My Baby 60

Annyeong My Lovelies..apa kabar semuanya?? semoga baik2 saja ne??

Chapter 60,,aigoooo…terima kasih semuanyaaa,,jeongmal gomawo.^^ bisa sampai disini itu berkat kalian.

Sebenarnya Vie ragu mau updated,,udah siap dari kemarin2,,tapi sepertinya dunia elf sedang ada badai,,Vie jadi ragu berlayar di tengah angin puyuh ini..ohohoho.

Tapi,,SEMOGA AJA UPDATE INI BISA MENYENANGKAN HATI KALIAN YANG SEDANG GELISAH,,WALAU SEDIKIT JUGA TIDAK APA2..ehehe..

Fighting everyone!! semua akan indah pada waktunya..

**wonkyuday**

Hari demi hari pun berlalu hingga musim berganti dengan sendirinya, namun keceriaan di istana Choi tidak pernah terganti.

Istana indah yang dihiasi dengan cinta dan berbagai keceriaan dari penghuninya yang tidak pernah merasa kesepian kerana mereka selalu bersama berbagi cinta dan kebahagiaan.

Masih tetap setia dengan maid yang berjumlah 37 orang dan anggota keluarga yang selalu ramai dengan berbagai tingkah aneh setiap harinya yang membuat istana besar itu selalu ceria. Seperti hari ini.

Sama seperti hari-hari biasanya yang selalu heboh dengan teriakan, canda tawa dan kebisingan lainnya yang disebabkan putra dan putri istana itu. Terdengar suara langkah yang sedang berlari menuruni tangga dengan tergesa-gesa.

“Mommyyyyyy~~~~~pita rambut culli rusak satuuuuu…” teriak satu-satunya putri di istana itu yang bernama Choi sulli.

“Mommy belum turun princess,,jangan ribut..” ucap putra pertama istana itu dengan tenangnya membuat dongsaeng cantiknya memajukan bibirnya sedikit.

Choi minho yang semakin terlihat tampan itu sedang sibuk memasukkan bekal sekolah ke dalam tasnya dan tas dongsaengnya yang satu lagi.

“Hyung,,susu coklat cuo nggak ada??” Tanya bocah kecil satu lagi yang bernama Choi suho.

Bocah kecil itu sedang memperhatikan semua gerakan yang dilakukan hyungnya dalam diam. Duduk di sofa dengan kaki menjulur ke depan dan piring nasi dipangkuannya. Putra kecil itu memakan sarapannya sendiri setelah disuapi beberapa sendok oleh hyungnya.

“Hyung!!” panggilnya sekali lagi kerana tidak kunjung mendapat respon dari hyungnya itu.

“Susu putih saja,,sudah hyung masukkan..minum sampai habis arrachi?” ucap hyungnya dengan wajah serius.

Belum sempat suho menjawab kata-kata hyungnya tersebut, dongsaeng sekaligus kembarannya Choi sulli sudah berdiri membelakanginya melihat hyungnya.

“Oppaaa~pita rambut sulli..” rengek putri kecil itu pada minho.

“Pakai yang lain saja,,sulli punya banyak kan??” Tanya minho dengan lembutnya.

“Tapi..” sulli masih mengerucutkan bibirnya.

“Ambil yang lain saja, oppa yang pakaikan, ayo..” ucap minho lagi langsung membuat wajah cantik itu merekah.

Tanpa membantah lagi putri kecil itu langsung berlari menaiki tangga kamarnya tempat aksesoriesnya disimpan dengan rapi.

“Suhoo~..” panggil minho kemudian mengingatkan dongsaengnya dengan pernyataan tadi.

“Arraseo hyung..” jawab suho sedikit tidak rela dengan susu putih.

“Mmm,,sudah selesai kan, sini..” panggil minho.

Minho langsung melihat maid yang berdiri dekat dengan suho saat mengetahui piring bocah kecil itu sudah kosong. Tanpa harus mengatakan apa-apa maid itu mengerti dan segera melakukan tugasnya mengambil piring dipangkuan suho.

Lalu bocah itu pun turun dan mendekati hyungnya yang sudah mengambil tissue dan menyodorkannya ke mulutnya yang kecil. Dengan gerakan yang lembut minho menyapu mulut suho yang sedikit belepotan.

Maid-maid yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka dengan takjub kerana pangeran kecil mereka sangat tahu caranya. Dan seharusnya itu menjadi tugas mereka namun minho ingin mengurus adik-adiknya sendiri sebisanya.

“Sudah,,tinggal tunggu mom and dad,,jangan rusuh!” ucap minho kemudian dengan seriusnya.

Saat itu pula sulli baru kembali dari kamarnya dengan pita rambut silver yang sama dengan blazer abu-abu dan rok hitamnya. Minho langsung memakaikan pita itu dirambut sulli yang hari itu di kepang dua.

“Minho is the best..” ucap seseorang mendekati mereka.

“Ummaaa!!!!” seru ketiganya bersamaan saat ryeowook tiba membawa cemilan untuk mereka.

Dan selanjutnya bisa dipastikan kalau ryeowook mengambil alih semuanya mempersiapkan mereka di pagi hari seperti sebelumnya, setiap hari.

Sementara itu..
Namja tampan yang bernama Choi Siwon pemilik istana itu baru saja selesai memakai kemeja putih yang akan berada didalam jas hitamnya nanti. Dengan rambut yang sudah tertata rapi membuatnya semakin tampan walau hanya di pagi hari?.

Sedangkan soulmate pendamping hidupnya Choi Kyuhyun masih saja menggulung diri di dalam selimut padahal namja berparas cantik itu sudah memakai kemejanya juga. Kemeja yang pas dengan badannya dan hanya sebatas paha itu mungkin akan terlihat kusut saat dia bangun nanti.

“Baby,,ayo bangun..” panggil siwon saat melihat penampilan huswifenya diatas ranjang.

Namun namja cantik itu semakin membenamkan wajahnya di bantalnya yang pasti sangat empuk itu. Tanpa tahu pandangan suaminya yang setiap menitnya semakin berubah hanya dengan melihat posisinya saat itu.

“Atau,,kau memang tidak mau bangun seharian, hmmm??” Tanya siwon dengan nada yang bisa membuat bulu kuduk kyuhyun meremang.

Detik itu juga kyuhyun langsung terduduk dengan mata terpejam dan bibir yang dipoutkan kerana kata-kata suaminya itu.

“Aku ngantuk, hyung!!” protesnya.

“Ngantuk sih ngantuk,,tapi jangan menggodaku seperti itu, dong!!” siwon balas protes.

“Mwo?? Siapa yang menggodamu?? Pabboya!!!”

“Huh!!? Hanya memakai kemeja dan tidur dengan kaki kebawah begitu, apanya yang tidak??” Tanya siwon polos membuat kyuhyun langsung membuka matanya.

Namun detik berikutnya langsung mendekati kyuhyun dengan senyuman menggoda hingga membuat pipi kyuhyun merona seketika sampai harus memalingkan wajahnya.

“Kau saja yang pervert,,hyung!!!” tukasnya kemudian.

“Bagaimana tidak, huh??” Tanya siwon sambil membuat kyuhyun berdiri. “Dengan kaki jenjang putih dan mulus itu terpampang jelas dimataku,,bagaimana tidak, baby???” tanyanya lagi sambil menatap kyuhyun dalam dan mendekatkan tubuh mereka berdua hingga tidak ada jarak yang tersisa.

“Apa aku sengaja??” Tanya kyuhyun dengan senyum evilnya.

“Sengaja atau tidak, kau selalu bisa membuatku..”

Kata-kata siwon terhenti kerana bibir kyuhyun yang mendekat dan menciumnya dengan penuh cinta. Namja cantik itu tidak tahan dengan senyuman dan tatapan suaminya itu hingga membuatnya harus memulai ciuman pagi mereka duluan.

Siwon hanya bisa tersenyum dalam ciuman kyuhyun yang selalu lembut dan malu-malu walau sudah bertahun-tahun mereka bersama dan melakukan hal yang sama.

Namun hal itulah yang membuat namja tampan itu semakin mencintai huswifenya itu setiap detik dalam hidupnya. Ciuman yang selalu berbeda-beda rasanya namun tidak pernah bisa berubah artinya membuat siwon sangat bersyukur memiliki kyuhyun dalam hidupnya.

Namja tampan itu langsung menarik tengkuk huswifenya untuk memperdalam ciuman mereka dan menyalurkan segenap cinta yang dia punya hanya untuk kyuhyun seorang.

Sedangkan kyuhyun hanya bisa menerimanya dengan tulus saat siwon mengambil alih semuanya sambil melingkarkan lengannya di leher siwon dengan mata terpejam.

Sampai keduanya meresa cukup dan kedua bibir itu terlepas namun tidak menghapus jarak wajah mereka yang sangat dekat.

“I love you, my love..” bisik siwon sambil membuka matanya.

“Mmm, I love you more, my heart..” jawab kyuhyun dengan pipi merona sampai ke telinganya.

“I-love-you-most, my baby..” ucap siwon lagi dan memeluk kyuhyun dengan eratnya.

Namja cantik itu langsung tersenyum dalam dekapan suaminya saat telinganya bersentuhan dengan dada siwon yang detakannya sangat terdengar jelas keluar. Kyuhyun bisa memastikan dirinya tidak jauh beda dengan siwon sekarang.

Dadanya bergetar dengan hebatnya sejak siwon mendekatkan diri padanya sambil tersenyum dan menatapnya dalam. Menyadari hal itu membuat kyuhyun semakin memeluk siwon dengan eratnya dan menyamankan kepala didada suaminya itu.

“Hyung,,tidak usah pergi saja, hmm??” ucapnya tiba-tiba.

Siwon langsung membuka matanya yang sedang meresapi pelukan mereka saat mendengar suara kyuhyun. Namun namja tampan itu tidak bisa melihat wajah hyuswifenya yang kepalanya berada tepat dibawah dagunya.

“Tapi, kita tetap harus pergi, baby,,tanggung jawab kita sebagai yang paling..”

Katanya terhenti saat kyuhyun melepas pelukannya dan menatapnya penuh arti tanpa membantah ucapannya.

“I know..” jawab kyuhyun akhirnya membuat siwon tersenyum manis.

Dan kyuhyun langsung memalingkan wajah suaminya itu agar tidak melihat pipinya yang kembali merona hanya dengan senyuman manisnya.

Kemudian namja cantik itu langsung berjalan melewati siwon mencari celananya dan yang pasti mengganti kemejanya yang terlihat sangat kusut. Meninggalkan siwon yang hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan gemas.

“Masih berpikir yang macam-macam, huh??!?” Tanya kyuhyun dengan death glarenya tiba-tiba.

Siwon hanya bisa memasang wajah senyum garing dan melihat kyuhyun yang sedang memakai jas hitamnya sambil membawa jas hitam juga untuknya.

“Trima kasih, Ny. Choi” ucap siwon kemudian membuat kyuhyun kembali menatapnya tajam.

Namun dengan sangat telaten namja cantik itu langsung memakaikan jas itu pada suaminya yang masih tidak bisa berhenti tersenyum dengan pipi huswifenya yang merona.

“Dasimu..” gumam kyuhyun sambil menarik dasi yang terlampir di bahunya lalu memakaikannya juga tanpa kata-kata.

Begitu selesai siwon langsung mengecup bibir kyuhyun sekilas sebagai ucapan terima kasih lalu mengambil tasnya dan menarik pinggang kyuhyun untuk turun bersamanya menemui anak-anak mereka.
-
-
“Hyung, besok kosongkan semua acaramu..” ucap kyuhyun saat mereka ada ditangga.

“Iya, tapi hyung datang dari kantor ne..”

“Jangaan!!”

“Hyung hanya sebentar, baby..”

“Mmm…..”

“Mommmyyyyy~~~” kata-kata kyuhyun di potong panggilan sulli yang bergema.

Putri kecil itu langsung berlari menghampiri keduanya saat mereka sudah ada di anak tangga terakhir. Sedang suho berjalan dengan perlahan juga mendekati mereka untuk mengucapkan selamat pagi.

“Morning babies..” ucap siwon mengacak rambut suho begitu anaknya mendekat.

“Morning Daddy..mommy..” jawab suho dan dibalas kyuhyun dengan senyuman manis.

Namja cantik itu harus menunduk agar putri kecilnya itu bisa memeluknya dan memberikan kecupan selamat pagi, begitupun suho yang juga ikut mengecupnya di pipi.

“Pagi my precious..” ucap kyuhyun kemudian saat melihat minho mendekat membuat bocah tampan itu tersenyum dengan manisnya.

“Morning, mommy..daddy,,kami berangkat dulu ne..” ucap minho lalu mengecup pipi mommy dan daddy-nya.

“Take care of them,..” ucap siwon.

“I will,,bye-bye..” jawab minho sambil menarik keduanya yang melambaikan tangan mereka.

Lalu mereka pun pergi dengan yesung yang sudah menunggu di luar bersama kai. Sementara siwon dan kyuhyun segera menuju meja makan untuk sarapan sebelum mereka juga berangkat ke kantor.

*
*
Beberapa jam kemudian di WK corporation

“Hyung..” panggil kyuhyun tiba-tiba.

Siwon yang merebahkan kepalanya di sofa sambil memejamkan mata langsung duduk tegak dan melihat wajah kyuhyun yang ada dipangkuannya.

Saat ini mereka berdua berada di sofa menikmati waktu bersama setelah menyelesaikan semua pekerjaan mereka yang diperlukan pagi itu. Siwon duduk bersandar dengan nyamannya sementara kyuhyun berbaring dengan kepala di pangkuannya.

Kini siwon duduk tegak dan menatap wajah cantik yang juga sedang menatapnya tulus dan hangat. Jemari tangannya masih saja membelai lembut kepala kyuhyun yang rambutnya di jamin tidak akan berantakan.

“Waeyo??” Tanya siwon kemudian.

“Minho sudah besar..” jawab kyuhyun dengan wajah serius.

“Mmm,,memang dia sudah besar dan dapat diandalkan..” siwon tersenyum dengan bangganya.

“Tapi aku jadi kesepian..”

“Omoooo..sudah sewajarnya baby,,kenapa merasa seperti itu?? Minho kan tidak kemana-mana,,” jawab siwon tidak habis pikir.

“Rasanya baru kemarin dia masih belajar berjalan, sebentar lagi dia akan masuk Junior High School” ucap siwon sambil mengenang masa lalu.

“Tapi..dia pasti tidak manja lagi.” Ucap kyuhyun lagi dengan bibir poutnya.

“Aigooo,,mino tidak akan berubah..lagi pula, masih ada dua kurcaci mu yang paling manja sedunia itu..” jawab siwon dengan kening berkerut.

“Hush!! Jangan bilang marmut-ku kurcaci..” protes kyuhyun membuat siwon memutar bola matanya.

“Ahahaha,,marmut? Ok..” siwon menganggukkan kepalanya sambil menatap kyuhyun penuh cinta.

Namja cantik itu pun membalas tatapan siwon dengan sama dalamnya hingga membuat pipinya semakin merona. Dan hal itu tidak luput dari mata siwon hingga ia pun mendekatkan wajah mereka untuk mengecup bibir pink bercahaya milik kyuhyun.

*WonkyuDay*

Sementara itu di sekolahnya Minho, suho dan sulli terlihat beberapa kesibukan disana dalam mempersiapkan hari kelulusan siswa siswi kelas akhir. Yang artinya minho termasuk salah satu di antaranya.

Kerana hal itu juga minho dan anak-anak lainnya terlihat ikut membantu disana walau hanya melekatkan bunga pada meja-meja yang sudah ditutupi kain silver. Mereka membantu sekaligus bersenang-senang kerana besok adalah hari terakhir mereka di sekolah itu.

“Bu guru…” panggil sulli dalam kelasnya.

“Ne??”

“Sulli mau main sama oppa..” ucap putri kecil itu dengan polosnya.

Semua murid kelas itu langsung melihat keluar dan terlihat jelas kecemburuan dari mata-mata kecil disana yang ingin juga bermain bersama senior mereka.

“Kita masih belajar, sulli..” jawab yoona dengan sabarnya.

“Aiishh,,mianhae bu,,sulli memang pabo!!” jawab suho tiba-tiba mendekatinya membuat sulli mengerucutkan bibirnya.

“Kita masih belajar, nanti istirahat baru main,,ne..” suho langsung menepuk-nepuk kepala sulli dengan kata-katanya yang lembut.

Walau berat hati putri kecil itu akhirnya mendengarkan kata-kata kembarannya dengan duduk kembali di kursinya. Dan murid-murid lain pun bergegas duduk kembali seperti semula setelah sebagian dari mereka berdiri dekat jendela melihat ke luar.

Suho juga kembali ke tempat duduknya sambil melihat ke luar dimana hyung-nya dan taemin sedang bercanda sambil memasang bunga-bunga buatan itu. Namun tiba-tiba saja mata bulatnya membesar dan kakinya berhenti berjalan.

Dan detik selanjutnya bocah tampan itu langsung berlari keluar kelasnya sambil meneriakkan sesuatu yang membuat mata yoona hampir keluar dari tempatnya.

“Lollipop iyuuuuuung~~~” teriak suho sambil berlari keluar.

Beberapa detik setelahnya.. “Iyeeeeeeeee,,” seru bocah-bocah kecil yang ada di ruangan itu sambil berlarian meninggalkan kelas mereka.

“Mwo??” Tanya yoona tidak percaya dengan tindakan murid-muridnya.

“Mianhae bu guru,,culli juga mauuuuu…” ucap sulli saat dia satu-satunya yang masih tertinggal.

Dan kosonglah kelas itu saat yoona ingin memberikan pengumuman penting bagi setiap muridnya untuk persiapan mereka naik kelas. Yeoja cantik itu tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti mereka sekaligus mengawasi keadaan bocah-bocah kecil itu semua.

Sementara yang membuat semuanya jadi kacau seperti itu sedang menghampiri hyung kenalannya yang memang sudah lama tidak dijumpainya.

“Hyung,,ngapain disini??” Tanya suho begitu sampai di depan kris yang terkejut melihatnya.

“Aigooo,,seharusnya, ngapain suho di sini?? Bukankah lagi belajar??” Tanya kris

“Omooo!!! Cuo lupa!!” ucap suho sambil menepuk jidatnya.

Tindakannya itu membuat sulli yang mendekati mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah.

“Cuo oppa lari keluar karna liat oppa..” ucap sulli sambil melihat kris.

“Ahahaha,,cuo memang cute..main sama hyung ne,,” jawab kris langsung menarik tangan suho dan membawanya.

Keduanya sama-sama melambaikan tangan mereka melihat sulli yang hanya berdiri diam tanpa kata-kata. Bahkan sampai jauh pun suho masih melihat ke arahnya hingga membuat sulli tersenyum dan ikut melambaikan tangannya.

“Hhhahhhh,,culli memang nggak punya teman..” gumam princess satu-satunya itu sambil melihat oppanya yang pertama juga sedang bermain dengan taemin.

“Main sama oppa saja ne??” ucap seseorang dibelakangnya tiba-tiba.

“JongIn oppaaaa,,culli cayang oppa,,ayoo…” sulli langsung menghambur memeluk kai yang sedari tadi memerhatikan mereka kerana suho yang tiba-tiba berlari keluar.

Dan ternyata kris membawa suho menghampiri hyungnya yang sedang sibuk bersama teman-temannya di halaman sekolah itu.

Begitu melihat suho dan siapa yang menggandeng tangannya membuat minho langsung menghentikan apapun yang sedang dilakukannya bersama taemin.

“Cuo,,sini..” panggil minho dengan wajah datarnya melihat kris.

“Hyung,,aku hanya bermain dengannya..” jawab kris tanpa ingin melepas genggamannya.

“Tidak ada bermain saat belajar..” jawab minho sambil mengulurkan tangannya pada suho.

Dengan berat hati bocah kecil itu melihat tangannya dan melihat lollipop hyungnya yang juga menatapnya dengan senyuman. Lalu suho pun melepas genggamannya dan mendekati minho yang langsung melingkarkan lengan di lehernya.

“Mereka tidak belajar hyung, sama seperti kita..” ucap kris lagi dengan senyumnya walau minho menatapnya tajam.

Memang semua kelas tidak menerima pelajaran apapun hari itu kerana mempersiapkan kelulusan bagi siswa tingkat akhir dan kenaikan kelas bagi yang lain. Sebagian murid berada di dalam ruangan hanya untuk menerima tugas mereka agar dipersiapkan untuk acara besok.

Begitu juga dengan kelas suho dan sulli yang belum sempat diberitahukan yoona kerana semua bocah-bocah itu berlarian keluar ruangan untuk bermain.

“Hyung,,tadi suho yang keluar pertama..” ucap taemin tersenyum jahil.

“Pasti karna melihatmu..” jawab minho tetap melihat kris dengan tajam.

“Ohh!! Aku antar dia kembali ne??” Tanya kris cepat.

“Hyung!! Jangan marah-marah, nanti jelek,,cuo masuk kelas ne??” ucap suho langsung melepaskan diri dari hyungnya dan mendekati kris lagi.

Tanpa kata-kata bocah kecil itu menyerahkan tangannya pada kris yang langsung disambut bocah tampan itu dengan senyuman merekah lalu membawanya pergi dari sana dan dari tatapan minho yang mematikan.

“Hyung!! Jangan cemburu begitu..mereka kan masih kecil!! Kita juga!!” ucap taemin dengan bibirnya yang dipoutkan.

Minho malah memberinya death glarenya yang imut hingga membuat taemin tertawa cekikikan dan menarik hyungnya itu untuk kembali bekerja.

Sementara kedua bocah yang menyebabkan kelas mereka menjadi kacau baru saja kembali ke dalam kelasnya dan membuat yoona harus mencari sebagian anak-anak lain yang menghilang saat bermain.

Begitu kelas penuh terisi kembali mulailah yeoja cantik itu memberitahukan PR untuk mereka semua agar bisa cepat dipersiapkan untuk besok.

“Story telling,,jadi kalian harus bercerita tentang apa aja yang kalian inginkan.”

“Cerita di depan kelas bu guru??” Tanya salah satu murid.

“Ne!! di depan kelas,,ini nilai untuk kenaikan kelas,,tidak ada yang boleh membawa kertas..”

“Mwoooooo???” koor protes pun saling bersahutan di sana.

“Ini untuk daya ingat kalian,,dan jangan lupa,,salah satu orang tua kalian harus bisa hadir besok, tidak ada alasan. Ok??! Sekarang kalian boleh pulang”

Yoona segera mengakhiri kata-katanya dengan pulang agar tidak ada yang bertanya atau bahkan protes lebih lanjut tentang PR mereka itu. Kerana yeoja cantik itu yakin akan ada beberapa anak yang ingin bersuara yang tidak penting.

“Oppa,,gimana nih?? Culli harus menghapal..” omel sulli begitu mereka keluar bersama-sama.

“Iya hapal dong cul-cul..” jawab suho santai.

“Oppa!!! Don’t call me that!!” protes sulli tiba-tiba kerana panggilan anehnya.

“Behave Cul-cul..”

“Oppaaaa!!!” sulli tidak percaya saat minho tiba-tiba juga memanggilnya seperti itu.

“Ayo pulang, semuanya selesai..” jawab minho tidak peduli.

Sulli langsung berlari dengan wajah sulking dan langsung memeluk JongIn yang baru saja akan menghampiri mereka. Minho dan suho tertawa cekikikan sambil berhigh five ria kerana berhasil menggoda putri satu-satunya di istana mereka.

“Oppa jahaaaat,,culli sama kai oppa saja!!”

“Oppa juga sama Cuo oppa saja..” jawab minho sambil merangkul suho pergi dari sana.

Meninggalkan sulli yang menghentakkan kakinya ke tanah dengan kesal membuat JongIn hanya bisa tertawa melihat mereka bertiga. Namun bocah tampan itu langsung membujuk sulli untuk pergi dari sana agar merajuknya itu tidak berkepanjangan.

“Hyuuuung,,ke kantor daddy yuuuuk..cuo punya PR.” Ucap suho saat mereka sudah ada di gerbang.

“Ne,,PR-nya susah oppa,,ayuuk liat mommyy..” sambung sulli dengan wajah masih cemberut.

“Kenapa PR susah, mommy and daddy yang dilihat??” Tanya minho dengan wajah polos namun tersirat kejahilannya.

“Hyung/oppa!!” protes suho dan sulli bersamaan.

“Ahaaahaaa,,ayo kai,,kita naik taksi ne..biar daddy yang bayar..” ucap minho langsung menarik suho bersamanya.

Dan kai pun menggandeng sulli berjalan ke pinggir untuk menghentikan taksi yang lewat di depan mereka. Begitu blue bird (istilah taksi)disana terlihat hampir menghampiri mereka, ke-empatnya langsung berteriak dengan kencang hingga menarik perhatian orang yang berlalu-lalang disana.
“Aiishh..bikin malu..” gumam minho dengan senyum garingnya namun bersyukur kerana taksi itu benar-benar berhenti.

“Mau kemana?? Tanya sopir taksi itu begitu berhenti.

“Kantor daddy..” jawab Suho dengan santainya sambil mengikuti hyungnya masuk ke dalam taksi.

Tentu saja sopir itu langsung memasang wajah kebingungan mendengar jawaban anak kecil itu. Bagaimana dia tahu daddy siapa yang mereka maksud jika mereka tidak menyebutkan namanya.

“WK corporations, Ahjussi.” Ucap minho kemudian saat mereka semua sudah masuk di belakang.

Dan ahjussi itu langsung mengangguk mengerti dan melajukan taksinya membelah kota seoul yang terlihat sibuk di siang hari.

Tak berapa lama mereka pun tiba didepan pintu gedung megah itu kerana ahjussi itu mengantar sampai ke dalam untuk mengambil ongkos taksi yang sudah dikatakan minho.

“Mmm,,tunggu sebentar ahjussi..” ucap minho saat mereka turun.

Tanpa menunggu semuanya turun dengan selamat, minho langsung berlari ke dalam gedung itu dan menjumpai siapapun yang dilihatnya dan meminta untuk membayar taksi mereka dengan segera.

Setelah itu barulah mereka masuk ke dalam dengan mata jelalatan kesana kemari kerana luasnya hall depan kantor daddy mereka. Minho yang sudah berjanji akan membayar uang taksi yang dia pinjamkan langsung bergegas mencari lift.
Ketiga dongsaengnya pun mengikuti dengan patuh bahkan terlihat buru-buru dan kesusahan mengejarnya membuat orang-orang melihat mereka dengan gemasnya.

Tak berapa lama mereka berempat pun tiba di depan pintu ruangan besar yang bertuliskan President Direktur, tempat daddy mereka bertahta. Tidak peduli pada sekretaris daddy-nya yang berada tidak jauh dari sana, suho dan sulli langsung membuka pintu itu dengan paksa.

Ruangan besar yang di ujungnya terdapat meja dan kursi kebesaran siwon dengan latar jendela kaca seluruhnya. Di dinding ruangan itu terdapat piala dan piagam yang di raih daddy mereka selama ini. Dan dinding sebelahnya lagi terdapat bingkai foto keluarga mereka yang bertebaran.

Di tengah ruangan terdapat sofa lengkap dengan mejanya untuk menerima tamu penting di sana. Dan di sofa itulah kyuhyun berbaring dengan beralaskan pangkuan suaminya. Ruangan mewah yang pantas untuk seorang direktur, namun terkesan nyaman bagi pemiliknya.

“Mommyyyyy!!!!” Teriak mereka begitu pintu terbuka.

“Mwoo???” kyuhyun langsung terduduk dari tidurnya mendengar panggilan yang tidak seharusnya ada saat itu.

“Mommyyyyyyy!!!” Ulang mereka sekali lagi sambil menghambur masuk ke dalam.

“Aigooo,,,kenapa semua kemari??” Tanya siwon saat mereka satu persatu memberikan kecupan untuknya dan kyuhyun.

Kyuhyun yang sedari tadi tiduran dipangkuannya sudah duduk tegak sambil melihat mereka dengan wajah berkerut. Namun segera memangku suho yang langsung ke pelukannya sejak pertama kali mendekatinya.

“Ada apa??” Tanya kyuhyun pada minho.

“Ahjussi itu tidak kenal daddy..” jawab suho membuat minho memutar bola matanya sedang siwon tidak mengerti.

“Bagaimana dia tahu kalau cuo bilangnya begitu..” protes minho.

“Ahjussi itu tanya kita mau kemana..” Ucap Kai.

“Cuo oppa langsung jawab kantor daddy..” Sambung Sulli.

Siwon dan kyuhyun mendengar cerita anak-anak mereka dengan seksama sampai semua masuk ke kepala mereka barulah keduanya bereaksi.

“Mana dia tahu daddy-mu..Dasaaar!!” ucap kyuhyun menarik hidung suho dengan gemasnya.

“Lalu,,ada apa, hmm?? Bela-belain naik taksi, uang darimana??”Tanya siwon dengan senyum manisnya.

“Ahh,,pinjam sama ahjussi di bawah,,eotteoke??” Tanya minho baru teringat lagi.

Sambil menggelengkan kepalanya siwon mengeluarkan dompetnya dan menyerahkan uang taksi yang berlebihan pada minho yang hanya menatapnya.

“Bilang terima kasih, ne??” ucap siwon menyerahkan uang itu pada minho.

“Hyung!! Lebih itu..” ucap kyuhyun dengan poutnya.

“Ahh,,aniyo..”Jawab siwon sambil menyuruh minho untuk segera mengembalikan uang itu bersama kai.

Setelah kepergian mereka suho yang ternyata lelah memilih untuk merebahkan kepalanya di dada kyuhyun yang sudah bersandar. Sedangkan sulli lebih memilih untuk berkeliling ruangan besar itu dan berhenti di kursi daddy-nya yang besar.

Sementara putri kecil itu mencoba untuk naik ke sana dan selalu gagal, suho sudah hampir terlelap dengan belaian lembut di kepalanya.

“Dia capek..” ucap siwon dan mendapat anggukan dari kyuhyun.

“Lalu, princess,,kenapa kemari??” Tanya siwon pada sulli yang tidak terlihat dimana pun. “Mwo?? Kemana dia??” Tanya siwon lagi sambil beranjak untuk mencarinya.

Setelah melihat ke segala penjuru barulah terlihat kepala yang menyembul di balik meja kerjanya. Kepala kecil sulli timbul tenggelam saat putri kecil itu mencoba menaiki kursi besar itu sampai berhasil.

“Heyyy…” panggil siwon langsung mendekatinya dan mendudukkannya di kursi itu.

“Hhhhahhhhh! Daddy lama..” ucap sulli dengan lelahnya membuat siwon memutar bola matanya.

“Aiishh,,anak ini..” gerutu siwon kemudian, lalu segera mencari minum untuk sulli dan semuanya.

“Lalu,,apa yang terjadi, cul-cul??” Tanya kyuhyun akhirnya.

“Mommy!! Siapa cul-cul,,ini culli..”

“Aisshh..!!!”

“Kami punya PR mommy..” jawab suho akhirnya bangun.

“Jinjja??”

“Eum!!” angguk suho. “Kami harus bercerita di depan kelas dan mommy yang dengar..” ucap suho lagi.

“Tory telling..” jawab sulli.

“Story telling..” jawab minho membenarkan, keduanya baru kembali lagi dari bawah dan mendengar pembicaraan mereka.

“Daddy harus datang besok,,”ucap sulli saat siwon memberikannya minuman.

“Daddy harus menemani mino oppa,,mommy juga..” jawab siwon dengan senyumnya.

“Jinjja??” Tanya suho pada kyuhyun.

“JongIn juga mommy,,kami diminta bercerita tentang apa saja,,umma dan appa diminta datang” ucap jongIn menjelaskan.

Siwon dan kyuhyun langsung saja berpandangan mendengar hal itu, dan saat itu juga wajah suho dan sulli berubah keruh mengingat keduanya tidak bisa menghadari acara mereka.

Minho yang menyadari perubahan itu langsung saja mencairkan suasana dengan senyum riangnya dan meyakinkan sulli dan suho bahwa mommy dan daddy mereka pasti akan datang.

“Mommy, daddy temani kalian dulu, nanti baru temani hyung,..” ucap minho pada suho.

“Bisakah??” Tanya suho tidak yakin.

“Bisaaaa..kita kan cuma punya satu mommy dan satu daddy,,nggak mungkin di belah..” ucap minho dengan senyum manisnya.

Kyuhyun yang mendengar usulan minho langsung menatap mata putra pertamanya itu dalam, mencari ketidakpastian dalam kata-katanya. Namun yang kyuhyun temui hanya rasa sayang dan keputihan hati bocah itu menerima segala situasi mereka.

“Kami akan menghadiri semuanya..” ucap kyuhyun tajam namun menatap minho dengan lembutnya membuat minho hampir menangis.

Siwon yang mengerti situasi itu langsung mendekati minho dan mengacak rambut bocah itu sambil tersenyum seperti kyuhyun membuat minho langsung memeluknya senang.

“Jangan mengalah seperti itu,” ucap siwon lembut. “Minho kesayangan kami,,tidak mungkin kami bedakan..” lanjutnya lagi sambil membelai lembut rambut minho.

Detik itu juga airmata minho yang sudah ditahannya merebak keluar seiring kata-kata lembut penuh kejujuran dari daddynya. Entah mengapa minho merasa harus mengutamakan kedua dongsaengnya yang memerlukan daddy, mommy mereka disaat bersamaan.

Sebagian hatinya berkata minho harus sadar bahwa dirinya memang bukanlah darah daging orangtuanya itu. Mulutnya langsung berkata seperti itu untuk menenangkan dongsaeng yang sangat dicintainya itu setelah dirinya.

Tapi sebagian hatinya tetap meyakinkan dirinya walau dia anak kandung mereka minho akan tetap mendahulukan kedua dongsaeng kesayangannya itu. Dan saat tatapan mommy dan pelukan disertai kata-kata daddynya merasuk padanya membuatnya merasa bersalah sudah meragukan orangtuanya itu.

“Mianhae..” bisik minho sambil mencoba menghapus airmatanya.

Melihat hal itu langsung saja suho dan sulli menghambur memeluk minho yang masih dipeluk daddy mereka itu dengan eratnya. Walau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang dirasakan minho, tapi keduanya tetap tidak bisa melihat hyung/oppa mereka bersedih apalagi menangis.

“Mommy,,hyung nangis karna mommy..” ucap suho setelah melepas pelukannya.

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya melihat putra kecilnya yang menyalahkannya kerana tadi suho melihat wajah minho berubah setelah kyuhyun menatapnya.

“Ahahaha,,hyung tidak apa-apa, cuo..” jawab minho kembali ceria. “Kalian rela marah sama mommy demi belain hyung??” Tanya minho kemudian.

“Eum!! Kami sayang hyung” jawab suho dan diiyakan sulli detik itu juga membuat minho menyunggingkan smirk jahilnya pada kyuhyun.

Namja cantik itu langsung menatap tajam ketiga anaknya yang tertawa penuh kemenangan, sementara siwon dan jongIn hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Di sela tawa itu bisa terlihat jelas kebahagiaan minho dan keceriaan si kembar dan senyum penuh kelembutan dari bibir kyuhyun.

Namun tiba-tiba saja dering Hp yang berbeda terdengar disaat bersamaan hingga membuat tawa mereka langsung berhenti dan menatap kedua Hp yang ada di meja di depan mereka dengan wajah aneh.

“Sebentar..” ucap siwon langsung mengambil hpnya dan di ikuti kyuhyun.

Keduanya secara bersamaan menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan itu namun seketika itu juga harus menjauhkan hp mereka saat teriakan yang sama dari suara yang berbeda keluar dari sana.

“ANAK-ANAK KITA HILAANG!!!”

“Mwo??” Tanya siwon dan kyuhyun melihat Hp mereka.

Nama ryeowook ada di Hp kyuhyun dan nama yesung ada di hp siwon, keduanya meneriakkan kata yang sama yang menyatakan anak-anak mereka hilang.

“Hyung..hilang kemana??” Tanya siwon bingung sambil mendengarkan yesung kembali, begitu juga kyuhyun.

“Aku baru saja menjemput mereka semua, begitu sampai sekolah itu sudah kosong, anak-anak kita hilang siwonnie,,ayo cepat kita cari mereka,,aku tunggu di rumah, secepatnya.”

Yesung menjelaskan apa yang terjadi padanya saat tiba di depan gerbang yang sudah tertutup, membuat jantungnya hampir saja berhenti di tempat. Begitu pula ryeowook yang mendengar kabar itu darinya dan keduanya langsung menghubungi siwon dan kyuhyun bersamaan.

“Mereka ada disini, wookie-ah..” ucap kyuhyun dengan tenangnya sambil memberi mereka semua death glarenya yang mematikan.

>Benarkah??< Tanya yesung tidak yakin.

“Iya hyung,,mereka semua ada disini,,kami akan segera pulang..” ucap siwon menenangkan sambil menepuk pipi jongIn yang tersenyum garing.

Setelah menutup sambungan telepon mereka langsung menarik pipi-pipi chubby yang ada di dekat mereka dengan gemasnya. Mereka pergi tanpa mengatakan apa-apa pada yesung appa yang sudah pasti akan menjemput ke-empatnya di sekolah.

“Kami tidak punya Hp mommyyyy..” ucap minho sambil memegang pipinya.

“Ada telepon umum..”

“Tidak punya koin, daddy..” jawab Kai sambil meringis.

“Hyung, apa kita beli Hp saja??” Tanya kyuhyun tiba-tiba.

“No,no,no,no..come on,,lets go!!!” ucap siwon langsung menggiring anak-anaknya keluar dari ruangannya.

“Seharusnya itu aku yang bilang,,” gerutu kyuhyun merasa ditolak.

“Makanya hyung yang jawab, baby..” jawab siwon menarik pinggang ramping itu agar ikut bersamanya.

Akhirnya mereka pun meninggalkan gedung mewah itu untuk kembali ke istana mereka yang sudah pasti ditunggu Yesung dan Ryeowook yang khawatir pada bocah-bocah itu.

Mereka harus rela berdesakan didalam Audy siwon yang kekecilan untuk mereka ber-enam sekaligus. Lagipula memang tidak ada mobil lain yang bisa mengantar mereka pulang, kerana kyuhyun tidak membawa mobilnya sendiri.

*
*

Tak berapa lama mereka pun sampai di depan gerbang istana indah mereka dan siwon segera memasuki pekarangan luas itu dan berhenti tepat di depan pintu yang sudah ditunggu maid dan Yewook.

“Ummaaaaaa” teriak jongIn saat pintu audy itu terbuka.

Bocah itu langsung menghambur memeluk ummanya sementara minho membantu dongsaengnya turun dengan hati-hati. Barulah putra tampan itu mendekati umma dan appanya untuk meminta maaf.

“Mino yang bawa mereka, umma..” ucap minho dengan senyum manisnya.

“Tidak apa-apa,,ayo masuk..” jawab ryeowook langsung menarik sulli dan kai masuk ke dalam diikuti yesung.

Minho juga ikut menarik suho bersamanya sementara siwon kembali menarik pinggang huswifenya dan masuk bersama ke istana mereka yang penuh cinta. Mereka melewati maid-maid yang berbaris itu sambil tersenyum manis membalas ucapan selamat datang kembali dari mereka. Kecuali kyuhyun.

Semuanya menuju kamar mereka masing-masing untuk berganti pakaian dan membersihkan diri mereka dari penatnya hari itu. Sementara ryeowook menugaskan para maid untuk menyiapkan makan siang mereka sebelum dia juga ke kamar mereka untuk memandikan jongIn.

Namja imut itu malas pulang ke rumah mereka kerana tahu nanti mereka harus kembali lagi untuk mendiskusikan kelulusan putra sulung istana itu. Sementara itu yesung sendiri lebih memilih untuk menemani kura-kuranya yang dibawa tadi sebelum ke rumah itu.

Dan beberapa menit kemudian semuanya pun sudah berkumpul kembali di meja makan dan makan siang dengan tenangnya. Tidak seperti waktu lalu yang tanpa sengaja ada tamu tidak di undang yang menyebabkan istana itu rusuh dengan kelakuan anak-anak mereka.

“Mommy,,halmonie ikut juga kan??” Tanya minho saat mereka sudah keluar dari ruang makan kecuali kyuhyun.

“Tapi halmonie belum tahu..” jawab siwon dengan kening berkerut.

“Mino udah bilang beberapa hari yang lalu,,mungkin halmonie lupa??” Tanya minho dengan kepala dimiringkan.

“Bilang lagi sana,,halmonie udah tua..” jawab kyuhyun tiba-tiba dibelakangnya sambil mengacak rambut minho.

“Nanti saja,,daddy antar..” ucap siwon tersenyum menenangkan lalu menuju sofa.

Minho dan kyuhyun pun mengikutinya sambil berpegangan dan sama-sama menyunggingkan senyuman garing yang membuat siwon tertawa melihatnya.

“Berarti kami harus ikut juga??” Tanya ryeowook dengan wajah polosnya.

“Kalau jongIn anak kalian, iya..kalau bukan, tidak usah saja” jawab kyuhyun sambil menghempaskan tubuhnya disamping siwon.

“Aiissh,dasar,,” gumam ryeowook. “Apa jamnya akan sama? Bagaiman kalian nanti? Tidak mungkin melewatkan acara kelulusan mino kan??” Tanya ryeowook bingung.

“Kami akan mengaturnya,,kami ingin ada di dua tempat dengan utuh, bukan sendiri-sendiri..” jawab siwon sambil tersenyum pada kyuhyun yang menganggukkan kepalanya.

“Caranya??” Tanya yesung ikut mendengarkan.

“Rahasia” jawab kyuhyun dengan smirknya.

Minho yang mendengarnya langsung menggelengkan kepalanya kerana sebenarnya dia juga ingin tahu apa yang akan dilakukan mommy dan daddy mereka.

“Mino udah punya persiapan??” Tanya ryeowook lagi.

“Sudah umma,,sekarang mino lagi bantuin suho, sulli buat cerita,,umma kenapa nggak bantuin JongIn??” Tanya minho membuat mata ryeowook membesar.

“Iyakah?? Pantesan dia langsung pergi tadi,,aigooo”

Ryeowook langsung berdiri dan menuju kamarnya untuk membantu jongIn yang sedang menulis cerita setelah selesai makan tadi. Yesung yang melihatnya juga mengikuti huswifenya sambil membawa kura-kuranya di tangan.

Sementara siwon langsung mendekati minho yang duduk dilantai di tengah kedua dongsaengnya yang tidak bersuara sedikitpun sedari tadi. Mereka terlihat serius merangkai kata untuk cerita yang akan mereka bawakan nanti.

“Jangan sama, eoh?? Mommy nggak mau dengar!” ucap kyuhyun dengan smirknya.

“Aiishh,,mommy jahat!!” jawab sulli tanpa melihatnya.

“Aissh,,jangan gituu..” protes suho menjitak kepala sulli dengan pelan dan tidak menyakiti putri kecil itu.

Kyuhyun hanya bisa cekikikan melihat keduanya lalu segera mengambil kekasih keduanya setelah siwon itu untuk menemaninya agar tidak bosan sendirian. Sementara siwon menemani anak-anak mereka.

“Hyung,,kau pakai baju apa besok??” tanyanya tiba-tiba.

Dan pertanyaannya itu langsung saja membuat siwon kembali kesisinya dengan wajah berpikir dengan keras. Tanpa sengaja bibir pink kyuhyun mengeluarkan smirk indahnya kerana berhasil menarik suaminya mendekat.

“Baju apapun,,kau tetap cantik, baby..” ucap siwon membuat kyuhyun memutar bola matanya.

“Mommy pakai baju pink.” Ucap sulli.

“Jangan ikutan, cul-cul!!” jawab kyuhyun membuat sulli langsung menghentikan kegiatannya dan menatap mommy-nya itu dengan death glare cantiknya.

“Ohh,,bukan ya,,sorry.” Ucap kyuhyun langsung memeluk siwon yang baru saja duduk.

“Sudah-sudah,,ayo lanjutkan,,” potong minho ingin melerai pout yang kini bertahta di bibir sulli.

“Lalu,,kalian mau cerita apa??” jangan bilang cerita Barbie, sulli..” ucap kyuhyun yang langsung membuat suho dan minho tertawa dengan kerasnya.

“Bukan mommyyyy!!!” bantah sulli kesal.

“Lalu??” Tanya kyuhyun sok polos.

“Rahasia..” ucap sulli dengan senyum garingnya membuat kyuhyun menatapnya tajam.

“Terus,,suho cerita apa?? Jangan bilang mau cerita sushi atau sungai han!!” ucap kyuhyun lagi dengan wajah datarnya membuat suho langsung mempoutkan bibirnya imut.

“Mommy!!” protes suho.

“Baby,,jangan ganggu mereka..” tegur siwon dengan senyum manis.

Dan kyuhyun juga ikut mempoutkan bibirnya sambil memiringkannya dan melihat siwon sebagai bentuk protes kerana menghentikan kesenangannya.

“Biar mereka mengerjakannya dengan baik..” ucap siwon menenangkan. “Lalu, apa yang harus kita siapkan mino??” Tanya siwon pada putra pertamanya.

“Ani, semuanya sudah disiapkan,hanya undangannya harus datang tepat waktu, daddy..”

“Jinjja?? Mmm..ayo ke rumah halmonie,”

“Mwo?? Sekarang??” Tanya kyuhyun tidak rela.

“Mungkin umma ada acara besok baby,,bisa cepat dibatalkan..”

“Mmmm,,baiklah..hati-hati ne..” ucap kyuhyun langsung menarik siwon dan mengecup bibirnya sekilas sebelum anak-anaknya melihat.

Minho yang sudah biasa hanya bisa menatap wajah cantik mommy-nya yang perlahan merona sambil melihat PSP ditangannya. Sedangkan daddy-nya tersenyum dengan manis sambil terus menatap wajah cantik itu yang masih saja merunduk.

“Siapkan terus ne,,apapun yang ingin kalian ucapkan,,tulis saja,,ok??” ucap minho kemudian pada dongsaengnya.

“Kalau mommy minta liat,,jangan ne..hyung pergi dulu..” lanjutnya lagi sambil meringis kerana tatapan menusuk dari mommynya dibelakang.

“Bye-bye..”ucap suho dan sulli melambaikan tangannya.

Setelah mereka pergi kyuhyun menyibukkan dirinya dengan game ditangannya sementara suho dan sulli kembali berdiskusi menyelesaikan tugasnya dengan cepat tanpa menimbulkan suara-suara yang bisa mengganggu mommy mereka.

Waktu pun berlalu dengan sendirinya sampai keduanya selesai dengan tugasnya dan tiba-tiba dibebaskan dari les mereka dan digantikan dengan tidur siang. Sementara kyuhyun juga berhenti bermain game dan pergi mencari keperluannya untuk besok.
*Wonkyuday*

Sampai kyuhyun kembali sore harinya barulah siwon dan minho sampai di rumah dengan berbagai makanan yang dikirim umma choi untuk mereka dan untuk bekal besok di sekolah.

Setelah acara makan malam yang masih dihadiri ryeowook, yesung dan juga kai, mereka memilih untuk beristirahat lebih cepat. Pasangan Yewook pun ikut berpamitan pulang ke rumah mereka untuk beristirahat menyambut hari esok yang sangat special.

**

Dan ketika pagi menjelang dan matahari keluar dari ufuk timur seperti biasanya, dimulailah kesibukan maid-maid di istana itu termasuk pemiliknya yang bangun lebih awal dari biasanya kerana hari ini special untuk anak-anak mereka.

Suho, minho, dan sulli terlihat serius memperhatikan maid-maid merapikan pakaian mereka yang sudah rapi. Kerana hari itu special untuknya, minho pun dilarang untuk mengurus keperluan si kembar agar bocah itu bisa leluasa menyiapkan keperluannya sendiri.

“Jangan rusuh lagi, arrachi??” ucap salah satu maid dengan wajah serius membuat mereka menganggukkan kepala dengan patuhnya.

“Selamat pagi, semuanya!!” sapa seseorang tiba-tiba menghentikan kegiatan mereka.

Serentak semua orang yang ada disana mencari asal suara itu dan seketika itu juga semua mata yang ada disana melebar dengan mulut terbuka melihat siapa yang menyapa mereka.

“The second witch..” gumam suho dengan polosnya membuat sulli langsung menatapnya tajam.

Namun putri cantik itu segera berpaling kembali dan melihat second witch yang dimaksud oppanya itu dengan tatapan penuh selidik.

Disaat semua yang ada disana tidak mengeluarkan kata-kata sedikitpun, sulli langsung maju beberapa langkah sambil menatap wajah asing itu tajam.

“Who are you??”

Tbc…

Seven Princes Garden 21

Tags

,

“Siwon hyung..” panggil kyuhyun.

“Nee..?”

“Maukah kau..jadi milikku??”

“MWO???”

“Ba-baby?? Apa maksudmu??” Tanya siwon tidak percaya. “Kau tau artinya itu??” tanyanya kemudian dan mendapat anggukan sebagai jawaban.

“Kita akan bersama, selamanya, tidak terpisahkan, siang maupun malam,,kau mau kan, hyung??”

“Tentu saja aku mau!! Tapi siapa yang mengajarimu tentang itu??”

“Kau tidak capek menemuiku, aku juga tidak capek menunggumu hyung,,bagus kan??” Tanya kyuhyun lagi.

“Siapa yang mengajarimu baby??”

“Wookie-ah!!”

“Mwo??”

Siwon bertanya sambil mengedarkan pandangannya dan mendapati beberapa kepala sedang melihat ke dalam dari balik pintu ruang meetingnya. Lalu tanpa menjawab kekasihnya siwon langsung mendekati namja tampan yang masih bersembunyi di balik pintu itu.

“Ryeowookie..” panggil siwon horror..

“Kenapa aku?? Aku hanya memberinya buku..” jawab ryeowook dengan wajah polosnya.

“Tapi kau membuatnya dewasa sebelum waktunya..” jawab heechul dengan smirknya.

“Mwo?? Dia memang sudah dewasa..”

“Tapi,,dia..” siwon tidak bisa melanjutkan kata-katanya kerana kyuhyun memanggilnya tiba-tiba.

“Siwon hyung!!!!”

“Ne??”

“Kau tidak mau denganku, hyung?? Tidak mau seperti appa umma?? Selalu bersama?? Benarkah??” Tanya kyuhyun dengan wajah berkerut dan penuh kesedihan membuat siwon kehilangan kata-kata.

“Ba-baby,,itu..aku..”

“Appa!! Pecat saja siwon hyung!! Dia tidak mau denganku!!” potong kyuhyun tidak mau mendengar siwon.

Appa choi yang ternyata lebih mendengarkan kata-kata calon menantunya itu langsung saja mendekati siwon dan tiba-tiba menarik kupingnya dengan wajah serius.

“Apa-apaan kau, siwonnie?? Dia satu-satunya calon menantu appa..kenapa kau menolaknya?? Mau appa pecat jadi anak??” Tanya appa choi dengan mimik seriusnya.

Siwon beserta seluruh pangeran tampan dibelakangnya dan karyawan-karyawan yang ada disana langsung ternganga mendengar penuturan appa choi yang sangat serius itu.

“Appa..” ucap siwon tidak percaya.

Sedangkan kyuhyun hanya berdiri dengan tangan di pinggang dan tersenyum dengan bibir dirapatkan dan kepala diangkat sedikit keatas dengan bangganya.

“Appa sakiiit…” ucap siwon tiba-tiba kerana appa choi tidak juga melepas telinganya.

Detik itu juga kyuhyun berlari ke pintu menghampiri siwon dan memeluknya dari samping kerana ada appa choi di sana. Dengan wajah berkerut namja manis dan cantik itu melihat telinga kekasih tampannya.

“Appa,,lepaskan,,siwon hyung kesakitan..” ucapnya kemudian.

Tanpa perlu dikatakan dua kali appa choi langsung menurunkan tangannya dan melihat siwon penuh tuntutan. Hingga namja tampan itu langsung menyetujui apapun keinginan orangtua satu-satunya itu.

“Ne,,appa,,aku menerimanya..” jawab siwon lembut.

“Mwo??? Jinjja?? Kita bisa bersama-sama?? Selalu bersama-sama??” Tanya kyuhyun penuh semangat membuat namja-namja tampan di belakang mereka menatap tidak percaya.

“Andwaeeee!!!! Terlalu cepat, pabbo!!” teriak donghae langsung menjitak kepala siwon pelan.

“Kami tidak akan menikah,,aku hanya menerimanya, hyung!” jelas siwon sambil mengelus kepalanya.

“Hyung!! Kenapa memukul siwonnie??? Tanya kyuhyun tajam dengan death glarenya.

“Kau ini,,aiisshh!!!” donghae pun juga menjitak kepala dongsaeng kesayangannya itu tanpa aba-aba.

“Appooo!!!” rengek kyuhyun dengan bibir dipoutkan. “Ikan teri!!” gumam kyuhyun sambil melihat siwon.

“Benar hyung kan,,kita akan bersama-sama??” Tanya kyuhyun sekali lagi.

“Ne,,sekarang pulanglah,,hyung masih ada rapat..” jawab siwon dengan lembutnya.

“Aniyo!!!aku tidak mau!” tolak kyuhyun cepat lalu berpaling ke belakang melihat hyung-hyungnya.

“Kalian saja yang pulang hyung,,ngapain disini??” ucapnya dengan wajah datar.

Detik itu juga satu persatu hyungnya itu mendekatinya dan menjitak kepalanya dengan perlahan tanpa peduli gertakannya. Kyuhyun harus memegang kepalanya dengan kedua tangan kerana menerima jitakan yang berturut-turut itu tanpa bisa di hentikan siwon.

“Aiishh,,mereka..awas saja pembalasanku!!” gumamnya kemudian saat semua hyungnya menghilang dalam lift.

“Appa juga pergi dulu,,baik-baik sama calon menantu appa, huh??” ucap appa choi melihat siwon.

“Sebenarnya siapa yang anaknya??” Tanya siwon tanpa sadar.

“Aku, hyung..ayo lanjutkan meetingmu..” jawab kyuhyun polos.

Lalu namja cantik itu langsung menarik kekasihnya kembali memasuki ruangan meeting yang masih terdapat beberapa klien yang mengikutinya. Sedari tadi mereka hanya menyaksikan adegan drama tersebut dengan menyembunyikan tawa mereka.

Sampai disana kyuhyun langsung mengikuti siwon ke depan dan berdiri disamping kekasihnya yang berdiri tepat di ujung meja sebagai direktur. Siwon ingin mengatakan agar kyuhyun duduk saja di salah satu kursi yang ada disana.

Namun kyuhyun dengan wajah polosnya melihat ke kiri dan ke kanan lalu ke semua wajah yang ada disana termasuk dua kursi kosong yang tidak jauh darinya itu. Lalu tanpa kata-kata kyuhyun berjalan dengan santainya ke tempat salah satu kursi yang kosong di sana.

Kemudian namja cantik itu pun menarik kursi itu sekuat tenaga dan membawanya dengan susah payah ke depan dan diletakkan di sebelah kursi direktur siwon. Setelah selesai kyuhyun langsung duduk disana dengan menghembuskan nafas lelah dan menyandarkan tubuhnya.

Detik selanjutnya barulah kyuhyun sadar akan situasi apa yang ada didepannya hingga dia segera meminta maaf sambil tersenyum dengan manisnya. Semua yang menatapnya tidak percaya ikut tersenyum dengan tulusnya membalas senyuman plos yang diberikan kyuhyun untuk mereka.

“Eheee,,ayo mulai,,hyung.” Ucapnya pada siwon yang terpaku tidak bergerak. “Hyung!!!”

“Ahh,,ne..mari kita lanjutkan..” ucap siwon sadar kembali.

Dan meeting pun dilanjutkan dengan lancarnya kerana siwon memang ahli dalam berbagai hal apalagi tentang perusahaannya. Sedangkan kyuhyun duduk dengan manisnya sambil terus menatap dengan penuh cinta setiap gerak-gerik yang dilakukan kekasihnya itu.

Dan siwon pun sesekali berpaling melihat kyuhyun dan menyunggingkan senyum manisnya yang membuat dada kyuhyun bergetar dengan hebatnya.

Melihat pemandangan seperti itu membuat sebagian klien wanita tidak mendengar lagi apa yang dibicarakan siwon. Mereka malah menopang dagu dengan kedua tangan dan menatap keduanya dengan pandangan imajinasi tingkat tinggi.

“Mereka sudah tidak fokue..” gumam siwon menyadari semuanya.

“Ahh,,hyung..”

Kyuhyun langsung berdiri setelah meneliti wajah siwon sekali lagi lali meraba-raba sesuatu didalam sakunya. Kyuhyun mengeluarkan tissue yang selalu dibawanya dan tanpa peduli apapun langsung menempelkannya di dahi siwon.

Lalu namja cantik itu menghapus keringat siwon yang keluar sendiri walau diruangan ber-AC itu hingga membuat kyuhyun heran. Namun tetap melakukannya berulang-ulang hingga dahi siwon terasa kering kembali.

Dan sekali lagi tindakannya itu membuat beberapa yeoja disana menjadi fangirling mereka dengan teriakan-teriakan yang mereka tahan.

Akhir kata siwon langsung menutup meetingnya dengan tergesa dan membiarkan semua kliennya keluar meninggalkan mereka berdua. Sebagian ada yang bergumam bahagia dan sebagian lagi bergumam dengan kesalnya.

Tapi siwon tidak peduli kerana dirinya sendiri begitu gugup dan tidak leluasa dengan hadirnya kyuhyun disampingnya saat melakukan pekerjaannya itu. Apalagi dengan tindakan kyuhyun yang tidak biasa itu hingga membuat dadanya berdebar dengan tiba-tiba.

“Sudah selesai, hyung??” Tanya kyuhyun mengerjapkan matanya.

“Sudah,,kita pulang??” Tanya siwon.

“Jangan!! Kau sudah tidak sibuk?? Boleh kita jalan-jalan??”

“Kau mau kemana?? Hyung antarkan..” Tanya siwon sambil membuat kyuhyun berdiri dari duduknya.

“Kemana saja,,asal bersamamu, hyung..” jawab kyuhyun dengan wajah serius membuat siwon langsung menatapnya dalam.

Detik selanjutnya siwon sudah mengunci bibir pink kyuhyun untuknya dan menikmati manisnya yang jarang sekali didapatkannya kerana siwon tidak ingin memaksa kekasihnya yang sangat polo situ.

“Hyunpmmm…” protes kyuhyun tiba-tiba kehabisan nafas.

“Mianhae..” ucap siwon langsung.

“Aniyo..aku tidak apa-apa..” jawab kyuhyun langsung memeluk kekasihnya itu untuk menyembunyikan rona pipinya.

“Siapapun yang mengajarimu, hyung berterima kasih,,kau jadi lebih manis..” ucap siwon sambil membalas pelukan itu dengan erat namun kyuhyun kembali melepasnya.

“Jadi selama ini aku tidak manis??” tanyanya dengan wajah berkerut.

“Ahahahaha,,tentu saja setiap hari kau manis, baby,,tapi ini..lebih romantic..” jelas siwon dengan sabarnya dan mengembalikan rona pipi kyuhyun yang semakin membuatnya terlihat memesona.

“Kajja..kita pergi..” ucapnya kemudian.

Siwon menarik tangan kyuhyun buru-buru keluar dari ruangan itu kerana namja tampan itu itdak yakin bisa menahan dirinya sendiri dengan keimutan kyuhyun yang melebihi batas itu. Sedangkan kyuhyun hanya melihat siwon tidak mengerti namun terus mengikuti langkahnya dibelakang sampai mereka tiba di depan lift turun ke bawah.

Sampai di sana mereka segera menuju mobil siwon dan meninggalkan gedung itu tanpa meminta izin pada appanya. Yang penting appa choi tahu dengan siapa siwon berada dan namja tampan itu juga sudah menyelesaikan tugasnya di sana.

Tak berapa lama mobil mewah siwon melaju membelah kota seoul di sore hari dengan berbagai macam kesibukannya. Namja tampan itu tidak tahu harus membawa kyuhyun kemana, tapi yang pasti kekasihnya itu akan mengikutinya kemanapun.

“Ahh,hyung!!aku lupa beli cincin..” ucap kyuhyun tiba-tiba membuat siwon berhenti mendadak hingga badan mereka maju ke depan.

“Aiishh,,baby..lupakan hal itu!!”

“Tidak mungkin,,semua pasangan punya cincin,,kenapa kita tidak???”

“Tapi itu terlalu cepat..”

“Kenapa?? Kita kan mau bersama,,bersama itu harus ada cincin seperti appa dan umma..” jawab keras kepala namun dengan nada polos.

Hingga tidak ada yang bisa dilakukan siwon selain mengikuti kemauan kekasih imutnya itu untuk mencari cincin pasangan untuk mereka. Tapi..

“B-bukahkah hyung sudah memberikannya dulu??” Tanya siwon seperti teringat sesuatu.

“Jinjja?? Aku lupa,,tapi dimana,hyung??”

Siwon hanya menatap kyuhyun dengan wajah datar sebagai jawabannya membuat namja imut itu salah tingkah dan langsung memasang senyum terbaiknya.

“Nanti aku cari,,eheee,,sekarang ayo kita makan, hyung,,aku lapar..” pinta kyuhyun dengan wajah memelas.

Detik itu juga siwon tersenyum menenangkan melihat wajah yang tidak dapat ditolak itu dan melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata untuk mencari makan.

Keduanya sama-sama terdiam sampai di tempat tujuan yang siwon pilihkan, sebuah rumah makan mewah dengan privasi yang amat sangat terjaga. Apalagi mengingat kyuhyun masih memakai seragam sekolah mereka.

Setelah menyerahkan kunci mobilnya pada pelayan rumah makan itu, siwon langsung menggandeng kyuhyun masuk ke dalam dan membawanya untuk duduk di sudut ruangan tempat itu agar keduanya lebih nyaman.
Dua maid yang melihat mereka langsung menghampiri dan membawa menu untuk mereka pilihkan. Siwon langsung memilih makanan yang lebih ringan untuknya dan menyerahkan kembali menu itu pada maid di sampingnya.

Sedangkan kyuhyun masih saja terus menatap menu-menu yang sangat menggugah selera itu apalagi disaat sedang kelaparan seperti itu. Mata bulatnya berbinar-binar melihat apa yang ada digambar itu dan semakin membuatnya kelaparan.

“Pilihkan saja apa yang kau mau, baby..” ucap siwon tidak bisa menyembunyikan tawanya.

“Aku bingung..”

“Apa yang ingin kau makan??”

“Semuanya..”

“Mwo??”

“Ehehehe,,ini saja,,ini juga,,ini lagi..ohh ini juga..udah..” ucap kyuhyun cepat sambil menunjukkan beberapa pilihannya.

Maid yang disamping mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan namja manis itu yang punya selera lebih besar dari badannya. Tapi mereka tidak bisa berkata apa-apa saat melihat siwon tersenyum sambil menunduk sedikit pada mereka.

“Terima kasih..” ucap kyuhyun menyerahkan lagi menunya.

Setelah kedua maid itu pergi kyuhyun langsung menatap siwon dengan wajah seriusnya lalu mengeluarkan bunga yang sudah tidak berbentuk kerana dimasukkan kesakunya sejak dari kantor siwon.

“Kau tidak mau menerimanya, hyung..” gumam kyuhyun sambil meneliti mawar merah yang tercerai-berai itu.

“Tentu saja hyung mau,,berikan..” ucap siwon cepat dan menarik bunga itu untuknya lalu mencium aromanya perlahan.

“Sudah tidak berbentuk,,nanti aku beli lagi,.” Ucap kyuhyun dengan wajah senang.

“Gomawo..” jawab siwon tulus dan mendapat anggukan dari kekasih imutnya itu.

“Mmm,,baby..” panggilnya kemudian.

“Hmm??”

“Apa-apa kau serius??” Tanya siwon ragu.

“Apanya??”

“Menjadi milikku,,hidup bersamaku, selamanya..” ucap siwon dengan yakinnya sambil menatap mata kyuhyun dalam.

“Aku tidak pernah main-main,,” jawab kyuhyun yakin.

Siwon ingin bertanya lebih lanjut tentang hal mendadak seperti itu, tapi beberapa maid datang membawa makanan pesanan mereka. Dia memilih untuk mendiamkan masalah ini dulu sampai ada kejelasan yang lebih akurat. Dari kyuhyun dan dari orangtua kyuhyun sendiri.

“Ayo makan, baby..” ucap siwon kemudian.

Dan mereka pun larut dalam pikiran masing-masing sambil mengunyah makan siang mereka dalam diam. Hanya sendok dan garpu yang sesekali terdengar beradu dengan tidak sengaja. Sampai kyuhyun bersuara dan menyebabkan siwon tersedak makanannya sendiri.

“Boleh diulang baby??” Tanya siwon.

“Ck..apa nanti malam kita akan tinggal bersama??” ulang kyuhyun.

“B-baby..i-itu tidak perlu..”

“Kenapa?? Bukankah kita akan bersama-sama?? Kau kenapa sih hyung??!” Tanya kyuhyun dengan kesal kerana sepertinya siwon tidak setuju dengan apapun yang diinginkannya sejak awal.

“Bu-bukan begitu,,itu impian hyung baby,,bersamamu..”

“Lalu,,apa lagi?? Nanti pulang kita ambil barang-barangku,,ok..ayo makan lagi..”

‘Ya ampuun,,tolong aku,,jelaskan padanya arti lamarannya dan hidup bersama ini..’ pinta siwon dalam hati kerana tidak ingin membantah lagi dan mengecewakan kekasih imut dan polosnya itu.

Siwon hanya bisa menatap wajah putih cantik di depannya itu sedang menikmati makanannya tanpa memikirkan apapun. Mengingat wajah polos itu akan terluka jika siwon menolak apapun yang diinginkan kyuhyun saat ini, siwon tidak tahu harus mengatakan apa.

Bukannya siwon tidak menginginkan itu semua, tapi mereka sama-sama masih sekolah dan belum terpikirkan untuk melangkah ke jenjang yang jauh itu. Tapi pikiran polos kyuhyun yang hanya memikirkan ingin bersama dengannya membuat pendiriannya runtuh seketika.

“Ayo,,hyung,,aku sudah selesai!!” ucap kyuhyun tiba-tiba membuyarkan lamunan siwon.

“Ahh,,sudah selesai?? Kita mau kemana??” Tanya siwon tidak focus.

“Kita ke rumahku,,ambil keperluan untuk pindahan..” jawab kyuhyun dengan yakinnya.

“But,,baby,,sekarang masih jam sekolah,,apa sebaiknya kita kembali..”

“Sekolah??” Tanya kyuhyun bingung. Sepertinya dia melupakan hal lainnya.

“Ne,,kita masih harus ke sekolah,,ayo.” Ucap siwon cepat lalu menarik tangan kyuhyun untuk segera pergi dari sana.

Namja tampan itu langsung mengeluarkan kartu kreditnya dan menyerahkannya pada maid yang sudah menunggu. Menit selanjutnya maid itu pun mengembalikan kartu itu secepatnya membuat siwon berterima kasih dengan manisnya. Lalu mereka pun segera berangkat menuju sekolah yang masih ada jam pelajaran terakhirnya.

Dalam perjalanan siwon berharap kyuhyun segera melupakan niatnya yang terakhir tadi dan membuat segalanya lebih mudah bagi siwon.

Tak berapa lama mereka pun sampai di depan gerbang sekolah mereka yang terlihat sepi kerana memang jam pelajaran sudah dimulai kembali. Siwon langsung memarkirkan mobilnya didepan agar lebih mudah mengambilnya kembali nanti.

Lalu namja tampan itu segera menuju sebelah pintu kyuhyun dan membukanya sambil mengulurkan tangan pada kyuhyun yang menyambutnya dengan pipi merona. Kemudian keduanya pun berjala beriringan dengan tangan siwon melingkar indah di pinggang kekasih imutnya itu.

Setengah perjalanan keduanya tiba-tiba berhenti dengan suara teriakan dan letusan-letusan balon yang mengeluarkan confetti berwarna-warni dari atas.

Siwon langsung melihat ke depan dan terperangah saat tulisan besar ucapan selamat untuknya dan kyuhyun terpampang jelas di lantai dua.

“Wuaaah,,hyung-hyung hebat..” ucap kyuhyun dengan riangnya sambil menepuk kedua tangannya lalu membaca tulisan besar itu.

“CONGRATULATIONS,,HAPPY WEDDING..
CHOI SIWON&CHO KYUHYUN
HAPPILY EVER AFTER.”

Seluruh siswa dan siswi berdiri dilantai satu dan dua menantikan kehadiran mereka kembali. Siswa-siswa lantai dua yang menyebarkan confetti itu seperti dulu saat mereka jadian pertama kali.

Dan sekali lagi ini disebabkan oleh hyung-hyung mereka yang tidak tahu menjaga sebuah rahasia untuk pribadi atau rahasia untuk umum. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat poster besar dengan wajah mereka berdua.

Siwon dengan jas kantornya memakai mahkota raja dan kyuhyun dengan seragam sekolahnya memakai tiara dua tingkat yang sangat indah. Editan yang sempurna untuk waktu yang sangat singkat itu membuat siwon harus berterima kasih pada hyung-hyungnya dan seluruh siswa yang ada.

Kyuhyun sendiri yang mengeluarkan pikiran polosnya hingga menyebabkan hal itu terjadi sekarang hanya bisa melihat mereka dengan senyum simpul dan pipi merona dengan hebatnya.

“Kau malu, baby??” Tanya siwon sengaja menggodanya.

“Tentu saja!! Mereka begitu banyak” jawab kyuhyun dengan death glarenya tiba-tiba.

“Ahahahaha,,bukankah kau sendiri yang menginginkan ini semua??”

“Tapi tidak seperti ini..” protes kyuhyun.

“Kau tidak bisa apa-apa jika punya hyung seperti mereka..” ucapan siwon bertepatan dengan keluarnya semua hyung dari tengah-tengah gedung dengan wajah bahagia mereka.

“Selamat untuk kalian berduaaaa..” teriak hyukjae dengan polosnya dan dibalas tatapan tajam dari kyuhyunnya.

“Kapan peresmiannya??” Tanya hankyung pada siwon begitu mereka sudah berdekatan.

“Tidak perlu buru-buru, hyung..” jawab siwon.

“Tentu saja, harus!!!” ucap seseorang membantah ucapan siwon.

“Appa!!!” seru para hyung begitu melihat seseorang itu di belakang siwon membuat namja tampan itu terbelalak.

“Appa kenapa ada disini??” Tanya siwon tidak percaya.

“Tentu saja untuk bertemu appa kyuhyun.” Jawab appa choi dengan santainya.

“Mwo?? Sekarang???”

“Bukan!! Tahun depan..” jawab appa choi dengan wajah datarnya. “ pabboya!!” lanjutnya lagi.

“Appa,,appa dan umma pasti sudah pulang..” ucap kyuhyun cepat.

“Ohh,,begitukah?? Mmm..baiklah,,katakan nanti malam appa akan berkunjung..” jawab appa choi senang.

Lalu pergi dari sana tanpa mengatakan apa-apa lagi agar tidak ada yang bisa membantah ucapannya. Dan siwon hanya bisa menatap kepergian appanya itu dengan diam dan wajah yang perlahan berubah pucat.

“Sudah-sudah!! Ayo pulang,,pelajaran ditiadakan,,kami backingnya..lets goo!!!” ucap hyukjae kemudian segera menarik namjachingunya pergi dari sana.

“Ayo hyung,,kita ke rumah..” sambung kyuhyun menarik siwon bersamanya.

Dan mereka semua akhirnya meninggalkan kehebohan siswa-siswi disana yang masih saja menyanyikan lagu selamat untuk keduanya.

-
-
“Ba-baby..apa tidak apa-apa??” Tanya siwon saat mereka dalam perjalanan menuju rumah kyuhyun.

“Tidak apa-apa,,umma pasti senang..” jawab kyuhyun yakin.

‘Bagaimana dengan appa?’ Tanya siwon dalam hati.

Namun pertanyaannya hanya bisa di simpan selamanya kerana sekarang mereka sudah memasuki halaman rumah kyuhyun yang selalu terlihat asri dan sepi. Begitu sampai kyuhyun langsung turun sendiri dan membuka pintu rumahnya lebar-lebar sambil berseru memanggil ummanya dengan nada riang.

“Ummaaaaaa!!!”

“Ne??” jawab leeteuk di ruang santai mereka.

“Siapkan keperluanku,,untuk pindahan..”

“Mwoooo???” Tanya ummanya tidak percaya.

“Aku akan tinggal bersama siwon hyuuuuung..” jawab kyuhyun langsung sibuk mencari perlengkapannya sendiri.

“Apa maksudmu??” Tanya leeteuk lagi.

“Ne! aku akan menikah dengannya..”

“Apa?? Jangan bercanda!!”

“Serius umma!!”

“CHOI SIWOOOOON!!!!!”

Tbc..

Ahahahaha,,babykyu,,polos apa oon ciih???#plak

With Your Love 11

Tags

, , , , ,

Hai-hai…lupa sama chap sebelumnya?? Baca lagi gih..ihihihihi

**
Chap Sebelumnya :

Siwon tidak lupa menyapa kedua hyungnya yang beda ukuran itu, hingga keduanya sampai di depannya dan melewati mereka berdua menuju ruangan masing-masing.

Namun detik selanjutnya siwon kembali menatap horror apa yang terjadi didepan matanya saat kyuhyun terlepas dari dekapannya. Dan namja cantik itu langsung melangkah mengikuti shindong dengan santainya.

“Baby..??”

“Giliran Shindong..” ucap heechul dengan smirknya dan meninggalkan siwon yang terpaku.

“Apa kami semua akan dapat giliran??”

“MWOO??”

“Sudah-sudah..aku rasa, kau harus membawanya ke dokter siwon,,sekalian check up..” ucap leeteuk menghentikan perdebatan kecil itu.

“Iya,,lagipula sepertinya dia lebih pendiam sekarang..” ucap donghae menerawang.

“Ani,,di rumah dia selalu memanggilku..” jawba siwon.

“Jinjja???” tanya donghae bersemangat.

“Iya,,dia selalu minta makanan..aku hanya menyuapinya beberapa kali, tapi sekarang dia ingin di suapi selalu..” jelas siwon tanpa sadar tersenyum dengan manisnya mengingat huswifenya.

“Aku akan mencobanyaaaa~~~~” seru donghae tiba-tiba berlari meninggalkan mereka semua.

Setelah kata-kata donghae masuk sedikit lambat ke otak siwon, barulah namja tampan itu ikut berlari mengikuti hyung tampan kekanakannya itu dan diikuti hyukjae di belakangnya.

“Pagi-pagi mau berkeringat, cih!!” gerutu heechul melangkah dengan sombongnya dan diikuti beberapa namja tampan yang masih ada disana.

Sementara yang jadi pusat perhatian mereka sudah sampai di ruangan shindong yang tidak sadar diikuti anak ayam yang kehilangan induknya dibelakang.

Saat dia ingin duduk barulah kyuhyun terlihat sednag berdiri menatapnya disana, atau shindong sadar terlebh dahulu, kyuhyun bukan menatapnya melainkan kantong makanan yang ada ditangannya itu.

Namja gemuk itu langsung tersenyum sampai matanya tenggelam dan memberikan cemilannya sedikit pada kyuhyun. Kerana lama kyuhyun tidak mengambilnya akhirnya shindong pun meletakkan roti yang di bungkus plastik di meja di depan namja cantik itu.

Kyuhyun hanya melihat roti itu sekilas lalu langsung berpaling ke belakang dan mencari seseorang di sana. Namun tidak ada siapapun yang dimaksudkannya itu berada di belakangnya.

Lalu dengan wajah berkerut kyuhyun pun berbalik arah dan hendak meninggalkan ruangan dan rotinya itu. Saat itulah terlihat dua namja sedang berebutan ingin masuk ke ruangan itu dan membuat kyuhyun berhenti.

Dan tiba-tiba saja senyuman manis merekah di bibir kyuhyun melihat siapa yang ada di depannya itu. Senyuman yang belum pernah dilihat hyung siwon yang lain hingga membuat mereka yang baru tiba pun berhenti disana.

“Siwonnie..” panggil kyuhyun kemudian mengambil roti tadi agar siwon melihatnya.

“See??” jawab siwon pada hyungnya dan masuk ke dalam dengan bangganya.

Namja tampan itu langsung mengambil roti itu di tangan kyuhyun dan membukanya dengan baik sementara kyuhyun berdiri di depannya melihat dengan seriusnya.

Setelah selesai siwon pun membelah roti itu sedikit lebih kecil dan menyuapi kyuhyun yang langsung membuka mulutnya.

Saat itu pula mulut hyung-hyung siwon pun serentak terbuka melihat pemandangan langka yang terjadi di hadapan mereka. Namun siwon hanya menaikkan bahunya tidak peduli dan terus menyuapi kyuhyun sampai roti itu habis di tangannya.

“Habis,,ayo ke atas..” ucap siwon sambil mengambil tangan kyuhyun dan menggenggamnya.

Kyuhyun hanya melihat suaminya dengan wajah berkerut dan sedikit memiringkan kepalanya melihat kebelakang siwon. Tampaklah shindong yang langsung menyembunyikan rotinya itu ke bawah meja.

“Hyung..??” panggil siwon penuh arti, tapi shindong buru-buru membuat tanda silang didepan dengan tangannya.

“Kita beli lain..” ucap siwon langsung menenangkan kyuhyun yang tidak bereaksi apa-apa..

“Ay..”

“AKU SAJAAAAA~~~!!!!!” Teriak donghae tiba-tiba langsung berlari meninggalkan mereka yang kebingungan.

“Hhhahhh,,,kerja-kerja!!!” ucap leeteuk kemudian dna kumpulan itu pun bubar.

Siwon pun langsung menggamit tangan kyuhyun dan membawanya keluar dari sana dan diikuti dengan patuh oleh kyuhyun. Namun tetap saja namja cantik itu berpaling melihat ke arah shindong yang melambaikan tangan sambil tersenyum padanya.

Entah apa yang dipikirkannya, ia pun membalas lambaian tangan itu tanpa sadar sebelum akhirnya menghilang di balik pintu itu bersama yang lainnya.
-
-

Setelah semuanya kembali ke ruangan mereka masing-masing termasuk siwon yang membawa kyuhyun bersamanya, tibalah donghae dengan satu kantong besar roti yang sama seperti punya shindong.

Namja tampan polos itu langsung menuju ruangan siwon dan membukanya dengan semangat yang berlebihan.

“Kyunnieee!!!” panggil donghae dengan cerianya membuat siwon dan kyuhyun terkejut dan langsung melihatnya.

“Ehehehehe,,aku punya kyunnie,,roti seperti itu,,kau mau??” ucap donghae tanpa merasa bersalah memasuki ruangan itu sambil membuka satu bungkus roti di tangannya.

Kyuhyun yang melihatnya langsung bangun dari kursi yang ada di depan siwon dan melepas tangan suaminya yang di genggamnya sedari tadi.

“Sini-sini..” panggil donghae mengajaknya duduk di sofa.

Kyuhyun mengikutinya dan duduk dengan manis di depan hyung barunya itu sambil terus menatap roti yang sedang di belah donghae untuknya.

Tanpa aba-aba donghae langsung membawa potongan kecil roti itu ke depan mulut kyuhyun dan tanpa harus di suruh namja cantik itu langsung membuka mulutnya lalu memakan roti itu dengan lahapnya.

Hingga satu roti habis, donghae mengambil roti yang kedua dan terus menyuapinya hingga roti yang kelima hampir lenyap di tangannya, kyuhyun terus memakannya dengan lahap.

Sampai siwon merasa gerah sendiri melihat keduanya dan membuatnya langsung mendekat lalu duduk disamping kyuhyun.
“Hyung,,kerja sana!!” ucapnya tiba-tiba membuat donghae menatapnya tajam.

“Mengganggu saja..” jawab donghae dengan poutnya namun tetap menyuapi dongsaengnya.

Dan detik selanjutnya potongan terakhir di tangannya itu tiba-tiba diambil kyuhyun dan disuapinya ke mulut siwon yang terkejut tidak menyangka.

“Enak kan?” tanya kyuhyun sambil tersenyum.

Mau tidak mau detik selanjutnya siwon langsung tersenyum dan memeluk kyuhyun sambil membelai lembut rambut coklat huswifnya yang terlihat lembut itu.

“Kita ke rumah sakit, baby??” tanya siwon kemudian membuat donghae menatapnya.

“Chek up hyung..” ucap siwon menenangkan.

“Kau mau kan??” tanya siwon lagi melihat kyuhyun.

“Ne..” jawab kyuhyun singkat.

Donghae pun hanya tersenyum melihat dongsaeng yang baru di dapatkannya kembali itu lalu ikut membelai kepala kyuhyun seperti yang dilakukan siwon.

Dan balasannya kyuhyun malah menepuk-nepuk pelan kepalanya seperti untuk menenangkannya hingga tanpa sadar donghae mempoutkan bibirnya.

“Hyung, gomawo..” ucap kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Saranghaeyooo kyunnieeee…” jawab donghae langsung memeluk kyuhyun dengan airmata berlinang di pipinya.

Namja polos itu langsung menangis dan memeluk kyuhyun semakin erat, membuat siwon yang tiba-tiba bingung terus menatapnya.

Donghae sendiri bingung kenapa dia sampai menangis mendengar ucapan dongsaeng yang tiba-tiba jadi kesayangannya itu. Mungkin kerana rindu, ataupun kerana sayang yang tidak bisa di bendung, namun donghae tahu kyuhyun masih ada di suatu tempat yang jauh didalam namja dipelukannya itu.

“Cepatlah kembali..” ucap donghae kemudian.

Setelah beberapa menit dan tangisannya mereda akhirnya donghae melepas pelukannya dan menepuk pipi kyuhyun pelan sambil tersenyum manis. Kyuhyun hanya menatap hyungnya itu lalu perlahan membelai pipi donghae untuk menghapus airmatanya.

“Uljima..” ucapnya pelan.

Detik itu juga donghae menebar senyum garingnya yang tulus membuat siwon pun ikut tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Sementara kyuhyun hanya menganggukkan kepala lalu melihat siwon.

“Kita pergi..” ucap suami tampannya itu.

Dan mereka pun sama-sama keluar dari ruangan siwon dan mendapati beberapa hyung siwon berdiri berpencar seolah mereka karyawan kantor siwon. Padahal semuanya ingin tahu apa yang terjadi dengan ketiganya sedari tadi.

“Hyung..kami ke rumah sakit,,annyeong..” ucap siwon sekilas lalu menggandeng pinggang kyuhyun dengan santainya dan membawanya memasuki lift yang ada di depan mereka.

Setelah kepergiannya, namja-namja tampan bin aneh disana pun mendekati donghae mencari informasi apa yang terjadi di dalam sana.

“Dia bilang gomawo, hyukkiee,,dia bilang gomawooooo~~~” ucap donghae akhirnya menangis lagi dan memeluk namjachingunya dengan tiba-tiba.

“Yah!! Yah!! Apa yang terjadi??” Tanya heechul tidak tahan dibuat penasaran.

“Dia bilang gomawo, hyung,,hiks..” jawab donghae terisak di leher hyukjae.

Namja-namja tampan yang lainnya itu langsung berpaling kecewa setelah tadi mengerumuni mereka berdua. Mereka memutuskan untuk kembali bekerja sementara siwon pergi mengantarkan huswifenya ke rumah sakit.
-
-
Sementara siwon menuju rumah sakit dengan perasaan bahagia melihat perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada kyuhyun. Perubahan yang baik menurutnya, dan semoga bisa terus berkembang sampai ke depannya.

“Tunggu disini, ne..” ucap siwon sambil mendudukkan kyuhyun di kursi tunggu.

Lalu namja tampan itu mengambil Hp-nya dan menghubungi seseorang yang ternyata sudah menunggu mereka di ruangannya.

“Ayo,,kita sudah di tunggu..” ucap siwon kemudian.

Dan mereka pun memasuki lift rumah sakit itu menuju lantai dua tempat Dokter sekaligus sahabat siwon sedang menunggu mereka disana.

Begitu sampai siwon langsung menggenggam tangan kyuhyun yang jelas sekali terlihat gugup disampingnya. Wajah namja cantik itu semakin pucat seiring langkah mereka memasuki ruangan putih pucat itu.

“Tenanglah, baby..” bisik siwon lembut sambil membuka pintu ruangan di depan mereka.

“Silahkan masuk,” sambut pemilik ruangan yang tidak lain adalah dokter pribadi siwon.

“Apa kabar, dok?” Tanya siwon menyegarkan suasana.

“Ahh,,selalu baik,,bagaimana dengan cintamu??” Tanya dokter itu.

Dan detik itu juga mata siwon berbinar-binar menatap kyuhyun sambil tersenyum dengan manisnya. Membuat wajah kyuhyun terasa panas dan memerah hingga namja cantik itu harus berpaling dari wajah bodoh suaminya itu.

“Cintaku selalu dalam..” ucap siwon tanpa mengalihkan pandangannya.

“Ahahaha,,aku tahu..” jawab dokter itu.

“Ahh,,mianhae, kami ingin check up.” Ucap siwon baru sadar kembali.

“Mmm,,aku mengerti, silahkan kemari..”

Dokter itu langsung menunjukkan ranjang di seberang ruangan yang terlihat besar itu, lalu mengambil semua peralatannya.

Siwon juga langsung membawa kyuhyun ke ranjang dan menyuruhnya berbaring dengan tenang. Agar kyuhyun tidak kembali diserang kegugupannya yang tiba-tiba.

“Apa ada yang aneh??” Tanya dokter itu pada kyuhyun.

Namja cantik itu hanya menggeleng sambil memainkan jemari tangannya yang ada di perutnya. Melihat hal itu membuat siwon langsung menggenggam tangan itu dan meremasnya pelan untuk menenangkan huswifenya.

“Dia mengikuti hyung-hyungku, dok..” jawab siwon kemudian.

“Mungkin dia merasa aman dengan mereka..”

“Tapi esoknya dia mengikuti hyungku yang sedang bawa makanan..kau tau,,mmm,,seperti anak bebek dengan induknya..” ucap siwon polos dan langsung mendapat tatapan tajam dari kyuhyun.

“Ahahahahaha…perubahan yang positif..”

“Maksud dokter??” siwon bertanya bingung.

“Kyuhyun baik-baik saja,,perkembangannya juga bagus..”

“Mmmm..”

“Perkembangan interaksinya,,walau tidak banyak, tapi sepertinya ada perubahan..” ucap dokter itu lagi sambil melihat tangan siwon yang ternyata sudah digenggam kyuhyun.

Siwon yang mulai mengerti langsung melihat apa yang dilihat dokter itu dan akhirnya tersenyum garing dengan bahagianya.

“Ehehehe,,aku senang..” ucap siwon sambil menggaruk lehernya dengan tangannya yang satu lagi.

“Mmm,,bisa kita mulai??” Tanya dokter itu kemudian.

“Mmm,,silahkan,,” jawab siwon dan berusaha melepas tangannya.

Namun kyuhyun tetap menggenggamnya dengan erat sambil menatap mata siwon dengan penuh kekhawatiran, tapi siwon membalasnya dengan senyuman.

“Tenanglah baby,,hyung disini..” ucap siwon sambil membelai tangan kyuhyun diatas tangannya.

“Kita Check up baby kita,,apa dia baik-baik saja,,ok??” bisik siwon lagi lalu mengecup sekilas bibir kyuhyun yang akan dipoutkan.

Dokter itu hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepalanya kerana perlahan tangan kyuhyun terbuka dan pipinya merona dengan hebatnya. Kemudian Dokter itu pun melakukan tugasnya memeriksa janin yang dikandung kyuhyun.

Suasana ruangan putih itu terlihat senyap dan hening seketika, yang terdengar hanya deruan nafas ketiganya dan gerakan dokter itu yang meletakkan alat periksanya diperut kyuhyun.

Siwon terus saja membelai punggung tangan kyuhyun yang di genggamnya dan sesekali mengecupnya lembut sambil menatap kyuhyun yang terus saja menatapnya tanpa kata-kata.

“Baiklah,,selesai..saya akan memberi beberapa vitamin untuk kekebalan tubuhnya,,” ucap dokter itu begitu selesai.

“Apa dia baik-baik saja??” Tanya siwon penasaran.

“Dia sangat baik.,kalian ingin melihatnya??”

“Mmm,,baby??” siwon meminta persetujuan kyuhyun.

“Ja-jangan sekarang..” ucap kyuhyun cepat.

“Baiklah,,kalau begitu kalian boleh pulang..” ucap dokter itu dengan senyumnya membuat siwon langsung membangunkan kyuhyun dan memperbaiki kemejanya yang setengah terbuka tadi.

“Usahakan terus seperti itu,,perkembangan keduanya sangat baik sampai saat ini..” ucap dokter itu lagi.

“Terima kasih dok,,berarti tidak ada yang perlu aku khawatirkan kan??” Tanya siwon terlihat senang.

“Ne,,kalau pun nanti ada hal anel lagi,,itu biasa bagi orang hamil..” jawab dokter itu sambil menyembunyikan tawanya saat kyuhyun menatapnya tajam.

Lalu mereka pun meninggalkan rumah sakit itu dengan perasaan yang berbeda-beda, siwon bahagia kerana kyuhyun dan bayi mereka baik-baik saja. Sedangkan kyuhyun terlihat ragu dengan wajah berkerut bingung membuat siwon penasaran dengan huswifenya itu.

Begitu sampai di dalam mobil siwon tidak bisa menyembunyikan rasa ingin tahunya hingga dia pun langsung menanyakan apa yang dipikirkan kyuhyun saat ini. Namun kyuhyun tidak menjawabnya melainkan memalingkan wajahnya keluar jendela.

“Baby,,ada apa, hmm??” Tanya siwon lagi.

Masih tidak ada jawaban yang membuat siwon menghela nafas lelahnya dan melajukan mobil mereka diatas kecepatan rata-rata. Beberapa detik kemudian terdengarlah sayup-sayup suara kyuhyun yang masih berpaling darinya.

“Aku takut..”

“Mwo???” Tanya siwon tidak percaya.

“Aku takut,m-mungkin dia,,t-tidak seperti yang kau inginkan.” Jawab kyuhyun setengah berbisik dan penuh keraguan.

Siwon langsung menghentika mobilnya tiba-tiba hingga membuat kyuhyun tersentak dan langsung berpaling melihatnya. Dan siwon ikut berpaling menatap wajah huswifenya tercinta dengan penuh kelembutan.

“Bagaimanapun dia nanti,,dia tetap babyku,,hal terindah yang kau jaga untukku, dan aku akan menerimanya dengan seluruh hatiku ini, baby,,percayalah..” ucap siwon penuh dengan keyakinan sambil mengambil tangan kyuhyun untuknya.

“Aku,,mencintaimu..” ucap siwon lagi lalu mengecup tangan lentik itu sambil menatap mata kyuhyun dalam dan penuh cinta.

“Aku…” ucap kyuhyun ragu. “Aku juga…” ulangnya lagi sambil menundukkan wajahnya. “Mencintaimu..” sambung kyuhyun lagi kini membalas tatapan siwon tanpa keraguan.

Melihat hal itu langsung saja siwon menarik kyuhyun mendekat dan mengecup bibir pink cantiknya itu penuh cinta. Ciuman yang sangat jarang terjadi kerana siwon ingin menjaga kepercayaan kyuhyun padanya.

Namun saat mendapatkannya siwon tidak pernah ingin melepaskannya lagi hingga saat ini namja tampan itu menarik tengkuk kyuhyun untuk memperdalam ciuman cintanya itu. Dalam hati siwon bersyukur kerana kyuhyun tidak menolaknya apalagi berontak.

Bahkan namja cantik itu semakin memejamkan matanya dan melingkarkan lengannya pada tubuh siwon untuk memeluk suaminya itu dan meresapi seluruh cinta yang siwon berikan lewat ciumannya yang manis, dalam dan penuh perasaan.(kyaaaaaaa!!!! Apa iniiiiiii>_<)

Dan setelah dirasanya cukup siwon pun melepas bibirnya tanpa menjauhkan wajah mereka berdua hingga kening kyuhyun bersentuhan dengan keningnya.

“Please,,believe me,baby..” bisik siwon diantara bibir mereka.

Mendengar kata-kata itu lagi kyuhyun hanya bisa menganggukkan kepalanya perlahan sambil terus memejamkan matanya.

“Don’t ever leave me, siwonnie..” ucap kyuhyun sambil membuka matanya dan menatap siwon yang begitu dekat denganya hingga pipinya kembali merona.

Siwon tersenyum manis melihat pemandangan indah didepannya hingga tangannya pun terulur untuk membelai pipi pucat itu dengan lembutnya.

“Sedetikpun..” jawab siwon kemudian.

Langsung saja kyuhyun duduk tegak dengan wajah kembali datar dan menatap siwon tajam hingga namja tampan itu kebingungan.

“What??apa yang salah?? Baby?? Benarkan??” Tanya siwon panic.

“Sedetikpun..” ulang siwon sekali lagi dan akhirnya mengerti maksud kata-katanya sendiri hingga membuatnya tertawa sambil memukul keningnya sekilas.

“Selamanya baby,,I promise..” ucap siwon sekali lagi meyakinkan kyuhyun membuat namja cantik itu tersenyum manis dan berpaling melihat keluar jendela.

Dan…

“Ahh,,kapas..siwonnie,,ituu..” ucap kyuhyun sambil melihat keluar dan mengikuti kemana perginya yang dilihatnya itu.

Siwon langsung ikut melihat apa yang ditunjukkan kyuhyun hingga badannya berpaling kerana mobil yang membawa benda itu sudah menjauh.

“Permen kapas??” Tanya siwon heran.

“Eum!” angguk kyuhyun.

“Kau mau??” Tanya siwon lagi.

“Eum!!” angguk kyuhyun lagi dengan cepat.

“Owh,ow,ow,,tungguuu,,kita beli,,ayooo…” ucap siwon sambil membelokkan arah mobilnya untuk mengejar mobil permen kapas yang berwarna-warni itu.

Namun mobil yang membawa manisan itu seolah menjauhi mereka secepatnya kerana terlihat semakin jauh saja membuat kyuhyun menatapnya penuh harap.

“Lebih cepat,,hyung..ayoo..” ucap kyuhyun tiba-tiba membuat siwon langsung tersenyum dan mempercepat laju mobilnya.

Dan aksi kejar-kejaran pun dimulai antara mobil mewah siwon dengan mobil tak mewah tukang permen kapas yang tidak tahu apa-apa itu. Hingga akhirnya mereka berhenti tepat berdampingan di lampu merah di depan mereka.

“Ahh,,ahjussi..permen kapasnya 1..” ucap siwon to the point.

Ahjussi itu hanya membulatkan matanya melihat namja tampan itu memesan secara pribadi seperti itu. Padahal dia harus membawa produksi permen kapas itu ke toko-toko yang memesan eceran padanya.

“Nggak di jual seperti itu,,anak muda,,” jawabnya.

“Ohh pleaseee,,aku,,ahh istriku mau permen kapas..” ucap siwon lagi.

“Ta-tapi..”

“Kau mau anak kami ileran??” Tanya siwon dengan wajah sambil dimiringkan dengan anehnya.

“Mwo??”

“Pleaseeee..” pinta siwon lagi.

Ahjussi itu kembali melihat wajah siwon dan menimbang-nimbang permintaannya sekali lagi, sampai kyuhyun yang sudah tidak tahan ikut memiringkan kepalanya melihat permen kapas yang ada dibelakang mobilnya yang terbuka.

Tanpa sadar kyuhyun menelan air liurnya yang keluar saat melihat kapas warna warni yang pasti sangat manis dan akan langsung meleleh dilidahnya itu.

“Ahjussiiiiiiii…” panggil siwon sambil mengeluarkan kepalanya dari jendela.

“Ohh,,heyyy,,iya,,berhenti di depan sana,,aiisshhh…”

Ahjussi itu terkejut sendiri melihat tindakan siwon sampai mengeluarkan kata-kata yang disesali setelahnya. Dan saat lampu hijau di atas mereka menyala dan membuat kedua mobil itu pun melaju perlahan sampai berhenti di trotoaar yang sepi.

Dengan wajah sumringah siwon mengikuti mobil itu dan berhenti di belakangnya lalu dengan semangatnya turun untuk membeli permintaan huswifenya tercinta.

“Warna apa baby,,??” tanyanya saat sudah berbiri di samping kyuhyun yang masih didalam mobil.

“Mmm,,biru..” jawab kyuhyun masih menatap permen manis itu di depan mereka.

Siwon langsung melesat ke depan dan mengambil 1 kotak permen kapas berwarna biru yang berisi 12 biji permen. Namun berhenti tiba-tiba kerana kyuhyun memanggilnya begitu jelas.

“1 saja, hyung!!” ucap kyuhyun saat siwon melihatnya bingung.

Siwon langsung menganggukkan kepalanya dengan mulut membentuk huruf O dan berjalan menghampiri ahjussi pemiliknya yang baru saja turun.

“Satu saja, ahjussi..” ucap siwon dengan wajah senangnya.

Dan ahjussi itu hanya bisa memasang wajah datarnya melihat kelakuan namja didepannya ini. Kerana dia tahu mobil mewahnya sudah mengikuti dirinya dari jauh, hanya untuk membeli satu permen kapas.

“Ahjussi,,jangan marah,,cintaku yang cantik disana cuma mau satu..” ucap siwon menyadari wajah kesal ahjussi itu.

“Tapi kalian merugikanku..”

“Tidak akan..ini,,terima kasih..annyeong!!” ucap siwon santai sambil menyerahkan selembar uang yang sanggup membeli satu kotak permen itu lalu pergi dari sana.

“Ehh,, tungguuu,,,” ahjussi itu langsung mengikutinya dari belakang.

“Ada apa lagi??” Tanya siwon sudah di dalam mobil.

“Ini lebih,,”

“Tak apa,,ini kartu namaku kalau perusahaanmu menuntut!” ucap siwon lagi membuat ahjussi itu terdiam. “Gomawo, ahjussi,,”

Lalu siwon kembali melajukan mobilnya meninggalkan ahjussi itu yang masih membaca kartu namanya dengan seksama.

Dia tidak peduli dengan yang lainnya saat ini kerana disampingnya makhluk cantik huswifenya itu terlihat sangat senang dengan permen kapas yang sudah dibukanya.

images

Kyuhyun menikmati permen itu dalam diam dan penuh perasaan hingga membuat siwon iri melihatnya. Detik selanjutnya kyuhyun langsung menyuapinya dengan permen manis itu dan membuatnya tersenyum garing seperti orang bodoh.

“Gomawo..” kyuhyun siown sambil melihat ke depan kembali.

“Mau lagi..” jawab kyuhyun membuat siwon bingung dan kembali melihatnya.

Dan benar saja permen kapas itu tinggal secuil pada tangkainya dan sudah dimakan kyuhyun yang kini menatapnya dengan wajah memelas.

“Tadi katanya satu saja,.” Ucap siwon bingung.

“Tapi aku mau lagiii..” jawab kyuhyun dengan wajah berkerut.

Dan perlahan bibir itu pun mulai dipoutkan dengan imutnya membuat siwon gemas dan ingin mengecup bibir pink cantik itu sekali lagi.

“Mmh..tapi ahjussi-nya sudah jauh, baby,,kita sudah dekat kantor lagi..” ucapnya kemudian.

Dan detik itu juga mata bulat coklat nan cantik itu berkaca-kaca menatap siwon dengan sedihnya hingga membuat namja tampan itu terkejut tidak percaya dan kehilangan kata-kata.

“Ba-baby..?” panggil siwon mematikan mesin mobilnya ketika mereka tiba di depan kantornya. “I-itu…”

“Aku mau permen kapas!!!” jawab kyuhyun langsung turun dan membanting pintu mobilnya dengan keras membuat siwon terperanjat.

“Ba-babyyyy..” panggil siwon khawatir dan segera menyusulnya.

Kyuhyun yang berlari dengan airmata berlinang membuat semua yang ada disana melihatnya penuh tanya. Dan sekali lagi kyuhyun berlari dengan airmata berlinang di depan heechul yang memang sedang menunggu kepulangan mereka.

“Again????” Tanya heechul tidak percaya melihat yang di depannya.

Dengan pertanyaannya langsung saja membuat beberapa hyung siwon yang bersamanya berpaling melihat kyuhyun yang berjalan cepat kearah mereka.

“Apa yang terjadi??”

“Kyuu,,ada apa??”

Pertanyaan mereka hanya di jawab kyuhyun dengan linangan airmata dan tatapan yang menyedihkan hingga membuat mereka semua ikut bersedih.

“Oii,,ada apa??” Tanya heechul penasaran.

“Hiks,,hmm,,huaaaaaaa~~~~” tangis kyuhyun pecah melihat heechul dan langsung merentangkan tangannya memeluk hyungnya yang menatapnya tidak percaya itu.

“What?? Hey,,lepaskan,,ada apa,,aiiishh!!!”

Heechul hanya bisa menggerutu mendapat pelukan yang tiba-tiba dan tidak biasa itu, namun tangannya tidak mencoba melepasnya malah dia ikut membalasnya dengan kaku.

“Hyuuung,,gantiaaan ayoo..aku juga mauuu…” ucap donghae merengek tidak jauh darinya.

“Aiishh,,kau ini..” gerutu hyukjae sambil menjitak kepala donghae pelan.

“Kyunnie,,waeyo??” Tanya ryeowook khawatir.

“Itu pasti penyebabnya,,bunuh dia!!” ucap heechul tiba-tiba saat melihat siwon mendekati mereka.

Serentak semua melihat siwon dengan tatapan tajam dan membentuk barisan di depan heechul menjadi penghalang siwon mendekati kyuhyun.

“What?? Hyung!! Lepaskan dia!!!” protes siwon begitu melihat dengan jelas pelukan itu.

“Apa maksudmu?? Kau yang salah kan??” Tanya heechul tajam.

“Kenapa dia menangis lagi??” Tanya donghae penuh selidik.

“Apa lagi yang kau lakukan siwonnie??” Tanya leeteuk yang baru saja datang.

“MWO??? Hyung,,ayolah,,dia cuma mau permen kapas..”

“MWOOOOOO???” Suara koor beberapa namja itu membuat gema yang berkepanjangan didalam gedung megah itu.

Secara bersamaan pula mereka mendekati kyuhyun yang masih memeluk heechul dan mencoba melihat wajah cantik yang tersembunyi itu.

“Sudah!! Hyung lepaskan!!” ucap siwon sekali lagi.

“Huhh!!” jawab heechul merentangkan tangannya yang tadi masih memeluk kyuhyun.

Namun kyuhyun tetap tidak melepas pelukannya, walau isak tangisnya sudah tidak terdengar lagi. Donghae yang masih ingin tetap di peluk dengan setianya memperbaiki rambut kyuhyun dan menyentuh pipinya yang terlihat.

“Lalu,kenapa dengan permen kapas??” Tanya leeteuk kemudian.

“Dia mau satu,,ternyata habis dan dia mau lagi..”

“Kenapa tidak membelinya??”

“Hyung,,yang pertama itu aku mengejarnya dari jauh sampai bertemu di lampu merah,,setelah itu kami kembali kesini,,lalu aku harus mencari mobil itu kemana lagi??”

Mendengar cerita siwon tidak ada yang bisa membantahnya dan mereka pun hanya bisa menganggukkan kepala mereka mengerti.

“Baby..” panggil siwon lagi.

“Permisi..” jawab orang lain di belakang mereka.

“Ahh,,ada yang bisa kami bantu??” Tanya ryeowook dengan ramahnya.

“Permen kapas!!!” teriak donghae tiba-tiba.

Tamu yang datang tidak di undang itu melainkan ahjussi permen kapas yang siwon beli tadi sedang membawa permen kapas warna biru satu kotak hilang satu karena di beli siwon. Siwon langsung menghampiri ahjussi itu dan memeluknya dengan erat lalu melepasnya lagi.

“Kau penolongku, ahjussi..” ucap siwon membuat ahjussi itu kebingungan.

“Ahh,,aniyo,,ternyata bos ku mengenalmu anak muda,,ini hadiahnya..” ucap ahjussi itu dengan jujur.

“Ahh,,gomawoyo,,sampaikan salamku,,trima kasih..”

Siwon langsung mengambil kotak permen kapas itu dan kembali ke tempat kyuhyun berada dengan senyum paling cerah. Sedangkan hyung yang lain hanya bisa menggumamkan terima kasih pada ahjussi itu dan mengantarnya keluar dari sana.

“Hey jelek!! Itu kapasmu!!” ucap heechul melepas pelukan kyuhyun dan membuat badan namja cantik itu menghadap siwon yang berdiri di belakangnya.

Begitu melihat dengan jelas apa yang ada didepannya, detik itu juga kyuhyun menghambur memeluk permen kapas itu beserta siwon yang memegangnya.

“Gomawoyo..” bisiknya lembut.

Siwon hanya bisa tersenyum sambil menghembuskan nafas lega melihat hyungnya yang juga melakukan hal yang sama. Hanya heechul yang sibuk memperbaiki jasnya dan menggerutu kerana atasnya sudah basah oleh airmata kyuhyun tadi.

“Hyung..” panggil kyuhyun kemudian,

“Hmm??”

“Aku mau yang warna-warni dan banyak lagi..”ucap kyuhyun polos.

“Untuk apaa??” Tanya siwon berkerut.

“Untuk menghias ruanganmu..”

“MWOOOOO???”
-
-

TBC..

index

 

Untuk My Baby..sabar ne..karna 58 udah di buka,,jadi 59 dalam perjalanan,,tunggu ajaa,,ehehehe..

Sooo…yang belum baca,,mari merapaaat,,^^

Two Love One Heart 3

Tags

, , ,

Mianhaeeeeee…my lovelies…updatenya benar-benar ngaret yaa?? Mianhae,,karna ada suatu dan lain hal di rumah Vie,,beginilah..telat lagi..

Mianhae..

My Baby segera menyusul…sabar sedikit lagi ne??

Mmm,kalau setelah baca Chap ini masih bingung juga..Silahkan hantui saja saia,,atau Anin Arlunerz..ok..ehehe
Soo..here you go..

“Happy reading”
Chap sebelumnya :

Siwon bergegas memasuki gedung mewah itu dan menuju lantai paling atas tempat seseorang yang sangat dikenalnya tinggal di sana saat ini.

Begitu sampai siwon langsung mengetuk pintu itu beberapa kali dengan nafas terengah-engah setelah berlari agar segera sampai kesana.

Setelah menunggu berapa lama seseorang pun membuka pintu kayu meranti? Itu dengan perlahan dan menampilkan sosok kibum yang terkejut melihat siwon di depannya.

“Siwonnie..?”

“Mianhae..” Ucap siwon dengan suara yang setengah berbisik.

Kibum yang terkejut kini terlihat bingung menatap namja tampan di depannya itu, namun saat melihat wajah tampan itu penuh dengan kesakitan? Penyesalan? Atau apapun itu, kibum langsung menarik tubuh kekar itu ke dalam kamar hotel mewahnya dan menutupnya rapat-rapat.

“Siwonnie,,aku sudah cukup bersabar..” ucap kibum dengan suara dingin namun penuh kekhawatiran di sana.

Siwon langsung berhenti dan menarik tangannya dari genggaman kibum sambil menatap mata namja imut di depannya itu.

“Mianhae,,” ucap siwon.

“Jangan terus meminta maaf!!! Ini sudah dua hari, Choi siwon.!!” Ucap kibum tegas.

Sepertinya namja imut itu sudah tidak tahan lagi dengan semua perubahan yang terjadi pada kekasihnya dua hari ini. Ya.. Choi siwon, kekasihnya.

“Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu, dan aku ingin tahu apa itu!”

Kibum mengeluarkan isi hatinya yang sudah ditahannya beberapa hari ini kerana kekasihnya it uterus diam saja.

“Jangan mengabaikanku,siwonnie,,mungkin aku bisa membantumu jika kau punya masalah,,katakanlah..!!” ucap kibum lagi sambil duduk di sofa.

Mendengar hal itu siwon langsung mendekati kibum dan duduk di lantai didepan kibum agar bisa menatap wajah imut itu lebih dekat.

“Benarkah??” tanyanya tiba-tiba. “Benarkah kau mau membantu??”lanjut siwon tiba-tiba bersemangat.

“Tentu saja!! Untuk apa juga aku ada??” jawab kibum dengan senyum manisnya yang tulus.

Membuat siwon tersenyum bahagia namun terselip luka saat melihat senyuman namja imut kekasihnya itu. Tapi semua sudah terlanjur dan siwon tidak bisa kembali dengan kata-kata yang sudah di ucapkannya sendiri.

“Aku akan mengatakan semuanya padamu, aku mohon, bantu aku..tidak ada yang bisa aku lakukan lagi,kibummie..” ucap siwon dengan penuh harap sambil menatap mata kibum dalam.

“I promise..” jawab kibum sambil memejamkan matanya dan menunduk sampai keningnya menyentuh kening siwon yang ikut memejamkan mata.

Keduanya sama-sama terdiam hingga beberapa menit ke depan sampai siwon melepas jarak mereka kerana tiba-tiba teringat akan sesuatu. Kibum yang ternyata mengharapkan lebih hanya bisa mendesah kecewa dengan senyuman manisnya.

“Ayo,,kita harus cepat!!” ucap siwon langsung berdiri dan menarik tangan kibum.

Lalu sama-sama keluar dari kamar hotel itu menuju tempat parkit dimana mobil siwon di simpan kibum setelah sampai di sana.

“Kita mau kemana??” Tanya kibum saat mereka sudah di mobil.

Siwon langsung menghidupkan mesin mobil mahalnya dan melaju dari sana sekali lagi berjalan-jalan di tengah malam buta menyusuri kota seoul yang indah di malam hari.

“Ke tempat semuanya bermula..” jawab siwon di tengah perjalanan.

“Ahh,,I see..” jawab kibum menganggukkan kepalanya.

“Kalau kau tidak sms tadi, mungkin aku sudah pulang..” ucap siwon kemudian.

“Aku tidak enak ke rumahmu, hyung..makanya ke hotel saja..” jawab kibum dengan senyumnya.

Kibum memang mengirimkan sms singkat untuk siwon agar namja tampan itu tahu kibum ada dimana, dan bukan pulang ke rumah orang tua siwon.

Selanjutnya keheningan pun menyelimuti mereka berdua sampai keduanya berhenti didepan pagar sebuah rumah yang asri dan terlihat menyejukkan yang memang terletak jauh dari suara bising kendaraan dan bangunan yang menjulang tinggi.

Halaman yang luas dengan jalan melingkar penuh dengan berbagai macam bunga yang sangat terawat itu terlihat sangat indah dan menyejukkan mata.

Kibum menyusuri taman yang sering di lihatnya itu dengan padangan seribu tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi. Namun sampai detik ini kibum lebih memilih menunggu siwon yang akan berbicara.

Saat mobil mereka tiba di depan pintu besar rumah siwon, kibum langsung membuka sendiri pintunya tanpa menunggu maid yang ada di pintu yang membukanya.

Namja imut itu langsung mengikuti siwon yang sudah masuk duluan sambil berbicara dengan maidnya. Kibum kembali melihat rumah mewah milik orang tua kekasihnya itu dengan penuh kekaguman.

Rumah mewah itu selalu bisa menarik perhatian setiap yang masuk ke dalam dengan warna kuning emas yang terdapat di setiap furniture yang ada membuatnya terlihat semakin bercahaya.

“Selera Ny.choi..” gumam kibum sendirian.

Begitu sadar dari lamunannya siwon sudah berdiri di depan pintu kamar yang tertutup sambil melihatnya. Dengan buru-buru kibum langsung mendekatinya sambil tersenyum garing namun siwon hanya menatapnya.

Lalu namja tampan itu pun membuka pintu kamar itu perlahan sambil tetap melihat kibum dengan wajah datarnya membuat namja imut itu salah tingkah.

Begitu pintu itu terbuka sepenuhnya, kibum baru bisa melihat apa yang ada di dalam kamar itu dan apa yang di sembunyikan siwon darinya.

Kamar besar yang sama mewahnya yang di ketahui kibum kini hanya terlihat suram dengan selimut berwarna putih dan beberapa rak-rak obat berdiri di sana. Kibum langsung berpaling melihat siwon dengan penuh kebingungan.

Namun namja tampan itu malah menyuruh kibum masuk dengan menganggukkan kepalanya. Mau tidak mau kibum harus menemukan sendiri jawabannya dengan menyusuri kamar besar itu lebih dalam.

“Shi yuan??”

Kibum tidak percaya dengan apa yang dilihat di depan matanya kini, seorang namja yang dikenalnya dengan wajah yang tidak akan pernah bisa di lupakannya kerana wajah itu sama persis dengan kekasih tampannya.

Ya.. Shi yuan, saudara kembar Choi siwon yang lebih memilih tinggal di Negara lain hanya kerana punya wajah yang sama dengan adiknya yang selisih waktu 1 menit itu.

Namja tampan itu tidak ingin disamakan atau di banding-bandingkan jika mereka terlihat bersama. Keduanya hanya ingin jadi diri sendiri dengan wajah sama namun sifat dan kehidupan yang berbeda.

Dan sekarang namja tampan itu kembali ke rumah mereka dengan kenyataan yang membuat seluruh penghuni disana harus menahan airmata mereka.

Kerana shi yuan yang biasanya ceria dan penuh kekonyolan kembali dengan wajah pucat seperti mayat hidup yang berjalan tanpa tujuan. Dan kini namja tampan dengan tubuh kekar itu terbaring dengan berbagai selang infus di masukkan ke tubuhnya.

Tentu saja hal itu membuat kibum yang baru melihatnya dilanda kebingungan yang sudah tidak bisa di bendung lagi.

“Ke-kenapa??? Apa yang terjadi?? Siwonnie?!!”

Kibum sudah tidak bisa menghentikan lagi semua hal ingin diketahuinya hingga dia langsung menarik siwon keluar dari sana.

“Jelaskan padaku!!” ucap kibum lagi saat mereka tidak jauh dari kamar itu.

“Tenanglah..aku akan mengatakan semuanya..ayo..” jawab siwon mengandeng tangan kibum menuju sofa di ruang tengah.

Kibum terus mengikuti sampai siwon mendudukkannya di sofa dan matanya tidak pernah lepas dari wajah tampan kekasihnya yang terlihat tenang saja itu.

“Hyung pulang dua hari yang lalu membawa berita buruk untuk kami..” ucap siwon memulai ceritanya sambil duduk di sofa didepan kibum.

“Apa itu??” Tanya kibum tidak sabar.

“Leukimia, stadium akhir..” jawab siwon membuat kibum langsung menutup mulutnya tidak percaya.

“Mimisan yang tidak pernah kami anggap serius dulu, kini berbuah kepahitan yang sangat menyakitkan..” ucap siwon lagi dengan wajah penuh kesedihan dan penyesalan.

Kibum langsung berdiri mendekati siwon dan duduk di sampingnya lalu menepuk-nepuk pelan bahu kekasihnya itu.

“Aku tidak tahu..” kibum mencoba mengatakan sesuatu.

“Dia tidak pernah mengatakannya..“ jawab siwon cepat. “Dia menyembunyikannya, bahkan dari kami keluarganya dan sekarang dia kembali seperti itu, dia memang brengsek!!”

Siwon tidak bisa lagi menahan perasaannya yang terasa di himpit ribuan batu yang membuatnya sulit bernafas dengan benar.

“Dia egois kibummie, dia egois..” ucap siwon lagi dengan airmata kini mengalir di kedua pipinya.

“Ssssst,,kau tidak boleh begitu, hyung!”

“Jangan membelanya!! Kau tidak tahu apa-apa!!” ucap siwon dengan nada sedikit lebih tinggi membuat kibum terdiam.

“Kau tau,,apa yang dia mau???” Tanya siwon pada kibum dengan wajah menyakitkan.

Kibum hanya menatap wajah kekasihnya dengan penuh penyesalan kerana sepertinya tidak ada yang bisa dilakukannya untuk mengurangi beban namja tampan itu walau sedikit.

Flashback

Incheon Airport

Terlihat seorang namja tampan dengan wajah yang terlihat sangat pucat dan lelah itu sedang berjalan tergesa-gesa mencari sesuatu atau seseorang dengan matanya.

Tempat dia sekarang berada di kedatangan dari luar negeri mengatakan bahwa dia baru saja sampai dan mencari orang yang akan menjemputnya.

Setelah beberapa menit mencari nampaklah seseorang yang di tunggunya dari kejauhan berjalan dengan cepat dan menghampirinya dengan wajah penuh kekhawatiran.

“Hyung!!!” panggil namja itu begitu ada didepan namja yang adalah hyungnya sendiri itu.

“Siwonnie..aku pulang..” ucap namja tampan itu langsung memeluk dongsaengnya cepat sambil memejamkan matanya.

“Selamat datang..” ucap namja yang dipanggil siwonnie itu dengan senyuman dan membalas pelukan hyungnya tersebut.

Namun senyuman itu mendadak hilang saat tubuh di pelukannya tiba-tiba terasa berat dan hampir saja merosot ke lantai jika dia tidak menguatkan pelukannya.

Namja tampan yang bernama shi yuan itu pingsan di pelukan dongsaengnya yang tidak lain adalah kembarannya sendiri hingga membuat orang di sekeliling mereka menatap dengan berbagai ekspresi.

Melihat hal itu membuat siwon harus menyunggingkan senyuman getir sambil menganggukkan kepalanya. Lalu perlahan namja tampan bernama Choi siwon itu membawa saudara kembarnya menuju mobilnya di luar.

Setelah mendudukkan hyungnya di kursi depan, ia pun langsung menuju kursi pengemudi dan menjalankan mobil mewahnya meninggalkan bandara seoul di pagi buta itu.

Setengah perjalanan namja tampan yang pingsan itu pun akhirnya tersadar sendiri seperti baru saja terjaga dari tidurnya. Dia pun langsung berpaling melihat ke samping dan tersenyum manis pada pengemudi mobil yang tidak lain saudara kembarnya sendiri.

“Cih,,jangan sok polos!!” ucap kembarannya datar.

“Apa kabar, siwonnie???” jawabnya.

Siwon hanya bisa memutar bola matanya mendengar kembarannya itu yang selalu keras kepala dari dulu.

“Apa yang terjadi??” Tanya siwon tidak menyerah.

“Kita langsung ke rumah ya??Hyung lapar..”

“Shit!! Jangan bercanda!!!”

“Tenanglah siwonnie..”

“Kau pikir aku bisa tenang setelah menerima telepon di tengah malam buta, bukan, itu hampir pagi!!!”

“Ahahaha,,mianhae..”

“Terlambat!!”

“Owhh,,dongsaengku yang manis berubah dingin..”

“Shut up!!!”

Ucap siwon terakhir membuat shi yuan kembarannya terdiam dengan senyuman menyedihkan. Tanpa sadar tangan Shi yuan terulur membelai rambut siwon yang masih serius mengemudi.

Gerakannya yang lembut itu membuat raut wajah dongsaeng kembarannya itu perlahan melembut dan terlihat jelas kekhawatiran di sana.

“Hyung harus di kemo..” ucapnya tiba-tiba membuat siwon langsung menatapnya.

“Hati-hati..” lanjutnya lagi melihat siwon tidak memerhatikan jalan di depannya.

“Mmm,,hyung menderita leukemia,,stadium 4,,” ucapnya lagi dengan suara sedikit berbisik. “Parah kan??” tanyanya kemudian.

Tanpa menjawab apa-apa siwon langsung menepikan mobil mereka tiba-tiba ke samping dan menatap hyungnya itu dengan tatapan nanar.

“Hyung,,jangan bercanda..” ucap siwon tidak percaya.

“Untuk apa??” Tanya hyungnya lembut.

“Itu,,aku..tidak mungkin hyung,,jangan bercanda,,itu penyakit mematikan,,tidak mungkin..”

“Mungkin saja siwonnie..”

“Hyung!!!”

“Kau tau mimisan itu kan?? Hyung mengabaikannya..”

“SHIT!! TIDAK MUNGKIN!!!!!” Siwon memukul setir mobilnya dengan tangannya sendiri kerana tidak tahu harus berkata apa.

Sakit di tangannya tidak sebanding dengan sakit didadanya saat melihat wajah hyungnya yang tersenyum lembut menatapnya. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya selain airmata yang menjawab semua yang ingin dikatakannya saat ini.

Namun akhirnya..

“Hyung~..” panggilnya menangis seperti anak kecil.

Hyung satu-satunya yang siwon punya dan yang paling disayanginya walau berada jauh dari tempatnya tapi tidak membuat tali kasih sayang mereka putus. Kini dia harus menderita kerana kelalaian mereka semua.

“Hyung~~jangan pergi,,aku,,aku..”

Siwon tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat hyungnya itu menarik tubuhnya tiba-tiba dan memeluknya dengan erat yang membuat tangisnya semakin pecah hingga membuat baju depan hyungnya itu basah oleh airmatanya. Tapi siwon tidak peduli.

“Ssssst,,sudah-sudah,,hyung tidak akan pergi,,hyung tidak bisa meninggalkanmu, apalagi dia..” ucap hyungnya menenangkan.

Dan benar saja siwon langsung terdiam walau dengan isakan melepas pelukan hyungnya dan menatapnya dengan wajah kebingungan.

“Hyung jelaskan di rumah, ada yang harus kau lakukan untuk hyung,,kau mau??” tanyanya dengan wajah serius membuat siwon langsung menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu,,ayo pulang..” ucapnya lagi.

Dan siwon pun langsung menghidupkan mobilnya kembali dan melaju dari sana menuju rumah mereka yang sedikit jauh dari kota itu.

Tak berapa lama sampai mereka langsung bertemu dengan umma Choi yang sudah menunggu di depan rumah dengan wajah khawatir setelah mendapat kabar dari anaknya.

Wanita cantik paruh baya itu langsung memeluk anak pertamanya yang sudah lama tak di jumpainya itu kemudian memeluk siwon sebagai ucapan selamat datang kembali.

Lalu mereka pun sama-sama memasuki rumah mewah mereka sambil terus bercengkrama, hanya hyung dan ummanya, sementara dirinya sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Siwonnie,,kau kenapa, hmm?? Tidak senang hyungmu kembali??” Tanya umma choi heran.

Siwon hanya menatap hyungnya sebagai jawaban hingga membuat umma choi bingung dan langsung menatap hyungnya juga.

“Kau janji akan melakukan sesuatu untukku, kan??” Tanya hyungnya tiba-tiba.

“Ne,,aku janji..kau juga harus janji akan melakukan itu..”

“Aku janji..”

“Tunggu!! Ada apa ini?? Janji apa? Lakukan apa??” Tanya umma choi bingung.

“Umma,,telfon dokter kita, suruh dia bawa semua alat untuk kemoterapi kesini..” jawab siwon pada ummanya.

“Jangan dulu umma..” bantah shi yuan.

“Sekarang umma, dia akan menghindar nanti..”

“Apa maksudnya!!??” jawab umma choi dengan wajahnya yang memerah menahan kesal kerana tidak tahu apa-apa.

Siwon langsung mendekati ummanya dan mendudukkannya di sofa dekat mereka lalu menatap matanya lekat. Menyalurkan ketenangan sebanyak mungkin yang mungkin juga diperlukan ummanya saat mendengar apa yang ingin dikatakannya.

“Hyung menderita leukemia stadium akhir, hanya kemoterapi yang bisa membuatnya bertahan saat ini..” ucap siwon lembut namun penuh penekanan.

Umma choi yang meresapi kata-kata itu perlahan akhirnya hanya terdiam mematung menatap wajah tampan anaknya itu. Detik berikutnya pipi cantiknya pun di basahi aliran kristal bening yang tiba-tiba jatuh dengan derasnya.

Tanpa bisa di hentikannya airmata itu terus saja jatuh membasahi pipinya membuat siwon dan hyungnya yang melihatnya harus memalingkan wajah mereka kearah lain.

“Mianhae..umma..” ucap shi yuan tanpa melihat ummanya.

Siwon langsung berdiri kembali dan mendekati hyungnya dnegan wajah serius lalu memegang kedua bahu hyungnya tersebut dengan sedikit menekannya.

“Apa yang harus kulakukan, katakan!! Lebih cepat lebih baik, aku akan membawa dokter kemari, secepatnya…” ucap siwon dengan yakinnya.

“Kau memang selalu bisa di andalkan..” jawab hyungnya dengan senyuman manis dan menepuk bahunya pelan.

Lalu namja tampan itu pun berjalan menghampiri umma mereka yang masih tidak mengeluarkan satu kata pun. Shi yuan duduk di samping ummanya dan mengambil tangan wanita itu dan menggenggamnya.

Detik berikutnya namja tampan itu menunduk untuk mengecup tangan wanita yang sudah membesarkannya dengan penuh kasih saying sampai sekarang ini.

“Mianhae,,umma,,mianhae..” bisiknya lembut dengan airmata yang tiba-tiba saja keluar.

Dan wanita cantik itu pun hanya bisa semakin menangis dan menunduk di atasnya sambil mengecup kepala anak kesayangannya itu dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan.

Siwon hanya menarik nafas panjang melihat keduanya lalu bergegas menelfon dokter keluarga mereka untuk mempersiapkan segalanya.

“Umma~ bantu aku,aku akan berusaha,,aku tidak bisa meninggalkannya umma,,dia sendirian..” ucap siwon sambil menggigit bibirnya agar tangisnya tidak pecah.

“Kyuhyun,,” ucap umma choi.

“Ne..dia pasti sendiri,,aku tidak bisa.”

“Apa yang bisa umma lakukan..?” Tanya umma choi putus asa.

“Siwonnie bisa melakukannya..” jawabnya yakin sambil melihat siwon yang berdiri tidak jauh darinya.

“Kyuhyun akan segera datang, dia pasti akan datang karna aku meninggalkannya begitu saja.” Mulai shi yuan menatap siwon dalam yang perlahan mendekatinya.

“Tolong jemput dia, temani dia selama dia ada disini..”

“Itu mudah saja, kami akan menjaganya..” jawab siwon dengan senyuman manisnya.

“Bukan itu, tolong siwonnie, gantikan hyung berada disisinya..” ucap hyungnya dengan wajah serius membuat siwon bingung.

“Setiap saat..” lanjutnya perlahan agar siwon mengerti apa yang dimaksudkannya.

Namun siwon masih tetap tidak bisa menangkap inti dari pembicaraan mereka sekarang. Pikirannya tidak bisa menjangkau apa yang dipikirkan hyung tampannya itu.

“Gantikan hyung, untuknya.” Ucapnya lagi sambil menatap siwon penuh harap.

“Maksud hyung? Disisinya, setiap saat,,untuknya?? Aku??” Tanya siwon menggabungkan semua kata-kata hyungnya.

“Ya..kamu untuknya,,” jawab Shi yuan yakin.

“Kau gila!!”

“Tidak..tolong, hanya ini caranya..”

“Bagaimana mungkin??!??”

“Sangat mungkin,,dia tidak tahu apa-apa, siwonnie..please..hanya sementara, sampai aku..”

“Sampai kau sembuh hyung!!! Kau harus sembuh!!!”

“Jadi kau mau??” tiba-tiba mata hyungnya berbinar menatapnya pertama kali membuat siwon menyesali kata-katanya sendiri.

“Tapi,,kibummie…” siwon ragu setelahnya.

Shi yuan tersenyum penuh arti dan mendekati dongsaengnya menatapnya yakin. “Dia akan mengerti.”

“Kenapa kau melakukan ini?? Kau tau dia akan terluka..”

“Yang tidak diketahuinya akan membuatnya baik-baik saja..”

“Cih,,keras kepala,,”

“Sama denganmu..”

“Ck..”

“Sudahlah,,kau akan menyukainya,,dia sangat cantik..” ucap shi yuan tersenyum lemah pada dongsaeng satu-satunya itu lalu berpaling melihat ummanya.

“Umma setuju kan,,siwonnie menggantikan aku,,umma pasti tidak ingin kyuhyun bersedih kan??” Tanya siwon penuh harap.

Dan yang bisa dilakukannya hanya menganggukkan kepala mengiyakan semua permintaan yang akan diajukan anaknya itu saat ini. Tidak ada yang bisa dilakukannya lagi mengingat penyakit apa yang dipikulnya.

Walau belum terlalu mengenal calon menantu pertamanya itu, umma choi yakin kyuhyun luar biasa kerana melihat cinta putranya pada namja cantik seperti yang dikatakan putranya itu.

“Tapi,,kau harus menuruti apa yang dokter katakan, jangan keras kepala..” ucap umma choi serius.

Wanita cantik itu langsung berdiri dan melihat siwon dengan wajah serius namun senyum menenangkan ada disana.

“Kau pasti bisa,,jelaskan baik-baik pada kibummie, dia akan mengerti..” ucapnya lembut.

Siwon hanya menganggukkan kepalanya patuh dan menatap hyungnya penuh kasih sayang. Dalam hatinya berharap agar masalah yang mereka hadapi sekarang bisa terselesaikan dengan sempurna.

Tapi akhirnya..

‘Apa yang harus aku katakan? Apa kibummie rela?’ Tanya siwon dalam hati sambil meninggalkan ruangan itu.

Lebih penting lagi, apa yang akan terjadi saat namja yang bernama kyuhyun itu tiba di sini dan menganggapnya sebagai kekasihnya.

‘Apa yang akan terjadi?’ Tanya siwon lagi.

Dan namja tampan itu pun pergi dari rumahnya menuju apartement kekasihnya yang sudah 2 tahun ditinggali mereka.

Dan setelahnya sampai dua hari kemudian kyuhyun tiba siwon tidak mengatakan apapun pada kekasihnya walau kibum memaksa.

Flashback End

Dan hari ini..

“Mianhae..” ucap siwon di akhir ceritanya.

Kibum hanya menatap kekasih tampannya itu penuh arti namun terlihat kesedihan di sana yang tidak bisa diungkapkannya.

“Setelah hari itu, hyung langsung menjalani perawatan dan disinilah dia sekarang..maafkan kami yang meninggalkan-mu kibummie,,tapi..”

“Aku mengerti hyung,,” jawab kibum cepat.

“Mm, jadi selama hyung-mu dalam perawatan kau akan menggantikannya menjaga kyunnie??”

“Ne..”

“Lebih tepatnya, kau jadi namjachingunya kyunnie, hyung..” ucap kibum lagi.

Siwon langsung menatap wajah kekasihnya yang melihat jauh kedepan dan tiba-tiba berubah sedih itu. Kata-kata kibum tadi terdengar jelas ada nada kecewa dan tidak rela disana.

Dan disaat ini tidak ada yang bisa dilakukannya sebagai kekasih yang baik untuk mengusir kesedihan itu. Kerana jelas sekali wajah kibum sekarang ini, siwon sendiri yang menyebabkannya terjadi.

“Kau tidak mau?? Aku akan bicara sama hyung..”

“Bukan!! Hanya saja…ahh, lupakanlah, aku akan membantumu..” kibum mencoba mengusir kesedihannya sendiri dengan senyuman manis.

“Kibummie..”

“Tenanglah hyung,,aku akan berusaha, lagian di awal aku sudah mengaku sebagai adikmu,,jadi tidak masalah..” jawab kibum lagi dengan wajah ceria.

“Kenapa,,ne, kau memang menyebut adik-ku..”

“Mmm,,aku juga tidak tau,,itu yang terlintas saat itu..”

“Aku..”

“Sudahlah,,aku baik-baik saja,,kita harus berperan dengan baik,,demi hyung-mu..”

“Gomawo..kibummie,,jeongmal gomawo..”ucap siwon tulus.

“Santai saja hyung,,aku rasa, aku juga menyukainya..” jawab kibum polos membuat siwon membulatkan matanya.

“Bukan itu!!!” bantah kibum. “ Matanya saat bicara game,,aku menyukainya,,seperti anak kecil,,imut sekali..”

“Ohh,,ne,,aku mengerti..”

“Kalau begitu! Kita akan berperan dengan baik,,sampai hyungmu sembuh!!” ucap kibum dengan nada riang.

‘Semoga..’ batin siwon berharap.

“Soooo…kau akan menginap kan??” Tanya kibum sambil mendekati kekasihnya itu untuk pertama kali dalam beberapa jam ini.

“Kita kembali,,di sini ada umma..” jawab siwon sambil mengulurkan tangannya.

Kibum langsung menyambut uluran tangan itu dengan senyuman paling manis hari itu. Lalu mengaitkan jemari mereka sebentar sambil terus menatapnya sebelum akhirnya siwon melepasnya lagi.

Namja tampan itu melepas tangannya dan ingin melingkarkannya di pinggang kekasih imutnya. Namun berhenti tiba-tiba kerana suara handphone yang bukan kepunyaannya berbunyi dengan keras disakunya.

Siwon langsung mengambil Hp milik hyungnya itu dan melihat satu pesan baru saja masuk disana. Dengan wajah bingung siwon membuka pesan itu dan langsung mentatap kibum dengan wajah bersalah.

Mau tidak mau kibum langsung menarik Hp itu dan ikut membaca isi pesan itu lalu menatap siwon dengan lekat.

“Dia bangun?!” ucap kibum dengan nada lebih ke pernyataan dari pada pertanyaan.

“Oh my god!! Mianhae,,aku harus pergi..” ucap siwon begitu sadar kembali.

“Baiklah…” jawab kibum dengan sendu. “Hati-hati..” lanjutnya kemudian.

Namun tidak di dengar siwon yang sudah duluan melesat keluar dari rumah itu dan menuju mobilnya setelah mengambil hp di tangan kibum yang berisi pesan dari kyuhyun.

To siwonnie.

“Kau pergi lagi, hyung..T~T
-
-
TBC…

Intinya : Choi siwon di sini kembar.
Shi yuan -> Kyuhyun
Choi Siwon -> Kibum

Sampai jumpa lagi di My Baby, With your love and SPG..

AHH,,ikut Lomba FF yuuuuuuk!!!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,198 other followers