Two Love One Heart 3

Tags

, , ,

Mianhaeeeeee…my lovelies…updatenya benar-benar ngaret yaa?? Mianhae,,karna ada suatu dan lain hal di rumah Vie,,beginilah..telat lagi..

Mianhae..

My Baby segera menyusul…sabar sedikit lagi ne??

Mmm,kalau setelah baca Chap ini masih bingung juga..Silahkan hantui saja saia,,atau Anin Arlunerz..ok..ehehe
Soo..here you go..

“Happy reading”
Chap sebelumnya :

Siwon bergegas memasuki gedung mewah itu dan menuju lantai paling atas tempat seseorang yang sangat dikenalnya tinggal di sana saat ini.

Begitu sampai siwon langsung mengetuk pintu itu beberapa kali dengan nafas terengah-engah setelah berlari agar segera sampai kesana.

Setelah menunggu berapa lama seseorang pun membuka pintu kayu meranti? Itu dengan perlahan dan menampilkan sosok kibum yang terkejut melihat siwon di depannya.

“Siwonnie..?”

“Mianhae..” Ucap siwon dengan suara yang setengah berbisik.

Kibum yang terkejut kini terlihat bingung menatap namja tampan di depannya itu, namun saat melihat wajah tampan itu penuh dengan kesakitan? Penyesalan? Atau apapun itu, kibum langsung menarik tubuh kekar itu ke dalam kamar hotel mewahnya dan menutupnya rapat-rapat.

“Siwonnie,,aku sudah cukup bersabar..” ucap kibum dengan suara dingin namun penuh kekhawatiran di sana.

Siwon langsung berhenti dan menarik tangannya dari genggaman kibum sambil menatap mata namja imut di depannya itu.

“Mianhae,,” ucap siwon.

“Jangan terus meminta maaf!!! Ini sudah dua hari, Choi siwon.!!” Ucap kibum tegas.

Sepertinya namja imut itu sudah tidak tahan lagi dengan semua perubahan yang terjadi pada kekasihnya dua hari ini. Ya.. Choi siwon, kekasihnya.

“Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu, dan aku ingin tahu apa itu!”

Kibum mengeluarkan isi hatinya yang sudah ditahannya beberapa hari ini kerana kekasihnya it uterus diam saja.

“Jangan mengabaikanku,siwonnie,,mungkin aku bisa membantumu jika kau punya masalah,,katakanlah..!!” ucap kibum lagi sambil duduk di sofa.

Mendengar hal itu siwon langsung mendekati kibum dan duduk di lantai didepan kibum agar bisa menatap wajah imut itu lebih dekat.

“Benarkah??” tanyanya tiba-tiba. “Benarkah kau mau membantu??”lanjut siwon tiba-tiba bersemangat.

“Tentu saja!! Untuk apa juga aku ada??” jawab kibum dengan senyum manisnya yang tulus.

Membuat siwon tersenyum bahagia namun terselip luka saat melihat senyuman namja imut kekasihnya itu. Tapi semua sudah terlanjur dan siwon tidak bisa kembali dengan kata-kata yang sudah di ucapkannya sendiri.

“Aku akan mengatakan semuanya padamu, aku mohon, bantu aku..tidak ada yang bisa aku lakukan lagi,kibummie..” ucap siwon dengan penuh harap sambil menatap mata kibum dalam.

“I promise..” jawab kibum sambil memejamkan matanya dan menunduk sampai keningnya menyentuh kening siwon yang ikut memejamkan mata.

Keduanya sama-sama terdiam hingga beberapa menit ke depan sampai siwon melepas jarak mereka kerana tiba-tiba teringat akan sesuatu. Kibum yang ternyata mengharapkan lebih hanya bisa mendesah kecewa dengan senyuman manisnya.

“Ayo,,kita harus cepat!!” ucap siwon langsung berdiri dan menarik tangan kibum.

Lalu sama-sama keluar dari kamar hotel itu menuju tempat parkit dimana mobil siwon di simpan kibum setelah sampai di sana.

“Kita mau kemana??” Tanya kibum saat mereka sudah di mobil.

Siwon langsung menghidupkan mesin mobil mahalnya dan melaju dari sana sekali lagi berjalan-jalan di tengah malam buta menyusuri kota seoul yang indah di malam hari.

“Ke tempat semuanya bermula..” jawab siwon di tengah perjalanan.

“Ahh,,I see..” jawab kibum menganggukkan kepalanya.

“Kalau kau tidak sms tadi, mungkin aku sudah pulang..” ucap siwon kemudian.

“Aku tidak enak ke rumahmu, hyung..makanya ke hotel saja..” jawab kibum dengan senyumnya.

Kibum memang mengirimkan sms singkat untuk siwon agar namja tampan itu tahu kibum ada dimana, dan bukan pulang ke rumah orang tua siwon.

Selanjutnya keheningan pun menyelimuti mereka berdua sampai keduanya berhenti didepan pagar sebuah rumah yang asri dan terlihat menyejukkan yang memang terletak jauh dari suara bising kendaraan dan bangunan yang menjulang tinggi.

Halaman yang luas dengan jalan melingkar penuh dengan berbagai macam bunga yang sangat terawat itu terlihat sangat indah dan menyejukkan mata.

Kibum menyusuri taman yang sering di lihatnya itu dengan padangan seribu tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi. Namun sampai detik ini kibum lebih memilih menunggu siwon yang akan berbicara.

Saat mobil mereka tiba di depan pintu besar rumah siwon, kibum langsung membuka sendiri pintunya tanpa menunggu maid yang ada di pintu yang membukanya.

Namja imut itu langsung mengikuti siwon yang sudah masuk duluan sambil berbicara dengan maidnya. Kibum kembali melihat rumah mewah milik orang tua kekasihnya itu dengan penuh kekaguman.

Rumah mewah itu selalu bisa menarik perhatian setiap yang masuk ke dalam dengan warna kuning emas yang terdapat di setiap furniture yang ada membuatnya terlihat semakin bercahaya.

“Selera Ny.choi..” gumam kibum sendirian.

Begitu sadar dari lamunannya siwon sudah berdiri di depan pintu kamar yang tertutup sambil melihatnya. Dengan buru-buru kibum langsung mendekatinya sambil tersenyum garing namun siwon hanya menatapnya.

Lalu namja tampan itu pun membuka pintu kamar itu perlahan sambil tetap melihat kibum dengan wajah datarnya membuat namja imut itu salah tingkah.

Begitu pintu itu terbuka sepenuhnya, kibum baru bisa melihat apa yang ada di dalam kamar itu dan apa yang di sembunyikan siwon darinya.

Kamar besar yang sama mewahnya yang di ketahui kibum kini hanya terlihat suram dengan selimut berwarna putih dan beberapa rak-rak obat berdiri di sana. Kibum langsung berpaling melihat siwon dengan penuh kebingungan.

Namun namja tampan itu malah menyuruh kibum masuk dengan menganggukkan kepalanya. Mau tidak mau kibum harus menemukan sendiri jawabannya dengan menyusuri kamar besar itu lebih dalam.

“Shi yuan??”

Kibum tidak percaya dengan apa yang dilihat di depan matanya kini, seorang namja yang dikenalnya dengan wajah yang tidak akan pernah bisa di lupakannya kerana wajah itu sama persis dengan kekasih tampannya.

Ya.. Shi yuan, saudara kembar Choi siwon yang lebih memilih tinggal di Negara lain hanya kerana punya wajah yang sama dengan adiknya yang selisih waktu 1 menit itu.

Namja tampan itu tidak ingin disamakan atau di banding-bandingkan jika mereka terlihat bersama. Keduanya hanya ingin jadi diri sendiri dengan wajah sama namun sifat dan kehidupan yang berbeda.

Dan sekarang namja tampan itu kembali ke rumah mereka dengan kenyataan yang membuat seluruh penghuni disana harus menahan airmata mereka.

Kerana shi yuan yang biasanya ceria dan penuh kekonyolan kembali dengan wajah pucat seperti mayat hidup yang berjalan tanpa tujuan. Dan kini namja tampan dengan tubuh kekar itu terbaring dengan berbagai selang infus di masukkan ke tubuhnya.

Tentu saja hal itu membuat kibum yang baru melihatnya dilanda kebingungan yang sudah tidak bisa di bendung lagi.

“Ke-kenapa??? Apa yang terjadi?? Siwonnie?!!”

Kibum sudah tidak bisa menghentikan lagi semua hal ingin diketahuinya hingga dia langsung menarik siwon keluar dari sana.

“Jelaskan padaku!!” ucap kibum lagi saat mereka tidak jauh dari kamar itu.

“Tenanglah..aku akan mengatakan semuanya..ayo..” jawab siwon mengandeng tangan kibum menuju sofa di ruang tengah.

Kibum terus mengikuti sampai siwon mendudukkannya di sofa dan matanya tidak pernah lepas dari wajah tampan kekasihnya yang terlihat tenang saja itu.

“Hyung pulang dua hari yang lalu membawa berita buruk untuk kami..” ucap siwon memulai ceritanya sambil duduk di sofa didepan kibum.

“Apa itu??” Tanya kibum tidak sabar.

“Leukimia, stadium akhir..” jawab siwon membuat kibum langsung menutup mulutnya tidak percaya.

“Mimisan yang tidak pernah kami anggap serius dulu, kini berbuah kepahitan yang sangat menyakitkan..” ucap siwon lagi dengan wajah penuh kesedihan dan penyesalan.

Kibum langsung berdiri mendekati siwon dan duduk di sampingnya lalu menepuk-nepuk pelan bahu kekasihnya itu.

“Aku tidak tahu..” kibum mencoba mengatakan sesuatu.

“Dia tidak pernah mengatakannya..“ jawab siwon cepat. “Dia menyembunyikannya, bahkan dari kami keluarganya dan sekarang dia kembali seperti itu, dia memang brengsek!!”

Siwon tidak bisa lagi menahan perasaannya yang terasa di himpit ribuan batu yang membuatnya sulit bernafas dengan benar.

“Dia egois kibummie, dia egois..” ucap siwon lagi dengan airmata kini mengalir di kedua pipinya.

“Ssssst,,kau tidak boleh begitu, hyung!”

“Jangan membelanya!! Kau tidak tahu apa-apa!!” ucap siwon dengan nada sedikit lebih tinggi membuat kibum terdiam.

“Kau tau,,apa yang dia mau???” Tanya siwon pada kibum dengan wajah menyakitkan.

Kibum hanya menatap wajah kekasihnya dengan penuh penyesalan kerana sepertinya tidak ada yang bisa dilakukannya untuk mengurangi beban namja tampan itu walau sedikit.

Flashback

Incheon Airport

Terlihat seorang namja tampan dengan wajah yang terlihat sangat pucat dan lelah itu sedang berjalan tergesa-gesa mencari sesuatu atau seseorang dengan matanya.

Tempat dia sekarang berada di kedatangan dari luar negeri mengatakan bahwa dia baru saja sampai dan mencari orang yang akan menjemputnya.

Setelah beberapa menit mencari nampaklah seseorang yang di tunggunya dari kejauhan berjalan dengan cepat dan menghampirinya dengan wajah penuh kekhawatiran.

“Hyung!!!” panggil namja itu begitu ada didepan namja yang adalah hyungnya sendiri itu.

“Siwonnie..aku pulang..” ucap namja tampan itu langsung memeluk dongsaengnya cepat sambil memejamkan matanya.

“Selamat datang..” ucap namja yang dipanggil siwonnie itu dengan senyuman dan membalas pelukan hyungnya tersebut.

Namun senyuman itu mendadak hilang saat tubuh di pelukannya tiba-tiba terasa berat dan hampir saja merosot ke lantai jika dia tidak menguatkan pelukannya.

Namja tampan yang bernama shi yuan itu pingsan di pelukan dongsaengnya yang tidak lain adalah kembarannya sendiri hingga membuat orang di sekeliling mereka menatap dengan berbagai ekspresi.

Melihat hal itu membuat siwon harus menyunggingkan senyuman getir sambil menganggukkan kepalanya. Lalu perlahan namja tampan bernama Choi siwon itu membawa saudara kembarnya menuju mobilnya di luar.

Setelah mendudukkan hyungnya di kursi depan, ia pun langsung menuju kursi pengemudi dan menjalankan mobil mewahnya meninggalkan bandara seoul di pagi buta itu.

Setengah perjalanan namja tampan yang pingsan itu pun akhirnya tersadar sendiri seperti baru saja terjaga dari tidurnya. Dia pun langsung berpaling melihat ke samping dan tersenyum manis pada pengemudi mobil yang tidak lain saudara kembarnya sendiri.

“Cih,,jangan sok polos!!” ucap kembarannya datar.

“Apa kabar, siwonnie???” jawabnya.

Siwon hanya bisa memutar bola matanya mendengar kembarannya itu yang selalu keras kepala dari dulu.

“Apa yang terjadi??” Tanya siwon tidak menyerah.

“Kita langsung ke rumah ya??Hyung lapar..”

“Shit!! Jangan bercanda!!!”

“Tenanglah siwonnie..”

“Kau pikir aku bisa tenang setelah menerima telepon di tengah malam buta, bukan, itu hampir pagi!!!”

“Ahahaha,,mianhae..”

“Terlambat!!”

“Owhh,,dongsaengku yang manis berubah dingin..”

“Shut up!!!”

Ucap siwon terakhir membuat shi yuan kembarannya terdiam dengan senyuman menyedihkan. Tanpa sadar tangan Shi yuan terulur membelai rambut siwon yang masih serius mengemudi.

Gerakannya yang lembut itu membuat raut wajah dongsaeng kembarannya itu perlahan melembut dan terlihat jelas kekhawatiran di sana.

“Hyung harus di kemo..” ucapnya tiba-tiba membuat siwon langsung menatapnya.

“Hati-hati..” lanjutnya lagi melihat siwon tidak memerhatikan jalan di depannya.

“Mmm,,hyung menderita leukemia,,stadium 4,,” ucapnya lagi dengan suara sedikit berbisik. “Parah kan??” tanyanya kemudian.

Tanpa menjawab apa-apa siwon langsung menepikan mobil mereka tiba-tiba ke samping dan menatap hyungnya itu dengan tatapan nanar.

“Hyung,,jangan bercanda..” ucap siwon tidak percaya.

“Untuk apa??” Tanya hyungnya lembut.

“Itu,,aku..tidak mungkin hyung,,jangan bercanda,,itu penyakit mematikan,,tidak mungkin..”

“Mungkin saja siwonnie..”

“Hyung!!!”

“Kau tau mimisan itu kan?? Hyung mengabaikannya..”

“SHIT!! TIDAK MUNGKIN!!!!!” Siwon memukul setir mobilnya dengan tangannya sendiri kerana tidak tahu harus berkata apa.

Sakit di tangannya tidak sebanding dengan sakit didadanya saat melihat wajah hyungnya yang tersenyum lembut menatapnya. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya selain airmata yang menjawab semua yang ingin dikatakannya saat ini.

Namun akhirnya..

“Hyung~..” panggilnya menangis seperti anak kecil.

Hyung satu-satunya yang siwon punya dan yang paling disayanginya walau berada jauh dari tempatnya tapi tidak membuat tali kasih sayang mereka putus. Kini dia harus menderita kerana kelalaian mereka semua.

“Hyung~~jangan pergi,,aku,,aku..”

Siwon tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat hyungnya itu menarik tubuhnya tiba-tiba dan memeluknya dengan erat yang membuat tangisnya semakin pecah hingga membuat baju depan hyungnya itu basah oleh airmatanya. Tapi siwon tidak peduli.

“Ssssst,,sudah-sudah,,hyung tidak akan pergi,,hyung tidak bisa meninggalkanmu, apalagi dia..” ucap hyungnya menenangkan.

Dan benar saja siwon langsung terdiam walau dengan isakan melepas pelukan hyungnya dan menatapnya dengan wajah kebingungan.

“Hyung jelaskan di rumah, ada yang harus kau lakukan untuk hyung,,kau mau??” tanyanya dengan wajah serius membuat siwon langsung menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu,,ayo pulang..” ucapnya lagi.

Dan siwon pun langsung menghidupkan mobilnya kembali dan melaju dari sana menuju rumah mereka yang sedikit jauh dari kota itu.

Tak berapa lama sampai mereka langsung bertemu dengan umma Choi yang sudah menunggu di depan rumah dengan wajah khawatir setelah mendapat kabar dari anaknya.

Wanita cantik paruh baya itu langsung memeluk anak pertamanya yang sudah lama tak di jumpainya itu kemudian memeluk siwon sebagai ucapan selamat datang kembali.

Lalu mereka pun sama-sama memasuki rumah mewah mereka sambil terus bercengkrama, hanya hyung dan ummanya, sementara dirinya sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Siwonnie,,kau kenapa, hmm?? Tidak senang hyungmu kembali??” Tanya umma choi heran.

Siwon hanya menatap hyungnya sebagai jawaban hingga membuat umma choi bingung dan langsung menatap hyungnya juga.

“Kau janji akan melakukan sesuatu untukku, kan??” Tanya hyungnya tiba-tiba.

“Ne,,aku janji..kau juga harus janji akan melakukan itu..”

“Aku janji..”

“Tunggu!! Ada apa ini?? Janji apa? Lakukan apa??” Tanya umma choi bingung.

“Umma,,telfon dokter kita, suruh dia bawa semua alat untuk kemoterapi kesini..” jawab siwon pada ummanya.

“Jangan dulu umma..” bantah shi yuan.

“Sekarang umma, dia akan menghindar nanti..”

“Apa maksudnya!!??” jawab umma choi dengan wajahnya yang memerah menahan kesal kerana tidak tahu apa-apa.

Siwon langsung mendekati ummanya dan mendudukkannya di sofa dekat mereka lalu menatap matanya lekat. Menyalurkan ketenangan sebanyak mungkin yang mungkin juga diperlukan ummanya saat mendengar apa yang ingin dikatakannya.

“Hyung menderita leukemia stadium akhir, hanya kemoterapi yang bisa membuatnya bertahan saat ini..” ucap siwon lembut namun penuh penekanan.

Umma choi yang meresapi kata-kata itu perlahan akhirnya hanya terdiam mematung menatap wajah tampan anaknya itu. Detik berikutnya pipi cantiknya pun di basahi aliran kristal bening yang tiba-tiba jatuh dengan derasnya.

Tanpa bisa di hentikannya airmata itu terus saja jatuh membasahi pipinya membuat siwon dan hyungnya yang melihatnya harus memalingkan wajah mereka kearah lain.

“Mianhae..umma..” ucap shi yuan tanpa melihat ummanya.

Siwon langsung berdiri kembali dan mendekati hyungnya dnegan wajah serius lalu memegang kedua bahu hyungnya tersebut dengan sedikit menekannya.

“Apa yang harus kulakukan, katakan!! Lebih cepat lebih baik, aku akan membawa dokter kemari, secepatnya…” ucap siwon dengan yakinnya.

“Kau memang selalu bisa di andalkan..” jawab hyungnya dengan senyuman manis dan menepuk bahunya pelan.

Lalu namja tampan itu pun berjalan menghampiri umma mereka yang masih tidak mengeluarkan satu kata pun. Shi yuan duduk di samping ummanya dan mengambil tangan wanita itu dan menggenggamnya.

Detik berikutnya namja tampan itu menunduk untuk mengecup tangan wanita yang sudah membesarkannya dengan penuh kasih saying sampai sekarang ini.

“Mianhae,,umma,,mianhae..” bisiknya lembut dengan airmata yang tiba-tiba saja keluar.

Dan wanita cantik itu pun hanya bisa semakin menangis dan menunduk di atasnya sambil mengecup kepala anak kesayangannya itu dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan.

Siwon hanya menarik nafas panjang melihat keduanya lalu bergegas menelfon dokter keluarga mereka untuk mempersiapkan segalanya.

“Umma~ bantu aku,aku akan berusaha,,aku tidak bisa meninggalkannya umma,,dia sendirian..” ucap siwon sambil menggigit bibirnya agar tangisnya tidak pecah.

“Kyuhyun,,” ucap umma choi.

“Ne..dia pasti sendiri,,aku tidak bisa.”

“Apa yang bisa umma lakukan..?” Tanya umma choi putus asa.

“Siwonnie bisa melakukannya..” jawabnya yakin sambil melihat siwon yang berdiri tidak jauh darinya.

“Kyuhyun akan segera datang, dia pasti akan datang karna aku meninggalkannya begitu saja.” Mulai shi yuan menatap siwon dalam yang perlahan mendekatinya.

“Tolong jemput dia, temani dia selama dia ada disini..”

“Itu mudah saja, kami akan menjaganya..” jawab siwon dengan senyuman manisnya.

“Bukan itu, tolong siwonnie, gantikan hyung berada disisinya..” ucap hyungnya dengan wajah serius membuat siwon bingung.

“Setiap saat..” lanjutnya perlahan agar siwon mengerti apa yang dimaksudkannya.

Namun siwon masih tetap tidak bisa menangkap inti dari pembicaraan mereka sekarang. Pikirannya tidak bisa menjangkau apa yang dipikirkan hyung tampannya itu.

“Gantikan hyung, untuknya.” Ucapnya lagi sambil menatap siwon penuh harap.

“Maksud hyung? Disisinya, setiap saat,,untuknya?? Aku??” Tanya siwon menggabungkan semua kata-kata hyungnya.

“Ya..kamu untuknya,,” jawab Shi yuan yakin.

“Kau gila!!”

“Tidak..tolong, hanya ini caranya..”

“Bagaimana mungkin??!??”

“Sangat mungkin,,dia tidak tahu apa-apa, siwonnie..please..hanya sementara, sampai aku..”

“Sampai kau sembuh hyung!!! Kau harus sembuh!!!”

“Jadi kau mau??” tiba-tiba mata hyungnya berbinar menatapnya pertama kali membuat siwon menyesali kata-katanya sendiri.

“Tapi,,kibummie…” siwon ragu setelahnya.

Shi yuan tersenyum penuh arti dan mendekati dongsaengnya menatapnya yakin. “Dia akan mengerti.”

“Kenapa kau melakukan ini?? Kau tau dia akan terluka..”

“Yang tidak diketahuinya akan membuatnya baik-baik saja..”

“Cih,,keras kepala,,”

“Sama denganmu..”

“Ck..”

“Sudahlah,,kau akan menyukainya,,dia sangat cantik..” ucap shi yuan tersenyum lemah pada dongsaeng satu-satunya itu lalu berpaling melihat ummanya.

“Umma setuju kan,,siwonnie menggantikan aku,,umma pasti tidak ingin kyuhyun bersedih kan??” Tanya siwon penuh harap.

Dan yang bisa dilakukannya hanya menganggukkan kepala mengiyakan semua permintaan yang akan diajukan anaknya itu saat ini. Tidak ada yang bisa dilakukannya lagi mengingat penyakit apa yang dipikulnya.

Walau belum terlalu mengenal calon menantu pertamanya itu, umma choi yakin kyuhyun luar biasa kerana melihat cinta putranya pada namja cantik seperti yang dikatakan putranya itu.

“Tapi,,kau harus menuruti apa yang dokter katakan, jangan keras kepala..” ucap umma choi serius.

Wanita cantik itu langsung berdiri dan melihat siwon dengan wajah serius namun senyum menenangkan ada disana.

“Kau pasti bisa,,jelaskan baik-baik pada kibummie, dia akan mengerti..” ucapnya lembut.

Siwon hanya menganggukkan kepalanya patuh dan menatap hyungnya penuh kasih sayang. Dalam hatinya berharap agar masalah yang mereka hadapi sekarang bisa terselesaikan dengan sempurna.

Tapi akhirnya..

‘Apa yang harus aku katakan? Apa kibummie rela?’ Tanya siwon dalam hati sambil meninggalkan ruangan itu.

Lebih penting lagi, apa yang akan terjadi saat namja yang bernama kyuhyun itu tiba di sini dan menganggapnya sebagai kekasihnya.

‘Apa yang akan terjadi?’ Tanya siwon lagi.

Dan namja tampan itu pun pergi dari rumahnya menuju apartement kekasihnya yang sudah 2 tahun ditinggali mereka.

Dan setelahnya sampai dua hari kemudian kyuhyun tiba siwon tidak mengatakan apapun pada kekasihnya walau kibum memaksa.

Flashback End

Dan hari ini..

“Mianhae..” ucap siwon di akhir ceritanya.

Kibum hanya menatap kekasih tampannya itu penuh arti namun terlihat kesedihan di sana yang tidak bisa diungkapkannya.

“Setelah hari itu, hyung langsung menjalani perawatan dan disinilah dia sekarang..maafkan kami yang meninggalkan-mu kibummie,,tapi..”

“Aku mengerti hyung,,” jawab kibum cepat.

“Mm, jadi selama hyung-mu dalam perawatan kau akan menggantikannya menjaga kyunnie??”

“Ne..”

“Lebih tepatnya, kau jadi namjachingunya kyunnie, hyung..” ucap kibum lagi.

Siwon langsung menatap wajah kekasihnya yang melihat jauh kedepan dan tiba-tiba berubah sedih itu. Kata-kata kibum tadi terdengar jelas ada nada kecewa dan tidak rela disana.

Dan disaat ini tidak ada yang bisa dilakukannya sebagai kekasih yang baik untuk mengusir kesedihan itu. Kerana jelas sekali wajah kibum sekarang ini, siwon sendiri yang menyebabkannya terjadi.

“Kau tidak mau?? Aku akan bicara sama hyung..”

“Bukan!! Hanya saja…ahh, lupakanlah, aku akan membantumu..” kibum mencoba mengusir kesedihannya sendiri dengan senyuman manis.

“Kibummie..”

“Tenanglah hyung,,aku akan berusaha, lagian di awal aku sudah mengaku sebagai adikmu,,jadi tidak masalah..” jawab kibum lagi dengan wajah ceria.

“Kenapa,,ne, kau memang menyebut adik-ku..”

“Mmm,,aku juga tidak tau,,itu yang terlintas saat itu..”

“Aku..”

“Sudahlah,,aku baik-baik saja,,kita harus berperan dengan baik,,demi hyung-mu..”

“Gomawo..kibummie,,jeongmal gomawo..”ucap siwon tulus.

“Santai saja hyung,,aku rasa, aku juga menyukainya..” jawab kibum polos membuat siwon membulatkan matanya.

“Bukan itu!!!” bantah kibum. “ Matanya saat bicara game,,aku menyukainya,,seperti anak kecil,,imut sekali..”

“Ohh,,ne,,aku mengerti..”

“Kalau begitu! Kita akan berperan dengan baik,,sampai hyungmu sembuh!!” ucap kibum dengan nada riang.

‘Semoga..’ batin siwon berharap.

“Soooo…kau akan menginap kan??” Tanya kibum sambil mendekati kekasihnya itu untuk pertama kali dalam beberapa jam ini.

“Kita kembali,,di sini ada umma..” jawab siwon sambil mengulurkan tangannya.

Kibum langsung menyambut uluran tangan itu dengan senyuman paling manis hari itu. Lalu mengaitkan jemari mereka sebentar sambil terus menatapnya sebelum akhirnya siwon melepasnya lagi.

Namja tampan itu melepas tangannya dan ingin melingkarkannya di pinggang kekasih imutnya. Namun berhenti tiba-tiba kerana suara handphone yang bukan kepunyaannya berbunyi dengan keras disakunya.

Siwon langsung mengambil Hp milik hyungnya itu dan melihat satu pesan baru saja masuk disana. Dengan wajah bingung siwon membuka pesan itu dan langsung mentatap kibum dengan wajah bersalah.

Mau tidak mau kibum langsung menarik Hp itu dan ikut membaca isi pesan itu lalu menatap siwon dengan lekat.

“Dia bangun?!” ucap kibum dengan nada lebih ke pernyataan dari pada pertanyaan.

“Oh my god!! Mianhae,,aku harus pergi..” ucap siwon begitu sadar kembali.

“Baiklah…” jawab kibum dengan sendu. “Hati-hati..” lanjutnya kemudian.

Namun tidak di dengar siwon yang sudah duluan melesat keluar dari rumah itu dan menuju mobilnya setelah mengambil hp di tangan kibum yang berisi pesan dari kyuhyun.

To siwonnie.

“Kau pergi lagi, hyung..T~T
-
-
TBC…

Intinya : Choi siwon di sini kembar.
Shi yuan -> Kyuhyun
Choi Siwon -> Kibum

Sampai jumpa lagi di My Baby, With your love and SPG..

AHH,,ikut Lomba FF yuuuuuuk!!!!

Seven Princes Garden 20

Tags

, , , ,

Happy Monday My lovelies..
saia datang lagi..

Yang udah lupa,,baca chap 19 lagi ya,,ohohohoho.

**sebelumnya…

Kyuhyun pun terdiam beberapa detik memikirkan ide yang baru saja melintas dikepalanya kerana memikirkan umma dan appanya. Setelah itu namja manis itu langsung pergi meninggalkan hyungnya yang dilanda kebingungan.

“Kyunniee…!!” panggil mereka serentak.

“Tunggu saja,,ahahahaha…”

Tawa kyuhyun sekilas lalu menutup pintu depan rumah siwon dan meninggalkan hyungnya yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Entah apa yang akan direncanakannya..

Sampai hari pun berlalu tidak ada yang dilakukan kyuhyun hingga membuat semua hyungnya semakin khawatir dengan apa yang akan terjadi. Mereka tidak ingin hal-hal yang buruk terjadi pada magnae kesayangan mereka itu.

Tapi ternyata, yang membuat rencana tidak pasti itu terlihat tenang-tenang saja dengan game dan kekasih tampannya itu sampai membuat hyukjae kesal dengan sendirinya.

“Kenapa kita yang harus khawatir seperti ini??” Tanya hyukjae geram.

“Ahh,,tenang saja,,sepertinya dia sudah lupa..” jawab ryeowook sambil melirik pasangan termesra? Di sekolah itu.

Siwon duduk bersandar di sofa sambil menjulurkan kakinya ke depan dengan kyuhyun berbaring disamping dalam pelukannya sedang larut dalam gamenya, sementara siwon sendiri hanya memejamkan mata dengan tangan melingkar indah di pinggang
kekasih imutnya itu.

Siwon kembali ke sekolah dari kantornya saat istirahat siang hanya ingin bertemu dan menghabiskan waktu yang sedikit itu bersama kyuhyun. Dan kyuhyun senang-senang saja bisa berada di pelukan hangat yang selalu di rindukannya itu.

Namun ternyata kebahagiaan siwon yang singkat itu tiba-tiba di usik seseorang yang datang masuk ke rumah kaca mereka tanpa
aba-aba.

“Kyunnie!!” panggil changmin tiba-tiba sudah berdiri di antara pangeran tampan itu.

“Heeeyyyy,,,who are youuu??? Tanya hyukjae langsung mendekati changmin yang berbadan tinggi melebihinya.

“Aku temannya kyu..” jawab changmin dengan senyum ramahnya.

“Sejak kapan kyu punya teman??” Tanya donghae tajam dan ikut berdiri disamping namjachingunya.

“Sejak kami bertemu, kenalan dan makan bersama..” jawab changmin polos dan tidak bersalah.

Namja tinggi tampan itu menatap satu persatu hyung-hyung yang sudah pernah diceritakan kyuhyun padanya. Dalam hatinya mengakui semua yang dikatakan kyuhyun sahabatnya itu benar, hyung-hyung yang aneh.

Kerana mereka sekarang semua berekspresi sama menyelidikinya dan mereka secara tidak sengaja membuat dinding di depannya.

Namun tiba-tiba mata changmin terpaku pada sepasang namja yang duduk di sofa tidak jauh dari tempatnya berdiri, changmin tahu itulah Siwon hyung kekasihnya kyuhyun.

Changmin terus menatap pasangan itu dengan tatapan yang tidak bisa di baca namja-namja di depannya.

Tanpa sadar beberapa dari mereka menyunggingkan smirk licik
mereka saat melihat tatapan itu dan pasangan eunhae pun kembali duduk di tempatnya dengan wajah tenang.

“Itu kyunnie,,sepertinya dia sedang sibuk..” ucap ryeowook melihat changmin dengan ramahnya.

Kyuhyun memang tidak melihat, bahkan tidak sadar dengan apa yang terjadi di sekelilingnya, kerana terlalu masuk dalam game di tangannya itu. Sampai suara yesung memanggilnya dengan perlahan agar siwon tidak terjaga, barulah namja imut itu bergeming.

“Kyunnie, kyunnie..kyunnie..” panggil yesung.

“Sssssst,,” jawab kyuhyun tanpa melihat hyungnya itu.

“Ada temanmu..” ucap yesung lagi barulah kyuhyun berpaling melihatnya dan melihat orang yang dimaksud hyungnya.

“Hai,,Chwang..” sapa kyuhyun ramah. “Ada ap..” gerakannya yang ingin bangun terhenti tiba-tiba kerana lengan di pinggangnya semakin mengerat.

“Mm??” namja imut itu menatap kekasihnya dengan mengerjapkan mata bingung namun tidak ada perubahan apapun dari siwon.

“Mmm, waeyo, changminnie??” ucapnya kemudian sambil berbaring kembali dan menumpu dagunya dengan telapak tangan di atas dada siwon.

Kyuhyun menatap wajah changmin polos dengan sebelah tangannya lagi menepuk pelan lengan siwon seperti untuk menenangkan namja tampan kekasihnya itu.

“Ti-tidak apa-apa,,aku hanya ingin mengajakmu makan siang..” jawab changmin ragu.

“Ohh,,aku sudah makan tadi, siwon hyung membawanya..” jawab kyuhyun dengan senyum garingnya.

Changmin terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berkata “Ohh,,begitu,,mmm,,apa aku bisa bicara sebentar?”

“Di sini saja??” Tanya kyuhyun balik.

“Di luar..”

“Mmm,,” kyuhyun terlihat ragu melihat hyung-hyungnya yang tiba-tiba berwajah khawatir menatapnya.

“Aku ingin disini saja,,ada siwon hyung..” jawab kyuhyun akhirnya sambil melihat kekasihnya yang tidak mengeluarkan ekspresi apapun sedari tadi.

Jawabannya itu juga membuat semua hyung-hyungnya bernafas lega secara tidak sengaja, entah kerana kyuhyun tidak pergi dengan namja yang masih asing bagi mereka itu atau entah kerana tidak ingin menghadapi wajah sulking siwon setelah kyuhyun pergi nanti.

“Ahh,,kau bangun hyung!!” ucap kyuhyun dengan wajah berbinar melihat siwon yang kini menatapnya.

“Waeyo, hmm??” tanya siwon mencolek ujung hidung kyuhyun.

“Mmm,,aniyo,,jangan tidur lagi..” jawab kyuhyun dengan pipi merona dan pout dibibirnya.

“Hyung tidak tidur, hanya menikmati kau ada di pelukanku, baby..” jawab siwon mengecup ujung hidung itu sekilas dan membuat kyuhyun semakin memerah.

Namja cantik itu menundukkan wajahnya di dada siwon dengan pipi merona, siwon hanya bisa menatap kekasihnya itu penuh cinta dan semakin mengeratkan pelukannya. Dan semua hyung yang ada di sana hanya bisa memutar bola mata mereka dengan dua penghuni dunia lain di depan mereka itu.

Detik selanjutnya siwon berpaling melihat changmin yang menatap mereka tidak berkedip sedikitpun. Tanpa sadar siwon menyunggingkan senyum kepemilikan yang sah, sebagai ganti kata
“He’s mine” padanya.

“Apa kabar changminnie??”tanyanya ramah.

Saat itulah kyuhyun kembali sadar bahwa dia tidak hanya bersama siwon hyung kekasih tampannya itu, tapi bersama semua orang yang jelas-jelas menyaksikan moment lovely mereka tadi.

“Hahh?? Kau masih disini ya??” tanya kyuhyun polos membuat hyungnya langsung menyembunyikan tawa mereka.

“Ohh,baiklah, aku pergi,, sampai jumpa siwon hyung..” jawab changmin segera berpaling dan melangkah keluar dari sana.

“Uppsss!!!” ucap kyuhyun sambil menutup mulutnya. “Sebentar hyung,,aku harus..” ucapan kyuhyun terhenti perubahan raut wajah siwon.

“Mmm,,”

“Pergilah..” ucap siwon kemudian setelah mengecup ujung bibir kyuhyun sekilas.

Namja imut itu langsung tersenyum sumringah dan bangun perlahan lalu berdiri dan keluar menyusul changmin sahabatnya itu, setelah memberikan senyumannya pada siwon sekali lagi.

Changmin yang kebetulan belum jauh dari sana langsung berhenti begitu mendengar suara kyuhyun memanggilnya. Namja tinggi itu pun kembali lagi di mana kyuhyun berdiri menunggunya, kerana namja manis itu tidak mau pergi lebih jauh dari yang sudah.

“Waeyo??” tanya changmin setengah kesal.

“Kau marah??” Tanya kyuhyun ragu.

“Untuk apa??”

“Untuk,,mm,,itu..” kyuhyun terlihat gugup sambil meremas jemari.

“Lupakanlah kyunnie,,aku tidak apa-apa,,”

“Jinjja??”

“Ne,cepatlah kembali, dia khawatir..” ucap changmin melihat kearah belakang kyuhyun.

Namja cantik itu pun langsung berpaling ke belakang dan mendapati siwon hyungnya sedang berdiri menatap mereka dengan kening berkerut.

“Baiklah..sampai jumpa,,” ucap kyuhyun langsung pergi meninggalkan changmin yang tidak sempat membalas ucapannya lagi.

“Sampai jumpa..” gumam changmin dan segera pergi dari sana.

Kyuhyun kembali dengan wajah tersenyum manis menatap siwon yang berwajah muram dan langsung memeluknya begitu kyuhyun sampai didepannya.

“Kapan aku bisa selalu bersamamu??” gumam siwon di bahu kyuhyun dengan nafas lelahnya.

“Ne??” tanya kyuhyun ingin memperjelas kata itu.

“Tanpa ada pengganggu..” sambung siwon lagi membuat kyuhyun terdiam.

Beberapa detik selanjutnya siwon melepas pelukannya dengan senyum menawan menatap kekasih imutnya itu dengan tatapan yang bisa membuat seluruh yeoja di dunia ini ingin mendapatkannya?

“Hyung..” Panggil kyuhyun.

“Hyung harus kembali, take care baby..” jawab siwon langsung mengecup bibir merah kyuhyun perlahan dan melepasnya lagi.

“Saranghae..”

“Nado saranghae..”

“Sampai jumpa lagi..”

“Aku ikut..”

“Tidak usah..lain kali saja ne,,bye-bye..”

Siwon pun memeluk kyuhyun sekali lagi lalu benar-benar pergi meninggalkan kyuhyun lagi dan kembali ke kantornya menyelesaikan tugasnya sebagai calon direktur utama.

Tinggallah kyuhyun yang menatap kepergiannya dengan tatapan sendu sampai donghae mendekatinya dan membawanya kembali masuk ke dalam.

“Aku akan melakukan sesuatu..” gumamnya sendiri membuat donghae terkejut.

“Bukannya sudah kau lupakan??” tanya donghae was-was.

“Siapa bilang??” tanya kyuhyun langsung memberi hyungnya itu death glare cantiknya.

“Bagaimana aku melupakan hal yang penting seperti itu?? Apa lagi untuk siwon hyung,, namja tampan, baik hati, punya dimples, kaya raya, tubuh sexy, namjachingu-ku”

Kyuhyun mengakhiri perkataannya dengan pipi yang seluruhnya merona dengan kata-katanya sendiri membuat hyungnya yang di sana langsung menertawakannya dengan gemas.

“Coba katakan itu di depan siwonnie..” ucap hyukjae dan
langsung mendapatkan death glare gratis kyuhyun.

“Pasti siwonnie akan menculikmu, kyu..” sambung donghae menepuk-nepuk kepala kyuhyun agar hyukjae tidak mati dengan tatapan mautnya itu.

“Tidak apa-apa, asal aku bisa bersamanya..” ucap kyuhyun dengan nada yang belum pernah didengar mereka sebelumnya.

Namja imut itu langsung meninggalkan hyungnya dengan wajah merona dan keluar dari rumah kaca itu menuju tempat tujuan yang akan menyelesaikan misinya membantu siwon. Meninggalkan para hyungnya yang menatapnya penuh kekaguman.

Kyuhyun menemui umma-nya untuk meminta izin pergi sebentar dan akan kembali secepatnya, lalu segera pergi diantar sopir ummanya kemana pun yang dikatakannya.

Dan tanpa kyuhyun tau bahwa di belakang mobilnya terlihat mobil lain yang mengikutinya dengan perlahan agar tidak menimbulkan kecurigaan.

“Kami hanya tidak ingin terjadi apa-apa padamu, baby,,ihihihihi…” ucap heechul dengan nada evil membuat yang ada disatu mobil dengannya pun bergidik ngeri seketika.

Kyuhyun yang merasa di bicarakan pun tanpa sadar menaikkan bahunya sekilas untuk mengusir ketidaknyamanan yang dirasanya tiba-tiba.

Lalu namja imut itu kembali melihat hpnya yang sedari tadi dimainkannya kerana ada sms yang tidak terputus sejak dia masuk ke mobilnya. Dan tentu saja itu sms dari siwonnya yang tampan.

Kyuhyun terus berkomat-kamit menggerutu akan balasannya untuk siwon yang membuat sopirnya itu tidak dapat menahan tawanya sendiri. Sementara kyuhyun sendiri memasang wajah polos dan sulkingnya dengan bibir yang dipoutkan.

From : Siwonnie
To : My Baby
“Aku ingin memelukmu..”

Isi pesan siwon yang terakhir semakin membuat pipi pucat itu merona sedalam-dalamnya, membuat namja imut itu terlihat sangat memesona.

“Peluk saja kursimu!!” ucap kyuhyun sebelum mengetik balasan yang pasti bukan itu kata-katanya.

“Tuan muda,,kita berhenti dimana??” tanya supir kyuhyun menghentikan kebahagiaannya tiba-tiba.

“Di toko bunga” jawab kyuhyun cuek sekaligus kesal.

Sopir itu hanya tertawa cekikikan dan melajukan mobilnya menuju toko bunga yang berada tidak jauh dari mereka.

Begitu sampai dia pun segera turun dan membukakan pintu belakang untuk tuan muda yang imutnya kebangetan itu sambil masih tersenyum.

Kyuhyun hanya menatapnya tajam dan segera turun dari sana lalu masuk ke toko bunga langganan keluarganya. Bisa di lihat dari pelayanan mereka begitu melihat kyuhyun datang tanpa mereka duga.

“Ada yang bisa kami bantu??” tanyanya sopan.

“Berikan aku bunga.” Jawba kyuhyun datar.

“Mmm, bunga apa itu tuan??” tanya wanita itu lagi.

“Bunga, .mm,,bunga,,,yang,,yang…mmm…” kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apa seiring pipinya yang kini mulai merona.

“Apa itu untuk kekasih??” tanya yeoja lain lagi yang mendekat kerana suka melihatnya.

“Mmm,,itu,,mm, ne,,untuk..” kyuhyun tidak tahu harus menyembunyikan wajahnya dimana saat ini kerana biasanya, leher atau dada siwon menjadi sasarannya.

“Baiklah,,aku akan menyiapkannya untukmu,,silahkan tunggu sebentar..” ucap wanita itu langsung menuju tempat berkumpulnya bunga ratusan bunga mawar dengan berbagai warna.

“Aku penasaran,,yeoja mana yang beruntung..ihihihihi..” gumam salah satu karyawan di sana mengagumi keluguan kyuhyun.

“Husshh! Jangan sembarangan,,suatu saat kau akan melihatnya..” jawab wanita tadi sudah kembali dan berlalu di depannya.

“Mwooooo???” teriaknya tanpa sadar membuat kyuhyun langsung menatapnya.

“Upsss,,sorry..” ucapnya dan di jawab anggukan kyuhyun.

Lalu namja imut itu kembali berdiri berhadapan dengan wanita tadi yang kini membawa setangkai mawar merah yang masih segar sekali terlihat dari warna dan kelopaknya.

“Ini,,lambang cinta sejati..untukmu..” ucap wanita itu menyerahkan bunga itu pada kyuhyun yang terpaku.

“Sekarang pergilah, umma sudah membayarnya..” lanjut wanita itu lagi sambil membalikkan badan kyuhyun yang kini terlihat bingung.

Namun setelah menatap senyum tulus dari wanita yang tidak lebih tua dari ahjumma dirumahnya itu, kyuhyun langsung kembali masuk ke mobil dengan senyum manis melihat mawar merah di tangannya itu.

Setelah mobilnya semakin jauh, tampaklah beberapa namja berdiri disamping mobil mereka dan menatap kepergiannya dengan beribu pertanyaan dikepala mereka masing-masing.

“Si jelek beli bunga.” Ucap heechul dengan kening berkerut.

“Apa yang akan dilakukannya??” tanya hyukjae penasaran.

“Kau tidak akan pernah tau jika masih disini..” jawab heechul pada eunhyuk yang membawa mobil.

Seperti tersengat aliran listrik namja kurus itu langsung kembali ke belakang kemudi dan menghidupkan mobilnya. Dan mereka pun segera melaju dengan kecepatan penuh kerana mobil kyuhyun sudah lama menjauh.

“Cepatlaaaaah…itu mobilnya!!!” seru donghae yang sedari tadi diam saja.

“Dia berbelok..dia bukan pulang,,dia mau kemana??” tanya ryeowook panik sendiri mengingat kyuhyun hanya sendiri.

“Tenanglah,,kita akan terus mengikutinya..” jawab hankyung dengan tenangnya sambil membelai rambut heechul yang ada di bahunya.

Yang lain hanya mengangguk mendengar perkataannya tanpa berkeinginan untuk melihat namja china itu dan kekasihnya.

Setelah lebih dari 20 menit mengikuti mobil kyuhyun akhirnya mereka sampai di tempat yang sebenarnya ingin di tuju namja imut itu. Gedung megah dengan 15 lantai itu di kenal dengan nama Choi Corp yang jelas-jelas itu milik keluarga Choi, choi siwon kekasihnya.

“Ngapain dia kemari??” tanya yesung baru hidup.

“Jangan tanya-tanya,,dia sudah turun,,apa lagi yang kalian tunggu??” jawab heechul dengan wajah datarnya.

Namja-namja tampan itu pun langsung bergegas memarkirkan mobil mereka tidak jauh dari mobil kyuhyun berada.

Saat kyuhyun sudah memasuki loby kantor siwon, mereka keluar dan terlihat mencurigakan dengan gaya yang aneh-aneh saat mengikutinya.

Sopir kyuhyun yang berdiri di luar hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis saat melihat mereka lewat di depannya.

Mereka berjalan seolah-olah sedang melakukan penyelidikan yang luar biasa pada sebuah kasus. Padahal..

“Kalian memang aneh..” ucap heechul tiba-tiba sadar.

“Bukankah hyung yang paling aneh??” tanya donghae menata
heechul datar.

Namja cantik itu memakai kacamata hitam dna berada paling depan dengan badan sedikit menunduk dna tangan seperti sedang
memegang pistol berkaliber tinggi.

“Ohh,,aku hanya akting..ayoo!!” ucap heechul cuek dan kembali
berjalan normal. Dan diikuti mereka semuanya sambil menggelengkan kepala.

Sementara itu kyuhyun langsung masuk tanpa hambatan dna menuju lantai paling atas tempat direktur pertama perusahaan itu bertahta.

Di sanalah kekasih hatinya menghabiskan waktu di sela kegiatannya selain di rumah kaca mereka di sekolah.

Namja imut itu berjalan dengan santainya sambil sesekali mencium aroma bunga mawar yang masih ada di tangannya.

Tanpa melihat semua mata kini menatapnya dengan berbagai pertanyaan di kepala mereka, bahkan ada yang bergumam kagum dengan keimutannya.

Tanpa menghiraukan siapapun kyuhyun langsung menuju lift terdekat dan memasukinya seorang diri membuat donghae yang melihatnya terhenyak kaget dan hampir saja mengejarnya jika eunhyuk tidak menahannya dengan gelengan kepala.

Namja tampan itu khawatir pada dongsaengnya yang berada di ruang sempit sendirian, tapi mereka juga tidak boleh terlihat oleh kyuhyun yang memang tidak tahu apa-apa. Mereka berenam langsung bergegas memasuki lift berikutnya menuju lantai yang sama.

Dan kyuhyun yang sampai lebih dulu langsung melangkah keluar dari lift itu dengan penuh percaya diri dan senyuman manis tak pernah lepas dari bibirnya.

Namun saat menyadari semua mata yang ada di sana sedang menatapnya dengan berbagai ekspresi membuatnya gugup seketika.

Tapi kyuhyun sudah bertekad untuk menemui kekasih hatinya dan membuat harapan namjachingunya itu terkabulkan. Maka dari itu kyuhyun langsung membalas tatapan mereka semua untuk mencari seseorang yang sangat dirindukannya tiba-tiba.

Namun tidak ada seorang pun disana yang menyerupai namjachingunya yang tampan hingga membuat wajah imutnya berubah sedih dna sedikit berkerut.

Tapi kemudian kyuhyun mendengar jelas suara yang sangat familiar di telinganya hingga ia langsung berpaling melihat asal suara itu dan menemukan Mr. Choi di sana sednag berbicara dengan kliennya. Dan tanpa pikir panjang…

“Apppaaaaaa!!!!!” panggil kyuhyun langsung menghambur menghampiri pria paruh baya yang terpaku di tempatnya itu.

“Kyuhyunnie???” tanya appa choi tidak percaya.

“Appa,,”

“Kenapa ada disini??” tanya appa choi lagi.

Belum sempat kyuhyun menjawab appa choi langsung berpaling melihat kliennya yang bingung dan bertanya-tanya.

Dengan keyakinan yang pasti appa choi pun memperkenalkan bocah disampingnya itu pada direktur perusahaan yang sedang bekerja sama dengannya.

“Calon menantu..Cho kyuhyun..” ucap appa choi dengan senyum menawannya membuat kliennya itu langsung menganggukkan kepala mereka mengerti.

“Mwo???!!” ucap namja tampan yang mengikuti kyuhyun dengan suara tertahan.

Sedangkan kyuhyun..

“Appa,,siwonnie untukku..jangan buat dia kerja selalu, meninggalkanku,,siwon hyung capek..dia untukku..” ucap kyuhyun dengan wajah seriusnya.

Appa Choi terdiam tidak percaya mendengar perkataannya itu dan melihat kliennya yang tertawa kecil melihat calon menantunya itu.

Entah bisikan dari mana appa choi pun menjawab dengan yakinnya membuat hyung-hyung kyuhyun kembali menutup mulut mereka tidak percaya.

“Baiklah,,itu siwonnie,,ambillah!”

Tanpa pikir panjang kyuhyun langsung menuju ruangan yang di tunjuk appa choi yang menurutnya ada siwon disana.

Dan benar saja ketika kyuhyun sampai di pintu kaca yang tidak jauh darinya, dia bisa melihat dengan jelas ke dalam ruangan besar itu dan terlihat siwon yang sedang menerangkan apapun itu yang tidak ingin di mengerti kyuhyun.

Sekali lagi tanpa memikirkan apapun kyuhyun langsung membuka pintu ruangan itu dengan perlahan dan berdiri disana dengan tangan berkeringat dan gugup seketika.

Saat semua mata menatapnya lagi dengan tatapan yang sama, kyuhyun hanya bisa menatap satu orang yang tidak jauh dari depannya itu.

“My baby..?” tanya siwon tidak percaya.

Kyuhyun langsung berjalan dengan nafas tidak beraturan sambil masih menggenggam erat setangkai mawar yang sudah dibawanya itu.

Kyuhyun tidak mengerti apa yang terjadi dengan hatinya, kenapa
kini dia berdetak lebih cepat dari biasanya. Seolah semuanya ingin melesat keluar dan terlepas agar bisa terbang bebas dan mengelilinginya.

Tapi kyuhyun senang dengan apa yang dirasakannya saat ini kerana senyuman siwonlah yang membuatnya seperti itu.

Namja tampan itu terus tersenyum sambil mengulurkan tangan untuk menyambutnya ke pelukan hangat yang sangat disukai kyuhyun.

Tapi kyuhyun sendiri langsung berhenti begitu dia sampai tidka jauh dari kekasihnya itu dan menyisakan dua langkah kaki jauhnya.

“Baby??”

“Siwon hyung..” panggil kyuhyun.

“Nee..?”

“Maukah kau..jadi milikku??”

“MWO???”

TBC…EHEHEHEHE

Mmmm,,tidak lama lagi, ff ini akan END,,Jadi bersabarlah ne,, Vie punya Ff2 lain,,jdi biarlah ini end,,ok..

Sampai jumpa lagi..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,189 other followers