When The Love Is Growing 4

SPG COVER

Seven Princes Garden

Sequel 4

**

Ya ampuuuun~semingguan Vie mikir kenapa ff ini jalannya lambaaat, tidak mungkin update cuma 4ribu w, harus bagamana lagiii~tapi entah kenapa akhirnya tanpa diduga 7ribu words sampai jugaaaa.

Jangan tanyakan apa didalamnya, I don’t know n I don’t care, ahahahaha.

Tapi bacalah nee~ sebelum masalah-nya tiba…kkkk~

**

Seoul Hospital.

Terlihat dua namja tampan yang sedang berjalan terburu-buru memasuki loby rumah sakit dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran. Dua namja yang dikenal sebagai pemilik senior high school yang sangat terkenal di Seoul itu, KangIn dan Leeteuk.

Mereka berdua juga diketahui sebagai orangtua dari namja imut nan cantik bernama Choi Kyuhyun yang sudah menikah dan dikabarkan baru saja masuk ke rumah sakit itu karena muntah-muntah setelah memakan beberapa suap makanan di salah satu restorant china milik hyungnya.

“Dimana pasien yang bernama Choi Kyuhyun?” Tanya KangIn pada resepsionis yang ada disana.

“Tunggu sebentar.” Jawab yeoja cantik yang bertugas dimeja itu. “Dilantai dua kamar 203.” Ucapnya kemudian.

Seketika leeteuk berlari menghambur menuju lift rumah sakit bahkan tidak menunggu suaminya yang segera mengejar langkahnya yang begitu cepat itu. Sampai disana mereka segera mencari nomor kamar 203 yang tidaklah sulit karena didepan ruangan itu sudah berdiri beberapa namja yang mereka kenal.

“Siwon…” Panggil Leeteuk.

“Umma…” Siwon melihat mertuanya itu dengan wajah memelas diikuiti hyung Kyuhyun yang lain menganggukkan kepala mereka dengan sopan.

“Apa yang terjadi?”

“Gangguan pencernaan Umma, asam lambungnya kambuh.”

“Mwoo? Kenapa?”

“Mungkin karna makannya sering telat beberapa hari ini, dia belajar buat ujian masuk umma, mianhae.” Jawab Siwon dengan wajah sedih.

“Aigoo~ dia sudah pintar masih belajar seperti itu.”

“Dia tidak mendengarkanmu atau kau tidak menjaganya, Siwon?” Tanya KangIn membuat Siwon kehilangan kata-kata.

“Appa…”

“Yeobo! Kau tahu Kyunnie keras kepala, tidak mungkin Siwon tidak menjaganya.”

“Aku selalu menjaganya, appa~ tapi saat aku tidak bersamanya dia pasti mengabaikan semuanya.”

“Arraseo.” Ucap KangIn akhirnya.

“Siwonnie~ Kyunnie memanggilmu.” Ucap Ryeowook tiba-tiba dan melihat umma dan appa Kyuhyun. “Umma, appa.” Sapa Ryeowook.

“Ayo umma, appa…” Ajak Siwon dengan sopan.

Leeteuk dan KangIn menepuk pelan bahu Ryeowook dengan senyum menenangkan diwajah mereka membuat Ryeowook juga ikut tersenyum senang. Selanjutnya mereka berdua segera masuk dalam ruangan besar bernuansa biru itu dan menemukan ranjang dengan selimut putih disudutnya.

Siwon keluar sebelumnya karena menunggu orangtua Kyuhyun saat namja imut huswifenya itu tertidur dan Ryeowook yang menemaninya. Sejak dibawa kesana Kyuhyun memang sudah tidak sadarkan diri dan tertidur dengan obat yang diberikan dokternya.

“Apa dia sudah baik-baik saja?” Tanya KangIn dengan kening berkerut.

“Sudah appa, dokter bilang biarkan infusnya habis dan tenaganya kembali baru diizinkan pulang.” Ucap Siwon sambil mendekati Kyuhyun yang melihat kearah jendela. “Hey~” Panggil namja tampan itu.

Barulah Kyuhyun berpaling dan mendapati Siwon dengan senyum manisnya dan orangtuanya dengan wajah khawatir mereka. Mau tidak mau Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dan melihat suaminya dengan wajah memelas membuat Siwon tertawa kecil.

“Mereka harus tahu, baby.” Ucap Siwon mengerti tatapan itu.

“Apa? Dia tidak mau kami tahu? Mana boleh begitu!?!? Kenapa kau lakukan ini?” Leeteuk menatap putra kesayangannya itu tajam.

“Umma~” Pout Kyuhyun tidak terima.

“Tidak ada umma.”

“Appa~ jangan salahkan Siwonnie.”

“Mwoo??” KangIn menatap putranya itu tidak percaya.

“Aku tahu appa pasti menyalahkan Siwonnie.”

“Memang benar.” Jawab KangIn dengan wajah datarnya.

“Andwaaee!!” Seru Kyuhyun sambil menarik tangan Siwon dan memeluknya.

“Aigooo~” Leeteuk hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Bagaimana perasaanmu, hm?” Tanyanya kemudian.

“Baik umma, aku tidak apa-apa.”

“Umma kira kau hamil, baby~ begitu cepatnya.”

“MWOOO!??!?!” Mata Kyuhyun hampir keluar dari sarangnya begitu juga Siwon yang kehilangan kata-kata sesaat.

“Umma, jangan begitu.” Ucap Siwon akhirnya.

“Ya sudah, umma kembali ke sekolah, nanti umma kembali lagi.”

“Tidak apa umma, ada Siwonnie.”

“Lihat? Dia tidak perlu orangtuanya lagi.” Ucap KangIn dengan smirk yang tersembunyi.

“Appa~” Kening Kyuhyun berkerut.

“Kalian pasti sibuk disana, jangan khawatir.” Ucap Siwon kemudian.

“Baiklah, kami pergi dulu.” Ucap Leeteuk mengecup kening Kyuhyun dengan lembut.

KangIn juga melakukan hal yang sama membuat kedua pipi Kyuhyun merona dan bibir yang mengerucut karena merasa masih diperlakukan seperti anak kecil. Setelah mereka keluar pout itu masih tetap ada disana sampai membuat kening Siwon berkerut.

“Waeyo?”

“Kenapa keluar?” Tanya Kyuhyun.

“Hyung menunggu mereka, baby~”

“Disini juga bisa kan?”

“Aigoo~” Namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepala dan akhirnya ikut berbaring diranjang itu dan membawa huswife cantiknya itu dalam pelukan yang hangat. “Kenapa kau tidak mendengarkanku, hm?”

“Maksudnya?”

“Hyung menjagamu dengan sangat baik, tapi apa yang terjadi sekarang?”

“Ahh, aku hanya tidak ingin membuang waktu, hyung.”

“Makan itu tidak membuang waktu, tapi untuk kesehatanmu.”

“Tapi aku benar-benar ingin bisa diterima disana, bersamamu.”

“…..” Siwon tidak bisa membantah lagi.

“Aku ingin bersamamu, mianhae.”

“Sssst~ gwenchana, lain kali dengarkan hyung.”

“Mmm~” Gumam Kyuhyun sambil membenamkan wajahnya dalam dada Siwon.

Dan untuk beberapa menit kemudian mereka hanya diam menikmati keheningan dalam kehangatan mereka masing-masing sampai ketukan dipintu membuat Siwon membuka matanya dan menyuruh masuk siapapun yang ingin melihat Kyuhyun.

“Siwon…” Heechul masuk bersama hyung-hyungnya yang lain.

“Kami harus pulang nanti kami akan kembali.” Ucap Yesung dan diiyakan yang lainnya.

“Gwenchana hyung, pulanglah~ aku akan menjaga Kyuhyunnie.”

“Kalau ada apa-apa kabari kami.” Ucap Donghae.

“Ne, hati-hati hyung.”

“Magnae manja kami pulang dulu.” Ucap Heechul membuat Kyuhyun langsung berpaling melihatnya.

“Hyung!!”

“Wae?” Tanya Heechul tajam.

“Aku mau nasi goreng hankyung hyung.”

“Mwo!??! Minta suami-mu pergi kesana.”

“Andwaeyo!! Siwonnie tidak boleh pergi, hankyung hyung tidak datang, jadi…”

“Kau ingin semua hyung menjengukmu, begitu?” Tanya Ryeowook sangat mengerti.

Kyuhyun hanya menyunggingkan senyuman polos nan menggemaskan membuat semua namja tampan itu kehilangan kata-kata. Tanpa bisa membantah lagi akhirnya mereka semua meninggalkan rumah sakit dengan hati lega karena Kyuhyun baik-baik saja.

“Sampai kapan aku disini hyung?” Tanya Kyuhyun kemudian sambil melihat tetesan cairan infus yang masuk kedalam tubuhnya.

“Kalau tenagamu kembali, besok kita pulang.”

“Janji?”

“Yaksokhae~”

“Aku ngantuk, boleh tidur lagi?”

“Tentu saja boleh, my heart~” Ucap Siwon mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“Kau tidak akan pergi?”

“Hyung akan menemanimu disini.”

Dengan ucapan Siwon itu Kyuhyun pun memejamkan matanya dan semakin menyusupkan wajahnya pada leher Siwon dan tertidur disana. Tidak butuh waktu lama untuk namja cantik itu menuju alam mimpi dalam pelukan hangat suaminya itu hingga beberapa menit kemudian nafasnya kembali berhembus dengan tenang membuat Siwon tersenyum senang.

_

_

Keesokan harinya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun baru saja membuka matanya.

“Nee~” Jawab Siwon yang sudah rapi dan terlihat duduk dikursi disamping ranjang.

“Jam berapa?”

“Jam 09.07”

“Mwoo??”

“Tidurmu begitu pulas, semoga tenagamu sudah kembali, hm?”

“Mmm~” Gumam Kyuhyun sambil mencoba untuk duduk.

Dengan cepat Siwon membuatnya bersandar dikepala tempat tidur setelah meletakkan bantal sebagai penyangga punggung-nya.

“Aku merasa baikan.”

“Kau yakin?”

“Ne, aku ingin segera ke kampus.”

“Kalau begitu tinggallah sebentar lagi, setelah itu kita akan segera pulang dan kau kembali sehat baby.”

“Ta-tapi…”

“Jika tidak, hyung akan menahanmu di rumah sehari lagi.”

“Andwae!!”

“Soo~”

“Arraseo~” Kyuhyun tidak bisa membantah jika dia harus bertahan dirumah sehari lagi.

Dengan itu mereka pun menghabiskan waktu ditempat tidur dengan cairan infus Kyuhyun yang sudah diganti sampai kedua orang tua Kyuhyun kembali dan memberi nilai 100 untuk Siwon karena berhasil menahan Kyuhyun menghabiskan infus 1 botol lagi, seperti yang dikatakan dokter sebelumnya.

“Sekarang ayo sarapan dulu.” Ucap Siwon sambil membawa nampan berisi sarapan pagi dirumah sakit itu.

“Tidak ada yang lebih baik?” Tanya Kyuhyun begitu melihat bubur dan susu putih itu.

“Tidak untuk sekarang.”

“Hyung~” Bibir Kyuhyun mengerucut tidak terima.

“Ne~ baby~” Jawab Siwon tidak peduli.

“Ugh!!”

Tanpa bisa membantah Kyuhyun membuka mulutnya dan menerima suapan bubur itu dengan senyum manis Siwon sebagai pemanisnya. Dengan berbagai paksaan yang dilakukan Siwon akhirnya bubur itu pun habis tidak bersisa yang membuat Kyuhyun begitu kekenyangan.

Beberapa jam kemudian umma dan appa Kyuhyun pun tiba untuk menjenguk kesayangan mereka namun Kyuhyun segera mengusir keduanya karena mereka harus berada disekolah. Walau bagaimanapun Leeteuk memaksa untuk tinggal, Kyuhyun tetap mengatakan dia punya Siwon yang akan menjaganya.

“Dia terlalu mencintaimu, Siwonnie.” Ucap Leeteuk dengan wajah datarnya.

“Aku juga begitu, umma.”

“Tapi dia melupakan kami.”

“Tidak mungkin anak melupakan ibunya, umma.” Senyum Siwon menenangkannya.

“Dia benar yeobo~ sejak Kyunnie menikah semuanya menjadi tanggung jawab Siwon, kita hanya bisa mengamati dari dekat saja.”

“Arraseo~ kajja~”

“Jaga dia Siwon.” Ucap KangIn kemudian segera pergi darisana bersama huswifenya.

Tidak berapa lama kepergian mereka, beberapa hyung pun datang menjenguk kembali sesuai janji mereka kemarin. Kyuhyun langsung tersenyum bahagia melihat kedatangan mereka apalagi Heechul yang entah kenapa menjadi lebih dekat padanya.

Sejak ajaran-ajaran sesatnya yang menjadi lurus bagi Kyuhyun, namja imut nan menggemaskan itu seperti mencari-cari hyung-nya itu. Padahal bila dilihat hubungan mereka sejak pertama kali, Heechul hampir saja menjadi penghalang dan mengambil Siwon darinya.

Tapi dasarnya Heechul memang namja cantik yang baik hati dan sedikit banyak usil itu hingga akhirnya mereka menjadi dekat tanpa alasan.

“Hyung~ ayo bertanding denganku.” Ajak Kyuhyun begitu melihat hyung cantiknya masuk kedalam.

“Ini nasi goreng hannie-ku, dia tidak bisa datang.”

“Hankyung hyung pasti sibuk di café.”

“Karena itu aku tidak bisa lama-lama, ayo sekali tanding!!” Ucap Heechul langsung mengambil psp Kyuhyun dan bermain dengannya.

Hyung-hyung yang lain hanya menggelengkan kepala mereka kemudian langsung larut dalam obrolan mereka bersama di Sofa rumah sakit itu.

“Aku kira dia hamil, Siwonnie.” Bisik Donghae yang membuat mata Siwon langsung melebar.

“Jangan begitu hyung, tidak mungkin.” Bantah Siwon.

“Siapa tahu saja kan?” Hyukjae juga tidak mau kalah.

 “Jaman sekarang tidak ada yang tidak mungkin.” Ucap Yesung dengan wajah datarnya membuat mereka semua menatapnya. “Wae?”

“Dia namja hyung, jangan macam-macam, kalau pun iya, apa yang akan terjadi pada Kyunnie?”

“Sudah-sudah~ jangan pikirkan hal itu, sekarang dia baik-baik saja kan?” Ryeowook mencoba menengahi mereka.

“Ne, Wookie~ dia memang sudah boleh pulang.”

“Apa dia bisa ke kampus?”

“Itu yang diinginkannya.”

“Kalau begitu tidak ada yang perlu dikhawatirkan yang penting dia baik-baik saja kan?”

“Dokter mengatakan tidak perlu cemas, setelah istirahat dia boleh pulang.”

“Kalau begitu kami pulang dulu, kita ketemu di rumah, aku akan membantu menyiapkan keperluan Kyunnie.”

“Gomawo Ryeowookie~”

“Nee~ kajja hyung~” Ryeowook langsung menarik namjachingu-nya keluar darisana.

Begitu pula Donghae yang mendekati Kyuhyun lebih dulu dan berpamitan pada namja imut yang larut dalam gamenya bersama Heechul. “Kami pulang dulu, ne~ sampai jumpa di rumah.”

“Hoo~ nee~ gomawo sudah datang hyung~”

“Nee~”

“Aku juga ikut~” Ucap Heechul kemudian. “Kau main sendiri, magnae!!”

“Yah hyung!!”

“Hankyung sendirian, aku harus pulang.”

“Gwenchana hyung, kami juga akan segera pulang.” Ucap Siwon sambil menepuk-nepuk kepala Kyuhyun yang tidak terima ditinggal.

“Annyeong~” Ucap Heechul lalu melesat keluar ruangan itu.

Tinggallah Kyuhyun yang mengerucutkan bibirnya namun Siwon langsung mengecup bibir imut nan menggemaskan itu dengan cepat. Kemudian ikut naik keranjang itu dan berbaring lebih dulu disana membuat Kyuhyun langsung merebahkan dirinya dalam pelukan hangat itu.

Tanpa perlu dikatakan Kyuhyun menyusupkan wajahnya dalam ceruk leher Siwon dan membenamkan wajahnya disana.

“Hyung~” Panggilnya kemudian.

“Nee?”

“Hamil itu apa?”

“Mwooo??” Siwon tidak percaya Kyuhyun akan menanyakan itu padanya.

“Kenapa hyung bilang aku hamil?”

“Mmm, itu~ mmm~” ‘Kalian pabooo~’ Kutuk Siwon dalam hatinya.

“Hyung!!!” Panggil Kyuhyun lagi.

“N-ne?”

“Kenapa? Memangnya aku hamil? Lalu hamil itu apa?”

‘Oh my god~ dia benar-benar tidak tahu apa-apa?’ Tanya Siwon pada dirinya sendiri. ‘Umma~ apa yang kalian ajarkan pada babykyu?” Tanya Siwon lagi.

Sungguh ia tidak mengerti seberapa jauh kepolosan huswife imutnya itu dalam menjalani kehidupan yang tidak polos ini? Bagaimana hari-hari yang dilalui Kyuhyun selama ini sampai tidak mengetahui hal yang seperti itu.

Siwon paboo!!

Bukankah selama ini dia hidup dalam duniamu? Kau sendiri yang menjaganya agar tidak terlibat dan mengetahui apa yang tidak boleh diketahuinya. Bukankah dirinya juga yang menjaga kepolosan itu sampai tiba waktunya nanti?

“Baby…” Panggil Siwon setelah beberapa saat.

“Ne?”

“Namja dan Yeoja menikah lalu berhubungan kemudian si yeoja akan hamil atau mengandung dan akhirnya mereka punya baby.” Jelas Siwon seringkas dan sejelas-jelasnya.

“Hanya yeoja?” Tanya Kyuhyun.

“Ne?”

“Yang hamil yeoja saja?”

“Nee~ setiap yeoja itu istimewa dengan kelebihan itu, mereka bisa mengandung, melahirkan dan menjadi umma.”

“Seperti umma-ku yang di surga?”

“Nee~ seperti umma yang sudah melahirkanmu kedunia ini dan menjadi milikku, gomapseumnida eomma~” Ucap Siwon sungguh-sungguh membuat Kyuhyun langsung menatapnya.

“Terima kasih sudah membawamu ke dunia ini dan menjadi milikku, terima kasih umma.” Ulang Siwon sekali lagi.

Langsung saja Kyuhyun membenamkan wajah didadanya dan memeluknya dengan erat membuat Siwon kehilangan kata-kata karna pelukan yang keras dan tiba-tiba itu. “Saranghae Siwonnie.”

“Nado saranghae, my baby~”

“Berarti hanya yeoja saja ne~ namja tidak akan bisa.”

“Nee~ tidak bisa.”

“Hmm~” Gumam Kyuhyun sambil menyamankan tidurnya didalam pelukan hangat itu.

Siwon hanya bisa terdiam dan mencerna dengan baik penjelasannya tadi apakah benar atau salah agar Kyuhyun tidak keliru dalam menerima pengetahuan yang baru. Dalam kepala Siwon tekankan, mulai saat ini ia akan mengajarkan semua yang perlu diketahui Kyuhyun agar bisa bertahan didunia yang penuh dengan segala macam ini.

Jika tidak, namja imut dan polos itu akan hancur dengan sendirinya.

**

Setelah menghabiskan infusnya yang kedua Kyuhyun benar-benar meminta pulang secepatnya membuat Siwon tidak bisa menahannya lagi lebih lama. Dengan izin dokternya Siwon pun membawa Kyuhyun kembali ke rumah yang sudah ditunggu semua hyung disana dengan berbagai hidangan sudah tersedia dimeja makan rumah Siwon.

Hankyung sengaja membawa makanan dari café-nya karena sebelumnya Kyuhyun tidak sempat memakan semua makanannya karena sakit yang tiba-tiba. Dengan wajah berbinar Kyuhyun langsung menyantap makanan itu bersama para hyungnya yang sangat senang melihatnya sehat kembali.

“Jika dia tidak sakit, kita tidak bisa makan gratis, ne?” Ucap Hyukjae dengan wajah polosnya.

“Heechul hyung akan menyuruhmu untuk membayar semuanya.”

“Begitulah~”

Dan mereka pun menghabiskan waktu bersama disana sambil bercanda ria dan tertawa bersama bahkan sampai malam pun menjelang. Mereka yang rumahnya hanya dengan jalan kaki, langsung keluar dari rumah Siwon sambil terus bercanda membuat namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Baby~ ayo istirahat~ besok hari baru untukmu.”

“Neee~” Kyuhyun menyeret langkahnya menuju kamar mereka sementara Siwon masih memberi aba-aba pada maid mereka.

Setelah selesai barulah ia menyusul Kyuhyun yang sudah menghempaskan tubuhnya diranjang empuk mereka dan langsung terlelap detik itu juga. Tanpa bisa menahannya Siwon hanya tertawa kecil dan membaringkan Kyuhyun dengan benar di tempatnya.

Siwon berusaha membuka sweater Kyuhyun dan meninggalkan t-shirt saja tanpa membuat namja imut huswifenya itu terjaga. Setelah mengganti baju-nya sendiri barulah namja tampan itu ikut berbaring disana sambil menyelimuti Kyuhyun dengan baik.

Dalam beberapa menit ia sudah terlelap dengan Kyuhyun dalam pelukan hangatnya menuju mimpi yang indah.

Sampai keesokan harinya.

Kyuhyun terlihat sudah siap dengan penuh semangat menuju pengalaman baru dalam hidupnya sebagai seorang mahasiswa. Siwon yang melihat wajah polos yang berbinar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tidak bisa mengatakan apa-apa.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun tiba-tiba.

“Ne?”

“Nanti disana, jangan bilang kita sudah menikah ne?”

“Mwoo?? Kenapa?”

“Mereka pasti mengejek kita.”

“Ohh~ tidak mungkin, sebagian teman hyung memang sudah tahu sejak Senior High~”

“Mwoo??”

“Bukankah teman baru-mu nanti juga mereka yang di sekolah kita?”

“Mmm, nee~ tapi kan ada yang beda jurusan dan tidak tahu, jadi…”

“Mmm, ne, ne, ne, arraseo~ apapun untukmu.”

“Mmmm~ kajja~”

“Kajja~”

Dan pasangan perfect itu pun meninggalkan rumah mereka menuju salah satu kampus yang sudah terkenal di Seoul.  Siwon yang sudah lebih dulu menjadi mahasiswa disana akan sangat mudah bagi Kyuhyun mempelajari suasana baru yang ada disana.

“Kau tidak gugup, baby?” Tanya Siwon saat mereka sudah berhenti didepan gerbang kampus.

Perlahan Siwon memutar mobilnya memasuki halaman parkir luas yang ada disana, tidak ada yang tidak melihat mobil mewahnya yang sudah dikenal pemiliknya itu. Dan begitu ia turun semua mata memang sedang menatapnya penuh kekaguman sampai Kyuhyun gerah melihatnya.

“Aku bukan masuk TK, hyung!” Protes Kyuhyun dengan death glare-nya.

“Baiklah~” Siwon hanya tersenyum manis dan melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun.

Kemudian mereka pun sama-sama menuju ruang administrasi kampus tersebut untuk melihat semua yang diperlukan Kyuhyun. Setelah mendapatkan semua jadwal kuliah dan berkas lainnya, keduanya langsung pergi mencari hyung mereka yang lain.

Diluar ruangan Ryeowook terlihat berjalan dengan santai sambil melihat ponselnya dan Kyuhyun yang melihanya langsung tersenyum licik dan berdiri ditempatnya dengan kaki terulur ke depan. Saat namja imut itu tiba disana, langsung saja ia terjengkal kedepan dengan wajah shocknya.

“ashgjsnf@jnsuf#”

“Baby!!” Panggil Siwon dengan mata melebar.

“Ahahahaha~” Tawa Kyuhyun dengan keras melihat ekspresi wajah Ryeowook yang sangat berharga.

Namun yang dilakukan Ryeowook sangat diluar dugaan, namja imut itu langsung mendekati Kyuhyun sambil melompat hingga tangannya sampai dileher jenjang namja yang lebih tinggi darinya itu. Dengan geramnya Ryeowook memiting leher Kyuhyun diketiaknya sambil menjewer telinga dongsaeng jahil kesayangannya itu.

“Kalau jatuh tadi, aku bisa mati, Magnae eviiiil~” Geram Ryeowook sambil menggertakkan giginya.

“Hahaha~ lepaskan aku, Siwon hyung~” Panggil Kyuhyun dengan wajah meringis.

Siwon hanya bisa menghela nafas pasrah melihat keduanya dan beralih melihat tiga namja tampan yang sedang mendekati mereka. Ketiganya sudah melihat apa yang dilakukan Kyuhyun dan hanya bisa menggelengkan kepala saat magnae mereka memasang wajah memelas ingin dilepaskan.

“Kau sudah menikah Kyunnie~ kenapa masih seperti bocah?” Ucap Donghae tidak habis pikir.

“Hyung~” Jawab Kyuhyun dengan wajah memelas.

“Lepaskan dia Ryeowookie.” Yesung menegahi membuat namja imut itu langsung melepas cekalannya.

Kyuhyun langsung berlari menghampiri Yesung dan memeluk hyungnya itu dari belakang dan memberikan senyum garing-nya pada Ryeowook.

“Dia memang usil hyung, coba tadi aku jatuh, habislah wajah tampanku ini.”

“Dasar evil~”

“Sudah-sudah, sana Wookie, ambil jadwalmu.” Ucap Yesung kemudian.

Namja imut itu hanya mengerucutkan bibirnya tidak terima namun segera berbalik menuju ruang administrasi dan meninggalkan namja-namja itu disana. Para namja itu sudah berjanji untuk bertemu di kantin dan makan siang bersama sebelum kuliah Siwon dan yang lainnya dimulai.

Hampir satu jam kemudian akhirnya mereka berpisah dan Kyuhyun kembali ke rumah bersama Ryeowook karena Siwon ada mata kuliah untuk dua jam ke depan.

Hari berikutnya pun tiba,

Hari baru di kampus pun dimulai bagi Kyuhyun dan Ryeowook, sebagian teman yang ada disana berasal dari Senior High School mereka dan sebagian lagi hanya wajah-wajah asing yang baru mereka lihat. Karena jurusan keduanya tidak sama, hanya beberapa mata kuliah yang bisa diikutinya bersama Ryeowook sedang yang lainnya hanya ada ia sendiri.

Disinilah pelajaran baru mencari teman akan dipelajari Kyuhyun, karena selama hidupnya namja cantik itu hanya dikelilingi oleh hyung dan Siwonnya. Mereka tidak pernah meninggalkannya sedetik pun apalagi bersama orang asing yang bahkan teman mereka satu kelas.

Kali ini, Kyuhyun harus memulai semuanya sendiri, mencari teman dan bergaul bersama teman-temannya yang lain.

“Kyuhyun, aku ada disampingmu~” Ucap salah satu teman high School-nya dulu.

Saat ini mereka akan masuk mata kuliah pertama kali dan Kyuhyun yang rajin selalu memilih bangku deretan paling depan.

“Ryeowookie tidak disini ya?” Tanya namja itu lagi.

“Tidak.” Kyuhyun menyunggingkan senyuman manisnya.

“Mulai sekarang, mohon bantuannya~” Ucap namja itu sambil menundukkan kepalanya dan dibalas Kyuhyun melakukan hal yang sama.

Dan mata kuliah pertama pun dimulai, Kyuhyun mengikutinya tanpa hambatan sampai dua jam pun berlalu tanpa terasa. Dosen yang mengajar mereka langsung keluar dari ruangan itu dan bertemu dengan namja tampan yang sudah sangat ia kenal.

“Siwon-sii..”

“Saem~” Balas Siwon dengan senyum manisnya.

Didalam ruangan, Kyuhyun langsung memicingkan matanya menatap suami tampannya itu sedang berbicara dengan yeoja cantik dosen mereka.

Begitu Siwon melihatnya Kyuhyun langsung berpaling melihat ke-arah lain dengan bibir yang dipoutkan. Namja tampan itu hanya bisa tertawa kecil dan langsung masuk kesana lalu berdiri didepan Kyuhyun dengan kepala yang dimiringkan.

“Baby…” Panggil Siwon dengan senyum manisnya.

“Apa yang kau lakukan hyung?”

“Chaegayo? Waeyo?” Tanya Siwon tidak tahu apa-apa.

“Jangan tersenyum seperti itu padanya.” Ucap Kyuhyun setengah berbisik sambil menggertakkan giginya.

Mata Siwon langsung melebar namun tidak bisa menyembunyikan senyum jenaka-nya melihat wajah sulking Kyuhyun yang menggemaskan. Huswife imutnya itu ternyata bisa cemburu juga, walau dia sendiri yang mengatakan tidak ada yang boleh tahu mereka sudah menikah.

“Dosen kita tersenyum baby, bagaimana mungkin hyung cemberut?”

“Tidak boleh!!”

“Tidak boleh apanya?”

“Tidak boleh senyum, pokoknya tidak boleh!!” Ucap Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Siwon.

Namja tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian berpaling melihat teman Kyuhyun yang Senior High dulu sedang melihatnya dengan senyum lebar mereka.

“Jangan menggodanya, Siwonnie~”

“Dia sangat menggemaskan nee??” Jawab Siwon langsung keluar mengikuti Kyuhyun.

Temannya yang sudah tahu itu hanya menggelengkan kepala mereka sementara yang tidak tahu hanya melihatnya tidak percaya. Berita yang mereka dengar bahwa senior tampan berlesung pipi itu sudah menikah dengan salah satu mahasiswa baru disana bukan hanya isapan jempol belaka.

Dan hari itu pun berlalu dengan ringannya, karena Kyuhyun berhasil beradaptasi dilingkungan barunya tanpa ada siapapun dari hyung-nya yang menemani disana.

Dan hari berikutnya pun Kyuhyun jalani dengan senyum di wajahnya, karena beberapa dari temannya disana sudah menjadi lebih dekat dan akrab saat bersamanya.

Siwon yang melihat perubahan itu hanya bisa mengawasi semua gerak-gerik huswife imutnya itu dari belakang. Walau sebenarnya Siwon sendiri yang lebih dulu mengenalkan sifat Kyuhyun pada teman kuliah huswifenya itu.

Dan hal itu membuat yang lain dan Kyuhyun sendiri lebih mudah mendekat dan saling mengetahui sifat masing-masing. “Kyu~ Siwon datang…” Ucap salah satu dari mereka begitu melihat ke pintu ruangan.

Disana Siwon baru saja menganggukkan kepalanya pada salah satu yeoja temannya sendiri yang satu ruangan. Tanpa sadar Kyuhyun langsung memicingkan matanya menatap yeoja itu penuh selidik kemudian segera berpaling menatap Siwon yang tersenyum jahil kepadanya.

“Tebar pesona!!” Gerutu Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Kau memang memesona~” Jawab Siwon mengacak rambutnya.

“Hyung!!” Seru Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya agar rambutnya rapi kembali.

“Ayo pergi~”

“Ke rumah?”

“Ke café, kita makan siang dulu, lalu pulang.”

“Mmm, kajja~”

“Kami pergi dulu nee~” Ucap Siwon pada yang lainnya.

Dan secara serentak mahasiswa yang ada disana menjawab sambil mengganggukkan kepala mereka, bahkan ada yang bersiul-siul girang mengiringi kepergian keduanya. Kyuhyun hanya bisa melayangkan death glarenya yang tidak pernah mempan membuat teman-nya itu tertawa dengan jahil.

Kyuhyun menikmati gelar barunya sebagai mahasiswa pertama kali itu dengan senang bersama suaminya yang memang dikenal seluruh kampus. Setiap selesai mengikuti kuliah, Siwon akan menjemputnya keluar dari ruangan dan mereka akan menghabiskan waktu di café bersama hyung yang lain jika tidak ada lagi mata kuliah.

Dan Kyuhyun akan menunggu disana sambil membaca buku atau bermain game jika Siwon, suaminya itu ada jam masuk.

Begitulah yang terjadi setiap harinya.

**

Dan setelah beberapa kali mengikuti mata kuliah umum, Kyuhyun bertemu dengan berbagai macam karakter pengajar mereka. Ada yang muda dan selalu tebar pesona, ada juga yang datar tanpa ekspresi dan hanya memberikan catatan saja.

Dan hari ini Kyuhyun bertemu dengan salah satu dosennya yang bernama Mr. Kim dan dikenal sebagai seonsaengnim Killer diantara yang lain. Karena sifat tegas dan kasarnya membuat namja paruh baya itu dikenal sebagai dosen killer yang selalu membunuh semangat mahasiswa-nya.

Banyak mahasiswa yang tidak berkutik jika sudah bertemu dengan mata kuliah yang dia pegang. Mengetahui hal itu, Kyuhyun pun tidak berniat mencari gara-gara dengan siapapun terlebih dengan namja itu.

“Hari ini kita baru pertama kali bertemu?” Tanya Dosen yang bernama Mr. Kim itu untuk pertama kalinya.

“Nde~” Jawab mereka semua.

“Sebelum kita mulai kuliah-nya ada beberapa peraturan yang harus kalian ikuti.”

“Ndee~” Jawab mereka serentak, namun tetap ada yang berbisik tidak setuju. “Memangnya kita anak kecil?”

“Jika kalian ingin ikut mata kuliah saya pertama-tama, dilarang bawa ponsel atau matikan selama kuliah berlangsung.”

“…….”

“Kedua, selama kuliah berlangsung kalian dilarang meminta izin keluar ruangan.”

“Ndee~”

“Dan yang ketiga, dilarang memakai perhiasan untuk para namja.”

“Mwooo~” Keluhan terdengar dari berbagai sudut, tempat duduk para namja.

Kyuhyun langsung menurunkan tangannya dan melihat wajah Dosennya dengan wajah datar kemudian berpaling ke arah lain. Beberapa teman-nya sudah melepas perhiasan apapun yang mereka pakai, juga mematikan handphone mereka.

Setelah itu, kuliah itu pun dimulai dengan tenang setelah Mr. Kim mengenalkan dirinya dengan singkat, padat dan jelas. Kyuhyun mengikuti-nya dengan hati berdebar karena sejak awal dia tidak berniat untuk melepas cincin putih yang ada dijari manisnya.

Sebisa mungkin namja imut itu ingin menyembunyikan hal itu dari dosennya yang sedang berjalan mengitari lorong-lorong ditengah mereka. Namun saat namja paruh baya itu tiba dibelakang Kyuhyun, suara dering hp yang sangat nyaring terdengar disana.

“Siapa itu? Keluar!” Ucap Mr. Kim tajam membuat mereka tersentak.

Dan perlahan salah satu namja yang iphone-nya berbunyi itu pun melangkah keluar dengan wajah lesu. Bukan maksudnya tidak mendengar, tapi memang ia lupa mematikannya.

“Camkan itu!!” Ucap namja paruh baya itu kemudian berjalan menuju kursinya didepan.

Jantung Kyuhyun yang hampir meledak itu pun mencoba melambat seiring dengan langkah dosen mereka yang menjauhinya. Namun sayang, saat namja paruh baya itu berbalik dan hendak duduk dikursi, tiba-tiba kilatan cahaya kecil menusuk matanya.

“Neo…” Ucapnya cepat.

Dan semua mata langsung beralih melihat Kyuhyun yang kini terpaku diam melihat wajah namja paruh baya itu mengeras. “Apa kau tidak mendengarku?” Tanya Mr. Kim kemudian.

“Mmm, i-itu…”

“Dilepas atau keluar.”

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Mworago? Kau ingin membantah?”

“Sa-saya tidak bisa melepas ini.”

“Apa? Kenapa? Kekecilan? Sudah melekat?”

“Bukan, saya tidak boleh melepas ini.”

“Kenapa? Saya bisa melepasnya sekarang.” Namja paruh baya itu langsung mendekati meja Kyuhyun yang memang ada dibarisan paling depan.

“Andwaee!!!” Kyuhyun langsung memeluk tangannya yang terdapat cincin itu membuat yang lain menatapnya tidak percaya.

Namun sebagian lagi mengetahui cincin apa yang dipakai Kyuhyun dan kenapa ia tidak mau melepasnya sekalipun.

“Jika kau tidak ingin keluar, maka lepaskan.”

“Saya tidak ingin keduanya, seonsaengnim.”

“Apa katamu?” Mr. Kim langsung berdiri disamping Kyuhyun yang menatapnya datar.

“Saeem~” Panggil yang lain tiba-tiba membuat Mr.Kim mengalihakan pandangannya dari Kyuhyun.

“Itu cincin sakral seonsaengnim.” Ucap namja yang lain.

“Sakral, apa maksud kalian?”

“Itu cincin kawinnya Seonsangnim anda tidak bisa melepasnya.”

“MWOOO???” Mata dosen mereka langsung melebar dan menatap Kyuhyun tidak percaya. “A-apa kau sudah menikah?”

Langsung saja pipi Kyuhyun merona dengan hebatnya mendengar pernyataan itu dan sebagian yang belum tahu disana juga ikut melihatnya penasaran.

“N-ne~” Angguk Kyuhyun akhirnya.

“Si-siapa istrimu? Dia ada disini?” Tanya dosen itu sambil melihat sekeliling ruangan pada yeoja-yeoja cantik disana.

“Tidak saem~ dia mahasiswa tingkat 2.” Celutuk salah satu teman Senior High Kyuhyun.

“Mwoo?? Ma-mahasiswa?” Tanya Mr. Kim lagi.

“Neee~ namja itu suaminya, bukan istrinya~”

Tanpa bertanya lagi dosen itu langsung berjalan menuju mejanya dengan wajah blank membuat yang lain tertawa kecil, melihatnya. Sementara Kyuhyun hanya bisa menundukkan kepalanya menahan rasa malu dan menyembunyikan pipinya yang merona sampai ketelinga.

“Selesai kuliah anda keruangan saya, Cho Kyuhyun-ssi.” Ucap namja paruh baya itu akhirnya.

“Choi~ saem~” Ucap sebagian mahasiswa itu dengan senyum simpul mereka.

Sementara Kyuhyun langsung mengangkat kepala dan menatap seonsaengnim-nya itu dengan mata melebar. Sedangkan yang lain kembali menatapnya dengan tawa kecil yang hampir tidak terdengar.

Dan debaran jantung Kyuhyun pun kembali berdetak tidak tenang memikirkan apa yang akan dilakukan dosennya itu. Walau bagaimana pun ia tidak bisa melepas cincin pernikahannya dengan Siwon, bahkan sejak Senior High dulu Kyuhyun tidak pernah melepasnya.

Sibuk memikirkan hal itu, Kyuhyun bahkan tidak sadar jam kuliah mereka sudah berakhir sampai teman disampingnya memanggil.

“Kau ditunggu Mr. Kim, Kyuhyun.” Ucap namja itu melihat ke pintu.

Dengan cepat Kyuhyun merapikan bukunya dimeja dan mengambil tasnya lalu segera keluar darisana mengikuti seonsangnim mereka. Dengan patuh ia mengikuti langkah dosen itu namun sesekali tetap melihat ke belakang mencari seseorang.

Setelah ia menjauh barulah seseorang itu tiba didepan ruang kuliahnya dengan senyum yang memesona.

“Siwon-ssi~” Sapa beberapa namja yang masih tinggal diruangan itu.

“Hai~ annyeong~ Kyuhyun eoddiso?” Tanya Siwon to the point.

“Mmmm kebetulan Seonsaengnim membawanya ke ruang dosen.”

“Mwooo?”

“Mr. Kim dosen killer, dan Kyuhyun-mu tidak mendengarnya, jadi…”

“Mwoo?? Tidak mungkin Kyunnie tidak mendengarnya.”

“Mr. Kim ingin cincin-nya dilepas dan Kyuhyun tid…heeeey~” Namja itu memanggil Siwon yang sudah berlari meninggalkannya padahal ia belum selesai bicara.

Siwon berlari dengan cepat menuju ruang dosen mereka yang ada disudut bangunan tinggi itu, karena Siwon sudah mengenal Mr. Kim lebih dulu membuatnya tidak sulit untuk mencari namja paruh baya yang paling disegani mahasiswa yang ada di kampus mereka.

Sementara itu Kyuhyun.

Sebagai anak baru ia tidak bisa membantah apalagi membangkang pada dosennya itu yang bahkan baru pertama kali ia temui. Dan nanti mereka akan terus bertemu selama satu semester untuk mata kuliah yang sudah diambil Kyuhyun. Tidak mungkin namja imut itu membuat masalah bahkan baru seminggu lebih ia masuk kuliah.

“Kenapa kau tidak mendengar peraturanku?” Tanya Mr. Kim tajam dengan cara bicara yang berbeda.

“Joesonghamnida, seonsaengnim~ bukan maksudnya seperti itu.” Ucap Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya.

“Lalu?”

“Ci-cincin ini tidak pernah saya lepakan.”

“Kenapa? Bukankah hanya dilepas, nanti bisa dipakai kembali.”

“Tapi ini lambang cinta suami saya yang tidak akan bisa dilepas dan dipakai kembali.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar.

“Tapi itu hanya sebuah cincin.”

“Apa bapak punya cincin? Dari istri bapak? Apa bapak mau melepasnya dan memakainya kembali?”

“Jika itu memang diperlukan.”

“Berarti hanya sebatas itu arti dari ikatan bapak dan istri bapak.” Ucap Kyuhyun polos dengan wajah datarnya.

“Aa-anda…”

“Permisi~ Mr. Kim.” Ucap seseorang tiba-tiba menghentikan ucapan Mr. Kim membuat keduanya melihat ke pintu yang sudah terbuka itu.

“Siwon-ssi?” Tanya Mr. Kim heran.

“Saya baru selesai satu mata kuliah dan mendengar anda menculik pengantin saya yang berharga.” Ucap Siwon dengan senyum menawan yang tidak bisa ditolak.

“Pe-pengantin?” Tanya Mr. Kim tidak percaya sambil melihat Siwon lalu berpaling melihat Kyuhyun.

“Nee~ dia pengantinku yang cantik.” Jawab Siwon lagi lalu duduk tepat disamping Kyuhyun yang masih menatapnya dengan mulut terbuka.

“H-hyung…”

“Ada apa baby? Gwenchana?” Tanya Siwon khawatir.

“A-aniyo, g-gwenchana…”

Siwon langsung berpaling melihat Mr. Kim dengan kepala yang dimiringkan dan wajah memelas. “Saaeem~ kenapa? Apa yang Kyuhyun lakukan?”

“A-ani~ di-dia hanya tidak ingin melepas cin-cincinnya.” Ucap Mr.Kim terjerat pesona Siwon.

“Ohh, jinjja?” Tanya Siwon pada Kyuhyun.

Kyuhyun langsung menutup tangannya dengan tangan yang lain untuk menyembunyikan cincin yang ada dijari manisnya. Tanpa sadar matanya pun menerawang pada tangan Siwon dan mendapati pasangan cincin yang terlihat berkilau itu ada dijari manis suaminya.

“Saeeem~” Panggil Siwon kemudian.

“N-ne?”

“Berikan pengecualian untuk kami, dia benar-benar istriku, lihat.” Ucap Siwon langsung menyodorkan tangannya dan menampakkan cincin dijari manisnya. “Anda tidak bisa menyuruh kami membuka ikatan kami kan?”

“I-itu…”

“Walau ini hanya sebuah cincin, tapi usahaku untuk menyematkan ikatan ini dijarinya sangatlah sulit, butuh waktu bertahun-tahun sampai kami bisa seperti sekarang, bisa anda bayangkan perjuangan itu, seonsaengnim?

“Bi-bisa…a-arraseo~” Ucap Mr. Kim cepat.

“Jadi?”

“Pe-pengecualian.”

“Dan kami boleh pergi?”

“Silahkan~”

“Gomapseumnida Seonsaengnim~” Siwon langsung menundukkan badannya sopan dan menggandeng tangan Kyuhyun dengan cepat.

Namja imut yang kehilangan kata-kata itu pun berdiri dengan gugup dan melakukan yang sudah dilakukan Siwon tanpa bisa mengucapkan apa-apa. Lalu keduanya segera keluar dari sana meninggalkan dosen mereka yang harus menyapu keringat dingin yang keluar didahinya.

“Tidak ada yang bisa menolak seorang Choi.” Gumam Mr. Kim dengan kening berkerut.

**

“Hyung~ kau curang~” Ucap Kyuhyun saat mereka berjalan menuju kantin utama.

“Curang kenapa baby?” Tanya Siwon sambil memegang pinggang Kyuhyun saat mereka menuruni tangga.

“Jangan gunakan kekuasaanmu.”

“Ohh, tidak mungkin, Mr. Kim tidak ada hubungannya dengan perusahaan kita, atau appa.”

“Lalu kenapa dia langsung setuju?”

“Mungkin karna dia sudah mengenalku?”

“Narsis!!”

“Ahahaha, benar baby~ tidak ada dosen yang tidak mengenal Choi Siwon, tapi hanya beberapa dosen yang tahu bahwa namja tampan ini sudah memiliki pengantin.”

“Jangan panggil aku pengantin!!”

“Lho kenapa? Kan benar~”

“Itu sudah lama, kita menikah.”

“Sampai berapa lamapun~ kau tetap pengantinku.”

“Hyung!!!”

“Aigooo~ pipi-mu sungguh memesona~” Ucap Siwon mengalihkan pembicaraan.

Dan pipi Kyuhyun yang sudah merona langsung memerah sampai ketelinganya membuat Siwon hanya bisa menikmati keindahan cinta dalam hidupnya itu dengan puas. Bahkan hyung yang mendekati mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat pasangan bodoh yang selalu lengket itu.

“Kalian masih seperti pengantin baru, eoh?” Ucap Hyukjae dengan smirknya yang menjengkelkan Kyuhyun.

“Shut upa, hyung!!” Ucap Kyuhyun tajam.

“Dia memang tidak bisa manis-manisnya dengan kami.” Ucap Heechul tiba-tiba ada disana.

“Hyung!! Untuk apa kau disini?”

“Aku ingin melihatmu masuk kuliah, apa kau diganggu anak lain.” Ucap Heechul polos.

Kyuhyun langsung memutar bola matanya namun tersenyum kemudian saat Heechul melingkarkan lengan di lehernya dengan gemas.

“Kalian masih ada kuliah?” Tanya Donghae.

“Aku masih hyung, jadi tidak bisa ikut kalian.” Jawab Ryeowook.

“Kita bertiga dan Kyuhyun.” Ucap Yesung.

“Aku harus ke kantor, Appa menyuruhku kembali.” Ucap Siwon dengan wajah menyesal.

Memang sejak sebelum Menikah, ia sudah jarang menggantikan appa-nya di kantor karena appa Choi ingin memberikan waktu lebih banyak untuk putra dan menantunya itu. Bahkan sampai masuk kuliah tahun pertama Siwon harus focus pada kuliah-nya saja baru nanti ia bisa kembali bekerja.

“Kami mengerti, pergilah.” Ucap Donghae.

“Hyung, bukan kau yang seharusnya mengucapkan itu.” Jawab Ryeowook dengan wajah polosnya.

“Aku mewakili perasaan si baby.” Ucap Donghae tidak mau kalah.

Kyuhyun yang tidak peduli ucapan mereka hanya melihat tangannya yang digenggam oleh Siwon dengan lembut. Dalam hati ia ingin suaminya ada disana atau kemanapun mereka akan pergi, tapi selama ini Appa Choi sudah memberikan waktu yang sangat banyak untuk mereka berdua.

“Bilang saja kalau kau tidak ingin dia pergi.” Ucap Heechul bahkan tanpa melihat Kyuhyun.

“Baby…”

“Aniyo~ gwenchana~ pergilah.” Ucap Kyuhyun cepat.

“Mianhae~ hyung ada meeting pertama hari ini, tidak mungkin hyung tidak hadir.”

“Arraseo~ aku akan bersama mereka, jangan khawatir.”

“Baiklah, hyung~ jaga pengantinku, ne?”

“Neeee~”

Siwon langsung memeluk Kyuhyun dengan lembut dan terdiam menikmati kehangatan itu sambil memejamkan mata setelah beberapa saat barulah ia melepasnya lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang. Kemudian namja tampan itu langsung melesat keluar dari gedung menuju lapangan parkir dimana audy putihnya sedang menunggu.

Kyuhyun hanya melihat saat mobil itu keluar gerbang kampus lalu mengikuti hyung-hyungnya yang sudah berjalan menuju mobil mereka dalam diam. Heechul yang memang benar datang karena ingin melihatnya sekaligus karena Siwon yang memanggilnya hanya bisa menghela nafas pasrah melihat dongsaengnya itu.

Namja cantik itu sedang bersantai ria di café-nya saat sms Siwon mengatakan untuk menjemput Kyuhyun dari kampus karena ia harus ke kantor secepatnya. Walau menggerutu selama dalam perjalanannya tapi Heechul tidak pernah bisa menolak Siwon untuk menjaga Kyuhyun karena walau tidak disebutkan, tapi campur tangan Siwon pada Appa-nya bisa membuatnya hidup tenang bersama hankyung.

‘Jika balas budi saja, kau tidak akan menurut begitu Chulie~” Suara hankyung terngiang di kepalanya. “Tapi karena kau sangat mencintai magnae kita~’

“Aiiishh!!!” Gerutunya tiba-tiba membuat Kyuhyun yang duduk diam langsung melihatnya. “Waeyo?” Tanya Heechul tajam.

“Ani~” Jawab Kyuhyun kembali menatap keluar jendela.

“Bilang saja terus terang apa yang kau rasakan, agar orang lain tahu dan bisa mengerti dirimu, arraseo~” Ucap Heechul kembali focus pada jalan didepannya.

“Tidak mungkin.”

“Kenapa?”

“Karna itu Siwon hyung.”

“Tanpa berpikir dia akan melakukan apapun yang kau katakan.”

“Nee~”

“Tapi sesekali tetap katakan semuanya arrachi, magnae~”

“Arraseo nenek sihir.”

“Yahh!!!”

“Nanti main game bersamaku.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba serius.

“Kau akan kalah.”

“Your wish~” Smirk Kyuhyun yang menjengkelkan pun terpatri bibir peach yang menawan itu.

Dalam diam-nya Heechul menghela nafas lega menyadari mood magnae-nya itu perlahan membaik sejak kepergian Siwon beberapa menit yang lalu. Dan berharap saja mood itu akan terus membaik sampai Siwon kembali nanti atau jika tidak mereka akan duduk dibawah langit mendung seharian nanti.

Dan benar saja mood it uterus membaik sampai dua jam ke depan karena begitu sampai di café Heechul langsung membawa Kyuhyun ke ruangan mereka berkumpul dan mendapati seperangkat play station lengkap dengan berbagai kaset game terbaru.

Kyuhyun langsung meminta Heechul untuk melawannya selama lima putaran, namun tidak satu pun kemenangan didapatkan hyung cantiknya itu. Setelahnya Kyuhyun meminta semua hyungnya bergiliran bertanding dengannya sementara yang lain menjadi pelayan café tampan disana.

“Hyung~ dia benar-benar tidak hamil kan?” Tanya Hyukjae tiba-tiba saat Donghae masih menemani Kyuhyun bermain.

“Kenapa kau berpikir begitu?”

“Gejalanya sama.”

“Mual-mual?”

“Nee”

“Masuk angin juga mual-mual paboo~” Heechul langsung menjitak dongsaengnya itu. “Lagipula dia itu namja, bagaimana mungkin?”

“Hmm~ benar juga.”

“Sekarang giliranmu kan?” Tanya Heechul saat Donghae sudah keluar dari ruangan mereka.

“Dia off~ dapat pesan dari suaminya.” Jawab Donghae dengan wajah polosnya.

“Syukurlah, kajja~” Hyukjae langsung menarik namjachingu-nya menuju salah satu sudut café.

Mereka akan beristirahat disana, dimana tempat yang begitu nyaman dengan air terjun yang mengalir ke bawah kolam ikan yang ada dilantai dan menimbulkan bunyi gemericik yang sangat khas.

“Inilah syurga kita~” Seru Hyukjae langsung menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang ada disana.

“Tapi kalian harus bayar mahal!!” Ucap Heechul dengan death glarenya.

“Golden card Siwon masih ada hyung~” Jawab Donghae tidak peduli membuat Heechul menggertakkan giginya.

Sementara itu Kyuhyun sudah berbaring dengan kaki yang diluruskan keduanya dan tangan sibuk mengetikkan sesuatu di kotak pesan hp-nya. Wajah imutnya pun berbinar makin menggemaskan saat membaca kata-kata gombal Siwon seperti biasanya.

~Hyung baru selesai meeting makanya baru sms, mianhae my love~

“Mmm, gwenchana~”

~I miss you sooo~

“Miss you too~” Bibir imut Kyuhyun langsung mengerucut mengatakan kesungguhan kata-katanya.

~Jangan merajuk pada hyungs, kasihan mereka.~

“Tentu saja tidak!!”

~Ahahaha, hyung tahu.~

“Kapan kau pulang hyung?”

~Karna tidak ada lagi mata kuliah, hyung akan sampai sore disini~

“……” Kyuhyun tidak membalas lagi, hanya menatap layar hp-nya yang penuh pesan Siwon.

~Baby??~ Pesan Siwon datang lagi.

“Aku tidak mau!” Protes Kyuhyun akhirnya.

~Tidak mau apanya?~

“Pulang sore, itu sangat lama, aku tidak mau, hyung~”

Siwon membaca pesan yang snagat jujur itu seketika hatinya bergejolak senang ingin rasanya langsung memeluk namja imut huswifenya itu, namun apa daya tangan tak sampai karena mereka terpisah jauhnya jarak.

~My baby~

“Hyung~” Panggil Kyuhyun di pesannya berasa Siwon bisa mendengar suara namja cantik itu.

~Jika kesini kau juga akan bosan baby~

“Tidak akan, aku bersamamu~” Wajah memelas Kyuhyun hanya bisa dilihat hyung-hyungnya yang disana karena sejak tadi mereka menyaksikan drama live yang hanya berupa ekspresi saja.

Ya, mereka sangat menikmati wajah imut nan menggemaskan itu berubah-ubah setiap pesan dari Siwon masuk ke hp Kyuhyun.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun lagi.

~Baiklah, kemarilah, kita akan pulang bersama nanti.~

“Yihaaaaa~” Teriak Kyuhyun langsung berdiri dan melesat keluar dari ruangan itu tanpa melihat hyungnya ada disana sedang melihatnya.

“Heeey~ baby~” Panggil Donghae.

“Aku ke kantor Siwon hyung, bye-bye~” Jawab Kyuhyun langsung berlari meninggalkan mereka disana.

Enam namja tampan menatapnya dengan mata melebar dan mulu terbuka termasuk Ryeowook yang baru saja tiba disana bergabung bersama mereka.

“Sejak kapan mereka tidak bisa dipisahkan?” Tanya Yesung setelah beberapa saat.

“Sejak dulu, sebelumnya~ aha-ha-ha-ha.” Jawab Hyukjae dengan tawa garingnya kemudian segera berlari mengejar Kyuhyun. “Apa kata Siwon jika dia pergi sendiri???” Tanya Hyukjae.

“Mwoooo???” Donghae ikut berlari menyusulnya dan buru-buru keluar dari café itu menuju mobil mereka.

Tanpa mengatakan apa-apa Hyukjae langsung menghidupkan mobilnya dan Donghae juga masuk disampingnya. Kemudian mereka segera menyusul Kyuhyun yang sudah keluar gerbang mencari taksi.

Bahkan sebelum taksi berhenti tepat didepannya Kyuhyun sudah lebih dulu masuk dalam mobil yang membuatnya tersentak kaget. Begitu menyadari dua hyung yang menculiknya namja imut itu langsung melayangkan death glarenya melalui spion depan.

“Kami tidak mau dipecat.” Ucap Hyukjae tanpa melihatnya.

“Memangnya kalian apanya??”

“Tentu saja…asistennyaaa~” Jawab Donghae dan Hyukjae bersamaan membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

Selanjutnya mereka sama-sama terdiam menikmati kesunyian sampai mereka tiba didepan gedung perusahaan Siwon yang berdiri megah di tengah kota Seoul.

Begitu sampai Kyuhyun langsung turun dari mobil dan menunggu kedua hyungnya untuk pergi bersama. Tapi Hyukjae hanya menurunkan kaca mobilnya agar bisa melihat Kyuhyun bersama Donghae.

“Sampai disini baby~”

“Mwooo??” Kyuhyun melihatnya tidak mengerti.

“Take care~” Ucap Donghae kemudian.

Lalu mobil itu pun kembali melaju meninggalkannya sendirian disana namun ucapan trima kasih dan senyuman manis terukir dibibir-nya tanpa bisa dilihat kedua hyung tampannya itu.

Setelahnya Kyuhyun segera memasuki loby perusahaan itu dan hanya melihat resepsionis disana sambil terus berjalan menuju lift gedung itu. Walau begitu beberapa yeoja resepsionis itu langsung tersenyum ramah dan menundukkan kepalanya sekilas.

Kyuhyun langsung menundukkan kepalanya cepat dan segera masuk dalam lift dengan pipi yang semakin merona. Walau ia tidak tahu, tapi karyawan disana sedang membicarakannya dengan senyum dikulum mereka.

Tidak berapa lama lift itu pun membawanya pada lantai terakhir dimana direktur perusahaan itu bertahta, dan begitu sampai disana Kyuhyun langsung membuka pintu itu yang bertuliskan direktur utama ditengahnya.

“Baby~” Siwon langsung berdiri dari kursinya menyambut huswife imutnya itu.

Kyuhyun yang melihat senyuman menawan itu langsung berlari menghambur dan menghempaskan tubuhnya dalam pelukan Siwon. Dengan lengan melingkar dibelakang leher namja tampan suaminya itu Kyuhyun membenamkan wajahnya dileher jenjang itu.

“I miss you so much~” Ucap Siwon mengatakan isi hati Kyuhyun yang juga merasakan hal yang sama.

“Miss you too~”

Kyuhyun semakin merasakan perasaannya yang berlimpah untuk Siwon semenjak mereka bersatu dalam cinta di pulau Jeju sebelumnya. Rasa cinta yang tidak pernah ia tahu ada dihatinya kini keluar sepenuhnya hingga tidak bisa diungkapkan.

Karena itu ia hanya bisa mengatakannya lewat perbuatan seperti sekarang ini, Kyuhyun merasa tidak bisa lagi berada jauh dari suami tampannya itu walau hanya sekejap.

“Kau sibuk, hyung?” Ucap Kyuhyun setengah berbisik.

“Ada beberapa dokument yang harus diperiksa.”

“Mmm~ aku akan menemanimu.”

“Baiklah, kajja~”

Siwon langsung membawa namja imut itu menuju kursi kebesarannya dan memintanya duduk disana, sementara ia sendiri menarik kursi untuk tamu didepan meja dan merapatkannya dengan kursi yang diduduki Kyuhyun.

“Kalau bosan bilang saja ne, hyung akan menemanimu.”

“Neee~”

Siwon tersenyum manis dan langsung membuka dokumen penting yang sudah disiapkan managernya. Kyuhyun hanya melihat sebentar lalu segera mengambil PSP-nya dan memainkannya disana. Keduanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing sampai satu jam ke depan.

Kyuhyun yang sudah bosan langsung mendekati Siwon dan menyandarkan wajahnya dilengan namja tampan yang masih setia membaca itu. Siwon yang merasakan kepalanya langsung tersenyum dan mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“Bosan ne~”

“Mmmm~”

“Sebentar lagi ne~”

Siwon kembali membaca dan menandatangani beberapa file tersebut dan membacanya kembali. Sejak kepergiannya memang tidak ada yang mengambil alih apapun yang ada disana. Karena Appa Choi tidak ingin mencampurkan tangannya pada bisnis yang sudah ia serahkan sepenuhnya pada putranya itu.

“Ohh, dengan siapa kesini, baby?” Tanya Siwon memulai pembicaraan.

Kyuhyun yang membalikkan kepalanya kesana kemari seperti anak kucing hanya menjawabnya sekilas. “Eunhae.”

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat rambut coklat keemasan itu bergerak-gerak disampingnya. Namun tidak ada yang bisa ia lakukan karena pekerjaannya kali ini benar-benar harus diselesaikan.

“Bagaimana kuliah hari ini?”

“Mmmm~”

“Aigooo~ kau ngantuk, baby?”

“Mmmm~” Gumam Kyuhyun dengan mata terpejam.

“Sebentar ne~”

Siwon memeriksa file-file itu dengan buru-buru namun tetap menjaga tangannya tidak terangkat karena kepala Kyuhyun masih bertahta disana. Ia hanya bisa menggunakan sebelah tangannya untuk membuka file namun tidak bisa untuk tanda tangan. Saat ia ingin mengatakannya pada Kyuhyun, kepala namja imut itu malah terbenam disana dengan nafas yang teratur.

“Omoo~” Mata Siwon melebar tidak percaya.

Dengan cepat ia menahan kepala Kyuhyun dan mendudukkannya dengan benar, kemudian Siwon pun segera mengangkat tubuh yang ringan itu menuju Sofa lalu membaringkannya disana. “Mianhae, baby~” Bisiknya pelan.

Siwon mengecup kening Kyuhyun dengan lembut lalu beranjak ingin kembali pada pekerjaannya yang masih ada tiba-tiba ia mendengar suara pintu ruangannya diketuk dari luar.

“Masuk.” Ucap Siwon.

Namja tinggi berparas tampan dengan kacamata tipis bertengger diwajahnya masuk dengan beberapa file ditangannya. Ia langsung menundukkan wajahnya sekilas dan berpaling melihat Kyuhyun yang tertidur dengan nyamannya di Sofa.

Namja tampan yang merupakan manager perusahaan Siwon itu lupa memalingkan wajahnya saat melihat wajah Kyuhyun hingga Siwon harus memanggilnya. “Apa yang kau lihat, Min Seok-ssi?” Tanya Siwon datar.

“Ahh, Josonghamnida~” Ucap namja itu buru-buru berpaling melihat Siwon.

“Ada apa?”

“Ohh, ini file calon sekretaris yang anda minta.” Ucap Min Seok menyerahkan 10 file calon sekretaris untuk Siwon.

“Ohh, baiklah, apa ada yang memenuhi syarat?”

“Nomor file 2, 3, 7, 4, 8 sangat memenuhi syarat sajangnim.”

“Saya hanya perlu satu.”

“Kalau begitu nomor 3 sangat cocok dengan anda.”

“Mwo?”

“Cantik, tinggi, langsing, pintar dan bisa segalanya.”

“Mmm, bisa dipertimbangkan, silahkan keluar.”

“Permisi.”

Namja tampan itu langsung keluar dari sana setelah melihat Kyuhyun sekilas yang membuat Siwon hampir memanggilnya kembali namun diurungkannya. Setelah kepergiannya, Siwon mulai melihat-lihat profil calon sekretarisnya yang dikatakan Min Seok.

Tanpa melihat gerakan kecil yang dilakukan Kyuhyun hingga namja imut itu tiba-tiba saja sudah berdiri disamping Siwon tanpa ia sadari.

“Apa kau ingin sekretaris?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, aku per…”

“Mwoo?? Baby!??!” Siwon tersentak dengan mata melebar.

“Yo~” Wajah datar Kyuhyun menampakkan aura yang tidak senang.

“A-apa tidurmu nyenyak?” Tanya Siwon salah tingkah.

Kyuhyun hanya melihat profil sekretaris baru Siwon yang menampakkan foto yeoja cantik itu full badan membuatnya seketika mengerutkan kening tidak terima.

“Kau ingin Yeoja itu?” Tanya-nya tiba-tiba.

“Bukan ingin baby, hyung memang tidak punya sekretaris, yang dulu dibawa appa ke perusahaannya.

“Lalu kau ingin merekrutnya.”

“Jika memenuhi syarat, ne, salah satunya akan diterima.

“Ani, andwaee!!!” Jawab Kyuhyun cepat.

“Ta-tapi baby…hyung perlu untuk meringankan pekerjaan disini.”

“Tidak perlu!!”

“Ke-kenapa?”

“Aku yang jadi sekretarisnya.”

“Mwooo??”

Tbc…

Kkkk~ apa ini~ si baby macam-macam saja ne~ malas edit, ngantuk sangaaaat -_-zzzzzzz

Kita msih bermanis-manis di chap ini, sebelum masuk chap pahitnya dan puncak masalah di sequel ini.

Sampai chap itu tiba~ stay beside me, right?

Love you always My Lovely Readers~

With Love

Vie.

Heartbeat 2

HEARTBEAT 2

FINAL

**

Hai-hai~ selamat malam~ apa kabar My Lovelies~

Udah berapa lama nggak update ya? Ehehe, maaf nee~ hampir seminggu lebih Vie brokenheart gara2 charger laptop rusak. Nggak bisa ngetik, nggak bisa ngapa2in~ galaaaauuuuuu banget.

Tapi akhirnya, updatenya selesai jugaa…walau ada 3 yang siap, tapi simpan dulu yaa,, biar ada waktu buat Vie ngetik yang lainnya~ kkkk~

Jadi sabar nunggunya nee??

And here you go~

**

“Sekarang saatnya untuk mundur selagi masih ada kesempatan.” Ucap Siwon sambil mendekati Kyuhyun dan memerangkap namja cantik itu dengan kedua lengannya disisi kiri dan kanan bahu Kyuhyun.

“Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun masih tidak mengerti.

“Sekali kau melangkah bersamaku tidak ada jalan untukmu kembali maka dari itu, jika kau ingin mundur, sekaranglah saatnya.” Ucap Siwon dengan wajah mereka yang hanya berjarak satu jari telunjuk saja.

Kyuhyun membalas tatapan yang penuh dengan beribu kata itu menusuk kedalam matanya sampai tidak bisa ia ungkapkan. Siwon menatapnya dengan berbagai kata termasuk pilihan yang ia ingin Kyuhyun jawab sekarang juga.

“Aku tidak akan mundur lagi.”

Detik itu juga bibir Siwon menyentuh bibirnya dengan gerakan cepat namun setelahnya hanya gerakan lembut yang Kyuhyun rasa sampai tanpa sadar ia mengalungkan lengannya dileher namja tampan itu dan menikmati ciuman pertamanya yang benar-benar nyata.

Sampai hari ini beberapa detik yang lalu Kyuhyun merasa ciuman mereka saat ia sakit sebelumnya hanya ada dalam mimpinya, karena itu sekaranglah ciuman pertama yang sesungguhnya. Ciuman manis namun terasa sangat dalam sampai kaki Kyuhyun menolak untuk berdiri tegak dan Siwon dengan cepat melingkarkan lengan dipinggangnya agar ia tidak merosot kelantai.

Namja tampan itu memeluknya dengan sangat erat seolah mendekatkan lagi tubuh mereka yang memang sudah tidak ada jarak sedikitpun diantara mereka. Sampai 10 menit kemudian Kyuhyun merasakan oksigen didadanya telah habis dan membuatnya kesulitan bernafas.

“Nnnh~ S-siwonnn~ssi~” Gumam Kyuhyun dalam ciuman mereka.

Seperti mengerti keinginan Kyuhyun, Siwon pun melepas bibirnya perlahan tanpa menjauhkan wajahnya dari namja cantik itu. Namun ia bisa melihat wajah cantik didepannya itu merona dengan indahnya apalagi Kyuhyun masih menutup matanya. Sejak awal, inilah yang sangat diinginkan Siwon setelah bertemu dan mengenal Kyuhyun yang sangat memesona itu.

“Selamat datang diduniaku, Kyuhyunnie~” Ucap Siwon dengan senyum menawan menampilkan dua dimplenya yang memesona.

Saat itu Kyuhyun membuka mata dan melihat senyuman itu untuk pertama kalinya seketika kakinya merosot dan ia terduduk dilantai. Mata Siwon langsung melebar karena terkejut dan ikut merunduk agar sejajar dengan namja cantik itu.

“Kenapa? Apa yang terjadi? Masih sakitkah?” Tanya Siwon dengan nada khawatir membuat dada Kyuhyun berdebar sangat kencang.

“I-itu, a-aku baik-baik saja.”

“Lalu? Kenapa? Ayo, bangun.” Ucap Siwon sambil mencoba membantu Kyuhyun berdiri.

“Senyum-mu, baru pertama kali.” Ucap Kyuhyun tanpa sadar.

Begitu sadar Kyuhyun langsung menutup mulutnya dengan mata melebar membuat Siwon mau tidak mau tertawa kecil melihat tingkah yang menggemaskan itu. Langsung saja Siwon menempelkan bibirnya kembali dan membawa namja cantik itu dalam ciuman yang manis dan penuh perasaan.

Kyuhyun kembali hanya bisa menggenggam erat kemeja putih Siwon tepat dipinggang namja tampan itu untuk menahan dirinya agar tidak merosot kelantai sekali lagi. Namun Siwon membawanya bergerak perlahan tanpa melepas ciuman mereka sampai akhirnya ia mendarat di sofa dan Kyuhyun tertimpa dipangkuannya.

“S-siwon-ssi!! Aku berat!!” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Kau ringan seperti bulu.” Jawab Siwon dengan senyum manisnya.

Seketika Kyuhyun memicingkan matanya dengan bibir yang dirapatkan dan menatap Siwon tajam membuat namja tampan itu menatapnya heran.

“Waeyo?”

“Kau berbeda.” Ucap Kyuhyun cepat.

“What? Bagaimana bisa?”

“Kau tidak sedingin yang aku kenal, sekarang terasa lebih hangat.” Mata polos Kyuhyun mengerjap imut.

“Oh, my baby~” Gumam Siwon tanpa sadar dan memeluk Kyuhyun dengan erat. “Aku memang seperti ini didalamnya saja dan hanya didepanmu.”

“Benarkah?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Kau tidak percaya?”

“Mmmm~” Kyuhyun terlihat berpikir sesaat membuat Siwon menaikkan alisnya. “Maybe.”

“What?”

“Aku tidak pernah melihatmu diluar.”

“Kau akan melihat lebih banyak nanti.”

“Ma-maksudnya?” Mata Kyuhyun melebar tidak percaya.

“Ahahaha~ Cho Kyuhyun, kau memang menggemaskan.”

“Yah!! Memangnya aku kucing?”

“Kau lebih dari itu.” Ucap Siwon dengan sungguh-sungguh sambil menarik tengkuk Kyuhyun hingga wajah namja cantik itu menyusup ke ceruk lehernya. “Menginaplah disini.” Ucapnya kemudian.

“Apa tidak apa-apa?”

“Tidak, aku tidak akan memakanmu.”

“Apa maksudmu?”

“Aku ingin merasakan kehangatanmu sepanjang malam.” Jawab Siwon jujur.

Tanpa bisa dicegah pipi Kyuhyun kembali merona dan semakin menyusupkan wajahnya pada leher jenjang yang beraroma maskulin itu. Siwon pun melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan memeluknya dengan erat.

Entah berapa lama mereka terus berpelukan seperti itu tanpa terasa malam sudah larut dan tubuh Kyuhyun terasa semakin berat bertahta diatasnya. Dan Siwon sadar, bahwa namja cantik itu sudah lama terlelap dengan deruan nafas yang sangat tenang.

Sambil menggelengkan kepalanya Siwon mencoba duduk dengan baik kemudian berdiri sambil mengangkat Kyuhyun dengan gampangnya dan membawa namja cantik itu ke tempat tidur. Setelah melepas sandal rumah yang dipakai Kyuhyun, Siwon langsung menyelimutinya dengan baik dan ia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Kemudian ia pun menyusup dalam selimutnya dan menarik namja cantik itu dalam pelukan yang membuat Kyuhyun tanpa sadar menyamankan kepalanya dibahu Siwon dan wajahnya terbenam dalam leher namja tampan yang baru saja menjadi kekasihnya itu.

Tidak ada kata yang bisa dilukiskan Siwon selama 13 tahun hidupnya dalam dunia yang sudah ditentukan untuknya, belum pernah Siwon merasakan kebahagiaan seperti saat ini. Memeluk orang yang sangat berharga baginya dan menghabiskan malam bersama dalam kehangatan menuju mimpi yang indah.

_

_

Keesokan harinya.

Kyuhyun menggeliat malas didalam selimutnya dan semakin menyusupkan dirinya dalam kehangatan kain lembut nan tebal itu. Helaan nafas yang panjang dan berakhir dengan lembut itu menandakan Kyuhyun sudah tertidur kembali dengan nyamanya.

Melihat hal itu Siwon hanya bisa menghela nafasnya dan menggelengkan kepala dengan senyum manis melingkar dibibirnya. Namja tampan itu terlihat sudah rapi dengan setelan jas dan syal dileher yang membuatnya semakin memesona. Setelah menulis pesan singkat di kertas dan meletakkannya dimeja makan, Siwon segera keluar dari apartement itu bersama dua pengawalnya yang sudah menunggu di pintu.

Beberapa langkah mereka berjalan terlihat dua namja berpakaian serba hitam melewati mereka dan keduanya langsung menundukkan kepala melihat Siwon. Kemudian keduanya dengan sigap langsung berdiri dipintu apartement Siwon untuk menjaga namja cantik yang masih dalam mimpinya diatas ranjang Boss besar mereka.

Entah berapa lama akhirnya Kyuhyun kembali terusik dalam tidurnya dan mulai bergerak-gerak tidak nyaman. Seenak apapun tempat tidur yang membalut tubuhnya jika tidur itu sendiri sudah cukup, tidak akan bisa dipaksakan untuk tetap memejamkan mata.

Karena itu walau Kyuhyun masih ingin bermalas-malasan diranjang yang empuk itu tapi matanya sudah terbuka lebar dan badannya pun terasa segar. Namun tetap saja namja cantik itu masih berguling-guling tidak jelas dan menghirup aroma maskulin namja tampan yang sudah menjadi kekasihnya disana.

Upss~ bicara tentang namja tampan, dimanakah dia sekarang?

Seketika Kyuhyun terduduk dari tidur malasnya dan kembali mengitari ruangan yang sangat luas itu untuk mencari kekasih tampannya. Tapi tentu saja ia tidak akan menemukan namja tampan itu disana karena Siwon sudah lama pergi meninggalkannya sendirian.

“Siwon-ssi~” Panggil Kyuhyun sengaja, mungkin akan ada jawaban.

Dengan bibir mengerucut akhirnya Kyuhyun bangun darisana menuju kamar mandi dan menemukan sikat gigi sepasang ada disana membuat mata bulatnya semakin melebar. Jika selama ini Siwon hanya sendiri, berarti ini miliknya? Sikat gigi biru miliknya? Kapan Siwon menyiapkan segalanya?

“Kau memang sesuatu, Siwon-ssi~”

Namja cantik itu langsung menyamankan dirinya dalam bath-up besar yang ada disana setelah memenuhi bak mandi besar itu dengan busa. Tanpa sadar bahwa saat ini ia berada di rumah orang lain, Kyuhyun menghabiskan waktunya lebih dari satu jam memanjakan dirinya disana.

Jika tidak karena suara hp yang terus berdering mengganggu-nya Kyuhyun mungkin tidak akan keluar dari bath-up yang menyegarkan itu. Setelah memakai jubah mandi berwarna putih yang ada disana Kyuhyun segera keluar mencari iphone-nya yang entah dimana.

Namja cantik itu melihat 5 panggilan tak terjawab tertera dilayar sentuh itu dan tiba-tiba suara pintu yang digedor-gedor dari luar dengan cepat membuat Kyuhyun tersentak. Dengan cepat Kyuhyun menuju pintu dan membuka-nya menampakkan dua namja berbadan tegap dan berseragam hitam menatapnya dengan wajah datar.

“Daijobu de gozaruka?” Tanya salah satu dari mereka.

“Nugu?” Kyuhyun balik bertanya membuat dua namja itu heran. “Mm, itu, kalian siapa?” Ulang Kyuhyun setelah menyadari kesalahannya.

“Boss Choi meminta kami menjaga anda.”

“Mwoo?” Mata Kyuhyun melebar tidak percaya.

“Kenapa anda tidak menjawab panggilan? Apa terjadi sesuatu?” Tanya mereka.

“Ahh, itu, aku di kamar mandi, tidak apa-apa, gomenasai.” Ucap Kyuhyun cepat membuat dua namja itu menganggukkan kepala mereka dan kembali berdiri membelakangi pintu.

Wajah polos Kyuhyun yang berkerut itu pun tertutup pintu perlahan tanpa sempat mereka melihatnya, namja cantik itu langsung kembali mengambil hp-nya dan melihat 5 panggilan itu dari kekasih hatinya yang khawatir.

Tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung menghubungi Siwon yang tidak diketahuinya sedang berada ditengah meetingnya, namun panggilan itu tetap tersambung.

“Siwon-ssi~” Panggil Kyuhyun berirama.

>Hmm~< Jawab Siwon dengan nada yang sama membuat beberapa relasinya menatap tidak percaya.

“Kenapa ada dua namja diluar?”

>Mereka untuk menjagamu.<

“Aku sudah bilang tidak perlu bodyguard.”

>Mereka akan berada jauh darimu, jangan menolaknya.< Ucap Siwon nada lembut membuat Kyuhyun tidak bisa berkutik.

“Lalu…”

“Ne?”

>Lain kali jawab panggilanku dengan cepat, bisakah?<

“Hai, gomenasai~”

>Sudahlah, sarapan dulu baru kau boleh pergi.<

“Wakarimashita!!!”

>Mmm, sampai jumpa lagi.<

“Sampai jumpa lagi, text me soon.” Ucap Kyuhyun setengah berbisik membuat senyum kecil Siwon terukir dibibirnya.

Dan sambungan itu pun terputus membuat Kyuhyun berdiri mematung memikirkan sesuatu dan menyadari namja tampan itu tidak menanyakan apa yang terjadi padanya. Itu artinya dua namja diluar sudah lebih dulu menghubungi boss besar mereka dan menjelaskan apa yang terjadi.

“Aiish~” Gerutu Kyuhyun kesal sambil berjalan menuju dapur.

Disana Kyuhyun menemukan meja makan penuh dengan sarapan ala hotel yang ditutup dengan pemanas agar isinya tetap hangat sampai saat orang ingin memakannya. Kekesalannya pun hilang seketika melihat makanan lezat itu dan Kyuhyun langsung menyantap apapun yang ada disana dengan lahap.

Setelah semuanya tidak bersisa barulah ia sadar bahwa secarik kertas kecil terselip dibawah gelas susu yang tidak disentuhnya. Dengan cepat Kyuhyun menarik dan membacanya dengan senyuman garing perlahan terlihat dibibirnya yang memerah karena makanan itu.

To : Mine.

“Bawalah kuncinya, mungkin nanti kau ingin kembali.”

Aku tidak bisa menemuimu di klub, gomenasai.

By : Yours.

“Paboo!!” Ucapnya kemudian dengan pipi yang memanas.

Tanpa sadar kedua tangannya menangkup pipi chubby-nya dan senyum manis dengan pipi merona pun terukir disana. Kemudian ia pun segera mencari bajunya yang dilemparnya sembarangan tadi dan kembali mengenakannya. Setelahnya Kyuhyun segera keluar dari apartement mewah itu dan membawa kunci bersamanya.

Kyuhyun hanya memasang wajah datarnya melihat dua namja itu menganggukkan kepala mereka sekilas padanya. Kemudian keduanya pun mengikuti Kyuhyun dengan jarak 7 langkah dibelakang untuk membuat namja cantik itu nyaman seperti permintaan boss mereka.

Namun bukan hanya itu saja yang membuat mata Kyuhyun memutar dengan malasnya melainkan pada BMW mewah berwarna hitam mengkilat lengkap dengan sopir sedang menunggu-nya didepan loby apartemen mewah itu.

“Apa-apaan ini?” Tanya Kyuhyun dengan wajah sulking.

“Silahkan tuan, saya akan mengantar anda kemanapun.” Ucap namja paruh baya itu sambil membuka pintu belakang untuknya.

“Ta-tapi…”

“Boss kami ingin anda me…”

“Aaa, aku tahu.” Potong Kyuhyun cepat.

Kemudian bergerak perlahan menuju pintu mobil itu dan ia melihat dua namja yang sudah memakai kaca mata hitam mereka juga menuju mobil dibelakangnya dengan warna yang sama. Mereka berdua sama-sama berdiri dipintu mobil yang terbuka seperti yang ia lakukan.

Sambil mendecak kesal Kyuhyun langsung menghempaskan tubuhnya kedalam mobil itu dan merasakan betapa nyamannya mobil yang sangat ia tahu harganya itu. Dengan begitu dua namja itu pun memasuki mobil mereka dan segera mengikuti Kyuhyun dari belakang setelah mobil barunya itu bergerak.

“Mati kau, Siwon-ssi!” Umpat Kyuhyun kesal dan langsung melihat kedepan membuat sopir itu tersenyum simpul melihatnya.

“Dimana Siwon-ssi?” Tanyanya kemudian.

“Tuan besar baru saja selesai meeting yang pertama.”

“Mwoo? Dia meeting?”

“Hai, sejak dua jam yang lalu.”

Saat itulah Kyuhyun sadar yang ia lakukan tadi membuat Siwon harus menerima panggilannya ditengah meetingnya yang penting. Tanpa sadar Kyuhyun meremas rambut lembutnya dan menyesali tindakannya yang kekanak-kanakan itu.

“Paman, antarkan aku ke…”

“Saya tahu dimana, tuan.” Jawab Sopir itu cepat membuat Kyuhyun kembali harus memutar bola matanya.

Sekarang ia semakin yakin, namja tampan yang sudah menjadi kekasihnya itu bukan orang sembarangan dengan segala kekuasaan yang dimilikinya. Walau harus mendecak kesal karena pengetahuannya itu Kyuhyun tetap tidak bisa berbuat apa-apa karena dia sendiri yang melangkah maju mendekati namja tampan yang berkuasa itu.

Setelah berapa lama akhirnya ia sampai didepan klub tempat-nya bekerja yang tentu saja belum dibuka jika itu siang hari. Namja tampan itu langsung masuk ke dalam setelah menganggukkan kepalanya pada paman sopirnya yang juga melakukan hal yang sama. Sementara dua namja yang diketahui sebagai bodyguard-nya langsung mengikuti masuk ke dalam tanpa permisi atau apapun. Kyuhyun hanya bisa mendesah pasrah sambil mendekati ruangan staff mereka yang pintunya terbuka lebar.

“Kyu?” Panggil Yunho dengan kening berkerut.

“Hyung…” Jawab Kyuhyun langsung menghempaskan tubuhnya di sofa. Semua yang ada disana otomatis berpaling melihat kearahnya dan pada dua namja yang tidak mereka kenal kini berdiri dipintu membelakangi mereka.

“Hyung!! Darimana saja, aku menunggu semalaman sampai ketiduran!!” Protes Minho begitu melihatnya.

“Gomenasai Mino-chan~”

“Kyu~ jelaskan padaku, siapa mereka?” Tanya Yunho masih tidak mengerti situasi.

“Lebih dari itu, katakan dimana kau menginap princess?” Jaejong menambahkan dengan smirk mengerikan dibibirnya.

Langsung saja Kyuhyun melayangkan deathglarenya yang mematikan pada orang yang menyebabkan dirinya menginap di rumah namja paling berbahaya yang ada di Jepang itu. Walau tidak dipungkiri karena kebohongan namja cantik itu ia bisa menjadi kekasih hati seorang Choi Siwon dalam sekejap.

“Apa kalian sudah jadian?” Tanya Jaejong tidak peduli. Seketikan pipi chubby Kyuhyun langsung merona dengan hebatnya membuat mereka semua menatapnya tidak percaya. Bahkan seketika itu pula keempat namja yang ada disana menghambur mengelilinginya.

“Kau menginap dirumah Choi Siwon?” Tanya Jonghyun dengan wajah penasaran.

“Kau jadian dengannya?” Tanya Yunho tidak kalah.

“Sejauh mana?” Tanya Jaejong.

“Sudah begituan?!?” Tanya Yonghwa dengan mata berbinar membuat Kyuhyun langsung gerah.

“Hyung!!! Shut up!!”

“Aigoo~”

“Jelaskan Kyunnie~ jangan buat kami penasaran.”

“Ne, aku menginap, aku jadian dan hanya tidur dalam pelukannya, puas!??!”

“Whaaaaat!!!!”

“Itu saja?”

“Ne, itu saja.”

“Aku tidak percaya.” Ucap Jonghyun menjauh dengan kening berkerut.

“Siwon-ssi tidak mungkin melepas mangsanya begitu saja.” Sambung Yonghwa juga ikut menjauh.

“Siwonnie memang bisa dipercaya.” Jawab Jaejong membuat mereka semua menatapnya.

“Samonim, jangan bilang…”

“Huh? Nani?(apa?)” Tanya Jaejong pura-pura bodoh.

“Kau tahu Kyuhyunnie bersamanya?” Tanya Jonghyun.

“Ne, Siwonnie menghubungiku dan memintaku percaya padanya, so~”

Minho langsung mendekatinya dengan wajah sulking dan bibir yang dipoutkan merasa tidak terima karena ia tidak tahu apa-apa padahal semalam Minho sampai tidak bisa tidur memikirkan hyung kesayangannya itu.

“Jangan khawatir, baby~” Ucap Jaejong santai sambil menepuk pelan kepala Minho. “Kau lihat disana?” Ucapnya lagi sambil melihat kearah pintu. Minho dan yang lainnya langsung melihat kearah pintu sementara Kyuhyun hanya berpaling kearah lain seolah tidak peduli pada semuanya.

“Itu bodyguardnya Kyuhyunnie, sejak hari ini.”

“Naaaniiii!??!” Tanya mereka semua dengan mata melebar dan Jaejong hanya menganggukkan kepalanya.

“Kyu…” Panggil Yunho yang sedari tadi diam saja.

“Ne, hyung?”

“Apa tidak apa-apa? Kau tidak keberatan? Aku tahu kau bukan orang yang menyukai hal seperti ini.”

“Walau dia tidak suka, tapi ini yang harus Kyuhyun terima jika sudah berhubungan dengan Choi Siwon.” Jawab Jaejong dengan wajah serius.

“Apa kau ingin aku bicara dengannya?” Tanya Yunho lagi mengabaikan kekasihnya.

“Tidak apa hyung, aku akan bicara sendiri, dia pasti mengerti.”

“Kau yakin?”

“Ne, aku akan bicara dengannya, lagipula Jaejong hyung ada benarnya.”

“Kan? Aku tahu dunia Siwon seperti apa, saat ini dia hanya ingin menjagamu saja.”

“Aku tahu hyung, arigato~”

“Baiklah, sekarang pulang saja, kau bisa kembali saat kita buka nanti.”

“Hyung!! izinkan aku pulang bersamamu!!” Teriak Minho tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak.

“Maksudnya?”

“Mobil barumu, OHMYGOD!!” Jawab Minho dengan wajah takjubnya membuat yang lain penasaran.

Dengan cepat para hyungnya berhamburan keluar ruangan dan menuju pintu depan klub untuk melihat mobil Kyuhyun yang terparkir tepat didepan pintu klub dan dibelakang mobil itu mobil bodyguard-nya. Kyuhyun hanya bisa mendecak kesal sambil mengikuti mereka semua keluar darisana dan segera menuju pintu mobilnya yang sudah terbuka.

“Ayo pulang Mino~” Ajak Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Horeee~” Minho langsung melesat masuk disampingnya membuat yang lain tertawa keras.

“Dia jadi nyonya besar dalam sekejap.” Gumam Jaejong dengan wajah usilnya dan segera kembali ke dalam.

Sementara yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat dua mobil mewah itu meninggalkan klub mereka dengan deruan suara yang sangat lembut.

Sampai akhirnya malam pun menjelang dan Siwon tidak menampakkan dirinya di klub untuk menjumpai Kyuhyun, bahkan satu sms pun tidak diterima namja cantik itu sejak tadi siang. Kyuhyun yang memang menunggu harus memasang wajah sulking sepanjang jam kerjanya yang membuat Jaejong selalu memberinya deathglare mematikan.

Tapi yang Kyuhyun lakukan malah membalas tatapan itu dengan wajah sulkingnya membuat Jaejong hanya bisa mendesah pasrah.

“Dia benar-benar seperti gadis yang sedang jatuh cinta.” Gumamnya pelan.

“Dia bukan lagi jatuh cinta, samonim~” Ucap Yonghwa yang sedang tidak punya pelanggan.

“Dia memang sedang mencinta.” Sambung Jonghyun mendekati bar tempat mereka berkumpul.

“Tapi aku penasaran.” Lanjutnya kemudian.

“Nani?” Tanya Jaejong.

“Siwon-sii kemana? Biasanya dia sudah menampakkan diri.”

“Aku rasa dia punya pekerjaan penting malam ini.” Jawab Jaejong yang memang sangat mengenal seorang Choi Siwon.

“Aku tidak tahu dia akan berbinar seperti itu sejak bersamanya.” Ucap Jonghyun melihat kearah Kyuhyun.

“Aura-nya lebih keluar seiring dengan perasaannya yang berkembang.”

“Bahasa apa itu Yonghwa~” Jaejong melihat mereka dengan senyum jahilnya membuat para namja tampan itu menggidikkan bahu mereka.

Dan malam pun terus berlalu sampai tiba mereka untuk menutup klub itu setelah tamu terakhir yang ditemani Jonghyun keluar darisana. Kyuhyun langsung mengundurkan diri setelah mengatakan yang sebenarnya pada Minho bahwa ia akan pulang ke apartement Siwon.

Sontak saja mata mereka langsung membesar dan menatap Kyuhyun tidak percaya namun namja cantik itu tidak peduli. Saat ini yang diinginkannya hanya berbaring dan terbalut dalam selimut hangat diranjang milik Siwon dan memejamkan matanya untuk beristirahat.

Karena itu begitu sampai disana Kyuhyun langsung menuju kamar mandi membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama yang sudah diambil dari rumahnya sendiri.

Tetap dengan wajah sulking Kyuhyun berjalan menuju tempat tidur dengan langkah yang diseret dengan susah payah sampai akhirnya ia berdiri tepat disamping ranjang besar itu. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya ia akan berada ditempat sekarang ini dengan begitu cepat. Walau sudah mengenal Siwon selama berbulan-bulan ia belum mengetahui apapun tentang namja tampan kekasihnya itu.

Yang ia tahu Siwon memiliki hampir semua bangunan klub yang ada dikawasan tempatnya bekerja. Namja tampan itu juga bos besar dari organisasi yakuza terbesar di negeri sakura itu. Organisasi yang sangat kuat sampai pemimpin negeri mereka tidak bisa menyentuh namja tampan itu dengan segala pekerjaannya yang dibawah tangan. Bahkan beberapa perusahaan Siwon menjadi asset negara tersebut dalam memperolah keuntungan.

“Kau dimana, Siwonnie?” Tanya Kyuhyun setengah bergumam. Kemudian ia langsung menghempaskan tubuhnya diatas ranjang besar nan empuk itu dan terlelap dalam sekali hembusan nafas lega.

Mungkin karena lelah badan dan pikiran ia langsung terlelap dengan pulasnya hingga tidak mendengar apapun lagi. Bahkan setelah beberapa menit kemudian suara kode pintu apartement itu dibuka dari luar, tapi Kyuhyun tidak mendengar apapun.

Siwon kembali ke rumahnya untuk beristirahat dan mendapati namja cantik yang sudah mengambil hatinya itu terbalut dalam selimut tebalnya.

Tidak ada kata yang bisa mengambarkan kebahagiaan Siwon saat ini melihat wajah polos nan cantik itu tertidur dengan pulas. Walau pout dibibirnya sangat terlihat jelas yang membuat Siwon mengerutkan keningnya penasaran, apa yang sedang terjadi dalam mimpinya.

“Atau dia masih marah padaku?” Tanya Siwon pada dirinya sendiri.

Dia tahu semua yang terjadi pada namja cantik kekasihnya itu dalam seharian ini karena dua bodyguard-nya melaporkan setiap detail yang dilakukan Kyuhyun padanya. Bahkan umpatan dan gerutuan Kyuhyun untuknya tidak terlewatkan sedikitpun termasuk hari ini karena ketidak-hadirannya.

Dan setelah mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, Siwon langsung menuju ranjangnya dan memindahkan Kyuhyun yang tidur melintang di tengah. Namja tampan itu menidurkan Kyuhyun dengan kepala diatas bantal seperti seharusnya, kemudian barulah ia menyusup dalam selimut dan berbaring disampingnya.

Detik selanjutnya Kyuhyun langsung beringsut sampai menempel padanya dengan kepala diatas bahunya dan wajah cantik itu terbenam dalam ceruk lehernya.

“Siwonnie paboya~” Gumam Kyuhyun pelan. Mau tidak mau Siwon hanya bisa tersenyum dan memeluk namja cantik itu dengan erat kemudian memejamkan matanya menuju alam mimpi yang mungkin sama dengan kekasih hatinya itu.

Keesokan paginya. Kyuhyun membuka matanya dnegan susah payah karena tidurnya yang terusik oleh angin yang masuk melalu kaca jendela yang sudah terbuka. Dengan mulut mengerucut Kyuhyun pun semakin menyusup dalam selimutnya dan mendapatkan kehangatan yang berlebihan.

“Kedinginan, hm?” Tanya seseorang sambil membenarkan selimutnya dan hanya meninggalkan rambutnya saja yang terlihat.

“Nnn~ Kenapa begitu dinginnn~?” Keluhnya tanpa membuka mata.

Seseorang yang merupakan kekasihnya itu hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum menawan dan menarik Kyuhyun semakin dalam pelukannya. Walau ia sudah terjaga sejak dua jam yang lalu, tapi Siwon hanya berbaring disana sambil melihat wajah cantik itu dengan puasnya.

“Aku membuka kaca jendela, baby.” Ucap Siwon sambil mengecup kepala Kyuhyun penuh sayang.

“Kau masih disini?” Tanya Kyuhyun.

“Aku ingin lebih lama bersamamu sebelum pergi.”

“Mmm~ memangnya kau mau pergi kemana.” Tanya Kyuhyun lagi sambil menyusup semakin dalam seperti anak kucing mencari kehangatan.

“Aku ada pekerjaan penting dan tidak bisa menemuimu dalam waktu lama.”

“Apaaaa~!!!” Kyuhyun langsung terduduk dan melihat kekasihnya itu tidak percaya.

“Cuma hari ini dan besok, kau boleh disini sampai aku kembali.”

“Shireo!!”

“Baby…”

“Aku tidak mau menunggu disini seperti istri menunggu suaminya!!”

“Mwoo? Bukankah kau memang istriku? Istri yakuza.”

“Mwooo??” Mata Kyuhyun hampir saja keluar dari sarangnya dan pipi chubby itu pun merona dengan indahnya.

“Begitu selesai aku akan menjemputmu.” “Mmm, benarkah?” Wajah Kyuhyun langsung berubah dengan imutnya. “Aku akan menjemputmu di klub.”

“Ja-jangan!!” Bantah Kyuhyun cepat.

“Kenapa?”

“I-itu, m-mereka…”

“Mereka menggodamu, hm?”

“Hmm~” “Biarkan saja~ yang penting mereka tidak melukaimu.” Ucap Siwon memeluk tubuhnya dengan erat.

“Itu tidak mungkin.”

“Baiklah~ aku sudah membuat sarapan, ayo bangun.”

“Nani?? K-kau bisa ma-masak??” Tanya Kyuhyun kembali terkejut dengan kenyataan yang ditemui pada kekasihnya itu.

“Kenapa? Aku bisa segalanya, My love~” Ucap Siwon sambil menyibak selimut Kyuhyun.

Namja cantik itu langsung mengerucutkan bibir-nya tidak terima namun Siwon hanya tersenyum dan secepat kilat mengangkat Kyuhyun lalu membawanya ke kamar mandi. Walau sempat terkejut dengan dada yang bergetar hebat, Kyuhyun tetap tidak bisa menyembunyikan pipi yang merona dan wajah bahagianya.

“Disini saja!!” Seru Kyuhyun begitu didalam kamar mandi. “You out!!” Ucapnya kemudian mengeluarkan Siwon darisana.

Dengan kening berkerut Siwon hanya menuruti permintaan kekasihnya itu dan segera menuju dapurnya untuk memanaskan sarapan mereka yang sudah dingin sejak tadi. Saat Kyuhyun keluar dengan bajunya sendiri, Siwon sudah menunggu disamping kursi meja makan. Dan begitu Kyuhyun mendekat namja tampan itu langsung menarik kursi itu dan menyilahkan Kyuhyun untuk duduk disana.

Untuk kesekian kalinya pipi Kyuhyun kembali merona dengan hebatnya dan tanpa sadar mengutuk Siwon dalam kepalanya karena selalu membuatnya merona.

“Silahkan my pri…” Ucapan Siwon terhenti death glare Kyuhyun yang sudah bisa menebak apa yang akan diucapkan namja tampan itu.

“My baby.” Ralat Siwon dan tiba-tiba senyum manis nan polos melingkar dibibir peach Kyuhyun yang sedikit basah.

“Aku tidak tahu kau bisa segalanya.” Ucap Kyuhyun langsung duduk ditempatnya.

“Kau akan mengetahui semuanya secara perlahan.”

“Aku tidak akan sabar.”

“You will~”

“Mari makan~”

“Aaaa~” Siwon langsung menyuapi Kyuhyun yang baru ingin memilih apa yang akan dimakannya.

Tanpa bisa menolak ia pun menerima suapan itu dengan senang hati dan mulai mengambil apapun yang dihidangkan Siwon semua sesuai dengan seleranya. Sementara Siwon hanya memakan sarapannya sedikit dan tidak pernah lupa untuk menyuapinya dengan sigap.

Sampai semuanya habis tak bersisa, Kyuhyun langsung bersandar sambil menepuk-nepuk perutnya yang benar-benar kekenyangan. Dengan wajah yang menggemaskan itu selalu membuat Siwon ingin menarik Kyuhyun dan memeluknya dengan erat.

“Kalau kau tidak bisa datang, setidaknya kirimkan aku pesan!” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

‘Ternyata masih merajuk.’ Pikir Siwon dalam hati dan memberi kekasih imutnya itu senyum-nya yang menawan.

“Gomenasai~ aku akan mengirimkan pesan untukmu.”

“Hmmm~”

“Kita pergi bersama?” Tanya Siwon.

“Mmm, aku ingin bodyguard-mu tidak mengikutiku.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Tapi, aku tidak ingin keselamatanmu terabaikan.”

“Tidak ada yang terjadi padaku, aku akan di rumah dan di klub saja.”

“Tapi…”

“Hyung-hyung di klub bisa menjagaku, aku tidak nyaman ada mereka Siwon-ssi~” Ucap Kyuhyun akhirnya dengan wajah memelas dan mata yang berkedip.

Langsung saja jurus ampuh itu membuat bunga-bunga keluar sekeliling Siwon yang membuat namja tampan itu menganggukkan kepalanya dan menarik Kyuhyun dengan cepat lalu mengecupnya dengan lembut. Mata Kyuhyun membesar karena gerakan yang tiba-tiba itu namun saat Siwon menjauhkan bibirnya, pipi pucat itu kembali merona. “

Shit!!” Umpat Kyuhyun kesal.

“Kenapa?”

“Aku seperti yeoja jika bersamamu!!!”

“Lalu kau tidak ingin bersamaku?” Tanya Siwon to the point.

“Bu-bukan begitu.”

“Lalu…”

“Ak-aku se-selalu me-merona, ju-juga ber-berdebar saat denganmu.”

“Itu artinya kau mencintaiku, Cho Kyuhyunnie~” Ucap Siwon dengan senangnya.

“Paboyaaa!!” “Ahahaha~ korea-mu selalu keluar saat kesal, huh?”

“Nee~”

“Ahahaha, baiklah, ayo pergi.” Siwon langsung mengaitkan jemari mereka dan menarik Kyuhyun untuk segera keluar dari apartemen mewah itu setelah mengambil coat yang sudah disiapkannya di Sofa.

Setelahnya mereka pun segera menuju klub Sapphire Blue untuk mengantar Kyuhyun sementara dia sendiri segera kembali ke tugasnya sebagai pemimpin perusahaan besar yang ada di Negeri itu.

**

Setelah hari itu, Kyuhyun benar-benar tidak menemui kekasih hatinya itu karena kesibukan Siwon yang tidak pernah atau tidak ingin diketahuinya itu. Hanya pesan dan telepon saja yang menemani hari Kyuhyun yang suram selama bekerja dan bermalas-malasan dirumahnya sendiri.

Bahkan sampai keesokan harinya Kyuhyun tetap menjalani hari-nya seperti biasa seperti Siwon tidak pernah datang dalam kehidupannya. Tapi karena sms yang tidak pernah berhenti dari Siwon membuat namja cantik itu tidak menganggap pertemuan mereka hanya sebuah mimpi.

Sampai hari berikutnya pun berlalu.

“Kyu-chan~ ada yang menunggumu.” Ucap Yonghwa sambil lalu menemui klien-nya.

Kyuhyun yang memang saat ini tidak memiliki tamu-nya langsung berlari menuju ruangan VVIP tempat biasanya ia dan Siwon bertemu. Dengan wajah sumringah Kyuhyun memegang knop pintu itu dan menenangkan debaran hatinya yang sudah berperang sejak tadi.

Begitu membuka pintu itu Kyuhyun langsung memanggil nama kekasih yang sangat dirindukannya itu.

“Siwonnie~~”

Namun gerakannya untuk berlari menghambur memeluk kekasihnya itu terhenti saat ia sadar bahwa orang yang berdiri disana sekarang bukanlah namja tampan yang sudah lama ia tunggu.

“Kau siapa?” Tanya Kyuhyun cepat.

Namja dengan perawakan tinggi dan mempunyai badan seperti Siwon walau tentu saja kekasihnya lebih baik, tapi sekilas namja asing ini menyerupai kekasihnya. Mendengar pertanyaannya, namja tampan itu pun berpaling melihat Kyuhyun dengan smirk menjengkelkan diwajahnya.

“Siapa kau?” Tanya Kyuhyun sekali lagi.

“Apa begitu sikapmu pada tamu-mu?”

“….” Kyuhyun merapatkan bibirnya dengan mata mengerjap.

“Tapi aku tidak pernah melihatmu.”

“Aku penasaran siapa pacarnya Choi Siwon.”

“What??” Kyuhyun menatapnya tidak percaya. ”Kau mengenal Siwon?”

“Jadi benar, ya?” Tanya namja itu dengan smirknya.

“Siapa kau sebenarnya?” Tanya Kyuhyun lagi sudah mulai kesal.

“Aku ingin bicara serius denganmu, mari duduk.” Ucap namja itu tiba-tiba berubah serius.

Kyuhyun hanya bisa mengikutinya dengan tatapan tajam lalu duduk di sisi lain Sofa karena ia tidak ingin berdekatan dengan namja yang beraura lebih gelap dari Siwon itu.

“Apa yang ingin kau bicarakan dan apa hubunganmu dengan Siwon-ssi?” Tanya Kyuhyun tidak gentar.

“Aku Choi Seunghyun, pewaris kedua dari kerajaan Choi.”

“Huh??”

“Choi Siwon memang dikenal dengan keahliannya mengelola bisnis kami yang ada di seluruh jepang, tapi…”

“Tapi?”

“Kau pasti tahu dia kebanggaan ayahnya dan para tetua kami.”

“Lalu??”

“Kehadiranmu bisa menjadi batu penghalang kejayaannya yang akan segera disahkan.” Ucap Seunghyun dengan wajah tenangnya namun kepala Kyuhyun hampir pecah mendengar perkataannya.

“A-apa maksudmu??” Tanya Kyuhyun walau ia sudah sangat mengerti.

“Kau dan Siwon tidak sepadan, jadi mundurlah.”

“What?”

“Ini~ sebagai ganti ruginya.”

Seunghyun meletakkan selembar kertas persegi panjang yang diketahui Kyuhyun sebagai selembar cek yang sudah diisi. Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apa atau apa yang harus ia lakukan pada kenyataan yang tiba-tiba ini.

Tidak pernah terpikirkan dalam kepalanya bahwa dirinya tidak pantas untuk bersama Siwon, bos dari sebuah organisasi terbesar di Jepang.

“Aku harus pergi, pikirkanlah.” Ucap Seunghyun kemudian langsung berdiri dan meninggalkan tempat itu.

Kyuhyun masih duduk disana menatap lembar cek itu yang sudah ditanda-tangani oleh Seunghyun sendiri tanpa bisa mengambilnya. Seluruh badan Kyuhyun terasa kaku hingga ia tidak bisa bergerak sedikit pun bahkan untuk membalas perkataan yang menyakitkan dari namja asing itu.

“S-siwon-ssi…” Panggil Kyuhyun pelan.

Entah berapa lama Kyuhyun hanya duduk disana dengan tatapan kosong sampai akhirnya ia bangun dan mengambil cek itu dan menggenggamnya dengan kuat. Kemudian namja cantik itu langsung berlari keluar darisana tanpa peduli panggilan dari beberapa hyungnya dibelakang.

Dengan cepat Kyuhyun menuju apartementnya dan masuk kekamarnya dan menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur. Ingin menangis, dia bukan perempuan. Ingin membunuh, dia bukan pembunuh. Dan ingin marah, harus pada siapa? Seunghyun? Namja asing tidak dikenalnya.

Pada Siwon? Namja tampan itu tidak ada disampingnya. Tidak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun selain berdiam diri memikirkan langkah apa yang seharusnya ia ambil untuk kedepannya. Bahkan saat ini Kyuhyun tidak memikirkan lagi apa yang ada didalam pesan namja tampan kekasihnya sejak Seunghyun datang.

Dan kediamannya itu pun berlanjut untuk hari selanjutnya saat Minho mencoba memanggil dan mengajaknya keluar. Tidak ada jawaban apapun dari Kyuhyun yang membuat namja lebih kecil darinya itu semakin khawatir.

“Hyung! apa yang terjadi? Kau tidak bisa seperti ini!!” Coba Minho untuk kesekian kalinya.

“Pergilah!!” Jawab Kyuhyun akhirnya.

“Ahh~ hyung!! akhirnya, syukurlah kau masih hidup!! Ayo keluar!!” Ucap Minho dengan semangat yang kembali nyala setelah mendengar suara hyungnya itu.

“Pergilah!”

“Aku khawatir hyung!! Apa yang terjadi? Siwon-ssi ada di klub mencarimu.”

“Bilang padanya aku sudah pergi.” Ucap Kyuhyun akhirnya mendekati pintu.

Sejak kedatangan Minho, ia hanya menghabiskan waktunya di sofa agar ia tahu apa yang dikatakan Minho, juga untuk bocah itu tahu bahwa ia masih ada didalam dan masih bernafas.

“Apa maksudnya hyung? Kalian bertengkar?”

“Katakan saja aku sudah pergi, jangan mencariku.”

“Mwooo??”

“Pergi dan katakan itu padanya.”

“Ta-tapi…”

“Pergi atau kita tidak bertemu lagi.” Ancam Kyuhyun akhirnya membuat Minho kehilangan akal.

“Noo~ Ba-baiklah~ aku pergi, ini ada makanan, samonim bilang tetaplah hidup.”

“……”

“Sampai jumpa hyung, aku akan menunggu di klub.”

Setelah mengucapkan itu Minho langsung berbalik dan meninggalkan pintu apartement itu menuju klub mereka untuk mengabarkan apa yang sudah ia dapatkan dari hyungnya itu. Para namja di klub begitu mengkhawatirkan Kyuhyun namun tentu saja mereka tidak bisa menutup klub untuk mengunjunginya.

Minho langsung kembali ke tempat kerja mereka dan menemui namja tampan yang memang sedang menunggu Kyuhyun disana sejak tadi. Kegugupan Minho berlipat ganda saat melihat perubahan wajah Siwon yang melihatnya kembali sendirian.

“K-kyuhyun-hyung ti-tidak ingin menemuimu, Si-siwon-ssi.” Ucap Minho gugup.

“Kenapa? Apa yang terjadi? Dia baik-baik saja?” Tanya Siwon dengan wajah mengeras.

“Tadi dia bicara denganku, namun hanya mengatakan dia sudah pergi dan jangan mencarinya.”

“Aku rasa ada yang tidak beres.” Ucap Jaejong melihat Siwon dengan wajah serius.

“Samonim, hyung masih hidup.” Minho melihat bos-nya itu dengan wajah polos.

“Aku tahu, kembalilah.” Jawab namja cantik itu yang memang menakuti Minho sebelumnya.

“Apa kau tahu sesuatu?” Tanya Siwon setelah Minho pergi.

“Aku tidak tahu pasti, tapi sebelum dia berlari keluar dari ruangan kalian, dia bertemu seseorang.”

“Apa? Seseorang? Siapa?”

“Aku tidak ada disini dua hari yang lalu, hyung-nya yang lain mengatakannya padaku.”

“Apa yang terjadi? Apa dia baik-baik saja? Apa dia terluka? Siapa namja itu?”Pertanyaan yang sama keluar dari mulut Siwon.

Pikirannya sekarang mulai bekerja sendirian mengingat perkataan jaejong tentang pertemuan aneh itu yang membuat Kyuhyun berlari keluar dan sekarang menyembunyikan dirinya. Apa yang dilakukan namja itu? Apa yang dikatakannya? Apa yang membuat Kyuhyun berlari? Apa namja itu menyentuhnya?

“Shit!!” Geram Siwon sambil menggertakkan giginya.

“Aku sedang menyelidikinya Siwon-ssi, tenang dulu.”

“Yunho-ssi, katakan padaku semua yang kau tahu, aku ingin tahu secepatnya.”

“Lebih dari itu, temui Kyuhyun dulu, aku tahu dia tidak mengangkat telfon-mu kan?” Tanya Yunho yang membuat Siwon melihat hp-nya.

Sejak kejadian itu Kyuhyun memang tidak membalas semua sms-nya apalagi mengangkat telepon-nya yang hampir ribuan kali itu. Walau semuanya tersambung dan sms-nya terkirim, tidak sekalipun Kyuhyun membalasnya yang semakin membuatnya khawatir.

“Anak buahku akan membantumu, aku harus pergi.”

“Baiklah, kabari kami kalau dia mau keluar.”

“Permisi.” Dengan begitu Siwon pun segera pergi darisana menuju apartement Kyuhyun yang sudah ia tahu alamatnya.

Sampai disana namja tampan itu langsung menaiki lift apartemen bersama dua bodyguardnya kemudian mencari nomor rumah Kyuhyun atau yang lebih bisa disebut sebagai sebuah kamar. Namja tampan itu memanggil dan mengetuk pintu Kyuhyun beberapa kali namun tidak ada yang menjawabnya.

Siwon kembali menghubungi kekasih cantiknya itu dan kini hp Kyuhyun sudah dijawab oleh operatornya dengan mengatakan namja cantik itu sedang berada diluar jangkuan. Tidak sabar dengan keadaan akhirnya Siwon memanggil dua bodyguardnya dan tanpa segan menyuruh mereka berdua untuk mendobrak pintu itu secepatnya.

Dalam beberapa menit pintu kayu itu terjengkal kebelakang dengan gagang rusak dan kayunya sedikit terbelah. Dengan cepat dua anak buah Siwon menghambur masuk kedalam mencari keberadaan Kyuhyun didalam apartement sempit itu. Sementara Siwon sendiri segera menuju kamar Kyuhyun dan mendapati ruangan itu temaram dan tidak ada orang.

Dengan wajah mengeras Siwon menyusuri kamar yang sangat kecil itu dengan seksama, jika bukan dalam situasi yang seperti ini, mungkin ia akan tersenyum melihat tempat itu untuk pertama kalinya. Namun yang terjadi selanjutnya Siwon langsung menendang kursi kayu yang ada didepan meja belajar Kyuhyun.

Ditangannya terdapat selembar cek yang sudah kucek bekas diremas dengan kuat yang bisa ditebak Kyuhyun pelakunya. Dan kini ia juga melakukan hal yang sama sambil menggertakkan giginya saat membaca dengan jelas nama pemberi cek yang sangat banyak itu.

“Brengsek!!!” Umpat Siwon kasar lalu keluar dari kamar itu. “Ayo pergi!!”

Namja tampan itu langsung berjalan dengan langkah cepat hingga dua bodyguard-nya harus berlari kecil agar bisa menyusulnya. Kedua namja yang sudah sangat lama menjaga Siwon itu hanya bisa saling bertatapan melihat sikap boss mereka yang tidak biasa.

Bahkan untuk musuh dalam bisnis-nya yang paling menjengkelkan saja Siwon tidak akan bersikap seperti ini, dengan wajah dan senyum yang menawan namja tampan itu akan langsung memutus kerja sama dan melaporkan mereka ke polisi jika tidak ada yang tidak beres.

Tapi kali ini… Wajah tampan Siwon saat ini kehilangan pesonanya dan hanya menyisakan pria bengis yang biasa-nya ditemui dalam jajaran yakuza paling ditakuti, salah satunya Choi Kiho, appa dari namja tampan itu sendiri.

“Boss kita seperti boss besar.” Ucap salah satu namja mengingat Appa dari Siwon tidak pernah memperlihatkan keramahannya.

“Kau tau namja cantik itu, kan? Dia kekasihnya~ lalu apa yang akan kau lakukan jika menemukan rumahnya kosong dengan cek besar itu disana?”

“Tuan Seunghyun cari mati.”

“Hussh!!”

Keduanya langsung terdiam saat mereka sudah memasuki mobil dan segera mengikuti mobil Siwon yang sudah berjalan dengan sangat cepat. Mereka berdua sudah tahu tujuan bos mereka saat ini, setelah melihat pemberi izin atas cek besar yang mereka temukan. Dalam mobilnya Siwon segera menghubungi orang kepercayaan-nya di perusahaan miliknya untuk mengurus segala keperluan sementara ia diluar.

Sementara kaki tangannya diminta Siwon untuk melacak keberadaan Kyuhyun melalui hp-nya sebelum tidak aktif. Tidak berapa lama akhirnya Siwon tiba didepan sebuh gedung pencakar langit yang ada dipusat kota Tokyo. Tanpa segan namja tampan itu melewati security yang ada di loby perusahaan itu dan segera mencari lift menaiki gedung dengan lantai yang banyak itu.

Tepat dilantai terakhir Siwon langsung mendobrak masuk pintu yang bertuliskan direktur ditengahnya dan mendapati beberapa namja terlihat sedang berdiskusi ada disana. Tanpa melihat namja yang lainnya Siwon langsung menuju kursi besar milik direktur perusahaan itu yang disana bertahta seorang namja tinggi dan tampan seperti dirinya.

Seketika tangan Siwon mencengkram leher kemeja putih namja itu hingga ia berdiri dari duduknya dan melihat relasinya dengan mata yang berbicara. Beberapa namja itu langsung beranjak dari tempat mereka dan segera keluar dari sana setelah namja tampan direktur mereka yang bernama Choi Seunghyun itu meminta dengan matanya.

“Kenapa seperti ini, Onii-san?” Tanya Seunghyun dengan wajah tenang.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon dengan wajah mengeras.

“Aku tidak mengerti, Nii-san.”

“Jangan pura-pura!! Apa yang kau lakukan padanya?” Tanya Siwon mempererat tarikannya dan semakin membuat leher Seunghyun tercekik.

“P-pada siapa? Akh~ aku tidak melakukan apapun, le-lepas dulu!!” Ronta Seunghyun yang mulai kesakitan.

“Jangan membodohiku!! Apa maksudmu!!” Ucap Siwon kemudian melempar cek yang sudah diremasnya tepat diwajah Seunghyun.

Setelah itu baru ia melepaskan cengkraman tangannya dan menatap Seunghyun dengan tatapan yang bisa membunuh namja tampan itu seketika. Dengan begitu Seunghyun pun langsung menggerakkan lehernya ke kiri dan kekanan melepas kekakuannya.

Walau tidak sampai membunuh, tapi cengkraman tangan Siwon yang dikenal menguasai semua ilmu beladiri jepang itu membuat lehernya seperti mau patah.

Dengan perlahan Seunghyun mengambil kertas itu dan membuka dengan cepat, setelah melihat isinya barulah ia sadar apa yang sudah membuat kakak sepupu-nya itu sampai murka.

“Onii~ kau benar-benar mencintainya?” Tanya Seunghyun dengan wajah tidak percaya.

“Bukan urusanmu!”

“Bagaimana kalau ketua tau?”

“Bukan urusanmu!! Katakan, kenapa kau lakukan itu?” Tanya Siwon masih tidak bersahabat, walau sebenarnya mereka satu ikatan persaudaraan.

“Aku hanya ingin membantumu.”

“Aku tidak perlu bantuanmu, lagipula~ dia tidak ada hubungannya dengammu.”

“Aku tahu dia sangat memesona, tapi dia pria, aku yakin kakek tidak akan setuju.”

“Just shut up!!” Geram Siwon menggertakkan giginya.

“Lalu kenapa kau kesini? Apa dia mengadu padamu?”

“Dia bukan orang seperti itu.”

“Sudah kuduga, lalu? Apa dia menghilang? Meninggalkanmu? Seperti inginku?”

Bhugh!!!!

Hantaman keras seketika menerpa perut Seunghyun yang tanpa pertahanan, dan itu merupakan kepala tangan Siwon yang cukup membuatnya kehilangan suaranya.

“Jangan campuri kehidupanku, kau dengar?!”

“O-onii…” Seunghyun ingin mengucapkan kata-katanya tapi suara hp Siwon menghentikannya. Siwon langsung mengangkat teleponnya dan mendengar suara diseberang sana sambil menatap Seunghyun nanar.

>Boss~ We found him<

Detik itu juga Siwon menutup sambungan itu dan beranjak keluar dari ruangan Seunghyun namun langsung berhenti saat namja tampan itu memanggilnya sekali lagi.

“Onii…”

“Jika paman tahu kelakuanmu, aku yakin dia akan menurunkanmu detik ini juga.” Ucap Siwon dengan nada dingin kemudian segera keluar darisana.

“Tidaak, Onii~ jangaaan~” Seunghyun langsung menghambur mengejar Siwon.

Namun namja tampan sepupunya itu tidak peduli dan segera keluar darisana saat dua bodyguard sudah berdiri di pintu menunggunya. Seunghyun langsung mengutuk dirinya sendiri mengingat kecerobohannya sudah mencampuri namja tampan kebanggaan kakek-nya itu.

Ayahnya yang juga paman Siwon tidak pernah mengizinkan Seunghyun berurusan atau berjalan melintang ditengah jalan seorang Choi Siwon. Karena kakek Choi yang masih memegang kekuasaan paling besar sudah menyerahkan segalanya pada Siwon.

Dan jika ada yang menghalanginya baik itu keluarga sekalipun, semua asset pribadi dan perusahaan yang sudah mereka dapatkan masing-masing akan segera ditarik kembali. Kakek Choi sudah bersikap dengan adil saat pewaris pertama ditetapkan dan Siwon yang memenuhi syarat, karena itu anak atau cucu-nya yang lain harus menerima keputusan itu tanpa bisa menolaknya.

“Semua sudah ditetapkan, jadi berjalanlah dijalan yang sudah ditentukan.” Pesan itu yang harus selalu dipegang Siwon, Seunghyun dan Sooyoung.

Dan kali ini, Seunghyun harus menerima apa yang terjadi jika benar Siwon akan mengatakan kejadian ini pada kakek dan ayahnya. Rasa sakit yang diterima-nya sekarang pasti tidak akan sebanding dengan sakit-nya kehilangan semua yang sudah didapatkannya dengan begitu mudah.

**

Sementara itu Siwon yang mengetahui kabar terbaru tentang Kyuhyun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang cepat. Namja tampan itu meminta sopirnya ikut bersama mobil bodyguard-nya karena ia tidak bisa jika hanya duduk dibelakang dan menunggu.

Isi pesan dari Leeteuk, kaki tangannya di perusahaan mengatakan ponsel Kyuhyun masih bisa dideteksi berada tidak jauh dari jembatan yang dikenal yang tercantik di jepang. Menggunakan teknologi jaman sekarang, tentu saja hal itu sangat mudah bagi Siwon dan perusahaannya.

Tidak berapa lama sampailah mobilnya diatas jembatan Tsunoshima Ohashi yang ada di perfektur Yamaguchi, bagian selatan jepang. Siwon melajukan mobilnya secara perlahan diatas jembatan tercantik yang ada di jepang itu, sambil terus melihat kesana kemari, namun tidak ada sosok yang ia rindukan terlihat disana. Tidak puas hanya sekali Siwon kembali memutar mobilnya dan menyusuri jembatan itu sampai keujungnya.

Dan hasilnya msih tetap sama, Kyuhyun tidak ada disana.

Sampai akhirnya Siwon menepikan mobilnya dan keluar dari sana untuk melihat dengan lebih jelas, mungkin Kyuhyun masih ada disana. Namja tampan itu menyusuri bawah jembatan sungai yang dipe

Dan disalah satu tembok pembatas jembatan terlihat sosok namja tinggi yang sangat dikenal Siwon walau dari jauh sekalipun. Langsung saja namja tampan itu berlari menghampiri namja yang diketahui sebagai Kyuhyun.

“BABY!!!!!” Panggil Siwon dengan suara keras membuat namja itu tersentak kaget.

“S-siwon-ssi?” Namja tinggi berkulit putih itu tidak percaya melihat Siwon didepannya.

Kyuhyun benar-benar sudah mengambil keputusan untuk menjauh dari Siwon seperti yang seharusnya atau seperti yang diinginkan Seunghyun. Karena sesungguhnya dari lubuk hati paling yang paling dalam, Kyuhyun tidak ingin berpisah apalagi menjauh dari namja tampan yang baru saja jadi kekasihnya itu.

“Kenapa?? Kenapa kau lakukan ini padaku? Apa yang kau pikirkan?” Tanya Siwon dengan tidak sabarnya dan terlihat seperti membentak namja cantik itu.

“A-aku…” Kyuhyun meringis sakit merasakan cengkraman Siwon dikedua lengannya.

“Ancaman seperti itu saja sudah membuatmu mundur?”

“Dia tidak mengancamku, lepaskan, kau menyakitiku.”

“Gomenasai!!” Dengan cepat Siwon melepas cengkraman tangannya dan kembali memegang lengan Kyuhyun dengan lebih lembut sambil memijatnya. “Gomenasai.”

“Tidak apa-apa, ini yang terbaik Siwon-sii, aku memang tidak pantas untukmu.”

“Tidak ada manusia yang bisa mengatur kehidupanku.” Jawab Siwon dengan wajah mengeras.

“Tadi dia benar.”

“Bukan dia yang akan menjalani kehidupan ini bersamaku, jadi dia tidak akan pernah tahu apa dan siapa yang lebih pantas untukku.”

“Tapi…”

“Dengarkan aku Cho Kyuhyun, kau satu-satunya namja yang bisa menggerakkan hatiku dalam dunia yang hampa ini.”

“Kau satu-satunya namja yang bisa membuatku bahagia menjalani hari yang selalu melelahkan ini, dan kau satu-satunya namja yang kuinginkan untuk menghabiskan sisa dari hidupku, selamanya, bersamamu.”

“Ta-tapi yang dikatakannya memang benar, dunia kita sangat berbeda.”

“Walau begitu kita hidup didunia yang sama.”

“Jalan yang kita lalui tidak sama, Siwon-ssi.” Ucap Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya.

“Aku akan sering berjalan bersamamu dan kau akan sering berjalan dijalanku, dengan begitu kita akan terbiasa dan selalu akan saling mengerti.”

“Tapi…”

“Jangan menyangkal lagi, baby~ katakan padaku, apa kau mencintaiku?” Tanya Siwon to the point membuat Kyuhyun langsung menatapnya.

“De-dengan seluruh hatiku.” Ucap Kyuhyun dengan airmata yang entah datang darimana saat melihat wajah tampan yang teduh itu menatapnya. “Aku mencintaimu.”

“Jangan meragukan cintaku, sekarang dan selamanya kau milikku.”

“…..”

“Aku sudah pernah mengatakannya, sekali melangkah kau tidak akan bisa mundur lagi.”

“Gomenasai~” Ucap Kyuhyun setengah berbisik.

Detik itu juga Siwon menarik pinggang Kyuhyun dan mengecup bibirnya dengan lembut lalu perlahan membawanya kedalam ciuman yang penuh cinta sampai membuat Kyuhyun terlena dan melupakan dimana saat ini mereka berada.

Setelah merasa puas barulah Siwon melepaskan ciumannya dan menatap wajah Kyuhyun yang bersemu merah dengan bibir yang merah merekah. Sekali lagi Siwon jatuh semakin dalam pada pesona namja cantik yang entah kenapa sangat dicintainya itu.

“Katakan padaku…” Ucap Siwon setelah beberapa detik.

“A-apa?” Tanya Kyuhyun berpaling melihat kearah lain.

“Untuk apa kau disini? Apa kau ingin…mmm… itu…”

“Apa? Aku…” Kyuhyun menatap kekasihnya itu, namun detik selanjutnya mata bulatnya melebar menyadari maksud dari Siwon. “Whaat!??! Yang benar saja!!!”

“Mungkin saja kau…”

“Bakaa!!!(paboo)”

“Ahh, syukurlah~”

“Aku hanya ingin menenangkan diri bukan bunuh diri.”

“Mungkin saja kau berpikir seperti itu.”

“Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu sen…” Langsung saja Kyuhyun menutup mulutnya yang sekali lagi keceplosan dalam mengungkapkan apa yang dirasakannya.

“Hmm~” Gumam Siwon dengan smirk menawan dibibirnya sambil melingkarkan lengan dipinggang Kyuhyun dan menariknya mendekat hingga badan mereka menempel satu sama lain.

Dan kini wajah mereka hanya berjarak satu ruas jari saja dengan mata Siwon melingkar disekitar bibir Kyuhyun yang sangat memesona baginya itu. Kyuhyun yang tidak ingin debaran jantungnya dirasakan Siwon hanya bisa menjauhkan wajahnya namun sia-sia karna Siwon terus mendekatkannya.

“S-siwon-ssi…di-disini ba-banyak orang.” Ucap Kyuhyun mulai was-was padahal mereka sudah melakukannya tadi.

“Tidak ada orang disini, walau ada mereka tidak melihatnya.”

“Ta-tapi…”

“Ikutlah denganku sekali lagi.”

“Ke-kemana?”

“Paman…” Panggil Siwon tiba-tiba.

Dan sopir Siwon yang sedari tadi berdiri membelakangi mereka langsung berpaling dan setengah berlari menghampiri Siwon dan Kyuhyun.

“Antar dia ke klub, Yunho dan Jaejong ada disana.”

“Baik tuan, silahkan~” Ucap pria paruh baya itu melihat Kyuhyun.

Dan namja cantik yang penuh kesopanan itu pun langsung menganggukkan kepalanya dan melihat Siwon yang juga melakukan hal yang sama padanya. “Ada apa?” Tanya Kyuhyun.

“Ikut saja, kau ingin bersamaku bukan?” Tanya Siwon dengan senyum memesona menampakkan dimple-nya.

Tanpa menjawab apa-apa Kyuhyun langsung berpaling dan berjalan lebih dulu meninggalkan Siwon yang menganggukkan kepalanya pada sopir-nya. Setelah itu Siwon segera kembali bersama mobil bodyguardnya dan segera menuju perusahaan yang sudah seharian ini ia tinggalkan.

Dalam perjalanannya, Siwon kembali menerima pesan singkat dari Leeteuk yang membuat wajah tampannya berbinar senang. “Kerja-sama kita berhasil.”

Seketika wajah cantik Kyuhyun yang tersenyum lembut berkelebat dalam pikirannya. Walau hanya itu saja sudah bisa membuat jantung Siwon berdetak dengan hebatnya hingga tanpa sadar ia meraba dada-nya untuk merasakan getaran tersebut.

Rasa cintanya sudah tidak bisa dihilangkan.

Mobil mewah yang membawa Kyuhyun sudah terlihat didepan klub Sapphire Blue dan namja cantik itu langsung masuk kedalam setelah mengucapkan terima kasih pada paman yang sudah mengantarnya. Sampai disana Kyuhyun harus menutup telinganya saat semua hyung-nya dan Minho langsung berseru dan menghambur memeluknya.

“Aku kira kau diculik.” Ucap Jonghyun.

“Aku sangka dia bunuh diri.” Sambung Yonghwa.

“Aku pikir kau tidak kembali hyung.” Minho langsung menghapus airmata-nya dengan cepat.

“Kalian berlebihan.” Ucap seseorang dibelakang mereka.

“Samonim!!” Protes mereka bersamaan melihat Jaejong.

“Ayo Kyu, Siap-siap.” Ucap Jaejong tidak peduli.

“Siap-siap? Untuk apa?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Ada tamu yang menginginkan kita memakai Kimono, So~ come on~” Jaejong langsung menarik Kyuhyun tanpa sempat namja itu melakukan protesnya.

Namun barulah ia sadar bahwa semua host dan pegawai bahkan tamu di klub itu sudah memakai kimono yang bermacam-macam rupa dan warnanya. Termasuk Jaejong dan juga Yunho yang sudah menunggunya disalah satu ruangan staff.

Didalam ruangan itu sudah ada berbagai macam kimono yang sangat menarik perhatian namun tentu saja tidak buat Kyuhyun yang tidak pernah memakainya sekali pun. Walau begitu, Jaejong tidak melihat kimono yang sudah dijajarkan itu melainkan pada kotak yang ada disalah satu meja disana.

Dengan cepat Kyuhyun diseret Yunho menuju meja rias dan namja tampan itu dengan luwesnya membersihkan wajah Kyuhyun dan memberinya pelembab wajah agar tidak kusam. Kemudian Yunho meminta Jaejong yang memberi sentuhan make up diwajah Kyuhyun yang memang sudah putih dasarnya.

“Hyung~ aku tidak mau~” Protes Kyuhyun akhirnya saat Jaejong memoles wajahnya.

“Jangan cerewet, kali ini ikuti apapun kataku, kau dihukum karena sudah membuat khawatir.” Ucap Jaejong tidak berhenti menggerakkan tangan lentiknya diwajah Kyuhyun.

Mau tidak mau Kyuhyun kembali terdiam dan melihat Yunho yang duduk di meja rias dan menghadapnya dengan tangan terlipat didada. Mata Kyuhyun berkata ‘hyung tolong aku’ namun Yunho hanya menaikkan bahunya tidak peduli membuat smirk Jaejong semakin terlihat.

“Jangan coba-coba Yunnie~ Nae adeul, dia sudah nakal dengan membuat kita khawatir.”

“Gomenasai~” Ucap Kyuhyun cepat membuat Jaejong berhenti.

“Gwenchana, asal kau baik-baik saja.” Jawab Jaejong sambil berjalan menuju sofa.

Dengan cepat Kyuhyun berdiri dan mengejar hyung cantiknya itu dan memeluknya dari belakang membuat Jaejong tersentak. “Arigato~ Onii-san.”

Jaejong langsung tersenyum dan menepuk-nepuk lengan Kyuhyun yang melingkar diperutnya dengan pelan. Kepalanya ia rebahkan agar menyentuh kepala Kyuhyun yang ada dibahunya membuat Yunho yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Lain kali kalau ingin pergi, bilang dulu pada umma-mu Kyunnie.” Ucap Yunho dengan tenangnya.

Kyuhyun hanya bisa mengerucutkan bibirnya tidak terima namun hatinya sangat lega karena memiliki dua namja tampan itu yang menemaninya setelah tidak ada siapapun didunia ini yang bisa. Mereka memang menjaganya seperti adik dan anak sekaligus yang membuat Kyuhyun merasa sangat beruntung.

“Lain kali jika kau tidak betah disini, kita bisa kembali ke Korea.” Jawab Jaejong kemudian.

“Ani, andwae!! Aku baik-baik saja.” Jawab Kyuhyun cepat dan melepas pelukannya. “Jangan berkorban untukku.”

“Tidak akan, aku tahu kau suka disini.” Ucap Jaejong lagi dengan smirknya membuat Yunho menggelengkan kepalanya. “Karena itu, ayo pakai.” Ucap Jaejong kemudian.

Dan kotak itu pun terbuka dengan Jaejong menarik isi didalamnya lalu berpaling melihat Kyuhyun, saat itu Kyuhyun baru sadar kotak yang dilihat namja cantik itu sebelumnya juga berisikan Kimono. Kain sutra hitam dengan motif tangkai bunga lili putih yang memanjang sampai sebatas paha. Sedang diatasnya hanya ada beberapa helai bunga itu yang bertebaran.

Simple dan memesona.

“Bagaimana pilihanku?” Tanya Jajeong melihat wajah takjub Kyuhyun.

“I-ini warisan hyung?” Kyuhyun balik bertanya membuat Jaejong menatapnya tajam.

“Bakaa!!”

“La-lalu??”

“Jangan banyak bicara, ayo pakai.”

“Disini?”

“Lalu?”

“Tidak akan!! Get out!!” Usir Kyuhyun cepat membuat keduanya hanya bisa cekikikan dan segera keluar darisana.

Setelahnya barulah Kyuhyun memakai kimono cantik itu dengan baik karena walau tidak terlalu menyukainya tapi Kyuhyun tahu cara memakai pakaian tradisional jepang itu. Setelah semuanya selesai langsung saja pintu itu terbuka kasar dan menampakkan Jaejong dengan wajah jahilnya.

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya dengan malas kemudian melihat pantulan dirinya dicermin dengan wajah datar. Tanpa aba-aba Jaejong mengambil sesuatu dimeja itu dan dengan cepat meletakkannya diatas kepala Kyuhyun.

Namja cantik itu melihat tiara cantik yang terbuat dari kuncup bunga sakura itu dengan 5 titik bunga yang mekar menjadi permata itu bertahta dengan indah menjadi mahkotanya. Jaejong kembali menggerakkan tangannya diatas kepala Kyuhyun dan membuat tiara itu terbenam dalam rambutnya seolah hanya bunganya saja yang tersampir disana.

“Sempurna.”

“Hyung!!”

“Come~” Yunho langsung menarik Kyuhyun keluar darisana dan melewati beberapa tamu dan hyungnya yang menemani mereka.

“Wow~ perfecto!!!” Seru mereka bersamaan dan dibalas Kyuhyun dengan death glarenya.

Namun saat perjalanan mereka tidak berhenti sampai dipintu depan, kening Kyuhyun mulai berkerut menampakkan kebingungan. Bukankah mereka akan berada diklub atas permintaan tamu? Lalu kenapa mereka bertiga meninggalkan yang lainnya.

“Hyung…”

“Yunnie~ aku akan menyusul nanti.” Ucap Jaejong.

“Ok, see you.”

Yunho langsung memasukkan Kyuhyun dalam mobilnya tanpa mendengarkan protes namja cantik itu yang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan dalam perjalanan Yunho menghidupkan instrumental piano dan biola dengan volume yang dibesarkan hingga Kyuhyun tidak bisa berbicara.

Sampai akhirnya setelah lebih dari setengah jam kemudian mobil Yunho berhenti didepan sebuah gerbang yang memiliki atap lebih rendah dari gerbang-gerbang rumah modern sekarang ini. Gerbang pintu rumah jepang dulu yang pernah dilihat Kyuhyun dalam drama-drama jepang kolosal.

“Hyung, ini dimana?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Turunlah, ada yang ingin bertemu denganmu.” Ucap Yunho.

Tanpa bisa membantah Kyuhyun langsung turun darisana memakai sandal kayu khas yang sudah disiapkan untuknya agar sesuai dengan kimono-nya. Setelah menutup pintu mobil Kyuhyun pun berdiri dengan baik sambil memperbaiki kimononya yang terlihat bergeser karena duduk tadi.

Saat itulah tiba-tiba mobil Yunho bergerak dan meninggalkannya yang hanya bisa diam terpaku dengan mulut terbuka. Sementara Yunho tertawa cekikikan sambil melihat Kyuhyun sekilas dari kaca mobilnya.

“Merpati sudah didepan.” Ucapnya pada seseorang diseberang sana.

Tidak berapa lama pintu gerbang tempat Kyuhyun berdiri terbuka dengan perlahan dan Kyuhyun pun berpaling melihat kedalam rumah yang tidak diketahuinya itu. Dan detik itu juga jantung Kyuhyun berdetak dengan keras hingga terasa sudah mendarat ditanah dan hancur berantakan.

Didepannya saat ini terlihat barisan pria berpakaian hitam dan kacamata dengan warna yang sama berdiri saling berhadapan tanpa gerakan hingga terlihat seperti pagar manusia. Jika Kyuhyun ingin menghitungnya, disebelah kiri terdiri dari 30 pria sampai pada bangunan didepan sana, begitu juga dengan yang disebelah kanannya.

“Apa ini?!” Tanya Kyuhyun dengan wajah pucat.

Namun tiba-tiba pria itu serentak menundukkan kepalanya sekilas dan berdiri tegak kembali membuat Kyuhyun tersentak dan mundur kebelakang. Dan saat itulah terlihat namja tampan yang sangat dikenalnya berjalan dengan wajah bahagia mendekat kearahnya.

Siwon memakai setelah jas hitam dan kemja putih dengan coat dan syal melingkar indah dilehernya membuatnya semakin memesona. Debaran jantung Kyuhyun pun langsung berpacu semakin cepat seiring langkah Siwon yang semakin mendekat.

“Seharusnya aku tahu.” Gumam Kyuhyun akhirnya sadar.

“Selamat datang baby~” Bisik Siwon pelan agar tidak ada yang mendengar.

“Ada apa ini?” Tanya Kyuhyun dengan mata penuh selidik.

“Sangat cocok untukmu, sungguh memesona.” Jawab Siwon menyusuri penampilan Kyuhyun.

“Ckk!! Jawab aku!” Decak Kyuhyun kesal.

“Ayo masuk, kau akan tahu.”

“Semua ini rencanamu? Dan mereka mengikutinya?” Tanya Kyuhyun dnegan tatapan tajamnya.

“Jika untuk kebahagiaanmu, mereka pasti setuju.”

Kyuhyun tidak bisa membantah perkataan itu dan mau tidak mau menerima uluran tangan namja tampan itu dan melangkah memasuki gerbang rumah jepang yang masih sangat tradisional itu. Kyuhyun berjalan dengan wajah datar saat melewati pria-pria itu yang menganggukkan kepala mereka setiap ia lewati sampai yang paling akhir.

“Ini rumahku.” Ucap Siwon saat mereka memasuki gerbang kedua.

“Apaaa??” Mulut Kyuhyun terbuka saat ia melihat bangunan-bangunan jaman dulu itu melingkar membentuk petak dengan halaman ditengah yang dipenuhi dengan taman bunga.

Jalan setapak dari batu yang menghubungkan satu ruangan dan ruangan yang lainnya, dan jarak rumah utama dari tempat ia berdiri sekarang lebih jauh dari halaman depan yang berdiri pria-pria berpakaian hitam itu.

“Apa kau tidak capek berjalan disini?” Tanya Kyuhyun tanpa sadar membuat Siwon tertawa kecil.

“Jika kakek mendengarnya dia pasti akan tertawa, tapi kau benar, karena itu aku memilih di apartemen.”

“Hoo~ ka-kakek?”

“Iya, kita akan bertemu kakek dan ayahku hari ini.”

“APA!!!” Mata Kyuhyun hampir saja keluar dari sarangnya.

“Jangan takut, kau sudah menjawabnya ingin bersamaku.” Ucap Siwon sambil mengambil tangan Kyuhyun dan menggenggamnya.

“Ta-tapi…”

“Come~” Siwon langsung membawa Kyuhyun berjalan menyusuri pijakan-pijakan kecil itu sambil terus bercerita tentang rumah kakeknya itu.

Sementara Kyuhyun terus melihat banyaknya pria berpakaian hitam yang terpencar berdiri menjaga disetiap pintu ruangan disana.

“Jika kau menikah denganku, 3 tahun pertama kau akan tinggal disini.”

“Ke-kenapa?”

“Untuk belajar menjadi istri yang baik.”

“APA!??!”

“Ahahaha~ jangan teriak-teriak baby~” Kening Siwon berkerut melihat wajah imut dan menggemaskan itu.

Tanpa mereka tahu, sedari tadi dua pria sedang memerhatikan mereka dari ruangan utama yang mereka tuju saat ini. Dua pria yang paling ditakuti dalam bisnis bawah tanah atau bisnis transparan yang mereka jalankan secara bersamaan.

Saat mereka berdua sampai disana dua namja itu pun segera menduduki tempatnya dan menunggu pintu itu dibuka Siwon. Namun 5 menit kemudian pintu itu tidak kunjung bergeser kesamping dan menampakkan dua namja itu, karena ternyata Kyuhyun sedang mencoba menenangkan hatinya.

Walau wajahnya tidak menunjukkan apa-apa tapi hati Kyuhyun berdetak lebih cepat bukan karena berada didekat Siwon, cintanya. Tapi saat ini ia seperti berada didepan mulut buaya yang siap menerkamnya dengan gigi-gigi yang tajam.

Walau tidak banyak, Kyuhyun sudah mencari tahu latar belakang keluarga Siwon, tentang kakek dan ayahnya yang benar-benar yakuza yang paling ditakuti di Negara ini. Bukan seperti Siwon yang berwajah tampan dan bisa memesona siapa saja.

“Jangan takut, baby.” Suara Siwon membuyarkan lamunan Kyuhyun.

“Tapi…”

“Aku yakin semua akan baik-baik saja.”

“Ke-kenapa?” Kyuhyun mengerutkan keningnya dengan perasaan tidak tenang.

“Karna aku mencintaimu, ayo.” Ucap Siwon cepat dan menarik pintu bergeser kesamping.

Dengan penuh percaya diri Siwon memasuki ruangan yang dipenuhi kerabat kakek dan ayahnya itu yang memang sudah menunggu kedatangan mereka. Sementara Kyuhyun hanya bisa berpegangan pada tangan Siwon yang menggenggam tangannya dengan erat dan ia hanya bisa melihat jalinan tangan mereka.

Begitu sampai didepan kakek dan ayahnya Siwon langsung duduk seiza (duduk ala jepang) diatas tatami yang sudah disiapkan untuk mereka. Melihat hal itu Kyuhyun pun melakukan hal yang sama namun tetap tidak bisa menatap dua namja penuh kuasa didepannya itu.

“Ojii-san, Otoo-san…” Sapa Siwon.

“Siapa yang kau bawa Siwon?” Tanya Ayah-nya dengan wajah mengeras.

Kyuhyun yang mendengar suara datar itu hanya bisa menelan apapun yang ada ditenggerokannya dengan susah payah. Sementara Siwon masih tetap memasang wajah tenangnya dan melihat ayahnya dengan senyum bahagia.

“Dia yang sebelumnya kukatakan, Ojii-san, Otoo-san.” Ucap Siwon melihat mereka secara bergantian.

Dan empat pasang mata yang dingin dan tajam itu langsung tertuju pada Kyuhyun yang merasa tatapan itu seperti menembus ulu hatinya dan membuatnya tewas ditempat.

“Ternyata rumor itu memang benar.” Ucap pria paling tua disana yang dipanggil Siwon Ojii-san atau kakeknya itu untuk pertama kali.

“Dia terlalu cantik untuk seorang pria, bahkan lebih cantik asli dari fotonya.” Ucap Ayah Siwon membuat pria tampan itu menatap ayahnya tidak percaya. “Tapi tidak bisa menjamin keputusan kalian berdua akan baik untuk semuanya.”

“Oto-san~”

“Anda benar ketua.” Ucap salah satu kerabat Siwon membenarkan.

“Ojii-san, kau bisa melihatnya dia sangat luar biasa.”

“Siwon! Saat kau mengatakan ingin mengenalkan pendampingmu, jangan katakan bahwa dia seorang pria.” Ayah Siwon masih dengan pendapatnya.

“Kyuhyun, Otoo~ dia memang pria, namanya Cho Kyuhyun.”

“Siwon!!” Lelaki paruh baya itu tidak percaya melihat putranya.

Choi Kiho benar-benar tidak menyangka kekasih yang diceritakan Siwon sebelumnya merupakan pria yang lebih cantik dari seorang yeoja. Bahkan ia tidak menyangka bahwa putra-nya memiliki ketertarikan yang beda dari pria kebanyakan, tapi apa yang bisa ia lakukan? Siwon satu-satunya putra kebanggaannya.

Choi Kiho hanya bisa melihat pada ayahnya yang selalu bisa memberikan keputusan yang bijak dan baik untuk semua orang.

“Kau sungguh-sungguh, Siwon?” Tanya Kakek Choi akhirnya.

“Tidak pernah seyakin ini dalam hidupku.”

“Apa kau tahu resiko-nya?”

“Aku akan bertanggung jawab, aku sudah lama menunggu kedatangannya Oji-san, dan hanya dia yang bisa membuatku memikul semua tanggung jawab yang kau berikan, aku akan selalu berusaha yang terbaik bersamanya, disisiku, selamanya.” Ucap Siwon sungguh-sungguh kemudian bersimpuh dengan tangan dan dahinya yang menyentuh lantai.

Melihat hal itu Kyuhyun langsung mengangkat kepalanya dan melihat kakek Choi yang ternyata juga sedang menatapnya. Entah keberanian darimana yang didapat Kyuhyun hingga ia bisa menatap dalam mata bos besar yakuza itu dengan penuh keyakinan.

“Aku tidak ingin berpisah dengannya walau sehari saja, jadi izinkan aku menemani Siwon selamanya, Ojii-san~ aku mencintainya.” Ucap Kyuhyun lantang kemudian melakukan hal sama seperti yang Siwon lakukan membuat semua yang disana tersentak kaget dengan mulut terbuka.

Bahkan Siwon sendiri tidak menyangka Kyuhyun akan bersuara dengan beraninya setelah melihat kegugupan namja cantik itu sebelumnya.

“Lagipula…” Ucap Kyuhyun sambil kembali duduk tegak. “Aku lebih cantik dari gadis manapun.”

“Pffft!!!” Suara tawa yang ditahan terdengar dari sudut ruangan membuat Kyuhyun langsung berpaling menatap orang itu tajam.

Seketika itu pula tawa kakek Choi menggema diseluruh ruangan membuat yang lain ikut tertawa namun sebagiannya menatap Kyuhyun dengan wajah tidak percaya. Bahkan gadis cantik yang tertawa pertama kali itu langsung mengacungkan dua jempolnya pada Kyuhyun yang berkerut keningnya.

“Dia juga sepupuku, baby~” Bisik Siwon pelan membuat mata bulat Kyuhyun semakin besar.

Keturunan Choi memang tidak bisa diragukan, Kyuhyun merasa malu sudah mengatakan dirinya lebih cantik dari gadis manapun, karena menurutnya sepupu Siwon itu benar-benar cantik dengan make up simplenya.

“Dia akan mengatakan kau lebih cantik darinya.” Ucap Siwon kemudian seolah bisa mendengar suara hati Kyuhyun.

Saat Kyuhyun ingin menjawabnya lagi tiba-tiba saja kakek Choi dan ayah Siwon berdiri membuat Kyuhyun kembali merasa gugup yang luar biasa karena sudah salah bicara.

“Aku tahu kau tidak akan mengecewakanku, Siwon.” Ucap kakek Choi lalu beranjak pergi darisama membuat kening Kyuhyun kembali berkerut.

“Ojisan…” Panggil Siwon tidak puas.

“Dia yang terbaik untukmu.” Ucap kakek Choi sekali lagi lalu keluar dari sana meninggalkan dua namja tampan itu terpaku dengan mulut terbuka.

Ayah Siwon hanya menganggukkan kepalanya pada Siwon dan tersenyum tipis pada Kyuhyun yang akan segera dikenalnya dengan baik. Karena sejak keputusan kakek Choi dibuat, Kyuhyun sudah resmi memasuki keluarga Choi dan akan ikut dalam semua acara di keluarga mereka.

“Kata-katamu memang benar.” Ucap seseorang tiba-tiba membuat keduanya melihat orang itu. “Kau lebih cantik dari gadis manapun.”

“Sooyoung~” Panggil Siwon pada sepupunya itu.

“Benar Onii-san~ dia cantik.” Ucap Sooyoung menyusuri wajah putih Kyuhyun dengan mahkota sakura diatas kepalanya. “Selamat datang dikeluarga ini, Onii-san~” Ucap Sooyoung kemudian.

“A-arigato.”

“Tuan muda…” Panggil pelayan di rumah itu.

“Iya?”

“Tuan besar ingin kalian makan malam disini.”

“Bo-bolehkah?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Bersiaplah ritual pertamamu, baby~”

“Ahahaha~ jangan begitu Onii, kau menakutinya.”

“Tidak apa-apa, dia akan terbia…”

“Apa aku terlambat?!?!” Tanya seseorang tiba-tiba muncul dibalik pintu itu.

“Seunghyun!! Sangat terlambat.” Jawab Sooyoung.

Kyuhyun dan Siwon langsung menatap Seunghyun tajam membuat namja tampan itu mengeret dan tertawa garing sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal. “Gomenasai.”

“Kali ini aku maafkan.” Jawab Siwon datar.

“Onii~ bukankah aku membantumu?”

“Membantu apa?”

“Jika aku tidak bergerak kau tidak akan membawanya kemari.”

“Aku sedang menyelesaikan permintaan Oji-san sebelumnya dan kau bertindak semaumu.”

“Maksudnya?” Tanya Seunghyun tidak mengerti.

“Aku meninggalkannya karena mengurus kerja sama yang baru, jika itu berhasil oji-san akan mengabulkan semua keinginanku.”

“Dan itu…” Kyuhyun melihat Siwon dengan penuh harap membuat namja tampan itu tersenyum dengan manisnya membuat Sooyoung berbinar-binar melihat mereka.

“Berhasil baby, jadi jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku lagi.”

“Gomenasai~” Ucap Kyuhyun sungguh-sungguh.

Siwon langsung menarik dagu Kyuhyun perlahan dan mengecup bibir itu dengan lembut dan semakin memperdalam ciumannya sampai tangan Kyuhyun perlahan bergerak mencengkram coat Siwon dan semakin mendekatkan dirinya dalam pelukan namja tampan itu.

Saat pertama kali mereka berdekatan, Seunghyun dan Sooyoung langsung berjalan mundur sambil menggelengkan kepala mereka dan menghilang dibalik pintu. Keduanya saat ini benar-benar tidak mengingat dimana mereka saat ini dan siapa yang ada bersama mereka.

Ciuman lembut penuh cinta itu membuat keduanya melupakan segalanya dan yang ada hanya cinta mereka berdua yang semakin tumbuh setiap harinya.

“Sepertinya aku harus berterima kasih pada YunJae.” Ucap Kyuhyun saat Siwon menjauhkan bibirnya.

“Mereka sangat baik.”

“Nee, karna mereka aku mengenalmu.” Ucap Kyuhyun sambil mendekatkan dirinya mengecup bibir Siwon dengan lembut.

“Karena itu, berjanjilah selamanya bersamaku.” Bisik Siwon diantara bibir mereka.

“Aku berjanji.” Jawab Kyuhyun dengan yakinnya.

Dan Siwon pun kembali menyatukan bibir mereka dalam ciuman manis dan penuh cinta sebagai pengikat sumpah setia mereka untuk selamanya.

Setelah itu, dimulailah perjalanan hidup Kyuhyun menjadi pendamping yakuza nomor 1 di Jepang. Diawali dengan belajar semua tata krama keluarga Choi juga belajar tentang pengetahuan bisnis agar ia bisa membantu Siwon kelak.

Dan musim semi selanjutnya, Kyuhyun resmi menyandang status baru sebagai istri dari Choi Siwon dengan marga baru Choi Kyuhyun. Hidup mereka pun bahagia bersama selamanya.

**

THE END.

Ahahahahaha~ I don’t know why~ jadi seperti ini.
Lain isi kepala lain yang tertulis disini.

Apa kalian tahu sesuatu??

Kalian itu the best readers yang Vie punya! Gomawo nee~

With love,
Vie

From Fish To Love

*OUR DESTINY BEGIN*

Starring : Lee Donghae, Lee Hyukjae, Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Kim Ryeowook, Yesung.

Pair : Eunhae, Wonkyu, Yewook

Genre : Fluffy, Comedy, Romantic

Warning : Boys Love, Alur ga’jelas,

Disclaimer : Eunhae, sahabat baik Wonkyu sementara Wonkyu milik kita bersama~

Summary : Pertemuan yang tidak diduga namun membawa kebahagiaan.

** Here You Go