L.O.V.E 2

Haaaaaai…selamat malam~

Ff ini datang lagi…pasti udah pada lupa ya?? Mianhaeee~

Ini salah satu ff kesayangan..jdi pasti dilanjutin..kkk. Semoga bisa jadi favorite kalian juga yaa..

Selamat membaca~

ps. Covernya tidak bisa diupload..nggak tau wpnya lagi stress ya? T_T

**

“Kau akan menikah dengan Cho Kyuhyun.”

“Mwo? Siapa Cho, Cho Kyuhyun siapa? Kenapa aku harus menikah dengannya?” Tanya Siwon dengan kening berkerut.

“Dia anak sahabat umma, anak yang baik, cocok untukmu, umma mau dia jadi menantu umma.”

“Umma!! Apa yang umma pikirkan? Lalu Sooyoung? Dia menantu umma!! Kenapa tiba-tiba begini?” Siwon semakin tidak mengerti pikiran ummanya.

“Kalian belum resmi, tidak apa-apa mengubahnya.”

“Umma aku mencintai Sooyoung, dia kekasihku, kami akan menikah, kenapa umma jadi aneh seperti ini?” Tanya Siwon tidak percaya.

“Umma ingin kau bahagia.” Ucap umma Choi bersikeras.

“Sooyoung kebahagiaanku, kenapa aku harus menikah dengan orang lain.”

“Kau tidak mengerti Siwon.”

“Umma yang tidak mengerti, aku bahkan tidak mengerti umma, apa yang umma pikirkan?”

“Umma tahu yang terbaik, Siwonnie.”

“Sooyoung terbaik untukku.”

“Kyuhyun calon istrimu.”

“Umma!! Oh Tuhan!!! Apa yang umma pikirkan? Calon menantu umma itu Sooyoung dari dulu, appa juga pasti berpikir seperti itu.”

“Sejak dulu umma tidak setuju!!” Ucap umma Choi akhirnya membuat mata Siwon melebar tidak percaya.

“Mwoo? Se-sekian lama??”

“Sejak dulu umma tidak memilihnya, iya, umma tidak membantah, Sooyoung yeoja yang baik, tapi bukan dia yang terbaik untukmu, bukan dia yang umma inginkan jadi menantu dirumah ini, bukan Sooyoung.”

“Ummaa….” Siwon kehilangan kata-katanya.

“Mungkin appa-mu tidak setuju, tapi hanya ada umma disini, mau tidak mau, kau akan menikah dengan Kyuhyun, end of discussion!!”

“Aku tidak mau.” Bantah Siwon.

“Dengan Kyuhyun atau tidak ada pernikahan, selamanya.” Ucap umma Choi.

Wanita cantik itu langsung keluar dari ruang kerjanya meninggalkan Siwon yang mematung ditempat yang sama. Ia bahkan masih merasa semua yang didengarnya tadi hanyalah mimpi. Umma Choi hanya hadir sesaat dalam mimpi buruknya di sore hari.

Tapi siapa yang ia bohongi? Perdebatan mereka baru saja benar adanya. Umma Choi sudah mengambil keputusan sebelah pihak tanpa meminta atau mendengar pendapatnya.

Keputusan yang tidak pernah terpikirkan bahkan dalam mimpi buruknya sekalipun. Dalam dua hari ia akan menikah dengan orang asing yang bahkan belum pernah ditemuinya.

Namanya saja Siwon baru mendengarnya, bagaimana mereka akan hidup bersama selamanya. Apa yang harus ia lakukan?

Detik berikutnya namja tampan itu langsung berlari keluar mengambil kunci mobilnya dan pergi dari rumah.

Dengan wajah kalut Siwon melajukan mobilnya menuju apartemen kekasihnya tercinta. Yeoja cantik itu juga pasti sudah pulang dari kantor dan ia akan mencurahkan pikirannya.

Namun sebelah hatinya langsung melarang keinginan itu, karena ia tidak ingin menyakiti Sooyoung. Siwon tidak tahu apa yang akan dipikirkan kekasihnya soal pernikahan dadakan itu. Disaat Siwon satu-satunya penyemangat hidup Sooyoung, bagaimana ia bisa mengatakan hal itu padanya.

“Aghhh!! Sial!!!” Siwon memukul stir mobilnya dengan kesal.

Dengan kecepatan yang tinggi Siwon melajukan mobilnya menuju villa milik keluarganya yang ada ditepi pantai. Ia ingin memenangkan pikirannya sebentar dan memikirkan keputusan yang harus ia ambil.

Tidak mungkin Siwon bisa memberikan keputusan yang besar itu hanya dalam dua hari. Apa yang dipikirkan ummanya?

“Aku bahkan tidak mengenalmu, Cho!?!” Seru Siwon tiba-tiba.

**

Sementara itu dilain tempat.

“Hatccihh~” Kyuhyun menggerakkan hidungnya dengan cepat.

Tidak ada angin apalagi hujan, namja manis itu bersin tiba-tiba, membuat maid dirumahnya tersentak kaget. Bahkan umma Cho yang baru saja turun dari kamarnya pun menatapnya tidak percaya.

“Waeyo? Kau sakit baby?” Tanya Umma Cho.

“Ani, hidungku gatal.” Jawab Kyuhyun kembali bermain game-nya.

“Hmm, baiklah~ umma mau bicara.”

“Bicara apa?” Tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan perhatiannya.

“Dengar dengan serius.” Jawab umma Cho membuat Kyuhyun langsung mematikan game-nya.

Umma Cho tersenyum manis melihat anak kesayangannya itu lalu segera duduk didepannya. Yeoja imut nan elegan itu memegang tangan Kyuhyun dengan lembut.

“Baby, dengar~ umma ingin bicara serius denganmu.”

“Bicara apa umma? Ini aku dengarkan.”

“Mm, umma hanya ingin kau bahagia, umma ingin ada yang menjagamu jika suatu hari umma tidak ada.”

“Apa maksud umma?” Kyuhyun memicingkan mata tidak terima.

“Umma ingin kau segera menikah.”

“MWO?!” Mata Kyuhyun melebar sempurna. “Me-me-menikah?” Tanyanya terbata.

“Ne, umma sudah menjodohkanmu dengan anak sahabat umma.” Jawab umma Cho dengan senyum menawan.

“Ma-maldo andwae!!”

“Baby…”

“Pa-pa-pacaran saja belum pernah, ba-bagaimana aku bisa menikah??” Tanya Kyuhyun dengan pipi yang merona tiba-tiba.

“Gwenchana, dia pasti bisa menjagamu, kalian pasti bahagia.”

“Maldo andwae!!!” Kyuhyun langsung berdiri tegak. “Aku tidak mengenalnya, dia tidak mengenalku, kenapa dia yang harus menjagaku, bukannya aku?? Aku tidak mau?!!!”

“Baby…”

“Aku tidak mau umma!!!”

“Umma ingin kau bahagia.” Umma Cho ikut berdiri melihatnya.

“Bahagia bukan dengan menikah.”

“Siwon anak yang baik, dia pasti menyayangimu.”

“Mwo?? Si-si-mon?”

“Siwon, baby~ Choi Siwon.”

“Oh my god!!” Kyuhyun memegang kepala dengan kedua tangan. “Di-di-dia namja?” Tanyanya tidak percaya.

“Ne, dia namja yang sangat tampan.”

“Umma sudah gila!!!” Seru Kyuhyun dengan mata melebar.

“Umma masih sehat, anak evil~”

“Lalu, kenapa umma ingin aku menikah?? Dengan namja!!!”

“Karna umma tahu dia pasti akan menjaga dan membahagiakanmu.”

“Dari mana umma tahu?”

“Feeling seorang ibu tidak pernah salah.”

“Mwo??”

“Sudah, jangan bertingkah, sudah umma putuskan, dalam dua hari ini kau akan menikah.”

“Maldo andwae!!!”

“Acaranya di hotel kita.”

“Shireo!!”

“Tidak ada penolakan, semuanya sudah disiapkan.”

“Umma!!!”

“End of discussion.”

Umma Cho langsung melenggang santai meninggalkan putranya yang hanya bisa menganga lebar. Setelah ia menghilang barulah Kyuhyun kembali ke bumi dan mengingat pembicaraan mereka.

“Maldo andwaeeee!!!!!” Teriaknya dengan sekuat tenaga.

Umma Cho yang mendengar dengan jelas dari lantai dua hanya menggelengkan kepalanya. Ia memilih untuk bersantai dibalkon kamarnya saja dan menikmati angin sore yang sejuk.

Pikirannya kembali berputar mengingat pembicaraannya dengan sahabat lamanya di sebuah charity. Choi Jaejeong, sahabatnya sejak senior high school sampai menikah, mereka masih saling berhubungan baik.

Bahkan beberapa charity yang mereka lakukan selalu bersama-sama, agar hubungan baik keduanya selalu terjalin. Dan setiap bertemu, sahabatnya itu selalu bertanya tentang Kyuhyun dan Kyuhyun.

Sampai akhirnya, ia mengatakan ide yang sangat tidak mungkin terjadi, tapi yeoja itu menginginkannya. Umma Cho sendiri tidak masalah jika itu Siwon, karena ia tahu Siwon namja yang baik.

Walau tidak pernah bertemu sejak ia tumbuh dewasa dan kesibukannya, tapi Umma Cho sudah mengenal Siwon dengan baik dari cerita Mrs. Choi.

Dan untuk menjodohkan Kyuhyun dengan Siwon, umma Cho sudah menjawab setuju lebih dulu. Bahkan sebelum ia menanyakan pendapat Kyuhyun sendiri. Begitu pula yang dilakukan umma Choi pada putra tampannya, Choi Siwon.

Terkadang, kita tidak pernah mengerti apa yang orang tua pikirkan. Entah itu baik atau buruk, hanya waktu yang akan menjawab.

H-1 pernikahan pewaris Choi dengan Pewaris Hotel terbesar di Seoul akan diselenggarakan. Hotel yang dimiliki Cho Yeonghwan terlihat sibuk menyiapkan persiapan yang hampir selesai sepenuhnya. Mereka memang menargetkan sebelum hari H semuanya terlihat sempurna.

Dan itulah yang terjadi, saat umma Choi datang untuk melihat hasil kerja mereka. Semuanya tersiapkan dengan baik, walau sempat mengalami penundaan. Umma Choi sudah memikirkan undangan yang hadir hanya dari keluarga sendiri dan relasi dikantor mereka masing-masing.

Wanita terhormat itu tidak mau mengumbar pernikahan yang mendadak itu karena tidak ingin menimbulkan gosip yang tidak penting. Tapi yang terjadi, beberapa media sudah stand by didepan gedung dan didalam ruangan resepsi.

Ditengah observasinya, tiba-tiba hp-nya berbunyi dengan nyaring tanda panggilan masuk. Nama Siwon tertera disana membuat wajah umma Choi berubah sumringah.

“Siwonnie…” Panggilnya.

>Umma jebal~ hentikan.<

“Apanya? Umma tidak sedang berbuat salah.”

 >Apa umma tidak memikirkan perasaan Soohyung? Dia akan sangat terluka.<

“Sooyoungie gadis yang baik, dia akan mengerti.”

>Dia akan terluka umma, setelah appanya pergi, bagaimana aku bisa meninggalkannya?<

“Sudah umma katakan dia akan mengerti, umma sudah kenal Sooyoung.”

>Jika umma tahu dia baik, kenapa umma tega melakukan ini?<

“Kau tidak akan mengerti Siwonnie, Sooyoung memang baik, tapi Kyuhyun yang terbaik untukmu.”

>Apapun yang aku katakan umma tidak akan berubah.<

“Tidak., keputusan umma sudah bulat.”

>Kalau begitu, keputusanku juga sudah bulat.<

“Mwo??”

>Aku tidak akan menikah.<

“Mwo? Andwae!!”

Umma Choi melihat hp-nya dan Siwon sudah tidak ada disana, sambungan itu sudah diputuskan sebelah pihak. Wanita anggun itu pun kembali melanjutkan pengawasannya.

Walau apapun yang terjadi, ia akan memastikan pernikahan itu terjadi besok. Umma Choi akan melakukan segala cara agar Siwon dan Kyuhyun bisa mengucapkan ikrar mereka dibawah wedding arch.

Yeoja anggun itu tersenyum kecil melihat wedding arch yang ada ditengah-tengah gedung. Hall besar itu dipenuhi dengan bunga dan kain satin putih dan juga pita-pita yang menjuntai dari beberapa tempat.

Sungguh tempat yang mengagumkan, walau sebenarnya ia sudah mengubah pernikahan megah itu menjadi private party. Karena mengingat suaminya masih terbaring koma dirumah sakit, umma Choi tidak ingin orang-orang menilai buruk pada mereka.

“Aah, aku tidak sabar melihat calon menantuku.” Gumam umma Choi sendiri. “Dia pasti sangat memesona.”

“Menantuku juga.” Jawab seseorang tiba-tiba.

“Hana!!!” Seru umma Choi melihat sahabatnya.

Dua sahabat karib itu pun saling berpelukan dengan ciuman dipipi kiri dan kanan. Umma Choi sangat senang melihat sahabatnya ada disana. Karena kesibukan, keduanya memang sangat jarang bisa bertemu muka.

“Kenapa kau ada disini?” Tanya Umma Choi.

“Aku sengaja ingin melihat tempat ini, sangat indah~”

“Tentu saja, walau private aku ingin semuanya sempurna.”

“Ta-tapi…bagaimana kalau…” Raut wajah umma Cho berubah cemas.

“Hmm, bukan sengaja.” Ucap umma Choi sangat mengerti sahabatnya itu.. “Ada sesuatu bukan? Apa yang terjadi?”

“Kau sangat mengenalku.” Umma Cho tersenyum kecil. “Kajja, kita ke tempat yang lebih nyaman.”

Cho Hana langsung menarik sahabatnya menuju kantor pribadinya yang ada disana. Pemilik hotel sah itu memang sesekali datang kesana, tapi ruangannya selalu tertata dengan rapi.

Begitu umma Choi masuk kesana, wanita cantik itu mengagumi keindahan ruangannya. Nuansa putih dan abu-abu dari dinding dan interiornya membuat tempat itu terkesan mewah sekaligus nyaman.

“Mewah sekali.”

“Suamiku yang merancangnya.”

“Untukmu?”

“Ne, saat dia masih ada,  aku aktif disini, tapi setelah dia pergi, aku harus berada diperusahaan kami.”

“Aku mengerti.” Umma Choi menepuk tangan sahabatnya dengan lembut.

“Ayo duduk disini, aku ingin curhat.” Umma Cho mengajak umma Choi duduk disalah satu sofa putih yang ada diruangan itu.

“Kenapa? Apa yang kau khawatirkan?”

“Kau tahu, usulanmu sangat tiba-tiba dan itu tidak mudah, kau pasti bisa menebak apa yang terjadi.”

“Tentu saja, Kyuhyun menolak?”

“Nee…”

“Siwon juga, dia menyayangkan tunangannya.”

“Itu kau tahu, lalu kenapa memaksakan kehendak kita? Aku tahu Siwon akan menikah dengan Sooyoung, apa kita tidak berlebihan?”

“Tidak.” Jawab umma Choi cepat. “Aku hanya ingin Kyuhyun jadi menantuku, bukan Sooyoung.”

“Tapi mereka sudah lama tunangan.”

“Aah, itu hanya tunangan Hana, apa kau tahu?” Umma Choi menatap sahabatnya itu dalam. “Aku bahkan akan memisahkan mereka jika mereka sudah menikah.”

“Mwo??” Mata Umma Cho melebar sempurna.

“Aku akan melakukan segala cara, agar Siwon menikah dengan Kyuhyun.”

“Aku juga tidak akan menolak Siwonnie, tapi kenapa kau sangat menentang, ada yang salah dengan Sooyoung?”

“Tidak, tidak ada salah, hanya saja bukan dia yang terbaik untuk Siwon.”

“Bagaimana kau tahu dia bukan yg terbaik? Bagaimana juga kau tahu Kyuhyun yang terbaik? Aku tidak mengerti.”

Umma Choi menatap sahabatnya itu sedikit lebih lama memikirkan pertanyaan itu. Tapi setelah dipikirkan jawabannya tetap saja tidak ada.

“Aahh, molla!! Aku merasa seperti itu, tapi aku tidak bisa menjelaskannya.”

“Mwooo?? Eotteokhae?”

“Aiishh!! Aku tidak akan berubah, besok Kyuhyun akan jadi menantuku, dengan atau tanpa restumu dan restu mereka.”

Umma Cho langsung menjitak pelan wanita cantik didepannya itu. “Paboya!!”

“Aiish!!”

“Mereka sama-sama tidak mau, apa yang akan kau lakukan?”

“Ehehehe~” Tawa Umma Choi dengan menyipitkan matanya.

“Tawamu sangat licik.”

“Aku punya rencana yang sangat briliant.”

“Aku jadi takut.”

“Ohohohoho~” Tawa umma Choi bergema dengan ide gila yang berkeliaran dikepalanya.

**

Sementara ditempat lain.

Dua namja yang umma mereka sama-sama sedang bertemu tiba-tiba merasakan bulu kuduk mereka berdiri. Kyuhyun yang sedang berada dikamar sendirian langsung berlari keluar. Sementara Siwon hanya menggosok leher belakangnya beberapa kali.

“Apa aku sedang dibicarakan?” Tanyanya dengan kening berkerut.

“Ada apa tuan?” Tanya maid yang sedang menemaninya.

“Ahh, ani ahjumma.”

“Apa tuan muda tidak akan pulang?”

“Tidak, aku akan disini sampai umma berubah pikiran.”

“Nyonya besar punya keinginan yang kuat, susah untuk menggoyahkannya.”

“Aku tahu.”

“Sebaiknya turuti saja tuan muda, anda tidak mau beliau bersedih bukan?”

Siwon menatap wajah lembut ahjumma yang menjaga villa-nya itu, perkataan yang benar itu membuat Siwon tidak bisa membantah ucapannya.

**

Malam pun menjelang, Kyuhyun yang baru tiba dirumahnya melihat umma Cho duduk bersadar di sofa. Yeoja cantik yang sangat dicintainya terlihat mengurut kepalanya dengan perlahan. Dengan cepat Kyuhyun berjalan kesana dan duduk disampingnya.

“Umma, gwenchana?” Tanyanya khawatir.

“Ooh, baby? Kau sudah pulang? Mmm, kepala umma sakit, mungkin kelelahan.”

“Tuh kan!! Aku sudah bilang, jangan terlalu sibuk, istirahat yang banyak, umma itu direktur, kenapa sibuk sekali?” Cerocos Kyuhyun sambil memijit lengan umma Cho pelan.

“Mmm, mungkin umma terlalu banyak berpikir.” Umma Cho melihat putranya dengan lembut.

“Umma sangat pucat, ayo aku antar ke kamar.”

Umma Cho hanya menghela nafas berat dan berusaha bangkit dari duduknya namun terduduk kembali. Kyuhyun dengan sigap membantunya berdiri lalu memapah umma kesayangannya itu masuk ke kamar.

“Apa yang umma pikirkan?” Tanya Kyuhyun setelah menyelimuti ummanya dengan baik.

“Kau tidak ingin menikah, umma sangat khawatir, baby.”

“Mwoooo???”

“Umma sudah tua, umma hanya ingin ada seseorang yang umma percaya bisa menjagamu.”

“Jangan bicara seperti itu!!”

“Umma tidak ingin apapun baby, hanya itu satu-satunya keinginan umma.”

“…..”

“Umma tidak ingin yang lain baby.”

Kyuhyun kehilangan kata-katanya melihat wajah memelas umma Cho yang begitu pucat. Penolakannya kemarin membuat umma kesayangannya menjadi seperti itu. Bagaimana jika pernikahan itu tidak akan terjadi?

Apa yang akan terjadi pada ummanya?

Kyuhyun tidak tahu apa yang harus ia katakan sekarang, bahkan sejak kemarin ia sudah lupa tentang pernikahan itu. Bagaimana ia bisa menikah jika memikirkannya saja belum ia lakukan.

“Baby…” Umma Cho mengambil tangan putra kesayangannya. “Umma akan sangat bahagia jika kau menikah dengan Siwon.”

“Benarkah?” Tanya Kyuhyun. “Benarkah umma akan bahagia?”

“Ne!” Angguk umma Cho cepat, “Umma sangat bahagia.” Senyumnya dengan begitu cerah.

Kyuhyun tidak akan pernah bisa menghancurkan senyuman itu dan akhirnya ia pun menganggukkan kepalanya dengan pasrah. Umma Cho langsung duduk tegak dan memeluk putra kesayangannya itu dengan penuh bahagia.

“Umma!!” Seru Kyuhyun tidak percaya.

“Ooh!! Omo, omo, kepalaku, omo!!” Umma Cho kembali berbaring sambil memegang sebelah kepalanya.

Kyuhyun yang begitu khawatir langsung membantu umma cho dan menyelimutinya kembali. Tapi Umma Cho mengambil tangannya dan menggenggamnya dengan lembut. Kehangatan tangan itu membuat Kyuhyun tersenyum tulus dan menganggukkan kepalanya sekali lagi.

Setelahnya, Kyuhyun terus berada disana menemani umma Cho yang tertidur dengan pulas. Setelah meminum obat sakit kepala nyonya besar itu tidur dengan senyum manis terukir diwajahnya.

Sementara Kyuhyun duduk disana bermain game tanpa suara namun dengan pikiran yang dipenuhi tentang pernikahan.

Apa itu pernikahan? Untuk apa ia menikah? Saat ini ia masih kuliah, dan ia harus menikah dengan namja? Apa yang akan terjadi? Apa kata orang-orang nanti? Yang lebih penting, apa kata duniaaaa?

“Aaagghhhh!!!” Erangnya tiba-tiba.

Umma Cho yang begitu nyenyak langsung terusik namun ia kembali tidur saat Kyuhyun menutup mulut dan menahan nafasnya. Namja cantik itu hanya bisa mengeluh kecil dengan kening berkerut dan bibir yang dimajukan.

Setelah menjawab iya, tidak ada lagi yang bisa dilakukan Kyuhyun.

**

Angin berhembus dengan cepat dimalam yang sunyi, mendamaikan hati Siwon yang sedang kacau. Namja tampan itu menghabiskan waktu sendirian dibalkon kamarnya menikmati semilir angin pantai dan suara ombak.

Kedamaian yang begitu diinginkannya.

Tapi sayang, kenyamanan itu harus berakhir saat suara dering hp memecah keheningan disana. Dengan malas Siwon menjawab panggilan itu yang ia tahu dari rumahnya. Namun saat mendengar beberapa kata darisana, namja tampan itu langsung berdiri tegak.

Detik berikutnya Siwon sudah keluar dari vila dan mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju kota Seoul. Namja tampan itu tidak percaya mendengar kabar bahwa ummanya masuk rumah sakit karena jatuh dikamar mandi.

Nyonya besar itu tidak sadarkan diri hingga dilarikan ke rumah sakit. Karena itu Siwon pun segera menuju salah satu rumah sakit terbesar yang ada dipusat kota. Namja tampan itu sangat khawatir memikirkan umma-nya sendirian dirumah.

Walau banyak maid disana, tapi umma Choi pasti menghabiskan waktunya sendirian. Siwon meninggalkannya disaat appa Choi masih terbaring koma dirumah sakit.

“Mianhae umma~” Gumam Siwon sambil menggigit buku jarinya.

Namja tampan itu melajukan mobilnya diatas rata-rata hingga ia tiba disana dalam sekejap. Dengan buru-buru Siwon masuk kedalam dan mengabaikan resepsionis yang ada disana. Karena ia melihat beberapa maid berjalan dengan gelisah didepan salah satu ruang.

Namun belum ia tiba disana, dokter yang memeriksa umma Choi sudah keluar dan menanyakan keluarga pasien. Siwon langsung berlari dengan cepat dan berdiri didepan dokter itu dengan nafas memburu.

“Siwon?” Tanya Dokter Kim.

Namja paruh baya itu merupakan dokter pribadi keluarga Choi yang heran melihat Siwon ada disana. “Apa yang terjadi?” Tanya dokter itu.

Seketika jantung Siwon berdegup dengan cepat. “Apa yang terjadi uncle?” Ia balik bertanya.

“Umma-mu stress berat dan kelelahan, apa yang terjadi? Ada masalah besar? Apa karna tuan Choi?”

“Ak-aku tidak tahu, uncle~ apa dia baik-baik saja?” Tanya Siwon dengan suara tercekat.

“Sekarang sudah, kau harus menunggu beliau sadar, jangan membebani pikirannya, umma-mu sudah cukup tertekan dengan keadaan tuan Choi.”

“Aku tahu uncle, terima kasih.”

“Baiklah, uncle permisi.”

Siwon langsung menganggukkan kepalanya dan berpaling melihat beberapa maidnya ada disana. “Ahjumma, pulanglah.” Ucapnya.

“Tapi anda…”

“Aku baik-baik saja.”

“Kalau ada apa-apa hubungi kami.”

“Ne, tentu saja.”

Dan mereka pun pergi meninggalkannya seorang diri disana, setelah menghela nafas lelah Siwon pun masuk kedalam ruangan umma Choi dirawat.

“Ummaa~” Panggilnya pelan.

Namja tampan itu mendekati ranjang tidur ummaChoi dan duduk disisinya.

“Jangan membuatku takut, aku tidak bisa bertahan jika umma ikut appa.” Ucap Siwon sambil menggenggam tangan ummanya.

“K-kau tidak sayang umma, Siwonnie~” Suara pelan terdengar.

“Mwo?? Umma!!” Siwon sedikit tersentak. “Kenapa umma seperti ini?”

“Umma hanya memikirkanmu, tapi kau tidak peduli.” Umma Choi memasang wajah sedih terbaiknya. “Kau tidak sayang pada umma.”

“Ani, maldo andwae!! Aku sangat menyayangimu umma, jangan bicara seperti itu.”

“Tapi kau lebih peduli Sooyoungie, kau bahkan meninggalkan umma, hiks~” Airmata umma Choi langsung berlinang setelah mengatakan itu.

“Ani, ani, umma, bukan seperti itu, jangan menangis~” Siwon menyapu pelan jejak airmata dipipi ummanya.

“Hiks, hiks…” Isak umma Choi.

“Apa umma stress gara-gara itu?”

“Emhmmm~” Angguk umma Choi. “Umma hanya memikirkan kebahagiaan anak umma, tapi dia lebih memikirkan kekasihnya, bahkan umma ditinggalkan sendirian, hiks.”

“Tidak, umma tidak seperti itu, jebal~ jangan menangis lagi, aku akan kembali, aku akan melakukan apapun untuk umma, tapi jangan seperti ini.”

“Jinjja?”

“Ne, aku tidak pernah ingin melihat umma bersedih karena salahku.”

“Kalau begitu, pulanglah.” Pinta umma Choi.

“Aku akan pulang bersama umma.” Jawab Siwon cepat.

“Menikah dengan Kyuhyun.”

“Aku akan menikah…” Jawab Siwon tertahan dan melihat wajah ummanya yang penuh harap. “D-dengan siapapun.” Ujarnya kemudian.

“Kyuhyun…”

“Dengan Kyuhyun.” Jawab Siwon yakin.

Mata umma Choi langsung melebar melihat putra tampannya yang berubah serius. Karena itu artinya Siwon tidak main-main dengan apa yang sudah diucapkannya.

‘Omo, mudah sekali!!’ Seru umma Choi dalam hati.

“Besok aku akan menikah dengan Kyuhyun, karena itu umma jangan memikirkan apapun lagi, istirahatlah.” Ucap Siwon serius.

“Gomawo Siwonnie, jeongmal gomawo.” Umma Choi langsung memeluk putra kesayangannya itu.

Sementara Siwon hanya bisa menelan sesak didadanya dan membalas pelukan ummanya itu dengan erat. Ia tidak akan pernah bisa menghancurkan senyum cerah wanita yang sangat dicintainya ini.

‘Mianhae Sooyoungie’

Dan hari yang dinantikan itu pun tiba, hari pernikahan dua pewaris yang dikenal diseluruh korea. Pewaris tunggal Choi interprise dan Cho Corp akan mengikat janji mereka dan semakin memperkuat kerajaan bisnis keluarga.

Pusat perekonomian Korea akan berada ditangan mereka jika suatu hari Kyuhyun memutuskan memegang perusahan appa-nya, hotel tempat pernikahan mereka salah satu.

Aula hotel yang megah itu kini bertambah indah dengan hiasan pita dan bunga yang dirangkai sedemikian rupa. Warna putih dan silver mendominasi tempat pernikahan yang mewah itu.

Semua tamu sudah tiba dan duduk ditempat mereka yang menghadap wedding arch didepan ruangan. Umma Choi dan Umma Cho masing-masing berada disisi kiri dan kanan tamu. Karena dua-duanya tidak memiliki appa, umma mereka hanya duduk seorang diri.

Sementara Siwon sendiri sudah berada dibawah wedding arch dengan tuxedo putihnya dan terlihat mengagumkan. Sejak pagi namja tampan itu menganggap yang terjadi saat ini hanyalah mimpi buruk saja.

Ia akan segera terbangun dan melupakan semuanya.

Tapi yang terjadi, ia semakin melihat kenyataan menghampirinya. Apalagi saat music wedding march mengalun diruangan itu dan helaian bunga mawar berjatuhan didepannya.

Tidak jauh diujung jalan yang penuh helaian bunga mawar itu berdiri seorang namja memakai tuxedo putih seperti dirinya.

Saat itulah Siwon sadar, bahwa ia akan segera menikah dengan seseorang yang bahkan belum ia lihat wajahnya. Namja tinggi, badan ramping, dengan rambut coklat brown yang sudah tertata. Wajah putih yang merona dengan bibir peach yang sangat lembut dan juga eye liner tipis dimatanya.

Cho Kyuhyun terlihat sangat memesona.

Siwon sedikit terpana melihat penampilan calon pengantinnya, ia bahkan tidak menyangka ada namja yang begitu memesona. Untuk sesaat Siwon tertarik dalam pesona namja cantik yang baru dilihatnya itu. Seluruh indera Siwon terpanggil untuk menatap Kyuhyun dalam balutan baju pengantinnya.

“Di-dia sangat ca…” Gumaman Siwon terhenti seruan hatinya. ‘Sadarlah Siwon!!!’

Namja tampan itu langsung berpaling melihat kearah lain dan ia bisa melihat wajah bahagia umma Choi. Wanita yang sangat dicintainya itu terlihat begitu mengagumi sosok calon menantunya itu.

Apa yang bisa Siwon lakukan untuk mempertahankan kebahagiaan itu? Tentu saja dengan menuruti permintaan umma-nya yang paling mustahil sekalipun. Setelah menggelengkan kepalanya dengan pelan, Siwon melangkahkan kaki dengan pasti.

Menjemput mempelainya yang begitu cantik dan membawanya ke bawah wedding arch mereka. Karena keduanya tidak memiliki appa, acara itu diubah dengan Siwon yang menjemput pengantinnya.

Semakin dekat langkahnya semakin cepat jantung Siwon berdetak, seolah mengejar apa yang didepannya. Sampai ia tiba didepan Kyuhyun, namja tampan itu menahan nafasnya. Mata bulat Kyuhyun menatapnya dengan polos dan tidak berdosa.

‘Dia benar-benar sangat cantik’ Inner Siwon berkata. ‘Apa yang dia pikirkan?’ Tanyanya kemudian.

Detik berikutnya ia pun mengulurkan tangan perlahan membuat Kyuhyun menundukkan kepala melihatnya. Walau sedikit ragu, tapi Kyuhyun sudah berjanji demi kebahagiaan umma-nya, ia akan melakukan segala cara.

Kemudian, namja cantik itu pun mengangkat tangannya yang bersarung putih itu dan diletakkannya diatas tangan Siwon. Seketika keduanya saling bertatapan tanpa kata-kata, bahkan Kyuhyun merasa dunianya hancur seketika.

Seiring debaran jantungnya yang tidak ingin melambat sejak langkah Siwon mendekatinya. Kyuhyun merasa tertarik dalam pesona namja tampan yang baru ia lihat itu, bahkan ia tidak bisa memalingkan wajahnya dari Siwon.

‘Oh Tuhan~’ Innernya berkata.

Saat alunan wedding march kembali terdengar, Siwon langsung bersiap untuk berjalan kedepan. Dan Kyuhyun mensejajarkan langkahnya dengan namja tampan itu. Keduanya pun berjalan pelan seiring dentingan piano yang terdengar.

Beberapa langkah lagi mereka akan tiba dibawah wedding arch yang akan membawa keduanya memasuki babak baru dalam setiap kehidupan. Kehidupan berumah-tangga.

Kata yang sangat asing ditelinga Kyuhyun tapi ia akan menjalaninya demi ummanya tercinta. Tanpa sadar Kyuhyun berpaling melihat umma-nya yang terlihat cantik dengan hanbok putih yang begitu mewah.

Wajah lembutnya tersenyum penuh kebahagiaan hingga ia sanggup melakukan apa saja demi senyum itu. Termasuk menikah tiba-tiba dengan seorang namja.

Kyuhyun masih teringat wajah shock Donghae saat mendengar berita itu dan semalaman namja tampan hyungnya itu masih menanyakan kebenarannya.

Begitu juga Hyukjae yang mendengarnya dari Siwon, namja gummy smile itu langsung menghubungi namjachingu-nya yang saat itu berada bersama Kyuhyun.

“Jodoh itu sudah ada yang mengaturnya.” Ucapan Donghae hyung-nya membuat Kyuhyun berhenti merengek semalaman.

Kebahagiaan umma mereka membuat dua namja yang tidak saling mengenal itu akan mengikrar janji. Tiba-tiba, suara ahjussi pembaca ikrar pernikahan membuat Kyuhyun kembali ke dunia nyata.

Begitu sadar, Kyuhyun mendengar suara Siwon yang menjawab dengan lantang. “Aku bersedia.”

“Bagaimana denganmu Cho Kyuhyun?”

“Mwo?” Tanya Kyuhyun terkejut.

Donghae langsung tertawa kecil mendengar jawaban Kyuhyun dengan wajah yang begitu menggemaskan. Namja tampan itu mendengar dengan seksama jawaban dongsaeng kecilnya.

“A-aku bersedia.” Jawab Kyuhyun gugup.

“Sekarang Siwon-ssi pasangkan cincin pernikahan dijari Kyuhyun-ssi, begitu juga sebaliknya.” Ucap Ahjussi itu.

Dan maid ahjumma keluarga Choi langsung membawa kotak beledru berwarna putih yang berisi separang cincin silver yang menawan.

Siwon langsung mengambil cincin yang ukurannya sedikit lebih kecil lalu memasangkannya dijari manis kiri Kyuhyun. Dan Kyuhyun pun melakukan hal yang sama dengan degup jantung yang tidak ingin melambat.

“Dan sekarang kau boleh memberinya kecupan pertama sebagai istrimu, semoga kalian selalu bahagia.” Ucap Ahjussi itu pada Siwon.

Jantung Kyuhyun terasa jatuh ketanah mendengar ucapan itu, bahkan ia bisa melihat mata Siwon yang terkejut sama sepertinya. Namun gerakan namja tampan itu selanjutnya membuat Kyuhyun langsung menahan nafas.

Siwon menyusupkan lengan kiri dipinggang Kyuhyun dengan lihainya dan tangannya yang lain menyusup ke leher namja cantik itu. Dan tanpa segan Siwon pun mendekatkan wajahnya unuk mengecup istrinya itu untuk pertama kali.

“Chakkaman!!” Suara Kyuhyun tiba-tiba membuat Siwon berhenti. “Ji-jijinjjaya??” Tanyanya.

“Kau tidak ingin orang bertanya-tanya bukan? Diamlah dan turuti saja.” Suara Siwon meluncur bagai es dimalam yang dingin.

Kyuhyun yang terpana sampai tidak sadar bahwa namja tampan itu sudah menempelkan bibir mereka berdua. Tidak ada gerakan atau apapun, hanya dua bibir yang saling menempel satu sama lain.

Setelah hampir seabad lamanya bagi Kyuhyun, akhirnya Siwon menjauhkan wajahnya. Dan namja tampan itu langsung berpaling melihat para tamu undangan yang bertepuk tangan.

Kemudian, acara pun dilanjutkan dengan memberi penghormatan pada orang tua. Siwon benar-benar menempatkan dirinya sebagai pengantin pria yang berbahagia. Ia menggenggam tangan Kyuhyun dan membawanya kehadapan umma Cho yang duduk dikursi.

Mereka melakukan penghormatan pada umma Cho yang menitikkan airmata bahagianya. Kemudian keduanya berjalan menuju tamu undangan sebelah kanan yang ada umma Choi didepannya. Dan mereka pun melakukan hal yang sama.

“Semoga kalian bahagia.” Ucap umma Choi dengan wajah bahagia.

Setelahnya mereka berdua kembali berdiri dibawah wedding arch dan para tamu berdatangan untuk memberi selamat. Siwon memasang senyum manisnya yang begitu memesona sementara Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana.

Mereka sudah menikah, ia sudah menjadi milik seseorang yang bahkan tidak ia kenal.

“Selamat Siwonnie…” Suara Donghae membuat Kyuhyun langsung melihatnya.

“Hyung~” Panggil Kyuhyun setengah merengek.

“Jaga dia baik-baik ne, dia dongsaengku.” Ucap Donghae lagi dan Siwon menganggukkan kepalanya.

“Tentu saja, Hae-ah.” Jawab Siwon.

“Dan kau…” Donghae menepuk pipi Kyuhyun. “Dengarkan perkataannya, dia suamimu.”

“Hae hyung…”

Donghae langsung memeluk baby yang selalu dijaganya saat umma Cho berpergian. “Semoga bahagia Kyunnie~ walau masih tidak percaya, tapi kau sekarang terlihat mengagumkan.”

“Aku tidak tahu harus bagaimana hyung.” Bisik Kyuhyun dibahunya.

“Tenanglah, jalani saja.”

“Hei sudah-sudah~” Hyukjae menggerutu disamping mereka.

Donghae langsung melepas pelukannya dan tertawa garing pada namjachingu-nya itu.

“Selamat Kyu~ semoga bahagia, tenang saja~ Siwon teman yang baik.”

“Ne-ne hyung.”

“Aku tidak menyangka kalian yang akan menikah, Siwon jaga dia baik-baik, aku tidak tahu dia bisa jadi seperti ini, apa kata orang-orang? Mmm~ Memesona~ ya itu.”

Kyuhyun langsung melayangkan death glarenya pada hyung yang juga selalu menemaninya itu. Sementara Siwon memasang wajah senyumnya yang menawan membuat Kyuhyun semakin penasaran apa yang dipikirkannya.

“Kami makan dulu ya.” Ucap Hyukjae kemudian.

“Ne~” Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

Setelahnya para tamu yang lain masih menyalami Kyuhyun dan Siwon sampai pada teman kuliah Kyuhyun yang paling dekat. Changmin dan Minho datang kesana dengan tanda tanya besar dikepala mereka.

“Se-selamat bahagia, Si-siwon-ssi.” Ucap Changmin dengan gugupnya.

“Terima kasih sudah datang.” Jawab Siwon datar.

“Sahabat apa yang mengundang temannya di pagi pernikahannya?” Tanya Changmin begitu melihat Kyuhyun.

Changmin memberi Kyuhyun death glarenya yang membuat namja cantik itu hanya bisa meringis. Bahkan Minho juga ikut-ikutan protes tidak terima karena tidak tahu apa yang terjadi.

“Semuanya tiba-tiba, mianhae.” Jawab Kyuhyun.

“Tapi kenapa? Kenapa kau sampai menikah dengan…” Changmin terdiam melihat wajah Siwon. “Suamimu sangat tampan Kyu.” Bisiknya kemudian.

“Shut up!!” Bisik Kyuhyun.

“Yang jelas kami butuh penjelasan, kapanpun itu.” Tegas Minho.

“Dia benar!! Kami butuh penjelasan.”

“Aku ceritakan nanti.”

“Baiklah, kami juga cari makan dulu.” Changmin langsung menarik Minho saat Siwon berpaling melihat mereka.

Tanpa sengaja Kyuhyun juga berpaling melihat Siwon yang sekali lagi membuat mereka saling bertatapan.

“Kau hanya mengundang mereka?” Tanya Siwon sinis.

“Me-mereka sahabatku.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Oh, baguslah.”

“Apa maksudmu?”

“Tidak ada.”

Kyuhyun ingin memaksa tapi para tamu sudah mulai mendekati mereka, selanjutnya tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir keduanya. Mereka menyambut semua tamu dengan senyum terbaik yang mereka punya.

Tidak ada yang tahu, bahwa keduanya dengan terpaksa berada ditempat yang indah dan sakral itu. Tapi beberapa tamu mungkin masih menaruh kecurigaan tentang pernikahan dadakan itu.

“Aku yakin, tunangan Siwon-ssi tidak tahu ini.” Ucap salah satu namja.

“Kenapa kau yakin?”

“Dia tidak ada disini.”

“Kau lihat, tidak ada reporter yang menyiarkan, aku dengar Sajangnim melarang mereka meliput.” Ucap salah satu yeoja pegawai dikantor Siwon.

“Nyonya Choi pasti ingin menguasai dunia dengan mengikat mereka berdua.”

“Ssst, jangan sembarangan.”

“Kau tidak kenal pengantinnya yang cantik itu? Dia pewaris Cho Corp yang kedua terkaya di negeri kita.”

Semua yang duduk dimeja itu langsung menatap pasangan pengantin itu dengan mulut terbuka. Sebagian orang memang tidak mengetahui keberadaan Kyuhyun, karena namja cantik itu masih betah ditempatnya. Kuliah.

Sementara Siwon sudah lebih dulu memegang perusahaan appa Choi dan berwara-wiri didunia bisnis. Siwon dikenal para direktur dan pemegang saham yang ada dikorea, semetara Kyuhyun belum mau menerima pengangkatannya sebagai penerus.

“Tapi nyonya Choi sangat pintar memilih menantu, namja itu tidak kalah cantiknya dengan Choi Sooyoung, bahkan lebih.”

“Hanya saja dia namja.”

“Kau benar, tapi siapa yang peduli dengan itu? Jika kau punya segalanya.”

“Eobseo!”

“Ahh, mereka akan berdansa.” Seru salah satu namja.

Dan semua perhatian pun teralihkan pada hall ditengah-tengah ruangan yang memiliki lampu lebih terang dari yang lainnya. Tempat itu memang dikhususkan untuk acara dansa pengantin dan para tamu yang ingin menemani.

Siwon kembali membawa Kyuhyun kesana dengan menggandeng tangannya. Lalu mereka berdiri berhadapan yang membuat degup jantung Kyuhyun terdengar keluar.

“Ap-apa kau serius?” Tanya Kyuhyun kembali gugup.

“Aku tidak pernah bercanda.” Jawab Siwon lalu memeluk pinggangnya.

Tanpa sadar Kyuhyun langsung meletakkan sebelah tangannya didada Siwon. Dan saat musik mengalun, Siwon segera menggerakkan tubuh mereka berdua seiring dengan irama musik itu.

Siwon terus menatap Kyuhyun dengan tatapan bertanya-tanya, membuat Kyuhyun membalas tatapan itu. Dan semua tamu melihatnya berpikir mereka saling menatap dengan penuh cinta.

Namun yang terjadi…

“Apa kau senang menikah dengan namja?” Tanya Siwon datar.

“Mwo??”

“Aku rasa kau akan menikah dengan siapapun yang ditunjuk untukmu.”

“Ja-jangan menilaiku, kau tidak mengenalku tuan Choi.”

“Karna aku tidak mengenalmu, aku bisa mengira yang tidak-tidak.”

“Apa maksudmu?”

“Diluar sana banyak namja yang lain, kenapa kau memilihku?”

“M-mwo?? Ka-kau kira aku suka menikah denganmu?”

“Lalu? Kenapa kau ada disini?”

“Demi umma, aku akan melakukan apapun, termasuk menikahi namja sombong sepertimu.”

“Mwo?”

“Aku capek, tolong berhenti.”

“Musiknya belum habis.”

“Lepaskan aku tuan Choi.” Desis Kyuhyun tajam.

Namun Siwon semakin menguatkan genggaman tangannya dan lingkaran lengannya dipinggang Kyuhyun. Dan terus berdansa tanpa peduli Kyuhyun menggerutu dan mengutuknya.

Saat acara dansa berakhir, mereka harus mengikuti acara selanjutnya dengan memotong kue pengantin. Setelahnya keduanya pun diantar menuju lorong hotel yang sudah dihias dengan begitu indah.

Dijalannya terdapat permadani berlapis helaian mawar sementara diatas langit-langit terdapat bunga menjuntai bersama lampu-lampu kecil sampai dipintu kamar pengantin mereka.

Satu-satunya kamar paling besar milik direktur hotel tersebut sudah diubah menjadi kamar pengantin. Walau kamar itu ada disana, tapi appa dan umma Cho tidak pernah menggunakannya. Karena itu mereka menjadikannya kamar pengantin untuk satu malam ini saja.

Dan sekali lagi Siwon menuntut huswife cantiknya menuju kamar pengantin mereka. Jika Siwon bisa bersikap biasa saja, tapi tidak dengan Kyuhyun yang kini semakin gugup bersama jantungnya yang berdegup kencang.

Begitu sampai disana Kyuhyun harus menahan nafas melihat kamar yang dipenuhi lilin dan bunga mawar itu. Mereka benar-benar membuat semua hal benar adanya, bukan mimpi semata. Padahal Kyuhyun berharap ia akan segera bangun dari mimpi-nya saat berada diruangan pesta tadi.

Tapi sekarang…

“Oh my god!” Gumamnya tanpa sadar.

“Kau bisa tidur diranjang aku akan tidur disofa.” Jawab Siwon.

“Ma-maksudnya??”

“Diantara kita tidak akan terjadi apa-apa, jangan berharap.”

“Mwo? Siapa yang berharap??” Tanya Kyuhyun kesal tiba-tiba.

“Didalam kamar hanya ada kita, aku ingin apa yang terjadi disini hanya kau dan aku yang mengetahuinya.”

“Ap-ap….”

“Lakukan sesukamu, aku mau mandi.” Siwon langsung melenggang ke kamar mandi.

Kyuhyun menghentakkan kakinya dengan emosi yang sudah naik ke kepala. Sikap dingin Siwon membuat kekesalannya muncul seketika. Namja tampan itu sangat pintar menguasai emosinya diluar tadi. Dalam sekejap dia jadi orang yang berbeda.

“Bukan urusanku.” Jawab Kyuhyun.

Namja manis itu langsung menuju lemari mencari pakaian ganti dan menemukan piyama baru seperti ukurannya. “Cih, tentu saja.” Gumamnya.

“Semua sudah disiapkan.” Ucapnya saat melihat pakaian menginap disana tersedia lengkap.

Setelah mengambil piyama putih mengkilat yang ada disana, Kyuhyun langsung menuju pintu kamar mandi. Ia berdiri disana tanpa kata-kata hingga hampir setengah jam kemudian barulah Siwon keluar.

“Lama sekali!” Gerutunya lalu masuk kedalam.

Belum sempat Siwon menjawab Kyuhyun sudah menutup pintu itu tepat didepan muka namja tampan itu. Tanpa mengatakan apa-apa Siwon segera mencari kaos tidur dan celana selututnya. Setelah selesai, namja tampan itu segera menuju balkon sambil membawa buku bacaan yang tersedia disana.

Saat Kyuhyun selesai, ia hanya mendapati ruangan kosong dengan wangi mawar putih diatas ranjangnya. Namja manis itu berjalan perlahan mencari keberadaan suami asingnya. Tanpa bersuara ia melihat namja tampan itu duduk diteras balkon yang menghadap pantai.

‘Seperti lukisan.’ Innernya berkata.

“Tapi mulutnya pedas.”

“Mwo??” Tanya Siwon berpaling melihatnya.

“Mwo? A-aniya!!”

“Tidurlah, kau harus istisahat.”

“Kau tidak ingin bicara?”

“Aku tidak ingin bicara apapun denganmu.”

“Dengar, aku tahu ini tidak seperti yang kau inginkan, tapi setidaknya jelaskan padaku apa yang harus kulakukan.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

Mereka berdua tidak saling kenal, apalagi cinta, tapi harus ada dalam satu ruangan dan satu ikatan. Kyuhyun hanya ingin tahu dimana tempatnya agar ia tidak salah melangkah.

Dan jika mereka memang harus bersandiwara, setidaknya Siwon menjelaskan bagaimana caranya.

“Baiklah, duduk disini.” Siwon menunjuk kursi yang ada didepannya.

Tanpa membantah apapun Kyuhyun langsung duduk disana dengan gugupnya. Siwon menghela nafas lelah dengan pelan lalu memulai rencana mereka.

“Kau tahu, aku menikah denganmu karena tidak ingin umma-ku bersedih, karena dia sangat menginginkanmu menjadi menantunya. Sedangkan aku sudah punya tunangan, jadi pernikahan ini hanya kamuflase belaka.”

“Aku juga menikah denganmu karna ingin ummaku bahagia, aku bahkan tidak mengenalmu.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Kalau begitu kita deal, tunjukkan pada mereka kalau kita baik-baik saja dan bahagia menerima pernikahan ini, tapi disisi lain kita tetaplah orang asing, kau dengan jalanmu, aku dengan jalanku, tidak ada yang berhak ikut campur, apa kau mengerti?”

“Mmm, maksudmu hanya didepan mereka kita sebagai pasangan, diluarnya kita sama seperti sebelum menikah?”

“Ne, apa kau setuju?”

“Mm, baiklah, tidak ada ruginya buatku.” Jawab Kyuhyun dengan santainya.

“Oke deal~” Siwon langsung mengulurkan tangannya membuat Kyuhyun sedikit tersentak.

Namun detik berikutnya ia langsung menyambut uluran tangan itu dan Siwon menggenggamnya. “Tapi, setidaknya kita bisa saling menyebutkan nama.” Ucap Kyuhyun tanpa pikir panjang.

“Ohh, aku Siwon Choi.”

“Aku Cho Kyuhyun.”

“Mm, mari bekerja sama Kyuhyun-ssi.”

“Dengan senang hati.” Jawab Kyuhyun.

Dan jabatan tangan itu pun terlepas dengan perlahan karena tidak ada alasan bagi mereka terus bergandengan. Kyuhyun merasa akan gugup kembali dan segera bangkit dari duduknya.

“Aku kembali ke dalam.” Ucap Kyuhyun kemudian.

“Ne…” Jawab Siwon singkat.

Dan percakapan singkat itupun selesai dengan Kyuhyun kembali ke kamar sementara Siwon menghabiskan waktunya disana. Keheningan kamar itu membuat Kyuhyun memutuskan untuk bermain PSP kesayangannya yang sudah disiapkan umma Cho.

Entah berapa lama, keheningan itu terasa sampai tiba-tiba suara pintu diketuk dengan pelan. Jantung Kyuhyun terasa jatuh kelantai dan ia langsung menyembunyikan PSP-nya.

Dengan cepat ia berlari untuk membuka pintu kamar hotelnya dan terkejut melihat umma-umma mereka berdiri disana. “U-umma…” Ucapnya pelan lalu membungkuk sopan pada umma Choi.

“Semua tamu sudah pulang, kami juga akan pergi.” Ucap Umma Cho.

“Dimana Siwonnie?” Tanya Umma Choi.

“Di-dia disana.” Jawab Kyuhyun gugup.

“Katakan umma akan pulang…”

“Ba-baiklah, si-silahkan masuk.” Kyuhyun membuka pintu kamarnya dengan lebar.

Dan kedua umma itu langsung masuk kesana dengan wajah sumringah. Mereka sengaja ingin melihat bagaimana kamar itu dirancang.

“Siapa Kyu?” Tanya Siwon dengan santainya.

“Mmm, umma…” Jawab Kyuhyun.

Umma Choi langsung berbelok menuju ruangan dimana ranjang pengantin mereka berada. Umma Choi tertawa kecil melihat Siwon duduk tertutup selimut berlapis helaian mawar.

“U-umma?!!” Seru Siwon terkejut.

“Kalian sedang apa?” Tanya Umma Choi.

“Kami masih saling mengenal umma.” Jawab Siwon memasang senyum terbaiknya.

Kyuhyun langsung terpana melihat senyum itu, karena Siwon belum pernah memberinya satu kali pun.

“Umma akan pulang, jaga Kyunnie baik-baik~ dia menantu umma.”

“Tentu saja umma, dia istriku.” Jawab Siwon memutar bola matanya.

“Arraseo-arraseo~” Umma Choi menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, kami pulang.”

“Ne~” Siwon langsung berdiri dan menyusul umma Choi yang menuju sofa.

Disana umma Cho sedang menasehati Kyuhyun agar berbaik sikap dengan suaminya. “Dengarkan apa kata Siwon.”

“Ne umma.” Angguk Kyuhyun.

“Ayo Hana~”

Umma Cho langsung berdiri dan mendekati Siwon lalu memeluknya dengan penuh kasih. “Gomawoyo, Siwonnie~” Ucapnya.

Siwon membalas pelukan itu dengan hangatnya, walau bagaimanapun wanita yang dipeluknya sudah menjdi ummanya. Begitu pula Kyuhyun saat umma Choi memeluknya penuh sayang.

“Chagiya, terima kasih sudah menerima Siwonnie.” Ucap umma Choi lalu mengecup kening Kyuhyun.

“Ne umma~”

“Kajja~”

Dan mereka pun mengantar kedua umma itu keluar dari ruangan dengan Siwon yang melingkarkan lengannya pinggang Kyuhyun. Umma Choi yang melihatnya merasa begitu senang dan malam ini ia yakin akan bermimpi dengan indahnya.

“Hati-hati umma~” Ucap Siwon.

“Nee~” Jawab ummanya serentak.

Begitu pintu tertutup, tangan Siwon pun langsung terlepas dari Kyuhyun membuat namja cantik itu terpaku ditempatnya. Kehangatan lengan Siwon membuat dada Kyuhyun berdegup kencang.

‘Apa yang terjadi padaku?’ Tanya Kyuhyun dalam hati. ‘Paboya!!!’ Gerutunya dan berbalik kembali ke tempat tidur.

Saat itu Siwon sudah kembali membawa bantal dan selimut yang tebal dan diletakkannya diatas sofa yang panjang.

“Ka-kalau mau, kau bisa t-tidur di-disana.” Ucap Kyuhyun.

“Tidak usah, tidurlah disana, selamat malam.”

“Mmm, n-ne, selamat malam.”

Kyuhyun langsung berbalik menuju tempat tidurnya yang begitu memabukkan dengan wangi bunga. Namja cantik itu hanya bisa menghela nafas dan segera masuk dalam selimutnya.

Entah berapa lama Kyuhyun memikirkan yang sudah terjadi padanya, akhirnya ia pun tertidur. Mungkin karena kelelahan dengan acara pernikahan mereka, Kyuhyun bisa tidur dengan nyamannya.

Sementara Siwon memaksakan dirinya membaca buku sambil menimang-nimang hp-nya. Namja tampan itu baru menghidupkan benda itu dan pesan dari Sooyoung menyerbunya.

Tidak ingin membuat tunangannya khawatir, Siwon segera membalas pesan itu dengan kata-kata menenangkan. Setelahnya Siwon pun sengaja membuat dirinya tertidur dan melupakan semua kegelisahannya.

Keesokan harinya.

Matahari pagi menyeruak masuk melalui jendela balkon kamar pengantin mereka. Burung-burung berkicauan menikmati indahnya pagi ditepi pantai.

Namun tidak seindah wajah Kyuhyun yang terlihat begitu polos saat tertidur. Siwon yang melewati tempat tidur mereka berhenti sebentar untuk melihatnya. Namja cantik huswifenya itu terbenam didalam selimut tebal yang dipenuhi helaian bunga mawar putih.

Sepertinya Kyuhyun tidak terganggu dengan semua itu hingga ia bisa tidur dengan nyaman. Bahkan karena gerakan dalam tidurnya, beberapa helai bunga itu ada diatas kepalanya.

“Dasar bocah.” Gumam Siwon.

Namja tampan itu langsung menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Lalu bergegas memakai jas-nya karena ia harus segera pergi ke kantor. Karena pelariannya dari rumah kemarin ia tidak masuk beberapa hari.

Saat Kyuhyun akhirnya terjaga, namja cantik itu kembali disuguhi ruangan yang dingin dan begitu sunyi. Dengan malasnya ia bangun darisana mencari jam dinding namun menemukan hp-nya.

“Jam 8…” Gumamnya dengan mata setengah terpejam.

Namja cantik itu melihat sekeliling ruangan dimana semua lilin sudah dimatikan namun helaian mawar masih berserakan. Kyuhyun turun perlahan dan berjalan menuju sofa, tidak ada tanda keberadaan Siwon disana.

Dengan hati-hati Kyuhyun mncari dikamar mandi juga dibalkon jendela tapi Siwon tidak ada dimanapun. Setelahnya ia kembali ke tempat tidur dan menghempaskan dirinya disana. Tanpa memikirkan apapun namja manis nan menggemaskan itupun tidur kembali dengan nyaman.

**

Hampir satu jam kemudian, barulah Kyuhyun kembali terjaga dan bergegas ke kamar mandi. Namja cantik itu harus mengikuti kuliahnya yang tidak lama lagi akan terlambat.

Dengan buru-buru Kyuhyun bersiap tanpa sempat memikirkan lagi dimana dia dan dimana Siwon sekarang. Namun saat note kecil terlihat dimeja nakas barulah Kyuhyun sadar sepenuhnya.

“Aku ke kantor.”

Tulisan singkat Siwon membuat Kyuhyun sadar bahwa ia benar-benar sudah menikah. Dengan helaan nafas berat namja cantik itu pun membalas note kecil itu dibalik tulisan Siwon.

“Aku kuliah.”

Setelahnya Kyuhyun segera berlari keluar dari kamar dan berlari lari menuju loby hotel. Mobil miliknya memang sudah ditinggalkan disana hingga ia bisa langsung melesat menuju kampusnya.

Changmin dan Minho tidak bisa menahan diri untuk menggoda Kyuhyun sebagai pengantin baru. Tapi namja cantik itu sudah lebih dulu menutup mulut mereka dengan death glarenya yang mengerikan.

“Berani bicara, kalian is dead.” Ucap Kyuhyun tajam.

“Kau galak Kyu, jangan begitu didepan suamimu.” Ucap Changmin.

“Dia tidak mengenalku, aku juga tidak mengenalnya.”

“Lalu, kenapa kalian menikah?”

“Kami dijodohkan, umma Choi memintaku pada umma, ummaku juga sangat tidak bisa menolak sahabat baiknya itu.”

“Tunggu…kenapa kau tidak kenal Siwon? Padahal umma kalian bersahabat.”

“Itu benar.” Jawab Minho juga penasaran.

“Apa kalian kira aku selalu mengikuti ummaku?”

“Mmm, kau tidak mendekati urusan bisnis apapun.”

“Kami menikah begitu saja, tanpa perkenalan atau apapun, yang aku tahu, sekarang aku sudah menikah.” Ucap Kyuhyun dengan mata menerawang.

“Jalani saja Kyu, dia tidak menyeramkan bukan?”

“Tidak, hanya saja~ Siwon-ssi terlihat begitu dingin.”

“Kami tidak bisa bilang apa-apa selain semoga kalian bahagia.”

“Aku tahu, gomawo.”

Setelahnya, tiga namja itu pun menuju kelasnya mengikuti mata kuliah pertama. Dan sampai sore hari menjelang barulah mereka selesai dengan tiga mata kuliah. Kyuhyun menghembuskan nafas lelahnya begitu keluar dari ruangan.

“Aku pulang dulu.” Ucapnya.

“Hati-hati.”

Namja manis itu pun segera menuju halaman parkir dan meninggalkan bangunan kampusnya tercinta. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun melajukan mobilnya menuju kediaman Cho, rumahnya sendiri.

Begitu sampai disana, namja cantik itu langsung menuju kamar tidur dengan wajah lesu. Beberapa maid sedikit terkejut melihatnya namun tidak ada yang bisa bertanya. Karena begitu tiba dikamar Kyuhyun langsung menghempaskan dirinya diranjang.

Tidak perlu menunggu terlalu lama, namja imut nan menggemaskan itu langsung terlelap.

**

Sampai malam menjelang, tidak ada yang membangunkan Kyuhyun dari tidurnya. Bahkan umma Cho yang sudah pulang kerja tidak tahu putranya ada didalam kamar. Saat salah satu maid terkesiap tiba-tiba barulah mereka sadar.

“Tuan muda ada dikamarnya.” Ucapnya.

“Mwo??” Tanya umma Cho dengan mata membesar.

“Kyunnie pulang tadi sore.” Jawab maid paling tua disana.

“Mwo?? Kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa dia pulang kesini?” Tanya umma Cho berurutan.

“Sepertinya tuan muda pulang dari kampus tadi.”

“Ahh, begitukah? Dia sendiri?”

“Nee, dan dia sudah tidur dari tadi.”

“Aigooo~” Umma Cho menggelengkan kepalanya dan segera menuju kamar putranya.

Kyuhyun masih bergelung dalam selimutnya yang hangat membuat Umma Cho menghela nafas. Wanita paruh baya itu mendekati anaknya dan segera membangunkannya.

“Baby~” Panggilnya pelan.

“Mmmm~” Gumam Kyuhyun.

“Kenapa kau ada disini? Bagaimana dengan Siwon? Kalian masih bulan madu bukan?”

Kyuhyun langsung mengerucutkan mulutnya disinggung soal bulan madu, padahal ia sendiri tidak pernah ingin mengingatnya. Dengan malas Kyuhyun membuka mata dan memasang wajah sulking melihat umma-nya.

“Aku tidak mau sendiri!! Siwon-ssi ke kantor.” Jawabnya.

“Hooo~ seharusnya kalian sama-sama cuti.”

“Shireoyo!!!” Tolak Kyuhyun cepat. “Aku ingin segera pulang, tidak nyaman ada dihotel umma~ aku pasti sendirian~” Rajuknya kemudian.

“Aigooo~ kenapa tidak bilang? Umma akan bicara pada mertuamu.”

“Lho? Kenapa umma Choi?”

“Biar dia menyambutmu, setelah menikah kau akan tinggal disana sampai Siwonnie mengajakmu ke rumah kalian.”

“Mwoooo????” Seru Kyuhyun tanpa sadar.

“Paboyaa~” Umma Cho menepuk bahunya karena terkejut.

“Aku tidak mau umma.”

“Itu sudah lumrah, jangan membantah.”

“Ta-tapi…” Suara Kyuhyun terhenti ketukan maid dipintu kamarnya. “Waeyo ahjumma?”

“Ada tuan Choi dibawah.”

“Mwo??” Mata Kyuhyun hampir keluar dari sarangnya.

“Cepat bersiap, dia datang menjemputmu.”

“Andwaee!!!” Teriak Kyuhyun lalu segera melesat ke kamar mandi.

Umma Cho hanya bisa menggelengkan kepala lalu segera turun kebawah melihat menantunya. Nyonya rumah itu menyambut namja tampan itu dengan ramah sampai memeluknya.

“Hari ini ada tiga mata kuliah, mungkin dia kelelahan sampai tidak sadar pulang kesini.”

“Gwenchana umma, aku ingin mengajaknya bertemu appa, tapi jika Kyuhyun lelah biarkan dia istirahat.” Jawab Siwon dengan senyum lembut.

“Aniyo~ dia sudah bangun.” Jawab umma Cho cepat.

Saat itu Kyuhyun terlihat turun dari tangga kamarnya memakai t-shirt putih, sweater panjang hitam sampai lututnya dan jeans hitam. Jeans yang begitu pas memperlihatkan kaki jenjangnya.

“Mianhaeyo, aku pulang kesini.”

“Gwenchana, umma ingin kita bertemu appa, apa kau bisa pergi?”

“Ne, sekarang? Kajja~” Kyuhyun langsung berjalan menuju pintu.

Namun berbalik kembali untuk memeluk ummanya sekilas lalu segera mengikuti Siwon. Namja tampan itu sudah keluar dan masuk ke mobilnya setelah membungkuk sopan pada umma Cho.

**

Dalam perjalanan, tidak ada siapapun yang memulai percakapan hingga terasa begitu sunyi. Kyuhyun sibuk melihat pemandangan malam di kota Seoul, sementara Siwon sibuk dengan pemikirannya sendiri.

“Besok barangmu akan dikirim ke rumahku, apa kau tahu?” Tanya Siwon akhirnya.

“Mm, apa aku harus tinggal disana?”

“Itu sudah peraturannya.”

“Arraseo.” Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Mmm, apa kita harus kembali ke hotel?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Kau tidak suka?”

“Di-disana te-terlalu asing.”

“Kita bisa pulang ke rumahku.”

“Mmm.”

Dan pembicaraan pun berakhir.

Keduanya sama-sama terdiam sampai akhirnya mobil itu berhenti tepat didepan loby rumah sakit. Siwon langsung turun darisana diikuti Kyuhyun dan mereka masuk kedalam rumah sakit itu.

Dimana umma Choi sudah menunggu kedatangan mereka dengan  wajah sumringah. Yeoja anggun itu segera memeluk menantunya dan membawa mereka masuk keruangan Appa Choi.

“Yeobo~ ini menantu kita, Kyuhyunnie.”

Kyuhyun langsung membungkukkan badannya dan menyapa appa mertuanya itu. Umma Choi tersenyum kecil lalu mulai menceritakan pernikahan mereka pada appa Choi. Mau tidak mau pipi Kyuhyun merona mendengarnya secara langsung.

Sampai akhirnya satu suara membuat umma Choi berhenti bicara. Didalam ruangan yang besar itu hanya ada mereka berempat namun hanya umma Choi yang berbicara. Tentu saja suara apapun akan sangat mudah terdengar.

Termasuk suara perut yang kelaparan.

Siwon yang duduk di sofa langsung berpaling melihat Kyuhyun yang berada tidak jauh darinya. “Kau lapar?” Tanyanya.

“N-ne~” Kyuhyun menganggukkan kepala dengan pipi yang memerah sampai ketelinganya.

“Kau belum makan, chagi?” Tanya umma Choi tidak percaya.

“Be-belum, ak-aku baru bangun tidur.” Jawab Kyuhyun.

“Pulang kuliah dia pulang kerumah dan tidur sampai aku datang tadi.” Jelas Siwon.

“Omoo~ ajak dia makan Siwonnie, cepatlah.” Ucap umma Choi.

“Ne~” Angguk Siwon dan keluar darisana.

Umma Choi menyuruh Kyuhyun segera mengikuti putranya cepat-cepat membuat namja manis itu tertawa kecil. Dengan malu-malu Kyuhyun langsung berdiri dan membungkuk sekilas lalu keluar darisana.

Diluar ruangan Kyuhyun mengheka nafas dengan berat dan mencari sosok Siwon, suaminya. Namja tampan itu sudah berada di loby rumah sakit menunggu mobilnya dikeluarkan. Saat Kyuhyun berjalan mendekat, ia langsung keluar dengan kedua tangan disaku celananya.

Siwon melajukan mobilnya menuju sebuah restoran yang tidak jauh dari rumah sakit. Namja tampan itu tidak ingin mendengar lebih lama suara perut Kyuhyun yang benar-benar keroncongan. Karena itu begitu tiba disana ia langsung meminta menu makan malam.

Kyuhyun yang sudah terlanjur malu, tidak mengatakan apapun sampai makanan itu didepannya. Namja manis itu segera menyantap makan malamnya dengan wajah bahagia. Sementara Siwon menyibukkan diri dengan hp-nya yang tidak pernah diam.

Beberapa pesan masuk kesana dan ia tidak atau belum berniat untuk membalasnya. Semua pesan dikirim oleh satu orang yang sama, siapa lagi kalau bukan Sooyoung, tunangannya.

‘Mantan tunangan?’ Tanya Siwon dalam hati.

Walau bagaimanapun sekarang Siwon sudah menikah dan sampai hari ini ia belum mengatakan apa-apa pada yeoja yang sangat dicintainya itu.

Ya, sudah dua hari Siwon tidak menghubungi apalagi membalas panggilan dan pesan dari Sooyoung. Ia juga belum berniat untuk bertemu yeoja cantik itu dan menjelaskan semuanya.

Karena hal itu Siwon melarang semua reporter masuk kedalam dan meliput acara pernikahannya, Ia tidak ingin Sooyoung tahu. Walau lambat laun tunangannya akan tahu, tapi Siwon akan memyiapkan hatinya terlebih dulu.

“Ssi…” Suara panggilan seseorang.

“Siwon-ssi…” Panggil Kyuhyun lagi.

Akhirnya Siwon sadar dari lamunannya dan tahu Kyuhyunlah yang memanggilnya. “Wae-wae geuraeyo?”

“Kau tidak makan?”

“Ahh, makan saja, aku sudah makan.” Tolak Siwon.

“Hmm, arraseo.” Angguk Kyuhyun.

Selanjutnya namja cantik itu tidak peduli walau namja tertampan didunia duduk didepannya. Yang ia tahu, makan malamnya saat ini begitu menggugah selera. Karena itu Kyuhyun pun menikmatinya dengan wajah bahagia.

Melihat hal itu Siwon hanya bisa menganga lebar dan semakin yakin bahwa Kyuhyun lebih mencintai makanan dari siapapun didunia ini.

Setiap suapan yang masuk kemulutnya terdengar gumaman yang mengatakan kelezatan makanan tersebut. Karena gumaman itu pula konsentrasi Siwon teralihkan dari hp-nya ke wajah Kyuhyun.

Sampai akhirnya, tangan Siwon bergerak tanpa sadar menyentuh sudut bibir Kyuhyun. Seketika Kyuhyun berhenti mengunyah dan menatap wajah tampan didepannya itu.

“Makan-mu belepotan.” Ucapnya.

“Hoo~” Jawab Kyuhyun dengan mata mengerjap.

“Oppa?!” Jawab seseorang yang lain.

“Sooyoung?!” Siwon menatap tidak percaya.

“Kau disini? Dengan siapa?”

“Aah, itu…ini…mmm…”

“Aku…istrinya.”

**

Tbc..

Ahahahaha…Babykyu jempool~ langsung jawab ya~

Sampai jumpa di ff yg lain…😆😆

With love.

Advertisements

Love Of Pureblood 8

Chapter 08

**

Hai-hai~ selamat malam~ apa kabar?? Maaf ya, selalu ngerjain kalian, habisnya pada diam2 aja..sibuk ya?

Biasanya kalian selalu jawab klo Vie kasih pilihan, lha kemarin, semuanya cuma lihat aja..ya udah nggak jadi Vie update..kaliannya nggak mau..kkkk~

Ok dah, selamat membaca ne?

** Continue reading

Forgive

My Baby Another Story

Part II

**

Selamat malam~ apa kabar? Udah lama nggak jumpa ya? Mana adaa..baru kemarin kan? Kkkk~ ini udah lama juga gak update..tpi nggak papa kan? Klo lupa baca lagi aja nee~

Vie seneng banget tiap update, tau kenapa? Karna bisa ngobrol sama kalian, tanyain kabar, usil dikit, ngerjain kalian, walau nggak ada yg jawab di koment..tpi Vie tau kalian baca, iya kan, kan? kan?

Ya udah tanpa banyak words~

Selamat membaca~

**

Dan malam terus berlalu dengan sendirinya, menemani jiwa-jiwa yang lelah untuk beristirahat dengan nyaman. Namun tidak dengan namja tampan yang ada diruangan rumah sakit yang putih itu.

Choi Minho masih terjaga demi menemani huswife-nya yang masih terbaring tidak bergerak. Namun tiba-tiba saja sedikit getar terasa disaku-nya dan ia segera mengambil iphone miliknya itu.

Satu pesan singkat masuk kesana dari nomor yang sudah bisa dihafalnya diluar kepala.

“Culcul”

-Bagaimana oppa?-

Pesan singkat dari dongsaeng cantiknya, Choi Sulli membuat Minho menepuk keningnya, seolah ia melupakan suatu hal. Tanpa menunggu lagi ia langsung berdiri dan menghambur menuju pintu dengan cepat.

Kemudian ia pun membuka pintu itu perlahan dan melihat lorong rumah sakit yang sepi. Namun bayangan hitam tidak jauh dari pintu itu menandakan ada seseorang disana. Dengan pelan Minho keluar dan ingin melihat dengan jelas bayangan tersebut.

Dan seperti yang diperkirakan, bayangan itu merupakan orang tua mereka yang masih berpelukan. Minho hanya tertawa kecil dan menghembuskan nafas lega lalu kembali menutup pintu itu.

Saat ia berpaling kearah Taemin, namja tampan itu kembali menyunggingkan senyuman manisnya. Disana huswife manisnya sudah duduk tegak sambil menatapnya dengan wajah penasaran.

“Hi~” Sapa Minho.

“Bagaimana?” Tanya Taemin.

“Gwenchana~” Minho berjalan perlahan mendekati Taemin dan duduk disisinya. “Akhirnyaaa~” Ucapnya senang.

“Hyung…” Panggil Taemin.

Minho mengambil tangan Taemin dan menggenggamnya dengan lembut lalu menatap wajah manis kekasihnya. “Mereka benar-benar sudah berbaikan.” Ucapnya.

“Jinjja?” Tanya Taemin tidak percaya dan dibalas anggukan kepala Minho. “Aaah, akhirnyaaaaaaaaaaa~~” Seru Taemin ikut senang.

Namja manis itu mengangkat kedua tangan keatas dengan bebas seolah menghilangkan kepenatan ditubuhnya. Minho hanya tertawa menggelengkan kepala lalu kembali mengambil tangan itu untuknya.

“Pasti capek bertahan tidak bergerak selama itu, mianhae.”

“Ahh, gwenchana hyung, demi mereka berbaikan aku akan melakukannya, walau harus berpura-pura sekalipun.”

Minho tersenyum senang menatap wajah penuh kejujuran belahan jiwanya itu. Tangan Minho bergerak perlahan menyusup ke sisi kanan leher Taemin dan mendekatkan wajah mereka hingga ia bisa mengecup kening huswifenya itu dengan lembut.

Taemin memejamkan matanya sambil tersenyum dengan dada yang berdebar. Minho memang sangat romantis dan selalu bisa membuatnya dipenuhi dengan kebahagiaan.

Begitu juga dengan keluarganya.

“Sekarang aku percaya, kalian pernah melakukan ini.” Ucap Taemin kemudian.

“Ne, dulu, aku membuat si kembar menangis dan mereka berhasil  berbaikan kembali.”

“Dan kali ini juga berhasil.”

Brak!!! Suara pintu terbuka paksa membuat keduanya tersentak.

“Semua itu pura-pura?” Tanya Kyuhyun.

“M-mommy…” Minho tidak percaya melihatnya.

Kyuhyun dan Siwon berdiri dipintu itu dengan wajah datar mereka. Saat ingin masuk kesana keduanya tidak sengaja mendengar pembicaraan Minho dan Taemin.

Semua yang terjadi hanya pura-pura.

“Jelaskan pada kami.” Ucap Kyuhyun datar.

“Mommy, jebal~ jangan marah dulu, kami hanya ingin kalian berbaikan.” Jelas Minho.

“Dengan cara berbohong??” Tanya Kyuhyun tajam.

“Baby…” Panggil Siwon menenangkan.

“M-mommy, Hyung hanya memberi ide tapi aku yang ingin melakukannya.” Taemin juga ikut menjelaskan. “A-aku tidak ingin kalian bertengkar, kami tidak tega melihat Culli dan Cuo khawatir, ta-tapi tidak sepenuhnya pura-pura mommy, a-aku memang demam tinggi.”

“Tapi dengan cara ini, apa kalian tahu bagaimana khawatirnya mommy?” Tanya Siwon.

“Mianhae~” Minho menundukkan kepalanya. “Kami hanya…”

Ucapan Minho terhenti suara dering hp-nya dan Kyuhyun langsung berpaling hendak keluar darisana. Jantung Minho seketika berdetak kencang melihat raut kekecewaan diwajah mommy-nya.

Namun ia harus segera menerima panggilan itu yang tertera nama Sulli dongsaengnya.

“Ne, princess??”

>Oppa!!! Cuo oppa kejang-kejang!!!<

“MWO???”

>Tadi demamnya tinggi sekali terus kejang-kejang, eottokhae oppaaa???<

“Panggil ahjussi, segera bawa kerumah sakit, oppa akan pulang sekarang.”

>Ne, hati-hati oppa~< Tutup Sulli.

Minho langsung berjalan menuju pintu namun berhenti saat tatapan Kyuhyun seolah membunuhnya. “M-mianhae mommy, Suho memang sudah tidak enak badan.”

“Se-sejak kapan?” Tanya Kyuhyun dengan mata menerawang.

“Suho sedang banyak pikiran dan dia simpan semuanya sendiri, Mino harus pergi.” Jawab Minho kemudian.

Lalu segera melesat keluar setelah ia sempat mengecup pipi mommy-nya dengan cepat. Siwon hanya bisa menggelengkan kepala melihat putra tampannya itu. Namun tiba-tiba tubuh Kyuhyun oleng kesamping membuat Siwon memeluknya dengan sigap.

“Baby/mommy!!” Panggil Siwon dan Taemin bersamaan.

Siwon berpaling melihat menantunya itu dan tersenyum kecil, lalu ia membawa Kyuhyun duduk di sofa dan beristirahat. Huswife cantiknya itu memegang kepalanya dengan dua tangan seolah memikirkan sesuatu.

Tapi yang terjadi, ia merasa pusing dan dunia akan gelap seketika jika Siwon tidak menyambutnya.

“Bagaimana aku bisa begitu egois?!” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Baby…”

“Mereka semua sakit dan memikirkanku, tapi aku…”

“Tapi itu bukan salahmu, baby.”

“Tetap saja!! Aku tidak tahu apa-apa hyung!!” Ucap Kyuhyun sedikit keras.

Wajah shock dan kecewanya membuat Siwon kehilangan kata-kata, apa yang bisa ia katakan agar Kyuhyun merasa lebih baik.

“Bahkan mereka membuat rencana agar si kembar tidak khawatir, sedang aku tidak memikirkan apapun selain diriku sendiri.”

“Mommy~” Panggil Taemin dengan suara pelan.

Namja imut itu tidak tega melihat wajah terluka mommy kesayangannya, ia tidak menyangka rencana mereka akan berubah haluan seperti ini.

Dia memang sempat demam tinggi, karena itu Minho segera membawanya ke rumah sakit. Tapi Suho tidak mengatakan apa-apa jika dia tidak enak badan. Remaja tampan itu terus menemani Sulli dengan pikiran yang berputar sendirian.

“Mianhae mommy, kami tidak bermaksud berbohong seperti ini.” Ucap Taemin akhirnya.

Kyuhyun langsung melihat menantu kesayangannya itu dengan wajah datar. Taemin sedikit tersentak saat tatapan itu menusuknya, namun ia langsung menundukkan kepalanya.

“Mianhae…” Bisik Taemin sekali lagi.

Dan Kyuhyun hanya bisa menghela nafas lelahnya lalu berpaling menatap Siwon. Suami tampannya itu tersenyum begitu manis dan selalu bisa menenangkan pikirannya.

Tanpa kata-kata namja cantik itu pun berdiri dan mendekati tempat tidur Taemin. Namja manis menantunya itu masih menundukkan kepala dengan bahu yang sedikit bergetar.

“Sekarang jujurlah…” Ucap Kyuhyun membuat Taemin langsung melihatnya. “Apa yang Minnie rasakan? Masih sakit? Gwenchana? Katakan…sejujurnya.” Lanjut Kyuhyun dengan wajah khawatir.

Seketika airmata Taemin merebak didalam pelupuknya hingga ia langsung memeluk mommy-nya itu. Namja manis itu langsung menangis sesengukan menyesali perbuatan mereka.

“M-mianhae~ mommy~”

“Sssst, gwenchana, katakan…”

Taemin mencoba menarik nafas dengan tenang kemudian melepaskan pelukannya. Ia menatap wajah cantik mommy-nya terlihat begitu lelah dan kalut.

“Sejak pulang kuliah, Minnie sudah tidak enak badan, pulang dari rumah halmonie barulah demamnya datang dan langsung tinggi. Karna itu kami kesini mom.”

“Lalu kenapa kalian berbohong?”

“Karna Minnie khawatir.” Jawab Minho tiba-tiba. “Melihat Suho dan Sulli yang terus menatap pintu rumah menunggu mommy dan daddy.”

“Mino hyung cerita dulu mereka melakukan trik si kembar menangis agar kalian berbaikan kembali. Minnie yang meminta hyung untuk mengulangnya lagi, bukan maksud kami mempermainkan hati mommy, sungguh kami tidak berniat seperti itu, mianhae.” Taemin kembali menundukkan kepalanya dengan menyesal.

Kyuhyun hanya bisa terpana melihat menantunya kemudian putra tampannya. Tapi seperti mengingat sesuatu, namja cantik itu langsung berdiri dan mendekati Minho.

“Dimana Suho?” Tanyanya.

“Diruang rawat mom.” Jawab Minho.

Kyuhyun langsung keluar dari ruangan itu tanpa mengatakan apa-apa setelah mendengar penjelasan. Bahu Minho langsung terkulai lemah dan ia merosot kelantai sambil menenggelamkan kepala diantara lututnya.

“Mianhae daddy~” Ucapnya setengah berbisik.

Siwon langsung mendekati putranya itu dan berjongkok didepannya. Namja tampan itu membelai kepala Minho penuh sayang dan bahu itu pun terlihat bergetar.

“Ani, jangan menangis.” Ucap Siwon cepat.

“Mino tidak bermaksud seperti itu daddy.” Ucap Minho tanpa melihat daddynya. “Mino hanya ingin kalian berbaikan agar si kembar tidak cemas, tapi yang terjadi…”

“Sssst, daddy tahu.”

“Ap-apa mommy kecewa? Ap-apa mommy marah daddy? Mi-mino tidak bisa ji-jika…”

Siwon langsung mengangkat kepala putranya itu memaksa agar Minho menatapnya. Ia melihat wajah tampan yang sudah dewasa itu seperti kembali kecil dengan airmata dipipinya.

“Aigooo~” Siwon menahan senyumnya.

“Mianhae~ apa yang harus Mino lakukan?”

“Tenanglah, kita lihat Suho dulu, setelah itu kalian bisa minta maaf lagi, gwenchana, mommy pasti tidak marah.”

“Ta-tapi…”

“Yang penting mommy tahu Taemin baik-baik saja, begitu juga Suho, karena itu kalian tenanglah.” Ucap Siwon melihat antara Taemin dan Minho.

Menantu manisnya langsung menganggukkan kepala dan tidak berani melihat wajahnya. Saat itu Siwon gunakan untuk membisikkan sesuatu ditelinga Minho. Dan putra tampan itu langsung berpaling melihat kekasih hatinya yang begitu menyesal.

‘Mino tidak ingin Minnie semakin merasa bersalah, bukan?’

Kata-kata itu membuat Minho langsung menggelengkan kepalanya dan Siwon tersenyum dengan menenangkan.

“Baiklah, daddy lihat Suho dulu, kalian bisa disini sebentar, tenangkan pikiran kalian.”

“Ne.” Angguk Minho dengan patuhnya.

Siwon segera keluar darisana setelah melihat menantunya yang sudah beranjak dari ranjang. Namja manis itu berjalan perlahan mendekati kekasih hatinya itu lalu duduk didepannya.

“Mianhae…” Bisik Taemin.

Minho yang masih menundukkan kepala tersentak kaget merasakan tangan Taemin dilengannya. Namja tampan itu melihat wajah teman kecilnya yang lembab dan tidak bercahaya. Ia tahu kejadian ini membuat mereka semua terluka, terutama mereka berdua.

“Seharusnya aku tidak…”

“Aniya…” Jawab Minho cepat.

“Tapi…mommy marah padamu, hyung~” Namja manis itu menumpu kepalanya dilengan Minho. “Aku tidak bisa…” Ucapnya.

Dan Minho melihat bahu kekasihnya bergetar menahan tangis. Dengan cepat Minho menarik lengannya dan meraup Taemin dalam pelukan hangatnya. “Mianhae~” Bisiknya pelan.

Taemin menggelengkan kepala dan semakin menyusupkan wajah dileher Minho. Semua ini memang kesalahannya, walau Minho yang mengatakan ide itu, tapi Taemin yang ingin melakukannya.

“Eoteokhae hyung?” Tanyanya. “Apa yang harus kita lakukan ji-jika mommy marah?”

“Gwenchana, tenanglah.” Ucap Minho membelai kepala Taemin.

“Aku tidak bisa, hyung~ mommy…”

“My baby my love, Hyung akan menerima semua kemarahan mommy jika itu bisa membuat marmut kita baik-baik saja.” Ucapan Minho membuat tawa kecil terdengar dibibir Taemin membuat Minho ikut tertawa karenanya.

“Kau masih bisa tenang disaat seperti ini?”

“Hyung hanya ingin kau tidak menangis, kita hadapi bersama, nanti setelah Suho baik-baik saja, kita akan minta maaf.”

“Aku tidak ingin kejadian ini membuat mommy tidak menyukaiku hyung.”

“Mommy bukan orang seperti itu, mommy sangat menyayangimu. Dari dulu hyung memang tidak tahan jika mereka marahan, mommy dengan segala keegoisannya sering membuat daddy serba salah, karena itu hyung berusaha bersama daddy, tapi cinta mereka terlalu kuat untuk diragukan.”

“Kau sangat mengerti mereka hyung.” Ucap Taemin melepas pelukannya.

“Mereka hidup hyung, begitu juga denganmu.” Minho membelai pipi Taemin dengan lembut dan pipi itu pun merona dengan indahnya.

“Ck~ cheesy~”

“Daddy mengajarkannya dengan baik.”

“Mwo???”

“Ahahahaha~”

“Kalian masih bisa tertawa?” Tanya seseorang masuk kesana.

Dua namja itu langsung melihat seseorang yang ada dipintu ruangan itu. Minho berdiri dengan cepat dan membantu Taemin berdiri untuk menyapa orang tua mereka.

“Umma…” Ucap Taemin.

“Apa mommy kalian marah?” Tanya Donghae dengan wajah datar.

“Kami akan minta maaf umma.” Jawab Minho dengan jujur.

“Benar, kalian tahu jantung mommy kalian tidak sehat, jika berita seperti itu datang lagi, kita tidak akan tahu apa yang terjadi.”

“Ne umma, karena itu Mino sangat menyesal, Mino tidak memikirkan sejauh itu.”

“Cukup kali ini saja, Minnie juga, jangan ulangi lagi.”

“Ne umma.” Angguk Taemin.

“Lalu kenapa kalian masih disini? Suho sudah masuk ruang inap.”

“Jinjja? Dia tidak apa-apa kan umma?” Tanya Minho dengan wajah kalut.

“Ne, demamnya tinggi sekali sampai kejang-kejang, sekarang dia masih belum sadar.”

“Kau ikut Minnie? Bisa berjalan?”

“Bisa hyung, kepalaku tidak berat lagi.”

“Baiklah, kajja~” Minho melingkarkan lengannya dipinggang Taemin.

Donghae langsung membantu dengan menarik tiang infusnya lalu mereka bertiga segera keluar darisana. Mereka berjalan perlahan menuju kamar rawat Suho yang berada tidak jauh dari kamar Taemin.

“Halmonie…” Panggil Minho dengan pelan.

Umma Choi yang ada didepan ruangan langsung berpaling melihat cucu kesayangannya. Wanita anggun penuh wibawa itu segera berjalan mendekati Minho dan Taemin membuat mereka tidak nyaman. Ketakutan terlihat jelas diwajah mereka yang begitu lelah.

“Gwenchana?” Tanya umma Choi.

“N-ne??” Tanya Taemin.

“Minnie baik-baik saja? Demamnya sudah turun?” Tanya umma Choi lagi sambil memegang dahinya.

“Ah, su-sudah halmonie.” Angguk Taemin pelan.

“Syukurlah, masuk sana, mungkin Suho sudah bangun.”

“Halmonie~” Panggil Minho.

Umma Choi melihat Minho yang sudah berkaca-kaca dan kesedihan diwajahnya. Sebagai orang yang paling tua, umma Choi tidak akan memarahi mereka, lagipula kebohongan itu hanya sebuah usaha kecil.

“Mianhae~” Bisik Minho.

Umma Choi langsung memeluk cucu kesayangannya itu. “Ssst~ jangan menangis, hanya jangan ulangi lagi ne?” Pintanya.

Minho menganggukkan kepalanya dengan cepat dan memeluk halmonienya itu dengan erat. Setelah mendapat tepukan menenangkan dikepala, Minho pun melepas pelukannya.

“Masuklah, halmonie mau ke kantor.”

“N-ne…”

Donghae hanya tersenyum saat melihat umma Choi mengedipkan mata padanya. Lalu segera mengikuti mereka masuk kedalam ruangan nomor 203. Didalam sana Siwon terlihat duduk di Sofa bersama Ryeowook dan Yesung.

Diranjang putih rumah sakit, Suho masih tertidur dengan nyamannya sementara disisi kiri dan kanannya terdapat Kyuhyun dan Sulli bersama JongIn.

Begitu melihat mereka Ryeowook langsung membantu Taemin duduk di sofa sementara Sulli berlari memeluk Minho dengan erat.

“Oppaa~” Isaknya pelan.

“Ssst, Cuo pasti baik-baik saja.” Minho membelai kepala Sulli penuh sayang.

‘Mommy marah pada kita?’ Tanya Sulli dengan berbisik.

‘Mommy belum bicara?’ Tanya Minho.

Sulli menggelengkan kepala cepat dan semakin memeluk oppanya itu dengan erat. Minho hanya bisa menghela nafas lelah dan menenangkan dongsaengnya tercinta.

Setelah beberapa detik barulah ia bisa mendekati ranjang Suho dan melihat dongsaeng keduanya. Namja tampan itu duduk ditempat Sulli sebelumnya dan mengambil tangan Suho dalam genggamannya.

“Babyboy~” Panggil Minho.

Kyuhyun duduk diam dengan tangan Suho diatas tangannya dan dibelainya sesekali. Minho mencoba melihat wajah cantik yang terlihat begitu lelah itu. Rasa menyesal semakin besar saat kenyataan menghampirinya.

‘Semua itu karena mereka.’

“Babyboy, Bangunlah~ mommy sudah pulang, mommy sudah baikan sama daddy, ayo bangun~” Ucap Minho.

Ia merasakan tatapan Kyuhyun kini beralih padanya hingga ia pun berpaling melihat mommynya. Wajah cantik yang sembab itu kembali membuat airmata merebak dipelupuk mata Minho.

Sungguh tidak pernah ia bayangkan akan membuat mommy-nya seperti itu. “Sudah berbohong pada mommy, jeongmal mianhae.” Ucap Minho sungguh-sungguh.

“Minho tidak bermaksud untuk berbohong dan membuat mommy bersedih, tapi melihat kecemasan si kembar, Mino tidak tahan. Mereka tidak mengatakan apa-apa, tapi setiap menit keduanya melihat pintu depan rumah kita.”

“Karena itu, Mommy marahlah pada Mino, tapi kembalilah dan berbaikan, kami tidak bisa melihat kalian terpisah seperti itu. Mino minta maaf untuk mereka semua, mianhae mommy, jeongmal mianhae~” Minho menundukkan kepala sambil menahan isakannya yang ingin keluar.

Sementara Sulli sudah menangis sejak tadi dan Ryeowook memeluknya untuk menenangkan. Mereka semua tahu, putri cantik itu kesayangan mommy-nya dan yang paling khawatir. Hanya saja sekarang Sulli tidak mengamuk seperti yang dilakukannya waktu ia masih kecil.

“Daddy cuma milik kita mommy~” Ucap Sulli dibahu Ryeowook.

Tidak ada yang melihat kini wajah Kyuhyun sudah memerah sampai ketelinganya. Namja cantik itu sadar, bahwa semua yang terjadi murni kesalahannya. Karna kecemburuannya membuat Minho dan Taemin memilih untuk berbohong agar dongsaeng mereka tidak khawatir.

Mereka tidak salah.

“Mianhae…” Ucap Kyuhyun pelan.

Minho yang mendengar suaranya langsung mengangkat kepala dan melihat mommynya. Namja cantik itu sedang menundukkan kepala dan meremas jemarinya dengan gelisah. “Mommy yang salah, mommy yang membuat kalian melakukan hal itu, dan sampai ini terjadi, mommy yang salah, jeongmal mianh…”

“Mianhae~” Jawab Minho dibahunya.

Ya, perkataan Kyuhyun terhenti gerakan Minho yang tiba-tiba sudah memeluknya dengan erat. “Mino tidak akan mengulanginya, jika harus melihat wajah kecewa mommy, Mino tidak akan bisa hidup lagi, mianhae~ mommy jeongmal mianhae.”

Kyuhyun langsung tersenyum manis dan membalas pelukan putranya itu dengan erat. Tidak ada yang harus dikhawatirkan, karena anak-anaknya begitu baik dan berhati bersih.

“Mommy ga mianhae~” Ucap Kyuhyun lagi dan Minho menganggukkan kepala.

“Mommy tidak marah?” Tanya Sulli dibelakang mereka.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menenangkan. “Daddy cuma milik kita berdua.” Ucapnya.

“Hiks…huuaaaaaaa~” Tangis Sulli pecah diruangan itu membuat mereka tersentak kaget.

Putri cantik itu langsung menghambur memeluk mommy-nya disisi Minho dan menangis disana. Yang lain hanya bisa menggelengkan kepala mereka namun tertawa kemudian.

‘Tidak peduli kalian kecil atau besar, muda atau tua, tapi meminta maaf dan memaafkan salah satu kunci kebahagiaan.’

Nasehat yang pernah diucapkan Siwon terngiang dikepala anak-anaknya hingga mereka tersenyum. Dan keduanya langsung memeluk erat mommy mereka tercinta.

Siwon tersenyum senang dan membawa Taemin yang sudah beranjak untuk mendekati mereka. “Menantu kita sangat bersedih baby~” Ucapnya.

“Ahh, Gwenchana?” Tanya Kyuhyun begitu melihatnya.

“Mianhae mommy~” Ucap Taemin.

Minho dan Sulli langsung beranjak dari pelukan mommy mereka untuk memberi Taemin ruang. Kyuhyun berdiri dengan cepat dan menatap wajah sedih menantu pertamanya itu. “Jeongmal gomawo~” Bisik Kyuhyun.

“Ani~” Geleng Taemin cepat.

“Gomawo sudah memikirkan marmut kami seperti itu, mommy percaya Taemin menyayangi Suho dan Sulli seperti sayang Minho pada mereka, karena itu mommy yang harus minta maaf dan terima kasih, mommy menyayangimu.” Ucap Kyuhyun.

Lalu namja cantik itu pun mengecup kening Taemin penuh sayang hingga menantunya itu memejamkan mata. Dan setetes airmata Taemin mengalir disudut matanya.

“Mwo?? Kami??” Tanya Minho dan Sulli bersamaan.

Dengan cepat Kyuhyun menghapus airmata yang juga jatuh dipipi kirinya. Dan Taemin tersenyum dengan manisnya melihat Minho dan Sulli mengerucutkan bibir mereka.

“Mianhae Siwonnie…” Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

Tanpa peduli apapun Siwon langsung mendekati cinta dalam hidupnya itu dan memberikan ciuman yang penuh cinta. Minho yang terkejut langsung menutup mata Sulli dan tangan Taemin berada diatas tangannya.

Keduanya sama-sama tertawa kecil sementara yang lain mendecak kesal bersama Sulli yang dunianya gelap gulita. Saat merasa puas barulah Siwon melepaskannya dan melihat wajah cantik Kyuhyun yang merona.

“I love you~” Ucapnya.

Kyuhyun langsung meninju bahu suaminya itu tanpa menahannya hingga Siwon mengaduh. “I love you more.” Jawabnya.

“We love you most!!!” Seru Minho, Sulli dan Taemin bersamaan dan suara aneh lain pun terdengar.

Mata Siwon dan Kyuhyun hampir keluar dari sarangnya mendengar seruan mereka. Detik berikutnya mereka langsung berpaling melihat kearah Suho. Remaja tampan itu sedang mengerjapkan matanya dengan kening berkerut.

“Babyboy!!” Seru mereka lagi secara bersamaan.

“Berisik!” Jawab Suho.

Seketika ruangan itu sunyi senyap dan tidak ada yang bergerak namun detik berikutnya semua tertawa dengan riangnya dan mendekati tempat tidur Suho.

“Gwenchana?” Tanya Kyuhyun sambil membelai kepalanya.

“Mommy…”

“Ne, ini mommy~ dimana yang sakit?”

“Jangan marah lagi.”

“Aniyo, mommy tidak marah.”

“Jinjja?”

“Ne, jinjjaya~”

Suho langsung tersenyum senang dengan mata yang menyipit, darisana setetes cairan bening mengalir dipipi bulatnya. “Ssst~ jangan menangis~” Ucap Kyuhyun.

“Kenapa Cuo tidak bilang? Jangan simpan sendiri, apa ada hubungannya sama kris?!”

“Mwoo??” Semua mata tertuju pada Minho.

“Aahh, ani, maksudnya…” Minho langsung menggaruk lehernya yang tidak gatal.

Sementara Suho hanya bisa menghela nafas lelah dan melihat mommy-nya yang kini menatapnya. Tatapan yang penuh selidik sanggup membuat semua yang disimpannya keluar dengan cepat.

“Cuo memang sudah tidak enak badan, tapi pikiran Cuo berjalan kemana-mana sampai akhirnya langit-langit kamar gelap seketika.” Jelas Suho dengan wajah polosnya membuat yang disana memutar bola mata mereka.

“Apa yang Suho pikirkan?” Tanya Yesung.

Semua yang disana langsung berpaling melihat Yesung dengan takjub, karena sejak tadi namja sipit itu tidak berbicara sedikitpun.

“Bisa tidak kalian fokus?” Tanyanya kesal.

“Kkkk~ appa memang seram~” Tawa JongIn.

“Kau juga!!” Jawab yang lain bersamaan membuat JongIn terdiam.

“Ceritakan pada kami, Cuo tidak boleh menyimpannya sendirian.” Ucap Kyuhyun.

“Disini?” Tanya Suho.

“Ne!!”

“Pada semuanya??”

“Nee!!”

“Andwaeyo!!” Geleng Suho dengan cepat.

“Mwoo?? Cuo malu?”

“Nee~”

“Mmm, baiklah, siapa yang Cuo inginkan? Yang lain akan keluar.”

“Cuo mau mommy.”

“Andwae!!!” Seru yang lain tidak rela.

“Ck, kalian!!” Yesung melayangkan death glarenya. “Keluar, kajja!!”

Namja sipit itu langsung mengambil tangan Ryeowook dan Donghae menarik Siwon yang mengerucutkan bibirnya. Sedangkan Minho membawa Taemin dan JongIn menarik pinggang Sulli lalu mereka pun keluar darisana.

“Cha, ayo cerita, apa yang Cuo pikirkan?” Tanya Kyuhyun.

“Mm, Cuo punya kecemasan sendiri ditambah dengan kemarahan mommy, Cuo tambah stres.”

Kyuhyun langsung memberi putra imutnya itu death glare yang mematikan. “Kenapa jadi salah mommy?”

“Terus? Cuo mikirin mommy marahan sama daddy dan marmut mommy yang galau, Culli itu princess mommy yang paling manja, kalau dia tahu kalian marahan, dia yang galau mommy.”

“Mmm, kalian memang kurang kerjaan.”

“Mwoo???” Mata Suho melebar sempurna.

“Itu masalah mommy sama daddy, kenapa kalian yang galau??”

“Mommy pergi dari rumah tiba-tiba dan tidak mau kembali, apa kami akan merasa baik-baik saja?” Tanya Suho dengan kesalnya.

“Aiihh, arraseo-arraseo!!” Jawab Kyuhyun mengalah. “Lalu apa ada hal lain?”

“Oohh, mmm~ itu…”

“Jangan bilang soal kris.” Jawab Kyuhyun cepat.

Seketika pipi Suho memerah sampai ketelinganya, bahkan ia berpaling melihat kearah yang lain. “Matta~” Kyuhyun bergumam.

“Ada apa dengan Krisbo??”

“Kris mommy, Kris Wu.”

“Whatever!! Apa yang terjadi?”

“Mmm, orang tuanya mau pindah ke luar negeri, Kris harus ikut mereka.”

“Lalu apa yang Cuo pikirkan?”

“Mmm, Cuo masih ingin melihatnya, walau sesekali bertemu tapi Cuo suka bersama Kris, mommy.”

“Mmm, Cuo tidak mau dia pergi?”

“Ne~” Angguk Suho pelan.

Dan remaja tampan itu pun tidak bisa mengangkat kepala untuk melihat mommy-nya. Suho terlalu takut dan malu bertatapan dengan mata bulat Kyuhyun.

“Cuo…” Panggil Kyuhyun.

“Ne?” Jawab Suho tanpa melihatnya.

“Jika kris pergi untuk belajar, artinya Subho harus mendukungnya, karena mommy yakin, Kris menginginkan hal itu dari Cuo.”

“Be-benarkah?” Tanya Suho akhirnya melihat Kyuhyun.

“Ne, jika Cuo melarang karena tidak ingin berpisah, itu artinya Suho egois hanya mementingkan diri sendiri.”

“Berarti…”

“Kalian masih bisa telepon, messenger, banyak cara untuk komunikasi, terpisah jauh bukan satu alasan untuk saling melupakan.”

“Mommy~”

“Mommy belajar dari pengalaman.”

“Cuo akan bicara pada Kris, dia boleh pergi dan jangan khawatir Cuo disini.”

“Itu baru anak mommy.”

“Lalu, mommy jangan marahi hyung, apalagi Minnie hyung, dia sangat baik.”

“Arraseo, mommy yang salah, tidak memikirkan kalian.”

“Ani, mommy sangat menyayangi kami, hanya saja lebih mencintai daddy.”

“Itu benar.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Ahahahaa, Cuo senang.” Tawa Suho membuat Kyuhyun berbinar. “Ayo pulang.” Ucapnya kemudian.

Langsung saja Kyuuhyun memberi putra manisnya itu death glare yang mematikan. Baru beberapa jam dirawat sudah meminta pulang. “Cuo disini sampai itu habis.” Ucap Kyuhyun tajam.

Suho langsung melihat air infusnya yang baru hilang setengah, seketika namja manis itu mengeluh tidak rela. Kyuhyun hanya tertawa cekikikan lalu segera keluar mencari yang lainnya.

“Minnie, kembali ke kamarmu.” Ucap Kyuhyun melihat menantunya.

“Cuo bagaimana?”

“Ya, semua karena Kris, hubungi dia Mino, mommy mau buat perhitungan.”

“Mommy~”

“Dia ambil perhatian marmutnya mommy, how dare him.”

“Aigooo, biarkan saja mommy, sebentar lagi dia juga mau pergi.” Jawab Sulli dengan cueknya.

Kyuhyun langsung berbinar dan melihat putrinya itu dengan smirk yang menyeramkan. Namja cantik itu pun mengangkat tangannya keatas dan Sulli menyambutnya dengan cepat.

Mereka berhigh five ria.

“Kalian memang ibu dan anak.” Jawab Siwon.

“Nae sarang~” Jawab Kyuhyun langsung menghempaskan dirinya dalam pelukan Siwon.

“Aigooo~” Siwon tersenyum senang dan memeluk pinggang Kyuhyun dengan erat. “Gwenchana?” Tanyanya.

“Bogoshipo, ajumanhi bogoshipoyo.”

“Sudah-sudah, ini rumah sakit.” Ucap Donghae. “Aku meminta maaf atas kejadian ini, Kyu, Siwonnie.” Lanjutnya kemudian.

Kyuhyun berpaling melihat hyungnya itu. “Ani, tidak ada yang perlu dimaafkan hyung, aku yang salah disini, Minnie sangat perhatian karna itu dia menantu pilihanku.”

Taemin langsung merona mendengar pujian itu membuat Minho tertawa kecil melihatnya. “Mommy, kami kembali ke ruangan.” Ucapnya.

“Ne, istirahat disana sampai tenagamu pulih, arraseo?” Ucap Kyuhyun pada Taemin.

“Aarraseo mommy~”

Dan mereka pun berpisah ruangan dalam menjaga kesayangan mereka. Kyuhyun dan Siwon menjaga Suho sementara Sulli berpindah ruangan sesekali semana ia betah saja. Sedang yang lain Siwon meminta mereka untuk pulang saja, karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Keesokan harinya.

Kris yang dihubungi Minho langsung datang kesana membawa sarapan untuk semua keluarga Suho. Namja tampan itu meminta maaf berkali-kali karena sudah membuat Suho terbebani.

Tapi Kyuhyun hanya memberinya death glare mengerikan dan mengatakan ia harus bertanggung jawab. Setelah menganggukkan kepala dengan mantap barulah Kris diijinkan masuk melihat Suho.

“Hi~” Sapa Kris melihat Suho tiduran diranjangnya.

“Hyung…” Suho tersenyum dnga manisnya.

Kris langsung mendekat dan duduk dikursi yang berada didekat ranjang. Remaja tampan itu melihat pujaannya dengan wajah khawatir membuat Suho senang.

“Kenapa tiba-tiba?” Tanya Kris.

“Mm, aku kelelahan hyung.”

“Mikirin masalah kita?”

“Ani, ahh~ iya, cuma setengah, setengahnya lagi dirumah juga ada sedikit masalah, tapi udah selesai.”

Kris mengambil tangan Suho dan menggenggamnya dengan lembut membuat dada Suho bergetar hebat. Walau tidak memiliki status apapun tapi perasaan keduanya terlihat dengan jelas.

“Jangan seperti ini, please~” Ucap Kris. “Katakan saja apa yang Cuo inginkan, hyung akan mengabulkannya.”

“Benarkah?”

“Nee, apa saja.”

“Bagaimana kalau Cuo bilang jangan pergi.”

Kris terdiam sesaat melihat wajah Suho yang serius. “Hyung tidak akan pergi.” Jawab Kris kemudian.

“Aah, hyung memang sangat baik.” Jawab Suho tersenyum kecil. “Tapi Cuo nggak mau egois, Cuo mau yang terbaik.”

“Maksudnya?”

“Pergilah hyung, saat ini hyung masih harus bersama orang tua hyung, jika sudah dewasa nanti hyung bisa memutuskan semuanya sendiri dan saat itu kembalilah, Cuo akan selalu menunggu disini.”

Kris tidak percaya melihat jawaban yang begitu santai dan tenang itu, padahal saat pertama kali ia mengatakan keinginannya Suho langsung merajuk dan meninggalkannya.

“Cuo akan menunggu?” Tanya Kris meyakinkan.

“Ne, seperti Cuo yang masih harus bersama mommy daddy, begitu juga Hyung, Cuo nggak boleh egois, kita masih bisa berkomunikasi, jarak yang jauh bukan satu alasan untuk saling melupak…”

Ucapa Suho terhenti sesuatu yang menyentuk bibirnya hingga membuatnya membeku ditempat. Namun saat keduanya sadar Kris langsung menjauh dan kembali duduk dengan wajah memerah sampai ketelinganya.

Ya, namja itu baru saja mengecup bibirnya singkat.

‘Oh my god~’ Inner Kris berteriak. ‘Paboo!! Apa yang kau lakukan?’

“M-mianhae!!” Ucap Kris cepat.

“Huh?? Ahh!! Itu..mmm, g-gwenchana…” Jawab Suho gagap.

Kepalanya masih tidak bisa berpikir dengan jernih, jantung mereka masih berdetak tidak karuan sampai tidak bisa berkata-kata. Keduanya sama-sama terdiam sampai beberapa menit kedepan.

“Hyung…” Panggil Suho akhirnya.

“Mianhae, hyung tahu kita tidak punya ikatan yang khusus, tapi Cuo harus tahu apa yang hyung rasakan, sejak dulu tidak ada yang berubah.” Ucap Kris dengan keberanian yang entah darimana.

“Hyung…”

“Hyung akan menunggu sampai kapanpun, karena itu hyung ingin Cuo tahu.”

“Nee~” Senyum Suho dengan manisnya membuat dada Kris langsung berbunga-bunga.

Dan suasana tegang pun kembali mencair diantara mereka, dan keduanya kembali saling bercerita.

Sementara itu diluar ruangan…

“Mommy kejam, bagaimana kalau nanti Culli punya pacar?” Tanya Sulli mengingat sikap mommy-nya.

“Tentu saja daddy akan mencukur habis rambutnya.”

“Mwooo??” Mata bulat Sulli melebar sempurna. “Iyakah?” Tanyanya melihat daddynya.

Dengan cepat Siwon menganggukkan kepala membuat Sulli melihat orang tuanya horor. Sementara Minho hanya tertawa cekikikan dan segera kembali ke kamar Taemin.

“Keuronikka, belajar dulu baru mikirin pacar, arraseo??”

“Kalau begitu, Culli boleh mikirin yang lain?”

“Mm, boleh saja, tapi mikir yang positif.”

“Tentu saja positif mommy~”

“Contohnya?”

“Penuhi lemari Culli dengan barang bermerk, shopping setiap hari.”

“Maldo andwae!!”

“Ihihihi, Culli akan sekolah, belajar, ikut les semuanya untuk buat mommy bangga, tapi gantinya Culli boleh shopping~”

“Andwae!!” Jawab Kyuhyun menyilangkan tangannya.

“Ahh, Mommy nggak adil!!”

“Tidak perlu adil kalau untuk Culli.” Jawab Suho keluar dari ruangannya.

“Oppa~”

“Lho? Kenapa bangun?” Kyuhyun menatapnya tajam.

“Cuo baik-baik saja mommy~” Ucap Suho.

Kris yang berada disampingnya hanya bisa tertawa kecil dan membawa Suho duduk dikursi tunggu. “Kalau begitu, hyung pulang dulu.” Ucapnya kemudian.

“Ne, mian sudah buat hyung susah.”

“Gwenchana, hyung hanya ingin Cuo baik-baik saja.”

“Nee~ gomawo~”

“Mm~ uncle, Culli, saya pulang dulu.” Ucap Kris melihat Siwon, Kyuhyun dan Sulli.

“Ne, trima kasih sudah datang kris.” Jawab Siwon.

“Hati-hati oppa~” Ucap Sulli.

Kyuhyun menganggukkan kepala dengan senyum tipis dibibirnya membuat Kris ikut tersenyum. Setelahnya namja tampan itu pun segera pergi darisana.

“Kita juga pulang mommy~” Ucap Suho kemudian.

“Cuo sudah sembuh?” Tanya Siwon

“Ne, Cuo nggak mau disini, bau obat daddy.”

“Tanya hyung dulu, apa Minnie sudah baikan?” Jawab Kyuhyun.

“Minnie oppa memang mau pulang, mommy~” Sulli menimpali.

“Baiklah.”

Kyuhyun berpaling melihat Siwon lalu menganggukkan kepalanya dan namja tampan itu segera menuju ruang dokter mereka. Siwon meminta izin untuk putra dan menantunya diizinkan pulang.

Karena dua-duanya sudah menunjukkan kesembuhan, dokter itu hanya meminta mereka untuk menembus obat. Obat yang bisa membuat tubuh mereka vit seperti sedia kala.

Setelahnya, dua mobil dari istina Choi tiba disana menjemput mereka semua. Satu mobil untuk Siwon Kyuhyun dan Sulli, satu mobil lagi untuk Minho, Taemin dan Sulli.

Mobil itu beriringan menuju istana Choi yang sudah ditunggu maid mereka didepan pintu. Begitu mereka tiba, Sulli dan Suho langsung menghembuskan nafas leganya.

“Sulli mandi sana~” Kyuhyun berucap sambil menuju kamar Suho.

“Cuo juga mau mandi.”

“Pakai air hangat saja.”

“Minnie juga, setelah itu kalian istirahat di kamar, arraseo?”

“Ne mommy~” Angguk Taemin.

Kemudian namja cantik itu segera menuju lift untuk segera tiba dikamarnya. Namun saat tiba disana, putra pertama kesayangannya sudah berada didepan pintu kamar.

“Mino?”

Tanpa kata-kata Minho langsung menghambur memeluk mommy-ny dengan erat. Kyuhyun tersentak kaget dengan sikap tiba-tiba itu, namun ia membalas pelukan putranya dengan lembut.

“Waeyo, hm?” Tanya Kyuhyun.

“Mianhae mommy~” Ucap Minho dibahunya.

“Mianhae kenapa? Mino tidak salah apa-apa.”

“Sudah buat Mommy khawatir, jeongmal mianhae.” Ucap Minho dengan suara tercekat.

“Ssst, jangan menangis~” Kyuhyun membelai kepala permata hatinya itu penuh sayang.

“Mino tidak bermaksud membuat mommy terluka.”

“Mommy tahu, baby~”

“Mianhae~”

“Dari dulu Mino sangat mengerti keadaan kami, Mino juga sangat menyayangi mereka berdua, mommy tidak bisa meminta lebih selain bersyukur memilikimu, Sweetheart.”

Mendengar ucapan itu, Minho semakin mengeratkan pelukannya dan tanpa bisa dicegah ia pun kembali terisak. Mengingat kembali wajah terluka mommy-nya saat dirumah sakit, jika itu terulang lagi, Minho tidak bisa hidup tenang.

“Mmm, uri babyboy~” Suara Siwon dipintu kamarnya.

Minho langsung melihat daddy-nya itu tanpa melepaskan pelukannya. “Daddy mau punya cucu?” Tanya Minho dengan tatapan tajam.

“Shireo!” Jawab Kyuhyun cepat membuat Minho langsung tertawa.

“Ahahahha~ Mino sayang mommy~” Ucapnya dan memeluk Kyuhyun lagi.

“Mommy juga menyayangimu, sejak dulu, hari ini, sampai selamanya.”

“Mommy~” Panggil Minho dengan airmata dipelupuk matanya.

Siwon hanya tertawa kecil dan mengacak lembut rambut coklat putranya itu. “Daddy juga sayang Mino.”

“Mino sayang kalian, sejak dulu, ditaman itu, hari ini sampai selamanya, dilgomapgo saranghanda.”

Akhirnya Siwon memeluk keduanya sambil tersenyum menampilkan dimple dipipinya. Namun kemudian ia melepaskannya lagi dan menatap Minho dengan wajah memelas.

“Waeyo??” Tanya Minho.

“Sejak dari hongkong, daddy sangat merindukan mommy.” Ucap Siwon dengan memelas dan mata mengerjap.

Minho melihat daddynya sekejap kemudian langsung tersentak. “Aah, arraseo~” Ucapnya sambil melepaskan pelukan.

“Waeyo?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Jangan lupa kunci pintunya daddy, ini masih sore.” Ucap Minho dengan death glarenya. “Mino tidak ingin kejadian itu terulang lagi.”

“Ouh!! Mianhae!! Daddy janji.” Ucap Siwon menampakkan dua jarinya.

“Ahh, mommy ingat!!” Seru Kyuhyun.

**

Flashback

Saat itu Sulli dan Suho masih berumur 9 tahun, yang membuat segala hal menjadi pertanyaan. Hal sekecil apapun akan ditanyakan sampai tuntas oleh putri istana itu.

Apalagi Choi Sulli dikenal paling cerewet jika dibandingkan dengan Suho yang pendiam. Putri cantik itu tidak pernah berdiam diri diistana mereka jika sudah pulang dari sekolah.

Dia akan berlari kesana kemari mencari kesibukan sambil bernyanyi ria. Gaun cantik yang selalu melekat ditubuhnya membuat Sulli selalu terlihat memesona.

“Oppa~ hari ini Culli dapat celatus.”

“Seratus, babygirl seratus.” Jawab Minho yang duduk disampingnya.

“Arraseo~” Jawab Sulli cuek. “Ahh, Culli senang hari ini, oppa jemput Culli.”

“Hyung nggak mau Culli merajuk nanti.” Jawab Suho.

“Bukan!! Ya kan oppa?” Sulli melihat Minho.

“Neee~ terus Cuo dapat berapa?”

“Sama juga hyung, hari ini banyak yang dapat 100.”

“Hoo, pintar semua ya?”

“Kenapa mereka juga dapat selatus? Halusnya Culli aja, oppa.”

Minho dan Suho langsung memutar bola mata mereka mendengar pertanyaan itu. “Didunia ini banyak olang pintar selain Culli.” Jawab Suho.

“Culli aja, andwaeka?”

“Hooi!! Paboya!!” Suho menyentil dahi kembarannya itu pelan membuat Sulli langsung menutup dahinya dengan kedua tangan.

“Ahahaha, sudah-sudah.” Minho melerai keduanya. “Semua orang akan pintar jika mereka belajar dengan giat, karena itu Culli dan Cuo harus lebih pintar dari mereka, arrachi??”

“Ciap kapten!!!” Jawab keduanya sambil memberi hormat dengan tangan mereka.

Minho langsung tertawa dengan senangnya dan mengacak lembut rambut kesayangannya itu. Dan sepanjang perjalanan, Sulli terus berbicara dan menanyakan apapun yang dilihatnya.

Hanya Minho yang menjawab dan merespon semuanya dengan senyuman sementara Suho hanya memutar bola matanya. Sesekali putra tampan itu akan menyentil kembarannya dengan gemas.

Sampai akhirnya mobil bmw hitam mereka memasuki gerbang istana Choi yang besar. Semua maid didalam rumah segera berdiri dipintu saat pintu gerbang otomatis itu terbuka.

“Culli lapar, ahjumma~” Seru Sulli begitu turun dari mobil.

Sementara Suho tidak lupa memberi sopir ahjussi-nya senyuman manis yang menggemaskan sebagai ucapan terima kasih. Begitu juga Minho yang tidak menunggu pintu dibukakan untuknya.

“Ahjuussiii~” Panggil Sulli dari dalam. “Muaach~” Kecupan jauh dengan tangan kecilnya itu membuat sopir mereka tertawa.

“Dia memang marmut, ahjussi.” Ucap Suho sambil masuk ke dalam.

“Ahjussi makan dulu, nanti antar Mino lagi ke sekolah.” Ucap Minho.

“Nee, tuan muda.” Angguk sopir itu pada Minho.

Dan namja tampan itu juga segera masuk kedalam dan melihat putri kecil istana mereka sudah ke kamarnya. Sementara Suho masih membuka sepatu sekolahnya.

Perbedaan yang cukup kentara, walau mereka kembar satu menit saja. Suho melakukan segalanya dengan gerakan lambat dan penuh perhitungan. Sementara Sulli akan langsung berlari kesana kemari dengan lincahnya.

“Cuo mau makan siang?” Tanya Minho.

“Waeyo?”

“Kalau tidak hyung akan pergi setelah ahjussi makan.”

“Ahh, Cuo mau makan sama hyung.” Jawab Suho cepat.

“Baiklah, sana ke kamar, mandi dulu, terus ajak Culli.”

“Ne, hyung~” Angguk Suho patuh.

Bocah kecil itu segera lari menaiki tangga kamarnya sementara Minho menuju dapur. Remaja tampan itu ingin melihat apa yang sudah disiapkan untuk mereka.

“Ahjumma sudah makan?” Tanya Minho saat melihat maidnya sudah berdiri menunggu dimeja makan.

“Kami akan makan nanti, ayo biar ahjumma hidangkan.”

“Ahjussi sudah makan? Kami akan pergi lagi.”

“Ahjussi sedang makan.”

“Ooh, nee~” Angguk Minho dan melihat meja makan yang sudah penuh. “Kami cuma bertiga, tapi makanannya…”

“Ahh, gwenchana, tuan besar juga ada dirumah.”

“Mwo?? Daddy sudah pulang?”

“Nee~ sekitar dua jam yang lalu, tiba-tiba tuan besar ada didepan pintu.”

*Dua jam yang lalu.

Siwon baru saja selesai meeting pertama dikantornya, dan akan ada meeting kedua setelah makan siang nanti. Namun sebelum itu ia punya jadwal bebas yang membuatnya bisa bersantai ria.

Begitu kembali ke ruangannya, Siwon merasakan kesepian yang luar biasa. Kakinya melangkah menuju pintu yang membatasi ruangannya dengan ruang Kyuhyun, huswifenya tercinta.

“My baby~” Gumamnya.

Setelah menghembuskan nafas lelah ia pun berjalan menuju kursi kebesarannya. Siwon menghempaskan dirinya disana dan memejamkan mata melepas lelah. Namun cahaya lampu dari hp-nya membuat namja tampan itu kembali duduk tegak.

Cahaya itu memberi sinyal bahwa ada beberapa pesan yang masuk di chat-nya. Pesan dari orang tercinta langsung membuat wajah Siwon sumringah.

-Siwonnie~- Pesan Kyuhyun yang pertama.

-Bagaimana meetingnya? Lancar?-

-Kau pasti capek, hm? Aku berharap ada disana menemanimu.-

-Dirumah terlalu sepi, aku sendirian.-

Siwon segera membalas pesannya dengan satu kata ‘Baby’ dan mendapat balasan Kyuhyun dengan cepat.

-Hyung?? Sudah selesai?-

*Nee, baru saja~ Sedang apa, baby?*

-Aku sedang tiduran, bermalas-malasan sebelum marmut kita pulang.-

*Sendirian?*

-Nee, aku sendiri disini.- Balas Kyuhyun pasti dengan pout dibibirnya.

*Aah, hyung juga sendiri, baby.*

-Mmm, Bogoshipoyoo~-

*…..*

Tidak ada balasan lagi karena Choi Siwon sudah beranjak dari kursinya dan setengah berlari keluar darisana. Bahkan sekretarisnya hanya bisa mendengar sekilas ucapan ‘aku keluar sebentar’.

Namja tampan itu langsung turun menuju loby dan meminta mobilnya dikeluarkan. Siwon ingin segera pulang dan melihat wajah imut nan menggemaskan milik Kyuhyunnya.

Namja tampan itu melajukan mobilnya diatas kecepatan rata-rata ditengah kepadatan siang hari di kota Seoul. Walau melaju dengan kecepatan luar biasa, tapi Siwon masih menaati rambu-rambu lalu lintas.

Begitu tiba dirumah, namja tampan itu langsung berlari menuju tangga lantai 3. Bahkan maid ahjumma yang sedang santai di sofa tersentak kaget melihatnya, tapi Siwon hanya tersenyum garing dan terus berlari menaiki tangga.

“Baby??” Panggilnya.

“Hyung??” Kyuhyun yang sedang bermalas-malasan dikasurnya langsung terduduk.

“Hyung pulang~” Seru Siwon langsung berlari dan menghempaskan dirinya di atas ranajng.

Kyuhyun hanya bisa menganga lebar namun kemudian tertawa degan senangnya dan memeluk suaminya tercinta. “Kau pulang karna bogoshipoku?”

“Nee~ aku bosan sendirian.” Jawab Siwon sambil membenarkan tidurnya.

Namja tampan itu duduk bersandar di kepala tempat tidur dengan kaki diluruskan lalu membuka sebelah lengannya. Tanpa perlu dikatakan Kyuhyun langsung mendekat dan merebahkan dirinya dalam pelukan namja tampan suaminya itu. Kepala Kyuhyun tepat didada Siwon dan lengannya melingkar dipinggang namja berlesung pipi itu.

“Tempat bahagiaku.” Gumam Kyuhyun sambil memejamkan mata.

“Tempat bahagiaku juga.” Siwon mengecup kepala Kyuhyun penuh sayang.

“Bagaimana meetingmu, hyung?”

“Lancar, hampir tidak ada kendala, Hyukjae hyung menyiapkan semuanya dengan baik.”

“Hyukkie hyung sudah bekerja keras, apa kita beri saja dia 1 Perusahaan?”

“Jangan, kita akan menjadikannya sebagai pemegang saham nomor 3 disana.”

“Ahh, matta, nanti saat perusahaan appa bergabung dengan kita.”

“Benar.”

“Lalu, apa dia tau kau sudah pulang?”

“Tidak! hyung hanya sebentar, nanti juga kembali.”

Kyuhyun langsung duduk tegak dan melihat suaminya dengan bibir mengerucut, seolah ia tidak rela Siwon akan kembali ke kantor. “Sebentar berapa lama?” Tanyanya.

“Mmm, setengah jam?”

“Mwo? Cuma setengah jam? Untuk apa kau pulang?”

“Aahahaha, satu jam?”

“Shireo!!!”

“Lalu?”

“Sampai malam.”

“Itu artinya tidak kembali lagi, baby~”

“Siapa peduli, aku ingin bersamamu.”

“Waaah~” Mata Siwon bergerak-gerak dengan nakalnya. “Kau merindukanku?”

“Ajumanhi.” (Sangat rindu)

“Mmm, bagaimana kalau sampai aku puas?”

“Mwoo??”

“Aku akan mengobati rindumu dengan pelukanku sampai kau tidak bisammm” Mulut Siwon tertutup tangan Kyuhyun yang membekapnya.

“Apa yang kau katakan?!” Death glare Kyuhyun padanya. “Kuda pabo!!”

Seketika Siwon memberikan kecupan manis dibibir Kyuhyun membuat namja manis itu terenyak dengan mata mengerjap. Tingkah yang begitu memesona membuat Siwon tidak bisa menahannya lagi hingga ia pun memberikan kecupan manis sekali lagi. Kali ini Kyuhyun memberikan smirk menawan pada suami tampannya itu membuat Siwon langsung menerkamnya.

“Kau tidak akan lolos.”

“I wont.” Jawab Kyuhyun.

dan ciuman manis yang dalam pun terjadi sebagai awal dari jalinan cinta mereka yang memabukkan.

**

“Mmm, jadi daddy ada dikamar?” Tanya Minho sambil menganggukkan kepalanya. “Dan belum turun sampai sekarang?”

“Belum…”

“Huhh? Daddy ada??” Tanya Sulli dibelakang mereka.

Detik berikutnya, putri kecil itu sudah berlari menaiki tangga sambil berseru dengan senangnya. “My dadddyyyyy~”

“Dia paling heboh.” Jawab Minho. Namun sesaat kemudian. “Andwaeee!!” Teriaknya langsung berlari menyusul putri kecil itu.

Begitu tiba disana, Minho melihat Sulli berdiri mematung dengan pintu yang terbuka dan mulut yang menganga lebar. Secepat kilat Minho bergerak menarik pintu itu dan menutupnya kembali.

“Kajja!!!” Ucapnya langsung menarik Sulli pergi darisana.

Sementara itu didalam kamar.

Diatas ranjang besar nan mewah milik pasangan perfect istana itu, Choi Siwon mendengar pintu yang ditutup cepat dan tubuhnya membeku ditempat. Jika kalian bertanya dimana tempat Siwon dan apa yang dilihat Sulli.

Maka jawabannya, namja tampan itu saat ini sedang berada diatas istrinya dengan badan tertumpu kedua tangan hingga tidak menyakiti Kyuhyun yang berada dibawahnya.

Kedua namja tersebut tidak memakai pakaian atas mereka dengan selimut tebal menutupi tubuh Siwon sampai ke pinggangnya. Saat mendengar pintu terbuka dan ditutup kembali, arwah Siwon langsung terbang tak tentu arah.

Bahkan satu menit berlalu namja tampan itu masih mematung ditempatnya. Sampai…

“H-hyung…” Panggil Kyuhyun akhirnya namun Siwon tidak bergeming. “Siwonnie…” Panggilnya lagi.

“Huh? Ap-apa? I-itu…” Panik Siwon.

“Gwenchana?”

“Si-siapa tadi?” Tanya Siwon dengan wajah blank. “Siapa yang buka pintu?”

“Molla~”

“Sulli?”

“Mungkin.”

“ANDWAEE!!” Seru Siwon langsung melompat dari ranjang. “Oh my god!! My baby, mianhae, aku tidak sengaja, aku lupa, oh Tuhan~ Sulli, eottokhae?” Racau Siwon sambil berjalan kesana kemari.

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya, kenapa suami tampannya bisa panik seperti itu. Bukankah mereka tidak sedang….

“Aaahh!! Hyung!! Berhenti berjalan, aku pusing.” Keluh Kyuhyun akhirnya.

“Baby, kenapa kau bisa tenang, S-sulli ba-baru saja melihat kita, oh, oh, my…” Siwon memegang kepalanya dengan kedua tangan.

“Hyung!! Kita hanya bicara, kita sudah selesai dari tadi!!”

“Huh?” Wajah blank Siwon menatap Kyuhyun.

Benar, keduanya sudah menikmati kesenangan mereka sebelum Sulli membuka pintu kaca itu. Waktu dua jam bukan waktu yang singkat, tapi Siwon memang tidak bisa menjauh dari huswife cantiknya itu.

Walau posisi mereka sangat menjanjikan, tapi sejak 15 menit yang lalu pasangan itu hanya saling bicara. Sesekali namja tampan itu memberikan kata cinta dan kecupan lembut diwajah Kyuhyun.

Bahkan saat ini Siwon memakai celana dalamnya seperti itu juga Kyuhyun, hanya saja keduanya masih tidak ingin melepaskan kehangatan mereka. Saat pintu terbuka, Siwon baru saja memberikan kecupan manisnya dibibir Kyuhyun.

“La-lalu bagaimana sekarang?” Tanya Siwon akhirnya mencoba tenang dan mencari bathrobe-nya.

“Kita keluar.”

“Andwae!!”

“Mwoo?? Waeyo??”

“Aku malu, baby~” Ucap Siwon dengan wajah memelas.

“Seharusnya aku yang seperti itu.” Jawab Kyuhyun memberi suaminya itu death glare.

“Tapi Sulli melihatku.” Siwon mengikat bathrobe-nya dengan kencang.

“Lalu? Kita harus bagaimana? Semua salahmu hyung!! Kau yang mengajakku, padahal ini kan siang hari.”

“Mwooo??” Mata Siwon melebar sempurna. “Baby…kau yang memanggilku, bogoshipoyo~ itu katamu.”

“Memangnya kata bogoshipo menjurus kesana? Kan tidak!!”

“Tapi itu cara halus-mu meminta baby.”

“Jadi salahku?”

“Ne..”

“Hyuuung~” Pout Kyuhyun tidak terima.

“Aah, ne, ne, ne hyung yang salah.” Jawab Siwon pasrah.

“Ihihihi~” Tawa Kyuhyun dengan senangnya.

Wajah ekspresif Siwon selalu bisa membuatnya bahagia sekaligus kesal. Seaneh apapun mimik wajah yang dibuat Siwon, tetap saja suaminya itu begitu tampan.

“Kau masih bisa tertawa baby~” Siwon mendekati ranjang dan mengacak rambut Kyuhyun.

“Aku senang melihatmu panik.” Jawab Kyuhyun sambil memejamkan mata.

“Tapi aku benar-benar merindukanmu~” Ucap Siwon lagi sambil mengecup pipi Kyuhyun dan menyusupkan wajah dileher jenjangnya.

Kyuhyun menepuk kepala suaminya itu pelan. “Aku juga~”

“Terima kasih untuk dua jam ini.” Ucap Siwon mengecup leher Kyuhyun membuat namja manis itu tersenyum kecil.

Siwon selalu mengucapkan terima kasih untuk kebahagiaan yang didapatnya. Dan itu juga selalu membuat Kyuhyun senang. “Thanks to you, my love~”

“Hyung mandi dulu.”

“Ne, kita lihat apa yang dilakukan Mino.”

Siwon langsung melihat Kyuhyun dngan wajah shock. “A-ada Minho?”

“Yang menutup pintu pasti Mino.”

“Ba-bagaimana kau tahu, baby?”

“Mommy know the best~” Smirk Kyuhyun.

Siwon hanya bisa menganga lebar melihat huswife cantiknya itu membuat Kyuhyun semakin kesal. “Ckk!! Hyung mandi sana!!” Ucapnya sambil menepuk lengan Siwon.

Namja tampan itu sedikit tersentak lalu segera berlari menuju kamar mandi meninggalkan Kyuhyun sendirian. Barulah namja manis itu menampakkan ekspresi yang sesungguhnya. Pipi pucatnya merona sampai ketelinga, bahkan ia sampai mengacak rambutnya sendiri.

“Choi Siwon paboo!!” Gerutunya. “Kenapa pintunya tidak dikunci?? Aiiiisssh!!!”

Kyuhyun langsung turun dari tempat tidur mencari bathrobe-nya dan segera masuk kekamar mandi.

**

Sementara itu dilantai bawah istana megah itu, Minho terlihat sedang membawa air minum ke taman belakang. Disana Sulli duduk termenung di gazebo dengan mata menerawang jauh.

“Ayo minum, Princess.” Ucap Minho.

Tanpa mengatakan apa-apa Sulli mengambil air minum dan meneguknya sampai tidak bersisa. Minho mengambil gelas itu dan meletakkannya dimeja lalu ia pun duduk disisi dongsaengnya.

Rasanya Minho bisa melihat arwah Sulli sedang melayang diatas kepalanya dengan wajah blank. Seperti yang sering ia lihat difilm-film kartun Disney.

“Culli kenapa?” Tanya Minho akhirnya. “Katakan pada oppa, apa yang Culli liat?”

Barulah Sulli melihat secara fokus dan ia menatap mata Minho dengan serius. “Daddy sedang apa, oppa?” Tanyanya.

‘Ini dia’ Inner Minho berkata. ‘Apa yang harus kujelaskan? Daddy, mommy, kalian~’

“Oppa???” Panggil Sulli karna Minho tidak menjawab.

“Huh? Itu…mmm~ m-memangnya Daddy sedang apa?” Kegugupan Minho semakin besar.

“Daddy tidak pakai baju.” Ucap Sulli dengan wajah polosnya.

“Mu-mungkin daddy kepanasan.”

“Mommy juga, kan dikamar ada AC.”

“Ohh, it-itu…m-mungkin b-baju daddy kena air, m-makanya dibuka.” Minho kehabisan akal.

Sulli memiringkan kepala mendengar penjelasan oppa-nya yang tidak masuk akal. “Iyakah? Air panas??” Tanyanya kemudian.

“I-iya, begitu…”

“Mommy juga? Kenapa daddy diatas mommy? Mommy kan jadi sakit.”

“Oohh, itu…mmm~” Minho harus memikirkan alasan lain. ‘Aiiish, daddyyy~’ Panggil Minho dalam hati.

“Oppa!! Apa mommy sakit??”

“M-mungkin…”

“Kena air panas?? Andwae!!! Culli mau lihat mommy…” Sulli mengambil kesimpulan sendiri.

“C-chakkaman!!” Belum sempat Minho memegangnya, Sulli sudah berlari melewati jembatan taman itu.

Namun tiba-tiba berhenti karena dipintu balkon terlihat kedua orang tua mereka datang kesana. Sulli langsung berlari sambil merentangkan tangannya membuat Kyuhyun merunduk setengah badan.

Hingga begitu ia tiba langsung berada dalam pelukan mommy-nya tercinta.

“Mommy gwenchana?” Tanya Sulli melepas pelukannya.

“Ne?”

“Oppa bilang mommy kena air panas?”

“Huh?” Wajah bingung Kyuhyun melihat Minho.

“Mommy sakit?”

“A-aniya…mo-mommy sudah tidak apa-apa.” Jawab Kyuhyun akhirnya.

“Benarkah?” Tanya Sulli memastikan. “Daddy juga?” Sulli melihat kebelakang membuat Siwon sedikit tersentak.

“N-ne, daddy juga.” Siwon menganggukkan kepalanya.

Di gazebo taman Minho hanya bisa menepuk kepalanya sendiri dan menggelengkannya perlahan. Tidak pernah ia bayangkan harus menjelaskan masalah dewasa itu dengan cara membohonginya.

Tapi anak seumuran Sulli memang tidak perlu tahu hal itu sedikitpun, apalagi mengatakan nanti ‘saat dewasa dia akan tahu sendiri’. Itu malah akan membuatnya penasaran dan bertanya-tanya dalam kepalanya.

‘Daripada dia bertanya pada orang lain.’ Pikir Minho.

“Mianhae~” Ucap Siwon membuat Minho tersentak.

“Daddyy~”

“Daddy lupa mereka akan pulang.”

“Lain kali kunci pintunya, jangan sampai Suho juga bertanya seperti itu.”

“Nee, arraseo~” Siwon menganggukkan kepala dengan pipi yang merona.

Minho hanya bisa menghela nafas pasrah dan melihat mommy-nya yang tertawa cekikikan. “Sepertinya mommy tenang-tenang saja.” Ucap Minho.

“Karna ini daddy yang salah.” Jawab Siwon. “Mommy juga tahu Mino bisa menjawab dengan baik.”

“Mwooo??”

“Itu buktinya.” Siwon melihat Sulli yang sedang bercerita masalah disekolah pada mommy-nya.

“Ehee~ the best baby~” Ucap Kyuhyun membentuk peace dengan dua jari.

“Hhhhhaaaahhh~ kalian~” Minho menghembuskan nafas beratnya.

“Ahahaha, Mino memang yang terbaik, ayo makan~” Siwon merangkul putra tampannya itu menuju dalam rumah.

Sementara Kyuhyun menggandeng Sulli bersamanya dan berjalan dengan riang menuju ruang makan. Disana Suho sudah duduk menunggu dengan wajah sulking namun begitu menggemaskan.

“Darimana saja?? Katanya mau makan, hyung?!!!” Ucapnya kesal.

“Ahh, hyung baru baikin princess merajuk.”

“Hoo~kenapa Culli?”

“Aniya, Culli cuma khawatir.” Jawab Sulli memeluk lengan mommy-nya.

Suho langsung berpaling melihat Kyuhyun dan Siwon dengan kepala yang dimiringkan. “Mommy gwenchana~” Ucap Kyuhyun cepat.

“Hoo~ Cuo pulang mommy, daddy~” Ucap Suho dengan senyumnya.

“Selamat datang babyboy~” Jawab Siwon dan Kyuhyun mendekat untuk mengecup keningnya.

Sulli langsung berdiri tegak dengan bibir yang dipoutkan karena tidak mendapat kecupan seperti itu. Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya namun segera mengecup kening putrinya itu penuh sayang.

“Selamat kembali pulang princess~” Ucap Siwon dengan mengedipkan kedua matanya.

Minho hanya melihat adegan itu dengan senyuman senang dibibirnya bahkan ia sampai tidak menyangka. Kyuhyun sudah mendekat dan mengecup keningnya dengan cepat.

“Mommy!!!”

“Ahahaha, my precious~”

Dan keluarga bahagia itu pun makan siang bersama dengan saling bercerita dan tertawa. Dan kejadian kecil itu pun dilupakan Sulli sampai putri kecil itu dewasa.

End Of Flashback

“Mino berbohong demi kebaikan.” Ucap Siwon menepuk bahu putranya.

“Asal marmut itu bisa melupakannya.” Minho menjawab dengan bangganya.

“Daddy memang selalu begitu.” Jawab Kyuhyun.

“Hyung, hanya lupa baby~”

“Masuk sana mommy, jangan sampai telat makan malam.”

“Memangnya kami mau ngapain?”

“Tanya sama daddy.”

“Mino yang terbaik, come here, baby~” Siwon langsung menarik huswife manisnya itu masuk ke dalam kamar.

Minho hanya bisa menghela nafas dan segera turun darisana, saat mengingat kembali masa lalu mereka membuat senyum terukir dibibirnya.

“Berapa tahun sudah lama berganti, tapi aku masih disini.” Ucap Minho sambil menuruni tangga perlahan. “Dan aku ingin selalu, selamanya ada disini, bersama kalian.”

“You always will~” Satu suara menjawab dibelakangnya.

Minho langsung berpaling melihat kedua orangtuanya berdiri dengan senyum manis dibibir mereka. Tanpa bisa dicegah kabut itu datang menutupi matanya yang berbinar hingga ia tidak bisa melihat dengan jelas.

“Mommy…”

“You always will.” Ucap Siwon sambil mengeratkan pelukannya dipinggang Kyuhyun.

Namja tampan itu memeluk Kyuhyun dari belakang dengan bagian bawah dagunya dibahu Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya bisa melihat putranya itu dengan mata berbinar penuh cinta.

“Kita akan selalu disini bersama, selamanya.”

Tanpa ragu Minho kembali berbalik langkah dan berlari menaiki tangga lalu memeluk mereka berdua dengan erat. “My precious~” Gumamnya.

“Uri precious.” Jawab Siwon dan memeluk Kyuhyun dan Minho bersamaan.

Dari jauh Taemin berdiri melihat mereka sambil merangkul putra-putri kembar istana itu. “Aku juga berharap ada disini, selamanya.” Gumamnya pelan.

“Tentu saja oppa akan disini.” Jawab Sulli cepat.

“Mm, terima kasih sudah menerimaku bersama Minho.”

“Karna kami tahu Mino hyung bahagia bersamamu.” Jawab Suho.

“Karna itu kami menyayangimu, oppa~” Ucap Sulli langsung memeluk kakak iparnya itu dengan erat.

Suho tertawa kecil melihat wajah terkejut Taemin dan ia juga melakukan hal sama seperti Sulli. Namja manis itu langsung tertawa dan membalas pelukan kesayangan istana itu sama eratnya.

Disisi kanan tangga ia bisa merasakan tiga pasang mata sedang menatapnya dengan perasaan bahagia. Kebahagiaan yang sama saat pertama kali keluarga ini memberikan pelukan hangat seorang ibu.

“Gomawo appa~” Ucapnya melihat Yesung masih berdiri disisi kanan tangga.

Namja sipit itu tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya bersama Ryeowook. Ya, Taemin tahu bahwa hari itu Yesung membawa Donghae untuk melihatnya di Istana ini.

Keluarga besar mereka saling terikat satu sama lain, hingga tidak ada yang bisa memisahkannya. Walau duka dan airmata selalu datang silih berganti, senyum dan tawa akan mengobatinya.

Hubungan dengan teman, sahabat bahkan cinta akan ada akhirnya, tapi ikatan sebuah keluarga tidak pernah berakhir.

**

The End.

Ahhaaaaa~ semoga sesuai dengan request-mu chagiya~

Semoga ini bisa melepas penat kalian dan sedikit tersenyum karenanya. Jika ia, tentu Vie akan sangat senang.

Sampai jumpa di ff yang lain nee~

With Love

Vie.

One More Chance

Sucii Cho Kembali lagi~^^

Gomawo Covernya, chagiya~

**

Starring : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Park Jungsoo, Lee Suyeon, Kim Haneul.

Pairing : Wonkyu

Genre : Romance, Fluff, School!life

Length : 2shoot

Disclaimer : Wonkyu milik kita bersama~

Summary : Mencintai seseorang yang lebih tua darimu akan membuat orang itu tidak percaya pada cintamu. Karena itu Cho Kyuhyun harus berjuang keras untuk itu.

Note: Kyuhyun disini rambut hitam, badan kecil dan wajah polos dengan ke-evilannya yang menggemaskan.

Note 2 : Ini sebagai hadiah ulang tahun yang terlambat..untuk Novi, Vieta dan Wk-Elfa Unnie….wish you all the best~

Selamat membaca.

** Continue reading