarangan, bukan hyung yang menentukan.

“T-tapi h-yung t-tau bila…”

“Jangan bicara!!”

“Si~w~onnie..” Panggil Shiyuan sekali lagi sambil mencoba menggenggam tangan dongsaengnya itu. “La-kukan se-suatu u-untukku.”

“Aku sudah melakukan banyak hal untukmu.” Siwon menatap tangan hyungnya tanpa eskpresi.

“I-ini un-tuk yang te-rakhir, h-hyung tidak a-akan me-minta lagi.”

“Aku bilang, jangan banyak bicara!!” Kesal Siwon akan kata terakhir.

“Jagalah Kyuhyun.”

“Mwo?”

“Ja-galah K-kyuhyun un-tuk selamanya.”

“Kenapa harus aku!! Kau akan menjaganya sendiri.”

“Ka-kau tahu, Siwonnie, ja-ngan menghindar.”

“Aku tidak tahu!! Jangan bicara sembarangan.

“Ja-jagalah dia untukku, a-ku tidak bisa menunaikan janjiku. To-tolong tepati janjiku yang tidak kesampaian Siwonnie~” Ucap Shiyuan dengan wajah memelas membuat wajah Siwon berubah sedikit lembut.

“Hyung~”

“A-aku tahu kau me-nyukainya, saeng.”

“Aku tidak!!!”

“A-ku tidak per-caya. Ti-dak akan ada yang ti-tidak ter-pesona de-dengannya.”

“Jadi maksudmu, kau tau ini akan terjadi??” Tanya Siwon tidak percaya.

“A-ku ha-nya menebak sa-ja.”

“Bagaimana dengan hati oranglain? Kau egois!!” Siwon beranjak dari ranjang hyungnya itu.

“Untuk terakhir kali, a-ku akan dimaaf-kan.”

“Shut up!!!”

“Ja-ngan menyangkal Siwon, kau mencintai-nya.”

“Aku punya Kibum!!!” Ucap Siwon langsung berdiri dan menatap hyungnya tajam.

“Tap-tapi kau mencintai Kyu-hyun.

“Aku tidak!!”

“Ja-jaa..ngan…” Ucapan Shiyuan semakin terputus kerana dadanya yang terasa sesak.

“Hyung!!!” Siwon langsung kembali mendekat dan menggenggam tangan yang sangat lemah itu.

“Ber-janji-lah Si-siwonnie~” Ucap Shiyuan kembali menggenggam tangan dongsaengnya.

“Hyung~”

“Berjanjilah kau akan menjaganya dan mencintainya sepenuh hatimu.”

“Ba-bagaimana dengan kibum??” Tanya Siwon tidak bisa menyangkal lagi.

“D-dia a-akan mengerti~”

“Kau egois!!”

“A-aku ta-hu.”

“Aku tidak bisa hyung~”

“Kau mencintainya kan?” Tanya Shiyuan menatap mata Siwon dalam dan dongsaengnya itu tidak bisa menjawab apa-apa.

“Kau~ tidak bisa menjawabnya.”

“Hyung~”

“Berjanjilah, ber~janjilah~.” Shiyuan menarik tangan Siwon dengan kuat.

“Aku berjanji.”

“Dhuk!!” Suara benda jatuh dibelakang mereka berdua membuat keduanya terperanjat.

Apalagi saat melihat pemilik benda yang merupakan Iphone 6 itu sedang berdiri menatap mereka dengan tatapan tidak percaya.

“Ki-kibum??” Ucap Siwon tidak percaya.

“Ka-kau serius?”

“A-apa maksudmu?”

“Kau serius mencintainya??”

“Tidak! Tunggu dulu.” Siwon langsung mendekati kekasihnya.

“Apanya yang tidak??”

“Ini untuk hyung, bummie, kau tahu itu.”

“Tapi ini sudah berlebihan, aku sudah tidak tahan, hyung.”

“Apa maksudmu??”

“Aku sudah tidak tahan dengan semuanya! Akhiri saja.”

“T-tidak!! Ja-jangan, jangan sakiti ba-bykyu~.” Ucap Shiyuan tidak terima.

Ia menatap kibum dengan pandangan memelas meminta pengertian Kibum hingga namja imut nan manis itu kehilangan kata-kata.

“Apa kalian tau?” Tanya Kibum sambil menatap dua kakak beradik itu dengan mata nanar. “Kalian menyakitiku”

Namja imut itu langsung keluar dari sana meninggalkan saudara kembar yang terpaku itu ditempat mereka. Tidak ada yang menyangka Kibum akan berhenti memainkan perannya sedikit lagi.

“A-apa kau tidak akan pernah memberitahukan Kyuhyun??” Tanya Siwon kemudian.

“T-tidak.”

“Bahkan sampai semuanya berakhir dan sudah terlambat??”

“Bahkan sampai aku pergi.”

“SHIT!!! KAU SIALAN, HYUNG!!!”

“Aku tahu.”

Sementara itu…

Kyuhyun yang ditinggalkan secara tiba-tiba oleh Siwon langsung terduduk di sofa dan menatap dengan pandangan kosong. Saat tiba-tiba tangannya meraba sesuatu disofa itu yang hampir saja didudukinya.

“Ahh, Siwonnie’s phone.” Gumam Kyuhyun pelan.

Tanpa segan namja cantik itu mengambil benda mati yang sudah beberapa kali dilihatnya itu namun tidak pernah ditelitinya. Dan kini ia sadar bahwa iphone Siwon sudah berubah, bukan seperti yang dia lihat saat di Taiwan.

“Sejak kapan dia ganti? Aku tidak pernah sadar.” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. “Tapi selama ini Siwon memang tidak pernah jauh dari benda ini.”

Setelah membolak-balik iphone itu sebentar akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk membukanya dan melihat-lihat isinya.

Dengan rasa penasaran yang tinggi akhirnya namja cantik itu membuka daerah privasi kekasih hatinya dalam benda itu, yaitu kotak masuk. Entah kenapa Kyuhyun ingin mengetahui apa ada yang salah dengan semuanya.

Ia jelas merasakan ada sesuatu yang lain yang terjadi diantara mereka mulai dari pertama kedatangannya kesini. Tapi, Kyuhyun tidak bisa menjabarkannya dengan kata-kata hingga semuanya mengalir begitu saja.

“Apa-apaan ini?!!” Tanyanya tiba-tiba saat melihat kotak masuk Siwon penuh dengan nama Kibum dengan panggilan kecil. “Bummie”

Kyuhyun langsung membuka dan membaca seluruh isi pesan singkat yang dikirimkan Kibum untuk kekasihnya. Menit berlalu kepala Kyuhyun pun semakin dipenuhi dengan berbagai pertanyaan.

Dan lama kelamaan Kyuhyun merasakan kepalanya mulai berdenyut dengan semua yang dibacanya. Entah kenapa hatinya terasa sesak saat menyadari hubungan Siwon dan Kibum bukanlah seperti yang mereka katakan.

“Dongsaeng tidak akan seperti ini pada hyungnya.” Ucap Kyuhyun sambil menggertakkan giginya.

“Mereka membohongiku. Dan lebih penting, Siwonnie…siwonnie selingkuh dariku.” Ucap Kyuhyun tidak percaya pada kata-katanya sendiri.

Tangan lentiknya kini menggenggam kuat baju bagian dadanya untuk menahan rasa sakit dihatinya dengan kenyataan yang baru diketahui kebenarannya.

“D-dia~ selingkuh” Gumamnya sekali lagi dan meletakkan hp itu dimeja didepannya.

Kyuhyun meremas jemarinya dengan gelisah memikirkan apa yang sebenarnya terjadi antara dia, Siwon dan Kibum. Namun tiba-tiba suara bel apartement kekasihnya itu membuat lamunannya berhenti ditengah jalan.

Dengan wajah grumpy Kyuhyun mendekati pintu untuk menerima tamu siapapun yang ingin mengunjunginya atau Siwon.

“Kibum??” Tanyanya heran saat melihat namja yang baru saja dipikirannya kini ada didepannya.

Ya…namja imut itu pergi dari rumah Siwon menuju apartementnya untuk bertemu dengan Kyuhyun. Kibum sudah sampai diambang batas kesabarannya selama ini, menunggu dan menerima semuanya dengan lapang dada.

Tapi yang diterimanya semua tidak menguntungkan baginya malah membuatnya seperti tidak berarti saja. Siwon terlalu mendalami perannya hingga melupakan segalanya bahkan cinta mereka berdua.

Bagaimanapun ia adalah kekasih Siwon sebenarnya yang juga ingin dicintai seperti cinta Shiyuan pada Kyuhyun yang begitu dalam.

Karena itulah hari ini ia akan mengakhiri semua permainan ini dengan menemui Kyuhyun, sebelum apa yang paling berharga untuknya menghilang dalam sekejap. Ini kesempatannya yang sangat tetap apalagi saat ini Siwon sedang ada dirumahnya sendiri.

“Kibum, ada apa?” Tanya Kyuhyun penuh selidik membuat Kibum kembali dari lamunannya.

“Eh,ohh..Kyu, mmm, ada yang ingin kubicarakan.”

“Mmm, apa itu? Siwon hyung tidak ada.”

“Aku ingin bicara denganmu.”

“Ohh, ayo masuk.” Kyuhyun membuka pintu depan itu dengan lebar tapi Kibum mencegahnya.

“Jangan disini, lebih baik diluar saja.” Ucap Kibum sedikit gugup membuat Kyuhyun menatapnya heran.

“Mmm, baiklah aku ganti baju dulu.”

Kyuhyun segera masuk ke kamarnya dengan tatapan Kibum menjurus padanya walau namja imut itu hanya berdiri dipintunya tanpa berniat masuk kedalam.

Kibum tidak ingin melihat apartement mereka yang penuh kenangannya bersama Siwon itu, walau kini sudah berbeda penampilannya semenjak Kyuhyun berada disana.

Tak berapa lama Kyuhyun keluar dengan T-shirt kerah V yang memperlihatkan sebagian dada putih dan leher jenjangnya yang sangat cantik. Jaket kulit hitam sebatas pinggangnya dengan jeans hitam yang melekat dikaki indahnya.

Kibum bisa melihat kesempurnaan yang dimiliki Kyuhyun sekaligus, cantik, imut dan sexy semua melekat pada dirinya. Tidak bisa diragukan jika Siwon bisa terikat pada Kyuhyun walau tidak lama bersamanya.

Kulit putih dengan mata bonekanya saja sudah bisa membuat semua orang berpaling melihatnya.

“Haaahhh~Siwonnie.” Gumam Kibum pasrah.

“Apa maksudnya?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba membuat Kibum terpaku.

“Ahh, ayo pergi, kita ke kafe di bawah saja.”

Kibum langsung berjalan mendahului Kyuhyun agar namja cantik itu tidak menanyakan apa-apa sebelum mereka sampai di kafe. Karena sebenarnya Kibum masih menyiapkan dirinya antara iya dan tidak untuk mengatakan semuanya.

Tapi saat kakinya melankah masuk ke kafe yang tidak jauh dari apartement Siwon, ia sudah memantapkan hatinya untuk menjelaskan cerita yang mereka buat sendiri itu.

Now or Never…

“Mau minum apa?” Tanya Kibum begitu mereka tiba di meja yang jauh dari pusat kafe itu.

Kibum sengaja mencari tempat aman dan terlihat sepi karena ia tidak ingin orang tidak penting mendengarkan cerita mereka.

“Bubble tea.” Jawab Kyuhyun cuek.

Namja imut itu segera memesan dua bubble tea untuk mereka lalu kembali duduk didepan Kyuhyun dan menatap wajah cantik putih didepannya itu dengan takjub.

“Apa kabarmu, Kyu?” Tanyanya memulai pembicaraan.

“Seperti yang kau lihat didepanmu.” Kyuhyun masih kesal dengan sms-sms yang suda dibacanya tadi.

“Selain cantik kau sangat kritis, eoh?”

“Apa maksudmu?”

“Jangan judes begitu Kyu, aku tahu kau sangat baik. Tapi kau juga harus tahu, aku tidak.”

“Hhuh??” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Shiyuan…”

“Kenapa dengan Siwon hyung??”

“Namanya Shiyuan kan? Kenapa kau memanggilnya Siwon hyung??” Tanya kibum mulai serius.

Kyuhyun hanya bisa mengernyit bingung karena ia sungguh tidak mengerti apa yang terjadi dengan Kibum dan kemana arah pembicaraan ini berjalan.

“Kenapa Kyu?” Ulang Kibum sekali lagi.

“Karna aku tidak suka pada nama chinanya.”

“Kenapa kau tidak suka? Siwon hyung itu nama namjachinguku.”

“Mwo??? Apa maksudmu??”

“Shiyuan yang bersamamu sekarang adalah orang yang berbeda.” Ucap Kibum cepat.

“Memang benar, dia seperti berubah menjadi orang lain.” Jawab Kyuhyun sambil mengingat tingkah kekasihnya belakangan ini.

“Dia memang orang lain Kyu, mengertilah.”

“Apa maksudmu? Apa yang harus kumengerti?? Dia Siwon hyungku, Shiyuanku!!”

“Dia bukan Shiyuan, dia Siwon hyung. Mereka berbeda, mereka bukan orang yang sama, Kyu.”

“Mereka berbeda? Apa maksudmu??Mereka itu siapa?” Tanya Kyuhyun dengan geram. Kibum terlalu membelitkan penjelasannya.

“Baiklah dengarkan aku. Shiyuan kekasihmu punya saudara kembar disini yang dipanggil Siwon. Apa kau tidak tahu?”

“Aku tahu dia punya dongsaeng.”

“Benar! Shiyuan itu namjachingumu dan dongsaengnya itu Siwon hyung, namjachinguku.” Ucap Kibum mantap tanpa ada keraguan sedikitpun dimatanya menatap dalam mata Kyuhyun.

“Siwon hyung yang bersamamu beberapa hari ini adalah Siwon hyungku, Kyu… namjachinguku. Adik kembar Shiyuan.”

“Jadi kalian bukan selingkuh??”

“Bukan!! Darimana pikiranmu itu!!!”

“Aku melihat sms kalian.”

“Aku sms Siwon hyung, namjachinguku. Bukan kekasihmu.”

“Aku…” Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa.

“Shiyuan meminta Siwon hyung menggantikannya menjagamu selama ini karena dia sendiri tidak bisa berada disampingmu untuk sementara.”

“Shiyuanmu mengidak penyakit leukimia staium 4, stadium terakhir kyu, kau tidak tahu apa-apa kan? Sekarang aku mengatakannya padamu.”

“Dia sekarang terbaring ditempat tidur menerima kemoterapi untuk memperlambat sel pembunuh itu merenggut nyawanya. Karena tidak ingin kau terluka dan bersedih dia meminta adik kembarnya menggantikan posisinya sementara sampai dia sembuh nanti.”

“Tapi apa kau tau stadium 4 itu tidak ada harapan lagi? Dia menyembunyikan semuanya darimu, dari kami semua. Hanya karna tidak ingin kau terluka, Kyu. Tapi yang kau rasakan sekarang bukan hanya terluka kan?”

“Katakan padaku? Apa yang kau rasakan? Apa kau mengerti sekarang? Apa kau juga mengerti apa yang kurasakan, Kyu??” Tanya Kibum akhirnya baru melihat dengan jelas keberadaan Kyuhyun.

Wajah cantik itu mengeras tanpa ekspresi, matanya yang bersinar kini terlihat redup dan menatapnya dengan pandangan kosong. Seolah tidak percaya pada semua yang didengarnya secara tiba-tiba itu.

“Kau boleh menganggapku egois dengan mengatakan semua ini, tapi aku hanya tidak ingin kehilangan cintaku, Kyu. Aku hanya mencintainya.” Setetes airmata Kibum mengalir indah disudut matanya.

Namun cepat-cepat namja itu menghapusnya karena tidak ingin orang lain melihatnya menangis sebagai seorang namja. Walau namja juga manusia yang punya hati, tetap saja namja tidak boleh terlihat lemah.

Tapi untuk cinta, sekeras apapun hati manusia tetap akan luruh juga jika itu sudah menyangkut perasaan.

Kyuhyun melihat dengan jelas airmata yang mengalir dipipi Kibum dan tidak bisa melakukan apa-apa karena saat ini dadanya jauh lebih menyesakkan dari yang dirasakan oleh Kibum.

“Tinggalkan Siwon, Kyu. Dia tidak mungkin bersamamu, dia kekasihku. Jangan mengambilnya karna aku tidak bisa tanpanya.”

Ucapan Kibum seolah seperti petir yang menghancurkan harapan indah Kyuhyun bersama kekasihnya, Siwon hyung.

Dengan perasaan tidak menentu dan kepala yang dipenuhi semua penjelasan Kibum, Kyuhyun berdiri dan meninggalkan Kibum tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya. Bahkan saat Kibum memanggilnya lagi Kyuhyun hanya berpaling melihatnya sekilas lalu menghilang dibalik pintu kaca didepannya itu.

Kibum bisa melihat berbagai perasaan terpancar dimata Kyuhyun walau yang lebih besar itu kekecewaan dan terluka terdapat dimata bulat cantik itu.

“Maafkan aku, Kyunnie.” Ucap Kibum kembali duduk dikursinya dan melihat gelas Kyuhyun yang belum pun disentuh namja cantik itu.

***

Setelah pembicaraannya dengan Kibum di kafe itu Kyuhyun kembali bersikap seperti biasanya saat Siwon kembali dan memeluknya. Ia masih berharap semua itu hanya karangan Kibum saja.

Tapi saat mengingat kesedihan yang terpancar dimata Kibum saat mengatakan semuanya membuat hati Kyuhyun terasa diiris dengan pisau yang sangat tajam hingga rasa sakitnya tidak ada.

Bagaimana Kyuhyun tidak menyadari perubahan dan perbedaan dari kekasihnya bahkan saat pertama kali mereka berjumpa dibandara hari itu. Kerinduannya yang tidak bisa dibendung membuatnya melupakan segalanya.

Yang diinginkannya hanya kembali dalam pelukan hangat Siwon hyungnya itu hingga mengabaikan apapun hal kecil yang menjelaskan perbedaan Shiyuan kekasihnya dan Siwon yang kini bersamanya.

“Baby…” Panggil Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak.

Saat ini mereka berada diruang tenagh menonto acara TV yang terasa membosankan bagi Kyuhyun hingga dia larut dalam lamunannya sendiri.

“Baby…kau kenapa?” Tanya Siwon penasaran.

“Ahh, aku tidak apa-apa, sebentar.” Kyuhyun langsung berdiri dan lepas dari pelukan Siwon.

Lalu namja cantik itu bergegas ke dapur mereka untuk mengambil minuman agar Siwon tidak bertanya lebih lanjut. Dari arah dapur Kyuhyun bisa melihat Siwon kembali melihat layar datar didepannya dengan wajah bosan.

“Tidak ada yang membedakan mereka.” Gumam Kyuhyun tanpa sadar.

“Kapan kau akan mengatakannya padaku?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. “Apa sampai aku sudah jatuh terlalu dalam?”

“Kumohon berhentilah…”

“Berhenti apa baby??” Tanya Siwon tiba-tiba sudah berdiri didepannya.

“Mwo?? I-Itu…Aku…mmm..” Kyuhyun tidak tahu harus menjawab apa.

“Kau kenapa, hmm??” Tanya Siwon sekali lagi sambil mendekati dan memeluknya dari belakang membuat Kyuhyun memejamkan matanya meresapi pelukan hangat itu.

Namun saat kenyataan menghampirinya tiba-tiba tanpa sadar Kyuhyun langsung melepaskan dirinya dengan cepat dan membuat Siwon semakin penasaran dengan sikap anehnya.

Siwon ingin menanyakan apa yang terjadi pada Kyuhyun namun namja cantik itu langsung menghindar dan keluar dari dapur mereka. Saat Siwon ingin menyusulnya tiba-tiba Iphone canggihnya berbunyi tanda panggilan masuk.

“Umma…?” Tanya Siwon begitu menerima panggilan itu.

>Tidak ada harapan lagi, cepatlah kemari< Ucapan umma Choi itu membuat Siwon membeku ditempatnya selama beberapa detik.

Namun detik selanjutnya namja tampan itu langsung melesat keluar tanpa sempat berpamitan pada Kyuhyun. Hingga namja cantik itu terperanjat di kamarnya mendengar pintu depan mereka ditutup dengan kuat.

“Ada apa Siwonnie??” Tanya Kyuhyun sambil keluar dari kamar.

Namun hanya kesunyian yang menjawab pertanyaannya itu dan kepala pintarnya pun langsung berputar menggabungkan segala ingatannya yang ada.

“Apa ada yang terjadi dengan…” tanpa menyelesaikan pemikirannya Kyuhyun langsung mencari nomor handphone Kibum yang ada dibuku telpon.

Dia ingin mengetahui apa yang terjadi lewat namja imut itu, karena Siwon belum juga memberitahukannya yang sebenarnya terjadi. Dan Kyuhyun akan melihatnya sendiri hari itu juga.

Setelah mendapat nomornya Kyuhyun langsung mengirim pesan singkat yang berisi pertanyaan dimana alamat rumah Shiyuan dan Siwon. Kyuhyun ingin segera mengakhiri semua permainan yang tidak indah itu.

Tak berapa lama Iphonenya pun berbunyi tanda pesan masuk kesana dan langsung dibuka Kyuhyun. Lalu segera mungkin Kyuhyun keluar dari apartement itu setelah mengambil jaket dan topinya kemudian pergi darisana.

**

Sementara itu di kediaman Choi…

Begitu sampai dirumahnya Siwon langsung melesat berlari ke dalam rumahnya dan menuju kamar rawat hyungngya lalu duduk di kursi yang diduduki ummanya sebelum dia datang.

“Hyung!! Tunggu dulu, jangan tinggalkan aku!! Jangan tinggalkan Kyuhyun.” Pinta Siwon begitu melihat hyungnya sudah tidak punya tenaga lagi, bahkan untuk berbicara sudah susah.

“Ti-tidak Si-wonnie~ a-aku…ti-tinggalkan ber-bersa-ma-mu…”

“Hyung!!!”

“Ja-galah dia, Si-wonnie~ ci-cintai di-dia me-lebihi d-dirimu~”

“….” Siwon hanya menatap hyungnya dengan tatapan terluka dan kesedihannya.

“Ber-janjilah!”

“Tidak!! Aku akan memanggilnya!! Hyung!!”

“T-tidak pe-perlu.”

“Ta-tapi…”

“Kyu-nnie~” Panggil Shiyuan dengan senyum terbaiknya sambil melihat kearah pintu.

Detik itu juga jantung Siwon seperti jatuh kelantai dan diinjak seketika.

“K-Kyuhyun?” Tanyanya tidak percaya.

Kyuhyun hanya menatap Siwon tajam dengan berbagai perasaannya, namun segera mendekat saat tangan kekasihnya yang sebenarnya bergerak memanggilnya.

Secepat kilat Siwon bergerak kesamping memberi ruang Kyuhyun untuk mendekati kekasihnya itu. Jantung Siwon berdetak lebih cepat dari biasanya saat Kyuhyun semakin mendekati ranjang hyungnya.

Tidak jauh berbeda dengan Kyuhyun yang kembali melihat kekasihnya setelah semua yang terjadi tanpa diketahui olehnya. Dadanya berdetak dengan kencang mengikuti setiap langkahnya tiba didekat ranjang itu.

Yang pertama kali Kyuhyun lihat adalah wajah tampan kekasihnya yang semakin pucat dan tirus karena penyakitnya. Namun yang lebih membuat Kyuhyun tidak berdaya adalah senyuman manis yang menenangkan terdapat dibibir Shiyuan untuknya.

“Ke-kenapa membohongiku?” Tanya Kyuhyun pertama kali.

“De-demi ke-kebahagiaanmu, Kyu-nnie.”

“Lalu bahagiamu??”

“Sa-at me-melihat se-senyummu.”

“Egois!!”

“Un-tukmu~”

“Siwon hyung~” Panggil Kyuhyun akhirnya dengan airmata dipipinya.

Saat itu tangan Siwon reflek tergerak untuk mendekati namja cantik itu karena panggilan Kyuhyun yang biasanya ditunjukkan untuknya. Tapi karna Kyuhyun memang bukan memanggilnya membuat Siwon menggenggam tangannya sendiri untuk menahan perasaannya.

“Jangan pergi…” Bisik Kyuhyun sambil menggenggam tangan Shiyuan untuknya.

“Te-ter-senyumlah~ Kyu-nnie…” Ucap Shiyuan saat melihat Kyuhyun yang menundukkan wajahnya.

Ia tahu kekasih manisnya sudah tidak bisa menahannya lagi hingga airmata namja cantik itu keluar dengan sendirinya.

“Jangan tinggalkan aku hyung~” Ucap Kyuhyun tidak peduli. “Aku tidak punya siapa-siapa lagi, kenapa kau juga pergi? Kau sudah berjanji pada umma untuk menjagamu, bagaimana itu? Kau mau melanggarnya??”

“Ky-kyunie~”

“Aku harus bagaimana?” Tanya Kyuhyun dengan wajah basah dan tatapan sedihnya. “Aku akan sendirian, hyung~ hiks…aku akan sendirian~”

Shiyuan tidak tahu harus menjawab apa sementara Siwon sangat ingin memeluk namja cantik yang terlihat sangat rapuh itu. Tapi kata-kata hyungnya kemudian membuatnya seketika membeku ditempatnya.

“K-kyunnie~ Siwonnie ak-akan menja-gamu…di-dia sus-sudah berja-nji…ja-jadi..ak-aku mo-hon…ter-ter-senyum-lah.”

Kyuhyun langsung kehilangan kata-kata mendengar penuturan kekasih yang dicintainya itu. Dia menyerahkannya pada oranglain untuk dijaga dan dicintai, memangnya dia sebuah sepatu kaca? Yang harus dijaga agar tidak retak.

“Please Kyunnie~ biarkan dia pergi.” Bisik seseorang mendekati Kyuhyun dan membelai punggungnya membuat Kyuhyun langsung menatap orang itu.

“Dokter bilang kita memang menahannya dengan kemoterapi, tapi kita hanya menyakiti tubuhnya setiap itu dilakukan. Shiyuan juga ingin semuanya dihentikan karena dia sudah menerima semuanya, jadi biarkan dia pergi dengan senyummu, umma mohon~” Lanjut wanita itu lagi dengan airmata dipipinya.

Melihat wajah sedih wanita anggun yang sebaya dengan ummanya jika masih ada itu membuat hati Kyuhyun luruh dan semakin sakit. Bagaimana dia bisa melakukannya?

Melepaskan orang yang mencintaimu selama ini dengan senyuman kebahagiaan? Apa aku sudah gila?’ pikir Kyuhyun sendiri. Tapi saat tangannya diremas dengan perlahan membuat Kyuhyun kembali menatap namjachingunya yang tersenyum menenangkan.

Tidak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun lagi saat melihat senyum itu hingga perlahan tapi pasti senyuman manis terukir dari bibir peachnya yang basah. Walau airmatanya semakin jatuh dipipinya tapi Kyuhyun bisa memberikan senyum terbaiknya sebagai permintaan terakhir kekasihnya.

“Hyung~” Panggilnya setengah berbisik saat namja tampan itu menutup matanya.

Dan pertahanan Kyuhyun pun berakhir saat Siwon memastikan bahwa hyungnya menutup mata pergi untuk selamanya meninggalkan mereka semua. Siwon menggigit bibir bawahnya menahan isakan yang ingin keluar karena tangisannya untuk Hyungnya tercinta.

Sementara Umma Choi langsung memeluk Kyuhyun yang tubuhnya bergetar menahan perasaannya. Dan tangisan pilunya pun terdengar saat pelukan hangat umma Choi menyelimutinya.

Kyuhyun menangis karena cintanya sudah berakhir, ia menangis karena satu-satunya orang yang selama ini selalu bersamanya sudah meninggalkannya. Kyuhyun menangis karna setelah ini ia akan sendirian karena cintanya, yang dicintainya sudah meninggalkannya untuk selamanya.

Dan Kyuhyun menangis karena menyadari tidak ada sedikitpun luka atau kesedihan yang diberikan Shiyuan untuknya karna kepergiannya itu.

“Aku sendiri umma~”

“Umma ada disini.” Umma Choi langsung membawa Kyuhyun keluar dari kamar itu.

Ia membawa mantan calon menantunya itu kekamarnya dan menidurkan namja cantik yang terdiam itu diranjangnya. Setelah menyelimutinya dan melihat Kyuhyun masih memejamkan matanya ia pun segera keluar untuk mengurus segala sesuatunya.

Kyuhyun yang memang ingin menyendiri dan memikirkan semuanya langsung meringkuk semakin dalam pada selimut tebal yang hangat itu. Bahkan ia tidak mengikuti prosesi pemakaman namjachingunya dan melihatnya untuk terakhir kali.

Kyuhyun tidak sanggup beranjak dari tempat tidur itu walau hanya untuk duduk sekalipun. Karena kepalanya yang sangat berat terasa seperti mau pecah saja setelah tangisannya tadi.

“Baby…” Panggil seseorang tiba-tiba masuk ke kamar itu membuat Kyuhyun langsung membuka matanya.

Sekejap mata Kyuhyun bangun dan duduk dengan badan yang menegang. Karena saat ini Siwon bukan orang yang paling ingin ditemuinya. Kyuhyun masih tidak bisa melihat wajah namja yang sudah mengisi harinya beberapa hari terakhir itu.

“Baby…?” Panggil Siwon sekali lagi.

“Itu memang bukan panggilan darinya.” Jawab Kyuhyun datar dan menatap Siwon.

“Mianhae.” Jawab Siwon dengan wajah sedihnya.

“Kenapa kau lakukan itu?”

“Aku menyayangi hyungku.”

“Dan mengabaikan hatiku?”

“Bukan itu!”

“Lalu apa?? Kau mempermainkanku selama ini!! Terlebih hatiku! Hatiku yang mengira kau namjachinguku.”

“Aku hanya ingin membantu.”

“Bantuanmu menyakiti semua orang.”

“Baby…”

“Jangan memanggilku seperti itu!!!” Ucap Kyuhyun sambil berdiri dengan kasar hingga membuat tubuhnya terhuyung.

Dan itu membuat Siwon secepat kilat mendekatinya namun tangan Kyuhyun yang terangkat menghentikan langkahnya seketika.

“Jangan mendekat.”

“Aku tidak berbohong, baby…semua yang kukatakan dan kurasakan padamu adalah benar dari hatiku. Berkembang tanpa kusadari dan tanpa bisa kucegah, percayalah.”

“……”

“Babykyu~”

“JANGAN MEMANGGILKU SEPERTI ITU, CHOI SIWON!!” Teriak Kyuhyun dengan geram. “Apa kau tidak memikirkan perasaan kibum? Kibum, kekasihmu…yang sebenarnya.” Ucap Kyuhyun sambil menggertakkan giginya dengan kuat.

“Aku…”

“Cukup!!” Bantah Kyuhyun cepat. “Semuanya sudah berakhir. Aku tidak mau dengar apa-apa lagi.” Ucap Kyuhyun lagi sambil beranjak dari tempat tidur itu.

“Kau mau kemana?”

“Bukan urusanmu!!!” Bantah Kyuhyun sambil membuka pintu kamar umma choi.

“Tapi aku sudah berjanji, aku akan menjagamu Kyuhyun!!” Teriak Siwon tiba-tiba kesal membuat Kyuhyun berhenti disana.

“Kau tau…sebaiknya kau lupakan semuanya.” Ucap Kyuhyun dengan nada dingin. “Dan lupakan janjimu itu, selamat tinggal.”

Kyuhyun menutup pintu itu dengan cepat lalu segera keluar dari sana dengan setengah berlari agar tidak ada yang mengejarnya atau menghentikan langkah tujuannya kali ini.

Siwon yang masih terdiam ditempatnya tidak menyadari Kyuhyun sudah menjauh dari rumah itu, dari mereka dan tidak akan pernah kembali. Ia terlalu terpaku pada nada dingin yang keluar dari mulut Kyuhyun yang baru pertama kali didengarnya.

Beberapa menit kemudian dengan perasaan yang terasa menghilang setengahnya Siwon berjalan perlahan keluar dari kamar ummanya menuju kamarnya sendiri dan menyendiri disana.

**

Lebih dari satu jam kemudian umma Choi akhirnya mendobrak paksa pintu kamar anaknya yang mengurung diri tanpa menghiraukan panggilannya yang sudah berpuluh kali.

“Apa yang kau lakukan disini?” Dimana Kyuhyun?” Tanya umma Choi tanpa basa-basi.

“Umma…” Panggil Siwon dengan suara seraknya.

“Dimana Kyuhyun? Umma baru kembali dari para tamu dan dia tidak ada dikamar umma? Dia pergi kemana, Siwonnie??”

“Dia pergi umma”

“Kemana? Dia tidak punya siapa-siapa disini!!”

“Aku tidak tahu.”

“Itu bukan jawaban yang tepat, cepat cari Kyuhyun!! Sekarang!!” Ucap Umma Choi tegas sambil membanting pintu itu dengan keras.

Dia merasa bertanggung jawab atas Kyuhyun setelah anaknya pergi, apalagi saat mengingat tangisan Kyuhyun yang mengatakan bahwa dia sendirian sekarang ini. Dan janji Siwon pada hyungnya itu pasti akan dibantu umma Choi untuk menepatinya.

Setelah kepergian ummanya Siwon segera bangkit dari duduk menyendirinya disamping tempat tidur. Kemudian segera membersihkan dirinya di kamar mandi, sebelum akhirnya keluar dari kamarnya untuk mencari Kyuhyun.

Tujuan pertama Siwon sudah jelas didepan matanya yaitu apartement mereka. Dengan kecepatan diatas rata-rata Siwon melajukan mobilnya agar segera sampai disana.

Dalam hatinya berharap bahwa Kyuhyun benar ada disana karena memang tidak ada tempat lagi yang dituju namja cantik itu di Korea. Kyuhyun tidak punya siapa-siapa disini ataupun di China selain Shiyuan, kekasihnya.

“Tunggu dulu, baby~” Gumam Siwon tanpa sadar, seolah dia tahu Kyuhyun akan pergi meninggalkan semuanya.

Dalam perjalanannya debaran jantung Siwon tidak pernah berhenti atau berdetak lebih lambat seperti biasanya. Tapi debaran itu setara dengan kecepatan mobilnya yang sangat terburu-buru.

Bahkan begitu sampai didepan apartementnya Siwon harus berhenti dan menetapkan jantungnya untuk melambat sedikit saja. Dia sampai tidak bisa bernafas karena detaknya yang tidak beraturan dan terburu-buru itu.

Tanpa menunggu lebih lama akhirnya Siwon memasuki apartementnya bersama Kibum, atau bersama Kyuhyun itu dan mendapati suasana yang begitu sunyi disana.

Tidak ada tanda-tanda keberadaan seseorang dalam waktu lama disana bisa terlihat dari lampu yang sudah dimatikan. Hanya semilir angin yang memasuki ruangan itu dan melambaikan tirai-tirai jendela disana.

Dengan perlahan Siwon mengitari rumah kecilnya itu sampai ke semua ruangan dan akhirnya berhenti didepan pintu kamar tidurnya yang tertutup rapat. Sebelah hatinya berharap Kyuhyun ada disana sedang menenangkan dirinya seperti yang dia lakukan.

Namun sayang, begitu pintu itu terbuka lebar tidak ada siapapun disana, bahkan tanda-tanda keberadaan seseorang sebelum itu pun tidak terlihat. Kamarnya terlihat rapi dan teratur seperti saat pertama kali dia merubah kamar itu menjadi kamarnya dan Kyuhyun.

“Baby~” Panggil Siwon sambil memasuki ruangan itu perlahan.

Sekali lagi hanya semilir angin yang menjawab panggilannya dan menjawab kejelasan bahwa tidak ada siapapun lagi disana. Semua tidak ada lagi, barang-barang kecil Kyuhyun yang ada dimeja nakas mereka sudah tidak ada lagi.

Tapi mata sedih Siwon menangkap secarik kertas terletak diatas meja itu dan dijepit dengan jam weker yang ada disana. Kenyataan yang tidak ingin diterima Siwon kini terlihat jelas didepan matanya.

“Dia pergi.”

**

End.

Sampai Jumpa di MY BABY^^

With Love.

Seven Princes Garden 24

SPG COVER

Selamat malam…apa kabar semuanya^^

Sebelumnya Happy 9th Anniversary ELF..

Semoga selalu bisa mendampingi Super Junior selamanya.

Kalian The best Fandom yang pernah Vie tau, walau didalamnya penuh berbagai rasa.

Happy Anniversary^^

Mianhae Bukan yang kalian harapkan ne^^ kalian tau kan kalau Vie nulis angst pasti sedikit lama…makanya My baby masih Vie edit dan edit ulang.

Jadi sabar dulu ne^^ baca ini dulu.

Vie note : Yang belum bilang tanggal dan bulan ultahnya manaaa?? Vie tunggu lho!!

From Vie..
**
Setelah acara pernikahan yang sangat pribadi itu digelar di hotel mewah milik Choi Corp untuk putra pertama dari keluarga Choi itu. Mereka dikejutkan dengan kehadiran umma choi yang tiba-tiba padahal selama ini ia tidak pernah menampakkan wujudnya didepan mereka.

Mrs. Choi tiba-tiba datang dan membawa kabur mempelai anaknya untuk berjalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama hingga Siwon kelabakan.

Namun namja tampan itu langsung menyusul keduanya setelah mendapat panggilan dari ummanya dan Kyuhyun bisa dengan mudah mengusirnya hanya karena tiba-tiba ia ingin menemani Umma choi lebih lama.

Tapi perkataan umma Choi yang tidak bisa dijaga membuat Siwon segera menarik Kyuhyun pergi dari sana dengan tawa umma cantiknya mengiringi kepergiannya.

“Umma akan mengajarimu cara memuaskannya diatas…”

“Umma!!!”

“Aahahahahahaha”

Siwon segera membawa kembali Kyuhyun ke tempat acara pernikahan mereka karena semua orang masih menunggu disana. Apalagi Siwon ingin memastikan apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk mereka berdua.

“Mereka akan tinggal dirumah kami.” Ucap Appa Choi menegaskan.

“Appa!!” Protes Siwon.

“Kenapa? Bukankah itu yang diinginkan Kyuhyun??” Tanya appa Choi sambil melihat menantunya.

Kyuhyun langsung mengangguk sambil tersenyum manis lalu menghampiri appa Choi dan memeluk pinggangnya dari samping. Semua yang disana hanya bisa menatap namja imut nan manis itu dengan mata melebar.

“Kyu~ kenapa suka ahjussi-ahjussi??” Tanya Eunhae dengan wajah polos mereka.

“Dia appaku!” Bantah Kyuhyun dengan death glarenya.

“Dia akan kerumah kami, Ohohoho~” Ucap umma Choi tanpa basa-basi lalu menarik tangan menantu pertamanya itu dan segera pergi darisana.

“Umma~!!!”

“Yeobo~”

“Ms. Choi~”

Umma choi tidak mendengar berbagai bentuk protes yang terdengar dibelakangnya karna dia sudah masuk kedalam mobil pengantin yang sudah disiapkan disana untuk Kyuhyun dan Siwon.

“Bukannya itu untukmu dan Kyu?” Tanya Heechul dengan wajah datarnya.

“Aku tidak mengerti.” Siwon kehilangan kata-katanya.

Apalagi saat limosine putih berhias pita itu sudah meluncur bebas pergi darisana tanpa menunggunya.

“Yaaa..ayo dinikmati kembali pestanya.” Ucap Appa Choi menghilangkan ketegangan yang kembali terjadi itu.

Siwon hanya bisa menghela nafas lelah sambil menganggukkan kepalanya meminta maaf pada Umma dan Appa Kyuhyun. Mereka berdua hanya menyunggingkan senyuman menenangkan sebagai balasannya agar Siwon merasa lebih baik dengan tindakan kedua orangtuanya yang sangat aneh.

Dan pesta itu kembali berlangsung dengan meriahnya walau tanpa ada lagi kedua pengantinnya disana karena Siwon memilih segera kembali ke rumahnya untuk melihat Kyuhyun. Ia tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi jika huswife polosnya berada lama-lama ditangan ummanya.

***

Dan kemudian sebelum malam menjelang dihari itu, Kyuhyun sudah diantarkan Siwon kembali kerumah orangtuanya yang jauhnya hanya 10 menit jalan kaki saja. Walau Kyuhyun menolak dengan berbagai cara tapi Siwon tetap bisa memenangkannya.

Karena itulah saat ini mereka berdua terlihat sedang berjalan kaki menuju rumah Kyuhyun yang terdapat di awal pintu masuk Resident mewah Valemorin itu.

“Hyung~ kenapa kau tidak menginginkanku?” Tanya Kyuhyun dengan bibirnya yang dimajukan beberapa centi.

“Bukan tidak ingin Kyu, kita masih sekolah kan tidak mungkin kita tinggal bersama.”

“Tapi kita kan sudah menikah!! Orang menikah kan tinggal bersama, hyung!!!”

“Mmm, benar baby. Tapi tetap saja kita tidak boleh bersama.”

“Kau…”

“Ne?” Siwon baru sadar Kyuhyun sudah berhenti dan tertinggal dibelakangnya.

“Waeyo, hm??” Tanya Siwon berpaling melihatnya.

“Kau…sebenarnya tidak mau menikah kan hyung?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba sambil menundukkan wajahnya.

“Mwo??” Mata Siwon melebar tidak percaya.

“Kau tidak mau kan? Aku yang memaksa kan? Padahal…bilang saja kau tidak mau denganku, hyung! bilang saja kau tidak mau sama anak kecil, bilang smmmm…”

Tiba-tiba saja Siwon sudah berada sangat dekat dengan Kyuhyun dengan bibir yang menempel pada bibirnya dengan lembut hingga membuat matanya terbelalak tidak percaya.

Siwon mengecup bibirnya dengan lembut dan perlahan sambil menarik pinggang ramping huswife imutnya itu semakin mendekat padanya.

Seiring detik berlalu ciuman manis itu pun berubah semakin dalam dan menggairahkan sampai Siwon merasa tidak ingin menghentikannya. Bibir Kyuhyun terlalu manis untuk segera dilepaskan hingga ia semakin membuat ciuman mereka terasa lebih intens.

Sedangkan Kyuhyun yang untuk kedua kalinya dicium seperti itu hanya bisa menerima dengan hati yang hampir meledak keluar dan mata yang terpejam karena malunya.

Tangan lentiknya yang ada didada siwon sudah menggenggam erat coat hitam suaminya itu untuk menahan kakinya yang sudah tidak bisa bertahan.

“Ss-mmmh..” Kyuhyun kehabisan tenaga.

Detik itu juga Siwon menyadari apa yang sudah dilakukannya hingga matanya terbuka lebar. Dan secara perlahan ia pun melepaskan ciuman dalamnya menjadi kecupan kecupan kecil hingga hanya bibir dan hidung mereka saja yang bersentuhan.

“M-mianhae..” Bisik Siwon pelan membuat Kyuhyun memejamkan matanya.

“Kalau kita tinggal bersama, aku tidak yakin bisa menahan perasaanku lebih dari ini, baby.”

“Jangan ditahan, aku ingin mengetahuinya.” Ucap Kyuhyun sambil menatap mata Siwon dalam.

“Aku mungkin akan melakukan hal lebih dari ini.”

“Tidak apa-apa.” Kyuhyun tidak sadar pipinya sudah sepenuhnya memerah karna kata-katanya itu.

“Benar tidak apa-apa?”

“Tidak, kita kan sudah menikah.”

“Memang kau tau apa yang akan kulakukan?”

“Menemaniku bermain game, memelukku, menciumku dan…dan…dan…mmm…”

“Dan apa??”

“Mmmm~” Kyuhyun langsung menarik Siwon dan berbisik pada telinganya. “Dan ti-ti-ti-tidur denganku”

“Ahahahahahaha…itu saja? Tidur saja? Benarkah?”

“Memang apa lagi??”

“Hhhhahhhhh..ayo masuk, kita sudah sampai.”

“Hyung!!!”

“Masuk baby, sampai jumpa besok pagi, hyung akan menjemputmu.” Ucap Siwon dengan senyumnya lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“I love you, My beautiful wifu” Ucap Siwon yakin membuat wajah Kyuhyun merona dengan hebatnya.

“I love you too, my…my…my handsome hu-hubby” Balas Kyuhyun dengan penuh perjuangan hingga Siwon langsung menariknya kepelukan dan memeluknya dengan erat.

“Dari mana kata-kata itu??” Tanya Siwon penasaran.

“Ryeowookie, Chullie hyung.”

“Apa mereka mengajarkan yang bukan-bukan??” Tanya Siwon dengan wajah siap meledak.

“Tidak, mereka bilang aku harus memanggilmu itu~ tapi…”

“Tidak apa-apa, baby…seperti biasanya saja, jangan terlalu mendengarkan mereka, arrachi??”

Kyuhyun langsung mengganggukkan kepalanya dengan cepat dan memeluk Siwon dengan eratnya.

“Ya sudah, ayo masuk…” Ucap Siwon lagi tanpa melepaskan pelukannya.

Kyuhyun juga tidak melepas atau menyuruh Siwon untuk melepaskannya karena ia sekarang sedang menikmati hangatnya berada dalam pelukan suaminya dengan bersandar dibahu Siwon dan wajah tersembunyi dileher namja tampan suaminya itu.

“Mmm, will miss you.” Bisik Siwon pelan dan melepaskan pelukannya dengan berat hati. “Selamat malam, baby.”

“Selamat malam Siwonnie.” Kyuhyun langsung mengecup cepat bibir Siwon dan berlari masuk kehalaman rumahnya tanpa sempat Siwon mengatakan apa-apa.

Namun kemudian senyum manis terukir dibibir Siwon sambil kembali berjalan pulang ke rumahnya yang terdapat diujung resident itu. Namun ternyata baru Siwon sadari bahwa saat ini disetiap pintu pagar rumah yang ada disana berdiri para Hyungnya yang sedang menatapnya dengan berbagai ekspresi.

Tanpa menghiraukan tatapan jahil mereka Siwon segera kembali ke rumahnya dengan pipi yang sepenuhnya merona sampai ketelinganya hingga membuatnya mengumpat dengan kesal. Apalagi tawa cekikikan hyung-hyungnya terdengar sangat jelas saat ia berjalan melewati mereka semua.

“Mereka memang tidak punya kerjaan.”

_
_

Malam pun semakin berlalu dengan sendirinya meninggalkan Siwon yang kesepian ditengah kamar dan ranjangnya yang besar. Walau sebenarnya Siwon tidak ingin memasuki kamar yang sudah disulap Umma Choi itu.

Tapi itulah kamar satu-satunya yang tidak dikunci dengan berbagai gembok oleh Umma Choi untuk menghindarinya masuk ke kamar lain jika seandainya Kyuhyun tidur bersamanya.

Saat ini ranjang besar putihnya yang polos dipenuhi dengan helaian mawar merah yang sudah ditabur disana. Siwon tidak bisa membantah apa-apa saat kamar biasanya menjadi kamar pengantin baru yang sangat indah.

“Untung saja Umma sudah kembali, jika tidak aku harus menahan diriku sepanjang malam kalau sampai Kyuhyun ada disini.” Gumam Siwon sendirian sambil masuk dalam selimut besarnya dan memejamkan mata.

Ya…umma Choi sudah kembali ke New York setelah memastikan bahwa Kyuhyun akan tidur dikamar Siwon yang sudah dibuatnya dengan suka cita. Padahal yang terjadi Siwon lebih bisa meyakinkan Kyuhyun yang memang sangat percaya padanya untuk pulang ke rumahnya sendiri.

Dengan berbagai hal ada dalam pikirannya Siwon pun akhirnya tertidur dengan hati yang berbunga-bunga karena memikirkan namja manis dan imut yang sangat dicintainya itu sudah menjadi miliknya untuk selamanya.

Namun ternyata saat mimpi indah mulai merasukinya, Siwon bisa mendengar sayup-sayup suara pintu diketuk dengan pelan dari luar. Namja tampan itu yakin tidak ada yang mengetuk jendela kamarnya yang berada dilantai 2 rumahnya.

“Kenapa ada pengganggu malam-malam begini?” Tanya Siwon sambil mengusir rasa kantuknya yang sangat mendera.

“Appa mau apa?”

Namja tampan itu memikirkan apa yang diinginkan Appanya ditengah malam begini sehingga mengganggunya seperti yang selalu dilakukan appanya itu untuk keperluan bisnis. Namun begitu pintu kamarnya terbuka dengan lebar, kata-kata Siwon langsung tercekat ditenggerokan.

“Ky-kyu-hyun???” Tanya Siwon tidak percaya.

Didepan pintunya kini berdiri Kyuhyun dengan wajah polos rambut berantakan memakai piyama biru dan sandal tidur yang menggemaskan. Sebelah tangannya memeluk guling birunya dan sebelah lagi menggengam PSPnya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun menyadarkan Siwon kembali.

“Ke-kenapa ada disini??”

“Aku tidak bisa tidur.”

“Siapa yang mengiz…”

“Appa yang buka pintu.” Siwon kembali terpaku.

“Dirumahmu, baby..”

“Aku keluar sendiri.”

“Mwooo??”

“Aku ngantuk hyung, ayo tidur~” Kyuhyun langsung masuk ke dalam tanpa permisi.

“Tadi kau bilang…”

“Aku tidak bisa tidur dirumah.”

“Baby!”

“Aku ingin disini, hyung.” Kyuhyun memelas.

‘Tundukkan kepalamu lalu pasang wajah memelas, detik itu juga dunia akan jadi milikmu.’ Kyuhyun mengingat nasehat cantik dari hyungnya yang cantik.

Dan detik itu juga Siwon kembali menutup pintu kamarnya dan menghela nafas lelah membuat Kyuhyun langsung berpaling dan melihatnya.

“Boleh hyung??” Tanyanya dengan wajah polos.

“Ne…ayo tidur.” Siwon langsung berjalan mendahului Kyuhyun ke ranjangnya dan kembali masuk ke dalam selimutnya.

“Aku tidur dimana?”

“Kau mau di sofa?” Tanya Siwon datar membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Kemarilah.”

Namja imut itu langsung mendekati Siwon tanpa ragu dan sedikit berjengit melihat ranjang putih itu masih dipenuhi dengan helaian mawar.

“Hyung~”

“Umma yang membuatnya, kau tidak suka?”

“Bukan..kenapa banyak sekali mawarnya?”

“Apa kau lupa kita sudah menikah?” Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya.

“Ini kamar untuk pengantin, Kyu. Seharusnya kita memang tidur disini, bersama.” Jelas Siwon dengan sabarnya.

Namun yang dilakukan Kyuhyun malah berbalik dan mengitari ranjang itu ke sebelah kiri Siwon lalu segera masuk ke dalam selimutnya bersama guling yang dibawanya.

“Ehee..gudnite, hyung.” Ucap namja imut itu tanpa basa-basi lalu memejamkan matanya.

Siwon kembali kehilangan kata-kata namun hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian ikut tidur disana dengan jarak yang sangat jelas ditengah mereka.

Namja tampan itu tidak lupa membenarkan letak selimut pada sisi Kyuhyun sebelum akhirnya memejamkan matanya dengan berbagai kata-kata yang tidak bisa diungkapkannya.

Namun setelah beberapa menit kemudian Siwon langsung membuka matanya yang memang tidak bisa dipejamkan sedari tadi, saat sesuatu mengetuk-ngetuk bahunya dari belakang karena ia tidur dengan membelakangi huswife manisnya disana.

“Kenapa, Kyu??” Tanya Siwon tanpa berpaling melihat Kyuhyun.

“Jangan membelakangiku, hyung.”

“Hyung, mau tidur.”

“Kau marah padaku??”

“Tidak!!”

“Lalu kenapa?? Hiks~” Dalam sekejap Siwon berpaling menghadap Kyuhyun dan meneliti wajahnya untuk melihat airmata karena isakan tadi.

“Jangan membelakangiku, aku tidak bisa tidur~ hyung.”

“Oh tuhan~” Gumam Siwon sambil meraup wajahnya dengan kencang membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. “Kemarilah…” Panggilnya kemudian sambil merentangkan tangannya ditengah-tengah mereka.

Sedikit ragu Kyuhyun menatap wajah Siwon lalu melihat lengannya untuk beberapa detik. Kemudian tanpa ragu lagi Kyuhyun mendekat perlahan hingga paling dekat dengan bahu dan lengan Siwon menjadi bantalnya.

Siwon tidak menyangka Kyuhyun akan mendekat sampai tidak ada jarak hingga membuatnya membeku tidak bergerak. Dan saat tangan Kyuhyun perlahan melingkar dipinggangnya Siwon tahu Kyuhyun tidak memikirkan apa-apa selain kehangatan dan kenyamanan darinya.

“Gudnite, Siwonnie hyung.” Bisik Kyuhyun semakin menyusupkan wajahnya dileher Siwon dan segera memejamkan matanya dengan senyum manis merekah dibibirnya.

‘Selamatkan aku sampai besok pagi, Tuhan.’ Pikir Siwon dalam hati. “Gudnite, baby.” Ucapnya pada Kyuhyun dan ikut memejamkan matanya dengan debaran jantung yang berpacu dengan cepatnya.

Entah sampai kapan Siwon baru bisa terlelap dengan nyaman hingga saat ia sadar pagi sudah kembali menjelang mengganti tugas malam yang sudah berakhir.

**

Siwon membuka matanya dengan perlahan dan merasakan kehangatan lebih menyelimuti tubuhnya selain dari selimutnya yang tebal. Iya, Siwon memeluk Kyuhyun dengan eratnya hingga namja manis itu tersembunyi dengan hangat dalam pelukannya.

Sepertinya tangan Siwon punya pikirannya sendiri kerana semalam ia dengan sengaja menegaskan tangannya untuk tidak bergerak sedikitpun dari sampingnya agar ia tidak berbuat hal yang tidak diinginkannya pada Kyuhyun. Tapi ternyata lengan kekarnya malah mendekap Kyuhyun semalam hingga membuatnya merasa nyaman dan nyenyak.

“Aku tidak memakannya, syukurlah.” Gumam Siwon tanpa sadar.

“Aku tidak bisa dimakan, hyung~” Jawab Kyuhyun dengan wajah masih tersembunyi leher Siwon.

“Apa kau merona, baby?” Tanya Siwon sengaja.

“Ish!!”Kyuhyun langsung berpaling dan melepaskan diri dari pelukan suaminya itu.

“Ahahaha…apa kau tidur nyenyak, hmm?” Siwon kembali menarik pinggang Kyuhyun dan memeluknya dari belakang.

“Ne~ aku tidur nyenyak. Kalau hyung??”

“Sepertinya iya karna hyung tidak memakanmu.” Canda Siwon sambil memeluk Kyuhyun dengan erat dan meletakkan dagunya pada bahu Kyuhyun.

“Kau tidak bisa memakanku, hyung~ aku manusia bukan jangmyeon.

“Kau lebih enak dari itu, baby~”

“Hyung!!!!!”

Dalam sekejap Siwon sudah berada diatas Kyuhyun sambil menopang badan dengan kedua sikunya agar Kyuhyun tidak terjepit. Kyuhyun yang dikira akan tertindih itu malah memejamkan matanya dengan sangat erat.

“So beautiful.” Ucap Siwon pelan membuat Kyuhyun langsung membuka matanya kembali.

Dan ternyata gerakan itu salah besar karena wajah Siwon kini berada sangat dekat dengan wajahnya bahkan hidung mereka sampai bersentuhan. Bisa dirasakan Kyuhyun debaran jantung Siwon berpacu dengan hebatnya.

Begitu pula dengan debarannya sendiri yang tidak terbiasa menatap Siwon langsung kematanya seperti ini. Namun entah mengapa Kyuhyun malah tersenyum dengan manisnya menatap mata Siwon yang penuh cinta untuknya itu.

“I love you, Siwonnie.”

Detik selanjutnya bibir Siwon sudah menempel pada bibir peachnya dan membawanya ke dalam ciuman cinta yang lembut dan penuh perasaan. Walau tidak tahu lebih dari itu, Kyuhyun tahu dari ciuman itu bahwa Siwon sangat mencintainya lebih dari yang bisa dikatakannya.

“Aku tidak bisa, baby.” Gumam Siwon setelah melepas tautan bibir mereka. “Aku tidak bisa menahannya lagi.” Siwon kembali mengecup bibir peach itu lalu beralih pada leher putih nan lembut milik Kyuhyun.

Hingga namja manis itu mengangkat kepalanya memberi Siwon ruangan lebih dan kembali merasakan sensasi yang luar biasa yang baru pertama kali dirasakannya. Namun gerakan dan kecupan-kecupan lembut yang diberikan Siwon membuatnya merasa nyaman dan sangat dicintai.

“A-apa yang tidak bisa hyung?? Apa yang terjadi??”

“Aku akan mengambil milikku, baby.”

“M-milikmu…”

“Ne~ Milikku.”

Tbc…

Ahahahahahahaha~

Ahh, mianhae bukan My Baby…
Tapi, ada pipit kecil bilang pada Vie, setelah yang sedih-sedih harus dapat yang manis-manis..
Jadi, semoga ini manis ne? karna setelah ini kita akan bersedih bersama lagi di My Baby..kkk~ (kalo benar dapat feelnya) ohohoho.

Sekali lagi..Happy Anniversary Elf..Kalian yang terindah yang dimiliki Super Junior. Semoga terus ada sampai selamanya ne^^

With Love.