My Baby 71

Published July 3, 2015 by Wonviekyu

10616051_1515584308681129_2453442361352936117_n

My Baby 70b

From Vie…

**

Siwon harus berada diluar ruangan Kyuhyun beberapa jam karena menyambut mereka karena ia tidak ingin mengganggu ketenangan Kyuhyun jika mereka semua harus masuk kedalam.

“Daddy~ rumah cakit jadi taman bunga.” Ucap Sulli begitu melihat lorong didepan ruangan mommynya penuh dengan berbagai karangan bunga.

“Culli mau coklat? Itu banyak.” Jawab Siwon membuat wajah Sulli langsung berbinar.

Putri kecil itu langsung menuju tumpukan coklat mahal yang dibawa karyawan-karyawan perusahaan mereka untuk menjenguk Suho.

“Culli~ jangan makan banyak-banyak ne? Culli kan belum makan.” Ucap Suho yang sedari tadi ada dipangkuan daddy-nya.

“Culli tidak mau makan oppa~ nanti…” Sulli membayangkan apa yang terjadi jika ia makan lagi dan seketika membuatnya menutup mulut dengan cepat.

“Aigoo~ Jangan begitu princess.”

“Oppa~” Panggil Sulli begitu melihat Minho.

“Mino jagain Culli, daddy mau bawa Cuo kembali.” Ucap Siwon kemudian.

“Cuo tidak boleh dicini??” Tanya Suho.

“Cuo sudah duduk terlalu lama, sekarang istirahat ne.”

“Tapi…”

“Waaah~ ini seperti waktu si kembar dulu ne?” Ucap Ryeowook ikut keluar dari ruangan Kyuhyun.

“Rumah sakit jadi taman bunga.” Sambung Donghae tiba-tiba sudah ada disana.

“Hyung!!”

“Aku datang lagi~”

“Selamat datang uncle~ Minnie~”

“Hyung~ teman sekolah kami akan datang kesini.” Ucap Taemin langsung mendekati hyungnya itu.

“Maksudnya teman-teman Suho?”

“Iya juga semua guru-gurunya.”

“Bagaimana ini daddy? Cuo belum pun istirahat.”

“Cuo mau dicini, pasti banyak coklat lagi~” Jawab Suho dengan senyum garingnya membuat Siwon tidak bisa menolaknya.

Dan mereka pun duduk dikursi tunggu diluar sembari menanti kunjungan dari pihak sekolah Suho dan Sulli. Minho terlihat duduk bersama Kai dan Taemin hingga tiba-tiba datang Sulli membawa setangkai mawar kecil lalu disematkannya disisi telinga Taemin.

“Minnie oppa cantik ne?” Ucapnya kemudian membuat pipi Taemin seketika merona. “Tapi lebih cantik mommy lagi, cantik Culli lagi, kan? Oppa kan??” Tanya putri kecil itu dengan wajah polosnya.

“Nee~ lebih cantik Culli.” Taemin hanya bisa mengiyakan semuanya daripada harus dimusuhi princess kecil itu lagi.

“Cantik mommy lagi~” Jawab Suho seenaknya.

Dan seketika wajah Sulli berubah sedih lalu segera kembali pada tumpukan bunga yang ada disana. Lalu tangan kecilnya memetik bunga-bunga kecil dari setiap karangan yang ada disana dan merangkainya dengan hati-hati hingga menjadi mahkota.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi putri kecil itu segera kembali ke ruangan mommy-nya sambil membawa mahkota bunga itu ditangannya. Semua tahu untuk siapa mahkota itu akan diberikannya karena memang itu sudah kerjaan Sulli jika sudah melihat bunga.

“Dia hanya lupa sementara pada mommy-nya.” Ucap Siwon pada Donghae yang bingung melihatnya.

“Tentu saja, walau sering berdebat mulut, dia satu-satunya princess mommy-nya.”

“Mmm, terima kasih sudah ada disini hyung…”

“Jangan cemas, kami selalu bersamamu.”

“Gomawo~”

“Aku akan menemaninya didalam, kalian tunggu saja kunjungannya.” Ucap Donghae tersenyum senang dan menuju kamar Kyuhyun.

Dibelakangnya barulah nampak beberapa bocah kecil dari kelas Suho dan dibelakang mereka seluruh guru beserta kepala sekolahnya juga ikut dengan mereka. Mereka datang membawa hantaran seperti biasanya seperti buah, bunga dan chocolate.

“Sepertinya harus dipindahkan ketempat lain bunga-bunganya” Ucap Ryeowook melihat karangan bunga yang dibawa tamu mereka.

“Nanti saja wook…”

“Suhoooooooo~~~~” Panggilan panjang yang tiba-tiba itu membuat perkataan Siwon terhenti dan segera melihat siapa yang memanggil putranya itu.

Bocah tampan tinggi dan putih terlihat sedang berlari ke arah mereka dengan wajah yang sangat khawatir sambil menenteng bungkusan coklat ditangannya. Kris kecil sahabat putranya dari dulu datang bersama ayahnya yang menjabat sebagai kepala sekolah Suho dan Sulli.

“Klish hyuuuung~~~” Jawab Suho sambil merentangkan tangannya namun tidak turun dari pangkuan daddynya.

Bocah tampan itu langsung mendekat dan memeluk tubuh kecil Suho untuknya tanpa terhalang Siwon yang hanya duduk tidak bergerak melihat mereka berdua.

“Cuo kenapa? Siapa yang jahatin Cuo? Bilang sama hyung!! Biar hyung yang balas, Siapa??” Tanya Kris tanpa jeda hingga Suho tidak tahu harus menjawab yang mana.

“Cuo baik-baik saja, hyung…tapi mommy cuo, mommy cuo macih cakiiit~~” Tangis Suho seketika kembali mengingat kejadian yang menimpa mereka.

“Omooo~ mianhae, mianhae, uljima cuo, uljima. Mommy cuo pasti baik-baik saja.” Kris langsung menghapus airmata Suho dengan tangannya membuat Siwon tertawa kecil melihatnya.

“Bertahanlah, Mr. Choi. Semoga semuanya akan baik-baik saja.” Ucap kepala sekolah Suho yang sekaligus appanya Kris.

“Terima kasih sudah datang.” Ucap Siwon menjabat tangan ahjussi yang sebaya appanya itu.

“Mino, bawa Cuo masuk…Kris juga masuk saja.” Ucap Siwon kemudian dan Mino langsung menuruti kemauan daddynya membawa Suho ke kamar mereka.

Bocah-bocah kecil yang datang itu pun beriringan memasuki ruangan VVIP itu ditemani Ryeowook dibelakangnya sementara Donghae yang sudah keluar dan Siwon menemani tamu mereka diluar.

Sampai didalam Suho tidak pernah melepaskan matanya dari tatapan kris yang menyungingkan senyuman manis untuknya itu. Bahkan sampai tidur pun Kris yang duduk dikursi sambil menggenggam tangan kecilnya membuatnya tersenyum dengan manisnya.

Sementara Minho hanya bisa memutar bola matanya dengan malas melihat mereka membuat Ryeowook, Kai dan Taemin tertawa cekikikan melihatnya.

“Sudahlah hyung, mungkin Cuo akan cepat sembuh ada kris.” Ucap Taemin mencoba menenangkan.

“Yang benar saja!!” Bantah Minho. “Sembuh Cuo karna obat dan istirahat yang cukup. Juga karna kami penjaganya.”

“Ne, ne, ne…apapun untukmu, baby.” Jawab Ryeowook sengaja membuat Minho langsung mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Ahh, Mino masih imut ternyata.”

“Ummaa~”

“Ahahaha, mino hyung memang imut kok.” Ucap Taemin dan langsung mendapat jitakan dari Minho sebagai balasan.

“Aiish hyung, appo!!”

“Jangan bilang hyung imut.”

“Arraseo…mianhae~” Taemin tersenyum menampakkan semua gigi putihnya membuat Minho kehilangan kata-kata dan membuat Kai lagi-lagi tertawa kecil bersama ummanya.

Dan hari itu pun berlalu dengan penantian yang tidak pasti ditengah kunjungan para relasi seluruh keluarga. Appa Choi dan Appa Cho pun hanya bisa mendekati ruangan Kyuhyun sesekali saja karena cucu-cucu mereka tidak pernah jauh dari ranjang mommynya dan juga haru menemani tamu mereka.

Sampai hari selanjutnya pun berlalu dengan sendirinya semakin membuat penantian mereka tidak berujung. Siwon yang merasa sakit didadanya sering datang harus selalu keluar dari kamar itu untuk meredakan sakitnya seorang diri.

Changmin yang tidak pernah jauh dari Jonghyun juga sering kembali ke kamar inap Kyuhyun untuk menjenguknya. Bahkan Suho dan Sulli sudah mulai dekat dengannya yang diyakini mereka benar-benar sahabat baik mommy mereka tercinta.

Mereka menghabiskan waktu bercerita tentang masa remaja mommy mereka sebelum bertemu kembali dengan daddy mereka di Korea. Dan hari itu berlalu dengan kebahagiaan dari wajah mereka karena bisa mengenal mommy mereka yang dulu yang tidak pernah mereka tahu.

Dan hari keempat pun tiba dengan sendirinya namun tidak ada perubahan yang dialami Kyuhyun dan semua yang ada disekililingnya. Anak-anaknya masih tetap setia menemani disamping ranjangnya sambil mengajaknya berbicara banyak hal.

Bahkan Sulli sampai membawa biola lesnya kesana untuk didengarkan mommy-nya sebagai penenang untuknya namun yang terjadi Suho malah menyuruhnya berhenti karena suara biolanya merusak keindahan semua suara biola dari professional.

Akhirnya putri kecil itu hanya menemani mommy-nya dengan bernyanyi sedangkan Minho dan Suho selalu mengajak mommy mereka berbicara apapun yang tidak pernah sekalipun dijawab mommy cantik mereka itu.

Yang membuat tangis Sulli sesekali terdengar lagi saat tidak ada tanggapan apapun setelah mereka bercerita dengan penuh semangat. Karena itu juga Sulli tidak pernah memanggil atau mengajak Kyuhyun bicara seperti yang dilakukan yang lain.

Hari keempat Kyuhyun koma ketiga anaknya semakin terlihat kuat dan bertahan menerima semuanya, walau princess kecil mereka tidak pernah bisa makan dengan benar. Tapi hanya satu orang yang tidak terlihat dimanapun hari itu sejak pagi hari menjelang.

Ya…siwon tidak terlihat dimanapun dirumah sakit itu, di lorong diluar ataupun disamping Kyuhyun didalam. Namja tampan itu seolah menghilang dengan keperluannya sendiri hingga tidak bisa menemani huswifenya tercinta.

“Oppa~ daddy kemana coba? Culli mau chocolate” Ucap Sulli tiba-tiba.

“Sudah cukup makan coklatnya, sudah berapa hari Sulli tidak makan?” Tanya Minho dengan tatapannya yang mengerikan.

“Bukan Culli tidak makan oppa, tapi pelut Culli yang bandel.”

“Sama saja, lalu…heeey…Cuo~ kenapa tidur diatas tangan mommy? Nanti mommy sakit.” Ucap Minho sambil melihat Suho yang merebahkan kepalanya diatas tangan mommynya yang tidak bergerak.

“Cuo lindu mommy, hyung~ sudah lamaaa~ mommy bobo disini~ Cuo lindu~” Jawab Suho dengan wajah sedihnya membuat Minho langsung melingkari ranjang itu kesisinya.

“Ouhh… itu~ mmm, sabar ne, baby~ mommy pasti segera kembali.” Ucap Minho lagi sambil memeluk kepala Suho ke dadanya membuat bocah kecil itu memejamkan mata dan memeluk hyungnya dengan erat.

“Hiks~ mommy~” Gumam Suho didadanya.

“Culli~” Panggil Minho pelan saat melihat wajah kecil dongsaengnya terlihat pucat. “Gwenchana, hmm?” Tanyanya.

“Aniyo, gwenchana.” Jawab Sulli memberikan senyum terbaik pada oppanya itu.

Kemudian dari pintu ruangan itu terlihat appa Cho yang baru tiba bersama Appa Choi langsung duduk di sofa disana melihat mereka. Dan ketiga bocah itu langsung mendekati harabeoji mereka untuk mendapatkan kecupan sayang dari keduanya.

“Harabeoji tidak kembali kan?” Tanya Sulli langsung bertahta dipangkuan Appa Cho sementara Suho dipangkuan Appa Choi dan Minho duduk ditengah mereka.

“Harabeoji tunggu mommy kalian sehat dulu.”

“Daddy dimana?” Tanya Minho tiba-tiba.

“Ada diluar, uncle kalian datang semua, Changmin juga ada.” Jawab Appa Cho menenangkan.

“Berarti ada Taeminnie?”

“Iya, JongIn bersamanya.”

“Kalian mau keluar?”

“Aniyo, Mino mau temani mommy saja.” Jawab Minho bangun dari sana dan kembali ke kursi disamping ranjang mommy-nya.

Bocah tampan itu duduk disana sambil menggenggam tangan mommy-nya yang terasa hangat dan membawa tangan lentik itu ke pipi chubbynya. Minho tidak mengatakan apapun dengan apa yang dirasakannya saat melihat mommynya seperti itu.

Ia tidak ingin kedua dongsaengnya lebih menangis lagi kerana dirinya yang tidak bisa menahan perasaannya. Tapi kali ini Minho sudah tidak bisa bertahan lagi dengan semuanya, mommy cantiknya sudah terlalu lama meninggalkannya, meninggalkan mereka semua.

“Mommy~ Mino tidak kuat lagi, cepatlah bangun~ peluk Mino, mommy~” Ucap Minho setengah berbisik sambil menahan airmatanya.

Namun perasaan sakitnya tidak bisa dibohongi lagi hingga airmata yang selalu ditahannya itu kini mengalir dengan derasnya diatas tangan Kyuhyun yang masih ada dipipinya.

“Jangan tinggalkan Mino, mommy~ jangan tinggalkan daddy. Mino tidak bisa menjaga mereka kalau mommy tidak ada.”

“Mommy sudah berjanji untuk selalu bersama kami kan? Kenapa sekarang seperti ini, ayo bangun mommy~ bangun lihat Mino, mommy sudah tidur terlalu lama, kenapa tidak bangun-bangun juga??” Tanya Minho dengan sungguh-sungguh namun tidak ada satupun jawaban dari pertanyaannya itu membuat Minho benar-benar menangis seperti saat ia masih kecil.

“Hiks…Mommy benar-benar capek ya? Tapi kami masih butuh mommy~ kembalilah~ Mino rindu~ hiks. Mino rindu mommy~” Tangis Minho sambil membenamkan wajahnya diranjang itu dengan tangan Mommy dilehernya.

Suho dan Sulli yang baru pertama kali melihat Minho menangis sejak kejadian itu hanya bisa ikut menangis dalam pelukan harabeoji mereka. Sedangkan Siwon yang baru saja akan masuk kesana malah berhenti membeku ditempatnya mendengar tangisan pilu dari putra pertamanya itu.

Siwon memang tidak melihat Minho meminta seperti itu beberapa hari ini, padahal Siwon tahu bahwa Minho juga sangat terpukul dengan kejadian ini, dia kesayangan mereka dan Minho tidak bisa tanpa mommy-nya itu.

“Dia menahan semuanya didepan kami.” Gumam Siwon dengan pelan kemudian kembali menutup pintu itu saat rasa sakit didadanya kian mendera.

Namja tampan itu berpaling dari pintu ruangan itu dan segera menuju kamar mandi diluar sana. Melihat hal itu Changmin memutuskan untuk melihat apa yang terjadi didalam ruangan Kyuhyun hingga Siwon tidak berani masuk.

Ya…aura kesedihan kembali menyelimuti ruangan itu seiring isak tangis kecil yang keluar dari ketiga permata hatinya Kyuhyun.

”Saranghaeyo my everything~” Ucap Minho dengan nafas tercekat.

“Jeongmal saranghaeyo mommyyyy~~” Ucap Suho dan Sulli sambil mendekati ranjang mommynya dan memeluk Minho dengan erat.

Sampai bocah tampan itu duduk tegak dan memeluk kedua dongsaengnya itu dan tangisan mereka bertiga pun tidak bisa ditahan. Isakan dari mereka bertiga bisa membuat hati siapapun hancur jika mendengarnya.

“Kapan mommy bangun, hyung~ hiks” Tanya Suho dibahunya.

“Culli rindu mommy, oppaaa~~kenapa lama sekali~” Tanya Sulli disisi kanannya.

“Mollayoo~ mommyyy~~” Tangis Minho semakin keras sambil memeluk kedua dongsaengnya dengan erat.

“Aiiishh..b-berisik sekali disini!!” Ucap seseorang tiba-tiba dengan suara yang sangat mereka kenal hingga membuat tangis mereka berhenti seketika.

“……” Ketiga bocah itu saling bertatapan mencari asal suara.

“J-jangan b-berisik, m-marmutku!!”

“Berisik??”

“Marmut??”

“MOMMYYYYYY!!!!” Teriak ketiganya bersamaan langsung menghambur diatas ranjang Kyuhyun tanpa peduli apapun.

“Aiiishhh…t-telingaku.” Gerutu Kyuhyun dengan wajah berkerut membuat ketiga anaknya berhenti dan melihatnya.

“M-mmommy…” Ucap Minho dengan ragu.

“N-nado…ssaranghaeyo, My everything.” Ucap Kyuhyun kemudian dengan senyum terbaiknya.

Detik itu juga ketiga anaknya kembali menangis sambil memeluknya bersamaan membuatnya ikut menitikkan airmata kerinduannya yang sangat dalam.

“Cuo~ apa kau baik-baik saja sayang?” Tanya Kyuhyun dengan nada khawatir teringat apa yang sudah mereka alami.

“Cuo baik-baik saja mommy, jangan pelgi.”

“Ahhh, syukurlah…mommy ada disini.” Kyuhyun memeluk ketiga anaknya dengan erat.

“K-kyunnie??” Panggil Appa Choi tidak percaya.

“Kau sadar?” Tanya Appa Cho dengan ekspresi yang sama membuat Kyuhyun kembali tersenyum menenangkan pada dua appanya itu.

“Aku merasa dipanggil dengan tangisan Appa, tapi aku tidak tahu dimana suaranya sampai ucapan mereka bertiga membuatku tersentak.”

“A-apa kau baik-baik saja??” Tanya Appa cho saat menyadari Kyuhyun sudah tidak memakai penutup oksigen dimulutnya, bahkan ketiga anaknya menindihnya bersamaan.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Kyuhyun dengan yakinnya.

“Ahh, selamat datang kembali, My son.” Appa Cho langsung mendekatinya dan mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“Terima kasih sudah kembali, menantu cantikku.” Ucap Appa Choi juga melakukan hal yang sama namun dengan pipi Kyuhyun yang merona dengan kata cantik itu.

Apa mereka melupakan seseorang? Iya…Changmin yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya masih saja berdiri dipintu itu sambil menatap Kyuhyun.

“Masuklah Chang, Kyuhyun sudah sadar.” Panggil Appa Cho dengan ramah membuat Changmin langsung melihatnya.

“Chwang??” Tanya Kyuhyun bingung.

“Iya, aku sudah lama disini Kyu…”

“Kau menjengukku??” Tanya Kyuhyun lagi dan mendapat anggukan sebagai jawaban.

“Mmm, kemarilah…sudah melihat permataku?”

“Tentu saja, mereka sangat mengagumkan.”

“Ne, lebih berharga dari apapun didunia ini.”

“Aku percaya. Mmm, itu…aku…Mianhae Kyu.” Changmin tidak tahu bagaimana harus memulainya.

“Ahh, lupakan, aku sudah kembali dan tidak akan pergi lagi.” Jawab Kyuhyun dengan senyum menenangkan membuat Changmin ikut tersenyum melihatnya.

Dan saat itu ketiga anaknya pun langsung menatapnya dengan dalam seolah mencari kejujuran dari kata-kata yang baru saja diucapkannya.

“Mommy tidak akan meninggalkan kalian, percayalah.” Kyuhyun meyakinkan mereka.

“Mommy sudah berjanji.” Ucap Minho merangkak perlahan dan mengecup kening mommynya penuh sayang hingga Kyuhyun memejamkan matanya.

“Akan Culli ingat, celamanya.” Ucap Sulli ikut mendekati wajah Kyuhyun dan mengecup pipinya dalam.

“Tidak akan bisa mommy ingkali lagi.” Sambung Suho juga melakukan hal sama seperti Sulli di pipi mommynya satu lagi.

“Kalian menyeramkan.” Jawab Kyuhyun dengan kening berkerut seketika membuat anak-anak itu memeluknya dengan erat sampai terasa sesak.

“Aigooo, kalian menyakiti mommy, Chagiya~” Ucap Umma Choi yang sudah dipanggil Appa Choi langsung mendekati mereka dengan senyum penuh kebahagiaan.

Dibelakangnya Ryeowook, JongIn dan Yesung masuk beriringan lalu mendekatinya dan mengecup keningnya bergantian seperti yang Umma Choi lakukan sebelumnya.

“Selamat datang kembali, Kyunnie.” Ucap Ryeowook dengan mata berkaca-kaca dibalas senyuman polos dari Kyuhyun.

“JongIn rindu, momkyu~”

“Mommy juga rindu Kai.” Jawab Kyuhyun membelai rambut JongIn sebentar karena tangannya kembali diambil Suho yang ada disampingnya.

Detik selanjutnya terlihat Donghae dan Eunhyuk masuk kesana bersama Taemin dan Donghae langsung memeluknya sambil menangis bahagia sampai eunhyuk harus menenangkannya.

“Jangan menangis hyung, kau jadi jelek.”

“Biar saja, asal tidak pucat sepertimu.” Jawab Donghae cepat membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya tidak terima.

Dan mereka pun menikmati kebersamaan itu sambil bercerita bersama walau dokter Kyuhyun datang memeriksa tidak membuat mereka menyerah dan membiarkan Kyuhyun kembali beristirahat.

Mereka bersikeras jika Kyuhyun sudah terlalu lama beristirahat hingga mereka ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi bersamanya karena rindu yang mereka pendam selama beberapa hari lalu.

Tidak ada yang tahu raut wajah Kyuhyun yang walau terlihat bahagia tapi menyimpan beribu pertanyaan dibenaknya. Itu semua karena sejak dia membuka matanya untuk pertama kali yang diinginkan untuk melihatnya tidak ada disana.

Ya…Choi Siwon, suaminya yang seharusnya ada disampingnya saat pertama kali ia membuka mata. Tapi namja tampan itu tidak terlihat dimanapun disana bahkan tidak ada satu orang pun yang mengatakan apa-apa atau pun menyebutkan namanya.

Sampai Kyuhyun sudah tidak bisa menunggu lagi.

“Siwonnie dimana?” Tanyanya tiba-tiba ditengah kerumunan orang diruangan itu dan membuat suasana pun senyap seketika.

“Siwonnie? Dia… itu…ada…” Umma Choi tidak tahu harus menjawab apa.

“Siwonnie ke kantor sebentar. Ada meeting penting yang harus dihandle-nya sendiri.” Jawab Donghae tanpa melihat Kyuhyun.

“Ne, karena itu juga aku bisa disini, Kyu.” Jawab Hyukjae membenarkan.

“Pekerjaannya lebih penting dariku?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Bukan!! Dia pergi sebelum kau bangun, Kyu…jadi dia belum tahu.” Jelas Ryeowook lagi.

Kyuhyun tidak meneruskan perdebatannya yang akan terasa semakin aneh saja dengan semua alasan yang mereka berikan. Tidak mungkin Siwon meninggalkannya hanya demi sebuah meeting yang terpenting sekalipun.

Akhirnya Kyuhyun memilih untuk menunggu kedatangan suaminya itu tanpa menanyakannya lagi. Dan selanjutnya ia kembali ditinggalkan hanya bersama anaknya karena dia masih perlu istirahat sedang yang lain memilih pulang sebentar dan akan kembali lagi nanti.

Kyuhyun tidur diranjangnya ditemani Suho dan Sulli disisi kiri kanannya diatas ranjang, sementara Minho duduk dikursi disana sambil memainkan jemarinya.

Namun saat sore hari menjelang Changmin datang lagi untuk melihatnya dan Kyuhyun meminta diantarkan keluar karena ia ingin mencari udara segar. Dengan pakaian rumah sakit dan perban masih dikepalanya, saat ini ia berada ditaman rumah sakit itu sendirian untuk memikirkan apa yang sebenarnya terjadi disana.

Siwon tidak menungguinya, hal itu tentu saja sangat membuat Kyuhyun merasa kecewa dan sedih apalagi Umma Choi mengatakan jika Siwon ada dikantornya karena ada pekerjaan yang sangat penting yang tidak bisa ditinggalkan suaminya itu.

“Dia lebih mencintaiku dari segalanya, kenapa sekarang melupakanku saat seperti ini?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Aku akan mengurangi jatahmu nanti Mr, Choi. Lihat saja~” Gumam Kyuhyun sembari berdiri dan melangkah kembali menuju ruangannya.

Namun sebelum ia tiba didepan ruang rawatnya yang berwarna babyblue itu, Kyuhyun melihat Umma Choi dan Ryeowook bersama salah satu dokter rumah sakit itu. Mereka bertiga berbicara setengah berbisik dengan wajah khawatir.

Dan Kyuhyun yakin bahwa mereka baru saja keluar dari ruangan yang ada disebelah kamarnya itu. Tiba-tiba saja otak pintarnya berputar memikirkan hal-hal yang bisa saja terjadi selama dia koma. Perasaan aneh yang menjalar dihatinya sejak tidak melihat Siwon kini semakin menguat saja saat melihat wajah mereka.

“Dimana Siwon, umma?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba dengan wajah datarnya tanpa basa-basi.

“Kyu-kyunnie? Dia…dikantornya” Ucap Umma Choi gelagapan tidak menyangka Kyuhyun ada diluar kamarnya.

“Jangan bohong umma atau aku akan mencarinya kesana!!”

“Kyu…”

“Dimana Choi Siwon, Umma? Dimana suamiku!!!” Tanya Kyuhyun sudah tidak sabar lagi.

“Jangan bohong padaku, aku ingin bertemu dengannya, aku sangat merindukan Siwonnie umma, katakan dimana dia sekarang?” Pinta Kyuhyun tiba-tiba wajah sedihnya.

“Dia…” Umma Choi tidak tahu harus mengatakan apa saat melihat wajah sedih itu didepannya apalagi kedua cucunya pun ikut mendekati Kyuhyun karena mendengar suaranya tadi.

“Dia sedang dirawat Kyunnie, kemarilah.” Ucap Ryeowook tiba-tiba membuat umma Choi langsung melihatnya.

Namja imut itu hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban sambil menunggu Kyuhyun mendekatinya bersama Minho dan Suho lalu membuka pintu disampingnya dengan perlahan.

“Sejak tadi pagi dia ada disini…” Gumam Ryeowook begitu Kyuhyun berdiri tepat diantara mereka dan melihat kedalam.

“Daddyy~~” Panggil Minho dan Suho bersamaan dengan airmata sudah mengalir dipipi mereka.

“Daddy kenapa, Umma??” Tanya Minho tidak mengerti.

Sedangkan Kyuhyun hanya bisa terpaku ditempatnya begitu melihat penghuni ruang inap disebelahnya tidak lain adalah suaminya sendiri, Choi Siwon yang dicarinya. Suami yang sangat dirindukannya beberapa hari ini sedang terbaring lemah dengan selang infus tertancap ditangan kirinya.

“K-kenapa?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti. “Ke-kenapa di-dia ada disini??”

“Hari itu, dadanya terbentur dengan stir mobil karena rem mendadak untuk menghindari tabrakan. Dan dia menyembunyikan sakitnya sampai dia pingsan bertepatan saat kau bangun tadi pagi, Kyunnie.” Jelas Umma Choi singkat.

“Seberapa parah??” Tanya Kyuhyun mendekati ranjang Siwon perlahan sambil terus menyusuri wajah pucat suaminya itu.

“Dadanya memar dan sudah membengkak, tapi dokter bilang tidak perlu khawatir, mereka akan melakukan yang terbaik.” Jawab Ryeowook.

“Kenapa dia tidak diperiksa?”

“Kami juga baru tahu saat dia pingsan tadi pagi Kyu, dia hanya mengatakan itu kecelakaan kecil dan dia tidak terluka.”

“Kenapa kalian tidak memaksanya??!”

“Apa kau lupa sifat suamimu sendiri??” Tanya Umma Choi cepat.

“Choi Siwon pabbo!!”

“Jangan khawatir, Kyu.” Ucap Ryeowook menenangkannya.

Tapi tetap tidak bisa menenangkan mereka bertiga yang sudah terlanjur sedih melihat daddy mereka yang selalu tampan dan gagah kini terbaring lemah tidak berdaya. Kyuhyun langsung memeluk kedua putranya dengan erat untuk menguatkan dirinya sendiri.

“Daddy~ bangun~ jangan tidul sepelti mommy~ hiiks…” Ucap Suho sambil menarik pelan tangan daddy-nya.

“Mino, bawa Suho istirahat, ne? Biar mommy disini.”

“Tapi…” Minho tidak rela meninggalkan mereka disana, namun saat mata memelas mommynya bertatapan dengannya membuat Minho langsung menganggukkan kepalanya dengan patuh.

Bocah itu langsung mengajak Suho keluar darisana setelah Kyuhyun mengecup kening mereka berdua penuh sayang. Lalu namja cantik itu melihat Umma Choi dan Ryeowook yang masih berdiri diam disana.

“Tinggalkan aku disini, Please~” Ucap Kyuhyun menatap umma Choi dalam.

“Tapi kau harus istirahat juga, Kyunnie.”

“Aku ingin bersama Siwonnie.”

“Tapi, Kyu…”

“Tidak Umma, tidak.”

Perdebatan kecil itu ternyata sampai keluar ruangan itu hingga membuat putri kecil mereka ikut masuk kedalam dengan wajah penasarannya. Namun begitu melihat apa yang ada didepannya Sulli langsung menangis menghambur pada daddy-nya itu.

Putri kecil itu langsung menaiki ranjang yang tidak tinggi itu dan memeluk daddynya yang tidak bergerak dengan eratnya.

“Babygirl, jangan disana nanti daddy tambah sakit, sini sama halmonie.”

“Culli mau daddy~” Bantah Sulli tidak mau berpindah.

“Nanti daddy liat Culli, biar sekarang istirahat dulu ne.” Ucap Umma Choi mengambil Sulli dengan pelan dan merasakan suhu badan putri kecil itu sedikit meningkat lalu segera membawanya keluar darisana.

Kyuhyun yang sudah tidak punya tenaga hanya melihat putri kesayangannya itu dengan wajah yang tidak bisa dibaca. Namun saat semua yang disana keluar meninggalkannya hanya bersama Siwon, Kyuhyun sudah tidak bisa menahannya lagi dan pertahanannya pun hancur seketika.

“Hyung~ buka matamu, kenapa kau ada disini?? Bukankah seharusnya kau menungguku? Kenapa sekarang kau yang disini?? Ayo bangun hyung~ aku rindu~ sangat rindu~” Ucap Kyuhyun sambil menarik pelan tangan Siwon.

“…….”

Tidak ada jawaban dari suaminya yang tidak dilihatnya selama 4 hari itu selama dia tidak sadarkan diri. Padahal hal pertama yang ingin dilihatnya adalah wajah tampan dengan dimple yang menawan milik suaminya itu.

“Jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa tanpamu hyung, jangan tinggalkan aku.” Kyuhyun mengambil tangan Siwon dan mengecupnya lalu meletakkannya dipipinya sendiri.

“Kenapa kau tidak segera berobat? Padahal dadamu sakit kan? Kenapa kau keras kepala, huh?? Lihat sekarang, aku sendirian!! Kau harus tanggung jawab Siwon hyung!! ayo bangun~~kumohon.”

“Bangun hyung~ peluk aku, please~ aku merindukannya, aku rindu pelukanmu, hyung~ hiks.” Tangis Kyuhyun akhirnya sambil membenamkan wajahnya diantara tangan Siwon yang diam tidak bergerak disana.

Entah berapa lama Kyuhyun menangis mengeluarkan segenap perasaan sakit yang ada didadanya sampai kepalanya berat seperti dihantam batu hingga membuatnya enggan untuk bergerak dari sana.

Sampai tiba-tiba ia merasakan sentuhan lembut dirambut coklatnya yang membuatnya tersenyum tanpa sadar seolah ia mendapatkan mimpi yang sangat indah hingga tidak ingin terbangun lagi.

“K-kyu~nnie…”

“…..” Kyuhyun tidak sadar orang yang ditunggunya sudah memanggil namanya.

“Kkyu~ bbaby~” Panggil Siwon lagi dengan susah payah sambil menutup mata karena sesak didadanya masih terasa.

Kyuhyun yang sudah merasa dipanggil dalam mimpinya langsung duduk tegak dengan mata bengkak menatap suaminya yang masih memejamkan mata itu. Entah kekuatan darimana tiba-tiba saja Kyuhyun berteriak dengan kesalnya hingga mata Siwon terbelalak tidak percaya.

“Siwonnie cepat bangun, peluk aku pleaseee!!!!” Teriak Kyuhyun dengan kesalnya sambil memejamkan matanya bersungguh-sungguh.

“B-begitu c-caramu mem-bangunkankuh??” Tanya Siwon dengan susah payah.

“Habisnya kau tidak mau ba……” Kyuhyun terdiam beberapa detik kemudian. “MWOOOOO???” Mata bulat cantik itu hampir saja keluar dari sarangnya.

“K-kenapa kkau ingin dippeluk, baby??”

“Aku rindu hyung~” Dan airmata itu pun kembali berlinang dengan indahnya sambil terus menatap wajah tampan suaminya walau terlihat pucat.

“My baby~” Panggil Siwon sambil mencoba menghapus airmata dipipi Kyuhyun.

Detik itu juga namja cantik itu bergerak tanpa kata-kata dengan bibir mengerucut beberapa senti dan menyelinap diatas ranjang Siwon dan meringkuk disamping suaminya itu.

“Siwonnie~~” Panggil Kyuhyun sambil menyusupkan wajahnya pada leher Siwon yang terdiam tanpa kata. “Hiks…aku kembali~ tapi kau tidak menunggu~ hiks.”

“Mianhae baby, jeongmal mianhae. Hyung disini, memelukmu seeratnya.” Ucap Siwon sambil melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun dan berbaring menyamping hingga Kyuhyun sepenuhnya berada dalam pelukan hangatnya.

Dan airmata Kyuhyun tanpa bisa ditahan kembali membasahi pipinya dan baju rumah sakit yang dipakai Siwon. Kyuhyun menangis karena akhirnya ia bisa merasakan pelukan hangat suaminya kembali setelah perpisahan hari itu yang membuat semua musibah itu terjadi.

Siwon hanya bisa mengecup kening Kyuhyun berulang-ulang sebagai ganti kata penenang untuknya. Karena tanpa bisa disembunyikannya airmata Siwon juga ikut mengalir saat bibirnya kembali menyentuh kening Kyuhyun yang terasa hangat.

Tidak bisa dipungkiri Siwon bahwa ia sangat bersyukur bisa memeluk huswife cantiknya seperti itu lagi. Setelah hari-hari yang dilaluinya dengan sangat lambat tanpa Kyuhyun disisinya, akhirnya ia bisa kembali merasakan kehangatan pelukan Kyuhyun untuknya.

“Gomawo, baby~” Bisiknya lembut. “Gomawo sudah kembali padaku, pada kami. Kau tidak akan tahu apa yang terjadi jika kau tidak ada diantaranya.”

“Aku disini.”

“Berjanjilah untuk selalu kembali padaku selamanya, baby. W-walau apapun yang terjadi, b-berjanjilah kau akan selalu kembali padaku.” Ucap Siwon dengan nada yang serius dan terselip rasa takut didalamnya membuat Kyuhyun menengadahkan kepala melihatnya.

“Aku berjanji. Dan jangan pernah pergi tanpa aku disisimu, hyung, berjanjilah.”

“Hyung janji, baby~ hyung janji.” Siwon semakin mengeratkan pelukannya semakin dalam tidak peduli sakit didadanya yang terhimpit oleh Kyuhyun.

Ia hanya ingin merasakan kebenaran bahwa Kyuhyunnya benar-benar kembali kepelukannya dan menatapnya dan berbicara dengannya.

“I love you.” Ucap Siwon menatap mata Kyuhyun dalam.

“I love you more…”

“I love you most.” Siwon langsung mengecup bibir pucat Kyuhyun yang sangat dirindukannya itu hingga Kyuhyun menutup mata karena gerakannya yang lembut.

Bibir mereka bertautan menyalurkan cinta dan rindu yang sudah lama mereka pendam satu sama lain. Ciuman lembut penuh cinta yang membuktikan betapa mereka masih tetap saling mencintai dan menyayangi walau apapun yang akan terjadi.

“Aku mencintaimu, Choi Siwon.” Ucap Kyuhyun dengan penuh penekanan saat bibir mereka terlepas namun masih tetap bersentuhan.

“Aku lebih mencintaimu, Choi Kyuhyun.”

“Jangan pernah lebih dariku, my hubby.”

“Aku akan selalu lebih darimu, my baby.”

“Ck, jangan berdebat denganku, hyung.”

“Hanya menegaskan maksud hyung, baby.”

“Ck, tidurlah!!”

“Hyung sudah sehat.” Ucap Siwon dengan tenangnya seketika membuat Kyuhyun terduduk disampingnya.

“Jangan bercanda, kau mengabaikan luka itu berhari-hari sampai pingsan diluar dan tidak bisa melihatku, apa yang kau lakukan??”

“Aigooo~ jangan marah-marah, my love, hyung hanya tidak bisa meninggalkanmu disana.”

“Tidak bisa meninggalkan?? Tapi yang terjadi kau meninggalkanku saat aku terbangun mencarimu, pabbo!!”

“Baby~~” Siwon mengaku kalah. “Mianhae~” Ucapnya dengan wajah memelas.

“Kau tahu, aku bisa mendengar semua suara dalam tidurku, tapi hanya suaramu yang tidak ada disana. Kenapa kau tidak menemaniku?” Tanya Kyuhyun dengan nada sedih.

“A-aku~ aku tidak bisa melihatmu seperti itu, baby.”

“Minho saja bisa bertahan.”

“Bagaimana aku bisa bertahan jika nafas dan hidupku tidak bersamaku??” Tanya Siwon cepat dengan berbagai perasaan terpancar dimatanya.

“Aku…” Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa.

“Kau tidak tahu apa yang aku rasakan, Kyuhyunnie.” Ucap Siwon dengan nada serius membuat Kyuhyun menatapnya dalam.

“Mianhae~”

“Apa kau tahu keputusanku hari itu jika kau tidak kembali? Aku akan…”

“Tidak~ aku disini!! Aku selalu kembali padamu” Ucap Kyuhyun cepat sambil menghapus setetes airmata yang mengalir dari sudut mata suaminya.

“Jangan melakukan hal seperti itu lagi.” Pinta Siwon dengan wajah sedihnya dan mata yang penuh dengan cairan hangatnya.

Melihat itu Kyuhyun hanya bisa menghela nafas lelah dan kembali berbaring meringkuk dalam pelukan hangat suaminya itu. Siwon langsung tersenyum penuh kemenangan dan memeluk Kyuhyun dengan eratnya sambil memejamkan matanya menikmati kehangatan yang telah kembali.

“Promise me~” Ucap Siwon lagi membuat Kyuhyun kembali menatapnya.

“I promise.” Bisiknya lembut sambil menangkup kedua pipi Siwon dan menyentuhkan ujung hidungnya pada pipi suaminya itu sambil memejamkan mata.

Namun tiba-tiba saja pintu ruangannya diketuk perlahan dari luar dan menampakkan umma Choi dengan wajah paniknya berdiri disana.

“Kyunnie!!! Kenapa ada disini? Bukannya istirahat!!”

“Umma jahaat!!” Jawab Kyuhyun dengan pout dibibirnya dan semakin memeluk Siwon dengan erat.

“Aigooo~ umma hanya ingin kau istirahat dulu.”

“Tapi aku rindu Siwonnie umma~”

“Umma tahu, mianhae.”

“Mmm, nee~~”

“Ahh, ada yang ingin umma katakan.” Tiba-tiba umma Choi berubah serius menatap mereka berdua hingga Kyuhyun berpaling tanpa beranjak darisana.

“Waeyo, umma??” Tanya Siwon.

“Sulli…”

“Kenapa dengan Sulli??” Tanya Kyuhyun berubah khawatir.

“Tadi, dia~ tiba-tiba saja Sulli meringis sakit sambil memegang perutnya dan langsung menangis.”

“Mwooo? Apa yang terjadi?? Dia kenapa??” Tanya Kyuhyun langsung duduk tegak diranjang itu.

“Kami langsung menidurkannya diranjang Suho dan Dokter sudah memeriksanya.” Ucap Umma Choi pelan.

Mereka memang sedikit melupakan keanehan yang terjadi pada princess kecil itu dengan mogok makannya itu. Karena mereka semua terlalu disibukkan dengan kembalinya Kyuhyun dan tumbangnya Siwon karena sakitnya disaat yang bersamaan.

“Apa kata dokternya?”

“Sulli terkena usus buntu.”

“Apaaa?? Bagaimana bisa? Apa dia tidak makan??” Kyuhyun menatap ummanya tidak percaya.

“Sejak kau dirawat, perut Sulli menolak makanan apapun kecuali coklat dan makanan ringan lainnya. Dan Sulli hanya ingin coklat.”

“Kenapa begitu umma? Kenapa kalian tidak memaksanya? Ini kan bahaya, umma~”

“Kami sudah mencoba, baby. Tapi setiap mau makan Sulli menangis karena harus memuntahkan semuanya.” Jawab Siwon menenangkan Kyuhyun sambil menggenggam tangan namja cantik itu.

“Dia terlalu khawatir padamu, seperti yang terjadi pada Siwonnie dulu. Kau ingat?”

“Mmmm, terus sekarang bagaimana?”

“Dia sudah tenang dikamar dan dia mencarimu.” Ucap umma Choi sedikit ragu.

Kyuhyun langsung melihat suaminya yang masih berbaring disana dan dia sangat tahu bahwa Siwonnya masih belum pulih benar. Dia hanya ingin menemaninya disana walau tubuhnya sendiri masih belum bisa dibilang pulih seutuhnya.

“Pergilah, baby.” Ucap Siwon tiba-tiba.

“Tapi~”

“Sulli membutuhkanmu.”

“Dan kau tidak?”

“Tentu saja aku selalu menginginkanmu.” Jawab Siwon dengan maksud tertentu membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

“Ahh, hyung sangat merindukan hal itu.” Ucap Siwon melihatnya membuat Kyuhyun menunduk hingga sejajar dengan bibirnya.

Walau sedikit bingung apa yang harus dilakukannya, Siwon langsung mengecup kedua mata Kyuhyun yang terpejam dengan lembutnya membuat Kyuhyun tersenyum dengan manis dan kembali duduk tegak melihatnya.

“Aku akan segera kembali.” Ucap Kyuhyun cepat dan turun dari ranjang itu secepat kilat lalu menghilang dibalik pintu ruangannya tanpa sempat Siwon berkata apa-apa.

“Selamat datang kembali, Sweetheart.” Ucap Umma Choi dengan mata berkaca-kaca langsung mendekati Siwon setelah Kyuhyun menghilang.

“Terima kasih selalu ada disini umma.” Jawab Siwon sambil memejamkan matanya saat umma Choi mengecup keningnya penuh sayang.

Sementara itu Kyuhyun langsung masuk ke ruangannya yang memang tepat disamping ruangan Siwon dirawat. Disana Sulli terbaring lemah dengan selang infus ditangannya, ditemani kedua oppanya yang menenangkannya.

“Princess…” Panggilnya pelan saat sudah ada didalam.

“Mommyyy!!!” Teriak Minho dan Suho bersamaan langsung memeluk mommy mereka.

Tampaknya mereka masih belum puas mengatakan kerinduan mereka pada mommy cantik mereka tercinta yang belum lama bangun dari komanya. Begitu juga Sulli yang langsung berkaca-kaca saat melihat senyum manis menenangkan dari mommy-nya itu.

“Hiks…m-mommy~” Panggil Sulli dengan isakannya.

“Ssst, sayaang~ my babygirl…” Kyuhyun langsung menaiki ranjang itu dan berbaring disana sambil menarik Sulli kepelukannya.

“Mino, Cuo, temani daddy ne?” Ucap Kyuhyun kemudian yang dijawab anggukan dari keduanya.

Mereka sama-sama mengecup kening Sulli dan pipi mommy mereka lalu keluar dari sana menuju ruang daddy mereka disebelahnya. Tinggallah Kyuhyun bersama putri kecilnya yang ternyata ikut sakit juga setelah berhari-hari dengan pola makan yang salah.

“Kenapa Culli tidak makan, hm? Jadi sakit kan? Kan?” Ucap Kyuhyun dengan imutnya sambil membelai rambut coklat kehitaman milik putrinya itu.

“Culli khawatil, mommy tidak mau liat culli, Cuo oppa juga sakit, Culli tidak bisa…” Ucap Putri kecil itu sok dewasa dan langsung menangis kembali mengingat hari-harinya yang lalu.

“Sssst…mianhae. Mommy baik-baik saja, sekarang sudah lihat Sulli, jangan menangis.” Ucap Kyuhyun mengecup kepala Sulli sekilas.

Namun entah berapa lama barulah putri itu terdiam dan isakannya berhenti seiring dengan tarikan nafasnya yang melambat dan terlihat tenang.

“Dia tidur?” Tanya Ryeowook baru saja masuk kesana.

“Ne.”

“Mianhae, aku tidak menjaganya dengan baik.

“Arraseo, wookie. Jangan khawatir. Dia terlalu mencintaiku.” Jawab Kyuhyun dengan bangganya sambil turun dari ranjang Sulli dan menyelimuti putrinya itu dengan baik.

“Sooyoung bilang, dia harus dioperasi secepatnya.”

“Mwooo?? Segitu parahnya??”

“Begitulah, mungkin karna dia masih kecil, lebih cepat prosesnya.”

“Mmm~ baiklah, lebih cepat lebih baik.” Ucap Kyuhyun sambil melihat wajah putri kecilnya yang sembab.

“Dia sangat merindukanmu, kami semua merindukanmu.”

“Aku tahu, aku juga merindukan kalian.” Kyuhyun langsung mendekati Ryeowook dan memeluk namja imut itu dengan eratnya sampai ia tidak bergerak.

“Kyunnie…” Ryeowook membalas pelukan itu dengan senyum manisnya. “Pasti ada maunya” Ucapnya kemudian membuat Kyuhyun langsung melepas pelukannya dan menatapnya tajam.

“Aku ingin Siwonnie~” Ucap Kyuhyun kemudian membuat Ryeowook langsung memutar bola matanya dan Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.

“Aku tahu. Pergilah…” Ucap Ryeowook pasrah dan langsung mendapat pelukan sekali lagi sebelum yang memeluknya itu hilang dalam sekejap.

“Dasaar Kyuola is back.” Gumam Ryeowook sambil menghempaskan dirinya disofa.

**

Dikamar Siwon tentu saja ada Minho, Suho dan Umma Choi yang mengelilingi namja tampan itu yang berwajah sumringah. Dengan Suho duduk diranjangnya dan Minho duduk dikursinya dengan merebahkan kepalanya diatas lengan daddy-nya tercinta.

Namun saat Kyuhyun masuk umma Choi langsung mengajak kedua cucunya meninggalkan mommy bersama daddy mereka saja yang membuat Kyuhyun tersenyum garing pada ummanya sebagai ucapan terima kasih.

Namja cantik itu langsung mendekati ranjang dan kembali menempati posisinya seperti beberapa saat yang lalu didalam pelukan suaminya tercinta.

“Bagaimana Sulli??” Tanya Siwon sambil memeluk tubuh langsing itu dengan eratnya.

“Dia sudah tidur, Sooyoung bilang dia harus dioperasi.” Jawab Kyuhyun semakin menyusupkan wajahnya pada leher Siwon.

“Mmm, dia akan baik-baik saja, jangan cemas.” Siwon membelai lembut punggung Kyuhyun untuk menenangkannya.

“Bagaimana dadamu hyung?”

“Tidak apa-apa, dokter bilang akan segera membaik, walau memarnya belum hilang.”

“Benarkah?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Mmm~ lalu bagaimana dengan keadaanmu?” Siwon balik bertanya.

“Aku baik-baik saja.”

“Tidak percaya, kau masih harus istirahat, badanmu belum pulih seutuhnya.”

“Aku sudah cukup tidur 4 hari, hyung. Aku sudah bosan.”

“Dasar keras kepala.”

“Biar saja, dalam tidurku aku hanya khawatir bagaimana keadaan Suho, dan…”

“Dan…??”

“Dan…ingin bertemu denganmu secepatnya, karena itu aku langsung melompat dar…”

“Ssssst, jeongmal gomawo, baby. I love you.” Ucap Siwon menghentikan kata-kata Kyuhyun yang bisa mengingatkannya pada hari itu.

“I love you more.”

“I love you most…”

Kemudian keduanya sama-sama terdiam menikmati kebersamaan mereka yang terbuang selama beberapa hari. Tidak ada yang berbicara lagi karena mereka berdua sama-sama memejamkan mata dengan senyum manis mereka dibibir masing-masing.

Sampai beberapa menit berlalu Siwon terlelap dengan nyamannya karena kehangatan huswife dalam pelukannya itu. Namun beberapa menit selanjutnya Kyuhyun bergerak perlahan keluar dari pelukannya dan turun perlahan dari ranjang suaminya.

“I’ll be back.” Bisik Kyuhyun mengecup bibir Siwon sekilas lalu segera keluar darisana membuat Siwon tersenyum dalam tidurnya dan berbalik menghadap diding kamar rawatnya.

Kyuhyun kembali ke ruangan inapnya untuk melihat bagaimana keadaan putrinya tercinta yang ternyata sudah bangun dan sedang merintih sakit perut diranjangnya. Kyuhyun buru-buru menghampirinya dan kembali menaiki ranjang itu untuk berbaring didekat Sulli.

“Sakiiit mommy~” Rengek Sulli begitu melihat mommy-nya.

“Sayaaanag~ Culli akan baik-baik saja, jangan menangis.” Ucap Kyuhyun sambil mengurut dengan pelan perut kecil putrinya.

“Mommy kemana tadi?” Tanya Sulli tidak rela mommynya menghilang dalam tidurnya.

“Bersama daddy~”

“Jangan pelgi jauh-jauh…”

“Tidak, mommy ada disini.”

Sulli langsung meringkuk semakin dalam pelukan mommy-nya dan melingkarkan lengan dipinggang mommy-nya itu dengan erat. Ryeowook yang ada disana hanya bisa tersenyum kecil melihat Kyuhyun yang mengerucutkan bibirnya dengan imut.

“Mommy~”

“Hmm??”

“Nina bobo…”

“Mmmm, I can show you the world, shining, shimmering, splendid~
Tell me princess now when did you last let your heart decide?
I can open your eyes, take you wonder by wonder
Over sideways and under on a magic carpet ride.”

Kyuhyun bernyanyi sepenuh hatinya sambil terus menatap mata bulat putri cantiknya itu dengan matanya yang berkilauan senang. Tidak ada kebahagiaan yang sempurna selain bersama orang-orang tercinta.

“A whole a new world~ a new fantastic point of view,
No one to tell us no or where to go, or say we’re only dreaming…
A whole new world~ a dazzling place I never knew
But when I’m way up here, it’s crystal clear,
That now I’m in a whole new world with you~

Satu reff lewat dari lagu A whole new world itu membuat Sulli sudah kembali terlelap dan pasti terbang kedalam mimpinya yang indah bersama suara indah mommy-nya tercinta. Kyuhyun hanya bisa tersenyum manis melihat wajah putrinya yang terlihat tenang dalam tidurnya itu.

Dan selanjutnya bisa dipastikan namja cantik itu akan keluar dari ruangan itu perlahan setelah memberikan senyuman garingnya pada Ryeowook yang pastinya akan menjaga Sulli disana sebelum Mino dan Suho yang ada dikamar daddy-nya kembali.

Saat ini mereka seperti membuat giliran menjaga orang yang mereka cintai itu, dengan Kyuhyun ke ruangan Sulli, dua putranya akan ke ruangan daddy mereka. Saat Kyuhyun kembali ke ruang suaminya, kedua putranya akan kembali menjaga princess mereka.

Seperti sekarang ini, Kyuhyun terlihat sudah berdiri dipintu ruangan Siwon dan melihat kedua putranya bermain game tanpa suara agar tidak menganggu kenyamanan daddy mereka beristirahat. Kyuhyun langsung masuk kesana dan mengecup kening mereka bergantian.

Kemudian mereka pun segera keluar dari sana kembali ke ruangan Sulli bersama Ryeowook, sedangkan Kyuhyun langsung bergerak perlahan menaiki ranjang suaminya dan memeluk namja tampan itu dari belakang.

Tanpa harus berpaling Siwon tahu siapa yang memeluknya itu hingga membuatnya tersenyum manis menampilkan kedua dimplenya yang menawan.

“Kau bisa disana saja, baby. Hyung tidak apa-apa” Ucap Siwon tanpa berpaling menghadap Kyuhyun.

“Tapi aku merindukanmu~” Jawab Kyuhyun semakin menyusupkan wajahnya dibelakang leher Siwon.

Tanpa menjawab lagi Siwon langsung berpaling dan mengecup bibir Kyuhyun sekilas lalu memeluk tubuh tidak ramping itu dengan eratnya.

“Hyung juga sangat merindukanmu.”

“Tapi~ aku juga harus lihat Sulli~”

“Hyung tahu…”

“Tapi aku ingin disini.”

“Hyung juga tahu~”

“Tapi…”

“Tapi kau juga perlu istirahat, baby.”

“Pindah ke kamar ku saja, yuuk!”

“Mwoo??”

“Biar sama-sama disana.”

“Aigooo~”

“Ayoo~”

“Tidak apa-apa baby, kau boleh disana dulu, Sulli membutuhkanmu.”

“……”

“Baby…”

“Nanti aku kembali.”

“Hmmm…” Gumam Siwon dan terus memeluk Kyuhyun dengan senangnya.

Walau dia sendiri merasa tidak enak harus berebut perhatian Kyuhyun bersama putrinya, tapi Siwon tidak bisa menahan kerinduannya selama ini yang membuatnya juga tidak ingin melepas kehangatan huswifenya tercinta.

Jadilah Kyuhyun membagi dirinya beberapa saat diranjang Sulli dan beberapa saat diranjang Siwon. Jika disuruh memilih dimana dia akan bertahan tentu saja jawabannya adalah pelukan suaminya tercinta.

Tapi disebelah ruangan itu tidak lain adalah putri kandungnya sendiri, satu-satunya princess kesayangan mereka. Tidak mungkin Kyuhyun mengabaikan permata hatinya itu hanya demi keegoisannya semata.

“Ehmm!” Ucap seseorang tiba-tiba membuat mereka berdua langsung membuka mata.

Umma Choi disana berdiri dengan dokter yang menangani Siwon melihat mereka berdua berpelukan sambil memejamkan mata. Umma Choi tentu saja sudah biasa dengan pemandangan itu, tapi dokter itu baru melihat kemesraan pasangan terkenal itu didepan matanya.

“Dokter bilang, Siwonnie sudah bisa bergerak, namun tetap perlu dibatasi.” Ucap Umma Choi menghilangkan kekakuan disana.

“Maksudnya??” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Siwon-ssi sudah boleh pulang, memar didadanya akan menghilang perlahan seiring dengan sakitnya.” Jelas dokter itu lebih tepat.

“Benarkah??” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Benar Kyuhyun-ssi, kau juga sebaiknya masih beristirahat diranjangmu.” Ucap Dokter itu dengan smirk yang disembunyikannya.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Kyuhyun tajam namun dengan pipi merona.

“Mmm, sebaiknya kau kembali, Kyunnie, Sooyoung akan memulai operasinya.” Ucap Umma Choi kemudian seketika membuat Kyuhyun terduduk ditempatnya.

“B-bagaimana di-dia…”

“Dia baik-baik saja, hanya mencarimu sejak dia bangun.”

“Owh, aku datang.” Jawab Kyuhyun cepat langsung berdiri menuju pintu.

Namun tiba-tiba saja berhenti dan menoleh kebelakang tepat saat Siwon melihatnya dengan senyuman manis dan menenangkan.

“Hyung akan menyusul.” Ucap Siwon kemudian membuat senyuman merekah dibibir Kyuhyun sebelum akhirnya menghilang dibalik pintu.

“Wajahnya masih penuh dengan kecemasan untuk kalian, padahal tubuhnya sendiri belum pulih benar.” Ucap Umma Choi pasrah.

“Setelah ini saya harap kalian semua beristirahat dengan benar.” Ucap dokter itu dengan wajah datar. “Khusus Kyuhyun-sii, dia masih perlu istirahat untuk tulang-tulangnya kembali seperti semula.”

“Ahh, kami mengerti dok. Terima kasih.” Jawab Siwon langsung bangun dari tidurnya dan menarik selang infus ditangannya dengan cepat.

Namja tampan itu langsung keluar darisana menuju ruangan Kyuhyun dan putrinya dirawat, dia ingin menemani Kyuhyun mengantar putrinya melakukan operasi. Meninggalkan Umma Choi dan Dokter itu yang hanya bisa menggelangkan kepala mereka.

“Hyung~” Kyuhyun langsung memeluk leher Siwon begitu melihat namja itu masuk keruangannya.

“Tenanglah baby, Sulli terlihat baik-baik saja.” Ucap Siwon membelai punggung Kyuhyun beberapa kali sambil melihat Sulli.

Namja tampan itu segera mendekati putrinya setelah Kyuhyun melepas pelukannya dan mengikutinya dari belakang lalu duduk disamping Sulli.

“Culli akan baik-baik saja, ne? Jangan khawatir.” Ucap Siwon pada Sulli setelah mengecup keningnya.

“Daddy cudah sembuh??” Tanya Sulli bingung kenapa daddy-nya sudah bisa berdiri.

“Tentu saja!! Daddy mau temani Culli.”

“Ehehehe~ gomawoyoo my daddy~” Sulli langsung memeluk leher daddynya dengan senang.

“Kami juga mau temani Culli tau!!” Protes Suho dengan pout dibibirnya.

“Ehee~ gomawoyoo~ do’ain Culli ne??”

“Kudo’akaaan~” Jawab keempatnya bersamaan sambil membuat jari bentuk V kemudian tertawa bersama.

“Sudah siap??” Tanya Sooyoung tiba-tiba masuk dengan senyum ramahnya.

“Siap doktel cantik.” Jawab Sulli penuh semangat.

“Waahh semangatnya~” Sooyoung langsung mendekati Sulli dan membelai pipinya.

“Culli mau jadi doktel cantik seperti Aunty.”

“Bukannya mau jadi fashion designer seperti Aunty??” Tanya seorang lagi memasuki ruangan itu.

“Aunty Jii~~” Teriak mereka bersamaan begitu melihat Jiwon ada disana.

“Sekarang kau datang!!” Gerutu Kyuhyun tidak terima.

“Mianhae oppa~ aku tidak bisa melihat mereka menangis setiap hari~ tapi sekarang aku senang kau ada disini. I miss you~” Jiwon langsung memeluk Kyuhyun seeratnya membuat pout dibibir namja cantik itu berganti dengan senyuman manis.

“Miss you too.” Jawab Kyuhyun senang.

Jiwon pun mendekati Sulli dan mengecup kening keponakan cantiknya itu penuh sayang. “Fighting sweetheart!!”

“Nee~”

Kemudian masuklah suster-suster yang akan membantu Sooyoung datang membawa kursi roda untuk Sulli agar bisa menuju ke ruang operasi. Dan mereka semua mengikuti putri kecil itu dari belakang dengan wajah khawatir yang disembunyikan.

Setelah Sulli masuk keruangan itu, Kyuhyun langsung memeluk Siwon dan menyembunyikan wajahnya dileher namja tampan suaminya itu untuk menenangkan dirinya sendiri.

Sementara Minho dan Suho duduk bersama Jiwon dikursi tunggu disana ditemani Ryeowook dan Kai yang baru saja kembali. Dari jauh Yesung, Umma Choi dan kedua appa yang baru dijemput Yesung pun tiba disana.

Ketegangan kembali menyelimuti keluarga itu namun mereka semua tetap saling menguatkan satu sama lain. Apalagi Sooyoung juga sudah menenangkan mereka dengan keadaan Sulli yang baik-baik saja.

Tapi semuanya bukan kita yang mengaturnya hingga mau tidak mau kecemasan akan hal yang buruk tetap ada disana.

Donghae yang ikut menemani juga terlihat baru tiba disana dengan buru-buru bersama Taemin. Namja tampan itu sibuk mengurus Mall mereka dan membantu suaminya diperusahaan Siwon yang ditinggalkan.

Dan akhirnya setelah hampir lebih dari satu jam barulah lampu merah diatas pintu ICU itu berganti dengan hijau pertanda operasi yang sedang dilakukan sudah berakhir.

Kyuhyun dan Siwon langsung mendekati pintu itu dan menanti Sooyoung keluar dari sana dengan wajah sumringahnya.

“Bbagaimana Soo??” Tanya Kyuhyun tidak sabar.

“Dia baik-baik saja, tenanglah.” Jawab Sooyoung dengan senyum manisnya membuat helaan nafas lega terdengar bersamaan disana. “Dia masih dalam obat bius, akan kami pindahkan kembali keruanganmu.”

“Ahh, terima kasih Sooyoungie.”

“Sama-sama oppa, cari minum dulu untuk Kyunnie, dia sangat pucat.” Ucap Sooyoung lagi sambil mellihat Siwon tanpa peduli tatapan tajam dari Kyuhyun disampingnya.

“Kami akan menunggu disana, Ayo~” Siwon langsung membawa Kyuhyun pergi dari sana dengan lambaian Sooyoung yang mengedipkan matanya dengan jahil.

Dia memang sangat suka bercanda dengan namja cantik pendiam namun jahil itu, Sooyoung sudah menganggap mereka semua keluarga dekatnya sendiri.

Setelah beberapa menit Sulli sudah kembali ke ruangan Kyuhyun dan berada diranjang Suho sebelumnya. Kyuhyun yang masih cemas padanya terlihat setengah berbaring diranjang itu sambil membenarkan rambut putri kesayangannya itu.

Suho dan Minho terlihat disisi kiri dan kanan princess mereka menunggu dengan sabar si kecil itu membuka matanya. Keluarga lain yang menungguinya sudah diminta Siwon kembali ke rumah mereka untuk beristirahat, setelah mereka melihat Sulli yang masih tertidur.

Namun tidak perlu terlalu lama menunggu putri aktif yang selalu ceria itu untuk siuman karena saat ini dia sudah bisa menggerakkan jemarinya yang digenggam Minho dan Suho dipangkuan mereka.

Minho juga langsung memanggil Siwon yang ada disofa untuk mendekat karena Sulli sudah membuka matanya.

“Selamat datang kembali, Princess.” Ucap Siwon duduk disebelah kiri Sulli seperti yang dilakukan Kyuhyun.

“Culli lapaaaar…” Jawab putri kecil itu pertama kali membuat semua yang ada disana tertawa dengan jahilnya hingga membuatnya merengut kesal.

“Bukannya Sulli senang bisa melihat kami lagi?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Tapi Culli lapar daddy~”

“Aiishh, belum boleh sekarang, sebentar lagi umma datang.” Jawab Kyuhyun setelah memutar bola matanya malas.

“Sepertimu dulu, baby~” Siwon tertawa cekikikan.

“Culli halusnya bilang, Culli pulang, Cuo oppa~” Ucap Suho polos.

“Jiaaah, kenapa harus Cuo?? Tanya Minho tidak terima.

“Culli kan dongsaengnya Cuo.”

“Terus Cuo dongsaeng siapa??”

“Mino hyung.”

“Terus mommy, daddy itu siapa?” Tanya Minho sengaja dan wajah Suho pun berubah bingung dengan imutnya.

“……” Suho memiringkan kepalanya dengan bingung.

“Mino jangan begitu.” Ucap Siwon tidak tega.

“Ahahaha, dia imut daddy. Pendiam, sekali bicara jadi menggemaskan, Mino mah tidak tahan atuh.” (Author gila…Kkkk~)

“Cuo oppa donk-donk!!” Protes Sulli ikutan gemas.

Saat itu tiba-tiba pintu ruangan mereka dibuka dari luar dan menampakkan Ryeowook dengan bekal makanan ditangannya membuat Sulli tersenyum kegirangan.

“Selamat datang Princess~” Sapa Ryeowook melihat Sulli lalu beralilh melihat Siwon.

“Ada yang ingin bertemu, Siwonnie.”

“Siapa?”

“Seorang yeoja.”

“Suruh dia masuk.” Jawab Kyuhyun cepat membuat Ryeowook kembali menuju pintu dan membukanya sedikit.

“Mmm, silahkan masuk.” Ucapnya.

Dan perlahan terlihat orang yang dimaksudkan Ryeowook seorang yeoja berparas cantik dengan rambut coklat melewati bahu. Dengan blazer coklat dan dres dengan rok bergelombang selutut berwarna krem membuatnya terlihat memesona.

Namun wajah asing dengan senyuman ramah itu membuat semua yang disana mengerutkan kening mereka bingung. Karena tidak pernah melihat yeoja ini ada dimanapun disekeliling mereka.

Dibelakangnya berdiri Changmin melihat mereka yang diatas ranjang dengan tatapan takjubnya. Dan Kyuhyun langsung menyunggingkan senyumnya melihat sahabat lamanya itu masih ada disana.

“Seorang?” Tanya Kyuhyun membuat Ryeowook memutar bola matanya.

“Maaf, anda siapa?” Tanya Siwon tanpa beranjak dari tempatnya.

“Ehmm, perkenalkan, namaku Lee Hyunra.” Jawab Yeoja cantik itu ramah.

“Lee Hyunra? Apa kami mengenalmu?” Tanya Kyuhyun tanpa ekspresi.

“Mmm, sebelumnya aku minta maaf atas nama Jonghyun.”

“Ouh!! Namja itu…Silahkan duduk.” Ucap Siwon pada mereka namun hanya Changmin dan Ryeowook yang duduk disofa.

“Aku tunangannya dari New York, begitu mendengar kecelakaan itu aku langsung terbang kesini dan menemani Jonghyun, saat mendengar Kyuhyun-ssi sadar aku ingin segera menemuimu, tapi katanya putrimu harus diopreasi dan aku menundanya. Baru sekarang…”

Tidak ada yang berbicara disana karena terlalu kaget dengan kedatangan orang terdekat Jonghyun selain orangtuanya.

“Orangtua Jonghyun tidak mau melihatnya, karena mereka mengenal kalian siapa. Mereka juga meminta maaf untuk Kyuhyun.” Sambung Changmin menjelaskan.

“Tidak apa-apa, kami mengerti.” Jawab Siwon dengan tenangnya.

“Aku kecewa dengan semua ini, aku tidak tahu dia masih menyukai Kyuhyun, padahal aku mengira dia sudah menerimaku saat pertunangan kita dilakukan. Aku minta maaf atas nama Jonghyun yang sudah membuat keluargamu tidak nyaman.”

“Tidak apa-apa, dia juga menderita sepertinya.”

“Aku tidak menyangka semuanya akan seperti ini sampai membuat Kyuhyun dan Suho terluka, ini diluar kendaliku, sekali lagi aku minta maaf.” Hyunra langsung menundukkan badannya 90 derajat untuk menguatkan penyesalannya.

“Sudahlah, Hyunra-ssi. Kami akan melupakannya jika dia bisa bersikap seperti seharusnya.” Ucap Siwon dengan bijkasana.

“Maksudnya? Kalian akan mengadilinya?” Tanya Hyunra sedikit tidak rela.

“Tentu saja tidak, kalau bisa aku akan membunuhnya.”

“Siwonnie~” Panggil Kyuhyun pelan.

“Kita bisa menyelesaikan ini secara kekeluargaan dengan dua syarat.” Siwon berkata kemudian sambil menggenggam tangan Kyuhyun yang ada diatas bantal Sulli.

“Akan kupastikan!! Akan kupastikan dia tidak akan berulah lagi, percayalah.” Ucap Hyunra yakin dengan mata yang berbinar.

“Pastikan dia akan berubah menjadi lebih baik dan pastikan dia tidak terlihat dimanapun didekat Kyuhyun dan keluargaku, atau kalau tidak…”

“Kalau tidak??” Tanya Hyunra sambil menelan apapun yang tertahan ditenggerokannya.

“Aku sendiri yang akan menghilangkan keberadaannya dimuka bumi ini.” Ucap Siwon secara halus namun dengan nada yang membuat siapapun merinding mendengarnya.

“Aku berjanji hal ini tidak akan terulang lagi.” Jawab Hyunra dengan yakinnya sambil menatap Siwon dalam.

“Kami percaya.” Siwon tersenyum senang.

“Terima kasih, setelah ini kami akan segera kembali ke new York, pengobatannya akan dilanjutkan disana.”

“Ne, aku yang akan membantunya mengurus segalanya, kalian tenang saja.”

“Semoga yang terbaik untuknya, aku akan mengatakan ini pada polisi yang menjaganya.” Ucap Siwon dengan senyum terbaiknya.

“Terima kasih.”

“Dia pasti akan menemukan cintamu, bersabarlah.” Ucap Kyuhyun dengan yakinnya sambil menatap mata Hyunra dalam.

Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja mata Hyunra langsung berkaca-kaca setelah mendengar kata Kyuhyun yang sangat tepat kehatinya itu. Tanpa sadar senyum manis terukir dibibir Hyunra sambil menatap Kyuhyun penuh arti.

“Terima kasih, aku harus pergi. Sekali lagi terima kasih.” Ucap Hyunra membungkuk beberapa kali.

“Aku pergi hyung, jaga Kyuhyun dengan nyawamu, ok?” Ucap Changmin membuat Kyuhyun memutar bola matanya namun Siwon mengangguk dengan mantap. “Babies, ikut uncle satu yuk.”

“Mati kau!!” Jawab Kyuhyun dengan death glarenya membuat Changmin langsung tertawa.

“Aunty cantik, bye-bye~” Ucap Sulli melambaikan tangannya diikuti Minho dan Suho dengan senyum ramah mereka.

“Uncle cedikit tampan~ datang lagi ne~” Ucap Suho pada Changmin yang langsung tersenyum lebar melihatnya.

“Terima kasih, semoga kalian bahagia selamanya. Selamat tinggal.” Senyum merekah terkembang dibibir Hyunra. Ia dan Changmin pun segera keluar darisana ditemani Ryeowook yang akan mengantarkan mereka.

“Mommy belikan baju Culli sepelti aunty itu, ne??” Ucap Sulli setelah Hyunra pergi membuat Kyuhyun memutar bola matanya.

“Kau menerimanya kan, baby?” Tanya Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun melihatnya.

“Keputusanmu tadi??” Kyuhyun balik bertanya.

“Itu yang terpikirkan olehku saat melihat Hyunra tadi, lagipula aku sudah berbicara dengan dokter yang menanganinya.”

“Bagaimana dia??”

“Lukanya lebih parah darimu dan dia belum sadarkan diri.”

“Mmm, apapun yang menurutmu terbaik, lakukanlah.” Kyuhyun menjawab dengan senyum manis terkembang dibibirnya.

Dan detik itu juga Siwon menarik dagunya mendekat lalu mengecup bibir peach itu dengan perlahan dan tepat saat itu tangan Kyuhyun reflek menutup mata Sulli sementara Minho secepat kilat menarik Suho dan memeluknya dengan wajah melihat kearah lain.

Sementara Siwon tidak peduli apapun saat bibir Kyuhyun menyentuh bibirnya hingga namja tampan itu semakin mendalami ciumannya membuat Kyuhyun pun memejamkan matanya. Mereka berciuman dengan manis diatas kepala Sulli dan didepan kedua putranya yang tidak melihatnya.

Setelah merasa puas barulah Siwon melepas ciumannya dan menatap wajah Kyuhyun yang berubah merona dengan mata terpejam menampilkan kecantikan yang tidak ada duanya.

“Hhhhah~ Ada gelhana bulan~” Gumam Sulli sesaat setelah tangan Kyuhyun membuka matanya membuat Kyuhyun langsung membuka matanya sendiri dan bertatapan dengan Siwon.

“I love you.” Ucap Siwon dengan senyum menawannya.

“I love you more.” Jawab Kyuhyun dengan yakinnya.

“We love you most~~~” Sambung ketiga permata hati mereka sambil memeluk keduanya bersaman dan menggemakan tawa bahagia dari mereka.

Dan Semoga tawa dan kebahagiaan itu terus ada sampai selamanya sampai akhir dari dunia. Dan matahari pun kembali bersinar di Istana megah itu hingga mawar-mawar kecil kebahagiaan akan terus mekar selamanya disana. Semoga~

**
Joana, kata-katanya unnie ambil..kkkk~

Selamat menjalankan ibadah puasa My lovelies yang menjalankannya^^
Sampai bertemu lagi.
Semoga selalu baik-baik saja ne? Dan puasanya lancar sampai akhirnya nanti.

Ohh, kemarin saia cuma ajak do’ain si baby tapi lupa doain menantu saya yang sedikit tampan itu ya, mianhaee…eehehehe.
So, jangan lupa do’ain Jonghyun juga semoga dia selalu baik-baik saja, ne^^ pasti ga’mau karna dia jahat..ohohoho. nggak kox, dia baik, mmm, sedikit tampan lagi^^

Semoga Chap ini dan beberapa chap yang lalu sudah bisa memenuhi apa yang kalian inginkan, terima kasih sudah berpartisipasi dalam cerita ini.
Seperti yang pernah Vie bilang “My Baby is Yours”
Trima kasih^^

With Love.

BREAKING NEWS

Published July 3, 2015 by Wonviekyu

From Vie…

SELAMAT PAGI SEMUANYAAAAAAAAAAA… APA KABARNYAAAAAA??? MASIH PUASA KAN? BAGI YANG PUASA^^

SELAMAT MENJALANKAN AKTIFITASNYA NE?? HARI INI VIE SENEEEEENG BANGET, KENAPA?

KARENA WIFI KANTOR UDAH DIBAYAAAAR…KKKKK~

TERNYATA GA’PERLU NUNGGU HABIS LEBARAN,, Ms. Lee^^

**

SELAMAT DATANG UNTUK READERS BARU YANG SUDAH MAU MEMBACA MY BABY DARI AWAL…SERIBU JEMPOL UNTUK KALIAN^^

WHAT A LONG-LONG -LONG STORY, Semoga tidak membosankan ne^^

Mmm,

Ohh, ya… karna kalian ga’mau lama-lama lanjutannya, jadi Vie akan segera update lagi…jadiii~

Hayoooo…yang belum koment di chap itu awas ya..PW nya Vie tenggelamkan di sungai gangga di india sono, cari sendiri ya yang belum koment…ohohohoho.

Vie ga’mau cari..capek lagi puasa. kalo yang udah koment..duduk manis aja ne^^

Ahahahahaha…

Ehh,

Sebenarnya Vie mau tanya itu yang punya email Rizki Zulfina boleh sms Vie??

Terus yang sedang membaca dan sedang koment..terima kasih banyaaaak… #bow

Kalo ada yang ter pw, sms vie aja ke 081990268374,

khususnya Muslianasiwon,

Miss Eima, Lapiz Lazuly nya sudah edit, silahkan dilanjutkan..

Udah,,itu saja, ehehehe.

 

ohh, ada lagi, mmmm, diantara kalian ada yang EunHae Ship?? mm, apa kalian bisa buat ff untuk mereka? berdasarkan cerita My Baby, istilahnya side story tentang mereka. Ada kah?? Bisa kah?? tell me..

Kalo ada, kalo kalian mau, boleh buat satu chapter tentang Eunhae yang ada didalam cerita My Baby.

Kalo udah siap bilang ne^^

**

HAVE A NICE DAY MY LOVELY READERS…

SA~RANG~HAE~YO~ CHUKBOKHAEYO~

DANGSHINE~ MA-EUME URI-E~

SARANGEUL DEURO-YO~

^^

itu seharusnya kalian nyanyi buat vie..ahahahaha.

With love.

Two Love One Heart 5

Published June 12, 2015 by Wonviekyu

two love one heartTwo Love One Heart 5

Selamat malam My Lovely Readers…
Fanfic yang udah jamuran datang lagi…Anin maafkan unnieeee^^

Kalau chap sebelumnya lupa…ayoo silahkan baca dari pertama…ahahaha.
Mianhae ne^^
Sebelum MY BABY…Silahkan membaca…

**

Pagi menjelang disebuah apartement mewah yang dihuni oleh dua namja yang selalu dipenuhi dengan cinta. Mereka terlihat sangat damai tertidur dipelukan masing-masing dengan wajah yang sama-sama menyunggingkan senyuman bahagia.

Namun tiba-tiba suara dering salah satu iphone yang terletak dimeja nakas disamping ranjang berbunyi dengan nyaring hingga membuat salah satu dari mereka terjaga dan satunya lagi menggerutu kesal dalam tidurnya.

Salah satu namja yang bernama Choi Siwon itu langsung mengambil benda pengganggu itu dan melihat siapa yang sebenarnya mengganggu paginya yang nyaman.

“Kibum?” Gumamnya pelan.

Siwon langsung berpaling melihat namja cantik yang masih dalam selimutnya itu dan menyadari Cho Kyuhyunnya sudah tertidur kembali dengan tenang. Kemudian perlahan Siwon bangkit dari tidurnya dan menjauh dari ranjang untuk menerima panggilan itu.

“Ne, bummie??”

>Pulanglah, Hyungmu…<

“Oh!! Ne, aku akan segera kembali.”

>Cepatlah hyung…<

“Ne…sudah dulu, bye”

Siwon langsung memutuskan sambungannya setelah berbicara dalam bisikan agar Kyuhyun tidak mendengarnya.

Namun tanpa dia tahu bahwa namja cantik dibawah selimut itu sudah membuka matanya dan mencoba mendengarkan apa yang dibicarakannya itu.

Siwon bergegas ke kamar mandi membersihkan diri dan keluar beberapa menit kemudian terlihat sangat segar.

Tanpa berniat mengganggu Kyuhyun yang masih dibawah selimut Siwon langsung menuju ke dapur mereka untuk menyiapkan sarapan.

Tidak berapa lama Siwon berkutat dengan sarapan mereka Kyuhyun sudah berdiri dipintu dapur dengan wajah kusut dan rambut berantakan namun tetap menggemaskan.

“Heeey..ke kamar mandi dulu.” Ucap Siwon sengaja begitu melihatnya.

Namun Kyuhyun malah berjalan mendekatinya perlahan lalu tanpa kata-kata langsung memeluk Siwon sambil merebahkan kepalanya didada bidang yang hangat itu.

“Hooo?? Waeyo, hmm??” Tanya Siwon tidak mengerti.

Sekali lagi Kyuhyun tidak menjawabnya dan semakin mengeratkan pelukannya membuat Siwon meletakkan piring yang ada ditangannya dan membalas pelukan itu dengan lembutnya.

Tanpa aba-aba namja tampan itu melayangkan kecupan manis penuh sayang dikepala Kyuhyun yang membuat namja cantik itu memejamkan matanya menikmati sentuhan itu.

Setelah itu Kyuhyun pun melepas pelukannya dengan bibir yang dipoutkan lalu beranjak keluar dari sana meninggalkan Siwon yang hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan gemas.

Kemudian namja tampan itu pun kembali menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua sementara Kyuhyun membersihkan dirinya di kamar mandi.

Tak berapa lama kyuhyun sudah kembali dengan wajah datar dan sebuah Iphone ditangannya. Namja cantik itu langsung menghampiri siwon yang masih tidak menyadari kehadirannya.

“Kibum menelpon.”

Prang!!!!

Tiba-tiba saja gelas yang ada ditangan Siwon jatuh ke lantai dan berserakan kemana-mana sampai mengenai kakinya. Dan Kyuhyun hanya bisa mematung melihat kejadian yang tiba-tiba itu.

“A-apa??” Tanya Siwon masih tidak merasakan apa-apa.

“Ki-ki…Omooo!! Kau berdarah!! Siwonnie!! Kau berdarah!!!”

Kyuhyun langsung menghambur mendekati kekasihnya itu dan berlutut didepan namja tampan itu yang masih tidak sadar apa yang terjadi padanya.

“Siwonnie!! Sadarlah!!” Seru Kyuhyun sedikit kesal hingga membuat Siwon langsung melihatnya.

“Ohh, aku?? Ouuhh, perih Kyu!!”

“Pabbo!!” Gerutu Kyuhyun sambil memutar bola matanya dengan kesal.

Namja cantik itu dengan telaten membersihkan luka dipergelangan kaki siwon secara perlahan. Namun tiba-tiba saja gerakan tangannya terhenti karena Siwon menangkap tangan lentik itu dan menggenggamnya.

Siwon melihat tangan putih yang sangat cantik itu dengan jemarinya lentik, lalu ia pun mengalihkan tatapannya pada wajah Kyuhyun yang kini menatapnya dengan bingung. Siwon menatap mata wajah cantik dan mata bulat bak boneka itu dengan sangat dalam.

“Aku mencintaimu, Kyuhyun.” Ucap Siwon tanpa sadar namun dengan segenap perasaannya hingga membuat Kyuhyun membeku ditempatnya dengan jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya.

Bahkan kali ini terasa lebih berbeda dari biasanya saat mereka saling mengucapkan kata cinta. Ucapan Siwon kali ini menggetarkan seluruh indra dalam dirinya hingga membuatnya kehilangan kata-kata.

“Ahh, aku akan menghubungi Kibum sebentar.” Ucap Siwon lagi memecah keheningan yang dibuatnya.

Dan membuat Kyuhyun hampir saja mengeluh karena kehilangan kehangatan genggaman tangannya. Dalam hati Kyuhyun merasa ada yang berbeda dengan kekasihnya yang tidak diketahuinya.

Tapi Kyuhyun tidak bisa menjelaskan apa yang dirasakannya dengan kata-kata dan memutuskan untuk memendam keanehan itu seorang diri saja.

Dan tiba-tiba pikiran anehnya pun melayang jauh sekali saat ia melihat wajah Siwon yang sedang berbicara dengan Kibum berubah keruh dan penuh kekhawatiran.

“Ada apa?” Tanyanya setengah berbisik sambil mendekati dan memegang lengan namja tampan kekasihnya itu.

“Aku pergi sebentar.” Jawab Siwon cepat lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

Namja tampan itu meletakkan Hp-nya di meja karna harus mengambil coatnya yang ada dikamar tidur mereka. Namun saat keluar dari sana ia tahu Kyuhyun masih ingin menanyakan apa yang sedang terjadi.

“Sampai jumpa, baby.” Ucap Siwon buru-buru lalu segera keluar dari apartement mereka sebelum Kyuhyun sempat bertanya ataupun menjawab.

Namja tampan itu langsung menuju parkiran mobilnya dan masuk ke dalam lalu pergi dari sana dengan kecepatan diatas rata-rata. Siwon sudah tidak bisa memikirkan apa-apa lagi saat Kibum mengatakan keadaan hyung kesayangannya.

“H-hyung~” Gumam Siwon dengan berbagai perasaan khawatirnya.

Tapi tiba-tiba saja nama seseorang muncul dikepalanya dan seketika membuat senyum manis dibibirnya merekah mengingat segala hal yang ada pada Kyuhyun, namja cantik kekasihnya.

Selanjutnya Siwon melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sama cepatnya namun dengan perasaan yang lebih baik. Namja tampan itu ingin segera melihat hyungnya kembarannya.

Hingga dalam beberapa menit selanjutnya mobil Siwon sudah berada didepan pagar rumahnya yang selalu terlihat menyejukkan itu.

Begitu keluar dari mobil Siwon tergesa-gesa masuk ke dalam rumahnya dan mendapati ummanya sedang duduk diruang tengah menunggunya.

“Umma?” Panggilnya ragu.

“Siwonniee~~”

Wanita paruh baya itu langsung menhambur memeluk putra kembarnya satu lagi dan menangis didadanya. “Hyung-mu Siwonnie~”

“Apa yang terjadi??” Tanya Siwon tidak mengerti.

Saat itu juga dokter yang merawat hyungnya keluar dari kamar rawat Shiyuan dengan wajah yang sangat penuh beban.

“Dok…” Panggil Siwon.

“Dia ingin bertemu denganmu.” Dokter itu menjawab dengan senyumnya yang menenangkan.

Tanpa sadar Siwon dan Umma-nya sama-sama menghembuskan nafas lega dan ikut tersenyum pada dokter itu. Kemudian Siwon segera memasuki kamar hyugnya yang sudah menjadi ruangan suram yang persis seperti rumah sakit itu.

Namja tampan hyungnya itu masih tetap terbaring ditempat yang sama seperti beberapa hari yang lalu. Hanya saja wajahnya semakin terlihat pucat dan lingkaran hitam dimatanya semakin dalam.

Walau begitu Siwon masih bisa melihat garis ketampanan yang dimiliki hyungnya itu seperti yang dimilikinya.

“Aku lebih tampan darimu sekarang.” Ucap Siwon sengaja sambil medekati ranjang hyungnya perlahan.

Kata-katanya itu langsung saja membuat Shiyuan membuka matanya secara perlahan dan menyunggingkan senyuman manis karna pernyataan dongsaengnya itu.

“Si-won-nie” Panggil Shiyuan terdengar lemah.

“Hyung~” Siwon langsung mendekati ranjang putih itu dan duduk disampingnya lalu mengambil tangan lemah hyungnya itu ke dalam genggamannya.

“Ba-bagai-mana…Kyu-kyunie~?”

“Dia baik Hyung, hyung yang bagaimana??” Tanya Siwon khawatir.

“Se-pertinya…ti-tidak a-da hara-pan.”

“Jangan sembarangan, bukan hyung yang menentukan.

“T-tapi h-yung t-tau bila…”

“Jangan bicara!!”

“Si~w~onnie..” Panggil Shiyuan sekali lagi sambil mencoba menggenggam tangan dongsaengnya itu. “La-kukan se-suatu u-untukku.”

“Aku sudah melakukan banyak hal untukmu.” Siwon menatap tangan hyungnya tanpa eskpresi.

“I-ini un-tuk yang te-rakhir, h-hyung tidak a-akan me-minta lagi.”

“Aku bilang, jangan banyak bicara!!” Kesal Siwon akan kata terakhir.

“Jagalah Kyuhyun.”

“Mwo?”

“Ja-galah K-kyuhyun un-tuk selamanya.”

“Kenapa harus aku!! Kau akan menjaganya sendiri.”

“Ka-kau tahu, Siwonnie, ja-ngan menghindar.”

“Aku tidak tahu!! Jangan bicara sembarangan.

“Ja-jagalah dia untukku, a-ku tidak bisa menunaikan janjiku. To-tolong tepati janjiku yang tidak kesampaian Siwonnie~” Ucap Shiyuan dengan wajah memelas membuat wajah Siwon berubah sedikit lembut.

“Hyung~”

“A-aku tahu kau me-nyukainya, saeng.”

“Aku tidak!!!”

“A-ku tidak per-caya. Ti-dak akan ada yang ti-tidak ter-pesona de-dengannya.”

“Jadi maksudmu, kau tau ini akan terjadi??” Tanya Siwon tidak percaya.

“A-ku ha-nya menebak sa-ja.”

“Bagaimana dengan hati oranglain? Kau egois!!” Siwon beranjak dari ranjang hyungnya itu.

“Untuk terakhir kali, a-ku akan dimaaf-kan.”

“Shut up!!!”

“Ja-ngan menyangkal Siwon, kau mencintai-nya.”

“Aku punya Kibum!!!” Ucap Siwon langsung berdiri dan menatap hyungnya tajam.

“Tap-tapi kau mencintai Kyu-hyun.

“Aku tidak!!”

“Ja-jaa..ngan…” Ucapan Shiyuan semakin terputus kerana dadanya yang terasa sesak.

“Hyung!!!” Siwon langsung kembali mendekat dan menggenggam tangan yang sangat lemah itu.

“Ber-janji-lah Si-siwonnie~” Ucap Shiyuan kembali menggenggam tangan dongsaengnya.

“Hyung~”

“Berjanjilah kau akan menjaganya dan mencintainya sepenuh hatimu.”

“Ba-bagaimana dengan kibum??” Tanya Siwon tidak bisa menyangkal lagi.

“D-dia a-akan mengerti~”

“Kau egois!!”

“A-aku ta-hu.”

“Aku tidak bisa hyung~”

“Kau mencintainya kan?” Tanya Shiyuan menatap mata Siwon dalam dan dongsaengnya itu tidak bisa menjawab apa-apa.

“Kau~ tidak bisa menjawabnya.”

“Hyung~”

“Berjanjilah, ber~janjilah~.” Shiyuan menarik tangan Siwon dengan kuat.

“Aku berjanji.”

“Dhuk!!” Suara benda jatuh dibelakang mereka berdua membuat keduanya terperanjat.

Apalagi saat melihat pemilik benda yang merupakan Iphone 6 itu sedang berdiri menatap mereka dengan tatapan tidak percaya.

“Ki-kibum??” Ucap Siwon tidak percaya.

“Ka-kau serius?”

“A-apa maksudmu?”

“Kau serius mencintainya??”

“Tidak! Tunggu dulu.” Siwon langsung mendekati kekasihnya.

“Apanya yang tidak??”

“Ini untuk hyung, bummie, kau tahu itu.”

“Tapi ini sudah berlebihan, aku sudah tidak tahan, hyung.”

“Apa maksudmu??”

“Aku sudah tidak tahan dengan semuanya! Akhiri saja.”

“T-tidak!! Ja-jangan, jangan sakiti ba-bykyu~.” Ucap Shiyuan tidak terima.

Ia menatap kibum dengan pandangan memelas meminta pengertian Kibum hingga namja imut nan manis itu kehilangan kata-kata.

“Apa kalian tau?” Tanya Kibum sambil menatap dua kakak beradik itu dengan mata nanar. “Kalian menyakitiku”

Namja imut itu langsung keluar dari sana meninggalkan saudara kembar yang terpaku itu ditempat mereka. Tidak ada yang menyangka Kibum akan berhenti memainkan perannya sedikit lagi.

“A-apa kau tidak akan pernah memberitahukan Kyuhyun??” Tanya Siwon kemudian.

“T-tidak.”

“Bahkan sampai semuanya berakhir dan sudah terlambat??”

“Bahkan sampai aku pergi.”

“SHIT!!! KAU SIALAN, HYUNG!!!”

“Aku tahu.”

Sementara itu…

Kyuhyun yang ditinggalkan secara tiba-tiba oleh Siwon langsung terduduk di sofa dan menatap dengan pandangan kosong. Saat tiba-tiba tangannya meraba sesuatu disofa itu yang hampir saja didudukinya.

“Ahh, Siwonnie’s phone.” Gumam Kyuhyun pelan.

Tanpa segan namja cantik itu mengambil benda mati yang sudah beberapa kali dilihatnya itu namun tidak pernah ditelitinya. Dan kini ia sadar bahwa iphone Siwon sudah berubah, bukan seperti yang dia lihat saat di Taiwan.

“Sejak kapan dia ganti? Aku tidak pernah sadar.” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. “Tapi selama ini Siwon memang tidak pernah jauh dari benda ini.”

Setelah membolak-balik iphone itu sebentar akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk membukanya dan melihat-lihat isinya.

Dengan rasa penasaran yang tinggi akhirnya namja cantik itu membuka daerah privasi kekasih hatinya dalam benda itu, yaitu kotak masuk. Entah kenapa Kyuhyun ingin mengetahui apa ada yang salah dengan semuanya.

Ia jelas merasakan ada sesuatu yang lain yang terjadi diantara mereka mulai dari pertama kedatangannya kesini. Tapi, Kyuhyun tidak bisa menjabarkannya dengan kata-kata hingga semuanya mengalir begitu saja.

“Apa-apaan ini?!!” Tanyanya tiba-tiba saat melihat kotak masuk Siwon penuh dengan nama Kibum dengan panggilan kecil. “Bummie”

Kyuhyun langsung membuka dan membaca seluruh isi pesan singkat yang dikirimkan Kibum untuk kekasihnya. Menit berlalu kepala Kyuhyun pun semakin dipenuhi dengan berbagai pertanyaan.

Dan lama kelamaan Kyuhyun merasakan kepalanya mulai berdenyut dengan semua yang dibacanya. Entah kenapa hatinya terasa sesak saat menyadari hubungan Siwon dan Kibum bukanlah seperti yang mereka katakan.

“Dongsaeng tidak akan seperti ini pada hyungnya.” Ucap Kyuhyun sambil menggertakkan giginya.

“Mereka membohongiku. Dan lebih penting, Siwonnie…siwonnie selingkuh dariku.” Ucap Kyuhyun tidak percaya pada kata-katanya sendiri.

Tangan lentiknya kini menggenggam kuat baju bagian dadanya untuk menahan rasa sakit dihatinya dengan kenyataan yang baru diketahui kebenarannya.

“D-dia~ selingkuh” Gumamnya sekali lagi dan meletakkan hp itu dimeja didepannya.

Kyuhyun meremas jemarinya dengan gelisah memikirkan apa yang sebenarnya terjadi antara dia, Siwon dan Kibum. Namun tiba-tiba suara bel apartement kekasihnya itu membuat lamunannya berhenti ditengah jalan.

Dengan wajah grumpy Kyuhyun mendekati pintu untuk menerima tamu siapapun yang ingin mengunjunginya atau Siwon.

“Kibum??” Tanyanya heran saat melihat namja yang baru saja dipikirannya kini ada didepannya.

Ya…namja imut itu pergi dari rumah Siwon menuju apartementnya untuk bertemu dengan Kyuhyun. Kibum sudah sampai diambang batas kesabarannya selama ini, menunggu dan menerima semuanya dengan lapang dada.

Tapi yang diterimanya semua tidak menguntungkan baginya malah membuatnya seperti tidak berarti saja. Siwon terlalu mendalami perannya hingga melupakan segalanya bahkan cinta mereka berdua.

Bagaimanapun ia adalah kekasih Siwon sebenarnya yang juga ingin dicintai seperti cinta Shiyuan pada Kyuhyun yang begitu dalam.

Karena itulah hari ini ia akan mengakhiri semua permainan ini dengan menemui Kyuhyun, sebelum apa yang paling berharga untuknya menghilang dalam sekejap. Ini kesempatannya yang sangat tetap apalagi saat ini Siwon sedang ada dirumahnya sendiri.

“Kibum, ada apa?” Tanya Kyuhyun penuh selidik membuat Kibum kembali dari lamunannya.

“Eh,ohh..Kyu, mmm, ada yang ingin kubicarakan.”

“Mmm, apa itu? Siwon hyung tidak ada.”

“Aku ingin bicara denganmu.”

“Ohh, ayo masuk.” Kyuhyun membuka pintu depan itu dengan lebar tapi Kibum mencegahnya.

“Jangan disini, lebih baik diluar saja.” Ucap Kibum sedikit gugup membuat Kyuhyun menatapnya heran.

“Mmm, baiklah aku ganti baju dulu.”

Kyuhyun segera masuk ke kamarnya dengan tatapan Kibum menjurus padanya walau namja imut itu hanya berdiri dipintunya tanpa berniat masuk kedalam.

Kibum tidak ingin melihat apartement mereka yang penuh kenangannya bersama Siwon itu, walau kini sudah berbeda penampilannya semenjak Kyuhyun berada disana.

Tak berapa lama Kyuhyun keluar dengan T-shirt kerah V yang memperlihatkan sebagian dada putih dan leher jenjangnya yang sangat cantik. Jaket kulit hitam sebatas pinggangnya dengan jeans hitam yang melekat dikaki indahnya.

Kibum bisa melihat kesempurnaan yang dimiliki Kyuhyun sekaligus, cantik, imut dan sexy semua melekat pada dirinya. Tidak bisa diragukan jika Siwon bisa terikat pada Kyuhyun walau tidak lama bersamanya.

Kulit putih dengan mata bonekanya saja sudah bisa membuat semua orang berpaling melihatnya.

“Haaahhh~Siwonnie.” Gumam Kibum pasrah.

“Apa maksudnya?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba membuat Kibum terpaku.

“Ahh, ayo pergi, kita ke kafe di bawah saja.”

Kibum langsung berjalan mendahului Kyuhyun agar namja cantik itu tidak menanyakan apa-apa sebelum mereka sampai di kafe. Karena sebenarnya Kibum masih menyiapkan dirinya antara iya dan tidak untuk mengatakan semuanya.

Tapi saat kakinya melankah masuk ke kafe yang tidak jauh dari apartement Siwon, ia sudah memantapkan hatinya untuk menjelaskan cerita yang mereka buat sendiri itu.

Now or Never…

“Mau minum apa?” Tanya Kibum begitu mereka tiba di meja yang jauh dari pusat kafe itu.

Kibum sengaja mencari tempat aman dan terlihat sepi karena ia tidak ingin orang tidak penting mendengarkan cerita mereka.

“Bubble tea.” Jawab Kyuhyun cuek.

Namja imut itu segera memesan dua bubble tea untuk mereka lalu kembali duduk didepan Kyuhyun dan menatap wajah cantik putih didepannya itu dengan takjub.

“Apa kabarmu, Kyu?” Tanyanya memulai pembicaraan.

“Seperti yang kau lihat didepanmu.” Kyuhyun masih kesal dengan sms-sms yang suda dibacanya tadi.

“Selain cantik kau sangat kritis, eoh?”

“Apa maksudmu?”

“Jangan judes begitu Kyu, aku tahu kau sangat baik. Tapi kau juga harus tahu, aku tidak.”

“Hhuh??” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Shiyuan…”

“Kenapa dengan Siwon hyung??”

“Namanya Shiyuan kan? Kenapa kau memanggilnya Siwon hyung??” Tanya kibum mulai serius.

Kyuhyun hanya bisa mengernyit bingung karena ia sungguh tidak mengerti apa yang terjadi dengan Kibum dan kemana arah pembicaraan ini berjalan.

“Kenapa Kyu?” Ulang Kibum sekali lagi.

“Karna aku tidak suka pada nama chinanya.”

“Kenapa kau tidak suka? Siwon hyung itu nama namjachinguku.”

“Mwo??? Apa maksudmu??”

“Shiyuan yang bersamamu sekarang adalah orang yang berbeda.” Ucap Kibum cepat.

“Memang benar, dia seperti berubah menjadi orang lain.” Jawab Kyuhyun sambil mengingat tingkah kekasihnya belakangan ini.

“Dia memang orang lain Kyu, mengertilah.”

“Apa maksudmu? Apa yang harus kumengerti?? Dia Siwon hyungku, Shiyuanku!!”

“Dia bukan Shiyuan, dia Siwon hyung. Mereka berbeda, mereka bukan orang yang sama, Kyu.”

“Mereka berbeda? Apa maksudmu??Mereka itu siapa?” Tanya Kyuhyun dengan geram. Kibum terlalu membelitkan penjelasannya.

“Baiklah dengarkan aku. Shiyuan kekasihmu punya saudara kembar disini yang dipanggil Siwon. Apa kau tidak tahu?”

“Aku tahu dia punya dongsaeng.”

“Benar! Shiyuan itu namjachingumu dan dongsaengnya itu Siwon hyung, namjachinguku.” Ucap Kibum mantap tanpa ada keraguan sedikitpun dimatanya menatap dalam mata Kyuhyun.

“Siwon hyung yang bersamamu beberapa hari ini adalah Siwon hyungku, Kyu… namjachinguku. Adik kembar Shiyuan.”

“Jadi kalian bukan selingkuh??”

“Bukan!! Darimana pikiranmu itu!!!”

“Aku melihat sms kalian.”

“Aku sms Siwon hyung, namjachinguku. Bukan kekasihmu.”

“Aku…” Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa.

“Shiyuan meminta Siwon hyung menggantikannya menjagamu selama ini karena dia sendiri tidak bisa berada disampingmu untuk sementara.”

“Shiyuanmu mengidak penyakit leukimia staium 4, stadium terakhir kyu, kau tidak tahu apa-apa kan? Sekarang aku mengatakannya padamu.”

“Dia sekarang terbaring ditempat tidur menerima kemoterapi untuk memperlambat sel pembunuh itu merenggut nyawanya. Karena tidak ingin kau terluka dan bersedih dia meminta adik kembarnya menggantikan posisinya sementara sampai dia sembuh nanti.”

“Tapi apa kau tau stadium 4 itu tidak ada harapan lagi? Dia menyembunyikan semuanya darimu, dari kami semua. Hanya karna tidak ingin kau terluka, Kyu. Tapi yang kau rasakan sekarang bukan hanya terluka kan?”

“Katakan padaku? Apa yang kau rasakan? Apa kau mengerti sekarang? Apa kau juga mengerti apa yang kurasakan, Kyu??” Tanya Kibum akhirnya baru melihat dengan jelas keberadaan Kyuhyun.

Wajah cantik itu mengeras tanpa ekspresi, matanya yang bersinar kini terlihat redup dan menatapnya dengan pandangan kosong. Seolah tidak percaya pada semua yang didengarnya secara tiba-tiba itu.

“Kau boleh menganggapku egois dengan mengatakan semua ini, tapi aku hanya tidak ingin kehilangan cintaku, Kyu. Aku hanya mencintainya.” Setetes airmata Kibum mengalir indah disudut matanya.

Namun cepat-cepat namja itu menghapusnya karena tidak ingin orang lain melihatnya menangis sebagai seorang namja. Walau namja juga manusia yang punya hati, tetap saja namja tidak boleh terlihat lemah.

Tapi untuk cinta, sekeras apapun hati manusia tetap akan luruh juga jika itu sudah menyangkut perasaan.

Kyuhyun melihat dengan jelas airmata yang mengalir dipipi Kibum dan tidak bisa melakukan apa-apa karena saat ini dadanya jauh lebih menyesakkan dari yang dirasakan oleh Kibum.

“Tinggalkan Siwon, Kyu. Dia tidak mungkin bersamamu, dia kekasihku. Jangan mengambilnya karna aku tidak bisa tanpanya.”

Ucapan Kibum seolah seperti petir yang menghancurkan harapan indah Kyuhyun bersama kekasihnya, Siwon hyung.

Dengan perasaan tidak menentu dan kepala yang dipenuhi semua penjelasan Kibum, Kyuhyun berdiri dan meninggalkan Kibum tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya. Bahkan saat Kibum memanggilnya lagi Kyuhyun hanya berpaling melihatnya sekilas lalu menghilang dibalik pintu kaca didepannya itu.

Kibum bisa melihat berbagai perasaan terpancar dimata Kyuhyun walau yang lebih besar itu kekecewaan dan terluka terdapat dimata bulat cantik itu.

“Maafkan aku, Kyunnie.” Ucap Kibum kembali duduk dikursinya dan melihat gelas Kyuhyun yang belum pun disentuh namja cantik itu.

***

Setelah pembicaraannya dengan Kibum di kafe itu Kyuhyun kembali bersikap seperti biasanya saat Siwon kembali dan memeluknya. Ia masih berharap semua itu hanya karangan Kibum saja.

Tapi saat mengingat kesedihan yang terpancar dimata Kibum saat mengatakan semuanya membuat hati Kyuhyun terasa diiris dengan pisau yang sangat tajam hingga rasa sakitnya tidak ada.

Bagaimana Kyuhyun tidak menyadari perubahan dan perbedaan dari kekasihnya bahkan saat pertama kali mereka berjumpa dibandara hari itu. Kerinduannya yang tidak bisa dibendung membuatnya melupakan segalanya.

Yang diinginkannya hanya kembali dalam pelukan hangat Siwon hyungnya itu hingga mengabaikan apapun hal kecil yang menjelaskan perbedaan Shiyuan kekasihnya dan Siwon yang kini bersamanya.

“Baby…” Panggil Siwon tiba-tiba membuat Kyuhyun tersentak.

Saat ini mereka berada diruang tenagh menonto acara TV yang terasa membosankan bagi Kyuhyun hingga dia larut dalam lamunannya sendiri.

“Baby…kau kenapa?” Tanya Siwon penasaran.

“Ahh, aku tidak apa-apa, sebentar.” Kyuhyun langsung berdiri dan lepas dari pelukan Siwon.

Lalu namja cantik itu bergegas ke dapur mereka untuk mengambil minuman agar Siwon tidak bertanya lebih lanjut. Dari arah dapur Kyuhyun bisa melihat Siwon kembali melihat layar datar didepannya dengan wajah bosan.

“Tidak ada yang membedakan mereka.” Gumam Kyuhyun tanpa sadar.

“Kapan kau akan mengatakannya padaku?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. “Apa sampai aku sudah jatuh terlalu dalam?”

“Kumohon berhentilah…”

“Berhenti apa baby??” Tanya Siwon tiba-tiba sudah berdiri didepannya.

“Mwo?? I-Itu…Aku…mmm..” Kyuhyun tidak tahu harus menjawab apa.

“Kau kenapa, hmm??” Tanya Siwon sekali lagi sambil mendekati dan memeluknya dari belakang membuat Kyuhyun memejamkan matanya meresapi pelukan hangat itu.

Namun saat kenyataan menghampirinya tiba-tiba tanpa sadar Kyuhyun langsung melepaskan dirinya dengan cepat dan membuat Siwon semakin penasaran dengan sikap anehnya.

Siwon ingin menanyakan apa yang terjadi pada Kyuhyun namun namja cantik itu langsung menghindar dan keluar dari dapur mereka. Saat Siwon ingin menyusulnya tiba-tiba Iphone canggihnya berbunyi tanda panggilan masuk.

“Umma…?” Tanya Siwon begitu menerima panggilan itu.

>Tidak ada harapan lagi, cepatlah kemari< Ucapan umma Choi itu membuat Siwon membeku ditempatnya selama beberapa detik.

Namun detik selanjutnya namja tampan itu langsung melesat keluar tanpa sempat berpamitan pada Kyuhyun. Hingga namja cantik itu terperanjat di kamarnya mendengar pintu depan mereka ditutup dengan kuat.

“Ada apa Siwonnie??” Tanya Kyuhyun sambil keluar dari kamar.

Namun hanya kesunyian yang menjawab pertanyaannya itu dan kepala pintarnya pun langsung berputar menggabungkan segala ingatannya yang ada.

“Apa ada yang terjadi dengan…” tanpa menyelesaikan pemikirannya Kyuhyun langsung mencari nomor handphone Kibum yang ada dibuku telpon.

Dia ingin mengetahui apa yang terjadi lewat namja imut itu, karena Siwon belum juga memberitahukannya yang sebenarnya terjadi. Dan Kyuhyun akan melihatnya sendiri hari itu juga.

Setelah mendapat nomornya Kyuhyun langsung mengirim pesan singkat yang berisi pertanyaan dimana alamat rumah Shiyuan dan Siwon. Kyuhyun ingin segera mengakhiri semua permainan yang tidak indah itu.

Tak berapa lama Iphonenya pun berbunyi tanda pesan masuk kesana dan langsung dibuka Kyuhyun. Lalu segera mungkin Kyuhyun keluar dari apartement itu setelah mengambil jaket dan topinya kemudian pergi darisana.

**

Sementara itu di kediaman Choi…

Begitu sampai dirumahnya Siwon langsung melesat berlari ke dalam rumahnya dan menuju kamar rawat hyungngya lalu duduk di kursi yang diduduki ummanya sebelum dia datang.

“Hyung!! Tunggu dulu, jangan tinggalkan aku!! Jangan tinggalkan Kyuhyun.” Pinta Siwon begitu melihat hyungnya sudah tidak punya tenaga lagi, bahkan untuk berbicara sudah susah.

“Ti-tidak Si-wonnie~ a-aku…ti-tinggalkan ber-bersa-ma-mu…”

“Hyung!!!”

“Ja-galah dia, Si-wonnie~ ci-cintai di-dia me-lebihi d-dirimu~”

“….” Siwon hanya menatap hyungnya dengan tatapan terluka dan kesedihannya.

“Ber-janjilah!”

“Tidak!! Aku akan memanggilnya!! Hyung!!”

“T-tidak pe-perlu.”

“Ta-tapi…”

“Kyu-nnie~” Panggil Shiyuan dengan senyum terbaiknya sambil melihat kearah pintu.

Detik itu juga jantung Siwon seperti jatuh kelantai dan diinjak seketika.

“K-Kyuhyun?” Tanyanya tidak percaya.

Kyuhyun hanya menatap Siwon tajam dengan berbagai perasaannya, namun segera mendekat saat tangan kekasihnya yang sebenarnya bergerak memanggilnya.

Secepat kilat Siwon bergerak kesamping memberi ruang Kyuhyun untuk mendekati kekasihnya itu. Jantung Siwon berdetak lebih cepat dari biasanya saat Kyuhyun semakin mendekati ranjang hyungnya.

Tidak jauh berbeda dengan Kyuhyun yang kembali melihat kekasihnya setelah semua yang terjadi tanpa diketahui olehnya. Dadanya berdetak dengan kencang mengikuti setiap langkahnya tiba didekat ranjang itu.

Yang pertama kali Kyuhyun lihat adalah wajah tampan kekasihnya yang semakin pucat dan tirus karena penyakitnya. Namun yang lebih membuat Kyuhyun tidak berdaya adalah senyuman manis yang menenangkan terdapat dibibir Shiyuan untuknya.

“Ke-kenapa membohongiku?” Tanya Kyuhyun pertama kali.

“De-demi ke-kebahagiaanmu, Kyu-nnie.”

“Lalu bahagiamu??”

“Sa-at me-melihat se-senyummu.”

“Egois!!”

“Un-tukmu~”

“Siwon hyung~” Panggil Kyuhyun akhirnya dengan airmata dipipinya.

Saat itu tangan Siwon reflek tergerak untuk mendekati namja cantik itu karena panggilan Kyuhyun yang biasanya ditunjukkan untuknya. Tapi karna Kyuhyun memang bukan memanggilnya membuat Siwon menggenggam tangannya sendiri untuk menahan perasaannya.

“Jangan pergi…” Bisik Kyuhyun sambil menggenggam tangan Shiyuan untuknya.

“Te-ter-senyumlah~ Kyu-nnie…” Ucap Shiyuan saat melihat Kyuhyun yang menundukkan wajahnya.

Ia tahu kekasih manisnya sudah tidak bisa menahannya lagi hingga airmata namja cantik itu keluar dengan sendirinya.

“Jangan tinggalkan aku hyung~” Ucap Kyuhyun tidak peduli. “Aku tidak punya siapa-siapa lagi, kenapa kau juga pergi? Kau sudah berjanji pada umma untuk menjagamu, bagaimana itu? Kau mau melanggarnya??”

“Ky-kyunie~”

“Aku harus bagaimana?” Tanya Kyuhyun dengan wajah basah dan tatapan sedihnya. “Aku akan sendirian, hyung~ hiks…aku akan sendirian~”

Shiyuan tidak tahu harus menjawab apa sementara Siwon sangat ingin memeluk namja cantik yang terlihat sangat rapuh itu. Tapi kata-kata hyungnya kemudian membuatnya seketika membeku ditempatnya.

“K-kyunnie~ Siwonnie ak-akan menja-gamu…di-dia sus-sudah berja-nji…ja-jadi..ak-aku mo-hon…ter-ter-senyum-lah.”

Kyuhyun langsung kehilangan kata-kata mendengar penuturan kekasih yang dicintainya itu. Dia menyerahkannya pada oranglain untuk dijaga dan dicintai, memangnya dia sebuah sepatu kaca? Yang harus dijaga agar tidak retak.

“Please Kyunnie~ biarkan dia pergi.” Bisik seseorang mendekati Kyuhyun dan membelai punggungnya membuat Kyuhyun langsung menatap orang itu.

“Dokter bilang kita memang menahannya dengan kemoterapi, tapi kita hanya menyakiti tubuhnya setiap itu dilakukan. Shiyuan juga ingin semuanya dihentikan karena dia sudah menerima semuanya, jadi biarkan dia pergi dengan senyummu, umma mohon~” Lanjut wanita itu lagi dengan airmata dipipinya.

Melihat wajah sedih wanita anggun yang sebaya dengan ummanya jika masih ada itu membuat hati Kyuhyun luruh dan semakin sakit. Bagaimana dia bisa melakukannya?

Melepaskan orang yang mencintaimu selama ini dengan senyuman kebahagiaan? Apa aku sudah gila?’ pikir Kyuhyun sendiri. Tapi saat tangannya diremas dengan perlahan membuat Kyuhyun kembali menatap namjachingunya yang tersenyum menenangkan.

Tidak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun lagi saat melihat senyum itu hingga perlahan tapi pasti senyuman manis terukir dari bibir peachnya yang basah. Walau airmatanya semakin jatuh dipipinya tapi Kyuhyun bisa memberikan senyum terbaiknya sebagai permintaan terakhir kekasihnya.

“Hyung~” Panggilnya setengah berbisik saat namja tampan itu menutup matanya.

Dan pertahanan Kyuhyun pun berakhir saat Siwon memastikan bahwa hyungnya menutup mata pergi untuk selamanya meninggalkan mereka semua. Siwon menggigit bibir bawahnya menahan isakan yang ingin keluar karena tangisannya untuk Hyungnya tercinta.

Sementara Umma Choi langsung memeluk Kyuhyun yang tubuhnya bergetar menahan perasaannya. Dan tangisan pilunya pun terdengar saat pelukan hangat umma Choi menyelimutinya.

Kyuhyun menangis karena cintanya sudah berakhir, ia menangis karena satu-satunya orang yang selama ini selalu bersamanya sudah meninggalkannya. Kyuhyun menangis karna setelah ini ia akan sendirian karena cintanya, yang dicintainya sudah meninggalkannya untuk selamanya.

Dan Kyuhyun menangis karena menyadari tidak ada sedikitpun luka atau kesedihan yang diberikan Shiyuan untuknya karna kepergiannya itu.

“Aku sendiri umma~”

“Umma ada disini.” Umma Choi langsung membawa Kyuhyun keluar dari kamar itu.

Ia membawa mantan calon menantunya itu kekamarnya dan menidurkan namja cantik yang terdiam itu diranjangnya. Setelah menyelimutinya dan melihat Kyuhyun masih memejamkan matanya ia pun segera keluar untuk mengurus segala sesuatunya.

Kyuhyun yang memang ingin menyendiri dan memikirkan semuanya langsung meringkuk semakin dalam pada selimut tebal yang hangat itu. Bahkan ia tidak mengikuti prosesi pemakaman namjachingunya dan melihatnya untuk terakhir kali.

Kyuhyun tidak sanggup beranjak dari tempat tidur itu walau hanya untuk duduk sekalipun. Karena kepalanya yang sangat berat terasa seperti mau pecah saja setelah tangisannya tadi.

“Baby…” Panggil seseorang tiba-tiba masuk ke kamar itu membuat Kyuhyun langsung membuka matanya.

Sekejap mata Kyuhyun bangun dan duduk dengan badan yang menegang. Karena saat ini Siwon bukan orang yang paling ingin ditemuinya. Kyuhyun masih tidak bisa melihat wajah namja yang sudah mengisi harinya beberapa hari terakhir itu.

“Baby…?” Panggil Siwon sekali lagi.

“Itu memang bukan panggilan darinya.” Jawab Kyuhyun datar dan menatap Siwon.

“Mianhae.” Jawab Siwon dengan wajah sedihnya.

“Kenapa kau lakukan itu?”

“Aku menyayangi hyungku.”

“Dan mengabaikan hatiku?”

“Bukan itu!”

“Lalu apa?? Kau mempermainkanku selama ini!! Terlebih hatiku! Hatiku yang mengira kau namjachinguku.”

“Aku hanya ingin membantu.”

“Bantuanmu menyakiti semua orang.”

“Baby…”

“Jangan memanggilku seperti itu!!!” Ucap Kyuhyun sambil berdiri dengan kasar hingga membuat tubuhnya terhuyung.

Dan itu membuat Siwon secepat kilat mendekatinya namun tangan Kyuhyun yang terangkat menghentikan langkahnya seketika.

“Jangan mendekat.”

“Aku tidak berbohong, baby…semua yang kukatakan dan kurasakan padamu adalah benar dari hatiku. Berkembang tanpa kusadari dan tanpa bisa kucegah, percayalah.”

“……”

“Babykyu~”

“JANGAN MEMANGGILKU SEPERTI ITU, CHOI SIWON!!” Teriak Kyuhyun dengan geram. “Apa kau tidak memikirkan perasaan kibum? Kibum, kekasihmu…yang sebenarnya.” Ucap Kyuhyun sambil menggertakkan giginya dengan kuat.

“Aku…”

“Cukup!!” Bantah Kyuhyun cepat. “Semuanya sudah berakhir. Aku tidak mau dengar apa-apa lagi.” Ucap Kyuhyun lagi sambil beranjak dari tempat tidur itu.

“Kau mau kemana?”

“Bukan urusanmu!!!” Bantah Kyuhyun sambil membuka pintu kamar umma choi.

“Tapi aku sudah berjanji, aku akan menjagamu Kyuhyun!!” Teriak Siwon tiba-tiba kesal membuat Kyuhyun berhenti disana.

“Kau tau…sebaiknya kau lupakan semuanya.” Ucap Kyuhyun dengan nada dingin. “Dan lupakan janjimu itu, selamat tinggal.”

Kyuhyun menutup pintu itu dengan cepat lalu segera keluar dari sana dengan setengah berlari agar tidak ada yang mengejarnya atau menghentikan langkah tujuannya kali ini.

Siwon yang masih terdiam ditempatnya tidak menyadari Kyuhyun sudah menjauh dari rumah itu, dari mereka dan tidak akan pernah kembali. Ia terlalu terpaku pada nada dingin yang keluar dari mulut Kyuhyun yang baru pertama kali didengarnya.

Beberapa menit kemudian dengan perasaan yang terasa menghilang setengahnya Siwon berjalan perlahan keluar dari kamar ummanya menuju kamarnya sendiri dan menyendiri disana.

**

Lebih dari satu jam kemudian umma Choi akhirnya mendobrak paksa pintu kamar anaknya yang mengurung diri tanpa menghiraukan panggilannya yang sudah berpuluh kali.

“Apa yang kau lakukan disini?” Dimana Kyuhyun?” Tanya umma Choi tanpa basa-basi.

“Umma…” Panggil Siwon dengan suara seraknya.

“Dimana Kyuhyun? Umma baru kembali dari para tamu dan dia tidak ada dikamar umma? Dia pergi kemana, Siwonnie??”

“Dia pergi umma”

“Kemana? Dia tidak punya siapa-siapa disini!!”

“Aku tidak tahu.”

“Itu bukan jawaban yang tepat, cepat cari Kyuhyun!! Sekarang!!” Ucap Umma Choi tegas sambil membanting pintu itu dengan keras.

Dia merasa bertanggung jawab atas Kyuhyun setelah anaknya pergi, apalagi saat mengingat tangisan Kyuhyun yang mengatakan bahwa dia sendirian sekarang ini. Dan janji Siwon pada hyungnya itu pasti akan dibantu umma Choi untuk menepatinya.

Setelah kepergian ummanya Siwon segera bangkit dari duduk menyendirinya disamping tempat tidur. Kemudian segera membersihkan dirinya di kamar mandi, sebelum akhirnya keluar dari kamarnya untuk mencari Kyuhyun.

Tujuan pertama Siwon sudah jelas didepan matanya yaitu apartement mereka. Dengan kecepatan diatas rata-rata Siwon melajukan mobilnya agar segera sampai disana.

Dalam hatinya berharap bahwa Kyuhyun benar ada disana karena memang tidak ada tempat lagi yang dituju namja cantik itu di Korea. Kyuhyun tidak punya siapa-siapa disini ataupun di China selain Shiyuan, kekasihnya.

“Tunggu dulu, baby~” Gumam Siwon tanpa sadar, seolah dia tahu Kyuhyun akan pergi meninggalkan semuanya.

Dalam perjalanannya debaran jantung Siwon tidak pernah berhenti atau berdetak lebih lambat seperti biasanya. Tapi debaran itu setara dengan kecepatan mobilnya yang sangat terburu-buru.

Bahkan begitu sampai didepan apartementnya Siwon harus berhenti dan menetapkan jantungnya untuk melambat sedikit saja. Dia sampai tidak bisa bernafas karena detaknya yang tidak beraturan dan terburu-buru itu.

Tanpa menunggu lebih lama akhirnya Siwon memasuki apartementnya bersama Kibum, atau bersama Kyuhyun itu dan mendapati suasana yang begitu sunyi disana.

Tidak ada tanda-tanda keberadaan seseorang dalam waktu lama disana bisa terlihat dari lampu yang sudah dimatikan. Hanya semilir angin yang memasuki ruangan itu dan melambaikan tirai-tirai jendela disana.

Dengan perlahan Siwon mengitari rumah kecilnya itu sampai ke semua ruangan dan akhirnya berhenti didepan pintu kamar tidurnya yang tertutup rapat. Sebelah hatinya berharap Kyuhyun ada disana sedang menenangkan dirinya seperti yang dia lakukan.

Namun sayang, begitu pintu itu terbuka lebar tidak ada siapapun disana, bahkan tanda-tanda keberadaan seseorang sebelum itu pun tidak terlihat. Kamarnya terlihat rapi dan teratur seperti saat pertama kali dia merubah kamar itu menjadi kamarnya dan Kyuhyun.

“Baby~” Panggil Siwon sambil memasuki ruangan itu perlahan.

Sekali lagi hanya semilir angin yang menjawab panggilannya dan menjawab kejelasan bahwa tidak ada siapapun lagi disana. Semua tidak ada lagi, barang-barang kecil Kyuhyun yang ada dimeja nakas mereka sudah tidak ada lagi.

Tapi mata sedih Siwon menangkap secarik kertas terletak diatas meja itu dan dijepit dengan jam weker yang ada disana. Kenyataan yang tidak ingin diterima Siwon kini terlihat jelas didepan matanya.

“Dia pergi.”

**

End.

Sampai Jumpa di MY BABY^^

With Love.

Seven Princes Garden 24

Published June 1, 2015 by Wonviekyu

SPG COVER

Selamat malam…apa kabar semuanya^^

Sebelumnya Happy 9th Anniversary ELF..

Semoga selalu bisa mendampingi Super Junior selamanya.

Kalian The best Fandom yang pernah Vie tau, walau didalamnya penuh berbagai rasa.

Happy Anniversary^^

Mianhae Bukan yang kalian harapkan ne^^ kalian tau kan kalau Vie nulis angst pasti sedikit lama…makanya My baby masih Vie edit dan edit ulang.

Jadi sabar dulu ne^^ baca ini dulu.

Vie note : Yang belum bilang tanggal dan bulan ultahnya manaaa?? Vie tunggu lho!!

From Vie..
**
Setelah acara pernikahan yang sangat pribadi itu digelar di hotel mewah milik Choi Corp untuk putra pertama dari keluarga Choi itu. Mereka dikejutkan dengan kehadiran umma choi yang tiba-tiba padahal selama ini ia tidak pernah menampakkan wujudnya didepan mereka.

Mrs. Choi tiba-tiba datang dan membawa kabur mempelai anaknya untuk berjalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama hingga Siwon kelabakan.

Namun namja tampan itu langsung menyusul keduanya setelah mendapat panggilan dari ummanya dan Kyuhyun bisa dengan mudah mengusirnya hanya karena tiba-tiba ia ingin menemani Umma choi lebih lama.

Tapi perkataan umma Choi yang tidak bisa dijaga membuat Siwon segera menarik Kyuhyun pergi dari sana dengan tawa umma cantiknya mengiringi kepergiannya.

“Umma akan mengajarimu cara memuaskannya diatas…”

“Umma!!!”

“Aahahahahahaha”

Siwon segera membawa kembali Kyuhyun ke tempat acara pernikahan mereka karena semua orang masih menunggu disana. Apalagi Siwon ingin memastikan apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk mereka berdua.

“Mereka akan tinggal dirumah kami.” Ucap Appa Choi menegaskan.

“Appa!!” Protes Siwon.

“Kenapa? Bukankah itu yang diinginkan Kyuhyun??” Tanya appa Choi sambil melihat menantunya.

Kyuhyun langsung mengangguk sambil tersenyum manis lalu menghampiri appa Choi dan memeluk pinggangnya dari samping. Semua yang disana hanya bisa menatap namja imut nan manis itu dengan mata melebar.

“Kyu~ kenapa suka ahjussi-ahjussi??” Tanya Eunhae dengan wajah polos mereka.

“Dia appaku!” Bantah Kyuhyun dengan death glarenya.

“Dia akan kerumah kami, Ohohoho~” Ucap umma Choi tanpa basa-basi lalu menarik tangan menantu pertamanya itu dan segera pergi darisana.

“Umma~!!!”

“Yeobo~”

“Ms. Choi~”

Umma choi tidak mendengar berbagai bentuk protes yang terdengar dibelakangnya karna dia sudah masuk kedalam mobil pengantin yang sudah disiapkan disana untuk Kyuhyun dan Siwon.

“Bukannya itu untukmu dan Kyu?” Tanya Heechul dengan wajah datarnya.

“Aku tidak mengerti.” Siwon kehilangan kata-katanya.

Apalagi saat limosine putih berhias pita itu sudah meluncur bebas pergi darisana tanpa menunggunya.

“Yaaa..ayo dinikmati kembali pestanya.” Ucap Appa Choi menghilangkan ketegangan yang kembali terjadi itu.

Siwon hanya bisa menghela nafas lelah sambil menganggukkan kepalanya meminta maaf pada Umma dan Appa Kyuhyun. Mereka berdua hanya menyunggingkan senyuman menenangkan sebagai balasannya agar Siwon merasa lebih baik dengan tindakan kedua orangtuanya yang sangat aneh.

Dan pesta itu kembali berlangsung dengan meriahnya walau tanpa ada lagi kedua pengantinnya disana karena Siwon memilih segera kembali ke rumahnya untuk melihat Kyuhyun. Ia tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi jika huswife polosnya berada lama-lama ditangan ummanya.

***

Dan kemudian sebelum malam menjelang dihari itu, Kyuhyun sudah diantarkan Siwon kembali kerumah orangtuanya yang jauhnya hanya 10 menit jalan kaki saja. Walau Kyuhyun menolak dengan berbagai cara tapi Siwon tetap bisa memenangkannya.

Karena itulah saat ini mereka berdua terlihat sedang berjalan kaki menuju rumah Kyuhyun yang terdapat di awal pintu masuk Resident mewah Valemorin itu.

“Hyung~ kenapa kau tidak menginginkanku?” Tanya Kyuhyun dengan bibirnya yang dimajukan beberapa centi.

“Bukan tidak ingin Kyu, kita masih sekolah kan tidak mungkin kita tinggal bersama.”

“Tapi kita kan sudah menikah!! Orang menikah kan tinggal bersama, hyung!!!”

“Mmm, benar baby. Tapi tetap saja kita tidak boleh bersama.”

“Kau…”

“Ne?” Siwon baru sadar Kyuhyun sudah berhenti dan tertinggal dibelakangnya.

“Waeyo, hm??” Tanya Siwon berpaling melihatnya.

“Kau…sebenarnya tidak mau menikah kan hyung?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba sambil menundukkan wajahnya.

“Mwo??” Mata Siwon melebar tidak percaya.

“Kau tidak mau kan? Aku yang memaksa kan? Padahal…bilang saja kau tidak mau denganku, hyung! bilang saja kau tidak mau sama anak kecil, bilang smmmm…”

Tiba-tiba saja Siwon sudah berada sangat dekat dengan Kyuhyun dengan bibir yang menempel pada bibirnya dengan lembut hingga membuat matanya terbelalak tidak percaya.

Siwon mengecup bibirnya dengan lembut dan perlahan sambil menarik pinggang ramping huswife imutnya itu semakin mendekat padanya.

Seiring detik berlalu ciuman manis itu pun berubah semakin dalam dan menggairahkan sampai Siwon merasa tidak ingin menghentikannya. Bibir Kyuhyun terlalu manis untuk segera dilepaskan hingga ia semakin membuat ciuman mereka terasa lebih intens.

Sedangkan Kyuhyun yang untuk kedua kalinya dicium seperti itu hanya bisa menerima dengan hati yang hampir meledak keluar dan mata yang terpejam karena malunya.

Tangan lentiknya yang ada didada siwon sudah menggenggam erat coat hitam suaminya itu untuk menahan kakinya yang sudah tidak bisa bertahan.

“Ss-mmmh..” Kyuhyun kehabisan tenaga.

Detik itu juga Siwon menyadari apa yang sudah dilakukannya hingga matanya terbuka lebar. Dan secara perlahan ia pun melepaskan ciuman dalamnya menjadi kecupan kecupan kecil hingga hanya bibir dan hidung mereka saja yang bersentuhan.

“M-mianhae..” Bisik Siwon pelan membuat Kyuhyun memejamkan matanya.

“Kalau kita tinggal bersama, aku tidak yakin bisa menahan perasaanku lebih dari ini, baby.”

“Jangan ditahan, aku ingin mengetahuinya.” Ucap Kyuhyun sambil menatap mata Siwon dalam.

“Aku mungkin akan melakukan hal lebih dari ini.”

“Tidak apa-apa.” Kyuhyun tidak sadar pipinya sudah sepenuhnya memerah karna kata-katanya itu.

“Benar tidak apa-apa?”

“Tidak, kita kan sudah menikah.”

“Memang kau tau apa yang akan kulakukan?”

“Menemaniku bermain game, memelukku, menciumku dan…dan…dan…mmm…”

“Dan apa??”

“Mmmm~” Kyuhyun langsung menarik Siwon dan berbisik pada telinganya. “Dan ti-ti-ti-tidur denganku”

“Ahahahahahaha…itu saja? Tidur saja? Benarkah?”

“Memang apa lagi??”

“Hhhhahhhhh..ayo masuk, kita sudah sampai.”

“Hyung!!!”

“Masuk baby, sampai jumpa besok pagi, hyung akan menjemputmu.” Ucap Siwon dengan senyumnya lalu mengecup kening Kyuhyun penuh sayang.

“I love you, My beautiful wifu” Ucap Siwon yakin membuat wajah Kyuhyun merona dengan hebatnya.

“I love you too, my…my…my handsome hu-hubby” Balas Kyuhyun dengan penuh perjuangan hingga Siwon langsung menariknya kepelukan dan memeluknya dengan erat.

“Dari mana kata-kata itu??” Tanya Siwon penasaran.

“Ryeowookie, Chullie hyung.”

“Apa mereka mengajarkan yang bukan-bukan??” Tanya Siwon dengan wajah siap meledak.

“Tidak, mereka bilang aku harus memanggilmu itu~ tapi…”

“Tidak apa-apa, baby…seperti biasanya saja, jangan terlalu mendengarkan mereka, arrachi??”

Kyuhyun langsung mengganggukkan kepalanya dengan cepat dan memeluk Siwon dengan eratnya.

“Ya sudah, ayo masuk…” Ucap Siwon lagi tanpa melepaskan pelukannya.

Kyuhyun juga tidak melepas atau menyuruh Siwon untuk melepaskannya karena ia sekarang sedang menikmati hangatnya berada dalam pelukan suaminya dengan bersandar dibahu Siwon dan wajah tersembunyi dileher namja tampan suaminya itu.

“Mmm, will miss you.” Bisik Siwon pelan dan melepaskan pelukannya dengan berat hati. “Selamat malam, baby.”

“Selamat malam Siwonnie.” Kyuhyun langsung mengecup cepat bibir Siwon dan berlari masuk kehalaman rumahnya tanpa sempat Siwon mengatakan apa-apa.

Namun kemudian senyum manis terukir dibibir Siwon sambil kembali berjalan pulang ke rumahnya yang terdapat diujung resident itu. Namun ternyata baru Siwon sadari bahwa saat ini disetiap pintu pagar rumah yang ada disana berdiri para Hyungnya yang sedang menatapnya dengan berbagai ekspresi.

Tanpa menghiraukan tatapan jahil mereka Siwon segera kembali ke rumahnya dengan pipi yang sepenuhnya merona sampai ketelinganya hingga membuatnya mengumpat dengan kesal. Apalagi tawa cekikikan hyung-hyungnya terdengar sangat jelas saat ia berjalan melewati mereka semua.

“Mereka memang tidak punya kerjaan.”

_
_

Malam pun semakin berlalu dengan sendirinya meninggalkan Siwon yang kesepian ditengah kamar dan ranjangnya yang besar. Walau sebenarnya Siwon tidak ingin memasuki kamar yang sudah disulap Umma Choi itu.

Tapi itulah kamar satu-satunya yang tidak dikunci dengan berbagai gembok oleh Umma Choi untuk menghindarinya masuk ke kamar lain jika seandainya Kyuhyun tidur bersamanya.

Saat ini ranjang besar putihnya yang polos dipenuhi dengan helaian mawar merah yang sudah ditabur disana. Siwon tidak bisa membantah apa-apa saat kamar biasanya menjadi kamar pengantin baru yang sangat indah.

“Untung saja Umma sudah kembali, jika tidak aku harus menahan diriku sepanjang malam kalau sampai Kyuhyun ada disini.” Gumam Siwon sendirian sambil masuk dalam selimut besarnya dan memejamkan mata.

Ya…umma Choi sudah kembali ke New York setelah memastikan bahwa Kyuhyun akan tidur dikamar Siwon yang sudah dibuatnya dengan suka cita. Padahal yang terjadi Siwon lebih bisa meyakinkan Kyuhyun yang memang sangat percaya padanya untuk pulang ke rumahnya sendiri.

Dengan berbagai hal ada dalam pikirannya Siwon pun akhirnya tertidur dengan hati yang berbunga-bunga karena memikirkan namja manis dan imut yang sangat dicintainya itu sudah menjadi miliknya untuk selamanya.

Namun ternyata saat mimpi indah mulai merasukinya, Siwon bisa mendengar sayup-sayup suara pintu diketuk dengan pelan dari luar. Namja tampan itu yakin tidak ada yang mengetuk jendela kamarnya yang berada dilantai 2 rumahnya.

“Kenapa ada pengganggu malam-malam begini?” Tanya Siwon sambil mengusir rasa kantuknya yang sangat mendera.

“Appa mau apa?”

Namja tampan itu memikirkan apa yang diinginkan Appanya ditengah malam begini sehingga mengganggunya seperti yang selalu dilakukan appanya itu untuk keperluan bisnis. Namun begitu pintu kamarnya terbuka dengan lebar, kata-kata Siwon langsung tercekat ditenggerokan.

“Ky-kyu-hyun???” Tanya Siwon tidak percaya.

Didepan pintunya kini berdiri Kyuhyun dengan wajah polos rambut berantakan memakai piyama biru dan sandal tidur yang menggemaskan. Sebelah tangannya memeluk guling birunya dan sebelah lagi menggengam PSPnya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun menyadarkan Siwon kembali.

“Ke-kenapa ada disini??”

“Aku tidak bisa tidur.”

“Siapa yang mengiz…”

“Appa yang buka pintu.” Siwon kembali terpaku.

“Dirumahmu, baby..”

“Aku keluar sendiri.”

“Mwooo??”

“Aku ngantuk hyung, ayo tidur~” Kyuhyun langsung masuk ke dalam tanpa permisi.

“Tadi kau bilang…”

“Aku tidak bisa tidur dirumah.”

“Baby!”

“Aku ingin disini, hyung.” Kyuhyun memelas.

‘Tundukkan kepalamu lalu pasang wajah memelas, detik itu juga dunia akan jadi milikmu.’ Kyuhyun mengingat nasehat cantik dari hyungnya yang cantik.

Dan detik itu juga Siwon kembali menutup pintu kamarnya dan menghela nafas lelah membuat Kyuhyun langsung berpaling dan melihatnya.

“Boleh hyung??” Tanyanya dengan wajah polos.

“Ne…ayo tidur.” Siwon langsung berjalan mendahului Kyuhyun ke ranjangnya dan kembali masuk ke dalam selimutnya.

“Aku tidur dimana?”

“Kau mau di sofa?” Tanya Siwon datar membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Kemarilah.”

Namja imut itu langsung mendekati Siwon tanpa ragu dan sedikit berjengit melihat ranjang putih itu masih dipenuhi dengan helaian mawar.

“Hyung~”

“Umma yang membuatnya, kau tidak suka?”

“Bukan..kenapa banyak sekali mawarnya?”

“Apa kau lupa kita sudah menikah?” Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya.

“Ini kamar untuk pengantin, Kyu. Seharusnya kita memang tidur disini, bersama.” Jelas Siwon dengan sabarnya.

Namun yang dilakukan Kyuhyun malah berbalik dan mengitari ranjang itu ke sebelah kiri Siwon lalu segera masuk ke dalam selimutnya bersama guling yang dibawanya.

“Ehee..gudnite, hyung.” Ucap namja imut itu tanpa basa-basi lalu memejamkan matanya.

Siwon kembali kehilangan kata-kata namun hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian ikut tidur disana dengan jarak yang sangat jelas ditengah mereka.

Namja tampan itu tidak lupa membenarkan letak selimut pada sisi Kyuhyun sebelum akhirnya memejamkan matanya dengan berbagai kata-kata yang tidak bisa diungkapkannya.

Namun setelah beberapa menit kemudian Siwon langsung membuka matanya yang memang tidak bisa dipejamkan sedari tadi, saat sesuatu mengetuk-ngetuk bahunya dari belakang karena ia tidur dengan membelakangi huswife manisnya disana.

“Kenapa, Kyu??” Tanya Siwon tanpa berpaling melihat Kyuhyun.

“Jangan membelakangiku, hyung.”

“Hyung, mau tidur.”

“Kau marah padaku??”

“Tidak!!”

“Lalu kenapa?? Hiks~” Dalam sekejap Siwon berpaling menghadap Kyuhyun dan meneliti wajahnya untuk melihat airmata karena isakan tadi.

“Jangan membelakangiku, aku tidak bisa tidur~ hyung.”

“Oh tuhan~” Gumam Siwon sambil meraup wajahnya dengan kencang membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. “Kemarilah…” Panggilnya kemudian sambil merentangkan tangannya ditengah-tengah mereka.

Sedikit ragu Kyuhyun menatap wajah Siwon lalu melihat lengannya untuk beberapa detik. Kemudian tanpa ragu lagi Kyuhyun mendekat perlahan hingga paling dekat dengan bahu dan lengan Siwon menjadi bantalnya.

Siwon tidak menyangka Kyuhyun akan mendekat sampai tidak ada jarak hingga membuatnya membeku tidak bergerak. Dan saat tangan Kyuhyun perlahan melingkar dipinggangnya Siwon tahu Kyuhyun tidak memikirkan apa-apa selain kehangatan dan kenyamanan darinya.

“Gudnite, Siwonnie hyung.” Bisik Kyuhyun semakin menyusupkan wajahnya dileher Siwon dan segera memejamkan matanya dengan senyum manis merekah dibibirnya.

‘Selamatkan aku sampai besok pagi, Tuhan.’ Pikir Siwon dalam hati. “Gudnite, baby.” Ucapnya pada Kyuhyun dan ikut memejamkan matanya dengan debaran jantung yang berpacu dengan cepatnya.

Entah sampai kapan Siwon baru bisa terlelap dengan nyaman hingga saat ia sadar pagi sudah kembali menjelang mengganti tugas malam yang sudah berakhir.

**

Siwon membuka matanya dengan perlahan dan merasakan kehangatan lebih menyelimuti tubuhnya selain dari selimutnya yang tebal. Iya, Siwon memeluk Kyuhyun dengan eratnya hingga namja manis itu tersembunyi dengan hangat dalam pelukannya.

Sepertinya tangan Siwon punya pikirannya sendiri kerana semalam ia dengan sengaja menegaskan tangannya untuk tidak bergerak sedikitpun dari sampingnya agar ia tidak berbuat hal yang tidak diinginkannya pada Kyuhyun. Tapi ternyata lengan kekarnya malah mendekap Kyuhyun semalam hingga membuatnya merasa nyaman dan nyenyak.

“Aku tidak memakannya, syukurlah.” Gumam Siwon tanpa sadar.

“Aku tidak bisa dimakan, hyung~” Jawab Kyuhyun dengan wajah masih tersembunyi leher Siwon.

“Apa kau merona, baby?” Tanya Siwon sengaja.

“Ish!!”Kyuhyun langsung berpaling dan melepaskan diri dari pelukan suaminya itu.

“Ahahaha…apa kau tidur nyenyak, hmm?” Siwon kembali menarik pinggang Kyuhyun dan memeluknya dari belakang.

“Ne~ aku tidur nyenyak. Kalau hyung??”

“Sepertinya iya karna hyung tidak memakanmu.” Canda Siwon sambil memeluk Kyuhyun dengan erat dan meletakkan dagunya pada bahu Kyuhyun.

“Kau tidak bisa memakanku, hyung~ aku manusia bukan jangmyeon.

“Kau lebih enak dari itu, baby~”

“Hyung!!!!!”

Dalam sekejap Siwon sudah berada diatas Kyuhyun sambil menopang badan dengan kedua sikunya agar Kyuhyun tidak terjepit. Kyuhyun yang dikira akan tertindih itu malah memejamkan matanya dengan sangat erat.

“So beautiful.” Ucap Siwon pelan membuat Kyuhyun langsung membuka matanya kembali.

Dan ternyata gerakan itu salah besar karena wajah Siwon kini berada sangat dekat dengan wajahnya bahkan hidung mereka sampai bersentuhan. Bisa dirasakan Kyuhyun debaran jantung Siwon berpacu dengan hebatnya.

Begitu pula dengan debarannya sendiri yang tidak terbiasa menatap Siwon langsung kematanya seperti ini. Namun entah mengapa Kyuhyun malah tersenyum dengan manisnya menatap mata Siwon yang penuh cinta untuknya itu.

“I love you, Siwonnie.”

Detik selanjutnya bibir Siwon sudah menempel pada bibir peachnya dan membawanya ke dalam ciuman cinta yang lembut dan penuh perasaan. Walau tidak tahu lebih dari itu, Kyuhyun tahu dari ciuman itu bahwa Siwon sangat mencintainya lebih dari yang bisa dikatakannya.

“Aku tidak bisa, baby.” Gumam Siwon setelah melepas tautan bibir mereka. “Aku tidak bisa menahannya lagi.” Siwon kembali mengecup bibir peach itu lalu beralih pada leher putih nan lembut milik Kyuhyun.

Hingga namja manis itu mengangkat kepalanya memberi Siwon ruangan lebih dan kembali merasakan sensasi yang luar biasa yang baru pertama kali dirasakannya. Namun gerakan dan kecupan-kecupan lembut yang diberikan Siwon membuatnya merasa nyaman dan sangat dicintai.

“A-apa yang tidak bisa hyung?? Apa yang terjadi??”

“Aku akan mengambil milikku, baby.”

“M-milikmu…”

“Ne~ Milikku.”

Tbc…

Ahahahahahahaha~

Ahh, mianhae bukan My Baby…
Tapi, ada pipit kecil bilang pada Vie, setelah yang sedih-sedih harus dapat yang manis-manis..
Jadi, semoga ini manis ne? karna setelah ini kita akan bersedih bersama lagi di My Baby..kkk~ (kalo benar dapat feelnya) ohohoho.

Sekali lagi..Happy Anniversary Elf..Kalian yang terindah yang dimiliki Super Junior. Semoga terus ada sampai selamanya ne^^

With Love.

It’s Always Only Me

Published May 26, 2015 by Wonviekyu

It’s Always Only Me

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Other Member

Pairing : Always WonKyu

Genre : Sad, Romance, Happy Ending

Warning : Boys Love absolutely

Sumarry : Entahlah..yang jelas,,lagi kesel, sekeselnya sama si baby gembul satu itu!!

Ide bulan dua waktu kejadian pasnya, sekarang baru bisa upda  te, What a lazy girl!!! Ahahaha. Mianhae vira..padahal udah kesel sama-sama, malah nggak bisa update!!

VIE NOTE : My Lovelies, sebelum koment tuliskan tanggal dan bulan ULANG TAHUN kalian ne?? nggak perlu tahunnya kox..ehee. HARUS!!!

From Vie..
**

Seoul, kota yang sangat memesona dimalam hari dengan lampu berkelap-kelip diberbagai tempat dan sudut disana membuat kota itu terlihat indah dan sangat romantis.

Tapi sayang, tidak dengan yang terjadi didalam sebuah apartement mewah yang ada dijajaran Real estate dikota tersebut. Ruang besar dan nyaman disana terlihat redup dengan lampu yang sengaja tidak dihidupkan pemiliknya.

Dan disalah satu ruangan atau lebih tepatnya kamar tidur utama apartement itu terdapat seorang namja yang duduk meringkuk di sudut kamarnya sambil memeluk lutut dan menyembunyikan wajahnya disana.

Tidak jauh darinya tergeletak gadget mahal yang sudah tercerai berai bentuknya karena sepertinya sengaja dilemparkan oleh namja yang meringkuk kaku itu.

Sepertinya namja itu baru saja menerima kabar yang paling buruk dalam hidupnya, Atau kabar yang tidak mengenakkan hatinya. Tapi yang pasti, tangan namja itu gemetaran sambil mencengkram lututnya kerana menahan tangis.

Namja itu, Choi siwon. Namja yang dikenal paling tampan yang ada di sebuah grup band terkenal di Negara itu. Namja yang memiliki semua yang tidak dimiliki orang lain, dengan kata lain, namja itu sangatlah sempurna.

Namun kesempurnaannya itu masih saja tidak bisa membuat hatinya selalu dipenuhi kebahagiaan. Apalagi bila itu menyangkut dengan kekasih pujaan hatinya Cho Kyuhyun, magnae di grupnya sendri.

Sekian lama siwon mencintai dan memberikan segala perhatiannya pada namja cantik kekasihnya yang terlihat bulat belakangan ini, namun namja cantik itu seperti selalu mempermainkan hatinya ditempat yang sama.

Kali ini…

Baru beberapa menit yang lalu siwon dengan wajah sumringah membuka hpnya dan melihat jaringan social yang selalu dikunjunginya itu. Betapa senangnya siwon mendapati kekasih imutnya baru saja mengtwitkan tentang Ost barunya yang release hari ini.

Tanpa pikir panjang namja tampan visual di Super junior itu langsung mengretweetkan twit kyuhyun sebagai bentuk dukungan dan kebahagiaannya untuk kesuksesan kyuhyun. Dan sebagai ganti ucapan selamat kerana mereka belum bisa bertemu karna kesibukan masing-masing.

Dengan harapan kyuhyun akan membalasnya, sekali saja. Walau selama ini kyuhyun tidak pernah membalas apapun yang dilakukannya. Tapi kali ini, sekali saja…

Namun sepertinya harapan siwon hanyanya isapan jempol semata kerana beberapa saat kemudian apa yang didapatkannya seketika membuat jantungnya terasa dicengkram dengan kuatnya.

Bukannya membalas retweet siwon, kyuhyun malah mengupdate foto selca-nya bersama changmin setelah musicalnya selesai.

Siwon memang tidak berharap terlalu tinggi pada kyuhyun, tapi kali ini sepertinya siwon sudah dibatas kesabarannya. Detik itu juga hp ditangannya terbang beberapa meter darinya dan membentur lantai dengan bunyi yang keras.

Namja tampan itu langsung jatuh terduduk dilantai dan akhirnya memeluk dirinya sendiri yang terasa akan hancur berkeping-keping jika dilepaskannya.

Padahal siwon sengaja pulang ke korea ditengah kesibukannya di LA hanya untuk menghabiskan waktu dengan kyuhyun. Tapi namja cantik kekasihnya itu selalu bisa mematahkan angan-angannya hanya dalam sekejap mata secara sengaja ataupun tidak.

Kyuhyun memang tidak tahu tentang kepulangannya yang mendadak, tapi setidaknya perhatian kecil yang siwon berikan dimedia social itu bisa dihargai kyuhyun sedikit saja.

Saat itu semua yang pernah dilakukannya untuk kyuhyun secara sepihak berputar di kepalanya, bagaimana ia berusaha mengunjunginya secara sembunyi di backstage saat musical. Bagaimana saat dirinya rela dibagi dengan Kyuline padahal sangat sedikit waktu untuk mereka bisa bersama.

Siwon juga yang selalu mengucapkan hal-hal kecil untuk kyuhyun menunjukkan perhatiannya, namun kyuhyun selalu mengacuhkannya. Memang semua itu hal kecil bila diukur, tapi bisa terlihat dengan jelas kadar perbedaannya.

Walau beberapa waktu ini kyuhyun tidak pernah menolaknya lagi saat berada dipanggung, tapi tetap saja semuanya terasa beda. Sangatlah berbeda. Selama ini siwon membuang semua irisan-irisan kecil dihatinya itu karena cintanya lebih besar dari apapun. Tapi kali ini…

Namja tampan itu tidak bermaksud untuk mengungkit semua yang telah terjadi, tapi semua itu membuat siwon sadar bahwa selama ini memang selalu hanya dia. Dia saja.

Semua penantian pasti akan ada ujungnya, tapi sepertinya penantian siwon selamanya tidak akan pernah ada penghujungnya. Lebih baik siwon mengakhiri penantiannya daripada penderitaannya itu tidak akan pernah berakhir.

Ya..itulah yang akan dilakukannya.

Dengan hati hampa siwon berdiri menatap kosong seluruh ruangannya lalu melangkah dengan perlahan mencari kunci mobil dan coatnya, lalu dengan langkah gontai namja tampan itu segera keluar dari tempat yang penuh kenangan itu bersama kyuhyun.

Dan namja tampan itu pun keluar darisana menutup pintu perlahan tanpa suara lalu melangkah meninggalkan tempat yang penuh kenangan untuknya. Meninggalkan semuanya, termasuk hatinya yang sudah ikut tertutup bersamaan dengan langkah kakinya yang kian menjauh.

“I’ve had enough, baby. Selamat tinggal.” Ucap siwon lirih.

Sementara di tempat lain.

Namja cantik magnae Boyband terkenal di korea sampai luar negeri sedang tersenyum bahagia kerana satu lagi pekerjaannya selesai. Musicalnya yang kesekian itu berjalan lancar seperti biasanya dan mendapat banyak sambutan dan dukungan.

Khususnya dari sahabatnya satu agensi yan sangat dikenal dekat dengannya sebagai Best Friend Forever, Max Changmin. Magnae DBSK itu dengan sengaja datang untuk melihat musical kyuhyun secara live, karna hal itu juga yang membuat senyum kyuhyun semakin cerah.

Namja cantik itu tidak tahu hal kecil yang dilakukannya sudah melukai hati seseorang yang sangat berharga untuknya. Jika memang siwon se-berharga itu untuknya, tapi sepertinya namja tampan itu belum cukup penting sampai kyuhyun selalu melupakannya begitu saja.

Dengan perasaan bahagianya kyuhyun kembali ke dorm tempat tinggalnya selama ini sebelum menjadi kekasih dari choi siwon. Tapi karena namja tampan kekasihnya itu sedang punya jadwal diluar negeri membuatnya harus kembali ke tempat asal bersama hyung-hyungnya yang lain.

Begitu tiba di dormnya Kyuhyun langsung masuk kedalam dan mendapati dua hyung favoritnya sedang berbicara ditelfon dengan seseorang. Namja cantik itu melihat sekilas pakaian hyungnya yang terlihat rapi dan bukan untuk bersantai di rumah.

“Mau kemana, hyung??” Tanyanya penasaran.

“Kami ma…”

Jawaban Donghae terhenti deringan telfon kyuhyun yang tiba-tiba hingga membuat namja cantik itu langsung menerima panggilan masuk itu sambil berjalan ke kamarnya setelah melihat kedua hyungnya yang sama-sama terdiam.

“Apa kit…”

“Ayo, cepat pergi!!” Hyukjae langsung menarik namjachingunya yang masih setia melihat Kyuhyun yang sudah menghilang dibalik pintu kamarnya itu.

Keduanya pun segera keluar dari dorm tanpa sepengetahuan Kyuhyun yang sedang berbicara ditelfon yang ternyata adalah Changmin yang masih belum cukup walau sudah bertemu dengannya tadi.

Bahkan sampai larut malam Kyuhyun masih larut dalam pembicaraannya yang entah penting ataupun tidak bersama Changmin. Tanpa ia sadari bahwa kedua hyungnya yang sudah kembali dari apartement Siwon hanya bisa menggelengkan kepala mereka mendengarnya dari luar.

**
Keesokan paginya semua berjalan seperti biasanya dengan Kyuhyun yang tidak pernah bisa bangun pagi, juga dengan keributan hyung-nya yang sering berkumpul disana sejak Shindong akan ikut wamil.

Ketika bangun Kyuhyun merasakan kepalanya sedikit pusing kerana tidur yang tidak cukup, namun tangannya segera meraba-raba disekelilingnya mencari keberadaan Hp-nya tercinta.

Dengan mata setengah terpejam Kyuhyun melihat layar hp-nya yang kosong melompong tidak ada amplop-amplop tak dikenal atau gagang telfon kesasar tertera disana.

Namja manis sekaligus cantik itu langsung mengucek matanya dengan cepat untuk melihat sekali lagi dengan jelas namun tidak ada yang berubah dari layar hpnya. Sedikit mengernyit akhirnya Kyuhyun meletakkan kembali benda mati itu di meja nakasnya.

Lalu segera keluar dari kamarnya menuju kamar mandi untuk segera sarapan dan melihat jadwalnya hari itu. Kyuhyun kembali melihat Donghae hyungnya ada disofa sedang memegang dan meneliti gantungan kunci kembar yang dipegang Hyukkie kekasihnya.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun kembali ke kamarnya dan kembali melihat Hp-nya yang tidak ada tanda-tanda kehidupan disana hingga membuatnya semakin tidak tenang.

Namja cantik itu sebenarnya menunggu kabar dari seseorang nun jauh disana untuk menanyakan kabarnya dan menyiraminya dengan kata-kata manis yang hanya bisa diucapkan oleh orang itu.

Ya tentu saja…Kyuhyun menunggu Siwon yang sudah lewat beberapa jam tidak satu pun panggilan tertuju untuknya bahkan satu sms pun Kyuhyun tidak menerimanya. Tidak biasanya seorang Choi siwon melupakan kekasih tercintanya sampai selama ini.

“Apa yang dia lakukan?” Gumam Kyuhyun sedikit kesal.

Dan jawabannya…

Siwon saat ini sedang menghabiskan seluruh waktu free yang didapatkannya itu bersama keluarga dan anjing jelek kesayangannya Bugsy di rumah mereka.

“Kau tidak bertemu Kyu Oppa??” Tanya Jiwon setelah lama terdiam di ruang keluarga mereka.

“Dia sangat sibuk, Oppa tidak ingin mengganggunya.” Siwon menjawab tanpa memalingkan wajahnya pada adik kesayangannya itu.

“Ohh, benarkah? Biasanya kau tidak bisa menjauhkan tanganmu darinya oppa~”

“Jiwoon~ jangan mengganggu oppa-mu!”

“Ummaa~~”

“Kenapa sayang? Kalian bertengkar?” Tanya wanita anggun paruh baya yang merupakan Umma dari Choi Siwon yang tampan.

“Tidak umma, kami baik-baik saja.” Jawab Siwon menundukkan wajahnya.

Dia tidak berani menatap wajah lembut ummanya itu yang pasti selalu bisa meluruhkan pertahanannya dari apapun. Siwon tidak ingin mereka terlibat pada masalahnya dengan Kyuhyun kali ini karena ia sudah memutuskan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Dan melihat sikap putra satu-satunya seperti itu membuat Umma Choi mengurungkan niat untuk mendesak Siwon mengatakan semuanya, karena jelas sekali dia tahu bahwa Siwon sedang ada masalah. Dengan Kyuhyun.

Mereka pun kembali menikmati kebersamaan dalam diam dan ketenangan sampai hari berikutnya pun tiba dan Siwon memutuskan untuk kembali ke LA untuk meneruskan syuttingnya yang tertunda karena ia memaksa pulang ke Korea tiba-tiba.

**

Kyuhyun yang merasakan ada keanehan dalam hubungannya dengan Siwon mulai terlihat uring-uringan di kamarnya sambil terus mencaci maki benda mati yang tidak bersalah ditangannya itu.

“Kenapa denganmu kuda boboh?? Kau dimana??” Tanya Kyuhyun sambil melihat Iphone ditangannya.

“Kenapa tidak menghubungiku, ini sudah dua hari Siwonnie pabbo!!”

“Aku ingin kau tau kerja samaku dengan sunbae kita, sebuah single, yang akan diliris tepat dihari ulang tahunmu!!! Kenapa kau tidak menghubungiku??!??!”

Kyuhyun berjalan mondar-mandir di kamarnya dengan wajah kesal dan melempar Iphone cantiknya ke atas tempat tidur. Kali ini Kyuhyun benar-benar kehilangan cara untuk menghubungi kekasihnya kerana biapun ia mencoba Siwon sudah mematikan hp-nya dari kemarin pagi.

“Apa yang harus kulakukan??!??!” Teriak Kyuhyun frustasi sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan.

Saat itu terdengarlah suara dua hyungnya dari luar kamar yang membuat smirk indah seketika keluar dari bibirnya. Apalagi saat mendengarkan dengan jelas bahwa kedua hyung itu merupakan yang paling dekat dengannya dan Siwon.

“Mereka kan ada.” Gumam Kyuhyun langsung menuju pintu dan ingin membukanya.

Namun…

“Bagaimana ini? Dia akan segera kembali.” Suara Donghae terdengar sangat cemas.

“Tidak ada yang bisa kita lalukan, dia akan segera kembali ke LA” Jawab Hyukjae mencoba bersikap tenang pada namjachingunya.

Saat itu juga Kyuhyun membuka pintu kamarnya dengan kasar saat kata LA terdengar dari mulut hyungnya itu.

“K-kyu??” Ucap kedua hyungnya bersamaan.

“LA? Kembali? Apa maksudnya?” Tanya Kyuhyun langsung membuat kedua hyungnya saling berpandangan.

“Hyung!! jelaskan padaku apa yang tidak kutahu!!!” Seru Kyuhyun langsung terbakar emosi.

Otak pintarnya sudah bisa menebak apa yang akan mereka jelaskan itu namun ia ingin mendengarnya dengan sangat jelas dan akurat.

“Siwon ada disini…” Ucap Donghae pelan.

“Dan akan kembali ke LA, hari ini.” Sambung Hyukjae tidak melepaskan tatapannya dari magnae mereka yang mencari kejujuran padanya.

“Huh? Begitukah? Dia tidak memberitahuku? 1 sms pun? Begitu? Apa yang dia pikirkan??”

“K-kyu…” panggil Donghae ragu namun Kyuhyun langsung menatapnya tajam.

“Kalian juga tahu? Dan tidak mengatakannya padaku?”

“Kami…”

“Apa maksudnya hyung!?!!”

“Kyu, dia sudah ada disini sejak dua hari yang lalu hanya ingin memberikan surprise dan selamat untuk musicalmu, tapi kau…”

“Kapan dia pergi?” Tanya Kyuhyun tajam.

“Sebentar lagi.”

Kyuhyun langsung bergegas ke kamarnya mengambil jaket dan topi lalu keluar lagi menuju pintu dengan buru-buru sambil menatap hyungnya dengan tajam.

Tapi tiba-tiba saja nada dering di iphone-nya pun mengalun dengan indah hingga membuat kakinya berhenti tiba-tiba dan melihat siapa yang menghubunginya.

“Changmin?” Tanyanya bingung.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun setelah menerima panggilan dari sahabatnya itu.

>……<

“Aku ada perlu sekarang.”

>……<

“Tidak ada yang lain disana??” Tanya Kyuhyun mulai kesal.

>Tidak, Kyu…please~<

“Ck!! Baiklah, tunggu disana aku segera datang.” Ucap Kyuhyun akhirnya dan memutuskan sambungan teleponnya.

Donghae dan hyukjae saling berpandangan mendengar jawaban Kyuhyun yang berubah begitu saja. Dan Kyuhyun hanya menatap mereka tanpa kata-kata dan bantaha saat kedua hyungnya menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

“Aku pergi…” Kyuhyun keluar dari sana tanpa melihat lagi kebelakang.

Donghae langsung terduduk di sofa mereka dan menghembuskan nafas lelah melihat sikap magnae mereka yang tidak pernah bisa ditebak itu.

“Apa maunya si Chang??” Tanya Donghae kesal.

“Magnae kita apa maunya!?” Jawab Hyukjae datar.

Namja yang dikenal dengan gummy smilenya itu langsung beranjak dari sana menuju dapur saat tiba-tiba dering Hp-nya memecah suasana keheningan yang ada disana.

“Siwonnie…” Tebak Donghae membuat Hyukjae menganggukkan kepalanya.

“Yeoboseyo.”

>….<

“Dia sudah pergi”

>Kemana?<

“Chang memanggilnya…”

>….<

“Tidak jadi kesini? Ohh, mianhae. Mm, selamat jalan hati-hati, siwonnie”

Hyukjae menutup sambungannya dengan wajah yang tidak bisa dibaca membuat Donghae langsung mendekatinya dan membelai lengannya.

“Apa maunya magnae kurang ajar itu??!”

“Hyukkie!!!”

“Kau tau sikapnya selama ini kan? Dia selalu menyakiti siwon walau tanpa sadar. Apa dia segitunya tidak peka?!! Aiiihhhh!!!!”

“Sudahlah, kita tidak boleh ikut campur. Jadi Siwon tidak kesini??”

“Iya, dia akan langsung ke bandara setelah tahu Kyunnie dimana.”

“Ya sudah, kita lihat dulu apa yang akan terjadi, baru kita turun tangan, ok?”

Donghae mencoba menenangkan namjachingunya agar tidak marah lagi karena mereka sama-sama tahu bahwa magnae mereka adalah kesayangan mereka. Karena itu juga mereka tidak mungkin membenci makhluk imut, manis nan menyebalkan itu.

Setelah beberapa jam Kyuhyun baru menampakkan dirinya di dorm yang benar-benar sepi dan tidak berpenghuni. Padahal Kyuhyun mengira akan bertemu dengan kedua hyungnya yang akan memarahinya, tapi tidak ada siapapun disana.

**

Hari kembali berlalu seperti biasanya dan Kyuhyun semakin disibukkan dengan jadwalnya yang tidak pernah habisnya. Saat kesibukan itu Kyuhyun melupakan semuanya termasuk masalahnya dengan Siwon yang pun diketahui apa kesalahannya.

Disaat waktu bebasnya Kyuhyun baru mengingat namja tampan kekasihnya itu yang tidak pernah sekalipun mengangkat telepon atau membalas sms darinya. Hal itu semakin membuat Kyuhyun frustasi ditengah kesibukannya sendiri.

Apalagi kedua hyungnya sudah tidak peduli apapun yang dilakukannya dan dukungan mereka berdua untuk hubungannya dengan Siwon juga menghilang sejak malam itu dia memilih pergi menemui Changmin.

“Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia tidak menghubungiku??” Tanya Kyuhyun pada dinding yang hanya bisa diam membisu.

“Apa dia lebih mencintai pekerjaannya sekarang? Kenapa mengabaikanku, Choi siwon!!!”

“Kyuhyun! Jangan teriak-teriak!” Jawab Hyukjae tajam.

Namja yang biasanya sellau tersneyum itu menatap magnae mereka dengan tatapan yang tidak bisa dibaca Kyuhyun. Walau seharusnya Kyuhyun takut, tapi yang idlakukannya malah mendekati hyungnya itu.

“Kenapa dengan siwon? Apa dia mau meninggalkanku? Katakan hyung!!” Tanya Kyuhyun tanpa ekspresi.

“Aku tidak mau ikut campur urusanmu.” Jawab Hyukjae cepat.

“Hyung!! siwon selalu menghubungi kalian!! Kenapa dia mengabaikanku?”

“Kenapa tidak kau tanyakan sendiri?”

“Dia tidak pernah menghiraukannya, Dammit!! Choi siwon.”

“Jaga bicaramu, Kyunnie.” Ucap Donghae dengan tenangnya dibelakang Hyukjae.

“Aku juga bisa melakukan yang sama! Aku tidak peduli! Terserah dia mau apa! Aku sudah capek!!”

“Cho Kyuhyun!!!” Bentak Donghae seketika hilang kesabarannya.

“Ke-kenapa membentakku, Hyung??” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“M-mianhae!” Jawab Donghae cepat.

“Whatever!!” Kyuhyun berpaling dan meninggalkan mereka berdua begitu saja. Tapi..

“Berhenti disitu, kyunnie.” Ucap Donghae dengan nada serius yang tentu saja tidak bisa dibantah Kyuhyun yang sangat menyayangi Hyungnya itu

“Tidakkah sekali saja kau pikirkan apa yang sudah kau lakukan?” Tanya Donghae dengan nada pelan.

“Apa maksudmu, hyung?” Kyuhyun kembali berbalik dan menatap hyungnya itu dengann tajam.

“Kenapa kau selalu menyalahkan siwonnie? Tidakkah kau sadar apa yang sudah kau lakukan? Tidakkah sekali pun kau memikirkan apa yang sudah terjadi diantara kalian?

“Kenapa keegoisanmu selalu menyalahkan siwonnie jika ada masalah.”

“Dia memang yang salah hyung!!” Kyuhyun keras kepala.

“Coba pikirkan sendiri apa yang sudah kau lakukan!! Jangan mencariku sebelum jawabannya kau dapatkan dan ini KUSITA!!” Ucap Donghae tajam dan menarik PSP ditangan Kyuhyun lalu membawanya ke kamar.

Kyuhyun yang kehilangan kata-kata hanya bisa menatap hyungnya menghilang dibalik pintu sambil menyerap kata-kata dan tindakan yang sudah dilakukan hyungnya itu.

“Mwooo!! Hyung PSPku.

“Dia tidak sedang bercanda, magnae.” Ucap Hyukjae dibelakangnya. “Kau sudah membuatnya kesal.” Lanjutnya kemudian lalu pergi meninggalkannya disana.

Setelah itu Donghae benar-benar melakukan apa yang seperti dikatakannya, namja ikan itu selalu menghindar ketika Kyuhyun mendekatinya dengan rasa tidak bersalah dan tidak melakukan apa yang disarankannya.

Sampai tiba pada kegiatan Super Junior membawa mereka bergabung dengan artis SM lainnya di SMTOWN Taiwan keadaan mereka tidak berubah.

Kyuhyun yang tidak pernah berusaha mengalah dan mengingat apa yang sudah dilakukannya dan Siwon yang mungkin sudah lelah dan tidak menghiraukan apapun lagi selain pekerjaannya yang semakin pada karena namja tampan itu memilih mneyibukkan dirinya sendiri.

Sampai keduanya bertemu di konser bersama itu dan memperlihatkan kejanggalan pada semua yang mengetahui hubungan mereka. Namun Siwon dan Kyuhyun sama-sama tidak peduli karena kesibukan konser itu membuat waktu mereka untuk bertemu dan bertatap muka sangatlah singkat.

Apalagi Siwon melihat dnegan jelas Kyuhyun lebih memilih bermain dan selalu disisi Changmin daripada bersamanya dan menyelesaikan apapun yang sedang terjadi diantara mereka.

Karena hal itu juga Siwon secepatnya menghubungi managernya malam itu untuk mencarikan tiketnya untuk kembali ke LA. Dalam beberapa menit dia sudah menyiapkan segalanya dan siap meninggalkan Negara itu tanpa diketahui atau Kyuhyun peduli.

“Dia sudah melangkah kedepan dan meninggalkanku.” Gumam Siwon seorang diri.

Siwon merasa Kyuhyun sudah memberinya jawaban akan hubungan mereka, namja cantik itu sudah tidak ingin melanjutkan hubungan mereka yang sudah mendingin itu.

Dengan pemikiran seperti itu, sekali lagi Siwon meninggalkan hatinya yang sudah teriris ditangan Kyuhyun. Siwon meninggalkan semuanya begitu saja dan menganggap semuanya sudah berakhir.

Yang harus dilakukannya sekarang adalah bekerja dan bekerja sebanyak dia bisa untuk melupakan segalanya sampai hatinya bisa menerima semuanya dengan lapang.

Dan itulah yang dilakukannya begitu sampai di LA Siwon menyibukkan dirinya 24 jam/hari tanpa ingat istirahat dan pola makan yang hancur berantakan.

Hal itu terus berlanjut sampai beberapa minggu hingga namja tampan yang selalu terlihat kuat itu akhirnya tumbang disalah satu acara syutingnya.

Siwon dehidrasi, pola makan yang salah dan tidak punya waktu istirahat menyebabkan tubuhnya yang selalu kuat itu tidak bisa menahanya lagi. Dan dokter mengikatnya di tempat tidur sampai keadaannya kembali seperti semula.

Mendengar hal itu Jiwon segera terbang ke LA untuk menjaga oppa kesayangan itu dan tidak lupa memberitahukan keadaan Siwon pada dua sejoli di suju yang paling dekat dengan Oppa-nya itu. karena atas permintaan Siwon sendiri Jiwon hanya boleh memberitahukan keadaannya pada mereka berdua.

“Oppa, kita beritahu Kyu…”

“Tidak! Aku tidak ingin menerima belas kasihan, aku bisa tanpa dia.” Ucap Siwon cepat.

“Kau bisa?? Kau bisa?? Lalu kenapa kau tumbang? Bukan karena dia?” Tanya Jiwon dengan nada mengejek.

“Jiwonnie…”

“Sudahlah oppa!! Jangan seperti ini, aku tidak tahan melihatmu!!”

“Jangan melihatnya.”

“Oppa~”

“Pergilah, aku ingin tidur”

Siwon langsung berpaling kearah dinding rumah sakit itu dan membelakangi Jiwon yang kehilangan kata-kata.

“Keras kepala, sama saja!!” Gerutu Jiwon lalu keluar segera darisana.

Siwon menghela nafas lelahnya dan menggenggam selimutnya dengan kuat untuk menahan sakit didadanya yang tidak pernah hilang saat memikirkan Kyuhyun.

**
Sementara itu di Korea lebih dari satu minggu…

“Aku sudah tidak tahan lagi, ayo lakukan sesuatu!!” Teriak Donghae pagi itu.

“Apa yang harus kita lakukan?” Hyukjae menatap namjachingu-nya dengan kening berkerut.

“Hubungan mereka semakin memburuk aku tidak mau terjadi sesuatu lebih dari ini, Hyukkie!!!”

“Lalu apa yang bisa kita lakukan?”

“Mereka sama-sama keras kepala, sama-sama menghindar. Apalagi magnae kita yang pura-pura baik disiang hari dan merana dimalam hari, kau lihat matanya setiap pagi??” Tanya Donghae dengan wajah serius dan dijawab dengan anggukan oleh Hyukjae.

“Dia akan jadi cucunya panda.”

“Ayolah Chagi~ lakukan sesuatu~” Rengek Donghae manja.

“Tunggu sebentar, kita harus menghubungi Siwon terlebih dulu.” Ucap Hyukkie membuat Donghae langsung menganggukkan kepalanya.

Kemudian Lee Hyukjae segera mengambil Iphone canggihnya dan mencari nomor kuda tampan yang tertera didaftar contactnya lalu segera menghubungi namja tampan Visual grup mereka itu.

Setelah menunggu beberapa saat sambungan itu pun terhubung dan diterima seseorang yang Hyukjae kenal bukanlah Siwon.

“Siwon punya pacar baru.” Ucapnya terpaku yang membuat Donghae merebut Hp-nya saat itu juga.

>Oppa!!! Ini Jiwon!!< teriak seseorang itu yang tidak terima dikatakan pacar baru oppa-nya sendiri.

“Ne, Jiwonnie dimana Siwon??” Tanya Donghae to the point sambil memberi kekasihnya tatapan mematikan.

>Siwon oppa…dia~<

“Kenapa Jiwon? Siwon kenapa?”

>Siwon oppa, dia sakit<

“MWOOO???”

>Iya..dia tumbang karena tubuhnya terlalu diforsir untuk bekerja dan bekerja.<

“Sudah kuduga. Sejak kapan??”

>Seminggu yang lalu.<

“Mwooo?? Kenapa kami tidak tahu??”

>Siwon oppa tidak ingin…<

“Kau mendengarnya!!!”

>Mianhae…<

“Sudahlah, kau harus melakukan sesuatu untuk membayarnya!!”

>Kenapa akuu??<

“Karna kau mendengarnya dan mengkhianati kami, ayolah jiwonniee~”

>Ba-baiklah…apa itu?<

“Bawa Siwon pulang, bawa dia kembali ke Korea”

>Itu tidak mungkin!! Oppa pasti tidak mau<

“Ayolah, sweety..paksa dia~”

>Aku tidak bisa<

“Tapi ini menyangkut kesembuhannya Jiwon.”

>Apa maksudmu?<

“Kau pasti tahu”

>Kyunnie??<

“Eum!! Kau bisa kan??”

>…..<

“Jiwonie~”

>Baiklah, aku kulakukan<

“Kau yang terbaik, bye~”

Donghae menutup sambungan itu dengan wajah senang lalu mengembalikan Hp namjachingunya dan kembali duduk disofa bersamanya.

“Kita tinggal menunggu Siwon kembali dan selanjutnya misi kita pun dijalankan!!!” Ucap Donghae dengan penuh semangat membuat Hyukjae hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju.


Keesokan harinya kedua namja yang punya niat baik itu sudah mendarat duluan diapartement Siwon untuk menunggu kepulangan namja tampan itu. Setelah Jiwon memberitahukan pada mereka bahwa Siwon ingin pulang karena Umma Choi yang memaksa.

Dengan itu keduanya sangat berterima kasih pada Umma Choi yang memang tidak ke LA karena Siwon melarangnya, tapi mereka yakin Jiwon yang mengatasi semuanya dengan melibatkan wanita terhormat itu.

“Dia akan segera tiba, lalu dimana magnae itu??” Tanya Hyukjae tidak sabaran sambil mengetukkan jemarinya dimeja.

“Omoo!! Dia pergi ke Jeju!!” Donghae baru ingat Kyuhyun tidak ada.

“Aiiiisssh!!!”

“Aku akan menjemputnya nanti.”

“Baiklah.”

Beberapa menit kemudian terdengarlah suara pintu apartement itu dibuka dari luar dan kemudian menampakkan satpam didepan yang datang bersama Siwon yang sedang dipapahnya dan Jiwon mengikuti dibelakang mereka.

Donghae dan Lee hyukjae seketika kehilangan kata-kata mereka begitu melihat namja tampan Visual grup mereka yang seperti bukan dirinya sendiri. Mata yang sembab akibat suhu badannya dan lingkaran hitam dipelupuk matanya terlihat sangat jelas.

Walau seperti itu, mereka berdua tidak bisa mengatakan bahwa wajah tampan itu sudah berubah, karena ketampanan Siwon tidak pernah sirna. Namun hanya orang terdekatnya saja yang bisa menyadari bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.

“Si-wonnie…” Panggil Donghae ragu.

“H-hyung~” Siwon membalas mereka dengan senyuman yang dipaksakan.

Tanpa banyak bicara lagi mereka segera membawa Siwon kedalam kamar dan merebahkannya diranjang. Kemudian Jiwon segera menyiapkan semua keperluan oppa-nya dan keluar dari kamar itu meninggalkan Oppa-oppa tampannya berbicara.

Tapi yang dilakukan Eunhae hanya membiarkan siwon beristirahat dan memutuskan untuk menundanya sampai Kyuhyun dibawa kehadapan Siwon.

Karena itu juga Donghae yang bertugas menjemput Kyuhyun segera pergi dari sana menuju palau jeju tempat Kyuhyun liburan bersama teman-temannya.

Saat Donghae sampai Kyuhyun sudah berencana akan pergi nonton bersama temannya hingga dia tidak mengindahkan permintaan hyung kesayangannya itu pulang detik itu juga.

Merasa kalah beradu mulut akhirnya Donghae memutuskan untuk menunggu sampai Kyuhyun selesai. Begitu selesai namja penyuka ikan itu langsung menyeret Kyuhyun ke mobilnya tanpa peduli protes yang dilakukan magnae kesayangannya itu.

Dalam perjalanan tidak ada yang berbicara karena pikiran masing-masing ada ditempat lain saat itu, apalagi Kyuhyun yang masih kesal dengan tindakan Donghae yang tanpa penjelasan.

Menjelang malam mereka baru sampai di Seoul lagi dan langsung menuju apartement Siwon yang semakin membuat wajah Kyuhyun kehilangan warnanya. Namun Donghae masih tidak ingin berbicara apapun sampai mereka tiba didepan pintu Siwon.

“H-hyung..?” Panggil Kyuhyun ragu.

“Masuklah.” Jawab Donghae datar.

Kerana tidak ingin berdebat yang tidak perlu akhirnya Kyuhyun melangkah masuk dengan perasaan yang tidak bisa digambarkannya. Sakit? Sesak? Lega? Rindu? Semuanya ada didalam hati Kyuhyun, tapi wajahnya sama sekali tidak menampakkan kegalauan itu.

Tanpa kata-kata Donghae langsung membawa namja cantik magnaenya itu ke kamar Siwon yang masih ada Hyukjae dan Jiwon disana.

Begitu melihat mereka berdua, Jiwon segera permisi keluar setelah menyunggingkan senyuman manis pada Kyuhyun yang dibalas dengan anggukan kepala.

Setelah menyadari apa yang ada dihadapannya barulah Kyuhyun sadar bahwa Siwon terbaring lemah dibawah selimut yang menutupi setengah badannya dengan wajah yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja.

“S-siwon-nie??” Suara Kyuhyun tercekat ditenggorakannya.

Namun Siwon sangat bisa mendengar dengan jelas suara yang ingin dibelinya berapapun harganya itu hingga matanya yang tertutup pun perlahan terbuka dan langsung mendapati Kyuhyun berdiri tidak jauh dari ranjangnya.

Seandainya bisa detik itu juga Siwon berlari memeluk namja cantik yang sangat dirindukannya itu dengan seluruh hatinya. Namun rasa sakit yang kembali datang dihatinya membuat wajahnya berubah datar dengan mata yang meredup kehilangan cahaya.

“K-kau sakit?” Tanya Kyuhyun tidak percaya. “Se-sejak kapan? Kenapa aku tidak tahu??”

“Apa kau peduli?” Jawab Siwon tajam.

“Hyung!!”

“Pergilah, aku ingin sendiri.”

“Aku akan merawatmu.”

“Tidak perlu, Jiwon ada disini, pergilah.” Siwon langsung membalikkan badannya dari Kyuhyun dan menghadap dinding sambil memejamkan matanya yang terasa panas.

“Itu maumu?? Baiklah Fine!! Aku pergi!!!” Ucap Kyuhyun kasar dan segera keluar dari sana dengan wajah merah padam.

“Siwonnie…”

“Pergilah hyung, aku ingin sendiri.”

Lee Hyukaje dan Donghae tidak bisa membantah lagi lalu segera keluar darisana meninggalkan Siwon yang semakin tenggelam dalam kesedihannya sendiri.

Malam itu mereka berdua pun segera pamit pulang ke Dorm mereka untuk beristirahat dan melihat keadaan magnae mereka yang pasti sedang marah besar.

Terbukti dengan pintu kamarnya yang di kunci saat mereka ingin melihat dan terdengar isakan kecil dari balik pintu kamarnya. Dan tanpa bisa melakukan apa-apa mereka pun kembali kekamar mereka dan bersitirahat dengan cepat karena mereka sudah berjanji pada Jiwon akan kembali secepatnya.

**

Keesokan harinya keduanya benar-benar menghilang dari Dorm bahkan sebelum Kyuhyun bangun dari tidurnya. Hyukjae merasa sangat khawatir akan keadaan dongsaeng tampannya hingga tidak bisa tenang dan langsung menuju ke kamar Siwon begitu mereka sampai.

“Bagaimana keadaan Siwon?” Tanya Hyukjae pada Jiwon yang masih menemani oppanya dengan setia.

“Panasnya meninggi semalam, tapi tadi Dokter Kim sudah memeriksanya dan memberikan obat lainnya.” Jawab Jiwon dengan wajah sedih dan lelah.

Lee hyukjae hanya bisa meringis melihat kearah Siwon yang tidak berdaya seperti itu membuat kesedihannya tidak bisa dibendung. Tapi dia harus bertahan sampai semuanya terselesaika dengan baik.

“Dia sudah makan? Minum obat?” Tanyanya kemudian membuat Jiwon menggelengkan kepalanya.

“Kau tau bagaimana kerasnya Siwon oppa? Bujuklah dia untuk makan dan minum obat, jika tidak…” Jiwon berkata dengan mata yang berkaca-kaca sambil terus menatap oppa kesayangannya.

“Istirahatlah, Jiwon. Biar oppa yang membujuknya untuk makan dan minum obatnya.” Kata Eunhyuk dengan wajah serius.

Jiwon hanya bisa menganggukkan kepalanya lemah. ‘Gomawo Oppa, aku tinggal dulu.” Ucap gadis cantik itu lalu segera pergi kekamarnya yang ada di apartement itu dan beristirahat.

Kemudian Eunhyuk pun berjalan perlahan mendekati ranjang Siwon yang masih saja menutup matanya dan tertidur setelah semalaman tidak bisa tidur karna panasnya yang meninggi. Bibir Siwon terlihat sangat pucat dengan keringat membanjiri tubuhnya hingga menampakkan bajunya yang sudah basah.

Akhirnya Eunhyuk pun berinisiatif mengganti baju sahabatnya itu dengan baju yang bersih sebelum mulai membujuknya untuk makan dan minum obat.

_
_
_

Sementara itu Kyuhyun yang baru bangun dari tidurnya menyadari bahwa dia tinggal sendiri dan segera ke kamar mandi kemudian sarapan yang sudah disiapkan hyungnya disana. Namun baru beberapa menit sarapannya selesai dia sudah mendapati Donghae hyungnya berdiri didepan pintu Dorm dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca.

“H-hyung?”

Tanpa menjawab apa-apa sekali lagi Donghae langsung menarik magnae kesayangan nya itu pergi dari sana. Walau dengan wajah bingung Kyuhyun kembali menurut selayaknya magnae yang manis apalagi untuk hyungnya yang jadi nomor 1 itu.

Dalam perjalanan mereka tidak banyak percakapan yang terjadi karena Donghae lebih banyak diam dan lebih focus ke jalanan sedangkan Kyuhyun sendiri sesekali melihat kearah Donghae yang baru kali ini dilihatnya berwajah seperti itu, apalagi didepannya.

“Eum~ Hyuuung~~” Kyuhyun mencoba mencairkan suasana.

“Diamlah dan lebih baik kau renungkan semuanya.”

Kyuhyun yang tidak mengerti perkataan Hyungnya hanya bisa mengerucutkan bibirnya tidak terima namun memilih untuk menuruti perkataan Donghae. Hingga akhirnya mobil yang dikemudikan Donghae pun berhenti disalah satu kawasan apartement real estate.

Yang Kyuhyun ketahui bahwa itu adalah apartement Siwon namjachingunya yang sudah mengusirnya kemarin. Lalu untuk apa dia kembali kesini?

Tanpa melihat wajah Kyuhyun yang berubah sedih ia langsung memarkirkan mobilnya disana lalu segera menarik Kyuhyun untuk menju kamar apartement Siwon.



“Siwon, makanlah…jangan siksa tubuhmu terlalu lama.” Eunhyuk masih setia mencoba menyuapi Siwon dengan sendok berisi bubur yang sudah dibuat Jiwon.

Selagi namja Anchovy itu memaksa bubur itu masuk ke mulut Siwon, sesosok bayangan terlihat dipintu kamar Siwon.

Sosok yang paling diinginkan Siwon lebih dari segalanya ada disisinya saat seperti ini sekarang ada disana. Hanya saja Siwon tidak bisa mengatakannya hingga yang dilakukannya saat itu adalah kembali berpaling dari wajah cantik kekasihnya yang menatapnya tidak percaya.

“Aku ingin tidur saja, Hyuk!” Ucapnya pelan.

Lalu kembali berbaring dan membalikkan badannya kearah dinding dan membelakangi mereka semua sekali lagi hingga membuat Kyuhyun kesal tiba-tiba.

“Hyung!! Ada apa sebenarnya!!??” Tanya Kyuhyun tidak sabaran pada Donghae yang masih berdiri disampingnya.

“Kalian bicaralah, Hyuk…” Jawab Donghae melihat namjachingunya.

Eunhyuk yang mendengar namanya dipanggil segera bangkit dari ranjang Siwon dan meletakkan mangkuk buburnya itu dimeja nakas Siwon. Namun sebelum kakinya melangkah lebih jauh suara Siwon menghentikannya.

“Aku ingin sendiri.”

“Kalian harus bicara, jika seperti ini terus kalian hanya menyiksa diri masing-masing.” Eunhyuk mencoba menjelaskan.

“Tidak ada yang perlu diibicarakan, aku mau pulang?” Jawab Kyuhyun tidak peduli dan beranjak dari sana.

“Diamlah Kyu! Sekali kau melangkah pergi, kupastikan kau akan menyesal.” Ancam Donghae dengan wajah seriusnya membuat Kyuhyun mematung menatapnya tidak percaya.

“T-tapi…hyung lihat kan? Siwon hyung tidak ingin berbicara dan meluruskan semuanya, Childish” Ucap Kyuhyun menyembunyikan perasaannya yang sangat tidak menentu.

“Childish katamu?” Suara pelan Siwon membuat Kyuhyun langsung melihatnya.

“Lalu apa jika bukan Childish??”

“Kau…”

“Sudah-sudah!! Kenapa kalian jadi bertengkar? Coba bicarakan dengan kepala dingin” Eunhyuk mencoba menengahi. Dia dan Donghae sangat jengah dengan situasi seperti ini.

“Apa yang perlu dibicarakan lagi? Jika semua sudah jelas bahwa dia lebih memilih bersama temannya daripada bersamaku.” Ucap siwon ketus.

“Kau tahu aku hanya berteman dengan mereka, jangan selalu menyalahkan mereka jika sebenarnya dirimu yang salah, hyung!!”

“Aku yang salah?? Ahaha, aku yang salah.” Siwon tertawa hambar sambil mencoba bangun dari tidurnya dan bersandar dikepala tempat tidurnya. “Apa aku tidak salah dengar? Aku yang selalu salah kyu, aku yang selalu disalahkan, aku yang egois, posesive, aku. Lalu… kau apa?? Kau apa kyu? Yang tersakiti? Yang tertindas? Yang dipaksakan?? APA???”

Siwon kehilangan kesabarannya dengan sikap egois Kyuhyun yang tidak pernah disadari namja cantik itu sendiri. Kedua hyung mereka sudah beranjak darisana perlahan saat Kyuhyun memulai perdebatan mereka dengan berjalan masuk ke dalam lagi.

“Kau bicara apa hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Aku lelah, kyu. Aku lelah dengan semuanya, lelah dengan anggapan orang-orang padaku, aku selalu berusaha menjadi yang mereka inginkan tanpa peduli keinginanku. Aku selalu berusaha sabar dengan sikapmu yang selalu tidak peka untukku, hanya untukku. Seolah-olah hanya kau yang harus selalu aku utamakan.”

“Aku lelah kyu…apa yang harus kulakukan agar kau peduli? Apa aku harus mati dulu, baru kau melihatku? Apa aku harus menghilang dulu agar mereka mengerti diriku? Apa kyu? Katakan padaku??”

“Hyung!! apa maksudmu??!” Kyuhyun masih tidak mengerti namun airmatanya sudah mengalir melihat wajah yang sangat dicintainya terluka seperti itu.

“Aku ada disini, Kyu. Aku ada disini untuk memberi kejutan pada musicalmu untuk mendukungmu, tapi apa yang kudapatkan? Kau mengabaikanku padahal kau ada disana.”

“Hyung~”

“Kau tidak melihatku, Kyu. Kau terlalu bahagia pada yang datang langsung kesana dan menutup matamu pada sebuah ucapan. Apa artiku untukmu Kyu? Jika ucapanku saja tidak pernah kau lihat. Apa aku benar-benar berharga untukmu? Apa aku…”

Siwon tidak bisa meneruskan kata-katanya lagi karena dadanya sudah terlalu sesak menahan tangis yang tidak ingin dia besarkan. Walau airmatanya sudah memenuhi wajahnya, namun isakannya tidak keluar sedikitpun karena sangat ditahannya.

Namja tampan itu terus menatap mata kekasihnya yang basah oleh airmatanya sendiri, walau besar keinginannya untuk memeluk Kyuhyun dan menenangkannya, tapi saat ini dia sendiri tidak menemukan ketenangan dimanapun.

Kyuhyun yang kehilangan kata-kata hanya bisa membalas tatapan penuh kekecewaan dan kesedihan itu dalam diam. Begitu juga dengan Donghae dan Eunhyuk yang tidak pergi jauh dari sana tidak bisa berbuat apa-apa untuk ikut campur dalam hubungan dongsaeng mereka itu.

“Aku tidak mengucapkan selamat ulang tahun dimedia social, kau marah dan orang-orang menyalahkanku. Aku tidak datang saat Showcase-mu mereka menganggapku tidak peduli padahal aku sakit.” Ucap Siwon setelah menarik nafas, saat ini ia ingin mengeluarkan semuanya.

“Aku rela dalam keadaan sakit datang mendukungmu tampil untuk pertama kali. Saat diluar negeri aku rela kembali menemuimu secepatnya saat kau membutuhkanku. Tapi apa yang aku dapatkan darimu? Tidak ada. Aku bukan dewa kyu, aku juga manusia yang butuh perhatian, dukungan dari cintanya.”

“Aku tidak sekuat yang kau lihat, lagipula dalam cinta selalu ada saat memberi dan menerima. Bukan hanya menerima saja seperti yang kau lakukan. Aku bukan meminta pamrih atas cintaku, karna aku mencintaimu seluruh hidupku. Tapi, setidaknya… mengertilah Kyu.”

“Mengertilah kalau aku juga ingin kau beri perhatian, aku juga ingin kau mendukung apapun yang kulakukan. Bukan seperti ini, saat aku merajuk kau lebih merajuk dariku, saat aku menghindar kau malah menghilang tanpa kata. Apa ini yang dinamakan Childish? Katakan padaku, Kyuhyun!”

“……”

“Sekarang semuanya terserah padamu, aku sudah memikirkannya. Aku tidak akan menghalagi apapun keputusanmu. Walau berpisah jalan terbaiknya aku sudah menerimanya. Mianhae, jeongmal mianhae.”

“Choi Siwon!!!” Eunhyuk dan Donghae langsung keluar dari tempat persembunyian mereka dan menatap Siwon nanar.

Namun Siwon hanya membalasnya dengan wajah memelas dan mata yang dipenuhi cinta, kesedihan, kekecewaan dan kehilangan.

Mereka tidak ingin kata itu terucap dari keduanya karena niat mereka mempertemukan keduanya agar masalah mereka tidak berlarut dan selesai lalu kembali seperti sediakala. Tapi melihat wajah Siwon saat ini tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Detik selanjutnya mereka tahu Kyuhyun sudah berjalan perlahan mendekati ranjang Siwon dengan wajah datar namun terlihat jelas kekecewaan dan kesedihan disana. Keinginan Siwon untuk memeluknya erat datang lagi, tapi dia ingin egois kali ini agar Kyuhyun menyadari kesalahannya.

Tapi tidak ada yang menyangka bahwa Kyuhyun akan duduk bersimpuh dilantai hingga wajahnya berada dekat dengan tangan Siwon yang diletakkan ditepi ranjang.

“Aku terima semua keputusanmu ini, hyung. Aku rela menunggu sampai berapa lamapun itu agar kau mengerti keberadaan perasaanku untukmu.” Ucap Kyuhyun menatap mata Siwon dalam.

“Aku tidak akan menyangkal semua perkataanmu padaku karna semuanya benar kalau aku tidak peka, tidak peduli dan egois. Aku memang terlihat seperti tidak pernah menghargai semua usahamu untukku, tapi percayalah hyung, aku sungguh mencintaimu dengan seluruh hatiku, karna hidupku sempurna bersamamu.”

“Jangan pernah mengulangi kata berharga itu karna kau lebih dari segalanya untukku walau aku tidak pernah mengatakannya. Kamu satu-satunya. Percayalah, hyung~”

Siwon sudah tidak bisa menahannnya lagi hingga dia berpaling melihat kearah lain menghindari tatapan Kyuhyun yang menyakitkan hatinya. Airmatanya sudah mengalir kembali membasahi kedua pipinya namun tidak ada niat untuk menghapusnya lagi.

Kyuhyun langsung menundukkan wajahnya saat Siwon berpaling darinya dan menangis tertahan sambil menggigit bibir bawahnya. Keduanya sama-sama tersakiti tapi tidak ada yang bisa mengobatinya saat ini, saat perasaan mereka sama-sama terluka.

“Haruskah ini terjadi?” Tanya Eunhyuk tidak bisa diam lagi.

Donghae sudah lama menangis disampingnya sedang dia sendiri sudah cukup lelah menahannya hingga airmatanya juga ikut berjatuhan.

“Haruskah kalian berpisah?” Tanyanya sekali lagi membuat Siwon berpaling dan melihatnya.

Tatapan memelas dengan penuh kesedihan itu membuat Eunhyuk dan Donghae mengerti apa yang diinginkan dongsaeng mereka itu. Hingga Donghae secepatnya menghapus airmatanya dan masuk kedalam mendekati mereka berdua.

Tanpa kata-kata namja penyuka ikan itu mengajak Kyuhyun berdiri hingga namja cantik itu langsung melihatnya dan beralih pada Siwon yang masih memalingkan wajahnya.

“Kyu…” Panggil Donghae pelan membuat Kyuhyun melihatnya lagi. Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai pengganti kata yang ingin diucapkannya.

Kyuhyun pun langsung mengambil tangan Siwon yang ada didepannya dan meletakkan tangan yang kaku itu dipipinya sendiri seolah Siwon yang menangkup pipinya seperti biasa dilakukan kekasihnya itu.

“Mi-mianhae, Siwonnie..jeongmal mianhae.” Ucap Kyuhyun memelas namun tidak ada respon dari Siwon.

Dan dengan berat hati Kyuhyun melepas tangan itu dan meletakkannya ke tempat semula lalu beranjak darisana bersama Donghae yang memeluk disampingnya dengan erat. Sambil melangkah keluar darisana Kyuhyun masih saja menoleh kebelakang berharap Siwon akan memanggilnya.

“Hyung~” Gumamnya sedih.

Namun sampai kakinya sampai dipintu kamar Siwon, namja tampan yang sudah bukan lagi kekasihnya itu tidak pernah berpaling melihatnya apalagi memanggilnya kembali kedalam pelukannya.

Dengan hati hancur Kyuhyun terus berjalan mengikuti langkah Donghae yang seperti menyeretnya pergi darisana. Sementara itu Siwon pun kembali kedalam selimutnya dan menangis tanpa suara membayangkan wajah kekasih cantiknya bersedih dan mengulang semua kata-katanya.

“My baby~”

**

Setelah malam itu, hari pun berlalu dengan keadaan yang tidak pernah berubah antara Siwon dan Kyuhyun. Walau Siwon sudah kembali beraktifitas lagi dan kembali menjadi namja tampan visual yang alay. Tapi tidak bagi Kyuhyun.

Sejak pulang dari apartement Siwon ia terus menangis dikursi belakang mobil Donghae sampai matanya bengkak saat mereka tiba di Dorm. Sejak hari itu, Kyuhyun lebih banyak diam dan bermain game saja walau semua pekerjaan diterimanya.

Tapi semua tahu bahwa hati magnae mereka tidak ada lagi disana karena dia bukan magnae yang jahil dan riang seperti biasanya. Walau ia tetap seperti itu didepan semua kamera yang mengarah padanya, tapi semuanya akan berubah saat lampu kamera itu dimatikan dan semua kembali ke dorm mereka.

Dan hal itu sebenarnya tidak berbeda dengan yang terjadi pada Siwon yang juga berpura baik-baik saja didepan semua orang padahal hatinya sedang menderita. Mereka sama-sama menipu diri sendiri yang sama-sama masih saling mencintai.

Jadi biarkanlah waktu yang menjawabnya dan waktu juga yang bisa menyembuhkan hati yang terluka.

Tapi yang terjadi malah sebaliknya.

Kyuhyun yang benar-benar merasa dirinya terlalu egois dan sudah berkali-kali menyakiti Siwon yang paling dicintainya itu membuatnya semakin menderita dengan sikap dan keputusan Siwon yang sepihak.

Setiap hari Kyuhyun berharap Siwon akan datang kembali dan mengambilnya lagi sebagai kekasihnya seperti semula. Namun tidak sekali pun Siwon menampakkan wujudnya di dorm mereka tercinta.

“Ayo makan malam dulu, Kyu~” Panggil Donghae disuatu malam.

“Aku tidak lapar, hyung.” Jawab Kyuhyun tanpa melihat hyungnya.

“Hari ini sudah tiga kali kau tidak makan, jangan begini.”

“Aku tidak lapar.”

“Kemarin kau makan dua kali, kemarinnya lagi tiga kali, lalu hari ini setidaknya ada satu kali.”

“Aku tidak lapar, jangan menggangguku, hyung!!” Ucap Kyuhyun melihat hyungnya dengan tatapan tajam.

“Jangan menyiksa tubuhmu, apa yang kau lakukan disini setiap hari??” Tanya Donghae sudah tidak sabar.

“…..” Tidak ada jawaban.

“Kau menunggunya?? Apa kau menunggu Siwon??” Tanya Donghae sengaja walau sudah tahu dari awal maksud Kyuhyun duduk dipinggiran tembok didepan Dorm.

Hal itu sudah berlangsung berhari-hari yang lalu sampai tidak ada yang bisa mencegahnya bahkan leader mereka sekalipun. Kyuhyun akan menunggu kedatangan Siwon disana disaat jadwalnya kosong sampai waktu tidurnya tiba.

“Sudahlah Kyu!! Berhentilah!! Dia tidak akan datang!!” Donghae berucap setengah berteriak.

“H-hyung…”

“Dia tidak akan datang, untuk apa?”

“A-akuhh…aku ingin kembali, hyung…” Ucap Kyuhyun berupa bisikan sambil menundukkan wajahnya.

Seketika Donghae menghempaskan tubuhnya dan memeluk Kyuhyun seerat mungkin untuk menguatkan namja cantik magnaenya itu. Entah itu bisa berguna atau tidak, tapi Donghae tidak tahan melihat wajah polos magnaenya sakit seperti itu.

Tanpa banyak bicara lagi Donghae segera membawa Kyuhyun ke dalam masih memeluknya dengan erat hingga Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikutinya.

**

Hal itu terus berlanjut sampai hari berikutnya dengan Kyuhyun yang tidak pernah menyerah. Karena ia sudah berjanji akan menunggu Siwon kembali dan menyadari cinta Kyuhyun untuknya sama besarnya dengan cintanya.

Hanya saja Kyuhyun tidak pernah bisa mengungkapkannya dengan benar, baik dengan perbuatan maupun perkataan. Kyuhyun sadar semua yang terjadi adalah kesalahannya, apalagi setelah tahu kepulangan Siwon diam-diam ke Korea hanya sebentar adalah kejutan untuk mendukungnya.

Bahkan namja tampan kekasihnya itu sampai mengucapkan selamat untuknya dimedia social yang selalu ditekuni Siwon. Tapi yang Kyuhyun lakukan malah pamer pada Elf bahwa Changminlah yang terbaik yang sudah datang menemuinya disana.

Kyuhyun bisa merasakan bagaimana sakitnya Siwon saat melihat semua itu, apalagi Changmin adalah saingan terberatnya karena namja tinggi itu adalah sahabat Kyuhyun sendiri.

“Mianhae, Siwonnie~” Gumamnya sambil menatap langit malam yang tidak berbintang.

Itu adalah malam yang kesekian kalinya ia duduk diluar teras Dorm menunggu kedatangan Siwon, walau mereka bisa bertemu diberbagai acara tapi tidak membuatnya puas karena diacara itu bukanlah mereka yang sebenarnya, tapi tipuan kamera.

Bahkan setelah merayakan ulangtahunnya bersama Kyuline Kyuhyun tetap tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dan kerinduannya pada Siwon. Kyuhyun sadar Ulang tahunnya berbeda kali ini karna mereka tidak baik-baik saja, jika tidak ia pasti akan dimandikan dengan berbagai hadiah menakjubkan dari kekasih tampannya itu.

Walau Siwon mengirimkan pesan suaranya lewat media untuk mengucapkan ulang tahun untuknya, itu semua bukan hal special karna Kyuhyun ingin Siwon mengucapkan do’a untuknya didepan matanya sendiri.

“Dia tidak akan datang jika kau hanya menunggu disini.” Ucap Hyukjae tiba-tiba memecahkan lamunannya.

“Aku akan tetap menunggu.” Jawab Kyuhyun keras kepala.

“Apa kau lupa dia sudah menyerah??” Pertanyaan itu membuat Kyuhyun langsung berpaling menatapnya tepat kejantungnya.

“Jangan melihatku seperti itu. Bukankah itu yang dikatakannya saat itu?”

“Aku sudah lelah, baby. Terserah apa yang ingin kau lakukan sekarang”

“Tidak!!! Aku tidak mau!!!”

“Hheyyyy…Kyuu~~ kau mau kemana??”

Eunhyuk tidak menyangka Kyuhyun akan pergi begitu saja setelah mendengar kata-katanya itu apalagi cuaca malam itu begitu dingin dan Kyuhyun hanya memakai cardigan lusuhnya. Dan panggilannya tadi hanya angin lalu saja bagi magnae keras kepalanya itu.

“Magnae bodoh!!”

“Apa maksudmu??” Tanya Donghae tiba-tiba sudah dibelakangnya.

“Ahh, Hae-ah, si Kyu pergi entah kemana.”

“Mwoooo??? Dan kau biarkan??”

“A-aku tidak tahu dia akan langsung pergi, aku hanya bilang…”

“Kau bilang apa??” Donghae menatapnya tajam.

“Si-siwon tidak akan datang, ka-karna dia sudah menyerah.”

“APAAA?!??! Hyukkie Pabbo!!!”

“Mi-mianhae.”

“Cepat cari dia sekarang, apa kau tidak tahu dia tidak makan berhari-hari, dia tidak punya tenaga, hanya mau minum vitamin untuk kerjaannya, Hyukkie pabbo!! Ayo kejar diaaaaa!!”

Tanpa membantah lagi Eunhyuk langsung berlari mengambil mobilnya digarasi dan membanya kesana agar Donghae bisa ikut bersamanya. Walau ia sempat kehilangan kata-kata mendengar ocehan namjachingunya yang sekali tarikan nafas itu.

Setelah itu mereka berdua pun segera menyusul kepergian Kyuhyun yang mereka tahu akan ke apartement Siwon karena tadi Eunhyuk mengatakan Siwon tidak akan datang.

Dan perkiraan mereka pun sepenuhnya tepat karna saat ini Kyuhyun terlihat sedang berjalan sendirian sambil memeluk tubuhnya sendiri yang terasa kedinginan. Namja cantik itu berjalan kaki menuju apartement Siwon karena baru menyadari bahwa dia tidak membawa apa-apa selain dirinya sendiri.

“Kenapa cuacanya dingin sekali??” Tanya Kyuhyun entah pada siapa. ‘Tentu saja karna bajumu sangat tipis, pabbo? Dan ini malam hari, bukan siang” Innernya menjawab dengan jelas.

“Lalu kenapa tubuhku terasa sangat lemah dan tidak punya tenaga?” ‘Apa kau rajin makan beberapa hari ini?’ Tanpa sadar Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku hanya bermain game dan makan saat Donghae hyung memaksaku.”

‘Bagus! Aku pastikan kau akan segera tamat’ “Andwaee!!!” Teriak Kyuhyun tiba-tiba sambil menggelengkan kepalanya.

Tanpa sadar kakinya sudah jauh berjalan hingga tiba didepan pagar apartement mewah yang ada direal estate kota Seoul itu. Apartement Siwon mantan kekasihnya sudah didepan matanya hingga tanpa sadar Kyuhyun menyunggingkan senyuman manisnya.

Namun berbeda dengan kepalanya yang semakin terasa berat dan berkunang-kunang dan membuatnya harus bersandar ditembok pagar untuk menopang tubuhnya. Tapi keyakinannya untuk bertemu dengan Siwon membuatnya berdiri tegak dan kembali berjalan.

“Aku harus bertemu~” Gumam Kyuhyun sambil menahan sesak didadanya. “Siwonnie~”

Kyuhyun terus berjalan menuju Lift apartement itu sampai tiba didepan pintu Apartement kekasihnya yang sudah lama tidak dikunjunginya lagi selama ini. Dengan cepat namja cantik itu mengetuk pintu kaca itu dengan keras.

Setelah beberapa kali mengetuk dan tidak ada tanggapan dari dalam membuat nafas Kyuhyun semakin berat karena kelelahan dan tenaganya yang tidak fit terkuras habis dan seketika tubuhnya merosot ke lantai tepat saat pintu itu terbuka perlahan.

“Kyuhyun!!!” Siwon terkejut tidak percaya melihat siapa yang ada didepan pintu apartementnya itu.

Namja tampan itu langsung membawa Kyuhyun kekamarnya dan membaringkannya ditempat tidur lalu ia segera berlari keluar mengambil kain basah untuk membasuh wajah dan dahi Kyuhyun yang penuh dengan keringat.

Setelahnya Siwon langsung bernafas lega menyadari Kyuhyun hanya pingsan dan segera menghubungi Dokter pribadinya dan dua hyung yang paling dekat dengan mantan kekasihnya itu.

Beberapa menit kemudian…

“Apa yang kau lakukan? Jangan menyiksa dirimu, Kyu.” Ucap Siwon pada Kyuhyun yang sudah terbaring dengan nyaman dibawah selimut ditempat tidurnya.

Namja tampan itu duduk bersimpuh dilantai sambil menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat dan mengamati wajah cantik pucat yang terlihat tenang itu.

“A-apa yang kulakukan, h-hyung? Apa yang kulakukan?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba membuka matanya.

“Sama seperti yang kau lakukan, tapi bedanya kau tidak datang padahal aku menunggu, aku menunggumu, hyung. Apa benar kau sudah melupakannya? Apa kau tidak mengerti besarnya cintaku untukmu, apa kau tidak peduli, jawab aku hyung??”

“Aku tidak bisa seperti ini? Aku tidak bisa tanpamu, aku tidak bisa tanpa cintamu, please hyung jangan buang aku, jangan tinggalkan aku lagi, aku akan berubah, aku akan membayar semuanya, kumohon jangan tinggalkan aku.” Tanpa sadar Kyuhyun sudah turun dari tempat tidurnya dan ikut duduk bersimpuh didepan Siwon tanpa bisa namja tampan itu berbuat apa-apa.

“Mianhae Hyung, Jeongmal mianhae~” Ucap Kyuhyun sambil menundukkan wajahnya yang penuh penyesalan. “Kau tahu aku tidak bisa sepertimu yang terang-terangan mengatakan hubungan kita. Kau juga tahu aku tidak ada apa-apa dengan Chwang. Kau tahu semuanya, kau yang paling tahu tentangku hyung~”

“Aku harus bagaimana agar kau percaya, hanya kau satu-satunya didunia ini. Aku harus bagaimana agar bisa mengobati luka hatimu dan menerimaku kembali, aku harus apa, hyung~ katakan padaku~” Kyuhyun memegang kepalanya sendiri menahan denyutan yang semakin menyiksanya.

Walau sudah tidak tahan Kyuhyun harus mengatakan isi hatinya pada Siwon agar masalah mereka selesai dan ia bisa kembali dalam pelukan terhangat kekasihnya itu.

“Kyu…” Siwon melihat namja cantik magnaenya penuh sayang dan membantunya untuk kembali keranjang tanpa bantahan dari Kyuhyun. “Istirahatlah.” Ucapnya kemudian menyelimuti Kyuhyun dengan baik.

“Jangan pergi.” Cegat Kyuhyun langsung menarik tangan Siwon.

“Aku akan memanggil Dokter.”

“Aku tidak mau dokter!!”

“Kau harus diperiksa.

“Tidak!!”

“Tenanglah, dia tidak akan menyuntikmu.” Ucap Siwon terakhir dan Kyuhyun langsung mengerucutkan bibirnya imut melepas tangan Siwon.

“Sebentar.”

Siwon langsung keluar darisana sambil menahan nafasnya lalu menghembuskannya secara cepat saat ia sudah ada diluar kamarnya.

“Tetap saja egois” Gumamnya.

Saat itu pula pintu apartementnya terbuka menampakkan dua hyungnya yang berwajah khawatir dan Dokter pribadi Siwon dengan wajah tenangnya dibelakang mereka.

“Siwon!! Bagaimana Kyunnie??”

“Kenapa dia sampai seperti itu, hyung? Kenapa dia keluar malam?? Kenapa dia sekurus itu? Apa kalian tidak menjaganya? Apa dia tidak makan? Apa kalian tidak…”

“Siwon!!!” Donghae berseru memanggil Siwon untuk menyadarkan dongsaengnya dari kekhawatirannya itu.

“Tenanglah Siwon, dimana Kyuhyun?” Ucap Dokter itu yang sedari tadi dilupakan.

“Ahh, mianhae. Dia ada dikamar, silahkan masuk.” Jawab Siwon langsung berbalik ke kamarnya dan dokter itu mengikutinya.

Sampai didalam Siwon berdiri tepat dikaki ranjang atau kaki Kyuhyun yang ternyata sudah tertidur itu, ia mengamati apa yang dokter itu lakukan sampai semuanya selesai dan Dokter itu mengajaknya keluar darisana.

“Dia hanya kelelahan, kehilangan cairan dan tenaganya berkurang. Sepertinya pola makannya tidak teratur. Apa ada yang dipikirkannya??” Ucap dokter itu melihat Siwon penuh selidik.

“Iya dok.” Jawab Donghae yang mendengar mereka.

“Sebaiknya biarkan dia istirahat dan selesaikan apapun masalah yang ada saat ini.” Dokter itu berucap sambil melihat Siwon lalu segera permisi dari sana diantar Eunhyuk sampai ke loby.

“Kau dengar Siwon? Dia memikirkanmu dan setiap malam menunggumu didepan dorm. Tapi kau tidak pernah datang.”

“Hyung~ Aku…”

“Apa kau masih…”

“Sangat Hyung, tidak pernah berubah.”

“Lalu??”

“Aku takut…”

“Terluka lagi? Kecewa lagi?” Siwon hanya bisa menundukkan wajahnya mendengar pertanyaan hyungnya yang seratus persen sangatlah benar.

“Hyung~”

“Kau sangat mengenalnya dari awal Siwon, dia tidak pernah membalas semua perhatianmu di media social karna dia bukan orang yang seperti itu.” “Dia juga selalu menjauhimu saat didepan kamera kecuali kau yang mendekatinya, itu hanya karena dia tidak ingin terlihat sangat menyukai apapun yang kau lakukan.”

“Kau lihat sikapnya saat bersamaku, saat bersama Hyukkie, Wookie, Teuki, dan hyungnya yang lain? Itu semua sangat berbeda saat bersamamu. Itu saja sudah membuktikan bahwa kau special diantara kami semua.”

“Tidak bisakah kau lihat itu?”

“Aku tahu hyung.”

“Lalu apa yang kau tunggu? Jangan buat dia lebih sakit dari ini, Siwon~ aku tidak tahan melihatnya. Aku yakin selama ini kau juga menyakiti dirimu sendiri.”

“….”

“Pergilah, selesaikan masalahmu, aku ingin magnaeku kembali tersenyum, jika tidak aku akan membunuhmu.” Ancam Donghae dengan wajah serius kemudian menepuk pelan kepala Siwon yang menunduk kemudian segera pergi darisana.

Siwon yang kehilangan kata-kata hanya bisa melihat kepergian hyungnya dengan takjub. Ia tahu Hyukjae hyungnya sudah menunggu Donghae diluar sejak kembali mengantar Dokternya ke bawah.

Sepuluh menit berlalu Siwon masih berdiri ditempatnya sambil melihat tangannya yang digenggam Kyuhyun tadi. Namja tampan itu masih bisa merasakan kehangatan tangan putih lentik yang sangat cantik milik mantan kekasihnya itu.

Namun tiba-tiba saja telinganya mendengar satu suara yang membuat lamunanya pecah dan segera kembali kekamarnya dan mendapati Kyuhyun sedang mencoba mengambil air yang ada dimeja nakasnya.

“Kau haus?” Tanya Siwon langsung mengambil gelas itu dan meminumkannya untuk Kyuhyun.

Setelah selesai Kyuhyun kembali berbaring dan menatap mata Siwon dengan mata sayunya membuat Siwon langsung salah tingkah.

“Hyung~” Panggilnya tiba-tiba.

“Ne?”

“Siwonnie hyung~” Panggil Kyuhyun lagi.

“Ne, hyung disini…”

“Siwonnie~”

“Ne, Kyunnie.”

“Saranghae~ jeongmal saranghae~” Ucap Kyuhyun yakin sambil menatap mata Siwon dalam dan setetes air mata mengalir disudutnya.

Detik itu juga Siwon menghambur menangkup pipi Kyuhyun dan mengecup mata cantik boneka itu sambil menjawab kata cinta yang sama membuat Kyuhyun semakin menangis dan mengulang lagi kata cintanya dengan seluruh hatinya.

“Jeongmal saranghae, Siwonnie. A-aku sungguh mencintaimu.” Bisik Kyuhyun dengan mata terpejam meresapi sentuhan yang sudah lama dirindukannya.

“Aku tahu baby, aku tahu. I love you, I really do.”

“Mianhae~”

“Ssssst~”

Siwon mendiamkan Kyuhyun dengan ciuman manisnya yang lembut penuh perasaan, perasaan cinta yang dipendamnya selama ini. Ciuman cinta yang menjadi bukti perasaan Siwon yang tidak pernah berubah untuk kekasihnya itu.

Airmata Kyuhyun tidak bisa ditahannya lagi bibir Siwon menyentuhnya kembali untuk pertama kali setelah sekian lama. Kyuhyun merindukan semuanya dari Siwon hingga membuatnya menangis dalam ciumannya.

“Jangan menangis lagi, mianhae.” Ucap Siwon diantara bibir mereka setelah melepas ciumannya.

“Aku merindukanmu~”

“Aku sangat merindukanmu, lebih darimu.” Jawab Siwon memeluk Kyuhyun dengan eratnya.

“Kenapa kau selalu bilang lebih? Aku juga lebih darimu!!!”

“Tidak!! Aku yang lebih merindukanmu.”

“Aku, baby…”

“Aku hyung!!”

“Aku, Kyunnie”

“Choi Siwon!!”

“Cho Kyuhyun~”

“Aku Hyung!!”

“Sudah-sudah, ayo istirahatlah.” Siwon langsung berbaring disamping Kyuhyun dan memeluk kekasihnya itu kedada-nya.

“Aku!!” Ucap Kyuhyun masih bersikeras.

“Iya, iya, iya…kau lebih segalanya baby.” Ucap Siwon sambil menepuk-nepuk punggung Kyuhyun untuk menenangkannya.

Dan jawabannya itu tentu saja membuat Kyuhyun tersenyum manis sambil memejamkan mata dan langsung menyeruakkan wajahnya kedalam pelukan kekasihnya tercinta.

**

Keesokan paginya pasangan perfect yang sudah baikan itu terlihat masih berada dalam pelukan masing-masing di tempat tidur mereka. Dengan Kyuhyun yang tersembunyi dengan nyamannya dalam dekapan Siwon yang hangat.

Walau begitu Siwon yang biasanya selalu bangun pagi memang sudah membuka matanya dan menelusuri wajah cantik didadanya itu dengan seksama. Walau terlihat pucat Siwon masih bisa melihat rona pipi yang tipis ada disana.

‘How beautiful, dalam tidur saja dia merona, karenaku. Kenapa aku harus meragukannya’ Pikir Siwon dalam hati.

Memikirkan kegalauannya hingga membuat mereka berpisah membuat Siwon menyesali yang sudah dilakukannya pada namja cantik keksaihnya itu hingga tanpa sadar ia kembali memeluk Kyuhyun dengan eratnya.

“Euunggg~” Protes Kyuhyun yang merasa terganggu.

“Bagaimana perasaanmu, baby? Sudah lebih baik?” Tanya Siwon dengan nada khawatir.

Ia tidak bisa menunggu sampai Kyuhyun benar-benar terbangun apalagi setelah dokter menjelaskan kondisi Kyuhyun yang tidak baik itu.

“Baby…” Panggil Siwon semakin khawatir.

“Mmmh!!” Protes Kyuhyun karena tidurnya terganggu.

“Jawab aku…”

“Aku ngantuk, hyuungg~”

“Ahh, ne~ mianhae.” Ucap Siwon menyesal.

“Aku baik-baik saja.” Gumam Kyuhyun langsung menyusup semakin dalam kepelukannya.

Dan Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan baby-nya yang tidak pernah berubah itu walau dirinya sendiri yang mengatakan ingin berubah.

“Maafkan hyung, baby~” Ucapnya tiba-tiba membuat Kyuhyun memeluknya semakin erat.

“Aku juga minta maaf.”

“Seharusnya Hyung mengerti karna hyung sangat tau sifatmu.”

“Mungkin karna keadaan dan kelelahan yang membuatmu lupa semuanya.”

“Mmm, mungkin saja.”

“Dan ketidakpekaanku membuat segalanya lebih runyam. Mianhae~”

“Ssssst…lupakanlah, hyung sudah melupakannya.”

“Mmm~”

“Hubungan kita memang tidak akan semulus yang lainnya, tapi percayalah cintaku tulus untukmu, baby.” Ucap Siwon serius sambil membuat Kyuhyun menatap matanya.

“Aku mungkin memang bukan yang sempurna tapi cintaku lebih dari segalanya, Siwonnie. Kau harus tahu itu.” Jawab Kyuhyun membalas tatapan itu dengan keyakinan yang tidak bisa dibantahkan.

“Ne hyung tahu. Tapi tetap saja jangan terlalu dekat dengan Chwang.” Siwon mengerutkan kedua alisnya begitu serius hingga terlihat sangat lucu membuat Kyuhyun tersenyum jahil namun menuruti kata-katanya.

“Ne…”

“Walau dia bestfriend-mu, tapi aku the best man untukmu.” Siwon kembali memeluk Kyuhyun ke dadanya.

“Aku tahu~”

“Mmm, jaga kesehatanmu, sebentar lagi SS di Shanghai, hyung tidak ingin terjadi apa-apa, Ohh…sekali lagi, selamat ulang tahun, baby.”

“Ne~~” Jawab Kyuhyun sambil memainkan leher baju Siwon dan namja tampan itu menarik dagunya agar mendekat padanya dan bibir mereka pun menyatu dalam ciuman manis nan lembut dan penuh cinta.

Sampai tiba-tiba saja pintu kamar mereka dibuka dengan paksa dari luar.

“Hyung!!” Siwon tidak percaya melihat kedua hyungnya sudah mendarat pagi-pagi diapartementnya bahkan ke dalam kamarnya.

“B-bagaimanahh si-si babyh??” Tanya keduanya bersamaan dengan nafas yang memburu.

Saat itu juga mereka sadar apa yang sudah mereka lakukan tanpa melihat situasi, walau pasangan itu tidak dalam keadaan yang menjanjikan tapi mereka tetap saja tidak boleh mendobrak pintu kamar orang sembarangan.

Kyuhyun terbaring masih tetap dengan posisi yang sama didalam dekapan Siwon dengan wajah tersembunyi disana dan tangannya yang bergerak-gerak perlahan didada Siwon. Mereka yakin pipi magnae cantik mereka sudah memerah sampai ketelinganya hingga dia tidak berpaling dan memberi mereka death glarenya yang mematikan.

“Se-sepertinya kami terlalu khawatir, per-permisi.”

Dengan itu pintu itu pun tertutup kembali dan meninggalkan Siwon yang kehilangan kata-kata sedang Kyuhyun langsung membenamkan wajahnya didada Siwon dengan senyuman manis yang membahagiakan sambil bergumam.

“Pabbo!!”

**

Setelah itu SS6 Shanghai pun dimulai dan mereka berangkat ke negeri bagian China itu untuk menuntaskan konser tunggal mereka disana dengan perasaan bahagia, apalagi untuk duo Eunhae yang sukses membuat pasangan bodoh mereka kembali seperti biasanya yang selalu penuh dengan cinta.

Dan hari itu bisa dilihat dengan jelas pasangan perfect antara Visual di grup itu dan magnae mereka terlihat sangat berbahagia. Siwon tidak pernah jauh dari Kyuhyun dari awal Ment pembukaan sampai Ment terakhir penutupan konser mereka. Kyuhyun sama sekali tidak peduli apa pandangan yang lain terhadapnya kali ini, tapi yang pasti dia ingin bersama Siwon hyungnya.

Entah apa yang mereka bicarakan dengan wajah penuh tawa bahagia itu yang bisa membuat orang lain ikut tertawa melihatnya. Yang pasti kali ini Kyuhyun selalu menampakkan senyum manisnya pada Siwon yang selalu punya waktu dan selalu berusaha membuatnya bahagia.

Kyuhyun ingin menghabiskan waktu kebersamaan mereka dengan selalu berada disampingnya sebelum jadwal padat mereka kembali memisahkan mereka dan menimbulkan kesalahpahaman lagi. Saat ini Kyuhyun ingin menikmati apa yang Siwon berikan untuknya dan berusaha untuk membalasnya sebaik mungkin.

Kerana itu juga Ss6 shanghai bertaburan moment mereka yang membuat semua wks pendukung mereka berteriak kegirangan dan meleleh hatinya. Semoga itu semua akan bertahan sampai seterusnya.

**

Cinta mereka tidak akan semulus jalan setapak dipinggiran sungai Han karena suatu waktu pasti akan ada kerikil tajam yang membuat mereka jatuh lagi dan terluka kembali. Tapi jika tetap percaya pada cinta yang mereka punya semua akan terlewati dengan sangat indahnya, selamanya.

THE END.

Viraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ -_-
Apa iniiiii???

Semoga tidak membosankan ya My Lovelies…
Sampai Jumpa Di ff lainnya…
With Love.

Anggy Damayanti

SparKyu ELF

Fefaah1013

No matter what has happened. No matter what you’ve done. No matter what you will do. I will always love you. I swear it.

aulina374

A fine WordPress.com site

HanGeng Bao Site

All About HanGeng

Minyomeea's Room

Promise To Belive For To Be E.L.F From Super Junior ^^

sakayakamuramayko

Teenage Dreams

nuraya98

ELF selamanya super junior yeongwonhi

Crazy Gang's Family Page

Crazy Gang summary page

tuhsyahddiah

A modern business theme

Metha Sari

Welcome to My Fiction Paradise

kimya_aegyaWonkyu

keep calm and fightig!!!!

alfenianuraga

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

gado gado

it's my life

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,355 other followers